Back to announcement
20250620_PSDN_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31897366_lamp8.pdf
Asset transaction Needs review PSDNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 94
Page 1
----- . I
•••• I
•••• I
•••• I
• ._ •• I
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
Atas Rencana Transaksi Penjualan Aset Tetap
PT PRASIDHA ANEKA NIAGA TBK
Jalan Siantar No. 6, Kelurahan Cideng
Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
Provinsi DKI Jakarta
No. File: 00202/2.0055-00/BS/04/0060/1/VI/2025
TOTO SUHARTO & REKAN
Business & .Properry Vaiuer
License No : 2.09.0055
JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
Ph : +6221-3456783 (Hunting)
Fax: +6221-3813419
Website : http://www.tnr.co.id
Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File : 00202/2.0055-00/BS/04/0060/1/VI/2025
Jakarta, 20 Juni 2025
Kepada Yth,
DIREKSI
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Jalan Siantar No. 6, Kelurahan Cideng
Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat
Propinsi DKI Jakarta 10150
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Penjualan Aset
Tetap.
Dengan hormat,
Sehubungan dengan rencana PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (“Perseroan”) yaitu
melakukan penjualan Aset Tetap berupa tanah, bangunan pabrik, sarana penunjang,
mesin, peralatan dan kendaraan kepada PT Maetala Prima Teknologi (“MPT”) untuk
selanjutanya disebut sebagai “Rencana Transaksi” yang merupakan Transaksi Material.
Perseroan telah menunjuk KJPP Toto Suharto dan Rekan untuk selanjutnya disebut sebagai
“TnR” sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat kewajaran (Fairness
Opinion) atas Rencana Transaksi tersebut di atas, sesuai dengan kesepakatan yang
tertuang dalam Surat Penawaran Nomor : M.FO.25.00.0013.r1, tanggal 26 Mei 2025.
Sebelumnya kami telah menyusun dan menerbitkan Laporan Pendapat Kewajaran atas
Rencana Transaksi dengan No. File : 00186/2.0055-00/BS/04/0060/1/VI/2025,
Tanggal 12 Juni 2025.
Sehubungan dengan adanya surat tanggapan dari Otoritas Jasa Keuangan
S-316/PM.023/2025, tanggal 17 Juni 2025, perihal “Perubahan dan/atau Tambahan
Informasi Atas Rencana Transaksi Material PT Prasidha Aneka Niaga Tbk, maka dengan
ini kami menerbitkan kembali Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk untuk menambahkan penjelasan dan pengungkapan atas
asumsi yang digunakan dengan tidak merubah kesimpulan yang dihasilkan.
Laporan Kewajaran ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
(SEOJK) No. 17/2020 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Edisi VII Tahun 2018 dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta analisis
berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi bahwa secara
fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian tersebut
terpenuhi.
i
Page 3
LATAR BELAKANG
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk, untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”) merupakan
perusahaan yang bergerak dalam bidang eksportir hasil bumi keberbagai negara yang
kegiatan dan usaha utamanya adalah pengolahan dan perdagangan karet remah, serta
kopi biji. Produksi karet remah dilakukan Kantor Cabang Perseroan di Palembang,
Sumatera Selatan. Pengolahan kopi biji dilakukan di Kantor Cabang Perseroan di
Palembang dan Bandar Lampung dan anak perusahaan PT Aneka Bumi Kencana di
Surabaya.
PT Maetala Prima Teknologi yang selanjutnya disebut “MPT” merupakan perseroan
terbatas yang didirikan dan menjalankan usaha berdasarkan hukum Negara Republik
Indonesia, memiliki kantor terdaftar di Jakarta.
Perseroan bermaksud untuk menjual tanah dan bangunan berikut mesin, alat dan sarana
penunjang kepada MPT.
Dalam rangka rencana transaksi material berupa jual beli aset berupa tanah dan
bangunan berikut mesin, alat dan sarana penunjang dengan MPT. Selanjutnya rencana
jual beli tersebut dalam laporan ini disebut dengan “Rencana Transaksi”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, antara Perseroan dan MPT bukan pihak
terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020 bahwa
Rencana Transaksi bukan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
No.42/POJK.04/2020. Namun Rencana Transaksi ini merupakan transaksi material
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 karena nilai
transaksi diatas 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan
laporan keuangan audited per 31 Desember 2024.
Sehubungan kejadian tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto & Rekan
selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” untuk melakukan kajian Opini Kewajaran atas
Rencana Transaksi, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam dalam Surat
Penawaran Nomor: M.FO.25.00.0013.r1, tanggal 26 Mei 2025 untuk mengetahui
Kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis kewajaran
dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan audited per tanggal
31 Desember 2024.
OBYEK RENCANA TRANSAKSI
Objek Rencana Transaksi adalah Transaksi Material jual beli aset dengan MPT sebesar
Rp79.054.054.054,00 (Tujuh Puluh Sembilan Miliar Lima Puluh Empat Juta Lima Puluh
Empat Ribu Lima Puluh Empat Rupiah). Harga jual beli tersebut belum termasuk Pajak
Pertambahan Nilai (PPN).
ii
Page 4
TRANSAKSI AFILIASI DAN UNSUR BENTURAN KEPENTINGAN
Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi adalah setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali,
sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara
kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi
anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau
pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi antara
Perseroan dengan MPT bukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
Dalam Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis antara
Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali yang dapat merugikan Perseroan
sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan Proforma Perseroan,
sehingga Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020.
TRANSAKSI MATERIAL
Berdasarkan MoU Jual Beli Nomor 01/V/2025 antara Perseroan dan MPT, harga jual
beli atas tanah dan bangunan berikut mesin, alat dan sarana penunjang serta kendaraan
tersebut adalah sebesar Rp79.054.054.054,00 (tujuh puluh sembilan miliar lima puluh
empat juta lima puluh empat ribu lima puluh empat rupiah) belum termasuk PPN. Sementara
itu jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember
2024 yang telah diaudit oleh KAP Anwar dan Rekan dalam Laporan nomor
00148/2.1035/AU.1/04/1432-5/1/III/2025, tanggal 25 Maret 2025 tercatat
sebesar Rp46.496.240.944,00. Total nilai rencana Tranksaksi terhadap jumlah ekuitas
Perseroan adalah 170,02% sehingga melebihi batas 20% terhadap jumlah ekuitas
Perseroan.
Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana
dikarenakan objek transaksi bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai dengan
kriteria Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi
Material.
iii
Page 5
METODE ANALISIS ATAS RENCANAN TRANSAKSI
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami melakukan analisis
dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan
persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana
Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang
terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek,
analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana
Transaksi
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
historikal, analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan,
analisis laporan keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, analisis nilai
tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi
IDENTIFIKASI PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT BERTRANSAKSI
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu :
1. Perseroan sebagai pihak yang menjual tanah dan bangunan berikut mesin, alat dan
sarana penunjang serta kendaraan.
2. MPT sebagai pihak yang akan membeli aset Perseroan.
MPT adalah perusahaan tertutup yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan
Perseroan.
HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
1. Analisis Rencana Transaksi
• Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi antara
Perseroan dengan PT Maetala Prima Teknologi bukan termasuk Transaksi Afiliasi,
dimana tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dengan PT Maetala
Prima Teknologi. Namun, Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi Material
sebagaiamana yang diatur pada POJK 17/2020.
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi yaitu Jual Beli Aset Tetap diperkirakan
dana dan keuntungan dari hasil penjualan aset tersebut akan digunakan oleh
Perseroan untuk diinvestasikan dan/atau digunakan dalam rencana ekspansi
Perseroan sesuai strategi bisnis Perseroan, yang akan meningkatkan nilai investasi
para pemegang sahamnya.
• Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan tidak mendapatkan dana
tambahan untuk investasi dan harus menanggung biaya pajak PBB atas aset
tersebut setiap tahunnya.
• Keuntungan Rencana transaksi yaitu Perseroan mendapatkan kas atas Rencana
Transaksi penjualan aset ini. Dana dan keuntungan dari hasil Rencana Transaksi
akan digunakan oleh Perseroan untuk diinvestasikan dan/atau digunakan untuk
iv
Page 6
modal kerja sesuai strategi bisnis Perseroan yang pada akhirnya akan
meningkatkan nilai investasi para pemegang sahamnya. Dengan melepas
kepemilikan aset maka perseroan akan mengurangi beban pajak PBB-P2 setiap
tahunnya.
• Kerugian Transaksi, dengan dilakukannya Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
muncul akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang
pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP, konsultan hukum, KJPP
dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya penilaian objek transaksi,
biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang
dapat muncul dikemudian hari.
2. Analisis Kualitatif
• Pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS awal April 2025, serta langkah retaliasi
oleh Tiongkok dan kemungkinan dari sejumlah negara lain meningkatkan
fragmentasi ekonomi global dan menurunnya volume perdagangan dunia.
Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025 diprakirakan akan
menurun dari 3,2% menjadi 2,9% dengan penurunan terbesar terjadi di AS dan
Tiongkok sejalan dengan dampak perang tarif kedua negara tersebut.
• Ekonomi Indonesia triwulan I-2025 terhadap triwulan I-2024 mengalami
pertumbuhan sebesar 4,87 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar
10,52 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa
mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,78 persen.
• Nilai tukar Rupiah pada 27 Maret 2025 tercatat Rp16.560 per dolar AS atau
menguat 0,12% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Februari 2025. Namun
demikian, tekanan kuat terhadap nilai tukar Rupiah terjadi di pasar off-shore(Non
Deliverable Forward/NDF) pada saat libur panjang pasar domestik dalam rangka
Idulfitri 1446 H, akibat kebijakan tarif resiprokal AS.
• Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025 tercatat tinggi sebesar 157,1
miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor
dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
•
IHK pada Maret 2025 mengalami inflasi sebesar 1,03% (yoy), dengan inflasi inti
tetap terkendali sebesar 2,48% (yoy), sejalan dengan konsistensi suku bunga
kebijakan BI (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi.
•
BI Rate sebesar 5,75% pada triwulan 1 2025. Transmisi kebijakan moneter tetap
baik di tengah kenaikan risiko dari dinamika global. Sejalan dengan penurunan BI-
Rate pada Januari 2025 dan operasi moneter yang ditempuh Bank Indonesia, suku
bunga pasar uang (INDONIA) terus menurun menjadi 5,77% pada 21 April 2025
dari semula sebesar 6,03% pada awal Januari 2025. (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank
Indonesia Triwulan I 2025 dan diolah)
• Indonesia adalah produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam,
dan Kolombia, dengan produksi sekitar 789.000 ton per tahun, menurut
Kementerian Pertanian untuk 2022-2025. Dari total produksi, 150.000 ton adalah
arabika, sementara 600.000 ton lainnya robusta. Ekspor bersih diperkirakan
meningkat dari 420.000 ton pada 2024 menjadi 427.000 ton pada 2025.
• Estimasi luas areal perkebunan kopi pada tahun 2025 mengalami penurunan
v
Page 7
0,17% dibanding tahun 2024, yaitu dengan estimai luas perkebunan kopi sebesar
1.267.180 Ha, dengan rincian luas areal PR sebesar 1.247.425 Ha, luas areal PBN
sebesar 12.508 Ha dan luas areal PBS sebesar 7.247 Ha. Total luas areal
perkebunan kopi tahun 2024 sebesar 1.269.354 Ha dengan rincian luas areal PR
sebesar 1.248.887 Ha, luas areal PBN sebesar 13.558 Ha dan luas areal PBS
sebesar 6.909 Ha.
• Luas areal perkebunan karet di Indonesia periode 2019-2022 mengalami
peningkatan dari 3.676.035 Ha meningkat menjadi 3.776.485 Ha pada tahun
2022. Namun luas areal perkebunan karet berkurang sejak tahun 2022 sampai
dengan tahun 2024 dan terus turun pada angka estimasi 2025 menjadi 2.990.016
Ha. Masifnya alih fungsi lahan menjadi salah satu masalah utama pada industri
karet nasional. Alih fungsi lahan menyebabkan luas lahan produktif semakin
menurun yang berdampak pada semakin turunnya produksi karet alam secara
nasional maupun di Sumatera.
3. Analisis Kuantitatif
• Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan
memiliki kinerja yang kurang baik. Dengan demikian Perseroan melakukan Rencana
Transaksi untuk memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan daya saing adalah
wajar.
• Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan mengalami
peningkatan penjualan, laba kotor dan laba usaha, dengan demikian Perseroan
melakukan Rencana Transaksi adalah wajar.
• Adapun dampak dari rencana transaksi yaitu, rata rata Net Profit Margin (NPM)
meningkat dari negatif 4,98% menjadi 5,80%. Sedangkan rata rata Return on
Asset mengalami perubahan dari negatif tanpa ada Rencana transaksi menjadi
positif yaitu sebesar 11,31%. Pada rasio solvabilitas juga mengalami perbaikan
dengan adanya rencana Transaksi dapat dilihat pada Debt to Equity Ratio dan
Debt to Aset Ratio yang semakin kecil sehingga seluruh kewajiban perusahaan
dapat ditutupi oleh total aset dan total ekuitas Perseroan.
• Berdasarkan proforma posisi keuangan Perseroan terdapat penyesuaian antara
sebelum dan setelah Transaksi, yaitu penyesuaian atas akun Kas dan Setara Kas
sebesar Rp79,05 miliar, timbul dari jurnal debit penambahan kas tunai akibat
Rencana Transaksi Penjualan Aset Tetap. Penyesuaian atas akun Aset Tetap
sebesar negatif Rp33,28 miliar yang timbul dari jurnal kredit akibat Rencana
Transaksi menyebabkan Aset Tetap Perseroan berkurang.
• Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas terdapat penyesuaian antara
sebelum dan setelah Rencana Transaksi, Nilai penjualan aset tetap Perseroan
adalah sebesar Rp79,05 miliar, dengan nilai buku neto aset tetap sebesar Rp33,28
miliar, sehingga menghasilkan keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp45,76
miliar.
• Berdasarkan analisis nilai tambah, proyeksi total aset Perseroan sebelum Rencana
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp135,65 miliar pada tahun 2025
menjadi Rp114,87 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi total aset
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp211,40
miliar pada tahun 2025 menjadi Rp300,43 miliar pada tahun 2029. Terjadi
peningkatan total aset Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat adanya
penambahan kas dari penjualan aset tetap. Berdasarkan analisis tersebut di atas,
vi
Page 8
proyeksi total Liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp109,04 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp114,12 miliar pada
tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi total Liabilitas Perseroan setelah Rencana
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp111,33 miliar pada tahun 2025
menjadi Rp117,04 miliar pada tahun 2029. Terjadi peningkatan total Liabilitas
Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat adanya peningkatan beban yang
harus dibayar. Proyeksi total Ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp26,60 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp749 juta pada
tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi total Ekuitas Perseroan setelah Rencana
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp100,07 miliar pada tahun 2025
menjadi Rp183,39 miliar pada tahun 2029.
• Berdasarkan analisis nilai tambah, Proyeksi jumlah Penjualan Perseroan sebelum
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp141,40 miliar pada tahun
2025 menjadi Rp421,40 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah
Penjualan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp330,40 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp820,40 miliar pada tahun 2029.
Terdapat perubahan yang signifikan pada Penjualan Perseroan setelah Rencana
Transaksi. Proyeksi Laba Bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar negatif Rp19,89 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,23
miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah Laba Bersih Perseroan
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp53,58 miliar pada
tahun 2025 menjadi Rp32,73 miliar pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada
Laba Bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat meningkatnya
pendapatan lain-lain non operasional Perseroan.
4. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Nilai Rencana Transaksi aset adalah sebesar Rp79.054.054.054,00 sedangkan Nilai
Pasar aset yaitu Rp79.901.300.000.00. Selisih harga Rencana Transaksi terhadap
Nilai Pasar adalah sebesar -1,06%. Berdasarkan Peraturan OJK Nomor
35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b) “Batas atas dan batas bawah pada kisaran
Nilai, tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang
dijadikan acuan“. Berdasarkan perbandingan tersebut, selisih antara Nilai Transaksi
aset 1,06% dibawah dari Nilai Pasar namun tidak lebih dari deviasi 7,5%. Sehingga
kami berpendapat bahwa secara keseluruhan transaksi ditetapkan adalah WAJAR.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisa kualitatif dan kuantitatif tersebut diatas, kami berpendapat bahwa
Rencana Transaksi adalah WAJAR.
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan
informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
vii
Page 9
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang
akan dilaksanakan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
surat ini.
Hormat kami,
KJPP Toto Suharto & Rekan
Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
viii
Page 10
SURAT REPRESENTASI
Page 11
Page 12
PERNYATAAN PENILAI
Page 13
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :
1. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
2. Laporan pendapat kewajaran ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
independensi Penilai Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu
pada Peraturan OJK Nomor : 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia serta (KEPI & SPI) Edisi VII-2018.
3. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atau
kesimpulan akhir.
4. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Obyek Rencana
Transaksi pada Tanggal Penilaian 31 Desember 2024.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Pendapat Kewajaran ini.
6. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku.
7. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
disajikan sebagai Kesimpulan Nilai.
8. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
9. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas.
10. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.
11. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
profesional, bertindak secara independen.
12. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
13. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
14. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada pendapat kewajaran
yang tercantum dalam laporan ini.
15. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah
menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.
ix
Page 14
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil
Kajian ini.
