Skip to content
Back to announcement

20260630_BSBK_Informasi Transaksi Afiliasi_32106512_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review BSBK

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 67

Page 1
  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT WULANDARI BANGUN LAKSANA Tbk

          TRANSAKSI

           JUNI 2026
Page 2
No. : 00136/2.0162-00/BS/03/0153/1/VI/2026                                   26 Juni 2026



Kepada Yth.

PT WULANDARI BANGUN LAKSANA Tbk
PAM Tower, Bailkpapan Superblock
Jl. Jendral Sudirman No.47
Bailkpapan 76114

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 26 Juni 2026, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”) dan Christopher Sumasto Tjia (selanjutnya disebut “CST”) telah
menandatangani perjanjian pinjaman (selanjutnya disebut “PP”), di mana Perseroan telah
memperoleh fasilitas pinjaman dari CST dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar
Rp 75,00 miliar yang dapat dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan surat
permintaan kebutuhan dana dari Perseroan selama lima tahun sejak tanggal penarikan awal
dan dikenakan bunga tetap sebesar 6,00% efektif per tahun dari nilai pinjaman (selanjutnya
disebut “Transaksi”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, CST merupakan pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan
sebesar 39,85%.

Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran
Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/260326-002 tanggal 26 Maret 2026 yang
telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar
sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real estat. Perseroan memulai
operasi komersial pada tahun 2005. Perseroan berdomisili di PAM Tower, Balikpapan
Superblock, Jalan Jendral Sudirman No. 47, Bailkpapan 76114, dengan nomor
telepon: (0542) 765888, nomor faksimile: (0542) 765999, dan email: corsec.wbl@gmail.com.

Perseroan mengembangkan kawasan terpadu Balikpapan Superblock, kawasan yang
mengintegrasikan berbagai fasilitas properti, meliputi pusat perbelanjaan, perkantoran, serta
hotel, dalam satu area strategis. Dengan konsep yang menyatukan fungsi hunian, bisnis,
dan gaya hidup, Balikpapan Superblock berkembang sebagai salah satu pusat aktivitas
komersial dan lifestyle utama di wilayah Balikpapan. Saat ini, Perseroan melakukan
diversifikasi usaha dengan mengembangkan apartemen guna memperluas sumber
pendapatan dan meningkatkan daya tarik Balikpapan Superblok sebagai kawasan terpadu.

Dalam rangka mengembangkan proyek Balikpapan Superblock, maka Perseroan dan CST
telah menandatangani PP untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari CST dengan jumlah
sebanyak-banyaknya sebesar Rp 75,00 miliar yang dapat dilakukan dalam beberapa tahap
sesuai dengan surat permintaan kebutuhan dana dari Perseroan selama lima tahun sejak
tanggal penarikan awal dan dikenakan bunga tetap sebesar 6,00% efektif per tahun dari
nilai pinjaman. Transaksi diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber pendanaan
bagi Perseroan yang lebih efektif secara jangka waktu, mengingat bahwa dana tersebut juga
akan digunakan oleh Perseroan untuk kebutuhan modal kerja dan/atau operasional
Perseroan pada masa yang akan datang.

Transaksi merupakan strategi bisnis Perseroan untuk mendukung modal kerja dalam rangka
menjalankan kegiatan usahanya di bidang properti dan real estat untuk menjamin rasio
likuiditas, menjaga kredibilitas, dan menurunkan risiko, yang pada akhirnya diharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.

Dengan melakukan Transaksi, Perseroan secara efektif memperoleh sumber pendanaan
dengan biaya yang efisien dan memiliki persyaratan dan kondisi yang lebih terjangkau dan
memadai dibandingkan dengan persyaratan dan kondisi atas pinjaman yang dapat diperoleh
dari perbankan maupun pihak ketiga.

Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengembangkan
portofolio bisnis Perseroan yang berfokus pada perumahan dan rumah susun dengan modal
kerja dan belanja modal yang diyakini dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
pada masa yang akan datang.




                                             2
Page 4
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Dalam rangka mengembangkan proyek Balikpapan Superblock, maka Perseroan dan
    CST telah menandatangani PP untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari CST dengan
    jumlah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 75,00 miliar yang dapat dilakukan dalam
    beberapa tahap sesuai dengan surat permintaan kebutuhan dana dari Perseroan selama
    lima tahun sejak tanggal penarikan awal dan dikenakan bunga tetap sebesar 6,00%
    efektif per tahun dari nilai pinjaman. Transaksi diharapkan dapat memberikan efisiensi
    atas sumber pendanaan bagi Perseroan yang lebih efektif secara jangka waktu,
    mengingat bahwa dana tersebut juga akan digunakan oleh Perseroan untuk kebutuhan
    modal kerja dan/atau operasional Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Transaksi merupakan strategi bisnis Perseroan untuk mendukung modal kerja dalam
    rangka menjalankan kegiatan usahanya di bidang properti dan real estat untuk menjamin
    rasio likuiditas, menjaga kredibilitas, dan menurunkan risiko, yang pada akhirnya
    diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.

•   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan secara efektif memperoleh sumber pendanaan
    dengan biaya yang efisien dan memiliki persyaratan dan kondisi yang lebih terjangkau
    dan memadai dibandingkan dengan persyaratan dan kondisi atas pinjaman yang dapat
    diperoleh dari perbankan maupun pihak ketiga.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat mengembangkan
    portofolio bisnis Perseroan yang berfokus pada perumahan dan rumah susun dengan
    modal kerja dan belanja modal yang diyakini dapat meningkatkan kinerja keuangan
    Perseroan pada masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa CST
merupakan pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan sebesar 39,85%, maka
Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan
OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Tjahjadi & Tamara (selanjutnya disebut “TT”), jumlah ekuitas
Perseroan adalah sebesar Rp 2.160,65 miliar. Selanjutnya, berdasarkan PP, nilai transaksi
atas Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 75,00 miliar.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2025, sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.




