Skip to content
Back to announcement

20250623_JKON_Informasi Transaksi Afiliasi_31907823_lamp7.pdf

Asset transaction Needs review JKON

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 246

Page 1
                                            T
                                       AF
                                     DR




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Juni 2025
Page 2
                                           T
                                      AF
                                    DR




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Juni 2025
Page 3
                                                                                                            P a g e |i


                                                                                              Kantor Jasa Penilai Publik
Jakarta, 19 Juni 2025                                                                                 RAO, YUHAL & rekan
No. 00008/2.0094-00/BS/03/0268/1/VI/2025                                                                     Affiliated to
                                                                                         TRUSCELCAPITAL LLP Singapore
Kepada Yth,                                                                                   Nomor Lisensi No. 2.11.0094
                                                                                          Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia
Direksi                                                                                         Business & Property Valuer
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
                                                                                       The Boulevard Office Building #03-F1
Jalan Bintaro Raya RT.17/RW.8                                                            Jl. Fachrudin Raya No. 5 KebonSirih
Kec. Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan                                                                        Jakarta, 10250
Jakarta 12330                                                                                                       Indonesia
                                                                                                         T (62 21) 3199 1488
                                                                                                            www.truscel.com
Telp         : (021) 736 3939
Fax          : (021) 736 3939
Email        : info@jayakonstruksi.com
Bidang Usaha : Bidang pembangunan, perdagangan, perindustrian, dan jasa

Perihal          : Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk atas
                   Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development

Definisi dan Singkatan
 ATB                                              :         Aset Tak Berwujud/intangible assets didefinisikan
                                                            sebagai aset non-monetary yang dapat diidentifikasi
                                                            tanpa wujud fisik dan memberikan hak serta manfaat
                                                            ekonomi kepada pemilik;
 JTD                                              :         PT Jakarta Tollroad Development merupakan
                                                            perusahaan induk (holding company) yang memiliki
                                                            99,99% saham atas JTD JP, merupakan entitas anak
                                                            secara langsung PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama
                                                            Tbk dengan kepemilikan sebesar 20,48%;
 JTD JP                                           :         PT JTD Jaya Pratama merupakan perusahaan yang
                                                            bergerak dalam bidang konstruksi, perdagangan besar
                                                            dan eceran, pengangkutan, dan perdagangan;
                                                            Perusahaan menjalankan kegiatan usahanya di bidang
                                                            pengusahaan jalan tol, sebagaimana dibuktikan dengan
                                                            diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh
                                                            BPJT pada 5 Januari 2017 untuk pembangunan Jalan Tol
                                                            Dalam Kota Jakarta Ruas Sunter–Pulo Gebang, serta
                                                            telah mulai beroperasi secara komersial sejak 9
                                                            September 2021 setelah memperoleh sertifikat laik
                                                            operasi dari Direktorat Jenderal Bina Marga;




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 4
                                                                                                        P a g e | ii



 Akta Keputusan Para Pemegang :                             Merupakan definisi dari Pernyataan Keputusan Para
 Saham JTD                                                  Pemegang Saham PT Jakarta Tollroad Development
                                                            berdasarkan Akta Notaris Nomor 22 tanggal 19 Juni
                                                            2025 oleh Aryanti Artisari, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta
                                                            Selatan, dimana dalam rangka rencana penerbitan
                                                            saham baru yang akan dikeluarkan oleh JTD, dengan
                                                            total senilai Rp269.085.225.270,- (Dua Ratus Enam
                                                            Puluh Sembilan Miliar Delapan Puluh Lima Juta Dua
                                                            Ratus Dua Puluh Lima Ribu Dua Ratus Tujuh Puluh
                                                            Rupiah) dengan menerbitkan Saham baru sebanyak
                                                            41.005 (Empat Puluh Satu Ribu Lima) lembar saham
                                                            masing-masing dengan nilai nominal Rp1.000.000 (satu
                                                            juta Rupiah) per Saham, dengan harga penyetoran
                                                            sebesar Rp6.562.254,- (Enam Juta Lima Ratus Enam
                                                            Puluh Dua Ribu Dua Ratus Lima Puluh Empat Rupiah)
                                                            per Saham;
                                                            Atas dasar tersebut, PT Jaya Konstruksi Manggala
                                                            Pratama Tbk merupakan salah satu pemegang
                                                            sahamnya dengan kepemilikan 20,48% akan
                                                            mengambil saham baru JTD sebesar 8.398 lembar
                                                            saham dengan harga Rp6.562.254,- atau seluruhnya
                                                            sebesar Rp55.109.809.092,-;
 Laporan Penilaian Saham JTD                      :         Laporan Penilaian Atas 100% Saham PT Jakarta
                                                            Tollroad   Development    oleh    TRUSCEL   No.
                                                            00006/2.0094-00/BS/03/0268/1/VI/2025 tanggal 18
                                                            Juni 2025;
 MAPPI                                            :         Merupakan singkatan dari Masyarakat Profesi Penilai
                                                            Indonesia yaitu Organisasi Profesi Penilai di Indonesia
                                                            yang bersifat mandiri, nirlaba dan non politis, yang
                                                            berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang
                                                            Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional,
                                                            Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan
                                                            langsung dan tidak langsung dengan Profesi Penilai
                                                            sebagai landasan formal serta Keputusan Musyawarah
                                                            Nasional sebagai landasan operasional;
 Nilai Pasar                                      :         Berdasarkan SPI 101 poin 3.1 dimana Nilai Pasar adalah
                                                            estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau
                                                            dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada
                                                            tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat
                                                            membeli dengan penjual yang berminat menjual,
                                                            dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
                                                            pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua
                                                            pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman
                                                            yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan;




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 5
                                                                                                      P a g e | iii



                                                            Berdasarkan POJK No. 35/2020 Nilai Pasar adalah
                                                            estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil
                                                            penukaran suatu aset atau liabilitas pada Tanggal
                                                            Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
                                                            dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu
                                                            transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
                                                            secara layak, dimana kedua Pihak masing–masing
                                                            bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya,
                                                            kehati-hatian, dan tanpa paksaan;
                                                            Secara umum definisi Nilai Pasar berdasarkan SPI 101
                                                            poin 3.1 memiliki kesamaan dengan definisi Nilai Pasar
                                                            pada POJK No. 35/2020 yang diterbitkan oleh Otoritas
                                                            Jasa Keuangan;
                                                            Sehingga Nilai Pasar yang digunakan dalam laporan ini
                                                            mencakup definisi Nilai Pasar pada SPI 101 poin 3.1 dan
                                                            Nilai Pasar pada POJK No. 35/2020 yang diterbitkan
                                                            oleh Otoritas Jasa Keuangan;
 OJK                                              :         Singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan, yaitu lembaga
                                                            yang independen yang mempunyai fungsi, tugas dan
                                                            wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan
                                                            penyidikan kegiatan jasa keuangan di sektor pasar
                                                            modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga
                                                            pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya
                                                            sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 21
                                                            tahun 2011 tanggal 22 November 2011 tentang
                                                            Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan badan
                                                            pengganti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
                                                            Keuangan yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari
                                                            2013;

 Perseroan                                        :         PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk merupakan
                                                            perusahaan       yang   bergerak   dalam   bidang
                                                            pembangunan, perdagangan, perindustrian, dan jasa,
                                                            berdomisili di Jakarta;
 Perusahaan Terkendali                            :         Adalah suatu perusahaan yang dikendalikan baik secara
                                                            langsung maupun tidak langsung oleh Perusahaan
                                                            Terbuka;

 POJK No. 17/2020                                 :         Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
                                                            Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
                                                            dan Perubahan Kegiatan Usaha;

 POJK No. 35/2020                                 :         Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
                                                            Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
                                                            Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
 POJK No. 42/2020                                 :         Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
                                                            Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
                                                            Transaksi Benturan Kepentingan;




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 6
                                                                                                     P a g e | iv



 Proyeksi Laba Rugi yang                          :         Proyeksi Laba Rugi Perseroan yang telah disesuaikan
 Disesuaikan                                                oleh TRUSCEL sehingga lebih mencerminkan kewajaran
                                                            proyeksi keuangan;

 Rencana Transaksi                                :         Rencana PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
                                                            untuk membeli saham di PT Jakarta Tollroad
                                                            Development yang akan mengambil bagian sebesar
                                                            8.398 lembar saham dengan harga Rp6.562.254,- atau
                                                            seluruhnya sebesar Rp55.109.809.092,-, sesuai dengan
                                                            Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD;
 SPI                                              :         Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) sebagai
                                                            anggota IVSC melalui Komite Penyusun Standar
                                                            Penilaian Indonesia (KPSPI) telah Menyusun Kode Etik
                                                            Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
                                                            (KEPI dan SPI) Edisi VII tahun 2018;
 Transaksi Afiliasi                               :         Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau
                                                            transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
                                                            perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
                                                            terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
                                                            dewan komisaris, pemegang saham utama, atau
                                                            Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau
                                                            transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
                                                            perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
                                                            perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi,
                                                            anggota dewan komisaris, pemegang saham utama,
                                                            atau Pengendali sebagaimana diatur dalam POJK No.
                                                            42/2020;
 Transaksi Benturan Kepentingan                   :         Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang
                                                            dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
                                                            terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi
                                                            maupun pihak selain Afiliasi yang mengandung
                                                            Benturan Kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK
                                                            No. 42/2020;
 Transaksi Material                               :         Transaksi Material adalah setiap transaksi yang
                                                            dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
                                                            terkendali yang memenuhi batasan nilai sebagaimana
                                                            diatur dalam POJK No. 17/2020;
 TRUSCEL                                          :         KJPP RAO,YUHAL & rekan (terafiliasi dengan KJPP asing
                                                            TRUSCELCAPITAL LLP Singapore) yang mana telah
                                                            mendapat izin usaha No. 2.11.0094 dari Kementerian
                                                            Keuangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri
                                                            Keuangan No. 1133/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
                                                            2011 dan terdaftar atas nama KJPP RAO,YUHAL & rekan
                                                            sebagai profesi penunjang pasar modal berdasarkan
                                                            surat dari Otoritas Jasa Keuangan No. 11653/BL/2011
                                                            tanggal 27 Oktober 2011 dengan Surat Tanda Terdaftar
                                                            Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas Jasa
                                                            Keuangan No. STTD.PB-30/PM.2/2018 tanggal 30
                                                            Agustus 2018.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 7
                                                                                        P a g e |v



Dengan hormat,
PENDAHULUAN
Perseroan merupakan sebuah perusahaan terbuka, didirikan tanggal 23 Desember 1982, beralamat
di Kantor Taman Bintaro Jaya Gedung B, Jalan Bintaro Raya, Jakarta. Perseroan merupakan salah satu
entitas anak PT Pembangunan Jaya dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1982. Sesuai
dengan pasal 3 ayat 2 anggaran dasar Perseroan, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha
utama dan kegiatan usaha penunjang.
Kegiatan usaha utama Perseroan adalah sebagai berikut:
     a. Menjalankan usaha-usaha di bidang pembangunan (termasuk konstruksi dan real estat);
     b. Menjalankan usaha-usaha di bidang perdagangan;
     c. Menjalankan usaha-usaha di bidang perindustrian; dan
     d. Menjalankan usaha-usaha di bidang jasa (termasuk pengolahan air dan daur ulang sampah,
        pertambangan, pengadaan listrik, pengangkutan dan aktivitas profesional).
Kegiatan usaha penunjang Perseroan adalah sebagai berikut:
     a. Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa;
     b. Perdagangan besar bahan dan barang kimia besar;
     c. Aktivitas telekomunikasi khusus untuk keperluan sendiri; dan
     d. Industri produk dari hasil kilang minyak bumi.
Perseroan memiliki sejumlah saham di JTD dengan kepemilikan 20,48% dan berencana untuk
menambah sahamnya di JTD. Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD dengan
pemegang sahamnya, dimana dalam rangka rencana penerbitan saham baru yang akan dikeluarkan
oleh JTD, dengan total senilai Rp269.085.225.270,- (Dua Ratus Enam Puluh Sembilan Miliar Delapan
Puluh Lima Juta Dua Ratus Dua Puluh Lima Ribu Dua Ratus Tujuh Puluh Rupiah) dengan menerbitkan
Saham baru sebanyak 41.005 (Empat Puluh Satu Ribu Lima) lembar saham masing-masing dengan
nilai nominal Rp1.000.000 (satu juta Rupiah) per Saham, dengan harga penyetoran sebesar
Rp6.562.254,- (Enam Juta Lima Ratus Enam Puluh Dua Ribu Dua Ratus Lima Puluh Empat Rupiah) per
Saham.
Dalam rangka penambahan saham tersebut, Perseroan bermaksud untuk membeli saham JTD
melalui pelaksanaan Rencana Transaksi, yaitu rencana membeli 8.398 lembar saham dengan harga
Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi sebesar Rp55.109.809.092,-.
Perseroan bermaksud untuk melakukan pembelian saham JTD guna meningkatkan performa
investasi pada entitas asosiasi Perseroan melalui Pembelian saham pada anak perusahaan yaitu JTD.
Rencana Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana ditentukan dalam POJK
No. 42/2020.
Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD, Rencana Transaksi merupakan Transaksi
Afiliasi dikarenakan Rencana Transaksi tersebut dilakukan antara perusahaan yang secara langsung
mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan yang bersangkutan atau dengan pemegang
saham, namun bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 42/2020 mengingat dalam Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan antara
kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris
dan Pemegang Saham Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan karena adanya Rencana
Transaksi tersebut.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020, Perseroan telah menunjuk TRUSCEL, sebagai
penilai independen untuk melaksanakan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 8
                                                                                                                          P a g e | vi



Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini TRUSCEL mengenai pendapat kewajaran Rencana
Transaksi.
LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI
Latar belakang Perseroan melakukan Rencana Transaksi dimana Perseroan memiliki sejumlah saham
di JTD dan berencana untuk menambah sahamnya di JTD. Dalam rangka penambahan saham
tersebut, Perseroan bermaksud untuk membeli saham JTD melalui pelaksanaan Rencana Transaksi,
yaitu rencana membeli 8.398 lembar saham dengan harga Rp6.562.254,- atau setara total nilai
transaksi sebesar Rp55.109.809.092,- sesuai dengan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD.
OBJEK PENDAPAT KEWAJARAN
Objek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi JTD sebesar 8.398 lembar saham dengan harga
Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi sebesar Rp55.109.809.092,- sesuai Akta Keputusan
Para Pemegang Saham JTD.
TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memenuhi POJK No. 42/2020 untuk Transaksi
Afiliasi. Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya disusun untuk keperluan transaksi jual beli saham
dan tidak dapat digunakan untuk keperluan perpajakan maupun keperluan-keperluan yang
menyangkut instansi lain.
SIFAT RENCANA TRANSAKSI PEMBELIAN SAHAM
Transaksi Afiliasi
Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf c POJK No. 42/2020, transaksi dengan nilai transaksi tidak melebihi
0,5% (nol koma lima persen) dari modal disetor Perusahaan Terbuka atau tidak melebihi jumlah
Rp5.000.000.000,- (lima miliar rupiah), digunakan nilai yang lebih rendah, wajib memenuhi
ketentuan Pasal 3 dan Pasal 4 ayat (1) POJK No. 42/2020.
           Deskripsi           Modal Disetor Perseroan    0,5% dari Modal Disetor Perseroan   Nilai Rencana Transaksi   Perbandingan
    Per 31 Desember 2024          326.170.397.000                   1.630.851.985                  55.109.809.092          3379%

Dalam hal ini, 0,5% dari modal disetor Perseroan adalah sebesar Rp1.630.851.985,- sedangkan nilai
Rencana Transaksi dengan harga senilai Rp55.109.809.092,- atau sebesar 3.379%, sehingga
Perseroan tetap wajib memenuhi prosedur Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3
dan Pasal 4 ayat (1) POJK No. 42/2020.
Selanjutnya Transaksi Afiliasi berdasarkan Pasal 1 angka 3 POJK No. 42/2020 adalah:
        “setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
        terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
        dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas
        dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
        kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
        komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.”
Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi seperti yang dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020
dikarenakan terdapat hubungan langsung (dalam hal kepemilikan) antara pihak-pihak yang terkait
dengan Rencana Transaksi sebagaimana dijelaskan pada bagan dibawah ini:




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 9
                                                                                                                                                    P a g e | vii


                        Keterangan         Pemegang Saham Perseroan Pengurus Peseroan   Pemegang Saham JTD   Pengurus JTD   Pemegang Saham JTD JP    Pengurus JTD JP
PT Pembangunan Jaya                                   ✓                     -                   ✓                 -                   -                    -
Masagoes Ismail Ning                                  ✓                    ✓                    -                 -                   -                    -
Umar Ganda                                            ✓                    ✓                    -                 -                   -                    -
Ida Bagus Rajendra                                    ✓                    ✓                    -                 -                   -                    -
Agus Setiadi Lukita                                   ✓                    ✓                    -                 -                   -                    -
Pemegang saham pendiri                                ✓                     -                   -                 -                   -                    -
Masyarakat                                            ✓                     -                   -                 -                   -                    -
Yohannes Henky Wijaya                                  -                   ✓                    -                 -                   -                    -
Frans Satyaki Sunito                                   -                   ✓                    -                 ✓                   -                    ✓
Kristianto Indrawan                                    -                   ✓                    -                 -                   -                    -
Budi M Sianipar                                        -                   ✓                    -                 -                   -                    -
Yerri Go                                               -                   ✓                    -                 -                   -                    -
PT Jakarta Propertindo                                 -                    -                   ✓                 -                  ✓                     -
PT Pembangunan Jaya Infrastruktur                      -                    -                   ✓                 -                  ✓                     -
PT Jaya Real Property, Tbk                             -                    -                   ✓                 -                   -                    -
PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk                         -                    -                   ✓                 -                   -                    -
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk               -                    -                   ✓                 -                   -                    -
PT Jaya Land                                           -                    -                   ✓                 -                   -                    -
PT Jakarta Tollroad Development                        -                    -                   -                 -                  ✓                     -
Candra Ciputra                                         -                   ✓                    -                 ✓                   -                    ✓
Vivian Setjakusuma                                     -                   ✓                    -                 ✓                   -                    ✓
Okky Dharmosetio                                       -                   ✓                    -                 -                   -                    -
Trisna Muliadi                                         -                   ✓                    -                 ✓                   -                    ✓
Ir. Yohannes Henky Wijaya, M.M                         -                   ✓                    -                 -                   -                    -
Ir. Sutopo Kristanto, M.M                              -                   ✓                    -                 ✓                   -                    ✓
Adi Wijaya S.E                                         -                   ✓                    -                 -                   -                    -
Dra. Swandayani                                        -                   ✓                    -                 -                   -                    -
M.A. Ismail Ning                                       -                    -                   -                 ✓                   -                    ✓
Subianto Stjawardaja                                   -                    -                   -                 ✓                   -                    ✓
Sumber: Manajemen Perseroan

Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi di atas, terdapat
kesamaan pemegang saham dan kepengurusan. Oleh karena adanya kesamaan pemegang saham
dan kepengurusan tersebut, Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi antara Perseroan dengan
afiliasinya. Sebagaimana dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020, Transaksi antara pihak-pihak yang
memiliki hubungan Afiliasi dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi.
                   Sebelum Rencana Transaksi                                                  Setelah Rencana Transaksi




                                                       Sumber: Manajemen Perseroan

Selain itu, berdasarkan bagan hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi di atas,
terdapat hubungan antara Perseroan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung,
mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut, dimana Perseroan merupakan
pemegang saham dari JTD dengan kepemilikan saham sebesar 20,48% sebelum melakukan Rencana
Transaksi dan sebesar 20,48% setelah melakukan Rencana Transaksi.
Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD, Rencana Transaksi dikategorikan kedalam
Transaksi Afiliasi, namun bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan antara
kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris
dan Pemegang Saham Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan karena adanya Rencana
Transaksi tersebut.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 10
                                                                                                   P a g e | viii



Transaksi Material
Berdasarkan POJK No. 17/2020, Transaksi Material didefinisikan sebagai setiap transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali yang memenuhi batasan nilai
sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/2020. Setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan yang
termasuk dalam “Transaksi Material” antara lain, (1) penyertaan dalam badan usaha, proyek,
dan/atau kegiatan usaha tertentu; (2) pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau
segmen operasi; (3) perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa; (4) sewa menyewa aset; (5)
pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya; (6) menjaminkan aset Perusahaan Terbuka
dan/atau Perusahaan Terkendali atas pinjaman dari pihak lain; dan (7) memberikan jaminan
perusahaan (corporate guarantee).
Batasan nilai suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. Dalam hal transaksi
berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi sebagai Transaksi Material
dalam hal nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan
Terbuka; total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih
Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau d.
pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka nilainya
sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen). Dalam hal transaksi yang dilakukan oleh
Perusahaan Terbuka yang mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset
Perusahaan Terbuka (Pasal 3 POJK No. 17/2020).
Penilai telah melakukan Uji Transaksi Material, dimana Rencana Transaksi bukan merupakan
Transaksi Material seperti dimaksudkan dalam POJK No. 17/2020 dikarenakan Nilai Rencana
Transaksi kurang dari 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan, total aset Perseroan, laba
bersih Perseroan, dan pendapatan usaha Perseroan. Penentuan Transaksi sebagai Transaksi Material
dapat dilihat dalam uraian selanjutnya mengenai Batasan Nilai Transaksi Material.
Batasan Nilai Transaksi Material
a) Perbandingan Total Ekuitas Perseroan dengan Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD, Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp55.109.809.092,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, total ekuitas Perseroan adalah sebesar
Rp3.176.637.277.000,-. Perbandingan antara Nilai Rencana Transaksi yang dijabarkan diatas dengan
Total Ekuitas Perseroan adalah sebesar 1,73%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
               Total Ekuitas Perseroan 31 Desember 2024                  Nilai Rencana Transaksi Perbandingan
                                               3.176.637.277.000                55.109.809.092          1,73%

b) Perbandingan Total Aset Perseroan dengan Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi
Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD, Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp55.109.809.092,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, total aset Perseroan adalah sebesar
Rp4.371.497.764.000,-. Perbandingan antara total aset Objek Transaksi yang dijabarkan diatas
dengan total aset Perseroan adalah sebesar 1,26%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 11
                                                                                                     P a g e | ix



                                                                         Total Aset Yang Menjadi
                   Total Aset Perseroan 31 Desember 2024                                         Perbandingan
                                                                                 Objek Transaksi
                                               4.371.497.764.000                 55.109.809.092         1,26%
c) Perbandingan Laba Bersih Objek Transaksi dengan Laba Bersih Perseroan
Berdasarkan Laporan Keuangan JTD per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, total rugi bersih JTD adalah sebesar
Rp59.459.600.705,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, total laba bersih Perseroan adalah
sebesar Rp189.090.101.000,-. Perbandingan antara laba bersih Objek Transaksi yang dijabarkan
diatas dengan laba bersih Perseroan adalah sebesar -31,45%. Rincian perhitungan adalah sebagai
berikut:
                                                                  Laba (Rugi) Bersih Yang
                 Laba Bersih Perseroan 31 Desember 2024                                   Perbandingan
                                                                 Menjadi Objek Transaksi
                                                 189.090.101.000         (59.459.600.705)      -31,45%
d) Perbandingan Pendapatan Usaha Objek Transaksi dengan Pendapatan Usaha Perseroan
Berdasarkan Laporan Keuangan JTD per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, total pendapatan usaha JTD adalah sebesar
Rp99.420.245.299,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, total pendapatan usaha Perseroan
adalah sebesar Rp3.875.321.246.000,-. Perbandingan antara total pendapatan usaha Objek
Transaksi yang dijabarkan diatas dengan pendapatan usaha Perseroan adalah sebesar 2,57%. Rincian
perhitungan adalah sebagai berikut:
                                                                 Pendapatan Usaha Yang
       Pendapatan Usaha Perseroan 31 Desember 2024                                       Perbandingan
                                                                 Menjadi Objek Transaksi
                                               3.875.321.246.000         99.420.245.299         2,57%
Sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 3 ayat (2) POJK No. 17/2020 dalam hal transaksi berupa
perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai atau objek transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
ekuitas, total aset, laba bersih, dan pendapatan usaha Perseroan.
Aspek Materialitas                                                                  Per 31 Desember 2024
Total Ekuitas Perseroan VS
                                                                                            1,73%
Nilai Rencana Transaksi
Total Aset Perseroan VS
                                                                                            1,26%
Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi
Laba Bersih Perseroan VS
                                                                                           -31,45%
Total Laba Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi
Pendapatan Usaha Perseroan VS
                                                                                            2,57%
Total Pendapatan Usaha Yang Menjadi Objek Transaksi
Maka perbandingan nilai atau objek Transaksi yang dijabarkan diatas kurang dari 20%, sehingga tidak
memenuhi kriteria Transaksi Material. Dengan demikian, Rencana Transaksi bukan merupakan
Transaksi Material.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 12
                                                                                        P a g e |x


RUANG LINGKUP
Tujuan utama Perseroan melakukan Rencana Transaksi yaitu rencana membeli 8.398 lembar saham
dengan harga Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi sebesar Rp55.109.809.092,- sesuai
dengan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD. Rencana Transaksi yang dilakukan Perseroan
adalah Transaksi Afiliasi sesuai POJK No. 42/2020. Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No.
42/2020, Perseroan telah menunjuk TRUSCEL, sebagai penilai independen untuk melaksanakan
pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi. Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini
TRUSCEL mengenai pendapat kewajaran Rencana Transaksi
KONDISI PEMBATAS, SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN SERTA ASUMSI-
ASUMSI
Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan serta Asumsi-Asumsi yang
digunakan oleh Penilai seperti yang tercantum di dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini akan
menghasilkan laporan yang memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
     1. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang bersifat non-disclaimer opinion;
     2. Mencerminkan bahwa Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
        digunakan dalam proses penilaian;
     3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat
        dipercaya keakuratannya;
     4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
        proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
        (fiduciary duty);
     5. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
        proyeksi keuangan;
     6. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
        informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
     7. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan
        nilai akhir;
     8. Mencerminkan bahwa Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek
        Penilaian dari pemberi tugas.
SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Sebagai pihak independen dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi,
TRUSCEL telah mempelajari, mengacu dan mempertimbangkan informasi-informasi dan dokumen
yang kami peroleh dari manajemen Perseroan sebagai berikut:
1.    Laporan Keuangan Perseroan:
      -    Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
           yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
           dan ditandatangani oleh Lith Alfansuri untuk laporan No. 00105/2.1030/AU.1/03/1950-
           1/1/111/2025 tanggal 6 Maret 2025 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam semua
           hal yang material”;
      -    Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
           yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
           dan ditandatangani oleh Jul Edy Siahaan untuk laporan No. 00045/2.1030/AU.1/03/1169-
           1/1/II/2024 tanggal 26 Februari 2024 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam
           semua hal yang material”;




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 13
                                                                                         P a g e | xi



      -Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
       dan ditandatangani oleh Donny Iskandar Maramis untuk laporan No.
       00273/2.1030/AU.1/03/1514-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
       dan     ditandatangani      oleh  Rudi     Hartono     Purba    untuk     laporan  No.
       00184/2.1030/AU.1/03/0501-2/1/III/2022 tanggal 25 Maret 2022 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
       dan     ditandatangani      oleh  Rudi     Hartono     Purba    untuk     laporan  No.
       00256/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2021 tanggal 26 Maret 2021 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
2. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan untuk periode 2025 – 2029 yang disediakan oleh
   manajemen Perseroan. Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran ini, TRUSCEL
   menggunakan proyeksi keuangan yang disesuaikan;
3. Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Jakarta Tollroad Development berdasarkan
   Akta Notaris Nomor 22 tanggal 19 Juni 2025 oleh Aryanti Artisari, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta
   Selatan;
4. Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
   yang disediakan oleh Perseroan;
5. Laporan Penilaian Saham JTD yang disiapkan oleh TRUSCEL dengan No. 00006/2.0094-
   00/BS/03/0268/1/VI/2025 tanggal 18 Juni 2025;
6. Representation Letter tanggal 19 Juni 2025 yang telah ditandatangani oleh manajemen
   Perseroan;
7. Hasil pelaksanaan inspeksi teringkas sebagai berikut:
     a. Dalam rangka rencana penerbitan saham baru yang akan dikeluarkan oleh JTD, maka
        Rencana Transaksi Perseroan merupakan pembelian saham di JTD yang akan mengambil
        bagian lembar saham sesuai dengan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD;
     b. Berdasarkan perhitungan manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bersifat Transaksi
        Afiliasi. Adapun akan dilakukan pengecekan lebih lanjut terkait sifat materialitas Rencana
        Transaksi;
     c. Status Laporan Keuangan per tanggal inspeksi, 3 Februari 2025, masih dalam proses Client
        Adjustment Journal Entries (CAJE);
8. Manajemen Perseroan menyatakan bahwa tanggal Transaksi Afiliasi merupakan tanggal Akta
   Keputusan Para Pemegang Saham JTD terkait “Persetujuan atas rencana penerbitan saham baru
   di tahun 2025 dengan harga transaksi sesuai dengan harga pada transaksi tahun 2022 untuk
   pemegang saham existing” yang telah diterbitkan oleh Notaris serta dinyatakan sah dan
   mengikat berdasarkan Surat Keputusan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
   Republik Indonesia;
9. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang sehubungan dengan Rencana
   Transaksi dimana wawancara tersebut dilakukan dengan:
    i) Indrajanti selaku Corporate Secretary dan Planning Perseroan;
10. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain
    yang kami anggap relevan.


Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 14
                                                                                      P a g e | xii



ASUMSI-ASUMSI PENTING
Dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi untuk menyatakan bahwa
Rencana Transaksi telah dilaksanakan pada kondisi arm’s length di dalam batasan komersial yang
berlaku umum dan tidak merugikan kepentingan-kepentingan Perseroan dan para pemegang saham
Perseroan, TRUSCEL menggunakan beberapa asumsi antara lain:
  1. TRUSCEL mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini
     sampai dengan selesainya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
     secara material terhadap Rencana Transaksi;
  2. Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan
     sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
     analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
     pendapat tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang kompleks dan
     mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap;
  3. Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter, peraturan
     dan kondisi pasar yang ada saat ini; dan
  4. Pendapat Kewajaran ini menggunakan asumsi bahwa perusahaan mematuhi seluruh syarat dan
     ketentuan kontrak dan perjanjian dengan semua pihak terkait.
KONDISI PEMBATAS
Penugasan kami untuk mengeluarkan Laporan Pendapat Kewajaran telah dilaksanakan sesuai
dengan ruang lingkup pekerjaan kami. Perlu diketahui bahwa ruang lingkup pekerjaan kami
mencakup pemberian pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan Perseroan sesuai
dengan POJK No. 42/2020.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data.
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada
informasi dan data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
kewajaran adalah benar, lengkap dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan
audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-data yang diberikan
oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat
memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi
atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sifat dan
Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan sebagai bahan pertimbangan.
Segala perubahan terhadap data-data tersebut dapat mempengaruhi hasil analisis kami secara
material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang saham
Perseroan dan azas pertimbangan komersial dan tidak mempertimbangkan sudut pandang
stakeholders lain serta aspek-aspek lainnya.
Pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran.
Pendapat kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Rencana Transaksi seperti yang telah diuraikan di
atas.
Kami menganggap bahwa tidak ada perubahan yang material dari Rencana Transaksi sesuai dengan
ketetapan informasi dan kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian sehubungan dengan
pelaksanaan Rencana Transaksi, dan bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 15
                                                                                          P a g e | xiii



sampai dengan tanggal pelaksanaan Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Rencana Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari
transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari segi hukum dan implikasi
aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan
penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal pendapat kewajaran ini.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan pihak-pihak terkait atau yang memiliki
hubungan afiliasi dengan Perseroan. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, pendapat kewajaran ini tidak dibuat untuk
memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali
tidak mempengaruhi kewajaran yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada surat penugasan dari Perseroan dengan No.
EL03/KJPP/SP-BIS/03/1/I/2025-1 per tanggal 20 Januari 2025.
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Analisis kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2024. Parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2024.
Sesuai dengan POJK No. 35/2020, “Dalam hal Penilaian yang dilakukan oleh Penilai Bisnis mengacu
pada laporan keuangan, wajib memenuhi ketentuan jangka waktu antara tanggal laporan keuangan
dan Tanggal Laporan Penilaian Bisnis tidak lebih dari 6 (enam) bulan” yaitu setara dengan 30 Juni
2025.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, berdasarkan pengetahuan kami yang terbaik, tidak terdapat kejadian penting yang dapat
mempengaruhi hasil penilaian secara signifikan.
METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI PEMBELIAN SAHAM
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan SPI seperti yang ditetapkan oleh MAPPI,
dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap dan POJK No.
35/2020.
Dalam melakukan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis atas Rencana
Transaksi, analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
Analisis atas Rencana Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi hubungan antara pihak-pihak
yang terkait dalam Rencana Transaksi, analisis perjanjian yang disepakati dalam Rencana Transaksi,
penilaian atas manfaat dan risiko dari Rencana Transaksi, alasan dan latar belakang Rencana
Transaksi, serta keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas Rencana Transaksi.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 16
                                                                                                                                                 P a g e | xiv



 Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi terdiri atas informasi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan
 Perseroan, analisis industri dan lingkungan dimana terdapat penjabaran akan tinjauan industri, serta
 analisis operasional dan prospek Perseroan.
 Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi dilakukan atas analisis batas wajar Rencana Transaksi atas
 nilai perjanjian jual beli. Selain itu juga dilakukan penilaian kinerja historis atas pendapatan, aset,
 kewajiban dan kondisi keuangan Perseroan. Selanjutnya dilakukan penilaian atas proyeksi keuangan,
 proforma laporan keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, serta analisis inkremental
 (incremental analysis) dari Rencana Transaksi untuk menentukan Pendapat Kewajaran.
 Berdasarkan metode-metode analisis yang telah diuraikan, berikut adalah penjelasan dari masing-
 masing analisis yang kami lakukan:
1) Analisis atas Rencana Transaksi
a) Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-Pihak yang Terkait dalam Rencana Transaksi
Pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan Rencana Transaksi yaitu pembelian saham JTD oleh
Perseroan dan JTD, dimana JTD akan bertindak sebagai pihak yang menerbitkan saham (right issue)
dan Perseroan yang akan bertindak sebagai pihak yang membeli saham JTD dimana hal ini sesuai
dengan pernyataan yang tertera di Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD.
Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi seperti yang dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020
dikarenakan terdapat hubungan langsung (dalam hal kepemilikan) antara pihak-pihak yang terkait
dengan Rencana Transaksi sebagaimana dijelaskan pada bagan dibawah ini:
                         Keterangan         Pemegang Saham Perseroan Pengurus Peseroan   Pemegang Saham JTD   Pengurus JTD   Pemegang Saham JTD JP   Pengurus JTD JP
 PT Pembangunan Jaya                                   ✓                     -                   ✓                 -                   -                   -
 Masagoes Ismail Ning                                  ✓                    ✓                    -                 -                   -                   -
 Umar Ganda                                            ✓                    ✓                    -                 -                   -                   -
 Ida Bagus Rajendra                                    ✓                    ✓                    -                 -                   -                   -
 Agus Setiadi Lukita                                   ✓                    ✓                    -                 -                   -                   -
 Pemegang saham pendiri                                ✓                     -                   -                 -                   -                   -
 Masyarakat                                            ✓                     -                   -                 -                   -                   -
 Yohannes Henky Wijaya                                  -                   ✓                    -                 -                   -                   -
 Frans Satyaki Sunito                                   -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
 Kristianto Indrawan                                    -                   ✓                    -                 -                   -                   -
 Budi M Sianipar                                        -                   ✓                    -                 -                   -                   -
 Yerri Go                                               -                   ✓                    -                 -                   -                   -
 PT Jakarta Propertindo                                 -                    -                   ✓                 -                  ✓                    -
 PT Pembangunan Jaya Infrastruktur                      -                    -                   ✓                 -                  ✓                    -
 PT Jaya Real Property, Tbk                             -                    -                   ✓                 -                   -                   -
 PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk                         -                    -                   ✓                 -                   -                   -
 PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk               -                    -                   ✓                 -                   -                   -
 PT Jaya Land                                           -                    -                   ✓                 -                   -                   -
 PT Jakarta Tollroad Development                        -                    -                   -                 -                  ✓                    -
 Candra Ciputra                                         -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
 Vivian Setjakusuma                                     -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
 Okky Dharmosetio                                       -                   ✓                    -                 -                   -                   -
 Trisna Muliadi                                         -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
 Ir. Yohannes Henky Wijaya, M.M                         -                   ✓                    -                 -                   -                   -
 Ir. Sutopo Kristanto, M.M                              -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
 Adi Wijaya S.E                                         -                   ✓                    -                 -                   -                   -
 Dra. Swandayani                                        -                   ✓                    -                 -                   -                   -
 M.A. Ismail Ning                                       -                    -                   -                 ✓                   -                   ✓
 Subianto Stjawardaja                                   -                    -                   -                 ✓                   -                   ✓
 Sumber: Manajemen Perseroan

 Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi di atas, terdapat
 kesamaan pemegang saham dan kepengurusan. Oleh karena adanya kesamaan pemegang saham
 dan kepengurusan tersebut, Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi antara Perseroan dengan
 afiliasinya. Sebagaimana dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020, Transaksi antara pihak-pihak yang
 memiliki hubungan Afiliasi dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi.




 Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
 atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 17
                                                                                                                    P a g e | xv



             Sebelum Rencana Transaksi                                       Setelah Rencana Transaksi




                                               Sumber: Manajemen Perseroan

Selain itu, berdasarkan bagan hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi di atas,
terdapat hubungan antara Perseroan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung,
mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut, dimana Perseroan merupakan
pemegang saham dari JTD dengan kepemilikan saham sebesar 20,48% sebelum melakukan Rencana
Transaksi dan sebesar 20,48% setelah melakukan Rencana Transaksi.
Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD, Rencana Transaksi dikategorikan kedalam
Transaksi Afiliasi, namun bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan antara
kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris
dan Pemegang Saham Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan karena adanya Rencana
Transaksi tersebut.
Diagram atas Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:




Berdasarkan diagram Rencana Transaksi diatas dapat diketahui bahwa pihak-pihak yang terkait
dengan Rencana Transaksi adalah Perseroan dan JTD dimana JTD akan bertindak selaku pihak yang
mengeluarkan saham (right issue) dan Perseroan sebagai pihak yang membeli sebagian saham JTD
tersebut.
b) Analisis Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD yang disepakati dalam Rencana Transaksi
Ringkasan dari ketentuan pokok yang terdapat dalam Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD
adalah sebagai berikut:
                                           AKTA KEPUTUSAN PARA PEMEGANG SAHAM JTD
Pihak-Pihak           JTD selaku Penjual Saham, Perseroan selaku Pemegang Saham dan Pembeli Saham.
Ringkasan Akta        Menyetujui untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 41.005 saham baru, yang seluruhnya bernilai nominal
Keputusan Para        Rp41.005.000.000,-, yang dapat diambil bagian oleh Para Pemegang Saham dengan harga saham sebesar
Pemegang Saham JTD    Rp6.562.254,- atau seluruhnya senilai sebanyak-banyaknya Rp269.085.225.270,-. Para Pemegang Saham yang akan
                      mengambil dan menyetorkan saham tersebut wajib memberikan konfirmasi tertulis terlebih dahulu kepada
                      Perseroan selambat-lambatnya tanggal 26 Juni 2025.

Porsi Partisipasi     Perseroan, akan mengambil bagian sebanyak 8.398 lembar saham dengan harga penyetoran setiap saham sebesar
Perseroan dalam       Rp6.562.254,- atau seluruhnya sebesar Rp55.109.809.092,-
Rencana Transaksi
Sumber: Manajemen Perseroan




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 18
                                                                                        P a g e | xvi



c) Penilaian atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
     Manfaat yang diharapkan akan diperoleh Perseroan dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini
     adalah guna meningkatkan performa investasi pada entitas asosiasi Perseroan melalui
     Pembelian saham pada anak perusahaan yaitu JTD.
     Selain itu, tidak terdapat potensial risiko atas pelaksanaan Rencana Transaksi.
d) Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
     Perseroan memiliki sejumlah saham di JTD dan berencana untuk menambah sahamnya di JTD.
     Dalam rangka penambahan saham tersebut, Perseroan bermaksud untuk membeli saham JTD
     melalui pelaksanaan Rencana Transaksi, yaitu rencana membeli 8.398 lembar saham dengan
     harga Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi sebesar Rp55.109.809.092,- sesuai dengan
     Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD.
e) Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi
     Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif benefit yang
     didapatkan oleh Perseroan adalah memungkinkan anak perusahaan Perseroan melalui JTD
     memaksimalkan modal untuk menyediakan jalan tol yang berkualitas yang dapat memenuhi
     kebutuhan sarana jalan cepat di Indonesia didukung oleh historis pertumbuhan lalu lintas
     kendaraan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif berdasarkan Industri Analisis atas
     Rencana Transaksi. Tren peningkatan ini mencerminkan peran penting kendaraan dalam
     mendorong mobilitas, konektivitas, dan kontribusi terhadap pemerataan pembangunan
     nasional. Selain itu, dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang, dapat meningkatkan
     return/nilai tambah yang dapat diterima oleh Perseroan atas investasi terhadap anak
     perusahaannya yaitu JTD tercermin dalam Analisis Nilai Inkremental dimana Perseroan
     menghasilkan kumulatif inkremental yang positif sebesar Rp23.746.161.823,- selama tahun 2025
     – 2029. Adapun, tidak terdapat risiko yang akan timbul bagi Perseroan dan tidak terdapat
     kerugian yang diperoleh Perseroan dalam pelaksanaan Rencana Transaksi.
2) Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
a) Riwayat Perseroan dan Sifat Kegiatan Perseroan
   Riwayat Perseroan
   Perseroan didirikan tanggal 23 Desember 1982 sesuai dengan Akta Notaris Hobropoerwanto, S.H.,
   No. 45, yang telah diubah dengan Akta Notaris No. 21 tanggal 20 Mei 1983 dari Notaris yang sama
   dan telah diumumkan dalam Berita Negara No. 96 tanggal 2 Desember 1983, Tambahan No. 1031.
   Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
   Notaris No. 53 tanggal 18 Desember 2023 dari Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan
   anggaran dasar Perseroan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
   Manusia Republik Indonesia dengan keputusan No. AHU-AH.01.03-0001499 tanggal 3 Januari
   2024.
   Perseroan beralamat di Kantor Taman Bintaro Jaya Gedung B, Jalan Bintaro Raya, Jakarta.
   Perseroan merupakan salah satu entitas anak PT Pembangunan Jaya dan mulai beroperasi secara
   komersial sejak tahun 1982.
   Sifat Kegiatan Perseroan
   Sesuai dengan pasal 3 ayat 2 anggaran dasar Perseroan, Perseroan dapat menjalankan kegiatan
   usaha utama dan kegiatan usaha penunjang.
   Kegiatan usaha utama Perseroan adalah sebagai berikut:
     a. Menjalankan usaha-usaha di bidang pembangunan (termasuk konstruksi dan real estat);




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 19
                                                                                           P a g e | xvii



     b. Menjalankan usaha-usaha di bidang perdagangan;
     c. Menjalankan usaha-usaha di bidang perindustrian; dan
     d. Menjalankan usaha-usaha di bidang jasa (termasuk pengolahan air dan daur ulang sampah,
        pertambangan, pengadaan listrik, pengangkutan dan aktivitas profesional).
   Kegiatan usaha penunjang Perseroan adalah sebagai berikut:
     a. Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa;
     b. Perdagangan besar bahan dan barang kimia besar;
     c. Aktivitas telekomunikasi khusus untuk keperluan sendiri; dan
     d. Industri produk dari hasil kilang minyak bumi.
b) Analisis Industri dan Lingkungan atas Kegiatan Usaha Perseroan
Sektor konstruksi berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor konstruksi mencatat pertumbuhan tahunan
(YoY) pada kuartal keempat 2024 tercatat sebesar 5,81%. Peran vital sektor konstruksi adalah
sebagai mesin penggerak utama pembangunan, yang memberikan dampak signifikan terhadap
peningkatan konektivitas, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pembangunan infrastruktur fisik, seperti jalan raya, jembatan, pelabuhan, dan fasilitas publik lainnya,
tidak hanya meningkatkan arus barang dan jasa, tetapi juga membuka akses ke pasar baru. Dalam
jangka panjang, pembangunan tersebut berkontribusi pada efisiensi biaya transportasi, peningkatan
produktivitas nasional, serta mendorong investasi di berbagai sektor terkait seperti bahan bangunan,
teknologi, jasa keuangan, dan asuransi.
Selain itu, sektor konstruksi memainkan peran dalam mendorong pembangunan daerah dan
meningkatkan taraf hidup masyarakat. Infrastruktur yang memadai, seperti akses terhadap air
bersih, listrik, dan fasilitas kesehatan, berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas hidup
penduduk. Pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan dapat memicu perkembangan ekonomi
lokal dengan mendorong aktivitas bisnis dan memperluas akses ke fasilitas pendidikan dan
kesehatan. Proyek infrastruktur juga berfungsi sebagai katalis bagi modernisasi industri dan menarik
investasi asing langsung. Dengan adanya infrastruktur yang lebih baik, Indonesia menjadi lebih
kompetitif secara global, sehingga memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi yang menarik bagi
investor dalam maupun luar negeri. Hal ini secara tidak langsung mendukung upaya pemerintah
dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pertumbuhan ekonomi
nasional.
                            Laju Pertumbuhan Sektor Konstruksi Tahun 2022-2024




                  Sumber: Trading Economics




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 20
                                                                                           P a g e | xviii



Pertumbuhan sektor konstruksi di Indonesia mencatat tren yang positif sepanjang tahun 2022 hingga
2024 dengan dengan rata-rata Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 5,4% pada tahun
2022-2024. Pada kuartal pertama 2022, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) sektor konstruksi tercatat
sebesar Rp 285 triliun. Namun, sektor ini mengalami kontraksi pada kuartal kedua sebesar 6%
menjadi Rp 267 triliun. Meski sempat tertekan, sektor konstruksi mulai pulih dengan pertumbuhan
sebesar 5% di kuartal ketiga sebesar Rp 280 triliun dan kembali meningkat 5% di kuartal keempat,
mencapai Rp 293 triliun. Hal ini mencerminkan pemulihan yang bertahap di sektor konstruksi.
Pada tahun 2023, sektor konstruksi menunjukkan tren yang serupa dengan tahun 2022. PDB sektor
ini tercatat sebesar Rp 285 triliun pada kuartal pertama, lalu mengalami kontraksi sebesar 1% di
kuartal kedua menjadi Rp 281 triliun. Selanjutnya, momentum pemulihan semakin kuat di kuartal
ketiga dan keempat dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 6%, sehingga mencapai Rp 298
triliun di kuartal ketiga dan Rp 315 triliun di akhir tahun. Kenaikan yang cukup signifikan ini didorong
oleh percepatan proyek infrastruktur, terutama pembangunan jalan tol, perumahan, dan fasilitas
industri yang mendapat dukungan pemerintah serta investasi swasta.
Memasuki tahun 2024, laju pertumbuhan sektor konstruksi semakin kuat didukung oleh anggaran
infrastruktur yang mencapai Rp 423,4 triliun dengan PDB mencapai Rp 307 triliun di kuartal pertama
2024, mengalami kontraksi sebesar 3% di kuartal kedua menjadi Rp 302 triliun. Namun, sektor ini
kembali mengalami rebound dengan pertumbuhan 6% di kuartal ketiga, mencapai Rp 320 triliun, dan
terus meningkat 4% di kuartal keempat, mencapai Rp 334 triliun. Pertumbuhan secara kuartalan ini
menunjukkan bahwa sektor konstruksi tetap menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong
ekonomi nasional. Proyek infrastruktur skala besar dan peningkatan investasi di sektor properti serta
kawasan industri turut memperkuat kontribusi sektor konstruksi terhadap PDB Indonesia. Tren
pertumbuhan ini menegaskan peran sektor konstruksi sebagai pilar ekonomi nasional. Proyek
infrastruktur besar serta investasi di sektor properti dan kawasan industri terus memperkuat
kontribusinya terhadap PDB. Dengan tren pertumbuhan historis yang positif, sektor ini menunjukkan
ekspansi yang stabil meskipun mengalami fluktuasi, mencerminkan peran strategisnya dalam
pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
                 Nilai Investasi Langsung Sektor Konstruksi Indonesia Tahun 2020-2024




                     Sumber: BPS

Investasi langsung di sektor konstruksi merujuk pada aliran modal yang digunakan untuk membiayai
pembangunan infrastruktur, gedung, dan fasilitas lainnya. Sumber pendanaan ini dapat berasal dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD), sektor swasta, investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI), serta Badan Usaha
Milik Negara (BUMN). Nilai investasi langsung sektor konstruksi Indonesia menunjukkan dinamika
yang cukup fluktuatif sepanjang periode 2020 hingga 2024.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 21
                                                                                         P a g e | xix



Pada tahun 2020, nilai investasi tercatat sebesar US$ 189,50 juta. Penurunan ini sejalan dengan
dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan keterlambatan dan penundaan proyek infrastruktur
akibat kebijakan pembatasan sosial (PSBB), kendala logistik, serta terbatasnya tenaga kerja. Selain
itu, pemerintah mengalihkan sebagian anggaran infrastruktur untuk kebutuhan penanganan
pandemi, sehingga aktivitas konstruksi mengalami perlambatan signifikan. Angka ini mengalami
penurunan drastis pada tahun 2021 menjadi hanya US$ 93,40 juta, atau turun sebesar 51%
dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun pemerintah mulai menghidupkan kembali sektor ini
melalui proyek-proyek prioritas seperti pembangunan bendungan, jalan tol, dan pengembangan
kawasan industri, dampak pandemi masih terasa. Namun, penerapan regulasi baru melalui PP No.
22/2020 mulai menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi sektor jasa konstruksi. Namun,
pada tahun 2022, sektor ini kembali menunjukkan pemulihan dengan investasi yang melonjak
menjadi US$ 165,30 juta, mencatatkan pertumbuhan 77% dibandingkan tahun 2021. Pemulihan ini
didorong oleh percepatan realisasi proyek infrastruktur, pengembangan destinasi wisata prioritas,
serta peningkatan investasi di sektor transportasi dan energi. Kerja sama strategis dengan investor
asing, termasuk dari Cina, juga membantu meningkatkan aliran modal ke berbagai proyek konstruksi.
Tahun 2023 menjadi momentum penting bagi sektor konstruksi, dengan nilai investasi langsung yang
mencapai US$ 281,80 juta, tumbuh sebesar 70% dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus
mencatatkan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan ini mencerminkan
kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap prospek jangka panjang sektor konstruksi di
Indonesia. Peningkatan signifikan ini juga didorong oleh proyek-proyek strategis nasional, termasuk
pembangunan jalan tol, jembatan, serta infrastruktur energi dan industri. Pada tahun 2024, realisasi
investasi di sektor konstruksi mengalami kontraksi tajam dengan nilai investasi hanya mencapai US$
78,04 juta, turun 72% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai
faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi global, perubahan kebijakan investasi, serta pergeseran
fokus investasi ke sektor lain seperti energi terbarukan dan manufaktur. Meskipun demikian, dari
Januari hingga September 2024, investasi sub-sektor konstruksi masih tercatat mencapai Rp32,47
triliun, dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp22,74 triliun dari 68.114 proyek,
dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai US$ 649,32 juta atau sekitar Rp9,73 triliun dari 2.267
proyek. Khusus untuk triwulan III 2024, sektor konstruksi menyumbang Rp12,69 triliun terhadap total
investasi nasional sebesar Rp431,48 triliun. PMDN tetap menjadi penyumbang terbesar dengan
Rp9,93 triliun dari 43.046 proyek, sedangkan PMA menyumbang US$ 184,5 juta atau sekitar Rp2,76
triliun dengan 1.720 proyek.
                          Proyeksi Sektor Konstruksi di Indonesia Tahun 2024-2025




                  Sumber: Times Indonesia




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 22
                                                                                            P a g e | xx



   Dilansir dari artikel Kompas, pasar konstruksi diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stabil
   pada tahun 2025, khususnya di sektor bangunan, meskipun tantangan diprediksi terjadi di konstruksi
   sipil akibat keterbatasan anggaran. Disampaikan dalam Indonesia Construction Market Outlook 2025,
   proyek konstruksi tahun 2025 diperkirakan tumbuh sebesar 5,5% dibandingkan tahun 2024.
   Total pasar konstruksi Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp381,61 triliun. Dari total
   tersebut, sektor bangunan mendominasi dengan porsi sebesar 59,69% atau sekitar Rp227,76 triliun,
   sementara sektor sipil menyumbang 40,31% atau Rp153,84 triliun. Proyek-proyek di sektor
   bangunan didorong oleh kebutuhan perumahan, fasilitas komersial, serta industri yang terus
   berkembang. Program strategis pemerintah, seperti pembangunan jutaan unit perumahan, juga
   menjadi motor penggerak utama di sektor ini, seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat
   dan urbanisasi yang pesat.
   Pada tahun 2025, sektor bangunan diproyeksikan meningkat dengan pertumbuhan sebesar 9,09%
   dan mencapai Rp227,76 triliun. Kategori proyek perumahan dan industri diperkirakan menjadi
   kontributor terbesar terhadap total nilai konstruksi bangunan, masing-masing menyumbang 28,29%
   atau sekitar Rp64,44 triliun dan 24,75% atau Rp56,37 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan
   tingginya kebutuhan akan hunian, terutama di wilayah urban yang terus berkembang, serta
   meningkatnya aktivitas industri yang didorong oleh investasi di sektor manufaktur, pengolahan
   logam, dan fasilitas produksi kimia. Di sisi lain, sektor sipil tetap memainkan peran penting dalam
   mendukung pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan raya, jembatan, bendungan, dan
   pembangkit listrik. Namun, sektor ini diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 13,46% pada
   2025, dengan nilai sekitar Rp123,4 triliun. Penurunan ini terjadi akibat keterbatasan anggaran dan
   pergeseran fokus pemerintah menuju pengembangan infrastruktur digital dan energi terbarukan.
   Fokus pemerintah pada penguatan transportasi dan transformasi digital diperkirakan akan terus
   mendorong sektor konstruksi dalam jangka panjang. Meski tantangan seperti ketidakpastian
   ekonomi global, inflasi, serta dominasi BUMN masih membayangi, sektor ini tetap memiliki potensi
   besar, terutama di bidang telekomunikasi, energi, dan perumahan. Pertumbuhan digital ekonomi
   yang pesat dan peningkatan investasi dalam data center membuka peluang baru bagi sektor
   konstruksi untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi digital Indonesia di masa depan.
c) Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
                        Distribusi Pasokan Lahan Industri di Jakarta pada Kuartal IV 2024




                                Sumber: Leads Property Research, Desember 2024

   Total pasokan lahan industri di Greater Jakarta mencapai 13.807 hektar, dengan tambahan 85 hektar
   pasokan baru pada kuartal keempat 2024, yang sebagian besar berasal dari wilayah Bekasi dan
   Karawang-Purwakarta. Pasokan lahan industri di Greater Jakarta tersebar di beberapa daerah
   dengan proporsi yang bervariasi. Bekasi menjadi wilayah dengan pasokan terbesar, mencapai 44%,
   diikuti oleh Karawang dan Purwakarta yang menyumbang 30% dari total pasokan lahan industri.
   Sementara itu, Serang menyumbang 8%, Cilegon sebanyak 7%, Tangerang dan Jakarta masing-
   masing menyumbang 5%, dan Bogor hanya menyumbang 1%.




   Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
   atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 23
                                                                                         P a g e | xxi



Persebaran ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,91% secara kuartalan (QoQ). Akhir tahun 2024,
terdapat perkembangan 259 hektar dari inventaris lahan baru di pasar industri Greater Jakarta, yang
sebagian besar disumbangkan oleh wilayah Greater Eastern Jakarta. Perkembangan ini menunjukkan
bahwa kawasan timur Jakarta terus menjadi area yang berkembang pesat untuk pengembangan
industri, menarik lebih banyak investasi dan memberikan peluang bagi pengusaha untuk
memperluas operasi mereka di area yang lebih terjangkau namun strategis.
         Tingkat Permintaan dan Penjualan Industrial di Jakarta Tahun 2019- Kuartal IV 2024




Sumber: Leads Property Research, Desember 2024

Selama kuartal keempat, penyerapan bersih lahan tercatat mencapai 90,1 hektar, sehingga total
permintaan kumulatif menjadi 12.553 hektar, dengan pertumbuhan kuartalan sebesar 0,72%.
Permintaan ini didorong oleh sektor data center dan pabrik baterai, yang menyumbang 76% dari
total permintaan, diikuti oleh sektor lain seperti tekstil, farmasi, dan makanan & minuman.
Keberadaan sektor-sektor ini menunjukkan bahwa pasar industri semakin didorong oleh kebutuhan
infrastruktur digital dan manufaktur yang berkembang pesat. Selain itu, investor asing menunjukkan
kontribusi yang signifikan dalam penyerapan lahan, sebesar 93% dari total permintaan kuartalan. Hal
ini mengindikasikan bahwa pasar Indonesia, khususnya sektor industri, terus menarik perhatian
investasi asing, yang menjadi salah satu faktor pendorong utama pertumbuhan permintaan di pasar
ini. Secara keseluruhan, pasar industri tercatat memiliki penyerapan lahan total sebesar 251 hektar
sepanjang tahun 2024.
Berdasarkan grafik diatas, tingkat penjualan untuk lahan industri mencapai 90,9%, menunjukkan
relatif stabil secara kuartalan. Selama lima tahun terakhir, tingkat penjualan pasar industri berada
dalam rentang 90-91%, yang mencerminkan keberhasilan sektor ini dalam menjaga permintaan yang
konsisten meskipun menghadapi tantangan pasar. Stabilitas ini menunjukkan bahwa sektor industri
tetap menjadi pilihan yang menarik bagi para pengembang dan investor.
                 Rata-Rata Harga Lahan Industri di Jakarta Tahun 2019- Kuartal IV 2024




                       Sumber: Leads Property Research, Desember 2024

Rata-rata harga lahan industri pada kuartal keempat 2024 mencapai Rp 2,94 juta per meter persegi,
yang menunjukkan stabilitas dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Adapun, penyesuaian harga



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 24
                                                                                          P a g e | xxii



   diperkirakan akan terjadi pada tahun mendatang, seiring potensi permintaan yang tinggi
   dikarenakan berbagai penawaran yang dari para investor kepada pemilik lahan, menunjukkan
   adanya minat yang terus meningkat. Selain itu, biaya pembebasan lahan dan pembangunan
   infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung penyewa dengan kualifikasi tinggi seperti yang
   berfokus pada basis IT dan data center akan turut mempengaruhi nilai tanah.
   Pasar lahan industri di kawasan Greater Jakarta diperkirakan akan melampaui sektor komersial
   lainnya, seiring dengan upaya pemerintah yang terus menarik investasi asing. Keberadaan investor
   asing yang signifikan, seperti hadirnya BYD (China) dan Vinfast (Vietnam) sebagai produsen
   kendaraan listrik di bagian timur Jakarta, menggarisbawahi pentingnya peran Indonesia dalam
   memfasilitasi investasi asing, terutama mengingat kemungkinan Indonesia akan bergabung dengan
   organisasi BRICS untuk memperkuat posisinya di ekonomi global. Selain itu, pemain domestik juga
   diperkirakan akan aktif terlibat dalam pasar ini, terlihat dari ekspansi tenant yang ada di kawasan
   industri. Dengan target investasi sebesar Rp 1.905 triliun pada tahun 2025, yang mencatatkan
   kenaikan tahunan sekitar 19%, Indonesia yakin dapat mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar
   5,1%–5,5% meskipun ada ketegangan global yang sedang berlangsung.
d) Analisis Industri atas Rencana Transaksi
   Pembangunan infrastruktur berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di
   Indonesia, Pemerintah telah menjalankan berbagai proyek strategis seperti pembangunan Jalan Tol
   Trans, jalur kereta api, serta bendungan dan pembangkit listrik berskala besar yang berhasil
   meningkatkan konektivitas antarwilayah dan ketersediaan energi. Selain memperkuat ekonomi
   regional, infrastruktur juga berdampak pada kesejahteraan sosial dengan menyediakan fasilitas
   publik seperti sekolah dan rumah sakit, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup
   masyarakat. Kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) turut
   memberdayakan kontraktor lokal, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan
   pada impor, sehingga menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif dan menarik investasi
   swasta.
   Jalan tol memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui
   peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah. Infrastruktur ini mempermudah distribusi
   barang dan jasa, sehingga waktu tempuh menjadi lebih singkat dan biaya logistik dapat ditekan
   hingga 20%. Dampak ini membuat produk lokal semakin kompetitif, mendorong investasi, serta
   mempercepat pengembangan sektor manufaktur dan agribisnis. Selain itu, pembangunan jalan tol
   turut merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, membuka
   lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
   Daerah sekitar exit tol sering kali mengalami lonjakan aktivitas ekonomi, seperti munculnya kawasan
   industri dan pariwisata yang berkembang pesat. Contohnya, tol Trans-Sumatra membuka akses ke
   wilayah kaya sumber daya alam di Sumatra, sedangkan tol Tangerang-Merak berkontribusi pada
   pertumbuhan ekonomi Banten sebesar 5,7%. Meski demikian, tantangan seperti penggusuran lahan
   dan risiko urbanisasi harus dikelola dengan bijak untuk memastikan pembangunan ini memberikan
   manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.




   Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
   atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 25
                                                                                    P a g e | xxiii



                  Pertumbuhan Pembangunan Jalan Tol di Indonesia Tahun 2015-2024




              Sumber: InfoPublik, Satu Data Indonesia

Selama satu dekade terakhir, pembangunan jalan tol di Indonesia mengalami pertumbuhan
signifikan seiring dengan prioritas pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.
Presiden Joko Widodo menempatkan infrastruktur sebagai salah satu pilar utama pembangunan
nasional guna mendukung kelancaran transportasi dan distribusi logistik. Peningkatan pembangunan
jalan tol terus berlangsung dari tahun ke tahun dengan capaian yang cukup bervariasi.
Pada 2015, jalan tol yang selesai dibangun sepanjang 132,35 km. Tahun berikutnya, pembangunan
sedikit melambat dengan penambahan hanya 43,69 km, yang kemudian mengalami pertumbuhan
CAGR sebesar 41% sampai dengan tahun 2019 mencapai pembangunan 522,88 km. Pandemi COVID-
19 menimbulkan tantangan besar dan menyebabkan penurunan pembangunan jalan tol dengan
penurunan pertumbuhan sebesar 52% dari 2019-2021. Adapun, tren peningkatan kembali berlanjut
mulai tahun 2022 hingga 2024 dengan pertumbuhan CAGR mencapai 114%, dimana tahun 2024
menjadi pembangunan jalan tol terbesar hingga mencapai 650 km, hal ini dikarenakan Pemerintah
bertujuan untuk meningkatkan konektivitas, menekan biaya logistik, dan mendukung pertumbuhan
ekonomi. Infrastruktur ini juga diharapkan mempercepat distribusi barang dan meningkatkan daya
saing nasional.
Pembangunan jalan tol juga tersebar di beberapa pulau utama Indonesia, dengan Pulau Jawa
mendominasi sepanjang 1.782,47 km. Pulau Sumatera menyusul dengan total panjang 941,75 km.
Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Bali juga mendapatkan alokasi pembangunan masing-masing
sebesar 97,27 km, 61,46 km, dan 10,07 km. Kehadiran jaringan tol yang lebih luas ini diharapkan
dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dengan memangkas waktu tempuh dan mempermudah
akses antarwilayah.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 26
                                                                                       P a g e | xxiv



                   Perkembangan Lalu Lintas Kendaraan di Indonesia Tahun 2021-2024




                Sumber: BPS, CNN

Selama 2021 – 2024 jumlah kendaraan bermotor mengalami peningkatan pertumbuhan tahunan
dengan rata-rata sebesar 5% dari 141 juta unit kendaraan bermotor tahun 2021 menjadi 164 juta
unit di tahun 2024. Jumlah kendaraan bermotor tersebut terdiri dari Mobil Penumpang, Mobil Bis,
Mobil Barang, dan Sepeda motor. Hal ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dan
meningkatnya kebutuhan transportasi pribadi. Pada 2024, populasi kendaraan bermotor di
Indonesia mencapai 164 juta unit, dengan sepeda motor masih menjadi jenis kendaraan terbanyak,
yakni 137,3 juta unit atau sekitar 83,6% dari total kendaraan. Mobil penumpang berada di urutan
kedua dengan jumlah 20,1 juta unit, disusul oleh mobil barang sebesar 6,1 juta unit, bus sebanyak
285 ribu unit, dan kendaraan khusus sebanyak 162 ribu unit.
Peningkatan ini disebabkan mayoritas penduduk Indonesia lebih memilih kendaraan pribadi,
terutama motor, dibandingkan transportasi umum. Pulau Jawa menjadi wilayah dengan populasi
kendaraan tertinggi, mencapai 97,2 juta unit atau 59,2% dari total kendaraan nasional. Selain Pulau
Jawa, distribusi kendaraan di wilayah lain juga terus meningkat seiring dengan pertumbuhan
populasi dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Tren peningkatan ini mencerminkan peran
penting kendaraan bermotor dalam mendorong mobilitas dan perekonomian nasional. Di sisi lain,
pemerintah diharapkan terus mengantisipasi dampak yang muncul, seperti kemacetan lalu lintas dan
penurunan kualitas lingkungan, dengan memperkuat infrastruktur transportasi dan menerapkan
kebijakan ramah lingkungan untuk mendukung mobilitas berkelanjutan.
Di Indonesia, pembangunan jalan tol telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian,
terutama dalam menurunkan biaya logistik dan memperlancar arus distribusi. Pertumbuhan pesat
jaringan jalan tol sejak tahun 2015 mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan
konektivitas antarwilayah. Meskipun demikian, tantangan seperti penetapan tarif tol, proses
pembebasan lahan, dan dampak urbanisasi perlu dikelola secara efektif agar manfaat pembangunan
infrastruktur dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Selama periode
historis tahun 2020-2024, perkembangan lalu lintas kendaraan di Indonesia (kecuali sepeda motor)
menunjukkan pertumbuhan CAGR sebesar 8,3%.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 27
                                                                                                                                P a g e | xxv



3) Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi terdiri atas:
a) Analisis Kinerja Historis atas Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan Perseroan
                                                  Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2020 - 2024
                                                                                                                          (dalam Ribuan Rupiah)
                                                                 2020             2021            2022            2023                        2024
                     Keterangan
                                                               Audit *)           Audit           Audit           Audit                       Audit
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas                                        556.853.162      562.782.118     441.414.235     471.769.154                 582.434.576
Piutang Usaha
   Pihak Berelasi                                          94.030.241       58.421.737     186.069.934      48.503.629                 108.631.885

   Pihak Ketiga                                           688.993.400      665.370.713     886.255.750     876.360.390                 731.288.298
Piutang Retensi
    Pihak Berelasi                                                 -               -         1.713.543       1.693.450                  13.183.689
    Pihak Ketiga                                                   -         7.285.909      15.202.111       4.797.500                   3.184.277
Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja
    Pihak Berelasi                                         72.725.317       85.004.100      73.381.634     105.471.946                  44.226.804
    Pihak Ketiga                                          503.880.002      431.811.163     307.090.515     238.515.104                 227.792.229
Aset Keuangan Lancar Lainnya
    Pihak Berelasi                                         30.794.365       54.826.536      45.329.105      48.899.620                  38.014.502
    Pihak Ketiga                                            6.140.628       67.847.852       4.498.899       3.123.599                   2.145.735

Persediaan                                                 294.173.908      274.894.617     269.602.686     341.899.350                 360.315.686
Uang Muka pada Ventura Bersama                               1.318.590        2.129.965       4.050.428       2.389.299                     923.972
Uang Muka                                                   56.720.199       64.714.885      40.980.885      65.391.692                  51.684.699
Biaya Dibayar di Muka                                       33.308.054       17.172.404      23.916.993      22.400.432                  13.912.765
Pajak Dibayar di Muka                                      143.266.952       78.393.517      76.323.126      96.905.927                  61.824.911
Pekerjaan dalam Proses, Pihak Ketiga                        87.553.495       60.338.711       5.689.992             -                           -
TOTAL ASET LANCAR                                        2.569.758.313    2.430.994.227   2.381.519.836   2.328.121.092               2.239.564.028

ASET TIDAK LANCAR
Aset Pajak Tangguhan                                       40.361.737       45.986.871      41.237.981       43.311.557                 50.034.459
Piutang Pihak Berelasi                                     24.351.694        4.118.144      27.995.877       32.256.408                 32.358.278
Uang Muka Jangka Panjang                                   76.373.262      291.391.201      10.001.750       10.001.750                 10.001.750
Investasi pada Ventura Bersama                            621.503.947      302.659.723     389.848.122      370.534.966                417.963.371
Investasi pada Entitas Asosiasi                           625.057.495      555.997.625     895.844.121    1.006.789.859                985.658.108
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                         13.260.013       13.854.814      47.268.450      57.908.120                  87.106.703

Aset Tetap                                                 563.657.747      470.287.092     482.333.681     506.618.950                 518.167.999
Aset Hak Guna                                                1.966.469        1.613.485       2.830.732       2.688.663                   1.762.728
Goodwill                                                    25.135.683       25.135.683      25.135.683      25.135.683                  25.135.683
Aset Lain-lain                                               3.888.898        3.175.057       3.469.433      12.943.085                   3.744.657
TOTAL ASET TIDAK LANCAR                                  1.995.556.945    1.714.219.695   1.925.965.830   2.068.189.041               2.131.933.736
TOTAL ASET                                               4.565.315.258    4.145.213.922   4.307.485.666   4.396.310.133               4.371.497.764

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Bank                                                776.913.696      140.182.985     168.675.136     238.522.038                 150.691.290
Utang Usaha
    Pihak Berelasi                                            214.493          181.896         559.783       3.414.947                   3.864.719
    Pihak Ketiga                                          255.992.851      253.095.837     300.873.128     344.910.887                 265.690.064
Utang Proyek                                               15.494.173       21.948.682      57.456.353      38.059.064                  26.315.147
Utang Pajak                                                35.469.829       26.514.736      53.369.576      71.831.411                  49.148.857
Liabilitas Bruto kepada Pemberi Kerja
    Pihak Berelasi                                         24.601.927       32.193.794      17.029.482      13.057.346                  11.696.406
    Pihak Ketiga                                           70.699.924      110.713.616     115.103.910      88.975.022                  97.318.354
Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya
    Pihak Berelasi                                                -                -               -            12.723                         -
    Pihak Ketiga                                           12.780.155       13.158.391      12.940.552      11.392.991                  10.585.883
Uang Muka dari Pelanggan
    Pihak Berelasi                                         46.036.477       27.573.057      18.535.410      14.160.277                   7.662.011
    Pihak Ketiga                                          152.735.669      136.861.812     106.233.674      53.825.915                 198.198.731
Pendapatan Diterima di Muka                                       -                -
Beban Akrual                                              221.480.316      367.625.605     373.163.379     315.693.181                 255.378.837
Liabilitas Sewa                                                83.887           96.892         415.206         491.864                     733.420
Utang Bank Jangka Panjang yang Akan Jatuh
Tempo Dalam Satu Tahun                                      15.684.390        7.221.438             -               -                       176.234
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                           1.628.187.787    1.137.368.741   1.224.355.589   1.194.347.666               1.077.459.953

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Manfaat Kesejahteraan Karyawan -
Pesangon                                                   60.224.998       50.843.685      37.566.021      38.045.239                  35.726.785
Utang Pihak Berelasi                                       90.468.634      280.777.475     171.842.688     101.268.330                  58.381.147
Tanggungan Rugi pada Ventura Bersama                       16.396.567        2.206.410      11.321.819       8.036.368                  23.120.848
Bagian Jangka Panjang:
    Utang Bank                                              86.969.847       23.469.419             -               -                           -
Liabilitas Sewa                                                    -                -           367.303             -                       171.754
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                            254.060.046      357.296.989     221.097.831     147.349.937                 117.400.534
TOTAL LIABILITAS                                         1.882.247.833    1.494.665.730   1.445.453.420   1.341.697.603               1.194.860.487

EKUITAS
Modal Saham                                                326.170.397      326.170.397     326.170.397     326.170.397                 326.170.397
Tambahan modal disetor                                     560.092.534      560.092.534     560.092.534     560.092.534                 560.092.534
Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali                 4.781.112        4.781.112       4.781.112       4.781.112                   4.781.112
Saldo Laba                                               1.743.160.112    1.709.549.022   1.914.315.456   2.103.231.678               2.220.945.710
Penghasilan Komprehensif Lain                               11.962.820       12.313.979      18.126.358      17.454.637                  20.649.427
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik
Entitas Induk                                            2.646.166.975    2.612.907.044   2.823.485.857   3.011.730.358               3.132.639.180
Kepentingan Non Pengendali                                  36.900.450       37.641.148      38.546.389      42.882.172                  43.998.097
TOTAL EKUITAS                                            2.683.067.425    2.650.548.192   2.862.032.246   3.054.612.530               3.176.637.277
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                             4.565.315.258    4.145.213.922   4.307.485.666   4.396.310.133               4.371.497.764
*) Reklasifikasi

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
*) Reklasifikasi




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 28
                                                                                     P a g e | xxvi



Selama tahun 2020 - 2024, jumlah aset Perseroan mengalami pertumbuhan yang menurun dengan
rata-rata sebesar 1%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 9% dari sebesar Rp
4.565.315.258.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp 4.145.213.922.000,- pada tahun 2021.
Pada tahun 2024, jumlah aset Perseroan adalah sebesar Rp 4.371.497.764.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah aset lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang menurun
dengan rata-rata sebesar 3%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 5% dari sebesar
Rp 2.569.758.313.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp 2.430.994.227.000,- pada tahun 2021.
Pada tahun 2024, jumlah aset lancar Perseroan adalah sebesar Rp 2.239.564.028.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah aset tidak lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang
meningkat dengan rata-rata sebesar 2%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 12%
dari sebesar Rp 1.714.219.695.000,- pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp 1.925.965.830.000,- pada
tahun 2022. Pada tahun 2024, jumlah aset tidak lancar Perseroan adalah sebesar Rp
2.131.933.736.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami pertumbuhan yang menurun
dengan rata-rata sebesar 11%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 21% dari sebesar
Rp 1.882.247.833.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp 1.494.665.730.000,- pada tahun 2021.
Pada tahun 2024, jumlah liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp 1.194.860.487.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami pertumbuhan yang
menurun dengan rata-rata sebesar 10%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 30%
dari sebesar Rp 1.628.187.787.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp 1.137.368.741.000,- pada
tahun 2021. Pada tahun 2024, jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan adalah sebesar Rp
1.077.459.953.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan mengalami pertumbuhan yang
menurun dengan rata-rata sebesar 18%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 38%
dari sebesar Rp 357.296.989.000,- pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp 221.097.831.000,- pada
tahun 2022. Pada tahun 2024, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan adalah sebesar Rp
117.400.534.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat
dengan rata-rata sebesar 4%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 8% dari sebesar
Rp 2.650.548.192.000,- pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp 2.862.032.246.000,- pada tahun 2022.
Pada tahun 2024, jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 3.176.637.277.000,-.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 29
                                                                                                                    P a g e | xxvii



                                    Laporan Laba Rugi Perseroan Tahun 2020 - 2024
                                                                                                             (dalam Ribuan Rupiah)
                                                      2020              2021               2022             2023                 2024
                  Keterangan
                                                      Audit             Audit             Audit             Audit                Audit
Pendapatan Usaha                             3.013.778.917     3.480.062.858      4.465.174.493    4.548.754.696        3.875.321.246
Beban Pokok Pendapatan                      (2.520.797.620)   (3.013.790.607)   (3.864.227.268)   (3.843.825.624)      (3.261.118.783)
Laba Bruto                                     492.981.297       466.272.251       600.947.225       704.929.072          614.202.463

Penghasilan Lain-lain                          57.824.371        34.594.891        44.775.672        35.957.027            42.722.943
Beban Penjualan                               (86.064.392)      (84.385.247)      (75.638.152)     (119.855.589)         (141.969.117)
Beban Umum dan Administrasi                  (304.157.422)     (294.356.299)     (340.656.506)     (329.797.072)         (358.839.706)
Beban Lain-lain                               (18.381.721)       (6.465.621)       (4.600.081)       (9.871.320)           (5.986.441)
Laba Usaha                                    142.202.133       115.659.975       224.828.158       281.362.118           150.130.142

Beban Keuangan                                (47.862.577)      (45.350.794)      (19.660.042)      (31.646.961)         (19.627.582)
Beban Pajak Penghasilan Final                 (38.942.849)      (40.097.482)      (36.356.687)      (30.352.488)         (32.115.142)
Bagian Laba dari Entitas Asosiasi              68.534.426       (21.353.378)      (36.573.104)      (15.689.199)         (13.017.725)
Bagian Laba dari Ventura Bersama              (34.100.788)      (23.920.120)      118.287.849        91.668.497          143.544.566
Laba Sebelum Pajak                             89.830.345       (15.061.799)      250.526.174       295.341.967          228.914.259

Beban Pajak Penghasilan                       (37.995.920)      (22.048.299)      (48.869.665)      (53.527.176)         (39.824.158)
Laba/ (Rugi) Tahun Berjalan                    51.834.425       (37.110.098)      201.656.509       241.814.791          189.090.101
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Selama tahun 2020 - 2024, Laba (Rugi) Tahun Berjalan Perseroan mengalami pertumbuhan yang
cukup fluktuatif. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 643% dari sebesar rugi Rp
37.110.098.000,- pada tahun 2021 menjadi laba sebesar Rp 201.656.509.000,- pada tahun 2022.
Pada tahun 2024, Laba Tahun Berjalan Perseroan adalah sebesar Rp 189.090.101.000,-.
Seiring dengan adanya peningkatan Pendapatan Usaha Perseroan sebesar 6%, selama tahun 2020 -
2024, beban pokok pendapatan Perseroan turut mengalami peningkatan sebesar 7%. Peningkatan
terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 28%.
Selama tahun 2020 - 2024, Perseroan tercatat memiliki rata-rata Laba Neto Tahun Berjalan sebesar
3% atas pendapatan usaha. Pada tahun 2024, Perseroan mencatat laba sebesar 5% atas pendapatan
usaha.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 30
                                                                                                          P a g e | xxviii



                                                            Rasio
                                                                                  (dalam persentase kecuali dinyatakan lain)
                                                2020           2021       2022             2023             2024     Rata-Rata
Keterangan
                                                Audit          Audit      Audit            Audit            Audit      Historis
Rasio Pertumbuhan*
Pendapatan Usaha                                 N/A             15%       28%               2%              -15%           6%
Beban Pokok Pendapatan                           N/A             20%       28%              -1%              -15%           7%
Laba Kotor                                       N/A             -5%       29%              17%              -13%           6%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                  N/A           -172%      643%              20%              -22%          38%
Aset Lancar                                      N/A             -5%       -2%              -2%               -4%          -3%
Aset Tidak Lancar                                N/A            -14%       12%               7%                3%           2%
Total Aset                                       N/A             -9%        4%               2%               -1%          -1%
Liabilitas Jangka Pendek                         N/A            -30%        8%              -2%              -10%         -10%
Liabilitas Jangka Panjang                        N/A             41%      -38%             -33%              -20%         -18%
Total Liabilitas                                 N/A            -21%       -3%              -7%              -11%         -11%
Total Ekuitas                                    N/A             -1%        8%               7%                4%           4%

Rasio Vertikal**
Beban Pokok Pendapatan                           84%            87%        87%              85%              84%          85%
Laba Kotor                                       16%            13%        13%              15%              16%          15%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                   2%            -1%         5%               5%               5%           3%
Aset Lancar / Total Aset                         56%            59%        55%              53%              51%          55%
Aset Tidak Lancar / Total Aset                   44%            41%        45%              47%              49%          45%
Liabilitas Jangka Pendek / Total Liabilitas      87%            76%        85%              89%              90%          85%
Liabilitas Jangka Panjang / Total Liabilitas     13%            24%        15%              11%              10%          15%
Total Liabilitas / Total Liabilitas & Ekuitas    41%            36%        34%              31%              27%          34%
Total Ekuitas / Total Liabilitas & Ekuitas       59%            64%        66%              69%              73%          66%

Rasio Likuiditas**
Current Ratio                                     1,6            2,1        1,9              1,9              2,1           1,9
Quick Ratio                                       1,2            1,7        1,6              1,5              1,6           1,5

Rasio Profitabilitas**
Return on Asset (ROA)                             1%             -1%        5%               6%               4%            3%
Return on Equity (ROE)                            2%             -1%        7%               8%               6%            4%

Rasio Aktivitas**
Perputaran Aset (x)                               0,7             0,8       1,0              1,0               0,9         0,9
Perputaran Piutang Usaha (x)                      3,8             4,8       4,2              4,9               4,6         4,5
Perputaran Piutang Usaha (hari)                   95              76        88               74                79          82
Perputaran Utang Usaha (x)                       9,8            11,9      12,8             11,0              12,1         11,5
Perputaran Utang Usaha (hari)                     37              31        28               33                30          32
Perputaran Persediaan (X)                         8,6            11,0      14,3             11,2               9,1        10,8
Perputaran Persediaan (hari)                      43              33        25               32                40          35

Rasio Solvabilitas**
Debt to Asset Ratio (DAR)                        41%            36%        34%              31%              27%          34%
Debt to Equity Ratio (DER)                       70%            56%        51%              44%              38%          52%

Sumber: TRUSCEL. Diolah berdasarkan data laporan keuangan Perseroan
Keterangan:
*) Perhitungan rata-rata menggunakan metode CAGR pada tahun 2020 - 2024
** )Perhitungan rata-rata dilakukan dengan menggunakan metode AVERAGE
Data pada tahun 2020 - 2024
N/A) Tidak ada pembanding
N/A*) tidak dapat dihitung dikarenakan nilai pembagi sama dengan 0

Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan operasional suatu perusahaan dalam mengelola aset-
asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia
capital (capital providers). Rasio imbal balik aset (Return on Assets / ROA) Perseroan selama tahun
2020 - 2024, secara rata-rata adalah sebesar 3%.
Rasio imbal balik ekuitas (Return on Equity / ROE) selama tahun 2020 - 2024, secara rata-rata adalah
sebesar 4% dimana rasio ini menunjukan hasil yang sejalan dengan rata-rata ROA pada tahun 2020 -
2024. Namun perlu diingat, persentase ROE direkomendasikan untuk mendekati 10% untuk cukup
menutup biaya modal perusahaan.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh liabilitas lancarnya
yang akan jatuh tempo. Selama tahun 2020 - 2024, rata-rata current ratio dan quick ratio Perseroan
masing-masing sebesar 1,9x dan 1,5x. Hal ini menunjukkan bahwa selama tahun 2020 - 2024
Perseroan mampu untuk membayar liabilitas lancarnya dengan menggunakan aset lancar yang
dimilikinya.



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 31
                                                                                          P a g e | xxix



Current ratio dan quick ratio terbesar terjadi pada 2021 sebesar 2,1x dan 1,7x. Current ratio dan quick
ratio terkecil terjadi pada 2020 sebesar 1,6x dan 1,2x.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio perputaran aset Perseroan selama tahun 2020 - 2024 secara rata-rata adalah
sebesar 0,9x per tahun yang berarti bahwa Perseroan mampu menghasilkan penjualan rata-rata
sebesar 0,9x dari setiap aset yang dimiliki.
Sedangkan perputaran piutang usaha Perseroan selama tahun 2020 - 2024 memiliki rata-rata sebesar
4,5x atau selama 82 hari. Perputaran piutang usaha Perseroan tercepat terjadi pada tahun 2023 yaitu
sebesar 4,9x atau selama 74 hari.
Perputaran utang usaha Perseroan selama tahun 2020 - 2024 memiliki rata-rata sebesar 11,5x atau
32 hari. Perputaran utang usaha tercepat terjadi pada tahun 2022 sebesar 12,8x atau 28 hari.
Perputaran persediaan Perseroan selama tahun 2020 - 2024 memiliki rata-rata sebesar 10,8x atau
35 hari. Perputaran persediaan tercepat terjadi pada tahun 2022 sebesar 14,3x atau 25 hari.
Rasio Solvabilitas
Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan posisi utang berbunga terhadap aset dalam pembiayaan
perusahaan sedangkan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan besarnya porsi utang berbunga
terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan (financial leverage). Rasio solvabilitas ini
menunjukkan seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi seluruh utang
berbunga dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika perusahaan tersebut dilikuidasi.
DAR dan DER Perseroan selama periode historis rata-rata adalah sebesar 34% dan 52%.
Penilaian Arus Kas
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan keuangan untuk menilai
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas, memenuhi kewajibannya, membayar deviden,
menilai penyebab terjadinya perbedaan antara laba dan arus kas terkait, dan menilai pengaruh
kegiatan investasi dan pembiayaan yang menggunakan kas dan non-kas terhadap posisi keuangan
perusahaan. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan
evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta keputusan perolehannya.
Perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian
yang tidak terpisahkan di laporan keuangan untuk periode penyajian laporan keuangan. Tujuan
utama dari laporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran
kas suatu perusahaan selama satu periode. Tujuan keduanya adalah memberikan informasi atas
dasar mengenai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Selain tujuan di atas, laporan arus kas juga penting untuk mengetahui keadaan kas secara pasti demi
menjaga likuiditas perusahaan. Dengan adanya laporan arus kas ini, maka perusahaan akan
mengetahui apakah perusahaan dalam keadaan defisit atau bahkan mengalami surplus. Berikut
adalah laporan arus kas Perseroan untuk tahun 2020 - 2024:




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 32
                                                                                                                              P a g e | xxx



                                           Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2020 - 2024
                                                                                                                     (dalam Ribuan Rupiah)
                                                                2020             2021              2022              2023                2024
Keterangan
                                                               Audit             Audit             Audit             Audit               Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari Pelanggan                              3.337.038.314     3.605.066.478     4.191.030.359     4.783.872.562       4.130.719.208
Pembayaran kepada Pemasok                             (2.889.234.018)   (3.096.513.691)   (3.778.078.274)   (4.171.910.939)     (3.288.271.093)
Penerimaan (Pembayaran) dari (kepada) Pihak Ketiga       (78.098.932)      (83.830.191)     (111.337.756)     (127.496.747)       (207.849.578)
Pembayaran Pajak Penghasilan                             (63.792.951)      (50.369.847)      (51.277.605)      (53.215.663)       (143.842.990)
Penerimaan Restitusi Pajak Penghasilan Badan              40.701.816         5.227.420        20.674.701         9.900.629          41.449.282
Pembayaran kepada Karyawan                              (172.970.982)     (150.521.133)     (185.471.402)     (201.719.048)       (230.398.481)
Pembayaran Bunga                                         (48.059.780)      (45.699.744)      (19.950.310)      (30.479.568)        (18.916.893)
Penerimaan Bunga                                           9.052.552         9.844.506         2.854.480         5.494.693          32.163.308
Penerimaan Restitusi Pajak Pertambahan Nilai                     -          55.072.717           459.290               -                   -
Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Operasi        134.636.019       248.276.515        68.903.483       214.445.919         315.052.763

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Deposito yang Dijaminkan
   Pencairan                                                 18.000           166.498           491.699               -             9.746.823
   Penempatan                                                   -                 -                 -         (11.203.172)                -
Aset Tetap
   Penjualan                                              3.202.224         1.213.040         5.088.720         3.740.711           5.180.991
   Pembelian                                            (24.873.867)      (15.644.225)      (78.662.705)     (106.213.654)        (99.433.824)
Pencairan Deposito Berjangka                                    -                 -          64.000.000               -                   -
Penambahan Aset Hak Guna                                        -          (2.546.310)       (2.592.056)       (2.993.524)         (1.802.625)
Pembayaran Uang Muka Aset Tetap                          (4.375.125)      (12.992.452)       (1.515.108)       (4.146.132)        (11.243.090)
Pinjaman kepada Pihak Berelasi                          (59.387.871)      (20.233.550)       23.877.733         4.260.531                 -
Penambahan Investasi pada Ventura Bersama              (154.569.792)      (27.205.663)      (59.492.966)      134.354.713         136.361.144
Pengurangan Investasi pada Ventura Bersama              302.782.125       307.939.609        99.707.824       (26.659.235)        (25.160.502)
Penjualan Investasi pada Surat Berharga Negara                  -                 -                 -                 -                   -
Penambahan Investasi pada Entitas Asosiasi               (1.043.250)       (7.987.301)     (128.350.270)     (128.353.522)                -
Pengurangan Investasi pada Entitas Asosiasi                     -          48.888.000               -             708.851                 -
Penerimaan Dividen dari Entitas Asosiasi                 60.760.116         6.809.021           750.000         1.000.025           8.114.026
Penerimaan Dividen dari Penyertaan Saham                     17.142               -                 -                 -                   -
Penambahan Aset Keuangan Lain                                   -                 -                 -                 -           (28.667.000)
Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi     122.529.702       278.406.667       (76.697.129)     (135.504.408)         (6.904.057)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Utang Bank                                 (5.687.583.182)   (5.198.332.942)     (30.690.857)              -                   -
Penerimaan Utang Bank                                  5.675.278.796     4.488.201.176              -                 -                   -
Penerimaan (Pembayaran) Utang Bank Jangka Pendek                 -                 -         28.492.151        69.846.902         (87.830.747)
Pembayaran Dividen                                       (39.140.448)              -                -         (48.925.560)        (69.311.209)
Pembayaran Dividen Entitas Anak                                  -            (450.052)          (5.264)           (4.166)         (1.800.068)
Penerimaan dari (Pembayaran kepada) Pihak Berelasi        (2.535.958)      190.308.841     (108.934.787)      (67.553.193)        (42.989.053)
Pembayaran atas Utang Sewa Pembiayaan                            -                 -                -                 -              (176.234)
Pembayaran Liabilitas Sewa                                  (240.600)         (616.908)        (680.161)         (290.645)           (491.864)
Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan       (54.221.392)     (520.889.885)    (111.818.918)      (46.926.662)       (202.599.175)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS             202.944.329         5.793.297     (119.612.564)       32.014.849         105.549.531
PENGARUH PERUBAHAN KURS VALUTA KAS DAN SETARA                189.796           135.658       (1.755.319)       (1.659.930)          5.115.891
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                            353.719.036       556.853.161      562.782.118       441.414.235         471.769.154
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                           556.853.161       562.782.118      441.414.235       471.769.154         582.434.576
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Selama tahun 2020 - 2024, arus kas aktivitas operasi Perseroan terdiri dari arus kas masuk. Arus kas
aktivitas operasi terbesar terjadi pada tahun 2024 yaitu arus kas masuk. Pada tahun 2024, arus kas
masuk untuk aktivitas operasi adalah sebesar Rp 315.052.763.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024 arus kas dari aktivitas investasi merupakan arus kas keluar kecuali pada
tahun 2020 dan 2021 yang merupakan arus kas masuk. Arus kas aktivitas investasi terbesar terjadi
pada tahun 2021 yaitu arus kas masuk. Pada tahun 2024, arus kas keluar untuk aktivitas investasi
adalah sebesar Rp 6.904.057.000,-
Selama tahun 2020-2024 arus kas dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas keluar. Arus kas
aktivitas pendanaan terbesar terjadi pada tahun 2021 yaitu arus kas keluar. Pada tahun 2024, arus
kas keluar untuk aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp 202.599.175.000,-.
Kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada tahun 2024 adalah sebesar Rp 582.434.576.000,-.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 33
                                                                                                 P a g e | xxxi



                               Common-Size Statement Laporan Laba Rugi Perseroan
                                               Tahun 2020 - 2024
                                                        2020             2021    2022    2023             2024
                  Keterangan
                                                        Audit            Audit   Audit   Audit            Audit
Pendapatan Usaha                                        100%             100%    100%    100%             100%
Beban Pokok Pendapatan                                  -84%             -87%    -87%    -85%             -84%
Laba Bruto                                               16%              13%     13%     15%              16%

Penghasilan Lain-lain                                     2%               1%      1%      1%                1%
Beban Penjualan                                          -3%              -2%     -2%     -3%               -4%
Beban Umum dan Administrasi                             -10%              -8%     -8%     -7%               -9%
Beban Lain-lain                                          -1%               0%      0%      0%                0%
Laba Usaha                                                5%               3%      5%      6%                4%

Beban Keuangan                                           -2%              -1%      0%     -1%               -1%
Beban Pajak Penghasilan Final                            -1%              -1%     -1%     -1%               -1%
Bagian Laba dari Entitas Asosiasi                         2%              -1%     -1%      0%                0%
Bagian Laba dari Ventura Bersama                         -1%              -1%      3%      2%                4%
Laba Sebelum Pajak                                        3%               0%      6%      6%                6%

Beban Pajak Penghasilan                                  -1%              -1%     -1%     -1%               -1%
Laba/ (Rugi) Tahun Berjalan                               2%              -1%      5%      5%                5%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Berdasarkan tabel common-size statement laporan laba rugi Perseroan tahun 2020 - 2024, dapat
diketahui bahwa selama periode historis proporsi beban pokok pendapatan terhadap jumlah
pendapatan usaha cenderung stabil. Proporsi beban pokok beban pokok pendapatan terbesar terjadi
pada tahun 2021 dan 2022 yaitu sebesar 87%.
Selama tahun 2020 - 2024, laba rugi tahun berjalan terhadap pendapatan usaha cenderung fluktuatif
yaitu sebesar 2% (2020), -1% (2021), 5% (2022), 5% (2023) dan 5% (2024).




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 34
                                                                                                P a g e | xxxii



                                    Common-Size Statement Laporan Posisi Keuangan Perseroan
                                                      Tahun 2020 - 2024
                                                            2020     2021    2022       2023        2024
                             Keterangan
                                                          Audit *)   Audit   Audit      Audit       Audit
        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan Setara Kas                                   12%      14%     10%        11%         13%
        Piutang Usaha
           Pihak Berelasi                                      2%      1%      4%         1%          2%

           Pihak Ketiga                                      15%      16%     21%        20%         17%
        Piutang Retensi
            Pihak Berelasi                                     0%      0%      0%         0%          0%
            Pihak Ketiga                                       0%      0%      0%         0%          0%
        Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja
            Pihak Berelasi                                    2%       2%      2%         2%          1%
            Pihak Ketiga                                     11%      10%      7%         5%          5%
        Aset Keuangan Lancar Lainnya
            Pihak Berelasi                                     1%      1%      1%         1%          1%
            Pihak Ketiga                                       0%      2%      0%         0%          0%

        Persediaan                                            6%       7%      6%         8%          8%
        Uang Muka pada Ventura Bersama                        0%       0%      0%         0%          0%
        Uang Muka                                             1%       2%      1%         1%          1%
        Biaya Dibayar di Muka                                 1%       0%      1%         1%          0%
        Pajak Dibayar di Muka                                 3%       2%      2%         2%          1%
        Pekerjaan dalam Proses, Pihak Ketiga                  2%       1%      0%         0%          0%
        TOTAL ASET LANCAR                                    56%      59%     55%        53%         51%

        ASET TIDAK LANCAR
        Aset Pajak Tangguhan                                  1%       1%      1%         1%          1%
        Piutang Pihak Berelasi                                1%       0%      1%         1%          1%
        Uang Muka Jangka Panjang                              2%       7%      0%         0%          0%
        Investasi pada Ventura Bersama                       14%       7%      9%         8%         10%
        Investasi pada Entitas Asosiasi                      14%      13%     21%        23%         23%
        Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                     0%      0%      1%         1%          2%

        Aset Tetap                                           12%      11%     11%        12%         12%
        Aset Hak Guna                                         0%       0%      0%         0%          0%
        Goodwill                                              1%       1%      1%         1%          1%
        Aset Lain-lain                                        0%       0%      0%         0%          0%
        TOTAL ASET TIDAK LANCAR                              44%      41%     45%        47%         49%
        TOTAL ASET                                          100%     100%    100%       100%        100%

        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang Bank                                           17%       3%      4%         5%          3%
        Utang Usaha
            Pihak Berelasi                                     0%      0%      0%         0%          0%
            Pihak Ketiga                                       6%      6%      7%         8%          6%
        Utang Proyek                                           0%      1%      1%         1%          1%
        Utang Pajak                                            1%      1%      1%         2%          1%
        Liabilitas Bruto kepada Pemberi Kerja
            Pihak Berelasi                                     1%      1%      0%         0%          0%
            Pihak Ketiga                                       2%      3%      3%         2%          2%
        Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya
            Pihak Berelasi                                     0%      0%      0%         0%          0%
            Pihak Ketiga                                       0%      0%      0%         0%          0%
        Uang Muka dari Pelanggan
            Pihak Berelasi                                     1%      1%      0%         0%          0%
            Pihak Ketiga                                       3%      3%      2%         1%          5%
        Pendapatan Diterima di Muka                            0%      0%      0%         0%          0%
        Beban Akrual                                           5%      9%      9%         7%          6%
        Liabilitas Sewa                                        0%      0%      0%         0%          0%
        Utang Bank Jangka Panjang yang Akan Jatuh
        Tempo Dalam Satu Tahun                                0%       0%      0%         0%          0%
        TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                       36%      27%     28%        27%         25%

        LIABILITAS JANGKA PANJANG
        Liabilitas Manfaat Kesejahteraan Karyawan -
        Pesangon                                               1%      1%      1%         1%          1%
        Utang Pihak Berelasi                                   2%      7%      4%         2%          1%
        Tanggungan Rugi pada Ventura Bersama                   0%      0%      0%         0%          1%
        Bagian Jangka Panjang:
            Utang Bank                                        2%       1%      0%         0%          0%
        Liabilitas Sewa                                       0%       0%      0%         0%          0%
        TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                       6%       9%      5%         3%          3%
        TOTAL LIABILITAS                                     41%      36%     34%        31%         27%

        EKUITAS
        Modal Saham                                           7%       8%      8%         7%          7%
        Tambahan modal disetor                               12%      14%     13%        13%         13%
        Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali          0%       0%      0%         0%          0%
        Saldo Laba                                           38%      41%     44%        48%         51%
        Penghasilan Komprehensif Lain                         0%       0%      0%         0%          0%
        Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik
        Entitas Induk                                        58%      63%     66%        69%         72%
        Kepentingan Non Pengendali                            1%       1%      1%         1%          1%
        TOTAL EKUITAS                                        59%      64%     66%        69%         73%
        TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                        100%     100%    100%       100%        100%
        Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
        *) Reklasifikasi

Berdasarkan tabel common-size statement laporan posisi keuangan selama tahun 2020-2024, dapat
diketahui bahwa selama periode historis porsi terbesar pada sisi aset adalah pada aset tidak lancar
untuk akun Investasi Pada Entitas Asosiasi yaitu tahun 2023 dan 2024 sebesar 23%.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 35
                                                                                                                                   P a g e | xxxiii



Pada sisi liabilitas dan ekuitas diketahui bahwa selama tahun 2020 - 2024 porsi terbesar adalah pada
sisi ekuitas untuk akun Saldo Laba yaitu tahun 2024 sebesar 51% dari total jumlah liabilitas dan
ekuitas.
Kesimpulan Analisis Kinerja Historis
Berdasarkan hasil analisis kinerja historis, kinerja keuangan Perseroan selama periode tahun 2020
hingga 2024 menunjukkan tren yang relatif stabil dengan indikator keuangan yang mencerminkan
kapasitas operasional dan keuangan yang terjaga. Tingkat pertumbuhan pendapatan usaha historis
Perseroan tercatat sebesar 6% (CAGR), yang mengindikasikan kemampuan Perseroan dalam
menciptakan pertumbuhan meskipun terdapat fluktuasi tahunan, termasuk penurunan pendapatan
pada tahun 2024. Dari sisi profitabilitas, ROA dan ROE masing-masing mencatatkan rata-rata sebesar
3% dan 4%, menunjukkan efisiensi pengelolaan aset dan ekuitas meskipun belum mencapai tingkat
pengembalian yang optimal. Likuiditas Perseroan juga berada dalam kondisi memadai, dengan
current ratio dan quick ratio masing-masing sebesar 1,9x dan 1,5x. Efisiensi operasional tercermin
dari perputaran aset sebesar 0,9x, serta perputaran piutang usaha dan persediaan yang cukup cepat,
masing-masing 82 hari dan 35 hari. Dari sisi struktur pendanaan, Perseroan menunjukkan penurunan
risiko keuangan dengan rata-rata DAR dan DER masing-masing sebesar 34% dan 52%, yang
mencerminkan perbaikan dalam struktur modal, dimana mengindikasikan adanya penurunan
ketergantungan terhadap pendanaan berbasis utang serta penguatan struktur permodalan
Perseroan sepanjang periode historis. Di samping itu, struktur biaya tetap terkendali dengan proporsi
beban pokok pendapatan yang konsisten di kisaran 84%–87% dari total pendapatan usaha.
b) Analisis Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi Laba Rugi atas Rencana Transaksi
Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi laba rugi atas Rencana Transaksi untuk tahun 2025-2029 seperti ditunjukkan pada tabel di
bawah ini:
                                          Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan
                                                                                                                           (dalam Rupiah Penuh)
                                                         2025                  2026                  2027                  2028                    2029
                     Keterangan
                                                     Forecast              Forecast              Forecast              Forecast                Forecast
Pendapatan Usaha                           5.361.000.000.000     5.821.000.000.000     6.164.000.000.000     6.410.560.000.000        6.666.982.400.000
Beban Pokok Pendapatan                     (4.653.000.000.000)   (5.035.000.000.000)   (5.316.000.000.000)   (5.545.027.224.720)     (5.766.828.313.709)
Laba Bruto                                   708.000.000.000       786.000.000.000       848.000.000.000       865.532.775.280         900.154.086.291


Beban usaha
Beban Umum dan Administrasi                 (385.000.000.000)     (414.000.000.000)     (431.000.000.000)     (443.930.000.000)        (457.247.900.000)
Laba Usaha                                   323.000.000.000       372.000.000.000       417.000.000.000       421.602.775.280         442.906.186.291


Pendapatan (Beban) Lainnya
Hasil (Biaya) Lain (Exclude JTD)             (41.000.000.000)      (46.000.000.000)      (47.000.000.000)      (48.410.000.000)         (49.862.300.000)
Laba (Rugi) Asosiasi - JTD                      (643.441.199)        1.539.165.859         1.036.490.952         3.255.992.423            3.692.308.797
Bagian Laba (Rugi) dari Ventura Bersama      152.000.000.000       162.000.000.000       195.000.000.000       200.850.000.000         206.875.500.000
Laba Sebelum Beban Bunga & Pajak             433.356.558.801       489.539.165.859       566.036.490.952       577.298.767.703         603.611.695.087


Beban Bunga                                  (34.000.000.000)      (31.000.000.000)      (24.000.000.000)      (24.720.000.000)         (25.461.600.000)
Laba Sebelum Pajak                           399.356.558.801       458.539.165.859       542.036.490.952       552.578.767.703         578.150.095.087
Pajak Penghasilan                            (87.858.442.936)     (100.878.616.489)     (119.248.028.009)     (121.567.328.895)        (127.193.020.919)
Laba Setelah Pajak                           311.498.115.865       357.660.549.370       422.788.462.943       431.011.438.808         450.957.074.168
Sumber: Manajemen Perseroan, diolah

Perseroan memproyeksikan pendapatan yang memiliki pertumbuhan dengan CAGR 5,6% selama
tahun 2025-2029, dengan pendapatan usaha tertinggi terjadi pada tahun 2029. Proyeksi pendapatan
usaha didominasi dari kontribusi jasa konstruksi. Pertumbuhan pendapatan Perseroan sejalan
dengan asumsi pertumbuhan sesuai analisis industri sebesar 5,5%. Adapun pertumbuhan
pendapatan Perseroan juga didukung oleh pertumbuhan historis CAGR selama tahun 2020-2024
sebesar 6%. Sehingga atas dasar tersebut, Perseroan optimis terhadap prognosa antara lain dapat
menghasilkan pendapatan usaha sebesar Rp6.666.982.400.000,- pada tahun 2029 dengan
pertumbuhan CAGR 5,6%. Adapun seiring dengan peningkatan pendapatan, beban pokok


Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 36
                                                                                            P a g e | xxxiv



pendapatan turut mengalami peningkatan dengan CAGR sebesar 5,5%. Mayoritas kontribusi beban
pokok pendapatan ini terdiri atas jasa konstruksi.
Pemulihan ekonomi memberikan dampak positif bagi segmen konstruksi, namun ketidakpastian dan
berbagai tantangan mendorong kami untuk menerapkan pendekatan dengan prinsip kehati-hatian
dan berfokus pada strategi sebagai berikut:
     1) Pemilihan proyek dan mitra yang cermat untuk mengelola risiko pembayaran secara efektif
     2) Memprioritaskan pertumbuhan margin dibandingkan pertumbuhan pendapatan untuk
        meningkatkan profitabilitas dan ketahanan Perseroan.
Kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara dan perusahaan swasta berskala besar merupakan
strategi andalan Perseroan dalam memperoleh proyek berkualitas dan bernilai tinggi, di mana kami
dapat berkontribusi terhadap kemampuan operasional Grup yang terintegrasi. Strategi ini juga
memberikan manfaat lain, di antaranya berbagi keunggulan teknologi dan metode, serta
memeratakan risiko.
Selanjutnya, Laba Setelah Pajak Perseroan selama periode proyeksi tahun 2025-2029 akan
mengalami tren yang meningkat dengan CAGR sebesar 10%. Pada tahun 2025, Laba Setelah Pajak
Perseroan diproyeksikan adalah sebesar Rp311.498.115.865,- dan akan mengalami peningkatan
menjadi sebesar Rp450.957.074.168,- pada tahun 2029.
c) Nilai Pasar 100% Saham JTD
Pemberi Tugas
Pemberi Tugas adalah sebagai berikut:
Nama Perusahaan                  : PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
Bidang Usaha                     : Pembangunan, Perdagangan, Perindustrian, dan Jasa
Alamat                           : Jalan Bintaro Raya RT.17/RW.8, Kec. Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan
                                   Jakarta 12330
Maksud dan Tujuan Penilaian
Hasil dari penilaian ini ditujukan untuk memberi opini Nilai Pasar atas 100% Saham JTD per tanggal
31 Desember 2024 untuk tujuan transaksi jual & beli. Laporan Penilaian ini hanya disusun untuk
tujuan yang dimaksudkan dan tidak dapat digunakan untuk keperluan lain yang menyangkut instansi
lain.
Identifikasi Objek Penilaian
Objek dalam penilaian ini adalah 100% Saham JTD.
Asumsi-Asumsi Yang Digunakan
Dalam proses Laporan Penilaian ini, asumsi-asumsi yang digunakan adalah sebagai berikut:
Asumsi Inflasi
                              Asumsi                               2025        2026-2067
                              Inflasi                              2,3%          2,5%
                             Sumber: PWC Global Economy Watch, Desember 2024

Asumsi inflasi didasarkan pada Global Economy Watch – Projections yang dipublikasikan oleh
PricewaterhouseCoopers.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 37
                                                                                                                                                                                                                                                     P a g e | xxxv



Asumsi Proyeksi Keuangan
        •             Periode proyeksi yang digunakan dalam penilaian adalah 2025 – 05 Januari 2067
                      berdasarkan sisa masa konsesi Jalan Tol Tahap I - Section A (Kelapa Gading - Pulo Gebang)
                      sepanjang 9.287 km;
        •             Sesuai Tarif Pajak PPh Badan Indonesia berdasarkan Peraturan yang disesuaikan dengan UU
                      Nomor 7 Tahun 2021 adalah sebesar 22%.
Asumsi Pendapatan
Asumsi pendapatan disusun berdasarkan golongan kendaraan, volume kendaraan, dan tarif untuk
Jalan Tol Tahap I – Section A (Kelapa Gading – Pulo Gebang) sepanjang 9,287 km. Asumsi ini mengacu
pada Amandemen Perjanjian Konsesi, Berita Acara Evaluasi, dan proyeksi manajemen, yang
dijustifikasi dengan pertumbuhan industri tol di Indonesia sebagai pembanding, sebagai berikut:
                             2025                   2026                     2027                    2028                 2029                    2030                     2031                     2032                    2033                 2034                2035
     Jenis Golongan
                            Total                  Total                     Total                Total                  Total                   Total                     Total                  Total                  Total                  Total               Total
Gol. 1                     94.450.354.511        108.767.517.049           114.104.739.111      129.280.669.413        135.822.271.285         153.886.633.366           121.223.176.761        213.581.699.222        282.879.633.408        362.727.368.661     398.030.431.954
 Volume Kendaraan               4.293.198              4.414.266                 4.540.073            4.676.275              4.816.563               4.961.060                 3.831.414              6.136.839              7.968.604              9.288.984           9.993.186
 Tarif                             22.000                 24.640                    25.133               27.646                 28.199                  31.019                    31.639                 34.803                 35.499                 39.049              39.830

Gol. 2                      1.626.958.956          1.873.579.902             1.965.516.468           2.226.930.158        2.339.612.824          2.650.781.330             2.088.135.445            3.679.061.452        4.872.756.226          6.248.177.088       6.856.291.640
 Volume Kendaraan                  49.302                 50.692                    52.137                  53.701               55.312                 56.971                    43.999                   70.474               91.509                106.672             114.759
 Tarif                             33.000                 36.960                    37.699                  41.469               42.299                 46.528                    47.459                   52.205               53.249                 58.574              59.745

Gol. 3                        320.014.358            368.523.414              386.606.858             438.025.570             460.189.664          521.394.889              410.725.373              723.652.237            958.445.785         1.228.983.909       1.348.596.876
 Volume Kendaraan                   9.697                  9.971                   10.255                  10.563                  10.880               11.206                    8.654                   13.862                 17.999                20.982              22.572
 Tarif                             33.000                 36.960                   37.699                  41.469                  42.299               46.528                   47.459                   52.205                 53.249                58.574              59.745

Gol. 4                        220.297.212            253.690.744              266.139.349             301.535.883             316.793.598          358.927.147              282.742.484              498.160.680            659.792.066           846.029.942         928.371.257
 Volume Kendaraan                   5.007                  5.148                    5.295                   5.454                   5.617                5.786                    4.468                    7.157                  9.293                10.833              11.654
 Tarif                             44.000                 49.280                   50.266                  55.292                  56.398               62.038                   63.279                   69.606                 70.999                78.098              79.660

