Skip to content
Back to announcement

20250620_PSDN_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31897366_lamp8.pdf

Asset transaction Needs review PSDN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 94

Page 1
                                                                                 ----- .       I
                                                                                 ••••          I
                                                                                 ••••          I
                                                                                 ••••          I
                                                                                 • ._ ••       I




    LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
Atas Rencana Transaksi Penjualan Aset Tetap

    PT PRASIDHA ANEKA NIAGA TBK
      Jalan Siantar No. 6, Kelurahan Cideng
     Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
               Provinsi DKI Jakarta

No. File: 00202/2.0055-00/BS/04/0060/1/VI/2025


                                                  TOTO SUHARTO & REKAN
                                                 Business & .Properry Vaiuer
                                                 License No : 2.09.0055
                                                 JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
                                                 Ph : +6221-3456783 (Hunting)
                                                 Fax: +6221-3813419
                                                 Website : http://www.tnr.co.id
                                                 Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File : 00202/2.0055-00/BS/04/0060/1/VI/2025
Jakarta, 20 Juni 2025

Kepada Yth,
DIREKSI
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Jalan Siantar No. 6, Kelurahan Cideng
Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat
Propinsi DKI Jakarta 10150

Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Penjualan Aset
          Tetap.

Dengan hormat,

Sehubungan dengan rencana PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (“Perseroan”) yaitu
melakukan penjualan Aset Tetap berupa tanah, bangunan pabrik, sarana penunjang,
mesin, peralatan dan kendaraan kepada PT Maetala Prima Teknologi (“MPT”) untuk
selanjutanya disebut sebagai “Rencana Transaksi” yang merupakan Transaksi Material.
Perseroan telah menunjuk KJPP Toto Suharto dan Rekan untuk selanjutnya disebut sebagai
“TnR” sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat kewajaran (Fairness
Opinion) atas Rencana Transaksi tersebut di atas, sesuai dengan kesepakatan yang
tertuang dalam Surat Penawaran Nomor : M.FO.25.00.0013.r1, tanggal 26 Mei 2025.
Sebelumnya kami telah menyusun dan menerbitkan Laporan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi dengan No. File : 00186/2.0055-00/BS/04/0060/1/VI/2025,
Tanggal 12 Juni 2025.
Sehubungan dengan adanya surat tanggapan dari Otoritas Jasa Keuangan
S-316/PM.023/2025, tanggal 17 Juni 2025, perihal “Perubahan dan/atau Tambahan
Informasi Atas Rencana Transaksi Material PT Prasidha Aneka Niaga Tbk, maka dengan
ini kami menerbitkan kembali Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk untuk menambahkan penjelasan dan pengungkapan atas
asumsi yang digunakan dengan tidak merubah kesimpulan yang dihasilkan.

Laporan Kewajaran ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
(SEOJK) No. 17/2020 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Edisi VII Tahun 2018 dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta analisis
berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi bahwa secara
fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian tersebut
terpenuhi.




                                          i
Page 3
LATAR BELAKANG
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk, untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”) merupakan
perusahaan yang bergerak dalam bidang eksportir hasil bumi keberbagai negara yang
kegiatan dan usaha utamanya adalah pengolahan dan perdagangan karet remah, serta
kopi biji. Produksi karet remah dilakukan Kantor Cabang Perseroan di Palembang,
Sumatera Selatan. Pengolahan kopi biji dilakukan di Kantor Cabang Perseroan di
Palembang dan Bandar Lampung dan anak perusahaan PT Aneka Bumi Kencana di
Surabaya.

PT Maetala Prima Teknologi yang selanjutnya disebut “MPT” merupakan perseroan
terbatas yang didirikan dan menjalankan usaha berdasarkan hukum Negara Republik
Indonesia, memiliki kantor terdaftar di Jakarta.
Perseroan bermaksud untuk menjual tanah dan bangunan berikut mesin, alat dan sarana
penunjang kepada MPT.
Dalam rangka rencana transaksi material berupa jual beli aset berupa tanah dan
bangunan berikut mesin, alat dan sarana penunjang dengan MPT. Selanjutnya rencana
jual beli tersebut dalam laporan ini disebut dengan “Rencana Transaksi”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, antara Perseroan dan MPT bukan pihak
terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020 bahwa
Rencana Transaksi bukan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
No.42/POJK.04/2020. Namun Rencana Transaksi ini merupakan transaksi material
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 karena nilai
transaksi diatas 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan
laporan keuangan audited per 31 Desember 2024.
Sehubungan kejadian tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto & Rekan
selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” untuk melakukan kajian Opini Kewajaran atas
Rencana Transaksi, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam dalam Surat
Penawaran Nomor: M.FO.25.00.0013.r1, tanggal 26 Mei 2025 untuk mengetahui
Kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.

TANGGAL PENILAIAN
Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis kewajaran
dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan audited per tanggal
31 Desember 2024.

OBYEK RENCANA TRANSAKSI
Objek Rencana Transaksi adalah Transaksi Material jual beli aset dengan MPT sebesar
Rp79.054.054.054,00 (Tujuh Puluh Sembilan Miliar Lima Puluh Empat Juta Lima Puluh
Empat Ribu Lima Puluh Empat Rupiah). Harga jual beli tersebut belum termasuk Pajak
Pertambahan Nilai (PPN).




                                         ii
Page 4
TRANSAKSI AFILIASI DAN UNSUR BENTURAN KEPENTINGAN
Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi adalah setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali,
sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara
kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi
anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau
pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.

Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi antara
Perseroan dengan MPT bukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.

Dalam Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis antara
Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali yang dapat merugikan Perseroan
sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan Proforma Perseroan,
sehingga Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020.

TRANSAKSI MATERIAL
Berdasarkan MoU Jual Beli Nomor 01/V/2025 antara Perseroan dan MPT, harga jual
beli atas tanah dan bangunan berikut mesin, alat dan sarana penunjang serta kendaraan
tersebut adalah sebesar Rp79.054.054.054,00 (tujuh puluh sembilan miliar lima puluh
empat juta lima puluh empat ribu lima puluh empat rupiah) belum termasuk PPN. Sementara
itu jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember
2024 yang telah diaudit oleh KAP Anwar dan Rekan dalam Laporan nomor
00148/2.1035/AU.1/04/1432-5/1/III/2025, tanggal 25 Maret 2025 tercatat
sebesar Rp46.496.240.944,00. Total nilai rencana Tranksaksi terhadap jumlah ekuitas
Perseroan adalah 170,02% sehingga melebihi batas 20% terhadap jumlah ekuitas
Perseroan.

Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana
dikarenakan objek transaksi bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai dengan
kriteria Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi
Material.




                                          iii
Page 5
METODE ANALISIS ATAS RENCANAN TRANSAKSI
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis
dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
   pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan
   persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana
   Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang
   terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek,
   analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana
   Transaksi
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
   historikal, analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan,
   analisis laporan keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, analisis nilai
   tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi

IDENTIFIKASI PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT BERTRANSAKSI
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu :

1. Perseroan sebagai pihak yang menjual tanah dan bangunan berikut mesin, alat dan
   sarana penunjang serta kendaraan.
2.   MPT sebagai pihak yang akan membeli aset Perseroan.
MPT adalah perusahaan tertutup yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan
Perseroan.

HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
1. Analisis Rencana Transaksi
     • Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi antara
       Perseroan dengan PT Maetala Prima Teknologi bukan termasuk Transaksi Afiliasi,
       dimana tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dengan PT Maetala
       Prima Teknologi. Namun, Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi Material
       sebagaiamana yang diatur pada POJK 17/2020.
     • Dengan dilakukannya Rencana Transaksi yaitu Jual Beli Aset Tetap diperkirakan
       dana dan keuntungan dari hasil penjualan aset tersebut akan digunakan oleh
       Perseroan untuk diinvestasikan dan/atau digunakan dalam rencana ekspansi
       Perseroan sesuai strategi bisnis Perseroan, yang akan meningkatkan nilai investasi
       para pemegang sahamnya.
     • Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan tidak mendapatkan dana
       tambahan untuk investasi dan harus menanggung biaya pajak PBB atas aset
       tersebut setiap tahunnya.
     • Keuntungan Rencana transaksi yaitu Perseroan mendapatkan kas atas Rencana
       Transaksi penjualan aset ini. Dana dan keuntungan dari hasil Rencana Transaksi
       akan digunakan oleh Perseroan untuk diinvestasikan dan/atau digunakan untuk

                                            iv
Page 6
     modal kerja sesuai strategi bisnis Perseroan yang pada akhirnya akan
     meningkatkan nilai investasi para pemegang sahamnya. Dengan melepas
     kepemilikan aset maka perseroan akan mengurangi beban pajak PBB-P2 setiap
     tahunnya.
   • Kerugian Transaksi, dengan dilakukannya Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
     muncul akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang
     pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP, konsultan hukum, KJPP
     dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya penilaian objek transaksi,
     biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang
     dapat muncul dikemudian hari.

2. Analisis Kualitatif
   • Pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS awal April 2025, serta langkah retaliasi
     oleh Tiongkok dan kemungkinan dari sejumlah negara lain meningkatkan
     fragmentasi ekonomi global dan menurunnya volume perdagangan dunia.
     Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025 diprakirakan akan
     menurun dari 3,2% menjadi 2,9% dengan penurunan terbesar terjadi di AS dan
     Tiongkok sejalan dengan dampak perang tarif kedua negara tersebut.
   • Ekonomi Indonesia triwulan I-2025 terhadap triwulan I-2024 mengalami
     pertumbuhan sebesar 4,87 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha
     Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar
     10,52 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa
     mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,78 persen.
   • Nilai tukar Rupiah pada 27 Maret 2025 tercatat Rp16.560 per dolar AS atau
     menguat 0,12% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Februari 2025. Namun
     demikian, tekanan kuat terhadap nilai tukar Rupiah terjadi di pasar off-shore(Non
     Deliverable Forward/NDF) pada saat libur panjang pasar domestik dalam rangka
     Idulfitri 1446 H, akibat kebijakan tarif resiprokal AS.
   • Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025 tercatat tinggi sebesar 157,1
     miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor
     dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
     kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
   •
     IHK pada Maret 2025 mengalami inflasi sebesar 1,03% (yoy), dengan inflasi inti
     tetap terkendali sebesar 2,48% (yoy), sejalan dengan konsistensi suku bunga
     kebijakan BI (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi.
   •
     BI Rate sebesar 5,75% pada triwulan 1 2025. Transmisi kebijakan moneter tetap
     baik di tengah kenaikan risiko dari dinamika global. Sejalan dengan penurunan BI-
     Rate pada Januari 2025 dan operasi moneter yang ditempuh Bank Indonesia, suku
     bunga pasar uang (INDONIA) terus menurun menjadi 5,77% pada 21 April 2025
     dari semula sebesar 6,03% pada awal Januari 2025. (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank
     Indonesia Triwulan I 2025 dan diolah)

   • Indonesia adalah produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam,
     dan Kolombia, dengan produksi sekitar 789.000 ton per tahun, menurut
     Kementerian Pertanian untuk 2022-2025. Dari total produksi, 150.000 ton adalah
     arabika, sementara 600.000 ton lainnya robusta. Ekspor bersih diperkirakan
     meningkat dari 420.000 ton pada 2024 menjadi 427.000 ton pada 2025.
   • Estimasi luas areal perkebunan kopi pada tahun 2025 mengalami penurunan

                                              v
Page 7
    0,17% dibanding tahun 2024, yaitu dengan estimai luas perkebunan kopi sebesar
    1.267.180 Ha, dengan rincian luas areal PR sebesar 1.247.425 Ha, luas areal PBN
    sebesar 12.508 Ha dan luas areal PBS sebesar 7.247 Ha. Total luas areal
    perkebunan kopi tahun 2024 sebesar 1.269.354 Ha dengan rincian luas areal PR
    sebesar 1.248.887 Ha, luas areal PBN sebesar 13.558 Ha dan luas areal PBS
    sebesar 6.909 Ha.
  • Luas areal perkebunan karet di Indonesia periode 2019-2022 mengalami
    peningkatan dari 3.676.035 Ha meningkat menjadi 3.776.485 Ha pada tahun
    2022. Namun luas areal perkebunan karet berkurang sejak tahun 2022 sampai
    dengan tahun 2024 dan terus turun pada angka estimasi 2025 menjadi 2.990.016
    Ha. Masifnya alih fungsi lahan menjadi salah satu masalah utama pada industri
    karet nasional. Alih fungsi lahan menyebabkan luas lahan produktif semakin
    menurun yang berdampak pada semakin turunnya produksi karet alam secara
    nasional maupun di Sumatera.

3. Analisis Kuantitatif
  • Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan
    memiliki kinerja yang kurang baik. Dengan demikian Perseroan melakukan Rencana
    Transaksi untuk memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan daya saing adalah
    wajar.
  • Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan mengalami
    peningkatan penjualan, laba kotor dan laba usaha, dengan demikian Perseroan
    melakukan Rencana Transaksi adalah wajar.
  • Adapun dampak dari rencana transaksi yaitu, rata rata Net Profit Margin (NPM)
    meningkat dari negatif 4,98% menjadi 5,80%. Sedangkan rata rata Return on
    Asset mengalami perubahan dari negatif tanpa ada Rencana transaksi menjadi
    positif yaitu sebesar 11,31%. Pada rasio solvabilitas juga mengalami perbaikan
    dengan adanya rencana Transaksi dapat dilihat pada Debt to Equity Ratio dan
    Debt to Aset Ratio yang semakin kecil sehingga seluruh kewajiban perusahaan
    dapat ditutupi oleh total aset dan total ekuitas Perseroan.
  • Berdasarkan proforma posisi keuangan Perseroan terdapat penyesuaian antara
    sebelum dan setelah Transaksi, yaitu penyesuaian atas akun Kas dan Setara Kas
    sebesar Rp79,05 miliar, timbul dari jurnal debit penambahan kas tunai akibat
    Rencana Transaksi Penjualan Aset Tetap. Penyesuaian atas akun Aset Tetap
    sebesar negatif Rp33,28 miliar yang timbul dari jurnal kredit akibat Rencana
    Transaksi menyebabkan Aset Tetap Perseroan berkurang.
  • Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas terdapat penyesuaian antara
    sebelum dan setelah Rencana Transaksi, Nilai penjualan aset tetap Perseroan
    adalah sebesar Rp79,05 miliar, dengan nilai buku neto aset tetap sebesar Rp33,28
    miliar, sehingga menghasilkan keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp45,76
    miliar.
  • Berdasarkan analisis nilai tambah, proyeksi total aset Perseroan sebelum Rencana
    Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp135,65 miliar pada tahun 2025
    menjadi Rp114,87 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi total aset
    Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp211,40
    miliar pada tahun 2025 menjadi Rp300,43 miliar pada tahun 2029. Terjadi
    peningkatan total aset Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat adanya
    penambahan kas dari penjualan aset tetap. Berdasarkan analisis tersebut di atas,
                                        vi
Page 8
     proyeksi total Liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
     adalah sebesar Rp109,04 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp114,12 miliar pada
     tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi total Liabilitas Perseroan setelah Rencana
     Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp111,33 miliar pada tahun 2025
     menjadi Rp117,04 miliar pada tahun 2029. Terjadi peningkatan total Liabilitas
     Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat adanya peningkatan beban yang
     harus dibayar. Proyeksi total Ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
     masing adalah sebesar Rp26,60 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp749 juta pada
     tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi total Ekuitas Perseroan setelah Rencana
     Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp100,07 miliar pada tahun 2025
     menjadi Rp183,39 miliar pada tahun 2029.
   • Berdasarkan analisis nilai tambah, Proyeksi jumlah Penjualan Perseroan sebelum
     Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp141,40 miliar pada tahun
     2025 menjadi Rp421,40 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah
     Penjualan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
     Rp330,40 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp820,40 miliar pada tahun 2029.
     Terdapat perubahan yang signifikan pada Penjualan Perseroan setelah Rencana
     Transaksi. Proyeksi Laba Bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
     masing adalah sebesar negatif Rp19,89 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,23
     miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah Laba Bersih Perseroan
     setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp53,58 miliar pada
     tahun 2025 menjadi Rp32,73 miliar pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada
     Laba Bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat meningkatnya
     pendapatan lain-lain non operasional Perseroan.

4. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
   Nilai Rencana Transaksi aset adalah sebesar Rp79.054.054.054,00 sedangkan Nilai
   Pasar aset yaitu Rp79.901.300.000.00. Selisih harga Rencana Transaksi terhadap
   Nilai Pasar adalah sebesar -1,06%. Berdasarkan Peraturan OJK Nomor
   35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b) “Batas atas dan batas bawah pada kisaran
   Nilai, tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang
   dijadikan acuan“. Berdasarkan perbandingan tersebut, selisih antara Nilai Transaksi
   aset 1,06% dibawah dari Nilai Pasar namun tidak lebih dari deviasi 7,5%. Sehingga
   kami berpendapat bahwa secara keseluruhan transaksi ditetapkan adalah WAJAR.

KESIMPULAN

Berdasarkan analisa kualitatif dan kuantitatif tersebut diatas, kami berpendapat bahwa
Rencana Transaksi adalah WAJAR.

PENUTUP

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan
informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.




                                         vii
Page 9
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang
akan dilaksanakan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
surat ini.

Hormat kami,
KJPP Toto Suharto & Rekan




Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017




                                                    viii
Page 10
SURAT REPRESENTASI
Page 11

          
Page 12
PERNYATAAN PENILAI
Page 13
                             PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :

1. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
   secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
   Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
2. Laporan pendapat kewajaran ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
   independensi Penilai Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu
   pada Peraturan OJK Nomor : 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa
   Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
   Penilaian Indonesia serta (KEPI & SPI) Edisi VII-2018.
3. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atau
   kesimpulan akhir.
4. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Obyek Rencana
   Transaksi pada Tanggal Penilaian 31 Desember 2024.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
   Pendapat Kewajaran ini.
6. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan
   Perundang-undangan yang berlaku.
7. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
   disajikan sebagai Kesimpulan Nilai.
8. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
9. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
   pembatas.
10. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
    kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.
11. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
    profesional, bertindak secara independen.
12. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
    analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
13. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
    kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
14. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada pendapat kewajaran
    yang tercantum dalam laporan ini.
15. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
    dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah
    menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.




                                         ix
Page 14
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil
Kajian ini.


No.             Nama                                           Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab :

  Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)                     ……………………
  No. MAPPI : 93-S-00361
  No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
  No. Register Penilai : RMK-2017.00012
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis

2. Quality Assurance :

  Ahmad Olii, S.E                                            ……………………
  No. MAPPI : 11-T-03281
  No. Register Penilai : RMK-2017.00839
  Kualifikasi Penilai : Bisnis



3. Reviewer :

  Ir. Henrianto, S.Pi., S.Ak., MM., M.Ec.Dev., Ak., CA., MAPPI (Cert.) …………………
  No. MAPPI : 19-S-09317
  No. Register Penilai : RMK-2019.02918
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



4. Penilai :

  Karina Gama Soleha, S.E., M.Ec.Dev                         ……………………
  No. MAPPI : 21-P-10773
  No. Register Penilai : RMK-2021.03732
  Kualifikasi Penilai : Bisnis




                                            x
Page 15
KUALIFIKASI PENILAI
Page 16
                    KUALIFIKASI TIM PENILAI
      Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan

A. Penanggung Jawab
 1   Nama Lengkap         Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
 2   Pendidikan           Strata 2 (S-2)
 3   Lembaga                   - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB
     Pendidikan                   University)
                               - S-2 Penilaian Universiti Teknologi
                                  Malaysia
4   Pengalaman Kerja           - Memiliki pengalaman lebih dari 29
    Penilai                       tahun di bidang penilaian properti dan
                                  bisnis serta konsultan
                               - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                  sebagai penilai bersertifikat dan
                                  memperoleh ijin Penilai Publik Properti
                                  dan Bisnis (PB) dari Kementerian
                                  Keuangan


B. Quality Assurance
1   Nama Lengkap         Ahmad Olii, S.E
2   Pendidikan           Strata 1 (S-1)
3   Lembaga                  - S-1 Universitas Budi Luhur
    Pendidikan
4   Pengalaman Kerja         -    Memiliki pengalaman lebih dari 10
    Penilai                       tahun di bidang penilaian bisnis serta
                                  konsultan
                             -    Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                  sebagai penilai terakreditasi (T)


C. Reviewer
 1   Nama Lengkap         Ir. Henrianto, S.Pi, S.Ak, MM, M.Ec.Dev, Ak, CA,
                          MAPPI (Cert.)
2   Pendidikan            Strata 2 (S-2)
3   Lembaga                    - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
    Pendidikan                    (2016)
                               - S-1 Akuntansi Universitas Terbuka
                                  (2024)
                               - Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
                                  Universitas Padjajaran (2024)
                               - Pendidikan Profesi Insinyur (PPI)
                                  Universitas      Hasanuddin      (2025)
                                  S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
                                  Gadjah Mada (2020)
                               - S-2      Manajemen       UPN     Veteran
                                  Yogyakarta (2022)

                                 xi
Page 17
                          -     S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian
                                Bogor (2020-Sekarang)
4   Pengalaman Kerja      -     Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun
    Penilai                     di bidang penilaian properti dan bisnis
                                serta konsultan
                          -     Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                sebagai penilai Bersertifikat (S) dan
                                memperoleh ijin Penilai Publik Properti
                                (P) dan Penilai Publik Bisnis (B) dari
                                Kementerian Keuangan RI
                          -     Memperoleh Surat Tanda Terdaftar
                                (STTD) Penilai Pasar Modal dari
                                Otoritas Jasa Keuangan RI
                          -     Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi
                                Konsultan Pajak Publik Indonesia
                          -     Memperoleh lisensi sebagai Akuntan
                                Profesional (Chartered Accountant) dari
                                Ikatan    Akuntan     Indonesia    dan
                                Memperoleh Izin Akuntan Bepraktik
                                (AB) dari Kementerian Keuangan RI
                          -     Memperoleh lisensi sebagai Wakil
                                Perantara Pedagang Efek dari
                                Otoritas Jasa Keuangan
                          -     Memperoleh lisensi sebagai Analisis
                                Efek dari BNSP LSP Pasar Modal

D. Penilai
 1   Nama Lengkap      Karina Gama Soleha, S.E, M.Ec.Dev
 2   Pendidikan        Strata 2 (S-2)
 3   Lembaga               - S-1          Ekonomi         Universitas
     Pendidikan               Muhammadiyah Yogyakarta
                           - S-2       Ekonomika     Pembangunan
                              Universitas Gadjah Mada
4   Pengalaman Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 2 tahun
    Penilai                   di bidang penilaian bisnis serta
                              konsultan
                           - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                              sebagai penilai Pratama (P)




                              xii
Page 18
DAFTAR ISI
Page 19
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


                                                                DAFTAR ISI

SERTIFIKAT ...........................................................................................................                    i - vii
SURAT REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................                               viii - ix
KUALIFIKASI PENILAI ...........................................................................................                           x - xi
DAFTAR ISI ...........................................................................................................                    xii - xiii
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK ..............................................................................                                    xiv
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................                             xv

BAB I           PENDAHULUAN ....................................................................................                          I–1
1.1             Latar Belakang .......................................................................................................    I–1
1.2             Identitas Status Penilai ..........................................................................................       I–2
1.3             Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan ................................................                               I–3
1.4             Objek Rencana Transaksi .....................................................................................             I–3
1.5             Ruang Lingkup ........................................................................................................    I–4
1.6             Maksud dan Tujuan ................................................................................................        I–4
1.7             Tanggal Penilaian ..................................................................................................      I–5
1.8             Independensi Penilai..............................................................................................        I–5
1.9             Tanggung Jawab Penilai ......................................................................................             I–5
1.10            Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan ........................................                                I–5
1.11            Transaksi Material .................................................................................................      I–6
1.12            Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi .................................                                       I–7
1.13            Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) ...                                                 I–8
1.14            Sumber Data ...........................................................................................................   I–8
1.15            Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai ............................................                               I–9

