Skip to content
Back to announcement

Telkom_FS Bahasa Triwulan I 2025.pdf

Financial statement Text extracted TLKM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 112

Page 1
Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan entitas anaknya

Laporan keuangan konsolidasian
tanggal 31 Maret 2025 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal tersebut
Page 2
                        PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                               TANGGAL 31 MARET 2025
        DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
                                  (TIDAK DIAUDIT)




                                           DAFTAR ISI



                                                                      Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                                         1

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian             2

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                      3-4   -

Laporan Arus Kas Konsolidasian                                                5

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                                6-109
Page 3
                                    Surat Pernyataan Direksi
                              mengenai Tanggung Jawab Direksi atas

                               Laporan Keuangan Konsolidasian
     tanggal 31 Maret 2025 dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
     Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Entitas Anaknya


Atas nama Direksi, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama                         : Ririek Adriansyah
   Alamat Kantor                : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
   Alamat Domisili              : Jl. Karang Tengah Raya Pertanian I/99 RT 05 RW 04
                                  Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan
    Nomor Telepon               : (022) 452 7101
    Jabatan                     : Direktur Utama

2. Nama                         : Heri Supriadi
   Alamat Kantor                : Jl. Japati No.1 Bandung 40133
   Alamat Domisili              : Jl. Birah II No. 16 RT 05 RW 06
                                  Kelurahan Rawa Barat, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
    Nomor Telepon               : (022) 452 7201/ (021) 520 9824
    Jabatan                     : Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko

menyatakan bahwa:

1. Kami bertanggung jawab atas persiapan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian Perusahaan
   Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (”Perusahaan”) dan entitas anak tanggal
   31 Maret 2025 dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tanggal 31 Maret 2025 dan untuk
   periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal tersebut telah dipersiapkan dan disajikan sesuai dengan
   Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;

3. Seluruh informasi dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak ini telah
   diungkapkan secara lengkap dan benar;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak tidak mengandung informasi atau fakta
   material yang tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;

5. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal Perusahaan dan entitas anak.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.


Jakarta, 30 April 2025

                                         untuk dan atas nama
                                  PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk




                         Ririek Adriansyah                    Heri Supriadi
                          Direktur Utama        Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
Page 4
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                             LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 31 Maret 2025 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2024 (diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                        Catatan                31 Maret 2025         31 Desember 2024
ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                       3,32,37                         34.410                      33.905
Aset keuangan lancar lainnya                                             4,32,37                          1.452                       1.285
Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan
 kerugian kredit ekspektasian
   Pihak berelasi                                                        5,32,37                          2.251                       2.350
   Pihak ketiga                                                           5,37                           10.293                       9.843
Aset kontrak                                                              6,32                            2.299                       2.449
Persediaan                                                                  7                             1.130                       1.096
Biaya kontrak                                                               9                             1.176                       1.134
Klaim restitusi pajak dan pajak dibayar dimuka                             27                             2.697                       2.844
Aset lancar lainnya                                                       8,32                            7.771                       8.174
Jumlah Aset Lancar                                                                                       63.479                      63.080

ASET TIDAK LANCAR
Aset kontrak                                                               6,32                             127                         129
Investasi jangka panjang                                                  10,37                           8.696                       8.335
Biaya kontrak                                                                9                            1.525                       1.596
Aset tetap                                                              11,32,35a                       178.905                     180.566
Aset hak-guna                                                              12a                           27.284                      26.910
Aset takberwujud                                                            14                            9.432                       9.442
Aset pajak tangguhan                                                       27f                            3.630                       3.409
Aset tidak lancar lainnya                                                13,27,32                         6.468                       6.208
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                                                236.067                     236.595
JUMLAH ASET                                                                                             299.546                     299.675

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                        15,32,37                            748                         626
  Pihak ketiga                                                           15,37                           14.237                      14.710
Liabilitas kontrak                                                       17a,32                           7.607                       7.738
Utang lain-lain                                                            37                               413                         454
Utang pajak                                                               27c                             3.688                       3.293
Beban yang masih harus dibayar                                          16,32,37                         13.559                      14.192
Deposit dari pelanggan                                                     32                             3.052                       2.872
Utang bank jangka pendek                                                18,32,37                          9.671                      11.525
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun               19,32,37                         11.993                      15.866
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun                        12a,37                           6.733                       5.491
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                                          71.701                      76.767

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan                                                27f                                997                        992
Liabilitas kontrak                                                       17b,32                            2.414                      2.484
Liabilitas diestimasi penghargaan masa kerja                               31                              1.251                      1.192
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan
  pasca kerja lainnya                                                      30                            11.825                      11.540
Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya                            19,32,37                         23.640                      25.518
Liabilitas sewa                                                          12a,37                          17.119                      18.468
Liabilitas tidak lancar lainnya                                                                             297                         224
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                                         57.543                      60.418
JUMLAH LIABILITAS                                                                                       129.244                     137.185

EKUITAS
Modal saham                                                                21                             4.953                       4.953
Tambahan modal disetor                                                                                    2.310                       2.310
Komponen ekuitas lainnya                                                   22                            10.115                       9.898
Saldo laba
 Ditentukan penggunaannya                                                  29                            15.337                      15.337
 Belum ditentukan penggunaanya                                                                          115.404                     109.596
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk - bersih                                                                         148.119                     142.094
 Kepentingan nonpengendali                                                 20                            22.183                      20.396
JUMLAH EKUITAS                                                                                          170.302                     162.490
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                                           299.546                     299.675


         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.
                                                                    1
Page 5
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
         LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
        untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                              Catatan                 2025                   2024
PENDAPATAN                                                                     23,32                      36.639                    37.429

BIAYA DAN BEBAN
Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                           25,32                       (9.608)                  (9.625)
Beban penyusutan dan amortisasi                                              11,12a,14                     (8.055)                  (8.085)
Beban karyawan                                                                  24                         (4.158)                  (4.128)
Beban interkoneksi                                                              32                         (2.064)                  (1.937)
Beban umum dan administrasi                                                    26,32                       (1.811)                  (1.524)
Beban pemasaran                                                                 32                           (766)                    (794)
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari perubahan
 nilai wajar atas investasi                                                      10                           308                     (403)
Beban lain-lain - bersih                                                                                      (76)                      (2)
Laba selisih kurs - bersih                                                                                     79                       77

LABA USAHA                                                                                                10.488                    11.008

Penghasilan pendanaan - bersih                                                   32                           420                      335
Biaya pendanaan                                                                  32                        (1.316)                  (1.199)
Bagian rugi investasi jangka panjang pada entitas asosiasi                       10                            (2)                      (1)

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                                                              9.590                   10.143

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN                                               27d
  Pajak kini                                                                                               (2.205)                  (1.646)
  Pajak tangguhan                                                                                             212                     (677)
                                                                                                           (1.993)                  (2.323)

LABA PERIODE BERJALAN                                                                                       7.597                    7.820

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
 Selisih kurs penjabaran                                                         22                           217                     119
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang tidak akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
 Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti - bersih                             30                            (2)                      0
 Penghasilan komprehensif lain - bersih                                                                       215                     119

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN                                                                   7.812                    7.939

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                      5.810                    6.053
 Kepentingan nonpengendali                                                       20                         1.787                    1.767
                                                                                                            7.597                    7.820
Jumlah laba komprehensif periode berjalan yang dapat
 diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                      6.025                    6.173
 Kepentingan nonpengendali                                                                                  1.787                    1.766
                                                                                                            7.812                    7.939
LABA PER SAHAM DASAR
 (dalam jumlah penuh)                                                            28
 Laba bersih per saham                                                                                     58,65                   61,10
 Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS)                                                         5.865,00                6.110,30




         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.




                                                                    2
Page 6
                                                                         PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                                                             PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                                   LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 (tidak diaudit)
                                                       (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                                          Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
                                                                                                                                         Saldo laba
                                                                                            Tambahan                                                     Belum
                                                                              Modal           modal            Komponen            Ditentukan          ditentukan            Jumlah       Kepentingan    Jumlah
                        Uraian                              Catatan           saham          disetor         ekuitas lainnya     penggunaannya       penggunaannya           bersih      nonpengendali   ekuitas
Saldo, 1 Januari 2025                                                            4.953           2.310                 9.898             15.337             109.596            142.094         20.396      162.490
Laba periode berjalan                                          20                    -               -                     -                  -                5.810             5.810           1.787       7.597
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                                        -               -                   217                  -                   (2)              215               -         215
Saldo, 31 Maret 2025                                                             4.953           2.310                10.115             15.337             115.404            148.119         22.183      170.302




                                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.




                                                                                                             3
Page 7
                                                                    PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                                                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                              LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                           untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 (tidak diaudit)
                                                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                                               Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
                                                                                                                                               Saldo laba
                                                                                                  Tambahan                                                   Belum
                                                                                    Modal           modal           Komponen           Ditentukan          ditentukan     Jumlah      Kepentingan     Jumlah
                          Uraian                                   Catatan          saham          disetor        ekuitas lainnya    penggunaannya       penggunaannya    bersih     nonpengendali    ekuitas
Saldo, 1 Januari 2024                                                                 4.953            2.711                9.639            15.337             103.104    135.744         20.818      156.562
Penyesuaian kepentingan nonpengendali                                                     -                -                    -                 -                   -          -              (9)          (9)
Modal saham kepentingan nonpengendali yang diperoleh kembali          1e                  -                -                    -                 -                   -          -             (78)         (78)
Laba periode berjalan                                                 20                  -                -                    -                 -               6.053      6.053           1.767       7.820
Penghasilan komprehensif lain - bersih                                                    -                -                  119                 -                   1        120              (1)        119
Saldo, 31 Maret 2024                                                                  4.953            2.711                9.758            15.337             109.158    141.917         22.497      164.414




                                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.



                                                                                                          4
Page 8
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
        untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                             Catatan               2025                     2024
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
 Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain                                                           35.751                    36.326
 Penerimaan dari pendapatan bunga                                                                             432                       323
 Penerimaan restitusi pajak                                                                                    58                       552
 Pembayaran kas untuk beban                                                                               (11.525)                  (12.040)
 Pembayaran kas kepada karyawan                                                                            (4.296)                   (3.952)
 Pembayaran pajak penghasilan badan dan final                                                              (2.748)                   (2.924)
 Pembayaran beban bunga                                                                                    (1.342)                   (1.281)
 Pembayaran sewa jangka pendek dan bernilai rendah                             12a                           (870)                     (843)
 Kenaikan (penurunan) pajak pertambahan nilai - bersih                                                        959                      (293)
 Penerimaan (pembayaran) kas lainnya - bersih                                                                 357                       (38)

Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi                                                     16.776                    15.830

ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
 Hasil dari klaim asuransi                                                     11                              10                        38
 Pembelian aset tetap                                                         11,39                        (5.101)                   (5.466)
 Pembelian aset takberwujud                                                   14,39                          (735)                     (793)
 Kenaikan uang muka dan aset lainnya                                                                         (336)                      (14)
 Hasil dari (penempatan pada) aset keuangan lancar lainnya - bersih                                          (304)                      181
 Penambahan investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                                  (55)                        -

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi                                                    (6.521)                   (6.054)

ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
 Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya                                    18,19                         8.927                     6.328
 Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya                                   18,19                       (16.538)                  (13.133)
 Pembayaran kewajiban sewa                                                     39                          (2.312)                   (2.556)
 Pembelian saham kembali pemegang saham
  entitas anak                                                                 1e                               -                       (78)

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan                                                    (9.923)                   (9.439)

KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                                           332                       337

DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN
 SETARA KAS                                                                                                  174                       178

PENYISIHAN KERUGIAN KREDIT EKSPEKTASIAN                                                                        (1)                       (1)

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE                                            3                         33.905                    29.007

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE                                           3                         34.410                    29.521




         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.




                                                                    5
Page 9
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM

     a. Pendirian dan informasi umum

       Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (“Perusahaan”) pada mulanya
       merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan dan beroperasi secara komersial
       pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 7 tanggal
       27 Maret 1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884.

       Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Perusahaan diubah
       menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Entitas induk terakhir Perusahaan adalah
       Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”).

       Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H., No. 128 tanggal
       24 September 1991. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik
       Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6870.HT.01.01.Th.1991 tanggal 19 November 1991 dan
       diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 17 Januari 1992, Tambahan
       No. 210. Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah, dengan perubahan terakhir
       dilakukan sehubungan dengan kebutuhan Perusahaan untuk melakukan penyesuaian kegiatan usaha
       dalam Anggaran Dasar dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2020.

       Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan di atas sebagaimana dituangkan dalam Akta Notaris
       Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 37 tanggal 22 Juni 2022, telah diterima dan disetujui oleh
       Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Keputusan
       Menkumham No. AHU-0044650.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 29 Juni 2022 tentang Persetujuan
       Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Persero)
       PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
       melakukan usaha di bidang penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, informatika, serta
       optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perusahaan untuk menghasilkan barang
       dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan
       guna meningkatkan nilai Perusahaan dengan menerapkan prinsip Perseroan Terbatas. Untuk
       mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha yang
       secara umum meliputi:

       i.    Usaha utama:
             (a) Merencanakan, membangun, menyediakan, mengembangkan, mengoperasikan,
                 memasarkan/menjual/menyewakan, dan memelihara jaringan telekomunikasi dan
                 informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan memperhatikan peraturan perundang-
                 undangan;
             (b) Merencanakan, mengembangkan, menyediakan, memasarkan/menjual, dan meningkatkan
                 layanan jasa telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan
                 memperhatikan peraturan perundang-undangan;
             (c) Melakukan investasi, termasuk penyertaan modal pada perusahaan lainnya sejalan dengan
                 dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.

       ii.   Usaha penunjang:
             (a) Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan
                 telekomunikasi dan informatika;
             (b) Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki
                 Perusahaan, antara lain pemanfaatan aset tetap dan aset bergerak, fasilitas sistem
                 informasi, fasilitas pendidikan dan pelatihan, serta fasilitas pemeliharaan dan perbaikan;
             (c) Bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka optimalisasi sumber daya informatika,
                 komunikasi atau teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri informatika, dan
                 komunikasi dan teknologi lainnya sejalan dengan dan untuk mencapai maksud dan tujuan
                 Perusahaan.




                                                     6
Page 10
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan)

       Perusahaan berkedudukan dan berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, dengan alamat di Jalan
       Japati No. 1, Bandung.

       Perusahaan memiliki beberapa izin penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa dari Pemerintah yang
       berlaku sampai jangka waktu yang tidak terbatas selama Perusahaan tunduk pada ketentuan
       perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan ketentuan sebagaimana tercantum dalam
       izin-izin tersebut. Untuk setiap izin yang diterbitkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika
       (“Menkominfo”), evaluasi dilakukan setiap tahun dan evaluasi menyeluruh dilakukan setiap lima tahun.
       Perusahaan wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa berdasarkan
       izin-izin tersebut di atas setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan
       Informatika (“DJPPI”), sebelumnya adalah Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”).

       Laporan tersebut meliputi beberapa informasi, seperti kemajuan pengembangan jaringan, pencapaian
       standar kualitas jasa, jumlah pelanggan, pembayaran biaya atas hak penyelenggaraan, dan kontribusi
       pelayanan universal. Sementara, untuk jasa internet teleponi untuk keperluan publik, jasa interkoneksi
       internet, dan jasa akses internet, terdapat tambahan informasi yang dipersyaratkan, seperti kinerja
       operasi, segmen pelanggan, lalu lintas, dan pendapatan bruto.

       Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut:

                                                                                         Tanggal penetapan/
                      Izin                   No. Izin            Jenis jasa                perpanjangan
       Izin penyelenggaraan jasa 127/KEP/DJPPI/          Jasa internet                        30 Maret 2016
         internet teleponi untuk       KOMINFO/3/2016     teleponi untuk
         keperluan publik                                 keperluan publik
       Izin penyelenggaraan jasa 2176/KEP/M.KOMINFO/ Jasa akses internet                   30 Desember 2016
         akses internet                12/2016
       Izin penyelenggaraan jasa 1040/KEP/M.KOMINFO/ Jasa penyediaan                             16 Mei 2017
         penyediaan konten             16/2017            konten
       Izin penyelenggaraan jasa 1004/KEP/M.KOMINFO/ Jasa interkoneksi                     26 Desember 2018
         interkoneksi internet         2018               internet
       Izin penyelenggaraan jasa 046/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan sistem                           3 Agustus 2020
         sistem komunikasi data        02/2020            komunikasi data
       Izin penerbit uang elektronik Izin Bank Indonesia Penerbit uang elektronik                  1 Juli 2021
         dan penyelenggara             23/587/DKSP/Srt/B  dan penyelenggara
         transfer dana                                    transfer dana
       Izin penyelenggaraan          073/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                       23 Agustus 2021
         jaringan tetap sambungan 02/2021                 sambungan
         langsung jarak jauh                              langsung jarak jauh
       Izin penyelenggaraan          082/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                        8 Oktober 2021
         jaringan tetap sambungan 02/2021                 sambungan
         internasional                                    internasional
       Izin penyelenggaraan          094/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap                      9 Desember 2021
         jaringan tetap tertutup       02/2021            tertutup
       Izin penyelenggaraan          095/KEP/M.KOMINFO/ Jaringan tetap lokal                9 Desember 2021
         jaringan tetap lokal          02/2021            berbasis circuit
         berbasis circuit switched                        switched dan packet
                                                          switched




                                                      7
Page 11
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan
        Karyawan

       i.    Dewan Komisaris dan Direksi

             Berdasarkan keputusan yang dibuat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”)
             yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 58 tanggal 28 Mei 2024,
             susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan
             31 Desember 2024 masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                             31 Maret 2025         31 Desember 2024
             Komisaris Utama/                         Bambang Permadi          Bambang Permadi
             HIDDEN_ROW
              Komisaris Independen                      Soemantri Brojonegoro*   Soemantri Brojonegoro
             Komisaris Independen                     Wawan Iriawan            Wawan Iriawan
             Komisaris Independen                     Bono Daru Adji           Bono Daru Adji
             Komisaris                                Arya Mahendra Sinulingga Arya Mahendra Sinulingga
             Komisaris                                Marcelino Rumambo Pandin Marcelino Rumambo Pandin
             Komisaris                                Ismail                   Ismail
             Komisaris                                Rizal Mallarangeng       Rizal Mallarangeng
             Komisaris                                Isa Rachmatarwata        Isa Rachmatarwata
             Komisaris                                Silmy Karim              Silmy Karim
             Direktur Utama                           Ririek Adriansyah        Ririek Adriansyah
             Direktur Enterprise and Business Service F.M. Venusiana R.        F.M. Venusiana R.
             Direktur Digital Business                Muhamad Fajrin Rasyid    Muhamad Fajrin Rasyid
             Direktur Human Capital Management        Afriwandi                Afriwandi
             Direktur Keuangan dan
              Manajemen Risiko                        Heri Supriadi            Heri Supriadi
             Direktur Network and IT Solution         Herlan Wijanarko         Herlan Wijanarko
             Direktur Strategic Portfolio             Budi Setyawan Wijaya     Budi Setyawan Wijaya
             Direktur Wholesale and
              International Services                  Bogi Witjaksono          Bogi Witjaksono
             Direktur Group Business Development      Honesti Basyir           Honesti Basyir
             *Berdasarkan Surat Pemberitahuan dari VP Investor Relation No. Tel.28/UM000/COP-K0F00000/2025, tanggal 11 April 2025 tentang
             pengunduran diri Komisaris Utama/Komisaris Independen Perusahaan, efektif pada tanggal 14 April 2025 Bapak Bambang Permadi
             Soemantri Brojonegoro tidak lagi menjabat sebagai Komisaris Utama/Komisaris Independen Perusahaan.


       ii.   Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit

             Susunan Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit Perusahaan pada tanggal
             31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2025         31 Desember 2024
             Ketua                                              Bono Daru Adji           Bono Daru Adji
             Anggota                                            Bambang Permadi          Bambang Permadi
                                                                 Soemantri Brojonegoro*   Soemantri Brojonegoro
             Anggota                                            Wawan Iriawan            Wawan Iriawan
             Anggota                                            Emmanuel Bambang Suyitno Emmanuel Bambang Suyitno
             Anggota                                            Edy Sihotang             Edy Sihotang
             Corporate Secretary                                Octavius Oky Prakarsa    Octavius Oky Prakarsa
             Internal Audit                                     Mohamad Ramzy            Mohamad Ramzy
             *Berdasarkan surat pengunduran diri Bapak Bambang Permadi Brojonegoro sebagai Komisaris Utama/Independen Perusahaan, efektif
             tanggal 14 April 2025, Bapak Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro berstatus tidak aktif atau berhalangan sebagai Anggota Komite
             Audit Perusahaan.




                                                                   8
Page 12
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan
        Karyawan (lanjutan)

       iii.   Karyawan

              Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan dan entitas anak (secara
              kolektif disebut “Grup”) masing-masing memiliki 19.712 karyawan dan 19.695 karyawan (tidak
              diaudit).

     c. Penawaran umum efek Perusahaan

       Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (Initial Public Offering
       atau “IPO”) adalah 8.400.000.000, yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A
       Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah
       menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham
       Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), dan
       penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas
       700.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”).
       Terdapat 35.000.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.

       Pada bulan Desember 1996, Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.000.000 saham
       Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997, Pemerintah membagikan 2.670.300 saham Seri B sebagai
       insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun
       terhitung sejak tanggal IPO. Pada bulan Mei 1999, Pemerintah kembali menjual 898.000.000 saham
       Seri B.

       Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, pada
       RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk
       meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor
       melalui pembagian saham bonus sejumlah 746.666.640 lembar saham. Pembagian saham bonus
       kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. Pada tanggal
       16 Agustus 2007, Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamendemen
       dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku
       efektif pada tanggal yang sama. Pemberlakuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tidak berdampak
       terhadap penawaran umum efek Perusahaan. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-
       Undang tersebut.

       Pada bulan Desember 2001, Pemerintah menjual 1.200.000.000 saham atau 11,9% dari jumlah
       saham Seri B yang beredar. Pada bulan Juli 2002, Pemerintah kembali menjual 312.000.000 saham
       atau 3,1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.

       Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris A. Partomuan Pohan,
       S.H., LLM., No. 26 tanggal 30 Juli 2004, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan
       saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. Untuk 1 saham Seri A
       Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai
       nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250. Jumlah modal saham dasar
       Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39.999.999.999
       saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B, dan jumlah
       modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan
       10.079.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B.
       Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 40 saham Seri B.

       Pada Rapat Umum Luar Biasa (“RUPSLB”) yang diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 2005
       dan RUPST pada tanggal 29 Juni 2007, 20 Juni 2008, dan 19 Mei 2011, para pemegang saham
       Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I, II, III, dan IV program Perusahaan untuk
       membeli kembali saham Seri B yang telah diterbitkan.



                                                    9
Page 13
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     c. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan)

       Selama periode 21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007, Perusahaan telah melakukan
       pembelian kembali 211.290.500 saham dari publik (program pembelian kembali saham tahap I). Pada
       tanggal 30 Juli 2013, Perusahaan telah menjual seluruh saham tersebut.

       Pada RUPST tanggal 19 April 2013, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
       M.Kn., No. 38 tanggal 19 April 2013, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
       Perusahaan atas saham treasuri yang diakuisisi dalam tahap III. Berdasarkan keputusan RUPST
       Perusahaan tanggal 19 April 2013 yang dinyatakan dalam Akta Notaris No. 38 tanggal 19 April 2013
       oleh Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham
       Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 5. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna
       dengan nilai nominal Rp250 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp50
       dan 4 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah
       pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B menjadi 1
       saham Seri A Dwiwarna dan 399.999.999.999 saham Seri B. Jumlah modal saham ditempatkan
       Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B menjadi 1
       saham Seri A Dwiwarna dan 100.799.996.399 saham Seri B. Setelah pemecahan saham, setiap ADS
       mewakili 200 saham Seri B. Efektif tanggal 26 Oktober 2016, Perusahaan melakukan perubahan rasio
       Depositary Receipt dari 1 ADS mewakili 200 saham Seri B menjadi 1 ADS mewakili 100 saham
       Seri B. Informasi laba bersih per ADS pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya
       konsolidasian telah disesuaikan dengan perubahan rasio ini.

       Pada tanggal 16 Mei dan 5 Juni 2014, Perusahaan telah melakukan pembatalan pencatatan pada
       Bursa Efek Tokyo (“TSE”) dan delisting pada LSE.

       Pada tanggal 21 Desember 2015, Perusahaan menjual sisa saham treasuri tahap III.

       Pada tanggal 29 Juni 2016, Perusahaan menjual saham treasuri tahap IV.

       Pada RUPST tanggal 27 April 2018, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
       M.Kn., No. 35 tanggal 15 Mei 2018, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
       pengalihan saham hasil pembelian kembali melalui penarikan kembali sejumlah 1.737.779.800
       saham yang merupakan seluruh saham yang telah dibeli kembali oleh Perusahaan, dengan cara
       pengurangan modal ditempatkan dan disetor dari semula sebesar Rp5.040 miliar menjadi sebesar
       Rp4.953 miliar. Dengan demikian, guna memenuhi ketentuan Pasal 33 Undang-Undang
       No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pada RUPST telah disetujui pengurangan modal
       dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp20.000 miliar menjadi sebesar Rp19.500 miliar, sehingga
       jumlah modal saham dasar Perusahaan menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 389.999.999.999
       saham Seri B.

       Pada tanggal 31 Maret 2025, seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan
       43.008.744,80 ADS atau setara dengan 4.300.874.480 lembar saham Seri B telah dicatatkan pada
       NYSE (Catatan 21).

       Pada tanggal 16 Juni 2015, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun
       2015 masing-masing sebesar Rp2.200 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 7 (tujuh) tahun,
       Rp2.100 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C
       yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun, dan Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu
       30 (tiga puluh) tahun dan masing-masing telah dicatatkan di BEI (Catatan 19a).




                                                  10
Page 14
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak

        Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan telah mengkonsolidasikan laporan
        keuangan semua entitas anak yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut
        (Catatan 2b dan 2d):

       i.   Entitas anak dengan kepemilikan langsung:

                                                                    Tahun                                     Jumlah aset sebelum
                                                                  dimulainya     Persentase kepemilikan*           eliminasi
                                                                    operasi     31 Maret    31 Desember     31 Maret    31 Desember
                Entitas anak                 Jenis usaha          komersial       2025          2024          2025           2024
            PT Telekomunikasi      Jasa jaringan, layanan            1995             70               70     115.608         117.403
             Selular                 telekomunikasi seluler,
             (“Telkomsel”)           fixed broadband, dan
                                     internet protocol
                                     television ("IPTV")

            PT Dayamitra         Penyewaan menara                      1995           72              72       58.745         58.140
             Telekomunikasi Tbk.  telekomunikasi dan jasa
             (“Mitratel”)         penunjang digital untuk
                                  mobile infrastructure

            PT Multimedia          Jasa jaringan telekomunikasi        1998          100             100       18.420         17.995
             Nusantara               dan multimedia
             (“Metra”)

            PT Telekomunikasi      Jasa telekomunikasi dan             1995          100             100       17.528         17.173
             Indonesia               informasi internasional
             International
             (“Telin”)

            PT Telkom Satelit      Telekomunikasi -                    1996          100             100        8.880           8.858
             Indonesia              menyediakan sistem
             (“Telkomsat”)          komunikasi satelit, jasa
                                    dan sarana terkait

            PT Telkom Data         Data center                         1996          100             100        8.613           8.461
             Ekosistem
             (“TDE”)

            PT Sigma Cipta         Jasa konsultasi piranti             1988          100             100        5.840           6.207
             Caraka                  keras dan piranti lunak
             (“Sigma”)               komputer

            PT Graha Sarana        Pembangunan, perdagangan,           1982          100             100        5.429           5.485
             Duta                   jasa, dan pengangkutan
             ("GSD")                darat

            PT Telkom Akses        Pembangunan, jasa dan               2013          100             100        4.032           4.480
             (“Telkom Akses”)       perdagangan bidang
                                    telekomunikasi

            PT Telkom              Jasa jaringan                       2024          100             100        3.331           3.048
             Infrastruktur           telekomunikasi
             Indonesia               dan informasi
             (“TIF”)

            PT Metra-Net           Jasa portal multimedia              2009          100             100        2.057           2.096
             (“Metra-Net”)

            PT Infrastruktur       Pembangunan, jasa dan               2014          100             100        1.146           1.359
             Telekomunikasi         perdagangan bidang
             Indonesia              telekomunikasi
             (“Telkom Infra”)

            PT PINS Indonesia      Perdagangan perangkat               1995          100             100          738            733
             (“PINS”)               telekomunikasi

            PT Napsindo Primatel   Telekomunikasi -                 1999;             60              60            5              5
             Internasional          menyediakan Network,           berhenti
             (“Napsindo”)           Access Point ("NAP"),         beroperasi
                                    Voice Over Data ("VOD"),        pada
                                    dan jasa terkait lainnya       tanggal
                                                                  13 Januari
                                                                    2006

            *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
            Semua entitas anak dengan kepemilikan langsung berdomisili di Indonesia.
                                                                  11
Page 15
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung:

                                                                           Tahun                                          Jumlah aset sebelum
                                                                         dimulainya      Persentase kepemilikan*                eliminasi
                                                                           operasi       31 Maret   31 Desember         31 Maret     31 Desember
                     Entitas anak                   Jenis usaha          komersial         2025         2024              2025           2024
              PT Metra Digital               Jasa perdagangan,              2013              100            100            9.120           9.110
               Investama Ventura               informasi dan
               (“MDI”)                         teknologi multimedia,
                                               hiburan, dan
                                               jasa investasi

              Telekomunikasi                 Telekomunikasi dan              2008              100              100          6.585         6.090
               Indonesia                      jasa terkait
               International Pte. Ltd.
               ("Telin Singapore"),
               berdomisili di Singapura

              Telekomunikasi                 Pengelolaan investasi           2010              100              100          3.662         3.624
               Indonesia                      dan layanan
               International Ltd.             telekomunikasi
               ("Telin Hong Kong"),
               berdomisili di Hong Kong

              NeutraDC                       Data center                     2024              100              100          2.255         2.081
               Singapore Pte. Ltd.
               (“NeutraDC Singapore”)
               berdomisili di Singapura

              PT Infomedia                   Jasa layanan informasi,         1984              100              100          2.240         2.198
               Nusantara                       contact center dan
               (“Infomedia”)                   content directory

              PT Telkom Landmark             Jasa pengembangan               2012               55                55         2.106         2.120
               Tower                           dan manajemen
               (“TLT”)                         properti

              PT Finnet Indonesia            Jasa teknologi                  2006               60                60         1.761         1.383
               (“Finnet”)                      informatika

              PT Persada Sokka               Penyewaan menara                2008              100              100          1.649         1.621
               Tama                           telekomunikasi dan
               ("PST")                        jasa telekomunikasi
                                              lainnya

              PT Nuon Digital Indonesia      Jasa penjualan                  2010              100              100          1.484         1.393
               (“Nuon”)                        konten digital

              PT Teknologi Data              Jasa telekomunikasi             2013               60                60         1.426         1.444
               Infrastruktur                   dan data center
               (“TDI”)

              Telekomunikasi                 Jaringan telekomunikasi,        2012              100              100          1.102         1.035
               Indonesia                       mobile, internet,
               International                   dan data
               (TL) S.A.
               ("Telkomcel"),
               berdomisili di Timor Leste

              PT Telkomsel Mitra             Jasa konsultan                  2019              100              100          1.038         1.040
               Inovasi                         manajemen bisnis
               (“TMI”)                         dan investasi

              PT Metra Digital Media         Jasa informasi                  2013              100              100              839         876
               (“MD Media”)                    telekomunikasi dan
                                               informasi lainnya

              PT Administrasi                Jasa administrasi               2002              100              100              790         702
               Medika                          asuransi kesehatan
               (“Ad Medika”)

              *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                        12
Page 16
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):

                                                                        Tahun                                            Jumlah aset sebelum
                                                                      dimulainya      Persentase kepemilikan*                  eliminasi
                                                                        operasi       31 Maret    31 Desember          31 Maret      31 Desember
                   Entitas anak                 Jenis usaha           komersial         2025          2024               2025            2024
              PT Telkomsel Ekosistem      Jasa konsultasi                2021                100           100                439             451
               Digital                      manajemen bisnis
               ("TED")                      dan investasi, dan/atau
                                            penyertaan modal pada
                                            perusahaan lain

              PT Digital Aplikasi Solusi Jasa sistem                    2014                 100              100                431         441
               ("Digiserve")               komunikasi

              PT Ultra Mandiri            Jasa sarana-prasarana         2019                 100              100                389         366
               Telekomunikasi               jaringan telekomunikasi
               ("UMT")**

              PT Swadharma                Jasa pengisian kas            2001                  51                51               387         387
               Sarana Informatika           dan pemeliharaan
               (“SSI”)                      Anjungan Tunai
                                            Mandiri ("ATM")

              TS Global                   Jasa satelit                  1996                  70                70               331         357
               Network Sdn. Bhd.
               (“TSGN”),
               berdomisili di Malaysia

              PT Nusantara Sukses         Jasa dan                      2014                 100              100                288         288
               Investasi                    perdagangan
               (“NSI”)

              PT Graha Yasa Selaras       Jasa pariwisata dan           2012                  51                51               282         277
               (”GYS”)                      perhotelan

              Telekomunikasi            Jasa telekomunikasi             2014                 100              100                261         267
               Indonesia                  dan informasi
               International (USA) Inc.
               (“Telin USA”),
               berdomisili di
               Amerika Serikat

              PT Collega Inti Pratama     Perdagangan dan               2001                  70                70               217         196
               ("CIP")                     jasa

              PT Nutech Integrasi         Jasa penyedia                 2001                  60                60               205         225
               (“Nutech”)                   sistem integrator

              PT Graha Telkomsigma        Jasa pengelolaan              1999                 100              100                167         167
               ("GTS")                      dan konsultasi

              Telekomunikasi              Jasa telekomunikasi           2013                  70                70               149         144
               Indonesia International      dan informasi
               (Malaysia) Sdn. Bhd.
               (”Telin Malaysia”),
               berdomisili di Malaysia

              PT Media Nusantara          Jasa konsultasi piranti       2012                  55                55               139         134
               Data Global                  keras, piranti lunak
               ("MNDG")                     komputer, data center,
                                            dan internet exchange

              Telekomunikasi              Jasa telekomunikasi           2013                 100              100                 53          52
               Indonesia                    dan informasi
               International
               (Australia) Pty. Ltd.
               (“Telin Australia”),
               berdomisili di Australia

              * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              ** UMT diakuisi oleh Mitratel pada Desember 2024 (Note 1e).
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                        13
Page 17
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):

                                                                    Tahun                                                 Jumlah aset sebelum
                                                                  dimulainya         Persentase kepemilikan*                   eliminasi
                                                                    operasi          31 Maret     31 Desember           31 Maret      31 Desember
                  Entitas anak               Jenis usaha          komersial            2025           2024                2025            2024
              PT Metra TV               Jasa penyiaran               2013                   100            100                   49            57
               ("Metra TV")               berlangganan

              PT Pojok Celebes          Usaha pariwisata             2008                    100              100                30           69
               Mandiri
               ("PCM")

              PT Metraplasa             Jasa jaringan dan           2012;                     60               60                29           29
               (“Metraplasa”)             e-commerce               berhenti
                                                                  beroperasi
                                                                  pada bulan
                                                                 Oktober 2020

              * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.


     e. Informasi penting lainnya

        i.    Mitratel

              Pembelian kembali saham

              Pada tanggal 6 Maret 2023, Mitratel mengumumkan untuk melakukan pembelian kembali saham
              yang dimiliki publik, dengan jumlah maksimum 7,88% saham dari saham Mitratel yang
              ditempatkan dan disetor penuh. Periode pembelian kembali saham adalah 18 (delapan belas)
              bulan dimulai dari tanggal 14 April 2023 sampai tanggal 13 Oktober 2024. Pada 31 Desember
              2024, Mitratel telah melakukan pembelian kembali saham sebanyak 1.095.945.900 lembar
              saham atau setara dengan Rp704 miliar.

