Back to announcement
20250508_PTSP_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31884321_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review PTSPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 124
Page 1 OCR 0.905
LAPORAN STUDI KELAYAKAN Atas Penambahan Kegiatan Usaha PT Pioneerindo Gourmet International Tbk PT PIONEERINDO GOURMET INTERNATIONAL TBK Untuk PT PIONEERINDO GOURMET INTERNATIONAL TBK Gedung CFC Centre. Jl. Palmerah Utara No. 100, Kec. Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta. 11480
Page 2 OCR 0.916
KJPP GUNTUR EKI, ANDRI DAN REKAN
Ko. Izin:2.13.0116 dan KYKKO. "112013
Bidang Jasa: Propersi cal is
Kilayah Cerja:kegara Rei Indonesia
No. File : 00023/2.0116-06/BS/05/0511/1/IV/2025
Jakarta, 8 April 2025
Yth. Dewan Direksi
PT Pioneerindo Gourmet International Tbk
Gedung CFC Centre. Jl. Palmerah Utara No.100,
Kec. Palmerah, Jakarta Barat,
DKI Jakarta. 11480
Ringkasan Eksekutif Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Pioneerindo Gourmet
International Tbk
Dengan hormat,
Ringkasan Laporan Studi kelayakan ini merupakan bagian dari laporan Studi kelayakan secara
keseluruhan yang disajikan sebagai laporan terinci dan tidak dapat dipisahkan. KANTOR JASA
PENILAI PUBLIK GUNTUR, EKI, ANDRI & REKAN (“GEAR”) telah ditunjuk oleh PT
PIONEERINDO GOURMET INTERNATIONAL TBK (“PTSP”) melalui persetujuan surat
penawaran No. JKT.029/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 21 Maret 2025 dengan maksud untuk
melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Pioneerindo
Gourmet International Tbk (“PTSP”) dalam kaitannya dengan pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama
(“PJOK 17”), dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penilaian tersebut.
1. Identifikasi Status Penilai
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 277/KM.1/2018 tertanggal 16 April
2018 mengenai Izin Penilai Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev. MAPPI (Cert) yang
ditetapkan sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi (B)
No. B-01.18.00511 dan terdaftar di OJK untuk Pasar Modal dengan No. STTD.PB-
SI/PM.223/2021 dan OJK IKNB dengan No. 21 1/NB.122/STTD-P/2020 dan juga sebagai anggota
MAPPI dengan No. 14-S-05089 dan Nomor Register RMK-2017.01120.
GEAR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
serta memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian ini.
2. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan adalah sebagai berikut:
Nama PT Pioneerindo Gourmet International Tbk
Bidang Usaha Makanan dan Minuman
Gedung CFC Centre. Jl. Palmerah Utara No.100, Kec. Palmerah, Jakarta
Alamat Barat, DKI Jakarta. 11480
Telepon 5366-8999
Fax 5366-2012
Emai k cendra@pioneerindo.com
Website www.cfcindonesia.com
3. Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT
Pioneerindo Gourmet International Tbk dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa
Keuangan ("OJK").
Kantor Cabang : Business Valuation Unit. Gcdung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45,
Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076
Kantor Pusat —: Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 3 OCR 0.928
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN Mo. Irin:2.15.0116 dar KMCNS. 562/KM.172013 ahaang Jasa: Properti dar Bisnis Wilayah Kerja:Negara Republik Indonesia Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018. 4. Obyek Studi Kelayakan Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah penambahan kegiatan usaha yang terdiri dari 2 (dua) Klasifikasi Baku Lapangan Usahan Indonesia (“KBLI”) yaitu: KBLI 10130 - Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging KBLI 46322 - Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan KBLI 47245 - Perdagangan Eceran Daging dan Ikan Olahan KBLI 10750 - Industri Makanan dan Masakan Olahan Lainnya KBLI 56109 - Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling Lainnya KBLI 5610 - Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling (Food Truck) KBLI 10710 - Industri Produk Roti dan Kuc KBLI 46321 - Perdagangan Besar Daging Sapi dan Daging Sapi Olahan KBLI 10740 - Industri Makaroni, Mie, dan Produk Sejenisnya . KBLI 47242 - Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering & Basah .« KBLI 47823 - Perdagangan Eceran Kaki Lima Dan Los Pasar Kopi, Gula Pasir, Gula Merah Dan Sejenisnya . KBLI 10216 - Industri Berbasis Daging Lumatan dan Surimi . KBLI 68111 - Real Estate yang Dimiliki Sendiri atau Disewa LL OLUIAYUHHN— sp 5. Tanggal Studi Kelayakan (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mci 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) masa berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Off Date) dalam laporan penilaian. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan penilaian ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam laporan penilaian. 6. Independensi Penilai Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan PTSP ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan PTSP. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi atau merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan. Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45, Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076 Kantor Pusat: Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Tclp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 4 OCR 0.906
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN Mo. lain: 2.15.0116 dat KMK ND. $62/KM, 172013 Bidang Jasa :Proberti dar Bisnis Wilayan Kerja:Negara Republik Indonesia 7. Tanggung Jawab Penilai Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penilai, GEAR menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah dilakukan dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang diterbitkan. 8. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut: Pengumpulan Data # Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data indentitas Perseroan, perizinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait. # Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat dipertanggungjawabkan, # Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan. Proses Analisis # Aspek legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan perizinan penambahan kegiatan usaha @ Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar industri makanan dan minuman di Indonesia. e Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana penambahan kegiatan usaha. @ Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha, risiko yang berpotensi muncul dan Langkah pengendaliannya serta analisis SWOT. @# Aspck model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan. @ Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi. Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indicator Net Present Value (“NPV”), Profitability Index (“PI”), Internal Rate of Return (“IRR”), dan Payback Period. 9. Standar Penugasan Studi Kelayakan Analisis, opini, dan Kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah dibuat dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018. Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gcdung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45, Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076 Kantor Pusat —: Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 5 OCR 0.922
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN No. Irin?2. 15.016 dan KNCN2, 562700. 1/2013 Bidang Jasa :Properti dar Bisnis Wilayah Kerja:Negara Republik Irdenesia 10. Tingkat Kedalaman Investigasi Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen PTSP, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi memalui wawancara berupa con call atau virtual meeting. Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut: 1. Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran: 2. Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak dilakukan, 3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha, 4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan. Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini PTSP masih menjalankan kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan di Bidang Makanan dan Minuman. Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan melakukan site visit terhadap fasilitas milik PTSP dan melakukan wawancara dengan manajemen PTSP ataupun pihak yang mewakilinya dan pihak-pihak lain yang relevan. Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu: Figur 1. Pihak yang Diwawancara & PIC PTSP Diwawancarai Jabatan Teh Kian Kun Corporate Secretary PTSP Erikson Pandiangan Legal Manager PTSP Sari Yuniati Jatmiko Accounting Manager PTSP 11. Data dan Informasi Rencana Penambahan Usaha Beberapa sumber informasi relevan yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi, antara lain: # Data-data laporan keuangan historis, @ Data investasi dan dokumen pendukung lainnya yang disediakan manajemen PTSP, @ Data-data ckonomi yang diperoleh dari Penelitian Damodaran dan sumber-sumber lainnya yang relevan, @ Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait, seperti Bank Indonesia dan lainnya. 12. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli Dalam melaksanakan pembuatan laporan studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini, GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar. Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45, Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076 Kantor Pusat : Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp.'Fax 031 8470138 / 99013093
Page 6 OCR 0.917
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN N In:2.13.0116 dar KNKNO. 562/K1. 172015 Bidang Jasa: Propersi can Bisnis Wilayah Kerja: Vegara ResusLik Indonesia 13. Asumsi dan Kondisi Pembatas Asumsi Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah : @ Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion. # Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Studi kelayakan. @ Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh PTSP dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. @# Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting. @ GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh PTSP dan telah disesuaikan schingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). # Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional PTSP. # GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan. # GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi tugas. # Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan. @ Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan. # Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban PTSP dan semua pihak yang terlibat dalam Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan Kegiatan Usaha yang diungkapkan oleh manajemen PTSP. @ Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. @ Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai dengan tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Kondisi Pembatas # Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang melakukan transaksi. # Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh PTSP atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45, Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076 Kantor Pusat : Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 7 OCR 0.936
KJPP GUNTUR EKI, ANDRI DAN REKAN Na 2.15.0116 dan KMK NO. 562/K8, 172013 Bidang Jasa: Properti dar Bisnis Wilayah Kerja:kegara Republic Indonesia Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen PTSP, bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. @ Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut. @# Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada PTSP dalam kaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha tersebut. @ Pekerjaan kami berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar Penambahan Kegiatan Usaha yang ada dan mungkin tersedia untuk PTSP serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini. 14. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi Laporan penilaian tidak ditujukan untuk konsumsi publik, dimana setiap publikasi atas sebagian atau keseluruhan laporan ataupun berbagai dokumen pendukung harus mendapatkan persetujuan Penilai Publik. 15. Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal Laporan Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian penting setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan. Penilai tidak berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi Kelayakan yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait evaluasi Laporan Studi Kelayakan terkait maksud dan tujuan penilaian, maka GEAR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan untuk memenuhi tanggapan dan jawaban kepada OJK. 16. Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta laporan Studi kelayakan yang telah dibuat oleh Penilai dengan memenuhi POJK 35, SEOJK 17, dan POJK 17. 17. Konfirmasi Bahwa Penilaian dilakukan Berdasarkan SPI Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah dibuat dengan memenuhi ketentuan KEPI dan SPI Edisi VII Tahun 2018. Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45, Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076 Kantor Pusat —: Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 8 OCR 0.945
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN M2. Telo22.13.0116 can No. 562/K8, 172013 Bidang Jasa: Properti dar disni: Wilayah Kerja:kegara Republic Indonesia 18. Analisis Kelayakan 18.1 Aspek Pasar Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penambahan kegiatan usaha untuk 13 KBLI masih memiliki prospek yang baik, antara lain: Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester 1/2024 tercatat sebesar 5,08 persen (c-to-c). Pada triwulan 11/2024, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan 5,05 persen (y-on-y) dibandingkan triwulan 11/2023, dengan semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan. Sektor yang mencatatkan pertumbuhan signifikan antara lain Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,17 persen, serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,56 persen. Permintaan yang Terus Meningkat: Peningkatan konsumsi rumah tangga, perubahan gaya hidup, serta berkembangnya kelas menengah yang lebih memilih makan di luar dan layanan makanan siap saji mendorong permintaan terhadap sektor makanan dan minuman. Selain itu, berdasarkan data hasil Survei Perusahaan/ Usaha Penyediaan Makanan dan Minuman Tahun 2024 menunjukan bahwa jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman (PMM) di Indonesia tahun 2023 sebanyak 4,85 juta usaha, meningkat sekitar 21,13 persen dibanding tahun 2016 yang mencapai 4,01 juta usaha (Sensus Ekonomi 2016). Inovasi dan Adaptasi Teknologi: Industri ini semakin mengadopsi teknologi digital, baik untuk pemasaran, pemesanan, maupun transaksi pembayaran. Pemanfaatan teknologi yang semakin luas ini memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas pasar, terutama dengan keberadaan platform e-commerce dan digitalisasi yang semakin penting bagi konsumen. Daya Beli Masyarakat yang Meningkat: Pendapatan masyarakat yang terus meningkat, ditambah dengan tingkat keyakinan konsumen yang semakin baik (Indeks Keyakinan Konsumen Desember 2024 tercatat 127,7), mendukung sektor makanan dan minuman. Dengan keyakinan yang lebih tinggi, konsumen cenderung lebih banyak mengeluarkan uang untuk konsumsi, termasuk makan di luar atau membeli makanan siap saji. Keunggulan Kompetitif PTSP: PTSP memiliki merek yang sudah dikenal luas, seperti California Fried Chicken (CFC), dan memiliki jaringan distribusi yang solid. Dengan menambah lini usaha dan memperluas KBLI yang relevan ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas basis operasional dan meningkatkan pendapatan perusahaan, tetapi juga untuk memenuhi regulasi yang berlaku dan mendukung pengembangan bisnis jangka panjang. Persaingan Pasar: dengan kehadiran beberapa perusahaan besar yang sudah lebih dulu beroperasi dan memiliki posisi yang sama kuat di pasar. Oleh karena itu, PTSP perlu memfokuskan inovasi produk dan kualitas layanan, serta memanfaatkan pengalaman dan data dari pesaing-pesaing yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia seperti PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Dengan melihat peluang penambahan kegiatan usaha memiliki prospek yang baik kedepannya, serta PTSP sudah mempunyai keunggulan kompetifif serta merek yang sudah dikenal luas, dimana hal ini memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi PTSP maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pasar Layak. 18.2 Aspek Teknis Berdasarkan analisis terhadap rencana penambahan kegiatan usaha PTSP, dapat disimpulkan bahwa penambahan ini memiliki kelayakan teknis yang baik. Perusahaan telah merencanakan untuk memperluas kapasitas produksi dan distribusi, menciptakan produk berkualitas tinggi dengan nilai tambah, serta mengoptimalkan rantai pasok untuk meningkatkan efisiensi Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45, Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076 Kantor Pusat: Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 9 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI, ANDRI DAN REKAN No. Irin:2.13.0116 can KMKNa. 562/K2, 172013 Bdang Jasa: Properti dar disnis Wilayah Kerja: Negara Repablic Indonesia operasional. Selain itu, PTSP telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung operasional atas kegiatan usaha baru ini, yang memastikan pelaksanaan yang efisien dan efektif. Penambahan 13 KBLI baru juga dapat mengembangkan dan menunjang industri makanan dan minuman yang saat ini dijalankan Perusahaan, dan sekaligus bertujuan untuk memenuhi cakupan legalitas operasional perusahaan, mengakomodasi jenis layanan dan aktivitas baru yang sudah dijalankan namun belum tercatat dalam izin usaha. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, penambahan kegiatan usaha PTSP akan mendukung pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang dan meningkatkan profitabilitas. Berdasarkan hal tersebut, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek teknis Layak. 18.3 Aspek Pola Bisnis Hasil analisis kelayakan pola bisnis penambahan usaha menunjukkan bahwa langkah strategis ini memiliki potensi yang positif untuk meningkatkan nilai tambha bagi PTSP. PTSP juga dapat memanfaatkan sinergi antara lini bisnis yang baru dengan lini bisnis yang sudah ada untuk meningkatkan efektivitas operasional dan memperkuat keunggulan kompetitifnya di pasar. Namun, PTSP tetap perlu mengelola sejumlah risiko, seperti fluktuasi harga bahan baku, risiko operasional dalam distribusi, dan tantangan persaingan pasar yang semakin ketat. Secara keseluruhan. penambahan kegiatan usaha ini dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang PTSP, memperkuat posisi perusahaan di pasar, dan memberikan potensi penciptaan nilai yang lebih tinggi. Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen PTSP dilihat dari segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan kompetitif dan melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis Layak. 18.4 Aspek Model Manajemen Dengan mempertimbangkan aspek model manajemen yang akan diterapkan, berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penambahan kegiatan usaha oleh PTSP menunjukkan struktur organisasi yang jelas dan terorganisir, dengan pembagian tugas dan delegasi wewenang yang tepat, memastikan koordinasi yang efektif antar unit dalam menjalankan operasional perusahaan. Risiko terkait dengan ekspansi telah diidentifikasi dengan jelas oleh manajemen, dan berbagai strategi mitigasi telah disiapkan untuk mengurangi dampak risiko yang mungkin muncul, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek model manajemen Layak. 18.5 Aspek Keuangan Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash Flow to Firm apabila PTSP tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to Incremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut: Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45, Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076 Kantor Pusat — : Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 10 OCR 0.894
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN No, Izin: 2.13.0116 dan KNCN2, $62/KM. 112013 Bidang Jera :Proserti can Bisnis Wilayah « Yegasa Republik Indonesia @ Net Present Value (NPV) : Rp2.837.306 ribu @ Internal Rate of Return (IRR) 1 25,38Y9 @ Profitability Index (PI) 13,57 @ Payback Period (PP) : 5 tahun 2 bulan Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha pada 13 KBLI menunjukkan NPV yang positif, sehingga penambahan kegiatan usaha layak dilakukan. IRR sebesar 25,38Yo menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto. Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan nilai investasi tidak berpengaruh terhadap parameter kelayakan, dikarenakan investasi untuk penambahan kegiatan usaha terkait memenuhi cakupan legalitas relatif kecil dibandingkan dengan skala operasional PTSP. Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek keuangan layak. Berdasarkan kesimpulan aspek-aspek diatas, maka rencana penambahan kegiatan usaha PTSP Layak. Demikian hasil kajian yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada peraturan serta standar penilaian dan kode etik yang berlaku. Maka kami menegaskan bahwa laporan ini bersifat rahasia kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sesuai dengan keperluan yang tertulis. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun keseluruhan laporan atau rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apapun, pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari kami untuk format maupun konteks di mana akan dimunculkan. Hormat kami,Our Regards KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI & REKAN Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., MEc.Dev., MAPPI (Cert, Partner Klasifikasi Bidang Jasa : Penilai Bisnis (B) Ijin Penilai $ No. B-1.18.00511 MAPPI 1. No. 14-S-05089 No. Register : RMK-2017.01120 STTD IKNB OJK : 211/NB.122/STTD-P/2020 STTD OJK 1. STTD.PB-51/PM.223/2021 Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45, Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076 Kantor Pusat : JL Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 11 OCR 0.953
PERNYATAAN PENILAI Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda-tangan dibawah ini menerangkan bahwa: 1. Sa al Pernyataan yang menjadi dasar dari analisis, pendapat dan kesimpulan nilai yang diuraikan dalam Laporan Penilaian adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik Penilai, dan berdasarkan informasi dan data pendukung yang kami gunakan dalam proses penilaian: Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini, Imbalan jasa tidak berpengaruh terhadap proses penilaian. Penilai tidak memiliki kepentingan terhadap Obyek Penilaian. Laporan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia 2018 (SPI Edisi VII Tahun 2018) serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas prosedur, pelaporan dan hasil penilaian yang dilakukan: Penugasan penyusunan penilaian secara profesional telah dilakukan terhadap Obyek Penilaian pada tanggal Penilaian (Cut Off Date), Penilai telah melakukan inspeksi lapangan yang merupakan Obyek Penilaian. Penilai telah melakukan ruang lingkup sebagai berikut: identifikasi masalah, inspeksi, pengumpulan data dan wawancara, analisis data, estimasi nilai dengan pendekatan penilaian, penulisan laporan. . Analisa telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian, - Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku: . Kesimpulan yang dihasilkan dalam penugasan profesional telah disajikan sebagai pendapat hasil penilaian, . Pendapat tersebut telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas, . Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan /atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah, . Tidak seorangpun selain yang bertanda tangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam Laporan Penilaian ini. Jakarta, 8 April 2025
Page 12 OCR 0.866
Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev — Penanggung Jawab Izin Penilai : B-1.18.00511 MAPPI No. : 14-S-05089 RMK : RMK-2017.01120 Rahmat Faizal, S.E.. M.S.M, CIB - Reviewer MAPPI No. : 17-P-7514 RMK : RMK-2019.02920 Aurellia Nur Halimatussadiyah, S.Tr.E — Penilai MAPPI No. 1 24-P-12961 RMK : RMK-2024.04971 Septi Irdi Kurnia Melati, S.Tr.E — Penilai MAPPI No. : 24-P-13352 RMK : RMK-2024.05013
Page 13 OCR 0.941
Na San No. 70/PGVLGL/KPKU/IV/2025 Jakarta, 04 April 2025 Yth. KJPP GUNTUR, EKI ANDRI DAN REKAN Gedung Pembina Graha Lt. 02 Ruang 30 JL. DI. Panjaitan No.45 Jakarta Timur 13350 Up. Dwi Hari Prasetiyo, MAPPI (Cert.) Perihal: Surat Representasi Penugasan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Pioneerindo Gourmet International Tbk Dengan Hormat, Berkenaan dengan Penyusunan Laporan Kajian, KANTOR JASA PENILAI PUBLIK GUNTUR, EKI, ANDRI & REKAN (“GEAR”) telah ditunjuk oleh PT PIONEERINDO GOURMET INTERNATIONAL TBK (“PTSP”) melalui persetujuan surat penawaran No. JKT.029/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 21 Maret 2025 dengan maksud untuk melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (“PTSP”), diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ditujukkan untuk kepentingan pasar modal. Kami memahami bahwa GEAR mengandalkan kepada representasi yang kami buat melalui surat ini dan kami memberikan konfirmasi kepada PTSP bahwa hal-hal berikut adalah benar dan lengkap dalam segala hal yang bersifat material sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan kami yang terbaik, mencakup: 1 Kami tegaskan bahwa semua jawaban pertanyaan dari GEAR, baik melalui korespondensi ataupun pertemuan dengan manajemen PTSP berkenaan dengan pendapatan dan kegiatan operasinya di masa mendatang telah mencerminkan pertimbangan terbaik Kami per tanggal laporan kajian dan memperhitungkan prospek industri dan kondisi operasinya. 2. Semua dokumen, catatan dan informasi yang relevan dengan penelaahan prakiraan keuangan telah disampaikan kepada GEAR dan telah lengkap dan akurat dalam kaitannya dengan penyusunan laporan kajian per tanggal laporan kajian. 3: Kami telah melakukan review atas laporan kajian dan telah menerima semua informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi informasi di dalamnya. 4. Kami telah mempelajari, mengetahui, memahami dan menyetujui semua asumsi dan data-data serta informasi yang digunakan dalam penyusunan laporan kajian. 5. Kami telah membebaskan GEAR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan ataupun kekurangan data dan atau informasi yang disediakan oleh pemberi tugas, manajemen PTSP, konsultan atau pihak ketiga, kepada GEAR dalam penyusunan laporan kajian. 6. Kami tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan. Penyampaian dari laporan kajian ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan kajian, dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah benar setelah tanggal kajian. Dengan Surat Representasi ini, kami tegaskan bahwa berdasarkan pengetahuan terbaik kami, kami tidak mengetahui adanya salah saji yang material mengenai fakta atau informasi yang seharusnya disampaikan kepada GEAR dalam rangka melakukan penyusunan laporan kajian. Kami sepakat bahwa kami akan membebaskan GEAR dan pegawainya dari segala kerugian atau kerusakan yang timbul dari setiap tuntutan oleh pihak-pihak untuk mana studi kajian kelayakan ini dibuat yang timbul dari salah saji yang material atau terabaikannya bahan atau informasi yang kami sampaikan. TT
Page 14 OCR 0.728
PIONEERINDO € Hormat kdmi “ag, ' PEONEERINDO PT INTERNATIONAL. Tok. Nama : TelhKian Kun Jabatan : Direktur Tanggal: 04 April 2025
Page 15 OCR 0.936
SURAT TUGAS JKT/0010/ST.GEAR/2025 Berdasarkan Surat Kerjasama Pelaksanaan Kajian PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PGI) untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Pioneerindo Gourmet International Tbk dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) berdasarkan Surat Penawaran No. JKT. -029/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 21 Maret 2025 dengan maksud untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha. Dengan ini KJPP Guntur, Eki, Andri dan Rekan ditunjuk untuk melakukan kajian tersebut. Penugasan dimulai sejak — : 21 Maret 2025 Periode Investigasi :21 Maret 2025 - Selesai Lokasi : Gedung CFC Center, Jl. Palmerah Utara No 100, RT.1/RW.7, Palmerah, Kec. Palmerah, Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta, Indonesia, 11480. Personel : Dwi Hari Prasetiyo, Aurelia Nur Halimatussadiyah Demikian surat tugas ini dibuat, untuk digunakan dengan penuh tanggung jawab dalam proses penyusunan Laporan Penilaian, untuk melakukan pengumpulan dokumen, diskusi dengan manajemen dan kunjungan lokasi. Jakarta, 21 Maret 2025 Pelaksana Kunjungan Ai Nur Halimatussadiyah Staff Penilai Saham KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan ttiyo Rekan Penilai Saham KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan
Page 16 OCR 0.843
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. DAFTAR ISI Halaman SERTIFIKAT PERNYATAAN PENILAI 1. PENDAHULUAN s Ll, — Latar Belakang... s 12, Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan . 6 1,3, — Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan 1 14. Objek Studi Kelayakan 4 1.5, — Tanggal Studi Kelayakan (Cut off. 8 1.6. Independensi Penilai 8 17. Tanggung Jawab P' 8 18. — Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan 8 1.9. — Standar Penugasan Studi Kelayakan. 9 1.10. Data, Informasi dan Prosedur... 9 1.10.1. Data Dan Informasi Rencana Penambahan Usaha. 9 LI. Tingkat Kedalaman Investigasi 1 1.12. Asumsi dan Kondisi Pembat: 2 1,14. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli 4 1.15, Persyaratan atas Persetujuan Publikasi ......... 4 1.16. Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan 4 1.17. Konfirmasi Bahwa Laporan Studi kelayakan dilakukan Berdasarkan SPI ........... 14 2. GAMBARAN UMUM PERSEROAN : 5 2.1, Gambaran Umum Perusahaan s 22. Domisili .. 5 2.3. Struktur Permodalan 6 24. Susunan Pengurus 6 2.5, Susunan Organisasi 7 2.6. Perizinan dan Legalit: 7 27. Kinerja Keuangan Historis. 8 2.7.1 Analisis Posisi Keuangan 0 2.7.2 Analisis Laba Rugi. 1 27.3 Analisis Arus Kas .. 2 2.74 Analisis Rasio Keuangan 2 2.8. Prospek Kinerja Perseroan 5 28 3. TINJAUAN MAKRO EKONOMI 3.1. Perekonomian Global dan Domesti 8 3.2. — Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 0 333. Kontribusi PDB Menurut Lapangan Usaha ...... 7 4. ASPEK PASAR ....... -. 0 41 Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman 42. Media Internet yang digunakan Pelaku Usaha Penyedia anan 4.3. Pendapatan dan Pengeluaran Usaha Penyediaan Makanan Minuman 44. Indeks Keyakinan Konsumen ....... 4.5. Pesaing Usaha Industri Makan dan Minum: 4.6. Perbedaan Kegiatan Usaha. 47. Kesimpulan Aspek Pasar .. Business Valuation Unit Jekarta
Page 17 OCR 0.823
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 5. ASPEK TEKNIS Ma j) 5.1 Rencana Perusahaan...... 52 5.2, — Timeline Penambahan Kegiatan Usaha PTS .53 5.3, Kegiatan Usaha Perseroan ... .53 54. Mapping/Location Outlet CFC di Indonesia. 54 5.5. Produk PTSP...... .54 5.6. Rencana Keberlanjutan. .56 57, Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya .56 5.8. — Kesimpulan Aspek Teknis 56 6. ASPEK POLA BISNIS 6.1. Kegiatan Usaha Utama . 3 6.2. Penambahan Kegiatan Usaha -57 6.3. Kemampuan Untuk Menciptakan ni .59 64. Keunggulan Kompetitif ... 6.5. Analisis Industri. 6.6. Analisis Risiko 6.7. Analisis SWOT 6.8. Kesimpulan Aspek Pola Bisnis .65 7. ASPEK MODEL MANAJEME: 66 7.1, Model Manajemen . 66 7.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen 66 7.3. Manajemen Risiko. 66 74. Sumber Daya Man 67 1.5. Komposisi Karyawan .68 7.6. Kesimpulan Aspek Model Manajemen 70 8. ANALISIS ASPEK KEUANGAN. 8.1. Rencana Perseroan... 8.2. Rencana Biaya Investasi 8.3. Asumsi — asumsi Proyeksi Keuangan 8.4. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha....... . 84.1. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 2 8.4.2. Proyeksi Laba — Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 14 8.4.3. Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 313 8.5. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha 16 8.5.1, Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha .. 16 8.5.2, Proyeksi Laba Rugi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha SA 8.5.3. Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan Kegiatan Usah: 78 8.6. Analisis Rasio Keuangan... 79 8.6.1. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .80 8.6.2. Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha . .80 8.7. Penentuan Tingkat Diskonto 81 8.7.1. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Average Cost of Capital). 8.8. Analisis Inkremental..... 8.9. Analisis Kelayakan Usaha 8.10. Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan 9. KLASIFIKASI PENILAI USAHA Lampiran Keuangan Business Valuation Unit Jekarta
Page 18 OCR 0.915
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. DAFTAR FIGUR Halaman Figur |. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan Figur 2. Pihak yang Diwawancara & PIC Lokasi ... Figur 3. Susunan dan Komposisi Kepemilikan Saham PT Pioncerindo Gourmet International Tbk Figur 4. Struktur Organisasi... Figur 5. Historis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian. Figur 6. Historis Laporan Laba Rugi Konsolidasian. Figur 7. Historis Laporan Arus Kas Konsolidasian. Figur 8. Historis Perkembangan Posisi Keuangan Figur 9. Historis Perkembangan Laba (Rugi Figur 10. Historis Perkembangan Arus Kas. Figur 11, Historis Rasio Keuangan Figur 12. Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global Figur 13. Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global Figur 14. Inflasi Dunia, Harga Komoditas Ekspor Indonesi: : Figur 15. Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS, Persepsi Risiko Negara Berkembang dan Indonesia 29 Figur 16. Aliran Modal Ke Negara Berkembang dan Index Ketidakpastian Global . Figur 17. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha Figur 18. Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2024 dan Indeks Keyakinan Konsumen Figur 19. Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran ..... Figur 20. Realisasi Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Ekspor Non Migas . Figur 21. Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama dan Ekspr Nonmigas Spasial Figur 22. Neraca Pembayaran Indonesia dan Neraca Perdagangan Figur 23. Aliran Modal Asing dan Cadangan Devisa Figur 24. Rupiah vs Negara Kawasan dan Suku Bunga Figur 25, Inflasi Gabungan Kota di Provinsi ..... Figur 26. Inflasi IHK dan Komponen dan Ekspektasi Inflasi Figur 27. Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Liku Figur 28. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA dan Transmisi BI7DRR kepada SBDK Figur 29. Suku Bunga Perbankan dan Perkembangan Kredit dan DPK...... Figur 30. Permodalan Industri Perbankan dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL) Figur 31, Laju Pertumbuhan PDB Triwulanan (g-to-g) dan (y-to-y) (persen), 2020-2023 Figur 32. Average Distribution of GDP (percent), 2020-2023 .... Figur 33. Laju Pertumbuhan PDB Triwulan 11/2024 (y-on-y) Menurut Lapangan Usaha (persen Figur 34. Pertumbuhan Industri Restoran, Rumah Makan, dan Sejenisnya tahun 2010-2023 .. Figur 35, Tren Data Pertumbuhan Industri Restoran, Rumah Makan, dan Sejenisnya, O1 2010 — 94 2023 (Per O)..... Figur 36. Pertumbuhan PDB Industri Makanan dan Minuman RI 2021-2023 Figur 37. Statistik Penyediaan Makanan dan Minuman 2023 Figur 38. Distribusi Usaha/Perusahaan Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Kelompok KBLI dan Penyediaan Layanan Makan/Minum di Tempat, 2023 .... 44 Figur 39.Distribusi Usaha/Perusahaan Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Media Internet yang digunakan, 2023... .445 Figur 40. Distribusi Usaha/Perusahaan Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Kelompok KBLI dan Kelompok Pendapatan, 2023 ... “46 Figur 41. Persentase Biaya Pengeluaran Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Jeni: Figur 42. Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Figur 43. KBLI Penambahan Kegiatan Usaha PTSP .... Figur 44. Timeline Penambahan Kegiatan Usaha PTSP Figur 45. Kegiatan Usaha PTSP Saat Ini Figur 46. Mapping/Location Outlet CF Figur 47. Menu CFC... Figur 48. Menu Cal Donat .. Figur 49. Menu Sapo Oriental. Figur 50. Menu Sugakiya.... Figur S1. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha PTSP. Business Valuation Unit Jakarta
Page 19 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 52. Analisis SWOT .. Figur 53. Struktur Organisasi PTSP Figur 54. Komposisi Jumlah Karyawan PTSP Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha Figur SS. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan .. Figur 56. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan. Figur $7. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Usia ... Figur 58. Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan .. Figur 59. Jumlah Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin. Figur 60. Asumsi — asumsi Proyeksi Keuangan... Figur 61. Proyeksi Posisi Keuangan PTSP (Dalam Ribuan Rupi Figur 63, Proyeksi Laba — Rugi PTSP (Dalam Ribuan Rupiah) . Figur 64. Proyeksi Laba — Rugi PTSP Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha . Figur 65. Proyeksi Arus Kas PTSP (Dalam Ribuan Rupiah)... Figur 66. Proyeksi Posisi Keuangan PTSP (Dalam Ribuan Rupiah Figur 67. Proyeksi Posisi Keuangan PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Figur 68. Proyeksi Laba — Rugi PTSP (Dalam Ribuan Rupiah) . Figur 69. Proyeksi Laba - Rugi PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Figur 70. Proyeksi Arus Kas PTSP (Dalam Ribuan Rupiah)... Figur 71. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha. Figur 72. Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Figur 73. Biaya Modal Ekuitas Figur 74. WACC. Figur 75. Proyeksi ( Figur 76. Proyeksi Arus Kas Bersih PTSP Dengan Penambahan Kesan Usaha (Dalam Ribuan Rupiah Figur 77. Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental PTSP selama Periode 2025 sampai dengan 2030 Figur 78. NPV Free Cash Flow to Incremental (Dalam Ribuan Rupiah). Figur 79. Analisis Sensitivitas Business Valuation Unit Jakarta
Page 20 OCR 0.921
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 1. lh PENDAHULUAN Latar Belakang PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (“PTSP”) adalah perusahaan yang bergerak di bidang restoran selama hampir 42 tahun di Indonesia, tepatnya sejak tahun 1983 (dengan nama PT Putra Sejahtera Pioneerindo). Perusahaan mengawali bisnis sebagai pemegang hak California Pioneer Chicken, franchise makanan siap saji dari Amerika Serikat. Namun, pada tahun 1989, Perusahaan memutuskan untuk memproduksi dan memasarkan merk sendiri dengan nama California Fried Chicken (“CFC”). Perusahaan telah banyak melakukan ekspansi bisnis dan memasuki pasar makanan lain dengan membuka Cal Donat pada tahun 1993, Sapo Oriental pada tahun 1996 dan pada tahun 2017 Perusahaan kembali melakukan ekspansi bisnis dan bekerjasama dengan Perusahaan Jepang Sugakico System Co., Ltd. Sugakico merupakan perusahaan ramen “Sugakiya” dari Nagoya, Jepang. Dengan perkembangan dunia bisnis khususnya didunia restoran saat ini, perusahaan memiliki rencana untuk penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang resctoran dan perdagangan'industri lainnya. Perusahaan berencana akan menambah sebanyak 13 KBLI baru yang terkait langsung dengan kegiatan usaha utama perusahaan. Latar belakang Penambahan KBLI ini berdasarkan tingginya persaingan dibidang industri makanan dan minuman yang semakin tinggi di indonesia dengan menciptakan banyaknya jenis varian baru yang tersebar disetiap daerah, dan melihat daya beli masyarakat yang semakin tinggi untuk itu demi meningkatkan pendapatan perusahaan dan memperluas kinerja perusahaan yang lebih baik, Perusahaan mempertimbangkan untuk menambah 13 KBLI baru, yang dapat mengembangkan dan menunjang industri makanan dan minuman yang saat ini dijalankan Perusahaan, dan sekaligus bertujuan untuk memenuhi cakupan legalitas operasional perusahaan, mengakomodasi jenis layanan dan aktivitas baru yang sudah dijalankan namun belum tercatat dalam izin usaha. Sehingga menambahkan KBLI baru yang relevan pada PT Pioncerindo Gourmet International Tbk dapat memberikan kepastian pada kegiatan usaha yang dijalankan dan sesuai dengan regulasi pemerintah dan mendukung pengembangan bisnis yang lebih berkelanjutan. ian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan Kode KBLI Judul KBLI Industri Pengolahan dan Pengawetan f $ 1 1 10130 | Produk Daging dan Daging Unggas Produksi makanan berbasis daging dan Latnnya daging unggas 3 403p» | Perdagangan Besar Daging Ayam dan Distribusi dan perdagangan daging 1 Daging Ayam Olahan ayam dalam skala besar 3 56109 Restoran dan Penyediaan Makanan Operasional restoran dan layanan Keliling Lainnya katering Pt 472as Perdagangan Eceran Daging dan Ikan Penjualan eceran produk olahan 5 Olahan berbasis daging s 10750 Industri Makanan dan Masakan Olahan Produksi makanan siap saji dan g Lainnya masakan olahan 6, 5610 Restoran dan Penyediaan Makanan Penyediaan makanan berbasis food $ Keliling (Food Truck) truck 1. 10710 Industri Produk Roti dan Kue Produksi dan distribusi roti serta kue 8 46321 Perdagangan Besar Daging Sapi dan Perdagangan besar daging sapi dan Daging Sapi Olahan produk olahannya 9, 10740 Tara Makan Mie, dan Produk Produksi mie, pasta, dan sejenisnya Business Valuation Unit Jakarta
Page 21 OCR 0.901
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 1.2. No. Kode KBLI Judul KBLI Deskripsi Usaha 10, 47242 Perdagangan Eceran Roti, Kuc Kering, Penjualan produk bakery dalam skala 5 ita serta Kue Basah dan Sejenisnya eceran Perdagangan Eceran Kaki Lima Dan Los tt. 47823 | pasar Kopi, Gula Pasir, Gula Merah Dan | Penjualan produk makanan dan Sejeni minuman di pasar dan kaki lima jenisnya Industri Berbasis Daging Lumatan dan Pengolahan daging lumatan dan produk 12. 10216 tt : sr Surimi berbasis surimi 3 681 Rcal Estate yang Dimiliki Sendiri atau Pengelolaan properti dan aset real estate Disewa milik perusahaan Sumber: Manajemen PTSP Berdasarkan penjelasan dari manajemen, PTSP berencana menambah kegiatan usaha yang sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK 04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”, mengingat rencana tersebut akan menambah kegiatan usaha PTSP. Sehubungan dengan hal tersebut, PTSP membutuhkan pihak independen untuk melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha. PTSP menunjuk KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan (“GEAR”) untuk melakukan penyusunan studi kelayakan berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. JKT.029/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 21 Maret 2025. Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 562/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.13.0116 dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dh Bapepam dan LK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bapepam dan LK No. STTD.PB-51/PM.223/2021 dan 21 1/NB.122/STTD-P/2020. KJPP Guntur, Eki, Andri Dan Rekan (“GEAR”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan studi kelayakan ini. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Pemberi tugas adalah pihak dimana Penilai mengikatkan diri dalam hubungan kontraktual. «Nama : PT Pioncerindo Gourmet International Tbk e Bidang usaha : Makanan dan Minuman @# Alamat : Gedung CFC Centre. Jl. Palmerah Utara No.100, Kec. Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta. 11480 # Telepon 1 5366-8999 e Fax 1 5366-2012 @ Email 1 k cendra@pioneerindo.com «Website : www.efcindonesia.com Business Valuation Unit Jakarta
Page 22 OCR 0.903
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.