                                            3
Page 5
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di mana
Perseroal telah memperoleh fasilitas pinjaman dari CST dengan jumlah
sebanyak-banyaknya sebesar Rp 75,00 miliar yang dapat dilakukan dalam beberapa tahap
sesuai dengan surat permintaan kebutuhan dana dari Perseroan selama lima tahun sejak
tanggal penarikan awal dan dikenakan bunga tetap sebesar 6,00% efektif per tahun dari
nilai pinjaman.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.




                                          4
Page 6
JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan.

2. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00184/2.0853/AU.1/03/1924-2/1/III/2026 tanggal 31 Maret 2026 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

3. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00101/2.0853/AU.1/03/1924-1/1/III/2025 tanggal 19 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

4. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00109/2.0853/AU.1/03/1258-4/1/III/2024 tanggal 25 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

5. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00214/2.0853/AU.1/03/1258-3/1/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

6. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00471/2.0853/AU.1/03/1258-2/1/IX/2022 tanggal 30 September 2022
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal
   lainnya.

7. Laporan keuangan proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan.




                                           5
Page 7
8. Proyeksi laporan keuangan Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen
   Perseroan.

9. PP.

10. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 13
    tanggal 2 April 2024 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta
    terkait perubahan penerbitan Waran Seri I.

11. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Leonardus Sutarman
    dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
    terkait dengan Transaksi.

12. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang.

13. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi.

14. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

15. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

16. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

17. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan.

18. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            6
Page 8
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan Perseroan sebelum dan setelah Transaksi disusun oleh
manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi laporan keuangan
tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan kondisi operasi dan
kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang perlu
kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan berdasarkan anggaran dasar
Perseroan.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.




                                             7
Page 9
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.




                                             8
Page 10
INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260326-002 tanggal
26 Maret 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat
Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:

I. Analisis atas Transaksi.
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi.
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                                9
Page 11
I.         ANALISIS TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Wulandari Bangun Laksana Tbk

           Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang telah memperoleh fasilitas
           pinjaman dari CST dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar
           Rp 75,00 miliar yang dapat dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan
           surat permintaan kebutuhan dana dari Perseroan selama lima tahun sejak
           tanggal penarikan awal dan dikenakan bunga tetap sebesar 6,00% efektif per
           tahun dari nilai pinjaman. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
           manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2025, CST merupakan
           pemegang saham Perseroan dengan kepemilikan sebesar 39,85%. Latar
           belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha Perseroan
           adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan didirikan dengan nama PT Dwipagrya Lestari di Jakarta
           berdasarkan Akta No. 21 tertanggal 7 September 1994 oleh Lini Ibrahim, S.H.,
           Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahan Menteri
           Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. 02-2.490HT.01.01
           Tahun 1995 tanggal 16 Februari 1995 dan diumumkan dalam Berita Negara
           No. 100 Tambahan No. 12890 tanggal 16 Desember 2005.

           Anggaran Dasar Peseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan
           terakhir dengan Akta No. 13 tanggal 2 April 2024 oleh Christina Dwi Utami,
           S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta tentang penerbitan Waran Seri I. Akta
           tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0083611
           tanggal 4 April 2024. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan,
           perubahan tersebut belum diumumkan dalam Berita Negara.

           Kantor pusat Perseroan beralamat di Balikpapan Superblock, Jalan Jenderal
           Sudirman Nomor 47, Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur 76114.




                                          10
Page 12
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                                 Perseroan        pada    tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                         :        Francisco Sumasto
           Komisaris                               :        Clarissa Ady Sumasto Tjia
           Komisaris                               :        Veronica Pudjiati Lias

           Direksi
           Direktur Utama                          :        Christopher Sumasto Tjia
           Direktur                                :        Tjia Daniel Wirawan
           Direktur                                :        Leonardus Sutarman
           Direktur                                :        Nicholas Sumasto

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                                   (Dalam Rupiah)
                                                                               Persentase
                      Pemegang Saham                        Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                               Kepemilikan
           Christopher Sumasto Tjia                           10.000.000.000          39,85%      100.000.000.000
           Clarissa Ady Sumasto Tjia                          10.000.000.000          39,85%      100.000.000.000
           Glory Venture Capital Ltd                           1.312.116.139           5,23%       13.121.161.390
           Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)               3.779.766.236          15,06%       37.797.662.360
           Jumlah                                             25.091.882.375          100,00%     250.918.823.750



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real
           estat. Perseroan memulai operasi komersial pada tahun 2005.

I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real
           estat. Perseroan memulai operasi komersial pada tahun 2005.

           Kegiatan operasional utama Perseroan berlokasi di Balikpapan, Kalimantan
           Timur, melalui pengembangan kawasan terpadu Balikpapan Superblock.
           Kawasan ini mengintegrasikan berbagai fasilitas properti, meliputi apartemen
           dan kondotel, pusat perbelanjaan, perkantoran, serta hotel, dalam satu area
           strategis. Dengan konsep yang menyatukan fungsi hunian, bisnis, dan gaya
           hidup, Balikpapan Superblock berkembang sebagai salah satu pusat aktivitas
           komersial dan lifestyle utama di wilayah Balikpapan.




                                                       11
Page 13
Perseroan berfokus pada pengembangan, kepemilikan, dan pengelolaan
kawasan properti terpadu (mixeduse real estate development), dengan
portofolio utama berupa Balikpapan Superblock, kawasan komersial dan
hunian seluas ± 14 hektare yang menjadi salah satu pusat bisnis dan gaya
hidup di Kota Balikpapan. Dikembangkan dengan konsep Superblock dan One
Stop Living, kawasan ini mengintegrasikan fungsi hunian, bisnis, perhotelan,
ritel, pendidikan, kesehatan, hiburan, dan rekreasi dalam satu ekosistem yang
saling terhubung.

