Skip to content
Back to announcement

20250617_SMRA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31895987_lamp2.pdf

Other Text extracted SMRA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 103

Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
  PT SUMMARECON AGUNG Tbk

    RENCANA TRANSAKSI

         JUNI 2025
Page 2
No. : 00083/2.0162-00/BS/03/0153/1/VI/2025                                  13 Juni 2025



Kepada Yth.

PT SUMMARECON AGUNG Tbk
Plaza Summarecon
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 42
Jakarta 13210

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi


Dengan hormat,

PT Serpong Cipta Kreasi (selanjutnya disebut “SCK”) merencanakan untuk melakukan aksi
korporasi dengan rincian sebagai berikut:

•   Pada tanggal 13 Juni 2025, SCK dan PT Variatata (selanjutnya disebut “VT”) telah
    menandatangani Perjanjian Pemegang Saham (selanjutnya disebut “PPS VT”), di mana
    SCK dan VT bermaksud untuk melakukan kerjasama dengan membentuk perusahaan
    patungan berbentuk perseroan terbatas yaitu PT Serpong Cahaya Harmoni (selanjutnya
    disebut “SCH”), di mana SCK dan VT telah sepakat untuk melakukan penyetoran modal
    masing-masing sebesar Rp 1,50 miliar dan Rp 1,00 miliar sehingga proporsi kepemilikan
    SCK dan VT pada SCH masing-masing 60,00% dan 40,00% (selanjutnya disebut
    “Rencana Kerja Sama VT”). VT memiliki hak kepemilikan secara hukum atas tanah
    yang memiliki hak guna bangunan atau girik atau lainnya dengan luas kurang lebih
    1.005.531,75 m2 yang terletak di Desa Pakulonan Barat, Curug Sangereng, Cihuni,
    Cijantra, Medang, Panunggangan Timur, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten
    (selanjutnya disebut “Tanah VT”). Setelah Rencana Kerja Sama VT menjadi efektif, SCH
    akan melakukan pembelian Tanah VT dengan nilai transaksi jual beli atau pemindahan
    hak sebesar Rp 3,02 triliun di mana jumlah nilai transaksi akan bergantung pada hasil
    pengukuran atas bidang tanah pada saat pensertifikatan atas nama SCH, yang
    selambatnya akan dibayarkan oleh SCH kepada VT paling lambat dalam waktu 36 bulan
    sejak tanggal PPS VT, dengan jadwal pembayaran pada bulan Agustus 2025, Agustus
    2026, Agustus 2027, dan Agustus 2028 (selanjutnya disebut “Rencana Pembelian
    Tanah VT”).
Page 3
•   Pada tanggal 13 Juni 2025, SCK dan PT Lestari Kreasi (selanjutnya disebut “LK”) telah
    menandatangani Perjanjian Pemegang Saham (selanjutnya disebut “PPS LK”), di mana
    SCK dan LK bermaksud untuk melakukan kerjasama dengan membentuk perusahaan
    patungan berbentuk perseroan terbatas yaitu PT Serpong Cipta Lestari (selanjutnya
    disebut “SCL”), di mana SCK dan LK telah sepakat untuk melakukan penyetoran modal
    masing-masing sebesar Rp 1,50 miliar dan Rp 1,00 miliar sehingga proporsi kepemilikan
    SCK dan LK pada SCK masing-masing 60,00% dan 40,00% (selanjutnya disebut
    “Rencana Kerja Sama LK”). LK memiliki hak kepemilikan secara hukum atas tanah
    yang memiliki hak guna bangunan atau girik atau lainnya dengan luas kurang lebih
    211.880,88 m2 yang terletak di Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten
    Tangerang, Provinsi Banten (selanjutnya disebut “Tanah LK”). Setelah Rencana Kerja
    Sama LK menjadi efektif, SCL akan melakukan pembelian Tanah LK dengan nilai
    transaksi jual beli atau pemindahan hak sebesar Rp 635,64 miliar di mana jumlah nilai
    transaksi akan bergantung pada hasil pengukuran atas Tanah LK pada saat
    pensertifikatan atas nama SCL, yang selambatnya akan dibayarkan oleh SCL kepada
    LK paling lambat dalam waktu 36 bulan sejak tanggal PPS LK, dengan jadwal
    pembayaran pada bulan Agustus 2025, Agustus 2026, Agustus 2027, dan Agustus 2028
    (selanjutnya disebut “Rencana Pembelian Tanah LK”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen PT Summarecon Agung Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”), pada tanggal 31 Desember 2024, SCK merupakan
entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,99%.

Rencana Kerja Sama VT, Rencana Pembelian Tanah VT, Rencana Kerja Sama LK, serta
Rencana Pembelian Tanah LK merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak dapat
dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara bersama-sama disebut
“Rencana Transaksi”.

Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/250430-002 tanggal
30 April 2025 dan No. KR/250430-002 tanggal 30 April 2025 yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan
Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”)
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Rencana Transaksi.




                                            2
Page 4
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real estat, aktivitas olahraga,
penyediaan makanan dan minuman beserta sarana penunjangnya serta menjalankan usaha
dalam bidang jasa dan perdagangan. Saat ini, ruang lingkup bisnis Perseroan bergerak
dalam bidang penjualan atau penyewaan real estat, pusat perbelanjaan, fasilitas
perkantoran, fasilitas olahraga, restoran beserta sarana penunjangnya. Perseroan mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 1976. Perseroan berdomisili di Plaza Summarecon,
Jalan Perintis Kemerdekaan, Nomor 42, Jakarta 13210, dengan nomor telepon: (021) 4714
567, nomor faksimile: (021) 4892 976, dan email: corp_secretary@summarecon.com.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2024, SCK merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar
99,99%.

SCK      merupakan    suatu      perseroan   terbatas   berstatus  perusahaan     tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha SCK adalah bergerak dalam bidang properti (secara umum),
khususnya properti yang dimiliki atau disewa, yang mencakup penjualan, penyewaan, dan
pengoperasian properti, seperti gedung apartemen, gedung tempat tinggal, dan gedung
non-tempat tinggal, serta penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa
perabot untuk penggunaan tetap, baik secara bulanan maupun tahunan. Hal ini termasuk
kegiatan seperti penjualan tanah, pembangunan gedung untuk pengoperasian sendiri,
pemecahan properti menjadi plot tanah tanpa pengembangan tanah, dan pengoperasian
kawasan pemukiman untuk rumah bergerak.

Industri properti di Indonesia menunjukkan prospek yang positif, didorong oleh pertumbuhan
ekonomi, urbanisasi yang pesat, serta tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan
properti komersial. Dengan adanya dukungan regulasi, sektor properti terus berkembang
dan memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.
Dengan adanya dinamika tersebut, Perseroan yang memiliki pengalaman luas dan rekam
jejak terpercaya dalam pengembangan properti, serta didukung oleh tingkat kepercayaan
konsumen yang tinggi dengan menetapkan arah pengembangan dalam memperkuat
kontribusi dan eksistensinya melalui kolaborasi proyek pada kawasan potensial.

Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya untuk membangun
komunitas dengan ekosistem kehidupan yang berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus
mendorong pengembangan proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini
diwujudkan melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas yang fungsional
untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang mendukung aktivitas harian dari
para penghuni. Menanggapi hal tersebut, Perseroan melalui SCK memandang perlu
melakukan Rencana Transaksi sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang
Perseroan, mengingat kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem
pendukung yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup akses
jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat kegiatan komersial.




                                            3
Page 5
Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti properti, Perseroan
melihat peluang yang signifikan bagi SCK dengan melakukan Rencana Transaksi di mana
Perseroan melalui SCK dapat memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh VT
dan LK baik dari sisi keahlian teknis, pengalaman dalam pengembangan properti, maupun
jaringan bisnis yang dimiliki. Dengan adanya sinergi melalui Rencana Transaksi Perseroan
berharap dapat berkolaborasi dalam perencanaan strategis, pengawasan manajerial, hal
operasional, dan pengelolaan proyek sehingga berpotensi mempercepat realisasi proyek
sekaligus meningkatkan kualitas produk dan jasa yang dihasilkan.

Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SCK untuk mendorong
pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang
diyakini mampu memberikan prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan
pertumbuhan organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti. Dengan melakukan
kerja sama dengan VT dan LK, maka Perseroan menjalankan mitigasi risiko atas
ketersediaan lahan yang selalu menjadi tantangan bagi perusahaan dalam sektor properti
sehingga Perseroan memiliki kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan
jumlah luas yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa yang akan
datang.

Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas anak, yaitu SCK,
akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan salah satunya melalui pengembangan
Tanah VT dan Tanah LK. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghasilkan
pendapatan dari hasil penjualan unit-unit properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial,
maupun bentuk bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai sumber
pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang yang dibangun dalam
kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara berkelanjutan termasuk dengan
pengembangan kawasan sejenis yang telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan
di lokasi yang sama.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat menciptakan nilai
tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun pencapaian kinerja keuangan entitas anak,
sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan pada masa mendatang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya untuk
    membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang berkelanjutan dan harmonis,
    Perseroan terus mendorong pengembangan proyek secara terarah dan
    berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan kota terpadu
    (township) yang mencakup hunian residensial yang selaras dengan area komersial
    dilengkapi dengan fasilitas yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang
    nyaman yang mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
    Perseroan melalui SCK memandang perlu melakukan Rencana Transaksi sebagai
    upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat kawasan tersebut
    didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung yang telah tersedia secara
    memadai dan terus berkembang, mencakup akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan
    kesehatan, serta pusat-pusat kegiatan komersial.


                                              4
Page 6
•   Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti properti,
    Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SCK dengan melakukan Rencana
    Transaksi di mana Perseroan melalui SCK dapat memanfaatkan keunggulan kompetitif
    yang dimiliki oleh VT dan LK baik dari sisi keahlian teknis, pengalaman dalam
    pengembangan properti, maupun jaringan bisnis yang dimiliki. Dengan adanya sinergi
    melalui Rencana Transaksi Perseroan berharap dapat berkolaborasi dalam
    perencanaan strategis, pengawasan manajerial, hal operasional, dan pengelolaan
    proyek sehingga berpotensi mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan
    kualitas produk dan jasa yang dihasilkan.

•   Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SCK untuk
    mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan ekspansi bisnis pada
    lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan prospek penetrasi pasar yang lebih baik
    dan meningkatkan pertumbuhan organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan
    pengembangan operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
    Dengan melakukan kerja sama dengan VT dan LK, maka Perseroan menjalankan
    mitigasi risiko atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi tantangan bagi perusahaan
    dalam sektor properti sehingga Perseroan memiliki kemampuan untuk memperoleh
    persediaan lahan baru dengan jumlah luas yang cukup besar untuk dilakukan
    pengembangan pada masa yang akan datang.

•   Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas anak, yaitu
    SCK, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan salah satunya melalui
    pengembangan Tanah VT dan Tanah LK. Pengembangan tersebut diharapkan dapat
    menghasilkan pendapatan dari hasil penjualan unit-unit properti, baik berupa rumah
    tinggal, unit komersial, maupun bentuk bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan
    sebagai sumber pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang yang
    dibangun dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara berkelanjutan
    termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis yang telah direalisasikan
    sebelumnya oleh grup Perseroan di lokasi yang sama.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat menciptakan nilai
    tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun pencapaian kinerja keuangan entitas
    anak, sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa mendatang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa SCK
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,99% pada tanggal
31 Desember 2024 dan terdapat kesamaan pengurus Perseroan, VT, dan LK, maka
Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi
Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).




                                            5
Page 7
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Purwantono, Sungkoro & Surja (selanjutnya disebut “PSS”),
jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 13,83 triliun. Selanjutnya, berdasarkan PPS
VT serta PPS LK, keseluruhan nilai transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah
sebesar Rp 3,66 triliun.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Transaksi tersebut mencerminkan
lebih dari 20,00% nilai ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2024 sehingga
berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:

•   Transaksi di mana SCK dan VT bermaksud untuk melakukan kerjasama dengan
    membentuk perusahaan patungan berbentuk perseroan terbatas yaitu SCH, di mana
    SCK dan VT telah sepakat untuk melakukan penyetoran modal masing-masing sebesar
    Rp 1,50 miliar dan Rp 1,00 miliar sehingga proporsi kepemilikan SCK dan VT pada SCH
    masing-masing 60,00% dan 40,00% sehubungan dengan Rencana Kerja Sama VT.

•   Transaksi di mana SCH akan melakukan pembelian Tanah VT dengan nilai transaksi
    jual beli atau pemindahan hak sebesar Rp 3,02 triliun di mana jumlah nilai transaksi
    akan bergantung pada hasil pengukuran atas bidang tanah pada saat pensertifikatan
    atas nama SCH, yang selambatnya akan dibayarkan oleh SCH kepada VT paling lambat
    dalam waktu 36 bulan sejak tanggal PPS VT, dengan jadwal pembayaran pada bulan
    Agustus 2025, Agustus 2026, Agustus 2027, dan Agustus 2028 sehubungan dengan
    Rencana Pembelian Tanah VT.




                                           6
Page 8
•   Transaksi di mana SCK dan LK bermaksud untuk melakukan kerjasama dengan
    membentuk perusahaan patungan berbentuk perseroan terbatas yaitu SCL, di mana
    SCK dan LK telah sepakat untuk melakukan penyetoran modal masing-masing sebesar
    Rp 1,50 miliar dan Rp 1,00 miliar sehingga proporsi kepemilikan SCK dan LK pada SCK
    masing-masing 60,00% dan 40,00% sehubungan dengan Rencana Kerja Sama LK.

•   Transaksi di mana SCL akan melakukan pembelian Tanah LK dengan nilai transaksi jual
    beli atau pemindahan hak sebesar Rp 635,64 miliar di mana jumlah nilai transaksi akan
    bergantung pada hasil pengukuran atas Tanah LK pada saat pensertifikatan atas nama
    SCL, yang selambatnya akan dibayarkan oleh SCL kepada LK paling lambat dalam
    waktu 36 bulan sejak tanggal PPS LK, dengan jadwal pembayaran pada bulan Agustus
    2025, Agustus 2026, Agustus 2027, dan Agustus 2028 sehubungan dengan Rencana
    Pembelian Tanah LK.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku,
yaitu POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.




                                            7
Page 9
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00181/2.1032/AU.1/03/0685-5/1/III/2025 tanggal 12 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00211/2.1032/AU.1/03/0685-4/1/III/2024 tanggal 15 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00276/2.1032/AU.1/03/1175-1/1/III/2023 tanggal 20 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00306/2.1032/AU.1/03/0685-3/1/III/2022 tanggal 24 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00394/2.1032/AU.1/03/0685-2/1/III/2021 tanggal 31 Maret 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

7. Laporan keuangan konsolidasian SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Johanes Juara & Rekan (selanjutnya
   disebut      “JJR”)       sebagaimana         tertuang      dalam     laporannya
   No. 00074/2.1007/AU.1/03/1171-3/1/III/2025 tanggal 10 Maret 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

8. Laporan keuangan konsolidasian SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP JJR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00140/2.1007/AU.1/03/1171-2/1/II/2024 tanggal 27 Februari 2024
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

9. Laporan keuangan konsolidasian SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP JJR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00116/2.1007/AU.1/03/1171-1/1/III/2023 tanggal 10 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                           8
Page 10
10. Laporan keuangan konsolidasian SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP JJR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00149/2.1007/AU.1/03/1456-5/1/III/2022 tanggal 17 Maret 2022 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan keuangan konsolidasian SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP JJR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00151/2.1007/AU.1/03/1456-4/1/III/2021 tanggal 26 Maret 2021 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian;

12. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2024 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
    manajemen Perseroan;

13. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
    Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034
    yang disusun oleh manajemen Perseroan;

14. Laporan penilaian Tanah LK per 31 Desember 2024 yang disusun oleh KJPP
    Suwendho, Rinaldy & Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00159/2.0059-02/PI/03/0242/1/VI/2025 tanggal 10 Juni 2025;

15. Laporan penilaian Tanah VT per 31 Desember 2024 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00160/2.0059-02/PI/03/0242/1/VI/2025
    tanggal 10 Juni 2025;

16. Laporan Ringkas Kajian atas Kenaikan Nilai Tanah per 31 Desember 2024 yang disusun
    oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 250610.001/SRR-JK/LP-
    A/SMRA/OR tanggal 10 Juni 2025;

17. PPS VT;

18. PPS LK;

19. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 31
    tanggal 15 Juni 2023 oleh Notaris Fathiah Helmi, S.H., terkait penyampaian laporan
    keuangan berkala emiten untuk menyesuaikan dengan Peraturan OJK
    No.14/PO.JK.04/2022 (selanjutnya disebut “POJK 14/2022”);

20. Anggaran dasar SCK yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 75 tanggal
    12 Desember 2019 oleh Notaris Dewi Himijati, S.H., Notaris di Jakarta terkait perubahan
    ruang lingkup, maksud, tujuan, dan aktivitas SCK;

21. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Lydia Tjio dengan posisi
    sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan
    Rencana Transaksi;




                                            9
Page 11
22. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang;

23. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;

24. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

25. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

26. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

27. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan; dan

28. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.




                                           10
Page 12
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya
merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan SCK berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan SCK.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana SCK tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang
ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah
dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi
mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                             11
Page 13
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait
lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah
tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR
bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak
memilki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250430-002 tanggal
30 April 2025 dan No. KR/250430-002 tanggal 30 April 2025 yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat
Kewajaran.




                                           12
Page 14
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Rencana Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.




                                             13
Page 15
I.         ANALISIS RENCANA TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana
           Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, analisis Rencana Transaksi adalah
           sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Summarecon Agung Tbk

           Dalam Rencana Transaksi, Perseroan merupakan entitas induk SCK dengan
           kepemilikan sebesar 99,99% serta pihak yang terafiliasi dengan VT dan LK.
           Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha
           Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan sesuai dengan Undang-undang Penanaman Modal Dalam
           Negeri berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, No. 308 tanggal
           26 November 1975 yang diubah dengan Akta Notaris Jony Frederik Berthold
           Tumbelaka Sinyal No. 60 tanggal 23 Desember 1976 dan kemudian diubah
           dengan Akta Notaris Ridwan Suselo No. 434 tanggal 28 Juni 1977.
           Ketiganya telah diterima dan dicatat oleh Menteri Kehakiman Republik
           Indonesia dalam Surat Keputusan No. YA 5/344/6 tanggal 12 Juli 1977 dan
           telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 79, Tambahan
           No. 597 tanggal 4 Oktober 1977.

           Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H. No. 31 tanggal 15 Juni 2023,
           mengenai penyampaian laporan keuangan berkala Emiten untuk
           menyesuaikan dengan POJK 14/2022. Perubahan terakhir tersebut telah
           diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat
           Keputusan No. AHU-AH.01.03-0087830 tanggal 6 Juli 2023.

           Perseroan berdomisili di Plaza Summarecon, Jalan Perintis Kemerdekaan,
           Nomor 42, Jakarta 13210. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada
           tahun 1976.




                                          14
Page 16
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                             Perseroan        pada     tanggal
           31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                  :        Soetjipto Nagaria
           Komisaris                           :        Harto Djojo Nagaria
           Komisaris                           :        Hendri Rahardja
           Komisaris Independen                :        Edi Darnadi
           Komisaris Independen                :        Lexy Arie Tumiwa
           Komisaris Independen                :        Ge Lilies Yamin

           Direksi
           Direktur Utama                      :        Adrianto Pitojo Adi
           Direktur                            :        Liliawati Rahardjo
           Direktur                            :        Soegianto Nagaria
           Direktur                            :        Herman Nagaria
           Direktur                            :        Lydia Tjio
           Direktur                            :        Nanik Widjaja
           Direktur                            :        Sharif Benyamin
           Direktur                            :        Jason Lim

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                                (Dalam Rupiah)
                                                                           Persentase
                       Pemegang Saham                   Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                           Kepemilikan
           Harto Djojo Nagaria                                20.800.002            0,13%       2.080.000.200
           Liliawati Rahardjo                                885.072.736            5,36%      88.507.273.600
           PT Semarop Agung                                5.585.167.916           33,83%     558.516.791.600
           Masyarakat (masing-masing dengan
              kepemilikan kurang dari 5,00%)              10.017.527.704           60,68%    1.001.752.770.400
           Jumlah                                         16.508.568.358          100,00%    1.650.856.835.800



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real
           estat, aktivitas olahraga, penyediaan makanan dan minuman beserta sarana
           penunjangnya serta menjalankan usaha dalam bidang jasa dan perdagangan.
           Saat ini, ruang lingkup bisnis Perseroan bergerak dalam bidang penjualan atau
           penyewaan real estat, pusat perbelanjaan, fasilitas perkantoran, fasilitas
           olahraga, restoran beserta sarana penunjangnya.




                                                   15
Page 17
I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real
           estat, aktivitas olahraga, penyediaan makanan dan minuman beserta sarana
           penunjangnya serta menjalankan usaha dalam bidang jasa dan perdagangan.
           Saat ini, ruang lingkup bisnis Perseroan bergerak dalam bidang penjualan atau
           penyewaan real estat, pusat perbelanjaan, fasilitas perkantoran, fasilitas
           olahraga, restoran beserta sarana penunjangnya.

           Perseroan mengembangkan kota terpadu yang terintegrasi pengembangan
           residensial dengan pengembangan komersial yang didukung dengan berbagai
           fasilitas yang lengkap dan luas bagi penghuni kota terpadu. Segmen bisnis
           pengembangan properti Perseroan terus meluncurkan proyek-proyek dengan
           kampanye pemasaran yang inovatif untuk menarik minat calon pembeli. Unit
           bisnis Perseroan dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu pengembangan
           properti, investasi dan manajemen properti, serta rekreasi, rumah sakit, dan
           lainnya.

           Unit bisnis pengembangan properti merupakan bisnis inti Perseroan. Unit bisnis
           ini membangun proyek properti untuk dijual, seperti rumah, apartemen, kavling
           tanah residensial, dan ruko komersial, Proyek properti merupakan bagian
           integral dari pengembangan kota terpadu menjadi kawasan perumahan dan
           komersial, lengkap dengan seluruh fasilitas, termasuk fasilitas pendidikan dan
           olahraga, rumah ibadah, dan fasilitas kesehatan.

           Saat ini, Perseroan telah membangun proyek-proyek pengembangan kota
           terpadu sebagai yaitu Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong,
           Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Karawang,
           Summarecon Makassar, Summarecon Bogor, Summarecon Crown Gading,
           dan Summarecon Tangerang yang diluncurkan pada November 2024.

           Perseroan mengembangkan, memiliki, dan mengoperasikan sejumlah investasi
           dan manajemen properti seperti pusat perbelanjaan dan taman rekreasi, yang
           semuanya terletak di kompleks pengembangan Perseroan dan merupakan
           bagian integral dari kota terpadu terpadu yang menggabungkan kawasan
           perumahan dan komersial, lengkap dengan berbagai fasilitas utama. Setiap
           pusat perbelanjaan berfungsi sebagai pusat komersial untuk menggerakkan
           ekonomi lokal dan menciptakan komunitas yang berkembang di kota tempatnya
           beroperasi.




                                          16
Page 18
         Pusat perbelanjaan kelas menengah dengan konsep “Your Family Mall”
         menawarkan berbagai macam merchandise mulai dari fashion hingga produk
         rumah tangga maupun hiburan untuk keluarga. Selain itu, konsep “Downtown
         Walk” di setiap mal menawarkan berbagai macam tempat makan dan hiburan
         langsung dalam suasana luar ruangan yang santai dan dengan waktu buka
         yang diperpanjang. Untuk mempertahankan interkoneksi dan interaksi dengan
         komunitas lokal, pusat perbelanjaan ini secara rutin mengadakan acara tematik
         dan penawaran promosi untuk memenuhi gaya hidup masyarakat yang selalu
         dinamis. Dengan volume pengunjung yang besar, baik penyewa maupun tuan
         tanah mendapatkan keuntungan dari volume bisnis yang dihasilkan oleh para
         pengunjung. Oleh karena itu, Perseroan memiliki basis pendapatan berulang
         yang kuat dari operasi penyewaan mal ritel. Saat ini Perseroan memiliki dan
         mengoperasikan enam pusat perbelanjaan dengan jumlah luas sewa bersih
         sekitar 350.000 m2. Pada tahun 2025, Perseroan telah menargetkan
         pemasaran penjualan Rp 5,00 triliun untuk memperkuat posisi Perseroan di
         pasar.