No. Nama Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab :
Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.) ……………………
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
2. Quality Assurance :
Ahmad Olii, S.E ……………………
No. MAPPI : 11-T-03281
No. Register Penilai : RMK-2017.00839
Kualifikasi Penilai : Bisnis
3. Reviewer :
Ir. Henrianto, S.Pi., S.Ak., MM., M.Ec.Dev., Ak., CA., MAPPI (Cert.) …………………
No. MAPPI : 19-S-09317
No. Register Penilai : RMK-2019.02918
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
4. Penilai :
Karina Gama Soleha, S.E., M.Ec.Dev ……………………
No. MAPPI : 21-P-10773
No. Register Penilai : RMK-2021.03732
Kualifikasi Penilai : Bisnis
x
Page 15
KUALIFIKASI PENILAI
Page 16
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan
A. Penanggung Jawab
1 Nama Lengkap Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB
Pendidikan University)
- S-2 Penilaian Universiti Teknologi
Malaysia
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 29
Penilai tahun di bidang penilaian properti dan
bisnis serta konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai bersertifikat dan
memperoleh ijin Penilai Publik Properti
dan Bisnis (PB) dari Kementerian
Keuangan
B. Quality Assurance
1 Nama Lengkap Ahmad Olii, S.E
2 Pendidikan Strata 1 (S-1)
3 Lembaga - S-1 Universitas Budi Luhur
Pendidikan
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 10
Penilai tahun di bidang penilaian bisnis serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai terakreditasi (T)
C. Reviewer
1 Nama Lengkap Ir. Henrianto, S.Pi, S.Ak, MM, M.Ec.Dev, Ak, CA,
MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
Pendidikan (2016)
- S-1 Akuntansi Universitas Terbuka
(2024)
- Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
Universitas Padjajaran (2024)
- Pendidikan Profesi Insinyur (PPI)
Universitas Hasanuddin (2025)
S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
Gadjah Mada (2020)
- S-2 Manajemen UPN Veteran
Yogyakarta (2022)
xi
Page 17
- S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian
Bogor (2020-Sekarang)
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun
Penilai di bidang penilaian properti dan bisnis
serta konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Bersertifikat (S) dan
memperoleh ijin Penilai Publik Properti
(P) dan Penilai Publik Bisnis (B) dari
Kementerian Keuangan RI
- Memperoleh Surat Tanda Terdaftar
(STTD) Penilai Pasar Modal dari
Otoritas Jasa Keuangan RI
- Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi
Konsultan Pajak Publik Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai Akuntan
Profesional (Chartered Accountant) dari
Ikatan Akuntan Indonesia dan
Memperoleh Izin Akuntan Bepraktik
(AB) dari Kementerian Keuangan RI
- Memperoleh lisensi sebagai Wakil
Perantara Pedagang Efek dari
Otoritas Jasa Keuangan
- Memperoleh lisensi sebagai Analisis
Efek dari BNSP LSP Pasar Modal
D. Penilai
1 Nama Lengkap Karina Gama Soleha, S.E, M.Ec.Dev
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Ekonomi Universitas
Pendidikan Muhammadiyah Yogyakarta
- S-2 Ekonomika Pembangunan
Universitas Gadjah Mada
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 2 tahun
Penilai di bidang penilaian bisnis serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Pratama (P)
xii
Page 18
DAFTAR ISI
Page 19
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
DAFTAR ISI
SERTIFIKAT ........................................................................................................... i - vii
SURAT REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................ viii - ix
KUALIFIKASI PENILAI ........................................................................................... x - xi
DAFTAR ISI ........................................................................................................... xii - xiii
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK .............................................................................. xiv
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................. xv
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... I–1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... I–1
1.2 Identitas Status Penilai .......................................................................................... I–2
1.3 Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan ................................................ I–3
1.4 Objek Rencana Transaksi ..................................................................................... I–3
1.5 Ruang Lingkup ........................................................................................................ I–4
1.6 Maksud dan Tujuan ................................................................................................ I–4
1.7 Tanggal Penilaian .................................................................................................. I–5
1.8 Independensi Penilai.............................................................................................. I–5
1.9 Tanggung Jawab Penilai ...................................................................................... I–5
1.10 Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan ........................................ I–5
1.11 Transaksi Material ................................................................................................. I–6
1.12 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi ................................. I–7
1.13 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) ... I–8
1.14 Sumber Data ........................................................................................................... I–8
1.15 Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai ............................................ I–9
BAB II KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI MATERIAL
PENJUALAN ASET TETAP ..................................................................... II – 1
2.1. Metode Analisis Atas Rencana Transaksi........................................................... II – 1
2.2. Analisis Rencana Transaksi ................................................................................... II – 1
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi ............................. II – 1
2.2.1.1. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk ............................................................................ II – 2
2.2.1.2. PT Maetala Prima Teknologi................................................................................ II – 2
2.2.2. Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi ................................ II – 3
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi............................................... II – 5
2.3. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ........................................................ II – 6
2.3.1. Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan .......................................................... II – 6
2.3.2. Gambaran Perekonomian Indonesia.................................................................. II – 8
2.3.2.1. Pertumbuhan Ekonomi Global.............................................................................. II – 9
2.3.2.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik .......................................................................... II – 10
2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha............................................................................ II – 10
2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran.................................................................................... II – 11
2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ............................................................ II – 12
2.3.2.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate) .............................................................................. II – 13
2.3.2.4. Nilai Tukar Rupiah ................................................................................................. II – 14
2.3.2.5. Suku Bunga .............................................................................................................. II – 15
2.3.3. Gambaran Umum Industri Kopi di Indonesia .................................................... II – 17
2.3.4. Gambaran Umum Industri Karet di Indonesia .................................................. II – 19
Daftar Isi xii
Page 20
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
2.3.5. Analisa Prospek Usaha Perseroan ...................................................................... II – 21
2.3.6. Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi .......................................................... II – 22
2.3.7. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi II – 22
2.4. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ...................................................... II – 23
2.4.1. Analisis Kinerja Historis Perseroan ...................................................................... II – 23
2.4.1.1. Analisis Posisi Keuangan ....................................................................................... II – 24
2.4.1.2. Analisis Laba Rugi .................................................................................................. II – 25
2.4.2. Analisis Rasio Keuangan ....................................................................................... II – 26
2.4.3. Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan .................................................. II – 27
2.4.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi .................................. II – 27
2.4.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi .................................... II – 28
2.4.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi ............................................. II – 29
2.4.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi ............................................... II – 30
2.4.3.5. Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi ................................................ II – 31
2.4.3.6. Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi.................................................. II – 31
2.4.4. Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan ....................... II – 31
2.4.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi................................................... II – 32
2.4.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi .................................................... II – 33
2.4.5. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi .... II – 34
2.4.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan ................................................................... II – 34
2.4.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi .............................................................................. II – 36
2.4.6. Analisis Inkremental ............................................................................................... II – 36
2.4.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ...... II – 37
2.4.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ............................................................. II – 39
2.4.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan ............................................................ II – 39
2.4.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan dalam Menentukan
Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain .......................... II – 41
2.4.6.5. Hal Material Lainnya ............................................................................................ II – 41
2.5. Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi ................................................. II – 41
2.5.1. Ringkasan Hasil Penilaian..................................................................................... II – 41
2.6. Harga Rencana Transaksi..................................................................................... II – 42
2.6.1. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar......................... II – 42
2.6.2. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ................................................ II – 43
2.7. Kesimpulan .............................................................................................................. II – 43
Daftar Isi xiii
Page 21
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 22
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Tabel 1.1. Analisis Transaksi Material Perbandingan Nilai Rencana Transaksi
dengan Nilai Ekuitas ........................................................................................... I –7
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................ II – 2
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan ............................................................................. II – 2
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham MPT ...................................................................... II – 3
Tabel 2.4. Susunan Pengurus MPT ....................................................................................... II – 3
Tabel 2.5. Legalitas Perseroan ............................................................................................ II – 6
Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ................................................... II – 8
Tabel 2.7. Pertumbuhan PDB Dunia..................................................................................... II – 9
Tabel 2.8. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut
Pengeluaran (triliun rupiah) ............................................................................... II – 13
Tabel 2.9. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019- 2025) .............................................. II – 14
Tabel 2.10. Historikal Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .............................. II – 23
Tabel 2.11. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan .................................................... II – 23
Tabel 2.12. Rasio Keuangan Perseroan ............................................................................... II – 26
Tabel 2.13. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................... II – 28
Tabel 2.14. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................... II – 29
Tabel 2.15. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................ II – 30
Tabel 2.16. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................ II – 30
Tabel 2.17. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .................................. II – 31
Tabel 2.18. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .................................. II – 31
Tabel 2.19. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ................................................ II – 32
Tabel 2.20. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi .................................................. II – 33
Tabel 2.21. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Rupiah) .................................................... II – 34
Tabel 2.22. Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah) .............................................................. II – 36
Tabel 2.23. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan
Rupiah) .................................................................................................................. II – 37
Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah) ........... II – 38
Tabel 2.25. Nilai Pasar Aset Tetap ....................................................................................... II – 42
Tabel 2.26. Nilai Rencana Transaksi ..................................................................................... II – 42
Tabel 2.27. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar ...................... II – 43
Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)......... II – 24
Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ................... II – 25
Daftar Tabel Dan Grafik xiv
Page 23
DAFTAR LAMPIRAN
Page 24
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Historis Posisi Keuangan
Lampiran 2 Historis Laba Rugi
Lampiran 3 Historis Arus Kas
Lampiran 4 Rasio Keuangan
Lampiran 5 Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran 6 Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi
Lampiran 7 Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaksi
Lampiran 8 Rasio Keuangan
Lampiran 9 Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran 10 Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi
Lampiran 11 Proyeksi Arus Kas Setelah Transaksi
Lampiran 12 Rasio Keuangan
Daftar Lampiran xv
Page 25
BAB I PENDAHULUAN
Page 26
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk, untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”)
merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang eksportir hasil bumi
keberbagai negara yang kegiatan dan usaha utamanya adalah pengolahan
dan perdagangan karet remah, serta kopi biji. Produksi karet remah
dilakukan Kantor Cabang Perseroan di Palembang, Sumatera Selatan.
Pengolahan kopi biji dilakukan di Kantor Cabang Perseroan di Palembang
dan Bandar Lampung dan anak perusahaan PT Aneka Bumi Kencana di
Surabaya.
PT Maetala Prima Teknologi yang selanjutnya disebut “MPT” merupakan
perseroan terbatas yang didirikan dan menjalankan usaha berdasarkan
hukum Negara Republik Indonesia, memiliki kantor terdaftar di Jakarta.
Perseroan bermaksud untuk menjual tanah dan bangunan berikut mesin, alat
dan sarana penunjang kepada MPT.
Berdasarkan Memorandum of Understanding / MoU Nomor 01/V/2025
antara Perseroan dan MPT menyepakati harga jual beli atas tanah dan
bangunan berikut mesin, alat dan sarana penunjang tersebut adalah sebesar
Rp79.054.054.054,00 ditambah PPN sebesar Rp8.695.945.946,00
sehingga total keseluruhan harga jual beli adalah sebesar
Rp87.750.000.000,00.
Dalam rangka rencana transaksi material berupa jual beli aset berupa tanah
dan bangunan berikut mesin, alat dan sarana penunjang dengan MPT.
Selanjutnya rencana jual beli tersebut dalam laporan ini disebut dengan
“Rencana Transaksi”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, antara Perseroan dan MPT
bukan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi bukan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020.
Namun Rencana Transaksi ini merupakan transaksi material sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi
diatas 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan
laporan keuangan audited per 31 Desember 2024.
Bab I - Pendahuluan 1
Page 27
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Sehubungan kejadian tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto &
Rekan selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” untuk melakukan kajian Opini
Kewajaran atas Rencana Transaksi, sesuai dengan kesepakatan yang
tertuang dalam dalam Surat Penawaran Nomor: M.FO.25.00.0013.r1,
tanggal 26 Mei 2025 untuk mengetahui Kewajaran atas Rencana Transaksi
tersebut.
1.2 Identitas Status Penilai
TnR awalnya adalah PT Actual Kencana Appraisal (AKA) yang telah aktif
dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984. Tahun 2007 AKA berubah menjadi
Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan mengikuti Peraturan Menteri
Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai publik di Indonesia.
TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli
2009, dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor :
2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas
nama:
• Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
- No. MAPPI : 93-S-00361
- No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
- Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
- STTD OJK No. : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
- No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
- No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam
kapasitasnya sebagai Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik
Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa penilaian independen.
Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan
dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu,
Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
memihak.
Bab I - Pendahuluan 2
Page 28
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
1.3 Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan
Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :
Nama : PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Bidang Usaha : Pengolahan dan Perdagangan Karet Remah dan Kopi Biji
Alamat : Jl. Siantar No. 6, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir,
Kota Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta 10150.
Nomor Telepon : (021) 35285058
Email : Corp_Sec@prasidha.co.id
Website : www.prasidha.co.id
Perseroan didirikan pada tahun 1984 oleh Bapak Oesman Soedargo, Bapak
Mansjur Tandiono, almarhum Bapak Haji Mahmud Uding dan almarhum
Bapak I Gede Subratha. Bisnis inti Grup adalah pengolahan dan ekspor
komoditas pertanian yang ditangani terutama oleh perusahaan anggota
operasinya Perseroan & anak perusahaan. Perusahaan juga memiliki
diversifikasi dalam makanan, manufaktur, dan perkebunan.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa berpedoman
pada visi dan misi yang telah ditetapkan. Visi dan misi Perseroan adalah
sebagai berikut:
VISI
Menjadi perusahaan Agro Bisnis terdepan dengan manajemen professional.
MISI
• Mengembangkan usahanya atas dasar saling menghormati serta
mempercayai. Kunci suksesnya perusahaan dalam membangun kepercayaan
internasional adalah melalui pelayanan yang prima, tepat waktu dan
menjaga standar kualitas yang tinggi terhadap semua relasi bisnisnya.
• Melalui kerja keras, dukungan serta kerjasama yang erat antara karyawan
dan pimpinan, perusahaan selalu berupaya mengoptimalkan seluruh sumber
daya perusahaan guna mencapai tujuan usaha.
1.4 Objek Rencana Transaksi
Objek Rencana Transaksi adalah Transaksi Material jual beli aset dengan
MPT sebesar Rp79.054.054.054,00 (Tujuh Puluh Sembilan Miliar Lima Puluh
Empat Juta Lima Puluh Empat Ribu Lima Puluh Empat Rupiah). Harga jual beli
tersebut belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Berikut rincian aset
yang menjadi objek rencana transaksi:
Bab I - Pendahuluan 3
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
No. Keterangan Lokasi Luas (m²)
Pabrik PAN Karet 1
- Tanah Jalan Ki Kemas Rindo No. 130.232 m²
18, RT. 36, RW. 06,
1. - Bangunan Kelurahan Ogan Baru, 50.044 m²
- Sarana Pelengkap Kecamatan Kertapati, Kota
Pelembang, Provinsi
- Mesin dan Peralatan Sumatera Selatan
Kendaraan
Pabrik PAN Karet 2
- Tanah 40.934 m²
Jalan Remifa, RT. 17, RW.
2. - Bangunan 03, Kelurahan Kertapati, 13.608 m²
Kecamatan Kertapati, Kota
- Sarana Pelengkap Palembang, Provinsi
Sumatera Selatan
- Mesin dan Peralatan
1.5 Ruang Lingkup
Pendapat kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan dan tidak dapat dipergunakan
untuk kepentingan lain. Pendapat kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk
memberikan rekomendasi persetujuan atau tidak menyetujui Rencana
Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.
Sesuai dengan penugasan yang diterima TnR untuk memberikan Opini
Kewajaran atas Rencana Transaksi yang diharapkan dapat melakukan kajian
secara objektif dan independen.
1.6 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang
berlaku, yaitu POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-
ketentuan dalam Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.
35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No.
17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
Bab I - Pendahuluan 4
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
1.7 Tanggal Penilaian
Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas
tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan
keuangan konsolidasi audited per tanggal 31 Desember 2024.
1.8 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan opini kewajaran ini, TnR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
TnR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
dengan penugasan ini.
1.9 Tanggung Jawab Penilai
Dalam batas kemampuan dan keyakinan TnR sebagai penilai, TnR
menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam
penyusunan Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan TnR
bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran yang diterbitkan.
1.10 Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan
Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi
adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka
atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi
yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau
pengendali, sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan
adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka
dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris, atau pemegang saham utama atau pengendali yang dapat
merugikan perusahaan terbuka dimaksud.
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi
antara Perseroan dengan MPT bukan merupakan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Bab I - Pendahuluan 5
Page 31
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Dalam Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan
ekonomis antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali
yang dapat merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam
Laporan Keuangan Proforma Perseroan, sehingga Rencana Transaksi bukan
merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 42/2020.
1.11 Transaksi Material
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha
tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
atas pinjaman dari pihak lain; dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).
Perusahaan Terbuka yang melakukan Transaksi Material dalam 1 (satu) kali
transaksi atau suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan
tertentu, wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan. Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau
lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan
terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).
Bab I - Pendahuluan 6
Page 32
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Kami telah melakukan analisis sesuai kriteria diatas untuk melihat apakah
transaksi ini merupakan Transaksi Material atau tidak sebagai berikut:
Tabel 1.1. Analisis Transaksi Material Perbandingan Nilai Rencana Transaksi
dengan Nilai Ekuitas
Persentase Nilai
Rencana Nilai Ekuitas Perseroan Nilai Rencana
Transaksi Terhadap
Transaksi (Rp) Transaksi (Rp)
Ekuitas (%)
Jual Beli Aset 46.496.240.944 79.054.054.054 170,02%
Berdasarkan MOU Nomor 01/V/2025 antara Perseroan dan MPT, harga
jual beli atas tanah dan bangunan berikut mesin, alat dan sarana penunjang
serta kendaraan tersebut adalah sebesar Rp79.054.054.054,00 (tujuh puluh
sembilan miliar lima puluh empat juta lima puluh empat ribu lima puluh empat
rupiah) belum termasuk PPN. Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2024 yang telah
diaudit oleh KAP Anwar dan Rekan dalam Laporan nomor
00148/2.1035/AU.1/04/1432-5/1/III/2025, tanggal 25 Maret 2025
tercatat sebesar Rp46.496.240.944,00. Total nilai rencana Tranksaksi
terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 170,02% sehingga melebihi batas
20% terhadap jumlah ekuitas Perseroan.
Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana
dikarenakan objek transaksi bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai
dengan kriteria Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini
merupakan Transaksi Material.
Perseroan akan mengumumkan Rencana Transaksi tersebut melalui
Keterbukaan Informasi apabila Rencana Transaksi tersebut telah
dilaksanakan oleh Perseroan.
1.12 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan POJK 35/2020,
SEOJK No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditetapkan
oleh MAPPI, dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar
penilaian lengkap.
Analisis kewajaran dilakukan dengan melakukan analisis kualitatif dan
analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. Dimana analisis atas Rencana
Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi adanya keterkaitan dalam
hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi. Pada analisis atas transaksi
terdapat penjelasan manfaat dan risiko dari Rencana Transaksi.
Bab I - Pendahuluan 7
Page 33
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi didasarkan atas analisis industri dan
lingkungan dimana terdapat penjabaran akan kondisi makro ekonomi di
dunia dan kondisi ekonomi di Indonesia maupun tinjauan industri perbankan
nasional. Disamping itu, analisis kualitatif akan menjelaskan lebih detail
mengenai alasan dan latar belakang maupun keuntungan dan kerugian atas
Rencana Transaksi.
Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi
analisis kondisi keuangan Perseroan termasuk penilaian akan kinerja historis
maupun analisis rasio terhadap Perseroan, trend analisis atas laporan
keuangan historis Perseroan dan penilaian atas proyeksi keuangan
perseroan, analisis proforma laporan keuangan, analisis sensitivitas atas
transaksi serta analisis kewajaran atas nilai Rencana Transaksi.
1.13 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
Events)
Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian
Penting setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal
laporan penilaian ini diterbitkan.
1.14 Sumber Data
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
2. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik
Soaduon Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
00260/2.1035/AU.1/04/1432-1/1/V/2021 dengan opini tanpa
modifikasian.
3. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik
Soaduon Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
00154/2.1035/AU.1/04/1432-2/1/IV/2022 dengan opini tanpa
modifikasian.
4. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik
Soaduon Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
00111/2.1035/AU.1/04/1432-3/1/III/2023 dengan opini tanpa
modifikasian.
Bab I - Pendahuluan 8
Page 34
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
5. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik Soaduon
Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
00142/2.1035/AU.1/04/1432-4/1/III/2024 dengan opini tanpa
modifikasian.
6. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024, yang diaudit oleh Akuntan Publik Soaduon
Tampubolon dari KAP Anwar & Rekan dalam Laporan Nomor
00148/2.1035/AU.1/04/1432-5/1/III/2025 dengan opini tanpa
modifikasian.
7. Laporan penilaian aset yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto dan
Rekan, dengan laporan sebagai berikut:
- No. 00019/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025,
- No. 00020/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025,
- No. 00021/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025,
- No. 00022/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025, dan
- No. 00023/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025 tanggal 28 Mei
2025.
8. Company profile Perseroan.
9. Proyeksi Perseroan periode 2025-2029.
10. Legalitas Perseroan.
11. Laporan proforma Perseroan sebelum dan setelah Transaksi.
12. Draft perjanjian jual beli aset.
13. Surat pernyataan (Representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
Rencana Transaksi.
14. Wawancara dengan manajemen Perseroan.
15. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.
1.15 Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai
Dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan
beberapa asumsi, antara lain:
1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. KJPP TnR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP TnR berasal dari sumber
yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. KJPP TnR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. KJPP TnR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
Bab I - Pendahuluan 9
Page 35
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
6. KJPP TnR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk
publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan.
7. KJPP TnR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
8. KJPP TnR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
dari pemberi tugas.
9. KJPP TnR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Transaksi hingga
penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi.
10. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
11. KJPP TnR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan telah
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
12. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi
kewajiban yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-
pungutan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
13. KJPP TnR telah memperoleh informasi yang material atas syarat-syarat
dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait
dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.
14. Laporan Pendapat Kewajaran disusun hanya untuk maksud dan tujuan
sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Pendapat Kewajaran
ini. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain kepada
Perseroan, sehinga pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat
Kewajaran ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
15. KJPP TnR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di
depan pengadilan atau pejabat pemerintah apabila hal tersebut tidak
terkait dengan maksud dan tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini serta
di luar ruang lingkup dari penugasan.
16. Jika dikemudian hari KJPP TnR diminta untuk memberikan penjelasan dan
pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun
kepada pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala
bentuk biaya yang timbul menjadi beban Perseroan.
17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
stempel kantor (office seal) dari KJPP TnR.
Bab I - Pendahuluan 10
Page 36
BAB II KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI MATERIAL PENJUALAN ASET TETAP
Page 37
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
BAB II
KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI MATERIAL
PENJUALAN ASET TETAP
2.1. Metode Analisis Atas Rencana Transaksi
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami
melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara
pihak-pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian
pengikatan dan persyaratan dalam rencana Transaksi, analisis manfaat
dan risiko rencana Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-
pihak yang terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis
operasional dan prospek, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi.
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan
keuangan historikal, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan
sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis rasio keuangan sebelum
dan sesudah Rencana Transaksi, analisis proforma keuangan sebelum dan
sesudah Rencana Transaksi, analisis nilai tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi.
2.2. Analisis Rencana Transaksi
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:
1. Perseroan sebagai pihak yang menjual tanah dan bangunan berikut
mesin, alat dan sarana penunjang serta kendaraan.
2. MPT sebagai pihak yang akan membeli aset Perseroan.
Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai pihak-pihak yang terlibat
dengan Rencana Transaksi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 1
Page 38
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
2.2.1.1. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Struktur Permodalan Perseroan
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perusahaan pada
tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Saham Nilai Nominal Komposisi
Pemegang Saham
(Lembar) (Rp) (%)
PT Prasidha 676.830.145 118.445.275.375 47,00
Igianto Joe 272.378.790 47.666.288.250 18,92
PT Aneka Bumi Prasidha 136.500.000 23.887.500.000 9,48
PT Aneka Agroprasidha 114.000.000 19.950.000.000 7,92
Agus Soegiarto 65.984.333 30.503.678.100 4,58
Masyarakat (masing masing dengan
174.306.732 30.503.678.100 12,10
pemilikan kurang dari 5%)
Total 1.440.000.000 252.000.000.000 100,00
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Audited Perseroan 31 Desember 2024 (diolah)
Susunan Pengurus Perseroan
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, susunan
Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Mansjur Tandiono
Wakil Presiden Komisaris Widyono Lianto
Komisaris Agus Soegiarto
Komisaris Independen Fery Yennoto
Komisaris Independen Robertus Sukamto
Dewan Direksi
Presiden Direktur Jeffry Sanusi Soedargo
Wakil Presiden Direktur Didik Tandiono
Direktur Moenardji Soedargo
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Audited Perseroan 31 Desember 2024 (diolah)
2.2.1.2. PT Maetala Prima Teknologi
MPT didirikan di negara Republik Indonesia berdasarkan Akta Pendirian
nomor 91 Tanggal 23 Agustus 2021 yang dibuat oleh Aisyah Ratu Juliana
Siregar, M.Kn., tentang Pendirian Badan Hukum PT Maetala Prima Teknologi
tanggal 25 Oktober 2021 dengan Nomor Pendaftaran
4021090231100476. Akta ini telah memperoleh pengesahan dari Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan penetapan
No. AHU-0054591.AH.01.01.Tahun 2021 tanggal 2 September 2021.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 2
Page 39
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
MPT memulai kegiatan usaha komersialnya pada 2021. Kantor Perusahaan
berkedudukan di Jl. Jatinegara Kaum, No. 08, Kel. Jatinegara Kaum,
Kec. Pulogadung, Kota Administrasi Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Kode
Pos: 13250.