Balikpapan Superblock berlokasi strategis di Jalan Jenderal Sudirman
Nomor 47, Balikpapan Selatan, dengan akses yang mudah ke berbagai
infrastruktur utama, termasuk Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad
Sulaiman Sepinggan (± 8 km), Pintu Tol Manggar (± 15 km), RS Siloam
(± 3,9 km), serta Universitas Balikpapan (± 2 km). Keunggulan lokasi dan
konektivitas tersebut mendukung mobilitas penghuni dan pengunjung sekaligus
memperkuat peran kawasan sebagai pusat aktivitas komersial dan bisnis yang
terintegrasi. Selain itu, Perseroan juga mengelola berbagai lini usaha strategis
lainnya, antara lain:

-   Penjualan dan pengelolaan unit apartemen dan kondotel.
-   Pengoperasian dan pengelolaan pusat perbelanjaan E-Walk dan Pentacity
    Shopping Venue.
-   Penyewaan gedung perkantoran PAM Tower.
-   Pengoperasian Grand Jatra Hotel Balikpapan (hotel bintang lima), kondotel,
    serta J-Icon Hotel (hotel bintang dua).
-   Pengelolaan kawasan serta seluruh gedung di dalamnya secara terpadu.

Melalui pendekatan pengelolaan kawasan yang terintegrasi dan berorientasi
pada keberlanjutan, Perseroan berkomitmen untuk memastikan operasional
yang efisien, bernilai tambah, dan berdaya saing tinggi, sekaligus menciptakan
lingkungan usaha dan hunian yang nyaman, aman, serta mendukung
pertumbuhan jangka panjang.

Developer

Sebagai pengembang properti terpadu, Perseroan menjalankan berbagai lini
kegiatan usaha yang mencakup penjualan unit apartemen, penyewaan gedung
perkantoran, pengelolaan dan penyewaan ruang usaha di pusat perbelanjaan
(mal), serta penyewaan berbagai jenis ruang komersial lainnya. Seluruh
kegiatan tersebut dijalankan secara terintegrasi untuk mengoptimalkan nilai
aset, meningkatkan kinerja operasional, dan menciptakan sumber pendapatan
yang berkelanjutan bagi Perseroan.




                                12
Page 14
Penjualan Unit Apartemen dan Kondotel

Sejak tahun 2015, Perseroan secara aktif menjalankan kegiatan usaha sebagai
pengembang properti dengan fokus pada pengembangan dan penjualan unit
apartemen serta kondotel di dalam Kawasan Balikpapan Superblock. Hingga
saat ini, Perseroan telah berhasil merealisasikan pengembangan 1 tower
apartemen dan 3 tower kondotel, yang seluruhnya dirancang untuk memenuhi
kebutuhan hunian dan akomodasi modern di pusat Kota Balikpapan, dengan
spesifikasi dan segmentasi pasar sebagai berikut:

•   Produk Apartemen Aeropolis Apartment (Tower E)

    Aeropolis Apartemen berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 47 dan
    memiliki luas bangunan sebesar 6.974,64 m². Bangunan ini terdiri atas
    7 lantai dengan total 154 unit. Dikembangkan dengan konsep One Stop
    Living, apartemen ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti kolam
    renang, area komersial, sistem CCTV, serta unit owner card yang
    memberikan fasilitas potongan belanja di Mall Pentacity dan E-Walk.
    Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan dan
    kemudahan bagi para penghuni.

•   Produk Kondotel

    Perseroan telah mengembangkan 3 tower kondotel di kawasan Balikpapan
    Superblock, yaitu Nicopolis dengan luas bangunan 4.471,193 m², Neopolis
    seluas 3.717,266 m², dan Acropolis seluas 3.717,266 m². Ketiga kondotel
    tersebut berlokasi di atas Mall Pentacity Shopping Venue, Kawasan BSB,
    Jalan Jenderal Sudirman Nomor 47, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan
    Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan. Nicopolis mulai beroperasi pada
    tahun 2017 dan terdiri atas 8 lantai dengan total 123 kamar. Selanjutnya,
    Neopolis mulai beroperasi pada tahun 2019 dengan 6 lantai dan 105 kamar,
    serta Acropolis yang mulai beroperasi pada tahun 2021 dengan 6 lantai dan
    118 kamar.

    Pada posisi 31 Desember 2025, unit kondotel yang masih tersedia untuk
    dijual masing-masing 3 unit untuk Neopolis, dan 2 unit untuk Acropolis.
    Seluruh kondotel memiliki fasilitas setara hotel bintang empat, serta
    didukung oleh berbagai fasilitas penunjang, antara lain 1 kolam renang
    oasis, 1 lounge area, 5 ruang rapat, dan 1 restoran, guna memberikan
    kenyamanan dan pengalaman menginap yang optimal bagi para tamu.




                                13
Page 15
Penyewaan Ruang Usaha

Perseroan telah membangun dan mengoperasikan 2 pusat perbelanjaan di
kawasan Balikpapan Superblock, yaitu Mall E-Walk dan Mall Pentacity
Shopping Venue. Masing-masing mal berdiri di atas lahan seluas 12.223 m²
dan 25.015 m². Di luar area mal, Perseroan juga menyediakan berbagai ruang
usaha yang disewakan untuk beragam kegiatan, antara lain restoran, fasilitas
olahraga, layanan cuci kendaraan (car wash), serta area wisata pantai.

•   Mall E-Walk

    Mall E-Walk mulai beroperasi pada tahun 2009 dan berdiri di atas lahan
    seluas 12.223 m² dengan total luas bangunan 34.718,26 m² yang terdiri dari
    5 lantai. Area yang dapat disewakan mencapai 27.790,95 m² dengan total
    133 unit ruang usaha. Hingga 31 Desember 2025, Mall E-Walk memiliki 8
    anchor tenant yang beroperasi. Pada tahun 2025, jumlah pengunjung mall
    tercatat sebanyak 782,67 pengunjung.

    Dalam pengelolaannya, Perseroan berfokus pada kemitraan dengan
    penyewa yang memiliki reputasi dan kredibilitas tinggi guna menjaga daya
    tarik dan daya saing pusat perbelanjaan. Anchor tenant tersebut menempati
    total area seluas 19.102,25 m² dan berperan penting dalam meningkatkan
    kunjungan serta aktivitas komersial di Mall E-Walk.