Gol. 5                        220.297.212            253.690.744              266.139.349             301.535.883             316.793.598          358.927.147              282.742.484              498.160.680            659.792.066           846.029.942         928.371.257
 Volume Kendaraan                   5.007                  5.148                    5.295                   5.454                   5.617                5.786                    4.468                    7.157                  9.293                10.833              11.654
 Tarif                             44.000                 49.280                   50.266                  55.292                  56.398               62.038                   63.279                   69.606                 70.999                78.098              79.660



                             2036                   2037                     2038                    2039                 2040                    2041                     2042                     2043                    2044                 2045                2046
     Jenis Golongan
                            Total                  Total                     Total                Total                  Total                   Total                     Total                  Total                  Total                  Total                Total
Gol. 1                    452.204.009.484        473.787.484.462           536.801.219.895      563.963.361.622        640.721.092.796         671.302.395.447           760.585.614.041        799.071.246.112        907.828.126.562        951.158.316.570    1.077.662.372.674
 Volume Kendaraan              10.321.182             10.601.771                10.919.824           11.247.419             11.616.581              11.932.387                12.290.358             12.659.069             13.074.564             13.430.006           13.832.907
 Tarif                             43.813                 44.689                    49.158               50.142                 55.156                  56.259                    61.885                 63.122                 69.435                 70.823               77.906

Gol. 2                      7.789.461.108          8.161.248.256             9.246.694.274           9.714.577.004      11.036.770.858          11.563.550.503            13.101.502.720           13.764.438.757       15.637.835.438         16.384.221.633      18.563.323.110
 Volume Kendaraan                 118.525                121.748                   125.400                 129.162             133.401                 137.028                   141.139                  145.373              150.144                154.226             158.853
 Tarif                             65.720                 67.034                    73.738                  75.212              82.734                  84.388                    92.827                   94.684              104.152                106.235             116.859

Gol. 3                      1.532.146.453          1.605.275.050             1.818.776.632           1.910.806.729        2.170.875.378          2.274.490.192             2.576.997.388            2.707.393.455        3.075.880.831          3.222.691.110       3.651.309.028
 Volume Kendaraan                  23.313                 23.947                    24.666                  25.405               26.239                 26.953                    27.761                   28.594               29.533                 30.335              31.246
 Tarif                             65.720                 67.034                    73.738                  75.212               82.734                 84.388                    92.827                   94.684              104.152                106.235             116.859

Gol. 4                      1.054.726.400          1.105.067.973             1.252.042.013           1.315.395.339        1.494.426.050          1.565.754.271             1.773.999.589            1.863.763.968        2.117.429.903          2.218.493.791       2.513.553.465
 Volume Kendaraan                  12.037                 12.364                    12.735                  13.117               13.547                 13.916                    14.333                   14.763               15.248                 15.662              16.132
 Tarif                             87.626                 89.379                    98.317                 100.283              110.311                112.518                   123.769                  126.245              138.869                141.647             155.811

Gol. 5                      1.054.726.400          1.105.067.973             1.252.042.013           1.315.395.339        1.494.426.050          1.565.754.271             1.773.999.589            1.863.763.968        2.117.429.903          2.218.493.791       2.513.553.465
 Volume Kendaraan                  12.037                 12.364                    12.735                  13.117               13.547                 13.916                    14.333                   14.763               15.248                 15.662              16.132
 Tarif                             87.626                 89.379                    98.317                 100.283              110.311                112.518                   123.769                  126.245              138.869                141.647             155.811



                             2047                   2048                     2049                    2050                 2051                    2052                     2053                     2054                    2055                 2056                2057
     Jenis Golongan
                             Total                  Total                  Total                   Total                  Total                   Total                  Total                     Total                  Total                  Total               Total
Gol. 1                   1.132.192.088.731      1.286.288.084.851      1.347.681.982.541       1.526.923.686.218      1.604.186.024.741       1.822.522.335.254      1.909.510.429.993         2.163.475.317.182      2.272.947.168.231      2.582.304.618.706   2.705.556.748.171
 Volume Kendaraan               14.247.894             14.715.537             15.115.591              15.569.058             16.036.130              16.562.467             17.012.730                17.523.112             18.048.806             18.641.202          19.147.978
 Tarif                              79.464                 87.410                 89.158                  98.074                100.036                 110.039                112.240                   123.464                125.933                138.527             141.297

Gol. 2                     19.502.627.259         22.157.014.977            23.214.558.405       26.302.094.673         27.632.980.664          31.393.942.892            32.892.360.347           37.267.044.273       39.152.756.713         44.481.607.803      46.604.693.068
 Volume Kendaraan                 163.619                168.989                   173.583              178.790                184.154                 190.198                   195.369                  201.230              207.267                214.070             219.890
 Tarif                            119.196                131.115                   133.738              147.111                150.054                 165.059                   168.360                  185.196              188.900                207.790             211.946

Gol. 3                      3.836.065.265          4.358.169.512             4.566.182.799           5.173.485.112        5.435.263.458          6.175.025.152             6.469.756.065            7.330.233.622        7.701.143.443          8.749.300.714       9.166.900.535
 Volume Kendaraan                  32.183                 33.239                    34.143                  35.167               36.222                 37.411                    38.428                   39.581               40.768                 42.106              43.251
 Tarif                            119.196                131.115                   133.738                 147.111              150.054                165.059                   168.360                  185.196              188.900                207.790             211.946

Gol. 4                      2.640.739.271          3.000.154.738             3.143.350.648           3.561.416.284        3.741.623.948          4.250.874.344             4.453.766.486            5.046.117.428        5.301.450.970          6.023.000.234       6.310.475.073
 Volume Kendaraan                  16.616                 17.161                    17.628                  18.157               18.701                 19.315                    19.840                   20.436               21.049                 21.739              22.330
 Tarif                            158.928                174.820                   178.317                 196.148              200.071                220.079                   224.480                  246.928              251.867                277.053             282.595

Gol. 5                      2.640.739.271          3.000.154.738             3.143.350.648           3.561.416.284        3.741.623.948          4.250.874.344             4.453.766.486            5.046.117.428        5.301.450.970          6.023.000.234       6.310.475.073
 Volume Kendaraan                  16.616                 17.161                    17.628                  18.157               18.701                 19.315                    19.840                   20.436               21.049                 21.739              22.330
 Tarif                            158.928                174.820                   178.317                 196.148              200.071                220.079                   224.480                  246.928              251.867                277.053             282.595



                                2058                       2059                      2060                     2061                     2062                       2063                      2064                     2065                     2066                5-Jan-67
     Jenis Golongan
                               Total                    Total                       Total                    Total                     Total                  Total                      Total                      Total                     Total                Total
Gol. 1                     3.065.395.795.678        3.220.504.822.939           3.658.828.764.293        3.833.462.861.788         4.343.313.422.406      4.563.085.081.580          5.184.139.713.588          5.431.576.152.540         6.221.416.611.303       85.947.763.694
 Volume Kendaraan                 19.722.417               20.314.090                  20.980.837               21.551.218                22.197.754             22.863.687                 23.614.117                 24.256.086                25.257.563              342.087
 Tarif                               155.427                  158.536                     174.389                  177.877                   195.665                199.578                    219.536                    223.926                   246.319              251.245

Gol. 2                        52.803.117.246           55.474.954.978               63.025.324.330          66.033.492.064           74.815.946.509          78.601.633.402                89.299.638.729           93.561.866.567         107.167.299.969         1.480.497.184
 Volume Kendaraan                    226.486                  233.281                      240.938                 247.488                  254.912                 262.560                       271.177                  278.550                 290.050                 3.928
 Tarif                               233.140                  237.803                      261.584                 266.815                  293.497                 299.367                       329.303                  335.889                 369.478               376.868

Gol. 3                        10.386.098.306           10.911.634.880               12.396.753.229          12.988.444.164           14.715.907.238          15.460.532.144                17.564.774.106           18.403.132.135          21.079.250.065           291.206.090
 Volume Kendaraan                     44.549                   45.885                       47.391                  48.680                   50.140                  51.644                        53.339                   54.789                  57.051                   773
 Tarif                               233.140                  237.803                      261.584                 266.815                  293.497                 299.367                       329.303                  335.889                 369.478               376.868

Gol. 4                          7.149.768.258              7.511.546.532             8.533.898.884            8.941.217.681          10.130.399.633          10.642.997.854                12.091.553.600           12.668.677.507          14.510.911.469           200.465.660
 Volume Kendaraan                      23.000                     23.690                    24.468                   25.133                  25.887                  26.664                        27.539                   28.288                  29.456                   399
 Tarif                                310.854                    317.071                   348.778                  355.754                 391.329                 399.156                       439.071                  447.853                 492.638               502.491

Gol. 5                          7.149.768.258              7.511.546.532             8.533.898.884            8.941.217.681          10.130.399.633          10.642.997.854                12.091.553.600           12.668.677.507          14.510.911.469           200.465.660
 Volume Kendaraan                      23.000                     23.690                    24.468                   25.133                  25.887                  26.664                        27.539                   28.288                  29.456                   399
 Tarif                                310.854                    317.071                   348.778                  355.754                 391.329                 399.156                       439.071                  447.853                 492.638               502.491

Sumber: TRUSCEL. Diolah berdasarkan data historis lalu lintas dan Perjanjian Konsesi JTD




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 38
                                                                                                                                                                                                 P a g e | xxxvi



Berdasarkan jumlah kendaraan dan tarif masing-masing golongan, asumsi pertumbuhan
pendapatan JTD dapat tercermin sebagai berikut:
Asumsi                                         2025            2026           2027               2028           2029               2030            2031             2032             2033           2034       2035
Pertumbuhan Pendapatan          (%)             -3%             15%             5%                13%             5%                13%            -21%              76%              32%            28%        10%

Asumsi                                         2036            2037             2038             2039            2040              2041            2042             2043             2044           2045       2046
Pertumbuhan Pendapatan          (%)             14%              5%              13%               5%             14%                5%             13%               5%              14%             5%        13%

Asumsi                                         2047            2048             2049             2050            2051              2052            2053             2054             2055           2056       2057
Pertumbuhan Pendapatan          (%)              5%             14%               5%              13%              5%               14%              5%              13%               5%            14%         5%

Asumsi                                               2058             2059             2060              2061           2062                 2063             2064                 2065            2066     5-Jan-67
Pertumbuhan Pendapatan            (%)                 13%               5%              14%                5%            13%                   5%              14%                   5%             15%        -99%


Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha
Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha terdiri dari asumsi Biaya Operasi dan Pemeliharaan
Rutin, Biaya Pemeliharaan Berkala dan Penggantian Alat, Biaya Overhead Badan Usaha Jalan Tol, dan
Biaya Agency Fee Selama Masa Tenor untuk Jalan Tol Tahap I - Section A ( Kelapa Gading - Pulo
Gebang ) sepanjang 9.287 km. Penyesuaian asumsi dilakukan berdasarkan data historis dan didukung
oleh justifikasi data pasar untuk mencerminkan kondisi yang paling representatif, dimana dijelaskan
dalam proporsi atas pendapatan sebagai berikut:
Asumsi                                                          2025          2026             2027           2028          2029           2030           2031             2032           2033       2034       2035
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)               96%           88%              91%            85%           85%            77%           100%              58%            45%        36%        33%

Asumsi                                                          2036          2037             2038           2039          2040            2041          2042             2043           2044       2045       2046
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)               30%           29%              26%            25%           23%             22%           20%              20%            18%        17%        16%


Asumsi                                                          2047          2048             2049           2050          2051            2052          2053             2054           2055       2056       2057
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)               15%           14%              14%            12%           12%             11%           11%              10%             9%         8%         8%


Asumsi                                                                 2058            2059            2060          2061            2062             2063           2064                2065       2066     5-Jan-67
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)                       7%              7%              7%            6%              6%               6%             5%                  5%         4%         4%


Asumsi Beban Penyusutan / Depresiasi
Beban penyusutan dihitung atas aset tetap seperti peralatan kantor, kendaraan, bangunan, perabot
kantor, dan aset hak guna (ROU) menggunakan metode garis lurus sesuai masa manfaat aset.
Asumsi                                                                                     2025                          2026                         2027                        2028                        2029
Beban Depresiasi                                                (%)              (1.075.330.991)               (1.075.330.991)              (1.075.330.991)             (1.075.330.991)               (581.169.966)

Asumsi Perhitungan Modal Kerja
Asumsi perputaran piutang usaha dan utang usaha didasarkan pada tren historis, dengan proyeksi
bahwa pada akhir periode konsesi JTD seluruh piutang usaha akan tertagih dan seluruh utang usaha
telah diselesaikan kepada para vendor.
Asumsi                                  2025            2026             2027             2028                2029           2030              2031              2032              2033            2034        2035
Piutang Usaha          (hari)           0,01            0,01             0,01             0,01                0,01           0,01              0,01              0,01              0,01            0,01        0,01
Utang Usaha            (hari)           4,00            4,00             4,00             4,00                4,00           4,00              4,00              4,00              4,00            4,00        4,00

Asumsi                                  2036            2037              2038                2039            2040           2041              2042              2043               2044           2045        2046
Piutang Usaha          (hari)           0,01            0,01              0,01                0,01            0,01           0,01              0,01              0,01               0,01           0,01        0,01
Utang Usaha            (hari)           4,00            4,00              4,00                4,00            4,00           4,00              4,00              4,00               4,00           4,00        4,00

Asumsi                                  2047            2048              2049                2050            2051           2052              2053              2054               2055           2056        2057
Piutang Usaha          (hari)           0,01            0,01              0,01                0,01            0,01           0,01              0,01              0,01               0,01           0,01        0,01
Utang Usaha            (hari)           4,00            4,00              4,00                4,00            4,00           4,00              4,00              4,00               4,00           4,00        4,00

Asumsi                                      2058            2059                 2060                 2061           2062                 2063               2064                 2065            2066      5-Jan-67
Piutang Usaha            (hari)             0,01            0,01                 0,01                 0,01           0,01                 0,01               0,01                 0,01            0,01             -
Utang Usaha              (hari)             4,00            4,00                 4,00                 4,00           4,00                 4,00               4,00                 4,00            4,00             -


Asumsi Tax Loss Carry Forward (TLCF)
Dengan menerapkan Tax Loss Carry Forward (TLCF) yang memiliki masa manfaat 5 tahun, maka Rugi
Fiskal yang dapat dikompensasikan merupakan kumulatif tahun 2020-2024. Dengan demikian,
Akumulasi Rugi Fiskal yang dapat dikompensasikan dapat dikompensasikan hingga tahun 2029,
sebagai berikut.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 39
                                                                                                                                P a g e | xxxvii


Tax Loss Carry Forward         2024                  2025                2026               2027                2028                  2029
                              Audited              Forecast            Forecast           Forecast            Forecast              Forecast
Opening Balance                                 (434.355.266.451)   (437.496.794.014)   (417.434.433.929)   (299.825.774.278)     (125.229.993.919)
Loss Used                                  -      (3.141.527.563)      7.514.800.071       5.060.547.722      15.897.008.081        18.027.272.532
Closing Balance             (434.355.266.451)   (437.496.794.014)   (417.434.433.929)   (299.825.774.278)   (125.229.993.919)      (26.439.063.468)

2024                         (44.466.336.000)
2023                         (96.660.666.000)
2022                        (163.759.320.000)
2021                        (120.062.912.000)
2020                          (9.406.032.451)

EBIT                                              (3.141.527.563)      7.514.800.071       5.060.547.722     15.897.008.081         18.027.272.532
Taxes Paid                                                   -                   -                   -                  -                      -

Asumsi Tingkat Diskonto – Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang akan digunakan
dalam penilaian saham JTD:
o      Cost of Debt (tingkat bunga utang) Selama Periode Proyeksi TLCF (2025 – 2029)
       Menggunakan data tingkat bunga pinjaman investasi dari bank sindikasi terhadap proyek
       Pembangunan jalan tol berdasarkan data pasar sebesar 7,13% per Desember 2024. Tingkat
       bunga tersebut tidak disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-adjusted), mengingat selama
       periode proyeksi JTD tidak memperoleh manfaat pajak (tax shield) atas beban bunga akibat tidak
       adanya kompensasi rugi fiskal (tax loss carry forward);

o      Cost of Debt (tingkat bunga utang) Setelah Periode Proyeksi TLCF (2030 – 5 Januari 2067)
       Menggunakan data tingkat bunga pinjaman investasi dari bank sindikasi terhadap proyek
       Pembangunan jalan tol berdasarkan data pasar sebesar 5,56% per Desember 2024. Tingkat
       bunga tersebut telah disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-adjusted) dengan asumsi JTD
       memperoleh manfaat pajak atas beban bunga sepanjang periode proyeksi;

o      Cost of Equity (biaya ekuitas)
       Tingkat biaya ekuitas (cost of equity) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-faktor
       sebagai berikut:
                   -     Risk-free rate (tingkat suku bunga bebas risiko)
                         Risk Free Rate yang digunakan adalah Indo Bond 30 tahun yaitu sebesar 7,11% per
                         Desember 2024 (sumber: tradingeconomics.com) yang disesuaikan dengan tingkat
                         default spread Indonesia yaitu sebesar 1,79% per Desember 2024 (sumber:
                         Damodaran, Country Default Spreads and Risk Premiums), sehingga tingkat Risk Free
                         Rate efektif yang digunakan yaitu 5,32% per Desember 2024;
                   -     Beta
                         Koefisien beta wajib berasal dari data rata-rata beta perusahaan pembanding yang
                         bergerak pada sektor dan industri yang sejenis dengan perusahaan yang menjadi
                         Objek Analisis. Berdasarkan analisis data pasar, Beta yang kami gunakan adalah
                         Levered beta dari 8 perusahaan yang beregrak di bidang yang serupa yaitu sebesar
                         0,55 (selama periode proyeksi TLCF 2025 – 2029) dan 0,46 (setelah periode proyeksi
                         TLCF 2030 – 5 Januari 2067). Perbedaan perhitungan levered beta dikarenakan
                         selama periode proyeksi TLCF, tidak disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-
                         adjusted), mengingat selama periode proyeksi JTD tidak memperoleh manfaat pajak
                         (tax shield) atas beban bunga akibat tidak adanya kompensasi rugi fiskal (tax loss
                         carry forward);
                   -     Equity Risk
                         Premi risiko ekuitas wajib didasarkan pada data yang dipublikasikan, maka
                         berdasarkan data yang kami peroleh, equity risk premium untuk Indonesia adalah



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 40
                                                                                                                                                                                                                                                                                         P a g e | xxxviii



                                                       sebesar 6,45% per Desember 2024. Selanjutnya, equity risk premium disesuaikan
                                                       dengan country risk premium untuk Indonesia yaitu sebesar 2,33% per Desember
                                                       2024 sehingga tingkat Equity Risk Premium yang digunakan yaitu sebesar 8,78% per
                                                       Desember 2024 (sumber: Damodaran, diolah).
                                        -              Specific Risk
                                                                                                                                                                                               Perusahaan Yang Dinilai                                        Perusahaan Pembanding
                                                            Kriteria                                                                                           Weighting                                   Weighting                                                          Weighting
                                                                                                                                                                                               Rating (1)   Rating                                           Rating (2)        Rating
                                                       Realisasi Tarif Tol                                                                                            0,70                        1,00       0,70                                               0,95             0,67
                                                       Resiko Konstruksi                                                                                              0,30                        1,00       0,30                                               0,95             0,29
                                                       Total                                                                                                         100%                                    1,00                                                               0,95

                                                       Specific Risk                                                                                                0,50%

                                                       Notes
                                                       (1) Rating 0 - 5 : Indicated an increase in rating means increase in level of risk.
                                                       (2) Rating 0 - 5 : (Wr. Rated Company - Wr. Comparison Company)/10
                                                       Wr = Weighted Rating

                                                                                                                                                                                                                        Description
                                                                            MATRIX                      Consequence
                                                                                                                                                PT Jakarta Tollroad Development Jaya Pratama                                                                     Comparable Companies
                                                                                                                        JTD memiliki kewenangan untuk mengatur bahwa penyesuaian tarif tol seharusnya dilakukan Perusahaan pembanding yang berasal dari Thailand yakni Bangkok Expressway and Metro PCL diberikan
                                                                                                                        setiap 2 tahun sekali dengan besaran penyesuaian mengikuti laju inflasi. Adapun secara       kewenangan oleh Pemerintah untuk menetapkan penyesuaian tarif setiap 5 tahun sekali. Namun, jalan tol Si Rat
                                                                                                                        historis penyesuaian tarif untuk JTD baru dilaksanakan setelah 2,5 tahun yang disebabkan     Expressway yang dioperasikan oleh Bangkok Expressway and Metro Public Company Limited (BEM) melakukan
                                                           Factors




                                                                                                                        pandemi Covid-19. Kedepannya, terdapat risiko ketidakpastian yang memungkinkan terjadinya penyesuaian tarif lebih cepat, yaitu dalam kurun waktu 3 tahun. Percepatan penyesuaian ini dilakukan sebagai
                                                                     Realisasi Tarif Tol                    Medium
                                                                                                                        keterlambatan penningkatan tarif, sehingga JTD berisiko kehilangan potensi pendapatan yang respons terhadap dampak pandemi Covid-19 yang signifikan terhadap volume lalu lintas dan pendapatan
                                                                                                                        seharusnya dapat diperoleh dari penyesuaian tarif sesuai ketentuan kontrak.                  operasional. Dengan adanya kenaikan tarif lebih awal dari siklus normal, BEM memperoleh peluang untuk
                                                                                                                                                                                                                     mengakselerasi pemulihan pendapatan dan menjaga kesinambungan arus kas perusahaan di tengah tekanan
                                                                                                                                                                                                                     ekonomi akibat pandemi.
                                                                                                                        Risiko keterlambatan operasional Jalan Tol Seksi B dan C, pekerjaan konstruksi Seksi B dan   Konstruksi Si Rat Expressway milik Bangkok Expressway and Metro PCL dimulai pada tahun 2012 dengan target
                                                                                                                        Seksi C tertunda akibat progress pengadaan tanah serta isu utama kendala proyek terkait      penyelesaian pada 2017. Namun, proyek ini berhasil diselesaikan lebih cepat, yakni pada tahun 2016. Percepatan
                                                                                                                        perizinan dan pengadaan tanah mendasari risiko konstruksi. Target operasional yang semula tersebut dimungkinkan berkat dukungan aktif dari Otoritas Jalan Tol Thailand (EXAT), yang secara efektif
                                                                                                                        direncanakan pada 2027 mengalami keterlambatan menjadi 2031, sehingga berpotensi             mempercepat proses pengadaan lahan melalui penetapan nilai kompensasi yang adil bagi pemilik lahan
                                                                                                                        menunda arus kas operasional, meningkatkan biaya proyek.                                     terdampak. Keberhasilan ini memungkinkan jalan tol Si Rat Expressway beroperasi lebih awal dari jadwal semula,
                                                                                                                                                                                                                     sehingga mendorong percepatan realisasi pendapatan tol dan memperkuat arus kas operasional lebih awal dari
                                                                                                                        Sebagai akibat dari keterlambatan pengadaan lahan, berdasarkan hasil Evaluasi Rencana Kerja, proyeksi semula.
                                                                                                                        JTD memperoleh kompensasi dari pemerintah berupa perpanjangan masa konsesi, dari
                                                                                                                        semula 45 tahun menjadi 50 tahun. Dengan adanya kompensasi tersebut, JTD memiliki ruang
                                                                                                                        untuk menutupi risiko atas keterlambatan operasional yang terjadi.
                                                           Factors




                                                                                                                        Hal ini sejalan dengan PPJT No. 13 tanggal 6 April 2017, Pasal 2 terkait Pengusahaan Jalan Tol,
                                                                     Resiko Konstruksi                          Low
                                                                                                                        Poin 2.3 terkait Masa Konsesi bahwa "Apabila terjadi keterlambatan pembangunan Jalan Tol
                                                                                                                        yang bukan diakibatkan oleh kesalahan dari Badan Usaha Jalan Tol, maka Badan Usaha Jalan
                                                                                                                        Tol memiliki hak untuk mendapatkan perpanjangan Masa Konsesi dan/atau kenaikan Tarif Tol
                                                                                                                        dengan memperhitungkan jangka waktu keterlambatan pembangunan tersebut."

                                                                                                                        Pada Pasal 3 terkait Pengadaan Tanahdan Penyediaan Ruang, Poin 3.5 terkait Keterlambatan
                                                                                                                        Pengadaan Tanah bahwa "Dalam hal terjadi keterlambatan Pengadaan Tanah dan Penyediaan
                                                                                                                        Ruang oleh Pemerintah, Badan Usaha Jalan Tol berhak untuk: mendapatkankompensasi dari
                                                                                                                        Pemerintah dalam bentuk perpanjangan Masa Konsesi dan/atau penyesuaian Tarif Tol Awal
                                                                                                                        namun demikian Badan Usaha Jalan Tol tidak berhak mengakhiri Perjanjian akibat
                                                                                                                        keterlambatan".




                                                       Dalam menentukan perusahaan pembanding, telah memenuhi kriteria yang
                                                       memiliki industri dan kegiatan usaha yang serupa dalam bidang konstruksi dan
                                                       pengoperasian jalan tol serta memiliki target pasar yang sebanding. Perusahaan
                                                       pembanding terdaftar memiliki kerakteristik ruang lingkup kegiatan usaha yang lebih
                                                       luas dibandingkan JTD. Dengan demikian dalam hal realisasi tarif tol dan risiko
                                                       konstruksi memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan pembanding.
                                                       Sehingga dengan landasan tersebut maka aktivitas perusahaan JTD dinilai memiliki
                                                       risiko yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan pembanding;
                                                       Adapun, specific risk yang digunakan dalam penilaian ini adalah sebesar 0,50%.
                    Weighted Average Cost of Capital (WACC) Selama Periode Proyeksi TLCF (2025 – 2029)
 Weighted Average Cost of Capital analysis (WACC)
 (in IDR)

                  WACC calculation                             Comparable companies
 Capital structure                                             Company name                                Levered beta(4)                 Total Debt           Shares outstanding           Share price           Market value of equity      Debt/Equity        Marginal tax rate        Unlevered beta           Debt/Capital
 Debt to total capitalization (a)             77%              Sichuan Expressway Co., Ltd                            0,45         92.053.697.057.700                3.060.000.000               11.580              35.435.133.846.000              260%                       25%                  0,15                   72%
 Equity to total capitalization (b)           23%              Bangkok Expressway and Metro PCL                       0,45         45.795.149.593.200               14.980.000.000                3.379              50.624.280.840.000               90%                       20%                  0,26                   47%
                                                               Zhejiang Expressway Co., Ltd                           0,30        317.697.968.280.000                5.990.000.000               11.638              69.714.565.882.000              456%                       25%                  0,07                   82%
 Cost of debt                                                  Qilu Expressway Co., Ltd                               0,43         32.882.616.528.300                2.000.000.000                4.789               9.577.292.000.000              343%                       25%                  0,12                   77%
 Cost of debt ( c)                          7,13%              Henan Zhongyuan Expressway Co., Ltd                    0,35         81.915.566.170.200                2.250.000.000                9.344              21.023.544.150.000              390%                       25%                  0,09                   80%
 Tax rate (d)                                  0%              Ekovest Bhd                                            0,82         30.285.741.617.600                2.965.000.000                1.320               3.913.845.068.000              774%                       24%                  0,12                   89%
 After tax cost of debt ( e)                7,13%              Bharat Road Network Ltd                                0,18          4.659.419.239.760                   83.950.000                8.656                 726.699.262.806              641%                       35%                  0,03                   87%
                                                               Yuexiu Transport Infrastructure Ltd                    0,69         48.934.596.210.500                1.673.000.000                8.016              13.410.394.921.000              365%                       25%                  0,18                   78%
 Cost of equity
 Risk Free Rate (f)                          5,32%             Mean                                                   0,46                                                                                                                           415%                                             0,13                   77%
 Equity Risk Premium (g)                     8,78%             Median                                                 0,44                                                                                                                           377%                                             0,12                   79%
 Levered Beta (h)                              0,55
 Specific risk (i)                            0,5%
                                                                                                                                                        Value of relevered beta
                                                                                                                                                                                                                                            Mean unlevered
 Cost of equity (j)                         10,64%                                                                                                                                                                          Debt/ Capital             beta       Target Debt/Equity    Target marginal rate       Relevered beta
                                                                                                                                                              Based on market                                                       77%               0,13                 326,17%                      0%                 0,55
 WACC (k)                                   7,95%


 Calculation:(a)                      Based on average debt/capital of comparable companies
 Calculation:(b)                      Based on 1-(a)
 Calculation:( c)                     Based on SEKI Indonesia
 Calculation:(d)                      Based on UU No. 7 Tahun 2021
 Calculation:( e)                     Based on (c)*1-(d)
 Calculation:(f)                      Based on IndoBond 10Y - Based defalt spread
 Calculation:(g)                      Based on Equity Risk Premium + Country Risk Primium
 Calculation:(h)                      Based on Mean unlevered beta*[1+(1-target tax rate)*target debt/equity]
 Calculation:(i)                      Based on risk factors
 Calculation:(j)                      Based on[(f)+(g*h)+(i)]
 Calculation:(k)                      Based on [(a)*( e)+ (b)*(j)]




Tingkat Diskonto yang digunakan dalam penilaian saham per 31 Desember 2024 adalah sebesar
7,95%.



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 41
                                                                                                                                                                                                                                                                  P a g e | xxxix



Weighted Average Cost of Capital (WACC) Setelah Periode Proyeksi TLCF (2030 – 5 Januari 2067)
 Weighted Average Cost of Capital analysis (WACC)
 (in IDR)

                  WACC calculation                           Comparable companies
 Capital structure                                           Company name                                  Levered beta(4)            Total Debt           Shares outstanding   Share price   Market value of equity      Debt/Equity   Marginal tax rate        Unlevered beta      Debt/Capital
 Debt to total capitalization (a)             77%            Sichuan Expressway Co., Ltd                              0,45    92.053.697.057.700                3.060.000.000       11.580      35.435.133.846.000              260%                  25%                  0,15              72%
 Equity to total capitalization (b)           23%            Bangkok Expressway and Metro PCL                         0,45    45.795.149.593.200               14.980.000.000        3.379      50.624.280.840.000               90%                  20%                  0,26              47%
                                                             Zhejiang Expressway Co., Ltd                             0,30   317.697.968.280.000                5.990.000.000       11.638      69.714.565.882.000              456%                  25%                  0,07              82%
 Cost of debt                                                Qilu Expressway Co., Ltd                                 0,43    32.882.616.528.300                2.000.000.000        4.789       9.577.292.000.000              343%                  25%                  0,12              77%
 Cost of debt ( c)                          7,13%            Henan Zhongyuan Expressway Co., Ltd                      0,35    81.915.566.170.200                2.250.000.000        9.344      21.023.544.150.000              390%                  25%                  0,09              80%
 Tax rate (d)                                 22%            Ekovest Bhd                                              0,82    30.285.741.617.600                2.965.000.000        1.320       3.913.845.068.000              774%                  24%                  0,12              89%
 After tax cost of debt ( e)                5,56%            Bharat Road Network Ltd                                  0,18     4.659.419.239.760                   83.950.000        8.656         726.699.262.806              641%                  35%                  0,03              87%
                                                             Yuexiu Transport Infrastructure Ltd                      0,69    48.934.596.210.500                1.673.000.000        8.016      13.410.394.921.000              365%                  25%                  0,18              78%
 Cost of equity
 Risk Free Rate (f)                         5,32%            Mean                                                    0,46                                                                                                       415%                                        0,13              77%
 Equity Risk Premium (g)                    8,78%            Median                                                  0,44                                                                                                       377%                                        0,12              79%
 Levered Beta (h)                             0,46
 Specific risk (i)                           0,5%
                                                                                                                                                   Value of relevered beta
                                                                                                                                                                                                                       Mean unlevered
 Cost of equity (j)                         9,83%                                                                                                                                                      Debt/ Capital             beta   Target Debt/Equity   Target marginal rate   Relevered beta
                                                                                                                                                        Based on market                                        77%               0,13             326,17%                    22%             0,46
 WACC (k)                                   6,56%


 Calculation:(a)                      Based on average debt/capital of comparable companies
 Calculation:(b)                      Based on 1-(a)
 Calculation:( c)                     Based on SEKI Indonesia
 Calculation:(d)                      Based on UU No. 7 Tahun 2021
 Calculation:( e)                     Based on (c)*1-(d)
 Calculation:(f)                      Based on IndoBond 10Y - Based defalt spread
 Calculation:(g)                      Based on Equity Risk Premium + Country Risk Primium
 Calculation:(h)                      Based on Mean unlevered beta*[1+(1-target tax rate)*target debt/equity]
 Calculation:(i)                      Based on risk factors
 Calculation:(j)                      Based on[(f)+(g*h)+(i)]
 Calculation:(k)                      Based on [(a)*( e)+ (b)*(j)]




Tingkat Diskonto yang digunakan dalam penilaian saham per 31 Desember 2024 adalah sebesar
6,56%.
Kondisi Pembatas
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini, kami
menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sifat dan Sumber Informasi yang
Dapat Diandalkan sebagai bahan pertimbangan.
Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil penilaian kami
secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Laporan Penilaian tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta Peraturan Pemerintah pada tanggal Laporan Penilaian ini
dikeluarkan.
Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Penilaian ini tidak terjadi perubahan
yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan Penilaian
ini. Laporan Penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan tujuan yang
telah disebutkan di atas dan tidak dapat dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Laporan Penilaian ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya
Penilaian atas 100% saham JTD didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal akan
dilakukan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen JRPT, JKON dan JTD, analisis
historis atas laporan posisi keuangan, laporan arus kas, laporan laba/rugi komprehensif, dan
commonsize-statements, pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta kinerja JTD. Prospek
JTD di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi yang
diberikan oleh manajemen JRPT dan JKON yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya.
Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek
dari industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan berbagai metode penilaian untuk menentukan Nilai Pasar suatu pendapatan
yang dianggap mewakili kemampuan di masa mendatang dari suatu perusahaan atau “business



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 42
                                                                                         P a g e | xl



interest”, perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan laporan laba/rugi
komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku
laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba/rugi komprehensif yang biasanya
disusun oleh akuntan berdasarkan nilai historis.
Pendekatan Penilaian
Ada beberapa metode dan prosedur penilaian bisnis yang dapat diterima secara umum. Semua
metode dan prosedur tersebut secara umum dapat disimpulkan menjadi 3 kategori pendekatan
penilaian yang sering digunakan yaitu pendekatan pendapatan, pendekatan aset dan pendekatan
pasar.
Pendekatan pendapatan dengan Metode Diskonto Arus Kas Bersih (Discounted Cash Flow – DCF)
didasarkan atas proyeksi arus kas bersih yang ditentukan berdasarkan proyeksi atas pendapatan
ekonomis perusahaan setelah dikurangi dengan pengeluaran-pengeluaran yang diperlukan untuk
mendukung operasi perusahaan seperti penambahan modal kerja dan pengeluaran modal. Nilai
Pasar dari perusahaan kemudian diperoleh dengan mendiskonto proyeksi arus kas perusahaan
dengan tingkat diskonto yang sesuai dan kemudian menguranginya dengan jumlah utang berbunga
untuk mendapatkan Indikasi Nilai.
Pendekatan aset dengan Metode Penyesuaian Aset Bersih (Adjusted Net Assets Method – ANAM)
dilakukan dengan menyesuaikan aset dan kewajiban perusahaan untuk mendapatkan Nilai Pasarnya,
dimana nilai ekuitas adalah Nilai Pasar dari semua aset dikurangi dengan Nilai Pasar dari semua
kewajiban. Penyesuaian nilai buku dalam laporan posisi keuangan menjadi Nilai Pasar dilakukan
secara individual (individual revaluation of assets), baik nilai Aset Berwujud, ATB maupun nilai
kewajiban perusahaan.
Pendekatan pasar dengan Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline Publicly
Traded Company Method – GPTCM), yaitu dengan mengestimasi nilai perusahaan berdasarkan harga
pasar saham dari perusahaan-perusahaan yang sepadan dan sebanding yang terdaftar sebagai
perusahaan terbuka di bursa efek regional. Metode ini didasarkan atas value multiples dari
perusahaan-perusahaan lain yang sepadan dan sebanding yang diperkirakan memiliki skala dan
karakteristik risiko usaha yang hampir setara dengan perusahaan yang akan dinilai.
Untuk menentukan Nilai Pasar Saham JTD, kami mengaplikasikan pendekatan pendapatan dengan
Metode DCF dan pendekatan aset dengan Metode ANAM. Metode DCF digunakan dalam
penilaian ini dikarenakan Penggerak nilai (value driver) JTD adalah berasal dari aset dimana
direpresentasikan oleh pendapatan. Perhitungan menggunakan metode DCF berdasarkan konsep
jumlah pendapatan yang bisa dihasilkan oleh suatu entitas dalam periode proyeksi. Sehingga,
Metode DCF ini dianggap paling sesuai diterapkan dalam Penilaian 100% Saham JTD. Selanjutnya
Metode ANAM juga digunakan dalam penilaian ini dikarenakan Metode ANAM memperhitungkan
nilai dari seluruh aset JTD berdasarkan Nilai Pasarnya, sehingga kami berkeyakinan kedua metode ini
layak dan sesuai untuk digunakan dalam laporan penilaian ini.
Kami tidak menggunakan pendekatan pasar dengan Metode GPTCM dikarenakan tidak menemukan
perusahaan pembanding yang sepadan dan sebanding serta layak dan sesuai dengan standar
penilaian bisnis di Indonesia, maka GPTCM tidak digunakan dalam laporan penilaian ini.
Pendekatan dan metode penilaian tersebut diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 43
                                                                                       P a g e | xli



Alasan Penggunaan Metode Penilaian
Pendekatan Pendapatan
Berdasarkan SPI-09 poin 4.1 tentang syarat penggunaan metode DCF adalah sebagai berikut:
- Aset atau bisnis yang sedang mengalami pertumbuhan signifikan atau belum mencapai level
  operasi yang stabil, misalnya bisnis baru atau properti investasi yang sedang dibangun;
- Arus kas yang cenderung berfluktuasi dari suatu periode ke periode lain dalam jangka pendek,
  misalnya fluktuasi pendapatan sewa yang dihasilkan dari suatu properti investasi karena jangka
  waktu dan persyaratan sewa guna usaha atau pendapatan bisnis karena perubahan siklus
  permintaan produk, atau;
- Aset memiliki umur terbatas, misalnya aset dan bisnis di sektor energi dan sumber daya alam.
Pendekatan Aset
Berdasarkan POJK No. 35/2020, berisikan: ”metode ANAM wajib digunakan untuk menilai:
     1. ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat bergantung pada Nilai aset tetap
        (a heavy based on fixed assets company);
     2. ekuitas dari Holding Company;
     3. perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai prospek positif,
        perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi, atau perusahaan yang diragukan
        kemampuannya untuk melanjutkan operasi yang bersifat going concern, seperti perusahaan
        yang baru berdiri (start up company) atau perusahaan yang berada dalam kesulitan untuk
        memperoleh pendapatan (trouble companies);”
Selain itu, pemilihan metode penilaian juga didasarkan pada ketersediaan data yang diperoleh dalam
melakukan penilaian. Penentuan metode ini didasarkan pada ketersediaan data oleh pihak
manajemen dan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap sumber data tersebut.
Dengan demikian berdasarkan syarat penggunaan pendekatan pendapatan dan aset yang dimiliki
oleh JTD maka penentuan Indikasi Nilai 100% Saham JTD dengan pendekatan yang tepat adalah
dengan menggunakan metode DCF dan ANAM.
Berdasarkan uraian diatas dapat dilihat bahwa metode DCF dan ANAM bisa digunakan untuk
penilaian dikarenakan telah memenuhi kriteria sebagaimana dimaksudkan POJK No. 35/2020.
Kesimpulan Nilai
Dengan memperhatikan Tingkat Kedalaman Investigasi, Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Data
yang Dapat Diandalkan dan Asumsi-Asumsi yang Digunakan dan menggunakan Pendekatan Penilaian
dengan Metode Penilaian, maka menurut pendapat kami, Nilai Pasar 100% Saham JTD per tanggal
31 Desember 2024 adalah sebesar Rp5.260.229.500.654,- (Lima Triliun Dua Ratus Enam Puluh
Miliar Dua Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Lima Ratus Ribu Enam Ratus Lima Puluh Empat Rupiah).
d) Analisis Batas Wajar atas Nilai Rencana Transaksi
Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dilaksanakan dengan melakukan perbandingan antara
Nilai Rencana Transaksi dan Nilai Pasar.
Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD, dimana dalam rangka rencana penerbitan
saham baru yang akan dikeluarkan oleh JTD, dengan total senilai Rp269.085.225.270,- (Dua Ratus
Enam Puluh Sembilan Miliar Delapan Puluh Lima Juta Dua Ratus Dua Puluh Lima Ribu Dua Ratus
Tujuh Puluh Rupiah) dengan menerbitkan Saham baru sebanyak 41.005 (Empat Puluh Satu Ribu
Lima) lembar saham masing-masing dengan nilai nominal Rp1.000.000 (satu juta Rupiah) per Saham,
dengan harga penyetoran sebesar Rp6.562.254,- (Enam Juta Lima Ratus Enam Puluh Dua Ribu Dua
Ratus Lima Puluh Empat Rupiah) per Saham.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 44
                                                                                                                          P a g e | xlii



Perseroan bermaksud untuk membeli saham JTD melalui pelaksanaan Rencana Transaksi, yaitu
rencana membeli 8.398 lembar saham dengan harga Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi
sebesar Rp55.109.809.092,- sesuai dengan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD. Sedangkan
Nilai Pasar didasarkan pada uraian hasil perhitungan Nilai Pasar 100% Saham JTD terdapat pada hasil
Laporan Penilaian Saham JTD.
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Rencana Transaksi JTD berdasarkan Akta
Keputusan Para Pemegang Saham JTD dengan menggunakan Nilai Pasar Saham JTD:
                                                                                                                      (dalam Rupiah)
                                                                               Jumlah
Rencana Transaksi oleh JKON                     Harga per lembar saham (a)     Saham                Nilai Saham (a) x (b)
                                                                                  (b)
Nilai Pasar*                                 Rp                     6.641.368     8.398                     Rp      55.774.212.598
Nilai Jual                                   Rp                     6.562.254     8.398                     Rp      55.109.809.092
*Harga / lembar saham Nilai Pasar secara penuh adalah sebesar Rp6.641.368,-. Harga tersebut diperoleh dari Nilai Pasar 100% Saham
“Nilai Kendali” JTD berdasarkan Penilai Independen sebesar Rp5.260.229.500.654,-, dibagi dengan Σ saham sebesar 792.040 lembar
saham (dihitung berdasarkan Σ saham disetor JTD per 31 Desember 2024 sebesar 751.035 lembar saham ditambah Σ saham baru yang
diterbitkan sebesar 41.005 sesuai Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD). Pihak yang melakukan transaksi yaitu Perseroan dengan
kepemilkan saham sebesar 20,48% per 31 Desember 2024 bersama-sama dengan pemegang saham JTD lainnya yang merupakan Pihak
Afiliasi sesuai Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD sebagai pihak yang mengendalikan JTD.

Nilai Rencana Transaksi oleh Perseroan sebagaimana tercantum dalam Akta Keputusan Para
Pemegang Saham JTD sesuai dengan kepemilikan Perseroan di JTD adalah Rp55.109.809.092,-
(sejumlah 8.398 lembar saham dengan harga per lembar saham sebesar Rp6.562.254,-.)
Sementara itu, Nilai Pasar berdasarkan Laporan Penilaian Saham JTD adalah sebesar
Rp5.260.229.500.654,- yang selanjutnya dibagi dengan Σ saham sebesar 792.040 lembar saham
(dihitung berdasarkan Σ saham existing JTD per 31 Desember 2024 sebesar 751.035 lembar saham
ditambah Σ saham baru yang diterbitkan sebesar 41.005 sesuai Akta Keputusan Para Pemegang
Saham JTD). Sehingga didapatkan harga per lembar saham sebesar Rp6.641.368,-. Dengan
demikian, total nilai pasar atas penambahan 8.398 lembar saham adalah sebesar
Rp55.774.212.598,- (dengan harga per lembar saham sebesar Rp6.641.368,-).
Mengacu pada Peraturan POJK 35/POJK-04/2020 Pasal 48b, berikut adalah tabel uji batas atas dan
batas bawah sebesar 7,5%:
                             Keterangan                                 Penjelasan                                       Nilai (Dalam Rp)
Batas Atas dari Nilai Rencana Transaksi                     7,5% diatas Nilai Transaksi                             59.957.278.543
Nilai Pasar                                                                                                         55.774.212.598
Batas Bawah dari Nilai Rencana Transaksi                    7,5% dibawah Nilai Transaksi                            51.591.146.654
Nilai Rencana Transaksi                                                                                             55.109.809.092

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas bawah dan atas kewajaran untuk Rencana
Transaksi adalah sebesar Rp51.591.146.654,- dan Rp59.957.278.543,- sehingga Nilai Rencana
Transaksi sebesar Rp55.109.809.092,- masih berada pada batas wajar.
e) Analisis Nilai Inkremental
Untuk mengetahui nilai tambah yang diperoleh Perseroan atas Rencana Transaksi, analisis atas nilai
tambah inkremental dengan menghitung tambahan pendapatan yang didapatkan oleh Perseroan
atas Rencana Transaksi. Perhitungan nilai tambah inkremental berdasarkan tersebut dapat dilihat
pada tabel berikut:
                                 Perhitungan Nilai Inkremental
                                                                                                                          (dalam Rupiah)
                                                           2025               2026              2027              2028                  2029
                        Keterangan
                                                       Forecast           Forecast          Forecast          Forecast              Forecast
EBT Sebelum Rencana Transaksi                   396.300.946.828    453.861.664.104   538.015.662.247   546.735.354.447       572.001.288.953
EBT Setelah Rencana Transaksi                   399.356.558.801    458.539.165.859   542.036.490.952   552.578.767.703       578.150.095.087
Inkremental EBT Rencana Transaksi                 3.055.611.973      4.677.501.755     4.020.828.706     5.843.413.255         6.148.806.135
Kumulatif Inkremental                            23.746.161.823




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 45
                                                                                     P a g e | xliii



Dengan Perseroan melaksanakan Rencana Transaksi, maka Perseroan memiliki kepemilikan secara
langsung atas JTD sebesar 20,48%, dimana kepemilikan secara langsung oleh Perseroan sebelum
Rencana Transaksi adalah sebesar 20,48%. Berdasarkan perhitungan di atas, analisis nilai
inkremental dilakukan dengan cara membandingkan selisih EBT/Laba Sebelum Pajak sebelum dan
setelah Rencana Transaksi. Berdasarkan perhitungan nilai inkremental di atas, dapat dilihat bahwa
Perseroan menghasilkan kumulatif inkremental yang positif sebesar Rp23.746.161.823,- selama
tahun 2025 – 2029 yang mana Perseroan berpotensi memperoleh nilai tambah inkremental atas
pelaksanaan Rencana Transaksi.
f) Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Analisis atas dampak transaksi dilakukan dengan menganalisa dampak Rencana Transaksi terhadap
laporan keuangan proforma Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi pada tanggal 31
Desember 2024.
Berikut adalah analisis Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2024 yang telah disediakan oleh Perseroan.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 46
                                                                                                                                    P a g e | xliv



                  Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024
                                                                                                          (dalam Ribuan Rupiah)
                                                             Historis Perseroan                                Proforma Perseroan
               Deskripsi                                                          Penyesuaian Proforma
                                                             31 Desember 2024                                    31 Desember 2024
              ASET
              ASET LANCAR
              Kas dan Setara Kas                                  582.434.576              (55.109.809)              527.324.767
              Piutang Usaha
                 Pihak Berelasi                                   108.631.885                                        108.631.885
                 Pihak Ketiga                                     731.288.298                                        731.288.298
              Piutang Retensi
                  Pihak Berelasi                                   13.183.689                                         13.183.689
                  Pihak Ketiga                                      3.184.277                                          3.184.277
              Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja
                  Pihak Berelasi                                   44.226.804                                         44.226.804
                  Pihak Ketiga                                    227.792.229                                        227.792.229
              Aset Keuangan Lancar Lainnya
                  Pihak Berelasi                                   38.014.502                                          38.014.502
                  Pihak Ketiga                                      2.145.735                                           2.145.735
              Persediaan                                          360.315.686                                         360.315.686
              Uang Muka pada Ventura Bersama                          923.972                                             923.972
              Uang Muka Jangka Pendek                              51.684.699                                          51.684.699
              Biaya Dibayar di Muka                                13.912.765                                          13.912.765
              Pajak Dibayar di Muka                                61.824.911                                          61.824.911
              TOTAL ASET LANCAR                                 2.239.564.028              (55.109.809)             2.184.454.219

              ASET TIDAK LANCAR
              Aset Pajak Tangguhan                                 50.034.459                                          50.034.459
              Piutang Pihak Berelasi                               32.358.278                                          32.358.278
              Uang Muka Jangka Panjang                             10.001.750                                          10.001.750
              Investasi pada Ventura Bersama                      417.963.371                                         417.963.371
              Investasi pada Entitas Asosiasi                     985.658.108              55.109.809               1.040.767.917
              Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                   87.106.703                                          87.106.703
              Aset Tetap                                          518.167.999                                         518.167.999
              Aset Hak Guna                                         1.762.728                                           1.762.728
              Goodwill                                             25.135.683                                          25.135.683
              Aset Lain-lain                                        3.744.657                                           3.744.657
              TOTAL ASET TIDAK LANCAR                           2.131.933.736              55.109.809               2.187.043.545
              TOTAL ASET                                        4.371.497.764                     -                 4.371.497.764

              LIABILITAS DAN EKUITAS
              LIABILITAS
              LIABILITAS JANGKA PENDEK
              Utang Bank                                          150.691.290                                        150.691.290
              Utang Usaha
                  Pihak Berelasi                                    3.864.719                                          3.864.719
                  Pihak Ketiga                                    265.690.064                                        265.690.064
              Utang Proyek                                         26.315.147                                         26.315.147
              Utang Pajak                                          49.148.857                                         49.148.857
              Liabilitas Bruto kepada Pemberi Kerja
                  Pihak Berelasi                                   11.696.406                                         11.696.406
                  Pihak Ketiga                                     97.318.354                                         97.318.354
              Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya
                  Pihak Berelasi                                          -                                                  -
                  Pihak Ketiga                                     10.585.883                                         10.585.883
              Uang Muka dari Pelanggan
                  Pihak Berelasi                                    7.662.011                                          7.662.011
                  Pihak Ketiga                                    198.198.731                                        198.198.731
              Beban Akrual                                        255.378.837                                        255.378.837
              Liabilitas Sewa                                         733.420                                            733.420
              Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang Jatuh
              Tempo dalam Satu Tahun:
              Liabilitas Sewa Pembiayaan                              176.234                                             176.234
              TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                    1.077.459.953                      -                1.077.459.953

              LIABILITAS JANGKA PANJANG
              Liabilitas Imbalan Kerja                             35.726.785                                         35.726.785
              Utang Pihak Berelasi                                 58.381.147                                         58.381.147
              Tanggungan Rugi pada Ventura Bersama                 23.120.848                                         23.120.848
              Liabilitas Jangka Panjang Setelah Dikurangi
              Bagian yang Akan Jatuh Tempo Dalam Waktu
              Satu Tahun:
                 Liabilitas Sewa Pembiayaan                           171.754                                             171.754
              TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                     117.400.534                      -                  117.400.534
              TOTAL LIABILITAS                                  1.194.860.487                      -                1.194.860.487

              EKUITAS
              Modal Saham                                         326.170.397                                        326.170.397
              Tambahan modal disetor                              560.092.534                                        560.092.534

              Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali          4.781.112                                           4.781.112
              Saldo Laba                                        2.220.945.710                                       2.220.945.710
              Penghasilan Komprehensif Lain                        20.649.427                                          20.649.427
              Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
              Pemilik Entitas Induk                             3.132.639.180                                       3.132.639.180
              Kepentingan Non Pengendali                           43.998.097                                          43.998.097
              TOTAL EKUITAS                                     3.176.637.277                      -                3.176.637.277
              TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                      4.371.497.764                      -                4.371.497.764

              Sumber: Manajemen Perseroan




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 47
                                                                                                             P a g e | xlv



Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi:
     1. Terdapat perubahan pada sisi aset lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat adanya
        penurunan Kas dan Setara Kas sebesar Rp55.109.809.092,-, sehingga aset lancar Perseroan
        setelah Rencana Transaksi adalah sebesar Rp2.184.454.219.000,-;
     2. Terdapat perubahan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat
        adanya peningkatan Investasi pada Entitas Asosiasi sebesar Rp55.109.809.092,-, sehingga
        aset tidak lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi adalah sebesar Rp2.187.043.545.000,-
        ;
     3. Tidak terdapat perubahan pada sisi liabilitas jangka pendek Perseroan setelah Rencana
        Transaksi, sehingga akun liabilitas jangka pendek Perseroan sebelum dan setelah Rencana
        Transaksi adalah sebesar Rp1.077.459.953.000,-;
     4. Tidak terdapat perubahan pada sisi liabilitas jangka panjang Perseroan setelah Rencana
        Transaksi, sehingga akun liabilitas jangka pendek Perseroan sebelum dan setelah Rencana
        Transaksi adalah sebesar Rp117.400.534.000,-;
     5. Tidak terdapat perubahan pada sisi ekuitas Perseroan setelah Rencana Transaksi, sehingga
        ekuitas Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi adalah sebesar
        Rp3.176.637.277.000,-.
                     Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan per 31 Desember 2024
                                                                                                       (dalam Ribuan Rupiah)

                                                          Historis Perseroan                          Proforma Perseroan
Deskripsi                                                                      Penyesuaian Proforma
                                                          31 Desember 2024                              31 Desember 2024
Pendapatan Usaha                                              3.875.321.246                                3.875.321.246
Beban Pokok Pendapatan                                       (3.261.118.783)                              (3.261.118.783)
LABA BRUTO                                                      614.202.463                      -           614.202.463

BEBAN USAHA
Penghasilan Lain-lain                                            42.722.943                                    42.722.943
Beban Penjualan                                                (141.969.117)                                 (141.969.117)
Beban Umum dan Administrasi                                    (358.839.706)                                 (358.839.706)
Beban Lain-lain                                                  (5.986.441)                                   (5.986.441)
Total Beban Usaha                                              (464.072.321)                     -           (464.072.321)

LABA USAHA                                                     150.130.142                       -           150.130.142

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Laba divestasi entitas anak - neto
Beban Keuangan                                                 (19.627.582)                                  (19.627.582)
Beban Pajak Penghasilan Final                                  (32.115.142)                                  (32.115.142)
Bagian Laba dari Entitas Asosiasi                              (13.017.725)                                  (13.017.725)
Bagian Laba dari Ventura Bersama                               143.544.566                                   143.544.566
Total Penghasilan Lain-Lain - Neto                              78.784.117                       -            78.784.117

LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN                           228.914.259                       -           228.914.259
BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                        (39.824.158)                                  (39.824.158)
LABA NETO PERIODE BERJALAN                                     189.090.101                       -           189.090.101
Sumber: Manajemen Perseroan

Tidak terdapat penyesuaian pada Laporan Laba Rugi Perseroan. Laba Neto Periode Berjalan
Perseroan sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp189.090.101.000,-.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 48
                                                                                          P a g e | xlvi



Transaksi yang dijabarkan dalam Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma ini terkait pemenuhan
POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
4) Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi
Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi adalah untuk menambah sahamnya di JTD. Dalam
rangka penambahan saham tersebut, Perseroan bermaksud untuk membeli saham JTD melalui
pelaksanaan Rencana Transaksi, yaitu rencana membeli 8.398 lembar saham dengan harga
Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi sebesar Rp55.109.809.092,- sesuai dengan Akta
Keputusan Para Pemegang Saham JTD.
Analisis Kualitatif
Analisis kewajaran dilakukan dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif.
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi terdiri atas informasi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan
Perseroan, analisis industri dan lingkungan dimana terdapat penjabaran akan tinjauan industri
properti dan konstruksi, serta analisis operasional dan prospek Perseroan.
Riwayat Perseroan dan Sifat Kegiatan Perseroan
Sesuai dengan pasal 3 ayat 2 anggaran dasar Perseroan, Perseroan dapat menjalankan kegiatan
usaha utama dan kegiatan usaha penunjang.
Kegiatan usaha utama Perseroan adalah sebagai berikut:
     a. Menjalankan usaha-usaha di bidang pembangunan (termasuk konstruksi dan real estat);
     b. Menjalankan usaha-usaha di bidang perdagangan;
     c. Menjalankan usaha-usaha di bidang perindustrian; dan
     d. Menjalankan usaha-usaha di bidang jasa (termasuk pengolahan air dan daur ulang sampah,
        pertambangan, pengadaan listrik, pengangkutan dan aktivitas profesional).
Kegiatan usaha penunjang Perseroan adalah sebagai berikut:
     a. Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa;
     b. Perdagangan besar bahan dan barang kimia besar;
     c. Aktivitas telekomunikasi khusus untuk keperluan sendiri; dan
     d. Industri produk dari hasil kilang minyak bumi.
Analisis Industri dan Lingkungan
Dilansir dari artikel Kompas, pasar konstruksi diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stabil
pada tahun 2025, khususnya di sektor bangunan, meskipun tantangan diprediksi terjadi di konstruksi
sipil akibat keterbatasan anggaran. Disampaikan dalam Indonesia Construction Market Outlook 2025,
proyek konstruksi tahun 2025 diperkirakan tumbuh sebesar 5,5% dibandingkan tahun 2024.
Fokus pemerintah pada penguatan transportasi dan transformasi digital diperkirakan akan terus
mendorong sektor konstruksi dalam jangka panjang. Meski tantangan seperti ketidakpastian
ekonomi global, inflasi, serta dominasi BUMN masih membayangi, sektor ini tetap memiliki potensi
besar, terutama di bidang telekomunikasi, energi, dan perumahan. Pertumbuhan digital ekonomi
yang pesat dan peningkatan investasi dalam data center membuka peluang baru bagi sektor
konstruksi untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi digital Indonesia di masa depan.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 49
                                                                                                                        P a g e | xlvii



Analisis Kuantitatif
Analisis Batas Wajar atas Nilai Rencana Transaksi
Mengacu pada Peraturan POJK 35/POJK-04/2020 Pasal 48b, berikut adalah tabel uji batas atas dan
batas bawah sebesar 7,5%:
                             Keterangan                                Penjelasan                                       Nilai (Dalam Rp)
Batas Atas dari Nilai Rencana Transaksi                    7,5% diatas Nilai Transaksi                             59.957.278.543
Nilai Pasar                                                                                                        55.774.212.598
Batas Bawah dari Nilai Rencana Transaksi                   7,5% dibawah Nilai Transaksi                            51.591.146.654
Nilai Rencana Transaksi                                                                                            55.109.809.092

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas bawah dan atas kewajaran untuk Rencana
Transaksi adalah sebesar Rp51.591.146.654,- dan Rp59.957.278.543,- sehingga Nilai Rencana
Transaksi sebesar Rp55.109.809.092,- masih berada pada batas wajar.
Analisis Nilai Inkremental
Untuk mengetahui nilai tambah yang diperoleh Perseroan atas Rencana Transaksi, analisis atas nilai
tambah inkremental dengan menghitung tambahan pendapatan yang didapatkan oleh Perseroan
atas Rencana Transaksi. Perhitungan nilai tambah inkremental berdasarkan tersebut dapat dilihat
pada tabel berikut:
                                 Perhitungan Nilai Inkremental
                                                                                                                         (dalam Rupiah)
                                                          2025               2026              2027              2028                  2029
                        Keterangan
                                                      Forecast           Forecast          Forecast          Forecast              Forecast
EBT Sebelum Rencana Transaksi                  396.300.946.828    453.861.664.104   538.015.662.247   546.735.354.447       572.001.288.953
EBT Setelah Rencana Transaksi                  399.356.558.801    458.539.165.859   542.036.490.952   552.578.767.703       578.150.095.087
Inkremental EBT Rencana Transaksi                3.055.611.973      4.677.501.755     4.020.828.706     5.843.413.255         6.148.806.135
Kumulatif Inkremental                          23.746.161.823


Dengan Perseroan melaksanakan Rencana Transaksi, maka Perseroan memiliki kepemilikan secara
langsung atas JTD sebesar 20,48%, dimana kepemilikan secara langsung oleh Perseroan sebelum
Rencana Transaksi adalah sebesar 20,48%. Berdasarkan perhitungan di atas, analisis nilai
inkremental dilakukan dengan cara membandingkan selisih EBT/Laba Sebelum Pajak sebelum dan
setelah Rencana Transaksi. Berdasarkan perhitungan nilai inkremental di atas, dapat dilihat bahwa
Perseroan menghasilkan kumulatif inkremental yang positif sebesar Rp23.746.161.823,- selama
tahun 2025 – 2029 yang mana Perseroan berpotensi memperoleh nilai tambah inkremental atas
pelaksanaan Rencana Transaksi.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 50
                                                                                     P a g e | xlviii



Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Analisis atas dampak transaksi dilakukan dengan menganalisa dampak Rencana Transaksi terhadap
laporan keuangan proforma Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi pada tanggal 31
Desember 2024.
Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi:
     1. Terdapat perubahan pada sisi aset lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat adanya
        penurunan Kas dan Setara Kas sebesar Rp55.109.809.092,-, sehingga aset lancar Perseroan
        setelah Rencana Transaksi adalah sebesar Rp2.184.454.219.000;
     2. Terdapat perubahan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat
        adanya peningkatan Investasi pada Entitas Asosiasi sebesar Rp55.109.809.092,-, sehingga
        aset tidak lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi adalah sebesar Rp2.187.043.545.000,-
        ;
     3. Tidak terdapat perubahan pada sisi liabilitas jangka pendek Perseroan setelah Rencana
        Transaksi, sehingga akun liabilitas jangka pendek Perseroan sebelum dan setelah Rencana
        Transaksi adalah sebesar Rp1.077.459.953.000,-;
     4. Tidak terdapat perubahan pada sisi liabilitas jangka panjang Perseroan setelah Rencana
        Transaksi, sehingga akun liabilitas jangka pendek Perseroan sebelum dan setelah Rencana
        Transaksi adalah sebesar Rp117.400.534.000,-;
     5. Tidak terdapat perubahan pada sisi ekuitas Perseroan setelah Rencana Transaksi, sehingga
        ekuitas Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi adalah sebesar
        Rp3.176.637.277.000,-.
Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi:
     1. Tidak terdapat penyesuaian pada Laporan Laba Rugi Perseroan. Laba Neto Periode Berjalan
        Perseroan sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana Transaksi adalah sebesar
        Rp189.090.101.000,-.
Transaksi yang dijabarkan dalam Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma ini terkait pemenuhan
POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 51
                                                                                          P a g e | xlix



Kesimpulan Analisis Kewajaran
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
             1) Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi, namun bukan merupakan Transaksi
                Benturan Kepentingan dimana Perseroan bermaksud untuk menambah sahamnya di
                JTD. Dalam rangka penambahan saham tersebut, Perseroan bermaksud untuk
                membeli saham JTD melalui pelaksanaan Rencana Transaksi, yaitu rencana membeli
                8.398 lembar saham dengan harga Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi
                sebesar Rp55.109.809.092,- sesuai dengan Akta Keputusan Para Pemegang Saham
                JTD.
             2) Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif
                benefit yang didapatkan oleh Perseroan adalah memungkinkan anak perusahaan
                Perseroan melalui JTD memaksimalkan modal untuk menyediakan jalan tol yang
                berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan sarana jalan cepat di Indonesia
                didukung oleh historis pertumbuhan lalu lintas kendaraan menunjukkan tren
                pertumbuhan yang positif berdasarkan Industri Analisis atas Rencana Transaksi. Tren
                peningkatan ini mencerminkan peran penting kendaraan dalam mendorong mobilitas,
                konektivitas, dan kontribusi terhadap pemerataan pembangunan nasional. Selain itu,
                dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang, dapat meningkatkan return/nilai
                tambah yang dapat diterima oleh Perseroan atas investasi terhadap anak
                perusahaannya yaitu JTD tercermin dalam Analisis Nilai Inkremental dimana
                Perseroan menghasilkan kumulatif inkremental yang positif sebesar
                Rp23.746.161.823,- selama tahun 2025 – 2029. Adapun, tidak terdapat risiko yang
                akan timbul bagi Perseroan dan tidak terdapat kerugian yang diperoleh Perseroan
                dalam pelaksanaan Rencana Transaksi.
             3) Berdasarkan Analisis Batas Wajar atas dan bawah Nilai Rencana Transaksi dapat dilihat
                bahwa batas bawah dan atas kewajaran untuk Rencana Transaksi adalah sebesar
                Rp51.591.146.654,- dan Rp59.957.278.543,- sehingga Nilai Rencana Transaksi sebesar
                Rp55.109.809.092,- masih berada pada batas wajar.
             4) Berdasarkan Analisis Nilai Inkremental, dengan Perseroan melaksanakan Rencana
                Transaksi, maka Perseroan memiliki kepemilikan secara langsung atas JTD sebesar
                20,48%, dimana kepemilikan secara langsung oleh Perseroan sebelum Rencana
                Transaksi adalah sebesar 20,48%. Berdasarkan perhitungan di atas, analisis nilai
                inkremental dilakukan dengan cara membandingkan selisih EBT/Laba Sebelum Pajak
                sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Berdasarkan perhitungan nilai inkremental di
                atas, dapat dilihat bahwa Perseroan menghasilkan kumulatif inkremental yang positif
                sebesar Rp23.746.161.823,- selama tahun 2025 – 2029 yang mana Perseroan
                berpotensi memperoleh nilai tambah inkremental atas pelaksanaan Rencana
                Transaksi.
             5) Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi, dapat dilihat
                bahwa tidak terdapat perubahan pada sisi total aset, liabilitas, dan ekuitas Perseroan
                pada Laporan Posisi Keuangan serta tidak terdapat perubahan pada akun-akun
                laporan Laba Rugi setelah Rencana Transaksi.
Berdasarkan analisis kewajaran terhadap Rencana Transaksi secara kualitatif maupun kuantitatif,
Rencana Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan adalah melakukan pembelian saham JTD guna
meningkatkan performa investasi pada entitas asosiasi Perseroan melalui Pembelian saham pada
anak perusahaan yaitu JTD adalah Wajar dan memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 52
                                                                                           P a g e |l



KESIMPULAN
Rencana Transaksi, dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi dimana Perseroan dan JTD memiliki satu
atau lebih anggota pengurus dan pemegang saham yang sama. Akan tetapi, Rencana Transaksi bukan
merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020
mengingat dalam Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis
Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham
Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan karena adanya Rencana Transaksi tersebut.
Laporan ini juga dibuat sesuai dengan ketentuan dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) edisi VII
tahun 2018 dan Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI) serta POJK No. 35/2020.
Sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi oleh Perseroan, kami telah melakukan analisis
kewajaran berdasarkan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif yang tertera di Analisis Kewajaran
atas Rencana Transaksi.
Berdasarkan Kondisi Pembatas, Asumsi-Asumsi Penting, Sifat dan Sumber Informasi, Analisis
Rencana Transaksi, Analisis Kualitatif, Analisis Kuantitatif dan Analisis Kewajaran Nilai Rencana
Transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi dengan asumsi realisasi proyeksi keuangan
Perseroan yang akan memitigasi risiko yang tertera di laporan ini, maka tidak akan memberikan
potensi kerugian untuk Perseroan.
Dengan mempertimbangkan hasil dari analisis-analisis kewajaran yang telah dilakukan, maka
Rencana Transaksi Perseroan adalah Wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 53
                                                                                         P a g e | li



PENUTUP
Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan
penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini.


Hormat Kami,




 B. Sridhar Rao
 Managing Partner
 No. MAPPI                                                               : 05-S-01838
 No. RMK                                                                 : RMK-2017.00238
 No. Izin OJK                                                            : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 54
                                                                                        P a g e |1



                                                PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Publik berdasarkan Ijin Penilai Publik B
1.10.00268 serta Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (OJK) No. STTD.PB-
30/PM.2/2018 dan Penilai dengan RMK-2019.02908, yang berkompeten untuk melakukan penilaian
secara objektif tanpa ada benturan kepentingan, kami yang bertanda tangan di bawah ini
menerangkan bahwa:
1.    Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
      Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini adalah betul dan benar sesuai dengan
      pemahaman terbaik dari pihak independen dan berdasarkan atas informasi dan data-data
      pendukung yang kami gunakan dalam proses pemberian pendapat kewajaran (Fairness
      Opinion);
2.    Selanjutnya Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini menjelaskan semua syarat-
      syarat pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam
      laporan ini;
3.    Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap Rencana Transaksi;
4.    Imbalan jasa yang kami terima adalah hanya sesuai dengan yang tercantum pada surat
      penugasan dan tidak berkaitan dengan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) yang dilaporkan;
5.    Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
      independensi Penilai Publik yang telah terdaftar pada Departemen Keuangan dan atau OJK serta
      Tim Quality Control dan Penilai pada penugasan ini dan tidak lepas dari ketentuan-ketentuan
      dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) edisi VII tahun 2018 termasuk Kode Etik Penilaian
      Indonesia (KEPI).
6.    Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang –
      undangan yang berlaku sebagai berikut:
        a) Undang-undang atau Regulasi terkait Asumsi dalam Penilaian
              i. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 terkait Pajak Penghasilan;
             ii. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
            iii. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 68 /POJK.04/2017 tentang Penilai
                 Yang Melakukan Kegiatan di Pasar Modal;
            iv. POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
                 di Pasar Modal;
             v. SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
                 Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
        b) Undang-undang atau Regulasi terkait Profesi Penilai
            i. Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik;
7.    Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
      diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah;
8.    Penilai memiliki pemahaman mengenai Rencana Transaksi;
9.    Penilai telah melakukan inspeksi terhadap Objek pendapat kewajaran (Fairness Opinion);
10. Penilai bertanggungjawab atas Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion);
11. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) diperoleh dari
      berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan;
12. Penugasan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) profesional telah dilakukan terhadap
      Rencana Transaksi pada tanggal pendapat kewajaran (Cut Off Date);
13. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
      Kewajaran (Fairness Opinion);
14. Perkiraan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
      disajikan sebagai kesimpulan;


Laporan Pendapat Kewajaran PT Anabatic Technologies Tbk atas Pembelian 70% Saham
PT Egeroo Inovasi Teknologi dan Pembelian 51% Saham PT Jedi Global Teknologi
Page 55
                                                                                                                 P a g e |2




15.     Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
16.     Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
17.     Penilai melakukan review terhadap data-data yang dinilai; dan
18.     Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness
        Opinion), telah menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat
        Kewajaran (Fairness Opinion).

Jakarta, 19 Juni 2025




Managing Partner
B. Sridhar Rao
No. MAPPI                                                                : 05-S-01838
No. RMK                                                                  : RMK-2017.00238
No. Izin OJK                                                             : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023

Valuer
Lukman Ari Widodo                                                        ............................... .....
MAPPI                                                                    : 18-P-08818
No. Register                                                             : RMK-2019.02908




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 56
                                                                                                                                                P a g e |3




                                                                   DAFTAR ISI
1. Pendahuluan ............................................................................................................................ 4
   1.1. Latar Belakang Rencana Transaksi ............................................................................................ 5
   1.2. Objek Pendapat Kewajaran ...................................................................................................... 5
   1.3. Tujuan Pendapat Kewajaran ..................................................................................................... 5
   1.4. Sifat Transaksi Rencana Transaksi Pembelian Saham ............................................................... 6
   1.5. Ruang Lingkup .......................................................................................................................... 9
   1.6. Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan Serta Asumsi-Asumsi 9
   1.7. Independensi Penilai .............................................................................................................. 12
   1.8. Tanggal Pendapat Kewajaran ................................................................................................. 13
   1.9. Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran ......................................................... 13
2. Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham .............................. 14
   2.1       Analisis atas Rencana Transaksi ..................................................................................... 14
       2.1.1 Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-Pihak yang Terkait dalam Rencana Transaksi .... 14
       2.1.2 Analisis Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD yang disepakati dalam Rencana Transaksi .. 16
       2.1.3 Penilaian atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi Pembelian Saham ............................... 16
       2.1.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi Pembelian Saham .................................................. 16
       2.1.5 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi Pembelian Saham ...... 16
   2.2       Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ..................................................................... 16
       2.2.1 Riwayat Perseroan dan Sifat Kegiatan Perseroan............................................................................. 16
       2.2.2 Analisis Industri dan Lingkungan atas Kegiatan Usaha Perseroan ................................................... 17
       2.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan .................................................................................... 21
       2.2.4 Analisis Industri atas Rencana Transaksi .......................................................................................... 23
   2.3       Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ................................................................... 26
       2.3.1 Analisis Kinerja Historis atas Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan Perseroan ....... 26
       2.3.2 Analisis Proyeksi Laba Rugi ............................................................................................................... 33
       2.3.3 Nilai Pasar 100% Saham JTD ............................................................................................................. 34
       2.3.4 Analisis Batas Wajar atas Nilai Rencana Transaksi .......................................................................... 42
       2.3.5 Analisis Nilai Inkremental .................................................................................................................. 43
       2.3.6 Analisis Proforma Perseroan ............................................................................................................. 43
   2.4       Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi ................................................................... 46
3. Kesimpulan ............................................................................................................................. 50
   Laporan Penilaian Saham JTD dengan No. 00006/2.0094-00/BS/03/0268/1/VI/2025.............. 51




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 57
                                                                                             P a g e |4




1.      Pendahuluan
Nama                            : PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
Alamat                          : Jalan Bintaro Raya RT.17/RW.8
                                  Kec. Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan
                                  Jakarta 12330
Telp                            : (021) 736 3939
Fax                             : (021) 736 3939
Email                           : info@jayakonstruksi.com
Bidang Usaha                    : Bidang pembangunan, perdagangan, perindustrian, dan jasa

Dengan hormat,
Perseroan merupakan sebuah perusahaan terbuka, didirikan tanggal 23 Desember 1982, beralamat di
Kantor Taman Bintaro Jaya Gedung B, Jalan Bintaro Raya, Jakarta. Perseroan merupakan salah satu
entitas anak PT Pembangunan Jaya dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1982. Sesuai
dengan pasal 3 ayat 2 anggaran dasar Perseroan, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha utama
dan kegiatan usaha penunjang.
Kegiatan usaha utama Perseroan adalah sebagai berikut:
     a. Menjalankan usaha-usaha di bidang pembangunan (termasuk konstruksi dan real estat);
     b. Menjalankan usaha-usaha di bidang perdagangan;
     c. Menjalankan usaha-usaha di bidang perindustrian; dan
     d. Menjalankan usaha-usaha di bidang jasa (termasuk pengolahan air dan daur ulang sampah,
        pertambangan, pengadaan listrik, pengangkutan dan aktivitas profesional).
Kegiatan usaha penunjang Perseroan adalah sebagai berikut:
     a. Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa;
     b. Perdagangan besar bahan dan barang kimia besar;
     c. Aktivitas telekomunikasi khusus untuk keperluan sendiri; dan
     d. Industri produk dari hasil kilang minyak bumi.
Perseroan memiliki sejumlah saham di JTD dengan kepemilikan 20,48% dan berencana untuk
menambah sahamnya di JTD. Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD dengan
pemegang sahamnya, dimana dalam rangka rencana penerbitan saham baru yang akan dikeluarkan
oleh JTD, dengan total senilai Rp269.085.225.270,- (Dua Ratus Enam Puluh Sembilan Miliar Delapan
Puluh Lima Juta Dua Ratus Dua Puluh Lima Ribu Dua Ratus Tujuh Puluh Rupiah) dengan menerbitkan
Saham baru sebanyak 41.005 (Empat Puluh Satu Ribu Lima) lembar saham masing-masing dengan nilai
nominal Rp1.000.000 (satu juta Rupiah) per Saham, dengan harga penyetoran sebesar Rp6.562.254,-
(Enam Juta Lima Ratus Enam Puluh Dua Ribu Dua Ratus Lima Puluh Empat Rupiah) per Saham.
Dalam rangka penambahan saham tersebut, Perseroan bermaksud untuk membeli saham JTD melalui
pelaksanaan Rencana Transaksi, yaitu rencana membeli 8.398 lembar saham dengan harga
Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi sebesar Rp55.109.809.092,-.
Perseroan bermaksud untuk melakukan pembelian saham JTD guna meningkatkan performa investasi
pada entitas asosiasi Perseroan melalui Pembelian saham pada anak perusahaan yaitu JTD. Rencana
Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana ditentukan dalam POJK No.
42/2020.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 58
                                                                                          P a g e |5




Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD, Rencana Transaksi merupakan Transaksi
Afiliasi dikarenakan Rencana Transaksi tersebut dilakukan antara perusahaan yang secara langsung
mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan yang bersangkutan atau dengan pemegang saham,
namun bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/2020 mengingat dalam Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis
Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham
Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan karena adanya Rencana Transaksi tersebut.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020, Perseroan telah menunjuk TRUSCEL, sebagai
penilai independen untuk melaksanakan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini TRUSCEL mengenai pendapat kewajaran Rencana
Transaksi.
1.1. Latar Belakang Rencana Transaksi
Latar belakang Perseroan melakukan Rencana Transaksi dimana Perseroan memiliki sejumlah saham
di JTD dan berencana untuk menambah sahamnya di JTD. Dalam rangka penambahan saham tersebut,
Perseroan bermaksud untuk membeli saham JTD melalui pelaksanaan Rencana Transaksi, yaitu
rencana membeli 8.398 lembar saham dengan harga Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi
sebesar Rp55.109.809.092,- sesuai dengan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD.
1.2. Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah Rencana Transaksi JTD sebesar 8.398 lembar saham dengan harga
Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi sebesar Rp55.109.809.092,- sesuai dengan Akta
Keputusan Para Pemegang Saham JTD.
1.3. Tujuan Pendapat Kewajaran
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memenuhi POJK No. 42/2020 untuk Transaksi
Afiliasi. Laporan Pendapat Kewajaran ini hanya disusun untuk keperluan transaksi jual beli saham dan
tidak dapat digunakan untuk keperluan perpajakan maupun keperluan-keperluan yang menyangkut
instansi lain.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 59
                                                                                                                                                      P a g e |6




1.4. Sifat Transaksi Rencana Transaksi Pembelian Saham
Transaksi Afiliasi
Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf c POJK No. 42/2020, transaksi dengan nilai transaksi tidak melebihi
0,5% (nol koma lima persen) dari modal disetor Perusahaan Terbuka atau tidak melebihi jumlah
Rp5.000.000.000,- (lima miliar rupiah), digunakan nilai yang lebih rendah, wajib memenuhi ketentuan
Pasal 3 dan Pasal 4 ayat (1) POJK No. 42/2020.


Dalam hal ini, 0,5% dari modal disetor Perseroan adalah sebesar Rp1.630.851.985,- sedangkan nilai
Rencana Transaksi dengan harga senilai Rp55.109.809.092,- atau sebesar 3.379%, sehingga Perseroan
tetap wajib memenuhi prosedur Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4
ayat (1) POJK No. 42/2020.
Selanjutnya Transaksi Afiliasi berdasarkan Pasal 1 angka 3 POJK No. 42/2020 adalah:
           “setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
           terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
           dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau
           transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
           kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
           komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.”
Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi seperti yang dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020
dikarenakan terdapat hubungan langsung (dalam hal kepemilikan) antara pihak-pihak yang terkait
dengan Rencana Transaksi sebagaimana dijelaskan pada bagan dibawah ini:
                        Keterangan         Pemegang Saham Perseroan Pengurus Peseroan   Pemegang Saham JTD   Pengurus JTD   Pemegang Saham JTD JP   Pengurus JTD JP
PT Pembangunan Jaya                                   ✓                     -                   ✓                 -                   -                   -
Masagoes Ismail Ning                                  ✓                    ✓                    -                 -                   -                   -
Umar Ganda                                            ✓                    ✓                    -                 -                   -                   -
Ida Bagus Rajendra                                    ✓                    ✓                    -                 -                   -                   -
Agus Setiadi Lukita                                   ✓                    ✓                    -                 -                   -                   -
Pemegang saham pendiri                                ✓                     -                   -                 -                   -                   -
Masyarakat                                            ✓                     -                   -                 -                   -                   -
Yohannes Henky Wijaya                                  -                   ✓                    -                 -                   -                   -
Frans Satyaki Sunito                                   -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
Kristianto Indrawan                                    -                   ✓                    -                 -                   -                   -
Budi M Sianipar                                        -                   ✓                    -                 -                   -                   -
Yerri Go                                               -                   ✓                    -                 -                   -                   -
PT Jakarta Propertindo                                 -                    -                   ✓                 -                  ✓                    -
PT Pembangunan Jaya Infrastruktur                      -                    -                   ✓                 -                  ✓                    -
PT Jaya Real Property, Tbk                             -                    -                   ✓                 -                   -                   -
PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk                         -                    -                   ✓                 -                   -                   -
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk               -                    -                   ✓                 -                   -                   -
PT Jaya Land                                           -                    -                   ✓                 -                   -                   -
PT Jakarta Tollroad Development                        -                    -                   -                 -                  ✓                    -
Candra Ciputra                                         -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
Vivian Setjakusuma                                     -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
Okky Dharmosetio                                       -                   ✓                    -                 -                   -                   -
Trisna Muliadi                                         -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
Ir. Yohannes Henky Wijaya, M.M                         -                   ✓                    -                 -                   -                   -
Ir. Sutopo Kristanto, M.M                              -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
Adi Wijaya S.E                                         -                   ✓                    -                 -                   -                   -
Dra. Swandayani                                        -                   ✓                    -                 -                   -                   -
M.A. Ismail Ning                                       -                    -                   -                 ✓                   -                   ✓
Subianto Stjawardaja                                   -                    -                   -                 ✓                   -                   ✓

Sumber: Manajemen Perseroan

Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi di atas, terdapat
kesamaan pemegang saham dan kepengurusan. Oleh karena adanya kesamaan pemegang saham dan
kepengurusan tersebut, Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi antara Perseroan dengan
afiliasinya. Sebagaimana dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020, Transaksi antara pihak-pihak yang
memiliki hubungan Afiliasi dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 60
                                                                                                     P a g e |7




             Sebelum Rencana Transaksi                                   Setelah Rencana Transaksi




                                         Sumber: Manajemen Perseroan

Selain itu, berdasarkan bagan hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi di atas,
terdapat hubungan antara Perseroan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan
atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut, dimana Perseroan merupakan pemegang saham dari JTD
dengan kepemilikan saham sebesar 20,48% sebelum melakukan Rencana Transaksi dan sebesar
20,48% setelah melakukan Rencana Transaksi.
Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD, Rencana Transaksi dikategorikan kedalam
Transaksi Afiliasi, namun bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan antara
kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris
dan Pemegang Saham Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan karena adanya Rencana
Transaksi tersebut.
Transaksi Material
Berdasarkan POJK No. 17/2020, Transaksi Material didefinisikan sebagai setiap transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali yang memenuhi batasan nilai
sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/2020. Setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan yang
termasuk dalam “Transaksi Material” antara lain, (1) penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau
kegiatan usaha tertentu; (2) pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
operasi; (3) perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa; (4) sewa menyewa aset; (5) pinjam
meminjam dana termasuk pengalihannya; (6) menjaminkan aset Perusahaan Terbuka dan/atau
Perusahaan Terkendali atas pinjaman dari pihak lain; dan (7) memberikan jaminan perusahaan
(corporate guarantee).
Batasan nilai suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. Dalam hal transaksi
berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi sebagai Transaksi Material
dalam hal nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan
Terbuka; total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih
Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau d. pendapatan
usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan
atau lebih dari 20% (dua puluh persen). Dalam hal transaksi yang dilakukan oleh Perusahaan Terbuka
yang mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai
transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset Perusahaan Terbuka (Pasal 3
POJK No. 17/2020).
Penilai telah melakukan Uji Transaksi Material, dimana Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi
Material seperti dimaksudkan dalam POJK No. 17/2020 dikarenakan Nilai Rencana Transaksi kurang



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 61
                                                                                                      P a g e |8




dari 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan, total aset Perseroan, laba bersih Perseroan,
dan pendapatan usaha Perseroan. Penentuan Transaksi sebagai Transaksi Material dapat dilihat dalam
uraian selanjutnya mengenai Batasan Nilai Transaksi Material.
Batasan Nilai Transaksi Material
a) Perbandingan Total Ekuitas Perseroan dengan Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD, Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp55.109.809.092,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, total ekuitas Perseroan adalah sebesar
Rp3.176.637.277.000,-. Perbandingan antara Nilai Rencana Transaksi yang dijabarkan diatas dengan
Total Ekuitas Perseroan adalah sebesar 1,73%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
               Total Ekuitas Perseroan 31 Desember 2024                  Nilai Rencana Transaksi Perbandingan
                                               3.176.637.277.000                55.109.809.092         1,73%

b) Perbandingan Total Aset Perseroan dengan Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi
Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD, Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp55.109.809.092,.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, total aset Perseroan adalah sebesar
Rp4.371.497.764.000,-. Perbandingan antara total aset Objek Transaksi yang dijabarkan diatas dengan
total aset Perseroan adalah sebesar 1,26%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
                                                                         Total Aset Yang Menjadi
                   Total Aset Perseroan 31 Desember 2024                                         Perbandingan
                                                                                 Objek Transaksi
                                               4.371.497.764.000                 55.109.809.092         1,26%
c) Perbandingan Laba Bersih Objek Transaksi dengan Laba Bersih Perseroan
Berdasarkan Laporan Keuangan JTD per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, total rugi bersih JTD adalah sebesar
Rp59.459.600.705,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, total laba bersih Perseroan adalah sebesar
Rp189.090.101.000,-. Perbandingan antara laba bersih Objek Transaksi yang dijabarkan diatas dengan
laba bersih Perseroan adalah sebesar -31,45%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
                                                                  Laba (Rugi) Bersih Yang
                 Laba Bersih Perseroan 31 Desember 2024                                   Perbandingan
                                                                 Menjadi Objek Transaksi
                                                 189.090.101.000         (59.459.600.705)      -31,45%
d) Perbandingan Pendapatan Usaha Objek Transaksi dengan Pendapatan Usaha Perseroan
Berdasarkan Laporan Keuangan JTD per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, total pendapatan usaha JTD adalah sebesar
Rp99.420.245.299,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, total pendapatan usaha Perseroan adalah
sebesar Rp3.875.321.246.000,-. Perbandingan antara total pendapatan usaha Objek Transaksi yang



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 62
                                                                                              P a g e |9




dijabarkan diatas dengan pendapatan usaha Perseroan adalah sebesar 2,57%. Rincian perhitungan
adalah sebagai berikut:
                                                                 Pendapatan Usaha Yang
       Pendapatan Usaha Perseroan 31 Desember 2024                                       Perbandingan
                                                                 Menjadi Objek Transaksi
                                               3.875.321.246.000         99.420.245.299         2,57%
Sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 3 ayat (2) POJK No. 17/2020 dalam hal transaksi berupa
perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai atau objek transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas,
total aset, laba bersih, dan pendapatan usaha Perseroan.
 Aspek Materialitas                                                          Per 31 Desember 2024
 Total Ekuitas Perseroan VS
                                                                                     1,73%
 Nilai Rencana Transaksi
 Total Aset Perseroan VS
                                                                                     1,26%
 Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi
 Laba Bersih Perseroan VS
                                                                                    -31,45%
 Total Laba Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi
 Pendapatan Usaha Perseroan VS
                                                                                     2,57%
 Total Pendapatan Usaha Yang Menjadi Objek Transaksi
Maka perbandingan nilai atau objek Transaksi yang dijabarkan diatas kurang dari 20%, sehingga tidak
memenuhi kriteria Transaksi Material. Dengan demikian, Rencana Transaksi bukan merupakan
Transaksi Material.
1.5. Ruang Lingkup
Tujuan utama Perseroan melakukan Rencana Transaksi yaitu rencana membeli 8.398 lembar saham
dengan harga Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi sebesar Rp55.109.809.092,- sesuai dengan
Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD. Rencana Transaksi yang dilakukan Perseroan adalah
Transaksi Afiliasi sesuai POJK No. 42/2020. Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020,
Perseroan telah menunjuk TRUSCEL, sebagai penilai independen untuk melaksanakan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi. Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini TRUSCEL mengenai
pendapat kewajaran Rencana Transaksi.
1.6. Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan Serta Asumsi-Asumsi
Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan serta Asumsi-Asumsi yang
digunakan oleh Penilai seperti yang tercantum di dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini akan
menghasilkan laporan yang memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
     1. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang bersifat non-disclaimer opinion;
     2. Mencerminkan bahwa Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
        digunakan dalam proses penilaian;
     3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat
        dipercaya keakuratannya;
     4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
        proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
        (fiduciary duty);
     5. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
        proyeksi keuangan;



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 63
                                                                                            P a g e | 10




     6. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
        informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
     7. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan nilai
        akhir;
     8. Mencerminkan bahwa Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian
        dari pemberi tugas.
1.6.1 Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
Sebagai pihak independen dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi,
TRUSCEL telah mempelajari, mengacu dan mempertimbangkan informasi-informasi dan dokumen
yang kami peroleh dari manajemen Perseroan sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan Perseroan:
      -Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
       ditandatangani oleh Lith Alfansuri untuk laporan No. 00105/2.1030/AU.1/03/1950-
       1/1/111/2025 tanggal 6 Maret 2025 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam semua
       hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
       ditandatangani oleh Jul Edy Siahaan untuk laporan No. 00045/2.1030/AU.1/03/1169-
       1/1/II/2024 tanggal 26 Februari 2024 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam semua
       hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
       ditandatangani      oleh     Donny      Iskandar    Maramis        untuk    laporan    No.
       00273/2.1030/AU.1/03/1514-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
       ditandatangani oleh Rudi Hartono Purba untuk laporan No. 00184/2.1030/AU.1/03/0501-
       2/1/III/2022 tanggal 25 Maret 2022 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam semua
       hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
       ditandatangani oleh Rudi Hartono Purba untuk laporan No. 00256/2.1030/AU.1/03/0501-
       1/1/III/2021 tanggal 26 Maret 2021 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam semua
       hal yang material”;
2. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan untuk periode 2025 – 2029 yang disediakan oleh
   manajemen Perseroan. Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran ini, TRUSCEL
   menggunakan proyeksi keuangan yang disesuaikan;
3. Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Jakarta Tollroad Development berdasarkan Akta
   Notaris Nomor 22 tanggal 19 Juni 2025 oleh Aryanti Artisari, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan;
4. Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
   yang disediakan oleh Perseroan;
5. Laporan Penilaian Saham JTD yang disiapkan oleh TRUSCEL dengan No. 00006/2.0094-
   00/BS/03/0268/1/VI/2025 tanggal 18 Juni 2025;
6. Representation Letter tanggal 19 Juni 2025 yang telah ditandatangani oleh manajemen Perseroan;



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 64
                                                                                          P a g e | 11




7. Hasil pelaksanaan inspeksi teringkas sebagai berikut:
       a. Dalam rangka rencana penerbitan saham baru yang akan dikeluarkan oleh JTD, maka Rencana
          Transaksi Perseroan merupakan pembelian saham di JTD yang akan mengambil bagian lembar
          saham sesuai dengan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD;
       b. Berdasarkan perhitungan manajemen Perseroan, Rencana Transaksi bersifat Transaksi Afiliasi.
          Adapun akan dilakukan pengecekan lebih lanjut terkait sifat materialitas Rencana Transaksi;
       c. Status Laporan Keuangan per tanggal inspeksi, 3 Februari 2025, masih dalam proses Client
          Adjustment Journal Entries (CAJE);
8. Manajemen Perseroan menyatakan bahwa tanggal Transaksi Afiliasi merupakan tanggal Akta
   Keputusan Para Pemegang Saham JTD terkait “Persetujuan atas rencana penerbitan saham baru
   di tahun 2025 dengan harga transaksi sesuai dengan harga pada transaksi tahun 2022 untuk
   pemegang saham existing” yang telah diterbitkan oleh Notaris serta dinyatakan sah dan mengikat
   berdasarkan Surat Keputusan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
   Indonesia;
9. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang sehubungan dengan Rencana
   Transaksi dimana wawancara tersebut dilakukan dengan:
       i) Indrajanti selaku Corporate Secretary dan Planning Perseroan;
10. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain
    yang kami anggap relevan.
1.6.2 Asumsi-Asumsi Penting
Dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi untuk menyatakan bahwa
Rencana Transaksi telah dilaksanakan pada kondisi arm’s length di dalam batasan komersial yang
berlaku umum dan tidak merugikan kepentingan-kepentingan Perseroan dan para pemegang saham
Perseroan, TRUSCEL menggunakan beberapa asumsi antara lain:
  1.     TRUSCEL mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini
         sampai dengan selesainya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
         secara material terhadap Rencana Transaksi;
  2. Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian
     dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
     menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat tersebut.
     Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang kompleks dan mungkin tidak dapat
     dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap;
  3. Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter, peraturan
     dan kondisi pasar yang ada saat ini; dan
  4. Pendapat Kewajaran ini menggunakan asumsi bahwa perusahaan mematuhi seluruh syarat dan
     ketentuan kontrak dan perjanjian dengan semua pihak terkait.
1.6.3 Kondisi Pembatas
Penugasan kami untuk mengeluarkan Laporan Pendapat Kewajaran telah dilaksanakan sesuai dengan
ruang lingkup pekerjaan kami. Perlu diketahui bahwa ruang lingkup pekerjaan kami mencakup
pemberian pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan Perseroan sesuai dengan POJK
No. 42/2020.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data.
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 65
                                                                                       P a g e | 12




informasi dan data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
kewajaran adalah benar, lengkap dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan
audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-data yang diberikan oleh
manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat memberikan
jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan
tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas
Rencana Transaksi, kami menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sifat dan
Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan sebagai bahan pertimbangan.
Segala perubahan terhadap data-data tersebut dapat mempengaruhi hasil analisis kami secara
material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang saham
Perseroan dan azas pertimbangan komersial dan tidak mempertimbangkan sudut pandang
stakeholders lain serta aspek-aspek lainnya.
Pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran. Pendapat
kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Rencana Transaksi seperti yang telah diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa tidak ada perubahan yang material dari Rencana Transaksi sesuai dengan
ketetapan informasi dan kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian sehubungan dengan
pelaksanaan Rencana Transaksi, dan bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran
sampai dengan tanggal pelaksanaan Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-transaksi
di luar Rencana Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-
transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari segi hukum dan implikasi
aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
Pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan
penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal pendapat kewajaran ini.
1.7.    Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan pihak-pihak terkait atau yang memiliki hubungan
afiliasi dengan Perseroan. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan
dengan penugasan ini. Selanjutnya, pendapat kewajaran ini tidak dibuat untuk memberikan
keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak
mempengaruhi kewajaran yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami hanya menerima
imbalan sesuai dengan yang tercantum pada surat penugasan dari Perseroan dengan No.
EL03/KJPP/SP-BIS/03/1/I/2025-1 per tanggal 20 Januari 2025.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 66
                                                                                            P a g e | 13




1.8.    Tanggal Pendapat Kewajaran
Analisis kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2024. Parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2024.
Sesuai dengan POJK No. 35/2020, “Dalam hal Penilaian yang dilakukan oleh Penilai Bisnis mengacu
pada laporan keuangan, wajib memenuhi ketentuan jangka waktu antara tanggal laporan keuangan
dan Tanggal Laporan Penilaian Bisnis tidak lebih dari 6 (enam) bulan” yaitu setara dengan 30 Juni 2025.
1.9. Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
ini, berdasarkan pengetahuan kami yang terbaik, tidak terdapat kejadian penting yang dapat
mempengaruhi hasil penilaian secara signifikan.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 67
                                                                                                                                                    P a g e | 14




2.         Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi Pembelian Saham
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan SPI seperti yang ditetapkan oleh MAPPI,
dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap dan POJK No.
35/2020.
Dalam melakukan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis atas Rencana
Transaksi, analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
Analisis atas Rencana Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi hubungan antara pihak-pihak yang
terkait dalam Rencana Transaksi, analisis perjanjian yang disepakati dalam Rencana Transaksi,
penilaian atas manfaat dan risiko dari Rencana Transaksi, alasan dan latar belakang Rencana Transaksi,
serta keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas Rencana Transaksi.
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi terdiri atas informasi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan
Perseroan, analisis industri dan lingkungan dimana terdapat penjabaran akan tinjauan industri, serta
analisis operasional dan prospek Perseroan.
Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi dilakukan atas analisis batas wajar Rencana Transaksi atas
nilai perjanjian jual beli. Selain itu juga dilakukan penilaian kinerja historis atas pendapatan, aset,
kewajiban dan kondisi keuangan Perseroan. Selanjutnya dilakukan penilaian atas proyeksi keuangan,
proforma laporan keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, serta analisis inkremental
(incremental analysis) dari Rencana Transaksi untuk menentukan Pendapat Kewajaran.
Berdasarkan metode-metode analisis yang telah diuraikan, berikut adalah penjelasan dari masing-
masing analisis yang kami lakukan:
2.1 Analisis atas Rencana Transaksi
2.1.1 Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-Pihak yang Terkait dalam Rencana Transaksi
Pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan Rencana Transaksi yaitu pembelian saham JTD oleh
Perseroan dan JTD, dimana JTD akan bertindak sebagai pihak yang menerbitkan saham (right issue)
dan Perseroan yang akan bertindak sebagai pihak yang membeli saham JTD dimana hal ini sesuai
dengan pernyataan yang tertera di Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD.
Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi seperti yang dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020
dikarenakan terdapat hubungan langsung (dalam hal kepemilikan) antara pihak-pihak yang terkait
dengan Rencana Transaksi sebagaimana dijelaskan pada bagan dibawah ini:
                        Keterangan         Pemegang Saham Perseroan Pengurus Peseroan   Pemegang Saham JTD   Pengurus JTD   Pemegang Saham JTD JP   Pengurus JTD JP
PT Pembangunan Jaya                                   ✓                     -                   ✓                 -                   -                   -
Masagoes Ismail Ning                                  ✓                    ✓                    -                 -                   -                   -
Umar Ganda                                            ✓                    ✓                    -                 -                   -                   -
Ida Bagus Rajendra                                    ✓                    ✓                    -                 -                   -                   -
Agus Setiadi Lukita                                   ✓                    ✓                    -                 -                   -                   -
Pemegang saham pendiri                                ✓                     -                   -                 -                   -                   -
Masyarakat                                            ✓                     -                   -                 -                   -                   -
Yohannes Henky Wijaya                                  -                   ✓                    -                 -                   -                   -
Frans Satyaki Sunito                                   -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
Kristianto Indrawan                                    -                   ✓                    -                 -                   -                   -
Budi M Sianipar                                        -                   ✓                    -                 -                   -                   -
Yerri Go                                               -                   ✓                    -                 -                   -                   -
PT Jakarta Propertindo                                 -                    -                   ✓                 -                  ✓                    -
PT Pembangunan Jaya Infrastruktur                      -                    -                   ✓                 -                  ✓                    -
PT Jaya Real Property, Tbk                             -                    -                   ✓                 -                   -                   -
PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk                         -                    -                   ✓                 -                   -                   -
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk               -                    -                   ✓                 -                   -                   -
PT Jaya Land                                           -                    -                   ✓                 -                   -                   -
PT Jakarta Tollroad Development                        -                    -                   -                 -                  ✓                    -
Candra Ciputra                                         -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
Vivian Setjakusuma                                     -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
Okky Dharmosetio                                       -                   ✓                    -                 -                   -                   -
Trisna Muliadi                                         -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
Ir. Yohannes Henky Wijaya, M.M                         -                   ✓                    -                 -                   -                   -
Ir. Sutopo Kristanto, M.M                              -                   ✓                    -                 ✓                   -                   ✓
Adi Wijaya S.E                                         -                   ✓                    -                 -                   -                   -
Dra. Swandayani                                        -                   ✓                    -                 -                   -                   -
M.A. Ismail Ning                                       -                    -                   -                 ✓                   -                   ✓
Subianto Stjawardaja                                   -                    -                   -                 ✓                   -                   ✓
Sumber: Manajemen Perseroan




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 68
                                                                                                     P a g e | 15




Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi di atas, terdapat
kesamaan pemegang saham dan kepengurusan. Oleh karena adanya kesamaan pemegang saham dan
kepengurusan tersebut, Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi antara Perseroan dengan
afiliasinya. Sebagaimana dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020, Transaksi antara pihak-pihak yang
memiliki hubungan Afiliasi dikategorikan kedalam Transaksi Afiliasi.
             Sebelum Rencana Transaksi                                   Setelah Rencana Transaksi




                                                Sumber: Manajemen Perseroan

Selain itu, berdasarkan bagan hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi di atas,
terdapat hubungan antara Perseroan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan
atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut, dimana Perseroan merupakan pemegang saham dari JTD
dengan kepemilikan saham sebesar 20,48% sebelum melakukan Rencana Transaksi dan sebesar
20,48% setelah melakukan Rencana Transaksi.
Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD, Rencana Transaksi dikategorikan kedalam
Transaksi Afiliasi, namun bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan antara
kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris
dan Pemegang Saham Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan karena adanya Rencana
Transaksi tersebut.
Diagram atas Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:




Berdasarkan diagram Rencana Transaksi diatas dapat diketahui bahwa pihak-pihak yang terkait
dengan Rencana Transaksi adalah Perseroan dan JTD dimana JTD akan bertindak selaku pihak yang
mengeluarkan saham (right issue) dan Perseroan sebagai pihak yang membeli sebagian saham JTD
tersebut.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 69
                                                                                                                      P a g e | 16




2.1.2 Analisis Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD yang disepakati dalam Rencana Transaksi
Ringkasan dari ketentuan pokok yang terdapat dalam Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD
adalah sebagai berikut:
                                           AKTA KEPUTUSAN PARA PEMEGANG SAHAM JTD
Pihak-Pihak           JTD selaku Penjual Saham, Perseroan selaku Pemegang Saham dan Pembeli Saham.
Ringkasan Akta        Menyetujui untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 41.005 saham baru, yang seluruhnya bernilai nominal
Keputusan Para        Rp41.005.000.000,-, yang dapat diambil bagian oleh Para Pemegang Saham dengan harga saham sebesar
Pemegang Saham JTD    Rp6.562.254,- atau seluruhnya senilai sebanyak-banyaknya Rp269.085.225.270,-. Para Pemegang Saham yang akan
                      mengambil dan menyetorkan saham tersebut wajib memberikan konfirmasi tertulis terlebih dahulu kepada
                      Perseroan selambat-lambatnya tanggal 26 Juni 2025.

