Skip to content
Back to announcement

20250620_PSDN_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31897366_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review PSDN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 45

Page 1
      LAPORAN PENILAIAN
      PERSONAL PROPERTI
   PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
               Disiapkan untuk :
   PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
                  Terletak di :
  Jalan Ki Kemas Rindo No. 18, RT. 36, RW. 06,
Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota
      Pelembang, Provinsi Sumatera Selatan
            Nomor Laporan:
 00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
Page 2
                                HALAMAN JUDUL


               LAPORAN PENILAIAN
               PERSONAL PROPERTI
                 PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
                                 Berupa:

                         Mesin dan Peralatan


                                Terletak di:

        Pabrik PAN Karet 1, Jalan Ki Kemas Rindo No. 18, RT. 36, RW. 06,
          Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang,
          Provinsi Sumatera Selatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi
                                Sumatera Selatan.

                               Disiapkan untuk:

          PT Prasidha Aneka Niaga Tbk




                                   Oleh:

             KJPP TOTO SUHARTO & REKAN
                         KANTOR CABANG DEPOK
            Jalan Putri Tunggal, Ruko No. 41E, RT. 002 RW. 003
Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat - 16454
Page 3

          
Page 4

          
Page 5
                                                          DAFTAR ISI
                                                                                                     Halaman
SURAT PENGANTAR ................................................................................................ i
DAFTAR ISI ............................................................................................................. iii
PERNYATAAN PENILAI (COMPLIANCE STATEMENT) ............................................... iv
RINGKASAN PENILAIAN (EXECUTIVE SUMMARY) .................................................. vi
1 DEFINISI & LINGKUP PENUGASAN .................................................................. 1
 1.1 Status Penilai ............................................................................................... 1
 1.2 Pemberi Tugas ............................................................................................. 1
 1.3 Pengguna Laporan ....................................................................................... 1
 1.4 Objek penilaian dan kepemilikan................................................................ 2
 1.5 Jenis mata uang yang digunakan ............................................................... 2
 1.6 Maksud dan tujuan penilaian ...................................................................... 2
 1.7 Dasar Nilai ................................................................................................... 2
 1.8 Tanggal penilaian ........................................................................................ 3
 1.9 Tingkat kedalaman investigasi .................................................................... 3
 1.10 Sifat dan sumber informasi.......................................................................... 3
 1.11 Asumsi umum dan khusus .......................................................................... 4
 1.12 Persyaratan atas persetujuan untuk publikasi............................................. 4
 1.13 Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan Peraturan OJK No.
 28/Pojk.04/2021 Dan SE OJK No 33/Seojk.04/2021.1.7 Serta Standar Penilaian
 Indonesia. ............................................................................................................. 4
 1.14 Pendekatan penilaian, metode dan alasan penggunaannya ...................... 4
2 PRESENTASI DATA ........................................................................................... 5
 2.1 Tinjauan properti sebagai objek penilaian .................................................. 5
 2.2 Analisis lokasi dan lingkungan ................................................................... 5
 2.3 Deskripsi Mesin dan Peralatan PAN 1 ......................................................... 8
 3.1 Makro Ekonomi .......................................................................................... 19
    3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro ......................................................... 19
    3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global ............................................................................ 19
    3.1.3 Pertumbuhan Domestik ........................................................................................ 20
    3.1.4 Inflasi....................................................................................................................... 21
    3.1.5 Nilai Tukar Rupiah ................................................................................................ 21
    3.1.6 Suku Bunga ............................................................................................................ 22
    3.1.7 Prospek Perekonomian Indonesia ...................................................................... 23
 3.2 Perkembangan Industri Karet di Indonesia................................................ 23
    3.2.1 Indonesia Dalam Konteks Global ...................................................................... 23
    3.2.2 Produksi Karet Alam di Indonesia ..................................................................... 24
    3.2.3 Produktifitas Perkebunan Karet Indonesia ...................................................... 26
    3.2.4 Harga Karet Dunia............................................................................................... 27
    3.2.5 Realisasi Ekspor Karet Indonesia ....................................................................... 28
    3.2.6 Realisasi Impor Karet Indonesia ........................................................................ 29
    3.2.7 Tantangan Yang Dihadapi Sektor Karet Indonesia ....................................... 29
4      ANALISIS DATA & KESIMPULAN ................................................................... 31
    4.1 Analisis Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (Highest and Best Use Analysis) 31
    4.2 Implementasi Menggunakan Pendekatan Penilaian ................................. 31
       4.2.1 Penilaian Mesin-mesin dan Peralatan .............................................................. 33
    4.3 Kesimpulan Penilaian ................................................................................ 34




                                                               - iii -
Page 6
                PERNYATAAN PENILAI (COMPLIANCE STATEMENT)

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Publik, Penilai Pelaksana
dan tim pendukung lainnya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
 1. Pernyataan dalam laporan penilaian ini, yang mana berdasarkan pada analisis,
      opini, dan kesimpulan yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat
      sebatas pengetahuan kami.
 2. Penilai melakukan pengecekan legalitas properti, tetapi tidak menyatakan
      pendapat status hukum dari legalitas properti tersebut. Penilai asumsikan bahwa
      legalitas properti tersebut dan surat-surat yang berhubungan dengan properti
      tersebut adalah baik dan dapat diperjual-belikan serta bebas dari sengketa.
 3. Laporan penilaian ini menjelaskan secara keseluruhan semua batasan-batasan,
      yang mana dapat mempengaruhi analisis, opini, dan kesimpulan yang telah
      dijelaskan sebelumnya.
 4. Penilai tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan
      datang terhadap subyek pemberi tugas dalam laporan ini, maupun kepentingan
      pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan hal-hal dalam laporan ini atau
      pihak-pihak terkait.
 5. Biaya profesional tidak berhubungan dengan opini penilaian yang terdapat
      dalam laporan ini.
 6. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang
      ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
 7. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan Pemberi Tugas
      dan/atau jenis bidang usaha yang dinilai.
 8. Hasil penilaian dalam penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau
      indikasi nilai awal atau arahan analisis untuk menghasilkan nilai yang subyektif
      (memuaskan klien tanpa mencerminkan nilai pasar), besaran nilai, penentuan
      pencapaian nilai, atau peristiwa yang terjadi di kemudian hari yang berkaitan
      langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
 9. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
         a) Identifikasi masalah (identifikasi pemberi tugas dan pengguna laporan,
             penentuan tujuan penilaian, penentuan dasar nilai, identifikasi objek
             penilaian dan hak kepemilikan, tanggal penilaian, asumsi dan kondisi
             pembatas);
         b) Inspeksi lapangan, pengumpulan data dan wawancara;
         c) Analisis data;
         d) Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian;
         e) Pelaporan Penilaian.
 10. Penilai telah melakukan inspeksi lapangan terhadap objek penilaian pada
      tanggal 16 – 18 April 2025 dan tanggal penilaian ditentukan 31 Desember 2024.
 11. Penugasan penilaian ini adalah merupakan suatu kerja tim (team work). Penilai ahli
      dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di
      bawah koordinator Penilai Berizin yang memiliki pertanggungjawaban terhadap
      Pemberi Tugas maupun Pengguna Laporan sesuai dengan kapasitasnya masing-
      masing.




                                         - iv -
Page 7

          
Page 8
                 RINGKASAN PENILAIAN (EXECUTIVE SUMMARY)
 Pemberi Tugas           : PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
 Alamat                  : Jl. Siantar No. 6, Kelurahan Cideng, Jakarta Pusat 10150 -
                           Indonesia
 Pengguna Laporan        : PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
 Tujuan Penilaian        : Transaksi Jual Beli untuk kepentingan pemilik
 Dasar Nilai             : Nilai Pasar
 Tanggal Inspeksi        : 16 - 18 April 2025
 Tanggal Penilaian       : 31 Desember 2024
 Objek Penilaian         : Mesin dan Peralatan Produksi Karet. Dengan rincian sebagai
                           berikut :
 Lokasi                  : Pabrik PAN Karet 1, yang terdiri dari mesin dan peralatan
                           produksi karet yang terletak di Jalan Ki Kemas Rindo No. 18, RT.
                           36, RW. 06, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota
                           Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
                           Koordinat                : -3.024760, 104.764769

 Dokumen                 : Daftar Fix Aset serta dokumen Invoice Pembelian Generator set.

 Penggunaan              :              PROPERTI                               HBU
 Tertinggi dan Terbaik            Mesin dan Peralatan        :   Mesin dan peralatan produksi
                                                                              karet
 Asumsi Khusus           :   a. Inspeksi lapangan yang dikemukakan dalam Laporan ini,
                                kami lakukan hanya terhadap kondisi aset yang terlihat,
                                sehingga tidak dimaksudkan untuk memeriksa kondisi aset
                                yang tidak terlihat dan tidak terjangkau. Kami melakukan
                                inspeksi      secara     visual,   tetapi      tidak    secara
                                terperinci/mendetail pada bagian yang tidak terlihat.
 Pendekatan Penilaian :      Pendekatan Biaya
 Metode Penilaian     :      Biaya Pengganti Terdepresiasi
 Opini Nilai Pasar    :      Nilai Pasar
                             Rp 8.485.600.000,-
                             (delapan miliar empat ratus delapan puluh lima juta enam ratus ribu
                             rupiah)

Ringkasan eksekutif ini hanya digunakan bersama dengan laporan penilaian dengan segala
asumsi, batasan dan dasar penilaian yang dinyatakan di dalam laporan ini dan tidak seharusnya
dibaca secara terpisah.