         Berdasarkan tingginya permintaan pasar dan daya beli konsumen yang stabil,
         Perseroan tetap optimis dalam mempertahankan momentum pertumbuhan
         positif. Optimisme ini ditopang oleh berbagai proyek yang tengah
         dikembangkan pada sembilan kawasan milik Perseroan, yang mencakup
         cadangan lahan sekitar 2.100 hektar. Cadangan ini diharapkan dapat
         mendukung kesinambungan dan kelangsungan usaha Perseroan ke depan.
         Perseroan juga terus memperkuat bisnis intinya melalui percepatan
         pengembangan proyek secara efisien dan responsif terhadap kebutuhan pasar.
         Di samping itu, masih terdapat sejumlah rencana pengembangan proyek di
         sektor ritel, komersial, dan perhotelan yang akan dilaksanakan di masa
         mendatang.

I.A.2.   PT Serpong Cipta Kreasi

         Dalam Rencana Transaksi, SCK merupakan pihak yang merencanakan untuk
         melakukan aksi korporasi sebagai berikut:

         •   SCK dan VT bermaksud untuk melakukan kerjasama dengan membentuk
             perusahaan patungan berbentuk perseroan terbatas yaitu SCH, di mana
             SCK dan VT telah sepakat untuk melakukan penyetoran modal
             masing-masing sebesar Rp 1,50 miliar dan Rp 1,00 miliar sehingga
             proporsi kepemilikan SCK dan VT pada SCH masing-masing 60,00% dan
             40,00% sehubungan dengan Rencana Kerja Sama VT.

         •   SCH akan melakukan pembelian Tanah VT dengan nilai transaksi jual beli
             atau pemindahan hak sebesar Rp 3,02 triliun di mana jumlah nilai transaksi
             akan bergantung pada hasil pengukuran atas bidang tanah pada saat
             pensertifikatan atas nama SCH, yang selambatnya akan dibayarkan oleh
             SCH kepada VT paling lambat dalam waktu 36 bulan sejak tanggal PPS
             VT, dengan jadwal pembayaran pada bulan Agustus 2025, Agustus 2026,
             Agustus 2027, dan Agustus 2028 sehubungan dengan Rencana Pembelian
             Tanah VT.


                                        17
Page 19
           •   SCK dan LK bermaksud untuk melakukan kerjasama dengan membentuk
               perusahaan patungan berbentuk perseroan terbatas yaitu SCL, di mana
               SCK dan LK telah sepakat untuk melakukan penyetoran modal
               masing-masing sebesar Rp 1,50 miliar dan Rp 1,00 miliar sehingga
               proporsi kepemilikan SCK dan LK pada SCK masing-masing 60,00% dan
               40,00% sehubungan dengan Rencana Kerja Sama LK.

           •   SCL akan melakukan pembelian Tanah LK dengan nilai transaksi jual beli
               atau pemindahan hak sebesar Rp 635,64 miliar di mana jumlah nilai
               transaksi akan bergantung pada hasil pengukuran atas Tanah LK pada saat
               pensertifikatan atas nama SCL, yang selambatnya akan dibayarkan oleh
               SCL kepada LK paling lambat dalam waktu 36 bulan sejak tanggal PPS LK,
               dengan jadwal pembayaran pada bulan Agustus 2025, Agustus 2026,
               Agustus 2027, dan Agustus 2028 sehubungan dengan Rencana Pembelian
               Tanah LK.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
           SCK merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,99%.
           Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha SCK
           adalah sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           SCK didirikan dengan Akta Notaris No. 3 tanggal 5 Mei 2004 dibuat dihadapan
           Dewi Himijati Tandika, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
           disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 18 Mei 2004
           dengan Surat Keputusan No. C–2409.HT.01.01.TH.2004.

           Anggaran dasar SCK telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
           terakhir adalah berdasarkan Akta Notaris No. 75 Dewi Himijati Tandika, S.H.,
           pada tanggal 12 Desember 2019, mengenai perubahan ruang lingkup, maksud,
           tujuan, dan aktivitas SCK. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
           dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 23 Desember 2019 dengan
           Surat Keputusan No. AHU-0249126.AH.01.11 Tahun 2019.

           SCK berdomisili di Jalan Boulevard Gading Serpong, Blok M5/3, Gading
           Serpong, Tangerang.

I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SCK pada tanggal 31 Desember 2024
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama              :        Herman Nagaria
           Komisaris                    :        Lydia Tjio




                                            18
Page 20
           Direksi
           Direktur Utama                 :        Magdalena Juliati
           Direktur                       :        Edmond Patrick

I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SCK berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                         (Dalam Rupiah)
                                                                     Persentase
                       Pemegang Saham              Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                     Kepemilikan
           Perseroan                                    12.499.999        99,99999%     12.499.999.000
           PT Bahagia Makmursejati                               1         0,00001%              1.000
           Jumlah                                       12.500.000       100,00000%     12.500.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SCK adalah bergerak dalam bidang properti
           (secara umum), khususnya properti yang dimiliki atau disewa, yang mencakup
           penjualan, penyewaan, dan pengoperasian properti, seperti gedung
           apartemen, gedung tempat tinggal, dan gedung non-tempat tinggal, serta
           penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa perabot untuk
           penggunaan tetap, baik secara bulanan maupun tahunan. Hal in termasuk
           kegiatan seperti penjualan tanah, pembangunan gedung untuk pengoperasian
           sendiri, pemecahan properti menjadi plot tanah tanpa pengembangan tanah,
           dan pengoperasian kawasan pemukiman untuk rumah bergerak.

I.A.3.     PT Variatata

           Dalam Rencana Transaksi, VT merupakan pihak yang merencanakan untuk
           melakukan aksi korporasi sebagai berikut:

           •   VT bermaksud untuk melakukan kerjasama dengan SCK untuk membentuk
               perusahaan patungan berbentuk perseroan terbatas yaitu SCH, di mana VT
               dan SCK telah sepakat untuk melakukan penyetoran modal masing-masing
               sebesar Rp 1,00 miliar dan Rp 1,50 miliar dan Rp 1,00 miliar sehingga
               proporsi kepemilikan VT dan SCK pada SCH masing-masing 40,00% dan
               60,00% sehubungan dengan Rencana Kerja Sama VT.

           •   VT merupakan pihak yang setuju untuk menjual Tanah VT kepada SCH
               dengan nilai transaksi jual beli atau pemindahan hak sebesar Rp 3,02 triliun
               di mana jumlah nilai transaksi akan bergantung pada hasil pengukuran atas
               bidang tanah pada saat pensertifikatan atas nama SCH, yang selambatnya
               akan dibayarkan oleh SCH kepada VT paling lambat dalam waktu
               36 bulan sejak tanggal PPS VT, dengan jadwal pembayaran pada bulan
               Agustus 2025, Agustus 2026, Agustus 2027, dan Agustus 2028
               sehubungan dengan Rencana Pembelian Tanah VT.




                                              19
Page 21
           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, VT
           merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha VT adalah sebagai
           berikut:

I.A.3.a.   Latar Belakang

           VT didirikan dengan Akta Notaris No. 15 tanggal 1 Oktober 1992 yang dibuat
           dihadapan Notaris Richardus Nangkih Sinulingga, S.H., Notaris di Jakarta. Akta
           pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
           tanggal 2 November 1992 dengan Surat Keputusan No. C2-
           9012.HT.01.01.TH’92 dan telah didaftarkan dalam register di Pengadilan
           Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 30 November 1992.

           Anggaran dasar VT telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
           terakhir adalah berdasarkan Akta Notaris No. 94 yang dibuat dihadapan
           Notaris Dewi Himijati Tandika, S.H, pada tanggal 18 Juli 2022, mengenai Akta
           Pernyataan Keputusan yang Mengikat di Luar Rapat Umum Pemegang Saham
           PT Variatata. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
           Manusia Republik Indonesia tanggal dengan Surat Keputusan No. AHU-
           0050771.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 21 Juli 2022 dan didaftarkan dalam
           daftar perseroan No. AHU-0140220.AH.01.11.Tahun 2022 tanggal
           21 Juli 2022 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
           No.66 tanggal 19 Agustus 2022, Tambahan No. 27709.

I.A.3.b.   Manajemen

           Komisaris dan Direktur VT pada tanggal 31 Desember 2024 masing-masing
           adalah Soegianto Nagaria dan Herman Nagaria.

I.A.3.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham VT berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                    (Dalam Rupiah)
                                                                Persentase
                        Pemegang Saham         Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
           Sulisman Graha                              12.325           72,50%     12.325.000.000
           Sunarni Rahardja                             2.975           17,50%      2.975.000.000
           Sukamto Rahardja                               850            5,00%        850.000.000
           Susanna Nagaria                                510            3,00%        510.000.000
           Hendra Nagaria                                 170            1,00%        170.000.000
           Harto Djojo Nagaria                             85            0,50%         85.000.000
           Liliawati Rahardjo                              85            0,50%         85.000.000
           Jumlah                                      17.000          100,00%     17.000.000.000



I.A.3.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha VT adalah bergerak dalam bidang real estat.



                                          20
Page 22
I.A.4.     PT Lestari Kreasi

           Dalam Rencana Transaksi, LK merupakan pihak yang merencanakan untuk
           melakukan aksi korporasi sebagai berikut:

           •   LK bermaksud untuk melakukan kerjasama dengan SCK untuk membentuk
               perusahaan patungan berbentuk perseroan terbatas yaitu SCL, di mana LK
               dan SCK telah sepakat untuk melakukan penyetoran modal masing-masing
               sebesar Rp 1,00 miliar dan Rp 1,50 miliar dan Rp 1,00 miliar sehingga
               proporsi kepemilikan LK dan SCK pada SCL masing-masing 40,00% dan
               60,00% sehubungan dengan Rencana Kerja Sama LK.

           •   LK merupakan pihak yang setuju untuk menjual Tanah LK kepada SCL
               dengan nilai transaksi jual beli atau pemindahan hak sebesar
               Rp 635,64 miliar di mana jumlah nilai transaksi akan bergantung pada hasil
               pengukuran atas Tanah LK pada saat pensertifikatan atas nama SCL, yang
               selambatnya akan dibayarkan oleh SCL kepada LK paling lambat dalam
               waktu 36 bulan sejak tanggal PPS LK, dengan jadwal pembayaran pada
               bulan Agustus 2025, Agustus 2026, Agustus 2027, dan Agustus 2028
               sehubungan dengan Rencana Pembelian Tanah LK.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, LK
           merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha LK adalah sebagai
           berikut:

I.A.4.a.   Latar Belakang

           LK didirikan dengan Akta Notaris No. 35 tanggal 29 Maret 2006 yang dibuat
           dihadapan Notaris Dewi Himijati Tandika, S.H., Notaris di Jakarta. Akta
           pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia dengan Keputusan No.C-17300 HT.01.01.TH.2006
           tertanggal 14 Juni 2006 didaftarkan dalam daftar perusahaan pada
           Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat pada tanggal
           13 September 2006 di bawah No.1409/BH 09.01/IX/2006 serta diumumkan
           dalam Berita Negara Republik Indonesia No.82 tanggal 13 Oktober 2006,
           Tambahan No. 10949.

           Anggaran dasar LK telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
           terakhir adalah berdasarkan Akta Notaris No. 67 yang dibuat dihadapan
           Notaris Dewi Himijati Tandika, S.H, pada tanggal 14 Desember 2021,
           mengenai Akta Pernyataan Keputusan yang Mengikat di Luar Rapat Umum
           Pemegang Saham PT Lestari Kreasi. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri
           Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Keputusan
           No.AHU-0002315.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 12 Januari 2022 dan
           didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0006587.AH.01.11.Tahun 2022
           tanggal 12 Januari 2022 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
           Indonesia No.7 tanggal 25 Januari 2022, Tambahan No. 3584.



                                          21
Page 23
I.A.4.b.   Manajemen

           Komisaris dan Direktur LK pada tanggal 31 Desember 2024 masing-masing
           adalah Herman Nagaria dan Soegianto Nagaria.

I.A.4.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham LK berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                 (Dalam Rupiah)
                                                              Persentase
                        Pemegang Saham        Jumlah Saham                     Jumlah Modal
                                                              Kepemilikan
           Sulisman Graha                             2.960           59,20%     2.960.000.000
           Sunarni Rahardja                             975           19,50%       975.000.000
           Harto Djojo Nagaria                          271            5,42%       271.000.000
           Yuli Raharja                                 180            3,60%       180.000.000
           Susanna Nagaria                              158            3,16%       158.000.000
           Denny Rahardja                               134            2,68%       134.000.000
           Handoko Rahardja                             133            2,66%       133.000.000
           Elly Lestari Adiutama                         95            1,90%        95.000.000
           Hendra Nagaria                                94            1,88%        94.000.000
           Jumlah                                     5.000          100,00%     5.000.000.000



I.A.4.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha LK adalah bergerak dalam bidang real estat.




                                         22
Page 24
I.B.    Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

I.B.1   PPS VT

        Berdasarkan PPS VT, SCK dan VT merencanakan untuk melakukan Rencana
        Kerja Sama VT serta Rencana Pembelian Tanah VT. Pokok-pokok
        kesepakatan penting dalam PPS VT adalah sebagai berikut:

        •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPS VT adalah SCK dan VT.

        •   Tanggal Efektif dan Jangka Waktu

            Tanggal efektif dan jangka waktu berdasarkan PPS VT adalah mulai
            berlaku sejak tanggal ditandatanganinya PPS VT ini dan akan terus berlaku
            sampai:

            -   PPS VT ini diakhiri sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PPS VT
                ini.

            -   SCH dibubarkan atau tidak lagi ada sebagai entitas perusahaan yang
                terpisah.

            -   SCK dan VT tidak lagi menjadi pemegang saham.

            -   SCK dan VT sepakat untuk mengakhiri PPS VT ini.

        •   Pendirian dan Kegiatan SCH

            Pendirian dan kegiatan SCH berdasarkan PPS VT adalah sebagai berikut:

            -   Nama dan Bentuk Perusahaan Patungan

                Nama dan bentuk perusahaan patungan berdasarkan PPS VT adalah
                akan didirikan dengan bentuk perseroan terbatas dengan nama PT
                Serpong Cahaya Harmoni, berdasarkan hukum Negara Republik
                Indonesia yang berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Provinsi
                Banten, Indonesia.

            -   Persyaratan Pendirian

                Persyaratan pendirian berdasarkan PPS VT adalah SCK dan VT
                sepakat untuk melakukan dan memastikan dipenuhinya hal-hal berikut
                segera setelah tanggal efektif, yaitu;




                                        23
Page 25
        (i)        Membuat dan menandatangani akta pendirian SCH di hadapan
                   notaris dan mengambil semua langkah atau tindakan yang
                   diperlukan untuk memastikan bahwa akta pendirian tersebut
                   sesuai dengan persyaratan dalam PPS VT ini.

        (ii)       Diperolehnya persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak
                   Asasi Manusia mengenai pendirian SCH.

        (iii)      Diperolehnya nomor pokok wajib pajak dari otoritas terkait.

        (iv)       Membuka rekening bank atas nama SCH.

•   Pengakhiran Apabila Persyaratan Pendirian Tidak Terpenuhi

    Pengakhiran apabila persyaratan pendirian tidak terpenuhi berdasarkan
    PPS VT adalah apabila salah satu persyaratan pendirian tidak dapat
    dipenuhi hingga enam bulan setelah tanggal efektif atau tanggal
    selanjutnya yang disepakati di antara SCK dan VT secara tertulis, SCK dan
    VT akan berdiskusi untuk mengakhiri PPS VT ini dengan kesepakatan
    bersama.

•   Kegiatan SCH

    Kegiatan SCH berdasarkan PPS VT adalah SCH akan membeli Tanah VT
    dengan harga dan rencana pembayaran sebesar Rp 3,02 triliun di mana
    jumlah nilai transaksi akan bergantung pada hasil pengukuran atas bidang
    tanah pada saat pensertifikatan atas nama SCH, yang selambatnya akan
    dibayarkan oleh SCH kepada VT paling lambat dalam waktu 36 bulan sejak
    tanggal PPS VT, dengan jadwal pembayaran pada bulan Agustus 2025,
    Agustus 2026, Agustus 2027, dan Agustus 2028.

    Mengacu pada tujuan usaha SCH, maka SCK dan VT sepakat untuk
    menegaskan bahwa pembelian Tanah VT oleh SCH merupakan satu
    kesatuan transaksi dengan pendirian SCH. Rincian Tanah VT adalah
    sebagai berikut:

                                      Dokumen Kepemilikan/
                Lokasi Tanah                                 Luas (m2)
                                          Penguasaan
    Pakulonan Barat, Tangerang        SHGB                      35.533,00
                                      Girik/lain-lain              379,00
    Curug Sangereng, Tangerang        SHGB                     166.745,00
                                      Girik/lain-lain            1.813,00
    Cihuni, Tangerang                 SHGB                      21.218,00
    Cijantara, Tangerang              SHGB                     426.911,61
                                      Girik/lain-lain          112.075,00
    Medang, Tangerang                 SHGB                     155.747,14
                                      Girik/lain-lain            1.839,00
    Panunggangan Timur, Tangerang     SHGB                      80.045,00
                                      Girik/lain-lain            3.226,00
    Jumlah                                                    1.005.531,75




                                    24
Page 26
        •   Permodalan SCH

            Permodalan SCH berdasarkan PPS VT adalah SCK dan VT wajib
            melakukan penyetoran modal sebesar Rp 2,50 miliar, terdiri dari 2.500.000
            saham, dalam bentuk uang tunai, sesuai dengan proporsi yang disetujui.
            Penyetoran modal wajib dilakukan dengan cara pemindahan dana ke
            rekening bank SCH pada tanggal yang akan disepakati di antara SCK dan
            VT, namun tidak lewat dari sepuluh hari kerja setelah seluruh persyaratan
            pendirian telah dipenuhi. Penyetoran modal wajib dilakukan oleh SCK dan
            VT masing-masing sebesar Rp 1,50 miliar dan Rp 1,00 miliar.

            SCK dan VT setuju bahwa proporsi dari hak suara adalah sebagai berikut:

                                                                   Presentase Hak
                           Pemegang Saham        Jumlah Saham
                                                                       Suara
                SCK                                    1.500.000            60,00%
                VT                                     1.000.000            40,00%
                Jumlah                                 2.500.000           100,00%



        •   Hukum yang Berlaku

            PPS VT ini diatur dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Negara Republik
            Indonesia.

I.B.2   PPS LK

        Berdasarkan PPS LK, SCK dan LK merencanakan untuk melakukan Rencana
        Kerja Sama LK serta Rencana Pembelian Tanah LK. Pokok-pokok
        kesepakatan penting dalam PPS LK adalah sebagai berikut:

        •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPS LK adalah SCK dan LK.

        •   Tanggal Efektif dan Jangka Waktu

            Tanggal efektif dan jangka waktu berdasarkan PPS LK adalah mulai
            berlaku sejak tanggal ditandatanganinya PPS LK ini dan akan terus berlaku
            sampai:

            -         PPS LK ini diakhiri sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PPS LK
                      ini.

            -         SCL dibubarkan atau tidak lagi ada sebagai entitas perusahaan yang
                      terpisah.

            -         SCK dan LK tidak lagi menjadi pemegang saham.




                                            25
Page 27
    -   SCK dan LK sepakat untuk mengakhiri PPS LK ini.

•   Pendirian dan Kegiatan SCL

    Pendirian dan kegiatan SCL berdasarkan PPS LK adalah sebagai berikut:

    -   Nama dan Bentuk Perusahaan Patungan

        Nama dan bentuk perusahaan patungan berdasarkan PPS LK adalah
        akan didirikan dengan bentuk perseroan terbatas dengan nama
        PT Serpong Cipta Lestari, berdasarkan hukum Negara Republik
        Indonesia yang berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Provinsi
        Banten, Indonesia.

    -   Persyaratan Pendirian

        Persyaratan pendirian berdasarkan PPS LK adalah SCK dan LK
        sepakat untuk melakukan dan memastikan dipenuhinya hal-hal berikut
        segera setelah tanggal efektif, yaitu;

        i.     Membuat dan menandatangani akta pendirian SCL di hadapan
               notaris dan mengambil semua langkah atau tindakan yang
               diperlukan untuk memastikan bahwa akta pendirian tersebut
               sesuai dengan persyaratan dalam PPS LK ini.

        ii.    Diperolehnya persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak
               Asasi Manusia mengenai pendirian SCL.

        iii.   Diperolehnya nomor pokok wajib pajak dari otoritas terkait.

        iv.    Membuka rekening bank atas nama SCL.

•   Pengakhiran Apabila Persyaratan Pendirian Tidak Terpenuhi

    Pengakhiran apabila persyaratan pendirian tidak terpenuhi berdasarkan
    PPS LK adalah apabila salah satu persyaratan pendirian tidak dapat
    dipenuhi hingga enam bulan setelah tanggal efektif atau tanggal
    selanjutnya yang disepakati di antara SCK dan LK secara tertulis, SCK dan
    LK akan berdiskusi untuk mengakhiri PPS LK ini dengan kesepakatan
    bersama.




                                26
Page 28
•   Kegiatan SCL

    Kegiatan SCL berdasarkan PPS LK adalah SCL akan membeli Tanah LK
    dengan harga dan rencana pembayaran sebesar Rp 635,64 miliar di mana
    jumlah nilai transaksi akan bergantung pada hasil pengukuran atas bidang
    tanah pada saat pensertifikatan atas nama SCL, yang selambatnya akan
    dibayarkan oleh SCL kepada LK paling lambat dalam waktu 36 bulan sejak
    tanggal PPS LK, dengan jadwal pembayaran pada bulan Agustus 2025,
    Agustus 2026, Agustus 2027, dan Agustus 2028.

    Mengacu pada tujuan usaha SCL, maka SCK dan LK sepakat untuk
    menegaskan bahwa pembelian Tanah LK oleh SCL merupakan satu
    kesatuan transaksi dengan pendirian SCL. Rincian Tanah LK adalah
    sebagai berikut:

                                  Dokumen Kepemilikan/
                Lokasi Tanah                                         Luas (m2)
                                      Penguasaan
    Cihuni, Tangerang             SHGB                                 149.526,00
                                  Proses SHGB                           53.949,88
                                  Girik/lain-lain                        8.405,00
    Jumlah                                                             211.880,88



•   Permodalan SCL

    Permodalan SCL berdasarkan PPS LK adalah SCK dan LK wajib
    melakukan penyetoran modal sebesar Rp 2,50 miliar, terdiri dari 2.500.000
    saham, dalam bentuk uang tunai, sesuai dengan proporsi yang disetujui,
    sebagaimana ditetapkan di bawah ini. Penyetoran modal wajib dilakukan
    dengan cara pemindahan dana ke rekening bank SCL pada tanggal yang
    akan disepakati di antara SCK dan LK, namun tidak lewat dari sepuluh hari
    kerja setelah seluruh persyaratan pendirian telah dipenuhi. Penyetoran
    modal wajib dilakukan oleh SCK dan LK masing-masing sebesar
    Rp 1,50 miliar dan Rp 1,00 miliar.

