Back to announcement
20260630_AKRA_Informasi Transaksi Afiliasi_32106822_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review AKRASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 98
Page 1
T
AF
DR
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material PT AKR
Corporindo Tbk untuk Pembentukan Joint Venture dengan Pihak Afiliasi dan
Penandatanganan Kontrak Material untuk Pembangunan Floating Storage and
Regasification Unit (FSRU)
[●] 2026
Page 2
T
AF
DR
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
[●] 2026
Page 3
P a g e | iii
Kantor Jasa Penilai Publik
Jakarta, [●] RAO, YUHAL & rekan
No. [●] Affiliated to
Truscel Capital LLP Singapore
Kepada Yth, Reg. License No. 2.11.0094
Geographical Scope: All Regions of
Direksi Indonesia
PT. AKR Corporindo Tbk Business & Property Valuer
AKR Tower, Lantai 26
The Boulevard Office Building #03-F1
Jl. Panjang No. 5 Kebon Jeruk Jl. Fachrudin Raya No. 5 KebonSirih
Jakarta Barat 11530, Indonesia Jakarta, 10250
Indonesia
Telp : (021) 5311 110 T (62 21) 3199 1488
www.truscel.com
Fax : (021) 5311 388
Email : corporate.secretary@akr.co.id
Bidang Usaha : Bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail, distribusi dan
perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda
ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian
distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan
angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo
Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and
Regasification Unit (FSRU)
Definisi dan Singkatan
JVCo : JVCo atau Joint Venture Company adalah perusahaan
patungan (Joint Venture Company) yang dibentuk
berdasarkan Perjanjian JV antara PT AKR Corporindo
Tbk ("Perseroan"), Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam rangka pengembangan proyek Floating Storage
and Regasification Unit (FSRU), dimana Perseroan
memiliki kepemilikan sebesar 49%, PT Arthakencana
Rayatama sebesar 2%, dan BW FSRU VII Pte. Ltd.
sebesar 49%;
Laporan Pendapat Kewajaran : Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint
Venture (JV) antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga
BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating
Storage and Regasification Unit (FSRU);
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 4
P a g e | iv
MAPPI : Merupakan singkatan dari Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia yaitu Organisasi Profesi Penilai di Indonesia
yang bersifat mandiri, nirlaba dan non politis, yang
berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-
Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional,
Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan
langsung dan tidak langsung dengan Profesi Penilai
sebagai landasan formal serta Keputusan Musyawarah
Nasional sebagai landasan operasional;
OJK : Singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan, yaitu lembaga
yang independen yang mempunyai fungsi, tugas dan
wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan
penyidikan kegiatan jasa keuangan di sektor pasar
modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga
pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 21
tahun 2011 tanggal 22 November 2011 tentang
Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan badan
pengganti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari
2013;
Perjanjian JV : Perjanjian antara PT AKR Corporindo Tbk, PT
Arthakencana Rayatama, dan BW FSRU VII Pte. Ltd.
Nomor [●] pada tanggal [●] sehubungan dengan
Pembentukan Perusahaan Patungan (Joint Venture
Company) untuk melakukan pengadaan,
pembangunan, pembiayaan, kepemilikan,
pengoperasian, dan pengelolaan Floating Storage and
Regasification Unit (FSRU) guna mendukung proyek
terminal LNG JIIPE, dengan komposisi kepemilikan
saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak
Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49% , serta
mengatur hak dan kewajiban para pemegang saham,
tata kelola perusahaan, mekanisme pendanaan,
pembagian dividen, pengalihan saham, dan mekanisme
penyelesaian perselisihan;
Perjanjian Pembangunan dan : Perjanjian antara BW Constellation I Pte. Ltd. selaku
Pengadaan FSRU pembeli (buyer) dan HD Hyundai Heavy Industries Co.,
Ltd. selaku pembangun (builder) Nomor [●] pada
tanggal [●] sehubungan dengan pembangunan dan
penjualan 1 (satu) unit LNG Floating Storage and
Regasification Unit (FSRU) berkapasitas 170.000 CBM
dengan nomor lambung Hull No. 23675, yang mengatur
spesifikasi teknis, harga kontrak, mekanisme
pembayaran, proses pembangunan, pengawasan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 5
P a g e |v
konstruksi, pengujian, penyerahan, serta hak dan
kewajiban para pihak dalam rangka pengembangan
proyek LNG JIIPE;
Perseroan : PT. AKR Corporindo Tbk., Perusahaan Terbuka dengan
kegiatan meliputi bidang distribusi produk BBM ke
pasar industri dan retail, distribusi dan perdagangan
bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC
resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai
industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi
dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang,
kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya;
POJK No. 17/2020 : Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha;
POJK No. 35/2020 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
POJK No. 42/2020 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan;
POJK No. 29/2023 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian
Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Perusahaan
Terbuka;
Proyeksi Laba Rugi yang : Proyeksi Laba Rugi Perseroan yang telah disesuaikan
Disesuaikan oleh sehingga lebih mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan;
SPI : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) sebagai
anggota IVSC melalui Komite Penyusun Standar
Penilaian Indonesia (KPSPI) telah Menyusun Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI
dan SPI) Edisi VII tahun 2018;
Transaksi Afiliasi : Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau
transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
dewan komisaris, pemegang saham utama, atau
Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau
transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi,
anggota dewan komisaris, pemegang saham utama,
atau Pengendali sebagaimana diatur dalam POJK No.
42/2020;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 6
P a g e | vi
Transaksi Benturan Kepentingan : Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi
maupun pihak selain Afiliasi yang mengandung
Benturan Kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK
No. 42/2020;
Transaksi Material : Transaksi Material adalah setiap transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali yang memenuhi batasan nilai sebagaimana
diatur dalam POJK No. 17/2020;
Transaksi Afiliasi atas : Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan berupa
Pembentukan JVCo untuk penyertaan modal dalam Pembentukan JVCo
Pengembangan FSRU bersama Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk
pengembangan dan pengoperasian Floating
Storage and Regasification Unit (FSRU), dengan
komposisi kepemilikan saham Perseroan sebesar
49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
sebesar 49%;
: KJPP RAO,YUHAL & rekan (terafiliasi dengan KJPP asing
Truscel Capital LLP Singapore) yang mana telah
mendapat izin usaha No. 2.11.0094 dari Kementerian
Keuangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Keuangan No. 1133/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011 dan terdaftar atas nama KJPP RAO,YUHAL & rekan
sebagai profesi penunjang pasar modal berdasarkan
surat dari Otoritas Jasa Keuangan No. 11653/BL/2011
tanggal 27 Oktober 2011 dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas Jasa
Keuangan No. STTD.PB-30/PM.2/2018 tanggal 30
Agustus 2018.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 7
P a g e | vii Dengan hormat, PENDAHULUAN Perseroan merupakan sebuah perusahaan yang didirikan di Surabaya tahun 1977 dan berdomisili di Jakarta. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan antara lain meliputi bidang industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri bahan bakar dari pemurnian dan pengilangan minyak bumi; perdagangan besar bahan bakar padat, cari dan gas dan produk yang terkait serta bahan dan barang kimia, perdagangan eceran bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG) dan liquefied petroleum gas (LPG), pengangkutan dan pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya); angkutan melalui saluran pipa, angkutan bermotor untuk barang umum, angkutan bermotor untuk barang khusus, angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus, pergudangan dan penyimpanan, penyimpanan minyak dan gas bumi, aktivitas penyimpanan B3, aktivitas bounded warehousing atau wilayah kawasan berikat, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis (jasa); serta kegiatan usaha penunjang yang meliputi pengangkutan dan pergudangan, aktivitas pelayanan kepelabuhan laut, aktivitas pelayanan kepelabuhan sungai dan danau, konstruksi; pengadaan listrik, gas, uap, air panas dan udara dingin. Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail, distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya. Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978. Perseroan bermaksud untuk melakukan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 karena melibatkan pihak afiliasi Perseroan, serta merupakan Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/2020, mengingat nilai transaksi memenuhi kriteria transaksi material berdasarkan peraturan yang berlaku. Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020 dan POJK No. 17/2020, Perseroan telah menunjuk sebagai penilai independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU tersebut. Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini mengenai Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. LATAR BELAKANG TRANSAKSI Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail, distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya. Selama menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan berkedudukan di Jakarta Barat dan berdomisili di AKR Tower, Lantai 26, JI. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta, sekaligus sebagai kantor pusat Perseroan. Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan infrastruktur energi dan penguatan posisi Perseroan dalam bisnis penyimpanan, regasifikasi, dan distribusi gas alam cair (liquefied natural gas Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 8
P a g e | viii
atau "LNG"). Melalui pelaksanaan transaksi ini, Perseroan bersama mitra strategis diharapkan dapat
mengembangkan fasilitas FSRU yang akan mendukung kebutuhan infrastruktur LNG nasional serta
menciptakan sumber pendapatan jangka panjang yang berkelanjutan.
Dengan dilaksanakannya transaksi tersebut, Perseroan diharapkan dapat memperoleh manfaat
ekonomi melalui kepemilikan pada perusahaan patungan yang bergerak dalam pengembangan dan
pengoperasian FSRU, memperluas portofolio usaha di sektor infrastruktur energi, meningkatkan
diversifikasi sumber pendapatan, serta memperkuat posisi strategis Perseroan dalam
pengembangan ekosistem energi nasional. Dengan demikian, transaksi ini diharapkan dapat
memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung peningkatan nilai Perseroan secara
keseluruhan.
OBJEK PENDAPAT KEWAJARAN
Objek Pendapat Kewajaran adalah Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan FSRU.
TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memenuhi ketentuan POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan serta POJK No.
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Laporan Pendapat
Kewajaran ini disusun untuk keperluan pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, dan tidak dapat digunakan untuk keperluan
perpajakan maupun keperluan-keperluan yang menyangkut instansi lain.
SIFAT TRANSAKSI
Transaksi Afiliasi
Perseroan telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk Pembangunan FSRU. Perjanjian JV memiliki komposisi
kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%. Sebagaimana tertuang
dalam Perjanjian JV, kepemilikan Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd adalah sebagai berikut.
Proporsi Setoran Modal
Nama Perusahaan Nilai Setoran Modal (USD) Nilai Nominal (USD) Nilai Nominal (Rupiah)
Terhadap Total Setoran Modal
Perseroan 7.472.500 49% 7.472.500 125.403.495.000
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama 305.000 2% 305.000 5.118.510.000
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. 7.472.500 49% 7.472.500 125.403.495.000
Total Setoran Modal 15.250.000 100% 15.250.000 255.925.500.000
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama melakukan Setoran Modal sebesar
Rp5.118.510.000,- yang mana merupakan Nilai Afiliasi.
Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf c POJK No. 42/2020, transaksi dengan nilai transaksi tidak melebihi
0,5% (nol koma lima persen) dari modal disetor Perusahaan Terbuka atau tidak melebihi jumlah Rp
5.000.000.000,- (lima miliar rupiah), digunakan nilai yang lebih rendah, wajib memenuhi ketentuan
Pasal 3 dan Pasal 4 ayat (1) POJK No. 42/2020.
Setoran modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama sebesar Rp5.118.510.000,- melebihi
batas minimal sebagaimana dalam Peraturan POJK No. 42/2020, maka Perseroan telah
menentukan Transaksi Pembentukan JVCo sebagai Transaksi Afiliasi.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 9
P a g e | ix
Selanjutnya Transaksi Afiliasi berdasarkan Pasal 1 angka 3 POJK No. 42/2020 adalah:
“setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas
dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.”
Pembentukan JVCo antara Perseroan dan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama merupakan
Transaksi Afiliasi seperti yang dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020 dikarenakan terdapat hubungan
langsung (dalam hal kepemilikan) antara pihak-pihak yang terkait dengan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dijelaskan pada tabel dibawah ini:
Hubungan Pihak-Pihak Terkait Transaksi Afiliasi untuk Pembentukan JVCo antara Persoan dan
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
Keterangan Pemegang Saham Perseroan Pengurus Peseroan Pemegang Saham PT Arthakencana Rayatama Pengurus PT Arthakencana Rayatama
PT Arthakencana Rayatama ✓ -
Haryanto Adikoesoemo ✓ ✓ ✓ ✓
Soegiarto Adikoesoemo ✓ ✓ ✓ ✓
Jimmy Tandyo ✓ ✓ - ✓
Mery Sofi ✓ ✓ - -
Bambang Soetiono ✓ ✓ - -
Suresh Vembu ✓ ✓ - -
Nery Polim ✓ ✓ - -
Termurti Tiban ✓ ✓ - -
Moh. Fauzi M. Ichsan - ✓ - -
Sofyan A. Djalil - ✓ - -
Djisman Simandjuntak - ✓ - -
Irawati Adikoesoemo - - - ✓
Sintawati Ongkowijoyo - - - ✓
Yuwono Ongkowijoyo - - - ✓
Cynthia Theresia Buniardi - - - ✓
Sumber: Manajemen Perseroan
Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi di atas, terdapat hubungan
afiliasi antara Perseroan dengan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama. Hubungan afiliasi
tersebut timbul karena adanya kesamaan pengendalian dan/atau hubungan afiliasi lainnya
sebagaimana dimaksud dalam ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan. Oleh karena itu, penyertaan modal Perseroan bersama Pihak
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dalam Pembentukan JVCo dikategorikan sebagai Transaksi
Afiliasi.
Sesuai dengan Perjanjian JV antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak
Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd memiliki komposisi kepemilikan Setoran Modal yang sama
dengan Nilai Nominal Saham, oleh karena itu tidak ada pihak yang mendapat perbedaan
kepentingan ekonomis.
Pembentukan JVCo tersebut bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat dalam transaksi tersebut tidak terdapat
perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direksi,
Dewan Komisaris, maupun Pemegang Saham Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan.
Dengan demikian, pembentukan perusahaan patungan antara Perseroan dengan Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi dan bukan merupakan Transaksi
Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020.
Transaksi Material
Berdasarkan POJK No. 17/2020, Transaksi Material didefinisikan sebagai setiap transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali yang memenuhi batasan nilai
sebagai mana diatur dalam POJK No. 17/2020. Setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
yang termasuk dalam “Transaksi Material” antara lain, (1) penyertaan dalam badan usaha, proyek,
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 10
P a g e |x
dan/atau kegiatan usaha tertentu; (2) pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau
segmen operasi; (3) perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa; (4) sewa menyewa aset; (5)
pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya; (6) menjaminkan aset Perusahaan Terbuka
dan/atau Perusahaan Terkendali atas pinjaman dari pihak lain; dan (7) memberikan jaminan
perusahaan (corporate guarantee).
Batasan nilai suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. Dalam hal transaksi
berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi sebagai Transaksi Material
dalam hal nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan
Terbuka; total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba
bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau d.
pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka nilainya
sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen). Dalam hal transaksi yang dilakukan oleh
Perusahaan Terbuka yang mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset
Perusahaan Terbuka (Pasal 3 POJK No. 17/2020).
Penilai telah melakukan Uji Transaksi Material, dimana Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
merupakan Transaksi Material seperti dimaksudkan dalam POJK No. 17/2020 dikarenakan Laba
Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi atas Pembentukan JV antara Persoan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd melebihi dari 20% (dua puluh
persen) Laba Bersih Perseroan. Penentuan Transaksi sebagai Transaksi Material dapat dilihat dalam
uraian selanjutnya mengenai Batasan Nilai Transaksi Material.
Batasan Nilai Transaksi Material
a) Perbandingan Total Ekuitas Perseroan dengan Nilai Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
Ltd
Berdasarkan Perjanjian Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo antara Persoan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd, Nilai Transaksi Afiliasi atas
Pembentukan JVCo antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd adalah sebesar Rp 777.090.510.000,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, total ekuitas Perseroan adalah
sebesar Rp15.609.949.469.000,-. Perbandingan antara Nilai Transaksi Afiliasi atas Pembentukan
JVCo antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
Ltd yang dijabarkan diatas dengan Total Ekuitas Perseroan adalah sebesar 4,98%. Rincian
perhitungan adalah sebagai berikut:
Total Ekuitas Perseroan 31 Desember 2025 Nilai Transaksi Batas Materialitas Kesimpulan
15.609.949.469.000 777.090.510.000 20% 4,98%
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 11
P a g e | xi
b) Perbandingan Total Aset Perseroan dengan Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo antara Persoan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd, total aset Objek Transaksi adalah
sebesar Rp 777.090.510.000,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Publik Purwanto Susanti dan Surja, total aset Perseroan adalah sebesar
Rp36.562.281.257.000,-. Perbandingan antara total aset Objek Transaksi yang dijabarkan diatas
dengan total aset Perseroan adalah sebesar 2,13%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
Total Aset Perseroan 31 Desember 2025 Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi Perbandingan
36.562.281.257.000 777.090.510.000 20% 2,13%
c) Perbandingan Laba Bersih Objek Transaksi dengan Laba Bersih Perseroan
Total laba bersih Objek Transaksi yang diperhitungkan adalah sebesar Rp962.394.467.185,- yang
merupakan Net Present Value atas estimasi manfaat ekonomi berupa pembagian dividen dari
proyek FSRU berdasarkan hasil studi kelayakan, dengan mempertimbangkan porsi kepemilikan
Perseroan sebesar 49% pada JVCo dan asumsi maksimum pembagian dividen sebesar 30%.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, laba bersih Perseroan adalah sebesar Rp
2.823.416.007.000,-. Perbandingan antara laba bersih Objek Transaksi yang dijabarkan diatas
dengan laba bersih Perseroan adalah sebesar 34,09%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
Laba Bersih Perseroan 31 Desember 2025 Laba Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi Perbandingan
2.823.416.007.000 962.394.467.185 20% 34,09%
d) Perbandingan Pendapatan Usaha Objek Transaksi dengan Pendapatan Usaha Perseroan
Total pendapatan usaha Objek Transaksi adalah sebesar Rp986.032.984.435,- yang merupakan Net
Present Value atas proyeksi pendapatan yang dihasilkan oleh proyek FSRU berdasarkan hasil studi
kelayakan, dengan mempertimbangkan porsi kepemilikan Perseroan sebesar 49% pada JVCo.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, pendapatan usaha Perseroan adalah
sebesar Rp46.018.468.072.000,-. Perbandingan antara total pendapatan usaha Objek Transaksi
yang dijabarkan diatas dengan pendapatan usaha Perseroan adalah sebesar 2,14%. Rincian
perhitungan adalah sebagai berikut:
Pendapatan Usaha Perseroan 31 Desember 2025 Pendapatan Usaha Yang Menjadi Objek Perbandingan
46.018.468.072.000 986.032.984.435 20% 2,14%
Sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 3 ayat (2) POJK No. 17/2020 dalam hal transaksi berupa
perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai atau objek transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
ekuitas, total aset, laba bersih, dan pendapatan usaha Perseroan.
Aspek Materialitas Per 31 Desember 2025
Total Ekuitas Perseroan VS Nilai Transaksi 4,98%
Total Aset Perseroan VS Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi 2,13%
Laba Bersih Perseroan VS Total Laba Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi 34,09%
Pendapatan Usaha Perseroan VS Total Pendapatan Usaha Yang Menjadi Objek Transaksi 2,14%
Berdasarkan hasil perbandingan nilai atau objek Transaksi sebagaimana dijabarkan di atas, terdapat
salah satu parameter yang melebihi ambang batas 20% (dua puluh persen), yaitu perbandingan
antara laba bersih Perseroan dengan total laba bersih yang menjadi objek transaksi sebesar 34,09%.
Dengan demikian, berdasarkan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha, Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo antara Persoan, Pihak
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 12
P a g e | xii
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd dikategorikan sebagai
Transaksi Material.
RUANG LINGKUP
Tujuan utama Perseroan melakukan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan
JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
Ltd. dalam Pengembangan FSRU. adalah sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha
Perseroan di sektor infrastruktur energi, khususnya dalam pengembangan, kepemilikan, dan
pengoperasian fasilitas FSRU, guna mendukung pengembangan usaha jangka panjang Perseroan.
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. yang
dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi namun bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana ditentukan dalam POJK No. 42/2020. Berdasarkan hasil analisis aspek materialitas,
transaksi tersebut juga memenuhi kriteria sebagai Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020 dan POJK No. 17/2020, Perseroan telah
menunjuk sebagai penilai independen untuk melaksanakan pendapat kewajaran atas
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. Berikut
kami sampaikan hasil temuan dan opini mengenai Pendapat Kewajaran atas Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
KONDISI PEMBATAS, SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN SERTA ASUMSI-
ASUMSI
Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan serta Asumsi-Asumsi yang
digunakan oleh Penilai seperti yang tercantum di dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini akan
menghasilkan laporan yang memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang bersifat non-disclaimer opinion;
2. Mencerminkan bahwa Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian;
3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya;
4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty);
5. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
proyeksi keuangan;
6. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
7. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan
nilai akhir;
8. Mencerminkan bahwa Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek
Penilaian dari pemberi tugas.
SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Sebagai pihak independen dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 13
P a g e | xiii
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, telah
mempelajari, mengacu dan mempertimbangkan informasi-informasi dan dokumen yang kami
peroleh dari manajemen Perseroan sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan Perseroan:
-Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja No.
00218/2.1505/AU.1/05/0694-4/1/III/2026 tanggal 18 Maret 2026 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00233/2.1032/AU.1/05/0685-5/1/III/2025 tanggal 18 Maret 2025 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00252/2.1032/AU.1/05/0685-4/1/III/2024 tanggal 20 Maret 2024 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00305/2.1032/AU.1/05/0685-1/1/III/2023 tanggal 21 Maret 2023 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00286/2.1032/AU.1/05/0694-3/1/III/2022 tanggal 21 Maret 2022 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
- Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
00265/2.1032/AU.1/05/0694-2/1/III/2021 tanggal 23 Maret 2021 dengan pendapat
“disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
2. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan untuk periode 2026 – 2030 yang disediakan oleh
manajemen Perseroan. Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran ini,
menggunakan proyeksi keuangan yang disesuaikan;
3. Perjanjian antara PT AKR Corporindo Tbk, PT Arthakencana Rayatama, dan BW FSRU VII Pte. Ltd.
No. [●] pada tanggal [●] sehubungan dengan Pembentukan Perusahaan Patungan (Joint Venture
Company) untuk melakukan pengadaan, pembangunan, pembiayaan, kepemilikan,
pengoperasian, dan pengelolaan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) guna
mendukung proyek terminal LNG JIIPE;
4. Perjanjian antara BW Constellation I Pte. Ltd. selaku pembeli (buyer) dan HD Hyundai Heavy
Industries Co., Ltd. selaku pembangun (builder) No. [●] pada tanggal [●] sehubungan dengan
pembangunan dan penjualan 1 (satu) unit LNG Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
berkapasitas 170.000 CBM dengan nomor lambung Hull No. 23675l
5. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo
Tbk yang disiapkan oleh dengan No. 00006/2.0094-00/BS/05/0268/1/V/2026 tanggal
6 Mei 2026;
6. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pembelian Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai yang
disiapkan oleh dengan No. [●] tanggal [●];
7. Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi Afiliasi
atas Pembelian Tanah oleh Perseroan yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset
Hak Guna dan Pembayaran Tunai yang disediakan oleh Perseroan dan telah direviu oleh Auditor
sesuai dengan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 14
P a g e | xiv
8. Analisis Nilai Inkremental yang disusun oleh sehubungan dengan Transaksi Afiliasi atas
Pembelian Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
Guna dan Pembayaran Tunai oleh Perseroan;
9. Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
yang disediakan oleh Perseroan dan telah direviu oleh oleh Kantor Akuntan Publik Rama Wendra
No. PF26-PG/AKRA/JUNL/00054U tanggal 25 Juni 2026 sesuai dengan ketentuan POJK No.
17/POJK.04/2020, dan telah disajikan secara lengkap pada bagian Lampiran Laporan Pendapat
Kewajaran ini;
10. Pernyataan Manajemen Perseroan bahwa dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember
2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran, yaitu tanggal [●],
tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian secara signifikan;
11. Representation Letter tanggal [●] yang telah ditandatangani oleh manajemen Perseroan;
12. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang sehubungan dengan Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
dimana wawancara tersebut dilakukan dengan:
i) Meiliecia Hidayat selaku Financial Controller Perseroan;
ii) Fiana M. Awalina selaku Corporate Secretary Officer Perseroan;
13. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain
yang kami anggap relevan.
ASUMSI-ASUMSI PENTING
Dalam penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU untuk menyatakan bahwa Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU telah dilaksanakan
pada kondisi arm’s length di dalam batasan komersial yang berlaku umum dan tidak merugikan
kepentingan-kepentingan Perseroan dan para pemegang saham Perseroan, menggunakan
beberapa asumsi antara lain:
1. mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini
sampai dengan selesainya Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
Ltd. dalam Pengembangan FSRU tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
material terhadap Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan FSRU;
2. Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan
sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
pendapat tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang kompleks dan
mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap;
3. Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter, peraturan
dan kondisi pasar yang ada saat ini; dan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 15
P a g e | xv
4. Pendapat Kewajaran ini menggunakan asumsi bahwa perusahaan mematuhi seluruh syarat dan
ketentuan kontrak dan perjanjian dengan semua pihak terkait.
KONDISI PEMBATAS
Penugasan kami untuk mengeluarkan laporan pendapat kewajaran telah dilaksanakan sesuai dengan
ruang lingkup pekerjaan kami. Perlu diketahui bahwa ruang lingkup pekerjaan kami mencakup
pemberian pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan
JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
Ltd. dalam Pengembangan FSRU yang dilakukan Perseroan sesuai dengan POJK No. 42/2020.
Laporan pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data.
Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada
informasi dan data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
kewajaran adalah benar, lengkap dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan
audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-data yang diberikan
oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat
memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi
atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, kami
menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sifat dan Sumber Informasi Yang
Dapat Diandalkan sebagai bahan pertimbangan.
Segala perubahan terhadap data-data tersebut dapat mempengaruhi hasil analisis kami secara
material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang saham
Perseroan dan azas pertimbangan komersial dan tidak mempertimbangkan sudut pandang
stakeholders lain serta aspek-aspek lainnya.
Pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran.
Pendapat kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU seperti yang telah diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa tidak ada perubahan yang material dari Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU sesuai dengan ketetapan informasi
dan kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian sehubungan dengan pelaksanaan Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, dan
bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran sampai dengan tanggal pelaksanaan
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU tidak
terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
laporan pendapat kewajaran.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 16
P a g e | xvi tersebut terhadap Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU tersebut. Pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal pendapat kewajaran ini. INDEPENDENSI PENILAI Dalam mempersiapkan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan pihak-pihak terkait atau yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, pendapat kewajaran ini tidak dibuat untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak mempengaruhi kewajaran yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada surat penugasan dari Perseroan dengan No. P.15/KJPP/SP-BIS/06/1/VII/2026-3 per tanggal 7 Juni 2026. TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN Analisis kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025. Parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025. Sesuai dengan POJK No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, jangka waktu berlakunya Laporan Pendapat Kewajaran disesuaikan menjadi 6 bulan dari tanggal penilaian atau setara dengan 30 Juni 2026. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 17
P a g e | xvii
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, berdasarkan pengetahuan kami yang terbaik, terdapat perubahan susunan pemegang
saham dan pengurus Perseroan sebagai berikut:
i) Perubahan Susunan Pemegang Saham Perseroan
Susunan Pemegang Saham Perseroan per Susunan Pemegang Saham Perseroan per 30
31 Desember 2025: Juni 2026:
Pengurus Pengurus
Dewan Komisaris : Dewan Komisaris :
Presiden Komisaris Soegiarto Adikoesoemo Presiden Komisaris
Komisaris Independen Moh. Fauzi M. Ichsan Komisaris Independen
Komisaris Sofyan A. Djalil Komisaris
Dewan Direksi :
Dewan Direksi :
Presiden Direktur Haryanto Adikoesoemo
Presiden Direktur
Direktur Jimmy Tandyo
Direktur
Direktur Bambang Soetiono
Direktur
Direktur Mery Sofi
Direktur Suresh Vembu Direktur
Direktur Nery Polim Direktur
Direktur Termurti Tiban Direktur
Direktur
Komite Audit : Komite Audit :
Ketua Moh. Fauzi M. Ichsan
Anggota Djisman Simandjuntak Ketua
Anggota
ii) Perubahan Susunan Pengurus Manajemen Perseroan
Susunan Pengurus Manajemen Perseroan Susunan Pengurus Manajemen Perseroan per
per 31 Desember 2025: 30 Juni 2026:
(dalam ribuan rupiah) (dalam ribuan rupiah)
Total saham
Persentase Pemegang Saham Total saham ditempatkan dan disetor penuh Persentase Kepemilikan (%) Jumlah saham
Pemegang Saham ditempatkan dan Jumlah saham
Kepemilikan (%)
disetor penuh
PT Arthakencana Rayatama 12.787.818.600 63,71% 255.756.372
Haryanto Adikoesoemo 212.604.600 1,06% 4.252.092
Soegiarto Adikoesoemo 145.267.000 0,72% 2.905.340
Jimmy Tandyo 48.000.000 0,24% 960.000
Mery Sofi 8.303.000 0,04% 166.060
Bambang Soetiono 7.780.000 0,04% 155.600
Suresh Vembu 4.927.500 0,02% 98.550
Nery Polim 2.965.000 0,01% 59.300
Termurti Tiban 1.650.000 0,01% 33.000
Masyarakat (masing-masing di bawah kepemilikan 5%) 6.580.453.900 32,78% 131.609.078 Total
Treasury stocks
Total 19.799.769.600 99% 395.995.392
Total
Treasury stocks 273.705.000 1,36% 5.474.100
Total 20.073.474.600 100% 401.469.492
METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN TRANSAKSI
Laporan pendapat kewajaran ini disusun sesuai dengan SPI seperti yang ditetapkan oleh MAPPI,
dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap dan POJK No.
35/2020.
Dalam melakukan analisis kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, kami melakukan analisis atas Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, analisis kualitatif atas
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU dan
analisis kuantitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU.
Analisis atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU dilakukan dengan mengidentifikasi hubungan antara pihak-pihak yang terkait
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 18
P a g e | xviii
dalam Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan
FSRU, analisis perjanjian yang disepakati dalam Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, penilaian atas manfaat dan risiko dari Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, alasan dan latar
belakang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan
FSRU, serta keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
Analisis kualitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU terdiri atas informasi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan Perseroan, analisis
industri dan lingkungan dimana terdapat penjabaran akan tinjauan industri, serta analisis
operasional dan prospek Perseroan.
Analisis kuantitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU dilakukan atas analisis batas wajar Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak
Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. Selain itu juga dilakukan penilaian kinerja
historis atas pendapatan, aset, kewajiban dan kondisi keuangan Perseroan. Selanjutnya dilakukan
penilaian atas proyeksi keuangan, proforma laporan keuangan sebelum dan sesudah Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, serta
analisis inkremental (incremental analysis) dari Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU untuk menentukan Pendapat Kewajaran.
Berdasarkan metode-metode analisis yang telah diuraikan, berikut adalah penjelasan dari masing-
masing analisis yang kami lakukan:
1) Analisis atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan FSRU
a) Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-Pihak yang Terkait dalam Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan FSRU adalah sebagai berikut:
i) Perseroan merupakan salah satu pihak dalam Perjanjian JV bersama dengan Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk Pembentukan JVCo
dalam Pengembangan FSRU. Berdasarkan Perjanjian JV, Perseroan memiliki proporsi
penyertaan modal sebesar 49% dari total setoran modal JV dan melakukan penyertaan
modal sebesar USD7.472.500 atau setara dengan Rp125.403.495.000,-;
ii) PT Arthakencana Rayatama merupakan Pihak Afiliasi Perseroan yang turut berpartisipasi
dalam Pembentukan JVCo. Berdasarkan Perjanjian JV, PT Arthakencana Rayatama memiliki
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 19
P a g e | xix
proporsi penyertaan modal sebesar 2% dari total setoran modal JVCo dan melakukan
penyertaan modal sebesar USD305.000 atau setara dengan Rp5.118.510.000,-;
iii) BW FSRU VII Pte. Ltd. merupakan pihak ketiga yang berpartisipasi dalam Pembentukan JVCo
bersama Perseroan dan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama. Berdasarkan Perjanjian JV,
BW FSRU VII Pte. Ltd. memiliki proporsi penyertaan modal sebesar 49% dari total setoran
modal JVCo dan melakukan penyertaan modal sebesar USD7.472.500 atau setara dengan
Rp125.403.495.000. BW FSRU VII Pte. Ltd. berperan sebagai mitra strategis Perseroan dalam
pengembangan, pembangunan, pengoperasian, dan pengelolaan proyek FSRU.
Diagram atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak yang terkait dengan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan FSRU sebagaimana dijelaskan pada tabel dibawah ini:
Hubungan Pihak-Pihak Terkait Transaksi Afiliasi untuk Pembentukan Perusahaan JV antara PT
AKR Corporindo Tbk dan PT Arthakencana Rayatama
Keterangan Pemegang Saham Perseroan Pengurus Peseroan Pemegang Saham PT Arthakencana Rayatama Pengurus PT Arthakencana Rayatama
PT Arthakencana Rayatama ✓ -
Haryanto Adikoesoemo ✓ ✓ ✓ ✓
Soegiarto Adikoesoemo ✓ ✓ ✓ ✓
Jimmy Tandyo ✓ ✓ - ✓
Mery Sofi ✓ ✓ - -
Bambang Soetiono ✓ ✓ - -
Suresh Vembu ✓ ✓ - -
Nery Polim ✓ ✓ - -
Termurti Tiban ✓ ✓ - -
Moh. Fauzi M. Ichsan - ✓ - -
Sofyan A. Djalil - ✓ - -
Djisman Simandjuntak - ✓ - -
Irawati Adikoesoemo - - - ✓
Sintawati Ongkowijoyo - - - ✓
Yuwono Ongkowijoyo - - - ✓
Cynthia Theresia Buniardi - - - ✓
Sumber: Manajemen Perseroan
Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi di atas, terdapat hubungan
afiliasi antara Perseroan dengan PT Arthakencana Rayatama ("AKRT"). Hubungan afiliasi tersebut
timbul karena adanya kesamaan pengendalian dan/atau hubungan afiliasi lainnya sebagaimana
dimaksud dalam ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan. Oleh karena itu, penyertaan modal Perseroan bersama AKRT dalam
Pembentukan JVCo dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi.