Porsi Partisipasi     Perseroan, akan mengambil bagian sebanyak 8.398 lembar saham dengan harga penyetoran setiap saham sebesar
Perseroan dalam       Rp6.562.254,- atau seluruhnya sebesar Rp55.109.809.092,-
Rencana Transaksi
Sumber: Manajemen Perseroan

2.1.3 Penilaian atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi Pembelian Saham
Manfaat yang diharapkan akan diperoleh Perseroan dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini
adalah guna meningkatkan performa investasi pada entitas asosiasi Perseroan melalui Pembelian
saham pada anak perusahaan yaitu JTD.
Selain itu, tidak terdapat potensial risiko atas pelaksanaan Rencana Transaksi.
2.1.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi Pembelian Saham
Perseroan memiliki sejumlah saham di JTD dan berencana untuk menambah sahamnya di JTD. Dalam
rangka penambahan saham tersebut, Perseroan bermaksud untuk membeli saham JTD melalui
pelaksanaan Rencana Transaksi, yaitu rencana membeli 8.398 lembar saham dengan harga
Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi sebesar Rp55.109.809.092,- sesuai dengan Akta
Keputusan Para Pemegang Saham JTD.
2.1.5 Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi Pembelian Saham
Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif benefit yang
didapatkan oleh Perseroan adalah memungkinkan anak perusahaan Perseroan melalui JTD
memaksimalkan modal untuk menyediakan jalan tol yang berkualitas yang dapat memenuhi
kebutuhan sarana jalan cepat di Indonesia didukung oleh historis pertumbuhan lalu lintas kendaraan
menunjukkan tren pertumbuhan yang positif berdasarkan Industri Analisis atas Rencana Transaksi.
Tren peningkatan ini mencerminkan peran penting kendaraan dalam mendorong mobilitas,
konektivitas, dan kontribusi terhadap pemerataan pembangunan nasional. Selain itu, dalam
mendukung pertumbuhan jangka panjang, dapat meningkatkan return/nilai tambah yang dapat
diterima oleh Perseroan atas investasi terhadap anak perusahaannya yaitu JTD tercermin dalam
Analisis Nilai Inkremental dimana Perseroan menghasilkan kumulatif inkremental yang positif sebesar
Rp23.746.161.823,- selama tahun 2025 – 2029. Adapun, tidak terdapat risiko yang akan timbul bagi
Perseroan dan tidak terdapat kerugian yang diperoleh Perseroan dalam pelaksanaan Rencana
Transaksi.
2.2 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
2.2.1 Riwayat Perseroan dan Sifat Kegiatan Perseroan
Riwayat Perseroan
Perseroan didirikan tanggal 23 Desember 1982 sesuai dengan Akta Notaris Hobropoerwanto, S.H., No.
45, yang telah diubah dengan Akta Notaris No. 21 tanggal 20 Mei 1983 dari Notaris yang sama dan
telah diumumkan dalam Berita Negara No. 96 tanggal 2 Desember 1983, Tambahan No. 1031.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 70
                                                                                            P a g e | 17




Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris
No. 53 tanggal 18 Desember 2023 dari Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan anggaran
dasar Perseroan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan keputusan No. AHU-AH.01.03-0001499 tanggal 3 Januari 2024.
Perseroan beralamat di Kantor Taman Bintaro Jaya Gedung B, Jalan Bintaro Raya, Jakarta. Perseroan
merupakan salah satu entitas anak PT Pembangunan Jaya dan mulai beroperasi secara komersial sejak
tahun 1982.
Sifat Kegiatan Perseroan
Sesuai dengan pasal 3 ayat 2 anggaran dasar Perseroan, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha
utama dan kegiatan usaha penunjang.
Kegiatan usaha utama Perseroan adalah sebagai berikut:
  a. Menjalankan usaha-usaha di bidang pembangunan (termasuk konstruksi dan real estat);
  b. Menjalankan usaha-usaha di bidang perdagangan;
  c. Menjalankan usaha-usaha di bidang perindustrian; dan
  d. Menjalankan usaha-usaha di bidang jasa (termasuk pengolahan air dan daur ulang sampah,
     pertambangan, pengadaan listrik, pengangkutan dan aktivitas profesional).
Kegiatan usaha penunjang Perseroan adalah sebagai berikut:
  a. Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa;
  b. Perdagangan besar bahan dan barang kimia besar;
  c. Aktivitas telekomunikasi khusus untuk keperluan sendiri; dan
  d. Industri produk dari hasil kilang minyak bumi.
2.2.2 Analisis Industri dan Lingkungan atas Kegiatan Usaha Perseroan
Sektor konstruksi berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor konstruksi mencatat pertumbuhan tahunan
(YoY) pada kuartal keempat 2024 tercatat sebesar 5,81%. Peran vital sektor konstruksi adalah sebagai
mesin penggerak utama pembangunan, yang memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan
konektivitas, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pembangunan
infrastruktur fisik, seperti jalan raya, jembatan, pelabuhan, dan fasilitas publik lainnya, tidak hanya
meningkatkan arus barang dan jasa, tetapi juga membuka akses ke pasar baru. Dalam jangka panjang,
pembangunan tersebut berkontribusi pada efisiensi biaya transportasi, peningkatan produktivitas
nasional, serta mendorong investasi di berbagai sektor terkait seperti bahan bangunan, teknologi, jasa
keuangan, dan asuransi.
Selain itu, sektor konstruksi memainkan peran dalam mendorong pembangunan daerah dan
meningkatkan taraf hidup masyarakat. Infrastruktur yang memadai, seperti akses terhadap air bersih,
listrik, dan fasilitas kesehatan, berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas hidup penduduk.
Pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan dapat memicu perkembangan ekonomi lokal dengan
mendorong aktivitas bisnis dan memperluas akses ke fasilitas pendidikan dan kesehatan. Proyek
infrastruktur juga berfungsi sebagai katalis bagi modernisasi industri dan menarik investasi asing
langsung. Dengan adanya infrastruktur yang lebih baik, Indonesia menjadi lebih kompetitif secara
global, sehingga memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi yang menarik bagi investor dalam
maupun luar negeri. Hal ini secara tidak langsung mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan
kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 71
                                                                                          P a g e | 18




                             Laju Pertumbuhan Sektor Konstruksi Tahun 2022-2024




                  Sumber: Trading Economics

Pertumbuhan sektor konstruksi di Indonesia mencatat tren yang positif sepanjang tahun 2022 hingga
2024 dengan dengan rata-rata Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 5,4% pada tahun 2022-
2024. Pada kuartal pertama 2022, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) sektor konstruksi tercatat
sebesar Rp 285 triliun. Namun, sektor ini mengalami kontraksi pada kuartal kedua sebesar 6% menjadi
Rp 267 triliun. Meski sempat tertekan, sektor konstruksi mulai pulih dengan pertumbuhan sebesar 5%
di kuartal ketiga sebesar Rp 280 triliun dan kembali meningkat 5% di kuartal keempat, mencapai Rp
293 triliun. Hal ini mencerminkan pemulihan yang bertahap di sektor konstruksi.
Pada tahun 2023, sektor konstruksi menunjukkan tren yang serupa dengan tahun 2022. PDB sektor ini
tercatat sebesar Rp 285 triliun pada kuartal pertama, lalu mengalami kontraksi sebesar 1% di kuartal
kedua menjadi Rp 281 triliun. Selanjutnya, momentum pemulihan semakin kuat di kuartal ketiga dan
keempat dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 6%, sehingga mencapai Rp 298 triliun di kuartal
ketiga dan Rp 315 triliun di akhir tahun. Kenaikan yang cukup signifikan ini didorong oleh percepatan
proyek infrastruktur, terutama pembangunan jalan tol, perumahan, dan fasilitas industri yang
mendapat dukungan pemerintah serta investasi swasta.
Memasuki tahun 2024, laju pertumbuhan sektor konstruksi semakin kuat didukung oleh anggaran
infrastruktur yang mencapai Rp 423,4 triliun dengan PDB mencapai Rp 307 triliun di kuartal pertama
2024, mengalami kontraksi sebesar 3% di kuartal kedua menjadi Rp 302 triliun. Namun, sektor ini
kembali mengalami rebound dengan pertumbuhan 6% di kuartal ketiga, mencapai Rp 320 triliun, dan
terus meningkat 4% di kuartal keempat, mencapai Rp 334 triliun. Pertumbuhan secara kuartalan ini
menunjukkan bahwa sektor konstruksi tetap menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong
ekonomi nasional. Proyek infrastruktur skala besar dan peningkatan investasi di sektor properti serta
kawasan industri turut memperkuat kontribusi sektor konstruksi terhadap PDB Indonesia. Tren
pertumbuhan ini menegaskan peran sektor konstruksi sebagai pilar ekonomi nasional. Proyek
infrastruktur besar serta investasi di sektor properti dan kawasan industri terus memperkuat
kontribusinya terhadap PDB. Dengan tren pertumbuhan historis yang positif, sektor ini menunjukkan
ekspansi yang stabil meskipun mengalami fluktuasi, mencerminkan peran strategisnya dalam
pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi nasional.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 72
                                                                                            P a g e | 19




                  Nilai Investasi Langsung Sektor Konstruksi Indonesia Tahun 2020-2024




                      Sumber: BPS

Investasi langsung di sektor konstruksi merujuk pada aliran modal yang digunakan untuk membiayai
pembangunan infrastruktur, gedung, dan fasilitas lainnya. Sumber pendanaan ini dapat berasal dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),
sektor swasta, investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI), serta Badan Usaha Milik
Negara (BUMN). Nilai investasi langsung sektor konstruksi Indonesia menunjukkan dinamika yang
cukup fluktuatif sepanjang periode 2020 hingga 2024.
Pada tahun 2020, nilai investasi tercatat sebesar US$ 189,50 juta. Penurunan ini sejalan dengan
dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan keterlambatan dan penundaan proyek infrastruktur
akibat kebijakan pembatasan sosial (PSBB), kendala logistik, serta terbatasnya tenaga kerja. Selain itu,
pemerintah mengalihkan sebagian anggaran infrastruktur untuk kebutuhan penanganan pandemi,
sehingga aktivitas konstruksi mengalami perlambatan signifikan. Angka ini mengalami penurunan
drastis pada tahun 2021 menjadi hanya US$ 93,40 juta, atau turun sebesar 51% dibandingkan tahun
sebelumnya. Meskipun pemerintah mulai menghidupkan kembali sektor ini melalui proyek-proyek
prioritas seperti pembangunan bendungan, jalan tol, dan pengembangan kawasan industri, dampak
pandemi masih terasa. Namun, penerapan regulasi baru melalui PP No. 22/2020 mulai menciptakan
iklim usaha yang lebih kondusif bagi sektor jasa konstruksi. Namun, pada tahun 2022, sektor ini
kembali menunjukkan pemulihan dengan investasi yang melonjak menjadi US$ 165,30 juta,
mencatatkan pertumbuhan 77% dibandingkan tahun 2021. Pemulihan ini didorong oleh percepatan
realisasi proyek infrastruktur, pengembangan destinasi wisata prioritas, serta peningkatan investasi di
sektor transportasi dan energi. Kerja sama strategis dengan investor asing, termasuk dari Cina, juga
membantu meningkatkan aliran modal ke berbagai proyek konstruksi.
Tahun 2023 menjadi momentum penting bagi sektor konstruksi, dengan nilai investasi langsung yang
mencapai US$ 281,80 juta, tumbuh sebesar 70% dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus
mencatatkan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan
investor yang semakin kuat terhadap prospek jangka panjang sektor konstruksi di Indonesia.
Peningkatan signifikan ini juga didorong oleh proyek-proyek strategis nasional, termasuk
pembangunan jalan tol, jembatan, serta infrastruktur energi dan industri. Pada tahun 2024, realisasi
investasi di sektor konstruksi mengalami kontraksi tajam dengan nilai investasi hanya mencapai US$
78,04 juta, turun 72% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai
faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi global, perubahan kebijakan investasi, serta pergeseran
fokus investasi ke sektor lain seperti energi terbarukan dan manufaktur. Meskipun demikian, dari
Januari hingga September 2024, investasi sub-sektor konstruksi masih tercatat mencapai Rp32,47
triliun, dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp22,74 triliun dari 68.114 proyek,
dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai US$ 649,32 juta atau sekitar Rp9,73 triliun dari 2.267



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 73
                                                                                          P a g e | 20




proyek. Khusus untuk triwulan III 2024, sektor konstruksi menyumbang Rp12,69 triliun terhadap total
investasi nasional sebesar Rp431,48 triliun. PMDN tetap menjadi penyumbang terbesar dengan
Rp9,93 triliun dari 43.046 proyek, sedangkan PMA menyumbang US$ 184,5 juta atau sekitar Rp2,76
triliun dengan 1.720 proyek.
                           Proyeksi Sektor Konstruksi di Indonesia Tahun 2024-2025




                  Sumber: Times Indonesia

Dilansir dari artikel Kompas, pasar konstruksi diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stabil
pada tahun 2025, khususnya di sektor bangunan, meskipun tantangan diprediksi terjadi di konstruksi
sipil akibat keterbatasan anggaran. Disampaikan dalam Indonesia Construction Market Outlook 2025,
proyek konstruksi tahun 2025 diperkirakan tumbuh sebesar 5,5% dibandingkan tahun 2024.
Total pasar konstruksi Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp381,61 triliun. Dari total
tersebut, sektor bangunan mendominasi dengan porsi sebesar 59,69% atau sekitar Rp227,76 triliun,
sementara sektor sipil menyumbang 40,31% atau Rp153,84 triliun. Proyek-proyek di sektor bangunan
didorong oleh kebutuhan perumahan, fasilitas komersial, serta industri yang terus berkembang.
Program strategis pemerintah, seperti pembangunan jutaan unit perumahan, juga menjadi motor
penggerak utama di sektor ini, seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat dan urbanisasi yang
pesat.
Pada tahun 2025, sektor bangunan diproyeksikan meningkat dengan pertumbuhan sebesar 9,09% dan
mencapai Rp227,76 triliun. Kategori proyek perumahan dan industri diperkirakan menjadi kontributor
terbesar terhadap total nilai konstruksi bangunan, masing-masing menyumbang 28,29% atau sekitar
Rp64,44 triliun dan 24,75% atau Rp56,37 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan tingginya kebutuhan
akan hunian, terutama di wilayah urban yang terus berkembang, serta meningkatnya aktivitas industri
yang didorong oleh investasi di sektor manufaktur, pengolahan logam, dan fasilitas produksi kimia. Di
sisi lain, sektor sipil tetap memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur
dasar seperti jalan raya, jembatan, bendungan, dan pembangkit listrik. Namun, sektor ini
diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 13,46% pada 2025, dengan nilai sekitar Rp123,4 triliun.
Penurunan ini terjadi akibat keterbatasan anggaran dan pergeseran fokus pemerintah menuju
pengembangan infrastruktur digital dan energi terbarukan.
Fokus pemerintah pada penguatan transportasi dan transformasi digital diperkirakan akan terus
mendorong sektor konstruksi dalam jangka panjang. Meski tantangan seperti ketidakpastian ekonomi
global, inflasi, serta dominasi BUMN masih membayangi, sektor ini tetap memiliki potensi besar,
terutama di bidang telekomunikasi, energi, dan perumahan. Pertumbuhan digital ekonomi yang pesat



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 74
                                                                                          P a g e | 21




dan peningkatan investasi dalam data center membuka peluang baru bagi sektor konstruksi untuk
berkontribusi dalam pembangunan ekonomi digital Indonesia di masa depan.
2.2.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
                      Distribusi Pasokan Lahan Industri di Jakarta pada Kuartal IV 2024




                             Sumber: Leads Property Research, Desember 2024

Total pasokan lahan industri di Greater Jakarta mencapai 13.807 hektar, dengan tambahan 85 hektar
pasokan baru pada kuartal keempat 2024, yang sebagian besar berasal dari wilayah Bekasi dan
Karawang-Purwakarta. Pasokan lahan industri di Greater Jakarta tersebar di beberapa daerah dengan
proporsi yang bervariasi. Bekasi menjadi wilayah dengan pasokan terbesar, mencapai 44%, diikuti oleh
Karawang dan Purwakarta yang menyumbang 30% dari total pasokan lahan industri. Sementara itu,
Serang menyumbang 8%, Cilegon sebanyak 7%, Tangerang dan Jakarta masing-masing menyumbang
5%, dan Bogor hanya menyumbang 1%.
Persebaran ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,91% secara kuartalan (QoQ). Akhir tahun 2024,
terdapat perkembangan 259 hektar dari inventaris lahan baru di pasar industri Greater Jakarta, yang
sebagian besar disumbangkan oleh wilayah Greater Eastern Jakarta. Perkembangan ini menunjukkan
bahwa kawasan timur Jakarta terus menjadi area yang berkembang pesat untuk pengembangan
industri, menarik lebih banyak investasi dan memberikan peluang bagi pengusaha untuk memperluas
operasi mereka di area yang lebih terjangkau namun strategis.
          Tingkat Permintaan dan Penjualan Industrial di Jakarta Tahun 2019- Kuartal IV 2024




Sumber: Leads Property Research, Desember 2024

Selama kuartal keempat, penyerapan bersih lahan tercatat mencapai 90,1 hektar, sehingga total
permintaan kumulatif menjadi 12.553 hektar, dengan pertumbuhan kuartalan sebesar 0,72%.
Permintaan ini didorong oleh sektor data center dan pabrik baterai, yang menyumbang 76% dari total
permintaan, diikuti oleh sektor lain seperti tekstil, farmasi, dan makanan & minuman. Keberadaan
sektor-sektor ini menunjukkan bahwa pasar industri semakin didorong oleh kebutuhan infrastruktur
digital dan manufaktur yang berkembang pesat. Selain itu, investor asing menunjukkan kontribusi yang
signifikan dalam penyerapan lahan, sebesar 93% dari total permintaan kuartalan. Hal ini
mengindikasikan bahwa pasar Indonesia, khususnya sektor industri, terus menarik perhatian investasi




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 75
                                                                                             P a g e | 22




asing, yang menjadi salah satu faktor pendorong utama pertumbuhan permintaan di pasar ini. Secara
keseluruhan, pasar industri tercatat memiliki penyerapan lahan total sebesar 251 hektar sepanjang
tahun 2024.
Berdasarkan grafik diatas, tingkat penjualan untuk lahan industri mencapai 90,9%, menunjukkan
relatif stabil secara kuartalan. Selama lima tahun terakhir, tingkat penjualan pasar industri berada
dalam rentang 90-91%, yang mencerminkan keberhasilan sektor ini dalam menjaga permintaan yang
konsisten meskipun menghadapi tantangan pasar. Stabilitas ini menunjukkan bahwa sektor industri
tetap menjadi pilihan yang menarik bagi para pengembang dan investor.
                  Rata-Rata Harga Lahan Industri di Jakarta Tahun 2019- Kuartal IV 2024




                       Sumber: Leads Property Research, Desember 2024

Rata-rata harga lahan industri pada kuartal keempat 2024 mencapai Rp 2,94 juta per meter persegi,
yang menunjukkan stabilitas dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Adapun, penyesuaian harga
diperkirakan akan terjadi pada tahun mendatang, seiring potensi permintaan yang tinggi dikarenakan
berbagai penawaran yang dari para investor kepada pemilik lahan, menunjukkan adanya minat yang
terus meningkat. Selain itu, biaya pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur yang diperlukan
untuk mendukung penyewa dengan kualifikasi tinggi seperti yang berfokus pada basis IT dan data
center akan turut mempengaruhi nilai tanah.
Pasar lahan industri di kawasan Greater Jakarta diperkirakan akan melampaui sektor komersial
lainnya, seiring dengan upaya pemerintah yang terus menarik investasi asing. Keberadaan investor
asing yang signifikan, seperti hadirnya BYD (China) dan Vinfast (Vietnam) sebagai produsen kendaraan
listrik di bagian timur Jakarta, menggarisbawahi pentingnya peran Indonesia dalam memfasilitasi
investasi asing, terutama mengingat kemungkinan Indonesia akan bergabung dengan organisasi BRICS
untuk memperkuat posisinya di ekonomi global. Selain itu, pemain domestik juga diperkirakan akan
aktif terlibat dalam pasar ini, terlihat dari ekspansi tenant yang ada di kawasan industri. Dengan target
investasi sebesar Rp 1.905 triliun pada tahun 2025, yang mencatatkan kenaikan tahunan sekitar 19%,
Indonesia yakin dapat mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1%–5,5% meskipun ada ketegangan
global yang sedang berlangsung.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 76
                                                                                         P a g e | 23




2.2.4 Analisis Industri atas Rencana Transaksi
Pembangunan infrastruktur berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia,
Pemerintah telah menjalankan berbagai proyek strategis seperti pembangunan Jalan Tol Trans, jalur
kereta api, serta bendungan dan pembangkit listrik berskala besar yang berhasil meningkatkan
konektivitas antarwilayah dan ketersediaan energi. Selain memperkuat ekonomi regional,
infrastruktur juga berdampak pada kesejahteraan sosial dengan menyediakan fasilitas publik seperti
sekolah dan rumah sakit, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kebijakan
pemerintah yang mendorong penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) turut memberdayakan
kontraktor lokal, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan pada impor, sehingga
menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif dan menarik investasi swasta.
Jalan tol memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui
peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah. Infrastruktur ini mempermudah distribusi
barang dan jasa, sehingga waktu tempuh menjadi lebih singkat dan biaya logistik dapat ditekan hingga
20%. Dampak ini membuat produk lokal semakin kompetitif, mendorong investasi, serta
mempercepat pengembangan sektor manufaktur dan agribisnis. Selain itu, pembangunan jalan tol
turut merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, membuka
lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Daerah sekitar exit tol sering kali mengalami lonjakan aktivitas ekonomi, seperti munculnya kawasan
industri dan pariwisata yang berkembang pesat. Contohnya, tol Trans-Sumatra membuka akses ke
wilayah kaya sumber daya alam di Sumatra, sedangkan tol Tangerang-Merak berkontribusi pada
pertumbuhan ekonomi Banten sebesar 5,7%. Meski demikian, tantangan seperti penggusuran lahan
dan risiko urbanisasi harus dikelola dengan bijak untuk memastikan pembangunan ini memberikan
manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
                   Pertumbuhan Pembangunan Jalan Tol di Indonesia Tahun 2015-2024




              Sumber: InfoPublik, Satu Data Indonesia

Selama satu dekade terakhir, pembangunan jalan tol di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan
seiring dengan prioritas pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah. Presiden Joko
Widodo menempatkan infrastruktur sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional guna
mendukung kelancaran transportasi dan distribusi logistik. Peningkatan pembangunan jalan tol terus
berlangsung dari tahun ke tahun dengan capaian yang cukup bervariasi.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 77
                                                                                            P a g e | 24




Pada 2015, jalan tol yang selesai dibangun sepanjang 132,35 km. Tahun berikutnya, pembangunan
sedikit melambat dengan penambahan hanya 43,69 km, yang kemudian mengalami pertumbuhan
CAGR sebesar 41% sampai dengan tahun 2019 mencapai pembangunan 522,88 km. Pandemi COVID-
19 menimbulkan tantangan besar dan menyebabkan penurunan pembangunan jalan tol dengan
penurunan pertumbuhan sebesar 52% dari 2019-2021. Adapun, tren peningkatan kembali berlanjut
mulai tahun 2022 hingga 2024 dengan pertumbuhan CAGR mencapai 114%, dimana tahun 2024
menjadi pembangunan jalan tol terbesar hingga mencapai 650 km, hal ini dikarenakan Pemerintah
bertujuan untuk meningkatkan konektivitas, menekan biaya logistik, dan mendukung pertumbuhan
ekonomi. Infrastruktur ini juga diharapkan mempercepat distribusi barang dan meningkatkan daya
saing nasional.
Pembangunan jalan tol juga tersebar di beberapa pulau utama Indonesia, dengan Pulau Jawa
mendominasi sepanjang 1.782,47 km. Pulau Sumatera menyusul dengan total panjang 941,75 km.
Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Bali juga mendapatkan alokasi pembangunan masing-masing sebesar
97,27 km, 61,46 km, dan 10,07 km. Kehadiran jaringan tol yang lebih luas ini diharapkan dapat
mendukung pertumbuhan ekonomi dengan memangkas waktu tempuh dan mempermudah akses
antarwilayah.
                    Perkembangan Lalu Lintas Kendaraan di Indonesia Tahun 2021-2024




                 Sumber: BPS, CNN

Selama 2021 – 2024 jumlah kendaraan bermotor mengalami peningkatan pertumbuhan tahunan
dengan rata-rata sebesar 5% dari 141 juta unit kendaraan bermotor tahun 2021 menjadi 164 juta unit
di tahun 2024. Jumlah kendaraan bermotor tersebut terdiri dari Mobil Penumpang, Mobil Bis, Mobil
Barang, dan Sepeda motor. Hal ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya
kebutuhan transportasi pribadi. Pada 2024, populasi kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 164
juta unit, dengan sepeda motor masih menjadi jenis kendaraan terbanyak, yakni 137,3 juta unit atau
sekitar 83,6% dari total kendaraan. Mobil penumpang berada di urutan kedua dengan jumlah 20,1 juta
unit, disusul oleh mobil barang sebesar 6,1 juta unit, bus sebanyak 285 ribu unit, dan kendaraan khusus
sebanyak 162 ribu unit.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 78
                                                                                         P a g e | 25




Peningkatan ini disebabkan mayoritas penduduk Indonesia lebih memilih kendaraan pribadi, terutama
motor, dibandingkan transportasi umum. Pulau Jawa menjadi wilayah dengan populasi kendaraan
tertinggi, mencapai 97,2 juta unit atau 59,2% dari total kendaraan nasional. Selain Pulau Jawa,
distribusi kendaraan di wilayah lain juga terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan
aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Tren peningkatan ini mencerminkan peran penting kendaraan
bermotor dalam mendorong mobilitas dan perekonomian nasional. Di sisi lain, pemerintah diharapkan
terus mengantisipasi dampak yang muncul, seperti kemacetan lalu lintas dan penurunan kualitas
lingkungan, dengan memperkuat infrastruktur transportasi dan menerapkan kebijakan ramah
lingkungan untuk mendukung mobilitas berkelanjutan.
Di Indonesia, pembangunan jalan tol telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian,
terutama dalam menurunkan biaya logistik dan memperlancar arus distribusi. Pertumbuhan pesat
jaringan jalan tol sejak tahun 2015 mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan
konektivitas antarwilayah. Meskipun demikian, tantangan seperti penetapan tarif tol, proses
pembebasan lahan, dan dampak urbanisasi perlu dikelola secara efektif agar manfaat pembangunan
infrastruktur dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Selama periode historis
tahun 2020-2024, perkembangan lalu lintas kendaraan di Indonesia (kecuali sepeda motor)
menunjukkan pertumbuhan CAGR sebesar 8,3%.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 79
                                                                                                                               P a g e | 26




2.3 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi terdiri atas:
2.3.1 Analisis Kinerja Historis atas Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan Perseroan
                                                   Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2020 - 2024
                                                                                                                      (dalam Ribuan Rupiah)
                                                                  2020             2021            2022            2023                    2024
                      Keterangan
                                                                Audit *)           Audit           Audit           Audit                   Audit
 ASET
 ASET LANCAR
 Kas dan Setara Kas                                        556.853.162      562.782.118     441.414.235     471.769.154             582.434.576
 Piutang Usaha
    Pihak Berelasi                                          94.030.241       58.421.737     186.069.934      48.503.629             108.631.885

    Pihak Ketiga                                           688.993.400      665.370.713     886.255.750     876.360.390             731.288.298
 Piutang Retensi
     Pihak Berelasi                                                 -               -         1.713.543       1.693.450              13.183.689
     Pihak Ketiga                                                   -         7.285.909      15.202.111       4.797.500               3.184.277
 Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja
     Pihak Berelasi                                         72.725.317       85.004.100      73.381.634     105.471.946              44.226.804
     Pihak Ketiga                                          503.880.002      431.811.163     307.090.515     238.515.104             227.792.229
 Aset Keuangan Lancar Lainnya
     Pihak Berelasi                                         30.794.365       54.826.536      45.329.105      48.899.620              38.014.502
     Pihak Ketiga                                            6.140.628       67.847.852       4.498.899       3.123.599               2.145.735

 Persediaan                                                 294.173.908      274.894.617     269.602.686     341.899.350             360.315.686
 Uang Muka pada Ventura Bersama                               1.318.590        2.129.965       4.050.428       2.389.299                 923.972
 Uang Muka                                                   56.720.199       64.714.885      40.980.885      65.391.692              51.684.699
 Biaya Dibayar di Muka                                       33.308.054       17.172.404      23.916.993      22.400.432              13.912.765
 Pajak Dibayar di Muka                                      143.266.952       78.393.517      76.323.126      96.905.927              61.824.911
 Pekerjaan dalam Proses, Pihak Ketiga                        87.553.495       60.338.711       5.689.992             -                       -
 TOTAL ASET LANCAR                                        2.569.758.313    2.430.994.227   2.381.519.836   2.328.121.092           2.239.564.028

 ASET TIDAK LANCAR
 Aset Pajak Tangguhan                                       40.361.737       45.986.871      41.237.981       43.311.557             50.034.459
 Piutang Pihak Berelasi                                     24.351.694        4.118.144      27.995.877       32.256.408             32.358.278
 Uang Muka Jangka Panjang                                   76.373.262      291.391.201      10.001.750       10.001.750             10.001.750
 Investasi pada Ventura Bersama                            621.503.947      302.659.723     389.848.122      370.534.966            417.963.371
 Investasi pada Entitas Asosiasi                           625.057.495      555.997.625     895.844.121    1.006.789.859            985.658.108
 Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                         13.260.013       13.854.814      47.268.450      57.908.120              87.106.703

 Aset Tetap                                                 563.657.747      470.287.092     482.333.681     506.618.950             518.167.999
 Aset Hak Guna                                                1.966.469        1.613.485       2.830.732       2.688.663               1.762.728
 Goodwill                                                    25.135.683       25.135.683      25.135.683      25.135.683              25.135.683
 Aset Lain-lain                                               3.888.898        3.175.057       3.469.433      12.943.085               3.744.657
 TOTAL ASET TIDAK LANCAR                                  1.995.556.945    1.714.219.695   1.925.965.830   2.068.189.041           2.131.933.736
 TOTAL ASET                                               4.565.315.258    4.145.213.922   4.307.485.666   4.396.310.133           4.371.497.764

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Utang Bank                                                776.913.696      140.182.985     168.675.136     238.522.038             150.691.290
 Utang Usaha
     Pihak Berelasi                                            214.493          181.896         559.783       3.414.947               3.864.719
     Pihak Ketiga                                          255.992.851      253.095.837     300.873.128     344.910.887             265.690.064
 Utang Proyek                                               15.494.173       21.948.682      57.456.353      38.059.064              26.315.147
 Utang Pajak                                                35.469.829       26.514.736      53.369.576      71.831.411              49.148.857
 Liabilitas Bruto kepada Pemberi Kerja
     Pihak Berelasi                                         24.601.927       32.193.794      17.029.482      13.057.346              11.696.406
     Pihak Ketiga                                           70.699.924      110.713.616     115.103.910      88.975.022              97.318.354
 Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya
     Pihak Berelasi                                                -                -               -            12.723                     -
     Pihak Ketiga                                           12.780.155       13.158.391      12.940.552      11.392.991              10.585.883
 Uang Muka dari Pelanggan
     Pihak Berelasi                                         46.036.477       27.573.057      18.535.410      14.160.277               7.662.011
     Pihak Ketiga                                          152.735.669      136.861.812     106.233.674      53.825.915             198.198.731
 Pendapatan Diterima di Muka                                       -                -
 Beban Akrual                                              221.480.316      367.625.605     373.163.379     315.693.181             255.378.837
 Liabilitas Sewa                                                83.887           96.892         415.206         491.864                 733.420
 Utang Bank Jangka Panjang yang Akan Jatuh
 Tempo Dalam Satu Tahun                                      15.684.390        7.221.438             -               -                   176.234
 TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                           1.628.187.787    1.137.368.741   1.224.355.589   1.194.347.666           1.077.459.953

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Liabilitas Manfaat Kesejahteraan Karyawan -
 Pesangon                                                   60.224.998       50.843.685      37.566.021      38.045.239              35.726.785
 Utang Pihak Berelasi                                       90.468.634      280.777.475     171.842.688     101.268.330              58.381.147
 Tanggungan Rugi pada Ventura Bersama                       16.396.567        2.206.410      11.321.819       8.036.368              23.120.848
 Bagian Jangka Panjang:
     Utang Bank                                              86.969.847       23.469.419             -               -                       -
 Liabilitas Sewa                                                    -                -           367.303             -                   171.754
 TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                            254.060.046      357.296.989     221.097.831     147.349.937             117.400.534
 TOTAL LIABILITAS                                         1.882.247.833    1.494.665.730   1.445.453.420   1.341.697.603           1.194.860.487

 EKUITAS
 Modal Saham                                                326.170.397      326.170.397     326.170.397     326.170.397             326.170.397
 Tambahan modal disetor                                     560.092.534      560.092.534     560.092.534     560.092.534             560.092.534
 Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali                 4.781.112        4.781.112       4.781.112       4.781.112               4.781.112
 Saldo Laba                                               1.743.160.112    1.709.549.022   1.914.315.456   2.103.231.678           2.220.945.710
 Penghasilan Komprehensif Lain                               11.962.820       12.313.979      18.126.358      17.454.637              20.649.427
 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik
 Entitas Induk                                            2.646.166.975    2.612.907.044   2.823.485.857   3.011.730.358           3.132.639.180
 Kepentingan Non Pengendali                                  36.900.450       37.641.148      38.546.389      42.882.172              43.998.097
 TOTAL EKUITAS                                            2.683.067.425    2.650.548.192   2.862.032.246   3.054.612.530           3.176.637.277
 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                             4.565.315.258    4.145.213.922   4.307.485.666   4.396.310.133           4.371.497.764
 *) Reklasifikasi

 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
 *) Reklasifikasi




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 80
                                                                                                                     P a g e | 27




Selama tahun 2020 - 2024, jumlah aset Perseroan mengalami pertumbuhan yang menurun dengan
rata-rata sebesar 1%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 9% dari sebesar Rp
4.565.315.258.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp 4.145.213.922.000,- pada tahun 2021. Pada
tahun 2024, jumlah aset Perseroan adalah sebesar Rp 4.371.497.764.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah aset lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang menurun
dengan rata-rata sebesar 3%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 5% dari sebesar Rp
2.569.758.313.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp 2.430.994.227.000,- pada tahun 2021. Pada
tahun 2024, jumlah aset lancar Perseroan adalah sebesar Rp 2.239.564.028.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah aset tidak lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang
meningkat dengan rata-rata sebesar 2%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 12%
dari sebesar Rp 1.714.219.695.000,- pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp 1.925.965.830.000,- pada
tahun 2022. Pada tahun 2024, jumlah aset tidak lancar Perseroan adalah sebesar Rp
2.131.933.736.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami pertumbuhan yang menurun dengan
rata-rata sebesar 11%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 21% dari sebesar Rp
1.882.247.833.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp 1.494.665.730.000,- pada tahun 2021. Pada
tahun 2024, jumlah liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp 1.194.860.487.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami pertumbuhan yang
menurun dengan rata-rata sebesar 10%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 30%
dari sebesar Rp 1.628.187.787.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp 1.137.368.741.000,- pada
tahun 2021. Pada tahun 2024, jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan adalah sebesar Rp
1.077.459.953.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan mengalami pertumbuhan yang
menurun dengan rata-rata sebesar 18%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 38%
dari sebesar Rp 357.296.989.000,- pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp 221.097.831.000,- pada tahun
2022. Pada tahun 2024, jumlah liabilitas jangka panjang Perseroan adalah sebesar Rp
117.400.534.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat
dengan rata-rata sebesar 4%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 8% dari sebesar
Rp 2.650.548.192.000,- pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp 2.862.032.246.000,- pada tahun 2022.
Pada tahun 2024, jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 3.176.637.277.000,-.
                                     Laporan Laba Rugi Perseroan Tahun 2020 - 2024
                                                                                                              (dalam Ribuan Rupiah)
                                                       2020              2021               2022             2023               2024
                   Keterangan
                                                       Audit             Audit             Audit             Audit              Audit
 Pendapatan Usaha                             3.013.778.917     3.480.062.858      4.465.174.493    4.548.754.696      3.875.321.246
 Beban Pokok Pendapatan                      (2.520.797.620)   (3.013.790.607)   (3.864.227.268)   (3.843.825.624)    (3.261.118.783)
 Laba Bruto                                     492.981.297       466.272.251       600.947.225       704.929.072        614.202.463

 Penghasilan Lain-lain                          57.824.371        34.594.891        44.775.672        35.957.027          42.722.943
 Beban Penjualan                               (86.064.392)      (84.385.247)      (75.638.152)     (119.855.589)       (141.969.117)
 Beban Umum dan Administrasi                  (304.157.422)     (294.356.299)     (340.656.506)     (329.797.072)       (358.839.706)
 Beban Lain-lain                               (18.381.721)       (6.465.621)       (4.600.081)       (9.871.320)         (5.986.441)
 Laba Usaha                                    142.202.133       115.659.975       224.828.158       281.362.118         150.130.142

 Beban Keuangan                                (47.862.577)      (45.350.794)      (19.660.042)      (31.646.961)       (19.627.582)
 Beban Pajak Penghasilan Final                 (38.942.849)      (40.097.482)      (36.356.687)      (30.352.488)       (32.115.142)
 Bagian Laba dari Entitas Asosiasi              68.534.426       (21.353.378)      (36.573.104)      (15.689.199)       (13.017.725)
 Bagian Laba dari Ventura Bersama              (34.100.788)      (23.920.120)      118.287.849        91.668.497        143.544.566
 Laba Sebelum Pajak                             89.830.345       (15.061.799)      250.526.174       295.341.967        228.914.259

 Beban Pajak Penghasilan                       (37.995.920)      (22.048.299)      (48.869.665)      (53.527.176)       (39.824.158)
 Laba/ (Rugi) Tahun Berjalan                    51.834.425       (37.110.098)      201.656.509       241.814.791        189.090.101
  Sumber: Laporan Keuangan Perseroan




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 81
                                                                                                             P a g e | 28




Selama tahun 2020 - 2024, Laba (Rugi) Tahun Berjalan Perseroan mengalami pertumbuhan yang cukup
fluktuatif. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 643% dari sebesar rugi Rp
37.110.098.000,- pada tahun 2021 menjadi laba sebesar Rp 201.656.509.000,- pada tahun 2022. Pada
tahun 2024, Laba Tahun Berjalan Perseroan adalah sebesar Rp 189.090.101.000,-.
Seiring dengan adanya peningkatan Pendapatan Usaha Perseroan sebesar 6%, selama tahun 2020 -
2024, beban pokok pendapatan Perseroan turut mengalami peningkatan sebesar 7%. Peningkatan
terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 28%.
Selama tahun 2020 - 2024, Perseroan tercatat memiliki rata-rata Laba Neto Tahun Berjalan sebesar
3% atas pendapatan usaha. Pada tahun 2024, Perseroan mencatat laba sebesar 5% atas pendapatan
usaha.
                                             Rasio
                                                                                  (dalam persentase kecuali dinyatakan lain)
                                                 2020           2021      2022            2023             2024     Rata-Rata
 Keterangan
                                                 Audit          Audit     Audit           Audit            Audit      Historis
 Rasio Pertumbuhan*
 Pendapatan Usaha                                 N/A             15%      28%              2%              -15%           6%
 Beban Pokok Pendapatan                           N/A             20%      28%             -1%              -15%           7%
 Laba Kotor                                       N/A             -5%      29%             17%              -13%           6%
 Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                  N/A           -172%     643%             20%              -22%          38%
 Aset Lancar                                      N/A             -5%      -2%             -2%               -4%          -3%
 Aset Tidak Lancar                                N/A            -14%      12%              7%                3%           2%
 Total Aset                                       N/A             -9%       4%              2%               -1%          -1%
 Liabilitas Jangka Pendek                         N/A            -30%       8%             -2%              -10%         -10%
 Liabilitas Jangka Panjang                        N/A             41%     -38%            -33%              -20%         -18%
 Total Liabilitas                                 N/A            -21%      -3%             -7%              -11%         -11%
 Total Ekuitas                                    N/A             -1%       8%              7%                4%           4%

 Rasio Vertikal**
 Beban Pokok Pendapatan                           84%            87%       87%             85%              84%          85%
 Laba Kotor                                       16%            13%       13%             15%              16%          15%
 Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                   2%            -1%        5%              5%               5%           3%
 Aset Lancar / Total Aset                         56%            59%       55%             53%              51%          55%
 Aset Tidak Lancar / Total Aset                   44%            41%       45%             47%              49%          45%
 Liabilitas Jangka Pendek / Total Liabilitas      87%            76%       85%             89%              90%          85%
 Liabilitas Jangka Panjang / Total Liabilitas     13%            24%       15%             11%              10%          15%
 Total Liabilitas / Total Liabilitas & Ekuitas    41%            36%       34%             31%              27%          34%
 Total Ekuitas / Total Liabilitas & Ekuitas       59%            64%       66%             69%              73%          66%

 Rasio Likuiditas**
 Current Ratio                                     1,6            2,1       1,9             1,9              2,1           1,9
 Quick Ratio                                       1,2            1,7       1,6             1,5              1,6           1,5

 Rasio Profitabilitas**
 Return on Asset (ROA)                             1%             -1%       5%              6%               4%            3%
 Return on Equity (ROE)                            2%             -1%       7%              8%               6%            4%

 Rasio Aktivitas**
 Perputaran Aset (x)                               0,7             0,8      1,0             1,0               0,9         0,9
 Perputaran Piutang Usaha (x)                      3,8             4,8      4,2             4,9               4,6         4,5
 Perputaran Piutang Usaha (hari)                   95              76       88              74                79          82
 Perputaran Utang Usaha (x)                       9,8            11,9     12,8            11,0              12,1         11,5
 Perputaran Utang Usaha (hari)                     37              31       28              33                30          32
 Perputaran Persediaan (X)                         8,6            11,0     14,3            11,2               9,1        10,8
 Perputaran Persediaan (hari)                      43              33       25              32                40          35

 Rasio Solvabilitas**
 Debt to Asset Ratio (DAR)                        41%            36%       34%             31%              27%          34%
 Debt to Equity Ratio (DER)                       70%            56%       51%             44%              38%          52%

 Sumber: TRUSCEL. Diolah berdasarkan data laporan keuangan Perseroan
Keterangan:
*) Perhitungan rata-rata menggunakan metode CAGR pada tahun 2020 - 2024
** )Perhitungan rata-rata dilakukan dengan menggunakan metode AVERAGE
Data pada tahun 2020 - 2024
N/A) Tidak ada pembanding
N/A*) tidak dapat dihitung dikarenakan nilai pembagi sama dengan 0

Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan operasional suatu perusahaan dalam mengelola aset-
asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 82
                                                                                            P a g e | 29




capital (capital providers). Rasio imbal balik aset (Return on Assets / ROA) Perseroan selama tahun
2020 - 2024, secara rata-rata adalah sebesar 3%.
Rasio imbal balik ekuitas (Return on Equity / ROE) selama tahun 2020 - 2024, secara rata-rata adalah
sebesar 4% dimana rasio ini menunjukan hasil yang sejalan dengan rata-rata ROA pada tahun 2020 -
2024. Namun perlu diingat, persentase ROE direkomendasikan untuk mendekati 10% untuk cukup
menutup biaya modal perusahaan.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh liabilitas lancarnya
yang akan jatuh tempo. Selama tahun 2020 - 2024, rata-rata current ratio dan quick ratio Perseroan
masing-masing sebesar 1,9x dan 1,5x. Hal ini menunjukkan bahwa selama tahun 2020 - 2024 Perseroan
mampu untuk membayar liabilitas lancarnya dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya.
Current ratio dan quick ratio terbesar terjadi pada 2021 sebesar 2,1x dan 1,7x. Current ratio dan quick
ratio terkecil terjadi pada 2020 sebesar 1,6x dan 1,2x.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio perputaran aset Perseroan selama tahun 2020 - 2024 secara rata-rata adalah sebesar
0,9x per tahun yang berarti bahwa Perseroan mampu menghasilkan penjualan rata-rata sebesar 0,9x
dari setiap aset yang dimiliki.
Sedangkan perputaran piutang usaha Perseroan selama tahun 2020 - 2024 memiliki rata-rata sebesar
4,5x atau selama 82 hari. Perputaran piutang usaha Perseroan tercepat terjadi pada tahun 2023 yaitu
sebesar 4,9x atau selama 74 hari.
Perputaran utang usaha Perseroan selama tahun 2020 - 2024 memiliki rata-rata sebesar 11,5x atau 32
hari. Perputaran utang usaha tercepat terjadi pada tahun 2022 sebesar 12,8x atau 28 hari.
Perputaran persediaan Perseroan selama tahun 2020 - 2024 memiliki rata-rata sebesar 10,8x atau 35
hari. Perputaran persediaan tercepat terjadi pada tahun 2022 sebesar 14,3x atau 25 hari.
Rasio Solvabilitas
Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan posisi utang berbunga terhadap aset dalam pembiayaan
perusahaan sedangkan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan besarnya porsi utang berbunga
terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan (financial leverage). Rasio solvabilitas ini
menunjukkan seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi seluruh utang
berbunga dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika perusahaan tersebut dilikuidasi.
DAR dan DER Perseroan selama periode historis rata-rata adalah sebesar 34% dan 52%.
Penilaian Arus Kas
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan keuangan untuk menilai
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas, memenuhi kewajibannya, membayar deviden,
menilai penyebab terjadinya perbedaan antara laba dan arus kas terkait, dan menilai pengaruh
kegiatan investasi dan pembiayaan yang menggunakan kas dan non-kas terhadap posisi keuangan
perusahaan. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi
terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta keputusan perolehannya.
Perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian
yang tidak terpisahkan di laporan keuangan untuk periode penyajian laporan keuangan. Tujuan utama
dari laporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas suatu
perusahaan selama satu periode. Tujuan keduanya adalah memberikan informasi atas dasar mengenai
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 83
                                                                                                                               P a g e | 30




Selain tujuan di atas, laporan arus kas juga penting untuk mengetahui keadaan kas secara pasti demi
menjaga likuiditas perusahaan. Dengan adanya laporan arus kas ini, maka perusahaan akan
mengetahui apakah perusahaan dalam keadaan defisit atau bahkan mengalami surplus. Berikut adalah
laporan arus kas Perseroan untuk tahun 2020 - 2024:
                                            Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2020 - 2024
                                                                                                                        (dalam Ribuan Rupiah)
                                                                2020             2021              2022              2023               2024
Keterangan
                                                               Audit             Audit             Audit             Audit              Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari Pelanggan                              3.337.038.314     3.605.066.478     4.191.030.359     4.783.872.562      4.130.719.208
Pembayaran kepada Pemasok                             (2.889.234.018)   (3.096.513.691)   (3.778.078.274)   (4.171.910.939)    (3.288.271.093)
Penerimaan (Pembayaran) dari (kepada) Pihak Ketiga       (78.098.932)      (83.830.191)     (111.337.756)     (127.496.747)      (207.849.578)
Pembayaran Pajak Penghasilan                             (63.792.951)      (50.369.847)      (51.277.605)      (53.215.663)      (143.842.990)
Penerimaan Restitusi Pajak Penghasilan Badan              40.701.816         5.227.420        20.674.701         9.900.629         41.449.282
Pembayaran kepada Karyawan                              (172.970.982)     (150.521.133)     (185.471.402)     (201.719.048)      (230.398.481)
Pembayaran Bunga                                         (48.059.780)      (45.699.744)      (19.950.310)      (30.479.568)       (18.916.893)
Penerimaan Bunga                                           9.052.552         9.844.506         2.854.480         5.494.693         32.163.308
Penerimaan Restitusi Pajak Pertambahan Nilai                     -          55.072.717           459.290               -                  -
Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Operasi        134.636.019       248.276.515        68.903.483       214.445.919        315.052.763

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Deposito yang Dijaminkan
   Pencairan                                                 18.000           166.498           491.699               -            9.746.823
   Penempatan                                                   -                 -                 -         (11.203.172)               -
Aset Tetap
   Penjualan                                              3.202.224         1.213.040         5.088.720         3.740.711          5.180.991
   Pembelian                                            (24.873.867)      (15.644.225)      (78.662.705)     (106.213.654)       (99.433.824)
Pencairan Deposito Berjangka                                    -                 -          64.000.000               -                  -
Penambahan Aset Hak Guna                                        -          (2.546.310)       (2.592.056)       (2.993.524)        (1.802.625)
Pembayaran Uang Muka Aset Tetap                          (4.375.125)      (12.992.452)       (1.515.108)       (4.146.132)       (11.243.090)
Pinjaman kepada Pihak Berelasi                          (59.387.871)      (20.233.550)       23.877.733         4.260.531                -
Penambahan Investasi pada Ventura Bersama              (154.569.792)      (27.205.663)      (59.492.966)      134.354.713        136.361.144
Pengurangan Investasi pada Ventura Bersama              302.782.125       307.939.609        99.707.824       (26.659.235)       (25.160.502)
Penjualan Investasi pada Surat Berharga Negara                  -                 -                 -                 -                  -
Penambahan Investasi pada Entitas Asosiasi               (1.043.250)       (7.987.301)     (128.350.270)     (128.353.522)               -
Pengurangan Investasi pada Entitas Asosiasi                     -          48.888.000               -             708.851                -
Penerimaan Dividen dari Entitas Asosiasi                 60.760.116         6.809.021           750.000         1.000.025          8.114.026
Penerimaan Dividen dari Penyertaan Saham                     17.142               -                 -                 -                  -
Penambahan Aset Keuangan Lain                                   -                 -                 -                 -          (28.667.000)
Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi     122.529.702       278.406.667       (76.697.129)     (135.504.408)        (6.904.057)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Utang Bank                                 (5.687.583.182)   (5.198.332.942)     (30.690.857)              -                  -
Penerimaan Utang Bank                                  5.675.278.796     4.488.201.176              -                 -                  -
Penerimaan (Pembayaran) Utang Bank Jangka Pendek                 -                 -         28.492.151        69.846.902        (87.830.747)
Pembayaran Dividen                                       (39.140.448)              -                -         (48.925.560)       (69.311.209)
Pembayaran Dividen Entitas Anak                                  -            (450.052)          (5.264)           (4.166)        (1.800.068)
Penerimaan dari (Pembayaran kepada) Pihak Berelasi        (2.535.958)      190.308.841     (108.934.787)      (67.553.193)       (42.989.053)
Pembayaran atas Utang Sewa Pembiayaan                            -                 -                -                 -             (176.234)
Pembayaran Liabilitas Sewa                                  (240.600)         (616.908)        (680.161)         (290.645)          (491.864)
Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan       (54.221.392)     (520.889.885)    (111.818.918)      (46.926.662)      (202.599.175)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS             202.944.329         5.793.297     (119.612.564)       32.014.849        105.549.531
PENGARUH PERUBAHAN KURS VALUTA KAS DAN SETARA                189.796           135.658       (1.755.319)       (1.659.930)         5.115.891
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                            353.719.036       556.853.161      562.782.118       441.414.235        471.769.154
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                           556.853.161       562.782.118      441.414.235       471.769.154        582.434.576
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Selama tahun 2020 - 2024, arus kas aktivitas operasi Perseroan terdiri dari arus kas masuk. Arus kas
aktivitas operasi terbesar terjadi pada tahun 2024 yaitu arus kas masuk. Pada tahun 2024, arus kas
masuk untuk aktivitas operasi adalah sebesar Rp 315.052.763.000,-.
Selama tahun 2020 - 2024 arus kas dari aktivitas investasi merupakan arus kas keluar kecuali pada
tahun 2020 dan 2021 yang merupakan arus kas masuk. Arus kas aktivitas investasi terbesar terjadi
pada tahun 2021 yaitu arus kas masuk. Pada tahun 2024, arus kas keluar untuk aktivitas investasi
adalah sebesar Rp 6.904.057.000,-
Selama tahun 2020-2024 arus kas dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas keluar. Arus kas
aktivitas pendanaan terbesar terjadi pada tahun 2021 yaitu arus kas keluar. Pada tahun 2024, arus kas
keluar untuk aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp 202.599.175.000,-.
Kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada tahun 2024 adalah sebesar Rp 582.434.576.000,-.



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 84
                                                                                                 P a g e | 31




                                Common-Size Statement Laporan Laba Rugi Perseroan
                                                Tahun 2020 - 2024
                                                         2020            2021    2022    2023          2024
                   Keterangan
                                                         Audit           Audit   Audit   Audit         Audit
 Pendapatan Usaha                                        100%            100%    100%    100%          100%
 Beban Pokok Pendapatan                                  -84%            -87%    -87%    -85%          -84%
 Laba Bruto                                               16%             13%     13%     15%           16%

 Penghasilan Lain-lain                                     2%              1%      1%      1%             1%
 Beban Penjualan                                          -3%             -2%     -2%     -3%            -4%
 Beban Umum dan Administrasi                             -10%             -8%     -8%     -7%            -9%
 Beban Lain-lain                                          -1%              0%      0%      0%             0%
 Laba Usaha                                                5%              3%      5%      6%             4%

 Beban Keuangan                                           -2%             -1%      0%     -1%            -1%
 Beban Pajak Penghasilan Final                            -1%             -1%     -1%     -1%            -1%
 Bagian Laba dari Entitas Asosiasi                         2%             -1%     -1%      0%             0%
 Bagian Laba dari Ventura Bersama                         -1%             -1%      3%      2%             4%
 Laba Sebelum Pajak                                        3%              0%      6%      6%             6%

 Beban Pajak Penghasilan                                  -1%             -1%     -1%     -1%            -1%
 Laba/ (Rugi) Tahun Berjalan                               2%             -1%      5%      5%             5%
 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Berdasarkan tabel common-size statement laporan laba rugi Perseroan tahun 2020 - 2024, dapat
diketahui bahwa selama periode historis proporsi beban pokok pendapatan terhadap jumlah
pendapatan usaha cenderung stabil. Proporsi beban pokok beban pokok pendapatan terbesar terjadi
pada tahun 2021 dan 2022 yaitu sebesar 87%.
Selama tahun 2020 - 2024, laba rugi tahun berjalan terhadap pendapatan usaha cenderung fluktuatif
yaitu sebesar 2% (2020), -1% (2021), 5% (2022), 5% (2023) dan 5% (2024).




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 85
                                                                                                 P a g e | 32




                                     Common-Size Statement Laporan Posisi Keuangan Perseroan
                                                       Tahun 2020 - 2024
                                                             2020     2021    2022       2023     2024
                              Keterangan
                                                           Audit *)   Audit   Audit      Audit    Audit
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan Setara Kas                                   12%      14%     10%        11%      13%
         Piutang Usaha
            Pihak Berelasi                                      2%      1%      4%         1%       2%

            Pihak Ketiga                                      15%      16%     21%        20%      17%
         Piutang Retensi
             Pihak Berelasi                                     0%      0%      0%         0%       0%
             Pihak Ketiga                                       0%      0%      0%         0%       0%
         Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja
             Pihak Berelasi                                    2%       2%      2%         2%       1%
             Pihak Ketiga                                     11%      10%      7%         5%       5%
         Aset Keuangan Lancar Lainnya
             Pihak Berelasi                                     1%      1%      1%         1%       1%
             Pihak Ketiga                                       0%      2%      0%         0%       0%

         Persediaan                                            6%       7%      6%         8%       8%
         Uang Muka pada Ventura Bersama                        0%       0%      0%         0%       0%
         Uang Muka                                             1%       2%      1%         1%       1%
         Biaya Dibayar di Muka                                 1%       0%      1%         1%       0%
         Pajak Dibayar di Muka                                 3%       2%      2%         2%       1%
         Pekerjaan dalam Proses, Pihak Ketiga                  2%       1%      0%         0%       0%
         TOTAL ASET LANCAR                                    56%      59%     55%        53%      51%

         ASET TIDAK LANCAR
         Aset Pajak Tangguhan                                  1%       1%      1%         1%       1%
         Piutang Pihak Berelasi                                1%       0%      1%         1%       1%
         Uang Muka Jangka Panjang                              2%       7%      0%         0%       0%
         Investasi pada Ventura Bersama                       14%       7%      9%         8%      10%
         Investasi pada Entitas Asosiasi                      14%      13%     21%        23%      23%
         Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                     0%      0%      1%         1%       2%

         Aset Tetap                                           12%      11%     11%        12%      12%
         Aset Hak Guna                                         0%       0%      0%         0%       0%
         Goodwill                                              1%       1%      1%         1%       1%
         Aset Lain-lain                                        0%       0%      0%         0%       0%
         TOTAL ASET TIDAK LANCAR                              44%      41%     45%        47%      49%
         TOTAL ASET                                          100%     100%    100%       100%     100%

         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS
         LIABILITAS JANGKA PENDEK
         Utang Bank                                           17%       3%      4%         5%       3%
         Utang Usaha
             Pihak Berelasi                                     0%      0%      0%         0%       0%
             Pihak Ketiga                                       6%      6%      7%         8%       6%
         Utang Proyek                                           0%      1%      1%         1%       1%
         Utang Pajak                                            1%      1%      1%         2%       1%
         Liabilitas Bruto kepada Pemberi Kerja
             Pihak Berelasi                                     1%      1%      0%         0%       0%
             Pihak Ketiga                                       2%      3%      3%         2%       2%
         Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya
             Pihak Berelasi                                     0%      0%      0%         0%       0%
             Pihak Ketiga                                       0%      0%      0%         0%       0%
         Uang Muka dari Pelanggan
             Pihak Berelasi                                     1%      1%      0%         0%       0%
             Pihak Ketiga                                       3%      3%      2%         1%       5%
         Pendapatan Diterima di Muka                            0%      0%      0%         0%       0%
         Beban Akrual                                           5%      9%      9%         7%       6%
         Liabilitas Sewa                                        0%      0%      0%         0%       0%
         Utang Bank Jangka Panjang yang Akan Jatuh
         Tempo Dalam Satu Tahun                                0%       0%      0%         0%       0%
         TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                       36%      27%     28%        27%      25%

         LIABILITAS JANGKA PANJANG
         Liabilitas Manfaat Kesejahteraan Karyawan -
         Pesangon                                               1%      1%      1%         1%       1%
         Utang Pihak Berelasi                                   2%      7%      4%         2%       1%
         Tanggungan Rugi pada Ventura Bersama                   0%      0%      0%         0%       1%
         Bagian Jangka Panjang:
             Utang Bank                                        2%       1%      0%         0%       0%
         Liabilitas Sewa                                       0%       0%      0%         0%       0%
         TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                       6%       9%      5%         3%       3%
         TOTAL LIABILITAS                                     41%      36%     34%        31%      27%

         EKUITAS
         Modal Saham                                           7%       8%      8%         7%       7%
         Tambahan modal disetor                               12%      14%     13%        13%      13%
         Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali          0%       0%      0%         0%       0%
         Saldo Laba                                           38%      41%     44%        48%      51%
         Penghasilan Komprehensif Lain                         0%       0%      0%         0%       0%
         Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik
         Entitas Induk                                        58%      63%     66%        69%      72%
         Kepentingan Non Pengendali                            1%       1%      1%         1%       1%
         TOTAL EKUITAS                                        59%      64%     66%        69%      73%
         TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                        100%     100%    100%       100%     100%
        Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
        *) Reklasifikasi

Berdasarkan tabel common-size statement laporan posisi keuangan selama tahun 2020-2024, dapat
diketahui bahwa selama periode historis porsi terbesar pada sisi aset adalah pada aset tidak lancar
untuk akun Investasi Pada Entitas Asosiasi yaitu tahun 2023 dan 2024 sebesar 23%.



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 86
                                                                                                                                   P a g e | 33




Pada sisi liabilitas dan ekuitas diketahui bahwa selama tahun 2020 - 2024 porsi terbesar adalah pada
sisi ekuitas untuk akun Saldo Laba yaitu tahun 2024 sebesar 51% dari total jumlah liabilitas dan ekuitas.
Kesimpulan Analisis Kinerja Historis
Berdasarkan hasil analisis kinerja historis, kinerja keuangan Perseroan selama periode tahun 2020
hingga 2024 menunjukkan tren yang relatif stabil dengan indikator keuangan yang mencerminkan
kapasitas operasional dan keuangan yang terjaga. Tingkat pertumbuhan pendapatan usaha historis
Perseroan tercatat sebesar 6% (CAGR), yang mengindikasikan kemampuan Perseroan dalam
menciptakan pertumbuhan meskipun terdapat fluktuasi tahunan, termasuk penurunan pendapatan
pada tahun 2024. Dari sisi profitabilitas, ROA dan ROE masing-masing mencatatkan rata-rata sebesar
3% dan 4%, menunjukkan efisiensi pengelolaan aset dan ekuitas meskipun belum mencapai tingkat
pengembalian yang optimal. Likuiditas Perseroan juga berada dalam kondisi memadai, dengan current
ratio dan quick ratio masing-masing sebesar 1,9x dan 1,5x. Efisiensi operasional tercermin dari
perputaran aset sebesar 0,9x, serta perputaran piutang usaha dan persediaan yang cukup cepat,
masing-masing 82 hari dan 35 hari. Dari sisi struktur pendanaan, Perseroan menunjukkan penurunan
risiko keuangan dengan rata-rata DAR dan DER masing-masing sebesar 34% dan 52%, yang
mencerminkan perbaikan dalam struktur modal, dimana mengindikasikan adanya penurunan
ketergantungan terhadap pendanaan berbasis utang serta penguatan struktur permodalan Perseroan
sepanjang periode historis. Di samping itu, struktur biaya tetap terkendali dengan proporsi beban
pokok pendapatan yang konsisten di kisaran 84%–87% dari total pendapatan usaha.
2.3.2 Analisis Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi Laba Rugi atas Rencana Transaksi Pembelian Saham
Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi laba rugi atas Rencana Transaksi untuk tahun 2025-2029 seperti ditunjukkan pada tabel di
bawah ini:
                                          Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan
                                                                                                                           (dalam Rupiah Penuh)
                                                         2025                  2026                  2027                  2028                  2029
                     Keterangan
                                                     Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast
Pendapatan Usaha                           5.361.000.000.000     5.821.000.000.000     6.164.000.000.000     6.410.560.000.000     6.666.982.400.000
Beban Pokok Pendapatan                     (4.653.000.000.000)   (5.035.000.000.000)   (5.316.000.000.000)   (5.545.027.224.720)   (5.766.828.313.709)
Laba Bruto                                   708.000.000.000       786.000.000.000       848.000.000.000       865.532.775.280       900.154.086.291


Beban usaha
Beban Umum dan Administrasi                 (385.000.000.000)     (414.000.000.000)     (431.000.000.000)     (443.930.000.000)     (457.247.900.000)
Laba Usaha                                   323.000.000.000       372.000.000.000       417.000.000.000       421.602.775.280       442.906.186.291


Pendapatan (Beban) Lainnya
Hasil (Biaya) Lain (Exclude JTD)             (41.000.000.000)      (46.000.000.000)      (47.000.000.000)      (48.410.000.000)      (49.862.300.000)
Laba (Rugi) Asosiasi - JTD                      (643.441.199)        1.539.165.859         1.036.490.952         3.255.992.423         3.692.308.797
Bagian Laba (Rugi) dari Ventura Bersama      152.000.000.000       162.000.000.000       195.000.000.000       200.850.000.000       206.875.500.000
Laba Sebelum Beban Bunga & Pajak             433.356.558.801       489.539.165.859       566.036.490.952       577.298.767.703       603.611.695.087


Beban Bunga                                  (34.000.000.000)      (31.000.000.000)      (24.000.000.000)      (24.720.000.000)      (25.461.600.000)
Laba Sebelum Pajak                           399.356.558.801       458.539.165.859       542.036.490.952       552.578.767.703       578.150.095.087
Pajak Penghasilan                            (87.858.442.936)     (100.878.616.489)     (119.248.028.009)     (121.567.328.895)     (127.193.020.919)
Laba Setelah Pajak                           311.498.115.865       357.660.549.370       422.788.462.943       431.011.438.808       450.957.074.168
Sumber: Manajemen Perseroan, diolah

Perseroan memproyeksikan pendapatan yang memiliki pertumbuhan dengan CAGR 5,6% selama
tahun 2025-2029, dengan pendapatan usaha tertinggi terjadi pada tahun 2029. Proyeksi pendapatan
usaha didominasi dari kontribusi jasa konstruksi. Pertumbuhan pendapatan Perseroan sejalan dengan
asumsi pertumbuhan sesuai analisis industri sebesar 5,5%. Adapun pertumbuhan pendapatan
Perseroan juga didukung oleh pertumbuhan historis CAGR selama tahun 2020-2024 sebesar 6%.
Sehingga atas dasar tersebut, Perseroan optimis terhadap prognosa antara lain dapat menghasilkan
pendapatan usaha sebesar Rp6.666.982.400.000,- pada tahun 2029 dengan pertumbuhan CAGR 5,6%.



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 87
                                                                                               P a g e | 34




Adapun seiring dengan peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan turut mengalami
peningkatan dengan CAGR sebesar 5,5%. Mayoritas kontribusi beban pokok pendapatan ini terdiri atas
jasa konstruksi.
Pemulihan ekonomi memberikan dampak positif bagi segmen konstruksi, namun ketidakpastian dan
berbagai tantangan mendorong kami untuk menerapkan pendekatan dengan prinsip kehati-hatian
dan berfokus pada strategi sebagai berikut:
     1) Pemilihan proyek dan mitra yang cermat untuk mengelola risiko pembayaran secara efektif
     2) Memprioritaskan pertumbuhan margin dibandingkan pertumbuhan pendapatan untuk
        meningkatkan profitabilitas dan ketahanan Perseroan.
Kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara dan perusahaan swasta berskala besar merupakan
strategi andalan Perseroan dalam memperoleh proyek berkualitas dan bernilai tinggi, di mana kami
dapat berkontribusi terhadap kemampuan operasional Grup yang terintegrasi. Strategi ini juga
memberikan manfaat lain, di antaranya berbagi keunggulan teknologi dan metode, serta
memeratakan risiko.
Selanjutnya, Laba Setelah Pajak Perseroan selama periode proyeksi tahun 2025-2029 akan mengalami
tren yang meningkat dengan CAGR sebesar 10%. Pada tahun 2025, Laba Setelah Pajak Perseroan
diproyeksikan adalah sebesar Rp311.498.115.865,- dan akan mengalami peningkatan menjadi sebesar
Rp450.957.074.168,- pada tahun 2029.
2.3.3 Nilai Pasar 100% Saham JTD
Pemberi Tugas
Pemberi Tugas adalah sebagai berikut:
Nama Perusahaan                  : PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
Bidang Usaha                     : Pembangunan, Perdagangan, Perindustrian, dan Jasa
Alamat                           : Jalan Bintaro Raya RT.17/RW.8, Kec. Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan
                                   Jakarta 12330
Maksud dan Tujuan Penilaian
Hasil dari penilaian ini ditujukan untuk memberi opini Nilai Pasar atas 100% Saham JTD per tanggal
31 Desember 2024 untuk tujuan transaksi jual & beli. Laporan Penilaian ini hanya disusun untuk tujuan
yang dimaksudkan dan tidak dapat digunakan untuk keperluan lain yang menyangkut instansi lain.
Identifikasi Objek Penilaian
Objek dalam penilaian ini adalah 100% Saham JTD.
Asumsi-Asumsi Yang Digunakan
Dalam proses Laporan Penilaian ini, asumsi-asumsi yang digunakan adalah sebagai berikut:
Asumsi Inflasi
                               Asumsi                               2025       2026-2067
                               Inflasi                              2,3%         2,5%
                             Sumber: PWC Global Economy Watch, Desember 2024

Asumsi inflasi didasarkan pada Global Economy Watch – Projections yang dipublikasikan oleh
PricewaterhouseCoopers.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 88
                                                                                                                                                                                                                            P a g e | 35




Asumsi Proyeksi Keuangan
        •             Periode proyeksi yang digunakan dalam penilaian adalah 2025 – 05 Januari 2067 berdasarkan
                      sisa masa konsesi Jalan Tol Tahap I - Section A (Kelapa Gading - Pulo Gebang) sepanjang 9.287
                      km;
        •             Sesuai Tarif Pajak PPh Badan Indonesia berdasarkan Peraturan yang disesuaikan dengan UU
                      Nomor 7 Tahun 2021 adalah sebesar 22%.
Asumsi Pendapatan
Asumsi pendapatan disusun berdasarkan golongan kendaraan, volume kendaraan, dan tarif untuk
Jalan Tol Tahap I – Section A (Kelapa Gading – Pulo Gebang) sepanjang 9,287 km. Asumsi ini mengacu
pada Amandemen Perjanjian Konsesi, Berita Acara Evaluasi, dan proyeksi manajemen, yang
dijustifikasi dengan pertumbuhan industri tol di Indonesia sebagai pembanding, sebagai berikut:
                             2025                2026                2027                2028                2029                2030                2031                2032                2033                2034                2035
     Jenis Golongan
                            Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total
Gol. 1                     94.450.354.511     108.767.517.049     114.104.739.111     129.280.669.413     135.822.271.285     153.886.633.366     121.223.176.761     213.581.699.222     282.879.633.408     362.727.368.661     398.030.431.954
 Volume Kendaraan               4.293.198           4.414.266           4.540.073           4.676.275           4.816.563           4.961.060           3.831.414           6.136.839           7.968.604           9.288.984           9.993.186
 Tarif                             22.000              24.640              25.133              27.646              28.199              31.019              31.639              34.803              35.499              39.049              39.830

Gol. 2                      1.626.958.956       1.873.579.902       1.965.516.468       2.226.930.158       2.339.612.824       2.650.781.330       2.088.135.445       3.679.061.452       4.872.756.226       6.248.177.088       6.856.291.640
 Volume Kendaraan                  49.302              50.692              52.137              53.701              55.312              56.971              43.999              70.474              91.509             106.672             114.759
 Tarif                             33.000              36.960              37.699              41.469              42.299              46.528              47.459              52.205              53.249              58.574              59.745

Gol. 3                        320.014.358         368.523.414         386.606.858         438.025.570         460.189.664         521.394.889         410.725.373         723.652.237         958.445.785       1.228.983.909       1.348.596.876
 Volume Kendaraan                   9.697               9.971              10.255              10.563              10.880              11.206               8.654              13.862              17.999              20.982              22.572
 Tarif                             33.000              36.960              37.699              41.469              42.299              46.528              47.459              52.205              53.249              58.574              59.745

Gol. 4                        220.297.212         253.690.744         266.139.349         301.535.883         316.793.598         358.927.147         282.742.484         498.160.680         659.792.066         846.029.942         928.371.257
 Volume Kendaraan                   5.007               5.148               5.295               5.454               5.617               5.786               4.468               7.157               9.293              10.833              11.654
 Tarif                             44.000              49.280              50.266              55.292              56.398              62.038              63.279              69.606              70.999              78.098              79.660

Gol. 5                        220.297.212         253.690.744         266.139.349         301.535.883         316.793.598         358.927.147         282.742.484         498.160.680         659.792.066         846.029.942         928.371.257
 Volume Kendaraan                   5.007               5.148               5.295               5.454               5.617               5.786               4.468               7.157               9.293              10.833              11.654
 Tarif                             44.000              49.280              50.266              55.292              56.398              62.038              63.279              69.606              70.999              78.098              79.660



                             2036                2037                2038                2039                2040                2041                2042                2043                2044                2045                2046
     Jenis Golongan
                            Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total                Total
Gol. 1                    452.204.009.484     473.787.484.462     536.801.219.895     563.963.361.622     640.721.092.796     671.302.395.447     760.585.614.041     799.071.246.112     907.828.126.562     951.158.316.570    1.077.662.372.674
 Volume Kendaraan              10.321.182          10.601.771          10.919.824          11.247.419          11.616.581          11.932.387          12.290.358          12.659.069          13.074.564          13.430.006           13.832.907
 Tarif                             43.813              44.689              49.158              50.142              55.156              56.259              61.885              63.122              69.435              70.823               77.906

Gol. 2                      7.789.461.108       8.161.248.256       9.246.694.274       9.714.577.004      11.036.770.858      11.563.550.503      13.101.502.720      13.764.438.757      15.637.835.438      16.384.221.633      18.563.323.110
 Volume Kendaraan                 118.525             121.748             125.400             129.162             133.401             137.028             141.139             145.373             150.144             154.226             158.853
 Tarif                             65.720              67.034              73.738              75.212              82.734              84.388              92.827              94.684             104.152             106.235             116.859

Gol. 3                      1.532.146.453       1.605.275.050       1.818.776.632       1.910.806.729       2.170.875.378       2.274.490.192       2.576.997.388       2.707.393.455       3.075.880.831       3.222.691.110       3.651.309.028
 Volume Kendaraan                  23.313              23.947              24.666              25.405              26.239              26.953              27.761              28.594              29.533              30.335              31.246
 Tarif                             65.720              67.034              73.738              75.212              82.734              84.388              92.827              94.684             104.152             106.235             116.859

Gol. 4                      1.054.726.400       1.105.067.973       1.252.042.013       1.315.395.339       1.494.426.050       1.565.754.271       1.773.999.589       1.863.763.968       2.117.429.903       2.218.493.791       2.513.553.465
 Volume Kendaraan                  12.037              12.364              12.735              13.117              13.547              13.916              14.333              14.763              15.248              15.662              16.132
 Tarif                             87.626              89.379              98.317             100.283             110.311             112.518             123.769             126.245             138.869             141.647             155.811

Gol. 5                      1.054.726.400       1.105.067.973       1.252.042.013       1.315.395.339       1.494.426.050       1.565.754.271       1.773.999.589       1.863.763.968       2.117.429.903       2.218.493.791       2.513.553.465
 Volume Kendaraan                  12.037              12.364              12.735              13.117              13.547              13.916              14.333              14.763              15.248              15.662              16.132
 Tarif                             87.626              89.379              98.317             100.283             110.311             112.518             123.769             126.245             138.869             141.647             155.811



                             2047                2048                2049                2050                2051                2052                2053                2054                2055                2056                2057
     Jenis Golongan
                             Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total               Total
Gol. 1                   1.132.192.088.731   1.286.288.084.851   1.347.681.982.541   1.526.923.686.218   1.604.186.024.741   1.822.522.335.254   1.909.510.429.993   2.163.475.317.182   2.272.947.168.231   2.582.304.618.706   2.705.556.748.171
 Volume Kendaraan               14.247.894          14.715.537          15.115.591          15.569.058          16.036.130          16.562.467          17.012.730          17.523.112          18.048.806          18.641.202          19.147.978
 Tarif                              79.464              87.410              89.158              98.074             100.036             110.039             112.240             123.464             125.933             138.527             141.297

Gol. 2                     19.502.627.259      22.157.014.977      23.214.558.405      26.302.094.673      27.632.980.664      31.393.942.892      32.892.360.347      37.267.044.273      39.152.756.713      44.481.607.803      46.604.693.068
 Volume Kendaraan                 163.619             168.989             173.583             178.790             184.154             190.198             195.369             201.230             207.267             214.070             219.890
 Tarif                            119.196             131.115             133.738             147.111             150.054             165.059             168.360             185.196             188.900             207.790             211.946

Gol. 3                      3.836.065.265       4.358.169.512       4.566.182.799       5.173.485.112       5.435.263.458       6.175.025.152       6.469.756.065       7.330.233.622       7.701.143.443       8.749.300.714       9.166.900.535
 Volume Kendaraan                  32.183              33.239              34.143              35.167              36.222              37.411              38.428              39.581              40.768              42.106              43.251
 Tarif                            119.196             131.115             133.738             147.111             150.054             165.059             168.360             185.196             188.900             207.790             211.946

Gol. 4                      2.640.739.271       3.000.154.738       3.143.350.648       3.561.416.284       3.741.623.948       4.250.874.344       4.453.766.486       5.046.117.428       5.301.450.970       6.023.000.234       6.310.475.073
 Volume Kendaraan                  16.616              17.161              17.628              18.157              18.701              19.315              19.840              20.436              21.049              21.739              22.330
 Tarif                            158.928             174.820             178.317             196.148             200.071             220.079             224.480             246.928             251.867             277.053             282.595

Gol. 5                      2.640.739.271       3.000.154.738       3.143.350.648       3.561.416.284       3.741.623.948       4.250.874.344       4.453.766.486       5.046.117.428       5.301.450.970       6.023.000.234       6.310.475.073
 Volume Kendaraan                  16.616              17.161              17.628              18.157              18.701              19.315              19.840              20.436              21.049              21.739              22.330
 Tarif                            158.928             174.820             178.317             196.148             200.071             220.079             224.480             246.928             251.867             277.053             282.595




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 89
                                                                                                                                                                                                                                       P a g e | 36




                            2058                 2059                    2060                   2061                  2062                    2063                    2064                    2065                     2066                   5-Jan-67
     Jenis Golongan
                            Total                Total                  Total                 Total                   Total                  Total                  Total                   Total                    Total                     Total
Gol. 1                  3.065.395.795.678    3.220.504.822.939      3.658.828.764.293     3.833.462.861.788       4.343.313.422.406      4.563.085.081.580      5.184.139.713.588       5.431.576.152.540        6.221.416.611.303            85.947.763.694
 Volume Kendaraan              19.722.417           20.314.090             20.980.837            21.551.218              22.197.754             22.863.687             23.614.117              24.256.086               25.257.563                   342.087
 Tarif                            155.427              158.536                174.389               177.877                 195.665                199.578                219.536                 223.926                  246.319                   251.245

Gol. 2                     52.803.117.246      55.474.954.978           63.025.324.330      66.033.492.064          74.815.946.509           78.601.633.402          89.299.638.729          93.561.866.567          107.167.299.969           1.480.497.184
 Volume Kendaraan                 226.486             233.281                  240.938             247.488                 254.912                  262.560                 271.177                 278.550                  290.050                   3.928
 Tarif                            233.140             237.803                  261.584             266.815                 293.497                  299.367                 329.303                 335.889                  369.478                 376.868

Gol. 3                     10.386.098.306      10.911.634.880           12.396.753.229      12.988.444.164          14.715.907.238           15.460.532.144          17.564.774.106          18.403.132.135           21.079.250.065            291.206.090
 Volume Kendaraan                  44.549              45.885                   47.391              48.680                  50.140                   51.644                  53.339                  54.789                   57.051                    773
 Tarif                            233.140             237.803                  261.584             266.815                 293.497                  299.367                 329.303                 335.889                  369.478                376.868

Gol. 4                      7.149.768.258       7.511.546.532            8.533.898.884          8.941.217.681       10.130.399.633           10.642.997.854          12.091.553.600          12.668.677.507           14.510.911.469            200.465.660
 Volume Kendaraan                  23.000              23.690                   24.468                 25.133               25.887                   26.664                  27.539                  28.288                   29.456                    399
 Tarif                            310.854             317.071                  348.778                355.754              391.329                  399.156                 439.071                 447.853                  492.638                502.491

Gol. 5                      7.149.768.258       7.511.546.532            8.533.898.884          8.941.217.681       10.130.399.633           10.642.997.854          12.091.553.600          12.668.677.507           14.510.911.469            200.465.660
 Volume Kendaraan                  23.000              23.690                   24.468                 25.133               25.887                   26.664                  27.539                  28.288                   29.456                    399
 Tarif                            310.854             317.071                  348.778                355.754              391.329                  399.156                 439.071                 447.853                  492.638                502.491



Sumber: TRUSCEL. Diolah berdasarkan data historis lalu lintas dan Perjanjian Konsesi JTD

Berdasarkan jumlah kendaraan dan tarif masing-masing golongan, asumsi pertumbuhan pendapatan
JTD dapat tercermin sebagai berikut:
Asumsi                                             2025              2026                2027              2028               2029                  2030              2031              2032                   2033               2034                   2035
Pertumbuhan Pendapatan          (%)                 -3%               15%                  5%               13%                 5%                   13%              -21%               76%                    32%                28%                    10%

Asumsi                                             2036                 2037             2038               2039              2040                  2041              2042              2043                   2044               2045                   2046
Pertumbuhan Pendapatan          (%)                 14%                   5%              13%                 5%               14%                    5%               13%                5%                    14%                 5%                    13%

Asumsi                                             2047                 2048             2049               2050              2051                  2052              2053              2054                   2055               2056                   2057
Pertumbuhan Pendapatan          (%)                  5%                  14%               5%                13%                5%                   14%                5%               13%                     5%                14%                     5%

Asumsi                                                  2058                 2059                2060                2061                2062                  2063                   2064               2065                   2066             5-Jan-67
Pertumbuhan Pendapatan             (%)                   13%                   5%                 14%                  5%                 13%                    5%                    14%                 5%                    15%                 -99%


Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha
Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha terdiri dari asumsi Biaya Operasi dan Pemeliharaan
Rutin, Biaya Pemeliharaan Berkala dan Penggantian Alat, Biaya Overhead Badan Usaha Jalan Tol, dan
Biaya Agency Fee Selama Masa Tenor untuk Jalan Tol Tahap I - Section A ( Kelapa Gading - Pulo Gebang
) sepanjang 9.287 km. Penyesuaian asumsi dilakukan berdasarkan data historis dan didukung oleh
justifikasi data pasar untuk mencerminkan kondisi yang paling representatif, dimana dijelaskan dalam
proporsi atas pendapatan sebagai berikut:
Asumsi                                                                   2025            2026            2027            2028                2029             2030            2031               2032             2033                 2034              2035
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)                        96%             88%             91%             85%                 85%              77%            100%                58%              45%                  36%               33%

Asumsi                                                                   2036            2037             2038            2039               2040             2041             2042              2043             2044                 2045              2046
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)                        30%             29%              26%             25%                23%              22%              20%               20%              18%                  17%               16%


Asumsi                                                                   2047            2048             2049            2050               2051             2052             2053              2054             2055                 2056              2057
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)                        15%             14%              14%             12%                12%              11%              11%               10%               9%                   8%                8%


Asumsi                                                                          2058            2059             2060                 2061            2062                2063               2064               2065               2066            5-Jan-67
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)                                7%              7%               7%                   6%              6%                  6%                 5%                 5%                 4%                   4%


Asumsi Beban Penyusutan / Depresiasi
Beban penyusutan dihitung atas aset tetap seperti peralatan kantor, kendaraan, bangunan, perabot
kantor, dan aset hak guna (ROU) menggunakan metode garis lurus sesuai masa manfaat aset.
Asumsi                                                                                               2025                              2026                             2027                              2028                                 2029
Beban Depresiasi                                                         (%)               (1.075.330.991)                   (1.075.330.991)                  (1.075.330.991)                   (1.075.330.991)                        (581.169.966)

Asumsi Perhitungan Modal Kerja
Asumsi perputaran piutang usaha dan utang usaha didasarkan pada tren historis, dengan proyeksi
bahwa pada akhir periode konsesi JTD seluruh piutang usaha akan tertagih dan seluruh utang usaha
telah diselesaikan kepada para vendor.
Asumsi                                      2025             2026                 2027                 2028              2029                 2030               2031                  2032               2033                  2034                 2035
Piutang Usaha          (hari)               0,01             0,01                 0,01                 0,01              0,01                 0,01               0,01                  0,01               0,01                  0,01                 0,01
Utang Usaha            (hari)               4,00             4,00                 4,00                 4,00              4,00                 4,00               4,00                  4,00               4,00                  4,00                 4,00

Asumsi                                      2036                 2037              2038                2039              2040                 2041               2042                  2043                   2044              2045                 2046
Piutang Usaha          (hari)               0,01                 0,01              0,01                0,01              0,01                 0,01               0,01                  0,01                   0,01              0,01                 0,01
Utang Usaha            (hari)               4,00                 4,00              4,00                4,00              4,00                 4,00               4,00                  4,00                   4,00              4,00                 4,00




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 90
                                                                                                                                                            P a g e | 37




Asumsi                           2047         2048           2049            2050           2051          2052         2053        2054          2055     2056       2057
Piutang Usaha      (hari)        0,01         0,01           0,01            0,01           0,01          0,01         0,01        0,01          0,01     0,01       0,01
Utang Usaha        (hari)        4,00         4,00           4,00            4,00           4,00          4,00         4,00        4,00          4,00     4,00       4,00

Asumsi                              2058            2059            2060             2061          2062            2063          2064         2065       2066     5-Jan-67
Piutang Usaha          (hari)       0,01            0,01            0,01             0,01          0,01            0,01          0,01         0,01       0,01           -
Utang Usaha            (hari)       4,00            4,00            4,00             4,00          4,00            4,00          4,00         4,00       4,00           -


Asumsi Tax Loss Carry Forward (TLCF)
Dengan menerapkan Tax Loss Carry Forward (TLCF) yang memiliki masa manfaat 5 tahun, maka Rugi
Fiskal yang dapat dikompensasikan merupakan kumulatif tahun 2020-2024. Dengan demikian,
Akumulasi Rugi Fiskal yang dapat dikompensasikan dapat dikompensasikan hingga tahun 2029,
sebagai berikut.
Tax Loss Carry Forward             2024                     2025                         2026                   2027                    2028                 2029
                                  Audited                 Forecast                     Forecast               Forecast                Forecast             Forecast
Opening Balance                                        (434.355.266.451)            (437.496.794.014)       (417.434.433.929)       (299.825.774.278)    (125.229.993.919)
Loss Used                                      -         (3.141.527.563)               7.514.800.071           5.060.547.722          15.897.008.081       18.027.272.532
Closing Balance                 (434.355.266.451)      (437.496.794.014)            (417.434.433.929)       (299.825.774.278)       (125.229.993.919)     (26.439.063.468)

2024                             (44.466.336.000)
2023                             (96.660.666.000)
2022                            (163.759.320.000)
2021                            (120.062.912.000)
2020                              (9.406.032.451)

EBIT                                                       (3.141.527.563)             7.514.800.071             5.060.547.722          15.897.008.081     18.027.272.532
Taxes Paid                                                            -                          -                         -                       -                  -

Asumsi Tingkat Diskonto – Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang akan digunakan
dalam penilaian saham JTD:
o      Cost of Debt (tingkat bunga utang) Selama Periode Proyeksi TLCF (2025 – 2029)
       Menggunakan data tingkat bunga pinjaman investasi dari bank sindikasi terhadap proyek
       Pembangunan jalan tol berdasarkan data pasar sebesar 7,13% per Desember 2024. Tingkat bunga
       tersebut tidak disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-adjusted), mengingat selama periode
       proyeksi JTD tidak memperoleh manfaat pajak (tax shield) atas beban bunga akibat tidak adanya
       kompensasi rugi fiskal (tax loss carry forward);

o      Cost of Debt (tingkat bunga utang) Setelah Periode Proyeksi TLCF (2030 – 5 Januari 2067)
       Menggunakan data tingkat bunga pinjaman investasi dari bank sindikasi terhadap proyek
       Pembangunan jalan tol berdasarkan data pasar sebesar 5,56% per Desember 2024. Tingkat bunga
       tersebut telah disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-adjusted) dengan asumsi JTD memperoleh
       manfaat pajak atas beban bunga sepanjang periode proyeksi;

o      Cost of Equity (biaya ekuitas)
       Tingkat biaya ekuitas (cost of equity) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai
       berikut:
                   -        Risk-free rate (tingkat suku bunga bebas risiko)
                            Risk Free Rate yang digunakan adalah Indo Bond 30 tahun yaitu sebesar 7,11% per
                            Desember 2024 (sumber: tradingeconomics.com) yang disesuaikan dengan tingkat
                            default spread Indonesia yaitu sebesar 1,79% per Desember 2024 (sumber:
                            Damodaran, Country Default Spreads and Risk Premiums), sehingga tingkat Risk Free
                            Rate efektif yang digunakan yaitu 5,32% per Desember 2024;
                   -        Beta
                            Koefisien beta wajib berasal dari data rata-rata beta perusahaan pembanding yang
                            bergerak pada sektor dan industri yang sejenis dengan perusahaan yang menjadi



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 91
                                                                                                                                                                                                                                                       P a g e | 38




                    Objek Analisis. Berdasarkan analisis data pasar, Beta yang kami gunakan adalah
                    Levered beta dari 8 perusahaan yang beregrak di bidang yang serupa yaitu sebesar
                    0,55 (selama periode proyeksi TLCF 2025 – 2029) dan 0,46 (setelah periode proyeksi
                    TLCF 2030 – 5 Januari 2067). Perbedaan perhitungan levered beta dikarenakan selama
                    periode proyeksi TLCF, tidak disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-adjusted),
                    mengingat selama periode proyeksi JTD tidak memperoleh manfaat pajak (tax shield)
                    atas beban bunga akibat tidak adanya kompensasi rugi fiskal (tax loss carry forward);
               -    Equity Risk
                    Premi risiko ekuitas wajib didasarkan pada data yang dipublikasikan, maka
                    berdasarkan data yang kami peroleh, equity risk premium untuk Indonesia adalah
                    sebesar 6,45% per Desember 2024. Selanjutnya, equity risk premium disesuaikan
                    dengan country risk premium untuk Indonesia yaitu sebesar 2,33% per Desember
                    2024 sehingga tingkat Equity Risk Premium yang digunakan yaitu sebesar 8,78% per
                    Desember 2024 (sumber: Damodaran, diolah).
               -    Specific Risk
                                                                                                                                             Perusahaan Yang Dinilai                                      Perusahaan Pembanding
                        Kriteria                                                                             Weighting                                   Weighting                                                        Weighting
                                                                                                                                             Rating (1)   Rating                                         Rating (2)        Rating
                    Realisasi Tarif Tol                                                                             0,70                        1,00       0,70                                             0,95             0,67
                    Resiko Konstruksi                                                                               0,30                        1,00       0,30                                             0,95             0,29
                    Total                                                                                          100%                                    1,00                                                             0,95

                    Specific Risk                                                                                 0,50%

                    Notes
                    (1) Rating 0 - 5 : Indicated an increase in rating means increase in level of risk.
                    (2) Rating 0 - 5 : (Wr. Rated Company - Wr. Comparison Company)/10
                    Wr = Weighted Rating

                                                                                                                                                                      Description
                                        MATRIX          Consequence
                                                                                              PT Jakarta Tollroad Development Jaya Pratama                                                                     Comparable Companies
                                                                      JTD memiliki kewenangan untuk mengatur bahwa penyesuaian tarif tol seharusnya dilakukan Perusahaan pembanding yang berasal dari Thailand yakni Bangkok Expressway and Metro PCL diberikan
                                                                      setiap 2 tahun sekali dengan besaran penyesuaian mengikuti laju inflasi. Adapun secara       kewenangan oleh Pemerintah untuk menetapkan penyesuaian tarif setiap 5 tahun sekali. Namun, jalan tol Si Rat
                                                                      historis penyesuaian tarif untuk JTD baru dilaksanakan setelah 2,5 tahun yang disebabkan     Expressway yang dioperasikan oleh Bangkok Expressway and Metro Public Company Limited (BEM) melakukan
                       Factors




                                                                      pandemi Covid-19. Kedepannya, terdapat risiko ketidakpastian yang memungkinkan terjadinya penyesuaian tarif lebih cepat, yaitu dalam kurun waktu 3 tahun. Percepatan penyesuaian ini dilakukan sebagai
                                 Realisasi Tarif Tol       Medium
                                                                      keterlambatan penningkatan tarif, sehingga JTD berisiko kehilangan potensi pendapatan yang respons terhadap dampak pandemi Covid-19 yang signifikan terhadap volume lalu lintas dan pendapatan
                                                                      seharusnya dapat diperoleh dari penyesuaian tarif sesuai ketentuan kontrak.                  operasional. Dengan adanya kenaikan tarif lebih awal dari siklus normal, BEM memperoleh peluang untuk
                                                                                                                                                                   mengakselerasi pemulihan pendapatan dan menjaga kesinambungan arus kas perusahaan di tengah tekanan
                                                                                                                                                                   ekonomi akibat pandemi.
                                                                      Risiko keterlambatan operasional Jalan Tol Seksi B dan C, pekerjaan konstruksi Seksi B dan   Konstruksi Si Rat Expressway milik Bangkok Expressway and Metro PCL dimulai pada tahun 2012 dengan target
                                                                      Seksi C tertunda akibat progress pengadaan tanah serta isu utama kendala proyek terkait      penyelesaian pada 2017. Namun, proyek ini berhasil diselesaikan lebih cepat, yakni pada tahun 2016. Percepatan
                                                                      perizinan dan pengadaan tanah mendasari risiko konstruksi. Target operasional yang semula tersebut dimungkinkan berkat dukungan aktif dari Otoritas Jalan Tol Thailand (EXAT), yang secara efektif
                                                                      direncanakan pada 2027 mengalami keterlambatan menjadi 2031, sehingga berpotensi             mempercepat proses pengadaan lahan melalui penetapan nilai kompensasi yang adil bagi pemilik lahan
                                                                      menunda arus kas operasional, meningkatkan biaya proyek.                                     terdampak. Keberhasilan ini memungkinkan jalan tol Si Rat Expressway beroperasi lebih awal dari jadwal semula,
                                                                                                                                                                   sehingga mendorong percepatan realisasi pendapatan tol dan memperkuat arus kas operasional lebih awal dari
                                                                      Sebagai akibat dari keterlambatan pengadaan lahan, berdasarkan hasil Evaluasi Rencana Kerja, proyeksi semula.
                                                                      JTD memperoleh kompensasi dari pemerintah berupa perpanjangan masa konsesi, dari
                                                                      semula 45 tahun menjadi 50 tahun. Dengan adanya kompensasi tersebut, JTD memiliki ruang
                                                                      untuk menutupi risiko atas keterlambatan operasional yang terjadi.
                       Factors




                                                                      Hal ini sejalan dengan PPJT No. 13 tanggal 6 April 2017, Pasal 2 terkait Pengusahaan Jalan Tol,
                                 Resiko Konstruksi          Low
                                                                      Poin 2.3 terkait Masa Konsesi bahwa "Apabila terjadi keterlambatan pembangunan Jalan Tol
                                                                      yang bukan diakibatkan oleh kesalahan dari Badan Usaha Jalan Tol, maka Badan Usaha Jalan
                                                                      Tol memiliki hak untuk mendapatkan perpanjangan Masa Konsesi dan/atau kenaikan Tarif Tol
                                                                      dengan memperhitungkan jangka waktu keterlambatan pembangunan tersebut."

                                                                      Pada Pasal 3 terkait Pengadaan Tanahdan Penyediaan Ruang, Poin 3.5 terkait Keterlambatan
                                                                      Pengadaan Tanah bahwa "Dalam hal terjadi keterlambatan Pengadaan Tanah dan Penyediaan
                                                                      Ruang oleh Pemerintah, Badan Usaha Jalan Tol berhak untuk: mendapatkankompensasi dari
                                                                      Pemerintah dalam bentuk perpanjangan Masa Konsesi dan/atau penyesuaian Tarif Tol Awal
                                                                      namun demikian Badan Usaha Jalan Tol tidak berhak mengakhiri Perjanjian akibat
                                                                      keterlambatan".




                    Dalam menentukan perusahaan pembanding, telah memenuhi kriteria yang memiliki
                    industri dan kegiatan usaha yang serupa dalam bidang konstruksi dan pengoperasian
                    jalan tol serta memiliki target pasar yang sebanding. Perusahaan pembanding
                    terdaftar memiliki kerakteristik ruang lingkup kegiatan usaha yang lebih luas
                    dibandingkan JTD. Dengan demikian dalam hal realisasi tarif tol dan risiko konstruksi
                    memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan pembanding. Sehingga
                    dengan landasan tersebut maka aktivitas perusahaan JTD dinilai memiliki risiko yang
                    lebih tinggi dibandingkan perusahaan pembanding;
                    Adapun, specific risk yang digunakan dalam penilaian ini adalah sebesar 0,50%.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 92
                                                                                                                                                                                                                                                                               P a g e | 39




                      Weighted Average Cost of Capital (WACC) Selama Periode Proyeksi TLCF (2025 – 2029)
 Weighted Average Cost of Capital analysis (WACC)
 (in IDR)

                  WACC calculation                           Comparable companies
 Capital structure                                           Company name                                  Levered beta(4)            Total Debt           Shares outstanding   Share price   Market value of equity      Debt/Equity   Marginal tax rate        Unlevered beta      Debt/Capital
 Debt to total capitalization (a)             77%            Sichuan Expressway Co., Ltd                              0,45    92.053.697.057.700                3.060.000.000       11.580      35.435.133.846.000              260%                  25%                  0,15              72%
 Equity to total capitalization (b)           23%            Bangkok Expressway and Metro PCL                         0,45    45.795.149.593.200               14.980.000.000        3.379      50.624.280.840.000               90%                  20%                  0,26              47%
                                                             Zhejiang Expressway Co., Ltd                             0,30   317.697.968.280.000                5.990.000.000       11.638      69.714.565.882.000              456%                  25%                  0,07              82%
 Cost of debt                                                Qilu Expressway Co., Ltd                                 0,43    32.882.616.528.300                2.000.000.000        4.789       9.577.292.000.000              343%                  25%                  0,12              77%
 Cost of debt ( c)                          7,13%            Henan Zhongyuan Expressway Co., Ltd                      0,35    81.915.566.170.200                2.250.000.000        9.344      21.023.544.150.000              390%                  25%                  0,09              80%
 Tax rate (d)                                  0%            Ekovest Bhd                                              0,82    30.285.741.617.600                2.965.000.000        1.320       3.913.845.068.000              774%                  24%                  0,12              89%
 After tax cost of debt ( e)                7,13%            Bharat Road Network Ltd                                  0,18     4.659.419.239.760                   83.950.000        8.656         726.699.262.806              641%                  35%                  0,03              87%
                                                             Yuexiu Transport Infrastructure Ltd                      0,69    48.934.596.210.500                1.673.000.000        8.016      13.410.394.921.000              365%                  25%                  0,18              78%
 Cost of equity
 Risk Free Rate (f)                         5,32%            Mean                                                    0,46                                                                                                       415%                                        0,13              77%
 Equity Risk Premium (g)                    8,78%            Median                                                  0,44                                                                                                       377%                                        0,12              79%
 Levered Beta (h)                             0,55
 Specific risk (i)                           0,5%
                                                                                                                                                   Value of relevered beta
                                                                                                                                                                                                                       Mean unlevered
 Cost of equity (j)                        10,64%                                                                                                                                                      Debt/ Capital             beta   Target Debt/Equity   Target marginal rate   Relevered beta
                                                                                                                                                        Based on market                                        77%               0,13             326,17%                     0%             0,55
 WACC (k)                                   7,95%


 Calculation:(a)                      Based on average debt/capital of comparable companies
 Calculation:(b)                      Based on 1-(a)
 Calculation:( c)                     Based on SEKI Indonesia
 Calculation:(d)                      Based on UU No. 7 Tahun 2021
 Calculation:( e)                     Based on (c)*1-(d)
 Calculation:(f)                      Based on IndoBond 10Y - Based defalt spread
 Calculation:(g)                      Based on Equity Risk Premium + Country Risk Primium
 Calculation:(h)                      Based on Mean unlevered beta*[1+(1-target tax rate)*target debt/equity]
 Calculation:(i)                      Based on risk factors
 Calculation:(j)                      Based on[(f)+(g*h)+(i)]
 Calculation:(k)                      Based on [(a)*( e)+ (b)*(j)]




Tingkat Diskonto yang digunakan dalam penilaian saham per 31 Desember 2024 adalah sebesar 7,95%.
   Weighted Average Cost of Capital (WACC) Setelah Periode Proyeksi TLCF (2030 – 5 Januari 2067)
 Weighted Average Cost of Capital analysis (WACC)
 (in IDR)

                  WACC calculation                           Comparable companies
 Capital structure                                           Company name                                  Levered beta(4)            Total Debt           Shares outstanding   Share price   Market value of equity      Debt/Equity   Marginal tax rate        Unlevered beta      Debt/Capital
 Debt to total capitalization (a)             77%            Sichuan Expressway Co., Ltd                              0,45    92.053.697.057.700                3.060.000.000       11.580      35.435.133.846.000              260%                  25%                  0,15              72%
 Equity to total capitalization (b)           23%            Bangkok Expressway and Metro PCL                         0,45    45.795.149.593.200               14.980.000.000        3.379      50.624.280.840.000               90%                  20%                  0,26              47%
                                                             Zhejiang Expressway Co., Ltd                             0,30   317.697.968.280.000                5.990.000.000       11.638      69.714.565.882.000              456%                  25%                  0,07              82%
 Cost of debt                                                Qilu Expressway Co., Ltd                                 0,43    32.882.616.528.300                2.000.000.000        4.789       9.577.292.000.000              343%                  25%                  0,12              77%
 Cost of debt ( c)                          7,13%            Henan Zhongyuan Expressway Co., Ltd                      0,35    81.915.566.170.200                2.250.000.000        9.344      21.023.544.150.000              390%                  25%                  0,09              80%
 Tax rate (d)                                 22%            Ekovest Bhd                                              0,82    30.285.741.617.600                2.965.000.000        1.320       3.913.845.068.000              774%                  24%                  0,12              89%
 After tax cost of debt ( e)                5,56%            Bharat Road Network Ltd                                  0,18     4.659.419.239.760                   83.950.000        8.656         726.699.262.806              641%                  35%                  0,03              87%
                                                             Yuexiu Transport Infrastructure Ltd                      0,69    48.934.596.210.500                1.673.000.000        8.016      13.410.394.921.000              365%                  25%                  0,18              78%
 Cost of equity
 Risk Free Rate (f)                         5,32%            Mean                                                    0,46                                                                                                       415%                                        0,13              77%
 Equity Risk Premium (g)                    8,78%            Median                                                  0,44                                                                                                       377%                                        0,12              79%
 Levered Beta (h)                             0,46
 Specific risk (i)                           0,5%
                                                                                                                                                   Value of relevered beta
                                                                                                                                                                                                                       Mean unlevered
 Cost of equity (j)                         9,83%                                                                                                                                                      Debt/ Capital             beta   Target Debt/Equity   Target marginal rate   Relevered beta
                                                                                                                                                        Based on market                                        77%               0,13             326,17%                    22%             0,46
 WACC (k)                                   6,56%


 Calculation:(a)                      Based on average debt/capital of comparable companies
 Calculation:(b)                      Based on 1-(a)
 Calculation:( c)                     Based on SEKI Indonesia
 Calculation:(d)                      Based on UU No. 7 Tahun 2021
 Calculation:( e)                     Based on (c)*1-(d)
 Calculation:(f)                      Based on IndoBond 10Y - Based defalt spread
 Calculation:(g)                      Based on Equity Risk Premium + Country Risk Primium
 Calculation:(h)                      Based on Mean unlevered beta*[1+(1-target tax rate)*target debt/equity]
 Calculation:(i)                      Based on risk factors
 Calculation:(j)                      Based on[(f)+(g*h)+(i)]
 Calculation:(k)                      Based on [(a)*( e)+ (b)*(j)]




Tingkat Diskonto yang digunakan dalam penilaian saham per 31 Desember 2024 adalah sebesar 6,56%.
Kondisi Pembatas
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini, kami
menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat
Diandalkan sebagai bahan pertimbangan.
Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil penilaian kami
secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Laporan Penilaian tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta Peraturan Pemerintah pada tanggal Laporan Penilaian ini
dikeluarkan.
Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Penilaian ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan Penilaian ini.
Laporan Penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah
disebutkan di atas dan tidak dapat dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Laporan Penilaian ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 93
                                                                                          P a g e | 40




Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya
Penilaian atas 100% saham JTD didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal akan
dilakukan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen JRPT, JKON dan JTD, analisis
historis atas laporan posisi keuangan, laporan arus kas, laporan laba/rugi komprehensif, dan
commonsize-statements, pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta kinerja JTD. Prospek
JTD di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi yang diberikan
oleh manajemen JRPT dan JKON yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang
bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan berbagai metode penilaian untuk menentukan Nilai Pasar suatu pendapatan
yang dianggap mewakili kemampuan di masa mendatang dari suatu perusahaan atau “business
interest”, perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan laporan laba/rugi
komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku
laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba/rugi komprehensif yang biasanya
disusun oleh akuntan berdasarkan nilai historis.
Pendekatan Penilaian
Ada beberapa metode dan prosedur penilaian bisnis yang dapat diterima secara umum. Semua
metode dan prosedur tersebut secara umum dapat disimpulkan menjadi 3 kategori pendekatan
penilaian yang sering digunakan yaitu pendekatan pendapatan, pendekatan aset dan pendekatan
pasar.
Pendekatan pendapatan dengan Metode Diskonto Arus Kas Bersih (Discounted Cash Flow – DCF)
didasarkan atas proyeksi arus kas bersih yang ditentukan berdasarkan proyeksi atas pendapatan
ekonomis perusahaan setelah dikurangi dengan pengeluaran-pengeluaran yang diperlukan untuk
mendukung operasi perusahaan seperti penambahan modal kerja dan pengeluaran modal. Nilai Pasar
dari perusahaan kemudian diperoleh dengan mendiskonto proyeksi arus kas perusahaan dengan
tingkat diskonto yang sesuai dan kemudian menguranginya dengan jumlah utang berbunga untuk
mendapatkan Indikasi Nilai.
Pendekatan aset dengan Metode Penyesuaian Aset Bersih (Adjusted Net Assets Method – ANAM)
dilakukan dengan menyesuaikan aset dan kewajiban perusahaan untuk mendapatkan Nilai Pasarnya,
dimana nilai ekuitas adalah Nilai Pasar dari semua aset dikurangi dengan Nilai Pasar dari semua
kewajiban. Penyesuaian nilai buku dalam laporan posisi keuangan menjadi Nilai Pasar dilakukan secara
individual (individual revaluation of assets), baik nilai Aset Berwujud, ATB maupun nilai kewajiban
perusahaan.
Pendekatan pasar dengan Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline Publicly
Traded Company Method – GPTCM), yaitu dengan mengestimasi nilai perusahaan berdasarkan harga
pasar saham dari perusahaan-perusahaan yang sepadan dan sebanding yang terdaftar sebagai
perusahaan terbuka di bursa efek regional. Metode ini didasarkan atas value multiples dari
perusahaan-perusahaan lain yang sepadan dan sebanding yang diperkirakan memiliki skala dan
karakteristik risiko usaha yang hampir setara dengan perusahaan yang akan dinilai.
Untuk menentukan Nilai Pasar Saham JTD, kami mengaplikasikan pendekatan pendapatan dengan
Metode DCF dan pendekatan aset dengan Metode ANAM. Metode DCF digunakan dalam penilaian
ini dikarenakan Penggerak nilai (value driver) JTD adalah berasal dari aset dimana
direpresentasikan oleh pendapatan. Perhitungan menggunakan metode DCF berdasarkan konsep



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 94
                                                                                        P a g e | 41




jumlah pendapatan yang bisa dihasilkan oleh suatu entitas dalam periode proyeksi. Sehingga,
Metode DCF ini dianggap paling sesuai diterapkan dalam Penilaian 100% Saham JTD. Selanjutnya
Metode ANAM juga digunakan dalam penilaian ini dikarenakan Metode ANAM memperhitungkan nilai
dari seluruh aset JTD berdasarkan Nilai Pasarnya, sehingga kami berkeyakinan kedua metode ini layak
dan sesuai untuk digunakan dalam laporan penilaian ini.
Kami tidak menggunakan pendekatan pasar dengan Metode GPTCM dikarenakan tidak menemukan
perusahaan pembanding yang sepadan dan sebanding serta layak dan sesuai dengan standar
penilaian bisnis di Indonesia, maka GPTCM tidak digunakan dalam laporan penilaian ini.
Pendekatan dan metode penilaian tersebut diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini.
Alasan Penggunaan Metode Penilaian
Pendekatan Pendapatan
Berdasarkan SPI-09 poin 4.1 tentang syarat penggunaan metode DCF adalah sebagai berikut:
- Aset atau bisnis yang sedang mengalami pertumbuhan signifikan atau belum mencapai level
  operasi yang stabil, misalnya bisnis baru atau properti investasi yang sedang dibangun;
- Arus kas yang cenderung berfluktuasi dari suatu periode ke periode lain dalam jangka pendek,
  misalnya fluktuasi pendapatan sewa yang dihasilkan dari suatu properti investasi karena jangka
  waktu dan persyaratan sewa guna usaha atau pendapatan bisnis karena perubahan siklus
  permintaan produk, atau;
- Aset memiliki umur terbatas, misalnya aset dan bisnis di sektor energi dan sumber daya alam.
Pendekatan Aset
Berdasarkan POJK No. 35/2020, berisikan: ”metode ANAM wajib digunakan untuk menilai:
     1. ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat bergantung pada Nilai aset tetap (a
        heavy based on fixed assets company);
     2. ekuitas dari Holding Company;
     3. perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai prospek positif,
        perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi, atau perusahaan yang diragukan
        kemampuannya untuk melanjutkan operasi yang bersifat going concern, seperti perusahaan
        yang baru berdiri (start up company) atau perusahaan yang berada dalam kesulitan untuk
        memperoleh pendapatan (trouble companies);”
Selain itu, pemilihan metode penilaian juga didasarkan pada ketersediaan data yang diperoleh dalam
melakukan penilaian. Penentuan metode ini didasarkan pada ketersediaan data oleh pihak
manajemen dan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap sumber data tersebut.
Dengan demikian berdasarkan syarat penggunaan pendekatan pendapatan dan aset yang dimiliki
oleh JTD maka penentuan Indikasi Nilai 100% Saham JTD dengan pendekatan yang tepat adalah
dengan menggunakan metode DCF dan ANAM.
Berdasarkan uraian diatas dapat dilihat bahwa metode DCF dan ANAM bisa digunakan untuk penilaian
dikarenakan telah memenuhi kriteria sebagaimana dimaksudkan POJK No. 35/2020.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 95
                                                                                                                          P a g e | 42




Kesimpulan Nilai
Dengan memperhatikan Tingkat Kedalaman Investigasi, Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Data yang
Dapat Diandalkan dan Asumsi-Asumsi yang Digunakan dan menggunakan Pendekatan Penilaian
dengan Metode Penilaian, maka menurut pendapat kami, Nilai Pasar 100% Saham JTD per tanggal 31
Desember 2024 adalah sebesar Rp5.260.229.500.654,- (Lima Triliun Dua Ratus Enam Puluh Miliar
Dua Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Lima Ratus Ribu Enam Ratus Lima Puluh Empat Rupiah).
2.3.4 Analisis Batas Wajar atas Nilai Rencana Transaksi
Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dilaksanakan dengan melakukan perbandingan antara Nilai
Rencana Transaksi dan Nilai Pasar.
Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD, dimana dalam rangka rencana penerbitan
saham baru yang akan dikeluarkan oleh JTD, dengan total senilai Rp269.085.225.270,- (Dua Ratus
Enam Puluh Sembilan Miliar Delapan Puluh Lima Juta Dua Ratus Dua Puluh Lima Ribu Dua Ratus Tujuh
Puluh Rupiah) dengan menerbitkan Saham baru sebanyak 41.005 (Empat Puluh Satu Ribu Lima) lembar
saham masing-masing dengan nilai nominal Rp1.000.000 (satu juta Rupiah) per Saham, dengan harga
penyetoran sebesar Rp6.562.254,- (Enam Juta Lima Ratus Enam Puluh Dua Ribu Dua Ratus Lima Puluh
Empat Rupiah) per Saham.
Perseroan bermaksud untuk membeli saham JTD melalui pelaksanaan Rencana Transaksi, yaitu
rencana membeli 8.398 lembar saham dengan harga Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi
sebesar Rp55.109.809.092,- sesuai dengan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD, Sedangkan
Nilai Pasar didasarkan pada uraian hasil perhitungan Nilai Pasar 100% Saham JTD terdapat pada hasil
Laporan Penilaian Saham JTD.
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Rencana Transaksi JTD berdasarkan Akta
Keputusan Para Pemegang Saham JTD dengan menggunakan Nilai Pasar Saham JTD:
                                                                                                                           (dalam Rupiah)
                                                                                   Jumlah
  Rencana Transaksi oleh JKON                     Harga per lembar saham (a)       Saham               Nilai Saham (a) x (b)
                                                                                     (b)
  Nilai Pasar*                                 Rp                    6.641.368       8.398                      Rp      55.774.212.598
  Nilai Jual                                   Rp                    6.562.254       8.398                      Rp      55.109.809.092
*Harga / lembar saham Nilai Pasar secara penuh adalah sebesar Rp6.641.368,-. Harga tersebut diperoleh dari Nilai Pasar 100% Saham “Nilai
Kendali” JTD berdasarkan Penilai Independen sebesar Rp5.260.229.500.654,-, dibagi dengan Σ saham sebesar 792.040 lembar saham
(dihitung berdasarkan Σ saham disetor JTD per 31 Desember 2024 sebesar 751.035 lembar saham ditambah Σ saham baru yang diterbitkan
sebesar 41.005 sesuai Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD). Pihak yang melakukan transaksi yaitu Perseroan dengan kepemilkan
saham sebesar 20,48% per 31 Desember 2024 bersama-sama dengan pemegang saham JTD lainnya yang merupakan Pihak Afiliasi sesuai
Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD sebagai pihak yang mengendalikan JTD.

