Skip to content
Back to announcement

20260630_AKRA_Informasi Transaksi Afiliasi_32106822_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review AKRA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 98

Page 1
                                              T
                                         AF
                                       DR




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material PT AKR
Corporindo Tbk untuk Pembentukan Joint Venture dengan Pihak Afiliasi dan
Penandatanganan Kontrak Material untuk Pembangunan Floating Storage and
Regasification Unit (FSRU)
[●] 2026
Page 2
                                             T
                                        AF
                                      DR




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
[●] 2026
Page 3
                                                                                                           P a g e | iii


                                                                                              Kantor Jasa Penilai Publik
Jakarta, [●]                                                                                         RAO, YUHAL & rekan
No. [●]                                                                                                          Affiliated to
                                                                                               Truscel Capital LLP Singapore
Kepada Yth,                                                                                    Reg. License No. 2.11.0094
                                                                                        Geographical Scope: All Regions of
Direksi                                                                                                           Indonesia
PT. AKR Corporindo Tbk                                                                        Business & Property Valuer
AKR Tower, Lantai 26
                                                                                      The Boulevard Office Building #03-F1
Jl. Panjang No. 5 Kebon Jeruk                                                           Jl. Fachrudin Raya No. 5 KebonSirih
Jakarta Barat 11530, Indonesia                                                                                Jakarta, 10250
                                                                                                                   Indonesia
Telp                      : (021) 5311 110                                                              T (62 21) 3199 1488
                                                                                                           www.truscel.com
Fax                       : (021) 5311 388
Email                     : corporate.secretary@akr.co.id
Bidang Usaha              : Bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail, distribusi dan
                            perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda
                            ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian
                            distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan
                            angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya

Perihal                   : Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi
                          Material untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo
                          Tbk, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
                          FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating Storage and
                          Regasification Unit (FSRU)

Definisi dan Singkatan


 JVCo                                                       : JVCo atau Joint Venture Company adalah perusahaan
                                                              patungan (Joint Venture Company) yang dibentuk
                                                              berdasarkan Perjanjian JV antara PT AKR Corporindo
                                                              Tbk ("Perseroan"), Pihak Afiliasi PT Arthakencana
                                                              Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
                                                              dalam rangka pengembangan proyek Floating Storage
                                                              and Regasification Unit (FSRU), dimana Perseroan
                                                              memiliki kepemilikan sebesar 49%, PT Arthakencana
                                                              Rayatama sebesar 2%, dan BW FSRU VII Pte. Ltd.
                                                              sebesar 49%;
 Laporan Pendapat Kewajaran                                 : Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi
                                                              dan Transaksi Material untuk Pembentukan Joint
                                                              Venture (JV) antara PT AKR Corporindo Tbk, Pihak
                                                              Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga
                                                              BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan Floating
                                                              Storage and Regasification Unit (FSRU);




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 4
                                                                                                        P a g e | iv



 MAPPI                                                      : Merupakan singkatan dari Masyarakat Profesi Penilai
                                                              Indonesia yaitu Organisasi Profesi Penilai di Indonesia
                                                              yang bersifat mandiri, nirlaba dan non politis, yang
                                                              berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-
                                                              Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional,
                                                              Peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan
                                                              langsung dan tidak langsung dengan Profesi Penilai
                                                              sebagai landasan formal serta Keputusan Musyawarah
                                                              Nasional sebagai landasan operasional;


 OJK                                                        : Singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan, yaitu lembaga
                                                              yang independen yang mempunyai fungsi, tugas dan
                                                              wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan
                                                              penyidikan kegiatan jasa keuangan di sektor pasar
                                                              modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga
                                                              pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya
                                                              sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No. 21
                                                              tahun 2011 tanggal 22 November 2011 tentang
                                                              Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan badan
                                                              pengganti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
                                                              Keuangan yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari
                                                              2013;

 Perjanjian JV                                              : Perjanjian antara PT AKR Corporindo Tbk, PT
                                                              Arthakencana Rayatama, dan BW FSRU VII Pte. Ltd.
                                                              Nomor [●] pada tanggal [●] sehubungan dengan
                                                              Pembentukan Perusahaan Patungan (Joint Venture
                                                              Company)       untuk     melakukan       pengadaan,
                                                              pembangunan,          pembiayaan,      kepemilikan,
                                                              pengoperasian, dan pengelolaan Floating Storage and
                                                              Regasification Unit (FSRU) guna mendukung proyek
                                                              terminal LNG JIIPE, dengan komposisi kepemilikan
                                                                saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT
                                                                Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak
                                                                Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49% , serta
                                                                mengatur hak dan kewajiban para pemegang saham,
                                                                tata kelola perusahaan, mekanisme pendanaan,
                                                                pembagian dividen, pengalihan saham, dan mekanisme
                                                                penyelesaian perselisihan;


 Perjanjian Pembangunan                     dan             : Perjanjian antara BW Constellation I Pte. Ltd. selaku
 Pengadaan FSRU                                               pembeli (buyer) dan HD Hyundai Heavy Industries Co.,
                                                              Ltd. selaku pembangun (builder) Nomor [●] pada
                                                              tanggal [●] sehubungan dengan pembangunan dan
                                                              penjualan 1 (satu) unit LNG Floating Storage and
                                                              Regasification Unit (FSRU) berkapasitas 170.000 CBM
                                                              dengan nomor lambung Hull No. 23675, yang mengatur
                                                              spesifikasi teknis, harga kontrak, mekanisme
                                                              pembayaran, proses pembangunan, pengawasan

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 5
                                                                                                          P a g e |v



                                                                konstruksi, pengujian, penyerahan, serta hak dan
                                                                kewajiban para pihak dalam rangka pengembangan
                                                                proyek LNG JIIPE;

 Perseroan                                                  : PT. AKR Corporindo Tbk., Perusahaan Terbuka dengan
                                                              kegiatan meliputi bidang distribusi produk BBM ke
                                                              pasar industri dan retail, distribusi dan perdagangan
                                                              bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC
                                                              resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai
                                                              industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi
                                                              dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang,
                                                              kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya;
 POJK No. 17/2020                                           : Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
                                                              Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
                                                              dan Perubahan Kegiatan Usaha;
 POJK No. 35/2020                                           : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
                                                              Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
                                                              dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
 POJK No. 42/2020                                           : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
                                                              Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi
                                                              Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan;
 POJK No. 29/2023                                           : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
                                                              Indonesia Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian
                                                              Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Perusahaan
                                                              Terbuka;
 Proyeksi Laba Rugi yang                                    : Proyeksi Laba Rugi Perseroan yang telah disesuaikan
 Disesuaikan                                                  oleh         sehingga lebih mencerminkan kewajaran
                                                              proyeksi keuangan;
 SPI                                                        : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) sebagai
                                                              anggota IVSC melalui Komite Penyusun Standar
                                                              Penilaian Indonesia (KPSPI) telah Menyusun Kode Etik
                                                              Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI
                                                              dan SPI) Edisi VII tahun 2018;
 Transaksi Afiliasi                                         : Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau
                                                              transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
                                                              perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan
                                                              terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
                                                              dewan komisaris, pemegang saham utama, atau
                                                              Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau
                                                              transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
                                                              perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
                                                              perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi,
                                                              anggota dewan komisaris, pemegang saham utama,
                                                              atau Pengendali sebagaimana diatur dalam POJK No.
                                                              42/2020;




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 6
                                                                                                      P a g e | vi



 Transaksi Benturan Kepentingan                             : Transaksi Benturan Kepentingan adalah transaksi yang
                                                              dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
                                                              terkendali dengan setiap pihak, baik dengan Afiliasi
                                                              maupun pihak selain Afiliasi yang mengandung
                                                              Benturan Kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK
                                                              No. 42/2020;
 Transaksi Material                                         : Transaksi Material adalah setiap transaksi yang
                                                              dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
                                                              terkendali yang memenuhi batasan nilai sebagaimana
                                                              diatur dalam POJK No. 17/2020;
 Transaksi     Afiliasi                    atas             : Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan berupa
 Pembentukan     JVCo                     untuk                 penyertaan modal dalam Pembentukan JVCo
 Pengembangan FSRU                                              bersama Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
                                                                dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk
                                                                pengembangan dan pengoperasian Floating
                                                                Storage and Regasification Unit (FSRU), dengan
                                                                komposisi kepemilikan saham Perseroan sebesar
                                                                49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
                                                                sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
                                                                sebesar 49%;
                                                            : KJPP RAO,YUHAL & rekan (terafiliasi dengan KJPP asing
                                                              Truscel Capital LLP Singapore) yang mana telah
                                                              mendapat izin usaha No. 2.11.0094 dari Kementerian
                                                              Keuangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri
                                                              Keuangan No. 1133/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
                                                              2011 dan terdaftar atas nama KJPP RAO,YUHAL & rekan
                                                              sebagai profesi penunjang pasar modal berdasarkan
                                                              surat dari Otoritas Jasa Keuangan No. 11653/BL/2011
                                                              tanggal 27 Oktober 2011 dengan Surat Tanda Terdaftar
                                                              Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas Jasa
                                                              Keuangan No. STTD.PB-30/PM.2/2018 tanggal 30
                                                              Agustus 2018.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 7
                                                                                           P a g e | vii



Dengan hormat,
PENDAHULUAN
Perseroan merupakan sebuah perusahaan yang didirikan di Surabaya tahun 1977 dan berdomisili di
Jakarta. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama
Perseroan antara lain meliputi bidang industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri
bahan bakar dari pemurnian dan pengilangan minyak bumi; perdagangan besar bahan bakar padat,
cari dan gas dan produk yang terkait serta bahan dan barang kimia, perdagangan eceran bahan bakar
minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG) dan liquefied petroleum gas (LPG), pengangkutan dan
pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya); angkutan melalui saluran pipa, angkutan bermotor untuk
barang umum, angkutan bermotor untuk barang khusus, angkutan laut dalam negeri untuk barang
khusus, pergudangan dan penyimpanan, penyimpanan minyak dan gas bumi, aktivitas penyimpanan
B3, aktivitas bounded warehousing atau wilayah kawasan berikat, aktivitas penyewaan dan sewa
guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis
(jasa); serta kegiatan usaha penunjang yang meliputi pengangkutan dan pergudangan, aktivitas
pelayanan kepelabuhan laut, aktivitas pelayanan kepelabuhan sungai dan danau, konstruksi;
pengadaan listrik, gas, uap, air panas dan udara dingin.
Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail,
distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash)
yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan
produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya.
Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
Perseroan bermaksud untuk melakukan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan
JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
Ltd. dalam Pengembangan FSRU. Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020 karena melibatkan pihak afiliasi Perseroan, serta
merupakan Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/2020, mengingat nilai
transaksi memenuhi kriteria transaksi material berdasarkan peraturan yang berlaku.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020 dan POJK No. 17/2020, Perseroan telah
menunjuk                sebagai penilai independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
tersebut. Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini            mengenai Pendapat Kewajaran
atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan
FSRU.
LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail,
distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash)
yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan
produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya.
Selama menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan berkedudukan di Jakarta Barat dan
berdomisili di AKR Tower, Lantai 26, JI. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta, sekaligus sebagai kantor
pusat Perseroan.
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan infrastruktur energi dan penguatan posisi
Perseroan dalam bisnis penyimpanan, regasifikasi, dan distribusi gas alam cair (liquefied natural gas

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 8
                                                                                                                                         P a g e | viii



atau "LNG"). Melalui pelaksanaan transaksi ini, Perseroan bersama mitra strategis diharapkan dapat
mengembangkan fasilitas FSRU yang akan mendukung kebutuhan infrastruktur LNG nasional serta
menciptakan sumber pendapatan jangka panjang yang berkelanjutan.
Dengan dilaksanakannya transaksi tersebut, Perseroan diharapkan dapat memperoleh manfaat
ekonomi melalui kepemilikan pada perusahaan patungan yang bergerak dalam pengembangan dan
pengoperasian FSRU, memperluas portofolio usaha di sektor infrastruktur energi, meningkatkan
diversifikasi sumber pendapatan, serta memperkuat posisi strategis Perseroan dalam
pengembangan ekosistem energi nasional. Dengan demikian, transaksi ini diharapkan dapat
memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung peningkatan nilai Perseroan secara
keseluruhan.
OBJEK PENDAPAT KEWAJARAN
Objek Pendapat Kewajaran adalah Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan FSRU.
TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memenuhi ketentuan POJK No.
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan serta POJK No.
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Laporan Pendapat
Kewajaran ini disusun untuk keperluan pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, dan tidak dapat digunakan untuk keperluan
perpajakan maupun keperluan-keperluan yang menyangkut instansi lain.
SIFAT TRANSAKSI
Transaksi Afiliasi
Perseroan telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk Pembangunan FSRU. Perjanjian JV memiliki komposisi
kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%. Sebagaimana tertuang
dalam Perjanjian JV, kepemilikan Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd adalah sebagai berikut.

                                                                          Proporsi Setoran Modal
             Nama Perusahaan              Nilai Setoran Modal (USD)                                   Nilai Nominal (USD)        Nilai Nominal (Rupiah)
                                                                       Terhadap Total Setoran Modal

Perseroan                                                  7.472.500                           49%                  7.472.500             125.403.495.000
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama                      305.000                            2%                    305.000               5.118.510.000
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.                         7.472.500                           49%                  7.472.500             125.403.495.000
Total Setoran Modal                                       15.250.000                          100%                 15.250.000             255.925.500.000


Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama melakukan                                                           Setoran             Modal sebesar
Rp5.118.510.000,- yang mana merupakan Nilai Afiliasi.
Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) huruf c POJK No. 42/2020, transaksi dengan nilai transaksi tidak melebihi
0,5% (nol koma lima persen) dari modal disetor Perusahaan Terbuka atau tidak melebihi jumlah Rp
5.000.000.000,- (lima miliar rupiah), digunakan nilai yang lebih rendah, wajib memenuhi ketentuan
Pasal 3 dan Pasal 4 ayat (1) POJK No. 42/2020.
Setoran modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama sebesar Rp5.118.510.000,- melebihi
batas minimal sebagaimana dalam Peraturan POJK No. 42/2020, maka Perseroan telah
menentukan Transaksi Pembentukan JVCo sebagai Transaksi Afiliasi.



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 9
                                                                                                                                          P a g e | ix



Selanjutnya Transaksi Afiliasi berdasarkan Pasal 1 angka 3 POJK No. 42/2020 adalah:
            “setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
            terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota
            dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas
            dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
            kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
            komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.”
Pembentukan JVCo antara Perseroan dan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama merupakan
Transaksi Afiliasi seperti yang dimaksudkan dalam POJK No. 42/2020 dikarenakan terdapat hubungan
langsung (dalam hal kepemilikan) antara pihak-pihak yang terkait dengan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dijelaskan pada tabel dibawah ini:
   Hubungan Pihak-Pihak Terkait Transaksi Afiliasi untuk Pembentukan JVCo antara Persoan dan
                           Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
                 Keterangan   Pemegang Saham Perseroan   Pengurus Peseroan   Pemegang Saham PT Arthakencana Rayatama   Pengurus PT Arthakencana Rayatama
PT Arthakencana Rayatama                 ✓                       -
Haryanto Adikoesoemo                     ✓                      ✓                              ✓                                      ✓
Soegiarto Adikoesoemo                    ✓                      ✓                              ✓                                      ✓
Jimmy Tandyo                             ✓                      ✓                              -                                      ✓
Mery Sofi                                ✓                      ✓                              -                                      -
Bambang Soetiono                         ✓                      ✓                              -                                      -
Suresh Vembu                             ✓                      ✓                              -                                      -
Nery Polim                               ✓                      ✓                              -                                      -
Termurti Tiban                           ✓                      ✓                              -                                      -
Moh. Fauzi M. Ichsan                     -                      ✓                              -                                      -
Sofyan A. Djalil                         -                      ✓                              -                                      -
Djisman Simandjuntak                     -                      ✓                              -                                      -
Irawati Adikoesoemo                      -                       -                             -                                      ✓
Sintawati Ongkowijoyo                    -                       -                             -                                      ✓
Yuwono Ongkowijoyo                       -                       -                             -                                      ✓
Cynthia Theresia Buniardi                -                       -                             -                                      ✓

Sumber: Manajemen Perseroan

Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi di atas, terdapat hubungan
afiliasi antara Perseroan dengan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama. Hubungan afiliasi
tersebut timbul karena adanya kesamaan pengendalian dan/atau hubungan afiliasi lainnya
sebagaimana dimaksud dalam ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan. Oleh karena itu, penyertaan modal Perseroan bersama Pihak
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dalam Pembentukan JVCo dikategorikan sebagai Transaksi
Afiliasi.
Sesuai dengan Perjanjian JV antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak
Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd memiliki komposisi kepemilikan Setoran Modal yang sama
dengan Nilai Nominal Saham, oleh karena itu tidak ada pihak yang mendapat perbedaan
kepentingan ekonomis.
Pembentukan JVCo tersebut bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat dalam transaksi tersebut tidak terdapat
perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direksi,
Dewan Komisaris, maupun Pemegang Saham Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan.
Dengan demikian, pembentukan perusahaan patungan antara Perseroan dengan Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi dan bukan merupakan Transaksi
Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020.
Transaksi Material
Berdasarkan POJK No. 17/2020, Transaksi Material didefinisikan sebagai setiap transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali yang memenuhi batasan nilai
sebagai mana diatur dalam POJK No. 17/2020. Setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
yang termasuk dalam “Transaksi Material” antara lain, (1) penyertaan dalam badan usaha, proyek,

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 10
                                                                                                                           P a g e |x



dan/atau kegiatan usaha tertentu; (2) pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau
segmen operasi; (3) perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa; (4) sewa menyewa aset; (5)
pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya; (6) menjaminkan aset Perusahaan Terbuka
dan/atau Perusahaan Terkendali atas pinjaman dari pihak lain; dan (7) memberikan jaminan
perusahaan (corporate guarantee).
Batasan nilai suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama
dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka. Dalam hal transaksi
berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi sebagai Transaksi Material
dalam hal nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan
Terbuka; total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba
bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau d.
pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka nilainya
sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen). Dalam hal transaksi yang dilakukan oleh
Perusahaan Terbuka yang mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset
Perusahaan Terbuka (Pasal 3 POJK No. 17/2020).
Penilai telah melakukan Uji Transaksi Material, dimana Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
merupakan Transaksi Material seperti dimaksudkan dalam POJK No. 17/2020 dikarenakan Laba
Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi atas Pembentukan JV antara Persoan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd melebihi dari 20% (dua puluh
persen) Laba Bersih Perseroan. Penentuan Transaksi sebagai Transaksi Material dapat dilihat dalam
uraian selanjutnya mengenai Batasan Nilai Transaksi Material.
Batasan Nilai Transaksi Material
a) Perbandingan Total Ekuitas Perseroan dengan Nilai Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
   antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
   Ltd
Berdasarkan Perjanjian Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo antara Persoan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd, Nilai Transaksi Afiliasi atas
Pembentukan JVCo antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd adalah sebesar Rp 777.090.510.000,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, total ekuitas Perseroan adalah
sebesar Rp15.609.949.469.000,-. Perbandingan antara Nilai Transaksi Afiliasi atas Pembentukan
JVCo antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
Ltd yang dijabarkan diatas dengan Total Ekuitas Perseroan adalah sebesar 4,98%. Rincian
perhitungan adalah sebagai berikut:
            Total Ekuitas Perseroan 31 Desember 2025                                Nilai Transaksi   Batas Materialitas   Kesimpulan
                                  15.609.949.469.000                              777.090.510.000                  20%          4,98%




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 11
                                                                                                                  P a g e | xi



b) Perbandingan Total Aset Perseroan dengan Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo antara Persoan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd, total aset Objek Transaksi adalah
sebesar Rp 777.090.510.000,-.
Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Publik Purwanto Susanti dan Surja, total aset Perseroan adalah sebesar
Rp36.562.281.257.000,-. Perbandingan antara total aset Objek Transaksi yang dijabarkan diatas
dengan total aset Perseroan adalah sebesar 2,13%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
               Total Aset Perseroan 31 Desember 2025      Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi                Perbandingan
                                  36.562.281.257.000                            777.090.510.000            20%          2,13%

 c) Perbandingan Laba Bersih Objek Transaksi dengan Laba Bersih Perseroan
 Total laba bersih Objek Transaksi yang diperhitungkan adalah sebesar Rp962.394.467.185,- yang
 merupakan Net Present Value atas estimasi manfaat ekonomi berupa pembagian dividen dari
 proyek FSRU berdasarkan hasil studi kelayakan, dengan mempertimbangkan porsi kepemilikan
 Perseroan sebesar 49% pada JVCo dan asumsi maksimum pembagian dividen sebesar 30%.
 Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
 oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, laba bersih Perseroan adalah sebesar Rp
 2.823.416.007.000,-. Perbandingan antara laba bersih Objek Transaksi yang dijabarkan diatas
 dengan laba bersih Perseroan adalah sebesar 34,09%. Rincian perhitungan adalah sebagai berikut:
              Laba Bersih Perseroan 31 Desember 2025      Laba Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi                Perbandingan
                                   2.823.416.007.000                             962.394.467.185            20%         34,09%

 d) Perbandingan Pendapatan Usaha Objek Transaksi dengan Pendapatan Usaha Perseroan
 Total pendapatan usaha Objek Transaksi adalah sebesar Rp986.032.984.435,- yang merupakan Net
 Present Value atas proyeksi pendapatan yang dihasilkan oleh proyek FSRU berdasarkan hasil studi
 kelayakan, dengan mempertimbangkan porsi kepemilikan Perseroan sebesar 49% pada JVCo.
 Didasarkan pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit
 oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja, pendapatan usaha Perseroan adalah
 sebesar Rp46.018.468.072.000,-. Perbandingan antara total pendapatan usaha Objek Transaksi
 yang dijabarkan diatas dengan pendapatan usaha Perseroan adalah sebesar 2,14%. Rincian
 perhitungan adalah sebagai berikut:
       Pendapatan Usaha Perseroan 31 Desember 2025          Pendapatan Usaha Yang Menjadi Objek                   Perbandingan
                                46.018.468.072.000                             986.032.984.435              20%          2,14%

Sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 3 ayat (2) POJK No. 17/2020 dalam hal transaksi berupa
perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai atau objek transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
ekuitas, total aset, laba bersih, dan pendapatan usaha Perseroan.
Aspek Materialitas                                                                                   Per 31 Desember 2025
Total Ekuitas Perseroan VS Nilai Transaksi                                                                   4,98%
Total Aset Perseroan VS Total Aset Yang Menjadi Objek Transaksi                                             2,13%
Laba Bersih Perseroan VS Total Laba Bersih Yang Menjadi Objek Transaksi                                    34,09%
Pendapatan Usaha Perseroan VS Total Pendapatan Usaha Yang Menjadi Objek Transaksi                           2,14%

Berdasarkan hasil perbandingan nilai atau objek Transaksi sebagaimana dijabarkan di atas, terdapat
salah satu parameter yang melebihi ambang batas 20% (dua puluh persen), yaitu perbandingan
antara laba bersih Perseroan dengan total laba bersih yang menjadi objek transaksi sebesar 34,09%.
Dengan demikian, berdasarkan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha, Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo antara Persoan, Pihak



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 12
                                                                                         P a g e | xii



Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd dikategorikan sebagai
Transaksi Material.
RUANG LINGKUP
Tujuan utama Perseroan melakukan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan
JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
Ltd. dalam Pengembangan FSRU. adalah sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha
Perseroan di sektor infrastruktur energi, khususnya dalam pengembangan, kepemilikan, dan
pengoperasian fasilitas FSRU, guna mendukung pengembangan usaha jangka panjang Perseroan.
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. yang
dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi namun bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana ditentukan dalam POJK No. 42/2020. Berdasarkan hasil analisis aspek materialitas,
transaksi tersebut juga memenuhi kriteria sebagai Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 17/2020.
Untuk memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020 dan POJK No. 17/2020, Perseroan telah
menunjuk               sebagai penilai independen untuk melaksanakan pendapat kewajaran atas
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. Berikut
kami sampaikan hasil temuan dan opini               mengenai Pendapat Kewajaran atas Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
KONDISI PEMBATAS, SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN SERTA ASUMSI-
ASUMSI
Kondisi Pembatas, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan serta Asumsi-Asumsi yang
digunakan oleh Penilai seperti yang tercantum di dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini akan
menghasilkan laporan yang memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
     1. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang bersifat non-disclaimer opinion;
     2. Mencerminkan bahwa Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
        digunakan dalam proses penilaian;
     3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat
        dipercaya keakuratannya;
     4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
        proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
        (fiduciary duty);
     5. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
        proyeksi keuangan;
     6. Menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
        informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan;
     7. Mencerminkan bahwa Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan
        nilai akhir;
     8. Mencerminkan bahwa Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek
        Penilaian dari pemberi tugas.
SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Sebagai pihak independen dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 13
                                                                                    P a g e | xiii



Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU,      telah
mempelajari, mengacu dan mempertimbangkan informasi-informasi dan dokumen yang kami
peroleh dari manajemen Perseroan sebagai berikut:
1.    Laporan Keuangan Perseroan:
      -Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja No.
       00218/2.1505/AU.1/05/0694-4/1/III/2026 tanggal 18 Maret 2026 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
       00233/2.1032/AU.1/05/0685-5/1/III/2025 tanggal 18 Maret 2025 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
       00252/2.1032/AU.1/05/0685-4/1/III/2024 tanggal 20 Maret 2024 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
       00305/2.1032/AU.1/05/0685-1/1/III/2023 tanggal 21 Maret 2023 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
       00286/2.1032/AU.1/05/0694-3/1/III/2022 tanggal 21 Maret 2022 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
    - Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja No.
       00265/2.1032/AU.1/05/0694-2/1/III/2021 tanggal 23 Maret 2021 dengan pendapat
       “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”;
2. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan untuk periode 2026 – 2030 yang disediakan oleh
   manajemen Perseroan. Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran ini,
   menggunakan proyeksi keuangan yang disesuaikan;
3. Perjanjian antara PT AKR Corporindo Tbk, PT Arthakencana Rayatama, dan BW FSRU VII Pte. Ltd.
   No. [●] pada tanggal [●] sehubungan dengan Pembentukan Perusahaan Patungan (Joint Venture
   Company) untuk melakukan pengadaan, pembangunan, pembiayaan, kepemilikan,
   pengoperasian, dan pengelolaan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) guna
   mendukung proyek terminal LNG JIIPE;
4. Perjanjian antara BW Constellation I Pte. Ltd. selaku pembeli (buyer) dan HD Hyundai Heavy
   Industries Co., Ltd. selaku pembangun (builder) No. [●] pada tanggal [●] sehubungan dengan
   pembangunan dan penjualan 1 (satu) unit LNG Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
   berkapasitas 170.000 CBM dengan nomor lambung Hull No. 23675l
5. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Pengalihan Saham Treasury Oleh PT AKR Corporindo
   Tbk yang disiapkan oleh           dengan No. 00006/2.0094-00/BS/05/0268/1/V/2026 tanggal
   6 Mei 2026;
6. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi atas Pembelian Tanah oleh Perseroan Yang
   Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai yang
   disiapkan oleh            dengan No. [●] tanggal [●];
7. Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi Afiliasi
   atas Pembelian Tanah oleh Perseroan yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset
   Hak Guna dan Pembayaran Tunai yang disediakan oleh Perseroan dan telah direviu oleh Auditor
   sesuai dengan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020;

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 14
                                                                                        P a g e | xiv



8. Analisis Nilai Inkremental yang disusun oleh    sehubungan dengan Transaksi Afiliasi atas
   Pembelian Tanah oleh Perseroan Yang Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak
   Guna dan Pembayaran Tunai oleh Perseroan;
9. Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi Afiliasi
   dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
   Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
   yang disediakan oleh Perseroan dan telah direviu oleh oleh Kantor Akuntan Publik Rama Wendra
   No. PF26-PG/AKRA/JUNL/00054U tanggal 25 Juni 2026 sesuai dengan ketentuan POJK No.
   17/POJK.04/2020, dan telah disajikan secara lengkap pada bagian Lampiran Laporan Pendapat
   Kewajaran ini;
10. Pernyataan Manajemen Perseroan bahwa dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember
    2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran, yaitu tanggal [●],
    tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian secara signifikan;
11. Representation Letter tanggal [●] yang telah ditandatangani oleh manajemen Perseroan;
12. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang sehubungan dengan Transaksi
    Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
    Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
    dimana wawancara tersebut dilakukan dengan:
     i)     Meiliecia Hidayat selaku Financial Controller Perseroan;
     ii)    Fiana M. Awalina selaku Corporate Secretary Officer Perseroan;
13. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain
    yang kami anggap relevan.
ASUMSI-ASUMSI PENTING
Dalam penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU untuk menyatakan bahwa Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU telah dilaksanakan
pada kondisi arm’s length di dalam batasan komersial yang berlaku umum dan tidak merugikan
kepentingan-kepentingan Perseroan dan para pemegang saham Perseroan,              menggunakan
beberapa asumsi antara lain:
  1.             mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran ini
       sampai dengan selesainya Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
       antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
       Ltd. dalam Pengembangan FSRU tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara
       material terhadap Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
       Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
       dalam Pengembangan FSRU;
  2. Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan
     sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
     analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
     pendapat tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang kompleks dan
     mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap;
  3. Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter, peraturan
     dan kondisi pasar yang ada saat ini; dan



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 15
                                                                                         P a g e | xv



  4. Pendapat Kewajaran ini menggunakan asumsi bahwa perusahaan mematuhi seluruh syarat dan
     ketentuan kontrak dan perjanjian dengan semua pihak terkait.
KONDISI PEMBATAS
Penugasan kami untuk mengeluarkan laporan pendapat kewajaran telah dilaksanakan sesuai dengan
ruang lingkup pekerjaan kami. Perlu diketahui bahwa ruang lingkup pekerjaan kami mencakup
pemberian pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan
JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
Ltd. dalam Pengembangan FSRU yang dilakukan Perseroan sesuai dengan POJK No. 42/2020.
Laporan pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data.
Dalam menyusun laporan pendapat kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada
informasi dan data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakikat
kewajaran adalah benar, lengkap dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan
audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-data yang diberikan
oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat
memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari informasi
atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan pendapat kewajaran atas
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, kami
menggunakan data-data sebagaimana tercantum pada bagian Sifat dan Sumber Informasi Yang
Dapat Diandalkan sebagai bahan pertimbangan.
Segala perubahan terhadap data-data tersebut dapat mempengaruhi hasil analisis kami secara
material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Pendapat kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang saham
Perseroan dan azas pertimbangan komersial dan tidak mempertimbangkan sudut pandang
stakeholders lain serta aspek-aspek lainnya.
Pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran.
Pendapat kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU seperti yang telah diuraikan di atas.
Kami menganggap bahwa tidak ada perubahan yang material dari Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU sesuai dengan ketetapan informasi
dan kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian sehubungan dengan pelaksanaan Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, dan
bahwa sejak tanggal penerbitan laporan pendapat kewajaran sampai dengan tanggal pelaksanaan
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU tidak
terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
laporan pendapat kewajaran.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 16
                                                                                        P a g e | xvi



tersebut terhadap Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
tersebut.
Pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis
dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal pendapat kewajaran ini.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan pihak-pihak terkait atau yang memiliki
hubungan afiliasi dengan Perseroan. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, pendapat kewajaran ini tidak dibuat untuk
memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali
tidak mempengaruhi kewajaran yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada surat penugasan dari Perseroan dengan No.
P.15/KJPP/SP-BIS/06/1/VII/2026-3 per tanggal 7 Juni 2026.
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Analisis kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025. Parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025.
Sesuai dengan POJK No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, jangka waktu berlakunya Laporan Pendapat Kewajaran disesuaikan menjadi 6 bulan dari
tanggal penilaian atau setara dengan 30 Juni 2026.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 17
                                                                                                                                                                                                                           P a g e | xvii



KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, berdasarkan pengetahuan kami yang terbaik, terdapat perubahan susunan pemegang
saham dan pengurus Perseroan sebagai berikut:
        i)                     Perubahan Susunan Pemegang Saham Perseroan

 Susunan Pemegang Saham Perseroan per                                                                                        Susunan Pemegang Saham Perseroan per 30
 31 Desember 2025:                                                                                                           Juni 2026:
                                                      Pengurus                                                                                       Pengurus
 Dewan Komisaris :                                                                                                            Dewan Komisaris :
   Presiden Komisaris                                                        Soegiarto Adikoesoemo                            Presiden Komisaris
   Komisaris Independen                                                      Moh. Fauzi M. Ichsan                             Komisaris Independen
   Komisaris                                                                 Sofyan A. Djalil                                 Komisaris
 Dewan Direksi :
                                                                                                                              Dewan Direksi :
   Presiden Direktur                                                         Haryanto Adikoesoemo
                                                                                                                              Presiden Direktur
   Direktur                                                                  Jimmy Tandyo
                                                                                                                              Direktur
   Direktur                                                                  Bambang Soetiono
                                                                                                                              Direktur
   Direktur                                                                  Mery Sofi
   Direktur                                                                  Suresh Vembu                                     Direktur
   Direktur                                                                  Nery Polim                                       Direktur
   Direktur                                                                  Termurti Tiban                                   Direktur
                                                                                                                              Direktur
 Komite Audit :                                                                                                               Komite Audit :
   Ketua                                                                     Moh. Fauzi M. Ichsan
   Anggota                                                                   Djisman Simandjuntak                             Ketua
                                                                                                                              Anggota




        ii)                    Perubahan Susunan Pengurus Manajemen Perseroan

 Susunan Pengurus Manajemen Perseroan                                                                                        Susunan Pengurus Manajemen Perseroan per
 per 31 Desember 2025:                                                                                                       30 Juni 2026:
                                                                                                     (dalam ribuan rupiah)                                                                                                           (dalam ribuan rupiah)

                                                          Total saham
                                                                               Persentase                                    Pemegang Saham                     Total saham ditempatkan dan disetor penuh   Persentase Kepemilikan (%) Jumlah saham
 Pemegang Saham                                        ditempatkan dan                          Jumlah saham
                                                                             Kepemilikan (%)
                                                         disetor penuh
 PT Arthakencana Rayatama                                  12.787.818.600        63,71%                 255.756.372
 Haryanto Adikoesoemo                                         212.604.600        1,06%                    4.252.092
 Soegiarto Adikoesoemo                                        145.267.000        0,72%                    2.905.340
 Jimmy Tandyo                                                  48.000.000        0,24%                      960.000
 Mery Sofi                                                      8.303.000        0,04%                      166.060
 Bambang Soetiono                                               7.780.000        0,04%                      155.600
 Suresh Vembu                                                   4.927.500        0,02%                       98.550
 Nery Polim                                                     2.965.000        0,01%                       59.300
 Termurti Tiban                                                 1.650.000        0,01%                       33.000
 Masyarakat (masing-masing di bawah kepemilikan 5%)         6.580.453.900        32,78%                 131.609.078          Total
                                                                                                                             Treasury stocks
 Total                                                      19.799.769.600         99%                   395.995.392
                                                                                                                             Total
 Treasury stocks                                              273.705.000        1,36%                    5.474.100
 Total                                                      20.073.474.600        100%                   401.469.492




METODOLOGI PENGKAJIAN KEWAJARAN TRANSAKSI
Laporan pendapat kewajaran ini disusun sesuai dengan SPI seperti yang ditetapkan oleh MAPPI,
dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar penilaian lengkap dan POJK No.
35/2020.
Dalam melakukan analisis kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, kami melakukan analisis atas Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, analisis kualitatif atas
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU dan
analisis kuantitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU.
Analisis atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU dilakukan dengan mengidentifikasi hubungan antara pihak-pihak yang terkait


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 18
                                                                                         P a g e | xviii



 dalam Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak
 Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan
 FSRU, analisis perjanjian yang disepakati dalam Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
 Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
 FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, penilaian atas manfaat dan risiko dari Transaksi Afiliasi
 dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
 Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, alasan dan latar
 belakang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak
 Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan
 FSRU, serta keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi
 Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan
 Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
 Analisis kualitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
 Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
 Pengembangan FSRU terdiri atas informasi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan Perseroan, analisis
 industri dan lingkungan dimana terdapat penjabaran akan tinjauan industri, serta analisis
 operasional dan prospek Perseroan.
 Analisis kuantitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
 Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
 Pengembangan FSRU dilakukan atas analisis batas wajar Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
 untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak
 Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. Selain itu juga dilakukan penilaian kinerja
 historis atas pendapatan, aset, kewajiban dan kondisi keuangan Perseroan. Selanjutnya dilakukan
 penilaian atas proyeksi keuangan, proforma laporan keuangan sebelum dan sesudah Transaksi
 Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
 Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, serta
 analisis inkremental (incremental analysis) dari Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
 Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
 FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU untuk menentukan Pendapat Kewajaran.
 Berdasarkan metode-metode analisis yang telah diuraikan, berikut adalah penjelasan dari masing-
 masing analisis yang kami lakukan:
1) Analisis atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
   Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
   dalam Pengembangan FSRU
a) Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-Pihak yang Terkait dalam Transaksi Afiliasi dan
   Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
   Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan FSRU adalah sebagai berikut:
     i)   Perseroan merupakan salah satu pihak dalam Perjanjian JV bersama dengan Pihak Afiliasi PT
          Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk Pembentukan JVCo
          dalam Pengembangan FSRU. Berdasarkan Perjanjian JV, Perseroan memiliki proporsi
          penyertaan modal sebesar 49% dari total setoran modal JV dan melakukan penyertaan
          modal sebesar USD7.472.500 atau setara dengan Rp125.403.495.000,-;
     ii) PT Arthakencana Rayatama merupakan Pihak Afiliasi Perseroan yang turut berpartisipasi
         dalam Pembentukan JVCo. Berdasarkan Perjanjian JV, PT Arthakencana Rayatama memiliki


 Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
 untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
 Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
 dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 19
                                                                                                                                       P a g e | xix



             proporsi penyertaan modal sebesar 2% dari total setoran modal JVCo dan melakukan
             penyertaan modal sebesar USD305.000 atau setara dengan Rp5.118.510.000,-;
     iii) BW FSRU VII Pte. Ltd. merupakan pihak ketiga yang berpartisipasi dalam Pembentukan JVCo
          bersama Perseroan dan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama. Berdasarkan Perjanjian JV,
          BW FSRU VII Pte. Ltd. memiliki proporsi penyertaan modal sebesar 49% dari total setoran
          modal JVCo dan melakukan penyertaan modal sebesar USD7.472.500 atau setara dengan
          Rp125.403.495.000. BW FSRU VII Pte. Ltd. berperan sebagai mitra strategis Perseroan dalam
          pengembangan, pembangunan, pengoperasian, dan pengelolaan proyek FSRU.