    SCK dan LK setuju bahwa proporsi dari hak suara adalah sebagai berikut:

                                                                Presentase Hak
                Pemegang Saham         Jumlah Saham
                                                                    Suara
    SCK                                             1.500.000            60,00%
    LK                                              1.000.000            40,00%
    Jumlah                                          2.500.000           100,00%



•   Hukum yang Berlaku

    PPS LK ini diatur dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Negara Republik
    Indonesia.




                                 27
Page 29
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi

       Manfaat Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya
           untuk membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang
           berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus mendorong pengembangan
           proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan
           melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
           residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas
           yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang
           mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
           Perseroan melalui SCK memandang perlu melakukan Rencana Transaksi
           sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat
           kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung
           yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup
           akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat
           kegiatan komersial.

       •   Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti
           properti, Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SCK dengan
           melakukan Rencana Transaksi di mana Perseroan melalui SCK dapat
           memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh VT dan LK baik dari
           sisi keahlian teknis, pengalaman dalam pengembangan properti, maupun
           jaringan bisnis yang dimiliki. Dengan adanya sinergi melalui Rencana
           Transaksi Perseroan berharap dapat berkolaborasi dalam perencanaan
           strategis, pengawasan manajerial, hal operasional, dan pengelolaan proyek
           sehingga berpotensi mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan
           kualitas produk dan jasa yang dihasilkan.

       •   Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SCK
           untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan
           ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan
           prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan pertumbuhan
           organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
           operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
           Dengan melakukan kerja sama dengan VT dan LK, maka Perseroan
           menjalankan mitigasi risiko atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi
           tantangan bagi perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan
           memiliki kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan
           jumlah luas yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa
           yang akan datang.




                                      28
Page 30
•   Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas
    anak, yaitu SCK, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan
    salah satunya melalui pengembangan Tanah VT dan Tanah LK.
    Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari
    hasil penjualan unit-unit properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial,
    maupun bentuk bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai
    sumber pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang
    yang dibangun dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara
    berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis yang
    telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan di lokasi yang sama.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    menciptakan nilai tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun
    pencapaian kinerja keuangan entitas anak, sehingga dapat memberikan
    kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
    masa mendatang.

Risiko Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
    sumber dana untuk investasi lain yang mungkin lebih menguntungkan
    dibandingkan dengan Rencana Transaksi.

•   Bilamana proyek mengalami hambatan dalam proses pengembangan dan
    penjualan, maka hal tersebut akan memberikan dampak negatif bagi
    Perseroan dan SCK pada masa yang akan datang.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang properti (secara
    umum), khususnya properti yang dimiliki atau disewa, yang mencakup
    penjualan, penyewaan, dan pengoperasian properti, seperti gedung
    apartemen, gedung tempat tinggal, dan gedung non-tempat tinggal, serta
    penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa perabot
    untuk penggunaan tetap, baik secara bulanan maupun tahunan. Hal in
    termasuk kegiatan seperti penjualan tanah, pembangunan gedung untuk
    pengoperasian sendiri, pemecahan properti menjadi plot tanah tanpa
    pengembangan tanah, dan pengoperasian kawasan pemukiman untuk
    rumah bergerak, SCK tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang
    dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi
    memberikan dampak bagi kelangsungan usaha SCK.




                                 29
Page 31
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

II.A.     PT Serpong Cipta Kreasi

II.A.1.   Latar Belakang

          SCK didirikan dengan Akta Notaris No. 3 tanggal 5 Mei 2004 dibuat dihadapan
          Dewi Himijati Tandika, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
          disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 18 Mei 2004
          dengan Surat Keputusan No. C–2409.HT.01.01.TH.2004.

          Anggaran dasar SCK telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
          terakhir adalah berdasarkan Akta Notaris No. 75 Dewi Himijati Tandika, S.H.,
          pada tanggal 12 Desember 2019, mengenai perubahan ruang lingkup, maksud,
          tujuan, dan aktivitas SCK. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 23 Desember 2019 dengan
          Surat Keputusan No. AHU-0249126.AH.01.11 Tahun 2019.

          SCK berdomisili di Jalan Boulevard Gading Serpong, Blok M5/3, Gading
          Serpong, Tangerang.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha SCK adalah bergerak dalam bidang properti
          (secara umum), khususnya properti yang dimiliki atau disewa, yang mencakup
          penjualan, penyewaan, dan pengoperasian properti, seperti gedung
          apartemen, gedung tempat tinggal, dan gedung non-tempat tinggal, serta
          penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa perabot untuk
          penggunaan tetap, baik secara bulanan maupun tahunan. Hal in termasuk
          kegiatan seperti penjualan tanah, pembangunan gedung untuk pengoperasian
          sendiri, pemecahan properti menjadi plot tanah tanpa pengembangan tanah,
          dan pengoperasian kawasan pemukiman untuk rumah bergerak.




                                        30
Page 32
II.B.     Tinjauan Industri Properti

II.B.1.   Tinjauan Industri Properti di Dunia

          Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Salah satu
          sektornya yaitu industri real estat yang merupakan sektor kompleks dan
          dinamis, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lokasi, kondisi ekonomi,
          regulasi pemerintah, dan kondisi pasar. Kemajuan teknologi mendorong
          industri ini untuk mempermudah proses pencarian properti, penyelesaian
          transaksi, meningkatkan transparansi dan akses informasi bagi calon pembeli
          maupun penyewa. Hal ini membuat investasi di bidang real estat semakin
          menarik karena menawarkan potensi kenaikan nilai aset, pendapatan pasif dari
          penyewaan, serta perlindungan terhadap inflasi. Jenis-jenis properti sangat
          beragam mulai dari rumah tinggal, gedung, perkantoran, pabrik hingga properti
          komersial seperti hotel. Setiap jenis properti memiliki karakteristik dan tujuan
          penggunaan yang berbeda, yang pada gilirannya memengaruhi nilai serta
          tingkat permintaannya di pasar.

          Volume Penjualan Rumah Baru di AS
          Periode Juli – November 2024
          (Dalam Ribuan Unit)

                        740
                        720
                        700
                        680
                        660
                        640
                        620
                        600
                        580
                        560
                                  Jul-24   Agu-24     Sep-24      Okt-24      Nov-24
                   Penjualan       707      691        726         623         679


          Sumber: Trading Economics


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, penjualan rumah
          baru di AS pada bulan September dan November 2024 mengalami kenaikan
          masing-masing sebesar 35,00 ribu unit dan 56,00 ribu unit atau masing-masing
          setara dengan 5,07% dan 8,99% dibandingkan dengan penjualan rumah baru
          AS pada bulan sebelumnya. Volume penjualan rumah pada bulan Oktober
          2024 merupakan jumlah volume yang terendah selama lima bulan terakhir
          dengan volume penjualan tertinggi adalah pada bulan September 2024 dengan
          jumlah sebesar 726,00 ribu unit. Sementara itu, penjualan rumah baru di AS
          pada bulan Agustus dan Oktober 2024 mengalami penurunan masing-masing
          sebesar 16,00 ribu unit dan 103,00 ribu atau masing-masing setara dengan
          2,26% dan 14,19% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.



                                           31
Page 33
Harga Rata-Rata Penjualan Rumah di AS
Oktober 2024 - Desember 2024

                                            (Dalam ribuan USD)
                            Pasokan              Pasokan
         Bulan
                          Rumah Baru         Rumah Lama
Okt-24                             426,30              406,80
Nov-24                             396,40              404,40
Des-24                             415,00              403,70

Sumber: U.S. Census Bureau and U.S. Department of Housing


Berdasarkan data yang diperoleh dari U.S. Census Bureau and U.S.
Department of Housing, harga rata-rata pasokan rumah baru di AS mengalami
fluktuasi dan kecenderungan menurun sejak Oktober 2024 hingga Desember
2024, dengan harga rata-rata pasokan rumah baru bulan Desember 2024 yang
lebih tinggi 2,80% dibandingkan dengan harga rata-rata pasokan rumah lama
bulan Desember 2024. Penjualan rumah di AS terutama dipengaruhi oleh
tingkat suku bunga tingkat suku bunga kredit, penurunan suku bunga kredit
akan menarik minat pembeli dan menambah pilihan tipe rumah yang dapat
dibeli.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Knight Frank dalam laporannya dengan
judul Res Dev Land Index Q1 2025 mengenai analisis kinerja pasar tanah di
seluruh wilayah Inggris dan Wales disertai pandangan pasar dari 54
pengembang perumahan berskala besar maupun kecil pada kuartal pertama
tahun 2025, terdapat peningkatan signifikan dalam minat pembeli terhadap
tanah kavling. Sekitar 70,00% responden menyebutkan bahwa penurunan
biaya hipotek menjadi faktor utama yang mendorong penjualan, meningkat dari
50,00% dari enam bulan sebelumnya. Hal ini tentunya didorong oleh
munculnya peluang dalam pengembangan tanah, khususnya untuk
pembangunan perumahan baru yang lebih terjangkau dan sesuai dengan
permintaan pasar saat ini. Kenaikan minat terhadap tanah kavling
mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek sektor perumahan dalam
beberapa kuartal mendatang.

Proyeksi Nilai Pasar Real Estat Dunia
Tahun 2025 – 2030
(Dalam triliun USD)
                 6
                 5
                 4
                 3
                 2
                 1
                 0
                        2025         2026          2027          2028   2029   2030
         Real Estat     4,34         4,58          4,84          5,10   5,38   5,68
Sumber: Precedence Research




                                        32
Page 34
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Presedence Research, nilai pasar real
          estat pada tahun 2030 diproyeksikan mencapai USD 5,68 triliun. Kenaikan
          terus terjadi pada proyeksi real estat tahun 2026 – 2030 masing-masing
          mengalami kenaikan sebesar 5,53%, 5,68%, 5,37%, 5,49% dan 5,8%,
          dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

          Menurut data yang diperoleh dari Presedence Research, pangsa pasar properti
          dunia diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
          (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 5,50% dihitung sejak 2024
          hingga 2034 menjadi sebesar USD 7,03 triliun pada tahun 2034. Pasar properti
          global sedang tumbuh pesat dengan kriteria konsumen terhadap properti
          seperti kemudahan akses ke berbagai fasilitas umum, harga yang terjangkau,
          ramah lingkungan, dan teknologi rumah pintar. Kebijakan Pemerintah yang
          mendukung investasi properti, pertumbuhan populasi, dan perkembangan
          infrastruktur juga berperan bagi pertumbuhan industri properti dunia. Selain itu,
          kondisi ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, suku bunga, dan inflasi juga
          mempengaruhi permintaan dan penawaran di pasar properti. Secara
          keseluruhan, pasar properti global diperkirakan akan terus berkembang dalam
          beberapa tahun ke depan.

II.B.2.   Tinjauan Industri Properti di Indonesia

          Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
          memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, hal ini
          disebabkan karena industri properti saling berhubungan dengan beberapa
          sektor lainnya, sebagai contoh sektor real estat di Indonesia merupakan salah
          satu sektor dengan potensi pertumbuhan yang besar dan memberikan
          kontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional. Faktor-faktor seperti
          pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan dukungan kebijakan dari
          pemerintah menjadi pendorong utama perkembangan sektor ini. Pemerintah
          Indonesia juga terus berupaya menarik investasi asing guna memperkuat
          pertumbuhan ekonomi dan menekan laju inflasi. Selain itu, sektor real estat
          memberikan kontribusi penting terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja
          Negara melalui penerimaan pajak properti dan berbagai transaksi, serta
          berperan dalam penyerapan tenaga kerja dan mendorong aktivitas ekonomi di
          industri real estat.

          Berdasarkan data yang diperoleh dari BI atas laporannya yang berjudul Survei
          Harga Properti Residensial pada triwulan III 2024, Indeks Harga Properti
          Residensial (IHPR) sebesar 1,46% year over year (yoy) lebih rendah
          dibandingkan pada triwulan II/2024 yaitu sebesar 1,76% yoy. Penurunan IHPR
          tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pertumbuhan properti tipe besar
          yang mengalami penurunan sebesar 1,04% yoy, melanjutkan penurunan harga
          pada triwulan II 2024 yang sebesar 1,47% yoy. Harga rumah tipe kecil dan
          menengah pada triwulan III 2024 turut mengalami penurunan pertumbuhan
          dibandingkan triwulan sebelumnya. Harga rumah tipe kecil dan menengah
          mengalami penurunan laju pertumbuhan masing-masing sebesar 1,97% yoy
          dan 1,33% yoy, mengalami penurunan dari 2,09% yoy dan 1,45% yoy pada
          triwulan sebelumnya.


                                          33
Page 35
        Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Afiliasi Global Ritel
        Indonesia, kontribusi sektor properti terhadap Produk Domestik Bruto
        meningkat dari 10,00% pada 2024, menjadi 11,50% pada Q1/2025. Hal ini
        menjadikan investasi properti pada sektor residensial dan komersial dapat tetap
        stabil di tahun 2025 yang telah didukung oleh suku bunga stabil, kemudahan
        kredit, dan insentif Pemerintah.

        Proyeksi Nilai Pasar Real Estat Indonesia
        Tahun 2025 – 2029
        (Dalam triliun USD)

                             9,00
                             8,00
                             7,00
                             6,00
                             5,00
                             4,00
                             3,00
                             2,00
                             1,00
                             0,00
                                      2025        2026   2027     2028       2029
             Real Estat Komersial     1,21        1,23   1,24     1,25       1,26
             Real Estat Residensial   7,95        8,05   8,15     8,25       8,35

        Sumber: Statista


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, nilai pasar real estat komersial
        pada tahun 2029 diproyeksikan sebesar USD 9,61 triliun, mengalami
        pertumbuhan pada tingkat CAGR sebesar 1,21% dihitung sejak tahun 2024
        sampai tahun 2029. Pasar real estat di Indonesia mengalami peningkatan yang
        didorong oleh beberapa faktor seperti pertumbuhan populasi perkotaan,
        meningkatnya permintaan akan kawasan terpadu yang menggabungkan
        hunian, komersial, dan ruang publik, serta dukungan Pemerintah dalam
        pembangunan infrastruktur. Hal ini mendorong sejumlah perusahaan real estat
        atau pengembang terkemuka untuk terus memperluas bisnis mereka melalui
        pembangunan berskala besar yang menargetkan masyarakat kelas menengah
        dan atas di wilayah-wilayah strategis.

II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real
        estat, aktivitas olahraga, penyediaan makanan dan minuman beserta sarana
        penunjangnya serta menjalankan usaha dalam bidang jasa dan perdagangan.
        Saat ini, ruang lingkup bisnis Perseroan bergerak dalam bidang penjualan atau
        penyewaan real estat, pusat perbelanjaan, fasilitas perkantoran, fasilitas
        olahraga, restoran beserta sarana penunjangnya.




                                             34
Page 36
Perseroan mengembangkan kota terpadu yang terintegrasi pengembangan
residensial dengan pengembangan komersial yang didukung dengan berbagai
fasilitas yang lengkap dan luas bagi penghuni kota terpadu. Segmen bisnis
pengembangan properti Perseroan terus meluncurkan proyek-proyek dengan
kampanye pemasaran yang inovatif untuk menarik minat calon pembeli. Unit
bisnis Perseroan dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu pengembangan
properti, investasi dan manajemen properti, serta rekreasi, rumah sakit, dan
lainnya.

Unit bisnis pengembangan properti merupakan bisnis inti Perseroan. Unit bisnis
ini membangun proyek properti untuk dijual, seperti rumah, apartemen, kavling
tanah residensial, dan ruko komersial, Proyek properti merupakan bagian
integral dari pengembangan kota terpadu menjadi kawasan perumahan dan
komersial, lengkap dengan seluruh fasilitas, termasuk fasilitas pendidikan dan
olahraga, rumah ibadah, dan fasilitas kesehatan.

Saat ini, Perseroan telah membangun proyek-proyek pengembangan kota
terpadu sebagai yaitu Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong,
Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Karawang,
Summarecon Makassar, Summarecon Bogor, Summarecon Crown Gading,
dan Summarecon Tangerang yang diluncurkan pada November 2024.

Perseroan mengembangkan, memiliki, dan mengoperasikan sejumlah investasi
dan manajemen properti seperti pusat perbelanjaan dan taman rekreasi, yang
semuanya terletak di kompleks pengembangan Perseroan dan merupakan
bagian integral dari kota terpadu terpadu yang menggabungkan kawasan
perumahan dan komersial, lengkap dengan berbagai fasilitas utama. Setiap
pusat perbelanjaan berfungsi sebagai pusat komersial untuk menggerakkan
ekonomi lokal dan menciptakan komunitas yang berkembang di kota tempatnya
beroperasi.

Pusat perbelanjaan kelas menengah dengan konsep “Your Family Mall”
menawarkan berbagai macam merchandise mulai dari fashion hingga produk
rumah tangga maupun hiburan untuk keluarga. Selain itu, konsep “Downtown
Walk” di setiap mal menawarkan berbagai macam tempat makan dan hiburan
langsung dalam suasana luar ruangan yang santai dan dengan waktu buka
yang diperpanjang. Untuk mempertahankan interkoneksi dan interaksi dengan
komunitas lokal, pusat perbelanjaan ini secara rutin mengadakan acara tematik
dan penawaran promosi untuk memenuhi gaya hidup masyarakat yang selalu
dinamis. Dengan volume pengunjung yang besar, baik penyewa maupun tuan
tanah mendapatkan keuntungan dari volume bisnis yang dihasilkan oleh para
pengunjung. Oleh karena itu, Perseroan memiliki basis pendapatan berulang
yang kuat dari operasi penyewaan mal ritel. Saat ini Perseroan memiliki dan
mengoperasikan enam pusat perbelanjaan dengan jumlah luas sewa bersih
sekitar 350.000 m2. Pada tahun 2025, Perseroan telah menargetkan
pemasaran penjualan Rp 5,00 triliun untuk memperkuat posisi Perseroan di
pasar.




                               35
Page 37
        Berdasarkan tingginya permintaan pasar dan daya beli konsumen yang stabil,
        Perseroan tetap optimis dalam mempertahankan momentum pertumbuhan
        positif. Optimisme ini ditopang oleh berbagai proyek yang tengah
        dikembangkan pada sembilan kawasan milik Perseroan, yang mencakup
        cadangan lahan sekitar 2.100 hektar. Cadangan ini diharapkan dapat
        mendukung kesinambungan dan kelangsungan usaha Perseroan ke depan.
        Perseroan juga terus memperkuat bisnis intinya melalui percepatan
        pengembangan proyek secara efisien dan responsif terhadap kebutuhan pasar.
        Di samping itu, masih terdapat sejumlah rencana pengembangan proyek di
        sektor ritel, komersial, dan perhotelan yang akan dilaksanakan di masa
        mendatang.

II.D.   Alasan Dilakukan Rencana Transaksi

        Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya
            untuk membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang
            berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus mendorong pengembangan
            proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan
            melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
            residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas
            yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang
            mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
            Perseroan melalui SCK memandang perlu melakukan Rencana Transaksi
            sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat
            kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung
            yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup
            akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat
            kegiatan komersial.

        •   Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti
            properti, Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SCK dengan
            melakukan Rencana Transaksi di mana Perseroan melalui SCK dapat
            memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh VT dan LK baik dari
            sisi keahlian teknis, pengalaman dalam pengembangan properti, maupun
            jaringan bisnis yang dimiliki. Dengan adanya sinergi melalui Rencana
            Transaksi Perseroan berharap dapat berkolaborasi dalam perencanaan
            strategis, pengawasan manajerial, hal operasional, dan pengelolaan proyek
            sehingga berpotensi mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan
            kualitas produk dan jasa yang dihasilkan.




                                       36
Page 38
        •   Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SCK
            untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan
            ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan
            prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan pertumbuhan
            organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
            operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
            Dengan melakukan kerja sama dengan VT dan LK, maka Perseroan
            menjalankan mitigasi risiko atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi
            tantangan bagi perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan
            memiliki kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan
            jumlah luas yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa
            yang akan datang.

        •   Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas
            anak, yaitu SCK, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan
            salah satunya melalui pengembangan Tanah VT dan Tanah LK.
            Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari
            hasil penjualan unit-unit properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial,
            maupun bentuk bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai
            sumber pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang
            yang dibangun dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara
            berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis yang
            telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan di lokasi yang sama.

        •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
            menciptakan nilai tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun
            pencapaian kinerja keuangan entitas anak, sehingga dapat memberikan
            kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
            masa mendatang.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Rencana Transaksi

        Keuntungan Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya
            untuk membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang
            berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus mendorong pengembangan
            proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan
            melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
            residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas
            yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang
            mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
            Perseroan melalui SCK memandang perlu melakukan Rencana Transaksi
            sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat
            kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung
            yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup
            akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat
            kegiatan komersial.



                                         37
Page 39
•   Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti
    properti, Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SCK dengan
    melakukan Rencana Transaksi di mana Perseroan melalui SCK dapat
    memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh VT dan LK baik dari
    sisi keahlian teknis, pengalaman dalam pengembangan properti, maupun
    jaringan bisnis yang dimiliki. Dengan adanya sinergi melalui Rencana
    Transaksi Perseroan berharap dapat berkolaborasi dalam perencanaan
    strategis, pengawasan manajerial, hal operasional, dan pengelolaan proyek
    sehingga berpotensi mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan
    kualitas produk dan jasa yang dihasilkan.

•   Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SCK
    untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan
    ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan
    prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan pertumbuhan
    organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
    operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
    Dengan melakukan kerja sama dengan VT dan LK, maka Perseroan
    menjalankan mitigasi risiko atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi
    tantangan bagi perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan
    memiliki kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan
    jumlah luas yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa
    yang akan datang.

•   Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas
    anak, yaitu SCK, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan
    salah satunya melalui pengembangan Tanah VT dan Tanah LK.
    Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari
    hasil penjualan unit-unit properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial,
    maupun bentuk bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai
    sumber pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang
    yang dibangun dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara
    berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis yang
    telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan di lokasi yang sama.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    menciptakan nilai tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun
    pencapaian kinerja keuangan entitas anak, sehingga dapat memberikan
    kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
    masa mendatang.

Kerugian Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
    sumber dana untuk investasi lain yang mungkin lebih menguntungkan
    dibandingkan dengan Rencana Transaksi.




                                 38
Page 40
•   Bilamana proyek mengalami hambatan dalam proses pengembangan dan
    penjualan, maka hal tersebut akan memberikan dampak negatif bagi
    Perseroan dan SCK pada masa yang akan datang.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang properti (secara
    umum), khususnya properti yang dimiliki atau disewa, yang mencakup
    penjualan, penyewaan, dan pengoperasian properti, seperti gedung
    apartemen, gedung tempat tinggal, dan gedung non-tempat tinggal, serta
    penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa perabot
    untuk penggunaan tetap, baik secara bulanan maupun tahunan.
    Hal in termasuk kegiatan seperti penjualan tanah, pembangunan gedung
    untuk pengoperasian sendiri, pemecahan properti menjadi plot tanah tanpa
    pengembangan tanah, dan pengoperasian kawasan pemukiman untuk
    rumah bergerak, SCK tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang
    dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi
    memberikan dampak bagi kelangsungan usaha SCK.