Nilai Rencana Transaksi oleh Perseroan sebagaimana tercantum dalam Akta Keputusan Para
Pemegang Saham JTD sesuai dengan kepemilikan Perseroan di JTD adalah Rp55.109.809.092,-
(sejumlah 8.398 lembar saham dengan harga per lembar saham sebesar Rp6.562.254,-.)
Sementara itu, Nilai Pasar berdasarkan Laporan Penilaian Saham JTD adalah sebesar
Rp5.260.229.500.654,- yang selanjutnya dibagi dengan Σ saham sebesar 792.040 lembar saham
(dihitung berdasarkan Σ saham existing JTD per 31 Desember 2024 sebesar 751.035 lembar saham
ditambah Σ saham baru yang diterbitkan sebesar 41.005 sesuai Akta Keputusan Para Pemegang
Saham JTD). Sehingga didapatkan harga per lembar saham sebesar Rp6.641.368,-. Dengan demikian,
total nilai pasar atas penambahan 8.398 lembar saham adalah sebesar Rp55.774.212.598,- (dengan
harga per lembar saham sebesar Rp6.641.368,-).
Mengacu pada Peraturan POJK 35/POJK-04/2020 Pasal 48b, berikut adalah tabel uji batas atas dan
batas bawah sebesar 7,5%:




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 96
                                                                                                                            P a g e | 43




                             Keterangan                                Penjelasan                                       Nilai (Dalam Rp)
Batas Atas dari Nilai Rencana Transaksi                    7,5% diatas Nilai Transaksi                             59.957.278.543
Nilai Pasar                                                                                                        55.774.212.598
Batas Bawah dari Nilai Rencana Transaksi                   7,5% dibawah Nilai Transaksi                            51.591.146.654
Nilai Rencana Transaksi                                                                                            55.109.809.092
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas bawah dan atas kewajaran untuk Rencana
Transaksi adalah sebesar Rp51.591.146.654,- dan Rp59.957.278.543,- sehingga Nilai Rencana
Transaksi sebesar Rp55.109.809.092,- masih berada pada batas wajar.
2.3.5 Analisis Nilai Inkremental
Untuk mengetahui nilai tambah yang diperoleh Perseroan atas Rencana Transaksi, analisis atas nilai
tambah inkremental dengan menghitung tambahan pendapatan yang didapatkan oleh Perseroan atas
Rencana Transaksi. Perhitungan nilai tambah inkremental berdasarkan tersebut dapat dilihat pada
tabel berikut:
                                 Perhitungan Nilai Inkremental
                                                                                                                         (dalam Rupiah)
                                                          2025               2026              2027              2028                  2029
                        Keterangan
                                                      Forecast           Forecast          Forecast          Forecast              Forecast
EBT Sebelum Rencana Transaksi                  396.300.946.828    453.861.664.104   538.015.662.247   546.735.354.447       572.001.288.953
EBT Setelah Rencana Transaksi                  399.356.558.801    458.539.165.859   542.036.490.952   552.578.767.703       578.150.095.087
Inkremental EBT Rencana Transaksi                3.055.611.973      4.677.501.755     4.020.828.706     5.843.413.255         6.148.806.135
Kumulatif Inkremental                          23.746.161.823


Dengan Perseroan melaksanakan Rencana Transaksi, maka Perseroan memiliki kepemilikan secara
langsung atas JTD sebesar 20,48%, dimana kepemilikan secara langsung oleh Perseroan sebelum
Rencana Transaksi adalah sebesar 20,48%. Berdasarkan perhitungan di atas, analisis nilai inkremental
dilakukan dengan cara membandingkan selisih EBT/Laba Sebelum Pajak sebelum dan setelah Rencana
Transaksi. Berdasarkan perhitungan nilai inkremental di atas, dapat dilihat bahwa Perseroan
menghasilkan kumulatif inkremental yang positif sebesar Rp23.746.161.823,- selama tahun 2025 –
2029 yang mana Perseroan berpotensi memperoleh nilai tambah inkremental atas pelaksanaan
Rencana Transaksi.
2.3.6 Analisis Proforma Perseroan
Analisis atas dampak transaksi dilakukan dengan menganalisa dampak Rencana Transaksi terhadap
laporan keuangan proforma Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi pada tanggal 31
Desember 2024.
Berikut adalah analisis Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi per tanggal 31 Desember 2024 yang telah disediakan oleh Perseroan.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 97
                                                                                                                                      P a g e | 44




                  Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024
                                                                                                             (dalam Ribuan Rupiah)
                                                                Historis Perseroan                               Proforma Perseroan
                  Deskripsi                                                          Penyesuaian Proforma
                                                                31 Desember 2024                                   31 Desember 2024
                 ASET
                 ASET LANCAR
                 Kas dan Setara Kas                                  582.434.576              (55.109.809)             527.324.767
                 Piutang Usaha
                    Pihak Berelasi                                   108.631.885                                       108.631.885
                    Pihak Ketiga                                     731.288.298                                       731.288.298
                 Piutang Retensi
                     Pihak Berelasi                                   13.183.689                                        13.183.689
                     Pihak Ketiga                                      3.184.277                                         3.184.277
                 Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja
                     Pihak Berelasi                                   44.226.804                                        44.226.804
                     Pihak Ketiga                                    227.792.229                                       227.792.229
                 Aset Keuangan Lancar Lainnya
                     Pihak Berelasi                                   38.014.502                                         38.014.502
                     Pihak Ketiga                                      2.145.735                                          2.145.735
                 Persediaan                                          360.315.686                                        360.315.686
                 Uang Muka pada Ventura Bersama                          923.972                                            923.972
                 Uang Muka Jangka Pendek                              51.684.699                                         51.684.699
                 Biaya Dibayar di Muka                                13.912.765                                         13.912.765
                 Pajak Dibayar di Muka                                61.824.911                                         61.824.911
                 TOTAL ASET LANCAR                                 2.239.564.028              (55.109.809)            2.184.454.219

                 ASET TIDAK LANCAR
                 Aset Pajak Tangguhan                                 50.034.459                                         50.034.459
                 Piutang Pihak Berelasi                               32.358.278                                         32.358.278
                 Uang Muka Jangka Panjang                             10.001.750                                         10.001.750
                 Investasi pada Ventura Bersama                      417.963.371                                        417.963.371
                 Investasi pada Entitas Asosiasi                     985.658.108              55.109.809              1.040.767.917
                 Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                   87.106.703                                         87.106.703
                 Aset Tetap                                          518.167.999                                        518.167.999
                 Aset Hak Guna                                         1.762.728                                          1.762.728
                 Goodwill                                             25.135.683                                         25.135.683
                 Aset Lain-lain                                        3.744.657                                          3.744.657
                 TOTAL ASET TIDAK LANCAR                           2.131.933.736              55.109.809              2.187.043.545
                 TOTAL ASET                                        4.371.497.764                     -                4.371.497.764

                 LIABILITAS DAN EKUITAS
                 LIABILITAS
                 LIABILITAS JANGKA PENDEK
                 Utang Bank                                          150.691.290                                       150.691.290
                 Utang Usaha
                     Pihak Berelasi                                    3.864.719                                         3.864.719
                     Pihak Ketiga                                    265.690.064                                       265.690.064
                 Utang Proyek                                         26.315.147                                        26.315.147
                 Utang Pajak                                          49.148.857                                        49.148.857
                 Liabilitas Bruto kepada Pemberi Kerja
                     Pihak Berelasi                                   11.696.406                                        11.696.406
                     Pihak Ketiga                                     97.318.354                                        97.318.354
                 Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya
                     Pihak Berelasi                                          -                                                 -
                     Pihak Ketiga                                     10.585.883                                        10.585.883
                 Uang Muka dari Pelanggan
                     Pihak Berelasi                                    7.662.011                                         7.662.011
                     Pihak Ketiga                                    198.198.731                                       198.198.731
                 Beban Akrual                                        255.378.837                                       255.378.837
                 Liabilitas Sewa                                         733.420                                           733.420
                 Bagian Liabilitas Jangka Panjang yang Jatuh
                 Tempo dalam Satu Tahun:
                 Liabilitas Sewa Pembiayaan                              176.234                                            176.234
                 TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                    1.077.459.953                      -               1.077.459.953

                 LIABILITAS JANGKA PANJANG
                 Liabilitas Imbalan Kerja                             35.726.785                                        35.726.785
                 Utang Pihak Berelasi                                 58.381.147                                        58.381.147
                 Tanggungan Rugi pada Ventura Bersama                 23.120.848                                        23.120.848
                 Liabilitas Jangka Panjang Setelah Dikurangi
                 Bagian yang Akan Jatuh Tempo Dalam Waktu
                 Satu Tahun:
                    Liabilitas Sewa Pembiayaan                           171.754                                            171.754
                 TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                     117.400.534                      -                 117.400.534
                 TOTAL LIABILITAS                                  1.194.860.487                      -               1.194.860.487

                 EKUITAS
                 Modal Saham                                         326.170.397                                       326.170.397
                 Tambahan modal disetor                              560.092.534                                       560.092.534

                 Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali          4.781.112                                          4.781.112
                 Saldo Laba                                        2.220.945.710                                      2.220.945.710
                 Penghasilan Komprehensif Lain                        20.649.427                                         20.649.427
                 Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
                 Pemilik Entitas Induk                             3.132.639.180                                      3.132.639.180
                 Kepentingan Non Pengendali                           43.998.097                                         43.998.097
                 TOTAL EKUITAS                                     3.176.637.277                      -               3.176.637.277
                 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                      4.371.497.764                      -               4.371.497.764

              Sumber: Manajemen Perseroan




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 98
                                                                                                                P a g e | 45




Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi:
     1. Terdapat perubahan pada sisi aset lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat adanya
        penurunan Kas dan Setara Kas sebesar Rp55.109.809.092,-, sehingga aset lancar Perseroan
        setelah Rencana Transaksi adalah sebesar Rp2.184.454.219.000,-;
     2. Terdapat perubahan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat
        adanya peningkatan Investasi pada Entitas Asosiasi sebesar Rp55.109.809.092,-, sehingga aset
        tidak lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi adalah sebesar Rp2.187.043.545.000,-;
     3. Tidak terdapat perubahan pada sisi liabilitas jangka pendek Perseroan setelah Rencana
        Transaksi, sehingga akun liabilitas jangka pendek Perseroan sebelum dan setelah Rencana
        Transaksi adalah sebesar Rp1.077.459.953.000,-;
     4. Tidak terdapat perubahan pada sisi liabilitas jangka panjang Perseroan setelah Rencana
        Transaksi, sehingga akun liabilitas jangka pendek Perseroan sebelum dan setelah Rencana
        Transaksi adalah sebesar Rp117.400.534.000,-;
     5. Tidak terdapat perubahan pada sisi ekuitas Perseroan setelah Rencana Transaksi, sehingga
        ekuitas Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi adalah sebesar
        Rp3.176.637.277.000,-.
                      Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan per 31 Desember 2024
                                                                                                       (dalam Ribuan Rupiah)

                                                          Historis Perseroan                          Proforma Perseroan
Deskripsi                                                                      Penyesuaian Proforma
                                                          31 Desember 2024                              31 Desember 2024
Pendapatan Usaha                                              3.875.321.246                                3.875.321.246
Beban Pokok Pendapatan                                       (3.261.118.783)                              (3.261.118.783)
LABA BRUTO                                                      614.202.463                      -           614.202.463

BEBAN USAHA
Penghasilan Lain-lain                                            42.722.943                                    42.722.943
Beban Penjualan                                                (141.969.117)                                 (141.969.117)
Beban Umum dan Administrasi                                    (358.839.706)                                 (358.839.706)
Beban Lain-lain                                                  (5.986.441)                                   (5.986.441)
Total Beban Usaha                                              (464.072.321)                     -           (464.072.321)

LABA USAHA                                                     150.130.142                       -           150.130.142

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Laba divestasi entitas anak - neto
Beban Keuangan                                                 (19.627.582)                                  (19.627.582)
Beban Pajak Penghasilan Final                                  (32.115.142)                                  (32.115.142)
Bagian Laba dari Entitas Asosiasi                              (13.017.725)                                  (13.017.725)
Bagian Laba dari Ventura Bersama                               143.544.566                                   143.544.566
Total Penghasilan Lain-Lain - Neto                              78.784.117                       -            78.784.117

LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN                           228.914.259                       -           228.914.259
BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                        (39.824.158)                                  (39.824.158)
LABA NETO PERIODE BERJALAN                                     189.090.101                       -           189.090.101
Sumber: Manajemen Perseroan

Tidak terdapat penyesuaian pada Laporan Laba Rugi Perseroan. Laba Neto Periode Berjalan Perseroan
sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana Transaksi adalah sebesar Rp189.090.101.000,-.
Transaksi yang dijabarkan dalam Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma ini terkait pemenuhan
POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.



Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 99
                                                                                           P a g e | 46




2.4 Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi
Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi adalah untuk menambah sahamnya di JTD. Dalam rangka
penambahan saham tersebut, Perseroan bermaksud untuk membeli saham JTD melalui pelaksanaan
Rencana Transaksi, yaitu rencana membeli 8.398 lembar saham dengan harga Rp6.562.254,- atau
setara total nilai transaksi sebesar Rp55.109.809.092,- sesuai dengan Akta Keputusan Para Pemegang
Saham JTD.
Analisis Kualitatif
Analisis kewajaran dilakukan dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif.
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi terdiri atas informasi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan
Perseroan, analisis industri dan lingkungan dimana terdapat penjabaran akan tinjauan industri
properti dan konstruksi, serta analisis operasional dan prospek Perseroan.
Riwayat Perseroan dan Sifat Kegiatan Perseroan
Sesuai dengan pasal 3 ayat 2 anggaran dasar Perseroan, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha
utama dan kegiatan usaha penunjang.
Kegiatan usaha utama Perseroan adalah sebagai berikut:
     a. Menjalankan usaha-usaha di bidang pembangunan (termasuk konstruksi dan real estat);
     b. Menjalankan usaha-usaha di bidang perdagangan;
     c. Menjalankan usaha-usaha di bidang perindustrian; dan
     d. Menjalankan usaha-usaha di bidang jasa (termasuk pengolahan air dan daur ulang sampah,
        pertambangan, pengadaan listrik, pengangkutan dan aktivitas profesional).
Kegiatan usaha penunjang Perseroan adalah sebagai berikut:
     a. Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa;
     b. Perdagangan besar bahan dan barang kimia besar;
     c. Aktivitas telekomunikasi khusus untuk keperluan sendiri; dan
     d. Industri produk dari hasil kilang minyak bumi.
Analisis Industri dan Lingkungan
Dilansir dari artikel Kompas, pasar konstruksi diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang stabil
pada tahun 2025, khususnya di sektor bangunan, meskipun tantangan diprediksi terjadi di konstruksi
sipil akibat keterbatasan anggaran. Disampaikan dalam Indonesia Construction Market Outlook 2025,
proyek konstruksi tahun 2025 diperkirakan tumbuh sebesar 5,5% dibandingkan tahun 2024.
Fokus pemerintah pada penguatan transportasi dan transformasi digital diperkirakan akan terus
mendorong sektor konstruksi dalam jangka panjang. Meski tantangan seperti ketidakpastian
ekonomi global, inflasi, serta dominasi BUMN masih membayangi, sektor ini tetap memiliki potensi
besar, terutama di bidang telekomunikasi, energi, dan perumahan. Pertumbuhan digital ekonomi
yang pesat dan peningkatan investasi dalam data center membuka peluang baru bagi sektor
konstruksi untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi digital Indonesia di masa depan.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 100
                                                                                                                            P a g e | 47




Analisis Kuantitatif
Analisis Batas Wajar atas Nilai Rencana Transaksi
Mengacu pada Peraturan POJK 35/POJK-04/2020 Pasal 48b, berikut adalah tabel uji batas atas dan
batas bawah sebesar 7,5%:
                             Keterangan                                Penjelasan                                       Nilai (Dalam Rp)
Batas Atas dari Nilai Rencana Transaksi                    7,5% diatas Nilai Transaksi                             59.957.278.543
Nilai Pasar                                                                                                        55.774.212.598
Batas Bawah dari Nilai Rencana Transaksi                   7,5% dibawah Nilai Transaksi                            51.591.146.654
Nilai Rencana Transaksi                                                                                            55.109.809.092

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas bawah dan atas kewajaran untuk Rencana
Transaksi adalah sebesar Rp51.591.146.654,- dan Rp59.957.278.543,- sehingga Nilai Rencana
Transaksi sebesar Rp55.109.809.092,- masih berada pada batas wajar.
Analisis Nilai Inkremental
Untuk mengetahui nilai tambah yang diperoleh Perseroan atas Rencana Transaksi, analisis atas nilai
tambah inkremental dengan menghitung tambahan pendapatan yang didapatkan oleh Perseroan atas
Rencana Transaksi. Perhitungan nilai tambah inkremental berdasarkan tersebut dapat dilihat pada
tabel berikut:
                                 Perhitungan Nilai Inkremental
                                                                                                                        (dalam Rupiah)
                                                          2025               2026              2027              2028                  2029
                        Keterangan
                                                      Forecast           Forecast          Forecast          Forecast              Forecast
EBT Sebelum Rencana Transaksi                  396.300.946.828    453.861.664.104   538.015.662.247   546.735.354.447       572.001.288.953
EBT Setelah Rencana Transaksi                  399.356.558.801    458.539.165.859   542.036.490.952   552.578.767.703       578.150.095.087
Inkremental EBT Rencana Transaksi                3.055.611.973      4.677.501.755     4.020.828.706     5.843.413.255         6.148.806.135
Kumulatif Inkremental                          23.746.161.823


Dengan Perseroan melaksanakan Rencana Transaksi, maka Perseroan memiliki kepemilikan secara
langsung atas JTD sebesar 20,48%, dimana kepemilikan secara langsung oleh Perseroan sebelum
Rencana Transaksi adalah sebesar 20,48%. Berdasarkan perhitungan di atas, analisis nilai inkremental
dilakukan dengan cara membandingkan selisih EBT/Laba Sebelum Pajak sebelum dan setelah Rencana
Transaksi. Berdasarkan perhitungan nilai inkremental di atas, dapat dilihat bahwa Perseroan
menghasilkan kumulatif inkremental yang positif sebesar Rp23.746.161.823,- selama tahun 2025 –
2029 yang mana Perseroan berpotensi memperoleh nilai tambah inkremental atas pelaksanaan
Rencana Transaksi.
Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Analisis atas dampak transaksi dilakukan dengan menganalisa dampak Rencana Transaksi terhadap
laporan keuangan proforma Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi pada tanggal 31
Desember 2024.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 101
                                                                                         P a g e | 48




Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi:
     1. Terdapat perubahan pada sisi aset lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat adanya
        penurunan Kas dan Setara Kas sebesar Rp55.109.809.092,-, sehingga aset lancar Perseroan
        setelah Rencana Transaksi adalah sebesar Rp2.184.454.219.000;
     2. Terdapat perubahan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat
        adanya peningkatan Investasi pada Entitas Asosiasi sebesar Rp55.109.809.092,-, sehingga aset
        tidak lancar Perseroan setelah Rencana Transaksi adalah sebesar Rp2.187.043.545.000,-;
     3. Tidak terdapat perubahan pada sisi liabilitas jangka pendek Perseroan setelah Rencana
        Transaksi, sehingga akun liabilitas jangka pendek Perseroan sebelum dan setelah Rencana
        Transaksi adalah sebesar Rp1.077.459.953.000,-;
     4. Tidak terdapat perubahan pada sisi liabilitas jangka panjang Perseroan setelah Rencana
        Transaksi, sehingga akun liabilitas jangka pendek Perseroan sebelum dan setelah Rencana
        Transaksi adalah sebesar Rp117.400.534.000,-;
     5. Tidak terdapat perubahan pada sisi ekuitas Perseroan setelah Rencana Transaksi, sehingga
        ekuitas Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi adalah sebesar
        Rp3.176.637.277.000,-.
Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi:
     1. Tidak terdapat penyesuaian pada Laporan Laba Rugi Perseroan. Laba Neto Periode Berjalan
        Perseroan sebelum dan setelah pelaksanaan Rencana Transaksi adalah sebesar
        Rp189.090.101.000,-.
Transaksi yang dijabarkan dalam Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma ini terkait pemenuhan
POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 102
                                                                                           P a g e | 49




Kesimpulan Analisis Kewajaran
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
             1) Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi, namun bukan merupakan Transaksi
                Benturan Kepentingan dimana Perseroan bermaksud untuk menambah sahamnya di
                JTD. Dalam rangka penambahan saham tersebut, Perseroan bermaksud untuk membeli
                saham JTD melalui pelaksanaan Rencana Transaksi, yaitu rencana membeli 8.398
                lembar saham dengan harga Rp6.562.254,- atau setara total nilai transaksi sebesar
                Rp55.109.809.092,- sesuai dengan Akta Keputusan Para Pemegang Saham JTD.
             2) Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif benefit
                yang didapatkan oleh Perseroan adalah memungkinkan anak perusahaan Perseroan
                melalui JTD memaksimalkan modal untuk menyediakan jalan tol yang berkualitas yang
                dapat memenuhi kebutuhan sarana jalan cepat di Indonesia didukung oleh historis
                pertumbuhan lalu lintas kendaraan menunjukkan tren pertumbuhan yang positif
                berdasarkan Industri Analisis atas Rencana Transaksi. Tren peningkatan ini
                mencerminkan peran penting kendaraan dalam mendorong mobilitas, konektivitas, dan
                kontribusi terhadap pemerataan pembangunan nasional. Selain itu, dalam mendukung
                pertumbuhan jangka panjang, dapat meningkatkan return/nilai tambah yang dapat
                diterima oleh Perseroan atas investasi terhadap anak perusahaannya yaitu JTD
                tercermin dalam Analisis Nilai Inkremental dimana Perseroan menghasilkan kumulatif
                inkremental yang positif sebesar Rp23.746.161.823,- selama tahun 2025 – 2029.
                Adapun, tidak terdapat risiko yang akan timbul bagi Perseroan dan tidak terdapat
                kerugian yang diperoleh Perseroan dalam pelaksanaan Rencana Transaksi.
             3) Berdasarkan Analisis Batas Wajar atas dan bawah Nilai Rencana Transaksi dapat dilihat
                bahwa batas bawah dan atas kewajaran untuk Rencana Transaksi adalah sebesar
                Rp51.591.146.654,- dan Rp59.957.278.543,- sehingga Nilai Rencana Transaksi sebesar
                Rp55.109.809.092,- masih berada pada batas wajar.
             4) Berdasarkan Analisis Nilai Inkremental, dengan Perseroan melaksanakan Rencana
                Transaksi, maka Perseroan memiliki kepemilikan secara langsung atas JTD sebesar
                20,48%, dimana kepemilikan secara langsung oleh Perseroan sebelum Rencana
                Transaksi adalah sebesar 20,48%. Berdasarkan perhitungan di atas, analisis nilai
                inkremental dilakukan dengan cara membandingkan selisih EBT/Laba Sebelum Pajak
                sebelum dan setelah Rencana Transaksi. Berdasarkan perhitungan nilai inkremental di
                atas, dapat dilihat bahwa Perseroan menghasilkan kumulatif inkremental yang positif
                sebesar Rp23.746.161.823,- selama tahun 2025 – 2029 yang mana Perseroan
                berpotensi memperoleh nilai tambah inkremental atas pelaksanaan Rencana Transaksi.
             5) Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi, dapat dilihat
                bahwa tidak terdapat perubahan pada sisi total aset, liabilitas, dan ekuitas Perseroan
                pada Laporan Posisi Keuangan serta tidak terdapat perubahan pada akun-akun laporan
                Laba Rugi setelah Rencana Transaksi.
Berdasarkan analisis kewajaran terhadap Rencana Transaksi secara kualitatif maupun kuantitatif,
Rencana Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan adalah melakukan pembelian saham JTD guna
meningkatkan performa investasi pada entitas asosiasi Perseroan melalui Pembelian saham pada anak
perusahaan yaitu JTD adalah Wajar dan memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 103
                                                                                              P a g e | 50




3.      Kesimpulan
Rencana Transaksi, dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi dimana Perseroan dan JTD memiliki satu
atau lebih anggota pengurus dan pemegang saham yang sama. Akan tetapi, Rencana Transaksi bukan
merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020
mengingat dalam Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis
Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham
Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan karena adanya Rencana Transaksi tersebut.
Laporan ini juga dibuat sesuai dengan ketentuan dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) edisi VII
tahun 2018 dan Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI) serta POJK No. 35/2020.
Sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi oleh Perseroan, kami telah melakukan analisis
kewajaran berdasarkan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif yang tertera di Analisis Kewajaran atas
Rencana Transaksi.
Berdasarkan Kondisi Pembatas, Asumsi-Asumsi Penting, Sifat dan Sumber Informasi, Analisis Rencana
Transaksi, Analisis Kualitatif, Analisis Kuantitatif dan Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi dapat
disimpulkan bahwa Rencana Transaksi dengan asumsi realisasi proyeksi keuangan Perseroan yang
akan memitigasi risiko yang tertera di laporan ini, maka tidak akan memberikan potensi kerugian untuk
Perseroan.
Dengan mempertimbangkan hasil dari analisis-analisis kewajaran yang telah dilakukan, maka Rencana
Transaksi Perseroan adalah Wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 104
                                                                         P a g e | 51




                                         LAMPIRAN
               Laporan Penilaian Saham JTD dengan No.
               00006/2.0094-00/BS/03/0268/1/VI/2025
                        tanggal 18 Juni 2025




Laporan Pendapat Kewajaran PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
atas Rencana Transaksi Pembelian Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 105
Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Juni 2025
Page 106
Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Juni 2025
Page 107
                                                                                                       P a g e |i


                                                                                        Kantor Jasa Penilai Publik
Jakarta, 18 Juni 2025                                                                            RAO, YUHAL & rekan
                                                                                                           Affiliated to
No: 00006/2.0094-00/BS/03/0268/1/VI/2025
                                                                                     TRUSCELCAPITAL LLP Singapore
                                                                                         Nomor Lisensi No. 2.11.0094
Kepada Yth,                                                                          Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia
                                                                                           Business & Property Valuer
Direksi                                   Direksi
                                                                         The Boulevard Office Building #03-F1
PT Jaya Real Property Tbk                 PT Jaya Konstruksi              Jl. Fachrudin Raya No. 5 Kebon Sirih
                                          Manggala Pratama Tbk                                  Jakarta, 10250
                                                                                                     Indonesia
CBD Emerald Blok CE/A No. 1               Kantor Taman Bintaro Jaya Gedung B              T (62 21) 3199 1488
Boulevard Bintaro Jaya                    Jalan Bintaro Raya RT.17/RW.8                      www.truscel.com

Tangerang 15227                           Kota Jakarta Selatan
                                          Jakarta 12330

Telp    : (021) 745 8888                  Telp   : (021) 736 3939
Fax     : (021) 745 3333                  Fax    : (021) 736 3959
Email : corporate@jayareal.co.id          Email : info@jayakonstruksi.com
Bidang       Usaha     :     Bidang       Bidang Usaha : Pembangunan,
Pembangunan        yang     meliputi      Perdagangan, Perindustrian, dan Jasa.
Konstruksi dan Real Estat; bidang
Jasa yang meliputi Pengelolaan Air
dan Pengelolaan Air Limbah,
Pengangkutan dan Pergudangan,
Penyediaan       Akomodasi      dan
Penyediaan Makan Minum, Aktivitas
Profesional Ilmiah dan Teknis;
Hiburan dan Rekreasi, Perdagangan,
dan       Pertanian,     Kehutanan,
Perikanan, serta menjalankan usaha
di bidang Konservasi.
Perihal          : Laporan Penilaian 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development

Dengan Hormat,

KJPP RAO, YUHAL & Rekan (terafiliasi dengan KJPP asing TRUSCELCAPITAL LLP Singapore) yang mana
telah mendapat izin usaha dari Kementerian Keuangan No.2.11.0094 berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Keuangan No.1133/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober 2011 dan terdaftar atas nama KJPP RAO,
YUHAL & Rekan sebagai profesi penunjang pasar modal berdasarkan surat Otoritas Jasa Keuangan
atau disingkat OJK No.11653/BL/2011 tanggal 27 Oktober 2011 dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-30/PM.2/2018 tanggal 30 Agustus 2018,
selanjutnya disebut sebagai “TRUSCEL” sebagai Penilai Independen telah diminta oleh PT Jaya Real
Property Tbk (“JRPT”) dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (“JKON”) untuk memberikan
Opini Nilai Pasar 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development (“JTD”). Berikut kami sampaikan
hasil temuan dan opini Nilai Pasar 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development per tanggal 31
Desember 2024.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 108
                                                                                        P a g e | ii



Singkatan dan Definisi
  ATB                                     : Aset Tak Berwujud/intangible assets didefinisikan
                                            sebagai aset non-monetary yang dapat diidentifikasi
                                            tanpa wujud fisik dan memberikan hak serta manfaat
                                            ekonomi kepada pemilik;
  JTD                                     : PT Jakarta Tollroad Development merupakan
                                            perusahaan induk (holding company) yang memiliki
                                            99,99% saham atas JTD JP, merupakan entitas anak
                                            secara langsung PT Jaya Real Propery Tbk dengan
                                            kepemilikan sebesar 39,98% dan merupakan entitas
                                            anak secara langsung PT Jaya Konstruksi Manggala
                                            Pratama Tbk dengan kepemilikan sebesar 20,48%;
  JTD JP                                  : PT JTD Jaya Pratama merupakan perusahaan yang
                                            bergerak dalam bidang konstruksi, perdagangan besar
                                            dan eceran, pengangkutan, dan perdagangan;
                                             Perusahaan menjalankan kegiatan usahanya di bidang
                                             pengusahaan jalan tol, sebagaimana dibuktikan dengan
                                             diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh
                                             BPJT pada 5 Januari 2017 untuk pembangunan Jalan Tol
                                             Dalam Kota Jakarta Ruas Sunter–Pulo Gebang, serta
                                             telah mulai beroperasi secara komersial sejak 9
                                             September 2021 setelah memperoleh sertifikat laik
                                             operasi dari Direktorat Jenderal Bina Marga;
  Laporan Penilaian                       : Laporan Penilaian 100% Saham JTD untuk tujuan
                                            transaksi jual & beli;
  MAPPI                                   : Merupakan singkatan dari Masyarakat Profesi Penilai
                                            Indonesia yaitu Organisasi Profesi Penilai di Indonesia
                                            yang bersifat mandiri, nirlaba dan non politis, yang
                                            berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang
                                            Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional, Peraturan
                                            perundang-undangan lainnya yang berkaitan langsung
                                            dan tidak langsung dengan Profesi Penilai sebagai
                                            landasan formal serta Keputusan Musyawarah Nasional
                                            sebagai landasan operasional;
  Nilai Pasar                             : Berdasarkan SPI 101 poin 3.1 dimana Nilai Pasar adalah
                                            estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau
                                            dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada
                                            tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat
                                            membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam
                                            suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya
                                            dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-
                                            masing bertindak atas dasar pemahaman yang
                                            dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan;




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 109
                                                                                        P a g e | iii



                                             Berdasarkan POJK No. 35/2020 Nilai Pasar adalah
                                             estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil
                                             penukaran suatu aset atau liabilitas pada Tanggal
                                             Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli
                                             dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu
                                             transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
                                             secara layak, dimana kedua Pihak masing–masing
                                             bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya,
                                             kehati-hatian, dan tanpa paksaan;
                                             Secara umum definisi Nilai Pasar berdasarkan SPI 101
                                             poin 3.1 memiliki kesamaan dengan definisi Nilai Pasar
                                             pada POJK No. 35/2020 yang diterbitkan oleh Otoritas
                                             Jasa Keuangan;
                                             Sehingga Nilai Pasar yang digunakan dalam laporan ini
                                             mencakup definisi Nilai Pasar pada SPI 101 poin 3.1 dan
                                             Nilai Pasar pada POJK No. 35/2020 yang diterbitkan oleh
                                             Otoritas Jasa Keuangan;
 OJK                                      : Singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan, yaitu lembaga
                                            yang independen yang mempunyai fungsi, tugas dan
                                            wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan
                                            penyidikan kegiatan jasa keuangan di sektor pasar
                                            modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga
                                            pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya
                                            sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 21
                                            tahun 2011 tanggal 22 November 2011 tentang Otoritas
                                            Jasa Keuangan yang merupakan badan pengganti Badan
                                            Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang
                                            mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2013;
 JKON                                     : PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, merupakan
                                            perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangunan,
                                            perdagangan,    perindustrian,   dan    jasa  serta
                                            berkedudukan di Jakarta;
 JRPT                                     : PT Jaya Real Property Tbk, merupakan perusahaan yang
                                            bergerak dalam Bidang Pembangunan yang meliputi
                                            Konstruksi dan Real Estat; bidang Jasa yang meliputi
                                            Pengelolaan Air dan Pengelolaan Air Limbah,
                                            Pengangkutan dan Pergudangan,             Penyediaan
                                            Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum, Aktivitas
                                            Profesional Ilmiah dan Teknis; Hiburan dan Rekreasi,
                                            Perdagangan, dan Pertanian, Kehutanan, Perikanan,
                                            serta menjalankan usaha di bidang Konservasi serta
                                            berkedudukan di Tangerang Selatan;
 Peraturan No.VIII.C.5                    : Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan
                                            Lembaga Keuangan Nomor: KEP-620/BL/2011 tentang
                                            Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
                                            Aset Takberwujud di Pasar Modal;




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 110
                                                                                        P a g e | iv



 POJK No. 35/2020                         : Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
                                            Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
                                            Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
 Proyeksi    Keuangan          yang       : Proyeksi   keuangan   yang   disediakan   oleh
 Disesuaikan                                manajemen dan telah disesuaikan oleh TRUSCEL
                                            sehingga lebih mencerminkan kewajaran proyeksi
                                            keuangan;
 SPI                                      : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) sebagai
                                            anggota IVSC melalui Komite Penyusun Standar Penilaian
                                            Indonesia (KPSPI) telah Menyusun Kode Etik Penilai
                                            Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI dan SPI)
                                            Edisi VII tahun 2018;
 TRUSCEL                                  : KJPP RAO,YUHAL & rekan (terafiliasi dengan KJPP asing
                                            TRUSCELCAPITAL LLP Singapore) yang mana telah
                                            mendapat izin usaha No. 2.11.0094 dari Kementerian
                                            Keuangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri
                                            Keuangan No. 1133/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober 2011
                                            dan terdaftar atas nama KJPP RAO,YUHAL & rekan
                                            sebagai profesi penunjang pasar modal berdasarkan
                                            surat dari Otoritas Jasa Keuangan No. 11653/BL/2011
                                            tanggal 27 Oktober 2011 dengan Surat Tanda Terdaftar
                                            Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas Jasa
                                            Keuangan No. STTD.PB-30/PM.2/2018 tanggal 30
                                            Agustus 2018;
 UU No. 7 Tahun 2021                      : Undang-undang (UU) No. 7 Tahun 2021 tentang
                                            Harmonisasi Peraturan Perpajakan.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 111
                                                                                           P a g e |v



Maksud dan Tujuan Penilaian
Hasil dari penilaian ini ditujukan untuk memberi opini Nilai Pasar atas 100% Saham JTD per tanggal
31 Desember 2024 untuk tujuan transaksi jual & beli. Laporan Penilaian ini hanya disusun untuk
tujuan yang dimaksudkan dan tidak dapat digunakan untuk keperluan lain yang menyangkut instansi
lain.
Pengguna Hasil Laporan
Hasil dari laporan penilaian ini akan digunakan sehubungan dengan tujuan transaksi jual & beli.
Identifikasi Objek Penilaian
Objek dalam penilaian ini adalah 100% Saham JTD.
Tingkat Likuiditas Pasar Objek Penilaian (Marketability)
Berdasarkan SPI 330 Discount for Lack of Marketability (“DLOM”) adalah suatu jumlah atau
persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari
kurangnya likuiditas dari objek penilaian.
Perhitungan jumlah atau persentase tertentu untuk DLOM ditentukan oleh faktor-faktor economy-
wide dan Industry- and firm-specific.
Faktor economy-wide terdiri dari:
    1. GDP growth: analisis pertumbuhan GDP per kapita untuk 12 bulan terakhir sampai dengan
       tanggal penilaian;
    2. Inflation growth, analisis inflasi selama 12 bulan terakhir sebelum tanggal penilaian.
Faktor Industry- and firm-specific terdiri dari:
    1. Aktivitas industri: aktivitas industri selama 12 bulan terakhir sebelum tanggal penilaian;
Oleh karena banyak variabel yang harus digunakan serta tingginya tingkat kompleksitas data yang
diperlukan dalam melakukan perhitungan jumlah atau presentasi terhadap DLOM maka diperlukan
suatu regulasi yang mengatur jumlah atau presentasi terhadap DLOM, sehingga tidak menimbulkan
bias.
    1. POJK No. 35/2020 dimana ditetapkan bahwa dalam hal objek penilaian merupakan
       perusahaan tertutup, Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi
       pemegang saham mayoritas adalah antara 20% (dua puluh persen) sampai dengan 40%
       (empat puluh persen) dari indikasi Nilai, dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of
       Marketability) bagi pemegang saham minoritas adalah antara 30% (tiga puluh persen)
       sampai dengan 50% (lima puluh persen) dari indikasi Nilai.
Berdasarkan SPI 330 Discount for Lack of Control (“DLOC”) adalah suatu jumlah atau persentase
tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat
pengendalian atas objek penilaian.
Pengurangan ini diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki kemampuan
untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari pemilik yang memiliki
kemampuan untuk mengendalikan karena adanya keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan
untuk mengoptimalkan manfaat dengan:
    •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang objek penilaian;
    •   Memilih pengurus inti objek penilaian;
    •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti;



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 112
                                                                                        P a g e | vi



    •    Menentukan kebijakan investasi;
    •    Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan;
    •    Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan;
    •    Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.
Berdasarkan pada pertimbangan diatas maka Penilaian 100% Saham JTD disesuaikan dengan POJK
No. 35/2020.
Pada Penilaian 100% Saham JTD, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan yaitu transaksi jual
& beli, penyesuaian terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (DLOM),
dipertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
1. POJK No. 35/2020 dimana ditetapkan bahwa dalam hal objek penilaian merupakan perusahaan
   tertutup, Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham
   mayoritas adalah antara 20% (dua puluh persen) sampai dengan 40% (empat puluh persen) dari
   Indikasi Nilai, dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang
   saham minoritas adalah antara 30% (tiga puluh persen) sampai dengan 50% (lima puluh persen)
   dari Indikasi Nilai.
2. POJK No. 35/2020 dimana ditetapkan bahwa dalam hal objek penilaian merupakan perusahaan
   terbuka, Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Control) yang dapat digunakan dalam
   Penilaian adalah antara 20% (dua puluh persen) sampai dengan 35% (tiga puluh lima persen)
   dari Indikasi Nilai. Dalam hal objek penilaian merupakan perusahaan tertutup, Diskon Likuiditas
   Pasar (Discount for Lack of Control) yang dapat digunakan dalam Penilaian adalah antara 30%
   (tiga puluh persen) sampai dengan 70% (tujuh puluh persen) dari Indikasi Nilai.
Berdasarkan faktor tersebut, diaplikasikan adanya penyesuaian terhadap kondisi ketidakmampuan
untuk dipasarkan dengan cepat (DLOM) sebesar 30,00%.
Identifikasi Bentuk Kepemilikan
Berikut merupakan struktur kepemilikan saham JTD per 31 Desember 2024:




Sumber: Laporan Keuangan JTD

Ruang Lingkup
Lingkup penugasan yang menjadi dasar penilaian ini didasarkan pada SPI 103 dimana tertuang dalam
surat penugasan yang berisikan lingkup penugasan yang disepakati antara pemberi tugas dan penilai.
Selanjutnya, sebagai bentuk tindak lanjut atas penugasan tersebut implementasi didasarkan pada
SPI 104 dengan memperhatikan ruang lingkup penugasan yang mencakup tahapan investigasi
terhadap data yang diperoleh, penentuan pendekatan penilaian dan metode penilaian yang
digunakan dalam penugasan ini.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 113
                                                                                        P a g e | vii



Dasar Nilai
Laporan Penilaian ini menggunakan Nilai Pasar sesuai SPI 101 poin 3.1 dimana Nilai Pasar adalah
estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas
pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana
kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan
tanpa paksaan.
Penyusunan Pelaporan Penilaian
Laporan Penilaian ini disusun sesuai dengan SPI seperti yang ditetapkan oleh MAPPI lebih khususnya
SPI 105, dimana aspek terpenting dari suatu pelaporan penilaian merupakan tahap akhir dalam
proses perhitungan adalah terletak pada pengkomunikasian kesimpulan penilaian, penegasan tujuan
perhitungan, dasar perhitungan, serta asumsi atau kondisi dan syarat pembatas yang mendasari
perhitungan. Proses analisis dan data empiris yang digunakan untuk mendapatkan kesimpulan nilai
dapat dicantumkan dalam laporan perhitungan untuk membimbing pembaca melalui prosedur dan
data yang digunakan penilai dalam melaksanakan perhitungan.
Pendekatan penilaian yang telah diaplikasikan pada Laporan Penilaian ini adalah berdasarkan pada
POJK No. 35/2020. Akan tetapi, Penilai juga mempertimbangkan SPI 106 dan 330 seperti yang
ditetapkan oleh MAPPI tentang Penilaian Bisnis, di mana dalam menggunakan Pendekatan Penilaian,
Metode Penilaian, dan Prosedur Penilaian perlu mempertimbangkan, memilih dan menerapkan
Pendekatan Penilaian, Metode Penilaian, dan Prosedur Penilaian yang sesuai dengan definisi nilai
yang dicari dan karakteristik penilaian.
Tanggal Penilaian
Penilaian 100% Saham JTD dilakukan per tanggal 31 Desember 2024. Parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2024.
Sesuai dengan POJK No. 35/2020, “Dalam hal Penilaian yang dilakukan oleh Penilai Bisnis mengacu
pada laporan keuangan, wajib memenuhi ketentuan jangka waktu antara tanggal laporan keuangan
dan Tanggal Laporan Penilaian Bisnis tidak lebih dari 6 (enam) bulan” yaitu setara dengan 30 Juni
2025.
Jenis Mata Uang yang Digunakan
Hasil penilaian atas 100% Saham JTD per tanggal 31 Desember 2024 dinyatakan dalam mata uang
Indonesia Rupiah.
Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, berdasarkan pengetahuan kami yang terbaik, tidak terdapat kejadian penting yang
dapat mempengaruhi hasil penilaian.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Laporan Penilaian ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Laporan Penilaian ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana diberikan manajemen JRPT dan JKON, yang mana berdasarkan hakikat kewajaran
adalah benar, lengkap, dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit
ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-data yang diberikan oleh
manajemen JRPT dan JKON, baik lisan maupun tulisan dan dengan demikian kami tidak dapat
memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi
atau penjelasan tersebut.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 114
                                                                                     P a g e | viii



Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan serta Asumsi-Asumsi
Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan serta Asumsi-Asumsi yang
digunakan oleh Penilai seperti yang tercantum di dalam Laporan Penilaian ini akan menghasilkan
laporan yang memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
   1. Menghasilkan Laporan Penilaian yang bersifat non-disclaimer opinion;
   2. Mencerminkan bahwa Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
      digunakan dalam proses penilaian;
   3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat
      dipercaya keakuratannya;
   4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
      proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
      (fiduciary duty);
   5. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
      proyeksi keuangan;
   6. Menghasilkan Laporan Penilaian yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
      bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
   7. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan nilai akhir;
   8. Mencerminkan bahwa Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek
      Penilaian dari pemberi tugas.
Kondisi Pembatas
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini, kami
menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sifat dan Sumber Informasi yang
Dapat Diandalkan sebagai bahan pertimbangan.
Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil penilaian kami
secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Laporan Penilaian tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta Peraturan Pemerintah pada tanggal Laporan Penilaian ini
dikeluarkan.
Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Penilaian ini tidak terjadi perubahan
yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan Penilaian
ini. Laporan Penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan tujuan yang
telah disebutkan di atas dan tidak dapat dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Laporan Penilaian ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 115
                                                                                         P a g e | ix



Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Penilaian ini dibuat berdasarkan informasi-informasi dan dokumen yang kami peroleh dari
manajemen JTD sebagai berikut:
 1. Laporan Keuangan JTD:
        -     Laporan Keuangan JTD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
              telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
              ditandatangani oleh Eishennoraz untuk Laporan No. 00079/2.1030/AU.1/03/11555-
              6/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam
              semua hal material”;
         - Laporan Keuangan JTD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
              telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
              ditandatangani oleh Eishennoraz untuk Laporan No. 00049/2.1030/AU.1/03/1155-
              5/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam
              semua hal material”;
         - Laporan Keuangan JTD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
              telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
              ditandatangani oleh Eishennoraz untuk Laporan No. 00231/2.1030/AU.1/03/1155-
              4/1/III/2023 tanggal 24 Maret 2023 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam
              semua hal material”;
         - Laporan Keuangan JTD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
              telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
              ditandatangani oleh Eishennoraz untuk Laporan No. 00138/2.1030/AU.1/03/1155-
              3/1/III/2022 tanggal 11 Maret 2022 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam
              semua hal material”;
         - Laporan Keuangan JTD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
              telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
              ditandatangani oleh Eishennoraz untuk Laporan No. 00111/2.1030/AU.1/03/1155-
              2/1/III/2021 tanggal 3 Maret 2021 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam
              semua hal material”;
 2.   Berita Acara Evaluasi tentang Perubahan Rencana Usaha Pengusahaan 6 Ruas Jalan Tol Dalam
      Kota Jakarta Tahap 1 Ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang Nomor 48/BA/Ts.6/2024
      Tanggal 19 September 2024;
 3.   Amandemen V tentang Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Dalam Kota Jakarta Ruas Semanan –
      Sunter Dan Sunter – Pulo Gebang Nomor 11 Tanggal 24 Desember 2024;
 4.   Historis Volume Traffic JTD selama tahun 2021 – 2024 yang terdiri dari volume kendaraan dan
      tarif berdasarkan masing-masing golongan;
 5.   Laporan Penilaian Aset JTD per 31 Desember 2024 oleh TRUSCEL dengan No. 00005/2.0094-
      00/PP/03/0133/1/VI/2025 per tanggal 18 Juni 2025;
 6.   Proyeksi Laporan Keuangan JTD tahun 2025 – 2067. Dalam menyusun Laporan Penilaian ini,
      TRUSCEL menggunakan Proyeksi Keuangan yang disesuaikan;
 7.   Hasil pelaksanaan inspeksi teringkas sebagai berikut:
         - Bahwa rencana penerbitan saham baru oleh JTD terkait transaksi jual beli saham antara
              JTD dan para pemegang sahamnya memerlukan estimasi Nilai Pasar merupakan dasar
              penugasan penilaian saham;
         - Status Laporan Keuangan per tanggal inspeksi, 31 Januari 2025, masih dalam proses
              Client Adjustment Journal Entries (CAJE);
         - Akan disampaikan historis realisasi traffic untuk Seksi A berdasarkan Golongan
              Kendaraan;
 8.   Representation Letter tertanggal 18 Juni 2025 yang disiapkan oleh manajemen JRPT dan JKON;



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 116
                                                                                                                                                                                                        P a g e |x



 9. Wawancara dan diskusi sehubungan dengan penilaian atas 100% Saham JTD dimana
    wawancara tersebut dilakukan dengan :
    i)    Petrus Wiyoto selaku General Manager Keuangan, Legal, SDM & Umum JTD;
    ii)   Nanda Aulia Syarifah selaku Supervisor Accounting & Budgeting JTD;
10. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain
    yang kami anggap relevan.
Asumsi-Asumsi Yang Digunakan
Dalam proses Laporan Penilaian ini, asumsi-asumsi yang digunakan adalah sebagai berikut:
Asumsi Inflasi
                                                     Asumsi                                                         2025                       2026-2067
                                                     Inflasi                                                        2,3%                         2,5%
                                                  Sumber: PWC Global Economy Watch, Desember 2024

Asumsi inflasi didasarkan pada Global Economy Watch – Projections yang dipublikasikan oleh
PricewaterhouseCoopers.
Asumsi Proyeksi Keuangan
        •             Periode proyeksi yang digunakan dalam penilaian adalah 2025 – 05 Januari 2067
                      berdasarkan sisa masa konsesi Jalan Tol Tahap I - Section A (Kelapa Gading - Pulo Gebang)
                      sepanjang 9.287 km;
        •             Sesuai Tarif Pajak PPh Badan Indonesia berdasarkan Peraturan yang disesuaikan dengan UU
                      Nomor 7 Tahun 2021 adalah sebesar 22%.
Asumsi Pendapatan
Asumsi pendapatan disusun berdasarkan golongan kendaraan, volume kendaraan, dan tarif untuk
Jalan Tol Tahap I – Section A (Kelapa Gading – Pulo Gebang) sepanjang 9,287 km. Asumsi ini mengacu
pada Amandemen Perjanjian Konsesi, Berita Acara Evaluasi, dan proyeksi manajemen, yang
dijustifikasi dengan pertumbuhan industri tol di Indonesia sebagai pembanding, sebagai berikut:
                            2025              2026              2027              2028              2029              2030              2031              2032              2033              2034                2035
     Jenis Golongan
                            Total             Total             Total             Total             Total             Total             Total             Total             Total             Total              Total
Gol. 1                     94.450.354.511   108.767.517.049   114.104.739.111   129.280.669.413   135.822.271.285   153.886.633.366   121.223.176.761   213.581.699.222   282.879.633.408   362.727.368.661    398.030.431.954
 Volume Kendaraan               4.293.198         4.414.266         4.540.073         4.676.275         4.816.563         4.961.060         3.831.414         6.136.839         7.968.604         9.288.984          9.993.186
 Tarif                             22.000            24.640            25.133            27.646            28.199            31.019            31.639            34.803            35.499            39.049             39.830

Gol. 2                      1.626.958.956     1.873.579.902     1.965.516.468     2.226.930.158     2.339.612.824     2.650.781.330     2.088.135.445     3.679.061.452     4.872.756.226     6.248.177.088      6.856.291.640
 Volume Kendaraan                  49.302            50.692            52.137            53.701            55.312            56.971            43.999            70.474            91.509           106.672            114.759
 Tarif                             33.000            36.960            37.699            41.469            42.299            46.528            47.459            52.205            53.249            58.574             59.745

Gol. 3                       320.014.358       368.523.414       386.606.858       438.025.570       460.189.664       521.394.889       410.725.373       723.652.237       958.445.785      1.228.983.909      1.348.596.876
 Volume Kendaraan                  9.697             9.971            10.255            10.563            10.880            11.206             8.654            13.862            17.999             20.982             22.572
 Tarif                            33.000            36.960            37.699            41.469            42.299            46.528            47.459            52.205            53.249             58.574             59.745

Gol. 4                       220.297.212       253.690.744       266.139.349       301.535.883       316.793.598       358.927.147       282.742.484       498.160.680       659.792.066       846.029.942         928.371.257
 Volume Kendaraan                  5.007             5.148             5.295             5.454             5.617             5.786             4.468             7.157             9.293            10.833              11.654
 Tarif                            44.000            49.280            50.266            55.292            56.398            62.038            63.279            69.606            70.999            78.098              79.660

Gol. 5                       220.297.212       253.690.744       266.139.349       301.535.883       316.793.598       358.927.147       282.742.484       498.160.680       659.792.066       846.029.942         928.371.257
 Volume Kendaraan                  5.007             5.148             5.295             5.454             5.617             5.786             4.468             7.157             9.293            10.833              11.654
 Tarif                            44.000            49.280            50.266            55.292            56.398            62.038            63.279            69.606            70.999            78.098              79.660



                            2036              2037              2038              2039              2040              2041              2042              2043              2044              2045                2046
     Jenis Golongan
                            Total             Total             Total             Total             Total             Total             Total             Total             Total             Total               Total
Gol. 1                    452.204.009.484   473.787.484.462   536.801.219.895   563.963.361.622   640.721.092.796   671.302.395.447   760.585.614.041   799.071.246.112   907.828.126.562   951.158.316.570   1.077.662.372.674
 Volume Kendaraan              10.321.182        10.601.771        10.919.824        11.247.419        11.616.581        11.932.387        12.290.358        12.659.069        13.074.564        13.430.006          13.832.907
 Tarif                             43.813            44.689            49.158            50.142            55.156            56.259            61.885            63.122            69.435            70.823              77.906

Gol. 2                      7.789.461.108     8.161.248.256     9.246.694.274     9.714.577.004    11.036.770.858    11.563.550.503    13.101.502.720    13.764.438.757    15.637.835.438    16.384.221.633     18.563.323.110
 Volume Kendaraan                 118.525           121.748           125.400           129.162           133.401           137.028           141.139           145.373           150.144           154.226            158.853
 Tarif                             65.720            67.034            73.738            75.212            82.734            84.388            92.827            94.684           104.152           106.235            116.859

Gol. 3                      1.532.146.453     1.605.275.050     1.818.776.632     1.910.806.729     2.170.875.378     2.274.490.192     2.576.997.388     2.707.393.455     3.075.880.831     3.222.691.110      3.651.309.028
 Volume Kendaraan                  23.313            23.947            24.666            25.405            26.239            26.953            27.761            28.594            29.533            30.335             31.246
 Tarif                             65.720            67.034            73.738            75.212            82.734            84.388            92.827            94.684           104.152           106.235            116.859

Gol. 4                      1.054.726.400     1.105.067.973     1.252.042.013     1.315.395.339     1.494.426.050     1.565.754.271     1.773.999.589     1.863.763.968     2.117.429.903     2.218.493.791      2.513.553.465
 Volume Kendaraan                  12.037            12.364            12.735            13.117            13.547            13.916            14.333            14.763            15.248            15.662             16.132
 Tarif                             87.626            89.379            98.317           100.283           110.311           112.518           123.769           126.245           138.869           141.647            155.811

Gol. 5                      1.054.726.400     1.105.067.973     1.252.042.013     1.315.395.339     1.494.426.050     1.565.754.271     1.773.999.589     1.863.763.968     2.117.429.903     2.218.493.791      2.513.553.465
 Volume Kendaraan                  12.037            12.364            12.735            13.117            13.547            13.916            14.333            14.763            15.248            15.662             16.132
 Tarif                             87.626            89.379            98.317           100.283           110.311           112.518           123.769           126.245           138.869           141.647            155.811




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 117
                                                                                                                                                                                                                                                       P a g e | xi



                          2047                   2048                    2049                    2050                 2051                   2052                    2053                     2054                     2055                   2056                   2057
     Jenis Golongan
                          Total                  Total                  Total                  Total                  Total                 Total                   Total                    Total                   Total                   Total                   Total
Gol. 1                1.132.192.088.731      1.286.288.084.851      1.347.681.982.541      1.526.923.686.218      1.604.186.024.741     1.822.522.335.254       1.909.510.429.993        2.163.475.317.182       2.272.947.168.231       2.582.304.618.706       2.705.556.748.171
 Volume Kendaraan            14.247.894             14.715.537             15.115.591             15.569.058             16.036.130            16.562.467              17.012.730               17.523.112              18.048.806              18.641.202              19.147.978
 Tarif                           79.464                 87.410                 89.158                 98.074                100.036               110.039                 112.240                  123.464                 125.933                 138.527                 141.297

Gol. 2                  19.502.627.259         22.157.014.977           23.214.558.405         26.302.094.673       27.632.980.664        31.393.942.892            32.892.360.347           37.267.044.273          39.152.756.713          44.481.607.803        46.604.693.068
 Volume Kendaraan              163.619                168.989                  173.583                178.790              184.154               190.198                   195.369                  201.230                 207.267                 214.070               219.890
 Tarif                         119.196                131.115                  133.738                147.111              150.054               165.059                   168.360                  185.196                 188.900                 207.790               211.946

Gol. 3                   3.836.065.265          4.358.169.512            4.566.182.799           5.173.485.112        5.435.263.458          6.175.025.152           6.469.756.065            7.330.233.622           7.701.143.443           8.749.300.714         9.166.900.535
 Volume Kendaraan               32.183                 33.239                   34.143                  35.167               36.222                 37.411                  38.428                   39.581                  40.768                  42.106                43.251
 Tarif                         119.196                131.115                  133.738                 147.111              150.054                165.059                 168.360                  185.196                 188.900                 207.790               211.946

Gol. 4                   2.640.739.271          3.000.154.738            3.143.350.648           3.561.416.284        3.741.623.948          4.250.874.344           4.453.766.486            5.046.117.428           5.301.450.970           6.023.000.234         6.310.475.073
 Volume Kendaraan               16.616                 17.161                   17.628                  18.157               18.701                 19.315                  19.840                   20.436                  21.049                  21.739                22.330
 Tarif                         158.928                174.820                  178.317                 196.148              200.071                220.079                 224.480                  246.928                 251.867                 277.053               282.595

Gol. 5                   2.640.739.271          3.000.154.738            3.143.350.648           3.561.416.284        3.741.623.948          4.250.874.344           4.453.766.486            5.046.117.428           5.301.450.970           6.023.000.234         6.310.475.073
 Volume Kendaraan               16.616                 17.161                   17.628                  18.157               18.701                 19.315                  19.840                   20.436                  21.049                  21.739                22.330
 Tarif                         158.928                174.820                  178.317                 196.148              200.071                220.079                 224.480                  246.928                 251.867                 277.053               282.595



                             2058                       2059                     2060                     2061                   2062                        2063                     2064                      2065                      2066                    5-Jan-67
     Jenis Golongan
                            Total                    Total                     Total                     Total                   Total                   Total                     Total                      Total                       Total                    Total
Gol. 1                  3.065.395.795.678        3.220.504.822.939         3.658.828.764.293         3.833.462.861.788       4.343.313.422.406       4.563.085.081.580         5.184.139.713.588          5.431.576.152.540           6.221.416.611.303           85.947.763.694
 Volume Kendaraan              19.722.417               20.314.090                20.980.837                21.551.218              22.197.754              22.863.687                23.614.117                 24.256.086                  25.257.563                  342.087
 Tarif                            155.427                  158.536                   174.389                   177.877                 195.665                 199.578                   219.536                    223.926                     246.319                  251.245

Gol. 2                     52.803.117.246           55.474.954.978              63.025.324.330          66.033.492.064         74.815.946.509           78.601.633.402               89.299.638.729            93.561.866.567           107.167.299.969            1.480.497.184
 Volume Kendaraan                 226.486                  233.281                     240.938                 247.488                254.912                  262.560                      271.177                   278.550                   290.050                    3.928
 Tarif                            233.140                  237.803                     261.584                 266.815                293.497                  299.367                      329.303                   335.889                   369.478                  376.868

Gol. 3                     10.386.098.306           10.911.634.880              12.396.753.229          12.988.444.164         14.715.907.238           15.460.532.144               17.564.774.106            18.403.132.135            21.079.250.065              291.206.090
 Volume Kendaraan                  44.549                   45.885                      47.391                  48.680                 50.140                   51.644                       53.339                    54.789                    57.051                      773
 Tarif                            233.140                  237.803                     261.584                 266.815                293.497                  299.367                      329.303                   335.889                   369.478                  376.868

Gol. 4                       7.149.768.258              7.511.546.532            8.533.898.884            8.941.217.681        10.130.399.633           10.642.997.854               12.091.553.600            12.668.677.507            14.510.911.469              200.465.660
 Volume Kendaraan                   23.000                     23.690                   24.468                   25.133                25.887                   26.664                       27.539                    28.288                    29.456                      399
 Tarif                             310.854                    317.071                  348.778                  355.754               391.329                  399.156                      439.071                   447.853                   492.638                  502.491

Gol. 5                       7.149.768.258              7.511.546.532            8.533.898.884            8.941.217.681        10.130.399.633           10.642.997.854               12.091.553.600            12.668.677.507            14.510.911.469              200.465.660
 Volume Kendaraan                   23.000                     23.690                   24.468                   25.133                25.887                   26.664                       27.539                    28.288                    29.456                      399
 Tarif                             310.854                    317.071                  348.778                  355.754               391.329                  399.156                      439.071                   447.853                   492.638                  502.491



Sumber: TRUSCEL. Diolah berdasarkan data historis lalu lintas dan Perjanjian Konsesi JTD

Berdasarkan jumlah kendaraan dan tarif masing-masing golongan, asumsi pertumbuhan pendapatan
JTD dapat tercermin sebagai berikut:
Asumsi                                                   2025                2026                 2027               2028                2029                   2030                  2031                    2032              2033                  2034                   2035
Pertumbuhan Pendapatan           (%)                      -3%                 15%                   5%                13%                  5%                    13%                  -21%                     76%               32%                   28%                    10%

Asumsi                                                   2036                2037                  2038               2039               2040                   2041                  2042                    2043               2044                 2045                   2046
Pertumbuhan Pendapatan           (%)                      14%                  5%                   13%                 5%                14%                     5%                   13%                      5%                14%                   5%                    13%

Asumsi                                                   2047                2048                  2049               2050               2051                   2052                  2053                    2054               2055                 2056                   2057
Pertumbuhan Pendapatan           (%)                       5%                 14%                    5%                13%                 5%                    14%                    5%                     13%                 5%                  14%                     5%

Asumsi                                                         2058                  2059                  2060                 2061                  2062                   2063                     2064                    2065                   2066             5-Jan-67
Pertumbuhan Pendapatan              (%)                         13%                    5%                   14%                   5%                   13%                     5%                      14%                      5%                    15%                   -99%


Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha
Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha terdiri dari asumsi Biaya Operasi dan Pemeliharaan
Rutin, Biaya Pemeliharaan Berkala dan Penggantian Alat, Biaya Overhead Badan Usaha Jalan Tol, dan
Biaya Agency Fee Selama Masa Tenor untuk Jalan Tol Tahap I - Section A ( Kelapa Gading - Pulo
Gebang ) sepanjang 9.287 km. Penyesuaian asumsi dilakukan berdasarkan data historis dan didukung
oleh justifikasi data pasar untuk mencerminkan kondisi yang paling representatif, dimana dijelaskan
dalam proporsi atas pendapatan sebagai berikut:
Asumsi                                                                          2025               2026            2027               2028              2029                2030               2031                  2032              2033               2034               2035
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)                               96%                88%             91%                85%               85%                 77%               100%                   58%               45%                36%                33%

Asumsi                                                                          2036               2037             2038              2039              2040                2041                2042                 2043              2044               2045               2046
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)                               30%                29%              26%               25%               23%                 22%                 20%                  20%               18%                17%                16%


Asumsi                                                                          2047               2048             2049              2050              2051                2052                2053                 2054              2055               2056               2057
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)                               15%                14%              14%               12%               12%                 11%                 11%                  10%                9%                 8%                 8%


Asumsi                                                                                  2058              2059               2060                2061                2062                 2063                 2064                   2065              2066            5-Jan-67
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)                                        7%                7%                 7%                  6%                  6%                   6%                   5%                     5%                4%                  4%




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 118
                                                                                                                                                           P a g e | xii



Asumsi Beban Penyusutan / Depresiasi
Beban penyusutan dihitung atas aset tetap seperti peralatan kantor, kendaraan, bangunan, perabot
kantor, dan aset hak guna (ROU) menggunakan metode garis lurus sesuai masa manfaat aset.
Asumsi                                                                      2025                     2026                   2027                  2028               2029
Beban Depresiasi                                   (%)            (1.075.330.991)          (1.075.330.991)        (1.075.330.991)       (1.075.330.991)      (581.169.966)

Asumsi Perhitungan Modal Kerja
Asumsi perputaran piutang usaha dan utang usaha didasarkan pada tren historis, dengan proyeksi
bahwa pada akhir periode konsesi JTD seluruh piutang usaha akan tertagih dan seluruh utang usaha
telah diselesaikan kepada para vendor.
Asumsi                         2025        2026            2027          2028             2029          2030         2031        2032          2033        2034       2035
Piutang Usaha      (hari)      0,01        0,01            0,01          0,01             0,01          0,01         0,01        0,01          0,01        0,01       0,01
Utang Usaha        (hari)      4,00        4,00            4,00          4,00             4,00          4,00         4,00        4,00          4,00        4,00       4,00

Asumsi                         2036         2037           2038            2039           2040          2041         2042        2043          2044        2045       2046
Piutang Usaha      (hari)      0,01         0,01           0,01            0,01           0,01          0,01         0,01        0,01          0,01        0,01       0,01
Utang Usaha        (hari)      4,00         4,00           4,00            4,00           4,00          4,00         4,00        4,00          4,00        4,00       4,00

Asumsi                         2047         2048           2049            2050           2051          2052         2053        2054          2055        2056       2057
Piutang Usaha      (hari)      0,01         0,01           0,01            0,01           0,01          0,01         0,01        0,01          0,01        0,01       0,01
Utang Usaha        (hari)      4,00         4,00           4,00            4,00           4,00          4,00         4,00        4,00          4,00        4,00       4,00

Asumsi                            2058            2059            2060             2061          2062            2063          2064         2065          2066     5-Jan-67
Piutang Usaha        (hari)       0,01            0,01            0,01             0,01          0,01            0,01          0,01         0,01          0,01           -
Utang Usaha          (hari)       4,00            4,00            4,00             4,00          4,00            4,00          4,00         4,00          4,00           -


Asumsi Tax Loss Carry Forward (TLCF)
Dengan menerapkan Tax Loss Carry Forward (TLCF) yang memiliki masa manfaat 5 tahun, maka Rugi
Fiskal yang dapat dikompensasikan merupakan kumulatif tahun 2020-2024. Dengan demikian,
Akumulasi Rugi Fiskal yang dapat dikompensasikan dapat dikompensasikan hingga tahun 2029,
sebagai berikut.
Tax Loss Carry Forward           2024                     2025                         2026                   2027                      2028                  2029
                                Audited                 Forecast                     Forecast               Forecast                  Forecast              Forecast
Opening Balance                                      (434.355.266.451)            (437.496.794.014)       (417.434.433.929)         (299.825.774.278)     (125.229.993.919)
Loss Used                                    -         (3.141.527.563)               7.514.800.071           5.060.547.722            15.897.008.081        18.027.272.532
Closing Balance               (434.355.266.451)      (437.496.794.014)            (417.434.433.929)       (299.825.774.278)         (125.229.993.919)      (26.439.063.468)

2024                           (44.466.336.000)
2023                           (96.660.666.000)
2022                          (163.759.320.000)
2021                          (120.062.912.000)
2020                            (9.406.032.451)

EBIT                                                     (3.141.527.563)             7.514.800.071             5.060.547.722          15.897.008.081        18.027.272.532
Taxes Paid                                                          -                          -                         -                       -                     -

Asumsi Tingkat Diskonto – Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang akan digunakan
dalam penilaian saham JTD:
o      Cost of Debt (tingkat bunga utang) Selama Periode Proyeksi TLCF (2025 – 2029)
       Menggunakan data tingkat bunga pinjaman investasi dari bank sindikasi terhadap proyek
       Pembangunan jalan tol berdasarkan data pasar sebesar 7,13% per Desember 2024. Tingkat
       bunga tersebut tidak disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-adjusted), mengingat selama
       periode proyeksi JTD tidak memperoleh manfaat pajak (tax shield) atas beban bunga akibat tidak
       adanya kompensasi rugi fiskal (tax loss carry forward);

o      Cost of Debt (tingkat bunga utang) Setelah Periode Proyeksi TLCF (2030 – 5 Januari 2067)
       Menggunakan data tingkat bunga pinjaman investasi dari bank sindikasi terhadap proyek
       Pembangunan jalan tol berdasarkan data pasar sebesar 5,56% per Desember 2024. Tingkat
       bunga tersebut telah disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-adjusted) dengan asumsi JTD
       memperoleh manfaat pajak atas beban bunga sepanjang periode proyeksi;



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 119
                                                                                                                                                    P a g e | xiii




o   Cost of Equity (biaya ekuitas)
    Tingkat biaya ekuitas (cost of equity) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-faktor
    sebagai berikut:
            -   Risk-free rate (tingkat suku bunga bebas risiko)
                Risk Free Rate yang digunakan adalah Indo Bond 30 tahun yaitu sebesar 7,11% per
                Desember 2024 (sumber: tradingeconomics.com) yang disesuaikan dengan tingkat
                default spread Indonesia yaitu sebesar 1,79% per Desember 2024 (sumber:
                Damodaran, Country Default Spreads and Risk Premiums), sehingga tingkat Risk Free
                Rate efektif yang digunakan yaitu 5,32% per Desember 2024;
            -   Beta
                Koefisien beta wajib berasal dari data rata-rata beta perusahaan pembanding yang
                bergerak pada sektor dan industri yang sejenis dengan perusahaan yang menjadi
                Objek Analisis. Berdasarkan analisis data pasar, Beta yang kami gunakan adalah
                Levered beta dari 8 perusahaan yang beregrak di bidang yang serupa yaitu sebesar
                0,55 (selama periode proyeksi TLCF 2025 – 2029) dan 0,46 (setelah periode proyeksi
                TLCF 2030 – 5 Januari 2067). Perbedaan perhitungan levered beta dikarenakan
                selama periode proyeksi TLCF, tidak disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-
                adjusted), mengingat selama periode proyeksi JTD tidak memperoleh manfaat pajak
                (tax shield) atas beban bunga akibat tidak adanya kompensasi rugi fiskal (tax loss
                carry forward);
            -   Equity Risk
                Premi risiko ekuitas wajib didasarkan pada data yang dipublikasikan, maka
                berdasarkan data yang kami peroleh, equity risk premium untuk Indonesia adalah
                sebesar 6,45% per Desember 2024. Selanjutnya, equity risk premium disesuaikan
                dengan country risk premium untuk Indonesia yaitu sebesar 2,33% per Desember
                2024 sehingga tingkat Equity Risk Premium yang digunakan yaitu sebesar 8,78% per
                Desember 2024 (sumber: Damodaran, diolah).
            -   Specific Risk
                                                                                                          Perusahaan Yang Dinilai    Perusahaan Pembanding
                   Kriteria                                                                  Weighting                Weighting                      Weighting
                                                                                                          Rating (1)   Rating       Rating (2)        Rating
                Realisasi Tarif Tol                                                                0,70      1,00       0,70           0,95             0,67
                Resiko Konstruksi                                                                  0,30      1,00       0,30           0,95             0,29
                Total                                                                             100%                  1,00                           0,95

                Specific Risk                                                                    0,50%

                Notes
                (1) Rating 0 - 5 : Indicated an increase in rating means increase in level of risk.
                (2) Rating 0 - 5 : (Wr. Rated Company - Wr. Comparison Company)/10
                Wr = Weighted Rating




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 120
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  P a g e | xiv


                                                                                                                                                                                                                       Description
                                                                           MATRIX                      Consequence
                                                                                                                                               PT Jakarta Tollroad Development Jaya Pratama                                                                     Comparable Companies
                                                                                                                       JTD memiliki kewenangan untuk mengatur bahwa penyesuaian tarif tol seharusnya dilakukan Perusahaan pembanding yang berasal dari Thailand yakni Bangkok Expressway and Metro PCL diberikan
                                                                                                                       setiap 2 tahun sekali dengan besaran penyesuaian mengikuti laju inflasi. Adapun secara       kewenangan oleh Pemerintah untuk menetapkan penyesuaian tarif setiap 5 tahun sekali. Namun, jalan tol Si Rat
                                                                                                                       historis penyesuaian tarif untuk JTD baru dilaksanakan setelah 2,5 tahun yang disebabkan     Expressway yang dioperasikan oleh Bangkok Expressway and Metro Public Company Limited (BEM) melakukan




                                                          Factors
                                                                                                                       pandemi Covid-19. Kedepannya, terdapat risiko ketidakpastian yang memungkinkan terjadinya penyesuaian tarif lebih cepat, yaitu dalam kurun waktu 3 tahun. Percepatan penyesuaian ini dilakukan sebagai
                                                                    Realisasi Tarif Tol                    Medium
                                                                                                                       keterlambatan penningkatan tarif, sehingga JTD berisiko kehilangan potensi pendapatan yang respons terhadap dampak pandemi Covid-19 yang signifikan terhadap volume lalu lintas dan pendapatan
                                                                                                                       seharusnya dapat diperoleh dari penyesuaian tarif sesuai ketentuan kontrak.                  operasional. Dengan adanya kenaikan tarif lebih awal dari siklus normal, BEM memperoleh peluang untuk
                                                                                                                                                                                                                    mengakselerasi pemulihan pendapatan dan menjaga kesinambungan arus kas perusahaan di tengah tekanan
                                                                                                                                                                                                                    ekonomi akibat pandemi.
                                                                                                                       Risiko keterlambatan operasional Jalan Tol Seksi B dan C, pekerjaan konstruksi Seksi B dan   Konstruksi Si Rat Expressway milik Bangkok Expressway and Metro PCL dimulai pada tahun 2012 dengan target
                                                                                                                       Seksi C tertunda akibat progress pengadaan tanah serta isu utama kendala proyek terkait      penyelesaian pada 2017. Namun, proyek ini berhasil diselesaikan lebih cepat, yakni pada tahun 2016. Percepatan
                                                                                                                       perizinan dan pengadaan tanah mendasari risiko konstruksi. Target operasional yang semula tersebut dimungkinkan berkat dukungan aktif dari Otoritas Jalan Tol Thailand (EXAT), yang secara efektif
                                                                                                                       direncanakan pada 2027 mengalami keterlambatan menjadi 2031, sehingga berpotensi             mempercepat proses pengadaan lahan melalui penetapan nilai kompensasi yang adil bagi pemilik lahan
                                                                                                                       menunda arus kas operasional, meningkatkan biaya proyek.                                     terdampak. Keberhasilan ini memungkinkan jalan tol Si Rat Expressway beroperasi lebih awal dari jadwal semula,
                                                                                                                                                                                                                    sehingga mendorong percepatan realisasi pendapatan tol dan memperkuat arus kas operasional lebih awal dari
                                                                                                                       Sebagai akibat dari keterlambatan pengadaan lahan, berdasarkan hasil Evaluasi Rencana Kerja, proyeksi semula.
                                                                                                                       JTD memperoleh kompensasi dari pemerintah berupa perpanjangan masa konsesi, dari
                                                                                                                       semula 45 tahun menjadi 50 tahun. Dengan adanya kompensasi tersebut, JTD memiliki ruang
                                                          Factors                                                      untuk menutupi risiko atas keterlambatan operasional yang terjadi.

                                                                                                                       Hal ini sejalan dengan PPJT No. 13 tanggal 6 April 2017, Pasal 2 terkait Pengusahaan Jalan Tol,
                                                                    Resiko Konstruksi                          Low
                                                                                                                       Poin 2.3 terkait Masa Konsesi bahwa "Apabila terjadi keterlambatan pembangunan Jalan Tol
                                                                                                                       yang bukan diakibatkan oleh kesalahan dari Badan Usaha Jalan Tol, maka Badan Usaha Jalan
                                                                                                                       Tol memiliki hak untuk mendapatkan perpanjangan Masa Konsesi dan/atau kenaikan Tarif Tol
                                                                                                                       dengan memperhitungkan jangka waktu keterlambatan pembangunan tersebut."

                                                                                                                       Pada Pasal 3 terkait Pengadaan Tanahdan Penyediaan Ruang, Poin 3.5 terkait Keterlambatan
                                                                                                                       Pengadaan Tanah bahwa "Dalam hal terjadi keterlambatan Pengadaan Tanah dan Penyediaan
                                                                                                                       Ruang oleh Pemerintah, Badan Usaha Jalan Tol berhak untuk: mendapatkankompensasi dari
                                                                                                                       Pemerintah dalam bentuk perpanjangan Masa Konsesi dan/atau penyesuaian Tarif Tol Awal
                                                                                                                       namun demikian Badan Usaha Jalan Tol tidak berhak mengakhiri Perjanjian akibat
                                                                                                                       keterlambatan".




                                                      Dalam menentukan perusahaan pembanding, telah memenuhi kriteria yang
                                                      memiliki industri dan kegiatan usaha yang serupa dalam bidang konstruksi dan
                                                      pengoperasian jalan tol serta memiliki target pasar yang sebanding. Perusahaan
                                                      pembanding terdaftar memiliki kerakteristik ruang lingkup kegiatan usaha yang
                                                      lebih luas dibandingkan JTD. Dengan demikian dalam hal realisasi tarif tol dan risiko
                                                      konstruksi memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan pembanding.
                                                      Sehingga dengan landasan tersebut maka aktivitas perusahaan JTD dinilai memiliki
                                                      risiko yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan pembanding;
                                                      Adapun, specific risk yang digunakan dalam penilaian ini adalah sebesar 0,50%.
                   Weighted Average Cost of Capital (WACC) Selama Periode Proyeksi TLCF (2025 – 2029)
Weighted Average Cost of Capital analysis (WACC)
(in IDR)

                 WACC calculation                             Comparable companies
Capital structure                                             Company name                                Levered beta(4)                 Total Debt           Shares outstanding           Share price           Market value of equity      Debt/Equity        Marginal tax rate        Unlevered beta           Debt/Capital
Debt to total capitalization (a)             77%              Sichuan Expressway Co., Ltd                            0,45         92.053.697.057.700                3.060.000.000               11.580              35.435.133.846.000              260%                       25%                  0,15                   72%
Equity to total capitalization (b)           23%              Bangkok Expressway and Metro PCL                       0,45         45.795.149.593.200               14.980.000.000                3.379              50.624.280.840.000               90%                       20%                  0,26                   47%
                                                              Zhejiang Expressway Co., Ltd                           0,30        317.697.968.280.000                5.990.000.000               11.638              69.714.565.882.000              456%                       25%                  0,07                   82%
Cost of debt                                                  Qilu Expressway Co., Ltd                               0,43         32.882.616.528.300                2.000.000.000                4.789               9.577.292.000.000              343%                       25%                  0,12                   77%
Cost of debt ( c)                          7,13%              Henan Zhongyuan Expressway Co., Ltd                    0,35         81.915.566.170.200                2.250.000.000                9.344              21.023.544.150.000              390%                       25%                  0,09                   80%
Tax rate (d)                                  0%              Ekovest Bhd                                            0,82         30.285.741.617.600                2.965.000.000                1.320               3.913.845.068.000              774%                       24%                  0,12                   89%
After tax cost of debt ( e)                7,13%              Bharat Road Network Ltd                                0,18          4.659.419.239.760                   83.950.000                8.656                 726.699.262.806              641%                       35%                  0,03                   87%
                                                              Yuexiu Transport Infrastructure Ltd                    0,69         48.934.596.210.500                1.673.000.000                8.016              13.410.394.921.000              365%                       25%                  0,18                   78%
Cost of equity
Risk Free Rate (f)                         5,32%              Mean                                                   0,46                                                                                                                           415%                                             0,13                   77%
Equity Risk Premium (g)                    8,78%              Median                                                 0,44                                                                                                                           377%                                             0,12                   79%
Levered Beta (h)                             0,55
Specific risk (i)                           0,5%
                                                                                                                                                       Value of relevered beta
                                                                                                                                                                                                                                           Mean unlevered
Cost of equity (j)                        10,64%                                                                                                                                                                           Debt/ Capital             beta       Target Debt/Equity    Target marginal rate       Relevered beta
                                                                                                                                                             Based on market                                                       77%               0,13                 326,17%                      0%                 0,55
WACC (k)                                   7,95%


Calculation:(a)                      Based on average debt/capital of comparable companies
Calculation:(b)                      Based on 1-(a)
Calculation:( c)                     Based on SEKI Indonesia
Calculation:(d)                      Based on UU No. 7 Tahun 2021
Calculation:( e)                     Based on (c)*1-(d)
Calculation:(f)                      Based on IndoBond 10Y - Based defalt spread
Calculation:(g)                      Based on Equity Risk Premium + Country Risk Primium
Calculation:(h)                      Based on Mean unlevered beta*[1+(1-target tax rate)*target debt/equity]
Calculation:(i)                      Based on risk factors
Calculation:(j)                      Based on[(f)+(g*h)+(i)]
Calculation:(k)                      Based on [(a)*( e)+ (b)*(j)]




Tingkat Diskonto yang digunakan dalam penilaian saham per 31 Desember 2024 adalah sebesar
7,95%.
Weighted Average Cost of Capital (WACC) Setelah Periode Proyeksi TLCF (2030 – 5 Januari 2067)
Weighted Average Cost of Capital analysis (WACC)
(in IDR)

                 WACC calculation                             Comparable companies
Capital structure                                             Company name                                Levered beta(4)                 Total Debt           Shares outstanding           Share price           Market value of equity      Debt/Equity        Marginal tax rate        Unlevered beta           Debt/Capital
Debt to total capitalization (a)             77%              Sichuan Expressway Co., Ltd                            0,45         92.053.697.057.700                3.060.000.000               11.580              35.435.133.846.000              260%                       25%                  0,15                   72%
Equity to total capitalization (b)           23%              Bangkok Expressway and Metro PCL                       0,45         45.795.149.593.200               14.980.000.000                3.379              50.624.280.840.000               90%                       20%                  0,26                   47%
                                                              Zhejiang Expressway Co., Ltd                           0,30        317.697.968.280.000                5.990.000.000               11.638              69.714.565.882.000              456%                       25%                  0,07                   82%
Cost of debt                                                  Qilu Expressway Co., Ltd                               0,43         32.882.616.528.300                2.000.000.000                4.789               9.577.292.000.000              343%                       25%                  0,12                   77%
Cost of debt ( c)                          7,13%              Henan Zhongyuan Expressway Co., Ltd                    0,35         81.915.566.170.200                2.250.000.000                9.344              21.023.544.150.000              390%                       25%                  0,09                   80%
Tax rate (d)                                 22%              Ekovest Bhd                                            0,82         30.285.741.617.600                2.965.000.000                1.320               3.913.845.068.000              774%                       24%                  0,12                   89%
After tax cost of debt ( e)                5,56%              Bharat Road Network Ltd                                0,18          4.659.419.239.760                   83.950.000                8.656                 726.699.262.806              641%                       35%                  0,03                   87%
                                                              Yuexiu Transport Infrastructure Ltd                    0,69         48.934.596.210.500                1.673.000.000                8.016              13.410.394.921.000              365%                       25%                  0,18                   78%
Cost of equity
Risk Free Rate (f)                         5,32%              Mean                                                   0,46                                                                                                                           415%                                             0,13                   77%
Equity Risk Premium (g)                    8,78%              Median                                                 0,44                                                                                                                           377%                                             0,12                   79%
Levered Beta (h)                             0,46
Specific risk (i)                           0,5%
                                                                                                                                                       Value of relevered beta
                                                                                                                                                                                                                                           Mean unlevered
Cost of equity (j)                         9,83%                                                                                                                                                                           Debt/ Capital             beta       Target Debt/Equity    Target marginal rate       Relevered beta
                                                                                                                                                             Based on market                                                       77%               0,13                 326,17%                     22%                 0,46
WACC (k)                                   6,56%


Calculation:(a)                      Based on average debt/capital of comparable companies
Calculation:(b)                      Based on 1-(a)
Calculation:( c)                     Based on SEKI Indonesia
Calculation:(d)                      Based on UU No. 7 Tahun 2021
Calculation:( e)                     Based on (c)*1-(d)
Calculation:(f)                      Based on IndoBond 10Y - Based defalt spread
Calculation:(g)                      Based on Equity Risk Premium + Country Risk Primium
Calculation:(h)                      Based on Mean unlevered beta*[1+(1-target tax rate)*target debt/equity]
Calculation:(i)                      Based on risk factors
Calculation:(j)                      Based on[(f)+(g*h)+(i)]
Calculation:(k)                      Based on [(a)*( e)+ (b)*(j)]




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 121
                                                                                                                  P a g e | xv



Tingkat Diskonto yang digunakan dalam penilaian saham per 31 Desember 2024 adalah sebesar
6,56%.
Identifikasi ATB
Faktor-faktor Pertimbangan dalam Penilaian ATB                                Tergolong dalam Peraturan
Hak-hak, keistimewaan, atau kondisi yang melekat pada hak kepemilikan         Standar Penilaian Indonesia (SPI)
                                                                              Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Sisa umur ekonomis dan/atau umur hukum (masa berlaku) Aset Takberwujud
Kapasitas ATB yang menghasilkan pendapatan                                    Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Karakteristik ATB                                                             Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Sifat dan sejarah ATB                                                         Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Gambaran ekonomi yang dapat mempengaruhi ATB                                  Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Kondisi dan gambaran masa depan dari industri spesifik                        Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Nilai ATB dapat juga terkandung dalam aset yang tak dapat dipisahkan dan
                                                                              Standar Penilaian Indonesia (SPI)
biasa disebut Goodwill
Dapat diidentifikasi dan dijelaskan secara terperinci                         Peraturan No. VIII.C.5
Dapat memberikan manfaat ekonomi yang dapat diukur bagi pemilik Obyek
Penilaian                                                                     Peraturan No. VIII.C.5
Memiliki potensi untuk menghasilkan aset lainnya dan/atau mampu
menciptakan nilai tambah terhadap aset lain tersebut                          Peraturan No. VIII.C.5
Merupakan subyek hak milik (right of private ownership ) yang dapat dialihkan
secara hukum (legally transferable )                                          Peraturan No. VIII.C.5
Dapat diakui dan dilindungi secara hukum; dan                                 Peraturan No. VIII.C.5
Memiliki jangka waktu manfaat ekonomis.                                       Peraturan No. VIII.C.5

Dengan mendasarkan kepada SPI 320 poin 5.9 kami hanya dapat melakukan penilaian ATB dengan
pertimbangan sebagai berikut: (i) Hak-hak, keistimewaan, atau kondisi yang melekat pada hak
kepemilikan, (ii) Sisa umur ekonomis dan/atau umur hukum (masa berlaku) ATB, (iii) Kapasitas ATB
yang menghasilkan pendapatan, (iv) Karakteristik ATB, (v) Sifat dan sejarah ATB, (vi) Gambaran
ekonomi yang dapat mempengaruhi ATB, (vii) Kondisi dan gambaran masa depan dari industri
spesifik, (viii) Nilai ATB dapat juga terkandung dalam aset yang tak dapat dipisahkan dan biasa
disebut Goodwill.
Dengan mendasarkan kepada Peraturan No. VIII.C.5, kami hanya dapat melakukan penilaian ATB
yang memenuhi karakteristik sebagai berikut: (i) dapat diidentifikasi dan dijelaskan secara terperinci;
(ii) dapat memberikan manfaat ekonomi yang dapat diukur bagi pemilik Obyek Penilaian; (iii)
memiliki potensi untuk menghasilkan aset lainnya dan/atau mampu menciptakan nilai tambah
terhadap aset lain tersebut; (iv) merupakan subyek hak milik (right of private ownership) yang dapat
dialihkan secara hukum (legally transferable); (v) dapat diakui dan dilindungi secara hukum; dan (vi)
memiliki jangka waktu manfaat ekonomis.
ATB yang dimiliki oleh JTD memiliki karakteristik sebagai berikut:
               1. JTD memiliki ATB yang digolongkan kedalam ATB terkait kontrak perusahaan berupa
                  lisensi yaitu Hak Pengusahaan Jalan Tol dalam Kota Jakarta Ruas Semanan-Sunter dan
                  Sunter-Pulo Gebang.
               2. Dapat memberikan manfaat ekonomi dimana Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah
                  sepakat untuk menunjuk JTD sebagai Badan Usaha Jalan Tol yang akan mengelola
                  Ruas Semanan – Sunter dan Ruas Sunter - Pulo Gebang, sehingga memberikan nilai
                  tambah dari tarif atas pengusahaan jalan tol dengan masa konsesi selama 50 tahun.
                  Ruas yang akan dikelola terdiri dari tiga seksi, yaitu:
                       i.  Seksi A (Kelapa Gading - Pulo Gebang);
                      ii.  Seksi B (Semanan - Grogol);
                     iii.  Seksi C (Grogol - Kelapa Gading).
               3. Memiliki potensi untuk menghasilkan aset lainnya dan/atau mampu menciptakan
                  nilai tambah terhadap aset lain yang mana mampu menghasilkan
                  pendapatan/revenue bagi JTD.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 122
                                                                                                                                                                                                        P a g e | xvi



           4. Merupakan subyek hak milik (right of private ownership) yang dapat dialihkan secara
              hukum serta dapat diakui dan dilindungi secara hukum.
               No   Nomor Perjanjian                              Nama Perjanjian                                         Tanggal Perjanjian                    Partisipan                            Ringkasan

                                       Amandemen V Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Dalam Kota Jakarta Ruas                                                                  Perubahan pada Pasal 1.1.6, Pasal 1.1.7, Pasal 1.1.16, Pasal
               1          11                                                                                  24 Desember 2024                 PT JTD Jaya Pratama
                                       Semanan - Sunter dan Sunter - Pulogebang                                                                                              1.1.19, 1.1.27, Pasal 10.4.5, dan Pasal 18.1



           5. Memiliki masa manfaat ekonomis selama 50 tahun yang berlaku efektif sejak tanggal
              penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tanggal 5 Januari 2017.
Sesuai dengan Peraturan No. VIII.C.5, telah diidentifikasi bahwa ATB yang dimiliki oleh JTD yang telah
memenuhi syarat karakteristik ATB dalam melakukan penilaian atas ATB. Berdasarkan klasifikasi ATB
yang menjadi Objek Penilaian, ATB yang dimiliki oleh JTD merupakan ATB terkait kontrak
perusahaan berupa lisensi yaitu Hak Pengusahaan Jalan Tol dalam Kota Jakarta Ruas Semanan-
Sunter dan Sunter-Pulo Gebang.
Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya
Penilaian atas 100% saham JTD didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal akan
dilakukan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen JRPT, JKON dan JTD, analisis
historis atas laporan posisi keuangan, laporan arus kas, laporan laba/rugi komprehensif, dan
commonsize-statements, pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta kinerja JTD. Prospek
JTD di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi yang
diberikan oleh manajemen JRPT dan JKON yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya.
Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek
dari industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan berbagai metode penilaian untuk menentukan Nilai Pasar suatu pendapatan
yang dianggap mewakili kemampuan di masa mendatang dari suatu perusahaan atau “business
interest”, perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan laporan laba/rugi
komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku
laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba/rugi komprehensif yang biasanya
disusun oleh akuntan berdasarkan nilai historis.
Pendekatan Penilaian
Ada beberapa metode dan prosedur penilaian bisnis yang dapat diterima secara umum. Semua
metode dan prosedur tersebut secara umum dapat disimpulkan menjadi 3 kategori pendekatan
penilaian yang sering digunakan yaitu pendekatan pendapatan, pendekatan aset dan pendekatan
pasar.
Pendekatan pendapatan dengan Metode Diskonto Arus Kas Bersih (Discounted Cash Flow – DCF)
didasarkan atas proyeksi arus kas bersih yang ditentukan berdasarkan proyeksi atas pendapatan
ekonomis perusahaan setelah dikurangi dengan pengeluaran-pengeluaran yang diperlukan untuk
mendukung operasi perusahaan seperti penambahan modal kerja dan pengeluaran modal. Nilai
Pasar dari perusahaan kemudian diperoleh dengan mendiskonto proyeksi arus kas perusahaan
dengan tingkat diskonto yang sesuai dan kemudian menguranginya dengan jumlah utang berbunga
untuk mendapatkan Indikasi Nilai.
Pendekatan aset dengan Metode Penyesuaian Aset Bersih (Adjusted Net Assets Method – ANAM)
dilakukan dengan menyesuaikan aset dan kewajiban perusahaan untuk mendapatkan Nilai Pasarnya,
dimana nilai ekuitas adalah Nilai Pasar dari semua aset dikurangi dengan Nilai Pasar dari semua
kewajiban. Penyesuaian nilai buku dalam laporan posisi keuangan menjadi Nilai Pasar dilakukan
secara individual (individual revaluation of assets), baik nilai Aset Berwujud, ATB maupun nilai
kewajiban perusahaan.
Pendekatan pasar dengan Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline
Publicly Traded Company Method – GPTCM), yaitu dengan mengestimasi nilai perusahaan
berdasarkan harga pasar saham dari perusahaan-perusahaan yang sepadan dan sebanding yang


Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 123
                                                                                       P a g e | xvii



terdaftar sebagai perusahaan terbuka di bursa efek regional. Metode ini didasarkan atas value
multiples dari perusahaan-perusahaan lain yang sepadan dan sebanding yang diperkirakan memiliki
skala dan karakteristik risiko usaha yang hampir setara dengan perusahaan yang akan dinilai.
Untuk menentukan Nilai Pasar Saham JTD, kami mengaplikasikan pendekatan pendapatan dengan
Metode DCF dan pendekatan aset dengan Metode ANAM. Metode DCF digunakan dalam
penilaian ini dikarenakan Penggerak nilai (value driver) JTD adalah berasal dari aset dimana
direpresentasikan oleh pendapatan. Perhitungan menggunakan metode DCF berdasarkan konsep
jumlah pendapatan yang bisa dihasilkan oleh suatu entitas dalam periode proyeksi. Sehingga,
Metode DCF ini dianggap paling sesuai diterapkan dalam Penilaian 100% Saham JTD. Selanjutnya
Metode ANAM juga digunakan dalam penilaian ini dikarenakan Metode ANAM memperhitungkan
nilai dari seluruh aset JTD berdasarkan Nilai Pasarnya, sehingga kami berkeyakinan kedua metode ini
layak dan sesuai untuk digunakan dalam laporan penilaian ini.
Kami tidak menggunakan pendekatan pasar dengan Metode GPTCM dikarenakan tidak menemukan
perusahaan pembanding yang sepadan dan sebanding serta layak dan sesuai dengan standar
penilaian bisnis di Indonesia, maka GPTCM tidak digunakan dalam laporan penilaian ini.
Pendekatan dan metode penilaian tersebut diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini.
Alasan Penggunaan Metode Penilaian
Pendekatan Pendapatan
Berdasarkan SPI-09 poin 4.1 tentang syarat penggunaan metode DCF adalah sebagai berikut:
- Aset atau bisnis yang sedang mengalami pertumbuhan signifikan atau belum mencapai level
  operasi yang stabil, misalnya bisnis baru atau properti investasi yang sedang dibangun;
- Arus kas yang cenderung berfluktuasi dari suatu periode ke periode lain dalam jangka pendek,
  misalnya fluktuasi pendapatan sewa yang dihasilkan dari suatu properti investasi karena jangka
  waktu dan persyaratan sewa guna usaha atau pendapatan bisnis karena perubahan siklus
  permintaan produk, atau;
- Aset memiliki umur terbatas, misalnya aset dan bisnis di sektor energi dan sumber daya alam.
Pendekatan Aset
Berdasarkan POJK No. 35/2020, berisikan: ”metode ANAM wajib digunakan untuk menilai:
   1. ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat bergantung pada Nilai aset tetap
      (a heavy based on fixed assets company);
   2. ekuitas dari Holding Company;
   3. perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai prospek positif,
      perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi, atau perusahaan yang diragukan
      kemampuannya untuk melanjutkan operasi yang bersifat going concern, seperti perusahaan
      yang baru berdiri (start up company) atau perusahaan yang berada dalam kesulitan untuk
      memperoleh pendapatan (trouble companies);”
Selain itu, pemilihan metode penilaian juga didasarkan pada ketersediaan data yang diperoleh dalam
melakukan penilaian. Penentuan metode ini didasarkan pada ketersediaan data oleh pihak
manajemen dan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap sumber data tersebut.
Dengan demikian berdasarkan syarat penggunaan pendekatan pendapatan dan aset yang dimiliki
oleh JTD maka penentuan Indikasi Nilai 100% Saham JTD dengan pendekatan yang tepat adalah
dengan menggunakan metode DCF dan ANAM.
Berdasarkan uraian diatas dapat dilihat bahwa metode DCF dan ANAM bisa digunakan untuk
penilaian dikarenakan telah memenuhi kriteria sebagaimana dimaksudkan POJK No. 35/2020.



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 124
                                                                                   P a g e | xviii



Informasi Lain yang Relevan
Berikut merupakan beberapa informasi lain yang relevan dalam pelaksanaan Penilaian 100% Saham
JTD:
Informasi Perpajakan
Informasi Perpajakan per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
                                (dalam Rupiah penuh)
                Deskripsi                      Nilai
a. Aset Pajak Tangguhan
   Perusahaan
    Imbalan Kerja                                73.332.820
   Sub Total                                     73.332.820

   Entitas Anak
    Imbalan Kerja                                139.984.240
    Penyusutan Aset Hak Guna                   1.881.446.874
    Liabilitas Sewa                          (1.494.508.691)
    Provisi Pelapisan Ulang                  10.475.192.902
   Sub Total                                 11.002.115.325

   Total Aset Pajak Tangguhan                11.075.448.145

b. Utang Pajak
   Pajak Penghasilan (PPh)
    Pasal 21                                   105.708.221
    Pasal 4 (2)                                 48.575.797
    Pasal 23                                    36.849.872
   Total Utang Pajak                           191.133.890

c. Taksiran Rugi Fiskal
   Rugi Fiskal yang dapat Dikompensasikan
    2024                                     (2.482.403.000)
    2023                                     (2.694.338.000)
    2022                                     (6.273.587.000)
    2021                                     (5.214.225.000)
    2020                                     (1.426.588.000)
   Total Taksiran Rugi Fiskal               (18.091.141.000)
Sumber: Laporan Keuangan JTD

Informasi Kompensasi bagi Pemegang Saham
Seluruh pemegang saham memiliki hak yang setara dan sederajat dalam segala hal. Kompensasi yang
diberikan kepada para pemegang saham ialah berupa pembagian dividen yang jumlah besarannya
akan dikaitkan dengan keuntungan dan kondisi keuangan pada tahun buku yang bersangkutan.
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Selain itu pihak manajemen juga telah mengkonfirmasi terkait beberapa hal berikut ini sebagai
bahan pertimbangan dalam penyusunan Laporan Penilaian:
1. Aset dan Kewajiban yang dimiliki JTD di Luar Neraca:
       JTD tidak memiliki aset dan kewajiban di luar neraca (kontinjensi).




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 125
                                                                                                                   P a g e | xix



 2. Perbandingan Kinerja Saat Ini dengan Kinerja Historis
                                                                                    (dalam persentase kecuali dinyatakan lain)
                                                2020      2021            2022            2023             2024         Rata-Rata
Keterangan
                                                Audit     Audit           Audit           Audit            Audit          Historis
Rasio Pertumbuhan*
Pendapatan                                       N/A       -74%             -71%             8%              -1%             -47%
Beban Pokok Pendapatan                           N/A       -71%             -51%             0%             -15%             -41%
Laba Kotor                                       N/A        N/A           -153%              9%              34%             -15%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                  N/A    -1002%              -70%            36%              47%              N/A
Aset Lancar                                      N/A       -34%             -64%           -66%              39%             -42%
Aset Tidak Lancar                                N/A      18,8%            -1,9%          -2,0%             2,6%             4,0%
Total Aset                                       N/A        11%              -8%            -4%               3%            0,14%
Liabilitas Lancar                                N/A     -41,9%          -65,4%          -65,3%           -21,2%             -52%
Liabilitas Tidak Lancar                          N/A       -11%             -45%           -84%            164%              -33%
Total Liabilitas                                 N/A       -19%             -49%           -82%            120%              -36%
Total Ekuitas                                    N/A        30%               9%            11%              -1%              12%

Rasio Vertikal**
Beban Pokok Pendapatan                          100%      110%            187%            174%             149%             144%
Laba Kotor                                        0%      -10%            -87%            -74%             -49%             -44%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                   1%      -31%           -186%           -111%             -60%             -77%
Aset Lancar / Total Aset                         16%        9%              4%              1%               2%               6%
Aset Tidak Lancar / Total Aset                   84%       91%             96%             99%              98%              94%
Liabilitas Lancar / Total Liabilitas             26%       18%             12%             24%               9%              18%
Liabilitas Tidak Lancar / Total Liabilitas       74%       82%             88%             76%              91%              82%
Total Liabilitas / Total Liabilitas & Ekuitas    40%       29%             16%              3%               7%              19%
Total Ekuitas / Total Liabilitas & Ekuitas       60%       71%             84%             97%              93%              81%

Rasio Likuiditas**
Current Ratio                                    1,52      1,72            1,81            1,76             3,11               2,0
Quick Ratio                                       0,6       0,4             1,4             1,0              1,8               1,1

Rasio Profitabilitas**
Return on Asset (ROA)                             0%       -2%              -3%            -2%              -1%               -2%
Return on Equity (ROE)                            0%       -3%              -4%            -2%              -1%               -2%

Rasio Aktivitas**
Perputaran Aset (x)                             0,25      0,06             0,02           0,02             0,02             0,07
Perputaran Piutang Usaha (x)                       0         0                0              0           57.117           11.423
Perputaran Piutang Usaha (hari)                    0         0                0              0              156               31
Perputaran Utang Usaha (x)                        24         3                2           534               184              149
Perputaran Utang Usaha (hari)                      0         0                0              1                1                0
Perputaran Persediaan (X)                        N/A       N/A              N/A            N/A              N/A              N/A
Perputaran Persediaan (hari)                     N/A       N/A              N/A            N/A              N/A              N/A

Rasio Solvabilitas**
Debt to Asset Ratio (DAR)                        40%       29%             16%              3%               7%              19%
Debt to Equity Ratio (DER)                       67%       42%             20%              3%               7%              28%
Sumber: TRUSCEL. Diolah berdasarkan data laporan keuangan JTD
Keterangan:
*) Perhitungan rata-rata menggunakan metode CAGR pada tahun 2020 - 2024
**)Perhitungan rata-rata dilakukan dengan menggunakan metode AVERAGE Data pada tahun 2020 - 2024
N/A) Tidak ada pembanding
N/A*) tidak dapat dihitung dikarenakan nilai pembagi sama dengan 0

Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan operasional suatu perusahaan dalam mengelola aset-
asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia
capital (capital providers). Rasio imbal balik aset (Return on Assets / ROA) JTD selama tahun 2020 -
2024, secara rata-rata adalah sebesar -2%.
Rasio imbal balik ekuitas (Return on Equity / ROE) selama tahun 2020 - 2024, secara rata-rata adalah
sebesar -2% dimana rasio ini menunjukan hasil yang sejalan dengan rata-rata ROA pada tahun 2020
- 2024. Namun perlu diingat, persentase ROE direkomendasikan untuk mendekati 10% untuk cukup
menutup biaya modal perusahaan.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 126
                                                                                                                                   P a g e | xx



Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh liabilitas lancarnya
yang akan jatuh tempo. Selama tahun 2020 - 2024, rata-rata current ratio dan quick ratio JTD masing-
masing sebesar 2,0x dan 1,1x. Hal ini menunjukkan bahwa selama tahun 2020 - 2024 JTD cukup
mampu untuk membayar liabilitas lancarnya dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya.
Current ratio dan quick ratio terbesar terjadi pada 2024 masing-masing sebesar 3,11x dan 1,8x.
Current ratio terkecil terjadi pada 2020 sebesar 1,52x dan quick ratio terkecil terjadi pada 2021
sebesar 0,4x.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio perputaran aset JTD selama periode selama tahun 2020 - 2024 secara rata-rata
adalah sebesar 0,07x per tahun yang berarti bahwa JTD mampu menghasilkan penjualan rata-rata
sebesar 0,07x dari setiap aset yang dimiliki.
Sedangkan perputaran piutang usaha JTD selama tahun 2020 - 2024 memiliki rata-rata adalah
sebesar 11.423x atau selama 31 hari. Perputaran piutang usaha JTD tercepat terjadi pada tahun 2024
yaitu sebesar 57.117x atau selama 156 hari.
Perputaran utang usaha JTD selama tahun 2020 - 2024 memiliki rata-rata sebesar 149x atau 0 hari.
Perputaran utang usaha tercepat terjadi pada 2023 sebesar 534x atau 1 hari.
Rasio Solvabilitas
Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan posisi utang berbunga terhadap aset dalam pembiayaan
perusahaan sedangkan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan besarnya porsi utang berbunga
terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan (financial leverage). Rasio solvabilitas ini
menunjukkan seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi seluruh utang
berbunga dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika perusahaan tersebut dilikuidasi.
DAR dan DER JTD selama periode historis rata-rata adalah sebesar 19% dan 28%.
4. Perbandingan Kinerja Obyek Penilaian dengan Industri Yang Sebanding
Perusahaan Yang Dinilai               Pertumbuhan Penjualan 5 Tahun   Rata-Rata Margin Kotor   ROA   ROE Debt to Capitalization              Total Aset
PT Jakarta Tollroad Development                               -47%                     -44%    -2%    -2%                   70%      5.059.889.522.088

Perusahaan Pembanding                 Pertumbuhan Penjualan 5 Tahun   Rata-Rata Margin Kotor   ROA    ROE Debt to Capitalization             Total Aset
Sichuan Expressway Co., Ltd                                     10%                     28%     3%     7%                   68%    135.220.336.134.800
Bangkok Expressway and Metro PCL                                 1%                     40%     3%     7%                   72%     63.197.116.427.400
Zhejiang Expressway Co., Ltd                                     9%                     40%     2%    12%                   66%    480.878.688.182.900
Qilu Expressway Co., Ltd                                        34%                     38%     7%    15%                   70%     46.665.005.535.400
Henan Zhongyuan Expressway Co., Ltd                              2%                     33%     2%     4%                   71%    115.583.770.214.500
Ekovest Bhd                                                     -3%                     31%     1%    -2%                   75%     40.228.891.729.600
Bharat Road Network Ltd                                         -1%                     71%     1%   -27%                   90%      5.162.549.186.380
Yuexiu Transport Infrastructure Ltd                              8%                     48%     3%     7%                   59%     83.046.409.214.300
Sumber: Laporan Keuangan, Investing.com

5. Keuntungan dan Kerugian atas Kontrak Usaha
JTD mengakui biaya jasa konstruksi dan peningkatan kemampuan aset konsesi sebagai aset
takberwujud dimana JTD menerima hak (lisensi) untuk membebankan pengguna jasa publik. Suatu
hak untuk membebankan pengguna jasa publik bukan merupakan hak tanpa syarat untuk menerima
kas karena jumlahnya bergantung pada sejauh mana publik menggunakan jasa. Selama periode
konstruksi, JTD mencatat aset takberwujud dan mengakui pendapatan dan biaya konstruksi sesuai
dengan kontraknya. Biaya konstruksi merupakan nilai dari jumlah perolehan kontrak konstruksi.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 127
                                                                                                             P a g e | xxi



Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
konflik dan tidak terafiliasi dengan JRPT, JKON, JTD, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
perusahaan-perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi
berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah
sama sekali tidak dipengaruhi oleh Indikasi Nilai yang dihasilkan dari proses analisa penilaian ini dan
kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada surat penugasan dengan nomor
EL01/KJPP/SP-BIS/03/1/I/2025-1 per tanggal 20 Januari 2025.
Indikasi Nilai Pasar Saham JTD
Perhitungan Indikasi Nilai Pasar JTD – Metode DCF
Dengan menggunakan metode DCF, setelah mengaplikasikan DLOM sebesar 30% mengingat JTD
merupakan perusahaan tertutup maka Indikasi Nilai Pasar 100% saham JTD adalah sebesar
Rp5.677.014.388.466,-. Indikasi Nilai Pasar tersebut disajikan pada tabel berikut:
                             Perhitungan Indikasi Nilai Pasar JTD – Metode DCF
                                                                                         (dalam Rupiah)
                                                          DISCOUNTED CASH FLOW
               Sum of Year PV                                                           6.952.445.709.226
               Terminal Value                                                                         -
               Enterprise Value                                                         6.952.445.709.226
                   - Short Term Interest Bearing Debt + Long Term Liabilities            (326.638.675.535)
                   + Non Operating Asset                                                1.410.492.687.649
               Indikasi Nilai Pasar 100% JTD                                            8.036.299.721.340
               Discount for Lack of Marketability (DLOM)*                        30%   (2.410.889.916.402)
                   +Kas dan Setara Kas JTD                                                 51.604.583.528
               Indikasi Nilai Pasar 100% JTD Setelah DLOM                               5.677.014.388.466
               Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

                             Perhitungan Indikasi Nilai Pasar JTD – Metode ANAM
Dengan menggunakan metode ANAM, setelah mengaplikasikan DLOM sebesar 30% mengingat JTD
merupakan perusahaan tertutup, maka Indikasi Nilai Pasar 100% saham JTD adalah sebesar
Rp4.635.052.168.935,-. Indikasi Nilai Pasar tersebut disajikan pada tabel berikut:
                                                                                                  (dalam Rupiah)
                                                           EQUITY ANAM METHOD
        Aset-Liabilitas-Kas                                                                     6.547.782.264.868
        Enterprise Value 100% Saham JTD                                                         6.547.782.264.868
        Discount for Lack of Marketability (DLOM)*                  30%                        (1.964.334.679.460)
        +Kas dan Setara Kas JTD                                                                    51.604.583.528
        Indikasi Nilai Pasar 100% JTD Setelah DLOM                                              4.635.052.168.935
        Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Tabel Rekonsiliasi Nilai Pasar JTD
Setelah diperoleh Indikasi Nilai Pasar Saham sesuai dengan metode yang digunakan, lalu kami
menentukan Nilai Pasar 100% Saham JTD dengan memberikan bobot kepada masing-masing metode
penilaian yaitu 60% untuk metode DCF dan 40% untuk metode ANAM. Pembobotan 60% pada
pendekatan DCF mencerminkan kontribusi arus kas dari Seksi A yang telah beroperasi penuh,
sehingga proyeksi arus kas menjadi lebih representatif dalam mencerminkan kinerja ekonomi
entitas.
Meskipun Seksi B dan C masih dalam proses konstruksi, keberhasilan operasional Seksi A menjadi
dasar pendapatan untuk mengevaluasi potensi kelangsungan bisnis dan profitabilitas jangka
panjang. Sementara itu, ANAM berbobot 40% mencerminkan kontribusi aset takberwujud berupa
Hak Pengusahaan Jalan Tol (HPJT). Berikut adalah rekonsiliasi perhitungan Nilai Pasar JTD:




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 128
                                                                                        P a g e | xxii



                                      Tabel Rekonsiliasi Nilai
                                                                                        (dalam Rupiah)
Deskripsi                                  Bobot              Nilai            Pembobotan Nilai
Discounted Cash Flow Method (DCF)           60%            5.677.014.388.466     3.406.208.633.080
Adjusted Net Asset Method (ANAM)            40%            4.635.052.168.935     1.854.020.867.574
Nilai Pasar 100% JTD                                                             5.260.229.500.654
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Menurut pendapat kami, dengan menggunakan pendekatan pendapatan (metode DCF) dan
pendekatan aset (metode ANAM) maka Nilai Pasar dari 100% Saham JTD per tanggal 31 Desember
2024 adalah sebesar Rp5.260.229.500.654,-. Nilai Pasar ini tidak menerapkan Diskon Tanpa
Pengendalian/Discount for Lack of Control (DLOC), sehingga Nilai Pasar ini disebut sebagai Nilai
Kendali.
Ringkasan Nilai
Dengan memperhatikan Tingkat Kedalaman Investigasi, Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Data
yang Dapat Diandalkan dan Asumsi-Asumsi yang Digunakan dan menggunakan Pendekatan Penilaian
dengan Metode Penilaian, maka menurut pendapat kami, Nilai Pasar 100% Saham JTD per tanggal
31 Desember 2024 adalah sebesar Rp5.260.229.500.654,- (Lima Triliun Dua Ratus Enam Puluh
Miliar Dua Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Lima Ratus Ribu Enam Ratus Lima Puluh Empat Rupiah).
Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan POJK No. 35/2020, Peraturan No. VIII.C.5, dan
SPI
Penilaian telah dilakukan berdasarkan POJK No. 35/2020, Peraturan No. VIII.C.5, dan SPI di mana
merupakan pedoman yang wajib untuk digunakan dalam melakukan penilaian untuk kepentingan
pasar modal. Selain itu, penilaian ini juga mempertimbangkan ketentuan yang tercantum dalam SPI
yang ditetapkan oleh MAPPI. Suatu penilaian yang dilakukan tidak sesuai dengan SPI tidak dapat
dibenarkan jika menghasilkan penilaian yang menyesatkan.


 Hormat Kami,




 B. Sridhar Rao
 Managing Partner
 No. MAPPI                                                               : 05-S-01838
 No. RMK                                                                 : RMK-2017.00238
 No. Izin OJK                                                            : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 129
                                                                                     P a g e | xxiii




                                   PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Publik berdasarkan Ijin Penilai Publik
B 1.10.00268 serta Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (OJK) No. STTD.PB
30/PM.2/2018 dan Penilai dengan RMK-2019.02908, yang berkompeten untuk melakukan penilaian
secara objektif tanpa ada benturan kepentingan, kami yang bertanda tangan di bawah ini
menerangkan bahwa:
    1. Pernyataan yang menjadi dasar analisis dan kesimpulan yang diuraikan di dalam laporan ini
        adalah betul dan benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai dan berdasarkan atas
        informasi dan data-data pendukung yang kami gunakan dalam proses penilaian;
    2. Selanjutnya Laporan Penilaian ini menjelaskan semua analisis dan kesimpulan yang dibatasi
        oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan;
    3. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap Objek Penilaian;
    4. Imbalan jasa yang kami terima adalah hanya sesuai dengan yang tercantum pada surat
        penugasan dan tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan;
    5. Laporan penilaian ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan independensi Penilai
        Publik yang telah terdaftar pada Departemen Keuangan dan atau OJK serta Tim Quality
        Control dan Penilai pada penugasan ini dan tidak lepas dari ketentuan-ketentuan yang
        tercantum dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 termasuk Kode Etik
        Penilaian Indonesia (KEPI);
    6. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang –
        undangan yang berlaku sebagai berikut:
    a) Undang-undang atau Regulasi terkait Asumsi dalam Penilaian
            i.   Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 terkait Pajak Penghasilan;
           ii.   Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
          iii.   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 68 /POJK.04/2017 tentang Penilai
                 Yang Melakukan Kegiatan di Pasar Modal;
          iv.    POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
                 Bisnis di Pasar Modal;
           v.    SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
                 Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
          vi.    POJK Nomor VIII.C.5 tentang Pedoman Penilaian Aset Tak Berwujud;
    b) Undang-undang atau Regulasi terkait Profesi Penilai
            i.   Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik;
    7. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
        diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah;
    8. Penilai memiliki pemahaman mengenai lokasi dan/atau jenis Objek penilaian yang dinilai;
    9. Penilai telah melakukan inspeksi terhadap Objek Penilaian;
    10. Penilai Usaha bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Usaha;
    11. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian Usaha diperoleh dari berbagai sumber
        yang diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan;
    12. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal
        Penilaian (Cut Off Date);
    13. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian
        Usaha;
    14. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
        sebagai kesimpulan Nilai;
    15. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
    16. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan tingkat kedalaman investigasi;
    17. Penilai melakukan review terhadap data-data yang dinilai; dan




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 130
                                                                                                           P a g e | xxiv



    18. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah menyediakan
        bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.