BAB II     KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI MATERIAL
           PENJUALAN ASET TETAP .....................................................................                                     II – 1
2.1.       Metode Analisis Atas Rencana Transaksi...........................................................                              II – 1
2.2.       Analisis Rencana Transaksi ...................................................................................                 II – 1
2.2.1.     Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi .............................                                         II – 1
2.2.1.1. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk ............................................................................                         II – 2
2.2.1.2. PT Maetala Prima Teknologi................................................................................                       II – 2
2.2.2.     Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi ................................                                         II – 3
2.2.3.     Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi...............................................                                   II – 5
2.3.       Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ........................................................                            II – 6
2.3.1.     Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan ..........................................................                                II – 6
2.3.2.     Gambaran Perekonomian Indonesia..................................................................                              II – 8
2.3.2.1. Pertumbuhan Ekonomi Global..............................................................................                         II – 9
2.3.2.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik ..........................................................................                          II – 10
2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha............................................................................                         II – 10
2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran....................................................................................                    II – 11
2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ............................................................                             II – 12
2.3.2.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate) ..............................................................................                  II – 13
2.3.2.4. Nilai Tukar Rupiah .................................................................................................             II – 14
2.3.2.5. Suku Bunga ..............................................................................................................        II – 15
2.3.3.     Gambaran Umum Industri Kopi di Indonesia ....................................................                                  II – 17
2.3.4.     Gambaran Umum Industri Karet di Indonesia ..................................................                                   II – 19


Daftar Isi                                                                                                                                          xii
Page 20
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


2.3.5.       Analisa Prospek Usaha Perseroan ...................................................................... II – 21
2.3.6.       Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi .......................................................... II – 22
2.3.7.       Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi II – 22
2.4.         Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ...................................................... II – 23
2.4.1.       Analisis Kinerja Historis Perseroan ...................................................................... II – 23
2.4.1.1.     Analisis Posisi Keuangan ....................................................................................... II – 24
2.4.1.2.     Analisis Laba Rugi .................................................................................................. II – 25
2.4.2.       Analisis Rasio Keuangan ....................................................................................... II – 26
2.4.3.       Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan .................................................. II – 27
2.4.3.1.     Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi .................................. II – 27
2.4.3.2.     Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi .................................... II – 28
2.4.3.3.     Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi ............................................. II – 29
2.4.3.4.     Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi ............................................... II – 30
2.4.3.5.     Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi ................................................ II – 31
2.4.3.6.     Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi.................................................. II – 31
2.4.4.       Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan ....................... II – 31
2.4.4.1.     Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi................................................... II – 32
2.4.4.2.     Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi .................................................... II – 33
2.4.5.       Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi .... II – 34
2.4.5.1.     Proforma Laporan Posisi Keuangan ................................................................... II – 34
2.4.5.2.     Proforma Laporan Laba Rugi .............................................................................. II – 36
2.4.6.       Analisis Inkremental ............................................................................................... II – 36
2.4.6.1.     Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ...... II – 37
2.4.6.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan ............................................................. II – 39
2.4.6.3.     Informasi Non Keuangan yang Relevan ............................................................ II – 39
2.4.6.4.     Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan dalam Menentukan
             Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain .......................... II – 41
2.4.6.5.     Hal Material Lainnya ............................................................................................ II – 41
2.5.         Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi ................................................. II – 41
2.5.1.       Ringkasan Hasil Penilaian..................................................................................... II – 41
2.6.         Harga Rencana Transaksi..................................................................................... II – 42
2.6.1.       Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar......................... II – 42
2.6.2.       Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ................................................ II – 43
2.7.         Kesimpulan .............................................................................................................. II – 43




Daftar Isi                                                                                                                                   xiii
Page 21
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 22
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


                                            DAFTAR TABEL DAN GRAFIK

Tabel 1.1. Analisis Transaksi Material Perbandingan Nilai Rencana Transaksi
           dengan Nilai Ekuitas ........................................................................................... I –7

Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................                                 II – 2
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan .............................................................................                      II – 2
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham MPT ......................................................................                             II – 3
Tabel 2.4. Susunan Pengurus MPT .......................................................................................                  II – 3
Tabel 2.5. Legalitas Perseroan ............................................................................................              II – 6
Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ...................................................                                   II – 8
Tabel 2.7. Pertumbuhan PDB Dunia.....................................................................................                    II – 9
Tabel 2.8. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut
            Pengeluaran (triliun rupiah) ...............................................................................                 II – 13
Tabel 2.9. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019- 2025) ..............................................                                  II – 14
Tabel 2.10. Historikal Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..............................                                           II – 23
Tabel 2.11. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan ....................................................                                  II – 23
Tabel 2.12. Rasio Keuangan Perseroan ...............................................................................                     II – 26
Tabel 2.13. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .....................                                               II – 28
Tabel 2.14. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .....................                                               II – 29
Tabel 2.15. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................                                           II – 30
Tabel 2.16. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................                                           II – 30
Tabel 2.17. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................................                                         II – 31
Tabel 2.18. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................................                                         II – 31
Tabel 2.19. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ................................................                                    II – 32
Tabel 2.20. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ..................................................                                  II – 33
Tabel 2.21. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Rupiah) ....................................................                                 II – 34
Tabel 2.22. Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah) ..............................................................                             II – 36
Tabel 2.23. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan
            Rupiah) ..................................................................................................................   II – 37
Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah) ...........                                                   II – 38
Tabel 2.25. Nilai Pasar Aset Tetap .......................................................................................               II – 42
Tabel 2.26. Nilai Rencana Transaksi .....................................................................................                II – 42
Tabel 2.27. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar ......................                                               II – 43


Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)......... II – 24
Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ................... II – 25




Daftar Tabel Dan Grafik                                                                                                                           xiv
Page 23
DAFTAR LAMPIRAN
Page 24
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


                                DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1        Historis Posisi Keuangan
Lampiran 2        Historis Laba Rugi
Lampiran 3        Historis Arus Kas
Lampiran 4        Rasio Keuangan
Lampiran 5        Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran 6        Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi
Lampiran 7        Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaksi
Lampiran 8        Rasio Keuangan
Lampiran 9        Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran 10       Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi
Lampiran 11       Proyeksi Arus Kas Setelah Transaksi
Lampiran 12       Rasio Keuangan




Daftar Lampiran                                                xv
Page 25
    BAB I
PENDAHULUAN
Page 26
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


                                    BAB I
                                PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
          PT Prasidha Aneka Niaga Tbk, untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”)
          merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang eksportir hasil bumi
          keberbagai negara yang kegiatan dan usaha utamanya adalah pengolahan
          dan perdagangan karet remah, serta kopi biji. Produksi karet remah
          dilakukan Kantor Cabang Perseroan di Palembang, Sumatera Selatan.
          Pengolahan kopi biji dilakukan di Kantor Cabang Perseroan di Palembang
          dan Bandar Lampung dan anak perusahaan PT Aneka Bumi Kencana di
          Surabaya.

          PT Maetala Prima Teknologi yang selanjutnya disebut “MPT” merupakan
          perseroan terbatas yang didirikan dan menjalankan usaha berdasarkan
          hukum Negara Republik Indonesia, memiliki kantor terdaftar di Jakarta.

          Perseroan bermaksud untuk menjual tanah dan bangunan berikut mesin, alat
          dan sarana penunjang kepada MPT.

          Berdasarkan Memorandum of Understanding / MoU Nomor 01/V/2025
          antara Perseroan dan MPT menyepakati harga jual beli atas tanah dan
          bangunan berikut mesin, alat dan sarana penunjang tersebut adalah sebesar
          Rp79.054.054.054,00 ditambah PPN sebesar Rp8.695.945.946,00
          sehingga total keseluruhan harga jual beli adalah sebesar
          Rp87.750.000.000,00.

          Dalam rangka rencana transaksi material berupa jual beli aset berupa tanah
          dan bangunan berikut mesin, alat dan sarana penunjang dengan MPT.
          Selanjutnya rencana jual beli tersebut dalam laporan ini disebut dengan
          “Rencana Transaksi”.

          Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, antara Perseroan dan MPT
          bukan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK
          No. 42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi bukan Transaksi Afiliasi
          sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020.
          Namun Rencana Transaksi ini merupakan transaksi material sebagaimana
          dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi
          diatas 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan
          laporan keuangan audited per 31 Desember 2024.




Bab I - Pendahuluan                                                               1
Page 27
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Sehubungan kejadian tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto &
          Rekan selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” untuk melakukan kajian Opini
          Kewajaran atas Rencana Transaksi, sesuai dengan kesepakatan yang
          tertuang dalam dalam Surat Penawaran Nomor: M.FO.25.00.0013.r1,
          tanggal 26 Mei 2025 untuk mengetahui Kewajaran atas Rencana Transaksi
          tersebut.


1.2       Identitas Status Penilai
          TnR awalnya adalah PT Actual Kencana Appraisal (AKA) yang telah aktif
          dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984. Tahun 2007 AKA berubah menjadi
          Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan mengikuti Peraturan Menteri
          Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai publik di Indonesia.

          TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan
          Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli
          2009, dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor :
          2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas
          nama:
          • Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
            - No. MAPPI                : 93-S-00361
            - No. Ijin Penilai Publik  : PB-1.08.00060
            - Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
            - STTD OJK No.             : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
            - No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
            - No. STTD IKNB            : 008/NB.122/STTD-P/2017

          Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam
          kapasitasnya sebagai Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik
          Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa penilaian independen.

          Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan
          dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu,
          Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
          memihak.




Bab I - Pendahuluan                                                               2
Page 28
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


1.3       Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan
          Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :

          Nama          : PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
          Bidang Usaha : Pengolahan dan Perdagangan Karet Remah dan Kopi Biji
          Alamat        : Jl. Siantar No. 6, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir,
                          Kota Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10150.
          Nomor Telepon : (021) 35285058
          Email         : Corp_Sec@prasidha.co.id
          Website       : www.prasidha.co.id

          Perseroan didirikan pada tahun 1984 oleh Bapak Oesman Soedargo, Bapak
          Mansjur Tandiono, almarhum Bapak Haji Mahmud Uding dan almarhum
          Bapak I Gede Subratha. Bisnis inti Grup adalah pengolahan dan ekspor
          komoditas pertanian yang ditangani terutama oleh perusahaan anggota
          operasinya Perseroan & anak perusahaan. Perusahaan juga memiliki
          diversifikasi dalam makanan, manufaktur, dan perkebunan.

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa berpedoman
          pada visi dan misi yang telah ditetapkan. Visi dan misi Perseroan adalah
          sebagai berikut:

          VISI
          Menjadi perusahaan Agro Bisnis terdepan dengan manajemen professional.

          MISI
          • Mengembangkan usahanya atas dasar saling menghormati serta
             mempercayai. Kunci suksesnya perusahaan dalam membangun kepercayaan
             internasional adalah melalui pelayanan yang prima, tepat waktu dan
             menjaga standar kualitas yang tinggi terhadap semua relasi bisnisnya.
          • Melalui kerja keras, dukungan serta kerjasama yang erat antara karyawan
             dan pimpinan, perusahaan selalu berupaya mengoptimalkan seluruh sumber
             daya perusahaan guna mencapai tujuan usaha.


1.4       Objek Rencana Transaksi
          Objek Rencana Transaksi adalah Transaksi Material jual beli aset dengan
          MPT sebesar Rp79.054.054.054,00 (Tujuh Puluh Sembilan Miliar Lima Puluh
          Empat Juta Lima Puluh Empat Ribu Lima Puluh Empat Rupiah). Harga jual beli
          tersebut belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Berikut rincian aset
          yang menjadi objek rencana transaksi:




Bab I - Pendahuluan                                                                3
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk



           No.         Keterangan                 Lokasi              Luas (m²)

                 Pabrik PAN Karet 1
                 - Tanah                  Jalan Ki Kemas Rindo No.   130.232 m²
                                             18, RT. 36, RW. 06,
            1.   - Bangunan                Kelurahan Ogan Baru,       50.044 m²
                 - Sarana Pelengkap      Kecamatan Kertapati, Kota
                                             Pelembang, Provinsi
                 - Mesin dan Peralatan        Sumatera Selatan

                 Kendaraan
                 Pabrik PAN Karet 2
                 - Tanah                                              40.934 m²
                                         Jalan Remifa, RT. 17, RW.
            2.   - Bangunan               03, Kelurahan Kertapati,    13.608 m²
                                         Kecamatan Kertapati, Kota
                 - Sarana Pelengkap         Palembang, Provinsi
                                             Sumatera Selatan
                 - Mesin dan Peralatan



1.5       Ruang Lingkup
          Pendapat kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
          Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan dan tidak dapat dipergunakan
          untuk kepentingan lain. Pendapat kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk
          memberikan rekomendasi persetujuan atau tidak menyetujui Rencana
          Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.

          Sesuai dengan penugasan yang diterima TnR untuk memberikan Opini
          Kewajaran atas Rencana Transaksi yang diharapkan dapat melakukan kajian
          secara objektif dan independen.


1.6       Maksud dan Tujuan
          Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk
          memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
          Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang
          berlaku, yaitu POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
          dan Perubahan Kegiatan Usaha.

          Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-
          ketentuan dalam Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.
          35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No.
          17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang
          ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

Bab I - Pendahuluan                                                                4
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


1.7       Tanggal Penilaian
          Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas
          tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
          Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan
          keuangan konsolidasi audited per tanggal 31 Desember 2024.


1.8       Independensi Penilai
          Dalam mempersiapkan laporan opini kewajaran ini, TnR bertindak secara
          independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
          dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
          TnR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
          dengan penugasan ini.


1.9       Tanggung Jawab Penilai
          Dalam batas kemampuan dan keyakinan TnR sebagai penilai, TnR
          menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam
          penyusunan Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan TnR
          bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran yang diterbitkan.


1.10      Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan
          Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi
          adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
          terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka
          atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang
          saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi
          yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
          kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
          Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau
          pengendali, sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan
          adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka
          dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota Dewan
          Komisaris, atau pemegang saham utama atau pengendali yang dapat
          merugikan perusahaan terbuka dimaksud.

          Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi
          antara Perseroan dengan MPT bukan merupakan Transaksi Afiliasi
          sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi
          dan Transaksi Benturan Kepentingan.



Bab I - Pendahuluan                                                               5
Page 31
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Dalam Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan
          ekonomis antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota
          Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali
          yang dapat merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam
          Laporan Keuangan Proforma Perseroan, sehingga Rencana Transaksi bukan
          merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
          POJK No. 42/2020.


1.11      Transaksi Material
          Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
          Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi material adalah setiap:
          a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha
             tertentu;
          b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
             operasi;
          c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
          d. Sewa menyewa aset;
          e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
          f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
             atas pinjaman dari pihak lain; dan
          g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).

          Perusahaan Terbuka yang melakukan Transaksi Material dalam 1 (satu) kali
          transaksi atau suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan
          tertentu, wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan
          Otoritas Jasa Keuangan. Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
          Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau
          lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.

          Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
          operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:

          a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
             ekuitas perusahaan terbuka;
          b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan
             terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
          c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
             terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
          d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
             terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).




Bab I - Pendahuluan                                                              6
Page 32
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Kami telah melakukan analisis sesuai kriteria diatas untuk melihat apakah
          transaksi ini merupakan Transaksi Material atau tidak sebagai berikut:

         Tabel 1.1. Analisis Transaksi Material Perbandingan Nilai Rencana Transaksi
                    dengan Nilai Ekuitas
                                                                         Persentase Nilai
              Rencana       Nilai Ekuitas Perseroan   Nilai Rencana
                                                                       Transaksi Terhadap
              Transaksi               (Rp)            Transaksi (Rp)
                                                                           Ekuitas (%)

           Jual Beli Aset         46.496.240.944      79.054.054.054       170,02%


          Berdasarkan MOU Nomor 01/V/2025 antara Perseroan dan MPT, harga
          jual beli atas tanah dan bangunan berikut mesin, alat dan sarana penunjang
          serta kendaraan tersebut adalah sebesar Rp79.054.054.054,00 (tujuh puluh
          sembilan miliar lima puluh empat juta lima puluh empat ribu lima puluh empat
          rupiah) belum termasuk PPN. Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan
          berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2024 yang telah
          diaudit oleh KAP Anwar dan Rekan dalam Laporan nomor
          00148/2.1035/AU.1/04/1432-5/1/III/2025, tanggal 25 Maret 2025
          tercatat sebesar Rp46.496.240.944,00. Total nilai rencana Tranksaksi
          terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 170,02% sehingga melebihi batas
          20% terhadap jumlah ekuitas Perseroan.

          Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana
          dikarenakan objek transaksi bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai
          dengan kriteria Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi
          Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini
          merupakan Transaksi Material.

          Perseroan akan mengumumkan Rencana Transaksi tersebut melalui
          Keterbukaan Informasi apabila Rencana Transaksi tersebut telah
          dilaksanakan oleh Perseroan.


1.12      Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi
          Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan POJK 35/2020,
          SEOJK No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditetapkan
          oleh MAPPI, dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar
          penilaian lengkap.

          Analisis kewajaran dilakukan dengan melakukan analisis kualitatif dan
          analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. Dimana analisis atas Rencana
          Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi adanya keterkaitan dalam
          hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi. Pada analisis atas transaksi
          terdapat penjelasan manfaat dan risiko dari Rencana Transaksi.



Bab I - Pendahuluan                                                                         7
Page 33
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi didasarkan atas analisis industri dan
          lingkungan dimana terdapat penjabaran akan kondisi makro ekonomi di
          dunia dan kondisi ekonomi di Indonesia maupun tinjauan industri perbankan
          nasional. Disamping itu, analisis kualitatif akan menjelaskan lebih detail
          mengenai alasan dan latar belakang maupun keuntungan dan kerugian atas
          Rencana Transaksi.

          Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi
          analisis kondisi keuangan Perseroan termasuk penilaian akan kinerja historis
          maupun analisis rasio terhadap Perseroan, trend analisis atas laporan
          keuangan historis Perseroan dan penilaian atas proyeksi keuangan
          perseroan, analisis proforma laporan keuangan, analisis sensitivitas atas
          transaksi serta analisis kewajaran atas nilai Rencana Transaksi.


1.13      Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
          Events)
          Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian
          Penting setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal
          laporan penilaian ini diterbitkan.


1.14      Sumber Data
          Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran
          atas Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan
          mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

          1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
          2. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
             pada tanggal 31 Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik
             Soaduon Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
             00260/2.1035/AU.1/04/1432-1/1/V/2021 dengan opini tanpa
             modifikasian.
          3. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
             pada tanggal 31 Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik
             Soaduon Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
             00154/2.1035/AU.1/04/1432-2/1/IV/2022 dengan opini tanpa
             modifikasian.
          4. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
             pada tanggal 31 Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik
             Soaduon Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
             00111/2.1035/AU.1/04/1432-3/1/III/2023 dengan opini tanpa
             modifikasian.



Bab I - Pendahuluan                                                                     8
Page 34
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          5. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
              31 Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik Soaduon
              Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
              00142/2.1035/AU.1/04/1432-4/1/III/2024 dengan opini tanpa
              modifikasian.
          6. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
              31 Desember 2024, yang diaudit oleh Akuntan Publik Soaduon
              Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
              00148/2.1035/AU.1/04/1432-5/1/III/2025 dengan opini tanpa
              modifikasian.
          7. Laporan penilaian aset yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto dan
              Rekan, dengan laporan sebagai berikut:
               - No. 00019/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025,
               - No. 00020/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025,
               - No. 00021/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025,
               - No. 00022/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025, dan
               - No. 00023/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025 tanggal 28 Mei
                   2025.
          8. Company profile Perseroan.
          9. Proyeksi Perseroan periode 2025-2029.
          10. Legalitas Perseroan.
          11. Laporan proforma Perseroan sebelum dan setelah Transaksi.
          12. Draft perjanjian jual beli aset.
          13. Surat pernyataan (Representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
              Rencana Transaksi.
          14. Wawancara dengan manajemen Perseroan.
          15. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
              kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
              hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.


1.15      Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai
          Dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan
          beberapa asumsi, antara lain:

          1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
          2. KJPP TnR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
             digunakan dalam proses penilaian.
          3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP TnR berasal dari sumber
             yang dapat dipercaya keakuratannya.
          4. KJPP TnR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
             mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
             manajemen dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
          5. KJPP TnR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
             kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.


Bab I - Pendahuluan                                                                9
Page 35
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          6. KJPP TnR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk
              publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
              mempengaruhi operasional perusahaan.
          7. KJPP TnR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
              Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
          8. KJPP TnR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
              dari pemberi tugas.
          9. KJPP TnR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Transaksi hingga
              penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi perubahan
              apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi.
          10. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
              ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
              Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
          11. KJPP TnR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan telah
              sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
          12. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi
              kewajiban yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-
              pungutan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
          13. KJPP TnR telah memperoleh informasi yang material atas syarat-syarat
              dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait
              dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.
          14. Laporan Pendapat Kewajaran disusun hanya untuk maksud dan tujuan
              sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Pendapat Kewajaran
              ini. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain kepada
              Perseroan, sehinga pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat
              Kewajaran ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
          15. KJPP TnR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di
              depan pengadilan atau pejabat pemerintah apabila hal tersebut tidak
              terkait dengan maksud dan tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini serta
              di luar ruang lingkup dari penugasan.
          16. Jika dikemudian hari KJPP TnR diminta untuk memberikan penjelasan dan
              pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun
              kepada pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala
              bentuk biaya yang timbul menjadi beban Perseroan.
          17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
              stempel kantor (office seal) dari KJPP TnR.




Bab I - Pendahuluan                                                              10
Page 36
               BAB II
KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
   MATERIAL PENJUALAN ASET TETAP
Page 37
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


                          BAB II
       KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI MATERIAL
                   PENJUALAN ASET TETAP

2.1.      Metode Analisis Atas Rencana Transaksi
          Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami
          melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

          1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara
             pihak-pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian
             pengikatan dan persyaratan dalam rencana Transaksi, analisis manfaat
             dan risiko rencana Transaksi.
          2. Analisis kualitatif atas rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-
             pihak yang terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis
             operasional dan prospek, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
             keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi.
          3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan
             keuangan historikal, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan
             sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis rasio keuangan sebelum
             dan sesudah Rencana Transaksi, analisis proforma keuangan sebelum dan
             sesudah Rencana Transaksi, analisis nilai tambah.
          4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi.


2.2.      Analisis Rencana Transaksi
2.2.1.    Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi

          Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:

          1. Perseroan sebagai pihak yang menjual tanah dan bangunan berikut
             mesin, alat dan sarana penunjang serta kendaraan.
          2. MPT sebagai pihak yang akan membeli aset Perseroan.
          Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai pihak-pihak yang terlibat
          dengan Rencana Transaksi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap            1
Page 38
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


2.2.1.1. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk

          Struktur Permodalan Perseroan

          Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perusahaan pada
          tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

          Tabel 2.1.   Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                      Jumlah Saham        Nilai Nominal         Komposisi
                       Pemegang Saham
                                                        (Lembar)               (Rp)               (%)
              PT Prasidha                                 676.830.145 118.445.275.375              47,00
              Igianto Joe                                 272.378.790      47.666.288.250          18,92
              PT Aneka Bumi Prasidha                      136.500.000      23.887.500.000           9,48
              PT Aneka Agroprasidha                       114.000.000      19.950.000.000           7,92
              Agus Soegiarto                               65.984.333      30.503.678.100           4,58
              Masyarakat (masing masing dengan
                                                          174.306.732      30.503.678.100          12,10
              pemilikan kurang dari 5%)
                            Total                       1.440.000.000 252.000.000.000             100,00
          Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Audited Perseroan 31 Desember 2024 (diolah)

          Susunan Pengurus Perseroan

          Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, susunan
          Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
          Tabel 2.2.   Susunan Pengurus Perseroan
                            Jabatan                                          Nama
           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                             Mansjur Tandiono
           Wakil Presiden Komisaris                       Widyono Lianto
           Komisaris                                      Agus Soegiarto
           Komisaris Independen                           Fery Yennoto
           Komisaris Independen                           Robertus Sukamto

           Dewan Direksi
           Presiden Direktur                               Jeffry Sanusi Soedargo
           Wakil Presiden Direktur                         Didik Tandiono
           Direktur                                        Moenardji Soedargo
          Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Audited Perseroan 31 Desember 2024 (diolah)



2.2.1.2. PT Maetala Prima Teknologi

          MPT didirikan di negara Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian
          nomor 91 Tanggal 23 Agustus 2021 yang dibuat oleh Aisyah Ratu Juliana
          Siregar, M.Kn., tentang Pendirian Badan Hukum PT Maetala Prima Teknologi
          tanggal     25      Oktober     2021    dengan    Nomor     Pendaftaran
          4021090231100476. Akta ini telah memperoleh pengesahan dari Menteri
          Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan penetapan
          No. AHU-0054591.AH.01.01.Tahun 2021 tanggal 2 September 2021.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                               2
Page 39
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          MPT memulai kegiatan usaha komersialnya pada 2021. Kantor Perusahaan
          berkedudukan di Jl. Jatinegara Kaum, No. 08, Kel. Jatinegara Kaum,
          Kec. Pulogadung, Kota Administrasi Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Kode
          Pos: 13250.