13,
14.
Pengguna laporan atas hasil penilaian adalah,
# Nama : PT Pioneerindo Gourmet International Tbk
@e Bidang usaha : Makanan dan Minuman
e Alamat : Gedung CFC Centre. Jl. Palmerah Utara No.100, Kec. Palmerah,
Jakarta Barat, DKI Jakarta. 11480
# Telepon 1 5366-8999
e Fax 1 5366-2012
@# Email 1k cendra@pioneerindo.com
«Website : www.cfcindonesia.com
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT
Pioneerindo Gourmet International Tbk dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa
Keuangan ("OJK").
Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun
2018.
Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
penambahan kegiatan usaha yang terdiri dari 2 (dua) Klasifikasi Baku Lapangan Usahan
Indonesia (“KBLI”) yaitu:
KBLI 10130 - Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging
KBLI 46322 - Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan
KBLI 47245 - Perdagangan Eceran Daging dan Ikan Olahan
KBLI 10750 - Industri Makanan dan Masakan Olahan Lainnya
KBLI 56109 - Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling Lainnya
KBLI 5610 - Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling (Food Truck)
KBLI 10710 - Industri Produk Roti dan Kue
KBLI 46321 - Perdagangan Besar Daging Sapi dan Daging Sapi Olahan
KBLI 10740 - Industri Makaroni, Mie, dan Produk Sejenisnya
. KBLI 47242 - Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering & Basah
. KBLI 47823 - Perdagangan Eceran Kaki Lima Dan Los Pasar Kopi, Gula Pasir, Gula
Merah Dan Sejenisnya
. KBLI 10216 - Industri Berbasis Daging Lumatan dan Surimi
. KBLI 68111 - Real Estate yang Dimiliki Sendiri atau Disewa
LL OPAAU LAN —
—p
Business Valuation Unit
Jakarta
Page 23 OCR 0.948
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 1.5. 1.6. 17. Tanggal Studi Kelayakan (Cut off Date) dan Masa Berlaku Laporan Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) masa berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Off Date) dalam laporan penilaian. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan Studi Kelayakan ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif Studi Kelayakan (cut off date) dalam laporan Studi Kelayakan. Independensi Penilai Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan PTSP ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan PTSP. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi atau merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan. Tanggung Jawab Penilai Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penpnilai, GEAR menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah dilakukan dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang diterbitkan. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut: Pengumpulan Data @ Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data indentitas Perseroan, perizinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait. e Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat dipertanggungjawabkan, @ Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan. Business Valuation Unit Jakarta
Page 24 OCR 0.932
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 19. Proses Analisis @ Aspek legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan perizinan penambahan kegiatan usaha @ Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar industri makanan dan minuman di Indonesia. # Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana penambahan kegiatan usaha. @ Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha, risiko yang berpotensi muncul dan Langkah pengendaliannya serta analisis SWOT. @ Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan. @ Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ckonomi. Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indicator Net Present Valuc (“NPV”), Profitability Index (“PI”), Internal Rate of Return (“IRR”), dan Payback Period. Standar Penugasan Studi Kelayakan Analisis, opini, dan Kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah dibuat dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018. 1.10. Data, Informasi dan Prosedur 110.1. Data Dan Informasi Rencana Penambahan Usaha Kami telah melakukan analisis dan mempertimbangkan data dan informasi yang disediakan PTSP untuk tujuan penugasan ini, yaitu: Il, Laporan Keuangan Konsolidasian PTSP yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00244/2.1030/AU.1/05/1514-2/1/111/2020 tanggal 31 Maret 2020 dengan opini wajar dalam semua hal yang material, 2. Laporan Keuangan Konsolidasian PTSP yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00468/2.1030/AU.1/05/1514-3/1/TV/2021 tanggal 29 April 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. 3. Laporan Keuangan Konsolidasian PTSP yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00263/2.1030/AU.1/05/1155-1/1/111/2022 tanggal 31 Maret 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Business Valuatiom Unit Jakarta
Page 25 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 4. Laporan Keuangan Konsolidasian PTSP yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00258/2.1030/AU.1/05/1155-2/1/111/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan Keuangan Konsolidasian PTSP yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00279/2.1030/AU.1/05/1155-3/1/111/2024 tanggal 28 Maret 2024 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan Keuangan Konsolidasian PTSP yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00382/2.1030/AU.1/05/1155-4/1/III/2025 tanggal 27 Maret 2025 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Akta Pendirian No.84 tanggal 13 Desember 1983 yang dibuat oleh Arikanti Natakusumah, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. C2-2169 HT.O1.01.TH.84 tanggal 10 April 1984. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Putera Sejahtera Pionecrindo Tbk No.71 tanggal 29 Juni 2001 yang dibuat oleh Refizal S.H Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-06497 HT.01.04.TH.2001 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk No.27 tanggal 7 Juni 2024 yang dibuat oleh Mala Mukti, S.H., L.L.M Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0217320 tanggal 24 Juni 2024 mengenai Perubahan Direksi dan Komisaris PT Pioneerindo Gourmet International, Tbk. . Nomor Induk Berusaha (NIB) 9120208331289 dengan nama pelaku usaha PT Pioncerindo Gourmet International Tbk yang diterbitkan melalui sistem OSS oleh Balai Sertifikasi Elektronik di Jakarta tanggal 18 Maret 2019 dengan perubahan kc- | tanggal 23 Oktober 2023. . Company Profile PT Pioneerindo Gourmet International Tbk . Draft Annual Report tahun 2024 PT Pioneerindo Gourmet International Tbk . Wawancara dengan perwakilan manajemen PTSP Dokumen-dokumen lain yang terkait dengan penambahan kegiatan usaha PTSP Informasi dan/atau dokumen terkait lainnya yang didapat dari berbagai perncarian baik melalui internet maupun media lainnya. Seluruh data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini diperoleh dari manajemen PTSP sepanjang proses penyusunan laporan baik diskusi dan wawancara. Business Valuatiom Unit Jakarta
Page 26 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 1.11. Tingkat Kedalaman Investigasi Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen PTSP, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi memalui wawancara berupa con call atau virtual meeting. Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut: 1. Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran, 2. Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak dilakukan, 3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha, 4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan. Pelaksana Investigasi Berikut ini informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan: # No. Surat Tugas : JKT/0010/ST.GEAR/2025 # Lokasi : Gedung CFC Centre. Jl. Palmerah Utara No.100, Kec. Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta. 11480 @ Tanggal Investigasi : 26 Maret 2025 — Selesai. Pelaksana Investigasi : Aurellia Nur Halimatussadiyah Penanggung Jawab Investigasi: Dwi Hari Prasctyo Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini PTSP masih menjalankan kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan di Bidang Makanan dan Minuman. Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan melakukan site visit terhadap fasilitas milik PTSP dan melakukan wawancara dengan manajemen PTSP ataupun pihak yang mewakilinya dan pihak-pihak lain yang relevan. Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu: Figur 2. Pihak yang Diwawancara & PIC Lokasi Pihak Yang Diwawancarai Jabatan Perusahaan Teh Kian Kun Corporate Secretary PTSP Erikson Pandiangan Legal Manager PTSP Sari Yuniati Jatmiko Accounting Manager PTSP Business Valuation Unit Jakarta
Page 27 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 1.12, Asumsi dan Kondisi Pembatas Asumsi Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah: Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion. Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Studi kelayakan. e Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh PTSP dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. @ Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting. e GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh PTSP dan telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). @ Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional PTSP. # GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan. @ GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi tugas. @ Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan. @ Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan. @ Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban PTSP dan semua pihak yang terlibat dalam Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan Kegiatan Usaha yang diungkapkan oleh manajemen PTSP. @ Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. e Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai dengan tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Business Valuation Unit Jakarta 12
Page 28 OCR 0.950
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 1.13. Kondisi Pembatas: @ Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang melakukan transaksi. @ Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh PTSP atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen PTSP, bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. @ Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut. @ Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada PTSP dalam kaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha tersebut. @ Pekerjaan kami berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar Penambahan Kegiatan Usaha yang ada dan mungkin tersedia untuk PTSP serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini. Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal Laporan Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian penting setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan. Penilai tidak berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi Kelayakan yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait evaluasi Laporan Studi Kelayakan terkait maksud dan tujuan penilaian, maka GEAR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan untuk memenuhi tanggapan dan jawaban kepada OJK. Business Valuatiom Unit Jakarta
Page 29 OCR 0.950
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 1.14. 1.15. 1.16. 1.17. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli Dalam melaksanakan pembuatan laporan studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini, GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi Laporan Studi Kelayakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada lingkup penugasan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup penugasan laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari GEAR dan pemberi tugas. Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta laporan Studi kelayakan yang telah dibuat oleh Penilai dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Konfirmasi Bahwa Laporan Studi kelayakan dilakukan Berdasarkan SPI Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi kelayakan telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 (“SPT”) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (“MAPPI”). Business Valuation Unit Jakarta
Page 30 OCR 0.953
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 2, 21. 2.2. GAMBARAN UMUM PERSEROAN Gambaran Umum Perusahaan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (“Perusahaan”), semula bernama PT Putra Sejahtera Pioneerindo Tbk didirikan berdasarkan Akta Notaris Arikanti Natakusumah, S.H., No. 84 tanggal 13 Desember 1983. Akta Pendirian ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-2169- HT.O1.01.TH.84 tanggal 10 April 1984 dan didaftarkan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor pendaftaran 1218/1984 tanggal 4 Mci 1984. Di Tahun 2001 PT Putra Sejahtera Pioneerindo (PSP) melakukan perubahan nama menjadi PT Pioncerindo Gourmet International Tbk dilakukan berdasarkan akta No. 71 tanggal 29 Juni 2001, dihadapan Notaris Refizal, S.H di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No. C-06497 HT.01.04.TH.2001 dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara No. 8485 tanggal 12 Desember 2001. Anggaran dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, sebagaimana terakhir dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 27 tanggal 7 Juni 2024 dibuat di hadapan Notaris Mala Mukti, S.H., LL.M, di Jakarta, dan pemberitahuan atas perubahan ini telah dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum berdasarkan surat dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-AH.01.09- 0217320 Tahun 2024 tanggal 24 Juni 2024. Aktivitas utama Perusahaan saat ini adalah usaha penyediaan makanan dan minuman dengan menggunakan merek dagang “California Fried Chicken” yang disingkat CFC, Sapo Oriental dan Cal Donat. Semua merek dagang tersebut telah didaftarkan pada Departemen Kehakiman Republik Indonesia Direktorat Jenderal Hak Cipta,Paten dan Merek Dagang, masing-masing dengan nomor pendaftaran No. 362925, No. 382249, dan No. 412199 pada tanggal 26 Juni 1996, 15 Agustus 1997, dan 21 Juni 1996. Pada tahun 2009 semua merek dagang telah diperpanjang masing-masing dengan nomor pendaftaran No. IDM 000177144, No. IDM 000164976 dan No. IDM 000164977 pada tanggal 2 Juni 2009, 16 April 2009 dan 16 April 2009. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1984. Saat ini jumlah gerai yang dimiliki oleh Perusahaan, Entitas Anak dan gerai waralaba yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 348 gerai pada tahun 2024, bertambah sebanyak 28 gerai dari tahun sebelumnya sebanyak 320 gerai pada tahun 2023. Domisili Perusahaan berdomisili di Jakarta Barat dengan kantor perusahaan berlokasi di Gedung CFC Centre, Jl Palmerah Utara No. 100, Kec. Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta. 11480 Business Valuatiom Unit Is Jakarta
Page 31 OCR 0.856
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 23. 24. Struktur Permodalan Berdasarkan Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2024 susunan pemegang saham PTSP adalah sebagai berikut: Figur 3. Susunan dan Komposisi Kepemilikan Saham PT Pioneerindo Gourmet International Tbk Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah Pemegang Saham (Lembar) (Ya) (Ribu Rp) PT Graha Sentosa Persada 61.000.666 276308 | 30.500.333 Standard Chartered Bank SG 31.214.900 Ta.1a96 | 15.607.450 (union Bancaira Privoo, UBE SA Singeporo 30.674.434 13895 | 15337217 PT Bayu Buana Tbk 19.653.000 Soon 0226000 Bank of Singapore Limited 14.959.620 6770|. 7.419.810 NN ai 63.306.380 2867| 31.653.190 Total 220.808.000 100,002 110.404.000 Susunan Pengurus Berdasarkan Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2024 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PTSP pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Bostomi Suharman Komisaris Independen : Herlani Sunardi Direktur Utama : Edi Triyanto Direktur : Iskonda Japiar Budhi Direktur : Teh Kian Kun Business Valuation Unit 16 Jakarta
Page 32 OCR 0.866
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 2.5. Susunan Organisasi Berdasarkan informasi dari manajemen, susunan organisasi PTSP per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: Figur 4. Struktur Organisasi SIUNTUR ORGANSAsI ME - ea angen anamnag jan | "— aa AA 2 -Ea J freon s5 beer Sumber: Draft Annual Report PTSP, 2024 2.6. Perizinan dan Legalitas Berikut adalah legalitas yang dimiliki oleh PTSP yang digunakan dalam operasionalnya, diantaranya yaitu: Il. Akta Pendirian No.84 tanggal 13 Desember 1983 yang dibuat oleh Arikanti Natakusumah, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. C2-2169 HT.O1.01.TH.84 tanggal 10 April 1984. 2. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Putera Sejahtera Pioneerindo Tbk No.71 tanggal 29 Juni 2001 yang dibuat oleh Refizal S.H Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-06497 HT.01.04.TH.2001 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. 3. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk No.27 tanggal 7 Juni 2024 yang dibuat oleh Mala Mukti, Business Valuation Unit Jakarta
Page 33 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 27. S.H., L.L.M Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0217320 tanggal 24 Juni 2024 mengenai Perubahan Direksi dan Komisaris PT Pioneerindo Gourmet International, Tbk. Nomor Induk Berusaha (NIB) 9120208331289 dengan nama pelaku usaha PT Pioneerindo Gourmet International Tbk yang diterbitkan melalui sistem OSS oleh Balai Sertifikasi Elektronik di Jakarta tanggal 18 Maret 2019 dengan perubahan ke-1 tanggal 23 Oktober 2023. Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Pioneerindo Sugakico Indonesia No.36 tanggal 8 November 2017 oleh Rasbullah Abdul Rasyid, SH, M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan, dan telah disahkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU- 0052459.AH.01.01.TAHUN 2017 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perseroan Terbatas PT Pioneerindo Sugakico Indonesia tanggal 20 November 2017. Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Pionecrindo Sugakico Indonesia No.13 tanggal 5 Juli 2022 oleh Jimmy Tanal, SH., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan dan telah disahkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09- 0034003 mengenai perubahan Direksi dan Komisaris tanggal 18 Juli 2022. Perjanjian Lisensi Merek dan Akses Keterampilan antara Sugakico System Co.Ltd dan PT Pioneerindo Sugakico Indonesia tanggal 27 November 2017, dengan jangka waktu 20 (dua puluh) tahun atau periode yang lebih lama yang disediakan berdasarkan perjanjian kecuali bila diakhiri secara sah oleh kedua belah pihak. ta ayaan Intelektual Terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual (“HAKI”), sampai dengan laporan ini diterbitkan diperoleh informasi HAKI yang telah dimiliki oleh Perseroan diantarannya adalah: Dokumen HAKI atas Merek CFC dengan nomor pendaftaran IDMO00220096 kelas 43 terkait perpanjangan jangka waktu perlindungan merck terdaftar yang berlaku 10 (Sepuluh) tahun sampai dengan tanggal 14 Mci 2027 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dokumen HAKI atas merek Cal Donuts dengan nomor pendaftaran IDM000510001 kelas 30 terkait perpanjangan jangka waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku 10 (Sepuluh) tahun sampai dengan tanggal 18 September 2033 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dokumen HAKI atas merek SAPO Oriental dengan nomor pendaftaran IDM000782049 kelas 43 terkait Perlindungan hak atas merek yang dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal penerimaan sampai dengan tanggal 08 Oktober 2028 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kinerja Keuangan Historis Untuk melihat perkembangan kinerja PTSP, seperti posisi keuangan, laba rugi dan potensi atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang bersumber dari laporan keuangan audited per 31 Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021, per 31 Desember 2022, per 31 Desember 2023, dan per 31 Desember 2024 disajikan sebagai berikut: Business Valuation Unit Jakarta
Page 34 OCR 0.653
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 5. Historis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Dalam Ribuan Rupiah) Des 2019 Keterangan Aset Aset Lancar 114.725.139 101.034.734 72.020.215 81.832.774 9SA19.586 87464231 ai 2anmsonsa | 2704sa026 | 2s1amutss | 200588732 | 253515360 | 255382704 Jumlah Aset Tas | masa Inna Dinnsoe| —nouou | In3010gs Tiabilitas dan Ekuitas meng Jangka 114.364.587 150.349.872 129.805.892 108.090.199 122.989.794 109.785.674 Liabilitas Jangka Le anmao0n | sasz0o1e | essoras9 | assss200| — ssoossas | es9ssx3s Jumlah Liabilitas 162.093.684 234 978.908 195.313.251 156.645.405 178.083.339 175.771.509 Jumlah Ekuitas 190.417.588 145.509.852 127.878.110 135.076.101 150.851.605 167.530.816 Jumlah Liabilitas dan | 3sxsina72 | asoass7e0 | srsagnas1 | 201721500 | srs05a944 | aa2302025 Ekuitas Figur 6. Historis Laporan Laba Rugi Konsolidasian Keterangan 4 Penjualan 720900329 | 3n2ss3278 | 42068s8s | Sssoso2la | 623950741 | 691.241.883 Pesona (279.579.196) | (149.360.962) | (171.106.687) | (218.430.384) (243.745.677) | (271.051.687) Laba Bruto 441.420.133 223.222.316 251.961.898 337.285.829 350.205.064 420.190.196 Tata Ros) 42508205 | cariiato0 | (ss08772 | tassig28 | 20866075 | 25325022 Laba (Rugi) Sebelum Pajak 39.158.761 (51.413.297) (13.157.837) 11.643.410 18.244.134 23.982.139 Penghasilan Laba (Rugi) Netto Tahun msesso1 | asoogss | azcrosin | 0706320) inc0wo81 | 21975403 Berjalan Jumlah Laba (Rugi) 25.695.968 (47.199.314) (17.631.742) 9.795.059 18.227.767 19.618.912 Komprehensif Figur 7. Historis Laporan Arus Kas Konsolidasian Des 2019 Pahang carmsas2 | 22002018) sagowse3 | 38604706 83.497.072 Anak Gema | a2s70250 | aszso9o | arze20s2 | @1250800 | 28360500) hana, (113380707 | 1n0s2s62 | (s220s240 | sasetep | (21503207 | (63971305 seb mas1co2 | 20590593 | seoesga1 | 320550 | 2aan212 | 302201157 Koe Akta 29900593 | seoesgan | ss02sew | 28422212 | 30220157 | 21325326 Business Valuation Unit Jakarta 19
Page 35 OCR 0.899
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 2.7.1 Analisis Posisi Keuangan Perkembangan posisi keuangan PTSP dapat dilihat pada grafik berikut: Figur 8. Historis Perkembangan Posisi Keuangan Posisi Keuangan PTSP 31 Desember 2019 - 31 Desember 2024 100.000.000 380.000.000 300.000.600 250.000.000 1200009.660 150.000.600 100.000.000 50.000.000 22 «Aset SET 772 EN Ta 361 aan 343302.025 #Libitas| 162093684 24973903 195315251 178085.339 175771509 » Ekutas 190417588 145309352 27578.10 153076.101 150.451.605 167530.316 @Aset sLiabito “Fkutw Berdasarkan figur di atas, total aset perusahaan menunjukkan fluktuasi selama periode yang dianalisis. Pada 2019, total aset tercatat sebesar Rp352.511.272 ribu, yang kemudian meningkat menjadi Rp380.488.760 ribu pada 2020, sebelum mengalami penurunan signifikan pada 2021 ke Rp323.191.361 ribu, dan kembali naik pada 2023 menjadi Rp328.934.944 ribu, dengan total aset tahun 2024 sebesar Rp343.302.025 ribu. Peningkatan total aset ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan pada aset tidak lancar, khususnya aset hak guna yang mengalami fluktuasi besar, naik dari Rp73.009.252 ribu pada 2019 menjadi Rp87.864.974 ribu pada 2023. Selain itu, persediaan juga mengalami peningkatan yang signifikan dari Rp38.560.984 ribu pada 2019 menjadi RpS1.215.615 ribu pada 2024, yang berkontribusi pada peningkatan total aset lancar. Di sisi lain, liabilitas perusahaan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari Rp162.093.684 ribu pada 2019 menjadi Rp234.978.908 ribu pada 2020, yang sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan utang bank jangka pendek dan liabilitas sewa. Pada 2021, total liabilitas mengalami penurunan, namun kembali meningkat pada 2022 dan 2023 seiring dengan peningkatan kewajiban dalam liabilitas sewa dan utang usaha, meskipun ada penurunan pada utang bank jangka pendek. Liabilitas sewa jangka panjang, khususnya, meningkat dari Rp11.995.859 ribu pada 2022 menjadi Rp35.871.068 ribu pada 2024. Untuk ekuitas, perusahaan mengalami penurunan dari Rp190.417.588 ribu pada 2019 menjadi Rp145.509.852 ribu pada 2020, yang disebabkan oleh penurunan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya, yang tercatat negatif pada 2021. Namun, ekuitas kembali pulih pada 2022 dan terus meningkat, mencapai Rp167.530.516 ribu pada 2024. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya dan stabilitas pada modal saham serta tambahan modal disetor yang tetap konsisten sepanjang periode. Secara keseluruhan, meskipun ada fluktuasi pada beberapa akun, Business Valuation Unit 20 Jakarta
Page 36 OCR 0.784
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. perusahaan menunjukkan pemulihan yang signifikan dalam total ekuitas pada tahun-tahun terakhir yang mencerminkan perbaikan kinerja keuangan. 2.7.2 Analisis Laba Rugi Perkembangan laba (rugi) PTSP dapat dilihat pada figur berikut : Figur 9. Historis Perkembangan Laba (Rugi) Laba (Rugi) PTSP M4 Desember 2019 - 31 Desember 2024 100210600 2002000 sama sonoocc0 waoco mona aoneeo - . & Kn z ” MN 19 xx an P 273 n JM @ Pendapatan R01 Y259278 2.03 35 9074 GL M3 MBekan Pokak Pendagatan IOS IK MPIMSGI ML ICE Nisaasar 1 nnesi Sa # Laba Karer MALAIG.LN 223.222 S1 KLIK 0205064 M0 Tbatraha ANIS Swan) | asas sai ee # Laba Sebelum Pajak 19153961 (51412297) P7. 16040 1241 1» ge 119 Tebakan Majaln 1 MADA MOU Tawa | 0m Dana Hanan #rendapana #iiebanbokok Perdaparan #Laka Kotor “Laba Umha Labs Sebelam Pajak» Laba Tabur Berjalan Berdasarkan data yang diberikan, perusahaan mengalami fluktuasi dalam total laba rugi selama periode 2019 hingga 2024. Pada 2019, perusahaan mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp28.655.047 ribu, namun pada 2020, laba tersebut berbalik menjadi rugi sebesar Rp49.009.582 ribu. Pada 2021, perusahaan kembali mengalami kerugian yang lebih besar, yaitu Rp17.619.819 ribu, namun mengalami pemulihan pada 2022 dengan laba sebesar Rp9.766.379 ribu. Di tahun-tahun berikutnya, perusahaan terus mengalami pertumbuhan laba, dengan laba tahun berjalan tercatat Rp17.604.981 ribu pada 2023 dan Rp21.973.403 ribu pada 2024. Perubahan ini dipengaruhi oleh beberapa akun yang memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan. Pendapatan usaha bersih mengalami penurunan tajam pada 2020 menjadi Rp372.583.278 ribu dari Rp720.999.329 ribu pada 2019, namun kembali meningkat setiap tahunnya, mencapai Rp691.241.883 ribu pada 2024. Peningkatan pendapatan usaha ini berkontribusi pada peningkatan laba bruto, yang meningkat dari Rp441.420.131 ribu pada 2019 menjadi Rp420.190.196 ribu pada 2024, meskipun sempat mengalami penurunan pada 2020. Namun, beban pokok pendapatan (BPP) yang juga mengikuti tren yang sama, meningkat secara proporsional dengan pendapatan, tetap memberikan tekanan terhadap profitabilitas. Beban penjualan dan beban umum dan administrasi mengalami peningkatan yang cukup signifikan sepanjang periode tersebut, khususnya pada 2020 yang mempengaruhi kerugian perusahaan. Beban penjualan pada 2020 tercatat sebesar Rp219.291.816 ribu, jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar Rp318.641.824 ribu, namun tetap memberikan dampak pada penurunan laba. Business Valuation Unit Jakarta 21
Page 37 OCR 0.736
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Selain itu, beban keuangan yang meningkat tajam pada 2020 hingga 2021, mencapai Rp11.264.100 ribu dan Rp8.245.214 ribu, juga menjadi salah satu faktor yang memberikan tekanan terhadap laba. Penurunan beban keuangan yang tercatat pada tahun-tahun berikutnya memberi kontribusi pada pemulihan laba perusahaan. Akun lain seperti pendapatan lainnya menunjukkan fluktuasi yang cukup besar, berperan penting dalam mendukung pemulihan laba setelah kerugian pada 2020. 2.7.3 Analisis Arus Kas Perkembangan arus kas PTSP dapat dilihat pada figur berikut : Figur 10. Historis Perkembangan Arus Kas Arus Kas PTSP 31 Desember 2019 31 Desember 2024 100.200.200 201001200 saman 4000010 $ | " || || - | -20200»00 0900900 an00200 na 219 #Ara Ku Dai Opeai M1 Ara KarDaninvestan | (62/21140) «Aru Kai Dasi Pendaraan (11381076) x» 1 »4 sea 3g Gan Baron IL e2ox) drum (axa03 s3 546110 (2150307 (SI 305, Kan Awal Tahan Dae D05M » 1222157 Kas Akbis Tabur 29050 Maap 2925 32 MAum Ka Dai Opami —#Arsi Ka Dai twotsi #AtaKaDusi Pesleumi “Km Awal Talun #Kas Altis Titus Dari figur kinerja arus kas diatas, aktivitas cash flow PTSP untuk periode 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: @ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode 31 Desember 2024 tercatat Rp83.437.072 ribu @ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada periode 31 Desember 2024 tercatat negatif Rp28.369.599 ribu. @ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada periode 31 Desember 2024 tercatat negatif Rp63.971.303 ribu. @ Kas dan Bank Akhir Tahun pada periode 31 Desember 2024 tercatat Rp21.325.326 ribu. 2.74 Analisis Rasio Keuangan Fig istoris Rasio K Rasio Likuiditas Current Ratio 100,322 672004 5548" kERIKA KAA 196702 Duick Ratio 66,604 Pa 31 die 38,2674 358416 33,024 Cash Ratio 262204 372900 254570 22.604 24,586 194206 Business Valuation Unit 22 Jakarta