Diagram atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU adalah sebagai berikut:




Pihak-pihak yang terkait dengan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan FSRU sebagaimana dijelaskan pada tabel dibawah ini:
   Hubungan Pihak-Pihak Terkait Transaksi Afiliasi untuk Pembentukan Perusahaan JV antara PT
                     AKR Corporindo Tbk dan PT Arthakencana Rayatama
                 Keterangan   Pemegang Saham Perseroan   Pengurus Peseroan   Pemegang Saham PT Arthakencana Rayatama   Pengurus PT Arthakencana Rayatama
PT Arthakencana Rayatama                 ✓                       -
Haryanto Adikoesoemo                     ✓                      ✓                              ✓                                      ✓
Soegiarto Adikoesoemo                    ✓                      ✓                              ✓                                      ✓
Jimmy Tandyo                             ✓                      ✓                              -                                      ✓
Mery Sofi                                ✓                      ✓                              -                                      -
Bambang Soetiono                         ✓                      ✓                              -                                      -
Suresh Vembu                             ✓                      ✓                              -                                      -
Nery Polim                               ✓                      ✓                              -                                      -
Termurti Tiban                           ✓                      ✓                              -                                      -
Moh. Fauzi M. Ichsan                     -                      ✓                              -                                      -
Sofyan A. Djalil                         -                      ✓                              -                                      -
Djisman Simandjuntak                     -                      ✓                              -                                      -
Irawati Adikoesoemo                      -                       -                             -                                      ✓
Sintawati Ongkowijoyo                    -                       -                             -                                      ✓
Yuwono Ongkowijoyo                       -                       -                             -                                      ✓
Cynthia Theresia Buniardi                -                       -                             -                                      ✓

Sumber: Manajemen Perseroan

Berdasarkan tabel hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi di atas, terdapat hubungan
afiliasi antara Perseroan dengan PT Arthakencana Rayatama ("AKRT"). Hubungan afiliasi tersebut
timbul karena adanya kesamaan pengendalian dan/atau hubungan afiliasi lainnya sebagaimana
dimaksud dalam ketentuan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan. Oleh karena itu, penyertaan modal Perseroan bersama AKRT dalam
Pembentukan JVCo dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi.
Pembentukan perusahaan patungan tersebut bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan
sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat dalam transaksi tersebut
tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis
pribadi Direksi, Dewan Komisaris, maupun Pemegang Saham Utama Perseroan yang dapat
merugikan Perseroan.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 20
                                                                                      P a g e | xx



Dengan demikian, pembentukan perusahaan patungan antara Perseroan dengan PT Arthakencana
Rayatama dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi dan bukan merupakan Transaksi Benturan
Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020.
b) Analisis Perjanjian-Perjanjian
  1. Perjanjian JV antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW
     FSRU VII Pte. Ltd
Berikut adalah keterangan singkat mengenai Perjanjian JV antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd sebagai berikut:
        i)   Tujuan Pembentukan Perusahaan Joint Venture
Berdasarkan Perjanjian JV, para pihak sepakat untuk membentuk suatu perusahaan patungan (JVCo)
yang akan bergerak dalam kegiatan pengadaan, pembangunan, kepemilikan, pengoperasian, dan
pengelolaan Floating Storage and Regasification Unit ("FSRU") guna mendukung pengembangan
infrastruktur LNG. Pembentukan JVCo dimaksudkan untuk menggabungkan kapabilitas komersial
dan operasional para pihak dalam pengembangan proyek FSRU.
        ii) Struktur Kepemilikan Saham JVCo
Struktur kepemilikan saham awal pada JVCo terdiri dari Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama sebesar 2%, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd sebesar 49%.
        iii) Ruang Lingkup Kegiatan Usaha
JVCo akan menjalankan kegiatan usaha yang meliputi pengadaan, pembangunan, pembiayaan,
kepemilikan, pengoperasian, dan pengelolaan FSRU beserta kegiatan pendukung lainnya yang
berkaitan dengan penyediaan layanan regasifikasi LNG sesuai dengan ketentuan yang disepakati
para pihak.
        iv) Struktur Tata Kelola Perusahaan
JVCo akan dikelola berdasarkan prinsip joint control, dimana struktur Direksi dan Dewan Komisaris
ditunjuk secara proporsional oleh Perseroan dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. Selain itu,
keputusan-keputusan strategis tertentu (reserved matters) hanya dapat dilaksanakan berdasarkan
persetujuan bersama para pemegang saham.
        v) Pendanaan Joint Venture
Pendanaan JVCo pada tahap pengembangan proyek akan berasal dari kombinasi setoran modal
(equity contribution) dan/atau pinjaman pemegang saham (shareholder loans) sesuai dengan
proporsi kepemilikan masing-masing pihak. Selanjutnya, setelah proyek mencapai tahap operasional
komersial, pendanaan dapat diperoleh melalui pembiayaan proyek dari pihak ketiga maupun sumber
pendanaan lainnya.
        vi) Peran Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd dalam Pengembangan FSRU
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd berperan sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman dan
keahlian dalam industri FSRU, termasuk dalam pelaksanaan pengembangan proyek, pengelolaan
teknis, pengoperasian, serta penyediaan layanan pendukung lainnya yang berkaitan dengan
pembangunan dan operasional FSRU.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 21
                                                                                                            P a g e | xxi



        vii) Kebijakan Dividen
JVCo direncanakan untuk membagikan dividen dengan memperhatikan ketersediaan laba yang
dapat didistribusikan, kebutuhan pendanaan operasional, kewajiban pembiayaan, serta ketentuan
perjanjian pembiayaan yang berlaku. Berdasarkan ketentuan Perjanjian JV, pembagian dividen oleh
JVCo dapat dilakukan dengan batas maksimum sebesar 30% dari laba yang dapat didistribusikan
(distributable profits) pada setiap tahun buku, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan
pendanaan dan keberlanjutan operasional proyek.
Berikut adalah keterangan singkat terkait Pihak-Pihak Transaksi:
   1. Pihak Pertama:
      Persoran.

  2. Pihak Kedua (Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama):
     PT Arthakencana Rayatama merupakan Pihak Afiliasi yang akan melakukan penyertaan modal
     dalam Pembentukan JVCo bersama Perseroan dan Pihak Ketiiga BW FSRU VII Pte. Ltd. PT
     Arthakencana Rayatama merupakan Perseroan Terbatas yang didirikan berdasarkan hukum
     Negara Republik Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar PT Arthakencana Rayatama, kegiatan
     usaha PT Arthakencana Rayatama bergerak di bidang aktivitas perusahaan holding,
     perdagangan dan distribusi bahan bakar serta produk kimia, industri hasil kilang minyak bumi,
     jasa transportasi dan logistik, pergudangan dan penyimpanan, aktivitas kepelabuhanan,
     penyewaan alat transportasi, jasa konstruksi, pengadaan dan distribusi gas, jasa konsultasi
     manajemen, serta kegiatan real estat.

        Berdasarkan Anggaran Dasar PT Arthakencana Rayatama berikut informasi susunan pengurus
        dan pemegang saham.
        Susunan Pengurus PT Arthakencana Rayatama:
                                                 Pengurus

         Dewan Komisaris :
           Komisaris Utama                                   Soegiarto Adikoesoemo
           Komisaris                                         Irawati Adikoesoemo
           Komisaris                                         Sintawati Ongkowijoyo
           Komisaris                                         Yuwono Ongkowijoyo

         Dewan Direksi :
           Direktur Utama                                    Haryanto Adikoesoemo
           Direktur                                          Cynthia Theresia Buniardi
           Direktur                                          Jimmy Tandyo


        Susunan Pemegang Saham PT Arthakencana Rayatama:
                                                             Pemegang Saham
                                                                                    Persentase
         Pemegang Saham                                Jumlah Saham                                   Nominal (Rp)
                                                                                  Kepemilikan (%)
         Haryanto Adikoesoemo                                        15.925                     49%     15.925.000.000
         Soegiarto Adikoesoemo                                       16.575                     51%     16.575.000.000
         Total                                                       32.500                 100,00%      32.500.000.000


  3. Pihak Ketiga (Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd):
     BW FSRU VII Pte. Ltd. merupakan Pihak Ketiga yang akan melakukan penyertaan modal dalam
     Pembentukan JVCo bersama Perseroan dan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama untuk
     pengembangan proyek Floating Storage and Regasification Unit ("FSRU"). Pihak Ketiga BW
     FSRU VII Pte. Ltd. merupakan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Singapura dan
     merupakan bagian dari grup usaha BW yang bergerak dalam bidang kepemilikan,


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 22
                                                                                                         P a g e | xxii



        pengembangan, pembiayaan, pengoperasian, dan pengelolaan infrastruktur FSRU, Floating
        Storage Unit (FSU), serta infrastruktur gas alam cair (liquefied natural gas atau (LNG)) lainnya.
        Melalui pengalaman dan kapabilitas teknis yang dimilikinya, Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
        diharapkan dapat mendukung pengembangan, pengoperasian, dan keberlanjutan proyek
        FSRU yang akan dijalankan oleh JVCo.

        Berdasarkan Business Profile yang diterbitkan oleh Accounting and Corporate Regulatory
        Authority (ACRA) Singapura, BW FSRU VII Pte. Ltd berikut informasi susunan pengurus dan
        pemegang saham.
        Susunan Pengurus BW FSRU VII Pte. Ltd:
                                                   Pengurus

         Dewan Direksi :
           Direktur                                              Akbar Ali Sha
           Direktur                                              Chiu Billy
           Direktur                                              Nicholas John Oxleigh Fell

         Sekretaris :
           Sekretaris Perusahaan                                 Tan Pei Luan
           Sekretaris Perusahaan                                 Linda Teh Keat Luan

        Susunan Pemegang Saham BW FSRU VII Pte. Ltd:
                                     Pemegang Saham
                                                                                                Persentase
         Pemegang Saham                                            Jumlah Saham
                                                                                              Kepemilikan (%)
         BW FSRU Limited                                                               1                   100%
         Total                                                                          1                  100%

  2. Perjanjian Pembangunan dan Pengadaan FSRU antara Pihak Ketiga BW Constellation I Pte. Ltd
     dan HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd
Berikut adalah keterangan singkat mengenai Perjanjian Pembangunan dan Pengadaan FSRU antara
Pihak Ketiga BW Constellation I Pte. Ltd dan HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd sebagai berikut:
      i) Tujuan Perjanjian
Perjanjian Pembangunan dan Pengadaan FSRU dibuat untuk mengatur pembangunan, penjualan,
dan penyerahan satu unit Liquefied Natural Gas Floating Storage and Regasification Unit (LNG FSRU)
oleh HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. selaku pihak pembangun (builder) kepada BW
Constellation I Pte. Ltd. selaku pihak pembeli (buyer). FSRU tersebut direncanakan untuk mendukung
pengembangan infrastruktur LNG pada proyek terminal LNG JIIPE.
     ii) Objek dan Spesifikasi FSRU
Objek perjanjian berupa pembangunan dan penyerahan satu unit LNG Floating Storage and
Regasification Unit (FSRU) dengan kapasitas sekitar 170.000 CBM, yang akan dibangun sesuai dengan
spesifikasi teknis, standar klasifikasi internasional, serta ketentuan regulator yang berlaku. FSRU
tersebut wajib memenuhi persyaratan operasional untuk kegiatan penyimpanan, transportasi,
regasifikasi, dan penyaluran LNG.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 23
                                                                                       P a g e | xxiii



     iii) Tanggung Jawab Para Pihak
HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. bertanggung jawab atas desain, konstruksi, pengujian, dan
penyerahan FSRU sesuai spesifikasi kontrak. Sementara itu, BW Constellation I Pte. Ltd. memiliki hak
untuk melakukan pengawasan, inspeksi, serta persetujuan atas desain dan progres pembangunan
FSRU selama masa konstruksi.
     iv) Harga Kontrak dan Pendanaan
Perjanjian mengatur bahwa pembangunan FSRU dilakukan berdasarkan nilai kontrak yang
dibayarkan sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah disepakati. Selain itu, kontrak juga
mengatur mekanisme corporate guarantee, penyesuaian harga kontrak, serta kompensasi apabila
terjadi deviasi terhadap spesifikasi teknis yang telah disepakati.
     v) Pengawasan dan Proses Konstruksi
BW Constellation I Pte. Ltd. berhak menunjuk perwakilan untuk melakukan pengawasan, inspeksi,
dan evaluasi terhadap proses pembangunan FSRU. HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.
berkewajiban menyediakan laporan kemajuan proyek secara berkala serta memastikan bahwa
pembangunan dilakukan sesuai dengan standar keselamatan, lingkungan, dan regulasi yang berlaku.
     vi) Penyerahan dan Kinerja FSRU
Penyerahan FSRU dilakukan setelah seluruh proses konstruksi, pengujian laut (sea trials), dan
pengujian gas (gas trials) berhasil diselesaikan. FSRU yang diserahkan harus berada dalam kondisi
siap operasi dan memenuhi parameter kinerja yang telah ditentukan dalam kontrak.
     vii) Jaminan dan Alokasi Risiko
Perjanjian mengatur berbagai mekanisme perlindungan para pihak, termasuk corporate guarantee,
liquidated damages, indemnity, kewajiban kepatuhan terhadap standar keselamatan dan keamanan
siber, serta mekanisme penyelesaian apabila terjadi keterlambatan, kegagalan kinerja, atau
pelanggaran kontrak lainnya.

Berikut adalah keterangan singkat terkait Pihak-Pihak Perjanjian Pembangunan dan Pengadaan
FSRU:
  1. Pihak Pertama:
     BW Constellation I Pte. Ltd. bertindak sebagai pihak pembeli (buyer) dalam Perjanjian
     Pembangunan dan Pengadaan FSRU. BW Constellation I Pte. Ltd. merupakan perusahaan yang
     didirikan berdasarkan hukum Singapura dan merupakan bagian dari grup usaha BW yang
     bergerak dalam bidang pengembangan, pembiayaan, kepemilikan, pengoperasian, dan
     pengelolaan infrastruktur FSRU, Floating Storage Unit (FSU), serta infrastruktur gas alam cair
     (liquefied natural gas atau LNG) lainnya. Melalui pengalaman dan kapabilitas yang dimilikinya,
     BW Constellation I Pte. Ltd. diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pengadaan dan
     pengembangan FSRU untuk mendukung pengembangan infrastruktur LNG pada proyek
     terminal LNG JIIPE.

        Berdasarkan Business Profile yang diterbitkan oleh Accounting and Corporate Regulatory
        Authority (ACRA) Singapura, BW FSRU VII Pte. Ltd berikut informasi susunan pengurus dan
        pemegang saham.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 24
                                                                                                             P a g e | xxiv



        Susunan Pengurus BW FSRU VII Pte. Ltd:
                                                   Pengurus

         Dewan Direksi :
           Direktur                                              Akbar Ali Sha
           Direktur                                              Chiu Billy
           Direktur                                              Nicholas John Oxleigh Fell

         Sekretaris :
           Sekretaris Perusahaan                                 Tan Pei Luan
           Sekretaris Perusahaan                                 Linda Teh Keat Luan

        Susunan Pemegang Saham BW FSRU VII Pte. Ltd:
                                     Pemegang Saham
                                                                                                   Persentase
         Pemegang Saham                                            Jumlah Saham
                                                                                                 Kepemilikan (%)
         BW FSRU Limited                                                                 1                    100%
         Total                                                                            1                   100%

  2. Pihak Kedua:
     HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. bertindak sebagai pihak pembangun (builder) dalam
     Perjanjian Pembangunan dan Pengadaan FSRU. HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.
     merupakan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Republik Korea dan bergerak
     dalam bidang pembangunan kapal, fasilitas lepas pantai, serta infrastruktur maritim dan
     energi. Sebagai salah satu perusahaan galangan kapal terbesar di dunia, HD Hyundai Heavy
     Industries Co., Ltd. memiliki pengalaman dan kapabilitas teknis dalam pembangunan FSRU dan
     berbagai infrastruktur energi maritim lainnya.

        Berdasarkan dokumen korporasi dan informasi publik HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.
        berikut informasi susunan pengurus dan pemegang saham.
        Susunan Pengurus HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.:
                                                                 Pengurus

         Jabatan :
         Presiden Direktur (Direktur Internal)                                             Lee Sang Kyun
         Presiden Direktur (Direktur Internal)                                             Keum Seok Ho
         Direktur Independen dan Anggota Komite Audit                                      Park Kwang Woo
         Direktur Independen dan Anggota Komite Audit                                      Park Hyun Jung
         Direktur Independen, Ketua Dewan Direksi, dan Ketua Komite Audit                  Sheen Dong Mok

        Susunan Pemegang Saham HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.:

                                                            Pemegang Saham
                                                                                                        Persentase
        Pemegang Saham                                                            Jumlah Saham
                                                                                                      Kepemilikan (%)
        HD Korea Shipbuilding & Offshore Engineering Co., Ltd.                          72.668.285                69,23%
        South Korea National Pension Service                                             8.367.493                 7,97%
        Asan Nanum Foundation                                                               69.817                 0,07%
        Lee Sang Kyun                                                                        1.188                 0,00%
        Pemegang Saham Publik Lainnya                                                   23.854.442                22,73%
        Total                                                                           104.961.225             100,00%




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 25
                                                                                        P a g e | xxv



b) Penilaian atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
   Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga
   BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
     Manfaat potensial yang diperoleh Perseroan atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
     Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga
     BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam pengembangan FSRU adalah Perseroan berpotensi memperoleh
     manfaat ekonomis melalui kepemilikan sebesar 49% pada JVCo yang akan mengembangkan dan
     mengoperasikan proyek FSRU. Berdasarkan proyeksi manfaat ekonomis yang disusun oleh
              , proyek FSRU menghasilkan nilai ekonomis positif yang tercermin dari Net Present
     Value (NPV) sebesar USD390.114.476, tingkat pengembalian proyek (Internal Rate of Return atau
     IRR) sebesar 10,34%, yang lebih tinggi dibandingkan tingkat diskonto sebesar 9,53%, serta
     periode pengembalian investasi (payback period) selama 11,5 tahun.

     Dengan mempertimbangkan struktur pendanaan proyek sebesar 30% ekuitas dan 70% utang,
     Perseroan akan melakukan penyertaan modal sebesar USD46.305.000 atau setara dengan
     Rp777.090.510.000. Berdasarkan Perjanjian JV, JVCo direncanakan untuk melakukan pembagian
     dividen dengan batas maksimum sebesar 30% dari laba yang dapat didistribusikan (distributable
     profits) setiap tahunnya. Sehubungan dengan kepemilikan Perseroan sebesar 49% pada JVCo,
     Perseroan berpotensi memperoleh manfaat ekonomis berupa penerimaan dividen sebesar 49%
     dari jumlah dividen yang dibagikan oleh JVCo, serta peningkatan nilai investasi Perseroan dalam
     jangka panjang. Dengan demikian, pelaksanaan transaksi diharapkan dapat memberikan
     kontribusi positif terhadap peningkatan nilai ekonomis Perseroan secara keseluruhan.

     Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, tidak terdapat potensi risiko yang bersifat
     material atas pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
     antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
     Ltd. dalam pengembangan proyek FSRU, sepanjang pelaksanaan proyek dilakukan sesuai dengan
     asumsi, struktur pendanaan, dan rencana operasional yang telah ditetapkan.
c) Alasan dan Latar Belakang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
   antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
   Ltd. dalam Pengembangan FSRU
     Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak
     Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan
     FSRU oleh Perseroan dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan infrastruktur energi
     dan penguatan posisi Perseroan dalam bisnis penyimpanan, regasifikasi, dan distribusi gas alam
     cair (liquefied natural gas atau (LNG)). Melalui pelaksanaan transaksi ini, Perseroan bersama
     mitra strategis diharapkan dapat mengembangkan fasilitas FSRU yang akan mendukung
     kebutuhan infrastruktur LNG nasional serta menciptakan sumber pendapatan jangka panjang
     yang berkelanjutan.
     Pengembangan kegiatan usaha melalui pembentukan JVCo untuk pembangunan dan
     pengoperasian FSRU tersebut memiliki keterkaitan dan kesinambungan dengan kegiatan usaha
     yang selama ini telah dijalankan oleh Perseroan dan/atau kelompok usaha Perseroan, khususnya
     dalam kegiatan usaha infrastruktur energi, penyimpanan, regasifikasi, dan distribusi gas alam
     cair (LNG), yang selama ini telah menghasilkan pendapatan. Dengan demikian, pembentukan
     JVCo dalam pengembangan FSRU merupakan bagian dari strategi pengembangan dan penguatan
     portofolio usaha Perseroan di sektor infrastruktur energi dan LNG, serta diharapkan dapat
     mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan usaha Perseroan dalam jangka panjang.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 26
                                                                                        P a g e | xxvi



     Dengan dilaksanakannya transaksi tersebut, Perseroan diharapkan dapat memperoleh manfaat
     ekonomi melalui kepemilikan pada perusahaan patungan yang bergerak dalam pengembangan
     dan pengoperasian FSRU, memperluas portofolio usaha di sektor infrastruktur energi,
     meningkatkan diversifikasi sumber pendapatan, serta memperkuat posisi strategis Perseroan
     dalam pengembangan ekosistem energi nasional. Dengan demikian, transaksi ini diharapkan
     dapat memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung peningkatan nilai Perseroan secara
     keseluruhan.
d) Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
   untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak
   Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
     Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif, pelaksanaan
     Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak
     Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan
     FSRU berpotensi memberikan manfaat bagi Perseroan melalui partisipasi kepemilikan sebesar
     49% pada JVCo yang akan mengembangkan dan mengoperasikan proyek FSRU. Berdasarkan
     proyeksi manfaat ekonomis yang disusun oleh               , proyek FSRU menghasilkan nilai
     ekonomis positif yang tercermin dari Net Present Value (NPV) sebesar USD390.114.476, tingkat
     pengembalian proyek (Internal Rate of Return atau IRR) sebesar 10,34% yang lebih tinggi
     dibandingkan tingkat diskonto sebesar 9,53%, serta payback period selama 11,5 tahun.
     Dengan mempertimbangkan struktur pendanaan proyek sebesar 30% ekuitas dan 70% utang,
     Perseroan akan melakukan penyertaan modal sebesar USD46.305.000 atau setara dengan
     Rp777.090.510.000. Berdasarkan Perjanjian JV, JVCo direncanakan untuk melakukan pembagian
     dividen dengan batas maksimum sebesar 30% dari laba yang dapat didistribusikan (distributable
     profits) setiap tahunnya. Sehubungan dengan kepemilikan Perseroan sebesar 49% pada JVCo,
     Perseroan berpotensi memperoleh manfaat ekonomis berupa penerimaan dividen sebesar 49%
     dari jumlah dividen yang dibagikan oleh JVCo, serta peningkatan nilai investasi Perseroan dalam
     jangka panjang.
2) Analisis Kualitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
        antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII
        Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
a) Riwayat Perseroan dan Sifat Kegiatan Perseroan
    Riwayat Perseroan
    Perseroan didirikan di Surabaya berdasarkan Akta Notaris Sastra Kosasih, S.H., No. 46 tanggal 28
    November 1977 yang diubah dengan Akta Notaris No. 26 oleh notaris yang sama tanggal 12 April
    1978. Akta pendirian dan perubahannya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
    Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/151/7 tanggal 14 Juni 1978, didaftarkan pada
    Pengadilan Negeri Surabaya dalam Surat No. 277/1978 dan No. 278/1978 tanggal 20 Juli 1978
    serta diumumkan dalam lembaran Berita Negara No. 101 Tambahan No. 741 tanggal 19 Desember
    1978. Pada tahun 1985, Perseroan memindahkan kantor pusatnya ke lokasinya pada saat ini di
    Jakarta. Pada tahun 2004, Perseroan mengganti namanya dari PT Aneka Kimia Raya Tbk menjadi
    PT AKR Corporindo Tbk. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke
    waktu yang mana perubahan terakhir dicakup dalam Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 17
    tanggal 28 April 2025, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan.
    Perseroan berdomisili di AKR Tower, Lantai 26, JI. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta. Kantor
    cabang utama Perseroan berlokasi di JI. Sumatra No. 51-53, Surabaya. Kantor penjualan lainnya
    sekaligus terminal tangki berlokasi di Medan, Palembang, Lampung, Ciwandan (Banten),
    Bandung, Semarang, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Stagen (Kalimantan Selatan), Muara
    Teweh (Kalimantan Tengah), Manado, Morowali (Sulawesi Tengah) dan Bali.

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 27
                                                                                         P a g e | xxvii



    Sifat Kegiatan Perseroan
    Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan
    antara lain meliputi bidang industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri bahan bakar
    dari pemurnian dan pengilangan minyak bumi; perdagangan besar bahan bakar padat, cari dan
    gas dan produk yang terkait serta bahan dan barang kimia, perdagangan eceran bahan bakar
    minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG) dan liquefied petroleum gas (LPG), pengangkutan dan
    pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
    perjalanan dan penunjang usaha lainnya); angkutan melalui saluran pipa, angkutan bermotor
    untuk barang umum, angkutan bermotor untuk barang khusus, angkutan laut dalam negeri untuk
    barang khusus, pergudangan dan penyimpanan, penyimpanan minyak dan gas bumi, aktivitas
    penyimpanan B3, aktivitas bounded warehousing atau wilayah kawasan berikat, aktivitas
    penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, aktivitas
    profesional, ilmiah dan teknis (jasa); serta kegiatan usaha penunjang yang meliputi pengangkutan
    dan pergudangan, aktivitas pelayanan kepelabuhan laut, aktivitas pelayanan kepelabuhan sungai
    dan danau, konstruksi; pengadaan listrik, gas, uap, air panas dan udara dingin.
    Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail,
    distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda
    ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi
    dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa
    logistik lainnya. Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
b) Analisis Industri dan Lingkungan
  i)    Tinjauan Industri Properti Global

Kinerja Historis Industri Properti Global (2020–2024)
Industri properti global melewati siklus penuh dalam rentang 2020–2024, dimulai dari gangguan
pandemi, kemudian lonjakan euforia, diikuti kontraksi akibat kebijakan moneter ketat, dan akhirnya
pemulihan bertahap. Indikator paling representatif untuk mengukur kinerja sektor ini adalah FTSE
EPRA Nareit Global Real Estate Index, yang mencakup lebih dari 500 perusahaan properti dan REIT
yang terdaftar di bursa global.
              Return Tahunan FTSE EPRA Nareit Global Real Estate Index (2020–2024)
           Tahun       Return Indeks (%)                   Konteks Makro Utama
                                            Pandemi COVID-19; penutupan operasional
            2020               -9%
                                            massal
                                            Pemulihan ekonomi; stimulus fiskal masif; suku
            2021              27%
                                            bunga ultra-rendah
                                            Kenaikan suku bunga agresif (Fed +425 bps);
            2022              -20%
                                            inflasi tinggi
                                            Suku bunga tinggi bertahan; penyesuaian
            2023                7%
                                            ekspektasi penurunan
                                            Normalisasi siklus; Fed mulai menurunkan suku
            2024                9%
                                            bunga
         Sumber: Nareit/EPRA Annual Market Review, 2020–2024

Pada 2022, tekanan suku bunga menjadi faktor dominan. Kenaikan Federal Funds Rate sebesar 425
basis poin dalam satu siklus mengakibatkan penurunan volume transaksi properti komersial global
sebesar 42,7% dan koreksi harga di segmen komersial sebesar 15–20%. Kondisi ini mencerminkan
sensitivitas sektor properti terhadap biaya modal, khususnya karena valuasi aset properti sangat
dipengaruhi oleh tingkat diskonto.



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 28
                                                                                                   P a g e | xxviii



Di tingkat sub-sektor, kinerja sangat bervariasi. Data centers menjadi satu-satunya sub-sektor yang
masih mencatat pertumbuhan positif selama 2020–2021, ditopang akselerasi transformasi digital.
Sementara itu, office dan retail mengalami tekanan terbesar akibat perubahan perilaku kerja dan
belanja, sedangkan lodging/resorts pulih seiring normalisasi mobilitas pasca-pandemi.

                                        Kinerja Sub-Sektor REIT Global (2020–2024)
Deskripsi                                               2022                               2023               2024
Data Centers                                            -23%                                26%                32%
Lodging / Resorts                                        -6%          Positif (beragam regional)             Positif
Office                                                  -27% Beragam (Eropa +17,1%; Asia -5,6%)                11%
Retail                                                   -7%           Beragam (Eropa +21,6%)                  18%

Sumber: EPRA Annual Market Review 2022, 2023, 2024

Kinerja Historis Industri Properti Global Tahun Dasar 2025
Memasuki 2025, sektor properti global memasuki fase stabilisasi pasca-koreksi. Total pasar real
estate global yang dikelola secara terorganisir mencapai sekitar USD 12,5 triliun pada 2024, dengan
sinyal pemulihan transaksi yang mulai terlihat pada kuartal keempat 2025, ditandai pertumbuhan
volume investasi sebesar 14–16% YoY di semua wilayah utama.
Preferensi investor mengalami pergeseran struktural. Strategi Core-plus dan Value-add
mendominasi alokasi modal, sementara aset alternatif—terutama data centers dan sektor living
(apartemen, student housing, senior living)—kini menyumbang sekitar 42% dari total nilai properti
komersial AS. Pergeseran ini mencerminkan pencarian investor terhadap aset dengan karakteristik
pendapatan yang lebih stabil dan pertumbuhan jangka panjang yang lebih defensif.
Dari sisi harga, normalisasi yield obligasi memberikan dampak ganda. Spread cap rate terhadap
obligasi pemerintah 10 tahun kembali ke kisaran 200–250 basis poin pada 2025, setelah sempat
terkompresi hingga negatif pada 2021–2022. Normalisasi ini memberi sinyal bahwa harga aset
properti mulai mencerminkan nilai fundamental yang lebih realistis.

Prospek Industri Properti Global (2026–2030)
Untuk periode 2026–2030, pertumbuhan sektor properti global akan bersifat selektif, didorong oleh
tiga megatren: digitalisasi, urbanisasi, dan efisiensi energi bangunan.
Digitalisasi mendorong permintaan infrastruktur teknologi berbasis properti—data centers, fasilitas
logistik e-commerce, dan smart buildings. Sub-sektor data centers diproyeksikan tumbuh paling
pesat, didorong oleh ekspansi komputasi awan dan kebutuhan kapasitas AI. Urbanisasi global yang
terus berlanjut, khususnya di Asia Selatan dan Afrika Sub-Sahara, menciptakan permintaan
perumahan yang signifikan di perkotaan baru. Sementara itu, regulasi efisiensi energi bangunan di
Uni Eropa dan Amerika Serikat memaksa renovasi besar-besaran aset properti yang sudah tua,
membuka peluang investasi di segmen green retrofit.
Risiko utama pada periode 2026–2030 diperkirakan berasal dari tiga faktor utama, yaitu
ketidakpastian pemulihan sektor properti di Tiongkok yang masih berpotensi menekan pertumbuhan
PDB hingga sekitar 2 poin persentase serta memicu kelebihan pasokan material konstruksi di
kawasan Asia, tingginya siklus utang sektor properti global dengan nilai pinjaman mencapai sekitar
USD 2 triliun yang jatuh tempo pada 2030 sehingga meningkatkan risiko refinancing terutama dalam
kondisi suku bunga yang tetap tinggi, serta meningkatnya risiko aset terdampak (stranded assets)
berupa gedung yang tidak memenuhi standar emisi baru yang berpotensi kehilangan nilai hingga
USD 2 triliun secara global pada tahun 2030.

  ii) Tinjauan Industri Properti Indonesia

Kinerja Historis Industri Properti Indonesia (2020–2024)
Industri properti Indonesia sepanjang periode 2020–2024 menunjukkan dinamika yang dipengaruhi
oleh kondisi ekonomi domestik, kebijakan suku bunga, daya beli masyarakat, serta pemulihan
aktivitas bisnis pasca pandemi COVID-19. Pada tahun 2020, sektor properti mengalami perlambatan

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 29
                                                                                         P a g e | xxix



akibat pembatasan mobilitas dan penurunan aktivitas investasi. Namun, sejak tahun 2021 hingga
2022, industri mulai menunjukkan pemulihan seiring relaksasi kebijakan pemerintah, insentif PPN
properti, serta meningkatnya permintaan pada segmen residensial dan kawasan industri.
                 Kontribusi Sektor Properti terhadap PDB Indonesia (2020–2024)




    Sumber: BPS Quarterly GDP 2020–2024; Bank Indonesia Presentation Book Agustus 2025

Pertumbuhan sektoral 2020–2021 ditopang oleh penurunan suku bunga BI yang mendorong KPR dan
pembelian properti. Pada 2022–2023, laju pertumbuhan melambat seiring kenaikan suku bunga BI
dan penyesuaian ekspektasi konsumen. Tahun 2024 mencatat pemulihan moderat (+2,21%),
sebagian besar berkat stimulus fiskal pemerintah berupa insentif pajak.

Kinerja Historis Industri Properti Indonesia Tahun Dasar 2025
Pada 2025, sektor properti domestik berada dalam kondisi pemulihan bertahap namun belum
sepenuhnya pulih. Dua faktor kebijakan pemerintah menjadi penopang utama:
   a) Pertama, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Program insentif PPN 100% yang
       berlaku hingga Juni 2025 berhasil mendongkrak penjualan bulanan properti hingga 54% pada
       masa berlakunya. Insentif ini terutama menguntungkan segmen rumah tapak di kisaran harga
       Rp 500 juta–Rp 2 miliar.
   b) Kedua, perilaku investor masih bersifat wait and see, terutama di segmen menengah atas.
       Pada 2024, preferensi kuat terhadap pasar primer (karena manfaat PPN DTP); namun
       memasuki pertengahan 2025, dengan menipisnya inventori pasar primer, investor mulai
       beralih ke pasar sekunder.

Prospek Industri Properti Indonesia (2026–2030)
Industri properti Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 7,9% untuk total pasar real estate
pada periode 2025–2030. Berdasarkan laporan Indonesia Real Estate Market yang diterbitkan NMSC
(Next Market Search Consulting) edisi Maret 2026, nilai pasar real estate Indonesia tercatat sebesar
USD 149,2 miliar pada 2024 dan diproyeksikan mencapai USD 168,9 miliar pada 2025, kemudian
tumbuh signifikan hingga USD 348,7 miliar pada 2030. Pertumbuhan sebesar 7,9% CAGR ini jauh
lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya dan mencerminkan potensi ekspansi pasar yang kuat
seiring urbanisasi, pertumbuhan kelas menengah, dan akselerasi pembangunan infrastruktur.
Proyeksi ini mempertimbangkan beberapa faktor pendorong struktural:
    a) Urbanisasi: Tingkat urbanisasi Indonesia meningkat dari 58,8% (2024) menuju proyeksi 65%
       pada 2030, menciptakan permintaan perumahan perkotaan yang signifikan.

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 30
                                                                                                                      P a g e | xxx



    b) Pertumbuhan kelas menengah: Meskipun terdapat tekanan penyusutan kelas menengah
       dalam jangka pendek (dari 14% ke sekitar 8% pekerja pada 2024 menurut World Bank),
       proyeksi pertumbuhan ekonomi jangka menengah mendukung ekspansi kelas menengah
       baru.
    c) Pembangunan infrastruktur: Kelanjutan program infrastruktur—tol, MRT, pelabuhan—
       meningkatkan nilai lahan di koridor pengembangan baru.
    d) Ibu Kota Nusantara (IKN): Pembangunan ibu kota baru menciptakan ekosistem properti baru
       di Kalimantan Timur.


  iii) Tinjauan Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global

Kinerja Historis Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global (2020–2024)
Industri distribusi bahan bakar minyak dan energi global melewati disrupsi besar pada 2020,
dilanjutkan pemulihan signifikan, dan kini memasuki fase transisi teknologi yang menentukan arah
jangka panjang. Konsumsi energi global mencatat penurunan -4,4% pada 2020—penurunan terbesar
dalam sejarah modern akibat pembatasan mobilitas pandemi. Pemulihan cepat terjadi pada 2021
(+5,1%), diikuti pertumbuhan moderat pada 2022–2024 (1,4%–1,8%) seiring normalisasi aktivitas
ekonomi global.
Ukuran pasar distribusi BBM global tumbuh dari USD 3,0 triliun (2022) menjadi USD 3,22 triliun
(2025). Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan volume distribusi seiring pemulihan
permintaan, serta kenaikan nilai nominal akibat volatilitas harga komoditas energi. Struktur rantai
pasok distribusi BBM global bersifat kapital-intensif dan sangat terkonsentrasi di sekitar beberapa
pemain besar. Rantai pasok mencakup: kilang minyak → terminal penyimpanan → distribusi primer
(pipa/kapal tanker) → distribusi sekunder (truk tangki) → SPBU/konsumen industri. Setiap titik rantai
pasok ini menghadapi tekanan transformasi akibat digitalisasi dan desakan transisi energi.
   Pertumbuhan Konsumsi Energi Global (%) & Market Size Distribusi BBM Global (USD Triliun),
                                        2020–2024




 Sumber: Energy Institute Statistical Review of World Energy 2024; Allied Market Research – Global Petroleum Distribution Market 2025

Pada 2025, dua dinamika simultan membentuk kondisi industri: stabilitas permintaan jangka pendek
dan investasi transformasi jangka panjang. Integrasi digital semakin masif. Pasar sistem manajemen
bahan bakar (Fuel Management System/FMS) yang mencakup pemantauan real-time, IoT, dan
analitik tumbuh dari USD 7,8 miliar (2023) menjadi USD 9,4 miliar (2025. Teknologi ini memungkinkan
operator mengoptimalkan rute distribusi, meminimalkan kebocoran, dan meningkatkan transparansi

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 31
                                                                                           P a g e | xxxi



rantai pasok. Transisi menuju kendaraan listrik (EV) mulai memberikan dampak nyata pada proyeksi
permintaan BBM. Meskipun penetrasi EV masih relatif terbatas secara agregat global, percepatan
adopsi di Eropa dan Tiongkok mulai mengubah pola permintaan di segmen penumpang. Pasar
distribusi BBM segmen gasoline diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 4,4% untuk keseluruhan
periode 2026–2030, tetapi laju ini akan tertekan lebih jauh apabila adopsi EV lebih cepat dari
proyeksi saat.
Prospek Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Global (2026–2030)
Proyeksi industri distribusi BBM global untuk 2026–2030 bersifat bifurkatif: volume dapat tumbuh
moderat di pasar berkembang, sementara tertekan di pasar maju yang agresif dalam transisi energi.
Transformasi SPBU menjadi energy hub adalah tren terpenting. Perusahaan seperti BP, Shell, dan
TotalEnergies secara aktif mengonversi jaringan SPBU menjadi hub energi yang menyediakan
pengisian listrik (EV charging), hydrogen fueling, dan layanan ritel terintegrasi. Pasar peralatan untuk
transformasi ini diproyeksikan mencapai nilai USD 204,6 miliar pada 2030 dengan CAGR 5,4%.
Dampak adopsi EV diperkirakan mendislokasi permintaan minyak global lebih dari 5 juta barel per
hari (mb/d) pada 2030 [26], setara dengan menghilangkan konsumsi minyak dua negara sebesar
Jerman dan Prancis digabungkan. Meskipun demikian, pertumbuhan konsumsi di negara
berkembang—termasuk Indonesia, India, dan negara-negara Afrika—diharapkan sebagian
mengimbangi penurunan tersebut.