                                           - vi -
Page 9
                                                    Ringkasan Hasil Penilaian
                                                                                                   (dalam rupiah)

                         URAIAN ASET / OBJEK PENILAIAN                                      NILAI PASAR

v PAN Karet 1 : Mesin dan Peralatan
   Jalan Ki Kemas Rindo No. 18, RT. 36, RW. 06, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati,
   Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan



         1 - Line Blanket Basah Line Lama                                                      349.740.000,00
         1 - Line Blanket Basah Line Baru                                                    3.136.230.000,00
         1 - Set Crumb Rubber                                                                1.223.700.000,00
         1 - Set Peralatan Laboratorium SIR                                                    484.960.000,00
         1 - Set Peralatan Workshop                                                            283.710.000,00
         1 - Set Utilitas & Peralatan Penunjang                                              3.007.230.000,00



   Jumlah                                                                                    8.485.570.000
   Dibulatkan                                                                                8.485.600.000




                                                                  - vii -
Page 10
1 DEFINISI & LINGKUP PENUGASAN
1.1   Status Penilai
      Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto dan Rekan adalah KJPP berdasarkan
      Surat Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUPKJPP) Nomor 2.09.0055, sesuai
      Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1009/KM.1/2009 tanggal
      28 Juli 2009.

      Pelaksana dan penanggung jawab penugasan ini adalah KJPP Toto Suharto dan
      Rekan Cabang Depok yang juga telah mendapatkan izin resmi sebagai Cabang
      KJPP dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
      132/KM.1/2025 tertanggal 25 Maret 2025.
      Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini, sebagai berikut:
       ▪ Hery Wahyudianto, S.T., MAPPI (Cert.)

           -    No. MAPPI                 : 08-S-02208
           -    No. Izin Penilai Publik   : P-1.24.00659
           -    No. Register Penilai      : RMK-2017.00846
           -    No. STTD OJK              : STTD.PP-277/PM.021/2025
           -    Kualifikasi Bidang Jasa   : Penilaian Properti (P)
      Bertindak dalam kapasitasnya sebagai Penilai Publik dalam proses Penilaian
      Properti dan sebagai rekan dalam persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Toto
      Suharto & Rekan selaku penyedia jasa penilaian independen. Dalam proses penilaian
      properti yang dilakukan oleh persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto &
      Rekan akan melibatkan penilai yang terdiri dari Penilai Publik dan tenaga penilai
      serta dibantu oleh tenaga pendukung yang terdiri dari pelaksana inspeksi lapangan,
      tenaga administrasi, juru ketik dan operator komputer yang kesemuanya merupakan
      karyawan persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan. Seluruh
      Penilai ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim
      penugasan di bawah koordinator Penilai Publik.
      Penilai tidak mempunyai potensi benturan kepentingan dengan pemberi tugas
      ataupun dengan objek penilaian. Oleh karena itu, Penilai berada dalam posisi untuk
      memberikan penilaian objektif dan tidak memihak. Penilai merupakan penilai yang
      berkompeten untuk melakukan penilaian atas objek penilaian, tanpa menggunakan
      tenaga ahli dari luar.

1.2   Pemberi Tugas
      Nama                   : PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
      Bidang Usaha           : Industri Pengolahan Karet dan Kopi
      Alamat                 : Jl. Siantar No. 6, Kelurahan Cideng, Jakarta Pusat 10150 -
                               Indonesia
      Telepon                : 021-35285058
      Wesite                 : www.prasidha.co.id

1.3   Pengguna Laporan
      Nama                   : PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
      Bidang Usaha           : Industri Pengolahan Karet dan Kopi
      Alamat                 : Jl. Siantar No. 6, Kelurahan Cideng, Jakarta Pusat 10150 -
                               Indonesia
      Telepon                : 021-35285058
      Website                : www.prasidha.co.id

                                            -1-                     00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                          PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 11
1.4   Objek penilaian dan kepemilikan

        No.      Jenis Objek      Deskripsi Objek          Bukti Kepemilikan                  Bentuk
                                                                                            Kepemilikan
         1.    Mesin       dan       Mesin dan        Daftar Fix Aset serta Invoice           Tunggal
               Peralatan             Peralatan        Pembelian Generator Set
                                   Produksi Karet

      Objek penilaian ini dikategorikan sebagai personal properti berupa:
      Mesin dan Peralatan yang digunakan sebagai Produksi Karet Pabrik PAN Karet 1
      yang terletak Jalan Ki Kemas Rindo No. 18, RT. 36, RW. 06, Kelurahan Ogan Baru,
      Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

      Dokumen tersebut berupa copy daftar fix aset serta invoice pembelian generator set
      atau salinan yang kami terima dari Pemberi Tugas. Kepemilikan atas aset dimaksud
      terikat kepada kepemilikan yang sah berdasarkan pernyataan yang diberikan oleh
      Pemberi Tugas.

      Objek penilaian merupakan aset operasional, dimana aset operasional menurut
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 28/POJK.04/2021
      tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal (“POJK
      28/POJK.04/2021”) tanggal 28 Desember 2021 di definisikan sebagai sebagai
      aset yang digunakan dalam operasional perusahaan yang digunakan secara
      berkelanjutan.

      Dalam hal ini objek penilaian tidak dalam kondisi beroperasi/bisnis sudah berhenti.

1.5   Jenis mata uang yang digunakan
      Kami menilai properti dimaksud dengan menggunakan mata uang Rupiah. Kami
      mengingatkan bahwa penggunaan nilai tukar selain yang tercantum dalam laporan
      ini tidak berlaku.

1.6   Maksud dan tujuan penilaian
      Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar
      aset yang dimiliki/dikuasai oleh PT Prasidha Aneka Niaga Tbk untuk tujuan Transaksi
      Jual Beli untuk Kepentingan Pemilik. Penilaian ini dilaksanakan dan digunakan untuk
      kepentingan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
      Laporan hasil penilaian tidak untuk digunakan di luar konteks atau tujuan yang dimaksudkan.
      Kami tidak bertanggung jawab apabila Laporan Penilaian digunakan selain dari tujuan yang
      telah disebutkan di atas.

1.7   Dasar Nilai
      Laporan Penilaian ini disusun sesuai Peraturan OJK Nomor 28/POJK.04/2021
      tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal dan SE
      OJK Nomor 33/SEOJK.04/2021.1.7 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
      Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal dan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai
      Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI Edisi VII-2018), dengan dasar
      nilai dan definisi-definisi sebagai berikut:




                                              -2-                        00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                               PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 12
      Nilai Pasar
      Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
      penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
      berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas
      ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-
      masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
      paksaan. (SE OJK Nomor 33/SEOJK.04/2021.I.7)
      Nilai Pasar
      Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
      penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
      berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas
      ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-
      masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
      paksaan. (SPI,101-3.1)

      Kami menegaskan bahwa dalam penilaian ini kami tidak memperhitungkan biaya
      dan pajak yang terjadi karena adanya jual beli, sesuai dengan yang diatur di dalam
      Standar Penilaian Indonesia.

1.8   Tanggal penilaian
      Pemeriksaan objek penilaian (inspeksi lapangan) di lokasi dilakukan pada tanggal
      16 – 18 April 2025. Tanggal penilaian ditentukan tanggal 31 Desember 2024.

1.9   Tingkat kedalaman investigasi
      Investigasi dalam konteks penilaian adalah proses pengumpulan data yang cukup
      dengan cara melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis sesuai
      tujuan penilaian. Investigasi yang dilakukan dibatasi hal-hal sebagai berikut:
      a.   Penilai diberikan akses untuk memperoleh data dan informasi yang cukup
           termasuk yang didapat melalui inspeksi;
      b.   Pada aset – aset sejenis dan dalam jumlah relatif banyak, inspeksi dilakukan
           secara sampling;
      c.   Dalam hal objek penilaian dan kelengkapan dokumen tidak dapat/memiliki
           keterbatasan diperiksa atau diverifikasi, maka sumber data dan informasi
           didasarkan hanya dari pemberi tugas dan/atau pihak lain yang disetujui
           pemberi tugas;
      d.   Pengecekan keabsahan atas dokumen kepemilikan, legal dan perijinan lainnya
           ke instansi terkait tidak dilakukan.


1.10 Sifat dan sumber informasi
      Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat
      disetujui untuk digunakan sepanjang sumber informasi dan data tersebut
      dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional.
      Sumber informasi dan data tersebut antara lain:
      a.   Bank Indonesia (BI);
      b.   Badan Pusat Statistik (BPS);
      c.   Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
      d.   Lembaga resmi pemerintah pusat dan/daerah atau swasta yang
           mempublikasikan data informasi terkait dengan Properti dan/atau jenis industri
           yang dinilai;



                                           -3-                     00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                         PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 13
1.11 Asumsi umum dan khusus
     Penilaian ini bergantung pada hal-hal sebagai berikut:
     Asumsi Umum
     a. Aset dilengkapi dengan dokumen kepemilikan yang berlaku dan sah secara
         hukum dapat dialihkan dan bebas dari ikatan, tuntutan, atau halangan apapun
         juga;
     b. Objek penilaian diasumsikan bebas dari adanya pencemaran lingkungan;
     c. Penilai menggunakan seluruh catatan publik yang dapat ditemukan, foto dan
         informasi yang berasal dari sumber eksternal, baik dari website, profesional,
         pemilik properti maupun sumber terverifikasi lainnya yang diasumsikan benar
         dan mencerminkan kondisi yang sebenarnya;
     d. Mesin dan Peralatan dinilai sebagai satu kesatuan, ditempat (in-situ) tetapi
         dengan asumsi bisnis sudah berhenti.
     Asumsi Khusus
     a. Inspeksi lapangan yang dikemukakan dalam Laporan ini, kami lakukan hanya
         terhadap kondisi aset yang terlihat, sehingga tidak dimaksudkan untuk
         memeriksa kondisi aset yang tidak terlihat dan tidak terjangkau. Kami
         melakukan inspeksi secara visual, tetapi tidak secara terperinci/mendetail pada
         bagian yang tidak terlihat.