Page 38 OCR 0.810
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 0.00 2,35 s0 3593 23 3993 (ai 2303 Biaya aa 4639 46,70 45 486 6.19 595 Perputaran Utang Usaha 23 aa 23 72 3188 Tacs Rasio Solvabilitas Debt to Asset PA MERK AS Kam | 370m sa Sian Debt to Eguitv Ss.1aes | To1.a9oe Is27e | Tisome | Tisosse | Tos.9204 Rasio Profitabilitas Gross Margin GEIAN MENKOOT sosee | “oo | oom cayon Operating Margin Ao 130 2.687 3.30 3.oote Net Profit Margin 13.159 4.1one 17616 22206 na ROA "12.8890 Sas 3st 5.356 64000 ROE 38.636 13.7806 1230 1670| 13.1206 Rasio Likuiditas Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah: Current Ratio Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya. Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas perusahaan, dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar kewajiban. Rasio lancar PTSP pada periode 31 Desember 2024 tercatat sebesar 79,67Yo. Ouick Ratio Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio cepat. Rasio cepat PTSP pada periode 31 Desember 2024 tercatat sebesar 33,026. Cash Ratio Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset yang paling likuid, yaitu kas dan setara kas. Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas perusahaan, dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar kewajiban. Rasio kas PTSP pada periode 31 Desember 2024 tercatat sebesar 19,42”. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas (activity ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan atau menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini. Business Valuation Unit 23 Jakarta
Page 39 OCR 0.949
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Rasio Perputaran Piutang Usaha Rasio perputaran piutang usaha merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang usaha. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang usaha dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang usaha pihak ketiga PTSP pada 31 Desember 2024 adalah selama 1,9 hari. Rasio Perputaran Persediaan Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk melihat berapa hari persediaan berubah menjadi pendapatan. Rasio perputaran persediaan PTSP pada 31 Desember 2024 adalah selama 69,05 hari. Rasio Perputaran Biaya dibayar dimuka Rasio Perputaran Biaya Dibayar di Muka (atau Prepaid Expenses Turnover Ratio) mengukur seberapa cepat perusahaan mengalokasikan dan menggunakan biaya yang telah dibayar di muka selama periode tertentu. Rasio ini memberikan gambaran tentang efisiensi penggunaan biaya yang telah dibayar untuk layanan atau barang yang akan diterima di masa depan. Rasio perputaran beban dibayar dimuka PTSP pada 31 Desember 2024 adalah selama 5,95 hari. Rasio Perputaran Utang Usaha Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat perusahaan membayar utang usaha (kewajiban kepada pemasok) selama periode tertentu. Rasio ini memberikan gambaran mengenai efisiensi perusahaan dalam mengelola kewajiban jangka pendek kepada pemasoknya. Rasio utang usaha PTSP pada 31 Desember 2024 adalah selama 34,68 hari. Ivabili Rasio solvabilitas (so/veney ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi utang-utangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini. In Debt to asset ratio Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total aset Perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan Perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total asct PTSP periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 51,206. Debt to eguity ratio Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total ekuitas atau modal perusahaan. Rasio satu menunjukkan jumlah liabilitas sama dengan jumlah ekuitas. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio liabilitas terhadap ekuitas PTSP periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 104,924. Business Valuation Unit 24 Jakarta
Page 40 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 28. Rasio Profitabilitas Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba dalam operasinya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini. l. Gross Profit Margin (Rasio Laba Kotor) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba kotor. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap pembentukan laba kotor. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio laba kotor PTSP periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 60,79Yo. 2. Operating Margin (Rasio Laba Operasi) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba operasi. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap pembentukan laba operasi. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio laba operasi PTSP periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 3,66Y6. 3. Net Profit Margin (Rasio Laba Bersih) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap pembentukan laba bersih. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio laba bersih PTSP periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 3,18Y6. 4. Ratio Return On Asset (ROA) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dengan mengunakan seluruh aset perusahaan. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio ROA PTSP periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 6,072. 5. Ratio Return On Eguity (ROE) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dengan mengunakan ekuitas perusahaan. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio ROE PTSP periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 13,12”. Prospek Kinerja Perseroan Kondisi Usaha PT Pioneerindo Gourmet International Tbk P Pada tahun 2023, industri makanan dan minuman diketahui menyumbang nilai yang positif pada neraca perdagangan. Lebih jauh lagi, industri ini menempati posisi ketiga investasi yang paling diminati di Indonesia serta industri yang mampu menyerap lebih dari 5 juta tenaga kerja. Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa terjadi pertumbuhan di industri makanan dan minuman yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2022. Pertumbuhan per kuartal tahun 2023, ekonomi nasional secara kumulatif mampu tumbuh 5,050. Konsistensi pertumbuhan ini menandakan daya tahan dan kinerja perekonomian Indonesia yang lebih baik dibandingkan banyak negara lain. Sementara itu sisi industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan yang tertinggi. Business Valuatiom Unit 25 Jakarta
Page 41 OCR 0.952
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Pertumbuhan industri penyediaan makanan dan minuman tahun 2024 dipercaya yang mampu lebih tinggi dibandingkan tahun 2023, berdasarkan IKK nasional Survei Konsumen Februari 2024 mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal tersebut tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2024 yang berada pada zona optimis (»100) sebesar 123,1. Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Februari 2024 didorong oleh keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap ekonomi ke depan yang tetap optimis. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Februari 2024 tercatat masing-masing sebesar 110,9 dan 135,3. Hal ini dapat dilihat dari perbaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang memiliki kecenderungan mengalami peningkatan di sepanjang tahun 2024. Jumlah penduduk masyarakat indonesia juga menjadi target utama prospek usaha Perusahaan karena mampu menyumbang kenaikan sales sebesar 12,3Y6 persen di tahun 2023, disebakan oleh populasi Indonesia kebanyakan menghabiskan uang mereka di makanan dan minuman atau Food & Beverage (F&B). Secara demografi, 53,81 persen mayoritas populasi ini diisi oleh milenial dan generasi Z yang suka mencoba produk dan pengalaman baru. Dewan Komisaris PTSP juga senantiasa mendorong dan mendukung upaya - upaya Dircksi untuk memanfaatkan peluang-peluang tersebut secara optimal. Dewan Komisaris memandang bahwa Direksi telah memetakan prospek usaha dan rencana ke depan dengan baik. Dengan penerapan strategi yang telah direncanakan, Perusahaan diharapkan dapat mencapai pertumbuhan kinerja yang baik secara berkelanjutan. Aspek Pemasaran Tahun 2024 menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi PTSP untuk terus berkembang. Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, PTSP semakin gencar melaksanakan promosi di berbagai lini, baik secara offline maupun online. Berbagai promosi tematik yang telah sukses di tahun-tahun sebelumnya, seperti Paket Nampol, Promo HOKI, dan Promo CFC Day, tetap dilanjutkan di tahun 2024. Untuk memberikan variasi promosi baru bagi pelanggan, Perusahaan juga meluncurkan beberapa promo tematik baru, antara lain Promo Tanggal Kembar (yang berlangsung setiap tanggal kembar di tiap bulannya) dan Promo Tematik Awal Bulan yang berlaku setiap tanggal 1-15 setiap bulannya. Selain itu, ada juga promo Gajian (Payday Promo) yang diadakan pada tanggal 25-30 setiap bulannya, serta Promo Monday Deals yang hadir setiap hari Senin. Untuk lebih menarik perhatian pelanggan pada hari-hari spesial, PTSP memberikan promo khusus, seperti pada Tanggal Kabisat, Hari Batik, Hari Anak Nasional, dan Hari Pelanggan Nasional. Sebagai bentuk dukungan pada pesta demokrasi, yaitu Pemilu dan Pilkada Serentak, Perusahaan juga mengadakan promo khusus yang berlaku hanya 1 hari dan memperoleh respons yang sangat positif dari pelanggan. Selain promosi tematik di atas, PTSP terus mencari peluang baru untuk meningkatkan penjualan. Salah satunya adalah melalui kerja sama dengan GrabFood dalam penjualan voucher online. Program penjualan voucher ini dimulai pada bulan Februari dan terus berlanjut hingga akhir tahun, dengan hasil yang sangat baik, memberikan kontribusi sekitar 2,3Y9 terhadap total penjualan. Dari sisi penjualan online delivery, PTSP juga mengalami Business Valuatiom Unit 26 Jakarta
Page 42 OCR 0.950
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. peningkatan yang signifikan, dengan kontribusi sebesar 14,596, atau naik 3,8”6 dibandingkan tahun sebelumnya. Selain promosi, Perusahaan terus berinovasi dalam pengembangan menu baru. Salah satu menu yang mendapat respons sangat positif adalah Ayam Bakar Samyang, yang sempat viral di media sosial. Selain itu, CFC juga meluncurkan berbagai menu minuman baru, seperti Fruity Fun, Pineapple Series, Milkshakes, menu snack Fish Skin, dan menu es krim soft serve. Di Sapo Oriental, beberapa menu tematik baru juga diperkenalkan, seperti Chinese Authentic Series, Claypot Series, Personal Menu Series, dan Sapo Kids. PTSP juga terus mengembangkan layanan Katering, di antaranya dengan meluncurkan nomor WA bisnis khusus untuk pemesanan paket katering, serta memberikan promo-promo menarik untuk paket katering. Promo yang ditawarkan termasuk cashback voucher 1094 untuk pemesanan jumlah tertentu, serta promo-promo tematik yang hadir saat momen kampanye Pilkada dan liburan akhir tahun. Melanjutkan program tahunan yang telah sukses dijalankan pada tahun-tahun sebelumnya, pada 2024 ini, CFC kembali menghadirkan promo khusus untuk memperingati Hari Jadi ke 41, dengan tema “41 Tahun Bersama Indonesia”. Selain untuk menarik tambahan traffic dan sales, promo ini juga bertujuan untuk semakin menguatkan posisi brand CFC sebagai brand lokal yang telah hadir selama 41 tahun di Indonesia. trat ta) 02 PTSP selalu berupaya agar data dapat terpusat dalam satu sistem dan memberikan pelatihan yang memadai kepada semua tim TI agar selalu mengikuti tren teknologi terkini. Fokus utama PTSP di tahun 2024 adalah mengembangkan Aplikasi POS NEXT LEVEL, Aplikasi Web Ordering, EPORTAL, DMS, dan ERP SAP. Business Valuation Unit 27 Jakarta
Page 43 OCR 0.813
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 3. 3. TINJAUAN MAKRO EKONOMI Perekonomian Global dan Domestik Pada 2025, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, yakni 3,296, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global dan ketegangan geopolitik terus berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat dari yang diperkirakan, didorong oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan domestik dan investasi di bidang teknologi, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok, Jepang, dan India masih menghadapi tantangan, seperti penurunan kepercayaan konsumen, tertahannya produktivitas, dan terbatasnya sektor manufaktur. Kebijakan tarif AS juga memengaruhi disinflasi di negara tersebut, dengan ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang terbatas. Penguatan dolar AS sebagai dampak kebijakan AS, bersama dengan ketegangan geopolitik, menyebabkan investor lebih memilih untuk memindahkan portofolio mereka ke AS, meningkatkan tekanan pada mata uang global lainnya. Di Indonesia, perekonomian menunjukkan pertumbuhan yang baik meskipun sedikit lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Neraca pembayaran Indonesia tetap sehat, mendukung ketahanan eksternal negara. Nilai tukar rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global berkat kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Inflasi pada 2024 diperkirakan berada dalam sasaran 2,5#196, dengan kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman dan stabil. Bank Indonesia menurunkan BI- rate sebesar 25 bps menjadi 5,75” pada Januari 2025, sesuai dengan prakiraan inflasi yang tetap terkendali dan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan moneter dan makroprudensial Bank Indonesia berfokus pada menjaga inflasi, stabilitas nilai tukar, serta mendukung sektor-sektor prioritas seperti UMKM dan ekonomi hijau. Penguatan kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dimulai pada Januari 2025, dengan harapan dapat meningkatkan pembiayaan perbankan untuk sektor-scktor yang mendukung penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk mendukung sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat infrastruktur dan memperluas digitalisasi. Figur 12. Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global — —emtan Hg — ega —ata - ara ya GO 35 Uu Uu » prada y Asa yu yu uu Awaha Ser » Aa 9 y 2 Uu u sn tea IN "NG ” BA: "MS X2 “ad 21 yu Ja Mgribetmang yaa u uu uu Toga BOY WU mn uu na VA UMK Uu sen yaa SS “uu keatas MW UU 1 Uu Uu nur eMNsneaNn Galamnta s “ " u y 1. uu Irumen kalap 4 oo Oo 1 1 1 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuation Unit 28 Jakarta
Page 44 OCR 0.650
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 13. Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global ps 25 0g moga —ah HERAN Di, -—- Ba 5g — md - - “ - 2 de De 5 - » tara - Lg 2 1“ pon si - - # . Li : 3 Z5 ed Ld . “ “ - - . “ “ . Apem gonna nem one Khsransaa rongga rangasrandasran - » - - - - - - - - Sumber: Bloomberg, diolah Sumber: CEIC diolah Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 14. Inflasi Dunia, Harga Komoditas Ekspor Indonesia Seletmtetetntetelefefuta atom “Minyak dalam USD/barel, komoditas lain (d6 yoy) Sumber Bloomberg dan IMF, diolah Sumber: Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 15. Yicld UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS, Persepsi Risiko Negara Berkembang dan Indonesia - —aa NA Ma maanan ma Aoa ada tan Indeks Ketidakpastian Global na ato sa Inten ran mi NA nana “ 2. .. : um. Ps a.. - 2 23 " . PN NN Sumber: Bloomberg. Data s.d. 13 januari 2025 Sumber: Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuation Unit Jakarta 29
Page 45 OCR 0.921
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 16. Aliran Modal Ke Negara Berkembang dan Index Ketidakpastian Global — - - - Sumber IIF, diolah Sumber: Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 3.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Perekonomian global pada 2025 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2”o, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global dan ketegangan geopolitik tetap berlanjut. Ekonomi AS tumbuh kuat didorong oleh stimulus fiskal dan investasi teknologi, sementara ckonomi Eropa, Tiongkok, Jepang, dan India menghadapi tantangan seperti menurunnya kepercayaan konsumen dan terbatasnya sektor manufaktur. Kebijakan fiskal AS yang ekspansif dan ketegangan geopolitik menyebabkan penguatan dolar AS dan mempengaruhi mata uang global. Di Indonesia, meskipun perekonomian tumbuh baik, terdapat kecenderungan pertumbuhan yang lebih rendah dari prakiraan sebelumnya, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2025 berada di kisaran 4,7-5,5”6. Faktor-faktor seperti permintaan domestik yang lebih rendah, kelemahan konsumsi rumah tangga, dan terbatasnya investasi swasta berpengaruh pada pertumbuhan tersebut. Bank Indonesia terus mengoptimalkan kebijakan moneter dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan, termasuk melalui akselerasi digitalisasi dan mendukung program-program Pemerintah, seperti ketahanan pangan dan pembiayaan ekonomi. Figur 17. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha #rocan8eu Sumber BPS Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuation Unit 30 Jakarta
Page 46 OCR 0.800
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 18. Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2024 dan Indeks Keyakinan Konsumen La Nan MA Mangan nga Laman MAA mma —yang 110 benar pangan - yaa Sumber BPS. diolah Sumber: Bank Indonesia Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 19. Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran Pa Sumber. BPS. diolah Sumber: BPS, diolah Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 20. Realisasi Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Ekspor Non Migas - - 2 - - Mn sm 11n0 Kami Kautam Han Ode awmhul sasa remankin alay Sumber: Kementerian Keuangan diolah Bank Indonesia Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 21. Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama dan Ekspr Nonmigas Spasial Sumber Kementerian Keuangan diolah Bank Indonesia. Sumber: Kementerian Keuangan. diolah Bank Indonesia — “Data &d Agustus 2024 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuation Unit Jakarti 31 "
Page 47 OCR 0.905
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap menunjukkan kondisi yang sehat, yang mendukung ketahanan eksternal negara. Pada Desember 2024, Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan sebesar 2,2 miliar dolar AS, yang didorong oleh kinerja ekspor yang kuat, terutama dari komoditas utama seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. Hal ini mendukung prediksi bahwa transaksi berjalan pada 2024 akan tetap sehat dengan defisit yang diperkirakan berada dalam kisaran 0,16 hingga 0,95 dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, meskipun surplus perdagangan, ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan penurunan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik, seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Repo Bank Indonesia (SRBI), yang masing-masing tercatat inflow sebesar 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga 13 Januari 2025). Meskipun demikian, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tetap tinggi, mencapai 155,7 miliar dolar AS, yang setara dengan pembiayaan impor selama 6,7 bulan atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Posisi cadangan devisa ini juga jauh di atas standar kecukupan internasional yang sekitar 3 bulan impor. Melihat ke depan, NPI Indonesia pada 2025 diperkirakan tetap sehat, dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut, serta defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran 0,56 hingga 1,34 dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial ini akan didorong oleh aliran masuk modal asing yang positif, seiring dengan persepsi investor yang optimis terhadap prospek perekonomian Indonesia yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik. Fa 22. Neraca Pa Indonesia dan Neraca Perdagangan 0 Semakan sak Guvcuan B usuz3sti at ssunuunesakku 8 Sumber. Dank Indonesia. "Angka sementara: "Angka sangat sementara Sumber: BPS Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 23. Aliran Modal Asing dan Cadangan Devisa Sumber: Bank Indonesia. "Angka sementara: . ““Anuka panyat sementara. Data »J 14 Oktober 2024 — Sumber Bank Indonesia Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuation Unit Jakarta 32
Page 48 OCR 0.879
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 24. Rupiah ys Negara Kawasan dan Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan - Ia 1 : 2 : " 5 i - | “ Fa | La i “ Sa maa maa ta mei oamn A Mapa Data Sumber: Reuters dan Bloomberg. Data s.d. 15 Oktober 202: Sumber: Bloomberg, Data sd. 16 Oktober 2024 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Nilai tukar Rupiah pada Januari 2025 tetap stabil meskipun ada ketidakpastian global yang tinggi, berkat kebijakan stabilisasi yang diterapkan oleh Bank Indonesia. Meskipun Rupiah melemah 196 terhadap dolar AS dibandingkan dengan akhir 2024, performanya lebih baik daripada mata uang regional lainnya seperti rupce India, peso Filipina, dan baht Thailand. Rupiah juga tercatat menguat terhadap mata uang negara maju selain dolar AS dan stabil terhadap mata uang negara berkembang. Faktor-faktor yang mendukung stabilitas ini termasuk aliran masuk modal asing yang terus berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang positif. Ke depan, Bank Indonesia diperkirakan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui kebijakan moneter yang konsisten, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing. Inflasi Indonesia pada 2024 berhasil terjaga dalam kisaran sasaran 2,541Y6, dengan inflasi IHK Desember 2024 tercatat sebesar 1,57”4. Inflasi inti tetap terkendali di level 2,26Y6 karena kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang tepat, sementara inflasi kelompok volatile food (VF) hanya 0,1296 berkat peningkatan pasokan pangan dan musim panen. Sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah Indonesia. Dengan proyeksi ekonomi yang optimis, inflasi diperkirakan akan tetap terkendali dalam sasaran 2,5t1Yo pada 2025 dan 2026. Bank Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga sambil mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Business Valuation Unit 33 Jakarta
Page 49 OCR 0.821
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 25. Inflasi Gabungan Kota di Provinsi SUMATERA KALIMANTAN Ram 217 Kepuinan aa 200 Semata bara UB) Semua Selatan 129 lampung 1S? Jenbitad Janeta Jawa BAL-NUSA TENGGARA Mentan taraen Lt D0 Jakarta Lah IN iakente2an pakar ie Tenan 167 Marcia knee Temen 131 Wapka 128 Sumber: BPS Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 26. Inflasi IHK dan Komponen dan Ekspektasi Inflasi has rongga ponnas pond pan pn an 29 xa Pi x wa Sumber Consensus Fcanomies Sumber HPS Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Kebijakan instrumen moneter pro-market yang diterapkan oleh Bank Indonesia bertujuan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan mencapai sasaran inflasi. Instrumen seperti SRBI, SVBI, dan SUVBI telah memainkan peran penting dalam mendalami pasar uang dan pasar valas, serta mendorong aliran masuk modal asing ke Indonesia. Per 14 Januari 2025, total posisi SRBI tercatat sebesar Rp914,72 triliun, SVBI sebesar 1,96 miliar dolar AS, dan SUVBI sebesar 436 juta dolar AS. Penerbitan SRBI berhasil mendukung peningkatan aliran masuk portofolio asing, dengan kepemilikan nonresiden mencapai 25,024 dari total outstanding SRBI, yang memperkuat penguatan nilai tukar Rupiah. Selain itu, implementasi dealer utama sejak Mei 2024 telah meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antar pelaku pasar, memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar dan pengendalian inflasi. Ke depan, Bank Business Valuation Unit 34 ag
Page 50 OCR 0.927
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai inovasi instrumen moneter, baik dari sisi volume maupun daya tarik imbal hasil, untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter. Hal ini juga bertujuan untuk mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas, serta mendorong aliran masuk modal asing yang lebih besar ke dalam negeri. Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan dengan baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) tercatat pada 6,03”4 per 14 Januari 2025, sejalan dengan Bl-Rate. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan menawarkan imbal hasil menarik, masing-masing 7,06Y6, 7,10Yo, dan 7,23Yo, yang mendukung aliran modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun meningkat menjadi 6,98Yo dan 7,25Yo, mempertahankan daya tarik instrumen domestik. Suku bunga perbankan stabil dengan likuiditas memadai, dengan suku bunga deposito | bulan dan kredit Desember 2024 masing-masing sebesar 4,87”4 dan 9,20Yo. Pertumbuhan kredit pada 2024 mencapai 10,39”o (yoy), sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia yang berkisar 10-1296. Dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit didukung oleh minat penyaluran kredit perbankan, realokasi likuiditas ke kredit, dan dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK serta kebijakan makroprudensial. Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didorong oleh kinerja usaha korporasi yang terjaga meskipun konsumsi rumah tangga terbatas. Kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi masing-masing tumbuh 8,354, 13,62Y6, dan 10,61Yo, sementara kredit UMKM tumbuh 3,37”6 dan pembiayaan syariah 9,8740. Pada 2025, pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat menjadi 11-13Y6, seiring dengan prospek ekonomi yang baik dan kebijakan pemerintah yang mendukung. Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) pada 2025 dengan fokus pada mendorong kredit dan pembiayaan perbankan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1 Januari 2025, insentif KLM difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki potensi untuk mendukung kedua tujuan tersebut, seperti sektor pertanian, perdagangan, manufaktur, transportasi, pergudangan, pariwisata, ckonomi kreatif, konstruksi, real estate, perumahan rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan sektor hijau. Hingga minggu kedua Januari 2025, Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun, yang menunjukkan peningkatan sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober 2024. Penyaluran ini melibatkan berbagai kelompok bank, dengan bank BUMN menerima Rp129, triliun, bank BUSN Rp130,6 triliun, BPD Rp29,9 triliun, dan KCBA Rp3 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan, kementerian/lembaga, perbankan, dan pelaku usaha, untuk memastikan bahwa insentif KLM dapat semakin efektif dalam mendukung sektor-sektor yang strategis bagi perekonomian. Ketahanan sistem keuangan Indonesia terjaga dengan baik pada 2024. Likuiditas perbankan tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi 25,59”o. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan juga kuat pada 26,89”, mendukung pertumbuhan kredit dan kemampuan menyerap risiko. Risiko kredit terkendali dengan rasio NPL yang rendah, yaitu 2,194 (bruto) dan 0,75Yo (neto) pada November 2024. Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang solid. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan KSSK untuk memitigasi risiko yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan. Business Valuatiom Unit 35 Jakarta
Page 51 OCR 0.702
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 27. Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Likuiditas perbankan dan perekonomian KOREM NAN DEA DOSEN mM mw dx» JM BI Uiuisitas Perbankan Gan Perekonomian “..wabua Sumber Bank indonesia suba Sk na Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 28. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA dan Transmisi BI7DRR kepada SBDK Sumber Bank Indonesia Sumber. OJK Bank Indonesia, diolah Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 29, Suku Bunga Perbankan dan Perkembangan Kredit dan DPK “ maa 3 2 8 f ae NA Ng LN» VINN sr 7 V An mma. $ 3 - -. az “ (raut 0. - ' 18 2 2g " - - “ - - - sil Lu ci " Sumber: Bank Indonesia Sumber: Bank Indonesia Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuation Unit 36