              Akuisisi entitas sepengendali

              Berdasarkan Akta Notaris Shinta Dewi S.H., Nomor 2 dan Nomor 3 pada tanggal
              2 Desember 2024, Mitratel melakukan penandatanganan Akta Jual Beli Saham (Share Purchase
              Agreement) dengan PT Pembangunan Perumahan Infrastruktur (“PPIN”) dan Yayasan
              Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan (“YKPP”) untuk akuisisi 100% saham
              UMT. Transaksi ini merupakan transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, dimana
              pemegang saham pengendali terakhir (ultimate shareholder) dari Mitratel dan UMT adalah
              Pemerintah. Atas transaksi ini Mitratel menjadi pengendali atas UMT.

              Selisih antara nilai imbalan yang dialihkan dan nilai tercatat investasi yang diperoleh dari transaksi
              ini telah diakui sebagai Tambahan Modal Disetor dalam Laporan Perubahan Ekuitas
              Konsolidasian, dengan rincian sebagai berikut:

              Imbalan yang dibayarkan                                                                                                      650
              Nilai buku ekuitas UMT pada saat akuisisi                                                                                    (91)
              Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali                                                                 559




                                                                       14
Page 18
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     e. Informasi penting lainnya (lanjutan)

        ii.    NeutraDC Singapore

               Berdasarkan Accounting and Corporate Regulatory Authority Singapore (“ACRA”), pada tanggal
               28 Februari 2024, TDE melakukan setoran modal pada NeutraDC Singapore dengan jumlah
               saham sebanyak 219.411.975 lembar saham dengan nilai par sebesar US$219 juta atau senilai
               Rp3.448 miliar.

        iii.   TIF

               Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 7 tanggal 3 Juli 2024, menyetujui penerbitan
               19.240.001 lembar saham baru dengan harga nominal per lembar saham sebesar Rp100.000.
               Atas penerbitan saham tersebut, diambil bagiannya oleh Perusahaan sebanyak 19.240.000
               lembar saham atau sebesar Rp1.924 miliar dan Metra sebanyak 1 lembar saham atau sebesar
               Rp100.000.

        iv.    TDI

               Berdasarkan Akta Notaris Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 313 tanggal 14 Oktober 2024,
               seluruh pemegang saham TDI menyetujui penerbitan 8.050.000 lembar saham baru. Atas
               penerbitan saham tersebut, diambil bagiannya oleh TDE sebanyak 4.830.000 lembar saham atau
               sebesar Rp483 miliar; Nxera ID Pte. Ltd. (sebelumnya ST Dynamo ID Pte. Ltd.) sebanyak
               2.817.500 lembar saham atau sebesar Rp282 miliar; dan PT Medco Power Indonesia sebesar
               402.500 lembar saham atau sebesar Rp40 miliar. Penambahan modal ini tidak menyebabkan
               perubahan kepemilikan TDE.

        v.     Perusahaan

               Pengalihan kepemilikan saham seri B milik Pemerintah

               Berdasarkan Akta Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn., Nomor 121 tanggal 22 Maret 2025,
               Pemerintah mengalihkan kepemilikan 51.602.353.559 Saham Seri B, atau 52,09% dari seluruh
               saham Perusahaan, kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia (“BKI”) melalui proses penyertaan
               saham inbreng.

               Pengalihan saham ini merupakan pelaksanaan peraturan perundang-undangan, yaitu:
               (a) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2025 tentang Penambahan Penyertaan Modal
                   Negara RI ke dalam Modal Saham BKI untuk Pendirian Holding Operasional;
               (b) Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2025 tentang Penambahan Penyertaan Modal
                   Negara RI ke dalam Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (“Danantara”).
               BKI, sebagai penerima pengalihan, merupakan Perusahaan Induk Operasional (Holding
               Operasional) yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah melalui Menteri BUMN dan
               Danantara. Pemerintah tetap berkedudukan sebagai Pemegang Saham Pengendali
               Perusahaan (Ultimate Beneficial Owner) melalui kepemilikan langsung 1 lembar saham Seri A
               Dwiwarna dengan hak istimewa dan kepemilikan tidak langsung saham Seri B milik BKI melalui
               Danantara. Informasi perubahan susunan kepemilikan saham Perusahaan tersebut dijelaskan
               pada Catatan 21.

     f. Penyelesaian dan kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian

        Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
        konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah disetujui dan
        diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 30 April 2025.




                                                      15
Page 19
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

   Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
   Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan
   Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
   Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia ("DSAK IAI") dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
   Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan
   Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP-347/BL/2012.

   a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian

      Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan
      dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali
      untuk akun tertentu yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan
      yang relevan.

      Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan
      perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan.

      Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang
      Rupiah (“Rp”) yang juga merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali atas
      entitas anak tertentu yang memiliki mata uang fungsional Dolar Amerika Serikat, Dolar Australia,
      Dolar Singapura, dan Ringgit Malaysia.

      Untuk angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini yang masih mengandung nilai tetapi di
      bawah Rp1 miliar dan US$1 juta disajikan dengan angka nol.

      Standar akuntansi baru

      Pada tanggal 1 Januari 2025, Grup menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan dan
      interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut.
      Penyesuaian kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
      ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. Penerapan standar dan interpretasi
      yang baru dan direvisi tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup dan
      tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun berjalan atau tahun
      sebelumnya:

      Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing

      Amendemen ini menjelaskan kriteria ketertukaran antara dua mata uang dan mensyaratkan
      pengungkapan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan memahami dampak mata
      uang yang tidak dapat dipertukarkan. Amendemen ini diperkirakan tidak memberikan dampak material
      terhadap laporan keuangan konsolidasi.

      Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif

      Berlaku efektif 1 Januari 2026:

      Amendemen PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan

      Amendemen ini menjelaskan terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan dengan kas
      menggunakan sistem pembayaran elektronik, klasifikasi aset keuangan, pengungkapan terkait
      investasi pada instrumen ekuitas ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
      komprehensif lain, dan pengungkapan terkait persyaratan kontraktual yang mengubah waktu atau
      jumlah arus kas kontraktual. Amendemen ini diperkirakan tidak memberikan dampak material
      terhadap laporan keuangan konsolidasi.




                                                  16
Page 20
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     b. Prinsip konsolidasi

       Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak yang mana
       Perusahaan memiliki kendali. Pengendalian timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal
       hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
       imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara spesifik, Grup mengendalikan
       investee jika dan hanya jika Grup memiliki kekuasaan atas investee, eksposur, atau hak atas imbal
       hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan kemampuan untuk menggunakan
       kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil.

       Umumnya, ada dugaan bahwa mayoritas hak suara menghasilkan kontrol. Untuk mendukung
       anggapan ini bila Grup memiliki mayoritas atau kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari
       investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
       Grup memiliki kuasa atas investee, termasuk:
       i. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee;
       ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain; dan
       iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.

       Grup menilai kembali apakah Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
       adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas anak dikonsolidasi
       sejak tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi
       sejak tanggal Grup kehilangan pengendalian. Aset, liabilitas, pendapatan, dan beban entitas anak
       yang diperoleh atau dilepaskan selama periode berjalan dimasukkan ke dalam laporan posisi
       keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak
       tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian hingga tanggal sejak Grup kehilangan pengendalian.

       Laba atau rugi dan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik
       Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, meskipun hal ini akan mengakibatkan timbulnya
       saldo defisit pada kepentingan nonpengendali.

       Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban, dan arus kas atas transaksi antar-Grup
       dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.

       Saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
       i. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada nilai
            tercatatnya ketika pengendalian hilang;
       ii. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
            terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian;
       iii. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan
            yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
       iv. mengakui setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
            hilangnya pengendalian; dan
       v. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba
            rugi konsolidasian yang dapat diatribusikan pada Grup.

     c. Transaksi dengan pihak berelasi

       Grup mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang digunakan sesuai
       dengan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
       Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan
       No.KEP-347/BL/2012. Pihak-pihak yang dipertimbangkan sebagai pihak berelasi adalah orang atau
       entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya.

       Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tersebut, entitas berelasi dengan pemerintah
       merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh
       pemerintah. Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang
       merupakan pemegang saham dari entitas.

                                                    17
Page 21
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     c. Transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)

       Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab
       untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan aktivitas entitas, secara langsung atau tidak
       langsung, termasuk direktur (baik eksekutif maupun bukan eksekutif) dari Grup. Status pihak berelasi
       diperluas sampai dengan manajemen kunci dari entitas anak sampai dengan tingkatan mereka
       mengarahkan operasi entitas anak dengan tingkat keterlibatan minimal dari manajemen Perusahaan.

     d. Kombinasi bisnis dan goodwill

       Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan diukur sebesar nilai
       wajarnya, yang merupakan agregat dari nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih, dan
       instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi.
       Untuk setiap kombinasi bisnis, kepentingan nonpengendali diukur pada nilai wajar atau pada proporsi
       kepemilikan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Pilihan dasar
       pengukuran dibuat berdasarkan basis tiap transaksi. Biaya terkait akuisisi dicatat sebagai beban pada
       saat timbulnya. Aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi diakui pada nilai wajar
       pada tanggal akuisisi.

       Goodwill awalnya diukur pada harga perolehan, yang merupakan selisih lebih dari nilai agregat
       imbalan yang dialihkan dan nilai yang diakui oleh kepentingan nonpengendali dan nilai kepentingan
       ekuitas yang dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
       yang diambil alih. Jika nilai wajar dari jumlah neto aset yang diakuisisi melebihi nilai agregat imbalan
       yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah semua aset yang diakuisisi dan liabilitas yang diambil
       alih sudah diidentifikasi dengan benar dan memeriksa prosedur yang digunakan untuk mengukur nilai
       yang harus diakui pada tanggal akuisisi. Jika hasil penilaian kembali tersebut masih menghasilkan
       selisih lebih atas nilai wajar dari aset neto diakuisisi atas nilai agregat imbalan yang dialihkan, maka
       keuntungan diakui pada laba atau rugi.

       Saat penentuan imbalan dari kombinasi bisnis termasuk imbalan kontinjensi, imbalan kontinjensi ini
       diukur pada nilai wajar saat tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi diklasifikasikan sebagai ekuitas atau
       liabilitas keuangan. Jumlah yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan selanjutnya diukur
       kembali pada nilai wajar di mana perubahan pada nilai wajar tersebut diakui dalam laba rugi atau
       ketika penyesuaian dicatat di luar periode pengukuran. Perubahan pada nilai wajar imbalan kontinjensi
       yang memenuhi persyaratan sebagai penyesuaian periode pengukuran, disesuaikan secara
       retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah
       penyesuaian yang timbul dari informasi tambahan yang didapat selama periode pengukuran, yang
       tidak boleh melebihi satu tahun dari tanggal akusisi, tentang fakta dan kondisi yang ada pada saat
       tanggal akuisisi.

       Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
       kombinasi bisnis terjadi, maka Grup akan melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses
       akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangan konsolidasian. Selama periode pengukuran,
       Grup menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui pada tanggal akuisisi untuk
       mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
       akuisisi dan, jika diketahui, telah berdampak pada pengukuran jumlah yang diakui pada tanggal
       tersebut. Periode pengukuran berakhir segera setelah Perusahaan menerima informasi yang dicari
       tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi
       tambahan tidak dapat diperoleh. Namun demikian, periode pengukuran tidak boleh melebihi satu
       tahun dari tanggal akuisisi.

       Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali
       kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak diakuisisi pada nilai wajar saat tanggal
       akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan, jika ada, dalam laba rugi.




                                                      18
Page 22
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.    IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

      d. Kombinasi bisnis dan goodwill (lanjutan)

          Berdasarkan PSAK 338: Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali, pengalihan aset, liabilitas, saham,
          dan instrumen kepemilikan lain antara entitas sepengendali tidak akan menghasilkan suatu laba atau
          rugi bagi Perusahaan atau entitas individual yang berada dalam Grup yang sama. Oleh karena
          transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali tidak mengubah substansi ekonomi atas
          kepemilikan aset, liabilitas, saham, atau instrumen kepemilikan lain yang dipertukarkan, aset atau
          liabilitas yang dialihkan harus dicatat berdasarkan nilai buku yang menggunakan metode penyatuan
          kepentingan (pooling-of-interests).

          Dalam pelaksanaan metode penyatuan kepentingan, komponen-komponen laporan keuangan selama
          restrukturisasi terjadi disajikan seolah-olah restrukturisasi tersebut telah terjadi sejak awal periode
          penyajian paling awal. Selisih imbalan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait
          dengan nilai tercatat dari kepentingan yang diperoleh, setelah memperhitungkan dampak pajak
          penghasilan, diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Tambahan Modal Disetor” pada
          bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian.

          Pada saat penerapan awal PSAK 338, seluruh saldo Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
          Sepengendali direklasifikasikan ke akun “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan
          konsolidasian.

     e. Kas dan setara kas

          Kas dan setara kas di laporan posisi keuangan terdiri dari kas di tangan, kas dan bank, dan deposito
          jangka pendek yang sangat likuid dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi
          menjadi uang tunai dalam jumlah yang diketahui dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak
          signifikan.

          Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri kas dan deposito jangka
          pendek, sesuai definisi di atas, setelah dikurangi dengan saldo cerukan bank karena dianggap sebagai
          bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup.

          Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai
          “Aset keuangan lancar lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

     f.   Persediaan

          Persediaan terdiri dari komponen mewakili terminal telepon, kabel, dan suku cadang lainnya.
          Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module (“SIM”), pesawat telepon, modem
          wireless broadband, dan voucer prabayar yang dibebankan pada saat dijual.

          Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.
          Nilai realisasi bersih ditentukan dengan mengestimasi harga jual, dikurangi estimasi biaya penjualan
          atau menentukan biaya penggantian yang berlaku.

          Biaya persediaan meliputi harga beli, bea impor, pajak lainnya, biaya pengangkutan, biaya
          penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehannya.

          Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.

          Jumlah penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan
          seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian
          tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai
          realisasi bersih, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban umum dan administrasi pada
          periode terjadinya pemulihan tersebut.

          Provisi persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada
          masa depan.
                                                        19
Page 23
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     g. Beban dibayar di muka

        Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis
        lurus. Beban dibayar di muka disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai aset lancar
        lainnya dan aset tidak lancar lainnya.

     h. Aset takberwujud

        Aset takberwujud diakui jika kemungkinan besar Grup akan memperoleh manfaat ekonomis masa
        depan dari aset takberwujud tersebut dan biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.

        Aset takberwujud dicatat berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi
        penurunan nilai (apabila ada). Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya.
        Periode amortisasi dan metode amortisasi aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah
        setidaknya setiap akhir periode pelaporan. Grup mengestimasi nilai terpulihkan dari aset takberwujud.
        Apabila nilai tercatat aset takberwujud melebihi estimasi jumlah terpulihkan, maka nilai tercatat aset
        tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan.

        Aset takberwujud, kecuali goodwill, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus
        berdasarkan estimasi masa manfaat aset takberwujud sebagai berikut:
                                                                                      Tahun
        Piranti lunak                                                                   3-6
        Lisensi                                                                         3-20
        Aset takberwujud lainnya                                                        3-30

        Aset takberwujud dihentikan pengakuannya ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat
        lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut.
        Selisih dalam laporan antara nilai tercatat aset dengan hasil neto yang diterima dari pelepasannya
        diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

     i. Aset tetap

        Aset tetap dinyatakan pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
        nilai (jika ada).

        Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan; (b) setiap biaya yang dapat diatribusikan
        secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan; dan (c) estimasi awal
        biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Setiap bagian aset
        tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset tetap
        disusutkan secara terpisah.

        Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
        masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
                                                                                               Tahun
        Bangunan                                                                                15-50
        Renovasi bangunan sewa                                                                   2-10
        Peralatan sentral telepon                                                                3-15
        Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data                                          5-15
        Peralatan dan instalasi transmisi                                                        3-40
        Satelit, stasiun bumi, dan peralatan                                                     3-20
        Jaringan kabel                                                                           5-25
        Catu daya                                                                                3-20
        Peralatan pengolahan data                                                                3-20
        Kendaraan                                                                                4-8
        Peralatan telekomunikasi lainnya                                                          5
        Peralatan kantor                                                                         2-5
        Peralatan lainnya                                                                        2-5

        Biaya signifikan sehubungan dengan renovasi bangunan sewa dikapitalisasi dan disusutkan selama
        masa sewa.
                                                      20
Page 24
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i. Aset tetap (lanjutan)

        Metode penyusutan, umur manfaat, dan nilai residu dari suatu aset direviu paling tidak setiap akhir
        tahun buku dan disesuaikan jika diperlukan. Nilai residu dari aset adalah estimasi jumlah yang dapat
        diperoleh Grup dari pelepasan aset, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan, ketika aset telah
        mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.

        Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran dengan aset non-moneter atau kombinasi aset moneter
        dan non-moneter diukur pada nilai wajar kecuali, (i) transaksi pertukaran tidak memiliki substansi
        komersial; atau (ii) nilai wajar aset yang diterima, dan aset yang diserahkan tidak dapat diukur secara
        andal.
        Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari
        12 bulan dicatat sebagai bagian dari aset tetap.

        Ketika aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi
        penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan laba atau rugi yang timbul
        dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif lain konsolidasian.

        Piranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan piranti lunak komputer
        tertentu. Dalam kondisi tersebut, piranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari piranti keras
        komputer. Jika piranti lunak komputer berdiri sendiri dari piranti keras komputernya, piranti lunak
        komputer tersebut dicatat sebagai bagian dari aset takberwujud.

        Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
        lain konsolidasian pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan yang signifikan, dikapitalisasi
        ke akun aset tetap yang terkait.

        Aset dalam pembangunan diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai
        (jika ada), hingga pembangunan selesai, yang kemudian direklasifikasi ke akun aset tetap yang terkait.
        Selama masa pembangunan hingga aset tetap siap untuk digunakan/dijual, biaya pinjaman, yang
        termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul atas pinjaman yang diperoleh untuk
        membiayai pembangunan aset, dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi
        pengeluaran selama periode tersebut sepanjang aset tetap tersebut memenuhi definisi aset
        kualifikasian. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai, dan aset tetap siap
        untuk digunakan atau dijual.

     j. Sewa

        Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika
        kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu
        tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing-
        masing kontrak, kecuali dalam kasus di mana Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi
        perpanjangan kontrak.

        Grup memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman dalam PSAK 116, antara lain:
        •   penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
        •   akuntansi untuk sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan sebagai sewa jangka
            pendek;
        •   pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna sebagai sewa jangka
            pendek;
        •   penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa di mana kontrak berisi opsi
            untuk perpanjangan atau pemutusan masa sewa;
        •   tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Grup
            menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan
        •   untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa di mana aset dasar adalah
            aset bernilai rendah (yaitu aset dasar dengan nilai maksimum US$5.000 atau Rp50 juta dalam
            kondisi baru).


                                                      21
Page 25
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j. Sewa (lanjutan)

       Grup menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 116 untuk semua
       kontrak sewa.

       i.   Grup sebagai lessee

            Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali
            untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk
            melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
            yang mendasarinya.

            Grup mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya
            perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap
            pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang
            diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa yang
            dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.

            Aset hak guna diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek antara
            masa sewa dan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut:

                                                                                                    Tahun
            Tanah                                                                                    1-33
            Bangunan                                                                                 1-30
            Peralatan dan instalasi transmisi                                                        1-25
            Kendaraan                                                                                 1-6
            Lain-lain                                                                                 1-6

            Jika kepemilikan aset hak guna dialihkan ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya
            mencerminkan pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa
            manfaat ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai sesuai dengan PSAK 236:
            Penurunan Nilai Aset.

            Liabilitas sewa

            Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
            pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk
            pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif
            sewa, pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang
            diharapkan akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk
            harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup pasti akan dilakukan oleh Grup dan pembayaran
            penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Grup yang melaksanakan
            opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau kurs
            diakui sebagai beban pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran
            terjadi.

            Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga
            pinjaman inkremental karena tingkat suku bunga implisit sewa tidak dapat ditentukan dengan
            mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan
            pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, jumlah
            tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
            perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset yang
            mendasarinya.




                                                    22
Page 26
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j. Sewa (lanjutan)

       i.    Grup sebagai lessee (lanjutan)

             Liabilitas sewa (lanjutan)

             Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah,
             serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-
             prinsip pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 116 akan diperlakukan sama dengan sewa
             operasi. Grup akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa
             sewa dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

       ii.   Grup sebagai lessor

             Berdasarkan PSAK 116, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau
             sewa operasi dan memperhitungkan kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa di mana
             Grup mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
             suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan
             sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal insepsi dan dinilai kembali hanya jika
             ada modifikasi sewa.

             Pada tanggal dimulainya, Grup mengakui aset yang dimiliki dalam sewa pembiayaan dengan
             jumlah yang sama dengan investasi bersih dalam sewa dan menyajikannya sebagai piutang
             sewa pembiayaan. Investasi bersih dalam sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk
             pembayaran tetap dalam substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel
             yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jaminan nilai residu yang diberikan kepada lessor
             oleh lessee. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup
             pasti akan dilakukan oleh lessee dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka
             waktu sewa mencerminkan Grup yang menggunakan opsi untuk mengakhiri.

             Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 109, penyisihan kerugian kredit ekspektasian telah diakui
             sebagai piutang sewa dan disajikan sebagai "Piutang lain-lain" (Catatan 8).

             Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa
             dan dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
             konsolidasian karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk
             menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset tetap dan
             diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi
             diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.

             Jika suatu perjanjian mengandung komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan
             pendapatan PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, untuk mengalokasikan
             pertimbangan dalam kontrak. Pendapatan yang timbul dari sewa operasi dicatat sebagai
             Pendapatan dari transaksi lessor (Catatan 2n).

     k. Beban tangguhan - hak atas tanah

       Hak atas tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali
       dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan
       pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi
       dengan metode garis lurus selama periode legal hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana
       yang lebih pendek.




                                                     23
Page 27
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l. Pinjaman

       Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
       transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih
       antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan
       penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode
       bunga efektif.

       Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman
       sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya
       ditangguhkan sampai penarikan terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan
       sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk
       jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.

     m. Penjabaran valuta asing

       Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs tengah Reuters yang
       berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan
       liabilitas moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan
       jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dengan rincian
       sebagai berikut:

                                                 31 Maret 2025                  31 Desember 2024
                                              Beli           Jual               Beli         Jual
       Dolar A.S. (“US$”) 1                     16.556         16.567             16.090       16.100
       Dolar Australia (“AU$”) 1                10.451         10.461              9.995       10.009
       Dolar Singapura (“SGD”) 1                12.359         12.371             11.815       11.829
       Dolar Taiwan Baru (“TWD”) 1              499,76         500,14             490,07       490,52
       Euro (“EUR”) 1                           17.840         17.852             16.761       16.775
       Yen Jepang (“JPY”) 1                     109,90         109,97             103,02       103,11
       Ringgit Malaysia (“MYR”) 1                3.732          3.738              3.591         3.601
       Dolar Hong Kong (“HKD”) 1                 2.129          2.130              2.072         2.074
       Kyat Myanmar (“MMK”) 1                      7,86           7,91               7,64         7,69

       Laba atau rugi selisih kurs yang timbul, baik yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan
       atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode
       berjalan, kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset
       tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi, di mana pinjaman dapat diatribusikan terhadap
       pembangunan aset tersebut (Catatan 2i).

     n. Pengakuan pendapatan dan beban

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

       PSAK 115 menetapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk menentukan bagaimana, kapan, dan
       berapa banyak pendapatan yang harus diakui. Standar ini menyediakan model lima langkah tunggal
       untuk penentuan dan pengakuan pendapatan untuk diterapkan pada semua kontrak dengan
       pelanggan. Standar ini juga memberikan panduan spesifik yang mensyaratkan jenis biaya tertentu
       untuk memperoleh dan/atau memenuhi kontrak yang akan dikapitalisasi dan diamortisasi secara
       sistematis yang konsisten dengan pengalihan kepada pelanggan atas barang atau jasa yang terkait
       dengan biaya yang dikapitalisasi.




                                                   24
Page 28
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Grup untuk setiap jenis
       pendapatan:

       i.    Mobile

             Pendapatan dari mobile terutama terdiri dari pendapatan dari layanan seluler yang antara lain:
             layanan telepon, layanan interkoneksi, layanan internet dan data, dan layanan Short Messaging
             Service (“SMS”). Layanan tersebut ditawarkan secara pascabayar atau prabayar.

             Untuk layanan prabayar, penjualan paket perdana (juga dikenal sebagai kartu SIM dan voucer
             perdana) dan voucer isi ulang pada awalnya diakui sebagai liabilitas kontrak. Grup mengakui aset
             kontrak untuk penyediaan jasa dari pelanggan pascabayar yang belum ditagih.

             Seluruh pendapatan layanan mobile diakui berdasarkan metode output, baik per penggunaan
             aktual atau estimasi unit yang digunakan (jika layanan dijual berdasarkan paket), karena
             pelanggan secara bersamaan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan oleh Grup.

             Untuk layanan yang dijual dalam paket bundel, total penerimaan dari pelanggan dialokasikan
             untuk kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri untuk setiap produk
             dan/atau layanan. Grup mengestimasi harga jual yang berdiri sendiri menggunakan harga yang
             berlaku jika layanan tersebut dijual dengan basis yang berdiri sendiri. Sebagian besar paket
             bundel yang dijual oleh Grup hanya mencakup layanan yang pada umumnya terselesaikan
             selama periode waktu yang sama. Karena itu, pola pengakuan pendapatan umumnya tidak
             dipengaruhi oleh alokasi.

             Pembayaran yang diterima dialokasikan antara layanan telekomunikasi yang terjual dan jumlah
             poin yang dikeluarkan, dengan nilai yang dialokasikan ke poin yang setara dengan nilai wajarnya.
             Nilai wajar poin yang dikeluarkan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan saat poin tersebut
             ditukarkan, berakhir masa berlakunya, atau pada saat program tersebut dihapus.

       ii.   Consumer

             Pendapatan dari consumer terutama terdiri dari pendapatan layanan IndiHome. Pendapatan dari
             layanan IndiHome berasal dari pelanggan yang berlangganan layanan internet atau paket
             layanan bundel kombinasi layanan consumer (misal telepon, internet dan data, serta TV
             berbayar). Layanan tersebut ditawarkan berdasarkan pascabayar yang ditagih pada bulan
             berikutnya. Grup menerapkan syarat dan ketentuan yang mengharuskan pelanggan untuk
             membayar denda pengakhiran yang substantif jikalau kontrak berlangganan berakhir atas
             permintaan dan/atau kesalahan pelanggan dalam 12 bulan pertama setelah layanan aktif.
             Setelah periode 12 bulan pertama, pelanggan dapat memutuskan untuk berhenti berlangganan
             sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku tanpa dikenakan denda. Sesuai ketentuan PSAK
             115, periode kontrak adalah 12 bulan, dan selanjutnya dapat diperbaharui sebagai kontrak
             bulanan.

             Seluruh layanan consumer diakui menggunakan metode output berdasarkan penggunaan aktual
             pelanggan atau waktu yang telah berlalu ketika pelanggan secara bersamaan menerima dan
             mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup.

             Pelanggan diharuskan membayar biaya di muka pada saat dimulainya kontrak. Biaya di muka
             dianggap sebagai hak material karena pelanggan tidak diharuskan membayar biaya di muka
             ketika pelanggan memperbarui layanan di luar periode kontrak asli. Grup menilai opsi pembaruan
             sebesar pembayaran yang diterima dari biaya di muka untuk layanan instalasi. Grup
             menangguhkan nilai tersebut sebagai liabilitas kontrak dan mengakuinya sebagai pendapatan
             berdasarkan metode garis lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan pelanggan.
             Grup memperkirakan jangka waktu hubungan dengan pelanggan berdasarkan informasi historis
             dan tren pelanggan serta memperbarui evaluasi tersebut setiap tahun.


                                                     25
Page 29
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

       iii.   Enterprise

              Pendapatan dari pelanggan enterprise terutama terdiri atas pendapatan dari penyediaan jasa
              telepon, data dan internet, teknologi informasi, dan jasa lainnya (misal manage service, call
              center, e-health, e-payment, dan lain-lain). Beberapa kontrak dengan pelanggan perusahaan
              dengan spesifikasi sesuai pesanan pelanggan.

              Pendapatan dari pelanggan enterprise diakui sepanjang waktu menggunakan metode output
              berdasarkan penggunaan aktual atau waktu yang telah berlalu jika penyediaan layanan tidak
              tergantung pada penggunaan (yaitu menit suara, kilobyte data, dan lain-lain), kecuali untuk
              penjualan barang yang diakui pada waktu tertentu, karena pelanggan secara bersamaan
              menerima dan mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup. Pendapatan untuk kewajiban
              kinerja yang dipenuhi pada waktu tertentu diakui ketika pengendalian barang dipindahkan ke
              pelanggan, biasanya ketika pelanggan memiliki fisik barang.

              Beberapa perjanjian dengan pelanggan enterprise ditawarkan sebagai produk bundel. Untuk
              pengaturan yang dibundel, produk dan/atau jasa dalam kontrak dicatat sebagai kewajiban
              pelaksanaan tersendiri ketika secara terpisah dapat diidentifikasi dari janji-janji lain dalam kontrak
              dan pelanggan dapat mengambil manfaat dari produk/jasa itu sendiri. Total pembayaran
              dialokasikan untuk masing-masing kewajiban pelaksanaan yang berbeda yang telah dimasukkan
              dalam kontrak, berdasarkan harga jualnya yang berdiri sendiri. Harga jual yang berdiri sendiri
              ditentukan berdasarkan harga yang dapat diobservasi di mana produk dan/atau jasa individual
              dijual secara terpisah, disesuaikan dengan kondisi pasar dan diskon normal yang sesuai. Ketika
              harga yang dapat diobservasi tidak tersedia, biaya yang diharapkan ditambah pendekatan margin
              digunakan untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri.

              Kontrak tertentu dengan pelanggan enterprise dapat menimbulkan imbalan variabel karena harga
              kontrak tergantung pada peristiwa di masa mendatang (misal kontrak berbasis penggunaan atau
              kontrak berbasis bagi hasil). Dalam memperkirakan imbalan variabel ini, Grup diharuskan untuk
              menggunakan metode nilai yang diharapkan atau metode jumlah yang paling mungkin
              berdasarkan metode yang lebih baik memprediksi jumlah pembayaran yang menjadi haknya.
              Grup menentukan bahwa metode nilai yang paling diharapkan adalah metode yang tepat untuk
              digunakan dalam memperkirakan imbalan variabel untuk satu kontrak dengan sejumlah besar
              kemungkinan hasil.

              Sebelum memasukkan jumlah imbalan variabel dalam harga transaksi, Grup mempertimbangkan
              apakah jumlah imbalan variabel dibatasi. Grup menentukan bahwa taksiran imbalan variabel
              tidak dibatasi berdasarkan pengalaman historisnya, estimasi bisnis, dan kondisi ekonomi saat ini
              dan hanya mencakup imbalan variabel sepanjang kemungkinan besar pembalikan signifikan
              dalam jumlah pendapatan kumulatif yang diakui tidak akan terjadi ketika ketidakpastian terkait
              dengan imbalan variabel selanjutnya diselesaikan.

              Ketika pihak lain terlibat dalam menyediakan produk dan/atau jasa kepada pelanggan, Grup
              bertindak sebagai prinsipal jika Grup mengendalikan produk dan/atau jasa yang ditentukan
              sebelum produk dan/atau jasa tersebut ditransfer ke pelanggan. Pendapatan dicatat pada jumlah
              bersih yang diterima (jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan dikurangi jumlah yang dibayarkan
              kepada pemasok), ketika, pada dasarnya, Grup telah bertindak sebagai agen dan mendapat
              komisi dari pemasok produk dan/atau jasa yang dijual.




                                                        26
Page 30
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

       iv.   Wholesale and International Business (“WIB”)

             Pendapatan dari WIB terutama terdiri dari jasa interkoneksi untuk interkoneksi panggilan
             pelanggan operator telekomunikasi lainnya ke pelanggan Grup (panggilan masuk) dan panggilan
             antara pelanggan operator telekomunikasi lainnya melalui jaringan Grup (transit) dan jasa
             jaringan dengan operator telekomunikasi lainnya. Semua jasa ini diakui berdasarkan metode
             output menggunakan basis traffic aktual yang tercatat untuk bulan tersebut.

       Aset kontrak

       Aset kontrak awalnya diakui dari pendapatan atas pengalihan barang atau jasa karena penerimaan
       imbalan masih bersyarat tahapan tertentu atau setelah penyelesaian proyek. Setelah penyelesaian
       syarat tahapan tertentu atau proyek, jumlah yang diakui sebagai aset kontrak direklasifikasi ke piutang
       usaha.

       Aset kontrak dilakukan penilaian penurunan nilai.

       Liabilitas kontrak

       Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran telah jatuh tempo (mana yang
       lebih awal) dari pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa. Liabilitas kontrak diakui
       sebagai pendapatan ketika Grup melaksanakan kewajiban dalam kontrak (misal mengalihkan kendali
       atas barang atau jasa kepada pelanggan).

       Biaya inkremental untuk mendapatkan dan biaya memenuhi kontrak

       Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan, yang pada dasarnya
       terdiri dari komisi penjualan dan biaya pemenuhan kontrak, pada awalnya diakui pada laporan posisi
       keuangan konsolidasian sebagai biaya kontrak. Biaya-biaya ini kemudian diamortisasi secara
       sistematis yang konsisten dengan periode dan pola pengiriman produk dan jasa terkait ke pelanggan.
       Biaya yang tidak memenuhi syarat sebagai biaya untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan
       pelanggan dibebankan pada saat terjadinya atau sesuai dengan standar terkait lainnya.

       Setiap akhir tahun pelaporan, Grup melakukan evaluasi apakah terdapat indikasi bahwa biaya kontrak
       yang dikapitalisasi mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai terjadi ketika nilai tercatat biaya
       kontrak melebihi nilai yang diharapkan diterima dari pertukaran barang dan jasa. Ketika terjadi
       penurunan nilai, rugi penurunan nilai diakui di laba atau rugi dan penghasilan komprehensif lainnya.

       Pendapatan dari transaksi lessor

       Pendapatan dari transaksi lessor terdiri dari pendapatan dari sewa operasi atas menara
       telekomunikasi dan sewa lainnya. Pendapatan sewa diakui berdasarkan metode garis lurus selama
       masa sewa dan termasuk dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.

       Beban

       Beban diakui pada saat terjadinya.




                                                     27
Page 31
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o. Imbalan kerja

       i.    Imbalan kerja jangka pendek

             Seluruh imbalan kerja jangka pendek yang terdiri dari gaji dan imbalan terkait, tunjangan cuti,
             insentif, dan imbalan kerja jangka pendek lain diakui sebagai biaya yang tidak didiskonto saat
             karyawan telah memberikan jasa kepada Grup.

       ii.   Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain

             Imbalan pasca kerja terdiri dari program pensiun imbalan pasti yang funded dan unfunded,
             program pensiun iuran pasti, imbalan pasca kerja lainnya, program imbalan kesehatan pasca
             kerja imbalan pasti, program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti, dan kewajiban
             berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan.

             Imbalan kerja jangka panjang lain terdiri dari penghargaan masa kerja, cuti masa kerja, dan masa
             persiapan pensiun.

             Perhitungan biaya terkait dengan program imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang
             lain dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.

             Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan imbalan pasti pensiun dan imbalan kesehatan
             pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di
             masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu, dikurangi dengan nilai
             wajar dari aset program. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan
             estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah,
             yang didenominasi dalam mata uang di mana manfaat akan dibayarkan dan yang mempunyai
             jangka waktu sampai dengan jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban imbalan pasca
             kerja terkait. Obligasi pemerintah digunakan karena tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat
             berkualitas tinggi.