Struktur permodalan dan kepemilikan saham MPT pada tanggal
31 Desember 2024 berdasarkan Akta Nomor 91 tanggal 23 Agustus 2021
yang dibuat oleh Aisyah Ratu Juliana Siregar, M.Kn., Notaris di kota Sukabumi
adalah sebagai berikut:
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham MPT
Jumlah Saham Nilai Nominal Komposisi
Pemegang Saham
(Lembar) (Rp000.000) (%)
Ghazali Harmianto 40.800 40.800.000 80,00
Ervin Para Putra 10.200 10.200.000 20,00
Total 51.000 51.000.000 100,00
Sumber : Akta Nomor 91 tanggal 23 Agustus 2021
Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor AHU-0054591.AH.01.01.Tahun 2021, susunan Dewan
Komisaris dan Dewan Direksi MPT adalah sebagai berikut:
Tabel 2.4. Susunan Pengurus MPT
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Komisaris Ervin Para Putra
Dewan Direksi
Direktur Ghazali Harmianto
Sumber : SK KEMENKUMHAM RI, 2 September 2021
2.2.2. Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Ringkasan Perjanjian MoU Jual Beli Aset Nomor 01/V/2025 tanggal 23 Mei
2025 antara Perseroan dan MPT adalah sebagai berikut:
1. Bahwa Perseroan adalah pihak yang menjual aset, selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Penjual”.
2. Bahwa MPT adalah pihak yang membeli aset, selanjutnya secara disebut
“Pembeli”.
3. Bahwa Penjual adalah pemilik dari dan/atau yang pemegang hak atas
10 (sepuluh) bidang tanah, untuk selanjutnya secara bersama-sama
disebut “Tanah dan Bangunan”.
4. Tanah tersebut akan dijual berikut dengan segala sesuatu yang berdiri
dan yang tertanam di atas tanah tersebut, yang menurut sifat, guna
dan/atau peruntukkannya menurut penetapan perundang-undangan
dianggap sebagai benda bergerak dan benda tidak bergerak (tetap),
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 3
Page 40
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
terutama bangunan, berikut segala sesuatu yang melekat atau dianggap
melekat, yaitu mesin-mesin, alat-alat produksi dan sarana penunjang,
untuk selanjutnya disebut “Mesin, Alat, dan Sarana Penunjang”.
5. Berdasarkan draft MoU yang dikirimkan, Perseroan memutuskan untuk
menjual aset berupa Tanah dan Bangunan berikut Mesin, Alat dan Sarana
Penunjang kepada MPT.
6. Harga jual beli atas aset tersebut adalah sebesar Rp79.054.054.054,00
ditambah PPN sebesar Rp8.695.945.946,00 sehingga total keseluruhan
harga jual beli aset adalah sebesar Rp87.750.000.000,00.
7. Mekanisme Pembayaran:
- Uang Tanda Jadi (Down Payment) sebesar Rp10.000.000.000,00
dalam bentuk Bilyet Giro (BG), diberikan oleh MPT kepada Perseroan
pada saat ditandatanganinya MoU; Bilyet Giro (BG) tersebut dapat
dicairkan selambat-lambatnya pada tanggal 08-07-2025.
- Pembayaran tahap pertama sebesar Rp30.000.000.000,00 akan
dibayar oleh MPT kepada Perseroan pada saat penandatanganan
Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (Lunas). Pada saat Pembayaran
Tahap Pertama, MPT juga wajib untuk membuka Bilyet Giro (BG) baru
sebesar Rp10.000.000.000,00 yang dapat dicairkan selambat-
lambatnya pada tanggal 08-08-2025 untuk menggantikan Bilyet
Giro (BG) sebelumnya. Dalam hal lewatnya jangka waktu
Pembayaran Tahap Pertama sebagaimana tersebut di atas dan
Pembeli tidak melakukan Pembayaran Tahap Pertama kepada
Penjual, maka MoU ini menjadi batal serta Uang Tanda Jadi (Down
Payment) akan menjadi hangus dan menjadi milik Penjual sepenuhnya.
- Pembayaran tahap kedua sebesar Rp35.000.000.000,00 akan
dibayar oleh MPT kepada Perseroan selambat-lambatnya pada
tanggal 08-08-2025. Apabila Pembeli telah melakukan Pembayaran
Tahap Kedua kepada Penjual, maka bangunan dan mesin di Area
PAN 1 dapat dibongkar oleh Pembeli, kecuali angkutan darat dan
angkutan air yang berada di Area PAN 1 maupun Area PAN 2. Pada
saat Pembayaran Tahap Kedua, Pembeli juga wajib untuk membuka
Bilyet Giro (BG) baru sebesar Rp10.000.000.000,00 yang dapat
dicairkan selambat-lambatnya pada tanggal 08-09-2025 untuk
menggantikan Bilyet Giro (BG) sebelumnya.
- Dalam hal lewatnya jangka waktu Pembayaran Tahap Kedua
sebagaimana tersebut di atas dan Pembeli tidak melakukan
Pembayaran Tahap Kedua kepada Penjual, maka kelanjutan
transaksi jual beli Tanah dan Bangunan berikut Mesin, Alat dan
Sarana Penunjang untuk Area PAN 1 sebagaimana disepakati dalam
MoU ini menjadi batal serta Uang Tanda Jadi (Down Payment) akan
menjadi hangus dan menjadi milik Penjual sepenuhnya, sehingga Bilyet
Giro (BG) dapat dicairkan oleh Penjual, tanpa adanya kewajiban
apapun dari Penjual kepada Pembeli.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 4
Page 41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
- Pembayaran Tahap Ketiga yaitu sebesar Rp22.750.000.000,00
akan dibayar oleh Pembeli kepada Penjual selambat-lambatnya
pada tanggal 08-09-2025, yang terbagi atas:
1) Pencairan Uang Tanda Jadi (Down Payment) berupa Bilyet Giro
(BG) sebesar Rp10.000.000.000,00.
2) Sisa pembayaran sebesar Rp12.750.000.000,00 (dua belas
miliar tujuh ratus lima puluh juta rupiah) akan dibayarkan pada
saat penandatanganan Akta Jual Beli atas Tanah dan Bangunan
Berikut Mesin, Alat dan Sarana Penunjang tersebut di hadapan
Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berwenang.
Dalam hal lewatnya jangka waktu Pembayaran Tahap Ketiga
sebagaimana tersebut di atas dan Pembeli tidak melakukan
Pembayaran Tahap Ketiga kepada Penjual, maka kelanjutan transaksi
jual beli Tanah dan Bangunan untuk Area PAN 1 sebagaimana
disepakati dalam MoU ini menjadi batal serta Uang Tanda Jadi (Down
Payment) akan menjadi hangus dan menjadi milik Penjual sepenuhnya,
sehingga Bilyet Giro (BG) dapat dicairkan oleh Penjual, tanpa adanya
kewajiban apapun dari Penjual kepada Pembeli.
- Bahwa sebelum dilakukan masing-masing Pembayaran Tahap
Pertama, Kedua, dan Ketiga tersebut, Para Pihak sepakat bahwa
Pembeli wajib memberikan Surat Keterangan “Good Funds” dari Bank
yang bersangkutan terkait ketersediaan dana tersebut selambat-
lambatnya 2 (dua) hari kerja sebelum tanggal Pembayaran Tahap
Pertama dan/atau Kedua dan/atau Ketiga tersebut.
Berdasarkan perjanjian dan persyaratan di atas tidak ada persyaratan
khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga syarat-
syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko
yang akan dihadapi oleh Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana
Transaksi.
a. Manfaat Rencana Transaksi
Diperkirakan dana dan keuntungan dari hasil penjualan aset tersebut
akan digunakan oleh Perseroan untuk diinvestasikan dan/atau digunakan
dalam rencana ekspansi Perseroan sesuai strategi bisnis Perseroan, yang
akan meningkatkan nilai investasi para pemegang sahamnya.
b. Risiko Rencana Transaksi
Rencana Transaksi diperkirakan tidak memiliki risiko terhadap Perseroan.
Sementara risiko jika rencana transaksi ini tidak terjadi adalah Perseroan
tidak mendapatkan dana tambahan untuk investasi dan harus
menanggung biaya pajak PBB atas aset tersebut setiap tahunnya.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 5
Page 42
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
2.3. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
2.3.1. Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan didirikan dengan nama PT Aneka Bumi Asih berdasarkan Akta
Notaris No. 7 dari Paul Tamara tanggal 16 April 1974. Akta pendirian
Perusahaan telah disahkan oleh Departemen Kehakiman Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/358/23 tanggal 3 Oktober 1974 dan
diumumkan dalam Tambahan No. 2488 dari Berita Negara No. 37 tanggal
10 Mei 1994.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
terakhir dengan Akta Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn.,
No. 306 tanggal 28 Juni 2024, mengenai perubahan alamat Perusahaan.
Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.09-0222828 tanggal 5 Juli 2024.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan
Perusahaan terutama meliputi bidang pengolahan dan perdagangan hasil
bumi. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1974.
Kegiatan Usaha Perseroan
Saat ini kegiatan utama Perseroan dan Entitas anak dalam bidang
pengolahan dan perdagangan karet remah, kopi bubuk dan instan serta kopi
biji.
Legalitas dan Perijinan Perseroan
Data-data legalitas Perseroan yang dapat diinformasikan adalah sebagai
berikut:
Tabel 2.5. Legalitas Perseroan
No. Keterangan Nomor & Tanggal Yang Mengeluarkan
Akta Perubahan Anggaran
Nomor : 306 Christina Dwi Utami, S.H.,
1. Dasar PT Prasidha Aneka
28 Juni 2024 M.Kn., Notaris di Jakarta
Niaga Tbk
A.n Menteri Hukum dan Hak
Persetujuan Akta Perubahan Nomor : AHU-AH.01.09-
Asasi Manusia Republik
2. Anggaran Dasar PT Prasidha 0222828
Indonesia, Direktur Jenderal
Aneka Niaga Tbk Tanggal 5 Juli 2024
Adimistrasi Hukum Umum
Akta Pernyataan Keputusan
Nomor : 80 Ir. Yohanes Wilion, S.E., S.H.,
3. Rapat PT Prasidha Aneka
30 Juni 2023 M.M, Notaris di Jakarta
Niaga Tbk
Penerimaan Pemberitahuan Nomor : AHU-AH.01.09-
A.n Menteri Hukum dan Hak
4. Perubahan Data PT Prasdiha 0133859
Asasi Manusia Republik
Aneka Niaga Tbk Tanggal 30 Juni 2023
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 6
Page 43
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
No. Keterangan Nomor & Tanggal Yang Mengeluarkan
Indonesia, Direktur Jenderal
Adimistrasi Hukum Umum
Akta RUPS Luar Biasa PT Nomor : 78 Ir. Yohanes Wilion, S.E., S.H.,
5.
Prasidha Aneka Niaga Tbk 30 Juni 2023 M.M, Notaris di Jakarta
Akta Pernyataan Keputusan
Nomor : 196 Ristina Dwi Utami, S.H, M.Hum,
6. Rapat PT Prasidha Aneka
25 Agustus 2021 M.Kn., Notaris di Jakarta
Niaga Tbk
A.n Menteri Hukum dan Hak
Penerimaan Pemberitahuan Nomor : AHU-
Asasi Manusia Republik
7. Perubahan Data PT Prasdiha AH.01.03.0441050
Indonesia, Direktur Jenderal
Aneka Niaga Tbk Tanggal 26 Agustus 2021
Adimistrasi Hukum Umum
Akta Pernyataan Keputusan
Nomor : 84 Ristina Dwi Utami, S.H, M.Hum,
8. Rapat PT Prasidha Aneka
08 September 2020 M.Kn., Notaris di Jakarta
Niaga Tbk
Nomor : AHU- A.n Menteri Hukum dan Hak
Penerimaan Pemberitahuan
AH.01.03.0393446 Asasi Manusia Republik
9. Perubahan Anggaran Dasar
Tanggal 01 Oktober Indonesia, Direktur Jenderal
PT Prasdiha Aneka Niaga Tbk
2020 Adimistrasi Hukum Umum
Nomor : AHU-
A.n Menteri Hukum dan Hak
Persetujuan Akta Perubahan 0067812.AH.01.02.Tahun
Asasi Manusia Republik
10. Anggaran Dasar PT Prasidha 2020
Indonesia, Direktur Jenderal
Aneka Niaga Tbk Tanggal 01 Oktober
Adimistrasi Hukum Umum
2020
Akta Pernyataan Keputusan
Nomor : 10 Ny. Liliana Arif Gondoutomo,
11. Rapat PT Prasidha Aneka
20 Oktober 2008 S.H, Notaris di Jakarta
Niaga
Nomor : AHU- A.n Menteri Hukum dan Hak
Persetujuan Akta Perubahan 97905.AH.01.02.Tahun Asasi Manusia Republik
12. Anggaran Dasar PT Prasidha 2008 Indonesia, Plh. Direktur
Aneka Niaga Tbk Tanggal 18 Desember Jenderal Adimistrasi Hukum
2008 Umum
Nomor : 39
Akta Pendirian Perseroan Ny. Liliana Arif Gondoutomo,
13. Tanggal 29 Desember
Terbatas PT Aneka Bumi Asih S.H, Notaris di Bekasi
1993
A.n Menteri Kehakiman
Persetujuan atas Perubahan Nomor :
Republik Indonesia, Direktur
14. Anggaran Dasar PT Prasidha C2-3792.HT.01.04.TH.94
Jenderal Hukum dan
Aneka Niaga Tanggal 01 Maret 1994
Perundang-Undangan
Nomor : 912020118351
A.n Badan Kordinasi
15. Nomor Induk Berusaha (NIB) Tanggal 15 Januari 2019
Penanaman Modal
Nomor Pokok Wajib Pajak
Nomor : 01.129.568.0- Ditjen Pajak Kementerian
16. (NPWP) PT Prasidha Aneka
054.000 Keuangan Republik Indonesia
Niaga Tbk
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 7
Page 44
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
2.3.2. Gambaran Perekonomian Indonesia
Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
TW I
Deskripsi 2021 2022 2023 2024
2025
PDB Dunia (%) 6,00 3,50 3,10 3,20 2,9
PDB Indonesia (%) 3,70 5,31 5,05 5,03 4,87
Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $) 14.320 15.592 15.415 16.157 16.560
Cadangan Devisa Negara (Rp
144,900 137,200 146,400 155,719 152.467
miliar/US $)
Inflasi (%) 1,87 5,51 2,61 1,57 1,03
BI Rate (Reverse Repo Rate) (%) 3,50 5,75 6,00 6,00 5,75
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
• Pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS awal April 2025, serta langkah
retaliasi oleh Tiongkok dan kemungkinan dari sejumlah negara lain
meningkatkan fragmentasi ekonomi global dan menurunnya volume
perdagangan dunia. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun
2025 diprakirakan akan menurun dari 3,2% menjadi 2,9% dengan
penurunan terbesar terjadi di AS dan Tiongkok sejalan dengan dampak
perang tarif kedua negara tersebut.
• Ekonomi Indonesia triwulan I-2025 terhadap triwulan I-2024 mengalami
pertumbuhan sebesar 4,87 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan
Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan
tertinggi sebesar 10,52 persen. Sementara dari sisi pengeluaran,
Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi
sebesar 6,78 persen.
• Nilai tukar Rupiah pada 27 Maret 2025 tercatat Rp16.560 per dolar AS
atau menguat 0,12% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Februari
2025. Namun demikian, tekanan kuat terhadap nilai tukar Rupiah terjadi
di pasar off-shore(Non Deliverable Forward/NDF) pada saat libur panjang
pasar domestik dalam rangka Idulfitri 1446 H, akibat kebijakan tarif
resiprokal AS.
• Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025 tercatat tinggi sebesar
157,1 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau
6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta
berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
• IHK pada Maret 2025 mengalami inflasi sebesar 1,03% (yoy), dengan
inflasi inti tetap terkendali sebesar 2,48% (yoy), sejalan dengan konsistensi
suku bunga kebijakan BI (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi
BI Rate sebesar 5,75% pada triwulan 1 2025. Transmisi kebijakan moneter
tetap baik di tengah kenaikan risiko dari dinamika global. Sejalan dengan
penurunan BI-Rate pada Januari 2025 dan operasi moneter yang
ditempuh Bank Indonesia, suku bunga pasar uang (INDONIA) terus menurun
menjadi 5,77% pada 21 April 2025 dari semula sebesar 6,03% pada
awal Januari 2025. (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan I 2025 dan diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 8
Page 45
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
2.3.2.1. Pertumbuhan Ekonomi Global
Ketidakpastian perekonomian global makin tinggi didorong kebijakan tarif
resiprokal Amerika Serikat (AS). Pengumuman kebijakan tarif resiprokal AS
awal April 2025, serta langkah retaliasi oleh Tiongkok dan kemungkinan dari
sejumlah negara lain meningkatkan fragmentasi ekonomi global dan
menurunnya volume perdagangan dunia. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi
dunia pada tahun 2025 diprakirakan akan menurun dari 3,2% menjadi 2,9%
dengan penurunan terbesar terjadi di AS dan Tiongkok sejalan dengan
dampak perang tarif kedua negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi di
negara maju dan negara berkembang lainnya juga diprakirakan akan
melambat, dipengaruhi dampak langsung dari penurunan ekspor ke AS dan
dampak tidak langsung dari penurunan volume perdagangan dengan
negara-negara lain. Perang tarif dan dampak negatifnya terhadap
penurunan pertumbuhan AS, Tiongkok, dan ekonomi dunia memicu
peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global serta mendorong
perilaku risk aversion pemilik modal.Yield US Treasury menurun dan indeks
mata uang dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia (DXY) melemah, di
tengah peningkatan ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR). Aliran modal
dunia bergeser dari AS ke negara dan aset yang dianggap aman (safe haven
asset), terutama ke aset keuangan di Eropa dan Jepang serta komoditas
emas. Sementara itu, aliran keluar modal global dari negara berkembang
masih berlanjut sehingga memberikan tekanan terhadap pelemahan mata
uangnya. Memburuknya kondisi global tersebut memerlukan penguatan
respons dan koordinasi kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal,
mengendalikan stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam
negeri.
Tabel 2.7. Pertumbuhan PDB Dunia
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 9
Page 46
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
2.3.2.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan I 2025 masih terjaga di
tengah peningkatan ketidakpastian global. Konsumsi rumah tangga tumbuh
positif didukung keyakinan pelaku ekonomi dan kondisi penghasilan yang
secara umum masih stabil. Belanja Pemerintah terkait pemberian Tunjangan
Hari Raya (THR), belanja sosial, dan berbagai insentif lainnya, serta kenaikan
permintaan musiman selama perayaan Idulfitri 1446 H juga mendukung
konsumsi rumah tangga. Investasi, khususnya nonbangunan, tetap menopang
pertumbuhan ekonomi sebagaimana tecermin dari meningkatnya impor
barang modal, terutama alat-alat berat. Ekspor nonmigas pada triwulan I
2025 meningkat terutama ditopang komoditas manufaktur, seperti mesin
serta besi dan baja, ke negara-negara ASEAN. Secara spasial, pertumbuhan
ekonomi berbagai wilayah terindikasi tetap baik, terutama wilayah
Kalimantan dan Jawa. Ke depan, kebijakan tarif resiprokal AS dan langkah
retaliasi yang ditempuh Tiongkok dan kemungkinan dari negara lain dapat
memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank Indonesia
memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 sedikit di bawah
titik tengah kisaran 4,7-5,5%, dipengaruhi dampak langsung kebijakan tarif
AS yang menurunkan ekspor Indonesia ke AS dan dampak tidak langsung
akibat penurunan permintaan ekspor dari mitra dagang lain Indonesia,
terutama Tiongkok. Sehubungan dengan itu, berbagai kebijakan perlu
diperkuat guna memitigasi dampak dari menurunnya prospek pertumbuhan
ekonomi dunia, dengan mendorong permintaan domestik dan memanfaatkan
peluang peningkatan ekspor. Bank Indonesia terus memperkuat bauran
kebijakan moneter dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas dan turut
mendorong pertumbuhan ekonomi, didukung dengan percepatan digitalisasi
sistem pembayaran. Bank Indonesia terus mempererat sinergi dengan
kebijakan stimulus fiskal Pemerintah Pusat dan Daerah, termasuk dukungan
penuh terhadap implementasi berbagai program Pemerintah dalam Asta
Cita.
2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha
Ekonomi Indonesia triwulan I-2025 terhadap triwulan I-2024 (y-on-y) tumbuh
sebesar 4,87 persen. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha
kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar 1,23
persen. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan sebesar 10,52 persen; diikuti oleh Jasa Lainnya
sebesar 9,84 persen; Jasa Perusahaan sebesar 9,27 persen; dan Transportasi
dan Pergudangan sebesar 9,01 persen. Sementara itu, lapangan usaha
Industri Pengolahan dan lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran,
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki peran dominan tumbuh
masing-masing sebesar 4,55 persen dan 5,03 persen.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 10
Page 47
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Gambar 2.1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-to-y) (persen)
Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.43/05/Th.XXVIII, 5 Mei 2025
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku
pada triwulan I-2025 didominasi oleh lapangan usaha Industri Pengolahan
sebesar 19,25 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,22 persen; Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan sebesar 12,66 persen; Konstruksi sebesar 9,84 persen; serta
Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,99 persen. Peranan kelima
lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,96
persen.
2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran
Ekonomi Indonesia triwulan I-2025 terhadap triwulan I-2024 tumbuh sebesar
4,87 persen (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen
pengeluaran, kecuali Komponen PK-P yang terkontraksi sebesar 1,38 persen.
Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa
sebesar 6,78 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
(PK-RT) sebesar 4,89 persen; Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga
Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 3,07 persen;
dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 2,12 persen.