Pembentukan perusahaan patungan tersebut bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat dalam transaksi tersebut
tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis
pribadi Direksi, Dewan Komisaris, maupun Pemegang Saham Utama Perseroan yang dapat
merugikan Perseroan.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 20
P a g e | xx
Dengan demikian, pembentukan perusahaan patungan antara Perseroan dengan PT Arthakencana
Rayatama dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi dan bukan merupakan Transaksi Benturan
Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020.
b) Analisis Perjanjian-Perjanjian
1. Perjanjian JV antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd
Berikut adalah keterangan singkat mengenai Perjanjian JV antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd sebagai berikut:
i) Tujuan Pembentukan Perusahaan Joint Venture
Berdasarkan Perjanjian JV, para pihak sepakat untuk membentuk suatu perusahaan patungan (JVCo)
yang akan bergerak dalam kegiatan pengadaan, pembangunan, kepemilikan, pengoperasian, dan
pengelolaan Floating Storage and Regasification Unit ("FSRU") guna mendukung pengembangan
infrastruktur LNG. Pembentukan JVCo dimaksudkan untuk menggabungkan kapabilitas komersial
dan operasional para pihak dalam pengembangan proyek FSRU.
ii) Struktur Kepemilikan Saham JVCo
Struktur kepemilikan saham awal pada JVCo terdiri dari Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama sebesar 2%, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd sebesar 49%.
iii) Ruang Lingkup Kegiatan Usaha
JVCo akan menjalankan kegiatan usaha yang meliputi pengadaan, pembangunan, pembiayaan,
kepemilikan, pengoperasian, dan pengelolaan FSRU beserta kegiatan pendukung lainnya yang
berkaitan dengan penyediaan layanan regasifikasi LNG sesuai dengan ketentuan yang disepakati
para pihak.
iv) Struktur Tata Kelola Perusahaan
JVCo akan dikelola berdasarkan prinsip joint control, dimana struktur Direksi dan Dewan Komisaris
ditunjuk secara proporsional oleh Perseroan dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. Selain itu,
keputusan-keputusan strategis tertentu (reserved matters) hanya dapat dilaksanakan berdasarkan
persetujuan bersama para pemegang saham.
v) Pendanaan Joint Venture
Pendanaan JVCo pada tahap pengembangan proyek akan berasal dari kombinasi setoran modal
(equity contribution) dan/atau pinjaman pemegang saham (shareholder loans) sesuai dengan
proporsi kepemilikan masing-masing pihak. Selanjutnya, setelah proyek mencapai tahap operasional
komersial, pendanaan dapat diperoleh melalui pembiayaan proyek dari pihak ketiga maupun sumber
pendanaan lainnya.
vi) Peran Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd dalam Pengembangan FSRU
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd berperan sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman dan
keahlian dalam industri FSRU, termasuk dalam pelaksanaan pengembangan proyek, pengelolaan
teknis, pengoperasian, serta penyediaan layanan pendukung lainnya yang berkaitan dengan
pembangunan dan operasional FSRU.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 21
P a g e | xxi
vii) Kebijakan Dividen
JVCo direncanakan untuk membagikan dividen dengan memperhatikan ketersediaan laba yang
dapat didistribusikan, kebutuhan pendanaan operasional, kewajiban pembiayaan, serta ketentuan
perjanjian pembiayaan yang berlaku. Berdasarkan ketentuan Perjanjian JV, pembagian dividen oleh
JVCo dapat dilakukan dengan batas maksimum sebesar 30% dari laba yang dapat didistribusikan
(distributable profits) pada setiap tahun buku, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan
pendanaan dan keberlanjutan operasional proyek.
Berikut adalah keterangan singkat terkait Pihak-Pihak Transaksi:
1. Pihak Pertama:
Persoran.
2. Pihak Kedua (Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama):
PT Arthakencana Rayatama merupakan Pihak Afiliasi yang akan melakukan penyertaan modal
dalam Pembentukan JVCo bersama Perseroan dan Pihak Ketiiga BW FSRU VII Pte. Ltd. PT
Arthakencana Rayatama merupakan Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum
Negara Republik Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar PT Arthakencana Rayatama, kegiatan
usaha PT Arthakencana Rayatama bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding,
perdagangan dan distribusi bahan bakar serta produk kimia, industri hasil kilang minyak bumi,
jasa transportasi dan logistik, pergudangan dan penyimpanan, aktivitas kepelabuhanan,
penyewaan alat transportasi, jasa konstruksi, pengadaan dan distribusi gas, jasa konsultasi
manajemen, serta kegiatan real estat.
Berdasarkan Anggaran Dasar PT Arthakencana Rayatama berikut informasi susunan pengurus
dan pemegang saham.
Susunan Pengurus PT Arthakencana Rayatama:
Pengurus
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama Soegiarto Adikoesoemo
Komisaris Irawati Adikoesoemo
Komisaris Sintawati Ongkowijoyo
Komisaris Yuwono Ongkowijoyo
Dewan Direksi :
Direktur Utama Haryanto Adikoesoemo
Direktur Cynthia Theresia Buniardi
Direktur Jimmy Tandyo
Susunan Pemegang Saham PT Arthakencana Rayatama:
Pemegang Saham
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Nominal (Rp)
Kepemilikan (%)
Haryanto Adikoesoemo 15.925 49% 15.925.000.000
Soegiarto Adikoesoemo 16.575 51% 16.575.000.000
Total 32.500 100,00% 32.500.000.000
3. Pihak Ketiga (Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd):
BW FSRU VII Pte. Ltd. merupakan Pihak Ketiga yang akan melakukan penyertaan modal dalam
Pembentukan JVCo bersama Perseroan dan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama untuk
pengembangan proyek Floating Storage and Regasification Unit ("FSRU"). Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. merupakan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura dan
merupakan bagian dari grup usaha BW yang bergerak dalam bidang kepemilikan,
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 22
P a g e | xxii
pengembangan, pembiayaan, pengoperasian, dan pengelolaan infrastruktur FSRU, Floating
Storage Unit (FSU), serta infrastruktur gas alam cair (liquefied natural gas atau (LNG)) lainnya.
Melalui pengalaman dan kapabilitas teknis yang dimilikinya, Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
diharapkan dapat mendukung pengembangan, pengoperasian, dan keberlanjutan proyek
FSRU yang akan dijalankan oleh JVCo.
Berdasarkan Business Profile yang diterbitkan oleh Accounting and Corporate Regulatory
Authority (ACRA) Singapura, BW FSRU VII Pte. Ltd berikut informasi susunan pengurus dan
pemegang saham.
Susunan Pengurus BW FSRU VII Pte. Ltd:
Pengurus
Dewan Direksi :
Direktur Akbar Ali Sha
Direktur Chiu Billy
Direktur Nicholas John Oxleigh Fell
Sekretaris :
Sekretaris Perusahaan Tan Pei Luan
Sekretaris Perusahaan Linda Teh Keat Luan
Susunan Pemegang Saham BW FSRU VII Pte. Ltd:
Pemegang Saham
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
Kepemilikan (%)
BW FSRU Limited 1 100%
Total 1 100%
2. Perjanjian Pembangunan dan Pengadaan FSRU antara Pihak Ketiga BW Constellation I Pte. Ltd
dan HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd
Berikut adalah keterangan singkat mengenai Perjanjian Pembangunan dan Pengadaan FSRU antara
Pihak Ketiga BW Constellation I Pte. Ltd dan HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd sebagai berikut:
i) Tujuan Perjanjian
Perjanjian Pembangunan dan Pengadaan FSRU dibuat untuk mengatur pembangunan, penjualan,
dan penyerahan satu unit Liquefied Natural Gas Floating Storage and Regasification Unit (LNG FSRU)
oleh HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. selaku pihak pembangun (builder) kepada BW
Constellation I Pte. Ltd. selaku pihak pembeli (buyer). FSRU tersebut direncanakan untuk mendukung
pengembangan infrastruktur LNG pada proyek terminal LNG JIIPE.
ii) Objek dan Spesifikasi FSRU
Objek perjanjian berupa pembangunan dan penyerahan satu unit LNG Floating Storage and
Regasification Unit (FSRU) dengan kapasitas sekitar 170.000 CBM, yang akan dibangun sesuai dengan
spesifikasi teknis, standar klasifikasi internasional, serta ketentuan regulator yang berlaku. FSRU
tersebut wajib memenuhi persyaratan operasional untuk kegiatan penyimpanan, transportasi,
regasifikasi, dan penyaluran LNG.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 23
P a g e | xxiii
iii) Tanggung Jawab Para Pihak
HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. bertanggung jawab atas desain, konstruksi, pengujian, dan
penyerahan FSRU sesuai spesifikasi kontrak. Sementara itu, BW Constellation I Pte. Ltd. memiliki hak
untuk melakukan pengawasan, inspeksi, serta persetujuan atas desain dan progres pembangunan
FSRU selama masa konstruksi.
iv) Harga Kontrak dan Pendanaan
Perjanjian mengatur bahwa pembangunan FSRU dilakukan berdasarkan nilai kontrak yang
dibayarkan sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah disepakati. Selain itu, kontrak juga
mengatur mekanisme corporate guarantee, penyesuaian harga kontrak, serta kompensasi apabila
terjadi deviasi terhadap spesifikasi teknis yang telah disepakati.
v) Pengawasan dan Proses Konstruksi
BW Constellation I Pte. Ltd. berhak menunjuk perwakilan untuk melakukan pengawasan, inspeksi,
dan evaluasi terhadap proses pembangunan FSRU. HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.
berkewajiban menyediakan laporan kemajuan proyek secara berkala serta memastikan bahwa
pembangunan dilakukan sesuai dengan standar keselamatan, lingkungan, dan regulasi yang berlaku.
vi) Penyerahan dan Kinerja FSRU
Penyerahan FSRU dilakukan setelah seluruh proses konstruksi, pengujian laut (sea trials), dan
pengujian gas (gas trials) berhasil diselesaikan. FSRU yang diserahkan harus berada dalam kondisi
siap operasi dan memenuhi parameter kinerja yang telah ditentukan dalam kontrak.
vii) Jaminan dan Alokasi Risiko
Perjanjian mengatur berbagai mekanisme perlindungan para pihak, termasuk corporate guarantee,
liquidated damages, indemnity, kewajiban kepatuhan terhadap standar keselamatan dan keamanan
siber, serta mekanisme penyelesaian apabila terjadi keterlambatan, kegagalan kinerja, atau
pelanggaran kontrak lainnya.
Berikut adalah keterangan singkat terkait Pihak-Pihak Perjanjian Pembangunan dan Pengadaan
FSRU:
1. Pihak Pertama:
BW Constellation I Pte. Ltd. bertindak sebagai pihak pembeli (buyer) dalam Perjanjian
Pembangunan dan Pengadaan FSRU. BW Constellation I Pte. Ltd. merupakan perusahaan yang
didirikan berdasarkan hukum Singapura dan merupakan bagian dari grup usaha BW yang
bergerak dalam bidang pengembangan, pembiayaan, kepemilikan, pengoperasian, dan
pengelolaan infrastruktur FSRU, Floating Storage Unit (FSU), serta infrastruktur gas alam cair
(liquefied natural gas atau LNG) lainnya. Melalui pengalaman dan kapabilitas yang dimilikinya,
BW Constellation I Pte. Ltd. diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pengadaan dan
pengembangan FSRU untuk mendukung pengembangan infrastruktur LNG pada proyek
terminal LNG JIIPE.
Berdasarkan Business Profile yang diterbitkan oleh Accounting and Corporate Regulatory
Authority (ACRA) Singapura, BW FSRU VII Pte. Ltd berikut informasi susunan pengurus dan
pemegang saham.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 24
P a g e | xxiv
Susunan Pengurus BW FSRU VII Pte. Ltd:
Pengurus
Dewan Direksi :
Direktur Akbar Ali Sha
Direktur Chiu Billy
Direktur Nicholas John Oxleigh Fell
Sekretaris :
Sekretaris Perusahaan Tan Pei Luan
Sekretaris Perusahaan Linda Teh Keat Luan
Susunan Pemegang Saham BW FSRU VII Pte. Ltd:
Pemegang Saham
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
Kepemilikan (%)
BW FSRU Limited 1 100%
Total 1 100%
2. Pihak Kedua:
HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. bertindak sebagai pihak pembangun (builder) dalam
Perjanjian Pembangunan dan Pengadaan FSRU. HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.
merupakan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Republik Korea dan bergerak
dalam bidang pembangunan kapal, fasilitas lepas pantai, serta infrastruktur maritim dan
energi. Sebagai salah satu perusahaan galangan kapal terbesar di dunia, HD Hyundai Heavy
Industries Co., Ltd. memiliki pengalaman dan kapabilitas teknis dalam pembangunan FSRU dan
berbagai infrastruktur energi maritim lainnya.
Berdasarkan dokumen korporasi dan informasi publik HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.
berikut informasi susunan pengurus dan pemegang saham.
Susunan Pengurus HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.:
Pengurus
Jabatan :
Presiden Direktur (Direktur Internal) Lee Sang Kyun
Presiden Direktur (Direktur Internal) Keum Seok Ho
Direktur Independen dan Anggota Komite Audit Park Kwang Woo
Direktur Independen dan Anggota Komite Audit Park Hyun Jung
Direktur Independen, Ketua Dewan Direksi, dan Ketua Komite Audit Sheen Dong Mok
Susunan Pemegang Saham HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.:
Pemegang Saham
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
Kepemilikan (%)
HD Korea Shipbuilding & Offshore Engineering Co., Ltd. 72.668.285 69,23%
South Korea National Pension Service 8.367.493 7,97%
Asan Nanum Foundation 69.817 0,07%
Lee Sang Kyun 1.188 0,00%
Pemegang Saham Publik Lainnya 23.854.442 22,73%
Total 104.961.225 100,00%
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 25
P a g e | xxv
b) Penilaian atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga
BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
Manfaat potensial yang diperoleh Perseroan atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga
BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam pengembangan FSRU adalah Perseroan berpotensi memperoleh
manfaat ekonomis melalui kepemilikan sebesar 49% pada JVCo yang akan mengembangkan dan
mengoperasikan proyek FSRU. Berdasarkan proyeksi manfaat ekonomis yang disusun oleh
, proyek FSRU menghasilkan nilai ekonomis positif yang tercermin dari Net Present
Value (NPV) sebesar USD390.114.476, tingkat pengembalian proyek (Internal Rate of Return atau
IRR) sebesar 10,34%, yang lebih tinggi dibandingkan tingkat diskonto sebesar 9,53%, serta
periode pengembalian investasi (payback period) selama 11,5 tahun.
Dengan mempertimbangkan struktur pendanaan proyek sebesar 30% ekuitas dan 70% utang,
Perseroan akan melakukan penyertaan modal sebesar USD46.305.000 atau setara dengan
Rp777.090.510.000. Berdasarkan Perjanjian JV, JVCo direncanakan untuk melakukan pembagian
dividen dengan batas maksimum sebesar 30% dari laba yang dapat didistribusikan (distributable
profits) setiap tahunnya. Sehubungan dengan kepemilikan Perseroan sebesar 49% pada JVCo,
Perseroan berpotensi memperoleh manfaat ekonomis berupa penerimaan dividen sebesar 49%
dari jumlah dividen yang dibagikan oleh JVCo, serta peningkatan nilai investasi Perseroan dalam
jangka panjang. Dengan demikian, pelaksanaan transaksi diharapkan dapat memberikan
kontribusi positif terhadap peningkatan nilai ekonomis Perseroan secara keseluruhan.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, tidak terdapat potensi risiko yang bersifat
material atas pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
Ltd. dalam pengembangan proyek FSRU, sepanjang pelaksanaan proyek dilakukan sesuai dengan
asumsi, struktur pendanaan, dan rencana operasional yang telah ditetapkan.
c) Alasan dan Latar Belakang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
Ltd. dalam Pengembangan FSRU
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan
FSRU oleh Perseroan dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan infrastruktur energi
dan penguatan posisi Perseroan dalam bisnis penyimpanan, regasifikasi, dan distribusi gas alam
cair (liquefied natural gas atau (LNG)). Melalui pelaksanaan transaksi ini, Perseroan bersama
mitra strategis diharapkan dapat mengembangkan fasilitas FSRU yang akan mendukung
kebutuhan infrastruktur LNG nasional serta menciptakan sumber pendapatan jangka panjang
yang berkelanjutan.
Pengembangan kegiatan usaha melalui pembentukan JVCo untuk pembangunan dan
pengoperasian FSRU tersebut memiliki keterkaitan dan kesinambungan dengan kegiatan usaha
yang selama ini telah dijalankan oleh Perseroan dan/atau kelompok usaha Perseroan, khususnya
dalam kegiatan usaha infrastruktur energi, penyimpanan, regasifikasi, dan distribusi gas alam
cair (LNG), yang selama ini telah menghasilkan pendapatan. Dengan demikian, pembentukan
JVCo dalam pengembangan FSRU merupakan bagian dari strategi pengembangan dan penguatan
portofolio usaha Perseroan di sektor infrastruktur energi dan LNG, serta diharapkan dapat
mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan usaha Perseroan dalam jangka panjang.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 26
P a g e | xxvi
Dengan dilaksanakannya transaksi tersebut, Perseroan diharapkan dapat memperoleh manfaat
ekonomi melalui kepemilikan pada perusahaan patungan yang bergerak dalam pengembangan
dan pengoperasian FSRU, memperluas portofolio usaha di sektor infrastruktur energi,
meningkatkan diversifikasi sumber pendapatan, serta memperkuat posisi strategis Perseroan
dalam pengembangan ekosistem energi nasional. Dengan demikian, transaksi ini diharapkan
dapat memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung peningkatan nilai Perseroan secara
keseluruhan.
d) Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak
Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif, pelaksanaan
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan
FSRU berpotensi memberikan manfaat bagi Perseroan melalui partisipasi kepemilikan sebesar
49% pada JVCo yang akan mengembangkan dan mengoperasikan proyek FSRU. Berdasarkan
proyeksi manfaat ekonomis yang disusun oleh , proyek FSRU menghasilkan nilai
ekonomis positif yang tercermin dari Net Present Value (NPV) sebesar USD390.114.476, tingkat
pengembalian proyek (Internal Rate of Return atau IRR) sebesar 10,34% yang lebih tinggi
dibandingkan tingkat diskonto sebesar 9,53%, serta payback period selama 11,5 tahun.
Dengan mempertimbangkan struktur pendanaan proyek sebesar 30% ekuitas dan 70% utang,
Perseroan akan melakukan penyertaan modal sebesar USD46.305.000 atau setara dengan
Rp777.090.510.000. Berdasarkan Perjanjian JV, JVCo direncanakan untuk melakukan pembagian
dividen dengan batas maksimum sebesar 30% dari laba yang dapat didistribusikan (distributable
profits) setiap tahunnya. Sehubungan dengan kepemilikan Perseroan sebesar 49% pada JVCo,
Perseroan berpotensi memperoleh manfaat ekonomis berupa penerimaan dividen sebesar 49%
dari jumlah dividen yang dibagikan oleh JVCo, serta peningkatan nilai investasi Perseroan dalam
jangka panjang.
2) Analisis Kualitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII
Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
a) Riwayat Perseroan dan Sifat Kegiatan Perseroan
Riwayat Perseroan
Perseroan didirikan di Surabaya berdasarkan Akta Notaris Sastra Kosasih, S.H., No. 46 tanggal 28
November 1977 yang diubah dengan Akta Notaris No. 26 oleh notaris yang sama tanggal 12 April
1978. Akta pendirian dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/151/7 tanggal 14 Juni 1978, didaftarkan pada
Pengadilan Negeri Surabaya dalam Surat No. 277/1978 dan No. 278/1978 tanggal 20 Juli 1978
serta diumumkan dalam lembaran Berita Negara No. 101 Tambahan No. 741 tanggal 19 Desember
1978. Pada tahun 1985, Perseroan memindahkan kantor pusatnya ke lokasinya pada saat ini di
Jakarta. Pada tahun 2004, Perseroan mengganti namanya dari PT Aneka Kimia Raya Tbk menjadi
PT AKR Corporindo Tbk. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke
waktu yang mana perubahan terakhir dicakup dalam Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 17
tanggal 28 April 2025, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan.
Perseroan berdomisili di AKR Tower, Lantai 26, JI. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta. Kantor
cabang utama Perseroan berlokasi di JI. Sumatra No. 51-53, Surabaya. Kantor penjualan lainnya
sekaligus terminal tangki berlokasi di Medan, Palembang, Lampung, Ciwandan (Banten),
Bandung, Semarang, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Stagen (Kalimantan Selatan), Muara
Teweh (Kalimantan Tengah), Manado, Morowali (Sulawesi Tengah) dan Bali.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 27
P a g e | xxvii
Sifat Kegiatan Perseroan
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan
antara lain meliputi bidang industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri bahan bakar
dari pemurnian dan pengilangan minyak bumi; perdagangan besar bahan bakar padat, cari dan
gas dan produk yang terkait serta bahan dan barang kimia, perdagangan eceran bahan bakar
minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG) dan liquefied petroleum gas (LPG), pengangkutan dan
pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya); angkutan melalui saluran pipa, angkutan bermotor
untuk barang umum, angkutan bermotor untuk barang khusus, angkutan laut dalam negeri untuk
barang khusus, pergudangan dan penyimpanan, penyimpanan minyak dan gas bumi, aktivitas
penyimpanan B3, aktivitas bounded warehousing atau wilayah kawasan berikat, aktivitas
penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis (jasa); serta kegiatan usaha penunjang yang meliputi pengangkutan
dan pergudangan, aktivitas pelayanan kepelabuhan laut, aktivitas pelayanan kepelabuhan sungai
dan danau, konstruksi; pengadaan listrik, gas, uap, air panas dan udara dingin.
Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail,
distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda
ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi
dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa
logistik lainnya. Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
b) Analisis Industri dan Lingkungan
i) Tinjauan Industri Properti Global
Kinerja Historis Industri Properti Global (2020–2024)
Industri properti global melewati siklus penuh dalam rentang 2020–2024, dimulai dari gangguan
pandemi, kemudian lonjakan euforia, diikuti kontraksi akibat kebijakan moneter ketat, dan akhirnya
pemulihan bertahap. Indikator paling representatif untuk mengukur kinerja sektor ini adalah FTSE
EPRA Nareit Global Real Estate Index, yang mencakup lebih dari 500 perusahaan properti dan REIT
yang terdaftar di bursa global.
Return Tahunan FTSE EPRA Nareit Global Real Estate Index (2020–2024)
Tahun Return Indeks (%) Konteks Makro Utama
Pandemi COVID-19; penutupan operasional
2020 -9%
massal
Pemulihan ekonomi; stimulus fiskal masif; suku
2021 27%
bunga ultra-rendah
Kenaikan suku bunga agresif (Fed +425 bps);
2022 -20%
inflasi tinggi
Suku bunga tinggi bertahan; penyesuaian
2023 7%
ekspektasi penurunan
Normalisasi siklus; Fed mulai menurunkan suku
2024 9%
bunga
Sumber: Nareit/EPRA Annual Market Review, 2020–2024
Pada 2022, tekanan suku bunga menjadi faktor dominan. Kenaikan Federal Funds Rate sebesar 425
basis poin dalam satu siklus mengakibatkan penurunan volume transaksi properti komersial global
sebesar 42,7% dan koreksi harga di segmen komersial sebesar 15–20%. Kondisi ini mencerminkan
sensitivitas sektor properti terhadap biaya modal, khususnya karena valuasi aset properti sangat
dipengaruhi oleh tingkat diskonto.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 28
P a g e | xxviii
Di tingkat sub-sektor, kinerja sangat bervariasi. Data centers menjadi satu-satunya sub-sektor yang
masih mencatat pertumbuhan positif selama 2020–2021, ditopang akselerasi transformasi digital.
Sementara itu, office dan retail mengalami tekanan terbesar akibat perubahan perilaku kerja dan
belanja, sedangkan lodging/resorts pulih seiring normalisasi mobilitas pasca-pandemi.
Kinerja Sub-Sektor REIT Global (2020–2024)
Deskripsi 2022 2023 2024
Data Centers -23% 26% 32%
Lodging / Resorts -6% Positif (beragam regional) Positif
Office -27% Beragam (Eropa +17,1%; Asia -5,6%) 11%
Retail -7% Beragam (Eropa +21,6%) 18%
Sumber: EPRA Annual Market Review 2022, 2023, 2024
Kinerja Historis Industri Properti Global Tahun Dasar 2025
Memasuki 2025, sektor properti global memasuki fase stabilisasi pasca-koreksi. Total pasar real
estate global yang dikelola secara terorganisir mencapai sekitar USD 12,5 triliun pada 2024, dengan
sinyal pemulihan transaksi yang mulai terlihat pada kuartal keempat 2025, ditandai pertumbuhan
volume investasi sebesar 14–16% YoY di semua wilayah utama.
Preferensi investor mengalami pergeseran struktural. Strategi Core-plus dan Value-add
mendominasi alokasi modal, sementara aset alternatif—terutama data centers dan sektor living
(apartemen, student housing, senior living)—kini menyumbang sekitar 42% dari total nilai properti
komersial AS. Pergeseran ini mencerminkan pencarian investor terhadap aset dengan karakteristik
pendapatan yang lebih stabil dan pertumbuhan jangka panjang yang lebih defensif.
Dari sisi harga, normalisasi yield obligasi memberikan dampak ganda. Spread cap rate terhadap
obligasi pemerintah 10 tahun kembali ke kisaran 200–250 basis poin pada 2025, setelah sempat
terkompresi hingga negatif pada 2021–2022. Normalisasi ini memberi sinyal bahwa harga aset
properti mulai mencerminkan nilai fundamental yang lebih realistis.
Prospek Industri Properti Global (2026–2030)
Untuk periode 2026–2030, pertumbuhan sektor properti global akan bersifat selektif, didorong oleh
tiga megatren: digitalisasi, urbanisasi, dan efisiensi energi bangunan.
Digitalisasi mendorong permintaan infrastruktur teknologi berbasis properti—data centers, fasilitas
logistik e-commerce, dan smart buildings. Sub-sektor data centers diproyeksikan tumbuh paling
pesat, didorong oleh ekspansi komputasi awan dan kebutuhan kapasitas AI. Urbanisasi global yang
terus berlanjut, khususnya di Asia Selatan dan Afrika Sub-Sahara, menciptakan permintaan
perumahan yang signifikan di perkotaan baru. Sementara itu, regulasi efisiensi energi bangunan di
Uni Eropa dan Amerika Serikat memaksa renovasi besar-besaran aset properti yang sudah tua,
membuka peluang investasi di segmen green retrofit.
Risiko utama pada periode 2026–2030 diperkirakan berasal dari tiga faktor utama, yaitu
ketidakpastian pemulihan sektor properti di Tiongkok yang masih berpotensi menekan pertumbuhan
PDB hingga sekitar 2 poin persentase serta memicu kelebihan pasokan material konstruksi di
kawasan Asia, tingginya siklus utang sektor properti global dengan nilai pinjaman mencapai sekitar
USD 2 triliun yang jatuh tempo pada 2030 sehingga meningkatkan risiko refinancing terutama dalam
kondisi suku bunga yang tetap tinggi, serta meningkatnya risiko aset terdampak (stranded assets)
berupa gedung yang tidak memenuhi standar emisi baru yang berpotensi kehilangan nilai hingga
USD 2 triliun secara global pada tahun 2030.
ii) Tinjauan Industri Properti Indonesia
Kinerja Historis Industri Properti Indonesia (2020–2024)
Industri properti Indonesia sepanjang periode 2020–2024 menunjukkan dinamika yang dipengaruhi
oleh kondisi ekonomi domestik, kebijakan suku bunga, daya beli masyarakat, serta pemulihan
aktivitas bisnis pasca pandemi COVID-19. Pada tahun 2020, sektor properti mengalami perlambatan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 29
P a g e | xxix
akibat pembatasan mobilitas dan penurunan aktivitas investasi. Namun, sejak tahun 2021 hingga
2022, industri mulai menunjukkan pemulihan seiring relaksasi kebijakan pemerintah, insentif PPN
properti, serta meningkatnya permintaan pada segmen residensial dan kawasan industri.
Kontribusi Sektor Properti terhadap PDB Indonesia (2020–2024)
Sumber: BPS Quarterly GDP 2020–2024; Bank Indonesia Presentation Book Agustus 2025
Pertumbuhan sektoral 2020–2021 ditopang oleh penurunan suku bunga BI yang mendorong KPR dan
pembelian properti. Pada 2022–2023, laju pertumbuhan melambat seiring kenaikan suku bunga BI
dan penyesuaian ekspektasi konsumen. Tahun 2024 mencatat pemulihan moderat (+2,21%),
sebagian besar berkat stimulus fiskal pemerintah berupa insentif pajak.
Kinerja Historis Industri Properti Indonesia Tahun Dasar 2025
Pada 2025, sektor properti domestik berada dalam kondisi pemulihan bertahap namun belum
sepenuhnya pulih. Dua faktor kebijakan pemerintah menjadi penopang utama:
a) Pertama, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Program insentif PPN 100% yang
berlaku hingga Juni 2025 berhasil mendongkrak penjualan bulanan properti hingga 54% pada
masa berlakunya. Insentif ini terutama menguntungkan segmen rumah tapak di kisaran harga
Rp 500 juta–Rp 2 miliar.
b) Kedua, perilaku investor masih bersifat wait and see, terutama di segmen menengah atas.
Pada 2024, preferensi kuat terhadap pasar primer (karena manfaat PPN DTP); namun
memasuki pertengahan 2025, dengan menipisnya inventori pasar primer, investor mulai
beralih ke pasar sekunder.
Prospek Industri Properti Indonesia (2026–2030)
Industri properti Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 7,9% untuk total pasar real estate
pada periode 2025–2030. Berdasarkan laporan Indonesia Real Estate Market yang diterbitkan NMSC
(Next Market Search Consulting) edisi Maret 2026, nilai pasar real estate Indonesia tercatat sebesar
USD 149,2 miliar pada 2024 dan diproyeksikan mencapai USD 168,9 miliar pada 2025, kemudian
tumbuh signifikan hingga USD 348,7 miliar pada 2030. Pertumbuhan sebesar 7,9% CAGR ini jauh
lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya dan mencerminkan potensi ekspansi pasar yang kuat
seiring urbanisasi, pertumbuhan kelas menengah, dan akselerasi pembangunan infrastruktur.
Proyeksi ini mempertimbangkan beberapa faktor pendorong struktural:
a) Urbanisasi: Tingkat urbanisasi Indonesia meningkat dari 58,8% (2024) menuju proyeksi 65%
pada 2030, menciptakan permintaan perumahan perkotaan yang signifikan.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 30
P a g e | xxx
b) Pertumbuhan kelas menengah: Meskipun terdapat tekanan penyusutan kelas menengah
dalam jangka pendek (dari 14% ke sekitar 8% pekerja pada 2024 menurut World Bank),
proyeksi pertumbuhan ekonomi jangka menengah mendukung ekspansi kelas menengah
baru.
c) Pembangunan infrastruktur: Kelanjutan program infrastruktur—tol, MRT, pelabuhan—
meningkatkan nilai lahan di koridor pengembangan baru.
d) Ibu Kota Nusantara (IKN): Pembangunan ibu kota baru menciptakan ekosistem properti baru
di Kalimantan Timur.
iii) Tinjauan Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global
Kinerja Historis Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global (2020–2024)
Industri distribusi bahan bakar minyak dan energi global melewati disrupsi besar pada 2020,
dilanjutkan pemulihan signifikan, dan kini memasuki fase transisi teknologi yang menentukan arah
jangka panjang. Konsumsi energi global mencatat penurunan -4,4% pada 2020—penurunan terbesar
dalam sejarah modern akibat pembatasan mobilitas pandemi. Pemulihan cepat terjadi pada 2021
(+5,1%), diikuti pertumbuhan moderat pada 2022–2024 (1,4%–1,8%) seiring normalisasi aktivitas
ekonomi global.
Ukuran pasar distribusi BBM global tumbuh dari USD 3,0 triliun (2022) menjadi USD 3,22 triliun
(2025). Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan volume distribusi seiring pemulihan
permintaan, serta kenaikan nilai nominal akibat volatilitas harga komoditas energi. Struktur rantai
pasok distribusi BBM global bersifat kapital-intensif dan sangat terkonsentrasi di sekitar beberapa
pemain besar. Rantai pasok mencakup: kilang minyak → terminal penyimpanan → distribusi primer
(pipa/kapal tanker) → distribusi sekunder (truk tangki) → SPBU/konsumen industri. Setiap titik rantai
pasok ini menghadapi tekanan transformasi akibat digitalisasi dan desakan transisi energi.
