Back to announcement
20250620_PSDN_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31897366_lamp6.pdf
Asset transaction Needs review PSDNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 40
Page 1
LAPORAN PENILAIAN
PERSONAL PROPERTI
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Disiapkan untuk :
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Terletak di :
Jalan Remifa, RT. 17, RW. 03, Kelurahan Kertapati,
Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi
Sumatera Selatan
Nomor Laporan:
00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
Page 2
HALAMAN JUDUL
LAPORAN PENILAIAN
PERSONAL PROPERTI
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Berupa:
Mesin dan Peralatan
Terletak di:
Pabrik PAN Karet 2, Jalan Remifa, RT. 17, RW. 03, Kelurahan
Kertapati, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi
Sumatera Selatan
Disiapkan untuk:
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Oleh:
KJPP TOTO SUHARTO & REKAN
KANTOR CABANG DEPOK
Jalan Putri Tunggal, Ruko No. 41E, RT. 002 RW. 003
Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat - 16454
Page 3
Page 4
Page 5
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PENGANTAR ................................................................................................ i
DAFTAR ISI ............................................................................................................. iii
PERNYATAAN PENILAI (COMPLIANCE STATEMENT) ............................................... iv
RINGKASAN PENILAIAN (EXECUTIVE SUMMARY) .................................................. vi
1 DEFINISI & LINGKUP PENUGASAN .................................................................. 1
1.1 Status Penilai ............................................................................................... 1
1.2 Pemberi Tugas ............................................................................................. 1
1.3 Pengguna Laporan ....................................................................................... 1
1.4 Objek penilaian dan kepemilikan................................................................ 2
1.5 Jenis mata uang yang digunakan ............................................................... 2
1.6 Maksud dan tujuan penilaian ...................................................................... 2
1.7 Dasar Nilai ................................................................................................... 2
1.8 Tanggal penilaian ........................................................................................ 3
1.9 Tingkat kedalaman investigasi .................................................................... 3
1.10 Sifat dan sumber informasi.......................................................................... 3
1.11 Asumsi umum dan khusus .......................................................................... 4
1.12 Persyaratan atas persetujuan untuk publikasi............................................. 4
1.13 Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan Peraturan OJK No.
28/Pojk.04/2021 Dan SE OJK No 33/Seojk.04/2021.1.7 Serta Standar Penilaian
Indonesia. ............................................................................................................. 4
1.14 Pendekatan penilaian, metode dan alasan penggunaannya ...................... 4
2 PRESENTASI DATA ........................................................................................... 5
2.1 Tinjauan properti sebagai objek penilaian .................................................. 5
2.2 Analisis lokasi dan lingkungan ................................................................... 5
2.3 Deskripsi Mesin dan Peralatan PAN 2 ......................................................... 8
3 TINJAUAN PASAR PROPERTI ........................................................................ 14
3.1 Makro Ekonomi .......................................................................................... 14
3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro ......................................................... 14
3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global ............................................................................ 14
3.1.3 Pertumbuhan Domestik ........................................................................................ 15
3.1.4 Inflasi....................................................................................................................... 16
3.1.5 Nilai Tukar Rupiah ................................................................................................ 16
3.1.6 Suku Bunga ............................................................................................................ 17
3.1.7 Prospek Perekonomian Indonesia ...................................................................... 18
3.2 Perkembangan Industri Karet di Indonesia................................................ 18
3.2.1 Indonesia Dalam Konteks Global ...................................................................... 18
3.2.2 Produksi Karet Alam di Indonesia ..................................................................... 19
3.2.3 Produktifitas Perkebunan Karet Indonesia ...................................................... 21
3.2.4 Harga Karet Dunia............................................................................................... 22
3.2.5 Realisasi Ekspor Karet Indonesia ....................................................................... 23
3.2.6 Realisasi Impor Karet Indonesia ........................................................................ 24
3.2.7 Tantangan Yang Dihadapi Sektor Karet Indonesia ....................................... 24
4 ANALISIS DATA & KESIMPULAN ................................................................... 26
4.1 Analisis Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (Highest and Best Use Analysis) 26
4.2 Implementasi Menggunakan Pendekatan Penilaian ................................. 26
4.2.1 Penilaian Mesin-mesin dan Peralatan .............................................................. 27
4.3 Kesimpulan Penilaian ................................................................................ 29
- iii -
Page 6
PERNYATAAN PENILAI (COMPLIANCE STATEMENT)
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Publik, Penilai Pelaksana
dan tim pendukung lainnya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan penilaian ini, yang mana berdasarkan pada analisis,
opini, dan kesimpulan yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat
sebatas pengetahuan kami.
2. Penilai melakukan pengecekan legalitas properti, tetapi tidak menyatakan
pendapat status hukum dari legalitas properti tersebut. Penilai asumsikan bahwa
legalitas properti tersebut dan surat-surat yang berhubungan dengan properti
tersebut adalah baik dan dapat diperjual-belikan serta bebas dari sengketa.
3. Laporan penilaian ini menjelaskan secara keseluruhan semua batasan-batasan,
yang mana dapat mempengaruhi analisis, opini, dan kesimpulan yang telah
dijelaskan sebelumnya.
4. Penilai tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan
datang terhadap subyek pemberi tugas dalam laporan ini, maupun kepentingan
pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan hal-hal dalam laporan ini atau
pihak-pihak terkait.
5. Biaya profesional tidak berhubungan dengan opini penilaian yang terdapat
dalam laporan ini.
6. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang
ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
7. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan Pemberi Tugas
dan/atau jenis bidang usaha yang dinilai.
8. Hasil penilaian dalam penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau
indikasi nilai awal atau arahan analisis untuk menghasilkan nilai yang subyektif
(memuaskan klien tanpa mencerminkan nilai pasar), besaran nilai, penentuan
pencapaian nilai, atau peristiwa yang terjadi di kemudian hari yang berkaitan
langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
9. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
a) Identifikasi masalah (identifikasi pemberi tugas dan pengguna laporan,
penentuan tujuan penilaian, penentuan dasar nilai, identifikasi objek
penilaian dan hak kepemilikan, tanggal penilaian, asumsi dan kondisi
pembatas);
b) Inspeksi lapangan, pengumpulan data dan wawancara;
c) Analisis data;
d) Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian;
e) Pelaporan Penilaian.
10. Penilai telah melakukan inspeksi lapangan terhadap objek penilaian pada
tanggal 16 – 18 April 2025 dan tanggal penilaian ditentukan 31 Desember 2024.
11. Penugasan penilaian ini adalah merupakan suatu kerja tim (team work). Penilai ahli
dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di
bawah koordinator Penilai Berizin yang memiliki pertanggungjawaban terhadap
Pemberi Tugas maupun Pengguna Laporan sesuai dengan kapasitasnya masing-
masing.
- iv -
Page 7
Page 8
RINGKASAN PENILAIAN (EXECUTIVE SUMMARY)
Pemberi Tugas : PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Alamat : Jl. Siantar No. 6, Kelurahan Cideng, Jakarta Pusat 10150 -
Indonesia
Pengguna Laporan : PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Tujuan Penilaian : Transaksi Jual Beli untuk kepentingan pemilik
Dasar Nilai : Nilai Pasar
Tanggal Inspeksi : 16 - 18 April 2025
Tanggal Penilaian : 31 Desember 2024
Objek Penilaian : Mesin dan Peralatan Produksi Karet. Dengan rincian sebagai
berikut :
Lokasi : Pabrik PAN Karet 2, yang terdiri dari mesin dan peralatan
produksi karet yang terletak Jalan Remifa, RT. 17, RW. 03,
Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang,
Provinsi Sumatera Selatan.
Koordinat : -3.020751, 104.752863
Dokumen : Daftar Fix Aset serta dokumen Invoice Pembelian Generator set.
Penggunaan : PROPERTI HBU
Tertinggi dan Terbaik Mesin dan Peralatan : Mesin dan peralatan produksi
Karet
Asumsi Khusus : a. Inspeksi lapangan yang dikemukakan dalam Laporan ini,
kami lakukan hanya terhadap kondisi aset yang terlihat,
sehingga tidak dimaksudkan untuk memeriksa kondisi aset
yang tidak terlihat dan tidak terjangkau. Kami melakukan
inspeksi secara visual, tetapi tidak secara
terperinci/mendetail pada bagian yang tidak terlihat.
Pendekatan Penilaian : Pendekatan Biaya
Metode Penilaian : Biaya Pengganti Terdepresiasi
Opini Nilai Pasar : Nilai Pasar
Rp 3.636.300.000,-
(tiga miliar enam ratus tiga puluh enam juta tiga ratus ribu rupiah)
Ringkasan eksekutif ini hanya digunakan bersama dengan laporan penilaian dengan segala
asumsi, batasan dan dasar penilaian yang dinyatakan di dalam laporan ini dan tidak seharusnya
dibaca secara terpisah.