             Aset program adalah aset yang dimiliki oleh program pensiun imbalan pasti dan imbalan
             kesehatan pasca kerja serta polis asuransi yang memenuhi syarat. Aset ini diukur pada nilai wajar
             pada akhir periode pelaporan. Nilai wajar polis asuransi adalah jumlah yang sama dengan
             kewajiban yang terkait (dan dapat dikurangi jika jumlah yang dapat diterima dari polis asuransi
             tidak dapat diperoleh secara penuh).

             Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset
             (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti
             neto) dan imbal hasil aset program (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto
             atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto) diakui pada ekuitas melalui penghasilan komprehensif
             lain di periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak diklasifikasikan ke laba rugi di periode
             selanjutnya.

             Biaya jasa lalu diakui di laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara:
             (a) ketika amendemen atau kurtailmen program terjadi; dan
             (b) ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi terkait.

             Bunga neto dihitung dengan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto dengan tingkat
             diskonto.

             Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan
             jumlah karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila
             terdapat perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti, di mana bagian
             yang material dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan
             imbalan, atau memberikan imbalan yang lebih rendah.



                                                      28
Page 32
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o. Imbalan kerja (lanjutan)

        ii.    Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain (lanjutan)

               Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua
               kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat
               pasti (selain pembayaran imbalan sesuai dengan ketentuan program dan termasuk dalam asumsi
               aktuaria).

               Untuk program iuran pasti, Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya
               berkala bersih untuk periode iuran tersebut dan dicatat sebagai bagian dari beban karyawan
               ketika terutang.

               Grup mengatribusikan imbalan berdasarkan program imbalan pasti, yaitu dari tanggal ketika jasa
               pekerja pertama kali menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa
               pekerja selanjutnya tidak akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program
               tersebut.

        iii.   Pensiun dini (“Pendi”)

               Beban Pendi diakui pada saat Grup berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi yang timbul
               sehubungan dengan tawaran yang diajukan Grup agar karyawan mengundurkan diri secara
               sukarela. Grup dianggap berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi jika, dan hanya jika,
               Grup telah memiliki rencana formal terinci yang tidak dapat dibatalkan.

     p. Pajak

        Pajak Penghasilan (“PPh”)

        Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan
        transaksi atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas di mana pajak penghasilannya diakui
        secara langsung di ekuitas.

        Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar
        dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan atau secara substantif
        ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Manajemen secara periodik mengevaluasi perlakuan pajak
        yang diterapkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT Tahunan”) sehubungan dengan situasi
        di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan
        provisi berdasarkan jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada Otoritas Pajak.

        Pemeriksaan pajak

        Perubahan terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat diterimanya Surat Ketetapan Pajak
        (“SKP”) atau apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Jumlah tambahan
        pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam
        laba rugi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan
        pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
        memenuhi kriteria pengakuan aset.




                                                      29
Page 33
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     p. Pajak (lanjutan)

        Pajak tangguhan

        Grup mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer antara dasar
        pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup juga
        mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan, seperti
        kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar
        (probable). Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
        pajak dan undang-undang pajak pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan berlaku terhadap
        penghasilan kena pajak ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan.

        Jumlah tercatat aset pajak tangguhan direviu pada setiap tanggal pelaporan dan dikurangi apabila
        tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak yang memadai akan tersedia untuk
        mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang
        tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan
        bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. Pengurangan
        pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak
        masa depan.

        Pajak tangguhan suatu transaksi diakui di luar laba rugi, oleh karena itu pajak tangguhan atas
        transaksi tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain konsolidasian atau diakui langsung di
        ekuitas.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan saling hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian,
        jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling
        hapus aset dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
        penghasilan yang dikenakan oleh Otoritas Pajak yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau
        entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
        dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
        setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
        diharapkan untuk dipulihkan atau diselesaikan.

        Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”)

        Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali:
        i.  PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
            yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
            item beban-beban yang diterapkan; dan
        ii. Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

        Ketidakpastian dalam perlakuan pajak penghasilan

        ISAK 123: Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan menyatakan bahwa, pengakuan dan
        pengukuran aset dan liabilitas pajak yang mengandung ketidakpastian perlakuan pajak penghasilan
        ditentukan dengan mempertimbangkan apakah diperlakukan secara terpisah atau bersamaan,
        penggunaan asumsi tentang pemeriksaan atas perlakuan pajak tidak pasti oleh otoritas perpajakan,
        pertimbangan apakah besar kemungkinan Otoritas Pajak akan menerima perlakuan pajak tidak pasti
        dan penilaian kembali pertimbangan atau estimasi yang disyaratkan jika terjadi perubahan fakta dan
        keadaan.

        Jika penerimaan perlakuan pajak dimungkinkan oleh Otoritas Pajak, pengukuran tersebut sejalan
        dengan pengisian pajak penghasilan. Jika penerimaan perlakuan pajak oleh Otoritas Pajak tidak
        memungkinkan, Grup menggunakan jumlah pajak dengan menggunakan metode yang memberikan
        prediksi resolusi yang lebih baik (yaitu jumlah yang paling mungkin atau nilai yang diharapkan).




                                                     30
Page 34
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     p. Pajak (lanjutan)

        Pajak final

        Peraturan perpajakan Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
        final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
        tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.

        Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 212: Pajak Penghasilan. Pajak final
        atas jasa konstruksi dan sewa disajikan sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”.

     q. Instrumen keuangan

        Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan.
        Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
        liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.

        i.   Aset keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”), dan nilai
             wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).

             Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
             kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan tersebut.
             Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan/atau
             saat Grup menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Grup mengukur aset
             keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar
             melalui laba rugi, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan
             yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang
             telah ditentukan berdasarkan PSAK 115.

             Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
             nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang
             semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal
             sebagai Solely Payment of Principal and Interest (”SPPI”) testing dan dilakukan pada tingkat
             instrumen.

             Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup
             mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus
             kas akan dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.

             Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
             yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang
             lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau
             menjual aset tersebut.




                                                    31
Page 35
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.   Aset keuangan (lanjutan)

            Pengukuran setelah pengakuan awal

            Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan ke dalam
            empat kategori:

            (a) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

                Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
                dipenuhi:
                • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                   dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan
                   arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

                Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
                menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai.
                Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya,
                dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi
                kas dan setara kas, aset keuangan lancar lainnya, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset
                tidak lancar lainnya.

            (b) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dengan fitur
                reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)

                Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika
                kedua kondisi berikut dipenuhi:
                • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
                   mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
                • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
                   tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
                   terutang.

                Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
                pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai
                diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan aset keuangan diukur
                pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada penghasilan
                komprehensif lain. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau
                kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya
                direklasifikasi ke laba rugi.




                                                   32
Page 36
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.   Aset keuangan (lanjutan)

            Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

            (c) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tanpa fitur
                reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat penghentian pengakuan (instrumen
                ekuitas)

                Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
                menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai wajar investasi dalam
                instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 232: Instrumen Keuangan:
                Penyajian dan yang bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan.
                Pilihan ini dilakukan pada level instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset
                keuangan ini tidak direklasifikasikan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
                konsolidasian. Dividen diakui pada laba rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen
                telah ditetapkan, kecuali dividen secara jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya
                investasi. Instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
                lain tidak terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori
                ini meliputi investasi jangka panjang pada instrumen keuangan.

            (d) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi meliputi aset keuangan yang dikelola
                untuk diperdagangkan, aset keuangan yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada
                nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang disyaratkan untuk diukur pada nilai
                wajarnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika
                perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif,
                termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan
                kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan
                yang tidak memenuhi SPPI testing diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui
                laba rugi, terlepas apapun model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang
                yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui
                penghasilan komprehensif lain, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan
                pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat
                menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau
                pengakuan.

                Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan konsolidasian diukur pada nilai
                wajarnya di mana keuntungan dan kerugian yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai
                wajar diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Aset
                keuangan Grup diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari investasi jangka panjang
                pada instrumen keuangan dan aset keuangan lancar lainnya.

            Kerugian kredit ekspektasian

            Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang
            yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit
            ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai
            dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan
            menggunakan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima
            tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya
            yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.




                                                    33
Page 37
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.    Aset keuangan (lanjutan)

             Kerugian kredit ekspektasian (lanjutan)

             Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen
             keuangan yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal,
             pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah kerugian kredit ekspektasian dalam
             12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara
             signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit
             ekspektasian selama sisa umurnya, terlepas dari waktu gagal bayar (sepanjang umurnya).

             Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung
             kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam
             risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian
             sepanjang umur. Grup telah membentuk model provisi yang didasarkan pada data historis
             kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu
             kondisi pelanggan dan lingkungan ekonomi.

             Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi gagal bayar ketika telah menunggak
             lebih dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset
             keuangan dalam keadaan gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan
             bahwa Grup tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan
             perluasan persyaratan kredit. Penghapusan piutang usaha dilakukan ketika kecil kemungkinan
             untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan
             telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.

       ii.   Liabilitas keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Liabilitas keuangan diklasifikasikan pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang
             diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang
             ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.

             Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar, dan untuk pinjaman sebesar
             pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
             langsung.

             Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan diukur pada nilai
             wajar melalui laba rugi atau (b) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

             Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus
             dibayar, deposit dari pelanggan, pinjaman, dan liabilitas sewa. Pinjaman termasuk utang bank
             jangka pendek, obligasi, dan utang bank jangka panjang.




                                                       34
Page 38
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       ii.    Liabilitas keuangan (lanjutan)

              Pengukuran setelah pengakuan awal

              Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

              (a) Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                  Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas
                  keuangan yang diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat awal ditetapkan
                  untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
                  liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli
                  kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak ditetapkan
                  sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan
                  sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan
                  dan efektif. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi.

                  Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba
                  rugi ditentukan pada saat pengakuan awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat
                  dalam PSAK 109 terpenuhi. Grup tidak menetapkan liabilitas keuangan untuk diukur pada
                  nilai wajar melalui laba rugi.

              (b) Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi

                  Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Grup. Setelah pengakuan awal, pinjaman
                  diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.
                  Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi hingga liabilitas dihentikan pengakuannya
                  melalui proses amortisasi metode suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dihitung
                  dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang
                  merupakan bagian integral dari metode suku bunga efektif. Amortisasi metode suku bunga
                  efektif diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini secara umum
                  berlaku untuk pinjaman. Informasi lebih lanjut dapat mengacu ke Catatan 19.

       iii.   Saling hapus instrumen keuangan

              Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan
              posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
              saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset
              dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas
              peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan
              sebagai berikut:
              (i) situasi bisnis yang normal;
              (ii) peristiwa default; dan
              (iii) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan.

       iv.    Penghentian pengakuan instrumen keuangan

              Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal
              dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan
              tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.

              Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar
              dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.




                                                      35
Page 39
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     r. Modal saham yang diperoleh kembali

        Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham
        yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang modal saham. Harga pokok dari
        penjualan/pengalihan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode rata-rata
        tertimbang. Selisih antara nilai tercatat dan nilai yang diperoleh kembali dari penjualan kembali saham
        treasuri di masa mendatang, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor dalam ekuitas.

     s. Dividen

        Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam
        laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang
        saham Perusahaan. Untuk dividen interim, Perusahaan mengakui sebagai liabilitas berdasarkan
        keputusan Rapat Dewan Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris.

     t. Laba per saham dan laba per ADS

        Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
        kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode
        tersebut. Laba per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 100, yaitu jumlah
        lembar saham per ADS.

     u. Informasi segmen

       Informasi segmen Grup disajikan menurut segmen operasi yang telah diidentifikasi. Segmen operasi
       adalah suatu komponen dari entitas:
       i.   yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
            (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
            yang sama);
       ii. hasil operasinya direviu secara reguler oleh Pengambil Keputusan Operasional (“PKO”) Grup,
            misalnya Dewan Direksi untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada
            segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
       iii. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

     v. Provisi

        Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
        sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
        mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
        andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

        Provisi untuk kontrak yang merugi diakui ketika kontrak tersebut menjadi merugi sebesar mana yang
        lebih rendah antara biaya neto memenuhi kontrak dengan denda atau kompensasi yang dibayar jika
        tidak memenuhi kontrak.

     w. Penurunan nilai aset non-keuangan

        Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
        non-keuangan mengalami penurunan nilai aset. Aset tersebut meliputi atas aset tetap, aset lancar,
        dan aset tidak lancar lainnya, termasuk aset takberwujud. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah
        terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah
        terpulihkan aset individual, maka Grup menentukan jumlah terpulihkan dari Unit Penghasil Kas
        (“UPK”) yang mana aset tercakup (“aset UPK”).




                                                      36
Page 40
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     w. Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)

        Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi
        antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih
        besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan
        nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai,
        estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto
        sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas
        aset.

        Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
        terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang
        sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian
        berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.

        Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan dibebankan pada operasi berjalan dan disajikan
        sebagai bagian dari laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

        Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
        nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset selain goodwill, mungkin tidak ada lagi
        atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka jumlah terpulihkan aset
        tersebut diestimasi. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset
        selain goodwill, dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
        menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Pembalikan
        tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
        tercatat yang telah ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai
        yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui
        dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

        Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun dan ketika terdapat keadaan yang mengindikasikan adanya
        penurunan nilai. Penurunan nilai untuk goodwill ditentukan dengan menilai jumlah terpulihkan dari
        UPK (atau kelompok UPK) yang mana goodwill tercakup. Jika nilai terpulihkan dari UPK lebih rendah
        dari nilai tercatatnya, maka rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dapat
        dipulihkan pada periode mendatang.

     x. Klasifikasi lancar dan tidak lancar

        Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
        klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan sebagai lancar bila:
        i.   akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
        ii. untuk diperdagangkan; atau
        iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
        iv. kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi
             suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

        Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

        Suatu liabilitas disajikan sebagai lancar bila:
        i.   akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
        ii. untuk diperdagangkan;
        iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
        iv. tidak ada hak pada akhir periode pelaporan untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling
             tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.




                                                      37
Page 41
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     x. Klasifikasi lancar dan tidak lancar (lanjutan)

        Persyaratan liabilitas yang dapat mengakibatkan diselesaikannya liabilitas tersebut dengan
        menerbitkan instrumen ekuitas sesuai dengan pilihan pihak lawan, tidak berdampak terhadap
        klasifikasi liabilitas tersebut.

        Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan

        Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
        keputusan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas
        yang dilaporkan, dan pengungkapan yang menyertainya, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi,
        pada akhir periode pelaporan.

        Ketidakpastian tentang asumsi dan perkiraan ini dapat menghasilkan hasil yang memerlukan
        penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada periode
        mendatang.

        i.    Pertimbangan

              Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
              Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
              konsolidasian:

              Pajak penghasilan

              Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak
              dan jumlah dan timbulnya penghasilan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan
              penyesuaian di masa depan atas penghasilan dan beban pajak yang telah dicatat. Pertimbangan
              juga dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi
              dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
              usaha normal.

              Grup mengakui liabilitas untuk area pemeriksaan pajak yang diantisipasi berdasarkan estimasi
              apakah tambahan pajak akan terutang. Jika hasil akhir pajak berbeda dengan jumlah yang sudah
              dicatat, selisihnya akan mempengaruhi aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode
              ditentukannya hasil pajak tersebut.

        ii.   Estimasi dan asumsi

              Estimasi dan asumsi terus dievaluasi dan didasarkan kepada pengalaman historis dan faktor-
              faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi
              yang ada.




                                                       38
Page 42
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan,
             menurut definisi, jarang yang sama dengan hasil aktualnya. Estimasi dan asumsi pada saat
             tanggal pelaporan yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap
             jumlah tercatat aset dan liabilitas selama satu tahun laporan keuangan ke depan dipaparkan di
             bawah ini.

             (a) Imbalan pasca kerja

                 Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan
                 dengan dasar aktuaria berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk
                 menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan tingkat
                 pengembalian investasi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas
                 imbalan pasca kerja.

                 Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan. Tingkat
                 diskonto tersebut adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai
                 kini dari estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan
                 kewajiban. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup mempertimbangkan
                 tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan
                 yang akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
                 yang terkait.

                 Jika terdapat peningkatan peringkat seperti pada obligasi pemerintah atau penurunan tingkat
                 bunga sebagai hasil dari peningkatan kondisi ekonomi, maka akan terdapat dampak material
                 terhadap tingkat diskonto yang digunakan dalam menentukan kewajiban pasca kerja.

                 Asumsi kunci kewajiban imbalan pasca kerja lainnya sebagian ditentukan berdasarkan
                 kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 30 dan 31.

             (b) Umur manfaat aset tetap

                 Grup mengestimasi umur manfaat aset tetap berdasarkan ekspektasi penggunaan aset oleh
                 Grup dengan mempertimbangkan rencana strategi usaha, perkembangan teknologi di masa
                 depan, dan perilaku pasar. Estimasi umur manfaat aset tetap adalah berdasarkan pada
                 penelaahan Grup secara kolektif terhadap praktik industri, evaluasi teknis internal, dan
                 pengalaman untuk aset yang sejenis.

                 Grup melakukan reviu atas estimasi umur manfaat sekurang-kurangnya setiap akhir periode
                 pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dengan estimasi sebelumnya, yang
                 dikarenakan adanya perubahan ekspektasi daya pakai aset akibat pemakaian dan
                 kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain
                 atas penggunaan aset. Jumlah beban tercatat setiap tahun akan terpengaruh oleh
                 perubahan atas faktor-faktor dan situasi tersebut. Perubahan estimasi umur manfaat aset
                 tetap merupakan perubahan estimasi akuntansi dan diakui secara prospektif dalam laporan
                 laba rugi pada periode perubahan dan periode mendatang.




                                                    39
Page 43
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (c) Menentukan jangka waktu kontrak dengan opsi perpanjangan dan penghentian - Grup
                 sebagai lessee

                 Grup menentukan jangka waktu sewa sebagai jangka waktu sewa yang tidak dapat
                 dibatalkan, bersama dengan periode yang dicakup oleh opsi untuk memperpanjang masa
                 sewa jika cukup pasti akan dilaksanakan, atau periode yang dicakup oleh opsi untuk
                 menghentikan masa sewa, jika cukup pasti untuk tidak dilakukan.

                 Grup memiliki beberapa kontrak sewa yang mencakup opsi perpanjangan dan penghentian.
                 Grup menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah akan menggunakan opsi
                 untuk memperbarui atau menghentikan sewa, mempertimbangkan semua faktor relevan
                 yang menciptakan insentif ekonomi untuk melakukan perpanjangan atau penghentian.
                 Setelah tanggal dimulainya sewa, Grup menilai kembali masa sewa jika ada peristiwa atau
                 perubahan signifikan dalam kendali yang mempengaruhi kemampuan untuk melakukan atau
                 tidak opsi perpanjangan atau penghentian.

             (d) Penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan

                 Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian untuk
                 piutang usaha dan aset kontrak. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan
                 dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian berdasarkan kerugian kredit
                 ekspektasian sepanjang kepemilikan aset pada tanggal pelaporan. Untuk piutang lain-lain,
                 Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa piutang lain-lain mengalami
                 penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan.

                 Grup telah membentuk metodologi terkait penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk
                 piutang usaha dan aset kontrak yang didasarkan pada data historis kerugian kredit dan
                 informasi terkini yang lebih mencerminkan perubahan kondisi saat ini, disesuaikan dengan
                 faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan
                 lingkungan ekonomi. Metode dan pendekatan akan terus dimonitor dan diperbaharui jika
                 terdapat tambahan informasi yang wajar, terdukung, dan tersedia.

             (e) Pendapatan

                 (i)   Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan
                       pendapatan dan klasifikasi pendapatan

                       Grup menyediakan jasa teknologi informatika dengan spesifikasi sesuai pesanan
                       pelanggan. Produk sesuai pesanan pelanggan terdiri dari berbagai barang dan/atau
                       jasa yang dijual dalam satu rangkaian tidak terpisah untuk memberikan layanan solusi
                       terintegrasi kepada pelanggan. Selain produk sesuai pesanan pelanggan, Grup juga
                       menyediakan beberapa produk standar sebagai bagian dari solusi terintegrasi dalam
                       kontrak dengan pelanggan. Diperlukan pertimbangan yang signifikan dalam
                       menentukan jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan yang dijanjikan kepada pelanggan
                       dalam kontrak tersebut. Jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan akan menentukan
                       waktu pengakuan pendapatan untuk kontrak tersebut.

                       Grup menelaah penentuan kewajiban pelaksanaan berdasarkan kontrak per kontrak.
                       Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dinilai memiliki
                       satu kewajiban pelaksanaan, Grup menerapkan metode tunggal untuk mengukur
                       tingkat penyelesaian kewajiban pelaksanaan berdasarkan metode pengukuran yang
                       paling menggambarkan ekonomi kontrak, yang dalam banyak kasus adalah
                       berdasarkan waktu.

                                                     40
Page 44
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (e) Pendapatan

                   (i)    Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan
                          pendapatan dan klasifikasi pendapatan (lanjutan)

                          Grup juga menyajikan klasifikasi pendapatan dengan menggunakan pendekatan yang
                          konsisten. Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dicatat
                          sebagai kewajiban pelaksanaan tersendiri, Grup menyajikan kewajiban pelaksanaan
                          dalam komponen laporan keuangan yang paling mewakili layanan utama Grup, yaitu
                          internet, data, dan jasa teknologi informatika.

                   (ii)   Pertimbangan penting dalam menentukan harga jual yang berdiri sendiri

                          Grup menyediakan beragam produk yang berkaitan dengan telekomunikasi dan
                          teknologi. Untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri untuk barang dan/atau jasa
                          yang tidak dapat diamati, Grup menggunakan pendekatan margin biaya ditambah biaya
                          yang diharapkan. Grup menentukan margin yang sesuai berdasarkan data historis.

             (f)   Uji penurunan nilai aset tidak lancar dan goodwill

                   Penerapan metode akuisisi dalam suatu kombinasi bisnis mensyaratkan penggunaan
                   estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan harga beli kepada nilai pasar
                   wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset takberwujud. Akuisisi bisnis tertentu
                   oleh Grup menimbulkan goodwill, yang tidak diamortisasi namun diuji bagi penurunan nilai
                   setiap tahunnya dan setiap terdapat indikasi penurunan nilai.

                   Perhitungan arus kas masa depan dalam menentukan nilai wajar aset tetap dan aset tidak
                   lancar lainnya dari entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi melibatkan estimasi yang
                   signifikan. Walaupun manajemen berkeyakinan bahwa asumsi yang digunakan adalah tepat
                   dan memiliki dasar yang kuat, perubahan signifikan pada asumsi tersebut dapat
                   mempengaruhi secara material evaluasi atas nilai terpulihkan dan dapat menimbulkan
                   penurunan nilai sesuai PSAK 236.

             (g) Pengukuran nilai wajar instrumen keuangan

                   Ketika nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan
                   posisi keuangan tidak dapat diukur pada harga kuotasian di pasar aktif, nilai wajar diukur
                   menggunakan teknik penilaian termasuk model arus kas diskonto. Input atas model ini
                   diambil dari pasar yang dapat diobservasi apabila memungkinkan, namun apabila tidak
                   tersedia, sejumlah pertimbangan diperlukan dalam menetapkan nilai wajar. Pertimbangan
                   mencakup input seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas. Perubahan asumsi yang
                   berkaitan dengan faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar instrumen
                   keuangan yang dilaporkan.




                                                        41
Page 45
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y. Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

       ii.   Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (h) Akuisisi

                 Grup mengevaluasi setiap transaksi akuisisi untuk menentukan akan diperlakukan sebagai
                 akuisisi aset atau kombinasi bisnis. Untuk transaksi yang diperlakukan sebagai akuisisi aset,
                 harga pembelian dialokasikan untuk aset yang diperoleh, tanpa pengakuan goodwill. Untuk
                 akuisisi yang memenuhi definisi kombinasi bisnis, Grup menerapkan metode akuntansi
                 untuk kombinasi bisnis atas aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat pada
                 nilai wajar pada tanggal akuisisi, dan hasil operasi disertakan dengan hasil Grup dari tanggal
                 akuisisi masing-masing.

                 Setiap kelebihan dari harga pembelian dibayar atas jumlah yang diakui untuk aset yang
                 diperoleh dan liabilitas diambil alih dicatat sebagai goodwill. Grup terus mengevaluasi
                 akuisisi yang diperhitungkan sebagai kombinasi bisnis untuk jangka waktu tidak melebihi
                 satu tahun setelah tanggal akuisisi yang berlaku dari setiap transaksi untuk menentukan
                 apakah penyesuaian tambahan diperlukan untuk alokasi harga pembelian yang dibayarkan
                 untuk aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Nilai wajar dari aset yang diperoleh
                 dan liabilitas yang diambil alih biasanya ditentukan dengan menggunakan salah satu
                 perkiraan biaya penggantian atau metode penilaian arus kas diskonto. Ketika menentukan
                 nilai wajar dari aset berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan biaya untuk mengganti
                 aset dengan aset baru dengan mempertimbangkan faktor seperti umur, kondisi, dan masa
                 manfaat ekonomi dari aset. Ketika menentukan nilai wajar dari aset tidak berwujud yang
                 diperoleh, Grup memperkirakan tingkat diskonto yang berlaku dan waktu dan jumlah arus
                 kas masa depan, termasuk tingkat dan persyaratan atas perpanjangan dan pengurangan.




                                                      42
Page 46
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   KAS DAN SETARA KAS

                                                                            31 Maret 2025                 31 Desember 2024
                                                                                Saldo                           Saldo
                                                                      Mata uang                       Mata uang
                                                             Mata        asing           Setara          asing          Setara
                                                             uang   (dalam jutaan)      Rupiah      (dalam jutaan)      Rupiah
     Kas                                                                          -            38                  -         14
     Bank
      Pihak berelasi
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (“BRI”)       Rp                 -         3.635                -         3.278
                                                             US$               236         3.906              229         3.678
                                                             TWD                12             6                2             1
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”)       Rp                 -         6.227                -         4.715
                                                             US$                35           575               45           718
                                                             EUR                 2            40                2            37
                                                             JPY                 6             1                6             1
                                                             HKD                 2             5                2             4
                                                             AU$                 0             0                0             0
        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“BNI”)       Rp                 -         4.807                -         4.180
                                                             US$                50           831               31           506
                                                             SGD                 0             0                0             0
                                                             EUR                 0             0                0             0
                                                             GBP                 0             1                0             1
        PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ("BTN")        Rp                 -         3.742                -         4.097
        Lain-lain                                             Rp                 -            67                -            51
                                                             US$                 0             0                0             0
      Sub-jumlah                                                                          23.843                         21.267

      Pihak ketiga
        The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
          ("HSBC Hongkong")                                  US$                28           460                6           102
                                                             HKD                 6            13                9            19
        DBS Bank (Hong Kong) Ltd. ("DBS Hong Kong")          US$                24           398               19           308
                                                             HKD                 0             1                0             1
        PT Bank Maybank Indonesia Tbk. ("Maybank")            Rp                 -           318                -           355
                                                             MYR                 3            10                1             5
        PT Bank CIMB Niaga Tbk. (”Bank CIMB Niaga”)           Rp                 -           139                -           181
                                                             US$                 3            44                2            40
        PT Bank Central Asia Tbk. (“BCA”)                     Rp                 -           132                -           131
                                                             US$                 0             3                0             3
                                                             EUR                 0             0                -             -
        PT Bank Mega Tbk. ("Bank Mega")                       Rp                 -           134                -           342
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)       Rp                 -           251                -           251
                                                             US$                11           188               16           254
                                                             SGD                 8           102                7            75
                                                             TWD                33            16               28            14
                                                             MYR                 1             5                0             2
                                                             AU$                 0             3                0             3
                                                             EUR                 0             2                0             1
                                                             MMK               113             1              167             1
      Sub-jumlah                                                                           2.220                          2.088

     Jumlah bank                                                                          26.063                         23.355

     Deposito berjangka
      Pihak berelasi
        BTN                                                   Rp                 -         2.000                -         1.400
                                                             US$                 -             -                7           104
        BRI                                                   Rp                 -         1.277                -           647
                                                             US$                10           166               18           283
                                                             TWD                 -             -                6             3
        PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (“BSI”)                Rp                 -         1.253                -         1.688
        BNI                                                   Rp                 -           509                -           566
                                                             US$                12           199               10           162
        Bank Mandiri                                          Rp                 -           156                -            97
                                                             US$                 6            99                -             -
      Sub-jumlah                                                                           5.659                          4.950




                                                               43
Page 47
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

                                                                         31 Maret 2025              31 Desember 2024
                                                                              Saldo                        Saldo
                                                                     Mata uang                    Mata uang
                                                           Mata         asing         Setara         asing        Setara
                                                           uang    (dalam jutaan)     Rupiah    (dalam jutaan)    Rupiah
     Deposito berjangka (lanjutan)
      Pihak ketiga
        Bank Pembangunan Daerah ("BPD")                     Rp                 -        942                 -        962
        PT Bank Mega Tbk. (“Bank Mega”)                     Rp                 -        523                 -      1.922
                                                            US$                -          -                18        287
        Maybank                                             Rp                 -        123                 -        254
                                                            US$               13        222                26        418
       PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk.
         ("CCB Indonesia")                                   US$              16        257                10        153
       PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
         ("BJB")                                              Rp               -         154                -        370
                                                             US$               -           -               12        195
       PT Bank Pan Indonesia Tbk. ("Bank Panin")              Rp               -         121                -        274
       Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)        Rp               -         197                -        246
                                                             US$               4          62               29        464
                                                             SGD               3          41                3         35
                                                             MYR               3           9                2          7
      Sub-jumlah                                                                       2.651                       5.587

     Jumlah deposito berjangka                                                         8.310                      10.537
     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                              (1)                         (1)
     Jumlah                                                                           34.410                      33.905


     Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2025              31 Desember 2024
     Rupiah                                                            0,53% - 7,25%                0,53% - 7,25%
     Mata uang asing                                                   0,10% - 7,08%                2,55% - 6,00%

     Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik negara (pihak berelasi) karena
     mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai bank yang sehat
     secara finansial.




                                                          44
Page 48
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.   ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA

                                                                          31 Maret 2025                  31 Desember 2024
                                                                              Saldo                            Saldo
                                                                    Mata uang                        Mata uang
                                                          Mata         asing          Setara            asing         Setara
                                                          uang    (dalam jutaan)      Rupiah       (dalam jutaan)     Rupiah
     Deposito berjangka
      Pihak berelasi
       BRI                                                Rp                  -           285                 -           415
                                                          US$                14           232                 -             -
        Bank Mandiri                                      Rp                  -            40                 -            65
                                                          US$                 5            83                 5            81
       Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)    Rp                  -            80                 -           268
      Pihak ketiga
       United Overseas Bank Limited Singapore
         ("UOB Singapore")                                US$                23            382               12            195
                                                          SGD                 3             33                -              -
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)    Rp                 -              -                -              3
                                                          US$                 4             66                -              -
     Jumlah deposito berjangka                                                           1.201                           1.027

     Rekening penampungan                                 Rp                  -           146                 -           144
                                                          US$                 0             8                 1            19
     Jumlah rekening penampungan                                                          154                             163

     Reksa dana
      Pihak berelasi
        Lain-lain                                         Rp                  -            91                  -           89
     Jumlah reksa dana                                                                     91                              89

     Lain-lain                                             Rp                 -                6              -                5
                                                          MYR                 0                0              0                1
     Jumlah lain-lain                                                                          6                               6

     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                                (0)                             (0)
     Jumlah                                                                              1.452                           1.285


     Seluruh deposito berjangka di atas memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih
     dari satu tahun, dengan tingkat bunga per tahun sebagai berikut:

                                                                             31 Maret 2025              31 Desember 2024
     Rupiah                                                                  2,50% - 7,25%                2,50% - 7,25%
     Mata uang asing                                                         2,10% - 4,90%                4,57% - 4,61%




                                                                 45
Page 49
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA

     Piutang usaha berhubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail, dengan
     rincian sebagai berikut:

     a. Berdasarkan pelanggan

        (i)    Pihak berelasi
                                                                                 31 Maret 2025              31 Desember 2024
               Badan Usaha Milik Negara ("BUMN")                                            1.912                       1.935
               Indosat                                                                        887                         738
               PT Indonusa Telemedia ("Indonusa")                                             386                         386
               Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                292                         409
               Jumlah                                                                       3.477                       3.468
               Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                     (1.226)                     (1.118)
               Jumlah bersih                                                                2.251                       2.350

        (ii)   Pihak ketiga
                                                                                 31 Maret 2025              31 Desember 2024
               Pelanggan individual dan bisnis                                            14.083                      13.613
               Penyelenggara jasa telekomunikasi luar negeri                                1.257                       1.176
               Jumlah                                                                     15.340                      14.789
               Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                     (5.047)                     (4.946)
               Jumlah bersih                                                              10.293                        9.843

     b. Berdasarkan umur

                                                               31 Maret 2025                           31 Desember 2024
                                                                Penyisihan       Tingkat                Penyisihan       Tingkat
                                                 Sebelum      kerugian kredit kerugian kredit Sebelum kerugian kredit kerugian kredit
                                                penyisihan     ekspektasian    ekspektasian penyisihan ekspektasian    ekspektasian
        Belum jatuh tempo                             6.525              624           9,6%      7.319          417             5,7%
        Jatuh tempo sampai dengan 3 bulan             4.879              500          10,2%      3.602          329             9,1%
        Jatuh tempo lebih dari 3 bulan sampai
          dengan 6 bulan                              1.310              262         20,0%       1.305            285          21,8%
        Jatuh tempo lebih dari 6 bulan                6.103            4.887         80,1%       6.031          5.033          83,5%
        Jumlah                                       18.817            6.273                    18.257          6.064


        Grup telah membentuk penyisihan kerugian kredit ekspektasian berdasarkan tingkat penurunan nilai
        historis secara kolektif dan historis kredit para pelanggan secara individual, disesuaikan dengan faktor-
        faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.
        Grup tidak membedakan piutang usaha pihak berelasi dan piutang usaha pihak ketiga dalam menilai
        jumlah yang jatuh tempo. Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, nilai tercatat piutang
        usaha Grup yang telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya masing-masing sebesar
        Rp6.643 miliar dan Rp5.291 miliar. Manajemen berpendapat bahwa piutang usaha yang telah jatuh
        tempo tetapi tidak diturunkan nilainya, termasuk piutang usaha yang belum jatuh tempo dan juga tidak
        diturunkan nilainya, adalah terutang dari para pelanggan dengan historis tingkat ketertagihan yang
        baik dan diharapkan dapat terpulihkan.

     c. Berdasarkan mata uang

                                                                                  31 Maret 2025             31 Desember 2024
        Rupiah                                                                              16.517                     15.775
        Dolar A.S.                                                                           1.886                      2.180
        Dolar Singapura                                                                        361                        273
        Lain-lain                                                                               53                         29
        Jumlah                                                                              18.817                     18.257
        Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                             (6.273)                    (6.064)
        Jumlah bersih                                                                       12.544                     12.193


                                                                  46
Page 50
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA (lanjutan)

     d. Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian

                                                                       31 Maret 2025       31 Desember 2024
        Saldo awal                                                               6.064                5.561
        Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                    675                  904
        Penghapusbukuan piutang                                                   (466)                (401)
        Saldo akhir                                                              6.273                6.064

        Penghapusbukuan piutang merupakan penghapusbukuan piutang usaha pihak berelasi dan pihak
        ketiga. Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas piutang
        usaha sudah cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

        Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, piutang usaha tertentu atas entitas anak masing-
        masing sebesar Rp2.139 miliar dan Rp2.137 miliar telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian
        pinjaman (Catatan 18 dan 19b).