1.12 Persyaratan atas persetujuan untuk publikasi
     Laporan penilaian dan/atau referensi yang melampirinya hanya ditujukan untuk
     pemberi tugas dan pengguna laporan sebagaimana dimaksud pada Lingkup
     Penugasan ini. Penggunaan laporan diluar dari ketentuan pada lingkup penugasan
     ini harus mendapat persetujuan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto dan
     Rekan (TNR) dan pemberi tugas.

1.13 Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan Peraturan OJK No.
     28/Pojk.04/2021 Dan SE OJK No 33/Seojk.04/2021.1.7 Serta Standar Penilaian
     Indonesia.
     Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta laporan Penilaian telah
     dibuat berdasarkan Peraturan OJK Nomor 28/POJK.04/2021 tentang Penilaian
     dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal dan SE OJK Nomor
     33/SEOJK.04/2021.1.7 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
     Penilaian Properti di Pasar Modal, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), SPI Edisi VII-
     2018 (SPI 300 & 310 edisi revisi penetapan 1 Maret 2020) dan peraturan
     perundang-undangan yang berlaku.

1.14 Pendekatan penilaian, metode dan alasan penggunaannya
     Pendekatan penilaian ataupun metode yang digunakan adalah sebagai berikut :

         Pendekatan
                               Metode                Pertimbangan Penggunaan
          Penilaian
      Pendekatan Pasar             -         Tidak terdapat pembanding yang
                                             sebanding dan sejenis disekitar lokasi objek
                                             penilaian.
      Pendekatan                   -         Tidak digunakan karena data mengenai
      Pendapatan                             pendapatan historis tidak tersedia.
      Pendekatan Biaya       DRC - Biaya     Digunakan    karena       investor     masih
                              Pengganti      mempertimbangkan biaya investasi yang
                            Terdepresiasi    dikeluarkan untuk mendapatkan properti
                                             tersebut.
                                            -4-                      00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                           PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 14
2 PRESENTASI DATA
  2.1   Tinjauan properti sebagai objek penilaian
        Objek penilaian ini adalah Pabrik PAN Karet 1
        yang terdiri dari mesin dan peralatan yang terletak
        di Jalan Ki Kemas Rindo No. 18. RT. 36, RW. 06,
        Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota
        Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

        Pada saat inspeksi lapangan mesin dan peralatan
        terpasang dalam satu rangkaian produksi diatas
        tanah dan di dalam bangunan Pabrik. Mesin dan
        peralatan sudah tidak beroperasional sejak Juni 2022.

        Pada saat inspeksi lapangan kami didampingi oleh Bapak Jhoni Hermawan selaku
        Kabag Lingkungan Hidup dan dan Bapak Fauzi selaku Staf Listrik dari PT Prasidha
        Aneka Niaga, Tbk.


  2.2   Analisis lokasi dan lingkungan
        Lingkungan disekitar objek penilaian didominasi oleh pengembangan kawasan
        permukiman perdesaan. Bangunan menonjol disekitar objek penilaian dalam radius
        ± 300 meter - 2,2 kilometer adalah sebagai berikut:




                                                                                3
                                                                                        2
                                                                  5

                                                                            1




                                                                  4




             1 Objek Penilaian
             2 Stadion Jakabaring
             3 UIN Radan Fattah Palembang
             4 Gerbang Tol Kramasan
             5 Stasiun Kertapati




        Sumber : Google Maps yang diolah

            Kantor Pemerintahan             : Kantor Kelurahan Ogan Baru
            Fasilitas Umum / Sosial         : SDN 198 Palembang
            Industri                        : PT. Remco

                                              -5-                     00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                            PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 15
                                             PETA LOKASI
   Latitude (Garis Lintang) / DMS Latitude          : -3.024760,
   Longitude (Garis Bujur) / DMS Longitude          : , 104.764769




                                                                              LOKASI ASET
                                                                                -3.024760,
                                                                               104.764769




 Objek penilaian ini terletak di sebelah Utara dari Jalan Ki Kemas Rindo Kelurahan
 Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Letak
 Aset ini berada kurang lebih 850 meter disebelah utara dari Kantor Kelurahan Ogan
 Baru.

 Jalan Ki Kemas Rindo Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang,
 Provinsi Sumatera Selatan. merupakan jalan 2 (dua) arah memiliki lebar jalan kurang
 lebih 6 meter dan lebar perkerasan kurang lebih 5 meter. Jalan tersebut dilapisi
 dengan perkerasan aspal dengan kondisi cukup.

 Pada umumnya jalan di daerah sekitar objek penilaian cukup terpelihara, dengan
 lebar jalan antara 6 meter sampai 8 meter terbuat dari perkerasan aspal dilengkapi
 drainase terbuka serta dilengkapi lampu penerangan jalan.

Bangunan atau fasilitas yang berdekatan dengan objek ini dan dapat digunakan
sebagai petunjuk, antara lain:

  ▪ Kantor Kelurahan Ogan Baru
  ▪ SDN 198 Palembang
  ▪ PT. Remco

 Fasilitas umum seperti aliran listrik, air dan telepon sudah tersedia di daerah ini.

 Kami mengidentifikasi fasilitas umum dan sosial dari yang berada dekat objek
 penilaian, sebagai berikut:


                                              -6-                    00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                           PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 16
 ▪ Kantor Kelurahan Ogan Baru                : berjarak ± 850 meter
 ▪ SDN 198 Palembang                         : berjarak ± 300 meter
 ▪ PT. Remco                                 : berjarak ± 2.200 meter

Kami juga mengidentifikasi sisi positif dan sisi negatif dari objek penilaian yaitu:

 No.                  Positif                                 Negatif
  1     Lokasi objek penilaian terdapat            Berada di kawasan permukiman
        Jalan Tol Kramasan Palembang                       perdesaaan.
        dengan jarak ± 14 kilometer;
   2    Akses jalan menuju lokasi cukup                             -
        baik;
   3    Fasilitas umum dan sosial cukup                             -
        tersedia di daerah ini.

Dalam penilaian ini, kami mengasumsikan bahwa properti dimaksud tidak
bertentangan dengan ketentuan dan peraturan yang berkenaan dengan tata kota
dan tata bangunan dan kami mengasumsikan bahwa properti yang dinilai
dilengkapi dengan perizinan Pemerintah Kota setempat.

Untuk kepentingan penilaian ini kami telah mengasumsikan bahwa objek penilaian
dimaksud tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku dan apabila di
kemudian hari terjadi sebaliknya maka penilaian ini tidak berlaku dan harus
dilakukan penilaian kembali. Kami menyarankan untuk menunjuk konsultan audit
independen untuk mendapatkan informasi terinci mengenai hal-hal tersebut di atas.




                                       -7-                       00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                       PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 17
2.3   Deskripsi Mesin dan Peralatan PAN 1

      No. Jml                                        Uraian                                                Nilai Pasar

            MESIN DAN PERALATAN PAN 1
            PRODUKSI              BASIC DATA KAPASITAS TERPASANG 48.000 TON/TAHUN
       1.    1 - Blanket Basah Line Lama                                                                        349.740.000
                 Terdiri dari      :
                              2 - Coveyor Breaker A & B
                                  Konstruksi Baja, Dimensi : A p 518 cm x 80 x 3 play, B 475 cm
                                  x 80 x 3 play, roll conveyor UCP 208, FYH 208, digerakan
                                  dengan gear motor 3 HP.
                              2 - Prebreaker A & B
                                  Koontruksi baja, digerakan dengan motor listrik elektro motor
                                  75 hp, paramax gearbox type PHA905DP3-RL-31,5, ratio:
                                  1.30.85S,SF221.
                              2 - Rotary Screen A & B
                                  Konstruksi baja, dimensi: 1 m x 1.55 m, digerakan dengan
                                  motor listrik 2 hp & 3 hp, gearbox shinko 1 : 40.
                            2 - Crumb Padle A & B
                                Kontruksi baja, digerakan dengan moto listrik 2 Hp.
                            2 - Bucket Conveyor
                                Konstruksi pelat baja, dimensi: A 5,63 m x 3,20 m, B 4,5 m x
                                2,40 m, digerakan dengan motor listrik 5 Hp 970 rpm, gear box
                                chenta & radico.
                            2 - Conveyor A & B
                                Konstruksi baja, digerakan dengan moto listrik 2 Hp.
                            2 - Bucket Conveyor A & B
                                Konstruksi pelat baja, dimensi: A 70 x 3 play 9 m, B 60 x 3
                                play 9 m, digerakan dengan motor listrik 3 Hp ratio 1: 3.

                            2 - Second Breaker
                                Konstruksi baja, digerakan dengan moto listrik 75 Hp, Paramax
                                Gear Box.

                            1 - Rotary Screen A
                                Konstruksi baja, digerakan dengan motor listrik 2 Hp.

                            2 - Crumb Padle AII & BII

                               Kontruksi baja, digerakan dengan moto listrik 2 Hp.

                            2 - Bucket Conveyor AII & BII
                                Konstruksi plat baja, digerakan dengan motor listrik 2 Hp.