          Struktur permodalan dan kepemilikan saham MPT pada tanggal
          31 Desember 2024 berdasarkan Akta Nomor 91 tanggal 23 Agustus 2021
          yang dibuat oleh Aisyah Ratu Juliana Siregar, M.Kn., Notaris di kota Sukabumi
          adalah sebagai berikut:

          Tabel 2.3.   Susunan Pemegang Saham MPT
                                                    Jumlah Saham      Nilai Nominal    Komposisi
                       Pemegang Saham
                                                      (Lembar)        (Rp000.000)        (%)
              Ghazali Harmianto                            40.800         40.800.000      80,00
              Ervin Para Putra                             10.200         10.200.000      20,00
                             Total                         51.000         51.000.000     100,00
          Sumber : Akta Nomor 91 tanggal 23 Agustus 2021

          Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia Nomor AHU-0054591.AH.01.01.Tahun 2021, susunan Dewan
          Komisaris dan Dewan Direksi MPT adalah sebagai berikut:
          Tabel 2.4.   Susunan Pengurus MPT
                               Jabatan                                     Nama
           Dewan Komisaris
           Komisaris                                          Ervin Para Putra

           Dewan Direksi
           Direktur                                           Ghazali Harmianto
          Sumber : SK KEMENKUMHAM RI, 2 September 2021



2.2.2.    Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi

          Ringkasan Perjanjian MoU Jual Beli Aset Nomor 01/V/2025 tanggal 23 Mei
          2025 antara Perseroan dan MPT adalah sebagai berikut:

          1. Bahwa Perseroan adalah pihak yang menjual aset, selanjutnya secara
             bersama-sama disebut “Penjual”.
          2. Bahwa MPT adalah pihak yang membeli aset, selanjutnya secara disebut
             “Pembeli”.
          3. Bahwa Penjual adalah pemilik dari dan/atau yang pemegang hak atas
             10 (sepuluh) bidang tanah, untuk selanjutnya secara bersama-sama
             disebut “Tanah dan Bangunan”.
          4. Tanah tersebut akan dijual berikut dengan segala sesuatu yang berdiri
             dan yang tertanam di atas tanah tersebut, yang menurut sifat, guna
             dan/atau peruntukkannya menurut penetapan perundang-undangan
             dianggap sebagai benda bergerak dan benda tidak bergerak (tetap),


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                      3
Page 40
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


             terutama bangunan, berikut segala sesuatu yang melekat atau dianggap
             melekat, yaitu mesin-mesin, alat-alat produksi dan sarana penunjang,
             untuk selanjutnya disebut “Mesin, Alat, dan Sarana Penunjang”.
          5. Berdasarkan draft MoU yang dikirimkan, Perseroan memutuskan untuk
             menjual aset berupa Tanah dan Bangunan berikut Mesin, Alat dan Sarana
             Penunjang kepada MPT.
          6. Harga jual beli atas aset tersebut adalah sebesar Rp79.054.054.054,00
             ditambah PPN sebesar Rp8.695.945.946,00 sehingga total keseluruhan
             harga jual beli aset adalah sebesar Rp87.750.000.000,00.
          7. Mekanisme Pembayaran:
             - Uang Tanda Jadi (Down Payment) sebesar Rp10.000.000.000,00
                 dalam bentuk Bilyet Giro (BG), diberikan oleh MPT kepada Perseroan
                 pada saat ditandatanganinya MoU; Bilyet Giro (BG) tersebut dapat
                 dicairkan selambat-lambatnya pada tanggal 08-07-2025.
             - Pembayaran tahap pertama sebesar Rp30.000.000.000,00 akan
                 dibayar oleh MPT kepada Perseroan pada saat penandatanganan
                 Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (Lunas). Pada saat Pembayaran
                 Tahap Pertama, MPT juga wajib untuk membuka Bilyet Giro (BG) baru
                 sebesar Rp10.000.000.000,00 yang dapat dicairkan selambat-
                 lambatnya pada tanggal 08-08-2025 untuk menggantikan Bilyet
                 Giro (BG) sebelumnya. Dalam hal lewatnya jangka waktu
                 Pembayaran Tahap Pertama sebagaimana tersebut di atas dan
                 Pembeli tidak melakukan Pembayaran Tahap Pertama kepada
                 Penjual, maka MoU ini menjadi batal serta Uang Tanda Jadi (Down
                 Payment) akan menjadi hangus dan menjadi milik Penjual sepenuhnya.
             - Pembayaran tahap kedua sebesar Rp35.000.000.000,00 akan
                 dibayar oleh MPT kepada Perseroan selambat-lambatnya pada
                 tanggal 08-08-2025. Apabila Pembeli telah melakukan Pembayaran
                 Tahap Kedua kepada Penjual, maka bangunan dan mesin di Area
                 PAN 1 dapat dibongkar oleh Pembeli, kecuali angkutan darat dan
                 angkutan air yang berada di Area PAN 1 maupun Area PAN 2. Pada
                 saat Pembayaran Tahap Kedua, Pembeli juga wajib untuk membuka
                 Bilyet Giro (BG) baru sebesar Rp10.000.000.000,00 yang dapat
                 dicairkan selambat-lambatnya pada tanggal 08-09-2025 untuk
                 menggantikan Bilyet Giro (BG) sebelumnya.
             - Dalam hal lewatnya jangka waktu Pembayaran Tahap Kedua
                 sebagaimana tersebut di atas dan Pembeli tidak melakukan
                 Pembayaran Tahap Kedua kepada Penjual, maka kelanjutan
                 transaksi jual beli Tanah dan Bangunan berikut Mesin, Alat dan
                 Sarana Penunjang untuk Area PAN 1 sebagaimana disepakati dalam
                 MoU ini menjadi batal serta Uang Tanda Jadi (Down Payment) akan
                 menjadi hangus dan menjadi milik Penjual sepenuhnya, sehingga Bilyet
                 Giro (BG) dapat dicairkan oleh Penjual, tanpa adanya kewajiban
                 apapun dari Penjual kepada Pembeli.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap          4
Page 41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


              -   Pembayaran Tahap Ketiga yaitu sebesar Rp22.750.000.000,00
                  akan dibayar oleh Pembeli kepada Penjual selambat-lambatnya
                  pada tanggal 08-09-2025, yang terbagi atas:
                    1) Pencairan Uang Tanda Jadi (Down Payment) berupa Bilyet Giro
                       (BG) sebesar Rp10.000.000.000,00.
                    2) Sisa pembayaran sebesar Rp12.750.000.000,00 (dua belas
                       miliar tujuh ratus lima puluh juta rupiah) akan dibayarkan pada
                       saat penandatanganan Akta Jual Beli atas Tanah dan Bangunan
                       Berikut Mesin, Alat dan Sarana Penunjang tersebut di hadapan
                       Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berwenang.
                  Dalam hal lewatnya jangka waktu Pembayaran Tahap Ketiga
                  sebagaimana tersebut di atas dan Pembeli tidak melakukan
                  Pembayaran Tahap Ketiga kepada Penjual, maka kelanjutan transaksi
                  jual beli Tanah dan Bangunan untuk Area PAN 1 sebagaimana
                  disepakati dalam MoU ini menjadi batal serta Uang Tanda Jadi (Down
                  Payment) akan menjadi hangus dan menjadi milik Penjual sepenuhnya,
                  sehingga Bilyet Giro (BG) dapat dicairkan oleh Penjual, tanpa adanya
                  kewajiban apapun dari Penjual kepada Pembeli.
              -   Bahwa sebelum dilakukan masing-masing Pembayaran Tahap
                  Pertama, Kedua, dan Ketiga tersebut, Para Pihak sepakat bahwa
                  Pembeli wajib memberikan Surat Keterangan “Good Funds” dari Bank
                  yang bersangkutan terkait ketersediaan dana tersebut selambat-
                  lambatnya 2 (dua) hari kerja sebelum tanggal Pembayaran Tahap
                  Pertama dan/atau Kedua dan/atau Ketiga tersebut.

          Berdasarkan perjanjian dan persyaratan di atas tidak ada persyaratan
          khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga syarat-
          syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.


2.2.3.    Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

          Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko
          yang akan dihadapi oleh Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana
          Transaksi.

          a. Manfaat Rencana Transaksi
             Diperkirakan dana dan keuntungan dari hasil penjualan aset tersebut
             akan digunakan oleh Perseroan untuk diinvestasikan dan/atau digunakan
             dalam rencana ekspansi Perseroan sesuai strategi bisnis Perseroan, yang
             akan meningkatkan nilai investasi para pemegang sahamnya.

          b. Risiko Rencana Transaksi
             Rencana Transaksi diperkirakan tidak memiliki risiko terhadap Perseroan.
             Sementara risiko jika rencana transaksi ini tidak terjadi adalah Perseroan
             tidak mendapatkan dana tambahan untuk investasi dan harus
             menanggung biaya pajak PBB atas aset tersebut setiap tahunnya.

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap            5
Page 42
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


2.3.      Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
2.3.1.    Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan

          Perseroan didirikan dengan nama PT Aneka Bumi Asih berdasarkan Akta
          Notaris No. 7 dari Paul Tamara tanggal 16 April 1974. Akta pendirian
          Perusahaan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman Republik Indonesia
          dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/358/23 tanggal 3 Oktober 1974 dan
          diumumkan dalam Tambahan No. 2488 dari Berita Negara No. 37 tanggal
          10 Mei 1994.

          Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
          terakhir dengan Akta Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn.,
          No. 306 tanggal 28 Juni 2024, mengenai perubahan alamat Perusahaan.
          Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
          Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.09-0222828 tanggal 5 Juli 2024.

          Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan
          Perusahaan terutama meliputi bidang pengolahan dan perdagangan hasil
          bumi. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1974.

          Kegiatan Usaha Perseroan

          Saat ini kegiatan utama Perseroan dan Entitas anak dalam bidang
          pengolahan dan perdagangan karet remah, kopi bubuk dan instan serta kopi
          biji.

          Legalitas dan Perijinan Perseroan

          Data-data legalitas Perseroan yang dapat diinformasikan adalah sebagai
          berikut:

          Tabel 2.5. Legalitas Perseroan
           No.          Keterangan            Nomor & Tanggal           Yang Mengeluarkan

                 Akta Perubahan Anggaran
                                                Nomor : 306          Christina Dwi Utami, S.H.,
            1.   Dasar PT Prasidha Aneka
                                                28 Juni 2024         M.Kn., Notaris di Jakarta
                 Niaga Tbk
                                                                    A.n Menteri Hukum dan Hak
                 Persetujuan Akta Perubahan Nomor : AHU-AH.01.09-
                                                                      Asasi Manusia Republik
            2.   Anggaran Dasar PT Prasidha       0222828
                                                                    Indonesia, Direktur Jenderal
                 Aneka Niaga Tbk             Tanggal 5 Juli 2024
                                                                      Adimistrasi Hukum Umum
                 Akta Pernyataan Keputusan
                                                 Nomor : 80         Ir. Yohanes Wilion, S.E., S.H.,
            3.   Rapat PT Prasidha Aneka
                                                30 Juni 2023            M.M, Notaris di Jakarta
                 Niaga Tbk
                 Penerimaan Pemberitahuan Nomor : AHU-AH.01.09-
                                                                    A.n Menteri Hukum dan Hak
            4.   Perubahan Data PT Prasdiha       0133859
                                                                      Asasi Manusia Republik
                 Aneka Niaga Tbk            Tanggal 30 Juni 2023



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                             6
Page 43
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


           No.           Keterangan              Nomor & Tanggal           Yang Mengeluarkan
                                                                        Indonesia, Direktur Jenderal
                                                                          Adimistrasi Hukum Umum
                 Akta RUPS Luar Biasa PT            Nomor : 78         Ir. Yohanes Wilion, S.E., S.H.,
            5.
                 Prasidha Aneka Niaga Tbk          30 Juni 2023            M.M, Notaris di Jakarta
                 Akta Pernyataan Keputusan
                                                   Nomor : 196         Ristina Dwi Utami, S.H, M.Hum,
            6.   Rapat PT Prasidha Aneka
                                                 25 Agustus 2021          M.Kn., Notaris di Jakarta
                 Niaga Tbk
                                                                        A.n Menteri Hukum dan Hak
                 Penerimaan Pemberitahuan        Nomor : AHU-
                                                                          Asasi Manusia Republik
            7.   Perubahan Data PT Prasdiha    AH.01.03.0441050
                                                                        Indonesia, Direktur Jenderal
                 Aneka Niaga Tbk            Tanggal 26 Agustus 2021
                                                                          Adimistrasi Hukum Umum
                 Akta Pernyataan Keputusan
                                                    Nomor : 84         Ristina Dwi Utami, S.H, M.Hum,
            8.   Rapat PT Prasidha Aneka
                                                08 September 2020         M.Kn., Notaris di Jakarta
                 Niaga Tbk
                                                  Nomor : AHU-      A.n Menteri Hukum dan Hak
                 Penerimaan Pemberitahuan
                                               AH.01.03.0393446        Asasi Manusia Republik
            9.   Perubahan Anggaran Dasar
                                               Tanggal 01 Oktober   Indonesia, Direktur Jenderal
                 PT Prasdiha Aneka Niaga Tbk
                                                      2020            Adimistrasi Hukum Umum
                                                  Nomor : AHU-
                                                                    A.n Menteri Hukum dan Hak
                 Persetujuan Akta Perubahan 0067812.AH.01.02.Tahun
                                                                       Asasi Manusia Republik
           10.   Anggaran Dasar PT Prasidha           2020
                                                                    Indonesia, Direktur Jenderal
                 Aneka Niaga Tbk               Tanggal 01 Oktober
                                                                      Adimistrasi Hukum Umum
                                                      2020
                 Akta Pernyataan Keputusan
                                                   Nomor : 10       Ny. Liliana Arif Gondoutomo,
           11.   Rapat PT Prasidha Aneka
                                                20 Oktober 2008        S.H, Notaris di Jakarta
                 Niaga
                                                  Nomor : AHU-      A.n Menteri Hukum dan Hak
                 Persetujuan Akta Perubahan 97905.AH.01.02.Tahun       Asasi Manusia Republik
           12.   Anggaran Dasar PT Prasidha           2008             Indonesia, Plh. Direktur
                 Aneka Niaga Tbk              Tanggal 18 Desember    Jenderal Adimistrasi Hukum
                                                      2008                      Umum
                                                   Nomor : 39
                 Akta Pendirian Perseroan                           Ny. Liliana Arif Gondoutomo,
           13.                                Tanggal 29 Desember
                 Terbatas PT Aneka Bumi Asih                            S.H, Notaris di Bekasi
                                                      1993
                                                                       A.n Menteri Kehakiman
                 Persetujuan atas Perubahan          Nomor :
                                                                    Republik Indonesia, Direktur
           14.   Anggaran Dasar PT Prasidha C2-3792.HT.01.04.TH.94
                                                                         Jenderal Hukum dan
                 Aneka Niaga                 Tanggal 01 Maret 1994
                                                                        Perundang-Undangan
                                             Nomor : 912020118351
                                                                         A.n Badan Kordinasi
           15.   Nomor Induk Berusaha (NIB) Tanggal 15 Januari 2019
                                                                          Penanaman Modal
                 Nomor Pokok Wajib Pajak
                                               Nomor : 01.129.568.0-     Ditjen Pajak Kementerian
           16.   (NPWP) PT Prasidha Aneka
                                                     054.000           Keuangan Republik Indonesia
                 Niaga Tbk




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                                7
Page 44
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


2.3.2.    Gambaran Perekonomian Indonesia
          Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
                                                                                                    TW I
                         Deskripsi                2021         2022        2023        2024
                                                                                                    2025
           PDB Dunia (%)                             6,00         3,50        3,10        3,20          2,9
           PDB Indonesia (%)                         3,70         5,31        5,05        5,03         4,87
           Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $)            14.320      15.592      15.415       16.157      16.560
           Cadangan Devisa Negara (Rp
                                                  144,900     137,200     146,400      155,719     152.467
           miliar/US $)
           Inflasi (%)                               1,87         5,51        2,61        1,57         1,03
           BI Rate (Reverse Repo Rate) (%)           3,50         5,75        6,00        6,00         5,75
          Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia

          • Pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS awal April 2025, serta langkah
            retaliasi oleh Tiongkok dan kemungkinan dari sejumlah negara lain
            meningkatkan fragmentasi ekonomi global dan menurunnya volume
            perdagangan dunia. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun
            2025 diprakirakan akan menurun dari 3,2% menjadi 2,9% dengan
            penurunan terbesar terjadi di AS dan Tiongkok sejalan dengan dampak
            perang tarif kedua negara tersebut.
          • Ekonomi Indonesia triwulan I-2025 terhadap triwulan I-2024 mengalami
            pertumbuhan sebesar 4,87 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan
            Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan
            tertinggi sebesar 10,52 persen. Sementara dari sisi pengeluaran,
            Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi
            sebesar 6,78 persen.
          • Nilai tukar Rupiah pada 27 Maret 2025 tercatat Rp16.560 per dolar AS
            atau menguat 0,12% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Februari
            2025. Namun demikian, tekanan kuat terhadap nilai tukar Rupiah terjadi
            di pasar off-shore(Non Deliverable Forward/NDF) pada saat libur panjang
            pasar domestik dalam rangka Idulfitri 1446 H, akibat kebijakan tarif
            resiprokal AS.
          • Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025 tercatat tinggi sebesar
            157,1 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau
            6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta
            berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
          • IHK pada Maret 2025 mengalami inflasi sebesar 1,03% (yoy), dengan
            inflasi inti tetap terkendali sebesar 2,48% (yoy), sejalan dengan konsistensi
            suku bunga kebijakan BI (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi
            BI Rate sebesar 5,75% pada triwulan 1 2025. Transmisi kebijakan moneter
            tetap baik di tengah kenaikan risiko dari dinamika global. Sejalan dengan
            penurunan BI-Rate pada Januari 2025 dan operasi moneter yang
            ditempuh Bank Indonesia, suku bunga pasar uang (INDONIA) terus menurun
            menjadi 5,77% pada 21 April 2025 dari semula sebesar 6,03% pada
            awal Januari 2025. (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan I 2025 dan diolah)



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                                     8
Page 45
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


2.3.2.1. Pertumbuhan Ekonomi Global

          Ketidakpastian perekonomian global makin tinggi didorong kebijakan tarif
          resiprokal Amerika Serikat (AS). Pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS
          awal April 2025, serta langkah retaliasi oleh Tiongkok dan kemungkinan dari
          sejumlah negara lain meningkatkan fragmentasi ekonomi global dan
          menurunnya volume perdagangan dunia. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi
          dunia pada tahun 2025 diprakirakan akan menurun dari 3,2% menjadi 2,9%
          dengan penurunan terbesar terjadi di AS dan Tiongkok sejalan dengan
          dampak perang tarif kedua negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi di
          negara maju dan negara berkembang lainnya juga diprakirakan akan
          melambat, dipengaruhi dampak langsung dari penurunan ekspor ke AS dan
          dampak tidak langsung dari penurunan volume perdagangan dengan
          negara-negara lain. Perang tarif dan dampak negatifnya terhadap
          penurunan pertumbuhan AS, Tiongkok, dan ekonomi dunia memicu
          peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global serta mendorong
          perilaku risk aversion pemilik modal.Yield US Treasury menurun dan indeks
          mata uang dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia (DXY) melemah, di
          tengah peningkatan ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR). Aliran modal
          dunia bergeser dari AS ke negara dan aset yang dianggap aman (safe haven
          asset), terutama ke aset keuangan di Eropa dan Jepang serta komoditas
          emas. Sementara itu, aliran keluar modal global dari negara berkembang
          masih berlanjut sehingga memberikan tekanan terhadap pelemahan mata
          uangnya. Memburuknya kondisi global tersebut memerlukan penguatan
          respons dan koordinasi kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal,
          mengendalikan stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam
          negeri.

          Tabel 2.7. Pertumbuhan PDB Dunia




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap          9
Page 46
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


2.3.2.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik

          Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan I 2025 masih terjaga di
          tengah peningkatan ketidakpastian global. Konsumsi rumah tangga tumbuh
          positif didukung keyakinan pelaku ekonomi dan kondisi penghasilan yang
          secara umum masih stabil. Belanja Pemerintah terkait pemberian Tunjangan
          Hari Raya (THR), belanja sosial, dan berbagai insentif lainnya, serta kenaikan
          permintaan musiman selama perayaan Idulfitri 1446 H juga mendukung
          konsumsi rumah tangga. Investasi, khususnya nonbangunan, tetap menopang
          pertumbuhan ekonomi sebagaimana tecermin dari meningkatnya impor
          barang modal, terutama alat-alat berat. Ekspor nonmigas pada triwulan I
          2025 meningkat terutama ditopang komoditas manufaktur, seperti mesin
          serta besi dan baja, ke negara-negara ASEAN. Secara spasial, pertumbuhan
          ekonomi berbagai wilayah terindikasi tetap baik, terutama wilayah
          Kalimantan dan Jawa. Ke depan, kebijakan tarif resiprokal AS dan langkah
          retaliasi yang ditempuh Tiongkok dan kemungkinan dari negara lain dapat
          memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank Indonesia
          memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 sedikit di bawah
          titik tengah kisaran 4,7-5,5%, dipengaruhi dampak langsung kebijakan tarif
          AS yang menurunkan ekspor Indonesia ke AS dan dampak tidak langsung
          akibat penurunan permintaan ekspor dari mitra dagang lain Indonesia,
          terutama Tiongkok. Sehubungan dengan itu, berbagai kebijakan perlu
          diperkuat guna memitigasi dampak dari menurunnya prospek pertumbuhan
          ekonomi dunia, dengan mendorong permintaan domestik dan memanfaatkan
          peluang peningkatan ekspor. Bank Indonesia terus memperkuat bauran
          kebijakan moneter dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas dan turut
          mendorong pertumbuhan ekonomi, didukung dengan percepatan digitalisasi
          sistem pembayaran. Bank Indonesia terus mempererat sinergi dengan
          kebijakan stimulus fiskal Pemerintah Pusat dan Daerah, termasuk dukungan
          penuh terhadap implementasi berbagai program Pemerintah dalam Asta
          Cita.


2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha

          Ekonomi Indonesia triwulan I-2025 terhadap triwulan I-2024 (y-on-y) tumbuh
          sebesar 4,87 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha
          kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar 1,23
          persen. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Pertanian,
          Kehutanan, dan Perikanan sebesar 10,52 persen; diikuti oleh Jasa Lainnya
          sebesar 9,84 persen; Jasa Perusahaan sebesar 9,27 persen; dan Transportasi
          dan Pergudangan sebesar 9,01 persen. Sementara itu, lapangan usaha
          Industri Pengolahan dan lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran,
          Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki peran dominan tumbuh
          masing-masing sebesar 4,55 persen dan 5,03 persen.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap            10
Page 47
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Gambar 2.1.        Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-to-y) (persen)




          Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.43/05/Th.XXVIII, 5 Mei 2025

          Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku
          pada triwulan I-2025 didominasi oleh lapangan usaha Industri Pengolahan
          sebesar 19,25 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
          Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,22 persen; Pertanian, Kehutanan, dan
          Perikanan sebesar 12,66 persen; Konstruksi sebesar 9,84 persen; serta
          Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,99 persen. Peranan kelima
          lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,96
          persen.


2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran

          Ekonomi Indonesia triwulan I-2025 terhadap triwulan I-2024 tumbuh sebesar
          4,87 persen (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen
          pengeluaran, kecuali Komponen PK-P yang terkontraksi sebesar 1,38 persen.
          Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa
          sebesar 6,78 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
          (PK-RT) sebesar 4,89 persen; Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga
          Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 3,07 persen;
          dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 2,12 persen.
          Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang
          dalam PDB menurut Pengeluaran) juga tumbuh sebesar 3,96 persen.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                11
Page 48
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Gambar 2.2.        Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y)
                             (persen)




          Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.43/05/Th.XXVIII, 5 Mei 2025

          Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada
          triwulan I-2025 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian
          Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari
          separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 54,53 persen; diikuti oleh komponen
          PMTB sebesar 28,03 persen; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
          22,30 persen; Komponen PK-P sebesar 5,88 persen; Komponen Perubahan
          Inventori sebesar 3,09 persen; dan Komponen PK-LNPRT sebesar 1,39 persen.
          Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang
          dalam PDB Pengeluaran memiliki peran sebesar 19,74 persen .