6.   ASET KONTRAK

     Rincian dari aset kontrak adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2025       31 Desember 2024
     Aset kontrak                                                                 2.570               2.603
     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                       (144)                 (25)
     Jumlah bersih                                                                2.426               2.578
     Lancar                                                                      (2.299)             (2.449)
     Tidak Lancar                                                                   127                 129

     Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas aset kontrak sudah
     cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya aset kontrak.

     Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

7.   PERSEDIAAN

     Persediaan diakui sebesar nilai realisasi bersih, terdiri atas:

                                                                       31 Maret 2025       31 Desember 2024
     Kartu SIM dan voucer prabayar                                                  611                 676
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                578                 480
     Jumlah                                                                       1.189               1.156
     Provisi atas persediaan usang                                                  (59)                (60)
     Jumlah bersih                                                                1.130               1.096

     Manajemen berpendapat saldo provisi atas persediaan usang cukup untuk menutup kerugian akibat dari
     penurunan nilai persediaan karena usang.

     Persediaan yang diakui sebagai beban termasuk dalam beban usaha operasi, pemeliharaan, dan
     jasa telekomunikasi pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp114 miliar dan
     Rp146 miliar (Catatan 25).

     Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak ada persediaan yang dijaminkan dalam
     perjanjian pinjaman.




                                                        47
Page 51
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.   ASET LANCAR LAINNYA

     Rincian dari aset lancar lainnya adalah sebagai berikut:

                                                                   31 Maret 2025        31 Desember 2024
     Izin penggunaan frekuensi
       dibayar di muka - bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)                5.465                  6.245
     Gaji dibayar di muka                                                      635                    281
     Uang muka                                                                 555                    451
     Piutang lain-lain                                                         330                    621
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                           786                    576
     Jumlah                                                                  7.771                  8.174


9.   BIAYA KONTRAK

     Mutasi biaya kontrak untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2025 dan tahun yang berakhir
     31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2025
                                                      Biaya               Biaya
                                                    perolehan          pemenuhan              Jumlah
                                                     kontrak             kontrak
     Saldo, 1 Januari 2025                                1.666                1.064                2.730
     Penambahan selama periode berjalan                     129                  179                  308
     Amortisasi selama periode berjalan                    (127)                   -                 (127)
     Beban selama periode berjalan                            -                 (210)                (210)
     Saldo, 31 Maret 2025                                 1.668                1.033                2.701
     Lancar                                                (406)                (770)              (1.176)
     Tidak lancar                                         1.262                  263                1.525


                                                                     31 Desember 2024
                                                      Biaya               Biaya
                                                    perolehan         pemenuhan                Jumlah
                                                     kontrak             kontrak
     Saldo, 1 Januari 2024                                1.641                  580                 2.221
     Penambahan selama tahun berjalan                       479                1.318                 1.797
     Amortisasi selama tahun berjalan                      (454)                   -                  (454)
     Beban selama tahun berjalan                              -                 (831)                 (831)
     Penurunan nilai                                          -                   (3)                   (3)
     Saldo, 31 Desember 2024                              1.666                1.064                 2.730
     Lancar                                                (407)                (727)               (1.134)
     Tidak lancar                                         1.259                  337                 1.596




                                                     48
Page 52
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. INVESTASI JANGKA PANJANG

   Rincian dari investasi jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                                31 Maret 2025          31 Desember 2024
   Instrumen keuangan
     Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi:
      Ekuitas                                                                8.133                    7.797
      Obligasi konversi                                                        404                      377
     Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
      komprehensif lain:
      Ekuitas                                                                   27                       27
      Obligasi konversi                                                         24                       24
                                                                             8.588                    8.225
   Entitas asosiasi
    PT Jalin Pembayaran Nusantara ("Jalin")                                    108                      110
    Lain-lain                                                                    -                        -
                                                                               108                      110
   Jumlah investasi jangka panjang                                           8.696                    8.335

   Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka panjang
   dalam bentuk saham pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan
   teknologi. Grup tidak memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan start-up tersebut.

   Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk investasi pada:

   (i)    Investasi Telkomsel pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (“GOTO”).

          Per tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO menggunakan
          level 1 berdasarkan nilai pasar GOTO masing-masing sebesar Rp83 per saham dan Rp70 per
          saham. Jumlah keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi
          Telkomsel pada GOTO untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024
          masing-masing adalah sebesar Rp308 miliar dan (Rp403 miliar). Nilai ini disajikan sebagai
          keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam
          laporan laba rugi konsolidasian.

   (ii)   Investasi MDI pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi.
          Penambahan investasi MDI pada periode berjalan sebesar Rp28 miliar.

   Investasi pada obligasi konversi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka
   panjang yang dimiliki oleh Telkomsel dan MDI dalam bentuk obligasi konversi pada berbagai perusahaan
   start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi. Obligasi konversi ini memberikan opsi bagi
   pemegangnya untuk mengkonversi obligasi menjadi saham pada saat jatuh tempo, sesuai dengan syarat
   dan ketentuan yang disepakati. Dalam hal opsi konversi tidak digunakan, pemegang obligasi berhak
   menerima pengembalian pokok obligasi.

   Bagian kumulatif rugi atas investasi pada entitas asosiasi yang tidak diakui pada tanggal 31 Maret 2025
   dan 31 Desember 2024 masing-masing adalah sebesar Rp323 miliar dan Rp323 miliar.




                                                    49
Page 53
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP

   Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                31 Desember                                 Reklasifikasi/
                                                    2024      Penambahan    Pengurangan      Translasi        31 Maret 2025
   Harga perolehan:
   Aset tetap pemilikan langsung
    Tanah                                             1.981            -              -                 3             1.984
    Bangunan                                         20.907           23              -                87            21.017
    Renovasi bangunan sewa                            1.795            2              -                 8             1.805
    Peralatan sentral telepon                        19.470           28           (512)              226            19.212
    Peralatan telegraf, teleks, dan
      komunikasi data                                     5             -              -                 -                5
    Peralatan dan instalasi transmisi               182.170           256           (339)            1.326          183.413
    Satelit, stasiun bumi, dan peralatan             14.795            23             (3)               40           14.855
    Jaringan kabel                                   81.575         1.123              -              (513)          82.185
    Catu daya                                        25.604             7            (79)              505           26.037
    Peralatan pengolahan data                        21.940            42            (73)              186           22.095
    Peralatan telekomunikasi lainnya                 12.238            35              -                 -           12.273
    Peralatan kantor                                  2.719           275              -                 8            3.002
    Kendaraan                                           530             -              -                 -              530
    Peralatan lainnya                                    60             1              -                 2               63
    Aset dalam pembangunan                            2.930         3.144              -            (2.355)           3.719
    Jumlah                                          388.719         4.959         (1.006)             (477)         392.195


   Akumulasi penyusutan:
   Aset tetap pemilikan langsung
    Bangunan                                          7.461          147              -                 50            7.658
    Renovasi bangunan sewa                            1.347           50              -                  -            1.397
    Peralatan sentral telepon                        14.795          395           (512)                10           14.688
    Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                                    4             -              -                -                 4
    Peralatan dan instalasi transmisi               106.321         2.825           (338)              69           108.877
    Satelit, stasiun bumi, dan peralatan              7.377           194             (3)              23             7.591
    Jaringan kabel                                   23.797           870              -                4            24.671
    Catu daya                                        18.720           521            (77)              93            19.257
    Peralatan pengolahan data                        16.532           439            (73)               3            16.901
    Peralatan telekomunikasi lainnya                  9.216           128              -                -             9.344
    Peralatan kantor                                  2.284           307              -                3             2.594
    Kendaraan                                           250             8              -                -               258
    Peralatan lainnya                                    49             1              -                -                50
    Jumlah                                          208.153         5.885         (1.003)             255           213.290
   Nilai buku bersih                                180.566                                                         178.905




                                                      50
Page 54
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    Rincian aset tetap adalah sebagai berikut (lanjutan):

                                            31 Desember                                                      Reklasifikasi/   31 Desember
                                                2023           Akuisisi       Penambahan Pengurangan          Translasi           2024
    Harga perolehan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Tanah                                        1.955                   -          13                 -               13          1.981
     Bangunan                                    19.596                   -         221               (32)           1.122         20.907
     Renovasi bangunan sewa                       1.675                   -          40               (94)             174          1.795
     Peralatan sentral telepon                   19.636                   -         228            (1.090)             696         19.470
     Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                            1.583                -               -           (1.578)               -              5
     Peralatan dan instalasi transmisi          180.664                -           1.393           (9.972)          10.085        182.170
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan        10.941                -              50             (114)           3.918         14.795
     Jaringan kabel                              76.769              314           4.731              (15)            (224)        81.575
     Catu daya                                   24.348                -             559             (730)           1.427         25.604
     Peralatan pengolahan data                   21.893                -             332           (1.577)           1.292         21.940
     Peralatan telekomunikasi lainnya            11.087                -             412               (4)             743         12.238
     Peralatan kantor                             2.696                0              84              (74)              13          2.719
     Kendaraan                                      593                0              15              (42)             (36)           530
     Peralatan lainnya                               53                -               3                -                4             60
     Aset dalam pembangunan                       6.240                -          16.368              (31)         (19.647)         2.930
     Jumlah                                     379.729              314          24.449          (15.353)            (420)       388.719


    Akumulasi penyusutan:
    Aset tetap pemilikan langsung
     Bangunan                                     6.818                   -          650              (27)              20          7.461
     Renovasi bangunan sewa                       1.312                   -          128              (86)              (7)         1.347
     Peralatan sentral telepon                   14.121                   -        1.756           (1.088)               6         14.795
     Peralatan telegraf, teleks, dan
        komunikasi data                           1.582                   -            -           (1.578)               -              4
     Peralatan dan instalasi transmisi          104.347                   -       11.713           (9.787)              48        106.321
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan         6.726                   -          719             (114)              46          7.377
     Jaringan kabel                              20.393                   -        3.383              (15)              36         23.797
     Catu daya                                   17.387                   -        2.014             (710)              29         18.720
     Peralatan pengolahan data                   16.149                   -        2.031           (1.545)            (103)        16.532
     Peralatan telekomunikasi lainnya             7.700                   -        1.517               (1)               -          9.216
     Peralatan kantor                             2.136                   -          278              (68)             (62)         2.284
     Kendaraan                                      256                   -           38              (27)             (17)           250
     Peralatan lainnya                               47                   -            4                -               (2)            49
     Jumlah                                     198.974                   -       24.231          (15.046)              (6)       208.153
    Nilai buku bersih                           180.755                                                                           180.566


    Kelompok aset tetap yang terdiri dari (1) peralatan sentral telepon; (2) peralatan telegraf, teleks, dan
    komunikasi data; (3) peralatan dan instalasi transmisi; (4) satelit, stasiun bumi, dan peralatan;
    (5) jaringan kabel; (6) catu daya; (7) peralatan pengolahan data; dan (8) peralatan telekomunikasi lainnya
    merupakan infrastruktur utama telekomunikasi Grup.

    a. Laba dari penjualan aset tetap
                                                                                           2025                         2024
        Hasil penjualan aset tetap                                                                      0                          10
        Nilai buku bersih                                                                               0                          (4)
        Laba dari pelepasan atau penjualan aset tetap                                                   0                           6

    b. Lain-lain

        (i)    Selama tahun 2024, UPK yang menghasilkan proyeksi arus kas masuk adalah sambungan
               nirkabel tidak bergerak, seluler, dan lainnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi
               penurunan nilai aset dari UPK tersebut pada tanggal 31 Desember 2024.

        (ii)   Bunga pinjaman yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan sejumlah Rp0 miliar dan
               Rp40 miliar masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025
               dan 2024. Tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak
               dikapitalisasi berkisar antara 4,70% dan 2,50%-8,20% masing-masing untuk periode tiga bulan
               yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.




                                                          51
Page 55
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    b. Lain-lain (lanjutan)

       (iii) Tidak ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk periode tiga
             bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
             31 Desember 2024.

       (iv) Selama periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, Grup telah
            mendapat klaim asuransi atas aset tetap yang hilang dan rusak masing-masing sebesar
            Rp10 miliar dan Rp38 miliar dan dicatat sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih” dalam
            laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Selama periode tiga bulan
            yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, nilai tercatat aset tetap tersebut masing-
            masing sebesar Rp6 miliar dan Rp38 miliar, telah dibebankan dalam laporan laba rugi dan
            penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

       (v)   Grup memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan
             status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 8 - 50 tahun yang akan habis masa
             berlakunya antara tahun 2025 sampai dengan tahun 2071. Manajemen berkeyakinan bahwa
             tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak
             tersebut.

       (vi) Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap milik Grup kecuali tanah, dengan
            nilai tercatat bersih masing-masing sebesar Rp176.329 miliar dan Rp178.692 miliar telah
            diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, gempa bumi dan risiko lainnya, termasuk
            gangguan bisnis. Jumlah keseluruhan pertanggungan untuk tanggal 31 Maret 2025 dan
            31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp40.473 miliar dan Rp44.143 miliar, HKD10 juta
            dan HKD10 juta, SGD215 juta dan SGD219 juta. Jumlah pertanggungan first loss basis untuk
            tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp2.751 miliar dan
            Rp2.750 miliar. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai
            untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

       (vii) Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tingkat persentase penyelesaian aset dalam
             pembangunan adalah masing-masing sekitar 55,75% dan 53,29% dari nilai kontrak atau
             Rp4.547 miliar dan Rp3.064 miliar sebagai jumlah tercatat aset tetap dalam pembangunan,
             dengan perkiraan penyelesaian masing-masing sampai Desember 2026 dan Desember 2026.
             Saldo aset dalam pembangunan tersebut terutama terdiri dari bangunan, peralatan dan instalasi
             transmisi, jaringan kabel, dan catu daya. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat
             hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.

       (viii) Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 seluruh aset yang dimiliki Perusahaan telah
              dijaminkan dalam perjanjian obligasi (Catatan 19a). Aset tetap entitas anak tertentu dengan biaya
              perolehan masing-masing sebesar Rp2.139 miliar dan Rp2.190 miliar telah dijaminkan dalam
              beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18 dan 19b).

       (ix) Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap
            Grup yang telah disusutkan secara penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar
            Rp92.400 miliar dan Rp89.480 miliar. Grup saat ini sedang melakukan modernisasi aset jaringan
            untuk menggantikan aset tetap yang sudah disusutkan secara penuh.

       (x)   Pada tahun 2024, nilai wajar tanah dan bangunan Grup adalah sebesar Rp53.262 miliar.




                                                     52
Page 56
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA

   a. Grup sebagai lessee

      Grup menyewa beberapa aset termasuk tanah, bangunan, peralatan dan instalasi transmisi,
      kendaraan, dan lain-lain yang digunakan dalam operasi, yang pada umumnya memiliki masa sewa
      antara 1 dan 33 tahun.

      Nilai tercatat aset hak-guna yang diakui dan mutasi selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                 Peralatan
                                                                dan instalasi
                                      Tanah        Bangunan      transmisi       Kendaraan     Lain-lain      Jumlah
      Saldo, 1 Januari 2024               4.691          582          15.868            522           921       22.584
      Penambahan                          1.725          198            7.337           241           920       10.421
      Pengurangan dan reklasifikasi        (167)          (0)            (409)           (4)          (16)         (596)
      Beban penyusutan                   (1.074)        (192)          (3.699)         (266)         (268)       (5.499)
      Saldo, 31 Desember 2024             5.175          588          19.097            493         1.557       26.910
      Penambahan                            465           45            1.174           255            13         1.952
      Pengurangan dan reklasifikasi         (49)          16             (136)           (0)            (4)        (173)
      Beban penyusutan                     (271)         (51)            (892)          (64)         (127)       (1.405)
      Saldo, 31 Maret 2025                5.320          598          19.243            684         1.439       27.284


      Nilai tercatat liabilitas sewa dan rincian mutasinya selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                          31 Maret 2025         31 Desember 2024

      Saldo awal                                                                     23.959                    20.425
      Akrualisasi bunga                                                                 356                     1.335
      Penambahan (Catatan 39a)                                                        1.952                    10.421
      Pengurangan                                                                    (2.415)                   (8.222)
      Saldo akhir                                                                    23.852                    23.959
      Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                       (6.733)                   (5.491)
      Bagian jangka panjang                                                          17.119                    18.468

      Jatuh tempo pembayaran liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

                                                                          31 Maret 2025         31 Desember 2024

      Kurang dari 1 tahun                                                             8.057                     6.824
      1-5 tahun                                                                      12.379                    14.356
      Lebih dari 5 tahun                                                              8.688                     8.081
      Jumlah pembayaran sewa                                                         29.124                    29.261
      Bunga                                                                          (5.272)                   (5.302)
      Nilai kini atas pembayaran sewa                                                23.852                    23.959
      Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                       (6.733)                   (5.491)
      Bagian jangka panjang                                                          17.119                    18.468




                                                          53
Page 57
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA (lanjutan)

    a. Grup sebagai lessee (lanjutan)

       Grup juga memiliki sewa tertentu dengan jangka waktu dua belas bulan atau kurang dan nilai sewa
       bernilai rendah. Grup menerapkan 'sewa jangka pendek' dan 'sewa aset bernilai rendah' sebagai
       pengecualian untuk sewa ini. Tidak ada kontrak sewa dengan pembayaran sewa variabel.

       Berikut adalah beban terkait sewa yang diakui pada periode berjalan:

                                                                         2025                2024
       Beban penyusutan                                                         1.405               1.363
       Beban sewa jangka pendek                                                   865                 837
       Beban bunga sewa                                                           356                 297
       Beban sewa aset bernilai rendah                                              5                   6

    b. Grup sebagai lessor

       Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak
       berelasi yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan
       telekomunikasi serta tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan
       28 tahun yang akan berakhir bervariasi antara tahun 2025 hingga 2037. Periode sewa menyewa dapat
       diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

       Jumlah pembayaran dan penerimaan sewa minimum di masa yang akan datang untuk perjanjian sewa
       operasi adalah sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2025      31 Desember 2024
       Kurang dari 1 tahun                                                      6.036              6.222
       1-5 tahun                                                                8.331              8.502
       Lebih dari 5 tahun                                                       3.595              3.518
       Jumlah                                                                  17.962             18.242

13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA

    Rincian dari aset tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2025      31 Desember 2024
    Klaim restitusi pajak - setelah dikurangi
     bagian jangka pendek (Catatan 27b)                                         2.853               2.818
    Izin penggunaan frekuensi dibayar di muka - setelah
     dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)                             1.496               1.594
    Beban dibayar di muka                                                       1.174               1.056
    Uang muka                                                                     403                 205
    Uang jaminan                                                                  221                 234
    Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                               321                 301
    Jumlah                                                                      6.468               6.208




                                                     54
Page 58
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TAKBERWUJUD

   Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut:

                                                                                               Aset
                                                                                          takberwujud
                                                Goodwill     Piranti lunak   Lisensi         lainnya     Jumlah
    Nilai tercatat bruto:
     Saldo, 1 Januari 2025                          1.474          20.531          647          1.703      24.355
     Penambahan                                         -             703           20              1         724
     Pengurangan                                        -               -            -              -           -
     Reklasifikasi/translasi                            -             (20)           2              -         (18)
     Saldo, 31 Maret 2025                           1.474          21.214          669          1.704      25.061
    Akumulasi amortisasi:
     Saldo, 1 Januari 2025                           (479)        (13.086)        (277)        (1.071)     (14.913)
     Beban amortisasi                                   -            (671)         (24)           (15)        (710)
     Pengurangan                                        -               -            -              -            -
     Reklasifikasi/translasi                            -              (5)          (1)             -           (6)
     Saldo, 31 Maret 2025                            (479)        (13.762)        (302)        (1.086)     (15.629)
    Nilai buku bersih                                 995           7.452          367            618        9.432


                                                                                               Aset
                                                                                          takberwujud
                                                Goodwill     Piranti lunak   Lisensi         lainnya     Jumlah
    Nilai tercatat bruto:
     Saldo, 1 Januari 2024                          1.492          21.642          550          1.694      25.378
     Penambahan                                         -           3.415           94              9       3.518
     Pengurangan                                      (18)         (4.489)           -              -      (4.507)
     Reklasifikasi/translasi                            -             (37)           3              -         (34)
     Saldo, 31 Desember 2024                        1.474          20.531          647          1.703      24.355
    Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai:
     Saldo, 1 Januari 2024                           (413)        (15.034)        (200)        (1.000)     (16.647)
     Beban amortisasi                                   -          (2.515)         (76)           (71)      (2.662)
     Penurunan nilai                                  (77)              -            -              -          (77)
     Pengurangan                                       11           4.472            -              -        4.483
     Reklasifikasi/translasi                            -              (9)          (1)             -          (10)
     Saldo, 31 Desember 2024                         (479)        (13.086)        (277)        (1.071)     (14.913)
    Nilai buku bersih                                 995           7.445          370            632        9.442


   (i)    Goodwill timbul dari akuisisi oleh Mitratel, Metranet, Metra, Sigma, TDE, dan Telkomsat masing-
          masing sebesar Rp467 miliar, Rp220 miliar, Rp85 miliar, Rp78 miliar, Rp77 miliar, dan Rp68 miliar.

   (ii)   Sisa periode amortisasi dari aset takberwujud piranti lunak untuk periode yang berakhir pada tanggal
          31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah masing-masing 1 - 6 tahun. Beban amortisasi diakui
          sebagai bagian dari “Beban penyusutan dan amortisasi” dalam laporan laba rugi dan penghasilan
          komprehensif lain konsolidasian.

   (iii) Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah tercatat bruto dari aset takberwujud
         yang telah diamortisasi seluruhnya dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar
         Rp8.759 miliar dan Rp8.345 miliar.




                                                      55
Page 59
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG USAHA

   Rincian utang usaha adalah sebagai berikut:
                                                                       31 Maret 2025    31 Desember 2024
   Pihak berelasi
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                       589                    378
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                           159                    248
   Sub-jumlah                                                                   748                    626

   Pihak ketiga
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                     8.646                  9.729
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                         2.906                  2.350
    Beban pemakaian frekuensi radio, beban hak
      penyelenggaraan, dan Kewajiban Pelayanan Universal ("KPU")              2.685                  2.631
   Sub-jumlah                                                                14.237                 14.710
   Jumlah                                                                    14.985                 15.336

   Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
                                                                       31 Maret 2025    31 Desember 2024
   Rupiah                                                                    12.846              13.217
   Dolar A.S.                                                                  2.043              2.059
   Lain-lain                                                                      96                 60
   Jumlah                                                                    14.985              15.336

   Syarat dan ketentuan atas utang usaha di atas:
   (i) Utang usaha tidak dikenakan bunga dan secara umum diselesaikan dalam jangka waktu 1 tahun.
   (ii) Lihat Catatan 32c untuk rincian transaksi pihak berelasi.
   (iii) Lihat Catatan 37b.v untuk manajemen risiko likuiditas Grup.

   GSD, Telkom Akses, dan Mitratel memiliki kerjasama dengan beberapa Bank dalam fasilitas pembiayaan
   supply chain. Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh pemasok GSD, Telkom Akses, dan Mitratel untuk
   memperoleh pembayaran atas tagihan yang telah disetujui untuk dibayarkan oleh bank sesuai dengan
   syarat dan ketentuan tertentu. Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, nilai tercatat liabilitas
   dalam pengaturan pembiayaan pemasok adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2025    31 Desember 2024
   Liabilitas dalam pengaturan pembiayaan pemasok                                437                475
   Jumlah yang vendor telah terima dari penyedia pembiayaan                      437                473

   Rentang tanggal jatuh tempo                                              1-3 bulan            1-3 bulan

   Tidak ada kombinasi bisnis material atau perbedaan nilai tukar mata uang asing yang akan
   mempengaruhi kewajiban berdasarkan pengaturan pembiayaan pemasok pada kedua periode tersebut.
   Terdapat transfer non-tunai dari utang usaha ke kewajiban berdasarkan pengaturan pembiayaan
   pemasok sebesar Rp132 miliar dan Rp115 miliar masing-masing pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember
   2024.

16. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR

   Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2025    31 Desember 2024
   Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                               6.461            6.424
   Gaji dan tunjangan                                                           3.630            3.856
   Umum, administrasi, dan pemasaran                                            3.249            3.665
   Beban bunga dan administrasi bank                                              219              247
   Jumlah                                                                      13.559          14.192

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.
                                                    56
Page 60
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. LIABILITAS KONTRAK

   Rinican dari liabilitas kontrak adalah sebagai berikut:

   a. Liabilitas kontrak jangka pendek

                                                                        31 Maret 2025         31 Desember 2024
      Uang muka pelanggan Mobile                                                  3.129                   3.285
      Uang muka pelanggan Enterprise                                              2.210                   2.306
      Uang muka pelanggan WIB                                                     1.504                   1.322
      Uang muka pelanggan Consumer                                                  242                     244
      Uang muka pelanggan lain-lain                                                 522                     581
      Jumlah                                                                      7.607                   7.738

   b. Liabilitas kontrak jangka panjang

                                                                        31 Maret 2025         31 Desember 2024
      Uang muka pelanggan WIB                                                       890                     948
      Uang muka pelanggan Consumer                                                  581                     602
      Uang muka pelanggan Enterprise                                                270                     247
      Uang muka pelanggan lain-lain                                                 673                     687
      Jumlah                                                                      2.414                   2.484

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

18. UTANG BANK JANGKA PENDEK

                                                                        31 Maret 2025            31 Desember 2024
                                                                        Saldo terutang             Saldo terutang
                                                                    Mata uang                  Mata uang
                                                                       asing        Setara        asing         Setara
   Kreditur                                           Mata uang   (dalam jutaan)    Rupiah   (dalam jutaan)     Rupiah
   Pihak berelasi
    Bank Mandiri                                         Rp                   -      3.548                -      3.755
    BNI                                                  Rp                   -        820                -      1.799
    BRI                                                  Rp                   -        400                -          -
   Sub-jumlah                                                                        4.768                       5.554
   Pihak ketiga
    PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC")                     Rp                    -      2.520                -     2.440
    MUFG Bank ("MUFG")                                  Rp                    -      1.805                -     1.805
    PT Bank DBS Indonesia ("DBS")                       Rp                    -        420                -       440
    PT Bank Maspion Indonesia Tbk. ("Bank Maspion")     Rp                    -         97                -       167
    Bank of China                                       Rp                    -          -                -     1.000
    UOB Indonesia                                       Rp                    -          -                -       100
    Lain-lain                                           Rp                    -         18                -        19
                                                        US$                   3         43                -         -
   Sub-jumlah                                                                        4.903                      5.971
   Jumlah                                                                            9.671                     11.525




                                                         57
Page 61
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

   Informasi lain yang signifikan terkait utang bank jangka pendek pada tanggal 31 Maret 2025 adalah
   sebagai berikut:

                                                    Total                                Periode
                                        Mata      fasilitas         Jatuh tempo        pembayaran   Tingkat suku bunga
                       Peminjam         uang   (dalam miliar)*   fasilitas pinjaman       bunga          per tahun         Jaminan**
   Bank Mandiri
    2020 - 2023         Finnet, PST     Rp                600        28 April 2025 -    Bulanan,                1 bulan        Tidak ada
                                                                       21 Mei 2025      Kuartalan        JIBOR + 1,30%
                                                                                                                3 bulan
                                                                                                         JIBOR + 1,25%
       2021 - 2022   Nutech, Mitratel   Rp              3.550         25 Juli 2025 -    Bulanan           6,00% - 9,00%    Piutang usaha
                                                                 21 September 2025                                         dan aset tetap

   BNI
    2014 - 2017         Sigma, GSD      Rp                350    8 November 2025 -      Bulanan          7,91% - 8,50%     Piutang usaha
                                                                     9 Januari 2026                                        dan aset tetap
       2017 - 2021       Infomedia,     Rp              1.135          6 Juni 2025 -    Bulanan         1 bulan JIBOR +    Piutang usaha
                           Metranet,                                 28 Maret 2026                        1,75% - 2,50%
                        Telkom Infra
   BRI
    2025                     Nutech     Rp                500         19 Maret 2026     Bulanan          7,00% - 7,20%         Tidak ada
   HSBC
    2014                     Sigmaa     Rp                400     6 November 2025       Bulanan              Under BLR     Piutang usaha
                                                                                                                  7,40%
       2018 - 2023     Sigma, Metra,    Rp              2.723         23 Mei 2025 -     Bulanan,        1 bulan JIBOR +        Tidak ada
                     PINS, Metranet,                             16 Desember 2025       Kuartalan         0,35% - 0,80%
                          Telkomsat,                                                                             3 bulan
                          GSD, TDE                                                                       JIBOR + 2,00%
   MUFG
    2018 - 2019          Infomedia,     Rp              2.176        30 April 2025 -    Bulanan,        1 bulan JIBOR +        Tidak ada
                       Metra, GSD,                                 31 Oktober 2025      Kuartalan         0,25% - 0,80%
                       Telkom Infra,                                                                    3 bulan JIBOR +
                         Telkomsat                                                                        0,25% - 0,80%
   DBS
    2018               Telkom Infra,    Rp                440           31 Juli 2025    Bulanan                 1 bulan        Tidak ada
                          Infomedia                                                                      JIBOR + 1,20%
   Bank Maspion
    2023                   Metranet     Rp                170      26 Oktober 2025      Bulanan                  7,25%         Tidak ada

   *
      Disajikan dalam mata uang asal.
   ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.
   a.
      Perpanjangan otomatis jika belum dilunasi.

   Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
   batasan seperti adanya batasan bahwa Perusahaan harus memiliki kepemilikan saham mayoritas paling
   sedikit 51% terhadap anak perusahaan dan mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal
   31 Desember 2024, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut, kecuali untuk
   Sigma terkait current ratio dan debt to service coverage ratio yang masih lebih rendah dari yang
   dipersyaratkan. Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) untuk
   pinjaman sebesar Rp758 miliar dari HSBC untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi
   atas pelanggaran tersebut untuk Sigma. Waiver dari HSBC diterima pada tanggal 18 Desember 2024
   dan berlaku efektif selama 12 bulan setelah periode pelaporan. Pada tanggal 31 Maret 2025, Grup telah
   memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut.

   Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis usaha.




                                                                   58
Page 62
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA

   Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun adalah sebagai berikut:

                                                        Catatan            31 Maret 2025          31 Desember 2024
   Obligasi                                              19a                         2.349                   2.347
   Utang bank                                            19b                         9.644                  13.519
   Jumlah                                                                           11.993                  15.866

   Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya adalah sebagai berikut:

                                                        Catatan            31 Maret 2025          31 Desember 2024
   Obligasi                                              19a                         2.696                  2.696
   Utang bank                                            19b                        20.944                 22.822
   Jumlah                                                                           23.640                 25.518

   Jadwal pembayaran pokok utang pada tanggal 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                      Tahun
                              Catatan       Jumlah      2026          2027            2028        2029      Selanjutnya
   Obligasi                    19a            2.696             -              -           -           -         2.696
   Utang bank                  19b           20.944         4.819          4.905       4.145       3.743         3.332
   Jumlah                                    23.640         4.819          4.905       4.145       3.743         6.028

   a. Obligasi

                                                                                     Saldo terutang
      Obligasi                                                       31 Maret 2025                31 Desember 2024
      Obligasi Telkom Tahun 2015
         Seri B                                                                      2.100                        2.100
         Seri C                                                                      1.200                        1.200
         Seri D                                                                      1.500                        1.500
      Obligasi Mitratel Tahun 2024                                                     240                          240
      Sukuk Mitratel Tahun 2024                                                         10                           10
      Jumlah                                                                         5.050                        5.050
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                                     (5)                          (7)
      Bagian jangka panjang                                                          5.045                        5.043
      Bagian yang akan jatuh tempo dalam
       satu tahun                                                                    (2.349)                     (2.347)
      Bagian jangka panjang                                                           2.696                       2.696

      i.   Obligasi Telkom Tahun 2015

                                                                                                 Periode      Tingkat
                                                   Tempat        Tanggal                       pembayaran    bunga per
           Obligasi   Pokok utang     Penerbit    pencatatan      terbit      Jatuh tempo         bunga        tahun
           Seri A            2.200   Perusahaan       BEI      23 Juni 2015   23 Juni 2022      Kuartalan     9,93%
           Seri B            2.100   Perusahaan       BEI      23 Juni 2015   23 Juni 2025      Kuartalan     10,25%
           Seri C            1.200   Perusahaan       BEI      23 Juni 2015   23 Juni 2030      Kuartalan     10,60%
           Seri D            1.500   Perusahaan       BEI      23 Juni 2015   23 Juni 2045      Kuartalan     11,00%
           Total             7.000

           Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan
           Perusahaan baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun
           yang akan ada dikemudian hari (Catatan 11b.viii). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi
           obligasi ini adalah PT Bahana TCW Investment Management (“Bahana TCW”), PT BRI
           Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.,
           sedangkan bertindak sebagai Wali Amanat adalah Bank Permata. Perusahaan menerima hasil
           penerbitan obligasi ini pada tanggal 23 Juni 2015.




                                                       59
Page 63
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   a. Obligasi (lanjutan)

      i.     Obligasi Telkom Tahun 2015 (lanjutan)

             Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi,
             seluruhnya dipergunakan untuk pengembangan usaha: broadband, backbone, metro network,
             regional metro junction, information technology application and support, dan akuisisi beberapa
             perusahaan baik dalam lingkup domestik maupun internasional.

             Pada tanggal 31 Maret 2025, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh Pefindo adalah
             idAAA (Triple A).

             Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Perusahaan dipersyaratkan untuk menaati semua
             pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
             (a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1;
             (b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1;
             (c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.

             Pada tanggal 31 Maret 2025, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio
             tersebut di atas.

      ii.    Obligasi Mitratel Tahun 2024

             Pada tanggal 4 Juli 2024, Mitratel menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap I sebesar
             Rp240 miliar. Bunga obligasi sebesar 6,50% per tahun akan dibayarkan setiap triwulan. Jatuh
             tempo obligasi pada tanggal 14 Juli 2025.

             BTN ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan obligasi Mitratel 2024. Penerbitan obligasi ini
             memperoleh peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.

      iii.   Sukuk Mitratel Tahun 2024

             Pada tanggal 4 Juli 2024, Mitratel menerbitkan Sukuk Ijarah berkelanjutan tahap I sebesar
             Rp10 miliar. Bunga sukuk sebesar 6,50% per tahun akan dibayarkan setiap triwulan. Jatuh tempo
             sukuk pada tanggal 14 Juli 2025.

             BTN ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan sukuk Mitratel 2024. Penerbitan sukuk ini
             memperoleh peringkat AAAsy dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.