                            3 - Bucket Conveyor

                               Konstruksi plat baja, digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
                            3 - Hammer Mill A,B,C

                               Konstruksi rangka baja, dierakan dengan motor listrik 125 Hp
                               1480 rpm.

                            2 - Crumb Padle AII & BII
                                Kontruksi baja, digerakan dengan moto listrik 2 Hp.

                            2 - Bucket Conveyor
                                Konstruksi plat baja, digerakan dengan motor listrik 2 Hp.

                            1 - Stirer 1
                            3 - Baucket Conveyor
                                Konstruksi plat baja, digerakan dengan motor listrik 3 Hp.
                            3 - Manggle Cutter
                                Kontruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp,
                                gearbox paramax 30.855.




                                                          -8-                                00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                                                   PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 18
No. Jml                                       Uraian                                                Nilai Pasar

                     4 - Conveyor MCT A, B, C, D
                         Konstruksi rangka baja, panjang conveyor A 7,5 m, panjang
                         conveyor B 3,5 m, panjang conveyor C 5,2 m, panjang
                         conveyor D 3,5 m,digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
                     3 - Cutter A, B, C
                         Konstruksi rangka baja, cutter A digerakan dengan mtor listrik
                         106 Hp, cutter B digerakan dengan motor listrik 125 Hp, cutter
                         C digerakan dengan motor listrik 125 Hp 1480 Rpm, gearbox
                         paramax.
                     1 - Stirer 2
                     4 - Bucket Conveyor A, B, C, D
                         Konstruksi rangka baja, dilengkapi dengan rantai conveyor,
                         digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
                     4 - Manggle
                         Konstruk si rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp,
                         1470 Rpm, gearbox paramax 31.992.SF1.84.
                     4 - Conveyor
                         Konstruksi rangka baja, panjang 4 m, 60 x 3 play, digerakan
                         dengan motor listrik 2 Hp.
                     4 - Manggle List A
                         Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp
                         1480 Rpm, gear box paramax 30.855 SF.2.21
                     4 - Manggle list B
                         Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp
                         1480 Rpm, gear box paramax 30.855 SF.2.21
                     4 - Manggle list C
                         Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp
                         1480 Rpm, gear box paramax 30.855 SF.2.21
                     4 - Manggle List D
                         Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp,
                         gear box paramax 30.855 SF.2.21

          Unit dilengkapi dengan instalasi pemipaan, flatform, panel kontrol serta
          standar peralatan lainnya.
                        Tahun      : 1990
                        Kondisi    : Skrap
                        Tidak beroperasi sejak Juni 2022

2.   1 - Blanket Basah Line Baru                                                                       3.136.230.000
         Terdiri dari       :
     1 - Main Pre Breaker Station
                      3 - Inclined Conveyor Breaker
                          Konstruksi rangka baja, dimensi: A2 panjang 414 cm, lebar 80
                          cm * 3 play, B1 panjang 414 cm, lebar 80 cm x 3 play, B2
                          panjang 410 cm, lebar 77 cm x 3 play, digerakan dengan motor
                          listrik 2 hp & 3 Hp.
                      3 - Pre Breaker
                          Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 75 Hp
                          1500 rpm, gear box paramax.
                     5 - Rotary Screen
                     3 - Crumb Paddle
                         Kontruksi baja, digerakan dengan moto listrik 2 Hp.
                     3 - Bucket Conveyor
                         Konstruksi rangka baja, dilengkapi dengan rantai conveyor,
                         digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
                     3 - Crumb Paddle
                         Kontruksi baja, digerakan dengan moto listrik 2 Hp.




                                           -9-                              00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                                  PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 19
No. Jml                                    Uraian                                              Nilai Pasar


     1 - Second Breaker & Contamination Station
                  3 - Bucket Conveyor
                      Konstruksi rangka baja, dilengkapi dengan rantai conveyor,
                      digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
                   3 - Second Breaker
                       Konstruksi baja, digerakan dengan moto listrik 7,5 Hp & 5,5 Hp,
                       Bellpowy Gear Box.
                   3 - Crumb Paddle
                       Kontruksi baja, digerakan dengan moto listrik 2 Hp.
                   4 - Conveyor
                       Konstruksi rangka baja, panjang 4 m, 60 x 3 play, digerakan
                       dengan motor listrik 2 Hp.
                   3 - Bucket Conveyor
                       Konstruksi rangka baja, dilengkapi dengan rantai conveyor,
                       digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
                   3 - Bucket Conveyor
                       Konstruksi rangka baja, dilengkapi dengan rantai conveyor,
                       digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
     1 - Hamer Mill Station
                  3 - Hammer mill
                      Konstruksi rangka baja, dierakan dengan motor listrik 150 Hp
                      1480 rpm.
                   1 - Crumb Paddle
                       Kontruksi baja, digerakan dengan moto listrik 2 Hp.
                   3 - Bucket Conveyor
                       Konstruksi rangka baja, dilengkapi dengan rantai conveyor,
                       digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
                   3 - Crumb Paddle
                       Kontruksi baja, digerakan dengan moto listrik 2 Hp.
                   3 - Bucket Conveyor
                       Konstruksi rangka baja, dilengkapi dengan rantai conveyor,
                       digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
     1 - Shredder & Stirrer Washing Tank
                  1 - Stirrer 1
                  4 - Bucket Conveyor
                      Konstruksi rangka baja, dilengkapi dengan rantai conveyor,
                      digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
                   4 - Mungle Cutter
                       Konstruk si rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp,
                       1470 Rpm, gearbox paramax 31.992.SF1.84.
                   4 - Conveyor
                       Konstruksi rangka baja, panjang 4 m, 60 x 3 play, digerakan
                       dengan motor listrik 2 Hp.
                  4 - Cutter
                      Konstruksi rangka baja, cutter A digerakan dengan mtor listrik
                      106 Hp, cutter B digerakan dengan motor listrik 125 Hp, cutter
                      C digerakan dengan motor listrik 125 Hp 1480 Rpm, gearbox
                  1 - paramax.
                      Stirrer 2
     1 - Creeper Section
                  4 - Bucket Conveyor
                      Konstruksi rangka baja, dilengkapi dengan rantai conveyor,
                      digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
                   4 - Mungle
                       Konstruk si rangka baja, digerakan dengan motor listrik 75 Hp,
                       1470 Rpm, gearbox paramax 31.992.SF1.84.
                   4 - Conveyor
                       Konstruksi rangka baja, panjang 4 m, 60 x 3 play, digerakan
                       dengan motor listrik 2 Hp.
                   4 - Manggle A
                       Konstruk si rangka baja, digerakan dengan motor listrik 75 Hp,
                       1470 Rpm, gearbox paramax 31.992.SF1.84.
                   4 - Manggle B
                       Konstruk si rangka baja, digerakan dengan motor listrik 75 Hp,
                       1470 Rpm, gearbox paramax 31.992.SF1.84.

                                      - 10 -                              00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                                PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 20
No. Jml                                       Uraian                                                Nilai Pasar


                     4 - Mangle C
                         Konstruk si rangka baja, digerakan dengan motor listrik 75 Hp,
                         1470 Rpm, gearbox paramax 31.992.SF1.84.
                     4 - Mangle D
                         Konstruk si rangka baja, digerakan dengan motor listrik 75 Hp,
                         1470 Rpm, gearbox paramax 31.992.SF1.84.
          Unit dilengkapi dengan instalasi pemipaan, flatform, handrail, panel kontrol
          serta standard peralatan lainnya.
                         Tahun        : 2015
                         Kondisi      : Biasa
                         Tidak beroperasi sejak Juni 2022

3.   1 - Crumb Rubber                                                                                  1.158.260.000

      1              2 - Cutter                                                                            12.760.000
                         Merek : Wah Seng, Buatan : Singapura, konstruksi baja,
                         ukuran: 16''x24'', digerakan dengan motor listrik 150 HP, speed
                         reduction gear box 1:31.
      1             30 - Forming Box                                                                       10.260.000
      1             70 - Trolleyy                                                                          24.060.000
                         Konstruksi stainlees steel 470 cm P x 320 cm L x 400 cm T.


      1             2 - Line Dryer                                                                       268.670.000
                        Merek: Auto March, buatan: Singapura, konstruksi rangka baja
                        tahan api di isolasi, dimensi: 700 cm L x 3700 cm P x 600 cm
                        L, dengan betuk silinder, kapasitas 7 ton/jam, temperature 135
                        0c,kapasitas 25 trollet, lengkap dengan Burner, Main Fan,
                        Exhaust Fan, chain conveyor, cerobong asap, air scruber.