Komponen Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang
dalam PDB menurut Pengeluaran) juga tumbuh sebesar 3,96 persen.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 11
Page 48
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Gambar 2.2. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y)
(persen)
Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.43/05/Th.XXVIII, 5 Mei 2025
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku pada
triwulan I-2025 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian
Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari
separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 54,53 persen; diikuti oleh komponen
PMTB sebesar 28,03 persen; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
22,30 persen; Komponen PK-P sebesar 5,88 persen; Komponen Perubahan
Inventori sebesar 3,09 persen; dan Komponen PK-LNPRT sebesar 1,39 persen.
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang
dalam PDB Pengeluaran memiliki peran sebesar 19,74 persen .
2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih menguasai struktur perekonomian
Indonesia secara spasial selama triwulan I-2025 dengan kontribusi sebesar
57,43 persen; diikuti Pulau Sumatera sebesar 22,14 persen; Pulau Kalimantan
sebesar 8,15 persen; Pulau Sulawesi sebesar 6,95 persen; Pulau Bali dan
Nusa Tenggara sebesar 2,71 persen; serta Pulau Maluku dan Papua sebesar
2,62 persen.
Pada triwulan I-2025, pertumbuhan ekonomi secara spasial di beberapa
kelompok provinsi tercatat mengalami penguatan. Kelompok provinsi yang
mencatat penguatan pertumbuhan (y-on-y) adalah Pulau Sulawesi yang
tumbuh sebesar 6,40 persen, tertinggi di Indonesia; diikuti oleh Pulau Jawa
sebesar 4,99 persen; dan Pulau Sumatera sebesar 4,85 persen. Sementara
itu, kelompok provinsi di Pulau Kalimantan mencatat pertumbuhan sebesar
4,32 persen; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 3,12 persen; serta
kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua yang tumbuh sebesar 1,69
persen.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 12
Page 49
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Gambar 2.3. Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, Triwulan I 2025
Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.43/05/Th.XXVIII, 5 Mei 2025
Tabel 2.8. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran
(triliun rupiah)
Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.43/05/Th.XXVIII, 5 Mei 2025
2.3.2.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2025 tetap rendah dan
mendukung stabilitas perekonomian. IHK pada Maret 2025 mengalami inflasi
sebesar 1,03% (yoy), dengan inflasi inti tetap terkendali sebesar 2,48%
(yoy), sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan BI (BI-Rate) untuk
mengarahkan ekspektasi inflasi. Inflasi kelompok volatile food (VF) tercatat
sebesar 0,37% (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan
utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi
Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 13
Page 50
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Pangan (GNPIP). Sementara itu, kelompok administered prices tercatat deflasi
sebesar 3,16% (yoy), tidak sedalam deflasi bulan sebelumnya sebesar
9,02% (yoy), terutama dipengaruhi oleh berakhirnya implementasi kebijakan
diskon tarif listrik untuk rumah tangga dengan daya terpasang listrik < 2.200
VA. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi terkendali dalam sasaran
2,5±1% pada 2025 dan 2026. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring
ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang
memadai, imported inflation yang terkendali, dan dampak positif dari
digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi
pengendalian inflasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.
Tabel 2.9. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019- 2025)
Bulan 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Januari 3,25 2,82 1,55 2,18 5,28 2,57 0,76
Februari 3,18 2,57 1,38 2,06 5,47 2,75 -0,09
Maret 3,40 2,48 1,37 2,64 4,97 3,05 1.30
April 3,41 2,83 1,42 3,47 4,33 3,00
Mei 3,23 3,32 1,68 3,55 4,00 2,84
Juni 3,12 3,28 1,33 4,35 3,52 2,51
Juli 3,18 3,32 1,52 4,94 3,08 2,13
Agustus 3,20 3,49 1,59 4,69 3,27 2,12
September 2,88 3,39 1,60 5,95 2,28 1,84
Oktober 3,16 3,13 1,66 5,71 2,56 1,71
Nopember 3,23 3,00 1,75 5,42 2,86 1,55
Desember 3,13 2,72 1,87 5,51 2,61 1,57
Sumber : Data Inflai Bulanan Bank Indonesia, 2025 (diolah)
2.3.2.4. Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank
Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang
meningkat. Nilai tukar Rupiah pada 27 Maret 2025 tercatat Rp16.560 per
dolar AS atau menguat 0,12% (ptp) dibandingkan dengan level akhir
Februari 2025. Namun demikian, tekanan kuat terhadap nilai tukar Rupiah
terjadi di pasar off-shore(Non Deliverable Forward/NDF) pada saat libur
panjang pasar domestik dalam rangka Idulfitri 1446 H, akibat kebijakan tarif
resiprokal AS. Bank Indonesia pada 7 April 2025 melakukan intervensi di
pasar off-shore NDF secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan
New York guna stabilisasi nilai tukar Rupiah dari tingginya tekanan global.
Respons kebijakan ini memberikan hasil positif, tecermin dari perkembangan
Rupiah yang terkendali dan menguat menjadi Rp16.855 per dolar AS pada
22 April 2025, dibandingkan dengan level Rp16.865 per dolar AS pada
hari pertama pembukaan pasar domestik pascalibur tanggal 8 April 2025.
Pergerakan Rupiah masih sejalan dengan perkembangan mata uang regional
dan berada dalam kisaran yang sesuai dengan fundamental ekonomi
domestik dalam menjaga stabilitas perekonomian. Ke depan, nilai tukar
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 14
Page 51
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam
menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang
rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Bank
Indonesia terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi
terukur di pasar off-shore NDF dan strategi triple intervention pada
transaksi spot, DNDF, dan SBN di pasar sekunder. Seluruh instrumen moneter
juga terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-
market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk
memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi
portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.
2.3.2.5. Suku Bunga
Transmisi kebijakan moneter tetap baik di tengah kenaikan risiko dari
dinamika global. Sejalan dengan penurunan BI-Rate pada Januari 2025 dan
operasi moneter yang ditempuh Bank Indonesia, suku bunga pasar uang
(INDONIA) terus menurun menjadi 5,77% pada 21 April 2025 dari semula
sebesar 6,03% pada awal Januari 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9,
dan 12 bulan tanggal 16 April 2025 juga menurun, namun tetap menarik
untuk aliran masuk modal asing, yakni dari masing-masing 7,16%; 7,20%;
dan 7,27% pada awal Januari 2025 menjadi 6,59%; 6,61%; dan 6,64%
per 16 April 2025. Imbal hasil SBN juga tetap menarik, meskipun untuk tenor
2 tahun menurun dari 6,96% menjadi 6,54%, sementara untuk tenor 10 tahun
menurun dari 6,98% menjadi 6,94%. Adapun suku bunga perbankan tercatat
rendah ditopang oleh kecukupan likuiditas perbankan sejalan dengan
implementasi penguatan KLM serta publikasi transparansi SBDK. Likuiditas
yang cukup tersebut mampu meningkatkan efisiensi pembentukan suku bunga
perbankan sehingga mendukung penyaluran kredit perbankan. Pada Maret
2025, suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit tercatat masing-
masing sebesar 4,77% dan 9,20%, relatif stabil dibandingkan dengan level
pada bulan sebelumnya.
Kredit perbankan tetap tumbuh positif dalam mendukung pertumbuhan
ekonomi. Pertumbuhan kredit pada Maret 2025 tercatat sebesar 9,16%
(yoy), lebih rendah dari 10,30% (yoy) pada bulan Februari 2025.
Pertumbuhan kredit investasi masih relatif tinggi, yaitu 13,36% (yoy),
sementara pertumbuhan kredit konsumsi dan kredit modal kerja masing-
masing tercatat sebesar 9,32% (yoy) dan 6,51% (yoy). Dari sisi penawaran,
minat penyaluran kredit (lending standard) dan kondisi likuiditas masih
memadai, meskipun sejumlah bank mulai menghadapi kendala dalam
meningkatkan pendanaan baik Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun sumber
lainnya untuk penyaluran kredit. Dari sisi permintaan, kontribusi pertumbuhan
kredit terutama didukung pada sektor industri, pertambangan, dan jasa
sosial, sementara kontribusi pertumbuhan kredit pada sektor konstruksi dan
perdagangan masih terbatas. Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 9,18%
(yoy), sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 1,95% (yoy). Ke depan,
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 15
Page 52
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
berbagai risiko ketidakpastian global dan dampaknya terhadap
perekonomian domestik perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi
prospek permintaan kredit dan preferensi penempatan aset likuid perbankan.
Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit perbankan akan menuju
ke batas bawah kisaran 11-13% pada 2025. Sehubungan dengan itu, Bank
Indonesia akan terus memperkuat kebijakan makroprudensial yang
akomodatif, termasuk mengoptimalkan KLM, dan memperkuat implementasi
ketentuan Rasio Pendanaan Luar Negeri (RPLN) untuk mendorong pendanaan
perbankan bagi manajemen likuiditas dan penyaluran kredit ke sektor riil.
Bank Indonesia juga akan terus mempererat koordinasi dengan KSSK untuk
mendorong pertumbuhan kredit dalam mendukung pembiayaan ekonomi.
Bank Indonesia terus mendorong implementasi penguatan KLM untuk
mendukung pertumbuhan kredit perbankan. Mulai 1 April 2025, KLM
ditingkatkan dari paling besar 4% menjadi sampai dengan 5% dari DPK.
Hingga minggu kedua April 2025, Bank Indonesia telah memberikan insentif
KLM sebesar Rp370,6 triliun, meningkat sebesar Rp78,3 triliun dari minggu
keempat Maret 2025 sebesar Rp292,3 triliun. Khusus sektor perumahan,
insentif KLM meningkat sebesar Rp84,0 triliun dari minggu keempat Maret
2025 seiring dengan implementasi penguatan KLM pada 1 April 2025.
Insentif KLM diberikan masing-masing kepada kelompok bank BUMN sebesar
Rp161,7 triliun, BUSN sebesar Rp167,4 triliun, BPD sebesar Rp35,7 triliun,
dan KCBA sebesar Rp5,8 triliun. Secara sektoral, insentif tersebut disalurkan
kepada sektor-sektor prioritas yakni pertanian, real estate, perumahan
rakyat, konstruksi, perdagangan dan manufaktur, transportasi, pergudangan,
pariwisata dan ekonomi kreatif, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau
Likuiditas perbankan memadai, tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana
Pihak Ketiga (AL/DPK) pada Maret 2025 yang tinggi sebesar 26,22%. Dari
sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
perbankan pada Februari 2025 tercatat tinggi sebesar 26,95%. Risiko kredit
tetap terkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing
Loan/NPL) perbankan yang rendah, sebesar 2,22% (bruto) dan 0,81% (neto)
pada Februari 2025. Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan
ketahanan perbankan tetap kuat, serta ditopang oleh kemampuan
membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Bank Indonesia terus
memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai
risiko ekonomi domestik dan global yang dapat mengganggu ketahanan
perbankan dan stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan I 2025 tetap
tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari
sisi transaksi, pembayaran digital pada triwulan I 2025 mencapai 10,76
miliar transaksi atau tumbuh 33,50% (yoy) didukung peningkatan seluruh
komponen. Volume transaksi aplikasi mobile dan interne terus tumbuh masing-
masing sebesar 34,51% (yoy) dan 18,89% (yoy). Demikian pula, volume
transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap tumbuh tinggi sebesar
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 16
Page 53
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
169,15% (yoy) didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari
sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST
mencapai 1,07 miliar transaksi atau tumbuh 57,68% (yoy), dengan nilai
mencapai Rp2.741,81 triliun. Volume transaksi nilai besar yang diproses
melalui BI-RTGS tumbuh sebesar 0,69% (yoy) menjadi 2,47 juta transaksi
dengan nilai Rp46.281,21 triliun. Sementara dari sisi pengelolaan uang
Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,51% (yoy) menjadi
Rp1.240,12 triliun pada triwulan I 2025. Transaksi digital melalui QRIS
selama periode Ramadhan dan Idulfitri (RAFI) 2025 juga meningkat, dengan
rata-rata pertumbuhan volume transaksi per pengguna mencapai 111%
(yoy), lebih tinggi dibandingkan periode RAFI 2024 sebesar 76%. Sementara
itu, pertumbuhan UYD selama periode RAFI 2025 mencapai 8,63% (yoy),
sedikit lebih tinggi dibandingkan 8,44% (yoy) pada periode RAFI 2024.
2.3.3. Gambaran Umum Industri Kopi di Indonesia
Indonesia adalah produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil,
Vietnam, dan Kolombia, dengan produksi sekitar 789.000 ton per tahun,
menurut Kementerian Pertanian untuk 2022-2025. Dari total produksi,
150.000 ton adalah arabika, sementara 600.000 ton lainnya robusta. Ekspor
bersih diperkirakan meningkat dari 420.000 ton pada 2024 menjadi
427.000 ton pada 2025.
Sebagian besar kopi Indonesia, yaitu 80–90 persen, adalah robusta, tetapi
kopi spesialti seperti kopi luwak dan Mandailing juga memiliki nilai tambah
tinggi. Selain menjadi komoditas ekspor utama, kopi menyumbang devisa
terbesar keempat setelah minyak sawit, karet, dan kakao. (Badan Perakitan
dan Modernisasi Pertanian)
Komoditas perkebunan merupakan salah satu komoditas andalan bagi
pendapatan nasional dan devisa negara Indonesia, salah satumya kopi.
Bedasarkan Buku Statistik Perkebunan 2023-2025, berikut data luas areal
dan produksi baik secara nasional maupun provinsi menurut status
pengusahaan Perkebunan Rakyat (PR), Perkebunan Besar Negara (PBN), dan
Perkebunan Besar Swasta (PBS) serta ekspor komoditi kopi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 17
Page 54
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Grafik 2.1. Luas Areal Perkebunan Kopi di Indonesia Periode 2019-2025 (Ha)
Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025
Estimasi luas areal perkebunan kopi pada tahun 2025 mengalami penurunan
0,17% dibanding tahun 2024, yaitu dengan estimai luas perkebunan kopi
sebesar 1.267.180 Ha, dengan rincian luas areal PR sebesar 1.247.425 Ha,
luas areal PBN sebesar 12.508 Ha dan luas areal PBS sebesar 7.247 Ha.
Total luas areal perkebunan kopi tahun 2024 sebesar 1.269.354 Ha dengan
rincian luas areal PR sebesar 1.248.887 Ha, luas areal PBN sebesar 13.558
Ha dan luas areal PBS sebesar 6.909 Ha.
Disisi lain total produksi kopi di Indonesia dari tahun 2019 sampai dengan
2025 berfluktuasi. Produksi kopi pada tahun 2025 sebesar 784.084 ton,
lebih rendah 2,91% dibandingkan tahun 2024 sebesar 807.578 ton. Menurut
status pengusahaan, produksi kopi 2024 PR sebesar 803.887 ton, produksi
kopi PBN sebesar 3.021 ton dan PBS sebesar 671 ton. Sedangkan estimasi
angka produksi kopi tahun 2025 dengan status pengusahaan PR sebesar
780.362 ton, PBN sebesar 2.890 ton dan PBS sebesar 831 ton, sesuai dengan
grafik di bawah ini.
Grafik 2.2. Produksi Kopi di Indonesia Periode 2019-2025 (Ton)
Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 18
Page 55
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Kopi Indonesia telah di ekspor ke berbagai negara. Terdapat 10 negara
utama yang menjadi tujuan ekpor, yaitu Amerika Serikat dengan persentase
terbesar dari total ekspor yaitu 23,25%, kedua adalah mesir 9,10%,
malaysia 7,38%, Jepang 6,79%, India 5,41%, Italia 4,71%, China 3,55%,
Jerman 3,54%, Gergia 3,14%, Tahiland 2,96% dan lainnya sebesar
30,17%.
Grafik 2.3. Proporsi Produk Ekspor Komoditi Kopi
Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025
Proporsi produk ekspor komoditi kopi terbesar yaitu, Robusta OIB sebesar
58,53%, kopi biji lainnya sebesar 1,17%, arabika WIB 38,88% dan HS dari
turunan kopi lainnya sebesar 1,42%.
Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025
2.3.4. Gambaran Umum Industri Karet di Indonesia
Menurut Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gakindo), pemberlakuan
tarif resiprokal sebesar 32% oleh Amerika Serikat berdampak sangat
signifikan pada industri karet Indonesia. Sebagai salah satu negara tujuan
ekspor utama, tarif tersebut berpotensi menurunkan volume ekspor dan
menekan harga karet. AS merupakan negara tujuan utama ekspor karet
Indonesia. Pada 2024, Ekspor karet Sumut ke AS mencapai 20,11 persen,
berada di urutan kedua setelah Jepang yang mencapai 29,66 persen.
Kontribusi negara tujuan ekspor lainnya jauh lebih kecil, yakni India 6,62
persen, China 6,60 persen, dan Brasil 5,03 persen.
Penerapan tarif impor AS menyebabkan harga karet Indonesia menjadi lebih
mahal di pasar AS dibandingkan dengan produk negara penghasil karet
dengan tarif resiprokal yang lebih rendah. Kebijakan tarif yang berubah-
ubah juga menciptakan ketidakpastian bagi industri karet Indonesia sehingga
sulit untuk membuat strategi bisnis jangka panjang. Hal ini membuat pelaku
usaha lebih rentan terhadap kerugian dan penurunan pendapatan.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 19
Page 56
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Industri perkebunan khususnya perkebunan karet di Indonesia dapat diliat
dari data luas areal perkebunan, produksi karet serta produktivitas karet,
sebagai berikut:
Grafik 2.4. Luas Areal Perkebunan Karet di Indonesia Periode 2019-2025
Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025
Luas areal perkebunan karet di Indonesia periode 2019-2022 mengalami
peningkatan dari 3.676.035 Ha meningkat menjadi 3.776.485 Ha pada
tahun 2022. Namun luas areal perkebunan karet berkurang sejak tahun 2022
sampai dengan tahun 2024 dan terus turun pada angka estimasi 2025
menjadi 2.990.016 Ha. Masifnya alih fungsi lahan menjadi salah satu
masalah utama pada industri karet nasional. Alih fungsi lahan menyebabkan
luas lahan produktif semakin menurun yang berdampak pada semakin
turunnya produksi karet alam secara nasional maupun di Sumatera.
Grafik 2.5. Produksi Karet di Indonesia Periode 2019-2025 (Ton)
Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025
Rata-rata otal produksi karet di Indonesia dari tahun 2019 sampai dengan
2025 mengalami penurunan. Produksi kopi pada tahun 2025 sebesar
2.040.611 ton, lebih rendah dibanding tahun 2024 sebesar 2.262.088 ton.
Menurut status pengusahaan, produksi karet 2024 PR sebesar 2.078.722 ton,
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 20
Page 57
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
produksi karet PBN sebesar 95.961 ton dan PBS sebesar 87.406 ton.
Sedangkan estimasi angka produksi karet tahun 2025 dengan status
pengusahaan PR sebesar 1.874.977 ton, PBN sebesar 86.839 ton dan PBS
sebesar 78.796 ton.
Karet dan Produk Karet Indonesia diekspor berupa: (1) Karet Alam; (2) Karet
Olahan; dan (3) Produk Karet. Karet Alam (Latex) rata-rata hanya berperan
sekitar 0,11% terhadap ekspor Karet dan Produk Karet Indonesia. Karet
Olahan memiliki peranan terbesar dengan rata-rata pangsa sebesar
57,54%. Karet Olahan yang diekspor berupa Crumb Rubber (TSNR/SIR) dan
karet olahan lainnya. Produk Karet (ban, barang karet untuk industri dan
otomotif, barang karet untuk umum, dll) secara rata-rata memiliki pangsa
sebesar 42,34% terhadap total ekspor Karet dan Produk Karet Indonesia
dalam 5 tahun terakhir.
Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan, Statistik Perkebunan Jilid 1 2023-2025
2.3.5. Analisa Prospek Usaha Perseroan
Industri pengolahan kopi dan karet di Indonesia pada 2025 menghadapi
tantangan besar sekaligus peluang menjanjikan. Untuk kopi, prospek cerah
didorong oleh permintaan global yang terus naik dengan pasar dunia
diproyeksikan mencapai USD43,18 miliar pada 2024. Ekspor kopi meningkat
dan konsumsi domestik yang tumbuh memberikan harapan dan peluang bagus
bagi industri. Indonesia masih mempertahankan posisinya sebagai produsen
kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam. Namun, tantangan
meliputi fluktuasi harga kopi, perubahan iklim yang mengganggu panen,
pohon kopi yang menua dengan produktivitas rendah, serta persaingan ketat
di sektor retail, menekan margin keuntungan usaha, sementara biaya produksi
terus meningkat. Melihat hal ini, Prasidha optimis terhadap prospek industri
kopi dan terus berupaya memperkuat posisinya di pasar domestik serta
meningkatkan kontribusinya di tingkat global. Perseroan berkomitmen untuk
terus melakukan inovasi dan mengoptimalkan strategi bisnis guna
mempertahankan daya saing di industri ini.
Sementara itu, industri pengolahan karet, khususnya crumb rubber,
menghadapi prospek yang lebih menantang namun masih memiliki peluang.
Permintaan karet global diprediksi tumbuh 1,9% dari level 2020, didorong
oleh kebutuhan industri ban, otomotif, dan produk kesehatan. Indonesia,
sebagai produsen karet terbesar kedua dunia, dapat memanfaatkan ini
dengan meningkatkan hilirisasi dan ekspor ke pasar Eropa. Namun, tantangan
besar meliputi harga karet dunia yang belum stabil serta ketegangan
perdagangan global, Penyakit gugur daun akibat jamur menyebabkan
kelangkaan bahan baku menjadi tantangan tersendiri. Menyikapi kondisi
tersebut, Perseroan terus mengevaluasi strategi operasional serta
menyesuaikan kebijakan harga untuk memitigasi risiko. melalui langkah-
langkah yang tepat, Perseroan optimis dapat menghadapi tantangan industri
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 21
Page 58
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
karet remah secara lebih adaptif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga
pertumbuhan usaha yang sehat di masa mendatang.