2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

          Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih menguasai struktur perekonomian
          Indonesia secara spasial selama triwulan I-2025 dengan kontribusi sebesar
          57,43 persen; diikuti Pulau Sumatera sebesar 22,14 persen; Pulau Kalimantan
          sebesar 8,15 persen; Pulau Sulawesi sebesar 6,95 persen; Pulau Bali dan
          Nusa Tenggara sebesar 2,71 persen; serta Pulau Maluku dan Papua sebesar
          2,62 persen.

          Pada triwulan I-2025, pertumbuhan ekonomi secara spasial di beberapa
          kelompok provinsi tercatat mengalami penguatan. Kelompok provinsi yang
          mencatat penguatan pertumbuhan (y-on-y) adalah Pulau Sulawesi yang
          tumbuh sebesar 6,40 persen, tertinggi di Indonesia; diikuti oleh Pulau Jawa
          sebesar 4,99 persen; dan Pulau Sumatera sebesar 4,85 persen. Sementara
          itu, kelompok provinsi di Pulau Kalimantan mencatat pertumbuhan sebesar
          4,32 persen; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 3,12 persen; serta
          kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua yang tumbuh sebesar 1,69
          persen.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap             12
Page 49
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Gambar 2.3.        Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, Triwulan I 2025




          Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.43/05/Th.XXVIII, 5 Mei 2025


          Tabel 2.8. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran
                     (triliun rupiah)




          Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.43/05/Th.XXVIII, 5 Mei 2025



2.3.2.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)

          Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2025 tetap rendah dan
          mendukung stabilitas perekonomian. IHK pada Maret 2025 mengalami inflasi
          sebesar 1,03% (yoy), dengan inflasi inti tetap terkendali sebesar 2,48%
          (yoy), sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan BI (BI-Rate) untuk
          mengarahkan ekspektasi inflasi. Inflasi kelompok volatile food (VF) tercatat
          sebesar 0,37% (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan
          utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi
          Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                13
Page 50
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Pangan (GNPIP). Sementara itu, kelompok administered prices tercatat deflasi
          sebesar 3,16% (yoy), tidak sedalam deflasi bulan sebelumnya sebesar
          9,02% (yoy), terutama dipengaruhi oleh berakhirnya implementasi kebijakan
          diskon tarif listrik untuk rumah tangga dengan daya terpasang listrik < 2.200
          VA. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi terkendali dalam sasaran
          2,5±1% pada 2025 dan 2026. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring
          ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang
          memadai, imported inflation yang terkendali, dan dampak positif dari
          digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi
          pengendalian inflasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.

          Tabel 2.9. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019- 2025)
           Bulan                2019       2020        2021       2022   2023   2024   2025
           Januari              3,25       2,82        1,55       2,18   5,28   2,57    0,76
           Februari             3,18       2,57        1,38       2,06   5,47   2,75   -0,09
           Maret                3,40       2,48        1,37       2,64   4,97   3,05    1.30
           April                3,41       2,83        1,42       3,47   4,33   3,00
           Mei                  3,23       3,32        1,68       3,55   4,00   2,84
           Juni                 3,12       3,28        1,33       4,35   3,52   2,51
           Juli                 3,18       3,32        1,52       4,94   3,08   2,13
           Agustus              3,20       3,49        1,59       4,69   3,27   2,12
           September            2,88       3,39        1,60       5,95   2,28   1,84
           Oktober              3,16       3,13        1,66       5,71   2,56   1,71
           Nopember             3,23       3,00        1,75       5,42   2,86   1,55
           Desember             3,13       2,72        1,87       5,51   2,61   1,57
           Sumber : Data Inflai Bulanan Bank Indonesia, 2025 (diolah)



2.3.2.4. Nilai Tukar Rupiah

          Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank
          Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang
          meningkat. Nilai tukar Rupiah pada 27 Maret 2025 tercatat Rp16.560 per
          dolar AS atau menguat 0,12% (ptp) dibandingkan dengan level akhir
          Februari 2025. Namun demikian, tekanan kuat terhadap nilai tukar Rupiah
          terjadi di pasar off-shore(Non Deliverable Forward/NDF) pada saat libur
          panjang pasar domestik dalam rangka Idulfitri 1446 H, akibat kebijakan tarif
          resiprokal AS. Bank Indonesia pada 7 April 2025 melakukan intervensi di
          pasar off-shore NDF secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan
          New York guna stabilisasi nilai tukar Rupiah dari tingginya tekanan global.
          Respons kebijakan ini memberikan hasil positif, tecermin dari perkembangan
          Rupiah yang terkendali dan menguat menjadi Rp16.855 per dolar AS pada
          22 April 2025, dibandingkan dengan level Rp16.865 per dolar AS pada
          hari pertama pembukaan pasar domestik pascalibur tanggal 8 April 2025.
          Pergerakan Rupiah masih sejalan dengan perkembangan mata uang regional
          dan berada dalam kisaran yang sesuai dengan fundamental ekonomi
          domestik dalam menjaga stabilitas perekonomian. Ke depan, nilai tukar


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                 14
Page 51
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam
          menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang
          rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Bank
          Indonesia terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi
          terukur di pasar off-shore NDF dan strategi triple intervention pada
          transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder. Seluruh instrumen moneter
          juga terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-
          market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk
          memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi
          portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.


2.3.2.5. Suku Bunga

          Transmisi kebijakan moneter tetap baik di tengah kenaikan risiko dari
          dinamika global. Sejalan dengan penurunan BI-Rate pada Januari 2025 dan
          operasi moneter yang ditempuh Bank Indonesia, suku bunga pasar uang
          (INDONIA) terus menurun menjadi 5,77% pada 21 April 2025 dari semula
          sebesar 6,03% pada awal Januari 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9,
          dan 12 bulan tanggal 16 April 2025 juga menurun, namun tetap menarik
          untuk aliran masuk modal asing, yakni dari masing-masing 7,16%; 7,20%;
          dan 7,27% pada awal Januari 2025 menjadi 6,59%; 6,61%; dan 6,64%
          per 16 April 2025. Imbal hasil SBN juga tetap menarik, meskipun untuk tenor
          2 tahun menurun dari 6,96% menjadi 6,54%, sementara untuk tenor 10 tahun
          menurun dari 6,98% menjadi 6,94%. Adapun suku bunga perbankan tercatat
          rendah ditopang oleh kecukupan likuiditas perbankan sejalan dengan
          implementasi penguatan KLM serta publikasi transparansi SBDK. Likuiditas
          yang cukup tersebut mampu meningkatkan efisiensi pembentukan suku bunga
          perbankan sehingga mendukung penyaluran kredit perbankan. Pada Maret
          2025, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit tercatat masing-
          masing sebesar 4,77% dan 9,20%, relatif stabil dibandingkan dengan level
          pada bulan sebelumnya.

          Kredit perbankan tetap tumbuh positif dalam mendukung pertumbuhan
          ekonomi. Pertumbuhan kredit pada Maret 2025 tercatat sebesar 9,16%
          (yoy), lebih rendah dari 10,30% (yoy) pada bulan Februari 2025.
          Pertumbuhan kredit investasi masih relatif tinggi, yaitu 13,36% (yoy),
          sementara pertumbuhan kredit konsumsi dan kredit modal kerja masing-
          masing tercatat sebesar 9,32% (yoy) dan 6,51% (yoy). Dari sisi penawaran,
          minat penyaluran kredit (lending standard) dan kondisi likuiditas masih
          memadai, meskipun sejumlah bank mulai menghadapi kendala dalam
          meningkatkan pendanaan baik Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun sumber
          lainnya untuk penyaluran kredit. Dari sisi permintaan, kontribusi pertumbuhan
          kredit terutama didukung pada sektor industri, pertambangan, dan jasa
          sosial, sementara kontribusi pertumbuhan kredit pada sektor konstruksi dan
          perdagangan masih terbatas. Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 9,18%
          (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 1,95% (yoy). Ke depan,

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap           15
Page 52
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          berbagai risiko ketidakpastian global dan dampaknya terhadap
          perekonomian domestik perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi
          prospek permintaan kredit dan preferensi penempatan aset likuid perbankan.
          Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit perbankan akan menuju
          ke batas bawah kisaran 11-13% pada 2025. Sehubungan dengan itu, Bank
          Indonesia akan terus memperkuat kebijakan makroprudensial yang
          akomodatif, termasuk mengoptimalkan KLM, dan memperkuat implementasi
          ketentuan Rasio Pendanaan Luar Negeri (RPLN) untuk mendorong pendanaan
          perbankan bagi manajemen likuiditas dan penyaluran kredit ke sektor riil.
          Bank Indonesia juga akan terus mempererat koordinasi dengan KSSK untuk
          mendorong pertumbuhan kredit dalam mendukung pembiayaan ekonomi.

          Bank Indonesia terus mendorong implementasi penguatan KLM untuk
          mendukung pertumbuhan kredit perbankan. Mulai 1 April 2025, KLM
          ditingkatkan dari paling besar 4% menjadi sampai dengan 5% dari DPK.
          Hingga minggu kedua April 2025, Bank Indonesia telah memberikan insentif
          KLM sebesar Rp370,6 triliun, meningkat sebesar Rp78,3 triliun dari minggu
          keempat Maret 2025 sebesar Rp292,3 triliun. Khusus sektor perumahan,
          insentif KLM meningkat sebesar Rp84,0 triliun dari minggu keempat Maret
          2025 seiring dengan implementasi penguatan KLM pada 1 April 2025.
          Insentif KLM diberikan masing-masing kepada kelompok bank BUMN sebesar
          Rp161,7 triliun, BUSN sebesar Rp167,4 triliun, BPD sebesar Rp35,7 triliun,
          dan KCBA sebesar Rp5,8 triliun. Secara sektoral, insentif tersebut disalurkan
          kepada sektor-sektor prioritas yakni pertanian, real estate, perumahan
          rakyat, konstruksi, perdagangan dan manufaktur, transportasi, pergudangan,
          pariwisata dan ekonomi kreatif, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau

          Likuiditas perbankan memadai, tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana
          Pihak Ketiga (AL/DPK) pada Maret 2025 yang tinggi sebesar 26,22%. Dari
          sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
          perbankan pada Februari 2025 tercatat tinggi sebesar 26,95%. Risiko kredit
          tetap terkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing
          Loan/NPL) perbankan yang rendah, sebesar 2,22% (bruto) dan 0,81% (neto)
          pada Februari 2025. Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan
          ketahanan perbankan tetap kuat, serta ditopang oleh kemampuan
          membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Bank Indonesia terus
          memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai
          risiko ekonomi domestik dan global yang dapat mengganggu ketahanan
          perbankan dan stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

          Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan I 2025 tetap
          tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari
          sisi transaksi, pembayaran digital pada triwulan I 2025 mencapai 10,76
          miliar transaksi atau tumbuh 33,50% (yoy) didukung peningkatan seluruh
          komponen. Volume transaksi aplikasi mobile dan interne terus tumbuh masing-
          masing sebesar 34,51% (yoy) dan 18,89% (yoy). Demikian pula, volume
          transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap tumbuh tinggi sebesar

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap           16
Page 53
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          169,15% (yoy) didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari
          sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST
          mencapai 1,07 miliar transaksi atau tumbuh 57,68% (yoy), dengan nilai
          mencapai Rp2.741,81 triliun. Volume transaksi nilai besar yang diproses
          melalui BI-RTGS tumbuh sebesar 0,69% (yoy) menjadi 2,47 juta transaksi
          dengan nilai Rp46.281,21 triliun. Sementara dari sisi pengelolaan uang
          Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,51% (yoy) menjadi
          Rp1.240,12 triliun pada triwulan I 2025. Transaksi digital melalui QRIS
          selama periode Ramadhan dan Idulfitri (RAFI) 2025 juga meningkat, dengan
          rata-rata pertumbuhan volume transaksi per pengguna mencapai 111%
          (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode RAFI 2024 sebesar 76%. Sementara
          itu, pertumbuhan UYD selama periode RAFI 2025 mencapai 8,63% (yoy),
          sedikit lebih tinggi dibandingkan 8,44% (yoy) pada periode RAFI 2024.


2.3.3.    Gambaran Umum Industri Kopi di Indonesia

          Indonesia adalah produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil,
          Vietnam, dan Kolombia, dengan produksi sekitar 789.000 ton per tahun,
          menurut Kementerian Pertanian untuk 2022-2025. Dari total produksi,
          150.000 ton adalah arabika, sementara 600.000 ton lainnya robusta. Ekspor
          bersih diperkirakan meningkat dari 420.000 ton pada 2024 menjadi
          427.000 ton pada 2025.

          Sebagian besar kopi Indonesia, yaitu 80–90 persen, adalah robusta, tetapi
          kopi spesialti seperti kopi luwak dan Mandailing juga memiliki nilai tambah
          tinggi. Selain menjadi komoditas ekspor utama, kopi menyumbang devisa
          terbesar keempat setelah minyak sawit, karet, dan kakao. (Badan Perakitan
          dan Modernisasi Pertanian)

          Komoditas perkebunan merupakan salah satu komoditas andalan bagi
          pendapatan nasional dan devisa negara Indonesia, salah satumya kopi.
          Bedasarkan Buku Statistik Perkebunan 2023-2025, berikut data luas areal
          dan produksi baik secara nasional maupun provinsi menurut status
          pengusahaan Perkebunan Rakyat (PR), Perkebunan Besar Negara (PBN), dan
          Perkebunan Besar Swasta (PBS) serta ekspor komoditi kopi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap         17
Page 54
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Grafik 2.1. Luas Areal Perkebunan Kopi di Indonesia Periode 2019-2025 (Ha)




          Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025

          Estimasi luas areal perkebunan kopi pada tahun 2025 mengalami penurunan
          0,17% dibanding tahun 2024, yaitu dengan estimai luas perkebunan kopi
          sebesar 1.267.180 Ha, dengan rincian luas areal PR sebesar 1.247.425 Ha,
          luas areal PBN sebesar 12.508 Ha dan luas areal PBS sebesar 7.247 Ha.
          Total luas areal perkebunan kopi tahun 2024 sebesar 1.269.354 Ha dengan
          rincian luas areal PR sebesar 1.248.887 Ha, luas areal PBN sebesar 13.558
          Ha dan luas areal PBS sebesar 6.909 Ha.

          Disisi lain total produksi kopi di Indonesia dari tahun 2019 sampai dengan
          2025 berfluktuasi. Produksi kopi pada tahun 2025 sebesar 784.084 ton,
          lebih rendah 2,91% dibandingkan tahun 2024 sebesar 807.578 ton. Menurut
          status pengusahaan, produksi kopi 2024 PR sebesar 803.887 ton, produksi
          kopi PBN sebesar 3.021 ton dan PBS sebesar 671 ton. Sedangkan estimasi
          angka produksi kopi tahun 2025 dengan status pengusahaan PR sebesar
          780.362 ton, PBN sebesar 2.890 ton dan PBS sebesar 831 ton, sesuai dengan
          grafik di bawah ini.

          Grafik 2.2. Produksi Kopi di Indonesia Periode 2019-2025 (Ton)




          Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                   18
Page 55
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Kopi Indonesia telah di ekspor ke berbagai negara. Terdapat 10 negara
          utama yang menjadi tujuan ekpor, yaitu Amerika Serikat dengan persentase
          terbesar dari total ekspor yaitu 23,25%, kedua adalah mesir 9,10%,
          malaysia 7,38%, Jepang 6,79%, India 5,41%, Italia 4,71%, China 3,55%,
          Jerman 3,54%, Gergia 3,14%, Tahiland 2,96% dan lainnya sebesar
          30,17%.

          Grafik 2.3. Proporsi Produk Ekspor Komoditi Kopi




          Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025

          Proporsi produk ekspor komoditi kopi terbesar yaitu, Robusta OIB sebesar
          58,53%, kopi biji lainnya sebesar 1,17%, arabika WIB 38,88% dan HS dari
          turunan kopi lainnya sebesar 1,42%.
          Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025



2.3.4.    Gambaran Umum Industri Karet di Indonesia

          Menurut Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gakindo), pemberlakuan
          tarif resiprokal sebesar 32% oleh Amerika Serikat berdampak sangat
          signifikan pada industri karet Indonesia. Sebagai salah satu negara tujuan
          ekspor utama, tarif tersebut berpotensi menurunkan volume ekspor dan
          menekan harga karet. AS merupakan negara tujuan utama ekspor karet
          Indonesia. Pada 2024, Ekspor karet Sumut ke AS mencapai 20,11 persen,
          berada di urutan kedua setelah Jepang yang mencapai 29,66 persen.
          Kontribusi negara tujuan ekspor lainnya jauh lebih kecil, yakni India 6,62
          persen, China 6,60 persen, dan Brasil 5,03 persen.

          Penerapan tarif impor AS menyebabkan harga karet Indonesia menjadi lebih
          mahal di pasar AS dibandingkan dengan produk negara penghasil karet
          dengan tarif resiprokal yang lebih rendah. Kebijakan tarif yang berubah-
          ubah juga menciptakan ketidakpastian bagi industri karet Indonesia sehingga
          sulit untuk membuat strategi bisnis jangka panjang. Hal ini membuat pelaku
          usaha lebih rentan terhadap kerugian dan penurunan pendapatan.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                   19
Page 56
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Industri perkebunan khususnya perkebunan karet di Indonesia dapat diliat
          dari data luas areal perkebunan, produksi karet serta produktivitas karet,
          sebagai berikut:

          Grafik 2.4. Luas Areal Perkebunan Karet di Indonesia Periode 2019-2025




          Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025

          Luas areal perkebunan karet di Indonesia periode 2019-2022 mengalami
          peningkatan dari 3.676.035 Ha meningkat menjadi 3.776.485 Ha pada
          tahun 2022. Namun luas areal perkebunan karet berkurang sejak tahun 2022
          sampai dengan tahun 2024 dan terus turun pada angka estimasi 2025
          menjadi 2.990.016 Ha. Masifnya alih fungsi lahan menjadi salah satu
          masalah utama pada industri karet nasional. Alih fungsi lahan menyebabkan
          luas lahan produktif semakin menurun yang berdampak pada semakin
          turunnya produksi karet alam secara nasional maupun di Sumatera.

          Grafik 2.5. Produksi Karet di Indonesia Periode 2019-2025 (Ton)




          Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025

          Rata-rata otal produksi karet di Indonesia dari tahun 2019 sampai dengan
          2025 mengalami penurunan. Produksi kopi pada tahun 2025 sebesar
          2.040.611 ton, lebih rendah dibanding tahun 2024 sebesar 2.262.088 ton.
          Menurut status pengusahaan, produksi karet 2024 PR sebesar 2.078.722 ton,


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                   20
Page 57
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          produksi karet PBN sebesar 95.961 ton dan PBS sebesar 87.406 ton.
          Sedangkan estimasi angka produksi karet tahun 2025 dengan status
          pengusahaan PR sebesar 1.874.977 ton, PBN sebesar 86.839 ton dan PBS
          sebesar 78.796 ton.

          Karet dan Produk Karet Indonesia diekspor berupa: (1) Karet Alam; (2) Karet
          Olahan; dan (3) Produk Karet. Karet Alam (Latex) rata-rata hanya berperan
          sekitar 0,11% terhadap ekspor Karet dan Produk Karet Indonesia. Karet
          Olahan memiliki peranan terbesar dengan rata-rata pangsa sebesar
          57,54%. Karet Olahan yang diekspor berupa Crumb Rubber (TSNR/SIR) dan
          karet olahan lainnya. Produk Karet (ban, barang karet untuk industri dan
          otomotif, barang karet untuk umum, dll) secara rata-rata memiliki pangsa
          sebesar 42,34% terhadap total ekspor Karet dan Produk Karet Indonesia
          dalam 5 tahun terakhir.
          Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025



2.3.5.    Analisa Prospek Usaha Perseroan

          Industri pengolahan kopi dan karet di Indonesia pada 2025 menghadapi
          tantangan besar sekaligus peluang menjanjikan. Untuk kopi, prospek cerah
          didorong oleh permintaan global yang terus naik dengan pasar dunia
          diproyeksikan mencapai USD43,18 miliar pada 2024. Ekspor kopi meningkat
          dan konsumsi domestik yang tumbuh memberikan harapan dan peluang bagus
          bagi industri. Indonesia masih mempertahankan posisinya sebagai produsen
          kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam. Namun, tantangan
          meliputi fluktuasi harga kopi, perubahan iklim yang mengganggu panen,
          pohon kopi yang menua dengan produktivitas rendah, serta persaingan ketat
          di sektor retail, menekan margin keuntungan usaha, sementara biaya produksi
          terus meningkat. Melihat hal ini, Prasidha optimis terhadap prospek industri
          kopi dan terus berupaya memperkuat posisinya di pasar domestik serta
          meningkatkan kontribusinya di tingkat global. Perseroan berkomitmen untuk
          terus melakukan inovasi dan mengoptimalkan strategi bisnis guna
          mempertahankan daya saing di industri ini.

          Sementara itu, industri pengolahan karet, khususnya crumb rubber,
          menghadapi prospek yang lebih menantang namun masih memiliki peluang.
          Permintaan karet global diprediksi tumbuh 1,9% dari level 2020, didorong
          oleh kebutuhan industri ban, otomotif, dan produk kesehatan. Indonesia,
          sebagai produsen karet terbesar kedua dunia, dapat memanfaatkan ini
          dengan meningkatkan hilirisasi dan ekspor ke pasar Eropa. Namun, tantangan
          besar meliputi harga karet dunia yang belum stabil serta ketegangan
          perdagangan global, Penyakit gugur daun akibat jamur menyebabkan
          kelangkaan bahan baku menjadi tantangan tersendiri. Menyikapi kondisi
          tersebut, Perseroan terus mengevaluasi strategi operasional serta
          menyesuaikan kebijakan harga untuk memitigasi risiko. melalui langkah-
          langkah yang tepat, Perseroan optimis dapat menghadapi tantangan industri


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                   21
Page 58
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          karet remah secara lebih adaptif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga
          pertumbuhan usaha yang sehat di masa mendatang.


2.3.6.    Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

          Kegiatan usaha utama Perseroan bergerak dalam bidang Perdagangan dan
          Industri yaitu pengolahan kopi dan industri karet remah. Sehubungan dengan
          menurunnya jumlah penjualan karet remah dan kopi sejak pandemi Covid-19
          tahun 2020 lalu, Perseroan mengalami kekurangan pembiayaan kegiatan
          usaha dan tidak dapat membayar gaji karyawan secara tepat waktu Untuk
          mengatasi hal tersebut, Perseroan bermaksud menjual sebagian aset berupa
          tanah seluas 171.166 M2 (seratus tujuh puluh satu ribu seratus enam puluh
          enam meter persegi) berikut bangunan, mesin-mesin dan alat-alat produksi
          karet yang berdiri dan terpasang di atas tanah tersebut serta sarana
          penunjangnya yang terletak di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.


2.3.7.    Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana
          Transaksi

          Keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
          adalah sebagai berikut:
          • Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan berkeyakinan akan
            mendatangkan banyak manfaat bagi Perseroan di kemudian hari, antara
            lain dapat melaksanakan pembiayaan kegiatan usaha dan membayar
            gaji karyawan secara tepat waktu.
          • Perseroan mendapatkan kas atas Rencana Transaksi penjualan aset ini.
            Dana dan keuntungan dari hasil Rencana Transaksi akan digunakan oleh
            Perseroan untuk diinvestasikan dan/atau digunakan untuk modal kerja
            sesuai strategi bisnis Perseroan yang pada akhirnya akan meningkatkan
            nilai investasi para pemegang sahamnya.
          • Dengan melepas kepemilikan aset maka perseroan akan mengurangi
            beban pajak PBB-P2 setiap tahunnya.

          Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini adalah
          sebagai berikut:
          • Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
            muncul akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga
            penunjang pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP, konsultan
            hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya penilaian
            objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-
            kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap        22
Page 59
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


2.4.      Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
          Dalam skala historis analisis keuangan akan memberikan gambaran empiris
          aktivitas usaha yang tercermin dalam sajian kuantitatif pada laporan
          keuangan berupa posisi keuangan dan laporan laba rugi. Data empiris
          tersebut menjadikan titik tolak dalam menyusun proyeksi ke depan sebagai
          kerangka prediksi atas usaha yang dilakukan, setidak-tidaknya merupakan
          petunjuk dan arah dalam menyusun asumsi berbagai proyeksi dalam
          perkembangan usaha.