      1             1 - Dryer                                                                            660.400.000
                        Merek: Auto March, buatan: Singapura, konstruksi rangka baja
                        tahan api di isolasi, dimensi: 700 cm L x 3700 cm P x 600 cm
                        L, dengan betuk silinder, kapasitas 7 ton/jam, temperature 135
                        0c,kapasitas 25 trollet, lengkap dengan Burner, Main Fan,
                        Exhaust Fan, chain conveyor, cerobong asap, air scruber.
      1             4 - Scale                                                                              5.570.000
      1             3 - Rolling Conveyor                                                                  28.160.000
      1             4 - Hydroulic Press Machine                                                          108.840.000
      1             1 - Metal Detector                                                                    33.470.000
      1             1 - Conveyor Packaging                                                                 6.070.000
        Unit dilengkapi dengan peralatan standar lainnya
                        Tahun      : 2005
                        Kondisi    : Kurang Baik
                        Tidak beroperasi sejak Juni 2022




                                          - 11 -                            00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                                  PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 21
- 12 -   00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
               PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 22
- 13 -   00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
               PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 23
       FOTO-FOTO MESIN DAN PERALATAN




Conveyor Pre Breaker              Pre Breaker




   Rotary Screen                Second Breaker




  Second Breaker                Second Breaker




  Bucket Conveyor               Bucket Conveyor




                       - 14 -            00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                               PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 24
          FOTO-FOTO MESIN DAN PERALATAN




        Conveyor                       Hamer Mill




       Manggle list                   Panel Kontrol




Conveyor Breaker Line Baru            Pree Breaker




                             - 15 -         00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                  PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 25
    FOTO-FOTO MESIN DAN PERALATAN




Rotary Screen              Bucket Conveyor




Hammer Mill                 Hammer Mill




Crumb Padle                   Conveyor




  Manggle                   Manggle List

                - 16 -             00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                         PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 26
      FOTO - FOTO MESIN DAN PERALATAN




      cutter                           Drying




  Press hydroulic             Conveyor & Metal Detector




     Lab Mill                      Muffle Furnace




Peralatan Workshop                  Mesin Scrap

                     - 17 -                00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                 PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 27
- 18 -   00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
               PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 28
3 TINJAUAN PASAR PROPERTI
    3.1 Makro Ekonomi

    3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro

    Tabel 3.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia




     • Di bidang ekonomi, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih
       tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan
       Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada ketidakpastian pasar
       keuangan global.

     • Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen, melambat dibanding
       capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen (c-to-c).

     • Nilai tukar Rupiah tetap terkendali ditengah ketidakpastian global yang tinggi,
       didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap
       dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar
       1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.

     • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi
       sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau
       6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di
       atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

     • Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya
       2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy).
       Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26%
       (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate)
       untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya.

    (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 dan diolah)


    3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global
    Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar keuangan
    global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat dari prakiraan
    didukung oleh stimulus fiscal yang meningkatkan permintaan domestic dan kenaikan
    investasi di bidang teknologi yang mendorong peningkatan produktivitas. Sebaliknya,
    ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah dipengaruhi oleh menurunnya
    keyakinan konsumen dan tertahannya produktivitas, sementara ekonomi India masih
    tertahan akibat sektor manufaktur yang terbatas. Sejalan dengan itu, prospek
    pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya
    menjadi 3,2%.
                                                - 19 -                        00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                                    PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 29
Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada
ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta dampak kebijakan
tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak pada menguatnya
ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal AS
yang lebih ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor
jangka pendek maupun jangka panjang. Bersamaan dengan ketegangan geopolitik
yang meningkat, perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi
investor global untuk memindahkan portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar AS
naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia.
Berbagai perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam
memitigasi dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong
pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

 Tabel 3.1. Pertumbuhan PDB Dunia




Sumber : IMF WEO *Proyeksi Bank Indonesia


3.1.3 Pertumbuhan Domestik
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah dari
prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah
prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi
maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan
sedikit di bawah titik Tengah kisaran 4,7–5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi
diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor
diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-
negara mitra dagang

utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan
menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan
ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama, dorongan investasi swasta juga
belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas produksi dalam memenuhi
permintaan, baik domestic maupun ekspor. Bank Indonesia memprakirakan
pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7– 5,5%, sedikit lebih
rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia
terus mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga stabilitas dan turut
mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan
melalui optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi
transaksi pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia dengan kebijakan stimulus fiskal
Pemerintah. Lebih dari itu, Bank Indonesia mendukung penuh implementasi program-
                                            - 20 -           00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                   PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 30
program Pemerintah dalam Asta Cita, termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan
ekonomi, serta akselerasi ekonomi dan keuangan digital.

3.1.4 Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya 2,5±1%,
sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy). Perkembangan ini
dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan
konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan
ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile food
(VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring
berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID
melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam
kisaran sasaran inflasi nasional.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya.
Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam
sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai
tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi
VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia
dan Pemerintah Pusat dan Daerah.

Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna
menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan
tetap mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tabel 3.3. Inflasi Indonesia y-to-y (2019 -2024)




3.1.5 Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi,
didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar
AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar 1,00%
(ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap
dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya,
seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah
sebesar 1,20%; 1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat
terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap
mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut sejalan dengan
kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran masuk modal asing
yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta
prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan

                                       - 21 -                   00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                      PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 31
stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal
hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia
yang tetap baik. Seluruh instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk
penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI,
SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk
investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

3.1.6 Suku Bunga
Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan baik dalam upaya
turut mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak
di sekitar BI-Rate, yaitu 6,03% pada 14 Januari 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor
6, 9, dan 12 bulan tanggal 10 Januari 2025 tercatat menarik untuk mendukung aliran
masuk modal asing masing-masing pada level 7,06%; 7,10%; dan 7,23%. Imbal hasil
SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun per 14 Januari 2025, masing-masing meningkat
menjadi 6,98% dan 7,25% sehingga juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil
instrumen keuangan domestik di tengah berlanjutnya ketidakpastian global.
Sementara itu, suku bunga perbankan tetap terjaga ditopang likuiditas perbankan
yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang makin baik
dengan transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada
Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan 9,20%, relatif stabil
dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.

Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi KLM. Pada 2025, KLM
diarahkan untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan guna mendukung
pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1 Januari 2025, insentif KLM telah
disalurkan pada sektorsektor yang mendukung pertumbuhan dan penciptaan
lapangan kerja, yaitu antara lain sektor pertanian, perdagangan dan manufaktur,
transportasi, pergudangan dan pariwisata dan ekonomi kreatif, konstruksi, real estate,
dan perumahan rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau. Hingga minggu kedua
Januari 2025, Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun,
atau meningkat sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober 2024.
Insentif dimaksud telah disalurkan kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp129,1
triliun, bank BUSN sebesar Rp130,6 triliun, BPD sebesar Rp29,9 triliun, dan KCBA
sebesar Rp5 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran
kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas
keuangan, Kementerian/Lembaga, perbankan, dan pelaku usaha.

Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan tetap memadai,
tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada Desember
2024 yang tinggi sebesar 25,59%. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
Ratio/CAR) perbankan pada November 2024 tercatat tinggi sebesar 26,89%,
tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit.

Risiko kredit tetap terkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (NonPerforming
Loan/NPL) perbankan pada November 2024 yang terjaga rendah, sebesar 2,19%
(bruto) dan 0,75% (neto). Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan
perbankan yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, serta ditopang oleh
kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Bank Indonesia
akan terus memperkuat sinergi kebijakan Bersama KSSK dalam memitigasi berbagai
risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada tahun 2024 tetap tumbuh
didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Pembayaran digital
mencapai 34,5 miliar transaksi atau tumbuh 36,1% (yoy) yang didukung oleh seluruh
komponennya. Volume transaksi pada aplikasi mobile tumbuh sebesar 39,1% (yoy),

                                      - 22 -                    00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                      PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 32
demikian pula volume transaksi pada internet yang tumbuh sebesar 4,4% (yoy) pada
tahun 2024. Di samping itu, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap
tumbuh pesat sebesar 175,2% (yoy) didukung peningkatan jumlah pengguna dan
merchant. Pembayaran digital diproyeksikan meningkat 52,3% (yoy) pada tahun
2025. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST
mencapai 3,4 miliar transaksi atau tumbuh 62,4% (yoy) dengan nilai mencapai Rp8,9
triliun pada tahun 2024. Volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS
mencapai 10,3 juta transaksi atau tumbuh 3,1% (yoy) dengan nilai Rp126,3 ribu triliun,
meningkat 17,6% (yoy) pada tahun 2024. Pada tahun 2025, volume transaksi BIFAST
diprakirakan tumbuh 34,1% (yoy) dan nilai transaksi BI-RTGS diprakirakan tumbuh
11,4% (yoy). Sementara itu, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang
Diedarkan (UYD) tumbuh 9,3% (yoy) menjadi Rp1.204,5 triliun pada akhir Desember
2024 dan diprakirakan tumbuh 5,7% (yoy) pada tahun 2025.

3.1.7 Prospek Perekonomian Indonesia
Prospek ekonomi Indonesia pada 2025 diprakirakan tetap positif, dengan
pertumbuhan sekitar 4,7–5,5%, didukung oleh stabilitas perekonomian yang terus
terjaga. IMF memprediksikan pertumbuhan perekonomian Indonesia di level 5,1
persen. Sementara Bank Dunia, melalui laporannya Indonesia Economic Prospects
pada Desember 2024 memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 sebesar
5,1 persen. Sedangkan OECD pada laporannya November 2024, memperkirakan
pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 sebesar 5,2 persen. Proyeksi ini sesungguhnya
tidak terlalu berbeda jauh dengan target pertumbuhan
ekonomi pada APBN 2025 sebesar 5,2 persen. Inflasi rata rata, Bank Dunia
memprediksikan akan berada di kisaran 2,4 persen, sementara Institute For
Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan inflasi di level 2,8%.
Sedangkan target inflasi pada APBN 2025 sebesar 2,5 persen. Perkiraan inflasi
terkendali, dan berada di level rendah ini dikarenakan dua hal, yakni dari sisi
eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, merujuk Laporan IMF pada Oktober 2024
menggambarkan bahwa perjuangan global melawan Inflasi sebagian besar berhasil
dimenangkan. Tingkat inflasi secara global diperkirakan mencapai 3,5% pada akhir
2025.