- vi -
Page 9
Ringkasan Hasil Penilaian
(dalam rupiah)
URAIAN ASET / OBJEK PENILAIAN NILAI PASAR
v PAN Karet 2 : Mesin dan Peralatan
Jalan Remifa, RT. 17, RW. 03, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang,
Provinsi Sumatera Selatan.
1 - Line Blanket Basah PAN 2 520.560.000,00
1 - Line Crumb Rubber 393.170.000,00
1 - Set Peralatan Laboratorium 31.890.000,00
1 - Set Peralatan Workshop 19.820.000,00
1 - Set Utilitas & Peralatan Penunjang 2.670.830.000,00
Jumlah 3.636.270.000
Dibulatkan 3.636.300.000
- vii -
Page 10
1 DEFINISI & LINGKUP PENUGASAN
1.1 Status Penilai
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto dan Rekan adalah KJPP berdasarkan
Surat Izin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUPKJPP) Nomor 2.09.0055, sesuai
Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1009/KM.1/2009 tanggal
28 Juli 2009.
Pelaksana dan penanggung jawab penugasan ini adalah KJPP Toto Suharto dan
Rekan Cabang Depok yang juga telah mendapatkan izin resmi sebagai Cabang
KJPP dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.
132/KM.1/2025 tertanggal 25 Maret 2025.
Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini, sebagai berikut:
▪ Hery Wahyudianto, S.T., MAPPI (Cert.)
- No. MAPPI : 08-S-02208
- No. Izin Penilai Publik : P-1.24.00659
- No. Register Penilai : RMK-2017.00846
- No. STTD OJK : STTD.PP-277/PM.021/2025
- Kualifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P)
Bertindak dalam kapasitasnya sebagai Penilai Publik dalam proses Penilaian
Properti dan sebagai rekan dalam persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Toto
Suharto & Rekan selaku penyedia jasa penilaian independen. Dalam proses penilaian
properti yang dilakukan oleh persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto &
Rekan akan melibatkan penilai yang terdiri dari Penilai Publik dan tenaga penilai
serta dibantu oleh tenaga pendukung yang terdiri dari pelaksana inspeksi lapangan,
tenaga administrasi, juru ketik dan operator komputer yang kesemuanya merupakan
karyawan persekutuan Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan. Seluruh
Penilai ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim
penugasan di bawah koordinator Penilai Publik.
Penilai tidak mempunyai potensi benturan kepentingan dengan pemberi tugas
ataupun dengan objek penilaian. Oleh karena itu, Penilai berada dalam posisi untuk
memberikan penilaian objektif dan tidak memihak. Penilai merupakan penilai yang
berkompeten untuk melakukan penilaian atas objek penilaian, tanpa menggunakan
tenaga ahli dari luar.
1.2 Pemberi Tugas
Nama : PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Bidang Usaha : Industri Pengolahan Karet dan Kopi
Alamat : Jl. Siantar No. 6, Kelurahan Cideng, Jakarta Pusat 10150 -
Indonesia
Telepon : 021-35285058
Wesite : www.prasidha.co.id
1.3 Pengguna Laporan
Nama : PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Bidang Usaha : Industri Pengolahan Karet dan Kopi
Alamat : Jl. Siantar No. 6, Kelurahan Cideng, Jakarta Pusatn 10150 -
Indonesia
Telepon : 021-35285058
Website : www.prasidha.co.id
-1- 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 11
1.4 Objek penilaian dan kepemilikan
No. Jenis Objek Deskripsi Objek Bukti Kepemilikan Bentuk
Kepemilikan
1. Mesin dan Mesin dan Daftar Fix Aset serta Invoice Tunggal
Peralatan Peralatan Pembelian Generator Set
Produksi Karet
Objek penilaian ini dikategorikan sebagai personal properti berupa:
Mesin dan Peralatan yang digunakan sebagai Produksi Karet Pabrik PAN Karet 2
yang terletak Jalan Remifa, RT. 17, RW. 03, Kelurahan Kertapati, Kecamatan
Kertapati, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Dokumen tersebut berupa copy daftar fix aset serta invoice pembelian generator set
atau salinan yang kami terima dari Pemberi Tugas. Kepemilikan atas aset dimaksud
terikat kepada kepemilikan yang sah berdasarkan pernyataan yang diberikan oleh
Pemberi Tugas.
Objek penilaian merupakan aset operasional, dimana aset operasional menurut
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 28/POJK.04/2021
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal (“POJK
28/POJK.04/2021”) tanggal 28 Desember 2021 di definisikan sebagai sebagai
aset yang digunakan dalam operasional perusahaan yang digunakan secara
berkelanjutan.
Dalam hal ini objek penilaian tidak dalam kondisi beroperasi/bisnis sudah berhenti.
1.5 Jenis mata uang yang digunakan
Kami menilai properti dimaksud dengan menggunakan mata uang Rupiah. Kami
mengingatkan bahwa penggunaan nilai tukar selain yang tercantum dalam laporan
ini tidak berlaku.
1.6 Maksud dan tujuan penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai Nilai Pasar
aset yang dimiliki/dikuasai oleh PT Prasidha Aneka Niaga Tbk untuk tujuan Transaksi
Jual Beli untuk Kepentingan Pemilik. Penilaian ini dilaksanakan dan digunakan untuk
kepentingan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Laporan hasil penilaian tidak untuk digunakan di luar konteks atau tujuan yang dimaksudkan.
Kami tidak bertanggung jawab apabila Laporan Penilaian digunakan selain dari tujuan yang
telah disebutkan di atas.
1.7 Dasar Nilai
Laporan Penilaian ini disusun sesuai Peraturan OJK Nomor 28/POJK.04/2021
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal dan SE
OJK Nomor 33/SEOJK.04/2021.1.7 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal dan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI Edisi VII-2018), dengan dasar
nilai dan definisi-definisi sebagai berikut:
-2- 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 12
Nilai Pasar
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas
ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-
masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
paksaan. (SE OJK Nomor 33/SEOJK.04/2021.I.7)
Nilai Pasar
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk
penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang
berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas
ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-
masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
paksaan. (SPI,101-3.1)
Kami menegaskan bahwa dalam penilaian ini kami tidak memperhitungkan biaya
dan pajak yang terjadi karena adanya jual beli, sesuai dengan yang diatur di dalam
Standar Penilaian Indonesia.
1.8 Tanggal penilaian
Pemeriksaan objek penilaian (inspeksi lapangan) di lokasi dilakukan pada tanggal
16 – 18 April 2025. Tanggal penilaian ditentukan tanggal 31 Desember 2024.
1.9 Tingkat kedalaman investigasi
Investigasi dalam konteks penilaian adalah proses pengumpulan data yang cukup
dengan cara melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis sesuai
tujuan penilaian. Investigasi yang dilakukan dibatasi hal-hal sebagai berikut:
a. Penilai diberikan akses untuk memperoleh data dan informasi yang cukup
termasuk yang didapat melalui inspeksi;
b. Pada aset – aset sejenis dan dalam jumlah relatif banyak, inspeksi dilakukan
secara sampling;
c. Dalam hal objek penilaian dan kelengkapan dokumen tidak dapat/memiliki
keterbatasan diperiksa atau diverifikasi, maka sumber data dan informasi
didasarkan hanya dari pemberi tugas dan/atau pihak lain yang disetujui
pemberi tugas;
d. Pengecekan keabsahan atas dokumen kepemilikan, legal dan perijinan lainnya
ke instansi terkait tidak dilakukan.
1.10 Sifat dan sumber informasi
Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat
disetujui untuk digunakan sepanjang sumber informasi dan data tersebut
dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional.
Sumber informasi dan data tersebut antara lain:
a. Bank Indonesia (BI);
b. Badan Pusat Statistik (BPS);
c. Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
d. Lembaga resmi pemerintah pusat dan/daerah atau swasta yang
mempublikasikan data informasi terkait dengan Properti dan/atau jenis industri
yang dinilai;
-3- 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 13
1.11 Asumsi umum dan khusus
Penilaian ini bergantung pada hal-hal sebagai berikut:
Asumsi Umum
a. Aset dilengkapi dengan dokumen kepemilikan yang berlaku dan sah secara
hukum dapat dialihkan dan bebas dari ikatan, tuntutan, atau halangan apapun
juga;
b. Objek penilaian diasumsikan bebas dari adanya pencemaran lingkungan;
c. Penilai menggunakan seluruh catatan publik yang dapat ditemukan, foto dan
informasi yang berasal dari sumber eksternal, baik dari website, profesional,
pemilik properti maupun sumber terverifikasi lainnya yang diasumsikan benar
dan mencerminkan kondisi yang sebenarnya;
d. Mesin dan Peralatan dinilai sebagai satu kesatuan, ditempat (in-situ) tetapi
dengan asumsi bisnis sudah berhenti.