Pertumbuhan Konsumsi Energi Global (%) & Market Size Distribusi BBM Global (USD Triliun),
2020–2024
Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024; Allied Market Research – Global Petroleum Distribution Market 2025
Pada 2025, dua dinamika simultan membentuk kondisi industri: stabilitas permintaan jangka pendek
dan investasi transformasi jangka panjang. Integrasi digital semakin masif. Pasar sistem manajemen
bahan bakar (Fuel Management System/FMS) yang mencakup pemantauan real-time, IoT, dan
analitik tumbuh dari USD 7,8 miliar (2023) menjadi USD 9,4 miliar (2025. Teknologi ini memungkinkan
operator mengoptimalkan rute distribusi, meminimalkan kebocoran, dan meningkatkan transparansi
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 31
P a g e | xxxi
rantai pasok. Transisi menuju kendaraan listrik (EV) mulai memberikan dampak nyata pada proyeksi
permintaan BBM. Meskipun penetrasi EV masih relatif terbatas secara agregat global, percepatan
adopsi di Eropa dan Tiongkok mulai mengubah pola permintaan di segmen penumpang. Pasar
distribusi BBM segmen gasoline diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 4,4% untuk keseluruhan
periode 2026–2030, tetapi laju ini akan tertekan lebih jauh apabila adopsi EV lebih cepat dari
proyeksi saat.
Prospek Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global (2026–2030)
Proyeksi industri distribusi BBM global untuk 2026–2030 bersifat bifurkatif: volume dapat tumbuh
moderat di pasar berkembang, sementara tertekan di pasar maju yang agresif dalam transisi energi.
Transformasi SPBU menjadi energy hub adalah tren terpenting. Perusahaan seperti BP, Shell, dan
TotalEnergies secara aktif mengonversi jaringan SPBU menjadi hub energi yang menyediakan
pengisian listrik (EV charging), hydrogen fueling, dan layanan ritel terintegrasi. Pasar peralatan untuk
transformasi ini diproyeksikan mencapai nilai USD 204,6 miliar pada 2030 dengan CAGR 5,4%.
Dampak adopsi EV diperkirakan mendislokasi permintaan minyak global lebih dari 5 juta barel per
hari (mb/d) pada 2030 [26], setara dengan menghilangkan konsumsi minyak dua negara sebesar
Jerman dan Prancis digabungkan. Meskipun demikian, pertumbuhan konsumsi di negara
berkembang—termasuk Indonesia, India, dan negara-negara Afrika—diharapkan sebagian
mengimbangi penurunan tersebut.
Market Size Global Distribusi BBM (2020–2030P, USD Triliun)
Sumber: Grand View Research – Gas Station Equipment Market 2025–2030
iv) Tinjauan Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia
Kinerja Historis Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia (2020–2024)
Konsumsi BBM Indonesia memiliki pola yang mencerminkan siklus ekonomi domestik. Pandemi
menekan konsumsi pada 2020, namun pemulihan mobilitas mendorong pertumbuhan tajam pada
2022–2023, sebelum sedikit terkoreksi di 2024 dan kembali meningkat pada 2025.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 32
P a g e | xxxii
Konsumsi BBM Indonesia (2020–2025)
Sumber: ESDM Handbook of Energy & Economic Statistics 2024; BPH Migas
Lonjakan konsumsi pada 2023 (+17,1%) sebagian besar bersifat normalisasi pasca-pandemi dan
tidak sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan organik. Pada 2024, volume sedikit menurun
karena penyesuaian subsidi dan efisiensi distribusi.
Di sisi produksi minyak mentah domestik, Indonesia menghadapi keterbatasan struktural.
Kapasitas produksi nasional terus menurun dari lapangan-lapangan tua, sehingga ketergantungan
impor untuk minyak mentah mencapai sekitar 37,5% pada 2024, sementara ketergantungan
impor untuk bensin (gasoline) berada di kisaran 50–60%.
Industri kimia dasar (HS 28 dan 29) Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan positif namun
melambat. Pertumbuhan PDB sub-sektor kimia dasar tercatat 9,39% (2020), 11,65% (2021), 8,68%
(2022), 8,35% (2023), dan 5,86% (2024)—tren perlambatan yang mencerminkan tekanan
kompetitif dari produk impor berbiaya lebih rendah.
Pada 2025, sektor BBM domestik berada dalam kondisi yang secara permintaan relatif stabil ,
namun secara struktural menghadapi tiga tantangan besar:
1) Keterbatasan produksi minyak mentah: Kapasitas lifting nasional terbatas mendorong
impor yang membebani neraca perdagangan energi. Indonesia tidak lagi dapat
sepenuhnya mengandalkan cadangan domestik untuk memenuhi kebutuhan energi yang
terus tumbuh.
2) Subsidi dan kendala fiskal: Harga BBM bersubsidi yang dikelola pemerintah menciptakan
tekanan fiskal yang signifikan, sementara harga minyak global yang bergejolak
mempersulit perencanaan anggaran.
3) Ketergantungan impor bahan kimia: Total impor bahan kimia (HS 28+29) Indonesia
mencapai USD 9,95 miliar pada Januari–November 2024, sementara ekspor hanya USD 7,0
miliar pada keseluruhan 2024, mencerminkan defisit neraca perdagangan bahan kimia
yang persisten.
Prospek Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia (2026–2030)
Industri Distribusi BBM
Industri minyak dan gas Indonesia—termasuk segmen distribusi dan hilir BBM—diproyeksikan
tumbuh dengan CAGR 5,18% selama periode 2026–2031, meningkat dari nilai pasar sebesar USD
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 33
P a g e | xxxiii 13,88 miliar (2025) menuju USD 18,81 miliar (2031) berdasarkan riset Mordor Intelligence (edisi Januari 2026). Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi permintaan domestik, dengan proyeksi konsumsi minyak mentah Indonesia mencapai 1,8 juta barel per hari (bbl/d) pada 2030 dari 1,6 juta bbl/d pada 2025. Proyeksi konsumsi energi nasional menargetkan total konsumsi mencapai 1.552 juta Barrel of Oil Equivalent (BOE) pada 2030, dengan segmen bensin diproyeksikan sekitar 40,2 juta KL pada 2026[32]. Meskipun program kendaraan listrik (EV) akan memberikan dampak pengurangan, skalanya dalam jangka pendek masih terbatas. Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius adopsi EV: 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit motor listrik pada 2030. Jika tercapai, ini akan menghasilkan penghematan konsumsi BBM setara 29,79 juta BOE. Namun, laju adopsi EV aktual hingga 2025 masih sangat jauh dari target, sehingga dampak riilnya terhadap konsumsi BBM 2026–2030 diperkirakan lebih terbatas. Kebijakan mandatori biodiesel B50 yang dijadwalkan implementasinya mulai pertengahan 2026 juga akan mengubah komposisi konsumsi solar secara signifikan, mengurangi impor solar fosil dan meningkatkan permintaan CPO untuk kebutuhan energi. Industri Bahan Kimia Industri kimia dasar Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 7,2% selama periode 2021–2030, dengan nilai pasar meningkat dari USD 17,6 miliar (2020) menuju USD 35,1 miliar (2030), berdasarkan riset Allied Market Research (2026). Pertumbuhan didorong oleh tiga sektor utama: pertanian (permintaan pupuk), farmasi, dan konstruksi. Dalam hal sub-segmen, petrokimia organik diproyeksikan tumbuh dengan CAGR tertinggi sebesar 7,8%, sementara segmen berbasis energi mencatat CAGR paling cepat yakni 8,6% hingga 2030. Pertumbuhan segmen energi ini konsisten dengan tren penggunaan bahan kimia sebagai bahan baku energi terbarukan dan biodiesel. v) Tinjauan Industri Logistik Global Kinerja Historis Industri Logistik Global (2020–2025) Industri logistik global mengalami siklus paling dramatis dalam sejarah modern selama periode 2020–2025. Pandemi COVID-19 pada 2020 memicu disrupsi rantai pasok global yang belum pernah terjadi sebelumnya, diikuti lonjakan permintaan yang mendorong pasar ke puncak supercycle pada 2021–2022. Kontraksi tajam kemudian terjadi pada 2023–2024 akibat normalisasi freight rate dan penurunan permintaan konsumen. Pada 2025, pasar mulai pulih ke jalur pertumbuhan struktural jangka panjang. Berdasarkan data Statista dan Armstrong & Associates, nilai pasar logistik global tercatat sekitar USD 9,0 triliun pada 2020, kemudian melonjak ke USD 11,43 triliun pada puncaknya di 2022, sebelum terkoreksi ke USD 9,97 triliun pada 2024 akibat freight recession pasca-pandemi. Pada 2025, pasar diestimasi kembali tumbuh ke kisaran USD 11,7 triliun didorong pemulihan volume perdagangan dan ekspansi e-commerce. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 34
P a g e | xxxiv
Ukuran Pasar Logistik Global & Pertumbuhan YoY (2020–2025)
Sumber: Statista Global Logistics Market 2024; Armstrong & Associates 3PL Market Data 2022; Allied Market Research Freight
& Logistics Market 2025
Di tingkat sub-sektor, kinerja sangat bervariasi. E-commerce logistics menjadi sub-sektor dengan
pertumbuhan paling konsisten, dengan nilai pasar global mencapai estimasi USD 524,2 miliar pada
2025 dan CAGR sekitar 20% sepanjang periode ini. Freight forwarding mengalami boom tarif pada
2021–2022 (tarif FCL Asia–Eropa sempat 8× lipat normal) sebelum crash ke level pra-pandemi pada
2023. Cold chain logistics tumbuh lebih stabil dengan CAGR 13–16%, didorong ekspansi farmasi dan
distribusi produk segar.
Pada 2025, industri logistik global memasuki fase stabilisasi pasca-freight-recession. Tiga dinamika
struktural mendefinisikan kondisi saat ini:
1) Nearshoring dan Friend-shoring. Ketegangan geopolitik AS–Tiongkok, disrupsi Terusan Suez
akibat konflik Laut Merah, dan pelajaran pandemi mendorong perusahaan multinasional
merelokasi rantai pasok ke negara-negara yang lebih dekat secara geografis atau politis.
Kawasan Asia Tenggara—termasuk Indonesia, Vietnam, dan Thailand—menjadi penerima
manfaat langsung dari tren ini, dengan investasi fasilitas logistik meningkat signifikan.
2) Digitalisasi dan AI dalam Logistik. Adopsi Transportation Management System (TMS) dan
Warehouse Management System (WMS) berbasis AI tumbuh pesat. Sistem prediktif demand
forecasting mampu mengurangi biaya persediaan 20–30%, sementara autonomous vehicle dan
drone dalam tahap komersial awal di beberapa pasar maju.
3) Desakan Regulasi Hijau. EU Emissions Trading System (EU ETS) mulai diberlakukan untuk sektor
pelayaran pada 2024, dan IMO menargetkan pengurangan emisi GRK pelayaran 40% pada
2030 vs 2008. Ini mendorong investasi masif dalam armada LNG, amonia, dan hidrogen serta
percepatan adopsi electric vehicle (EV) untuk distribusi darat jarak pendek.
Secara regional, Asia Pasifik mendominasi pasar logistik global dengan pangsa sekitar 41,2% (estimasi
USD 2.698 miliar) pada 2025, jauh di atas Amerika Utara (~22%, USD 1.641 miliar) dan Eropa (~18%,
USD 1.476 miliar).
Prospek Industri Logistik Global (2026–2030)
Prospek industri logistik global periode 2026–2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid,
dengan nilai pasar diproyeksikan meningkat dari sekitar USD 11,7 triliun pada 2025 menjadi USD 16,7
triliun pada 2030 atau tumbuh dengan CAGR sekitar 7,3%. Pertumbuhan ini didorong oleh tiga faktor
utama, yaitu ekspansi e-commerce global yang meningkatkan permintaan layanan logistik khususnya
last-mile delivery, percepatan adopsi teknologi digital seperti IoT, blockchain, dan artificial
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 35
P a g e | xxxv
intelligence yang meningkatkan efisiensi dan visibilitas rantai pasok, serta dorongan menuju green
logistics akibat regulasi emisi yang semakin ketat di berbagai kawasan utama dunia. Namun
demikian, industri ini tetap menghadapi sejumlah risiko, antara lain ketidakpastian geopolitik yang
dapat mengganggu jalur distribusi global, tekanan biaya operasional akibat kenaikan harga energi
dan tenaga kerja, serta kebutuhan investasi besar dalam proses dekarbonisasi, terutama bagi pelaku
usaha dengan armada lama.
vi) Tinjauan Industri Logistik Indonesia
Kinerja Historis Industri Logistik Indonesia (2020–2025)
Sektor transportasi dan pergudangan Indonesia—proksi terdekat untuk industri logistik menurut
klasifikasi BPS—mencatat trajektori pemulihan yang kuat setelah kontraksi 2020. Nilai Produk
Domestik Bruto sektor ini atas dasar harga berlaku (ADHB) turun signifikan pada 2020 akibat
pembatasan mobilitas, kemudian tumbuh kuat seiring normalisasi aktivitas ekonomi dan lonjakan e-
commerce domestik.
Berdasarkan data BPS, nilai PDB sektor transportasi & pergudangan mencatat pertumbuhan luar
biasa sebesar +19,87% pada 2022 dan +13,96% pada 2023, jauh di atas rata-rata pertumbuhan PDB
nasional yang sekitar 5%. Pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan transportasi udara, ekspansi
masif e-commerce logistik, dan peningkatan aktivitas pelabuhan seiring normalisasi ekspor
komoditas. Pada 2024, pertumbuhan melandai ke +8,69%, dan untuk 2025 Kemenko Perekonomian
memperkirakan pertumbuhan berlanjut di kisaran +8,78% dengan nilai mencapai sekitar Rp 1.500
triliun.
PDB Sektor Transportasi & Pergudangan Indonesia ADHB (2020–2025)
Sumber: BPS — PDB Lapangan Usaha ADHB 2020–2024; estimasi 2025 berdasarkan Kemenko Perekonomian/Supply Chain Indonesia
Secara kontekstual, biaya logistik Indonesia terhadap PDB telah mengalami rekalkulasi signifikan.
Angka historis yang sering dikutip (~23,5% dari PDB) mencerminkan metodologi lama; pemerintah
melalui Kemenko Perekonomian melakukan rekalkulasi pada September 2023 dan menghasilkan
angka terbaru 14,29% dari PDB—mengindikasikan efisiensi yang membaik akibat implementasi
National Logistics Ecosystem (NLE) dan ekspansi infrastruktur jalan tol.
Indonesia menghadapi paradoks logistik: meski memiliki biaya logistik yang masih relatif tinggi
dibanding negara tetangga, negara ini secara simultan menjadi salah satu pasar logistik dengan
pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Indeks Kinerja Logistik (LPI) World Bank 2023 menempatkan
Indonesia di peringkat 63 dari 139 negara dengan skor 3,0—turun dari peringkat 46 pada 2018.
Penurunan ini mencerminkan tekanan pada dimensi infrastruktur dan keandalan pengiriman,
meskipun teknologi digital logistik berkembang pesat.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 36
P a g e | xxxvi
Pada sisi positif, implementasi NLE yang kini mencakup 46 pelabuhan dan 6 bandara berhasil
mereduksi waktu layanan logistik 57,7% dan biaya logistik 37,6% di pelabuhan-pelabuhan yang
berpartisipasi. Inisiatif ini merupakan transformasi digital paling signifikan dalam sektor logistik
Indonesia. Sub-sektor dengan pertumbuhan terkuat di Indonesia antara lain: e-commerce logistics
(estimasi USD 5,27 miliar pada 2025F), last-mile delivery (USD 8,5 miliar pada 2024, didominasi JNE,
J&T Express, SiCepat), cold chain (USD 5,08 miliar pada 2024, tumbuh seiring ekspansi distribusi
vaksin dan produk segar), dan freight trucking (USD 54 miliar pada 2024).
Prospek Industri Logistik Indonesia (2026–2030)
Mordor Intelligence memproyeksikan pasar logistik Indonesia akan tumbuh dengan CAGR 6,21%
selama 2026–2030, dengan nilai pasar mencapai sekitar USD 177,36 miliar (~Rp 2.750 triliun) pada
2030. Proyeksi ini didukung sejumlah katalis struktural:
1) Infrastruktur. Penyelesaian Jalan Tol Trans-Sumatera dan pengembangan lanjutan Trans-
Jawa akan membuka koridor logistik baru yang menghubungkan sentra produksi di luar Jawa
dengan pelabuhan-pelabuhan utama. Program Tol Laut yang menyubsidi rute perintis ke
Indonesia Timur terus memperluas jangkauan distribusi nasional.
2) IKN Nusantara. Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur menciptakan demand generator
logistik yang sepenuhnya baru. Groundbreaking "Nusantara Logistics Hub" (Januari 2024,
kolaborasi Pos Indonesia dan Bina Karya) menjadi penanda dimulainya pengembangan
ekosistem logistik terpadu di kawasan ini.
3) Digitalisasi dan Ekosistem. Pengembangan platform NLE generasi kedua, integrasi customs
clearance digital, dan adopsi AI untuk optimasi rute last-mile diproyeksikan dapat
menurunkan biaya logistik ke di bawah 12% dari PDB pada 2030—mendekati benchmark
ASEAN seperti Thailand dan Malaysia.
Proyeksi PDB Transportasi & Pergudangan Indonesia (2025–2030, Rp Triliun)
Sumber: BPS 2020–2024; Mordor Intelligence & Kemenko Perekonomian Republik Indonesia
vii) Tinjauan Industri FSRU Global
Dinamika Tarif Charter FSRU Global
Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) merupakan aset infrastruktur energi terapung yang
menyatukan fungsi penyimpanan LNG dan fasilitas regasifikasi dalam satu unit. Dalam kerangka
penilaian kewajaran (fairness opinion), tarif charter harian FSRU menjadi salah satu parameter pasar
yang relevan untuk mengukur daya tarik investasi, kelayakan biaya operasional, dan positioning aset
bagi perusahaan terbuka yang bergerak di sektor energi gas. Pada periode 2022–2025, pasar FSRU
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 37
P a g e | xxxvii
global mencatat salah satu siklus harga paling fluktuatif sepanjang sejarah industri ini, yang dipicu
oleh guncangan geopolitik dan pergeseran mendasar pada struktur permintaan energi global.
Lonjakan Tarif Akibat Eskalasi Konflik Rusia–Ukraina (2022). Eskalasi konflik bersenjata antara Rusia
dan Ukraina pada Februari 2022 memiliki dampak yang signifikan dan segera terhadap struktur harga
energi global. Ketergantungan historis negara-negara Eropa Barat terhadap pasokan gas melalui
jaringan pipa Rusia (Nord Stream dan Yamal) secara tiba-tiba berubah menjadi kebutuhan mendesak
atas pasokan LNG spot alternatif. Kondisi tersebut mengakibatkan tarif charter harian FSRU melonjak
dari kisaran US$80.000–US$120.000 (pra-2022) ke level puncak US$180.000–US$200.000 per hari
sepanjang tahun 2022. Keterbatasan pasokan unit FSRU yang tersedia di pasar menyebabkan
sejumlah negara berkembang kehilangan akses terhadap unit yang telah direncanakan untuk proyek
gas-to-power domestik mereka, yang pada gilirannya berdampak pada penundaan program
elektrifikasi di kawasan tersebut.
Pergeseran Struktural Pola Permintaan Energi Eropa. Sebagai respons terhadap krisis energi yang
berlangsung, negara-negara Eropa mengambil langkah-langkah strategis dengan mengunci kapasitas
FSRU melalui kontrak jangka menengah dan panjang, yang secara efektif menyerap sebagian besar
unit yang tersedia di pasar global. Tingkat utilisasi armada FSRU meningkat tajam pada periode 2022–
2023. Meskipun demikian, sejalan dengan pengembangan infrastruktur energi terbarukan dan
diversifikasi sumber pasokan gas oleh negara-negara Eropa, volume impor LNG Eropa tercatat
mengalami penurunan sebesar 19% pada tahun 2024. Pergeseran struktural ini menciptakan
tekanan balik terhadap permintaan FSRU global pada periode selanjutnya dan menjadi salah satu
faktor penentu normalisasi tarif charter yang berlangsung pada 2024–2025.
Periode Tarif Charter Harian (USD/hari) Kondisi Pasar yang
Normalisasi Tarif Charter pada Tahun 2024–2025. Memasuki tahun 2024 dan berlanjut pada 2025,
Melatarbelakangi
Pra-2022 (Baseline) US$80.000 – US$120.000 Kondisi pasar stabil; dominasi
tarif charter harian FSRU mengalami koreksi bertahap menuju kisaran US$130.000–US$150.000 per
kontrak jangka panjang dengan
hari. Normalisasi tersebut didorong oleh beberapa faktor yangtingkat
salingutilisasi
memperkuat:
normal pertama,
2022 US$180.000 – US$200.000 (Puncak) Krisis energi Eropa; kelangkaan
masuknya gelombang kapasitas liquefaksi baru dari Amerika Serikat, Kanada, dan Afrika ke dalam
pasokan FSRU ekstrem akibat
pasar global; kedua, berkurangnya permintaan spot LNG dari Tiongkok sebagai
akumulasi akibat
kontrak Eropapeningkatan
2023 US$150.000 – US$180.000 Kelanjutan penguncian kapasitas
produksi gas domestik dan aliran gas pipa melalui jalur Power of Siberia; dantarif
oleh Eropa; ketiga,
masihbertambahnya
bertahan di
level tinggi new-build. Perlu dicatat
ketersediaan unit FSRU melalui program konversi kapal LNG dan pengadaan
2024 US$120.000 – US$180.000 Awal normalisasi; rata-rata biaya
bahwa tarif spot kapal LNG standar bahkan mengalami penurunan
sewayang lebih
tahunan dalamUS$45–65
mencapai ke kisaran
juta per unit harga yang signifikan
US$29.000 per hari; namun demikian, FSRU mempertahankan premium
2025 US$130.000 – US$150.000 Tekanan ganda dari gelombang
mengingat keberadaan peralatan regasifikasi
(Normalisasi) yang tertanam dan kebutuhan
pasokan baruawak dengan keahlian
dan moderasi
permintaan Tiongkok
teknis khusus.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 38
P a g e | xxxviii
Periode Tarif Charter Harian Kondisi Pasar yang Melatarbelakangi
(USD/hari)
Pra-2022 (Baseline) US$80.000 – US$120.000 Kondisi pasar stabil; dominasi kontrak
jangka panjang dengan tingkat utilisasi
normal
2022 US$180.000 – US$200.000 Krisis energi Eropa; kelangkaan
(Puncak) pasokan FSRU ekstrem akibat
akumulasi kontrak Eropa
2023 US$150.000 – US$180.000 Kelanjutan penguncian kapasitas oleh
Eropa; tarif masih bertahan di level
tinggi
2024 US$120.000 – US$180.000 Awal normalisasi; rata-rata biaya sewa
tahunan mencapai US$45–65 juta per
unit
2025 US$130.000 – US$150.000 Tekanan ganda dari gelombang
(Normalisasi) pasokan baru dan moderasi
permintaan Tiongkok
Sumber: FGE Energy; Timera Energy; Anas Alhajji (EOA)
Sumber: FGE Energy; Timera Energy; Anas Alhajji (EOA)
Konsumsi, Produksi, dan Perdagangan LNG Global
Dinamika permintaan dan penawaran LNG global pada periode 2022–2025 secara signifikan
dipengaruhi oleh kebijakan energi dan kondisi makroekonomi di tiga yurisdiksi utama, yakni Republik
Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Perubahan pola konsumsi dan produksi di ketiga negara
tersebut memiliki implikasi langsung terhadap tingkat penyerapan armada FSRU global serta
proyeksi keseimbangan pasar ke depan.
Tiongkok. Tiongkok merupakan importir LNG terbesar di dunia dan memiliki pengaruh dominan
terhadap keseimbangan pasar LNG global. Volume impor LNG Tiongkok menunjukkan tren
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 39
P a g e | xxxix pertumbuhan dari 63,4 Mtpa pada 2022 menjadi 77,0–78,6 Mtpa pada 2024. Namun demikian, pada tahun 2025 volume impor diproyeksikan mengalami kontraksi ke bawah 70 Mtpa, terutama sebagai dampak dari: (i) peningkatan produksi gas alam domestik; dan (ii) ekspansi aliran gas pipa melalui proyek Power of Siberia yang secara langsung mensubstitusi kebutuhan impor LNG spot [3][4]. Pergeseran struktural permintaan Tiongkok tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap normalisasi tarif charter FSRU global pada periode 2024–2025. India. India menunjukkan profil pertumbuhan permintaan LNG yang konsisten dan berkelanjutan, tercermin dari peningkatan volume impor dari 20,0 Mtpa (2022) menjadi 26,0 Mtpa (2024), yang didorong oleh ekspansi sektor industri manufaktur dan kebutuhan pembangkit listrik berbasis gas alam. Sejalan dengan normalisasi harga LNG global pada 2025, India diperkirakan akan terus memperluas kapasitas infrastruktur regasifikasi nasionalnya, termasuk melalui penambahan terminal berbasis FSRU di kawasan pesisir barat dan timur. Kondisi ini mencerminkan profil India sebagai pasar pertumbuhan yang relevan bagi pengembangan kapasitas FSRU dalam jangka menengah. Amerika Serikat. Amerika Serikat berperan sebagai eksportir LNG dominan di pasar global. Volume ekspor meningkat secara substantial dari 77,5 Mtpa (2022) menjadi sekitar 91,0 Mtpa (2024), mempertegas posisi AS sebagai pemasok utama bagi Eropa dan sejumlah negara importir Asia. Dengan banyaknya keputusan investasi final (Final Investment Decision/FID) baru yang telah dibuat, kapasitas produksi gas alam Amerika Serikat diproyeksikan mencapai 1.308 bcm pada tahun 2030. Pertumbuhan pasokan tersebut berpotensi memberikan tekanan struktural yang berkelanjutan terhadap tarif charter FSRU global dalam jangka menengah-panjang. Sumber: Shell LNG Outlook 2025; IEEFA; GECF; IEA Kapasitas dan Utilisasi Armada FSRU Global. Berdasarkan data GECF per awal 2026, terdapat 50 unit FSRU yang beroperasi secara komersial di seluruh dunia, dengan kapasitas regasifikasi gabungan sebesar 197 Mtpa atau setara dengan sekitar 20% dari total kapasitas regasifikasi LNG global. Rata- rata tingkat utilisasi armada berada pada kisaran 35%, yang mencerminkan peran khas FSRU sebagai infrastruktur dengan kapasitas respons cepat (rapid-deployment) yang melengkapi fasilitas Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 40
P a g e | xl regasifikasi terminal darat dengan kontrak take-or-pay jangka panjang. Secara regional, Eropa memimpin dengan kapasitas terpasang 64 Mtpa, diikuti Amerika Latin (50 Mtpa) dan Asia (41 Mtpa). Proyeksi Pasar FSRU Global 2026–2027. Berdasarkan analisis atas kondisi pasar terkini dan tren sisi penawaran, pasar FSRU global diperkirakan akan bertransisi dari kondisi pasar yang "ketat" (tight) menuju kondisi "well-supplied" pada periode 2026–2027, seiring masuknya lebih dari 235 Mtpa kapasitas liquefaksi baru ke dalam pasar. Tarif charter FSRU diproyeksikan bergerak dalam rentang US$100.000–US$130.000 per hari. Dari sisi permintaan, lebih dari 15 negara berkembang di kawasan Afrika dan Asia Tenggara berencana mengoperasikan unit FSRU pertama mereka untuk mendukung program gas-to-power, yang akan menjadi faktor penyeimbang terhadap moderasi permintaan di pasar yang telah matang. FSRU diprediksi akan tetap menjadi solusi infrastruktur energi yang diutamakan mengingat keunggulan komparatifnya dalam hal kecepatan deployment (12–24 bulan) dibandingkan pembangunan terminal regasifikasi darat (4–7 tahun). viii) Tinjauan Industri FSRU Indonesia Produksi dan Penjualan LNG Nasional Sebagai salah satu eksportir LNG terbesar di dunia (peringkat keenam secara global berdasarkan data tahun 2022), Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok energi gas global. Perkembangan produksi gas bumi nasional merupakan variabel kunci dalam penilaian kewajaran industri FSRU di Indonesia, mengingat keterkaitan langsung antara volume produksi hulu, alokasi LNG ekspor, pemenuhan kewajiban pasokan domestik, serta kebutuhan infrastruktur regasifikasi seperti FSRU. Realisasi Produksi Gas Bumi Nasional 2020–2025. Produksi gas bumi nasional Indonesia mencatat penurunan signifikan pada tahun 2022 menjadi 1.962.929 MMscf, merepresentasikan kontraksi sekitar 19% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh decline rate alami (natural decline) pada lapangan-lapangan matang, termasuk Blok Corridor di Sumatera Selatan dan Arun di Aceh. Pemulihan yang signifikan terjadi pada tahun 2023 (2.420.059 MMscf) seiring mulai beroperasinya Tangguh Train 3 yang menambah kapasitas produksi sebesar 3,8 Mtpa. Pada tahun 2024, realisasi produksi tercatat sebesar 2.483.498 MMscf, menjadikannya angka produksi tertinggi dalam lima tahun terakhir. Perbandingan Kinerja Produksi 2024 terhadap 2025 (Year-on-Year). Pada tahun 2025, volume produksi gas bumi nasional diproyeksikan berada pada kisaran 2,4–2,5 juta MMscf, konsisten dengan optimalisasi kapasitas Tangguh LNG (total kapasitas terpasang 11,4 Mtpa pasca Train 3) dan Badak LNG Bontang. Perbandingan year-on-year mengindikasikan pertumbuhan yang relatif terbatas, mengingat tekanan decline rate yang berlangsung pada lapangan-lapangan matang di Sumatera Selatan dan Kalimantan. Peningkatan produksi yang bermakna dalam jangka menengah memerlukan percepatan pengembangan Wilayah Kerja baru dan program infill drilling yang signifikan. Kewajiban Pasokan Domestik (Domestic Market Obligation) 2025. Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia mewajibkan produsen LNG untuk mengalokasikan porsi tertentu dari volume produksi guna memenuhi kebutuhan pasar domestik. Besaran kewajiban DMO bervariasi sesuai dengan ketentuan dalam setiap kontrak kerja sama: Donggi-Senoro LNG (DSLNG) ditetapkan sebesar 30%, sedangkan Tangguh Train 3 dikenakan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 41
P a g e | xli
kewajiban DMO sebesar 40% untuk pasokan domestik. Sepanjang tahun 2025, SKK Migas secara aktif
mengoptimalkan alokasi gas hulu untuk menutup defisit pasokan pipa domestik, termasuk
pengalihan kargo ekspor dari Blok Corridor ke konsumen dalam negeri. Kebijakan DMO yang semakin
diperkuat tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah dalam memprioritaskan ketahanan energi
nasional dan mendukung agenda industrialisasi berbasis gas.