3.2 Perkembangan Industri Karet di Indonesia
Karet, dikenal karena kualitas elastisnya, adalah komoditas pertanian yang digunakan
dalam banyak produk dan peralatan di seluruh dunia (mulai dari produk industri
hingga produk rumah tangga, dengan industri ban sebagai konsumen karet terbesar.
Terdapat dua jenis karet, yaitu (1) karet alam dan (2) karet sintetis. Karet alam terbuat
dari getah (lateks) dari pohon karet, sedangkan karet sintetis terbuat dari minyak
mentah.

Kedua jenis tersebut dapat saling menggantikan dan karenanya mempengaruhi
permintaan (dan harga) masing-masing di pasar global; ketika harga minyak mentah
naik (yang membuat karet sintetis lebih mahal), permintaan akan karet alam
meningkat. Namun, ketika gangguan pasokan (suplai) karet alam membuat harga
karet alam naik, maka pasar cenderung beralih ke karet sintetis.

Bagian ini membahas sektor karet alam Indonesia. Indonesia adalah penghasil karet
alam terbesar kedua di dunia dan juga pengekspor terbesar kedua (setelah Thailand).


3.2.1 Indonesia Dalam Konteks Global
Pohon karet membutuhkan suhu tinggi yang konstan (26-32 derajat Celsius) dan
lingkungan yang lembab supaya dapat berproduksi secara maksimal. Kondisi-kondisi
ini ditemukan di Asia Tenggara, tempat sebagian besar karet alam dunia diproduksi.
                                        - 23 -                    00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                        PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 33
Sekitar 70 persen dari produksi karet alam global berasal dari Thailand, Indonesia,
dan Vietnam.

Memerlukan waktu tujuh tahun untuk sebatang pohon karet mencapai usia produksinya.
Setelah itu, pohon karet dapat berproduksi hingga 25 tahun lamanya. Namun, karena
siklus yang panjang dari pohon ini, penyesuaian pasokan jangka pendek tidak dapat
dilakukan.

Berdasarkan data dari Statista, Thailand tetap menjadi produsen karet alam terbesar
di dunia pada tahun 2023, dengan produksi karet alam sebesar 4,71 juta metrik ton
pada tahun itu. Di posisi kedua adalah Indonesia, dengan produksi sebesar 2,65 juta
metrik ton.

Tabel 3.4. Lima Negara Penghasil Karet (Alam) Terbesar pada Tahun 2023




3.2.2 Produksi Karet Alam di Indonesia
Sebagai produsen karet alam terbesar kedua, Indonesia memasok karet dalam jumlah
besar ke pasar global. Sejak tahun 1980an, sektor karet Indonesia telah mengalami
pertumbuhan produksi yang stabil. Namun, tabel 2 menunjukkan bahwa telah terjadi
penurunan bertahap dalam produksi karet alam di Indonesia setelah tahun 2017.

Tabel 3.5. Produksi Karet Alam di Indonesia, 2008-2024




Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Setelah mencapai puncak produksinya pada tahun 2017, produksi karet alam di
ndonesia mulai menurun. Meskipun kemerosotan pada periode 2020-2021 sangat
dipengaruhi oleh krisis COVID-19 (dan penyakit gugur daun yang menyerang


                                      - 24 -                 00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                   PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 34
perkebunan karet), sayangnya belum ada pemulihan ke tingkat pra-pandemi setelah
krisis itu berakhir.
Perkebunan Karet di Indonesia
Kebanyakan produksi karet Indonesia berasal dari provinsi-provinsi berikut:
1. Sumatra Selatan
2. Sumatra Utara
3. Riau
4. Jambi
5. Kalimantan Barat

Sumatera Selatan merupakan pemasok karet terbesar karena provinsi ini
menyumbang sekitar 25-30 persen terhadap produksi karet nasional.




Sebagian besar produksi karet nasional - sekitar 90 persen - dihasilkan oleh petani
kecil. Oleh karena itu, perkebunan milik negara dan perkebunan besar milik swasta
hanya berperan kecil dalam produksi karet nasional.
Yang menarik di tabel 3 yaitu pertumbuhan yang mengesankan dalam produksi karet
di perkebunan rakyat kecil antara tahun 2002 sampai sekarang, sementara produksi
di perkebunan besar (baik milik swasta maupun negara) telah menurun secara
signifikan di periode yang sama. Ini berarti bahwa dalam hal produksi karet, Indonesia
menjadi semakin bergantung pada petani kecil. Di bawah kami jelaskan mengapa hal
ini merupakan situasi yang berisiko.
Tabel 3.6. Produksi Karet Kering di Indonesia per Status Pengusahaan




Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)




                                      - 25 -                    00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                      PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 35
Untuk memahami tren yang terlihat pada tabel 3, kita perlu mencermati lebih teliti soal
luas perkebunan karet di Indonesia. Luas total perkebunan karet Indonesia meningkat
secara stabil antara tahun 2002 dan 2021. Pada tahun 2002, luas perkebunan karet
nasional mencapai 3,34 juta hektare. Pada tahun 2021 luas total perkebunan karet
nasional telah tumbuh menjadi 3,78 juta hektare, terutama karena perluasan
perkebunan rakyat sehingga membantu mendorong peningkatan produksi karet
nasional. Namun, terjadi penurunan luas perkebunan karet yang signifikan setelah
tahun 2021, terutama karena penurunan luas perkebunan rakyat.
Tabel 3.7 Luas Perkebunan Karet di Indonesia




Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


3.2.3 Produktifitas Perkebunan Karet Indonesia
Berdasarkan tabel 3 dan 4, ada hal menarik yang terjadi di Indonesia selama dua
dekade terakhir. Sementara produksi karet nasional tumbuh sebesar 39,0 persen
antara tahun 2002 dan 2023, luas total perkebunan karet nasional malah menyusut
sebesar 5,7 persen (selama periode yang sama). Artinya, Indonesia memproduksi lebih
banyak karet di perkebunan yang lebih sedikit. Dengan kata lain: produktivitas karet
telah meningkat pesat di Indonesia.

Umumnya, di Indonesia, serangkaian faktor telah membuat petaninya (pada dasarnya
petani komoditas pertanian apa pun) kurang produktif dibandingkan dengan petani
di negara-negara lain. Misalnya, Indonesia hanya mampu menghasilkan 1.088
kilogram (kg) karet per hektar (ha) di provinsi penghasil karet teratasnya, Sumatera
Selatan (dan produktivitas nasional jauh di bawah tingkat itu), sementara petani di
Thailand menghasilkan rata-rata 1.800 kg karet per ha. Lagipula, di Vietnam (1.720
kg/ha) dan Malaysia (1.510 kg/ha) tingkat produktivitas karet juga jauh lebih tinggi
dibanding di Indonesia.

Tabel 3.8 Provinsi dengan Produktivitas Karet Kering Tertinggi di 2023




Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

                                       - 26 -                   00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                      PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 36
Faktor-faktor utama yang menghambat produksi petani Indonesia adalah pohon-
pohon yang sudah tua (sehingga produktivitasnya menurun), kurangnya keahlian dan
teknologi para petani kecil, kurangnya kesiapan finansial, dan kurangnya dukungan
dari pemerintah (dalam hal pemberian pinjaman lunak kepada petani serta program
lainnya).

Jadi, meskipun produktivitas telah meningkat selama beberapa dekade belakangan
ini, masalahnya adalah ketika perkebunan karet besar milik swasta dan negara
mengalami penurunan, sektor ini menjadi semakin bergantung pada petani kecil.
Masalah dengan petani kecil ini adalah mereka umumnya tidak memiliki modal,
teknologi, dan keahlian untuk mengoptimalkan produktivitas (sementara perkebunan
besar biasanya memiliki sumber daya keuangan untuk berinvestasi pada keahlian,
pengetahuan, dan teknologi, termasuk program peremajaan pohon).

3.2.4 Harga Karet Dunia
Karena prospek positif di sektor perkebunan karet berkat harga karet dunia yang
menarik (harga ini khususnya tinggi pada periode 2005-2014, sesuai boom komoditas
pada tahun 2000an, lihat grafik di bawah), terjadi pergeseran dari komoditas seperti
kakao, kopi, dan teh, ke arah pendirian perkebunan kelapa sawit dan karet di
Indonesia. Bahkan setelah boom komoditas berakhir sekitar tahun 2012, harga karet
dunia masih tetap tinggi untuk sementara waktu.
Namun, sejak akhir tahun 2014 harga karet dunia (kurang lebih) bergerak
menyamping pada level yang cukup jauh dari posisi rekor tertingginya. Jadi, orang
memang bisa bertanya-tanya apakah prospek perkebunan karet masih
menguntungkan. Ini mungkin menjelaskan mengapa tabel 4 menunjukkan bahwa luas
perkebunan karet telah menyusut secara signifikan selama beberapa tahun terakhir.

Harga karet dunia terutama dipengaruhi oleh permintaan dari industri ban karena
industri ini menyumbang sekitar 60 persen dari konsumsi karet alam (sehingga menjadi
pendorong utama harga karet).
Harga Karet Dunia, Juli 1997 - Desember 2024 (dalam sen USD/kilogram)




Sumber : www.tradingeconomics.com




                                     - 27 -                   00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                    PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 37
3.2.5 Realisasi Ekspor Karet Indonesia
Sekitar 75-80 persen dari produksi karet alam Indonesia diekspor, dengan pasar
ekspor terbesar Jepang dan Amerika Serikat. Sementara itu, Tiongkok, India, dan
Korea Selatan juga merupakan pembeli utama karet Indonesia.