Asumsi Khusus
a. Inspeksi lapangan yang dikemukakan dalam Laporan ini, kami lakukan hanya
terhadap kondisi aset yang terlihat, sehingga tidak dimaksudkan untuk
memeriksa kondisi aset yang tidak terlihat dan tidak terjangkau. Kami
melakukan inspeksi secara visual, tetapi tidak secara terperinci/mendetail pada
bagian yang tidak terlihat.
1.12 Persyaratan atas persetujuan untuk publikasi
Laporan penilaian dan/atau referensi yang melampirinya hanya ditujukan untuk
pemberi tugas dan pengguna laporan sebagaimana dimaksud pada Lingkup
Penugasan ini. Penggunaan laporan diluar dari ketentuan pada lingkup penugasan
ini harus mendapat persetujuan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto dan
Rekan (TNR) dan pemberi tugas.
1.13 Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan Peraturan OJK No.
28/Pojk.04/2021 Dan SE OJK No 33/Seojk.04/2021.1.7 Serta Standar Penilaian
Indonesia.
Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta laporan Penilaian telah
dibuat berdasarkan Peraturan OJK Nomor 28/POJK.04/2021 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal dan SE OJK Nomor
33/SEOJK.04/2021.1.7 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Properti di Pasar Modal, Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), SPI Edisi VII-
2018 (SPI 300 & 310 edisi revisi penetapan 1 Maret 2020) dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
1.14 Pendekatan penilaian, metode dan alasan penggunaannya
Pendekatan penilaian ataupun metode yang digunakan adalah sebagai berikut :
Pendekatan
Metode Pertimbangan Penggunaan
Penilaian
Pendekatan Pasar - Tidak terdapat pembanding yang
sebanding dan sejenis disekitar lokasi objek
penilaian.
Pendekatan - Tidak digunakan karena data mengenai
Pendapatan pendapatan historis tidak tersedia.
Pendekatan Biaya DRC - Biaya Digunakan karena investor masih
Pengganti mempertimbangkan biaya investasi yang
Terdepresiasi dikeluarkan untuk mendapatkan properti
tersebut.
-4- 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 14
2 PRESENTASI DATA
2.1 Tinjauan properti sebagai objek penilaian
Objek penilaian ini adalah Pabrik PAN Karet 2 yang
terdiri dari mesin dan peralatan yang terletak di Jalan
Remifa, RT. 17, RW. 03, Kelurahan Kertapati,
Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi
Sumatera Selatan.
Pada saat inspeksi lapangan mesin dan peralatan
terpasang dalam satu rangkaian produksi diatas tanah
dan didalam bangunan Pabrik. Mesin dan peralatan
sudah tidak beroperasional sejak Juni 2022.
Pada saat inspeksi lapangan kami didampingi oleh Bapak Jhoni Hermawan selaku
Kabag Lingkungan Hidup dan Bapak Fauzi selaku Staf Listrik dari PT Prasidha Aneka
Niaga, Tbk.
2.2 Analisis lokasi dan lingkungan
Lingkungan disekitar objek penilaian didominasi oleh pengembangan kawasan
permukiman perdesaan. Bangunan menonjol disekitar objek penilaian dalam radius
± 260 meter - 1,6 kilometer adalah sebagai berikut:
Sumber : Google Maps yang diolah
Fasilitas Umum / Sosial : SDN 195 Palembang
Industri : PT. Remco
-5- 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 15
Objek penilaian ini terletak di sebelah utara dari Jalan Remifa, Kelurahan Kertapati,
Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Letak Aset ini
berada kurang lebih 800 meter disebelah timur dari Stasiun Kertapati.
Jalan Remifa Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi
Sumatera Selatan. merupakan jalan 2 (dua) arah memiliki lebar jalan kurang lebih 6
meter dan lebar perkerasan kurang lebih 5 meter. Jalan tersebut dilapisi dengan
perkerasan aspal dengan kondisi cukup.
Pada umumnya jalan di daerah sekitar objek penilaian cukup terpelihara, dengan
lebar jalan antara 6 meter sampai 8 meter terbuat dari perkerasan aspal dilengkapi
drainase terbuka serta dilengkapi lampu penerangan jalan.
Bangunan atau fasilitas yang berdekatan dengan objek ini dan dapat digunakan
sebagai petunjuk, antara lain:
▪ Stasiun Kertapati
▪ SDN 195 Palembang
▪ PT. Remco
Fasilitas umum seperti aliran listrik, air dan telepon sudah tersedia di daerah ini.
Kami mengidentifikasi fasilitas umum dan sosial dari yang berada dekat objek
penilaian, sebagai berikut:
-6- 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 16
▪ Stasiun Kertapati : berjarak ± 850 meter
▪ SDN 195 Palembang : berjarak ± 260 meter
▪ PT. Remco : berjarak ± 1.600 meter
Kami juga mengidentifikasi sisi positif dan sisi negatif dari objek penilaian yaitu:
No. Positif Negatif
1 Lokasi objek penilaian terdapat Berada di kawasan permukiman
Jalan Tol Kramasan Palembang perdesaaan.
dengan jarak ± 10,4 kilometer;
2 Akses jalan menuju lokasi cukup -
baik;
3 Fasilitas umum dan sosial cukup -
tersedia di daerah ini.
Dalam penilaian ini, kami mengasumsikan bahwa properti dimaksud tidak
bertentangan dengan ketentuan dan peraturan yang berkenaan dengan tata kota
dan tata bangunan dan kami mengasumsikan bahwa properti yang dinilai
dilengkapi dengan perizinan Pemerintah Kota setempat.
Untuk kepentingan penilaian ini kami telah mengasumsikan bahwa objek penilaian
dimaksud tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku dan apabila di
kemudian hari terjadi sebaliknya maka penilaian ini tidak berlaku dan harus
dilakukan penilaian kembali. Kami menyarankan untuk menunjuk konsultan audit
independen untuk mendapatkan informasi terinci mengenai hal-hal tersebut di atas.
-7- 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 17
2.3 Deskripsi Mesin dan Peralatan PAN 2
No. Jml Uraian Nilai Pasar
MESIN DAN PERALATAN PAN 2
PRODUKSI BASIC DATA KAPASITAS TERPASANG 36.000 TON/TAHUNN
1. 1 - Blanket Basah PAN 2 587.730.000
Terdiri dari :
2 - Coveyor Breaker 01A & 01B
Kontruksi rangka baja dimensi : 01A Panjang 600 cm x lebar 60
cm x 3 play, digerakan dengan gear motor 3 Hp, sproket RS
80 : 15 T, dimensi : 01B panjang 480 cm x 60 cm x 3 play,
digerakan dengan gear motor 3 Hp, sproket RS: 80 : 28 T.
2 - Prebreaker 01A & 01B
Merek: Liew, Buatan: Singapura, kontruksi baja, digerakan
dengan motor listrik elektro motor 75 hp, paramax gearbox
type PHA905DP3-RL-31,5, ratio: 1.30.85S,SF221.
2 - Rotary Screen 01A & 01B
Konstruksi baja, dimensi: 1 m x 1.55 m, digerakan dengan
motor listrik 2 hp & 3 hp, gearbox shinko 1 : 40.
2 - Crumb Padle 01A & 01B
Kontruksi baja, digerakan dengan moto listrik 2 Hp.
2 - Crumb Padle 02A & 02B
Kontruksi baja, digerakan dengan moto listrik 2 Hp.
2 - Bucket Conveyor 01A & 01B
Konstruksi pelat baja, dimensi: A 5,63 m x 3,20 m, B 4,5 m x
2,40 m, digerakan dengan motor listrik 5 Hp 970 rpm, gear box
chenta & radico.
2 - Conveyor 02A & 02B
Konstruksi baja, digerakan dengan moto listrik 2 Hp.
2 - Crumb Paddle 01AB & 02AB
Konstruksi pelat baja, dimensi: A 70 x 3 play 9 m, B 60 x 3
play 9 m, digerakan dengan motor listrik 3 Hp ratio 1: 3.
1 - Second Breaker 01A
Merek: Koah Seng, buatan: Singapura, konstruksi baja,
digerakan dengan moto listrik 75 Hp, Paramax Gear Box.