Sumber: BPS; SKK Migas
Unit FSRU yang Beroperasi di Indonesia. Guna mendukung distribusi gas ke pusat-pusat konsumsi
yang tidak terlayani oleh jaringan pipa, Pemerintah Indonesia telah mengoperasikan empat unit
FSRU yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatera, dan Bali. Unit-unit tersebut dioperasikan oleh
Subholding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) dan afiliasi PT Pertamina (Persero), dan
berfungsi sebagai tulang punggung infrastruktur regasifikasi untuk keperluan pembangkit listrik dan
industri:
Nama Unit Lokasi Operator Kapasitas
Regasifikasi
FSRU Jawa Satu Cilamaya, Jawa Barat Jawa Satu Power 3,1 bcm/tahun
(MOL/Pertamina) (170.000 m3)
FSRU West Java Muara Karang, DKI Nusantara Regas 3,0 Mtpa
Jakarta (Pertamina/PGN)
FSRU Lampung Lampung, Sumatera PT PGN Tbk. (Hoegh 1,8–2,7 Mtpa
LNG, operator)
FSRU Benoa Benoa, Bali Pelindo Energy 50 MMSCFD (skala
Logistik kecil)
Sumber: PGN; Pertamina; SKK Migas
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 42
P a g e | xlii Dampak Dinamika Harga FSRU terhadap Perekonomian Indonesia Pelemahan harga LNG global pada periode 2024–2025 memberikan dampak berlapis bagi perekonomian Indonesia. Di satu sisi, kondisi tersebut menekan penerimaan negara dan pendapatan badan usaha milik negara di sektor energi; di sisi lain, pelemahan harga LNG secara agregat meningkatkan keterjangkauan dan aksesibilitas energi bagi konsumen dan industri domestik. Analisis berikut menelaah dampak tersebut dari perspektif fiskal, perdagangan, dan posisi kompetitif Indonesia di pasar LNG internasional. Dampak terhadap Penerimaan Negara dan Pendapatan Korporasi. Penurunan harga LNG global secara langsung memberikan tekanan terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor minyak dan gas bumi, mengingat mekanisme penetapan harga kontrak ekspor LNG Indonesia yang sebagian besar mengacu pada formula berbasis harga minyak (oil-indexed). Nilai ekspor gas Indonesia tercatat sebesar US$8,9 miliar pada tahun 2024, dan mengalami koreksi sebesar 17,39% menjadi US$7,35 miliar pada tahun 2025. Penurunan tersebut mencerminkan kombinasi antara: (i) pelemahan harga realisasi pada kontrak yang sedang berjalan; dan (ii) tekanan pada volume ekspor akibat kebijakan pengutamaan pasokan domestik melalui mekanisme DMO. Pendapatan PT Pertamina (Persero) dan kontraktor PSC yang memiliki posisi penjualan LNG berbasis indeks harga pasar turut terdampak secara signifikan. Pertimbangan Trade-off antara Volume Produksi dan Harga Realisasi. Pemerintah Indonesia dihadapkan pada pertimbangan strategis yang bersifat trade-off: di satu sisi, peningkatan atau pemertahanan volume produksi LNG diperlukan untuk memanfaatkan kapasitas terpasang yang telah diinvestasikan, khususnya pasca beroperasinya Tangguh Train 3; di sisi lain, dalam kondisi pelemahan harga, strategi volume tinggi tidak serta-merta mengkompensasi penurunan revenue per unit yang diterima, sehingga total penerimaan negara dari sektor gas tetap mengalami tekanan negatif. Strategi yang ditempuh Pemerintah adalah mempertahankan volume produksi pada level optimal sambil memperluas alokasi DMO, dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan industri domestik yang bernilai tambah lebih tinggi dibandingkan ekspor komoditas. Posisi Indonesia sebagai Eksportir LNG Utama di Pasar Global. Indonesia menempati peringkat keenam sebagai eksportir LNG global pada tahun 2022, dengan pasar tujuan utama meliputi Tiongkok (sekitar 6,6 bcm), Korea Selatan (sekitar 3,3 bcm), dan Jepang (sekitar 2,6 bcm) [6][7]. Meskipun volume ekspor mengalami tekanan akibat kebijakan DMO yang diperketat, Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan nasional sebesar sekitar US$41 miliar pada tahun 2025, yang ditopang oleh diversifikasi ekspor komoditas non-migas. Dalam perspektif jangka menengah-panjang, daya saing posisi ekspor Indonesia akan semakin ditentukan oleh kapasitas dalam mengembangkan cadangan gas baru, efisiensi biaya operasional fasilitas LNG, serta kecepatan dalam mengambil peran strategis sebagai "bahan bakar jembatan" menuju pencapaian target Net Zero Emissions 2060 sebagaimana diatur dalam kerangka Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 43
P a g e | xliii Sumber: BPS Kerangka Kebijakan Bauran Energi Nasional hingga Tahun 2050. Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden menempatkan gas bumi dalam fungsi "bahan bakar jembatan" (bridging fuel) dalam skema transisi energi Indonesia. Pemerintah menetapkan target porsi energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23% dalam bauran energi primer pada tahun 2025, dengan komitmen pencapaian Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 [8]. Dalam konteks tersebut, infrastruktur FSRU memainkan peran yang krusial: (i) memungkinkan distribusi gas secara cepat ke wilayah-wilayah kepulauan yang belum terlayani jaringan pipa transmisi; (ii) mendukung program konversi pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) ke gas; serta (iii) berkontribusi pada percepatan program pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batubara dalam kerangka Just Energy Transition Partnership (JETP) yang diprakarsai bersama mitra internasional Indonesia. ix) Kesimpulan Tinjauan Industri Perkembangan industri properti, distribusi BBM dan bahan kimia, serta logistik menunjukkan bahwa ketiga sektor tersebut telah melewati fase siklus yang signifikan selama periode historis dan kini memasuki fase stabilisasi menuju pertumbuhan yang lebih terstruktur. Sektor properti, baik global maupun domestik, menunjukkan pemulihan bertahap pasca tekanan suku bunga tinggi, dengan prospek pertumbuhan yang didorong oleh urbanisasi, digitalisasi, dan kebutuhan efisiensi energi. Di Indonesia, potensi pertumbuhan yang relatif tinggi mencerminkan adanya peluang ekspansi yang kuat, meskipun tetap diiringi dengan risiko eksternal seperti dinamika suku bunga dan ketidakpastian global. Sementara itu, industri distribusi BBM dan bahan kimia masih menunjukkan ketahanan permintaan, khususnya di pasar berkembang, namun menghadapi tantangan struktural berupa keterbatasan produksi domestik, ketergantungan impor, serta tekanan transisi energi. Di sisi lain, industri logistik berperan sebagai enabler utama bagi pertumbuhan kedua sektor tersebut, dengan prospek pertumbuhan yang solid didorong oleh ekspansi e-commerce, transformasi digital, dan pengembangan infrastruktur. Indonesia secara khusus menunjukkan potensi pertumbuhan logistik yang kuat, didukung oleh pembangunan infrastruktur, implementasi National Logistics Ecosystem, serta pengembangan kawasan strategis seperti IKN. Secara keseluruhan, ketiga sektor ini memiliki prospek pertumbuhan yang positif dengan profil risiko yang masih dapat dikelola, dimana keberhasilan pelaku usaha akan sangat ditentukan oleh kemampuan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 44
P a g e | xliv dalam beradaptasi terhadap perubahan struktural, termasuk digitalisasi, efisiensi operasional, serta pergeseran menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan. Adapun secara agregat, proyeksi pertumbuhan untuk industri Oil and Gas, Freight & Logistics, serta Property/Real Estate pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 5,18% - 7,90% CAGR yang mencerminkan kondisi pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan di masing-masing sektor tersebut. Di samping itu, industri Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) baik pada tingkat global maupun domestik menunjukkan prospek pertumbuhan jangka menengah hingga panjang yang positif, didukung oleh peningkatan kebutuhan infrastruktur LNG, transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih, serta kebutuhan akan solusi regasifikasi yang fleksibel dan efisien. Meskipun industri FSRU global mengalami normalisasi tarif charter pasca lonjakan akibat krisis energi Eropa pada tahun 2022–2023, tingkat permintaan terhadap infrastruktur FSRU diperkirakan tetap terjaga seiring ekspansi pasar LNG di negara berkembang dan kebutuhan diversifikasi sumber energi. Di Indonesia, penguatan kebijakan ketahanan energi nasional, implementasi Domestic Market Obligation (DMO), pengembangan infrastruktur LNG, serta peran gas bumi sebagai bridging fuel dalam kerangka transisi energi menuju target Net Zero Emissions 2060 mendukung prospek pertumbuhan industri FSRU dalam jangka panjang. Dengan demikian, industri FSRU dipandang memiliki prospek pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan, meskipun tetap dipengaruhi oleh dinamika harga energi global, kebijakan energi nasional, serta perkembangan pasar LNG internasional. c) Analisis Operasional dan Prospek Perseroan Prospek operasional Perseroan pada periode 2026–2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dan terukur. Secara agregat, Perseroan menyesuaikan proyeksi pertumbuhan pendapatan menjadi sebesar sekitar 7,25% (CAGR) selama periode proyeksi, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pasar. Penyesuaian ini mencerminkan pendekatan yang lebih konservatif dan realistis dalam mengantisipasi dinamika ekonomi dan industri ke depan, dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar serta kapasitas operasional yang dimiliki. Jika dibandingkan dengan prospek industri, pertumbuhan Perseroan kini berada pada tingkat yang sejalan dengan pertumbuhan pasar yang diperkirakan dengan rentang 5,18% - 7,90% CAGR hingga periode 2030. Keselarasan ini menunjukkan bahwa asumsi proyeksi yang digunakan Perseroan telah mencerminkan kondisi industri yang mendasari, baik dari sisi permintaan, perkembangan infrastruktur, maupun tren investasi di sektor terkait. Dengan demikian, proyeksi tersebut tidak hanya menjaga daya saing Perseroan, tetapi juga mencerminkan kehati-hatian dalam menjaga kualitas pertumbuhan yang berkelanjutan. Lebih lanjut, penyesuaian proyeksi pertumbuhan Perseroan ke tingkat yang setara dengan pertumbuhan industri juga mencerminkan strategi mitigasi risiko yang diterapkan, khususnya dalam menghadapi ketidakpastian global seperti volatilitas harga energi, dinamika suku bunga, serta perubahan kebijakan dan regulasi. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, proyeksi pertumbuhan pendapatan Perseroan dinilai berada dalam tingkat yang wajar, serta menunjukkan posisi Perseroan yang adaptif dan memiliki potensi untuk terus berkembang seiring dengan pertumbuhan industri yang mendasarinya. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 45
P a g e | xlv 3) Analisis Kuantitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU Analisis kuantitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU terdiri atas: a) Analisis Kinerja Historis atas Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan Perseroan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 46
P a g e | xlvi
Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2021 – 2025
(dalam ribuan rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2.600.492.407 4.337.980.751 6.535.625.681 5.365.991.608 6.404.299.375
Piutang usaha 4.488.568.078 5.971.459.404 6.403.443.864 7.563.490.272 9.544.657.509
Piutang lain-lain 23.881.060 48.953.580 56.397.196 44.268.911 45.702.915
Persediaan 2.380.874.610 3.051.343.242 3.133.621.502 3.462.763.531 2.601.111.632
Persediaan tanah kawasan industri 2.126.776.429 2.169.233.066 1.620.808.463 3.756.816.356 4.013.228.173
Pajak dibayar di muka 133.190.794 108.106.576 197.028.073 147.198.948 135.665.526
Biaya dibayar dimuka 66.772.588 72.021.850 85.322.248 81.762.138 88.080.384
Uang muka 84.083.600 64.676.117 73.764.039 147.409.624 59.980.112
Aset lancar lainnya 118.038.796 17.519.665 15.040.591 428.410.352 430.990.526
TOTAL ASET LANCAR 12.022.678.362 15.841.294.251 18.121.051.657 20.998.111.740 23.323.716.152
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga 659.561.869 494.583.828 387.378.827 304.429.436 1.224.582.641
Investasi pada entitas asosiasi 401.618.108 417.300.271 445.892.740 492.359.823 535.825.092
Aset pajak tangguhan - neto 251.900.442 205.213.107 201.297.850 188.343.792 181.237.136
Properti investasi 1.816.567.520 1.816.567.520 1.816.567.520 1.816.567.520 1.816.567.520
Aset tetap - neto 4.978.381.223 4.996.696.832 5.466.446.896 6.365.009.877 6.810.814.885
Aset hak guna - neto 568.637.558 586.193.133 617.801.889 793.367.518 839.161.376
Sewa tanah jangka panjang dibayar di muka - neto - - - - -
Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang 42.788.198 43.598.633 16.274.311 15.571.175 70.449.440
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi - - - - 250.000.000
Aset keuangan tidak lancar lainnya 145.898.826 132.387.490 66.662.432 74.742.610 37.856.217
Persediaan tanah kawasan industri untuk pengembangan 2.565.515.826 2.587.396.616 3.026.267.791 1.983.264.085 1.421.440.536
Uang muka 43.025.293 42.968.020 42.968.020 27.211.667 -
Aset tidak lancar lainnya - neto 12.012.511 23.408.335 46.013.184 49.705.125 50.630.262
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 11.485.907.374 11.346.313.785 12.133.571.460 12.110.572.628 13.238.565.105
TOTAL ASET 23.508.585.736 27.187.608.036 30.254.623.117 33.108.684.368 36.562.281.257
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang bank jangka pendek dan lainnya 121.701.754 1.573.705 5.000.000 7.000.000 237.365.000
Hutang usaha 7.766.849.298 9.239.323.818 9.519.185.995 10.391.582.462 12.333.889.025
Hutang lain-lain 78.842.715 72.571.876 349.640.045 464.043.998 209.351.573
Hutang pajak 198.010.697 350.461.872 450.027.838 402.699.824 653.587.230
Biaya masih harus dibayar 317.241.262 623.931.872 571.823.594 585.685.122 663.234.721
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 119.645.206 195.016.227 187.750.044 144.298.160 118.052.612
Liabilitas sewa jangka pendek 16.563.340 15.469.598 43.446.381 45.084.227 71.402.299
Liabilitas kontrak 235.492.402 226.516.877 224.865.280 272.002.142 311.093.601
Uang muka pelanggan dan lainnya - - - - -
Hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
tahun 383.787.323 554.639.521 1.089.267.780 1.140.851.204 1.182.438.653
Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun 67.870.584 - 36.833.937 - -
Hutang dividen 836.812 986.227 55.536.914 1.000.288 56.785.476
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 9.306.841.393 11.280.491.593 12.533.377.808 13.454.247.427 15.837.200.190
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - neto 8.763.562 11.395.226 18.384.131 25.699.726 40.939.690
Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun 2.164.802.579 2.101.263.279 3.117.277.847 3.645.033.749 3.703.087.919
Hutang obligasi 36.676.629 36.751.679 -
Liabilitas imbalan pasca kerja 145.867.002 144.724.214 177.230.676 179.043.946 210.005.038
Liabilitas kontrak jangka panjang 216.319.601 78.668.895 19.380.841 631.405.255 631.125.850
Liabilitas sewa jangka panjang 266.123.582 306.865.471 336.940.196 479.142.813 518.488.414
Hutang dividen 54.107.938 54.107.938 - 54.107.938 -
Liabilitas jangka panjang lainnya 10.118.337 18.528.966 9.074.105 16.011.040 11.484.687
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 2.902.779.230 2.752.305.668 3.678.287.796 5.030.444.467 5.115.131.598
TOTAL LIABILITAS 12.209.620.623 14.032.797.261 16.211.665.604 18.484.691.894 20.952.331.788
EKUITAS
Modal Saham 401.469.492 401.469.492 401.469.492 401.469.492 401.469.492
Tambahan modal yang disetor 1.287.163.057 1.287.163.057 1.287.163.057 1.301.477.917 1.365.578.353
Saham treasuri (118.071.864) (118.071.864) (118.071.864) (112.577.374) (96.093.902)
Saldo laba 7.518.358.978 9.093.922.725 9.396.615.529 9.651.189.262 10.140.827.446
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 187.195.083 235.378.128 226.451.794 251.982.560 275.160.157
Komponen ekuitas lainnya 69.001.583 69.001.149 68.996.200 68.994.782 68.994.086
Kepentingan non-pengendali 1.953.848.784 2.185.948.088 2.780.333.305 3.061.455.835 3.454.013.837
TOTAL EKUITAS 11.298.965.113 13.154.810.775 14.042.957.513 14.623.992.474 15.609.949.469
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 23.508.585.736 27.187.608.036 30.254.623.117 33.108.684.368 36.562.281.257
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan
rata-rata sebesar 12%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 26% dari sebesar
Rp18.683.572.815.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp23.508.585.736.000,- pada tahun
2021. Pada tahun 2025, jumlah aset Perseroan adalah sebesar Rp36.562.281.257.000,-.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 47
P a g e | xlvii Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 18%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 49% dari sebesar Rp8.042.418.506.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp12.022.678.362.000,- pada tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah aset lancar Perseroan adalah sebesar Rp23.323.716.152.000,- . Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset tidak lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang relatif stabil dengan rata-rata sebesar 4%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2025 sebesar 9% dari sebesar Rp12.110.572.628.000,- pada tahun 2024 menjadi sebesar Rp13.238.565.105.000,- pada tahun 2025. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 14%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 50% dari sebesar Rp8.127.216.543.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp12.209.620.623.000,- pada tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp20.952.331.788.000,-. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas jangka pendek mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 14%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 82% dari sebesar Rp5.102.110.055.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp9.306.841.393.000,- pada tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan adalah sebesar Rp15.837.200.190.000,-. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas jangka panjang mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-rata sebesar 15%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2023 sebesar 34% dari sebesar Rp2.752.305.668.000,- pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp3.678.287.796.000,- pada tahun 2023. Selama tahun 2021 – 2025, jumlah ekuitas mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata- rata sebesar 8%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 16% dari sebesar Rp11.298.965.113.000,- pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp13.154.810.775.000,- pada tahun 2022. Pada tahun 2025, jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp15.609.949.469.000,-. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 48
P a g e | xlviii
Laporan Laba Rugi Perseroan Tahun 2021 – 2025
(dalam ribuan rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan 25.707.068.900 47.539.986.604 42.086.952.436 38.729.493.298 46.018.468.072
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan 25.463.445.015 47.269.426.164 41.817.425.630 38.457.126.044 45.732.540.855
Pendapatan Sewa 243.623.885 270.560.440 269.526.806 272.367.254 285.927.217
Beban Pokok Pendapatan (23.413.909.898) (43.287.573.122) (37.613.487.899) (35.220.457.367) (41.920.479.417)
Laba Kotor 2.293.159.002 4.252.413.482 4.473.464.537 3.509.035.931 4.097.988.655
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi (776.009.675) (975.279.769) (877.798.573) (873.443.923) (961.169.832)
Beban penjualan (61.843.405) (153.814.113) (97.071.990) (101.147.934) (98.127.836)
Pendapatan (Beban) Usaha Lainnya
Laba atas penjualan aset tetap - neto 7.523.368 7.058.827 14.657.761 3.733.007 2.679.292
Laba (rugi) selisih kurs - neto 4.561.803 (45.972.224) 6.248.958 13.689.654 14.824.560
Pendapatan usaha lainnya 14.983.792 19.582.323 48.961.005 38.790.304 39.712.781
Beban usaha lainnya (27.486.282) (17.206.993) (7.927.557) (12.191.957) (12.106.041)
Total Beban Operasi (838.270.399) (1.165.631.949) (912.930.396) (930.570.849) (1.014.187.076)
Laba Usaha 1.454.888.603 3.086.781.533 3.560.534.141 2.578.465.082 3.083.801.579
Penghasilan keuangan 37.128.972 49.074.023 196.567.492 352.599.086 290.778.124
Pajak final terkait penghasilan keuangan (5.350.243) (9.359.048) (35.675.352) (53.714.989) (45.491.265)
Beban keuangan (57.068.728) (57.212.531) (68.489.236) (84.909.111) (73.767.925)
Bagian atas laba entitas asosiasi 7.144.436 16.632.809 34.534.891 46.467.083 52.199.723
Beban penghapusan piutang atas perubahan formula harga - - - - -
PSO
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain (18.145.563) (864.747) 126.937.795 260.442.069 223.718.657
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak Final dan 1.436.743.040 3.085.916.786 3.687.471.936 2.838.907.151 3.307.520.236
Pajak Penghasilan
Pajak final (41.680.021) (62.100.226) (19.813.545) (26.556.061) (25.458.432)
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak 1.395.063.019 3.023.816.560 3.667.658.391 2.812.351.090 3.282.061.804
Penghasilan
Pajak Penghasilan - neto:
Pajak Kini (268.098.733) (495.142.854) (577.041.476) (393.765.710) (434.396.510)
Pajak Tangguhan 8.037.470 (49.614.549) (12.147.214) (19.117.868) (24.249.287)
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dilanjutkan 1.135.001.756 2.479.059.157 3.078.469.701 2.399.467.512 2.823.416.007
Laba (rugi) tahun berjalan dari operasi yang dihentikan - - - - -
Laba neto dari operasi yang dihentikan - - - - -
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dihentikan - - - - -
Laba Neto Tahun Berjalan 1.135.001.756 2.479.059.157 3.078.469.701 2.399.467.512 2.823.416.007
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Selama tahun 2021 – 2025, Laba Neto Tahun Berjalan Perseroan mengalami pertumbuhan yang
meningkat dengan rata-rata sebesar 26%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar
118% dari laba sebesar Rp1.135.001.756.000,- pada tahun 2021 menjadi laba sebesar
Rp2.479.059.157.000,- pada tahun 2022. Pada tahun 2025, Laba Neto Tahun Berjalan Perseroan
sebesar Rp2.823.416.007.000,-.
Seiring dengan adanya peningkatan penjualan Perseroan sebesar 16%, selama tahun 2021 – 2025,
beban pokok penjualan Perseroan turut mengalami peningkatan sebesar 16%. Peningkatan terbesar
terjadi pada tahun 2022 sebesar 85%.
Selama tahun 2021 – 2025, Perseroan tercatat memiliki rata-rata Laba Neto Tahun Berjalan sebesar
6% atas penjualan. Pada tahun 2025, perusahaan mencatat laba sebesar 6% atas penjualan.
Pada tahun 2021 Perseroan mencatat penjualan sebesar Rp25.707.068.900.000,- yang kemudian
mengalami peningkatan signifikan sebesar 85% pada tahun 2022 menjadi sebesar
Rp47.539.986.604.000,-. Peningkatan penjualan ini didorong oleh meningkatnya permintaan serta
harga jual produk energi dan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode selanjutnya, Perseroan mengalami penurunan penjualan sebesar 11% pada tahun 2023
dan kembali mengalami penurunan sebesar 8% pada tahun 2024. Penurunan tersebut disebabkan
oleh normalisasi harga komoditas energi dan bahan kimia di pasar global setelah periode kenaikan
signifikan pada tahun sebelumnya.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 49
P a g e | xlix
Meskipun menghadapi tekanan harga dan volatilitas pasar, Perseroan tetap menunjukkan kinerja
operasional yang solid. Hal ini tercermin dari kemampuan Perseroan dalam menjaga stabilitas marjin
laba serta meningkatkan efisiensi operasional, yang didukung oleh kekuatan pada jaringan distribusi,
infrastruktur logistik, serta basis pelanggan industri yang luas di Indonesia.
Selanjutnya pada tahun 2025, Perseroan kembali mencatat peningkatan penjualan sebesar 19%
dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp46.018.468.072.000,-. Peningkatan ini didorong
oleh perbaikan kondisi pasar, peningkatan volume penjualan, serta optimalisasi kegiatan distribusi
dan logistik yang dilakukan oleh Perseroan.
Rasio
(dalam persentase kecuali dinyatakan lain)
2021 2022 2023 2024 2025 Rata-Rata
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit Historis
Rasio Pertumbuhan*
Penjualan 45% 85% -11% -8% 19% 16%
Beban Pokok Penjualan 49% 85% -13% -6% 19% 16%
Laba Kotor 12% 85% 5% -22% 17% 16%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan 18% 118% 24% -22% 18% 26%
Aset Lancar 49% 32% 14% 16% 11% 18%
Aset Tidak Lancar 8% -1% 7% 0% 9% 4%
Total Aset 26% 16% 11% 9% 10% 12%
Liabilitas Lancar 82% 21% 11% 7% 18% 14%
Liabilitas Tidak Lancar -4% -5% 34% 37% 2% 15%
Total Liabilitas 50% 15% 16% 14% 13% 14%
Total Ekuitas 7% 16% 7% 4% 7% 8%
Rasio Vertikal**
Beban Pokok Penjualan 91% 91% 89% 91% 91% 91%
Laba Kotor 9% 9% 11% 9% 9% 9%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan 4% 5% 7% 6% 6% 6%
Aset Lancar / Total Aset 51% 58% 60% 63% 64% 59%
Aset Tidak Lancar / Total Aset 49% 42% 40% 37% 36% 41%
Liabilitas Lancar / Total Liabilitas 76% 80% 77% 73% 76% 76%
Liabilitas Tidak Lancar / Total Liabilitas 24% 20% 23% 27% 24% 24%
Total Liabilitas / Total Liabilitas & Ekuitas 52% 52% 54% 56% 57% 54%
Total Ekuitas / Total Liabilitas & Ekuitas 48% 48% 46% 44% 43% 46%
Rasio Likuiditas**
Current Ratio 1,29 1,40 1,45 1,56 1,47 1,44
Quick Ratio 0,78 0,92 1,04 1,00 1,04 0,95
Rasio Profitabilitas**
Return on Asset (ROA) 5% 9% 10% 7% 8% 8%
Return on Equity (ROE) 10% 19% 22% 16% 18% 17%
Rasio Aktivitas**
Perputaran Aset (x) 1,09 1,75 1,39 1,17 1,26 1,33
Perputaran Piutang Usaha (x) 5,73 7,96 6,57 5,12 4,82 6,04
Perputaran Piutang Usaha (hari) 64 46 56 71 76 62
Perputaran Hutang Usaha (x) 3,01 4,69 3,95 3,39 3,40 3,69
Perputaran Hutang Usaha (hari) 121 78 92 108 107 101
Perputaran Persediaan (X) 9,83 14,19 12,00 10,17 16,12 12,46
Perputaran Persediaan (hari) 37 26 30 36 23 30
Rasio Solvabilitas**
Debt to Asset Ratio (DAR) 52% 52% 54% 56% 57% 54%
Debt to Equity Ratio (DER) 108% 107% 115% 126% 134% 118%
Sumber: Truscel. Diolah berdasarkan data laporan keuangan Perseroan
Keterangan:
*) Perhitungan rata-rata menggunakan metode CAGR pada tahun 2021 – 2025
** )Perhitungan rata-rata dilakukan dengan menggunakan metode AVERAGE
Data pada tahun 2021 – 2025
N/A) Tidak ada pembanding
N/A*) tidak dapat dihitung dikarenakan nilai pembagi sama dengan 0
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan operasional suatu perusahaan dalam mengelola aset-
asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia
capital (capital providers). Rasio imbal balik aset (Return on Assets / ROA) Perseroan selama tahun
2021 – 2025, secara rata-rata adalah sebesar 8%.
Rasio imbal balik ekuitas (Return on Equity / ROE) selama tahun 2021 – 2025, secara rata-rata adalah
sebesar 17% dimana rasio ini menunjukan hasil yang sejalan dengan dengan rata-rata ROA pada
tahun 2021 – 2025. Namun perlu diingat, persentase ROE direkomendasikan untuk mendekati 10%
untuk cukup menutup biaya modal perusahaan.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 50
P a g e |l Rasio Likuiditas Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh liabilitas lancarnya yang akan jatuh tempo. Selama tahun 2021 – 2025, rata-rata current ratio dan quick ratio Perseroan masing-masing sebesar 1,44x dan 0,95x. Hal ini menunjukkan bahwa selama tahun 2021 – 2025 Perseroan cukup mampu untuk membayar liabilitas lancarnya dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya. Current ratio dan quick ratio terbesar terjadi pada tahun 2024 sebesar 1,56x dan 1,00x. Current ratio dan quick ratio terkecil terjadi pada tahun 2021 sebesar 1,29x dan 0,78x. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-aset yang dimilikinya. Rasio perputaran aset Perseroan selama tahun 2021 – 2025 secara rata-rata adalah sebesar 1,33x per tahun yang berarti bahwa Perseroan mampu menghasilkan penjualan rata-rata sebesar 1,33x dari setiap aset yang dimiliki. Sedangkan perputaran piutang usaha Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata adalah sebesar 6,04x atau selama 62 hari. Perputaran piutang usaha Perseroan tercepat terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 7,96x atau selama 46 hari. Perputaran hutang usaha Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata sebesar 3,69x atau 101 hari. Perputaran hutang usaha tercepat terjadi pada tahun 2022 sebesar 4,69x atau 78 hari. Perputaran persediaan Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata sebesar 12,46x atau 30 hari. Perputaran persediaan tercepat terjadi pada tahun 2025 sebesar 16,12x atau 23 hari. Rasio Solvabilitas Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan posisi utang berbunga terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan sedangkan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan besarnya porsi utang berbunga terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan (financial leverage). Rasio solvabilitas ini menunjukkan seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi seluruh utang berbunga dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika perusahaan tersebut dilikuidasi. DAR dan DER Perseroan selama periode historis rata-rata adalah sebesar 54% dan 118%. Penilaian Arus Kas Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan keuangan untuk menilai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas, memenuhi kewajibannya, membayar deviden, menilai penyebab terjadinya perbedaan antara laba dan arus kas terkait, dan menilai pengaruh kegiatan investasi dan pembiayaan yang menggunakan kas dan non-kas terhadap posisi keuangan perusahaan. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta keputusan perolehannya. Perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan di laporan keuangan untuk periode penyajian laporan keuangan. Tujuan utama dari laporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama satu periode. Tujuan keduanya adalah memberikan informasi atas dasar mengenai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Selain tujuan di atas, laporan arus kas juga penting untuk mengetahui keadaan kas secara pasti demi menjaga likuiditas perusahaan. Dengan adanya laporan arus kas ini, maka perusahaan akan mengetahui apakah perusahaan dalam keadaan defisit atau bahkan mengalami surplus. Berikut adalah laporan arus kas Perseroan untuk tahun 2021 – 2025: Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 51
P a g e | li
Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2021 – 2025
(dalam ribuan rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang diterima dari pelanggan 25.711.340.712 50.987.672.596 46.155.348.462 42.610.375.219 48.391.108.869
Pembayaran kas kepada pemasok dan untuk beban usaha (21.346.701.299) (46.642.645.100) (39.920.722.875) (38.272.118.301) (41.432.532.127)
Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi 4.364.639.413 4.345.027.496 6.234.625.587 4.338.256.918 6.958.576.742
Penerimaan dari (pembayaran untuk):
Penghasilan keuangan 29.965.271 40.055.996 148.600.565 215.740.530 188.704.147
Beban keuangan (39.365.785) (33.281.584) (59.823.435) (52.398.505) (24.082.337)
Akuisisi persediaan tanah kawasan industri, termasuk uang
muka ke kontraktor dan kapitalisasi bunga (552.413.419) (562.628.326) (1.143.894.858) (1.232.041.471) (1.116.305.087)
Pembayaran pajak penghasilan badan dan pajak lainnya 408.467.642 624.695.486 292.675.226 (2.247.687.582) (2.686.557.758)
Pengembalian pajak penghasilan dan pajak lainnya (1.266.735.679) (1.785.055.986) (1.970.285.390) 324.761.348 620.638.603
Arus Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 2.944.557.443 2.628.813.082 3.501.897.695 1.346.631.238 3.940.974.310
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (241.758.587) (290.151.224) (635.802.929) (1.187.078.235) (1.065.414.188)
Penerimaan atas likuidasi entitas anak - - -
Penerimaan uang muka atas penjualan aset tetap - - - - -
Uang muka pembelian aset tetap - - (12.714.392) (315.505) -
Hasil penjualan aset tetap 33.400.600 12.802.201 63.443.491 10.077.582 5.877.959
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi - 846.800 1.539.036 4.403.386 -
Penerimaan atas divestasi saham entitas asosiasi/entitas anak
tidak langsung - 103.846 - - 486.343
Investasi pada aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi - - - - (250.000.000)
Arus Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi (208.357.987) (276.398.377) (583.534.794) (1.172.912.772) (1.309.049.886)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan hutang bank jangka pendek 2.525.777.911 984.306.435 64.200.000 300.500.000 315.615.000
Pembayaran hutang bank jangka pendek (3.322.454.684) (993.434.484) (60.773.100) (298.500.000) (85.250.000)
Penambahan hutang bank jangka panjang (377.676.978) 409.118.674 2.438.212.337 2.700.000.000 1.488.745.613
Pembayaran hutang bank jangka panjang 117.784.352 (440.265.605) (870.240.766) (2.120.433.892) (1.391.156.266)
Pembayaran hutang obligasi - (68.000.000) - (37.000.000) -
Penerimaan setoran modal dari kepentingan nonpengendali
entitas anak - 108.803.589 306.967.190 82.575.724 16.871.190
Pembayaran dividen tunai kepada pemilik entitas induk (532.903.579) (828.961.123) (2.467.146.200) (1.973.716.960) (1.977.629.460)
Buyback saham - - -
Pembayaran liabilitas sewa (93.784.233) (44.809.269) (59.676.224) (131.265.846) (79.841.595)
Pembayaran hutang obligasi - - - 7.809.350 23.428.050
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (1.683.257.211) (873.241.783) (648.456.763) (1.470.031.624) (1.689.217.468)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS 1.052.942.245 1.479.172.922 2.269.906.138 (1.296.313.158) 942.706.956
Dampak perubahan selisih kurs (1.813.467) 258.315.422 (72.261.208) 126.679.085 95.600.811
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1.549.363.629 2.600.492.407 4.337.980.751 6.535.625.681 5.365.991.608
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2.600.492.407 4.337.980.751 6.535.625.681 5.365.991.608 6.404.299.375
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Selama tahun 2021 – 2025, arus kas aktivitas operasi Perseroan terdiri dari arus kas masuk. Arus kas
masuk aktivitas operasi terbesar terjadi pada tahun 2025 sebesar Rp3.940.974.310.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025 arus kas dari aktivitas investasi merupakan arus kas keluar. Arus kas
aktivitas investasi terbesar terjadi pada tahun 2025 yaitu arus kas keluar. Pada tahun 2025, arus kas
keluar untuk aktivitas investasi adalah sebesar Rp1.309.049.886.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025 arus kas dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas keluar. Arus kas
keluar aktivitas pendanaan terbesar terjadi pada tahun 2025. Pada tahun 2025, arus kas keluar untuk
aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp1.689.217.468.000,-.
Kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada tahun 2025 adalah sebesar Rp6.404.299.375.000,-.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 52
P a g e | lii
Common-Size Statement Laporan Laba Rugi Perseroan
Tahun 2021 – 2025
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan 100% 100% 100% 100% 100%
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan 99% 99% 99% 99% 99%
Pendapatan Sewa 1% 1% 1% 1% 1%
Beban Pokok Pendapatan -91% -91% -89% -91% -91%
Laba Kotor 9% 9% 11% 9% 9%
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi -3% -2% -2% -2% -2%
Beban penjualan 0% 0% 0% 0% 0%
Pendapatan (Beban) Usaha Lainnya
Laba atas penjualan aset tetap - neto 0% 0% 0% 0% 0%
Laba (rugi) selisih kurs - neto 0% 0% 0% 0% 0%
Pendapatan usaha lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
Beban usaha lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
Total Beban Operasi -3% -2% -2% -2% -2%
Laba Usaha 6% 6% 8% 7% 7%
Penghasilan keuangan 0% 0% 0% 1% 1%
Pajak final terkait penghasilan keuangan 0% 0% 0% 0% 0%
Beban keuangan 0% 0% 0% 0% 0%
Bagian atas laba entitas asosiasi 0% 0% 0% 0% 0%
Beban penghapusan piutang atas perubahan formula 0% 0% 0% 0% 0%
harga PSO
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain 0% 0% 0% 1% 0%
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak Final 6% 6% 8% 6% 7%
dan Pajak Penghasilan
Pajak final 0% 0% 0% 0% 0%
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak 5% 6% 9% 7% 7%
Penghasilan
Pajak Kini -1% -1% -1% -1% -1%
Pajak Tangguhan 0% 0% 0% 0% 0%
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dilanjutkan 4% 5% 7% 6% 6%
Laba (rugi) tahun berjalan dari operasi yang dihentikan 0% 0% 0% 0% 0%
Laba neto dari operasi yang dihentikan 0% 0% 0% 0% 0%
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dihentikan 0% 0% 0% 0% 0%
Laba Neto Tahun Berjalan 4% 5% 7% 6% 6%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Berdasarkan tabel common-size statement Laporan Laba Rugi Perseroan tahun 2021 – 2025, dapat
diketahui bahwa selama periode historis proporsi beban pokok penjualan terhadap jumlah
pendapatan relatif stabil. Proporsi beban pokok penjualan terbesar terjadi pada tahun 2021, 2022,
2024, dan 2025 yaitu sebesar 91%, sedangkan pada tahun 2023 tercatat sedikit lebih rendah yaitu
sebesar 89%.
Selama tahun 2021 – 2025, laba tahun berjalan terhadap pendapatan cenderung mengalami
peningkatan dan stabilitas yaitu sebesar 4% (2021), 5% (2022), 7% (2023), 6% (2024), dan 6% (2025).
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 53
P a g e | liii
Common-size Statement Laporan Posisi Keuangan Perseroan
Tahun 2021 – 2025
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 11% 16% 22% 16% 18%
Piutang usaha 19% 22% 21% 23% 26%
Piutang lain-lain 0% 0% 0% 0% 0%
Persediaan 10% 11% 10% 10% 7%
Persediaan tanah kawasan industri 9% 8% 5% 11% 11%
Pajak dibayar di muka 1% 0% 1% 0% 0%
Biaya dibayar dimuka 0% 0% 0% 0% 0%
Uang muka 0% 0% 0% 0% 0%
Aset lancar lainnya 1% 0% 0% 1% 1%
TOTAL ASET LANCAR 51% 58% 60% 63% 64%
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga 3% 2% 1% 1% 3%
Investasi pada entitas asosiasi 2% 2% 1% 1% 1%
Aset pajak tangguhan - neto 1% 1% 1% 1% 0%
Properti investasi 8% 7% 6% 5% 5%
Aset tetap - neto 21% 18% 18% 19% 19%
Aset hak guna - neto 2% 2% 2% 2% 2%
Sewa tanah jangka panjang dibayar di muka - neto 0% 0% 0% 0% 0%
Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang 0% 0% 0% 0% 0%
0% 0% 0% 0% 1%
Aset keuangan tidak lancar lainnya 1% 0% 0% 0% 0%
Persediaan tanah kawasan industri untuk
pengembangan 11% 10% 10% 6% 4%
Uang muka 0% 0% 0% 0% 0%
Aset tidak lancar lainnya - neto 0% 0% 0% 0% 0%
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 49% 42% 40% 37% 36%
TOTAL ASET 100% 100% 100% 100% 100%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang bank jangka pendek dan lainnya 1% 0% 0% 0% 1%
Hutang usaha 33% 34% 31% 31% 34%
Hutang lain-lain 0% 0% 1% 1% 1%
Hutang pajak 1% 1% 1% 1% 2%
Biaya masih harus dibayar 1% 2% 2% 2% 2%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 1% 1% 1% 0% 0%
Liabilitas sewa jangka pendek 0% 0% 0% 0% 0%
Liabilitas kontrak 1% 1% 1% 1% 1%
Uang muka pelanggan dan lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
Hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam
satu tahun 2% 2% 4% 3% 3%
Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun 0% 0% 0% 0% 0%
Hutang dividen 0% 0% 0% 0% 0%
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 40% 41% 41% 41% 43%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - neto 0% 0% 0% 0% 0%
Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun 9% 8% 10% 11% 10%
Hutang obligasi 0% 0% 0% 0% 0%
Liabilitas imbalan pasca kerja 1% 1% 1% 1% 1%
Liabilitas kontrak jangka panjang 1% 0% 0% 2% 2%
Liabilitas sewa jangka panjang 1% 1% 1% 1% 1%
Hutang dividen 0% 0% 0% 0% 0%
Liabilitas jangka panjang lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 12% 10% 12% 15% 14%
TOTAL LIABILITAS 52% 52% 54% 56% 57%
EKUITAS
Modal Saham 2% 1% 1% 1% 1%
Tambahan modal yang disetor 5% 5% 4% 4% 4%
Saham treasuri -1% 0% 0% 0% 0%
Saldo laba 32% 33% 31% 29% 28%
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 1% 1% 1% 1% 1%
Komponen ekuitas lainnya 0% 0% 0% 0% 0%
Kepentingan non-pengendali 8% 8% 9% 9% 9%
TOTAL EKUITAS 48% 48% 46% 44% 43%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 100% 100% 100% 100% 100%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Berdasarkan tabel common-size statement laporan posisi keuangan tahun 2021 – 2025, dapat
diketahui bahwa selama periode historis porsi terbesar pada sisi aset adalah pada aset lancar untuk
akun piutang usaha, dimana porsi tertinggi terjadi pada tahun 2025 sebesar 26%. Selain itu, aset
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 54
P a g e | liv
tetap - neto juga merupakan salah satu komponen utama dalam aset tidak lancar dengan porsi yang
relatif stabil, yaitu berkisar antara 18% hingga 21% selama periode tersebut.
Pada sisi liabilitas dan ekuitas diketahui bahwa porsi terbesar selama tahun 2021 – 2025 adalah
liabilitas jangka pendek untuk akun utang usaha, dengan porsi tertinggi terjadi pada tahun 2022
sebesar 34% dari total jumlah liabilitas dan ekuitas. Selain itu, dari sisi ekuitas, akun saldo laba juga
menunjukkan kontribusi yang signifikan dengan porsi yang relatif stabil, yaitu berkisar antara 28%
hingga 33% selama periode tersebut.
b) Analisis Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi laba rugi Perseroan untuk tahun 2026 – 2030 seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini:
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan
(dalam ribuan rupiah)
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 51.328.000.000 54.205.893.760 57.935.274.450 62.434.961.238 67.910.734.068
Beban Pokok Penjualan (46.890.000.000) (49.562.245.529) (52.929.028.433) (56.834.220.588) (61.331.697.385)
Laba Kotor 4.438.000.000 4.643.648.231 5.006.246.016 5.600.740.650 6.579.036.683
Biaya Operasional (800.716.800) (845.611.943) (903.790.281) (973.985.395) (1.154.482.479)
Pendapatan lainnya
Beban Bunga (75.000.000) (115.000.000) (142.000.000) (160.000.000) (169.000.000)
Pendapatan Bunga 152.000.000 155.000.000 159.000.000 162.000.000 166.000.000
Pendapatan dari Asosiasi (BMS) 88.000.000 97.000.000 106.000.000 117.000.000 129.000.000
Laba Sebelum Pajak (EBT) 3.802.283.200 3.935.036.289 4.225.455.735 4.745.755.255 5.550.554.204
Pajak Penghasilan (836.502.304) (865.707.984) (929.600.262) (1.044.066.156) (1.221.121.925)
Laba Setelah Pajak 2.965.780.896 3.069.328.305 3.295.855.473 3.701.689.099 4.329.432.279
Minority Interest (359.757.403) (394.487.388) (503.642.986) (679.354.801) (977.517.799)
Laba Setelah Pajak Perseroan 2.606.023.493 2.674.840.917 2.792.212.487 3.022.334.298 3.351.914.480
Perseroan memproyeksikan pendapatan usaha memiliki pertumbuhan dengan CAGR sebesar 7,25%
selama periode 2026–2030, dengan pendapatan usaha tertinggi terjadi pada tahun 2030. Proyeksi
pendapatan usaha didominasi oleh kegiatan utama Perseroan di sektor perdagangan dan distribusi
bahan bakar minyak serta bahan kimia dasar. Pertumbuhan pendapatan usaha Perseroan
mencerminkan strategi ekspansi yang lebih konservatif dibandingkan periode historis, dengan
mempertimbangkan stabilisasi harga komoditas serta kondisi pasar yang lebih moderat. Sehingga
atas dasar tersebut, Perseroan optimis terhadap prognosa antara lain dapat menghasilkan
pendapatan usaha sebesar Rp67.910.734.068.000,- pada tahun 2030 dengan pertumbuhan yang
berkelanjutan.
Adapun seiring dengan peningkatan pendapatan usaha, beban pokok pendapatan turut mengalami
peningkatan yang relatif sejalan yang menunjukkan struktur biaya yang stabil dan konsisten terhadap
skala operasional Perseroan. Perseroan memiliki strategi dalam mencapai proyeksi pendapatan yang
telah diperkirakan, antara lain adalah sebagai berikut:
i) Memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur logistik untuk mendukung peningkatan
volume penjualan;
ii) Meningkatkan penetrasi pasar pada segmen industri dan komersial;
iii) Mengoptimalkan efisiensi operasional guna menjaga stabilitas margin di tengah dinamika
harga komoditas.
Selanjutnya, Laba Setelah Pajak selama periode proyeksi 2026–2030 akan mengalami tren yang
meningkat dengan rata-rata margin laba sebesar 5,89%. Pada tahun 2026 total laba diproyeksikan
adalah sebesar Rp2.965.780.896.000,- dan akan mengalami peningkatan menjadi sebesar
Rp4.329.432.279.000,- pada tahun 2030.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 55
P a g e | lv
c) Nilai Kepentingan Ekonomis
i) Analisis Nilai Setoran Modal dan Nilai Nominal Saham Berdasarkan Perjanjian JV
Proporsi Setoran Modal
Nama Perusahaan Nilai Setoran Modal (USD) Nilai Setoran Modal (Rupiah) Nilai Nominal (USD) Nilai Nominal (Rupiah)
Terhadap Total Setoran Modal
Perseroan 7.472.500 125.403.495.000 49% 7.472.500 125.403.495.000
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama 305.000 5.118.510.000 2% 305.000 5.118.510.000
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. 7.472.500 125.403.495.000 49% 7.472.500 125.403.495.000
Total Setoran Modal 15.250.000 255.925.500.000 100% 15.250.000 255.925.500.000
Berdasarkan Perjanjian JV antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak
Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd., masing-masing pihak melakukan setoran modal sesuai dengan
proporsi kepemilikan saham yang diperoleh dalam perusahaan patungan. Perjanjian JV memiliki
komposisi kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
sebesar 2%, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%. Sebagaimana disajikan pada tabel
di atas, nilai setoran modal yang dilakukan oleh masing-masing pihak memiliki proporsi yang sama
dengan nilai nominal saham yang diterima. Dengan demikian, oleh karena itu tidak ada pihak
yang mendapat perbedaan kepentingan ekonomis dalam pelaksanaan transaksi tersebut.
Tabel Analisis Struktur Pendanaan dan Penyertaan Modal dalam JV
Uraian Proporsi Nilai (USD) Nilai (Rp)
Total Investasi Proyek FSRU 100% 315.000.000 5.286.330.000.000
Porsi Pendanaan Utang 70% 220.500.000 3.700.431.000.000
Porsi Pendanaan Ekuitas 30% 94.500.000 1.585.899.000.000
Uraian Proporsi Nilai (USD) Nilai (Rp)
Total Pendanaan Equitas 94.500.000 1.585.899.000.000
Porsi Kepemilikan Perseroan 49% 46.305.000 777.090.510.000
Porsi Kepemilikan PT Arthakencana Rayatama 2% 1.890.000 31.717.980.000
Porsi Kepemilikan BW FSRU VII Pte. Ltd. 49% 46.305.000 777.090.510.000
Total Setoran Modal JV 100% 94.500.000 1.585.899.000.000
Berdasarkan struktur pendanaan proyek sebagaimana tertuang dalam studi kelayakan, total
investasi proyek FSRU sebesar USD315.000.000 direncanakan akan dibiayai melalui kombinasi
ekuitas sebesar 30% dan utang sebesar 70%. Dengan demikian, total setoran modal para
pemegang saham pada JVCo adalah sebesar USD94.500.000. Perjanjian JV memiliki komposisi
kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama sebesar 2%,
dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%. Sejalan dengan komposisi kepemilikan saham
tersebut, masing-masing pihak melakukan setoran modal sesuai dengan proporsi kepemilikan
saham yang diperoleh dalam perusahaan patungan. Oleh karena itu, tidak terdapat pemberian
manfaat ekonomis yang berbeda maupun perbedaan kepentingan ekonomis kepada pihak afiliasi
dalam pelaksanaan transaksi tersebut. Berdasarkan struktur pendanaan tersebut, nilai setoran
modal Perseroan sebesar 49% dari total ekuitas proyek atau sebesar USD46.305.000 merupakan
dasar pengakuan investasi pada Proforma Laporan Keuangan Perseroan sebesar
Rp777.331.205.000.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 56
P a g e | lvi
ii) Analisis Manfaat Ekonomis Pembangunan FSRU
a. Struktur Investasi dan Kepemilikan Proyek FSRU
Tabel Struktur Investasi dan Kepemilikan Proyek FSRU
Uraian Proporsi Nilai (USD) Nilai (Rp)
Total Investasi Proyek FSRU 100% 315.000.000 5.286.330.000.000
Porsi Pendanaan Utang 70% 220.500.000 3.700.431.000.000
Porsi Pendanaan Ekuitas 30% 94.500.000 1.585.899.000.000
Uraian Proporsi Nilai (USD) Nilai (Rp)
Total Pendanaan Equitas 94.500.000 1.585.899.000.000
Porsi Kepemilikan Perseroan 49% 46.305.000 777.090.510.000
Porsi Kepemilikan PT Arthakencana Rayatama 2% 1.890.000 31.717.980.000
Porsi Kepemilikan BW FSRU VII Pte. Ltd. 49% 46.305.000 777.090.510.000
Total Setoran Modal JV 100% 94.500.000 1.585.899.000.000
Berdasarkan Analisis Manfaat Ekonomis yang disusun , total investasi proyek FSRU
direncanakan sebesar USD315.000.000 yang akan dibiayai melalui kombinasi pendanaan berupa
ekuitas sebesar 30% dan utang sebesar 70%. Dengan demikian, total kebutuhan setoran modal
pemegang saham pada JV adalah sebesar USD94.500.000. Sesuai dengan Perjanjian JV, Perseroan
memiliki porsi kepemilikan sebesar 49%, sehingga porsi investasi Perseroan dalam pendanaan
ekuitas proyek adalah sebesar USD46.305.000 atau setara dengan Rp777.090.510.000. Nilai
investasi tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan Proforma Laporan Keuangan
Perseroan serta Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU.
b. Basis Asumsi Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU
Tabel Asumsi Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU
Asumsi UoM Nilai
Asumsi Operasional
Masa Proyek tahun 25
Commercial Operation Date (COD) periode Q3 2029
Tingkat Ketersediaan Operasi (Availability Rate ) % 95%
Hari Operasi hari/tahun 365
Tarif Sewa Harian (Daily Charter Rate ) USD/hari 250.000
Asumsi Keuangan
Tingkat Inflasi % 2,60%
Tarif Pajak Penghasilan Badan % 22%
Struktur Pendanaan (Utang : Ekuitas) % 70% : 30%
Tingkat Diskonto (Discount Rate ) % 9,53%
Berdasarkan Analisis Manfaat Ekonomis yang disusun oleh , Analisis Manfaat Ekonomis
Proyek FSRU dilakukan dengan menggunakan masa proyeksi selama 25 tahun dengan asumsi
proyek mulai beroperasi secara komersial pada kuartal ketiga tahun 2029. Proyek diasumsikan
memiliki tingkat availability sebesar 95% dan beroperasi selama 365 hari per tahun. Pendapatan
diproyeksikan menggunakan daily charter rate sebesar USD250.000 per hari, sedangkan asumsi
ekonomi dan keuangan yang digunakan meliputi tingkat inflasi sebesar 2,60%, tarif pajak sebesar
22%, dan tingkat diskonto sebesar 9,53%. Asumsi tersebut digunakan sebagai dasar dalam
penyusunan proyeksi keuangan dalam Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 57
P a g e | lvii
c. Basis Asumsi Pendapatan Proyek FSRU
Tabel Asumsi Pendapatan Proyek FSRU
Asumsi UoM Nilai
Asumsi Pendapatan
Daily Charter Rate USD/hari 250.000
Operating Days hari/tahun 365
Availability % 95%
Revenue Tahun Normal USD/tahun 86.687.500
Berdasarkan Analisis Manfaat Ekonomis yang disusun oleh , pendapatan Proyek FSRU
diproyeksikan berdasarkan asumsi daily charter rate sebesar USD250.000 per hari, dengan jumlah
hari operasi sebesar 365 hari per tahun dan tingkat ketersediaan operasi (availability) sebesar 95%.
Pendapatan tahunan dihitung berdasarkan formula Daily Charter Rate × Operating Days ×
Availability, sehingga diperoleh proyeksi pendapatan pada kondisi operasi normal (normal year
revenue) sebesar USD86.687.500 per tahun. Proyeksi pendapatan tersebut digunakan sebagai
dasar dalam penyusunan proyeksi keuangan dalam Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU.
d. Proyeksi Arus Kas Proyek FSRU
Berdasarkan asumsi-asumsi yang telah dijelaskan sebelumnya, menyusun Proyeksi Laporan
Laba Rugi Proyek FSRU untuk periode tahun 2026 sampai dengan Juni 2054 sebagai dasar dalam
melakukan Analisis Manfaat Ekonomis Proyek, sebagaimana disajikan pada tabel berikut.
Tabel Proyeksi Laba Rugi Pendapatan Proyek FSRU Tahun 2026 – Juni 2054
(dalam USD)
Deskripsi 2026 2027 2028 Jan - Jun 2029 Jul - Des 2029 2030 2031 2032 2033 2034
Bulan 0 0 0 0 6 12 12 12 12 12
Operation Periode Flag 0 0,00 0,00 0,00 0,50 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
Total Operation Period 0 0,00 0,00 0,00 0,50 1,50 2,50 3,50 4,50 5,50
Inflation Rate 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60%
Pendapatan
Pendapatan - - - - 43.343.750 90.761.813 95.027.618 99.493.916 104.170.130 109.066.126
Total Pendapatan - - - - 43.343.750 90.761.813 95.027.618 99.493.916 104.170.130 109.066.126
COGS (13.003.125) (27.228.544) (28.508.285) (29.848.175) (31.251.039) (32.719.838)
Gross Profit 30.340.625 63.533.269 66.519.332 69.645.741 72.919.091 76.346.288
Beban Operasional
Total Beban Operasi - - - - (6.085.504) (12.743.046) (13.341.969) (13.969.041) (14.625.586) (15.312.989)
EBITDA - - - - 24.255.121 50.790.223 53.177.364 55.676.700 58.293.505 61.033.299
Beban Penyusutan - - - - (5.880.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000)
Beban Amortisasi - - - - (1.353.418) (2.706.836) (2.706.836) (2.706.836) (2.706.836) (2.706.836)
EBIT - - - - 17.021.703 36.323.387 38.710.528 41.209.864 43.826.669 46.566.463
Beban Bunga - - - - (7.741.251) (24.076.447) (24.226.274) (24.448.781) (24.576.416) (25.181.257)
EBT - - - - 9.280.452 12.246.940 14.484.254 16.761.083 19.250.252 21.385.206
Beban Pajak - - - - (2.041.699) (2.694.327) (3.186.536) (3.687.438) (4.235.055) (4.704.745)
Net Profit - - - - 7.238.753 9.552.613 11.297.718 13.073.645 15.015.197 16.680.461
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 58
P a g e | lviii
Deskripsi 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044
Bulan 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12
Operation Periode Flag 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
Total Operation Period 6,50 7,50 8,50 9,50 10,50 11,50 12,50 13,50 14,50 15,50
Inflation Rate 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60%
Pendapatan
Pendapatan 114.192.234 119.559.269 125.178.554 131.061.946 137.221.858 143.671.285 150.423.836 157.493.756 164.895.962 172.646.073
Total Pendapatan 114.192.234 119.559.269 125.178.554 131.061.946 137.221.858 143.671.285 150.423.836 157.493.756 164.895.962 172.646.073
COGS (34.257.670) (35.867.781) (37.553.566) (39.318.584) (41.166.557) (43.101.386) (45.127.151) (47.248.127) (49.468.789) (51.793.822)
Gross Profit 79.934.564 83.691.488 87.624.988 91.743.363 96.055.301 100.569.900 105.296.685 110.245.629 115.427.174 120.852.251
Beban Operasional
Total Beban Operasi (16.032.699) (16.786.236) (17.575.189) (18.401.223) (19.266.081) (20.171.586) (21.119.651) (22.112.274) (23.151.551) (24.239.674)
EBITDA 63.901.864 66.905.252 70.049.799 73.342.139 76.789.220 80.398.313 84.177.034 88.133.355 92.275.622 96.612.577
Beban Penyusutan (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000)
Beban Amortisasi (2.706.836) (2.706.836) (2.706.836) (2.706.836) - - - - - -
EBIT 49.435.029 52.438.416 55.582.963 58.875.304 65.029.220 68.638.313 72.417.034 76.373.355 80.515.622 84.852.577
Beban Bunga (23.015.331) (22.716.423) (11.397.010) (230.338) (217.820) (205.301) (192.783) (180.264) (167.746) (155.228)
EBT 26.419.698 29.721.993 44.185.953 58.644.966 64.811.400 68.433.012 72.224.251 76.193.090 80.347.876 84.697.349
Beban Pajak (5.812.333) (6.538.839) (9.720.910) (12.901.892) (14.258.508) (15.055.263) (15.889.335) (16.762.480) (17.676.533) (18.633.417)
Net Profit 20.607.364 23.183.155 34.465.044 45.743.073 50.552.892 53.377.749 56.334.916 59.430.610 62.671.343 66.063.932
Deskripsi 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 Jan - Jun 2054
Bulan 12 12 12 12 12 12 12 12 12 6
Operation Periode Flag 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,50
Total Operation Period 16,50 17,50 18,50 19,50 20,50 21,50 22,50 23,50 24,50 25,00
Inflation Rate 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60% 2,60%
Pendapatan
Pendapatan 180.760.438 189.256.179 198.151.219 207.464.326 217.215.150 227.424.262 238.113.202 249.304.523 261.021.835 133.577.924
Total Pendapatan 180.760.438 189.256.179 198.151.219 207.464.326 217.215.150 227.424.262 238.113.202 249.304.523 261.021.835 133.577.924
COGS (54.228.131) (56.776.854) (59.445.366) (62.239.298) (65.164.545) (68.227.279) (71.433.961) (74.791.357) (78.306.551) (40.073.377)
Gross Profit 126.532.307 132.479.325 138.705.853 145.225.028 152.050.605 159.196.983 166.679.241 174.513.166 182.715.285 93.504.547
Beban Operasional
Total Beban Operasi (25.378.939) (26.571.749) (27.820.621) (29.128.190) (30.497.215) (31.930.585) (33.431.322) (35.002.594) (36.647.716) (18.754.469)
EBITDA 101.153.368 105.907.576 110.885.232 116.096.838 121.553.389 127.266.399 133.247.919 139.510.572 146.067.569 74.750.078
Beban Penyusutan (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (11.760.000) (5.880.000)
Beban Amortisasi - - - - - - - - - -
EBIT 89.393.368 94.147.576 99.125.232 104.336.838 109.793.389 115.506.399 121.487.919 127.750.572 134.307.569 68.870.078
Beban Bunga (142.709) (130.191) (117.673) (105.154) (92.636) (80.118) (67.599) (55.081) (42.562) (15.022)
EBT 89.250.658 94.017.385 99.007.559 104.231.684 109.700.753 115.426.281 121.420.320 127.695.491 134.265.006 68.855.056
Beban Pajak (19.635.145) (20.683.825) (21.781.663) (22.930.970) (24.134.166) (25.393.782) (26.712.470) (28.093.008) (29.538.301) (15.148.112)
Net Profit 69.615.514 73.333.560 77.225.896 81.300.713 85.566.588 90.032.499 94.707.850 99.602.483 104.726.705 53.706.944
Berdasarkan asumsi-asumsi yang telah dijelaskan sebelumnya, menyusun Proyeksi Arus
Kas Proyek FSRU untuk periode tahun 2026 sampai dengan Juni 2054 sebagai dasar dalam melakukan
Analisis Manfaat Ekonomis Proyek, sebagaimana disajikan pada tabel berikut.
Tabel Proyeksi Arus Kas Proyek FSRU Tahun 2026 – Juni 2054
(dalam USD)
Deskripsi 2026 2027 2028 Jan - Jun 2029 Jul - Des 2029 2030 2031 2032 2033 2034
EBIT - - - - 17.021.703 36.323.387 38.710.528 41.209.864 43.826.669 46.566.463
Pajak Penghasilan (t)
EBIT*(1-t) - - - - 15.149.316 28.332.242 30.194.212 32.143.694 34.184.802 36.321.841
+ Depresiasi + Amortisasi - - - - 7.233.418 14.466.836 14.466.836 14.466.836 14.466.836 14.466.836
Capital Expenditure (379.868.360)
-Change in WC - - - (5.000.000) 250.000 26.750 (128.888) (124.618) (194.237) (214.257)
Cash Flow to Equity - - - (384.868.360) 22.632.734 42.825.828 44.532.160 46.485.912 48.457.401 50.574.420
+ Interest Payment (7.741.251) (24.076.447) (24.226.274) (24.448.781) (24.576.416) (25.181.257)
Free Cash Flow - - - (384.868.360) 14.891.483 18.749.381 20.305.886 22.037.131 23.880.984 25.393.163
Deskripsi 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044
EBIT 49.435.029 52.438.416 52.438.416 58.875.304 65.029.220 68.638.313 72.417.034 76.373.355 80.515.622 84.852.577
Pajak Penghasilan (t)
EBIT*(1-t) 38.559.322 40.901.965 40.901.965 45.922.737 50.722.792 53.537.884 56.485.287 59.571.217 62.802.185 66.185.010
+ Depresiasi + Amortisasi 14.466.836 14.466.836 14.466.836 14.466.836 11.760.000 11.760.000 11.760.000 11.760.000 11.760.000 11.760.000
Capital Expenditure
-Change in WC (224.686) (273.710) (315.802) (350.200) (376.089) (392.593) (398.773) (393.622) (376.060) (344.933)
Cash Flow to Equity 52.801.472 55.095.090 55.052.999 60.039.373 62.106.702 64.905.291 67.846.513 70.937.595 74.186.125 77.600.077
+ Interest Payment (23.015.331) (22.716.423) (11.397.010) (230.338) (217.820) (205.301) (192.783) (180.264) (167.746) (155.228)
Free Cash Flow 29.786.141 32.378.668 43.655.989 59.809.035 61.888.883 64.699.990 67.653.730 70.757.330 74.018.379 77.444.849
Deskripsi 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 Jan - Jun 2054
EBIT 89.393.368 94.147.576 99.125.232 104.336.838 109.793.389 115.506.399 121.487.919 127.750.572 134.307.569 68.870.078
Pajak Penghasilan (t)
EBIT*(1-t) 69.726.827 73.435.109 77.317.681 81.382.734 85.638.844 90.094.991 94.760.577 99.645.446 104.759.903 61.294.370
+ Depresiasi + Amortisasi 11.760.000 11.760.000 11.760.000 11.760.000 11.760.000 11.760.000 11.760.000 11.760.000 11.760.000 5.880.000
Capital Expenditure
-Change in WC (373.290) (392.505) (401.657) (433.860) (475.012) (451.951) (414.629) (464.209) (506.488) 5.506.488
Cash Flow to Equity 81.113.537 84.802.604 88.676.025 92.708.873 96.923.832 101.403.039 106.105.948 110.941.237 116.013.415 72.680.858
+ Interest Payment (142.709) (130.191) (117.673) (105.154) (92.636) (80.118) (67.599) (55.081) (42.562) (15.022)
Free Cash Flow 80.970.828 84.672.413 88.558.352 92.603.719 96.831.196 101.322.922 106.038.349 110.886.156 115.970.853 72.665.836
e. Analisis Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 59
P a g e | lix
Tabel Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU
Deskripsi UoM Nilai
IRR Project % 10,347%
Tingkat Diskonto % 9,5%
NPV USD 390.114.476
Payback Period tahun 11,5
Berdasarkan hasil Analisis Manfaat Ekonomis yang dilakukan oleh , proyek FSRU
menghasilkan tingkat pengembalian internal (Internal Rate of Return atau "IRR") sebesar 10,34%,
yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat diskonto sebesar 9,53%. Selain itu, proyek
menghasilkan Net Present Value ("NPV") positif sebesar USD390.114.476 dan memiliki payback
period selama 11,5 tahun. Dengan mempertimbangkan bahwa nilai IRR melebihi tingkat diskonto
dan NPV bernilai positif, proyek FSRU secara finansial dapat dinilai layak untuk dilaksanakan.
d) Analisis Batas Wajar atas Nilai Transaksi
Mengacu pada Pasal 48b POJK No. 35/2020, berikut adalah tabel uji batas atas dan batas bawah
sebesar 7,5% untuk:
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Perjanjian JV
Perseroan telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan
Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk pembangunan Floating Storage and Regasification Unit
("FSRU"). Perjanjian JV memiliki komposisi kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
sebesar 49%.
Perseroan melakukan Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran Modal sebesar Rp125.403.495.000,-.
Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Nominal Modal adalah sebesar Rp125.403.495.000,-. Uraian hasil
perhitungan terdapat pada Perjanjian JV Nomor [•] tanggal [•].
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Perjanjian JV
(dalam rupiah penuh)
Keterengan Penjelasan Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi 7,5% diatas Nilai Transaksi 134.808.757.125
Nilai Nominal Modal Perseroan di JV 125.403.495.000*
Batas bawah dari Nilai Transaksi 7,5% dibawah Nilai Transaksi 115.998.232.875
Nilai Setoran Modal Perseroan di JV 125.403.495.000
*) Nilai Nominal Perseroan di JV berdasarkan Perjanjian JV adalah sebesar USD7.472.500 atau setara dengan
Rp125.403.495.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp
16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran Modal Perseroan di JV berdasarkan Perjanjian JV adalah
sebesar USD7.472.500 atau setara dengan Rp125.403.495.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank
Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-.
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp 134.808.757.125,- dan Rp115.998.232.875,- sehingga Nilai Transaksi sebesar
Rp125.403.495.000,- berada pada batas wajar.
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap JV
Berdasarkan Perjanjian JV
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama dan Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk pembangunan Floating
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 60
P a g e | lx
Storage and Regasification Unit ("FSRU"). Perjanjian JV memiliki komposisi kepemilikan saham
Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak
Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%.
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama melakukan Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran Modal
sebesar Rp5.118.510.000,-. Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Nominal Modal adalah sebesar
Rp5.118.510.000,-. Uraian hasil perhitungan terdapat pada Perjanjian JV Nomor [●] tanggal [●].
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap
JV Berdasarkan Perjanjian JV
(dalam rupiah penuh)
Keterengan Penjelasan Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi 7,5% diatas Nilai Transaksi 5.502.398.250
Nilai Nominal Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana
5.118.510.000*
Rayatama di JV
Batas bawah dari Nilai Transaksi 7,5% dibawah Nilai Transaksi 4.734.621.750
Nilai Setoran Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama 5.118.510.000
*) Nilai Nominal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama di JV berdasarkan Perjanjian JV adalah sebesar USD305.000
atau setara dengan Rp5.118.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal
Penilaian sebesar Rp 16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran Modal Perseroan di JV berdasarkan
Perjanjian JV adalah sebesar USD305.000 atau setara dengan Rp5.118.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs
Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-.
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp5.502.398.250,- dan Rp4.734.621.750,- sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp5.118.510.000,-
berada pada batas wajar.
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%
Perseroan telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan
Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. Untuk Pembangunan FSRU. Perjanjian JV memiliki komposisi
kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%.
Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%, Perseroan melakukan Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran
Modal sebesar Rp777.090.510.000,- . Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Nominal Modal adalah
sebesar Rp777.090.510.000,,-.
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 61
P a g e | lxi
Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas
JV 30%
(dalam rupiah penuh)
Keterengan Penjelasan Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi 7,5% diatas Nilai Transaksi 835.372.298.250
Nilai Nominal Modal Perseroan di JV 777.090.510.000*
Batas bawah dari Nilai Transaksi 7,5% dibawah Nilai Transaksi 718.808.721.750
Nilai Setoran Modal Perseroan di JV 777.090.510.000
*) Nilai Nominal Perseroan di JV berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total Investasi adalah sebesar
USD46.305.000 atau setara dengan Rp777.090.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia
pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran Modal Perseroan di JV
berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total Investasi adalah sebesar USD46.305.000 atau setara dengan
Rp777.090.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp
16.782,-.
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp835.372.298.250,- dan Rp718.808.721.750,- sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp777.090.510.000,-
berada pada batas wajar.
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap JV
Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama dan Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk Pembangunan FSRU.
Perjanjian JV memiliki komposisi kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%.
Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama melakukan
Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran Modal sebesar Rp31.717.980.000,-. Berdasarkan hasil
penilaian, Nilai Nominal Modal adalah sebesar Rp31.717.980.000,-.