                                                     60
Page 64
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   b. Utang bank

                                                                        31 Maret 2025                31 Desember 2024
                                                                       Saldo terutang                  Saldo terutang
                                                                 Mata uang                       Mata uang
                                                                    asing           Setara          asing          Setara
      Kreditur                                    Mata uang    (dalam jutaan)      Rupiah      (dalam jutaan)      Rupiah
      Pihak berelasi
       BNI                                           Rp                     -         5.583                -          6.030
       BSI                                           Rp                     -         2.083                -          2.083
       Bank Mandiri                                  Rp                     -         2.078                -          6.355
       BRI                                           Rp                     -         1.475                -          1.475
      Sub-jumlah                                                                     11.219                          15.943
      Pihak ketiga
       BCA                                           Rp                    -          8.980                -          9.755
       DBS                                           Rp                    -          4.283                -          4.800
       Bank of China                                 Rp                    -          1.900                -          1.900
       Bank CIMB Niaga                               Rp                    -          1.695                -          1.710
                                                    US$                    6            102                6             99
        Bank Permata                                 Rp                    -            979                -          1.021
        HSBC                                         Rp                    -            892                -          1.000
        PT Bank Sinarmas Tbk. (“Bank Sinarmas”)      Rp                    -            500                -              -
        Bank Danamon                                 Rp                    -            109                -            110
        Bank Sindikasi                              US$                    -              -                4             60
        PT Bank ANZ Indonesia ("Bank ANZ")           Rp                    -              -                -             22
        Lain-lain                                    Rp                    -              3                -              3
                                                    MYR                    7             27                7             27
      Sub-jumlah                                                                     19.470                          20.507
      Jumlah                                                                         30.689                          36.450
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                                    (101)                           (109)
                                                                                     30.588                          36.341
      Utang bank yang jatuh tempo dalam
       satu tahun                                                                    (9.644)                        (13.519)
      Bagian jangka panjang                                                          20.944                          22.822




                                                          61
Page 65
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   b. Utang bank (lanjutan)

      Informasi lain yang signifikan terkait utang bank pada tanggal 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                Pembayaran
                                                  Total           periode
                                                fasilitas         berjalan                    Periode
                                         Mata    (dalam            (dalam       Jadwal      pembayaran     Tingkat suku
                         Peminjam        Uang    miliar)*         miliar)*    pembayaran       bunga      bunga per tahun     Jaminan**
      BNI
       2013 - 2024     Perusahaan,       Rp        13.350              381    2018 - 2033     Bulanan,     1 bulan JIBOR +       Piutang
                        TLT, Sigma,                                                           Kuartalan     0,25% - 2,25%;    usaha dan
                       Mitratel, UMT                                                                       3 bulan JIBOR +          aset
                                                                                                             0,25% - 1,50%         tetap
       2024                  Mitratel    Rp         2.000                 -   2024 - 2031      Bulanan               7,00%     Tidak ada
      BSI
       2024                  Mitratel    Rp         2.292                 -   2024 - 2029   Semesteran              7,82%     Tidak ada
      Bank Mandiri
       2019 - 2024       Perusahaan,     Rp         9.200              200    2021 - 2031     Kuartalan    3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                          GSD, PST,                                                                          0,25% - 1,50%
                              Mitratel
      BRI
       2019 - 2023      Perusahaan,      Rp         3.000                 -   2021 - 2030     Kuartalan            3 bulan    Tidak ada
                             Mitratel                                                                       JIBOR + 0,75%
      BCA
       2020 - 2023      Perusahaan,      Rp         9.186              506    2020 - 2031     Kuartalan    3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                          PST, GSD                                                                           1,00% - 1,50%
        2020 - 2024     Perusahaan,      Rp         9.500              270    2024 - 2032     Kuartalan      6,75% - 7,00%    Tidak ada
                             Mitratel
      DBS
       2021                  Mitratel    Rp         3.500              350    2022 - 2028     Kuartalan            3 bulan    Tidak ada
                                                                                                            JIBOR + 1,20%
        2023 - 2024     Perusahaan,      Rp         7.000              167    2024 - 2031     Kuartalan      6,50% - 6,90%    Tidak ada
                             Mitratel
      Bank of China
       2019               Telkomsel      Rp         1.900                 -   2021 - 2025      Bulanan              4,90%     Tidak ada
      Bank CIMB
       Niaga
       2019 - 2022     PINS, Mitratel    Rp         2.300               14    2022 - 2029     Kuartalan    3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                                                                                                             1,30% - 1,95%
        2021 - 2022             Telin    US$                0             -   2025 - 2030   Semesteran              6 bulan   Tidak ada
                                                                                                            SOFR + 1,82%
      Bank Permata
       2020 - 2022           Mitratel    Rp         2.000               42    2021 - 2029     Kuartalan            3 bulan    Tidak ada
                                                                                                            JIBOR + 1,30%
      HSBC
       2021 - 2023           Mitratel    Rp         1.250              108    2023 - 2030     Kuartalan    3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                                                                                                             0,50% - 1,85%
      Bank Danamon
       2022                  Mitratel    Rp           636                 -   2022 - 2025     Kuartalan            3 bulan    Tidak ada
                                                                                                            JIBOR + 1,50%
       2024                      SSI     Rp            24                1    2024 - 2029      Bulanan              8,75%     Tidak ada
      Bank Sinarmas
       2024               Telkomsel      Rp         1.000             2.000   2024 - 2026     Mingguan            1 minggu    Tidak ada
                                                                                                                    JIBOR

      * Disajikan dalam mata uang asal
      ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.




                                                                 62
Page 66
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   b. Utang bank (lanjutan)

      Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
      batasan seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan perolehan utang baru,
      termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup telah
      memenuhi ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut, kecuali untuk TLT, Sigma, dan GSD terkait
      current ratio dan debt to service coverage ratio yang masih lebih rendah dari yang dipersyaratkan.
      Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman
      untuk tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut untuk TLT,
      Sigma, dan GSD untuk pinjaman sebesar Rp660 miliar, Rp106 miliar, dan Rp231 miliar. Waiver dari
      BNI dan BCA diterima masing-masing pada tanggal 10 Desember 2024, 12 Desember 2024, dan
      31 Desember 2024, kecuali utang bank GSD yang tidak mendapatkan waiver letter dari Bank Mandiri
      sebelum tanggal 31 Desember 2024, sehingga seluruh saldo pinjaman jangka panjang GSD ke Bank
      Mandiri sebesar Rp13 miliar telah diklasifikasikan sebagai jangka pendek. Waiver berlaku efektif
      selama 12 bulan setelah periode pelaporan. Pada tanggal 31 Maret 2025, Grup telah memenuhi
      ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut.

      Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup tersebut digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis
      usaha dan keperluan investasi.

20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI

   Rincian kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut:

                                                               31 Maret 2025       31 Desember 2024
   Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak:
    Telkomsel                                                            12.637                  11.022
    Mitratel                                                              8.588                   8.440
    Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                         958                     934
   Jumlah                                                                22.183                  20.396

                                                                  2025                    2024
   Kepentingan nonpengendali atas laba (rugi)
    periode berjalan entitas anak:
     Telkomsel                                                            1.616                   1.608
     Mitratel                                                               148                     147
     Lain-lain                                                               23                      12
   Jumlah                                                                 1.787                   1.767




                                                 63
Page 67
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan)

   Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material

   Kepemilikan kepentingan nonpengendali yang dianggap material oleh Perusahaan adalah kepemilikan
   kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel. Pada tanggal 31 Maret 2025 dan
   31 Desember 2024, kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel masing-masing
   adalah sebesar 30,10% dan 28,16%.

   Ringkasan informasi keuangan Telkomsel dan Mitratel disajikan berdasarkan nilai sebelum penyesuaian
   dan eliminasi antar perusahaan.

   Ringkasan laporan posisi keuangan:

                                                   Telkomsel                         Mitratel
                                          31 Maret       31 Desember        31 Maret      31 Desember
                                            2025             2024             2025            2024
   Aset lancar                                 17.510            19.374           4.320           3.447
   Aset tidak lancar                           98.098            98.029          54.425          54.693
   Liabilitas jangka pendek                   (38.790)          (41.199)        (13.023)        (12.286)
   Liabilitas jangka panjang                  (40.479)          (45.216)        (11.809)        (12.467)
   Jumlah ekuitas                              36.339            30.988          33.913          33.387
   Yang dapat diatribusikan kepada:
    Pemilik entitas induk                      23.702             19.966         25.325          24.947
    Kepentingan nonpengendali                  12.637             11.022          8.588           8.440

   Ringkasan laporan laba (rugi) dan penghasilan komprehensif lain:

                                                  Telkomsel                         Mitratel
                                            2025            2024             2025            2024
   Pendapatan                                  27.229          28.530            2.262           2.205
   Beban operasi                              (20.342)        (20.539)          (1.247)         (1.046)
   Beban lain-lain - bersih                      (194)           (955)            (468)           (592)
   Laba sebelum pajak penghasilan               6.693           7.036              547             567
   Beban pajak penghasilan - bersih            (1.342)         (1.662)             (21)            (46)
   Laba periode berjalan                        5.351           5.374              526             521
   Penghasilan komprehensif
    lain - bersih                                   0                 0              -                   -
   Jumlah laba komprehensif
    periode berjalan                            5.351            5.374            526              521

   Diatribusikan kepada
    kepentingan nonpengendali                   1.616            1.608            148              147
   Dividen yang dibayar kepada
    kepentingan nonpengendali                          -              -              -                   -

   Ringkasan laporan arus kas:

                                                  Telkomsel                         Mitratel
                                            2025            2024             2025            2024
   Kegiatan operasi                           10.485          10.258             4.082           4.058
   Kegiatan investasi                          (2.482)         (3.222)            (316)           (275)
   Kegiatan pendanaan                          (8.674)         (7.367)          (2.809)         (3.320)
   Kenaikan (penurunan) bersih
    kas dan setara kas                           (671)            (331)            957             463




                                                  64
Page 68
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM

                                                                                             31 Maret 2025
                                                                                               Persentase           Jumlah modal
   Keterangan                                                         Jumlah saham
                                                                                               kepemilikan             disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                        1                         0                  0
   Saham seri B
    BKI                                                                 51.602.353.559                      52,09           2.580
    The Bank of New York Mellon Corporation*                             4.300.874.480                       4,34             215
    Direksi (Catatan 1b):
     Ririek Adriansyah                                                      9.336.755                           0                  0
     Bogi Witjaksono                                                        6.952.700                           0                  0
     Afriwandi                                                              6.995.200                           0                  0
     Heri Supriadi                                                          7.242.700                           0                  0
     F.M. Venusiana R.                                                     10.629.200                           0                  0
     Herlan Wijanarko                                                       6.995.200                           0                  0
     Muhamad Fajrin Rasyid                                                  6.952.700                           0                  0
     Budi Setyawan Wijaya                                                   7.407.700                           0                  0
     Honesti Basyir                                                         3.632.844                           0                  0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Isa Rachmatarwata                                                       3.312.700                          0               0
     Marcelino Rumambo Pandin                                                3.312.700                          0               0
     Ismail                                                                  3.312.700                          0               0
     Arya Mahendra Sinulingga                                                3.359.500                          0               0
     Rizal Mallarangeng                                                      3.312.700                          0               0
     Silmy Karim                                                             1.344.700                          0               0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                              43.074.888.561                      43,57           2.158
   Jumlah                                                               99.062.216.600                     100,00           4.953

                                                                                          31 Desember 2024
                                                                                              Persentase            Jumlah modal
   Keterangan                                                         Jumlah saham
                                                                                              kepemilikan              disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                        1                         0                  0
   Saham seri B
    Pemerintah                                                          51.602.353.559                      52,09           2.580
    The Bank of New York Mellon Corporation*                             4.185.694.580                       4,23             209
    Direksi (Catatan 1b):
     Ririek Adriansyah                                                      9.336.755                           0                  0
     Bogi Witjaksono                                                        6.952.700                           0                  0
     Afriwandi                                                              6.995.200                           0                  0
     Heri Supriadi                                                          7.242.700                           0                  0
     F.M. Venusiana R.                                                     10.629.200                           0                  0
     Herlan Wijanarko                                                       6.995.200                           0                  0
     Muhamad Fajrin Rasyid                                                  6.952.700                           0                  0
     Budi Setyawan Wijaya                                                   7.407.700                           0                  0
     Honesti Basyir                                                         3.250.844                           0                  0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Isa Rachmatarwata                                                       3.312.700                          0               0
     Marcelino Rumambo Pandin                                                3.312.700                          0               0
     Ismail                                                                  3.312.700                          0               0
     Arya Mahendra Sinulingga                                                3.359.500                          0               0
     Rizal Mallarangeng                                                      3.312.700                          0               0
     Silmy Karim                                                             1.344.700                          0               0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                              43.190.450.461                      43,68           2.164
   Jumlah                                                               99.062.216.600                     100,00           4.953

   *The Bank of New York Mellon Corporation bertindak sebagai lembaga penyimpanan untuk saham ADS Perusahaan.


   Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah Republik
   Indonesia dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun, dan mempunyai hak veto dalam RUPS
   Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi, penerbitan
   saham baru, serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.




                                                                 65
Page 69
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA

                                                                                        31 Maret 2025                   31 Desember 2024
   Selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan
    nonpengendali pada entitas anak                                                                      8.364                             8.364
   Selisih kurs karena penjabaran                                                                        1.319                             1.102
   Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas asosiasi                                                    386                               386
   Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang
    tersedia untuk dijual                                                                                 9                                    9
   Komponen ekuitas lainnya                                                                              37                                   37
   Jumlah                                                                                            10.115                                9.898

23. PENDAPATAN

   Grup memperoleh pendapatan dari lini produk utama sebagai berikut:

                          2025                  Mobile      Consumer       Enterprise        WIB            Lain-lain       Pendapatan konsolidasian
   Pendapatan telepon
       Selular                                      1.419              -             -            48                    -                      1.467
       Telepon tidak bergerak                           -              -           125            17                    -                        142
   Jumlah pendapatan telepon                        1.419              -           125            65                    -                      1.609
   Pendapatan interkoneksi                             90              -             -         2.306                    -                      2.396
   Pendapatan data, internet, dan
       jasa teknologi informatika
       Internet dan data seluler                  16.800               -                -            -                  -                     16.800
       Internet, komunikasi data, dan
          jasa teknologi informatika                   -               -         2.751             711               -                         3.462
       SMS                                           952               -             9               -               -                           961
       Lain-lain                                       4               -           430             353             282                         1.069
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika               17.756            -            3.190         1.064               282                        22.292
   Pendapatan jaringan                                 1            -              358           500                 -                           859
   Pendapatan IndiHome                                 -        6.663                -             -                 -                         6.663
   Layanan lainnya
     Call center service                               -               -           342              -                -                           342
     E-payment                                         -               -           335              -                -                           335
     Manage service dan terminal                       -               -           208              2                -                           210
     E-health                                          -               -           180              -                -                           180
     Lain-lain                                       490               4           291             77              148                         1.010
   Jumlah layanan lainnya                            490               4         1.356             79              148                         2.077
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan                     19.756        6.667            5.029         4.014               430                        35.896
   Pendapatan dari transaksi lessor                    -            -                -           743                 -                           743
   Jumlah pendapatan                              19.756        6.667            5.029         4.757               430                        36.639
   Penyesuaian dan eliminasi                           -            7                3            (3)             (103)
   Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
     di segmen operasi                            19.756        6.674            5.032         4.754               327


                          2024                  Mobile      Consumer       Enterprise        WIB            Lain-lain       Pendapatan konsolidasian
   Pendapatan telepon
       Selular                                      1.583              -             -            46                    -                      1.629
       Telepon tidak bergerak                           -              -            93            26                    -                        119
   Jumlah pendapatan telepon                        1.583              -            93            72                    -                      1.748
   Pendapatan interkoneksi                             75              -             -         2.500                    -                      2.575
   Pendapatan data, internet, dan
       jasa teknologi informatika
       Internet dan data seluler                  17.702               -                -            -                  -                     17.702
       Internet, komunikasi data, dan
          jasa teknologi informatika                  79               -         2.748             643              27                         3.497
       SMS                                           759               -             2               -               -                           761
       Lain-lain                                     658               -           343             247              97                         1.345
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika               19.198            -            3.093             890             124                        23.305
   Pendapatan jaringan                                 1            -              294             390               -                           685
   Pendapatan IndiHome                                 -        6.441                -               -               -                         6.441
   Layanan lainnya
     Call center service                               -               -           374              -                -                           374
     Manage service dan terminal                       -               -           288              3                -                           291
     E-payment                                         -               -           249              -                -                           249
     E-health                                          -               -           182              -                -                           182
     Lain-lain                                       234               -           316             80              154                           784
   Jumlah layanan lainnya                            234               -         1.409             83              154                         1.880
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan                     21.091        6.441            4.889         3.935               278                        36.634
   Pendapatan dari transaksi lessor                    -            -                -           795                 -                           795
   Jumlah pendapatan                              21.091        6.441            4.889         4.730               278                        37.429
   Penyesuaian dan eliminasi                           -           (1)               5            30              (152)
   Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
     di segmen operasi                            21.091        6.440            4.894         4.760               126




                                                                  66
Page 70
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PENDAPATAN (lanjutan)

   Manajemen mengharapkan bahwa sebagian besar transaksi yang dialokasikan untuk kontrak yang
   belum diselesaikan pada tanggal 31 Maret 2025 akan diakui sebagai pendapatan selama periode-
   periode pelaporan berikutnya. Kewajiban pelaksanaan yang belum terpenuhi pada tanggal
   31 Maret 2025, bagian yang diharapkan dapat direalisasi dalam satu tahun adalah sebesar
   Rp6.474 miliar dan bagian yang lebih dari satu tahun adalah sebesar Rp4.186 miliar.

   Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak berelasi
   yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan telekomunikasi serta
   tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan 28 tahun yang akan
   berakhir bervariasi antara tahun 2025 hingga 2037. Periode sewa menyewa dapat diperpanjang
   berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

24. BEBAN KARYAWAN

   Rincian dari beban karyawan adalah sebagai berikut:

                                                                     2025                   2024
   Gaji dan tunjangan                                                       2.525                   2.474
   Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya                                    1.107                   1.085
   Beban pensiun dan imbalan pasca kerja
    lainnya (Catatan 30)                                                      440                     480
   Beban penghargaan masa kerja (Catatan 31)                                   80                      78
   Lain-lain                                                                    6                      11
   Jumlah                                                                   4.158                   4.128

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

25. BEBAN OPERASI, PEMELIHARAAN, DAN JASA TELEKOMUNIKASI

   Rincian dari beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut:

                                                                     2025                    2024
   Operasi dan pemeliharaan                                                 5.613                   5.574
   Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 35c.i)                          1.913                   1.915
   Sewa sirkit dan Customer Premise Equipment ("CPE")                         825                     776
   Beban hak penyelenggaraan dan KPU (Catatan 15)                             722                     702
   Listrik, gas, dan air                                                      259                     234
   Beban pokok penjualan kartu SIM, voucer,
    dan periferal (Catatan 7)                                                 114                     146
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                            162                     278
   Jumlah                                                                   9.608                   9.625

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.




                                                   67
Page 71
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian dari beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

                                                                     2025                  2024
   Penyisihan kerugian kredit ekspektasian
    piutang usaha (Catatan 5)                                                 675                   446
   Beban umum                                                                 473                   478
   Jasa profesional                                                           103                   112
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                            560                   488
   Jumlah                                                                   1.811                 1.524

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

27. PERPAJAKAN

   a. Pajak dibayar di muka
                                                               31 Maret 2025          31 Desember 2024
      Perusahaan:
        Pajak penghasilan ("PPh")
          Pasal 22 - Pembelian barang                                           -                     -
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                          260                   260
        PPN                                                                   239                     -
      Entitas anak:
        PPh
          PPh Badan                                                             37                     1
          Pasal 22 - Pembelian barang                                            1                     -
          Pasal 4(2) - Pajak final                                              17                    17
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                           250                    79
        PPN                                                                  1.635                 2.076
      Jumlah pajak dibayar di muka                                           2.439                 2.433
      Bagian jangka pendek                                                  (2.439)               (2.433)
      Bagian jangka panjang                                                      -                     -

   b. Klaim restitusi pajak
                                                               31 Maret 2025          31 Desember 2024
      Perusahaan
       PPh Badan                                                              668                   641
       PPh 21 - PPh pribadi                                                   154                   154
       PPN                                                                    166                   168
      Entitas anak
       PPh
        PPh Badan                                                           1.623                 1.553
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                             25                     -
        PPh 21 - PPh pribadi                                                    -                     7
       PPN                                                                    475                   706
      Jumlah tagihan restitusi pajak                                        3.111                 3.229
      Bagian jangka pendek                                                   (258)                 (411)
      Bagian jangka panjang (Catatan 13)                                    2.853                 2.818




                                                   68
Page 72
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   c. Utang pajak

                                                             31 Maret 2025        31 Desember 2024
      Perusahaan:
       PPh
        Pasal 4(2) - Pajak final                                            27                     11
        Pasal 21 - PPh pribadi                                             194                      1
        Pasal 22 - Pembelian barang                                          3                      1
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                          29                     45
        Pasal 25 - Angsuran PPh Badan                                       78                     78
       PPN                                                                   -                    109
       PPN atas Pemungutan Pajak ("WAPU")                                  129                    114
                                                                           460                    359
      Entitas anak:
       PPh
        Pasal 4(2) - Pajak final                                           127                    644
        Pasal 21 - PPh pribadi                                             436                    160
        Pasal 22 - Pembelian barang                                          5                      6
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                          28                     33
        Pasal 25 - Angsuran PPh Badan                                      497                    587
        Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri                              87                    178
        Pasal 29 - PPh Badan                                               289                    203
       PPN                                                                 969                    473
       PPN WAPU                                                            790                    650
                                                                         3.228                  2.934
      Jumlah utang pajak                                                 3.688                  3.293

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                  2025                   2024
      Kini
        Perusahaan                                                         416                    459
        Entitas anak                                                     1.789                  1.187
                                                                         2.205                  1.646
      Tangguhan
       Perusahaan                                                           73                    (18)
       Entitas anak                                                       (285)                   695
                                                                          (212)                   677
      Beban pajak penghasilan bersih                                     1.993                  2.323




                                                 69
Page 73
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan dengan estimasi laba kena pajak untuk periode
      tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                     2025                 2024
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                          9.590             10.142
      Penambahan kembali eliminasi konsolidasian                            5.745              5.495
      Laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan
       dan eliminasi                                                     15.335                15.637
      Dikurangi: laba entitas anak sebelum pajak penghasilan             (8.589)               (9.124)
      Laba sebelum pajak penghasilan sebelum dikurangi
       pajak penghasilan atas pajak final - Perusahaan                      6.746               6.513
      Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final                (225)               (210)
      Laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurangi
       penghasilan atas pajak final - Perusahaan                            6.521               6.303

      Perbedaan temporer:
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                 (59)                  296
      Pendapatan instalasi tangguhan                                            1                    24
      Sewa                                                                    (27)                  (25)
      Provisi imbalan karyawan                                                386                   318
      Hak atas tanah, aset takberwujud dan lainnya                             12                    16
      Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya
       berkala bersih                                                          (15)                  56
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi
       dan pajak                                                             (691)                  (562)
      Beban yang masih harus dibayar                                            9                    (22)
      Lain-lain                                                                 3                      -
      Jumlah perbedaan temporer bersih                                       (381)                   101
      Perbedaan tetap:
      Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala - bersih                     92                    91
      Sumbangan                                                                43                    56
      Imbalan karyawan                                                          3                     3
      Beban untuk mendapatkan obyek
       pajak penghasilan final                                                  40                 36
      Bagian laba bersih entitas asosiasi dan entitas anak                  (4.400)            (4.379)
      Lain-lain                                                                 78                 45
      Jumlah perbedaan tetap bersih                                         (4.144)            (4.148)
      Penghasilan kena pajak - Perusahaan                                    1.996              2.256
      Beban pajak penghasilan kini                                             379                428
      Beban pajak penghasilan final                                             37                 31
      Jumlah beban pajak penghasilan kini - Perusahaan                         416                459
      Beban pajak penghasilan kini - entitas anak                            1.789              1.187
      Jumlah beban pajak penghasilan kini                                    2.205              1.646




                                                  70
Page 74
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Rekonsiliasi antara pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak perusahaan
      19% terhadap laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurang pendapatan yang dikenakan pajak
      final dan beban pajak bersih pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
      adalah sebagai berikut:

                                                                        2025                  2024
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                             9.590                 10.142
      Dikurangi pendapatan yang dikenakan
       pajak final - bersih konsolidasian                                       (613)                (1.892)
                                                                               8.977                  8.250

      Beban pajak penghasilan dihitung pada tarif
       Perusahaan                                                              1.706                  1.568
      Perbedaan pada tarif pajak entitas anak                                    218                    187
      Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan
       perpajakan                                                                (74)                   440
      Beban pajak penghasilan final                                               37                     31
      Penyesuaian pajak tangguhan                                                 (6)                   (14)
      Pajak tangguhan yang tidak diakui                                            5                      9
      Lain-lain                                                                  107                    102
      Beban pajak penghasilan bersih                                           1.993                  2.323

      Dalam UU No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah
      terakhir dengan UU No. 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
      Undang No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Pasal 17 ayat (1) huruf b
      mengatur bahwa tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi wajib pajak badan
      dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% (dua puluh dua persen) yang mulai berlaku pada
      tahun pajak 2022 dan dalam Pasal 17 ayat (2b) mengatur bahwa bagi wajib pajak badan berbentuk
      perseroan terbatas dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek
      di Indonesia paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh tarif sebesar
      3% lebih rendah dari tarif seharusnya.

      Perusahaan telah menerapkan tarif pajak PPh Badan sebesar 19% untuk periode tiga bulan yang
      berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
      Entitas anak menerapkan tarif pajak sebesar 22% untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
      31 Maret 2025 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

   e. Pemeriksaan pajak

      (i)   Perusahaan

            Pada periode dua belas bulan yang berakhir pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima
            sejumlah ketetapan pajak hasil pemeriksaan pajak tahun pajak 2019, 2020 dan 2021, dimana
            dari seluruh ketetapan pajak tersebut Perusahaan menerima restitusi bersih sebesar Rp7,7 miliar
            setelah dipotong dengan tagihan dan ketetapan jenis pajak lainnya. Perusahaan tidak setuju dan
            mengajukan keberatan atas ketetapan pajak sebesar Rp35,7 miliar. Selain restitusi dari hasil
            pemeriksaan pajak, Perusahaan juga menerima restitusi senilai Rp37,9 miliar atas keputusan
            persetujuan pembatalan Surat Tagihan Pajak PPN tahun pajak 2015 dan 2016.

            Pada bulan Juli 2024, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan
            untuk seluruh jenis pajak tahun 2023. Pada bulan September 2024, Perusahaan menerima Surat
            Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan PPN tahun 2022. Sampai dengan tanggal penerbitan
            laporan keuangan ini, proses pemeriksaan pajak masih berlangsung.




                                                        71
Page 75
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)

      (i)    Perusahaan (lanjutan)

             Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, Perusahaan menerima sejumlah
             ketetapan dan putusan pajak. Perusahaan menerima ketetapan pajak hasil pemeriksaan PPN
             untuk masa Mei 2020 dan telah menerima restitusi sebesar Rp0,3 miliar serta telah menyetujui
             dan membebankan ketetapan pajak sebesar Rp0,7 miliar pada laporan laba rugi tahun 2023.
             Perusahaan juga menerima Putusan Mahkamah Agung Nomor 1365/B/PK/Pjk/2023 yang
             menolak permohonan peninjauan kembali Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atas sengketa PPh
             Badan tahun 2015, dengan adanya Putusan tersebut maka seluruh jenis pajak tahun 2015 telah
             berkekuatan hukum tetap. Selain itu, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan
             Pajak untuk PPh Badan dan PPh Pemotongan/Pemungutan Tahun 2019 dan 2020, PPN Tahun
             2020 (selain Masa Mei) dan untuk seluruh jenis pajak Tahun 2021. Sampai dengan periode yang
             berakhir tanggal 31 Desember 2023 tidak terdapat ketetapan pajak yang diajukan upaya hukum
             keberatan dan/atau banding.

      (ii)   Telkomsel

             Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Telkomsel memiliki sejumlah ketetapan
             pajak yang sedang dalam proses banding. Rincian klaim restitusi pajak, baik yang berkaitan
             dengan ketetapan pajak maupun yang belum ditetapkan oleh Otoritas Pajak, termasuk eksposur
             ketetapan pajak yang tidak disertai dengan klaim pajak oleh Perusahaan, adalah sebagai berikut:

                                                                                  31 Maret 2025
                                                                   Banding           Lainnya      Jumlah
             Klaim restitusi pajak yang belum ditetapkan
              oleh Otoritas Pajak
              PPh Badan
                Tahun pajak 2024                                              -            791          791

             Ketetapan pajak dengan klaim
              restitusi pajak
              PPh Badan
               Tahun pajak 2018                                            35                 -          35
               Tahun pajak 2015                                           294                 -         294
               Tahun pajak 2014                                             2                 -           2
             PPh
               Tahun pajak 2015                                               -               -             -
             PPN
               Tahun pajak 2014                                             -                0             0
                                                                          331              791         1.122
             Ketetapan pajak tanpa adanya
              klaim restitusi pajak
              PPh Badan
               Tahun pajak 2014                                              35               -            35

             Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, Telkomsel menerima sejumlah surat
             perintah pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2019, 2021, 2022, dan 2023. Pada tanggal
             30 September 2024, Telkomsel menerima SKP Kurang Bayar sebesar Rp6 miliar (termasuk
             denda sebesar Rp2 miliar) untuk PPN Masukan tahun pajak 2019, dimana Telkomsel bertindak
             sebagai pemungut PPN. Telkomsel menerima seluruh ketetapan pajak dan mengkompensasi
             kurang bayar pajak sebesar Rp4 miliar pada PPN dibayar di muka sesuai dengan peraturan pajak
             yang berlaku, dan mencatat beban pajak tambahan untuk denda. Sampai dengan tanggal
             penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, pemeriksaan pajak untuk tahun pajak lainnya
             masih dalam proses.




                                                     72
Page 76
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)

      (ii) Telkomsel (lanjutan)
            Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, Telkomsel menerima surat putusan
            dari Mahkamah Agung di bulan Februari hingga Mei 2023 yang menolak sepenuhnya
            permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Otoritas Pajak atas putusan Pengadilan
            Pajak untuk PPN tahun pajak 2014 dan 2015 masing-masing sebesar Rp8 miliar dan Rp24 miliar.
            Sehingga, Telkomsel telah menerima seluruh keputusan final yang berkekuatan hukum tetap
            (“in-kracht”) dan tidak ada tambahan utang pajak untuk PPN 2014 dan 2015. Pada bulan Oktober
            2023, Telkomsel juga menerima surat keputusan keberatan dari Otoritas Pajak yang menerima
            sebagian permohonan atas PPh dan PPN dan menolak seluruh permohonan keberatan
            Telkomsel untuk PPh Badan tahun pajak 2018. Telkomsel telah menerima seluruh pengembalian
            pajak sebesar Rp22 miliar dan mengakui beban sebesar Rp0,20 miliar untuk bagian PPh dan
            PPN yang ditolak pada laporan keuangan laba rugi 2023.
            Manajemen berkeyakinan bahwa Telkomsel memiliki argumen yang kuat untuk mempertahankan
            posisinya. Perusahaan menentukan bahwa provisi terkait dengan ketetapan pajak tidak
            diperlukan.

   f. Aset dan liabilitas pajak tangguhan
      Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
                                                                      Aset dan liabilitas pajak tangguhan    (Dibebankan) dikreditkan ke
                                                                        pada laporan posisi keuangan               laporan laba rugi
                                                                       31 Maret 2025 31 Desember 2024            2025            2024
      Perusahaan
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                    759                770               (11)            57
      Beban pensiun dan beban imbalan pasca
        kerja lainnya berkala - bersih                                           778                781                (3)            10
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                                      (180)                (51)           (129)          (110)
      Provisi imbalan karyawan                                                    347                276               71             62
      Pendapatan instalasi tangguhan                                               25                  25                -              5
      Hak atas tanah, aset takberwujud, dan lainnya                                44                  42                2              3
      Beban yang masih harus dibayar                                                 2                  -                2             (4)
      Sewa                                                                          (4)                 1               (5)            (5)
      Lain-lain                                                                    73                  73                -              -
      Aset pajak tangguhan Perusahaan - bersih                                  1.844              1.917              (73)            18
      Telkomsel
      Provisi imbalan karyawan                                                  1.498              1.445              53              43
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                     383                324              59              64
      Sewa                                                                        707                481             226            (749)
      Liabilitas kontrak                                                          374                370               3             (21)
      Pengukuran nilai wajar
        atas instrumen-instrumen keuangan                                           (3)                (8)              5               -
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                                    (1.390)            (1.361)             (36)             1
      Amortisasi lisensi                                                         (174)              (174)               -              -
      Biaya kontrak                                                                (23)               (23)              -              6
      Instrumen-instrumen keuangan lainnya                                       (258)              (242)             (16)           (14)
      Aset pajak tangguhan Telkomsel - bersih                                   1.114                812             294            (670)
      Aset pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih                          672                680               (8)            (6)
      Liabilitas pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih                   (997)              (992)              (1)           (19)
      Beban (manfaat) pajak tangguhan                                                                                212            (677)
      Aset pajak tangguhan - bersih                                             3.630              3.409
      Liabilitas pajak tangguhan - bersih                                        (997)              (992)



      Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait
      dengan investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi atas liabilitas pajak tangguhan yang tidak
      diakui adalah masing-masing sebesar Rp33.547 miliar dan Rp84.310 miliar.
      Realisasi dari aset pajak tangguhan tergantung kepada kemampuan Grup dalam menghasilkan laba
      fiskal di masa depan. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut, Grup yakin bahwa
      kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba
      fiskal masa depan ketika perbedaan temporer terpulihkan. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut
      diperkirakan dapat terealisasi, namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari
      pada yang diestimasikan.
                                                                 73
Page 77
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)
   g. Administrasi
      Pada bulan Juni 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 66/PMK.03/2023
      tentang Perlakuan PPh atas Penggantian atau Imbalan Sehubungan Dengan Pekerjaan atau Jasa
      yang Diterima atau Diperoleh Dalam Bentuk Natura dan/atau Kenikmatan. Perusahaan memastikan
      aspek administrasi dan legal atas transaksi, serta membangun koordinasi yang intensif antar unit yang
      terkait untuk mengimplementasikan aturan tersebut.
      Pada bulan Desember 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 58 tahun 2023
      tentang Tarif Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Sehubungan dengan
      Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Wajib Pajak Orang Pribadi serta Peraturan Menteri Keuangan No. 168
      tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan Sehubungan dengan
      Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Orang Pribadi yang akan berlaku mulai 1 Januari 2024. Dengan
      adanya ketentuan tersebut, terdapat perubahan mekanisme perhitungan PPh Pasal 21 Karyawan
      yang sebelumnya menggunakan tarif progresif sesuai Pasal 17 Undang-undang Pajak Penghasilan
      menjadi menggunakan tarif efektif rata-rata (TER) untuk pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21
      yang diatur dalam peraturan pemerintah tersebut. Perusahaan memastikan dilakukannya koordinasi
      intensif antar unit yang terkait untuk mengimplementasikan aturan tersebut.
      Pada bulan Desember 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 172 Tahun
      2023 tentang Penerapan Prinsip Kewajaran Dan Kelaziman Usaha Dalam Transaksi Yang
      Dipengaruhi Hubungan Istimewa yang akan menjadi dasar penyusunan dokumen penentuan harga
      transfer sejak tahun pajak 2024.
      Pada bulan Desember 2024, Pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan No. 465 tentang
      Implementasi Sistem Inti Administrasi Perpajakan dan Peraturan Menteri Keuangan tentang
      Ketentuan Perpajakan dalam Rangka Pelaksanaan Sistem Inti Administrasi Perpajakan No. 81 Tahun
      2024, Perusahaan memastikan koordinasi dengan unit terkait, Tim IT dan otoritas perpajakan agar
      proses administrasi perpajakan yang dilakukan melalui aplikasi Sistem Inti Administrasi Perpajakan
      berjalan lancar.
      Sebagai tanggapan terhadap penerapan kerangka Pilar Dua Organisasi untuk Kerja Sama dan
      Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development atau "OECD"),
      pada tanggal 31 Desember 2024, Pemerintah Indonesia menerapkan kerangka Pilar Dua melalui
      Peraturan Menteri Keuangan No. 136/2024 (PMK 136/2024). Aturan model Pilar Dua sebagaimana
      diterapkan dalam PMK 136/2024 akan berlaku untuk tahun fiskal yang dimulai pada atau setelah
      tanggal 1 Januari 2025.
      Berbagai negara telah memberlakukan atau bermaksud memberlakukan undang-undang perpajakan
      untuk mematuhi aturan model Pilar Dua, termasuk Indonesia. Grup berada dalam lingkup PMK
      136/2024, yang tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian 2024 tetapi mungkin akan
      mempengaruhi laporan keuangan konsolidasian Grup mulai 1 Januari 2025 dan seterusnya.
      PMK 136/2024 menerapkan mekanisme perpajakan baru yang mensyaratkan Perusahaan
      Multinasional ("PMN") untuk membayar pajak tambahan di suatu yurisdiksi ketika tarif pajak efektif,
      yang ditentukan berdasarkan yurisdiksi menurut aturan Pilar Dua, lebih rendah dari tarif minimum
      15%. PMK 136/2024 menetapkan mekanisme untuk menentukan entitas mana (atau entitas-entitas
      mana) dalam Grup PMN yang harus menerapkan pajak tambahan tersebut dan porsi pajak yang
      dibebankan kepada setiap entitas terkait.
      Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, Grup telah menerapkan amandemen
      PSAK 212, yang memberikan pengecualian wajib sementara dari pengakuan atau pengungkapan
      pajak tangguhan terkait aturan Pilar Dua sehingga tidak ada dampak terhadap Laporan Keuangan
      konsolidasian 2024. Dampak masa depan dari aturan Pilar Dua untuk Grup saat ini belum dapat
      diestimasi secara wajar.
      Aturan model Pilar Dua adalah kompleks dan Grup sedang dalam proses untuk mengestimasi dampak
      potensialnya terhadap laporan keuangan konsolidasian, jika ada. Berdasarkan informasi yang tersedia
      saat ini, Grup tidak mengharapkan adanya dampak material terhadap laporan keuangan
      konsolidasian.