1 - Second Breaker 01B
Merek: Koah Seng, buatan: Singapura, konstruksi baja,
digerakan dengan moto listrik 75 Hp, Paramax Gear Box.
1 - Bucket Conveyor 02B
Kontruksi baja, digerakan dengan moto listrik 2 Hp.
1 - Vibrateing Screen 01A
Konstruksi plat baja, digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
1 - Crumb Paddle 03B
Konstruksi plat baja, digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
2 - Bucket Conveyor 03A & 03B
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motorlistrik 2 Hp & 1
Hp.
2 - Hammer Mill 01A & 01B
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motorlistrik 150 Hp,
1500 rpm.
2 - Crumb Paddle 04A & 04B
2 - Bucket Conveyor 04A & 04B
1 - Bucket Conveyor 05
1 - Hammer Mill 02
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motorlistrik 150 Hp,
1500 rpm.
2 - Mungle Cutter 01A & 01B
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp,
1500 rpm, gearbox paramax model PHA-9050 P3 - RL -315,
sproket 80 x 38 T.
2 - Conveyor 03A & 03B
Konstruksi plat baja, digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
2 - Cutter 01A & 01B
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 125 Hp
1500 rpm.
2 - Spiral 02A & 02B
-8- 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 18
No. Jml Uraian Nilai Pasar
1 - Bucket Conveyor 05A
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motorlistrik 2 Hp & 1
1 - Bucket Conveyor 06
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motorlistrik 2 Hp & 1
1 - Bucket Conveyor 07
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motorlistrik 2 Hp & 1
1 - Conveyor 04A
Konstruksi plat baja, digerakan dengan motor listrik 2 Hp.
1 - Stirrer 01
3 - Bucket Conveyor 07A, 07B, 07C
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motorlistrik 2 Hp & 1
Hp.
3 - Pre Mangle 01A, 01B, 01C
Konstruk si rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp,
1470 Rpm, gearbox paramax 31.992.SF1.84.
3 - Mangle 02A, 02B, 02C
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp
1480 Rpm, gear box paramax 30.855 SF.2.21
3 - Mangle 03A, 03B, 03C
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp
1480 Rpm, gear box paramax 30.855 SF.2.21
3 - Mangle 04A, 04B, 04C
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp
1480 Rpm, gear box paramax 30.855 SF.2.21
3 - Mangle 05A, 05B, 05C
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp
1480 Rpm, gear box paramax 30.855 SF.2.21
3 - Mangle 06A, 06B, 06C
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp
1480 Rpm, gear box paramax 30.855 SF.2.21
1 - Mangle List
Konstruksi rangka baja, digerakan dengan motor listrik 50 Hp
1480 Rpm, gear box paramax 30.855 SF.2.21
Unit dilengkapi dengan instalasi pemipaan, platform, panel kontrol serta
standar peralatan lainnya.
Tahun : 2005
Kondisi : Biasa
Tidak beroperasi sejak Juni 2022
2. 1 - Crumb Rubber 443.900.000
1 2 - Line Dryer 327.430.000
Merek: Auto March, buatan: Singapura, konstruksi rangka baja,
tahan apai , disolasi, ukuran 510 cm L x 2.300 cm P, kapasitas
3,5 ton/ jam, kapasitas 18 lory dryer, temperature 135 ° C,
lengkap dengan Burner, Main Fan, Exhaust fan, Konveyor
rantai, panel kontrol serta standar peralatan lainnya.
1 1 - Shreder Machine 19.270.000
1 Lot Forming Box 10.400.000
1 1 - Hydraulic Press 54.520.000
1 1 - Rantai Penarik Crumb Rubber 28.710.000
1 1 - Chain Conveyor 3.570.000
Unit dilengkapi dengan peralatan standar lainnya
Tahun : 2005
Kondisi : Biasa
Tidak beroperasi sejak Juni 2022
3. 1 - Peralatan Laboratorium 36.790.000
1 1 - Timbangan Electric Avery HL 120 2.950.000
1 3 - Timbangan electric Avery L 105 1.100.000
1 1 - Peralatan Laboratorium 16.230.000
1 2 - Timbangan Elektronik Avery U/ Labor 2.830.000
1 2 - Oven Pri Merk Thermocenter U/Labor 11.900.000
1 1 - Indikator Gst 9600 Sn 966715 U/Labor 1.780.000
Tahun : 2005
Kondisi : Biasa
-9- 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 19
No. Jml Uraian Tahun
3. 1 - Peralatan Laboratorium
1 1 - Timbangan Electric Avery HL 120 2016
1 3 - Timbangan electric Avery L 105 2016
1 1 - Peralatan Laboratorium 2016
1 2 - Timbangan Elektronik Avery U/ Labor 2016
1 2 - Oven Pri Merk Thermocenter U/Labor 2012
1 1 - Indikator Gst 9600 Sn 966715 U/Labor 2016
Kondisi : Kurang Baik
Tidak beroperasi sejak Juni 2022
4. 1 - Peralatan Workshop
1 1 - Peralatan Bengkel 2012
1 1 - Mesin Bubut Second Tipe CY-L1640G 2012
Kondisi : Kurang Baik
Tidak beroperasi sejak Juni 2022
5. 1 - Utilitas & Peralatan Penunjang
1 1 - Mesin Thermal Coal Fired Boiler Pan 2 2014
Merek: Alstom, buatan: Jerman, tahun : 2013, konstruksi
rangka baja, kapasitas 2.000.000 kcal/Hr, bahan bakar batu
bara, dilengkapi dengan Oil Tank, Dearator, ID Fan, Chimney,
1 1 - Mesing Generator Diesel Cat Dg/C32/800Ekw 2012
Tahun 2005, Alternator : Catterpillar tipe SR4, Engine Diesel:
Caterpillar tipe TM 3412, 12 silinder, sistem pendingin
radiator, starter dengan bateray.
1 1 - Mesin Cattepilar Engine Genset 3412 2012
Tahun 2005, Alternator : Catterpillar tipe SR4, Engine Diesel:
Caterpillar tipe TM 3412, 12 silinder, sistem pendingin
radiator, starter dengan bateray.
1 1 - Jaringan Distribusi Daya Listrik 2012
Kapasitas 1.730 Kva, berbagai macam kabel tembaga
terisolasi, panel kontrol, panel distribusi, kapasitor bank serta
standar peralatan lainnya.
1 1 - Tangki Bahan bakar 2012
Unit dilengkapi dengan panel kontrol standar peralatan lainnya
Kondisi : Kurang Baik
Tidak beroperasi sejak Juni 2022
- 10 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 20
FOTO-FOTO MESIN DAN PERALATAN
Conveyor Pre Breaker Pre Breaker
Rotary Screen Second Breaker
Second Breaker Bucket Conveyor
Bucket Conveyor Bucket Conveyor
- 11 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 21
FOTO-FOTO MESIN DAN PERALATAN
Conveyor Hamer Mill
Mangle Mangle List
Panel Kontrol Electric Generator Set
- 12 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 22
FOTO-FOTO MESIN DAN PERALATAN
Drying Press Hydroulic
Metal Detector Roller Conveyor
Coal Thermal Oil Boiler Peralatan Laboratorium
Lathe Machine Peralatan Laboratorium
- 13 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 23
3 TINJAUAN PASAR PROPERTI
3.1 Makro Ekonomi
3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro
Tabel 3.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
• Di bidang ekonomi, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih
tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan
Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada ketidakpastian pasar
keuangan global.
• Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen, melambat dibanding
capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen (c-to-c).
• Nilai tukar Rupiah tetap terkendali ditengah ketidakpastian global yang tinggi,
didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap
dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar
1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
• Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi
sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau
6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di
atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
• Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya
2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy).
Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26%
(yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate)
untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya.
(Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 dan diolah)
3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global
Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar keuangan
global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat dari prakiraan
didukung oleh stimulus fiscal yang meningkatkan permintaan domestic dan kenaikan
investasi di bidang teknologi yang mendorong peningkatan produktivitas. Sebaliknya,
ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah dipengaruhi oleh menurunnya
keyakinan konsumen dan tertahannya produktivitas, sementara ekonomi India masih
tertahan akibat sektor manufaktur yang terbatas. Sejalan dengan itu, prospek
pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya
menjadi 3,2%.
- 14 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 24
Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada
ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta dampak kebijakan
tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak pada menguatnya
ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal AS
yang lebih ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor
jangka pendek maupun jangka panjang. Bersamaan dengan ketegangan geopolitik
yang meningkat, perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi
investor global untuk memindahkan portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar AS
naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia.