                         Market Size Global Distribusi BBM (2020–2030P, USD Triliun)




    Sumber: Grand View Research – Gas Station Equipment Market 2025–2030

  iv)    Tinjauan Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia

Kinerja Historis Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia (2020–2024)
Konsumsi BBM Indonesia memiliki pola yang mencerminkan siklus ekonomi domestik. Pandemi
menekan konsumsi pada 2020, namun pemulihan mobilitas mendorong pertumbuhan tajam pada
2022–2023, sebelum sedikit terkoreksi di 2024 dan kembali meningkat pada 2025.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 32
                                                                                     P a g e | xxxii



                                         Konsumsi BBM Indonesia (2020–2025)




    Sumber: ESDM Handbook of Energy & Economic Statistics 2024; BPH Migas

    Lonjakan konsumsi pada 2023 (+17,1%) sebagian besar bersifat normalisasi pasca-pandemi dan
    tidak sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan organik. Pada 2024, volume sedikit menurun
    karena penyesuaian subsidi dan efisiensi distribusi.
    Di sisi produksi minyak mentah domestik, Indonesia menghadapi keterbatasan struktural.
    Kapasitas produksi nasional terus menurun dari lapangan-lapangan tua, sehingga ketergantungan
    impor untuk minyak mentah mencapai sekitar 37,5% pada 2024, sementara ketergantungan
    impor untuk bensin (gasoline) berada di kisaran 50–60%.
    Industri kimia dasar (HS 28 dan 29) Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan positif namun
    melambat. Pertumbuhan PDB sub-sektor kimia dasar tercatat 9,39% (2020), 11,65% (2021), 8,68%
    (2022), 8,35% (2023), dan 5,86% (2024)—tren perlambatan yang mencerminkan tekanan
    kompetitif dari produk impor berbiaya lebih rendah.
    Pada 2025, sektor BBM domestik berada dalam kondisi yang secara permintaan relatif stabil ,
    namun secara struktural menghadapi tiga tantangan besar:
        1) Keterbatasan produksi minyak mentah: Kapasitas lifting nasional terbatas mendorong
           impor yang membebani neraca perdagangan energi. Indonesia tidak lagi dapat
           sepenuhnya mengandalkan cadangan domestik untuk memenuhi kebutuhan energi yang
           terus tumbuh.
        2) Subsidi dan kendala fiskal: Harga BBM bersubsidi yang dikelola pemerintah menciptakan
           tekanan fiskal yang signifikan, sementara harga minyak global yang bergejolak
           mempersulit perencanaan anggaran.
        3) Ketergantungan impor bahan kimia: Total impor bahan kimia (HS 28+29) Indonesia
           mencapai USD 9,95 miliar pada Januari–November 2024, sementara ekspor hanya USD 7,0
           miliar pada keseluruhan 2024, mencerminkan defisit neraca perdagangan bahan kimia
           yang persisten.

Prospek Industri Distribusi BBM dan Bahan Kimia Indonesia (2026–2030)
Industri Distribusi BBM
Industri minyak dan gas Indonesia—termasuk segmen distribusi dan hilir BBM—diproyeksikan
tumbuh dengan CAGR 5,18% selama periode 2026–2031, meningkat dari nilai pasar sebesar USD


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 33
                                                                                        P a g e | xxxiii



13,88 miliar (2025) menuju USD 18,81 miliar (2031) berdasarkan riset Mordor Intelligence (edisi
Januari 2026). Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi permintaan domestik, dengan proyeksi
konsumsi minyak mentah Indonesia mencapai 1,8 juta barel per hari (bbl/d) pada 2030 dari 1,6 juta
bbl/d pada 2025.
Proyeksi konsumsi energi nasional menargetkan total konsumsi mencapai 1.552 juta Barrel of Oil
Equivalent (BOE) pada 2030, dengan segmen bensin diproyeksikan sekitar 40,2 juta KL pada
2026[32]. Meskipun program kendaraan listrik (EV) akan memberikan dampak pengurangan,
skalanya dalam jangka pendek masih terbatas.
Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius adopsi EV: 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta
unit motor listrik pada 2030. Jika tercapai, ini akan menghasilkan penghematan konsumsi BBM setara
29,79 juta BOE. Namun, laju adopsi EV aktual hingga 2025 masih sangat jauh dari target, sehingga
dampak riilnya terhadap konsumsi BBM 2026–2030 diperkirakan lebih terbatas. Kebijakan mandatori
biodiesel B50 yang dijadwalkan implementasinya mulai pertengahan 2026 juga akan mengubah
komposisi konsumsi solar secara signifikan, mengurangi impor solar fosil dan meningkatkan
permintaan CPO untuk kebutuhan energi.
Industri Bahan Kimia
Industri kimia dasar Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 7,2% selama periode 2021–2030,
dengan nilai pasar meningkat dari USD 17,6 miliar (2020) menuju USD 35,1 miliar (2030),
berdasarkan riset Allied Market Research (2026). Pertumbuhan didorong oleh tiga sektor utama:
pertanian (permintaan pupuk), farmasi, dan konstruksi.
Dalam hal sub-segmen, petrokimia organik diproyeksikan tumbuh dengan CAGR tertinggi sebesar
7,8%, sementara segmen berbasis energi mencatat CAGR paling cepat yakni 8,6% hingga 2030.
Pertumbuhan segmen energi ini konsisten dengan tren penggunaan bahan kimia sebagai bahan baku
energi terbarukan dan biodiesel.
  v) Tinjauan Industri Logistik Global
Kinerja Historis Industri Logistik Global (2020–2025)
Industri logistik global mengalami siklus paling dramatis dalam sejarah modern selama periode
2020–2025. Pandemi COVID-19 pada 2020 memicu disrupsi rantai pasok global yang belum pernah
terjadi sebelumnya, diikuti lonjakan permintaan yang mendorong pasar ke puncak supercycle pada
2021–2022. Kontraksi tajam kemudian terjadi pada 2023–2024 akibat normalisasi freight rate dan
penurunan permintaan konsumen. Pada 2025, pasar mulai pulih ke jalur pertumbuhan struktural
jangka panjang.
Berdasarkan data Statista dan Armstrong & Associates, nilai pasar logistik global tercatat sekitar USD
9,0 triliun pada 2020, kemudian melonjak ke USD 11,43 triliun pada puncaknya di 2022, sebelum
terkoreksi ke USD 9,97 triliun pada 2024 akibat freight recession pasca-pandemi. Pada 2025, pasar
diestimasi kembali tumbuh ke kisaran USD 11,7 triliun didorong pemulihan volume perdagangan dan
ekspansi e-commerce.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 34
                                                                                                                  P a g e | xxxiv




                        Ukuran Pasar Logistik Global & Pertumbuhan YoY (2020–2025)




          Sumber: Statista Global Logistics Market 2024; Armstrong & Associates 3PL Market Data 2022; Allied Market Research Freight
          & Logistics Market 2025

Di tingkat sub-sektor, kinerja sangat bervariasi. E-commerce logistics menjadi sub-sektor dengan
pertumbuhan paling konsisten, dengan nilai pasar global mencapai estimasi USD 524,2 miliar pada
2025 dan CAGR sekitar 20% sepanjang periode ini. Freight forwarding mengalami boom tarif pada
2021–2022 (tarif FCL Asia–Eropa sempat 8× lipat normal) sebelum crash ke level pra-pandemi pada
2023. Cold chain logistics tumbuh lebih stabil dengan CAGR 13–16%, didorong ekspansi farmasi dan
distribusi produk segar.
Pada 2025, industri logistik global memasuki fase stabilisasi pasca-freight-recession. Tiga dinamika
struktural mendefinisikan kondisi saat ini:
  1) Nearshoring dan Friend-shoring. Ketegangan geopolitik AS–Tiongkok, disrupsi Terusan Suez
     akibat konflik Laut Merah, dan pelajaran pandemi mendorong perusahaan multinasional
     merelokasi rantai pasok ke negara-negara yang lebih dekat secara geografis atau politis.
     Kawasan Asia Tenggara—termasuk Indonesia, Vietnam, dan Thailand—menjadi penerima
     manfaat langsung dari tren ini, dengan investasi fasilitas logistik meningkat signifikan.
  2) Digitalisasi dan AI dalam Logistik. Adopsi Transportation Management System (TMS) dan
     Warehouse Management System (WMS) berbasis AI tumbuh pesat. Sistem prediktif demand
     forecasting mampu mengurangi biaya persediaan 20–30%, sementara autonomous vehicle dan
     drone dalam tahap komersial awal di beberapa pasar maju.
  3) Desakan Regulasi Hijau. EU Emissions Trading System (EU ETS) mulai diberlakukan untuk sektor
     pelayaran pada 2024, dan IMO menargetkan pengurangan emisi GRK pelayaran 40% pada
     2030 vs 2008. Ini mendorong investasi masif dalam armada LNG, amonia, dan hidrogen serta
     percepatan adopsi electric vehicle (EV) untuk distribusi darat jarak pendek.
Secara regional, Asia Pasifik mendominasi pasar logistik global dengan pangsa sekitar 41,2% (estimasi
USD 2.698 miliar) pada 2025, jauh di atas Amerika Utara (~22%, USD 1.641 miliar) dan Eropa (~18%,
USD 1.476 miliar).
Prospek Industri Logistik Global (2026–2030)
Prospek industri logistik global periode 2026–2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid,
dengan nilai pasar diproyeksikan meningkat dari sekitar USD 11,7 triliun pada 2025 menjadi USD 16,7
triliun pada 2030 atau tumbuh dengan CAGR sekitar 7,3%. Pertumbuhan ini didorong oleh tiga faktor
utama, yaitu ekspansi e-commerce global yang meningkatkan permintaan layanan logistik khususnya
last-mile delivery, percepatan adopsi teknologi digital seperti IoT, blockchain, dan artificial

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 35
                                                                                                           P a g e | xxxv



intelligence yang meningkatkan efisiensi dan visibilitas rantai pasok, serta dorongan menuju green
logistics akibat regulasi emisi yang semakin ketat di berbagai kawasan utama dunia. Namun
demikian, industri ini tetap menghadapi sejumlah risiko, antara lain ketidakpastian geopolitik yang
dapat mengganggu jalur distribusi global, tekanan biaya operasional akibat kenaikan harga energi
dan tenaga kerja, serta kebutuhan investasi besar dalam proses dekarbonisasi, terutama bagi pelaku
usaha dengan armada lama.
     vi) Tinjauan Industri Logistik Indonesia
Kinerja Historis Industri Logistik Indonesia (2020–2025)
Sektor transportasi dan pergudangan Indonesia—proksi terdekat untuk industri logistik menurut
klasifikasi BPS—mencatat trajektori pemulihan yang kuat setelah kontraksi 2020. Nilai Produk
Domestik Bruto sektor ini atas dasar harga berlaku (ADHB) turun signifikan pada 2020 akibat
pembatasan mobilitas, kemudian tumbuh kuat seiring normalisasi aktivitas ekonomi dan lonjakan e-
commerce domestik.
Berdasarkan data BPS, nilai PDB sektor transportasi & pergudangan mencatat pertumbuhan luar
biasa sebesar +19,87% pada 2022 dan +13,96% pada 2023, jauh di atas rata-rata pertumbuhan PDB
nasional yang sekitar 5%. Pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan transportasi udara, ekspansi
masif e-commerce logistik, dan peningkatan aktivitas pelabuhan seiring normalisasi ekspor
komoditas. Pada 2024, pertumbuhan melandai ke +8,69%, dan untuk 2025 Kemenko Perekonomian
memperkirakan pertumbuhan berlanjut di kisaran +8,78% dengan nilai mencapai sekitar Rp 1.500
triliun.
                   PDB Sektor Transportasi & Pergudangan Indonesia ADHB (2020–2025)




     Sumber: BPS — PDB Lapangan Usaha ADHB 2020–2024; estimasi 2025 berdasarkan Kemenko Perekonomian/Supply Chain Indonesia

Secara kontekstual, biaya logistik Indonesia terhadap PDB telah mengalami rekalkulasi signifikan.
Angka historis yang sering dikutip (~23,5% dari PDB) mencerminkan metodologi lama; pemerintah
melalui Kemenko Perekonomian melakukan rekalkulasi pada September 2023 dan menghasilkan
angka terbaru 14,29% dari PDB—mengindikasikan efisiensi yang membaik akibat implementasi
National Logistics Ecosystem (NLE) dan ekspansi infrastruktur jalan tol.
Indonesia menghadapi paradoks logistik: meski memiliki biaya logistik yang masih relatif tinggi
dibanding negara tetangga, negara ini secara simultan menjadi salah satu pasar logistik dengan
pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Indeks Kinerja Logistik (LPI) World Bank 2023 menempatkan
Indonesia di peringkat 63 dari 139 negara dengan skor 3,0—turun dari peringkat 46 pada 2018.
Penurunan ini mencerminkan tekanan pada dimensi infrastruktur dan keandalan pengiriman,
meskipun teknologi digital logistik berkembang pesat.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 36
                                                                                                    P a g e | xxxvi



Pada sisi positif, implementasi NLE yang kini mencakup 46 pelabuhan dan 6 bandara berhasil
mereduksi waktu layanan logistik 57,7% dan biaya logistik 37,6% di pelabuhan-pelabuhan yang
berpartisipasi. Inisiatif ini merupakan transformasi digital paling signifikan dalam sektor logistik
Indonesia. Sub-sektor dengan pertumbuhan terkuat di Indonesia antara lain: e-commerce logistics
(estimasi USD 5,27 miliar pada 2025F), last-mile delivery (USD 8,5 miliar pada 2024, didominasi JNE,
J&T Express, SiCepat), cold chain (USD 5,08 miliar pada 2024, tumbuh seiring ekspansi distribusi
vaksin dan produk segar), dan freight trucking (USD 54 miliar pada 2024).
Prospek Industri Logistik Indonesia (2026–2030)
Mordor Intelligence memproyeksikan pasar logistik Indonesia akan tumbuh dengan CAGR 6,21%
selama 2026–2030, dengan nilai pasar mencapai sekitar USD 177,36 miliar (~Rp 2.750 triliun) pada
2030. Proyeksi ini didukung sejumlah katalis struktural:
     1) Infrastruktur. Penyelesaian Jalan Tol Trans-Sumatera dan pengembangan lanjutan Trans-
        Jawa akan membuka koridor logistik baru yang menghubungkan sentra produksi di luar Jawa
        dengan pelabuhan-pelabuhan utama. Program Tol Laut yang menyubsidi rute perintis ke
        Indonesia Timur terus memperluas jangkauan distribusi nasional.
     2) IKN Nusantara. Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur menciptakan demand generator
        logistik yang sepenuhnya baru. Groundbreaking "Nusantara Logistics Hub" (Januari 2024,
        kolaborasi Pos Indonesia dan Bina Karya) menjadi penanda dimulainya pengembangan
        ekosistem logistik terpadu di kawasan ini.
     3) Digitalisasi dan Ekosistem. Pengembangan platform NLE generasi kedua, integrasi customs
        clearance digital, dan adopsi AI untuk optimasi rute last-mile diproyeksikan dapat
        menurunkan biaya logistik ke di bawah 12% dari PDB pada 2030—mendekati benchmark
        ASEAN seperti Thailand dan Malaysia.

              Proyeksi PDB Transportasi & Pergudangan Indonesia (2025–2030, Rp Triliun)




             Sumber: BPS 2020–2024; Mordor Intelligence & Kemenko Perekonomian Republik Indonesia



  vii)    Tinjauan Industri FSRU Global
Dinamika Tarif Charter FSRU Global

Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) merupakan aset infrastruktur energi terapung yang
menyatukan fungsi penyimpanan LNG dan fasilitas regasifikasi dalam satu unit. Dalam kerangka
penilaian kewajaran (fairness opinion), tarif charter harian FSRU menjadi salah satu parameter pasar
yang relevan untuk mengukur daya tarik investasi, kelayakan biaya operasional, dan positioning aset
bagi perusahaan terbuka yang bergerak di sektor energi gas. Pada periode 2022–2025, pasar FSRU


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 37
                                                                                                           P a g e | xxxvii



global mencatat salah satu siklus harga paling fluktuatif sepanjang sejarah industri ini, yang dipicu
oleh guncangan geopolitik dan pergeseran mendasar pada struktur permintaan energi global.

Lonjakan Tarif Akibat Eskalasi Konflik Rusia–Ukraina (2022). Eskalasi konflik bersenjata antara Rusia
dan Ukraina pada Februari 2022 memiliki dampak yang signifikan dan segera terhadap struktur harga
energi global. Ketergantungan historis negara-negara Eropa Barat terhadap pasokan gas melalui
jaringan pipa Rusia (Nord Stream dan Yamal) secara tiba-tiba berubah menjadi kebutuhan mendesak
atas pasokan LNG spot alternatif. Kondisi tersebut mengakibatkan tarif charter harian FSRU melonjak
dari kisaran US$80.000–US$120.000 (pra-2022) ke level puncak US$180.000–US$200.000 per hari
sepanjang tahun 2022. Keterbatasan pasokan unit FSRU yang tersedia di pasar menyebabkan
sejumlah negara berkembang kehilangan akses terhadap unit yang telah direncanakan untuk proyek
gas-to-power domestik mereka, yang pada gilirannya berdampak pada penundaan program
elektrifikasi di kawasan tersebut.

Pergeseran Struktural Pola Permintaan Energi Eropa. Sebagai respons terhadap krisis energi yang
berlangsung, negara-negara Eropa mengambil langkah-langkah strategis dengan mengunci kapasitas
FSRU melalui kontrak jangka menengah dan panjang, yang secara efektif menyerap sebagian besar
unit yang tersedia di pasar global. Tingkat utilisasi armada FSRU meningkat tajam pada periode 2022–
2023. Meskipun demikian, sejalan dengan pengembangan infrastruktur energi terbarukan dan
diversifikasi sumber pasokan gas oleh negara-negara Eropa, volume impor LNG Eropa tercatat
mengalami penurunan sebesar 19% pada tahun 2024. Pergeseran struktural ini menciptakan
tekanan balik terhadap permintaan FSRU global pada periode selanjutnya dan menjadi salah satu
faktor penentu normalisasi tarif charter yang berlangsung pada 2024–2025.
                   Periode                        Tarif Charter Harian (USD/hari)            Kondisi Pasar yang
Normalisasi Tarif Charter pada Tahun 2024–2025. Memasuki tahun 2024 dan berlanjut pada 2025,
                                                                    Melatarbelakangi
  Pra-2022 (Baseline)            US$80.000 – US$120.000          Kondisi pasar stabil; dominasi
tarif charter harian FSRU mengalami koreksi bertahap menuju kisaran US$130.000–US$150.000 per
                                                                                    kontrak jangka panjang dengan
hari. Normalisasi tersebut didorong oleh beberapa faktor yangtingkat
                                                               salingutilisasi
                                                                        memperkuat:
                                                                               normal pertama,
   2022                                        US$180.000 – US$200.000 (Puncak)     Krisis energi Eropa; kelangkaan
masuknya gelombang kapasitas liquefaksi baru dari Amerika Serikat, Kanada, dan Afrika ke dalam
                                                               pasokan FSRU ekstrem akibat
pasar global; kedua, berkurangnya permintaan spot LNG dari Tiongkok sebagai
                                                               akumulasi      akibat
                                                                         kontrak Eropapeningkatan
   2023                                        US$150.000 – US$180.000              Kelanjutan penguncian kapasitas
produksi gas domestik dan aliran gas pipa melalui jalur Power of Siberia; dantarif
                                                                   oleh Eropa; ketiga,
                                                                                   masihbertambahnya
                                                                                         bertahan di
                                                                level tinggi new-build. Perlu dicatat
ketersediaan unit FSRU melalui program konversi kapal LNG dan pengadaan
   2024                                        US$120.000 – US$180.000              Awal normalisasi; rata-rata biaya
bahwa tarif spot kapal LNG standar bahkan mengalami penurunan
                                                           sewayang  lebih
                                                                tahunan    dalamUS$45–65
                                                                        mencapai  ke kisaran
                                                        juta per unit harga yang signifikan
US$29.000 per hari; namun demikian, FSRU mempertahankan premium
   2025                                        US$130.000 – US$150.000              Tekanan ganda dari gelombang
mengingat keberadaan peralatan regasifikasi
                                (Normalisasi) yang tertanam dan kebutuhan
                                                                 pasokan baruawak  dengan keahlian
                                                                              dan moderasi
                                                                                    permintaan Tiongkok
teknis khusus.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 38
                                                                                                            P a g e | xxxviii



            Periode                        Tarif Charter Harian                   Kondisi Pasar yang Melatarbelakangi
                                                (USD/hari)
  Pra-2022 (Baseline)               US$80.000 – US$120.000                        Kondisi pasar stabil; dominasi kontrak
                                                                                  jangka panjang dengan tingkat utilisasi
                                                                                  normal
  2022                              US$180.000          –    US$200.000 Krisis energi Eropa; kelangkaan
                                    (Puncak)                            pasokan FSRU ekstrem akibat
                                                                        akumulasi kontrak Eropa
  2023                              US$150.000 – US$180.000                       Kelanjutan penguncian kapasitas oleh
                                                                                  Eropa; tarif masih bertahan di level
                                                                                  tinggi
  2024                              US$120.000 – US$180.000                       Awal normalisasi; rata-rata biaya sewa
                                                                                  tahunan mencapai US$45–65 juta per
                                                                                  unit
  2025                              US$130.000 –             US$150.000 Tekanan ganda dari gelombang
                                    (Normalisasi)                       pasokan    baru    dan moderasi
                                                                        permintaan Tiongkok
Sumber: FGE Energy; Timera Energy; Anas Alhajji (EOA)




Sumber: FGE Energy; Timera Energy; Anas Alhajji (EOA)


Konsumsi, Produksi, dan Perdagangan LNG Global

Dinamika permintaan dan penawaran LNG global pada periode 2022–2025 secara signifikan
dipengaruhi oleh kebijakan energi dan kondisi makroekonomi di tiga yurisdiksi utama, yakni Republik
Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Perubahan pola konsumsi dan produksi di ketiga negara
tersebut memiliki implikasi langsung terhadap tingkat penyerapan armada FSRU global serta
proyeksi keseimbangan pasar ke depan.

Tiongkok. Tiongkok merupakan importir LNG terbesar di dunia dan memiliki pengaruh dominan
terhadap keseimbangan pasar LNG global. Volume impor LNG Tiongkok menunjukkan tren


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 39
                                                                                      P a g e | xxxix



pertumbuhan dari 63,4 Mtpa pada 2022 menjadi 77,0–78,6 Mtpa pada 2024. Namun demikian, pada
tahun 2025 volume impor diproyeksikan mengalami kontraksi ke bawah 70 Mtpa, terutama sebagai
dampak dari: (i) peningkatan produksi gas alam domestik; dan (ii) ekspansi aliran gas pipa melalui
proyek Power of Siberia yang secara langsung mensubstitusi kebutuhan impor LNG spot [3][4].
Pergeseran struktural permintaan Tiongkok tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap
normalisasi tarif charter FSRU global pada periode 2024–2025.

India. India menunjukkan profil pertumbuhan permintaan LNG yang konsisten dan berkelanjutan,
tercermin dari peningkatan volume impor dari 20,0 Mtpa (2022) menjadi 26,0 Mtpa (2024), yang
didorong oleh ekspansi sektor industri manufaktur dan kebutuhan pembangkit listrik berbasis gas
alam. Sejalan dengan normalisasi harga LNG global pada 2025, India diperkirakan akan terus
memperluas kapasitas infrastruktur regasifikasi nasionalnya, termasuk melalui penambahan
terminal berbasis FSRU di kawasan pesisir barat dan timur. Kondisi ini mencerminkan profil India
sebagai pasar pertumbuhan yang relevan bagi pengembangan kapasitas FSRU dalam jangka
menengah.

Amerika Serikat. Amerika Serikat berperan sebagai eksportir LNG dominan di pasar global. Volume
ekspor meningkat secara substantial dari 77,5 Mtpa (2022) menjadi sekitar 91,0 Mtpa (2024),
mempertegas posisi AS sebagai pemasok utama bagi Eropa dan sejumlah negara importir Asia.
Dengan banyaknya keputusan investasi final (Final Investment Decision/FID) baru yang telah dibuat,
kapasitas produksi gas alam Amerika Serikat diproyeksikan mencapai 1.308 bcm pada tahun 2030.
Pertumbuhan pasokan tersebut berpotensi memberikan tekanan struktural yang berkelanjutan
terhadap tarif charter FSRU global dalam jangka menengah-panjang.




Sumber: Shell LNG Outlook 2025; IEEFA; GECF; IEA

Kapasitas dan Utilisasi Armada FSRU Global. Berdasarkan data GECF per awal 2026, terdapat 50
unit FSRU yang beroperasi secara komersial di seluruh dunia, dengan kapasitas regasifikasi gabungan
sebesar 197 Mtpa atau setara dengan sekitar 20% dari total kapasitas regasifikasi LNG global. Rata-
rata tingkat utilisasi armada berada pada kisaran 35%, yang mencerminkan peran khas FSRU sebagai
infrastruktur dengan kapasitas respons cepat (rapid-deployment) yang melengkapi fasilitas



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 40
                                                                                          P a g e | xl



regasifikasi terminal darat dengan kontrak take-or-pay jangka panjang. Secara regional, Eropa
memimpin dengan kapasitas terpasang 64 Mtpa, diikuti Amerika Latin (50 Mtpa) dan Asia (41 Mtpa).
Proyeksi Pasar FSRU Global 2026–2027. Berdasarkan analisis atas kondisi pasar terkini dan tren sisi
penawaran, pasar FSRU global diperkirakan akan bertransisi dari kondisi pasar yang "ketat" (tight)
menuju kondisi "well-supplied" pada periode 2026–2027, seiring masuknya lebih dari 235 Mtpa
kapasitas liquefaksi baru ke dalam pasar. Tarif charter FSRU diproyeksikan bergerak dalam rentang
US$100.000–US$130.000 per hari. Dari sisi permintaan, lebih dari 15 negara berkembang di kawasan
Afrika dan Asia Tenggara berencana mengoperasikan unit FSRU pertama mereka untuk mendukung
program gas-to-power, yang akan menjadi faktor penyeimbang terhadap moderasi permintaan di
pasar yang telah matang. FSRU diprediksi akan tetap menjadi solusi infrastruktur energi yang
diutamakan mengingat keunggulan komparatifnya dalam hal kecepatan deployment (12–24 bulan)
dibandingkan pembangunan terminal regasifikasi darat (4–7 tahun).


  viii) Tinjauan Industri FSRU Indonesia
Produksi dan Penjualan LNG Nasional

Sebagai salah satu eksportir LNG terbesar di dunia (peringkat keenam secara global berdasarkan data
tahun 2022), Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok energi gas global. Perkembangan
produksi gas bumi nasional merupakan variabel kunci dalam penilaian kewajaran industri FSRU di
Indonesia, mengingat keterkaitan langsung antara volume produksi hulu, alokasi LNG ekspor,
pemenuhan kewajiban pasokan domestik, serta kebutuhan infrastruktur regasifikasi seperti FSRU.

Realisasi Produksi Gas Bumi Nasional 2020–2025. Produksi gas bumi nasional Indonesia mencatat
penurunan signifikan pada tahun 2022 menjadi 1.962.929 MMscf, merepresentasikan kontraksi
sekitar 19% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh decline
rate alami (natural decline) pada lapangan-lapangan matang, termasuk Blok Corridor di Sumatera
Selatan dan Arun di Aceh. Pemulihan yang signifikan terjadi pada tahun 2023 (2.420.059 MMscf)
seiring mulai beroperasinya Tangguh Train 3 yang menambah kapasitas produksi sebesar 3,8 Mtpa.
Pada tahun 2024, realisasi produksi tercatat sebesar 2.483.498 MMscf, menjadikannya angka
produksi tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Perbandingan Kinerja Produksi 2024 terhadap 2025 (Year-on-Year). Pada tahun 2025, volume
produksi gas bumi nasional diproyeksikan berada pada kisaran 2,4–2,5 juta MMscf, konsisten dengan
optimalisasi kapasitas Tangguh LNG (total kapasitas terpasang 11,4 Mtpa pasca Train 3) dan Badak
LNG Bontang. Perbandingan year-on-year mengindikasikan pertumbuhan yang relatif terbatas,
mengingat tekanan decline rate yang berlangsung pada lapangan-lapangan matang di Sumatera
Selatan dan Kalimantan. Peningkatan produksi yang bermakna dalam jangka menengah memerlukan
percepatan pengembangan Wilayah Kerja baru dan program infill drilling yang signifikan.

Kewajiban Pasokan Domestik (Domestic Market Obligation) 2025. Kebijakan Domestic Market
Obligation (DMO) yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia mewajibkan produsen LNG untuk
mengalokasikan porsi tertentu dari volume produksi guna memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Besaran kewajiban DMO bervariasi sesuai dengan ketentuan dalam setiap kontrak kerja sama:
Donggi-Senoro LNG (DSLNG) ditetapkan sebesar 30%, sedangkan Tangguh Train 3 dikenakan


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 41
                                                                                                       P a g e | xli



kewajiban DMO sebesar 40% untuk pasokan domestik. Sepanjang tahun 2025, SKK Migas secara aktif
mengoptimalkan alokasi gas hulu untuk menutup defisit pasokan pipa domestik, termasuk
pengalihan kargo ekspor dari Blok Corridor ke konsumen dalam negeri. Kebijakan DMO yang semakin
diperkuat tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah dalam memprioritaskan ketahanan energi
nasional dan mendukung agenda industrialisasi berbasis gas.




Sumber: BPS; SKK Migas



Unit FSRU yang Beroperasi di Indonesia. Guna mendukung distribusi gas ke pusat-pusat konsumsi
yang tidak terlayani oleh jaringan pipa, Pemerintah Indonesia telah mengoperasikan empat unit
FSRU yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatera, dan Bali. Unit-unit tersebut dioperasikan oleh
Subholding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) dan afiliasi PT Pertamina (Persero), dan
berfungsi sebagai tulang punggung infrastruktur regasifikasi untuk keperluan pembangkit listrik dan
industri:
          Nama Unit                           Lokasi                         Operator          Kapasitas
                                                                                              Regasifikasi
  FSRU Jawa Satu                   Cilamaya, Jawa Barat              Jawa Satu Power 3,1       bcm/tahun
                                                                     (MOL/Pertamina) (170.000 m3)
  FSRU West Java                   Muara Karang, DKI Nusantara     Regas 3,0 Mtpa
                                   Jakarta           (Pertamina/PGN)
  FSRU Lampung                     Lampung, Sumatera                 PT PGN Tbk. (Hoegh 1,8–2,7 Mtpa
                                                                     LNG, operator)
  FSRU Benoa                       Benoa, Bali                       Pelindo        Energy 50 MMSCFD (skala
                                                                     Logistik              kecil)
Sumber: PGN; Pertamina; SKK Migas




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 42
                                                                                       P a g e | xlii



Dampak Dinamika Harga FSRU terhadap Perekonomian Indonesia

Pelemahan harga LNG global pada periode 2024–2025 memberikan dampak berlapis bagi
perekonomian Indonesia. Di satu sisi, kondisi tersebut menekan penerimaan negara dan pendapatan
badan usaha milik negara di sektor energi; di sisi lain, pelemahan harga LNG secara agregat
meningkatkan keterjangkauan dan aksesibilitas energi bagi konsumen dan industri domestik. Analisis
berikut menelaah dampak tersebut dari perspektif fiskal, perdagangan, dan posisi kompetitif
Indonesia di pasar LNG internasional.

Dampak terhadap Penerimaan Negara dan Pendapatan Korporasi. Penurunan harga LNG global
secara langsung memberikan tekanan terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor
minyak dan gas bumi, mengingat mekanisme penetapan harga kontrak ekspor LNG Indonesia yang
sebagian besar mengacu pada formula berbasis harga minyak (oil-indexed). Nilai ekspor gas
Indonesia tercatat sebesar US$8,9 miliar pada tahun 2024, dan mengalami koreksi sebesar 17,39%
menjadi US$7,35 miliar pada tahun 2025. Penurunan tersebut mencerminkan kombinasi antara: (i)
pelemahan harga realisasi pada kontrak yang sedang berjalan; dan (ii) tekanan pada volume ekspor
akibat kebijakan pengutamaan pasokan domestik melalui mekanisme DMO. Pendapatan PT
Pertamina (Persero) dan kontraktor PSC yang memiliki posisi penjualan LNG berbasis indeks harga
pasar turut terdampak secara signifikan.

Pertimbangan Trade-off antara Volume Produksi dan Harga Realisasi. Pemerintah Indonesia
dihadapkan pada pertimbangan strategis yang bersifat trade-off: di satu sisi, peningkatan atau
pemertahanan volume produksi LNG diperlukan untuk memanfaatkan kapasitas terpasang yang
telah diinvestasikan, khususnya pasca beroperasinya Tangguh Train 3; di sisi lain, dalam kondisi
pelemahan harga, strategi volume tinggi tidak serta-merta mengkompensasi penurunan revenue per
unit yang diterima, sehingga total penerimaan negara dari sektor gas tetap mengalami tekanan
negatif. Strategi yang ditempuh Pemerintah adalah mempertahankan volume produksi pada level
optimal sambil memperluas alokasi DMO, dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan industri
domestik yang bernilai tambah lebih tinggi dibandingkan ekspor komoditas.

Posisi Indonesia sebagai Eksportir LNG Utama di Pasar Global. Indonesia menempati peringkat
keenam sebagai eksportir LNG global pada tahun 2022, dengan pasar tujuan utama meliputi
Tiongkok (sekitar 6,6 bcm), Korea Selatan (sekitar 3,3 bcm), dan Jepang (sekitar 2,6 bcm) [6][7].
Meskipun volume ekspor mengalami tekanan akibat kebijakan DMO yang diperketat, Indonesia
berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan nasional sebesar sekitar US$41 miliar pada
tahun 2025, yang ditopang oleh diversifikasi ekspor komoditas non-migas. Dalam perspektif jangka
menengah-panjang, daya saing posisi ekspor Indonesia akan semakin ditentukan oleh kapasitas
dalam mengembangkan cadangan gas baru, efisiensi biaya operasional fasilitas LNG, serta kecepatan
dalam mengambil peran strategis sebagai "bahan bakar jembatan" menuju pencapaian target Net
Zero Emissions 2060 sebagaimana diatur dalam kerangka Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 43
                                                                                        P a g e | xliii




Sumber: BPS



Kerangka Kebijakan Bauran Energi Nasional hingga Tahun 2050. Rencana Umum Energi Nasional
(RUEN) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden menempatkan gas bumi dalam fungsi "bahan
bakar jembatan" (bridging fuel) dalam skema transisi energi Indonesia. Pemerintah menetapkan
target porsi energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23% dalam bauran energi primer pada tahun
2025, dengan komitmen pencapaian Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 [8]. Dalam konteks
tersebut, infrastruktur FSRU memainkan peran yang krusial: (i) memungkinkan distribusi gas secara
cepat ke wilayah-wilayah kepulauan yang belum terlayani jaringan pipa transmisi; (ii) mendukung
program konversi pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) ke gas; serta (iii) berkontribusi pada
percepatan program pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batubara dalam
kerangka Just Energy Transition Partnership (JETP) yang diprakarsai bersama mitra internasional
Indonesia.
  ix) Kesimpulan Tinjauan Industri
Perkembangan industri properti, distribusi BBM dan bahan kimia, serta logistik menunjukkan bahwa
ketiga sektor tersebut telah melewati fase siklus yang signifikan selama periode historis dan kini
memasuki fase stabilisasi menuju pertumbuhan yang lebih terstruktur. Sektor properti, baik global
maupun domestik, menunjukkan pemulihan bertahap pasca tekanan suku bunga tinggi, dengan
prospek pertumbuhan yang didorong oleh urbanisasi, digitalisasi, dan kebutuhan efisiensi energi. Di
Indonesia, potensi pertumbuhan yang relatif tinggi mencerminkan adanya peluang ekspansi yang
kuat, meskipun tetap diiringi dengan risiko eksternal seperti dinamika suku bunga dan ketidakpastian
global. Sementara itu, industri distribusi BBM dan bahan kimia masih menunjukkan ketahanan
permintaan, khususnya di pasar berkembang, namun menghadapi tantangan struktural berupa
keterbatasan produksi domestik, ketergantungan impor, serta tekanan transisi energi.