•   Pentacity Mall

    Mall Pentacity mulai beroperasi pada tahun 2015 dan dibangun di atas
    lahan seluas 25.015 m² dengan total luas bangunan 91.087 m², termasuk
    area yang dapat disewakan (leasable area) seluas 40.943,44 m² yang
    terdiri dari 117 unit ruang usaha. Rata-rata jumlah pengunjung harian
    mencapai sekitar 45 ribu orang pada hari kerja dan 65 ribu orang pada
    akhir pekan. Mall Pentacity didukung oleh 13 anchor tenant yang
    menempati total area seluas 15.293,78 m² atau lebih, dan berperan penting
    dalam meningkatkan daya tarik serta daya saing pusat perbelanjaan.

Penyewaan Ruang Usaha Lainnya

Selain ruang usaha di dalam mal, Perseroan juga menyewakan ruang usaha
lain di area sekitar pantai Kawasan Balikpapan Superblock. Fasilitas ini
dikembangkan sebagai penunjang kawasan untuk meningkatkan daya tarik
komersial dan pariwisata, yaitu Sunset Hotpot & Korean Grill, Balikpapan Super
Bowling, Pantai BSB, Score Sports Lounge, dan BSB Carwash.




                               14
Page 16
Penyewaan Gedung

Perseroan telah mengembangkan dan mengoperasikan 4 gedung di dalam
Kawasan Balikpapan Superblock, sebagai berikut:

•   Gedung Grand Jatra Hotel

    Gedung Grand Jatra Hotel Balikpapan berlokasi di atas Mall E-Walk dalam
    kawasan Balikpapan Superblock dan dibangun sejak tahun 2007 di atas
    lahan seluas 12.223 m² dengan total luas bangunan 22.212,44 m² yang
    terdiri dari 10 lantai dan 215 kamar. Gedung ini mulai disewakan pada
    tahun 2011 kepada PT Panca Sutji Gemilang (pihak afiliasi) hingga tahun
    2030 dan saat ini beroperasi sebagai hotel bintang lima dengan nama Hotel
    Grand Jatra Balikpapan. Hotel ini menyediakan 102 kamar tipe Superior,
    81 kamar tipe Deluxe, 14 kamar tipe Junior Suite, dan 3 kamar tipe
    Executive, serta dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti Swimm
    Gym, Mezanine, Sauna, Spa & Wellness, Restoran, Lounge, Laundry,
    Ballroom, dan Meeting Room.

•   Gedung Pentacity Hotel Balikpapan

    Gedung Pentacity Hotel Balikpapan, yang sebelumnya merupakan proyek
    Metropolis Condotel, berlokasi di atas Mall Pentacity Shopping Venue di
    atas lahan seluas 8.805 m² dengan luas bangunan 40.394 m² (NLA) dan
    68.000 m² (GFA). Gedung ini terdiri atas 6 lantai dengan total 202 kamar
    dan telah disewakan sejak tahun 2022 sebagai hotel berbintang empat.
    Komposisi kamar meliputi 131 Superior Double Bed, 33 Superior Twin Bed,
    21 Family Room, dan 16 Suite Room, serta dilengkapi fasilitas pendukung
    seperti Pool Club, restoran, dan layanan laundry untuk menunjang
    kenyamanan tamu.

•   J-Icon Hip-Hotel

    Perseroan juga memiliki gedung yang disewakan kepada PT Mitra Tirta
    Jaya dan dioperasikan sebagai J Icon Hip Hotel Balikpapan, hotel bintang
    dua yang berlokasi di depan Mall E-Walk dan Grand Jatra Hotel
    Balikpapan. Gedung seluas 1.638,36 m² ini terdiri atas 7 lantai dengan total
    45 kamar dan telah beroperasi sejak tahun 2016. Perjanjian sewa
    berlangsung hingga tahun 2026, dengan komposisi kamar terdiri dari
    36 tipe Square Room dan 9 tipe Square Plus.




                                15
Page 17
•   PAM Tower

    Gedung lain yang dimiliki Perseroan adalah PAM Tower yang berlokasi di
    samping Mall E-Walk. Gedung ini didirikan pada tahun 2014 dengan luas
    bangunan 5.177,00 m² dan terdiri atas 9 lantai. Sebanyak 2 lantai
    digunakan sebagai kantor operasional Perseroan, sedangkan lantai lainnya
    disewakan kepada pihak ketiga dan pihak afiliasi. Hingga saat ini,
    PAM Tower disewakan kepada PT Karya Bersama Anugerah Tbk (afiliasi),
    PT PAM Medika Utama (afiliasi), PT Fajar Sinar Teguh (afiliasi),
    PT Mitra Tirta Jaya (afiliasi), PT Huawei Tech Investment Indonesia, serta
    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

•   Gedung Lainnya

    Perseroan juga memiliki gedung lain yang berlokasi di samping PAM Tower
    dan didirikan pada tahun 2016 dengan luas bangunan 6.830 m² yang terdiri
    atas 7 lantai. Saat ini, dua lantai gedung tersebut disewakan kepada
    PT PAM Cendikia Balpan (pihak afiliasi) dan dioperasikan sebagai fasilitas
    pendidikan dengan nama “Bina Bangsa School”.

Pengelolaan Gedung dan Kawasan

Perseroan berperan sebagai pengelola terpadu gedung dan kawasan
Balikpapan Superblock, dengan tanggung jawab atas operasional dan
pemeliharaan seluruh aset di dalam kawasan. Dalam menjalankan fungsi
tersebut, Perseroan menyediakan sistem, fasilitas, dan layanan pendukung
bagi tenant maupun area umum guna menciptakan lingkungan yang aman,
nyaman, tertib, dan terkelola dengan baik. Dalam pelaksanaannya, Perseroan
juga bekerja sama dengan pihak ketiga sesuai bidangnya untuk memastikan
kualitas layanan yang optimal kepada pengunjung dan tenant.