Berbagai perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam
memitigasi dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong
pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
Tabel 3.1. Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber : IMF WEO *Proyeksi Bank Indonesia
3.1.3 Pertumbuhan Domestik
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah dari
prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah
prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi
maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan
sedikit di bawah titik Tengah kisaran 4,7–5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi
diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor
diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-
negara mitra dagang
utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan
menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan
ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama, dorongan investasi swasta juga
belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas produksi dalam memenuhi
permintaan, baik domestic maupun ekspor. Bank Indonesia memprakirakan
pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7– 5,5%, sedikit lebih
rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia
terus mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga stabilitas dan turut
mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan
melalui optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi
transaksi pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia dengan kebijakan stimulus fiskal
Pemerintah. Lebih dari itu, Bank Indonesia mendukung penuh implementasi program-
- 15 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 25
program Pemerintah dalam Asta Cita, termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan
ekonomi, serta akselerasi ekonomi dan keuangan digital.
3.1.4 Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya 2,5±1%,
sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy). Perkembangan ini
dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan
konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan
ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile food
(VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring
berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID
melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam
kisaran sasaran inflasi nasional.
Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya.
Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam
sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai
tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi
VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia
dan Pemerintah Pusat dan Daerah.
Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna
menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan
tetap mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi.
Tabel 3.3. Inflasi Indonesia y-to-y (2019 -2024)
3.1.5 Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi,
didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar
AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar 1,00%
(ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap
dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya,
seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah
sebesar 1,20%; 1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat
terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap
mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut sejalan dengan
kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran masuk modal asing
yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta
prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan
- 16 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 26
stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal
hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia
yang tetap baik. Seluruh instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk
penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI,
SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk
investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.
3.1.6 Suku Bunga
Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan baik dalam upaya
turut mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak
di sekitar BI-Rate, yaitu 6,03% pada 14 Januari 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor
6, 9, dan 12 bulan tanggal 10 Januari 2025 tercatat menarik untuk mendukung aliran
masuk modal asing masing-masing pada level 7,06%; 7,10%; dan 7,23%. Imbal hasil
SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun per 14 Januari 2025, masing-masing meningkat
menjadi 6,98% dan 7,25% sehingga juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil
instrumen keuangan domestik di tengah berlanjutnya ketidakpastian global.
Sementara itu, suku bunga perbankan tetap terjaga ditopang likuiditas perbankan
yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang makin baik
dengan transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada
Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan 9,20%, relatif stabil
dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi KLM. Pada 2025, KLM
diarahkan untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan guna mendukung
pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1 Januari 2025, insentif KLM telah
disalurkan pada sektorsektor yang mendukung pertumbuhan dan penciptaan
lapangan kerja, yaitu antara lain sektor pertanian, perdagangan dan manufaktur,
transportasi, pergudangan dan pariwisata dan ekonomi kreatif, konstruksi, real estate,
dan perumahan rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau. Hingga minggu kedua
Januari 2025, Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun,
atau meningkat sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober 2024.
Insentif dimaksud telah disalurkan kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp129,1
triliun, bank BUSN sebesar Rp130,6 triliun, BPD sebesar Rp29,9 triliun, dan KCBA
sebesar Rp5 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran
kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas
keuangan, Kementerian/Lembaga, perbankan, dan pelaku usaha.
Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan tetap memadai,
tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada Desember
2024 yang tinggi sebesar 25,59%. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
Ratio/CAR) perbankan pada November 2024 tercatat tinggi sebesar 26,89%,
tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit.
Risiko kredit tetap terkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (NonPerforming
Loan/NPL) perbankan pada November 2024 yang terjaga rendah, sebesar 2,19%
(bruto) dan 0,75% (neto). Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan
perbankan yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, serta ditopang oleh
kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Bank Indonesia
akan terus memperkuat sinergi kebijakan Bersama KSSK dalam memitigasi berbagai
risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada tahun 2024 tetap tumbuh
didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Pembayaran digital
mencapai 34,5 miliar transaksi atau tumbuh 36,1% (yoy) yang didukung oleh seluruh
komponennya. Volume transaksi pada aplikasi mobile tumbuh sebesar 39,1% (yoy),
- 17 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 27
demikian pula volume transaksi pada internet yang tumbuh sebesar 4,4% (yoy) pada
tahun 2024. Di samping itu, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap
tumbuh pesat sebesar 175,2% (yoy) didukung peningkatan jumlah pengguna dan
merchant. Pembayaran digital diproyeksikan meningkat 52,3% (yoy) pada tahun
2025. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST
mencapai 3,4 miliar transaksi atau tumbuh 62,4% (yoy) dengan nilai mencapai Rp8,9
triliun pada tahun 2024. Volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS
mencapai 10,3 juta transaksi atau tumbuh 3,1% (yoy) dengan nilai Rp126,3 ribu triliun,
meningkat 17,6% (yoy) pada tahun 2024. Pada tahun 2025, volume transaksi BIFAST
diprakirakan tumbuh 34,1% (yoy) dan nilai transaksi BI-RTGS diprakirakan tumbuh
11,4% (yoy). Sementara itu, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang
Diedarkan (UYD) tumbuh 9,3% (yoy) menjadi Rp1.204,5 triliun pada akhir Desember
2024 dan diprakirakan tumbuh 5,7% (yoy) pada tahun 2025.
3.1.7 Prospek Perekonomian Indonesia
Prospek ekonomi Indonesia pada 2025 diprakirakan tetap positif, dengan
pertumbuhan sekitar 4,7–5,5%, didukung oleh stabilitas perekonomian yang terus
terjaga. IMF memprediksikan pertumbuhan perekonomian Indonesia di level 5,1
persen. Sementara Bank Dunia, melalui laporannya Indonesia Economic Prospects
pada Desember 2024 memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 sebesar
5,1 persen. Sedangkan OECD pada laporannya November 2024, memperkirakan
pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 sebesar 5,2 persen. Proyeksi ini sesungguhnya
tidak terlalu berbeda jauh dengan target pertumbuhan
ekonomi pada APBN 2025 sebesar 5,2 persen. Inflasi rata rata, Bank Dunia
memprediksikan akan berada di kisaran 2,4 persen, sementara Institute For
Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan inflasi di level 2,8%.
Sedangkan target inflasi pada APBN 2025 sebesar 2,5 persen. Perkiraan inflasi
terkendali, dan berada di level rendah ini dikarenakan dua hal, yakni dari sisi
eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, merujuk Laporan IMF pada Oktober 2024
menggambarkan bahwa perjuangan global melawan Inflasi sebagian besar berhasil
dimenangkan. Tingkat inflasi secara global diperkirakan mencapai 3,5% pada akhir
2025.
3.2 Perkembangan Industri Karet di Indonesia
Karet, dikenal karena kualitas elastisnya, adalah komoditas pertanian yang digunakan
dalam banyak produk dan peralatan di seluruh dunia (mulai dari produk industri
hingga produk rumah tangga, dengan industri ban sebagai konsumen karet terbesar.
Terdapat dua jenis karet, yaitu (1) karet alam dan (2) karet sintetis. Karet alam terbuat
dari getah (lateks) dari pohon karet, sedangkan karet sintetis terbuat dari minyak
mentah.
Kedua jenis tersebut dapat saling menggantikan dan karenanya mempengaruhi
permintaan (dan harga) masing-masing di pasar global; ketika harga minyak mentah
naik (yang membuat karet sintetis lebih mahal), permintaan akan karet alam
meningkat. Namun, ketika gangguan pasokan (suplai) karet alam membuat harga
karet alam naik, maka pasar cenderung beralih ke karet sintetis.
Bagian ini membahas sektor karet alam Indonesia. Indonesia adalah penghasil karet
alam terbesar kedua di dunia dan juga pengekspor terbesar kedua (setelah Thailand).
3.2.1 Indonesia Dalam Konteks Global
Pohon karet membutuhkan suhu tinggi yang konstan (26-32 derajat Celsius) dan
lingkungan yang lembab supaya dapat berproduksi secara maksimal. Kondisi-kondisi
ini ditemukan di Asia Tenggara, tempat sebagian besar karet alam dunia diproduksi.
- 18 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 28
Sekitar 70 persen dari produksi karet alam global berasal dari Thailand, Indonesia,
dan Vietnam.
Memerlukan waktu tujuh tahun untuk sebatang pohon karet mencapai usia produksinya.
Setelah itu, pohon karet dapat berproduksi hingga 25 tahun lamanya. Namun, karena
siklus yang panjang dari pohon ini, penyesuaian pasokan jangka pendek tidak dapat
dilakukan.