2.3.6. Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi
Kegiatan usaha utama Perseroan bergerak dalam bidang Perdagangan dan
Industri yaitu pengolahan kopi dan industri karet remah. Sehubungan dengan
menurunnya jumlah penjualan karet remah dan kopi sejak pandemi Covid-19
tahun 2020 lalu, Perseroan mengalami kekurangan pembiayaan kegiatan
usaha dan tidak dapat membayar gaji karyawan secara tepat waktu Untuk
mengatasi hal tersebut, Perseroan bermaksud menjual sebagian aset berupa
tanah seluas 171.166 M2 (seratus tujuh puluh satu ribu seratus enam puluh
enam meter persegi) berikut bangunan, mesin-mesin dan alat-alat produksi
karet yang berdiri dan terpasang di atas tanah tersebut serta sarana
penunjangnya yang terletak di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
2.3.7. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana
Transaksi
Keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
adalah sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan berkeyakinan akan
mendatangkan banyak manfaat bagi Perseroan di kemudian hari, antara
lain dapat melaksanakan pembiayaan kegiatan usaha dan membayar
gaji karyawan secara tepat waktu.
• Perseroan mendapatkan kas atas Rencana Transaksi penjualan aset ini.
Dana dan keuntungan dari hasil Rencana Transaksi akan digunakan oleh
Perseroan untuk diinvestasikan dan/atau digunakan untuk modal kerja
sesuai strategi bisnis Perseroan yang pada akhirnya akan meningkatkan
nilai investasi para pemegang sahamnya.
• Dengan melepas kepemilikan aset maka perseroan akan mengurangi
beban pajak PBB-P2 setiap tahunnya.
Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini adalah
sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
muncul akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga
penunjang pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP, konsultan
hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya penilaian
objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-
kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 22
Page 59
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
2.4. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Dalam skala historis analisis keuangan akan memberikan gambaran empiris
aktivitas usaha yang tercermin dalam sajian kuantitatif pada laporan
keuangan berupa posisi keuangan dan laporan laba rugi. Data empiris
tersebut menjadikan titik tolak dalam menyusun proyeksi ke depan sebagai
kerangka prediksi atas usaha yang dilakukan, setidak-tidaknya merupakan
petunjuk dan arah dalam menyusun asumsi berbagai proyeksi dalam
perkembangan usaha.
2.4.1. Analisis Kinerja Historis Perseroan
Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan, laba
rugi dan arus kas serta potensi atau kemajuan yang dialami selama
beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang
bersumber dari laporan keuangan audited per 31 Desember 2020, 31
Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023 dan 31 Desember
2024 disajikan sebagai berikut:
Tabel 2.10. Historikal Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2020 2021 2022 2023 2024
Aset Lancar 283.696 233.248 222.048 17.283 17.976
Aset Tidak Lancar 481.680 475.647 483.572 134.690 128.388
Total Aset 765.376 708.895 705.620 151.973 146.364
Liabilitas J. Pendek 368.959 405.643 431.502 78.817 92.807
Liabilitas J. Panjang 276.265 254.535 234.997 7.074 7.061
Total Liabilitas 645.224 660.177 666.499 85.891 99.868
Total Ekuitas 120.152 48.718 39.121 66.082 46.496
Pendapatan 895.456 868.091 638.377 266.132 44.596
Laba Kotor 768.311 814.178 514.583 202.405 40.378
Laba Usaha -7.039 -47.172 -14.556 169.591 -20.545
Laba Sebelum Pajak -33.306 -69.013 -36.152 150.549 -20.537
Laba Bersih -52.305 -81.182 -25.835 143.397 -20.537
Sumber : Laporan Keuangan Auditied Perseroan 2024 (diolah)
Tabel 2.11. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan
Keterangan 2021 2022 2023 2024 CAGR
Aset Lancar -17,78% -4,80% -92,22% 4,01% -49,83%
Aset Tidak Lancar -1,25% 1,67% -72,15% -4,68% -28,15%
Total Aset -7,38% -0,46% -78,46% -3,69% -33,87%
Liabilitas J. Pendek 9,94% 6,37% -81,73% 17,75% -29,18%
Liabilitas J. Panjang -7,87% -7,68% -96,99% -0,18% -60,02%
Total Liabilitas 2,32% 0,96% -87,11% 16,27% -37,28%
Total Ekuitas -59,45% -19,70% 68,92% -29,64% -21,13%
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 23
Page 60
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Pendapatan -3,06% -26,46% -58,31% -83,24% -52,76%
Laba Kotor 5,97% -36,80% -60,67% -80,05% -52,12%
Laba Usaha 570,15% -69,14% -1265,09% -112,11% 30,71%
Laba Sebelum Pajak 107,21% -47,62% -516,43% -113,64% -11,39%
Laba Bersih 55,21% -68,18% -655,05% -114,32% -20,84%
Sumber : Sumber : Laporan Keuangan Auditied Perseroan 2024 (diolah)
2.4.1.1. Analisis Posisi Keuangan
Adapun perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat terlihat pada
grafik berikut:
Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
Historis Posisi Keuangan
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
1.000.000 80,00%
60,00%
800.000
40,00%
600.000
20,00%
400.000 0,00%
-20,00%
200.000
-40,00%
0
-60,00%
2020 2021 2022 2023 2024
-200.000 -80,00%
Total Aset Total Liabilitas Total Ekuitas
Growth Aset Growth Liabilitas Growth Ekuitas
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
• Total aset Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp146,36 miliar lebih
rendah 3,69% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar
Rp151,97 miliar. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan kas setara
kas, piutang lain-lain, persediaan, uang muka, biaya dibayar dimuka,
penyertaan saham, aset tetap, dan uang jaminan. Total aset Perseroan
tahun 2020 sampai dengan 2024 mengalami penurunan setiap tahunnya,
dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate/CAGR) sebesar negatif 33,87% per tahun.
• Total liabilitas Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp99,87 miliar,
lebih tinggi 16,27% dibanding tahun 2023 yang tercatat sebesar
Rp85,89 miliar. Peningkatan ini dikarenakan adanya utang usaha, utang
lain-lain dan utang pajak. Total laibilitas Perseroan tahun 2020 sampai
dengan 2024 mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar negatif 37,28% per tahun.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 24
Page 61
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
• Total ekuitas Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp46,50 miliar lebih
rendah 29,64% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar
Rp66,08 miliar. Penurunan ini dikarenakan adanya peningkatan akumulasi
kerugian Perseroan. Total ekuitas Perseroan tahun 2020 sampai dengan
2024 mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar negatif
21,13% per tahun.
2.4.1.2. Analisis Laba Rugi
Adapun perkembangan laba rugi Perseroan dapat terlihat pada grafik
berikut ini:
Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
Historis Laba Rugi
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
1.000.000 100,00%
0,00%
800.000
-100,00%
600.000
-200,00%
400.000 -300,00%
-400,00%
200.000
-500,00%
0
-600,00%
2020 2021 2022 2023 2024
-200.000 -700,00%
Pendapatan Laba Kotor Laba Bersih
Growth Pendapatan Growth Laba Kotor Growth Laba Bersih
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
• Pada tahun 2024 pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp44,60 miliar,
mengalami penurunan sebesar 83,24% dibanding tahun 2023 yang
tercatat sebesar Rp266,13 miliar. Pendapatan Perseroan tahun 2020
sampai dengan tahun 2024 mengalami penuruan setiap tahunnya, dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar negatif 52,76% per tahun.
• Laba kotor Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp40,38 miliar,
mengalami penurunan sebesar 80,05% dibanding tahun 2023 yang
tercatat sebesar Rp202,41 miliar. Penurunan laba kotor Perseroan
disebabkan oleh menurunnya pendapatan Perseroan. Laba kotor
Perseroan tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 mengalami penurunan
setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar negative 52,12% per tahun.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 25
Page 62
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
• Rugi bersih Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp20,54 miliar,
mengalami penurunan sebesar 114,32% dibanding tahun 2023 yang
tercatat untung sebesar Rp143,40 miliar. Laba bersih Perseroan tahun
2020 sampai dengan tahun 2024 mengalami penurunan setiap tahunnya,
dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate/CAGR) sebesar 20,84% per tahun.
2.4.2. Analisis Rasio Keuangan
Perkembangan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2020, 31
Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, dan 31 Desember
2024 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.12. Rasio Keuangan Perseroan
Rasio Likuiditas 2020 2021 2022 2023 2024
Rasio Lancar (x) 0,77 0,58 0,51 0,22 0,19
Rasio Cepat (x) 0,28 0,21 0,21 0,12 0,12
Rasio Kas (x) 0,04 0,07 0,06 0,05 0,02
Rasio Aktivitas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Perputaran Piutang Usaha (Day) 31 19 27 7 77
Rasio Perputaran Persediaan (Day) 87 66 93 14 58
Rasio Perputaran Utang Usaha (Day) 10 6 16 0 40
Rasio Leverage 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Liabilitas terhadap Aset (%) 84% 93,13% 94,46% 56,52% 68,23%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%) 537% 1355,11% 1703,70% 129,98% 214,79%
Rasio Profitabilitas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Margin Laba Bruto (%) 14,20% 6,21% 19,39% 23,95% 9,46%
Margin Laba (Rugi) Usaha (%) -0,79% -5,43% -2,28% 63,72% -46,07%
Margin Laba (Rugi) Bersih (%) -5,84% -9,35% -4,05% 53,88% -46,05%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset (%) -6,83% -11,45% -3,66% 94,36% -14,03%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas
-43,53% -166,64% -66,04% 217,00% -44,17%
(%)
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi perusahaan per 31 Desember
2024 adalah sebagai berikut:
• Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) Perseroan tahun 2024 adalah 0,19
kali, hal ini menunjukkan Perseroan belum mampu memenuhi liabilitas
keuangan dalam jangka pendek. Quick Ratio (rasio cepat) Perseroan adalah
0,12 kali pada tahun 2024, hal ini menunjukkan Perseroan sangat mampu
dalam menggunakan aset lancar tanpa persediaan untuk menutupi utang
jangka pendeknya. Rasio kas Perseroan adalah 0,02 kali.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 26
Page 63
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
• Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan
laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan pada tahun 2024
adalah 77 hari, perputaran persediaan adalah 58 hari dan rasio perputaran
utang usaha adalah 40 hari.
• Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
panjang. Nilai solvabilitas Perseroan cenderung stabil jika dibandingkan
tahun sebelumnya, dilihat dari Liabilitas to Total Asset Ratio, yaitu sebesar
68,23% pada tahun 2024. Sementara pada Liabilitas to Equity Ratio
Perseroan pada tahun 2024 yaitu sebesar 214,79% yang menunjukkan
hutang/kewajiban perusahaan lebih besar daripada seluruh ekuitas yang
dimilikinya, sehingga dalam kondisi yang tidak diinginkan (misalnya pailit),
perusahaan belum mampu melunasi seluruh hutang/kewajibannya.
• Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah pajak dengan
jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu Rate of Return on
Equity (ROE) tahun 2024 sebesar negatif 44,17%. Rate of Return on Asset
(ROA) yang membandingkan antara laba setelah pajak dengan total aset
sebesar negatif 14,03% pada tahun 2024. Sedangkan Net Profit Margin
pada tahun 2024 sebesar negatif 46,05%. Hal ini menunjukkan bahwa
perusahaan tidak mampu memaksimalkan modal dan memberikan tingkat
pengembalian yang cukup untuk investor atau pemegang saham.
2.4.3. Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan
Berikut ini adalah proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
yang diperoleh dari manajemen Perseroan:
2.4.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana
Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:
Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
Desember 2029.
Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 27
Page 64
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Tabel 2.13. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 7.523 -3.954 -10.039 -11.985 -8.971
Aset Tidak Lancar 128.127 126.575 125.485 124.925 123.844
Total Aset 135.650 122.621 115.446 112.940 114.873
Liabilitas J.
89.243 91.136 92.383 93.622 94.322
Pendek
Liabilitas J.
19.802 19.802 19.802 19.802 19.802
Panjang
Total Liabilitas 109.045 110.938 112.185 113.424 114.124
Total Ekuitas 26.605 11.683 3.261 -484 749
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami penurunan
setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar -4,73% per tahun. Penurunan tersebut
sebagian besar berasal dari penurunan kas dan setara kas dan aktiva tetap.
Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
dengan tahun 2029 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 2,70% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
peningkatan biaya yang masih harus dibayar.
Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
dengan tahun 2029 juga mengalami penurunan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar -245,63% per tahun. Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya
peningkatan akumulasi kerugian Perseroan.
2.4.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah Rencana
Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:
Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
Desember 2029.
Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 28
Page 65
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Tabel 2.14. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 85.849 98.813 117.875 144.530 179.013
Aset Tidak Lancar 125.560 124.045 122.992 122.469 121.425
Total Aset 211.409 222.858 240.867 266.999 300.438
Liabilitas J.
91.528 94.056 95.303 96.542 97.243
Pendek
Liabilitas J.
19.802 19.802 19.802 19.802 19.802
Panjang
Total Liabilitas 111.330 113.858 115.105 116.344 117.045
Total Ekuitas 100.079 109.000 125.762 150.655 183.393
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami kenaikan
setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 15,47% per tahun. Kenaikan tersebut
sebagian besar berasal dari kenaikan kas dan setara kas dan piutang usaha,
persediaan.
Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
dengan tahun 2029 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 3,23% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
peningkatan biaya yang masih harus dibayar.
Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
dengan tahun 2029 juga mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 31,58% per tahun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya
penurunan akumulasi kerugian Perseroan.
2.4.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi
Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
Perseroan untuk periode 2025-2029.
2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Rencana Transaksi.
3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
Transaksi adalah 56,70% per tahun selama masa proyeksi.
4. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar -156,96% per tahun
selama masa proyeksi.
5. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar -156,97% per tahun
selama masa proyeksi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 29
Page 66
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
6. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar -4,98% pertahun
selama masa proyeksi.
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana Transaksi:
Tabel 2.15. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan 141.400 211.400 281.400 351.400 421.400
Beban Pokok
-128.720 -192.306 -256.203 -319.769 -383.429
Penjualan
Laba Kotor 12.680 19.094 25.197 31.631 37.971
Laba (Rugi) Usaha -19.892 -14.921 -8.422 -3.745 1.232
Laba (Rugi) Sebelum
-19.892 -14.921 -8.422 -3.745 1.232
Pajak
Laba (Rugi) bersih -19.892 -14.921 -8.422 -3.745 1.232
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
2.4.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi
Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
Perseroan untuk periode 2025-2029.
2. Proyeksi laba rugi diasumsikan setelah adanya Transaksi.
3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR setelah
Rencana Transaksi adalah 79,04% per tahun selama masa proyeksi.
4. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar -215,51% per tahun
selama masa proyeksi.
5. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar -209,78% per tahun
selama masa proyeksi.
6. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 5,80% pertahun
selama masa proyeksi.
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan setelah Rencana Transaksi:
Tabel 2.16. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Pendapatan 330.400 435.400 540.400 680.400 820.400
Beban Pokok Penjualan -300.513 -396.239 -491.623 -618.981 -746.884
Laba Kotor 29.887 39.161 48.777 61.419 73.516
Laba (Rugi) Usaha -4.124 12.185 21.923 32.195 42.250
Laba (Rugi) Sebelum
74.930 12.185 21.923 32.195 42.250
Pajak
Laba (Rugi) bersih 53.580 8.923 16.762 24.892 32.739
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 30
Page 67
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
2.4.3.5. Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi
Perkembangan arus kas Perseroan sebelum rencana Transaksi selama masa
proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.17. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas Dari
-20.774 -20.415 -17.198 -13.040 -8.089
Aktivitas Operasi
Arus Kas Dari
- - - - -
Aktivitas Investasi
Arus Kas Dari
-4.451 - - - -
Aktivitas Pendanaan
Kas dan Setara Kas
1.807 -23.418 -43.833 -61.031 -74.071
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
-23.418 -43.833 -61.031 -74.071 -82.160
Akhir Tahun
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
2.4.3.6. Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi
Perkembangan arus kas Perseroan setelah recana Transaksi selama masa
proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.18. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas Dari Aktivitas
5.088 20.887 2.419 4.412 12.191
Operasi
Arus Kas Dari Aktivitas
- - - - -
Investasi
Arus Kas Dari Aktivitas
-4.451 - - - -
Pendanaan
Kas dan Setara Kas
1.807 2.444 23.331 25.750 30.162
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
2.444 23.331 25.750 30.162 42.353
Akhir Tahun
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
2.4.4. Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan
Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
laporan keuangan seperti posisi keuangan, laba rugi dan arus kas dalam
periode tertentu.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 31
Page 68
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
Perseroan, maka dapat diperoleh analis rasio atas proyeksi tersebut sebagai
berikut:
2.4.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Rasio keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi selama masa proyeksi
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.19. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Rasio Likuiditas 2025 2026 2027 2028 2029
Rasio Lancar (x) 0,08 -0,04 -0,11 -0,13 -0,10
Rasio Cepat (x) -0,10 -0,28 -0,40 -0,48 -0,50
Rasio Kas (x) -0,26 -0,48 -0,66 -0,79 -0,87
Rasio Aktivitas
Rasio Perputaran Piutang Usaha (Day) 36 30 30 30 30
Rasio Perputaran Persediaan (Day) 47 42 39 37 36
Rasio Perputaran Utang Usaha (Day) 164 109 82 66 55
Rasio Leverage
Rasio Liabilitas terhadap Aset (%) 80,39 90,47 97,18 100,43 99,35
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%) 409,87 949,57 3.440,20 -23.434 15.236
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Bruto (%) 8,97 9,03 8,95 9,00 9,01
Margin Laba (Rugi) Usaha (%) -14,07 -7,06 -2,99 -1,07 0,29
Margin Laba (Rugi) Bersih (%) -14,07 -7,06 -2,99 -1,07 0,29
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset (%) -14,66 -12,17 -7,30 -3,32 1,07
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas
-74,77 -127,72 -258,26 773,76 164,49
(%)
• Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
memenuhi liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau
kemampuan perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka
pendek (pada saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) Perseroan selama
masa proyeksi adalah rata-rata -0,06 kali, hal ini menunjukkan Perseroan
tidak mampu memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek. Quick
Ratio (rasio cepat) Perseroan adalah -0,35 kali selama masa proyeksi, hal
ini menunjukkan Perseroan tidak mampu dalam menggunakan aset lancar
tanpa persediaan untuk menutupi utang jangka pendeknya. Rasio kas
Perseroan adalah -0,06 kali.
• Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana
yang tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan
dan laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan selama masa
proyeksi adalah 31 hari, perputaran persediaan adalah 40 hari dan rasio
perputaran utang usaha adalah 95 hari.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 32
Page 69
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
• Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu
perusahaan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek
maupun jangka panjang. Nilai solvabilitas Perseroan cenderung stabil jika
dibandingkan tahun sebelumnya, dilihat dari Liabilitas to Total Asset Ratio,
yaitu sebesar 93,56% selama masa proyeksi. Sementara pada Liabilitas
to Equity Ratio Perseroan selama masa proyeksi yaitu sebesar negatif
679,64% yang menunjukkan hutang/kewajiban perusahaan lebih besar
daripada seluruh ekuitas yang dimilikinya, sehingga dalam kondisi yang
tidak diinginkan (misalnya pailit), perusahaan tidak mampu melunasi
seluruh hutang/kewajibannya.
• Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu
perusahaan diukur dengan keberhasilan menggunakan asetnya secara
produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan juga dapat
diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah
pajak dengan jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu
Rate of Return on Equity (ROE) selama masa proyeksi sebesar 95,50%. Rate
of Return on Asset (ROA) yang membandingkan antara laba setelah pajak
dengan total aset sebesar negatif 7,27% selama masa proyeksi.
Sedangkan rata – rata Net Profit Margin selama masa proyeksi sebesar
negatif 4,98%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak mampu
memaksimalkan modal dan memberikan tingkat pengembalian yang cukup
untuk investor atau pemegang saham.
2.4.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Rasio keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi selama masa proyeksi
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.20. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Rasio Likuiditas 2025 2026 2027 2028 2029
Rasio Lancar (x) 0,94 1,05 1,24 1,50 1,84
Rasio Cepat (x) 0,60 0,63 0,74 0,90 1,13
Rasio Kas (x) 0,03 0,25 027 0,31 0,44
Rasio Aktivitas
Rasio Perputaran Piutang Usaha (Day) 57 30 30 30 30
Rasio Perputaran Persediaan (Day) 38 36 35 34 34
Rasio Perputaran Utang Usaha (Day) 70 53 43 34 28
Rasio Leverage
Rasio Liabilitas terhadap Aset (%) 52,66 51,09 47,79 43,57 38,96
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%) 111,24 104,46 91,53 77,23 63,82
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Bruto (%) 9,05 8,99 9,03 9,03 8,96
Margin Laba (Rugi) Usaha (%) -1,25 2,80 4,06 4,73 5,15
Margin Laba (Rugi) Bersih (%) 16,22 2,05 3,10 3,66 3,99
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset (%) 25,34 4,00 6,96 9,32 10,90
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas (%) 53,54 8,19 13,33 16,52 17,85
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 33
Page 70
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Adapun dampak dari rencana transaksi yaitu, rata rata Net Profit Margin
(NPM) meningkat dari negatif 4,98% menjadi 5,80%. Sedangkan rata rata
Return on Asset mengalami perubahan dari negatif tanpa ada Rencana
transaksi menjadi positif yaitu sebesar 11,31%. Pada rasio solvabilitas juga
mengalami perbaikan dengan adanya rencana Transaksi dapat dilihat pada
Debt to Equity Ratio dan Debt to Aset Ratio yang semakin kecil sehingga seluruh
kewajiban perusahaan dapat ditutupi oleh total aset dan total ekuitas
Perseroan.