Jakarta, 18 Juni 2025




Managing Partner
B. Sridhar Rao
No. MAPPI                                                           : 05-S-01838
No. RMK                                                             : RMK-2017.00238
No. Izin OJK                                                        : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023


Valuer
Lukman Ari Widodo                                                   ....................................
No. MAPPI                                                           : 18-P-08818
No. Register                                                        : RMK-2019.02908




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 131
                                                                                                                                    P a g e | xxv



                                                                 DAFTAR ISI
1. PENDAHULUAN...........................................................................................................1
   1.1 MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN ..................................................................................................... 1
   1.2 PENGGUNA HASIL LAPORAN ............................................................................................................. 1
   1.3 IDENTIFIKASI OBJEK PENILAIAN ......................................................................................................... 1
   1.4 TINGKAT LIKUIDITAS PASAR OBJEK PENILAIAN (MARKETABILITY) ............................................................ 1
   1.5 IDENTIFIKASI BENTUK KEPEMILIKAN ................................................................................................... 3
   1.6 RUANG LINGKUP ............................................................................................................................ 3
   1.7 DASAR NILAI DAN PENYUSUNAN PELAPORAN PENILAIAN....................................................................... 3
   1.8 TANGGAL PENILAIAN ....................................................................................................................... 4
   1.9 JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN ............................................................................................... 4
   1.10 KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN ............................................................................. 4
   1.11 TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI .................................................................................................. 4
   1.12 KONDISI PEMBATAS, SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN SERTA ASUMSI-ASUMSI ... 4
     1.12.1 Kondisi Pembatas .............................................................................................................. 5
     1.12.2 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan........................................................ 5
     1.12.3 Asumsi-Asumsi Yang Digunakan ....................................................................................... 6
   1.13 IDENTIFIKASI ATB ....................................................................................................................... 11
   1.14 PENDEKATAN PENILAIAN DAN ALASAN PENGGUNAANNYA ................................................................. 13
   1.15 INFORMASI LAIN YANG RELEVAN ................................................................................................... 15
   1.16 INDEPENDENSI PENILAI ................................................................................................................ 18
2. TINJAUAN EKONOMI ................................................................................................. 19
   2.1 TINJAUAN EKONOMI DUNIA ........................................................................................................... 19
   2.2 TINJAUAN INDUSTRI INFRASTRUKTUR ............................................................................................... 25
   2.3 KESIMPULAN ................................................................................................................................ 31
3. KETERANGAN PERUSAHAAN ..................................................................................... 32
   3.1 RIWAYAT SINGKAT ........................................................................................................................ 32
   3.2 KEGIATAN USAHA ......................................................................................................................... 32
   3.3 JENIS EKUITAS, STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM ........................................ 32
   3.4 SUSUNAN DIREKSI DAN KOMISARIS .................................................................................................. 33
   3.5 IKHTISAR DATA KEUANGAN JTD ...................................................................................................... 34
4. PENILAIAN SAHAM ................................................................................................... 43
   4.1 PENDEKATAN PENILAIAN DAN ALASAN PENGGUNAANNYA ................................................................... 43
     4.1.1 Metode Arus Kas Diskonto (Discounted Cash Flow – DCF) ............................................... 44
     4.1.2 Metode Penyesuaian Aset Bersih (Adjusted Net Assets Method – ANAM) ...................... 46
   4.2 APLIKASI DISKON .......................................................................................................................... 48
   4.3 HASIL PENILAIAN .......................................................................................................................... 49
5. KESIMPULAN ............................................................................................................ 72
   5.1 RINGKASAN NILAI ......................................................................................................................... 72
   LAPORAN PENILAIAN ASET JTD PER 31 DESEMBER 2024 DENGAN NO. 00005/2.0094-
   00/PP/03/0133/1/VI/2025 TANGGAL 18 JUNI 2025 ......................................................................... 73




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 132
                                                                                          P a g e |1




1. PENDAHULUAN
Identifikasi Pemberi Tugas
Nama                    : PT Jaya Real Property Tbk
Alamat                  : CBD Emerald Blok CE/A No. 1
                          Boulevard Bintaro Jaya, Tangerang 15227
Telp                    : (021) 745 8888
Fax                     : (021) 745 3333
Email                   : corporate@jayareal.co.id
Bidang Usaha            : Bidang Pembangunan yang meliputi Konstruksi dan Real Estat; bidang Jasa
                        yang meliputi Pengelolaan Air dan Pengelolaan Air Limbah, Pengangkutan
                        dan Pergudangan, Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum,
                        Aktivitas Profesional Ilmiah dan Teknis; Hiburan dan Rekreasi, Perdagangan,
                        dan Pertanian, Kehutanan, Perikanan, serta menjalankan usaha di bidang
                        Konservasi.

Nama                    : PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
Alamat                  : Kantor Taman Bintaro Jaya Gedung B
                          Jalan Bintaro Raya RT.17/RW.8, Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12330
Telp                    : (021) 736 3939
Fax                     : (021) 736 3959
Email                   : info@jayakonstruksi.com
Bidang Usaha            : Pembangunan, Perdagangan, Perindustrian, dan Jasa

Dengan Hormat,
TRUSCEL sebagai Penilai Independen telah diminta oleh JRPT dan JKON untuk memberikan opini Nilai
Pasar atas Penilaian 100% Saham JTD. Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini Nilai Pasar atas
Penilaian 100% Saham JTD per tanggal 31 Desember 2024.
1.1 Maksud dan Tujuan Penilaian
Hasil dari penilaian ini ditujukan untuk memberi opini Nilai Pasar atas 100% Saham JTD per tanggal
31 Desember 2024 untuk tujuan transaksi jual & beli. Laporan Penilaian ini hanya disusun untuk
tujuan yang dimaksudkan dan tidak dapat digunakan untuk keperluan lain yang menyangkut instansi
lain.
1.2 Pengguna Hasil Laporan
Hasil dari laporan penilaian ini akan digunakan sehubungan dengan tujuan transaksi jual & beli.
1.3 Identifikasi Objek Penilaian
Objek dalam penilaian ini adalah 100% Saham JTD.
1.4 Tingkat Likuiditas Pasar Objek Penilaian (Marketability)
Berdasarkan SPI 330 Discount for Lack of Marketability (“DLOM”) adalah suatu jumlah atau
persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari
kurangnya likuiditas dari objek penilaian.
Perhitungan jumlah atau persentase tertentu untuk DLOM ditentukan oleh faktor-faktor economy-
wide dan Industry- and firm-specific.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 133
                                                                                            P a g e |2



Faktor economy-wide terdiri dari:
    1. GDP growth: analisis pertumbuhan GDP per kapita untuk 12 bulan terakhir sampai dengan
       tanggal penilaian;
    2. Inflation growth: analisis inflasi selama 12 bulan terakhir sebelum tanggal penilaian.
Faktor Industry- and firm-specific terdiri dari:
    1. Aktivitas industry: aktivitas industri selama 12 bulan terakhir sebelum tanggal penilaian;
Oleh karena banyak variabel yang harus digunakan serta tingginya tingkat kompleksitas data yang
diperlukan dalam melakukan perhitungan jumlah atau presentasi terhadap DLOM maka diperlukan
suatu regulasi yang mengatur jumlah atau presentasi terhadap DLOM, sehingga tidak menimbulkan
bias.
    1. POJK No. 35/2020 dimana ditetapkan bahwa dalam hal objek penilaian merupakan
       perusahaan tertutup, Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi
       pemegang saham mayoritas adalah antara 20% (dua puluh persen) sampai dengan 40%
       (empat puluh persen) dari Indikasi Nilai, dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of
       Marketability) bagi pemegang saham minoritas adalah antara 30% (tiga puluh persen)
       sampai dengan 50% (lima puluh persen) dari Indikasi Nilai.
Berdasarkan SPI 330 Discount for Lack of Control (“DLOC”) adalah suatu jumlah atau persentase
tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat
pengendalian atas objek penilaian.
Pengurangan ini diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki kemampuan untuk
mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari pemilik yang memiliki kemampuan
untuk mengendalikan karena adanya keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk
mengoptimalkan manfaat dengan:
    •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang objek penilaian;
    •   Memilih pengurus inti objek penilaian;
    •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti;
    •   Menentukan kebijakan investasi;
    •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan;
    •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan;
    •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.
Berdasarkan pada pertimbangan diatas maka Penilaian 100% Saham JTD disesuaikan dengan POJK
No. 35/2020.
Pada Penilaian 100% Saham JTD, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan yaitu transaksi jual
& beli, penyesuaian terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (DLOM),
dipertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
1. POJK No. 35/2020 dimana ditetapkan bahwa dalam hal objek penilaian merupakan perusahaan
   tertutup, Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham
   mayoritas adalah antara 20% (dua puluh persen) sampai dengan 40% (empat puluh persen) dari
   Indikasi Nilai, dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang
   saham minoritas adalah antara 30% (tiga puluh persen) sampai dengan 50% (lima puluh persen)
   dari Indikasi Nilai.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 134
                                                                                         P a g e |3



2. POJK No. 35/2020 dimana ditetapkan bahwa dalam hal objek penilaian merupakan perusahaan
   terbuka, Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Control) yang dapat digunakan dalam
   Penilaian adalah antara 20% (dua puluh persen) sampai dengan 35% (tiga puluh lima persen) dari
   Indikasi Nilai. Dalam hal objek penilaian merupakan perusahaan tertutup, Diskon Likuiditas Pasar
   (Discount for Lack of Control) yang dapat digunakan dalam Penilaian adalah antara 30% (tiga
   puluh persen) sampai dengan 70% (tujuh puluh persen) dari Indikasi Nilai.
Berdasarkan faktor tersebut, diaplikasikan adanya penyesuaian terhadap kondisi ketidakmampuan
untuk dipasarkan dengan cepat (DLOM) sebesar 30,00%.
1.5 Identifikasi Bentuk Kepemilikan
Berikut merupakan struktur kepemilikan saham JTD per 31 Desember 2024:




Sumber: Laporan Keuangan JTD

1.6 Ruang Lingkup
Lingkup penugasan yang menjadi dasar penilaian ini didasarkan pada SPI 103 dimana tertuang dalam
surat penugasan yang berisikan lingkup penugasan yang disepakati antara pemberi tugas dan penilai.
Selanjutnya, sebagai bentuk tindak lanjut atas penugasan tersebut implementasi didasarkan pada SPI
104 dengan memperhatikan ruang lingkup penugasan yang mencakup tahapan investigasi terhadap
data yang diperoleh, penentuan pendekatan penilaian dan metode penilaian yang digunakan dalam
penugasan ini.
1.7 Dasar Nilai dan Penyusunan Pelaporan Penilaian
Dasar Nilai
Laporan Penilaian ini menggunakan Nilai Pasar sesuai SPI 101 poin 3.1 dimana Nilai Pasar adalah
estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas
pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana
kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan
tanpa paksaan.
Penyusunan Pelaporan Penilaian
Laporan Penilaian ini disusun sesuai dengan SPI seperti yang ditetapkan oleh MAPPI lebih khususnya
SPI 105, dimana aspek terpenting dari suatu pelaporan penilaian merupakan tahap akhir dalam
proses perhitungan adalah terletak pada pengkomunikasian kesimpulan penilaian, penegasan tujuan
perhitungan, dasar perhitungan, serta asumsi atau kondisi dan syarat pembatas yang mendasari
perhitungan. Proses analisis dan data empiris yang digunakan untuk mendapatkan kesimpulan nilai
dapat dicantumkan dalam laporan perhitungan untuk membimbing pembaca melalui prosedur dan
data yang digunakan penilai dalam melaksanakan perhitungan.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 135
                                                                                       P a g e |4



Pendekatan penilaian yang telah diaplikasikan pada Laporan Penilaian ini adalah berdasarkan pada
POJK No. 35/2020. Akan tetapi, Penilai juga mempertimbangkan SPI 106 dan 330 seperti yang
ditetapkan oleh MAPPI tentang Penilaian Bisnis, di mana dalam menggunakan Pendekatan Penilaian,
Metode Penilaian, dan Prosedur Penilaian perlu mempertimbangkan, memilih dan menerapkan
Pendekatan Penilaian, Metode Penilaian, dan Prosedur Penilaian yang sesuai dengan definisi nilai
yang dicari dan karakteristik penilaian.
1.8 Tanggal Penilaian
Penilaian 100% Saham JTD dilakukan per tanggal 31 Desember 2024. Parameter dan laporan
keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember 2024.
Sesuai dengan POJK No. 35/2020, “Dalam hal Penilaian yang dilakukan oleh Penilai Bisnis mengacu
pada laporan keuangan, wajib memenuhi ketentuan jangka waktu antara tanggal laporan keuangan
dan Tanggal Laporan Penilaian Bisnis tidak lebih dari 6 (enam) bulan” yaitu setara dengan 30 Juni
2025.
1.9 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Hasil penilaian atas 100% Saham JTD per tanggal 31 Desember 2024 dinyatakan dalam mata uang
Indonesia Rupiah.
1.10 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, berdasarkan pengetahuan kami yang terbaik, tidak terdapat kejadian penting yang
dapat mempengaruhi hasil penilaian.
1.11 Tingkat Kedalaman Investigasi
Laporan Penilaian ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Laporan Penilaian ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana diberikan manajemen JRPT dan JKON, yang mana berdasarkan hakikat kewajaran
adalah benar, lengkap, dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit
ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-data yang diberikan oleh
manajemen JRPT dan JKON, baik lisan maupun tulisan dan dengan demikian kami tidak dapat
memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi
atau penjelasan tersebut.
1.12 Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan serta Asumsi-Asumsi
Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan serta Asumsi-Asumsi yang
digunakan oleh Penilai seperti yang tercantum di dalam Laporan Penilaian ini akan menghasilkan
laporan yang memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
    1. Menghasilkan Laporan Penilaian yang bersifat non-disclaimer opinion;
    2. Mencerminkan bahwa Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
       digunakan dalam proses penilaian;
    3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat
       dipercaya keakuratannya;
    4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
       proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
       (fiduciary duty);
    5. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
       proyeksi keuangan;



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 136
                                                                                       P a g e |5



     6. Menghasilkan Laporan Penilaian yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
     7. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan nilai akhir;
     8. Mencerminkan bahwa Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek
        Penilaian dari pemberi tugas.
1.12.1 Kondisi Pembatas
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini, kami
menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat
Diandalkan sebagai bahan pertimbangan.
Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil penilaian kami
secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Laporan Penilaian tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta Peraturan Pemerintah pada tanggal Laporan Penilaian ini
dikeluarkan.
Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Penilaian ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan Penilaian ini.
Laporan Penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah
disebutkan di atas dan tidak dapat dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Laporan Penilaian ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
1.12.2 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Penilaian ini dibuat berdasarkan informasi-informasi dan dokumen yang kami peroleh dari
manajemen JTD sebagai berikut:
1.   Laporan Keuangan JTD:
        - Laporan Keuangan JTD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
           telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
           ditandatangani oleh Eishennoraz untuk Laporan No. 00079/2.1030/AU.1/03/11555-
           6/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam
           semua hal material”;
        - Laporan Keuangan JTD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
           telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
           ditandatangani oleh Eishennoraz untuk Laporan No. 00049/2.1030/AU.1/03/1155-
           5/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam
           semua hal material”;
        - Laporan Keuangan JTD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
           telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
           ditandatangani oleh Eishennoraz untuk Laporan No. 00231/2.1030/AU.1/03/1155-
           4/1/III/2023 tanggal 24 Maret 2023 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam
           semua hal material”;




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 137
                                                                                        P a g e |6



       -     Laporan Keuangan JTD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
             telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
             ditandatangani oleh Eishennoraz untuk Laporan No. 00138/2.1030/AU.1/03/1155-
             3/1/III/2022 tanggal 11 Maret 2022 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam
             semua hal material”;
        - Laporan Keuangan JTD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
             telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dan
             ditandatangani oleh Eishennoraz untuk Laporan No. 00111/2.1030/AU.1/03/1155-
             2/1/III/2021 tanggal 3 Maret 2021 dengan pendapat “disajikan secara wajar, dalam
             semua hal material”;
2. Berita Acara Evaluasi tentang Perubahan Rencana Usaha Pengusahaan 6 Ruas Jalan Tol Dalam
    Kota Jakarta Tahap 1 Ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang Nomor 48/BA/Ts.6/2024
    Tanggal 19 September 2024;
3. Amandemen V tentang Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Dalam Kota Jakarta Ruas Semanan –
    Sunter Dan Sunter – Pulo Gebang Nomor 11 Tanggal 24 Desember 2024;
4. Historis Volume Traffic JTD selama tahun 2021 – 2024 yang terdiri dari volume kendaraan dan
    tarif berdasarkan masing-masing golongan;
5. Laporan Penilaian Aset JTD per 31 Desember 2024 oleh TRUSCEL dengan No. 00005/2.0094-
    00/PP/03/0133/1/VI/2025 per tanggal 18 Juni 2025;
6. Proyeksi Laporan Keuangan JTD tahun 2025 – 2067. Dalam menyusun Laporan Penilaian ini,
    TRUSCEL menggunakan Proyeksi Keuangan yang disesuaikan;
7. Hasil pelaksanaan inspeksi teringkas sebagai berikut:
        - Bahwa rencana penerbitan saham baru oleh JTD terkait transaksi jual beli saham antara
             JTD dan para pemegang sahamnya memerlukan estimasi Nilai Pasar merupakan dasar
             penugasan penilaian saham;
        - Status Laporan Keuangan per tanggal inspeksi, 31 Januari 2025, masih dalam proses
             Client Adjustment Journal Entries (CAJE);
        - Akan disampaikan historis realisasi traffic untuk Seksi A berdasarkan Golongan
             Kendaraan;
8. Representation Letter tertanggal 18 Juni 2025 yang disiapkan oleh manajemen JRPT dan JKON;
9. Wawancara dan diskusi sehubungan dengan penilaian atas 100% Saham JTD dimana wawancara
    tersebut dilakukan dengan:
         i) Petrus Wiyoto selaku General Manager Keuangan, Legal, SDM & Umum JTD;
         ii) Nanda Aulia Syarifah selaku Supervisor Accounting & Budgeting JTD;
10. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain
    yang kami anggap relevan.
1.12.3 Asumsi-Asumsi Yang Digunakan
Dalam proses Laporan Penilaian ini, asumsi-asumsi yang digunakan adalah sebagai berikut:
Asumsi Inflasi
                       Asumsi                            2025            2026-2067
                       Inflasi                           2,3%              2,5%
                       Sumber: PWC Global Economy Watch, Desember 2024

Asumsi Proyeksi Keuangan
   •   Periode proyeksi yang digunakan dalam penilaian saham JTD adalah 2025 – 05 Januari 2067
       berdasarkan sisa masa konsesi Jalan Tol Tahap I - Section A (Kelapa Gading - Pulo Gebang)
       sepanjang 9.287 km;




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 138
                                                                                                                                                                                                                                                              P a g e |7



        •             Sesuai Tarif Pajak PPh Badan Indonesia berdasarkan Peraturan yang disesuaikan dengan UU
                      Nomor 7 Tahun 2021 adalah sebesar 22%.
Asumsi Pendapatan
Asumsi pendapatan disusun berdasarkan golongan kendaraan, volume kendaraan, dan tarif untuk
Jalan Tol Tahap I – Section A (Kelapa Gading – Pulo Gebang) sepanjang 9,287 km. Asumsi ini mengacu
pada Amandemen Perjanjian Konsesi, Berita Acara Evaluasi, dan proyeksi manajemen, yang
dijustifikasi dengan pertumbuhan industri tol di Indonesia sebagai pembanding, sebagai berikut:
                             2025                   2026                     2027                    2028                 2029                    2030                     2031                     2032                    2033                 2034                2035
     Jenis Golongan
                            Total                  Total                     Total                Total                  Total                   Total                     Total                  Total                  Total                  Total               Total
Gol. 1                     94.450.354.511        108.767.517.049           114.104.739.111      129.280.669.413        135.822.271.285         153.886.633.366           121.223.176.761        213.581.699.222        282.879.633.408        362.727.368.661     398.030.431.954
 Volume Kendaraan               4.293.198              4.414.266                 4.540.073            4.676.275              4.816.563               4.961.060                 3.831.414              6.136.839              7.968.604              9.288.984           9.993.186
 Tarif                             22.000                 24.640                    25.133               27.646                 28.199                  31.019                    31.639                 34.803                 35.499                 39.049              39.830

Gol. 2                      1.626.958.956          1.873.579.902             1.965.516.468           2.226.930.158        2.339.612.824          2.650.781.330             2.088.135.445            3.679.061.452        4.872.756.226          6.248.177.088       6.856.291.640
 Volume Kendaraan                  49.302                 50.692                    52.137                  53.701               55.312                 56.971                    43.999                   70.474               91.509                106.672             114.759
 Tarif                             33.000                 36.960                    37.699                  41.469               42.299                 46.528                    47.459                   52.205               53.249                 58.574              59.745

Gol. 3                        320.014.358            368.523.414              386.606.858             438.025.570             460.189.664          521.394.889              410.725.373              723.652.237            958.445.785         1.228.983.909       1.348.596.876
 Volume Kendaraan                   9.697                  9.971                   10.255                  10.563                  10.880               11.206                    8.654                   13.862                 17.999                20.982              22.572
 Tarif                             33.000                 36.960                   37.699                  41.469                  42.299               46.528                   47.459                   52.205                 53.249                58.574              59.745

Gol. 4                        220.297.212            253.690.744              266.139.349             301.535.883             316.793.598          358.927.147              282.742.484              498.160.680            659.792.066           846.029.942         928.371.257
 Volume Kendaraan                   5.007                  5.148                    5.295                   5.454                   5.617                5.786                    4.468                    7.157                  9.293                10.833              11.654
 Tarif                             44.000                 49.280                   50.266                  55.292                  56.398               62.038                   63.279                   69.606                 70.999                78.098              79.660

Gol. 5                        220.297.212            253.690.744              266.139.349             301.535.883             316.793.598          358.927.147              282.742.484              498.160.680            659.792.066           846.029.942         928.371.257
 Volume Kendaraan                   5.007                  5.148                    5.295                   5.454                   5.617                5.786                    4.468                    7.157                  9.293                10.833              11.654
 Tarif                             44.000                 49.280                   50.266                  55.292                  56.398               62.038                   63.279                   69.606                 70.999                78.098              79.660



                             2036                   2037                     2038                    2039                 2040                    2041                     2042                     2043                    2044                 2045                2046
     Jenis Golongan
                            Total                  Total                     Total                Total                  Total                   Total                     Total                  Total                  Total                  Total                Total
Gol. 1                    452.204.009.484        473.787.484.462           536.801.219.895      563.963.361.622        640.721.092.796         671.302.395.447           760.585.614.041        799.071.246.112        907.828.126.562        951.158.316.570    1.077.662.372.674
 Volume Kendaraan              10.321.182             10.601.771                10.919.824           11.247.419             11.616.581              11.932.387                12.290.358             12.659.069             13.074.564             13.430.006           13.832.907
 Tarif                             43.813                 44.689                    49.158               50.142                 55.156                  56.259                    61.885                 63.122                 69.435                 70.823               77.906

Gol. 2                      7.789.461.108          8.161.248.256             9.246.694.274           9.714.577.004      11.036.770.858          11.563.550.503            13.101.502.720           13.764.438.757       15.637.835.438         16.384.221.633      18.563.323.110
 Volume Kendaraan                 118.525                121.748                   125.400                 129.162             133.401                 137.028                   141.139                  145.373              150.144                154.226             158.853
 Tarif                             65.720                 67.034                    73.738                  75.212              82.734                  84.388                    92.827                   94.684              104.152                106.235             116.859

Gol. 3                      1.532.146.453          1.605.275.050             1.818.776.632           1.910.806.729        2.170.875.378          2.274.490.192             2.576.997.388            2.707.393.455        3.075.880.831          3.222.691.110       3.651.309.028
 Volume Kendaraan                  23.313                 23.947                    24.666                  25.405               26.239                 26.953                    27.761                   28.594               29.533                 30.335              31.246
 Tarif                             65.720                 67.034                    73.738                  75.212               82.734                 84.388                    92.827                   94.684              104.152                106.235             116.859

Gol. 4                      1.054.726.400          1.105.067.973             1.252.042.013           1.315.395.339        1.494.426.050          1.565.754.271             1.773.999.589            1.863.763.968        2.117.429.903          2.218.493.791       2.513.553.465
 Volume Kendaraan                  12.037                 12.364                    12.735                  13.117               13.547                 13.916                    14.333                   14.763               15.248                 15.662              16.132
 Tarif                             87.626                 89.379                    98.317                 100.283              110.311                112.518                   123.769                  126.245              138.869                141.647             155.811

Gol. 5                      1.054.726.400          1.105.067.973             1.252.042.013           1.315.395.339        1.494.426.050          1.565.754.271             1.773.999.589            1.863.763.968        2.117.429.903          2.218.493.791       2.513.553.465
 Volume Kendaraan                  12.037                 12.364                    12.735                  13.117               13.547                 13.916                    14.333                   14.763               15.248                 15.662              16.132
 Tarif                             87.626                 89.379                    98.317                 100.283              110.311                112.518                   123.769                  126.245              138.869                141.647             155.811



                             2047                   2048                     2049                    2050                 2051                    2052                     2053                     2054                    2055                 2056                2057
     Jenis Golongan
                             Total                  Total                  Total                   Total                  Total                   Total                  Total                     Total                  Total                  Total               Total
Gol. 1                   1.132.192.088.731      1.286.288.084.851      1.347.681.982.541       1.526.923.686.218      1.604.186.024.741       1.822.522.335.254      1.909.510.429.993         2.163.475.317.182      2.272.947.168.231      2.582.304.618.706   2.705.556.748.171
 Volume Kendaraan               14.247.894             14.715.537             15.115.591              15.569.058             16.036.130              16.562.467             17.012.730                17.523.112             18.048.806             18.641.202          19.147.978
 Tarif                              79.464                 87.410                 89.158                  98.074                100.036                 110.039                112.240                   123.464                125.933                138.527             141.297

Gol. 2                     19.502.627.259         22.157.014.977            23.214.558.405       26.302.094.673         27.632.980.664          31.393.942.892            32.892.360.347           37.267.044.273       39.152.756.713         44.481.607.803      46.604.693.068
 Volume Kendaraan                 163.619                168.989                   173.583              178.790                184.154                 190.198                   195.369                  201.230              207.267                214.070             219.890
 Tarif                            119.196                131.115                   133.738              147.111                150.054                 165.059                   168.360                  185.196              188.900                207.790             211.946

Gol. 3                      3.836.065.265          4.358.169.512             4.566.182.799           5.173.485.112        5.435.263.458          6.175.025.152             6.469.756.065            7.330.233.622        7.701.143.443          8.749.300.714       9.166.900.535
 Volume Kendaraan                  32.183                 33.239                    34.143                  35.167               36.222                 37.411                    38.428                   39.581               40.768                 42.106              43.251
 Tarif                            119.196                131.115                   133.738                 147.111              150.054                165.059                   168.360                  185.196              188.900                207.790             211.946

Gol. 4                      2.640.739.271          3.000.154.738             3.143.350.648           3.561.416.284        3.741.623.948          4.250.874.344             4.453.766.486            5.046.117.428        5.301.450.970          6.023.000.234       6.310.475.073
 Volume Kendaraan                  16.616                 17.161                    17.628                  18.157               18.701                 19.315                    19.840                   20.436               21.049                 21.739              22.330
 Tarif                            158.928                174.820                   178.317                 196.148              200.071                220.079                   224.480                  246.928              251.867                277.053             282.595

Gol. 5                      2.640.739.271          3.000.154.738             3.143.350.648           3.561.416.284        3.741.623.948          4.250.874.344             4.453.766.486            5.046.117.428        5.301.450.970          6.023.000.234       6.310.475.073
 Volume Kendaraan                  16.616                 17.161                    17.628                  18.157               18.701                 19.315                    19.840                   20.436               21.049                 21.739              22.330
 Tarif                            158.928                174.820                   178.317                 196.148              200.071                220.079                   224.480                  246.928              251.867                277.053             282.595



                                2058                       2059                      2060                     2061                     2062                       2063                      2064                     2065                     2066                5-Jan-67
     Jenis Golongan
                               Total                    Total                       Total                    Total                     Total                  Total                      Total                      Total                     Total                Total
Gol. 1                     3.065.395.795.678        3.220.504.822.939           3.658.828.764.293        3.833.462.861.788         4.343.313.422.406      4.563.085.081.580          5.184.139.713.588          5.431.576.152.540         6.221.416.611.303       85.947.763.694
 Volume Kendaraan                 19.722.417               20.314.090                  20.980.837               21.551.218                22.197.754             22.863.687                 23.614.117                 24.256.086                25.257.563              342.087
 Tarif                               155.427                  158.536                     174.389                  177.877                   195.665                199.578                    219.536                    223.926                   246.319              251.245

Gol. 2                        52.803.117.246           55.474.954.978               63.025.324.330          66.033.492.064           74.815.946.509          78.601.633.402                89.299.638.729           93.561.866.567         107.167.299.969         1.480.497.184
 Volume Kendaraan                    226.486                  233.281                      240.938                 247.488                  254.912                 262.560                       271.177                  278.550                 290.050                 3.928
 Tarif                               233.140                  237.803                      261.584                 266.815                  293.497                 299.367                       329.303                  335.889                 369.478               376.868

Gol. 3                        10.386.098.306           10.911.634.880               12.396.753.229          12.988.444.164           14.715.907.238          15.460.532.144                17.564.774.106           18.403.132.135          21.079.250.065           291.206.090
 Volume Kendaraan                     44.549                   45.885                       47.391                  48.680                   50.140                  51.644                        53.339                   54.789                  57.051                   773
 Tarif                               233.140                  237.803                      261.584                 266.815                  293.497                 299.367                       329.303                  335.889                 369.478               376.868

Gol. 4                          7.149.768.258              7.511.546.532             8.533.898.884            8.941.217.681          10.130.399.633          10.642.997.854                12.091.553.600           12.668.677.507          14.510.911.469           200.465.660
 Volume Kendaraan                      23.000                     23.690                    24.468                   25.133                  25.887                  26.664                        27.539                   28.288                  29.456                   399
 Tarif                                310.854                    317.071                   348.778                  355.754                 391.329                 399.156                       439.071                  447.853                 492.638               502.491

Gol. 5                          7.149.768.258              7.511.546.532             8.533.898.884            8.941.217.681          10.130.399.633          10.642.997.854                12.091.553.600           12.668.677.507          14.510.911.469           200.465.660
 Volume Kendaraan                      23.000                     23.690                    24.468                   25.133                  25.887                  26.664                        27.539                   28.288                  29.456                   399
 Tarif                                310.854                    317.071                   348.778                  355.754                 391.329                 399.156                       439.071                  447.853                 492.638               502.491

Sumber: TRUSCEL. Diolah berdasarkan data historis lalu lintas dan Perjanjian Konsesi JTD




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 139
                                                                                                                                                                                                    P a g e |8



Berdasarkan jumlah kendaraan dan tarif masing-masing golongan, asumsi pertumbuhan pendapatan
JTD dapat tercermin sebagai berikut:
Asumsi                                         2025            2026           2027               2028           2029               2030            2031             2032             2033         2034        2035
Pertumbuhan Pendapatan          (%)             -3%             15%             5%                13%             5%                13%            -21%              76%              32%          28%         10%

Asumsi                                         2036            2037             2038             2039            2040              2041            2042             2043             2044         2045        2046
Pertumbuhan Pendapatan          (%)             14%              5%              13%               5%             14%                5%             13%               5%              14%           5%         13%

Asumsi                                         2047            2048             2049             2050            2051              2052            2053             2054             2055         2056        2057
Pertumbuhan Pendapatan          (%)              5%             14%               5%              13%              5%               14%              5%              13%               5%          14%          5%

Asumsi                                               2058             2059             2060              2061           2062                 2063             2064                 2065          2066      5-Jan-67
Pertumbuhan Pendapatan            (%)                 13%               5%              14%                5%            13%                   5%              14%                   5%           15%         -99%


Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha
Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha terdiri dari asumsi Biaya Operasi dan Pemeliharaan
Rutin, Biaya Pemeliharaan Berkala dan Penggantian Alat, Biaya Overhead Badan Usaha Jalan Tol, dan
Biaya Agency Fee Selama Masa Tenor untuk Jalan Tol Tahap I - Section A ( Kelapa Gading - Pulo
Gebang ) sepanjang 9.287 km. Penyesuaian asumsi dilakukan berdasarkan data historis dan didukung
oleh justifikasi data pasar untuk mencerminkan kondisi yang paling representatif, dimana dijelaskan
dalam proporsi atas pendapatan sebagai berikut:
Asumsi                                                          2025          2026             2027           2028          2029           2030           2031             2032           2033      2034       2035
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)               96%           88%              91%            85%           85%            77%           100%              58%            45%       36%        33%

Asumsi                                                          2036          2037             2038           2039          2040            2041          2042             2043           2044      2045       2046
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)               30%           29%              26%            25%           23%             22%           20%              20%            18%       17%        16%


Asumsi                                                          2047          2048             2049           2050          2051            2052          2053             2054           2055      2056       2057
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)               15%           14%              14%            12%           12%             11%           11%              10%             9%        8%         8%


Asumsi                                                                 2058            2059            2060          2061            2062             2063           2064                2065      2066     5-Jan-67
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)                       7%              7%              7%            6%              6%               6%             5%                  5%        4%         4%


Asumsi Beban Penyusutan / Depresiasi
Beban penyusutan dihitung atas aset tetap seperti peralatan kantor, kendaraan, bangunan, perabot
kantor, dan aset hak guna (ROU) menggunakan metode garis lurus sesuai masa manfaat aset.
Asumsi                                                                                     2025                          2026                         2027                        2028                      2029
Beban Depresiasi                                                (%)              (1.075.330.991)               (1.075.330.991)              (1.075.330.991)             (1.075.330.991)             (581.169.966)

Asumsi Perhitungan Modal Kerja
Asumsi perputaran piutang usaha dan utang usaha didasarkan pada tren historis, dengan proyeksi
bahwa pada akhir periode konsesi JTD seluruh piutang usaha akan tertagih dan seluruh utang usaha
telah diselesaikan kepada para vendor.
Asumsi                                  2025            2026             2027             2028                2029           2030              2031              2032              2033           2034        2035
Piutang Usaha          (hari)           0,01            0,01             0,01             0,01                0,01           0,01              0,01              0,01              0,01           0,01        0,01
Utang Usaha            (hari)           4,00            4,00             4,00             4,00                4,00           4,00              4,00              4,00              4,00           4,00        4,00

Asumsi                                  2036            2037              2038                2039            2040           2041              2042              2043               2044          2045        2046
Piutang Usaha          (hari)           0,01            0,01              0,01                0,01            0,01           0,01              0,01              0,01               0,01          0,01        0,01
Utang Usaha            (hari)           4,00            4,00              4,00                4,00            4,00           4,00              4,00              4,00               4,00          4,00        4,00

Asumsi                                  2047            2048              2049                2050            2051           2052              2053              2054               2055          2056        2057
Piutang Usaha          (hari)           0,01            0,01              0,01                0,01            0,01           0,01              0,01              0,01               0,01          0,01        0,01
Utang Usaha            (hari)           4,00            4,00              4,00                4,00            4,00           4,00              4,00              4,00               4,00          4,00        4,00

Asumsi                                      2058            2059                 2060                 2061           2062                 2063               2064                 2065           2066      5-Jan-67
Piutang Usaha            (hari)             0,01            0,01                 0,01                 0,01           0,01                 0,01               0,01                 0,01           0,01             -
Utang Usaha              (hari)             4,00            4,00                 4,00                 4,00           4,00                 4,00               4,00                 4,00           4,00             -


Asumsi Tax Loss Carry Forward (TLCF)
Dengan menerapkan Tax Loss Carry Forward (TLCF) yang memiliki masa manfaat 5 tahun, maka Rugi
Fiskal yang dapat dikompensasikan merupakan kumulatif tahun 2020-2024. Dengan demikian,
Akumulasi Rugi Fiskal yang dapat dikompensasikan dapat dikompensasikan hingga tahun 2029,
sebagai berikut.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 140
                                                                                                                                  P a g e |9



Tax Loss Carry Forward           2024                2025                2026               2027                2028                2029
                                Audited            Forecast            Forecast           Forecast            Forecast            Forecast
Opening Balance                                 (434.355.266.451)   (437.496.794.014)   (417.434.433.929)   (299.825.774.278)   (125.229.993.919)
Loss Used                                  -      (3.141.527.563)      7.514.800.071       5.060.547.722      15.897.008.081      18.027.272.532
Closing Balance             (434.355.266.451)   (437.496.794.014)   (417.434.433.929)   (299.825.774.278)   (125.229.993.919)    (26.439.063.468)

2024                         (44.466.336.000)
2023                         (96.660.666.000)
2022                        (163.759.320.000)
2021                        (120.062.912.000)
2020                          (9.406.032.451)

EBIT                                              (3.141.527.563)      7.514.800.071       5.060.547.722     15.897.008.081      18.027.272.532
Taxes Paid                                                   -                   -                   -                  -                   -

Asumsi Tingkat Diskonto – Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang akan digunakan
dalam penilaian saham JTD:
o      Cost of Debt (tingkat bunga utang) Selama Periode Proyeksi TLCF (2025 – 2029)
       Menggunakan data tingkat bunga pinjaman investasi dari bank sindikasi terhadap proyek
       Pembangunan jalan tol berdasarkan data pasar sebesar 7,13% per Desember 2024. Tingkat
       bunga tersebut tidak disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-adjusted), mengingat selama
       periode proyeksi JTD tidak memperoleh manfaat pajak (tax shield) atas beban bunga akibat tidak
       adanya kompensasi rugi fiskal (tax loss carry forward);

o      Cost of Debt (tingkat bunga utang) Setelah Periode Proyeksi TLCF (2030 – 5 Januari 2067)
       Menggunakan data tingkat bunga pinjaman investasi dari bank sindikasi terhadap proyek
       Pembangunan jalan tol berdasarkan data pasar sebesar 5,56% per Desember 2024. Tingkat
       bunga tersebut telah disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-adjusted) dengan asumsi JTD
       memperoleh manfaat pajak atas beban bunga sepanjang periode proyeksi;

o      Cost of Equity (biaya ekuitas)
       Tingkat biaya ekuitas (cost of equity) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai
       berikut:
                   -     Risk-free rate (tingkat suku bunga bebas risiko)
                         Risk Free Rate yang digunakan adalah Indo Bond 30 tahun yaitu sebesar 7,11% per
                         Desember 2024 (sumber: tradingeconomics.com) yang disesuaikan dengan tingkat
                         default spread Indonesia yaitu sebesar 1,79% per Desember 2024 (sumber:
                         Damodaran, Country Default Spreads and Risk Premiums), sehingga tingkat Risk Free
                         Rate efektif yang digunakan yaitu 5,32% per Desember 2024;
                   -     Beta
                         Koefisien beta wajib berasal dari data rata-rata beta perusahaan pembanding yang
                         bergerak pada sektor dan industri yang sejenis dengan perusahaan yang menjadi
                         Objek Analisis. Berdasarkan analisis data pasar, Beta yang kami gunakan adalah
                         Levered beta dari 8 perusahaan yang beregrak di bidang yang serupa yaitu sebesar
                         0,55 (selama periode proyeksi TLCF 2025 – 2029) dan 0,46 (setelah periode proyeksi
                         TLCF 2030 – 5 Januari 2067). Perbedaan perhitungan levered beta dikarenakan
                         selama periode proyeksi TLCF, tidak disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-
                         adjusted), mengingat selama periode proyeksi JTD tidak memperoleh manfaat pajak
                         (tax shield) atas beban bunga akibat tidak adanya kompensasi rugi fiskal (tax loss
                         carry forward);




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 141
                                                                                                                                                                                                                                               P a g e | 10



           -    Equity Risk
                Premi risiko ekuitas wajib didasarkan pada data yang dipublikasikan, maka
                berdasarkan data yang kami peroleh, equity risk premium untuk Indonesia adalah
                sebesar 6,45% per Desember 2024. Selanjutnya, equity risk premium disesuaikan
                dengan country risk premium untuk Indonesia yaitu sebesar 2,33% per Desember
                2024 sehingga tingkat Equity Risk Premium yang digunakan yaitu sebesar 8,78% per
                Desember 2024 (sumber: Damodaran, diolah).
           -    Specific Risk
                                                                                                                                           Perusahaan Yang Dinilai                                       Perusahaan Pembanding
                    Kriteria                                                                              Weighting                                    Weighting                                                         Weighting
                                                                                                                                           Rating (1)   Rating                                          Rating (2)        Rating
                Realisasi Tarif Tol                                                                              0,70                         1,00       0,70                                              0,95             0,67
                Resiko Konstruksi                                                                                0,30                         1,00       0,30                                              0,95             0,29
                Total                                                                                           100%                                     1,00                                                              0,95

                Specific Risk                                                                                  0,50%

                Notes
                (1) Rating 0 - 5 : Indicated an increase in rating means increase in level of risk.
                (2) Rating 0 - 5 : (Wr. Rated Company - Wr. Comparison Company)/10
                Wr = Weighted Rating

                                                                                                                                                                  Description
                                    MATRIX          Consequence
                                                                                          PT Jakarta Tollroad Development Jaya Pratama                                                                     Comparable Companies
                                                                  JTD memiliki kewenangan untuk mengatur bahwa penyesuaian tarif tol seharusnya dilakukan Perusahaan pembanding yang berasal dari Thailand yakni Bangkok Expressway and Metro PCL diberikan
                                                                  setiap 2 tahun sekali dengan besaran penyesuaian mengikuti laju inflasi. Adapun secara       kewenangan oleh Pemerintah untuk menetapkan penyesuaian tarif setiap 5 tahun sekali. Namun, jalan tol Si Rat
                                                                  historis penyesuaian tarif untuk JTD baru dilaksanakan setelah 2,5 tahun yang disebabkan     Expressway yang dioperasikan oleh Bangkok Expressway and Metro Public Company Limited (BEM) melakukan
                   Factors




                                                                  pandemi Covid-19. Kedepannya, terdapat risiko ketidakpastian yang memungkinkan terjadinya penyesuaian tarif lebih cepat, yaitu dalam kurun waktu 3 tahun. Percepatan penyesuaian ini dilakukan sebagai
                             Realisasi Tarif Tol      Medium
                                                                  keterlambatan penningkatan tarif, sehingga JTD berisiko kehilangan potensi pendapatan yang respons terhadap dampak pandemi Covid-19 yang signifikan terhadap volume lalu lintas dan pendapatan
                                                                  seharusnya dapat diperoleh dari penyesuaian tarif sesuai ketentuan kontrak.                  operasional. Dengan adanya kenaikan tarif lebih awal dari siklus normal, BEM memperoleh peluang untuk
                                                                                                                                                               mengakselerasi pemulihan pendapatan dan menjaga kesinambungan arus kas perusahaan di tengah tekanan
                                                                                                                                                               ekonomi akibat pandemi.
                                                                  Risiko keterlambatan operasional Jalan Tol Seksi B dan C, pekerjaan konstruksi Seksi B dan   Konstruksi Si Rat Expressway milik Bangkok Expressway and Metro PCL dimulai pada tahun 2012 dengan target
                                                                  Seksi C tertunda akibat progress pengadaan tanah serta isu utama kendala proyek terkait      penyelesaian pada 2017. Namun, proyek ini berhasil diselesaikan lebih cepat, yakni pada tahun 2016. Percepatan
                                                                  perizinan dan pengadaan tanah mendasari risiko konstruksi. Target operasional yang semula tersebut dimungkinkan berkat dukungan aktif dari Otoritas Jalan Tol Thailand (EXAT), yang secara efektif
                                                                  direncanakan pada 2027 mengalami keterlambatan menjadi 2031, sehingga berpotensi             mempercepat proses pengadaan lahan melalui penetapan nilai kompensasi yang adil bagi pemilik lahan
                                                                  menunda arus kas operasional, meningkatkan biaya proyek.                                     terdampak. Keberhasilan ini memungkinkan jalan tol Si Rat Expressway beroperasi lebih awal dari jadwal semula,
                                                                                                                                                               sehingga mendorong percepatan realisasi pendapatan tol dan memperkuat arus kas operasional lebih awal dari
                                                                  Sebagai akibat dari keterlambatan pengadaan lahan, berdasarkan hasil Evaluasi Rencana Kerja, proyeksi semula.
                                                                  JTD memperoleh kompensasi dari pemerintah berupa perpanjangan masa konsesi, dari
                                                                  semula 45 tahun menjadi 50 tahun. Dengan adanya kompensasi tersebut, JTD memiliki ruang
                                                                  untuk menutupi risiko atas keterlambatan operasional yang terjadi.
                   Factors




                                                                  Hal ini sejalan dengan PPJT No. 13 tanggal 6 April 2017, Pasal 2 terkait Pengusahaan Jalan Tol,
                             Resiko Konstruksi          Low
                                                                  Poin 2.3 terkait Masa Konsesi bahwa "Apabila terjadi keterlambatan pembangunan Jalan Tol
                                                                  yang bukan diakibatkan oleh kesalahan dari Badan Usaha Jalan Tol, maka Badan Usaha Jalan
                                                                  Tol memiliki hak untuk mendapatkan perpanjangan Masa Konsesi dan/atau kenaikan Tarif Tol
                                                                  dengan memperhitungkan jangka waktu keterlambatan pembangunan tersebut."

                                                                  Pada Pasal 3 terkait Pengadaan Tanahdan Penyediaan Ruang, Poin 3.5 terkait Keterlambatan
                                                                  Pengadaan Tanah bahwa "Dalam hal terjadi keterlambatan Pengadaan Tanah dan Penyediaan
                                                                  Ruang oleh Pemerintah, Badan Usaha Jalan Tol berhak untuk: mendapatkankompensasi dari
                                                                  Pemerintah dalam bentuk perpanjangan Masa Konsesi dan/atau penyesuaian Tarif Tol Awal
                                                                  namun demikian Badan Usaha Jalan Tol tidak berhak mengakhiri Perjanjian akibat
                                                                  keterlambatan".




                Dalam menentukan perusahaan pembanding, telah memenuhi kriteria yang memiliki
                industri dan kegiatan usaha yang serupa dalam bidang konstruksi dan pengoperasian
                jalan tol serta memiliki target pasar yang sebanding. Perusahaan pembanding
                terdaftar memiliki kerakteristik ruang lingkup kegiatan usaha yang lebih luas
                dibandingkan JTD. Dengan demikian dalam hal realisasi tarif tol dan risiko konstruksi
                memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan pembanding. Sehingga
                dengan landasan tersebut maka aktivitas perusahaan JTD dinilai memiliki risiko yang
                lebih tinggi dibandingkan perusahaan pembanding;
                Adapun, specific risk yang digunakan dalam penilaian ini adalah sebesar 0,50%.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 142
                                                                                                                                                                                                                                                                             P a g e | 11



                     Weighted Average Cost of Capital (WACC) Selama Periode Proyeksi TLCF (2025 – 2029)
Weighted Average Cost of Capital analysis (WACC)
(in IDR)

                 WACC calculation                           Comparable companies
Capital structure                                           Company name                                  Levered beta(4)            Total Debt           Shares outstanding     Share price   Market value of equity      Debt/Equity   Marginal tax rate        Unlevered beta      Debt/Capital
Debt to total capitalization (a)             77%            Sichuan Expressway Co., Ltd                              0,45    92.053.697.057.700                3.060.000.000         11.580      35.435.133.846.000              260%                  25%                  0,15              72%
Equity to total capitalization (b)           23%            Bangkok Expressway and Metro PCL                         0,45    45.795.149.593.200               14.980.000.000          3.379      50.624.280.840.000               90%                  20%                  0,26              47%
                                                            Zhejiang Expressway Co., Ltd                             0,30   317.697.968.280.000                5.990.000.000         11.638      69.714.565.882.000              456%                  25%                  0,07              82%
Cost of debt                                                Qilu Expressway Co., Ltd                                 0,43    32.882.616.528.300                2.000.000.000          4.789       9.577.292.000.000              343%                  25%                  0,12              77%
Cost of debt ( c)                          7,13%            Henan Zhongyuan Expressway Co., Ltd                      0,35    81.915.566.170.200                2.250.000.000          9.344      21.023.544.150.000              390%                  25%                  0,09              80%
Tax rate (d)                                  0%            Ekovest Bhd                                              0,82    30.285.741.617.600                2.965.000.000          1.320       3.913.845.068.000              774%                  24%                  0,12              89%
After tax cost of debt ( e)                7,13%            Bharat Road Network Ltd                                  0,18     4.659.419.239.760                   83.950.000          8.656         726.699.262.806              641%                  35%                  0,03              87%
                                                            Yuexiu Transport Infrastructure Ltd                      0,69    48.934.596.210.500                1.673.000.000          8.016      13.410.394.921.000              365%                  25%                  0,18              78%
Cost of equity
Risk Free Rate (f)                         5,32%            Mean                                                    0,46                                                                                                         415%                                        0,13              77%
Equity Risk Premium (g)                    8,78%            Median                                                  0,44                                                                                                         377%                                        0,12              79%
Levered Beta (h)                             0,55
Specific risk (i)                           0,5%
                                                                                                                                                  Value of relevered beta
                                                                                                                                                                                                                        Mean unlevered
Cost of equity (j)                        10,64%                                                                                                                                                        Debt/ Capital             beta   Target Debt/Equity   Target marginal rate   Relevered beta
                                                                                                                                                       Based on market                                          77%               0,13             326,17%                     0%             0,55
WACC (k)                                   7,95%


Calculation:(a)                      Based on average debt/capital of comparable companies
Calculation:(b)                      Based on 1-(a)
Calculation:( c)                     Based on SEKI Indonesia
Calculation:(d)                      Based on UU No. 7 Tahun 2021
Calculation:( e)                     Based on (c)*1-(d)
Calculation:(f)                      Based on IndoBond 10Y - Based defalt spread
Calculation:(g)                      Based on Equity Risk Premium + Country Risk Primium
Calculation:(h)                      Based on Mean unlevered beta*[1+(1-target tax rate)*target debt/equity]
Calculation:(i)                      Based on risk factors
Calculation:(j)                      Based on[(f)+(g*h)+(i)]
Calculation:(k)                      Based on [(a)*( e)+ (b)*(j)]




Tingkat Diskonto yang digunakan dalam penilaian saham per 31 Desember 2024 adalah sebesar
7,95%.
Weighted Average Cost of Capital (WACC) Setelah Periode Proyeksi TLCF (2030 – 5 Januari 2067)
Weighted Average Cost of Capital analysis (WACC)
(in IDR)

                 WACC calculation                           Comparable companies
Capital structure                                           Company name                                  Levered beta(4)            Total Debt           Shares outstanding     Share price   Market value of equity      Debt/Equity   Marginal tax rate        Unlevered beta      Debt/Capital
Debt to total capitalization (a)             77%            Sichuan Expressway Co., Ltd                              0,45    92.053.697.057.700                3.060.000.000         11.580      35.435.133.846.000              260%                  25%                  0,15              72%
Equity to total capitalization (b)           23%            Bangkok Expressway and Metro PCL                         0,45    45.795.149.593.200               14.980.000.000          3.379      50.624.280.840.000               90%                  20%                  0,26              47%
                                                            Zhejiang Expressway Co., Ltd                             0,30   317.697.968.280.000                5.990.000.000         11.638      69.714.565.882.000              456%                  25%                  0,07              82%
Cost of debt                                                Qilu Expressway Co., Ltd                                 0,43    32.882.616.528.300                2.000.000.000          4.789       9.577.292.000.000              343%                  25%                  0,12              77%
Cost of debt ( c)                          7,13%            Henan Zhongyuan Expressway Co., Ltd                      0,35    81.915.566.170.200                2.250.000.000          9.344      21.023.544.150.000              390%                  25%                  0,09              80%
Tax rate (d)                                 22%            Ekovest Bhd                                              0,82    30.285.741.617.600                2.965.000.000          1.320       3.913.845.068.000              774%                  24%                  0,12              89%
After tax cost of debt ( e)                5,56%            Bharat Road Network Ltd                                  0,18     4.659.419.239.760                   83.950.000          8.656         726.699.262.806              641%                  35%                  0,03              87%
                                                            Yuexiu Transport Infrastructure Ltd                      0,69    48.934.596.210.500                1.673.000.000          8.016      13.410.394.921.000              365%                  25%                  0,18              78%
Cost of equity
Risk Free Rate (f)                         5,32%            Mean                                                    0,46                                                                                                         415%                                        0,13              77%
Equity Risk Premium (g)                    8,78%            Median                                                  0,44                                                                                                         377%                                        0,12              79%
Levered Beta (h)                             0,46
Specific risk (i)                           0,5%
                                                                                                                                                  Value of relevered beta
                                                                                                                                                                                                                        Mean unlevered
Cost of equity (j)                         9,83%                                                                                                                                                        Debt/ Capital             beta   Target Debt/Equity   Target marginal rate   Relevered beta
                                                                                                                                                       Based on market                                          77%               0,13             326,17%                    22%             0,46
WACC (k)                                   6,56%


Calculation:(a)                      Based on average debt/capital of comparable companies
Calculation:(b)                      Based on 1-(a)
Calculation:( c)                     Based on SEKI Indonesia
Calculation:(d)                      Based on UU No. 7 Tahun 2021
Calculation:( e)                     Based on (c)*1-(d)
Calculation:(f)                      Based on IndoBond 10Y - Based defalt spread
Calculation:(g)                      Based on Equity Risk Premium + Country Risk Primium
Calculation:(h)                      Based on Mean unlevered beta*[1+(1-target tax rate)*target debt/equity]
Calculation:(i)                      Based on risk factors
Calculation:(j)                      Based on[(f)+(g*h)+(i)]
Calculation:(k)                      Based on [(a)*( e)+ (b)*(j)]




Tingkat Diskonto yang digunakan dalam penilaian saham per 31 Desember 2024 adalah sebesar
6,56%.
1.13 Identifikasi ATB
Faktor-faktor Pertimbangan dalam Penilaian ATB                                                                                                                              Tergolong dalam Peraturan
Hak-hak, keistimewaan, atau kondisi yang melekat pada hak kepemilikan                                                                                                       Standar Penilaian Indonesia (SPI)
                                                                              Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Sisa umur ekonomis dan/atau umur hukum (masa berlaku) Aset Takberwujud
Kapasitas ATB yang menghasilkan pendapatan                                    Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Karakteristik ATB                                                             Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Sifat dan sejarah ATB                                                         Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Gambaran ekonomi yang dapat mempengaruhi ATB                                  Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Kondisi dan gambaran masa depan dari industri spesifik                        Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Nilai ATB dapat juga terkandung dalam aset yang tak dapat dipisahkan dan
                                                                              Standar Penilaian Indonesia (SPI)
biasa disebut Goodwill
Dapat diidentifikasi dan dijelaskan secara terperinci                         Peraturan No. VIII.C.5
Dapat memberikan manfaat ekonomi yang dapat diukur bagi pemilik Obyek
Penilaian                                                                     Peraturan No. VIII.C.5
Memiliki potensi untuk menghasilkan aset lainnya dan/atau mampu
menciptakan nilai tambah terhadap aset lain tersebut                          Peraturan No. VIII.C.5
Merupakan subyek hak milik (right of private ownership ) yang dapat dialihkan
secara hukum (legally transferable )                                          Peraturan No. VIII.C.5
Dapat diakui dan dilindungi secara hukum; dan                                 Peraturan No. VIII.C.5
Memiliki jangka waktu manfaat ekonomis.                                       Peraturan No. VIII.C.5




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 143
                                                                                                                                                                                                            P a g e | 12



Dengan mendasarkan kepada SPI 320 poin 5.9 kami hanya dapat melakukan penilaian ATB dengan
pertimbangan sebagai berikut: (i) Hak-hak, keistimewaan, atau kondisi yang melekat pada hak
kepemilikan, (ii) Sisa umur ekonomis dan/atau umur hukum (masa berlaku) ATB, (iii) Kapasitas ATB
yang menghasilkan pendapatan, (iv) Karakteristik ATB, (v) Sifat dan sejarah ATB, (vi) Gambaran
ekonomi yang dapat mempengaruhi ATB, (vii) Kondisi dan gambaran masa depan dari industri
spesifik, (viii) Nilai ATB dapat juga terkandung dalam aset yang tak dapat dipisahkan dan biasa disebut
Goodwill.
Dengan mendasarkan kepada Peraturan No. VIII.C.5, kami hanya dapat melakukan penilaian ATB
yang memenuhi karakteristik sebagai berikut: (i) dapat diidentifikasi dan dijelaskan secara terperinci;
(ii) dapat memberikan manfaat ekonomi yang dapat diukur bagi pemilik Obyek Penilaian; (iii) memiliki
potensi untuk menghasilkan aset lainnya dan/atau mampu menciptakan nilai tambah terhadap aset
lain tersebut; (iv) merupakan subyek hak milik (right of private ownership) yang dapat dialihkan
secara hukum (legally transferable); (v) dapat diakui dan dilindungi secara hukum; dan (vi) memiliki
jangka waktu manfaat ekonomis.
ATB yang dimiliki oleh JTD memiliki karakteristik sebagai berikut:
           1. JTD memiliki ATB yang digolongkan kedalam ATB terkait kontrak perusahaan berupa
              lisensi yaitu Hak Pengusahaan Jalan Tol dalam Kota Jakarta Ruas Semanan-Sunter dan
              Sunter-Pulo Gebang.
           2. Dapat memberikan manfaat ekonomi dimana Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah
              sepakat untuk menunjuk JTD sebagai Badan Usaha Jalan Tol yang akan mengelola
              Ruas Semanan – Sunter dan Ruas Sunter - Pulo Gebang, sehingga memberikan nilai
              tambah dari tarif atas pengusahaan jalan tol dengan masa konsesi selama 50 tahun.
              Ruas yang akan dikelola terdiri dari tiga seksi, yaitu:
                   i.  Seksi A (Kelapa Gading - Pulo Gebang);
                  ii.  Seksi B (Semanan - Grogol);
                 iii.  Seksi C (Grogol - Kelapa Gading).
           3. Memiliki potensi untuk menghasilkan aset lainnya dan/atau mampu menciptakan nilai
              tambah terhadap aset lain yang mana mampu menghasilkan pendapatan/revenue
              bagi JTD.
           4. Merupakan subyek hak milik (right of private ownership) yang dapat dialihkan secara
              hukum serta dapat diakui dan dilindungi secara hukum.
               No   Nomor Perjanjian                              Nama Perjanjian                                         Tanggal Perjanjian                    Partisipan                            Ringkasan

                                       Amandemen V Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Dalam Kota Jakarta Ruas                                                                  Perubahan pada Pasal 1.1.6, Pasal 1.1.7, Pasal 1.1.16, Pasal
               1          11                                                                                  24 Desember 2024                 PT JTD Jaya Pratama
                                       Semanan - Sunter dan Sunter - Pulogebang                                                                                              1.1.19, 1.1.27, Pasal 10.4.5, dan Pasal 18.1



           5. Memiliki masa manfaat ekonomis selama 50 tahun yang berlaku efektif sejak tanggal
              penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tanggal 5 Januari 2017.
Sesuai dengan Peraturan No. VIII.C.5, telah diidentifikasi bahwa ATB yang dimiliki oleh JTD yang telah
memenuhi syarat karakteristik ATB dalam melakukan penilaian atas ATB. Berdasarkan klasifikasi ATB
yang menjadi Objek Penilaian, ATB yang dimiliki oleh JTD merupakan ATB terkait kontrak
perusahaan berupa lisensi yaitu Hak Pengusahaan Jalan Tol dalam Kota Jakarta Ruas Semanan-
Sunter dan Sunter-Pulo Gebang.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 144
                                                                                          P a g e | 13



1.14 Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya
Penilaian atas 100% saham JTD didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal akan
dilakukan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen JRPT, JKON dan JTD, analisis
historis atas laporan posisi keuangan, laporan arus kas, laporan laba/rugi komprehensif, dan
commonsize-statements, pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta kinerja JTD. Prospek
JTD di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi yang diberikan
oleh manajemen JRPT dan JKON yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang
bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan berbagai metode penilaian untuk menentukan Nilai Pasar suatu pendapatan
yang dianggap mewakili kemampuan di masa mendatang dari suatu perusahaan atau “business
interest”, perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan laporan laba/rugi
komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku
laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba/rugi komprehensif yang biasanya
disusun oleh akuntan berdasarkan nilai historis.
Pendekatan Penilaian
Ada beberapa metode dan prosedur penilaian bisnis yang dapat diterima secara umum. Semua
metode dan prosedur tersebut secara umum dapat disimpulkan menjadi 3 kategori pendekatan
penilaian yang sering digunakan yaitu pendekatan pendapatan, pendekatan aset dan pendekatan
pasar.
Pendekatan pendapatan dengan Metode Diskonto Arus Kas Bersih (Discounted Cash Flow – DCF)
didasarkan atas proyeksi arus kas bersih yang ditentukan berdasarkan proyeksi atas pendapatan
ekonomis perusahaan setelah dikurangi dengan pengeluaran-pengeluaran yang diperlukan untuk
mendukung operasi perusahaan seperti penambahan modal kerja dan pengeluaran modal. Nilai
Pasar dari perusahaan kemudian diperoleh dengan mendiskonto proyeksi arus kas perusahaan
dengan tingkat diskonto yang sesuai dan kemudian menguranginya dengan jumlah utang berbunga
untuk mendapatkan Indikasi Nilai.
Pendekatan aset dengan Metode Penyesuaian Aset Bersih (Adjusted Net Assets Method – ANAM)
dilakukan dengan menyesuaikan aset dan kewajiban perusahaan untuk mendapatkan Nilai Pasarnya,
dimana nilai ekuitas adalah Nilai Pasar dari semua aset dikurangi dengan Nilai Pasar dari semua
kewajiban. Penyesuaian nilai buku dalam laporan posisi keuangan menjadi Nilai Pasar dilakukan
secara individual (individual revaluation of assets), baik nilai Aset Berwujud, ATB maupun nilai
kewajiban perusahaan.
Pendekatan pasar dengan Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline Publicly
Traded Company Method – GPTCM), yaitu dengan mengestimasi nilai perusahaan berdasarkan harga
pasar saham dari perusahaan-perusahaan yang sepadan dan sebanding yang terdaftar sebagai
perusahaan terbuka di bursa efek regional. Metode ini didasarkan atas value multiples dari
perusahaan-perusahaan lain yang sepadan dan sebanding yang diperkirakan memiliki skala dan
karakteristik risiko usaha yang hampir setara dengan perusahaan yang akan dinilai.
Untuk menentukan Nilai Pasar Saham JTD, kami mengaplikasikan pendekatan pendapatan dengan
Metode DCF dan pendekatan aset dengan Metode ANAM. Metode DCF digunakan dalam
penilaian ini dikarenakan Penggerak nilai (value driver) JTD adalah berasal dari aset dimana
direpresentasikan oleh pendapatan. Perhitungan menggunakan metode DCF berdasarkan konsep
jumlah pendapatan yang bisa dihasilkan oleh suatu entitas dalam periode proyeksi. Sehingga,
Metode DCF ini dianggap paling sesuai diterapkan dalam Penilaian 100% Saham JTD. Selanjutnya



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 145
                                                                                        P a g e | 14



Metode ANAM juga digunakan dalam penilaian ini dikarenakan Metode ANAM memperhitungkan
nilai dari seluruh aset JTD berdasarkan Nilai Pasarnya, sehingga kami berkeyakinan kedua metode ini
layak dan sesuai untuk digunakan dalam laporan penilaian ini.
Kami tidak menggunakan pendekatan pasar dengan Metode GPTCM dikarenakan tidak menemukan
perusahaan pembanding yang sepadan dan sebanding serta layak dan sesuai dengan standar
penilaian bisnis di Indonesia, maka GPTCM tidak digunakan dalam laporan penilaian ini.
Pendekatan dan metode penilaian tersebut diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini.
Alasan Penggunaan Metode Penilaian
Pendekatan Pendapatan
Berdasarkan SPI-09 poin 4.1 tentang syarat penggunaan metode DCF adalah sebagai berikut:
- Aset atau bisnis yang sedang mengalami pertumbuhan signifikan atau belum mencapai level
  operasi yang stabil, misalnya bisnis baru atau properti investasi yang sedang dibangun;
- Arus kas yang cenderung berfluktuasi dari suatu periode ke periode lain dalam jangka pendek,
  misalnya fluktuasi pendapatan sewa yang dihasilkan dari suatu properti investasi karena jangka
  waktu dan persyaratan sewa guna usaha atau pendapatan bisnis karena perubahan siklus
  permintaan produk, atau;
- Aset memiliki umur terbatas, misalnya aset dan bisnis di sektor energi dan sumber daya alam.
Pendekatan Aset
Berdasarkan POJK No. 35/2020, berisikan: ”metode ANAM wajib digunakan untuk menilai:
   1. ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat bergantung pada Nilai aset tetap
      (a heavy based on fixed assets company);
   2. ekuitas dari Holding Company;
   3. perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai prospek positif,
      perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi, atau perusahaan yang diragukan
      kemampuannya untuk melanjutkan operasi yang bersifat going concern, seperti perusahaan
      yang baru berdiri (start up company) atau perusahaan yang berada dalam kesulitan untuk
      memperoleh pendapatan (trouble companies);”
Selain itu, pemilihan metode penilaian juga didasarkan pada ketersediaan data yang diperoleh dalam
melakukan penilaian. Penentuan metode ini didasarkan pada ketersediaan data oleh pihak
manajemen dan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap sumber data tersebut.
Dengan demikian berdasarkan syarat penggunaan pendekatan pendapatan dan aset yang dimiliki
oleh JTD maka penentuan Indikasi Nilai 100% Saham JTD dengan pendekatan yang tepat adalah
dengan menggunakan metode DCF dan ANAM.
Berdasarkan uraian diatas dapat dilihat bahwa metode DCF dan ANAM bisa digunakan untuk
penilaian dikarenakan telah memenuhi kriteria sebagaimana dimaksudkan POJK No. 35/2020.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 146
                                                                                        P a g e | 15



1.15 Informasi Lain yang Relevan
Berikut merupakan beberapa informasi lain yang relevan dalam pelaksanaan Penilaian 100% Saham
JTD:
Informasi Perpajakan
Informasi Perpajakan per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
                                     (dalam Rupiah penuh)
                Deskripsi                      Nilai
a. Aset Pajak Tangguhan
   Perusahaan
    Imbalan Kerja                                73.332.820
   Sub Total                                     73.332.820

   Entitas Anak
    Imbalan Kerja                                139.984.240
    Penyusutan Aset Hak Guna                   1.881.446.874
    Liabilitas Sewa                          (1.494.508.691)
    Provisi Pelapisan Ulang                  10.475.192.902
   Sub Total                                 11.002.115.325

   Total Aset Pajak Tangguhan                11.075.448.145

b. Utang Pajak
   Pajak Penghasilan (PPh)
    Pasal 21                                   105.708.221
    Pasal 4 (2)                                 48.575.797
    Pasal 23                                    36.849.872
   Total Utang Pajak                           191.133.890

c. Taksiran Rugi Fiskal
   Rugi Fiskal yang dapat Dikompensasikan
    2024                                     (2.482.403.000)
    2023                                     (2.694.338.000)
    2022                                     (6.273.587.000)
    2021                                     (5.214.225.000)
    2020                                     (1.426.588.000)
   Total Taksiran Rugi Fiskal               (18.091.141.000)
Sumber: Laporan Keuangan JTD

Informasi Kompensasi bagi Pemegang Saham
Seluruh pemegang saham memiliki hak yang setara dan sederajat dalam segala hal. Kompensasi yang
diberikan kepada para pemegang saham ialah berupa pembagian dividen yang jumlah besarannya
akan dikaitkan dengan keuntungan dan kondisi keuangan pada tahun buku yang bersangkutan.
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Selain itu pihak manajemen juga telah mengkonfirmasi terkait beberapa hal berikut ini sebagai bahan
pertimbangan dalam penyusunan Laporan Penilaian:
1. Aset dan Kewajiban yang dimiliki JTD di Luar Neraca:
JTD tidak memiliki aset dan kewajiban di luar neraca (kontinjensi).




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 147
                                                                                                                   P a g e | 16



2. Perbandingan Kinerja Saat Ini dengan Kinerja Historis
                                                                                     (dalam persentase kecuali dinyatakan lain)
                                                2020      2021            2022            2023             2024        Rata-Rata
Keterangan
                                                Audit     Audit           Audit           Audit            Audit         Historis
Rasio Pertumbuhan*
Pendapatan                                       N/A       -74%             -71%             8%              -1%            -47%
Beban Pokok Pendapatan                           N/A       -71%             -51%             0%             -15%            -41%
Laba Kotor                                       N/A        N/A           -153%              9%              34%            -15%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                  N/A    -1002%              -70%            36%              47%             N/A
Aset Lancar                                      N/A       -34%             -64%           -66%              39%            -42%
Aset Tidak Lancar                                N/A      18,8%            -1,9%          -2,0%             2,6%            4,0%
Total Aset                                       N/A        11%              -8%            -4%               3%           0,14%
Liabilitas Lancar                                N/A     -41,9%          -65,4%          -65,3%           -21,2%            -52%
Liabilitas Tidak Lancar                          N/A       -11%             -45%           -84%            164%             -33%
Total Liabilitas                                 N/A       -19%             -49%           -82%            120%             -36%
Total Ekuitas                                    N/A        30%               9%            11%              -1%             12%

Rasio Vertikal**
Beban Pokok Pendapatan                          100%      110%            187%            174%             149%            144%
Laba Kotor                                        0%      -10%            -87%            -74%             -49%            -44%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                   1%      -31%           -186%           -111%             -60%            -77%
Aset Lancar / Total Aset                         16%        9%              4%              1%               2%              6%
Aset Tidak Lancar / Total Aset                   84%       91%             96%             99%              98%             94%
Liabilitas Lancar / Total Liabilitas             26%       18%             12%             24%               9%             18%
Liabilitas Tidak Lancar / Total Liabilitas       74%       82%             88%             76%              91%             82%
Total Liabilitas / Total Liabilitas & Ekuitas    40%       29%             16%              3%               7%             19%
Total Ekuitas / Total Liabilitas & Ekuitas       60%       71%             84%             97%              93%             81%

Rasio Likuiditas**
Current Ratio                                    1,52      1,72            1,81            1,76             3,11              2,0
Quick Ratio                                       0,6       0,4             1,4             1,0              1,8              1,1

Rasio Profitabilitas**
Return on Asset (ROA)                             0%       -2%              -3%            -2%              -1%              -2%
Return on Equity (ROE)                            0%       -3%              -4%            -2%              -1%              -2%

Rasio Aktivitas**
Perputaran Aset (x)                             0,25      0,06             0,02           0,02              0,02           0,07
Perputaran Piutang Usaha (x)                       0         0                0              0            57.117         11.423
Perputaran Piutang Usaha (hari)                    0         0                0              0               156             31
Perputaran Utang Usaha (x)                        24         3                2           534                184            149
Perputaran Utang Usaha (hari)                      0         0                0              1                 1              0
Perputaran Persediaan (X)                        N/A       N/A              N/A            N/A               N/A            N/A
Perputaran Persediaan (hari)                     N/A       N/A              N/A            N/A               N/A            N/A

Rasio Solvabilitas**
Debt to Asset Ratio (DAR)                        40%       29%             16%              3%               7%             19%
Debt to Equity Ratio (DER)                       67%       42%             20%              3%               7%             28%
Sumber: TRUSCEL. Diolah berdasarkan data laporan keuangan JTD
Keterangan:
*) Perhitungan rata-rata menggunakan metode CAGR pada tahun 2020 - 2024
**)Perhitungan rata-rata dilakukan dengan menggunakan metode AVERAGE Data pada tahun 2020 - 2024
N/A) Tidak ada pembanding
N/A*) tidak dapat dihitung dikarenakan nilai pembagi sama dengan 0

Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan operasional suatu perusahaan dalam mengelola aset-
asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia
capital (capital providers). Rasio imbal balik aset (Return on Assets / ROA) JTD selama tahun 2020 -
2024, secara rata-rata adalah sebesar -2%.
Rasio imbal balik ekuitas (Return on Equity / ROE) selama tahun 2020 - 2024, secara rata-rata adalah
sebesar -2% dimana rasio ini menunjukan hasil yang sejalan dengan rata-rata ROA pada tahun 2020
- 2024. Namun perlu diingat, persentase ROE direkomendasikan untuk mendekati 10% untuk cukup
menutup biaya modal perusahaan.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 148
                                                                                                                                    P a g e | 17



Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh liabilitas lancarnya
yang akan jatuh tempo. Selama tahun 2020 - 2024, rata-rata current ratio dan quick ratio JTD masing-
masing sebesar 2,0x dan 1,1x. Hal ini menunjukkan bahwa selama tahun 2020 - 2024 JTD cukup
mampu untuk membayar liabilitas lancarnya dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya.
Current ratio dan quick ratio terbesar terjadi pada 2024 masing-masing sebesar 3,11x dan 1,8x.
Current ratio terkecil terjadi pada 2020 sebesar 1,52x dan quick ratio terkecil terjadi pada 2021
sebesar 0,4x.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio perputaran aset JTD selama periode selama tahun 2020 - 2024 secara rata-rata
adalah sebesar 0,07x per tahun yang berarti bahwa JTD mampu menghasilkan penjualan rata-rata
sebesar 0,07x dari setiap aset yang dimiliki.
Sedangkan perputaran piutang usaha JTD selama tahun 2020 - 2024 memiliki rata-rata adalah
sebesar 11.423x atau selama 31 hari. Perputaran piutang usaha JTD tercepat terjadi pada tahun 2024
yaitu sebesar 57.117x atau selama 156 hari.
Perputaran utang usaha JTD selama tahun 2020 - 2024 memiliki rata-rata sebesar 149x atau 0 hari.
Perputaran utang usaha tercepat terjadi pada 2023 sebesar 534x atau 1 hari.
Rasio Solvabilitas
Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan posisi utang berbunga terhadap aset dalam pembiayaan
perusahaan sedangkan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan besarnya porsi utang berbunga
terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan (financial leverage). Rasio solvabilitas ini
menunjukkan seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi seluruh utang
berbunga dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika perusahaan tersebut dilikuidasi.
DAR dan DER JTD selama periode historis rata-rata adalah sebesar 19% dan 28%.
4.      Perbandingan Kinerja Obyek Penilaian dengan Industri Yang Sebanding
Perusahaan Yang Dinilai               Pertumbuhan Penjualan 5 Tahun   Rata-Rata Margin Kotor   ROA   ROE Debt to Capitalization              Total Aset
PT Jakarta Tollroad Development                               -47%                     -44%    -2%    -2%                   70%      5.059.889.522.088

Perusahaan Pembanding                 Pertumbuhan Penjualan 5 Tahun   Rata-Rata Margin Kotor   ROA    ROE Debt to Capitalization             Total Aset
Sichuan Expressway Co., Ltd                                     10%                     28%     3%     7%                   68%    135.220.336.134.800
Bangkok Expressway and Metro PCL                                 1%                     40%     3%     7%                   72%     63.197.116.427.400
Zhejiang Expressway Co., Ltd                                     9%                     40%     2%    12%                   66%    480.878.688.182.900
Qilu Expressway Co., Ltd                                        34%                     38%     7%    15%                   70%     46.665.005.535.400
Henan Zhongyuan Expressway Co., Ltd                              2%                     33%     2%     4%                   71%    115.583.770.214.500
Ekovest Bhd                                                     -3%                     31%     1%    -2%                   75%     40.228.891.729.600
Bharat Road Network Ltd                                         -1%                     71%     1%   -27%                   90%      5.162.549.186.380
Yuexiu Transport Infrastructure Ltd                              8%                     48%     3%     7%                   59%     83.046.409.214.300
Sumber: Laporan Keuangan, Investing.com

5.      Keuntungan dan Kerugian atas Kontrak Usaha
JTD mengakui biaya jasa konstruksi dan peningkatan kemampuan aset konsesi sebagai aset
takberwujud dimana JTD menerima hak (lisensi) untuk membebankan pengguna jasa publik. Suatu
hak untuk membebankan pengguna jasa publik bukan merupakan hak tanpa syarat untuk menerima
kas karena jumlahnya bergantung pada sejauh mana publik menggunakan jasa. Selama periode
konstruksi, JTD mencatat aset takberwujud dan mengakui pendapatan dan biaya konstruksi sesuai
dengan kontraknya. Biaya konstruksi merupakan nilai dari jumlah perolehan kontrak konstruksi.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 149
                                                                                            P a g e | 18



1.16 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
konflik dan tidak terafiliasi dengan JRPT, JKON, JTD, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
perusahaan-perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi
berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama
sekali tidak dipengaruhi oleh Indikasi Nilai yang dihasilkan dari proses analisa penilaian ini dan kami
hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada surat penugasan dengan nomor EL01/KJPP/SP-
BIS/03/1/I/2025-1 per tanggal 20 Januari 2025.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 150
                                                                                            P a g e | 19



2. TINJAUAN EKONOMI
2.1 Tinjauan Ekonomi Dunia
     Historis Produk Domestik Bruto Beberapa Negara di Dunia Periode Kuartal III – IV 2024
                              (Pertumbuhan year-on-year (YoY))




        Sumber: Trading Economics

Pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2024, kinerja ekonomi di berbagai negara menunjukkan
dinamika yang beragam. Beberapa negara mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan,
sementara yang lain masih menghadapi tantangan. Di Asia Tenggara, Vietnam terus menunjukkan
pertumbuhan ekonomi yang kuat, meningkat dari 7,43% pada kuartal ketiga 2024 menjadi 7,55%
pada kuartal keempat 2024, didukung oleh ekspor yang tumbuh 14,3% hingga mencapai USD 405,53
miliar. Selain itu, peningkatan impor batu bara sebesar 24,8% juga membantu memastikan pasokan
Listrik yang stabil di Vietnam. Filipina mempertahankan pertumbuhan stabil sebesar 5,2% pada
kuartal keempat 2024, sama seperti kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh
peningkatan belanja pemerintah sebesar 9,7%, terutama untuk proyek infrastruktur dan program
sosial. Namun, meski sektor jasa tetap menjadi pendorong utama, sektor pertanian terkontraksi 1,8%
akibat dampak buruk dari serangkaian topan.
Kawasan Asia Timur, Cina mencatat peningkatan pertumbuhan dari 4,6% pada kuartal ketiga 2024
menjadi 5,4% kuartal keempat 2024, peningkatan ini didorong oleh penguatan sektor manufaktur
sebesar 6,2% dan lonjakan ekspor, dengan kontribusi mencapai 30,3% dari total pertumbuhan
Produk Domestik Bruto (PDB). Di sisi lain, India mencatat akselerasi tajam dari 5,6% pada kuartal
ketiga 2024 menjadi 6,2% pada kuartal keempat 2024, didukung oleh kuatnya aktivitas investasi,
sementara pertumbuhan konsumsi domestik tetap terbatas. Perbaikan juga terlihat dari kontribusi
perdagangan eksternal yang berbalik positif, mendorong peningkatan pertumbuhan secara
keseluruhan. Selain itu, Jepang menunjukkan pertumbuhan dengan sedikit fluktuasi dari 0,6% pada
kuartal ketiga 2024 menjadi 1,2% pada kuartal keempat 2024, menandai pertumbuhan positif selama
tiga kuartal berturut-turtut. Peningkatan ini terutama didorong oleh kuatnya investasi bisnis di sektor
manufaktur dan teknologi yang memberikan kontribusi besar terhadap ekspansi ekonomi Jepang.
Ekonomi Korea mengalami penurunan dari 1,5% pada kuartal ketiga 2024 menjadi 1,2% pada kuartal
keempat 2024, penurunan ini disebabkan oleh melemahnya konsumsi domestik dan penurunan
investasi di sektor konstruksi, serta pertumbuhan belanja komsumen melambat dari 0,5% menjadi
hanya 0,25%.



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 151
                                                                                               P a g e | 20



Amerika Serikat, mengalami penurunan dari 2,7% pada kuartal ketiga 2024 menjadi 2,5% pada
kuartal keempat 2024, disebabkan oleh konsumsi domestik yang mulai melemah, meski belanja
pemerintah tetap meningkat. Penurunan impor membantu menjaga angka pertumbuhan, namun
sektor konsumsi menunjukkan perlambatan. Ekonomi Jerman mencatat kontraksi meski sedikit
membaik dari 0,3% pada kuartal ketiga 2024 menjadi kontraksi sebesar 0,2% pada kuartal keempat
2024, terutama akibat penurunan eskpor yang signifikan. Meskipun konsumsi rumah tangga dan
belanja pemerintah mengalami peningkatan, hal tersebut tidak cukup menahan dampak pelemahan
ekspor.
           Proyeksi Produk Domestik Bruto Beberapa Negara di Dunia Tahun 2025 - 2026




 Sumber: Organisation for Economic Co-operation and Development, International Monetary Fund

Proyeksi pada tahun 2025 dan 2026, pertumbuhan ekonomi global menunjukkan tren yang beragam,
mencerminkan dinamika dan tantangan ekonomi dunia yang semakin kompleks. Negara-negara
berkembang masih mampu mempertahankan laju pertumbuhan yang positif, didorong oleh
peningkatan aktivitas domestik dan pemulihan pascapandemi. Sementara itu, negara-negara maju
menghadapi perlambatan ekonomi, seiring dengan kebijakan moneter yang ketat dan tekanan dari
ketidakpastian global.
Filipina mencatat pertumbuhan yang meningkat dari 6,1% pada tahun 2025 menjadi 6,3% pada 2025.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi Filipina pada 2026 didorong oleh meredanya inflasi dan
penurunan suku bunga yang mendorong konsumsi serta investasi. Peningkatan ini juga ditopang oleh
konsumsi rumah tangga yang meningkat, membaiknya kondisi ketenagakerjaan, aliran remintasi
yang stabil, serta pengeluaran terkait pemilu. Sektor IT-BPO (Information Technology Business
Process Outsorcing) yang kuat dan program infrastruktur “Build, Better, More” dari pemerintah
menjadi faktor penting dalam mendorong pemulihan ekonomi di Filipina. Proyeksi pertumbuhan PDB
Vietnam diperkirakan melambat dari 6,8% pada tahun 2025 menjadi 6,5% pada tahun 2026, menurut
Bank Dunia. Penyebabnya antara lain melemahnya ekspor akibat ketidakpastian perdagangan global
dan perlambatan permintaan produk teknologi. Meskipun investasi asing (FDI) tetap stabil dan
pemulihan sektor properti mendukung permintaan domestik, risiko eksternal seperti gejolak
ekonomi mitra dagang utama masih membayangi. Untuk menjaga pertumbuhan, Bank Dunia
merekomendasikan percepatan investasi infrastruktur, reformasi struktural, dan transisi ke
kendaraan listrik (EV) guna mendorong ekonomi hijau sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Pertumbuhan ekonomi Cina diproyeksikan melambat dari 4,7% pada 2025 dan 4,4% pada 2026,
terutama akibat krisis real estate yang melemahkan kepercayaan konsumen dan menekan konsumsi
domestik. Meskipun demikian, ekspor serta investasi di sektor manufaktur dan infrastruktur tetap



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 152
                                                                                         P a g e | 21



kuat, membantu menahan perlambatan lebih lanjut. Penurunan ini juga mencerminkan dampak
jangka panjang dari guncangan ekonomi global, seperti pandemi COVID-19 dan ketegangan
geopolitik. Pertumbuhan PDB India diproyeksikan turun dari 6,9% pada tahun 2025 menjadi 6,8%
pada tahun 2026, akibat tekanan eksternal seperti kenaikan tarif AS dan gejolak perdagangan global.
Namun, permintaan domestik tetap kuat didukung inflasi pangan yang terkendali, insentif fiskal, dan
suku bunga rendah yang mendorong konsumsi. Laju pertumbuhan ekonomi Jepang diproyeksikan
turun dari 1,5% pada 2025 menjadi 0,6% pada 2026, meski masih berada di atas tren jangka panjang.
Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, termasuk potensi tarif baru dari
Amerika Serikat yang dapat menekan manfaat stimulus kebijakan Cina. Di sisi lain, kenaikan upah
yang melampaui inflasi diharapkan mampu mendorong permintaan domestik, membantu menjaga
stabilitas ekonomi Jepang di tengah tantangan eksternal. Selain itu, Ekonomi Korea Selatan
diperkirakan stagnan di level 2,1% pada 2025-2026. Permintaan domestik tetap lemah akibat
sentimen ekonomi yang lesu, sementara ekspor tertekan oleh persaingan global dan ketidakpastian
kebijakan perdagangan. Penciptaan lapangan kerja yang melambat semakin memperburuk prospek
pertumbuhan. Pemerintah berupaya mendorong pemulihan melalui stimulus fiskal dan fokus pada
industri strategis, namun dampaknya terbatas oleh tekanan eksternal yang terus membayangi.
Ekonomi Amerika Serikat diproyeksikan menurun dari 2,4% pada 2025 menjadi 2,1% di 2026, seiring
dengan dampak kebijakan yang mulai memengaruhi aktivitas ekonomi. Peningkatan tarif impor,
khususnya dari Cina dan industri otomotif, berpotensi menaikkan tarif efektif hingga 3%-4%,
menekan sektor perdagangan. Pembatasan imigrasi yang lebih ketat juga diperkirakan menurunkan
jumlah imigran bersih menjadi 750.000 per tahun, dibandingkan rata-rata sebelum pandemi sebesar
1 juta per tahun. Meski pemotongan pajak 2017 diperpanjang penuh dan disertai tambahan
pengurangan pajak, efeknya pada pertumbuhan diprediksi tetap terbatas. Ekonomi Jerman diprediksi
meningkat dari 0,7% pada 2025 menjadi 1,2% pada 2026, didorong oleh pemulihan konsumsi rumah
tangga dan peningkatan investasi, terutama di sektor konstruksi dan peralatan berkat insentif pajak.
Permintaan domestik menjadi motor utama pertumbuhan, meski ekspor masih tertekan oleh
tingginya biaya energi.
           Tingkat Inflasi Beberapa Negara di Dunia November – Desember Tahun 2024




        Sumber: Trading Economics

Pada bulan November dan Desember 2024, tingkat inflasi berdasarkan indeks harga konsumen (IHK)
di sejumlah negara menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor domestik maupun
global. Beberapa negara mengalami penurunan inflasi, sementara yang lain menunjukkan
peningkatan seiring dengan perubahan harga barang dan jasa yang signifikan.



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 153
                                                                                          P a g e | 22



Inflasi Vietnam meningkat dari 2,77% pada November 2024 menjadi 2,94% pada Desember 2024.
Peningkatan ini didorong oleh kenaikan harga makanan, terutama beras dan bahan pangan lainnya,
serta tarif sewa perumahan, biaya listrik, air, dan bahan bangunan. Namun, harga layanan pos dan
telekomunikasi menurun akibat diskon pada perangkat telepon seluler. Filipina, mengalami kenaikan
Inflasi dari 2,5% di November 2024 menjadi 2,9% di Desember 2024, yang disebabkan oleh
percepatan kenaikan harga makanan dan utilitas. Inflasi inti yang mengecualikan harga pangan dan
energi juga naik menjadi 2,8% dari 2,5% pada November. Selain itu, Cina mengalami penurunan
Inflasi dari 0,2% pada November 2024 menjadi 0,1% di Desember 2024. Faktor utama penurunan
adalah turunnya harga pangan, seperti daging babi dan sayuran segar, meskipun harga emas
melonjak. Sementara itu, harga kendaraan berbahan bakar fosil dan mobil energi baru turun cukup
signifikan.
India, inflasi menurun dari 5,48% di November 2024 menjadi 5,22% di Desember 2024. Penurunan
ini memberikan ruang bagi Bank Sentral India untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga
pada Februari, meski nilai tukar Rupee yang melemah memberikan tekanan tambahan pada
kebijakan moneter. Sementara itu, inflasi Jepang melonjak dari 2,9% pada November 2024 menjadi
3,6% di Desember 2024, mencatatkan rekor tertinggi sejak Januari 2023. Peningkatan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan tajam harga pangan segar, listrik, dan gas, serta berakhirnya subsidi energi
sejak Mei 2024. Adapun, Korea Selatan, Inflasi meningkat dari 1,5% pada November 2024 menjadi
1,9% di Desember 2024, didorong oleh pelemahan nilai tukar won yang menyebabkan kenaikan
harga impor. Bank of Korea telah memperingatkan kemungkinan inflasi lebih tinggi di bulan-bulan
berikutnya meski permintaan domestik masih lemah.
Inflasi Amerika Serikat meningkat dari 2,5% di November 2024 menjadi 2,6% di Desember 2024,
meski inflasi inti menunjukkan pelonggaran. Harga kendaraan baru dan tiket pesawat mendorong
kenaikan sementara, sementara biaya pinjaman turun, memberikan optimisme bagi pelaku pasar
terkait kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut. Selain itu, Jerman mengalami kenaikan
inflasi dari 2,2% di November 2024 menjadi 2,6% di Desember 2024, seiring dengan melambatnya
penurunan harga energi yang sebelumnya berkontribusi dalam menekan inflasi.
            Historis Produk Domestik Bruto Indonesia Periode Kuartal I 2022 – IV 2024




    Sumber: Trading Economics

Pada kuartal keempat 2024, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,02% (yoy),
menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal ketiga sebesar 4,95%, tetap menunjukkan kinerja
solid di tengah tantangan global. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan beberapa negara
tetangga seperti Arab Saudi dan Malaysia. Selama tahun 2024, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 154
                                                                                          P a g e | 23



sebesar 5,03%, didorong oleh stabilitas inflasi yang terjaga di level 1,57% pada Desember 2024 dan
rasio utang yang tetap aman sebesar 38,9% dari PDB pada September 2024. Kebijakan fiskal yang
hati-hati turut menciptakan ruang bagi investasi publik dan mendorong konsumsi rumah tangga, yang
berkontribusi 54% terhadap PDB dengan pertumbuhan 4,94% sepanjang tahun.
Aktivitas ekonomi Indonesia tetap kuat berkat momentum liburan akhir tahun serta kebijakan
pemerintah seperti diskon tiket pesawat dan program mudik gratis. Dari sisi lapangan usaha, seluruh
sektor utama mencatat pertumbuhan positif. Sektor jasa lainnya tumbuh signifikan sebesar 11,36%,
diikuti oleh jasa perusahaan sebesar 8,08%, transportasi dan pergudangan sebesar 7,92%, serta
informasi dan komunikasi sebesar 7,45%. Sementara itu, industri pengolahan tetap menjadi sektor
dominan dengan pertumbuhan 4,89%, diikuti oleh perdagangan besar dan eceran serta reparasi
kendaraan yang tumbuh 5,19%, dan sektor pertanian tumbuh sebesar 0,71%.
Secara spasial, perekonomian Indonesia juga mencatat pertumbuhan yang merata di berbagai
wilayah. Wilayah Bali-Nusra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Papua menunjukkan pertumbuhan
di atas rata-rata nasional, didukung oleh sektor industri pengolahan barang logam serta sektor
pariwisata di Bali-Nusra. Dengan berbagai kebijakan ekonomi yang berlanjut pada 2025 seperti
diskon tarif tol, stabilisasi harga pangan, serta insentif fiskal untuk investasi, pemerintah optimis
dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan menjaga daya beli masyarakat.
                    Proyeksi Produk Domestik Bruto Indonesia Tahun 2025 – 2026




       Sumber: Organisation for Economic Co-operation and Development

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai 5,2%, sedikit lebih tinggi
dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 5,1%. Sementara itu, pada tahun 2026 pertumbuhan
ekonomi diprediksi kembali berada di kisaran 5,1%. Proyeksi ini menunjukkan bahwa meski kondisi
ekonomi global masih stagnan, ekonomi Indonesia tetap akan bertumpu pada permintaan domestik.
Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat melalui pengendalian inflasi, penciptaan
lapangan kerja, serta pemberian subsidi dan bantuan sosial. Selain itu, upaya peningkatan ekspor
produk bernilai tambah tinggi juga akan diperkuat, didukung dengan insentif fiskal yang kompetitif
dan berkelanjutan.



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 155
                                                                                        P a g e | 24



Bank Indonesia dan lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia turut memproyeksikan
pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di atas 5% pada 2025 dan 2026. Dukungan bauran
kebijakan fiskal, moneter, serta makroprudensial akan terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas
ekonomi dan sistem keuangan. Sektor konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor nonmigas
diperkirakan masih menjadi pendorong utama pertumbuhan, sementara akselerasi digitalisasi dan
program ketahanan pangan diharapkan semakin memperkuat perekonomian jangka panjang.
                  Tingkat Inflasi Indonesia November – Desember Tahun 2022 - 2024




      Sumber: BPS (Badan Pusat Statistik)

Tingkat inflasi Indonesia dari tahun 2022 hingga 2024 menunjukkan tren penurunan yang konsisten.
Pada November 2022, inflasi yoy tercatat sebesar 5,42% dan meningkat menjadi 5,51% pada
Desember 2022. Namun, di tahun berikutnya, inflasi mulai turun secara signifikan. Pada November
2023, inflasi yoy turun menjadi 2,86% dan terus menurun hingga 2,61% di Desember 2023. Tren
positif ini berlanjut hingga akhir 2024, dengan inflasi yoy sebesar 1,55% di November dan meningkat
menjadi 1,57% pada Desember 2024, didukung oleh stabilitas harga yang lebih baik dan pengendalian
inflasi yang ketat. Penurunan inflasi mencerminkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga
stabilitas harga, terutama melalui pengendalian inflasi dan penguatan daya beli masyarakat.
Inflasi pada Desember 2024 dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok
pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau (1,90%), kelompok perawatan
pribadi dan jasa lainnya (7,02%), serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran
(2,48%). Namun, beberapa kelompok justru mengalami deflasi, seperti kelompok transportasi (-
0,30%) dan kelompok informasi, komunikasi, serta jasa keuangan (-0,27%). Di tingkat regional,
Provinsi Papua Pegunungan mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,36%, sedangkan Provinsi Gorontalo
mengalami deflasi terdalam sebesar -0,79%. Penurunan tingkat inflasi yang konsisten ini memberikan
sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang
berkelanjutan.
Bank Indonesia memperkirakan inflasi Indonesia pada tahun 2025 akan tetap terjaga rendah di
kisaran 2,5% dengan deviasi ±1%, yang diharapkan mampu mendorong kenaikan penyaluran kredit
hingga 13% untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi. Dalam peluncuran Laporan Perekonomian
Indonesia 2024, Bank Indonesia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, BI,
kementerian, akademisi, dan sektor industri guna mempertahankan stabilitas serta meningkatkan



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 156
                                                                                           P a g e | 25



kesejahteraan masyarakat. Meskipun optimis, Bank Indonesia tetap waspada terhadap potensi
ketidakpastian global serta berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi di
pasar dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp100 triliun bersama Kementerian
Keuangan. Selain itu, stabilitas dan transformasi ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan
efisiensi dianggap sebagai faktor utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
2.2 Tinjauan Industri Infrastruktur
Infrastruktur Dunia
Infrastruktur memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dunia, baik melalui
peningkatan produktivitas, penguatan konektivitas, maupun dukungan terhadap berbagai sektor
industri. Investasi pada infrastruktur seperti jaringan transportasi, sistem energi, dan infrastruktur
digital berkontribusi signifikan dalam mendorong aktivitas ekonomi, meningkatkan daya saing, serta
memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik, termasuk kesehatan dan pendidikan. Agar
manfaat infrastruktur dapat dirasakan secara optimal, diperlukan perencanaan yang matang dan
investasi berkelanjutan. Proyek-proyek infrastruktur harus selaras dengan visi pembangunan jangka
panjang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan
mengintegrasikan inovasi dan pengalaman historis, pemerintah dapat memastikan pengembangan
infrastruktur yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu menjawab
tantangan di masa depan.
Jalan tol memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional maupun global.
Jalan tol berkontribusi signifikan dalam meningkatkan investasi daerah, menciptakan lapangan kerja,
serta memperbaiki efisiensi transportasi. Manfaat ekonomi lainnya termasuk percepatan waktu
tempuh, pengurangan biaya logistik, dan peningkatan aktivitas perdagangan yang berdampak positif
pada output industri dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, untuk
memaksimalkan dampak ekonominya, diperlukan keseimbangan antara tarif tol dan volume lalu
lintas guna mencegah hambatan yang dapat merugikan pengguna dan ekonomi lokal. Selain manfaat
langsung, jalan tol juga mendorong pengembangan kawasan di sekitarnya dengan menarik bisnis
baru dan mendorong urbanisasi.
        Variasi Kepuasan Publik terhadap Kualitas Infrastruktur di 32 Negara Tahun 2024




                  Sumber: Ipsos/GIIA

Berdasarkan data dari Ipsos/Global Infrastructure Investor Association (GIIA) pada periode Mei–Juni
2024, kepuasan publik terhadap kualitas infrastruktur di 32 negara menunjukkan variasi yang
signifikan antar sektor. Bandara (72%) merupakan tipe infrastruktur yang memiliki kepuasan publik



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 157
                                                                                          P a g e | 26



tertinggi karena fungsinya sebagai pusat pariwisata dan mobilitas yang mendorong pertumbuhan
sosial dan ekonomi di tingkat kota, regional, maupun nasional. Selain memudahkan perjalanan
domestik dan internasional, bandara juga berperan penting dalam memajukan sektor pariwisata,
perdagangan, dan investasi. Infrastruktur digital seperti jaringan internet berkecepatan tinggi (61%)
dan jaringan jalan utama (60%) termasuk dalam posisi kedua sebagai tipe infrastruktur yang
diapresiasi publik. Kehadiran internet yang stabil semakin dianggap sebagai kebutuhan pokok di era
digital, mendukung aktivitas di berbagai bidang, mulai dari bisnis hingga pendidikan. Sementara itu,
jaringan jalan utama yang memadai tetap menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dan
distribusi logistik, menjaga konektivitas antarkota dan wilayah. Ini menunjukkan bahwa aksesibilitas
baik dalam bentuk transportasi fisik maupun konektivitas digital tetap menjadi fokus utama di
berbagai negara.
Sebaliknya, infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik (EV charging), sistem penanggulangan
banjir (Flood defences), dan penyediaan perumahan baru (New housing supply) mendapatkan tingkat
kepuasan yang relatif rendah, dengan rata-rata sebesar 32%–39%. Masalah utama pada infrastruktur
pengisian kendaraan listrik adalah distribusi stasiun pengisian yang belum merata dan kapasitasnya
yang masih terbatas, sehingga menghambat adopsi kendaraan ramah lingkungan ini. Selain itu,
rendahnya kepuasan terhadap sistem penanggulangan banjir menunjukkan tingginya risiko bencana
banjir di berbagai daerah, yang semakin parah akibat perubahan iklim dan laju urbanisasi yang cepat.
        Kepuasan Publik terhadap Kualitas Jaringan Jalan Utama di 32 Negara Tahun 2024




                 Sumber: Ipsos/GIIA

Berdasarkan data dari Ipsos/GIIA, Indonesia (91%) menempati peringkat teratas dalam kepuasan
publik mengenai kualitas jaringan jalan tol/jalan utama (Motorway/Major Road Network), diikuti oleh
Singapura (86%) dan Belanda (82%). Tingginya kepuasan terhadap jaringan jalan utama di Indonesia
menunjukkan apresiasi masyarakat atas pembangunan infrastruktur besar-besaran dalam beberapa
tahun terakhir, terutama proyek jalan tol trans-regional yang terus berkembang.
Di sisi lain, Rumania (17%) menghadapi tantangan dalam modernisasi jalan, kondisi jalan utama di
Rumania terbilang buruk berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Ipsos/GIIA, disebabkan karena
investasi infrastruktur yang tidak merata dan kebiasaan pengemudi yang lebih memilih jalan biasa
daripada jalan tol untuk menghemat biaya. Hal ini menyebabkan dana untuk perawatan jalan utama
semakin menipis, sementara tingginya volume kendaraan memperparah kerusakan jalan tanpa
adanya perbaikan yang memadai. Di sisi lain, jalan-jalan alternatif juga tidak kalah memprihatinkan,
dengan kondisi yang buruk dan kurang berkembang, menunjukkan kurangnya perhatian terhadap
sistem jalan secara menyeluruh. Fasilitas pendukung seperti tempat istirahat dan pom bensin yang
jarang ditemui juga menjadi bukti minimnya investasi di sektor transportasi, sementara Amerika



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 158
                                                                                             P a g e | 27



Serikat (50%) dan Kanada (48%) meskipun memiliki jaringan luas, masih mendapat kepuasan yang
relative sedang, hal ini dikarenakan infrastruktur yang sudah tua dan tidak mampu memenuhi
kebutuhan saat ini. Infrastruktur seperti jalan, jembatan, rel kereta, jaringan listrik, dan internet
membutuhkan investasi besar untuk perbaikan dan modernisasi. Negara-negara maju seperti Jerman
(66%) dan Jepang (67%) tetap menunjukkan kualitas yang diakui global, sejalan dengan standar tinggi
yang diterapkan dalam manajemen infrastruktur transportasi mereka.
                       Rata-Rata Tarif Tol di Berbagai Negara Tahun 2021-2024




           Sumber: Budget Direct

Rata-rata tarif tol di berbagai negara menunjukkan variasi yang cukup signifikan, mencerminkan
perbedaan kebijakan, frekuensi penggunaan, dan struktur infrastruktur jalan tol di masing-masing
wilayah. Swiss, Austria, dan Kepulauan Faroe, tarif tol cenderung lebih tinggi dibandingkan negara
lainnya. Swiss, misalnya, memiliki rata-rata tarif tol tertinggi sebesar USD 26,52, Austria dan
Kepulauan Faroe mengikuti dengan tarif rata-rata masing-masing sebesar USD 16,31 dan USD 16,28.
Tingginya tarif tol di Swiss, Austria, dan Kepulauan Faroe disebabkan oleh sistem vignette, biaya
infrastruktur yang mahal akibat medan sulit, serta kebijakan transportasi. Swiss dan Austria
menerapkan pembayaran tetap untuk akses tol, sementara Kepulauan Faroe membebankan biaya
tinggi untuk terowongan bawah laut. Faktor biaya hidup tinggi dan jumlah pengguna yang terbatas
juga turut meningkatkan tarif. Sementara itu, negara-negara seperti Kroasia dan Denmark juga
memiliki rata-rata tarif tol sebesar USD 15,30 dan USD 10,75. Hal ini terkait dengan sistem tol berbasis
jarak tempuh serta biaya tambahan untuk melewati jembatan atau terowongan tertentu. Di sisi lain,
negara seperti Polandia, Belgia, dan Cina menunjukkan tarif tol berkisar antara USD 7 hingga USD 8.
Ini mencerminkan upaya negara-negara tersebut dalam menjaga keterjangkauan infrastruktur jalan
bagi pengguna. Di samping itu, Albania dan Swedia menempati posisi dengan tarif tol yang relatif
rendah dibandingkan negara-negara lain dalam daftar ini, masing-masing sebesar USD 6,06 dan USD
5,47. Tarif tol di Albania tergolong lebih rendah, terutama disebabkan oleh infrastruktur jalan yang
belum memadai. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga daya tarik bagi pengguna jalan. Selain itu,
tarif lebih rendah ini mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata dan
pertanian, yang sangat bergantung pada konektivitas jalan. Tarif tol di Swedia diterapkan secara
bertahap dan transparan, dengan fokus pada pemanfaatan pendapatan tol untuk pembangunan
infrastruktur dan pengurangan emisi. Kebijakan tol di negara ini juga dirancang agar tidak membebani
kelompok berpenghasilan rendah serta penduduk di daerah pedesaan. Di Indonesia juga tarif tol
berkisar USD 5,85 didorong oleh pemerintah yang menggunakan berbagai sumber pendanaan di luar
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), seperti investasi swasta, Kerjasama Pemerintah
dan Badan Usaha (KPBU), blended finance, dan pinjaman internasional. Dukungan seperti Viability



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 159
                                                                                        P a g e | 28



Gap Fund (VGF) dan bantuan konstruksi juga membantu menjaga tarif tetap terjangkau. Perbedaan
tarif ini memberikan gambaran tentang bagaimana kebijakan tarif tol dapat bervariasi, bergantung
pada faktor geografis, tingkat pembangunan infrastruktur, dan kebutuhan transportasi setiap negara.
Infrastruktur Nasional
Pembangunan infrastruktur berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di
Indonesia, Pemerintah telah menjalankan berbagai proyek strategis seperti pembangunan Jalan Tol
Trans, jalur kereta api, serta bendungan dan pembangkit listrik berskala besar yang berhasil
meningkatkan konektivitas antarwilayah dan ketersediaan energi. Selain memperkuat ekonomi
regional, infrastruktur juga berdampak pada kesejahteraan sosial dengan menyediakan fasilitas
publik seperti sekolah dan rumah sakit, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup
masyarakat. Kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) turut
memberdayakan kontraktor lokal, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan
pada impor, sehingga menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif dan menarik investasi
swasta.
Jalan tol memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui
peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah. Infrastruktur ini mempermudah distribusi
barang dan jasa, sehingga waktu tempuh menjadi lebih singkat dan biaya logistik dapat ditekan
hingga 20%. Dampak ini membuat produk lokal semakin kompetitif, mendorong investasi, serta
mempercepat pengembangan sektor manufaktur dan agribisnis. Selain itu, pembangunan jalan tol
turut merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, membuka
lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Daerah sekitar exit tol sering kali mengalami lonjakan aktivitas ekonomi, seperti munculnya kawasan
industri dan pariwisata yang berkembang pesat. Contohnya, tol Trans-Sumatra membuka akses ke
wilayah kaya sumber daya alam di Sumatra, sedangkan tol Tangerang-Merak berkontribusi pada
pertumbuhan ekonomi Banten sebesar 5,7%. Meski demikian, tantangan seperti penggusuran lahan
dan risiko urbanisasi harus dikelola dengan bijak untuk memastikan pembangunan ini memberikan
manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
               Pertumbuhan Pembangunan Jalan Tol di Indonesia Tahun 2015-2024




           Sumber: InfoPublik, Satu Data Indonesia

Selama satu dekade terakhir, pembangunan jalan tol di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan
seiring dengan prioritas pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah. Presiden Joko
Widodo menempatkan infrastruktur sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional guna
mendukung kelancaran transportasi dan distribusi logistik. Peningkatan pembangunan jalan tol terus
berlangsung dari tahun ke tahun dengan capaian yang cukup bervariasi.
Pada 2015, jalan tol yang selesai dibangun sepanjang 132,35 km. Tahun berikutnya, pembangunan
sedikit melambat dengan penambahan hanya 43,69 km, yang kemudian mengalami pertumbuhan



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 160
                                                                                            P a g e | 29



CAGR sebesar 41% sampai dengan tahun 2019 mencapai pembangunan 522,88 km. Pandemi COVID-
19 menimbulkan tantangan besar dan menyebabkan penurunan pembangunan jalan tol dengan
penurunan pertumbuhan sebesar 52% dari 2019-2021. Adapun, tren peningkatan kembali berlanjut
mulai tahun 2022 hingga 2024 dengan pertumbuhan CAGR mencapai 114%, dimana tahun 2024
menjadi pembangunan jalan tol terbesar hingga mencapai 650 km, hal ini dikarenakan Pemerintah
bertujuan untuk meningkatkan konektivitas, menekan biaya logistik, dan mendukung pertumbuhan
ekonomi. Infrastruktur ini juga diharapkan mempercepat distribusi barang dan meningkatkan daya
saing nasional.
Pembangunan jalan tol juga tersebar di beberapa pulau utama Indonesia, dengan Pulau Jawa
mendominasi sepanjang 1.782,47 km. Pulau Sumatera menyusul dengan total panjang 941,75 km.
Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Bali juga mendapatkan alokasi pembangunan masing-masing
sebesar 97,27 km, 61,46 km, dan 10,07 km. Kehadiran jaringan tol yang lebih luas ini diharapkan
dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dengan memangkas waktu tempuh dan mempermudah
akses antarwilayah.
               Perkembangan Lalu Lintas Kendaraan di Indonesia Tahun 2021-2024




       Sumber: BPS dan CNN

Selama 2021 – 2024 jumlah kendaraan bermotor mengalami peningkatan pertumbuhan tahunan
dengan rata-rata sebesar 5% dari 141 juta unit kendaraan bermotor tahun 2021 menjadi 164 juta
unit di tahun 2024. Jumlah kendaraan bermotor tersebut terdiri dari Mobil Penumpang, Mobil Bis,
Mobil Barang, dan Sepeda motor. Hal ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dan
meningkatnya kebutuhan transportasi pribadi. Pada 2024, populasi kendaraan bermotor di Indonesia
mencapai 164 juta unit, dengan sepeda motor masih menjadi jenis kendaraan terbanyak, yakni 137,3
juta unit atau sekitar 83,6% dari total kendaraan. Mobil penumpang berada di urutan kedua dengan
jumlah 20,1 juta unit, disusul oleh mobil barang sebesar 6,1 juta unit, bus sebanyak 285 ribu unit, dan
kendaraan khusus sebanyak 162 ribu unit.
Peningkatan ini disebabkan mayoritas penduduk Indonesia lebih memilih kendaraan pribadi,
terutama motor, dibandingkan transportasi umum. Pulau Jawa menjadi wilayah dengan populasi
kendaraan tertinggi, mencapai 97,2 juta unit atau 59,2% dari total kendaraan nasional. Selain Pulau
Jawa, distribusi kendaraan di wilayah lain juga terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi
dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Tren peningkatan ini mencerminkan peran penting
kendaraan bermotor dalam mendorong mobilitas dan perekonomian nasional. Di sisi lain,



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 161
                                                                                         P a g e | 30



pemerintah diharapkan terus mengantisipasi dampak yang muncul, seperti kemacetan lalu lintas dan
penurunan kualitas lingkungan, dengan memperkuat infrastruktur transportasi dan menerapkan
kebijakan ramah lingkungan untuk mendukung mobilitas berkelanjutan.
                           Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol
                 Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016




         Sumber: KOMPAS

Pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Pemerintah merencanakan 53 proyek jalan tol
yang tersebar di seluruh Nusantara, terdiri dari pembangunan ruas tol baru serta pengembangan
ruas yang telah ada sebelumnya. Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama, salah satunya
melalui Proyek Strategis Nasional (PSN). Jalan tol termasuk dalam fokus pembangunan ini dengan
tujuan memperkuat konektivitas antarwilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Guna
mempercepat realisasi PSN, pemerintah mengeluarkan regulasi seperti Peraturan Pemerintah (PP)
Nomor 42 Tahun 2021 tentang Kemudahan PSN sebagai turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja,
yang memberikan kemudahan dalam aspek perizinan, pembiayaan, dan penyediaan lahan.
Hingga 2024, pelaksanaan PSN telah menunjukkan hasil yang signifikan. Sejak dimulai, sebanyak 161
proyek telah berhasil diselesaikan, menyerap hingga 11 juta tenaga kerja, dan berkontribusi pada
kenaikan peringkat daya saing Indonesia dalam IMD World Competitiveness Rangkings (WCR) dari
posisi 44 ke 34 pada tahun 2022. Beberapa ruas jalan tol yang telah selesai diresmikan dan mulai
beroperasi pada tahun 2024 antara lain Jalan Tol Bogor-Cianjur-Sukabumi Seksi 2, Jalan Tol
Balikpapan-Penajam Paser Utara, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Seksi 2B, Jalan Tol Cibitung-Clincing,
Jalan Tol Serpong-Balaraja, seta Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo Seksi 1. Infrastruktur ini
telah meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, memperpendek waktu tempuh, serta mendukung
pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada tahun 2025, pemerintah terus melanjutkan PSN di sektor jalan tol dengan menyiapkan tujuh
proyek baru sepanjang 384,1 km senilai Rp124,02 triliun. Beberapa proyek tersebut antara lain Jalan
Tol Ciranjang-Padalarang, Bandung Intra Urban, dan Pejagan-Cilacap. Selain itu, tiga proyek lainnya,
seperti Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Ciamis, Gilimanuk-Mengwi, dan Sentul Selatan-Karawang
Barat, telah memasuki tahap transaksi lelang dengan total panjang 265,5 km dan nilai investasi
Rp91,99 triliun.
Keberhasilan ini tidak hanya mendorong perekonomian nasional tetapi juga memberikan efek
multiplikasi terhadap berbagai sektor, seperti industri barang dan jasa, serta pariwisata. Proyek-
proyek ini mencakup ruas jalan yang menghubungkan wilayah strategis dan kawasan industri guna
memperkuat daya saing Indonesia secara global. Namun, tantangan dalam penyelesaian PSN masih



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 162
                                                                                          P a g e | 31



ada, seperti masalah perizinan, lahan, dan pembiayaan. Untuk itu, koordinasi lintas sektor terus
dilakukan guna memastikan proyek berjalan sesuai target. Dengan komitmen yang kuat, pemerintah
berharap proyek-proyek tersebut dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta
mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.
2.3 Kesimpulan
Akhir tahun 2024, pertumbuhan ekonomi global menunjukkan ketidakseimbangan. Negara-negara
berkembang mencatat kinerja yang lebih kuat, didorong oleh pemulihan sektor manufaktur dan
ekspor, sementara negara-negara maju mengalami perlambatan akibat melemahnya permintaan
domestik dan tekanan perdagangan. Proyeksi ekonomi global untuk tahun 2025 – 2026
mengindikasikan tingginya ketidakpastian, dipengaruhi oleh kebijakan moneter yang ketat,
ketegangan geopolitik, dan volatilitas harga komoditas. Meskipun demikian, permintaan domestik di
beberapa wilayah diperkirakan tetap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Di tengah
ketidakpastian global, perekonomian Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil pada akhir
2024, dengan angka pertumbuhan berkisar di sekitar 5%. Kinerja ini didukung oleh konsumsi rumah
tangga yang kuat, peningkatan investasi, serta pertumbuhan sektor jasa. Inflasi berhasil dikendalikan
pada tingkat yang rendah, mencerminkan terjaganya stabilitas makroekonomi. Untuk tahun 2025 –
2026, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia optimis, diperkirakan mencapai 5,1–5,2%, dengan
dukungan dari permintaan domestik dan kebijakan fiskal yang akomodatif.
Infrastruktur memegang peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global melalui
peningkatan produktivitas, konektivitas, dan efisiensi di berbagai sektor industri. Investasi dalam
infrastruktur, seperti jalan tol, sistem energi, dan jaringan digital, berperan penting dalam
mempercepat distribusi barang dan jasa, meningkatkan daya saing, serta memperluas akses
masyarakat terhadap layanan publik. Namun, pembangunan infrastruktur yang efektif memerlukan
perencanaan yang matang, pendanaan yang berkelanjutan, serta integrasi teknologi untuk
memastikan manfaat jangka panjang yang berkelanjutan.
Di Indonesia, pembangunan jalan tol telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian,
terutama dalam menurunkan biaya logistik dan memperlancar arus distribusi. Pertumbuhan pesat
jaringan jalan tol sejak tahun 2015 mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan
konektivitas antarwilayah. Meskipun demikian, tantangan seperti penetapan tarif tol, proses
pembebasan lahan, dan dampak urbanisasi perlu dikelola secara efektif agar manfaat pembangunan
infrastruktur dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Selama periode historis
tahun 2020-2024, perkembangan lalu lintas kendaraan di Indonesia (kecuali sepeda motor)
menunjukkan pertumbuhan CAGR sebesar 8,3%.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 163
                                                                                                              P a g e | 32



3. KETERANGAN PERUSAHAAN

3.1 Riwayat Singkat
JTD didirikan di Indonesia berdasarkan Akta No. 295 tanggal 30 Juni 2005 di hadapan Aulia Taufani,
S.H., pengganti dari Sutjipto, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta dan telah disetujui oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-20372.HT.01.01.TH 2005 tanggal
25 Juli 2005.
Anggaran dasar JTD telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir berdasarkan Akta No.
50 tanggal 18 Desember 2023 dari Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan
anggaran dasar JTD, yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0160396 tanggal 21 Desember 2023.