Proyek dalam Pengembangan

Perseroan masih menjalankan beberapa proyek pengembangan, yang
dijelaskan sebagai berikut:

•   The Sapphire Apartment

    Perseroan berencana mengembangkan proyek Sapphire Apartment yang
    berlokasi di belakang Ruby Tower Apartment. Proyek ini dirancang terdiri
    atas 16 lantai dengan total 238 unit dan mencakup luas bangunan sebesar
    21.357,18 m². Sapphire Apartment akan dilengkapi dengan berbagai
    fasilitas penunjang, antara lain pusat kebugaran (gym), ruang komunal,
    area bermain anak, kolam renang, ruang pertemuan, sistem CCTV, serta
    sistem keamanan 24 jam, guna memberikan kenyamanan dan keamanan
    bagi para penghuni.




                               16
Page 18
•   BSB Beach Apartment

    Sebagai bagian dari pengembangan kawasan Balikpapan Superblock di
    area sekitar pantai, Perseroan merencanakan pembangunan BSB Beach
    Apartment dengan konsep Leisure and Smart Living. Proyek iniakan
    dibangun di atas lahan seluas 27.108 m² dan terdiri atas 8 tower
    masing-masing 12 lantai dengan total 1.857 unit apartemen. Apartemen ini
    akan dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain co-working space, cafe &
    lounge, ruang pertemuan, gym, sauna, kolam renang, outdoor cinema, area
    BBQ, laundry, groceries, serta sistem CCTV dan keamanan 24 jam.
    Pembangunan proyek direncanakan dimulai pada tahun 2024 dan
    ditargetkan selesai pada tahun 2030.

•   Mansion Apartment

    Perseroan berencana mengembangkan proyek Mansion Apartment di luar
    kawasan Balikpapan Superblock, yang berlokasi di wilayah Kota
    Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Proyek ini dirancang sebagai
    apartemen dengan konsep modern minimalis dan akan terdiri atas 6 tower,
    masing-masing setinggi 12 lantai. Mansion Apartment akan dilengkapi
    berbagai fasilitas pendukung, antara lain shopping arcade, co-working
    space, kolam renang, pusat kebugaran, serta sistem CCTV dan keamanan
    24 jam. Pembangunan proyek direncanakan dimulai pada tahun 2025 dan
    ditargetkan selesai pada akhir tahun 2028.

Prospek usaha Perseroan dinilai tetap positif seiring dengan membaiknya
sentimen industri properti dan stabilitas makroekonomi nasional. Dukungan
kebijakan suku bunga yang relatif terjaga serta berbagai stimulus sektor
perumahan memberikan ruang bagi peningkatan aktivitas penjualan dan
pembiayaan properti. Selain itu, tren preferensi masyarakat terhadap hunian
modern yang terintegrasi dengan fasilitas komersial dan gaya hidup turut
memperkuat daya tarik kawasan terpadu seperti Balikpapan Superblock.

Model bisnis Perseroan yang mengintegrasikan hunian, ritel, perhotelan, dan
perkantoran dalam satu kawasan memberikan keunggulan dalam menciptakan
sinergi antar aset serta pendapatan berulang (recurring income). Dengan fokus
pada optimalisasi aset yang telah beroperasi serta pengembangan proyek
secara bertahap dan terukur, Perseroan memiliki landasan yang memadai
untuk menjaga kinerja usaha dan menangkap peluang pertumbuhan di tengah
dinamika industri.




                               17
Page 19
I.A.2.   Christopher Sumasto Tjia

         Dalam Transaksi, CST merupakan pihak yang telah memberikan fasilitas
         pinjaman kepada Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar
         Rp 75,00 miliar yang dapat dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan
         surat permintaan kebutuhan dana dari Perseroan selama lima tahun sejak
         tanggal penarikan awal dan dikenakan bunga tetap sebesar 6,00% efektif per
         tahun dari nilai pinjaman. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
         manajemen Perseroan, CST merupakan pemegang saham Perseroan dengan
         kepemilikan sebesar 39,85%.

I.B.     Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

         Pada tanggal 26 Juni 2026, Perseroan dan CST telah menandatangani PP
         sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PP
         adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PP adalah Perseroan dan CST.

         •   Pinjaman

             Jumlah     pinjaman  yang   diberikan    berdasarkan     PP    adalah
             sebanyak-banyaknya sebesar Rp 75,00 miliar yang dapat dilakukan dalam
             beberapa tahap sesuai dengan surat permintaan kebutuhan dana dari
             Perseroan.

         •   Tujuan Pinjaman

             Tujuan pinjaman berdasarkan PP adalah bahwa Perseroan bermaksud
             untuk modal kerja dan/atau keperluan operasional dan/atau pembayaran
             utang baik utang bank, utang usaha ataupun utang lainnya kepada pihak
             ketiga Perseroan.

         •   Jangka Waktu

             Jangka waktu berdasarkan PP adalah waktu pinjaman yang diberikan oleh
             CST kepada Perseroan selama lima tahun sejak tanggal penarikan awal
             (selanjutnya disebut “Tanggal Jatuh Tempo”).

         •   Bunga

             Bunga berdasarkan PP adalah Pinjaman dikenakan bunga tetap sebesar
             6,00% efektif per tahun dari nilai pinjaman.




                                        18
Page 20
•   Pelunasan

    Pelunasan berdasarkan PP adalah sebagai berikut:

    -   Perseroan dan CST sepakat apabila Perseroan bermaksud untuk
        melakukan pelunasan atas pokok pinjaman secara parsial atau
        seluruhnya sebelum Tanggal Jatuh Tempo maka berlaku ketentuan
        pelunasan dipercepat.

    -   Perseroan wajib melakukan pelunasan atas pinjaman beserta sisa
        bunga yang belum dibayarkan kepada CST selambat-lambatnya pada
        Tanggal Jatuh Tempo.