2.4.1.    Analisis Kinerja Historis Perseroan

          Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan, laba
          rugi dan arus kas serta potensi atau kemajuan yang dialami selama
          beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang
          bersumber dari laporan keuangan audited per 31 Desember 2020, 31
          Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023 dan 31 Desember
          2024 disajikan sebagai berikut:

          Tabel 2.10. Historikal Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                Keterangan            2020            2021             2022       2023      2024

          Aset Lancar                  283.696         233.248         222.048     17.283     17.976
          Aset Tidak Lancar            481.680         475.647         483.572    134.690    128.388
          Total Aset                   765.376         708.895         705.620    151.973    146.364
          Liabilitas J. Pendek         368.959         405.643         431.502     78.817     92.807
          Liabilitas J. Panjang        276.265         254.535         234.997      7.074      7.061
          Total Liabilitas             645.224         660.177         666.499     85.891     99.868
          Total Ekuitas                120.152           48.718         39.121     66.082     46.496
          Pendapatan                   895.456         868.091         638.377    266.132     44.596
          Laba Kotor                   768.311         814.178         514.583    202.405     40.378
          Laba Usaha                     -7.039         -47.172         -14.556   169.591     -20.545
          Laba Sebelum Pajak           -33.306          -69.013         -36.152   150.549     -20.537
          Laba Bersih                 -52.305           -81.182         -25.835   143.397     -20.537
          Sumber : Laporan Keuangan Auditied Perseroan 2024 (diolah)

          Tabel 2.11. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan
                  Keterangan              2021            2022           2023      2024     CAGR

          Aset Lancar                    -17,78%         -4,80%        -92,22%    4,01%     -49,83%
          Aset Tidak Lancar              -1,25%          1,67%         -72,15%    -4,68%    -28,15%
          Total Aset                     -7,38%          -0,46%        -78,46%    -3,69%    -33,87%
          Liabilitas J. Pendek            9,94%          6,37%         -81,73%    17,75%    -29,18%
          Liabilitas J. Panjang          -7,87%          -7,68%        -96,99%    -0,18%    -60,02%
          Total Liabilitas                2,32%          0,96%         -87,11%    16,27%    -37,28%
          Total Ekuitas                  -59,45%        -19,70%         68,92%    -29,64%   -21,13%




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                          23
Page 60
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Pendapatan                     -3,06%        -26,46%             -58,31%      -83,24%         -52,76%
          Laba Kotor                      5,97%        -36,80%             -60,67%      -80,05%         -52,12%
          Laba Usaha                    570,15%        -69,14%         -1265,09%       -112,11%         30,71%
          Laba Sebelum Pajak            107,21%        -47,62%         -516,43%        -113,64%         -11,39%
          Laba Bersih                    55,21%          -68,18%       -655,05%        -114,32%         -20,84%
          Sumber : Sumber : Laporan Keuangan Auditied Perseroan 2024 (diolah)



2.4.1.1. Analisis Posisi Keuangan

          Adapun perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat terlihat pada
          grafik berikut:

          Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)

                                           Historis Posisi Keuangan
                                         PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
           1.000.000                                                                                     80,00%
                                                                                                         60,00%
             800.000
                                                                                                         40,00%
             600.000
                                                                                                         20,00%
             400.000                                                                                     0,00%
                                                                                                         -20,00%
             200.000
                                                                                                         -40,00%
                   0
                                                                                                         -60,00%
                            2020                2021       2022                2023              2024
            -200.000                                                                                     -80,00%

                                   Total Aset           Total Liabilitas         Total Ekuitas
                                   Growth Aset          Growth Liabilitas        Growth Ekuitas

          Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)

          • Total aset Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp146,36 miliar lebih
            rendah 3,69% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar
            Rp151,97 miliar. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan kas setara
            kas, piutang lain-lain, persediaan, uang muka, biaya dibayar dimuka,
            penyertaan saham, aset tetap, dan uang jaminan. Total aset Perseroan
            tahun 2020 sampai dengan 2024 mengalami penurunan setiap tahunnya,
            dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
            Rate/CAGR) sebesar negatif 33,87% per tahun.
          • Total liabilitas Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp99,87 miliar,
            lebih tinggi 16,27% dibanding tahun 2023 yang tercatat sebesar
            Rp85,89 miliar. Peningkatan ini dikarenakan adanya utang usaha, utang
            lain-lain dan utang pajak. Total laibilitas Perseroan tahun 2020 sampai
            dengan 2024 mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju
            pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
            sebesar negatif 37,28% per tahun.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                                        24
Page 61
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


         • Total ekuitas Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp46,50 miliar lebih
           rendah 29,64% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar
           Rp66,08 miliar. Penurunan ini dikarenakan adanya peningkatan akumulasi
           kerugian Perseroan. Total ekuitas Perseroan tahun 2020 sampai dengan
           2024 mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
           majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar negatif
           21,13% per tahun.


2.4.1.2. Analisis Laba Rugi

          Adapun perkembangan laba rugi Perseroan dapat terlihat pada grafik
          berikut ini:

          Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)

                                          Historis Laba Rugi
                                    PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
           1.000.000                                                                                100,00%
                                                                                                    0,00%
             800.000
                                                                                                    -100,00%
             600.000
                                                                                                    -200,00%
             400.000                                                                                -300,00%
                                                                                                    -400,00%
             200.000
                                                                                                    -500,00%
                   0
                                                                                                    -600,00%
                           2020          2021            2022           2023             2024
            -200.000                                                                                -700,00%

                            Pendapatan              Laba Kotor                 Laba Bersih
                            Growth Pendapatan       Growth Laba Kotor          Growth Laba Bersih

          Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)

          • Pada tahun 2024 pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp44,60 miliar,
            mengalami penurunan sebesar 83,24% dibanding tahun 2023 yang
            tercatat sebesar Rp266,13 miliar. Pendapatan Perseroan tahun 2020
            sampai dengan tahun 2024 mengalami penuruan setiap tahunnya, dengan
            laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
            sebesar negatif 52,76% per tahun.
          • Laba kotor Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp40,38 miliar,
            mengalami penurunan sebesar 80,05% dibanding tahun 2023 yang
            tercatat sebesar Rp202,41 miliar. Penurunan laba kotor Perseroan
            disebabkan oleh menurunnya pendapatan Perseroan. Laba kotor
            Perseroan tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 mengalami penurunan
            setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
            Annual Growth Rate/CAGR) sebesar negative 52,12% per tahun.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                                   25
Page 62
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


           • Rugi bersih Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp20,54 miliar,
             mengalami penurunan sebesar 114,32% dibanding tahun 2023 yang
             tercatat untung sebesar Rp143,40 miliar. Laba bersih Perseroan tahun
             2020 sampai dengan tahun 2024 mengalami penurunan setiap tahunnya,
             dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
             Rate/CAGR) sebesar 20,84% per tahun.


2.4.2.     Analisis Rasio Keuangan

           Perkembangan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2020, 31
           Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, dan 31 Desember
           2024 dapat dilihat pada tabel berikut:

           Tabel 2.12.        Rasio Keuangan Perseroan
           Rasio Likuiditas                               2020        2021        2022        2023        2024
           Rasio Lancar (x)                                  0,77        0,58        0,51        0,22        0,19
           Rasio Cepat (x)                                   0,28        0,21        0,21        0,12        0,12
           Rasio Kas (x)                                     0,04        0,07        0,06        0,05        0,02
           Rasio Aktivitas                                 2020A       2021A       2022A       2023A       2024A
           Rasio Perputaran Piutang Usaha (Day)                  31          19          27           7          77
           Rasio Perputaran Persediaan (Day)                     87          66          93          14          58
           Rasio Perputaran Utang Usaha (Day)                    10           6          16           0          40
           Rasio Leverage                                  2020A       2021A       2022A       2023A       2024A
           Rasio Liabilitas terhadap Aset (%)                84%      93,13%      94,46%       56,52%      68,23%
           Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%)            537% 1355,11% 1703,70%            129,98%     214,79%
           Rasio Profitabilitas                            2020A       2021A       2022A       2023A       2024A
           Margin Laba Bruto (%)                          14,20%       6,21%      19,39%       23,95%       9,46%
           Margin Laba (Rugi) Usaha (%)                    -0,79%      -5,43%      -2,28%      63,72%     -46,07%
           Margin Laba (Rugi) Bersih (%)                   -5,84%      -9,35%      -4,05%      53,88%     -46,05%
           Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset (%)     -6,83%     -11,45%      -3,66%      94,36%     -14,03%
           Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas
                                                          -43,53% -166,64%        -66,04%     217,00%     -44,17%
           (%)
           Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)


           Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi perusahaan per 31 Desember
           2024 adalah sebagai berikut:

         • Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
           liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
           perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
           saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) Perseroan tahun 2024 adalah 0,19
           kali, hal ini menunjukkan Perseroan belum mampu memenuhi liabilitas
           keuangan dalam jangka pendek. Quick Ratio (rasio cepat) Perseroan adalah
           0,12 kali pada tahun 2024, hal ini menunjukkan Perseroan sangat mampu
           dalam menggunakan aset lancar tanpa persediaan untuk menutupi utang
           jangka pendeknya. Rasio kas Perseroan adalah 0,02 kali.

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                                        26
Page 63
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


         • Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
           tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
           Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan
           laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan pada tahun 2024
           adalah 77 hari, perputaran persediaan adalah 58 hari dan rasio perputaran
           utang usaha adalah 40 hari.
         • Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
           untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
           panjang. Nilai solvabilitas Perseroan cenderung stabil jika dibandingkan
           tahun sebelumnya, dilihat dari Liabilitas to Total Asset Ratio, yaitu sebesar
           68,23% pada tahun 2024. Sementara pada Liabilitas to Equity Ratio
           Perseroan pada tahun 2024 yaitu sebesar 214,79% yang menunjukkan
           hutang/kewajiban perusahaan lebih besar daripada seluruh ekuitas yang
           dimilikinya, sehingga dalam kondisi yang tidak diinginkan (misalnya pailit),
           perusahaan belum mampu melunasi seluruh hutang/kewajibannya.
         • Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
           laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
           keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
           profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
           memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah pajak dengan
           jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu Rate of Return on
           Equity (ROE) tahun 2024 sebesar negatif 44,17%. Rate of Return on Asset
           (ROA) yang membandingkan antara laba setelah pajak dengan total aset
           sebesar negatif 14,03% pada tahun 2024. Sedangkan Net Profit Margin
           pada tahun 2024 sebesar negatif 46,05%. Hal ini menunjukkan bahwa
           perusahaan tidak mampu memaksimalkan modal dan memberikan tingkat
           pengembalian yang cukup untuk investor atau pemegang saham.


2.4.3.     Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan

           Berikut ini adalah proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
           yang diperoleh dari manajemen Perseroan:


2.4.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi

           Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana
           Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:

            Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
             Desember 2029.
            Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
             normalisasi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap            27
Page 64
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Tabel 2.13. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                 2025          2026         2027         2028           2029
              Keterangan
                               Proyeksi       Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi       Proyeksi
           Aset Lancar             7.523          -3.954      -10.039      -11.985         -8.971
           Aset Tidak Lancar     128.127         126.575      125.485      124.925       123.844
           Total Aset            135.650         122.621      115.446      112.940       114.873
           Liabilitas J.
                                  89.243          91.136       92.383       93.622        94.322
           Pendek
           Liabilitas J.
                                  19.802          19.802       19.802       19.802        19.802
           Panjang
           Total Liabilitas      109.045         110.938      112.185      113.424       114.124
           Total Ekuitas          26.605          11.683        3.261           -484           749
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
          Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami penurunan
          setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
          Annual Growth Rate/CAGR) sebesar -4,73% per tahun. Penurunan tersebut
          sebagian besar berasal dari penurunan kas dan setara kas dan aktiva tetap.

          Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
          dengan tahun 2029 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 2,70% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
          peningkatan biaya yang masih harus dibayar.

          Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
          dengan tahun 2029 juga mengalami penurunan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar -245,63% per tahun. Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya
          peningkatan akumulasi kerugian Perseroan.


2.4.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah Rencana
          Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:

           Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
            Desember 2029.
           Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
            normalisasi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                         28
Page 65
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Tabel 2.14.         Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                     2025         2026         2027         2028          2029
              Keterangan
                                    Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi      Proyeksi
           Aset Lancar                  85.849       98.813      117.875     144.530        179.013
           Aset Tidak Lancar           125.560      124.045      122.992     122.469        121.425
           Total Aset                  211.409      222.858      240.867     266.999        300.438
           Liabilitas J.
                                        91.528       94.056       95.303      96.542         97.243
           Pendek
           Liabilitas J.
                                        19.802       19.802       19.802      19.802         19.802
           Panjang
           Total Liabilitas            111.330      113.858      115.105     116.344        117.045
           Total Ekuitas               100.079      109.000      125.762     150.655        183.393
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
          Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami kenaikan
          setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
          Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 15,47% per tahun. Kenaikan tersebut
          sebagian besar berasal dari kenaikan kas dan setara kas dan piutang usaha,
          persediaan.

          Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
          dengan tahun 2029 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 3,23% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
          peningkatan biaya yang masih harus dibayar.

          Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
          dengan tahun 2029 juga mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 31,58% per tahun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya
          penurunan akumulasi kerugian Perseroan.


2.4.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi

          Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:

          1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
             Perseroan untuk periode 2025-2029.
          2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Rencana Transaksi.
          3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
             Transaksi adalah 56,70% per tahun selama masa proyeksi.
          4. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar -156,96% per tahun
             selama masa proyeksi.
          5. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar -156,97% per tahun
             selama masa proyeksi.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                        29
Page 66
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          6. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar -4,98% pertahun
             selama masa proyeksi.

          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana Transaksi:

          Tabel 2.15. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                     2025           2026            2027         2028         2029
               Keterangan
                                   Proyeksi       Proyeksi        Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
           Pendapatan                141.400        211.400         281.400      351.400       421.400
           Beban Pokok
                                     -128.720      -192.306        -256.203     -319.769      -383.429
           Penjualan
           Laba Kotor                 12.680         19.094          25.197       31.631        37.971
           Laba (Rugi) Usaha          -19.892       -14.921           -8.422       -3.745        1.232
           Laba (Rugi) Sebelum
                                      -19.892       -14.921           -8.422       -3.745        1.232
           Pajak
           Laba (Rugi) bersih         -19.892       -14.921           -8.422       -3.745        1.232
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



2.4.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi

          Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:

            1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
               Perseroan untuk periode 2025-2029.
            2. Proyeksi laba rugi diasumsikan setelah adanya Transaksi.
            3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR setelah
               Rencana Transaksi adalah 79,04% per tahun selama masa proyeksi.
            4. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar -215,51% per tahun
               selama masa proyeksi.
            5. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar -209,78% per tahun
               selama masa proyeksi.
            6. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 5,80% pertahun
               selama masa proyeksi.

          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan setelah Rencana Transaksi:

          Tabel 2.16. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                      2025          2026            2027         2028         2029
                Keterangan
                                    Proyeksi      Proyeksi        Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
           Pendapatan                 330.400       435.400         540.400      680.400      820.400
           Beban Pokok Penjualan     -300.513       -396.239       -491.623     -618.981     -746.884
           Laba Kotor                  29.887         39.161         48.777       61.419       73.516
           Laba (Rugi) Usaha            -4.124        12.185         21.923       32.195       42.250
           Laba (Rugi) Sebelum
                                       74.930         12.185         21.923       32.195       42.250
           Pajak
           Laba (Rugi) bersih          53.580             8.923      16.762       24.892       32.739
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                              30
Page 67
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


2.4.3.5. Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi

          Perkembangan arus kas Perseroan sebelum rencana Transaksi selama masa
          proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.17.        Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                      2025               2026                2027           2028           2029
               Keterangan
                                    Proyeksi            Proyeksi            Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
          Arus Kas Dari
                                       -20.774             -20.415             -17.198        -13.040         -8.089
          Aktivitas Operasi
          Arus Kas Dari
                                                -                   -                  -              -               -
          Aktivitas Investasi
          Arus Kas Dari
                                        -4.451                      -                  -              -               -
          Aktivitas Pendanaan
          Kas dan Setara Kas
                                         1.807             -23.418             -43.833        -61.031        -74.071
          Awal Tahun
          Kas dan Setara Kas
                                       -23.418             -43.833             -61.031        -74.071        -82.160
          Akhir Tahun
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



2.4.3.6. Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi

          Perkembangan arus kas Perseroan setelah recana Transaksi selama masa
          proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.18.      Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                        2025               2026               2027          2028           2029
                Keterangan
                                     Proyeksi            Proyeksi           Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
          Arus Kas Dari Aktivitas
                                          5.088              20.887              2.419          4.412         12.191
          Operasi
          Arus Kas Dari Aktivitas
                                                    -                   -              -              -               -
          Investasi
          Arus Kas Dari Aktivitas
                                          -4.451                        -              -              -               -
          Pendanaan
          Kas dan Setara Kas
                                          1.807                 2.444          23.331         25.750          30.162
          Awal Tahun
          Kas dan Setara Kas
                                          2.444              23.331            25.750         30.162          42.353
          Akhir Tahun
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



2.4.4.    Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan

          Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
          analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
          berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
          laporan keuangan seperti posisi keuangan, laba rugi dan arus kas dalam
          periode tertentu.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                                            31
Page 68
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
          Perseroan, maka dapat diperoleh analis rasio atas proyeksi tersebut sebagai
          berikut:


2.4.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi

          Rasio keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi selama masa proyeksi
          dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.19. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
          Rasio Likuiditas                              2025        2026        2027        2028        2029
          Rasio Lancar (x)                                 0,08       -0,04        -0,11      -0,13       -0,10
          Rasio Cepat (x)                                 -0,10       -0,28        -0,40      -0,48       -0,50
          Rasio Kas (x)                                   -0,26       -0,48        -0,66      -0,79       -0,87
          Rasio Aktivitas
          Rasio Perputaran Piutang Usaha (Day)                 36          30          30          30          30
          Rasio Perputaran Persediaan (Day)                    47          42          39          37          36
          Rasio Perputaran Utang Usaha (Day)               164         109             82          66          55
          Rasio Leverage
          Rasio Liabilitas terhadap Aset (%)              80,39       90,47       97,18     100,43        99,35
          Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%)         409,87      949,57      3.440,20    -23.434     15.236
          Rasio Profitabilitas
          Margin Laba Bruto (%)                            8,97        9,03        8,95        9,00        9,01
          Margin Laba (Rugi) Usaha (%)                   -14,07       -7,06        -2,99      -1,07        0,29
          Margin Laba (Rugi) Bersih (%)                  -14,07       -7,06        -2,99      -1,07        0,29
          Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset (%)    -14,66      -12,17        -7,30      -3,32        1,07
          Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas
                                                         -74,77     -127,72     -258,26     773,76      164,49
          (%)


          • Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
            memenuhi liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau
            kemampuan perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka
            pendek (pada saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) Perseroan selama
            masa proyeksi adalah rata-rata -0,06 kali, hal ini menunjukkan Perseroan
            tidak mampu memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek. Quick
            Ratio (rasio cepat) Perseroan adalah -0,35 kali selama masa proyeksi, hal
            ini menunjukkan Perseroan tidak mampu dalam menggunakan aset lancar
            tanpa persediaan untuk menutupi utang jangka pendeknya. Rasio kas
            Perseroan adalah -0,06 kali.
          • Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana
            yang tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
            Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan
            dan laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan selama masa
            proyeksi adalah 31 hari, perputaran persediaan adalah 40 hari dan rasio
            perputaran utang usaha adalah 95 hari.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                                      32
Page 69
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          • Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu
            perusahaan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek
            maupun jangka panjang. Nilai solvabilitas Perseroan cenderung stabil jika
            dibandingkan tahun sebelumnya, dilihat dari Liabilitas to Total Asset Ratio,
            yaitu sebesar 93,56% selama masa proyeksi. Sementara pada Liabilitas
            to Equity Ratio Perseroan selama masa proyeksi yaitu sebesar negatif
            679,64% yang menunjukkan hutang/kewajiban perusahaan lebih besar
            daripada seluruh ekuitas yang dimilikinya, sehingga dalam kondisi yang
            tidak diinginkan (misalnya pailit), perusahaan tidak mampu melunasi
            seluruh hutang/kewajibannya.
          • Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu
            perusahaan diukur dengan keberhasilan menggunakan asetnya secara
            produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan juga dapat
            diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah
            pajak dengan jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu
            Rate of Return on Equity (ROE) selama masa proyeksi sebesar 95,50%. Rate
            of Return on Asset (ROA) yang membandingkan antara laba setelah pajak
            dengan total aset sebesar negatif 7,27% selama masa proyeksi.
            Sedangkan rata – rata Net Profit Margin selama masa proyeksi sebesar
            negatif 4,98%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak mampu
            memaksimalkan modal dan memberikan tingkat pengembalian yang cukup
            untuk investor atau pemegang saham.


2.4.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi

          Rasio keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi selama masa proyeksi
          dapat dilihat pada tabel berikut:
          Tabel 2.20. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
          Rasio Likuiditas                                 2025      2026      2027      2028      2029
          Rasio Lancar (x)                                    0,94      1,05      1,24      1,50      1,84
          Rasio Cepat (x)                                     0,60      0,63      0,74      0,90      1,13
          Rasio Kas (x)                                       0,03      0,25      027       0,31      0,44
          Rasio Aktivitas
          Rasio Perputaran Piutang Usaha (Day)                 57        30        30        30          30
          Rasio Perputaran Persediaan (Day)                    38        36        35        34          34
          Rasio Perputaran Utang Usaha (Day)                   70        53        43        34          28
          Rasio Leverage
          Rasio Liabilitas terhadap Aset (%)                 52,66     51,09     47,79     43,57     38,96
          Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%)             111,24    104,46     91,53     77,23     63,82
          Rasio Profitabilitas
          Margin Laba Bruto (%)                               9,05      8,99      9,03      9,03      8,96
          Margin Laba (Rugi) Usaha (%)                       -1,25      2,80      4,06      4,73      5,15
          Margin Laba (Rugi) Bersih (%)                      16,22      2,05      3,10      3,66      3,99
          Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset (%)        25,34      4,00      6,96      9,32     10,90
          Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas (%)     53,54      8,19     13,33     16,52     17,85




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                           33
Page 70
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Adapun dampak dari rencana transaksi yaitu, rata rata Net Profit Margin
          (NPM) meningkat dari negatif 4,98% menjadi 5,80%. Sedangkan rata rata
          Return on Asset mengalami perubahan dari negatif tanpa ada Rencana
          transaksi menjadi positif yaitu sebesar 11,31%. Pada rasio solvabilitas juga
          mengalami perbaikan dengan adanya rencana Transaksi dapat dilihat pada
          Debt to Equity Ratio dan Debt to Aset Ratio yang semakin kecil sehingga seluruh
          kewajiban perusahaan dapat ditutupi oleh total aset dan total ekuitas
          Perseroan.