Di sisi lain, industri logistik berperan sebagai enabler utama bagi pertumbuhan kedua sektor
tersebut, dengan prospek pertumbuhan yang solid didorong oleh ekspansi e-commerce,
transformasi digital, dan pengembangan infrastruktur. Indonesia secara khusus menunjukkan
potensi pertumbuhan logistik yang kuat, didukung oleh pembangunan infrastruktur, implementasi
National Logistics Ecosystem, serta pengembangan kawasan strategis seperti IKN. Secara
keseluruhan, ketiga sektor ini memiliki prospek pertumbuhan yang positif dengan profil risiko yang
masih dapat dikelola, dimana keberhasilan pelaku usaha akan sangat ditentukan oleh kemampuan


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 44
                                                                                              P a g e | xliv



   dalam beradaptasi terhadap perubahan struktural, termasuk digitalisasi, efisiensi operasional, serta
   pergeseran menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan. Adapun secara agregat, proyeksi
   pertumbuhan untuk industri Oil and Gas, Freight & Logistics, serta Property/Real Estate pada tahun
   2030 diperkirakan mencapai 5,18% - 7,90% CAGR yang mencerminkan kondisi pertumbuhan yang
   stabil dan berkelanjutan di masing-masing sektor tersebut.
   Di samping itu, industri Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) baik pada tingkat global
   maupun domestik menunjukkan prospek pertumbuhan jangka menengah hingga panjang yang
   positif, didukung oleh peningkatan kebutuhan infrastruktur LNG, transisi energi menuju sumber
   energi yang lebih bersih, serta kebutuhan akan solusi regasifikasi yang fleksibel dan efisien. Meskipun
   industri FSRU global mengalami normalisasi tarif charter pasca lonjakan akibat krisis energi Eropa
   pada tahun 2022–2023, tingkat permintaan terhadap infrastruktur FSRU diperkirakan tetap terjaga
   seiring ekspansi pasar LNG di negara berkembang dan kebutuhan diversifikasi sumber energi. Di
   Indonesia, penguatan kebijakan ketahanan energi nasional, implementasi Domestic Market
   Obligation (DMO), pengembangan infrastruktur LNG, serta peran gas bumi sebagai bridging fuel
   dalam kerangka transisi energi menuju target Net Zero Emissions 2060 mendukung prospek
   pertumbuhan industri FSRU dalam jangka panjang. Dengan demikian, industri FSRU dipandang
   memiliki prospek pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan, meskipun tetap dipengaruhi oleh
   dinamika harga energi global, kebijakan energi nasional, serta perkembangan pasar LNG
   internasional.
c) Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
   Prospek operasional Perseroan pada periode 2026–2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang
   stabil dan terukur. Secara agregat, Perseroan menyesuaikan proyeksi pertumbuhan pendapatan
   menjadi sebesar sekitar 7,25% (CAGR) selama periode proyeksi, sejalan dengan proyeksi
   pertumbuhan pasar. Penyesuaian ini mencerminkan pendekatan yang lebih konservatif dan realistis
   dalam mengantisipasi dinamika ekonomi dan industri ke depan, dengan tetap mempertimbangkan
   kondisi pasar serta kapasitas operasional yang dimiliki.
   Jika dibandingkan dengan prospek industri, pertumbuhan Perseroan kini berada pada tingkat yang
   sejalan dengan pertumbuhan pasar yang diperkirakan dengan rentang 5,18% - 7,90% CAGR hingga
   periode 2030. Keselarasan ini menunjukkan bahwa asumsi proyeksi yang digunakan Perseroan telah
   mencerminkan kondisi industri yang mendasari, baik dari sisi permintaan, perkembangan
   infrastruktur, maupun tren investasi di sektor terkait. Dengan demikian, proyeksi tersebut tidak
   hanya menjaga daya saing Perseroan, tetapi juga mencerminkan kehati-hatian dalam menjaga
   kualitas pertumbuhan yang berkelanjutan.
   Lebih lanjut, penyesuaian proyeksi pertumbuhan Perseroan ke tingkat yang setara dengan
   pertumbuhan industri juga mencerminkan strategi mitigasi risiko yang diterapkan, khususnya dalam
   menghadapi ketidakpastian global seperti volatilitas harga energi, dinamika suku bunga, serta
   perubahan kebijakan dan regulasi. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, proyeksi
   pertumbuhan pendapatan Perseroan dinilai berada dalam tingkat yang wajar, serta menunjukkan
   posisi Perseroan yang adaptif dan memiliki potensi untuk terus berkembang seiring dengan
   pertumbuhan industri yang mendasarinya.




   Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
   untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
   Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
   dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 45
                                                                                       P a g e | xlv



3) Analisis Kuantitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo
   antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte.
   Ltd. dalam Pengembangan FSRU
Analisis kuantitatif atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU terdiri atas:
a) Analisis Kinerja Historis atas Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan Perseroan




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 46
                                                                                                                                      P a g e | xlvi



                                      Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tahun 2021 – 2025
                                                                                                                                (dalam ribuan rupiah)
                                                                       2021              2022              2023              2024                2025
                          Keterangan
                                                                       Audit             Audit             Audit             Audit               Audit
  ASET
  ASET LANCAR
  Kas dan setara kas                                          2.600.492.407     4.337.980.751     6.535.625.681     5.365.991.608       6.404.299.375
  Piutang usaha                                               4.488.568.078     5.971.459.404     6.403.443.864     7.563.490.272       9.544.657.509
  Piutang lain-lain                                              23.881.060        48.953.580        56.397.196        44.268.911          45.702.915
  Persediaan                                                  2.380.874.610     3.051.343.242     3.133.621.502     3.462.763.531       2.601.111.632
  Persediaan tanah kawasan industri                           2.126.776.429     2.169.233.066     1.620.808.463     3.756.816.356       4.013.228.173
  Pajak dibayar di muka                                         133.190.794       108.106.576       197.028.073       147.198.948         135.665.526
  Biaya dibayar dimuka                                           66.772.588        72.021.850        85.322.248        81.762.138          88.080.384
  Uang muka                                                      84.083.600        64.676.117        73.764.039       147.409.624          59.980.112
  Aset lancar lainnya                                           118.038.796        17.519.665        15.040.591       428.410.352         430.990.526
  TOTAL ASET LANCAR                                          12.022.678.362    15.841.294.251    18.121.051.657    20.998.111.740      23.323.716.152

  ASET TIDAK LANCAR
  Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga                659.561.869       494.583.828       387.378.827       304.429.436       1.224.582.641
  Investasi pada entitas asosiasi                               401.618.108       417.300.271       445.892.740       492.359.823         535.825.092
  Aset pajak tangguhan - neto                                   251.900.442       205.213.107       201.297.850       188.343.792         181.237.136
  Properti investasi                                          1.816.567.520     1.816.567.520     1.816.567.520     1.816.567.520       1.816.567.520
  Aset tetap - neto                                           4.978.381.223     4.996.696.832     5.466.446.896     6.365.009.877       6.810.814.885
  Aset hak guna - neto                                          568.637.558       586.193.133       617.801.889       793.367.518         839.161.376
  Sewa tanah jangka panjang dibayar di muka - neto                        -                 -                 -                 -                   -
  Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang              42.788.198        43.598.633        16.274.311        15.571.175          70.449.440
  Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi                        -                 -                 -                 -         250.000.000
  Aset keuangan tidak lancar lainnya                            145.898.826       132.387.490        66.662.432        74.742.610          37.856.217

  Persediaan tanah kawasan industri untuk pengembangan        2.565.515.826     2.587.396.616     3.026.267.791     1.983.264.085       1.421.440.536
  Uang muka                                                      43.025.293        42.968.020        42.968.020        27.211.667                   -
  Aset tidak lancar lainnya - neto                               12.012.511        23.408.335        46.013.184        49.705.125          50.630.262
  TOTAL ASET TIDAK LANCAR                                    11.485.907.374    11.346.313.785    12.133.571.460    12.110.572.628      13.238.565.105
  TOTAL ASET                                                 23.508.585.736    27.187.608.036    30.254.623.117    33.108.684.368      36.562.281.257

  LIABILITAS DAN EKUITAS
  LIABILITAS
  LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Hutang bank jangka pendek dan lainnya                         121.701.754         1.573.705         5.000.000         7.000.000         237.365.000
  Hutang usaha                                                7.766.849.298     9.239.323.818     9.519.185.995    10.391.582.462      12.333.889.025
  Hutang lain-lain                                               78.842.715        72.571.876       349.640.045       464.043.998         209.351.573
  Hutang pajak                                                  198.010.697       350.461.872       450.027.838       402.699.824         653.587.230
  Biaya masih harus dibayar                                     317.241.262       623.931.872       571.823.594       585.685.122         663.234.721
  Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                        119.645.206       195.016.227       187.750.044       144.298.160         118.052.612
  Liabilitas sewa jangka pendek                                  16.563.340        15.469.598        43.446.381        45.084.227          71.402.299
  Liabilitas kontrak                                            235.492.402       226.516.877       224.865.280       272.002.142         311.093.601
  Uang muka pelanggan dan lainnya                                         -                 -                 -                 -                   -
  Hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
  tahun                                                         383.787.323       554.639.521     1.089.267.780     1.140.851.204       1.182.438.653
  Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun              67.870.584                 -        36.833.937                 -                   -
  Hutang dividen                                                    836.812           986.227        55.536.914         1.000.288          56.785.476
  TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                              9.306.841.393    11.280.491.593    12.533.377.808    13.454.247.427      15.837.200.190

  LIABILITAS JANGKA PANJANG
  Liabilitas pajak tangguhan - neto                                8.763.562        11.395.226        18.384.131        25.699.726          40.939.690
  Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun                                 2.164.802.579     2.101.263.279     3.117.277.847     3.645.033.749       3.703.087.919
  Hutang obligasi                                                 36.676.629        36.751.679                 -
  Liabilitas imbalan pasca kerja                                 145.867.002       144.724.214       177.230.676       179.043.946         210.005.038
  Liabilitas kontrak jangka panjang                              216.319.601        78.668.895        19.380.841       631.405.255         631.125.850
  Liabilitas sewa jangka panjang                                 266.123.582       306.865.471       336.940.196       479.142.813         518.488.414
  Hutang dividen                                                  54.107.938        54.107.938                 -        54.107.938                   -
  Liabilitas jangka panjang lainnya                               10.118.337        18.528.966         9.074.105        16.011.040          11.484.687
  TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                             2.902.779.230     2.752.305.668     3.678.287.796     5.030.444.467       5.115.131.598
  TOTAL LIABILITAS                                           12.209.620.623    14.032.797.261    16.211.665.604    18.484.691.894      20.952.331.788

  EKUITAS
  Modal Saham                                                   401.469.492       401.469.492       401.469.492       401.469.492         401.469.492
  Tambahan modal yang disetor                                 1.287.163.057     1.287.163.057     1.287.163.057     1.301.477.917       1.365.578.353
  Saham treasuri                                               (118.071.864)     (118.071.864)     (118.071.864)     (112.577.374)        (96.093.902)
  Saldo laba                                                  7.518.358.978     9.093.922.725     9.396.615.529     9.651.189.262      10.140.827.446
  Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan               187.195.083       235.378.128       226.451.794       251.982.560         275.160.157
  Komponen ekuitas lainnya                                       69.001.583        69.001.149        68.996.200        68.994.782          68.994.086
  Kepentingan non-pengendali                                  1.953.848.784     2.185.948.088     2.780.333.305     3.061.455.835       3.454.013.837
  TOTAL EKUITAS                                              11.298.965.113    13.154.810.775    14.042.957.513    14.623.992.474      15.609.949.469
  TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                               23.508.585.736    27.187.608.036    30.254.623.117    33.108.684.368      36.562.281.257
  Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan
rata-rata sebesar 12%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 26% dari sebesar
Rp18.683.572.815.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp23.508.585.736.000,- pada tahun
2021. Pada tahun 2025, jumlah aset Perseroan adalah sebesar Rp36.562.281.257.000,-.


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 47
                                                                                    P a g e | xlvii



Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat
dengan rata-rata sebesar 18%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 49% dari
sebesar Rp8.042.418.506.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp12.022.678.362.000,- pada
tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah aset lancar Perseroan adalah sebesar Rp23.323.716.152.000,-
.
Selama tahun 2021 – 2025, jumlah aset tidak lancar Perseroan mengalami pertumbuhan yang relatif
stabil dengan rata-rata sebesar 4%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2025 sebesar 9% dari
sebesar Rp12.110.572.628.000,- pada tahun 2024 menjadi sebesar Rp13.238.565.105.000,- pada
tahun 2025.
Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami pertumbuhan yang meningkat
dengan rata-rata sebesar 14%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 50% dari
sebesar Rp8.127.216.543.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp12.209.620.623.000,- pada
tahun 2021. Pada tahun 2025, jumlah liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp20.952.331.788.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas jangka pendek mengalami pertumbuhan yang meningkat
dengan rata-rata sebesar 14%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 82% dari
sebesar Rp5.102.110.055.000,- pada tahun 2020 menjadi sebesar Rp9.306.841.393.000,- pada tahun
2021. Pada tahun 2025, jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan adalah sebesar
Rp15.837.200.190.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025, jumlah liabilitas jangka panjang mengalami pertumbuhan yang
meningkat dengan rata-rata sebesar 15%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2023 sebesar 34%
dari sebesar Rp2.752.305.668.000,- pada tahun 2022 menjadi sebesar Rp3.678.287.796.000,- pada
tahun 2023.
Selama tahun 2021 – 2025, jumlah ekuitas mengalami pertumbuhan yang meningkat dengan rata-
rata sebesar 8%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 16% dari sebesar
Rp11.298.965.113.000,- pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp13.154.810.775.000,- pada tahun
2022. Pada tahun 2025, jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp15.609.949.469.000,-.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 48
                                                                                                                                         P a g e | xlviii



                                           Laporan Laba Rugi Perseroan Tahun 2021 – 2025
                                                                                                                                    (dalam ribuan rupiah)
                                                                        2021               2022               2023               2024                  2025
                        Keterangan
                                                                        Audit              Audit              Audit              Audit                 Audit
Pendapatan                                                    25.707.068.900     47.539.986.604     42.086.952.436     38.729.493.298        46.018.468.072
 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan                     25.463.445.015     47.269.426.164     41.817.425.630     38.457.126.044        45.732.540.855
 Pendapatan Sewa                                                 243.623.885        270.560.440        269.526.806        272.367.254           285.927.217
Beban Pokok Pendapatan                                       (23.413.909.898)   (43.287.573.122)   (37.613.487.899)   (35.220.457.367)      (41.920.479.417)
Laba Kotor                                                     2.293.159.002      4.252.413.482      4.473.464.537      3.509.035.931         4.097.988.655

Beban Usaha
 Beban umum dan administrasi                                   (776.009.675)      (975.279.769)      (877.798.573)      (873.443.923)         (961.169.832)
 Beban penjualan                                                (61.843.405)      (153.814.113)       (97.071.990)      (101.147.934)          (98.127.836)

Pendapatan (Beban) Usaha Lainnya
 Laba atas penjualan aset tetap - neto                            7.523.368           7.058.827        14.657.761          3.733.007              2.679.292
 Laba (rugi) selisih kurs - neto                                  4.561.803         (45.972.224)        6.248.958         13.689.654             14.824.560
 Pendapatan usaha lainnya                                        14.983.792          19.582.323        48.961.005         38.790.304             39.712.781
 Beban usaha lainnya                                            (27.486.282)        (17.206.993)       (7.927.557)       (12.191.957)           (12.106.041)
Total Beban Operasi                                            (838.270.399)     (1.165.631.949)     (912.930.396)      (930.570.849)        (1.014.187.076)
Laba Usaha                                                    1.454.888.603       3.086.781.533     3.560.534.141      2.578.465.082          3.083.801.579


Penghasilan keuangan                                              37.128.972         49.074.023       196.567.492        352.599.086           290.778.124
Pajak final terkait penghasilan keuangan                          (5.350.243)        (9.359.048)      (35.675.352)       (53.714.989)          (45.491.265)
Beban keuangan                                                   (57.068.728)       (57.212.531)      (68.489.236)       (84.909.111)          (73.767.925)
Bagian atas laba entitas asosiasi                                  7.144.436         16.632.809        34.534.891         46.467.083            52.199.723
Beban penghapusan piutang atas perubahan formula harga                     -                  -                 -                  -                     -
PSO
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain                               (18.145.563)         (864.747)       126.937.795        260.442.069           223.718.657

Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak Final dan    1.436.743.040      3.085.916.786      3.687.471.936      2.838.907.151         3.307.520.236
Pajak Penghasilan

Pajak final                                                     (41.680.021)       (62.100.226)       (19.813.545)       (26.556.061)          (25.458.432)
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak              1.395.063.019      3.023.816.560      3.667.658.391      2.812.351.090         3.282.061.804
Penghasilan
Pajak Penghasilan - neto:
 Pajak Kini                                                    (268.098.733)      (495.142.854)      (577.041.476)      (393.765.710)         (434.396.510)
 Pajak Tangguhan                                                  8.037.470        (49.614.549)       (12.147.214)       (19.117.868)          (24.249.287)
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dilanjutkan        1.135.001.756      2.479.059.157      3.078.469.701      2.399.467.512         2.823.416.007


Laba (rugi) tahun berjalan dari operasi yang dihentikan                    -                  -                  -                  -                     -
Laba neto dari operasi yang dihentikan                                     -                  -                  -                  -                     -

Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dihentikan                      -                  -                  -                  -                     -

Laba Neto Tahun Berjalan                                      1.135.001.756      2.479.059.157      3.078.469.701      2.399.467.512         2.823.416.007
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Selama tahun 2021 – 2025, Laba Neto Tahun Berjalan Perseroan mengalami pertumbuhan yang
meningkat dengan rata-rata sebesar 26%. Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar
118% dari laba sebesar Rp1.135.001.756.000,- pada tahun 2021 menjadi laba sebesar
Rp2.479.059.157.000,- pada tahun 2022. Pada tahun 2025, Laba Neto Tahun Berjalan Perseroan
sebesar Rp2.823.416.007.000,-.
Seiring dengan adanya peningkatan penjualan Perseroan sebesar 16%, selama tahun 2021 – 2025,
beban pokok penjualan Perseroan turut mengalami peningkatan sebesar 16%. Peningkatan terbesar
terjadi pada tahun 2022 sebesar 85%.
Selama tahun 2021 – 2025, Perseroan tercatat memiliki rata-rata Laba Neto Tahun Berjalan sebesar
6% atas penjualan. Pada tahun 2025, perusahaan mencatat laba sebesar 6% atas penjualan.
Pada tahun 2021 Perseroan mencatat penjualan sebesar Rp25.707.068.900.000,- yang kemudian
mengalami peningkatan signifikan sebesar 85% pada tahun 2022 menjadi sebesar
Rp47.539.986.604.000,-. Peningkatan penjualan ini didorong oleh meningkatnya permintaan serta
harga jual produk energi dan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode selanjutnya, Perseroan mengalami penurunan penjualan sebesar 11% pada tahun 2023
dan kembali mengalami penurunan sebesar 8% pada tahun 2024. Penurunan tersebut disebabkan
oleh normalisasi harga komoditas energi dan bahan kimia di pasar global setelah periode kenaikan
signifikan pada tahun sebelumnya.

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 49
                                                                                                                    P a g e | xlix



Meskipun menghadapi tekanan harga dan volatilitas pasar, Perseroan tetap menunjukkan kinerja
operasional yang solid. Hal ini tercermin dari kemampuan Perseroan dalam menjaga stabilitas marjin
laba serta meningkatkan efisiensi operasional, yang didukung oleh kekuatan pada jaringan distribusi,
infrastruktur logistik, serta basis pelanggan industri yang luas di Indonesia.
Selanjutnya pada tahun 2025, Perseroan kembali mencatat peningkatan penjualan sebesar 19%
dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp46.018.468.072.000,-. Peningkatan ini didorong
oleh perbaikan kondisi pasar, peningkatan volume penjualan, serta optimalisasi kegiatan distribusi
dan logistik yang dilakukan oleh Perseroan.
                                                               Rasio
                                                                                          (dalam persentase kecuali dinyatakan lain)
                                                       2021            2022       2023             2024            2025     Rata-Rata
                           Keterangan
                                                       Audit           Audit      Audit            Audit           Audit      Historis
Rasio Pertumbuhan*
Penjualan                                               45%             85%       -11%               -8%            19%          16%
Beban Pokok Penjualan                                   49%             85%       -13%               -6%            19%          16%
Laba Kotor                                              12%             85%         5%              -22%            17%          16%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                         18%            118%        24%              -22%            18%          26%
Aset Lancar                                             49%             32%        14%               16%            11%          18%
Aset Tidak Lancar                                        8%             -1%         7%                0%             9%           4%
Total Aset                                              26%             16%        11%                9%            10%          12%
Liabilitas Lancar                                       82%             21%        11%                7%            18%          14%
Liabilitas Tidak Lancar                                 -4%             -5%        34%               37%             2%          15%
Total Liabilitas                                        50%             15%        16%               14%            13%          14%
Total Ekuitas                                            7%             16%         7%                4%             7%           8%

Rasio Vertikal**
Beban Pokok Penjualan                                   91%             91%        89%              91%             91%          91%
Laba Kotor                                               9%              9%        11%               9%              9%           9%
Laba (Rugi) Neto Tahun Berjalan                          4%              5%         7%               6%              6%           6%
Aset Lancar / Total Aset                                51%             58%        60%              63%             64%          59%
Aset Tidak Lancar / Total Aset                          49%             42%        40%              37%             36%          41%
Liabilitas Lancar / Total Liabilitas                    76%             80%        77%              73%             76%          76%
Liabilitas Tidak Lancar / Total Liabilitas              24%             20%        23%              27%             24%          24%
Total Liabilitas / Total Liabilitas & Ekuitas           52%             52%        54%              56%             57%          54%
Total Ekuitas / Total Liabilitas & Ekuitas              48%             48%        46%              44%             43%          46%

Rasio Likuiditas**
Current Ratio                                           1,29            1,40       1,45             1,56            1,47         1,44
Quick Ratio                                             0,78            0,92       1,04             1,00            1,04         0,95

Rasio Profitabilitas**
Return on Asset (ROA)                                    5%              9%        10%               7%              8%           8%
Return on Equity (ROE)                                  10%             19%        22%              16%             18%          17%

Rasio Aktivitas**
Perputaran Aset (x)                                     1,09            1,75       1,39             1,17            1,26         1,33
Perputaran Piutang Usaha (x)                            5,73            7,96       6,57             5,12            4,82         6,04
Perputaran Piutang Usaha (hari)                           64              46         56               71              76           62
Perputaran Hutang Usaha (x)                             3,01            4,69       3,95             3,39            3,40         3,69
Perputaran Hutang Usaha (hari)                          121               78         92             108             107          101
Perputaran Persediaan (X)                               9,83           14,19      12,00            10,17           16,12        12,46
Perputaran Persediaan (hari)                              37              26         30               36              23           30

Rasio Solvabilitas**
Debt to Asset Ratio (DAR)                               52%             52%        54%              56%             57%          54%
Debt to Equity Ratio (DER)                             108%            107%       115%             126%            134%         118%
Sumber: Truscel. Diolah berdasarkan data laporan keuangan Perseroan
Keterangan:
*) Perhitungan rata-rata menggunakan metode CAGR pada tahun 2021 – 2025
** )Perhitungan rata-rata dilakukan dengan menggunakan metode AVERAGE
Data pada tahun 2021 – 2025
N/A) Tidak ada pembanding
N/A*) tidak dapat dihitung dikarenakan nilai pembagi sama dengan 0
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan operasional suatu perusahaan dalam mengelola aset-
asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia
capital (capital providers). Rasio imbal balik aset (Return on Assets / ROA) Perseroan selama tahun
2021 – 2025, secara rata-rata adalah sebesar 8%.
Rasio imbal balik ekuitas (Return on Equity / ROE) selama tahun 2021 – 2025, secara rata-rata adalah
sebesar 17% dimana rasio ini menunjukan hasil yang sejalan dengan dengan rata-rata ROA pada
tahun 2021 – 2025. Namun perlu diingat, persentase ROE direkomendasikan untuk mendekati 10%
untuk cukup menutup biaya modal perusahaan.

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 50
                                                                                           P a g e |l



Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh liabilitas lancarnya
yang akan jatuh tempo. Selama tahun 2021 – 2025, rata-rata current ratio dan quick ratio Perseroan
masing-masing sebesar 1,44x dan 0,95x. Hal ini menunjukkan bahwa selama tahun 2021 – 2025
Perseroan cukup mampu untuk membayar liabilitas lancarnya dengan menggunakan aset lancar
yang dimilikinya.
Current ratio dan quick ratio terbesar terjadi pada tahun 2024 sebesar 1,56x dan 1,00x. Current ratio
dan quick ratio terkecil terjadi pada tahun 2021 sebesar 1,29x dan 0,78x.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio perputaran aset Perseroan selama tahun 2021 – 2025 secara rata-rata adalah
sebesar 1,33x per tahun yang berarti bahwa Perseroan mampu menghasilkan penjualan rata-rata
sebesar 1,33x dari setiap aset yang dimiliki.
Sedangkan perputaran piutang usaha Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata adalah
sebesar 6,04x atau selama 62 hari. Perputaran piutang usaha Perseroan tercepat terjadi pada tahun
2022 yaitu sebesar 7,96x atau selama 46 hari.
Perputaran hutang usaha Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata sebesar 3,69x atau
101 hari. Perputaran hutang usaha tercepat terjadi pada tahun 2022 sebesar 4,69x atau 78 hari.
Perputaran persediaan Perseroan selama tahun 2021 – 2025 memiliki rata-rata sebesar 12,46x atau
30 hari. Perputaran persediaan tercepat terjadi pada tahun 2025 sebesar 16,12x atau 23 hari.
Rasio Solvabilitas
Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan posisi utang berbunga terhadap aset dalam pembiayaan
perusahaan sedangkan Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan besarnya porsi utang berbunga
terhadap ekuitas dalam pembiayaan perusahaan (financial leverage). Rasio solvabilitas ini
menunjukkan seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan untuk melunasi seluruh utang
berbunga dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika perusahaan tersebut dilikuidasi.
DAR dan DER Perseroan selama periode historis rata-rata adalah sebesar 54% dan 118%.
Penilaian Arus Kas
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan keuangan untuk menilai
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas, memenuhi kewajibannya, membayar deviden,
menilai penyebab terjadinya perbedaan antara laba dan arus kas terkait, dan menilai pengaruh
kegiatan investasi dan pembiayaan yang menggunakan kas dan non-kas terhadap posisi keuangan
perusahaan. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan
evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta keputusan perolehannya.
Perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian
yang tidak terpisahkan di laporan keuangan untuk periode penyajian laporan keuangan. Tujuan
utama dari laporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran
kas suatu perusahaan selama satu periode. Tujuan keduanya adalah memberikan informasi atas
dasar mengenai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Selain tujuan di atas, laporan arus kas juga penting untuk mengetahui keadaan kas secara pasti demi
menjaga likuiditas perusahaan. Dengan adanya laporan arus kas ini, maka perusahaan akan
mengetahui apakah perusahaan dalam keadaan defisit atau bahkan mengalami surplus. Berikut
adalah laporan arus kas Perseroan untuk tahun 2021 – 2025:




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 51
                                                                                                                                               P a g e | li



                                            Laporan Arus Kas Perseroan Tahun 2021 – 2025
                                                                                                                                         (dalam ribuan rupiah)
                                                                            2021               2022               2023               2024                2025
                          Keterangan
                                                                            Audit              Audit              Audit              Audit               Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Kas yang diterima dari pelanggan                                  25.711.340.712     50.987.672.596     46.155.348.462     42.610.375.219      48.391.108.869
 Pembayaran kas kepada pemasok dan untuk beban usaha              (21.346.701.299)   (46.642.645.100)   (39.920.722.875)   (38.272.118.301)    (41.432.532.127)
Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi                           4.364.639.413      4.345.027.496      6.234.625.587      4.338.256.918       6.958.576.742

Penerimaan dari (pembayaran untuk):
 Penghasilan keuangan                                                  29.965.271         40.055.996       148.600.565        215.740.530         188.704.147
 Beban keuangan                                                       (39.365.785)       (33.281.584)      (59.823.435)       (52.398.505)        (24.082.337)
 Akuisisi persediaan tanah kawasan industri, termasuk uang
 muka ke kontraktor dan kapitalisasi bunga                           (552.413.419)      (562.628.326)    (1.143.894.858)    (1.232.041.471)     (1.116.305.087)
 Pembayaran pajak penghasilan badan dan pajak lainnya                 408.467.642        624.695.486        292.675.226     (2.247.687.582)     (2.686.557.758)
 Pengembalian pajak penghasilan dan pajak lainnya                  (1.266.735.679)    (1.785.055.986)    (1.970.285.390)       324.761.348         620.638.603
Arus Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi                 2.944.557.443      2.628.813.082      3.501.897.695      1.346.631.238       3.940.974.310

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                                (241.758.587)      (290.151.224)      (635.802.929)     (1.187.078.235)     (1.065.414.188)
Penerimaan atas likuidasi entitas anak                                       -                  -                  -
Penerimaan uang muka atas penjualan aset tetap                               -                  -                  -                  -                   -
Uang muka pembelian aset tetap                                               -                  -          (12.714.392)          (315.505)                -
Hasil penjualan aset tetap                                            33.400.600         12.802.201         63.443.491         10.077.582           5.877.959
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi                                     -              846.800          1.539.036          4.403.386                 -
Penerimaan atas divestasi saham entitas asosiasi/entitas anak
tidak langsung                                                               -              103.846                -                   -               486.343
Investasi pada aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi              -                  -                  -                   -          (250.000.000)
Arus Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi              (208.357.987)      (276.398.377)      (583.534.794)     (1.172.912.772)     (1.309.049.886)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan hutang bank jangka pendek                                2.525.777.911       984.306.435         64.200.000         300.500.000         315.615.000
Pembayaran hutang bank jangka pendek                               (3.322.454.684)     (993.434.484)       (60.773.100)       (298.500.000)        (85.250.000)
Penambahan hutang bank jangka panjang                                (377.676.978)      409.118.674      2.438.212.337       2.700.000.000       1.488.745.613
Pembayaran hutang bank jangka panjang                                 117.784.352      (440.265.605)      (870.240.766)     (2.120.433.892)     (1.391.156.266)
Pembayaran hutang obligasi                                                    -         (68.000.000)               -           (37.000.000)                -
Penerimaan setoran modal dari kepentingan nonpengendali
entitas anak                                                                  -         108.803.589         306.967.190         82.575.724          16.871.190
Pembayaran dividen tunai kepada pemilik entitas induk                (532.903.579)     (828.961.123)     (2.467.146.200)    (1.973.716.960)     (1.977.629.460)
Buyback saham                                                                 -                 -                   -
Pembayaran liabilitas sewa                                            (93.784.233)      (44.809.269)        (59.676.224)      (131.265.846)        (79.841.595)
Pembayaran hutang obligasi                                                    -                 -                   -            7.809.350          23.428.050
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                  (1.683.257.211)     (873.241.783)       (648.456.763)    (1.470.031.624)     (1.689.217.468)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS                        1.052.942.245     1.479.172.922       2.269.906.138     (1.296.313.158)        942.706.956
Dampak perubahan selisih kurs                                          (1.813.467)      258.315.422         (72.261.208)       126.679.085          95.600.811
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                       1.549.363.629     2.600.492.407       4.337.980.751      6.535.625.681       5.365.991.608
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                      2.600.492.407     4.337.980.751       6.535.625.681      5.365.991.608       6.404.299.375
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Selama tahun 2021 – 2025, arus kas aktivitas operasi Perseroan terdiri dari arus kas masuk. Arus kas
masuk aktivitas operasi terbesar terjadi pada tahun 2025 sebesar Rp3.940.974.310.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025 arus kas dari aktivitas investasi merupakan arus kas keluar. Arus kas
aktivitas investasi terbesar terjadi pada tahun 2025 yaitu arus kas keluar. Pada tahun 2025, arus kas
keluar untuk aktivitas investasi adalah sebesar Rp1.309.049.886.000,-.
Selama tahun 2021 – 2025 arus kas dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas keluar. Arus kas
keluar aktivitas pendanaan terbesar terjadi pada tahun 2025. Pada tahun 2025, arus kas keluar untuk
aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp1.689.217.468.000,-.
Kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada tahun 2025 adalah sebesar Rp6.404.299.375.000,-.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 52
                                                                                                          P a g e | lii



                                Common-Size Statement Laporan Laba Rugi Perseroan
                                               Tahun 2021 – 2025
                                                               2021               2022    2023    2024           2025
                      Keterangan
                                                               Audit              Audit   Audit   Audit          Audit
Pendapatan                                                     100%               100%    100%    100%           100%
 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan                       99%                99%     99%     99%            99%
 Pendapatan Sewa                                                 1%                 1%      1%      1%             1%
Beban Pokok Pendapatan                                         -91%               -91%    -89%    -91%           -91%
Laba Kotor                                                       9%                 9%     11%      9%             9%

Beban Usaha
 Beban umum dan administrasi                                     -3%               -2%     -2%     -2%             -2%
 Beban penjualan                                                  0%                0%      0%      0%              0%

Pendapatan (Beban) Usaha Lainnya
 Laba atas penjualan aset tetap - neto                            0%                0%      0%      0%              0%
 Laba (rugi) selisih kurs - neto                                  0%                0%      0%      0%              0%
 Pendapatan usaha lainnya                                         0%                0%      0%      0%              0%
 Beban usaha lainnya                                              0%                0%      0%      0%              0%
Total Beban Operasi                                              -3%               -2%     -2%     -2%             -2%
Laba Usaha                                                        6%                6%      8%      7%              7%


Penghasilan keuangan                                             0%                 0%      0%      1%             1%
Pajak final terkait penghasilan keuangan                         0%                 0%      0%      0%             0%
Beban keuangan                                                   0%                 0%      0%      0%             0%
Bagian atas laba entitas asosiasi                                0%                 0%      0%      0%             0%
Beban penghapusan piutang atas perubahan formula                 0%                 0%      0%      0%             0%
harga PSO
Total Pendapatan (Beban) Lain-Lain                               0%                 0%      0%      1%             0%

Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak Final           6%                 6%      8%      6%             7%
dan Pajak Penghasilan

Pajak final                                                      0%                 0%      0%      0%             0%
Laba dari Operasi yang Dilanjutkan Sebelum Pajak                 5%                 6%      9%      7%             7%
Penghasilan

Pajak Kini                                                       -1%               -1%     -1%     -1%             -1%
Pajak Tangguhan                                                   0%                0%      0%      0%              0%
Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dilanjutkan            4%                5%      7%      6%              6%


Laba (rugi) tahun berjalan dari operasi yang dihentikan          0%                 0%      0%      0%             0%
Laba neto dari operasi yang dihentikan                           0%                 0%      0%      0%             0%

Laba Neto Tahun Berjalan dari Operasi yang Dihentikan            0%                 0%      0%      0%             0%

Laba Neto Tahun Berjalan                                         4%                 5%      7%      6%             6%

 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Berdasarkan tabel common-size statement Laporan Laba Rugi Perseroan tahun 2021 – 2025, dapat
diketahui bahwa selama periode historis proporsi beban pokok penjualan terhadap jumlah
pendapatan relatif stabil. Proporsi beban pokok penjualan terbesar terjadi pada tahun 2021, 2022,
2024, dan 2025 yaitu sebesar 91%, sedangkan pada tahun 2023 tercatat sedikit lebih rendah yaitu
sebesar 89%.
Selama tahun 2021 – 2025, laba tahun berjalan terhadap pendapatan cenderung mengalami
peningkatan dan stabilitas yaitu sebesar 4% (2021), 5% (2022), 7% (2023), 6% (2024), dan 6% (2025).