                              39
Page 41
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 yang telah diaudit
           oleh KAP PSS masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan             31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21      31/12/20

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                             3.292.827    3.292.877    3.142.558    2.773.938     1.656.482
           Piutang usaha - neto
             Pihak-pihak berelasi                            12.421       10.988        6.833        6.225         4.871
             Pihak ketiga                                   245.609      224.925      287.037      242.853       251.667
           Piutang lain-lain - neto                          12.769       11.558       14.079       30.884        19.055
           Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha            69.460       76.804       68.211       64.212        88.258
           Persediaan                                    10.741.416   10.906.023    9.959.606    9.253.913     9.186.988
           Pajak dibayar di muka                            752.958      658.070      499.989      362.216       371.882
           Biaya dibayar di muka                             82.413       79.092       35.420       48.453        40.166
           Uang muka                                        180.018      288.217      272.920      244.199       269.377
           Aset keuangan lancar lainnya                      14.074       13.676        3.968        3.641           171
           Jumlah Aset Lancar                            15.403.966   15.562.229   14.290.621   13.030.536    11.888.918
           ASET TIDAK LANCAR
           Piutang usaha - neto
             Pihak ketiga                                    11.185       20.720       63.574       31.706        51.071
           Piutang lain-lain - neto                           7.111        1.644        3.483        4.165         3.994
           Piutang pihak berelasi non-usaha                  96.505       80.605       64.105       51.105        49.017
           Tanah yang belum dikembangkan                  8.817.401    7.271.408    6.760.373    6.167.114     6.259.664
           Investasi pada entitas asosiasi                  103.281       90.901       82.194       72.887        65.795
           Uang muka                                      1.265.754    1.268.639    1.005.093      899.871       703.362
           Aset tetap - neto                                521.838      442.053      370.445      317.847       331.696
           Properti investasi - neto                      6.270.622    5.405.429    4.574.318    4.259.613     4.382.561
           Aset pajak tangguhan                               3.615        2.779        3.004        2.654         1.879
           Aset keuangan tidak lancar lainnya               902.239      943.384    1.142.618    1.106.529     1.095.657
           Aset tidak lancar lainnya                        130.581       78.583       73.748      105.689        88.922
           Jumlah Aset Tidak Lancar                      18.130.134   15.606.146   14.142.954   13.019.181    13.033.617
           JUMLAH ASET                                   33.534.100   31.168.375   28.433.575   26.049.717    24.922.534




                                                    40
Page 42
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                               31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang bank jangka pendek                                         5.533.875     2.766.358     2.018.403     1.590.250     2.670.935
           Utang usaha kepada pihak ketiga                                     93.362        91.416        87.415        70.858        80.677
           Utang lain-lain                                                    276.730       237.673       215.404       333.656       357.213
           Beban akrual                                                       760.568     1.082.318     1.104.004       816.056       740.073
           Utang pajak                                                         76.688        70.991        75.642        73.298        61.921
           Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                              36.686        37.661        30.259        24.128        35.581
           Liabilitas kontrak
             Pihak-pihak berelasi                                              28.103        24.002         3.517         5.038         5.258
             Pihak ketiga                                                   4.534.624     5.764.629     4.784.677     2.277.791     2.656.304
           Uang jaminan yang diterima
             Pihak-pihak berelasi                                                152           152           225           644            210
             Pihak ketiga                                                    184.045       178.822       155.865        80.978         92.311
           Pendapatan diterima dimuka
             Pihak-pihak berelasi                                              7.005         6.489         4.358         4.000          3.000
             Pihak ketiga                                                    641.458       584.722       414.865       363.337        356.518
           Utang bank dan lembaga pembiayaan                                 709.248       792.522       606.420       829.552        884.990
           Liabilitas sewa                                                     1.754           141           135            55            643
           Utang obligasi                                                          -       199.763             -       499.124        413.521
           Utang pihak - pihak berelasi non-usaha                                587             -            85             -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 12.884.885    11.837.661     9.501.274     6.968.766     8.359.155
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
             tempo dalam satu tahun - neto:
             Utang bank dan lembaga pembiayaan                              1.655.548     2.100.013     2.641.615     3.921.110     4.785.721
             Utang obligasi                                                 2.635.202     1.339.147       642.407       199.255       697.130
             Liabilitas sewa                                                    8.368         5.401         5.542         5.677         5.139
           Utang lain-lain                                                     45.600        20.664        12.323         5.852        11.275
           Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                            155.815       153.754       122.065       128.035       128.811
           Liabilitas kontrak
             Pihak berelasi                                                         -             -         3.291         3.228             -
             Pihak ketiga                                                   1.978.318     3.113.239     3.469.619     3.326.081     1.590.008
           Uang jaminan yang diterima
             Pihak-pihak berelasi                                             12.032         8.107         7.564        10.425          7.153
             Pihak ketiga                                                    139.760       119.029       104.619        87.918        101.462
           Pendapatan diterima dimuka
             Pihak-pihak berelasi                                             17.166        23.559        12.000        16.249         21.000
             Pihak ketiga                                                    155.781       130.168       143.228       127.510        104.829
           Liabilitas pajak tangguhan                                         13.099        14.571        17.986        19.387         25.158
           Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya                              -             -             -             -              3
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 6.816.688     7.027.652     7.182.260     7.850.728     7.477.691
           JUMLAH LIABILITAS                                               19.701.573    18.865.313    16.683.534    14.819.494    15.836.846
           EKUITAS
           Modal saham                                                      1.650.857     1.650.857     1.650.857     1.650.857     1.442.678
           Tambahan modal disetor                                           1.307.203     1.307.203     1.307.203     1.307.203        22.996
           Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali            (1.665)       (1.665)       (1.665)       (1.665)       (1.665)
           Saldo laba                                                       8.091.471     6.870.415     6.241.011     5.704.773     5.381.836
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                         11.047.866     9.826.810     9.197.406     8.661.168     6.845.846
           Kepentingan non-pengendali                                       2.784.662     2.476.252     2.552.635     2.569.055     2.239.843
           JUMLAH EKUITAS                                                  13.832.527    12.303.062    11.750.041    11.230.223     9.085.689
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   33.534.100    31.168.375    28.433.575    26.049.717    24.922.534




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
           2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 33.543,10 miliar,
           Rp 31.168,38 miliar, Rp 28.433,58 miliar, Rp 26.049,72, dan
           Rp 24.922,53 miliar.




                                                                      41
Page 43
           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 2.365,73 miliar atau setara dengan 7,59% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan tanah yang belum dikembangkan dan properti
           investasi - netomasing-masing sebesar Rp 1.546,00 miliar dan Rp 865,19 miliar
           yang disertai dengan penurunan persediaan dan uang muka masing-masing
           sebesarRp 164,61 miliar dan Rp 108,20 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 2.734,80 miliar atau setara dengan 9,62% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan, tanah yang belum dikembangkan, dan
           properti investasi – neto masing-masing sebesar Rp 946,42 miliar,
           Rp 511,04 miliar, dan Rp 831,11 miliar yang disertai dengan penurunan piutang
           usaha – neto dan aset keuangan lainnya masing-masing sebesar
           Rp 62,11 miliar dan Rp 189,53 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 2.383,86 miliar atau setara dengan 9,15% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, persediaan, serta tanah yang
           belum dikembangkan masing-masing sebesar Rp 368,62 miliar,
           Rp 705,69 miliar, dan Rp 593,26 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1.127,18 miliar atau setara dengan 4,52% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta uang muka masing-masing
           sebesarRp 1.117,46 miliar dan Rp 196,51 miliar yang disertai dengan
           penurunan tanah yang belum dikembangkan dan properti investasi – neto
           masing-masing sebesar Rp 92,55 miliar dan Rp 122,95 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
           2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 19.701,57 miliar,
           Rp 18.865,31 miliar, Rp 16.683,53 miliar, Rp 14.819,49 miliar,
           dan Rp 15.836,85 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 836,26 miliar atau setara dengan 4,43% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek dan utang
           obligasi masing-masing sebesar Rp 2.767,52 miliar dan Rp 1.096,29 miliar
           yang disertai dengan penurunan liabilitas kontrak serta utang bank dan
           lembaga pembiayaan masing-masing sebesar Rp 1.225,91 miliar dan
           Rp 527,74 miliar.




                                          42
Page 44
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 2.181,80 miliar atau setara dengan 13,08% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek, liabilitas
           kontrak, dan utang obligasi masing-masing sebesar Rp 747,96 miliar,
           Rp 640,77 miliar, dan Rp 896,50 miliar yang disertai dengan penurunan utang
           bank dan Lembaga pembiayaan sebesar Rp 355,50 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 1.864,04 miliar atau setara dengan 12,58% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek, beban akrual,
           dan liabilitas kontrak masing-masing sebesar Rp 428,15 miliar,
           Rp 287,95 miliar, dan Rp 2.648,97 miliar yang disertai dengan penurunan
           utang bank dan lembaga pembiayaan sebesar Rp 1.502,63 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 1.017,35 miliar atau setara dengan 6,42% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang bank jangka pendek, utang bank
           dan lembaga pembiayaan, dan utang obligasi masing-masing sebesar
           Rp 1.080,69 miliar, Rp 920,05 miliar, dan Rp 412,27 miliar yang disertai
           kenaikan liabilitas kontrak jangka panjang – pihak ketiga sebesar
           Rp 1.360,57 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 13.832,53 miliar, Rp 12.303,06 miliar, Rp 11.750,04 miliar,
           Rp 11.230,22 miliar, dan Rp 9.085,69 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 1.529,47 miliar atau setara dengan 12,43% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan sebesar Rp 1.842,22 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 553,02 miliar atau setara dengan 4,71% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 1.057,70 miliar yang disertai dengan dividen kas dan pembayaran kepada
           kepentingan non pengendali masing-masing sebesar Rp 213,62 miliar dan
           Rp 255,34 miliar.




                                         43
Page 45
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 519,82 miliar atau setara dengan 4,63% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 771,74 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada kepentingan
           nonpengendali sebesar Rp 207,48 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 2.144,54 miliar atau setara dengan 23,60% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan dan
           penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu tahap II
           masing-masing sebesar Rp 549,70 miliar dan Rp 1.492,39 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                            31/12/24      31/12/23       31/12/22       31/12/21       31/12/20

           Pendapatan neto                                             10.623.355     6.658.783      5.719.396      5.567.913      5.029.984
           Beban pokok penjualan dan beban langsung                     5.162.449     3.299.255      2.719.634      2.973.943      2.737.908
           Laba kotor                                                   5.460.906     3.359.528      2.999.763      2.593.970      2.292.076
           Beban penjualan                                               (509.457)     (420.767)      (321.562)      (306.216)      (275.478)
           Beban umum dan administrasi                                 (1.175.905)   (1.038.707)      (952.347)      (733.359)      (746.613)
           Penghasilan operasi lain                                        17.337        18.350         16.378         14.087          8.344
           Beban operasi lain                                             (60.508)       (6.732)       (33.815)       (10.802)        (2.467)
           Laba usaha                                                   3.732.372     1.911.672      1.708.418      1.557.681      1.275.862
           Pendapatan keuangan                                            181.265       180.737        157.233        192.298        190.339
           Biaya keuangan                                              (1.048.240)     (756.961)      (857.100)    (1.002.403)    (1.032.512)
           Laba pada ekuitas entitas asosiasi                              12.380         9.956          9.306          8.341          6.078
           Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (“BPHTB“)
             terkait kombinasi bisnis                                    (414.375)              -              -              -              -
           Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak final dan
             pajak penghasilan                                          2.463.403     1.345.404      1.017.856        755.917        439.768
           Beban pajak final                                             (599.364)     (287.213)      (243.207)      (208.955)      (196.479)
           Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto                       (21.820)         (500)        (2.906)         2.734          2.621
           Laba tahun berjalan                                          1.842.219     1.057.692       771.744        549.696        245.909
           Pendapatan komprehensif lainnya                                 (3.746)      (21.006)        9.912           (772)       (13.498)
           Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                      1.838.474     1.036.686       781.656        548.924        232.411
           Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                      1.373.378      765.970        625.377        323.709        179.835
             Kepentingan non-pengendali                                   468.841      291.722        146.366        225.987         66.074



III.A.6    Pendapatan Neto

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
           sebesar Rp 10.623,36 miliar, Rp 6.658,78 miliar, Rp 5.719,40 miliar,
           Rp 5.567,91 miliar, dan Rp 5.029,98 miliar.

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 3.964,57 miliar atau
           setara dengan 59,54% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.




                                                                  44
Page 46
           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 939,39 miliar atau setara
           dengan 16,42% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 151,48 miliar atau setara
           dengan 2,72% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 537,93 miliar atau setara
           dengan 10,69% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

III.A.7.   Laba Tahun Berjalan

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
           masing-masing adalah sebesar Rp 1.842,22 miliar, Rp 1.057,69 miliar,
           Rp 771,74 miliar, Rp 549,70 miliar, dan Rp 245,91 miliar.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 784,53 miliar atau setara
           dengan 74,17% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 285,95 miliar atau setara
           dengan 37,05% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 222,05 miliar atau setara
           dengan 40,39% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 303,79 miliar atau setara
           dengan 123,54% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                        45
Page 47
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                     Keterangan                               31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21       31/12/20

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                                       7.981.389      7.447.242      7.920.479      6.611.492      4.829.147
           Penerimaan dari pendapatan bunga                                      174.904        153.662        105.157         93.017        122.710
           Pembayaran kas kepada:
            Pemasok dan beban operasi lainnya                                 (4.935.275)    (4.536.799)    (3.769.151)    (2.733.350)    (3.261.571)
            Karyawan                                                            (933.658)      (844.028)      (786.452)      (577.811)      (534.798)
           Pembayaran untuk:
            Beban bunga                                                         (711.392)      (464.373)      (473.390)      (708.453)      (967.058)
            Pajak final                                                         (558.792)      (330.391)      (322.796)      (232.819)      (200.978)
            Pajak penghasilan                                                     (6.724)        (5.102)        (3.284)        (8.795)       (10.383)
           Penerimaan dari restitusi pajak penghasilan                                 -            466          3.080              -              -
           Peningkatan atas piutang pihak-pihak berelasi non-usaha               (18.356)       (15.293)             -              -              -
           Pembayaran BPHTB terkait kombinasi bisnis                            (414.375)             -              -              -              -
           Penurunan atas piutang pihak-pihak berelasi non-usaha                       -              -        (16.998)             -              -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                                   577.720       1.405.384      2.656.645      2.443.281        (22.932)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Hasil penjualan aset tetap                                              2.414           956           2.471          1.150          4.681
           Perolehan tanah yang belum dikembangkan dan uang
            muka pembelian tanah                                              (2.481.405)    (1.058.753)      (395.198)      (415.158)      (204.835)
           Perolehan properti investasi                                         (973.882)      (876.038)      (399.964)       (70.282)      (206.462)
           Perolehan aset tetap                                                 (147.740)      (112.150)       (43.660)       (35.090)       (50.537)
           Penerimaan dividen kas dari investasi pada entitas lainnya              1.250              -          1.825            494              -
           Penerimaan dividen kas dari investasi pada entitas asosiasi                 -          1.248              -          1.248              -
           Penambahan investasi pada entitas lainnya                                   -              -        (24.525)             -              -
           Kenaikan (penurunan) atas piutang pihak-pihak berelasi non-usaha            -              -              -         21.958        (22.281)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                     (3.599.364)    (2.044.736)      (859.052)      (495.680)      (479.434)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan dari utang bank                                          6.278.536      3.859.654      2.306.127      1.867.490      5.565.051
           Pencairan (penempatan) atas deposito berjangka yang dibatasi
            penggunaannya                                                            250          6.121         (2.413)        (5.073)         9.223
           Pembayaran untuk utang bank dan lembaga pembiayaan                 (4.050.512)    (3.478.048)    (3.410.764)    (3.872.119)    (3.794.560)
           Pembayaran kepada kepentingan nonpengendali                          (186.096)      (255.341)      (207.481)       (79.187)       (46.639)
           Pembayaran dividen kas oleh Perusahaan                               (148.355)      (115.375)       (98.893)            (3)            (2)
           Pembayaran liabilitas sewa                                               (425)          (135)           (55)           (51)          (316)
           Penurunan setoran modal dari kepentingan nonpengendali                (61.250)       (24.500)       (39.200)      (101.675)             -
           Pembayaran biaya emisi obligasi                                        (7.268)        (4.641)        (6.023)             -              -
           Pembayaran utang obligasi                                            (200.000)             -       (500.000)      (416.000)    (1.300.000)
           Penerimaan dari penerbitan utang obligasi                           1.300.000        900.000        448.450              -              -
           Pembayaran dividen kas oleh entitas anak tertentu
            kepada entitas nonpengendali                                        (99.387)        (98.064)            -                 -              -
           Penerimaan setoran modal dari kepentingan nonpengendali              186.302               -        83.894                 -              -
           Penurunan atas piutang pihak-pihak berelasi non-usaha                  9.800               -             -                 -              -
           Penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
            tahap II                                                                     -              -              -    1.498.886                -
           Pembayaran biaya emisi modal dengan Hak Memesan Efek
            Terlebih Dahulu tahap II                                                     -              -              -       (6.501)               -
           Penerimaan uang muka setoran Modal dari kepentingan
             nonpengendali                                                               -              -              -     284.087        163.478
           Penurunan atas utang pihak-pihak berelasi non usaha                           -              -              -           -        (96.178)
           Pembayaran dividen kas entitas anak kepada kepentingan
            nonpengendali                                                                -              -              -              -       (3.757)
           Pembayaran dividen kas entitas anak kepada
            kepentingan nonpengendali                                                    -              -              -              -       (1.877)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                                3.021.594       789.671      (1.426.357)      (830.145)      494.424
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                               (50)      150.319        371.236       1.117.456         (7.942)
           Reklasifikasi dari kas dan setara kas menjadi aset keuangan
            tidak lancar lainnya                                                         -              -       (2.617)               -              -
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                  3.292.877      3.142.558      2.773.938      1.656.482      1.664.424
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                 3.292.827      3.292.877      3.142.558      2.773.938      1.656.482




                                                                     46
Page 48
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 577,72 miliar, Rp 1.405,38 miliar,
Rp 2.656,65 miliar, dan Rp 2.443,28 miliar. Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 22,93 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 30 Desember 2024 sebesar Rp 577,72 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 7.981,39 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban operasi lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, serta pembayaran
beban bunga masing-masing sebesar Rp 4.935,28 miliar, Rp 933,66 miliar, dan
Rp 711,39 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 1.405,38 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 7.447,24 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban operasi lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran
beban bunga masing-masing sebesar Rp 4.536,80 miliar, Rp 844,03 miliar, dan
Rp 464,37 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 2.656,65 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 7.920,48 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan
beban operasi lainnya, pembayaran kepada karyawan, dan pembayaran beban
bunga masing-masing sebesar Rp 3.769,15 miliar, Rp 473,39 miliar, dan
Rp 322,80 miliar.

Arus kas bersih yang yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar
Rp 2.443,28 miliar terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan
sebesar Rp 6.611,49 miliar yang disertai dengan.pembayaran kepada pemasok
dan beban operasi lainnya, pembayaran kepada karyawan, dan pembayaran
untuk beban bunga masing-masing sebesar Rp 2.733,35 miliar,
Rp 577,81 miliar, dan Rp 708,45 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 22,93 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan beban operasi
lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran beban bunga
masing-masing sebesar Rp 3.261,57 miliar, Rp 534,80 miliar, dan
Rp 967,06 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 4.829,15 miliar.




                              47
Page 49
Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 3.599,36 miliar,
Rp 2.044,74 miliar, Rp 859,05 miliar, Rp 495,68 miliar, dan Rp 479,34 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar
Rp 3.599,36 miliar terutama berasal dari perolehan tanah yang belum
dikembangkan dan uang muka pembelian tanah dan perolehan properti
investasi masing-masing sebesar Rp 2.481,41 miliar dan Rp 973,88 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar
Rp 2.044,74 miliar terutama berasal dari perolehan tanah yang belum
dikembangkan dan uang muka pembelian tanah dan perolehan properti
investasi masing-masing sebesar Rp 1.058,75 miliar dan Rp 876,04 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp 859,05 miliar terutama berasal dari perolehan tanah yang belum
dikembangkan dan uang muka pembelian tanah dan perolehan properti
investasi masing-masing sebesar Rp 395,20 miliar dan Rp 399,96 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 495,68 miliar
terutama berasal dari perolehan tanah yang belum dikembangkan dan uang
muka pembelian tanah dan perolehan properti investasi masing-masing
sebesar Rp 415,16 milliar dan Rp 70,28 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 479,43 miliar
terutama berasal dari perolehan tanah yang belum dikembangkan dan uang
muka pembelian tanah dan perolehan properti investasi masing-masing
sebesar Rp 204,84 miliar dan Rp 206,46 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 3.021,59 miliar, Rp 789,67 miliar, dan
Rp 494,42 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022
dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 1.426,36 miliar dan
Rp 830,15 miliar.




                               48
Page 50
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 3.021,59 miliar
terutama berasal dari penerimaan utang bank dan penerimaan dari penerbitan
utang obligasi masing-masing sebesar Rp 6.278,54 miliar dan
Rp 1.300,00 miliar yang disertai dengan pembayaran untuk utang bank dan
lembaga pembiayaan, pembayaran kepada kepentingan nonpengendali, serta
pembayaran utang obligasi masing-masing sebesar Rp 4.050,51 miliar,
Rp 186,10 miliar, dan Rp 200,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 789,67 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari utang bank dan penerimaan dari
penerbitan utang obligasi masing-masing sebesar Rp 3.859,65 miliar dan
Rp 900,00 miliar yang disertai dengan pembayaran untuk utang bank dan
lembaga pembiayaan, pembayaran kepada kepentingan nonpengendali, serta
pembayaran      dividen    kas      Perusahaan      masing-masing     sebesar
Rp 3.478,05 miliar, Rp 255,34 miliar, dan Rp 115,38 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp 1.426,36 miliar terutama berasal dari pembayaran untuk utang bank dan
lembaga pembiayaan, pembayaran kepada kepentingan nonpengendali, dan
pembayaran utang obligasi masing-masing sebesar Rp 3.410,76 miliar,
Rp 207,48 miliar, dan Rp 500,00 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
utang bank dan penerimaan dari penerbitan utang obligasi masing-masing
sebesar Rp 2.306,13 miliar dan Rp 448,45 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 830,15 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk utang bank dan lembaga
pembiayaan, penurunan setoran modal dari kepentingan nonpengendali, dan
pembayaran utang obligasi masing-masing sebesar Rp 3.872,12 miliar,
Rp 101,68 miliar, dan Rp 416,00 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
utang bank dan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Telebih
Dahulu tahap II masing-masing sebesar Rp 1.867,49 miliar dan
Rp 1.498,89 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 494,42 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari utang bank sebesar Rp 5.565,05 miliar
yang disertai dengan pembayaran untuk utang bank dan lembaga pembiayaan
dan pembayaran utang obligasi masing-masing sebesar Rp 3.794,56 miliar dan
Rp 1.300,00 miliar.




                               49
Page 51
III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             1,20        1,31        1,50        1,87        1,42
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             0,32        0,21        0,20        0,21        0,20
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,41        0,39        0,41        0,43        0,36
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,59        0,61        0,59        0,57        0,64
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 1,42        1,53        1,42        1,32        1,74
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                51,40%      50,45%      52,45%      46,59%      45,57%
            Marjin laba usaha                                35,13%      28,71%      29,87%      27,98%      25,37%
            Marjin laba bersih                               17,34%      15,88%      13,49%       9,87%       4,89%
            Laba usaha terhadap jumlah aset                  11,13%       6,13%       6,01%       5,98%       5,12%
            Imbal hasil aset                                  5,49%       3,39%       2,71%       2,11%       0,99%
            Laba usaha terhadap ekuitas                      26,98%      15,54%      14,54%      13,87%      14,04%
            Imbal hasil ekuitas                              13,32%       8,60%       6,57%       4,89%       2,71%



III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,32; 0,21; 0,20; 0,21; dan 0,20.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021; dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,41; 0,39; 0,41; 0,43; dan 0,36.

III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,59; 0,61; 0,59;
            0,57; dan 0,64, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 1,42; 1,53; 1,42; 1,32; dan 1,74.




                                                     50
Page 52
III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
            2021, dan 2020 masing-masing adalah 5,49%, 3,39%, 2,71%, 2,11%, dan
            0,99%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
            dan 2020 masing-masing adalah 13,32%, 8,60%, 6,57%, 4,89%, dan 2,71%.