2.4.5.    Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana
          Transaksi

          Berikut adalah proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah
          Rencana Transaksi Penjualan Aset Tetap yang dipersiapkan oleh manajemen
          Perseroan dan telah direview oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan
          sebagai berikut:


2.4.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan

          Proforma laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi dengan adanya
          Penjualan Aset Tetap:

          Tabel 2.21. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Rupiah)
                                                       Nilai Buku Sebelum                      Proforma Setelah
                                                                             Penyesuian
                             KETERANGAN                Rencana Transaksi                      Rencana Transaksi
                                                                              Proforma
                                                       31 Desember 2024                       31 Desember 2024

           ASET
           Aset Lancar
               Kas dan bank                             1.806.897.330      79.054.054.054      80.860.951.384
               Piutang usaha                            9.457.496.250                    -      9.457.496.250
               Piutang lain - lain                           7.022.710                   -          7.022.710
               Persediaan                               6.387.113.060                    -      6.387.113.060
               Uang muka kepada pemasok lain - lain        32.536.010                    -         32.536.010
               Beban dibayar dimuka                       284.689.630                    -       284.689.630
                Jumlah Aset Lancar                      17.975.754.990      79.054.054.054      97.029.809.044

           Aset Tidak Lancar
               Penyertaan saham                           415.623.987                    -       415.623.987
               Aset tetap – neto                      125.107.564.565      -33.287.828.078    91.819.736.487
               Taksiran tagihan pajak penghasilan         922.047.404                    -       922.047.404
               Pinjaman kepada karyawan                   519.983.331                    -       519.983.331
               Uang jaminan                             1.423.211.992                    -     1.423.211.992
                Jumlah Aset Tidak Lancar               128.388.431.279      -33.287.828.078    95.100.603.201

           TOTAL ASET                                  146.364.186.269      45.766.225.976    192.130.412.245

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                                   34
Page 71
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


                                                         Nilai Buku Sebelum                      Proforma Setelah
                                                                               Penyesuian
                            KETERANGAN                   Rencana Transaksi                      Rencana Transaksi
                                                                                Proforma
                                                         31 Desember 2024                       31 Desember 2024
           Liabilitas Jangka Pendek
               Utang usaha                                 4.450.656.623                   -      4.450.656.623
               Utang lain - lain                         57.690.550.050                    -     57.690.550.050
               Beban akrual                              16.645.830.432                    -     16.645.830.432
               Utang pajak                                  907.455.762                    -        907.455.762
               Liabilitas imbalan kerja jangka pendek    13.112.586.283                    -     13.112.586.283
                Jumlah Liabilitas Jangka Pendek            92.807.079.150                   -     92.807.079.150

           Liabilitas Jangka Panjang
               Utang imbalan kerja jangka panjang          7.060.866.175                   -      7.060.866.175
                Jumlah Liabilitas Jangka Panjang            7.060.866.175                   -      7.060.866.175

           JUMLAH LIABILITAS                               99.867.945.325                   -     99.867.945.325

           EKUITAS
               Modal saham                              252.000.000.000                    -   252.000.000.000
               Tambahan modal disetor                    53.293.498.409                    -    53.293.498.409
               Akumulasi kerugian                       -269.772.337.948     45.766.225.976    -224.006.111.972
               Penghasilan komprehensif lain             10.975.080.483                    -    10.975.080.483
                Jumlah Ekuitas                             46.496.240.944     45.766.225.976      92.262.466.921

           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                 146.364.186.269      45.766.225.976    192.130.412.245
          Sumber : Laporan Proforma dari KAP

          Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian pada:
          1. Ringkasan Laporan Posisi Keuangan Perseroan diambil dari Laporan
              Keuangan Audited Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024.
          2. Perseroan melakukan penjualan atas sebagian aset tetap berupa tanah
              seluas 171.166 m2 berikut bangunan, mesin-mesin, dan alat-alat
              produksi karet yang berdiri dan terpasang di atas tanah tersebut serta
              sarana penunjangnya. Hal ini berdasarkan Nota Kesepahaman
              (Memorandum of Understanding (“MoU”)) No. 01/V/2025 tanggal 23
              Mei 2025 antara Perseroan dengan PT Maetala Prima Teknologi dengan
              nilai penjualan sebesar Rp79.054.054.054. Seluruh dana yang
              diperoleh Perusahaan dari penjualan aset tetap tersebut akan
              dipergunakan untuk pembiayaan kegiatan usaha dan membayar gaji
              karyawan secara tepat waktu.
          3. Penyesuaian dilakukan dengan asumsi bahwa Rencana Transaksi telah
              berlangsung dan Penggunaan Dana telah dilaksanakan sesuai dengan
              Rencana Transaksi.
          4. Penyesuaian atas akun Kas sebesar Rp79,05 miliar, timbul dari jurnal
              debit penambahan kas tunai akibat Rencana Transaksi Penjualan Aset
              Tetap.
          5. Penyesuaian atas akun Aset Tetap sebesar negatif Rp33,28 miliar yang
              timbul dari jurnal kredit akibat Rencana Transaksi menyebabkan Aset
              Tetap Perseroan berkurang.
          6. Nilai penjualan aset tetap Perseroan adalah sebesar Rp79,05 miliar,
              dengan nilai buku neto aset tetap sebesar Rp33,28 miliar, sehingga


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                                     35
Page 72
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


               menghasilkan keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp45,76 miliar
               yang menyebabkan penurunan akumulasi kerugian sehingga
               meningkatkan total ekuitas Perseroan.


2.4.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi

          Tabel 2.22. Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah)
                                               Nilai Buku Sebelum                         Proforma Setelah
                                                                        Penyesuian
                         KETERANGAN            Rencana Transaksi                         Rencana Transaksi
                                                                         Proforma
                                               31 Desember 2024                          31 Desember 2024

           PENJUALAN - NETO                        44.595.846.800                    -      44.595.846.800
           BEBAN POKOK PENJUALAN                  -40.378.033.867                    -     -40.378.033.867
           LABA BRUTO                               4.217.812.933                    -       4.217.812.933
           Beban penjualan                           -391.403.337                    -        -391.403.337
           Beban umum dan administrasi            -30.161.680.592                    -     -30.161.680.592
           Penghasilan operasi lainnya              5.790.276.633       45.766.225.976      51.556.502.609
           LABA (RUGI) USAHA                      -20.544.994.363       45.766.225.976      25.221.231.613
           Pendapatan keuangan                          9.000.042                    -           9.000.042
           Beban keuangan                                -862.545                    -            -862.545
           LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK              -20.536.856.866       45.766.225.976      25.229.369.110
           Manfaat (beban) pajak penghasilan                        -                -                       -
           LABA (RUGI) NETO TAHUN BERJALAN        -20.536.856.866       45.766.225.976      25.229.369.110


          Berdasarkan proforma laba rugi diatas terdapat penyesuaian pada:
          1. Ringkasan Laporan Laba Rugi Perseroan diambil dari Laporan Keuangan
              Audited Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024.
          2. Nilai penjualan aset tetap Perseroan adalah sebesar Rp79,05 miliar,
              dengan nilai buku neto aset tetap sebesar Rp33,28 miliar, sehingga
              menghasilkan keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp45,76 miliar.
          3. Nilai penjualan tanah dan bangunan berikut mesin, alat dan sarana
              penunjang diperoleh berdasarkan Nota Kesepahaman (Memorandum of
              Understanding (”MoU”)) No. 01/V/2025 tanggal 23 Mei 2025.


2.4.6.    Analisis Inkremental

          Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
          melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara
          lain sebagai berikut:

          • Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari
            transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
            keuangan Perseroan;
          • Biaya atau pendapatan yang relevan;
          • Informasi non-keuangan yang relevan;



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                              36
Page 73
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          • Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan nilai
            Transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.


2.4.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan

          Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
          melakukan analisis konstribusi nilai tambah dilihat dengan membandingkan
          proyeksi posisi keuangan, laba rugi dan arus kas Perseroan sebelum
          dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah dilakukannya Rencana
          Transaksi.

          Tabel 2.23. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                           PROYEKSI
             Keterangan
                                2025F          2026F        2027F      2028F        2029F
           Total Aset
           Sebelum Rencana
                                  135.650        122.621     115.446    112.940      114.873
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                  211.409        222.858     240.867    266.999      300.438
           Transaksi
           Selisih                 75.759        100.237     125.421    154.059      185.565
           Total Liabilitas
           Sebelum Rencana
                                  109.045        110.938     112.185    113.424      114.124
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                  111.330        113.858     115.105    116.344      117.045
           Transaksi
           Selisih                  2.285          2.920       2.920        2.920      2.921
           Total Ekuitas
           Sebelum Rencana
                                   26.605         11.683       3.261        -484            749
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                  100.079        109.000     125.762    150.655      183.393
           Transaksi
           Selisih                 73.474         97.317     122.501    151.139      182.644
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total aset Perseroan sebelum
          Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp135,65 miliar pada
          tahun 2025 menjadi Rp114,87 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi
          total aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
          sebesar Rp211,40 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp300,43 miliar pada
          tahun 2029. Terjadi peningkatan total aset Perseroan setelah Rencana
          Transaksi akibat adanya penambahan kas dari penjualan aset tetap.

          Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total Liabilitas Perseroan
          sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp109,04 miliar
          pada tahun 2025 menjadi Rp114,12 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya,
          proyeksi total Liabilitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp111,33 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp117,04 miliar



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                   37
Page 74
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          pada tahun 2029. Terjadi peningkatan total Liabilitas Perseroan setelah
          Rencana Transaksi akibat adanya peningkatan beban yang harus dibayar.

          Proyeksi total Ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp26,60 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp749 juta pada
          tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi total Ekuitas Perseroan setelah Rencana
          Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp100,07 miliar pada tahun 2025
          menjadi Rp183,39 miliar pada tahun 2029.

          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi keuangan tersebut di atas,
          sebelum dan setelah Rencana Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi
          nilai tambah yang menyebabkan total aset, total liabilitas dan total ekuitas
          tetap mengalami peningkatan yang signifikan.

          Analisis konstribusi nilai tambah juga dapat dilihat dengan membandingkan
          laba rugi Perseroan sebelum dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah
          dilakukannya Rencana Transaksi.

          Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                           PROYEKSI
                Keterangan
                                  2025F        2026F         2027F      2028F         2029F
           Penjualan
           Sebelum Rencana
                                    141.400     211.400      281.400        351.400    421.400
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                    330.400     435.400      540.400        680.400    820.400
           Transaksi
           Selisih                  189.000     224.000      259.000        329.000    399.000
           Beban Pokok
           Penjualan
           Sebelum Rencana
                                   -128.720     -192.306     -256.203   -319.769      -383.429
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                   -300.513     -396.239     -491.623   -618.981      -746.884
           Transaksi
           Selisih                 -171.793     -203.933     -235.420   -299.212      -363.455
           Laba Kotor
           Sebelum Rencana
                                     12.680      19.094       25.197         31.631     37.971
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                     29.887      39.161       48.777         61.419     73.516
           Transaksi
           Selisih                   17.207      20.067       23.580         29.788     35.454
           Laba (Rugi) Usaha
           Sebelum Rencana
                                    -19.892      -14.921       -8.422        -3.745      1.232
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                     -4.124      12.185       21.923         32.195     42.250
           Transaksi
           Selisih                   15.768      27.106       30.345         35.940     41.018
           Laba (Rugi) Bersih
           Tahun Berjalan
           Sebelum Rencana
                                    -19.892      -14.921       -8.422        -3.745      1.232
           Transaksi
           Setelah Rencana
                                     53.580       8.923       16.762         24.892     32.739
           Transaksi
           Selisih                   73.472      23.844       25.184         28.637     31.507



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                     38
Page 75
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Proyeksi jumlah Penjualan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
          masing adalah sebesar Rp141,40 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp421,40
          miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah Penjualan Perseroan
          setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp330,40 miliar
          pada tahun 2025 menjadi Rp820,40 miliar pada tahun 2029. Terdapat
          perubahan yang signifikan pada Penjualan Perseroan setelah Rencana
          Transaksi.

          Proyeksi Laba Bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar negatif Rp19,89 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,23
          miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah Laba Bersih Perseroan
          setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp53,58 miliar
          pada tahun 2025 menjadi Rp32,73 miliar pada tahun 2029. Terdapat
          perubahan pada Laba Bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat
          meningkatnya pendapatan lain-lain non operasional Perseroan.

          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laba rugi tersebut di atas, sebelum
          dan setelah Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi nilai tambah,
          dengan adanya rencana transaksi yang menyebabkan penurunan pada
          proyeksi laba rugi.


2.4.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan

          Rencana Transaksi yang dilakukan menimbulan biaya-biaya sehubungan
          dengan pelaksanaan Rencana Transaksi Penjualan Aset Tetap tetapi tidak
          terbatas pada imbalan jasa, biaya dan/atau kompensasi untuk notaris,
          penasehat hukum, sekuritas dan lainnya.


2.4.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan

          - Produk dan/atau Layanan yang dihasilkan
            Berdasarkan kegiatan usaha yang telah dipaparkan, Produk dan layanan
            yang dihasilkan Perseroan yaitu produk karet dan biji kopi.

             Perseroan memproduksi karet remah (crumb rubber) yang digunakan
             sebagai bahan baku utama dalam produksi ban. Karet remah ini
             diproduksi di pabrik yang berlokasi di Palembang dan diekspor ke
             Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Perseroan menghasilkan produk SIR
             sesuai standar dan ketentuan SNI 06-1903-2000 dan akan terupdate
             menjadi SNI 1903:2017, dan juga sesuai dengan permintaan atau
             sepesifikasi pelanggan.
             Sumber : Laporan Tahunan Perseroan (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap        39
Page 76
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          - Keunggulan Kompetetif
            Keunggulan kompetitif Perseroan dapat dilihat dari beberapa aspek
            strategis yang mendukung posisi perusahaan di pasar ekspor komoditas
            pertanian, terutama kopi dan karet. Berikut poin-poin utamanya:

              a. Jaringan Ekspor yang Luas
                 1) Produk-produk Perseroan diekspor ke berbagai negara Asia,
                     Amerika, dan Eropa.
                 2) Hal ini mencerminkan kemampuan logistik dan kualitas produk yang
                     memenuhi standar internasional.
              b. Integritas Vertikal
                 1) Perseroan tidak hanya mengolah tetapi juga terlibat dalam proses
                     hulu ke hilir (mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengolahan
                     dan ekspor).
                 2) Ini memberi mereka kendali atas kualitas, efisiensi biaya, dan
                     stabilitas pasokan.
              c. Diversifikasi Produk Komoditas
                 1) Selain kopi dan karet, PSDN juga mengolah produk lain seperti
                     cokelat, tapioka, lada, dan vanili, yang memberikan perlindungan
                     terhadap fluktuasi harga satu komoditas.
                 2) Diversifikasi ini juga membuka peluang ekspansi pasar di segmen
                     lain.

          - Pesaing Usaha
            Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memiliki beberapa
            kompetitor, diantaranya merupakan kompetitor Perseroan yaitu PT Kirana
            Megatara Tbk, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, PT Perkebunan
            Nusantara (PTPN) Group.

          - Strategi Usaha
            Secara garis besar, arah kebijakan dan langkah strategis Perseroan
            jangka pendek menengah akan mengacu pada inisiatif-inisiatif strategis
            utama, yaitu:

             a. Strategi Fokus Pasar Ekspor.
                Target utama adalah pasar internasional seperti Jepang, AS, Eropa,
                dan Asia Tenggara. Perseroan dapat memanfaatkan permintaan tinggi
                untuk kopi instan dan karet remah dari negara-negara tersebut.
                Strategi ini membuat Perseoran minim persaingan langsung di pasar
                domestik, dan lebih bersaing secara kualitas & harga global.
             b. Fokus pada Standar Mutu dan Sertfikasi
                Menjaga kualitas dan konsistensi produk melalui standar internasional
                (ISO, HACCP). Sertifikasi ini sangat penting dalam mempertahankan
                kontrak ekspor dan meningkatkan nilai jual.
             c. Investasi pada Efisiensi Operasional



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap         40
Page 77
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


                Mengoptimalkan proses produksi dan energi untuk menekan biaya dan
                meningkatkan margin. Penggunaan teknologi dalam pengolahan kopi
                instan dan crumb rubber.


2.4.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan dalam Menentukan
         Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain

          Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana
          Transaksi dan nilai Rencana Transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan
          persetujuan Komisaris Perseroan. Tidak terdapat alternatif lain dari Rencana
          Transaksi yang dilakukan dengan pihak lain.

          Untuk selanjutnya dilakukan Perjanjian Jual Beli Aset Tetap antara
          PT Prasidha Aneka Niaga Tbk dan PT Maetala Prima Teknologi.


2.4.6.5. Hal Material Lainnya

          Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental
          dari Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai
          meyakini bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi Perseroan.


2.5.      Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi
          Analisis kewajaran harga Rencana Transaksi adalah analisis kewajaran suatu
          transaksi dengan membandingkan Nilai Pasar dengan harga yang disepakati
          dalam draft Akta Jual Beli.


2.5.1.    Ringkasan Hasil Penilaian

          Berdasarkan laporan penilaian aset yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto
          dan Rekan No. 00019/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025 tanggal 28 Mei
          2025, No. 00020/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025 tanggal 28 Mei
          2025, No. 00021/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025 tanggal 28 Mei
          2025, No. 00022/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025 tanggal 28 Mei
          2025, dan No. 00023/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025 tanggal 28 Mei
          2025, Nilai Pasar aset dengan tanggal penilaian per 31 Desember 2024
          yang akan ditransaksikan adalah sebagai berikut :




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap          41
Page 78
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Tabel 2.25. Nilai Pasar Aset Tetap
                  No.                Keterangan            Luas        Nilai Pasar (Rp)
           Obyek :
                                                           Tanah
                                Pabrik Karet 1 (Tanah,    130.232
                          1     Bangunan, dan Sarana       m² dan              47.731.000.000
                                Penunjang                Bangunan
                                                         50.044 m²
                                                           Tanah
                                Pabrik Karet 2 (Tanah,   40.934 m²
                          2     Bangunan, dan Sarana        dan                13.829.000.000
                                Penunjang                Bangunan
                                                         13.608 m²
                                Pabrik Karet 1 (Mesin
                          3                                                     8.485.600.000
                                dan Peralatan)
                                Pabrik Karet 2 (Mesin
                          4                                                     3.636.300.000
                                dan Peralatan)
                                Pabrik Karet 1
                          5     (Kendaraan Bermotor,                            6.219.400.000
                                Alat Berat)
           Jumlah Keseluruhan                                                  79.901.300.000



2.6.      Harga Rencana Transaksi
          Berdasarkan draft Akta Jual Beli, Perseroan sepakat menetapkan total Nilai
          Transaksi adalah sebesar Rp79.054.054.054,00 (Tujuh Puluh Sembilan Miliar
          Lima Puluh Empat Juta Lima Puluh Empat Ribu Lima Puluh Empat Rupiah)

          Tabel 2.26. Nilai Rencana Transaksi
                  No.                Keterangan            Luas      Nilai Transaksi (Rp)
           Obyek :
                                2 Pabrik (Tanah,
                                Bangunan, Sarana
                          1     Penunjang, Mesin dan                           79.054.054.054
                                Peralatan dan
                                Kendaraan)
           Jumlah Keseluruhan                                                  79.054.054.054



2.6.1.    Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar

          Nilai Rencana Transaksi aset adalah sebesar Rp79.054.054.054,00
          sedangkan Nilai Pasar aset yaitu Rp79.901.300.000.00. Selisih harga
          Rencana Transaksi terhadap Nilai Pasar adalah sebesar -1,06%.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                   42
Page 79
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


          Tabel 2.27. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar
                                                                             Nilai Rencana
           No.              Keterangan                 Nilai Pasar (Rp)
                                                                             Transaksi (Rp)
           1       2 Pabrik (Tanah, Bangunan, 79.901.300.000                79.054.054.054
                   Sarana Penunjang, Mesin dan
                   Peralatan dan Kendaraan)
                 Inkremental Rencana Transaksi             -1,06%


2.6.2.    Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi

          Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b)
          “Batas atas dan batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi 7,5%
          (tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang dijadikan acuan“. Berdasarkan
          perbandingan di atas, selisih antara Nilai Transaksi aset 1,06% dibawah dari
          Nilai Pasar namun tidak lebih dari deviasi 7,5%. Sehingga kami berpendapat
          bahwa secara keseluruhan rencana transaksi ditetapkan adalah WAJAR.

          Kami tegaskan bahwa kami tidak mengambil keuntungan, baik sekarang
          maupun di masa yang akan datang, atas pendapat kewajaran. Data faktual
          yang diproses disimpan dalam file kami untuk keperluan referensi di
          kemudian hari apabila ada otorisasi tambahan yang memerlukan laporan
          terinci, termasuk dokumentasi. Data ini atas permintaan tersedia untuk
          diperiksa.


2.7.      Kesimpulan
          Dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
          • Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana
            Transaksi antara Perseroan dengan PT Maetala Prima Teknologi bukan
            termasuk Transaksi Afiliasi, dimana tidak terdapat hubungan afiliasi antara
            Perseroan dengan PT Maetala Prima Teknologi. Namun, Rencana Transaksi
            ini merupakan Transaksi Material sebagaiamana yang diatur pada POJK
            17/2020.
          • Dengan dilakukannya Rencana Transaksi yaitu Jual Beli Aset Tetap
            diperkirakan dana dan keuntungan dari hasil penjualan aset tersebut akan
            digunakan oleh Perseroan untuk diinvestasikan dan/atau digunakan dalam
            rencana ekspansi Perseroan sesuai strategi bisnis Perseroan, yang akan
            meningkatkan nilai investasi para pemegang sahamnya.
          • Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan tidak mendapatkan
            dana tambahan untuk investasi dan harus menanggung biaya pajak PBB
            atas aset tersebut setiap tahunnya.
          • Keuntungan Rencana transaksi yaitu Perseroan mendapatkan kas atas
            Rencana Transaksi penjualan aset ini. Dana dan keuntungan dari hasil
            Rencana Transaksi akan digunakan oleh Perseroan untuk diinvestasikan

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap                 43
Page 80
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


            dan/atau digunakan untuk modal kerja sesuai strategi bisnis Perseroan
            yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai investasi para pemegang
            sahamnya. Dengan melepas kepemilikan aset maka perseroan akan
            mengurangi beban pajak PBB-P2 setiap tahunnya.
          • Kerugian Transaksi, dengan dilakukannya Transaksi, terdapat biaya-
            biaya yang muncul akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya
            lembaga penunjang pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP,
            konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya
            penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta
            kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.
          • Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa
            Perseroan memiliki kinerja yang kurang baik. Dengan demikian Perseroan
            melakukan Rencana Transaksi untuk memperkuat posisi keuangan dan
            meningkatkan daya saing adalah wajar.
          • Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan mengalami
            peningkatan penjualan, laba kotor dan laba usaha, dengan demikian
            Perseroan melakukan Rencana Transaksi adalah wajar.
          • Adapun dampak dari rencana transaksi yaitu, rata rata Net Profit Margin
            (NPM) meningkat dari negatif 4,98% menjadi 5,80%. Sedangkan rata
            rata Return on Asset mengalami perubahan dari negatif tanpa ada
            Rencana transaksi menjadi positif yaitu sebesar 11,31%. Pada rasio
            solvabilitas juga mengalami perbaikan dengan adanya rencana Transaksi
            dapat dilihat pada Debt to Equity Ratio dan Debt to Aset Ratio yang
            semakin kecil sehingga seluruh kewajiban perusahaan dapat ditutupi oleh
            total aset dan total ekuitas Perseroan.
          • Berdasarkan proforma posisi keuangan Perseroan terdapat penyesuaian
            antara sebelum dan setelah Transaksi, yaitu penyesuaian atas akun Kas
            dan Setara Kas sebesar Rp79,05 miliar, timbul dari jurnal debit
            penambahan kas tunai akibat Rencana Transaksi Penjualan Aset Tetap.
            Penyesuaian atas akun Aset Tetap sebesar negatif Rp33,28 miliar yang
            timbul dari jurnal kredit akibat Rencana Transaksi menyebabkan Aset
            Tetap Perseroan berkurang.
          • Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas terdapat penyesuaian
            antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi, Nilai penjualan aset tetap
            Perseroan adalah sebesar Rp79,05 miliar, dengan nilai buku neto aset
            tetap sebesar Rp33,28 miliar, sehingga menghasilkan keuntungan
            penjualan aset tetap sebesar Rp45,76 miliar.
          • Berdasarkan analisis nilai tambah, proyeksi total aset Perseroan sebelum
            Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp135,65 miliar pada
            tahun 2025 menjadi Rp114,87 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya,
            proyeksi total aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
            adalah sebesar Rp211,40 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp300,43
            miliar pada tahun 2029. Terjadi peningkatan total aset Perseroan setelah
            Rencana Transaksi akibat adanya penambahan kas dari penjualan aset
            tetap. Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total Liabilitas
            Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap        44
Page 81
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk


            Rp109,04 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp114,12 miliar pada tahun
            2029. Selanjutnya, proyeksi total Liabilitas Perseroan setelah Rencana
            Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp111,33 miliar pada tahun
            2025 menjadi Rp117,04 miliar pada tahun 2029. Terjadi peningkatan
            total Liabilitas Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat adanya
            peningkatan beban yang harus dibayar. Proyeksi total Ekuitas Perseroan
            sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp26,60 miliar
            pada tahun 2025 menjadi Rp749 juta pada tahun 2029. Selanjutnya,
            proyeksi total Ekuitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
            adalah sebesar Rp100,07 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp183,39
            miliar pada tahun 2029.
          • Berdasarkan analisis nilai tambah, Proyeksi jumlah Penjualan Perseroan
            sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp141,40
            miliar pada tahun 2025 menjadi Rp421,40 miliar pada tahun 2029.
            Selanjutnya, proyeksi jumlah Penjualan Perseroan setelah Rencana
            Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp330,40 miliar pada tahun
            2025 menjadi Rp820,40 miliar pada tahun 2029. Terdapat perubahan
            yang signifikan pada Penjualan Perseroan setelah Rencana Transaksi.
            Proyeksi Laba Bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
            adalah sebesar negatif Rp19,89 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,23
            miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah Laba Bersih
            Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
            Rp53,58 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp32,73 miliar pada tahun
            2029. Terdapat perubahan pada Laba Bersih Perseroan setelah Rencana
            Transaksi akibat meningkatnya pendapatan lain-lain non operasional
            Perseroan.
          • Nilai Rencana Transaksi aset adalah sebesar Rp79.054.054.054,00
            sedangkan Nilai Pasar aset yaitu Rp79.901.300.000.00. Selisih harga
            Rencana Transaksi terhadap Nilai Pasar adalah sebesar -1,06%.
            Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b)
            “Batas atas dan batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi
            7,5% (tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang dijadikan acuan“.
            Berdasarkan perbandingan tersebut, selisih antara Nilai Transaksi aset
            1,06% dibawah dari Nilai Pasar namun tidak lebih dari deviasi 7,5%.