2.4.5. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana
Transaksi
Berikut adalah proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi Penjualan Aset Tetap yang dipersiapkan oleh manajemen
Perseroan dan telah direview oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan
sebagai berikut:
2.4.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan
Proforma laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi dengan adanya
Penjualan Aset Tetap:
Tabel 2.21. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Rupiah)
Nilai Buku Sebelum Proforma Setelah
Penyesuian
KETERANGAN Rencana Transaksi Rencana Transaksi
Proforma
31 Desember 2024 31 Desember 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 1.806.897.330 79.054.054.054 80.860.951.384
Piutang usaha 9.457.496.250 - 9.457.496.250
Piutang lain - lain 7.022.710 - 7.022.710
Persediaan 6.387.113.060 - 6.387.113.060
Uang muka kepada pemasok lain - lain 32.536.010 - 32.536.010
Beban dibayar dimuka 284.689.630 - 284.689.630
Jumlah Aset Lancar 17.975.754.990 79.054.054.054 97.029.809.044
Aset Tidak Lancar
Penyertaan saham 415.623.987 - 415.623.987
Aset tetap – neto 125.107.564.565 -33.287.828.078 91.819.736.487
Taksiran tagihan pajak penghasilan 922.047.404 - 922.047.404
Pinjaman kepada karyawan 519.983.331 - 519.983.331
Uang jaminan 1.423.211.992 - 1.423.211.992
Jumlah Aset Tidak Lancar 128.388.431.279 -33.287.828.078 95.100.603.201
TOTAL ASET 146.364.186.269 45.766.225.976 192.130.412.245
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 34
Page 71
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Nilai Buku Sebelum Proforma Setelah
Penyesuian
KETERANGAN Rencana Transaksi Rencana Transaksi
Proforma
31 Desember 2024 31 Desember 2024
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 4.450.656.623 - 4.450.656.623
Utang lain - lain 57.690.550.050 - 57.690.550.050
Beban akrual 16.645.830.432 - 16.645.830.432
Utang pajak 907.455.762 - 907.455.762
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 13.112.586.283 - 13.112.586.283
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 92.807.079.150 - 92.807.079.150
Liabilitas Jangka Panjang
Utang imbalan kerja jangka panjang 7.060.866.175 - 7.060.866.175
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 7.060.866.175 - 7.060.866.175
JUMLAH LIABILITAS 99.867.945.325 - 99.867.945.325
EKUITAS
Modal saham 252.000.000.000 - 252.000.000.000
Tambahan modal disetor 53.293.498.409 - 53.293.498.409
Akumulasi kerugian -269.772.337.948 45.766.225.976 -224.006.111.972
Penghasilan komprehensif lain 10.975.080.483 - 10.975.080.483
Jumlah Ekuitas 46.496.240.944 45.766.225.976 92.262.466.921
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 146.364.186.269 45.766.225.976 192.130.412.245
Sumber : Laporan Proforma dari KAP
Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian pada:
1. Ringkasan Laporan Posisi Keuangan Perseroan diambil dari Laporan
Keuangan Audited Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024.
2. Perseroan melakukan penjualan atas sebagian aset tetap berupa tanah
seluas 171.166 m2 berikut bangunan, mesin-mesin, dan alat-alat
produksi karet yang berdiri dan terpasang di atas tanah tersebut serta
sarana penunjangnya. Hal ini berdasarkan Nota Kesepahaman
(Memorandum of Understanding (“MoU”)) No. 01/V/2025 tanggal 23
Mei 2025 antara Perseroan dengan PT Maetala Prima Teknologi dengan
nilai penjualan sebesar Rp79.054.054.054. Seluruh dana yang
diperoleh Perusahaan dari penjualan aset tetap tersebut akan
dipergunakan untuk pembiayaan kegiatan usaha dan membayar gaji
karyawan secara tepat waktu.
3. Penyesuaian dilakukan dengan asumsi bahwa Rencana Transaksi telah
berlangsung dan Penggunaan Dana telah dilaksanakan sesuai dengan
Rencana Transaksi.
4. Penyesuaian atas akun Kas sebesar Rp79,05 miliar, timbul dari jurnal
debit penambahan kas tunai akibat Rencana Transaksi Penjualan Aset
Tetap.
5. Penyesuaian atas akun Aset Tetap sebesar negatif Rp33,28 miliar yang
timbul dari jurnal kredit akibat Rencana Transaksi menyebabkan Aset
Tetap Perseroan berkurang.
6. Nilai penjualan aset tetap Perseroan adalah sebesar Rp79,05 miliar,
dengan nilai buku neto aset tetap sebesar Rp33,28 miliar, sehingga
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 35
Page 72
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
menghasilkan keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp45,76 miliar
yang menyebabkan penurunan akumulasi kerugian sehingga
meningkatkan total ekuitas Perseroan.
2.4.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi
Tabel 2.22. Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah)
Nilai Buku Sebelum Proforma Setelah
Penyesuian
KETERANGAN Rencana Transaksi Rencana Transaksi
Proforma
31 Desember 2024 31 Desember 2024
PENJUALAN - NETO 44.595.846.800 - 44.595.846.800
BEBAN POKOK PENJUALAN -40.378.033.867 - -40.378.033.867
LABA BRUTO 4.217.812.933 - 4.217.812.933
Beban penjualan -391.403.337 - -391.403.337
Beban umum dan administrasi -30.161.680.592 - -30.161.680.592
Penghasilan operasi lainnya 5.790.276.633 45.766.225.976 51.556.502.609
LABA (RUGI) USAHA -20.544.994.363 45.766.225.976 25.221.231.613
Pendapatan keuangan 9.000.042 - 9.000.042
Beban keuangan -862.545 - -862.545
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK -20.536.856.866 45.766.225.976 25.229.369.110
Manfaat (beban) pajak penghasilan - - -
LABA (RUGI) NETO TAHUN BERJALAN -20.536.856.866 45.766.225.976 25.229.369.110
Berdasarkan proforma laba rugi diatas terdapat penyesuaian pada:
1. Ringkasan Laporan Laba Rugi Perseroan diambil dari Laporan Keuangan
Audited Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024.
2. Nilai penjualan aset tetap Perseroan adalah sebesar Rp79,05 miliar,
dengan nilai buku neto aset tetap sebesar Rp33,28 miliar, sehingga
menghasilkan keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp45,76 miliar.
3. Nilai penjualan tanah dan bangunan berikut mesin, alat dan sarana
penunjang diperoleh berdasarkan Nota Kesepahaman (Memorandum of
Understanding (”MoU”)) No. 01/V/2025 tanggal 23 Mei 2025.
2.4.6. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara
lain sebagai berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari
transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
keuangan Perseroan;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non-keuangan yang relevan;
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 36
Page 73
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan nilai
Transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
2.4.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
melakukan analisis konstribusi nilai tambah dilihat dengan membandingkan
proyeksi posisi keuangan, laba rugi dan arus kas Perseroan sebelum
dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah dilakukannya Rencana
Transaksi.
Tabel 2.23. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
Keterangan
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Total Aset
Sebelum Rencana
135.650 122.621 115.446 112.940 114.873
Transaksi
Setelah Rencana
211.409 222.858 240.867 266.999 300.438
Transaksi
Selisih 75.759 100.237 125.421 154.059 185.565
Total Liabilitas
Sebelum Rencana
109.045 110.938 112.185 113.424 114.124
Transaksi
Setelah Rencana
111.330 113.858 115.105 116.344 117.045
Transaksi
Selisih 2.285 2.920 2.920 2.920 2.921
Total Ekuitas
Sebelum Rencana
26.605 11.683 3.261 -484 749
Transaksi
Setelah Rencana
100.079 109.000 125.762 150.655 183.393
Transaksi
Selisih 73.474 97.317 122.501 151.139 182.644
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total aset Perseroan sebelum
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp135,65 miliar pada
tahun 2025 menjadi Rp114,87 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi
total aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp211,40 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp300,43 miliar pada
tahun 2029. Terjadi peningkatan total aset Perseroan setelah Rencana
Transaksi akibat adanya penambahan kas dari penjualan aset tetap.
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total Liabilitas Perseroan
sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp109,04 miliar
pada tahun 2025 menjadi Rp114,12 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya,
proyeksi total Liabilitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp111,33 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp117,04 miliar
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 37
Page 74
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
pada tahun 2029. Terjadi peningkatan total Liabilitas Perseroan setelah
Rencana Transaksi akibat adanya peningkatan beban yang harus dibayar.
Proyeksi total Ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp26,60 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp749 juta pada
tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi total Ekuitas Perseroan setelah Rencana
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp100,07 miliar pada tahun 2025
menjadi Rp183,39 miliar pada tahun 2029.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi keuangan tersebut di atas,
sebelum dan setelah Rencana Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi
nilai tambah yang menyebabkan total aset, total liabilitas dan total ekuitas
tetap mengalami peningkatan yang signifikan.
Analisis konstribusi nilai tambah juga dapat dilihat dengan membandingkan
laba rugi Perseroan sebelum dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah
dilakukannya Rencana Transaksi.
Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
Keterangan
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Penjualan
Sebelum Rencana
141.400 211.400 281.400 351.400 421.400
Transaksi
Setelah Rencana
330.400 435.400 540.400 680.400 820.400
Transaksi
Selisih 189.000 224.000 259.000 329.000 399.000
Beban Pokok
Penjualan
Sebelum Rencana
-128.720 -192.306 -256.203 -319.769 -383.429
Transaksi
Setelah Rencana
-300.513 -396.239 -491.623 -618.981 -746.884
Transaksi
Selisih -171.793 -203.933 -235.420 -299.212 -363.455
Laba Kotor
Sebelum Rencana
12.680 19.094 25.197 31.631 37.971
Transaksi
Setelah Rencana
29.887 39.161 48.777 61.419 73.516
Transaksi
Selisih 17.207 20.067 23.580 29.788 35.454
Laba (Rugi) Usaha
Sebelum Rencana
-19.892 -14.921 -8.422 -3.745 1.232
Transaksi
Setelah Rencana
-4.124 12.185 21.923 32.195 42.250
Transaksi
Selisih 15.768 27.106 30.345 35.940 41.018
Laba (Rugi) Bersih
Tahun Berjalan
Sebelum Rencana
-19.892 -14.921 -8.422 -3.745 1.232
Transaksi
Setelah Rencana
53.580 8.923 16.762 24.892 32.739
Transaksi
Selisih 73.472 23.844 25.184 28.637 31.507
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 38
Page 75
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Proyeksi jumlah Penjualan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp141,40 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp421,40
miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah Penjualan Perseroan
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp330,40 miliar
pada tahun 2025 menjadi Rp820,40 miliar pada tahun 2029. Terdapat
perubahan yang signifikan pada Penjualan Perseroan setelah Rencana
Transaksi.
Proyeksi Laba Bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar negatif Rp19,89 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,23
miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah Laba Bersih Perseroan
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp53,58 miliar
pada tahun 2025 menjadi Rp32,73 miliar pada tahun 2029. Terdapat
perubahan pada Laba Bersih Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat
meningkatnya pendapatan lain-lain non operasional Perseroan.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laba rugi tersebut di atas, sebelum
dan setelah Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi nilai tambah,
dengan adanya rencana transaksi yang menyebabkan penurunan pada
proyeksi laba rugi.
2.4.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Rencana Transaksi yang dilakukan menimbulan biaya-biaya sehubungan
dengan pelaksanaan Rencana Transaksi Penjualan Aset Tetap tetapi tidak
terbatas pada imbalan jasa, biaya dan/atau kompensasi untuk notaris,
penasehat hukum, sekuritas dan lainnya.
2.4.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
- Produk dan/atau Layanan yang dihasilkan
Berdasarkan kegiatan usaha yang telah dipaparkan, Produk dan layanan
yang dihasilkan Perseroan yaitu produk karet dan biji kopi.
Perseroan memproduksi karet remah (crumb rubber) yang digunakan
sebagai bahan baku utama dalam produksi ban. Karet remah ini
diproduksi di pabrik yang berlokasi di Palembang dan diekspor ke
Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Perseroan menghasilkan produk SIR
sesuai standar dan ketentuan SNI 06-1903-2000 dan akan terupdate
menjadi SNI 1903:2017, dan juga sesuai dengan permintaan atau
sepesifikasi pelanggan.
Sumber : Laporan Tahunan Perseroan (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 39
Page 76
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
- Keunggulan Kompetetif
Keunggulan kompetitif Perseroan dapat dilihat dari beberapa aspek
strategis yang mendukung posisi perusahaan di pasar ekspor komoditas
pertanian, terutama kopi dan karet. Berikut poin-poin utamanya:
a. Jaringan Ekspor yang Luas
1) Produk-produk Perseroan diekspor ke berbagai negara Asia,
Amerika, dan Eropa.
2) Hal ini mencerminkan kemampuan logistik dan kualitas produk yang
memenuhi standar internasional.
b. Integritas Vertikal
1) Perseroan tidak hanya mengolah tetapi juga terlibat dalam proses
hulu ke hilir (mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengolahan
dan ekspor).
2) Ini memberi mereka kendali atas kualitas, efisiensi biaya, dan
stabilitas pasokan.
c. Diversifikasi Produk Komoditas
1) Selain kopi dan karet, PSDN juga mengolah produk lain seperti
cokelat, tapioka, lada, dan vanili, yang memberikan perlindungan
terhadap fluktuasi harga satu komoditas.
2) Diversifikasi ini juga membuka peluang ekspansi pasar di segmen
lain.
- Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memiliki beberapa
kompetitor, diantaranya merupakan kompetitor Perseroan yaitu PT Kirana
Megatara Tbk, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, PT Perkebunan
Nusantara (PTPN) Group.
- Strategi Usaha
Secara garis besar, arah kebijakan dan langkah strategis Perseroan
jangka pendek menengah akan mengacu pada inisiatif-inisiatif strategis
utama, yaitu:
a. Strategi Fokus Pasar Ekspor.
Target utama adalah pasar internasional seperti Jepang, AS, Eropa,
dan Asia Tenggara. Perseroan dapat memanfaatkan permintaan tinggi
untuk kopi instan dan karet remah dari negara-negara tersebut.
Strategi ini membuat Perseoran minim persaingan langsung di pasar
domestik, dan lebih bersaing secara kualitas & harga global.
b. Fokus pada Standar Mutu dan Sertfikasi
Menjaga kualitas dan konsistensi produk melalui standar internasional
(ISO, HACCP). Sertifikasi ini sangat penting dalam mempertahankan
kontrak ekspor dan meningkatkan nilai jual.
c. Investasi pada Efisiensi Operasional
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 40
Page 77
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Mengoptimalkan proses produksi dan energi untuk menekan biaya dan
meningkatkan margin. Penggunaan teknologi dalam pengolahan kopi
instan dan crumb rubber.
2.4.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan dalam Menentukan
Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana
Transaksi dan nilai Rencana Transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan
persetujuan Komisaris Perseroan. Tidak terdapat alternatif lain dari Rencana
Transaksi yang dilakukan dengan pihak lain.
Untuk selanjutnya dilakukan Perjanjian Jual Beli Aset Tetap antara
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk dan PT Maetala Prima Teknologi.
2.4.6.5. Hal Material Lainnya
Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental
dari Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai
meyakini bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
2.5. Analisis Kewajaran Harga Rencana Transaksi
Analisis kewajaran harga Rencana Transaksi adalah analisis kewajaran suatu
transaksi dengan membandingkan Nilai Pasar dengan harga yang disepakati
dalam draft Akta Jual Beli.
2.5.1. Ringkasan Hasil Penilaian
Berdasarkan laporan penilaian aset yang dilakukan oleh KJPP Toto Suharto
dan Rekan No. 00019/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025 tanggal 28 Mei
2025, No. 00020/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025 tanggal 28 Mei
2025, No. 00021/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025 tanggal 28 Mei
2025, No. 00022/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025 tanggal 28 Mei
2025, dan No. 00023/2.0055-30/PI/04/0659/1/V/2025 tanggal 28 Mei
2025, Nilai Pasar aset dengan tanggal penilaian per 31 Desember 2024
yang akan ditransaksikan adalah sebagai berikut :
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 41
Page 78
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Tabel 2.25. Nilai Pasar Aset Tetap
No. Keterangan Luas Nilai Pasar (Rp)
Obyek :
Tanah
Pabrik Karet 1 (Tanah, 130.232
1 Bangunan, dan Sarana m² dan 47.731.000.000
Penunjang Bangunan
50.044 m²
Tanah
Pabrik Karet 2 (Tanah, 40.934 m²
2 Bangunan, dan Sarana dan 13.829.000.000
Penunjang Bangunan
13.608 m²
Pabrik Karet 1 (Mesin
3 8.485.600.000
dan Peralatan)
Pabrik Karet 2 (Mesin
4 3.636.300.000
dan Peralatan)
Pabrik Karet 1
5 (Kendaraan Bermotor, 6.219.400.000
Alat Berat)
Jumlah Keseluruhan 79.901.300.000
2.6. Harga Rencana Transaksi
Berdasarkan draft Akta Jual Beli, Perseroan sepakat menetapkan total Nilai
Transaksi adalah sebesar Rp79.054.054.054,00 (Tujuh Puluh Sembilan Miliar
Lima Puluh Empat Juta Lima Puluh Empat Ribu Lima Puluh Empat Rupiah)
Tabel 2.26. Nilai Rencana Transaksi
No. Keterangan Luas Nilai Transaksi (Rp)
Obyek :
2 Pabrik (Tanah,
Bangunan, Sarana
1 Penunjang, Mesin dan 79.054.054.054
Peralatan dan
Kendaraan)
Jumlah Keseluruhan 79.054.054.054
2.6.1. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar
Nilai Rencana Transaksi aset adalah sebesar Rp79.054.054.054,00
sedangkan Nilai Pasar aset yaitu Rp79.901.300.000.00. Selisih harga
Rencana Transaksi terhadap Nilai Pasar adalah sebesar -1,06%.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 42
Page 79
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Tabel 2.27. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar
Nilai Rencana
No. Keterangan Nilai Pasar (Rp)
Transaksi (Rp)
1 2 Pabrik (Tanah, Bangunan, 79.901.300.000 79.054.054.054
Sarana Penunjang, Mesin dan
Peralatan dan Kendaraan)
Inkremental Rencana Transaksi -1,06%
2.6.2. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b)
“Batas atas dan batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi 7,5%
(tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang dijadikan acuan“. Berdasarkan
perbandingan di atas, selisih antara Nilai Transaksi aset 1,06% dibawah dari
Nilai Pasar namun tidak lebih dari deviasi 7,5%. Sehingga kami berpendapat
bahwa secara keseluruhan rencana transaksi ditetapkan adalah WAJAR.
Kami tegaskan bahwa kami tidak mengambil keuntungan, baik sekarang
maupun di masa yang akan datang, atas pendapat kewajaran. Data faktual
yang diproses disimpan dalam file kami untuk keperluan referensi di
kemudian hari apabila ada otorisasi tambahan yang memerlukan laporan
terinci, termasuk dokumentasi. Data ini atas permintaan tersedia untuk
diperiksa.
2.7. Kesimpulan
Dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
• Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana
Transaksi antara Perseroan dengan PT Maetala Prima Teknologi bukan
termasuk Transaksi Afiliasi, dimana tidak terdapat hubungan afiliasi antara
Perseroan dengan PT Maetala Prima Teknologi. Namun, Rencana Transaksi
ini merupakan Transaksi Material sebagaiamana yang diatur pada POJK
17/2020.
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi yaitu Jual Beli Aset Tetap
diperkirakan dana dan keuntungan dari hasil penjualan aset tersebut akan
digunakan oleh Perseroan untuk diinvestasikan dan/atau digunakan dalam
rencana ekspansi Perseroan sesuai strategi bisnis Perseroan, yang akan
meningkatkan nilai investasi para pemegang sahamnya.
• Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan tidak mendapatkan
dana tambahan untuk investasi dan harus menanggung biaya pajak PBB
atas aset tersebut setiap tahunnya.
• Keuntungan Rencana transaksi yaitu Perseroan mendapatkan kas atas
Rencana Transaksi penjualan aset ini. Dana dan keuntungan dari hasil
Rencana Transaksi akan digunakan oleh Perseroan untuk diinvestasikan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 43
Page 80
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
dan/atau digunakan untuk modal kerja sesuai strategi bisnis Perseroan
yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai investasi para pemegang
sahamnya. Dengan melepas kepemilikan aset maka perseroan akan
mengurangi beban pajak PBB-P2 setiap tahunnya.
• Kerugian Transaksi, dengan dilakukannya Transaksi, terdapat biaya-
biaya yang muncul akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya
lembaga penunjang pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP,
konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya
penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta
kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.
• Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa
Perseroan memiliki kinerja yang kurang baik. Dengan demikian Perseroan
melakukan Rencana Transaksi untuk memperkuat posisi keuangan dan
meningkatkan daya saing adalah wajar.
• Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan mengalami
peningkatan penjualan, laba kotor dan laba usaha, dengan demikian
Perseroan melakukan Rencana Transaksi adalah wajar.