III.B.      Analisis atas Kinerja Historis SCK

            Laporan keuangan konsolidasian SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021. yang telah diaudit oleh JJR
            masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

            Ikhtisar data keuangan penting SCK adalah sebagai berikut:

III.B.1.    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan             31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21      31/12/20

            ASET
            ASET LANCAR
            Kas dan setara kas                             1.033.929      839.634      950.582    1.348.979       629.805
            Piutang usaha - lancar                            66.038       76.432      105.686      112.842       116.662
            Piutang lain-lain - pihak ketiga                   3.520        4.141        3.465        3.029        11.333
            Piutang pihak-pihak berelasi non usaha            68.893       65.124       60.508       56.223        52.536
            Persediaan                                     2.295.016    2.545.580    2.270.211    2.596.987     3.075.231
            Pajak dibayar di muka                             49.353       90.087       88.137       60.735        52.146
            Biaya dibayar dimuka                              20.569       24.854        7.740        8.159         6.915
            Uang muka - lancar                                48.460       98.772      122.018      103.676        90.443
            Jumlah Aset Lancar                             3.585.776    3.744.623    3.608.347    4.290.631     4.035.072
            ASET TIDAK LANCAR
            Piutang usaha - tidak lancar                       5.403       12.099       47.636      31.557         49.861
            Aset keuangan lainnya                            339.560      397.604      428.986     468.611        718.257
            Uang muka - tidak lancar                         423.221      379.812      318.141     308.413        281.057
            Tanah yang belum dikembangkan                  1.634.392    1.459.484    1.453.022     952.277        950.596
            Properti investasi - neto                        432.101      425.093      396.593     406.165        409.231
            Investasi pada entitas asosiasi                  103.281       90.901       82.193      72.887         65.794
            Aset tetap - neto                                 79.528       82.788       89.962      95.994         93.613
            Jumlah Aset Tidak Lancar                       3.017.485    2.847.779    2.816.533    2.335.904     2.568.408
            JUMLAH ASET                                    6.603.262    6.592.402    6.424.880    6.626.535     6.603.480




                                                     51
Page 53
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                                31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang bank jangka pendek                                            135.500        97.222         7.038         7.748          7.165
           Utang usaha - pihak ketiga                                            5.191         3.727         3.902         3.799          3.546
           Utang lain-lain                                                      62.796        47.415        51.198       116.620        197.319
           Utang pajak                                                          13.907        11.685        14.115        16.334         16.112
           Beban akrual                                                        124.569       100.009       121.217       124.939        128.905
           Bagian liabilitias yang jatuh tempo dalam waktu setahun:
             Utang bank dan lembaga pembiayaan                                  90.367        12.191        36.528       151.558        128.075
             Liabilitas kontrak
             Pihak berelasi                                                           -             -         3.517        3.517          3.517
             Pihak ketiga                                                     1.025.096     2.399.170     1.503.717      812.712      1.349.231
             Uang jaminan yang diterima                                          49.609        44.253         8.033        7.693          7.752
             Pendapatan yang ditangguhkan                                        19.275        16.322        11.909        9.433          8.925
             Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                               3.554         7.305         8.594        6.801         13.550
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    1.529.864     2.739.300     1.769.767     1.261.155     1.864.098
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Bagian liabilitias yang jatuh tempo lebih dari satu tahun:
             Utang bank dan lembaga pembiayaan                                  90.381        24.126        34.616        70.974        196.474
             Liabilitas kontrak
             Pihak berelasi                                                          -             -          3.291         3.228             -
             Pihak ketiga                                                      533.390       500.314      1.345.755     1.320.054       568.150
             Uang jaminan yang diterima                                         14.267        13.031         32.240        26.456        21.059
             Pendapatan yang ditangguhkan                                       37.158        31.538         24.126        22.428        11.169
             Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                            19.173        21.489         15.377        14.851        12.339
             Utang pihak-pihak berelasi                                              -             -             71            71           310
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    694.368       590.499      1.455.476     1.458.062       809.501
           JUMLAH LIABILITAS                                                  2.224.232     3.329.799     3.225.243     2.719.218     2.673.598
           EKUITAS
           Modal saham                                                           12.500        12.500        12.500        12.500        12.500
           Tambahan modal disetor                                                53.561        53.561        53.561        53.561        53.561
           Rugi komprehensif lain                                               (12.811)      (11.528)      (10.432)       (9.954)      (12.260)
           Saldo laba                                                         3.445.276     2.266.089     1.997.612     2.614.371     2.769.376
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                            3.498.526     2.320.623     2.053.242     2.670.478     2.823.178
           Kepentingan non-pengendali                                           880.503       941.981     1.146.395     1.236.839     1.106.704
           JUMLAH EKUITAS                                                     4.379.029     3.262.604     3.199.637     3.907.317     3.929.882
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                      6.603.262     6.592.402     6.424.880     6.626.535     6.603.480




III.B.2.   Aset

           Jumlah aset SCK pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
           dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 6.603,26 miliar,
           Rp 6.592,40 miliar, Rp 6.424,88 miliar, Rp 6.626,54 miliar, dan
           Rp 6.603,48 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset SCK mengalami kenaikan
           sebesar Rp 10,86 miliar atau setara dengan 0,16% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta tanah yang belum
           dikembangkan masing-masing sebesar Rp 194,30 miliar dan Rp 174,91 miliar
           yang disertai dengan penurunan persediaan dan aset keuangan lainnya
           masing-masing sebesar Rp 250,56 miliar dan Rp 58,04 miliar.




                                                                        52
Page 54
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset SCK mengalami kenaikan
           sebesar Rp 167,52 miliar atau setara dengan 2,61% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan sebesar Rp 275,37 miliar yang disertai
           dengan penurunan kas dan setara kas sebesar Rp 110,95 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset SCK mengalami penurunan
           sebesar Rp 201,66 miliar atau setara dengan 3,04% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas serta persediaan
           masing-masing sebesar Rp 398,40 miliar dan Rp 326,78 miliar yang disertai
           dengan kenaikan pajak dibayar dimuka dan tanah yang belum dikembangkan
           masing-masing sebesar Rp 27,40 miliar dan Rp 500,75 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset SCK mengalami kenaikan
           sebesar Rp 23,06 miliar atau setara dengan 0,35% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta uang muka masing-masing
           sebesar Rp 719,17 milar dan Rp 40,59 miliar yang disertai dengan penurunan
           persediaan dan aset keuangan lainnya masing-masing sebesar
           Rp 478,24 miliar dan Rp 249,65 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas SCK pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
           2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 2.224,23 miliar,
           Rp 3.329,80 miliar, Rp 3.225,24 miliar, Rp 2.719,22 miliar, dan
           Rp 2.673,60 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas SCK mengalami penurunan
           sebesar Rp 1.105,57 miliar atau setara dengan 33,20% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan liabilitas kontrak – pihak ketiga sebesar
           Rp 1.341,00 miliar yang disertai dengan kenaikan utang bank jangka pendek,
           beban akrual, serta utang bank dan lembaga pembiayaan masing-masing
           sebesar Rp 38,28 miliar, Rp 24,56 miliar, dan Rp 144,43 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas SCK mengalami kenaikan
           sebesar Rp 104,56 miliar atau setara dengan 3,24% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek dan liabilitas
           kontrak masing-masing sebesar Rp 90,18 miliar dan Rp 43,20 miliar yang
           disertai dengan penurunan utang bank dan lembaga pembiayaan sebesar
           Rp 34,83 miliar.




                                        53
Page 55
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas SCK mengalami kenaikan
           sebesar Rp 506,03 miliar atau setara dengan 18,61% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan liabilitas kontrak sebesar Rp 716,77 miliar yang
           disertai dengan penurunan utang lain-lain dan utang bank serta lembaga
           pembiayaan masing-masing sebesar Rp 65,42 miliar dan Rp 151,39 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas SCK mengalami kenaikan
           sebesar Rp 45,62 miliar atau setara dengan 1,71% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan liabilitas kontrak dan pendapatan yang ditangguhkan
           masing-masing sebesar Rp 218,61 miliar dan Rp 11,77 miliar yang disertai
           dengan penurunan utang lain-lain dan utang bank dan lembaga pembiayaan
           masing-masing sebesar Rp 80,70 miliar dan Rp 102,02 miliar.

III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas SCK pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
           2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 4.379,03 miliar,
           Rp 3.262,60 miliar, Rp 3.199,64 miliar, Rp 3.907,32 miliar, dan
           Rp 3.929,88 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas SCK mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1.116,43 miliar atau setara dengan 34,22% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba neto tahun berjalan yang dibukukan oleh SCK sebesar
           Rp 1.303,81 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada kepentingan non
           pengendali sebesar Rp 186,10 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas SCK mengalami kenaikan
           sebesar Rp 62,97 miliar atau setara dengan 1,97% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba neto tahun berjalan yang dibukukan oleh SCK sebesar
           Rp 444,40 miliar yang disertai dengan pembagian dividen dan pembayaran
           kepada kepentingan non pengendali masing-masing sebesar Rp 125,00 miliar
           dan Rp 255,34 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SCK mengalami penurunan
           sebesar Rp 707,68 miliar atau setara dengan 18,11% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan pembagian dividen dan pembayaran kepada kepentingan non
           pengendali masing-masing sebesar Rp 1.050,00 miliar dan Rp 207,48 miliar
           yang disertai dengan laba neto tahun berjalan yang dibukukan oleh SCK
           sebesar Rp 550,28 miliar.




                                         54
Page 56
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas SCK mengalami penurunan
           sebesar Rp 22,57 miliar atau setara dengan 0,57% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
           disebabkan pembagian dividen dan pembayaran kepada kepentingan non
           pengendali masing-masing sebesar Rp 780,00 miliar dan Rp 79,19 miliar yang
           disertai dengan laba neto tahun berjalan yang dibukukan oleh SCK sebesar
           Rp 834,32 miliar.

III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                           31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           Pendapatan neto                                              3.083.843     1.469.148     1.792.630     2.426.240     1.643.488
           Beban pokok penjualan dan beban langsung                     1.289.748       699.174       790.024     1.108.878       773.593
           Laba kotor                                                   1.794.095       769.974     1.002.606     1.317.362       869.895
           Beban usaha                                                   (319.150)     (316.161)     (309.327)     (284.051)     (260.418)
           Penghasilan operasi lain                                         3.746         2.964         1.975         8.622         2.593
           Beban operasi lain                                             (28.219)         (353)      (10.886)         (254)         (163)
           Laba usaha                                                   1.450.471      456.424        684.368     1.041.679       611.906
           Pendapatan keuangan                                             51.155       70.940         85.173        66.373        70.750
           Biaya keuangan                                                (128.500)     (51.804)      (178.591)     (217.925)     (122.149)
           Bagian laba dari perusahaan asosiasi                            12.380        9.956          9.306         8.341         6.078
           Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan         1.385.506      485.516       600.256       898.469        566.586
           Beban pajak final                                              (80.678)     (41.112)      (49.966)      (64.152)       (50.465)
           Beban pajak penghasilan - neto                                  (1.022)          (0)          (12)            -           (121)
           Laba neto tahun berjalan                                     1.303.806      444.404       550.278       834.316        516.000
           Pendapatan (beban) komprehensif lainnya                         (1.283)      (1.096)         (478)        2.306         (4.595)
           Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                      1.302.522      443.307       549.800       836.622        511.405
           Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                      1.179.187      393.477       433.241       624.995        396.330
             Kepentingan non-pengendali                                   124.619       50.926       117.037       209.322        119.670



III.B.6    Pendapatan Neto

           Pendapatan neto SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
           sebesar Rp 3.083,84 miliar, Rp 1.469,15 miliar, Rp 1.792,63 miliar,
           Rp 2.426,24 miliar, dan Rp 1.643,49 miliar.

           Pendapatan neto SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.614,70 miliar atau
           setara dengan 109,91% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Pendapatan neto SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 323,48 miliar atau
           setara dengan 18,05% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.




                                                                  55
Page 57
           Pendapatan neto SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 633,61 miliar atau
           setara dengan 26,11% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan neto SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 782,75 miliar atau setara
           dengan 47,63% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

III.B.7.   Laba Neto Tahun Berjalan

           Laba neto tahun berjalan SCK untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-
           masing adalah sebesar Rp 1.303,81 miliar, Rp 444,40 miliar, Rp 550,28 miiar,
           Rp 834,32 miliar, dan Rp 516,00 miliar.

           Laba neto tahun berjalan SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 859,40 miliar atau setara
           dengan 193,38% dibandingkan dengan laba neto tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba neto tahun berjalan SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 105,87 miliar atau
           setara dengan 19,24% dibandingkan dengan laba neto tahun berjalan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba neto tahun berjalan SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 284,04 miliar atau
           setara dengan 34,04% dibandingkan dengan laba neto tahun berjalan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba neto tahun berjalan SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 318,32 miliar atau setara
           dengan 61,69% dibandingkan dengan laba neto tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                         56
Page 58
III.B.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                         31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                                   1.959.398     1.680.474     2.323.368     2.687.517     1.416.913
           Pembayaran kepada pemasok                                    (972.624)     (978.259)     (982.829)     (597.049)     (695.400)
           Pembayaran kepada karyawan                                   (149.470)     (146.523)     (151.606)     (119.235)     (107.221)
           Penerimaan pendapatan keuangan                                 51.066        50.140        45.400        45.376        71.323
           Pembayaran untuk kegiatan usaha lainnya                      (385.813)     (266.812)     (145.629)     (197.775)     (141.022)
           Pembayaran untuk:
            Pajak penghasilan                                            (51.217)      (47.613)      (69.845)      (68.319)      (52.898)
            Beban bunga                                                  (14.949)       (4.452)      (12.096)      (22.915)      (29.870)
           Kenaikan atas piutang pihak berelasi                           (3.769)       (4.616)            -             -             -
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                  432.623       282.340      1.006.763     1.727.600       461.826
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Pembelian aset tetap dan properti investasi                   (28.735)       (7.738)      (3.609)        (2.590)      (12.439)
           Hasil penjualan aset tetap                                        444            54          161             45         3.274
           Penurunan (kenaikan) tanah belum dikembangkan                (206.506)      (59.457)      12.604        (42.466)      (35.882)
           Kenaikan atas piutang pihak berelasi                                -             -       (4.285)        (3.687)       (4.443)
           Penerimaan dividen dari entitas asosiasi                            -         1.248            -          1.248             -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                         (234.797)      (65.893)        4.871       (47.451)      (49.490)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan utang bank                                        247.500         90.500             -        26.059        20.227
           Pembayaran utang bank                                        (69.593)       (41.383)     (157.286)     (132.665)      (55.842)
           Pembayaran utang pembiayaan kendaraan                           (841)          (822)         (301)         (691)         (990)
           Pembayaran pembagian profit sharing atas KSO kepada
            pihak non pengendali                                        (186.096)     (255.341)     (207.481)      (79.187)      (46.639)
           Pembayaran dividen                                                  -      (125.000)   (1.050.000)     (780.000)     (580.000)
           Kenaikan (penurunan) utang pihak-pihak berelasi                     -           (71)            -          (239)          (40)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                 (9.031)     (332.116)   (1.415.068)     (966.723)     (663.283)
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                  188.795       (115.670)     (403.435)     713.426       (250.948)
           Cerukan                                                         5.500         4.722         5.038         5.748         5.165
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                           839.634       950.582      1.348.979      629.805        875.588
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                         1.033.929      839.634       950.582      1.348.979       629.805




           Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCK untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
           masing-masing adalah sebesar Rp 432,62 miliar, Rp 282,34 miliar,
           Rp 1.006,76 miliar, Rp 1.727,60 miliar, dan Rp 461,83 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCK untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 432,62 miliar terutama
           berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.959,40 miliar yang
           disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan,
           dan pembayaran untuk kegiatan usaha lainnya masing-masing sebesar
           Rp 972,62 miliar, Rp 149,47 miliar, dan Rp 385,81 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCK untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 282,34 miliar terutama
           berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.680,47 miliar yang
           disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan,
           dan pembayaran untuk kegiatan usaha lainnya masing-masing sebesar
           Rp 978,26 miliar, Rp 146,52 miliar, dan Rp 266,81 miliar.




                                                                 57
Page 59
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCK untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1.006,76 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 2.323,37 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan,
dan pembayaran untuk kegiatan usaha lainnya masing-masing sebesar
Rp 982,83 miliar, Rp 151,61 miliar, dan Rp 145,63 miliar.

Arus kas bersih yang yang diperoleh dari aktivitas operasi SCK untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1.727,60 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 2.687,52 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada
karyawan, dan pembayaran untuk kegiatan usaha lainnya masing-masing
sebesar Rp 597,05 miliar, Rp 119,24 miliar, dan Rp 197,78 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SCK untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 461,83 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.416,91 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan,
dan pembayaran untuk kegiatan usaha lainnya masing-masing sebesar
Rp 695,40 miliar, Rp 107,22 miliar, dan Rp 141,02 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCK untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 234,80 miliar, Rp 65,89 miliar,
Rp 47,45 miliar, dan Rp 49,49 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas investasi SCK untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 adalah sebesar Rp 4,87 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCK untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 234,80 miliar terutama
berasal dari pembelian aset tetap dan properti investasi serta kenaikan tanah
belum dikembangkan masing-masing sebesar Rp 28,74 miliar dan
Rp 206,51 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCK untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 65,89 miliar terutama
berasal dari pembelian aset tetap dan properti investasi serta kenaikan tanah
belum dikembangkan masing-masing sebesar Rp 7,74 miliar dan
Rp 59,46 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SCK untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 4,87 miliar terutama
berasal dari penurunan tanah belum dikembangkan sebesar Rp 12,60 miliar
yang disertai dengan pembelian aset tetap dan properti investasi serta
kenaikan atas piutang pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 3,61 miliar
dan Rp 4,29 miliar.




                               58
Page 60
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCK untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 47,45 miliar terutama
berasal dari kenaikan tanah belum dikembangkan dan kenaikan atas piutang
pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 42,47 miliar dan Rp 3,69 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SCK untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 49,49 miliar terutama
berasal dari pembelian aset tetap dan properti investasi serta kenaikan tanah
belum dikembangkan masing-masing sebesar Rp 12,44 miliar dan
Rp 35,88 miliar.

Arus Kas Untuk Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SCK untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
2020 masing-masing adalah sebesar Rp 9,03 miliar, Rp 332,12 miliar,
Rp 1.415,07 miliar, Rp 966,72 miliar, dan Rp 663,28 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SCK untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 9,03 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank dan pembayaran pembagian
profit sharing atas KSO kepada pihak non pengendali masing-masing sebesar
Rp 69,59 miliar dan Rp 186,10 miliar yang disertai dengan penerimaan utang
bank sebesar Rp 247,50 miliar

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SCK untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 332,12 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank, pembayaran pembagian profit
sharing atas KSO kepada pihak non pengendali, dan pembayaran dividen
masing-masing sebesar Rp 41,38 miliar, Rp 255,34 miliar, dan Rp 125,00 miliar
yang disertai dengan penerimaan utang bank sebesar Rp 90,50 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SCK untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1.415,07 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank, pembayaran pembagian profit
sharing atas KSO kepada pihak non pengendali, dan pembayaran dividen
masing-masing sebesar Rp 157,29 miliar, Rp 207,48 miliar, dan
Rp 1.050,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SCK untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 966,72 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank, pembayaran pembagian profit
sharing atas KSO kepada pihak non pengendali, dan pembayaran dividen
masing-masing sebesar Rp 132,67 miliar, Rp 79,19 miliar, dan
Rp 780,00 miliar.




                               59
Page 61
            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SCK untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 663,28 miliar
            terutama berasal dari pembayaran utang bank, pembayaran pembagian profit
            sharing atas KSO kepada pihak non pengendali, dan pembayaran dividen
            masing-masing sebesar Rp 55,84 miliar, Rp 46,64 miliar, dan Rp 580,00 miliar
            yang disertai dengan penerimaan utang bank sebesar Rp 20,23 miliar.

III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             2,34        1,37        2,04        3,40        2,16
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             0,47        0,22        0,28        0,37        0,25
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,66        0,49        0,50        0,59        0,60
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,34        0,51        0,50        0,41        0,40
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,51        1,02        1,01        0,70        0,68
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                58,18%      52,41%      55,93%      54,30%      52,93%
            Marjin laba usaha                                47,03%      31,07%      38,18%      42,93%      37,23%
            Marjin laba bersih                               42,28%      30,25%      30,70%      34,39%      31,40%
            Laba usaha terhadap jumlah aset                  21,97%       6,92%      10,65%      15,72%       9,27%
            Imbal hasil aset                                 19,74%       6,74%       8,56%      12,59%       7,81%
            Laba usaha terhadap ekuitas                      33,12%      13,99%      21,39%      26,66%      15,57%
            Imbal hasil ekuitas                              29,77%      13,62%      17,20%      21,35%      13,13%



III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SCK dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SCK. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio perputaran jumlah aset
            masing-masing adalah 0,47; 0,22; 0,28; 0,37; dan 0,25.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SCK
            terhadap jumlah aset SCK. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
            2022, 2021; dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
            adalah 0,66; 0,49; 0,50; 0,59; dan 0,60.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan SCK untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,34; 0,51; 0,50;
            0,41; dan 0,40. Sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 0,51; 1,02; 1,01; 0,70; dan 0,68.




                                                     60
Page 62
III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SCK dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
            masing-masing adalah 19,74%, 6,74%, 8,56%, 12,59%, dan 7,81%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
            dan 2020 masing-masing adalah 29,77%, 13,62%, 17,20%, 21,35%, dan
            13,13%.

III.C.      Analisis atas Laporan Proforma

            Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
            dan Setelah Rencana Transaksi.

            Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
            keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
            yang disusun oleh manajemen Perseroan.