          Berdasarkan analisa tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Rencana
          Transaksi adalah WAJAR.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap        45
Page 82
LAMPIRAN
Page 83
FAIRNESS OPINION                                                                                                                                Cut off Date

PT Prasidha Aneka Niaga Tbk                                                                                                                31 Desember 2024


Lampiran 1
Historis Posisi Keuangan                                                                                                                             Full IDR

                                                            2020A                2021A              2022A               2023A                  2024A

  ASSET
  Aset Lancar
     Kas dan bank                                  IDR      14.654.956.232      29.564.290.172     27.151.464.306        3.668.460.928          1.806.897.330
     Piutang usaha                                 IDR      77.250.794.160      44.300.864.978     46.757.105.231        5.070.172.212          9.457.496.250
     Piutang lain - lain - neto                    IDR        137.958.899         135.586.204         132.461.657         134.823.504               7.022.710
     Pinjaman kepada pihak berelasi                IDR                 -                   -                   -                   -                      -
     Persediaan                                    IDR     182.218.448.859     147.232.728.603    130.828.618.300        7.566.952.797          6.387.113.060
     Aset biologis                                 IDR           8.634.112          42.685.647                 -                   -                      -
     Uang muka kepada pemasok dan lain - lain      IDR       1.370.782.380       3.273.224.294        107.535.950         107.536.010             32.536.010
     Pajak dibayar dimuka                          IDR       6.310.007.000       7.386.941.393     15.638.645.065                  -                      -
     Biaya dibayar dimuka                          IDR       1.744.026.416       1.311.418.823       1.432.423.473        735.349.914            284.689.630
        Jumlah Aset Lancar                          IDR     283.695.608.058     233.247.740.114    222.048.253.982      17.283.295.365          17.975.754.990


  Aset Tidak Lancar
     Aset pajak tangguhan                          IDR       8.546.369.319       5.445.731.985     14.243.405.123                  -                      -
     Piutang pihak berelasi                        IDR        431.473.582                  -                   -                   -                      -
     Penyertaan saham                              IDR       6.523.181.636       6.523.181.636       6.523.181.636         445.623.987            415.623.987
     Tanaman produktif                             IDR       2.190.123.000       2.068.449.500                 -                   -                      -
     Aset tetap - neto                             IDR     455.525.868.085     447.585.994.787    437.403.489.157      131.433.211.755        125.107.564.565
     Estimasi tagihan pajak                        IDR        922.047.404        6.229.056.884     18.841.963.622          922.047.404            922.047.404
     Aset tak berwujud                             IDR                 -                   -                   -                   -                      -
     Pinjaman kepada karyawan                      IDR        475.183.332         488.483.331         731.983.331          438.983.331            519.983.331
     Uang jaminan                                  IDR       2.259.586.054       2.259.586.054       2.094.222.454       1.450.291.792          1.423.211.992
     Aset lain - lain                              IDR       4.806.099.313       5.046.560.594       3.733.668.159                 -                      -
        Jumlah Aset Tidak Lancar                    IDR     481.679.931.725     475.647.044.771    483.571.913.482     134.690.158.269         128.388.431.279


  JUMLAH ASET                                       IDR     765.375.539.783     708.894.784.885    705.620.167.464     151.973.453.634         146.364.186.269


  LIABILITAS DAN EKUITAS
  Liabilitas
  Liabilitas Jangka Pendek
     Pinjaman bank jangka pendek                   IDR     215.728.167.103     226.476.268.654    256.174.179.717                  -                      -
     Utang usaha - pihak ketiga                    IDR      21.409.174.825      12.555.482.293     22.842.708.032          124.207.873          4.450.656.623
     Utang lain - lain                             IDR       3.886.374.083      54.662.900.079     71.880.604.875       40.657.873.491         57.690.550.050
     Beban akrual                                  IDR      17.580.317.903      23.900.229.352     27.993.486.561       18.245.831.734         16.645.830.432
     Liabilitas imbalan kerja jangka pendek        IDR      22.712.747.521      21.958.906.837     22.830.707.928       13.193.920.605         13.112.586.283
     Utang pajak                                   IDR       8.580.166.384       7.767.188.568       4.204.499.543         594.998.915            907.455.762
     Pendapatan diterima dimuka                    IDR        359.681.101        2.771.667.510       2.369.751.043       6.000.000.000                    -
     Uang muka penjualan aset tetap                IDR                 -          400.000.000         400.000.000                  -                      -
     Pinjaman bank                                 IDR      77.970.079.601      53.524.884.996     21.192.719.390                  -                      -
     Kredit pembiayaan konsumen                    IDR          95.911.158                 -                   -                   -                      -
     Kewajiban sewa pembiayaan                     IDR        636.005.463        1.625.146.635       1.613.699.415                 -                      -
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             IDR     368.958.625.142     405.642.674.924    431.502.356.504      78.816.832.618          92.807.079.150


  Liabilitas Jangka Panjang
     Pinjaman bank jangka panjang                  IDR     197.747.738.446     195.185.273.725    190.288.327.431                  -                      -
     Kredit pembiayaan konsumen                    IDR                 -                   -                   -                   -                      -
     Kewajiban sewa pembiayaan                     IDR        294.899.580        1.561.418.751        249.473.470                  -                      -
     Liabilitas imbalan kerja jangka panjang       IDR      78.222.735.718      57.787.915.173     44.459.293.365        7.074.409.086          7.060.866.175
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang            IDR     276.265.373.744     254.534.607.649    234.997.094.266        7.074.409.086          7.060.866.175


        JUMLAH LIABILITAS                           IDR     645.223.998.886     660.177.282.573    666.499.450.770      85.891.241.704          99.867.945.325


  EKUITAS
     Modal saham                                   IDR     252.000.000.000     252.000.000.000    252.000.000.000     252.000.000.000         252.000.000.000
     Tambahan modal disetor                        IDR      52.681.380.953      52.681.380.953     52.681.380.953       53.293.498.409         53.293.498.409
     Akumulasi kerugian                            IDR    (254.908.784.410)   (341.779.154.397)   (376.596.495.795)   (249.235.481.082)      (269.772.337.948)
     Selisih atas akuisisi kepentingan nonpengen   IDR       6.853.157.506       6.853.157.506       6.853.157.506                 -                      -
     Penghasilan komprehensif lainnya              IDR      (7.781.430.005)       145.774.114        2.362.709.153      10.024.194.603         10.975.080.483
     Kepentingan nonpengendali                     IDR      71.307.216.853      78.816.344.136    101.819.964.877                  -                      -
        JUMLAH EKUITAS                              IDR     120.151.540.897      48.717.502.312     39.120.716.694      66.082.211.930          46.496.240.944


  JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                       IDR     765.375.539.783     708.894.784.885    705.620.167.464     151.973.453.634         146.364.186.269

  Check Balance                                                         -                   -                   -                   -                      -

  PRI Notes:
   * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
   ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 84
FAIRNESS OPINION                                                                                                                                          Cut off Date

PT Prasidha Aneka Niaga Tbk                                                                                                                          31 Desember 2024
Lampiran 2
Historis Laba Rugi                                                                                                                                             Full IDR

                                                                       2020A               2021A               2022A              2023A                  2024A

 PENDAPATAN                                                    IDR     895.456.045.999    868.091.474.069     638.377.010.110     266.131.773.827         44.595.846.800

 BEBAN POKOK PENJUALAN                                         IDR     768.310.868.739    814.178.328.443     514.582.803.162     202.405.199.932        40.378.033.867

 LABA KOTOR                                                    IDR     127.145.177.260     53.913.145.626     123.794.206.948      63.726.573.895         4.217.812.933

 PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
    (Kerugian) keuntungan yang berasal perubahan nilai waja   IDR         (55.312.522)        34.051.535          (42.685.647)                 -                      -
    Beban penjualan                                           IDR     (16.066.756.011)    (16.394.036.125)    (18.989.950.287)   (10.622.392.018)         (391.403.337)
    Beban umum dan administrasi                               IDR    (113.932.206.334)    (96.490.596.650)   (109.283.770.157)   (97.073.977.632)       (30.161.680.592)
    Beban operasi lainnya                                     IDR      (4.129.518.561)                  -      (2.246.216.283)                 -                      -
    Rugi transaksi perdagangan komoditas                      IDR                   -                   -                                      -                      -
    Kerugian atas divestasi entitas anak tidak langsung       IDR                   -                   -      (8.408.966.527)   196.051.625.382                      -
    Pembalikan bagian kepentingan non pengendali atas rugi    IDR                   -                   -        621.454.940      (7.822.355.053)                     -
    Penghasilan operasi lainnya                               IDR                   -     11.765.694.139                    -     25.331.900.701          5.790.276.633
      Jumlah Beban Operasi                                     IDR    (134.183.793.428)   (101.084.887.101)   (138.350.133.961)   105.864.801.380        (24.762.807.296)

 LABA (RUGI) USAHA                                             IDR      (7.038.616.168)    (47.171.741.475)    (14.555.927.013)   169.591.375.275        (20.544.994.363)

    Pendapatan keuangan                                       IDR        122.178.482          60.331.188         103.388.216         102.091.676              9.000.042
    Pajak final atas pendapatan keuangan                                  (29.320.541)        (19.118.640)        (11.745.001)                 -                      -
    Beban keuangan                                            IDR     (26.360.517.014)    (21.882.099.679)    (21.688.045.250)   (19.144.828.274)              (862.545)
      Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih              IDR     (26.267.659.073)    (21.840.887.131)    (21.596.402.035)   (19.042.736.598)            8.137.497

 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                     IDR     (33.306.275.241)    (69.012.628.606)    (36.152.329.048)   150.548.638.677        (20.536.856.866)

    Beban Pajak Penghasilan                                   IDR     (18.998.548.786)    (12.169.436.384)    10.317.363.926      (7.151.214.943)                     -

 LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                                    IDR     (52.304.824.027)    (81.182.064.990)    (25.834.965.122)   143.397.423.734        (20.536.856.866)

 PRI Notes:
   * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
  ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 85
FAIRNESS OPINION                                                                                                                                                Cut off Date

PT Prasidha Aneka Niaga Tbk                                                                                                                                31 Desember 2024


Lampiran 3
Historis Arus Kas                                                                                                                                                    Full IDR

                                                                          2020A                 2021A               2022A               2023A                  2024A

   ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
      Penerimaan kas dari pelanggan                          IDR        889.888.380.409       903.453.389.660     641.642.045.886       11.339.797.278         34.208.522.762
      Penerimaan kas dari penghasilan bunga dan lain lain    IDR            122.178.482            60.331.188          92.259.548          102.091.676             9.000.042
      Penerimaan kas dari restitusi pajak                    IDR                     -                     -                   -                   -                      -
      Penerimaan kas dari pendapatan sewa                    IDR                     -                     -                   -                   -                      -
      Pembayaran kas kepada pemasok                          IDR        (753.291.724.087)    (796.217.445.671)    (440.725.486.021)       (967.380.592)       (28.544.930.070)
      Pembayaran kas untuk gaji dan upah                     IDR        (118.234.847.123)     (76.252.958.594)     (90.329.282.521)    (39.845.079.105)       (19.435.313.850)
      Pembayaran kas untuk beban usaha                       IDR            939.970.273        45.307.237.041      (89.477.645.557)    (50.027.280.101)        (9.858.471.251)
      Pembayaran kas untuk pajak penghasilan badan           IDR         (20.614.017.424)     (14.328.529.319)     (13.727.752.111)                -                      -
      Pembayaran kas untuk beban bunga                       IDR         (26.360.517.014)     (13.867.022.224)     (14.395.806.967)    (19.125.175.614)             (862.545)

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                IDR         (27.550.576.484)      48.155.002.081       (6.921.667.743)    (98.523.026.458)       (23.622.054.912)


   ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
      Hasil penjualan aset tetap                             IDR            663.900.000           132.791.500      42.526.640.061        2.791.720.720          3.686.639.234
      Pembelian aset tetap                                   IDR         (22.679.238.272)       (5.545.435.885)     (8.310.885.217)     (1.094.364.865)                   -
      Penerimaan dari pelepasan entitas anak                 IDR                     -                     -                   -      400.980.762.594                     -
      Penerimaan dari penjualan penyertaan saham             IDR                     -                     -                   -         5.000.000.000                    -
      Biaya terkait tanaman belum menghasilkan               IDR                     -                     -                   -                   -                      -
      Uang muka pembelian aset tetap                         IDR                     -            400.000.000                  -          400.000.000                     -

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi              IDR         (22.015.338.272)       (5.012.644.385)    34.215.754.844     408.078.118.449          3.686.639.234


   ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
      Penambahan pinjaman bank jangka pendek                 IDR                     -      1.772.024.364.324     472.482.204.977                  -                      -
      Penambahan pinjaman bank jangka panjang                IDR        121.914.715.671                    -      230.264.568.726                  -                      -
      Penambahan kredit pembiayaan konsumen                  IDR                     -                     -                   -                   -                      -
      Penerimaan utang lain-lain                             IDR                     -                     -                   -                   -           18.074.365.707
      Pembayaran utang lain-lain                             IDR                     -                     -                   -       (39.821.735.714)                   -
      Pembayaran pinjaman bank jangka pendek                 IDR         (97.350.567.221)   (1.759.030.128.697)   (656.481.645.528)                -                      -
      Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                IDR                     -        (39.773.786.544)     (75.295.355.522)   (292.216.105.494)                   -
      Pembayaran dividen kepada kepentingan non pengendali   IDR                     -                     -                   -                   -                      -
      Pembayaran kewajiban sewa pembiayaan                   IDR            (637.502.667)        (640.831.589)      (1.859.796.154)       (600.000.000)                   -
      Pembayaran kredit pembiayaan konsumen                  IDR            (210.617.101)          (95.911.158)                -                   -                      -

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan              IDR         23.716.028.682       (27.516.293.664)     (30.890.023.501)   (332.637.841.208)       18.074.365.707


   KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS             IDR         (25.849.886.074)      15.626.064.032       (3.595.936.400)    (23.082.749.217)        (1.861.049.971)


   Efek bersih perubahan selisih kurs kas dan setara kas      IDR            239.029.068          (716.730.092)       1.183.110.534            (254.161)             (513.627)


   KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                              IDR         40.265.813.238        14.654.956.232      29.564.290.172      27.151.464.306          4.068.460.928


   KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                             IDR         14.654.956.232        29.564.290.172      27.151.464.306        4.068.460.928         2.206.897.330


   PRI Notes:
     * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
    ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 86
FAIRNESS OPINION
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Lampiran 4
                                                            RASIO KEUANGAN

                   Keterangan                    2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Aset Lancar                                      283.695.608.058     233.247.740.114     222.048.253.982    17.283.295.365      17.975.754.990
Liabilitas Jangka Pendek                         368.958.625.142     405.642.674.924     431.502.356.504    78.816.832.618      92.807.079.150
Rasio Lancar                                                0,77                0,58                0,51              0,22                0,19
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Aset Lancar                                      283.695.608.058     233.247.740.114     222.048.253.982    17.283.295.365      17.975.754.990
Persediaan                                       182.218.448.859     147.232.728.603     130.828.618.300     7.566.952.797       6.387.113.060
Liabilitas Jangka Pendek                         368.958.625.142     405.642.674.924     431.502.356.504    78.816.832.618      92.807.079.150
Rasio Cepat                                                 0,28                0,21                0,21              0,12                0,12
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Kas dan setara kas                                14.654.956.232      29.564.290.172      27.151.464.306     3.668.460.928       1.806.897.330
Liabilitas Jangka Pendek                         368.958.625.142     405.642.674.924     431.502.356.504    78.816.832.618      92.807.079.150
Rasio Kas                                                   0,04                0,07                0,06              0,05                0,02
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                 2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Rasio Lancar                                                0,77                0,58                0,51              0,22                0,19
Rasio Cepat                                                 0,28                0,21                0,21              0,12                0,12
Rasio Kas                                                   0,04                0,07                0,06              0,05                0,02
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                     2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Pendapatan                                       895.456.045.999     868.091.474.069     638.377.010.110   266.131.773.827      44.595.846.800
Piutang Usaha                                     77.250.794.160      44.300.864.978      46.757.105.231     5.070.172.212       9.457.496.250
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                31                  19                  27                 7                  77
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Beban Pokok Pendapatan                           768.310.868.739     814.178.328.443     514.582.803.162   202.405.199.932      40.378.033.867
Persediaan                                       182.218.448.859     147.232.728.603     130.828.618.300     7.566.952.797       6.387.113.060
Rasio Perputaran Persediaan                                   87                  66                  93                14                  58
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Beban Pokok Pendapatan                           768.310.868.739     814.178.328.443     514.582.803.162   202.405.199.932      40.378.033.867
Utang Usaha                                       21.409.174.825      12.555.482.293      22.842.708.032       124.207.873       4.450.656.623
Rasio Perputaran Utang Usaha                                  10                   6                  16                 0                  40
*)Disajikan dalam hari

Rasio Aktivitas                                  2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Rasio Perputaran Piutang Usaha                               31                  19                  27                 7                  77
Rasio Perputaran Persediaan                                  87                  66                  93                14                  58
Rasio Perputaran Utang Usaha                                 10                   6                  16                 0                  40
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                    2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Jumlah Liabilitas                                645.223.998.886     660.177.282.573     666.499.450.770    85.891.241.704      99.867.945.325
Jumlah Aset                                      765.375.539.783     708.894.784.885     705.620.167.464   151.973.453.634     146.364.186.269
Rasio Liabilitas terhadap Aset                            84,30%              93,13%              94,46%            56,52%              68,23%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                    2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Jumlah Liabilitas                                645.223.998.886     660.177.282.573     666.499.450.770    85.891.241.704      99.867.945.325
Jumlah Ekuitas                                   120.151.540.897      48.717.502.312      39.120.716.694    66.082.211.930      46.496.240.944
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                        537,01%            1355,11%            1703,70%           129,98%             214,79%
*)Disajikan dalam persen

Rasio Leverage                                   2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Rasio Liabilitas terhadap Aset                              84%              93,13%              94,46%            56,52%              68,23%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                          537%            1355,11%            1703,70%           129,98%             214,79%

                Keterangan                       2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Laba Bruto                                       127.145.177.260      53.913.145.626     123.794.206.948    63.726.573.895       4.217.812.933
Pendapatan                                       895.456.045.999     868.091.474.069     638.377.010.110   266.131.773.827      44.595.846.800
Margin Laba Bruto                                         14,20%               6,21%              19,39%            23,95%               9,46%

                 Keterangan                      2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Laba (Rugi) Usaha                            -     7.038.616.168 -    47.171.741.475 -    14.555.927.013   169.591.375.275 -    20.544.994.363
Pendapatan                                       895.456.045.999     868.091.474.069     638.377.010.110   266.131.773.827      44.595.846.800
Margin Laba (Rugi) Usaha                                  -0,79%              -5,43%              -2,28%            63,72%             -46,07%

                Keterangan                       2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Laba Bersih                                  -    52.304.824.027 -    81.182.064.990 -    25.834.965.122   143.397.423.734 -    20.536.856.866
Pendapatan                                       895.456.045.999     868.091.474.069     638.377.010.110   266.131.773.827      44.595.846.800
Margin Laba (Rugi) Bersih                                 -5,84%              -9,35%              -4,05%            53,88%             -46,05%

                  Keterangan                     2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Laba (Rugi) Bersih                           -    52.304.824.027 -    81.182.064.990 -    25.834.965.122   143.397.423.734 -    20.536.856.866
Jumlah Aset                                      765.375.539.783     708.894.784.885     705.620.167.464   151.973.453.634     146.364.186.269
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                   -6,83%             -11,45%              -3,66%            94,36%             -14,03%

                  Keterangan                     2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Laba (Rugi) Bersih                         -      52.304.824.027 -    81.182.064.990 -    25.834.965.122   143.397.423.734 -    20.536.856.866
Jumlah Ekuitas                                   120.151.540.897      48.717.502.312      39.120.716.694    66.082.211.930      46.496.240.944
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas               -43,53%            -166,64%             -66,04%           217,00%             -44,17%

Rasio Profitabilitas                             2020A                  2021A               2022A             2023A               2024A
Margin Laba Bruto                                         14,20%               6,21%             19,39%            23,95%                9,46%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                  -0,79%              -5,43%              -2,28%           63,72%              -46,07%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                 -5,84%              -9,35%              -4,05%           53,88%              -46,05%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                   -6,83%             -11,45%              -3,66%           94,36%              -14,03%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas               -43,53%            -166,64%            -66,04%           217,00%              -44,17%
Page 87
FAIRNESS OPINION                                                                                                                                   Cut of Date

PT Prasidha Aneka Niaga Tbk                                                                                                                   31 Desember 2024


Lampiran 5
Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi                                                                                                       Jutaan Rupiah

                                                                 2025F               2026F              2027F              2028F                  2029F

  ASSET
  Aset Lancar
     Kas dan bank                               IDR                     (23.418)            (43.834)           (61.033)           (74.074)               (82.163)
     Piutang usaha                              IDR                     13.808              17.375             23.129             28.882                 34.636
     Piutang lain - lain - neto                 IDR                        112                 112                112                112                    112
     Persediaan                                 IDR                     16.642              22.014             27.374             32.716                 38.065
     Uang muka kepada pemasok dan lain - lain   IDR                        108                 108                108                108                    108
     Pajak dibayar dimuka                       IDR                         -                   -                  -                  -                      -
     Biaya dibayar dimuka                       IDR                        271                 271                271                271                    271
        Jumlah Aset Lancar                       IDR                      7.523               (3.954)           (10.039)           (11.985)                (8.971)


  Aset Tidak Lancar
     Aset tetap - neto                          IDR                  124.236             122.684           121.594            121.034                 119.953
     Penyertaan saham                           IDR                        415                 415                415                415                    415
     Estimasi tagihan pajak                     IDR                      1.533               1.533              1.533              1.533                  1.533
     Pinjaman kepada karyawan                   IDR                        520                 520                520                520                    520
     Uang jaminan                               IDR                      1.423               1.423              1.423              1.423                  1.423
        Jumlah Aset Tidak Lancar                 IDR                  128.127             126.575           125.485            124.925                 123.844


  JUMLAH ASET                                    IDR                  135.650             122.621           115.446            112.940                 114.873


  LIABILITAS DAN EKUITAS
  Liabilitas
  Liabilitas Jangka Pendek
     Utang lain - lain pihak ketiga             IDR                     57.691              57.691             57.691             57.691                 57.691
     Biaya yang masih harus dibayar             IDR                     30.617              32.510             33.757             34.996                 35.696
     Utang pajak                                IDR                        935                 935                935                935                    935
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek          IDR                     89.243              91.136             92.383             93.622                 94.322


  Liabilitas Jangka Panjang
     Liabilitas imbalan kerja jangka panjang    IDR                     19.802              19.802             19.802             19.802                 19.802
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang         IDR                     19.802              19.802             19.802             19.802                 19.802


        JUMLAH LIABILITAS                        IDR                  109.045             110.938           112.185            113.424                 114.124


  EKUITAS
     Modal saham                                IDR                  252.000             252.000           252.000            252.000                 252.000
     Tambahan modal disetor                     IDR                     53.295              53.294             53.294             53.294                 53.295
     Akumulasi kerugian                         IDR                  (278.690)           (293.611)         (302.033)          (305.778)               (304.546)
        JUMLAH EKUITAS                           IDR                     26.605              11.683              3.261               (484)                   749


  JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                    IDR                  135.650             122.621           115.446            112.940                 114.873

  Check Balance                                                              -                   -                  -                  -                      -

  PRI Notes:
    * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
   ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 88
FAIRNESS OPINION                                                                                                                                             Cut of Date