    -   Semua pembayaran yang dilakukan oleh Perseroan, termasuk namun
        tidak terbatas pada jumlah pinjaman dan/atau bunga berdasarkan PP
        akan dilakukan baik dengan cara tunai atau melalui konversi sesuai
        dengan kesepakatan Perseroan dan CST yang akan diinstruksikan
        secara tertulis oleh CST kepada Perseroan.

•   Jaminan Pembayaran

    Untuk menjamin pelunasan berdasarkan PP, Perseroan dan CST sepakat
    bahwa pinjaman ini tidak dijamin dengan suatu jaminan dalam bentuk
    apapun dari CST. Namun apabila terjadi kelalaian atau risiko gagal bayar,
    Perseroan dan CST akan menyepakati ketentuan lain yang dituangkan
    dalam perjanjian terpisah.

•   Pelunasan Dipercepat

    Berdasarkan PP, pelunasan dipercepat adalah sebagai berikut:

    -   Mengesampingkan ketentuan yang ada dalam PP dan tergantung pada
        persetujuan tertulis terlebih dahulu dari CST, Perseroan dapat melunasi
        sebagian atau seluruh pinjaman dan bunga sebelum Tanggal Jatuh
        Tempo.

    -   Dalam hal Perseroan hendak melaksanakan pelunasan dipercepat,
        maka Perseroan wajib untuk memberitahukan secara tertulis kepada
        CST mengenai maksudnya untuk melaksanakan pelunasan dipercepat,
        di mana pemberitahuan tersebut wajib telah disampaikan kepada CST
        setidak-tidaknya lima hari kalender sebelum tanggal pelaksanaan
        pelunasan dipercepat. Atas hal ini, CST wajib untuk memberikan
        persetujuan atau penolakan atas rencana pelunasan dipercepat
        tersebut paling lambat empat belas hari kalender sebelum tanggal
        pelaksanaan dari pelunasan dipercepat, yang mana persetujuan
        tersebut tidak dapat ditahan secara tidak wajar.




                                19
Page 21
           -   Perseroan dan CST sepakat bahwa tidak akan terdapat denda yang
               wajib dibayar oleh Perseroan sehubungan dengan pelunasan
               dipercepat.

           -   Dalam hal pelunasan dipercepat, maka perhitungan atas Bunga akan
               dihitung pro rata sampai dengan tanggal pelaksanaan pelunasan
               dipercepat.

           -   Tanpa mengurangi ketentuan pelunasan dipercepat, perseroan dapat
               melakukan pelunasan sebagian atas pinjaman setiap tiga bulan sejak
               tanggal penandatanganan PP (selanjutnya disebut "Pelunasan
               Dipercepat Berkala"), dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan
               tertulis dari CST. Setiap pelaksanaan Pelunasan Dipercepat Berkala
               wajib mengikuti ketentuan mengenai pemberitahuan, serta ketentuan
               lainnya, termasuk namun tidak terbatas pada perhitungan bunga dan
               ketiadaan denda atau penalti.

       •   Hukum yang Berlaku

           PP dan pelaksanaan PP ini diatur dan tunduk kepada hukum Negara
           Republik Indonesia, dengan mengesampingkan Pasal 1266 Kitab
           Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia.

I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Dalam rangka mengembangkan proyek Balikpapan Superblock, maka
           Perseroan dan CST telah menandatangani PP untuk memperoleh fasilitas
           pinjaman dari CST dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar
           Rp 75,00 miliar yang dapat dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan
           surat permintaan kebutuhan dana dari Perseroan selama lima tahun sejak
           tanggal penarikan awal dan dikenakan bunga tetap sebesar 6,00% efektif
           per tahun dari nilai pinjaman. Transaksi diharapkan dapat memberikan
           efisiensi atas sumber pendanaan bagi Perseroan yang lebih efektif secara
           jangka waktu, mengingat bahwa dana tersebut juga akan digunakan oleh
           Perseroan untuk kebutuhan modal kerja dan/atau operasional Perseroan
           pada masa yang akan datang.

       •   Transaksi merupakan strategi bisnis Perseroan untuk mendukung modal
           kerja dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya di bidang properti dan
           real estat untuk menjamin rasio likuiditas, menjaga kredibilitas, dan
           menurunkan risiko, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
           kinerja keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.




                                      20
Page 22
•   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan secara efektif memperoleh
    sumber pendanaan dengan biaya yang efisien dan memiliki persyaratan
    dan kondisi yang lebih terjangkau dan memadai dibandingkan dengan
    persyaratan dan kondisi atas pinjaman yang dapat diperoleh dari
    perbankan maupun pihak ketiga.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    mengembangkan portofolio bisnis Perseroan yang berfokus pada
    perumahan dan rumah susun dengan modal kerja dan belanja modal yang
    diyakini dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang
    akan datang.

Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Dalam hal Perseroan memiliki kesempatan dan mampu memperoleh
    fasilitas pinjaman dari pihak ketiga atau bank dan lembaga keuangan
    lainnya yang memiliki tingkat bunga yang lebih rendah dari Transaksi, maka
    Perseroan berpotensi membukukan beban keuangan yang lebih tinggi atas
    Transaksi sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi kinerja
    keuangan Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang real estate,
    Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara
    lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak
    bagi kelangsungan usaha Perseroan.




                               21
Page 23
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

II.A.     PT Wulandari Bangun Laksana Tbk

II.A.1.   Latar Belakang

          Perseroan didirikan didirikan dengan nama PT Dwipagrya Lestari di Jakarta
          berdasarkan Akta No. 21 tertanggal 7 September 1994 oleh Lini Ibrahim, S.H.,
          Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahan Menteri
          Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. 02-2.490HT.01.01
          Tahun 1995 tanggal 16 Februari 1995 dan diumumkan dalam Berita Negara
          No. 100 Tambahan No. 12890 tanggal 16 Desember 2005.

          Anggaran Dasar Peseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan
          terakhir dengan Akta No. 13 tanggal 2 April 2024 oleh Christina Dwi Utami,
          S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta tentang penerbitan Waran Seri I. Akta
          tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0083611
          tanggal 4 April 2024. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan,
          perubahan tersebut belum diumumkan dalam Berita Negara.