                                             61
Page 63
Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2024:

                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                    Setelah
                       Keterangan                 31/12/24      Penyesuaian       Rencana
                                                                                 Transaksi
                                              \
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                  3.292.827         (18.015)        3.274.811
Piutang usaha - neto
  Pihak-pihak berelasi                                 12.421               -            12.421
  Pihak ketiga                                        245.609               -           245.609
Piutang lain-lain - neto                               12.769               -            12.769
Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha                 69.460               -            69.460
Persediaan                                         10.741.416               -        10.741.416
Pajak dibayar di muka                                 752.958               -           752.958
Biaya dibayar dimuka                                   82.413               -            82.413
Uang muka                                             180.018               -           180.018
Aset keuangan lancar lainnya                           14.074               -            14.074
Jumlah Aset Lancar                                 15.403.966         (18.015)       15.385.951
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha - neto
  Pihak ketiga                                         11.185               -            11.185
Piutang lain-lain - neto                                7.111               -             7.111
Piutang pihak berelasi non-usaha                       96.505               -            96.505
Tanah yang belum dikembangkan                       8.817.401       3.422.149        12.239.550
Investasi pada entitas asosiasi                       103.281               -           103.281
Uang muka                                           1.265.754               -         1.265.754
Aset tetap - neto                                     521.838               -           521.838
Properti investasi - neto                           6.270.622              39         6.270.661
Aset pajak tangguhan                                    3.615               -             3.615
Aset keuangan tidak lancar lainnya                    902.239               -           902.239
Aset tidak lancar lainnya                             130.581               -           130.581
Jumlah Aset Tidak Lancar                           18.130.134       3.422.188        21.552.322
JUMLAH ASET                                        33.534.100       3.404.172        36.938.273




                                         62
Page 64
                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Setelah
                       Keterangan                          31/12/24       Penyesuaian       Rencana
                                                                                            Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                     5.533.875                  -      5.533.875
Utang usaha kepada pihak ketiga                                 93.362                  -         93.362
Utang lain-lain                                                276.730                  -        276.730
Beban akrual                                                   760.568                  -        760.568
Utang pajak                                                     76.688                  -         76.688
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                          36.686                  -         36.686
Liabilitas kontrak
  Pihak-pihak berelasi                                          28.103                  -         28.103
  Pihak ketiga                                               4.534.624                  -      4.534.624
Uang jaminan yang diterima
  Pihak-pihak berelasi                                             152                  -            152
  Pihak ketiga                                                 184.045                  -        184.045
Pendapatan diterima dimuka
  Pihak-pihak berelasi                                           7.005                  -          7.005
  Pihak ketiga                                                 641.458                  -        641.458
Utang bank dan lembaga pembiayaan                              709.248                  -        709.248
Liabilitas sewa                                                  1.754                  -          1.754
Utang obligasi                                                       -                  -              -
Utang pihak - pihak berelasi non-usaha                             587                  -            587
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             12.884.885                  -     12.884.885
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                          1.655.548                  -      1.655.548
  Utang obligasi                                             2.635.202                  -      2.635.202
  Liabilitas sewa                                                8.368                  -          8.368
Utang lain-lain                                                 45.600                  -         45.600
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                        155.815                  -        155.815
Liabilitas kontrak
  Pihak berelasi                                                     -                  -              -
  Pihak ketiga                                               1.978.318                  -      1.978.318
Uang jaminan yang diterima
  Pihak-pihak berelasi                                          12.032                  -         12.032
  Pihak ketiga                                                 139.760                  -        139.760
Pendapatan diterima dimuka
  Pihak-pihak berelasi                                          17.166                  -         17.166
  Pihak ketiga                                                 155.781                  -        155.781
Liabilitas pajak tangguhan                                      13.099                  -         13.099
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya                           -                  -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                             6.816.688                  -      6.816.688
JUMLAH LIABILITAS                                           19.701.573                  -     19.701.573
EKUITAS
Modal saham                                                  1.650.857                -        1.650.857
Tambahan modal disetor                                       1.307.203                -        1.307.203
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali        (1.665)               -           (1.665)
Saldo laba                                                   8.091.471        2.032.398       10.123.869
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                     11.047.866        2.032.398       13.080.264
Kepentingan non-pengendali                                   2.784.662        1.371.774        4.156.436
JUMLAH EKUITAS                                              13.832.527        3.404.173       17.236.700
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               33.534.100        3.404.173       36.938.273




                                                63
Page 65
                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                   Setelah
                               Keterangan                       31/12/24        Penyesuaian       Rencana
                                                                                                  Transaksi
         Pendapatan neto                                         10.623.355                   -     10.623.355
         Beban pokok penjualan dan beban langsung                 5.162.449                   -      5.162.449
         Laba kotor                                                5.460.906                  -      5.460.906
         Beban penjualan                                            (509.457)                 -       (509.457)
         Beban umum dan administrasi                              (1.175.905)                 -     (1.175.905)
         Penghasilan operasi lain                                     17.337                  -         17.337
         Beban operasi lain                                          (60.508)                 -        (60.508)
         Laba usaha                                                3.732.372                  -      3.732.372
         Pendapatan keuangan                                         181.265                  -        181.265
         Biaya keuangan                                           (1.048.240)                 -     (1.048.240)
         Laba pada ekuitas entitas asosiasi                           12.380                  -         12.380
         Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (“BPHTB“)
           terkait kombinasi bisnis                                (414.375)                  -       (414.375)
         Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak final dan
           pajak penghasilan                                      2.463.403                   -      2.463.403
         Beban pajak final                                         (599.364)                  -       (599.364)
         Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto                   (21.820)                  -        (21.820)
         Laba bersih tahun berjalan                               1.842.219                   -      1.842.219
         Pendapatan komprehensif lainnya                             (3.746)                  -         (3.746)
         Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                  1.838.474                   -      1.838.474
         Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
           Pemilik entitas induk                                  1.373.378                   -      1.373.378
           Kepentingan non-pengendali                               468.841                   -        468.841



III.D.   Analisis atas Laporan Penilaian Tanah VT

         KJPP SRR resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.09.0059
         berdasarkan Keputusan Surat Menteri Keuangan No. 1056/KM.1/2009
         tanggal 20 Agustus 2009, dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang
         pasar modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
         Modal dari OJK No. STTD.PPB-05/PJ-1/PM.02/2023(penilai properti dan
         bisnis) tanggal 8 Juni 2023, telah ditunjuk oleh manajemen
         Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penawaran
         No.    250507.003/SRR-JK/SPN-A/SMRA/OR           tanggal    7    Mei     2025
         yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka KJPP SRR telah
         melakukan     penilaian     atas   Tanah       VT     (selanjutnya     disebut
         “Objek     Penilaian”)     sebagaimana     tertuang     dalam      laporannya
         No. 00160/2.0059-02/PI/03/0242/1/VI/2025 tanggal 10 Juni 2025 dengan
         ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Pembelian Tanah VT adalah
             SCK dan VT.




                                                        64
Page 66
2. Objek Penilaian

   Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah Objek Penilaian, yaitu properti
   milik/atas nama/yang dikuasai oleh VT yang berupa tanah seluas
   1.005.531,75 m² yang berlokasi di Desa Pakulonan Barat, Desa Curug
   Sangereng, Desa Cihuni, Desa Cijantra, Desa Medang, dan Kelurahan
   Panunggangan Timur, Kecamatan Kelapa Dua, Kecamatan Pagedangan,
   dan Kecamatan Pinang, Kebupaten Tangerang dan Kota Tangerang,
   Provinsi Banten.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian Objek Penilaian adalah untuk memberikan pendapat
   tentang nilai pasar dari Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2024
   yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

   Maksud dari penilaian Objek Penilaian adalah untuk memenuhi kebutuhan
   Perseroan dalam rangka kepentingan rencana pembelian Objek Penilaian.

4. Dasar Nilai

   Untuk keperluan penilaian atas Objek Penilaian, dasar nilai yang kami
   pergunakan dalam laporan penilaian ini adalah nilai pasar (market value),
   yang berdasarkan POJK 28/2021 didefinisikan sebagai “perkiraan jumlah
   uang pada tanggal penilaian (cut off date), yang dapat diperoleh dari
   transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu objek penilaian, antara
   pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berniat menjual, dalam
   suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
   dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
   dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan”.

5. Tanggal Penilaian

   Tanggal penilaian ditetapkan pada tanggal 31 Desember 2024. Tanggal ini
   dipilih atas pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

6. Tingkat Kedalaman Investigasi

   Batasan dalam melakukan inspeksi, penelaahan, dan analisis untuk definisi
   penugasan adalah sebagai berikut:

   •   Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara
       langsung pada Objek Penilaian.

   •   Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke Objek
       Penilaian, termasuk data yang harus disediakan oleh pemberi tugas
       dan/atau pihak terkait lainya.




                               65
Page 67
   •   Segala sesuatu yang membatasi penugasan ini akan dicatatkan
       sebagai bagian yang mengikat atas hasil penugasan yang dilakukan.

7. Pendekatan Penilaian

   Pendekatan yang digunakan dalam penilaian ini adalah pendekatan pasar
   (market approach). Pendekatan pasar adalah pendekatan penilaian yang
   menggunakan data transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding
   dan sejenis dengan Objek Penilaian yang berupa tanah yang didasarkan
   pada suatu proses perbandingan dan penyesuaian.

   Pendekatan pasar dilakukan dengan mengumpulkan data penjualan dan
   atau data penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki
   kesamaan karakteristik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah,
   sisi tanah yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis
   sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah, mudah atau tidaknya
   dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada,
   pencatatanpencatatan, wawancara-wawancara dengan orang-orang atau
   pejabatpejabat dan pemilik-pemilik properti lainnya yang mengetahui benar
   mengenai nilai-nilai properti, harga transaksi serta harga penawaran yang
   sebanding.

   Data      tersebut     kemudian         dianalisa     dengan      memberikan
   penyesuaian-penyesuaian (adjustment) terhadap perbedaan dan kesamaan
   karakteristik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah
   yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat,
   topografi, keadaan permukaan tanah, mudah atau tidaknya dicapai
   (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada, antara Objek
   Penilaian yang berupa tanah dengan data pembanding properti yang
   berhasil dikumpulkan untuk menghasilkan nilai pasar Objek Penilaian yang
   berupa tanah.

   Pendekatan    pasar    digunakan     dalam penilaian  ini   dengan
   mempertimbangkan bahwa pada saat inspeksi lapangan dilakukan
   ditemukan data pembanding properti yang sebanding dan sejenis yang
   dapat digunakan dalam proses penilaian.

8. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah KJPP
   SRR terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan
   yang mempengaruhi penilaian, maka menurut KJPP SRR, nilai pasar
   Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
   Rp 3,48 triliun.




                                66
Page 68
III.E.   Analisis atas Laporan Penilaian Tanah LK

         KJPP SRR resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.09.0059
         berdasarkan Keputusan Surat Menteri Keuangan No. 1056/KM.1/2009
         tanggal 20 Agustus 2009, dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang
         pasar modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
         Modal dari OJK No. STTD.PPB-05/PJ-1/PM.02/2023(penilai properti dan
         bisnis) tanggal 8 Juni 2023, telah ditunjuk oleh manajemen
         Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penawaran
         No.    250507.002/SRR-JK/SPN-A/SMRA/OR           tanggal    7    Mei     2025
         yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka KJPP SRR telah
         melakukan     penilaian    atas     Tanah      LK     (selanjutnya     disebut
         “Objek     Penilaian”)   sebagaimana       tertuang     dalam      laporannya
         No. 00159/2.0059-02/PI/03/0242/1/VI/2025 tanggal 10 Juni 2025 tanggal
         dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Pembelian Tanah LK adalah
            SCK dan LK.

         2. Objek Penilaian

            Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah Objek Penilaian, yaitu properti
            milik/atas nama/yang dikuasai oleh LK yang berupa tanah seluas
            211.880,00 m² yang berlokasi di Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan,
            Kabupateng Tangerang, Provinsi Banten.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian Objek Penilaian adalah untuk memberikan pendapat
            tentang nilai pasar dari Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2024
            yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

            Maksud dari penilaian Objek Penilaian adalah untuk memenuhi kebutuhan
            Perseroan dalam rangka kepentingan rencana pembelian Objek Penilaian.

         4. Dasar Nilai

            Untuk keperluan penilaian atas Objek Penilaian, dasar nilai yang kami
            pergunakan dalam laporan penilaian ini adalah nilai pasar (market value),
            yang berdasarkan POJK 28/2021 didefinisikan sebagai “perkiraan jumlah
            uang pada tanggal penilaian (cut off date), yang dapat diperoleh dari
            transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu objek penilaian, antara
            pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berniat menjual, dalam
            suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
            dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
            dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan”.




                                        67
Page 69
5. Tanggal Penilaian

   Tanggal penilaian ditetapkan pada tanggal 31 Desember 2024. Tanggal ini
   dipilih atas pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

6. Tingkat Kedalaman Investigasi

   Batasan dalam melakukan inspeksi, penelaahan, dan analisis untuk definisi
   penugasan adalah sebagai berikut:

   •   Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara
       langsung pada Objek Penilaian.

   •   Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke Objek
       Penilaian, termasuk data yang harus disediakan oleh pemberi tugas
       dan/atau pihak terkait lainya.

   •   Segala sesuatu yang membatasi penugasan ini akan dicatatkan
       sebagai bagian yang mengikat atas hasil penugasan yang dilakukan.

7. Pendekatan Penilaian

   Pendekatan yang digunakan dalam penilaian ini adalah pendekatan pasar
   (market approach). Pendekatan pasar adalah pendekatan penilaian yang
   menggunakan data transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding
   dan sejenis dengan Objek Penilaian yang berupa tanah yang didasarkan
   pada suatu proses perbandingan dan penyesuaian.

   Pendekatan pasar dilakukan dengan mengumpulkan data penjualan dan
   atau data penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki
   kesamaan karakteristik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah,
   sisi tanah yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis
   sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah, mudah atau tidaknya
   dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada,
   pencatatanpencatatan, wawancara-wawancara dengan orang-orang atau
   pejabatpejabat dan pemilik-pemilik properti lainnya yang mengetahui benar
   mengenai nilai-nilai properti, harga transaksi serta harga penawaran yang
   sebanding.

   Data      tersebut     kemudian         dianalisa     dengan      memberikan
   penyesuaian-penyesuaian (adjustment) terhadap perbedaan dan kesamaan
   karakteristik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah
   yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat,
   topografi, keadaan permukaan tanah, mudah atau tidaknya dicapai
   (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada, antara Objek
   Penilaian yang berupa tanah dengan data pembanding properti yang
   berhasil dikumpulkan untuk menghasilkan nilai pasar Objek Penilaian yang
   berupa tanah.



                                68
Page 70
            Pendekatan    pasar    digunakan     dalam penilaian  ini   dengan
            mempertimbangkan bahwa pada saat inspeksi lapangan dilakukan
            ditemukan data pembanding properti yang sebanding dan sejenis yang
            dapat digunakan dalam proses penilaian.

         8. Kesimpulan Penilaian

            Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah KJPP
            SRR terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan
            yang mempengaruhi penilaian, maka menurut KJPP SRR, nilai pasar
            Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar
            Rp 703,76 miliar.

III.F.   Analisis atas Laporan Ringkas Kajian atas Kenaikan Nilai Tanah

         KJPP SRR resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.09.0059
         berdasarkan Keputusan Surat Menteri Keuangan No. 1056/KM.1/2009
         tanggal 20 Agustus 2009, dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang
         pasar modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
         Modal dari OJK No. STTD.PPB-05/PJ-1/PM.02/2023 (penilai properti dan
         bisnis) tanggal 8 Juni 2023, telah ditunjuk oleh manajemen
         Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penawaran
         No. 250507.006/SRR-JK/SPN-A/SMRA/OR tanggal 7 Mei 2025 yang telah
         disetujui oleh manajemen Perseroan, maka KJPP SRR telah melakukan kajian
         atas kenaikan nilai tanah seluas 1.217.412,00 m² milik/atas nama/yang
         dikuasai oleh VT dan LK yang terletak di Desa Pakulonan Barat, Desa Curug
         Sangereng, Desa Cihuni, Desa Cijantra, Desa Medang, dan Kelurahan
         Panunggangan Timur, Kecamatan Kelapa Dua, Kecamatan Pagedangan, dan
         Kecamatan Pinang Kebupaten Tangerang dan Kota Tangerang, Provinsi
         Banten (selanjutnya disebut “Objek Kajian”) dengan tujuan mengungkapkan
         pendapat mengenai kenaikan nilai dari Obyek Kajian per tahun sebagaimana
         tertuang dalam laporannya No. 250610.001/SRR-JK/LP-A/SMRA/OR tanggal
         10 Juni 2025.

         1. Tujuan dan Maksud Kajian

            Tujuan kajian Objek Kajian adalah untuk memberikan pendapat mengenai
            kenaikan nilai dari Objek Kajian per tahun.

            Penugasan kajian atas kenaikan nilai Objek Kajian dilaksanakan untuk
            memenuhi kebutuhan Perseroan dalam rangka kepentingan rencana
            pembelian Objek Kajian.




                                       69
Page 71
         2. Objek Kajian

             Objek yang dikaji dalam kajian ini adalah Objek Kajian, yaitu properti yang
             berupa tanah seluas 1.217.412,00 m² milik/atas nama/yang dikuasai oleh
             Perseroan yang terletak di Desa Pakulonan Barat, Desa Curug Sangereng,
             Desa Cihuni, Desa Cijantra, Desa Medang, dan Kelurahan Panunggangan
             Timur, Kecamatan Kelapa Dua, Kecamatan Pagedangan, dan Kecamatan
             Pinang Kebupaten Tangerang dan Kota Tangerang, Provinsi Banten.

         3. Inspeksi Objek Kajian

             Peninjauan fisik atas Objek Kajian dilakukan pada tanggal 28 Mei 2025
             sampai dengan 3 Juni 2025.

         4. Metodologi Kajian

             Kajian atas kenaikan nilai tanah dilakukan dengan menganalisa data future
             trends shaping Indonesian Real Estate market growth yang diperoleh dari
             www.marketreportanalytics.com dan data inflasi yang diperoleh dari Bank
             Indonesia.

         5. Kesimpulan Kajian

             Berdasarkan kajian yang telah kami lakukan dengan memperhatikan
             data dan faktor-faktor yang erat hubungannya dengan kajian, KJPP SRR
             berkesimpulan bahwa kenaikan nilai dari Objek Kajian adalah sebesar
             5,82% per tahun.

III.G.   Analisis Inkremental

         Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
         melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain
         sebagai berikut:

         •   Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
             yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
             Perseroan;
         •   Biaya atau pendapatan yang relevan;
         •   Informasi non-keuangan yang relevan; dan
         •   Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
             rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                         70
Page 72
III.G.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

           Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                            31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

           Pendapatan neto                                              8.852.061     9.324.209    10.147.071    11.119.615    12.514.054
           Beban pokok penjualan dan beban langsung                     3.938.839     4.139.435     4.560.059     4.758.027     5.439.974
           Laba kotor                                                   4.913.222     5.184.774     5.587.011     6.361.588     7.074.080
           Beban usaha                                                  1.799.042     1.736.486     1.827.771     2.268.859     2.655.783
           Laba usaha                                                   3.114.180     3.448.288     3.759.241     4.092.729     4.418.297
           Beban lain-lain                                             (1.075.801)   (1.159.499)   (1.243.197)   (1.273.038)   (1.220.890)
           Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan         2.038.378     2.288.789     2.516.044     2.819.690     3.197.407
           Beban pajak final dan pajak penghasilan                       (362.255)     (414.250)     (500.929)     (572.697)     (674.080)
           Laba tahun berjalan                                          1.676.123     1.874.538     2.015.115     2.246.993     2.523.326



                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                            31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

           Pendapatan neto                                             14.155.778    14.840.946    16.964.436    18.864.203    21.979.702
           Beban pokok penjualan dan beban langsung                     6.110.637     6.235.743     7.201.335     7.940.721     9.344.604
           Laba kotor                                                   8.045.141     8.605.203     9.763.101    10.923.482    12.635.099
           Beban usaha                                                  2.840.346     3.045.994     3.266.847     3.505.921     3.769.300
           Laba usaha                                                   5.204.795     5.559.209     6.496.255     7.417.562     8.865.798
           Beban lain-lain                                                      -             -             -             -             -
           Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan         5.204.795     5.559.209     6.496.255     7.417.562     8.865.798
           Beban pajak final dan pajak penghasilan                         14.893        37.262        37.543        37.997        45.340
           Laba tahun berjalan                                          5.219.687     5.596.471     6.533.797     7.455.559     8.911.138




           Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                            31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

           Pendapatan neto                                              8.852.061     9.324.209    10.324.274    11.383.902    12.762.340
           Beban pokok penjualan dan beban langsung                     3.938.839     4.139.435     4.632.949     4.879.825     5.493.811
           Laba kotor                                                   4.913.222     5.184.774     5.691.325     6.504.078     7.268.529
           Beban usaha                                                  1.810.241     1.799.322     1.901.082     2.353.087     2.759.284
           Laba usaha                                                   3.102.980     3.385.452     3.790.243     4.150.991     4.509.245
           Beban lain-lain                                             (1.075.801)   (1.159.499)   (1.243.197)   (1.273.038)   (1.220.890)
           Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan         2.027.179     2.225.953     2.547.045     2.877.953     3.288.354
           Beban pajak final dan pajak penghasilan                       (362.255)     (414.091)     (486.044)     (532.672)     (608.969)
           Laba tahun berjalan                                          1.664.924     1.811.862     2.061.001     2.345.280     2.679.385



                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                            31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

           Pendapatan neto                                             14.743.473    16.386.996    18.499.387    20.567.224    23.844.177
           Beban pokok penjualan dan beban langsung                     6.346.631     7.054.119     7.963.441     8.853.584    10.264.216
           Laba kotor                                                   8.396.842     9.332.877    10.535.946    11.713.640    13.579.961
           Beban usaha                                                  2.952.434     3.159.104     3.380.242     3.616.858     3.870.039
           Laba usaha                                                   5.444.408     6.173.772     7.155.704     8.096.782     9.709.923
           Beban lain-lain                                                      -             -             -             -             -
           Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan         5.444.408     6.173.772     7.155.704     8.096.782     9.709.923
           Beban pajak final dan pajak penghasilan                              -             -             -             -             -
           Laba tahun berjalan                                          5.444.408     6.173.772     7.155.704     8.096.782     9.709.923




                                                                  71
Page 73
             Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
             tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
             sebesar Rp 138,76 triliun dan Rp 44,05 triliun.

             Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba tahun berjalan Perseroan
             setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 146,69 triliun
             dan Rp 47,14 triliun.

             Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
             tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
             berpotensi memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang
             berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga diharapkan
             dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan
             datang.

III.G.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
             terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
             Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat
             Kewajaran.

III.G.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.G.3.a.   Produk dan Jasa yang Dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha SCK adalah bergerak dalam bidang properti
             (secara umum), khususnya properti yang dimiliki atau disewa, yang mencakup
             penjualan, penyewaan, dan pengoperasian properti, seperti gedung
             apartemen, gedung tempat tinggal, dan gedung non-tempat tinggal, serta
             penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa perabot untuk
             penggunaan tetap, baik secara bulanan maupun tahunan. Hal in termasuk
             kegiatan seperti penjualan tanah, pembangunan gedung untuk pengoperasian
             sendiri, pemecahan properti menjadi plot tanah tanpa pengembangan tanah,
             dan pengoperasian kawasan pemukiman untuk rumah bergerak. Dengan
             demikian, produk dan jasa yang dihasilkan oleh SCK adalah sebagai berikut:

             •   Penjualan apartemen;
             •   Penjualan rumah kantor;
             •   Penjualan kavling;
             •   Jasa pengelolaan lingkungan;
             •   Jasa pengelolaan gedung;
             •   Jasa pengelolaan air;
             •   Sewa properti investasi; dan
             •   Rekreasi.




                                           72
Page 74
III.G.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SCK yaitu
             Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan.

III.G.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SCK adalah sebagai
             berikut:

             •   PT Alam Sultra Realty Tbk;
             •   PT Bumi Serpong Damai Tbk;
             •   PT Ciputra Development Tbk;
             •   PT Intiland Development Tbk; dan
             •   PT Lippo Karawaci Tbk

III.G.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SCK
             adalah melakukan pengembangan inovatif terhadap produk hunian dan
             komersial yang disertai dengan penambahan fasilitas pendukung yang mampu
             meningkatkan kualitas serta daya tarik kawasan kota terpadu. Upaya ini
             ditujukan untuk memperkuat posisi kawasan sebagai area premium yang
             memiliki nilai strategis dan investasi tinggi.

III.G.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui
             proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana
             atas Rencana Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur
             Utama dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana
             atas Rencana Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis
             internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan
             demikian, manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh
             perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
             memperhatikan alternatif lain.




                                           73
Page 75
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Pada tanggal 13 Juni 2025, SCK dan VT telah menandatangani PPS VT, di
         mana SCK dan VT bermaksud untuk melakukan kerjasama dengan
         membentuk perusahaan patungan berbentuk perseroan terbatas yaitu
         SCH, di mana SCK dan VT telah sepakat untuk melakukan Rencana Kerja
         Sama VT. VT memiliki hak kepemilikan secara hukum atas Tanah VT
         dengan luas kurang lebih 1.005.531,75 m2 yang terletak di Desa Pakulonan
         Barat, Curug Sangereng, Cihuni, Cijantra, Medang, Panunggangan Timur,
         Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Setelah Rencana Kerja Sama VT
         menjadi efektif, SCH akan melakukan pembelian Tanah VT dengan nilai
         transaksi jual beli atau pemindahan hak sebesar Rp 3,02 triliun di mana
         jumlah nilai transaksi akan bergantung pada hasil pengukuran atas bidang
         tanah pada saat pensertifikatan atas nama SCH, yang selambatnya akan
         dibayarkan oleh SCH kepada VT paling lambat dalam waktu 36 bulan sejak
         tanggal PPS VT, dengan jadwal pembayaran pada bulan Agustus 2025,
         Agustus 2026, Agustus 2027, dan Agustus 2028 sehubungan dengan
         Rencana Pembelian Tanah VT.