Tabel 3.9 Negara Tujuan Utama Ekspor Karet Alam Indonesia di 2023




Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Tabel 7 menunjukkan bahwa volume ekspor karet dari Indonesia mencapai puncaknya
pada tahun 2017, dan kemudian terus menurun hingga tahun 2022 (kecuali tahun
2021 ketika terjadi sedikit peningkatan (rebound) setelah titik paling parah krisis
COVID-19 lewat pada tahun 2020). Penurunan kinerja ekspor karet ini sangat
disayangkan karena lewat ekspor karet (seluruh spektrum hulu-hilir) cukup banyak
pendapatan devisa masuk ke dalam Indonesia.

Tabel 3.10 Statistik Ekspor Karet Alam Indonesia




Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Ada 24 jenis produk karet yang diekspor oleh Indonesia. Namun, hanya tiga yang
layak disebutkan di sini karena 21 kategori lainnya tidak signifikan. Namun, di antara
ketiga kategori tersebut, ada satu yang benar-benar dominan. Sekitar 90 persen dari

                                      - 28 -                    00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                      PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 38
semua produk karet yang diekspor dari Indonesia adalah Technically Specified
Natural Rubber (TSNR 20, dengan Kode HS 40012220).
Tabel 3.11 Tiga Besar Produk Ekspor Karet Alam Indonesia (dalam ton)




3.2.6 Realisasi Impor Karet Indonesia
Meskipun Indonesia memiliki surplus perdagangan yang lebar dalam hal karet alam
(artinya ekspor karet alam jauh lebih unggul daripada impor karet alam), telah terjadi
peningkatan kuat dalam impor karet alam dan sintetis masuk ke Indonesia selama dua
dekade terakhir (meskipun peningkatan kuat ini berasal dari basis yang rendah).

Tabel 3.12 Impor Karet (Volume)




Tabel 3.12 Impor Karet (Nilai)




3.2.7 Tantangan Yang Dihadapi Sektor Karet Indonesia
Seperti disebutkan di atas, tantangan utama yang menghambat pertanian karet di
Indonesia adalah:

• Perkebunan karet alam Indonesia kurang produktif dibandingkan dengan
  perkebunan karet di negara-negara tetangga, karena sebagian besar produksinya
  di Indonesia dipasok oleh petani kecil. Petani kecil ini tidak memiliki teknik pertanian
  yang paling efisien dan memiliki keterbatasan dana untuk berinvestasi pada pohon
  baru (peremajaan pohon), pupuk berkualitas tinggi, dll.
• Koordinasi dan kerja sama yang lemah antara Kementerian Pertanian, Kementerian
  Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan menyebabkan ketidakpastian yang
  sangat tinggi bagi para pelaku industri karet. Seringkali, ketiga kementerian ini
                                        - 29 -                     00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                         PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 39
   saling menunjukkan ketika tindakan/regulasi/program diperlukan, sehingga pada
   akhirnya tidak terjadi perbaikan samasekali.
• Penurunan struktural dalam luas perkebunan karet di Indonesia sejak tahun 2021
   (yang berhubungan dengan turunnya harga karet di pasar global), sementara
   sulitnya untuk menambah perkebunan karet baru (karena dibutuhkan sekitar tujuh
   tahun bagi pohon karet untuk mulai menghasilkan lateks).
• Lambatnya pertumbuhan industri manufaktur Indonesia (terutama industri otomotif
   yang menyerap sekitar setengah dari produksi karet alam Indonesia, diikuti oleh
   industri sarung tangan, sarung tangan medis, benang karet, alas kaki, karpet, dan
   peralatan lainnya) berarti permintaan dalam negeri akan karet tidak tumbuh
   dengan pesat.
Peningkatan impor karet alam dan sintetis terjadi karena Indonesia tidak memiliki
industri pengolahan karet yang berkembang.




                                     - 30 -                   00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                    PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 40
4 ANALISIS DATA & KESIMPULAN
  4.1   Analisis Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (Highest and Best Use
        Analysis)

        Penggunaan tertinggi dan terbaik (Highest and Best Use) didefinisikan sebagai
        penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari suatu objek, yang secara fisik
        dimungkinkan, telah dipertimbangkan secara memadai, secara hukum diijinkan,
        secara finansial layak, dan menghasilkan nilai tertinggi dari objek tersebut. (SPI Edisi
        VII-2018, KPUP 10.1).

        Berdasarkan hasil inspeksi yangtelah kami lakukan terhadap kondisi aset yang kami
        nilai, kami berpendapat bahwa aset sesuai penggunaannya telah memenuhi
        kelayakan Highest and Best Use (HBU).

        Kami menyadari bahwa analisa mendetail dan terperinci terhadap penggunaan
        yang tertinggi dan terbaik Highest and Best Use belum kami lakukan karena
        sebagaimana dalam SPI Edisi VII – 201, KPUP. 10.7 hal tersebut merupakan
        pekerjaan terpisah dari pekerjaan penilaian aset.


  4.2   Implementasi Menggunakan Pendekatan Penilaian
        Standar Penilaian Indonesia (KPUP 14.1) membagi 3 (tiga) pendekatan penilaian
        utama untuk real properti yaitu;
        1. Pendekatan Pasar
        2. Pendekatan Pendapatan
        3. Pendekatan Biaya

        Pendekatan atau metode penilaian yang paling sesuai untuk digunakan tergantung
        kepada pertimbangan sebagai berikut :
        - Dasar dan premis nilai yang sesuai, ditentukan oleh persyaratan dan tujuan
            penugasan penilaian.
        - Kekuatan dan kelemahan dari pendekatan dan metode penilaian yang mungkin
            diterapkan.
        - Kesesuaian dari setiap metode dilihat dari karakteristik aset, dan pendekatan
            atau metode yang umum digunakan oleh pelaku pasar dalam pasar yang
            relevan.
        - Ketersediaan dari informasi yang andal yang dibutuhkan dalam penerapan
            metode atau beberapa metode.




                                              - 31 -                     00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                               PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 41
Dalam penilaian ini, kami mempertimbangkan menggunakan Pendekatan Biaya
dengan Metode Biaya Reproduksi Terdepresiasi (DRC) sebagai pendekatan dan
metode penilaian yang paling sesuai untuk digunakan, mengingat kondisi berikut :
    Pendekatan
                        Metode                Pertimbangan Penggunaan
     Penilaian
 Pendekatan Pasar          -          Tidak terdapat pembanding yang
                                      sebanding dan sejenis disekitar lokasi objek
                                      penilaian.
 Pendekatan                -          Tidak digunakan karena data mengenai
 Pendapatan                           pendapatan historis tidak tersedia.
 Pendekatan Biaya     DRC - Biaya     Digunakan      karena     investor     masih
                       Pengganti      mempertimbangkan biaya investasi yang
                     Terdepresiasi dikeluarkan untuk mendapatkan properti
                                      tersebut.

Pendekatan Biaya
Pendekatan Biaya adalah Pendekatan Penilaian untuk mendapatkan indikasi Nilai
obyek penilaian berdasarkan Biaya Reproduksi Baru (Reproduction Cost New) atau
Biaya Pengganti Baru (Replacement Cost New), pada Tanggal Penilaian (Cut Off
Date) setelah dikurangi dengan Penyusutan.

Pendekatan Biaya memberikan indikasi nilai menggunakan prinsip ekonomi bahwa
pembeli akan membayar aset tidak lebih dari biaya untuk mendapatkan aset
dengan utilitas yang sama, baik melalui pembelian atau dengan pembuatan
konstruksi dengan mengecualikan faktor-faktor seperti waktu yang tidak semestinya,
ketidaknyamanan, risiko dan faktor-faktor lainnya. Pendekatan ini memberikan
indikasi nilai dengan menghitung biaya pengganti atau reproduksi saat ini dari aset
dan membuat pengurangan untuk kemunduran fisik dan seluruh bentuk keusangan
lainnya yang relevan. (SPI 106.6.5.a)




                                    - 32 -                   00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                   PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 42
Dalam pendekatan biaya digunakan prosedur sebagai berikut:
 1. Menghitung biaya pengganti baru atas mesin dan peralatan.
 2. Biaya pengganti baru dikurangkan dengan penyusutan fisik, keusangan
    fungsional dan keusangan eksternal.
      a. Penyusutan Fisik disebabkan umur mesin, peralatan dan kondisi
          pemeliharaan;
      b. Keusangan Fungsional disebabkan kemajuan dalam teknologi yang lebih
          efisien menghasilkan;
      c. Keusangan Eksternal karena pengaruh eksternal yang mempengaruhi nilai
          dari aset.

Kami menegaskan bahwa dalam penilaian ini kami tidak memperhitungkan biaya
dan pajak yang terjadi karena adanya jual beli, sesuai dengan yang diatur di dalam
Standar Penilaian Indonesia.