          Kantor pusat Perseroan beralamat di Balikpapan Superblock, Jalan Jenderal
          Sudirman Nomor 47, Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur 76114.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real
          estat. Perseroan memulai operasi komersial pada tahun 2005.

II.B.     Tinjauan Industri Properti

II.B.1.   Tinjauan Industri Properti di Dunia

          Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Hal ini terlihat
          dari harga properti yang mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.
          Sektor-sektor penting dalam industri properti antara lain meliputi sektor
          perumahan/real estate, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan,
          perhotelan, serta kawasan industri.

          Harga Sewa Pusat Perbelanjaan di Amerika Serikat
          Periode Q4/2025 - Q1/2026

                                          (Dalam USD per kaki kubik)
                                              Harga
               Kawasan
                                    Q4/2025           Q1/2026
          Timur Laut                        24,93             25,27
          Barat Tengah                      19,27             19,42
          Selatan                           25,14             25,38
          Barat                             30,20             30,27

          Sumber: Cushman & Wakefield




                                                      22
Page 24
Berdasarkan laporan yang berjudul Marketbeat U.S. Retail Q1/2026 yang dirilis
oleh Cushman & Wakefield, harga sewa pusat perbelanjaan di Amerika Serikat
(AS) pada Q1/2026 secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar
0,63% dibandingkan dengan Q4/2025, di mana wilayah Tmur Laut AS
merupakan wilayah dengan peningkatan harga sewa tertinggi yaitu sebesar
1,36% lebih tinggi dibandingkan dengan periode Q4/2025. Selanjutnya,
permintaan sewa properti pusat perbelanjaan AS pada Q1/2026 dan Q4/2025
memiliki kinerja baik dengan tingkat kekosongan pusat perbelanjaan
masing-masing sebesar 5,90% dan 5,80%. Tingkat kekosongan pada Q1/2026
sedikit meningkat, namun masih terlalu dini untuk berasumsi bahwa terdapat
perlambatan permintaan yang berkelanjutan. Hal ini diperkuat dengan
pembukaan toko yang direncanakan melampaui jumlah penutupan toko.

Persediaan Perumahan di AS
Desember 2025 – Maret 2026
(Dalam jutaan unit)

               1,4

              1,35

               1,3

              1,25

               1,2

              1,15
                            Des-25        Jan-26   Feb-26         Mar-26
            Jumlah           1,23          1,26     1,29           1,36

Sumber: Trading Economics


Berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, persediaan
perumahan di AS dari Desember 2025 hingga Maret 2026 menunjukkan tren
kenaikan yang stabil dan positif dengan kenaikan masing-masing sebesar
2,44%, 2,38%, dan 5,43% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Selain
itu, jumlah rumah yang aktif dijual di AS meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini
menunjukkan bahwa pembeli telah memperoleh daya tawar di beberapa
wilayah di AS seiring dengan meningkatnya persediaan rumah di negara
tersebut.

Menurut data yang diperoleh dari Grand View Research dalam laporannya
yang berjudul Real Estate Market (2026 – 2033), pangsa pasar properti dunia
diproyeksikan tu mbuh dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
(compound annual growth rate/CAGR) sebesar 7,10% dihitung sejak 2026
hingga 2033 menjadi sebesar USD 7,35 triliun pada tahun 2033. Pasar global
sedang mengalami transformasi struktural, didorong oleh urbanisasi,
pergeseran demografis, dan pengalokasian kembali modal ke aset penghasil
pendapatan.



                                     23
Page 25
            Selain didukung oleh permintaan yang stabil di segmen kepemilikan dan
            penyewaan pasar perumahan, kenaikan pangsa pasar perumahan juga
            didukung oleh pertumbuhan penduduk dan peningkatan pembentukan rumah
            tangga yang terus mendorong kebutuhan akan ruang hunian, sementara
            peningkatan akses ke pembiayaan hipotek telah memperkuat aktivitas
            pembelian rumah, khususnya di kalangan konsumen usia kerja. Pada saat
            yang sama, pasar perumahan sewa tetap tangguh karena peningkatan
            mobilitas tenaga kerja, penundaan kepemilikan rumah, dan tekanan
            keterjangkauan di pusat-pusat kota besar yang mendorong hunian
            berkelanjutan dan investasi dalam pengembangan yang berfokus pada
            penyewaan.

II.B.2.     Tinjauan Industri Properti di Indonesia

            Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
            memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, hal ini
            disebabkan karena industri properti saling terkait dengan industri-industri
            lainnya, sebagai contoh yaitu industri bahan baku bangunan, konstruksi,
            logistik, bidang jasa, maupun industri keuangan, serta perbankan dalam kredit
            pemilikan rumah. Pertumbuhan industri properti yang tinggi berdampak
            terhadap pendapatan domestik bruto nasional serta ketersediaan lapangan
            pekerjaan.

II.B.2.a.   Perumahan

            Berdasarkan data yang diperoleh dari BI atas laporannya yang berjudul Survei
            Harga Properti Residensial Triwulan IV 2025, indeks harga properti residensial
            mengalami peningkatan sebesar 0,83% year over year (yoy), relatif stabil
            dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III 2025 sebesar 0,84%
            (yoy). Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan unit properti
            residensial tipe kecil dan menengah tumbuh positif di tengah penjualan unit
            properti tipe besar yang masih terkontraksi. Secara keseluruhan, penjualan unit
            properti residensial di pasar primer tumbuh positif sebesar 7,83% (yoy),
            meningkat dibandingkan dengan penjualan pada triwulan sebelumnya yang
            lebih rendah sebesar 1,29% (yoy).

            Dari sisi pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa sumber utama
            pendanaan untuk pembangunan properti residensial berasal dari dana internal
            pengembang dengan pangsa mencapai 80,14%. Dari sisi konsumen, mayoritas
            pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembelian Kredit
            Pemilikan Rumah dengan pangsa sebesar 70,88% dari total skema pembelian.