3.2 Kegiatan Usaha
Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar JTD, maksud dan tujuan JTD adalah berusaha dalam bidang
konstruksi, pengangkutan dan pergudangan. Aktivitas JTD saat ini adalah melaksanakan pengusahaan
jalan tol yang berlokasi di Jakarta.
Pada tanggal 5 Januari 2017, JTD memperoleh Surat Perintah Mulai Kerja (“SPMK”) No.
02/BPJT/SPMK/P/JL. 01.03/2017 dari Badan Pengatur Jalan Tol (“BPJT”) untuk melaksanakan hal-hal
sebagai berikut:
      i.) Pekerjaan Pembangunan Jalan Tol Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta Ruas Sunter – Pulo
           Gebang.
      ii.) JTD bersama dengan Ditjen Bina Marga, Pemprov DKI dan BPJT memproses pemanfaatan
           Right of Way (RoW) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
JTD berdomisili di Gedung Jaya Lantai 12, Jl. M.H. Thamrin No. 12, Jakarta Pusat dan JTD memiliki
kantor operasional yang terletak di Jl. Tol Lingkar Luar No. 3, Cakung, Jakarta Timur. Perusahaan telah
beroperasi secara komersial sejak tanggal 5 Januari 2017.

3.3 Jenis Ekuitas, Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham
Berikut adalah jenis ekuitas JTD per tanggal 31 Desember 2024:
                                      (dalam Rupiah Penuh)
                                                         2024
Keterangan
                                                         Audit
EKUITAS
Modal Saham                                   751.035.000.000
Tambahan Modal Disetor - Saham              4.164.101.380.440
Saldo Laba                                   (190.888.131.469)
Kepentingan Non Pengendali                          3.653.414
TOTAL EKUITAS                               4.724.251.902.385
Sumber: Laporan Keuangan JTD

Berikut adalah struktur permodalan dan komposisi pemegang saham JTD per tanggal 31
Desember 2024:
                                      Jumlah Saham Ditempatkan
Pemegang Saham                                                     Jenis Saham   Presentase Kepemilikan (%)       Jumlah (Rp)
                                               dan Disetor Penuh
PT Jaya Real Property Tbk                               300.269         Seri B                       39,98    300.269.000.000
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk                            44.207         Seri B                        5,89     44.207.000.000
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk                 153.826         Seri B                       20,48    153.826.000.000
PT Pembangunan Jaya                                     149.750         Seri B                       19,94    149.750.000.000
PT Jakarta Propertindo                                     8.997        Seri B                        1,20      8.997.000.000
PT Jaya Land                                             15.632         Seri B                        2,08     15.632.000.000
                                                               1        Seri A                                      1.000.000
PT Pembangunan Jaya Infrastruktur                                                                    10,43
                                                         78.353         Seri B                                 78.353.000.000
Total                                                   751.035                                     100,00    751.035.000.000
Sumber: Laporan Keuangan JTD




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 164
                                                                                    P a g e | 33



3.4 Susunan Direksi dan Komisaris
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi JTD pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama     : Trisna Muliadi
Komisaris           : Candra Ciputra
Komisaris           : Vivian Setjakusuma
Komisaris           : M.A. Ismail Ning
Komisaris           : Frans Satyaki Sunito

Dewan Direksi
Direktur Utama          : Sutopo Kristanto
Direktur                : Subianto Setjawardaja
3.1.5 Struktur Organisasi
Struktur organisasi JTD pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:




                                    Sumber: Manajemen JTD




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 165
                                                                                                                                   P a g e | 34



3.5 Ikhtisar Data Keuangan JTD

                                                       Laporan Posisi Keuangan JTD
                                                            Tahun 2020 - 2024
                                                                                                                            (dalam Rupiah penuh)
                                                            2020                2021                2022                 2023                 2024
Keterangan
                                                            Audit               Audit               Audit                Audit                Audit
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas                               328.028.152.443     126.439.927.300     150.393.491.083       35.968.653.541        51.604.583.528
Piutang Usaha Pihak Berelasi                                 -                   -                   -                    -               1.740.630
Aset Keuangan Lancar Lainnya                     458.503.666.134     391.986.403.227      37.143.858.209       25.648.002.562        32.795.016.227
Biaya Dibayar di Muka                                441.713.824       1.911.374.399       2.210.731.842        2.178.709.519         4.492.494.730
Total Aset Lancar                                786.973.532.401     520.337.704.926     189.748.081.134       63.795.365.622       88.893.835.115

Aset Tidak Lancar
Aset Pajak Tangguhan                                 188.906.056         287.893.239        2.989.016.986        7.068.097.565       11.075.448.145
Aset Tetap - bersih                                6.870.046.150       9.615.894.783        5.698.346.494        4.095.579.752        4.882.493.924
Aset Takberwujud
  Hak Pengusahaan Jalan Tol                     3.880.078.996.230   4.663.907.858.875   4.545.719.199.952    4.429.971.063.589     4.548.893.407.466
  Lainnya                                                     -       368.276.097.493     389.906.826.817      404.520.390.038       406.144.337.438
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                356.910.000.000                 -                   -                    -                     -
Total Aset Tidak Lancar                         4.244.047.948.436   5.042.087.744.390   4.944.313.390.249    4.845.655.130.944    4.970.995.686.973
Total Aset                                      5.031.021.480.837   5.562.425.449.316   5.134.061.471.383    4.909.450.496.566    5.059.889.522.088

Liabilitas Dan Ekuitas
Liabilitas Lancar
Utang Bank                                       254.578.547.148     174.955.888.542       4.032.858.536         3.148.796.061        2.991.700.061
Utang Usaha                                       51.332.849.271     119.753.795.449      74.131.856.619           326.346.341          805.313.440
Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya                31.381.314.632         402.360.638         715.479.842           493.877.801          512.677.911
Beban Akrual                                     173.638.213.155       3.373.409.068       2.215.309.498         6.970.885.810        7.489.818.927
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang:
  Utang Bunga Bank                                           -                   -         8.895.203.821       10.674.244.685        1.779.040.686
  Utang Bank                                         961.102.042                 -        12.050.834.890       13.242.874.950       13.242.874.671
  Liabilitas Sewa                                            -         2.126.981.437       2.059.054.667        1.188.263.141        1.613.093.470
Utang Pajak                                        7.494.694.804       1.341.487.191         524.075.111          297.186.673          191.133.890
Total Liabilitas Lancar                          519.386.721.052     301.953.922.325     104.624.672.984       36.342.475.462       28.625.653.056

Liabilitas Tidak Lancar
Utang Usaha                                                   -        9.158.041.077        9.221.090.246        9.221.090.246        7.487.238.099
Liabilitas Jangka Panjang:
  Utang Bunga Bank                                            -                   -       10.290.482.547        1.779.040.686                  -
  Utang Bank                                    1.498.150.577.213   1.324.287.489.633    712.236.654.742       73.993.598.245       60.750.723.349
  Liabilitas Sewa                                             -         2.806.448.058        957.433.297          130.774.342          905.976.863
Provisi Pelapisan Jalan Tol                                   -                   -                  -         29.696.143.158       47.614.513.189
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang               828.953.000                 -        1.592.154.000        1.603.433.000          969.623.000
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                             -         1.104.486.000                -                    -        189.283.892.147
Total Liabilitas Tidak Lancar                   1.498.979.530.213   1.337.356.464.768    734.297.814.832      116.424.079.677      307.011.966.647
Total Liabilitas                                2.018.366.251.265   1.639.310.387.093    838.922.487.816      152.766.555.139      335.637.619.703

Total Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada
   Pemilik Entitas Induk :
Modal Saham                                       369.716.000.000     369.716.000.000     663.742.000.000      751.035.000.000      751.035.000.000
Tambahan Modal Disetor - Saham                  2.043.108.247.414   2.043.108.247.414   3.678.555.542.018    4.164.101.380.440    4.164.101.380.440
Uang Muka Setoran Modal                           372.493.223.802   1.384.562.968.760                 -                    -                    -
Saldo Laba                                        227.333.770.597     125.723.966.625     (47.162.277.810)    (158.456.116.613)    (190.888.131.469)
Kepentingan Non Pengendali                              3.987.759           3.879.424           3.719.359            3.677.600            3.653.414
Total Ekuitas                                   3.012.655.229.572   3.923.115.062.223   4.295.138.983.567    4.756.683.941.427    4.724.251.902.385
Total Liabilitas Dan Ekuitas                    5.031.021.480.837   5.562.425.449.316   5.134.061.471.383    4.909.450.496.566    5.059.889.522.088
Sumber: Laporan Keuangan JTD

Selama tahun 2020 - 2024, jumlah aset JTD mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-
rata sebesar 0,14%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 11% dari sebesar
Rp5.031.021.480.837,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp5.562.425.449.316,- pada tahun 2021.
Pada tahun 2024, jumlah aset JTD adalah sebesar Rp5.059.889.522.088,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah aset lancar JTD mengalami pertumbuhan yang menurun dengan
rata-rata sebesar 42%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2023 sebesar 66% dari sebesar
Rp189.748.081.134,- pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp63.795.365.622,- pada tahun 2023. Pada
tahun 2024, jumlah aset lancar JTD adalah sebesar Rp88.893.835.115,-.



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 166
                                                                                                                          P a g e | 35



Selama tahun 2020 - 2024, jumlah aset tidak lancar JTD mengalami pertumbuhan yang meningkat
dengan rata-rata sebesar 4%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 18,8% dari
sebesar Rp4.244.047.948.436,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp5.042.087.744.390,- pada tahun
2021. Pada tahun 2024, jumlah aset tidak lancar JTD adalah sebesar Rp4.970.995.686.973,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah liabilitas JTD mengalami pertumbuhan yang menurun dengan rata-
rata sebesar 36%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2023 sebesar 82% dari sebesar
Rp838.922.487.816,- pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp152.766.555.139,- pada tahun 2023. Pada
tahun 2024, jumlah liabilitas JTD adalah sebesar Rp335.637.619.703,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah liabilitas lancar JTD mengalami pertumbuhan yang menurun
dengan rata-rata sebesar 52%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 65,4% dari
sebesar Rp301.953.922.325,- pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp104.624.672.984,- pada tahun
2022. Pada tahun 2024, jumlah liabilitas lancar JTD adalah sebesar Rp28.625.653.056,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah liabilitas tidak lancar JTD mengalami pertumbuhan yang menurun
dengan rata-rata sebesar 33%. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2023 sebesar 84% dari sebesar
Rp734.297.814.832,- pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp116.424.079.677,- pada tahun 2023. Pada
tahun 2024, jumlah liabilitas tidak lancar JTD adalah sebesar Rp307.011.966.647,-.
Selama tahun 2020 - 2024, jumlah ekuitas JTD mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-
rata sebesar 12%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 30% dari sebesar
Rp3.012.655.229.572,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp3.923.115.062.223,- pada tahun 2021.
Pada tahun 2024, jumlah ekuitas JTD adalah sebesar Rp4.724.251.902.385,-.
                                      Laporan Laba Rugi JTD Tahun 2020 - 2024
                                                                                                                   (dalam Rupiah penuh)
                                                   2020                2021                2022                2023                 2024
Keterangan
                                                  Audit                Audit               Audit               Audit                Audit
Pendapatan Tol                                      -        16.631.865.536      71.425.508.500      85.687.863.500       97.805.130.500
Pendapatan Konstruksi                 1.234.361.759.274     308.627.606.370      21.663.455.095      14.655.840.183        1.615.114.799
Total Pendapatan                      1.234.361.759.274     325.259.471.906      93.088.963.595     100.343.703.683       99.420.245.299

Beban Tol                                            -       (48.634.766.284)   (152.450.717.402)   (159.680.051.030)    (146.343.990.694)
Beban Konstruksi                      (1.234.361.759.274)   (308.627.606.370)    (21.663.455.095)    (14.655.840.183)      (1.615.114.799)
Total Beban Pokok Pendapatan          (1.234.361.759.274)   (357.262.372.654)   (174.114.172.497)   (174.335.891.213)    (147.959.105.493)
Laba Kotor                                           -       (32.002.900.748)    (81.025.208.902)    (73.992.187.530)     (48.538.860.194)

Beban Usaha                             (11.000.441.667)     (12.936.369.088)    (14.565.556.644)    (12.015.649.116)     (11.732.047.319)
Pendapatan (Beban) Lainnya                  120.672.448         (155.650.523)     (1.619.171.810)      3.220.401.489        1.462.678.576
Total Beban Umum Dan Administrasi       (10.879.769.219)     (13.092.019.611)    (16.184.728.454)     (8.795.247.627)     (10.269.368.743)
Laba/(Rugi) Usaha                       (10.879.769.219)     (45.094.920.359)    (97.209.937.356)    (82.787.435.157)     (58.808.228.937)

Pendapatan (Beban) Lain-Lain
Pendapatan Keuangan                      53.309.309.763       34.455.498.944       6.859.022.310       2.951.771.521        2.066.334.370
Beban Keuangan                          (31.361.152.300)     (91.089.666.926)    (85.212.526.201)    (35.476.566.163)      (6.727.651.838)
Jumlah Pendapatan (beban) lain-lain      21.948.157.463      (56.634.167.982)    (78.353.503.891)    (32.524.794.642)      (4.661.317.468)
Laba/(Rugi) Sebelum Pajak                11.068.388.244     (101.729.088.341)   (175.563.441.247)   (115.312.229.799)     (63.469.546.405)

Manfaat Pajak Tangguhan                     201.985.056          103.428.543       2.695.824.607       4.065.709.859        4.009.945.700
Laba/(Rugi) Periode Berjalan             11.270.373.300     (101.625.659.798)   (172.867.616.640)   (111.246.519.940)     (59.459.600.705)
Sumber: Laporan Keuangan JTD

Selama tahun 2020 - 2024, Laba/(Rugi) Periode Berjalan JTD mengalami tren yang fluktuatif.
Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 1002% dari laba sebesar Rp11.270.373.300,-
pada tahun 2020 menjadi rugi sebesar Rp101.625.659.798,- pada tahun 2021. Pada tahun 2024, rugi
periode berjalan JTD adalah sebesar Rp59.459.600.705,-.
Seiring dengan adanya penurunan pendapatan JTD sebesar 47%, selama tahun 2020 - 2024, beban
pokok pendapatan JTD turut mengalami penurunan sebesar 41%. Penurunan beban pokok
pendapatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 71%.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 167
                                                                                                                   P a g e | 36



Selama tahun 2020 - 2024, JTD tercatat memiliki rata-rata rugi periode berjalan sebesar 77% atas
pendapatan. Pada tahun 2024, perusahaan mencatat rugi sebesar 60% atas pendapatan.
                                                           Rasio
                                                                                     (dalam persentase kecuali dinyatakan lain)
                                                2020      2021            2022            2023             2024        Rata-Rata
Keterangan
                                                Audit     Audit           Audit           Audit            Audit         Historis
Rasio Pertumbuhan*
Pendapatan                                       N/A       -74%             -71%             8%              -1%            -47%
Beban Pokok Pendapatan                           N/A       -71%             -51%             0%             -15%            -41%
Laba Kotor                                       N/A        N/A           -153%              9%              34%            -15%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                  N/A    -1002%              -70%            36%              47%             N/A
Aset Lancar                                      N/A       -34%             -64%           -66%              39%            -42%
Aset Tidak Lancar                                N/A      18,8%            -1,9%          -2,0%             2,6%            4,0%
Total Aset                                       N/A        11%              -8%            -4%               3%           0,14%
Liabilitas Lancar                                N/A     -41,9%          -65,4%          -65,3%           -21,2%            -52%
Liabilitas Tidak Lancar                          N/A       -11%             -45%           -84%            164%             -33%
Total Liabilitas                                 N/A       -19%             -49%           -82%            120%             -36%
Total Ekuitas                                    N/A        30%               9%            11%              -1%             12%

Rasio Vertikal**
Beban Pokok Pendapatan                          100%      110%            187%            174%             149%            144%
Laba Kotor                                        0%      -10%            -87%            -74%             -49%            -44%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                   1%      -31%           -186%           -111%             -60%            -77%
Aset Lancar / Total Aset                         16%        9%              4%              1%               2%              6%
Aset Tidak Lancar / Total Aset                   84%       91%             96%             99%              98%             94%
Liabilitas Lancar / Total Liabilitas             26%       18%             12%             24%               9%             18%
Liabilitas Tidak Lancar / Total Liabilitas       74%       82%             88%             76%              91%             82%
Total Liabilitas / Total Liabilitas & Ekuitas    40%       29%             16%              3%               7%             19%
Total Ekuitas / Total Liabilitas & Ekuitas       60%       71%             84%             97%              93%             81%

Rasio Likuiditas**
Current Ratio                                    1,52      1,72            1,81            1,76             3,11              2,0
Quick Ratio                                       0,6       0,4             1,4             1,0              1,8              1,1

Rasio Profitabilitas**
Return on Asset (ROA)                             0%       -2%              -3%            -2%              -1%              -2%
Return on Equity (ROE)                            0%       -3%              -4%            -2%              -1%              -2%

Rasio Aktivitas**
Perputaran Aset (x)                             0,25      0,06             0,02           0,02              0,02           0,07
Perputaran Piutang Usaha (x)                       0         0                0              0            57.117         11.423
Perputaran Piutang Usaha (hari)                    0         0                0              0               156             31
Perputaran Utang Usaha (x)                        24         3                2           534                184            149
Perputaran Utang Usaha (hari)                      0         0                0              1                 1              0
Perputaran Persediaan (X)                        N/A       N/A              N/A            N/A               N/A            N/A
Perputaran Persediaan (hari)                     N/A       N/A              N/A            N/A               N/A            N/A

Rasio Solvabilitas**
Debt to Asset Ratio (DAR)                        40%       29%             16%              3%               7%             19%
Debt to Equity Ratio (DER)                       67%       42%             20%              3%               7%             28%
Sumber: TRUSCEL. Diolah berdasarkan data laporan keuangan JTD
Keterangan:
*) Perhitungan rata-rata menggunakan metode CAGR pada tahun 2020 - 2024
**)Perhitungan rata-rata dilakukan dengan menggunakan metode AVERAGE Data pada tahun 2020 - 2024
N/A) Tidak ada pembanding
N/A*) tidak dapat dihitung dikarenakan nilai pembagi sama dengan 0

Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan operasional suatu perusahaan dalam mengelola aset-
asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia
capital (capital providers). Rasio imbal balik aset (Return on Assets / ROA) JTD selama tahun 2020 -
2024, secara rata-rata adalah sebesar -2%.
Rasio imbal balik ekuitas (Return on Equity / ROE) selama tahun 2020 - 2024, secara rata-rata adalah
sebesar -2% dimana rasio ini menunjukan hasil yang sejalan dengan rata-rata ROA pada tahun 2020
- 2024. Namun perlu diingat, persentase ROE direkomendasikan untuk mendekati 10% untuk cukup
menutup biaya modal perusahaan.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh liabilitas lancarnya
yang akan jatuh tempo. Selama tahun 2020 - 2024, rata-rata current ratio dan quick ratio JTD masing-




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 168
                                                                                        P a g e | 37



masing sebesar 2,0x dan 1,1x. Hal ini menunjukkan bahwa selama tahun 2020 - 2024 JTD cukup
mampu untuk membayar liabilitas lancarnya dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya.
Current ratio dan quick ratio terbesar terjadi pada 2024 masing-masing sebesar 3,11x dan 1,8x.
Current ratio terkecil terjadi pada 2020 sebesar 1,52x dan quick ratio terkecil terjadi pada 2021
sebesar 0,4x.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio perputaran aset JTD selama periode selama tahun 2020 - 2024 secara rata-rata
adalah sebesar 0,07x per tahun yang berarti bahwa JTD mampu menghasilkan penjualan rata-rata
sebesar 0,07x dari setiap aset yang dimiliki.
Sedangkan perputaran piutang usaha JTD selama tahun 2020 - 2024 memiliki rata-rata adalah
sebesar 11.423x atau selama 31 hari. Perputaran piutang usaha JTD tercepat terjadi pada tahun 2024
yaitu sebesar 57.117x atau selama 156 hari.
Perputaran utang usaha JTD selama tahun 2020 - 2024 memiliki rata-rata sebesar 149x atau 0 hari.
Perputaran utang usaha tercepat terjadi pada 2023 sebesar 534x atau 1 hari.
Rasio Solvabilitas
Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan posisi utang berbunga terhadap aset dalam pembiayaan
perusahaan sedangkan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan besarnya porsi utang berbunga
terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan (financial leverage). Rasio solvabilitas ini
menunjukkan seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi seluruh utang
berbunga dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika perusahaan tersebut dilikuidasi.
DAR dan DER JTD selama periode historis rata-rata adalah sebesar 19% dan 28%.
Penilaian Arus Kas
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan keuangan untuk menilai
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas, memenuhi kewajibannya, membayar deviden,
menilai penyebab terjadinya perbedaan antara laba dan arus kas terkait, dan menilai pengaruh
kegiatan investasi dan pembiayaan yang menggunakan kas dan non-kas terhadap posisi keuangan
perusahaan. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi
terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta keputusan perolehannya.
Perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian
yang tidak terpisahkan di laporan keuangan untuk periode penyajian laporan keuangan. Tujuan
utama dari laporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran
kas suatu perusahaan selama satu periode. Tujuan keduanya adalah memberikan informasi atas
dasar mengenai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Selain tujuan di atas, laporan arus kas juga penting untuk mengetahui keadaan kas secara pasti demi
menjaga likuiditas perusahaan. Dengan adanya laporan arus kas ini, maka perusahaan akan
mengetahui apakah perusahaan dalam keadaan defisit atau bahkan mengalami surplus. Berikut
adalah laporan arus kas JTD untuk tahun 2020 - 2024:




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 169
                                                                                                                                                   P a g e | 38



                                                    Laporan Arus Kas JTD Tahun 2020 - 2024
                                                                                                                                         (dalam Rupiah penuh)
                                                                            2020                  2021                2022                2023               2024
Keterangan
                                                                            Audit                 Audit               Audit               Audit              Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Pendapatan Tol                                                      -        16.552.993.036       71.149.397.500      85.624.855.003     97.484.825.884
Pembayaran Kepada Pemasok dan Pihak Ketiga                       (12.441.188.853)      (56.318.848.176)     (91.661.535.031)    (89.611.883.678)   (44.613.786.587)
Pembayaran Kepada Karyawan                                        (3.694.547.186)       (6.855.251.845)      (9.567.415.411)     (7.985.896.444)    (7.943.308.199)
Pembayaran Beban Keuangan                                        (31.361.152.300)      (91.089.666.926)     (64.795.551.071)    (34.374.028.901)    (6.749.758.875)
Penerimaan Bunga                                                  23.996.807.649        24.999.662.753        4.075.675.540       2.594.922.548      1.862.584.378
Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Operasi                (23.500.080.690)     (112.711.111.158)     (90.799.428.473)    (43.752.031.472)    40.040.556.601

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap                                                 (397.267.545)       (2.049.753.200)      (734.376.286)      (1.322.557.290)    (1.016.133.920)
Penjualan Aset Tetap                                                            -                   -           78.655.000                  -                  -
Penambahan Piutang Dana Talangan Tanah                            (56.223.438.127)      (26.999.985.326)      (287.510.000)       2.417.824.302        157.096.000
Penerimaan Pembayaran Piutang Dana Talangan Tanah                433.921.281.306        106.622.643.932    191.919.223.790                  -                  -
Pembayaran Dana Talangan Tanah                                                  -                   -                  -                    -                  -
Pencairan Dana Yang Dibatasi Penggunaannya                         45.216.625.015       (32.097.661.099)   166.046.696.429                  -                  -
Penempatan Dana Yang Dibatasi Penggunannya                                      -                   -                  -          5.428.432.397     (6.823.224.050)
Pencairan Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                           12.500.000       356.910.000.000                -                    -                  -
Pembayaran Uang Muka Proyek                                                     -                   -                  -                    -                  -
Penambahan Aset Takberwujud                                   (1.073.888.733.033)    (1.250.319.132.012)   (14.340.050.983)     (10.402.814.508)    (1.489.570.406)
Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi             (651.359.032.384)      (847.933.887.705)   342.682.637.950       (3.879.115.099)    (9.171.832.376)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pencairan Utang Bank                                             990.931.032.897      1.618.927.955.647         287.510.000                 -                  -
Pembayaran Utang Bank                                           (432.585.532.942)    (1.868.969.180.085)   (771.210.540.007)   (637.935.078.912)   (13.399.971.175)
Pembayaran Liabilitas Sewa                                                               (2.971.746.800)     (1.916.941.531)     (1.697.450.481)    (1.832.823.063)
Penerimaan Uang Muka Setoran Modal                              372.493.223.802       1.012.069.744.958     544.910.325.844     572.838.838.422                -
Penambahan Modal Saham                                                      -                       -                   -                   -                  -
Penerimaan dari Pihak Berelasi                                              -                       -                   -                   -                  -
Pembayaran kepada Pihak Berelasi                                            -                       -                   -                   -                  -
Pengembalian Dana Talangan Tanah                                            -                       -                   -                   -                  -
Penerimaan Uang Muka Setoran Modal dari Kepentingan Non-
Pengendali di Entitas Anak                                            2.000.000                    -                    -                   -                  -
Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan              930.840.723.757        759.056.773.720     (227.929.645.694)    (66.793.690.971)   (15.232.794.238)
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                              255.981.610.683       (201.588.225.143)      23.953.563.783    (114.424.837.542)    15.635.929.987
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                    72.046.541.760        328.028.152.443      126.439.927.300     150.393.491.083     35.968.653.541
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                  328.028.152.443        126.439.927.300      150.393.491.083      35.968.653.541     51.604.583.528
Sumber: Laporan Keuangan JTD

Selama tahun 2020 - 2024, arus kas aktivitas operasi JTD terdiri dari arus kas keluar kecuali pada
tahun 2024 yang merupakan arus kas masuk. Arus kas aktivitas operasi terbesar terjadi pada tahun
2021 yang merupakan arus kas keluar. Pada tahun 2024, arus kas masuk untuk aktivitas operasi
adalah sebesar Rp40.040.556.601,-.
Selama tahun 2020 - 2024, arus kas dari aktivitas investasi JTD merupakan arus kas keluar kecuali
pada tahun 2022 yang merupakan arus kas masuk. Arus kas aktivitas investasi terbesar terjadi pada
tahun 2021 yang merupakan arus kas keluar. Pada tahun 2024, arus kas keluar untuk aktivitas
investasi adalah sebesar Rp9.171.832.376,-.
Selama tahun 2020 - 2024, arus kas dari aktivitas pendanaan JTD merupakan arus kas keluar kecuali
pada tahun 2020 dan 2021 yang merupakan arus kas masuk. Arus kas aktivitas pendanaan terbesar
terjadi pada tahun 2020 yang merupakan arus kas masuk. Pada tahun 2024, arus kas keluar untuk
aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp15.232.794.238,-.
Kas dan setara kas akhir tahun JTD pada tahun 2024 adalah sebesar Rp51.604.583.528,-.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 170
                                                                                           P a g e | 39



                               Common-Size Statement Laporan Laba Rugi JTD
                                           Tahun 2020 - 2024
                                                      2020      2021       2022    2023          2024
Keterangan
                                                      Audit     Audit      Audit   Audit         Audit
Pendapatan Tol                                          0%        5%        77%     85%           98%
Pendapatan Konstruksi                                 100%       95%        23%     15%            2%
Total Pendapatan                                      100%      100%       100%    100%          100%

Beban Tol                                                0%      -15%      -164%   -159%        -147%
Beban Konstruksi                                      -100%      -95%       -23%    -15%          -2%
Total Beban Pokok Pendapatan                          -100%     -110%      -187%   -174%        -149%
Laba Kotor                                               0%      -10%       -87%    -74%         -49%

Beban Usaha                                             -1%          -4%    -16%   -12%          -12%
Pendapatan (Beban) Lainnya                               0%           0%     -2%     3%            1%
Total Beban Umum Dan Administrasi                       -1%          -4%    -17%    -9%          -10%
Laba/(Rugi) Usaha                                       -1%         -14%   -104%   -83%          -59%

Pendapatan (Beban) Lain-Lain
Pendapatan Keuangan                                      4%          11%      7%      3%           2%
Beban Keuangan                                          -3%         -28%    -92%    -35%          -7%
Jumlah Pendapatan (beban) lain-lain                      2%         -17%    -84%    -32%          -5%
Laba/(Rugi) Sebelum Pajak                                1%         -31%   -189%   -115%         -64%

Manfaat Pajak Tangguhan                                 0%            0%      3%      4%           4%
Laba/(Rugi) Periode Berjalan                            1%          -31%   -186%   -111%         -60%
Sumber: Laporan Keuangan JTD

Berdasarkan tabel common-size statement laporan rugi JTD tahun 2020 - 2024, dapat diketahui
bahwa selama periode historis proporsi beban pokok pendapatan terhadap jumlah pendapatan
cenderung fluktuatif. Proporsi beban pokok pendapatan terbesar terjadi pada tahun 2022 yaitu
sebesar 187%.
Selama tahun 2020 - 2024, laba (rugi) tahun berjalan terhadap pendapatan cenderung menurun yaitu
sebesar 1% (2020), -31% (2021), 186% (2022), -111% (2023) dan -60% (2024).




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 171
                                                                                                   P a g e | 40



                             Common-Size Statement Laporan Posisi Keuangan JTD
                                             Tahun 2020 - 2024
                                                           2020    2021    2022    2023    2024
           Keterangan
                                                           Audit   Audit   Audit   Audit   Audit
           Aset
           Aset Lancar
           Kas dan Setara Kas                                7%      2%      3%      1%      1%
           Piutang Usaha Pihak Berelasi                      0%      0%      0%      0%      0%
           Aset Keuangan Lancar Lainnya                      9%      7%      1%      1%      1%
           Biaya Dibayar di Muka                             0%      0%      0%      0%      0%
           Total Aset Lancar                                16%      9%      4%      1%      2%

           Aset Tidak Lancar
           Aset Pajak Tangguhan                              0%      0%      0%      0%      0%
           Aset Tetap - bersih                               0%      0%      0%      0%      0%
           Aset Takberwujud
             Hak Pengusahaan Jalan Tol                      77%     84%     89%     90%     90%
             Lainnya                                         0%      7%      8%      8%      8%
           Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                7%      0%      0%      0%      0%
           Total Aset Tidak Lancar                          84%     91%     96%     99%     98%
           Total Aset                                      100%    100%    100%    100%    100%

           Liabilitas Dan Ekuitas
           Liabilitas Lancar
           Utang Bank                                        5%      3%      0%      0%      0%
           Utang Usaha                                       1%      2%      1%      0%      0%
           Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya                1%      0%      0%      0%      0%
           Beban Akrual                                      3%      0%      0%      0%      0%
           Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang:
              Utang Bunga Bank                               0%      0%      0%      0%      0%
              Utang Bank                                     0%      0%      0%      0%      0%
              Liabilitas Sewa                                0%      0%      0%      0%      0%
           Utang Pajak                                       0%      0%      0%      0%      0%
           Total Liabilitas Lancar                          10%      5%      2%      1%      1%

           Liabilitas Tidak Lancar
           Utang Usaha                                       0%      0%      0%      0%      0%
           Liabilitas Jangka Panjang:
              Utang Bunga Bank                               0%      0%      0%      0%      0%
              Utang Bank                                    30%     24%     14%      2%      1%
              Liabilitas Sewa                                0%      0%      0%      0%      0%
           Provisi Pelapisan Jalan Tol                       0%      0%      0%      1%      1%
           Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang           0%      0%      0%      0%      0%
           Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                 0%      0%      0%      0%      4%
           Total Liabilitas Tidak Lancar                    30%     24%     14%      2%      6%
           Total Liabilitas                                 40%     29%     16%      3%      7%

           Total Ekuitas
           Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada
              Pemilik Entitas Induk :
           Modal Saham                                       7%      7%     13%     15%     15%
           Tambahan Modal Disetor - Saham                   41%     37%     72%     85%     82%
           Uang Muka Setoran Modal                           7%     25%      0%      0%      0%
           Saldo Laba                                        5%      2%     -1%     -3%     -4%
           Kepentingan Non Pengendali                        0%      0%      0%      0%      0%
           Total Ekuitas                                    60%     71%     84%     97%     93%
           Total Liabilitas Dan Ekuitas                    100%    100%    100%    100%    100%
           Sumber: Laporan Keuangan JTD


Berdasarkan tabel common-size statement laporan posisi keuangan JTD tahun 2020 - 2024, dapat
diketahui bahwa selama periode historis porsi terbesar pada sisi aset adalah pada aset tidak lancar
untuk akun Aset Takberwujud - Hak Pengusahaan Jalan Tol tahun 2023 dan 2024 sebesar 90%.
Pada sisi liabilitas dan ekuitas diketahui bahwa porsi terbesar selama tahun 2020 - 2024 adalah
ekuitas untuk akun Tambahan Modal Disetor berupa Saham tahun 2023 sebesar 85% dari total
jumlah liabilitas dan ekuitas.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 172
                                                                                                                                                P a g e | 41



                                     Common-Size Statement Laporan Laba Rugi
                               JTD dengan Informasi Keuangan Industri Yang Sebanding
                                        PT Jakarta                   Bangkok                                       Henan                                        Yuexiu
                                                        Sichuan                    Zhejiang                                               Bharat Road
                                          Tollroad                Expressway                Qilu Expressway   Zhongyuan     Ekovest Bhd                     Transport
Keterangan                                           Expressway                 Expressway                                                   Network
                                      Development                      Metro                                  Expressway                                Infrastructure
                                         31 Des 24    31 Des 24     31 Des 24    31 Des 24       31 Des 24      31 Des 24     31 Des 24     31 Des 24        31 Des 24
 Pendapatan                                  100%         100%          100%         100%            100%           100%          100%          100%             100%
Beban Pokok Pendapatan                      -149%         -68%          -56%         -60%            -89%           -70%          -67%           -2%             -62%
Laba Kotor                                    -49%         32%           44%          40%             11%            30%           33%           98%              38%

Beban Usaha                                  -10%          -7%           -3%           -1%             -2%           -5%           -3%         -149%             -6%
Laba/(Rugi) Usaha                            -59%          25%           41%           39%              9%           25%           30%          -51%             32%

Pendapatan (beban) lain-lain                  -5%          -7%          -14%           10%              0%           -8%          -45%          396%             -5%
Laba/(Rugi) Sebelum Pajak                    -64%          18%           27%           49%              9%           17%          -14%          345%             26%

Manfaat Pajak Tangguhan                        4%          -3%           -5%           -9%             -2%           -5%           -5%           -1%             -7%
Hak Minoritas                                  0%          -1%            0%           -9%              0%            0%           -1%           11%             -6%
Laba/(Rugi) Periode Berjalan                 -60%          14%           22%           30%              7%           13%          -20%          355%             13%
Sumber: Laporan Keuangan, diolah

Berdasarkan tabel common-size statement laporan laba rugi JTD dengan Informasi Keuangan Industri
Yang Sebanding untuk tahun 2024, dapat diketahui bahwa selama periode historis proporsi beban
pokok pendapatan terhadap jumlah pendapatan cenderung berbeda. Proporsi beban pokok
penjualan terbesar terjadi pada JTD yaitu sebesar 149%. Proporsi beban pokok penjualan terkecil
terjadi pada Bharat Road Network yaitu sebesar 2%.
Pada tahun 2024, proporsi margin laba terbesar terjadi pada Bharat Road Network yaitu sebesar
355%. Sedangkan proporsi rugi terbesar terjadi pada JTD yaitu 60%.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 173
                                                                                                                                                                P a g e | 42



                                                   Common-size Statement Laporan Posisi Keuangan
                                                JTD dengan Informasi Keuangan Industri Yang Sebanding
                                                         PT Jakarta                   Bangkok                                      Henan                                       Yuexiu
                                                                         Sichuan                   Zhejiang                                              Bharat Road
                                                           Tollroad                Expressway               Qilu Expressway   Zhongyuan    Ekovest Bhd                     Transport
Keterangan                                                            Expressway                Expressway                                                  Network
                                                       Development                      Metro                                 Expressway                               Infrastructure

                                                          31 Des 24    31 Des 24    31 Des 24    31 Des 24       31 Des 24     31 Des 24     31 Des 24     30-Sep-24       31 Des 24
Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas                                              1%           5%           1%           10%              1%           1%            2%            8%               5%
Piutang Usaha Pihak Berelasi                                    0%           1%           2%           14%              3%           3%            3%            2%               1%
Aset Keuangan Lancar Lainnya                                    1%           1%           1%           41%              0%           0%            0%            9%               0%
Biaya Dibayar di Muka                                           0%           0%           0%            0%              0%           0%            0%            0%               0%
Investasi Jangka Pendek                                         0%           0%           0%            2%              5%           0%            1%            1%               0%
Persediaan                                                      0%           0%           0%            1%              0%           9%            2%            0%               0%
Total Aset Lancar                                               2%           7%           4%           67%             10%          13%            8%           19%               6%

Aset Tidak Lancar
Aset Pajak Tangguhan                                            0%           0%           0%           0%              0%            0%            0%            0%              0%
Aset Tetap - bersih                                             0%           2%           0%           3%             11%           20%            7%            0%              0%
Aset Takberwujud                                               98%          85%          62%           9%             78%           53%           72%           67%             86%
Aset Lancar Lainnya                                             0%           5%          25%           1%              1%            4%           13%           10%              3%
Investasi Jangka Panjang                                        0%           1%           9%          19%              1%           10%            0%            4%              5%
Total Aset Tidak Lancar                                        98%          93%          96%          33%             90%           87%           92%           81%             94%
Total Aset                                                    100%         100%         100%         100%            100%          100%          100%          100%            100%

Liabilitas Dan Ekuitas
Liabilitas Lancar
Utang Bank                                                      0%           1%           2%            0%              0%           5%            0%            0%               0%
Utang Usaha                                                     0%           3%           2%           23%             16%           0%            8%            0%               0%
Liabilitas Lancar Lainnya                                       0%           2%           1%           19%              3%           1%            1%           28%               3%
Beban Akrual                                                    0%           1%           1%            1%              0%           1%            0%            0%               0%
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang:
  Utang Bunga Bank                                              0%           0%           0%            0%              0%           0%            0%            0%              0%
  Utang Bank                                                    0%           3%           9%            6%              4%           4%            6%           11%             10%
  Liabilitas Sewa                                               0%           0%           0%            0%              0%           0%            0%            0%              0%
Utang Pajak                                                     0%           0%           0%            0%              0%           0%            0%            0%              0%
Total Liabilitas Lancar                                         1%           9%          14%           50%             23%          11%           15%           40%             14%

Liabilitas Tidak Lancar
Utang Usaha                                                     0%           0%           0%            0%              0%           0%            0%            0%               0%
Liabilitas Jangka Panjang:
  Utang Bank                                                    1%          58%          54%           16%             46%          55%           49%           37%             36%
  Liabilitas Sewa                                               0%           0%           0%            0%              0%           0%            0%            0%              0%
Provisi Pelapisan Jalan Tol                                     1%           0%           0%            0%              0%           0%            0%            0%              0%
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                         0%           0%           1%            0%              0%           0%            0%            0%              0%
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                               4%           0%           3%            0%              1%           4%           11%           14%              9%
Total Liabilitas Tidak Lancar                                   6%          59%          58%           16%             47%          60%           60%           51%             45%
Total Liabilitas                                                7%          68%          72%           66%             70%          71%           75%           90%             59%

Total Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada
   Pemilik Entitas Induk :
Modal Saham                                                    15%           5%          12%           3%              9%            4%           11%            3%              0%
Tambahan Modal Disetor - Saham                                 82%           4%           4%           4%              0%            3%            0%            0%              6%
Saldo Laba                                                     -4%          18%          16%           9%             10%           15%            8%            0%             18%
Kepentingan Non Pengendali                                      0%           2%           0%          13%              1%            0%            5%            4%              9%
Saham Treasuri & Lainnya                                        0%           3%          -5%           5%              9%            7%            1%            3%              6%
Total Ekuitas                                                  93%          32%          28%          34%             30%           29%           25%           10%             41%
Total Liabilitas Dan Ekuitas                                  100%         100%         100%         100%            100%          100%          100%          100%            100%
Sumber: Laporan Keuangan, diolah

Berdasarkan tabel common-size statement laporan posisi keuangan JTD dengan Informasi Keuangan
Industri Yang Sebanding untuk tahun 2024, dapat diketahui bahwa selama periode historis porsi
terbesar pada sisi aset adalah aset tidak lancar milik JTD untuk akun Aset Takberwujud sebesar 98%.
Pada sisi liabilitas tahun 2024, dapat diketahui bahwa selama periode historis porsi terbesar pada sisi
liabilitas adalah liabilitas tidak lancar milik Sichuan Expressway untuk akun Utang Bank sebesar 58%.
Pada sisi ekuitas tahun 2024, dapat diketahui bahwa selama periode historis porsi terbesar pada sisi
ekuitas adalah JTD untuk akun Tambahan Modal Disetor berupa Saham sebesar 82%.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 174
                                                                                          P a g e | 43



4. PENILAIAN SAHAM
4.1 Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya
Penilaian atas 100% saham JTD didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal akan
dilakukan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen JRPT, JKON dan JTD, analisis
historis atas laporan posisi keuangan, laporan arus kas, laporan laba/rugi komprehensif, dan
commonsize-statements, pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta kinerja JTD. Prospek
JTD di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi yang diberikan
oleh manajemen JRPT dan JKON yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang
bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan berbagai metode penilaian untuk menentukan Nilai Pasar suatu pendapatan
yang dianggap mewakili kemampuan di masa mendatang dari suatu perusahaan atau “business
interest”, perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan laporan laba/rugi
komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku
laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba/rugi komprehensif yang biasanya
disusun oleh akuntan berdasarkan nilai historis.
Pendekatan Penilaian
Ada beberapa metode dan prosedur penilaian bisnis yang dapat diterima secara umum. Semua
metode dan prosedur tersebut secara umum dapat disimpulkan menjadi 3 kategori pendekatan
penilaian yang sering digunakan yaitu pendekatan pendapatan, pendekatan aset dan pendekatan
pasar.
Pendekatan pendapatan dengan Metode Diskonto Arus Kas Bersih (Discounted Cash Flow – DCF)
didasarkan atas proyeksi arus kas bersih yang ditentukan berdasarkan proyeksi atas pendapatan
ekonomis perusahaan setelah dikurangi dengan pengeluaran-pengeluaran yang diperlukan untuk
mendukung operasi perusahaan seperti penambahan modal kerja dan pengeluaran modal. Nilai
Pasar dari perusahaan kemudian diperoleh dengan mendiskonto proyeksi arus kas perusahaan
dengan tingkat diskonto yang sesuai dan kemudian menguranginya dengan jumlah utang berbunga
untuk mendapatkan Indikasi Nilai.
Pendekatan aset dengan Metode Penyesuaian Aset Bersih (Adjusted Net Assets Method – ANAM)
dilakukan dengan menyesuaikan aset dan kewajiban perusahaan untuk mendapatkan Nilai Pasarnya,
dimana nilai ekuitas adalah Nilai Pasar dari semua aset dikurangi dengan Nilai Pasar dari semua
kewajiban. Penyesuaian nilai buku dalam laporan posisi keuangan menjadi Nilai Pasar dilakukan
secara individual (individual revaluation of assets), baik nilai Aset Berwujud, ATB maupun nilai
kewajiban perusahaan.
Pendekatan pasar dengan Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline Publicly
Traded Company Method – GPTCM), yaitu dengan mengestimasi nilai perusahaan berdasarkan harga
pasar saham dari perusahaan-perusahaan yang sepadan dan sebanding yang terdaftar sebagai
perusahaan terbuka di bursa efek regional. Metode ini didasarkan atas value multiples dari
perusahaan-perusahaan lain yang sepadan dan sebanding yang diperkirakan memiliki skala dan
karakteristik risiko usaha yang hampir setara dengan perusahaan yang akan dinilai.
Untuk menentukan Nilai Pasar 100% Saham JTD, kami mengaplikasikan pendekatan pendapatan
dengan Metode DCF dan pendekatan aset dengan Metode ANAM. Metode DCF digunakan
dalam penilaian ini dikarenakan penggerak nilai (value driver) JTD adalah berasal dari aset
dimana direpresentasikan oleh pendapatan. Perhitungan menggunakan metode DCF berdasarkan
konsep jumlah pendapatan yang bisa dihasilkan oleh suatu entitas dalam periode proyeksi.



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 175
                                                                                        P a g e | 44



Sehingga, Metode DCF ini dianggap paling sesuai diterapkan dalam Penilaian 100% Saham JTD.
Selanjutnya Metode ANAM juga digunakan dalam penilaian ini dikarenakan Metode ANAM
memperhitungkan nilai dari seluruh aset JTD berdasarkan Nilai Pasarnya, sehingga kami berkeyakinan
kedua metode ini layak dan sesuai untuk digunakan dalam laporan penilaian ini.
Kami tidak menggunakan pendekatan pasar dengan Metode GPTCM dikarenakan tidak menemukan
perusahaan pembanding yang sepadan dan sebanding serta layak dan sesuai dengan standar
penilaian bisnis di Indonesia, maka GPTCM tidak digunakan dalam laporan penilaian ini.
Pendekatan dan metode penilaian tersebut diatas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini.
Alasan Penggunaan Metode Penilaian
Pendekatan Pendapatan
Berdasarkan SPI-09 poin 4.1 tentang syarat penggunaan metode DCF adalah sebagai berikut:
- Aset atau bisnis yang sedang mengalami pertumbuhan signifikan atau belum mencapai level
  operasi yang stabil, misalnya bisnis baru atau properti investasi yang sedang dibangun;
- Arus kas yang cenderung berfluktuasi dari suatu periode ke periode lain dalam jangka pendek,
  misalnya fluktuasi pendapatan sewa yang dihasilkan dari suatu properti investasi karena jangka
  waktu dan persyaratan sewa guna usaha atau pendapatan bisnis karena perubahan siklus
  permintaan produk, atau;
- Aset memiliki umur terbatas, misalnya aset dan bisnis di sektor energi dan sumber daya alam.
Pendekatan Aset
Berdasarkan Pasal 59 POJK No. 35/2020, berisikan: ”metode ANAM wajib digunakan untuk menilai:
   1. ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat bergantung pada Nilai aset tetap
      (a heavy based on fixed assets company);
   2. ekuitas dari Holding Company;
   3. perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai prospek positif,
      perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi, atau perusahaan yang diragukan
      kemampuannya untuk melanjutkan operasi yang bersifat going concern, seperti perusahaan
      yang baru berdiri (start up company) atau perusahaan yang berada dalam kesulitan untuk
      memperoleh pendapatan (trouble companies);”
Selain itu, pemilihan metode penilaian juga didasarkan pada ketersediaan data yang diperoleh dalam
melakukan penilaian. Penentuan metode ini didasarkan pada ketersediaan data oleh pihak
manajemen dan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap sumber data tersebut.
Dengan demikian berdasarkan syarat penggunaan metode ANAM dan aset yang dimiliki oleh JTD
maka penentuan Indikasi Nilai JTD dengan pendekatan aset yang tepat adalah dengan menggunakan
metode ANAM.
Berdasarkan uraian diatas dapat dilihat bahwa metode DCF dan ANAM hanya bisa digunakan untuk
penilaian dikarenakan telah memenuhi kriteria sebagaimana dimaksudkan POJK No. 35/2020.
4.1.1 Metode Arus Kas Diskonto (Discounted Cash Flow – DCF)
Kami mengaplikasikan Metode DCF dari pendekatan pendapatan sebagai metode Penilaian 100%
Saham JTD. Dalam Penilaian 100% Saham JTD melalui pendekatan pendapatan, penilai berusaha
untuk mengkuantifikasi seluruh pendapatan yang dihasilkan perusahaan tersebut, kemudian
mengkonversi pendapatan tersebut menjadi suatu Indikasi Nilai dari investasi atau saham, melalui
proses kapitalisasi atau diskonto. Pendapatan yang dimaksud adalah berupa laba bersih atau arus kas




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 176
                                                                                            P a g e | 45



bersih yang sudah bebas dari kebutuhan investasi dan modal kerja untuk mendukung operasi dan
pertumbuhan. Proses konversi balikan menjadi nilai saham (investasi) dapat dilakukan melalui proses
kapitalisasi yaitu membagi satu angka balikan saham yang dianggap normal dan representatif (single
period of normalized representative earning) dengan tingkat kapitalisasi tertentu (capitalization rate)
ataupun melalui proses diskonto (Discounted Cash Flow - DCF) yaitu mendiskonto pendapatan
mendatang (multi period of earning or cash flow) dengan suatu tingkat diskonto (discount rate)
tertentu menjadi nilai kini.
Konsep dari pendekatan ini adalah didasarkan pada suatu “premis” bahwa seseorang (investor)
membeli (memiliki) suatu aset bukan karena sekadar ingin memiliki tetapi mengharapkan balikan
yang akan dihasilkan aset tersebut di masa mendatang. Dalam penilaian aset atau investasi melalui
pendekatan pendapatan, kita tidak perlu menilai ATB, karena pendapatan yang dihasilkan oleh
investasi tersebut dianggap merupakan kontribusi dari Aset Berwujud.
Dari pendapat diatas dapat dikemukakan bahwa konsep dasar metode ini adalah memproyeksikan
pendapatan mendatang yang terkait dengan subjek perusahaan atau investasi yang dinilai dan
mendiskonto arus pendapatan yang diproyeksikan tersebut menjadi nilai kini, pada tingkat diskonto
tertentu yaitu biaya oportunitas kapital yang merefleksikan waktu dan risiko yang melekat dengan
arus pendapatan tersebut. Dengan pendekatan ini berarti bahwa nilai dari suatu saham/ekuitas
(subject of business interest) adalah nilai kini dari pendapatan yang dihasilkan saham/ekuitas tersebut
di masa mendatang.
Proyeksi pendapatan mendatang dilakukan dengan membagi periode proyeksi menjadi dua bagian.
Periode pertama disebut periode spesifik yang jangka waktunya ditentukan oleh penilai. Sedangkan
periode kedua adalah periode kekal. Hal ini sesuai dengan asumsi bahwa subjek perusahaan yang
dinilai bersifat ongoing, dimana perusahaan akan tetap ada dan menghasilkan pendapatan walaupun
manajemennya berganti.
Penilaian saham sebuah perusahaan dengan Metode DCF didasarkan pada proyeksi keuangan yang
disesuaikan dengan masing-masing periode proyeksi perusahaan. Analisis dilakukan berdasarkan
proyeksi arus kas bersih (free cash flow) untuk penyedia kapital yang merupakan arus kas bersih yang
akan diterima para pemegang saham dan pemberi pinjaman, setelah memperhitungkan adanya
perubahan arus kas akibat penambahan/penurunan modal kerja dan pengeluaran untuk investasi.
Secara garis besar arus kas untuk kapital yang akan diaplikasikan dapat dijabarkan sebagai berikut:
  = Laba Operasi
    – Pajak atas Laba Operasi
  = Laba Operasi Setelah Pajak
    + Depresiasi dan Amortisasi
  = Arus Kas Sebelum Pengeluaran Modal
    – Pengeluaran Modal (Capital Expenditure)
    – Penambahan Modal Kerja (Working Capital)
  = Arus Kas Bersih untuk Penyedia Kapital (Free Cash Flow to The Firm)

Dalam rangka penilaian saham, mengingat bahwa penilaian akan didasarkan pada arus kas
bersih untuk penyedia kapital, maka faktor diskonto yang digunakan adalah WACC (Weighted
Average Cost of Capital) yang dihitung dengan rumus sebagai berikut:




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 177
                                                                                           P a g e | 46



WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)

  WACC       Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas modal)
  Kd         Cost of debt (tingkat bunga utang perusahaan)
  Ke         Required rate of return (biaya ekuitas)
  T          Tax rate (tarif pajak)
  % Debt     Proportion of Debt in the capital structure (proporsi utang dalam struktur kapital)
  % Equity   Proportion of Equity in the capital structure (proporsi ekuitas dalam struktur
              kapital)

Proyeksi arus kas bersih kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor diskonto yang
menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan investor (required rate of return). Hasil dari
pendiskontoan arus kas bersih adalah nilai perusahaan yang perlu ditambah dengan aset non
operasional dan kemudian dikurangi dengan jumlah utang yang dimiliki untuk memperoleh nilai
ekuitas perusahaan. Nilai perusahaan (enterprise value) adalah nilai bisnis perusahaan atau nilai
jual/beli perusahaan yang telah memperhitungkan nilai aset, utang dan ekuitas perusahaan.

4.1.2 Metode Penyesuaian Aset Bersih (Adjusted Net Assets Method – ANAM)
Kami mengaplikasikan metode penilaian dengan pendekatan aset, dimana metode yang digunakan
adalah metode penyesuaian aset bersih (Adjusted Net Asset Method - ANAM).
Dalam mengaplikasikan metode ANAM nilai ekuitas perusahaan diperoleh dengan menyesuaikan
satu per satu nilai buku dari akun-akun aset dan liabilitas pada Laporan Posisi Keuangan menjadi Nilai
Pasar, dimana Nilai Pasar ekuitas diperoleh dengan mengurangkan Nilai Pasar total liabilitas kepada
Nilai Pasar total aset.
Untuk melakukan hal tersebut, dilakukan penyesuaian terhadap akun-akun neraca per tanggal
penilaian untuk menentukan Nilai Pasarnya yaitu sebagai berikut:
      a. Aset dan liabilitas finansial didasarkan atas jumlah yang dapat direalisasikan berdasarkan
         harga wajar serta kondisi atau status aset yang bersangkutan pada tanggal penilaian.
      b. Aset tetap
      c. Aset tak berwujud (ATB) dihitung dengan menggunakan Pendekatan Pendapatan
         dengan Multi-Period Excess Earnings Method (MEEM) dan Pendekatan Biaya. Metode
         MEEM mengestimasikan nilai ATB dengan menentukan nilai sekarang dari arus kas yang
         akan diterima di masa yang akan datang yang terkait dengan ATB dengan menggunakan
         tingkat diskonto atau tingkat kapitalisasi sesuai risiko ATB atau rata-rata tertimbang
         tingkat imbal balik atas aset (weighted average rate of return on assets-WARA). Dalam
         penyusunan Proyeksi, arus kas ATB yang menjadi objek penilaian merupakan hasil
         pengurangan dari arus kas dengan arus kas yang berasal dari kontribusi aset lain
         (contributory asset charges) dan/atau kontribusi dari Goodwill. Sedangkan pendekatan
         biaya dilakukan dengan melakukan penilaian atas biaya yang digunakan untuk
         memperoleh ATB.
          Rata-rata tertimbang tingkat imbal balik atas aset (weighted average rate of return on
          assets-WARA) adalah ukuran setelah pajak pengembalian yang dapat dilakukan sebagai
          pemeriksaan yang wajar untuk memastikan tingkat diskonto yang dipilih dan digunakan
          dalam analisis kami dukung dan masuk akal dalam konteks bisnis secara keseluruhan.
          Semenjak ATB tidak secara langsung diakui dalam Neraca perusahaan yang di akuisisi,
          maka ATB tersebut harus memenuhi kriteria pemisahan hukum atau kontrak. Kemudian
          harus dipertimbangkan manfaat ekonomi masa depannya. Terkadang ATB sulit untuk



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 178
                                                                                                                               P a g e | 47



             dipisahkan karena interkonektivitasnya dalam kasus-kasus tertentu. Misalkan sulit untuk
             membedakan antara merek produk, teknologi yang digunakan dan basis pelanggan. Saling
             ketergantungan harus dipertimbangkan tidak hanya dalam batasan kriteria pengakuan
             akuntansi yang berlaku melainkan perspektif ekonomi. Tipe-tipe ATB disajikan dalam
             gambar di bawah ini:
                                                           Tipe-tipe ATB
        Terkait Pemasaran         Terkait Pelanggan    Terkait Kontrak Perusahaan        Terkait Teknologi           Terkait Seni
    • Merk dagang, nama        • Daftar pelanggan      • Lisensi, royalti,          • Teknologi yang memiliki • Komposisi, lirik lagu
    • Merk jasa, sertifikasi   • Order or production     standstill agreements        hak paten                 dan jingle iklan
      tanda                      back log              • Perjanjian leasing         • Piranti lunak komputer • Gambar dan Foto
    • Domain internet          • Kontrak Pelanggan     • Izin konstruksi            • Teknologi yang tidak    • Video dan hasil
    • Perjanjian non           • Hubungan dengan       • Perjanjian franchise         memiliki hak paten        audiovisual
       kompetisi                 pelanggan             • Operating and              • Rahasia usaha
                                                          broadcasting rights
                                                       • Kontrak pekerja
                                                       • Advertising, construction,
                                                         management, service
                                                         atau supply contracts

Dalam memisahkan ATB yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dilakukan dengan estimasi atas
manfaat ekonomi yang merupakan arus kas yang dihasilkan dari kepemilikan atau penggunaan
suatu aset yang dapat diterima oleh pemiliknya. Kemudian setelah dilakukan perhitungan manfaat
ekonomi (Earning Before Interest After Tax) dikurangi dengan % Return on Tangible Asset, % Return
on Working Capital, dan % Return on Assembled Workforce pada setiap tahun proyeksi:
Secara garis besar arus kas untuk kapital yang akan diaplikasikan dapat dijabarkan sebagai berikut:
Revenue
 - COGS
Gross Profit
 - Operating Expenses
 - Depreciation and Amortization
EBIT
 - Tax on EBIT
EBIAT
 - % Return on Tangible Assets
 - % Return on Working Capital
 - % Return on Assembled Workforce
Excess Earnings
x Discount factor
Present Value of Intangible Assets
Perhitungan ATB akan didasarkan pada arus kas bersih untuk penyedia kapital, maka faktor diskonto
yang digunakan adalah rata-rata tertimbang tingkat imbal balik atas aset (Weighted Average Rate
Of Return On Assets-WARA). WARA dihitung dengan mengambil tingkat imbal balik dari tiap aset
dikalikan dengan persentase nilai masing-masing aset tersebut terhadap Nilai Pasar liabilitas dan
ekuitas Perusahaan.
Proyeksi arus kas periode spesifik dan periode kekal (continuing value) kemudian didiskontokan
dengan menggunakan faktor diskonto yang menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan
investor (required rate of return).
Faktor required rate of return ini didapatkan melalui perhitungan dari kontribusi aset lain
(contributory asset charges) pada modal kerja (working capital), aset tetap, assembled workforce



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 179
                                                                                           P a g e | 48



dan kontribusi pada ATB. Setelah mendapatkan required rate of return dilakukan perhitungan nilai
ATB.

4.2 Aplikasi Diskon
Berdasarkan SPI 330 Discount for Lack of Marketability (“DLOM”) adalah suatu jumlah atau
persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari
kurangnya likuiditas dari objek penilaian.
Perhitungan jumlah atau persentase tertentu untuk DLOM ditentukan oleh faktor-faktor economy-
wide dan Industry- and firm-specific.
Faktor economy-wide terdiri dari:
    1. GDP growth: analisis pertumbuhan GDP per kapita untuk 12 bulan terakhir sampai dengan
       tanggal penilaian;
    2. Inflation growth: analisis inflasi selama 12 bulan terakhir sebelum tanggal penilaian.
Faktor Industry- and firm-specific terdiri dari:
    1. Aktivitas industrI: aktivitas industri selama 12 bulan terakhir sebelum tanggal penilaian;
Oleh karena banyak variabel yang harus digunakan serta tingginya tingkat kompleksitas data yang
diperlukan dalam melakukan perhitungan jumlah atau presentasi terhadap DLOM maka diperlukan
suatu regulasi yang mengatur jumlah atau presentasi terhadap DLOM, sehingga tidak menimbulkan
bias.
    1.     POJK No. 35/2020 dimana ditetapkan bahwa dalam hal objek penilaian merupakan
           perusahaan tertutup, Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi
           pemegang saham mayoritas adalah antara 20% (dua puluh persen) sampai dengan 40%
           (empat puluh persen) dari Indikasi Nilai, dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of
           Marketability) bagi pemegang saham minoritas adalah antara 30% (tiga puluh persen)
           sampai dengan 50% (lima puluh persen) dari Indikasi Nilai.
Berdasarkan SPI 330 Discount for Lack of Control (“DLOC”) adalah suatu jumlah atau persentase
tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat
pengendalian atas objek penilaian.
Pengurangan ini diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki kemampuan untuk
mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari pemilik yang memiliki kemampuan
untuk mengendalikan karena adanya keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk
mengoptimalkan manfaat dengan:
    •    Menentukan arah perkembangan jangka panjang objek penilaian;
    •    Memilih pengurus inti objek penilaian;
    •    Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti;
    •    Menentukan kebijakan investasi;
    •    Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan;
    •    Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan;
    •    Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.
Berdasarkan pada pertimbangan diatas maka Penilaian 100% Saham JTD disesuaikan dengan POJK
No. 35/2020.



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 180
                                                                                        P a g e | 49



Pada Penilaian 100% Saham JTD, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan yaitu transaksi jual
& beli, penyesuaian terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (DLOM),
dipertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
1. POJK No. 35/2020 dimana ditetapkan bahwa dalam hal objek penilaian merupakan perusahaan
   tertutup, Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham
   mayoritas adalah antara 20% (dua puluh persen) sampai dengan 40% (empat puluh persen) dari
   Indikasi Nilai, dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang
   saham minoritas adalah antara 30% (tiga puluh persen) sampai dengan 50% (lima puluh persen)
   dari Indikasi Nilai.
2. POJK No. 35/2020 dimana ditetapkan bahwa dalam hal objek penilaian merupakan perusahaan
   terbuka, Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Control) yang dapat digunakan dalam
   Penilaian adalah antara 20% (dua puluh persen) sampai dengan 35% (tiga puluh lima persen) dari
   Indikasi Nilai. Dalam hal objek penilaian merupakan perusahaan tertutup, Diskon Likuiditas Pasar
   (Discount for Lack of Control) yang dapat digunakan dalam Penilaian adalah antara 30% (tiga
   puluh persen) sampai dengan 70% (tujuh puluh persen) dari Indikasi Nilai.
Berdasarkan faktor tersebut, diaplikasikan adanya penyesuaian terhadap kondisi ketidakmampuan
untuk dipasarkan dengan cepat (DLOM) sebesar 30,00%.
4.3 Hasil Penilaian
Asumsi-Asumsi Yang Digunakan
Dalam proses Laporan Penilaian ini, asumsi-asumsi yang digunakan adalah sebagai berikut:
Asumsi Inflasi
                       Asumsi                            2025            2026-2067
                       Inflasi                           2,3%              2,5%
                       Sumber: PWC Global Economy Watch, Desember 2024

Asumsi inflasi didasarkan pada Global Economy Watch – Projections yang dipublikasikan oleh
PricewaterhouseCoopers.
Asumsi Proyeksi Keuangan
    •   Periode proyeksi yang digunakan dalam penilaian saham JTD adalah 2025 – 05 Januari 2067
        berdasarkan sisa masa konsesi Jalan Tol Tahap I - Section A (Kelapa Gading - Pulo Gebang)
        sepanjang 9.287 km;
    •   Sesuai Tarif Pajak PPh Badan Indonesia berdasarkan Peraturan yang disesuaikan dengan UU
        Nomor 7 Tahun 2021 adalah sebesar 22%.
Asumsi Pendapatan
Asumsi pendapatan disusun berdasarkan golongan kendaraan, volume kendaraan, dan tarif untuk
Jalan Tol Tahap I – Section A (Kelapa Gading – Pulo Gebang) sepanjang 9,287 km. Asumsi ini mengacu
pada Amandemen Perjanjian Konsesi, Berita Acara Evaluasi, dan proyeksi manajemen, yang
dijustifikasi dengan pertumbuhan industri tol di Indonesia sebagai pembanding, sebagai berikut:




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 181
                                                                                                                                                                                                                                                         P a g e | 50



                          2025                   2026                     2027                    2028                 2029                    2030                     2031                     2032                     2033                  2034                2035
     Jenis Golongan
                         Total                  Total                     Total                Total                  Total                   Total                     Total                  Total                   Total                   Total               Total
Gol. 1                  94.450.354.511        108.767.517.049           114.104.739.111      129.280.669.413        135.822.271.285         153.886.633.366           121.223.176.761        213.581.699.222         282.879.633.408         362.727.368.661     398.030.431.954
 Volume Kendaraan            4.293.198              4.414.266                 4.540.073            4.676.275              4.816.563               4.961.060                 3.831.414              6.136.839               7.968.604               9.288.984           9.993.186
 Tarif                          22.000                 24.640                    25.133               27.646                 28.199                  31.019                    31.639                 34.803                  35.499                  39.049              39.830

Gol. 2                   1.626.958.956          1.873.579.902             1.965.516.468           2.226.930.158        2.339.612.824          2.650.781.330             2.088.135.445            3.679.061.452           4.872.756.226         6.248.177.088       6.856.291.640
 Volume Kendaraan               49.302                 50.692                    52.137                  53.701               55.312                 56.971                    43.999                   70.474                  91.509               106.672             114.759
 Tarif                          33.000                 36.960                    37.699                  41.469               42.299                 46.528                    47.459                   52.205                  53.249                58.574              59.745

Gol. 3                     320.014.358            368.523.414              386.606.858             438.025.570             460.189.664          521.394.889              410.725.373              723.652.237             958.445.785          1.228.983.909       1.348.596.876
 Volume Kendaraan                9.697                  9.971                   10.255                  10.563                  10.880               11.206                    8.654                   13.862                  17.999                 20.982              22.572
 Tarif                          33.000                 36.960                   37.699                  41.469                  42.299               46.528                   47.459                   52.205                  53.249                 58.574              59.745

Gol. 4                     220.297.212            253.690.744              266.139.349             301.535.883             316.793.598          358.927.147              282.742.484              498.160.680             659.792.066            846.029.942         928.371.257
 Volume Kendaraan                5.007                  5.148                    5.295                   5.454                   5.617                5.786                    4.468                    7.157                   9.293                 10.833              11.654
 Tarif                          44.000                 49.280                   50.266                  55.292                  56.398               62.038                   63.279                   69.606                  70.999                 78.098              79.660

Gol. 5                     220.297.212            253.690.744              266.139.349             301.535.883             316.793.598          358.927.147              282.742.484              498.160.680             659.792.066            846.029.942         928.371.257
 Volume Kendaraan                5.007                  5.148                    5.295                   5.454                   5.617                5.786                    4.468                    7.157                   9.293                 10.833              11.654
 Tarif                          44.000                 49.280                   50.266                  55.292                  56.398               62.038                   63.279                   69.606                  70.999                 78.098              79.660



                          2036                   2037                     2038                    2039                 2040                    2041                     2042                     2043                     2044                  2045                2046
     Jenis Golongan
                         Total                  Total                     Total                Total                  Total                   Total                     Total                  Total                   Total                   Total                Total
Gol. 1                 452.204.009.484        473.787.484.462           536.801.219.895      563.963.361.622        640.721.092.796         671.302.395.447           760.585.614.041        799.071.246.112         907.828.126.562         951.158.316.570    1.077.662.372.674
 Volume Kendaraan           10.321.182             10.601.771                10.919.824           11.247.419             11.616.581              11.932.387                12.290.358             12.659.069              13.074.564              13.430.006           13.832.907
 Tarif                          43.813                 44.689                    49.158               50.142                 55.156                  56.259                    61.885                 63.122                  69.435                  70.823               77.906

Gol. 2                   7.789.461.108          8.161.248.256             9.246.694.274           9.714.577.004      11.036.770.858          11.563.550.503            13.101.502.720           13.764.438.757          15.637.835.438        16.384.221.633      18.563.323.110
 Volume Kendaraan              118.525                121.748                   125.400                 129.162             133.401                 137.028                   141.139                  145.373                 150.144               154.226             158.853
 Tarif                          65.720                 67.034                    73.738                  75.212              82.734                  84.388                    92.827                   94.684                 104.152               106.235             116.859

Gol. 3                   1.532.146.453          1.605.275.050             1.818.776.632           1.910.806.729        2.170.875.378          2.274.490.192             2.576.997.388            2.707.393.455           3.075.880.831         3.222.691.110       3.651.309.028
 Volume Kendaraan               23.313                 23.947                    24.666                  25.405               26.239                 26.953                    27.761                   28.594                  29.533                30.335              31.246
 Tarif                          65.720                 67.034                    73.738                  75.212               82.734                 84.388                    92.827                   94.684                 104.152               106.235             116.859

Gol. 4                   1.054.726.400          1.105.067.973             1.252.042.013           1.315.395.339        1.494.426.050          1.565.754.271             1.773.999.589            1.863.763.968           2.117.429.903         2.218.493.791       2.513.553.465
 Volume Kendaraan               12.037                 12.364                    12.735                  13.117               13.547                 13.916                    14.333                   14.763                  15.248                15.662              16.132
 Tarif                          87.626                 89.379                    98.317                 100.283              110.311                112.518                   123.769                  126.245                 138.869               141.647             155.811

Gol. 5                   1.054.726.400          1.105.067.973             1.252.042.013           1.315.395.339        1.494.426.050          1.565.754.271             1.773.999.589            1.863.763.968           2.117.429.903         2.218.493.791       2.513.553.465
 Volume Kendaraan               12.037                 12.364                    12.735                  13.117               13.547                 13.916                    14.333                   14.763                  15.248                15.662              16.132
 Tarif                          87.626                 89.379                    98.317                 100.283              110.311                112.518                   123.769                  126.245                 138.869               141.647             155.811



                          2047                   2048                     2049                    2050                 2051                    2052                     2053                     2054                     2055                  2056                2057
     Jenis Golongan
                          Total                  Total                  Total                   Total                  Total                   Total                  Total                     Total                   Total                   Total               Total
Gol. 1                1.132.192.088.731      1.286.288.084.851      1.347.681.982.541       1.526.923.686.218      1.604.186.024.741       1.822.522.335.254      1.909.510.429.993         2.163.475.317.182       2.272.947.168.231       2.582.304.618.706   2.705.556.748.171
 Volume Kendaraan            14.247.894             14.715.537             15.115.591              15.569.058             16.036.130              16.562.467             17.012.730                17.523.112              18.048.806              18.641.202          19.147.978
 Tarif                           79.464                 87.410                 89.158                  98.074                100.036                 110.039                112.240                   123.464                 125.933                 138.527             141.297

Gol. 2                  19.502.627.259         22.157.014.977            23.214.558.405       26.302.094.673         27.632.980.664          31.393.942.892            32.892.360.347           37.267.044.273          39.152.756.713        44.481.607.803      46.604.693.068
 Volume Kendaraan              163.619                168.989                   173.583              178.790                184.154                 190.198                   195.369                  201.230                 207.267               214.070             219.890
 Tarif                         119.196                131.115                   133.738              147.111                150.054                 165.059                   168.360                  185.196                 188.900               207.790             211.946

Gol. 3                   3.836.065.265          4.358.169.512             4.566.182.799           5.173.485.112        5.435.263.458          6.175.025.152             6.469.756.065            7.330.233.622           7.701.143.443         8.749.300.714       9.166.900.535
 Volume Kendaraan               32.183                 33.239                    34.143                  35.167               36.222                 37.411                    38.428                   39.581                  40.768                42.106              43.251
 Tarif                         119.196                131.115                   133.738                 147.111              150.054                165.059                   168.360                  185.196                 188.900               207.790             211.946

Gol. 4                   2.640.739.271          3.000.154.738             3.143.350.648           3.561.416.284        3.741.623.948          4.250.874.344             4.453.766.486            5.046.117.428           5.301.450.970         6.023.000.234       6.310.475.073
 Volume Kendaraan               16.616                 17.161                    17.628                  18.157               18.701                 19.315                    19.840                   20.436                  21.049                21.739              22.330
 Tarif                         158.928                174.820                   178.317                 196.148              200.071                220.079                   224.480                  246.928                 251.867               277.053             282.595

Gol. 5                   2.640.739.271          3.000.154.738             3.143.350.648           3.561.416.284        3.741.623.948          4.250.874.344             4.453.766.486            5.046.117.428           5.301.450.970         6.023.000.234       6.310.475.073
 Volume Kendaraan               16.616                 17.161                    17.628                  18.157               18.701                 19.315                    19.840                   20.436                  21.049                21.739              22.330
 Tarif                         158.928                174.820                   178.317                 196.148              200.071                220.079                   224.480                  246.928                 251.867               277.053             282.595



                             2058                       2059                      2060                     2061                     2062                       2063                      2064                      2065                      2066                5-Jan-67
     Jenis Golongan
                            Total                    Total                       Total                    Total                     Total                  Total                      Total                      Total                       Total                Total
Gol. 1                  3.065.395.795.678        3.220.504.822.939           3.658.828.764.293        3.833.462.861.788         4.343.313.422.406      4.563.085.081.580          5.184.139.713.588          5.431.576.152.540           6.221.416.611.303       85.947.763.694
 Volume Kendaraan              19.722.417               20.314.090                  20.980.837               21.551.218                22.197.754             22.863.687                 23.614.117                 24.256.086                  25.257.563              342.087
 Tarif                            155.427                  158.536                     174.389                  177.877                   195.665                199.578                    219.536                    223.926                     246.319              251.245

Gol. 2                     52.803.117.246           55.474.954.978               63.025.324.330          66.033.492.064           74.815.946.509          78.601.633.402                89.299.638.729            93.561.866.567          107.167.299.969         1.480.497.184
 Volume Kendaraan                 226.486                  233.281                      240.938                 247.488                  254.912                 262.560                       271.177                   278.550                  290.050                 3.928
 Tarif                            233.140                  237.803                      261.584                 266.815                  293.497                 299.367                       329.303                   335.889                  369.478               376.868

Gol. 3                     10.386.098.306           10.911.634.880               12.396.753.229          12.988.444.164           14.715.907.238          15.460.532.144                17.564.774.106            18.403.132.135           21.079.250.065           291.206.090
 Volume Kendaraan                  44.549                   45.885                       47.391                  48.680                   50.140                  51.644                        53.339                    54.789                   57.051                   773
 Tarif                            233.140                  237.803                      261.584                 266.815                  293.497                 299.367                       329.303                   335.889                  369.478               376.868

Gol. 4                       7.149.768.258              7.511.546.532             8.533.898.884            8.941.217.681          10.130.399.633          10.642.997.854                12.091.553.600            12.668.677.507           14.510.911.469           200.465.660
 Volume Kendaraan                   23.000                     23.690                    24.468                   25.133                  25.887                  26.664                        27.539                    28.288                   29.456                   399
 Tarif                             310.854                    317.071                   348.778                  355.754                 391.329                 399.156                       439.071                   447.853                  492.638               502.491

Gol. 5                       7.149.768.258              7.511.546.532             8.533.898.884            8.941.217.681          10.130.399.633          10.642.997.854                12.091.553.600            12.668.677.507           14.510.911.469           200.465.660
 Volume Kendaraan                   23.000                     23.690                    24.468                   25.133                  25.887                  26.664                        27.539                    28.288                   29.456                   399
 Tarif                             310.854                    317.071                   348.778                  355.754                 391.329                 399.156                       439.071                   447.853                  492.638               502.491

Sumber: TRUSCEL. Diolah berdasarkan data historis lalu lintas dan Perjanjian Konsesi JTD

Berdasarkan jumlah kendaraan dan tarif masing-masing golongan, asumsi pertumbuhan
pendapatan JTD dapat tercermin sebagai berikut:
Asumsi                                                   2025                 2026                 2027               2028                  2029                  2030                   2031                    2032              2033                 2034                2035
Pertumbuhan Pendapatan           (%)                      -3%                  15%                   5%                13%                    5%                   13%                   -21%                     76%               32%                  28%                 10%

Asumsi                                                   2036                 2037                  2038               2039                 2040                  2041                   2042                    2043               2044                2045                2046
Pertumbuhan Pendapatan           (%)                      14%                   5%                   13%                 5%                  14%                    5%                    13%                      5%                14%                  5%                 13%

Asumsi                                                   2047                 2048                  2049               2050                 2051                  2052                   2053                    2054               2055                2056                2057
Pertumbuhan Pendapatan           (%)                       5%                  14%                    5%                13%                   5%                   14%                     5%                     13%                 5%                 14%                  5%

Asumsi                                                         2058                   2059                  2060                   2061                 2062                    2063                     2064                    2065                  2066          5-Jan-67
Pertumbuhan Pendapatan              (%)                         13%                     5%                   14%                     5%                  13%                      5%                      14%                      5%                   15%                -99%




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 182
                                                                                                                                                                                          P a g e | 51



Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha
Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha terdiri dari asumsi Biaya Operasi dan Pemeliharaan
Rutin, Biaya Pemeliharaan Berkala dan Penggantian Alat, Biaya Overhead Badan Usaha Jalan Tol, dan
Biaya Agency Fee Selama Masa Tenor untuk Jalan Tol Tahap I - Section A ( Kelapa Gading - Pulo
Gebang ) sepanjang 9.287 km. Penyesuaian asumsi dilakukan berdasarkan data historis dan didukung
oleh justifikasi data pasar untuk mencerminkan kondisi yang paling representatif, dimana dijelaskan
dalam proporsi atas pendapatan sebagai berikut:
Asumsi                                                      2025          2026           2027           2028          2029         2030           2031            2032           2033      2034       2035
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)           96%           88%            91%            85%           85%          77%           100%             58%            45%       36%        33%

Asumsi                                                      2036          2037           2038           2039          2040            2041         2042           2043           2044      2045       2046
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)           30%           29%            26%            25%           23%             22%          20%            20%            18%       17%        16%


Asumsi                                                      2047          2048           2049           2050          2051            2052         2053           2054           2055      2056       2057
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)           15%           14%            14%            12%           12%             11%          11%            10%             9%        8%         8%


Asumsi                                                             2058          2059            2060          2061            2062             2063           2064             2065      2066     5-Jan-67
Proporsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha (%)                   7%            7%              7%            6%              6%               6%             5%               5%        4%         4%


Asumsi Perhitungan Modal Kerja
Asumsi perputaran piutang usaha dan utang usaha didasarkan pada tren historis, dengan proyeksi
bahwa pada akhir periode konsesi JTD seluruh piutang usaha akan tertagih dan seluruh utang usaha
telah diselesaikan kepada para vendor.
Asumsi                                  2025         2026            2027           2028                2029           2030              2031             2032            2033           2034        2035
Piutang Usaha          (hari)           0,01         0,01            0,01           0,01                0,01           0,01              0,01             0,01            0,01           0,01        0,01
Utang Usaha            (hari)           4,00         4,00            4,00           4,00                4,00           4,00              4,00             4,00            4,00           4,00        4,00

Asumsi                                  2036         2037             2038              2039            2040           2041              2042             2043             2044          2045        2046
Piutang Usaha          (hari)           0,01         0,01             0,01              0,01            0,01           0,01              0,01             0,01             0,01          0,01        0,01
Utang Usaha            (hari)           4,00         4,00             4,00              4,00            4,00           4,00              4,00             4,00             4,00          4,00        4,00

Asumsi                                  2047         2048             2049              2050            2051           2052              2053             2054             2055          2056        2057
Piutang Usaha          (hari)           0,01         0,01             0,01              0,01            0,01           0,01              0,01             0,01             0,01          0,01        0,01
Utang Usaha            (hari)           4,00         4,00             4,00              4,00            4,00           4,00              4,00             4,00             4,00          4,00        4,00

Asumsi                                      2058          2059               2060               2061           2062              2063                  2064              2065           2066      5-Jan-67
Piutang Usaha            (hari)             0,01          0,01               0,01               0,01           0,01              0,01                  0,01              0,01           0,01             -
Utang Usaha              (hari)             4,00          4,00               4,00               4,00           4,00              4,00                  4,00              4,00           4,00             -


Asumsi Tax Loss Carry Forward (TLCF)
Dengan menerapkan Tax Loss Carry Forward (TLCF) yang memiliki masa manfaat 5 tahun, maka Rugi
Fiskal yang dapat dikompensasikan merupakan kumulatif tahun 2020-2024. Dengan demikian,
Akumulasi Rugi Fiskal yang dapat dikompensasikan dapat dikompensasikan hingga tahun 2029,
sebagai berikut.
Tax Loss Carry Forward                     2024                    2025                             2026                         2027                             2028                       2029
                                          Audited                Forecast                         Forecast                     Forecast                         Forecast                   Forecast
Opening Balance                                               (434.355.266.451)                (437.496.794.014)             (417.434.433.929)                (299.825.774.278)          (125.229.993.919)
Loss Used                                            -          (3.141.527.563)                   7.514.800.071                 5.060.547.722                   15.897.008.081             18.027.272.532
Closing Balance                       (434.355.266.451)       (437.496.794.014)                (417.434.433.929)             (299.825.774.278)                (125.229.993.919)           (26.439.063.468)

2024                                   (44.466.336.000)
2023                                   (96.660.666.000)
2022                                  (163.759.320.000)
2021                                  (120.062.912.000)
2020                                    (9.406.032.451)

EBIT                                                               (3.141.527.563)                7.514.800.071                 5.060.547.722                  15.897.008.081              18.027.272.532
Taxes Paid                                                                    -                             -                             -                               -                           -
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 183
                                                                                       P a g e | 52



Asumsi Tingkat Diskonto – Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang akan digunakan
dalam penilaian saham JTD:
o   Cost of Debt (tingkat bunga utang) Selama Periode Proyeksi TLCF (2025 – 2029)
    Menggunakan data tingkat bunga pinjaman investasi dari bank sindikasi terhadap proyek
    Pembangunan jalan tol berdasarkan data pasar sebesar 7,13% per Desember 2024. Tingkat
    bunga tersebut tidak disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-adjusted), mengingat selama
    periode proyeksi JTD tidak memperoleh manfaat pajak (tax shield) atas beban bunga akibat tidak
    adanya kompensasi rugi fiskal (tax loss carry forward);

o   Cost of Debt (tingkat bunga utang) Setelah Periode Proyeksi TLCF (2030 – 5 Januari 2067)
    Menggunakan data tingkat bunga pinjaman investasi dari bank sindikasi terhadap proyek
    Pembangunan jalan tol berdasarkan data pasar sebesar 5,56% per Desember 2024. Tingkat
    bunga tersebut telah disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-adjusted) dengan asumsi JTD
    memperoleh manfaat pajak atas beban bunga sepanjang periode proyeksi;

o   Cost of Equity (biaya ekuitas)
    Tingkat biaya ekuitas (cost of equity) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai
    berikut:
            -   Risk-free rate (tingkat suku bunga bebas risiko)
                Risk Free Rate yang digunakan adalah Indo Bond 30 tahun yaitu sebesar 7,11% per
                Desember 2024 (sumber: tradingeconomics.com) yang disesuaikan dengan tingkat
                default spread Indonesia yaitu sebesar 1,79% per Desember 2024 (sumber:
                Damodaran, Country Default Spreads and Risk Premiums), sehingga tingkat Risk Free
                Rate efektif yang digunakan yaitu 5,32% per Desember 2024;
            -   Beta
                Koefisien beta wajib berasal dari data rata-rata beta perusahaan pembanding yang
                bergerak pada sektor dan industri yang sejenis dengan perusahaan yang menjadi
                Objek Analisis. Berdasarkan analisis data pasar, Beta yang kami gunakan adalah
                Levered beta dari 8 perusahaan yang beregrak di bidang yang serupa yaitu sebesar
                0,55 (selama periode proyeksi TLCF 2025 – 2029) dan 0,46 (setelah periode proyeksi
                TLCF 2030 – 5 Januari 2067). Perbedaan perhitungan levered beta dikarenakan
                selama periode proyeksi TLCF, tidak disesuaikan dengan pengaruh pajak (tax-
                adjusted), mengingat selama periode proyeksi JTD tidak memperoleh manfaat pajak
                (tax shield) atas beban bunga akibat tidak adanya kompensasi rugi fiskal (tax loss
                carry forward);
            -   Equity Risk
                Premi risiko ekuitas wajib didasarkan pada data yang dipublikasikan, maka
                berdasarkan data yang kami peroleh, equity risk premium untuk Indonesia adalah
                sebesar 6,45% per Desember 2024. Selanjutnya, equity risk premium disesuaikan
                dengan country risk premium untuk Indonesia yaitu sebesar 2,33% per Desember
                2024 sehingga tingkat Equity Risk Premium yang digunakan yaitu sebesar 8,78% per
                Desember 2024 (sumber: Damodaran, diolah).




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 184
                                                                                                                                                                                                                                                                                                     P a g e | 53



                                       -              Specific Risk
                                                                                                                                                                                                  Perusahaan Yang Dinilai                                        Perusahaan Pembanding
                                                           Kriteria                                                                                              Weighting                                    Weighting                                                          Weighting
                                                                                                                                                                                                  Rating (1)   Rating                                           Rating (2)        Rating
                                                      Realisasi Tarif Tol                                                                                               0,70                         1,00       0,70                                               0,95             0,67
                                                      Resiko Konstruksi                                                                                                 0,30                         1,00       0,30                                               0,95             0,29
                                                      Total                                                                                                            100%                                     1,00                                                               0,95

                                                      Specific Risk                                                                                                    0,50%

                                                      Notes
                                                      (1) Rating 0 - 5 : Indicated an increase in rating means increase in level of risk.
                                                      (2) Rating 0 - 5 : (Wr. Rated Company - Wr. Comparison Company)/10
                                                      Wr = Weighted Rating

                                                                                                                                                                                                                        Description
                                                                           MATRIX                       Consequence
                                                                                                                                                PT Jakarta Tollroad Development Jaya Pratama                                                                     Comparable Companies
                                                                                                                        JTD memiliki kewenangan untuk mengatur bahwa penyesuaian tarif tol seharusnya dilakukan Perusahaan pembanding yang berasal dari Thailand yakni Bangkok Expressway and Metro PCL diberikan
                                                                                                                        setiap 2 tahun sekali dengan besaran penyesuaian mengikuti laju inflasi. Adapun secara       kewenangan oleh Pemerintah untuk menetapkan penyesuaian tarif setiap 5 tahun sekali. Namun, jalan tol Si Rat
                                                                                                                        historis penyesuaian tarif untuk JTD baru dilaksanakan setelah 2,5 tahun yang disebabkan     Expressway yang dioperasikan oleh Bangkok Expressway and Metro Public Company Limited (BEM) melakukan
                                                          Factors




                                                                                                                        pandemi Covid-19. Kedepannya, terdapat risiko ketidakpastian yang memungkinkan terjadinya penyesuaian tarif lebih cepat, yaitu dalam kurun waktu 3 tahun. Percepatan penyesuaian ini dilakukan sebagai
                                                                    Realisasi Tarif Tol                    Medium
                                                                                                                        keterlambatan penningkatan tarif, sehingga JTD berisiko kehilangan potensi pendapatan yang respons terhadap dampak pandemi Covid-19 yang signifikan terhadap volume lalu lintas dan pendapatan
                                                                                                                        seharusnya dapat diperoleh dari penyesuaian tarif sesuai ketentuan kontrak.                  operasional. Dengan adanya kenaikan tarif lebih awal dari siklus normal, BEM memperoleh peluang untuk
                                                                                                                                                                                                                     mengakselerasi pemulihan pendapatan dan menjaga kesinambungan arus kas perusahaan di tengah tekanan
                                                                                                                                                                                                                     ekonomi akibat pandemi.
                                                                                                                        Risiko keterlambatan operasional Jalan Tol Seksi B dan C, pekerjaan konstruksi Seksi B dan   Konstruksi Si Rat Expressway milik Bangkok Expressway and Metro PCL dimulai pada tahun 2012 dengan target
                                                                                                                        Seksi C tertunda akibat progress pengadaan tanah serta isu utama kendala proyek terkait      penyelesaian pada 2017. Namun, proyek ini berhasil diselesaikan lebih cepat, yakni pada tahun 2016. Percepatan
                                                                                                                        perizinan dan pengadaan tanah mendasari risiko konstruksi. Target operasional yang semula tersebut dimungkinkan berkat dukungan aktif dari Otoritas Jalan Tol Thailand (EXAT), yang secara efektif
                                                                                                                        direncanakan pada 2027 mengalami keterlambatan menjadi 2031, sehingga berpotensi             mempercepat proses pengadaan lahan melalui penetapan nilai kompensasi yang adil bagi pemilik lahan
                                                                                                                        menunda arus kas operasional, meningkatkan biaya proyek.                                     terdampak. Keberhasilan ini memungkinkan jalan tol Si Rat Expressway beroperasi lebih awal dari jadwal semula,
                                                                                                                                                                                                                     sehingga mendorong percepatan realisasi pendapatan tol dan memperkuat arus kas operasional lebih awal dari
                                                                                                                        Sebagai akibat dari keterlambatan pengadaan lahan, berdasarkan hasil Evaluasi Rencana Kerja, proyeksi semula.
                                                                                                                        JTD memperoleh kompensasi dari pemerintah berupa perpanjangan masa konsesi, dari
                                                                                                                        semula 45 tahun menjadi 50 tahun. Dengan adanya kompensasi tersebut, JTD memiliki ruang
                                                                                                                        untuk menutupi risiko atas keterlambatan operasional yang terjadi.
                                                          Factors




                                                                                                                        Hal ini sejalan dengan PPJT No. 13 tanggal 6 April 2017, Pasal 2 terkait Pengusahaan Jalan Tol,
                                                                    Resiko Konstruksi                          Low
                                                                                                                        Poin 2.3 terkait Masa Konsesi bahwa "Apabila terjadi keterlambatan pembangunan Jalan Tol
                                                                                                                        yang bukan diakibatkan oleh kesalahan dari Badan Usaha Jalan Tol, maka Badan Usaha Jalan
                                                                                                                        Tol memiliki hak untuk mendapatkan perpanjangan Masa Konsesi dan/atau kenaikan Tarif Tol
                                                                                                                        dengan memperhitungkan jangka waktu keterlambatan pembangunan tersebut."

                                                                                                                        Pada Pasal 3 terkait Pengadaan Tanahdan Penyediaan Ruang, Poin 3.5 terkait Keterlambatan
                                                                                                                        Pengadaan Tanah bahwa "Dalam hal terjadi keterlambatan Pengadaan Tanah dan Penyediaan
                                                                                                                        Ruang oleh Pemerintah, Badan Usaha Jalan Tol berhak untuk: mendapatkankompensasi dari
                                                                                                                        Pemerintah dalam bentuk perpanjangan Masa Konsesi dan/atau penyesuaian Tarif Tol Awal
                                                                                                                        namun demikian Badan Usaha Jalan Tol tidak berhak mengakhiri Perjanjian akibat
                                                                                                                        keterlambatan".