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 53
                                                                                                         P a g e | liii



                             Common-size Statement Laporan Posisi Keuangan Perseroan
                                               Tahun 2021 – 2025
                                                                  2021       2022      2023    2024    2025
                                 Keterangan
                                                                  Audit      Audit     Audit   Audit   Audit
            ASET
            ASET LANCAR
            Kas dan setara kas                                     11%        16%       22%     16%     18%
            Piutang usaha                                          19%        22%       21%     23%     26%
            Piutang lain-lain                                       0%         0%        0%      0%      0%
            Persediaan                                             10%        11%       10%     10%      7%
            Persediaan tanah kawasan industri                       9%         8%        5%     11%     11%
            Pajak dibayar di muka                                   1%         0%        1%      0%      0%
            Biaya dibayar dimuka                                    0%         0%        0%      0%      0%
            Uang muka                                               0%         0%        0%      0%      0%
            Aset lancar lainnya                                     1%         0%        0%      1%      1%
            TOTAL ASET LANCAR                                      51%        58%       60%     63%     64%

            ASET TIDAK LANCAR
            Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga          3%         2%        1%      1%      3%
            Investasi pada entitas asosiasi                         2%         2%        1%      1%      1%
            Aset pajak tangguhan - neto                             1%         1%        1%      1%      0%
            Properti investasi                                      8%         7%        6%      5%      5%
            Aset tetap - neto                                      21%        18%       18%     19%     19%
            Aset hak guna - neto                                    2%         2%        2%      2%      2%
            Sewa tanah jangka panjang dibayar di muka - neto        0%         0%        0%      0%      0%
            Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang       0%         0%        0%      0%      0%
                                                                    0%         0%        0%      0%      1%
            Aset keuangan tidak lancar lainnya                      1%         0%        0%      0%      0%
            Persediaan tanah kawasan industri untuk
            pengembangan                                           11%        10%       10%      6%      4%
            Uang muka                                               0%         0%        0%      0%      0%
            Aset tidak lancar lainnya - neto                        0%         0%        0%      0%      0%
            TOTAL ASET TIDAK LANCAR                                49%        42%       40%     37%     36%
            TOTAL ASET                                            100%       100%      100%    100%    100%

            LIABILITAS DAN EKUITAS
            LIABILITAS
            LIABILITAS JANGKA PENDEK
            Hutang bank jangka pendek dan lainnya                   1%         0%        0%      0%      1%
            Hutang usaha                                           33%        34%       31%     31%     34%
            Hutang lain-lain                                        0%         0%        1%      1%      1%
            Hutang pajak                                            1%         1%        1%      1%      2%
            Biaya masih harus dibayar                               1%         2%        2%      2%      2%
            Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                  1%         1%        1%      0%      0%
            Liabilitas sewa jangka pendek                           0%         0%        0%      0%      0%
            Liabilitas kontrak                                      1%         1%        1%      1%      1%
            Uang muka pelanggan dan lainnya                         0%         0%        0%      0%      0%
            Hutang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam
            satu tahun                                              2%         2%        4%      3%      3%
            Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun       0%         0%        0%      0%      0%
            Hutang dividen                                          0%         0%        0%      0%      0%
            TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                         40%        41%       41%     41%     43%

            LIABILITAS JANGKA PANJANG
            Liabilitas pajak tangguhan - neto                       0%            0%     0%      0%      0%
            Hutang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian
            yang jatuh tempo dalam satu tahun                       9%         8%       10%     11%     10%
            Hutang obligasi                                         0%         0%        0%      0%      0%
            Liabilitas imbalan pasca kerja                          1%         1%        1%      1%      1%
            Liabilitas kontrak jangka panjang                       1%         0%        0%      2%      2%
            Liabilitas sewa jangka panjang                          1%         1%        1%      1%      1%
            Hutang dividen                                          0%         0%        0%      0%      0%
            Liabilitas jangka panjang lainnya                       0%         0%        0%      0%      0%
            TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                        12%        10%       12%     15%     14%
            TOTAL LIABILITAS                                       52%        52%       54%     56%     57%

            EKUITAS
            Modal Saham                                             2%         1%        1%      1%      1%
            Tambahan modal yang disetor                             5%         5%        4%      4%      4%
            Saham treasuri                                         -1%         0%        0%      0%      0%
            Saldo laba                                             32%        33%       31%     29%     28%
            Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan         1%         1%        1%      1%      1%
            Komponen ekuitas lainnya                                0%         0%        0%      0%      0%
            Kepentingan non-pengendali                              8%         8%        9%      9%      9%
            TOTAL EKUITAS                                          48%        48%       46%     44%     43%
            TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                          100%       100%      100%    100%    100%
           Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

Berdasarkan tabel common-size statement laporan posisi keuangan tahun 2021 – 2025, dapat
diketahui bahwa selama periode historis porsi terbesar pada sisi aset adalah pada aset lancar untuk
akun piutang usaha, dimana porsi tertinggi terjadi pada tahun 2025 sebesar 26%. Selain itu, aset



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 54
                                                                                                                                             P a g e | liv



tetap - neto juga merupakan salah satu komponen utama dalam aset tidak lancar dengan porsi yang
relatif stabil, yaitu berkisar antara 18% hingga 21% selama periode tersebut.
Pada sisi liabilitas dan ekuitas diketahui bahwa porsi terbesar selama tahun 2021 – 2025 adalah
liabilitas jangka pendek untuk akun utang usaha, dengan porsi tertinggi terjadi pada tahun 2022
sebesar 34% dari total jumlah liabilitas dan ekuitas. Selain itu, dari sisi ekuitas, akun saldo laba juga
menunjukkan kontribusi yang signifikan dengan porsi yang relatif stabil, yaitu berkisar antara 28%
hingga 33% selama periode tersebut.
b) Analisis Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi laba rugi Perseroan untuk tahun 2026 – 2030 seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini:
                                         Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan
                                                                                                                                  (dalam ribuan rupiah)
                                                                                  2026               2027               2028               2029               2030
Keterangan
                                                                               Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi
Penjualan                                                               51.328.000.000     54.205.893.760     57.935.274.450     62.434.961.238     67.910.734.068
Beban Pokok Penjualan                                                  (46.890.000.000)   (49.562.245.529)   (52.929.028.433)   (56.834.220.588)   (61.331.697.385)
Laba Kotor                                                               4.438.000.000      4.643.648.231      5.006.246.016      5.600.740.650      6.579.036.683
Biaya Operasional                                                         (800.716.800)      (845.611.943)      (903.790.281)      (973.985.395)    (1.154.482.479)

Pendapatan lainnya
 Beban Bunga                                                              (75.000.000)      (115.000.000)      (142.000.000)      (160.000.000)      (169.000.000)
 Pendapatan Bunga                                                         152.000.000        155.000.000        159.000.000        162.000.000        166.000.000
 Pendapatan dari Asosiasi (BMS)                                            88.000.000         97.000.000        106.000.000        117.000.000        129.000.000

 Laba Sebelum Pajak (EBT)                                               3.802.283.200      3.935.036.289      4.225.455.735       4.745.755.255      5.550.554.204
Pajak Penghasilan                                                        (836.502.304)      (865.707.984)      (929.600.262)     (1.044.066.156)    (1.221.121.925)
 Laba Setelah Pajak                                                     2.965.780.896      3.069.328.305      3.295.855.473       3.701.689.099      4.329.432.279
 Minority Interest                                                      (359.757.403)      (394.487.388)      (503.642.986)       (679.354.801)      (977.517.799)
 Laba Setelah Pajak Perseroan                                           2.606.023.493      2.674.840.917      2.792.212.487       3.022.334.298      3.351.914.480


Perseroan memproyeksikan pendapatan usaha memiliki pertumbuhan dengan CAGR sebesar 7,25%
selama periode 2026–2030, dengan pendapatan usaha tertinggi terjadi pada tahun 2030. Proyeksi
pendapatan usaha didominasi oleh kegiatan utama Perseroan di sektor perdagangan dan distribusi
bahan bakar minyak serta bahan kimia dasar. Pertumbuhan pendapatan usaha Perseroan
mencerminkan strategi ekspansi yang lebih konservatif dibandingkan periode historis, dengan
mempertimbangkan stabilisasi harga komoditas serta kondisi pasar yang lebih moderat. Sehingga
atas dasar tersebut, Perseroan optimis terhadap prognosa antara lain dapat menghasilkan
pendapatan usaha sebesar Rp67.910.734.068.000,- pada tahun 2030 dengan pertumbuhan yang
berkelanjutan.
Adapun seiring dengan peningkatan pendapatan usaha, beban pokok pendapatan turut mengalami
peningkatan yang relatif sejalan yang menunjukkan struktur biaya yang stabil dan konsisten terhadap
skala operasional Perseroan. Perseroan memiliki strategi dalam mencapai proyeksi pendapatan yang
telah diperkirakan, antara lain adalah sebagai berikut:
      i)   Memperkuat jaringan distribusi dan infrastruktur logistik untuk mendukung peningkatan
           volume penjualan;
      ii) Meningkatkan penetrasi pasar pada segmen industri dan komersial;
      iii) Mengoptimalkan efisiensi operasional guna menjaga stabilitas margin di tengah dinamika
           harga komoditas.
Selanjutnya, Laba Setelah Pajak selama periode proyeksi 2026–2030 akan mengalami tren yang
meningkat dengan rata-rata margin laba sebesar 5,89%. Pada tahun 2026 total laba diproyeksikan
adalah sebesar Rp2.965.780.896.000,- dan akan mengalami peningkatan menjadi sebesar
Rp4.329.432.279.000,- pada tahun 2030.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 55
                                                                                                                                                                     P a g e | lv



c) Nilai Kepentingan Ekonomis
             i)       Analisis Nilai Setoran Modal dan Nilai Nominal Saham Berdasarkan Perjanjian JV

                                                                                                            Proporsi Setoran Modal
                  Nama Perusahaan            Nilai Setoran Modal (USD)    Nilai Setoran Modal (Rupiah)                                  Nilai Nominal (USD)        Nilai Nominal (Rupiah)
                                                                                                         Terhadap Total Setoran Modal

   Perseroan                                                  7.472.500               125.403.495.000                            49%                  7.472.500             125.403.495.000
   Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama                      305.000                 5.118.510.000                             2%                    305.000               5.118.510.000
   Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.                         7.472.500               125.403.495.000                            49%                  7.472.500             125.403.495.000
   Total Setoran Modal                                       15.250.000               255.925.500.000                           100%                 15.250.000             255.925.500.000


  Berdasarkan Perjanjian JV antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak
  Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd., masing-masing pihak melakukan setoran modal sesuai dengan
  proporsi kepemilikan saham yang diperoleh dalam perusahaan patungan. Perjanjian JV memiliki
  komposisi kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
  sebesar 2%, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%. Sebagaimana disajikan pada tabel
  di atas, nilai setoran modal yang dilakukan oleh masing-masing pihak memiliki proporsi yang sama
  dengan nilai nominal saham yang diterima. Dengan demikian, oleh karena itu tidak ada pihak
  yang mendapat perbedaan kepentingan ekonomis dalam pelaksanaan transaksi tersebut.
                                Tabel Analisis Struktur Pendanaan dan Penyertaan Modal dalam JV
                        Uraian                                                Proporsi                                   Nilai (USD)                              Nilai (Rp)
   Total Investasi Proyek FSRU                                                                    100%                            315.000.000                      5.286.330.000.000
   Porsi Pendanaan Utang                                                                           70%                            220.500.000                      3.700.431.000.000
   Porsi Pendanaan Ekuitas                                                                         30%                             94.500.000                      1.585.899.000.000

                      Uraian                                                  Proporsi                                   Nilai (USD)                              Nilai (Rp)
   Total Pendanaan Equitas                                                                                                        94.500.000                       1.585.899.000.000
   Porsi Kepemilikan Perseroan                                                                     49%                            46.305.000                         777.090.510.000
   Porsi Kepemilikan PT Arthakencana Rayatama                                                       2%                             1.890.000                          31.717.980.000
   Porsi Kepemilikan BW FSRU VII Pte. Ltd.                                                         49%                            46.305.000                         777.090.510.000
   Total Setoran Modal JV                                                                         100%                            94.500.000                       1.585.899.000.000

  Berdasarkan struktur pendanaan proyek sebagaimana tertuang dalam studi kelayakan, total
  investasi proyek FSRU sebesar USD315.000.000 direncanakan akan dibiayai melalui kombinasi
  ekuitas sebesar 30% dan utang sebesar 70%. Dengan demikian, total setoran modal para
  pemegang saham pada JVCo adalah sebesar USD94.500.000. Perjanjian JV memiliki komposisi
  kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama sebesar 2%,
  dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%. Sejalan dengan komposisi kepemilikan saham
  tersebut, masing-masing pihak melakukan setoran modal sesuai dengan proporsi kepemilikan
  saham yang diperoleh dalam perusahaan patungan. Oleh karena itu, tidak terdapat pemberian
  manfaat ekonomis yang berbeda maupun perbedaan kepentingan ekonomis kepada pihak afiliasi
  dalam pelaksanaan transaksi tersebut. Berdasarkan struktur pendanaan tersebut, nilai setoran
  modal Perseroan sebesar 49% dari total ekuitas proyek atau sebesar USD46.305.000 merupakan
  dasar pengakuan investasi pada Proforma Laporan Keuangan Perseroan sebesar
  Rp777.331.205.000.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 56
                                                                                                                      P a g e | lvi



          ii) Analisis Manfaat Ekonomis Pembangunan FSRU
                 a. Struktur Investasi dan Kepemilikan Proyek FSRU
                                 Tabel Struktur Investasi dan Kepemilikan Proyek FSRU
                        Uraian                           Proporsi                      Nilai (USD)                  Nilai (Rp)
   Total Investasi Proyek FSRU                                         100%                     315.000.000          5.286.330.000.000
   Porsi Pendanaan Utang                                                70%                     220.500.000          3.700.431.000.000
   Porsi Pendanaan Ekuitas                                              30%                      94.500.000          1.585.899.000.000

                      Uraian                             Proporsi                      Nilai (USD)                  Nilai (Rp)
   Total Pendanaan Equitas                                                                      94.500.000           1.585.899.000.000
   Porsi Kepemilikan Perseroan                                          49%                     46.305.000             777.090.510.000
   Porsi Kepemilikan PT Arthakencana Rayatama                            2%                      1.890.000              31.717.980.000
   Porsi Kepemilikan BW FSRU VII Pte. Ltd.                              49%                     46.305.000             777.090.510.000
   Total Setoran Modal JV                                              100%                     94.500.000           1.585.899.000.000

  Berdasarkan Analisis Manfaat Ekonomis yang disusun             , total investasi proyek FSRU
  direncanakan sebesar USD315.000.000 yang akan dibiayai melalui kombinasi pendanaan berupa
  ekuitas sebesar 30% dan utang sebesar 70%. Dengan demikian, total kebutuhan setoran modal
  pemegang saham pada JV adalah sebesar USD94.500.000. Sesuai dengan Perjanjian JV, Perseroan
  memiliki porsi kepemilikan sebesar 49%, sehingga porsi investasi Perseroan dalam pendanaan
  ekuitas proyek adalah sebesar USD46.305.000 atau setara dengan Rp777.090.510.000. Nilai
  investasi tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan Proforma Laporan Keuangan
  Perseroan serta Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU.
                 b. Basis Asumsi Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU
                                 Tabel Asumsi Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU
                                       Asumsi                                       UoM                           Nilai
                 Asumsi Operasional
                  Masa Proyek                                                        tahun                          25
                  Commercial Operation Date (COD)                                   periode                    Q3 2029
                  Tingkat Ketersediaan Operasi (Availability Rate )                    %                          95%
                  Hari Operasi                                                    hari/tahun                       365
                  Tarif Sewa Harian (Daily Charter Rate )                          USD/hari                    250.000
                 Asumsi Keuangan
                  Tingkat Inflasi                                                     %                          2,60%
                  Tarif Pajak Penghasilan Badan                                       %                             22%
                  Struktur Pendanaan (Utang : Ekuitas)                                %                       70% : 30%
                  Tingkat Diskonto (Discount Rate )                                   %                          9,53%

  Berdasarkan Analisis Manfaat Ekonomis yang disusun oleh            , Analisis Manfaat Ekonomis
  Proyek FSRU dilakukan dengan menggunakan masa proyeksi selama 25 tahun dengan asumsi
  proyek mulai beroperasi secara komersial pada kuartal ketiga tahun 2029. Proyek diasumsikan
  memiliki tingkat availability sebesar 95% dan beroperasi selama 365 hari per tahun. Pendapatan
  diproyeksikan menggunakan daily charter rate sebesar USD250.000 per hari, sedangkan asumsi
  ekonomi dan keuangan yang digunakan meliputi tingkat inflasi sebesar 2,60%, tarif pajak sebesar
  22%, dan tingkat diskonto sebesar 9,53%. Asumsi tersebut digunakan sebagai dasar dalam
  penyusunan proyeksi keuangan dalam Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 57
                                                                                                                                                      P a g e | lvii



                         c. Basis Asumsi Pendapatan Proyek FSRU
                                              Tabel Asumsi Pendapatan Proyek FSRU
                                           Asumsi                                                        UoM                                                   Nilai
         Asumsi Pendapatan
          Daily Charter Rate                                                                        USD/hari                                       250.000
          Operating Days                                                                           hari/tahun                                           365
          Availability                                                                                  %                                              95%
          Revenue Tahun Normal                                                                     USD/tahun                                    86.687.500
       Berdasarkan Analisis Manfaat Ekonomis yang disusun oleh               , pendapatan Proyek FSRU
       diproyeksikan berdasarkan asumsi daily charter rate sebesar USD250.000 per hari, dengan jumlah
       hari operasi sebesar 365 hari per tahun dan tingkat ketersediaan operasi (availability) sebesar 95%.
       Pendapatan tahunan dihitung berdasarkan formula Daily Charter Rate × Operating Days ×
       Availability, sehingga diperoleh proyeksi pendapatan pada kondisi operasi normal (normal year
       revenue) sebesar USD86.687.500 per tahun. Proyeksi pendapatan tersebut digunakan sebagai
       dasar dalam penyusunan proyeksi keuangan dalam Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU.


                         d. Proyeksi Arus Kas Proyek FSRU
Berdasarkan asumsi-asumsi yang telah dijelaskan sebelumnya,        menyusun Proyeksi Laporan
Laba Rugi Proyek FSRU untuk periode tahun 2026 sampai dengan Juni 2054 sebagai dasar dalam
melakukan Analisis Manfaat Ekonomis Proyek, sebagaimana disajikan pada tabel berikut.
                         Tabel Proyeksi Laba Rugi Pendapatan Proyek FSRU Tahun 2026 – Juni 2054
                                                                                                                                                          (dalam USD)
Deskripsi                           2026        2027     2028    Jan - Jun 2029   Jul - Des 2029          2030           2031           2032           2033            2034
Bulan                                  0            0        0               0                6              12             12             12             12              12
Operation Periode Flag                 0         0,00     0,00            0,00             0,50            1,00           1,00           1,00           1,00            1,00
Total Operation Period                 0         0,00     0,00            0,00             0,50            1,50           2,50           3,50           4,50            5,50
Inflation Rate                     2,60%       2,60%    2,60%           2,60%            2,60%           2,60%          2,60%          2,60%          2,60%           2,60%

Pendapatan
Pendapatan                          -           -        -                -       43.343.750       90.761.813     95.027.618     99.493.916     104.170.130     109.066.126
Total Pendapatan                    -           -        -                -       43.343.750       90.761.813     95.027.618     99.493.916     104.170.130     109.066.126

COGS                                                                              (13.003.125)     (27.228.544)   (28.508.285)   (29.848.175)   (31.251.039)    (32.719.838)

Gross Profit                                                                      30.340.625       63.533.269     66.519.332     69.645.741      72.919.091      76.346.288
Beban Operasional
Total Beban Operasi                 -           -        -                -        (6.085.504)     (12.743.046)   (13.341.969)   (13.969.041)   (14.625.586)    (15.312.989)

EBITDA                              -           -        -                -       24.255.121       50.790.223     53.177.364     55.676.700      58.293.505      61.033.299

Beban Penyusutan                    -           -        -                -        (5.880.000)     (11.760.000)   (11.760.000)   (11.760.000)   (11.760.000)    (11.760.000)
Beban Amortisasi                    -           -        -                -        (1.353.418)      (2.706.836)    (2.706.836)    (2.706.836)    (2.706.836)     (2.706.836)

EBIT                                -           -        -                -       17.021.703       36.323.387     38.710.528     41.209.864      43.826.669      46.566.463

Beban Bunga                         -           -        -                -        (7.741.251)     (24.076.447)   (24.226.274)   (24.448.781)   (24.576.416)    (25.181.257)

EBT                                 -           -        -                -         9.280.452      12.246.940     14.484.254     16.761.083      19.250.252      21.385.206

Beban Pajak                         -           -        -                -        (2.041.699)      (2.694.327)    (3.186.536)    (3.687.438)    (4.235.055)     (4.704.745)

Net Profit                          -           -        -                -         7.238.753       9.552.613     11.297.718     13.073.645      15.015.197      16.680.461




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 58
                                                                                                                                                                                                    P a g e | lviii


Deskripsi                                        2035                 2036                 2037                  2038                2039             2040            2041             2042            2043             2044
Bulan                                             12                   12                    12                     12                 12               12               12               12              12              12
Operation Periode Flag                          1,00                 1,00                  1,00                   1,00               1,00             1,00             1,00             1,00            1,00            1,00
Total Operation Period                          6,50                 7,50                  8,50                   9,50             10,50            11,50            12,50            13,50           14,50           15,50
Inflation Rate                                2,60%                2,60%                 2,60%                  2,60%              2,60%            2,60%            2,60%            2,60%           2,60%           2,60%

Pendapatan
Pendapatan                            114.192.234          119.559.269         125.178.554           131.061.946           137.221.858        143.671.285     150.423.836      157.493.756     164.895.962     172.646.073
Total Pendapatan                      114.192.234          119.559.269         125.178.554           131.061.946           137.221.858        143.671.285     150.423.836      157.493.756     164.895.962     172.646.073

COGS                                   (34.257.670)        (35.867.781)         (37.553.566)          (39.318.584)          (41.166.557)      (43.101.386)     (45.127.151)     (47.248.127)    (49.468.789)   (51.793.822)

Gross Profit                           79.934.564           83.691.488           87.624.988            91.743.363            96.055.301       100.569.900     105.296.685      110.245.629     115.427.174     120.852.251
Beban Operasional
Total Beban Operasi                    (16.032.699)        (16.786.236)         (17.575.189)          (18.401.223)          (19.266.081)      (20.171.586)     (21.119.651)     (22.112.274)    (23.151.551)   (24.239.674)

EBITDA                                 63.901.864           66.905.252           70.049.799            73.342.139            76.789.220        80.398.313       84.177.034      88.133.355      92.275.622      96.612.577

Beban Penyusutan                       (11.760.000)        (11.760.000)         (11.760.000)          (11.760.000)          (11.760.000)      (11.760.000)     (11.760.000)     (11.760.000)    (11.760.000)   (11.760.000)
Beban Amortisasi                        (2.706.836)         (2.706.836)          (2.706.836)           (2.706.836)                  -                 -                -                -               -              -

EBIT                                   49.435.029           52.438.416           55.582.963            58.875.304            65.029.220        68.638.313       72.417.034      76.373.355      80.515.622      84.852.577

Beban Bunga                            (23.015.331)        (22.716.423)         (11.397.010)             (230.338)             (217.820)         (205.301)        (192.783)        (180.264)      (167.746)       (155.228)

EBT                                    26.419.698           29.721.993           44.185.953            58.644.966            64.811.400        68.433.012       72.224.251      76.193.090      80.347.876      84.697.349

Beban Pajak                             (5.812.333)         (6.538.839)          (9.720.910)          (12.901.892)          (14.258.508)      (15.055.263)     (15.889.335)     (16.762.480)    (17.676.533)   (18.633.417)

Net Profit                             20.607.364           23.183.155           34.465.044            45.743.073            50.552.892        53.377.749       56.334.916      59.430.610      62.671.343      66.063.932

Deskripsi                                       2045                 2046                 2047                   2048                2049             2050             2051             2052           2053    Jan - Jun 2054
Bulan                                             12                   12                    12                  12                    12                12               12              12              12               6
Operation Periode Flag                          1,00                 1,00                  1,00                1,00                  1,00              1,00             1,00            1,00            1,00            0,50
Total Operation Period                        16,50                17,50                 18,50               19,50                 20,50             21,50            22,50           23,50           24,50           25,00
Inflation Rate                                2,60%                2,60%                 2,60%               2,60%                 2,60%             2,60%            2,60%           2,60%           2,60%           2,60%

Pendapatan
Pendapatan                            180.760.438         189.256.179          198.151.219           207.464.326            217.215.150       227.424.262      238.113.202      249.304.523    261.021.835     133.577.924
Total Pendapatan                      180.760.438         189.256.179          198.151.219           207.464.326            217.215.150       227.424.262      238.113.202      249.304.523    261.021.835     133.577.924

COGS                                  (54.228.131)         (56.776.854)         (59.445.366)          (62.239.298)          (65.164.545)      (68.227.279)      (71.433.961)    (74.791.357)    (78.306.551)   (40.073.377)

Gross Profit                          126.532.307         132.479.325          138.705.853           145.225.028            152.050.605       159.196.983      166.679.241      174.513.166    182.715.285      93.504.547
Beban Operasional
Total Beban Operasi                   (25.378.939)         (26.571.749)         (27.820.621)          (29.128.190)          (30.497.215)      (31.930.585)      (33.431.322)    (35.002.594)    (36.647.716)   (18.754.469)

EBITDA                                101.153.368         105.907.576          110.885.232           116.096.838            121.553.389       127.266.399      133.247.919      139.510.572    146.067.569      74.750.078

Beban Penyusutan                      (11.760.000)         (11.760.000)         (11.760.000)          (11.760.000)          (11.760.000)      (11.760.000)      (11.760.000)    (11.760.000)    (11.760.000)    (5.880.000)
Beban Amortisasi                              -                    -                    -                     -                     -                 -                 -               -               -              -

EBIT                                   89.393.368          94.147.576           99.125.232           104.336.838            109.793.389       115.506.399      121.487.919      127.750.572    134.307.569      68.870.078

Beban Bunga                              (142.709)            (130.191)           (117.673)              (105.154)               (92.636)         (80.118)          (67.599)        (55.081)        (42.562)        (15.022)

EBT                                    89.250.658          94.017.385           99.007.559           104.231.684            109.700.753       115.426.281      121.420.320      127.695.491    134.265.006      68.855.056

Beban Pajak                           (19.635.145)         (20.683.825)         (21.781.663)          (22.930.970)          (24.134.166)      (25.393.782)      (26.712.470)    (28.093.008)    (29.538.301)   (15.148.112)

Net Profit                             69.615.514          73.333.560           77.225.896             81.300.713            85.566.588        90.032.499        94.707.850      99.602.483    104.726.705      53.706.944


Berdasarkan asumsi-asumsi yang telah dijelaskan sebelumnya,             menyusun Proyeksi Arus
Kas Proyek FSRU untuk periode tahun 2026 sampai dengan Juni 2054 sebagai dasar dalam melakukan
Analisis Manfaat Ekonomis Proyek, sebagaimana disajikan pada tabel berikut.
                                   Tabel Proyeksi Arus Kas Proyek FSRU Tahun 2026 – Juni 2054
                                                                                                                                                                                                          (dalam USD)
Deskripsi                                 2026                 2027                 2028           Jan - Jun 2029         Jul - Des 2029            2030              2031             2032            2033             2034

EBIT                                      -                    -                     -                      -             17.021.703         36.323.387        38.710.528       41.209.864      43.826.669     46.566.463
 Pajak Penghasilan (t)
EBIT*(1-t)                                -                    -                     -                     -              15.149.316         28.332.242        30.194.212       32.143.694      34.184.802     36.321.841
 + Depresiasi + Amortisasi                -                    -                     -                     -               7.233.418         14.466.836        14.466.836       14.466.836      14.466.836     14.466.836
 Capital Expenditure                                                                              (379.868.360)
 -Change in WC                            -                    -                     -              (5.000.000)              250.000              26.750         (128.888)        (124.618)       (194.237)       (214.257)
Cash Flow to Equity                       -                    -                     -            (384.868.360)           22.632.734          42.825.828       44.532.160       46.485.912      48.457.401      50.574.420
 + Interest Payment                                                                                                       (7.741.251)        (24.076.447)     (24.226.274)     (24.448.781)    (24.576.416)    (25.181.257)
Free Cash Flow                            -                    -                     -            (384.868.360)           14.891.483          18.749.381       20.305.886       22.037.131      23.880.984      25.393.163

Deskripsi                                 2035                 2036                  2037                   2038                   2039              2040             2041             2042            2043             2044

EBIT                               49.435.029           52.438.416            52.438.416            58.875.304             65.029.220        68.638.313        72.417.034       76.373.355      80.515.622      84.852.577
 Pajak Penghasilan (t)
EBIT*(1-t)                         38.559.322           40.901.965            40.901.965            45.922.737             50.722.792        53.537.884        56.485.287       59.571.217      62.802.185      66.185.010
 + Depresiasi + Amortisasi         14.466.836           14.466.836            14.466.836            14.466.836             11.760.000        11.760.000        11.760.000       11.760.000      11.760.000      11.760.000
 Capital Expenditure
 -Change in WC                        (224.686)            (273.710)            (315.802)             (350.200)              (376.089)         (392.593)         (398.773)        (393.622)       (376.060)       (344.933)
Cash Flow to Equity                 52.801.472           55.095.090           55.052.999            60.039.373             62.106.702        64.905.291        67.846.513       70.937.595      74.186.125      77.600.077
 + Interest Payment                (23.015.331)         (22.716.423)         (11.397.010)             (230.338)              (217.820)         (205.301)         (192.783)        (180.264)       (167.746)       (155.228)
Free Cash Flow                      29.786.141           32.378.668           43.655.989            59.809.035             61.888.883        64.699.990        67.653.730       70.757.330      74.018.379      77.444.849

Deskripsi                                 2045                2046                 2047                   2048                   2049               2050             2051             2052             2053    Jan - Jun 2054

EBIT                               89.393.368           94.147.576           99.125.232           104.336.838            109.793.389        115.506.399       121.487.919      127.750.572     134.307.569      68.870.078
 Pajak Penghasilan (t)
EBIT*(1-t)                         69.726.827           73.435.109           77.317.681            81.382.734             85.638.844         90.094.991        94.760.577       99.645.446     104.759.903      61.294.370
 + Depresiasi + Amortisasi         11.760.000           11.760.000           11.760.000            11.760.000             11.760.000         11.760.000        11.760.000       11.760.000      11.760.000       5.880.000
 Capital Expenditure
 -Change in WC                       (373.290)            (392.505)            (401.657)             (433.860)              (475.012)          (451.951)         (414.629)        (464.209)       (506.488)      5.506.488
Cash Flow to Equity                81.113.537           84.802.604           88.676.025            92.708.873             96.923.832        101.403.039       106.105.948      110.941.237     116.013.415      72.680.858
 + Interest Payment                  (142.709)            (130.191)            (117.673)             (105.154)               (92.636)           (80.118)          (67.599)         (55.081)        (42.562)        (15.022)
Free Cash Flow                     80.970.828           84.672.413           88.558.352            92.603.719             96.831.196        101.322.922       106.038.349      110.886.156     115.970.853      72.665.836


                             e. Analisis Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 59
                                                                                                           P a g e | lix



                                   Tabel Analisis Manfaat Ekonomis Proyek FSRU
                                 Deskripsi                               UoM       Nilai
                                 IRR Project                              %            10,347%
                                 Tingkat Diskonto                         %               9,5%
                                 NPV                                     USD      390.114.476
                                 Payback Period                         tahun             11,5

Berdasarkan hasil Analisis Manfaat Ekonomis yang dilakukan oleh                       , proyek FSRU
menghasilkan tingkat pengembalian internal (Internal Rate of Return atau "IRR") sebesar 10,34%,
yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat diskonto sebesar 9,53%. Selain itu, proyek
menghasilkan Net Present Value ("NPV") positif sebesar USD390.114.476 dan memiliki payback
period selama 11,5 tahun. Dengan mempertimbangkan bahwa nilai IRR melebihi tingkat diskonto
dan NPV bernilai positif, proyek FSRU secara finansial dapat dinilai layak untuk dilaksanakan.


d) Analisis Batas Wajar atas Nilai Transaksi
Mengacu pada Pasal 48b POJK No. 35/2020, berikut adalah tabel uji batas atas dan batas bawah
sebesar 7,5% untuk:
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Perjanjian JV
Perseroan telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan
Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk pembangunan Floating Storage and Regasification Unit
("FSRU"). Perjanjian JV memiliki komposisi kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak
Afiliasi PT Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
sebesar 49%.
Perseroan melakukan Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran Modal sebesar Rp125.403.495.000,-.
Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Nominal Modal adalah sebesar Rp125.403.495.000,-. Uraian hasil
perhitungan terdapat pada Perjanjian JV Nomor [•] tanggal [•].
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
  Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Perjanjian JV
                                                                                                       (dalam rupiah penuh)
                      Keterengan                                             Penjelasan                Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi                                     7,5% diatas Nilai Transaksi      134.808.757.125
Nilai Nominal Modal Perseroan di JV                                                                  125.403.495.000*
Batas bawah dari Nilai Transaksi                                    7,5% dibawah Nilai Transaksi     115.998.232.875
Nilai Setoran Modal Perseroan di JV                                                                  125.403.495.000
*) Nilai Nominal Perseroan di JV berdasarkan Perjanjian JV adalah sebesar USD7.472.500 atau setara dengan
Rp125.403.495.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp
16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran Modal Perseroan di JV berdasarkan Perjanjian JV adalah
sebesar USD7.472.500 atau setara dengan Rp125.403.495.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank
Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-.

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp 134.808.757.125,- dan Rp115.998.232.875,- sehingga Nilai Transaksi sebesar
Rp125.403.495.000,- berada pada batas wajar.
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap JV
Berdasarkan Perjanjian JV
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama dan Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk pembangunan Floating

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 60
                                                                                                            P a g e | lx



Storage and Regasification Unit ("FSRU"). Perjanjian JV memiliki komposisi kepemilikan saham
Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak
Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%.
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama melakukan Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran Modal
sebesar Rp5.118.510.000,-. Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Nominal Modal adalah sebesar
Rp5.118.510.000,-. Uraian hasil perhitungan terdapat pada Perjanjian JV Nomor [●] tanggal [●].
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
 Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap
                                 JV Berdasarkan Perjanjian JV
                                                                                                        (dalam rupiah penuh)
                      Keterengan                                             Penjelasan                 Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi                                     7,5% diatas Nilai Transaksi          5.502.398.250
Nilai Nominal Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana
                                                                                                         5.118.510.000*
Rayatama di JV
Batas bawah dari Nilai Transaksi                                    7,5% dibawah Nilai Transaksi         4.734.621.750
Nilai Setoran Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama                                              5.118.510.000
*) Nilai Nominal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama di JV berdasarkan Perjanjian JV adalah sebesar USD305.000
atau setara dengan Rp5.118.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal
Penilaian sebesar Rp 16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran Modal Perseroan di JV berdasarkan
Perjanjian JV adalah sebesar USD305.000 atau setara dengan Rp5.118.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs
Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-.

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp5.502.398.250,- dan Rp4.734.621.750,- sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp5.118.510.000,-
berada pada batas wajar.
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%
Perseroan telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan
Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. Untuk Pembangunan FSRU. Perjanjian JV memiliki komposisi
kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%.
Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%, Perseroan melakukan Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran
Modal sebesar Rp777.090.510.000,- . Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Nominal Modal adalah
sebesar Rp777.090.510.000,,-.
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 61
                                                                                                            P a g e | lxi



Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas
                                           JV 30%
                                                                                                        (dalam rupiah penuh)
                      Keterengan                                            Penjelasan                  Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi                                    7,5% diatas Nilai Transaksi         835.372.298.250
Nilai Nominal Modal Perseroan di JV                                                                    777.090.510.000*
Batas bawah dari Nilai Transaksi                                   7,5% dibawah Nilai Transaksi        718.808.721.750
Nilai Setoran Modal Perseroan di JV                                                                    777.090.510.000
*) Nilai Nominal Perseroan di JV berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total Investasi adalah sebesar
USD46.305.000 atau setara dengan Rp777.090.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia
pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran Modal Perseroan di JV
berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total Investasi adalah sebesar USD46.305.000 atau setara dengan
Rp777.090.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp
16.782,-.

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp835.372.298.250,- dan Rp718.808.721.750,- sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp777.090.510.000,-
berada pada batas wajar.
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap JV
Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama dan Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk Pembangunan FSRU.
Perjanjian JV memiliki komposisi kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%.
Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama melakukan
Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran Modal sebesar Rp31.717.980.000,-. Berdasarkan hasil
penilaian, Nilai Nominal Modal adalah sebesar Rp31.717.980.000,-.
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
 Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap
                            JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%
                                                                                                        (dalam rupiah penuh)
                      Keterengan                                             Penjelasan                Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi                                     7,5% diatas Nilai Transaksi        34.096.828.500
Nilai Nominal Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana
                                                                                                       31.717.980.000*
Rayatama di JV
Batas bawah dari Nilai Transaksi                                    7,5% dibawah Nilai Transaksi       29.339.131.500
Nilai Setoran Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama                                            31.717.980.000
*) Nilai Nominal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama di JV berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total
Investasi adalah sebesar USD1.890.000 atau setara dengan Rp31.717.980.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs
Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran
Modal Perseroan di JV berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total Investasi adalah sebesar USD305.000 atau
setara dengan Rp5.118.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian
sebesar Rp 16.782,-.