                                                   74
Page 78
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   g. Administrasi (lanjutan)

      Sehubungan dengan pelaksanaan ketentuan Pasal 222 Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-
      2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN. BUMN
      diwajibkan menyampaikan realisasi kontribusi kepada negara (berbasis kas). Rincian kontribusi
      kepada negara pada tanggal 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                       31 Maret 2025
      Pajak
       PPh                                                                                         4.479
       PPN dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah                                                   2.571
       Bea Masuk/Keluar, Bea dan Cukai, Bea Materai                                                    1
       Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ("PDRD"), termasuk
        PBB P2 (Perkotaan dan Pedesaan)                                                                2
      Total kontribusi pajak                                                                       7.053

      Penerimaan Negara Bukan Pajak ("PNBP")
       PNBP Lainnya                                                                                1.633
      Total kontribusi PNBP                                                                        1.633

      Total kontribusi kepada negara                                                               8.686

28. LABA PER SAHAM DASAR

   Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
   pemilik entitas induk sebesar Rp5.810 miliar dan Rp6.053 miliar dengan jumlah rata-rata tertimbang
   saham yang beredar sejumlah 99.062.216.600 masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024. Jumlah rata-rata tertimbang juga memperhitungkan rata-rata
   tertimbang atas dampak transaksi modal saham yang diperoleh kembali dalam perubahan transaksi
   pembelian saham kembali selama periode berjalan.

   Laba per saham dasar masing-masing sejumlah Rp58,65 dan Rp61,10 (dalam jumlah penuh) untuk
   periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024. Perusahaan tidak memiliki
   instrumen keuangan yang berpotensi dilutif untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
   2025 dan 2024.

29. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM

   Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn.,
   No. 04 tertanggal 3 Mei 2024 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
   untuk tahun buku 2023 sebesar Rp17.683 miliar (Rp178,50 per lembar saham). Perusahaan melakukan
   pembayaran dividen kas pada tanggal 29 Mei 2024.

   Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan
   cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

   Saldo laba dicadangkan Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
   adalah sebesar Rp15.337 miliar.




                                                  75
Page 79
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA

   Rincian liabilitas manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya adalah sebagai berikut:

                                                        Catatan      31 Maret 2025      31 Desember 2024
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan
    imbalan pasca kerja lainnya
    Pensiun
      Perusahaan - funded                             30a.i.a
       Manfaat pasti                                 30a.i.a.i                  3.519                   3.543
       Manfaat tambahan                              30a.i.a.ii                    39                      42
      Perusahaan - unfunded                           30a.i.b                     219                     215
      Telkomsel                                        30a.ii                   5.118                   4.950
    Liabilitas diestimasi manfaat pensiun                                       8.895                   8.750
    Imbalan kesehatan pasca kerja                         30b                   1.643                   1.550
    Imbalan pasca kerja lainnya                           30c                     178                     175
    Imbalan tunjangan masa kerja                          30d                       0                       1
    Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
      Undang Ketenagakerjaan                              30e                 1.109                     1.064
   Jumlah                                                                    11.825                    11.540

   Beban manfaat pensiun yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
   konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                        Catatan          2025                   2024
   Beban pensiun
    Perusahaan - funded                                  30a.i.a
     Manfaat pasti                                      30a.i.a.i                118                      164
     Manfaat tambahan                                   30a.i.a.ii                 1                        1
    Perusahaan - unfunded                                30a.i.b                   6                        7
    Telkomsel                                             30a.ii                 170                      165
   Beban pensiun berkala-bersih                            24                    295                      337
   Beban imbalan kesehatan pasca kerja
    berkala-bersih                                      24,30b                    93                       91
   Beban imbalan pasca kerja lainnya                    24,30c                     4                        4
   Beban imbalan tunjangan masa kerja                   24,30d                     0                        0
   Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang
    Ketenagakerjaan                                     24,30e                    48                       48
   Jumlah                                                                        440                      480




                                                   76
Page 80
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pasti dan liabilitas imbalan kesehatan pasca
   kerja, perubahan aset program pensiun dan aset program kesehatan pasca kerja, status pendanaan
   program pensiun dan program imbalan kesehatan pasca kerja, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
   posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, berdasarkan
   program pensiun manfaat pasti sebagai berikut:

                                                                       Funded                                      Imbalan kesehatan
                                                                     Manfaat pasti                                      pasca kerja
                                                    Perusahaan                         Telkomsel                        Perusahaan
                                                                                                               Liabilitas           Aset
                                              Liabilitas         Aset          Liabilitas        Aset          imbalan            program
                                              manfaat          program         manfaat         program        kesehatan          kesehatan
                                              pensiun          pensiun         pensiun         pensiun        pasca kerja       pasca kerja      Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2025                     22.377           (18.834)           6.089         (1.139)          14.152           (12.602)      10.043

   Beban jasa                                        47                  -              81               -               -                  -           128
   Beban bunga (pendapatan bunga)                   375               (318)             97              (8)            243               (215)          174
   Beban administrasi program                       (32)                32               -              0                -                 65            65
   Beban tambahan manfaat
     kesejahteraan                                    17                 -                -              -                -                 -            17
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                                 407               (286)            178              (8)            243               (150)          384

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi pengalaman                     (12)                -                -              -             (356)             356             (12)
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                             -           12                 -              -                -                 -            12
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain                   (12)              12                 -              -             (356)             356               -

   Kontribusi pemberi kerja                            -              (128)              -              (3)               -                 -           (131)
   Kontribusi peserta program pensiun                  3                (3)              1              (0)               -                 -              1
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                   (461)             461                 -              -             (146)             146               -
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                      (17)                -               -               -               -                  -            (17)
   Saldo akhir, 31 Maret 2025                     22.297           (18.778)          6.268          (1.150)         13.893            (12.250)       10.280
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir periode                            3.519                             5.118                           1.643                           10.280




                                                                       Funded                                      Imbalan kesehatan
                                                                     Manfaat pasti                                      pasca kerja
                                                    Perusahaan                         Telkomsel                        Perusahaan
                                                                                                               Liabilitas           Aset
                                              Liabilitas         Aset          Liabilitas        Aset          imbalan            program
                                              manfaat          program         manfaat         program        kesehatan          kesehatan
                                              pensiun          pensiun         pensiun         pensiun        pasca kerja       pasca kerja      Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2024                     23.718           (20.052)           5.796         (1.070)          14.624           (13.154)        9.862

   Beban jasa                                        279                 -             346               -               -                  -           625
   Biaya transfer pegawai                             (2)                1               2              (2)              -                  -             (1)
   Beban bunga (pendapatan bunga)                  1.533            (1.304)            381             (65)            966               (866)          645
   Beban administrasi program                       (115)             115                -               1               -               182            183
   Beban tambahan manfaat
     kesejahteraan                                    34                 -                -              -                -                 -            34
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                                1.729            (1.188)            729             (66)            966               (684)        1.486

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi pengalaman                    (609)                -             (121)             -               65                 -           (665)
     Perubahan asumsi demografi                       (1)                -                -              -                0                 -             (1)
     Perubahan asumsi keuangan                      (491)                -             (314)             -             (863)                -         (1.668)
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                             -        1.029                 -            15                 -              596          1.640
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain                (1.101)           1.029              (435)           15              (798)             596           (694)

   Kontribusi pemberi kerja                            -             (558)               -             (18)               -                 -          (576)
   Kontribusi peserta program pensiun                 13              (13)               1              (1)               -                 -             -
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                 (1.948)           1.948                (2)            1              (640)             640              (1)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                      (34)                -               -               -               -                  -            (34)
   Saldo akhir, 31 Desember 2024                  22.377           (18.834)          6.089          (1.139)         14.152            (12.602)       10.043
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir tahun                              3.543                             4.950                           1.550                           10.043




                                                                              77
Page 81
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat unfunded, liabilitas manfaat tambahan, imbalan
   pasca kerja lainnya, dan kewajiban pensiun berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perubahan
   aset program imbalan pensiun tambahan, dan nilai bersih yang diakui pada laporan posisi keuangan
   konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, berdasarkan program pensiun
   manfaat pasti sebagai berikut:
                                                                                                                              Perusahaan dan
                                                                                   Perusahaan                                   entitas anak
                                                                                           Imbalan                 Imbalan   Kewajiban pensiun
                                                                               Manfaat   pasca kerja               khusus     undang-undang
                                                           Unfunded           tambahan      lainnya               masa kerja  ketenagakerjaan          Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2025                                    215                 42           175                      1              1.064           1.497

   Beban jasa                                                           2               0               1                  0                  41                44
   Beban bunga                                                          4               1               3                  -                   7                15
   Jumlah yang dibebankan
    pada laba rugi                                                      6               1               4                  0                  48                59

   Pembayaran imbalan oleh
    Perusahaan                                                          (2)             (4)            (1)                 (1)                 (3)              (11)
   Saldo akhir, 31 Maret 2025                                         219              39            178                    -              1.109             1.545


                                                                                                                              Perusahaan dan
                                                                                   Perusahaan                                   entitas anak
                                                                                           Imbalan                 Imbalan   Kewajiban pensiun
                                                                               Manfaat   pasca kerja                khusus    undang-undang
                                                            Unfunded          tambahan      lainnya               masa kerja  ketenagakerjaan              Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2024                                     258                44           244                      1              1.005               1.552

   Beban jasa                                                            9              0               6                  0                 204               219
   Beban jasa lalu                                                       -               -              1                   -                 18                19
   Beban bunga                                                         14               3              13                   -                 10                40
   Biaya transfer pegawai                                               (0)             (0)             (0)                 -                  (0)                -
   Biaya penyelesaian Pensiun Dini                                     (50)              -              0                  (0)                 (0)              (50)
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                                                    (27)              3             20                      0             232               228

   (Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan
     komprehensif lainnya                                              53               (1)             (6)                (0)               (107)              (61)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                                        (69)             (4)            (83)                    -               (62)            (218)
   Divestasi anak perusahaan                                             -               -               -                     -                (4)               (4)
   Saldo akhir, 31 Desember 2024                                      215              42             175                      1            1.064             1.497


   Komponen beban pensiun berkala bersih untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Maret 2025 dan 2024, sebagai berikut:

                                                                                                                                        Perusahaan dan
                                                                              Perusahaan                                      Telkomsel anak perusahaan
                                                                                                  Imbalan                                  Kewajiban
                                                                                    Imbalan         pasca           Imbalan                 pensiun
                                           Manfaat        Manfaat                  kesehatan        kerja           khusus     Manfaat   undang-undang
   2025                                     pasti        tambahan      Unfunded    pasca kerja     lainnya         masa kerja   pasti   ketenagakerjaan      Jumlah
   Beban jasa                                    47             0             2             -                 1            0        81              41          172
   Beban bunga                                   57             1             4           28                  3             -       89               7          189
   Beban administrasi program                      -              -           -           65                  -             -         0               -          65
   Beban tambahan manfaat kesejahteraan          17               -           -             -                 -             -         -               -          17
   Beban pensiun berkala bersih                121              1             6           93                  4            0       170              48          443
   Dibebankan kepada entitas anak
     berdasarkan perjanjian                        (3)            -            -              -               -            -         -                 -          (3)
   Beban pensiun berkala bersih
     dikurangi jumlah yang dibebankan
     kepada entitas anak                          118            1             6             93               4           0        170                48        440




                                                                              78
Page 82
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Komponen beban pensiun berkala bersih untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Maret 2025 dan 2024, sebagai berikut (lanjutan):

                                                                                                                                    Perusahaan dan
                                                                           Perusahaan                                     Telkomsel anak perusahaan
                                                                                              Imbalan                                  Kewajiban
                                                                                 Imbalan        pasca         Imbalan                   pensiun
                                          Manfaat       Manfaat                 kesehatan       kerja          khusus      Manfaat   undang-undang
   2024                                    pasti       tambahan     Unfunded    pasca kerja    lainnya       masa kerja     pasti   ketenagakerjaan Jumlah
   Beban jasa                                    74            0           3              -              1            0         86              46    210
   Beban bunga                                   57            1           4            25               3            -         79               2    171
   Beban administrasi program                     -             -           -           66               -            -           -               -    66
   Beban tambahan manfaat kesejahteraan          34             -           -             -              -            -           -               -    34
   Beban pensiun berkala bersih                165             1           7            91               4            0        165              48    481
   Dibebankan kepada entitas anak
     berdasarkan perjanjian                      (1)            -           -            -               -            -          -               -     (1)
   Beban pensiun berkala bersih
     dikurangi jumlah yang dibebankan
     kepada entitas anak                       164             1           7            91               4           0        165              48    480


   a. Beban manfaat pensiun

       i.     Perusahaan

              (a) Funded

                     (i)    Manfaat pasti

                            Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap
                            yang mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-
                            undang pensiun Indonesia dan dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”).
                            Pengelolaan Dana Pensiun sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan
                            Investasi yang ditetapkan oleh Pendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
                            Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang terdiri dari perwakilan Perusahaan dan
                            peserta.

                            Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun
                            dan masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini
                            membayar kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8,4%) dari gaji pokok ke dana pensiun.
                            Perusahaan memberikan kontribusi kepada Dapen untuk periode tiga bulan yang
                            berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                            31 Desember 2024 adalah masing-masing sebesar Rp128 miliar dan Rp558 miliar.

                            Risiko yang terekspos pada program manfaat pasti adalah risiko seperti volatilitas aset
                            dan perubahan imbal hasil obligasi. Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat
                            diskonto yang merujuk kepada tingkat imbal hasil obligasi pemerintah, jika imbal hasil
                            aset program lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit program. Penurunan imbal
                            hasil obligasi pemerintah akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan
                            saling hapus secara sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki.
                            Perusahaan memastikan bahwa posisi investasi telah diatur dalam kerangka asset-
                            liability matching (“ALM”) yang telah dibentuk untuk mencapai hasil jangka panjang
                            yang sejalan dengan liabilitas pada program pensiun imbalan pasti. Dalam kerangka
                            ALM, tujuan Perusahaan adalah untuk menyesuaikan aset-aset dan liabilitas pensiun
                            dengan berinvestasi pada portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dalam
                            menghasilkan tingkat pengembalian yang optimal dengan mempertimbangkan tingkat
                            risikonya. Investasi pada program telah terdiversifikasi dengan baik, sehingga kinerja
                            buruk satu investasi tidak akan memberikan dampak material bagi seluruh kelompok
                            aset.




                                                                           79
Page 83
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

               (i)   Manfaat pasti (lanjutan)

                     Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset program manfaat pasti terdiri
                     dari:

                                                                       31 Maret 2025                    31 Desember 2024
                                                             Harga kuotasian     Tidak memiliki Harga kuotasian  Tidak memiliki
                                                              di pasar aktif    harga kuotasian  di pasar aktif harga kuotasian
                     Kas dan setara kas                                   980                 -            921                  -
                     Instrumen ekuitas:
                       Keuangan                                        1.144                -            1.265                  -
                       Barang konsumen primer                             54                -               48                  -
                       Bahan baku                                        182                -              203                  -
                       Infrastruktur                                     450                -              510                  -
                       Energi                                            129                -              146                  -
                       Teknologi                                         128                -               91                  -
                       Perindustrian                                     231                -              239                  -
                       Barang konsumen non-primer                        361                -              448                  -
                       Properti dan real estate                           92                -              110                  -
                       Kesehatan                                         145                -              175                  -
                       Transportasi dan logistik                           3                -                4                  -
                     Reksadana berbasis saham                            167                -              193                  -
                     Instrumen keuangan pendapatan tetap:
                       Obligasi korporasi                                  -            2.059                -              2.034
                       Obligasi pemerintah                            10.358                -           10.608                  -
                       Reksadana pendapatan tetap ("RDPT")                 -               67                -                 66
                       Medium-term notes ("MTN")                           -              100                -                100
                       Efek beragun aset ("EBA")                           -                6                -                  7
                       Sukuk                                               -              939                -                935
                     Saham non-publik:
                       Penempatan langsung                                 -              377                -                377
                       Properti                                            -              202                -                202
                       Lainnya                                             -              373                -                356
                     Jumlah                                           14.424            4.123           14.961              4.077


                     Aset program pensiun termasuk di dalamnya saham Seri B yang dikeluarkan oleh
                     Perusahaan dengan nilai wajar Rp261 miliar dan Rp294 miliar, yang mewakili 1,42%
                     dan 1,54% dari total aset program pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024,
                     dan obligasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-masing
                     senilai Rp338 miliar dan Rp338 miliar mewakili masing-masing 1,84% dan 1,78% dari
                     total aset per tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.

                     Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian
                     keseluruhan masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset
                     program. Hasil aktual aset program adalah Rp(132) miliar dan Rp275 miliar masing-
                     masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan untuk
                     tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024. Berdasarkan Peraturan
                     Perusahaan yang diterbitkan tanggal 14 Januari 2014 mengenai kebijakan pendanaan
                     Dapen. Perusahaan tidak akan memberikan kontribusi ke Dapen bila Rasio Kecukupan
                     Pendanaan (“RKD”) Dapen di atas 105%. Berdasarkan laporan keuangan Dapen pada
                     tanggal 31 Desember 2024, RKD Dapen di bawah 105% sehingga Perusahaan akan
                     memberikan kontribusi pemberi kerja ke program pensiun manfaat pasti.




                                                             80
Page 84
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   b. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

               (i)    Manfaat pasti (lanjutan)

                      Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
                      tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan menetapkan
                      bagi para pensiunan yang berhenti selain karena Hukuman Disiplin, Pensiun Dini, dan
                      Atas Permintaan Sendiri dan menerima Manfaat Pensiun kurang dari Rp1 juta per bulan
                      diberikan kenaikan Manfaat Pensiun bulanan menjadi Rp1 juta. Pada tahun 2025 dan
                      2024, Perusahaan memberikan manfaat kesejahteraan tambahan kepada Pensiunan
                      dan penerima manfaat pensiun dari peserta yang memasuki masa pensiun sebelum
                      30 Juni 2002 masing-masing sebesar Rp17 miliar dan Rp34 miliar.

                      Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan
                      perhitungan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-masing
                      tertanggal 19 Maret 2025 dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                      Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
                      independen pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                       2024                 2023
                      Tingkat diskonto                                        7,00%                6,75%
                      Tingkat kenaikan kompensasi                             8,00%                8,00%
                      Tabel tingkat kematian di Indonesia                      2019                 2019

               (ii)   Manfaat Tambahan

                      Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022,
                      tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan
                      menyelenggarakan Program Manfaat Lain Iuran Pasti (“PMLIP”) dalam bentuk Manfaat
                      Tambahan. Peserta PMLIP berhak menerima Manfaat Pensiun Berkala tiap bulan
                      sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Dana Pensiun. Dana Manfaat Tambahan
                      bersumber dari iuran Manfaat Tambahan Pemberi Kerja dan dana penyisihan hasil
                      pengembangan investasi apabila tercapai RKD di atas 102% dan tingkat pengembalian
                      investasi (“ROI”) di atas suku bunga aktuaria untuk pendanaan. Iuran Manfaat
                      Tambahan Pemberi Kerja untuk setiap peserta PMLIP ditetapkan sebesar Rp120 ribu
                      untuk periode iuran 12 bulan yang dihitung secara proporsional sesuai dengan jumlah
                      penerimaan.

                      Penilaian aktuaria untuk program pensiun manfaat tambahan dilakukan berdasarkan
                      perhitungan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-masing
                      tertanggal 19 Maret 2025 dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
                      Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris
                      independen pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                       2024                 2023
                      Tingkat diskonto                                        7,00%                6,75%
                      Tabel tingkat kematian di Indonesia                      2019                 2019




                                                    81
Page 85
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      i.   Perusahaan (lanjutan)

           (a) Funded (lanjutan)

               (ii)   Manfaat Tambahan (lanjutan)

                      Aset program untuk manfaat tambahan telah disisihkan sejak 2018 sesuai persetujuan
                      Dewan Pengawas. Pada tanggal 31 Desember 2024 tidak ada kewajiban tambahan
                      yang disisihkan karena persyaratan pengakuan manfaat tambahan sebagaimana
                      tersebut di atas belum terpenuhi.

           (b) Unfunded

               Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dan
               program pensiun iuran pasti untuk karyawannya. Program pensiun iuran pasti
               diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal
               1 Juli 2002. Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”).
               Kontribusi Perusahaan kepada DPLK dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji
               karyawan di mana untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan
               untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah masing-masing sebesar
               Rp12 miliar dan Rp52 miliar.

               Sejak tahun 2007, Perusahaan memberlakukan manfaat pensiun berdasarkan
               penyeragaman bagi peserta sebelum 20 April 1992 dan peserta sejak 20 April 1992 yang
               mulai diterapkan bagi karyawan yang akan pensiun terhitung sejak 1 Februari 2009. Pada
               tahun 2010, Perusahaan menggantikan penyeragaman dengan Manfaat Pensiun Sekaligus
               (“MPS”). MPS diberikan bagi karyawan yang telah mencapai usia pensiun, kematian, atau
               cacat sejak 1 Februari 2009.

               Perusahaan juga menyelenggarakan manfaat bagi karyawan yang akan memasuki masa
               persiapan pensiun, di mana karyawan tidak aktif selama periode 6 bulan sebelum mencapai
               usia pensiun yakni 56 tahun yang disebut dengan Masa Persiapan Pensiun (“MPP”). Selama
               periode tersebut, karyawan tetap menerima manfaat-manfaat yang diselenggarakan bagi
               pegawai aktif, di antaranya termasuk, namun tidak terbatas pada gaji regular, kesehatan,
               cuti besar, bonus, dan manfaat-manfaat lainnya. Mulai tanggal 1 April 2012, karyawan harus
               mengajukan permohonan MPP terlebih dahulu dan tanpa permohonan maka dianggap tetap
               akan bekerja sampai dengan masa pensiun.

               Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dilakukan
               berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-
               masing tertanggal 19 Maret 2025 dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka
               Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
               pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                       2024                 2023
               Tingkat diskonto                                             7,00%                 6,75%
               Tingkat kenaikan kompensasi                          6,00% - 8,00%         6,10% - 8,00%
               Tabel tingkat kematian di Indonesia                           2019                  2019




                                                     82
Page 86
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      ii.   Telkomsel

            Telkomsel menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti bagi karyawannya. Berdasarkan
            program ini, karyawan berhak atas imbalan pensiun yang ditentukan berdasarkan gaji pokok
            terakhir atau gaji bersih yang diterima (tidak termasuk tunjangan fungsional) dan masa kerjanya.
            Program pensiun tersebut dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (“Jiwasraya”),
            perusahaan asuransi jiwa milik negara, melalui suatu kontrak asuransi anuitas. Hingga tahun
            2004, karyawan berkontribusi pada program ini sebesar 5% dari gaji pokok bulanan mereka,
            sementara Telkomsel menanggung sisa besaran kontribusi yang diharuskan menurut program
            tersebut. Sejak tahun 2005, Telkomsel telah menanggung sepenuhnya besaran kontribusi
            tersebut.

            Pada tanggal 23 April 2021, Telkomsel dan Jiwasraya sepakat untuk mengakhiri kontrak program
            asuransi tersebut dan menandatangani perjanjian restrukturisasi. Perjanjian tersebut
            menggantikan program manfaat dari anuitas menjadi manfaat sekaligus (lump sum).
            Berdasarkan perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menentukan nilai tunai pada tanggal
            pengakhiran yang terbagi menjadi nilai tunai untuk peserta aktif dan peserta pasif masing-masing
            sebesar Rp857 miliar dan Rp73 miliar. Terdapat potongan 5% dari nilai tunai untuk peserta aktif,
            maka 95% dari Rp857 miliar (atau setara dengan Rp814 miliar) ditambah Rp73 miliar akan
            menjadi jumlah yang selanjutnya diambil alih oleh PT Asuransi Jiwa IFG (”IFG Life”) pada saat
            perjanjian dengan IFG Life menjadi efektif dan karenanya, perjanjian restrukturisasi akan
            berakhir. Pada tanggal 30 November 2023, dana tunai telah selesai diambil alih oleh IFG Life
            dengan tidak terdapat perubahan pada program dan nilai tunai yang dialihkan pada tanggal
            pengalihan, dan di saat yang sama, perjanjian restrukturisasi dinyatakan berakhir.

            Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan dan Telkomsel menandatangani perjanjian mengenai
            Dapen untuk menunjuk Telkomsel sebagai Mitra dari Perusahaan sebagai satu-satunya Pendiri,
            yang menghasilkan hak dan kewajiban bagi Telkomsel sebagaimana diatur pada Peraturan Dana
            Pensiun efektif sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel.

            Sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel, Telkomsel menyelenggarakan
            program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap yang dialihkan, yang mulai bekerja sebelum
            1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-undang pensiun Indonesia dan dikelola
            oleh Dapen. Dapen dikelola sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang
            ditetapkan oleh Perusahaan sebagai Pendiri dan dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
            Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang ditunjuk oleh Pendiri.

            Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan
            masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi
            sebesar 18% dari gaji pokok ke dana pensiun. Kontribusi Telkomsel kepada Dapen untuk periode
            tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 adalah sebesar Rp3 miliar
            (2024: Rp18 miliar).

            Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan pada
            tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dengan laporan tertanggal masing-masing 6 Maret 2025
            dan 5 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA Halim dan Rekan, aktuaris independen yang
            berasosiasi dengan Milliman. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
            pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                         2024                 2023
            Tingkat diskonto                                                  7,10%                 6,70%
            Tingkat kenaikan kompensasi                               7,25% - 8,00%         7,50% - 8,00%
            Tabel tingkat kematian di Indonesia                                2019                  2019



                                                    83
Page 87
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   b. Imbalan kesehatan pasca kerja

       Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya
       yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada
       saat pensiun, dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. Ketentuan untuk masa kerja selama
       20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995.
       Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal
       1 November 1995. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan
       Kesehatan Telkom (“Yakes Telkom”).

      Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai
      bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari
      20 tahun pada saat pensiun. Perusahaan tidak memberikan kontribusi ke Yakes Telkom untuk periode
      tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2024. Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset program terdiri dari:

                                                         31 Maret 2025                           31 Desember 2024
                                             Harga kuotasian        Tidak memiliki     Harga kuotasian      Tidak memiliki
                                              di pasar aktif       harga kuotasian      di pasar aktif     harga kuotasian
      Kas dan setara kas                                  515                      -                375                    -
      Instrumen ekuitas:
        Keuangan                                          985                      -             1.070                     -
        Barang konsumen primer                             85                      -                78                     -
        Bahan baku                                        175                      -               197                     -
        Infrastruktur                                     456                      -               517                     -
        Energi                                            142                      -               164                     -
        Teknologi                                          87                      -                43                     -
        Perindustrian                                     233                      -               242                     -
        Barang konsumen non-primer                        291                      -               355                     -
        Properti dan real estate                           80                      -                96                     -
        Kesehatan                                          95                      -               118                     -
        Transportasi dan logistik                           4                      -                 4                     -
      Reksadana berbasis ekuitas                          276                      -               313                     -
      Instrumen keuangan pendapatan tetap:
        Obligasi pemerintah                             1.834                      -             1.837                     -
        Obligasi korporasi                                248                      -               196                     -
        Reksadana pendapatan tetap                      6.240                      -             6.484                     -
        Exchange Traded Fund ("ETF")                        -                      -                24                     -
        Reksadana Indeks                                    -                      -                 5                     -
      Saham non-publik:
        Penempatan privat                                   -                   527                  -                  507
      Jumlah                                           11.746                   527             12.118                  507


      Aset program Yakes Telkom juga termasuk saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai
      wajar sebesar Rp193 miliar dan Rp217 miliar yang merupakan 1,58% dan 1,72% dari keseluruhan
      aset program masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024. Obligasi yang
      dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar senilai Rp70 miliar dan Rp69 miliar mewakili 0,57%
      dan 0,55% dari total aset per tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024. Perkiraan pengembalian
      ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian keseluruhan masa liabilitas dengan
      mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset program. Hasil aktual aset program adalah
      Rp(164) miliar dan Rp270 miliar masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
      31 Maret 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.




                                                             84
Page 88
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   b. Imbalan kesehatan pasca kerja (lanjutan)

      Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-masing tertanggal 19 Maret 2025
      dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar
      aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
      sebagai berikut:

                                                                     2024                 2023
      Tingkat diskonto                                                      7,00%                6,75%
      Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan                 7,00%                7,00%
      Tingkat tren beban kesehatan                                          7,00%                7,00%
      Tahun tingkat tren beban kesehatan tercapai                            2024                 2023
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                    2019                 2019

   c. Imbalan pasca kerja lainnya

      Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada
      saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja atau meninggal dunia. Imbalan pasca
      kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan
      Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”) dan Pesangon Meninggal Dunia (“Pesangon MD”). Pesangon MD
      diberikan kepada karyawan yang meninggal dunia dengan besaran sebanyak 12 kali gaji terakhir.

      Penilaian aktuaria untuk program imbalan pasca kerja lainnya dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, pada laporan masing-masing tertanggal 19 Maret 2025
      dan 1 Maret 2024 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar
      aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
      sebagai berikut:

                                                                    2024                  2023
      Tingkat diskonto                                                     7,00%                 6,50%
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                   2019                  2019

   d. Imbalan khusus masa kerja

      Perusahaan memberikan Tunjangan Khusus Masa Kerja kepada karyawan dengan kriteria karyawan
      yang diangkat sebelum 1 Juli 2002 dan memiliki masa kerja lebih dari 30 tahun serta berakhir
      hubungan kerja setelah 19 September 2019. Jumlah tercatat liabilitas imbalan khusus masa kerja
      pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp0 miliar dan
      Rp1 miliar. Beban tunjangan masa kerja yang dibebankan adalah sebesar Rp0 miliar dan Rp0 miliar
      masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.

   e. Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan

      Berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 mengenai Ketenagakerjaan, Perusahaan dan
      entitas anak diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum, jika belum dipenuhi oleh
      program pensiun yang diselenggarakan, kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.
      Jumlah tercatat liabilitas tambahan ini pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-
      masing sebesar Rp1.109 miliar dan Rp1.064 miliar. Beban pensiun yang dibebankan adalah sebesar
      Rp48 miliar dan Rp48 miliar masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
      31 Maret 2025 dan 2024.




                                                 85
Page 89
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   f. Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti

      Waktu perkiraan pembayaran manfaat dan rata-rata tertimbang durasi atas liabilitas manfaat pasti
      pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                   Perkiraan pembayaran manfaat
                                           Perusahaan
                                       Funded                                             Imbalan         Imbalan         Imbalan
                               Manfaat        Manfaat                                    kesehatan       pasca kerja     pasca kerja
      Jangka waktu              pasti       tambahan       Unfunded       Telkomsel      pasca kerja       lainnya      UUCK (Telkom)

      31 Maret 2025
      Dalam 10 tahun kedepan      19.646           35              274          9.404          8.007             202             118
      Dalam 10-20 tahun           15.035           28              110         13.131         13.311             118             488
      Dalam 20-30 tahun            8.744           15              212          8.449         13.927              66             610
      Dalam 30-40 tahun            3.079            5               20            410          7.896               2              41
      Dalam 40-50 tahun              539            1                -              -          2.142               -               -
      Dalam 50-60 tahun               37            -                -              -            340               -               -
      Dalam 60-70 tahun                1            -                -              -             62               -               -
      Dalam 70-80 tahun                -            -                -              -              7               -               -

      Rata-rata tertimbang
      durasi atas liabilitas
      manfaat pasti            8,16 tahun   8,16 tahun     6,48 tahun       8,49 tahun    13,39 tahun      5,18 tahun     10,71 tahun

      31 Desember 2024
      Dalam 10 tahun kedepan      20.107           39              277          9.404          8.153             202             118
      Dalam 10-20 tahun           15.035           28              110         13.131         13.311             118             488
      Dalam 20-30 tahun            8.744           15              212          8.449         13.927              66             610
      Dalam 30-40 tahun            3.079            5               20            410          7.896               2              41
      Dalam 40-50 tahun              539            1                -              -          2.142               -               -
      Dalam 50-60 tahun               37            -                -              -            340               -               -
      Dalam 60-70 tahun                1            -                -              -             62               -               -
      Dalam 70-80 tahun                -            -                -              -              7               -               -

      Rata-rata tertimbang
      durasi atas liabilitas
      manfaat pasti            8,16 tahun   8,16 tahun     6,48 tahun       8,49 tahun    13,39 tahun      5,18 tahun     10,71 tahun


   g. Analisis sensitivitas

      Perubahan 1% pada tingkat diskonto dan tingkat gaji akan memberikan dampak atas liabilitas manfaat
      pasti pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut:

                                                       Tingkat diskonto                                  Tingkat gaji
                                             Peningkatan 1%        Penurunan 1%             Peningkatan 1%        Penurunan 1%
                                                Jumlah peningkatan (penurunan)                 Jumlah peningkatan (penurunan)
      Sensitivitas
      31 Maret 2025
      Didanai:
        Manfaat pasti                                    (1.802)                 2.105                    152                   (146)
      Tidak didanai                                         (11)                    12                     13                    (13)
      Telkomsel                                            (544)                   615                    675                   (605)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                      (1.632)                 1.994                  1.908                 (1.594)
      Imbalan pasca kerja lainnya                            (9)                    10                      3                     (3)
      Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom)                     (13)                    14                     39                    (34)

      31 Desember 2024
      Didanai:
        Manfaat pasti                                    (1.809)                 2.113                    153                   (146)
      Tidak didanai                                         (11)                    12                     13                    (12)
      Telkomsel                                            (502)                   568                    623                   (559)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                      (1.663)                 2.031                  1.943                 (1.624)
      Imbalan pasca kerja lainnya                            (9)                    10                      3                     (3)
      Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom)                     (12)                    14                     37                    (32)


      Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan metode yang mengekstrapolasi dampak atas
      liabilitas manfaat pasti sebagai akibat perubahan atas asumsi utama yang muncul pada akhir tahun
      pelaporan.




                                                              86
Page 90
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   g. Analisis sensitivitas (lanjutan)

      Hasil sensitivitas tersebut di atas menentukan dampak secara individu atas liabilitas manfaat pasti
      masing-masing program pada akhir tahun. Dalam kenyataannya, setiap program bergantung pada
      beberapa hal eksternal lain yang dapat menyebabkan liabilitas manfaat pasti bergerak baik searah
      maupun berlawanan, dan sensitivitas setiap program dapat berubah secara bervariasi dari waktu ke
      waktu.

      Tidak terdapat perubahan metode dan asumsi yang digunakan dalam menghitung analisis sensitivitas
      dari periode sebelumnya.

31. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” atau “LSA”)

   Telkomsel dan Telkomsat memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti
   tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu, termasuk LSA dan Long
   Service Leaves (“LSL”). LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat
   pemutusan hubungan kerja. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai, tergantung persetujuan
   manajemen, diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum
   tertentu.