Page 52 OCR 0.917
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 33. Figur 30. Permodalan Industri Perbankan dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL) - va - - - ber Mei nda ae Sumber: Bank Indonesia Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Kontribusi PDB Menurut Lapangan Usaha Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kuartal-ke-kuartal (g-to-g) cenderung dipengaruhi oleh faktor musiman. Pada triwulan I dan IV, umumnya tercatat kontraksi dalam pertumbuhan ekonomi, sementara triwulan II dan III menunjukkan pertumbuhan positif sciring dengan meningkatnya aktivitas ckonomi serta adanya faktor pendorong seperti perayaan hari besar keagamaan, liburan sekolah, dan lainnya. Pada triwulan 11/2020, ekonomi Indonesia mengalami penurunan (g-to-g) akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, pada triwulan IV/2022 dan IV/2023, ekonomi Indonesia tetap mencatatkan pertumbuhan positif (g-to-g) didorong oleh beberapa sektor utama seperti Industri Pengolahan, Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan yang menunjukkan kinerja yang baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan (y-on-y) umumnya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah serta faktor eksternal, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Sebelum pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sekitar lima persen (y-on-y). Namun, pandemi yang mulai dirasakan pada awal 2020 menyebabkan kontraksi pada perekonomian Indonesia. Pada triwulan 11/2020, ekonomi Indonesia mengalami penurunan sebesar 5,32 persen (y-on-y). Ekonomi Indonesia mulai kembali mencatatkan pertumbuhan positif (y-on-y) pada triwulan 11/2021 dan terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Hingga triwulan IV/2023, ekonomi Indonesia tumbuh di atas lima persen (y-on-y), kecuali pada triwulan III/2023 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,94 persen (y-on-y). Figur 31. Laju Pertumbuhan PDB Triwulanan (g-to-g) dan (y-to-y) (persen), 2020-2023 « Sumber: Laporan Publikasi BPS “Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan 2020-2024” Business Valuation Unit 37 Jakarta
Page 53 OCR 0.898
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Struktur perekonomian Indonesia menurut lapangan usaha tidak berubah secara signifikan selama kurun waktu 2020 - 2023. Tiga lapangan usaha yang memiliki kontribusi terbesar selama periode tersebut adalah Industri Pengolahan dengan rata-rata kontribusi sebesar 19,03 persen, diikuti Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang memberikan kontribusi rata-rata sebesar 12,98 persen, dan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang memberikan kontribusi rata-rata sebesar 12,91 persen. Sementara Konstruksi serta Pertambangan dan Penggalian masing-masing memberikan kontribusi rata-rata sebesar 10,21 persen dan 9,54 persen. Figur 32. Average Distribution of GDP (percent), 2020-2023 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan/ MEN 1298 Agriculture, Forestry, and Fisheries Pertambangan dan Penggalian/ MENNNNNNNNN 9,54 Mining, and Ouarrying Indust Pengolahan MAN 12,05 Manufacturing Konstruksi/— MENNNNNNNNNNNN 0.21 Construction Perdagangan Besar dan Eceran: Reparasi Mobil dan SENIBBBN 42.01 Sepeda Motot/ Wholesale and Retail Trade, Car, and Motorcycle Repair Laicnya/ MN 35.24 Others Sumber: Laporan Publikasi BPS “Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan 2020-2024” Pemulihan ekonomi global pasca pandemi Covid-19 yang terus berlangsung memberikan dampak positif terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Pada awal tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,1 1 persen (y-on-y) pada triwulan 1/2024, yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat (2,90 persen), Britania Raya (0,30 persen), Korca Selatan (3,30 persen), dan Singapura (3,00 persen). Dibandingkan dengan triwulan II/2023, ekonomi Indonesia tumbuh 5,05 persen (y- on-y) pada triwulan 11/2024. Sementara itu, dibandingkan dengan triwulan 1/2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 3,79 persen (g-to-g). Dengan demikian, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester 1/2024 tercatat sebesar 5,08 persen (c-to-c). Pada triwulan 11/2024, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan 5,05 persen (y-on-y) dibandingkan triwulan 11/2023, dengan semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan. Sektor yang mencatatkan pertumbuhan signifikan antara lain Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,17 persen, serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,56 persen. Business Valuatiom Unit 38 Jakarta
Page 54 OCR 0.841
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 33. Laju Pertumbuhan PDB Triwulan 11/2024 (y-on-y) Menurut Lapangan Usaha (persen) 10,17 10,00 9,56 2,56 885 790 786 8,00 766 6.00 5,39 400 325 sa 27, I 2,00 0,00 0x rc Oo « JI 2 Sumber: Laporan Publikasi BPS “Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan 2020-2024” Business Valuation Unit Jakarta 39
Page 55 OCR 0.632
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 4. ASPEK PASAR 4.1 Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman Figur 34. Pertumbuhan Industri Restoran, Rumah Makan, dan Sejenisnya tahun 2010-2023 2 xa ya 2 - 3. 1“ xo » - . za 1" - Un Pel iban tar Wear Wa 901 “eren Mean in Aang da oran tr Maan. Sumber: dataindustri.com Figur 35. Tren Data Pertumbuhan Industri Restoran, Rumah Makan, dan Sejenisnya, 91 2010 — 94 2023 (Per Kuartal) KN “unuunu asas uas aan Ka Mun aNN un aa Ha aa NAN KERANA Ea UAN NN P3 Ps P3 -. - Pa Pa - LA an en naa Pan, AN LA Ma UN te ama tara Sumber: dataindustri.com Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto (PDB) industri makanan dan minuman sepanjang 2023 bertumbuh 4,47 persen secara tahunan. Angka ini terpantau menurun dibanding tahun sebelumnya. Business Valuation Unit 40 bt
Page 56 OCR 0.923
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 36. Pertumbuhan PDB Industri Makanan dan Minuman RI 2021-2023 "— Industi Makanan dan Minuman Aan Jan Apr . Oot Jan Aor - Der Jan ZA 2022 2025 Sumber: idxchannel.com Pada 2022, PDB industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 4,90 persen dengan kontribusi sebesar 38,35 persen atau yang terbesar terhadap PDB industri pengolahan non- migas. Industri makanan dan minuman di Indonesia juga mengalami peningkatan dari tahun 2020 ke 2021 sebesar 2,54 persen menjadi Rp775, 1 triliun. Mengingat, industri ini juga sangat terpukul karena adanya pandemi Covid-19. Industri makanan dan minuman pada 04 2020 hanya bertumbuh 1,66 persen Namun, bukan berarti industri ini bebas dari tantangan bisnis. Melansir laman Sekretariat Negara, ditinjau dari sisi lapangan usaha, beberapa sektor ekonomi utama mencatat perlambatan pertumbuhan pada 2023, di antaranya sektor makanan dan minuman alias food and beverage (F&B). Pertumbuhan sektor F&B melambat menjadi 7,9 persen (yoy) di 04 2023 dari 10,9 persen (yoy) di 93 2023 dan sektor industri pengolahan tumbuh melambat menjadi 4,1 persen (yoy) di 94 2023 dari 5,2 persen (yoy) di 93 2023 yang disebabkan melemahnya permintaan global untuk produk ekspor industri. Kini, masyarakat juga dihadapkan pada kenyataan mahalnya harga pangan dan transportasi yang bisa mengikis daya beli termasuk sektor makanan dan minuman. Berdasarkan Laporan Publikasi BPS “Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan 2020- 2024”, PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar Rp145.865,6 miliar pada triwulan II/2024 atau sekitar 2,63 persen dari total PDB nasional yang mencapai Rp5.536.495,2 miliar. Pada triwulan 11/2024, laju pertumbuhan lapangan usaha ini mencapai 10,17 persen (y-on-y). Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan penyelenggaraan sejumlah event di beberapa daerah, seperti Asia Pacific Media Forum, World Water Forum serta event musik dan olahraga. Jika dibandingkan dengan triwulan 1/2024 (g-to-g), Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan sebesar 4,14 persen. Pertumbuhan tersebut lebih baik dari kuartal sebelumnya yang terkontraksi sebesar 0,88 persen. Peningkatan ini sejalan Business Valuation Unit 4 Jakarta
Page 57 OCR 0.958
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. dengan meningkatnya okupansi hotel dan konsumsi makanan jadi di restoran selama momen libur keagamaan (Idulfitri, Waisak, Kenaikan Isa Al Masih, dan Iduladha) serta libur sekolah. Secara kumulatif (c-to-c), Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh sebesar 9,79 persen yang didorong oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara serta peningkatan aktivitas Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE). Kegiatan Pemilu dan penyelenggaraan berbagai event di sejumlah daerah juga berkontribusi mendukung pertumbuhan positif dari lapangan usaha ini. Figur 37. Statistik Penyediaan Makanan dan Minuman 2023 Sumber: bps.go.id Usaha penyediaan makanan dan minuman terbanyak di Pulau Jawa berada di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur, sementara di Luar Pulau Jawa terbanyak di Provinsi Sumatera Utara dan Riau. Jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman yang memanfaatkan sarana internet untuk promosi, penjualan online serta transaksi pembayaran, sebesar 33,13 persen, sementara 66,87 persen usaha lainnya tidak menggunakan internet. Kondisi perekonomian Indonesia saat ini sebagian besar ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan salah satu usaha yang terdorong untuk berkembang adalah usaha penyediaan makanan dan minuman. Peningkatan pendapatan masyarakat dan semakin bertambahnya jumlah kelas menengah berakibat pada meningkatnya jumlah pengeluaran untuk makanan dan minuman. Disamping itu adanya perubahan gaya hidup yang sebagian besar masyarakat sudah tidak lagi memiliki waktu yang cukup banyak untuk memasak, atau kurang berminat untuk melakukannya. Hal ini menyebabkan permintaan akan jasa penyediaan makanan dan minuman menjadi semakin meningkat pesat. Sementara itu akses bagi para pembeli ke berbagai produk makanan dan minuman semakin mudah, terutama adanya dukungan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. Fasilitas penyimpanan dan distribusi logistik yang semakin bagus dan mudah, seperti makanan beku, juga turut mendorong semakin pesatnya perkembangan usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia. Berdasarkan data hasil Survei Perusahaan/ Usaha Penyediaan Makanan dan Minuman Tahun 2024 menunjukan bahwa jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman (PMM) di Business Valuation Unit Jakarta
Page 58 OCR 0.961
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Indonesia tahun 2023 sebanyak 4,85 juta usaha, meningkat sekitar 21,13 persen dibanding tahun 2016 yang mencapai 4,01 juta usaha (Sensus Ekonomi 2016). Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah usaha terbanyak hingga mencapai 1,23 juta usaha atau sekitar 25,36 persen dari total usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia, diikuti oleh Provinsi Jawa Timur sebanyak 791,60 ribu usaha atau sekitar 16,31 persen, dan Provinsi Jawa Tengah sebanyak 701,47 ribu usaha atau sekitar 14,45 persen. Kelompok pertama yang meliputi usaha restoran dan rumah makan mencapai sebanyak 1,20 juta usaha atau sekitar 24,75 persen dari total usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia, sedangkan kelompok kedua yang meliputi usaha jasa boga mencapai sebanyak 168,88 ribu usaha atau sekitar 3,48 persen, kelompok ketiga adalah usaha penyediaan makanan dan minuman keliling atau tempat tidak tetap mencapai sebanyak 706,66 ribu usaha atau sekitar 14,56 persen. Sementara itu, jumlah usaha terbanyak adalah kelompok keempat yang meliputi kedai makanan minuman, kedai obat tradisional, kafe, bar, dan sejenisnya. Kelompok keempat ini mencapai sebanyak 2,78 juta usaha atau sekitar 57,21 persen. Perkembangan produk dan jenis makanan dan minuman yang disajikan oleh usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia sangat beragam, baik asalnya, ciri khasnya, maupun citarasanya. Berdasarkan data tersebut bahwa jenis masakan Indonesia masih mendominasi dibandingkan jenis masakan asing. Usaha yang hanya menyajikan jenis masakan Indonesia sebesar 96,96 persen, sedangkan yang hanya menyajikan menu menu asing sebesar 1,09 persen. Sementara itu, usaha penyediaan makanan dan minuman yang menyajikan jenis masakan Indonesia dan asing mencapai sekitar 1,95 persen. Dilihat menurut ketersediaan tempat duduk pada usaha penyediaan makanan dan minuman, sebagian besar usaha (59,75 persen) menyediakan layanan makan/ minum di tempat. Sedangkan 40,25 persen tidak menyediakan layanan makan/minum di tempat. Sebagian besar (81,91 persen) usaha penyediaan Makanan dan Minuman di Provinsi Sumatera Barat menyediakan layanan makan/minum ditempat, diikuti oleh Provinsi Bali sebesar 79,11 persen. Business Valuation Unit 43 Jakarta
Page 59 OCR 0.954
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 4.2. Figur 38. Distribusi Usaha/Perusahaan Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Makan/Minum di Te ndor Sumber: bps.go. Di era yang penuh dengan persaingan usaha, memaksa para pelaku usaha penyediaan makanan dan minuman melakukan berbagai inovasi agar bisnisnya tetap bertahan. Sebesar 13,06 persen usaha penyediaan Makanan dan Minuman baru memulai usahanya satu tahun lalu. Namun usaha yang mampu bertahan hingga lebih dari dua puluh tahun pun cukup banyak yakni sebesar 11,67 persen. Media Internet yang digunakan Pelaku Usaha Penyedia Makanan dan Minuman Saat ini, era digital berkembang pesat dimana teknologi dan internet menjadi sangat penting dan mudah diakses dalam kehidupan sehari-hari di berbagai bidang seperti pendidikan, komunikasi, transportasi, bahkan bisnis. Usaha penyediaan Makanan dan Minuman juga ikut memanfaatkan teknologi dan internet dalam mengembangkan bisnisnya. Hal ini terlihat bahwa usaha penyediaan Makanan dan Minuman telah menggunakan teknologi digital pada proses produksinya mencapai 5,49 persen. Pelaku usaha penyediaan makanan dan minuman menggunakan internet untuk melakukan promosi, penjualan secara online, dan mempermudah transaksi pembayaran. Jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman yang menggunakan internet untuk pemasaran/promosi produk sebesar 18,59 persen, untuk keperluan pemesanan produk sebesar 25,70 persen, dan untuk keperluan transaksi pembayaran/pembelian sebesar 7,75 persen. Berikut adalah gambaran mengenai media internet yang digunakan oleh pelaku usaha penyediaan makanan dan minuman Business Valuation Unit Jakarta
Page 60 OCR 0.953
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 43. Figur 39. Distribusi Usaha/Perusahaan Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Media Internet yang digunakan, 2023 Sumber: bps.go.id Penggunaan internet dilakukan melalui berbagai media, yakni 92,21 persen diantaranya memanfaatkan pesan instan, 22,72 persen melalui media sosial, dan 17,51 persen melalui marketplace/platform digital. Pendapatan dan Pengeluaran Usaha Penyediaan Makanan Minuman Nilai pendapatan usaha penyediaan makanan minuman diperoleh dari penjualan makanan minuman, penjualan paket makanan minuman serta nilai pendapatan yang masih berkaitan dengan usaha. Tahun 2023, nilai pendapatan usaha penyediaan makanan minuman mencapai 998,37 triliun rupiah, meningkat 48,04 persen dari nilai pendapatan usaha tahun 2016 (Sensus Ekonomi 2016) yang mencapai 674,38 triliun rupiah. Business Valuation Unit 4s Jakarta
Page 61 OCR 0.958
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 40. Distribusi Usaha/Perusahaan Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Kelompok KBLI dan Kelompok Pendapatan, 2023 Sumber: bps.go.id Rata-rata nilai Pendapatan usaha penyediaan Makanan dan Minuman terbesar, berada di Provinsi Bali yaitu sebesar 756,46 juta rupiah, diikuti oleh Provinsi DKI Jakarta sebesar 515,96 juta rupiah dan Kepulauan Riau sebesar 334,40 juta rupiah. Sementara rata-rata nilai Pendapatan terendah di Provinsi Gorontalo dengan rata-rata pendapatan sebesar 88,82 juta rupiah per tahun. Sebagian besar pengeluaran usaha penyediaan makanan minuman digunakan untuk pembelian bahan baku yang akan diolah maupun pembelian makanan minuman jadi yang akan dijual kembali, dimana besarnya mencapai 72,62 persen dari total pengeluaran. Pengeluaran terbesar kedua adalah balas jasa pekerja sebesar 12,65 persen. Sementara sisanya merupakan biaya operasional yang meliputi biaya untuk pembelian bahan bakar, listrik, gas dan air, biaya angkutan/pengiriman, sewa, jasa, dan lain-lain yang mencapai 10,57 persen dan biaya lainnya sebesar 4,16 persen.Tahun 2023, nilai pengeluaran usaha penyediaan makanan minuman mencapai 601,21 triliun rupiah, meningkat 50,34 persen dari pengeluaran usaha tahun 2016 (Sensus Ekonomi 2016) mencapai 399,90 triliun rupiah. Balas jasa pekerja merupakan imbalan yang diberikan kepada pekerja atas jasanya melakukan pekerjaan atau membantu perkerjaan. Balas jasa pekerja berupa upah gaji dan tunjangan lainnya. Tahun 2023, rata-rata balas jasa yang diterima pekerja mencapai 27,11 juta rupiah per tahun. Rata-rata balas jasa terbesar diterima oleh pekerja yang berada di Provinsi DKI Jakarta, mencapai 54,76 juta rupiah per tahun. Sedangkan rata-rata balas jasa terendah diterima oleh pekerja yang berada di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 11,21 juta rupiah per tahun. Business Valuation Unit Jakarta
Page 62 OCR 0.956
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 44. Figur 41. Persentase Biaya Pengeluaran Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Jenis Pengeluaran, 2023 Sumber: bps.go.id Indeks Keyakinan Konsumen Survei Konsumen Bank Indonesia pada Desember 2024 menunjukkan peningkatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2024 yang tercatat sebesar 127,7, lebih tinggi dari 125,9 yang tercatat pada bulan November. Peningkatan keyakinan ini didorong oleh kenaikan pada dua komponen utama, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), yang masing- masing tercatat sebesar 116,0 dan 139,5. Kedua indeks ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan nilai bulan sebelumnya yang masing-masing tercatat 113,5 dan 138,3. Peningkatan ini terlihat di seluruh komponen yang membentuk kedua indeks tersebut. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tinggi berdampak positif pada industri makanan dan minuman. Ketika konsumen merasa lebih optimis terhadap ekonomi, mereka lebih cenderung meningkatkan pengeluaran untuk konsumsi, termasuk membeli makanan dan minuman. Hal ini dapat mendorong permintaan di restoran, kafe, dan produk makanan kemasan, serta meningkatkan penjualan produk premium. Selain itu, keyakinan konsumen yang tinggi memberi dorongan bagi perusahaan untuk berinovasi dan melakukan ekspansi, karena prospek pasar yang lebih cerah. Business Valuation Unit Jakarta 47
Page 63 OCR 0.907
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 45. Figur 42. Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK)" Penghasilan Saat Ini Ekspektasi Penghasilan Ketersediaan Lapangan Kerja Weni Ekspektasi Lapangan Kerja 112,2 Pembelian Barang Tahan Lama Morena 2520 8 Demen 2024 Sumber: Bank Indonesia Ekspektasi Kegiatan Usaha »1 Mery teteyg pat kengaa peranan MAT 3 ta Pesaing Usaha Industri Makan dan Minuman Sebagai perusahaan yang berencana menambah kegiatan usaha untuk mendukung operasional, PTSP akan menghadapi persaingan yang cukup ketat dengan para pesaing yang sudah berpengalaman di sektor ini. Jika PTSP tidak dapat mempertahankan keunggulan kompetitifnya, maka pangsa pasar yang dimilikinya dapat tergerus, karena pelanggan akan beralih menggunakan produk dari pesaing. Sebaliknya, apabila PTSP berhasil mempertahankan daya saingnya, maka dapat meningkatkan pangsa pasar, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada pendapatan, kinerja operasional, dan kinerja keuangan. PTSP beroperasi di industri makanan cepat saji yang sangat kompetitif di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa profil pesaing PTSP yang telah tumbuh dan berkembang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. PT Fast Food Indonesia Tbk (“FAST”) PT Mitra Adiperkasa Tbk (“MAPI”) PT Sarimelati Kencana Tbk (“PZZA”) PT Champ Resto Indonesia Tbk (“ENAK”) PT Jaya Bersama Indo Tbk (“DUCK”) PT Cipta Selera Murni Tbk (“CSMI”) DA Un Yo pan Pesaing Usaha PTSP yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara garis besar didominasi oleh perusahaan swasta dimana lini usahanya termasuk berusaha dalam industri makanan dan minuman, dalam hal ini PTSP tidak secara langsung berhadapan dengan perusahaan yang dimaksud tapi lebih kepada mengisi pasar dimana produk yang dihasilkan PTSP masih cukup besar peluangnya di pasar yang ada. Persaingan di industri ini tidak hanya didasarkan pada jumlah outlet atau ukuran jaringan, tetapi juga pada inovasi produk, kualitas layanan, dan strategi pemasaran. PT Pioneerindo Gourmet International Tbk, dengan merek andalannya seperti California Fried Chicken Business Valuation Unit 48 Jakarta
Page 64 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 4.6. (CFC), Sapo Oriental, Cal Donut, dan Sugakiya, harus terus berinovasi dan meningkatkan pengalaman pelanggan untuk mempertahankan loyalitas konsumen dan mengatasi tekanan persaingan yang datang dari pemain global dan lokal lainnya. Selain itu, perubahan selera konsumen dan tren gaya hidup yang dinamis menuntut setiap perusahaan untuk adaptif dengan penyesuaian menu, pemanfaatan teknologi digital dalam promosi, serta peningkatan efisiensi operasional guna memastikan posisi yang kompetitif di pasar. Perbedaan Kegiatan Usaha Sesuai dengan kegiatan usaha saat ini berdasarkan NIB PTSP bergerak dalam bidang usaha yang meliputi: KBLI 10799: Industri Produk Makanan Lainnya KBLI 46100: Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fce) Atau Kontrak KBLI 46339: Perdagangan Besar Makanan Dan Minuman Lainnya KBLI 47111: Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Yang Utamanya Makanan, Minuman Atau Tembakau Di Minimarket/ Supermarket/ Hypermarket 5. KBLI 47112: Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Yang Utamanya Makanan, Minuman Atau Tembakau Bukan Di Minimarket/Supermarket /Hypermarket (Tradisional) 6. KBLI47911: Perdagangan Eceran Melalui Media Untuk Komoditi Makanan, Minuman, Tembakau, Kimia, Farmasi, Kosmetik Dan Alat Laboratorium 7. KBLI 52102 (Pendukung): Aktivitas Cold Storage 8. KBLI 56101: Restoran 9. KBLI 56102: Rumah/Warung Makan 10. KBLI 56210: Jasa Boga Untuk Suatu Event Tertentu (Event Catering) 1. KBLI 56290: Penyediaan Jasa Boga Periode Tertentu 12. KBLI 58190: Aktivitas Penerbitan lainnya 13. KBLI 70204: Aktivitas Konsultansi Manajemen Industri 14. KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya 15, KBLI 73100: Periklanan 16. KBLI 77400: Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Intelektual Properti, Bukan Karya Hak Cipta Dp Ie PTSP berencana menambah 13 KBLI baru untuk menghadapi persaingan industri makanan dan minuman yang semakin ketat di Indonesia. Penambahan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, memperluas kinerja perusahaan, dan memenuhi legalitas operasional yang belum tercatat dalam izin usaha. Dengan menambah KBLI yang relevan, perusahaan dapat memastikan kegiatan usaha sesuai regulasi pemerintah dan mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Berikut merupakan 13 KBLI terkait penambahan kegiatan usaha PTSP: Business Valuation Unit 49 Jakarta
Page 65 OCR 0.890
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 43. KBLI Penambahan Kegiatan Usaha PTSP Kode KBLI Judul KBLI Deskripsi Us Industri Pengolahan dan Pengawetan £ Ana 1 | 10130 | produk Daging dan Daging Unggas Produksi mekaran berbesis daging dan Lainnya daging unggas 2 46322 Perdagangan Besar Daging Ayam dan Distribusi dan perdagangan daging N Daging Ayam Olahan ayam dalam skala besar 3 56109 Restoran dan Penyediaan Makanan Operasional restoran dan layanan 5 Keliling Lainnya katering 4 472as Perdagangan Eceran Daging dan Ikan Penjualan eceran produk olahan . Olahan berbasis daging s 10750 Industri Makanan dan Masakan Olahan Produksi makanan siap saji dan . Lainnya masakan olahan 6 5610 Restoran dan Penyediaan Makanan Penyediaan makanan berbasis food . Keliling (Food Truck) truck 1. 10710 Industri Produk Roti dan Kuc Produksi dan distribusi roti serta kuc 8 46321 Perdagangan Besar Daging Sapi dan Perdagangan besar daging sapi dan Y Daging Sapi Olahan (produk olahannya 9. 10740 Sal Mn kaeonh, Dije: dan Prodik Produksi mic, pasta, dan sejenisnya 10, 47242 Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Penjualan produk bakery dalam skala . serta Kue Basah dan Sejenisnya eceran Perdagangan Eceran Kaki Lima Dan Los . to | 47823 | pasar Kopi, Gula Pasir, Gula Merah Dan | Penjualan produk makanan dan Seienisnya minuman di pasar dan kaki lima » 10216 Industri Berbasis Daging Lumatan dan Pengolahan daging lumatan dan produk : Surimi berbasis surimi 3 681i Real Estate yang Dimiliki Sendiri atau Pengelolaan properti dan aset real estate Disewa milik perusahaan 47. Kesimpulan Aspek Pasar Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penambahan kegiatan usaha untuk 13 KBLI masih memiliki prospek yang baik, antara lain: Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester 1/2024 tercatat sebesar 5,08 persen (c-to-c). Pada triwulan 11/2024, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan 5,05 persen (y-on-y) dibandingkan triwulan 11/2023, dengan semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan. Sektor yang mencatatkan pertumbuhan signifikan antara lain Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,17 persen, serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,56 persen. Permintaan yang Terus Meningkat: Peningkatan konsumsi rumah tangga, perubahan gaya hidup, serta berkembangnya kelas menengah yang lebih memilih makan di luar dan layanan makanan siap saji mendorong permintaan terhadap sektor makanan dan minuman. Selain itu, berdasarkan data hasil Survei Perusahaan/ Usaha Penyediaan Makanan dan Minuman Tahun 2024 menunjukan bahwa jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman (PMM) di Indonesia tahun 2023 sebanyak 4,85 juta usaha, meningkat sekitar 21,13 persen dibanding tahun 2016 yang mencapai 4,01 juta usaha (Sensus Ekonomi 2016). Inovasi dan Adaptasi Teknologi: Industri ini semakin mengadopsi teknologi digital, baik untuk pemasaran, pemesanan, maupun transaksi pembayaran. Pemanfaatan Business Valuation Unit Jakarta 50
Page 66 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. teknologi yang semakin luas ini memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi Operasional dan memperluas pasar, terutama dengan keberadaan platform e-commerce dan digitalisasi yang semakin penting bagi konsumen. @ Daya Beli Masyarakat yang Meningkat: Pendapatan masyarakat yang terus meningkat, ditambah dengan tingkat keyakinan konsumen yang semakin baik (Indeks Keyakinan Konsumen Desember 2024 tercatat 127,7), mendukung sektor makanan dan minuman. Dengan keyakinan yang lebih tinggi, konsumen cenderung lebih banyak mengeluarkan uang untuk konsumsi, termasuk makan di luar atau membeli makanan siap saji. @ Keunggulan Kompetitif PTSP: PTSP memiliki merek yang sudah dikenal luas, seperti California Fried Chicken (CFC), dan memiliki jaringan distribusi yang solid. Dengan menambah lini usaha dan memperluas KBLI yang relevan ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas basis operasional dan meningkatkan pendapatan perusahaan, tetapi juga untuk memenuhi regulasi yang berlaku dan mendukung pengembangan bisnis jangka panjang. @ Persaingan Pasar: dengan kehadiran beberapa perusahaan besar yang sudah lebih dulu beroperasi dan memiliki posisi yang sama kuat di pasar. Oleh karena itu, PTSP perlu memfokuskan inovasi produk dan kualitas layanan, serta memanfaatkan pengalaman dan data dari pesaing-pesaing yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia seperti PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Dengan melihat peluang penambahan kegiatan usaha memiliki prospek yang baik kedepannya, serta PTSP sudah mempunyai keunggulan kompetifif serta merek yang sudah dikenal luas, dimana hal ini memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi PTSP maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pasar Layak. Business Valuation Unit s1 Jakarta