                                                      Dalam menentukan perusahaan pembanding, telah memenuhi kriteria yang memiliki
                                                      industri dan kegiatan usaha yang serupa dalam bidang konstruksi dan pengoperasian
                                                      jalan tol serta memiliki target pasar yang sebanding. Perusahaan pembanding
                                                      terdaftar memiliki kerakteristik ruang lingkup kegiatan usaha yang lebih luas
                                                      dibandingkan JTD. Dengan demikian dalam hal realisasi tarif tol dan risiko konstruksi
                                                      memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan pembanding. Sehingga
                                                      dengan landasan tersebut maka aktivitas perusahaan JTD dinilai memiliki risiko yang
                                                      lebih tinggi dibandingkan perusahaan pembanding;
                                                      Adapun, specific risk yang digunakan dalam penilaian ini adalah sebesar 0,50%.
                     Weighted Average Cost of Capital (WACC) Selama Periode Proyeksi TLCF (2025 – 2029)
Weighted Average Cost of Capital analysis (WACC)
(in IDR)

                 WACC calculation                             Comparable companies
Capital structure                                             Company name                                Levered beta(4)                 Total Debt           Shares outstanding           Share price           Market value of equity      Debt/Equity        Marginal tax rate        Unlevered beta          Debt/Capital
Debt to total capitalization (a)             77%              Sichuan Expressway Co., Ltd                            0,45         92.053.697.057.700                3.060.000.000               11.580              35.435.133.846.000              260%                       25%                  0,15                  72%
Equity to total capitalization (b)           23%              Bangkok Expressway and Metro PCL                       0,45         45.795.149.593.200               14.980.000.000                3.379              50.624.280.840.000               90%                       20%                  0,26                  47%
                                                              Zhejiang Expressway Co., Ltd                           0,30        317.697.968.280.000                5.990.000.000               11.638              69.714.565.882.000              456%                       25%                  0,07                  82%
Cost of debt                                                  Qilu Expressway Co., Ltd                               0,43         32.882.616.528.300                2.000.000.000                4.789               9.577.292.000.000              343%                       25%                  0,12                  77%
Cost of debt ( c)                          7,13%              Henan Zhongyuan Expressway Co., Ltd                    0,35         81.915.566.170.200                2.250.000.000                9.344              21.023.544.150.000              390%                       25%                  0,09                  80%
Tax rate (d)                                  0%              Ekovest Bhd                                            0,82         30.285.741.617.600                2.965.000.000                1.320               3.913.845.068.000              774%                       24%                  0,12                  89%
After tax cost of debt ( e)                7,13%              Bharat Road Network Ltd                                0,18          4.659.419.239.760                   83.950.000                8.656                 726.699.262.806              641%                       35%                  0,03                  87%
                                                              Yuexiu Transport Infrastructure Ltd                    0,69         48.934.596.210.500                1.673.000.000                8.016              13.410.394.921.000              365%                       25%                  0,18                  78%
Cost of equity
Risk Free Rate (f)                          5,32%             Mean                                                   0,46                                                                                                                           415%                                             0,13                  77%
Equity Risk Premium (g)                     8,78%             Median                                                 0,44                                                                                                                           377%                                             0,12                  79%
Levered Beta (h)                              0,55
Specific risk (i)                            0,5%
                                                                                                                                                       Value of relevered beta
                                                                                                                                                                                                                                           Mean unlevered
Cost of equity (j)                         10,64%                                                                                                                                                                          Debt/ Capital             beta       Target Debt/Equity    Target marginal rate       Relevered beta
                                                                                                                                                             Based on market                                                       77%               0,13                 326,17%                      0%                 0,55
WACC (k)                                   7,95%


Calculation:(a)                      Based on average debt/capital of comparable companies
Calculation:(b)                      Based on 1-(a)
Calculation:( c)                     Based on SEKI Indonesia
Calculation:(d)                      Based on UU No. 7 Tahun 2021
Calculation:( e)                     Based on (c)*1-(d)
Calculation:(f)                      Based on IndoBond 10Y - Based defalt spread
Calculation:(g)                      Based on Equity Risk Premium + Country Risk Primium
Calculation:(h)                      Based on Mean unlevered beta*[1+(1-target tax rate)*target debt/equity]
Calculation:(i)                      Based on risk factors
Calculation:(j)                      Based on[(f)+(g*h)+(i)]
Calculation:(k)                      Based on [(a)*( e)+ (b)*(j)]




Tingkat Diskonto yang digunakan dalam penilaian saham per 31 Desember 2024 adalah sebesar
7,95%.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 185
                                                                                                                                                                                                                                                                                                    P a g e | 54



   Weighted Average Cost of Capital (WACC) Setelah Periode Proyeksi TLCF (2030 – 5 Januari 2067)
   Weighted Average Cost of Capital analysis (WACC)
   (in IDR)

                    WACC calculation                                Comparable companies
   Capital structure                                                Company name                                 Levered beta(4)                Total Debt           Shares outstanding       Share price      Market value of equity        Debt/Equity      Marginal tax rate          Unlevered beta            Debt/Capital
   Debt to total capitalization (a)                 77%             Sichuan Expressway Co., Ltd                             0,45        92.053.697.057.700                3.060.000.000           11.580         35.435.133.846.000                260%                     25%                    0,15                    72%
   Equity to total capitalization (b)               23%             Bangkok Expressway and Metro PCL                        0,45        45.795.149.593.200               14.980.000.000            3.379         50.624.280.840.000                 90%                     20%                    0,26                    47%
                                                                    Zhejiang Expressway Co., Ltd                            0,30       317.697.968.280.000                5.990.000.000           11.638         69.714.565.882.000                456%                     25%                    0,07                    82%
   Cost of debt                                                     Qilu Expressway Co., Ltd                                0,43        32.882.616.528.300                2.000.000.000            4.789          9.577.292.000.000                343%                     25%                    0,12                    77%
   Cost of debt ( c)                              7,13%             Henan Zhongyuan Expressway Co., Ltd                     0,35        81.915.566.170.200                2.250.000.000            9.344         21.023.544.150.000                390%                     25%                    0,09                    80%
   Tax rate (d)                                     22%             Ekovest Bhd                                             0,82        30.285.741.617.600                2.965.000.000            1.320          3.913.845.068.000                774%                     24%                    0,12                    89%
   After tax cost of debt ( e)                    5,56%             Bharat Road Network Ltd                                 0,18         4.659.419.239.760                   83.950.000            8.656            726.699.262.806                641%                     35%                    0,03                    87%
                                                                    Yuexiu Transport Infrastructure Ltd                     0,69        48.934.596.210.500                1.673.000.000            8.016         13.410.394.921.000                365%                     25%                    0,18                    78%
   Cost of equity
   Risk Free Rate (f)                             5,32%             Mean                                                       0,46                                                                                                                  415%                                           0,13                    77%
   Equity Risk Premium (g)                        8,78%             Median                                                     0,44                                                                                                                  377%                                           0,12                    79%
   Levered Beta (h)                                 0,46
   Specific risk (i)                               0,5%
                                                                                                                                                             Value of relevered beta
                                                                                                                                                                                                                                         Mean unlevered
   Cost of equity (j)                             9,83%                                                                                                                                                                  Debt/ Capital             beta       Target Debt/Equity     Target marginal rate         Relevered beta
                                                                                                                                                                  Based on market                                                77%               0,13                 326,17%                      22%                   0,46
   WACC (k)                                       6,56%


   Calculation:(a)                          Based on average debt/capital of comparable companies
   Calculation:(b)                          Based on 1-(a)
   Calculation:( c)                         Based on SEKI Indonesia
   Calculation:(d)                          Based on UU No. 7 Tahun 2021
   Calculation:( e)                         Based on (c)*1-(d)
   Calculation:(f)                          Based on IndoBond 10Y - Based defalt spread
   Calculation:(g)                          Based on Equity Risk Premium + Country Risk Primium
   Calculation:(h)                          Based on Mean unlevered beta*[1+(1-target tax rate)*target debt/equity]
   Calculation:(i)                          Based on risk factors
   Calculation:(j)                          Based on[(f)+(g*h)+(i)]
   Calculation:(k)                          Based on [(a)*( e)+ (b)*(j)]




Tingkat Diskonto yang digunakan dalam penilaian saham per 31 Desember 2024 adalah sebesar
6,56%.
Proyeksi Keuangan JTD
                                                                        Proyeksi Posisi Keuangan JTD Periode 2025 – 5 Januari 2067
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  (dalam Rupiah)
                                                                          2025                      2026                        2027                 2028                       2029                   2030                  2031                     2032                   2033                          2034                    2035
Keterangan
                                                                      Forecast                  Forecast                    Forecast             Forecast                   Forecast               Forecast              Forecast                 Forecast               Forecast                   Forecast                   Forecast
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas                                             39.732.574.611            41.348.158.229               40.551.095.169       50.555.229.023             62.824.380.398        83.763.159.392         82.649.275.924         147.338.385.207         244.653.298.360            432.895.535.067            646.898.576.399
Piutang Usaha Pihak Berelasi                                        1.695.419                 1.952.418                    2.048.223            2.320.636                  2.438.061             2.762.323              2.176.001               3.833.871               5.077.795                  6.511.092                  7.144.795
Aset Keuangan Lancar Lainnya                                   32.795.016.227            32.795.016.227               32.795.016.227       32.795.016.227             32.795.016.227        32.795.016.227         32.795.016.227          32.795.016.227          32.795.016.227             32.795.016.227             32.795.016.227
Biaya Dibayar di Muka                                           4.492.494.730             4.492.494.730                4.492.494.730        4.492.494.730              4.492.494.730         4.492.494.730          4.492.494.730           4.492.494.730           4.492.494.730              4.492.494.730              4.492.494.730
TOTAL ASET LANCAR                                              77.021.780.988            78.637.621.603               77.840.654.349       87.845.060.616            100.114.329.415       121.053.432.671        119.938.962.883         184.629.730.035         281.945.887.112            470.189.557.116            684.193.232.151

ASET TIDAK LANCAR
Aset Pajak Tangguhan                                            11.075.448.145           11.075.448.145             11.075.448.145         11.075.448.145             11.075.448.145         11.075.448.145        11.075.448.145           11.075.448.145         11.075.448.145             11.075.448.145             11.075.448.145
Aset Tetap - bersih                                              3.807.162.937            2.731.831.947              1.656.500.956            581.169.965                         (1)                    (1)                   (1)                      (1)                    (1)                        (1)                        (1)
Aset Takberwujud:                                                            -                        -                          -                      -                          -                      -                     -                        -                      -                          -                          -
   Hak Pengusahaan Jalan Tol                                 4.548.893.407.466        4.548.893.407.466          4.548.893.407.466      4.548.893.407.466          4.548.893.407.466      4.548.893.407.466     4.548.893.407.466        4.548.893.407.466      4.548.893.407.466          4.548.893.407.466          4.548.893.407.466
   Lainnya                                                     406.144.337.438          406.144.337.438            406.144.337.438        406.144.337.438            406.144.337.438        406.144.337.438       406.144.337.438          406.144.337.438        406.144.337.438            406.144.337.438            406.144.337.438
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                                           -                        -                          -                      -                          -                      -                     -                        -                      -                          -                          -
TOTAL ASET TIDAK LANCAR                                      4.969.920.355.986        4.968.845.024.996          4.967.769.694.005      4.966.694.363.014          4.966.113.193.048      4.966.113.193.048     4.966.113.193.048        4.966.113.193.048      4.966.113.193.048          4.966.113.193.048          4.966.113.193.048
TOTAL ASET                                                   5.046.942.136.974        5.047.482.646.599          5.045.610.348.354      5.054.539.423.631          5.066.227.522.463      5.087.166.625.719     5.086.052.155.931        5.150.742.923.083      5.248.059.080.160          5.436.302.750.164          5.650.306.425.199

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang Bank                                                                   -                        -                            -                    -                          -                      -                     -                        -                      -                          -                          -
Utang Usaha                                                      1.019.775.542            1.074.104.689                1.169.878.314        1.230.565.102              1.294.712.983          1.326.121.904         1.358.316.047            1.391.315.044          1.425.139.016              1.459.808.588              1.495.344.898
Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya                                 512.677.911              512.677.911                  512.677.911          512.677.911                512.677.911            512.677.911           512.677.911              512.677.911            512.677.911                512.677.911                512.677.911
Beban Akrual                                                     7.489.818.927            7.489.818.927                7.489.818.927        7.489.818.927              7.489.818.927          7.489.818.927         7.489.818.927            7.489.818.927          7.489.818.927              7.489.818.927              7.489.818.927
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang:
  Utang Bunga Bank                                              1.628.699.220             1.478.357.753                1.328.016.287        1.177.674.820              1.027.333.354           876.991.887            726.650.421             576.308.955                       -                          -                          -
  Utang Bank                                                    6.878.278.126             6.878.278.126                6.878.278.126        6.878.278.126              6.252.980.114         6.252.980.114                      -           6.252.980.114                       -                          -                          -
  Liabilitas Sewa                                               1.613.093.470             1.613.093.470                1.613.093.470        1.613.093.470              1.613.093.470         1.613.093.470          1.613.093.470           1.613.093.470           1.613.093.470              1.613.093.470              1.613.093.470
Utang Pajak                                                       191.133.890               191.133.890                  191.133.890          191.133.890                191.133.890           191.133.890            191.133.890             191.133.890             191.133.890                191.133.890                191.133.890
TOTAL LIABILITAS LANCAR                                        19.333.477.086            19.237.464.766               19.182.896.924       19.093.242.246             18.381.750.650        18.262.818.104         11.891.690.666          18.027.328.311          11.231.863.214             11.266.532.786             11.302.069.096

HUTANG TIDAK LANCAR
Utang Usaha                                                      7.487.238.099            7.487.238.099                7.487.238.099        7.487.238.099              7.487.238.099          7.487.238.099         7.487.238.099            7.487.238.099          7.487.238.099              7.487.238.099              7.487.238.099
Liabilitas Jangka Panjang:
  Utang Bunga Bank                                                          -                         -                         -                       -                          -                     -                      -                       -                       -                          -                          -
  Utang Bank                                                   60.237.041.768            53.358.763.643            46.480.485.517          39.602.207.391             33.974.525.288        27.721.545.174         33.974.525.288          21.468.565.059                       -                          -                          -
  Liabilitas Sewa                                                 905.976.863               905.976.863               905.976.863             905.976.863                905.976.863           905.976.863            905.976.863             905.976.863             905.976.863                905.976.863                905.976.863
Provisi Pelapisan Jalan Tol                                    47.614.513.189            47.614.513.189            47.614.513.189          47.614.513.189             47.614.513.189        47.614.513.189         47.614.513.189          47.614.513.189          47.614.513.189             47.614.513.189             47.614.513.189
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                           969.623.000               969.623.000               969.623.000             969.623.000                969.623.000           969.623.000            969.623.000             969.623.000             969.623.000                969.623.000                969.623.000
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                             189.283.892.147           189.283.892.147           189.283.892.147         189.283.892.147            189.283.892.147       189.283.892.147        189.283.892.147         189.283.892.147         189.283.892.147            189.283.892.147            189.283.892.147
TOTAL LIABILITAS TIDAK LANCAR                                 306.498.285.066           299.620.006.941           292.741.728.815         285.863.450.689            280.235.768.586       273.982.788.472        280.235.768.586         267.729.808.357         246.261.243.298            246.261.243.298            246.261.243.298
TOTAL LIABILITAS                                              325.831.762.152           318.857.471.706           311.924.625.739         304.956.692.935            298.617.519.236       292.245.606.575        292.127.459.252         285.757.136.669         257.493.106.512            257.527.776.084            257.563.312.394

EKUITAS
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada
   Pemilik Entitas Induk :
Modal Saham                                                    751.035.000.000          751.035.000.000            751.035.000.000        751.035.000.000            751.035.000.000        751.035.000.000       751.035.000.000          751.035.000.000        751.035.000.000            751.035.000.000            751.035.000.000
Tambahan Modal Disetor - Saham                               4.164.101.380.440        4.164.101.380.440          4.164.101.380.440      4.164.101.380.440          4.164.101.380.440      4.164.101.380.440     4.164.101.380.440        4.164.101.380.440      4.164.101.380.440          4.164.101.380.440          4.164.101.380.440
Uang Muka Setoran Modal                                                      -                        -                          -                      -                          -                      -                     -                        -                      -                          -                          -
Saldo Laba                                                    (190.888.131.469)        (194.029.659.032)          (186.514.858.961)      (181.454.311.239)          (165.557.303.158)      (147.530.030.627)     (120.219.014.710)        (121.215.337.176)       (50.154.247.439)            75.425.939.794            263.634.940.226
Penghasilan Komprehensif Lainnya                                (3.141.527.563)           7.514.800.071              5.060.547.722         15.897.008.081             18.027.272.532         27.311.015.916          (996.322.466)          71.061.089.737        125.580.187.233            188.209.000.432            213.968.138.725
Kepentingan Non Pengendali                                           3.653.414                3.653.414                  3.653.414              3.653.414                  3.653.414              3.653.414             3.653.414                3.653.414              3.653.414                  3.653.414                  3.653.414
TOTAL EKUITAS                                                4.721.110.374.822        4.728.625.174.893          4.733.685.722.615      4.749.582.730.696          4.767.610.003.228      4.794.921.019.144     4.793.924.696.678        4.864.985.786.415      4.990.565.973.648          5.178.774.974.080          5.392.743.112.805
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                 5.046.942.136.974        5.047.482.646.599          5.045.610.348.354      5.054.539.423.631          5.066.227.522.463      5.087.166.625.719     5.086.052.155.931        5.150.742.923.083      5.248.059.080.160          5.436.302.750.164          5.650.306.425.199




 Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 186
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                P a g e | 55


                                                              2036                         2037                             2038                          2039                         2040                         2041                        2042                          2043                          2044                    2045                   2046
Keterangan
                                                           Forecast                     Forecast                         Forecast                     Forecast                     Forecast                      Forecast                    Forecast                      Forecast                   Forecast                   Forecast               Forecast
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas                                901.690.740.428             1.173.838.573.362                1.493.755.227.769           1.832.666.259.298           2.230.164.595.256               2.649.254.187.184           3.136.806.673.514             3.652.127.120.573          4.251.335.472.013          4.882.034.428.907      5.610.658.106.680
Piutang Usaha Pihak Berelasi                            8.117.231                     8.504.663                        9.635.783                  10.123.353                  11.501.183                      12.050.129                  13.652.796                    14.343.628                 16.295.855                 17.073.648             19.344.443
Aset Keuangan Lancar Lainnya                       32.795.016.227                32.795.016.227                   32.795.016.227              32.795.016.227              32.795.016.227                  32.795.016.227              32.795.016.227                32.795.016.227             32.795.016.227             32.795.016.227         32.795.016.227
Biaya Dibayar di Muka                               4.492.494.730                 4.492.494.730                    4.492.494.730               4.492.494.730               4.492.494.730                   4.492.494.730               4.492.494.730                 4.492.494.730              4.492.494.730              4.492.494.730          4.492.494.730
TOTAL ASET LANCAR                                 938.986.368.616             1.211.134.588.982                1.531.052.374.508           1.869.963.893.609           2.267.463.607.397               2.686.553.748.270           3.174.107.837.267             3.689.428.975.158          4.288.639.278.824          4.919.339.013.511      5.647.964.962.080

ASET TIDAK LANCAR
Aset Pajak Tangguhan                                11.075.448.145               11.075.448.145                   11.075.448.145              11.075.448.145              11.075.448.145                  11.075.448.145              11.075.448.145                11.075.448.145             11.075.448.145             11.075.448.145         11.075.448.145
Aset Tetap - bersih                                             (1)                          (1)                              (1)                         (1)                         (1)                             (1)                         (1)                           (1)                        (1)                        (1)                    (1)
Aset Takberwujud:                                                -                            -                                -                           -                           -                               -                           -                             -                          -                          -                      -
   Hak Pengusahaan Jalan Tol                     4.548.893.407.466            4.548.893.407.466                4.548.893.407.466           4.548.893.407.466           4.548.893.407.466               4.548.893.407.466           4.548.893.407.466             4.548.893.407.466          4.548.893.407.466          4.548.893.407.466      4.548.893.407.466
   Lainnya                                         406.144.337.438              406.144.337.438                  406.144.337.438             406.144.337.438             406.144.337.438                 406.144.337.438             406.144.337.438               406.144.337.438            406.144.337.438            406.144.337.438        406.144.337.438
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                               -                            -                                -                           -                           -                               -                           -                             -                          -                          -                      -
TOTAL ASET TIDAK LANCAR                          4.966.113.193.048            4.966.113.193.048                4.966.113.193.048           4.966.113.193.048           4.966.113.193.048               4.966.113.193.048           4.966.113.193.048             4.966.113.193.048          4.966.113.193.048          4.966.113.193.048      4.966.113.193.048
TOTAL ASET                                       5.905.099.561.664            6.177.247.782.030                6.497.165.567.556           6.836.077.086.657           7.233.576.800.445               7.652.666.941.318           8.140.221.030.315             8.655.542.168.206          9.254.752.471.872          9.885.452.206.559     10.614.078.155.128

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang Bank                                                       -                            -                                -                             -                            -                            -                           -                             -                          -                          -                      -
Utang Usaha                                          1.531.769.617                1.530.748.789                    1.569.017.508                 1.608.242.946                1.648.449.020                1.689.660.245               1.731.901.751                 1.775.199.295              1.819.579.277              1.865.068.759          1.911.695.478
Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya                     512.677.911                  512.677.911                      512.677.911                   512.677.911                  512.677.911                  512.677.911                 512.677.911                   512.677.911                512.677.911                512.677.911            512.677.911
Beban Akrual                                         7.489.818.927                7.489.818.927                    7.489.818.927                 7.489.818.927                7.489.818.927                7.489.818.927               7.489.818.927                 7.489.818.927              7.489.818.927              7.489.818.927          7.489.818.927
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang:
  Utang Bunga Bank                                               -                            -                                -                             -                            -                            -                           -                             -                          -                          -                      -
  Utang Bank                                                     -                            -                                -                             -                            -                            -                           -                             -                          -                          -                      -
  Liabilitas Sewa                                    1.613.093.470                1.613.093.470                    1.613.093.470                 1.613.093.470                1.613.093.470                1.613.093.470               1.613.093.470                 1.613.093.470              1.613.093.470              1.613.093.470          1.613.093.470
Utang Pajak                                            191.133.890                  191.133.890                      191.133.890                   191.133.890                  191.133.890                  191.133.890                 191.133.890                   191.133.890                191.133.890                191.133.890            191.133.890
TOTAL LIABILITAS LANCAR                             11.338.493.815               11.337.472.987                   11.375.741.706                11.414.967.144               11.455.173.218               11.496.384.443              11.538.625.949                11.581.923.493             11.626.303.475             11.671.792.957         11.718.419.676

HUTANG TIDAK LANCAR
Utang Usaha                                          7.487.238.099                7.487.238.099                    7.487.238.099                 7.487.238.099                7.487.238.099                7.487.238.099               7.487.238.099                 7.487.238.099              7.487.238.099              7.487.238.099          7.487.238.099
Liabilitas Jangka Panjang:
  Utang Bunga Bank                                              -                            -                                -                              -                         -                              -                           -                             -                           -                          -                      -
  Utang Bank                                                    -                            -                                -                              -                         -                              -                           -                             -                           -                          -                      -
  Liabilitas Sewa                                     905.976.863                  905.976.863                      905.976.863                    905.976.863               905.976.863                    905.976.863                 905.976.863                   905.976.863                 905.976.863                905.976.863            905.976.863
Provisi Pelapisan Jalan Tol                        47.614.513.189               47.614.513.189                   47.614.513.189                 47.614.513.189            47.614.513.189                 47.614.513.189              47.614.513.189                47.614.513.189              47.614.513.189             47.614.513.189         47.614.513.189
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang               969.623.000                  969.623.000                      969.623.000                    969.623.000               969.623.000                    969.623.000                 969.623.000                   969.623.000                 969.623.000                969.623.000            969.623.000
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                 189.283.892.147              189.283.892.147                  189.283.892.147                189.283.892.147           189.283.892.147                189.283.892.147             189.283.892.147               189.283.892.147             189.283.892.147            189.283.892.147        189.283.892.147
TOTAL LIABILITAS TIDAK LANCAR                     246.261.243.298              246.261.243.298                  246.261.243.298                246.261.243.298           246.261.243.298                246.261.243.298             246.261.243.298               246.261.243.298             246.261.243.298            246.261.243.298        246.261.243.298
TOTAL LIABILITAS                                  257.599.737.113              257.598.716.285                  257.636.985.004                257.676.210.442           257.716.416.516                257.757.627.741             257.799.869.247               257.843.166.791             257.887.546.773            257.933.036.255        257.979.662.974

EKUITAS
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada
   Pemilik Entitas Induk :
Modal Saham                                        751.035.000.000              751.035.000.000                  751.035.000.000             751.035.000.000             751.035.000.000                 751.035.000.000             751.035.000.000               751.035.000.000            751.035.000.000            751.035.000.000        751.035.000.000
Tambahan Modal Disetor - Saham                   4.164.101.380.440            4.164.101.380.440                4.164.101.380.440           4.164.101.380.440           4.164.101.380.440               4.164.101.380.440           4.164.101.380.440             4.164.101.380.440          4.164.101.380.440          4.164.101.380.440      4.164.101.380.440
Uang Muka Setoran Modal                                          -                            -                                -                           -                           -                               -                           -                             -                          -                          -                      -
Saldo Laba                                         477.603.078.951              732.359.790.698                1.004.509.031.891           1.324.388.548.698           1.663.260.842.361               2.060.720.350.075           2.479.769.279.723             2.967.281.127.214          3.482.558.967.561          4.081.724.891.245      4.712.379.136.450
Penghasilan Komprehensif Lainnya                   254.756.711.747              272.149.241.193                  319.879.516.807             338.872.293.663             397.459.507.714                 419.048.929.648             487.511.847.491               515.277.840.347            599.165.923.684            630.654.245.205        728.579.321.850
Kepentingan Non Pengendali                               3.653.414                    3.653.414                        3.653.414                   3.653.414                   3.653.414                       3.653.414                   3.653.414                     3.653.414                  3.653.414                  3.653.414              3.653.414
TOTAL EKUITAS                                    5.647.499.824.552            5.919.649.065.745                6.239.528.582.552           6.578.400.876.215           6.975.860.383.929               7.394.909.313.577           7.882.421.161.068             8.397.699.001.415          8.996.864.925.099          9.627.519.170.304     10.356.098.492.154
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                     5.905.099.561.664            6.177.247.782.030                6.497.165.567.556           6.836.077.086.657           7.233.576.800.445               7.652.666.941.318           8.140.221.030.315             8.655.542.168.206          9.254.752.471.872          9.885.452.206.559     10.614.078.155.128


                                                              2047                         2048                             2049                          2050                         2051                         2052                        2053                          2054                          2055                    2056                   2057
Keterangan
                                                           Forecast                     Forecast                         Forecast                     Forecast                     Forecast                      Forecast                    Forecast                      Forecast                   Forecast                   Forecast               Forecast
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas                               6.379.569.412.959            7.268.307.377.458                8.202.655.158.756           9.276.766.968.083          10.409.002.994.495              11.712.086.851.748          13.080.888.407.213            14.648.840.614.910         16.300.297.188.651         18.195.003.165.156     20.184.030.581.379
Piutang Usaha Pihak Berelasi                            20.323.272                   23.089.352                       24.191.396                  27.408.851                  28.795.739                      32.714.958                  34.276.427                    38.835.191                 40.800.252                 46.353.334             48.565.756
Aset Keuangan Lancar Lainnya                        32.795.016.227               32.795.016.227                   32.795.016.227              32.795.016.227              32.795.016.227                  32.795.016.227              32.795.016.227                32.795.016.227             32.795.016.227             32.795.016.227         32.795.016.227
Biaya Dibayar di Muka                                4.492.494.730                4.492.494.730                    4.492.494.730               4.492.494.730               4.492.494.730                   4.492.494.730               4.492.494.730                 4.492.494.730              4.492.494.730              4.492.494.730          4.492.494.730
TOTAL ASET LANCAR                                6.416.877.247.187            7.305.617.977.767                8.239.966.861.109           9.314.081.887.891          10.446.319.301.191              11.749.407.077.662          13.118.210.194.597            14.686.166.961.058         16.337.625.499.860         18.232.337.029.447     20.221.366.658.092

ASET TIDAK LANCAR
Aset Pajak Tangguhan                                11.075.448.145               11.075.448.145                   11.075.448.145              11.075.448.145              11.075.448.145                  11.075.448.145              11.075.448.145                11.075.448.145             11.075.448.145             11.075.448.145         11.075.448.145
Aset Tetap - bersih                                             (1)                          (1)                              (1)                         (1)                         (1)                             (1)                         (1)                           (1)                        (1)                        (1)                    (1)
Aset Takberwujud:                                                -                            -                                -                           -                           -                               -                           -                             -                          -                          -                      -
   Hak Pengusahaan Jalan Tol                     4.548.893.407.466            4.548.893.407.466                4.548.893.407.466           4.548.893.407.466           4.548.893.407.466               4.548.893.407.466           4.548.893.407.466             4.548.893.407.466          4.548.893.407.466          4.548.893.407.466      4.548.893.407.466
   Lainnya                                         406.144.337.438              406.144.337.438                  406.144.337.438             406.144.337.438             406.144.337.438                 406.144.337.438             406.144.337.438               406.144.337.438            406.144.337.438            406.144.337.438        406.144.337.438
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                               -                            -                                -                           -                           -                               -                           -                             -                          -                          -                      -
TOTAL ASET TIDAK LANCAR                          4.966.113.193.048            4.966.113.193.048                4.966.113.193.048           4.966.113.193.048           4.966.113.193.048               4.966.113.193.048           4.966.113.193.048             4.966.113.193.048          4.966.113.193.048          4.966.113.193.048      4.966.113.193.048
TOTAL ASET                                      11.382.990.440.235           12.271.731.170.815               13.206.080.054.157          14.280.195.080.939          15.412.432.494.239              16.715.520.270.710          18.084.323.387.645            19.652.280.154.106         21.303.738.692.908         23.198.450.222.495     25.187.479.851.140

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang Bank                                                       -                            -                                -                             -                            -                            -                           -                             -                          -                          -                      -
Utang Usaha                                          1.959.487.865                2.008.475.062                    2.058.686.938                 2.110.154.112                2.162.907.965                2.216.980.664               2.272.405.180                 2.329.215.310              2.387.445.693              2.447.131.835          2.508.310.131
Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya                     512.677.911                  512.677.911                      512.677.911                   512.677.911                  512.677.911                  512.677.911                 512.677.911                   512.677.911                512.677.911                512.677.911            512.677.911
Beban Akrual                                         7.489.818.927                7.489.818.927                    7.489.818.927                 7.489.818.927                7.489.818.927                7.489.818.927               7.489.818.927                 7.489.818.927              7.489.818.927              7.489.818.927          7.489.818.927
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang:
  Utang Bunga Bank                                               -                            -                                -                             -                            -                            -                           -                             -                          -                          -                      -
  Utang Bank                                                     -                            -                                -                             -                            -                            -                           -                             -                          -                          -                      -
  Liabilitas Sewa                                    1.613.093.470                1.613.093.470                    1.613.093.470                 1.613.093.470                1.613.093.470                1.613.093.470               1.613.093.470                 1.613.093.470              1.613.093.470              1.613.093.470          1.613.093.470
Utang Pajak                                            191.133.890                  191.133.890                      191.133.890                   191.133.890                  191.133.890                  191.133.890                 191.133.890                   191.133.890                191.133.890                191.133.890            191.133.890
TOTAL LIABILITAS LANCAR                             11.766.212.063               11.815.199.260                   11.865.411.136                11.916.878.310               11.969.632.163               12.023.704.862              12.079.129.378                12.135.939.508             12.194.169.891             12.253.856.033         12.315.034.329

HUTANG TIDAK LANCAR
Utang Usaha                                          7.487.238.099                7.487.238.099                    7.487.238.099                 7.487.238.099                7.487.238.099                7.487.238.099               7.487.238.099                 7.487.238.099              7.487.238.099              7.487.238.099          7.487.238.099
Liabilitas Jangka Panjang:
  Utang Bunga Bank                                              -                            -                                -                              -                         -                              -                           -                             -                           -                          -                      -
  Utang Bank                                                    -                            -                                -                              -                         -                              -                           -                             -                           -                          -                      -
  Liabilitas Sewa                                     905.976.863                  905.976.863                      905.976.863                    905.976.863               905.976.863                    905.976.863                 905.976.863                   905.976.863                 905.976.863                905.976.863            905.976.863
Provisi Pelapisan Jalan Tol                        47.614.513.189               47.614.513.189                   47.614.513.189                 47.614.513.189            47.614.513.189                 47.614.513.189              47.614.513.189                47.614.513.189              47.614.513.189             47.614.513.189         47.614.513.189
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang               969.623.000                  969.623.000                      969.623.000                    969.623.000               969.623.000                    969.623.000                 969.623.000                   969.623.000                 969.623.000                969.623.000            969.623.000
Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                 189.283.892.147              189.283.892.147                  189.283.892.147                189.283.892.147           189.283.892.147                189.283.892.147             189.283.892.147               189.283.892.147             189.283.892.147            189.283.892.147        189.283.892.147
TOTAL LIABILITAS TIDAK LANCAR                     246.261.243.298              246.261.243.298                  246.261.243.298                246.261.243.298           246.261.243.298                246.261.243.298             246.261.243.298               246.261.243.298             246.261.243.298            246.261.243.298        246.261.243.298
TOTAL LIABILITAS                                  258.027.455.361              258.076.442.558                  258.126.654.434                258.178.121.608           258.230.875.461                258.284.948.160             258.340.372.676               258.397.182.806             258.455.413.189            258.515.099.331        258.576.277.627

EKUITAS
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada
   Pemilik Entitas Induk :
Modal Saham                                        751.035.000.000              751.035.000.000                  751.035.000.000             751.035.000.000             751.035.000.000                 751.035.000.000             751.035.000.000               751.035.000.000            751.035.000.000            751.035.000.000        751.035.000.000
Tambahan Modal Disetor - Saham                   4.164.101.380.440            4.164.101.380.440                4.164.101.380.440           4.164.101.380.440           4.164.101.380.440               4.164.101.380.440           4.164.101.380.440             4.164.101.380.440          4.164.101.380.440          4.164.101.380.440      4.164.101.380.440
Uang Muka Setoran Modal                                          -                            -                                -                           -                           -                               -                           -                             -                          -                          -                      -
Saldo Laba                                       5.440.958.458.300            6.209.822.951.020                7.098.514.694.404           8.032.813.365.869           9.106.876.925.477              10.239.061.584.924          11.542.095.288.697            12.910.842.981.114         14.478.742.937.446         16.130.143.245.866     18.024.795.089.310
Penghasilan Komprehensif Lainnya                   768.864.492.720              888.691.743.384                  934.298.671.465           1.074.063.559.608           1.132.184.659.447               1.303.033.703.773           1.368.747.692.418             1.567.899.956.332          1.651.400.308.419          1.894.651.843.444      1.988.968.450.350
Kepentingan Non Pengendali                               3.653.414                    3.653.414                        3.653.414                   3.653.414                   3.653.414                       3.653.414                   3.653.414                     3.653.414                  3.653.414                  3.653.414              3.653.414
TOTAL EKUITAS                                   11.124.962.984.874           12.013.654.728.258               12.947.953.399.723          14.022.016.959.331          15.154.201.618.778              16.457.235.322.551          17.825.983.014.968            19.393.882.971.300         21.045.283.279.720         22.939.935.123.164     24.928.903.573.513
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                    11.382.990.440.235           12.271.731.170.815               13.206.080.054.157          14.280.195.080.939          15.412.432.494.239              16.715.520.270.710          18.084.323.387.645            19.652.280.154.106         21.303.738.692.908         23.198.450.222.495     25.187.479.851.140


                                                                      2058                            2059                             2060                           2061                              2062                          2063                             2064                         2065                          2066                 05-Jan-67
                                                                 Forecast                          Forecast                         Forecast                       Forecast                         Forecast                      Forecast                         Forecast                      Forecast                     Forecast                 Forecast
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas                                   22.456.468.671.665             24.848.490.771.641                  27.586.468.827.827              30.459.421.419.749             33.735.299.440.665              37.182.013.355.082               41.120.341.045.581            45.251.381.822.555           50.008.760.298.544       50.071.469.404.458
Piutang Usaha Pihak Berelasi                                 55.025.001                     57.809.266                          65.677.345                      68.812.093                     77.964.101                      81.909.084                       93.057.247                    97.498.824                  111.676.756                        -
Aset Keuangan Lancar Lainnya                             32.795.016.227                 32.795.016.227                      32.795.016.227                  32.795.016.227                 32.795.016.227                  32.795.016.227                   32.795.016.227                32.795.016.227               32.795.016.227           32.795.016.227
Biaya Dibayar di Muka                                     4.492.494.730                  4.492.494.730                       4.492.494.730                   4.492.494.730                  4.492.494.730                   4.492.494.730                    4.492.494.730                 4.492.494.730                4.492.494.730            4.492.494.730
TOTAL ASET LANCAR                                    22.493.811.207.624             24.885.836.091.864                  27.623.822.016.129              30.496.777.742.799             33.772.664.915.723              37.219.382.775.123               41.157.721.613.785            45.288.766.832.336           50.046.159.486.257       50.108.756.915.415

ASET TIDAK LANCAR
Aset Pajak Tangguhan                                     11.075.448.145                 11.075.448.145                      11.075.448.145                  11.075.448.145                 11.075.448.145                  11.075.448.145                   11.075.448.145                11.075.448.145               11.075.448.145           11.075.448.145
Aset Tetap - bersih                                                  (1)                            (1)                                 (1)                             (1)                            (1)                             (1)                              (1)                           (1)                          (1)                      (1)
Aset Takberwujud:                                                     -                              -                                   -                               -                              -                               -                                -                             -                            -                        -
   Hak Pengusahaan Jalan Tol                          4.548.893.407.466              4.548.893.407.466                   4.548.893.407.466               4.548.893.407.466              4.548.893.407.466               4.548.893.407.466                4.548.893.407.466             4.548.893.407.466            4.548.893.407.466        4.548.893.407.466
   Lainnya                                              406.144.337.438                406.144.337.438                     406.144.337.438                 406.144.337.438                406.144.337.438                 406.144.337.438                  406.144.337.438               406.144.337.438              406.144.337.438          406.144.337.438
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                                    -                              -                                   -                               -                              -                               -                                -                             -                            -                        -
TOTAL ASET TIDAK LANCAR                               4.966.113.193.048              4.966.113.193.048                   4.966.113.193.048               4.966.113.193.048              4.966.113.193.048               4.966.113.193.048                4.966.113.193.048             4.966.113.193.048            4.966.113.193.048        4.966.113.193.048
TOTAL ASET                                           27.459.924.400.672             29.851.949.284.912                  32.589.935.209.177              35.462.890.935.847             38.738.778.108.771              42.185.495.968.171               46.123.834.806.833            50.254.880.025.384           55.012.272.679.305       55.074.870.108.463

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang Bank                                                            -                               -                                  -                               -                                 -                             -                               -                             -                            -                        -
Utang Usaha                                               2.571.017.884                   2.635.293.331                      2.701.175.664                   2.768.705.056                     2.837.922.682                 2.908.870.750                   2.981.592.518                 3.056.132.331                3.132.535.640                        -
Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya                          512.677.911                     512.677.911                        512.677.911                     512.677.911                       512.677.911                   512.677.911                     512.677.911                   512.677.911                  512.677.911              512.677.911
Beban Akrual                                              7.489.818.927                   7.489.818.927                      7.489.818.927                   7.489.818.927                     7.489.818.927                 7.489.818.927                   7.489.818.927                 7.489.818.927                7.489.818.927            7.489.818.927
Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang:
  Utang Bunga Bank                                                    -                               -                                  -                               -                                 -                             -                               -                             -                            -                        -
  Utang Bank                                                          -                               -                                  -                               -                                 -                             -                               -                             -                            -                        -
  Liabilitas Sewa                                         1.613.093.470                   1.613.093.470                      1.613.093.470                   1.613.093.470                     1.613.093.470                 1.613.093.470                   1.613.093.470                 1.613.093.470                1.613.093.470            1.613.093.470
Utang Pajak                                                 191.133.890                     191.133.890                        191.133.890                     191.133.890                       191.133.890                   191.133.890                     191.133.890                   191.133.890                  191.133.890              191.133.890
TOTAL LIABILITAS LANCAR                                  12.377.742.082                  12.442.017.529                     12.507.899.862                  12.575.429.254                    12.644.646.880                12.715.594.948                  12.788.316.716                12.862.856.529               12.939.259.838            9.806.724.198

HUTANG TIDAK LANCAR
Utang Usaha                                               7.487.238.099                   7.487.238.099                      7.487.238.099                   7.487.238.099                     7.487.238.099                 7.487.238.099                   7.487.238.099                 7.487.238.099                7.487.238.099            7.487.238.099
Liabilitas Jangka Panjang:
  Utang Bunga Bank                                                    -                               -                                  -                               -                                 -                             -                               -                             -                            -                        -
  Utang Bank                                                          -                               -                                  -                               -                                 -                             -                               -                             -                            -                        -
  Liabilitas Sewa                                           905.976.863                     905.976.863                        905.976.863                     905.976.863                       905.976.863                   905.976.863                     905.976.863                   905.976.863                  905.976.863              905.976.863
Provisi Pelapisan Jalan Tol                              47.614.513.189                  47.614.513.189                     47.614.513.189                  47.614.513.189                    47.614.513.189                47.614.513.189                  47.614.513.189                47.614.513.189               47.614.513.189           47.614.513.189
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                     969.623.000                     969.623.000                        969.623.000




Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan




 Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 187
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        P a g e | 56



                                                                                     Proyeksi Laba Rugi JTD Periode 2025 – 5 Januari 2067
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     (dalam Rupiah)
                                                                      2025                             2026                            2027                           2028                       2029                          2030                             2031                              2032                          2033                        2034                   2035
                        Keterangan
                                                                   Forecast                         Forecast                     Forecast                      Forecast                      Forecast                       Forecast                         Forecast                        Forecast                      Forecast                     Forecast               Forecast
Pendapatan                                                  96.837.922.248                  111.517.001.854              116.989.141.135               132.548.696.906               139.255.660.970                157.776.663.879                  124.287.522.547                 218.980.734.270               290.030.419.551              371.896.589.542        408.092.062.984
Beban Pokok Penjualan                                      (93.054.518.230)                 (98.012.052.854)            (106.751.396.144)             (112.289.065.535)             (118.142.559.730)              (121.008.623.723)                (123.946.339.316)               (126.957.497.799)             (130.043.935.244)            (133.207.533.625)      (136.450.221.966)
Laba Bruto                                                   3.783.404.019                   13.504.949.000               10.237.744.991                20.259.631.371                21.113.101.240                 36.768.040.156                      341.183.231                  92.023.236.471               159.986.484.307              238.689.055.917        271.641.841.018

Beban Usaha                                                              -                                -                               -                          -                             -                             -                                 -                               -                             -                            -                      -
Pendapatan (Beban) Lainnya                                               -                                -                               -                          -                             -                             -                                 -                               -                             -                            -                      -
Pendapatan Keuangan                                          2.041.577.394                    2.097.375.813                   2.154.750.868              2.213.748.240                 2.274.414.959                 2.336.799.445                     2.400.951.546                   2.466.922.583                 2.534.765.395                2.604.534.381          2.676.285.552
Beban Keuangan                                              (7.891.177.985)                  (7.012.193.752)                 (6.256.617.145)            (5.501.040.539)               (4.779.073.701)               (4.090.716.631)                   (3.738.457.243)                 (3.386.197.854)               (1.521.009.659)                           -                      -
Depresiasi                                                  (1.075.330.991)                  (1.075.330.991)                 (1.075.330.991)            (1.075.330.991)                 (581.169.966)                            -                                 -                               -                             -                            -                      -
Laba Sebelum Pajak                                          (3.141.527.563)                   7.514.800.071                   5.060.547.722             15.897.008.081                18.027.272.532                35.014.122.970                      (996.322.466)                 91.103.961.201               161.000.240.042              241.293.590.298        274.318.126.570

Manfaat (Beban) pajak penghasilan                                        -                                -                               -                          -                             -                (7.703.107.053)                                -                 (20.042.871.464)              (35.420.052.809)             (53.084.589.866)       (60.349.987.846)
Laba Setelah Pajak                                          (3.141.527.563)                   7.514.800.071                   5.060.547.722             15.897.008.081                18.027.272.532                27.311.015.916                      (996.322.466)                 71.061.089.737               125.580.187.233              188.209.000.432        213.968.138.725

Laba/ (Rugi) Setelah Pajak                                  (3.141.527.563)                   7.514.800.071                   5.060.547.722             15.897.008.081                18.027.272.532                27.311.015.916                      (996.322.466)                 71.061.089.737               125.580.187.233              188.209.000.432        213.968.138.725


                                                                              2036                             2037                           2038                       2039                      2040                           2041                            2042                             2043                           2044                      2045                   2046
                       Keterangan
                                                                       Forecast                         Forecast                        Forecast                      Forecast                  Forecast                      Forecast                         Forecast                       Forecast                      Forecast                     Forecast               Forecast
Pendapatan                                                     463.635.069.847                  485.764.143.713                 550.370.774.827               578.219.536.033           656.917.591.132               688.271.944.683                  779.812.113.326                819.270.606.260               930.776.702.637              975.202.216.895      1.104.904.111.742
Beban Pokok Penjualan                                         (139.773.977.515)                (139.680.826.953)               (143.172.847.626)             (146.752.168.817)         (150.420.973.037)             (154.181.497.363)                (158.036.034.797)              (161.986.935.667)             (166.036.609.059)            (170.187.524.286)      (174.442.212.393)
Laba Bruto                                                     323.861.092.332                  346.083.316.761                 407.197.927.201               431.467.367.216           506.496.618.095               534.090.447.319                  621.776.078.528                657.283.670.592               764.740.093.578              805.014.692.610        930.461.899.350

Beban Usaha                                                                  -                                -                              -                             -                          -                             -                               -                               -                             -                            -                     -
Pendapatan (Beban) Lainnya                                                   -                                -                              -                             -                          -                             -                               -                               -                             -                            -                     -
Pendapatan Keuangan                                              2.750.076.574                    2.825.966.820                  2.904.017.423                 2.984.291.325              3.066.853.334                 3.151.770.177                   3.239.110.563                   3.328.945.237                 3.421.347.042                3.516.390.987         3.614.154.304
Beban Keuangan                                                               -                                -                              -                             -                          -                             -                               -                               -                             -                            -                     -
Depresiasi                                                                   -                                -                              -                             -                          -                             -                               -                               -                             -                            -                     -
Laba Sebelum Pajak                                             326.611.168.906                  348.909.283.581                410.101.944.624               434.451.658.542            509.563.471.429               537.242.217.497                 625.015.189.091                 660.612.615.829               768.161.440.621              808.531.083.596       934.076.053.653

Manfaat (Beban) pajak penghasilan                              (71.854.457.159)                 (76.760.042.388)               (90.222.427.817)              (95.579.364.879)          (112.103.963.714)             (118.193.287.849)                (137.503.341.600)              (145.334.775.482)             (168.995.516.937)            (177.876.838.391)      (205.496.731.804)
Laba Setelah Pajak                                             254.756.711.747                  272.149.241.193                319.879.516.807               338.872.293.663            397.459.507.714               419.048.929.648                  487.511.847.491                515.277.840.347               599.165.923.684              630.654.245.205        728.579.321.850

Laba/ (Rugi) Setelah Pajak                                     254.756.711.747                  272.149.241.193                319.879.516.807               338.872.293.663            397.459.507.714               419.048.929.648                 487.511.847.491                 515.277.840.347               599.165.923.684              630.654.245.205       728.579.321.850


                                                                              2047                             2048                           2049                       2050                      2051                           2052                            2053                             2054                           2055                      2056                   2057
                       Keterangan
                                                                       Forecast                         Forecast                        Forecast                   Forecast                     Forecast                      Forecast                         Forecast                       Forecast                      Forecast                     Forecast               Forecast
Pendapatan                                                   1.160.812.259.796                1.318.803.578.816               1.381.749.425.041          1.565.522.098.571            1.644.737.516.759             1.868.593.051.985                1.957.780.079.376              2.218.164.829.934             2.330.403.970.328            2.647.581.527.692      2.773.949.291.920
Beban Pokok Penjualan                                         (178.803.267.702)                (183.273.349.395)               (187.855.183.130)          (192.551.562.708)            (197.365.351.776)             (202.299.485.570)                (207.356.972.710)              (212.540.897.027)             (217.854.419.453)            (223.300.779.939)      (228.883.299.438)
Laba Bruto                                                     982.008.992.094                1.135.530.229.421               1.193.894.241.911          1.372.970.535.863            1.447.372.164.983             1.666.293.566.415                1.750.423.106.667              2.005.623.932.906             2.112.549.550.875            2.424.280.747.753      2.545.065.992.482

Beban Usaha                                                                  -                                -                               -                          -                            -                             -                                -                              -                             -                            -                      -
Pendapatan (Beban) Lainnya                                                   -                                -                               -                          -                            -                             -                                -                              -                             -                            -                      -
Pendapatan Keuangan                                              3.714.716.522                    3.818.159.532                   3.924.567.660              4.034.027.737                4.146.629.180                 4.262.464.062                    4.381.627.202                  4.504.216.237                 4.630.331.714                4.760.077.175          4.893.559.248
Beban Keuangan                                                               -                                -                               -                          -                            -                             -                                -                              -                             -                            -                      -
Depresiasi                                                                   -                                -                               -                          -                            -                             -                                -                              -                             -                            -                      -
Laba Sebelum Pajak                                             985.723.708.616                1.139.348.388.953               1.197.818.809.571          1.377.004.563.600            1.451.518.794.163             1.670.556.030.478                1.754.804.733.869              2.010.128.149.143             2.117.179.882.589            2.429.040.824.928      2.549.959.551.731

Manfaat (Beban) pajak penghasilan                             (216.859.215.896)                (250.656.645.570)               (263.520.138.106)          (302.941.003.992)            (319.334.134.716)             (367.522.326.705)                (386.057.041.451)              (442.228.192.811)             (465.779.574.170)            (534.388.981.484)      (560.991.101.381)
Laba Setelah Pajak                                             768.864.492.720                  888.691.743.384                 934.298.671.465          1.074.063.559.608            1.132.184.659.447             1.303.033.703.773                1.368.747.692.418              1.567.899.956.332             1.651.400.308.419            1.894.651.843.444      1.988.968.450.350

Laba/ (Rugi) Setelah Pajak                                     768.864.492.720                  888.691.743.384                934.298.671.465           1.074.063.559.608            1.132.184.659.447             1.303.033.703.773                1.368.747.692.418              1.567.899.956.332             1.651.400.308.419            1.894.651.843.444      1.988.968.450.350


                                                                                     2058                             2059                           2060                            2061                             2062                              2063                              2064                            2065                            2066                 05-Jan-67
                         Keterangan
                                                                             Forecast                           Forecast                          Forecast                        Forecast                        Forecast                           Forecast                         Forecast                        Forecast                       Forecast                 Forecast
Pendapatan                                                         3.142.884.547.745                  3.301.914.505.861                 3.751.318.639.621               3.930.367.233.379               4.453.106.075.418                  4.678.433.242.834                5.315.187.233.622               5.568.878.506.256              6.378.684.984.274           88.120.398.289
Beban Pokok Penjualan                                               (234.605.381.924)                  (240.470.516.472)                 (246.482.279.384)               (252.644.336.368)               (258.960.444.777)                  (265.434.455.897)                (272.070.317.294)               (278.872.075.227)              (285.843.877.107)          (3.938.037.285)
Laba Bruto                                                         2.908.279.165.822                  3.061.443.989.389                 3.504.836.360.237               3.677.722.897.011               4.194.145.630.641                  4.412.998.786.938                5.043.116.916.328               5.290.006.431.030              6.092.841.107.167           84.182.361.003

Beban Usaha                                                                        -                                  -                                 -                               -                               -                                  -                                -                               -                              -                        -
Pendapatan (Beban) Lainnya                                                         -                                  -                                 -                               -                               -                                  -                                -                               -                              -                        -
Pendapatan Keuangan                                                    5.030.887.740                      5.172.175.731                     5.317.539.675                   5.467.099.500                   5.620.978.715                      5.779.304.515                    5.942.207.895                   6.109.823.762                  6.282.291.054               86.824.635
Beban Keuangan                                                                     -                                  -                                 -                               -                               -                                  -                                -                               -                              -                        -
Depresiasi                                                                         -                                  -                                 -                               -                               -                                  -                                -                               -                              -                        -
Laba Sebelum Pajak                                                 2.913.310.053.562                  3.066.616.165.120                 3.510.153.899.912               3.683.189.996.511               4.199.766.609.356                  4.418.778.091.453                5.049.059.124.223               5.296.116.254.791              6.099.123.398.222           84.269.185.639

Manfaat (Beban) pajak penghasilan                                   (640.928.211.784)                  (674.655.556.326)                 (772.233.857.981)               (810.301.799.232)               (923.948.654.058)                  (972.131.180.120)               (1.110.793.007.329)             (1.165.145.576.054)            (1.341.807.147.609)        (18.539.220.840)
Laba Setelah Pajak                                                 2.272.381.841.778                  2.391.960.608.794                 2.737.920.041.931               2.872.888.197.278               3.275.817.955.298                  3.446.646.911.333                 3.938.266.116.894               4.130.970.678.737              4.757.316.250.613          65.729.964.798

Laba/ (Rugi) Setelah Pajak                                         2.272.381.841.778                  2.391.960.608.794                 2.737.920.041.931               2.872.888.197.278               3.275.817.955.298                  3.446.646.911.333                3.938.266.116.894               4.130.970.678.737              4.757.316.250.613           65.729.964.798

Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

                                                                                     Proyeksi Arus Kas JTD Periode 2025 – 5 Januari 2067
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     (dalam Rupiah)
                                                                      2025                             2026                            2027                           2028                       2029                          2030                             2031                              2032                          2033                        2034                   2035
Keterangan
                                                                   Forecast                         Forecast                        Forecast                   Forecast                      Forecast                      Forecast                          Forecast                        Forecast                      Forecast                     Forecast               Forecast
Laba/Rugi Setelah Beban Pajak Penghasilan                   (3.141.527.563)                   7.514.800.071                   5.060.547.722             15.897.008.081                18.027.272.532                27.311.015.916                      (996.322.466)                 71.061.089.737               125.580.187.233              188.209.000.432        213.968.138.725
Depresiasi                                                   1.075.330.991                    1.075.330.991                   1.075.330.991              1.075.330.991                   581.169.966                             -                                 -                               -                             -                            -                      -

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kenaikan/Penurunan
Piutang usaha                                                       45.211                         (256.998)                        (95.805)                  (272.414)                     (117.424)                     (324.262)                          586.321                      (1.657.870)                   (1.243.924)                  (1.433.297)              (633.703)
Persediaan                                                               -                                -                               -                          -                             -                             -                                 -                               -                             -                            -                      -
Utang usaha                                                    214.462.102                       54.329.147                      95.773.625                 60.686.788                    64.147.882                    31.408.920                        32.194.143                      32.998.997                    33.823.972                   34.669.571             35.536.311
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi       (1.851.689.260)                   8.644.203.210                   6.231.556.533             17.032.753.446                18.672.472.955                27.342.100.575                      (963.542.001)                 71.092.430.864               125.612.767.281              188.242.236.707        214.003.041.332

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Aset tetap - neto                                                       (4)                               -                               -                              -                         -                              -                                -                                -                              -                             -                    -
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi                (4)                               -                               -                              -                         -                              -                                -                                -                              -                             -                    -

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Utang pihak berelasi                                                     -                                -                               -                          -                             -                              -                                -                               -                             -                               -                    -
Penerimaan (Pembayaran) Pinjaman                           (10.020.319.653)                  (7.028.619.592)                 (7.028.619.592)            (7.028.619.592)               (6.403.321.581)                (6.403.321.581)                    (150.341.466)                 (6.403.321.581)              (28.297.854.128)                              -                    -
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan    (10.020.319.653)                  (7.028.619.592)                 (7.028.619.592)            (7.028.619.592)               (6.403.321.581)                (6.403.321.581)                    (150.341.466)                 (6.403.321.581)              (28.297.854.128)                              -                    -

Kenaikan (Penurunan) bersih kas dan setara kas             (11.872.008.917)                   1.615.583.617                    (797.063.059)            10.004.133.853                12.269.151.375                20.938.778.994                    (1.113.883.467)                 64.689.109.283                97.314.913.153              188.242.236.707        214.003.041.332

Kas dan setara kas pada awal tahun                         51.604.583.528                    39.732.574.611                  41.348.158.229             40.551.095.169                50.555.229.023                62.824.380.398                    83.763.159.392                  82.649.275.924               147.338.385.207              244.653.298.360        432.895.535.067
Kas dan setara kas pada akhir tahun                        39.732.574.611                    41.348.158.229                  40.551.095.169             50.555.229.023                62.824.380.398                83.763.159.392                    82.649.275.924                 147.338.385.207               244.653.298.360              432.895.535.067        646.898.576.399


                                                                              2036                             2037                           2038                       2039                      2040                           2041                            2042                             2043                           2044                      2045                   2046
Keterangan
                                                                       Forecast                         Forecast                       Forecast                      Forecast                   Forecast                      Forecast                        Forecast                        Forecast                      Forecast                     Forecast              Forecast
Laba/Rugi Setelah Beban Pajak Penghasilan                      254.756.711.747                  272.149.241.193                319.879.516.807               338.872.293.663            397.459.507.714               419.048.929.648                 487.511.847.491                 515.277.840.347               599.165.923.684              630.654.245.205       728.579.321.850
Depresiasi                                                                   -                                -                              -                             -                          -                             -                               -                               -                             -                            -                     -

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kenaikan/Penurunan
Piutang usaha                                                         (972.436)                        (387.431)                    (1.131.120)                     (487.571)                (1.377.830)                     (548.946)                     (1.602.667)                       (690.831)                   (1.952.227)                    (777.793)           (2.270.795)
Persediaan                                                                   -                                -                              -                             -                          -                             -                               -                               -                             -                            -                     -
Utang usaha                                                         36.424.718                       (1.020.828)                    38.268.720                    39.225.438                 40.206.074                    41.211.225                      42.241.506                      43.297.544                    44.379.982                   45.489.482            46.626.719
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi          254.792.164.029                  272.147.832.934                319.916.654.407               338.911.031.530            397.498.335.958               419.089.591.927                 487.552.486.330                 515.320.447.059               599.208.351.440              630.698.956.894       728.623.677.774

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Aset tetap - neto                                                               -                                -                              -                            -                           -                             -                                -                               -                              -                         -                    -
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi                        -                                -                              -                            -                           -                             -                                -                               -                              -                         -                    -

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Utang pihak berelasi                                                            -                                -                              -                            -                           -                             -                                -                               -                              -                         -                    -
Penerimaan (Pembayaran) Pinjaman                                                -                                -                              -                            -                           -                             -                                -                               -                              -                         -                    -
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan                         -                                -                              -                            -                           -                             -                                -                               -                              -                         -                    -

Kenaikan (Penurunan) bersih kas dan setara kas                 254.792.164.029                  272.147.832.934                319.916.654.407               338.911.031.530            397.498.335.958               419.089.591.927                 487.552.486.330                 515.320.447.059               599.208.351.440              630.698.956.894       728.623.677.774

Kas dan setara kas pada awal tahun                             646.898.576.399                  901.690.740.428               1.173.838.573.362          1.493.755.227.769            1.832.666.259.298             2.230.164.595.256                2.649.254.187.184              3.136.806.673.514             3.652.127.120.573            4.251.335.472.013      4.882.034.428.907
Kas dan setara kas pada akhir tahun                            901.690.740.428                1.173.838.573.362               1.493.755.227.769          1.832.666.259.298            2.230.164.595.256             2.649.254.187.184                3.136.806.673.514              3.652.127.120.573             4.251.335.472.013            4.882.034.428.907      5.610.658.106.680


                                                                              2047                             2048                           2049                       2050                      2051                           2052                            2053                             2054                           2055                      2056                   2057
Keterangan
                                                                       Forecast                         Forecast                       Forecast                    Forecast                     Forecast                      Forecast                         Forecast                       Forecast                      Forecast                     Forecast               Forecast
Laba/Rugi Setelah Beban Pajak Penghasilan                      768.864.492.720                  888.691.743.384                934.298.671.465           1.074.063.559.608            1.132.184.659.447             1.303.033.703.773                1.368.747.692.418              1.567.899.956.332             1.651.400.308.419            1.894.651.843.444      1.988.968.450.350
Depresiasi                                                                   -                                -                              -                           -                            -                             -                                -                              -                             -                            -                      -

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kenaikan/Penurunan
Piutang usaha                                                         (978.829)                      (2.766.081)                    (1.102.043)                 (3.217.456)                  (1.386.888)                   (3.919.218)                      (1.561.469)                    (4.558.765)                   (1.965.061)                  (5.553.082)            (2.212.422)
Persediaan                                                                   -                                -                              -                           -                            -                             -                                -                              -                             -                            -                      -
Utang usaha                                                         47.792.387                       48.987.197                     50.211.877                  51.467.173                   52.753.853                    54.072.699                       55.424.517                     56.810.130                    58.230.383                   59.686.142             61.178.296
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi          768.911.306.279                  888.737.964.499                934.347.781.298           1.074.111.809.326            1.132.236.026.412             1.303.083.857.253                1.368.801.555.465              1.567.952.207.696             1.651.456.573.742            1.894.705.976.504      1.989.027.416.224

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Aset tetap - neto                                                               -                                -                              -                            -                           -                             -                                -                               -                              -                         -                    -
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi                        -                                -                              -                            -                           -                             -                                -                               -                              -                         -                    -

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Utang pihak berelasi                                                            -                                -                              -                            -                           -                             -                                -                               -                              -                         -                    -
Penerimaan (Pembayaran) Pinjaman                                                -                                -                              -                            -                           -                             -                                -                               -                              -                         -                    -
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan                         -                                -                              -                            -                           -                             -                                -                               -                              -                         -                    -

Kenaikan (Penurunan) bersih kas dan setara kas                 768.911.306.279                  888.737.964.499                934.347.781.298           1.074.111.809.326            1.132.236.026.412             1.303.083.857.253                1.368.801.555.465              1.567.952.207.696             1.651.456.573.742            1.894.705.976.504      1.989.027.416.224

Kas dan setara kas pada awal tahun                           5.610.658.106.680                6.379.569.412.959               7.268.307.377.458          8.202.655.158.756            9.276.766.968.083            10.409.002.994.495               11.712.086.851.748             13.080.888.407.213            14.648.840.614.910           16.300.297.188.651     18.195.003.165.156
Kas dan setara kas pada akhir tahun                          6.379.569.412.959                7.268.307.377.458               8.202.655.158.756          9.276.766.968.083           10.409.002.994.495            11.712.086.851.748               13.080.888.407.213             14.648.840.614.910            16.300.297.188.651           18.195.003.165.156     20.184.030.581.379




 Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 188
                                                                                                                                                                                                                                                        P a g e | 57


                                                                         2058                  2059                  2060                  2061                  2062                  2063                  2064                  2065                  2066              05-Jan-67
Keterangan
                                                                      Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast              Forecast             Forecast
Laba/Rugi Setelah Beban Pajak Penghasilan                   2.272.381.841.778     2.391.960.608.794     2.737.920.041.931     2.872.888.197.278     3.275.817.955.298     3.446.646.911.333     3.938.266.116.894     4.130.970.678.737     4.757.316.250.613       65.729.964.798
Depresiasi                                                                  -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                    -

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kenaikan/Penurunan
Piutang usaha                                                      (6.459.246)           (2.784.265)           (7.868.079)           (3.134.747)           (9.152.008)           (3.944.984)          (11.148.163)           (4.441.577)          (14.177.932)         111.676.756
Persediaan                                                                  -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                    -
Utang usaha                                                        62.707.753            64.275.447            65.882.333            67.529.392            69.217.626            70.948.067            72.721.769            74.539.813            76.403.308       (3.132.535.640)
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi       2.272.438.090.286     2.392.022.099.976     2.737.978.056.186     2.872.952.591.923     3.275.878.020.916     3.446.713.914.417     3.938.327.690.499     4.131.040.776.974     4.757.378.475.989       62.709.105.914

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Aset tetap - neto                                                           -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi                    -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Utang pihak berelasi                                                        -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -
Penerimaan (Pembayaran) Pinjaman                                            -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -                     -

Kenaikan (Penurunan) bersih kas dan setara kas              2.272.438.090.286     2.392.022.099.976     2.737.978.056.186     2.872.952.591.923     3.275.878.020.916     3.446.713.914.417     3.938.327.690.499     4.131.040.776.974     4.757.378.475.989       62.709.105.914

Kas dan setara kas pada awal tahun                         20.184.030.581.379    22.456.468.671.665    24.848.490.771.641    27.586.468.827.827    30.459.421.419.749    33.735.299.440.665    37.182.013.355.082    41.120.341.045.581    45.251.381.822.555    50.008.760.298.544
Kas dan setara kas pada akhir tahun                        22.456.468.671.665    24.848.490.771.641    27.586.468.827.827    30.459.421.419.749    33.735.299.440.665    37.182.013.355.082    41.120.341.045.581    45.251.381.822.555    50.008.760.298.544    50.071.469.404.458

Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

JTD menghadapi risiko utama terkait dengan realisasi penyesuaian tarif jalan tol dan keterlambatan
konstruksi. Meskipun regulasi di Indonesia telah mengatur mekanisme penyesuaian tarif secara
periodik berdasarkan tingkat inflasi, dalam praktiknya implementasi penyesuaian ini seringkali tidak
konsisten dan bergantung pada keputusan regulator. Hal ini menciptakan ketidakpastian dalam
proyeksi pendapatan jangka panjang.
Dalam praktiknya, JTD menunjukkan pola penyesuaian tarif yang relatif lebih agresif dibandingkan
dengan tren umum industri jalan tol. Meskipun hal ini berpotensi memperkuat kinerja pendapatan,
terdapat risiko bahwa penyesuaian tarif yang terlalu tinggi tidak dapat dipertahankan dalam jangka
panjang, terutama bila mempertimbangkan dinamika sosial, politik, dan sensitivitas publik terhadap
tarif transportasi.
Sebagai langkah antisipatif, JTD merancang sejumlah strategi ke depan, antara lain:
              1. Pendekatan Regulator yang Proaktif – Melakukan komunikasi dan koordinasi intensif
                 dengan otoritas jalan tol untuk memastikan proses penyesuaian tarif berjalan sesuai regulasi
                 yang berlaku, sekaligus mempertimbangkan keberlanjutan bisnis.
              2. Diversifikasi Sumber Pendapatan – Mengeksplorasi potensi pendapatan non-tarif seperti
                 pemanfaatan lahan tol (rest area, reklame, dan fasilitas komersial) guna mengurangi
                 ketergantungan terhadap tarif tol semata.
              3. Peningkatan Efisiensi Operasional – Melakukan optimalisasi biaya operasional dan
                 pemeliharaan jalan guna menjaga margin usaha, terlepas dari fluktuasi tarif.
              4. Penguatan Tata Kelola dan Transparansi – Menyusun proyeksi keuangan yang realistis, serta
                 menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengambilan keputusan investasi dan pembiayaan.
Melalui strategi ini, JTD berharap dapat mengelola ekspektasi pasar, menjaga kesinambungan
keuangan perusahaan, serta memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan terhadap prospek
jangka panjang perusahaan.
Indikasi Nilai Pasar JTD
Pendekatan Pendapatan dengan menggunakan Metode Discounted Cash Flow (“DCF”)
Metode DCF diaplikasikan dengan melakukan penyesuaian sebagai berikut:
Perhitungan Non-Operating Asset
Sesuai dengan Peraturan No. VIII.C.5, telah diidentifikasi bahwa ATB yang dimiliki oleh JTD yang telah
memenuhi syarat karakteristik ATB dalam melakukan penilaian atas ATB. Berdasarkan klasifikasi ATB
yang menjadi Objek Penilaian, ATB yang dimiliki oleh JTD merupakan ATB terkait kontrak
perusahaan berupa lisensi yaitu Hak Pengusahaan Jalan Tol dalam Kota Jakarta Ruas Semanan-
Sunter dan Sunter-Pulo Gebang.
Asumsi Non-Operating Asset dihitung dengan Pendekatan Pendapatan menggunakan Metode Laba
Premi (Premium Profits Method/Incremental Income) dan Pendekatan Biaya. Pendekatan




 Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 189
                                                                                        P a g e | 58



Pendapatan dengan Incremental Income digunakan untuk menghasilkan nilai ATB dengan
mengkapitalisasi aliran pendapatan atau arus kas inkremental yang dihasilkan dari perbandingan
usaha yang menggunakan ATB dengan menggunakan tingkat diskonto atau tingkat kapitalisasi
tertentu. Sedangkan Pendekatan Biaya didasarkan pada realisasi investasi untuk biaya konstruksi
pembangunan Seksi B dan C.
Asumsi Proyeksi Keuangan
    •    Periode proyeksi yang digunakan adalah 2025 – 5 Januari 2067 berdasarkan sisa masa konsesi
         Jalan Tol Seksi A (Kelapa Gading - Pulo Gebang), Seksi B (Semanan - Grogol), dan Seksi C
         (Grogol - Kelapa Gading).
    •    Sesuai Tarif Pajak PPh Badan Indonesia berdasarkan Peraturan yang disesuaikan dengan UU
         Nomor 7 Tahun 2021 adalah sebesar 22%.
Asumsi Pendapatan
Asumsi pendapatan disusun berdasarkan golongan kendaraan, volume kendaraan, dan tarif tol untuk
masing-masing ruas, yaitu Seksi B dan Seksi C, yang diproyeksikan mulai beroperasi pada tahun 2031.
Penyesuaian asumsi dilakukan berdasarkan data historis dan didukung oleh justifikasi data pasar
untuk mencerminkan kondisi yang paling representatif.
Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha
Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha terdiri dari asumsi Biaya Operasi dan Pemeliharaan
Rutin, Biaya Pemeliharaan Berkala dan Penggantian Alat, Biaya Overhead Badan Usaha Jalan Tol,
Biaya Agency Fee Selama Masa Tenor.
Asumsi Biaya Investasi Jalan Tol Seksi B dan Seksi C
Deskripsi                                                         Niai (Rp)
Rencana Biaya Investasi untuk Seksi B dan C            17.693.743.824.736

Biaya yang telah dikeluarkan untuk Seksi B dan C          345.798.848.947

Remaining Balance                                      17.347.944.975.789
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Berdasarkan Berita Acara Evaluasi diketahui bahwa Total Investasi untuk Jalan Tol Seksi B dan C
adalah sebesar Rp17.693.743.824.736,-. Berdasarkan Nilai Buku per 31 Desember 2024, dimana Total
biaya yang telah dikeluarkan untuk Seksi B dan C adalah sebesar Rp345.798.848.947,-.
Asumsi Incremental Income Jalan Tol Seksi B dan Seksi C
Deskripsi                                                               Niai (Rp)    Persentase (%)
Rencana Biaya Investasi untuk Seksi B dan C                  17.693.743.824.736               100%
Future Value atas Biaya yang telah dikeluarkan untuk
Seksi B dan C                                                   647.259.236.803               3,7%
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Biaya investasi yang telah dikeluarkan untuk Seksi B dan C telah direvaluasi dan dihitung kembali
dalam bentuk nilai masa depan guna mencerminkan nilai yang berlaku pada tanggal penilaian,
dengan nilai sebesar Rp647.259.236.803,- atau setara 3,7% dari total biaya investasi Seksi B dan C.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 190
                                                                                                                P a g e | 59



Deskripsi                                                                    Nilai
Discount Rate (WARA)                                                             6,56%
Incremental Income                                                  29.104.907.218.960
Persentase Biaya Yang Telah Dibiayakan dari Total
Investasi                                                                           3,7%
Adjusted Incremental Income                                           1.064.693.838.702
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Incremental Income mengukur selisih antara nilai kini dari seluruh arus kas masuk dan arus kas keluar
yang diharapkan dari Seksi B dan C, melibatkan tingkat diskonto menggunakan WARA sebesar 6,56%.
Dengan mempertimbangkan persentase biaya investasi yang telah direalisasikan, maka Adjusted
Incremental Income diperoleh sebesar Rp1.064.693.838.702,-.
Asumsi Tingkat Diskonto
Penentuan tingkat diskonto berupa rata-rata tertimbang tingkat imbal balik atas aset (weighted
average rate of return on assets-WARA) adalah ukuran setelah pajak pengembalian yang dapat
dilakukan sebagai pemeriksaan yang wajar untuk memastikan tingkat diskonto yang dipilih dan
digunakan dalam analisis kami dukung dan masuk akal dalam konteks bisnis secara keseluruhan.
                                                      WARA JTD
                                                           Total                     Rate of
                                                                                             Weighted Return
              Deskripsi                            Consideration        %            Return
                                                                       (A)               (B)          (C=A*B)
              Net Working Capital                             -      0,0%             6,50%       0,0%
              Aset Lancar Lainnya                 88.892.094.485     1,3%             6,50%       0,1%
              Aset Tetap – Nilai Pasar             5.323.258.000     0,1%             6,53%       0,0%
              Aset Tidak Lancar Lainnya           11.075.448.145     0,2%             6,50%       0,0%
              Goodwill                                        -      0,0%             0,00%       0,0%
              Aset TakBerwujud                  6.831.853.491.714   98,5%             6,56%      6,46%
              Enterprise Value                  6.937.144.292.344   100%                         6,56%
              Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

WARA selama periode proyeksi TLCF (2025 – 2029) tidak merepresentasikan pola risiko hierarki pada
ATB, karena Rate of Return untuk ATB (7,94%) lebih rendah dibandingkan dengan Rate of Return
untuk Aset Tetap (8,37%) dan Net Working Capital (8,34%). Sebaliknya, WARA setelah periode
proyeksi TLCF (2030 – 5 Januari 2067) lebih mencerminkan pola risiko hierarki pada ATB, dimana Rate
of Return untuk ATB (6,56%) lebih tinggi dibandingkan dengan Rate of Return untuk Aset Tetap
(6,53%) dan Net Working Capital (6,50%). Oleh karena itu, dalam proses penilaian ini, perhitungan
WARA yang digunakan adalah WARA setelah periode TLCF. Adapun WACC selama periode proyeksi
TLCF telah tercermin dan diterapkan dalam Metode DCF periode 2025 – 2029.
Tabel berikut menunjukkan perhitungan Laba Setelah Pajak JTD sepanjang periode proyeksi atas
Indikasi Nilai akan ATB yang dibandingkan dengan Total Investasi untuk Jalan Tol Seksi B dan C.
Kemudian perhitungan Incremental Income dihitung berdasarkan proporsi revaluasi nilai masa depan
sebesar 3,7% dari total biaya investasi Seksi B dan C. Menurut pendapat kami, dengan menggunakan
metode Incremental Income, maka nilai Non-Operating Asset adalah sebagai berikut:




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 191
                                                                                                                                                                                                                                                                                     P a g e | 60



                                Pendekatan Pendapatan – Perhitungan Metode Incremental Income
                                                                                                                                                                                                                                                                                   (dalam Rupiah)
Incremental Income                                                    2026                   2027                    2028                     2029                     2030                      2031                         2032                        2033                         2034                    2035
Total Pendapatan                             -                          -                          -                    -                        -                        -          552.882.468.703              974.117.163.823           1.290.175.643.337            1.654.350.334.733       1.815.362.818.550
Beban Pokok Penjualan                        -                          -                          -                    -                        -                        -                        -                            -                           -                            -                       -
Laba Operasional                             -                          -                          -                    -                        -                        -          263.415.928.222              871.912.416.312           1.177.517.598.553            1.530.503.769.529       1.325.551.575.205
Pajak Penghasilan                            -                          -                          -                    -                        -                        -          (57.951.504.209)            (191.820.731.589)           (259.053.871.682)            (336.710.829.296)       (291.621.346.545)
Laba Setelah Pajak                           -                          -                          -                    -                        -                        -          205.464.424.013              680.091.684.724             918.463.726.871            1.193.792.940.232       1.033.930.228.660

                                         -100%                    -5%                        -39%                    -26%                     -26%                       -5%
Biaya Investasi Seksi B     (8.515.574.314.422)     (402.236.908.073)          (3.315.617.288.787)     (2.185.540.747.012)      (2.185.540.747.012)        (426.638.623.539)
Biaya Investasi Seksi C     (9.178.169.510.314)     (433.534.884.353)          (3.573.604.830.889)     (2.355.597.251.239)      (2.355.597.251.239)        (459.835.292.595)
Laba Setelah Pajak (B+C)                                                                                                                                                             205.464.424.013             680.091.684.724             918.463.726.871             1.193.792.940.232       1.033.930.228.660


Incremental Income                                     2036                         2037                    2038                    2039                   2040                   2041                   2042                        2043                        2044                    2045                  2046
Total Pendapatan                          2.062.441.158.550           2.160.880.460.732       2.448.277.562.010       2.572.160.406.648      2.922.242.008.514       3.061.719.182.413      3.468.927.833.674          3.644.455.582.057         4.140.480.963.990          4.338.104.084.099     4.915.071.927.285
Beban Pokok Penjualan                                     -                           -                       -                       -                      -                       -                      -                          -                         -                          -                     -
Laba Operasional                          1.720.492.727.122           1.998.574.299.113       2.271.344.201.750       2.379.599.995.105      2.062.969.834.843       2.481.809.143.209      3.222.837.156.262          3.378.068.202.783         3.852.440.799.211          3.393.020.672.737     4.233.090.640.187
Pajak Penghasilan                          (378.508.399.967)           (439.686.345.805)       (499.695.724.385)       (523.511.998.923)      (453.853.363.665)       (545.998.011.506)      (709.024.174.378)          (743.175.004.612)         (847.536.975.826)          (746.464.548.002)     (931.279.940.841)
Laba Setelah Pajak                        1.341.984.327.155           1.558.887.953.308       1.771.648.477.365       1.856.087.996.182      1.609.116.471.177       1.935.811.131.703      2.513.812.981.884          2.634.893.198.171         3.004.903.823.385          2.646.556.124.735     3.301.810.699.346



Biaya Investasi Seksi B
Biaya Investasi Seksi C
Laba Setelah Pajak (B+C)                  1.341.984.327.155           1.558.887.953.308       1.771.648.477.365       1.856.087.996.182      1.609.116.471.177       1.935.811.131.703      2.513.812.981.884          2.634.893.198.171         3.004.903.823.385          2.646.556.124.735     3.301.810.699.346


Incremental Income                                     2047                         2048                    2049                    2050                   2051                   2052                   2053                        2054                        2055                    2056                  2057
Total Pendapatan                          5.163.774.566.805        5.866.585.506.339          6.146.594.747.350        6.964.091.848.748      7.316.474.896.294      8.312.277.197.385      8.709.018.100.011          9.867.317.507.313        10.366.603.773.183         11.777.541.149.194    12.339.677.396.012
Beban Pokok Penjualan                                     -                        -                          -                        -                      -                      -                      -                          -                         -                          -                     -
Laba Operasional                          4.801.765.131.638        5.476.597.390.692          5.726.792.777.536        5.348.436.765.457      6.199.194.110.757      7.790.847.291.285      8.149.221.917.550          9.266.676.059.859         8.587.177.806.510         10.467.117.877.806    11.600.047.512.255
Pajak Penghasilan                        (1.056.388.328.960)      (1.204.851.425.952)        (1.259.894.411.058)      (1.176.656.088.401)    (1.363.822.704.367)    (1.713.986.404.083)    (1.792.828.821.861)        (2.038.668.733.169)       (1.889.179.117.432)        (2.302.765.933.117)   (2.552.010.452.696)
Laba Setelah Pajak                        3.745.376.802.678        4.271.745.964.740          4.466.898.366.478        4.171.780.677.056      4.835.371.406.391      6.076.860.887.202      6.356.393.095.689          7.228.007.326.690         6.697.998.689.077          8.164.351.944.689     9.048.037.059.559



Biaya Investasi Seksi B
Biaya Investasi Seksi C
Laba Setelah Pajak (B+C)                  3.745.376.802.678           4.271.745.964.740       4.466.898.366.478       4.171.780.677.056      4.835.371.406.391       6.076.860.887.202      6.356.393.095.689          7.228.007.326.690         6.697.998.689.077          8.164.351.944.689     9.048.037.059.559


Incremental Income                                             2058                        2059                       2060                     2061                     2062                     2063                         2064                        2065                         2066                 5-Jan-67
Total Pendapatan                             13.980.854.489.681              14.688.285.726.859        16.687.421.777.103       17.483.904.211.595       19.809.263.471.737       20.811.612.203.407       23.644.158.151.465              24.772.682.191.759           28.375.037.404.614        391.996.093.821
Beban Pokok Penjualan                                         -                               -                         -                        -                        -                        -                        -                               -                            -                      -
Laba Operasional                             13.188.835.897.419              13.840.534.830.694        13.695.681.349.626       15.382.217.541.187       18.772.134.802.521       19.703.192.198.471       22.459.942.740.275              21.474.729.288.142           25.914.215.097.270        372.621.502.031
Pajak Penghasilan                            (2.901.543.897.432)             (3.044.917.662.753)       (3.013.049.896.918)      (3.384.087.859.061)      (4.129.869.656.555)      (4.334.702.283.664)      (4.941.187.402.861)             (4.724.440.443.391)          (5.701.127.321.399)       (81.976.730.447)
Laba Setelah Pajak                           10.287.291.999.987              10.795.617.167.941        10.682.631.452.708       11.998.129.682.126       14.642.265.145.966       15.368.489.914.807       17.518.755.337.415              16.750.288.844.751           20.213.087.775.870        290.644.771.584



Biaya Investasi Seksi B
Biaya Investasi Seksi C
Laba Setelah Pajak (B+C)                     10.287.291.999.987              10.795.617.167.941        10.682.631.452.708       11.998.129.682.126       14.642.265.145.966       15.368.489.914.807       17.518.755.337.415              16.750.288.844.751           20.213.087.775.870        290.644.771.584



                                Deskripsi                                                                                                                                                                              Nilai
                                Discount Rate (WARA)                                                                                                                                                                 6,56%
                                Incremental Income                                                                                                                                                      29.104.907.218.960
                                Persentase Biaya Yang Telah Dibiayakan dari Total
                                Investasi                                                                                                                                                                                3,7%
                                Adjusted Incremental Income                                                                                                                                                1.064.693.838.702
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Menurut pendapat kami, dengan menggunakan Pendekatan Pendapatan, maka Nilai Non-Operating
Asset per 31 Desember 2024 ada sebesar Rp1.064.693.838.702,-.
                                                                                                                     Pendekatan Biaya
                     Deskripsi                                                                                                                                                                                                      Niai (Rp)
                     Rencana Biaya Investasi untuk Seksi B dan C                                                                                                                                                         17.693.743.824.736

                     Biaya yang telah dikeluarkan untuk Seksi B dan C                                                                                                                                                                345.798.848.947
                   Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Menurut pendapat kami, dengan menggunakan Pendekatan Biaya, maka Nilai Non-Operating Asset
per 31 Desember 2024 ada sebesar Rp345.798.848.947,-.
                                                                                              Total Nilai Non-Operating Asset
                     Deskripsi                                                                                                                                                                                                Nilai (Rp)
                     Pendekatan Biaya: Biaya Investasi Seksi B dan C per 2024                                                                                                                                                  345.798.848.947
                     Pendekatan Pendapatan: Adjusted Incremental Income                                                                                                                                                      1.064.693.838.702
                     Total Seksi B dan Seksi C                                                                                                                                                                               1.410.492.687.649
                   Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Menurut pendapat kami, dengan menggunakan Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Biaya,
maka Nilai Non-Operating Asset per 31 Desember 2024 ada sebesar Rp1.410.492.687.649,-.




 Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 192
                                                                                                                                                                                                                                                                                                     P a g e | 61



Dengan menggunakan metode DCF, Indikasi Nilai Pasar JTD disajikan pada tabel berikut:
                                                             Perhitungan Indikasi Nilai Pasar JTD – Metode DCF
                                                                                                                                                                                                                                                                                                   (dalam Rupiah)
Deskripsi                                                     2025                        2026                            2027                    2028                   2029                      2030                      2031                     2032                      2033                     2034                 2035
Pendapatan                                          96.837.922.248             111.517.001.854                 116.989.141.135         132.548.696.906        139.255.660.970           157.776.663.879           124.287.522.547          218.980.734.270           290.030.419.551          371.896.589.542      408.092.062.984

Beban Pokok Penjualan & Beban Usaha                (93.054.518.230)            (98.012.052.854)               (106.751.396.144)       (112.289.065.535)      (118.142.559.730)         (121.008.623.723)         (123.946.339.316)         (126.957.497.799)        (130.043.935.244)         (133.207.533.625)   (136.450.221.966)
EBITDA                                               3.783.404.019              13.504.949.000                  10.237.744.991          20.259.631.371         21.113.101.240            36.768.040.156               341.183.231            92.023.236.471          159.986.484.307           238.689.055.917     271.641.841.018

Depreasiasi                                         (1.075.330.991)             (1.075.330.991)                  (1.075.330.991)        (1.075.330.991)          (581.169.966)                        -                         -                         -                        -                        -                    -
EBIT                                                 2.708.073.028              12.429.618.009                    9.162.414.000         19.184.300.381         20.531.931.274            36.768.040.156               341.183.231            92.023.236.471          159.986.484.307          238.689.055.917      271.641.841.018

Tax on EBIT                           22%                        -                           -                               -                       -                      -            (8.088.968.834)              (75.060.311)          (20.245.112.024)         (35.197.026.548)         (52.511.592.302)     (59.761.205.024)
EBIAT                                                2.708.073.028              12.429.618.009                   9.162.414.000          19.184.300.381         20.531.931.274            28.679.071.322               266.122.920            71.778.124.447          124.789.457.759          186.177.463.615      211.880.635.994

Depresiasi                                           1.075.330.991               1.075.330.991                   1.075.330.991           1.075.330.991            581.169.966                         -                         -                         -                        -                        -                    -
Change in Working Capital                              214.507.313                  54.072.148                      95.677.820              60.414.374             64.030.457                31.084.658                32.780.465                31.341.127               32.580.048               33.236.275           34.902.607
FCFF                                                 3.997.911.332              13.559.021.148                  10.333.422.811          20.320.045.745         21.177.131.697            28.710.155.980               298.903.385            71.809.465.575          124.822.037.808          186.210.699.890      211.915.538.602

Discount rate                                                 7,9%                        7,9%                            7,9%                    7,9%                   7,9%                      6,6%                      6,6%                      6,6%                     6,6%                      6,6%                6,6%
Discount period                                                 1,0                         2,0                             3,0                     4,0                    5,0                       6,0                       7,0                       8,0                      9,0                      10,0                11,0
Discount factor                                                0,93                        0,86                            0,79                    0,74                   0,68                      0,68                      0,64                      0,60                     0,56                      0,53                0,50
PV of FCFF                                           3.703.521.057              11.635.677.055                   8.214.652.209          14.964.124.855         14.446.925.715            19.610.827.873               191.602.544            43.197.856.332           70.466.359.031            98.651.855.670     105.359.449.159


Deskripsi                                                 2036                     2037                       2038                      2039                    2040                        2041                       2042                       2043                       2044                       2045                   2046
Pendapatan                                     463.635.069.847          485.764.143.713            550.370.774.827           578.219.536.033         656.917.591.132             688.271.944.683            779.812.113.326            819.270.606.260            930.776.702.637            975.202.216.895      1.104.904.111.742

Beban Pokok Penjualan & Beban Usaha           (139.773.977.515)         (139.680.826.953)          (143.172.847.626)        (146.752.168.817)        (150.420.973.037)          (154.181.497.363)           (158.036.034.797)          (161.986.935.667)          (166.036.609.059)          (170.187.524.286)     (174.442.212.393)
EBITDA                                         323.861.092.332           346.083.316.761            407.197.927.201          431.467.367.216          506.496.618.095            534.090.447.319             621.776.078.528            657.283.670.592            764.740.093.578            805.014.692.610       930.461.899.350

Depreasiasi                                                  -                        -                          -                         -                       -                           -                          -                          -                          -                          -                     -
EBIT                                           323.861.092.332          346.083.316.761            407.197.927.201           431.467.367.216         506.496.618.095             534.090.447.319            621.776.078.528            657.283.670.592            764.740.093.578            805.014.692.610       930.461.899.350

Tax on EBIT                           22%      (71.249.440.313)         (76.138.329.687)           (89.583.543.984)          (94.922.820.788)        (111.429.255.981)          (117.499.898.410)           (136.790.737.276)          (144.602.407.530)          (168.242.820.587)          (177.103.232.374)     (204.701.617.857)
EBIAT                                          252.611.652.019          269.944.987.073            317.614.383.217           336.544.546.429          395.067.362.114            416.590.548.909             484.985.341.252            512.681.263.062            596.497.272.991            627.911.460.236       725.760.281.493

Depresiasi                                                   -                        -                          -                         -                       -                           -                          -                          -                          -                          -                     -
Change in Working Capital                           35.452.282               (1.408.260)                37.137.600                38.737.867              38.828.244                  40.662.280                 40.638.839                 42.606.712                 42.427.756                 44.711.689            44.355.924
FCFF                                           252.647.104.301          269.943.578.814            317.651.520.816           336.583.284.296         395.106.190.358             416.631.211.189            485.025.980.091            512.723.869.774            596.539.700.747            627.956.171.924       725.804.637.417

Discount rate                                             6,6%                     6,6%                       6,6%                      6,6%                    6,6%                        6,6%                       6,6%                       6,6%                       6,6%                       6,6%                  6,6%
Discount period                                            12,0                     13,0                       14,0                      15,0                    16,0                        17,0                       18,0                       19,0                       20,0                       21,0                  22,0
Discount factor                                            0,47                     0,44                       0,41                      0,39                    0,36                        0,34                       0,32                       0,30                       0,28                       0,26                  0,25
PV of FCFF                                     117.878.629.157          118.196.282.037            130.524.433.191           129.790.672.736         142.979.849.753             141.489.061.581            154.577.446.740            153.346.803.163            167.432.824.987            165.401.958.932       179.407.715.812


Deskripsi                                                  2047                     2048                       2049                     2050                     2051                    2052                           2053                       2054                       2055                       2056                  2057
Pendapatan                                    1.160.812.259.796        1.318.803.578.816          1.381.749.425.041        1.565.522.098.571        1.644.737.516.759       1.868.593.051.985              1.957.780.079.376          2.218.164.829.934          2.330.403.970.328          2.647.581.527.692     2.773.949.291.920

Beban Pokok Penjualan & Beban Usaha           (178.803.267.702)         (183.273.349.395)          (187.855.183.130)        (192.551.562.708)        (197.365.351.776)       (202.299.485.570)              (207.356.972.710)          (212.540.897.027)          (217.854.419.453)          (223.300.779.939)     (228.883.299.438)
EBITDA                                         982.008.992.094         1.135.530.229.421          1.193.894.241.911        1.372.970.535.863        1.447.372.164.983       1.666.293.566.415              1.750.423.106.667          2.005.623.932.906          2.112.549.550.875          2.424.280.747.753     2.545.065.992.482

Depreasiasi                                                  -                         -                          -                        -                        -                       -                              -                          -                          -                          -                     -
EBIT                                           982.008.992.094         1.135.530.229.421          1.193.894.241.911        1.372.970.535.863        1.447.372.164.983       1.666.293.566.415              1.750.423.106.667          2.005.623.932.906          2.112.549.550.875          2.424.280.747.753     2.545.065.992.482

Tax on EBIT                           22%     (216.041.978.261)         (249.816.650.473)          (262.656.733.220)        (302.053.517.890)        (318.421.876.296)       (366.584.584.611)              (385.093.083.467)          (441.237.265.239)          (464.760.901.193)          (533.341.764.506)     (559.914.518.346)
EBIAT                                          765.967.013.833           885.713.578.948            931.237.508.691        1.070.917.017.973        1.128.950.288.687       1.299.708.981.804              1.365.330.023.200          1.564.386.667.667          1.647.788.649.683          1.890.938.983.247     1.985.151.474.136

Depresiasi                                                   -                        -                          -                         -                        -                       -                              -                          -                          -                          -                     -
Change in Working Capital                           46.813.558               46.221.116                 49.109.833                48.249.718               51.366.965              50.153.481                     53.863.048                 52.251.365                 56.265.322                 54.133.060            58.965.874
FCFF                                           766.013.827.391          885.759.800.064            931.286.618.524         1.070.965.267.691        1.129.001.655.652       1.299.759.135.284              1.365.383.886.248          1.564.438.919.032          1.647.844.915.005          1.890.993.116.308     1.985.210.440.010

Discount rate                                             6,6%                     6,6%                       6,6%                      6,6%                    6,6%                        6,6%                       6,6%                       6,6%                       6,6%                       6,6%                  6,6%
Discount period                                            23,0                     24,0                       25,0                      26,0                    27,0                        28,0                       29,0                       30,0                       31,0                       32,0                  33,0
Discount factor                                            0,23                     0,22                       0,20                      0,19                    0,18                        0,17                       0,16                       0,15                       0,14                       0,13                  0,12
PV of FCFF                                     177.692.071.364          192.822.393.524            190.254.496.079           205.322.722.988         203.126.352.554             219.454.571.693            216.344.864.122            232.627.198.614            229.947.280.707            247.634.957.742       243.971.231.080


Deskripsi                                                      2058                       2059                          2060                       2061                       2062                         2063                             2064                        2065                         2066                05-Jan-67
Pendapatan                                        3.142.884.547.745          3.301.914.505.861             3.751.318.639.621          3.930.367.233.379          4.453.106.075.418            4.678.433.242.834                5.315.187.233.622           5.568.878.506.256            6.378.684.984.274          88.120.398.289

Beban Pokok Penjualan & Beban Usaha                (234.605.381.924)          (240.470.516.472)             (246.482.279.384)          (252.644.336.368)          (258.960.444.777)            (265.434.455.897)                (272.070.317.294)           (278.872.075.227)            (285.843.877.107)         (3.938.037.285)
EBITDA                                            2.908.279.165.822          3.061.443.989.389             3.504.836.360.237          3.677.722.897.011          4.194.145.630.641            4.412.998.786.938                5.043.116.916.328           5.290.006.431.030            6.092.841.107.167          84.182.361.003

Depreasiasi                                                       -                          -                             -                          -                          -                            -                                -                           -                            -                       -
EBIT                                              2.908.279.165.822          3.061.443.989.389             3.504.836.360.237          3.677.722.897.011          4.194.145.630.641            4.412.998.786.938                5.043.116.916.328           5.290.006.431.030            6.092.841.107.167          84.182.361.003

Tax on EBIT                             22%        (639.821.416.481)          (673.517.677.666)             (771.063.999.252)          (809.099.037.342)          (922.712.038.741)            (970.859.733.126)           (1.109.485.721.592)             (1.163.801.414.827)          (1.340.425.043.577)       (18.520.119.421)
EBIAT                                             2.268.457.749.341          2.387.926.311.724             2.733.772.360.985          2.868.623.859.668          3.271.433.591.900            3.442.139.053.811             3.933.631.194.736               4.126.205.016.203            4.752.416.063.590         65.662.241.583

Depresiasi                                                        -                          -                             -                          -                          -                            -                                -                           -                            -                       -
Change in Working Capital                                56.248.508                 61.491.182                    58.014.255                 64.394.644                 60.065.618                   67.003.084                       61.573.606                  70.098.236                   62.225.377          (3.020.858.884)
FCFF                                              2.268.513.997.849          2.387.987.802.906             2.733.830.375.239          2.868.688.254.313          3.271.493.657.518            3.442.206.056.895                3.933.692.768.342           4.126.275.114.440            4.752.478.288.967          62.641.382.699

Discount rate                                                  6,6%                       6,6%                         6,6%                        6,6%                       6,6%                            6,6%                         6,6%                         6,6%                         6,6%                    6,6%
Discount period                                                 34,0                       35,0                         36,0                        37,0                       38,0                            39,0                         40,0                         41,0                         42,0                    42,0
Discount factor                                                 0,12                       0,11                         0,10                        0,10                       0,09                            0,08                         0,08                         0,07                         0,07                    0,07
PV of FCFF                                          261.627.621.675            258.454.618.170              277.673.106.953             273.435.987.863            292.636.479.238                 288.954.397.023              309.886.704.206              305.049.803.110              329.718.087.828           4.342.233.104



                                                       DISCOUNTED CASH FLOW
            Sum of Year PV                                                                                                                                                                                                                            6.952.445.709.226
            Terminal Value                                                                                                                                                                                                                                          -
            Enterprise Value                                                                                                                                                                                                                          6.952.445.709.226
                - Short Term Interest Bearing Debt + Long Term Liabilities                                                                                                                                                                             (326.638.675.535)
                + Non Operating Asset                                                                                                                                                                                                                 1.410.492.687.649
            Indikasi Nilai Pasar 100% JTD                                                                                                                                                                                                             8.036.299.721.340
            Discount for Lack of Marketability (DLOM)*                                                                                                                                               30%                                             (2.410.889.916.402)
                +Kas dan Setara Kas JTD                                                                                                                                                                                                                  51.604.583.528
            Indikasi Nilai Pasar 100% JTD Setelah DLOM                                                                                                                                                                                                5.677.014.388.466
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Dengan menggunakan metode DCF, setelah mengaplikasikan DLOM sebesar 30% mengingat JTD
merupakan perusahaan tertutup maka Indikasi Nilai Pasar 100% saham JTD adalah sebesar
Rp5.677.014.388.466,-.
Pendekatan Aset dengan menggunakan Metode Adjusted Net Asset Method (ANAM)
Metode ANAM diaplikasikan dengan melakukan penyesuaian terhadap akun-akun neraca JTD per 31
Desember 2024 untuk menentukan Nilai Pasarnya, yaitu sebagai berikut:
Perhitungan Aset Tetap JTD
Aset tetap yang dimiliki oleh JTD adalah berupa ROU – Aset Sewa Gedung, Peralatan Kantor,
Kendaraan, Bangunan Kantor, dan Perabot Kantor. Berdasarkan Laporan Penilaian Aset oleh TRUSCEL




 Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 193
                                                                                           P a g e | 62



dengan No. 00005/2.0094-00/PP/03/0133/1/VI/2025 tanggal 18 Juni 2025. Berikut Nilai Pasar Aset
Tetap JTD per 31 Desember 2024:
                                               Aset Tetap JTD
                                                                         (dalam Rupiah)
                     No Deskripsi Aset                          Nilai Pasar JTD (Rp)
                       1 ROU- Aset Sewa Gedung                        2.217.893.000
                       3 Peralatan Kantor                             2.583.849.000
                       2 Kendaraan                                       25.335.000
                       4 Bangunan Kantor                                           -
                       5 Perabot Kantor                                 496.181.000
                     TOTAL ASET TETAP                                 5.323.258.000
                  Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Perhitungan ATB JTD
Sesuai dengan Peraturan No. VIII.C.5, telah diidentifikasi bahwa ATB yang dimiliki oleh JTD yang telah
memenuhi syarat karakteristik ATB dalam melakukan penilaian atas ATB. Berdasarkan klasifikasi ATB
yang menjadi Objek Penilaian, ATB yang dimiliki oleh JTD merupakan ATB terkait kontrak
perusahaan berupa lisensi yaitu Hak Pengusahaan Jalan Tol dalam Kota Jakarta Ruas Semanan-
Sunter dan Sunter-Pulo Gebang.
Selanjutnya untuk menilai ATB, penentuan tingkat diskonto berupa rata-rata tertimbang tingkat
imbal balik atas aset (weighted average rate of return on assets-WARA) adalah ukuran setelah pajak
pengembalian yang dapat dilakukan sebagai pemeriksaan yang wajar untuk memastikan tingkat
diskonto yang dipilih dan digunakan dalam analisis kami dukung dan masuk akal dalam konteks bisnis
secara keseluruhan. Tingkat pengembalian dari masing-masing aset dihitung sebagai berikut:
   -    Net Working Capital
        Tingkat pengembalian modal kerja bersih adalah tingkat suku bunga kredit pinjaman modal
        kerja setelah pajak dalam mata uang Rupiah per Desember 2024, yaitu sebesar 6,50%
        (www.bi.go.id, dihitung). Namun demikian, JTD tidak memiliki posisi modal kerja bersih per
        tanggal penilaian, sehingga tingkat pengembalian ini digunakan sebagai acuan dalam
        penentuan kewajaran risiko hierarki WARA;
   -    Aset Lancar Lainnya
        Tingkat pengembalian aset lancar lainnya bersih adalah tingkat suku bunga kredit pinjaman
        modal kerja setelah pajak dalam mata uang Rupiah per Desember 2024, yaitu sebesar 6,50%
        (www.bi.go.id, dihitung). Penggunaan suku bunga kredit modal kerja sebagai dasar penilaian
        aset lancar lainnya bersih mencerminkan karakter aset yang bersifat jangka pendek dan
        berfungsi mendukung operasional.
   -    Aset Tetap
        Tingkat pengembalian atas aset tetap didasarkan pada leasing rate untuk peralatan, mesin,
        komputer dan kendaraan berdasarkan data pasar per Desember 2024 sebesar 6,53%. Tingkat
        pengembalian ini digunakan untuk mencerminkan biaya penggunaan aset tetap serupa di
        pasar, serta merepresentasikan estimasi imbal hasil yang wajar atas aset produktif dengan
        karakteristik yang sebanding.
   -    Aset Tidak Lancar Lainnya
        Tingkat pengembalian aset lancar lainnya bersih adalah tingkat suku bunga kredit pinjaman
        modal kerja setelah pajak dalam mata uang Rupiah per Desember 2024, yaitu sebesar 6,50%




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 194
                                                                                                       P a g e | 63



       (www.bi.go.id, dihitung). Aset tidak lancar lainnya memiliki karakteristik manfaat ekonomi
       jangka pendek hingga menengah yang terkait dengan aktivitas operasional perusahaan. Oleh
       karena itu, tingkat pengembalian yang digunakan disesuaikan dengan risiko yang melekat
       pada aset lancar.
   -   ATB
                                                     WARA JTD
                                                          Total             Rate of
                                                                                    Weighted Return
           Deskripsi                              Consideration        %    Return
                                                                      (A)       (B)          (C=A*B)
           Net Working Capital                               -      0,0%     6,50%       0,0%
           Aset Lancar Lainnya                   88.892.094.485     1,3%     6,50%       0,1%
           Aset Tetap – Nilai Pasar               5.323.258.000     0,1%     6,53%       0,0%
           Aset Tidak Lancar Lainnya             11.075.448.145     0,2%     6,50%       0,0%
           Goodwill                                          -      0,0%     0,00%       0,0%
           Aset TakBerwujud                    6.831.853.491.714   98,5%     6,56%      6,46%
           Enterprise Value                    6.937.144.292.344   100%                 6,56%
             Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

WARA selama periode proyeksi TLCF (2025 – 2029) tidak merepresentasikan pola risiko hierarki pada
ATB, karena Rate of Return untuk ATB (7,94%) lebih rendah dibandingkan dengan Rate of Return
untuk Aset Tetap (8,37%) dan Net Working Capital (8,34%). Sebaliknya, WARA setelah periode
proyeksi TLCF (2030 – 5 Januari 2067) lebih mencerminkan pola risiko hierarki pada ATB, dimana Rate
of Return untuk ATB (6,56%) lebih tinggi dibandingkan dengan Rate of Return untuk Aset Tetap
(6,53%) dan Net Working Capital (6,50%). Oleh karena itu, dalam proses penilaian ini, perhitungan
WARA yang digunakan adalah WARA setelah periode TLCF. Adapun WACC selama periode proyeksi
TLCF telah tercermin dan diterapkan dalam Metode DCF periode 2025 – 2029.
Metode Multi-Period Excess Earnings
Perhitungan ATB Pendekatan Pendapatan (Multi-Period Excess Earning Method)
Metode Pendapatan Lebih (Excess Earnings Method) digunakan untuk mengestimasikan nilai ATB
dengan menentukan nilai sekarang dari arus kas yang akan diterima di masa yang akan datang yang
terkait dengan ATB dengan menggunakan tingkat diskonto atau tingkat kapitalisasi sesuai risiko ATB.
Dalam penyusunan proyeksi, arus kas ATB yang menjadi objek penilaian merupakan hasil
pengurangan dari arus kas dengan arus kas yang berasal dari kontribusi aset lain (contributory asset
charges) dan/atau kontribusi dari Goodwill.
Setelah mendapatkan rate of return dari masing-masing aset, nilai ATB dihitung dengan
menggunakan Metode Pendapatan Lebih (Multi-Period Excess Earning Method) per tanggal 31
Desember 2024 didasarkan pada proyeksi keuangan periode 2025 sampai dengan 5 Januari 2067.
Proyeksi yang digunakan merupakan proyeksi oleh manajemen dan telah disesuaikan berdasarkan
potensi usaha yang dapat dicapai dimasa yang akan datang.
Dari proyeksi laporan keuangan yang diperoleh, dapat dihitung arus kas bersih JTD yang kemudian
dikurangi return for working capital, return for tangible assets dan return for time deposit.
Selanjutnya didiskontokan dengan tingkat diskonto ATB yang sesuai sebesar 6,56% yang diestimasi
berdasarkan WARA dalam perhitungan WACC, untuk mendapatkan nilai arus kas atas ATB/Goodwill.
Tabel berikut menunjukkan perhitungan EBIAT JTD sepanjang periode proyeksi atas Indikasi Nilai
akan ATB setelah dikurangi oleh return for working capital, return for time deposit dan return for
tangible assets. Dalam perhitungan EBIAT atas ATB JTD yang mana merupakan langkah pertama
dalam menentukan nilai ATB telah dilakukan dengan menggunakan periode proyeksi selama periode
2025 sampai dengan 5 Januari 2067. Menurut pendapat kami, dengan menggunakan Multi-Period
Excess Earning Method maka Indikasi Nilai ATB JTD adalah sebagai berikut:



Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 195
                                                                                                                                                                                                                                                                                                             P a g e | 64




                                                               Perhitungan ATB - Metode Multi-Period Excess Earnings
                                                                                                                                                                                                                                                                                                           (dalam Rupiah)
Excess Earnings Method                                            2024                           2025F                        2026F                2027F                2028F                2029F                    2030F                   2031F                   2032F                  2033F                2034F                2035F
Pendapatan                               (Rp)        99.420.245.299                    96.837.922.248           111.517.001.854          116.989.141.135    132.548.696.906        139.255.660.970      157.776.663.879         124.287.522.547         218.980.734.270        290.030.419.551          371.896.589.542      408.092.062.984
EBIAT                                    (Rp)                                           2.708.073.028            12.429.618.009            9.162.414.000     19.184.300.381         20.531.931.274       28.679.071.322             266.122.920          71.778.124.447        124.789.457.759          186.177.463.615      211.880.635.994

Working Capital based on adjusted
Current Asset (without Cash)             (Rp)            6.542.033.655
 Return for Working Capital               (%)                    6,50%
 Return for Working Capital              (Rp)              425.470.318
 Contributory Asset Charges (CAC) for
 Working Capital                         (Rp)                   0,43%                    414.419.230                   477.238.555           500.656.651        567.243.985           595.946.531              675.207.420              531.890.175             937.131.087      1.241.189.200            1.591.536.609        1.746.435.639

Time Deposit Value                       (Rp)        51.604.583.528
  Return for Time Deposit                 (%)                 4,14%
  Return for Time Deposit                (Rp)         2.135.191.248
  Contributory Asset Charges (CAC) for
  Time Deposit                           (Rp)                   2,15%                   2.079.732.186                 2.394.986.309        2.512.508.288      2.846.671.890          2.990.713.487            3.388.478.381        2.669.251.414           4.702.922.890         6.228.815.988            7.987.008.489        8.764.357.789

Tangible Aset Value - Exclude ROU        (Rp)            3.105.365.000 > Aset Tetap (Tanpa ROU)
 Return for Tangible Asset                (%)                    6,53%
 Return for Tangible Asset               (Rp)              202.696.490
 Contributory Asset Charges (CAC) for
 Tangible Asset                          (Rp)                   0,20%                    197.431.689                    227.359.174          238.515.688        270.238.275            283.912.332             321.672.672              253.395.518          446.454.603           591.309.625              758.217.132          832.011.914
Excess Earnings                          (Rp)                                             16.489.923                  9.330.033.972        5.910.733.374     15.500.146.231         16.661.358.924          24.293.712.849                        -       65.691.615.868       116.728.142.946          175.840.701.386      200.537.830.652

WARA                                                                                                 6,6%                      6,6%                 6,6%                 6,6%                 6,6%                     6,6%                    6,6%                    6,6%                   6,6%                  6,6%                6,6%
Discount period                                                                                        1,0                       2,0                  3,0                  4,0                  5,0                      6,0                     7,0                     8,0                    9,0                 10,0                11,0
Discount factor                                                                                      0,94                      0,88                 0,83                 0,78                 0,73                     0,68                    0,64                    0,60                   0,56                  0,53                0,50
Present Value                                                                            15.474.812                   8.216.686.984        4.884.967.131     12.021.615.430         12.126.744.138          16.593.364.261                        -       39.515.184.640        65.892.563.847           93.150.887.284       99.694.376.155
Sum of Present Value                                                              6.646.267.221.750


Excess Earnings Method                                             2036F                    2037F                          2038F                 2039F                  2040F                      2041F                       2042F                      2043F                    2044F                       2045F                   2046F
Pendapatan                                 (Rp)      463.635.069.847          485.764.143.713                550.370.774.827           578.219.536.033      656.917.591.132          688.271.944.683             779.812.113.326            819.270.606.260            930.776.702.637           975.202.216.895          1.104.904.111.742
EBIAT                                      (Rp)      252.611.652.019          269.944.987.073                317.614.383.217           336.544.546.429      395.067.362.114          416.590.548.909             484.985.341.252            512.681.263.062            596.497.272.991           627.911.460.236            725.760.281.493

Working Capital based on adjusted
Current Asset (without Cash)               (Rp)
 Return for Working Capital                 (%)
 Return for Working Capital                (Rp)
 Contributory Asset Charges (CAC) for
 Working Capital                           (Rp)           1.984.132.707         2.078.834.385                  2.355.319.358             2.474.498.518        2.811.287.935            2.945.469.326               3.337.216.746              3.506.079.914              3.983.271.799                4.173.391.403           4.728.452.459

Time Deposit Value                         (Rp)
  Return for Time Deposit                   (%)
  Return for Time Deposit                  (Rp)
  Contributory Asset Charges (CAC) for
  Time Deposit                             (Rp)           9.957.222.902        10.432.476.254                 11.819.995.596            12.418.087.373       14.108.240.098           14.781.619.459              16.747.574.847             17.595.002.135             19.989.754.234            20.943.855.372             23.729.388.137

Tangible Aset Value - Exclude ROU          (Rp)
 Return for Tangible Asset                  (%)
 Return for Tangible Asset                 (Rp)
 Contributory Asset Charges (CAC) for
 Tangible Asset                            (Rp)          945.252.155              990.368.576                  1.122.087.596             1.178.865.229        1.339.313.631            1.403.238.412               1.589.869.121              1.670.316.498              1.897.653.438             1.988.227.503              2.252.661.761
Excess Earnings                            (Rp)      239.725.044.255          256.443.307.858                302.316.980.666           320.473.095.309      376.808.520.450          397.460.221.712             463.310.680.538            489.909.864.516            570.626.593.521           600.805.985.958            695.049.779.136

WARA                                                               6,56%                    6,56%                          6,56%                 6,56%                  6,56%                      6,56%                       6,56%                      6,56%                    6,56%                       6,56%                   6,56%
Discount period                                                      12,0                     13,0                           14,0                  15,0                   16,0                       17,0                        18,0                       19,0                     20,0                        21,0                    22,0
Discount factor                                                      0,47                     0,44                           0,41                  0,39                   0,36                       0,34                        0,32                       0,30                     0,28                        0,26                    0,25
Present Value                                        111.839.318.969          112.274.010.300                124.210.172.689           123.564.284.289      136.341.747.593          134.961.088.137             147.636.578.395            146.502.353.876            160.135.339.531           158.225.394.481            171.776.838.198

Excess Earnings Method                                              2047F                      2048F                         2049F                 2050F                  2051F                      2052F                      2053F                      2054F                    2055F                      2056F                   2057F
Pendapatan                                 (Rp)     1.160.812.259.796          1.318.803.578.816             1.381.749.425.041         1.565.522.098.571    1.644.737.516.759        1.868.593.051.985          1.957.780.079.376          2.218.164.829.934          2.330.403.970.328        2.647.581.527.692           2.773.949.291.920
EBIAT                                      (Rp)       765.967.013.833            885.713.578.948               931.237.508.691         1.070.917.017.973    1.128.950.288.687        1.299.708.981.804          1.365.330.023.200          1.564.386.667.667          1.647.788.649.683        1.890.938.983.247           1.985.151.474.136

Working Capital based on adjusted
Current Asset (without Cash)               (Rp)
 Return for Working Capital                 (%)
 Return for Working Capital                (Rp)
 Contributory Asset Charges (CAC) for
 Working Capital                           (Rp)            4.967.712.154              5.643.838.193              5.913.215.814             6.699.673.517       7.038.676.997             7.996.669.863              8.378.346.983              9.492.667.131              9.972.996.088               11.330.361.841         11.871.154.439

Time Deposit Value                         (Rp)
  Return for Time Deposit                   (%)
  Return for Time Deposit                  (Rp)
  Contributory Asset Charges (CAC) for
  Time Deposit                             (Rp)           24.930.095.176          28.323.183.582                29.675.035.205            33.621.814.887      35.323.078.721            40.130.694.898             42.046.113.229             47.638.246.288             50.048.741.551               56.860.580.956         59.574.508.520

Tangible Aset Value - Exclude ROU          (Rp)
 Return for Tangible Asset                  (%)
 Return for Tangible Asset                 (Rp)
 Contributory Asset Charges (CAC) for
 Tangible Asset                            (Rp)            2.366.646.446           2.688.756.753                 2.817.089.791             3.191.762.733        3.353.265.927            3.809.659.200              3.991.492.360              4.522.360.844              4.751.192.303            5.397.849.101               5.655.485.784
Excess Earnings                            (Rp)          733.702.560.057         849.057.800.420               892.832.167.881         1.027.403.766.836    1.083.235.267.042        1.247.771.957.843          1.310.914.070.628          1.502.733.393.403          1.583.015.719.741        1.817.350.191.350           1.908.050.325.393

WARA                                                                6,56%                      6,56%                         6,56%                 6,56%                  6,56%                      6,56%                      6,56%                      6,56%                    6,56%                      6,56%                   6,56%
Discount period                                                       23,0                       24,0                          25,0                  26,0                   27,0                       28,0                       29,0                       30,0                     31,0                       32,0                    33,0
Discount factor                                                       0,23                       0,22                          0,20                  0,19                   0,18                       0,17                       0,16                       0,15                     0,14                       0,13                    0,12
Present Value                                            170.167.057.150         184.798.937.099               182.363.870.311           196.932.268.710     194.852.185.040          210.632.057.147             207.668.311.606            223.400.789.306            220.848.651.749           237.933.122.825           234.429.827.317


Excess Earnings Method                                                       2058F                           2059F                      2060F                  2061F                      2062F                        2063F                           2064F                     2065F                         2066F               05-Jan-67
Pendapatan                                        (Rp)      3.142.884.547.745           3.301.914.505.861                3.751.318.639.621       3.930.367.233.379       4.453.106.075.418            4.678.433.242.834            5.315.187.233.622               5.568.878.506.256         6.378.684.984.274              88.120.398.289
EBIAT                                             (Rp)      2.268.457.749.341           2.387.926.311.724                2.733.772.360.985       2.868.623.859.668       3.271.433.591.900            3.442.139.053.811            3.933.631.194.736               4.126.205.016.203         4.752.416.063.590              65.662.241.583

Working Capital based on adjusted
Current Asset (without Cash)                      (Rp)
 Return for Working Capital                        (%)
 Return for Working Capital                       (Rp)
 Contributory Asset Charges (CAC) for
 Working Capital                                  (Rp)         13.450.017.979              14.130.588.889                   16.053.820.108          16.820.061.046          19.057.129.166                  20.021.419.901               22.746.417.430               23.832.092.747             27.297.670.793                377.112.466

Time Deposit Value                                (Rp)
  Return for Time Deposit                          (%)
  Return for Time Deposit                         (Rp)
  Contributory Asset Charges (CAC) for
  Time Deposit                                    (Rp)         67.497.918.153              70.913.312.812                   80.564.906.110          84.410.229.457          95.636.789.975              100.476.011.547                 114.151.209.634              119.599.590.730            136.991.337.243              1.892.510.953

Tangible Aset Value - Exclude ROU                 (Rp)
 Return for Tangible Asset                         (%)
 Return for Tangible Asset                        (Rp)
 Contributory Asset Charges (CAC) for
 Tangible Asset                                   (Rp)          6.407.665.393               6.731.893.262                    7.648.131.600           8.013.173.160           9.078.925.191                9.538.318.805               10.836.523.193                  11.353.745.116            13.004.766.293                 179.658.533
Excess Earnings                                   (Rp)      2.181.102.147.815           2.296.150.516.760                2.629.505.503.166       2.759.380.396.005       3.147.660.747.569            3.312.103.303.557            3.785.897.044.479               3.971.419.587.611         4.575.122.289.262              63.212.959.631

WARA                                                                         6,56%                           6,56%                      6,56%                  6,56%                      6,56%                        6,56%                           6,56%                     6,56%                         6,56%                   6,56%
Discount period                                                                34,0                            35,0                       36,0                   37,0                       38,0                         39,0                            40,0                      41,0                          42,0                    42,0
Discount factor                                                                0,12                            0,11                       0,10                   0,10                       0,09                         0,08                            0,08                      0,07                          0,07                    0,07
Present Value                                                 251.481.363.727             248.448.805.829                  267.003.775.929         262.943.023.512         281.478.193.489              277.950.506.328                 298.152.979.642              293.509.989.491            317.312.060.445              4.380.453.957




 Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 196
                                                                                                           P a g e | 65



                      Deskripsi                                                   Nilai (Rp)
                      Sum of Present Value Excess Earnings
                      Jalan Tol Tahap I - Section A
                                                                             6.646.267.221.750
                       ( Kelapa Gading - Pulogebang )
                      Sepanjang 9,287 km
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Berdasarkan perhitungan Metode Multi-Period Excess Earnings, Indikasi Nilai Pasar Jalan Tol Tahap I
– Section A (Kelapa Gading–Pulo Gebang) sepanjang 9,287 km adalah sebesar Rp6.646.267.221.750,-
.
Metode Replacement Cost New
Perhitungan ATB Pendekatan Biaya (Replacement Cost New)
Kami mengaplikasikan metode penilaian dengan pendekatan biaya, dimana metode yang digunakan
adalah dengan menghitung Biaya Pengganti Baru (Replacement Cost New). Biaya Pengganti Baru
(Replacement Cost New) adalah estimasi biaya untuk membuat suatu ATB yang setara dengan ATB
yang menjadi obyek penilaian, berdasarkan harga pasaran setempat pada Tanggal Penilaian.
Dalam menentukan Biaya Pengganti Baru (Replacement Cost New), kami menggunakan Metode
Indeks Biaya dengan memperhitungkan perbedaan tingkat biaya akibat selisih waktu antara saat
pembelian dan saat penilaian. Penyesuaian dilakukan dengan membandingkan tingkat biaya saat ini
dengan tingkat biaya pada saat pembelian, kemudian disesuaikan menggunakan rata-rata inflasi dari
tahun pembelian hingga tanggal penilaian. Kemudian dilakukan penyesuaian dengan
memperhitungkan penyusutan yang terjadi sesuai dengan kerusakan fisik, kemunduran fungsional,
atau kemunduran ekonomis. Menurut pendapat kami, dengan menggunakan Metode Biaya
Pengganti Baru (Replacement Cost New), maka Indikasi Nilai Pasar ATB JTD adalah sebagai berikut:
                                                                                         Nilai Pasar Untuk Penggunaan
No                    Deskripsi                         Biaya Perolehan (Rp) *)
                                                                                                 Yang Ada (Rp)
 1  Detail Engineering Design                                          35.099.328.400                    37.007.498.064
 2  Konstruksi dan Fasilitas Tol                                    4.206.283.587.588                 4.292.909.255.645
 3  Pemindahan Utilitas                                                62.246.988.962                    64.233.760.384
 4  Alat Tol                                                           31.107.545.166                    31.987.523.360
 5  Supervisi Konstruksi                                              101.950.940.438                   104.078.614.538
             Jalan Tol Tahap I - Section A
     ( Kelapa Gading - Pulogebang ) Sepanjang                       4.436.688.390.555                4.530.216.651.990
                       9,287 km
 *) Tidak Termasuk Biaya Over Head, Biaya Keuangan dan Biaya Bunga (Bank) / Masa Konstruksi

                                                                                         Nilai Pasar Untuk Penggunaan
No                    Deskripsi                          Biaya Perolehan (Rp)
                                                                                                 Yang Ada (Rp)
 1 Overhead                                                           149.552.596.675
 2 Biaya Keuangan                                                     143.014.846.577
 3 Bunga Masa Konstruksi                                              195.479.615.769
           Jalan Tol Tahap I - Section A
    ( Kelapa Gading - Pulogebang ) Sepanjang                          488.047.059.021                  637.176.637.672
                     9,287 km

                                                                                         Nilai Pasar Untuk Penggunaan
No                    Deskripsi                          Biaya Perolehan (Rp)
                                                                                                 Yang Ada (Rp)
             Jalan Tol Tahap I - Section A
 1    ( Kelapa Gading - Pulogebang ) Sepanjang                       4.924.735.449.576               5.167.393.289.662
                       9,287 km
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 197
                                                                                           P a g e | 66



Berdasarkan perhitungan Metode Replacement Cost New, Indikasi Nilai Pasar Jalan Tol Tahap I –
Section A (Kelapa Gading–Pulo Gebang) sepanjang 9,287 km adalah sebesar Rp5.167.393.289.662,-.
Metode Perhitungan Incremental Income
Perhitungan Non-Operating Asset
Sesuai dengan Peraturan No. VIII.C.5, telah diidentifikasi bahwa ATB yang dimiliki oleh JTD yang telah
memenuhi syarat karakteristik ATB dalam melakukan penilaian atas ATB. Berdasarkan klasifikasi ATB
yang menjadi Objek Penilaian, ATB yang dimiliki oleh JTD merupakan ATB terkait kontrak
perusahaan berupa lisensi yaitu Hak Pengusahaan Jalan Tol dalam Kota Jakarta Ruas Semanan-
Sunter dan Sunter-Pulo Gebang.
Asumsi Non-Operating Asset dihitung dengan Pendekatan Pendapatan menggunakan Metode Laba
Premi (Premium Profits Method/Incremental Income) dan Pendekatan Biaya. Pendekatan
Pendapatan dengan Incremental Income digunakan untuk menghasilkan nilai ATB dengan
mengkapitalisasi aliran pendapatan atau arus kas inkremental yang dihasilkan dari perbandingan
usaha yang menggunakan ATB dengan menggunakan tingkat diskonto atau tingkat kapitalisasi
tertentu. Sedangkan Pendekatan Biaya didasarkan pada realisasi investasi untuk biaya konstruksi
pembangunan Seksi B dan C.
Asumsi Proyeksi Keuangan

    •    Periode proyeksi yang digunakan adalah 2025 – 5 Januari 2067 berdasarkan sisa masa konsesi
         Jalan Tol Seksi A (Kelapa Gading - Pulo Gebang), Seksi B (Semanan - Grogol), dan Seksi C
         (Grogol - Kelapa Gading).
    •    Sesuai Tarif Pajak PPh Badan Indonesia berdasarkan Peraturan yang disesuaikan dengan UU
         Nomor 7 Tahun 2021 adalah sebesar 22%.
Asumsi Pendapatan
Asumsi pendapatan disusun berdasarkan golongan kendaraan, volume kendaraan, dan tarif tol untuk
masing-masing ruas, yaitu Seksi B dan Seksi C, yang diproyeksikan mulai beroperasi pada tahun 2031.
Penyesuaian asumsi dilakukan berdasarkan data historis dan didukung oleh justifikasi data pasar
untuk mencerminkan kondisi yang paling representatif.
Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha
Asumsi Beban Pokok Penjualan dan Beban Usaha terdiri dari asumsi Biaya Operasi dan Pemeliharaan
Rutin, Biaya Pemeliharaan Berkala dan Penggantian Alat, Biaya Overhead Badan Usaha Jalan Tol,
Biaya Agency Fee Selama Masa Tenor.