• Adapun dampak dari rencana transaksi yaitu, rata rata Net Profit Margin
(NPM) meningkat dari negatif 4,98% menjadi 5,80%. Sedangkan rata
rata Return on Asset mengalami perubahan dari negatif tanpa ada
Rencana transaksi menjadi positif yaitu sebesar 11,31%. Pada rasio
solvabilitas juga mengalami perbaikan dengan adanya rencana Transaksi
dapat dilihat pada Debt to Equity Ratio dan Debt to Aset Ratio yang
semakin kecil sehingga seluruh kewajiban perusahaan dapat ditutupi oleh
total aset dan total ekuitas Perseroan.
• Berdasarkan proforma posisi keuangan Perseroan terdapat penyesuaian
antara sebelum dan setelah Transaksi, yaitu penyesuaian atas akun Kas
dan Setara Kas sebesar Rp79,05 miliar, timbul dari jurnal debit
penambahan kas tunai akibat Rencana Transaksi Penjualan Aset Tetap.
Penyesuaian atas akun Aset Tetap sebesar negatif Rp33,28 miliar yang
timbul dari jurnal kredit akibat Rencana Transaksi menyebabkan Aset
Tetap Perseroan berkurang.
• Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas terdapat penyesuaian
antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi, Nilai penjualan aset tetap
Perseroan adalah sebesar Rp79,05 miliar, dengan nilai buku neto aset
tetap sebesar Rp33,28 miliar, sehingga menghasilkan keuntungan
penjualan aset tetap sebesar Rp45,76 miliar.
• Berdasarkan analisis nilai tambah, proyeksi total aset Perseroan sebelum
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp135,65 miliar pada
tahun 2025 menjadi Rp114,87 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya,
proyeksi total aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp211,40 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp300,43
miliar pada tahun 2029. Terjadi peningkatan total aset Perseroan setelah
Rencana Transaksi akibat adanya penambahan kas dari penjualan aset
tetap. Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi total Liabilitas
Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 44
Page 81
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Rp109,04 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp114,12 miliar pada tahun
2029. Selanjutnya, proyeksi total Liabilitas Perseroan setelah Rencana
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp111,33 miliar pada tahun
2025 menjadi Rp117,04 miliar pada tahun 2029. Terjadi peningkatan
total Liabilitas Perseroan setelah Rencana Transaksi akibat adanya
peningkatan beban yang harus dibayar. Proyeksi total Ekuitas Perseroan
sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp26,60 miliar
pada tahun 2025 menjadi Rp749 juta pada tahun 2029. Selanjutnya,
proyeksi total Ekuitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp100,07 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp183,39
miliar pada tahun 2029.
• Berdasarkan analisis nilai tambah, Proyeksi jumlah Penjualan Perseroan
sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp141,40
miliar pada tahun 2025 menjadi Rp421,40 miliar pada tahun 2029.
Selanjutnya, proyeksi jumlah Penjualan Perseroan setelah Rencana
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp330,40 miliar pada tahun
2025 menjadi Rp820,40 miliar pada tahun 2029. Terdapat perubahan
yang signifikan pada Penjualan Perseroan setelah Rencana Transaksi.
Proyeksi Laba Bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar negatif Rp19,89 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,23
miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah Laba Bersih
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp53,58 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp32,73 miliar pada tahun
2029. Terdapat perubahan pada Laba Bersih Perseroan setelah Rencana
Transaksi akibat meningkatnya pendapatan lain-lain non operasional
Perseroan.
• Nilai Rencana Transaksi aset adalah sebesar Rp79.054.054.054,00
sedangkan Nilai Pasar aset yaitu Rp79.901.300.000.00. Selisih harga
Rencana Transaksi terhadap Nilai Pasar adalah sebesar -1,06%.
Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020 Pasal 48 butir (b)
“Batas atas dan batas bawah pada kisaran Nilai, tidak boleh melebihi
7,5% (tujuh koma lima perseratus) dari Nilai yang dijadikan acuan“.
Berdasarkan perbandingan tersebut, selisih antara Nilai Transaksi aset
1,06% dibawah dari Nilai Pasar namun tidak lebih dari deviasi 7,5%.
Berdasarkan analisa tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi adalah WAJAR.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi Material Penjualan Aset Tetap 45
Page 82
LAMPIRAN
Page 83
FAIRNESS OPINION Cut off Date
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk 31 Desember 2024
Lampiran 1
Historis Posisi Keuangan Full IDR
2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
ASSET
Aset Lancar
Kas dan bank IDR 14.654.956.232 29.564.290.172 27.151.464.306 3.668.460.928 1.806.897.330
Piutang usaha IDR 77.250.794.160 44.300.864.978 46.757.105.231 5.070.172.212 9.457.496.250
Piutang lain - lain - neto IDR 137.958.899 135.586.204 132.461.657 134.823.504 7.022.710
Pinjaman kepada pihak berelasi IDR - - - - -
Persediaan IDR 182.218.448.859 147.232.728.603 130.828.618.300 7.566.952.797 6.387.113.060
Aset biologis IDR 8.634.112 42.685.647 - - -
Uang muka kepada pemasok dan lain - lain IDR 1.370.782.380 3.273.224.294 107.535.950 107.536.010 32.536.010
Pajak dibayar dimuka IDR 6.310.007.000 7.386.941.393 15.638.645.065 - -
Biaya dibayar dimuka IDR 1.744.026.416 1.311.418.823 1.432.423.473 735.349.914 284.689.630
Jumlah Aset Lancar IDR 283.695.608.058 233.247.740.114 222.048.253.982 17.283.295.365 17.975.754.990
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan IDR 8.546.369.319 5.445.731.985 14.243.405.123 - -
Piutang pihak berelasi IDR 431.473.582 - - - -
Penyertaan saham IDR 6.523.181.636 6.523.181.636 6.523.181.636 445.623.987 415.623.987
Tanaman produktif IDR 2.190.123.000 2.068.449.500 - - -
Aset tetap - neto IDR 455.525.868.085 447.585.994.787 437.403.489.157 131.433.211.755 125.107.564.565
Estimasi tagihan pajak IDR 922.047.404 6.229.056.884 18.841.963.622 922.047.404 922.047.404
Aset tak berwujud IDR - - - - -
Pinjaman kepada karyawan IDR 475.183.332 488.483.331 731.983.331 438.983.331 519.983.331
Uang jaminan IDR 2.259.586.054 2.259.586.054 2.094.222.454 1.450.291.792 1.423.211.992
Aset lain - lain IDR 4.806.099.313 5.046.560.594 3.733.668.159 - -
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 481.679.931.725 475.647.044.771 483.571.913.482 134.690.158.269 128.388.431.279
JUMLAH ASET IDR 765.375.539.783 708.894.784.885 705.620.167.464 151.973.453.634 146.364.186.269
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman bank jangka pendek IDR 215.728.167.103 226.476.268.654 256.174.179.717 - -
Utang usaha - pihak ketiga IDR 21.409.174.825 12.555.482.293 22.842.708.032 124.207.873 4.450.656.623
Utang lain - lain IDR 3.886.374.083 54.662.900.079 71.880.604.875 40.657.873.491 57.690.550.050
Beban akrual IDR 17.580.317.903 23.900.229.352 27.993.486.561 18.245.831.734 16.645.830.432
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek IDR 22.712.747.521 21.958.906.837 22.830.707.928 13.193.920.605 13.112.586.283
Utang pajak IDR 8.580.166.384 7.767.188.568 4.204.499.543 594.998.915 907.455.762
Pendapatan diterima dimuka IDR 359.681.101 2.771.667.510 2.369.751.043 6.000.000.000 -
Uang muka penjualan aset tetap IDR - 400.000.000 400.000.000 - -
Pinjaman bank IDR 77.970.079.601 53.524.884.996 21.192.719.390 - -
Kredit pembiayaan konsumen IDR 95.911.158 - - - -
Kewajiban sewa pembiayaan IDR 636.005.463 1.625.146.635 1.613.699.415 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 368.958.625.142 405.642.674.924 431.502.356.504 78.816.832.618 92.807.079.150
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman bank jangka panjang IDR 197.747.738.446 195.185.273.725 190.288.327.431 - -
Kredit pembiayaan konsumen IDR - - - - -
Kewajiban sewa pembiayaan IDR 294.899.580 1.561.418.751 249.473.470 - -
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang IDR 78.222.735.718 57.787.915.173 44.459.293.365 7.074.409.086 7.060.866.175
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 276.265.373.744 254.534.607.649 234.997.094.266 7.074.409.086 7.060.866.175
JUMLAH LIABILITAS IDR 645.223.998.886 660.177.282.573 666.499.450.770 85.891.241.704 99.867.945.325
EKUITAS
Modal saham IDR 252.000.000.000 252.000.000.000 252.000.000.000 252.000.000.000 252.000.000.000
Tambahan modal disetor IDR 52.681.380.953 52.681.380.953 52.681.380.953 53.293.498.409 53.293.498.409
Akumulasi kerugian IDR (254.908.784.410) (341.779.154.397) (376.596.495.795) (249.235.481.082) (269.772.337.948)
Selisih atas akuisisi kepentingan nonpengen IDR 6.853.157.506 6.853.157.506 6.853.157.506 - -
Penghasilan komprehensif lainnya IDR (7.781.430.005) 145.774.114 2.362.709.153 10.024.194.603 10.975.080.483
Kepentingan nonpengendali IDR 71.307.216.853 78.816.344.136 101.819.964.877 - -
JUMLAH EKUITAS IDR 120.151.540.897 48.717.502.312 39.120.716.694 66.082.211.930 46.496.240.944
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 765.375.539.783 708.894.784.885 705.620.167.464 151.973.453.634 146.364.186.269
Check Balance - - - - -
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 84
FAIRNESS OPINION Cut off Date
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk 31 Desember 2024
Lampiran 2
Historis Laba Rugi Full IDR
2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
PENDAPATAN IDR 895.456.045.999 868.091.474.069 638.377.010.110 266.131.773.827 44.595.846.800
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR 768.310.868.739 814.178.328.443 514.582.803.162 202.405.199.932 40.378.033.867
LABA KOTOR IDR 127.145.177.260 53.913.145.626 123.794.206.948 63.726.573.895 4.217.812.933
PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
(Kerugian) keuntungan yang berasal perubahan nilai waja IDR (55.312.522) 34.051.535 (42.685.647) - -
Beban penjualan IDR (16.066.756.011) (16.394.036.125) (18.989.950.287) (10.622.392.018) (391.403.337)
Beban umum dan administrasi IDR (113.932.206.334) (96.490.596.650) (109.283.770.157) (97.073.977.632) (30.161.680.592)
Beban operasi lainnya IDR (4.129.518.561) - (2.246.216.283) - -
Rugi transaksi perdagangan komoditas IDR - - - -
Kerugian atas divestasi entitas anak tidak langsung IDR - - (8.408.966.527) 196.051.625.382 -
Pembalikan bagian kepentingan non pengendali atas rugi IDR - - 621.454.940 (7.822.355.053) -
Penghasilan operasi lainnya IDR - 11.765.694.139 - 25.331.900.701 5.790.276.633
Jumlah Beban Operasi IDR (134.183.793.428) (101.084.887.101) (138.350.133.961) 105.864.801.380 (24.762.807.296)
LABA (RUGI) USAHA IDR (7.038.616.168) (47.171.741.475) (14.555.927.013) 169.591.375.275 (20.544.994.363)
Pendapatan keuangan IDR 122.178.482 60.331.188 103.388.216 102.091.676 9.000.042
Pajak final atas pendapatan keuangan (29.320.541) (19.118.640) (11.745.001) - -
Beban keuangan IDR (26.360.517.014) (21.882.099.679) (21.688.045.250) (19.144.828.274) (862.545)
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih IDR (26.267.659.073) (21.840.887.131) (21.596.402.035) (19.042.736.598) 8.137.497
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK IDR (33.306.275.241) (69.012.628.606) (36.152.329.048) 150.548.638.677 (20.536.856.866)
Beban Pajak Penghasilan IDR (18.998.548.786) (12.169.436.384) 10.317.363.926 (7.151.214.943) -
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN IDR (52.304.824.027) (81.182.064.990) (25.834.965.122) 143.397.423.734 (20.536.856.866)
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 85
FAIRNESS OPINION Cut off Date
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk 31 Desember 2024
Lampiran 3
Historis Arus Kas Full IDR
2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan IDR 889.888.380.409 903.453.389.660 641.642.045.886 11.339.797.278 34.208.522.762
Penerimaan kas dari penghasilan bunga dan lain lain IDR 122.178.482 60.331.188 92.259.548 102.091.676 9.000.042
Penerimaan kas dari restitusi pajak IDR - - - - -
Penerimaan kas dari pendapatan sewa IDR - - - - -
Pembayaran kas kepada pemasok IDR (753.291.724.087) (796.217.445.671) (440.725.486.021) (967.380.592) (28.544.930.070)
Pembayaran kas untuk gaji dan upah IDR (118.234.847.123) (76.252.958.594) (90.329.282.521) (39.845.079.105) (19.435.313.850)
Pembayaran kas untuk beban usaha IDR 939.970.273 45.307.237.041 (89.477.645.557) (50.027.280.101) (9.858.471.251)
Pembayaran kas untuk pajak penghasilan badan IDR (20.614.017.424) (14.328.529.319) (13.727.752.111) - -
Pembayaran kas untuk beban bunga IDR (26.360.517.014) (13.867.022.224) (14.395.806.967) (19.125.175.614) (862.545)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR (27.550.576.484) 48.155.002.081 (6.921.667.743) (98.523.026.458) (23.622.054.912)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap IDR 663.900.000 132.791.500 42.526.640.061 2.791.720.720 3.686.639.234
Pembelian aset tetap IDR (22.679.238.272) (5.545.435.885) (8.310.885.217) (1.094.364.865) -
Penerimaan dari pelepasan entitas anak IDR - - - 400.980.762.594 -
Penerimaan dari penjualan penyertaan saham IDR - - - 5.000.000.000 -
Biaya terkait tanaman belum menghasilkan IDR - - - - -
Uang muka pembelian aset tetap IDR - 400.000.000 - 400.000.000 -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR (22.015.338.272) (5.012.644.385) 34.215.754.844 408.078.118.449 3.686.639.234
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan pinjaman bank jangka pendek IDR - 1.772.024.364.324 472.482.204.977 - -
Penambahan pinjaman bank jangka panjang IDR 121.914.715.671 - 230.264.568.726 - -
Penambahan kredit pembiayaan konsumen IDR - - - - -
Penerimaan utang lain-lain IDR - - - - 18.074.365.707
Pembayaran utang lain-lain IDR - - - (39.821.735.714) -
Pembayaran pinjaman bank jangka pendek IDR (97.350.567.221) (1.759.030.128.697) (656.481.645.528) - -
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang IDR - (39.773.786.544) (75.295.355.522) (292.216.105.494) -
Pembayaran dividen kepada kepentingan non pengendali IDR - - - - -
Pembayaran kewajiban sewa pembiayaan IDR (637.502.667) (640.831.589) (1.859.796.154) (600.000.000) -
Pembayaran kredit pembiayaan konsumen IDR (210.617.101) (95.911.158) - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR 23.716.028.682 (27.516.293.664) (30.890.023.501) (332.637.841.208) 18.074.365.707
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR (25.849.886.074) 15.626.064.032 (3.595.936.400) (23.082.749.217) (1.861.049.971)
Efek bersih perubahan selisih kurs kas dan setara kas IDR 239.029.068 (716.730.092) 1.183.110.534 (254.161) (513.627)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 40.265.813.238 14.654.956.232 29.564.290.172 27.151.464.306 4.068.460.928
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 14.654.956.232 29.564.290.172 27.151.464.306 4.068.460.928 2.206.897.330
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 86
FAIRNESS OPINION
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Lampiran 4
RASIO KEUANGAN
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Aset Lancar 283.695.608.058 233.247.740.114 222.048.253.982 17.283.295.365 17.975.754.990
Liabilitas Jangka Pendek 368.958.625.142 405.642.674.924 431.502.356.504 78.816.832.618 92.807.079.150
Rasio Lancar 0,77 0,58 0,51 0,22 0,19
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Aset Lancar 283.695.608.058 233.247.740.114 222.048.253.982 17.283.295.365 17.975.754.990
Persediaan 182.218.448.859 147.232.728.603 130.828.618.300 7.566.952.797 6.387.113.060
Liabilitas Jangka Pendek 368.958.625.142 405.642.674.924 431.502.356.504 78.816.832.618 92.807.079.150
Rasio Cepat 0,28 0,21 0,21 0,12 0,12
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Kas dan setara kas 14.654.956.232 29.564.290.172 27.151.464.306 3.668.460.928 1.806.897.330
Liabilitas Jangka Pendek 368.958.625.142 405.642.674.924 431.502.356.504 78.816.832.618 92.807.079.150
Rasio Kas 0,04 0,07 0,06 0,05 0,02
*)Disajikan dalam kali
Rasio Likuiditas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Lancar 0,77 0,58 0,51 0,22 0,19
Rasio Cepat 0,28 0,21 0,21 0,12 0,12
Rasio Kas 0,04 0,07 0,06 0,05 0,02
*)Disajikan dalam kali ,
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Pendapatan 895.456.045.999 868.091.474.069 638.377.010.110 266.131.773.827 44.595.846.800
Piutang Usaha 77.250.794.160 44.300.864.978 46.757.105.231 5.070.172.212 9.457.496.250
Rasio Perputaran Piutang Usaha 31 19 27 7 77
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Beban Pokok Pendapatan 768.310.868.739 814.178.328.443 514.582.803.162 202.405.199.932 40.378.033.867
Persediaan 182.218.448.859 147.232.728.603 130.828.618.300 7.566.952.797 6.387.113.060
Rasio Perputaran Persediaan 87 66 93 14 58
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Beban Pokok Pendapatan 768.310.868.739 814.178.328.443 514.582.803.162 202.405.199.932 40.378.033.867
Utang Usaha 21.409.174.825 12.555.482.293 22.842.708.032 124.207.873 4.450.656.623
Rasio Perputaran Utang Usaha 10 6 16 0 40
*)Disajikan dalam hari
Rasio Aktivitas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Perputaran Piutang Usaha 31 19 27 7 77
Rasio Perputaran Persediaan 87 66 93 14 58
Rasio Perputaran Utang Usaha 10 6 16 0 40
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Jumlah Liabilitas 645.223.998.886 660.177.282.573 666.499.450.770 85.891.241.704 99.867.945.325
Jumlah Aset 765.375.539.783 708.894.784.885 705.620.167.464 151.973.453.634 146.364.186.269
Rasio Liabilitas terhadap Aset 84,30% 93,13% 94,46% 56,52% 68,23%
*)Disajikan dalam persen
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Jumlah Liabilitas 645.223.998.886 660.177.282.573 666.499.450.770 85.891.241.704 99.867.945.325
Jumlah Ekuitas 120.151.540.897 48.717.502.312 39.120.716.694 66.082.211.930 46.496.240.944
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 537,01% 1355,11% 1703,70% 129,98% 214,79%
*)Disajikan dalam persen
Rasio Leverage 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Liabilitas terhadap Aset 84% 93,13% 94,46% 56,52% 68,23%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 537% 1355,11% 1703,70% 129,98% 214,79%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba Bruto 127.145.177.260 53.913.145.626 123.794.206.948 63.726.573.895 4.217.812.933
Pendapatan 895.456.045.999 868.091.474.069 638.377.010.110 266.131.773.827 44.595.846.800
Margin Laba Bruto 14,20% 6,21% 19,39% 23,95% 9,46%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba (Rugi) Usaha - 7.038.616.168 - 47.171.741.475 - 14.555.927.013 169.591.375.275 - 20.544.994.363
Pendapatan 895.456.045.999 868.091.474.069 638.377.010.110 266.131.773.827 44.595.846.800
Margin Laba (Rugi) Usaha -0,79% -5,43% -2,28% 63,72% -46,07%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba Bersih - 52.304.824.027 - 81.182.064.990 - 25.834.965.122 143.397.423.734 - 20.536.856.866
Pendapatan 895.456.045.999 868.091.474.069 638.377.010.110 266.131.773.827 44.595.846.800
Margin Laba (Rugi) Bersih -5,84% -9,35% -4,05% 53,88% -46,05%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba (Rugi) Bersih - 52.304.824.027 - 81.182.064.990 - 25.834.965.122 143.397.423.734 - 20.536.856.866
Jumlah Aset 765.375.539.783 708.894.784.885 705.620.167.464 151.973.453.634 146.364.186.269
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset -6,83% -11,45% -3,66% 94,36% -14,03%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba (Rugi) Bersih - 52.304.824.027 - 81.182.064.990 - 25.834.965.122 143.397.423.734 - 20.536.856.866
Jumlah Ekuitas 120.151.540.897 48.717.502.312 39.120.716.694 66.082.211.930 46.496.240.944
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas -43,53% -166,64% -66,04% 217,00% -44,17%
Rasio Profitabilitas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Margin Laba Bruto 14,20% 6,21% 19,39% 23,95% 9,46%
Margin Laba (Rugi) Usaha -0,79% -5,43% -2,28% 63,72% -46,07%
Margin Laba (Rugi) Bersih -5,84% -9,35% -4,05% 53,88% -46,05%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset -6,83% -11,45% -3,66% 94,36% -14,03%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas -43,53% -166,64% -66,04% 217,00% -44,17%
Page 87
FAIRNESS OPINION Cut of Date
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk 31 Desember 2024
Lampiran 5
Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi Jutaan Rupiah
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
ASSET
Aset Lancar
Kas dan bank IDR (23.418) (43.834) (61.033) (74.074) (82.163)
Piutang usaha IDR 13.808 17.375 23.129 28.882 34.636
Piutang lain - lain - neto IDR 112 112 112 112 112
Persediaan IDR 16.642 22.014 27.374 32.716 38.065
Uang muka kepada pemasok dan lain - lain IDR 108 108 108 108 108
Pajak dibayar dimuka IDR - - - - -
Biaya dibayar dimuka IDR 271 271 271 271 271
Jumlah Aset Lancar IDR 7.523 (3.954) (10.039) (11.985) (8.971)
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto IDR 124.236 122.684 121.594 121.034 119.953
Penyertaan saham IDR 415 415 415 415 415
Estimasi tagihan pajak IDR 1.533 1.533 1.533 1.533 1.533