Page 67 OCR 0.954
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 5. 5.1 ASPEK TEKNIS Rencana Perusahaan Adapun maksud dan tujuan dilakukan penambahan kegiatan usaha sebagai berikut: 1. Memperluas kapasitas produksi untuk mengolah dan mengawetkan produk daging dan daging unggas agar menciptakan produk berkualitas tinggi dengan nilai tambah.Mengoptimalkan rantai pasok dan distribusi untuk meningkatkan efisiensi operasional. Menjalankan aktivitas distribusi dan perdagangan daging ayam serta produk olahannya dalam skala besar untuk mendukung kebutuhan pasar yang semakin tinggi.Menyesuaikan strategi bisnis agar lebih kompetitif dalam industri makanan dan minuman. Memperluas layanan restoran dengan penyediaan makanan keliling, seperti katering dan food truck, agar lebih fleksibel dalam menjangkau pelanggan. Memanfaatkan peluang di sektor penjualan produk olahan berbasis daging dan ikan untuk konsumen akhir. Meningkatkan variasi produk makanan olahan serta menciptakan produk bernilai tambah tinggi untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Memperluas model bisnis restoran dengan menyediakan layanan food truck untuk menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai lokasi serta menciptakan pengalaman baru bagi pelanggan dengan konsep food truck yang inovatif. Memanfaatkan peluang pasar di sektor bakery serta meningkatkan skala usaha di bidang makanan olahan berbasis roti dan kuc. Menyediakan layanan distribusi dan perdagangan daging sapi serta produk olahannya untuk kebutuhan pasar skala besar. Mengembangkan usaha di bidang produksi mie, makaroni, pasta, dan produk sejenisnya untuk memanfaatkan tren pasar makanan berbasis gandum. Memanfaatkan peluang di sektor eceran dengan menyediakan produk bakery kepada konsumen akhir melalui jaringan ritel yang lebih luas Mengoptimalkan potensi usaha dengan menjual produk kopi, gula, dan produk sejenisnya melalui los pasar dan pedagang kaki lima. Meningkatkan variasi produk daging olahan agar lebih kompetitif di pasar makanan olahan berbasis daging . Meningkatkan potensi pendapatan dari properti yang dimiliki PTSP serta mengoptimalkan penggunaan aset untuk mendukung kelangsungan usaha perusahaan. Dimana PTSP berharap dengan dilakukannya Penambahan KBLI ini dapat memberikan manfaat yang akan diperoleh PTSP serta meningkatkan kinerja dan profitabilitas PTSP di masa mendatang. Keuntungan yang diperoleh PTSP dengan adanya Penambahan KBLI ialah dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang PTSP, serta dapat memberikan nilai tambah bagi PTSP dan para pemegang saham. Business Valuatiom Unit 52 Jakarta
Page 68 OCR 0.888
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. N. Aktivitas Waktu Pelaksanaan Keterangan 1. | Analisis KBLI oleh KJPP Maret 2025 Proses validasi n Bersamaan dengan Agenda 2. | Pengumuman Penambahan KBLI April 2025 Pengumuman RUPS Bersamaan dengan RUPST dan 3. | Pengesahan Penambahan KBLI Mei 2025 RUPSLB PTSP 2-25 dan Dilakukan di hadapan notaris N Pelaporan hasil RUPS kepada KSEI, 4. | Pelaporan Penambahan KBLI Juni 2025 OJK, BEI dan Masyarakat 5. | Implementasi KBLI Baru Juni 2025 Dimulainya layanan baru 5.3. Kegiatan Usaha Perseroan Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, kegiatan usaha utama PTSP meliputi bidang jasa, perdagangan, perindustrian, pergudangan-penyimpanan dan penerbitan, yaitu sebagai berikut: Figur 45. Kegiatan Usaha PTSP Saat Ini Nc Bidang Usaha Deskripsi Kegiatan Usaha KBLI A | Jasa 1 asa Restoran Usaha jasa pangan yang menyediakan dan menyajikan 56101 Rumah Makan makanan dan minuman untuk umum di tempat usaha 56102 z Penyediaan jasa makanan melalui kontrak, sesuai lokasi dan 56210 2 | eaKakig, acara yang ditentukan pelanggan 56290 3 Jasa Sewa Aset Penyewaan aset tak berwujud, pembayaran royalti, 77400 Non-Finansial waralaba, lisensi 4 Jasa Konsultasi Pemberian nasihat, bimbingan, dan operasional terkait 70209 Manajemen isasi, manaj dan keuanj 3 organisasi, 1jemen, pemasaran, gan Kegiatan mencakup jasa penasihat, perencanaan, produksi S | Jasa Periklanan bahan iklan, serta pembelian media 73100 Perdagangan Agen perantara/makelar, pelelangan, pedagang besar yang 6 Perdagangan memperdagangkan barang atas nama pihak lain “6100 ag | Perdagangan Besar Perdagangan besar berbagai produk makanan dan minuman | 539 Minuman lainnya 8 Swalayan atau Perdagangan eceran barang kebutuhan pokok seperti ami Minimarket makanan, minuman, dan pakaian dengan sistem swalayan 9 | Perdagangan Eceran | Perdagangan eceran makanan, minuman, kosmetik, farmasi, Pen Online dan lainnya melalui pesanan surat, telepon, atau internet yo. | Perdagangan Eceran | Perdagangan eceran barang kebutuhan pokok di toko non- Ga Non-Swalayan swalayan, seperti warung tradisional C | Industri “ Industri Produk Pembuatan produk makanan lainnya, seperti telur asin, sup, 10799 Makanan kaldu, sandwich, dan pizza mentah D | Pergudangan » Pergudangan Barang | Penyimpanan barang sementara sebelum dikirim ke tujuan 2101 Umum akhir dengan tujuan komersial 3 Pergudangan Penyimpanan barang berpendingin dengan waktu 52109 Berpendingin pengawetan tertentu atas dasar kontrak Business Valuation Unit Jakarta 53
Page 69 OCR 0.921
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. E Penerbitan : 5 Penerbitan foto, seni grafis, kartu pos, formulir, poster, 14 | Penerbitan lainnya ik seni, dan materi perikl: lainnya 58190 Sumber: Manajemen PTSP 5.4. Mapping/Location Outlet CFC di Indonesia Berikut merupakan Mapping/Location lebih dari 330 Outlet CFC di Seluruh Indonesia: Figur 46. Mapping/Location Outlet CFC Lebih dari 330 outlet di seluruh Indonesia Sumber: Company Profile CFC 5.5. Produk PTSP Berikut beberapa produk menu CFC: Figur 47. Menu CFC Sumber: Company Profile CFC & Draft Annual Report PTSP 2024 Business Valuatiom Unit 54 Jakarta
Page 70 OCR 0.883
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Berikut beberapa produk menu Cal Donat: Figur 48. Menu Cal Donat . LN . d (wo (ra ! Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024 Berikut beberapa produk menu Sapo Oriental: Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024 Berikut beberapa produk Sugakiya: Figur 50. Menu Sugakiya (error) Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024 Business Valuation Unit 55 Jakarta
Page 71 OCR 0.956
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 5.6. 57. 58. Rencana Keberlanjutan Rencana Penambahan KBLI ini berdasarkan tingginya persaingan dibidang industri makanan dan minuman yang semakin tinggi di indonesia dengan menciptakan banyaknya jenis varian baru yang tersebar disetiap daerah, dan melihat daya beli masyarakat yang semakin tinggi, untuk itu demi meningkatkan pendapatan perusahaan dan memperluas kinerja perusahaan yang lebih baik, Perusahaan mempertimbangkan untuk menambah 13 KBLI baru, yang dapat mengembangkan dan menunjang industri makanan dan minuman yang saat ini dijalankan Perusahaan, dan sekaligus bertujuan untuk memenuhi cakupan legalitas operasional perusahaan, mengakomodasi jenis layanan dan aktivitas baru yang sudah dijalankan namun belum tercatat dalam izin usaha. Sehingga menambahkan KBLI baru yang relevan pada PT Pioneerindo Gourmet International Tbk dapat memberikan kepastian pada kegiatan usaha yang dijalankan dan sesuai dengan regulasi pemerintah dan mendukung pengembangan bisnis yang lebih berkelanjutan. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berdasarkan informasi manajemen, PTSP telah memiliki tenaga kerja ahli yang dibutuhkan untuk mendukung operasional atas penambahan kegiatan usaha tersebut, PTSP berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya terkait dengan kegiatan usaha baru tersebut. Kesimpulan Aspek Teknis Berdasarkan analisis terhadap rencana penambahan kegiatan usaha PTSP, dapat disimpulkan bahwa penambahan ini memiliki kelayakan teknis yang baik. Perusahaan telah merencanakan untuk memperluas kapasitas produksi dan distribusi, menciptakan produk berkualitas tinggi dengan nilai tambah, serta mengoptimalkan rantai pasok untuk meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, PTSP telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung operasional atas kegiatan usaha baru ini, yang memastikan pelaksanaan yang efisien dan efektif. Penambahan 13 KBLI baru juga dapat mengembangkan dan menunjang industri makanan dan minuman yang saat ini dijalankan Perusahaan, dan sekaligus bertujuan untuk memenuhi cakupan legalitas operasional perusahaan, mengakomodasi jenis layanan dan aktivitas baru yang sudah dijalankan namun belum tercatat dalam izin usaha. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, penambahan kegiatan usaha PTSP akan mendukung pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang dan meningkatkan profitabilitas. Berdasarkan hal tersebut, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek teknis Layak. Business Valuatiom Unit 56 Jakarta
Page 72 OCR 0.935
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 6. 6. 6.2. ASPEK POLA BISNIS Kegiatan Usaha Utama Sesuai dengan Anggaran Dasar PTSP, maksud dan tujuan PTSP adalah menjalankan kegiatan usaha utama meliputi bidang jasa, perdagangan, perindustrian, pergudangan, penyimpanan dan penerbitan Dalam menjalankan kegiatan usahanya PTSP didukung oleh tim manajemen yang telah berpengalaman di bidangnya. Penambahan Kegiatan Usaha Manajemen PTSP melihat bisnis yang akan ditambahkan dalam KBLI ini dapat memberikan kontribusi yang positif untuk mendukung kegiatan usaha yang saat ini dijalankan oleh PTSP. Berdasarkan informasi dari manajemen PTSP, ada beberapa penambahan kegiatan usaha untuk mendukung dalam menjalankan operasionalnya, maka dari itu manajemen perlu melakukan penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), adapun KBLI atas penambahan usahan tersebut sebagai berikut: Ga S1. Rincian KBLI Penambahan Sea Usaha PTSP 1. | Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging dan 10130 Daging Unggas Lainnya 2. | Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam 46322 Olahan 3. | Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling Lainnya 56109 4. | Perdagangan Eceran Daging dan Ikan Olahan 47245 5. | Industri Makanan dan Masakan Olahan Lainnya 10750 6. | Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling (Food Truck) 5610 7. | Industri Produk Roti dan Kue 10710 8. | Perdagangan Besar Daging Sapi dan Daging Sapi Olahan 46321 9. | Industri Makaroni, Mie, dan Produk Sejenisnya 10740 10. | Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, serta Kue Basah dan 472a2 Sejenisnya 11. | Perdagangan Eceran Kaki Lima Dan Los Pasar Kopi, Gula 47823 Pasir, Gula Merah Dan Sejenisnya 12. | Industri Berbasis Daging Lumatan dan Surimi 10216 13. | Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa 6811 Sumber: Manajemen PTSP Berikut penjelasan untuk masing — masing KBLI yang mengacu pada deskripsi pada sistem OSS: 1. Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging dan Daging Unggas Lainnya (“KBLI 10130”) Kelompok ini mencakup usaha pengolahan dan pengawetan produk daging dan daging unggas dengan cara pengalengan, pengapasan, penggaraman, pembekuan, pemanisan, pengiradiasian (dengan iradiator) dan sebagainya. Kegiatannya mencakup produksi daging beku dalam bentuk carcase, produksi daging beku yang telah dipotong, produksi Business Valuation Unit 57 Jakarta
Page 73 OCR 0.953
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 2 6. daging beku dalam porsi tersendiri, produksi daging yang dikeringkan, daging yang diasinkan atau daging yang diasapkan, produksi produk-produk daging, serta sosis, salami, puding, "andovilletes”, saveloy, bologna, patc, rillet, dan daging ham. Termasuk kegiatan pengolahan daging paus di darat atau di kapal khusus. Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan (“KBLI 46322”) Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar daging ayam dan daging ayam olahan, termasuk daging ayam yang diawetkan. . Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling Lainnya (“KBLI 56109”) Kelompok ini mencakup kegiatan menyediakan jasa menyajikan makanan lainnya yang belum termasuk dalam kelompok 56101 — 56104, seperti penyediaan jasa makan siap saji di pasar, supermarket, disebuah lokasi umum dan atau berhubungan dengan angkutan Dimana aktivitas utamanya berhubungan dengan menyajikan makanan dan minuman. Termasuk usaha cake dan bakery dengan jasa pelayanan, food court, food truck, food stall. . Perdagangan Eceran Daging dan Ikan Olahan (“KBLI 47245”) Kelompok ini mencakup usaha perdagangan eceran khusus berbagai jenis produk daging olahan dan ikan, udang, kerang yang diasinkan atau dikeringkan di dalam bangunan, seperti sosis, bakso, abon, ikan teri, cucut, selar, kerapu, udang, rebon, pctek, gabus, sepat, cumi — cumi, kepah, remis, dan kerang. . Industri Makanan dan Masakan Olahan Lainnya (“KBLI 10750”) Kelompok ini mencakup industri makanan siap saji (diolah, dibumbui, dan dimasak) diolah untuk tujuan diawetkan dalam kaleng atau dibekukan dan biasayanya dikemas dan dilabel untuk dijual Kembali. Mencakup juga industri masakan daging dan ungags, industri masakan ikan (kecuali masakan ikan dan udang dalam kaleng), industri masakan sayuran siap saji, industri masakan rebusan dalam kaleng dan makanan di dalam wadah hampa udara dan industri masakan siap saji yang lain. Termasuk industri pizza beku, pepes, presto, dendeng ikan, baby fish goreng/crispy ikan, udang tepung dan ikan tepung. Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling (Food Truck) (“KBLI 5610”) Subgolongan ini mencakup kegiatan yang menyediakan jasa makanan kepada pembeli, baik pembeli disediakan makanan saat duduk atau pembeli mengambil sendiri dari tempat makanan yang telah tersedia, atau pembeli makan makanan yang telah disediakan sesuai pesanan di tempat tersebut, dibawa pulang atau diantas ke rumah. Subgolongan ini mencakup penyediaan jasa makanan untuk dikonsumsi segera (siap saji) baik dengan menggunakan kendaraan bermotor maupun tidak, atau gerobak dorong. Subgolongan ini mencakup: Restoran, kantin / kafetaria, restoran cepat saji, layanan pesan antar pizza, tempat penjualan makanan kaki lima, mobil es krim, makanan dengan gerobak dorong, makanan siap saji di pasar atau supermarket, kegiatan bar dan restoran yang berhubungan dengan angkutan. Apabila dikelola secara terpisah subgolongan ini tidak mencakup: pengoperasian fasilitas makanan, kegiatan penyediaan makanan atas dasar konsesi. . Industri Produk Roti dan Kue (“KBLI 10710”) Kelompok ini mencakup usaha pembuatan berbagai macam roti, kue dan produk bakeri lainnya seperti industri roti tawar dan roti kadet, industri kue, pie, tart, industri biscuit dan produk roti kering lainnya, industri pengawetan kue kering dan cake, industri produk makanan ringan baik yang manis atau asin, industri tortillas, dan industri produk roti yang dibekukan, seperti pancake, waffle dan roti kadet. Business Valuation Unit s8 Jakarta
Page 74 OCR 0.948
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 63. 8. Perdagangan Besar Daging Sapi dan Daging Sapi Olahan (“KBLI 46321”) Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar daging sapi dan daging sapi olahan, termasuk daging sapi yang diawetkan. 9. Industri Makaroni, Mie, dan Produk Sejenisnya (“KBLI 10740”) Kelompok ini mencakup usaha pembuatan macaroni, mie, spaghetti, bihun, so'un, dan sejenisnya, baik dimasak atau tidak dalam bentuk basah maupun kering, termasuk industri couscous dan industri produk pasta yang diekukan atau dikalengkan. 10.Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, serta Kue Basah dan Sejenisnya (“KBLI 47242”) Kelompok ini mencakup usaha perdagangan eceran khusus berbagai jenis roti, kue kering dan kue basah di dalam bangunan, seperti roti manis, roti tawar, bolu, cake/tart, biscuit, wafer, kue semprong dan cookies. 1. Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Kopi, Gula Pasir, Gula Merah dan Sejenisnya (“KBLI 47823”) Kelompok ini mencakup usaha perdagangan eceran kopi, gula pasir, gula merah, dan the yang dilakukan di pinggir jalan umum (kaki lima), serambi muka (emper), took atau tempat tetap di pasar yang dapat dipindah-pindah atau didorong (los pasar). 12.Industri Berbasis Daging Lumatan dan Surimi (“KBLI 10216”) Kelompok ini mencakup usaha pengolahan dan pengawetan ikan (bersirip/pisces) melalui proses pelumatan daging ikan/penggilingan. Termasuk industri daging lumat yang dicampur bahan tambahan melalui proses pemasakan atau tidak dimasak kemudian dibekukan. Contoh berbasis daging lumatan dan surimi, mata goyang, kurisi, dll. Berbasis surimi: baso, nuget, otak — otak, kamaboko, sosis, pempek siomay, dimsum, chikuwa, imitation, crab. 13. Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (“KBLI 68111”) Kelompok ini mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estate baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, seperti bangunan apartemen, bangunan hunian, dan bangunan non hunian (Seperti fasilitas penyimpanan/Gudang, mall, pusat perbelanjaan, dan lainnya) serta penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa perabotan untuk digunakan secara permanen, baik dalam bulanan atau tahunan. Termasuk kegiatan penjualan tanah, pengembangan Gedung untuk diopersikan sendiri (untuk penyewaan ruang-ruang di Gedung tersebut), pembagian rcal estate menjadi tanah kapling tanpa pengembangan lahan dan pengoperasian Kawasan hunian untuk rumah yang bisa dipindah-pindah. Kemampuan Untuk Menciptakan nilai PTSP dapat menciptakan nilai lebih tinggi dengan mengintegrasikan dan diversifikasi aktivitas usahanya melalui penambahan klasifikasi usaha yang telah disebutkan. Secara strategis, hal ini dapat meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional perusahaan melalui beberapa mekanisme, antara lain: 1. Integrasi Vertikal dan Kontrol Rantai Pasokan: Dengan memasuki sektor pengolahan dan pengawetan produk daging (KBLI 10130), perusahaan dapat mengontrol kualitas bahan baku dan produk olahan. Hal ini mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal, sekaligus memungkinkan efisiensi biaya melalui skala ekonomi. Business Valuation Unit 59 Jakarta
Page 75 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 2. Diversifikasi Saluran Distribusi: Melalui aktivitas perdagangan besar (KBLI 46322 dan 46321) serta perdagangan eceran (KBLI 47245, 47242, 47823), PTSP dapat memperluas jangkauan pasar dari tingkat grosir ke tingkat ritel, memastikan produk tersedia di berbagai segmen konsumen dan lokasi. . Ekspansi Layanan Konsumen dan Pemasaran: Penambahan unit usaha restoran dan penyediaan makanan keliling (KBLI 56109 dan 5610) memungkinkan perusahaan untuk menjangkau konsumen secara langsung, dengan memberikan pengalaman makan yang variatif dan fleksibel. Konsep food truck khususnya meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas merek di arca dengan tingkat kepadatan konsumen tinggi. . Diversifikasi Produk dan Inovasi Menu: Dengan memasuki industri makanan dan masakan olahan lainnya (KBLI 10750), produk roti dan kue (KBLI 10710), serta industri makaroni, mie, dan produk sejenisnya (KBLI 10740), perusahaan dapat mendiversifikasi penawaran menu. Diversifikasi ini tidak hanya menarik berbagai segmen konsumen, tetapi juga mengurangi risiko ketergantungan pada satu jenis produk. . Optimalisasi Nilai dari Aset Non-Operasional: Kegiatan di sektor real estat (KBLI 6811) memberikan perusahaan peluang untuk mengelola aset properti secara strategis, misalnya melalui kepemilikan atau penyewaan gedung dan ruko. Hal ini dapat menyediakan sumber pendapatan tambahan yang stabil dan meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan. . Sinergi dan Efisiensi Operasional: Integrasi dari berbagai unit usaha mulai dari pengolahan, distribusi, hingga pelayanan konsumen menciptakan sinergi yang dapat mengoptimalkan biaya dan meningkatkan efektivitas operasional. Penggunaan teknologi digital dalam pemasaran dan transaksi juga mendukung efisiensi ini. Dengan mengkombinasikan berbagai lini usaha tersebut, PTSP mampu menciptakan nilai dengan cara: @ Menjamin kontrol mutu dan konsistensi produk melalui rantai pasokan terintegrasi. @ Memperluas jangkauan pasar dan diversifikasi pendapatan, sehingga mengurangi risiko ketergantungan pada satu segmen saja. @ Meningkatkan inovasi dan adaptasi terhadap tren konsumen melalui diversifikasi produk dan saluran layanan yang fleksibel. # Mengoptimalkan penggunaan aset non-operasional untuk menambah pendapatan dan memperkuat struktur keuangan. Secara keseluruhan, penambahan klasifikasi usaha ini dapat meningkatkan daya saing PTSP dan mendorong pertumbuhan nilai perusahaan secara berkelanjutan. Business Valuatiom Unit Jakarta
Page 76 OCR 0.956
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 64. Keunggulan Kompetitif PTSP meyakini bahwa keunggulan kompetitif akan mendukung PTSP dalam melaksanakan strateginya dan memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan para pesaingnya. Berikut adalah beberapa keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh PTSP saat ini, yaitu: 1. Diversifikasi Produk dan Layanan: PTSP memiliki berbagai lini produk makanan dan minuman, seperti CFC, Cal Donat, Sapo Oriental, dan Sugakiya, yang mencakup berbagai kategori makanan dari fast food hingga makanan tradisional dan olahan lainnya. Diversifikasi ini memungkinkan perusahaan untuk melayani berbagai selera konsumen, menciptakan daya tarik bagi berbagai segmen pasar. 2. Strategi Distribusi yang Luas: Dengan adanya jaringan perdagangan besar dan eceran yang kuat, baik secara tradisional melalui minimarket dan supermarket, maupun melalui platform online, PTSP memiliki keunggulan dalam menjangkau konsumen di berbagai lokasi. Hal ini memungkinkan produk PTSP untuk mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, dari konsumen yang lebih memilih berbelanja di toko hingga yang lebih memilih kemudahan berbelanja online. 3. Kualitas dan Konsistensi Produk: Melalui penerapan sistem pengelolaan yang mendukung kegiatan seperti cold storage, PTSP dapat memastikan bahwa produk makanan dan minuman yang ditawarkan tetap berkualitas dan terjaga kesegarannya. Infrastruktur ini penting untuk menjaga kepuasan pelanggan dan mencegah kerugian akibat penyimpanan yang tidak tepat. 4. Inovasi dalam Layanan Restoran dan Katering: PTSP tidak hanya berfokus pada layanan restoran biasa tetapi juga melayani kebutuhan event dengan menyediakan jasa boga untuk acara tertentu (event catering). Layanan ini memberi perusahaan fleksibilitas untuk melayani berbagai jenis acara, dari yang kecil hingga besar, sehingga memperluas pasar dan memperkuat hubungan dengan konsumen. 5. Pendekatan Pemasaran yang Efektif: PTSP memanfaatkan aktivitas periklanan dan konsultasi manajemen untuk memperkenalkan produk dan layanannya lebih efektif kepada konsumen. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan tren baru memungkinkan perusahaan untuk tetap relevan dan menarik di mata pelanggan. 6. Kehadiran Merek yang Kuat: Produk seperti CFC dan Sugakiya telah membangun reputasi yang kuat di pasar. Keberhasilan merek ini berasal dari konsistensi dalam menawarkan kualitas makanan yang tinggi, pelayanan yang baik, dan pengalaman makan yang menyenangkan. Dengan merek yang dikenal luas, PTSP memiliki keunggulan dalam mendapatkan loyalitas pelanggan yang lebih tinggi. 7. Kemampuan Beradaptasi dengan Permintaan Pasar: PTSP dapat dengan cepat menanggapi perubahan permintaan pasar dengan menambah atau mengembangkan produk baru. Produk seperti Cal Donat dan Sapo Oriental mencerminkan kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan tren makanan yang berkembang dan kebutuhan pasar yang terus berubah. 8. Optimisasi Sumber Daya dan Infrastruktur: Dengan menggunakan aset yang dimiliki, seperti fasilitas penyimpanan dingin dan infrastruktur yang mendukung distribusi, PTSP dapat memaksimalkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya. Hal ini juga memungkinkan perusahaan untuk menjaga kelancaran pasokan produk ke berbagai outlet dan titik penjualan. 9. Keunggulan Lokasi dan Jaringan Outlet: PTSP telah membangun jaringan outlet yang luas, yang memungkinkan produk mereka tersebar di berbagai lokasi strategis. Dengan Business Valuatiom Unit 61 Jakarta
Page 77 OCR 0.958
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 6.5. 6.6. lebih dari 300 outlet di seluruh Indonesia, perusahaan dapat menjangkau konsumen di berbagai daerah dengan lebih efektif. 10. Inovasi dan Adaptasi Digital: Pemanfaatan teknologi digital untuk promosi, penjualan online, dan transaksi pembayaran memungkinkan perusahaan lebih cepat merespons perubahan tren pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Secara keseluruhan, PTSP memanfaatkan diversifikasi produk, saluran distribusi yang luas, inovasi, dan kekuatan merek untuk mempertahankan keunggulan kompetitifnya. Keterpaduan antara produksi, distribusi, dan layanan yang tepat sasaran memungkinkan PTSP untuk tetap bersaing di pasar yang semakin kompetitif di industri makanan dan minuman. Analisis Industri Industri makanan dan minuman di Indonesia saat ini menunjukkan prospek yang cerah karena didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan adopsi teknologi digital. Perusahaan di sektor ini memanfaatkan kemudahan akses internet melalui pesan instan, media sosial, dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar serta mempercepat proses transaksi. Inovasi produk menjadi kunci, di mana para pelaku usaha tidak hanya mengandalkan satu jenis produk, melainkan mendiversifikasi penawaran mereka mulai dari makanan olahan, produk bakery, hingga layanan restoran dan food truck untuk memenuhi berbagai selera konsumen. Integrasi kegiatan usaha dari pengolahan bahan baku hingga distribusi memungkinkan efisiensi operasional yang lebih tinggi dan mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan. Meskipun menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku dan persaingan yang semakin ketat, kemampuan untuk berinovasi dan mengoptimalkan penggunaan teknologi memberikan keunggulan kompetitif yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan industri makanan dan minuman di Indonesia. Analisis Risiko Sebagai perusahaan yang beroperasi di industri makanan cepat saji di Indonesia, menghadapi berbagai risiko yang perlu dikelola dengan cermat untuk memastikan kelangsungan dan pertumbuhan bisnisnya. Berikut adalah beberapa risiko utama yang dihadapi: @e Risiko Kesehatan Masyarakat: Kualitas produk adalah hal yang sangat penting di industri makanan. Jika terdapat masalah terkait dengan kualitas atau keamanan produk, seperti kontaminasi atau masalah kesehatan lainnya, hal ini dapat merusak reputasi merek PTSP, menyebabkan tuntutan hukum, dan berpotensi menyebabkan kerugian finansial yang besar. Business Valuatiom Unit 62 Jakarta
Page 78 OCR 0.956
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Risiko Operasional dalam Distribusi: Proses distribusi produk makanan olahan beku memerlukan penanganan yang tepat untuk menjaga kualitas dan keamanan produk. Kesalahan dalam distribusi, Misalnya, masalah logistik, masalah distribusi karena bencana alam, atau kendala transportasi bisa menghambat pasokan produk ke outlet dan mempengaruhi penjualan. Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku: Sebagai perusahaan yang bergantung pada bahan baku makanan, PTSP rentan terhadap fluktuasi harga bahan baku seperti daging, bahan bakery, dan bahan pokok lainnya. Kenaikan harga bahan baku yang tiba-tiba dapat meningkatkan biaya produksi dan menurunkan profitabilitas perusahaan, terutama jika perusahaan kesulitan untuk menyesuaikan harga jual produk. Risiko Persaingan Pasar: Industri makanan cepat saji di Indonesia sangat kompetitif, dengan kehadiran berbagai merek internasional dan lokal yang menawarkan produk serupa. Persaingan yang ketat ini dapat mempengaruhi kemampuan PTSP untuk mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar, terutama jika pesaing menawarkan inovasi produk atau strategi pemasaran yang lebih efektif. Risiko Reputasi: dengan keberadaan merek seperti CFC, Sugakiya, dan produk lainnya yang sudah memiliki pengikut setia, risiko reputasi menjadi penting. Isu-isu negatif yang muncul, baik terkait dengan kualitas produk, kebijakan perusahaan, atau penanganan keluhan pelanggan, dapat merusak citra perusahaan dan mempengaruhi kepercayaan pelanggan. Risiko Regulasi dan Kepatuhan: Perubahan dalam regulasi pemerintah terkait standar keamanan pangan, label nutrisi, pajak, atau kebijakan kesehatan masyarakat dapat mempengaruhi operasional perusahaan. PTSP perlu memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku untuk menghindari sanksi atau penarikan produk dari pasar. Risiko Nilai Tukar dan Ekonomi Makro: Fluktuasi nilai tukar mata uang dan kondisi ckonomi makro dapat mempengaruhi biaya bahan baku dan operasional. Kenaikan harga komoditas atau depresiasi mata uang lokal terhadap mata uang asing dapat meningkatkan biaya produksi dan menekan margin keuntungan. Risiko Keamanan Siber: Dengan semakin bergantungnya perusahaan pada teknologi digital untuk operasional dan pemasaran, ancaman terhadap keamanan data dan sistem informasi menjadi semakin signifikan. Serangan siber dapat mengakibatkan kebocoran data pelanggan, gangguan operasional, dan kerugian finansial. Untuk mengelola risiko-risiko tersebut, PTSP perlu mengimplementasikan strategi manajemen risiko yang komprehensif, termasuk pemantauan tren pasar, inovasi produk yang lebih sehat, peningkatan kualitas distribusi, kepatuhan terhadap regulasi, serta investasi dalam keamanan siber dan teknologi informasi. Business Valuatiom Unit 63 Jakarta