Asumsi Biaya Investasi Jalan Tol Seksi B dan Seksi C
Deskripsi                                                         Niai (Rp)
Rencana Biaya Investasi untuk Seksi B dan C            17.693.743.824.736

Biaya yang telah dikeluarkan untuk Seksi B dan C          345.798.848.947

Remaining Balance                                      17.347.944.975.789
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Berdasarkan Berita Acara Evaluasi diketahui bahwa Total Investasi untuk Jalan Tol Seksi B dan C
adalah sebesar Rp 17.693.743.824.736,-. Berdasarkan Nilai Buku per 31 Desember 2024, dimana
Total biaya yang telah dikeluarkan untuk Seksi B dan C adalah sebesar Rp345.798.848.947,-.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 198
                                                                                                                P a g e | 67



Asumsi Incremental Income Jalan Tol Seksi B dan Seksi C
Deskripsi                                                                       Niai (Rp)                 Persentase (%)
Rencana Biaya Investasi untuk Seksi B dan C                          17.693.743.824.736                            100%
Future Value atas Biaya yang telah dikeluarkan untuk
Seksi B dan C                                                            647.259.236.803                              3,7%
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Biaya investasi yang telah dikeluarkan untuk Seksi B dan C telah direvaluasi dan dihitung kembali
dalam bentuk nilai masa depan guna mencerminkan nilai yang berlaku pada tanggal penilaian,
dengan nilai sebesar Rp647.259.236.803,- atau setara 3,7% dari total biaya investasi Seksi B dan C.
Deskripsi                                                                    Nilai
Discount Rate (WARA)                                                             6,56%
Incremental Income                                                  29.104.907.218.960
Persentase Biaya Yang Telah Dibiayakan dari Total
Investasi                                                                           3,7%
Adjusted Incremental Income                                           1.064.693.838.702
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Incremental Income mengukur selisih antara nilai kini dari seluruh arus kas masuk dan arus kas keluar
yang diharapkan dari Seksi B dan C, melibatkan tingkat diskonto menggunakan WARA sebesar 6,56%.
Dengan mempertimbangkan persentase biaya investasi yang telah direalisasikan, maka Adjusted
Incremental Income diperoleh sebesar Rp1.064.693.838.702,-.
Asumsi Tingkat Diskonto
Penentuan tingkat diskonto berupa rata-rata tertimbang tingkat imbal balik atas aset (weighted
average rate of return on assets-WARA) adalah ukuran setelah pajak pengembalian yang dapat
dilakukan sebagai pemeriksaan yang wajar untuk memastikan tingkat diskonto yang dipilih dan
digunakan dalam analisis kami dukung dan masuk akal dalam konteks bisnis secara keseluruhan.
                                                      WARA JTD
                                                           Total                     Rate of
                                                                                             Weighted Return
              Deskripsi                            Consideration        %            Return
                                                                       (A)               (B)          (C=A*B)
              Net Working Capital                             -      0,0%             6,50%       0,0%
              Aset Lancar Lainnya                 88.892.094.485     1,3%             6,50%       0,1%
              Aset Tetap – Nilai Pasar             5.323.258.000     0,1%             6,53%       0,0%
              Aset Tidak Lancar Lainnya           11.075.448.145     0,2%             6,50%       0,0%
              Goodwill                                        -      0,0%             0,00%       0,0%
              Aset TakBerwujud                  6.831.853.491.714   98,5%             6,56%      6,46%
              Enterprise Value                  6.937.144.292.344   100%                         6,56%
              Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

WARA selama periode proyeksi TLCF (2025 – 2029) tidak merepresentasikan pola risiko hierarki pada
ATB, karena Rate of Return untuk ATB (7,94%) lebih rendah dibandingkan dengan Rate of Return
untuk Aset Tetap (8,37%) dan Net Working Capital (8,34%). Sebaliknya, WARA setelah periode
proyeksi TLCF (2030 – 5 Januari 2067) lebih mencerminkan pola risiko hierarki pada ATB, dimana Rate
of Return untuk ATB (6,56%) lebih tinggi dibandingkan dengan Rate of Return untuk Aset Tetap
(6,53%) dan Net Working Capital (6,50%). Oleh karena itu, dalam proses penilaian ini, perhitungan
WARA yang digunakan adalah WARA setelah periode TLCF. Adapun WACC selama periode proyeksi
TLCF telah tercermin dan diterapkan dalam Metode DCF periode 2025 – 2029.
Tabel berikut menunjukkan perhitungan Laba Setelah Pajak JTD sepanjang periode proyeksi atas
Indikasi Nilai akan ATB yang dibandingkan dengan Total Investasi untuk Jalan Tol Seksi B dan C.
Kemudian perhitungan Incremental Income dihitung berdasarkan proporsi revaluasi nilai masa depan




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 199
                                                                                                                                                                                                                                                                                          P a g e | 68



sebesar 3,7% dari total biaya investasi Seksi B dan C. Menurut pendapat kami, dengan menggunakan
metode Incremental Income, maka nilai Non-Operating Asset adalah sebagai berikut:
                                     Pendekatan Pendapatan – Perhitungan Metode Incremental Income
                                                                                                                                                                                                                                                                                        (dalam Rupiah)
Incremental Income                                                         2026                   2027                    2028                     2029                     2030                      2031                         2032                        2033                         2034                    2035
Total Pendapatan                                  -                          -                          -                    -                        -                        -          552.882.468.703              974.117.163.823           1.290.175.643.337            1.654.350.334.733       1.815.362.818.550
Beban Pokok Penjualan                             -                          -                          -                    -                        -                        -                        -                            -                           -                            -                       -
Laba Operasional                                  -                          -                          -                    -                        -                        -          263.415.928.222              871.912.416.312           1.177.517.598.553            1.530.503.769.529       1.325.551.575.205
Pajak Penghasilan                                 -                          -                          -                    -                        -                        -          (57.951.504.209)            (191.820.731.589)           (259.053.871.682)            (336.710.829.296)       (291.621.346.545)
Laba Setelah Pajak                                -                          -                          -                    -                        -                        -          205.464.424.013              680.091.684.724             918.463.726.871            1.193.792.940.232       1.033.930.228.660

                                              -100%                    -5%                        -39%                    -26%                     -26%                       -5%
Biaya Investasi Seksi B          (8.515.574.314.422)     (402.236.908.073)          (3.315.617.288.787)     (2.185.540.747.012)      (2.185.540.747.012)        (426.638.623.539)
Biaya Investasi Seksi C          (9.178.169.510.314)     (433.534.884.353)          (3.573.604.830.889)     (2.355.597.251.239)      (2.355.597.251.239)        (459.835.292.595)
Laba Setelah Pajak (B+C)                                                                                                                                                                  205.464.424.013             680.091.684.724             918.463.726.871             1.193.792.940.232       1.033.930.228.660


Incremental Income                                          2036                         2037                    2038                    2039                   2040                   2041                   2042                        2043                        2044                    2045                  2046
Total Pendapatan                               2.062.441.158.550           2.160.880.460.732       2.448.277.562.010       2.572.160.406.648      2.922.242.008.514       3.061.719.182.413      3.468.927.833.674          3.644.455.582.057         4.140.480.963.990          4.338.104.084.099     4.915.071.927.285
Beban Pokok Penjualan                                          -                           -                       -                       -                      -                       -                      -                          -                         -                          -                     -
Laba Operasional                               1.720.492.727.122           1.998.574.299.113       2.271.344.201.750       2.379.599.995.105      2.062.969.834.843       2.481.809.143.209      3.222.837.156.262          3.378.068.202.783         3.852.440.799.211          3.393.020.672.737     4.233.090.640.187
Pajak Penghasilan                               (378.508.399.967)           (439.686.345.805)       (499.695.724.385)       (523.511.998.923)      (453.853.363.665)       (545.998.011.506)      (709.024.174.378)          (743.175.004.612)         (847.536.975.826)          (746.464.548.002)     (931.279.940.841)
Laba Setelah Pajak                             1.341.984.327.155           1.558.887.953.308       1.771.648.477.365       1.856.087.996.182      1.609.116.471.177       1.935.811.131.703      2.513.812.981.884          2.634.893.198.171         3.004.903.823.385          2.646.556.124.735     3.301.810.699.346



Biaya Investasi Seksi B
Biaya Investasi Seksi C
Laba Setelah Pajak (B+C)                       1.341.984.327.155           1.558.887.953.308       1.771.648.477.365       1.856.087.996.182      1.609.116.471.177       1.935.811.131.703      2.513.812.981.884          2.634.893.198.171         3.004.903.823.385          2.646.556.124.735     3.301.810.699.346


Incremental Income                                          2047                         2048                    2049                    2050                   2051                   2052                   2053                        2054                        2055                    2056                  2057
Total Pendapatan                               5.163.774.566.805        5.866.585.506.339          6.146.594.747.350        6.964.091.848.748      7.316.474.896.294      8.312.277.197.385      8.709.018.100.011          9.867.317.507.313        10.366.603.773.183         11.777.541.149.194    12.339.677.396.012
Beban Pokok Penjualan                                          -                        -                          -                        -                      -                      -                      -                          -                         -                          -                     -
Laba Operasional                               4.801.765.131.638        5.476.597.390.692          5.726.792.777.536        5.348.436.765.457      6.199.194.110.757      7.790.847.291.285      8.149.221.917.550          9.266.676.059.859         8.587.177.806.510         10.467.117.877.806    11.600.047.512.255
Pajak Penghasilan                             (1.056.388.328.960)      (1.204.851.425.952)        (1.259.894.411.058)      (1.176.656.088.401)    (1.363.822.704.367)    (1.713.986.404.083)    (1.792.828.821.861)        (2.038.668.733.169)       (1.889.179.117.432)        (2.302.765.933.117)   (2.552.010.452.696)
Laba Setelah Pajak                             3.745.376.802.678        4.271.745.964.740          4.466.898.366.478        4.171.780.677.056      4.835.371.406.391      6.076.860.887.202      6.356.393.095.689          7.228.007.326.690         6.697.998.689.077          8.164.351.944.689     9.048.037.059.559



Biaya Investasi Seksi B
Biaya Investasi Seksi C
Laba Setelah Pajak (B+C)                       3.745.376.802.678           4.271.745.964.740       4.466.898.366.478       4.171.780.677.056      4.835.371.406.391       6.076.860.887.202      6.356.393.095.689          7.228.007.326.690         6.697.998.689.077          8.164.351.944.689     9.048.037.059.559


Incremental Income                                                  2058                        2059                       2060                     2061                     2062                     2063                         2064                        2065                         2066                 5-Jan-67
Total Pendapatan                                  13.980.854.489.681              14.688.285.726.859        16.687.421.777.103       17.483.904.211.595       19.809.263.471.737       20.811.612.203.407       23.644.158.151.465              24.772.682.191.759           28.375.037.404.614        391.996.093.821
Beban Pokok Penjualan                                              -                               -                         -                        -                        -                        -                        -                               -                            -                      -
Laba Operasional                                  13.188.835.897.419              13.840.534.830.694        13.695.681.349.626       15.382.217.541.187       18.772.134.802.521       19.703.192.198.471       22.459.942.740.275              21.474.729.288.142           25.914.215.097.270        372.621.502.031
Pajak Penghasilan                                 (2.901.543.897.432)             (3.044.917.662.753)       (3.013.049.896.918)      (3.384.087.859.061)      (4.129.869.656.555)      (4.334.702.283.664)      (4.941.187.402.861)             (4.724.440.443.391)          (5.701.127.321.399)       (81.976.730.447)
Laba Setelah Pajak                                10.287.291.999.987              10.795.617.167.941        10.682.631.452.708       11.998.129.682.126       14.642.265.145.966       15.368.489.914.807       17.518.755.337.415              16.750.288.844.751           20.213.087.775.870        290.644.771.584



Biaya Investasi Seksi B
Biaya Investasi Seksi C
Laba Setelah Pajak (B+C)                          10.287.291.999.987              10.795.617.167.941        10.682.631.452.708       11.998.129.682.126       14.642.265.145.966       15.368.489.914.807       17.518.755.337.415              16.750.288.844.751           20.213.087.775.870        290.644.771.584



                                          Deskripsi                                                                                                                                                                      Nilai
                                          Discount Rate (WARA)                                                                                                                                                            6,56%
                                          Incremental Income                                                                                                                                                 29.104.907.218.960
                                          Persentase Biaya Yang Telah Dibiayakan dari Total
                                          Investasi                                                                                                                                                                         3,7%
                                          Adjusted Incremental Income                                                                                                                                         1.064.693.838.702
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Menurut pendapat kami, dengan menggunakan Pendekatan Pendapatan, maka Nilai Non-Operating
Asset per 31 Desember 2024 ada sebesar Rp1.064.693.838.702,-.
                                                                                                                          Pendekatan Biaya
                           Deskripsi                                                                                                                                                                                                    Niai (Rp)
                           Rencana Biaya Investasi untuk Seksi B dan C                                                                                                                                                       17.693.743.824.736

                           Biaya yang telah dikeluarkan untuk Seksi B dan C                                                                                                                                                             345.798.848.947
                   Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Menurut pendapat kami, dengan menggunakan Pendekatan Biaya, maka Nilai Non-Operating Asset
per 31 Desember 2024 ada sebesar Rp345.798.848.947,-.
                                                                                                   Total Nilai Non-Operating Asset
                     Deskripsi                                                                                                                                                                                                     Nilai (Rp)
                     Pendekatan Biaya: Biaya Investasi Seksi B dan C per 2024                                                                                                                                                       345.798.848.947
                     Pendekatan Pendapatan: Adjusted Incremental Income                                                                                                                                                           1.064.693.838.702
                     Total Seksi B dan Seksi C                                                                                                                                                                                    1.410.492.687.649
                   Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Menurut pendapat kami, dengan menggunakan Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Biaya,
maka Nilai Non-Operating Asset per 31 Desember 2024 ada sebesar Rp1.410.492.687.649,-.




 Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 200
                                                                                                                 P a g e | 69



                                          Rekonsiliasi - Nilai Pasar ATB
                                                                                                                (dalam Rupiah)
Deskripsi                         Bobot                Seksi A         Seksi B dan C           Total Nilai   Pembobotan Nilai
Pendekatan Pendapatan              60%      6.646.267.221.750    1.064.693.838.702     7.710.961.060.451      4.626.576.636.271
Pendekatan Biaya                   40%      5.167.393.289.662      345.798.848.947     5.513.192.138.609      2.205.276.855.444
Nilai ATB                                                                                                     6.831.853.491.714
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Menurut pendapat kami, dengan menggunakan Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Biaya,
maka Nilai Pasar ATB JTD per 31 Desember 2024 ada sebesar Rp6.831.853.491.714,-.
Penyesuaian Akun Neraca JTD
Metode ANAM diaplikasikan dengan melakukan penyesuaian terhadap akun-akun neraca JTD per
31 Desember 2024 untuk menentukan Nilai Pasarnya yaitu sebagai berikut:
    1. Kas dan setara kas: Nil penyesuaian atas kas dan bank dikarenakan mencerminkan saldo kas
       aktual per tanggal penilaian;
    2. Piutang Usaha Pihak Berelasi: Penyesuaian berdasarkan umur piutang karena terdapat risiko
       ketidakpastian terkait pengembalian Piutang Usaha;
    3. Aset keuangan lancar lainnya: Penyesuaian berdasarkan umur piutang karena terdapat risiko
       ketidakpastian terkait pengembalian atas Piutang Dana Talangan Tanah dan Piutang Bunga
       Dana Talangan Tanah; Nil Penyesuaian atas Dana yang Dibatasi Penggunaannya, Pendapatan
       yang Masih Harus Diterima, dan Lain-lain;
    4. Biaya dibayar di muka: Penyesuaian bagian Biaya Provisi BG Sewa Kantor Operasional Cakung
       karena bersifat non-refundable dan tidak bisa dikonversi menjadi kas, baik saat maupun
       setelah amortisasi selesai. Setelah dibayar dan diamortisasi, biaya tersebut sepenuhnya
       menjadi beban perusahaan;
    5. Aset tetap: Penyesuaian berdasarkan Nilai Pasar Penilaian Aset;
    6. Aset takberwujud dan hak pengusahaan jalan tol: Penyesuaian berdasarkan Rekonsiliasi -
       Nilai Pasar ATB atas seksi A + seksi B + seksi C.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 201
                                                                                                                P a g e | 70



Dengan menggunakan metode ANAM, Indikasi Nilai Pasar tersebut disajikan pada tabel berikut:
                            Perhitungan Indikasi Nilai Pasar JTD – Metode ANAM
                                                                                                        (dalam Rupiah)
                                                                     2024                                        2024
      Keterangan                                                              Penyesuaian
                                                      Sebelum Penyesuaian                         Setelah Penyesuaian
      ASET
      ASET LANCAR
      Kas dan Setara Kas                                   51.604.583.528                    -        51.604.583.528
      Piutang Usaha Pihak Berelasi                              1.740.630             (870.315)              870.315
      Aset Keuangan Lancar Lainnya                         32.795.016.227       (2.120.369.561)       30.674.646.666
      Biaya Dibayar di Muka                                 4.492.494.730             (325.000)        4.492.169.730
      TOTAL ASET LANCAR                                    88.893.835.115       (2.121.564.876)       86.772.270.239

      ASET TIDAK LANCAR
      Aset Pajak Tangguhan                                 11.075.448.145                   -         11.075.448.145
      Aset Tetap - bersih                                   4.882.493.924         440.764.076          5.323.258.000
      Aset Takberwujud
         Hak Pengusahaan Jalan Tol                      4.548.893.407.466    1.876.815.746.810     6.425.709.154.276
         Lainnya                                          406.144.337.438                    -       406.144.337.438
      Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                                -                    -                     -
      TOTAL ASET TIDAK LANCAR                           4.970.995.686.973    1.877.256.510.886     6.848.252.197.859
      TOTAL ASET                                        5.059.889.522.088    1.875.134.946.011     6.935.024.468.099

      LIABILITAS DAN EKUITAS
      LIABILITAS
      LIABILITAS LANCAR
      Utang Bank                                            2.991.700.061                    -         2.991.700.061
      Utang Usaha                                             805.313.440                    -           805.313.440
      Liabilitas Keuangan Lancar Lainnya                      512.677.911                    -           512.677.911
      Beban Akrual                                          7.489.818.927                    -         7.489.818.927
      Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang:                     -                    -                     -
        Utang Bunga Bank                                    1.779.040.686                    -         1.779.040.686
        Utang Bank                                         13.242.874.671                    -        13.242.874.671
        Liabilitas Sewa                                     1.613.093.470                    -         1.613.093.470
      Utang Pajak                                             191.133.890                    -           191.133.890
      TOTAL LIABILITAS LANCAR                              28.625.653.056                    -        28.625.653.056

      LIABILITAS TIDAK LANCAR
      Utang Usaha                                           7.487.238.099                    -         7.487.238.099
      Liabilitas Jangka Panjang:                                                             -                     -
        Utang Bunga Bank                                                -                    -                     -
        Utang Bank                                         60.750.723.349                    -        60.750.723.349
        Liabilitas Sewa                                       905.976.863                    -           905.976.863
      Provisi Pelapisan Jalan Tol                          47.614.513.189                    -        47.614.513.189
      Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                 969.623.000                    -           969.623.000
      Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                   189.283.892.147                    -       189.283.892.147
      TOTAL LIABILITAS TIDAK LANCAR                       307.011.966.647                    -       307.011.966.647
      TOTAL LIABILITAS                                    335.637.619.703                    -       335.637.619.703

      EKUITAS
      Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada
         Pemilik Entitas Induk :
      Modal Saham                                         751.035.000.000                    -       751.035.000.000
      Tambahan Modal Disetor - Saham                    4.164.101.380.440                    -     4.164.101.380.440
      Uang Muka Setoran Modal                                           -                    -                     -
      Saldo Laba                                         (190.888.131.469)   1.875.134.946.011     1.684.246.814.542
      Kepentingan Non Pengendali                                3.653.414                    -             3.653.414
      TOTAL EKUITAS                                     4.724.251.902.385    1.875.134.946.011     6.599.386.848.396
      TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                      5.059.889.522.088    1.875.134.946.011     6.935.024.468.099




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 202
                                                                                                              P a g e | 71



                                                           EQUITY ANAM METHOD
           Aset-Liabilitas-Kas                                                                   6.547.782.264.868
           Enterprise Value 100% Saham JTD                                                       6.547.782.264.868
           Discount for Lack of Marketability (DLOM)*            30%                            (1.964.334.679.460)
           +Kas dan Setara Kas JTD                                                                  51.604.583.528
           Indikasi Nilai Pasar 100% JTD Setelah DLOM                                            4.635.052.168.935
           Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Dengan menggunakan metode ANAM, setelah mengaplikasikan DLOM sebesar 30% mengingat JTD
merupakan perusahaan tertutup, maka Indikasi Nilai Pasar 100% saham JTD adalah sebesar
Rp4.635.052.168.935,-.
Tabel Rekonsiliasi Nilai Pasar JTD
Setelah diperoleh Indikasi Nilai Pasar Saham sesuai dengan metode yang digunakan, lalu kami
menentukan Nilai Pasar 100% Saham JTD dengan memberikan bobot kepada masing-masing metode
penilaian yaitu 60% untuk metode DCF dan 40% untuk metode ANAM. Pembobotan 60% pada
pendekatan DCF mencerminkan kontribusi arus kas dari Seksi A yang telah beroperasi penuh,
sehingga proyeksi arus kas menjadi lebih representatif dalam mencerminkan kinerja ekonomi entitas.
Meskipun Seksi B dan C masih dalam proses konstruksi, keberhasilan operasional Seksi A menjadi
dasar pendapatan untuk mengevaluasi potensi kelangsungan bisnis dan profitabilitas jangka panjang.
Sementara itu, ANAM berbobot 40% mencerminkan kontribusi aset takberwujud berupa Hak
Pengusahaan Jalan Tol (HPJT). Berikut adalah rekonsiliasi perhitungan Nilai Pasar JTD:
                                                        Tabel Rekonsiliasi Nilai
                                                                                                             (dalam Rupiah)
Deskripsi                                                  Bobot               Nilai            Pembobotan Nilai
Discounted Cash Flow Method (DCF)                           60%             5.677.014.388.466     3.406.208.633.080
Adjusted Net Asset Method (ANAM)                            40%             4.635.052.168.935     1.854.020.867.574
Nilai Pasar 100% JTD                                                                              5.260.229.500.654
Sumber: KJPP RAO, YUHAL & rekan

Menurut pendapat kami, dengan menggunakan pendekatan pendapatan (metode DCF) dan
pendekatan aset (metode ANAM) maka Nilai Pasar dari 100% Saham JTD per tanggal 31 Desember
2024 adalah sebesar Rp5.260.229.500.654,-. Nilai Pasar ini tidak menerapkan Diskon Tanpa
Pengendalian/Discount for Lack of Control (DLOC), sehingga Nilai Pasar ini disebut sebagai Nilai
Kendali.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 203
                                                                                     P a g e | 72



5. KESIMPULAN
5.1 Ringkasan Nilai
Dengan memperhatikan Tingkat Kedalaman Investigasi, Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Data
yang Dapat Diandalkan dan Asumsi-Asumsi yang Digunakan dan menggunakan Pendekatan Penilaian
dengan Metode Penilaian, maka menurut pendapat kami, Nilai Pasar 100% Saham JTD per tanggal 31
Desember 2024 adalah sebesar Rp5.260.229.500.654,- (Lima Triliun Dua Ratus Enam Puluh Miliar
Dua Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Lima Ratus Ribu Enam Ratus Lima Puluh Empat Rupiah).
5.2 Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan POJK No. 35/2020, Peraturan No. VIII.C.5,
dan SPI
Penilaian telah dilakukan berdasarkan POJK No. 35/2020, Peraturan No. VIII.C.5, dan SPI di mana
merupakan pedoman yang wajib untuk digunakan dalam melakukan penilaian untuk kepentingan
pasar modal. Selain itu, penilaian ini juga mempertimbangkan ketentuan yang tercantum dalam SPI
yang ditetapkan oleh MAPPI. Suatu penilaian yang dilakukan tidak sesuai dengan SPI tidak dapat
dibenarkan jika menghasilkan penilaian yang menyesatkan.




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 204
                                                                    P a g e | 73




                               LAMPIRAN
 Laporan Penilaian Aset JTD per 31 Desember 2024
dengan No. 00005/2.0094-00/PP/03/0133/1/VI/2025
               Tanggal 18 Juni 2025




Laporan Penilaian atas 100% Saham PT Jakarta Tollroad Development
Page 205
LAPORAN PENILAIAN ASET : PT. JAKARTA TOLL ROAD DEVELOPMENT dan PT. JAKARTA TOLL
ROAD DEVELOPMENT JAYA PRATAMA




Yang terletak di :
Jl. Toll Lingkar Luar No. 3, Cakung, Jakarta Timur
Page 206
                                                                             KantorPage    | 1 Publik
                                                                                     Jasa Penilai
                                                                                  RAO, YUHAL &rekan
                                                                                            Affiliated to
                                                                       Truscel Capital LLP Singapore
Jakarta, 18 Juni 2025                                                      Reg. License No. 2.11.0094
                                                                      Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia

No. File : 00005/2.0094-00/PP/03/0133/1/VI/2025                   The Boulevard Office Building #03-F1
                                                                   Jl. Fachrudin Raya No. 5 Kebon Sirih
Ref      : Penilaian Aset                                                               Jakarta, 10250
                                                                                              Indonesia
Kepada Yth:                                                                       T (62 21) 3199 1488
                                                                                  F (62 21) 3199 1487

PT. Jaya Real Property, Tbk                                                            www.truscel.com
CBD Emerald Blok CE/A No. 1
Boulevard Bintari Jaya
Tangerang 15227

Up. Bapak Praditya Wibowo

dan

PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk
Jl. Taman Bintaro, RT.17/RW.8
Kec. Pesanggrahan, Jakarta Selatan
Jakarta 12330

Up. Bapak Indrajanti

Penilaian Aset Tetap Milik PT. Jakarta Tollroad Development dan PT. Jakarta Tollroad
Development Jaya Pratama

Dengan Hormat,

Menyambung instruksi PT. Jaya Real Property, Tbk. dan PT. Jaya Konstruksi Manggala
Pratama, Tbk. sesuai Kontrak Perjanjian Kerja nomor, Ref. EL01/KJPP/SP-
BIS/03/1/I/2025-1, tertanggal 20 Januari 2025, untuk memberikan opini Nilai Pasar
atas objek penilaian dimaksud, dengan ini kami telah melakukan inspeksi dan peninjauan
atas lokasi, berikut penilaian terhadap aset tersebut, sesuai dengan dokumen-dokumen,
pernyataan-pernyataan, dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh Pemberi Tugas.

STATUS PENILAI
Penilaian ini dilakukan oleh Penilai Publik Ir. Yuhal, MAPPI (Cert.) merupakan Penilai
independen yang bernaung dalam KJPP Rao, Yuhal dan rekan berdasarkan Ijin Penilai
Publik No. P-1.09.00133, No Register: RMK-2017.00136 serta Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PP-75/PJ-1/PM.02/2023 berkompeten untuk
melakukan penilaian secara objektif tanpa ada benturan kepentingan.




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 207
                                                                                Page | 2



PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Dalam laporan ini PT. Jaya Real Property, Tbk. dan PT. Jaya Konstruksi Manggala
Pratama, Tbk. bertindak sebagai Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan.

PT. Jaya Real Property, Tbk. Didirikan pada tahun 1979, dan sekarang menjadi salah
satu pengembang property terkemuka di Indonesia, dengan beragam portfolio
pengembangan perumahan dan komersial di Indonesia.

PT. Jaya Konstruksi Manggala Prtamama, Tbk. adalah perusahaan konstruksi di Indonesia
yang telah beroperasi selama lebih dari empat dekade dan telah menyelesaikan ratusan
proyek proyek kecil dan besar.

PT. Jakarta Tollroad Development, merupakan konsorsium yang didirikan oleh 12
perusahaan dengan porsi mayoritas dimiliki oleh PT. Pembangunan Jaya. JTD memegang
konsesi 6 ruas jalan tol dalam kota Jakarta, lewat perjanjian pengusahaan jalan tol yang
ditandatangai pada 25 Juli 2014.

MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN
Penilaian ini bermaksud memberikan opini Nilai Pasar dari aset yang dinilai, sebagai
dasar pembuatan Laporan Penilaian Bisnis untuk keperluan transaksi jual beli (Penilaian
Saham), oleh karena itu kami tidak menyarankan untuk menggunakan laporan ini untuk
keperluan lain.

Sehubungan dengan Sebagian aset Bangunan Operasional dan beberapa aset yang
berada di atas lahan sewa konsesi, selama 45 Tahun, maka dasar nilai untuk aset
tersebut adalah Nilai Pasar Untuk Penggunaan Yang Ada. Nilai tersebut dapat menjadi
Nilai Pasar, apabila perjanjian sewa konsesi tanah tersebut dapat dipindah tangankan
kepada pihak lain tanpa terkecuali, dan jangka waktu sewa tanah tersebut sama atau
melebihi dari umur ekonomis bangunannya.

Aset yang dinilai adalah sebagai berikut :
1. Aset PT. Jakarta Tollroad Development yang terdiri dari Peralatan Kantor dan
    Furniture yang terletak di Jl. Toll Lingkar Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur
2. Aset PT. Jakarta Tollroad Development Jaya Pratama yang terdiri dari Peralatan
    Kantor, Furniture, Bangunan Kantor dan Renovasi Kantor, Peralatan Kantor Operasi,
    Bangunan Kantor Operasi dan Kendaraan Bermotor yang terletak di Jl. Toll Lingkar
    Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur

TANGGAL PENILAIAN

Tanggal penilaian tanggal 31 Desember 2024 Inspeksi ke lapangan dilakukan pada
tanggal 18 Februari 2025, data dan analisis dalam laporan ini didasarkan pada kondisi
pada saat kunjungan ke lapangan dengan mengkondisikannya pada tanggal penilaian.



Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 208
                                                                               Page | 3



PROFIL OBJEK PENILAIAN

Untuk aset Peralatan Kantor, Furniture, Bangunan Kantor dan Renovasi Kantor, Peralatan
Kantor Operasi, Bangunan Operasional dan Kendaraan Bermotor yang terletak di Jl. Toll
Lingkar Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur, masih berfungsi dan sedang dipergunakan
sebagai peralatan penunjang operasional kantor PT. Jaya Tollroad Development (JTD)
dan PT. JTD Jaya Pratama, yang merupakan anak perusahaan dari PT. JTD.

DATA / DOKUMEN YANG DITERIMA

Fotokopi data / dokumen yang diserahkan oleh pemberi tugas meliputi:
   a. List Aset berdasarkan atau sesuai dengan Laporan Keuangan
   b. Fotokopi STNK Kendaraan Bermotor


STATUS KEPEMILIKAN

Berdasarkan informasi dan dokumen yang diberikan kepada kami, bahwa aset yang di
nilai di dalam penugasan penilaian aset ini adalah benar milik PT. JTD dan JTD Jaya
Pratama yang dimiliki secara tunggal berdasarkan dokumen List Aset per tanggal
penilaian 31 Desember 2024, bahwa memang benar semua aset yang di nilai adalah
benar milik Pemberi Tugas.

Kami menyatakan bahwa kami tidak melakukan pengecekan secara keseluruhan untuk
mengetahui kondisi aset dan kami hanya memeriksa kondisi fisik secara visual dan hanya
melakukan pengecekan keberadaan untuk meyakinkan apakah kondisi aset yang
ditunjukkan kepada kami oleh pemilik (diwakili oleh Ibu Nanda) dan kami beranggapan
bahwa data dan informasi yang ditunjukkan kepada kami adalah akurat dan benar.

NILAI PASAR UNTUK PENGGUNAAN YANG ADA

Nilai Pasar Untuk Penggunaan yang Ada adalah Nilai Pasar dari suatu aset berdasarkan
kelanjutan dari penggunaan yang ada, dengan asumsi bahwa aset tersebut dapat dijual
di pasar terbuka untuk penggunaan yang ada pada saat itu, tetapi tetap sesuai dengan
difinisi Nilai Pasar, tanpa memperhitungkan apakah penggunaan yang ada
menggambarkan penggunaan tertinggi dan terbaik dari aset tersebut (SPI ED.VII -
2018:102-3.6)

NILAI PASAR

Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh satau dibayar dari hasil
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang
berminat membeli dan penjual yang beniat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan,
yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing – masing
bertindak atas dasar pemahaman yang di milikinya, kehati – hatian dan tanpa paksaan.
(POJK No.28/POJK.04/2021, Ketentuan Umum, Pasal 1, poin 7)
Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 209
                                                                               Page | 4



PENDEKATAN PENILAIAN

Terdapat beberapa jenis metode penilaian yang lazim digunakan menentukan nilai pasar
atau nilai selain nilai pasar yang mana mengharuskan penilai menerapkan satu atau
lebih pendekatan penilaian. Pendekatan penilaian mengacu pada metodologi analisa
yang berlaku dan yang umum dipakai. Penilaian biasanya menggunakan satu atau lebih
pendekatan penilaian dengan menerapkan prinsip substitusi. Dalam beberapa kasus, satu
atau lebih pendekatan penilaian tidak berlaku karena tujuan spesifik dari penilaian,
karakteristik properti, atau data yang terbatas. Pendekatan penilaian yang digunakan
dalam penilaian ini adalah menggunakan Pendekatan Biaya.

JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN

Dalam penugasan pembuatan Laporan Penilaian ini, Nilai Pasar dan Nilai Pasar untuk
Penggunaan yang Ada dinyatakan dalam mata uang “Rupiah”.

TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

1. Investigasi dilaksanakan tanpa ada pembatasan atas data, informasi dan akses untuk
   inspeksi terhadap objek penilaian.
2. Pada asset-aset tertentu yang memiliki keterbatasan dalam pemeriksaaan secara fisik,
   maka inspeksi dilakukan secara sampling sesuai dengan kebutuhan Penilai.
3. Segala sesuatu yang membatasi pekerjaan akan dicatatkan sebagai bagian yang
   mengikat atas hasil penilaian yang dilaporkan.


SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN

1. Bank Indonesia;
2. Lembaga resmi pemerintah atau swasta yang mempublikasi data informasi terkait
   dengan properti;
3. Media tulis dan elektronik resmi

PERSYARATAN DAN PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI

Laporan yang akan diterbitkan merupakan laporan untuk kepentingan sebagaimana yang
dimaksud dalam lingkup penugasan ini bukan untuk dipublikasi secara umum.




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 210
                                                                                Page | 5



KESIMPULAN NILAI

Dalam menghasilkan opini Nilai Pasar Nilai Pasar untuk Penggunaan yang Ada atas aset-
aset tersebut di atas, Penilai menggunakan Pendekatan Biaya.

Laporan ini disusun berdasarkan asumsi bahwa semua dokumen, pernyataan dan
informasi yang kami terima dari pemberi tugas adalah lengkap, benar dan sesuai dengan
kondisi pada saat tanggal penilaian. Dan dengan keahlian kami dalam penilaian, kami
menganalisis data dan informasi dan mengembangkan dalam laporan ini. Misalkan jika
ada data yang tidak benar yang telah diberikan kepada kami yang dapat mengakibatkan
kesimpulan yang salah nilai, kami menyatakan bahwa itu bukan tanggung jawab kami.
Dan kami sarankan untuk mengevaluasi nilai dalam laporan penilaian baru.

Penilaian ini bergantung pada hal-hal sebagai berikut :

1. Aset dimaksud tetap dikelola dan dirawat secara wajar selama masa pemakaian.
2. Aset dimaksud tidak terjadi perubahan kondisi fisik secara signifikan dan/atau tidak
   terjadi penyerobotan oleh pihak lain selama pemakaian.
3. Asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan umum, kondisi, komentar, dan detail
   yang tertulis di dalam laporan ini.

Berdasarkan POJK No.28/POJK.04/2021, dengan mempertimbangkan seluruh informasi
yang relevan serta mengamati kondisi pasar makro perekonomian yang ada, maka kami
berpendapat sesuai dengan asumsi-asumsi, metode penilaian, syarat-syarat dan/atau
pembatasan-pembatasan tertentu, serta kami mengasumsikan bahwa semua data dan
informasi yang kami terima adalah benar dan akurat, bahwa nilai aset tersebut pada
tanggal 31 Desember 2024, adalah sebagai berikut :

Nilai Pasar Untuk Penggunaan Yang Ada :
Bangunan Kantor dan Renovasi Kantor, Bangunan Kantor Operasi, dan Peralatan Kantor
Operasi yang terletak di Jl. Toll Lingkar Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur
                             Rp. 2.217.893.000,-
   ( DUA MILYAR DUA RATUS TUJUH BELAS JUTA DELAPAN RATUS SEMBILAN PULUH
                             TIGA RIBU RUPIAH )

Nilai Pasar :
Aset Peralatan Kantor, Furniture, Peralatan Kantor Operasi, dan Kendaraan Bermotor
yang terletak di Jl. Toll Lingkar Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur
                              Rp. 3.105.365.000,-
   (TIGA MILYAR SERATUS LIMA JUTA TIGA RATUS ENAM PULUH LIMA RIBU RUPIAH)

Nilai tersebut merupakan nilai dari aset yang dijelaskan dalam laporan ini, oleh
karenanya harus dianggap sebagai kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.


Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 211
                                                                               Page | 6



Akhirnya sesuai dengan praktek standar yang biasa kami lakukan, maka kami
menegaskan bahwa kami tidak menarik keuntungan dalam bentuk apapun, baik
sekarang maupun dimasa yang akan datang atas aset yang dinilai atau dari pendapat
nilai yang dikeluarkan. Kami mengingatkan bahwa laporan ini merupakan salah satu
bentuk informasi awal sebagai dasar kajian dalam mengambil keputusan namun tidak
mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penentu suatu keputusan yang
berakibat hukum. Laporan ini harus dibaca secara menyeluruh, bersifat rahasia dan
hanya disampaikan kepada Pemberi Tugas sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja.

Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga atas rujukan terhadap laporan ini,
baik sebagian maupun keseluruhan dan tidak dibenarkan untuk menerbitkan duplikat
dokumen maupun pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak
ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari kami baik mengenai format cetak
maupun konteks dimana akan dimunculkan /dipublikasikan.
Misalnya jika di masa depan kami menemukan data baru yang kami anggap mungkin
merevisi nilai dalam laporan ini, maka kita memiliki hak untuk melakukan revisi. Kami
melakukan penilaian aset ini secara obyektif dan dalam kapasitas kami sebagai
perusahaan penilai independen. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada kami untuk
melakukan tugas penilaian aset.


Kejadian Penting dan Dampak Setelah Tanggal Penilaian
Dari Tanggal Penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal
diterbitkan laporan ini, berdasarkan pengetahuan kami yang terbaik tidak terdapat
kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian ini secara signifikan. Terima
kasih atas kepercayaannya kepada kami untuk melakukan tugas penilaian aset.




Hormat kami,
Kantor Jasa Penilai Publik
RAO, YUHAL & rekan




Ir. Yuhal, MAPPI (Cert.)
Rekan Senior
No Izin Penilai Property (NIPP) : P-1.09.00133
No Izin OJK                     : STTD.PP-75/PJ-1/PM.02/2023
No Register                     : RMK-2017.00136
No MAPPI                        : 01-S-01483




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 212
                                                                                   Page | 7



                                                 DAFTAR ISI
                                                                                 Halaman
SURAT PENGANTAR                                                                    1
DAFTAR ISI                                                                         7
PERNYATAAN PENILAI                                                                 8
RINGKASAN EKSEKUTIF                                                                9
ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS                                                 10

I.       PENDAHULUAN
         I.1             Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Penilaian               12
         I.2             Tujuan, Dasar Penilaian dan Tanggal Penilaian             12
         I.3             Pengguna Laporan Penilaian                                13
         I.4             Pengertian dan Definisi                                   13
         I.5             Metode dan Pendekatan Penilaian                           14
         I.6             Profil Objek Penilaian                                    15
         I.7             Data dan Dokumen yang Diterima                            15

II.      PENILAIAN ASET TETAP PT. JAKARTA TOLLROAD DEVELOPMENT dan
         PT. JAKARTA TOLLROAD DEVELOPMENT JAYA PRATMA                              16
         II.1            Penjelasan Umum Aset                                      16
         II.1.1          Lokasi dan Identifikasi                                   16
         II.1.2          Fasilitas dan Keadaan Lingkungan                          16
         II.1.3          Tinjauan Pasar                                            17
         II.1.4          Kondisi Fisik Objek                                       21
         II.1.5          Status Kepemilikan dan Peruntukan Lahan                   22
         II.1.6          Penggunaan Terbaik dan Tertinggi                          22
         II.1.7          Dampak Lingkungan                                         22
         II.2            Proses Penilaian                                          23
         II.2.1          Penilaian Aset PT. Jakarta Tollroad Development (JTD)     23
         II.2.2          Penilaian Aset PT. JTD Jaya Pratama                       26



LAMPIRAN
FOTO                                                                               34
PETA LOKASI                                                                        42




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 213
                                                                                                    Page | 8



                                            PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
dibawah ini menyatakan bahwa:
1.  Pernyataan yang menjadi dasar analisis dan kesimpulan yang diuraikan di dalam laporan ini
    adalah betul dan benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai dan berdasarkan
    atas informasi dan data-data pendukung yang kami gunakan dalam proses penilaiain;
2. Selanjutnya Laporan Penilaian ini menjelaskan semua analisis dan kesimpulan yang dibatasi
    oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan;
3. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap Obyek Penilaian
4. Imbalan jasa yang kami terima adalah hanya sesuai dengan yang tercantum pada surat
    penugasan dan tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan;
5. Laporan penilaian ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan indepedensi Penilai Publik
    yang telah terdaftar pada Departemen Keuangan dan atau Otoritas Jasa Keuangan serta Tim
    Quality Control dan Penilai pada penugasan ini dan tidak lepas dari ketentuan-ketentuan
    Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018 dan Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI);
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah;
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai lokasi dan/atau jenis obyek penilaian yang dinilai;
8. Penilai telah melakukan Investigasi terhadap Obyek Penilaian;
9. Penilai Properti bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Properti; Data ekonomi dan
    industri dalam Laporan Penilaian Properti diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
    Penilai Properti dapat dipertanggungjawabkan;
10. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Obyek Penilaian pada Tanggal
    Penilaian (Cut Off Date);
11. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian
    Properti;
12. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
    sebagai kesimpulan Nilai;
13. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
14. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas; Penilai
    melakukan review terhadap data-data yang dinilai; dan
15. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.

             PENILAI BERIJIN                           PENILAI                      SURVEYOR




     Ir. Yuhal. MAPPI (Cert.)               Mildawati, ST                   Albet Wirasanjaya
     NIPP : P-1.09.00133                    No. Register : RMK-2018.01977   No. Register : RMK-
     No IOJK : STTD.PP-75/PM.2/2018         No MAPPI : 10-T-02468           2021.04166
     No Register : RMK-2017.00136                                           No MAPPI : 19-P-09486
     No MAPPI : 01-S-01483




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 214
                                                                                       Page | 9



                                         RINGKASAN EKSEKUTIF

PROFIL OBJEK PENILAIAN ADALAH BERUPA :
1. Aset PT. Jakarta Tollroad Development yang terdiri dari Peralatan Kantor dan
   Furniture yang terletak di Jl. Toll Lingkar Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur
2. Aset PT. Jakarta Tollroad Development Jaya Pratama yang terdiri dari Peralatan
   Kantor, Furniture, Bangunan Kantor dan Renovasi Kantor, Peralatan Kantor Operasi,
   Bangunan Kantor Operasi dan Kendaraan Bermotor yang terletak di Jl. Toll Lingkar
   Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur

Tujuan Penilaian                     : Penilaian ini bermaksud memberikan opini Nilai Pasar
                                       dari aset yang dinilai, sebagai dasar pembuatan Laporan
                                       Penilaian Bisnis untuk keperluan transaksi jual beli
                                       (Penilaian Saham), oleh karena itu kami tidak
                                       menyarankan untuk menggunakan laporan ini untuk
                                       keperluan lain.

Tanggal Penilaian                    : 31 Desember 2024
Tanggal Inspeksi ke Lokasi           : 18 Februari 2025
Mengingat kondisi Bangunan Operasional dan beberapa aset yang berdiri di atas lahan
sewa selama 45 Tahun, maka dasar nilai untuk aset tersebut adalah Nilai Pasar Untuk
Penggunaan Yang Ada. Nilai tersebut dapat menjadi Nilai Pasar, apabila perjanjian sewa
konsesi tanah tersebut dapat dipindah tangankan kepada pihak lain tanpa terkecuali, dan
jangka waktu sewa tanah tersebut sama atau melebihi dari umur ekonomis bangunannya.

Nilai Pasar Untuk Penggunaan Yang Ada :

Bangunan Kantor dan Renovasi Kantor, Bangunan Kantor Operasi dan Peralatan Kantor
Operasi yang terletak di Jl. Toll Lingkar Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur
                             Rp. 2.217.893.000,-
   ( DUA MILYAR DUA RATUS TUJUH BELAS JUTA DELAPAN RATUS SEMBILAN PULUH
                             TIGA RIBU RUPIAH )

Nilai Pasar :
Aset Peralatan Kantor, Furniture, Peralatan Kantor Operasi, dan Kendaraan Bermotor
yang terletak di Jl. Toll Lingkar Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur
                               Rp. 3.105.365.000,-
    (TIGA MILYAR SERATUS LIMA JUTA TIGARATUS ENAM PULUH LIMA RIBU RUPIAH)

Nilai tersebut merupakan nilai dari aset yang dijelaskan dalam laporan ini, oleh
karenanya harus dianggap sebagai kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 215
                                                                                 Page | 10



                            ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

    1. Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion;
    2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
       dalam proses penilaian;
    3. Semua data dan infomasi pasar diperoleh bersumber dari atau telah di validasi
       oleh Asosiasi Profesi Penilai;
    4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
       mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
       dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
    5. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
       keuangan;
    6. Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
       rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
    7. Kami bertanggung jawab atas laporan penilaian ini dan atas kesimpulan nilai
       akhirnya dan;
    8. Kami telah melakukan penelaahan atas status hukum objek penilaian.


                                    ........oooooo<0>oooooo........




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 216
                                                                               Page | 11




I.      PENDAHULUAN

I.1      DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP PENUGASAN

Menyambung instruksi PT. Jaya Real Property, Tbk. dan PT. Jaya Konstruksi Manggala
Pratama, Tbk. sesuai Kontrak Perjanjian Kerja nomor, Ref. EL01/KJPP/SP-
BIS/03/1/I/2025-1, tertanggal 20 Januari 2025, untuk memberikan opini Nilai Pasar
atas objek penilaian dimaksud, dengan ini kami telah melakukan inspeksi dan peninjauan
atas lokasi, berikut penilaian terhadap aset tersebut, sesuai dengan dokumen-dokumen,
pernyataan-pernyataan, dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh Pemberi Tugas.

Prosedur penilaian ini dilakukan sesuai dengan POJK No.28/POJK.04/2021, dengan
lingkup pekerjaan terdiri dari survey ke lapangan, investigasi data-data Informasi, dan
menyiapkan Laporan Penilaian

Aset yang dinilai adalah berupa :
1. Aset PT. Jakarta Tollroad Development yang terdiri dari Peralatan Kantor dan
    Furniture yang terletak di Jl. Toll Lingkar Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur.
2. Aset PT. Jakarta Tollroad Development Jaya Pratama yang terdiri dari Peralatan
    Kantor, Furniture, Bangunan Kantor dan Renovasi Kantor, Peralatan Kantor Operasi,
    Bangunan Kantor Operasi dan Kendaraan Bermotor yang terletak di Jl. Toll Lingkar
    Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur

I.2 TUJUAN PENILAIAN DAN TANGGAL PENILAIAN

Penilaian ini bermaksud memberikan opini Nilai Pasar dari aset yang dinilai, sebagai
dasar pembuatan Laporan Penilaian Bisnis untuk keperluan transaksi jual beli (Penilaian
Saham), oleh karena itu kami tidak menyarankan untuk menggunakan laporan ini untuk
keperluan lain.

Mengingat kondisi Bangunan Operasi dan beberapa aset yang berdiri di atas lahan sewa
selama 45 Tahun, maka dasar nilai untuk aset tersebut adalah Nilai Pasar Untuk
Penggunaan Yang Ada. Nilai tersebut dapat menjadi Nilai Pasar, apabila perjanjian sewa
konsesi tanah tersebut dapat dipindah tangankan kepada pihak lain tanpa terkecuali, dan
jangka waktu sewa tanah tersebut sama atau melebihi dari umur ekonomis bangunan
nya.

Tanggal penilaian tanggal 31 Desember 2024, Inspeksi ke lapangan dilakukan tanggal
18 Februari 2024, data dan analisis dalam laporan ini didasarkan pada kondisi pada
saat kunjungan ke lapangan.




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 217
                                                                                Page | 12



I.3      PENGGUNA LAPORAN PENILAIAN

Laporan Penilaian ini digunakan oleh PT. Jaya Real Property, Tbk dan PT. Jaya Konstruksi
Manggala Pratama, Tbk oleh karena itu tidak direkomendasikan untuk tujuan lain. Segala
akibat yang timbul karena penggunaan Laporan Penilaian selain yang disebutkan dalam
tujuan penilaian bukan menjadi tanggung jawab KJPP Rao, Yuhal & rekan.

I.4      PENGERTIAN DAN DEFINISI

Prosedur penilaian ini dilakukan sesuai dengan POJK No.28/POJK.04/2021 dan SPI
Edisi VII – 2018, berikut beberapa definisi penting yang standar digunakan :

a.     Harga
Harga adalah sejumlah uang yang diminta, ditawarkan atau dibayarkan untuk suatu aset.
Karena kemampuan keuangan, motivasi atau kepentingan khusus dari pembeli atau
penjual, harga yang dibayarkan mungkin berbeda dengan nilai dari aset berdasarkan
anggapan pihak lain (SPI ED. VII – 2018 : KPUP 4.2).

b.     Biaya
Biaya adalah sejumlah uang yang diperlukan untuk memperoleh atau menciptakan suatu
aset. Ketika set telah diperoleh atau diciptakan, biaya merupakan suatu fakta. Harga
berhubungan dengan biaya, karena harga yang dibayarkan untuk suatu aset menjadi
harga bagi pembeli (SPI ED. VII – 2018 : KPUP 4.3).

c.     Nilai
Nilai adalah suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang
paling mungkin dibayarkan untuk suatu aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan
merupakan fakta. Aset diartikan juga sebagai barang dan jasa (SPI ED. VII – 2018 : KPUP
4.4).

d.       Nilai Pasar

Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh satau dibayar dari hasil
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal Penilaian, antara pembeli yang
berminat membeli dan penjual yang beniat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan,
yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing – masing
bertindak atas dasar pemahaman yang di milikinya, kehati – hatian dan tanpa paksaan.
(POJK No.28/POJK.04/2021, Ketentuan Umum, Pasal 1, poin 7)

d. Nilai Pasar Untuk Penggunaan yang Ada

Nilai Pasar Untuk Penggunaan Yang Ada adalah Nilai Pasar dari suatu aset berdasarkan
kelanjutan dari penggunaan yang ada, dengan asumsi bahwa aset tersebut dapat dijual
di pasar terbuka untuk penggunaan yang ada pada saat itu, tetapi tetap sesuai dengan
difinisi Nilai Pasar, tanpa memperhitungkan apakah penggunaan yang ada
menggambarkan penggunaan tertinggi dan terbaik dari aset tersebut (SPI ED.VII -
2018:102-3.6)
Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 218
                                                                                   Page | 13



e. Penggunaan Tertinggi dan Terbaik                   (Highest and Best Use/HBU)

Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (HBU) yang mendasari estimasi Nilai Pasar aset selain
aset keuangan. Penggunaan paling layak dan optimal dari suatu aset, yang secara fisik
dimungkinkan, secara hukum diizinkan, serta layak secara finansial, dan menghasilkan
nilai tertinggi dari aset yang dinilai. (SPI ED. VII – 2018 : SPI 101-3.4).

I.5      METODE DAN PENDEKATAN PENILAIAN

Terdapat beberapa jenis metode penilaian yang lazim digunakan menentukan nilai pasar
atau nilai selain nilai pasar yang mana mengharuskan penilai menerapkan satu atau
lebih pendekatan penilaian. Pendekatan penilaian mengacu pada metodologi analisa
yang berlaku dan yang umum dipakai. Penilaian biasanya menggunakan satu atau lebih
pendekatan penilaian dengan menerapkan prinsip substitusi. Dalam beberapa kasus, satu
atau lebih pendekatan penilaian tidak berlaku karena tujuan spesifik dari penilaian,
karakteristik properti, atau data yang terbatas. Pendekatan penilaian yang digunakan
dalam penilaian ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

I.5.1    Metode Pendekatan Biaya

Pendekatan Biaya

Metode ini digunakan untuk menentukan suatu nilai properti/aset berdasarkan
perhitungan  seluruh   biaya-biaya      yang     diperlukan   untuk      pengadaan,
pembangunan/penggantian properti/aset yang identik dengan properti/aset yang dinilai.

Setelah Biaya Penggantian Baru tersebut diketahui baru kemudian melakukan
penyesuaian-penyesuaian dengan memperhitungkan penyusutan-penyusutan yang terjadi
sesuai dengan kondisi fisik, kapasitas dan tingkat pelayanan, serta kondisi lingkungan
sekitar yang berpengaruh dari properti/aset yang dinilai.

Untuk kasus ini, Biaya reproduksi / pengganti baru dihitung berdasarkan adjustment dari
harga perolehan komponen bangunan, tenaga kerja dan peralatan saat ini yang tertera
di dalam laporan progress pembangunan.

Kami juga memperhitungkan adanya penyusutan properti yang dapat dikategorikan
sebagai berikut:

>        Kerusakan Fisik
         Rusak, usang, retak, mengeras atau kerusakan pada strukturnya. Hal ini
         disebabkan oleh faktor umur dan kondisi fisik yang ada.

>        Kemunduran Fungsional
         Kemunduran Fungsional adalah depresiasi yang disebabkan faktor internal seperti
         perencanaam yang kurang baik yang ditemukan pada bentuk, model/desain,


Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 219
                                                                                 Page | 14



         ketidaksemibangan yang berhubungan dengan ukuran, fasilitas, kemajuan
         teknologi dan lainnya .

>        Kemundura Ekonomis
         Faktor luar dapat menyebabkan penurunan nilai seperti perubahan sosial,
         peraturan-peraturan pemerintah tentang perubahan peruntukan lahan dan
         peratutan lainya yang menbatasi penggunaan properti/aset.

Indikasi Nilai Pasar ( Biaya Penggantian Baru dikurangi depresiasi ) adalah indikasi nilai
dari properti tersebut.

I.6      PROFIL OBJEK PENILAIAN

Aset yang dinilai adalah sebagai berikut:
1. Aset PT. Jakarta Tollroad Development yang terdiri dari Peralatan Kantor dan
    Furniture yang terletak di Jl. Toll Lingkar Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur.
2. Aset PT. Jakarta Tollroad Development Jaya Pratama yang terdiri dari Peralatan
    Kantor, Furniture, Bangunan Kantor dan Renovasi Kantor, Peralatan Kantor Operasi,
    Bangunan Kantor Operasi dan Kendaraan Bermotor yang terletak di Jl. Toll Lingkar
    Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur


1.7      DATA / DOKUMEN YANG DITERIMA

Fotokopi data / dokumen yang diserahkan oleh pemberi tugas meliputi:
   a. List Aset berdasarkan atau sesuai dengan Laporan Keuangan
   b. Fotokopi STNK Kendaraan Bermotor




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 220
                                                                                 Page | 15



II.      PENILAIAN ASET PT. JAYA TOLLROAD DEVELOPMENT (JTD) DAN
         PT. JAYA TOLLROAD DEVELOPMENT JAYA PRATAMA

II.1 PENJELASAN UMUM ASET

II.1.1 Lokasi dan Identifikasi

Aset yang dinilaia adalag sebagai berikut :
1. Aset PT. Jakarta Tollroad Development yang terdiri dari Peralatan Kantor dan
    Furniture yang terletak di Jl. Toll Lingkar Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur.
2. Aset PT. Jakarta Tollroad Development Jaya Pratama yang terdiri dari Peralatan
    Kantor, Furniture, Bangunan Kantor dan Renovasi Kantor, Peralatan Kantor Operasi,
    Bangunan Kantor Operasi dan Kendaraan Bermotor yang terletak di Jl. Toll Lingkar
    Luar, No. 3, Cakung, Jakarta Timur

Bangunan-bangunan di sekitar obyek yang dapat dijadikan petunjuk, antara lain:
- Pintu Toll Cakung

II.1.2 Fasilitas dan Keadaan Lingkungan

Fasilitas infrastruktur yang tersedia di sekitarnya adalah :
-       Listrik dari PLN
-       Jaringan telepon dari Telkom
-       Air Bersih dari PDAM

Faslitas umum yang tersedia di sekitarnya adalah :
-       Perumahan
-       Perkantoran
-       Tansportasi Umum, dll.

Kondisi lingkungan sekitar obyek adalah daerah perumahan yang berada di dalam
Kawasan Komersial.




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 221
                                                                                 Page | 16



II.1.3 Tinjauan Pasar

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2014-2024 Stagnan 5 Persen
Di luar periode pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia satu dekade
JAKARTA, KOMPAS — Perekonomian Indonesia tumbuh 5,03 persen sepanjang 2024.
Realisasi ini melambat dibandingkan 2023 sekaligus di bawah target pemerintah. Industri
manufaktur dan konsumsi rumah tangga sebagai dua mesin utama ekonomi tumbuh
landai di bawah potensi. Ekspor juga melambat.

Badan Pusat Statistik mencatat, nilai produk domestik bruto Indonesia atas dasar harga
berlaku (ADHB) sepanjang 2024 adalah Rp 22.139 triliun. Sementara, PDB atas dasar
harga konstan (ADHK) senilai Rp 12.920 triliun.

Sepanjang 2024, ekonomi tumbuh 5,11 persen secara tahunan pada triwulan I.
Selanjutnya, angkanya berturut-turut adalah 5,05 persen pada triwulan II, 4,95 persen
pada triwulan III, dan 5,02 persen pada triwulan IV.

Dengan capaian itu, ekonomi Indonesia sepanjang 2024 tumbuh 5,03 persen. Ini lebih
rendah dari pertumbuhan ekonomi 2023 sebesar 5,05 persen sekaligus di bawah target
5,2 persen yang dipatok pemerintah.

Capaian itu sesuai dengan prediksi bahwa target pertumbuhan ekonomi 2024 akan sulit
dicapai. Apalagi, dua mesin utama perekonomian Indonesia, yaitu industri manufaktur
dan konsumsi rumah tangga, melemah secara signifikan sepanjang 2024.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Rabu (5/2/2025),
mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 melambat dibandingkan
2023. Salah satu faktor yang menahan laju pertumbuhan ekonomi itu adalah kondisi net
ekspor yang mencerminkan kinerja perdagangan.

Meski ekspor pada triwulan IV-2024 tumbuh positif sebesar 7,63 persen, laju
pertumbuhannya masih di bawah impor yang tumbuh 10,36 persen. Sepanjang 2024,
ekspor juga tumbuh 6,51 persen, tetapi masih di bawah impor yang tumbuh 7,95 persen.

Akibat kinerja ekspor yang ”kalah” dari impor itu, kontribusi net ekspor (selisih nilai
ekspor dan nilai impor) terhadap pertumbuhan ekonomi pun negatif alias minus 0,2
persen pada triwulan IV-2024 dan minus 0,01 persen sepanjang 2024. Kinerja net
ekspor itu lebih kecil dibandingkan 2023.

”Jadi, kalau kita lihat dari sumber pertumbuhannya, satu komponen yang agak menahan
ekonomi kita dari tumbuh lebih tinggi tahun ini adalah net ekspor itu,” kata Amalia dalam
konferensi pers yang digelar secara hibrida.

Konsumsi landai

Salah satu hal mencolok dari kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 adalah
konsumsi rumah tangga yang sepanjang tahun secara berturut-turut tumbuh di bawah 5


Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 222
                                                                           Page | 17



persen alias di bawah potensinya. BPS mencatat, konsumsi rumah tangga sudah
melambat sejak selepas pandemi Covid-19.

Dari segi komponen pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih kontributor utama
pertumbuhan ekonomi dengan sumbangsih hingga 54,04 persen terhadap pembentukan
PDB. Namun, konsumsi terus tumbuh di bawah 5 persen.

Pada triwulan IV-2024, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen. Ini melanjutkan
tren pertumbuhan di bawah 5 persen pada triwulan I (4,91 persen), triwulan II (4,93
persen), dan triwulan III (4,91 persen).

Amalia mengatakan, meski konsumsi masih tumbuh di bawah 5 persen, kondisinya
membaik dibandingkan 2023. Sebagai perbandingan, pada 2023, konsumsi tumbuh
4,82 persen. Namun, pada 2024, konsumsi sedikit menguat menjadi 4,94 persen atau
sama dengan 2022.




                Sumber :BADAN PUSAT STATISTIK

Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 223
                                                                                  Page | 18



”Komponen konsumsi yang tumbuh di atas 6 persen adalah konsumsi untuk sektor
transportasi dan komunikasi yang tumbuh 6,56 persen, lalu konsumsi restoran dan hotel
yang tumbuh 6,53 persen. Untuk konsumsi baju dan alas kaki hanya tumbuh 2,55
persen,” kata Amalia.

Kontributor kedua pertumbuhan ekonomi adalah investasi atau pembentukan modal
tetap bruto (PMTB) yang tumbuh 4,61 persen pada 2024 dengan sumbangsih 29,15
persen terhadap PDB. PMTB tumbuh positif karena ditopang oleh peningkatan realisasi
investasi asing dan dalam negeri, serta aktivitas PMTB oleh pemerintah dan swasta yang
tumbuh positif.

Kinerja ekspor juga masih tumbuh positif sebesar 6,51 persen dengan kontribusi 22,18
persen terhadap PDB. Namun, impor tumbuh lebih cepat, yakni 7,95 persen, dan
berkontribusi hingga 20,39 persen.

Sementara itu, berkat Pemilu dan Pilkada 2024, konsumsi pemerintah dan konsumsi
lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) juga tercatat tumbuh positif.
Masing-masing tumbuh 6,61 persen dan 12,48 persen.

Manufaktur Melambat

Manufaktur melambat
Jika dilihat dari sisi komponen lapangan usaha, seluruh lapangan usaha tumbuh positif
sepanjang 2024. Industri pengolahan yang tumbuh 4,43 persen masih menjadi sumber
pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 18,98 persen terhadap PDB.

Pertumbuhan industri manufaktur, menurut Amalia, didorong oleh permintaan domestik
dan luar negeri. Sektor yang mendorong kinerja manufaktur adalah industri makanan
dan minuman yang tumbuh 5,9, industri logam dasar yang tumbuh 13,34 persen, serta
industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik yang
tumbuh 6,16 persen.

Selain manufaktur, ekonomi juga masih ditopang oleh sektor perdagangan yang tumbuh
4,86 persen, pertanian yang tumbuh 0,67 persen, konstruksi yang tumbuh 7,02 persen,
pertambangan yang tumbuh 4,90 persen, serta transportasi dan pergudangan yang
tumbuh 8,69 persen. Kelima sektor itu menyumbang hingga 63,9 persen terhadap
ekonomi Indonesia.

Meski demikian, senasib dengan konsumsi rumah tangga yang tumbuh landai sejak
pascapandemi, kinerja industri manufaktur pun demikian. BPS mencatat, sejak pandemi
usai, pertumbuhan industri pengolahan beturut-turut adalah 4,89 persen (2022), 4,64
persen (2023), dan 4,43 persen (2024).

Sumber : https://www.kompas.id/artikel/sesuai-prediksi-ekonomi-ri-2024-tumbuh-melambat-dan-
di-bawah-target




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 224
                                                                                Page | 19



Investasinya Rp 4,88 Triliun, Jalan Tol Sepanjang 9,3 Km Ini Lengkapi Jalan Tol
Metropolitan Jabodetabek.

Tak hanya dapat meningkatkan kecepatan distribusi logistik saja, hadirnya jalan tol juga
bertujuan untuk meningkatkan daya saing komoditas Indonesia. Sama seperti
pembangunan jalan tol yang ada di Jakarta ini.

Proyek pembangunan jalan tol ini diketahui menjadi bagian serta melengkapi Jalan Tol
Metropolitan Jabodetabek.

Menjadi bagian dari Lingkar Dalam Jakarta dan Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring
Road) jalan tol ini bernama Jalan Tol Pulo Gebang - Kelapa Gading.

Membentang sepanjang 9,3 km, proyek pembangunan Jalan Tol Pulo Gebang - Kelapa
Gading ini masuk kedalam Pembangunan Jalan Tol Layang Dalam Kota Jakarta atau
disebut dengan Enam Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta.

Adapun Enam Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta ini direncanakan akan dibangun
dengan panjang 69,78 km yang terbagi menjadi 3 tahap.

Dikutip dari laman presidenri.go.id, pembangunan dibagi menjadi 3 tahap ini, dimana
tahap pertama memiliki total panjang 31,1 kilometer yang mencakup segmen Pulo
Gebang-Kelapa Gading sepanjang 9,3 kilometer dan Semanan-Kelapa Gading
sepanjang 20,38 kilometer.

Kemudian tahap kedua mencakup segmen Duri Pulo – Kampung Melayu (12,65 km) dan
Kemayoran – Kampung Melayu (9,6 km), dan tahap ketiga mencakup Ulujami – Tanah
Abang (8,7 km) dan Pasar Minggu – Casablanca (9,16 km).

Masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden (Perpres)
Nomor 56 Tahun 2018, jalan Tol dibangun dengan struktur tipe elevated/jalan layang.

Dimana pembangunannya dilaksanakan di tengah median jalan arteri Kelapa Gading
menuju Pulo Gebang.

Diresmikan pada 23 Agustus 2021 oleh Presiden RI Ke-7 Joko Widodo, Jalan Tol Layang
Pulo Gebang-Kelapa Gading ini dibangun dengan biaya konstruksi Rp 3,16 triliun dan
biaya investasi sebesar Rp 4,88 triliun.

Pembangunan jalan tol ini juga menggunakan mode pembiayaan dengan memadukan
anggaran bauran pendanaan baik antara kementerian dengan BUMN maupun antara
kementerian dan BUMN dengan swasta atau Kerja Sama Pemerintah dengan Badan
Usaha (KPBU).




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 225
                                                                                 Page | 20



Adapun pembangunan proyek jalan tol segmen Pulo Gebang- Kelapa Gading ini
dibangun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jakarta Toll Road Development Jaya
Pratama dan kontraktor KSO PT Jaya Konstruksi – PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Dengan diresmikan jalan tol ini tentunya diharapkan akan meningkatkan kecepatan
distribusi logistik

Tak hanya itu, daya saing komoditas-komoditas juga diharapkan akan semakin baik dan
meningkat, mengingat jalan tol ini juga terhubung dengan Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) Marunda dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Sumber : https://www.ayobandung.com/umum/7913803407/investasinya-rp-488-triliun-jalan-tol-
sepanjang-93-km-ini-lengkapi-jalan-tol-metropolitan-jabodetabek



II.1.4 Kondisi Fisik Objek

Kondisi Obyek pada saat inspeksi ke lokasi aset penilaian tersebut sedang dalam
keadaan beroperasi. Kondisi bangunan secara umum baik, dan sesuai dengan kondisi
yang normal.

II.1.5 Status Kepemilikan

Kami menyatakan bahwa kami tidak melakukan pengecekan secara keseluruhan untuk
menghitung dan melihat satu persatu aset yang dinilai, tapi kami memeriksa secara
random aset yang dinilai untuk meyakinkan keberadaannya apakah sesuai dan sama
atau tidak denga nlist aset yang diberikan kepada kami. Seperti yang ditunjukkan kepada
kami oleh pemilik (diwakili oleh Ibu Nanda) kami beranggapan bahwa aset yang ada
telah sesuai dengan list aset yang ada seperti yang ditunjukkan kepada kami adalah
benar dan sesuai dengan aset yang ada.

Kami tidak menemukan perbedaan mengenai jumlah dan keberadaan aset selama kami
melakukan pemeriksaan apabila di bandingkan dengan list aset yang ada, dan kami
beranggapan bahwa list aset yang diberikan kepada kami yang digunakan dalam
laporan ini adalah sesuai sesuai dengan keberadaan aset tersebut.

Kami belum melakukan penelitian detail tentang aspek hukum dokumen kepemilikan
masing masing aset dan menyarankan untuk menyewa konsultan hukum independen dan
auditor untuk melakukan uji tuntas pada aspek hukum. Juga sebagai asumsi kami, kami
menganggap bahwa list aset dan aset aset yang kami nilai adalah benar secara
kepemilikan, sah secara hukum, dapat dialihkan dan bebas dari ikatan, klaim atau
hambatan.




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 226
                                                                              Page | 21



II.1.6   Penggunaan Terbaik dan Tertinggi

Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (HBU) yang mendasari estimasi Nilai Pasar aset selain
aset keuangan. Penggunaan paling layak dan optimal dari suatu aset, yang secara fisik
dimungkinkan, secara hukum diizinkan, serta layak secara finansial, dan menghasilkan
nilai tertinggi dari aset yang dinilai. (SPI ED. VII – 2018 : SPI 101-3.4).

Penggunaan berdasarkan nilai tertinggi

Dengan mempertimbangkan lokasi, situasi pasar, dan pengembangan di lingkungan,
pengembangan sebagai penggunaan sekarang ini, diharapkan memberikan hasil yang
tertinggi karena secara fisik mungkin, layak secara hukum, dan berpotensi layak secara
finansial.

II.1.7 Dampak Lingkungan

Kami tidak mendapatkan informasi tentang laporan audit lingkungan atau penyelidikan
lingkungan atau penyelidikan tentang kandungan tanah yang telah dilakukan di lokasi
anggaplah tidak ada kontaminasi atau pencemaran lingkungan.

Dalam penilaian ini, kami mengasumsikan bahwa properti tidak pernah digunakan untuk
kegiatan apa pun yang berhubungan dengan kontaminasi dan pencemaran lingkungan.
Kami tidak memiliki penelitian tentang kegiatan masa sekarang atau masa lalu, baik di
lokasi atau sekitarnya, untuk menentukan apakah ada pencemaran atau pencemaran
lingkungan telah terjadi. Jadi kita menganggap bahwa masalah seperti ini tidak pernah
ada.

Oleh karena itu, Jika kontaminasi atau pencemaran lingkungan telah terjadi di lokasi
atau sekitarnya, kami menyatakan bahwa laporan penilaian tidak berlaku lagi, dan kami
perlu membuat laporan penilaian baru.




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 227
                                                                                Page | 22



II.2 PROSES PENILAIAN

II.2.1 PENILAIAN ASET PT. JAKARTA TOLLROAD DEVELOPMENT (JTD)

Sesuai dengan metode yang telah diuraikan pada bagian pendahuluan dan mengingat
karakteristik aset yang dinilai, maka dalam proses dan pendekatan penilaian, objek
penilaian hanya dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan :

                          ASET                                   PENDEKATAN
 Peralatan Kantor dan Furniture                             Pendekatan Biaya

Didalam menentukan Nilai Pasar untuk Tujuan Transaksi Jual Beli dapat dilakukan
dengan cara menghitung Biaya Penggantian Terdepresiasi atau menyusutkan Biaya
Pengganti Baru (New Replacement Cost) dengan depresiasi fisik dan atau depresiasi
fungsi dan ekonomis apabila ada.

Didalam menentukan Biaya Pengganti Baru tersebut, kami menggunakan Metode Indeks
Biaya dengan memperhitungkan perbedaan tingkat biaya akibat perbedaan waktu wajib
diperoleh dengan cara membandingkan tingkat biaya pada saat ini dengan dengan
tingkat biaya pada saat pembelian, maka dengan itu kami melakukan adjustment dengan
kenaikan sesuai dengan rata rata Inflasi dari tahun 2010 sampai dengan tanggal
penilaian yaitu sebesar 4,06% pertahun dari Harga Perolehan yang didapatkan dari
Laporan Keuangan.

Didalam menentukan penyusutan estimasi Biaya Pengganti Baru tersebut, kami
menggunakan Metode Umur Ekonomis dan Metode Breakdown.

Nilai Pasar didapat dari Biaya Pengganti Baru yang telah terdepresiasi akibat penyusutan
fisik dan atau penyusutan fungsi atau ekonomis apabila ada, dengan Umur Ekonomis :
- Untuk Peralatan Kantor            : 5 Tahun
- Untuk Furniture                   : 5 Tahun

Untuk penyusutan fisik kami menggunakan metode Single Decline.




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 228
                                                                                                       Page | 23



                                                                        TAHUN       HARGA
NO                                      JENIS                                                     NILAI PASAR (Rp)
                                                                      PEROLEHAN PEROLEHAN (Rp)


    PERALATAN KANTOR
  1 Laptop Sony                                                         2010          9.732.210         2.425.000
  2 Printer Laserjet 5100                                               2010          4.952.790         1.234.000
  3 Komputer                                                            2007         30.706.400         8.912.000
  4 Printer Photosmart 3110                                             2007          3.143.600           912.000
  5 Brankas Chubb RPF-9203 Fire Proof 3 Laci                            2014         15.709.090         3.593.000
  6 Brankas Chubb Cobra 5 Exe B                                         2014         14.836.360         3.394.000
  7 Laptop Asus X45OLD - WX 025D                                        2014          7.100.000         1.619.000
  8 NEC Projector, Screen, & Bracket - Masterdiatech                    2014         15.900.000         3.625.000
  9 Laptop Lenovo 640                                                   2014          5.500.000         1.250.000
 10 Kamera Canon EOS-600D                                               2014          7.700.000         1.749.000
 11 Infocus                                                             2014          7.000.000         1.580.000
 12 Laptop Lenovo                                                       2015          7.250.000         1.631.000
 13 Laptop Lenovo                                                       2015          6.850.000         1.541.000
 14 Avaya IP Office                                                     2015        150.000.000        33.736.000
 15 Laptop Lenovo                                                       2015          7.300.000         1.625.000
 16 Switch Cisco                                                        2015          9.090.909         2.045.000
 17 Switch Cisco                                                        2015          9.090.909         2.024.000
 18 Pembelian Software Office dan Windows                               2015         37.555.200         8.361.000
 19 Server&Network                                                      2014         88.252.600        19.916.000
 20 CCTV                                                                2015          5.300.000         1.152.000
 21 Laptop Lenovo                                                       2016          8.900.000         1.996.000
 22 Plus Copyboard C20W                                                 2016         20.000.000         4.470.000
 23 All in One PC HP24-G026D W2U66AAPT Multi Kharisma Solusindo         2017         10.505.000         2.316.000
 24 Laptop                                                              2017         14.100.000         3.088.000
 25 Pembelian Software Office                                           2017         21.650.000         4.741.000
 26 Pembelian Software Kapersky                                         2017          6.000.000         1.314.000
 27 Dekstop HP PC 24-G026 AiO W2U66AA                                   2017          9.550.000         2.084.000
 28 Asus X441UV-WX092T                                                  2017          6.600.000         1.441.000
 29 Laptop HP Untuk Pak Indriyono                                       2017         13.900.000         2.983.000
 30 Pembelian TV LG (55UJ632T)-Electronic City                          2017         10.099.000         2.160.000
 31 Projector VE 3036 NEC                                               2017          5.000.000         1.069.000
 32 Pembelian IPAD (IPAD PRO WIFI CELL 256GB SL)                        2017         16.561.000         3.542.000
 33 Pembelian IP Phone Avaya-PT Jaya Teknik Indonesia                   2018         20.142.753         4.279.000
    Laptop Untuk Ibu Heny (PAV X360 14-BA164TX i7-8550u/8/1T/940)-
 34                                                                     2018         14.400.000         3.039.000
    Agres Ambasador
 35 PC Desktop AIO HP 20-C302D-PT Pericom Nusantara                     2018         6.600.000          1.393.000
 36 Epson EB-X450 Projector s/n : X4HZ8202928 -- GKS - (TDP BP 682)     2018         6.000.000          1.258.000
    Total Peralatan Kantor                                                         632.977.821       143.497.000

      FURNITURE
  1   Meja Direksi                                                      2010          3.999.200           994.000
  2   Kursi Hadap Direksi                                               2010          4.796.000         1.192.000
  3   Kursi Staf                                                        2010          2.496.000           620.000
  4   Jam Dinding                                                       2010          1.240.000           308.000
  5   Lemari Es Sharp                                                   2010          1.300.000           323.000
  6   Coffe Maker Miyako                                                2010            425.000           106.000
  7   Telepon Cordies Panasonic                                         2010            475.000           118.000
  8   Mesin Fax Panasonic                                               2010          1.050.000           261.000
  9   Kain Kursi                                                        2010            780.000           194.000
 10   Acces Door                                                        2010          6.754.000         1.678.000
 11   3 unit Filling Cabinet BWM sliding door high vab.w 5 shelves      2014        120.412.500        27.204.000
 12   1 unit Filling Cabinet BWM Steel powder coating                   2014         10.765.625         2.432.000
 13   Filling Cabinet BWM sliding door 3 Set Type 3                     2014         29.952.000         6.736.000
 14   Office Furniture -DP                                              2014        228.302.000        52.045.000
 15   Office Furniture                                                  2015        173.057.200        38.922.000
 16   Sofa - DP                                                         2014         42.510.000         9.691.000
 17   Sofa                                                              2015         42.510.000         9.561.000
 18   Kursi - DP                                                        2014        113.636.364        25.905.000
 19   Kursi                                                             2015        113.636.364        25.558.000
 20   Furniture Ruangan Bpk Frans                                       2015          8.031.000         1.806.000
 21   Cat&Perbaikan Furniture                                           2015          7.000.000         1.574.000
 22   Roller Blind-DP                                                   2014         32.500.000         7.409.000




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 229
                                                                                                               Page | 24



                                                                                TAHUN       HARGA
NO                                    JENIS                                                               NILAI PASAR (Rp)
                                                                              PEROLEHAN PEROLEHAN (Rp)


      FURNITURE
 23   Roller Blind                                                              2015         32.500.000         7.285.000
 24   Penangkal Petir                                                           2015         19.000.000         4.259.000
 25   Pantry -DP                                                                2014         20.320.780         4.601.000
 26   Pantry                                                                    2015         20.320.780         4.540.000
 27   Meja Meeting-DP                                                           2015         15.000.000         3.362.000
 28   Meja Meeting                                                              2015         15.000.000         3.328.000
 29   Sofa Ruang Komisaris                                                      2015          5.399.100         1.194.000
 30   Karpet                                                                    2015          5.000.000         1.102.000
 31   Instalasi Listrik                                                         2015         36.363.636         7.987.000
 32   Instalasi Listrik                                                         2015          9.840.000         2.161.000
 33   DP 50% Panel box resepsionis JTD                                          2015          7.882.000         1.761.000
 34   Pelunasan 50% Panel box resepsionis JTD                                   2015          7.882.000         1.761.000
 35   Lukisan                                                                   2011        550.000.000       140.153.000
 36   Filling Cabinet                                                           2017         17.191.000         3.803.000
 37   Furniture meja kerja                                                      2017         15.333.000         3.381.000
 38   Partisi Kaca                                                              2017         13.025.641         2.853.000
 39   Perlengkapan Furniture                                                    2018          9.397.000         1.990.000
 40   Furniture                                                                 2018         21.000.000         4.446.000
      Lemari File, Lemari Penutup Panel Listrik, Meja Bulat dan 2 buah Meja
 41                                                                             2018         23.000.000         4.821.000
      Meeting -- Kreasi Cipta Anugrah - (TDP BP 608)
 42   Pemb. Kaca Tempered utk Ruang Rapat 4 (PTDP #12/JTD/TDP/III/2018)         2018         20.326.000         4.246.000
      Pemb. Pintu Kaca Tempered utk Ruang Rapat 5 (PTDP
 43                                                                             2018          6.530.000         1.364.000
      #12/JTD/TDP/III/2018)
 44   Pemb. Kaca Tempered utk Ruang Rapat 5 (PTDP #12/JTD/TDP/III/2018)         2018         15.058.000         3.146.000
      Pemb. Talang, Spandek dan Tangga utk Atap Gedung (PTDP
 45                                                                             2018         45.000.000         9.400.000
      #12/JTD/TDP/III/2018)
      Pemb. AC, Papan Tulis, Rak dan Wallpaper utk Ruang Rapat 5 (PTDP
 46                                                                             2018         42.446.000         8.867.000
      #12/JTD/TDP/III/2018)
      Pemb. Kabel, Tiang dan Projector utk Ruang Rapat 5 (PTDP
 47                                                                             2018          7.290.000         1.523.000
      #12/JTD/TDP/III/2018)
      Total Furniture                                                                     1.925.733.190      447.971.000


Kesimpulan Nilai Pasar untuk Aset PT. JTD

Setelah memperhatikan berbagai faktor yang berhubungan dengan penilaian ini, maka
kami berpendapat bahwa Nilai Pasar untuk Aset PT.JTD, pada tanggal 31 Desember
2024 adalah:

Nilai Pasar :
                             Rp. 591.468.000,-
  ( LIMA RATUS SEMBILAN PULUH SATU JUTA EMPAT RATUS ENAM PULUH DELAPAN
                               RIBU RUPIAH )




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 230
                                                                                Page | 25



II.2.2 PENILAIAN ASET PT. JTD JAYA PRATAMA

Sesuai dengan metode yang telah diuraikan pada bagian pendahuluan dan mengingat
karakteristik aset yang dinilai, maka dalam proses dan pendekatan penilaian, objek
penilaian hanya dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan :

                        ASET                           PENDEKATAN
 Peralatan Kantor, Furniture, bangunan Kantor dan
 Renovasi Kantor, Peralatan Kantor Operasi, dan Pendekatan Biaya
 Bangunan Kantor Operasi
                                                  Pendekatan Biaya dan
 Kendaraan Bermotor
                                                  Pendekatan Pasar

Didalam menentukan Nilai Pasar untuk Tujuan Transaksi Jual Beli dapat dilakukan
dengan cara menghitung Biaya Penggantian Terdepresiasi atau menyusutkan Biaya
Pengganti Baru (New Replacement Cost) dengan depresiasi fisik dan atau depresiasi
fungsi dan ekonomis apabila ada.

Didalam menentukan Biaya Pengganti Baru tersebut, kami menggunakan Metode Indeks
Biaya dengan memperhitungkan perbedaan tingkat biaya akibat perbedaan waktu wajib
diperoleh dengan cara membandingkan tingkat biaya pada saat ini dengan dengan
tingkat biaya pada saat pembelian, maka dengan itu kami melakukan adjustment dengan
kenaikan sesuai dengan rata rata Inflasi dari tahun 2018 sampai dengan tanggal
penilaian yaitu sebesar 2,73% pertahun dari Harga Perolehan yang didapatkan dari
Laporan Keuangan.

Didalam menentukan penyusutan estimasi Biaya Pengganti Baru tersebut, kami
menggunakan Metode Umur Ekonomis dan Metode Breakdown.

Nilai Pasar didapat dari Biaya Pengganti Baru yang telah terdepresiasi akibat penyusutan
fisik dan atau penyusutan fungsi atau ekonomis apabila ada, dengan Umur Ekonomis :
- Peralatan Kantor                        : 5 Tahun
- Furniture                               : 5 Tahun
- Bangunan Kantor dan Renovasi Kantor : 20 Tahun
- Peralatan Kantor Operasi                : 12 Tahun
- Bangunan Kantor Operasi                 : 20 Tahun

Untuk penyusutan fisik kami menggunakan metode Single Decline.




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 231
                                                                                                                Page | 26



II.2.2.1 PENILAIAN PERALATAN KANTOR, FURNITURE, BANGUNAN KANTOR DAN
         RENOVASI KANTOR, PERALATAN KANTOR OPERASI DAN BANGUNAN
         KANTOR OPERASI

                                                                               TAHUN       HARGA
NO                                   JENIS                                                               NILAI PASAR (Rp)
                                                                             PEROLEHAN PEROLEHAN (Rp)


      PERALATAN KANTOR
 1    Pemb. 1 pcs Garmin Montana 680 - 4HU049120                               2018          6.000.000        1.137.000
      Pemb. 1 pcs Samsung Galaxy Tab A 10,1" White - 353110.08.063707.7
 2                                                                             2018          4.949.000         938.000
      (plus cover)
      Pemb. 1 unit Notebook Dell Inspiron 5370 (Intel Ci7
 3    8550U/8GB/256SSD/AMD Radeon 530-2GB/13,3"/Win 10 Home SL) -              2018         13.000.000        2.461.000
      PT Pericom Nusantara
      Pemb. 1 unit Notebook Dell Inspiron 5370 (Intel Ci7
 4    8550U/8GB/256SSD/AMD Radeon 530-2GB/13,3"/Win 10 Home SL) -              2018         13.000.000        2.461.000
      PT Pericom Nusantara
      Pemb. 1 unit Notebook Dell Inspiron 5370 (Intel Ci7
 5    8550U/8GB/256SSD/AMD Radeon 530-2GB/13,3"/Win 10 Home SL) -              2018         13.000.000        2.461.000
      PT Pericom Nusantara
      Pemb. 1 unit PC HP 880 (Win 10 Pro 64 bit/Monitor 32" HP/Intel
 6    i7/16GB/HD 4 TB/SSD 128GB/VGA GTX 1060 3GB) - United Jaya                2018         31.500.000        5.963.000
      Komputindo
      Pemb. 1 unit Notebook Dell Inspiron 5370 (Intel Ci5
 7    8250U/4GB/256SSD/AMD Radeon 530-2GB/13,3"/Win 10 Home SL) -              2018         10.730.000        2.027.000
      PT Pericom Nusantara
      Pemb. 1 unit Notebook Dell Inspiron 5370 (Intel Ci5
 8    8250U/4GB/256SSD/AMD Radeon 530-2GB/13,3"/Win 10 Home SL) -              2018         10.730.000        2.027.000
      PT Pericom Nusantara
      Pemb. 1 unit Notebook Dell Inspiron 5370 (Intel Ci5
 9    8250U/4GB/256SSD/AMD Radeon 530-2GB/13,3"/Win 10 Home SL) -              2018         10.730.000        2.027.000
      PT Pericom Nusantara
      Pemb. 1 unit PC Dell 3670 (i3 8100, 4GB, HD 1TB, 19,5", VGA 2GB,
 10                                                                            2018          6.895.455        1.302.000
      Ubuntu) - PT Anugrah Jayatama Abadi
      Pemb. 1 unit PC Dell 3670 (i3 8100, 4GB, HD 1TB, 19,5", VGA 2GB,
 11                                                                            2018          6.895.455        1.302.000
      Ubuntu) - PT Anugrah Jayatama Abadi
 12   Pemb. 1 Unit PROJECTOR EPSON X400 - PT Data Teknologi Solusindo          2019          5.050.000          942.000
 13   Pemb. 1 Unit PROJECTOR EPSON X400 - PT Data Teknologi Solusindo          2019          5.050.000          942.000
 14   Pemb. 1 Unit Printer EPSON L 1300 - PT Pericom Nusantara                 2019          5.500.000        1.026.000
      Pemb. 1 Unit Notebook HP 430 (i5, Win 10 Pro 64 Bit) - PT Anugrah
 15                                                                            2019         13.000.000        2.418.000
      Jayatama Abadi
      Pemb. 1 Unit Notebook DELL VOSTRO 5481 (i5/ DDR 4B/ HDD 1 TB
 16   SATA + 128 SDD/ 14 FHD/ MX130 2GB DDR5/ WINDOWS 10 PRO/                  2019         12.454.545        2.308.000
      WARRANTY 1 YEAR) - PT Data Teknologi Solusindo
      Pemb. 1 Unit Notebook DELL VOSTRO 5481 (i5/ DDR 4B/ HDD 1 TB
 17   SATA + 128 SDD/ 14 FHD/ MX130 2GB DDR5/ WINDOWS 10 PRO/                  2019         12.454.545        2.308.000
      WARRANTY 1 YEAR) - PT Data Teknologi Solusindo
      Pembelian 1 Unit Notebook HP Pavilion 13-AN0014TU (Intel Core i7-
 18   8565/8GB/512GB SSD/NO DVD/13.3"/Win 10 Home) - PT Pericom                2019         13.800.000        2.554.000
      Nusantara
      Pembelian 1 Unit Notebook HP 240G7-63PA (INTEL CORE I5-
 19   82653.7GHZ/ DDR 4GB/ HDD 1TB/ 14 INCH/ WEBCAM/ WINDOWS                   2019         18.900.000        3.497.000
      10 PRO) - PT Data Teknologi Solusindo
      Pembelian 1 Unit Notebook HP 240G67-61PA (INTEL CORE I7-
      8565/DDR 8GB/SSD 256GB/14 INCH/VGA RADEON R5 520
 20                                                                            2019         12.722.728        2.338.000
      2GB/WEBCAM/ WIN 10 PRO/WARRANTY 1 YEARS) - PT Data Teknologi
      Solusindo
      Pembelian 1 Unit Notebook HP 240G67-61PA (INTEL CORE I7-
      8565/DDR 8GB/SSD 256GB/14 INCH/VGA RADEON R5 520
 21                                                                            2019         12.722.728        2.338.000
      2GB/WEBCAM/ WIN 10 PRO/WARRANTY 1 YEARS) - PT Data Teknologi
      Solusindo
      Pembelian 1 Unit Notebook HP Spectre X360 (Core i7, 13,3",
 22                                                                            2020         25.000.000        7.934.000
      TouchScreen, Win 10 Pro) - PT Anugrah Jayatama Abadi
 23   Pembelian 1 Unit Epson Projector EBW05 - PT Data Teknologi Solusindo     2020          5.672.727        1.778.000
      Pembelian dan Pemasangan Panel , Kabel Feeder, NYY 4x10 mm +
 24   Grounding, Cisco Switch 24 Port POE dan Kabel Ruang Server - PT Jaya     2020         70.454.545      21.974.000
      Teknik Indonesia



Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 232
                                                                                                               Page | 27



                                                                              TAHUN       HARGA
NO                                  JENIS                                                               NILAI PASAR (Rp)
                                                                            PEROLEHAN PEROLEHAN (Rp)


    PERALATAN KANTOR
 25 Pembelian 1 Unit Notebook Lenovo Yoga - PT Anugrah Jayatama Abadi         2020         16.850.000        5.255.000
 26 Pembelian 1 Unit TV Xiaomi 55'' - PT Anugrah Jayatama Abadi               2020          5.750.000        1.793.000
    Pembelian 1 Unit PC Lenovo Thinkcentre M720T-1WW (Intel Core I3-
 27 9100/DDR 8GB/HDD 1 TB SATA/ SSD 128 GB/ Keayboard & Mouse) - PT           2020          6.727.273        2.089.000
    Data Teknologi Solusindo
 28 Pembelian 1 Unit PROJECTOR EB-W06                                         2021          5.675.000        3.105.000
    Pembelian 1 Unit NB HP - WIN 10 PRO 64 BIT (Core i7, 8 GB, SSD
 29                                                                           2021         13.000.000        7.099.000
    512Gb, 14", Win 10 Pro 64 Bit)
    Pembelian 1 Unit NB HP - WIN 10 PRO 64 BIT (Core i7, 8 GB, SSD
 30                                                                           2021         13.000.000        7.099.000
    512Gb, 14", Win 10 Pro 64 Bit)
    Pembelian 1 Unit NB HP - WIN 10 PRO 64 BIT (Core i5, 8 GB, SSD
 31                                                                           2021         11.000.000        6.007.000
    512Gb, 14", Win 10 Pro 64 Bit)
    Pembelian 1 Unit NB HP - WIN 10 PRO 64 BIT (Core i5, 8 GB, SSD
 32                                                                           2021         11.000.000        6.007.000
    512Gb, 14", Win 10 Pro 64 Bit)
    Pembelian 1 Unit NB HP - WIN 10 PRO 64 BIT (Core i5, 8 GB, SSD
 33                                                                           2021         11.000.000        6.004.000
    512Gb, 14", Win 10 Pro 64 Bit)
    Pembelian 1 Unit Mini PC Dell (i3, 4GB, HD 500 GB, 19", Win 10 Pro 64
 34                                                                           2021          8.000.000        4.339.000
    Bit)
    Pembelian 1 Unit Notebook Lenovo V14 ITL Core i7 1165G7, Webcam,
 35 HDMI, Ram 8GB, DDR4 3200, 8GB Vvgen, Win 10 Home, Gen 11                  2023         12.300.000      10.356.000
    (Septiani)
    Pembelian 1 Unit Notebook Lenovo V14 ITL Core i7 1165G7, Webcam,
 36 HDMI, Ram 8GB, DDR4 3200, 8GB Vvgen, Win 10 Home, Gen 11                  2023         12.300.000      10.356.000
    (Nanda)
    Notebook Lenovo V14 G2 ITL Core i7 1165G7, Memory 8GB, SSD 512
 37 GB, Layar 14 Inc, FHD Intel Graphics, Card Reader, Win 11, Warranty 3     2024          9.605.000        8.494.000
    Th (1 Unit Fuad Ops)
    PPN 11% Notebook Lenovo V14 G2 ITL Core i7 1165G7, Memory 8GB,
 38 SSD 512 GB, Layar 14 Inc, FHD Intel Graphics, Card Reader, Win 11,        2024          1.056.550         934.000
    Warranty 3 Th (1 Unit Fuad Ops)
    Notebook Lenovo V14 G2 ITL Core i7 1165G7, Memory 8GB, SSD 512
 39 GB, Layar 14 Inc, FHD Intel Graphics, Card Reader, Win 11, Warranty 3     2024          9.605.000        8.494.000
    Th (1 Unit Teknik)
    PPN 11% Notebook Lenovo V14 G2 ITL Core i7 1165G7, Memory 8GB,
 40 SSD 512 GB, Layar 14 Inc, FHD Intel Graphics, Card Reader, Win 11,        2024          1.056.550         934.000
    Warranty 3 Th (1 Unit Teknik)
    Notebook Lenovo LOQ 83DV00-AHID LUNA GREY (Intel core i7 -
 41 13650HX/RAM 12GB DDR5-4800/NVDIA RTX 4050 6GB/SSD                         2024         19.278.480      19.019.000
    512GB/15.6 FHD IPS/ Win 11+OHS (Teknik Yogi)
    Total Peralatan Kantor                                                               507.415.581     183.847.000

     FURNITURE
 1   Pemb. Lemari Dapur - Kreasi Cipta Anugrah                                2019          8.715.400        2.043.000
 2    Acrylic Signage 3D                                                      2019          9.000.000        2.110.000
     Pembayaran DP 50% Pembelian 2 Unit Container 20" - PT Baskoro Cahaya
 3                                                                            2020                         18.276.000
     Continindo                                                                            46.750.000
     Pembayaran Pelunasan Pembelian 2 Unit Container 20" - PT Baskoro
 4                                                                            2020                         18.226.000
     Cahaya Continindo                                                                    46.750.000
 5   Pembelian 1 Unit ICHIBAN TB4-2D F.P 2 Laci - Jaya Sentosa                2020        12.641.000        4.928.000
 6   Pembelian Kaca Tempered Ruang Loby - Toko Karya Indah Mandiri            2020         6.763.000        2.627.000
     Total Furniture                                                                     130.619.400      48.210.000

     BANGUNAN KANTOR DAN RENOVASI KANTOR
     Renovasi dan Perapihan Ruang Kerja Div Operasi, Ruang TIOS dan
 1                                                                            2022         17.300.000      16.691.000 *)
     Kebocoran Lobby Kantor Cakung
     DP 30% Pembangunan Mushola, Gazebo, Tempat Istirahat, Gudang
 2                                                                            2022         36.000.000      34.601.000 *)
     Barang dan Modifikasi Toren Air Kantor Cakung
     DP 65% Pembangunan Mushola, Gazebo, Tempat Istirahat, Gudang
 3                                                                            2022         78.000.000      74.969.000 *)
     Barang dan Modifikasi Toren Air Kantor Cakung
     DP 50% Renovasi Ruang Direksi, Pemasangan Bangku Gazebo,
 4   Pemasangan Kanopi Mushola & Kanopi Area Belakang Kantor Operasional      2022         25.000.000      23.891.000 *)
     Cakung
     Pembayaran ke-2 45% Renovasi Ruang Direksi, Pemasangan Bangku
 5   Gazebo, Pemasangan Kanopi Mushola & Kanopi Area Belakang Kantor          2022         22.500.000      21.502.000 *)
     Operasional Cakung




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 233
                                                                                                                Page | 28



                                                                               TAHUN       HARGA
NO                                    JENIS                                                              NILAI PASAR (Rp)
                                                                             PEROLEHAN PEROLEHAN (Rp)


      BANGUNAN KANTOR DAN RENOVASI KANTOR
      Retensi 5% Renovasi Ruang Direksi, Pemasangan Bangku Gazebo,
 6    Pemasangan Kanopi Mushola & Kanopi Area Belakang Kantor Operasional      2022          6.000.000        5.767.000 *)
      Cakung
      Retensi 5% Renovasi Ruang Direksi, Pemasangan Bangku Gazebo &
 7                                                                             2022          2.775.000        2.652.000 *)
      Kanopi
 8    Pekerjaan Renovasi/Perbaikan Kantor Operasi dan PJR Cakung               2024        30.769.231      30.641.000 *)
      Total Bangunan Kantor dan Renovasi Kantor                                           218.344.231     210.714.000

      PERALATAN KANTOR OPERASI
  1   Hydraulic Set                                                            2021        988.900.000     835.622.000
  2   Lifting Bag Set                                                          2021        533.500.000     450.808.000
  3   Stabization Set                                                          2021        139.700.000     118.047.000
  4   Cribbing Block Set                                                       2021         42.900.000      36.251.000
  5   Tool Kit & Accessories                                                   2021        146.300.000     123.624.000
  6   Beautifikasi Pier Jembatan                                               2022        306.998.250     275.726.000 *)
  7   Beautifikasi Pier Jembatan Tahap II                                      2023        410.186.625     395.080.000 *)
  8   Pemasangan Pagar BRCKolong Tol Cakung                                    2023        274.136.700     262.944.000 *)
  9   Pengadaan Alat Ukur retrorefelektrometer                                 2023        366.300.000     346.617.000 *)
 10   Pekerjaan Beautifikasi Gerbang                                           2023         99.981.465      94.824.000 *)
 11   Pekerjaan Railing Gerbang Tol                                            2023        147.352.500     139.340.000 *)
      Pembayaran Pekerjaan Beautifikasi Tanaman Hias Penutup Pier Jembatan
 12                                                                            2024         26.642.000      25.675.000 *)
      Tahun 2024
      Pembayaran Pekerjaan Beautifikasi Tanaman Hias Penutup Pier Jembatan
 13                                                                            2024        242.200.000     233.413.000 *)
      Tahun 2024
 14   Pembelian Rubbercone dan Perlengkapannya                                 2024         48.800.000      48.175.000
 15   Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Crash Cushion                         2024        195.287.073     193.773.000
 16   Pengadaan Alat Uji Reflektifitas Rambu                                   2024        452.325.000     450.205.000

      BANGUNAN KANTOR OPERASI
 1    Pool Derek                                                               2022        240.078.036    233.560.000 *)
      Total Bangunan Kantor Operasi                                                       240.078.036    233.560.000


*) Nilai Pasar Untuk Penggunaan Yang Ada
Untuk Bangunan Operasional dan beberapa aset yang berdiri di atas lahan sewa selama
45 Tahun, maka dasar nilai untuk aset tersebut adalah Nilai Pasar Untuk Penggunaan
Yang Ada. Nilai tersebut dapat menjadi Nilai Pasar, apabila perjanjian sewa konsesi
tanah tersebut dapat dipindah tangankan kepada pihak lain tanpa terkecuali, dan jangka
waktu sewa tanah tersebut sama atau melebihi dari umur ekonomis bangunan diatasnya.




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 234
                                                                                                                           Page | 29



II.2.2.2 PENILAIAN KENDARAAN BERMOTOR

Untuk penilaian Kendaraan, kami menggunakan 2 (dua) pendekatan yaitu Pendekatan
Biaya dengan metode Biaya Penggantian Baru Terdepresiasi dan Pendekatan Pasar
dengan metode Perbandingan Data Pasar, yang kemudian di rekonsiliasi dengan bobot
masing-masing.

- Penilaian Kendaraan Bermotor (Pendekatan Biaya)

Untuk Biaya Reproduksi/Pengganti Baru, kami menggunakan harga baru dari kendaraan
tersebut sesuai dengan tanggal penilaian yang kemudian disusutkan dengan metode
single decline, dengan umur ekonomis 8 tahun dan dengan nilai sisa ekonomisnya
sebesar 40%.

                                                                                   TAHUN       HARGA
NO                                        JENIS                                                                     NILAI PASAR (Rp)
                                                                                 PEROLEHAN PEROLEHAN (Rp)


        KENDARAAN BERMOTOR
 1      Pembelian 1 Unit Sepeda Motor Honda Beat Tahun 2020                        2020            17.259.000          11.576.000
 2      Pembelian 1 Unit Sepeda Motor Honda Beat Tahun 2021                        2021            17.712.000          12.943.000
        Total Kendaraan Bermotor                                                                  34.971.000          24.519.000



- Penilaian Kendaraan Bermotor (Pendekatan Pasar)

Dalam menggunakan Pendekatan Pasar, kami menggunakan data pasar yang sejenis
dengan kondisi dan tahun yang sama, kemudian kami memberikan discount sebesar 5%
dari harga penawarannya, untuk mendapatkan indikasi harga transaksinya.
Honda Beat 2020                        B 3610 PIN
Description                               Obyek Penilaian               Data 1                  Data 2                   Data 3

Type                                      Honda Beat 2020           Honda Beat 2020         Honda Beat 2020          Honda Beat 2020
Merk, Negara                               Honda, Jepang             Honda, Jepang           Honda, Jepang            Honda, Jepang
Tahun Pembuatan                                2020                      2020                    2020                     2020
Lokasi                                        Jakarta                   Jakarta                 Jakarta                  Jakarta
Kondisi                                     Cukup Baik                Cukup Baik              Cukup Baik               Cukup Baik
Kondisi Harga (Rp)                                             Rp         12.500.000   Rp         12.950.000   Rp           13.000.000

Discount                                                                -5,0%                   -5,0%                    -5,0%
Type / Bahan Bakar                                                       0,0%                    0,0%                     0,0%
Merk, Negara                                                             0,0%                    0,0%                     0,0%
Tahun Pembuatan                                                          0,0%                    0,0%                     0,0%
Lokasi                                                                   0,0%                    0,0%                     0,0%
Diskon waktu data                                                        0,0%                    0,0%                     0,0%
Kondisi                                                                  0,0%                    0,0%                     0,0%
Total adjustment                                                        -5,0%                   -5,0%                    -5,0%

                     Harga Setelah Adjustment                           11.875.000              12.302.500                12.350.000
Bobot                                           100%                    35%                     30%                       35%
                                                                          4.156.250               3.690.750                 4.322.500
Nilai Pasar                                       12.169.500
                         Per Unit Rp              12.170.000
                                  Rp              12.170.000   1 Unit




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 235
                                                                                                                                Page | 30


Honda Beat 2021                        B 3030 PKA
Description                               Obyek Penilaian              Data 1                     Data 2                      Data 3

Type                                      Honda Beat 2021          Honda Beat 2021            Honda Beat 2021             Honda Beat 2021
Merk, Negara                               Toyota , Jepang          Toyota , Jepang            Toyota , Jepang             Toyota , Jepang
Tahun Pembuatan                                 2021                     2021                       2021                        2021
Lokasi                                         Jakarta                  Jakarta                    Jakarta                     Jakarta
Kondisi                                          Baik                     Baik                       Baik                        Baik
Kondisi Harga (Rp)                                            Rp           15.000.000   Rp            13.800.000   Rp             14.500.000

Discount                                                                -5,0%                      -5,0%                      -5,0%
Type / Bahan Bakar                                                       0,0%                       0,0%                       0,0%
Merk, Negara                                                             0,0%                       0,0%                       0,0%
Tahun Pembuatan                                                          0,0%                       0,0%                       0,0%
Lokasi                                                                   0,0%                       0,0%                       0,0%
Diskon waktu data                                                        0,0%                       0,0%                       0,0%
Kondisi                                                                  0,0%                       0,0%                       0,0%
Total adjustment                                                        -5,0%                      -5,0%                      -5,0%

                     Harga Setelah Adjustment                           14.250.000                 13.110.000                  13.775.000
Bobot                                           100%                    35%                        35%                         30%
                                                                          4.987.500                  4.588.500                   4.132.500
Nilai Pasar                                      13.708.500
                         Per Unit Rp             13.709.000
                                  Rp             13.709.000   1 Unit



II.2.2.1.3 Kesimpulan Nilai Pasar (Rekonsiliasi)

Untuk penilaian ini, kami menggunakan 2 (dua) pendekatan, yaitu pendekatan pasar dan
pendekatan biaya, yang kemudian di rekonsiliasi dengan bobot masing 60% untuk
pendekatan pasar dan 40% untuk pendekatan biaya, karena kami menganggap bahwa
Pendekatan Pasar lebih mencerminkan Nilai Pasar aset sesungguhnya.

                                                                   INDIKASI NILAI            INDIKASI NILAI             INDIKASI NILAI
NO                               URAIAN                              PASAR (Rp)                PASAR (Rp)                 PASAR (Rp)
                                                                     Pend. Pasar               Pend. Biaya                Rekonsiliasi
  1     Merek                    : Honda                               12.170.000                11.576.000                  11.932.000
        No Pol                   : B 3610 PIN
        Warna                    : Biru Hitam
        Tahun Pembuatan          : 2020
        No. Rangka               : MH1JM1120LK415532
        No. Mesin                : JM11E2397764
        Kapasitas Silinder       : 108
        Bahan Bakar              : Bensin

  2     Merek                    : Honda                                13.709.000                12.943.000                13.403.000
        No Pol                   : B 3030 PKA
        Warna                    : Biru Silver
        Tahun Pembuatan          : 2021
        No. Rangka               : MH1JM9118MK762761
        No. Mesin                : JM91E1761859
        Kapasitas Silinder       : 110
        Bahan Bakar              : Bensin
        TOTAL                                                          25.879.000               24.519.000                 25.335.000




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 236
                                                                              Page | 31



Kesimpulan Nilai Pasar untuk Aset PT. JTD Jaya Pratama

Setelah memperhatikan berbagai faktor yang berhubungan dengan penilaian ini, maka
kami berpendapat bahwa Nilai Pasar untuk Aset PT.JTD Jaya Pratama, pada tanggal 31
Desember 2024 adalah:

Nilai Pasar Untuk Penggunaan Yang Ada :
                               Rp. 2.217.893.000,- *)
  ( EMPAT MILYAR TUJUH RATUS EMPAT PULUH TUJUH JUTA DELAPAN RATUS EMPAT
                                PULUH RIBU RUPIAH )
*) Nilai tersebut dapat menjadi Nilai Pasar, apabila perjanjian sewa konsesi tanah
tersebut dapat dipindah tangankan kepada pihak lain tanpa terkecuali, dan jangka waktu
sewa tanah tersebut sama atau melebihi dari umur ekonomis bangunan diatasnya.

Nilai Pasar :
                              Rp. 2.513.897.000,-
    ( DUA MILYAR LIMA RATUS TIGA BELAS JUTA DELAPAN RATUS SEMBILAN PULUH
                              TUJUH RIBU RUPIAH )




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 237
                                                            Page | 32




                                           LAMPIRAN




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 238
                                                                            Page | 33




                              TAMPAK SUASANA RESEPSIONIS KANTOR PT. JTDJP




                               TAMPAK SUASANA RUANG FILLING CABINET




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 239
                                                                   Page | 34




                                    TAMPAK SUASANA RUANG MEETING




                                     TAMPAK SUASANA RUANG KERJA




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 240
                                                                   Page | 35




                                          TAMPAK SUASANA MUSHOLA




                                        TAMPAK SUASANA GAZEBO




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 241
                                                                        Page | 36




                                POOL DEREK DAN FASILITAS PENDUKUNGNYA




                                       POT TANAMAN GERBANG TOL




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 242
                                                                      Page | 37




                                         BEAUTIFIKASI PIER JEMBATAN




                                          RAILING GERBANG TOL




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 243
                                                                   Page | 38




                                              MESIN HYDRALIC SET




                                     MESIN CUTTER, RAM, SPEADER




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 244
                                                                   Page | 39




                                   SELANG UDARA UNTUK COMPRESSOR




                                                COMPRESSOR




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 245
                                                                 Page | 40




                                         MOTOR HONDA BEAT 2021




                                         MOTOR HONDA BEAT 2020




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama
Page 246
                                                            Page | 41



                                              PETA LOKASI




Laporan Penilaian Aset - PT. JTD dan PT. JTD Jaya Pratama

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.14 MB
Published23 Jun 2025
Pages246
Characters1,196,031
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 71 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk · Nama Perusahaan p.1 ×305
linked org PT Jakarta Tollroad Development p.1 ×210
linked person Masagoes Ismail Ning p.9 ×4
linked person Umar Ganda p.9 ×4
linked person Ida Bagus Rajendra p.9 ×4
linked person Agus Setiadi Lukita p.9 ×4
linked person Frans Satyaki Sunito p.9 ×5
linked person Kristianto Indrawan p.9 ×4
linked org PT Jaya Real Property p.9 ×13
linked org PT Pembangunan Jaya Ancol p.9 ×7
linked person Vivian Setjakusuma p.9 ×5
linked person Okky Dharmosetio p.9 ×4
linked person Ir. Yohannes Henky Wijaya p.9 ×15
linked person Amir Abadi Jusuf p.10 ×22
linked org Anabatic Technologies Tbk p.54 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.5 ×8
possible person Candra Ciputra p.9 ×5
possible person Trisna Muliadi p.9 ×5
possible — Indrajanti · Corporate Secretary p.13 ×2
possible person Heny p.228
unresolved org TRUSCELCAPITAL LLP p.3 ×4
unresolved org PT Jakarta Tollroad Development Definisi p.3
unresolved org PT JTD Jaya Pratama p.3 ×5
unresolved org Direktorat Jenderal Bina Marga p.3
unresolved person Aryanti Artisari · Notaris p.4 ×5
unresolved org PT Jakarta Tollroad p.4
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.5
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.5 ×3
unresolved org KJPP RAO p.6 ×5
unresolved org Kementerian Keuangan p.6 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.6 ×3
unresolved org PT Pembangunan Jaya p.7 ×8
unresolved org PT Jakarta Propertindo p.9 ×4
unresolved org PT Pembangunan Jaya Infrastruktur p.9 ×4
unresolved org PT Jaya Land p.9 ×4
unresolved person Ir. Sutopo Kristanto p.9 ×8
unresolved person Dra. Swandayani p.9 ×4
unresolved org Mawar & Rekan p.10 ×22
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.12 ×10
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×2
unresolved person Akta Notaris Hobropoerwanto p.18 ×2
unresolved person Aulia Taufani p.18 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.19 ×2
unresolved org Milik Negara p.20 ×4
unresolved org Indonesia p.37
unresolved org PT Jakarta Tollroad Development Jaya Pratama p.40
unresolved org Metro Public Company Limited p.40
unresolved org Sichuan Expressway Co., Ltd p.40 ×2
unresolved org Zhejiang Expressway Co., Ltd p.40 ×2
unresolved org Qilu Expressway Co., Ltd p.40 ×2
unresolved org Henan Zhongyuan Expressway Co., Ltd p.40 ×2
unresolved org Bharat Road Network Ltd p.40 ×2
unresolved org Yuexiu Transport Infrastructure Ltd p.40 ×2
unresolved person B. Sridhar Rao · Managing Partner p.53 ×2
unresolved org Departemen Keuangan p.54
unresolved org PT Egeroo Inovasi Teknologi p.54
unresolved org PT Jedi Global Teknologi p.54
unresolved org PT Jaya Konstruksi p.107
unresolved org Kebon Sirih Manggala Pratama Tbk p.107
unresolved org YUHAL & Rekan p.107 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik RAO p.211
unresolved person Ir. Yuhal p.211 ×2
unresolved org PT. JTD p.211 ×4
unresolved person Indriyono p.228
unresolved org PT Jaya Teknik Indonesia p.228
unresolved org PT Pericom Nusantara p.228
unresolved person Frans p.228
unresolved org PT Anugrah Jayatama Abadi p.232 ×2
unresolved org PT Baskoro Cahaya p.232
unresolved org PT Baskoro p.232

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 104944 ms 12 Sep 2026 22:59
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya '
                            'sama'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': 'RAO,YUHAL & rekan',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '55109809092'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result