Berdasarkan data dari Statista, Thailand tetap menjadi produsen karet alam terbesar
di dunia pada tahun 2023, dengan produksi karet alam sebesar 4,71 juta metrik ton
pada tahun itu. Di posisi kedua adalah Indonesia, dengan produksi sebesar 2,65 juta
metrik ton.
Tabel 3.4. Lima Negara Penghasil Karet (Alam) Terbesar pada Tahun 2023
3.2.2 Produksi Karet Alam di Indonesia
Sebagai produsen karet alam terbesar kedua, Indonesia memasok karet dalam jumlah
besar ke pasar global. Sejak tahun 1980an, sektor karet Indonesia telah mengalami
pertumbuhan produksi yang stabil. Namun, tabel 2 menunjukkan bahwa telah terjadi
penurunan bertahap dalam produksi karet alam di Indonesia setelah tahun 2017.
Tabel 3.5. Produksi Karet Alam di Indonesia, 2008-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Setelah mencapai puncak produksinya pada tahun 2017, produksi karet alam di
ndonesia mulai menurun. Meskipun kemerosotan pada periode 2020-2021 sangat
dipengaruhi oleh krisis COVID-19 (dan penyakit gugur daun yang menyerang
- 19 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 29
perkebunan karet), sayangnya belum ada pemulihan ke tingkat pra-pandemi setelah
krisis itu berakhir.
Perkebunan Karet di Indonesia
Kebanyakan produksi karet Indonesia berasal dari provinsi-provinsi berikut:
1. Sumatra Selatan
2. Sumatra Utara
3. Riau
4. Jambi
5. Kalimantan Barat
Sumatera Selatan merupakan pemasok karet terbesar karena provinsi ini
menyumbang sekitar 25-30 persen terhadap produksi karet nasional.
Sebagian besar produksi karet nasional - sekitar 90 persen - dihasilkan oleh petani
kecil. Oleh karena itu, perkebunan milik negara dan perkebunan besar milik swasta
hanya berperan kecil dalam produksi karet nasional.
Yang menarik di tabel 3 yaitu pertumbuhan yang mengesankan dalam produksi karet
di perkebunan rakyat kecil antara tahun 2002 sampai sekarang, sementara produksi
di perkebunan besar (baik milik swasta maupun negara) telah menurun secara
signifikan di periode yang sama. Ini berarti bahwa dalam hal produksi karet, Indonesia
menjadi semakin bergantung pada petani kecil. Di bawah kami jelaskan mengapa hal
ini merupakan situasi yang berisiko.
Tabel 3.6. Produksi Karet Kering di Indonesia per Status Pengusahaan
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
- 20 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 30
Untuk memahami tren yang terlihat pada tabel 3, kita perlu mencermati lebih teliti soal
luas perkebunan karet di Indonesia. Luas total perkebunan karet Indonesia meningkat
secara stabil antara tahun 2002 dan 2021. Pada tahun 2002, luas perkebunan karet
nasional mencapai 3,34 juta hektare. Pada tahun 2021 luas total perkebunan karet
nasional telah tumbuh menjadi 3,78 juta hektare, terutama karena perluasan
perkebunan rakyat sehingga membantu mendorong peningkatan produksi karet
nasional. Namun, terjadi penurunan luas perkebunan karet yang signifikan setelah
tahun 2021, terutama karena penurunan luas perkebunan rakyat.
Tabel 3.7 Luas Perkebunan Karet di Indonesia
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
3.2.3 Produktifitas Perkebunan Karet Indonesia
Berdasarkan tabel 3 dan 4, ada hal menarik yang terjadi di Indonesia selama dua
dekade terakhir. Sementara produksi karet nasional tumbuh sebesar 39,0 persen
antara tahun 2002 dan 2023, luas total perkebunan karet nasional malah menyusut
sebesar 5,7 persen (selama periode yang sama). Artinya, Indonesia memproduksi lebih
banyak karet di perkebunan yang lebih sedikit. Dengan kata lain: produktivitas karet
telah meningkat pesat di Indonesia.
Umumnya, di Indonesia, serangkaian faktor telah membuat petaninya (pada dasarnya
petani komoditas pertanian apa pun) kurang produktif dibandingkan dengan petani
di negara-negara lain. Misalnya, Indonesia hanya mampu menghasilkan 1.088
kilogram (kg) karet per hektar (ha) di provinsi penghasil karet teratasnya, Sumatera
Selatan (dan produktivitas nasional jauh di bawah tingkat itu), sementara petani di
Thailand menghasilkan rata-rata 1.800 kg karet per ha. Lagipula, di Vietnam (1.720
kg/ha) dan Malaysia (1.510 kg/ha) tingkat produktivitas karet juga jauh lebih tinggi
dibanding di Indonesia.
Tabel 3.8 Provinsi dengan Produktivitas Karet Kering Tertinggi di 2023
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
- 21 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 31
Faktor-faktor utama yang menghambat produksi petani Indonesia adalah pohon-
pohon yang sudah tua (sehingga produktivitasnya menurun), kurangnya keahlian dan
teknologi para petani kecil, kurangnya kesiapan finansial, dan kurangnya dukungan
dari pemerintah (dalam hal pemberian pinjaman lunak kepada petani serta program
lainnya).
Jadi, meskipun produktivitas telah meningkat selama beberapa dekade belakangan
ini, masalahnya adalah ketika perkebunan karet besar milik swasta dan negara
mengalami penurunan, sektor ini menjadi semakin bergantung pada petani kecil.
Masalah dengan petani kecil ini adalah mereka umumnya tidak memiliki modal,
teknologi, dan keahlian untuk mengoptimalkan produktivitas (sementara perkebunan
besar biasanya memiliki sumber daya keuangan untuk berinvestasi pada keahlian,
pengetahuan, dan teknologi, termasuk program peremajaan pohon).
3.2.4 Harga Karet Dunia
Karena prospek positif di sektor perkebunan karet berkat harga karet dunia yang
menarik (harga ini khususnya tinggi pada periode 2005-2014, sesuai boom komoditas
pada tahun 2000an, lihat grafik di bawah), terjadi pergeseran dari komoditas seperti
kakao, kopi, dan teh, ke arah pendirian perkebunan kelapa sawit dan karet di
Indonesia. Bahkan setelah boom komoditas berakhir sekitar tahun 2012, harga karet
dunia masih tetap tinggi untuk sementara waktu.
Namun, sejak akhir tahun 2014 harga karet dunia (kurang lebih) bergerak
menyamping pada level yang cukup jauh dari posisi rekor tertingginya. Jadi, orang
memang bisa bertanya-tanya apakah prospek perkebunan karet masih
menguntungkan. Ini mungkin menjelaskan mengapa tabel 4 menunjukkan bahwa luas
perkebunan karet telah menyusut secara signifikan selama beberapa tahun terakhir.
Harga karet dunia terutama dipengaruhi oleh permintaan dari industri ban karena
industri ini menyumbang sekitar 60 persen dari konsumsi karet alam (sehingga menjadi
pendorong utama harga karet).
Harga Karet Dunia, Juli 1997 - Desember 2024 (dalam sen USD/kilogram)
Sumber : www.tradingeconomics.com
- 22 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 32
3.2.5 Realisasi Ekspor Karet Indonesia
Sekitar 75-80 persen dari produksi karet alam Indonesia diekspor, dengan pasar
ekspor terbesar Jepang dan Amerika Serikat. Sementara itu, Tiongkok, India, dan
Korea Selatan juga merupakan pembeli utama karet Indonesia.
Tabel 3.9 Negara Tujuan Utama Ekspor Karet Alam Indonesia di 2023
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Tabel 7 menunjukkan bahwa volume ekspor karet dari Indonesia mencapai puncaknya
pada tahun 2017, dan kemudian terus menurun hingga tahun 2022 (kecuali tahun
2021 ketika terjadi sedikit peningkatan (rebound) setelah titik paling parah krisis
COVID-19 lewat pada tahun 2020). Penurunan kinerja ekspor karet ini sangat
disayangkan karena lewat ekspor karet (seluruh spektrum hulu-hilir) cukup banyak
pendapatan devisa masuk ke dalam Indonesia.
Tabel 3.10 Statistik Ekspor Karet Alam Indonesia
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Ada 24 jenis produk karet yang diekspor oleh Indonesia. Namun, hanya tiga yang
layak disebutkan di sini karena 21 kategori lainnya tidak signifikan. Namun, di antara
ketiga kategori tersebut, ada satu yang benar-benar dominan. Sekitar 90 persen dari
- 23 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 33
semua produk karet yang diekspor dari Indonesia adalah Technically Specified
Natural Rubber (TSNR 20, dengan Kode HS 40012220).