Page 79 OCR 0.936
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 6.7. Analisis SWOT Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi schingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and Ihreat). Strategi penambahan kegiatan usaha PTSP dilakukan dengan membuat SWOT matriks. SWOT matriks ini dibangun berdasarkan faktor-faktor strategi, baik internal (kekuatan dan kelemahan) maupun eksternal (peluang dan ancaman). Berdasarkan matriks posisi analisis SWOT yang ada maka dapat disusun 4 (empat) strategi utama, yaitu Strengths — Opportunitics (S — O), Weakness — Opportunity (W — O), Stregth — Threat (S — T), dan Weaknes — Threat (W — T). Faktor Internal Faktor Eksternal )pportunity Peningkatan Daya Beli: Peningkatan kelas menengah dan| konsumsi makanan siap saji membuka peluang untuk ekspansi pasar. @ Ekspansi Digital dan E- Commerce: Pemanfaatan internct| untuk pemasaran dan penjualan online dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi operasional. @ Integrasi Rantai Pasol Perusahaan mengelola proses dari pengolahan hingga distribusi, yang menjamin kualitas dan konsistensi produk. Diversifikasi Merek dan Produk: Dengan portofolio seperti California Fried Chicken, Sapo Oriental, Cal Donut, dan Sugakiya, perusahaan mampu Pemanfaatan Teknologi Digital: Penggunaan media sosial, marketplace, dan aplikasi pesan instan untuk promosi dan penjualan online meningkatkan cfisiensi pemasaran dan akses ke konsumen. Memanfaatkan kekuatan perusahaan seperti integrasi rantai pasokan yang terkelola dengan baik, portofolio merek yang beragam, dan pemanfaatan teknologi digital untuk meraih peluang di pasar. Misalnya, perusahaan dapat mengoptimalkan pemasaran digital dan penjualan online untuk menjangkau segmen konsumen yang terus tumbuh serta: meningkatkan distribusi produk di wilayah yang belum tergarap. Dengan menggabungkan inovasi @ Ketergantungan pada Bahan Baku: Fluktuasi harga daging ayam dan pakan ternak dapat mempengaruhi biaya produksi dan margin keuntungan. @ Citra Makanan Cepat Saji: Persepsi negatif terkait kesehatan dari makanan cepat saji dapat mempengaruhi minat konsumen. @ Keterbatasan Adaptasi Regulasi: Tantangan dalam menyesuaikan diri dengan regulasi keamanan pangan dan standar kesehatan dapat menambah biaya operasional, Menggunakan peluang pasar untuk mengatasi kelemahan internal. Perusahaan perlu mengurangi ketergantungan pada bahan baku dengan mendiversifikasi pemasok dan menerapkan kontrak jangka panjang, sekaligus mengembangkan lini produk yang lebih sehat untuk mengubah persepsi negatif terhadap makanan cepat saji. Di sisi digital, peningkatan penggunaan e-commerce dan media sosial Business Valuation Unit Jakarta
Page 80 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 6.8. @ Diversifikasi Usaha: Pengembangan lini usaha baru seperti food truck, produk bakery, dan makanan olahan lainnya dapat menarik segmen konsumen tambahan dan mengurangi risiko ketergantungan pada satu luk. @ Persaingan yang Ketat: Adanya banyak pemain global dan lokal yang terus berinovasi dapat mengikis pangsa pasar @ Fluktuasi Harga dan Biaya Operasional: Kenaikan harga bahan baku, transportasi, dan biaya operasional dapat menekan margin keuntungan. produk dan promosi terintegrasi, perusahaan dapat memperluas pangsa pasarnya serta meningkatkan loyalitas pelanggan. Menggunakan kekuatan internal untuk menghadapi ancaman dari lingkungan cksternal. Integrasi rantai pasokan yang solid dan pengendalian kualitas produk harus terus ditingkatkan untuk mengatasi fluktuasi harga bahan baku dan biaya operasional. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital secara optimal dapat dapat membantu perusahaan memperbaiki citra dan meningkatkan efisiensi pemasaran, sehingga kelemahan dalam adaptasi regulasi dan persepsi kesehatan dapat diminimalkan. Menerapkan strategi defensif untuk mengurangi kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh ancaman eksternal. Perusahaan perlu memperkuat manajemen risiko dengan diversifikasi pemasok, investasi dalam sistem keamanan siber, dan penyesuaian cepat terhadap perubahan regulasi. Selain itu, peningkatan @ Perubahan Regulasi: Kebijakan | membantu perusahaan tetap inovasi produk dan transparansi pemerintah terkait keamanan kompetitif dalam menghadapi dalam standar kualitas serta pangan dan standar kesehatan persaingan yang ketat, serta keamanan pangan dapat yang berubah-ubah dapat mengantisipasi potensi ancaman membantu mengurangi dampak menimbulkan biaya tambahan dari serangan siber melalui persepsi negatif terhadap dan gangguan operasional. sistem keamanan TI yang handal. | makanan cepat saji dan menekan @ Risiko Keamanan Siber: pengaruh fluktuasi harga serta Ketergantungan pada sistem biaya operasional, digital meningkatkan risiko serangan siber yang dapat mengganggu operasi dan mencoreng reputasi perusahaan. Kesimpulan Aspek Pola Bisnis Hasil analisis kelayakan pola bisnis penambahan usaha menunjukkan bahwa langkah strategis ini memiliki potensi yang positif untuk meningkatkan nilai tambha bagi PTSP. PTSP juga dapat memanfaatkan sinergi antara lini bisnis yang baru dengan lini bisnis yang sudah ada untuk meningkatkan efektivitas operasional dan memperkuat keunggulan kompetitifnya di pasar. Namun, PTSP tetap perlu mengelola sejumlah risiko, seperti fluktuasi harga bahan baku, risiko operasional dalam distribusi, dan tantangan persaingan pasar yang semakin ketat. Secara keseluruhan. penambahan kegiatan usaha ini dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang PTSP, memperkuat posisi perusahaan di pasar, dan memberikan potensi penciptaan nilai yang lebih tinggi. Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen PTSP dilihat dari segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan kompetitif dan melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis Layak. Business Valuation Unit 6s Jakarta
Page 81 OCR 0.950
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 7. I 12. 13. ASPEK MODEL MANAJEMEN Model Manajemen Sistem organisasi dan manajemen yang efektif sangat penting untuk mendukung terciptanya perusahaan yang teratur dalam pengendalian internal, sehingga dapat membangun perusahaan yang solid dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi dan manajemen yang baik berkaitan erat dengan koordinasi kerja yang terorganisir dan terarah. Setiap organisasi memerlukan pembagian tugas yang jelas, disesuaikan dengan bagan organisasi, delegasi wewenang yang tegas, serta koordinasi yang terintegrasi. Penempatan tenaga kerja yang tepat sesuai dengan pengalaman, keahlian, dan keterampilan mereka menjadi faktor kunci dalam implementasi kebijakan perusahaan. Hal ini akan mempermudah proses delegasi tugas antara unit yang ada, yang pada gilirannya akan memperlancar kinerja perusahaan. Oleh karena itu, struktur organisasi perusahaan harus dijadikan pedoman dalam menjalankan operasionalnya. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Dengan adanya penambahan klasifikasi usaha yang mencakup berbagai aspek operasional, seperti produksi, distribusi, dan manajemen stok yang lebih kompleks, perusahaan perlu memastikan bahwa kapasitas dan kemampuan manajemen serta SDM yang tersedia mampu mengakomodasi perubahan ini. Berikut adalah analisis terkait kapasitas dan kesiapan manajemen serta SDM dalam menghadapi ekspansi usaha. Pada rencana penambahan usaha ini, PTSP tidak melakukan recruitment atau tambahan tenaga kerja, dan akan tetap menggunakan sumber daya manusia yang saat ini terdapat di PTSP. PTSP meyakini bahwa kapasitas dan kemampuan manajemen yang kompeten dan siap mendukung rencana ekspansi usaha ini. Manajemen Risiko Seperti halnya dengan ekspansi usaha yang dilakukan oleh berbagai perusahaan, penambahan kegiatan usaha PTSP juga menghadapi berbagai risiko. Risiko tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak risiko tersebut. PTSP telah melakukan identifikasi dan analisis terhadap potensi risiko yang mungkin muncul beserta dampaknya. Berikut adalah risiko yang telah diidentifikasi oleh manajemen PTSP: # Risiko Perizinan: Potensi Risiko: Terjadinya keterlambatan dalam pengurusan izin tambahan yang dapat menghambat operasional layanan baru. Mitigasi: Memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap sebelum pengajuan, melakukan pemantauan rutin atas status perizinan, dan bekerja sama dengan konsultan hukum yang berpengalaman. Business Valuation Unit Jakarta
Page 82 OCR 0.951
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. # Risiko Finansial: Potensi Risiko: Penambahan biaya operasional dan investasi awal yang dapat memengaruhi arus kas perusahaan. Mitigasi: Menyusun anggaran detail terkait biaya tambahan, melakukan pengendalian biaya secara berkala, serta mencari sumber pendanaan tambahan jika diperlukan. # Risiko Operasional: Potensi Risiko: Ketidaksiapan SDM atau infrastruktur dalam mendukung layanan baru yang sesuai dengan KBLI tambahan. Mitigasi: Melakukan pelatihan intensif bagi karyawan terkait layanan baru, mengembangkan SOP baru yang mendukung kegiatan operasional tambahan, dan memastikan kesiapan fasilitas pendukung. # Risiko Pasar: Potensi Risiko: Tidak tercapainya target pasar untuk layanan baru akibat persaingan yang ketat. Mitigasi: Melakukan riset pasar sebelum peluncuran layanan baru, menetapkan strategi pemasaran yang kompetitif, serta memperkuat promosi di platform digital untuk meningkatkan awareness pelanggan. 74. Sumber Daya Manusia Salah satu faktor kunci yang sangat menentukan keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan adalah peran penting yang dimainkan oleh sumber daya manusia yang menangani berbagai aspek operasional. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya manajemen yang profesional dan terampil dalam setiap fungsi operasional perusahaan, agar semua kegiatan dapat berjalan secara efisien dan efektif. Manajemen yang baik akan memastikan koordinasi yang optimal antara berbagai divisi dan departemen, serta mampu mengelola sumber daya dengan baik untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat meminimalkan kesalahan, meningkatkan produktivitas, dan menghadapi tantangan dengan lebih baik. Untuk mendukung hal tersebut, struktur organisasi perusahaan disusun dalam bentuk struktur organisasi fungsional, yang memungkinkan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas di setiap fungsi operasional. Struktur ini juga memudahkan pengawasan dan pengendalian, serta menciptakan jalur komunikasi yang lebih terarah dan efisien. Berdasarkan informasi manajemen, PTSP tidak melakukan recruitment atau tambahan tenaga kerja pada rencana kegiatan penambahan usaha ini, sehingga struktur organisasi PTSP baik sebelum dan sesudah penambahan usaha yaitu sebagai berikut: Business Valuation Unit 67 Jakarta
Page 83 OCR 0.937
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 53. Struktur Organisasi PTSP STRUKTUR ORGANISASI semen Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024 Figur 54. Komposisi Jumlah Karyawan PTSP Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha Tenaga kerja sebelum Rencana tambahan tenaga Tenaga kerja setelah penambahan kegiatan usaha kerja penambahan kegiatan usaha (orang) (orang) (orang) 1.651 - 1.651 Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024 7.5. Komposisi Karyawan Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen PTSP, hingga 31 Desember 2024, jumlah karyawan yang tercatat sebanyak 1S orang. Berikut adalah rincian distribusi karyawan berdasarkan jenjang jabatan, tingkat pendidikan, usia, dan lokasi penempatan: Figur 55. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan Jumlah Office General Manager 3 Manager 19 Assisstant Manager 23 Business Valuation Unit 68 Jakarta
Page 84 OCR 0.851
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 1.651 Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024 ja 56. Jumlah bana Berdasarkan denga Pendidikan Supervisor n Staff 115 aa Store Manager 221 Ass. Store Manager 314 Crew Senior 2733 Crew Junior 606 Magister (S2) 6 Sarjana (S1) » Diploma (D3/D4) 43 SMA/SMK LS Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024 Figur 57. Jumlah awan Berdasarkan Tingkatan Usia 630 thn 1.015 30-50 thn 589 250 thn 47 Ka Tan Ea Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024 Peremy 497 Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024 Figur 59. Jumlah Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin Laki - Laki 1.154 69 Business Valuation Unit Jakarta
Page 85 OCR 0.955
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 7.6. Kesimpulan Aspek Model Manajemen Dengan mempertimbangkan aspek model manajemen yang akan diterapkan, berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penambahan kegiatan usaha oleh PTSP menunjukkan struktur organisasi yang jelas dan terorganisir, dengan pembagian tugas dan delegasi wewenang yang tepat, memastikan koordinasi yang efektif antar unit dalam menjalankan operasional perusahaan. Risiko terkait dengan ekspansi telah diidentifikasi dengan jelas oleh manajemen, dan berbagai strategi mitigasi telah disiapkan untuk mengurangi dampak risiko yang mungkin muncul, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek model manajemen Layak. Business Valuation Unit 70 Jakarta
Page 86 OCR 0.795
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 8. 82. 83. ANALISIS ASPEK KEUANGAN Rencana Perseroan PTSP adalah perusahaan yang saat ini bergerak dibidang jasa, perdagangan, perindustrian, pergudangan, penyimpanan dan penerbitan. PTSP berencana menambah 13 KBLI baru untuk menghadapi persaingan industri makanan dan minuman yang semakin ketat di Indonesia. Penambahan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, memperluas kinerja perusahaan, dan memenuhi legalitas operasional yang belum tercatat dalam izin usaha. Dengan menambah KBLI yang relevan, perusahaan dapat memastikan kegiatan usaha sesuai regulasi pemerintah dan mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan Rencana Biaya Investasi Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen PTSP, pembiayaan investasi untuk penambahan kegiatan usaha adalah sebesar Rp1.106.129.000 (Satu Miliar Seratus Enam Juta Seratus Dua Puluh Sembilan Ribu Rupiah). Asumsi — asumsi Proyeksi Keuangan Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan setelah penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis PTSP. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini akan mengakibatkan perubahan terhadap keuangan perseroan. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa waktu proyeksi eksplisit selama 5 tahun dengan pertimbangan bahwa Penilai telah menyusun rencana bisnis selama 5 tahun kedepan yang mengacu pada proyeksi yang telah dikirimkan oleh manajemen PTSP dengan asumsi bahwa tahun tersebut PTSP dalam kondisi stable growth. Sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis PTSP diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/gordon model. Berikut asumsi-asumsi yang digunakan dalam pembuatan proyeksi keuangan: kab 60. Asumsi — asumsi La Seng Growih Revenue | 4 peryear 1006 toe ton toa toe Lon Cena Atar Yuper year 1086 1096 1096 1096 1096 1086 C0GS Pembelian Tor Sales Eta Eua To EA Eta Eta Pengoriaai "8 of Sales -ota “ga “94 “504 “94 “ea Total Persediaan | Yeper year Tor Tora Tora Tor Tone Toro Sales Cost Maura | Kofsaa ass | sos) a0aw | o asae| oo 31an | 3051 Tatar Lag DA Kanan 36594 36.514 36.6 38204 37396 36596 Sales Cost "DA | 9 ofSales 0.017e o01s 0.024 0,022. 00214 Business Valuation Unit ta 1 bai
Page 87 OCR 0.612
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Saba DA “6 per year 12006 11,200 112006 11,7594 11,5006 11,00” GA Cost -DA GACos DA | 36 peryear 11206 1.0 mas | on us uno CA Co DA 16 peryear 0.011 00206 0,02”4 00206 0,031 (endapatan Bunga | SeofKas Toe Tora Tora Tor Toro Tose Beban Lain-lain Yo per year 10086 200 2,006 2.004 20004 20063 Pendapatan Lain | 4 per year 2.501, 25014 2086 2.501 2.004 25014 Beban Pajak “e of Sales 0,1506 09Pra 10306 108 11596 12206 Tumover Modal Kerja Piutang Usaha "6 of Sales Oto Oave 0dta OA Oto 0 Ata Aset Lain-lain Seper tahun 106 1006 1086 1006 Yon 106 Utang Usaha “sol COGS 900 $,206 IAta 6810 6,196 5,60 Beban Akrual —| Seper tahun Toge, To.one Too | —To.s 100 Too. Utang Pajak Seper tahun lgs. 10.0 Tora oo 10.0. TU Liabilitas Sewa | oper tahun 10.06 10.06 Too |—o.ore 10.06 10.006 84. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 84.1. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan PTSP tanpa penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut: Figur 61. Proyeksi Posisi Keuangan PTSP (Dalam Ribuan Rupiah, Aset 384952710 | 427.559.682 477.267.614 $34.127.572 596.435.944 669.831.375 Liabilitas 190278488 | 205.209.013 | 223.046.721 242.668.200 | 261.194.738 | 284.631.018 Ekuitas 194.674.223 | 222.350.670 | 254.220.974 | 291.459.373 | 335.241.207 | 385.200.358 Business Valuation Unit Jakarta 1»
Page 88 OCR 0.918
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 62. Proyeksi Posisi Keuangan PTSP Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Posisi Keuangan PTSP Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 800.000.000 100.000.000 600.000.000 500.000.000 400.000.000 300.000.000 200.000.000 100.000.000 I | ( . 2025 2026 2027 2028 2029 2030 8 Aset 384952710 427559682 477267694 | 534127572 596435944 669.831.375 @Lumbilitas 190278488 205209013 223046721 242668200 261.194.738 284.631.018 8 Ekuitas 194674223 222350670 254220974 291459373 335241207 385.200.358 @Aset @Liabilitas @Ekuitas @ Proyeksi posisi keuangan PTSP untuk periode 2025-2030 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan. Pada sisi asct, PTSP mengalami peningkatan yang konsisten, dengan total aset diperkirakan mencapai Rp384.952.710 ribu pada 2025 dan tumbuh menjadi Rp669.831.375 ribu pada 2030. Peningkatan terbesar terlihat pada kas dan setara kas, yang menunjukkan meningkat dari Rp26.888.042 ribu di 2025 menjadi Rp53.863.672 ribu di 2030, mencerminkan likuiditas yang sehat. Piutang usaha dan persediaan juga mengalami peningkatan yang stabil, yang menunjukkan adanya pertumbuhan dalam kegiatan operasional dan penjualan. Selain itu, nilai aset tetap dan aset hak guna juga menunjukkan kestabilan dengan kenaikan yang relatif moderat. @ Pada sisi liabilitas, terdapat pertumbuhan yang sebanding dengan kenaikan aset. Total liabilitas pada tahun 2025 yaitu Rp190.278.488 ribu dan di tahun 2030 yaitu sebesar Rp284.631.018 ribu. Liabilitas lancar diproyeksikan meningkat dari Rp117.694.069 ribu di 2025 menjadi Rp167.733.086 ribu di 2030, yang mencerminkan peningkatan kewajiban jangka pendek terkait hutang bank, utang usaha, dan liabilitas sewa. Sementara itu, liabilitas jangka Panjang juga mengalami kenaikan, terutama pada utang jangka panjang lain-lain (sewa dan imbalan kerja), yang diperkirakan meningkat dari Rp52.368.479 ribu pada 2025 menjadi Rp84.339.959 ribu pada 2030. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kewajiban sewa dan imbalan kerja yang perlu dikelola dengan baik untuk menjaga kestabilan keuangan perusahaan. @ Pada sisi ekuitas, PTSP diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang kuat yaitu pada tahun 2025 sebesar Rp194.674.223 ribu dan di tahun 2030 sebesar Rp385.200.358 ribu, seiring dengan peningkatan laba yang tercermin dalam retained earnings yang meningkat dari Rp70.623.197 ribu di 2025 menjadi Rp261.149.332 ribu Business Valuation Unit 33 Jakarta
Page 89 OCR 0.832
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. di 2030. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar, yang sebagian besar akan disimpan untuk mendukung ekspansi dan pengembangan lebih lanjut. Modal disetor dan kepemilikan minoritas tetap stabil, yang menunjukkan bahwa tidak ada perubahan signifikan pada struktur kepemilikan perusahaan selama periode proyeksi. 8.4.2. Proyeksi Laba — Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Berikut ini disajikan proyeksi Laba - Rugi PTSP tanpa penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut: i PTSP (Dalam Ribuan Rupiah) Figur 63. Proyeksi Laba — Penjualan 836.402.678 Beban Pokok Penjualan 327.945.887 360. .145.: Laba Kotor 508.456.792 559. 1 744 431.589 Laba Usaha 35.701.720 Al 880. 56.255.808 64.525.482 Laba Sebelum Pajak 35.938.639 A4 48.166.734 56.571.147 64.872.354 Laba Tahun Berjalan 27.676.A47 31.870.304 37.238.399 43.781.834 49.959.152 Figur 64. Proyeksi Laba — Rugi PTSP Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Laba Rugi PTSP Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 1.400.000.000 120.000.000 1.000.000.000 800.000.000 600.000.000 400.000.000 200.000.000 | | | | . Ga na 2 -- - -x 2025 2026 211 2028 2029 2030 @ Penjualan 10366071 | 836402678 920012046 1012047241 1119251965 1224577161 »CoGs 299206210 | 327945887 360740475 | 396814523 436495975 — 480145573 # Laba Kotor 461.159.861 508.456.792 559.302.471 615.232.718 676.155.990 744431589 Laba Usaha 28252009 35701720 | 41121325 ” 47880063 — 56255808 — 64525482 # Laba Sebelum Pajak 35.938.639 — 41381935 — 48166734 — SESTLIAT 64872354 # Laba Tahun Berjalan 27.143.706 2761647 31.870.304 37.238.399 43.781.834 49959152 MPenjualin MCOGS #LabaKotor “LabaUsaha mLaba Sebelum Pajak "Laba Tahun Berjalan @ Proyeksi laba rugi PTSP untuk periode 2025-2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dalam pendapatan dan laba, meskipun ada beberapa tantangan dalam pengelolaan biaya. Penjualan diperkirakan terus meningkat secara konsisten dari Rp760.366.071 ribu pada 2025 menjadi Rp1.224.577.161 ribu pada 2030, dengan kontribusi terbesar berasal dari California Fried Chicken yang terus mengalami peningkatan dari Rp702.128.798 ribu di 2025 menjadi Rp1.130.785.450 ribu di 2030. Hal ini mencerminkan keberhasilan PTSP dalam mempertahankan posisi pasar yang kuat dan memperluas pangsa pasar dari berbagai merek yang dimiliki, termasuk Cal Donats, Sapo Oriental dan Sugakiya. Business Valuation Unit ta 74 pria
Page 90 OCR 0.942
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. @ Di sisi COGS (Cost of Goods Sold), meskipun ada kenaikan penjualan, PTSP juga menghadapi peningkatan biaya pokok penjualan yang signifikan. COGS diproyeksikan meningkat dari Rp299.206.210 ribu pada 2025 menjadi Rp480.145.573 ribu pada 2030. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pembelian bahan baku dan kenaikan harga barang yang perlu dikelola dengan hati-hati untuk menjaga margin keuntungan. Meskipun COGS meningkat, laba kotor tetap menunjukkan tren positif, dengan proyeksi pertumbuhan yang konsisten, mencapai Rp461.159.861 ribu pada 2025 dan diperkirakan mencapai Rp744.431.589 ribu pada 2030. Margin laba kotor tetap stabil sekitar 60,846, mencerminkan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan margin yang sehat. @ Dalam hal laba usaha (EBIT), PTSP mencatatkan laba yang meningkat dari Rp28.252.009 ribu pada 2025 menjadi Rp64.525.482 ribu pada 2030. Kenaikan laba usaha ini dipengaruhi oleh pengelolaan biaya yang efisien, meskipun terdapat beban depresiasi yang signifikan. Laba tahun berjalan juga diproyeksikan tumbuh secara signifikan. Laba tahun berjalan diperkirakan naik yaitu Rp27.143.706 ribu pada 2025 dan Rp49.959.152 ribu pada tahun 2030. 8.4.3. Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Berikut ini disajikan proyeksi Arus Kas PTSP tanpa penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut: Figur 65. Proyeksi Arus Kas PTSP (Dalam Ribuan Rupiah Arus Kas Aki 99.908.107 101.984.293 111.531.850 2.011.886 116492. Arus Kas Aktivitas Investasi 196.000.000) 198.900.000) | (108.980.000) | (100.761.600) | (115.583.456) Arus Kas Aktivitas Pendanaan 1.654.609 1.950.855 3.453.785 3.799.163 4179079 Kas dan Setara Awal Tahun 21.325.326 26.888.042 31.923.190 37.928.525 42.977.975 Kas dan Setara Akhir Tahun 26.888.042 31.923.190 37.928.528 42.977.915 48.066.183 53.863.672 @ Proyeksi arus kas PTSP tanpa penambahan usaha untuk periode 2025-2030 menunjukkan aliran kas yang positif, dengan pertumbuhan yang konsisten pada arus kas operasi, Arus kas dari operasi menunjukkan stabilitas yang baik, dengan proyeksi arus kas yang meningkat secara bertahap dari Rp99.908.107 ribu pada 2025 menjadi Rp138.700.649 ribu pada 2030. Hal ini mencerminkan keberhasilan PTSP dalam menghasilkan kas yang cukup besar dari operasi bisnis, meskipun ada perubahan pada modal kerja, yang mempengaruhi pergerakan kas. Kenaikan kas yang stabil ini didorong oleh laba tahun berjalan yang positif serta pengelolaan modal kerja yang efisien, meskipun ada kenaikan beban terkait persediaan, piutang, dan kewajiban lainnya. @ Dalam hal aktivitas investasi, PTSP diproyeksikan akan melakukan belanja modal (Capex) yang cukup besar, dengan investasi yang meningkat dari Rp96.000.000 ribu pada 2025 menjadi Rp137.500.147 ribu pada 2030. Capex tersebut terutama digunakan untuk pengembangan aset tetap dan pembelian hak guna usaha (HGU). Business Valuation Unit 75 Jakarta
Page 91 OCR 0.942
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. @ Pada sisi pendanaan, PTSP menunjukkan arus kas yang relatif lebih stabil, dengan penerimaan kas yang terus meningkat dari aktivitas pendanaan. Penerimaan kas dari utang bank jangka pendek dan lembaga keuangan lain diperkirakan terus tumbuh dari Rp1.654.609 ribu pada 2025 menjadi Rp4.596.987 ribu pada 2030. Kenaikan ini mencerminkan upaya PTSP untuk memanfaatkan fasilitas pendanaan untuk mendukung ekspansi dan investasi perusahaan. Meskipun ada penerimaan kas yang lebih tinggi, perusahaan tetap fokus pada pengelolaan arus kas dengan hati-hati untuk memastikan ketersediaan dana untuk investasi dan operasional. 8.5. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha 8.5.1. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Berikut ini disajikan proyeksi Posisi Keuangan PTSP dengan penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut: Liabilitas Ekuitas 20: .013 » 24. .200 222.443.132 291.930.367 386.359.755 @ Proyeksi posisi keuangan PTSP untuk periode 2025-2030 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan pada aset, liabilitas, dan ekuitas. Dari sisi aset, total aset perusahaan diperkirakan meningkat secara bertahap, dari Rp384.952.710 ribu pada 2025 menjadi Rp670.990.772 ribu pada 2030. Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan kas dan setara kas, yang akan meningkat pesat dari Rp26.888.042 ribu pada 2025 menjadi Rp55.023.068 ribu pada 2030, mencerminkan pengelolaan kas yang efektif dan hasil arus kas operasional yang kuat. Selain itu, persediaan dan piutang usaha juga mengalami kenaikan, yang mencerminkan pertumbuhan dalam volume bisnis perusahaan. Aset tetap dan aset hak guna juga berkontribusi terhadap total aset, dengan asct tetap dan aset hak guna yang meningkat secara bertahap. @ Pada sisi liabilitas, PTSP diproyeksikan akan mengalami peningkatan pada liabilitas jangka pendek dan jangka panjang. Total liabilitas pada tahun 2025 tercatat Rp190.278.488 ribu dan di tahun 2030 yaitu Rp284.631.018 ribu. Liabilitas lancar akan tumbuh dari Rp117.694.069 ribu pada 2025 menjadi Rp167.733.086 ribu pada 2030, terutama disebabkan oleh peningkatan utang usaha, hutang bank jangka pendek, dan liabilitas sewa. Kenaikan liabilitas jangka panjang juga terlihat, dengan utang jangka panjang lainnya (sewa dan imbalan kerja) diperkirakan meningkat dari Rp52.368.479 ribu pada 2025 menjadi Rp84.339.959 ribu pada 2030. @ Dalam hal ekuitas, PTSP menunjukkan tren pertumbuhan yang sehat, dengan ekuitas total yang diperkirakan akan meningkat secara substansial dari Rp194.674.223 ribu pada 2025 menjadi Rp386.359.755 pada 2030. Peningkatan ini didorong oleh peningkatan Business Valuation Unit 76 Jakarta