PT Prasidha Aneka Niaga Tbk                                                                                                                             31 Desember 2024
Lampiran 6
Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi                                                                                                                       Jutaan Rupiah

                                                                        2025F               2026F               2027F               2028F                   2029F

 PENDAPATAN                                            IDR                      141.400             211.400             281.400             351.400                 421.400

 BEBAN POKOK PENJUALAN                                 IDR                      128.720             192.306             256.203             319.769                 383.429

 LABA KOTOR                                            IDR                       12.680              19.094              25.197              31.631                  37.971

 PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
    Beban penjualan                                   IDR                       (1.343)             (1.190)             (1.362)             (3.097)                 (3.900)
    Beban umum dan administrasi                       IDR                      (31.229)            (32.825)            (32.257)            (32.279)                (32.839)
      Jumlah Beban Operasi                             IDR                      (32.572)            (34.015)            (33.619)            (35.376)                (36.739)

 LABA (RUGI) USAHA                                     IDR                      (19.892)            (14.921)             (8.422)             (3.745)                  1.232

    Pendapatan sewa                                   IDR                          -                   -                   -                   -                       -
    Pendapatan selisih kurs pinjaman bank             IDR                          -                   -                   -                   -                       -
    Beban keuangan                                    IDR                          -                   -                   -                   -                       -
      Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih      IDR                          -                   -                   -                   -                       -

 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                             IDR                      (19.892)            (14.921)             (8.422)             (3.745)                  1.232

    Beban Pajak Penghasilan                           IDR                              -                   -                   -                   -                       -

 LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                            IDR                      (19.892)            (14.921)             (8.422)             (3.745)                  1.232

  PRI Notes:
    * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
   ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 89
FAIRNESS OPINION                                                                                                                                             Cut of Date

PT Prasidha Aneka Niaga Tbk                                                                                                                             31 Desember 2024


Lampiran 7
Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaksi                                                                                                                        Jutaan Rupiah

                                                                            2025F              2026F              2027F              2028F                  2029F

   ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
      Laba bersih yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas   IDR              (19.891)           (14.921)            (8.422)            (3.745)                1.232
      Penambahan penyusutan, amortisasi dan lainnya               IDR               2.379              3.445              2.337              1.800                  1.781
      Penambahan laba (rugi) dari transaksi valuta                IDR
      Penambahan utang pajak                                      IDR
      Penambahan biaya yang ditangguhkan                          IDR                  -               1.893              1.247              1.239                    700
      Pengurangan piutang                                         IDR               (1.007)            (3.567)            (5.753)            (5.753)                (5.753)
      Penambahan persediaan                                       IDR               (2.255)            (7.265)            (6.607)            (6.581)                (6.049)

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                     IDR              (20.774)           (20.415)           (17.198)           (13.040)                (8.089)


   ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
      Penambahan aset tetap                                       IDR                  -                  -                  -                  -                      -

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi                   IDR                  -                  -                  -                  -                      -


   ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
      Pembayaran utang usaha                                      IDR               (4.451)               -                  -                  -                      -
      Penambahan imbalan kerja                                    IDR                  -                  -                  -                  -                      -
      Hutang berjangka BDI                                        IDR                  -                  -                  -                  -                      -

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                   IDR               (4.451)               -                  -                  -                      -


   KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                  IDR              (25.225)           (20.415)           (17.198)           (13.040)                (8.089)


   KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                   IDR               1.807             (23.418)           (43.833)           (61.031)               (74.071)


   KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                  IDR              (23.418)           (43.833)           (61.031)           (74.071)               (82.160)


   PRI Notes:
    * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
    ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 90
FAIRNESS OPINION
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Lampiran 8
                                                            RASIO KEUANGAN

                   Keterangan                    2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Aset Lancar                                                7.523 -         3.954 -         10.039 -         11.985 -          8.971
Liabilitas Jangka Pendek                                  89.243          91.136           92.383           93.622           94.322
Rasio Lancar                                                0,08           (0,04)           (0,11)           (0,13)           (0,10)
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Aset Lancar                                                7.523 -         3.954 -         10.039 -         11.985 -          8.971
Persediaan                                                16.642          22.014           27.374           32.716           38.065
Liabilitas Jangka Pendek                                  89.243          91.136           92.383           93.622           94.322
Rasio Cepat                                                (0,10)          (0,28)           (0,40)           (0,48)           (0,50)
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Kas dan setara kas                           -            23.418 -        43.834 -         61.033 -         74.074 -         82.163
Liabilitas Jangka Pendek                                  89.243          91.136           92.383           93.622           94.322
Rasio Kas                                                  (0,26)          (0,48)           (0,66)           (0,79)           (0,87)
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                 2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Rasio Lancar                                                0,08             (0,04)           (0,11)           (0,13)           (0,10)
Rasio Cepat                                                (0,10)            (0,28)           (0,40)           (0,48)           (0,50)
Rasio Kas                                                  (0,26)            (0,48)           (0,66)           (0,79)           (0,87)
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                     2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Pendapatan                                               141.400         211.400          281.400          351.400          421.400
Piutang Usaha                                             13.808          17.375           23.129           28.882           34.636
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                36              30               30               30               30
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Beban Pokok Pendapatan                                   128.720         192.306          256.203          319.769          383.429
Persediaan                                                16.642          22.014           27.374           32.716           38.065
Rasio Perputaran Persediaan                                   47              42               39               37               36
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Beban Pokok Pendapatan                                   128.720         192.306          256.203          319.769          383.429
Utang Usaha                                               57.691          57.691           57.691           57.691           57.691
Rasio Perputaran Utang Usaha                                 164             109               82               66               55
*)Disajikan dalam hari

Rasio Aktivitas                                  2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Rasio Perputaran Piutang Usaha                               36                30               30               30               30
Rasio Perputaran Persediaan                                  47                42               39               37               36
Rasio Perputaran Utang Usaha                                164               109               82               66               55
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                    2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Jumlah Liabilitas                                        109.045         110.938          112.185          113.424          114.124
Jumlah Aset                                              135.650         122.621          115.446          112.940          114.873
Rasio Liabilitas terhadap Aset                            80,39%          90,47%           97,18%          100,43%           99,35%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                    2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Jumlah Liabilitas                                        109.045         110.938          112.185           113.424         114.124
Jumlah Ekuitas                                            26.605          11.683            3.261 -             484             749
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                        409,87%         949,57%         3440,20%        -23434,71%       15236,85%
*)Disajikan dalam persen

Rasio Leverage                                   2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Rasio Liabilitas terhadap Aset                            80,39%          90,47%           97,18%          100,43%           99,35%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                        409,87%         949,57%         3440,20%       -23434,71%        15236,85%

                Keterangan                       2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Laba Bruto                                                12.680          19.094           25.197           31.631           37.971
Pendapatan                                               141.400         211.400          281.400          351.400          421.400
Margin Laba Bruto                                          8,97%           9,03%            8,95%            9,00%            9,01%

                 Keterangan                      2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Laba (Rugi) Usaha                            -            19.892 -        14.921 -          8.422 -          3.745            1.232
Pendapatan                                               141.400         211.400          281.400          351.400          421.400
Margin Laba (Rugi) Usaha                                 -14,07%           -7,06%          -2,99%           -1,07%            0,29%

                Keterangan                       2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Laba Bersih                                  -            19.892 -        14.921 -          8.422 -          3.745            1.232
Pendapatan                                               141.400         211.400          281.400          351.400          421.400
Margin Laba (Rugi) Bersih                                -14,07%           -7,06%          -2,99%           -1,07%            0,29%

                  Keterangan                     2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Laba (Rugi) Bersih                           -            19.892 -        14.921 -          8.422 -          3.745            1.232
Jumlah Aset                                              135.650         122.621          115.446          112.940          114.873
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                  -14,66%         -12,17%           -7,30%           -3,32%            1,07%

                  Keterangan                     2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Laba (Rugi) Bersih                         -              19.892 -         14.921 -         8.422 -          3.745            1.232
Jumlah Ekuitas                                            26.605           11.683           3.261 -            484              749
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas               -74,77%         -127,72%        -258,26%          773,76%          164,49%

Rasio Profitabilitas                             2025P               2026P            2027P            2028P            2029P
Margin Laba Bruto                                          8,97%           9,03%            8,95%            9,00%            9,01%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                 -14,07%          -7,06%           -2,99%           -1,07%            0,29%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                -14,07%          -7,06%           -2,99%           -1,07%            0,29%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                  -14,66%         -12,17%           -7,30%           -3,32%            1,07%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas               -74,77%        -127,72%         -258,26%          773,76%          164,49%
Page 91
FAIRNESS OPINION                                                                                                                                     Cut of Date

PT Prasidha Aneka Niaga Tbk                                                                                                                     31 Desember 2024


Lampiran 9
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi                                                                                                         Jutaan Rupiah

                                                                   2025F                  2026F             2027F             2028F                 2029F

  ASSET
  Aset Lancar
     Kas dan bank                               IDR                         2.443                 23.329            25.747            30.159                42.350
     Piutang usaha                              IDR                        51.781                 35.786            44.416            55.923                67.430
     Piutang lain - lain - neto                 IDR                          112                    112               112               112                   112
     Persediaan                                 IDR                        31.134                 39.207            47.221            57.957                68.742
     Uang muka kepada pemasok dan lain - lain   IDR                          108                    108               108               108                   108
     Biaya dibayar dimuka                       IDR                          271                    271               271               271                   271
        Jumlah Aset Lancar                       IDR                        85.849                 98.813       117.875           144.530                179.013


  Aset Tidak Lancar
     Aset tetap - neto                          IDR                     121.668              120.153               119.100           118.577               117.533
     Penyertaan saham                           IDR                          416                    416               416               416                   416
     Estimasi tagihan pajak                     IDR                         1.533                  1.533             1.533             1.533                 1.533
     Pinjaman kepada karyawan                   IDR                          520                    520               520               520                   520
     Uang jaminan                               IDR                         1.423                  1.423             1.423             1.423                 1.423
        Jumlah Aset Tidak Lancar                 IDR                     125.560              124.045           122.992           122.469                121.425


  JUMLAH ASET                                    IDR                     211.409              222.858           240.867           266.999                   300.438


  LIABILITAS DAN EKUITAS
  Liabilitas
  Liabilitas Jangka Pendek
     Utang lain - lain pihak ketiga             IDR                        57.691                 57.691            57.691            57.691                57.691
     Biaya yang masih harus dibayar             IDR                        32.902                 35.430            36.677            37.916                38.617
     Utang pajak                                IDR                          935                    935               935               935                   935
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek          IDR                        91.528                 94.056            95.303            96.542                97.243


  Liabilitas Jangka Panjang
     Liabilitas imbalan kerja jangka panjang    IDR                        19.802                 19.802            19.802            19.802                19.802
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang         IDR                        19.802                 19.802            19.802            19.802                19.802


        JUMLAH LIABILITAS                        IDR                       111.330                113.858           115.105           116.344               117.045


  EKUITAS
     Modal saham                                IDR                       252.000                252.000           252.000           252.000               252.000
     Tambahan modal disetor                     IDR                        53.293                 53.293            53.293            53.293                53.293
     Akumulasi kerugian                         IDR                    (205.214)             (196.293)         (179.531)         (154.638)              (121.900)
        JUMLAH EKUITAS                           IDR                     100.079              109.000               125.762           150.655               183.393


  JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                    IDR                       211.409                222.858           240.867           266.999               300.438

  Check Balance                                                                -                      -                 -                 -                     -

  PRI Notes:
    * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
   ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 92
FAIRNESS OPINION                                                                                                                                         Cut of Date

PT Prasidha Aneka Niaga Tbk                                                                                                                         31 Desember 2024
Lampiran 10
Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi                                                                                                                   Jutaan Rupiah

                                                                        2025F              2026F              2027F              2028F                  2029F

 PENDAPATAN                                           IDR                       330.400            435.400            540.400            680.400                820.400

 BEBAN POKOK PENJUALAN                                IDR                       300.513            396.239            491.623            618.981                746.884

 LABA KOTOR                                           IDR                        29.887             39.161             48.777             61.419                 73.516

 PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
    Beban penjualan                                  IDR                        (2.782)            (2.981)            (3.537)            (5.997)                (7.593)
    Beban umum dan administrasi                      IDR                       (31.229)           (23.995)           (23.317)           (23.227)               (23.673)
      Jumlah Beban Operasi                            IDR                       (34.011)           (26.976)           (26.854)           (29.224)               (31.266)

 LABA (RUGI) USAHA                                    IDR                        (4.124)            12.185             21.923             32.195                 42.250

    Pendapatan sewa                                  IDR                           -                  -                  -                  -                      -
    Pendapatan selisih kurs pinjaman bank            IDR                           -                  -                  -                  -                      -
    Pendapatan (beban) lain -lain                    IDR                        79.054                -                  -                  -                      -
      Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih     IDR                        79.054                -                  -                  -                      -

 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                            IDR                        74.930             12.185             21.923             32.195                 42.250

    Beban Pajak Penghasilan                          IDR                       (21.350)             -3262             (5.161)            (7.303)                (9.511)

 LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                           IDR                        53.580              8.923             16.762             24.892                 32.739

  PRI Notes:
   * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
   ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 93
FAIRNESS OPINION                                                                                                                                           Cut of Date

PT Prasidha Aneka Niaga Tbk                                                                                                                           31 Desember 2024


Lampiran 11
Proyeksi Arus Kas Setelah Transaksi                                                                                                                      Jutaan Rupiah

                                                                            2023F              2024F             2025F             2026F                  2027F

   ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
      Laba bersih yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas   IDR              53.581              8.923            16.763            24.892                 32.739
      Penambahan penyusutan, amortisasi dan lainnya               IDR               2.379              3.408             2.300             1.763                  1.744
      Penambahan laba (rugi) dari transaksi valuta                IDR
      Penambahan utang pajak                                      IDR
      Penambahan biaya yang ditangguhkan                          IDR                  -               2.528             1.247             1.239                    701
      Pengurangan piutang                                         IDR              (34.125)           15.995            (8.630)           (11.507)               (11.507)
      Penambahan persediaan                                       IDR              (16.747)           (9.967)           (9.261)           (11.975)               (11.486)

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                     IDR               5.088             20.887             2.419             4.412                 12.191


   ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
      Penambahan aset tetap                                       IDR                  -                 -                 -                  -                      -

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi                   IDR                  -                 -                 -                  -                      -


   ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
      Hutang usaha                                                IDR               (4.451)              -                 -                  -                      -

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                   IDR               (4.451)              -                 -                  -                      -


   KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                  IDR                 637             20.887             2.419             4.412                 12.191


   KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                   IDR               1.807              2.444            23.331            25.750                 30.162


   KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                  IDR               2.444             23.331            25.750            30.162                 42.353


   PRI Notes:
    * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
    ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 94
FAIRNESS OPINION
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Lampiran 12
                                                            RASIO KEUANGAN

                   Keterangan                    2025P               2026P           2027P          2028P          2029P
Aset Lancar                                               85.849          98.813         117.875        144.530        179.013
Liabilitas Jangka Pendek                                  91.528          94.056          95.303         96.542         97.243
Rasio Lancar                                                0,94            1,05            1,24           1,50           1,84
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2025P               2026P           2027P          2028P          2029P
Aset Lancar                                               85.849          98.813         117.875        144.530        179.013
Persediaan                                                31.134          39.207          47.221         57.957         68.742
Liabilitas Jangka Pendek                                  91.528          94.056          95.303         96.542         97.243
Rasio Cepat                                                 0,60            0,63            0,74           0,90           1,13
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2025P              2026P            2027P          2028P          2029P
Kas dan setara kas                                         2.443         23.329           25.747         30.159         42.350
Liabilitas Jangka Pendek                                  91.528         94.056           95.303         96.542         97.243
Rasio Kas                                                   0,03           0,25             0,27           0,31           0,44
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                 2025P              2026P            2027P          2028P          2029P
Rasio Lancar                                                0,94             1,05            1,24           1,50           1,84
Rasio Cepat                                                 0,60             0,63            0,74           0,90           1,13
Rasio Kas                                                   0,03             0,25            0,27           0,31           0,44
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                     2025P              2026P            2027P          2028P          2029P
Pendapatan                                               330.400        435.400          540.400        680.400        820.400
Piutang Usaha                                             51.781         35.786           44.416         55.923         67.430
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                57             30               30             30             30
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2025P              2026P            2027P          2028P          2029P
Beban Pokok Pendapatan                                   300.513        396.239          491.623        618.981        746.884
Persediaan                                                31.134         39.207           47.221         57.957         68.742
Rasio Perputaran Persediaan                                   38             36               35             34             34
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2025P              2026P            2027P          2028P          2029P
Beban Pokok Pendapatan                                   300.513        396.239          491.623        618.981        746.884
Utang Usaha                                               57.691         57.691           57.691         57.691         57.691
Rasio Perputaran Utang Usaha                                  70             53               43             34             28
*)Disajikan dalam hari

Rasio Aktivitas                                  2025P              2026P            2027P          2028P          2029P
Rasio Perputaran Piutang Usaha                               57                30             30             30             30
Rasio Perputaran Persediaan                                  38                36             35             34             34
Rasio Perputaran Utang Usaha                                 70                53             43             34             28
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                    2025P               2026P           2027P          2028P          2029P
Jumlah Liabilitas                                        111.330         113.858         115.105        116.344        117.045
Jumlah Aset                                              211.409         222.858         240.867        266.999        300.438
Rasio Liabilitas terhadap Aset                            52,66%          51,09%          47,79%         43,57%         38,96%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                    2025P               2026P           2027P          2028P          2029P
Jumlah Liabilitas                                        111.330         113.858         115.105        116.344        117.045
Jumlah Ekuitas                                           100.079         109.000         125.762        150.655        183.393
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                        111,24%         104,46%          91,53%         77,23%         63,82%
*)Disajikan dalam persen

Rasio Leverage                                   2025P               2026P           2027P          2028P          2029P
Rasio Liabilitas terhadap Aset                            52,66%          51,09%          47,79%         43,57%         38,96%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                        111,24%         104,46%          91,53%         77,23%         63,82%

                Keterangan                       2025P               2026P           2027P          2028P          2029P
Laba Bruto                                                29.887          39.161          48.777         61.419         73.516
Pendapatan                                               330.400         435.400         540.400        680.400        820.400
Margin Laba Bruto                                          9,05%           8,99%           9,03%          9,03%          8,96%

                 Keterangan                      2025P               2026P           2027P          2028P          2029P
Laba (Rugi) Usaha                            -             4.124          12.185          21.923         32.195         42.250
Pendapatan                                               330.400         435.400         540.400        680.400        820.400
Margin Laba (Rugi) Usaha                                  -1,25%           2,80%           4,06%          4,73%          5,15%

                Keterangan                       2025P               2026P           2027P          2028P          2029P
Laba Bersih                                               53.580           8.923          16.762         24.892         32.739
Pendapatan                                               330.400         435.400         540.400        680.400        820.400
Margin Laba (Rugi) Bersih                                 16,22%           2,05%           3,10%          3,66%          3,99%

                  Keterangan                     2025P               2026P           2027P          2028P          2029P
Laba (Rugi) Bersih                                        53.580           8.923          16.762         24.892         32.739
Jumlah Aset                                              211.409         222.858         240.867        266.999        300.438
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                   25,34%           4,00%           6,96%          9,32%         10,90%

                  Keterangan                     2025P               2026P           2027P          2028P          2029P
Laba (Rugi) Bersih                                      53.580             8.923          16.762         24.892         32.739
Jumlah Ekuitas                                              10           109.000         125.762        150.655        183.393
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas          538492,46%             8,19%          13,33%         16,52%         17,85%

Rasio Profitabilitas                             2025P               2026P           2027P          2028P          2029P
Margin Laba Bruto                                        9,05%               8,99%         9,03%          9,03%          8,96%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                -1,25%               2,80%         4,06%          4,73%          5,15%
Margin Laba (Rugi) Bersih                               16,22%               2,05%         3,10%          3,66%          3,99%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                 25,34%               4,00%         6,96%          9,32%         10,90%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas          538492,46%               8,19%        13,33%         16,52%         17,85%

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.92 MB
Published20 Jun 2025
Pages94
Characters284,663
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 82 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PRASIDHA ANEKA NIAGA TBK p.1 ×253
linked org Aneka Bumi p.3 ×5
linked — Igianto Joe p.38
linked person Agus Soegiarto · Komisaris p.38 ×2
linked org Kirana Megatara Tbk p.76 ×2
linked org Bakrie Sumatera Plantations Tbk p.76 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×9
possible org Negara Republik Indonesia p.3 ×3
possible person Ir. Henrianto p.14 ×2
possible org PT Prasidha p.38 ×4
possible org PT Prasidha C p.43
unresolved org TOTO SUHARTO & REKAN p.1 ×5
unresolved org PT Maetala Prima Teknologi p.2 ×9
unresolved org KJPP Toto Suharto dan Rekan p.2 ×3
unresolved org KJPP Toto Suharto p.2 ×12
unresolved org PT Aneka Bumi Kencana p.3 ×2
unresolved org Anwar dan Rekan p.4 ×2
unresolved org Anwar p.4 ×7
unresolved org PT Maetala Prima Teknologi. Namun p.5 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×23
unresolved org Kementerian Pertanian p.6 ×2
unresolved org Rekan Ir. Toto Suharto. p.9
unresolved person Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.) · Pimpinan Rekan p.9
unresolved person Ahmad Olii p.14 ×2
unresolved person Karina Gama Soleha p.14 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan B. Quality Assurance p.16
unresolved — Hasanuddin p.16
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.17 ×2
unresolved — Ekonomika p.17
unresolved org PT Actual Kencana Appraisal p.27
unresolved org Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan p.27
unresolved org Menteri Keuangan p.27 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan p.27
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto p.27
unresolved person Oesman Soedargo p.28
unresolved person Mansjur Tandiono · Presiden Komisaris p.28 ×2
unresolved person Haji Mahmud Uding p.28
unresolved person I Gede Subratha. Bisnis p.28
unresolved — Bab I - Pendahuluan p.28
unresolved org Anwar & Rekan p.33 ×5
unresolved org KJPP TnR p.34 ×14
unresolved org KJPP TnR. Bab I p.35
unresolved org PT Aneka Bumi Prasidha p.38
unresolved org PT Aneka Agroprasidha p.38
unresolved person Widyono Lianto · Presiden Komisaris p.38 ×2
unresolved person Fery Yennoto · Komisaris Independen p.38
unresolved person Robertus Sukamto · Komisaris Independen p.38
unresolved person Jeffry Sanusi Soedargo · Presiden Direktur p.38 ×2
unresolved person Didik Tandiono · Wakil Presiden Direktur p.38 ×3
unresolved person Moenardji Soedargo · Direktur p.38
unresolved org PT Maetala Prima Teknologi MPT p.38
unresolved person Aisyah Ratu Juliana Siregar · Notaris p.38 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.38
unresolved org Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU- p.39
unresolved person Ervin Para Putra · Komisaris p.39
unresolved person Ghazali Harmianto · Direktur p.39
unresolved org PT Aneka Bumi Asih p.42 ×2
unresolved org Departemen Kehakiman Republik Indonesia p.42
unresolved person Akta Notaris Christina Dwi Utami p.42 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.42
unresolved org PT Prasidha Aneka p.42 ×6
unresolved org Niaga Tbk p.42 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Persetujuan Akta p.42 ×3
unresolved org Jenderal Aneka Niaga Tbk p.42 ×3
unresolved person Ir. Yohanes Wilion p.42 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak p.42
unresolved org PT Prasdiha p.42 ×2
unresolved org Asasi Manusia Republik Aneka Niaga Tbk p.42
unresolved person Ristina Dwi Utami p.43 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Penerimaan p.43
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Penerimaan Pemberitahuan AH. p.43
unresolved org Prasdiha Aneka Niaga Tbk p.43 ×2
unresolved person Liliana Arif Gondoutomo p.43 ×2
unresolved org Plh. Direktur Aneka Niaga Tbk p.43
unresolved org Menteri Kehakiman Persetujuan p.43
unresolved org Kordinasi p.43
unresolved org Keuangan Republik Indonesia Niaga Tbk p.43
unresolved org Perakitan dan Modernisasi Pertanian p.53
unresolved org Direktorat Jenderal Perkebunan p.54 ×7
unresolved org Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan p.70
unresolved org Kantor Akuntan Publik Anwar p.70
unresolved org PT Perkebunan Nusantara p.76

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 8479 ms 12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai '
                            'dengan'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai dengan',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2024-12-31',
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result