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap
JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%
(dalam rupiah penuh)
Keterengan Penjelasan Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi 7,5% diatas Nilai Transaksi 34.096.828.500
Nilai Nominal Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana
31.717.980.000*
Rayatama di JV
Batas bawah dari Nilai Transaksi 7,5% dibawah Nilai Transaksi 29.339.131.500
Nilai Setoran Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama 31.717.980.000
*) Nilai Nominal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama di JV berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total
Investasi adalah sebesar USD1.890.000 atau setara dengan Rp31.717.980.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs
Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran
Modal Perseroan di JV berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total Investasi adalah sebesar USD305.000 atau
setara dengan Rp5.118.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian
sebesar Rp 16.782,-.
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp34.096.828.500,- dan Rp29.339.131.500,- sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp31.717.980.000,-
berada pada batas wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 62
P a g e | lxii
Berdasarkan seluruh pengujian batas kewajaran yang telah dilakukan, baik atas penyertaan modal
Perseroan maupun Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama berdasarkan Nilai Setoran Modal
sebagaimana diatur dalam Perjanjian JV serta berdasarkan skenario struktur pendanaan proyek
dengan proporsi ekuitas sebesar 30%, seluruh Nilai Transaksi berada dalam rentang batas bawah
dan batas atas kewajaran yang diperoleh dari hasil penilaian. Selain itu, komposisi penyertaan
modal masing-masing pihak sesuai dengan proporsi kepemilikan saham dan Nilai Nominal Modal
sebagaimana diatur dalam Perjanjian JV, sehingga tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis
maupun pemberian manfaat ekonomis yang tidak wajar kepada salah satu pihak. Dengan demikian,
pelaksanaan penyertaan modal dalam pembentukan JVCo dapat disimpulkan berada dalam batas
wajar.
e) Analisis Nilai Inkremental
Sebelum pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU., Perseroan telah melakukan dua transaksi yaitu Transaksi Pengalihan Saham
Treasury dan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU.
Perseroan telah melakukan transaksi pengalihan Saham Treasury sebanyak 181.005.000 lembar
saham dengan nilai transaksi sebesar Rp282.526.310.000. Berdasarkan analisis inkremental atas
transaksi tersebut, Perseroan memperoleh tambahan pendapatan bunga deposito yang memberikan
nilai tambah inkremental kumulatif sebesar Rp58.298.302.000 selama periode proyeksi 2026–2030.
Perhitungan nilai inkremental atas transaksi pengalihan Saham Treasury tersebut dapat dilihat pada
tabel berikut.
Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Pengalihan Saham Treasury 3.802.283.200 3.935.036.289 4.225.455.735 4.745.755.255 5.550.554.204
EBT Setelah Transaksi Pengalihan Saham Treasury 3.813.084.746 3.946.250.799 4.237.098.999 4.757.843.664 5.563.104.777
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury 10.801.546 11.214.511 11.643.264 12.088.409 12.550.573
Kumulatif Inkremental 58.298.302
Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Pembelian Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Keterangan Luas (m2) Harga Jual Harga/m2
Nilai Transaksi 15.624 14.217.753.661 909.994
Nilai Pasar 15.624 14.467.824.000 926.000
Nilai Tambah Inkremental 250.070.339 16.006
Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah inkremental di atas, dapat diketahui bahwa Nilai
Transaksi pembelian tanah yang dikenakan kepada Perseroan adalah sebesar Rp 909.994,- per m²,
sedangkan indikasi Nilai Pasar tanah adalah sebesar Rp926.000 per m². Dengan demikian,
pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU berpotensi memberikan nilai tambah inkremental bagi Perseroan sebesar Rp
16.006 per m² atau sebesar Rp 250.070.339 secara keseluruhan. Nilai tambah inkremental tersebut
mencerminkan bahwa Perseroan memperoleh tanah pada nilai transaksi yang masih berada di
bawah indikasi Nilai Pasar.
Adapun perhitungan nilai inkremental atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. dapat dilihat pada tabel berikut.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 63
P a g e | lxiii
Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga
BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Proyek FSRU 3.813.084.746 3.946.250.799 4.237.098.999 4.757.843.664 5.563.104.777
EBT Setelah Transaksi Proyek FSRU 3.813.084.746 3.946.250.799 4.237.098.999 22.615.513.259 29.128.962.586
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury - - - 17.857.669.595 23.565.857.809
Kumulatif Inkremental 41.423.527.404
Berdasarkan hasil Analisis Kelayakan dan Manfaat Ekonomis Pembangunan FSRU sebagaimana
diuraikan pada bagian sebelumnya, proyek FSRU diproyeksikan menghasilkan manfaat ekonomis
bagi Perseroan melalui kepemilikan sebesar 49% pada JV. Dengan mempertimbangkan kebijakan
pembagian dividen maksimal sebesar 30% dari laba bersih JV, Perseroan diproyeksikan memperoleh
manfaat ekonomis berupa penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikannya selama masa
operasi proyek. Dengan demikian, partisipasi Perseroan dalam pengembangan proyek FSRU melalui
JV berpotensi memberikan manfaat ekonomis yang memadai serta mendukung peningkatan nilai
investasi Perseroan dalam jangka panjang.
Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah (incremental value) di atas, pelaksanaan Transaksi
Afiliasi atas Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. diproyeksikan menghasilkan tambahan laba (incremental
earnings) bagi Perseroan yang mulai diakui sejak proyek mencapai Commercial Operation Date
("COD") pada Q3 2029. Pada tahun 2029, Perseroan diproyeksikan memperoleh tambahan laba
sebesar Rp17.857.669.595, yang selanjutnya meningkat menjadi Rp23.565.857.805 pada tahun
2030. Secara kumulatif, pelaksanaan transaksi tersebut diproyeksikan menghasilkan nilai tambah
inkremental sebesar Rp41.423.527.404, sehingga menunjukkan bahwa investasi Perseroan pada JV
berpotensi memberikan manfaat ekonomis dan meningkatkan nilai Perseroan.
f) Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi
Analisis atas dampak Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU. dilakukan dengan menganalisa dampak Transaksi Afiliasi atas Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. pada tanggal 31
Desember 2025.
Berikut adalah analisis atas informasi keuangan proforma konsolidasian Perseroan sebelum dan
sesudah pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU per tanggal 31 Desember 2025, yang disusun oleh Manajemen Perseroan
dan telah direviu oleh Auditor sesuai dengan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 64
P a g e | lxiv
Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025
(dalam ribuan rupiah)
Dampak Transaksi
Saldo Sebelum Transaksi Saldo Setelah Transaksi
Deskripsi Transaksi Pembentukan JV
Pembentukan JV (FSRU) Pembentukan JV (FSRU)
(FSRU)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank * 6.404.299.375 6.404.299.375
Piutang usaha
Pihak berelasi 148.422 148.422
Pihak ketiga, neto 9.544.509.087 9.544.509.087
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 2.315.888 2.315.888
Pihak ketiga 43.387.027 43.387.027
Persediaan - neto 2.601.111.632 2.601.111.632
Persediaan tanah kawasan industri 4.013.228.173 4.013.228.173
Pajak dibayar dimuka * 135.665.526 135.665.526
Uang muka 59.980.112 59.980.112
Biaya dibayar di muka 88.080.384 88.080.384
Aset lancar lainnya 430.990.526 430.990.526
Total Aset Lancar 23.323.716.152 - 23.323.716.152
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga 1.224.582.641 1.224.582.641
Investasi pada entitas asosiasi 535.825.092 777.090.510 1.312.915.602
Aset pajak tangguhan - neto 181.237.136 181.237.136
Properti investasi 1.816.567.520 1.816.567.520
Aset tetap - neto * *** 6.810.814.885 6.810.814.885
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi 250.000.000 250.000.000
Aset hak guna - neto * **** 839.161.376 839.161.376
Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang 70.449.440 70.449.440
Persediaan tanah kawasan industri untuk pengembangan 1.421.440.536 1.421.440.536
Uang muka - -
Aset tidak lancar lainnya - neto 37.856.217 37.856.217
Aset keuangan tidak lancar lainnya 50.630.262 50.630.262
Total Aset Tidak Lancar 13.238.565.105 777.090.510 14.015.655.615
TOTAL ASET 36.562.281.257 777.090.510 37.339.371.767
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang bank jangka pendek dan lainnya 237.365.000 237.365.000
Hutang usaha 12.333.889.025 12.333.889.025
Hutang lain-lain * 209.351.573 126.225.813 335.577.386
Hutang pajak 653.587.230 653.587.230
Biaya masih harus dibayar 663.234.721 663.234.721
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 118.052.612 118.052.612
Liabilitas sewa jangka pendek 71.402.299 71.402.299
Liabilitas Kontrak jangka pendek 311.093.601 311.093.601
Hutang bank jangka panjang dan lainnya yang jatuh tempo
1.182.438.653
dalam satu tahun 1.182.438.653
Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun - -
Hutang dividen 56.785.476 56.785.476
Total Liabilitas Jangka Pendek 15.837.200.190 126.225.813 15.963.426.003
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - neto 40.939.690 40.939.690
Hutang bank jangka panjang dan lainnya setelah dikurangi
3.703.087.919
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 3.703.087.919
Hutang obligasi - -
Liabilitas imbalan pasca kerja 210.005.038 210.005.038
Liabilitas kontrak jangka panjang 631.125.850 631.125.850
Liabilitas sewa jangka panjang 518.488.414 518.488.414
Hutang dividen - -
Liabilitas jangka panjang lainnya 11.484.687 650.864.697 662.349.384
Total Liabilitas Jangka Panjang 5.115.131.598 650.864.697 5.765.996.295
TOTAL LIABILITAS 20.952.331.788 777.090.510 21.729.422.298
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp20 (nilai penuh)
Modal dasar - 37.500.000.000 saham
Tambahan modal ditempatkan dan disetor penuh -
401.469.492
20.073.474.600 saham 401.469.492
Tambahan modal disetor 1.365.578.353 1.365.578.353
Saham Treasuri - 273.705.000 saham (96.093.902) (96.093.902)
Saldo laba * - -
Ditentukan penggunaanya 4.118.000 4.118.000
Tidak ditentukan penggunaannya 10.136.709.446 10.136.709.446
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 275.160.157 275.160.157
Komponen ekuitas lainnya -
Bagian atas perubahan lainnya dari ekuitas entitas anak 68.994.086 68.994.086
JUMLAH EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK 12.155.935.632 - 12.155.935.632
KEPENTINGAN NONPENGENDALI 3.454.013.837 - 3.454.013.837
EKUITAS, NETO 15.609.949.469 - 15.609.949.469
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 36.562.281.257 777.090.510 37.339.371.767
Sumber: Laporan Proforma Perseroan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 65
P a g e | lxv
*) Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan yang disediakan oleh Auditor menggunakan
basis Laporan Keuangan Audit Perseroan per 31 Desember 2025 dan jika mempertimbangkan
dampak (i) Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada tanggal 4, 5, dan 6 Mei 2026 dengan nilai
transaksi sebesar Rp282.526.310.000 serta dampak peningkatan ekuitas pada akun Saham Treasuri
sebesar Rp63.548.261.000 berdasarkan Laporan Pendapat Kewajaran Nomor 00006/2.0094-
00/BS/05/0268/1/V/2026 tanggal 6 Mei 2026, dan (ii) Transaksi Pembelian Tanah seluas 15.624 m²
yang berlokasi di Bitung dari PT Harmas Sahabat Perkasa berdasarkan Laporan Pendapat Kewajaran
Nomor [●] tanggal [●], yang antara lain mengakibatkan:
a. penyesuaian akun kas dan bank sebesar Rp69.423.000, sehingga akun kas dan bank meningkat
dari Rp6.404.299.375.000 menjadi Rp6.686.756.262.000;
b. penyesuaian akun pajak dibayar dimuka sebesar Rp1.719.000, sehingga akun pajak dibayar
dimuka meningkat dari Rp135.665.526.000 menjadi Rp135.667.245.000;
c. peningkatan akun aset tetap sebesar Rp5.484.024.000, sehingga akun aset tetap meningkat dari
Rp6.810.814.885.000 menjadi Rp6.816.298.909.000;
d. penurunan akun aset hak guna sebesar Rp5.416.320.000, sehingga akun aset hak guna menurun
dari Rp839.161.376.000 menjadi Rp833.745.056.000;
e. peningkatan akun hutang lain-lain sebesar Rp17.343.000, sehingga akun hutang lain-lain
meningkat dari Rp209.351.573.000 menjadi Rp335.594.729.000;
f. penurunan akun Saham Treasuri - 273.705.000 saham sebesar Rp 63.548.261.000, sehingga akun
Saham Treasuri - 273.705.000 saham menurun dari Rp96.093.902.000 menjadi
Rp32.545.641.000;
g. serta peningkatan akun saldo laba sebesar Rp 227.711.779.000 akibat peningkatan akun
Keuntungan atas Pengalihan Saham Treasury sebesar Rp218.978.049.000, peningkatan akun
Pendapatan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk
Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah dari Tahun 2010 - 2025 sebesar Rp8.733.730.000.
Sehingga akun saldo laba meningkat dari Rp 10.140.827.446.000 menjadi Rp
10.368.539.225.000.
Oleh karena itu, untuk keperluan analisis Transaksi FSRU, TRUSCEL telah melakukan penyesuaian atas
dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury dan Transaksi Pembelian Tanah tersebut, sehingga
total aset Perseroan yang digunakan sebagai dasar analisis proforma Transaksi FSRU dari sebesar
Rp36.562.281.257.000 menjadi sebesar Rp37.621.898.077.000.
Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU:
1) Terdapat peningkatan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi
atas Pembentukan JVCo, yang terutama berasal dari pengakuan investasi pada entitas asosiasi
sebesar Rp777.090.510.000 sebagai representasi penyertaan modal Perseroan sebesar 49% pada
JVCo. Dengan demikian, total aset tidak lancar Perseroan mengalami peningkatan dari sebesar
Rp13.238.565.105.000 menjadi Rp14.015.655.615.000;
2) Terdapat perubahan pada sisi liabilitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pembentukan JVCo, dimana total liabilitas Perseroan meningkat dari sebesar
Rp20.952.349.131.000,- menjadi sebesar Rp21.729.439.641.000,-. Peningkatan tersebut
terutama berasal dari pengakuan kewajiban terkait penyertaan modal Perseroan pada JVCo yang
dicatat pada akun Hutang lain-lain sebesar Rp126.225.813.000,- dan Liabilitas jangka panjang
lainnya sebesar Rp650.864.697.000,- sebagai bagian dari mekanisme pendanaan penyertaan
modal Perseroan dalam pembentukan JVCo. Dengan demikian, total liabilitas Perseroan
mengalami peningkatan sebesar Rp777.090.510.000,- setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pembentukan JVCo;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 66
P a g e | lxvi
3) Tidak terdapat perubahan pada sisi ekuitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pembentukan JVCo. Hal tersebut disebabkan karena pelaksanaan penyertaan modal Perseroan
pada JVCo tidak menimbulkan dampak langsung terhadap ekuitas Perseroan pada tanggal
proforma. Dengan demikian, manfaat ekonomis yang diharapkan dari pelaksanaan transaksi
akan terealisasi pada periode operasional proyek melalui peningkatan nilai investasi dan potensi
penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikan Perseroan pada JVCo.
Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan per 31 Desember 2025
(dalam ribuan rupiah)
Saldo Sebelum Transaksi Dampak Transaksi Transaksi Saldo Setelah Transaksi
Deskripsi
Pembentukan JV (FSRU) Pembentukan JV (FSRU) Pembentukan JV (FSRU)
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan 45.732.540.855 - 45.732.540.855
Pendapatan Sewa 285.927.217 - 285.927.217
Beban Pokok Penjualan dan Pendapatan (41.920.479.417) - (41.920.479.417)
Laba Bruto 4.097.988.655 - 4.097.988.655
Beban usaha
Beban umum dan administrasi (961.169.832) - (961.169.832)
Beban penjualan (98.127.836) - (98.127.836)
Pendapatan (beban) usaha lainnya
Laba atas penjualan/pengalihan aset tetap - neto 2.679.292 - 2.679.292
Laba (rugi) selisih kurs - neto 14.824.560 - 14.824.560
Pendapatan usaha lainnya 39.712.781 - 39.712.781
Beban usaha lainnya (12.106.041) - (12.106.041)
Pendapatan Investasi (FSRU) - - -
Laba Usaha 3.083.801.579 - 3.083.801.579
Penghasilan keuangan 290.778.124 - 290.778.124
Pajak final terkait penghasilan keuangan (45.491.265) - (45.491.265)
Beban keuangan (73.767.925) - (73.767.925)
Bagian atas laba entitas asosiasi 52.199.723 - 52.199.723
Laba Sebelum Pajak Final dan Pajak Penghasilan 3.307.520.236 - 3.307.520.236
Pajak final (25.458.432) - (25.458.432)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 3.282.061.804 - 3.282.061.804
Pajak penghasilan - neto:
Pajak kini (434.396.510) - (434.396.510)
Pajak tangguhan (24.249.287) - (24.249.287)
Laba Neto Tahun Berjalan 2.823.416.007 - 2.823.416.007
Penghasilan Komprehensif Lain
Pos yang Direklasifikasi ke Laba Rugi pada Periode
Mendatang
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 48.063.782 - 48.063.782
Pos yang Ridak Direklasifikasi ke Laba Rugi pada
Periode Mendatang
Keuntungan aktuarial atas imbalan pasca kerja (6.468.599) - (6.468.599)
Pajak tangguhan terkait 1.902.667 - 1.902.667
Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak 2.866.913.857 - 2.866.913.857
Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 2.472.616.076 - 2.472.616.076
Kepentingan nonpengendali 350.799.931 - 350.799.931
Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak 2.823.416.007 - 2.823.416.007
Sumber: Laporan Proforma Perseroan
Berdasarkan Analisis Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan, dapat diketahui bahwa tidak terdapat
perubahan pada laporan laba rugi Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 67
P a g e | lxvii Berdasarkan analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Perseroan sebelum dan sesudah pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan transaksi mengakibatkan peningkatan total aset Perseroan sebesar Rp777.090.510.000, yang terutama berasal dari peningkatan aset tidak lancar berupa pengakuan investasi pada entitas asosiasi sebagai representasi penyertaan modal Perseroan pada JVCo. Selain itu, total liabilitas Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar Rp777.090.510.000 yang berasal dari pengakuan kewajiban terkait mekanisme pendanaan penyertaan modal Perseroan pada JVCo. Namun demikian, pelaksanaan transaksi tidak memberikan dampak langsung terhadap ekuitas maupun laba rugi Perseroan pada tanggal proforma. Dengan demikian, manfaat ekonomis dari pelaksanaan transaksi diproyeksikan akan terealisasi pada masa operasional proyek melalui peningkatan nilai investasi dan potensi penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikan Perseroan pada JVCo. 4) Analisis Kewajaran atas Transaksi Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU oleh Perseroan dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan infrastruktur energi dan penguatan posisi Perseroan dalam bisnis penyimpanan, regasifikasi, dan distribusi gas alam cair (liquefied natural gas atau "LNG"). Melalui pelaksanaan transaksi ini, Perseroan bersama mitra strategis diharapkan dapat mengembangkan fasilitas FSRU yang akan mendukung kebutuhan infrastruktur LNG nasional serta menciptakan sumber pendapatan jangka panjang yang berkelanjutan. Dengan dilaksanakannya transaksi tersebut, Perseroan diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi melalui kepemilikan pada perusahaan patungan yang bergerak dalam pengembangan dan pengoperasian FSRU, memperluas portofolio usaha di sektor infrastruktur energi, meningkatkan diversifikasi sumber pendapatan, serta memperkuat posisi strategis Perseroan dalam pengembangan ekosistem energi nasional. Dengan demikian, transaksi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung peningkatan nilai Perseroan secara keseluruhan. Analisis kewajaran dilakukan dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis Kualitatif Berdasarkan informasi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan Perseroan, sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan antara lain meliputi bidang industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri bahan bakar dari pemurnian dan pengilangan minyak bumi; perdagangan besar bahan bakar padat, cari dan gas dan produk yang terkait serta bahan dan barang kimia, perdagangan eceran bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG) dan liquefied petroleum gas (LPG), pengangkutan dan pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya); angkutan melalui saluran pipa, angkutan bermotor untuk barang umum, angkutan bermotor untuk barang khusus, angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus, pergudangan dan penyimpanan, penyimpanan minyak dan gas bumi, aktivitas penyimpanan B3, aktivitas bounded warehousing atau wilayah kawasan berikat, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis (jasa); serta kegiatan usaha penunjang yang meliputi pengangkutan dan pergudangan, aktivitas pelayanan kepelabuhan laut, aktivitas pelayanan kepelabuhan sungai dan danau, konstruksi; pengadaan listrik, gas, uap, air panas dan udara dingin. Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail, distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 68
P a g e | lxviii
produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya.
Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
Berdasarkan tinjauan industri secara keseluruhan, sektor properti, logistik, distribusi BBM, dan kimia
dasar menunjukkan dinamika pertumbuhan yang berbeda namun saling melengkapi dalam
mendukung aktivitas ekonomi. Meskipun pada periode terakhir pertumbuhan global cenderung
melambat akibat tekanan makroekonomi, prospek ke depan masih menunjukkan arah yang positif,
didorong oleh pemulihan aktivitas ekonomi, pembangunan infrastruktur, peningkatan konsumsi
energi, serta kebutuhan distribusi dan industrialisasi yang berkelanjutan. Hal ini mengindikasikan
bahwa secara agregat, sektor-sektor tersebut masih memiliki fundamental yang cukup kuat untuk
mendukung pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.
Sejalan dengan kondisi tersebut, prospek operasional Perseroan pada periode 2026–2030
menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dan terukur. Secara agregat, Perseroan
memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dengan CAGR sebesar sekitar 7,25% selama periode
proyeksi, yang mencerminkan ekspansi usaha yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan
kondisi pasar dan kapasitas operasional yang dimiliki. Proyeksi ini berada pada tingkat yang relatif
sejalan dengan pertumbuhan industri yang diperkirakan dengan rentang 5,18% - 7,90% CAGR,
sehingga menunjukkan bahwa asumsi yang digunakan telah mencerminkan dinamika dari sektor-
sektor utama yang mendasari kegiatan usaha Perseroan.
Lebih lanjut, perbedaan tipis antara pertumbuhan Perseroan dan industri mencerminkan
pendekatan yang prudent dalam penyusunan proyeksi, khususnya dalam mengantisipasi risiko
eksternal seperti volatilitas harga energi, dinamika suku bunga, perubahan kebijakan, serta
ketidakpastian permintaan pasar. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, proyeksi
pertumbuhan pendapatan Perseroan dinilai berada dalam tingkat yang wajar dan menunjukkan
posisi Perseroan yang adaptif, serta memiliki potensi untuk terus berkembang seiring dengan
pertumbuhan sektor properti, logistik, distribusi BBM, dan kimia dasar yang mendasarinya.
Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif, pelaksanaan
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
berpotensi memberikan manfaat bagi Perseroan berupa penguatan penguasaan aset strategis yang
digunakan untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan dalam jangka panjang. Melalui
transaksi ini, Perseroan memperoleh kepastian kepemilikan atas tanah yang sebelumnya digunakan
berdasarkan skema sewa, sehingga diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pengelolaan aset,
mendukung keberlangsungan operasional, serta memberikan nilai tambah ekonomis bagi Perseroan.
Selain itu, berdasarkan analisis nilai transaksi, Perseroan memperoleh tanah pada nilai yang masih
berada di bawah indikasi Nilai Pasar. Adapun berdasarkan analisis yang dilakukan, tidak terdapat
kerugian inkremental yang material terkait dengan pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
Analisis Kuantitatif
Analisis Batas Wajar atas Nilai Transaksi
Mengacu pada Pasal 48b POJK No. 35/2020, berikut adalah tabel uji batas atas dan batas bawah
sebesar 7,5% untuk:
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Perjanjian JV
Perseroan telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan
Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk pembangunan Floating Storage and Regasification Unit
("FSRU"). Perjanjian JV memiliki komposisi kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 69
P a g e | lxix
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
sebesar 49%.
Perseroan melakukan Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran Modal sebesar Rp125.403.495.000,-.
Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Nominal Modal adalah sebesar Rp125.403.495.000,-. Uraian hasil
perhitungan terdapat pada Perjanjian JV Nomor [•] tanggal [•].
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Perjanjian JV
(dalam rupiah penuh)
Keterengan Penjelasan Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi 7,5% diatas Nilai Transaksi 134.808.757.125
Nilai Nominal Modal Perseroan di JV 125.403.495.000*
Batas bawah dari Nilai Transaksi 7,5% dibawah Nilai Transaksi 115.998.232.875
Nilai Setoran Modal Perseroan di JV 125.403.495.000
*) Nilai Nominal Perseroan di JV berdasarkan Perjanjian JV adalah sebesar USD7.472.500 atau setara dengan
Rp125.403.495.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp
16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran Modal Perseroan di JV berdasarkan Perjanjian JV adalah
sebesar USD7.472.500 atau setara dengan Rp125.403.495.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank
Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-.
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp 134.808.757.125,- dan Rp115.998.232.875,- sehingga Nilai Transaksi sebesar
Rp125.403.495.000,- berada pada batas wajar.
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap JV
Berdasarkan Perjanjian JV
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama dan Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk pembangunan Floating
Storage and Regasification Unit ("FSRU"). Perjanjian JV memiliki komposisi kepemilikan saham
Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak
Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%.
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama melakukan Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran Modal
sebesar Rp5.118.510.000,-. Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Nominal Modal adalah sebesar
Rp5.118.510.000,-. Uraian hasil perhitungan terdapat pada Perjanjian JV Nomor [•] tanggal [•].
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap
JV Berdasarkan Perjanjian JV
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 70
P a g e | lxx
(dalam rupiah penuh)
Keterengan Penjelasan Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi 7,5% diatas Nilai Transaksi 5.502.398.250
Nilai Nominal Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana
5.118.510.000*
Rayatama di JV
Batas bawah dari Nilai Transaksi 7,5% dibawah Nilai Transaksi 4.734.621.750
Nilai Setoran Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama 5.118.510.000
*) Nilai Nominal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama di JV berdasarkan Perjanjian JV adalah sebesar USD305.000
atau setara dengan Rp5.118.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal
Penilaian sebesar Rp 16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran Modal Perseroan di JV berdasarkan
Perjanjian JV adalah sebesar USD305.000 atau setara dengan Rp5.118.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs
Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-.
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp5.502.398.250,- dan Rp4.734.621.750,- sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp5.118.510.000,-
berada pada batas wajar.
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%
Perseroan telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan
Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. Untuk Pembangunan FSRU. Perjanjian JV memiliki komposisi
kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%.
Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%, Perseroan melakukan Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran
Modal sebesar Rp777.090.510.000,- . Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Nominal Modal adalah
sebesar Rp777.090.510.000,,-.
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas
JV 30%
(dalam rupiah penuh)
Keterengan Penjelasan Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi 7,5% diatas Nilai Transaksi 835.372.298.250
Nilai Nominal Modal Perseroan di JV 777.090.510.000*
Batas bawah dari Nilai Transaksi 7,5% dibawah Nilai Transaksi 718.808.721.750
Nilai Setoran Modal Perseroan di JV 777.090.510.000
*) Nilai Nominal Perseroan di JV berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total Investasi adalah sebesar
USD46.305.000 atau setara dengan Rp777.090.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia
pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran Modal Perseroan di JV
berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total Investasi adalah sebesar USD46.305.000 atau setara dengan
Rp777.090.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp
16.782,-.
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp835.372.298.250,- dan Rp718.808.721.750,- sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp777.090.510.000,-
berada pada batas wajar.
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap JV
Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama dan Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk Pembangunan FSRU.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 71
P a g e | lxxi
Perjanjian JV memiliki komposisi kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%.
Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama melakukan
Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran Modal sebesar Rp31.717.980.000,-. Berdasarkan hasil
penilaian, Nilai Nominal Modal adalah sebesar Rp31.717.980.000,-.
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap
JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%
(dalam rupiah penuh)
Keterengan Penjelasan Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi 7,5% diatas Nilai Transaksi 34.096.828.500
Nilai Nominal Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana
31.717.980.000*
Rayatama di JV
Batas bawah dari Nilai Transaksi 7,5% dibawah Nilai Transaksi 29.339.131.500
Nilai Setoran Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama 31.717.980.000
*) Nilai Nominal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama di JV berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total
Investasi adalah sebesar USD1.890.000 atau setara dengan Rp31.717.980.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs
Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran
Modal Perseroan di JV berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total Investasi adalah sebesar USD305.000 atau
setara dengan Rp5.118.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian
sebesar Rp 16.782,-.
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp34.096.828.500,- dan Rp29.339.131.500,- sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp31.717.980.000,-
berada pada batas wajar.
Berdasarkan seluruh pengujian batas kewajaran yang telah dilakukan, baik atas penyertaan modal
Perseroan maupun Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama berdasarkan Nilai Setoran Modal
sebagaimana diatur dalam Perjanjian JV serta berdasarkan skenario struktur pendanaan proyek
dengan proporsi ekuitas sebesar 30%, seluruh Nilai Transaksi berada dalam rentang batas bawah dan
batas atas kewajaran yang diperoleh dari hasil penilaian. Selain itu, komposisi penyertaan modal
masing-masing pihak sesuai dengan proporsi kepemilikan saham dan Nilai Nominal Modal
sebagaimana diatur dalam Perjanjian JV, sehingga tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis
maupun pemberian manfaat ekonomis yang tidak wajar kepada salah satu pihak. Dengan demikian,
pelaksanaan penyertaan modal dalam pembentukan JVCo dapat disimpulkan berada dalam batas
wajar.
Analisis Nilai Inkremental
Sebelum pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU., Perseroan telah melakukan dua transaksi yaitu Transaksi Pengalihan Saham
Treasury dan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 72
P a g e | lxxii
Perseroan telah melakukan transaksi pengalihan Saham Treasury sebanyak 181.005.000 lembar
saham dengan nilai transaksi sebesar Rp282.526.310.000. Berdasarkan analisis inkremental atas
transaksi tersebut, Perseroan memperoleh tambahan pendapatan bunga deposito yang memberikan
nilai tambah inkremental kumulatif sebesar Rp58.298.302.000 selama periode proyeksi 2026–2030.
Perhitungan nilai inkremental atas transaksi pengalihan Saham Treasury tersebut dapat dilihat pada
tabel berikut.
Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Pengalihan Saham Treasury 3.802.283.200 3.935.036.289 4.225.455.735 4.745.755.255 5.550.554.204
EBT Setelah Transaksi Pengalihan Saham Treasury 3.813.084.746 3.946.250.799 4.237.098.999 4.757.843.664 5.563.104.777
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury 10.801.546 11.214.511 11.643.264 12.088.409 12.550.573
Kumulatif Inkremental 58.298.302
Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Pembelian Tanah oleh Perseroan Yang
Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
Keterangan Luas (m2) Harga Jual Harga/m2
Nilai Transaksi 15.624 14.217.753.661 909.994
Nilai Pasar 15.624 14.467.824.000 926.000
Nilai Tambah Inkremental 250.070.339 16.006
Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah inkremental di atas, dapat diketahui bahwa Nilai
Transaksi pembelian tanah yang dikenakan kepada Perseroan adalah sebesar Rp 909.994,- per m²,
sedangkan indikasi Nilai Pasar tanah adalah sebesar Rp926.000 per m². Dengan demikian,
pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU berpotensi memberikan nilai tambah inkremental bagi Perseroan sebesar Rp
16.006 per m² atau sebesar Rp 250.070.339 secara keseluruhan. Nilai tambah inkremental tersebut
mencerminkan bahwa Perseroan memperoleh tanah pada nilai transaksi yang masih berada di
bawah indikasi Nilai Pasar.
Adapun perhitungan nilai inkremental atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. dapat dilihat pada tabel berikut.
Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga
BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Proyek FSRU 3.813.084.746 3.946.250.799 4.237.098.999 4.757.843.664 5.563.104.777
EBT Setelah Transaksi Proyek FSRU 3.813.084.746 3.946.250.799 4.237.098.999 22.615.513.259 29.128.962.586
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury - - - 17.857.669.595 23.565.857.809
Kumulatif Inkremental 41.423.527.404
Berdasarkan hasil Analisis Kelayakan dan Manfaat Ekonomis Pembangunan FSRU sebagaimana
diuraikan pada bagian sebelumnya, proyek FSRU diproyeksikan menghasilkan manfaat ekonomis
bagi Perseroan melalui kepemilikan sebesar 49% pada JV. Dengan mempertimbangkan kebijakan
pembagian dividen maksimal sebesar 30% dari laba bersih JV, Perseroan diproyeksikan memperoleh
manfaat ekonomis berupa penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikannya selama masa
operasi proyek. Dengan demikian, partisipasi Perseroan dalam pengembangan proyek FSRU melalui
JV berpotensi memberikan manfaat ekonomis yang memadai serta mendukung peningkatan nilai
investasi Perseroan dalam jangka panjang.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 73
P a g e | lxxiii
Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah (incremental value) di atas, pelaksanaan Transaksi
Afiliasi atas Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. diproyeksikan menghasilkan tambahan laba (incremental
earnings) bagi Perseroan yang mulai diakui sejak proyek mencapai Commercial Operation Date
("COD") pada Q3 2029. Pada tahun 2029, Perseroan diproyeksikan memperoleh tambahan laba
sebesar Rp17.857.669.595, yang selanjutnya meningkat menjadi Rp23.565.857.805 pada tahun
2030. Secara kumulatif, pelaksanaan transaksi tersebut diproyeksikan menghasilkan nilai tambah
inkremental sebesar Rp41.423.527.404, sehingga menunjukkan bahwa investasi Perseroan pada JV
berpotensi memberikan manfaat ekonomis dan meningkatkan nilai Perseroan.
Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi
Analisis atas dampak Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU. dilakukan dengan menganalisa dampak Transaksi Afiliasi atas Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
terhadap laporan keuangan proforma Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. pada tanggal 31
Desember 2025.
Berikut adalah analisis Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
disediakan manajemen Perseroan.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 74
P a g e | lxxiv
Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025
(dalam ribuan rupiah)
Dampak Transaksi
Saldo Sebelum Transaksi Saldo Setelah Transaksi
Deskripsi Transaksi Pembentukan JV
Pembentukan JV (FSRU) Pembentukan JV (FSRU)
(FSRU)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank * 6.404.299.375 6.404.299.375
Piutang usaha
Pihak berelasi 148.422 148.422
Pihak ketiga, neto 9.544.509.087 9.544.509.087
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 2.315.888 2.315.888
Pihak ketiga 43.387.027 43.387.027
Persediaan - neto 2.601.111.632 2.601.111.632
Persediaan tanah kawasan industri 4.013.228.173 4.013.228.173
Pajak dibayar dimuka * 135.665.526 135.665.526
Uang muka 59.980.112 59.980.112
Biaya dibayar di muka 88.080.384 88.080.384
Aset lancar lainnya 430.990.526 430.990.526
Total Aset Lancar 23.323.716.152 - 23.323.716.152
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga 1.224.582.641 1.224.582.641
Investasi pada entitas asosiasi 535.825.092 777.090.510 1.312.915.602
Aset pajak tangguhan - neto 181.237.136 181.237.136
Properti investasi 1.816.567.520 1.816.567.520
Aset tetap - neto * *** 6.810.814.885 6.810.814.885
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi 250.000.000 250.000.000
Aset hak guna - neto * **** 839.161.376 839.161.376
Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang 70.449.440 70.449.440
Persediaan tanah kawasan industri untuk pengembangan 1.421.440.536 1.421.440.536
Uang muka - -
Aset tidak lancar lainnya - neto 37.856.217 37.856.217
Aset keuangan tidak lancar lainnya 50.630.262 50.630.262
Total Aset Tidak Lancar 13.238.565.105 777.090.510 14.015.655.615
TOTAL ASET 36.562.281.257 777.090.510 37.339.371.767
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang bank jangka pendek dan lainnya 237.365.000 237.365.000
Hutang usaha 12.333.889.025 12.333.889.025
Hutang lain-lain * 209.351.573 126.225.813 335.577.386
Hutang pajak 653.587.230 653.587.230
Biaya masih harus dibayar 663.234.721 663.234.721
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 118.052.612 118.052.612
Liabilitas sewa jangka pendek 71.402.299 71.402.299
Liabilitas Kontrak jangka pendek 311.093.601 311.093.601
Hutang bank jangka panjang dan lainnya yang jatuh tempo
1.182.438.653
dalam satu tahun 1.182.438.653
Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun - -
Hutang dividen 56.785.476 56.785.476
Total Liabilitas Jangka Pendek 15.837.200.190 126.225.813 15.963.426.003
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan - neto 40.939.690 40.939.690
Hutang bank jangka panjang dan lainnya setelah dikurangi
3.703.087.919
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 3.703.087.919
Hutang obligasi - -
Liabilitas imbalan pasca kerja 210.005.038 210.005.038
Liabilitas kontrak jangka panjang 631.125.850 631.125.850
Liabilitas sewa jangka panjang 518.488.414 518.488.414
Hutang dividen - -
Liabilitas jangka panjang lainnya 11.484.687 650.864.697 662.349.384
Total Liabilitas Jangka Panjang 5.115.131.598 650.864.697 5.765.996.295
TOTAL LIABILITAS 20.952.331.788 777.090.510 21.729.422.298
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp20 (nilai penuh)
Modal dasar - 37.500.000.000 saham
Tambahan modal ditempatkan dan disetor penuh -
401.469.492
20.073.474.600 saham 401.469.492
Tambahan modal disetor 1.365.578.353 1.365.578.353
Saham Treasuri - 273.705.000 saham (96.093.902) (96.093.902)
Saldo laba * - -
Ditentukan penggunaanya 4.118.000 4.118.000
Tidak ditentukan penggunaannya 10.136.709.446 10.136.709.446
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 275.160.157 275.160.157
Komponen ekuitas lainnya -
Bagian atas perubahan lainnya dari ekuitas entitas anak 68.994.086 68.994.086
JUMLAH EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK 12.155.935.632 - 12.155.935.632
KEPENTINGAN NONPENGENDALI 3.454.013.837 - 3.454.013.837
EKUITAS, NETO 15.609.949.469 - 15.609.949.469
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 36.562.281.257 777.090.510 37.339.371.767
Sumber: Laporan Proforma Perseroan
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 75
P a g e | lxxv
*) Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan yang disediakan oleh Auditor menggunakan
basis Laporan Keuangan Audit Perseroan per 31 Desember 2025 dan jika mempertimbangkan
dampak (i) Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada tanggal 4, 5, dan 6 Mei 2026 dengan nilai
transaksi sebesar Rp282.526.310.000 serta dampak peningkatan ekuitas pada akun Saham Treasuri
sebesar Rp63.548.261.000 berdasarkan Laporan Pendapat Kewajaran Nomor 00006/2.0094-
00/BS/05/0268/1/V/2026 tanggal 6 Mei 2026, dan (ii) Transaksi Pembelian Tanah seluas 15.624 m²
yang berlokasi di Bitung dari PT Harmas Sahabat Perkasa berdasarkan Laporan Pendapat Kewajaran
Nomor [●] tanggal [●], yang antara lain mengakibatkan:
a. penyesuaian akun kas dan bank sebesar Rp69.423.000, sehingga akun kas dan bank meningkat
dari Rp6.404.299.375.000 menjadi Rp6.686.756.262.000;
b. penyesuaian akun pajak dibayar dimuka sebesar Rp1.719.000, sehingga akun pajak dibayar
dimuka meningkat dari Rp135.665.526.000 menjadi Rp135.667.245.000;
c. peningkatan akun aset tetap sebesar Rp5.484.024.000, sehingga akun aset tetap meningkat dari
Rp6.810.814.885.000 menjadi Rp6.816.298.909.000;
d. penurunan akun aset hak guna sebesar Rp5.416.320.000, sehingga akun aset hak guna menurun
dari Rp839.161.376.000 menjadi Rp833.745.056.000;
e. peningkatan akun hutang lain-lain sebesar Rp17.343.000, sehingga akun hutang lain-lain
meningkat dari Rp209.351.573.000 menjadi Rp335.594.729.000;
f. penurunan akun Saham Treasuri - 273.705.000 saham sebesar Rp 63.548.261.000, sehingga akun
Saham Treasuri - 273.705.000 saham menurun dari Rp96.093.902.000 menjadi
Rp32.545.641.000;
g. serta peningkatan akun saldo laba sebesar Rp 227.711.779.000 akibat peningkatan akun
Keuntungan atas Pengalihan Saham Treasury sebesar Rp218.978.049.000, peningkatan akun
Pendapatan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk
Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah dari Tahun 2010 - 2025 sebesar Rp8.733.730.000.
Sehingga akun saldo laba meningkat dari Rp 10.140.827.446.000 menjadi Rp
10.368.539.225.000.
Oleh karena itu, untuk keperluan analisis Transaksi FSRU, TRUSCEL telah melakukan penyesuaian atas
dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury dan Transaksi Pembelian Tanah tersebut, sehingga
total aset Perseroan yang digunakan sebagai dasar analisis proforma Transaksi FSRU dari sebesar
Rp36.562.281.257.000 menjadi sebesar Rp37.621.898.077.000.
Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU:
1) Terdapat peningkatan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi
atas Pembentukan JVCo, yang terutama berasal dari pengakuan investasi pada entitas asosiasi
sebesar Rp777.090.510.000 sebagai representasi penyertaan modal Perseroan sebesar 49% pada
JVCo. Dengan demikian, total aset tidak lancar Perseroan mengalami peningkatan dari sebesar
Rp13.238.565.105.000 menjadi Rp14.015.655.615.000;
2) Terdapat perubahan pada sisi liabilitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pembentukan JVCo, dimana total liabilitas Perseroan meningkat dari sebesar
Rp20.952.349.131.000,- menjadi sebesar Rp21.729.439.641.000,-. Peningkatan tersebut
terutama berasal dari pengakuan kewajiban terkait penyertaan modal Perseroan pada JVCo yang
dicatat pada akun Hutang lain-lain sebesar Rp126.225.813.000,- dan Liabilitas jangka panjang
lainnya sebesar Rp650.864.697.000,- sebagai bagian dari mekanisme pendanaan penyertaan
modal Perseroan dalam pembentukan JVCo. Dengan demikian, total liabilitas Perseroan
mengalami peningkatan sebesar Rp777.090.510.000,- setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pembentukan JVCo;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 76
P a g e | lxxvi
3) Tidak terdapat perubahan pada sisi ekuitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pembentukan JVCo. Hal tersebut disebabkan karena pelaksanaan penyertaan modal Perseroan
pada JVCo tidak menimbulkan dampak langsung terhadap ekuitas Perseroan pada tanggal
proforma. Dengan demikian, manfaat ekonomis yang diharapkan dari pelaksanaan transaksi
akan terealisasi pada periode operasional proyek melalui peningkatan nilai investasi dan potensi
penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikan Perseroan pada JVCo.
Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan per 31 Desember 2025
(dalam ribuan rupiah)
Saldo Sebelum Transaksi Dampak Transaksi Transaksi Saldo Setelah Transaksi
Deskripsi
Pembentukan JV (FSRU) Pembentukan JV (FSRU) Pembentukan JV (FSRU)
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan 45.732.540.855 - 45.732.540.855
Pendapatan Sewa 285.927.217 - 285.927.217
Beban Pokok Penjualan dan Pendapatan (41.920.479.417) - (41.920.479.417)
Laba Bruto 4.097.988.655 - 4.097.988.655
Beban usaha
Beban umum dan administrasi (961.169.832) - (961.169.832)
Beban penjualan (98.127.836) - (98.127.836)
Pendapatan (beban) usaha lainnya
Laba atas penjualan/pengalihan aset tetap - neto 2.679.292 - 2.679.292
Laba (rugi) selisih kurs - neto 14.824.560 - 14.824.560
Pendapatan usaha lainnya 39.712.781 - 39.712.781
Beban usaha lainnya (12.106.041) - (12.106.041)
Pendapatan Investasi (FSRU) - - -
Laba Usaha 3.083.801.579 - 3.083.801.579
Penghasilan keuangan 290.778.124 - 290.778.124
Pajak final terkait penghasilan keuangan (45.491.265) - (45.491.265)
Beban keuangan (73.767.925) - (73.767.925)
Bagian atas laba entitas asosiasi 52.199.723 - 52.199.723
Laba Sebelum Pajak Final dan Pajak Penghasilan 3.307.520.236 - 3.307.520.236
Pajak final (25.458.432) - (25.458.432)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 3.282.061.804 - 3.282.061.804
Pajak penghasilan - neto:
Pajak kini (434.396.510) - (434.396.510)
Pajak tangguhan (24.249.287) - (24.249.287)
Laba Neto Tahun Berjalan 2.823.416.007 - 2.823.416.007
Penghasilan Komprehensif Lain
Pos yang Direklasifikasi ke Laba Rugi pada Periode
Mendatang
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 48.063.782 - 48.063.782
Pos yang Ridak Direklasifikasi ke Laba Rugi pada
Periode Mendatang
Keuntungan aktuarial atas imbalan pasca kerja (6.468.599) - (6.468.599)
Pajak tangguhan terkait 1.902.667 - 1.902.667
Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak 2.866.913.857 - 2.866.913.857
Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 2.472.616.076 - 2.472.616.076
Kepentingan nonpengendali 350.799.931 - 350.799.931
Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak 2.823.416.007 - 2.823.416.007
Sumber: Laporan Proforma Perseroan
Berdasarkan Analisis Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan, dapat diketahui bahwa tidak terdapat
perubahan pada laporan laba rugi Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 77
P a g e | lxxvii Berdasarkan analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Perseroan sebelum dan sesudah pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan transaksi mengakibatkan peningkatan total aset Perseroan sebesar Rp777.090.510.000, yang terutama berasal dari peningkatan aset tidak lancar berupa pengakuan investasi pada entitas asosiasi sebagai representasi penyertaan modal Perseroan pada JVCo. Selain itu, total liabilitas Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar Rp777.090.510.000 yang berasal dari pengakuan kewajiban terkait mekanisme pendanaan penyertaan modal Perseroan pada JVCo. Namun demikian, pelaksanaan transaksi tidak memberikan dampak langsung terhadap ekuitas maupun laba rugi Perseroan pada tanggal proforma. Dengan demikian, manfaat ekonomis dari pelaksanaan transaksi diproyeksikan akan terealisasi pada masa operasional proyek melalui peningkatan nilai investasi dan potensi penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikan Perseroan pada JVCo. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 78
P a g e | lxxviii
Kesimpulan Analisis Kewajaran
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU:
1. Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU oleh Perseroan dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan
infrastruktur energi dan penguatan posisi Perseroan dalam bisnis penyimpanan, regasifikasi,
dan distribusi gas alam cair (LNG). Melalui pelaksanaan transaksi ini, Perseroan bersama mitra
strategis diharapkan dapat mengembangkan fasilitas FSRU yang akan mendukung kebutuhan
infrastruktur LNG nasional serta menciptakan sumber pendapatan jangka panjang yang
berkelanjutan. Pengembangan kegiatan usaha melalui pembentukan JVCo untuk pembangunan
dan pengoperasian FSRU tersebut memiliki keterkaitan dan kesinambungan dengan kegiatan
usaha yang selama ini telah dijalankan oleh Perseroan dan/atau kelompok usaha Perseroan,
khususnya dalam kegiatan usaha infrastruktur energi dan LNG yang selama ini telah
menghasilkan pendapatan. Dengan dilaksanakannya transaksi tersebut, Perseroan diharapkan
dapat memperoleh manfaat ekonomi melalui kepemilikan pada perusahaan patungan yang
bergerak dalam pengembangan dan pengoperasian FSRU, memperluas portofolio usaha di
sektor infrastruktur energi, meningkatkan diversifikasi sumber pendapatan, serta memperkuat
posisi strategis Perseroan dalam pengembangan ekosistem energi nasional. Dengan demikian,
transaksi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung
peningkatan nilai Perseroan secara keseluruhan.
2) Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif, Pelaksanaan
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo berpotensi memberikan
manfaat ekonomis bagi Perseroan melalui kepemilikan sebesar 49% pada JVCo. Proyeksi
manfaat ekonomis menunjukkan NPV positif sebesar USD390.114.476, IRR sebesar 10,34% yang
lebih tinggi dibandingkan tingkat diskonto sebesar 9,53%, dan payback period selama 11,5
tahun. Perseroan akan melakukan penyertaan modal sebesar USD46.305.000 atau setara
dengan Rp777.090.510.000, dengan potensi penerimaan manfaat ekonomis berupa 49% dari
dividen yang dibagikan oleh JVCo, dimana pembagian dividen ditetapkan dengan batas
maksimum sebesar 30% dari laba yang dapat didistribusikan (distributable profits) setiap
tahunnya.
3) Berdasarkan seluruh pengujian batas kewajaran yang telah dilakukan, baik atas penyertaan
modal Perseroan maupun Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama berdasarkan Nilai Setoran
Modal sebagaimana diatur dalam Perjanjian JV serta berdasarkan skenario struktur pendanaan
proyek dengan proporsi ekuitas sebesar 30%, seluruh Nilai Transaksi berada dalam rentang
batas bawah dan batas atas kewajaran yang diperoleh dari hasil penilaian. Selain itu, komposisi
penyertaan modal masing-masing pihak sesuai dengan proporsi kepemilikan saham dan Nilai
Nominal Modal sebagaimana diatur dalam Perjanjian JV, sehingga tidak terdapat perbedaan
kepentingan ekonomis maupun pemberian manfaat ekonomis yang tidak wajar kepada salah
satu pihak. Dengan demikian, pelaksanaan penyertaan modal dalam pembentukan JVCo dapat
disimpulkan berada dalam batas wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 79
P a g e | lxxix
4) Berdasarkan Analisis Nilai Inkremental, proyeksi manfaat ekonomis atas partisipasi Perseroan
sebesar 49% pada JVCo, Perseroan berpotensi memperoleh manfaat ekonomis berupa
penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikannya, dengan mempertimbangkan
kebijakan pembagian dividen maksimum sebesar 30% dari laba yang dapat didistribusikan oleh
JVCo. Berdasarkan perhitungan nilai tambah (incremental earnings), manfaat ekonomi dari
investasi Perseroan pada JVCo mulai diakui sejak proyek mencapai Commercial Operation Date
(COD) pada Q3 2029, dengan tambahan laba sebesar Rp17.857.669.595 pada tahun 2029 dan
meningkat menjadi Rp23.565.857.805 pada tahun 2030. Secara kumulatif, pelaksanaan
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo diproyeksikan menghasilkan
nilai tambah inkremental sebesar Rp41.423.527.404, sehingga menunjukkan bahwa investasi
Perseroan berpotensi memberikan manfaat ekonomis dan mendukung peningkatan nilai
Perseroan dalam jangka panjang.
5) Berdasarkan analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Perseroan
sebelum dan sesudah pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan
JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII
Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan transaksi
mengakibatkan peningkatan total aset Perseroan sebesar Rp777.090.510.000, yang terutama
berasal dari peningkatan aset tidak lancar berupa pengakuan investasi pada entitas asosiasi
sebagai representasi penyertaan modal Perseroan pada JVCo. Selain itu, total liabilitas
Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar Rp777.090.510.000 yang berasal dari
pengakuan kewajiban terkait mekanisme pendanaan penyertaan modal Perseroan pada JVCo.
Namun demikian, pelaksanaan transaksi tidak memberikan dampak langsung terhadap ekuitas
maupun laba rugi Perseroan pada tanggal proforma. Dengan demikian, manfaat ekonomis dari
pelaksanaan transaksi diproyeksikan akan terealisasi pada masa operasional proyek melalui
peningkatan nilai investasi dan potensi penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikan
Perseroan pada JVCo.
Berdasarkan analisis kewajaran terhadap Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU secara kualitatif maupun kuantitatif, Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU dilakukan sebagai
bagian dari strategi optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja keuangan Perseroan,
dimana melalui transaksi ini Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana untuk memperkuat
likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam
mendukung pengembangan usaha di masa mendatang sehingga diharapkan memberikan kontribusi
positif terhadap peningkatan kinerja dan nilai ekonomis Perseroan secara keseluruhan. Dengan
mempertimbangkan hasil dari analisis-analisis kewajaran yang telah dilakukan oleh , maka
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU yang
akan direncanakan oleh Perseroan adalah Wajar dan memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020.
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 80
P a g e | lxxx KESIMPULAN Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU merupakan Transaksi Afiliasi sesuai POJK No. 42/2020 karena melibatkan pihak yang memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, namun tidak termasuk Transaksi Benturan Kepentingan karena tidak terdapat perbedaan kepentingan yang merugikan Perseroan. Akan tetapi, rencana transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 mengingat dalam Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan karena adanya Rencana Transaksi tersebut. Pengembangan kegiatan usaha melalui pembentukan JVCo untuk pembangunan dan pengoperasian FSRU tersebut memiliki keterkaitan dan kesinambungan dengan kegiatan usaha yang selama ini telah dijalankan oleh Perseroan dan/atau kelompok usaha Perseroan, khususnya dalam kegiatan usaha infrastruktur energi dan LNG yang selama ini telah menghasilkan pendapatan. Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilai di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII Tahun 2018 yang relevan dan Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI). Sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi oleh Perseroan, kami telah melakukan analisis kewajaran berdasarkan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif yang tertera di Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi. Berdasarkan Kondisi Pembatas, Asumsi-Asumsi Penting, Sifat dan Sumber Informasi, Analisis Rencana Transaksi, Analisis Kualitatif, Analisis Kuantitatif dan Analisis Kewajaran Nilai Transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi dengan asumsi realisasi proyeksi keuangan Perseroan yang akan memitigasi risiko yang tertera di laporan ini, maka tidak akan memberikan potensi kerugian untuk Perseroan. Dengan mempertimbangkan hasil dari analisis-analisis kewajaran yang telah dilakukan, maka Rencana Transaksi Perseroan adalah Wajar. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 81
P a g e | lxxxi PENUTUP Pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini. Hormat Kami, B. Sridhar Rao, CVA (Singapore), M.Com (India), MBM (Philippines), MAPPI Cert. (Indonesia). Managing Partner No. MAPPI : 05-S-01838 No. RMK : RMK-2017.00238 No. Izin OJK : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023 Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 82
P a g e | lxxxii
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Publik berdasarkan Ijin Penilai Publik B
1.10.00268 serta Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (OJK) No. STTD.PB-
30/PM.2/2018 dan Penilai dengan RMK-2019.02908, yang berkompeten untuk melakukan penilaian
secara objektif tanpa ada benturan kepentingan, kami yang bertanda tangan di bawah ini
menerangkan bahwa:
1. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini adalah betul dan benar sesuai dengan
pemahaman terbaik dari pihak independen dan berdasarkan atas informasi dan data-data
pendukung yang kami gunakan dalam proses pemberian pendapat kewajaran (Fairness
Opinion);
2. Selanjutnya Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini menjelaskan semua syarat-
syarat pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam
laporan ini;
3. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap Rencana Transaksi;
4. Imbalan jasa yang kami terima adalah hanya sesuai dengan yang tercantum pada surat
penugasan dan tidak berkaitan dengan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) yang dilaporkan;
5. Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
independensi Penilai Publik yang telah terdaftar pada Departemen Keuangan dan atau OJK serta
Tim Quality Control dan Penilai pada penugasan ini dan tidak lepas dari ketentuan-ketentuan
dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) edisi VII tahun 2018 termasuk Kode Etik Penilaian
Indonesia (KEPI).
6. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang –
undangan yang berlaku sebagai berikut:
a) Undang-undang atau Regulasi terkait Asumsi dalam Penilaian:
i. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 terkait Pajak Penghasilan;
ii. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
iii. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 68 /POJK.04/2017 tentang Penilai
Yang Melakukan Kegiatan di Pasar Modal;
iv. POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal;
v. SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
b) Undang-undang atau Regulasi terkait Profesi Penilai
i. Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik;
7. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah;
8. Penilai memiliki pemahaman mengenai Rencana Transaksi;
9. Penilai telah melakukan inspeksi terhadap Objek pendapat kewajaran (Fairness Opinion);
10. Penilai bertanggungjawab atas Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion);
11. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) diperoleh dari
berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan;
12. Penugasan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) profesional telah dilakukan terhadap
Rencana Transaksi pada tanggal pendapat kewajaran (Cut Off Date);
13. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran (Fairness Opinion);
14. Perkiraan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan;
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 83
P a g e | lxxxiii
15. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
16. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
17. Penilai melakukan review terhadap data-data yang dinilai; dan
18. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness
Opinion), telah menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat
Kewajaran (Fairness Opinion).
Jakarta, [•]
Managing Partner
B. Sridhar Rao
No. MAPPI : 05-S-01838
No. RMK : RMK-2017.00238
No. Izin OJK : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023
Valuer
Lukman Ari Widodo ...... ..............................
MAPPI : 18-P-08818
No. Register : RMK-2019.02908
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 84
P a g e | lxxxiv
LAMPIRAN
Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian
Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU dengan No. PF26-
PG/AKRA/JUNL/00054U Tanggal 25 Juni 2026
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 85
PT AKR CORPORINDO TBK DAN ENTITAS ANAK / AND SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2025 / PROFORMA CONDENSED CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS AS OF AND FOR THE YEAR THEN ENDED DECEMBER 31, 2025 BESERTA LAPORAN ASURANS PRAKTISI INDEPENDEN ATAS KOMPILASI INFORMASI KEUANGAN PROFORMA / WITH INDEPENDENCE PRACTITIONER’S ASSURANCE REPORT ON THE COMPILATION OF PROFORMA FINANCIAL INFORMATION
Page 86
PT AKR CORPORINDO TBK PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
DAFTAR ISI TABLE OF CONTENTS
Halaman/
Page
LAPORAN ASURANS PRAKTISI INDEPENDENCE PRACTITIONER’S
INDEPENDEN ATAS KOMPILASI ASSURANCE REPORT ON THE
INFORMASI KEUANGAN PROFORMA COMPILATION OF PROFORMA
FINANCIAL INFORMATION
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PROFORMA CONDENSED
RINGKASAN PROFORMA CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS
1. Laporan Posisi Keuangan 1 1. Proforma Condensed Consolidated
Konsolidasian Ringkasan Proforma Statements of Financial Position
2. Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan 4 2. Proforma Condensed Consolidated
Komprehensif Lain Konsolidasian Statements of Profit or Loss and
Ringkasan Proforma Other Comprehensive Income
3. Catatan atas Laporan Keuangan 6 3. Notes to Proforma Condensed
Konsolidasian Ringkasan Proforma Consolidated Financial Statements
Page 87
Laporan Asurans Praktisi Independen Atas Independence Practitioner’s Assurance Report on
Kompilasi Informasi Keuangan Proforma the Compilation of Proforma Financial Information
No. PF26-PG/AKRA/JUNL/00054U No. PF26-PG/AKRA/JUNL/00054U X
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi Shareholders, Boards of Commissioners and
Directors
PT AKR Corporindo Tbk. PT AKR Corporindo Tbk.
Laporan atas Kompilasi Informasi Keuangan Assurance Report on the Compilation of Proforma
Proforma dalam Keterbukaan Informasi Financial Information in Disclosure of Information
Kami telah menyelesaikan perikatan asurans kami We have completed our assurance engagement to
untuk melaporkan kompilasi informasi keuangan report on the compilation of proforma financial
proforma PT AKR Corporindo Tbk. dan Entitas information of PT AKR Corporindo Tbk. and
anaknya (“Grup”) oleh Manajemen. Informasi Subsidiaries (“Group”) by the Management. The
keuangan proforma terdiri dari laporan posisi proforma financial information consists of proforma
keuangan konsolidasian ringkasan proforma pada condensed consolidated statement of financial
tanggal 31 Desember 2025 untuk tahun yang berakhir position as of December 31, 2025 and related notes.
pada tanggal tersebut, dan catatan terkait. Kriteria The applicable criteria based on which the
yang berlaku yang menjadi dasar Manajemen untuk Management has compiled the proforma financial
mengompilasi informasi keuangan proforma information are specified in Financial Services
dinyatakan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Authority Regulation (POJK) No. 42/POJK.04/2020
(POJK) No. 42/POJK.04/2020 mengenai “Transaksi regarding “Affiliated Transactions and Conflict of
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”. Interest Transactions”.
Informasi keuangan proforma telah dikompilasi oleh The proforma financial information has been compiled
Manajemen untuk mengilustrasikan dampak dari by the Management to illustrate the impact of the
transaksi yang dinyatakan dalam Catatan 1 pada transactions set out in Note 1 on the consolidated
posisi keuangan konsolidasian pada tanggal financial position as of December 31, 2025 as if the
31 Desember 2025 dan kinerja konsolidasian untuk transactions had taken place of December 31, 2025.
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut As part of this process, information about the
seolah-olah transaksi telah terjadi pada tanggal Company’s consolidated financial position has been
31 Desember 2025. Sebagai bagian dari proses ini, obtained by the Management from consolidated
informasi mengenai posisi keuangan konsolidasian financial statements as of December 31, 2025 and the
telah diperoleh oleh Manajemen dari laporan year then ended on which an independent auditor’s
keuangan konsolidasian pada tanggal report has been published.
31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut, yang atasnya laporan auditor
independen telah diterbitkan.
Tanggung Jawab Manajemen atas Informasi Responsibility for the Proforma Financial
Keuangan Proforma Information
Manajemen bertanggung jawab atas kompilasi Management is responsible for compiling the
informasi keuangan proforma berdasarkan kriteria proforma financial information based on the applicable
yang berlaku. criteria.
Independensi Kami dan Manajemen Mutu Our Independence and Quality Management
Kami telah mematuhi ketentuan independensi dan We have complied with the independence and other
ketentuan etika lainnya dalam Kode Etik Profesi ethical requirements of the Code of Ethics for Public
Akuntan Publik yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Accountants issued by the Indonesian Institute of
Publik Indonesia yang didasarkan pada prinsip-prinsip Certified Public Accountants, which is founded on the
integritas, objektivitas, kompetensi profesional dan fundamental principles of integrity, objectivity,
kehati-hatian, kerahasiaan dan perilaku profesional. professional competence and due care,
confidentiality, and professional behavior.
Page 88
Kantor Akuntan Publik menerapkan Standar Our firm applies Indonesian Standard on Quality Manajemen Mutu 1 yang mengharuskan KAP untuk Management (ISQM) 1, which requires the firm to merancang, mengimplentasikan, dan mengoperasikan design, implement and operate a system of quality sistem manajemen mutu termasuk kebijakan atau management, including policies and procedures prosedur mengenai kepatuhan terhadap ketentuan addressing compliance with ethical requirements, etika, standar profesional dan ketentuan peraturan professional standards, and applicable legal and perundang-undangan yang berlaku. regulatory requirements. Tanggung Jawab Praktisi Practitioner’s Responsibilities Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan Our responsibility is to express an opinion as required suatu opini yang disyaratkan oleh POJK by POJK No. 42/POJK.04/2020 regarding “Affiliated No. 42/POJK.04/2020 mengenai “Transaksi Afiliasi Transactions and Conflict of Interest Transactions”, dan Transaksi Benturan Kepentingan”, mengenai about whether the proforma financial information has apakah informasi keuangan proforma telah been complied, in all material respect by Management dikompilasi, dalam semua hal yang material oleh on the basis of the applicable criteria. Manajemen berdasarkan kriteria yang berlaku. Kami melaksanakan perikatan sesuai dengan We conducted our engagement in accordance with Standard Perikatan Asurans 3420, “Perikatan Asurans Standard on Assurance Engagements 3420, untuk Pelaporan atas Kompilasi Informasi Keuangan “Assurance Engagements to Report on the Proforma yang Tercantum dalam Prospektus”, yang Compilation of Proforma Financial Information ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Included in a Prospectus”, issued by the Indonesian Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan Institute of Certified Public Accountants. This standard dan melaksanakan prosedur untuk memperoleh requires that we plan and perform procedures to keyakinan memadai tentang apakah Manajemen telah obtain reasonable assurance about whether mengompilasi, dalam semua hal yang material, management has compiled the proforma financial informasi keuangan proforma berdasarkan kriteria information, in all material respects, based on the yang berlaku. applicable criteria. Untuk tujuan perikatan ini, kami tidak bertanggung For the purpose of this engagement, we are not jawab untuk memutakhirkan atau menerbitkan responsible for updating or reissuing any reports or kembali laporan atau opini apa pun atas informasi opinion on any historical financial information used in keuangan historis yang digunakan dalam compiling the proforma financial information, nor have mengompilasi informasi keuangan proforma, dan we, in the course of this engagement, performed an dalam perikatan ini, kami juga tidak melaksanakan audit or review of the financial information used in the audit atau reviu atas informasi keuangan historis yang compiling the proforma financial information. digunakan dalam mengompilasi informasi keuangan proforma. Tujuan informasi keuangan proforma dalam The purpose of proforma financial information Keterbukaan Informasi adalah semata-mata untuk Included in a Disclosure of Information is solely to mengilustrasikan dampak dari peristiwa atau transaksi illustrate the impact of a significant event or signifikan pada informasi keuangan entitas yang transaction on unadjusted financial information of the belum disesuaikan seolah-olah peristiwa telah terjadi entity as if the event had occurred or the transaction atau transaksi telah dilakukan pada tanggal yang had been undertaken at an earlier date selected for telah ditentukan lebih awal untuk tujuan ilustrasi. Oleh purposes of the illustration. Accordingly, we do not karena itu, kami tidak memberikan asurans apapun provide any assurance that the actual outcome of the bahwa hasil aktual dari peristiwa atau transaksi pada event or transaction at December 31, 2025 would 31 Desember 2025 akan seperti yang disajikan. have been as presented. Suatu perikatan keyakinan memadai untuk A reasonable assurance engagement to report on melaporkan apakah informasi keuangan proforma whether the proforma financial information has been telah dikompilasi, dalam semua hal yang material, compiled, in all material respects, on the basis of the berdasarkan kriteria yang berlaku melibatkan applicable criteria involves performing procedures to pelaksanaan prosedur untuk menilai apakah kriteria assess whether the criteria used by Management in yang digunakan oleh Manajemen dalam kompilasi the compilation of the proforma financial information informasi keuangan proforma memberikan basis yang provide a reasonable basis for presenting the memadai untuk menyajikan dampak signifikan yang significant effects directly attributable to the event or disebabkan langsung oleh peristiwa atau transaksi, transaction, and to obtain sufficient appropriate dan untuk memperoleh bukti yang cukup dan tepat evidence about whether: mengenai apakah:
Page 89
• Penyesuaian proforma yang berkaitan • The related proforma adjustments have
memberikan dampak yang tepat pada kriteria appropriate effect on those criteria; and
tersebut; dan
• Informasi keuangan proforma mencerminkan • The proforma financial information reflects the
penerapan yang tepat dari penyesuaian tersebut proper application of those adjustments to the
terhadap informasi keuangan yang belum unadjusted financial information.
disesuaikan.