         Berdasarkan penilaian Tanah VT yang dilakukan oleh KJPP SRR
         sebagaimana      termuat    dalam    laporannya      No.    00160/2.0059-
         02/PI/03/0242/1/VI/2025 tanggal 10 Juni 2025, nilai pasar Tanah VT adalah
         sebesar Rp 3.465.000 per m2.

         Selanjutnya, berdasarkan laporan ringkas kajian atas kenaikan nilai tanah
         yang disusun oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
         No. 250610.001/SRR-JK/LP-A/SMRA/OR tanggal 10 Juni 2025, rata-rata
         kenaikan harga tanah per m2 adalah sebesar 5,82% per tahun.

         Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi nilai pasar Tanah VT dengan luas
         kurang lebih 1.005.531,75 m2 dan dengan asumsi rata-rata kenaikan harga
         tanah per m2 adalah sebesar 5,82% per tahun untuk periode delapan bulan
         yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2025 – 2028 adalah
         sebesar Rp 3,23 triliun. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat
         diskonto sebesar 10,42%, yang merupakan biaya modal kapital VT, yang
         ditentukan dengan menggunakan formula sebagai berikut:

         WACC =      (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

         Di mana:

         ke   =      Biaya modal ekuitas/saham biasa
         kd   =      Biaya modal utang
         We   =      Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
         Wd   =      Bobot utang dalam struktur kapital
         t    =      Pajak penghasilan perusahaan




                                      74
Page 76
Biaya Modal untuk Ekuitas

Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya
modal ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM)
dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

di mana:

ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
              atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
              (risk free rate)
β         =   Beta
RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
              premium)

Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu
obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
jangka waktu 3 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,98%, yang
diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,87%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2024 yang diterbitkan pada
bulan Januari 2025.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
di mana RBDS sebesar 1,89% digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.




                               75
Page 77
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
tahun 2024 sebesar 0,37 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage
yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto laba bersih periode/tahun berjalan VT tersebut dengan
formula sebagai berikut:

βL   =   βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 214,80% untuk
memperoleh beta VT. Tarif pajak yang digunakan untuk VT sesuai dengan
tarif pajak final. Dengan demikian, maka diperoleh beta VT sebesar 1,15
dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

βL   =   0,37 x (1 + (1 – 0,00%) x 214,80%) = 1,15

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,89% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke   =      Rf + ( β x RPm ) – RBDS
     =      6,98% + (1,15 x 6,87% ) – 1,89%
     =      13,01%

Biaya Modal untuk Utang

Karena perhitungan nilai ekuitas Perseroan dilakukan dengan mendiskonto
tingkat balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
cash flow to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah
tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik
yang berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang)
maupun yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku
bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga
kredit investasi bank Persero untuk bulan Desember 2024 yang
dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 9,21%.




                            76
Page 78
   Weighted Average Cost of Capital

   Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot
   ekuitas sebesar 31,77%, dan bobot utang sebesar 68,23%, yang diolah dari
   data rata-rata DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis
   dengan tarif pajak yang berlaku untuk VT sesuai dengan tarif pajak final,
   maka weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai berikut:

   WACC                  = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
   WACC                  = (13,01% x 31,77%) + (9,21% x [1 – 0,00%] x 68,23%)
                         = 10,42%

   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi nilai pasar Tanah VT untuk
   periode   delapan   bulan     yang    berakhir    pada   tanggal-tanggal
   31 Agustus 2025 – 2028 adalah sebesar Rp 3,23 triliun dengan tingkat
   diskonto sebesar 10,42% sebagaimana diungkapkan di atas adalah
   sebagai berikut:
                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                31/12/24     31/08/25     31/08/26     31/08/27      31/08/28
                              Keterangan
                                                (1 Tahun)    (8 Bulan)    (8 Bulan)    (8 Bulan)    (8 Bulan)
    Luas tanah (m2)                              1.005.532      251.383      251.383      251.383       251.383
    Nilai pasar tanah/m2 (Rupiah)                3.465.000    3.666.663    3.880.063    4.105.882     4.344.845
    Nilai pasar tanah                                           921.737      975.382    1.032.149     1.092.220
    Faktor diskonto                                              0,9351       0,8455       0,7645        0,6910
    Nilai kini nilai pasar tanah                                861.916      824.685      789.078       754.724
    Jumlah nilai kini nilai pasar tanah                       3.230.403




   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 3,02 triliun adalah lebih
   rendah dari nilai pasar Tanah VT sebesar Rp 3,23 triliun, sehingga
   Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
   sebesar 6,62% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
   mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar Tanah VT sebesar
   Rp 3,23 triliun.

2. Pada tanggal 13 Juni 2025, SCK dan LK telah menandatangani PPS LK, di
   mana SCK dan LK bermaksud untuk melakukan kerjasama dengan
   membentuk perusahaan patungan berbentuk perseroan terbatas yaitu SCL,
   di mana SCK dan LK telah sepakat untuk melakukan Rencana Kerja Sama
   VT. LK memiliki hak kepemilikan secara hukum atas Tanah LK dengan luas
   kurang lebih 211.880,88 m2 yang terletak di Desa Cihuni, Kabupaten
   Tangerang, Provinsi Banten. Setelah Rencana Kerja Sama LK menjadi
   efektif, SCL akan melakukan pembelian Tanah LK dengan nilai transaksi
   jual beli atau pemindahan hak sebesar Rp 635,64 miliar di mana jumlah
   nilai transaksi akan bergantung pada hasil pengukuran atas bidang tanah
   pada saat pensertifikatan atas nama SCL, yang selambatnya akan
   dibayarkan oleh SCL kepada LK paling lambat dalam waktu 36 bulan sejak
   tanggal PPS LK, dengan jadwal pembayaran pada bulan Agustus 2025,
   Agustus 2026, Agustus 2027, dan Agustus 2028 sehubungan dengan
   Rencana Pembelian Tanah LK.




                                           77
Page 79
   Berdasarkan penilaian Tanah LK yang dilakukan oleh KJPP SRR
   sebagaimana      termuat    dalam    laporannya      No.    00159/2.0059-
   02/PI/03/0242/1/VI/2025 tanggal 10 Juni 2025, nilai pasar Tanah LK adalah
   sebesar Rp 3.321.000 per m2.

   Selanjutnya, berdasarkan laporan ringkas kajian atas kenaikan nilai tanah
   yang disusun oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 250610.001/SRR-JK/LP-A/SMRA/OR tanggal 10 Juni 2025, rata-rata
   kenaikan harga tanah per m2 adalah sebesar 5,82% per tahun.

   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi nilai pasar Tanah LK dengan luas
   kurang lebih 211.880,88 m2 dan dengan asumsi rata-rata kenaikan harga
   tanah per m2 adalah sebesar 5,82% per tahun untuk periode delapan bulan
   yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2025 – 2028 adalah
   sebesar Rp 652,78 miliar. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat
   diskonto sebesar 10,42%, sebagaimana diungkapkan di atas dengan
   rincian sebagai berikut:
                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                          31/12/24       31/08/25       31/08/26       31/08/27      31/08/28
                             Keterangan
                                                          (1 Tahun)      (8 Bulan)      (8 Bulan)      (8 Bulan)      (8 Bulan)
   Luas tanah (m2)                                           211.881         52.970         52.970         52.970         52.970
   Nilai pasar tanah/m2 (Rupiah)                           3.321.000      3.514.282      3.718.813      3.935.248      4.164.280
   Nilai pasar tanah                                                        186.152        196.986        208.451        220.583
   Faktor diskonto                                                           0,9353         0,8459         0,7650         0,6917
   Nilai kini nilai pasar tanah                                             174.108        166.631        159.465        152.577
   Jumlah nilai kini nilai pasar tanah                                      652.781




   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 635,64 miliar adalah lebih
   rendah dari nilai pasar Tanah LK sebesar Rp 652,78 miliar, sehingga
   Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
   sebesar 2,63% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
   mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar Tanah VT sebesar
   Rp 652,78 miliar.

3. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

   Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                             Keterangan                   31/12/25       31/12/26       31/12/27       31/12/28       31/12/29

   Pendapatan neto                                          8.852.061     9.324.209     10.147.071      11.119.615     12.514.054
   Beban pokok penjualan dan beban langsung                 3.938.839     4.139.435      4.560.059       4.758.027      5.439.974
   Laba kotor                                               4.913.222     5.184.774      5.587.011       6.361.588      7.074.080
   Beban usaha                                              1.799.042     1.736.486      1.827.771       2.268.859      2.655.783
   Laba usaha                                               3.114.180      3.448.288      3.759.241      4.092.729      4.418.297
   Beban lain-lain                                         (1.075.801)    (1.159.499)    (1.243.197)    (1.273.038)    (1.220.890)
   Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan     2.038.378     2.288.789      2.516.044       2.819.690      3.197.407
   Beban pajak final dan pajak penghasilan                   (362.255)     (414.250)      (500.929)       (572.697)      (674.080)
   Laba tahun berjalan                                      1.676.123     1.874.538      2.015.115       2.246.993      2.523.326




                                                     78
Page 80
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                       31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

Pendapatan neto                                        14.155.778    14.840.946    16.964.436    18.864.203    21.979.702
Beban pokok penjualan dan beban langsung                6.110.637     6.235.743     7.201.335     7.940.721     9.344.604
Laba kotor                                              8.045.141     8.605.203     9.763.101    10.923.482    12.635.099
Beban usaha                                             2.840.346     3.045.994     3.266.847     3.505.921     3.769.300
Laba usaha                                              5.204.795     5.559.209     6.496.255     7.417.562     8.865.798
Beban lain-lain                                                 -             -             -             -             -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan    5.204.795     5.559.209     6.496.255     7.417.562     8.865.798
Beban pajak final dan pajak penghasilan                    14.893        37.262        37.543        37.997        45.340
Laba tahun berjalan                                     5.219.687     5.596.471     6.533.797     7.455.559     8.911.138




Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                       31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

Pendapatan neto                                         8.852.061     9.324.209    10.324.274    11.383.902    12.762.340
Beban pokok penjualan dan beban langsung                3.938.839     4.139.435     4.632.949     4.879.825     5.493.811
Laba kotor                                              4.913.222     5.184.774     5.691.325     6.504.078     7.268.529
Beban usaha                                             1.810.241     1.799.322     1.901.082     2.353.087     2.759.284
Laba usaha                                              3.102.980     3.385.452     3.790.243     4.150.991     4.509.245
Beban lain-lain                                        (1.075.801)   (1.159.499)   (1.243.197)   (1.273.038)   (1.220.890)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan    2.027.179     2.225.953     2.547.045     2.877.953     3.288.354
Beban pajak final dan pajak penghasilan                  (362.255)     (414.091)     (486.044)     (532.672)     (608.969)
Laba tahun berjalan                                     1.664.924     1.811.862     2.061.001     2.345.280     2.679.385



                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                       31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

Pendapatan neto                                        14.743.473    16.386.996    18.499.387    20.567.224    23.844.177
Beban pokok penjualan dan beban langsung                6.346.631     7.054.119     7.963.441     8.853.584    10.264.216
Laba kotor                                              8.396.842     9.332.877    10.535.946    11.713.640    13.579.961
Beban usaha                                             2.952.434     3.159.104     3.380.242     3.616.858     3.870.039
Laba usaha                                              5.444.408     6.173.772     7.155.704     8.096.782     9.709.923
Beban lain-lain                                                 -             -             -             -             -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan    5.444.408     6.173.772     7.155.704     8.096.782     9.709.923
Beban pajak final dan pajak penghasilan                         -             -             -             -             -
Laba tahun berjalan                                     5.444.408     6.173.772     7.155.704     8.096.782     9.709.923




Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp 138,76 triliun dan Rp 44,05 triliun.

Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba tahun berjalan
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 146,69 triliun dan Rp 47,14 triliun.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
yang akan datang.




                                                  79
Page 81
4. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 masing-masing
   adalah sebesar Rp 19,10 triliun dan Rp 20,19 triliun. Dengan demikian,
   jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan
   setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2034 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari
   proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan sebelum Rencana
   Transaksi     untuk     tahun     yang   berakhir    pada    tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2034. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat
   diskonto sebesar 14,71%, yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan,
   yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan
   menggunakan formula sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   dimana:

   ke        = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau
               biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
               (risk free rate)
   β         = Beta
   RPm       = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
               premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
   tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
   risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
   jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   31 Desember 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu
   obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
   jangka waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 7,07%, yang
   diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
   akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

   RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
   tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
   market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
   (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
   menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
   risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
   perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
   negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
   premi risiko sebesar 6,87%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
   (New York University Business School) tahun 2024 yang diterbitkan pada
   bulan Januari tahun 2025.




                                  80
Page 82
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Desember 2024 sebesar 1,39.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,89% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke           =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS
             =        7,07% + ( 1,39 x 6,87% ) – 1,89%
             =        14,71%

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034
adalah sebagai berikut:

Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28      31/12/29
Laba tahun berjalan                         1.676.123    1.874.538    2.015.115    2.246.993      2.523.326
Faktor diskonto                                0,9337       0,8140       0,7096       0,6186         0,5393
Nilai kini                                  1.564.996    1.525.874    1.429.926    1.389.990      1.360.830



                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33      31/12/34
Laba tahun berjalan                         5.219.687    5.596.471    6.533.797    7.455.559      8.911.138
Faktor diskonto                                0,4702       0,4099       0,3573       0,3115         0,2716
Nilai kini                                  2.454.297    2.293.994    2.334.526    2.322.407      2.420.265
Jumlah nilai kini                          19.097.104




Setelah Rencana Transaksi
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                          31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28      31/12/29
Laba tahun berjalan                         1.664.924    1.811.862    2.061.001    2.345.280     2.679.385
Faktor diskonto                                0,9337       0,8140       0,7096       0,6186        0,5393
Nilai kini                                  1.554.540    1.474.855    1.462.487    1.450.790     1.444.992



                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33      31/12/34
Laba tahun berjalan                         5.444.408    6.173.772    7.155.704    8.096.782      9.709.923
Faktor diskonto                                0,4702       0,4099       0,3573       0,3115         0,2716
Nilai kini                                  2.559.961    2.530.629    2.556.733    2.522.147      2.637.215
Jumlah nilai kini                          20.194.350




                                    81
Page 83
5. Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya
   untuk membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang
   berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus mendorong pengembangan
   proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan
   melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
   residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas
   yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang
   mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
   Perseroan melalui SCK memandang perlu melakukan Rencana Transaksi
   sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat
   kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung
   yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup
   akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat
   kegiatan komersial.

6. Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti
   properti, Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SCK dengan
   melakukan Rencana Transaksi di mana Perseroan melalui SCK dapat
   memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh VT dan LK baik dari
   sisi keahlian teknis, pengalaman dalam pengembangan properti, maupun
   jaringan bisnis yang dimiliki. Dengan adanya sinergi melalui Rencana
   Transaksi Perseroan berharap dapat berkolaborasi dalam perencanaan
   strategis, pengawasan manajerial, hal operasional, dan pengelolaan proyek
   sehingga berpotensi mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan
   kualitas produk dan jasa yang dihasilkan.

7. Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SCK
   untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan
   ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan
   prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan pertumbuhan
   organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
   operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
   Dengan melakukan kerja sama dengan VT dan LK, maka Perseroan
   menjalankan mitigasi risiko atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi
   tantangan bagi perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan
   memiliki kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan
   jumlah luas yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa
   yang akan datang.




                               82
Page 84
             8. Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas
                anak, yaitu SCK, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan
                salah satunya melalui pengembangan Tanah VT dan Tanah LK.
                Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari
                hasil penjualan unit-unit properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial,
                maupun bentuk bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai
                sumber pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang
                yang dibangun dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara
                berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis yang
                telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan di lokasi yang sama.

             9. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
                menciptakan nilai tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun
                pencapaian kinerja keuangan entitas anak, sehingga dapat memberikan
                kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
                masa mendatang.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.




                                             83
Page 85
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan
dengan Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang
saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            84
Page 86
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           85
Page 87
                                                                                                           Lampiran B

PT Summarecon Agung Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                        31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

Pendapatan neto                                          8.852.061      9.324.209    10.147.071    11.119.615    12.514.054
Beban pokok penjualan dan beban langsung                 3.938.839      4.139.435     4.560.059     4.758.027     5.439.974
Laba kotor                                               4.913.222      5.184.774     5.587.011     6.361.588     7.074.080
Beban usaha                                              1.799.042      1.736.486     1.827.771     2.268.859     2.655.783
Laba usaha                                                3.114.180     3.448.288     3.759.241     4.092.729     4.418.297
Beban lain-lain                                          (1.075.801)   (1.159.499)   (1.243.197)   (1.273.038)   (1.220.890)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan     2.038.378      2.288.789     2.516.044     2.819.690     3.197.407
Beban pajak final dan pajak penghasilan                   (362.255)      (414.250)     (500.929)     (572.697)     (674.080)
Laba tahun berjalan                                      1.676.123      1.874.538     2.015.115     2.246.993     2.523.326



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                        31/12/30       31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

Pendapatan neto                                         14.155.778     14.840.946    16.964.436    18.864.203    21.979.702
Beban pokok penjualan dan beban langsung                 6.110.637      6.235.743     7.201.335     7.940.721     9.344.604
Laba kotor                                               8.045.141      8.605.203     9.763.101    10.923.482    12.635.099
Beban usaha                                              2.840.346      3.045.994     3.266.847     3.505.921     3.769.300
Laba usaha                                               5.204.795      5.559.209     6.496.255     7.417.562     8.865.798
Beban lain-lain                                                  -              -             -             -             -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan     5.204.795      5.559.209     6.496.255     7.417.562     8.865.798
Beban pajak final dan pajak penghasilan                     14.893         37.262        37.543        37.997        45.340
Laba tahun berjalan                                      5.219.687      5.596.471     6.533.797     7.455.559     8.911.138



PT Summarecon Agung Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                        31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

Pendapatan neto                                          8.852.061      9.324.209    10.324.274    11.383.902    12.762.340
Beban pokok penjualan dan beban langsung                 3.938.839      4.139.435     4.632.949     4.879.825     5.493.811
Laba kotor                                               4.913.222      5.184.774     5.691.325     6.504.078     7.268.529
Beban usaha                                              1.810.241      1.799.322     1.901.082     2.353.087     2.759.284
Laba usaha                                                3.102.980     3.385.452     3.790.243     4.150.991     4.509.245
Beban lain-lain                                          (1.075.801)   (1.159.499)   (1.243.197)   (1.273.038)   (1.220.890)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan     2.027.179      2.225.953     2.547.045     2.877.953     3.288.354
Beban pajak final dan pajak penghasilan                   (362.255)      (414.091)     (486.044)     (532.672)     (608.969)
Laba tahun berjalan                                      1.664.924      1.811.862     2.061.001     2.345.280     2.679.385




                                                           86
Page 88
                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                       31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34

Pendapatan neto                                        14.743.473   16.386.996   18.499.387   20.567.224    23.844.177
Beban pokok penjualan dan beban langsung                6.346.631    7.054.119    7.963.441    8.853.584    10.264.216
Laba kotor                                              8.396.842    9.332.877   10.535.946   11.713.640    13.579.961
Beban usaha                                             2.952.434    3.159.104    3.380.242    3.616.858     3.870.039
Laba usaha                                              5.444.408    6.173.772    7.155.704    8.096.782     9.709.923
Beban lain-lain                                                 -            -            -            -             -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan    5.444.408    6.173.772    7.155.704    8.096.782     9.709.923
Beban pajak final dan pajak penghasilan                         -            -            -            -             -
Laba tahun berjalan                                     5.444.408    6.173.772    7.155.704    8.096.782     9.709.923




                                                         87
Page 89
                                                                                                           Lampiran C

PT Summarecon Agung Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/25        31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29
Laba tahun berjalan                                       1.676.123       1.874.538    2.015.115    2.246.993     2.523.326
Faktor diskonto                                              0,9337          0,8140       0,7096       0,6186        0,5393
Nilai kini                                                1.564.996       1.525.874    1.429.926    1.389.990     1.360.830



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/30        31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34
Laba tahun berjalan                                       5.219.687       5.596.471    6.533.797    7.455.559     8.911.138
Faktor diskonto                                              0,4702          0,4099       0,3573       0,3115        0,2716
Nilai kini                                                2.454.297       2.293.994    2.334.526    2.322.407     2.420.265
Jumlah nilai kini                                        19.097.104



PT Summarecon Agung Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/25        31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29
Laba tahun berjalan                                       1.664.924       1.811.862    2.061.001    2.345.280     2.679.385
Faktor diskonto                                              0,9337          0,8140       0,7096       0,6186        0,5393
Nilai kini                                                1.554.540       1.474.855    1.462.487    1.450.790     1.444.992



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/30        31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34
Laba tahun berjalan                                       5.444.408       6.173.772    7.155.704    8.096.782     9.709.923
Faktor diskonto                                              0,4702          0,4099       0,3573       0,3115        0,2716
Nilai kini                                                2.559.961       2.530.629    2.556.733    2.522.147     2.637.215
Jumlah nilai kini                                        20.194.350




                                                            88
Page 90
                                                                                                              Lampiran D

Proyeksi Nilai Kini Nilai Pasar Tanah atas Rencana Pembelian Tanah VT
Untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2025 - 2028

                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                          31/12/24       31/08/25        31/08/26     31/08/27       31/08/28
                          Keterangan
                                                         (1 Tahun)      (8 Bulan)       (8 Bulan)    (8 Bulan)      (8 Bulan)
Luas tanah (m2)                                            1.005.532       251.383         251.383      251.383        251.383
Nilai pasar tanah/m2 (Rupiah)                              3.465.000     3.666.663       3.880.063    4.105.882      4.344.845
Nilai pasar tanah                                                          921.737         975.382    1.032.149      1.092.220
Faktor diskonto                                                             0,9353          0,8459       0,7650         0,6917
Nilai kini nilai pasar tanah                                               862.100         825.075      789.594        755.488
Jumlah nilai kini nilai pasar tanah                                      3.232.258



Proyeksi Nilai Kini Nilai Pasar Tanah atas Rencana Pembelian Tanah LK
Untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Agustus 2025 - 2028

                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                          31/12/24       31/08/25        31/08/26     31/08/27       31/08/28
                          Keterangan
                                                         (1 Tahun)      (8 Bulan)       (8 Bulan)    (8 Bulan)      (8 Bulan)
Luas tanah (m2)                                              211.881        52.970          52.970       52.970         52.970
Nilai pasar tanah/m2 (Rupiah)                              3.321.000     3.514.282       3.718.813    3.935.248      4.164.280
Nilai pasar tanah                                                          186.152         196.986      208.451        220.583
Faktor diskonto                                                             0,9353          0,8459       0,7650         0,6917
Nilai kini nilai pasar tanah                                               174.108         166.631      159.465        152.577
Jumlah nilai kini nilai pasar tanah                                        652.781




                                                             89
Page 91
                                                                             Lampiran E

Analisis atas Laporan Penilaian Tanah VT

KJPP SRR resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.09.0059 berdasarkan
Keputusan Surat Menteri Keuangan No. 1056/KM.1/2009tanggal 20 Agustus 2009, dan
terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat Tanda
Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PPB-05/PJ-
1/PM.02/2023(penilai properti dan bisnis) tanggal 8 Juni 2023, telah ditunjuk oleh
manajemenPerseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penawaran
No.        250507.003/SRR-JK/SPN-A/SMRA/OR            tanggal     7     Mei      2025
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka KJPP SRR telah melakukan
penilaian atas Tanah VT (selanjutnya disebut“Objek Penilaian”) sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00160/2.0059-02/PI/03/0242/1/VI/2025 tanggal 10 Juni 2025 dengan
ringkasan sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Pembelian Tanah VT adalah SCK dan
   VT.