Tabel 3.11 Tiga Besar Produk Ekspor Karet Alam Indonesia (dalam ton)
3.2.6 Realisasi Impor Karet Indonesia
Meskipun Indonesia memiliki surplus perdagangan yang lebar dalam hal karet alam
(artinya ekspor karet alam jauh lebih unggul daripada impor karet alam), telah terjadi
peningkatan kuat dalam impor karet alam dan sintetis masuk ke Indonesia selama dua
dekade terakhir (meskipun peningkatan kuat ini berasal dari basis yang rendah).
Tabel 3.12 Impor Karet (Volume)
Tabel 3.12 Impor Karet (Nilai)
3.2.7 Tantangan Yang Dihadapi Sektor Karet Indonesia
Seperti disebutkan di atas, tantangan utama yang menghambat pertanian karet di
Indonesia adalah:
• Perkebunan karet alam Indonesia kurang produktif dibandingkan dengan
perkebunan karet di negara-negara tetangga, karena sebagian besar produksinya
di Indonesia dipasok oleh petani kecil. Petani kecil ini tidak memiliki teknik pertanian
yang paling efisien dan memiliki keterbatasan dana untuk berinvestasi pada pohon
baru (peremajaan pohon), pupuk berkualitas tinggi, dll.
• Koordinasi dan kerja sama yang lemah antara Kementerian Pertanian, Kementerian
Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan menyebabkan ketidakpastian yang
sangat tinggi bagi para pelaku industri karet. Seringkali, ketiga kementerian ini
- 24 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 34
saling menunjukkan ketika tindakan/regulasi/program diperlukan, sehingga pada
akhirnya tidak terjadi perbaikan samasekali.
• Penurunan struktural dalam luas perkebunan karet di Indonesia sejak tahun 2021
(yang berhubungan dengan turunnya harga karet di pasar global), sementara
sulitnya untuk menambah perkebunan karet baru (karena dibutuhkan sekitar tujuh
tahun bagi pohon karet untuk mulai menghasilkan lateks).
• Lambatnya pertumbuhan industri manufaktur Indonesia (terutama industri otomotif
yang menyerap sekitar setengah dari produksi karet alam Indonesia, diikuti oleh
industri sarung tangan, sarung tangan medis, benang karet, alas kaki, karpet, dan
peralatan lainnya) berarti permintaan dalam negeri akan karet tidak tumbuh
dengan pesat.
Peningkatan impor karet alam dan sintetis terjadi karena Indonesia tidak memiliki
industri pengolahan karet yang berkembang.
- 25 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 35
4 ANALISIS DATA & KESIMPULAN
4.1 Analisis Penggunaan Tertinggi dan Terbaik (Highest and Best Use
Analysis)
Penggunaan tertinggi dan terbaik (Highest and Best Use) didefinisikan sebagai
penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari suatu objek, yang secara fisik
dimungkinkan, telah dipertimbangkan secara memadai, secara hukum diijinkan,
secara finansial layak, dan menghasilkan nilai tertinggi dari objek tersebut. (SPI Edisi
VII-2018, KPUP 10.1).
Berdasarkan hasil inspeksi yangtelah kami lakukan terhadap kondisi aset yang kami
nilai, kami berpendapat bahwa aset sesuai penggunaannya telah memenuhi
kelayakan Highest and Best Use (HBU).
Kami menyadari bahwa analisa mendetail dan terperinci terhadap penggunaan
yang tertinggi dan terbaik Highest and Best Use belum kami lakukan karena
sebagaimana dalam SPI Edisi VII – 201, KPUP. 10.7 hal tersebut merupakan
pekerjaan terpisah dari pekerjaan penilaian aset.
4.2 Implementasi Menggunakan Pendekatan Penilaian
Standar Penilaian Indonesia (KPUP 14.1) membagi 3 (tiga) pendekatan penilaian
utama untuk real properti yaitu;
1. Pendekatan Pasar
2. Pendekatan Pendapatan
3. Pendekatan Biaya
Pendekatan atau metode penilaian yang paling sesuai untuk digunakan tergantung
kepada pertimbangan sebagai berikut :
- Dasar dan premis nilai yang sesuai, ditentukan oleh persyaratan dan tujuan
penugasan penilaian.
- Kekuatan dan kelemahan dari pendekatan dan metode penilaian yang mungkin
diterapkan.
- Kesesuaian dari setiap metode dilihat dari karakteristik aset, dan pendekatan
atau metode yang umum digunakan oleh pelaku pasar dalam pasar yang
relevan.
- Ketersediaan dari informasi yang andal yang dibutuhkan dalam penerapan
metode atau beberapa metode.
Dalam penilaian ini, kami mempertimbangkan menggunakan Pendekatan Biaya
dengan Metode Biaya Reproduksi Terdepresiasi (DRC) sebagai pendekatan dan
metode penilaian yang paling sesuai untuk digunakan, mengingat kondisi berikut :
Pendekatan
Metode Pertimbangan Penggunaan
Penilaian
Pendekatan Pasar - Tidak terdapat pembanding yang
sebanding dan sejenis disekitar lokasi objek
penilaian.
Pendekatan - Tidak digunakan karena data mengenai
Pendapatan pendapatan historis tidak tersedia.
Pendekatan Biaya DRC - Biaya Digunakan karena investor masih
Pengganti mempertimbangkan biaya investasi yang
Terdepresiasi dikeluarkan untuk mendapatkan properti
tersebut.
- 26 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 36
Pendekatan Biaya
Pendekatan Biaya adalah Pendekatan Penilaian untuk mendapatkan indikasi Nilai
obyek penilaian berdasarkan Biaya Reproduksi Baru (Reproduction Cost New) atau
Biaya Pengganti Baru (Replacement Cost New), pada Tanggal Penilaian (Cut Off
Date) setelah dikurangi dengan Penyusutan.
Pendekatan Biaya memberikan indikasi nilai menggunakan prinsip ekonomi bahwa
pembeli akan membayar aset tidak lebih dari biaya untuk mendapatkan aset
dengan utilitas yang sama, baik melalui pembelian atau dengan pembuatan
konstruksi dengan mengecualikan faktor-faktor seperti waktu yang tidak semestinya,
ketidaknyamanan, risiko dan faktor-faktor lainnya. Pendekatan ini memberikan
indikasi nilai dengan menghitung biaya pengganti atau reproduksi saat ini dari aset
dan membuat pengurangan untuk kemunduran fisik dan seluruh bentuk keusangan
lainnya yang relevan. (SPI 106.6.5.a)
Dalam pendekatan biaya digunakan prosedur sebagai berikut:
1. Menghitung biaya pengganti baru atas mesin dan peralatan.
2. Biaya pengganti baru dikurangkan dengan penyusutan fisik, keusangan
fungsional dan keusangan eksternal.
a. Penyusutan Fisik disebabkan umur mesin, peralatan dan kondisi
pemeliharaan;
b. Keusangan Fungsional disebabkan kemajuan dalam teknologi yang lebih
efisien menghasilkan;
c. Keusangan Eksternal karena pengaruh eksternal yang mempengaruhi nilai
dari aset.
Kami menegaskan bahwa dalam penilaian ini kami tidak memperhitungkan biaya dan
pajak yang terjadi karena adanya jual beli, sesuai dengan yang diatur di dalam
Standar Penilaian Indonesia.
4.2.1 Penilaian Mesin-mesin dan Peralatan
Dengan digunakannya pendekatan biaya maka metode yang digunakan
adalah Metode Biaya Pengganti. Metode ini dikenal juga dengan Metode
Biaya Pengganti Terdepresiasi (Depreciated Replacement Cost/DRC) dalam
Pendekatan Biaya digunakan untuk mendapatkan nilai Pasar Mesin dan
Peralatan. Metode biaya pengganti baru adalah biaya yang relevan dalam
menentukan harga dimana pelaku pasar akan membayar, yang didasarkan
pada penggantian aset dengan utilitas yang setara, dan bukan membuat aset
yang sama secara fisik. Metode biaya reproduksi adalah menghitung seluruh
biaya yang akan dikeluarkan oleh pelaku pasar tipikal yang akan membuat
aset serupa (replika) dari aset yang dinilai, menentukan apakah terdapat
depresiasi yang terkait dengan fisik, fungsi dan eksternal yang berhubungan
dengan aset yang dinilai dan mengurangkan total depresiasi dari total biaya
reproduksi baru untuk mendapatkan nilai dari aset.