Page 92 OCR 0.894
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. saldo laba, yang mencerminkan akumulasi keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan setiap tahunnya. Modal disetor dan kepemilikan minoritas tetap stabil, sementara posisi other eguity tetap tidak berubah selama periode proyeksi. Figur 67. Proyeksi Posisi Keuangan PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Posisi Keuangan PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha 800.000.000 700.000.000 600.000.000 $00.000.000 400.000.000 300.000.000 200.000.000 2025 2026 2027 2028 2029 2030 MAset 384952710 427652144 477481586 534.598.565 597214938 670.990.772 MLiabilitas 190.278.488 205.209.013 223.046.721 242.668.200 261.194.738 284.631.018 mEkuits 10674223 222 443.132 254 434866 291.930.367 336.020.201 386.359.755 @Aset #Liabilitas #Ekuitas 8.5.2. Proyeksi Laba Rugi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Berikut ini disajikan proyeksi Laba Rugi PTSP dengan penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut: Fig . i i PTSP (Dalam Ribuan Rupiah, Penjualan 836.402.678 920. 946 | 1.012.047.241 | It: 965 Beban Pokok Penjualan 299.206.210 327.945.887 360.740.475 396.814.523 436A95.975 480.145.573 Laba Kotor 461.159.861 S08.456.792 $$9.302471 615.232.718 676.755.990 744.431.589 Laba Usaha 28.252.009 35.794.182 41.242.755 48.137.165 56.563.809 64.905.884 Laba Sebelum Pajak 28.258.298 36.031.100 41.503.365 48.423.837 56.879.148 65.252.757 Laba Tahun Berjalan 27.143.706 27.168.908 31.991.734 37.495.501 44.089.834 50.339.554 @ Proyeksi laba rugi PTSP dengan adanya penambahan usaha untuk periode 2025-2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Penjualan perusahaan diperkirakan akan terus tumbuh dari Rp760.336.071 ribu pada 2025 menjadi Rp1.224.577.161 ribu pada 2030, dengan kontribusi terbesar berasal dari lini bisnis California Fried Chicken. Sementara itu, pendapatan dari Sapo Oriental, Sugakiya, dan Cal Donat juga diperkirakan akan meningkat secara bertahap, meskipun kontribusinya terhadap total penjualan relatif kecil. # Dalam hal COGS (Cost of Goods Sold), perusahaan diperkirakan akan mengalami peningkatan yang seiring dengan kenaikan penjualan, dari Rp299.206.210 ribu pada 2025 menjadi Rp480.145.573 ribu pada 2030. Meskipun demikian, perusahaan mampu mempertahankan laba kotor yang tumbuh dari Rp461.159.861 ribu pada 2025 menjadi Business Valuation Unit Jakarta 1”
Page 93 OCR 0.813
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Rp744.431.589 ribu pada 2030, dengan margin laba kotor yang stabil di kisaran 60,85. Ini menunjukkan bahwa PTSP mampu menjaga efisiensi biaya produksi dan pembelian barang. @ Proyeksi laba usaha (EBIT) diperkirakan terus meningkat dari Rp28.252.009 ribu pada 2025 menjadi Rp64.905.884 ribu pada 2030. Laba tahun berjalan menunjukkan tren meningkat. Laba tahun berjalan diperkirakan akan mencapai Rp27.143.706 ribu pada 2025 dan terus tumbuh hingga mencapai Rp50.339.554 ribu pada 2030, mencerminkan kemampuan PTSP dalam meningkatkan laba bersih secara signifikan berkat pertumbuhan penjualan dan kontrol biaya yang baik. Figur 69. Proyeksi Laba — Rugi PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Laba Rugi PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha 1.400.000.000 1.200.000.000 1.000.000.000 800.000.000 600.000.000 400.000.000 5 -- - -— - un 2025 2026 2027 2028 2029 2030 @ Penjualan 760366071 836402678 — 920042946 1012047241 1.113251965 1224577161 #COGS 299206210 | 327945887 | 360740475 396814523 — 436498975 480.145.573 8 Laba Kotor ASL1S9861 | SOS4SG792 | SS9302471 615232718 676755990 | 744.431.589 Laba Usaha 28252009 35.794.182 41242755 48.137.165 56.563.809 64905884 #Laba Sebelum Pajak” 28258298 36.031.100 41.503.365 48423837 56.879.148 65252757 #Laba Tahun Berjalan 27.143.706 27168908 31.991.734 37.495.501 44089834 50339554 @Penjualan MCOGS #LabaKotor wLabaUsaha Laba Sebelum Pajak # Laba Tahun Berjalan 8.5.3. Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Berikut ini disajikan proyeksi Arus Kas PTSP dengan penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut: Figur 70. Proyeksi Arus Kas PTSP (Dalam Ribuan Rupiah Arus Kas Aktivitas Operasi 993908.107 | to20767ss | Ill.6s2980 | 102268988 | Ii6800s8s | 139.081.081 Arus Kas Aktivitas Investasi 16.000.000) | 198.900.000 | (108.980.000) | (100.761.600) | (115.583.456) | (137.500.147) 'Arus Kas Aktivitas Pendanaan 1.654.609 1.950.855 3.453.785 3.799.163 4.179.079 4.596.987 Kas dan Setara Awal Tahun 21325326 | 26sss042 | 32015652 | 3Ista2a17| arass9os | 48535177 Kas dan Setara Akhir Tahun 26888042 | 32015682 | 3sia2417 | 434ss9o8 | oassasim7 | oo 55025068 @ Proyeksi arus kas PTSP untuk periode 2025-2030 menunjukkan pengelolaan kas yang sehat, dengan arus kas operasi yang terus tumbuh. Arus kas dari operasi diperkirakan Business Valuation Unit Jakarta 78
Page 94 OCR 0.951
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 8.6. akan meningkat secara stabil, dari Rp99.908.107 pada tahun 2025 menjadi Rp139.081.051 ribu pada 2030. Peningkatan ini didorong oleh laba yang lebih tinggi dan perubahan positif dalam modal kerja, terutama dari peningkatan utang usaha dan akrual beban, yang memberikan likuiditas tambahan. Sementara itu, perubahan dalam piutang usaha dan persediaan mencatatkan variasi, tetapi secara keseluruhan memberikan dampak positif terhadap arus kas operasi. @ Di sisi lain, arus kas dari aktivitas investasi menunjukkan pengeluaran yang signifikan untuk belanja modal (Capex), yang diproyeksikan meningkat dari Rp48.000.000 ribu pada 2025 menjadi Rp98.500.147 ribu pada 2030. Selain itu, terdapat pengeluaran untuk pengadaan Hak Guna Usaha (HGU), yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperluas dan meningkatkan kapasitas operasionalnya. Pada 2025, PTSP mengalokasikan Rp48.000.000 ribu untuk HGU. Total arus kas keluar dari aktivitas investasi cenderung meningkat, dengan total pengeluaran mencapai sekitar Rp96.000.000 ribu pada 2025 dan Rp137.500.147 ribu pada tahun 2030. @ Dalam hal arus kas dari aktivitas pendanaan, perusahaan memperlihatkan adanya peningkatan dalam utang jangka pendek dan utang lembaga keuangan lain, dengan arus kas masuk yang diperkirakan tumbuh dari Rp1.654.609 ribu pada 2025 menjadi Rp4.596.987 ribu pada 2030. Peningkatan utang ini mencerminkan kebutuhan pendanaan untuk mendukung belanja modal dan ekspansi perusahaan. Secara keseluruhan, meskipun perusahaan mengeluarkan kas besar untuk investasi, kenaikan kas bersih setiap tahun tetap positif, mencerminkan kesehatan finansial perusahaan yang baik dan kemampuannya untuk menjaga likuiditas yang cukup, dengan kas akhir tahun diperkirakan mencapai Rp55.023.068 ribu pada 2030. Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio keuangan atau financial ratio merupakan suatu alat analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan masing- masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti laporan posisi keuangan, laba rugi, dan arus kas dalam periode tertentu. Business Valuation Unit 79 Jakarta
Page 95 OCR 0.592
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 8.6.1. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Rasio keuangan PTSP tanpa penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat dilihat pada figur berikut: Current Ratio Sacon 29301 93.196 95 2na Dasa | TOL 97ne Duick Ratio 36,794 39,872 22an 33381 65an | 478704 Cash Ratio 22,854 25,464 28.054 294304 303 | 321196 Rasio Aktivitas Pergatana Fang La? Lal 1al Lal Lal ul Perputaran Persediaan 68.73 6584 6584 65 65.84 6584 Perputaran Utang Usaha 32.85 29.92 27.15 24,68 22.44 2040 Rasio Solvabilitas Debt to Asset 194356 1.001 16737 KA an7on | azan Debt to Eguirv 91, 7ata 92.294 ALA 33.264 Tata | 3894 Rasio Profitabilitas Gross Margin 60,6554 60,794 207P (on Go19n | 607904 Operating Margin 37206 4274 Aam A73 50556 5274 Net Profit Margin 35706 3.319 3.00 36804 39386 40806 ROA 7.0556 came 6.685 697 13416 14674 ROE D9 1asn 12,514 12,786 1.080 12.974 8.6.2. Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Rasio keuangan PTSP dengan penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat dilihat pada figur berikut: Figur 72. Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Rasio Likuiditas Current Ratio 846600 893704 93.319 960570 100,2814 102,6674 Duick Ratio 36,790 399402 42904 4410 470406 48,570 Cash Ratio 22,850 25,549 282100 29,150 31,306 32,804 Rasio Aktivitas jalan € 147 1d ua ud 1d 1d Perputaran Persediaan 68,73 65,84 65,84 65,84 65,84 65,84 Perputaran Utang Usaha 32,85 29,92 RATA 24,68 2244 2040 Rasio Solvabilitas Debt to Asset 494300 4199 46,714 45 3P 43,746 424206 Debt to Eguitv CA 92,289 $7,660 83,139 11,330 36700 Rasio Profitabilitas Gross Margin 60,65?2 60,790 60,7P 60,790 60,79ro 60,79 Operating Margin 3,726 42800 A80 47600 5.080 53004 Net Profit Margin 3.576 3328 34800 3700 3.960 A9 ROA 10504 GAYA 6.704 1010a 1380 15004 ROE 13,940 12,4806 12,570 12,844 131206 13,0306 Business Valuation Unit Jakarta 80
Page 96 OCR 0.922
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 87. Penentuan Tingkat Diskonto Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut: Kes RetB (Ru RI) ta Dimana Rr - tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko B - risiko sistematis Rm 5 tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas Rs - selisih antara Rm dengan Re @a - risiko spesifik Re (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 30 tahun, yield tertimbang sebesar 7,1118”6 yang bersumber dari IPBA per 30 Desember 2024, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf). R, (Eguity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan eguity market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base eguity market risk premium. Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan- perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging market). Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Penelitian Damodaran per tanggal O1 Januari 2025 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah sekitar 6,87”6. Dengan Rating Based Default Spread sebesar 1,89”. @ (Alpha), Faktor alpha merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan jenis properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Pada penilaian ini, faktor Alpha atau risiko spesifik PTSP adalah 0 (“Nol”) karena tidak terdapat risiko spesifik terkait operasional dan keuangan PTSP. B (Beta). Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau IHSG). Untuk PTSP kami menggunakan Beta dari industri sejenis. Business Valuatiom Unit s1 Jakarta
Page 97 OCR 0.885
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung cost of eguity, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of eguity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta. Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut: PL Bu “—t- 1 - (I-T) x DER Dimana: T - Tarif Pajak Penghasilan Badan DER 5 Debt to eguity ratio PL & Beta /evered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang pu 5 Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang Unlevered beta perusahaan pembanding yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan beta untuk PTSP adalah sebesar 0,59. Unlevered beta tersebut diperoleh dari Penelitian Damodaran per 0S Januari 2025 dengan kategori Food Processing. Unlevered beta perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di- relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar 39,10”4 yang besumber dari DER. Untuk memperoleh beta yang sesuai maka mendiskonto AKB tersebut dengan formula sebagai berikut: BL Bux (d0 # (I-T)x DER) BL 5 0,59 x (1 # (1-22,00Y9) x 39,10Y0) BL 0,77 Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas RS Aura Syifa adalah sebagai berikut: Figur 73. Biaya Modal Ekuitas Risk Free Rate (R9) 7111840 Risk Premium Market (Rs) 6.87Y0 B (Beta) 0,77 Rating Based Default Spread (RBDS) 18970 @ (Alpha) 00044 Biaya Modal untuk Ekuitas 10,52Y0 Sumber: Penelitian Damodaran (Diolah GEAR) Business Valuation Unit Jakarta 82
Page 98 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 8.7.1. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Average Cost of Capital) Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow to firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang berasal dari (investor) penyertaan. Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga utang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata dalam mata uang Rupiah berdasarkan suku bunga pinjaman investasi dari Bank Perseroan berdasarkan data yang dipublikasikan Bank Indonesia per Desember 2024, sebesar 9,21Y6. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya utang bersih setelah pajak dengan perhitungan sebagai berikut: Wd 5ix((I-T)) Wd 5 9,21Y0 x (1-22Y9) — 7,18Yo Berikut adalah perhitungan WACC PTSP per 31 Desember 2024: Figur 74. WACC Jenis Modal Biaya Hutang Biaya Ekuitas Biaya Modal Rata- Rata Tertimbang 28,1 71,890 Berdasarkan figur diatas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam penilaian sebesar 9,58 yang menurut pendapat kami merupakan tingkat diskonto yang wajar. Analisis Inkremental Proses kajian kelayakan usaha dilakukan dengan menggunakan model arus kas bersih untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm/FCFF). yang mencerminkan arus kas bersih masa datang yang tersedia didalam perusahaan yang dapat dibayarkan kepada semua penyedia kapital (claim holder), baik pemegang ekuitas (common stock), pemegang saham preferen (preferred stock) maupun para kreditor baik pokok maupun bunga atas pinjaman yang diterima oleh perusahaan, setelah terpenuhinya semua kebutuhan operasional dan investasi yang diperlukan dalam mempertahankan pertumbuhan perusahaan baik selama proyeksi periode eksplisit maupun masa kekal (periode implisit). Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF) tersebut didapat dari: FCFFS EAT 41. (I-T) & DA (4/-) AWC — ACAPEX Dimana: FCFF : Arus Kas Bersih untuk Perusahaan EAT : Laba Setelah Pajak I : Beban Utang Berbunga (Interest Bearing Debt) Business Valuatiom Unit 83 Jakarta
Page 99 OCR 0.736
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. T : Tingkat Pajak DA : Depresiasi dan Amortisasi AWC : Perubahan Modal Kerja Bersih, dan ACAPEK : Perubahan arus kas investasi Arus kas inkremental merupakan selisih antara arus kas bersih eksisting tanpa penambahan kegiatan usaha dengan arus kas bersih adanya penambahan kegiatan usaha. Hasil dari perhitungan arus kas inkremental ini dijadikan sebagai dasar dalam menentukan kelayakan usaha. Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih PTSP tanpa penambahan kegiatan usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030: Figur 75. Proyeksi Arus Kas Bersih PTSP Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Dalam Ribuan Rupiah, Laba Tahun Berjalan Inl48706| 21670447) 31870208 | 37238390 Asmi | 49999152 Pamer ai 68536501 | z0siso92 | 75712932) 60430341 70990378 | 83.791.999 Perubahan Modal Kerja 1227900 3292754 3948315 13an 1720373 1919298 Arus Kas dari Operasi 90908107 | 101984293 | 1is31sso| to20risse | Tioa9ossa | 138.700.019 “Arus Kas dari Investasi W6.000.000) | 198.900.000) | (108.980.000) | (100.761.600) | (115.583.450) | (137.500.147) “Arus Kas dari Pendanaan 1.654.609 1.950.855 3.453.785 3.799.163 4.179.079 4596987 Kas den Setara Kos Awal 2325326 | 20sssow | sus2stoo | az028525 | 42977915 | as0seis3 Kagdan Samakan De 26sss.012 | 31922190 | 37928528 | “42977978 | asoe0183 | 53.863.672 Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih PTSP dengan penambahan kegiatan usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030: Figur 76. Proyeksi Ar Kas Bersih PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Dalam Laba Tahun Berjalan Tnla706| 21708908 | 31991754 | 37498.501 50.339.554 Pesmirmae ad 6ss36s01 | 701002 | 75712932) soaso3si | 70900378 | 83.791.909 Perubahan Modal Kerja 1227900 3292754 3928315 132316 1720373 1920.108 “Arus Kas dari Operasi 9os08.107 | To207o7ss | TiL6s2980| 102268988 | Tiesoosss | 139.081.081 “Arus Kas dari Investasi W6.000.000) | 19.900.000) | (108.980.000) | (100.761.600) | (115.583.450y | (137.500.147) Arus Kas dari Pendanaan 1.654.609 1.950.855 3.453.785 3.799.163 4.179.079 4596987 Ka an Selona Kan Awal 2325326 | 20sssox | 32015682 | asra2417 | asaas9es | assasi77 Kania aa 26ss8.042 | 32015682 | 3sia2417 | a3aasoes | assasi77 | ss.022068 Business Valuation Unit Jakarta
Page 100 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 77. Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental PTSP selama Periode 2025 sampai dengan 2030 Laba Tahun Berjalan 121.430 Depresiaisi dan Amortisasi Perubahan Modal Kerja Arus Kas dari Operasi Arus Kas dari Investasi Arus Kas dari Pendanaan Kas dan Setara Kas Awal Tahun Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 92461 121.430 257.102 308.001 380.402 - - 92461 23.891 470994 778.994 - 92461 13891 470.994 778.994 1.159.397 Analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha PTSP didasarkan pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan yaitu proyeksi keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha dan proyeksi keuangan dengan penambahan kegiatan usaha. 8.9. Analisis Kelayakan Usaha Parameter kelayakan finansial yang digunakan meliputi NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), PI (Profitability Index), dan Payback Period. @ Nct Present Value (NPV) NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu. NPV mengestimasikan nilai sekarang pada suatu proyek, aset ataupun investasi berdasarkan arus kas masuk maupun arus kas keluar yang diharapkan pada masa depan yang disesuaikan dengan tingkat diskonto yang relevan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa NPV adalah nilai sekarang dari suatu asct maupun proyek. Persamaan dari NPV adalah sebagai berikut: CFt NPV ST, Dena” CFo Dimana: NPV & Net Present Valuc CF, 5 Arus Kas Pada Peiode ti CFo Arus Kas Investasi Awal Pada Periode 0 r & Tingkat Diskonto Berikut ini disajikan perhitungan Net Present Value dari arus kas bersih inkremental PTSP dengan adanya penambahan kegiatan usaha: Business Valuation Unit 8s Jakarta
Page 101 OCR 0.842
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Figur 78. NPV Free Cash Flow to Incremental (Dalam Ribuan Rupiah EAT - 92261 Tenato| 257102 | Sogo01 380.402 Depresiasi (4) - - - - - - Capital Expenditure : - . - A tel-) Change in NWC . . . (3 Interest x (I-tax) (&) - - - z - - FCFF 2aGi Teraso| 257102 | 308001 380.402 Terminal Value 3.507.612 Initial Investment (1.106.129) DCF FCEF (1.106.129) -| snteo| ses | Gas220n | 2250250 | 7035700 Discount Factor DEA asi 0x3 076 0,69 0.63 0,58 Terminal Growth 2.504 PV FCE (1.106.129) : Too 02286) 17831 10192 | Iao0200 NPV 2837306 Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa NPV PTSP dengan adanya penambahan kegiatan usaha diperoleh sebesar Rp2.837.306 ribu. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa investasi penambahan kegiatan usaha dengan parameter NPV layak untuk dilakukan karena NPV yang dihasilkan adalah positif. NPV yang positif (NPV » 0) menunjukan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan nilai yang diinvestasikan, sedangkan NPV yang negatif (NPV « 0) menandakan pencrimaan lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan mengalami kerugian pada investasinya setelah mempertimbangkan nilai waktu uang (time value of money). Namun apabila hasil perhitungan NPV adalah nol (NPV - 0), maka artinya investasi atau pembelian tersebut hanya balik modal (tidak untung dan tidak rugi). Semakin besar angka positifnya, semakin besar pula penerimaan yang bisa didapatkannya. Oleh karena itu, perhitungan NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau tidaknya untuk berinvestasi, namun juga digunakan untuk membandingkan investasi mana yang lebih baik jika terdapat dua pilihan investasi atau lebih. @ Internal Rate of Return (IRR) IRR menjadi salah satu acuan penghitungan efisiensi dari sebuah investasi. Secara sederhana, penghitungan IRR dapat menjadi dasar apakah sebuah investasi layak dilakukan atau tidak. IRR yang lebih besar dari cost of capital maka menggambarkan bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan rerurn lebih besar dari yang dirancang sebelumnya. Artinya, perusahaan disarankan menerima atau menjalankan proyck investasi tersebut. Sebaliknya jika IRR lebih kecil dari cost of capital maka akan memberi gambaran bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih kecil dari yang ditargetkan sehingga perusahaan lebih baik menolak proyek tersebut. Sedangkan untuk IRR yang nilainya sama dengan cost of capital menjadi pertimbangan bahwa investasi yang dilakukan diperkirakan menghasilkan return sebesar yang ditargetkan. Persamaan dari IRR adalah sebagai berikut: CFt 27 naa yan NPV ta GriRR)t CFo Business Valuation Unit ta 86 bsa
Page 102 OCR 0.924
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Dimana: IRR & Internal Rate of Return CF 5 Arus Kas Pada Peiode t, CFo 5 Arus Kas Investasi Awal Pada Periode O r 5 Tingkat Diskonto IRR adalah tingkat diskonto yang menghasilkan NPV sama dengan nol. Kesimpulannya bila penghitungan IRR lebih besar daripada cost of capital, maka dapat dibilang bahwa investasi yang akan dilakukan dinilai layak. Namun, jika nilai IRR sama dengan cost of' capital, maka investasi yang akan dilakukan dinilai balik modal. Sementara bila IRR lebih kecil dari cost of capital, maka investasi yang ditanamkan dinilai tidak layak. Berdasarkan perhitungan atas kajian kelayakan penambahan kegiatan usaha PTSP diperoleh besaran IRR sebesar 25,3896. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha yang dilakukan oleh PTSP dengan parameter IRR layak untuk dilakukan karena IRR yang dihasilkan lebih besar jika dibandingkan dengan cost of capital pasar untuk industri sejenis yaitu sebesar 9,584. @ Profitability Index (PI) PI adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-proyek investasi untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas mereka. Teknik arus kas diskonto yang digunakan dalam mencapai indeks profitabilitas. PI juga dikenal sebagai rasio manfaat- biaya. PI lebih besar dari atau sama dengan | ditafsirkan sebagai kriteria baik dan dapat diterima. PI dihitung dengan mencari nilai present value perkiraan arus kas yang akan diterima dari investasi, setelah itu baru dibandingkan dengan jumlah nilai investasi proyek tersebut. Persamaan untuk menghitung PI adalah sebagai berikut: T sPV (CFt) — SPV(CFO) Dimana: IRR - Profitability Index CF, - Present Value of Future Cash Flow CFo - Initial Invesment Profitablility Indeks menunjukkan angka 3,57 artinya bahwa PTSP ketika menambah kegiatan usaha dianggap wajar dikarenakan Profitability Indeks diatas 1. @ Payback Period (PP) Payback period adalah periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali pengeluaran investasi atau initial cash investment. Artinya, kurun waktu yang dibutuhkan agar bisa menutup kembali pengeluaran saat investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash flows). Penambahan kegiatan usaha PTSP diperoleh payback period selama 5 tahun 2 bulan. Business Valuation Unit Jakarta 87
Page 103 OCR 0.689
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. @ Return on Invesment (ROTI) Return On Investment (ROI) yang merupakan rasio untuk melakukan perhitungan efektivitas sebuah investasi yang diberikan. Secara teknis, ROI adalah perhitungan laba bersih yang dapatkan dari nominal uang investasi yang sudah dikeluarkan. Persamaan untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut: Net Income Cost of Invesment ROI - X100Y6 Rata-rata Return on Investment (ROI) atas penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi 2025 — 2030 adalah sebesar 602,7Y0. 8.10. Analisis Sensitivitas Penyusunan pendapat studi kelayakan ini telah dilakukan analisis sensitivitas yang bertujuan untuk melihat faktor-faktor mana yang paling berpengaruh terhadap parameter kelayakan penambahan kegiatan usaha PTSP. Hal tersebut dilakukan simulasi terhadap investasi, pendapatan, dan biaya atas penambahan kegiatan usaha ini. Setelah itu, dilakukan simulasi untuk melihat pengaruh parameter kelayakan terhadap faktor utama yang digunakan dalam analisis sensitivitas: r 79. Analisis Sensiti 0 | 2537306 25an 3.57 s1 602.72 Layak 2556| 2.560.778 20474 2.85 5.25 482,276 Layak 2078 | 2.616.080 21.316 2.97 5.23 502.354 Layak Isya | 2671387 22.308 3.10 521 524.196 Layak Tone | 2720693 23.204 324 5.20 S9 Layak see | 2782000 2431 340 5.18 574.072 Layak Oa | 2837306 254 3.57 5.17 602.726 Layak se 2202612 26.674 3.75 5.15 634,59 Layak Ho | 2947919 27.806 3.96 5.13 669.70 Layak “sn | 3003228 29.2 4.19 S.12 709.19 Layak Sensitivitas 0 | 2837306 25an 357 5.166 602,704 Layak 3506| 3489927 29.01 a16 5.116 702.074 Layak 2054 | 3.359403 28.38 A0 5.125 682,194 Layak 1sye | 3228879 21.6 3.9 5.134 662,374 Layak 1g | 3098355 26, 3.80 514 63294 Layak sea | 2967830 26.194 3.68 5.155 622.604 Layak Oo | 2.837.306 25 Ah 3.57 5.166 602.724 Layak Sy4| 2.700.782 24.674 3.48 5.178 582.94 | Tidak-Layak 100 | 2576257 23.81 3.33 5.190 563.006 | “Tidak-Layak “1596 | 2.445.733 2.004 321 5.204 543.256 | Tidak-Layak oo. | 2837306 FA 3.57 5.166 6034 Layak 2sna | 7.090.292 4231 7 5.036 126202 | Tidak-Layak 20. | 5.905.638 38.554 6.33 5.054 107892 | Tidak-Layak Is9a | 4916438 3 sa 5.076 92ayo | Tidak-Layak tone | 4092468 31.6te 4,70 5.101 79726 | Tidak-Layak Sea | 3407161 281 2.08 5.131 69156 | Tidak-Layak Ore | 2537306 25an 3.57 5.166 6034 Layak -590 | 2.362.720 22.61 3.14 5.205 5302 Layak ame | 1966075 20,074 2.78 5.238 16894 Layak ms 1632422 11.694 2.48 5.296 a17 Layak 88 Business Valuation Unit Jakarta
Page 104 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 8.11. Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan Berikut ini adalah ringkasan parameter kelayakan finansial atas rencana penambahan kegiatan usaha PTSP (detail perhitungan parameter kelayakan finansial atas rencana penambahan kegiatan usaha dapat dilihat pada bagian lampiran). Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash Flow to Firm apabila PTSP tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to Incremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut: @ Net Present Value (NPV) : Rp2.837.306 ribu @ Internal Rate of Return (IRR) 125,38Yo @ Profitability Index (PI) 2397 @ Payback Period (PP) : 5 tahun 2 bulan Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha pada 13 KBLI menunjukkan NPV yang positif, sehingga penambahan kegiatan usaha layak dilakukan. IRR sebesar 25,38Yo menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto. Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan nilai investasi tidak berpengaruh terhadap parameter kelayakan, dikarenakan investasi untuk penambahan kegiatan usaha terkait memenuhi cakupan legalitas relatif kecil dibandingkan dengan skala operasional PTSP. Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek keuangan layak. Business Valuation Unit 89 Jakarta
Page 105 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 9. KLASIFIKASI PENILAI USAHA Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. $62/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.13.0116 dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dh Bapepam dan LK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bapepam dan LK No. STTD.PB-51/PM.223/2021 dan 211/NB.122/STTD-P/2020. Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai Usaha bersertifikat MAPPI dengan perijinan sebagai berikut: Mappi No. : 14-S-05089 Ijin Penilai : No. B-1.18.00511 No. Reg. : RMK-2017.01120 STTD : PB-S1/PM.223/2021 STTD IKNB : 211/NB.122/STTD-P/2020 Business Valuation Unit Jakarta
Page 106 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. LAMPIRAN KEUANGAN Business Valuation Unit 91 Jakarta
Page 107 OCR 0.331