4.2.1 Penilaian Mesin-mesin dan Peralatan
      Dengan digunakannya pendekatan biaya maka metode yang digunakan
      adalah Metode Biaya Pengganti. Metode ini dikenal juga dengan Metode
      Biaya Pengganti Terdepresiasi (Depreciated Replacement Cost/DRC) dalam
      Pendekatan Biaya digunakan untuk mendapatkan nilai Pasar Mesin dan
      Peralatan. Metode biaya pengganti baru adalah biaya yang relevan dalam
      menentukan harga dimana pelaku pasar akan membayar, yang didasarkan
      pada penggantian aset dengan utilitas yang setara, dan bukan membuat aset
      yang sama secara fisik. Metode biaya reproduksi adalah menghitung seluruh
      biaya yang akan dikeluarkan oleh pelaku pasar tipikal yang akan membuat
      aset serupa (replika) dari aset yang dinilai, menentukan apakah terdapat
      depresiasi yang terkait dengan fisik, fungsi dan eksternal yang berhubungan
      dengan aset yang dinilai dan mengurangkan total depresiasi dari total biaya
      reproduksi baru untuk mendapatkan nilai dari aset
            Rincian Nilai Pengganti Baru dan Biaya Pengganti/Reproduksi Baru yang
            Disusutkan adalah sebagai berikut :
                                                                                                                   (dalam rupiah)

                         URAIAN ASET / OBJEK PENILAIAN                                                     NILAI PASAR

v PAN Karet 1 : Mesin dan Peralatan
   Jalan Ki Kemas Rindo No. 18, RT. 36, RW. 06, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati,
   Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan



         1 - Line Blanket Basah Line Lama                                                                     349.740.000,00
         1 - Line Blanket Basah Line Baru                                                                   3.136.230.000,00
         1 - Set Crumb Rubber                                                                               1.223.700.000,00
         1 - Set Peralatan Laboratorium SIR                                                                   484.960.000,00
         1 - Set Peralatan Workshop                                                                           283.710.000,00
         1 - Set Utilitas & Peralatan Penunjang                                                             3.007.230.000,00



   Jumlah                                                                                                    8.485.570.000
   Dibulatkan                                                                                                8.485.600.000




                                                           - 33 -                           00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                                                  PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 43
4.3   Kesimpulan Penilaian

      Dengan memperhatikan semua keterangan, faktor-faktor seperti yang terdapat
      dalam laporan ini dan berdasarkan pada asumsi dan syarat pembatas yang
      berlaku, kami berpendapat bahwa opini Nilai Pasar dari aset milik PT Prasidha
      Aneka Niaga Tbk berupa Pabrik PAN Karet 1, Jalan Ki Kemas Rindo No. 18, RT. 36,
      RW. 06, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi
      Sumatera Selatan, kami berpendapat bahwa opini Nilai Pasar dari aset tersebut di
      atas pada tanggal 31 Desember 2024, adalah sebesar

                                      Rp 8.485.600.000,-
            (delapan miliar empat ratus delapan puluh lima juta enam ratus ribu rupiah)

      Ketidakpastian ekonomi menyebabkan sulitnya memperoleh hasil penilaian secara
      akurat. Kami menyarankan untuk menggunakan laporan ini dengan penuh kehati-
      hatian dan memahami seutuhnya asumsi, batasan, kondisi, komentar dan detil
      keseluruhan bagian laporan yang mendasari opini nilai atas properti dimaksud.


      Hormat kami
      KJPP Toto Suharto & Rekan Cabang Depok




      Hery Wahyudianto, S.T., MAPPI (Cert.)
      Rekan/Partner

      No. MAPPI : 08-S-02208
      No. Izin Penilai Publik : P-1.24.00659
      No. Register Penilai : RMK-2017.00846
      No. STTD OJK : STTD.PP-277/PM.021/2025
      Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P)




                                                    - 34 -             00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                             PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 44
                    KONDISI & SYARAT PEMBATAS

Penilaian dan Laporan Penilaian ini bergantung kepada Kondisi dan Syarat Pembatas
sebagai berikut:

1.  Kami tidak memiliki kepentingan terhadap objek yang dinilai saat ini, baik untuk
    kepentingan saat ini maupun dikemudian hari.
2. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam Laporan Penilaian ini serta tujuan
    penilaian yang diungkapkan dalam Laporan menjadi dasar analisis, pendapat
    dan kesimpulan yang diuraikan didalamnya adalah benar.
3. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
    disajikan sebagai kesimpulan nilai.
4. Kami tidak meneliti semua hal yang menyangkut keabsahan atas dokumen-
    dokumen kepemilikan objek ini, oleh karenanya kami menyarankan pihak yang
    berkepentingan, melakukan konsultasi pada konsultan hukum, untuk mendapatkan
    opini sehubungan dengan aspek hukum.
5. Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada kami seperti yang
    disebutkan dalam Laporan Penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi kami
    tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak
    sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa
    menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan kami terhadap data yang
    ada, pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari instansi pemerintah
    yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
    tersebut sepenuhnya berada dipihak Pemberi Tugas.
6. Apabila dikemudian hari diketahui adanya informasi (data, dokumen-dokumen)
    yang terkait berbeda dengan yang diuraikan dalam Laporan Penilaian, maka
    Laporan Penilaian dan opini indikasi nilai yang ada didalamnya dengan
    sendirinya tidak berlaku lagi.
7. Apabila terdapat suatu tuntutan dan/atau gugatan sehubungan dengan objek
    yang sedang dinilai oleh KJPP Toto Suharto & Rekan, maka tuntutan dan/atau
    gugatan tersebut dapat diabaikan dan kami menganggap objek tersebut dalam
    keadaan bebas, tidak digadaikan dan/atau dijaminkan dan/atau tidak ada
    tuntutan maupun gugatan dan saat ini kami mengasumsikan objek berada dalam
    kepemilikan yang sah dan/atau dalam pengawasan dan tanggung jawab dari
    pemilik objek tersebut.
8. KJPP Toto Suharto & Rekan dalam hubungan dan berkaitan dengan tugas
    penilaian ini, dapat memberikan keterangan kepada pihak lain selain Pemberi
    Tugas dan/atau pengguna Laporan dan/atau memberikan kesaksian pada suatu
    sidang pengadilan maupun badan Pemerintah lainnya yang berkenaan dengan
    objek yang dinilai, dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan (komitmen)
    dari pihak pemberi tugas dan segala beban biaya yang timbul menjadi beban
    dan tanggung jawab dari pemberi tugas.
9. Kecuali diatur berbeda oleh peraturan dan perundangan yang ada, maka
    Penilaian dan Laporan Penilaian bersifat rahasia dan hanya ditujukan terbatas
    untuk Pemberi Tugas yang dimaksud dan penasehat profesionalnya dan disajikan
    hanya untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan
    Penilaian. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain Pemberi Tugas
    dimaksud. Pihak lain yang menggunakan Laporan ini bertanggung jawab atas
    segala risiko yang timbul.
10. Besar nilai yang dipergunakan dinyatakan dalam Rupiah.



                                      - 35 -                   00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                     PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 45
11. Nilai yang dicantumkan dalam Laporan ini serta setiap nilai lain dalam Laporan
    yang merupakan bagian dari objek yang dinilai hanya berlaku sesuai dengan
    maksud dan tujuan Penilaian. Nilai yang digunakan dalam Laporan Penilaian ini
    tidak boleh digunakan untuk tujuan Penilaian lain yang dapat mengakibatkan
    terjadinya kesalahan.
12. Besaran nilai yang terdapat dalam Laporan Penilaian ini, tidak mengikat, dan
    sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan, terlebih apabila diketemukan
    adanya kerusakan dan kehilangan pada bagian objek penilaian di kemudian
    hari, yang jelas akan mempengaruhi besaran nilai yang terdapat dalam Laporan
    Penilaian ini.
13. Kami tidak melakukan penyelidikan atas masalah lingkungan yang berkaitan
    dengan pencemaran. Apabila tidak diinformasikan lain, Penilaian kami
    didasarkan pada asumsi mengenai tidak adanya pencemaran yang dapat
    berpengaruh terhadap nilai.
14. Gambar, denah ataupun peta yang terdapat dalam Laporan ini disajikan hanya
    untuk kemudahan visualisasi saja. Kami tidak melaksanakan survei/pemetaan dan
    tidak bertanggung jawab mengenai hal ini.
15. Laporan Penilaian ini, TIDAK diperkenankan untuk disebarluaskan kepada umum
    (publik) maupun pihak lain, baik untuk sebagian maupun untuk keseluruhan, atas
    opini nilai yang terdapat di dalamnya termasuk isi pernyataan maupun seluruh isi
    dari Laporan penilaian ini, termasuk nama dan afiliasi tenaga ahli dari Penilai
    yang terdapat dalam Laporan penilaian ini, dan tidak diperbolehkan
    dipergunakan sebagai referensi bagi pihak lain yang tidak ada kaitannya
    dengan pemberi tugas, tanpa seizin maupun sepengetahuan Penilai.
16. Laporan Penilaian ini dianggap tidak sah dan tidak berlaku, apabila tidak tertera
    cap basah/timbul (corporate seal) KJPP Toto Suharto & Rekan serta tandatangan
    dari Pimpinan Rekan dan/atau Rekan yang memiliki Izin Penilai Publik.




                                      - 36 -                   00021/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
                                                                     PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.19 MB
Published20 Jun 2025
Pages45
Characters91,450
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 22 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Prasidha Aneka Niaga Tbk p.1 ×103
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.11
possible person Fauzi p.14
unresolved org KJPP TOTO SUHARTO & REKAN p.2 ×5
unresolved org KJPP TOTO SUHARTO p.2 ×6
unresolved org Toto Suharto dan Rekan p.10 ×3
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.10 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan p.10 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto p.10 ×3
unresolved — Wesite p.10
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.11
unresolved org Bank Indonesia p.12 ×22
unresolved org Pusat Statistik p.12 ×7
unresolved person Jhoni Hermawan p.14
unresolved org PT. Remco p.14 ×2
unresolved org PT. Remco Fasilitas p.15
unresolved org Bank Indonesia Triwulan IV p.28
unresolved org Kementerian Pertanian p.38
unresolved org Kementerian Perindustrian p.38
unresolved org Kementerian Perdagangan p.38
unresolved org Rekan Cabang Depok Hery Wahyudianto p.43
unresolved person Hery Wahyudianto, S.T., MAPPI (Cert.) · Rekan/Partner p.43 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 9487 ms 12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result