   Liabilitas yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria
   dengan menggunakan metode Projected Unit Credit sebesar Rp1.251 miliar dan Rp1.192 miliar masing-
   masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024. Manfaat yang dibebankan adalah sebesar
   Rp80 miliar dan Rp78 miliar masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Maret 2025 dan 2024 (Catatan 24).

32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

   a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi

      Rincian hubungan dan sifat akun/transaksi dengan pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai
      berikut:

      Pihak Berelasi                          Hubungan                                       Sifat Saldo Akun/Transaksi
      Pemerintah                        Pemegang saham utama            Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
        Menteri Keuangan                                                  lainnya, biaya pendanaan, dan investasi pada instrumen keuangan
      BUMN
        Indosat                         Entitas sepengendali            Pendapatan interkoneksi, pendapatan sewa jaringan, pendapatan atas
                                                                           penggunaan satelit transponder, beban interkoneksi, beban
                                                                           penggunaan fasilitas telekomunikasi, beban operasional dan
                                                                           pemeliharaan, dan beban atas penggunaan data jaringan sistem
                                                                           komunikasi
        PT Pertamina (Persero)          Entitas sepengendali            Pendapatan jasa internet dan data dan pendapatan jasa telekomunikasi
         (“Pertamina”)                                                     lainnya
        Bank milik negara               Entitas sepengendali            Penghasilan pendanaan dan biaya pendanaan
        BNI                             Entitas sepengendali            Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                           lainnya, beban konsultan, beban kesehatan karyawan, penghasilan
                                                                           pendanaan, dan biaya pendanaan
        BRI                             Entitas sepengendali               Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                        lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        Bank Mandiri                    Entitas sepengendali            Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                           lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        PT Perusahaan Listrik Negara    Entitas sepengendali            Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
         (Persero) (“PLN”)                                                lainnya, dan beban listrik
        Bahana TCW                      Entitas sepengendali            Reksa dana
        Sarana Multi Infrastruktur      Entitas sepengendali            Pinjaman lainnya dan biaya pendanaan
        BUMN lainnya                    Entitas sepengendali            Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                            lainnya, beban operasi, dan pembelian aset tetap
      PT Kereta Cepat Indonesia China   Entitas berelasi lainnya        Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya
        (“KCIC”)
      Direksi                           Personil manajemen kunci        Gaji dan fasilitas
      Komisaris                         Personil pengawas               Gaji dan fasilitas




                                                                   87
Page 91
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Jumlah saldo dari piutang dan utang usaha pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 bebas
      dari bunga dan penyelesaiannya akan terjadi dalam bentuk kas. Tidak ada jaminan yang disediakan
      atau diterima untuk setiap piutang dan utang usaha dengan pihak berelasi. Pada tanggal
      31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup mencatat peningkatan atas kerugian penurunan nilai
      piutang usaha dari pihak berelasi sebesar Rp108 miliar dan Rp29 miliar.

   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait:

                                                     2025                                2024
                                                        % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                        Jumlah             pendapatan       Jumlah             pendapatan
      Pendapatan
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                           29                0,08              94                0,25
       Entitas sepengendali
        Indosat                                   293                0,80             590                1,58
        Pertamina                                 166                0,45             173                0,46
        BNI                                       153                0,42             142                0,38
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)                   329               0,90              397               1,06
       Sub-jumlah                                  941               2,57            1.302               3,48
       Entitas berelasi lainnya                     56               0,15               98               0,26
       Entitas asosiasi                              1               0,00                3               0,01
      Jumlah                                     1.027               2,80            1.497               4,00


                                                     2025                                2024
                                                        % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                        Jumlah                beban         Jumlah                beban
      Beban
       Entitas sepengendali
        PLN                                       760               2,87              667               2,56
        Indosat                                   152               0,57              163               0,62
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)                 66                 0,25           164                  0,63
       Sub-jumlah                               978                 3,69           994                  3,81
       Entitas berelasi lainnya                  99                 0,37           148                  0,57
       Entitas asosiasi                          16                 0,06            41                  0,16
      Jumlah                                  1.093                 4,12         1.183                  4,54




                                                        88
Page 92
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait (lanjutan):

                                                      2025                                     2024
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                                            penghasilan                              penghasilan
                                        Jumlah               pendanaan            Jumlah              pendanaan
      Penghasilan pendanaan
       Entitas sepengendali
        Bank milik negara                           96                    22,86              95                28,36
      Jumlah                                        96                    22,86              95                28,36


                                                      2025                                     2024
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                         Jumlah           biaya pendanaan         Jumlah           biaya pendanaan
      Biaya pendanaan
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                              -                       -               1                 0,08
       Entitas sepengendali
        Bank milik negara                          307                    23,33             287                23,94
        Sarana Multi Infrastruktur                   -                        -               7                 0,58
      Jumlah                                       307                    23,33             295                24,60

                                                      2025                                     2024

                                                              % terhadap jumlah                    % terhadap jumlah
                                         Jumlah                   pembelian       Jumlah               pembelian
      Pembelian aset tetap
       Entitas sepengendali                          5                    0,10               12                0,24
      Jumlah                                         5                    0,10               12                0,24

                                                      2025                                     2024
                                                         % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                         Jumlah             pendapatan            Jumlah             pendapatan
      Distribusi kartu SIM dan
       voucer
       Entitas asosiasi                             17                    0,05               33                0,09
      Jumlah                                        17                    0,05               33                0,09


   c. Saldo dengan pihak berelasi

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait:

                                                31 Maret 2025                         31 Desember 2024
                                                        % terhadap jumlah                      % terhadap jumlah
                                         Jumlah                aset               Jumlah              aset
      Kas dan setara kas
        (Catatan 3)                           29.502                       9,85        26.217                   8,75
      Aset keuangan lancar lainnya
        (Catatan 4)                                811                     0,27             918                 0,31
      Piutang usaha
        (Catatan 5)                               2.251                    0,75            2.350                0,78

      Aset kontrak
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                            16                     0,01              16                 0,01
       Entitas sepengendali                        200                     0,07             193                 0,06
       Entitas asosiasi                              1                     0,00               1                 0,00
       Entitas berelasi lainnya                      4                     0,00               3                 0,00
      Jumlah                                       221                     0,08             213                 0,07

      Aset lancar lainnya                          191                     0,06             138                 0,05
      Aset tidak lancar lainnya                     15                     0,01              12                 0,00



                                                         89
Page 93
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   c. Saldo dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Tabel berikut menyajikan transaksi signifikan dengan pihak terkait (lanjutan):

                                               31 Maret 2025                      31 Desember 2024
                                                       % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                        Jumlah              liabilitas        Jumlah            liabilitas
      Utang usaha (Catatan 15)
       Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                         21               0,02                   17            0,01
       Entitas sepengendali
         BUMN                                   520                0,40                 317             0,23
         Indosat                                138                0,11                 212             0,15
         Lain-lain                                2                0,00                   -                -
       Sub-jumlah                               660                0,51                 529             0,38
       Entitas asosiasi                           5                0,00                  20             0,01
       Entitas berelasi lainnya                  62                0,05                  60             0,04
      Jumlah                                    748                0,58                 626             0,44

      Beban yang masih harus
       dibayar
       Entitas sepengendali
         BUMN                                    192                0,15                 209            0,15
         Bank milik negara                        45                0,03                  81            0,06
         Lain-lain                                 1                0,00                   -               -
       Sub-jumlah                                238                0,18                 290            0,21
       Entitas asosiasi                            0                0,00                   1            0,00
      Jumlah                                     238                0,18                 291            0,21

      Liabilitas kontrak
        Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                         88               0,07                   90           0,07
        Entitas sepengendali
         BUMN                                    455               0,35                 474            0,35
         Lain-lain                                 2               0,00                   1            0,00
        Sub-jumlah                               457               0,35                 475            0,35
        Entitas asosiasi                          13               0,01                   7            0,01
        Entitas berelasi lainnya
         KCIC                                  1.038               0,80                1.113           0,81
         Lain-lain                                 3               0,00                    4           0,00
        Sub-jumlah                             1.041               0,80                1.117           0,81
      Jumlah                                   1.599               1,23                1.689           1,24

      Deposit dari pelanggan                      19               0,01                  19            0,01
      Utang bank jangka pendek
       (Catatan 18)                            4.768               3,69                5.554           4,05
      Utang bank jangka panjang
       (Catatan 19b)                          11.219               8,68            15.943             11,62




                                                   90
Page 94
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   d. Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi

       Indosat

       Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi
       internasional kepada masyarakat.

       Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon tidak
       bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan
       telekomunikasi bergerak selular (“Global System for Mobile Communications” atau “GSM”) milik
       Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan
       liabilitas interkoneksi terkait.

       Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan telekomunikasi
       bergerak selular GSM milik Indosat dengan PSTN Perusahaan yang memungkinkan pelanggan
       masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik antara jaringan telekomunikasi
       bergerak selular GSM milik Indosat dan jaringan tidak bergerak Perusahaan, serta memungkinkan
       pelanggan Indosat untuk mengakses jasa Sambungan Langsung Internasional (“SLI”) Perusahaan
       dengan menekan “007”.

       Pemilik Indosat, Ooredoo telah melakukan merger dengan Tri, CK Hutchison Holdings (“CKHH”)
       dengan menggabungkan perusahaan mereka menjadi Indosat Ooredoo Hutchison. Dengan adanya
       merger ini dan Peraturan Menkominfo terbaru No. 5 tahun 2021, Perusahaan telah melakukan
       amandemen perjanjian kerjasama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal, Sambungan
       Langsung Jarak Jauh (“SLJJ”), dan internasional) dan jaringan bergerak pada tanggal 30 Mei 2023
       dalam rangka implementasi liabilitas tarif berbasis biaya berdasarkan Dokumen Penawaran
       Interkoneksi tahun 2014.

       Perusahaan juga menyediakan sewa sirkit kepada Indosat dan entitas anaknya, yaitu
       PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”). Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan
       tersebut untuk hubungan telepon, telegraf, data, teleks, faksimili, atau jasa telekomunikasi lainnya.

   e. Remunerasi personil manajemen kunci dan pengawas

      Personil manajemen kunci adalah Dewan Direksi Perusahaan dan personil pengawas adalah Dewan
      Komisaris.

      Perusahaan memberikan remunerasi dalam bentuk gaji/honorarium dan fasilitas untuk mendukung
      tata kelola dan tugas pengawasan Dewan Komisaris, serta tugas kepemimpinan dan manajemen
      Dewan Direksi. Jumlah remunerasi tersebut adalah sebagai berikut:

                                                  2025                                  2024
                                                    % terhadap jumlah                     % terhadap jumlah
                                      Jumlah              beban             Jumlah              beban
      Dewan Direksi                         139                0,53%              116                0,44%
      Dewan Komisaris                        53                0,20%               50                0,19%

      Jumlah yang disajikan pada tabel di atas adalah jumlah yang diakui sebagai beban umum dan
      administrasi selama periode laporan keuangan.




                                                    91
Page 95
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI

   Grup memiliki empat segmen utama yang dilaporkan, yaitu mobile, consumer, enterprise, dan WIB.
   Segmen mobile menyediakan produk mobile voice, SMS, value added services, dan mobile broadband.
   Segmen consumer menyediakan jasa IndiHome (terdiri dari jasa telepon tidak bergerak, TV berbayar,
   dan internet), dan jasa telekomunikasi lainnya yang diberikan kepada pelanggan perumahan. Segmen
   enterprise menyediakan solusi end-to-end ke pelanggan korporat dan institusional. Segmen WIB
   menyediakan jasa interkoneksi, akses broadband, teknologi informasi, data, dan jasa internet yang
   diberikan ke operator telekomunikasi lainnya dan pelanggan internasional. Segmen lain-lain
   menyediakan produk konten digital (musik dan game), big data, Business to Business (“B2B”) Commerce,
   serta layanan keuangan yang diberikan kepada pelanggan perorangan maupun korporasi. Tidak terdapat
   segmen operasi yang digabungkan dalam menentukan laporan segmen.

   Manajemen memantau hasil operasi unit bisnis secara terpisah untuk tujuan pengambilan keputusan
   tentang alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dinilai berdasarkan laba atau rugi
   usaha segmen yang diukur sesuai dengan laba atau rugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian.
   Namun demikian, kegiatan pendanaan dan pajak penghasilan dikelola pada level grup serta tidak
   dievaluasi secara terpisah dan tidak dialokasikan ke segmen operasi.

   Pendapatan dan beban segmen meliputi juga transaksi antar segmen operasi dan dinilai sebesar nilai
   yang dipercaya manajemen untuk merepresentasikan nilai pasar.


                                                                                   2025
                                                                                                               Penyesuaian
                                                                                                    Total          dan        Jumlah
                               Mobile      Consumer     Enterprise    WIB            Lain-lain     segmen       eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal       19.756        6.674         5.032      4.754                327      36.543             96        36.639
     Pendapatan antar segmen       781          (14)        5.553      5.007                212      11.539        (11.539)            -
   Jumlah pendapatan segmen     20.537        6.660        10.585      9.761                539      48.082        (11.443)       36.639

   Hasil segmen                   6.201       2.409           430      2.255               (155)     11.140         (1.550)        9.590
   Informasi lain
   Pembelian barang modal        (2.550)      (1.324)         (421)      (617)               (1)     (4.913)           (46)       (4.959)
   Penyusutan dan amortisasi     (5.112)      (1.483)         (750)    (1.724)               (4)     (9.073)         1.018        (8.055)
   Provisi diakui selama
     periode berjalan              (111)       (161)          (390)         (25)             (4)       (691)            16          (675)




                                                                                   2024
                                                                                                               Penyesuaian
                                                                                                    Total          dan        Jumlah
                               Mobile      Consumer     Enterprise    WIB            Lain-lain     segmen       eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal       21.091        6.440         4.894      4.760               126       37.311            118       37.429
     Pendapatan antar segmen       802          102)        6.101      4.848               522       12.375        (12.375)           -
   Jumlah pendapatan segmen     21.893        6.542        10.995      9.608               648       49.686        (12.257)      37.429

   Hasil segmen                   6.360       2.300           154      2.537               (233)     11.118           (975)      10.143
   Informasi lain
   Pembelian barang modal        (2.181)      (1.579)         (622)      (695)               (1)     (5.078)           (24)       (5.102)
   Penyusutan dan amortisasi     (5.173)      (1.468)         (925)    (1.563)               (4)     (9.133)         1.048        (8.085)
   Provisi diakui selama
     periode berjalan              (166)       (113)          (192)          (5)             (4)       (480)           34           (446)




                                                                 92
Page 96
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

   Penyesuaian dan eliminasi:

   a. Rekonsiliasi pendapatan:

                                                                 2025                   2024
      Jumlah pendapatan segmen                                           48.082                 49.686
      Pendapatan dari segmen non-operasi lainnya                             96                    118
      Penyesuaian dan eliminasi antar segmen                            (11.539)               (12.375)
      Pendapatan konsolidasi                                             36.639                 37.429

   b. Rekonsiliasi hasil segmen:

                                                                 2025                   2024
       Jumlah hasil segmen                                              11.140                 11.118
       Rugi usaha dari segmen non-operasi lainnya                         (960)                  (515)
       Penyesuaian dan eliminasi antar segmen                              308                    405
       Penghasilan pendanaan                                               420                    335
       Biaya pendanaan                                                  (1.316)                (1.199)
       Bagian rugi investasi jangka panjang
        pada entitas asosiasi                                               (2)                    (1)
       Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasi                        9.590                 10.143

   c. Rekonsiliasi pembelian barang modal:

                                                                 2025                   2024
      Jumlah pembelian barang modal segmen                               (4.913)                (5.078)
      Pembelian barang modal dari
       segmen non-operasi lainnya                                           (46)                   (24)
      Pembelian barang modal konsolidasi                                 (4.959)                (5.102)

   d. Rekonsiliasi penyusutan dan amortisasi:

                                                                 2025                   2024
       Jumlah penyusutan dan amortisasi segmen                           (9.073)                (9.133)
       Penyusutan dan amortisasi dari segmen
        non-operasi lainnya                                                 (49)                   (53)
       Penyesuaian dan eliminasi antar segmen                             1.067                  1.101
       Penyusutan dan amortisasi konsolidasi                             (8.055)                (8.085)




                                                 93
Page 97
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

   e. Rekonsiliasi provisi diakui selama periode berjalan:

                                                                   2025                    2024
       Jumlah provisi diakui segmen                                         (691)                   (480)
       Provisi diakui selama periode berjalan dari
        segmen non-operasi lainnya                                            (1)                      1
       Penyesuaian dan eliminasi antar segmen                                 17                      33
       Provisi yang diakui selama
        periode berjalan konsolidasi                                        (675)                   (446)

   Informasi geografis:

                                                                  2025                     2024
    Pendapatan eksternal
     Indonesia                                                           34.208                   35.097
     Luar negeri                                                          2.431                    2.332
    Jumlah                                                               36.639                   37.429

   Informasi terkait pendapatan di atas didasarkan pada lokasi pelanggan.

   Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan utama yang melebihi 10% dari total pendapatan pada periode
   tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 2024.

                                                             31 Maret 2025          31 Desember 2024
   Aset operasional tidak lancar
    Indonesia                                                         185.443                     187.158
    Luar negeri                                                         2.894                       2.850
   Jumlah                                                             188.337                     190.008

   Aset operasional tidak lancar untuk tujuan pelaporan segmen ini terdiri dari aset tetap dan aset
   takberwujud.

34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI

   Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penyelenggaraan
   jaringan dan/atau jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara berdasarkan jenis tarif, struktur,
   dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.
   Kemudian, peraturan tersebut digantikan dengan UU No. 11 tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah No.46
   tahun 2021 yang membuat menteri yang berwenang dapat menetapkan tarif batas atas dan/atau tarif
   batas bawah.

   a. Tarif telepon tidak bergerak

      Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif yang diatur dalam Peraturan Menkominfo
      No. 5/2021 tanggal 31 Maret 2021 tentang “Penyelenggaraan Telekomunikasi”. Peraturan ini
      menggantikan peraturan sebelumnya Peraturan Menkominfo No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008
      tanggal 30 April 2008.

      Berdasarkan peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan
      tetap terdiri dari:
      i.   Biaya aktivasi;
      ii. Biaya berlangganan bulanan;
      iii. Biaya penggunaan; dan
      iv. Biaya fasilitas tambahan.



                                                     94
Page 98
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan)

   b. Tarif telepon selular

      Pada tanggal 31 Maret 2021, Menkominfo mengeluarkan Peraturan Menkominfo No. 5/2021 yang
      memberikan pedoman penetapan tarif selular dengan formula yang terdiri dari biaya elemen jaringan
      dan biaya aktivitas layanan ritel.

      Berdasarkan peraturan Menkominfo No. 5/2021, tarif selular untuk penyelenggaraan jasa
      telekomunikasi yang terhubung melalui jaringan selular bergerak terdiri dari:
      i.   Tarif jasa teleponi dasar;
      ii. Tarif jelajah; dan/atau
      iii. Tarif jasa multimedia.

      dengan struktur tarif sebagai berikut:
      i.   Biaya aktivasi;
      ii. Biaya berlangganan bulanan; dan/atau
      iii. Biaya penggunaan.

   c. Tarif interkoneksi

      Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (“BRTI”), dalam suratnya No. 262/BRTI/XII/2011 tanggal
      12 Desember 2011, memutuskan untuk mengubah tarif interkoneksi SMS menjadi berbasis biaya
      dengan tarif maksimal sebesar Rp23 per SMS efektif sejak tanggal 1 Juni 2012 dan berlaku untuk
      seluruh operator penyelenggara telekomunikasi.

      Berdasarkan       surat    Direktur    Jenderal   Penyelenggaraan    Pos    dan     Informatika
      No. 118/KOMINFO/DJPPI/PI.02.04/01/2014 tanggal 30 Januari 2014, Direktur Jenderal
      Penyelenggaraan Pos dan Informatika memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru yang
      berlaku efektif sejak 1 Februari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016 dan dapat dievaluasi setiap
      tahun oleh BRTI. Sebagai tindak lanjut, Perusahaan dan Telkomsel diminta untuk menyampaikan
      usulan Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) kepada BRTI untuk dievaluasi.

      Selanjutnya, BRTI melalui suratnya No. 60/BRTI/III/2014 tanggal 10 Maret 2014 dan
      No. 125/BRTI/IV/2014 tanggal 24 April 2014 menyetujui revisi DPI Telkomsel dan Perusahaan terkait
      tarif interkoneksi. Melalui surat tersebut, BRTI juga menyetujui perubahan tarif interkoneksi SMS
      menjadi Rp24 per SMS.

      Pada tanggal 18 Januari 2017, BRTI melalui suratnya No. 20/BRTI/DPI/I/2017 dan
      No. 21/BRTI/DPI/I/2017, memutuskan untuk tetap memberlakukan tarif interkoneksi sesuai dengan
      DPI Perusahaan dan Telkomsel tahun 2014 sampai dengan tarif interkoneksi yang baru ditetapkan.

   d. Tarif sewa jaringan

      Pada tahun 2008 Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi Indonesia menerbitkan peraturan No. 115
      tahun 2008 yang mengatur tentang Perjanjian Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan, Tarif Layanan
      Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan, Kualitas Layanan Sewa Jaringan, dan
      Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan yang Dimiliki oleh Penyedia Layanan Sewa Jaringan
      Dominan sesuai dengan usulan Perusahaan. Selanjutnya, berdasarkan peraturan Menkominfo
      No. 5/2021, Pemerintah mengatur bentuk, jenis, struktur dan perhitungan tarif untuk jasa yang
      berhubungan dengan sewa jaringan.

   e. Tarif jasa lainnya

      Tarif sewa satelit, jasa teleponi, dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan
      memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar. Pemerintah hanya menetapkan formula
      tarif untuk layanan teleponi dasar. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasa-jasa lainnya.




                                                 95
Page 99
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA
   a. Pembelian barang modal
      Pada tanggal 31 Maret 2025, jumlah ikatan pembelian barang modal adalah sebesar
      Rp11.770 miliar dan US$227 juta, dan mata uang lainnya setara Rp5 miliar.
      Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut:
        Pihak yang terkait dengan kontrak           Periode perjanjian        Bagian yang signifikan dari perjanjian
                                                                               Perjanjian dan Pengadaan
                                                                               Development and Rollout Agreement
                                                 12 September 2019 -           ("DRA") dan Technical Support
        Telkomsel dan PT Phincon
                                                 11 September 2027             Agreement ("TSA") Customer
                                                                               Relationship Management ("CRM")
                                                                               Solution System Integrator
        Telkomsel, PT Ericsson Indonesia,
                                                 1 Februari 2021 -             Perjanjian Pengadaan Radio
        PT Huawei Tech Investment, dan
                                                 31 Januari 2027               Ultimate Solution ("ROA") dan TSA
        PT ZTE Indonesia
                                                                               Perjanjian Pengadaan Next
        Telkomsel dan PT Sempurna                1 September 2021 -            Generation of Gateway GPRS
        Global Pratama                           31 Agustus 2024*              Support Node ("GGSN") (Virtualized
                                                                               EPC)
                                                                               Perjanjian Pengadaan dan
        Telkomsat dan Thales Alenia              28 Oktober 2021 -
                                                                               Pemasangan Sistem Satelit HTS
        Space France ("TAS")                     27 Oktober 2037
                                                                               113BT
        Telkomsel dan PT Ericsson                13 Februari 2022 -            Perjanjian Pengadaan CS Core
        Indonesia                                12 Februari 2025              Solution ROA dan TSA
        Telkomsel dan PT Lintas Teknologi        13 Februari 2022 -            Perjanjian Pengadaan CS Core
        Indonesia                                12 Februari 2025              Solution ROA dan TSA
        Telkomsel dan PT Huawei Tech             24 Maret 2022 -
                                                                               Perjanjian Pengadaan GGSN
        Investment                               24 Maret 2025
        Telkomsat dan Space Exploration
                                                 19 April 2022 -               Perjanjian Pengadaan Jasa
        Technologies Corporation
                                                 30 Juni 2025                  Peluncuran Satelit HTS 113BT
        ("SpaceX")
                                                 1 Juli 2024 -                 Pilling and Cut & Fill untuk Project
        TDI dan PT Nusacipta Indonesia
                                                 12 Juni 2025                  Bromo
                                                                               Perjanjian Pengadaan Next
        Telkomsel, PT Lintas Teknologi
                                                 1 September 2024 -            Generation of Gateway GPRS
        Indonesia, dan PT Ericsson
                                                 31 Agustus 2027               Support Node ("GGSN") (Virtualized
        Indonesia
                                                                               EPC)
        Telkomsel, Amdocs Software                                             Perjanjian Online Charging System
        Solutions Limited Liability              8 Oktober 2024 -              (“OCS”) dan Service Control Points
        Company, dan PT Application              7 Oktober 2029                (“SCP”) System Solution
        Solutions                                                              Development
        Telkomsel dan PT Application             8 Oktober 2024 -
                                                                               TSA untuk OCS dan SCP
        Solutions                                7 Oktober 2029
                                                                               Perjanjian Kontrak terhadap General
                                                 14 Oktober 2024 -
        TDE dan PT ZTE Indonesia                                               Contractor (GC) untuk Proyek Delta
                                                 14 Oktober 2027
                                                                               Level-2 Fit Out Works
                                                                               Perjanjian Pengadaan dan
                                                 12 Desember 2024 -            Pemasangan OTN Metro (OTM)
        Perusahaan dan PT ZTE Indonesia
                                                 25 September 2025             Future State Architecture (FSA) -
                                                                               Platform ZTE
                                                                               Perjanjian Pengadaan dan
        Perusahaan dan PT Lintas                 13 Desember 2024 -            Pemasangan OTN Metro (OTM)
        Teknologi Indonesia                      28 Juni 2025                  Future State Architecture (FSA) -
                                                                               Platform Nokia
                                                                               Perjanjian Pengadaan dan
        Perusahaan dan PT Packet                 18 Desember 2024 -            Pemasangan OTN Metro (OTM)
        Systems Indonesia                        28 Juli 2025                  Future State Architecture (FSA) -
                                                                               Platform Huawei
                                                                               Pengadaan dan Pemasangan Multi
        Perusahaan dan PT Datacomm               27 Desember 2024 -
                                                                               Service Aggregation (MSA) Platform
        Diangraha                                28 Juni 2025
                                                                               Nokia
      * Sampai dengan tanggal otorisasi Laporan Keuangan Konsolidasian ini, Telkomsel masih melakukan proses perpanjangan
      perjanjian dengan PT Sempurna Global Pratama.
                                                         96
Page 100
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)
   a. Pembelian barang modal (lanjutan)
         Pihak yang terkait dengan kontrak          Periode perjanjian    Bagian yang signifikan dari perjanjian
                                                 3 Januari 2025 -          Perjanjian untuk General Contractor
        TDI dan KSO-PP Adhi
                                                 26 Februari 2026          for Data Center Construction
                                                                           Perjanjian untuk Supply, Delivery,
                                                 17 Januari 2025 -         Installation, Testing and
        TDI dan PT Trakindo Utama Tbk.
                                                 14 Januari 2026           Commissioning Generator and Fuel
                                                                           System

   b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya
      (i)    Pada tanggal 31 Maret 2025, Perusahaan memiliki fasilitas bank garansi untuk jaminan
             penawaran (tender bond), pelaksanaan (performance bond), pemeliharaan (maintenance bond),
             setoran jaminan, dan uang muka (advance payment bond) berbagai proyek Perusahaan, dengan
             rincian sebagai berikut:
             78




                                                       Akhir periode
             Kreditur         Jumlah fasilitas            fasilitas      Mata uang asal   Fasilitas yang digunakan
             BRI                              500      14 Maret 2026           Rp                                5
             BNI                              500      31 Maret 2026           Rp                               50
             Bank Mandiri                     500       21 Juni 2025           Rp                               93
             Jumlah                         1.500                                                              148

              Perusahaan memiliki fasilitas bank yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya
              (Catatan 37b.v)
      (ii)    Pada tanggal 31 Maret 2025, Telkomsel memiliki fasilitas bank garansi untuk berbagai macam
              proyek sebagai berikut:
                                                       Akhir periode
             Kreditur         Jumlah fasilitas           fasilitas       Mata uang asal   Fasilitas yang digunakan
             BRI                           1.000     25 September 2028        Rp                              618
             BNI                           2.100     11 Desember 2025         Rp                            1.446
                                           3.100                                                            2.064

              Fasilitas bank garansi dengan BRI dan BNI sebagian besar untuk performance bond dan surety
              bond of radio frequency (Catatan 35c.i)

      (iii) Telin memiliki fasilitas bank garansi dari Bank Mandiri dan BRI dengan batas kredit maksimum
            masing-masing sebesar US$25 juta dan US$5 juta atau setara dengan Rp403 miliar dan
            Rp81 miliar. Pada tanggal 31 Maret 2025, tidak terdapat fasilitas bank garansi yang digunakan.
   c. Lainnya
      (i)    Penggunaan frekuensi radio
             Berdasarkan UU No. 36 Tahun 1999, penggunaan spektrum frekuensi radio dan biaya
             penggunaan frekuensi radio ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan Surat Keputusan
             Menkominfo No. 025/TEL.01.02/2022 Tahun 2022 tanggal 28 Januari 2022, Menkominfo
             memberikan hak kepada Telkomsel untuk layanan telekomunikasi bergerak dengan pita
             frekuensi radio di 800 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz; dan layanan
             telekomunikasi dasar.
             Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 509 Tahun 2016, No. 1896 Tahun 2017, No. 806
             Tahun 2019, No. 620 Tahun 2020, No. 178 Tahun 2021 dan No. 479 Tahun 2022, No. 90 Tahun
             2023 dan No. 188 Tahun 2023 Telkomsel disyaratkan antara lain, untuk:
             1. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp1,03 triliun untuk pita frekuensi
                2,3 GHz.
             2. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp360 miliar untuk pita frekuensi
                2,3 GHz Blok A dan C.
             3. Menyerahkan surety bond sebesar Rp617 miliar untuk pita frekuensi 2,1 GHz.
             4. Membayar iuran tahunan Biaya Hak Penyelenggara (“BHP”) selama jangka waktu lisensi
                sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan. BHP terutang pada saat diterimanya Surat
                Pemberitahuan Pembayaran dari DJPPI. Iuran tahunan BHP terutang sampai dengan
                berakhirnya periode lisensi.
                                                       97
Page 101
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (i)   Penggunaan frekuensi radio (lanjutan)

            Berikut adalah izin penggunaan frekuensi radio pada Telkomsel, atas izin tersebut Telkomsel
            terutang BHP setiap tahun hingga masa lisensi berakhir:

            1.   Pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz
                 Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 620 Tahun 2020, terkait dengan
                 perpanjangan penetapan pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz, sehingga
                 Telkomsel harus membayar biaya penggunaan frekuensi tahunan pada tahun 2020 sampai
                 2030.

            2.   Pita frekuensi radio sampai 2,1 GHz

                            No. Izin                                     Deskripsi
                  Surat Keputusan Menkominfo        Pada 27 Februari 2023, Telkomsel memperoleh izin
                  No. 90 Tahun 2023 amd. Surat      penggunaan tahunan atas penggunaan pita frekuensi
                  Keputusan Menkominfo              radio 1.975 - 1.980 MHz berpasangan dengan 2.165 -
                  No. 76 Tahun 2023                 2.170 MHz sampai dengan 18 Maret 2033.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan
                  No. 509 Tahun 2016 amd.           izin atas penggunaan pita frekuensi 1.970 - 1.975 MHz
                  Surat Keputusan Menkominfo        berpasangan dengan 2.160 - 2.165 MHz sampai
                  No. 76 Tahun 2023                 dengan 28 Maret 2026.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan
                  No. 806 Tahun 2019 amd.           izin atas penggunaan pita frekuensi 1.965 - 1.970 MHz
                  Surat Keputusan Menkominfo        berpasangan dengan 2.155 - 2.160 MHz sampai
                  No. 76 Tahun 2023                 dengan 30 September 2029.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Telkomsel sebagai pemenang lelang dan berhak atas
                  No. 479 Tahun 2022 amd.           penggunaan tahunan atas pita frekuensi radio 1.960 -
                  Surat Keputusan Menkominfo        1.965 MHz berpasangan dengan 2.150 - 2.155 MHz,
                  No. 76 Tahun 2023                 terhitung sejak 11 Januari 2023 sampai dengan
                                                    10 Januari 2033.

            3.   Pita frekuensi radio sampai 2,3 GHz

                             No. Izin                                       Deskripsi
                  Surat Keputusan Menkominfo        Telkomsel sebagai pemenang atas hak penggunaan
                  No. 1896 tahun 2017               pita frekuensi radio 2.300 - 2.330 Mhz sampai dengan
                                                    2026.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Telkomsel sebagai pemenang atas penggunaan pita
                  No. 178 Tahun 2021                frekuensi radio 2.330 - 2.340 MHz berpasangan dengan
                                                    2.340 - 2.350 MHz masing-masing untuk Blok A dan C
                                                    sampai dengan 2030.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Pada 18 November 2022, Telkomsel memperoleh
                  No. 487 Tahun 2022 amd.           pengalihan hak penggunaan pita frekuensi radio 2.340 -
                  Surat Keputusan Menkominfo        2.355 MHz berpasangan dengan 2.330 - 2.360 MHz
                  No. 92 Tahun 2023                 sampai dengan 17 November 2029.
                  Surat Keputusan Menkominfo        Pada 18 April 2023, Telkomsel diberikan persetujuan
                  No. 188 Tahun 2023                untuk mengalihkan sebagian hak penggunaan spektrum
                                                    frekuensi radio 2,3 GHz kepada PT Smart Telecom.




                                                    98
Page 102
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)
   c. Lainnya (lanjutan)
      (ii)   Perjanjian kerjasama spektrum frekuensi radio
             Menkominfo memberikan persetujuan atas kerja sama penggunaan spektrum frekuensi radio
             kepada Telkomsel dan KCIC melalui Surat Keputusan No. B-171/M.KOMINFO/SP.01.01/03/2023
             tanggal 17 Maret 2023 mengenai Persetujuan Kerja Sama Penggunaan Spektrum Frekuensi
             Radio pada rentang 891 - 895 MHz berpasangan dengan 936 - 940 MHz, dengan jangka waktu
             sampai dengan tanggal 14 Desember 2030.
             Sebagai akibat dari perjanjian ini, KCIC akan membayar sejumlah kompensasi kepada Telkomsel
             yaitu kompensasi biaya penggunaan tahunan sebesar Rp878 miliar per tahun, biaya jaringan
             pengganti sebesar Rp1.250 miliar, serta biaya operasional dan perawatan tambahan.
      (iii) Perjanjian kerjasama sebagai pemasok produk Google
             Pada tanggal 10 November 2022, Sigma dan PT Google Cloud Indonesia (”Google”)
             menandatangani perjanjian kerjasama yang memberikan wewenang kepada Sigma sebagai
             pemasok produk Google. Perjanjian ini mensyaratkan Sigma untuk memenuhi komitmen
             minimum pembelian produk Google selama tiga tahun dan berkewajiban untuk membayar selisih
             antara realisasi nilai pembelian produk Google dengan komitmen minimum tersebut.
      (iv) Perjanjian Jual Beli Bersyarat Telkomsel dengan PT Dhost Telekomunikasi Nusantara ("Dhost")
             Pada tanggal 26 Juni 2024, Telkomsel menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan
             Dhost untuk penjualan 850 unit in-building telecommunication coverage antenna system (“IBS”)
             dengan jumlah imbalan sebesar Rp685 miliar. Kemudian 689 unit dari IBS tersebut digunakan
             oleh Dhost utuk memenuhi jasa in-building coverage kepada Telkomsel. Transaksi ini tidak
             memenuhi kriteria sewa berdasarkan PSAK 116 dan Telkomsel mencatat keuntungan penjualan
             sebesar Rp642 miliar.
      (v) KPU
             Pada tanggal 27 Desember 2011, Telkomsel (atas nama Konsorsium Telkomsel, konsorsium
             yang dibentuk dengan Mitratel pada 9 Desember 2011) ditunjuk oleh Balai Penyedia dan
             Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (“BPPPTI”), sekarang Badan
             Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (“BAKTI”), sebagai penyedia Program KPU di daerah
             perbatasan dengan total harga sebesar Rp261 miliar. Pada tahun 2015, program tersebut
             dihentikan. Pada Januari 2016, Telkomsel mengajukan klaim arbitrase ke Badan Arbitrase
             Nasional Indonesia (“BANI”) terkait penyelesaian dari sisa piutang atas penyelenggaraan
             program tersebut.
             Pada tanggal 22 Juni 2017, Telkomsel menerima surat keputusan BANI No. 792/1/ARB-
             BANI/2016 yang menginstruksikan BAKTI untuk membayar kompensasi kepada Telkomsel
             sebesar Rp218 miliar, dan sampai penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini Telkomsel
             telah menerima pembayaran dari BAKTI sebesar Rp91 miliar (sebelum dikurangi pajak) dan sisa
             kompensasi masih belum dibayarkan.
             Menkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo No. 5 Tahun 2021 tanggal 31 Maret 2021 yang
             menggantikan peraturan sebelumnya terkait kebijakan program KPU. Peraturan tersebut
             mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 1,25% dari
             pendapatan kotor penyelenggaraan telekomunikasi (dengan mempertimbangkan piutang tidak
             tertagih dari penyelenggaraan telekomunikasi dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban
             ketersambungan dan/atau pendapatan yang tidak diperhitungkan sebagai pendapatan kotor
             penyelenggara telekomunikasi) untuk pengembangan KPU.
             Berdasarkan Surat Keputusan No. 827/KOMINFO/BAKTI.31/KS.1/10/2021 tanggal 4 Oktober
             2021, BAKTI memberikan kepada Telkomsel sebagai mitra kerjasama operasi (“KSO”) untuk
             delapan paket KSO, yang meliputi Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat,
             Papua Barat Tengah, Papua Tengah Utara, dan Papua Timur Selatan untuk periode tahun 2021
             sampai dengan 2031.