2. Objek Penilaian

   Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah Objek Penilaian, yaitu properti milik/atas
   nama/yang dikuasai oleh VT yang berupa tanah seluas 1.005.531,75 m² yang berlokasi
   di Desa Pakulonan Barat, Desa Curug Sangereng, Desa Cihuni, Desa Cijantra, Desa
   Medang, dan Kelurahan Panunggangan Timur, Kecamatan Kelapa Dua, Kecamatan
   Pagedangan, dan Kecamatan Pinang, Kebupaten Tangerang dan Kota Tangerang,
   Provinsi Banten.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian Objek Penilaian adalah untuk memberikan pendapat tentang nilai pasar
   dari Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2024 yang dinyatakan dalam mata uang
   Rupiah.

   Maksud dari penilaian Objek Penilaian adalah untuk memenuhi kebutuhan Perseroan
   dalam rangka kepentingan rencana pembelian Objek Penilaian.

4. Dasar Nilai

   Untuk keperluan penilaian atas Objek Penilaian, dasar nilai yang kami pergunakan
   dalam laporan penilaian ini adalah nilai pasar (market value), yang berdasarkan POJK
   28/2021 didefinisikan sebagai “perkiraan jumlah uang pada tanggal penilaian (cut off
   date), yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu objek
   penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berniat menjual,
   dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
   dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya,
   kehati-hatian dan tanpa paksaan”.


                                           90
Page 92
5. Tanggal Penilaian

   Tanggal penilaian ditetapkan pada tanggal 31 Desember 2024. Tanggal ini dipilih atas
   pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

6. Tingkat Kedalaman Investigasi

   Batasan dalam melakukan inspeksi, penelaahan, dan analisis untuk definisi penugasan
   adalah sebagai berikut:

   •   Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada
       Objek Penilaian.

   •   Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke Objek Penilaian, termasuk
       data yang harus disediakan oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya.

   •   Segala sesuatu yang membatasi penugasan ini akan dicatatkan sebagai bagian
       yang mengikat atas hasil penugasan yang dilakukan.

7. Pendekatan Penilaian

   Pendekatan yang digunakan dalam penilaian ini adalah pendekatan pasar (market
   approach). Pendekatan pasar adalah pendekatan penilaian yang menggunakan data
   transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan Objek
   Penilaian yang berupa tanah yang didasarkan pada suatu proses perbandingan dan
   penyesuaian.

   Pendekatan pasar dilakukan dengan mengumpulkan data penjualan dan atau data
   penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan karakteristik
   dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan
   jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah,
   mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada,
   pencatatanpencatatan, wawancara-wawancara dengan orang-orang atau pejabatpejabat
   dan pemilik-pemilik properti lainnya yang mengetahui benar mengenai nilai-nilai properti,
   harga transaksi serta harga penawaran yang sebanding.

   Data         tersebut        kemudian           dianalisa         dengan      memberikan
   penyesuaian-penyesuaian (adjustment) terhadap perbedaan dan kesamaan karakteristik
   dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan
   jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah,
   mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada,
   antara Objek Penilaian yang berupa tanah dengan data pembanding properti yang
   berhasil dikumpulkan untuk menghasilkan nilai pasar Objek Penilaian yang berupa
   tanah.

   Pendekatan pasar digunakan dalam penilaian ini dengan mempertimbangkan bahwa
   pada saat inspeksi lapangan dilakukan ditemukan data pembanding properti yang
   sebanding dan sejenis yang dapat digunakan dalam proses penilaian.



                                            91
Page 93
8. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah KJPP SRR terima
   dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
   penilaian, maka menurut KJPP SRR, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
   31 Desember 2024 adalah sebesar Rp 3,48 triliun.




                                          92
Page 94
                                                                             Lampiran F

Analisis atas Laporan Penilaian Tanah LK

KJPP SRR resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.09.0059 berdasarkan
Keputusan Surat Menteri Keuangan No. 1056/KM.1/2009tanggal 20 Agustus 2009, dan
terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat Tanda
Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PPB-05/PJ-
1/PM.02/2023(penilai properti dan bisnis) tanggal 8 Juni 2023, telah ditunjuk oleh
manajemenPerseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penawaran
No. 250507.002/SRR-JK/SPN-A/SMRA/OR tanggal 7 Mei 2025 yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan, maka KJPP SRR telah melakukan penilaian atas Tanah LK
(selanjutnya disebut“Objek Penilaian”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00159/2.0059-02/PI/03/0242/1/VI/2025 tanggal 10 Juni 2025 tanggal dengan ringkasan
sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Pembelian Tanah LK adalah SCK dan
   LK.

2. Objek Penilaian

   Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah Objek Penilaian, yaitu properti milik/atas
   nama/yang dikuasai oleh LK yang berupa tanah seluas 211.880,00 m² yang berlokasi di
   Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupateng Tangerang, Provinsi Banten.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian Objek Penilaian adalah untuk memberikan pendapat tentang nilai pasar
   dari Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2024 yang dinyatakan dalam mata uang
   Rupiah.

   Maksud dari penilaian Objek Penilaian adalah untuk memenuhi kebutuhan Perseroan
   dalam rangka kepentingan rencana pembelian Objek Penilaian.

4. Dasar Nilai

   Untuk keperluan penilaian atas Objek Penilaian, dasar nilai yang kami pergunakan
   dalam laporan penilaian ini adalah nilai pasar (market value), yang berdasarkan POJK
   28/2021 didefinisikan sebagai “perkiraan jumlah uang pada tanggal penilaian (cut off
   date), yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu objek
   penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berniat menjual,
   dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
   dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya,
   kehati-hatian dan tanpa paksaan”.




                                           93
Page 95
5. Tanggal Penilaian

   Tanggal penilaian ditetapkan pada tanggal 31 Desember 2024. Tanggal ini dipilih atas
   pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

6. Tingkat Kedalaman Investigasi

   Batasan dalam melakukan inspeksi, penelaahan, dan analisis untuk definisi penugasan
   adalah sebagai berikut:

   •   Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada
       Objek Penilaian.

   •   Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke Objek Penilaian, termasuk
       data yang harus disediakan oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait lainya.

   •   Segala sesuatu yang membatasi penugasan ini akan dicatatkan sebagai bagian
       yang mengikat atas hasil penugasan yang dilakukan.

7. Pendekatan Penilaian

   Pendekatan yang digunakan dalam penilaian ini adalah pendekatan pasar (market
   approach). Pendekatan pasar adalah pendekatan penilaian yang menggunakan data
   transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan Objek
   Penilaian yang berupa tanah yang didasarkan pada suatu proses perbandingan dan
   penyesuaian.

   Pendekatan pasar dilakukan dengan mengumpulkan data penjualan dan atau data
   penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan karakteristik
   dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan
   jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah,
   mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada,
   pencatatanpencatatan, wawancara-wawancara dengan orang-orang atau pejabatpejabat
   dan pemilik-pemilik properti lainnya yang mengetahui benar mengenai nilai-nilai properti,
   harga transaksi serta harga penawaran yang sebanding.

   Data tersebut kemudian dianalisa dengan memberikan penyesuaian-penyesuaian
   (adjustment) terhadap perbedaan dan kesamaan karakteristik dalam hal fisik seperti
   lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat
   kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah, mudah atau tidaknya
   dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada, antara Objek Penilaian
   yang berupa tanah dengan data pembanding properti yang berhasil dikumpulkan untuk
   menghasilkan nilai pasar Objek Penilaian yang berupa tanah.

   Pendekatan pasar digunakan dalam penilaian ini dengan mempertimbangkan bahwa
   pada saat inspeksi lapangan dilakukan ditemukan data pembanding properti yang
   sebanding dan sejenis yang dapat digunakan dalam proses penilaian.




                                            94
Page 96
8. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah KJPP SRR terima
   dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
   penilaian, maka menurut KJPP SRR, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
   31 Desember 2024 adalah sebesar Rp 703,76 miliar.




                                          95
Page 97
                                                                             Lampiran G

Analisis atas Laporan Ringkas Kajian atas Kenaikan Nilai Tanah

KJPP SRR resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.09.0059 berdasarkan
Keputusan Surat Menteri Keuangan No. 1056/KM.1/2009 tanggal 20 Agustus 2009, dan
terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat Tanda
Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PPB-05/PJ-1/PM.02/2023
(penilai properti dan bisnis) tanggal 8 Juni 2023, telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan
sebagai penilai independen sesuai dengan surat penawaran No. 250507.006/SRR-JK/SPN-
A/SMRA/OR tanggal 7 Mei 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka
KJPP SRR telah melakukan kajian atas kenaikan nilai tanah seluas 1.217.412,00 m²
milik/atas nama/yang dikuasai oleh VT dan LK yang terletak di Desa Pakulonan Barat, Desa
Curug Sangereng, Desa Cihuni, Desa Cijantra, Desa Medang, dan Kelurahan
Panunggangan Timur, Kecamatan Kelapa Dua, Kecamatan Pagedangan, dan Kecamatan
Pinang Kebupaten Tangerang dan Kota Tangerang, Provinsi Banten (selanjutnya disebut
“Objek Kajian”) dengan tujuan mengungkapkan pendapat mengenai kenaikan nilai dari
Obyek Kajian per tahun sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 250610.001/SRR-
JK/LP-A/SMRA/OR tanggal 10 Juni 2025.

1. Tujuan dan Maksud Kajian

   Tujuan kajian Objek Kajian adalah untuk memberikan pendapat mengenai kenaikan nilai
   dari Objek Kajian per tahun.

   Penugasan kajian atas kenaikan nilai Objek Kajian dilaksanakan untuk memenuhi
   kebutuhan Perseroan dalam rangka kepentingan rencana pembelian Objek Kajian.

2. Objek Kajian

   Objek yang dikaji dalam kajian ini adalah Objek Kajian, yaitu properti yang berupa tanah
   seluas 1.217.412,00 m² milik/atas nama/yang dikuasai oleh Perseroan yang terletak di
   Desa Pakulonan Barat, Desa Curug Sangereng, Desa Cihuni, Desa Cijantra, Desa
   Medang, dan Kelurahan Panunggangan Timur, Kecamatan Kelapa Dua, Kecamatan
   Pagedangan, dan Kecamatan Pinang Kebupaten Tangerang dan Kota Tangerang,
   Provinsi Banten.

3. Inspeksi Objek Kajian

   Peninjauan fisik atas Objek Kajian dilakukan pada tanggal 28 Mei 2025 sampai dengan
   3 Juni 2025.

4. Metodologi Kajian

   Kajian atas kenaikan nilai tanah dilakukan dengan menganalisa data future trends
   shaping    Indonesian Real     Estate market        growth    yang diperoleh       dari
   www.marketreportanalytics.com dan data inflasi yang diperoleh dari Bank Indonesia.




                                           96
Page 98
5. Kesimpulan Kajian

   Berdasarkan      kajian   yang    telah   kami   lakukan    dengan     memperhatikan
   data dan faktor-faktor yang erat hubungannya dengan kajian, KJPP SRR berkesimpulan
   bahwa kenaikan nilai dari Objek Kajian adalah sebesar 5,82% per tahun.




                                          97
Page 99
                                                                             Lampiran H

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

PPS VT

Berdasarkan PPS VT, SCK dan VT merencanakan untuk melakukan Rencana Kerja Sama
VT serta Rencana Pembelian Tanah VT. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PPS VT
adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPS VT adalah SCK dan VT.

•   Tanggal Efektif dan Jangka Waktu

    Tanggal efektif dan jangka waktu berdasarkan PPS VT adalah mulai berlaku sejak
    tanggal ditandatanganinya PPS VT ini dan akan terus berlaku sampai:

    -   PPS VT ini diakhiri sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PPS VT ini.

    -   SCH dibubarkan atau tidak lagi ada sebagai entitas perusahaan yang terpisah.

    -   SCK dan VT tidak lagi menjadi pemegang saham.

    -   SCK dan VT sepakat untuk mengakhiri PPS VT ini.

•   Pendirian dan Kegiatan SCH

    Pendirian dan kegiatan SCH berdasarkan PPS VT adalah sebagai berikut:

    -   Nama dan Bentuk Perusahaan Patungan

        Nama dan bentuk perusahaan patungan berdasarkan PPS VT adalah akan didirikan
        dengan bentuk perseroan terbatas dengan nama PT Serpong Cahaya Harmoni,
        berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia yang berkedudukan di Kabupaten
        Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia.

    -   Persyaratan Pendirian

        Persyaratan pendirian berdasarkan PPS VT adalah SCK dan VT sepakat untuk
        melakukan dan memastikan dipenuhinya hal-hal berikut segera setelah tanggal
        efektif, yaitu;




                                            98
Page 100
        i.         Membuat dan menandatangani akta pendirian SCH di hadapan notaris dan
                   mengambil semua langkah atau tindakan yang diperlukan untuk memastikan
                   bahwa akta pendirian tersebut sesuai dengan persyaratan dalam PPS VT ini.

        ii.        Diperolehnya persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
                   mengenai pendirian SCH.

        iii.       Diperolehnya nomor pokok wajib pajak dari otoritas terkait.

        iv.        Membuka rekening bank atas nama SCH.

•   Pengakhiran Apabila Persyaratan Pendirian Tidak Terpenuhi

    Pengakhiran apabila persyaratan pendirian tidak terpenuhi berdasarkan PPS VT adalah
    apabila salah satu persyaratan pendirian tidak dapat dipenuhi hingga enam bulan
    setelah tanggal efektif atau tanggal selanjutnya yang disepakati di antara SCK dan VT
    secara tertulis, SCK dan VT akan berdiskusi untuk mengakhiri PPS VT ini dengan
    kesepakatan bersama.

•   Kegiatan SCH

    Kegiatan SCH berdasarkan PPS VT adalah SCH akan membeli Tanah VT dengan harga
    dan rencana pembayaran sebesar Rp 3,02 triliun di mana jumlah nilai transaksi akan
    bergantung pada hasil pengukuran atas bidang tanah pada saat pensertifikatan atas
    nama SCH, yang selambatnya akan dibayarkan oleh SCH kepada VT paling lambat
    dalam waktu 36 bulan sejak tanggal PPS VT, dengan jadwal pembayaran pada bulan
    Agustus 2025, Agustus 2026, Agustus 2027, dan Agustus 2028.

    Mengacu pada tujuan usaha SCH, maka SCK dan VT sepakat untuk menegaskan
    bahwa pembelian Tanah VT oleh SCH merupakan satu kesatuan transaksi dengan
    pendirian SCH. Rincian Tanah VT adalah sebagai berikut:

                                      Dokumen Kepemilikan/
                Lokasi Tanah                                 Luas (m2)
                                          Penguasaan
    Pakulonan Barat, Tangerang        SHGB                      35.533,00
                                      Girik/lain-lain              379,00
    Curug Sangereng, Tangerang        SHGB                     166.745,00
                                      Girik/lain-lain            1.813,00
    Cihuni, Tangerang                 SHGB                      21.218,00
    Cijantara, Tangerang              SHGB                     426.911,61
                                      Girik/lain-lain          112.075,00
    Medang, Tangerang                 SHGB                     155.747,14
                                      Girik/lain-lain            1.839,00
    Panunggangan Timur, Tangerang     SHGB                      80.045,00
                                      Girik/lain-lain            3.226,00
    Jumlah                                                    1.005.531,75




                                                        99
Page 101
•   Permodalan SCH

    Permodalan SCH berdasarkan PPS VT adalah SCK dan VT wajib melakukan
    penyetoran modal sebesar Rp 2,50 miliar, terdiri dari 2.500.000 saham, dalam bentuk
    uang tunai, sesuai dengan proporsi yang disetujui. Penyetoran modal wajib dilakukan
    dengan cara pemindahan dana ke rekening bank SCH pada tanggal yang akan
    disepakati di antara SCK dan VT, namun tidak lewat dari sepuluh hari kerja setelah
    seluruh persyaratan pendirian telah dipenuhi. Penyetoran modal wajib dilakukan oleh
    SCK dan VT masing-masing sebesar Rp 1,50 miliar dan Rp 1,00 miliar.

    SCK dan VT setuju bahwa proporsi dari hak suara adalah sebagai berikut:

                                                            Presentase Hak
                   Pemegang Saham         Jumlah Saham
                                                                Suara
        SCK                                     1.500.000            60,00%
        VT                                      1.000.000            40,00%
        Jumlah                                  2.500.000           100,00%



•   Hukum yang Berlaku

    PPS VT ini diatur dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.

PPS LK

Berdasarkan PPS LK, SCK dan LK merencanakan untuk melakukan Rencana Kerja Sama
LK serta Rencana Pembelian Tanah LK. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PPS LK
adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPS LK adalah SCK dan LK.

•   Tanggal Efektif dan Jangka Waktu

    Tanggal efektif dan jangka waktu berdasarkan PPS LK adalah mulai berlaku sejak
    tanggal ditandatanganinya PPS LK ini dan akan terus berlaku sampai:

    -         PPS LK ini diakhiri sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PPS LK ini.

    -         SCL dibubarkan atau tidak lagi ada sebagai entitas perusahaan yang terpisah.

    -         SCK dan LK tidak lagi menjadi pemegang saham.




                                                 100
Page 102
    -   SCK dan LK sepakat untuk mengakhiri PPS LK ini.

•   Pendirian dan Kegiatan SCL

    Pendirian dan kegiatan SCL berdasarkan PPS LK adalah sebagai berikut:

    -   Nama dan Bentuk Perusahaan Patungan

        Nama dan bentuk perusahaan patungan berdasarkan PPS LK adalah akan didirikan
        dengan       bentuk        perseroan        terbatas       dengan     nama
        PT Serpong Cipta Lestari, berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia yang
        berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia.

    -   Persyaratan Pendirian

        Persyaratan pendirian berdasarkan PPS LK adalah SCK dan LK sepakat untuk
        melakukan dan memastikan dipenuhinya hal-hal berikut segera setelah tanggal
        efektif, yaitu;

        i.     Membuat dan menandatangani akta pendirian SCL di hadapan notaris dan
               mengambil semua langkah atau tindakan yang diperlukan untuk memastikan
               bahwa akta pendirian tersebut sesuai dengan persyaratan dalam PPS LK ini.

        ii.    Diperolehnya persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
               mengenai pendirian SCL.

        iii.   Diperolehnya nomor pokok wajib pajak dari otoritas terkait.

        iv.    Membuka rekening bank atas nama SCL.

•   Pengakhiran Apabila Persyaratan Pendirian Tidak Terpenuhi

    Pengakhiran apabila persyaratan pendirian tidak terpenuhi berdasarkan PPS LK adalah
    apabila salah satu persyaratan pendirian tidak dapat dipenuhi hingga enam bulan
    setelah tanggal efektif atau tanggal selanjutnya yang disepakati di antara SCK dan LK
    secara tertulis, SCK dan LK akan berdiskusi untuk mengakhiri PPS LK ini dengan
    kesepakatan bersama.

•   Kegiatan SCL

    Kegiatan SCL berdasarkan PPS LK adalah SCL akan membeli Tanah LK dengan harga
    dan rencana pembayaran sebesar Rp 635,64 miliar di mana jumlah nilai transaksi akan
    bergantung pada hasil pengukuran atas bidang tanah pada saat pensertifikatan atas
    nama SCL, yang selambatnya akan dibayarkan oleh SCL kepada LK paling lambat
    dalam waktu 36 bulan sejak tanggal PPS LK, dengan jadwal pembayaran pada bulan
    Agustus 2025, Agustus 2026, Agustus 2027, dan Agustus 2028.




                                            101
Page 103
    Mengacu pada tujuan usaha SCL, maka SCK dan LK sepakat untuk menegaskan bahwa
    pembelian Tanah LK oleh SCL merupakan satu kesatuan transaksi dengan pendirian
    SCL. Rincian Tanah LK adalah sebagai berikut:

                                 Dokumen Kepemilikan/
                Lokasi Tanah                                        Luas (m2)
                                     Penguasaan
    Cihuni, Tangerang            SHGB                                 149.526,00
                                 Proses SHGB                           53.949,88
                                 Girik/lain-lain                        8.405,00
    Jumlah                                                            211.880,88



•   Permodalan SCL

    Permodalan SCL berdasarkan PPS LK adalah SCK dan LK wajib melakukan penyetoran
    modal sebesar Rp 2,50 miliar, terdiri dari 2.500.000 saham, dalam bentuk uang tunai,
    sesuai dengan proporsi yang disetujui, sebagaimana ditetapkan di bawah ini.
    Penyetoran modal wajib dilakukan dengan cara pemindahan dana ke rekening bank
    SCL pada tanggal yang akan disepakati di antara SCK dan LK, namun tidak lewat dari
    sepuluh hari kerja setelah seluruh persyaratan pendirian telah dipenuhi. Penyetoran
    modal    wajib    dilakukan     oleh   SCK     dan    LK   masing-masing    sebesar
    Rp 1,50 miliar dan Rp 1,00 miliar.

    SCK dan LK setuju bahwa proporsi dari hak suara adalah sebagai berikut:

                                                               Presentase Hak
                Pemegang Saham        Jumlah Saham
                                                                   Suara
    SCK                                            1.500.000            60,00%
    LK                                             1.000.000            40,00%
    Jumlah                                         2.500.000           100,00%



•   Hukum yang Berlaku

    PPS LK ini diatur dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.




                                                    102

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.32 MB
Published17 Jun 2025
Pages103
Characters287,938
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 48 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SUMMARECON AGUNG Tbk p.1 ×23
linked person Lydia Tjio p.10 ×3
linked person Harto Djojo p.16 ×4
linked person Liliawati Rahardjo p.16 ×3
linked org PT Semarop Agung p.16
linked org Bumi Serpong Damai Tbk p.74 ×2
linked org Ciputra Development Tbk p.74 ×2
linked org Intiland Development Tbk p.74 ×2
linked org Lippo Karawaci Tbk p.74 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3
possible org Bursa Efek Indonesia p.11 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.15 ×12
possible person Edi Darnadi p.16
possible person Lexy Arie Tumiwa p.16
possible person Ge Lilies Yamin p.16
unresolved org PT Serpong Cipta Kreasi p.2
unresolved org PT Variatata p.2
unresolved org PT Serpong Cahaya Harmoni p.2 ×3
unresolved org PT Lestari Kreasi p.3
unresolved org PT Serpong Cipta Lestari p.3 ×3
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×13
unresolved org PSS p.9 ×6
unresolved org Johanes Juara & Rekan p.9
unresolved org Johanes Juara p.9
unresolved org JJR p.9 ×4
unresolved org KJPP Suwendho p.10
unresolved org Rinaldy & Rekan p.10
unresolved org KJPP SRR p.10 ×28
unresolved org Bank Indonesia p.11 ×6
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.15 ×4
unresolved person Akta Notaris Fathiah Helmi p.15 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.15
unresolved org PT Serpong Cipta Kreasi Dalam Rencana Transaksi p.18
unresolved person Dewi Himijati Tandika · Notaris p.19 ×10
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19 ×5
unresolved org PT Bahagia Makmursejati p.20
unresolved org PT Variatata Dalam Rencana Transaksi p.20
unresolved person Richardus Nangkih Sinulingga · Notaris p.21
unresolved org PT Variatata. Akta p.21
unresolved org PT Lestari Kreasi Dalam Rencana Transaksi p.22
unresolved org PT Lestari Kreasi. Akta p.22
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.25 ×4
unresolved — I.B.2 p.26
unresolved org PT Serpong Cipta Kreasi II. p.31
unresolved org Alam Sultra Realty Tbk p.74 ×2
unresolved org KJPP Kusnanto p.85 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.85
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.85

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result