- 27 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 37
Rincian Nilai Pengganti Baru dan Biaya Pengganti/Reproduksi Baru yang Disusutkan
adalah sebagai berikut :
(dalam rupiah)
URAIAN ASET / OBJEK PENILAIAN NILAI PASAR
v PAN Karet 2 : Mesin dan Peralatan
Jalan Remifa, RT. 17, RW. 03, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati, Kota
Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
1 - Line Blanket Basah PAN 2 520.560.000,00
1 - Line Crumb Rubber 393.170.000,00
1 - Set Peralatan Laboratorium 31.890.000,00
1 - Set Peralatan Workshop 19.820.000,00
1 - Set Utilitas & Peralatan Penunjang 2.670.830.000,00
Jumlah 3.636.270.000
Dibulatkan 3.636.300.000
- 28 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 38
4.3 Kesimpulan Penilaian
Dengan memperhatikan semua keterangan, faktor-faktor seperti yang terdapat
dalam laporan ini dan berdasarkan pada asumsi dan syarat pembatas yang
berlaku, kami berpendapat bahwa opini Nilai Pasar dari aset milik PT Prasidha
Aneka Niaga Tbk berupa Pabrik PAN Karet 2, Jalan Remifa, RT. 17, RW. 03,
Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi Sumatera
Selatan., kami berpendapat bahwa opini Nilai Pasar dari aset tersebut di atas pada
tanggal 31 Desember 2024, adalah sebesar
Rp 3.636.300.000,-
(tiga miliar enam ratus tiga puluh enam juta tiga ratus ribu rupiah)
Ketidakpastian ekonomi menyebabkan sulitnya memperoleh hasil penilaian secara
akurat. Kami menyarankan untuk menggunakan laporan ini dengan penuh kehati-
hatian dan memahami seutuhnya asumsi, batasan, kondisi, komentar dan detil
keseluruhan bagian laporan yang mendasari opini nilai atas properti dimaksud.
Hormat kami
KJPP Toto Suharto & Rekan Cabang Depok
Hery Wahyudianto, S.T., MAPPI (Cert.)
Rekan/Partner
No. MAPPI : 08-S-02208
No. Izin Penilai Publik : P-1.24.00659
No. Register Penilai : RMK-2017.00846
No. STTD OJK : STTD.PP-277/PM.021/2025
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P)
- 29 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 39
KONDISI & SYARAT PEMBATAS
Penilaian dan Laporan Penilaian ini bergantung kepada Kondisi dan Syarat Pembatas
sebagai berikut:
1. Kami tidak memiliki kepentingan terhadap objek yang dinilai saat ini, baik untuk
kepentingan saat ini maupun dikemudian hari.
2. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam Laporan Penilaian ini serta tujuan
penilaian yang diungkapkan dalam Laporan menjadi dasar analisis, pendapat
dan kesimpulan yang diuraikan didalamnya adalah benar.
3. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai.
4. Kami tidak meneliti semua hal yang menyangkut keabsahan atas dokumen-
dokumen kepemilikan objek ini, oleh karenanya kami menyarankan pihak yang
berkepentingan, melakukan konsultasi pada konsultan hukum, untuk mendapatkan
opini sehubungan dengan aspek hukum.
5. Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada kami seperti yang
disebutkan dalam Laporan Penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi kami
tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak
sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa
menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan kami terhadap data yang
ada, pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari instansi pemerintah
yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
tersebut sepenuhnya berada dipihak Pemberi Tugas.
6. Apabila dikemudian hari diketahui adanya informasi (data, dokumen-dokumen)
yang terkait berbeda dengan yang diuraikan dalam Laporan Penilaian, maka
Laporan Penilaian dan opini indikasi nilai yang ada didalamnya dengan
sendirinya tidak berlaku lagi.
7. Apabila terdapat suatu tuntutan dan/atau gugatan sehubungan dengan objek
yang sedang dinilai oleh KJPP Toto Suharto & Rekan, maka tuntutan dan/atau
gugatan tersebut dapat diabaikan dan kami menganggap objek tersebut dalam
keadaan bebas, tidak digadaikan dan/atau dijaminkan dan/atau tidak ada
tuntutan maupun gugatan dan saat ini kami mengasumsikan objek berada dalam
kepemilikan yang sah dan/atau dalam pengawasan dan tanggung jawab dari
pemilik objek tersebut.
8. KJPP Toto Suharto & Rekan dalam hubungan dan berkaitan dengan tugas
penilaian ini, dapat memberikan keterangan kepada pihak lain selain Pemberi
Tugas dan/atau pengguna Laporan dan/atau memberikan kesaksian pada suatu
sidang pengadilan maupun badan Pemerintah lainnya yang berkenaan dengan
objek yang dinilai, dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan (komitmen)
dari pihak pemberi tugas dan segala beban biaya yang timbul menjadi beban
dan tanggung jawab dari pemberi tugas.
9. Kecuali diatur berbeda oleh peraturan dan perundangan yang ada, maka
Penilaian dan Laporan Penilaian bersifat rahasia dan hanya ditujukan terbatas
untuk Pemberi Tugas yang dimaksud dan penasehat profesionalnya dan disajikan
hanya untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan
Penilaian. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain Pemberi Tugas
dimaksud. Pihak lain yang menggunakan Laporan ini bertanggung jawab atas
segala risiko yang timbul.
10. Besar nilai yang dipergunakan dinyatakan dalam Rupiah.
- 30 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Page 40
11. Nilai yang dicantumkan dalam Laporan ini serta setiap nilai lain dalam Laporan
yang merupakan bagian dari objek yang dinilai hanya berlaku sesuai dengan
maksud dan tujuan Penilaian. Nilai yang digunakan dalam Laporan Penilaian ini
tidak boleh digunakan untuk tujuan Penilaian lain yang dapat mengakibatkan
terjadinya kesalahan.
12. Besaran nilai yang terdapat dalam Laporan Penilaian ini, tidak mengikat, dan
sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan, terlebih apabila diketemukan
adanya kerusakan dan kehilangan pada bagian objek penilaian di kemudian
hari, yang jelas akan mempengaruhi besaran nilai yang terdapat dalam Laporan
Penilaian ini.
13. Kami tidak melakukan penyelidikan atas masalah lingkungan yang berkaitan
dengan pencemaran. Apabila tidak diinformasikan lain, Penilaian kami
didasarkan pada asumsi mengenai tidak adanya pencemaran yang dapat
berpengaruh terhadap nilai.
14. Gambar, denah ataupun peta yang terdapat dalam Laporan ini disajikan hanya
untuk kemudahan visualisasi saja. Kami tidak melaksanakan survei/pemetaan dan
tidak bertanggung jawab mengenai hal ini.
15. Laporan Penilaian ini, TIDAK diperkenankan untuk disebarluaskan kepada umum
(publik) maupun pihak lain, baik untuk sebagian maupun untuk keseluruhan, atas
opini nilai yang terdapat di dalamnya termasuk isi pernyataan maupun seluruh isi
dari Laporan penilaian ini, termasuk nama dan afiliasi tenaga ahli dari Penilai
yang terdapat dalam Laporan penilaian ini, dan tidak diperbolehkan
dipergunakan sebagai referensi bagi pihak lain yang tidak ada kaitannya
dengan pemberi tugas, tanpa seizin maupun sepengetahuan Penilai.
16. Laporan Penilaian ini dianggap tidak sah dan tidak berlaku, apabila tidak tertera
cap basah/timbul (corporate seal) KJPP Toto Suharto & Rekan serta tandatangan
dari Pimpinan Rekan dan/atau Rekan yang memiliki Izin Penilai Publik.
- 31 - 00022/2.0055-30/PP/04/0659/1/V/2025
PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk
Names mentioned 22 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP TOTO SUHARTO & REKAN
p.2 ×5
unresolved
org
KJPP TOTO SUHARTO
p.2 ×6
unresolved
org
Toto Suharto dan Rekan
p.10 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.10 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan
p.10 ×3
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto
p.10 ×3
unresolved
—
Wesite
p.10
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.11
unresolved
org
Bank Indonesia
p.12 ×22
unresolved
org
Pusat Statistik
p.12 ×7
unresolved
person
Jhoni Hermawan
p.14
unresolved
org
PT. Remco
p.14 ×2
unresolved
org
PT. Remco Fasilitas
p.15
unresolved
org
Bank Indonesia Triwulan IV
p.23
unresolved
org
Kementerian Pertanian
p.33
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.33
unresolved
org
Kementerian Perdagangan
p.33
unresolved
org
Rekan Cabang Depok Hery Wahyudianto
p.38
unresolved
person
Hery Wahyudianto, S.T., MAPPI (Cert.)
· Rekan/Partner
p.38 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
9509 ms
12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}