                                                    99
Page 103
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN, PERJANJIAN SIGNIFIKAN, DAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

      (vi) Kontinjensi

           Berdasarkan PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi, suatu provisi harus
           diakui ketika terdapat kewajiban kini (hukum atau konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu,
           kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya
           yang mengandung manfaat ekonomi, dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban
           tersebut dapat dibuat.
           Pada bulan Oktober 2023, Grup menerima permintaan dokumen dari Komisi Sekuritas dan Bursa
           Amerika Serikat (“SEC”) terkait keterlibatan Telkom Infra dalam proyek dengan Badan
           Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik
           Indonesia (“BAKTI Kominfo”) terkait penyediaan infrastruktur 4G Base Transceiver Station
           (“BTS”). Sejak saat itu, SEC telah memperluas penyelidikannya mencakup isu-isu akuntansi dan
           pengungkapan yang terkait dengan pengakuan pendapatan dan praktik pelaporan keuangan
           serta pengendalian internal atas pelaporan keuangan Grup, termasuk laporan publik mengenai
           proses hukum tertentu di Indonesia yang melibatkan Grup, beberapa entitas anak dan afiliasinya,
           serta beberapa klien dan pemasok Grup. Sejak Mei 2024, Grup juga telah menerima permintaan
           tambahan untuk informasi dari Departemen Kehakiman A.S. (“DOJ”) terkait kepatuhan terhadap
           Undang-Undang Praktik Korupsi Asing A.S. (“FCPA”). SEC dan DOJ saling mengetahui atas
           masing-masing penyelidikan yang sedang terjadi. Melalui proses audit internal dan investigasi
           yang Grup lakukan, Grup telah menetapkan, atau Grup menduga (untuk proyek dan transaksi
           yang masih dalam tahap investigasi) bahwa transaksi tersebut tidak memiliki substansi ekonomi.
           Terhitung sejak bulan Mei 2024, Grup juga menerima permintaan informasi tambahan dari
           Departemen Kehakiman A.S. (“DOJ”) yang berfokus pada kepatuhan terhadap Undang-Undang
           Praktik Korupsi Asing A.S. (“FCPA”). Pada tanggal 31 Maret 2025, penyelidikan oleh SEC dan
           DOJ masih berlangsung. Grup bekerja sama dengan SEC dan DOJ dan telah menunjuk
           penasihat hukum eksternal untuk melakukan penyelidikan internal terhadap isu-isu yang sedang
           berlangsung.
           Terkait permintaan-permintaan dari SEC mengenai proyek dengan BAKTI Kominfo dan DOJ
           terkait kepatuhan terhadap FCPA, saat ini Grup belum dapat mengestimasi secara wajar potensi
           kerugian atau rentang kerugian yang mungkin terjadi, karena permintaan tersebut masih berada
           pada tahap awal dan terdapat ketidakpastian yang cukup besar terkait waktu atau penyelesaian
           akhir dari penyelidikan, yang dapat mencakup denda, sanksi, atau dampak terhadap bisnis, jika
           ada.
           Terkait dengan penyelidikan terhadap isu-isu akuntansi dan pengungkapan Grup yang berkaitan
           dengan pengakuan pendapatan serta praktik pelaporan keuangan dan pengendalian internal atas
           pelaporan keuangan, berdasarkan penilaian Grup yang dilakukan sampai dengan tanggal
           penerbitan laporan keuangan konsolidasian, saat ini Grup tidak berkeyakinan penyelidikan
           tersebut akan menimbulkan dampak material yang merugikan terhadap laporan keuangan
           konsolidasian per 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025.

           Namun demikian, terdapat kemungkinan kinerja keuangan di masa mendatang dapat terdampak
           secara material yang disebabkan perubahan penilaian dari permintaan-permintaan yang telah
           disebutkan di atas dari SEC atas proyek dengan BAKTI Kominfo, DOJ terkait dengan kepatuhan
           terhadap FCPA, serta penyelidikan atas isu-isu akuntansi dan pengungkapan Grup.




                                                   100
Page 104
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING

   Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut:

                                                                                                   31 Maret 2025
                                                                        Dolar A.S.        Yen Jepang       Lain-lain*            Setara Rupiah
                                                                      (dalam jutaan)     (dalam jutaan) (dalam jutaan)          (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                          447,17               9,32             15,47                   7.667
   Aset keuangan lancar lainnya                                                 46,48                  -              2,00                     804
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                              0,21                  -                 -                      3
     Pihak ketiga                                                              113,55                  -             24,98                  2.297
   Aset kontrak                                                                  3,75                  -                 -                     62
   Piutang lain-lain                                                             0,75                  -              0,08                     13
   Aset lancar lainnya                                                           1,78                  -              0,31                     35
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                            384,48                  -              7,54                  6.491
   Aset tidak lancar lainnya                                                     0,42                  -              1,17                     27
   Jumlah aset                                                                 998,59               9,32             51,55                 17.399
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                             (0,25)                 -                  -                    (4)
     Pihak ketiga                                                             (122,90)            (20,35)             (5,69)               (2.135)
   Utang lain-lain                                                              (1,61)                 -              (4,02)                  (93)
   Beban yang masih harus dibayar                                               (3,82)                 -              (3,75)                 (125)
   Deposit dari pelanggan                                                       (1,24)                 -              (0,27)                  (24)
   Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun                    (5,75)                 -              (0,29)                  (99)
   Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya                                (24,60)                 -              (1,41)                 (431)
   Liabilitas lainnya                                                           (0,29)                 -                  -                    (5)
   Jumlah liabilitas                                                          (160,46)            (20,35)            (15,43)               (2.916)
   Aset (liabilitas) bersih                                                    838,13             (11,03)             36,12                14.483


                                                                                                 31 Desember 2024
                                                                       Dolar A.S.         Yen Jepang      Lain-lain*            Setara Rupiah
                                                                     (dalam jutaan)      (dalam jutaan) (dalam jutaan)         (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                         475,58               5,62              12,97                  7.885
   Aset keuangan lancar lainnya                                                18,19                  -               0,06                    295
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                             0,19                  -               0,01                     3
     Pihak ketiga                                                             134,77                  -              18,64                 2.479
   Aset kontrak                                                                 2,77                  -                  -                    45
   Piutang lain-lain                                                            1,09                  -                  -                    18
   Aset lancar lainnya                                                          2,05                  -               0,31                    38
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                           389,31                  -              12,28                 6.464
   Aset tidak lancar lainnya                                                    0,42                  -               2,90                    53
   Jumlah aset                                                              1.024,37               5,62              47,17                17.280
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                            (0,01)                 -                  -                     0
     Pihak ketiga                                                            (127,43)            (17,95)             (3,45)               (2.119)
   Utang lain-lain                                                              3,76                  -              (8,00)                  (70)
   Beban yang masih harus dibayar                                             (13,90)                 -              (1,83)                 (254)
   Deposit dari pelanggan                                                      (2,72)                 -              (0,27)                  (47)
   Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun                   (9,33)                 -              (0,28)                 (155)
   Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya                               (24,65)                 -              (1,47)                 (422)
   Liabilitas lainnya                                                          (0,09)                 -              (0,05)                   (2)
   Jumlah liabilitas                                                         (174,37)            (17,95)            (15,35)               (3.069)
   Aset (liabilitas) bersih                                                   850,00             (12,33)             31,82                14.211
   *Aset dan liabilitas dalam mata uang asing lain-lain disajikan dalam setara Dolar A.S. dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh
   Reuters pada akhir periode pelaporan.
   Aktivitas Grup memiliki kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan
   harga pasar surat utang dan efek, nilai tukar mata uang asing, dan tingkat bunga.




                                                                      101
Page 105
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan

      i.    Klasifikasi

            (a) Aset Keuangan
                                                                                            31 Maret 2025          31 Desember 2024
                  Biaya perolehan diamortisasi
                   Kas dan setara kas                                                                 34.410                       33.905
                   Aset keuangan lancar lainnya                                                        1.361                        1.196
                   Piutang usaha                                                                      12.544                       12.193
                   Piutang lain-lain                                                                     331                          621
                   Aset tidak lancar lainnya                                                             156                          165
                  FVTPL
                   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                     8.537                       8.174
                   Aset keuangan lancar lainnya                                                            91                          89
                  FVTOCI
                   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                       51                           51
                  Jumlah aset keuangan                                                                57.481                       56.394

            (b) Liabilitas Keuangan

                                                                                            31 Maret 2025          31 Desember 2024
                  Liabilitas keuangan yang diukur pada
                   biaya perolehan diamortisasi
                   Utang usaha                                                                        14.985                      15.336
                   Utang lain-lain                                                                       413                         454
                   Beban yang masih harus dibayar                                                     13.559                      14.192
                   Deposit dari pelanggan                                                                 43                          41
                   Utang bank jangka pendek                                                            9.671                      11.525
                   Obligasi dan MTN                                                                    5.045                       5.043
                   Utang bank jangka panjang                                                          30.588                      36.341
                   Liabilitas sewa                                                                    23.852                      23.959
                  Jumlah liabilitas keuangan                                                          98.156                     106.891

      ii.   Nilai wajar

            Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
            Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
            sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan:

                                                                                             Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                              menggunakan
                                                                                             Harga pasar aset      Input    Input signifikan
                                                                                              atau liabilitas   signifikan     yang tidak
                                                                                               sejenis pada    yang dapat         dapat
                                                               Jumlah nilai                     pasar aktif    diobservasi    diobservasi
            31 Maret 2025                                        tercatat     Nilai wajar        (level 1)       (level 2)      (level 3)
            FVTPL
            Aset keuangan lancar lainnya                                 91            91                 91              -               -
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan          8.537         8.537              1.976              -           6.561
            FVTOCI
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan            51             51                   -             -             51
            Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
              perolehan yang diamortisasi
              Pinjaman:
                Obligasi                                             5.045          5.664              5.664              -               -
                Utang bank jangka panjang                           30.588         30.926                  -              -          30.926
              Liabilitas sewa                                       23.852         23.852                  -              -          23.852
            Jumlah                                                  68.164         69.121              7.731              -          61.390




                                                                 102
Page 106
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      ii.   Nilai wajar (lanjutan)

            Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
            Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
            sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan (lanjutan):

                                                                                            Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                             menggunakan
                                                                                            Harga pasar aset      Input    Input signifikan
                                                                                             atau liabilitas   signifikan     yang tidak
                                                                                              sejenis pada    yang dapat         dapat
                                                               Jumlah nilai                    pasar aktif    diobservasi    diobservasi
            31 Desember 2024                                     tercatat     Nilai wajar       (level 1)       (level 2)      (level 3)
            FVTPL
            Aset keuangan lancar lainnya                                 89            89                89              -               -
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan          8.174         8.174             1.668              -           6.506
            FVTOCI
            Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan            51             51                  -             -             51
            Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
              perolehan yang diamortisasi
              Pinjaman:
                Obligasi dan MTN                                     5.043          5.669             5.669              -               -
                Utang bank jangka panjang                           36.341         36.472                 -              -          36.472
              Liabilitas sewa                                       23.959         23.959                 -              -          23.959
              Liabilitas lainnya                                       104            104                 -              -             104
            Jumlah                                                  73.761         74.518             7.426              -          67.092


            Tidak ada keuntungan atau kerugian atas pengukuran nilai wajar yang diakui pada laba rugi dan
            penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
            31 Maret 2025.

            Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk investasi yang nilai wajarnya diukur dengan input
            signifikan yang tidak dapat diobservasi (level 3) pada tanggal 31 Maret 2025 dan
            31 Desember 2024 adalah:

                                                                                   31 Maret 2025               31 Desember 2024
            Saldo awal                                                                       6.557                         5.997
            Laba (rugi) yang diakui dalam laporan laba rugi
             dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian                                           -                            578
            Pembelian/penambahan                                                                      55                             49
            Penjualan/pengurangan                                                                      -                            (67)
            Saldo akhir                                                                            6.612                          6.557




                                                                 103
Page 107
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      iii.   Pengukuran nilai wajar

             Nilai wajar adalah jumlah suatu aset dapat ditukarkan, atau suatu liabilitas dapat diselesaikan,
             antara berbagai pihak secara arm’s length transaction.

             Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau
             kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lancar lainnya, utang usaha,
             utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, dan utang bank jangka pendek), dan aset tidak
             lancar lainnya dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari pendiskontoan yang
             tidak signifikan.

             Nilai wajar aset keuangan jangka panjang (aset tidak lancar lainnya (piutang jangka panjang dan
             kas dibatasi penggunaannya)) dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari
             pendiskontoan yang tidak signifikan.

             Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas
             keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut:
             (a) Nilai wajar pada laporan laba rugi, terdiri dari saham, reksadana, obligasi korporasi dan
                 Pemerintah, dan obligasi konversi. Saham dan reksadana yang aktif diperdagangkan di
                 pasar dinyatakan pada nilai wajarnya dengan menggunakan kuotasi harga pasar atau jika
                 tidak dikuotasi, ditentukan menggunakan teknik penilaian. Nilai wajar dari obligasi konversi
                 ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Obligasi korporasi dan Pemerintah
                 dinyatakan pada nilai wajar dengan referensi harga dari surat berharga yang sejenis pada
                 tanggal pelaporan;
             (b) Nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus
                 kas kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan
                 kepada Grup untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para
                 pelaku bank Grup, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar.

             Estimasi nilai wajar bersifat judgemental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam,
             termasuk:
             (a) Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan;
             (b) Estimasi nilai wajar tidak selalu mengindikasikan nilai yang Grup akan catat pada saat
                  pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan.

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan

      Aktivitas Grup mengandung berbagai macam risiko keuangan, seperti risiko pasar (termasuk risiko
      nilai tukar mata uang asing, risiko harga pasar, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit, dan risiko
      likuiditas. Secara keseluruhan, program manajemen risiko keuangan Grup bertujuan untuk
      meminimalkan kerugian atas nilai aset dan liabilitas yang dapat timbul dari pergerakan nilai tukar mata
      uang asing dan pergerakan tingkat suku bunga. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk
      manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan
      lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan
      12 bulan.

      Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan oleh Unit Group Financial Accounting & Treasury di
      bawah kebijakan-kebijakan yang disetujui oleh Dewan Direksi. Unit Group Financial Accounting &
      Treasury mengidentifikasi, mengevaluasi, dan melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan.

      i.     Risiko nilai tukar mata uang asing

             Grup rentan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing atas transaksi penjualan, pembelian, dan
             pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing. Transaksi yang didenominasi dalam mata
             uang asing terutama dalam Dolar A.S. dan Yen Jepang. Eksposur risiko nilai tukar mata uang
             asing Grup tidak material.
                                                     104
Page 108
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      i.    Risiko nilai tukar mata uang asing (lanjutan)

            Risiko kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap liabilitas Grup diharapkan dapat saling
            hapus dengan dampak dari nilai tukar atas deposito berjangka dan piutang dalam mata uang
            asing yang ditetapkan minimal 25% dari liabilitas jangka pendek dalam mata uang asing yang
            terutang.

            Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan Grup terhadap risiko
            nilai tukar mata uang:

                                             31 Maret 2025                        31 Desember 2024
                                      Dolar A.S.        Yen Jepang          Dolar A.S.       Yen Jepang
                                    (dalam miliar)     (dalam miliar)     (dalam miliar)    (dalam miliar)
            Aset keuangan                      1,00               0,01               1,02               0,01
            Liabilitas keuangan               (0,16)             (0,02)             (0,17)             (0,02)
            Eksposur bersih                    0,84              (0,01)              0,85              (0,01)

            Analisis sensitivitas

            Penguatan Dolar A.S. dan Yen Jepang, sebagaimana diindikasikan di bawah, terhadap Rupiah
            pada 31 Maret 2025 akan menurunkan ekuitas dan laba atau rugi sebesar jumlah yang
            ditunjukkan di bawah. Analisis ini didasarkan pada varian nilai tukar mata uang asing yang Grup
            pertimbangkan sebagai sangat mungkin terjadi pada tanggal pelaporan. Analisis mengasumsikan
            bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya tingkat bunga, tidak berubah.

                                                                                       Ekuitas/ laba (rugi)
            31 Maret 2025
            Dolar A.S. (penguatan 1%)                                                                   139
            Yen Jepang (penguatan 5%)                                                                    (0)

            Pelemahan Dolar A.S. dan Yen Jepang terhadap Rupiah pada 31 Maret 2025 akan mempunyai
            dampak yang setara tetapi berlawanan terhadap jumlah yang ditunjukkan di atas, pada dasar
            seluruh variabel lain tidak berubah.

      ii.   Risiko harga pasar

            Grup rentan terhadap perubahan dalam harga pasar atas utang dan ekuitas terkait aset keuangan
            yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
            perubahan nilai wajar pada aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diakui
            pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya.

            Kinerja aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi Grup dimonitor secara
            berkala, bersama dengan penilaian secara teratur mengenai keterkaitannya dengan rencana
            strategis jangka panjang Grup.

            Pada tanggal 31 Maret 2025, manajemen mempertimbangkan risiko harga untuk aset keuangan
            yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi adalah tidak material dalam hal dampak yang
            mungkin terjadi pada laba rugi dan total ekuitas dari perubahan dalam nilai wajar yang sangat
            mungkin terjadi.




                                                     105
Page 109
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      iii. Risiko tingkat suku bunga

            Pergerakan tingkat suku bunga diawasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi
            keuangan. Pinjaman dalam berbagai tingkat suku bunga menyebabkan Grup terpapar risiko
            tingkat suku bunga (Catatan 18 dan 19). Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku
            bunga. Grup melakukan analisis pada pergerakan margin suku bunga dan pada profil jatuh tempo
            aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.

            Pada tanggal pelaporan, profil risiko tingkat bunga pinjaman yang dikenakan bunga milik Grup
            adalah sebagai berikut:

                                                                    31 Maret 2025        31 Desember 2024
            Pinjaman bunga tetap                                             45.667               48.097
            Pinjaman bunga mengambang                                        23.489               28.771

            Analisis sensitivitas untuk pinjaman bunga mengambang

            Pada 31 Maret 2025, penurunan (kenaikan) 25 poin dasar pada tingkat bunga pinjaman bunga
            mengambang akan menaikkan (menurunkan) ekuitas dan laba atau rugi masing-masing sebesar
            Rp59 miliar. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya nilai tukar
            mata uang asing, tidak berubah.

      iv.   Risiko kredit

            Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan Grup:

                                                                    31 Maret 2025        31 Desember 2024
            Kas dan setara kas                                               34.410               33.905
            Aset keuangan lancar lainnya                                      1.452                1.285
            Piutang usaha                                                    12.544               12.193
            Piutang lain-lain                                                   331                  621
            Aset tidak lancar lainnya                                           156                  165
            Jumlah                                                           48.893               48.169

            Grup rentan terhadap risiko kredit terutama dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang
            lain-lain. Risiko kredit dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan
            penagihan. Risiko kredit yang berasal dari saldo bank dan institusi keuangan dikelola oleh Grup
            melalui Unit Group Financial Accounting & Treasury sesuai dengan kebijakan tertulis dari Grup.

            Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik pemerintah karena bank
            milik pemerintah memiliki jaringan cabang terluas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai
            bank terpercaya, karena dimiliki oleh Pemerintah. Oleh karena itu, penempatan ini bertujuan
            untuk meminimalisasi kerugian secara finansial yang berasal dari potensi kegagalan dalam
            pembayaran dari bank dan institusi keuangan.

            Risiko kredit pelanggan dikelola dengan memantau saldo piutang dan penagihannya secara
            berkala. Piutang usaha dan piutang lain-lain tidak memiliki suatu konsentrasi utama risiko kredit
            di mana tidak ada saldo piutang pelanggan yang melebihi 6,89% dari piutang usaha dan
            piutang lain-lain pada tanggal 31 Maret 2025 (2024: 5,76%).

            Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko
            kredit yang minimal, di mana Grup telah menyediakan provisi yang memadai untuk menutupi
            kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis.



                                                    106
Page 110
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

       v.   Risiko likuiditas

            Risiko likuiditas timbul apabila Grup mengalami kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangan
            ketika liabilitas keuangan tersebut jatuh tempo.

            Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dalam upaya pemenuhan
            liabilitas keuangan Grup. Grup secara terus menerus melakukan analisis untuk mengawasi rasio-
            rasio likuiditas laporan posisi keuangan, seperti antara lain: rasio lancar dan rasio debt to equity
            terhadap persyaratan-persyaratan yang diharuskan perjanjian utang.

            Berikut adalah analisis jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
            kontraktual yang tidak didiskontokan:

                                             Nilai buku Arus kas                                                 2029 dan
                                              tercatat   wajib      2025       2026       2027       2028       selanjutnya
            31 Maret 2025
            Utang usaha                        14.985    (14.985)   (14.985)          -          -          -            -
            Utang lain-lain                       413       (413)      (413)          -          -          -            -
            Beban yang masih harus dibayar     13.559    (13.559)   (13.559)          -          -          -            -
            Deposit dari pelanggan                 43        (43)       (43)          -          -          -            -
            Pinjaman
              Utang bank jangka pendek          9.671     (9.671)    (9.671)         -          -          -             -
              Obligasi                          5.045     (9.174)    (2.704)      (222)      (296)      (297)       (5.655)
              Utang bank jangka panjang        30.588    (36.355)   (11.368)    (6.014)    (6.081)    (4.956)       (7.936)
            Liabilitas sewa                    23.852    (29.124)    (8.057)    (2.195)    (3.868)    (3.231)      (11.773)
            Jumlah                             98.156   (113.324)   (60.800)    (8.431)   (10.245)    (8.484)      (25.364)


                                             Nilai buku Arus kas                                                 2029 dan
                                              tercatat   wajib      2025       2026       2027       2028       selanjutnya
            31 Desember 2024
            Utang usaha                        15.336    (15.336)   (15.336)          -          -          -            -
            Utang lain-lain                       454       (454)      (454)          -          -          -            -
            Beban yang masih harus dibayar     14.192    (14.192)   (14.192)          -          -          -            -
            Deposit dari pelanggan                 41        (41)       (41)          -          -          -            -
            Pinjaman
              Utang bank jangka pendek         11.525    (11.525)   (11.525)         -          -          -             -
              Obligasi dan MTN                  5.043     (9.307)    (2.763)      (296)      (296)      (297)       (5.655)
              Utang bank jangka panjang        36.341    (42.701)   (15.419)    (8.442)    (6.086)    (4.955)       (7.799)
            Liabilitas sewa                    23.959    (29.261)    (6.824)    (4.597)    (3.656)    (3.152)      (11.032)
            Liabilitas lainnya                    104       (120)        (6)       (29)       (29)       (28)          (28)
            Jumlah                            106.995   (122.937)   (66.560)   (13.364)   (10.067)    (8.432)      (24.514)


            Perbedaan antara nilai buku tercatat dengan arus kas wajib merupakan nilai bunga. Nilai bunga
            dari pinjaman mengambang ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga efektif pada tanggal
            pelaporan.




                                                         107
Page 111
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. MANAJEMEN MODAL

   Struktur modal Grup adalah sebagai berikut:

                                            31 Maret 2025                  31 Desember 2024
                                        Jumlah         Bagian            Jumlah        Bagian
   Utang jangka pendek                       9.671         4,45%             11.525         5,26%
   Utang jangka panjang                    59.485         27,38%             65.343       29,85%
   Total utang                             69.156         31,83%             76.868       35,11%
   Ekuitas yang dapat diatribusikan
    kepada pemilik                         148.119          68,17%             142.094       64,89%
   Jumlah                                  217.275         100,00%             218.962      100,00%

   Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup
   guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan
   lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.

   Secara berkala, Grup melakukan penilaian utang untuk menilai kemungkinan pembiayaan kembali
   kewajiban yang ada dengan yang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien yang akan mengarahkan
   pada biaya utang yang lebih optimal. Dalam kasus kas menganggur dengan kesempatan investasi
   terbatas, Grup akan mempertimbangkan membeli kembali saham-sahamnya atau membayar dividen
   kepada para pemegang sahamnya.

   Sebagai tambahan untuk patuh kepada pembatasan-pembatasan utang, Grup juga menjaga struktur
   modalnya pada tingkat yang diyakini tidak akan membahayakan peringkat kredit dan yang hampir setara
   dengan pesaingnya.

   Rasio utang terhadap ekuitas (perbandingan utang dengan bunga bersih terhadap total ekuitas) adalah
   rasio yang dimonitor oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur modal Grup dan mengkaji efektifitas
   utang Grup. Grup memonitor tingkat utangnya untuk meyakinkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas
   sesuai atau di bawah rasio yang ditetapkan dalam pinjaman kontraktual dan bahwa rasio tersebut
   sebanding atau lebih baik daripada entitas industri telekomunikasi lain dalam area regional.

   Rasio utang terhadap ekuitas Grup pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                           31 Maret 2025           31 Desember 2024
   Jumlah utang dengan bunga                                         69.156                  76.868
   Dikurangi: kas dan setara kas                                    (34.410)                (33.905)
   Utang bersih                                                      34.746                  42.963
   Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik                  148.119                 142.094
   Rasio utang bersih terhadap ekuitas                              23,46%                  30,24%

   Sebagaimana disajikan dalam Catatan 19. Grup dipersyaratkan untuk memelihara rasio utang terhadap
   ekuitas dan rasio debt service coverage tertentu oleh pemberi pinjaman. Untuk periode yang berakhir
   pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup sudah memenuhi beberapa persyaratan modal
   yang telah diberlakukan secara eksternal.




                                                 108
Page 112
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS

   a. Aktivitas non-kas investasi untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan
      2024 adalah sebagai berikut:

                                                                              2025                  2024
      Penambahan aset tetap melalui:
        Utang usaha                                                                   2.108                2.606
        Kapitalisasi bunga                                                                -                   40

      Penambahan aset hak-guna melalui:
       Liabilitas sewa (Catatan 12)                                                   1.952                2.038

      Penambahan aset takberwujud melalui:
        Utang usaha                                                                    328                  278

   b. Perubahan dalam kenaikan liabilitas dari kegiatan pendanaan adalah sebagai berikut:
                                                                     Perubahan non-tunai
                                                               Perubahan             Perubahan
                                   1 Januari 2025   Arus kas valuta asing Sewa baru   lainnya       31 Maret 2025
      Utang bank jangka pendek           11.525        (1.851)          -         -          (3)            9.671
      Obligasi                             5.043            -           -         -           2             5.045
      Utang bank jangka panjang          36.341        (5.760)         (1)        -           8            30.588
      Liabilitas sewa                    23.959        (2.312)          8     1.952        245             23.852
      Jumlah liabilitas dari
        aktivitas pendanaan              76.868        (9.923)         7      1.952           252          69.156


40. PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN

   1. Pada tanggal 10 April 2025, Telkomsel telah melunasi seluruh pinjaman kepada Bank Sinarmas
      sebesar Rp500 miliar.
   2. Pada tanggal 17 April 2025, Perusahaan mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian
      kembali saham yang rencananya akan dilakukan selama periode 28 Mei 2025 sampai dengan
      27 Mei 2026, dengan nilai sebanyak-banyaknya sebesar Rp3.000 miliar.
   3. Pada tanggal 24 April 2025, Telkomsel telah melunasi seluruh pinjaman kepada Bank of China
      sebesar Rp1.900 miliar.




                                                    109

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.25 MB
Published30 Apr 2025
Pages112
Characters510,496
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 143 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Ririek Adriansyah · Direktur Utama p.3 ×6
linked person Heri Supriadi p.3 ×6
linked person Wawan Iriawan · Komisaris Independen p.11 ×5
linked person Bono Daru Adji · Komisaris Independen p.11 ×5
linked person Rizal Mallarangeng · Komisaris p.11 ×4
linked person Isa Rachmatarwata · Komisaris p.11 ×4
linked person Silmy Karim · Komisaris p.11 ×4
linked person Venusiana R. p.11 ×4
linked person Herlan Wijanarko p.11 ×4
linked person Budi Setyawan Wijaya p.11 ×4
linked person Bogi Witjaksono p.11 ×4
linked person Honesti Basyir p.11 ×4
linked person Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro · Komisaris Independen p.11 ×9
linked person Edy Sihotang · Anggota p.11 ×2
linked person Octavius Oky Prakarsa · Corporate Secretary p.11 ×2
linked org PT Metra-Net p.14
linked org PT PINS Indonesia p.14
linked org PT Metra Digital p.15 ×2
linked org PT Media Nusantara p.16
linked org PT Medco Power Indonesia p.18
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk. p.46 ×22
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk. p.46 ×2
linked org Bank CIMB Niaga Tbk. p.46 ×7
linked org Bank Central Asia Tbk. p.46 ×2
linked org Bank Mega Tbk. p.46 ×9
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk. p.46 ×2
linked org Bank Pan Indonesia Tbk. p.47 ×2
linked org GoTo Gojek Tokopedia Tbk. p.52 ×2
linked org PT Bank HSBC Indonesia p.60
linked org PT Bank DBS Indonesia p.60
linked org Bank Maspion Indonesia Tbk. p.60 ×2
linked org PT Mandiri Sekuritas p.62
linked org Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. p.62 ×2
linked org Bank Permata. p.62 ×4
linked org Bank Danamon p.64 ×3
linked org Dana Pensiun p.82 ×11
linked org PT Asuransi Jiwa IFG p.86
linked org Sarana Multi Infrastruktur p.90
linked — Ooredoo Hutchison. p.94
linked org PT Aplikanusa Lintasarta p.94
possible org Telkom Indonesia (Persero) Tbk p.3 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.9 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible person Arya Mahendra Sinulingga Arya Mahendra Sinulingga · Komisaris p.11 ×5
possible person Marcelino Rumambo Pandin Marcelino Rumambo Pandin · Komisaris p.11 ×5
possible person Ismail · Komisaris p.11
possible person Muhamad Fajrin Rasyid p.11 ×4
possible person Emmanuel Bambang Suyitno Emmanuel Bambang Suyitno · Anggota p.11 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.12
possible org International Pte. Ltd. p.15 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.46 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. p.46 ×2
possible org DBS Bank p.46
possible org MUFG Bank ("MUFG p.60
possible org Bank Sinarmas Tbk. p.64 ×2
possible org PT Pertamina (Persero) p.90
unresolved org Telekomunikasi Indonesia Tbk. p.1 ×188
unresolved person Akta Notaris Imas Fatimah p.9
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Akta Notaris Ashoya Ratam p.9 ×6
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9
unresolved org Menteri Komunikasi dan Informatika p.10
unresolved org Direktorat Jenderal Penyelenggaraan p.10
unresolved org Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi p.10
unresolved org Bank Indonesia p.10 ×2
unresolved org Bank Indonesia Penerbit p.10
unresolved person Bambang Permadi Brojonegoro · Komisaris Utama p.11
unresolved person Akta Notaris A. Partomuan Pohan p.12
unresolved org PT Dayamitra p.14
unresolved org Telekomunikasi Tbk. p.14
unresolved org PT Multimedia p.14
unresolved org PT Telkom Satelit p.14
unresolved org PT Telkom Data p.14
unresolved org PT Sigma Cipta p.14
unresolved org PT Graha Sarana p.14
unresolved org PT Telkom Akses p.14
unresolved org PT Telkom p.14
unresolved org PT Napsindo Primatel p.14
unresolved org Singapore Pte. Ltd. p.15
unresolved org PT Infomedia p.15
unresolved org PT Telkom Landmark p.15
unresolved org PT Finnet Indonesia p.15
unresolved org PT Persada Sokka p.15
unresolved org PT Nuon Digital Indonesia p.15
unresolved org PT Telkomsel Mitra p.15
unresolved org PT Metra Digital Media p.15
unresolved org PT Telkomsel Ekosistem p.16
unresolved org PT Ultra Mandiri p.16
unresolved org PT Swadharma p.16
unresolved org PT Nusantara Sukses p.16
unresolved org PT Graha Yasa Selaras p.16
unresolved org PT Collega Inti Pratama p.16
unresolved org PT Nutech Integrasi p.16
unresolved org PT Graha Telkomsigma p.16
unresolved org Pty. Ltd. p.16
unresolved org PT Metra TV p.17
unresolved org PT Pojok Celebes p.17
unresolved org PT Metraplasa p.17
unresolved org Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan p.17
unresolved person TIF Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani p.18
unresolved person TDI Berdasarkan Akta Notaris Notaris Jimmy Tanal p.18
unresolved org Nxera ID Pte. Ltd. p.18
unresolved org ST Dynamo ID Pte. Ltd. p.18
unresolved person Akta Notaris Jose Dima Satria S.H. p.18
unresolved org Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara p.18
unresolved org Menteri BUMN p.18
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.19
unresolved org Bapepam-LK p.19 ×6
unresolved org Menteri Keuangan p.20 ×8
unresolved org Shanghai Banking Corporation Ltd. p.46
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.47
unresolved org Banten Tbk. p.47
unresolved org Milik Negara p.49
unresolved org PT Indonusa Telemedia p.49
unresolved org PT Jalin Pembayaran Nusantara p.52
unresolved org Bank Maspion p.60 ×2
unresolved org PT Bahana TCW Investment Management p.62
unresolved org PT BRI Danareksa Sekuritas p.62
unresolved org Bank Permata. Perusahaan p.62
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia. p.63 ×2
unresolved org Bank Sindikasi p.64
unresolved org PT Bank ANZ Indonesia p.64
unresolved org Bank ANZ p.64
unresolved org New York Mellon Corporation p.68 ×3
unresolved org Mahkamah Agung p.75 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.75
unresolved org Tahun p.75 ×3
unresolved org Menteri BUMN Nomor PER- p.78
unresolved org Dana Pensiun Telkom p.82 ×3
unresolved org FSA dan Rekan p.84 ×5
unresolved org Dana Pensiun Lembaga Keuangan p.85
unresolved org PT Asuransi Jiwasraya (Persero) p.86
unresolved org KKA Halim dan Rekan p.86
unresolved org Yayasan Kesehatan Telkom p.87
unresolved org PT Kereta Cepat Indonesia China p.90
unresolved person Personil · Komisaris p.90

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2025-I-TLKM.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result