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp34.096.828.500,- dan Rp29.339.131.500,- sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp31.717.980.000,-
berada pada batas wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 62
                                                                                                                                 P a g e | lxii



Berdasarkan seluruh pengujian batas kewajaran yang telah dilakukan, baik atas penyertaan modal
Perseroan maupun Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama berdasarkan Nilai Setoran Modal
sebagaimana diatur dalam Perjanjian JV serta berdasarkan skenario struktur pendanaan proyek
dengan proporsi ekuitas sebesar 30%, seluruh Nilai Transaksi berada dalam rentang batas bawah
dan batas atas kewajaran yang diperoleh dari hasil penilaian. Selain itu, komposisi penyertaan
modal masing-masing pihak sesuai dengan proporsi kepemilikan saham dan Nilai Nominal Modal
sebagaimana diatur dalam Perjanjian JV, sehingga tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis
maupun pemberian manfaat ekonomis yang tidak wajar kepada salah satu pihak. Dengan demikian,
pelaksanaan penyertaan modal dalam pembentukan JVCo dapat disimpulkan berada dalam batas
wajar.
e) Analisis Nilai Inkremental
Sebelum pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU., Perseroan telah melakukan dua transaksi yaitu Transaksi Pengalihan Saham
Treasury dan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU.
 Perseroan telah melakukan transaksi pengalihan Saham Treasury sebanyak 181.005.000 lembar
saham dengan nilai transaksi sebesar Rp282.526.310.000. Berdasarkan analisis inkremental atas
transaksi tersebut, Perseroan memperoleh tambahan pendapatan bunga deposito yang memberikan
nilai tambah inkremental kumulatif sebesar Rp58.298.302.000 selama periode proyeksi 2026–2030.
Perhitungan nilai inkremental atas transaksi pengalihan Saham Treasury tersebut dapat dilihat pada
tabel berikut.
           Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury
                                                               2026                2027             2028                 2029              2030
 Keterangan
                                                            Proyeksi            Proyeksi         Proyeksi             Proyeksi          Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Pengalihan Saham Treasury       3.802.283.200       3.935.036.289    4.225.455.735        4.745.755.255     5.550.554.204
EBT Setelah Transaksi Pengalihan Saham Treasury       3.813.084.746       3.946.250.799    4.237.098.999        4.757.843.664     5.563.104.777
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury      10.801.546          11.214.511       11.643.264           12.088.409        12.550.573
Kumulatif Inkremental                                    58.298.302

       Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Pembelian Tanah oleh Perseroan Yang
         Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
 Keterangan                                                       Luas (m2)                                   Harga Jual              Harga/m2
 Nilai Transaksi                                                       15.624                         14.217.753.661                   909.994
 Nilai Pasar                                                           15.624                         14.467.824.000                   926.000
Nilai Tambah Inkremental                                                                                    250.070.339                 16.006

Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah inkremental di atas, dapat diketahui bahwa Nilai
Transaksi pembelian tanah yang dikenakan kepada Perseroan adalah sebesar Rp 909.994,- per m²,
sedangkan indikasi Nilai Pasar tanah adalah sebesar Rp926.000 per m². Dengan demikian,
pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU berpotensi memberikan nilai tambah inkremental bagi Perseroan sebesar Rp
16.006 per m² atau sebesar Rp 250.070.339 secara keseluruhan. Nilai tambah inkremental tersebut
mencerminkan bahwa Perseroan memperoleh tanah pada nilai transaksi yang masih berada di
bawah indikasi Nilai Pasar.
Adapun perhitungan nilai inkremental atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. dapat dilihat pada tabel berikut.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 63
                                                                                                                                  P a g e | lxiii



    Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga
                      BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
                                                                 2026                      2027             2028              2029              2030
Keterangan
                                                              Proyeksi                  Proyeksi         Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Proyek FSRU                       3.813.084.746             3.946.250.799    4.237.098.999     4.757.843.664     5.563.104.777
EBT Setelah Transaksi Proyek FSRU                       3.813.084.746             3.946.250.799    4.237.098.999    22.615.513.259    29.128.962.586
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury                -                         -                -     17.857.669.595    23.565.857.809
Kumulatif Inkremental                                  41.423.527.404


Berdasarkan hasil Analisis Kelayakan dan Manfaat Ekonomis Pembangunan FSRU sebagaimana
diuraikan pada bagian sebelumnya, proyek FSRU diproyeksikan menghasilkan manfaat ekonomis
bagi Perseroan melalui kepemilikan sebesar 49% pada JV. Dengan mempertimbangkan kebijakan
pembagian dividen maksimal sebesar 30% dari laba bersih JV, Perseroan diproyeksikan memperoleh
manfaat ekonomis berupa penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikannya selama masa
operasi proyek. Dengan demikian, partisipasi Perseroan dalam pengembangan proyek FSRU melalui
JV berpotensi memberikan manfaat ekonomis yang memadai serta mendukung peningkatan nilai
investasi Perseroan dalam jangka panjang.
Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah (incremental value) di atas, pelaksanaan Transaksi
Afiliasi atas Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. diproyeksikan menghasilkan tambahan laba (incremental
earnings) bagi Perseroan yang mulai diakui sejak proyek mencapai Commercial Operation Date
("COD") pada Q3 2029. Pada tahun 2029, Perseroan diproyeksikan memperoleh tambahan laba
sebesar Rp17.857.669.595, yang selanjutnya meningkat menjadi Rp23.565.857.805 pada tahun
2030. Secara kumulatif, pelaksanaan transaksi tersebut diproyeksikan menghasilkan nilai tambah
inkremental sebesar Rp41.423.527.404, sehingga menunjukkan bahwa investasi Perseroan pada JV
berpotensi memberikan manfaat ekonomis dan meningkatkan nilai Perseroan.
f) Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi
Analisis atas dampak Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU. dilakukan dengan menganalisa dampak Transaksi Afiliasi atas Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
terhadap Laporan Keuangan Proforma Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. pada tanggal 31
Desember 2025.
Berikut adalah analisis atas informasi keuangan proforma konsolidasian Perseroan sebelum dan
sesudah pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU per tanggal 31 Desember 2025, yang disusun oleh Manajemen Perseroan
dan telah direviu oleh Auditor sesuai dengan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 64
                                                                                                                                                         P a g e | lxiv



                    Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025
                                                                                                                                 (dalam ribuan rupiah)

                                                                                                      Dampak Transaksi
                                                                          Saldo Sebelum Transaksi                            Saldo Setelah Transaksi
               Deskripsi                                                                          Transaksi Pembentukan JV
                                                                          Pembentukan JV (FSRU)                              Pembentukan JV (FSRU)
                                                                                                            (FSRU)

               ASET
               ASET LANCAR
               Kas dan bank    *                                                    6.404.299.375                                      6.404.299.375
               Piutang usaha
                Pihak berelasi                                                            148.422                                            148.422
                Pihak ketiga, neto                                                  9.544.509.087                                      9.544.509.087
               Piutang lain-lain
                Pihak berelasi                                                          2.315.888                                          2.315.888
                Pihak ketiga                                                           43.387.027                                         43.387.027
               Persediaan - neto                                                    2.601.111.632                                      2.601.111.632
               Persediaan tanah kawasan industri                                    4.013.228.173                                      4.013.228.173
               Pajak dibayar dimuka    *                                              135.665.526                                        135.665.526
               Uang muka                                                               59.980.112                                         59.980.112
               Biaya dibayar di muka                                                   88.080.384                                         88.080.384
               Aset lancar lainnya                                                    430.990.526                                        430.990.526
               Total Aset Lancar                                                   23.323.716.152                        -            23.323.716.152

               ASET TIDAK LANCAR
               Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga                       1.224.582.641                                      1.224.582.641
               Investasi pada entitas asosiasi                                        535.825.092             777.090.510              1.312.915.602
               Aset pajak tangguhan - neto                                            181.237.136                                        181.237.136
               Properti investasi                                                   1.816.567.520                                      1.816.567.520
               Aset tetap - neto   *                                      ***       6.810.814.885                                      6.810.814.885
               Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi                       250.000.000                                        250.000.000
               Aset hak guna - neto    *                                  ****        839.161.376                                        839.161.376
               Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang                       70.449.440                                         70.449.440
               Persediaan tanah kawasan industri untuk pengembangan                 1.421.440.536                                      1.421.440.536
               Uang muka                                                                      -                                                    -
               Aset tidak lancar lainnya - neto                                        37.856.217                                         37.856.217
               Aset keuangan tidak lancar lainnya                                      50.630.262                                         50.630.262
               Total Aset Tidak Lancar                                             13.238.565.105             777.090.510             14.015.655.615
               TOTAL ASET                                                          36.562.281.257             777.090.510             37.339.371.767

               LIABILITAS DAN EKUITAS
               LIABILITAS JANGKA PENDEK
               Hutang bank jangka pendek dan lainnya                                  237.365.000                                        237.365.000
               Hutang usaha                                                        12.333.889.025                                     12.333.889.025
               Hutang lain-lain    *                                                  209.351.573             126.225.813                335.577.386
               Hutang pajak                                                           653.587.230                                        653.587.230
               Biaya masih harus dibayar                                              663.234.721                                        663.234.721
               Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                                 118.052.612                                        118.052.612
               Liabilitas sewa jangka pendek                                           71.402.299                                         71.402.299
               Liabilitas Kontrak jangka pendek                                       311.093.601                                        311.093.601
               Hutang bank jangka panjang dan lainnya yang jatuh tempo
                                                                                    1.182.438.653
               dalam satu tahun                                                                                                        1.182.438.653
               Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun                              -                                                    -
               Hutang dividen                                                          56.785.476                                         56.785.476
               Total Liabilitas Jangka Pendek                                      15.837.200.190             126.225.813             15.963.426.003

               LIABILITAS JANGKA PANJANG
               Liabilitas pajak tangguhan - neto                                       40.939.690                                         40.939.690
               Hutang bank jangka panjang dan lainnya setelah dikurangi
                                                                                    3.703.087.919
               bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                                                                3.703.087.919
               Hutang obligasi                                                                -                                                    -
               Liabilitas imbalan pasca kerja                                         210.005.038                                        210.005.038
               Liabilitas kontrak jangka panjang                                      631.125.850                                        631.125.850
               Liabilitas sewa jangka panjang                                         518.488.414                                        518.488.414
               Hutang dividen                                                                 -                                                    -
               Liabilitas jangka panjang lainnya                                       11.484.687             650.864.697                662.349.384
               Total Liabilitas Jangka Panjang                                      5.115.131.598             650.864.697              5.765.996.295
               TOTAL LIABILITAS                                                    20.952.331.788             777.090.510             21.729.422.298

               EKUITAS
               Modal saham - nilai nominal Rp20 (nilai penuh)
               Modal dasar - 37.500.000.000 saham
               Tambahan modal ditempatkan dan disetor penuh -
                                                                                     401.469.492
               20.073.474.600 saham                                                                                                      401.469.492
               Tambahan modal disetor                                               1.365.578.353                                      1.365.578.353
               Saham Treasuri - 273.705.000 saham                                     (96.093.902)                                       (96.093.902)
               Saldo laba  *                                                                  -                                                    -
                Ditentukan penggunaanya                                                 4.118.000                                          4.118.000
                Tidak ditentukan penggunaannya                                     10.136.709.446                                     10.136.709.446
               Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                        275.160.157                                        275.160.157
               Komponen ekuitas lainnya                                                       -
                Bagian atas perubahan lainnya dari ekuitas entitas anak                68.994.086                                         68.994.086
               JUMLAH EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
               PEMILIK ENTITAS INDUK                                               12.155.935.632                       -             12.155.935.632
               KEPENTINGAN NONPENGENDALI                                            3.454.013.837                       -              3.454.013.837
               EKUITAS, NETO                                                       15.609.949.469                       -             15.609.949.469
               TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                        36.562.281.257             777.090.510             37.339.371.767

               Sumber: Laporan Proforma Perseroan



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 65
                                                                                        P a g e | lxv



*) Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan yang disediakan oleh Auditor menggunakan
basis Laporan Keuangan Audit Perseroan per 31 Desember 2025 dan jika mempertimbangkan
dampak (i) Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada tanggal 4, 5, dan 6 Mei 2026 dengan nilai
transaksi sebesar Rp282.526.310.000 serta dampak peningkatan ekuitas pada akun Saham Treasuri
sebesar Rp63.548.261.000 berdasarkan Laporan Pendapat Kewajaran Nomor 00006/2.0094-
00/BS/05/0268/1/V/2026 tanggal 6 Mei 2026, dan (ii) Transaksi Pembelian Tanah seluas 15.624 m²
yang berlokasi di Bitung dari PT Harmas Sahabat Perkasa berdasarkan Laporan Pendapat Kewajaran
Nomor [●] tanggal [●], yang antara lain mengakibatkan:
a. penyesuaian akun kas dan bank sebesar Rp69.423.000, sehingga akun kas dan bank meningkat
    dari Rp6.404.299.375.000 menjadi Rp6.686.756.262.000;
b. penyesuaian akun pajak dibayar dimuka sebesar Rp1.719.000, sehingga akun pajak dibayar
    dimuka meningkat dari Rp135.665.526.000 menjadi Rp135.667.245.000;
c. peningkatan akun aset tetap sebesar Rp5.484.024.000, sehingga akun aset tetap meningkat dari
    Rp6.810.814.885.000 menjadi Rp6.816.298.909.000;
d. penurunan akun aset hak guna sebesar Rp5.416.320.000, sehingga akun aset hak guna menurun
    dari Rp839.161.376.000 menjadi Rp833.745.056.000;
e. peningkatan akun hutang lain-lain sebesar Rp17.343.000, sehingga akun hutang lain-lain
    meningkat dari Rp209.351.573.000 menjadi Rp335.594.729.000;
f. penurunan akun Saham Treasuri - 273.705.000 saham sebesar Rp 63.548.261.000, sehingga akun
    Saham Treasuri - 273.705.000 saham menurun dari Rp96.093.902.000 menjadi
    Rp32.545.641.000;
g. serta peningkatan akun saldo laba sebesar Rp 227.711.779.000 akibat peningkatan akun
    Keuntungan atas Pengalihan Saham Treasury sebesar Rp218.978.049.000, peningkatan akun
    Pendapatan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk
    Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah dari Tahun 2010 - 2025 sebesar Rp8.733.730.000.
    Sehingga akun saldo laba meningkat dari Rp 10.140.827.446.000 menjadi Rp
    10.368.539.225.000.
Oleh karena itu, untuk keperluan analisis Transaksi FSRU, TRUSCEL telah melakukan penyesuaian atas
dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury dan Transaksi Pembelian Tanah tersebut, sehingga
total aset Perseroan yang digunakan sebagai dasar analisis proforma Transaksi FSRU dari sebesar
Rp36.562.281.257.000 menjadi sebesar Rp37.621.898.077.000.
Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU:
1) Terdapat peningkatan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi
   atas Pembentukan JVCo, yang terutama berasal dari pengakuan investasi pada entitas asosiasi
   sebesar Rp777.090.510.000 sebagai representasi penyertaan modal Perseroan sebesar 49% pada
   JVCo. Dengan demikian, total aset tidak lancar Perseroan mengalami peningkatan dari sebesar
   Rp13.238.565.105.000 menjadi Rp14.015.655.615.000;
2) Terdapat perubahan pada sisi liabilitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
   Pembentukan JVCo, dimana total liabilitas Perseroan meningkat dari sebesar
   Rp20.952.349.131.000,- menjadi sebesar Rp21.729.439.641.000,-. Peningkatan tersebut
   terutama berasal dari pengakuan kewajiban terkait penyertaan modal Perseroan pada JVCo yang
   dicatat pada akun Hutang lain-lain sebesar Rp126.225.813.000,- dan Liabilitas jangka panjang
   lainnya sebesar Rp650.864.697.000,- sebagai bagian dari mekanisme pendanaan penyertaan
   modal Perseroan dalam pembentukan JVCo. Dengan demikian, total liabilitas Perseroan
   mengalami peningkatan sebesar Rp777.090.510.000,- setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
   Pembentukan JVCo;




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 66
                                                                                                                            P a g e | lxvi



3) Tidak terdapat perubahan pada sisi ekuitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
   Pembentukan JVCo. Hal tersebut disebabkan karena pelaksanaan penyertaan modal Perseroan
   pada JVCo tidak menimbulkan dampak langsung terhadap ekuitas Perseroan pada tanggal
   proforma. Dengan demikian, manfaat ekonomis yang diharapkan dari pelaksanaan transaksi
   akan terealisasi pada periode operasional proyek melalui peningkatan nilai investasi dan potensi
   penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikan Perseroan pada JVCo.

                         Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan per 31 Desember 2025
                                                                                                                       (dalam ribuan rupiah)

                                                       Saldo Sebelum Transaksi     Dampak Transaksi Transaksi     Saldo Setelah Transaksi
Deskripsi
                                                       Pembentukan JV (FSRU)         Pembentukan JV (FSRU)        Pembentukan JV (FSRU)


Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan                         45.732.540.855                               -             45.732.540.855
Pendapatan Sewa                                                     285.927.217                               -                285.927.217
Beban Pokok Penjualan dan Pendapatan                            (41.920.479.417)                              -            (41.920.479.417)
Laba Bruto                                                        4.097.988.655                               -              4.097.988.655

Beban usaha
 Beban umum dan administrasi                                       (961.169.832)                              -               (961.169.832)
 Beban penjualan                                                    (98.127.836)                              -                (98.127.836)

Pendapatan (beban) usaha lainnya
 Laba atas penjualan/pengalihan aset tetap - neto                     2.679.292                               -                  2.679.292
 Laba (rugi) selisih kurs - neto                                     14.824.560                               -                 14.824.560
 Pendapatan usaha lainnya                                            39.712.781                               -                 39.712.781
 Beban usaha lainnya                                                (12.106.041)                              -                (12.106.041)
 Pendapatan Investasi (FSRU)                                                  -                           -                              -
Laba Usaha                                                        3.083.801.579                               -              3.083.801.579

Penghasilan keuangan                                                290.778.124                               -                290.778.124
Pajak final terkait penghasilan keuangan                            (45.491.265)                              -                (45.491.265)
Beban keuangan                                                      (73.767.925)                              -                (73.767.925)
Bagian atas laba entitas asosiasi                                    52.199.723                               -                 52.199.723
Laba Sebelum Pajak Final dan Pajak Penghasilan                    3.307.520.236                               -              3.307.520.236

Pajak final                                                         (25.458.432)                              -                (25.458.432)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan                                    3.282.061.804                               -              3.282.061.804

Pajak penghasilan - neto:
 Pajak kini                                                        (434.396.510)                              -               (434.396.510)
 Pajak tangguhan                                                    (24.249.287)                              -                (24.249.287)
Laba Neto Tahun Berjalan                                          2.823.416.007                               -              2.823.416.007

Penghasilan Komprehensif Lain
 Pos yang Direklasifikasi ke Laba Rugi pada Periode
 Mendatang
  Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                    48.063.782                               -                 48.063.782

 Pos yang Ridak Direklasifikasi ke Laba Rugi pada
 Periode Mendatang
  Keuntungan aktuarial atas imbalan pasca kerja                      (6.468.599)                              -                 (6.468.599)
  Pajak tangguhan terkait                                             1.902.667                               -                  1.902.667
Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak               2.866.913.857                               -              2.866.913.857

Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk                                             2.472.616.076                               -              2.472.616.076
Kepentingan nonpengendali                                           350.799.931                               -                350.799.931

Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak               2.823.416.007                               -              2.823.416.007

Sumber: Laporan Proforma Perseroan

Berdasarkan Analisis Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan, dapat diketahui bahwa tidak terdapat
perubahan pada laporan laba rugi Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd.

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 67
                                                                                        P a g e | lxvii



Berdasarkan analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Perseroan sebelum
dan sesudah pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan transaksi mengakibatkan peningkatan
total aset Perseroan sebesar Rp777.090.510.000, yang terutama berasal dari peningkatan aset tidak
lancar berupa pengakuan investasi pada entitas asosiasi sebagai representasi penyertaan modal
Perseroan pada JVCo. Selain itu, total liabilitas Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar
Rp777.090.510.000 yang berasal dari pengakuan kewajiban terkait mekanisme pendanaan
penyertaan modal Perseroan pada JVCo. Namun demikian, pelaksanaan transaksi tidak memberikan
dampak langsung terhadap ekuitas maupun laba rugi Perseroan pada tanggal proforma. Dengan
demikian, manfaat ekonomis dari pelaksanaan transaksi diproyeksikan akan terealisasi pada masa
operasional proyek melalui peningkatan nilai investasi dan potensi penerimaan dividen sesuai
dengan porsi kepemilikan Perseroan pada JVCo.
4) Analisis Kewajaran atas Transaksi
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU oleh
Perseroan dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan infrastruktur energi dan penguatan
posisi Perseroan dalam bisnis penyimpanan, regasifikasi, dan distribusi gas alam cair (liquefied
natural gas atau "LNG"). Melalui pelaksanaan transaksi ini, Perseroan bersama mitra strategis
diharapkan dapat mengembangkan fasilitas FSRU yang akan mendukung kebutuhan infrastruktur
LNG nasional serta menciptakan sumber pendapatan jangka panjang yang berkelanjutan.
Dengan dilaksanakannya transaksi tersebut, Perseroan diharapkan dapat memperoleh manfaat
ekonomi melalui kepemilikan pada perusahaan patungan yang bergerak dalam pengembangan dan
pengoperasian FSRU, memperluas portofolio usaha di sektor infrastruktur energi, meningkatkan
diversifikasi sumber pendapatan, serta memperkuat posisi strategis Perseroan dalam
pengembangan ekosistem energi nasional. Dengan demikian, transaksi ini diharapkan dapat
memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung peningkatan nilai Perseroan secara
keseluruhan.
Analisis kewajaran dilakukan dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif.
Analisis Kualitatif
Berdasarkan informasi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan Perseroan, sesuai dengan Pasal 3
Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan antara lain meliputi
bidang industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri bahan bakar dari pemurnian dan
pengilangan minyak bumi; perdagangan besar bahan bakar padat, cari dan gas dan produk yang
terkait serta bahan dan barang kimia, perdagangan eceran bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar
gas (BBG) dan liquefied petroleum gas (LPG), pengangkutan dan pergudangan (aktivitas penyewaan
dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
lainnya); angkutan melalui saluran pipa, angkutan bermotor untuk barang umum, angkutan
bermotor untuk barang khusus, angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus, pergudangan dan
penyimpanan, penyimpanan minyak dan gas bumi, aktivitas penyimpanan B3, aktivitas bounded
warehousing atau wilayah kawasan berikat, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis (jasa); serta kegiatan
usaha penunjang yang meliputi pengangkutan dan pergudangan, aktivitas pelayanan kepelabuhan
laut, aktivitas pelayanan kepelabuhan sungai dan danau, konstruksi; pengadaan listrik, gas, uap, air
panas dan udara dingin.
Perseroan saat ini bergerak dalam bidang distribusi produk BBM ke pasar industri dan retail,
distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash)
yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan


Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 68
                                                                                         P a g e | lxviii



produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya.
Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978.
Berdasarkan tinjauan industri secara keseluruhan, sektor properti, logistik, distribusi BBM, dan kimia
dasar menunjukkan dinamika pertumbuhan yang berbeda namun saling melengkapi dalam
mendukung aktivitas ekonomi. Meskipun pada periode terakhir pertumbuhan global cenderung
melambat akibat tekanan makroekonomi, prospek ke depan masih menunjukkan arah yang positif,
didorong oleh pemulihan aktivitas ekonomi, pembangunan infrastruktur, peningkatan konsumsi
energi, serta kebutuhan distribusi dan industrialisasi yang berkelanjutan. Hal ini mengindikasikan
bahwa secara agregat, sektor-sektor tersebut masih memiliki fundamental yang cukup kuat untuk
mendukung pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.
Sejalan dengan kondisi tersebut, prospek operasional Perseroan pada periode 2026–2030
menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil dan terukur. Secara agregat, Perseroan
memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dengan CAGR sebesar sekitar 7,25% selama periode
proyeksi, yang mencerminkan ekspansi usaha yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan
kondisi pasar dan kapasitas operasional yang dimiliki. Proyeksi ini berada pada tingkat yang relatif
sejalan dengan pertumbuhan industri yang diperkirakan dengan rentang 5,18% - 7,90% CAGR,
sehingga menunjukkan bahwa asumsi yang digunakan telah mencerminkan dinamika dari sektor-
sektor utama yang mendasari kegiatan usaha Perseroan.
Lebih lanjut, perbedaan tipis antara pertumbuhan Perseroan dan industri mencerminkan
pendekatan yang prudent dalam penyusunan proyeksi, khususnya dalam mengantisipasi risiko
eksternal seperti volatilitas harga energi, dinamika suku bunga, perubahan kebijakan, serta
ketidakpastian permintaan pasar. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, proyeksi
pertumbuhan pendapatan Perseroan dinilai berada dalam tingkat yang wajar dan menunjukkan
posisi Perseroan yang adaptif, serta memiliki potensi untuk terus berkembang seiring dengan
pertumbuhan sektor properti, logistik, distribusi BBM, dan kimia dasar yang mendasarinya.
Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif, pelaksanaan
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
berpotensi memberikan manfaat bagi Perseroan berupa penguatan penguasaan aset strategis yang
digunakan untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan dalam jangka panjang. Melalui
transaksi ini, Perseroan memperoleh kepastian kepemilikan atas tanah yang sebelumnya digunakan
berdasarkan skema sewa, sehingga diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pengelolaan aset,
mendukung keberlangsungan operasional, serta memberikan nilai tambah ekonomis bagi Perseroan.
Selain itu, berdasarkan analisis nilai transaksi, Perseroan memperoleh tanah pada nilai yang masih
berada di bawah indikasi Nilai Pasar. Adapun berdasarkan analisis yang dilakukan, tidak terdapat
kerugian inkremental yang material terkait dengan pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
Analisis Kuantitatif
Analisis Batas Wajar atas Nilai Transaksi
Mengacu pada Pasal 48b POJK No. 35/2020, berikut adalah tabel uji batas atas dan batas bawah
sebesar 7,5% untuk:
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Perjanjian JV
Perseroan telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan
Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk pembangunan Floating Storage and Regasification Unit
("FSRU"). Perjanjian JV memiliki komposisi kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 69
                                                                                                         P a g e | lxix



Afiliasi PT Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
sebesar 49%.
Perseroan melakukan Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran Modal sebesar Rp125.403.495.000,-.
Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Nominal Modal adalah sebesar Rp125.403.495.000,-. Uraian hasil
perhitungan terdapat pada Perjanjian JV Nomor [•] tanggal [•].
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
  Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Perjanjian JV
                                                                                                       (dalam rupiah penuh)
                      Keterengan                                             Penjelasan                Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi                                     7,5% diatas Nilai Transaksi      134.808.757.125
Nilai Nominal Modal Perseroan di JV                                                                  125.403.495.000*
Batas bawah dari Nilai Transaksi                                    7,5% dibawah Nilai Transaksi     115.998.232.875
Nilai Setoran Modal Perseroan di JV                                                                  125.403.495.000
*) Nilai Nominal Perseroan di JV berdasarkan Perjanjian JV adalah sebesar USD7.472.500 atau setara dengan
Rp125.403.495.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp
16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran Modal Perseroan di JV berdasarkan Perjanjian JV adalah
sebesar USD7.472.500 atau setara dengan Rp125.403.495.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank
Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-.

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp 134.808.757.125,- dan Rp115.998.232.875,- sehingga Nilai Transaksi sebesar
Rp125.403.495.000,- berada pada batas wajar.
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap JV
Berdasarkan Perjanjian JV
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama dan Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk pembangunan Floating
Storage and Regasification Unit ("FSRU"). Perjanjian JV memiliki komposisi kepemilikan saham
Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak
Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%.
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama melakukan Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran Modal
sebesar Rp5.118.510.000,-. Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Nominal Modal adalah sebesar
Rp5.118.510.000,-. Uraian hasil perhitungan terdapat pada Perjanjian JV Nomor [•] tanggal [•].
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
 Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap
                                 JV Berdasarkan Perjanjian JV




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 70
                                                                                                           P a g e | lxx


                                                                                                        (dalam rupiah penuh)
                      Keterengan                                             Penjelasan                 Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi                                     7,5% diatas Nilai Transaksi          5.502.398.250
Nilai Nominal Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana
                                                                                                         5.118.510.000*
Rayatama di JV
Batas bawah dari Nilai Transaksi                                    7,5% dibawah Nilai Transaksi         4.734.621.750
Nilai Setoran Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama                                              5.118.510.000
*) Nilai Nominal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama di JV berdasarkan Perjanjian JV adalah sebesar USD305.000
atau setara dengan Rp5.118.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal
Penilaian sebesar Rp 16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran Modal Perseroan di JV berdasarkan
Perjanjian JV adalah sebesar USD305.000 atau setara dengan Rp5.118.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs
Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-.

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp5.502.398.250,- dan Rp4.734.621.750,- sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp5.118.510.000,-
berada pada batas wajar.
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%
Perseroan telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan
Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. Untuk Pembangunan FSRU. Perjanjian JV memiliki komposisi
kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama
sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%.
Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%, Perseroan melakukan Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran
Modal sebesar Rp777.090.510.000,- . Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Nominal Modal adalah
sebesar Rp777.090.510.000,,-.
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Perseroan Terhadap JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas
                                           JV 30%
                                                                                                        (dalam rupiah penuh)
                      Keterengan                                            Penjelasan                  Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi                                    7,5% diatas Nilai Transaksi         835.372.298.250
Nilai Nominal Modal Perseroan di JV                                                                    777.090.510.000*
Batas bawah dari Nilai Transaksi                                   7,5% dibawah Nilai Transaksi        718.808.721.750
Nilai Setoran Modal Perseroan di JV                                                                    777.090.510.000
*) Nilai Nominal Perseroan di JV berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total Investasi adalah sebesar
USD46.305.000 atau setara dengan Rp777.090.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia
pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran Modal Perseroan di JV
berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total Investasi adalah sebesar USD46.305.000 atau setara dengan
Rp777.090.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp
16.782,-.

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp835.372.298.250,- dan Rp718.808.721.750,- sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp777.090.510.000,-
berada pada batas wajar.
Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap JV
Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama telah menandatangani Perjanjian JV dengan Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama dan Pihak ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. untuk Pembangunan FSRU.



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 71
                                                                                                         P a g e | lxxi



Perjanjian JV memiliki komposisi kepemilikan saham Perseroan sebesar 49%, Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama sebesar 2% dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49%.
Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama melakukan
Penyetoran Modal dengan Nilai Setoran Modal sebesar Rp31.717.980.000,-. Berdasarkan hasil
penilaian, Nilai Nominal Modal adalah sebesar Rp31.717.980.000,-.
Berikut perhitungan Batas Atas dan Batas Bawah untuk Transaksi Afiliasi atas Pembentukan JVCo
antara Persoan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd
dengan menggunakan Nilai Nominal Modal sebagai berikut:
 Tabel Analisis Kewajaran Penyertaan Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama Terhadap
                            JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas JV 30%
                                                                                                       (dalam rupiah penuh)
                      Keterengan                                             Penjelasan                Nilai (dalam Rp)
Batas atas dari Nilai Transaksi                                     7,5% diatas Nilai Transaksi        34.096.828.500
Nilai Nominal Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana
                                                                                                       31.717.980.000*
Rayatama di JV
Batas bawah dari Nilai Transaksi                                    7,5% dibawah Nilai Transaksi       29.339.131.500
Nilai Setoran Modal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama                                            31.717.980.000
*) Nilai Nominal Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama di JV berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total
Investasi adalah sebesar USD1.890.000 atau setara dengan Rp31.717.980.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs
Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian sebesar Rp 16.782,-. Yang mana nilai tersebut sama dengan Nilai Setoran
Modal Perseroan di JV berdasarkan Struktur Pendanaan 30 Ekuitas dari Total Investasi adalah sebesar USD305.000 atau
setara dengan Rp5.118.510.000,- yang mana menggunakan Asumsi Kurs Tengah Bank Indonesia pada Tanggal Penilaian
sebesar Rp 16.782,-.

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa batas atas dan bawah kewajaran untuk transaksi adalah
Rp34.096.828.500,- dan Rp29.339.131.500,- sehingga Nilai Transaksi sebesar Rp31.717.980.000,-
berada pada batas wajar.
Berdasarkan seluruh pengujian batas kewajaran yang telah dilakukan, baik atas penyertaan modal
Perseroan maupun Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama berdasarkan Nilai Setoran Modal
sebagaimana diatur dalam Perjanjian JV serta berdasarkan skenario struktur pendanaan proyek
dengan proporsi ekuitas sebesar 30%, seluruh Nilai Transaksi berada dalam rentang batas bawah dan
batas atas kewajaran yang diperoleh dari hasil penilaian. Selain itu, komposisi penyertaan modal
masing-masing pihak sesuai dengan proporsi kepemilikan saham dan Nilai Nominal Modal
sebagaimana diatur dalam Perjanjian JV, sehingga tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis
maupun pemberian manfaat ekonomis yang tidak wajar kepada salah satu pihak. Dengan demikian,
pelaksanaan penyertaan modal dalam pembentukan JVCo dapat disimpulkan berada dalam batas
wajar.
Analisis Nilai Inkremental
Sebelum pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU., Perseroan telah melakukan dua transaksi yaitu Transaksi Pengalihan Saham
Treasury dan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 72
                                                                                                                                      P a g e | lxxii



 Perseroan telah melakukan transaksi pengalihan Saham Treasury sebanyak 181.005.000 lembar
saham dengan nilai transaksi sebesar Rp282.526.310.000. Berdasarkan analisis inkremental atas
transaksi tersebut, Perseroan memperoleh tambahan pendapatan bunga deposito yang memberikan
nilai tambah inkremental kumulatif sebesar Rp58.298.302.000 selama periode proyeksi 2026–2030.
Perhitungan nilai inkremental atas transaksi pengalihan Saham Treasury tersebut dapat dilihat pada
tabel berikut.
           Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury
                                                               2026                  2027                2028                 2029                  2030
 Keterangan
                                                            Proyeksi              Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi              Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Pengalihan Saham Treasury       3.802.283.200         3.935.036.289       4.225.455.735        4.745.755.255         5.550.554.204
EBT Setelah Transaksi Pengalihan Saham Treasury       3.813.084.746         3.946.250.799       4.237.098.999        4.757.843.664         5.563.104.777
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury      10.801.546            11.214.511          11.643.264           12.088.409            12.550.573
Kumulatif Inkremental                                    58.298.302

        Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Pembelian Tanah oleh Perseroan Yang
          Dilunaskan Dengan Menggunakan Sisa Saldo Aset Hak Guna dan Pembayaran Tunai
 Keterangan                                                          Luas (m2)                                     Harga Jual                  Harga/m2
 Nilai Transaksi                                                         15.624                             14.217.753.661                      909.994
 Nilai Pasar                                                             15.624                             14.467.824.000                      926.000
Nilai Tambah Inkremental                                                                                         250.070.339                     16.006

Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah inkremental di atas, dapat diketahui bahwa Nilai
Transaksi pembelian tanah yang dikenakan kepada Perseroan adalah sebesar Rp 909.994,- per m²,
sedangkan indikasi Nilai Pasar tanah adalah sebesar Rp926.000 per m². Dengan demikian,
pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU berpotensi memberikan nilai tambah inkremental bagi Perseroan sebesar Rp
16.006 per m² atau sebesar Rp 250.070.339 secara keseluruhan. Nilai tambah inkremental tersebut
mencerminkan bahwa Perseroan memperoleh tanah pada nilai transaksi yang masih berada di
bawah indikasi Nilai Pasar.
Adapun perhitungan nilai inkremental atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. dapat dilihat pada tabel berikut.
    Perhitungan Nilai Inkremental Dampak Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga
                      BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
                                                                 2026                          2027              2028              2029               2030
Keterangan
                                                              Proyeksi                      Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi           Proyeksi
EBT Sebelum Transaksi Proyek FSRU                       3.813.084.746                 3.946.250.799     4.237.098.999     4.757.843.664      5.563.104.777
EBT Setelah Transaksi Proyek FSRU                       3.813.084.746                 3.946.250.799     4.237.098.999    22.615.513.259     29.128.962.586
Inkremental EBT Transaksi Pengalihan Saham Treasury                -                             -                 -     17.857.669.595     23.565.857.809
Kumulatif Inkremental                                  41.423.527.404


Berdasarkan hasil Analisis Kelayakan dan Manfaat Ekonomis Pembangunan FSRU sebagaimana
diuraikan pada bagian sebelumnya, proyek FSRU diproyeksikan menghasilkan manfaat ekonomis
bagi Perseroan melalui kepemilikan sebesar 49% pada JV. Dengan mempertimbangkan kebijakan
pembagian dividen maksimal sebesar 30% dari laba bersih JV, Perseroan diproyeksikan memperoleh
manfaat ekonomis berupa penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikannya selama masa
operasi proyek. Dengan demikian, partisipasi Perseroan dalam pengembangan proyek FSRU melalui
JV berpotensi memberikan manfaat ekonomis yang memadai serta mendukung peningkatan nilai
investasi Perseroan dalam jangka panjang.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 73
                                                                                      P a g e | lxxiii



Berdasarkan tabel perhitungan nilai tambah (incremental value) di atas, pelaksanaan Transaksi
Afiliasi atas Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan
Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. diproyeksikan menghasilkan tambahan laba (incremental
earnings) bagi Perseroan yang mulai diakui sejak proyek mencapai Commercial Operation Date
("COD") pada Q3 2029. Pada tahun 2029, Perseroan diproyeksikan memperoleh tambahan laba
sebesar Rp17.857.669.595, yang selanjutnya meningkat menjadi Rp23.565.857.805 pada tahun
2030. Secara kumulatif, pelaksanaan transaksi tersebut diproyeksikan menghasilkan nilai tambah
inkremental sebesar Rp41.423.527.404, sehingga menunjukkan bahwa investasi Perseroan pada JV
berpotensi memberikan manfaat ekonomis dan meningkatkan nilai Perseroan.
Analisis Proforma Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi
Analisis atas dampak Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU. dilakukan dengan menganalisa dampak Transaksi Afiliasi atas Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU.
terhadap laporan keuangan proforma Perseroan sebelum dan sesudah Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU. pada tanggal 31
Desember 2025.
Berikut adalah analisis Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi
PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
disediakan manajemen Perseroan.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 74
                                                                                                                                                         P a g e | lxxiv



                    Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025
                                                                                                                                 (dalam ribuan rupiah)

                                                                                                      Dampak Transaksi
                                                                          Saldo Sebelum Transaksi                            Saldo Setelah Transaksi
               Deskripsi                                                                          Transaksi Pembentukan JV
                                                                          Pembentukan JV (FSRU)                              Pembentukan JV (FSRU)
                                                                                                            (FSRU)

               ASET
               ASET LANCAR
               Kas dan bank    *                                                    6.404.299.375                                      6.404.299.375
               Piutang usaha
                Pihak berelasi                                                            148.422                                            148.422
                Pihak ketiga, neto                                                  9.544.509.087                                      9.544.509.087
               Piutang lain-lain
                Pihak berelasi                                                          2.315.888                                          2.315.888
                Pihak ketiga                                                           43.387.027                                         43.387.027
               Persediaan - neto                                                    2.601.111.632                                      2.601.111.632
               Persediaan tanah kawasan industri                                    4.013.228.173                                      4.013.228.173
               Pajak dibayar dimuka    *                                              135.665.526                                        135.665.526
               Uang muka                                                               59.980.112                                         59.980.112
               Biaya dibayar di muka                                                   88.080.384                                         88.080.384
               Aset lancar lainnya                                                    430.990.526                                        430.990.526
               Total Aset Lancar                                                   23.323.716.152                        -            23.323.716.152

               ASET TIDAK LANCAR
               Piutang usaha jangka panjang dari pihak ketiga                       1.224.582.641                                      1.224.582.641
               Investasi pada entitas asosiasi                                        535.825.092             777.090.510              1.312.915.602
               Aset pajak tangguhan - neto                                            181.237.136                                        181.237.136
               Properti investasi                                                   1.816.567.520                                      1.816.567.520
               Aset tetap - neto   *                                      ***       6.810.814.885                                      6.810.814.885
               Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi                       250.000.000                                        250.000.000
               Aset hak guna - neto    *                                  ****        839.161.376                                        839.161.376
               Estimasi tagihan pajak penghasilan jangka panjang                       70.449.440                                         70.449.440
               Persediaan tanah kawasan industri untuk pengembangan                 1.421.440.536                                      1.421.440.536
               Uang muka                                                                      -                                                    -
               Aset tidak lancar lainnya - neto                                        37.856.217                                         37.856.217
               Aset keuangan tidak lancar lainnya                                      50.630.262                                         50.630.262
               Total Aset Tidak Lancar                                             13.238.565.105             777.090.510             14.015.655.615
               TOTAL ASET                                                          36.562.281.257             777.090.510             37.339.371.767