Prosedur dipilih berdasarkan pertimbangan praktisi, The procedures selected depend on the practitioner’s
dengan mempertimbangkan pemahaman praktisi atas judgment, having regard to the practitioner’s
sifat perusahaan, peristiwa atau transaksi yang terkait understanding of the nature of the company, the event
dengan kompilasi informasi keuangan proforma, dan or transaction in respect of which the proforma
kondisi perikatan relevan lainnya. financial information has been compiled, and other
relevant engagement circumstances.
Perikatan juga melibatkan evaluasi penyajian The engagement also involves evaluating the overall
keseluruhan dari informasi keuangan proforma. presentation of the proforma financial information.
Kami yakin bahwa bukti yang telah kami peroleh We believe that the evidence we have obtained is
adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu sufficient and appropriate to provide a basis for our
basis bagi opini kami. opinion.
Opini Opinion
Menurut opini kami, informasi keuangan proforma In our opinion, the accompanying proforma financial
telah dikompilasi dalam semua hal yang material, information has been compiled, in all material
berdasarkan kriteria yang berlaku. respects, based on the applicable criteria.
RAMA WENDRA
Kantor Akuntan Publik/ Registered Public Accountants
Pandapotan Gabriel, CA, CPA
No. AP.: 1670
25 Juni 2026 / June 25, 2026
Page 90
PT AKR CORPORINDO TBK PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
LAPORAN POSISI KEUANGAN PROFORMA CONDENSED CONSOLIDATED
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
31 DESEMBER 2025 AS OF DECEMBER 31, 2025
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Penyesuaian Saldo
Proforma / Proforma /
Historis / Catatan / Proforma Proforma
Historical Note Adjustment Balance
ASET ASSETS
Aset lancar Current assets
Kas dan setara kas 6.404.299.375 - 6.404.299.375 Cash and cash equivalents
Piutang usaha Trade receivables
Pihak berelasi 148.422 - 148.422 Related parties
Pihak ketiga - neto 9.544.509.087 - 9.544.509.087 Third parties - net
Piutang lain-lain Other receivables
Pihak berelasi 2.315.888 - 2.315.888 Related parties
Pihak ketiga 43.387.027 - 43.387.027 Third parties
Persediaan - neto 2.601.111.632 - 2.601.111.632 Inventories - net
Persediaan tanah kawasan industri 4.013.228.173 - 4.013.228.173 Industrial estate land inventory
Pajak dibayar di muka 135.665.526 - 135.665.526 Prepaid taxes
Uang muka 59.980.112 - 59.980.112 Advance payments
Biaya dibayar di muka 88.080.384 - 88.080.384 Prepaid expenses
Aset lancar lainnya 430.990.526 - 430.990.526 Other current assets
Jumlah aset lancar 23.323.716.152 - 23.323.716.152 Total current assets
Aset tidak lancar Non-current assets
Piutang usaha jangka panjang Long-term trade receivables
dari pihak ketiga - neto 1.224.582.641 - 1.224.582.641 from third parties - net
Investasi pada entitas asosiasi 535.825.092 4 777.090.510 1.312.915.602 Investments in associates
Aset pajak tangguhan - neto 181.237.136 - 181.237.136 Deferred tax assets - net
Properti investasi 1.816.567.520 - 1.816.567.520 Investment property
Property, plant
Aset tetap - neto 6.810.814.885 - 6.810.814.885 and equipment - net
Aset keuangan pada nilai wajar Financial assets at fair value
melalui laba rugi 250.000.000 - 250.000.000 through profit or loss
Aset hak guna - neto 839.161.376 - 839.161.376 Right-of-use assets - net
Estimasi tagihan pajak Estimated claims for
penghasilan jangka panjang 70.449.440 - 70.449.440 tax refund - long term
Persediaan tanah kawasan industri Industrial estate land inventory
untuk pengembangan 1.421.440.536 - 1.421.440.536 for development
Aset keuangan tidak lancar Other non-current
lainnya - neto 37.856.217 - 37.856.217 financial assets - net
Aset tidak lancar lainnya - neto 50.630.262 - 50.630.262 Other non-current assets - net
Jumlah aset tidak lancar 13.238.565.105 777.090.510 14.015.655.615 Total non-current assets
JUMLAH ASET 36.562.281.257 777.090.510 37.339.371.767 TOTAL ASSETS
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian See accompanying Notes to Proforma Condensed
Ringkasan Proforma yang merupakan bagian yang tidak Consolidated Financial Statements which are an integral
terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian part of these Proforma Condensed Consolidated Financial
Ringkasan Proforma secara keseluruhan. Statements.
1
Page 91
PT AKR CORPORINDO TBK PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
LAPORAN POSISI KEUANGAN PROFORMA CONDENSED CONSOLIDATED
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
31 DESEMBER 2025 AS OF DECEMBER 31, 2025
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Penyesuaian Saldo
Proforma / Proforma /
Historis / Catatan / Proforma Proforma
Historical Note Adjustment Balance
LIABILITAS LIABILITIES
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Hutang bank jangka pendek 237.365.000 - 237.365.000 Short-term bank loan
Hutang usaha Trade payables
Pihak berelasi 55.015.398 - 55.015.398 Related party
Pihak ketiga 12.278.873.627 - 12.278.873.627 Third parties
Hutang lain-lain - pihak ketiga 209.351.573 4 126.225.813 335.577.386 Other payables - third parties
Hutang pajak 653.587.230 - 653.587.230 Taxes payable
Biaya masih harus dibayar 663.234.721 - 663.234.721 Accrued expenses
Liabilitas imbalan kerja Short-term employee
jangka pendek 118.052.612 - 118.052.612 benefit liabilities
Liabilitas sewa jangka pendek 71.402.299 - 71.402.299 Current lease liabilities
Liabilitas kontrak jangka pendek 311.093.601 - 311.093.601 Current contract liabilities
Hutang bank jangka panjang yang Current maturities of long-term
jatuh tempo dalam satu tahun 1.182.438.653 - 1.182.438.653 bank loans
Hutang dividen 56.785.476 - 56.785.476 Dividend payables
Jumlah liabilitas jangka pendek 15.837.200.190 126.225.813 15.963.426.003 Total current liabilities
Liabilitas jangka panjang Non-current liabilities
Liabilitas pajak tangguhan - neto 40.939.690 - 40.939.690 Deferred tax liabilities - net
Hutang bank jangka panjang setelah
dikurangi bagian yang jatuh Long-term bank loans
tempo dalam satu tahun 3.703.087.919 - 3.703.087.919 net of current maturities
Liabilitas imbalan pasca kerja 210.005.038 - 210.005.038 Post-employment benefit liabilities
Liabilitas kontrak jangka panjang 631.125.850 - 631.125.850 Non-current contract liabilities
Liabilitas sewa jangka panjang 518.488.414 - 518.488.414 Non-current lease liabilities
Liabilitas jangka panjang lainnya 11.484.687 4 650.864.697 662.349.384 Other non-current liabilities
Jumlah liabilitas jangka panjang 5.115.131.598 650.864.697 5.765.996.295 Total non-current liabilities
Jumlah liabilitas 20.952.331.788 777.090.510 21.729.422.298 Total liabilities
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian See accompanying Notes to Proforma Condensed
Ringkasan Proforma yang merupakan bagian yang tidak Consolidated Financial Statements which are an integral
terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian part of these Proforma Condensed Consolidated Financial
Ringkasan Proforma secara keseluruhan. Statements.
2
Page 92
PT AKR CORPORINDO TBK PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
LAPORAN POSISI KEUANGAN PROFORMA CONDENSED CONSOLIDATED
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
31 DESEMBER 2025 AS OF DECEMBER 31, 2025
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Penyesuaian Saldo
Proforma / Proforma /
Historis / Catatan / Proforma Proforma
Historical Note Adjustment Balance
EKUITAS EQUITY
Modal saham Share capital
Modal dasar - 37.500.000.000 Authorized - 37,500,000,000
saham dengan nilai nominal shares with
Rp20 (angka penuh) par value of Rp20
per saham (full amount) per share
Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid -
penuh - 20.073.474.600 20,073,474,600
saham 401.469.492 - 401.469.492 shares
Tambahan modal disetor 1.365.578.353 - 1.365.578.353 Additional paid-in capital
Saham treasuri - 273.705.000 Treasury stock - 273,705,000
saham pada 31 Des. 2025 (96.093.902 ) - (96.093.902) shares as of Dec. 31, 2025
Exchange difference
Selisih kurs karena penjabaran due to translation
laporan keuangan 275.160.157 - 275.160.157 of financial statements
Bagian atas perubahan lainnya Share of other changes in
dari ekuitas entitas anak 68.994.086 - 68.994.086 equity of subsidiaries
Saldo laba Retained earnings
Ditentukan penggunaannya 4.118.000 - 4.118.000 Appropriated
Tidak ditentukan
penggunaannya 10.136.709.446 - 10.136.709.446 Unappropriated
Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to equity
kepada pemilik entitas induk 12.155.935.632 - 12.155.935.632 holders of parent entity
Kepentingan nonpengendali 3.454.013.837 - 3.454.013.837 Non-controlling interests
Jumlah ekuitas 15.609.949.469 - 15.609.949.469 Total equity
JUMLAH LIABILITAS TOTAL LIABILITIES
DAN EKUITAS 36.562.281.257 777.090.510 37.339.371.767 AND EQUITY
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian See accompanying Notes to Proforma Condensed
Ringkasan Proforma yang merupakan bagian yang tidak Consolidated Financial Statements which are an integral
terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian part of these Proforma Condensed Consolidated Financial
Ringkasan Proforma secara keseluruhan. Statements.
3
Page 93
PT AKR CORPORINDO TBK PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
LAPORAN LABA RUGI DAN PROFORMA CONDENSED CONSOLIDATED
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR ENDED
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DECEMBER 31, 2025
(Dinyatakan dalam miliaran Rupiah, (Expressed in thousands Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Penyesuaian Saldo
Proforma / Proforma /
Historis / Catatan / Proforma Proforma
Historical Note Adjustment Balance
Pendapatan dari kontrak Revenue form contract
dengan pelanggan 45.732.540.855 - 45.732.540.855 with customers
Pendapatan sewa 285.927.217 - 285.927.217 Rental income
Total pendapatan 46.018.468.072 - 46.018.468.072 Total revenues
Beban pokok penjualan
dan pendapatan (41.920.479.417) - (41.920.479.417) Cost of sales and revenues
Laba bruto 4.097.988.655 - 4.097.988.655 Gross profit
Beban usaha Operating expenses
Beban umum dan General and administrative
administrasi (961.169.832 ) - (961.169.832 ) expenses
Beban penjualan (98.127.836 ) - (98.127.836 ) Selling expenses
Pendapatan (beban) Other operating
usaha lainnya income (expenses)
Gain on sale/transfer of
Laba atas penjualan/pengalihan property, plant and
aset tetap - neto 2.679.292 - 2.679.292 equipment - net
Laba selisih kurs - neto 14.824.560 - 14.824.560 Foreign exchange gain - net
Pendapatan usaha lainnya 39.712.781 - 39.712.781 Other operating income
Beban usaha lainnya (12.106.041 ) - (12.106.041 ) Other operating expenses
Laba usaha 3.083.801.579 - 3.083.801.579 Operating profit
Penghasilan keuangan 290.778.124 - 290.778.124 Finance income
Pajak final terkait Final tax related to
penghasilan keuangan (45.491.265 ) - (45.491.265 ) finance income
Beban keuangan (73.767.925 ) - (73.767.925 ) Finance cost
Bagian atas laba Share in profit of
entitas asosiasi 52.199.723 - 52.199.723 associates
Laba sebelum pajak final Profit before final and
dan pajak penghasilan 3.307.520.236 - 3.307.520.236 income tax
Pajak final (25.458.432 ) - (25.458.432 ) Final tax
Laba sebelum pajak penghasilan 3.282.061.804 - 3.282.061.804 Profit before income tax
Pajak penghasilan - neto: Income tax - net:
Pajak kini (434.396.510 ) - (434.396.510 ) Current tax
Pajak tangguhan (24.249.287 ) - (24.249.287 ) Deferred tax
Pajak penghasilan - neto (458.645.797 ) - (458.645.797 ) Income tax - net
Laba neto tahun berjalan 2.823.416.007 - 2.823.416.007 Net profit for the year
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian See accompanying Notes to Proforma Condensed
Ringkasan Proforma yang merupakan bagian yang tidak Consolidated Financial Statements which are an integral
terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian part of these Proforma Condensed Consolidated Financial
Ringkasan Proforma secara keseluruhan. Statements.
4
Page 94
PT AKR CORPORINDO TBK PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
LAPORAN LABA RUGI DAN PROFORMA CONDENSED CONSOLIDATED
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR ENDED
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DECEMBER 31, 2025
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Penyesuaian Saldo
Proforma / Proforma /
Historis / Catatan / Proforma Proforma
Historical Note Adjustment Balance
Penghasilan komprehensif lain: Other comprehensive income:
Pos yang direklasifikasi Item to be reclassified
ke laba rugi pada periode to profit or loss
mendatang in subsequent period
Selisih kurs karena Exchange difference
penjabaran laporan due to translation of
keuangan 48.063.782 - 48.063.782 financial statements
Pos yang tidak direklasifikasi Item not to be reclassified
ke laba rugi pada periode to profit or loss
mendatang in subsequent period
Kerugian aktuarial atas Actuarial loss of post-
imbalan pasca kerja (6.468.599 ) - (6.468.599 ) employment benefits
Pajak tangguhan terkait 1.902.667 - 1.902.667 Related deferred tax
Laba komprehensif lain tahun Other comprehensive income
berjalan setelah pajak 43.497.850 - 43.497.850 for the year, net of tax
Total penghasilan komprehensif Total comprehensive income
lain tahun berjalan 2.866.913.857 - 2.866.913.857 for the year
Laba tahun berjalan yang dapat Profit for the year
diatribusikan kepada: attributable to:
Equity holders of
Pemilik entitas induk 2.472.616.076 - 2.472.616.076 parent entity
Kepentingan nonpengendali 350.799.931 - 350.799.931 Non-controlling interests
Laba neto tahun berjalan 2.823.416.007 - 2.823.416.007 Net profit for the year
Total penghasilan komprehensif Total comprehensive
tahun berjalan yang income for the year
dapat diatribusikan kepada: attributable to:
Equity holders of
Pemilik entitas induk 2.491.227.741 - 2.491.227.741 parent entity
Kepentingan nonpengendali 375.686.116 - 375.686.116 Non-controlling interests
Total penghasilan komprehensif Total comprehensive income
lain tahun berjalan 2.866.913.857 - 2.866.913.857 for the year
Laba per saham Earnings per share
(dalam Rupiah penuh) (in full Rupiah)
Yang dapat diatribusikan Attributable to equity
kepada pemilik entitas induk holders of parent entity
Dasar 125,24 - 125,24 Basic
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian See accompanying Notes to Proforma Condensed
Ringkasan Proforma yang merupakan bagian yang tidak Consolidated Financial Statements which are an integral
terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian part of these Proforma Condensed Consolidated Financial
Ringkasan Proforma secara keseluruhan. Statements.
5
Page 95
PT AKR CORPORINDO TBK PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO PROFORMA CONDENSED
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG AS OF AND FOR THE YEAR ENDED
BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DECEMBER 31, 2025
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. U M U M 1. GENERAL
PT AKR Corporindo Tbk ("Perusahaan") didirikan di PT AKR Corporindo Tbk (the “Company”)
Surabaya berdasarkan Akta Notaris Sastra Kosasih, was established in Surabaya on November 28,
S.H., No. 46 tanggal 28 November 1977 yang diubah 1977, based on the Notarial Deed No. 46 of Sastra
dengan Akta Notaris No. 26 oleh notaris yang sama Kosasih, S.H., which was amended by Notarial
tanggal 12 April 1978. Akta pendirian dan Deed No. 26 of the same notary dated April 12,
perubahannya telah disahkan oleh Menteri 1978. The deed of establishment and its
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat amendments were approved by the Ministry of
Keputusan No. YA.5/151/7 tanggal 14 Juni 1978, Justice of the Republic of Indonesia
didaftarkan pada Pengadilan Negeri Surabaya dalam in its Decision Letter No. YA.5/151/7 dated
Surat No. 277/1978 dan No. 278/1978 tanggal June 14, 1978, registered at the District Court of
20 Juli 1978 serta diumumkan dalam Berita Surabaya under in its Letter No. 277/1978 and
Negara No. 101 Tambahan No. 741 tanggal No. 278/1978 dated July 20, 1978, and published in
19 Desember 1978. Pada tahun 1985, Perusahaan Supplement No. 741 to State Gazette No. 101
memindahkan kantor pusatnya ke lokasi yang ada dated December 19, 1978. In 1985, the Company
saat ini di Jakarta. Pada tahun 2004, Perusahaan relocated its head office to its current location in
mengganti namanya dari PT Aneka Kimia Raya Tbk Jakarta. In 2004, the Company changed its name
menjadi PT AKR Corporindo Tbk Anggaran Dasar from PT Aneka Kimia Raya Tbk to
Perusahaan telah mengalami perubahan dari waktu PT AKR Corporindo Tbk The Company’s Articles of
ke waktu yang mana perubahan terakhir dicakup Association have been amended from time to time,
dalam Akta Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., the latest of which covered in Notarial Deed No. 17
No. 17 tanggal 28 April 2025 mengenai pengangkatan dated April 28, 2025 of Aryanti Artisari, S.H., M.Kn.,
kembali Dewan Komisaris dan Dewan Direksi regarding the reappointment Board of
Perusahaan. Commissioners and Board of Directors of the
Company’s.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, As stated in Article 3 of the Company’s Articles of
ruang lingkup kegiatan usaha utama Perusahaan Association, the Company’s principal business
antara lain meliputi bidang industri barang kimia dan activities comprises of chemicals and petroleum
bahan bakar minyak; perdagangan besar dan kecil; products; wholesale and retail trading; and
dan distribusi terutama bahan kimia dan bahan bakar distribution, primarily of chemicals, petroleum
minyak (“BBM”) dan gas; pengangkutan dan product and gas; transportation and warehousing
pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna (including operating leases and finance leases
usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen without purchase options); employment; travel
perjalanan dan penunjang usaha lainnya); agent and other business support; professional,
penyediaan dan penunjang tenaga listrik; aktivitas scientific and technical services; and supporting
profesional, ilmiah dan teknis (jasa); serta kegiatan business activities, including transportation and
usaha penunjang yang meliputi pengangkutan dan warehousing, construction, procurement of
pergudangan, konstruksi, pengadaan listrik, gas, uap, electricity, gas, steam, hot water and cool air.
air panas dan udara dingin.
Perusahaan saat ini bergerak dalam bidang distribusi The Company is currently engaged in the
produk BBM ke pasar industri, distribusi dan distribution of petroleum products to industrial
perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, customers, the distribution and trading of chemical
sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang products (such as caustic soda, sodium sulphate,
digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai PVC resin and soda ash) used by various
dengan perjanjian distribusi dengan produsen asing industries in Indonesia under distributorship
dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, agreements with both foreign and local
tangki dan jasa logistik lainnya. manufacturers, warehouse leasing, transportation
vehicle leasing, tank leasing, and other logistics
services.
6
Page 96
PT AKR CORPORINDO TBK PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO PROFORMA CONDENSED
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG AS OF AND FOR THE YEAR ENDED
BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DECEMBER 31, 2025
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
Pada tahun 2026, Perusahaan bersama dengan In 2026, the Company along with
PT Arthakencana Rayatama, pemegang saham dan PT Arthakencana Rayatama, shareholder, and
BW FSRU VII Pte. Ltd., pihak ketiga, melakukan BW FSRU VII Pte. Ltd., third party, enter into Joint
Perjanjian Ventura Bersama untuk mendirikan sebuah Venture Agreement to establish a joint venture
perusahaan yang bergerak di bidang logistik. Ventura company to establish a logistics company. The
Bersama tersebut akan mendanai dan memiliki Joint Venture will finance and own the construction
pembangunan unit penyimpanan terapung (FSRU) of a Floating Storage and Regasification Unit
dan regasifikasi gas alam cair (LNG). Ventura (FSRU) for liquefied natural gas (LNG). The joint
bersama akan dimiliki oleh Perusahaan sebesar 49%, venture will be 49% owned by the Company, 49%
BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49% dan owned by BW FSRU VII Pte. Ltd. and 2% owned
PT Arthakencana Rayatama sebesar 2%. by PT Arthakencana Rayatama.
FSRU direncanakan akan dibangun oleh HD Hyundai FSRU will be build by HD Hyundai Heavy
Heavy Industries Co., Ltd. dengan total harga Industries Co., Ltd. with total purchase price
pembelian sebesar AS$315.000.000 melalui amounted to US$315.000.000 through several
beberapa periode pembayaran dimana pembayaran term of payment whereas 1st payment amounted
ke-1 sebesar AS$15.350.000 dalam waktu 5 (lima) to US$15,350,000 in 5 (five) banking days from
hari kerja perbankan sejak tanggal diterimanya date of receipt by Buyer of the Refund Guarantee
Jaminan Pengembalian Dana (Refund Guarantee) and the remaining will be paid during the
oleh Pembeli dan kekurangannya akan dibayarkan construction of FSRU.
sesuai dengan proses penyelesaian FSRU.
Laporan keuangan konsolidasian ringkasan The proforma condensed consolidated financial
proforma ini disusun untuk menggambarkan efek statements have been prepared to illustrate the
terhadap laporan posisi keuangan konsolidasian effect on the Company and subsidiaries (together
Perusahaan dan entitas anak (secara bersama-sama referred to as the “Group”) as if the transaction
disebut sebagai “Grup”) jika transaksi tersebut held on December 31, 2025.
dilakukan pada tanggal 31 Desember 2025.
2. DASAR PENYUSUNAN 2. BASIS OF PREPARATION
Laporan keuangan konsolidasian ringkasan proforma The proforma condensed consolidated financial
disusun dari laporan keuangan konsolidasian statements have been prepared from the
Grup pada dan untuk tahun yang berakhir consolidated financial statements of the Group
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh auditor as of and for the year ended December 31, 2025
independen berdasarkan opini audit which audited by independent auditor with
No. 00218/2.1505/AU.1/05/0694-4/1/III/2026 tanggal audit opinion No. 00218/2.1505/AU.1/05/0694-
18 Maret 2026, yang disusun sesuai dengan Standar 4/1/III/2026 dated March 18, 2026, which were
Akuntansi Keuangan di Indonesia (”PSAK”). prepared in accordance with Indonesian Financial
Accounting Standards (“PSAK”).
Laporan keuangan konsolidasian ringkasan proforma The proforma condensed consolidated financial
disusun berdasarkan pada sejumlah asumsi, estimasi statements is prepared based on a number of
dan informasi yang saat ini tersedia, untuk tujuan assumptions, estimates and currently available
ilustrasi. information, and is provided for illustrative
purposes.
7
Page 97
PT AKR CORPORINDO TBK PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO PROFORMA CONDENSED
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG AS OF AND FOR THE YEAR ENDED
BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DECEMBER 31, 2025
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. ASUMSI UTAMA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI 3. KEY ASSUMPTIONS USED AS THE BASIS
DASAR PENYESUAIAN PROFORMA FOR THE PROFORMA ADJUSTMENTS
Kebijakan akuntansi grup untuk investasi pada Group’s accounting policy for investment in
entitas asosiasi associates
Entitas asosiasi adalah entitas yang terhadapnya An associate is an entity over which the Group has
Grup memiliki pengaruh signifikan. Pengaruh significant influence. Significant influence is the
signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi power to participate in the financial and policy
dalam keputusan kebijakan keuangan dan decisions of the investee, but is not control or joint
operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau control over those policies.
mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
Pertimbangan yang dibuat dalam menentukan The considerations made in determining
pengaruh signifikan adalah serupa dengan hal-hal significant influence are similar to those
yang diperlukan dalam menentukan kendali atas necessary to determine control over subsidiaries.
entitas anak.
Investasi Grup pada entitas asosiasi dicatat dengan The Group’s investment in its associate is
menggunakan metode ekuitas. Dalam metode accounted for using the equity method. Under the
ekuitas, investasi awalnya diakui pada harga equity method, the investment in an associate is
perolehan. Nilai tercatat investasi disesuaikan untuk initially recognized at cost. The carrying amount
mengakui perubahan bagian Grup atas aset neto of the investment is adjusted to recognize
entitas asosiasi sejak tanggal perolehan. changes in the Group’s share of net assets of the
associate since the acquisition date.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain The consolidated statements of profit or loss and
konsolidasian mencerminkan bagian Grup atas hasil other comprehensive income reflect the Group’s
operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan share of the results of operations of the
yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas associates. Where there has been a change
asosiasi, Grup mengakui bagiannya atas perubahan recognized directly in the equity of the
tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika relevan, associates, the Group recognizes its share of any
dalam laporan perubahan ekuitas. Laba atau rugi such changes and discloses this, when
yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi- applicable, in the statement of changes in equity.
transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi Unrealized gains and losses resulting from
dieliminasi pada jumlah sesuai dengan kepentingan transactions between the Group and the
Grup dalam entitas asosiasi. associate are eliminated to the extent of the
Group’s interest in those associates.
Gabungan bagian Grup atas laba rugi entitas asosiasi The aggregate of the Group’s share of profit or
disajikan pada muka laporan laba rugi dan loss of an associate is shown on the face of the
penghasilan komprehensif lain konsolidasian consolidated statement of profit or loss and other
(sebagai laba atau rugi di luar laba usaha dan comprehensive income (as profit or loss outside
mencerminkan laba atau rugi setelah pajak dan operating profit and represents profit or loss after
kepentingan nonpengendali pada entitas anak dari tax and Non-Controlling Interest in the
entitas asosiasi). subsidiaries of the associate).
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas The financial statements of the associates are
periode pelaporan yang sama dengan Grup. prepared for the same reporting period as the
Group.
8
Page 98
PT AKR CORPORINDO TBK PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO PROFORMA CONDENSED
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG AS OF AND FOR THE YEAR ENDED
BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DECEMBER 31, 2025
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah, (Expressed in thousands Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. ASUMSI UTAMA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI 3. KEY ASSUMPTIONS USED AS THE BASIS
DASAR PENYESUAIAN PROFORMA (Lanjutan) FOR THE PROFORMA ADJUSTMENTS
(Continued)
Grup menentukan apakah diperlukan untuk The Group determines whether it is necessary to
mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas recognize an additional impairment loss on the
investasi Grup dalam entitas asosiasi. Grup Group’s investments in its associates. The Group
menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah determines at each reporting date whether there is
terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan any objective evidence that the investments in the
bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami associates are impaired. If this is the case, the
penurunan nilai. Dalam hal ini, Grup menghitung Group calculates the amount of impairment as the
jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara difference between the recoverable amounts of the
jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas investments in associates and their carrying values
asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya and recognizes the amount in profit or loss.
dalam laba rugi.
Pada saat kehilangan pengaruh signifikan atas Upon loss of significant influence over the associate,
entitas asosiasi, Grup mengukur dan mengakui the Group measures and recognizes any retained
bagian investasi tersisa pada nilai wajar. Selisih investment at its fair value. Any difference between
antara nilai tercatat entitas asosiasi dan nilai wajar the carrying amount of the associate and the fair
investasi yang tersisa dan penerimaan dari value of the retained investment and proceeds from
pelepasan investasi diakui pada laba rugi. disposal is recognized in profit or loss.
Pada tanggal 31 Desember 2025, nilai tukar yang At December 31, 2025, the rate of exchange used
digunakan untuk Dolar Amerika Serikat ("AS$"), for United States Dollar ("US$"), refer to Jakarta
mengacu pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Interbank Spot Dollar Rate ("JISDOR"),
("JISDOR"), 1 AS$ adalah sebesar Rp16.782. 1 US$ was Rp16,782.
4. PENYESUAIAN PROFORMA 4. PROFORMA ADJUSTMENTS
Penyesuaian proforma dalam laporan posisi The following proforma adjustments were
keuangan konsolidasian ringkasan proforma incorporated into the proforma condensed
berdasarkan asumsi di atas adalah sebagai berikut: consolidated financial statements as a result of the
above assumptions:
a. Pendanaan atas pengadaan FSRU oleh ventura a. The acquisition of the FSRU by the joint
bersama direncanakan berasal dari pinjaman venture will be financed with 70% debt
sebesar 70% dan penyetoran modal oleh para financing and 30% equity contributions from
pemegang saham sebesar 30%; the shareholders;
b. Grup mencatat penambahan investasi pada b. The Group records additional investment in joint
ventura bersama senilai Rp777.090.510 (setara venture amounted to Rp777,090,510
dengan 49,00% kepemilikan); (equivalent to 49.00% ownership);
c. Grup mencatat tambahan hutang lain-lain pihak c. The Group records additional other
ketiga dan liabilitas jangka panjang lainnya payables - third party and other non-current
sesuai setoran modal awal. liabilities related to the initial capital
contribution.
5. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN 5. COMPLETION OF THE PROFORMA
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA CONDESED FINANCIAL STATEMENTS
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas The management of the Company is responsible
penyusunan laporan keuangan konsolidasian for the preparation of the accompanying proforma
ringkasan proforma yang telah diselesaikan dan condensed consolidated financial statements that
diotorisasi untuk terbit pada tanggal 25 Juni 2026. was completed and authorized for issue on
June 25, 2026.
9
Names mentioned 77 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
p.2 ×226
unresolved
org
Truscel Capital LLP
p.3 ×2
unresolved
org
BW FSRU VII Pte. Ltd.
p.3 ×17
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.4
unresolved
org
BW Constellation I Pte. Ltd.
p.4 ×6
unresolved
org
HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.
p.4 ×8
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.5 ×4
unresolved
org
KJPP RAO
p.6 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.6
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.6 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti
p.10 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Publik Purwanto Susanti
p.11
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.13 ×5
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Rama Wendra No. PF
p.14
unresolved
—
Fiana M. Awalina
· Corporate Secretary
p.14
unresolved
org
PT Arthakencana Rayatama. Berdasarkan Perjanjian JV
p.19
unresolved
org
Peran Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
p.20
unresolved
org
Pengembangan FSRU Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
p.20
unresolved
org
Pihak Ketiiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
p.21
unresolved
person
Irawati Adikoesoemo
· Komisaris
p.21
unresolved
person
Sintawati Ongkowijoyo
· Komisaris
p.21
unresolved
person
Yuwono Ongkowijoyo
· Komisaris
p.21
unresolved
person
Cynthia Theresia Buniardi
· Direktur
p.21
unresolved
org
Susunan Pengurus BW FSRU VII Pte. Ltd
p.22 ×2
unresolved
person
Akbar Ali Sha
· Direktur
p.22 ×2
unresolved
person
Chiu Billy
· Direktur
p.22 ×2
unresolved
person
Nicholas John Oxleigh Fell
· Direktur
p.22 ×2
unresolved
person
Tan Pei Luan
· Sekretaris Perusahaan
p.22 ×2
unresolved
person
Linda Teh Keat Luan
· Sekretaris Perusahaan
p.22 ×2
unresolved
org
Luan Susunan Pemegang Saham BW FSRU VII Pte. Ltd
p.22 ×2
unresolved
org
BW FSRU Limited
p.22 ×2
unresolved
org
Pihak Ketiga BW Constellation I Pte. Ltd
p.22 ×2
unresolved
org
Jawab Para Pihak HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.
p.23
unresolved
org
Proses Konstruksi BW Constellation I Pte. Ltd.
p.23
unresolved
org
FSRU. HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.
p.23
unresolved
org
Pengadaan FSRU. BW Constellation I Pte. Ltd.
p.23
unresolved
org
Pengadaan FSRU. HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.
p.24
unresolved
org
Susunan Pengurus HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.
p.24
unresolved
org
Susunan Pemegang Saham HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.
p.24
unresolved
org
Offshore Engineering Co., Ltd.
p.24
unresolved
person
Akta Notaris Sastra Kosasih
p.26
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.26
unresolved
org
Pengadilan Negeri Surabaya
p.26 ×2
unresolved
org
Aneka Kimia Raya Tbk
p.26 ×4
unresolved
person
Akta Notaris Aulia Taufani
p.26
unresolved
org
Bank Indonesia
p.29 ×17
unresolved
org
Kota Nusantara
p.30
unresolved
org
PGN Tbk.
p.41 ×2
unresolved
org
Porsi Kepemilikan BW FSRU VII Pte. Ltd.
p.55 ×2
unresolved
org
PT Arthakencana Rayatama Terhadap JV Berdasarkan Perjanjian JV
p.59 ×4
unresolved
person
Arthakencana
5.118.510.000*
Rayatama
p.60 ×2
unresolved
org
PT Arthakencana Rayatama Terhadap JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas
p.61 ×4
unresolved
person
Arthakencana
31.717.980.000*
Rayatama
p.61 ×2
unresolved
org
PT Harmas Sahabat Perkasa
p.65 ×2
unresolved
org
Departemen Keuangan
p.82
unresolved
person
Registered Public Accountants Pandapotan Gabriel
p.89 ×2
unresolved
org
Ministry of Keputusan No. YA.
p.95
unresolved
person
Akta Notaris Aryanti Artisari
p.95 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
21865 ms
12 Sep 2026 21:58
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya '
'sama'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': 'RAO,YUHAL & rekan',
'letter_number': '',
'object_text': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}