Pinjaman kepada karyawan IDR 520 520 520 520 520
Uang jaminan IDR 1.423 1.423 1.423 1.423 1.423
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 128.127 126.575 125.485 124.925 123.844
JUMLAH ASET IDR 135.650 122.621 115.446 112.940 114.873
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang lain - lain pihak ketiga IDR 57.691 57.691 57.691 57.691 57.691
Biaya yang masih harus dibayar IDR 30.617 32.510 33.757 34.996 35.696
Utang pajak IDR 935 935 935 935 935
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 89.243 91.136 92.383 93.622 94.322
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang IDR 19.802 19.802 19.802 19.802 19.802
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 19.802 19.802 19.802 19.802 19.802
JUMLAH LIABILITAS IDR 109.045 110.938 112.185 113.424 114.124
EKUITAS
Modal saham IDR 252.000 252.000 252.000 252.000 252.000
Tambahan modal disetor IDR 53.295 53.294 53.294 53.294 53.295
Akumulasi kerugian IDR (278.690) (293.611) (302.033) (305.778) (304.546)
JUMLAH EKUITAS IDR 26.605 11.683 3.261 (484) 749
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 135.650 122.621 115.446 112.940 114.873
Check Balance - - - - -
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 88
FAIRNESS OPINION Cut of Date
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk 31 Desember 2024
Lampiran 6
Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi Jutaan Rupiah
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
PENDAPATAN IDR 141.400 211.400 281.400 351.400 421.400
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR 128.720 192.306 256.203 319.769 383.429
LABA KOTOR IDR 12.680 19.094 25.197 31.631 37.971
PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
Beban penjualan IDR (1.343) (1.190) (1.362) (3.097) (3.900)
Beban umum dan administrasi IDR (31.229) (32.825) (32.257) (32.279) (32.839)
Jumlah Beban Operasi IDR (32.572) (34.015) (33.619) (35.376) (36.739)
LABA (RUGI) USAHA IDR (19.892) (14.921) (8.422) (3.745) 1.232
Pendapatan sewa IDR - - - - -
Pendapatan selisih kurs pinjaman bank IDR - - - - -
Beban keuangan IDR - - - - -
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih IDR - - - - -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK IDR (19.892) (14.921) (8.422) (3.745) 1.232
Beban Pajak Penghasilan IDR - - - - -
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN IDR (19.892) (14.921) (8.422) (3.745) 1.232
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 89
FAIRNESS OPINION Cut of Date
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk 31 Desember 2024
Lampiran 7
Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaksi Jutaan Rupiah
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas IDR (19.891) (14.921) (8.422) (3.745) 1.232
Penambahan penyusutan, amortisasi dan lainnya IDR 2.379 3.445 2.337 1.800 1.781
Penambahan laba (rugi) dari transaksi valuta IDR
Penambahan utang pajak IDR
Penambahan biaya yang ditangguhkan IDR - 1.893 1.247 1.239 700
Pengurangan piutang IDR (1.007) (3.567) (5.753) (5.753) (5.753)
Penambahan persediaan IDR (2.255) (7.265) (6.607) (6.581) (6.049)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR (20.774) (20.415) (17.198) (13.040) (8.089)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan aset tetap IDR - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR - - - - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang usaha IDR (4.451) - - - -
Penambahan imbalan kerja IDR - - - - -
Hutang berjangka BDI IDR - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR (4.451) - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR (25.225) (20.415) (17.198) (13.040) (8.089)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 1.807 (23.418) (43.833) (61.031) (74.071)
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR (23.418) (43.833) (61.031) (74.071) (82.160)
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 90
FAIRNESS OPINION
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Lampiran 8
RASIO KEUANGAN
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Aset Lancar 7.523 - 3.954 - 10.039 - 11.985 - 8.971
Liabilitas Jangka Pendek 89.243 91.136 92.383 93.622 94.322
Rasio Lancar 0,08 (0,04) (0,11) (0,13) (0,10)
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Aset Lancar 7.523 - 3.954 - 10.039 - 11.985 - 8.971
Persediaan 16.642 22.014 27.374 32.716 38.065
Liabilitas Jangka Pendek 89.243 91.136 92.383 93.622 94.322
Rasio Cepat (0,10) (0,28) (0,40) (0,48) (0,50)
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Kas dan setara kas - 23.418 - 43.834 - 61.033 - 74.074 - 82.163
Liabilitas Jangka Pendek 89.243 91.136 92.383 93.622 94.322
Rasio Kas (0,26) (0,48) (0,66) (0,79) (0,87)
*)Disajikan dalam kali
Rasio Likuiditas 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Rasio Lancar 0,08 (0,04) (0,11) (0,13) (0,10)
Rasio Cepat (0,10) (0,28) (0,40) (0,48) (0,50)
Rasio Kas (0,26) (0,48) (0,66) (0,79) (0,87)
*)Disajikan dalam kali ,
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Pendapatan 141.400 211.400 281.400 351.400 421.400
Piutang Usaha 13.808 17.375 23.129 28.882 34.636
Rasio Perputaran Piutang Usaha 36 30 30 30 30
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Beban Pokok Pendapatan 128.720 192.306 256.203 319.769 383.429
Persediaan 16.642 22.014 27.374 32.716 38.065
Rasio Perputaran Persediaan 47 42 39 37 36
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Beban Pokok Pendapatan 128.720 192.306 256.203 319.769 383.429
Utang Usaha 57.691 57.691 57.691 57.691 57.691
Rasio Perputaran Utang Usaha 164 109 82 66 55
*)Disajikan dalam hari
Rasio Aktivitas 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Rasio Perputaran Piutang Usaha 36 30 30 30 30
Rasio Perputaran Persediaan 47 42 39 37 36
Rasio Perputaran Utang Usaha 164 109 82 66 55
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Jumlah Liabilitas 109.045 110.938 112.185 113.424 114.124
Jumlah Aset 135.650 122.621 115.446 112.940 114.873
Rasio Liabilitas terhadap Aset 80,39% 90,47% 97,18% 100,43% 99,35%
*)Disajikan dalam persen
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Jumlah Liabilitas 109.045 110.938 112.185 113.424 114.124
Jumlah Ekuitas 26.605 11.683 3.261 - 484 749
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 409,87% 949,57% 3440,20% -23434,71% 15236,85%
*)Disajikan dalam persen
Rasio Leverage 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Rasio Liabilitas terhadap Aset 80,39% 90,47% 97,18% 100,43% 99,35%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 409,87% 949,57% 3440,20% -23434,71% 15236,85%
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Laba Bruto 12.680 19.094 25.197 31.631 37.971
Pendapatan 141.400 211.400 281.400 351.400 421.400
Margin Laba Bruto 8,97% 9,03% 8,95% 9,00% 9,01%
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Laba (Rugi) Usaha - 19.892 - 14.921 - 8.422 - 3.745 1.232
Pendapatan 141.400 211.400 281.400 351.400 421.400
Margin Laba (Rugi) Usaha -14,07% -7,06% -2,99% -1,07% 0,29%
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Laba Bersih - 19.892 - 14.921 - 8.422 - 3.745 1.232
Pendapatan 141.400 211.400 281.400 351.400 421.400
Margin Laba (Rugi) Bersih -14,07% -7,06% -2,99% -1,07% 0,29%
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Laba (Rugi) Bersih - 19.892 - 14.921 - 8.422 - 3.745 1.232
Jumlah Aset 135.650 122.621 115.446 112.940 114.873
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset -14,66% -12,17% -7,30% -3,32% 1,07%
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Laba (Rugi) Bersih - 19.892 - 14.921 - 8.422 - 3.745 1.232
Jumlah Ekuitas 26.605 11.683 3.261 - 484 749
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas -74,77% -127,72% -258,26% 773,76% 164,49%
Rasio Profitabilitas 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Margin Laba Bruto 8,97% 9,03% 8,95% 9,00% 9,01%
Margin Laba (Rugi) Usaha -14,07% -7,06% -2,99% -1,07% 0,29%
Margin Laba (Rugi) Bersih -14,07% -7,06% -2,99% -1,07% 0,29%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset -14,66% -12,17% -7,30% -3,32% 1,07%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas -74,77% -127,72% -258,26% 773,76% 164,49%
Page 91
FAIRNESS OPINION Cut of Date
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk 31 Desember 2024
Lampiran 9
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi Jutaan Rupiah
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
ASSET
Aset Lancar
Kas dan bank IDR 2.443 23.329 25.747 30.159 42.350
Piutang usaha IDR 51.781 35.786 44.416 55.923 67.430
Piutang lain - lain - neto IDR 112 112 112 112 112
Persediaan IDR 31.134 39.207 47.221 57.957 68.742
Uang muka kepada pemasok dan lain - lain IDR 108 108 108 108 108
Biaya dibayar dimuka IDR 271 271 271 271 271
Jumlah Aset Lancar IDR 85.849 98.813 117.875 144.530 179.013
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto IDR 121.668 120.153 119.100 118.577 117.533
Penyertaan saham IDR 416 416 416 416 416
Estimasi tagihan pajak IDR 1.533 1.533 1.533 1.533 1.533
Pinjaman kepada karyawan IDR 520 520 520 520 520
Uang jaminan IDR 1.423 1.423 1.423 1.423 1.423
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 125.560 124.045 122.992 122.469 121.425
JUMLAH ASET IDR 211.409 222.858 240.867 266.999 300.438
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang lain - lain pihak ketiga IDR 57.691 57.691 57.691 57.691 57.691
Biaya yang masih harus dibayar IDR 32.902 35.430 36.677 37.916 38.617
Utang pajak IDR 935 935 935 935 935
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 91.528 94.056 95.303 96.542 97.243
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang IDR 19.802 19.802 19.802 19.802 19.802
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 19.802 19.802 19.802 19.802 19.802
JUMLAH LIABILITAS IDR 111.330 113.858 115.105 116.344 117.045
EKUITAS
Modal saham IDR 252.000 252.000 252.000 252.000 252.000
Tambahan modal disetor IDR 53.293 53.293 53.293 53.293 53.293
Akumulasi kerugian IDR (205.214) (196.293) (179.531) (154.638) (121.900)
JUMLAH EKUITAS IDR 100.079 109.000 125.762 150.655 183.393
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 211.409 222.858 240.867 266.999 300.438
Check Balance - - - - -
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 92
FAIRNESS OPINION Cut of Date
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk 31 Desember 2024
Lampiran 10
Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi Jutaan Rupiah
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
PENDAPATAN IDR 330.400 435.400 540.400 680.400 820.400
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR 300.513 396.239 491.623 618.981 746.884
LABA KOTOR IDR 29.887 39.161 48.777 61.419 73.516
PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
Beban penjualan IDR (2.782) (2.981) (3.537) (5.997) (7.593)
Beban umum dan administrasi IDR (31.229) (23.995) (23.317) (23.227) (23.673)
Jumlah Beban Operasi IDR (34.011) (26.976) (26.854) (29.224) (31.266)
LABA (RUGI) USAHA IDR (4.124) 12.185 21.923 32.195 42.250
Pendapatan sewa IDR - - - - -
Pendapatan selisih kurs pinjaman bank IDR - - - - -
Pendapatan (beban) lain -lain IDR 79.054 - - - -
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih IDR 79.054 - - - -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK IDR 74.930 12.185 21.923 32.195 42.250
Beban Pajak Penghasilan IDR (21.350) -3262 (5.161) (7.303) (9.511)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN IDR 53.580 8.923 16.762 24.892 32.739
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 93
FAIRNESS OPINION Cut of Date
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk 31 Desember 2024
Lampiran 11
Proyeksi Arus Kas Setelah Transaksi Jutaan Rupiah
2023F 2024F 2025F 2026F 2027F
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas IDR 53.581 8.923 16.763 24.892 32.739
Penambahan penyusutan, amortisasi dan lainnya IDR 2.379 3.408 2.300 1.763 1.744
Penambahan laba (rugi) dari transaksi valuta IDR
Penambahan utang pajak IDR
Penambahan biaya yang ditangguhkan IDR - 2.528 1.247 1.239 701
Pengurangan piutang IDR (34.125) 15.995 (8.630) (11.507) (11.507)
Penambahan persediaan IDR (16.747) (9.967) (9.261) (11.975) (11.486)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 5.088 20.887 2.419 4.412 12.191
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan aset tetap IDR - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR - - - - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Hutang usaha IDR (4.451) - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR (4.451) - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR 637 20.887 2.419 4.412 12.191
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 1.807 2.444 23.331 25.750 30.162
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 2.444 23.331 25.750 30.162 42.353
PRI Notes:
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023
Page 94
FAIRNESS OPINION
PT Prasidha Aneka Niaga Tbk
Lampiran 12
RASIO KEUANGAN
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Aset Lancar 85.849 98.813 117.875 144.530 179.013
Liabilitas Jangka Pendek 91.528 94.056 95.303 96.542 97.243
Rasio Lancar 0,94 1,05 1,24 1,50 1,84
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Aset Lancar 85.849 98.813 117.875 144.530 179.013
Persediaan 31.134 39.207 47.221 57.957 68.742
Liabilitas Jangka Pendek 91.528 94.056 95.303 96.542 97.243
Rasio Cepat 0,60 0,63 0,74 0,90 1,13
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Kas dan setara kas 2.443 23.329 25.747 30.159 42.350
Liabilitas Jangka Pendek 91.528 94.056 95.303 96.542 97.243
Rasio Kas 0,03 0,25 0,27 0,31 0,44
*)Disajikan dalam kali
Rasio Likuiditas 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Rasio Lancar 0,94 1,05 1,24 1,50 1,84
Rasio Cepat 0,60 0,63 0,74 0,90 1,13
Rasio Kas 0,03 0,25 0,27 0,31 0,44
*)Disajikan dalam kali ,
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Pendapatan 330.400 435.400 540.400 680.400 820.400
Piutang Usaha 51.781 35.786 44.416 55.923 67.430
Rasio Perputaran Piutang Usaha 57 30 30 30 30
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Beban Pokok Pendapatan 300.513 396.239 491.623 618.981 746.884
Persediaan 31.134 39.207 47.221 57.957 68.742
Rasio Perputaran Persediaan 38 36 35 34 34
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Beban Pokok Pendapatan 300.513 396.239 491.623 618.981 746.884
Utang Usaha 57.691 57.691 57.691 57.691 57.691
Rasio Perputaran Utang Usaha 70 53 43 34 28
*)Disajikan dalam hari
Rasio Aktivitas 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Rasio Perputaran Piutang Usaha 57 30 30 30 30
Rasio Perputaran Persediaan 38 36 35 34 34
Rasio Perputaran Utang Usaha 70 53 43 34 28
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Jumlah Liabilitas 111.330 113.858 115.105 116.344 117.045
Jumlah Aset 211.409 222.858 240.867 266.999 300.438
Rasio Liabilitas terhadap Aset 52,66% 51,09% 47,79% 43,57% 38,96%
*)Disajikan dalam persen
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Jumlah Liabilitas 111.330 113.858 115.105 116.344 117.045
Jumlah Ekuitas 100.079 109.000 125.762 150.655 183.393
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 111,24% 104,46% 91,53% 77,23% 63,82%
*)Disajikan dalam persen
Rasio Leverage 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Rasio Liabilitas terhadap Aset 52,66% 51,09% 47,79% 43,57% 38,96%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 111,24% 104,46% 91,53% 77,23% 63,82%
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Laba Bruto 29.887 39.161 48.777 61.419 73.516
Pendapatan 330.400 435.400 540.400 680.400 820.400
Margin Laba Bruto 9,05% 8,99% 9,03% 9,03% 8,96%
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Laba (Rugi) Usaha - 4.124 12.185 21.923 32.195 42.250
Pendapatan 330.400 435.400 540.400 680.400 820.400
Margin Laba (Rugi) Usaha -1,25% 2,80% 4,06% 4,73% 5,15%
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Laba Bersih 53.580 8.923 16.762 24.892 32.739
Pendapatan 330.400 435.400 540.400 680.400 820.400
Margin Laba (Rugi) Bersih 16,22% 2,05% 3,10% 3,66% 3,99%
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Laba (Rugi) Bersih 53.580 8.923 16.762 24.892 32.739
Jumlah Aset 211.409 222.858 240.867 266.999 300.438
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 25,34% 4,00% 6,96% 9,32% 10,90%
Keterangan 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Laba (Rugi) Bersih 53.580 8.923 16.762 24.892 32.739
Jumlah Ekuitas 10 109.000 125.762 150.655 183.393
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 538492,46% 8,19% 13,33% 16,52% 17,85%
Rasio Profitabilitas 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Margin Laba Bruto 9,05% 8,99% 9,03% 9,03% 8,96%
Margin Laba (Rugi) Usaha -1,25% 2,80% 4,06% 4,73% 5,15%
Margin Laba (Rugi) Bersih 16,22% 2,05% 3,10% 3,66% 3,99%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 25,34% 4,00% 6,96% 9,32% 10,90%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 538492,46% 8,19% 13,33% 16,52% 17,85%
Names mentioned 82 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
TOTO SUHARTO & REKAN
p.1 ×5
unresolved
org
PT Maetala Prima Teknologi
p.2 ×9
unresolved
org
KJPP Toto Suharto dan Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
KJPP Toto Suharto
p.2 ×12
unresolved
org
PT Aneka Bumi Kencana
p.3 ×2
unresolved
org
Anwar dan Rekan
p.4 ×2
unresolved
org
Anwar
p.4 ×7
unresolved
org
PT Maetala Prima Teknologi. Namun
p.5 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×23
unresolved
org
Kementerian Pertanian
p.6 ×2
unresolved
org
Rekan Ir. Toto Suharto.
p.9
unresolved
person
Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
· Pimpinan Rekan
p.9
unresolved
person
Ahmad Olii
p.14 ×2
unresolved
person
Karina Gama Soleha
p.14 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan B. Quality Assurance
p.16
unresolved
—
Hasanuddin
p.16
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.17 ×2
unresolved
—
Ekonomika
p.17
unresolved
org
PT Actual Kencana Appraisal
p.27
unresolved
org
Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan
p.27
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.27 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan
p.27
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto
p.27
unresolved
person
Oesman Soedargo
p.28
unresolved
person
Mansjur Tandiono
· Presiden Komisaris
p.28 ×2
unresolved
person
Haji Mahmud Uding
p.28
unresolved
person
I Gede Subratha. Bisnis
p.28
unresolved
—
Bab I - Pendahuluan
p.28
unresolved
org
Anwar & Rekan
p.33 ×5
unresolved
org
KJPP TnR
p.34 ×14
unresolved
org
KJPP TnR. Bab I
p.35
unresolved
org
PT Aneka Bumi Prasidha
p.38
unresolved
org
PT Aneka Agroprasidha
p.38
unresolved
person
Widyono Lianto
· Presiden Komisaris
p.38 ×2
unresolved
person
Fery Yennoto
· Komisaris Independen
p.38
unresolved
person
Robertus Sukamto
· Komisaris Independen
p.38
unresolved
person
Jeffry Sanusi Soedargo
· Presiden Direktur
p.38 ×2
unresolved
person
Didik Tandiono
· Wakil Presiden Direktur
p.38 ×3
unresolved
person
Moenardji Soedargo
· Direktur
p.38
unresolved
org
PT Maetala Prima Teknologi MPT
p.38
unresolved
person
Aisyah Ratu Juliana Siregar
· Notaris
p.38 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.38
unresolved
org
Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
p.39
unresolved
person
Ervin Para Putra
· Komisaris
p.39
unresolved
person
Ghazali Harmianto
· Direktur
p.39
unresolved
org
PT Aneka Bumi Asih
p.42 ×2
unresolved
org
Departemen Kehakiman Republik Indonesia
p.42
unresolved
person
Akta Notaris Christina Dwi Utami
p.42 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.42
unresolved
org
PT Prasidha Aneka
p.42 ×6
unresolved
org
Niaga Tbk
p.42 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Persetujuan Akta
p.42 ×3
unresolved
org
Jenderal Aneka Niaga Tbk
p.42 ×3
unresolved
person
Ir. Yohanes Wilion
p.42 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak
p.42
unresolved
org
PT Prasdiha
p.42 ×2
unresolved
org
Asasi Manusia Republik Aneka Niaga Tbk
p.42
unresolved
person
Ristina Dwi Utami
p.43 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Penerimaan
p.43
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Penerimaan Pemberitahuan AH.
p.43
unresolved
org
Prasdiha Aneka Niaga Tbk
p.43 ×2
unresolved
person
Liliana Arif Gondoutomo
p.43 ×2
unresolved
org
Plh. Direktur Aneka Niaga Tbk
p.43
unresolved
org
Menteri Kehakiman Persetujuan
p.43
unresolved
org
Kordinasi
p.43
unresolved
org
Keuangan Republik Indonesia Niaga Tbk
p.43
unresolved
org
Perakitan dan Modernisasi Pertanian
p.53
unresolved
org
Direktorat Jenderal Perkebunan
p.54 ×7
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan
p.70
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Anwar
p.70
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara
p.76
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.500
8479 ms
12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai '
'dengan'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai dengan',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2024-12-31',
'value': '20'}