               LIABILITAS DAN EKUITAS
               LIABILITAS JANGKA PENDEK
               Hutang bank jangka pendek dan lainnya                                  237.365.000                                        237.365.000
               Hutang usaha                                                        12.333.889.025                                     12.333.889.025
               Hutang lain-lain    *                                                  209.351.573             126.225.813                335.577.386
               Hutang pajak                                                           653.587.230                                        653.587.230
               Biaya masih harus dibayar                                              663.234.721                                        663.234.721
               Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                                 118.052.612                                        118.052.612
               Liabilitas sewa jangka pendek                                           71.402.299                                         71.402.299
               Liabilitas Kontrak jangka pendek                                       311.093.601                                        311.093.601
               Hutang bank jangka panjang dan lainnya yang jatuh tempo
                                                                                    1.182.438.653
               dalam satu tahun                                                                                                        1.182.438.653
               Hutang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun                              -                                                    -
               Hutang dividen                                                          56.785.476                                         56.785.476
               Total Liabilitas Jangka Pendek                                      15.837.200.190             126.225.813             15.963.426.003

               LIABILITAS JANGKA PANJANG
               Liabilitas pajak tangguhan - neto                                       40.939.690                                         40.939.690
               Hutang bank jangka panjang dan lainnya setelah dikurangi
                                                                                    3.703.087.919
               bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                                                                3.703.087.919
               Hutang obligasi                                                                -                                                    -
               Liabilitas imbalan pasca kerja                                         210.005.038                                        210.005.038
               Liabilitas kontrak jangka panjang                                      631.125.850                                        631.125.850
               Liabilitas sewa jangka panjang                                         518.488.414                                        518.488.414
               Hutang dividen                                                                 -                                                    -
               Liabilitas jangka panjang lainnya                                       11.484.687             650.864.697                662.349.384
               Total Liabilitas Jangka Panjang                                      5.115.131.598             650.864.697              5.765.996.295
               TOTAL LIABILITAS                                                    20.952.331.788             777.090.510             21.729.422.298

               EKUITAS
               Modal saham - nilai nominal Rp20 (nilai penuh)
               Modal dasar - 37.500.000.000 saham
               Tambahan modal ditempatkan dan disetor penuh -
                                                                                     401.469.492
               20.073.474.600 saham                                                                                                      401.469.492
               Tambahan modal disetor                                               1.365.578.353                                      1.365.578.353
               Saham Treasuri - 273.705.000 saham                                     (96.093.902)                                       (96.093.902)
               Saldo laba  *                                                                  -                                                    -
                Ditentukan penggunaanya                                                 4.118.000                                          4.118.000
                Tidak ditentukan penggunaannya                                     10.136.709.446                                     10.136.709.446
               Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                        275.160.157                                        275.160.157
               Komponen ekuitas lainnya                                                       -
                Bagian atas perubahan lainnya dari ekuitas entitas anak                68.994.086                                         68.994.086
               JUMLAH EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
               PEMILIK ENTITAS INDUK                                               12.155.935.632                       -             12.155.935.632
               KEPENTINGAN NONPENGENDALI                                            3.454.013.837                       -              3.454.013.837
               EKUITAS, NETO                                                       15.609.949.469                       -             15.609.949.469
               TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                        36.562.281.257             777.090.510             37.339.371.767

               Sumber: Laporan Proforma Perseroan



Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 75
                                                                                       P a g e | lxxv



*) Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan yang disediakan oleh Auditor menggunakan
basis Laporan Keuangan Audit Perseroan per 31 Desember 2025 dan jika mempertimbangkan
dampak (i) Transaksi Pengalihan Saham Treasury pada tanggal 4, 5, dan 6 Mei 2026 dengan nilai
transaksi sebesar Rp282.526.310.000 serta dampak peningkatan ekuitas pada akun Saham Treasuri
sebesar Rp63.548.261.000 berdasarkan Laporan Pendapat Kewajaran Nomor 00006/2.0094-
00/BS/05/0268/1/V/2026 tanggal 6 Mei 2026, dan (ii) Transaksi Pembelian Tanah seluas 15.624 m²
yang berlokasi di Bitung dari PT Harmas Sahabat Perkasa berdasarkan Laporan Pendapat Kewajaran
Nomor [●] tanggal [●], yang antara lain mengakibatkan:
a. penyesuaian akun kas dan bank sebesar Rp69.423.000, sehingga akun kas dan bank meningkat
    dari Rp6.404.299.375.000 menjadi Rp6.686.756.262.000;
b. penyesuaian akun pajak dibayar dimuka sebesar Rp1.719.000, sehingga akun pajak dibayar
    dimuka meningkat dari Rp135.665.526.000 menjadi Rp135.667.245.000;
c. peningkatan akun aset tetap sebesar Rp5.484.024.000, sehingga akun aset tetap meningkat dari
    Rp6.810.814.885.000 menjadi Rp6.816.298.909.000;
d. penurunan akun aset hak guna sebesar Rp5.416.320.000, sehingga akun aset hak guna menurun
    dari Rp839.161.376.000 menjadi Rp833.745.056.000;
e. peningkatan akun hutang lain-lain sebesar Rp17.343.000, sehingga akun hutang lain-lain
    meningkat dari Rp209.351.573.000 menjadi Rp335.594.729.000;
f. penurunan akun Saham Treasuri - 273.705.000 saham sebesar Rp 63.548.261.000, sehingga akun
    Saham Treasuri - 273.705.000 saham menurun dari Rp96.093.902.000 menjadi
    Rp32.545.641.000;
g. serta peningkatan akun saldo laba sebesar Rp 227.711.779.000 akibat peningkatan akun
    Keuntungan atas Pengalihan Saham Treasury sebesar Rp218.978.049.000, peningkatan akun
    Pendapatan Bunga Hipotesis Atas Sisa Saldo Aset Hak Guna (per Desember 2025) untuk
    Pelunasan Transaksi Pembelian Tanah dari Tahun 2010 - 2025 sebesar Rp8.733.730.000.
    Sehingga akun saldo laba meningkat dari Rp 10.140.827.446.000 menjadi Rp
    10.368.539.225.000.
Oleh karena itu, untuk keperluan analisis Transaksi FSRU, TRUSCEL telah melakukan penyesuaian atas
dampak Transaksi Pengalihan Saham Treasury dan Transaksi Pembelian Tanah tersebut, sehingga
total aset Perseroan yang digunakan sebagai dasar analisis proforma Transaksi FSRU dari sebesar
Rp36.562.281.257.000 menjadi sebesar Rp37.621.898.077.000.
Berikut adalah Analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU:
1) Terdapat peningkatan pada sisi aset tidak lancar Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi
   atas Pembentukan JVCo, yang terutama berasal dari pengakuan investasi pada entitas asosiasi
   sebesar Rp777.090.510.000 sebagai representasi penyertaan modal Perseroan sebesar 49% pada
   JVCo. Dengan demikian, total aset tidak lancar Perseroan mengalami peningkatan dari sebesar
   Rp13.238.565.105.000 menjadi Rp14.015.655.615.000;
2) Terdapat perubahan pada sisi liabilitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
   Pembentukan JVCo, dimana total liabilitas Perseroan meningkat dari sebesar
   Rp20.952.349.131.000,- menjadi sebesar Rp21.729.439.641.000,-. Peningkatan tersebut
   terutama berasal dari pengakuan kewajiban terkait penyertaan modal Perseroan pada JVCo yang
   dicatat pada akun Hutang lain-lain sebesar Rp126.225.813.000,- dan Liabilitas jangka panjang
   lainnya sebesar Rp650.864.697.000,- sebagai bagian dari mekanisme pendanaan penyertaan
   modal Perseroan dalam pembentukan JVCo. Dengan demikian, total liabilitas Perseroan
   mengalami peningkatan sebesar Rp777.090.510.000,- setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
   Pembentukan JVCo;




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 76
                                                                                                                          P a g e | lxxvi



3) Tidak terdapat perubahan pada sisi ekuitas Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
   Pembentukan JVCo. Hal tersebut disebabkan karena pelaksanaan penyertaan modal Perseroan
   pada JVCo tidak menimbulkan dampak langsung terhadap ekuitas Perseroan pada tanggal
   proforma. Dengan demikian, manfaat ekonomis yang diharapkan dari pelaksanaan transaksi
   akan terealisasi pada periode operasional proyek melalui peningkatan nilai investasi dan potensi
   penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikan Perseroan pada JVCo.

                         Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan per 31 Desember 2025
                                                                                                                       (dalam ribuan rupiah)

                                                       Saldo Sebelum Transaksi     Dampak Transaksi Transaksi     Saldo Setelah Transaksi
Deskripsi
                                                       Pembentukan JV (FSRU)         Pembentukan JV (FSRU)        Pembentukan JV (FSRU)


Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan                         45.732.540.855                               -             45.732.540.855
Pendapatan Sewa                                                     285.927.217                               -                285.927.217
Beban Pokok Penjualan dan Pendapatan                            (41.920.479.417)                              -            (41.920.479.417)
Laba Bruto                                                        4.097.988.655                               -              4.097.988.655

Beban usaha
 Beban umum dan administrasi                                       (961.169.832)                              -               (961.169.832)
 Beban penjualan                                                    (98.127.836)                              -                (98.127.836)

Pendapatan (beban) usaha lainnya
 Laba atas penjualan/pengalihan aset tetap - neto                     2.679.292                               -                  2.679.292
 Laba (rugi) selisih kurs - neto                                     14.824.560                               -                 14.824.560
 Pendapatan usaha lainnya                                            39.712.781                               -                 39.712.781
 Beban usaha lainnya                                                (12.106.041)                              -                (12.106.041)
 Pendapatan Investasi (FSRU)                                                  -                           -                              -
Laba Usaha                                                        3.083.801.579                               -              3.083.801.579

Penghasilan keuangan                                                290.778.124                               -                290.778.124
Pajak final terkait penghasilan keuangan                            (45.491.265)                              -                (45.491.265)
Beban keuangan                                                      (73.767.925)                              -                (73.767.925)
Bagian atas laba entitas asosiasi                                    52.199.723                               -                 52.199.723
Laba Sebelum Pajak Final dan Pajak Penghasilan                    3.307.520.236                               -              3.307.520.236

Pajak final                                                         (25.458.432)                              -                (25.458.432)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan                                    3.282.061.804                               -              3.282.061.804

Pajak penghasilan - neto:
 Pajak kini                                                        (434.396.510)                              -               (434.396.510)
 Pajak tangguhan                                                    (24.249.287)                              -                (24.249.287)
Laba Neto Tahun Berjalan                                          2.823.416.007                               -              2.823.416.007

Penghasilan Komprehensif Lain
 Pos yang Direklasifikasi ke Laba Rugi pada Periode
 Mendatang
  Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan                    48.063.782                               -                 48.063.782

 Pos yang Ridak Direklasifikasi ke Laba Rugi pada
 Periode Mendatang
  Keuntungan aktuarial atas imbalan pasca kerja                      (6.468.599)                              -                 (6.468.599)
  Pajak tangguhan terkait                                             1.902.667                               -                  1.902.667
Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak               2.866.913.857                               -              2.866.913.857

Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk                                             2.472.616.076                               -              2.472.616.076
Kepentingan nonpengendali                                           350.799.931                               -                350.799.931

Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak               2.823.416.007                               -              2.823.416.007

Sumber: Laporan Proforma Perseroan

Berdasarkan Analisis Proforma Laporan Laba Rugi Perseroan, dapat diketahui bahwa tidak terdapat
perubahan pada laporan laba rugi Perseroan setelah pelaksanaan Transaksi Afiliasi atas
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd.

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 77
                                                                                    P a g e | lxxvii



Berdasarkan analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Perseroan sebelum
dan sesudah pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan transaksi mengakibatkan peningkatan
total aset Perseroan sebesar Rp777.090.510.000, yang terutama berasal dari peningkatan aset tidak
lancar berupa pengakuan investasi pada entitas asosiasi sebagai representasi penyertaan modal
Perseroan pada JVCo. Selain itu, total liabilitas Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar
Rp777.090.510.000 yang berasal dari pengakuan kewajiban terkait mekanisme pendanaan
penyertaan modal Perseroan pada JVCo. Namun demikian, pelaksanaan transaksi tidak memberikan
dampak langsung terhadap ekuitas maupun laba rugi Perseroan pada tanggal proforma. Dengan
demikian, manfaat ekonomis dari pelaksanaan transaksi diproyeksikan akan terealisasi pada masa
operasional proyek melalui peningkatan nilai investasi dan potensi penerimaan dividen sesuai
dengan porsi kepemilikan Perseroan pada JVCo.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 78
                                                                                      P a g e | lxxviii



Kesimpulan Analisis Kewajaran
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU:
 1. Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak
    Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
    Pengembangan FSRU oleh Perseroan dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan
    infrastruktur energi dan penguatan posisi Perseroan dalam bisnis penyimpanan, regasifikasi,
    dan distribusi gas alam cair (LNG). Melalui pelaksanaan transaksi ini, Perseroan bersama mitra
    strategis diharapkan dapat mengembangkan fasilitas FSRU yang akan mendukung kebutuhan
    infrastruktur LNG nasional serta menciptakan sumber pendapatan jangka panjang yang
    berkelanjutan. Pengembangan kegiatan usaha melalui pembentukan JVCo untuk pembangunan
    dan pengoperasian FSRU tersebut memiliki keterkaitan dan kesinambungan dengan kegiatan
    usaha yang selama ini telah dijalankan oleh Perseroan dan/atau kelompok usaha Perseroan,
    khususnya dalam kegiatan usaha infrastruktur energi dan LNG yang selama ini telah
    menghasilkan pendapatan. Dengan dilaksanakannya transaksi tersebut, Perseroan diharapkan
    dapat memperoleh manfaat ekonomi melalui kepemilikan pada perusahaan patungan yang
    bergerak dalam pengembangan dan pengoperasian FSRU, memperluas portofolio usaha di
    sektor infrastruktur energi, meningkatkan diversifikasi sumber pendapatan, serta memperkuat
    posisi strategis Perseroan dalam pengembangan ekosistem energi nasional. Dengan demikian,
    transaksi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung
    peningkatan nilai Perseroan secara keseluruhan.
 2) Berdasarkan analisis terhadap keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif, Pelaksanaan
    Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo berpotensi memberikan
    manfaat ekonomis bagi Perseroan melalui kepemilikan sebesar 49% pada JVCo. Proyeksi
    manfaat ekonomis menunjukkan NPV positif sebesar USD390.114.476, IRR sebesar 10,34% yang
    lebih tinggi dibandingkan tingkat diskonto sebesar 9,53%, dan payback period selama 11,5
    tahun. Perseroan akan melakukan penyertaan modal sebesar USD46.305.000 atau setara
    dengan Rp777.090.510.000, dengan potensi penerimaan manfaat ekonomis berupa 49% dari
    dividen yang dibagikan oleh JVCo, dimana pembagian dividen ditetapkan dengan batas
    maksimum sebesar 30% dari laba yang dapat didistribusikan (distributable profits) setiap
    tahunnya.
 3) Berdasarkan seluruh pengujian batas kewajaran yang telah dilakukan, baik atas penyertaan
    modal Perseroan maupun Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama berdasarkan Nilai Setoran
    Modal sebagaimana diatur dalam Perjanjian JV serta berdasarkan skenario struktur pendanaan
    proyek dengan proporsi ekuitas sebesar 30%, seluruh Nilai Transaksi berada dalam rentang
    batas bawah dan batas atas kewajaran yang diperoleh dari hasil penilaian. Selain itu, komposisi
    penyertaan modal masing-masing pihak sesuai dengan proporsi kepemilikan saham dan Nilai
    Nominal Modal sebagaimana diatur dalam Perjanjian JV, sehingga tidak terdapat perbedaan
    kepentingan ekonomis maupun pemberian manfaat ekonomis yang tidak wajar kepada salah
    satu pihak. Dengan demikian, pelaksanaan penyertaan modal dalam pembentukan JVCo dapat
    disimpulkan berada dalam batas wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 79
                                                                                       P a g e | lxxix



 4) Berdasarkan Analisis Nilai Inkremental, proyeksi manfaat ekonomis atas partisipasi Perseroan
    sebesar 49% pada JVCo, Perseroan berpotensi memperoleh manfaat ekonomis berupa
    penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikannya, dengan mempertimbangkan
    kebijakan pembagian dividen maksimum sebesar 30% dari laba yang dapat didistribusikan oleh
    JVCo. Berdasarkan perhitungan nilai tambah (incremental earnings), manfaat ekonomi dari
    investasi Perseroan pada JVCo mulai diakui sejak proyek mencapai Commercial Operation Date
    (COD) pada Q3 2029, dengan tambahan laba sebesar Rp17.857.669.595 pada tahun 2029 dan
    meningkat menjadi Rp23.565.857.805 pada tahun 2030. Secara kumulatif, pelaksanaan
    Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo diproyeksikan menghasilkan
    nilai tambah inkremental sebesar Rp41.423.527.404, sehingga menunjukkan bahwa investasi
    Perseroan berpotensi memberikan manfaat ekonomis dan mendukung peningkatan nilai
    Perseroan dalam jangka panjang.
 5) Berdasarkan analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Perseroan
    sebelum dan sesudah pelaksanaan Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan
    JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII
    Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan transaksi
    mengakibatkan peningkatan total aset Perseroan sebesar Rp777.090.510.000, yang terutama
    berasal dari peningkatan aset tidak lancar berupa pengakuan investasi pada entitas asosiasi
    sebagai representasi penyertaan modal Perseroan pada JVCo. Selain itu, total liabilitas
    Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar Rp777.090.510.000 yang berasal dari
    pengakuan kewajiban terkait mekanisme pendanaan penyertaan modal Perseroan pada JVCo.
    Namun demikian, pelaksanaan transaksi tidak memberikan dampak langsung terhadap ekuitas
    maupun laba rugi Perseroan pada tanggal proforma. Dengan demikian, manfaat ekonomis dari
    pelaksanaan transaksi diproyeksikan akan terealisasi pada masa operasional proyek melalui
    peningkatan nilai investasi dan potensi penerimaan dividen sesuai dengan porsi kepemilikan
    Perseroan pada JVCo.
Berdasarkan analisis kewajaran terhadap Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk
Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW
FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU secara kualitatif maupun kuantitatif, Transaksi Afiliasi
dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana
Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU dilakukan sebagai
bagian dari strategi optimalisasi struktur permodalan dan peningkatan kinerja keuangan Perseroan,
dimana melalui transaksi ini Perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana untuk memperkuat
likuiditas, mendukung kegiatan operasional, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan dalam
mendukung pengembangan usaha di masa mendatang sehingga diharapkan memberikan kontribusi
positif terhadap peningkatan kinerja dan nilai ekonomis Perseroan secara keseluruhan. Dengan
mempertimbangkan hasil dari analisis-analisis kewajaran yang telah dilakukan oleh           , maka
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU yang
akan direncanakan oleh Perseroan adalah Wajar dan memenuhi ketentuan dalam POJK No. 42/2020.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 80
                                                                                        P a g e | lxxx



KESIMPULAN
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak Afiliasi PT
Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam Pengembangan FSRU
merupakan Transaksi Afiliasi sesuai POJK No. 42/2020 karena melibatkan pihak yang memiliki
hubungan afiliasi dengan Perseroan, namun tidak termasuk Transaksi Benturan Kepentingan karena
tidak terdapat perbedaan kepentingan yang merugikan Perseroan. Akan tetapi, rencana transaksi
bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/2020
mengingat dalam Rencana Transaksi tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis
Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham
Utama Perseroan yang dapat merugikan Perseroan karena adanya Rencana Transaksi tersebut.
Pengembangan kegiatan usaha melalui pembentukan JVCo untuk pembangunan dan pengoperasian
FSRU tersebut memiliki keterkaitan dan kesinambungan dengan kegiatan usaha yang selama ini telah
dijalankan oleh Perseroan dan/atau kelompok usaha Perseroan, khususnya dalam kegiatan usaha
infrastruktur energi dan LNG yang selama ini telah menghasilkan pendapatan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan, POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilai di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII Tahun
2018 yang relevan dan Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI).
Sehubungan dengan pelaksanaan Rencana Transaksi oleh Perseroan, kami telah melakukan analisis
kewajaran berdasarkan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif yang tertera di Analisis Kewajaran
atas Rencana Transaksi.
Berdasarkan Kondisi Pembatas, Asumsi-Asumsi Penting, Sifat dan Sumber Informasi, Analisis
Rencana Transaksi, Analisis Kualitatif, Analisis Kuantitatif dan Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi dengan asumsi realisasi proyeksi keuangan Perseroan
yang akan memitigasi risiko yang tertera di laporan ini, maka tidak akan memberikan potensi
kerugian untuk Perseroan.
Dengan mempertimbangkan hasil dari analisis-analisis kewajaran yang telah dilakukan, maka
Rencana Transaksi Perseroan adalah Wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 81
                                                                                                          P a g e | lxxxi



PENUTUP
Pendapat kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material untuk Pembentukan JVCo antara
Perseroan, Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
Pengembangan FSRU ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian analisis
dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.
Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan pendapat kewajaran ini.


Hormat Kami,




 B. Sridhar Rao, CVA (Singapore), M.Com (India),
 MBM (Philippines), MAPPI Cert. (Indonesia).
 Managing Partner
 No. MAPPI                                                                 : 05-S-01838
 No. RMK                                                                   : RMK-2017.00238
 No. Izin OJK                                                              : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 82
                                                                                     P a g e | lxxxii



                                                     PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Publik berdasarkan Ijin Penilai Publik B
1.10.00268 serta Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (OJK) No. STTD.PB-
30/PM.2/2018 dan Penilai dengan RMK-2019.02908, yang berkompeten untuk melakukan penilaian
secara objektif tanpa ada benturan kepentingan, kami yang bertanda tangan di bawah ini
menerangkan bahwa:
1.    Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
      Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini adalah betul dan benar sesuai dengan
      pemahaman terbaik dari pihak independen dan berdasarkan atas informasi dan data-data
      pendukung yang kami gunakan dalam proses pemberian pendapat kewajaran (Fairness
      Opinion);
2.    Selanjutnya Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini menjelaskan semua syarat-
      syarat pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam
      laporan ini;
3.    Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap Rencana Transaksi;
4.    Imbalan jasa yang kami terima adalah hanya sesuai dengan yang tercantum pada surat
      penugasan dan tidak berkaitan dengan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) yang dilaporkan;
5.    Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
      independensi Penilai Publik yang telah terdaftar pada Departemen Keuangan dan atau OJK serta
      Tim Quality Control dan Penilai pada penugasan ini dan tidak lepas dari ketentuan-ketentuan
      dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI) edisi VII tahun 2018 termasuk Kode Etik Penilaian
      Indonesia (KEPI).
6.    Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang –
      undangan yang berlaku sebagai berikut:
        a) Undang-undang atau Regulasi terkait Asumsi dalam Penilaian:
              i. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 terkait Pajak Penghasilan;
             ii. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
            iii. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 68 /POJK.04/2017 tentang Penilai
                 Yang Melakukan Kegiatan di Pasar Modal;
            iv. POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
                 di Pasar Modal;
             v. SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
                 Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
        b) Undang-undang atau Regulasi terkait Profesi Penilai
            i. Peraturan Menteri Keuangan No. 101/PMK.01/2014 tentang Penilai Publik;
7.    Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
      diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah;
8.    Penilai memiliki pemahaman mengenai Rencana Transaksi;
9.    Penilai telah melakukan inspeksi terhadap Objek pendapat kewajaran (Fairness Opinion);
10. Penilai bertanggungjawab atas Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion);
11. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) diperoleh dari
      berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan;
12. Penugasan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) profesional telah dilakukan terhadap
      Rencana Transaksi pada tanggal pendapat kewajaran (Cut Off Date);
13. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
      Kewajaran (Fairness Opinion);
14. Perkiraan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
      disajikan sebagai kesimpulan;

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 83
                                                                                                                      P a g e | lxxxiii



15.     Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
16.     Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
17.     Penilai melakukan review terhadap data-data yang dinilai; dan
18.     Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness
        Opinion), telah menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat
        Kewajaran (Fairness Opinion).

Jakarta, [•]




Managing Partner
B. Sridhar Rao
No. MAPPI                                                                     : 05-S-01838
No. RMK                                                                       : RMK-2017.00238
No. Izin OJK                                                                  : STTD.PB-30/PJ-1/PM.02/2023

Valuer
Lukman Ari Widodo                                                             ...... ..............................
MAPPI                                                                         : 18-P-08818
No. Register                                                                  : RMK-2019.02908




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 84
                                                                                  P a g e | lxxxiv




                   LAMPIRAN
 Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian
 Perseroan Sebelum dan Sesudah Transaksi
    Afiliasi dan Transaksi Material untuk
 Pembentukan JVCo antara Perseroan, Pihak
   Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan
  Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. dalam
   Pengembangan FSRU dengan No. PF26-
PG/AKRA/JUNL/00054U Tanggal 25 Juni 2026




Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi Afiliasi dan Transaksi Material
untuk Pembentukan Joint Venture antara PT AKR Corporindo Tbk,
Pihak Afiliasi PT Arthakencana Rayatama, dan Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd.
dalam Pengembangan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU)
Page 85
PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK / AND SUBSIDIARIES

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
RINGKASAN PROFORMA PADA TANGGAL
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2025 /
PROFORMA CONDENSED CONSOLIDATED
FINANCIAL STATEMENTS AS OF AND
FOR THE YEAR THEN ENDED DECEMBER 31, 2025

BESERTA LAPORAN ASURANS PRAKTISI
INDEPENDEN ATAS KOMPILASI INFORMASI
KEUANGAN PROFORMA / WITH INDEPENDENCE
PRACTITIONER’S ASSURANCE REPORT ON
THE COMPILATION OF PROFORMA FINANCIAL
INFORMATION
Page 86
PT AKR CORPORINDO TBK                                             PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK                                                        AND SUBSIDIARIES
DAFTAR ISI                                                            TABLE OF CONTENTS


                                           Halaman/
                                            Page


LAPORAN ASURANS PRAKTISI                              INDEPENDENCE PRACTITIONER’S
INDEPENDEN ATAS KOMPILASI                             ASSURANCE REPORT ON THE
INFORMASI KEUANGAN PROFORMA                           COMPILATION OF PROFORMA
                                                      FINANCIAL INFORMATION

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN                        PROFORMA CONDENSED
RINGKASAN PROFORMA                                    CONSOLIDATED
                                                      FINANCIAL STATEMENTS

  1.   Laporan Posisi Keuangan                1        1. Proforma Condensed Consolidated
       Konsolidasian Ringkasan Proforma                   Statements of Financial Position

  2.   Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan      4        2. Proforma Condensed Consolidated
       Komprehensif Lain Konsolidasian                    Statements of Profit or Loss and
       Ringkasan Proforma                                 Other Comprehensive Income

  3.   Catatan atas Laporan Keuangan          6        3. Notes to Proforma Condensed
       Konsolidasian Ringkasan Proforma                   Consolidated Financial Statements
Page 87
Laporan Asurans Praktisi Independen Atas                Independence Practitioner’s Assurance Report on
Kompilasi Informasi Keuangan Proforma                   the Compilation of Proforma Financial Information


No. PF26-PG/AKRA/JUNL/00054U                            No. PF26-PG/AKRA/JUNL/00054U X

Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi             Shareholders, Boards of Commissioners and
                                                        Directors
PT AKR Corporindo Tbk.                                  PT AKR Corporindo Tbk.


Laporan atas Kompilasi Informasi Keuangan               Assurance Report on the Compilation of Proforma
Proforma dalam Keterbukaan Informasi                    Financial Information in Disclosure of Information

Kami telah menyelesaikan perikatan asurans kami         We have completed our assurance engagement to
untuk melaporkan kompilasi informasi keuangan           report on the compilation of proforma financial
proforma PT AKR Corporindo Tbk. dan Entitas             information of PT AKR Corporindo Tbk. and
anaknya (“Grup”) oleh Manajemen. Informasi              Subsidiaries (“Group”) by the Management. The
keuangan proforma terdiri dari laporan posisi           proforma financial information consists of proforma
keuangan konsolidasian ringkasan proforma pada          condensed consolidated statement of financial
tanggal 31 Desember 2025 untuk tahun yang berakhir      position as of December 31, 2025 and related notes.
pada tanggal tersebut, dan catatan terkait. Kriteria    The applicable criteria based on which the
yang berlaku yang menjadi dasar Manajemen untuk         Management has compiled the proforma financial
mengompilasi       informasi   keuangan     proforma    information are specified in Financial Services
dinyatakan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan       Authority Regulation (POJK) No. 42/POJK.04/2020
(POJK) No. 42/POJK.04/2020 mengenai “Transaksi          regarding “Affiliated Transactions and Conflict of
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”.           Interest Transactions”.

Informasi keuangan proforma telah dikompilasi oleh      The proforma financial information has been compiled
Manajemen untuk mengilustrasikan dampak dari            by the Management to illustrate the impact of the
transaksi yang dinyatakan dalam Catatan 1 pada          transactions set out in Note 1 on the consolidated
posisi keuangan konsolidasian pada tanggal              financial position as of December 31, 2025 as if the
31 Desember 2025 dan kinerja konsolidasian untuk        transactions had taken place of December 31, 2025.
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut               As part of this process, information about the
seolah-olah transaksi telah terjadi pada tanggal        Company’s consolidated financial position has been
31 Desember 2025. Sebagai bagian dari proses ini,       obtained by the Management from consolidated
informasi mengenai posisi keuangan konsolidasian        financial statements as of December 31, 2025 and the
telah diperoleh oleh Manajemen dari laporan             year then ended on which an independent auditor’s
keuangan       konsolidasian     pada      tanggal      report has been published.
31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut, yang atasnya laporan auditor
independen telah diterbitkan.

Tanggung Jawab Manajemen            atas   Informasi    Responsibility    for   the    Proforma     Financial
Keuangan Proforma                                       Information

Manajemen bertanggung jawab atas kompilasi              Management is responsible for compiling the
informasi keuangan proforma berdasarkan kriteria        proforma financial information based on the applicable
yang berlaku.                                           criteria.

Independensi Kami dan Manajemen Mutu                    Our Independence and Quality Management

Kami telah mematuhi ketentuan independensi dan          We have complied with the independence and other
ketentuan etika lainnya dalam Kode Etik Profesi         ethical requirements of the Code of Ethics for Public
Akuntan Publik yang ditetapkan oleh Institut Akuntan    Accountants issued by the Indonesian Institute of
Publik Indonesia yang didasarkan pada prinsip-prinsip   Certified Public Accountants, which is founded on the
integritas, objektivitas, kompetensi profesional dan    fundamental principles of integrity, objectivity,
kehati-hatian, kerahasiaan dan perilaku profesional.    professional      competence       and     due  care,
                                                        confidentiality, and professional behavior.
Page 88
Kantor Akuntan Publik menerapkan Standar                   Our firm applies Indonesian Standard on Quality
Manajemen Mutu 1 yang mengharuskan KAP untuk               Management (ISQM) 1, which requires the firm to
merancang, mengimplentasikan, dan mengoperasikan           design, implement and operate a system of quality
sistem manajemen mutu termasuk kebijakan atau              management, including policies and procedures
prosedur mengenai kepatuhan terhadap ketentuan             addressing compliance with ethical requirements,
etika, standar profesional dan ketentuan peraturan         professional standards, and applicable legal and
perundang-undangan yang berlaku.                           regulatory requirements.

Tanggung Jawab Praktisi                                    Practitioner’s Responsibilities

Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan                Our responsibility is to express an opinion as required
suatu    opini   yang   disyaratkan    oleh  POJK          by POJK No. 42/POJK.04/2020 regarding “Affiliated
No. 42/POJK.04/2020 mengenai “Transaksi Afiliasi           Transactions and Conflict of Interest Transactions”,
dan Transaksi Benturan Kepentingan”, mengenai              about whether the proforma financial information has
apakah    informasi   keuangan     proforma   telah        been complied, in all material respect by Management
dikompilasi, dalam semua hal yang material oleh            on the basis of the applicable criteria.
Manajemen berdasarkan kriteria yang berlaku.

Kami melaksanakan perikatan sesuai dengan                  We conducted our engagement in accordance with
Standard Perikatan Asurans 3420, “Perikatan Asurans        Standard on Assurance Engagements 3420,
untuk Pelaporan atas Kompilasi Informasi Keuangan          “Assurance Engagements to Report on the
Proforma yang Tercantum dalam Prospektus”, yang            Compilation of Proforma Financial Information
ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.         Included in a Prospectus”, issued by the Indonesian
Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan            Institute of Certified Public Accountants. This standard
dan melaksanakan prosedur untuk memperoleh                 requires that we plan and perform procedures to
keyakinan memadai tentang apakah Manajemen telah           obtain reasonable assurance about whether
mengompilasi, dalam semua hal yang material,               management has compiled the proforma financial
informasi keuangan proforma berdasarkan kriteria           information, in all material respects, based on the
yang berlaku.                                              applicable criteria.

Untuk tujuan perikatan ini, kami tidak bertanggung         For the purpose of this engagement, we are not
jawab untuk memutakhirkan atau menerbitkan                 responsible for updating or reissuing any reports or
kembali laporan atau opini apa pun atas informasi          opinion on any historical financial information used in
keuangan      historis    yang    digunakan      dalam     compiling the proforma financial information, nor have
mengompilasi informasi keuangan proforma, dan              we, in the course of this engagement, performed an
dalam perikatan ini, kami juga tidak melaksanakan          audit or review of the financial information used in the
audit atau reviu atas informasi keuangan historis yang     compiling the proforma financial information.
digunakan dalam mengompilasi informasi keuangan
proforma.

Tujuan informasi keuangan proforma dalam                   The purpose of proforma financial information
Keterbukaan Informasi adalah semata-mata untuk             Included in a Disclosure of Information is solely to
mengilustrasikan dampak dari peristiwa atau transaksi      illustrate the impact of a significant event or
signifikan pada informasi keuangan entitas yang            transaction on unadjusted financial information of the
belum disesuaikan seolah-olah peristiwa telah terjadi      entity as if the event had occurred or the transaction
atau transaksi telah dilakukan pada tanggal yang           had been undertaken at an earlier date selected for
telah ditentukan lebih awal untuk tujuan ilustrasi. Oleh   purposes of the illustration. Accordingly, we do not
karena itu, kami tidak memberikan asurans apapun           provide any assurance that the actual outcome of the
bahwa hasil aktual dari peristiwa atau transaksi pada      event or transaction at December 31, 2025 would
31 Desember 2025 akan seperti yang disajikan.              have been as presented.

Suatu    perikatan    keyakinan  memadai    untuk          A reasonable assurance engagement to report on
melaporkan apakah informasi keuangan proforma              whether the proforma financial information has been
telah dikompilasi, dalam semua hal yang material,          compiled, in all material respects, on the basis of the
berdasarkan kriteria yang berlaku melibatkan               applicable criteria involves performing procedures to
pelaksanaan prosedur untuk menilai apakah kriteria         assess whether the criteria used by Management in
yang digunakan oleh Manajemen dalam kompilasi              the compilation of the proforma financial information
informasi keuangan proforma memberikan basis yang          provide a reasonable basis for presenting the
memadai untuk menyajikan dampak signifikan yang            significant effects directly attributable to the event or
disebabkan langsung oleh peristiwa atau transaksi,         transaction, and to obtain sufficient appropriate
dan untuk memperoleh bukti yang cukup dan tepat            evidence about whether:
mengenai apakah:
Page 89
•   Penyesuaian   proforma  yang    berkaitan                 •   The related proforma adjustments            have
    memberikan dampak yang tepat pada kriteria                    appropriate effect on those criteria; and
    tersebut; dan

•   Informasi keuangan proforma mencerminkan                  •   The proforma financial information reflects the
    penerapan yang tepat dari penyesuaian tersebut                proper application of those adjustments to the
    terhadap informasi keuangan yang belum                        unadjusted financial information.
    disesuaikan.

Prosedur dipilih berdasarkan pertimbangan praktisi,           The procedures selected depend on the practitioner’s
dengan mempertimbangkan pemahaman praktisi atas               judgment, having regard to the practitioner’s
sifat perusahaan, peristiwa atau transaksi yang terkait       understanding of the nature of the company, the event
dengan kompilasi informasi keuangan proforma, dan             or transaction in respect of which the proforma
kondisi perikatan relevan lainnya.                            financial information has been compiled, and other
                                                              relevant engagement circumstances.

Perikatan juga melibatkan evaluasi penyajian                  The engagement also involves evaluating the overall
keseluruhan dari informasi keuangan proforma.                 presentation of the proforma financial information.

Kami yakin bahwa bukti yang telah kami peroleh                We believe that the evidence we have obtained is
adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu                sufficient and appropriate to provide a basis for our
basis bagi opini kami.                                        opinion.

Opini                                                         Opinion

Menurut opini kami, informasi keuangan proforma               In our opinion, the accompanying proforma financial
telah dikompilasi dalam semua hal yang material,              information has been compiled, in all material
berdasarkan kriteria yang berlaku.                            respects, based on the applicable criteria.