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Kasdam Setara Kas .mm s6oen17 mon uan 202015? Parang Usaha, aona00 sana Lake 126 sa mtma mana nori anus sumom Pajak Obor Maka - 1m 110m senoga 1010 Biaya Oiteyar 8 Muka sena Lena “5 a0tam sanaya 201m Tanu Tsansa Aset Lancar Tara Toro Tn Aset Kasangan Tek Lancar Lainya sena 10s1nne0 wanan snoean sn to7nan sat yah Gara 2001252 m0 some Wan "s ketTeag. tes yo1e anto2ns3s inwana Is2an.o menes tara Baya Oiteyar D maa 10m Aset Pajak Tangshan Lani isap sm Puzud nasa kz Aset Tah Lancar Larnya 20405071 snsantes #aema pet parang aa1.as5) )omiah Aset Teah Lancar Jan ya ya 7 515. Bam pe 3s2snam Tono nan Inna Snnnna sar Da1.302 025 Utang Bank Jangka Pendek 2500000 soto annsamn mena nasa ssi Utang Usaha aras mana jaman mono man 5 Deban arus ansae1m puan senen »msxa ain 110. Utang Pajak antn2s09 taon santa 10051557 sana soo. sbitan tevangan lang Pendet Lannya anon masa mens Is069a1 m1 nyeri Vntitas Sewa nem 3m mo Kn ss Utang tank 224200 aa.das yan 215.004 samsu srt 1901. Total Jabitan Jangka Pendek Tia yee san Tayan Ina Tono 1 Tn san yaa Ton yasi abi Pajat Tangguhan 12510 0010 makan 10519 mona saman) Business Valuation Unit 92
Page 108 OCR 0.309
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Ponternda Coret ntematonal TA Penambahan Uraha. J1 Desember 2024 Mau Repah) Lempean Matana IA -. .. e” t1 2 Pendapatan Unika Beruh Tom mun Don SRI mara an Sedan Pokok Pendapatan Onsm in 0, jamrroeean g1na90. 35.6 onta uda aruto an mana Bini nasa 20 205.004 - Oey Kamu pesanan parsansa enseram Dor ss.cnn Umur dan Adrrutran mesra amar Wustsan soo mana Ona, Lainnya ena t.sasgan al Oma (rasasan ana Lainya 11712000 sasa oKn 38200012 Sasana 1.985 545 222 raha am Tararatog Gan teman Toman snare onssn Gr pen ne0) aasng Mera Rasa (c22 rara EA asa 206150 anta aer En Sebekom Patah masa bian Dian Tera PE IManfaat (hetari Pak Perepaan sn 20m 1 a77 01 001: Jha Tahun Berjatan mesor was Degan nam TKA aa Pengranan Komprohesud Lam (Pon pen yang Belah akan DrblaadMan he Laba Rugi Pengkean Lembah Progam tebatan Pasti osn nas pasa penag ma ton, (Pash Penganten ata Pengakuan Lembah Laditan tmbatan kerja kemas kemasan aan tom usen ce atm Tanam Tian -& mx nam "Tata Rugi Kompranenu Tahun Benalan 35005 van ye yan) rn ama 3023267 saran, DPW (hemat Gretan Inda. sae aon Dual anasss 16055548 2.001) Ikesertrgan ran pergentat 22193 an 34 Pee sayap sana) sao2r) Saessoar Ian Daan ana Troy Ao | |huvan Pengtuntan tomperbenst Yang Dagat Dataran Lesada mug Per Saham Dasar maag mn . ma nn ssag 93 Business Valuation Unit Jakarta
Page 109 OCR 0.362
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Poneerinda Gowrmetinternabanai TOR Penambahan Usaha: 31 Oenember 204 tebu Buah) tempran pesan. Arun Kan -a -. -. -. -. -a 2. —g' 2 ai 203 2 man mesona sg ssxsensm as wa Pembayaran aja Pengrawtan tanam osn Ona Gamo1g (ass2nsn are, Pembayaran kepada Karyaaan uonan — nona prasamn Onani Greosoann (usa Pembanuran teban besangan ayang Goa mas Os Ganteng ayam Pembayaran ronda Pemassa tan PAMA beta Kasumi GMIM Uno onasag Wes omann tan - - - sam sasa 3 Igneknalubanhan CI Tian oa Pet Ta ton yaa Gina maon perempatan Geaton Percaran 2000000 300000 erecmaan Perpastan Aset Tetag: 290.1 170 1x0 87 inena ae Pembetan set Tetap SrsaoK) tuna se Usseson ararasn Onasan (naa Penantatan Modal Saham padi (rita keut 2m sao00 lhrus Kas Dari Akttas Pendanaan Pembaruan Onde az - - Basa eni Peneremaan an Utang Bar jangia Pendet Renerang Koran ms. s sma nasa Perermaan an Utang Bar jangia Pendet - Tone Loan Reatng - 10000000 10000000 10000000 "Pembayaran an Utang Bar langka Pendet -Tene Loan Revohwng. asma Osn0w00 aconco0 00000011 (100000001 Pesermaan Utang langka Parang Pemturyuran Utang langaa Panjang 'Pembryatan Utang bar langka Pendet Baker tatan Pembayaran Uabitas Sewa Berun Ooerslen dar Aktwtan Pendanan 1 Penurunan) Beri Kan Dan Setara Kas sareraa karsa 08. rt sman sana Setan Kai pada Kas dan Bari om dan Setara Kan Pada Awal Tahan dan Setara Kas Pada Aki Tahun (Dan Setara Kas Pada Akhi Tahun Terdiri Dai: POnanrraa Goat arnatora Tan 31 Desember 2004 Grgih 3 satn FEB Fepeg Ff era EEF $ i Fugah 8 cens G3 Sisst FB gate HE Business Valuation Unit Jakarta
Page 110 OCR 0.330
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Analisis Vertil Pioneerindo Gourmet International Tbk Des oes oes Des Sept 2g 25 2 205. 25 asin 17an 10221 sana IAIN 621 17x oa Os 1554 1x oa O1ax oo On o27x| 1091 Pa gem Ya ISfiX 19m ASN Oren 19x OASN oson| 10an ar OA LAN 1221 10x Lx ar OAarn Os7x Os1x osex| 32554 26551 21an M0sN 011 25an) 27 2761 3201 gam 2911 32 Pal I9AIN 19AON yan ne 2sson Is @8IPN 53211 S227 MEN a97 oaon Oaen Oasn Oam oo oom) s2 27 19x 2614 2251 2701| Grask mask Ubin Ns kd 7as2x| 100.001. 100001 100001. 100005. 100001 100.00n| Zam ResN SEM Gain com 161x| 9200 Sem 7501 715 Pakta 3561| betul Sain bud sean 3581 3sen| san 2118 aon gan 300 29x) sen 9ASN 1001 soo 10K ca Sam zam “9x dal a91 28 01x alex 2400 keado Osex| pan 9s 40161 1osK Ian asex “en 3708 cam sana sasa 69m Gian a11 17 10asx| Ia ce AN 1671 OsiN sa0n 49 batin ara 290 aa2n| nan 22201 20271 16an 16ISM 1922| S9 61701 @OAIN 57x saran 5101| Ip 20 Ja1en nasa ye 32.161) 19x 17k 2100 23m 2074 19ex| Oon Oon Oon opax o021 oo2x| “2578 2018 23m 26 21X “e1n| ooox oo21 oo oom a21 ooox| 1001 39 07an 2161 aa 1.1 Ptud ni 3.1 397on a03en daasn| sam SAIN cam 65an Ss0m «2x band 3azan 39571 bed AS26N “nsox| 100.001 yoo 100.01 100001. 100001 100.01| 95 Business Valuation Unit Jakarta
Page 111 OCR 0.419
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. (FT Moneerindo Gourmet Internatonai Tok. (Penilaian Ekustas |fer 31 Desember 2024 lAnalsis Vertikal ve Des Des Des sent ae 5 nan ana Da 100001 100001 100005 100001 100.001) “0071 04an ga Joe saga) sagin SEN en come co.7n| SALE M57K “7x AA -a.sox| “1701X "45X men s1 “12201 Oaan O1ex NAN “0231 “Oxen| saex zA1n 10x 121 Lol ak 1301 1651 aan 3.sex| an LN “0e5N OA78 2021| 0261 Oam oom oom oa “1201 an 2101 2911 aami ss BT On “0.101 0271| Dasa “40x 1761 2a1N 3e| 0s ox 001 Oam oa) Oam pon a00ox “001 o.0x| A26 aim 1701 291 2201| “12901 “10x 1574 257 0251 oo Oam 0251 ox) Business Valuation Unit Jakarta
Page 112 OCR 0.302
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Analisis Horizontal Des Des Ds Sent 200 2001 2010 20 | 2esn “9x “10an 37x sas1| 28x 41351 ari 151 23670x| GK “100001 soaan)| an Ke 2s “0.20n| s0 Ns s031x 10614) nan 41701 Inaask sAan 1920| da 20221 BA 20734 sen 19 RN uan 16601 aan sam Lan “i1asn sae 1071| #17an “510k aan 201 26asn| 181258 65X “1 sean oem 30an #0 Batan 30201 -ss.7ax| “inn HAISN MAIN 3028 asa 1s “10121 Jean 11261 9501| za 15001 aan 12761 aan 33a72R and 290 con nasa MSN 16N MAIN DATA en) aan 221 Bibit A9ASK “an S57an 72an Dtan 47x 10x 1 Yen “15K uns oa dal 351 S21ON Ba 19an 10721 naa Jan #1 nam Nex 17K 17an “10,7ax| “10K Bam bg ON 19 Bad Bela Ina @an 12an 405IN 41200 TIK -100.001| 12K BAN “19aan 2701 2201| Pa 225 25an ya 1977| sn MAIN “10K Pr “aon a00 00x a00 a0ox o.0on| a00 oo01 a00 00x o.oox| ago 00x a00 00x o.0on| 15284 2011 oo ASN 3070x| am oo ago 00x o.0on| TIP NSA2N IELEM 254258 sao2x| Dan “a01 aan MAPN mn 10321 15x Ima 5261 san) “nisan A2 saw nak 1.oox| 79x “5001 ajak 12701 aan Eli
Page 113 OCR 0.424
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Poneennda Goat International Tbk Euitas 31 Desember 2024 |anatss Konzontal Lampiran tor kada rgs os Sept 2. 2 Usaha Beriih Hana us 27an Pokok Pendapatan Hasan nan 1201| An ram DAS 17 10.521) Peryastan ajak san 135x 1Sa8N 9251| Umum dan Asmostrau “ATK “201 Daan 10121 “71 Lainnya nsm SN 1asaan tata a00.17x| erdapatan Lay yasan sam 43201 sana -3x91| 5 17 6x01 moas “0221 zam Kesangan aga al secan “aan “san Keuangan ms 221 asa “12901 “aw Sebelum Pajak , DIN, MAIN, yana sesan nas taat (Beban Pajak Penghasilan “22an san 2191 G3 2201| Tahun Berjalan Jmoyx sac5x 1SsAIK t026x zaa1x| Komprehensif Lain yang tidak akan Direklasfikasi ke Laba Rugi (Pengukuran Kermbah Program Imbalan Pasti 1601 “100421 WN 20151 “oa Pajak Penghasilan atas Pengukuwan Kembali Uabiltas | 70an na sn 2071555 ane otal Rugi Kompeehensl Tahun Berjalan -m “21an 1ssasn t6001 79 Tahun Berjalan yang Distribusikan Kepada Entitas Induk 6901 Ha Masi mas 3001| son pengendali AMAN an Wana A9 -9a1x| Pengnasaan Komorehenud Yang Dapat Dutrbwui Ga. Per Saham Dasar Business Valuation Unit Jakarta 98
Page 114 OCR 0.442
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Asumsi December Itat —as 2006 2017 2022 2029 200 —— Revenue Asts CaWoeria Fried Ceker per year 1000 10x 100m 1000 1001 10.00) 5800 rental soeyaa 1001 1001 1001 1001 1001 101 Sugannya. MW peryear 10x 100m 1001 100m 1001 10.0) Cal Donat Wperyear 100m 1001 1000 1000 1000 10.0) Pendapatan dari Royalti dan Frar & per year 1000 1001 1000 1000 1000 10.00) |croweh After Additions CaMorria Fried Oricken per year 1000 1001 1000 10.00 1001 10.00) Sapo Oriental X per year 100 1001 10.01 1000 1001 10.0x| Sugahya. KW per year 1001 1001 1001 1001 1001 10.0n| Cal Donat & per year 1000 1000 1001 100m 1001 10.0) Pendapatan dari Royalti dan Fror W per year 1aon 1001 1001 1000 1001 10.0) (Revenue improvement. CaMorria Fried Crechen. “ Sapo Oriental “ “ « “ « Sales «Sales rn 7x 07K yo7on 10ISK sora) Persediaan Aktur Barang uth UX Sales SN SSK S95x SN ses) per tim 10x 10o0e 1000 100 1000 10.00) « Salas pen yesn ea Pi yan 36.5) N Sales esa esa sean IN yan 36x) “ 0011 0011 Oon 0021 Oo) W per year LN 10K Lok 17K 11500 10x) Wperyear um nn “mn nm sx un “ 0011 0011 0011 O021 o03w| & per year 11 10 1x 101 1x 101) K per year 0x 1001 1000 00 Lx 00x) W per year 1500 1500 19 1510 1500 200) X0 "mn Kol Sales O1sx 0991 Lon en Lisx 1271| Kol Sales an can oan oan on Oan Oan| Koper tatum 1 1x 10 101 1x 100) Kol C0GS ”en 9x x 1An can 6x Sex) K per thea on 100x 1001 1000 100m 1 10.0) Koer tahun 10x 1001 1001 100m 1000 10.0) Koer tahun 100m 10x 100m 10.00 1000 10.0) Business Valuation Unit
Page 115 OCR 0.418
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. |oeprmamortasis | Ibepreciation Aset Tetap As Is Rp000 26581325 MASELI2S oo 2RARRN9I oo MO17OM199GGAM jase7an 101916 |Arortiasi Aset Hak Guna As Is Rp000 JGNGIIRI MISA 292017) 4207279 Aset Tetap As Is Re.000 187067029 MIASTOA 1OLI6RSII oo MOMSAN M1 41211425 20.987) Aset Hak Guna Ass Rp000 KIMEAIA SISMTO RITA - . - Asset Ass Rp000 mesosyo0f awooooo0l — Soxcooool — coxs0co0l — 7arer.co0| TI 98.500 147) Aset Hak Guna As ls Re000 macan As000c0o0l — 48500000| — 48s00000| — 30.000.000) 33.500.000) 39.000.000) (Perolehan Set Asset Asts 10000 11000000 IKAMOM ISEMOW “IIGIMO —II1725056 An022s.201) Iherotehan Set Asset Hak Guna Ass Ro000 4000000 96500000 MSOOOKO 17SOOMO 20850000 247.500.000 (bepresias Capex Wet Asset Asts Rp000 4800000 980000 1SBROO0 22564160 31172506 41022520 |amortisasi Capek Aset Hak Guna Asis—— Rp.000 4200000 gesaooo — 1asc0000 17500000 20850000 24750000 |akumulasi Depe. Asset As ts Rp000 4800000 1460000 30528000 SIAILIG t00acet 125.687.186 |atumutasi Ammort. Asset Hak Guna Asls Rp100 4800000 14450000 2950000 46450000 67200000 92050000 Rp000 44200000 MITEOOOO 108352000 1MGMIAMO 227060190 204530017 Rp000 43100000 B2050000 116050000 178550000 141.200.000 155.450.000 Rp000 24581325 MSRLIRS 22A2A19I oo M01703319MGL8I 1ase7a72 1s019a7g Rp000 Inxenaah M3SSANG 29201899 4307299 - - Rp000 147267029 IYRIASTOM NOLIGLSI2 BONASATI 60170297 ana aan.o7| e.000 1MEAIPA SISTA MANTAN - - - : 49000 mesossoof —anooooool — Soxoooool — coasooool — Tore1c00| 220012se| 98-500.147| 29000 masxgra| anooooool — 48500000| — 48500000 — 30000000 3300000) 39 000.000) Rp000 ARO00000 — 9EA00000-— ISESBOCOO — TIIGLGO III 725056 210225201 #0000 44000000 9GSOOOO0 - MSOOOOOI 175000000 204500000 247.500.000 #2000 4200000 940000 ISMEKOK 22961160 31172508 41022520 12000 4200000 Mesa0oo — Ls00000 17500000 20450000 24.750.000 #0000 4800000 14640000 305MO00 SIRI seceacan 125.687.186 Re000 4800000 14450000 24960000 46450000 #1000 9205000 Asset Capex Asset After Rp000 44200000 BI7GOOKO 12RIS2000 176MIM4O N7OOMO maa53a017 Asset Capek Aset Hak Guna After Rp.000 48200000 82050000 116050000 128550000 141.200.000 158.450.000 lutang Bank Jangka Pendek Ass Rp000 p315676 CISOSIS oo GMTAN GASOSIS 7535676 2200244 gann Jutang Bank langka Pendek After R9000 7538676 Gasoc1s Ganan "oo Gasocis "7538676" sza9244 " garnaca |Utang Lembaga Keuangan Lain As ts 29000 mnase7o7” near” MMOOIS 31441017 34255.119 37600631 ar anc5t |Vtang Lembaga Keuangan Lain After Rp000 21396707 ISIGIM 28310015 ILIALO7 24255119 11600611 aaanco Rp000 000001 tt000001 (aro.co0 (121.001 (439.200 taat #0000 10000001 (100000 ta10.0001 (121.c001 (333.200 taat Rp000 I0105791 IMNITO 24328007 2GNOBOG 29436589 32300577 3s1ngas Rp000 In17e127 IO2SMO 2223754 MAGLMI 2697416 29598157 32557973 aps01 708 SRMAATI SIMOSAYI GASGSASI GOTOL A5 26672610 24309959 100 Business Valuation Unit Jakarta
Page 116 OCR 0.360
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Proyeksi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 1Kan an Setra Kas Petang Urang. peredam Laintan pet Lancar Putang Jangka Panyang Aset tdak Lancar Laman sat Tidak Lancar Laian Aset Tetap Anat Hak Guru "aga «ram 106 367 209 116050000 128 980000 141.200.000 188410000 Totat Aaseta Ta —4465ae 5... ea anu) Huang Bara Jangka Pendek. 7856760 6450615 7595676 “200244 Orrare8 Uang Uraha. 280017200 Anas Am mn Pt lhd Dn Beban Akrual 12225420 15106 16 348063 17 se2870 ye 72 en 16 306 476 Utang Pajak. 100120810 #L014171 17. 1a7 14650062 16 125.618 IMAN Lada Sean. 305041370 22653881 ono “4 702876 02724 "1080 Utang Lembaga Keuangan Lain D6 7070 raya M.a1017 1255119 YON Ba ti Unbatas Lancar aa “TA eat oa AA oo Kan et) Uang Papa Targgutan 10370127 DNSMO 22754 MA RT na 2500187 2587973 Uang Jangka Panjang Lain- tan (Sewa di aa Sa kaara 51605377 615209 60702 445 78672600 4x90 80 (iabatas Jangaa Paryang. 72 S4 A19 IMO Oa Te on R61 Toe 770547 TOT 2 Total Lndatas me EN mena Jam oma moto) Modif Disetor 117204000 117.204.000 117204000 117.204.000 117.204.000 117.204.000 117.204.000 'keverhan Mrortan 15250 m6 sasa 1sasnna6 ysasnang masam "asam 1s nama Oa City @o12180) (W012100) (0012000) (0120007 (012160) (8012060) wor2ae0)| Retaned Earrenga. 4 "4 1 te 1 Total Ehutas an Tenan Ta matra —Tanragra — Inang Ii | Total Listintos ang Eguety 941 902076.0 3849527102 417 9906835 211.81 063 S4 1778724 See Ans Saat) Manan yrea Consolidated Income Statement. December Iet ana ET ET - ET ESA ES Ona naraor nenen masotwsa — torz0raa taaasnses— t224s7raen Caltorna toe Cncken #2907 ma tara susu Kesan — tommarn —A07asato Sa90 Onterta! DS 3m 10791 1100527 Y 518.580 “na Sugahnya. 1sn 19209453 Dora 25670500 TMT 545 107220 Cal Donat soaonsen tangan warta s291ast 1675501 ane Pendapatan dan Royalti dan #ranchne Fee Kesotbal a19 9 2201679 ZARA BMT 264012 2901 anon ae (00740172) Meeanasan (oran (a00. 145571) Persediaan Amal 12200509 angan ran Se 7A2655 One 00.2m402 pembeun mana mass asaran a00 24077 sasese arm Barang Tervedia untuk Dijual. NA RA 108 MAMA LN dsga S7 O.M 902 7 267 881.007.914 Persesaan Mate Kam (esaat7a1) (54742555) net) (eny an) (2002 Pertadiaan Aktwr Barang Las lam G1 215615) (S3 (On 167 201) Tamaran (12 483 260) (907n1.sa6) |arone Prote. corn “01. 10n.ne1 Sen 02A71 “nara 667550 TarN.309| Siaga Kit ae tari car 2m 2.1 Sales kj saos ras) (7150610) (34 206617) (326.602.048) Hrnaa2 gan) (sae ara 651) ca (M0x27 012) M1) 1100077612) 1121001222) AAS #1206) 1150 562 306)| (Perdspatar/Beban Lan-an. Beta Lat-dan @oragn 16781 bea) @Gaga77 Greet) (6 61.907) Pendupatan Laintan Tart Tangan Traer Tat0nat isa aan "e7ans10 100 310.404 177 216.106 NINA X Margin Pcd no MN bettud NON Depremas dan Amortiam (07an ee) A01) MAN) a01 (6a 731. 000) -. ss no “009 PN 64 525.402 Ntt ex 1771 «7m sc £27| Pendapatan Bunga. peras xe 20 211 dan aya 122 Beban Bunga. C2 (200000) (121.000) (138.100) renaro) Ear D.9a2 ta »110 “veera Senar & Marga yan a77 «en & Corporate Tan Roar (resa (0 aga Ne) (2) (na 0) 3 Tas rate Sales n » | X Tar rate Eisetin 19. 201m zen 2291 Laba Tahun Berjalan mara Dare "am Oma 00182 Business Valuation Unit 101
Page 117 OCR 0.406
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Consolidated Cash Flow Statement | Docomber 3tet 25 FI F7 z0 FI 2 2 T 73 5 Laba Tatan Berjatan. 2078 Dear NAMA am OM “0152152 Desrewan dan Amortaan. Ki Tarso02 na OOM m0373 2701.000 range in Wortng Capital Umat, caraoan Kesan Batan (osn anon) Persediaan Gin sn Sen?) Gr07. 816708) Tamara (8 248 326) Lantan (aan ame (amor teu (.7r6en (rasa Asat tebak Lancar Laik Roosm Ann Ra) Resa R9 eng 2050 Beban Akruai. 12014 1381000 Ka sodbad 1200 11258001) 1672107 ae Pajak 1001.228 ora tanah 13218 Less 1612525 Unbitas Sena dosa asas 3701201 d72c0 sara2n 42720 Utang Papik Targgtan 1297213 2021 594 22070 2446 129 2000 742 20006 Uang Jangka Paryang Lan tan (Sewa Gan Imbalan Kara) A10 sz8 ng sms 6190586 697025 7.667.209 Crarga in Woring Capital a70 2.a107sa a9an318 aya tan 1720373 asam ang Cash Flow From Operations. 90.900.107 101 904293 111.591.280 102.011.186 “16 a02 sae Yan 700.619 erating Acintirs. Cager Asret (en 0000007 150x000) (60 a20 001 Ta. (OK 458) (oas00 tan) Cape HY (en 000 0007 (an 100000) ken 00 M0) (30000000) (N500000) (39 000 000) Cauh Flow After Investing Activities (06.000.000) (08.200.000) (101.200.000) (100.761.600) (nenas) (137.00. 1a7)| Enensing Actntina. Mtarg Baru Jangaa Pengen (esoen (@27e) 2 #00 Teng #ans0a Utarg Lerbaga Keuangan Lain 2087 2snem 2ay1000 anna 2425512 amenoe3 Current Ratio sat man sm rn sar (aneh Rat ara Yara 27an eadad “san Casnnato za an mo man nan Raso Aktutan Perputaran Pasang Unta 17 ta ta 1 ta Perputaran Persediaan can “ . Ci s8 Perputaran Utang Usaha 1215 Pi ms 2. 24 Raso Sotvabttas Debtto Asset # “no “07m sx am Debt to Eguty nan 2 “ran “xx naa Raso Profeaditan (wow Margn Ox om or om om Operating Profit Margin. arra “270 ara Ara son Net Protit Margin. Asa 1x dad PN adal Pedal rox ro sama ce cara Ta noe sasa span asa Anya 100 Business Valuation Unit 102 sal
Page 118 OCR 0.342
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Proyeksi dengan Penambahan Kegiatan Usaha Neraca Konsolidasi December Mat ET 23 ET EU ET EA 2020 Kas dan Setara Kas musa 2520012 R01es2 senat arannaa “a2a5177 ssoz2osa Putang Usaha. 210014 2000510 1376051 Irta ton 4085518 4494070 4909477 Persedaan snz1s01 Pend #ramam tan Tagea7a2 "ana one Lantan 13an 109 tegm07n9 yeyan 791 Irta yasanam HAne01 MetLancar Pustang Jareka Parang: . Aset Bdak Lancar Lainiain : Aset Tidak Lancar Luntain 20105701 TNI SN 007 bakal png 323001577 IS.O1e.005, Aset Tetap. 147.067.029 168 485 704 184922 512 208497 A9 2620737 RA 2716 01 ra ea Aset Hak Gara #1 aeagna sero0 ra 105.357.209 1160501000 tanasa000 141200000 Iesasaoo Mang Bara Jangka Pendea. 18966760 6as0e1s 62781 Geaers 7598676 8200244 Utang Usaha. 89017220 ant BAN Bh 2611 BA Beban Akrual 12282 5420 19510706 06176 16 Jan 003 17. 270 BN Cabond Urang Pugak, 10012280 10an 12115506 Yg? 6502 16.125.048 Lapita Sea 209041170 Pai ena Y ore906 Ora U70286 ORA Uang Lerbaga Kasangan Lan D6 707.0 amy 0015 1.ya1017 34255 119 IM (Uabiitas Lancar aa ta oa oa ak oom wmos| Uang Pajak Tangguhan 10378127 221890 2I1SM 2461287 2007416 2008157 3255773 Utang Jangka Panjang Lain-an (Sewa d. A1001: s2 yonara 57005377 CET 00702 tas 78.672.600 saxyn 90 Labatas Jangka Paryang — Tasaaang Pog Tana GE Go Bai Ton aro sa Tie mara Tota Usbitas Aa “153 “ai Aka Oak “aa “mann Moda Dioter 117201000 11720400 117204000 117201000 s1720100 117204000 117201000 Keperritkan Minoritas. 15200 M6 15.260.216 Na sobond 15250206 15.250 a06 Pn obong 15 550 M6 Oa Enny 5 (01220) @o12aa (no12sen @or2an (01220) (0012200) Goro Retared Larnrga 19 1021210 amami 19001 re Data aan Tan Tia — eta — BNN BKO Meri - enaatan sano12es oo Lor2017aat Caltornia fried Cnckan @a2a907 240575545 IO4SNMNO 1077906773 sapo Oneotal BM mo7aag 34100527 Iss suga Tan BMs079 Sena B7 SAS Cal Donat 1001500 tanarta7 #6251.ast 16735096 Pendapatan dari Royalti dan Franchise Fee resa BARAT 2004022 anesan oran Periesaan Awal #20 ea 45261781 54742555 pra Pembetan Kenal 202245519 mea7oces 40220778 Batal Barang Tersedia urtuk Diual 312254 165 Dear 90 37an A57 01 S02. TA A7 Persediaan Aktur Barang Dial 12an tes2at7an (anresasn (0oz16a11) tenan an) Persediaan Akh Barang Lam lan 61215015) Gear (eraroma (asean tep ana 200) Jarose prot w0r901ne rasa sonata @iszn27aa @#erssmo 9 Margin Koi co cam town con Sales - (oa 7as) arsa Kesan (8600631 MIS ODINN & Tax oan @211671) (08022557 (HNS) (1N6267IN) Lanian Beban Lain (oran 00277 “uan (@oxeson| Pengapatan Lan tan 721212 Tan2an 720.0 2150062 ket gemas 1060n7a 100.567.507 (AA Kaanan 2 21 bang 2m) Tomsoan (enadoaan) Tomo3ra cam. Ismataz M1 sasaran canosen Kesai ayo ac san yen ren sana anang (100.000) (121.000) (ian t00) (east) Ikan.100 semata 635210 peni Kera Sm Kesal (sasaran (1022230) 2m) (eno 09m 0 Li 1221| Ra as Ram z2) 31205301 Business Valuation Unit 103 ss
Page 119 OCR 0.437
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Jeena ca pen an | December Mat EN EA Ea ET Ea za) B 3 2 5 g Laba Tahun Berjalan Dr 78 nana nara Y 25 wo(na DNA Dowrewat dan Amora. AS 01 mars SIN MA m0373 am. Change In Woriing Capital. Pasang Umaha anon O0sssn 037.610 (ons (aan a07) Persediaan Gan Gaara N aeboadi (a70) (8 248 326) Lantan RI) (161) (tr en07n) (767) (1 BA 000) sat tidak Lancar Lainknia Room Rare Raat ai (0238 058) Uang Usata sar (12) - - - Beban Akrual 12274 1.381.000 1 a06 100 (1258201) 1672207 Uang Pajak 101.708 10117 12111 Las 1er2sas Uabitas Sewa ro0aaa 1desass arora aza Asrama Utarg Pajak Targgutan ana 202150 220m 2172 2961816 Uang Jangka Panyang Lan-tan (Sewa dan Imbalan Kerja) Anom sz5na snasy 6970215 7.067.200 Charge In Werking Captai PETA Lang yss Ipang Aa jantas 12073 Agan ang Cah Flow From Operatione. 10.902.107 102.076.785 111052100 102 262 92 NG 200 Lag 190.081.051 Ivesting Actnrties. Cagar Aanet (en 000 001 (2 200) 160 420 a00) (70 Per. 112 003 456) (00 UT) Cagar HGU Kan 000 0007 Hao ten s0 0 130 0000007 (N L00 000 19 00 0007| Caah Flow After Investing Activities. (96.000.000) (98.900.000) (100 900.000) (100.701.000) (1551180) (137.200.1a7)| Hnancina Actirties: Hutang Bark Jangka Pendah (ses.co1) 2 an 051 Btn od vena Utang Lerrbaga Keuangan Lain 22067 25764 281.002 3nrato2 3428512 1788063 Caah Flow From Financing Activities esa “as0ns 1453.78$ Ama «en Aa mey7 Business Valuation Unit Jakarta 104
Page 120 OCR 0.742
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Analisis Inkremental Analisis Inkremental Idatam Ribuan Rupiah Kas dan Setara Kas - 92.461 213891 Aset Lancar - 92.461 maan (Aset Tidak Lancar Lain-tain Aset Tetap Aset Hak Guna Total Assets - 92461 23391 Ikagastas pan EkumAs Hutang Bank Jangka Pendek. - Uang Usaha . Beban Akrual Utang Pajak. Labiltas Sowa Utang Lembaga Keuangan Lain Urang Bank Jangka Panjang Modal Disetor Kepenikan Mnoritas. Otrer Eguity Retained Earnings - 213891 Shareholders' Egulty . : Total Liabilities and Eguty . 2191 BALANCE CHECK - “70994 470.994 77.994 73.994 119.397 1.159.397 1.159.397 1159397 1.159.397 1.159.397 105 Business Valuation Unit Jakarta
Page 121 OCR 0.822
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. |Analisis Inkremental Consolidated Income Statement IFYE December Itst 2025 2026 Sales - - California Fried Chicken Sapo Oriental Sugakiya Cal Donat Pendapatan dari Royalti dan Fronchise Fee - - coGs - - Persediaan Awal : Pembelian Barang Tersedia untuk Dijual Persediaan Akhir - - (Gross Profit - - 1 Margin GA .... 8821 - 92004 - 29426 - 121.430 54693 - 85.350 - 106 Business Valuation Unit Jakarta 244,915 135.487
Page 122 OCR 0.843
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Analisis Inkremental Consolidated Cash Flow Statement IFYE December 3tst Laba Tahun Berjalan Depresiasi dan Amortisasi Change In Working Capital Piutang Usaha Persediaan Lain-ain Piutang Jangka Panjang. Aset tidak Lancar Lain-ain Utang Usaha Beban Akrual Utang Pajak. Uabiitas Sewa Utang Lancar Lain-lain Utang Pajak Tangguhan Utang Jangka Panjang Lain-lain (Sewa dan Imbala (Change In Working Capital Cash Flow From Operations Investing Activities: Capox Asset Capex HGU Cash Flow After Investing Activities Financing Activities: Hutang Bank Jangka (Utang Lembaga Keuangan Lain Utang Bank Jangka Panjang. Cash Flow From Financing Activities Kenaikan Kas Kas Awal Tahun Kas Akhir Tahun 257.102 257.102 213.891 308.001 70.99 778.994 107 Business Valuation Unit Jakarta
Page 123 OCR 0.522
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. Discount Factor PT Pioneerindo Gourmet International Tbk PERHITUNGAN DISCOUNT RATE Lampiran Discount Rate Description Capital Cost Composition Welghted Cost (Cost of Debt KAL 2,19 10204 (Cost of Eguiy 10m a90 KAN 95894 (Cost of Eguity Cost of Debt Risk Free TAN IS9 IPBA 30 Des Bank Interest 9.1186 Bank Indonesia, Des 2024 Beta 0.77 Damodaran, January 2025 Tax 2.0 Risk Premium 6.87? Damodaran. January 2025 IRBDS 18906 Dumodaran, Janwary 2025 KE 105104 KD AL Unleveraged Beta 059 Levered Beta «7 Keterangan Beta Market D/E Unlevered Beta (rod Processing 076 39, toe 0,59 Debt 28,116 39,106 lEguty Ng area cemebenga Man pan cabe penyema 2 4 1 n 5 —a (— -. r— - -- hun Can fanta ar Pa SN mate Ck teyeninen 4 pemdeenai kemeath Ta Te Ta oo. wa sora mam mat Anam Drag aman oma mnen ma . aa Tn - . .. & kemana kr daan maa mm annd 000 se0m) aan ama pr Fee - — pa Tamu 2 ami - Oman - poet 2. matan - Sana - Business Valuation Unit 108 Sal
Page 124 OCR 0.923
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk. 2555993333 Business Valuation Unit 109
Names mentioned 77 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP GUNTUR EKI
p.2 ×3
unresolved
org
ANDRI & REKAN
p.2 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP GUNTUR
p.3 ×11
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×55
unresolved
person
Rahmat Faizal
p.12
unresolved
person
Up. Dwi Hari Prasetiyo
p.13
unresolved
org
PT INTERNATIONAL. Tok. Nama
p.14
unresolved
org
Andri dan Rekan
p.15 ×3
unresolved
org
Staff Penilai Saham KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan
p.15
unresolved
org
KJPP Guntur Eki Andri
p.15 ×111
unresolved
org
Rekan Penilai Saham KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan
p.15
unresolved
org
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
p.16 ×109
unresolved
org
Pioncerindo Gourmet International Tbk
p.18 ×10
unresolved
org
PT Putra Sejahtera Pioneerindo
p.20 ×4
unresolved
org
Perusahaan Jepang Sugakico System Co., Ltd.
p.20
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.21 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Guntur
p.21 ×2
unresolved
org
KJPP
p.21 ×3
unresolved
org
Bapepam
p.21 ×8
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf
p.24 ×2
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.24 ×6
unresolved
org
Menteri Kehakiman No. C
p.25 ×2
unresolved
org
Putera Sejahtera Pionecrindo Tbk
p.25 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-
p.25 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Akta
p.25
unresolved
person
Mala Mukti
· Notaris
p.25 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.25 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Arikanti Natakusumah
· Notaris
p.30 ×4
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.30
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
p.30
unresolved
person
Refizal
p.30
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
p.30
unresolved
org
Departemen Kehakiman Republik Indonesia Direktorat Jenderal Hak Cipta
p.30
unresolved
org
PT Graha Sentosa Persada
p.31
unresolved
org
Bank SG
p.31
unresolved
org
Singapore Limited
p.31
unresolved
person
Edi Triyanto
· Direktur Utama
p.31
unresolved
org
Putera Sejahtera Pioneerindo Tbk
p.32 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
p.32
unresolved
person
Rasbullah Abdul Rasyid
· Notaris
p.33
unresolved
org
PT Pioneerindo Sugakico Indonesia
p.33 ×3
unresolved
org
PT Pionecrindo Sugakico Indonesia
p.33
unresolved
person
Jimmy Tanal
· Notaris
p.33
unresolved
org
Sugakico System Co.Ltd
p.33
unresolved
org
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual
p.33 ×3
unresolved
org
Pusat Statistik
p.40 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia. Inflasi
p.43
unresolved
org
Bank Indonesia Triwulan IV
p.43 ×19
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.46 ×3
unresolved
org
Bank Business Valuation
p.49
unresolved
org
Bank Indonesia Ekspektasi Kegiatan
p.63
unresolved
org
Jaya Bersama Indo Tbk
p.63 ×2
unresolved
org
DER
p.97
unresolved
person
Perepaan
p.108
unresolved
org
Analisis Vertil Pioneerindo Gourmet International Tbk
p.110
unresolved
org
Bank Jangka Pendek Ass Rp
p.115
unresolved
org
Bank Jangka Panjang Modal Disetor Kepenikan Mnoritas. Otrer
p.120
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
6427 ms
13 Sep 2026 15:29
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}