                                                 RAMA WENDRA
                                Kantor Akuntan Publik/ Registered Public Accountants




                                           Pandapotan Gabriel, CA, CPA
                                                  No. AP.: 1670

                                         25 Juni 2026     /   June 25, 2026
Page 90
 PT AKR CORPORINDO TBK                                                                  PT AKR CORPORINDO TBK
 DAN ENTITAS ANAK                                                                              AND SUBSIDIARIES
 LAPORAN POSISI KEUANGAN                                                    PROFORMA CONDENSED CONSOLIDATED
 KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA                                             STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
 31 DESEMBER 2025                                                                       AS OF DECEMBER 31, 2025
 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah,                                                     (Expressed in thousands Rupiah,
 kecuali dinyatakan lain)                                                                     unless otherwise stated)

                                                              Penyesuaian        Saldo
                                                               Proforma /      Proforma /
                                       Historis /    Catatan / Proforma        Proforma
                                       Historical      Note Adjustment          Balance

ASET                                                                                                                 ASSETS
Aset lancar                                                                                                    Current assets
Kas dan setara kas                   6.404.299.375                      -     6.404.299.375      Cash and cash equivalents
Piutang usaha                                                                                               Trade receivables
     Pihak berelasi                        148.422                      -           148.422                Related parties
     Pihak ketiga - neto             9.544.509.087                      -     9.544.509.087             Third parties - net
Piutang lain-lain                                                                                           Other receivables
     Pihak berelasi                      2.315.888                      -         2.315.888                Related parties
     Pihak ketiga                       43.387.027                      -        43.387.027                   Third parties
Persediaan - neto                    2.601.111.632                      -     2.601.111.632                   Inventories - net
Persediaan tanah kawasan industri    4.013.228.173                      -     4.013.228.173   Industrial estate land inventory
Pajak dibayar di muka                  135.665.526                      -       135.665.526                     Prepaid taxes
Uang muka                               59.980.112                      -        59.980.112               Advance payments
Biaya dibayar di muka                   88.080.384                      -        88.080.384                 Prepaid expenses
Aset lancar lainnya                    430.990.526                      -       430.990.526              Other current assets
Jumlah aset lancar                  23.323.716.152                      -    23.323.716.152              Total current assets
Aset tidak lancar                                                                                        Non-current assets
Piutang usaha jangka panjang                                                                     Long-term trade receivables
     dari pihak ketiga - neto        1.224.582.641                     -      1.224.582.641        from third parties - net
Investasi pada entitas asosiasi        535.825.092      4    777.090.510      1.312.915.602        Investments in associates
Aset pajak tangguhan - neto            181.237.136                     -        181.237.136          Deferred tax assets - net
Properti investasi                   1.816.567.520                     -      1.816.567.520               Investment property
                                                                                                                Property, plant
Aset tetap - neto                    6.810.814.885                      -     6.810.814.885           and equipment - net
Aset keuangan pada nilai wajar                                                                  Financial assets at fair value
     melalui laba rugi                250.000.000                       -       250.000.000          through profit or loss
Aset hak guna - neto                  839.161.376                       -       839.161.376          Right-of-use assets - net
Estimasi tagihan pajak                                                                                    Estimated claims for
     penghasilan jangka panjang        70.449.440                       -        70.449.440         tax refund - long term
Persediaan tanah kawasan industri                                                             Industrial estate land inventory
     untuk pengembangan              1.421.440.536                      -     1.421.440.536               for development
Aset keuangan tidak lancar                                                                                  Other non-current
     lainnya - neto                    37.856.217                       -        37.856.217          financial assets - net
Aset tidak lancar lainnya - neto       50.630.262                       -        50.630.262    Other non-current assets - net
Jumlah aset tidak lancar            13.238.565.105           777.090.510     14.015.655.615         Total non-current assets
JUMLAH ASET                         36.562.281.257           777.090.510     37.339.371.767                 TOTAL ASSETS




  Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                 See accompanying Notes to Proforma Condensed
  Ringkasan Proforma yang merupakan bagian yang tidak               Consolidated Financial Statements which are an integral
  terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian                   part of these Proforma Condensed Consolidated Financial
  Ringkasan Proforma secara keseluruhan.                            Statements.
                                                                                                                             1
Page 91
 PT AKR CORPORINDO TBK                                                                   PT AKR CORPORINDO TBK
 DAN ENTITAS ANAK                                                                               AND SUBSIDIARIES
 LAPORAN POSISI KEUANGAN                                                     PROFORMA CONDENSED CONSOLIDATED
 KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA                                              STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
 31 DESEMBER 2025                                                                        AS OF DECEMBER 31, 2025
 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah,                                                      (Expressed in thousands Rupiah,
 kecuali dinyatakan lain)                                                                      unless otherwise stated)

                                                               Penyesuaian        Saldo
                                                                Proforma /      Proforma /
                                        Historis /    Catatan / Proforma        Proforma
                                        Historical      Note Adjustment          Balance

LIABILITAS                                                                                                        LIABILITIES

Liabilitas jangka pendek                                                                                     Current liabilities
Hutang bank jangka pendek              237.365.000                       -       237.365.000              Short-term bank loan
Hutang usaha                                                                                                    Trade payables
      Pihak berelasi                     55.015.398                     -         55.015.398                 Related party
      Pihak ketiga                   12.278.873.627                     -     12.278.873.627                  Third parties
Hutang lain-lain - pihak ketiga         209.351.573      4    126.225.813        335.577.386      Other payables - third parties
Hutang pajak                            653.587.230                     -        653.587.230                     Taxes payable
Biaya masih harus dibayar               663.234.721                     -        663.234.721                 Accrued expenses
Liabilitas imbalan kerja                                                                                  Short-term employee
      jangka pendek                    118.052.612                       -       118.052.612              benefit liabilities
Liabilitas sewa jangka pendek           71.402.299                       -        71.402.299             Current lease liabilities
Liabilitas kontrak jangka pendek       311.093.601                       -       311.093.601          Current contract liabilities
Hutang bank jangka panjang yang                                                                  Current maturities of long-term
      jatuh tempo dalam satu tahun    1.182.438.653                      -     1.182.438.653                   bank loans
Hutang dividen                           56.785.476                      -        56.785.476                 Dividend payables

Jumlah liabilitas jangka pendek      15.837.200.190           126.225.813     15.963.426.003              Total current liabilities
Liabilitas jangka panjang                                                                               Non-current liabilities
Liabilitas pajak tangguhan - neto       40.939.690                       -        40.939.690         Deferred tax liabilities - net
Hutang bank jangka panjang setelah
      dikurangi bagian yang jatuh                                                                        Long-term bank loans
      tempo dalam satu tahun          3.703.087.919                     -      3.703.087.919     net of current maturities
Liabilitas imbalan pasca kerja          210.005.038                     -        210.005.038 Post-employment benefit liabilities
Liabilitas kontrak jangka panjang       631.125.850                     -        631.125.850     Non-current contract liabilities
Liabilitas sewa jangka panjang          518.488.414                     -        518.488.414       Non-current lease liabilities
Liabilitas jangka panjang lainnya        11.484.687      4    650.864.697        662.349.384       Other non-current liabilities

Jumlah liabilitas jangka panjang      5.115.131.598           650.864.697      5.765.996.295          Total non-current liabilities
Jumlah liabilitas                    20.952.331.788           777.090.510     21.729.422.298                       Total liabilities




   Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                 See accompanying Notes to Proforma Condensed
   Ringkasan Proforma yang merupakan bagian yang tidak               Consolidated Financial Statements which are an integral
   terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian                   part of these Proforma Condensed Consolidated Financial
   Ringkasan Proforma secara keseluruhan.                            Statements.
                                                                                                                                  2
Page 92
 PT AKR CORPORINDO TBK                                                                   PT AKR CORPORINDO TBK
 DAN ENTITAS ANAK                                                                               AND SUBSIDIARIES
 LAPORAN POSISI KEUANGAN                                                     PROFORMA CONDENSED CONSOLIDATED
 KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA                                              STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
 31 DESEMBER 2025                                                                        AS OF DECEMBER 31, 2025
 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah,                                                      (Expressed in thousands Rupiah,
 kecuali dinyatakan lain)                                                                      unless otherwise stated)


                                                               Penyesuaian        Saldo
                                                                Proforma /      Proforma /
                                        Historis /    Catatan / Proforma        Proforma
                                        Historical      Note Adjustment          Balance

EKUITAS                                                                                                                  EQUITY
Modal saham                                                                                                         Share capital
    Modal dasar - 37.500.000.000                                                              Authorized - 37,500,000,000
        saham dengan nilai nominal                                                                            shares with
        Rp20 (angka penuh)                                                                            par value of Rp20
        per saham                                                                                (full amount) per share
    Modal ditempatkan dan disetor                                                                     Issued and fully paid -
        penuh - 20.073.474.600                                                                         20,073,474,600
        saham                           401.469.492                      -       401.469.492                     shares
Tambahan modal disetor                1.365.578.353                      -     1.365.578.353            Additional paid-in capital
Saham treasuri - 273.705.000                                                                      Treasury stock - 273,705,000
    saham pada 31 Des. 2025             (96.093.902 )                    -       (96.093.902) shares as of Dec. 31, 2025
                                                                                                            Exchange difference
Selisih kurs karena penjabaran                                                                            due to translation
     laporan keuangan                   275.160.157                      -       275.160.157        of financial statements
Bagian atas perubahan lainnya                                                                          Share of other changes in
     dari ekuitas entitas anak           68.994.086                      -         68.994.086          equity of subsidiaries
Saldo laba                                                                                                     Retained earnings
     Ditentukan penggunaannya             4.118.000                      -          4.118.000                   Appropriated
     Tidak ditentukan
         penggunaannya               10.136.709.446                      -    10.136.709.446                Unappropriated

Ekuitas yang dapat diatribusikan                                                                     Equity attributable to equity
     kepada pemilik entitas induk    12.155.935.632                      -    12.155.935.632        holders of parent entity
Kepentingan nonpengendali             3.454.013.837                      -     3.454.013.837            Non-controlling interests

Jumlah ekuitas                       15.609.949.469                      -    15.609.949.469                         Total equity
JUMLAH LIABILITAS                                                                                          TOTAL LIABILITIES
   DAN EKUITAS                       36.562.281.257           777.090.510     37.339.371.767                AND EQUITY




  Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                  See accompanying Notes to Proforma Condensed
  Ringkasan Proforma yang merupakan bagian yang tidak                Consolidated Financial Statements which are an integral
  terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian                    part of these Proforma Condensed Consolidated Financial
  Ringkasan Proforma secara keseluruhan.                             Statements.
                                                                                                                                 3
Page 93
 PT AKR CORPORINDO TBK                                                                 PT AKR CORPORINDO TBK
 DAN ENTITAS ANAK                                                                             AND SUBSIDIARIES
 LAPORAN LABA RUGI DAN                                                    PROFORMA CONDENSED CONSOLIDATED
 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                        STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER
 KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA                                                      COMPREHENSIVE INCOME
 UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR                                                                 FOR THE YEAR ENDED
 PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025                                                                DECEMBER 31, 2025
 (Dinyatakan dalam miliaran Rupiah,                                                 (Expressed in thousands Rupiah,
 kecuali dinyatakan lain)                                                                   unless otherwise stated)


                                                                Penyesuaian       Saldo
                                                                 Proforma /     Proforma /
                                          Historis /   Catatan / Proforma       Proforma
                                          Historical     Note Adjustment         Balance

Pendapatan dari kontrak                                                                                 Revenue form contract
    dengan pelanggan                  45.732.540.855                      -   45.732.540.855                with customers
Pendapatan sewa                          285.927.217                      -      285.927.217                    Rental income
Total pendapatan                      46.018.468.072                      -   46.018.468.072                  Total revenues

Beban pokok penjualan
    dan pendapatan                    (41.920.479.417)                    -   (41.920.479.417)    Cost of sales and revenues

Laba bruto                             4.097.988.655                      -    4.097.988.655                     Gross profit

Beban usaha                                                                                              Operating expenses
    Beban umum dan                                                                                General and administrative
       administrasi                     (961.169.832 )                    -     (961.169.832 )                expenses
    Beban penjualan                      (98.127.836 )                    -      (98.127.836 )             Selling expenses

Pendapatan (beban)                                                                                          Other operating
    usaha lainnya                                                                                    income (expenses)
                                                                                                  Gain on sale/transfer of
     Laba atas penjualan/pengalihan                                                                property, plant and
        aset tetap - neto                  2.679.292                      -         2.679.292         equipment - net
     Laba selisih kurs - neto             14.824.560                      -        14.824.560 Foreign exchange gain - net
     Pendapatan usaha lainnya             39.712.781                      -        39.712.781     Other operating income
     Beban usaha lainnya                 (12.106.041 )                    -       (12.106.041 ) Other operating expenses
Laba usaha                             3.083.801.579                      -    3.083.801.579                 Operating profit

Penghasilan keuangan                     290.778.124                      -      290.778.124                  Finance income
Pajak final terkait                                                                                        Final tax related to
    penghasilan keuangan                 (45.491.265 )                    -       (45.491.265 )            finance income
Beban keuangan                           (73.767.925 )                    -       (73.767.925 )                  Finance cost
Bagian atas laba                                                                                             Share in profit of
    entitas asosiasi                      52.199.723                      -       52.199.723                    associates
Laba sebelum pajak final                                                                               Profit before final and
    dan pajak penghasilan              3.307.520.236                      -    3.307.520.236                    income tax

Pajak final                              (25.458.432 )                    -       (25.458.432 )                      Final tax

Laba sebelum pajak penghasilan         3.282.061.804                      -    3.282.061.804         Profit before income tax

Pajak penghasilan - neto:                                                                                    Income tax - net:
    Pajak kini                          (434.396.510 )                    -     (434.396.510 )                  Current tax
    Pajak tangguhan                      (24.249.287 )                    -      (24.249.287 )                 Deferred tax

Pajak penghasilan - neto                (458.645.797 )                    -     (458.645.797 )                Income tax - net
Laba neto tahun berjalan               2.823.416.007                      -     2.823.416.007          Net profit for the year




  Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                   See accompanying Notes to Proforma Condensed
  Ringkasan Proforma yang merupakan bagian yang tidak                 Consolidated Financial Statements which are an integral
  terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian                     part of these Proforma Condensed Consolidated Financial
  Ringkasan Proforma secara keseluruhan.                              Statements.
                                                                                                                              4
Page 94
 PT AKR CORPORINDO TBK                                                                   PT AKR CORPORINDO TBK
 DAN ENTITAS ANAK                                                                               AND SUBSIDIARIES
 LAPORAN LABA RUGI DAN                                                      PROFORMA CONDENSED CONSOLIDATED
 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                          STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER
 KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA                                                        COMPREHENSIVE INCOME
 UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR                                                                   FOR THE YEAR ENDED
 PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025                                                                  DECEMBER 31, 2025
 (Dinyatakan dalam ribuan Rupiah,                                                      (Expressed in thousands Rupiah,
 kecuali dinyatakan lain)                                                                      unless otherwise stated)


                                                                Penyesuaian       Saldo
                                                                 Proforma /     Proforma /
                                         Historis /    Catatan / Proforma       Proforma
                                         Historical      Note Adjustment         Balance

Penghasilan komprehensif lain:                                                               Other comprehensive income:
Pos yang direklasifikasi                                                                               Item to be reclassified
    ke laba rugi pada periode                                                                               to profit or loss
    mendatang                                                                                        in subsequent period
    Selisih kurs karena                                                                               Exchange difference
        penjabaran laporan                                                                        due to translation of
        keuangan                         48.063.782                       -       48.063.782      financial statements

Pos yang tidak direklasifikasi                                                                        Item not to be reclassified
    ke laba rugi pada periode                                                                                  to profit or loss
    mendatang                                                                                            in subsequent period
    Kerugian aktuarial atas                                                                             Actuarial loss of post-
        imbalan pasca kerja               (6.468.599 )                    -        (6.468.599 )      employment benefits
    Pajak tangguhan terkait                1.902.667                      -         1.902.667             Related deferred tax

Laba komprehensif lain tahun                                                                      Other comprehensive income
    berjalan setelah pajak               43.497.850                       -       43.497.850          for the year, net of tax
Total penghasilan komprehensif                                                                    Total comprehensive income
    lain tahun berjalan                2.866.913.857                      -     2.866.913.857                  for the year



Laba tahun berjalan yang dapat                                                                              Profit for the year
    diatribusikan kepada:                                                                                     attributable to:
                                                                                                            Equity holders of
    Pemilik entitas induk              2.472.616.076                      -    2.472.616.076                 parent entity
    Kepentingan nonpengendali            350.799.931                      -      350.799.931         Non-controlling interests

Laba neto tahun berjalan               2.823.416.007                      -     2.823.416.007            Net profit for the year

Total penghasilan komprehensif                                                                           Total comprehensive
    tahun berjalan yang                                                                                 income for the year
    dapat diatribusikan kepada:                                                                              attributable to:
                                                                                                            Equity holders of
    Pemilik entitas induk              2.491.227.741                      -    2.491.227.741                 parent entity
    Kepentingan nonpengendali            375.686.116                      -      375.686.116         Non-controlling interests
Total penghasilan komprehensif                                                                    Total comprehensive income
    lain tahun berjalan                2.866.913.857                      -     2.866.913.857                  for the year

Laba per saham                                                                                             Earnings per share
    (dalam Rupiah penuh)                                                                                       (in full Rupiah)
    Yang dapat diatribusikan                                                                            Attributable to equity
        kepada pemilik entitas induk                                                               holders of parent entity
    Dasar                                     125,24                      -           125,24                              Basic




  Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                   See accompanying Notes to Proforma Condensed
  Ringkasan Proforma yang merupakan bagian yang tidak                 Consolidated Financial Statements which are an integral
  terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian                     part of these Proforma Condensed Consolidated Financial
  Ringkasan Proforma secara keseluruhan.                              Statements.
                                                                                                                                  5
Page 95
PT AKR CORPORINDO TBK                                                       PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK                                                                   AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                      NOTES TO PROFORMA CONDENSED
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA                               CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG                                    AS OF AND FOR THE YEAR ENDED
BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025                                             DECEMBER 31, 2025
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah,                                         (Expressed in thousands Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)                                                         unless otherwise stated)

1. U M U M                                                 1. GENERAL

  PT AKR Corporindo Tbk ("Perusahaan") didirikan di          PT AKR Corporindo Tbk (the “Company”)
  Surabaya berdasarkan Akta Notaris Sastra Kosasih,          was established in Surabaya on November 28,
  S.H., No. 46 tanggal 28 November 1977 yang diubah          1977, based on the Notarial Deed No. 46 of Sastra
  dengan Akta Notaris No. 26 oleh notaris yang sama          Kosasih, S.H., which was amended by Notarial
  tanggal 12 April 1978. Akta pendirian dan                  Deed No. 26 of the same notary dated April 12,
  perubahannya telah disahkan oleh Menteri                   1978. The deed of establishment and its
  Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat                   amendments were approved by the Ministry of
  Keputusan No. YA.5/151/7 tanggal 14 Juni 1978,             Justice     of    the   Republic     of     Indonesia
  didaftarkan pada Pengadilan Negeri Surabaya dalam          in its Decision Letter No. YA.5/151/7 dated
  Surat No. 277/1978 dan No. 278/1978 tanggal                June 14, 1978, registered at the District Court of
  20 Juli 1978 serta diumumkan dalam Berita                  Surabaya under in its Letter No. 277/1978 and
  Negara No. 101 Tambahan No. 741 tanggal                    No. 278/1978 dated July 20, 1978, and published in
  19 Desember 1978. Pada tahun 1985, Perusahaan              Supplement No. 741 to State Gazette No. 101
  memindahkan kantor pusatnya ke lokasi yang ada             dated December 19, 1978. In 1985, the Company
  saat ini di Jakarta. Pada tahun 2004, Perusahaan           relocated its head office to its current location in
  mengganti namanya dari PT Aneka Kimia Raya Tbk             Jakarta. In 2004, the Company changed its name
  menjadi PT AKR Corporindo Tbk Anggaran Dasar               from    PT      Aneka    Kimia    Raya       Tbk   to
  Perusahaan telah mengalami perubahan dari waktu            PT AKR Corporindo Tbk The Company’s Articles of
  ke waktu yang mana perubahan terakhir dicakup              Association have been amended from time to time,
  dalam Akta Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn.,          the latest of which covered in Notarial Deed No. 17
  No. 17 tanggal 28 April 2025 mengenai pengangkatan         dated April 28, 2025 of Aryanti Artisari, S.H., M.Kn.,
  kembali Dewan Komisaris dan Dewan Direksi                  regarding      the    reappointment       Board     of
  Perusahaan.                                                Commissioners and Board of Directors of the
                                                             Company’s.

  Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan,           As stated in Article 3 of the Company’s Articles of
  ruang lingkup kegiatan usaha utama Perusahaan              Association, the Company’s principal business
  antara lain meliputi bidang industri barang kimia dan      activities comprises of chemicals and petroleum
  bahan bakar minyak; perdagangan besar dan kecil;           products; wholesale and retail trading; and
  dan distribusi terutama bahan kimia dan bahan bakar        distribution, primarily of chemicals, petroleum
  minyak (“BBM”) dan gas; pengangkutan dan                   product and gas; transportation and warehousing
  pergudangan (aktivitas penyewaan dan sewa guna             (including operating leases and finance leases
  usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen                without purchase options); employment; travel
  perjalanan     dan    penunjang     usaha    lainnya);     agent and other business support; professional,
  penyediaan dan penunjang tenaga listrik; aktivitas         scientific and technical services; and supporting
  profesional, ilmiah dan teknis (jasa); serta kegiatan      business activities, including transportation and
  usaha penunjang yang meliputi pengangkutan dan             warehousing, construction, procurement of
  pergudangan, konstruksi, pengadaan listrik, gas, uap,      electricity, gas, steam, hot water and cool air.
  air panas dan udara dingin.

  Perusahaan saat ini bergerak dalam bidang distribusi       The Company is currently engaged in the
  produk BBM ke pasar industri, distribusi dan               distribution of petroleum products to industrial
  perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda,             customers, the distribution and trading of chemical
  sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang                products (such as caustic soda, sodium sulphate,
  digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai       PVC resin and soda ash) used by various
  dengan perjanjian distribusi dengan produsen asing         industries in Indonesia under distributorship
  dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan,           agreements with both foreign and local
  tangki dan jasa logistik lainnya.                          manufacturers, warehouse leasing, transportation
                                                             vehicle leasing, tank leasing, and other logistics
                                                             services.




                                                                                                                   6
Page 96
PT AKR CORPORINDO TBK                                                     PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK                                                                 AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                    NOTES TO PROFORMA CONDENSED
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA                             CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG                                  AS OF AND FOR THE YEAR ENDED
BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025                                           DECEMBER 31, 2025
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah,                                       (Expressed in thousands Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)                                                       unless otherwise stated)

1. UMUM (Lanjutan)                                       1. GENERAL (Continued)

  Pada tahun 2026, Perusahaan bersama dengan               In    2026,     the     Company      along      with
  PT Arthakencana Rayatama, pemegang saham dan             PT Arthakencana Rayatama, shareholder, and
  BW FSRU VII Pte. Ltd., pihak ketiga, melakukan           BW FSRU VII Pte. Ltd., third party, enter into Joint
  Perjanjian Ventura Bersama untuk mendirikan sebuah       Venture Agreement to establish a joint venture
  perusahaan yang bergerak di bidang logistik. Ventura     company to establish a logistics company. The
  Bersama tersebut akan mendanai dan memiliki              Joint Venture will finance and own the construction
  pembangunan unit penyimpanan terapung (FSRU)             of a Floating Storage and Regasification Unit
  dan regasifikasi gas alam cair (LNG). Ventura            (FSRU) for liquefied natural gas (LNG). The joint
  bersama akan dimiliki oleh Perusahaan sebesar 49%,       venture will be 49% owned by the Company, 49%
  BW FSRU VII Pte. Ltd. sebesar 49% dan                    owned by BW FSRU VII Pte. Ltd. and 2% owned
  PT Arthakencana Rayatama sebesar 2%.                     by PT Arthakencana Rayatama.

  FSRU direncanakan akan dibangun oleh HD Hyundai          FSRU will be build by HD Hyundai Heavy
  Heavy Industries Co., Ltd. dengan total harga            Industries Co., Ltd. with total purchase price
  pembelian    sebesar   AS$315.000.000    melalui         amounted to US$315.000.000 through several
  beberapa periode pembayaran dimana pembayaran            term of payment whereas 1st payment amounted
  ke-1 sebesar AS$15.350.000 dalam waktu 5 (lima)          to US$15,350,000 in 5 (five) banking days from
  hari kerja perbankan sejak tanggal diterimanya           date of receipt by Buyer of the Refund Guarantee
  Jaminan Pengembalian Dana (Refund Guarantee)             and the remaining will be paid during the
  oleh Pembeli dan kekurangannya akan dibayarkan           construction of FSRU.
  sesuai dengan proses penyelesaian FSRU.

  Laporan    keuangan     konsolidasian    ringkasan       The proforma condensed consolidated financial
  proforma ini disusun untuk menggambarkan efek            statements have been prepared to illustrate the
  terhadap laporan posisi keuangan konsolidasian           effect on the Company and subsidiaries (together
  Perusahaan dan entitas anak (secara bersama-sama         referred to as the “Group”) as if the transaction
  disebut sebagai “Grup”) jika transaksi tersebut          held on December 31, 2025.
  dilakukan pada tanggal 31 Desember 2025.

2. DASAR PENYUSUNAN                                      2. BASIS OF PREPARATION

  Laporan keuangan konsolidasian ringkasan proforma        The proforma condensed consolidated financial
  disusun dari laporan keuangan konsolidasian              statements have been prepared from the
  Grup pada dan untuk tahun yang berakhir                  consolidated financial statements of the Group
  31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh auditor         as of and for the year ended December 31, 2025
  independen       berdasarkan       opini     audit       which audited by independent auditor with
  No. 00218/2.1505/AU.1/05/0694-4/1/III/2026 tanggal       audit opinion No. 00218/2.1505/AU.1/05/0694-
  18 Maret 2026, yang disusun sesuai dengan Standar        4/1/III/2026 dated March 18, 2026, which were
  Akuntansi Keuangan di Indonesia (”PSAK”).                prepared in accordance with Indonesian Financial
                                                           Accounting Standards (“PSAK”).

  Laporan keuangan konsolidasian ringkasan proforma        The proforma condensed consolidated financial
  disusun berdasarkan pada sejumlah asumsi, estimasi       statements is prepared based on a number of
  dan informasi yang saat ini tersedia, untuk tujuan       assumptions, estimates and currently available
  ilustrasi.                                               information, and is provided for illustrative
                                                           purposes.




                                                                                                                  7
Page 97
PT AKR CORPORINDO TBK                                                        PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK                                                                    AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                       NOTES TO PROFORMA CONDENSED
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA                                CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG                                     AS OF AND FOR THE YEAR ENDED
BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025                                              DECEMBER 31, 2025
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah,                                          (Expressed in thousands Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)                                                          unless otherwise stated)

3. ASUMSI UTAMA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI                     3. KEY ASSUMPTIONS USED AS THE BASIS
   DASAR PENYESUAIAN PROFORMA                                 FOR THE PROFORMA ADJUSTMENTS

  Kebijakan akuntansi grup untuk investasi pada              Group’s accounting policy for investment in
  entitas asosiasi                                           associates

  Entitas asosiasi adalah entitas yang terhadapnya           An associate is an entity over which the Group has
  Grup memiliki pengaruh signifikan. Pengaruh                significant influence. Significant influence is the
  signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi           power to participate in the financial and policy
  dalam keputusan kebijakan keuangan               dan       decisions of the investee, but is not control or joint
  operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau      control over those policies.
  mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.

  Pertimbangan yang dibuat dalam menentukan                   The considerations made in determining
  pengaruh signifikan adalah serupa dengan hal-hal            significant influence are similar to those
  yang diperlukan dalam menentukan kendali atas               necessary to determine control over subsidiaries.
  entitas anak.

  Investasi Grup pada entitas asosiasi dicatat dengan         The Group’s investment in its associate is
  menggunakan metode ekuitas. Dalam metode                    accounted for using the equity method. Under the
  ekuitas, investasi awalnya diakui pada harga                equity method, the investment in an associate is
  perolehan. Nilai tercatat investasi disesuaikan untuk       initially recognized at cost. The carrying amount
  mengakui perubahan bagian Grup atas aset neto               of the investment is adjusted to recognize
  entitas asosiasi sejak tanggal perolehan.                   changes in the Group’s share of net assets of the
                                                              associate since the acquisition date.

  Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain         The consolidated statements of profit or loss and
  konsolidasian mencerminkan bagian Grup atas hasil           other comprehensive income reflect the Group’s
  operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan      share of the results of operations of the
  yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas              associates. Where there has been a change
  asosiasi, Grup mengakui bagiannya atas perubahan            recognized directly in the equity of the
  tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika relevan,           associates, the Group recognizes its share of any
  dalam laporan perubahan ekuitas. Laba atau rugi             such changes and discloses this, when
  yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi-        applicable, in the statement of changes in equity.
  transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi               Unrealized gains and losses resulting from
  dieliminasi pada jumlah sesuai dengan kepentingan           transactions between the Group and the
  Grup dalam entitas asosiasi.                                associate are eliminated to the extent of the
                                                              Group’s interest in those associates.

  Gabungan bagian Grup atas laba rugi entitas asosiasi        The aggregate of the Group’s share of profit or
  disajikan pada muka laporan laba rugi dan                   loss of an associate is shown on the face of the
  penghasilan komprehensif lain konsolidasian                 consolidated statement of profit or loss and other
  (sebagai laba atau rugi di luar laba usaha dan              comprehensive income (as profit or loss outside
  mencerminkan laba atau rugi setelah pajak dan               operating profit and represents profit or loss after
  kepentingan nonpengendali pada entitas anak dari            tax and Non-Controlling Interest in the
  entitas asosiasi).                                          subsidiaries of the associate).

  Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas              The financial statements of the associates are
  periode pelaporan yang sama dengan Grup.                    prepared for the same reporting period as the
                                                              Group.




                                                                                                                      8
Page 98
PT AKR CORPORINDO TBK                                                       PT AKR CORPORINDO TBK
DAN ENTITAS ANAK                                                                   AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN                                      NOTES TO PROFORMA CONDENSED
KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA                               CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG                                    AS OF AND FOR THE YEAR ENDED
BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025                                             DECEMBER 31, 2025
(Dinyatakan dalam ribuan Rupiah,                                         (Expressed in thousands Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)                                                         unless otherwise stated)

3. ASUMSI UTAMA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI                     3. KEY ASSUMPTIONS USED AS THE BASIS
   DASAR PENYESUAIAN PROFORMA (Lanjutan)                      FOR THE PROFORMA ADJUSTMENTS
                                                              (Continued)

  Grup menentukan apakah diperlukan untuk                    The Group determines whether it is necessary to
  mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas                recognize an additional impairment loss on the
  investasi Grup dalam entitas asosiasi. Grup                Group’s investments in its associates. The Group
  menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah            determines at each reporting date whether there is
  terdapat bukti yang objektif yang mengindikasikan          any objective evidence that the investments in the
  bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami           associates are impaired. If this is the case, the
  penurunan nilai. Dalam hal ini, Grup menghitung            Group calculates the amount of impairment as the
  jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara          difference between the recoverable amounts of the
  jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas            investments in associates and their carrying values
  asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya             and recognizes the amount in profit or loss.
  dalam laba rugi.

  Pada saat kehilangan pengaruh signifikan atas              Upon loss of significant influence over the associate,
  entitas asosiasi, Grup mengukur dan mengakui               the Group measures and recognizes any retained
  bagian investasi tersisa pada nilai wajar. Selisih         investment at its fair value. Any difference between
  antara nilai tercatat entitas asosiasi dan nilai wajar     the carrying amount of the associate and the fair
  investasi yang tersisa dan penerimaan dari                 value of the retained investment and proceeds from
  pelepasan investasi diakui pada laba rugi.                 disposal is recognized in profit or loss.

  Pada tanggal 31 Desember 2025, nilai tukar yang            At December 31, 2025, the rate of exchange used
  digunakan untuk Dolar Amerika Serikat ("AS$"),             for United States Dollar ("US$"), refer to Jakarta
  mengacu pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate            Interbank   Spot    Dollar   Rate     ("JISDOR"),
  ("JISDOR"), 1 AS$ adalah sebesar Rp16.782.                 1 US$ was Rp16,782.


4. PENYESUAIAN PROFORMA                                    4. PROFORMA ADJUSTMENTS

  Penyesuaian proforma dalam laporan posisi                  The following proforma adjustments were
  keuangan    konsolidasian    ringkasan   proforma          incorporated into the proforma condensed
  berdasarkan asumsi di atas adalah sebagai berikut:         consolidated financial statements as a result of the
                                                             above assumptions:
  a.   Pendanaan atas pengadaan FSRU oleh ventura            a. The acquisition of the FSRU by the joint
       bersama direncanakan berasal dari pinjaman                venture will be financed with 70% debt
       sebesar 70% dan penyetoran modal oleh para                financing and 30% equity contributions from
       pemegang saham sebesar 30%;                               the shareholders;
  b.   Grup mencatat penambahan investasi pada               b. The Group records additional investment in joint
       ventura bersama senilai Rp777.090.510 (setara             venture      amounted     to   Rp777,090,510
       dengan 49,00% kepemilikan);                               (equivalent to 49.00% ownership);
  c.   Grup mencatat tambahan hutang lain-lain pihak         c. The        Group   records    additional   other
       ketiga dan liabilitas jangka panjang lainnya              payables - third party and other non-current
       sesuai setoran modal awal.                                liabilities related to the initial capital
                                                                 contribution.

5. PENYELESAIAN     LAPORAN    KEUANGAN                    5. COMPLETION   OF    THE   PROFORMA
   KONSOLIDASIAN RINGKASAN PROFORMA                           CONDESED FINANCIAL STATEMENTS

  Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas                The management of the Company is responsible
  penyusunan laporan keuangan konsolidasian                  for the preparation of the accompanying proforma
  ringkasan proforma yang telah diselesaikan dan             condensed consolidated financial statements that
  diotorisasi untuk terbit pada tanggal 25 Juni 2026.        was completed and authorized for issue on
                                                             June 25, 2026.




                                                                                                                 9

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.93 MB
Published1 Jul 2026
Pages98
Characters438,086
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 77 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org AKR Corporindo Tbk p.1 ×332
linked person Haryanto Adikoesoemo · Presiden Direktur p.9 ×8
linked person Soegiarto Adikoesoemo · Presiden Komisaris p.9 ×9
linked person Jimmy Tandyo · Direktur p.9 ×6
linked person Mery Sofi · Direktur p.9 ×4
linked person Suresh Vembu · Direktur p.9 ×5
linked person Nery Polim · Direktur p.9 ×5
linked person Termurti Tiban · Direktur p.9 ×5
linked person Moh. Fauzi M. Ichsan · Komisaris Independen p.9 ×6
linked person Djisman Simandjuntak · Anggota p.9 ×3
linked org Perusahaan Gas Negara Tbk. p.41 ×2
possible org PT Arthakencana Rayatama p.2 ×570
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×6
possible person Sofyan A. Djalil · Komisaris p.9 ×4
possible org PT Arthakencana p.12 ×5
possible person Bambang Soetiono · Direktur p.17
possible org Negara Republik Indonesia p.21
possible org PT Pertamina (Persero) p.41 ×2
possible person Kosasih p.95
unresolved org Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd. p.2 ×226
unresolved org Truscel Capital LLP p.3 ×2
unresolved org BW FSRU VII Pte. Ltd. p.3 ×17
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.4
unresolved org BW Constellation I Pte. Ltd. p.4 ×6
unresolved org HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. p.4 ×8
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.5 ×4
unresolved org KJPP RAO p.6 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan p.6
unresolved org Menteri Keuangan p.6 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti p.10 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Publik Purwanto Susanti p.11
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwantono p.13 ×5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Rama Wendra No. PF p.14
unresolved — Fiana M. Awalina · Corporate Secretary p.14
unresolved org PT Arthakencana Rayatama. Berdasarkan Perjanjian JV p.19
unresolved org Peran Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd p.20
unresolved org Pengembangan FSRU Pihak Ketiga BW FSRU VII Pte. Ltd p.20
unresolved org Pihak Ketiiga BW FSRU VII Pte. Ltd. p.21
unresolved person Irawati Adikoesoemo · Komisaris p.21
unresolved person Sintawati Ongkowijoyo · Komisaris p.21
unresolved person Yuwono Ongkowijoyo · Komisaris p.21
unresolved person Cynthia Theresia Buniardi · Direktur p.21
unresolved org Susunan Pengurus BW FSRU VII Pte. Ltd p.22 ×2
unresolved person Akbar Ali Sha · Direktur p.22 ×2
unresolved person Chiu Billy · Direktur p.22 ×2
unresolved person Nicholas John Oxleigh Fell · Direktur p.22 ×2
unresolved person Tan Pei Luan · Sekretaris Perusahaan p.22 ×2
unresolved person Linda Teh Keat Luan · Sekretaris Perusahaan p.22 ×2
unresolved org Luan Susunan Pemegang Saham BW FSRU VII Pte. Ltd p.22 ×2
unresolved org BW FSRU Limited p.22 ×2
unresolved org Pihak Ketiga BW Constellation I Pte. Ltd p.22 ×2
unresolved org Jawab Para Pihak HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. p.23
unresolved org Proses Konstruksi BW Constellation I Pte. Ltd. p.23
unresolved org FSRU. HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. p.23
unresolved org Pengadaan FSRU. BW Constellation I Pte. Ltd. p.23
unresolved org Pengadaan FSRU. HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. p.24
unresolved org Susunan Pengurus HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. p.24
unresolved org Susunan Pemegang Saham HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. p.24
unresolved org Offshore Engineering Co., Ltd. p.24
unresolved person Akta Notaris Sastra Kosasih p.26
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.26
unresolved org Pengadilan Negeri Surabaya p.26 ×2
unresolved org Aneka Kimia Raya Tbk p.26 ×4
unresolved person Akta Notaris Aulia Taufani p.26
unresolved org Bank Indonesia p.29 ×17
unresolved org Kota Nusantara p.30
unresolved org PGN Tbk. p.41 ×2
unresolved org Porsi Kepemilikan BW FSRU VII Pte. Ltd. p.55 ×2
unresolved org PT Arthakencana Rayatama Terhadap JV Berdasarkan Perjanjian JV p.59 ×4
unresolved person Arthakencana 5.118.510.000* Rayatama p.60 ×2
unresolved org PT Arthakencana Rayatama Terhadap JV Berdasarkan Proporsi Ekuitas p.61 ×4
unresolved person Arthakencana 31.717.980.000* Rayatama p.61 ×2
unresolved org PT Harmas Sahabat Perkasa p.65 ×2
unresolved org Departemen Keuangan p.82
unresolved person Registered Public Accountants Pandapotan Gabriel p.89 ×2
unresolved org Ministry of Keputusan No. YA. p.95
unresolved person Akta Notaris Aryanti Artisari p.95 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.455 21738 ms 12 Sep 2026 21:58
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya '
                            'sama'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': 'RAO,YUHAL & rekan',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result