                                            24
Page 26
            Berdasarkan data yang diperoleh dari Mordor Intelligence, ukuran pasar
            properti Indonesia diproyeksikan akan meningkat menjadi USD 93,75 miliar
            pada tahun 2031 dengan tingkat CAGR sebesar 5,91% antara tahun 2026
            hingga 2031.

            Didukung oleh momentum demografis yang kuat, urbanisasi yang cepat, dan
            pembangunan infrastruktur yang didukung pemerintah serta dukungan investor
            dalam permintaan sewa jangka panjang untuk gudang modern, sementara
            rumah tangga terus mendominasi penyerapan perumahan meskipun terjadi
            volatilitas suku bunga. Di sisi lain, para pengembang properti saat ini
            mengintegrasikan fasilitas dengan potensi pendapatan berulang seperti ruang
            kerja bersama (co-working), bangunan yang disiapkan untuk pusat data, serta
            unit hunian fleksibel dalam kawasan kota terpadu (master-planned township).
            Strategi ini dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko untuk menjaga stabilitas
            pendapatan di tengah fluktuasi siklus penjualan properti.

II.B.2.b.   Apartemen

            Menurut data yang diperoleh dari Leads Property Indonesia dalam laporannya
            yang berjudul Jakarta Property Market Insight Q4/2025, pasokan kumulatif unit
            apartemen di Jakarta akhirnya meningkat menjadi 11.067 unit pada Q4/2025.
            Tingkat hunian pada Q4/2025 menunjukkan stabilitas dengan capaian sebesar
            63,36%, relatif sebanding dengan periode sebelumnya. Apartemen berlayanan
            (serviced apartments) terus mencatat kinerja yang lebih unggul dibandingkan
            apartemen non-layanan dengan tingkat hunian sebesar 66,03%, sementara
            apartemen non-layanan hanya mencapai 55,06%. Kesenjangan ini
            menegaskan daya tarik yang lebih kuat dari unit hunian berlayanan, khususnya
            di kalangan pelaku perjalanan bisnis jangka pendek, sementara pada saat
            yang sama, para ekspatriat cenderung mencari fleksibilitas.

            Tarif sewa pada Q4/2025 relatif stabil, mencerminkan terbatasnya peningkatan
            tingkat hunian di tengah pasokan yang masih melimpah. Meskipun aktivitas
            sewa diperkirakan akan mendorong pergerakan tarif pada masa yang akan
            datang, penyewa diproyeksikan tetap sensitif terhadap harga, serta
            mempertimbangkan alternatif seperti kondominium yang berlokasi di dekat
            kawasan pusat bisnis. Rata-rata tarif sewa tercatat sebesar USD 19,37 per
            meter persegi (psm) per bulan di mana apartemen berlayanan (serviced
            apartments) tetap memimpin dengan tarif sebesar USD 21,57 psm per bulan.
            Sementara itu, apartemen non-layanan menjadi opsi yang lebih terjangkau
            dengan tarif sebesar USD 12,54 psm per bulan.




                                           25
Page 27
            Menurut data yang diperoleh dari Leads Property Indonesia dalam laporannya
            yang berjudul Jakarta Property Market Insight Q4/2025, terdapat penyelesaian
            pembangunan apartemen sebanyak 57 unit dan sebanyak 355 unit
            diproyeksikan akan selesai di tahun 2026. Hal tersebut menunjukkan bahwa
            terdapat kenaikan sebesar 487,72% pasokan unit apartemen di Jakarta.
            Sebagai ibu kota Indonesia sekaligus pusat keuangan, Jakarta mendorong
            preferensi masyarakat untuk tinggal di apartemen, mengingat pilihan hunian ini
            relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan residensial.

II.B.2.c.   Mal

            Menurut data yang diperoleh dari Leads Property Indonesia dalam laporannya
            yang berjudul Jakarta Property Market Insight Q4/2025, total pasokan ritel
            kumulatif mencapai sebesar 3,55 juta m², dan terdapat satu proyek pasokan
            yang masih berada dalam tahap pengembangan (pipeline). Meskipun terdapat
            tambahan pasokan baru, tingkat okupansi secara keseluruhan relatif stabil
            karena di mana mengalami kenaikan sebesar 0,08 poin persentase secara
            kuartalan (qoq), sehingga tercatat sebesar 90,53%. Selain itu, dengan
            masuknya merek-merek asal Tiongkok ke pasar, para pemilik properti melihat
            adanya peluang lebih besar untuk meningkatkan tingkat okupansi. Dengan
            adanya pasokan baru, permintaan pada Q4/2025 tercatat sebesar 26.441 m²,
            sehingga total permintaan kumulatif meningkat menjadi 3,21 juta m².

            Seiring dengan perkembangan segmen ritel yang saat ini lebih didominasi oleh
            pasar massal, area target serta anggaran sewa menjadi faktor utama yang
            memengaruhi pergerakan penyewaan. Pasar ritel mencatat rata-rata sebesar
            Rp 469.900 psm per bulan pada Q4/2025, relatif tidak berubah dibandingkan
            kuartal sebelumnya. Berdasarkan subpasar, kawasan Central Business District
            (CBD) Jakarta mencatat sebesar Rp 585,50 ribu psm per bulan, sementara
            Jakarta di luar CBD mencatat Rp 420,50 psm per bulan di mana menunjukkan
            kondisi pasar yang stabil.

            Ukuran pasar ritel Indonesia diperkirakan akan tumbuh dari USD 56,87 miliar
            pada 2025 menjadi USD 60,09 miliar pada 2026, dan diproyeksikan mencapai
            USD 79,11 miliar pada 2031 dengan tingkat CAGR sebesar 5,65% selama
            periode 2026–2031. Pertumbuhan ini didorong oleh basis konsumen yang
            besar, adopsi pembayaran digital yang semakin cepat, serta ekspansi
            minimarket yang pesat. Namun demikian, hambatan logistik, kompleksitas
            regulasi, serta keberlanjutan peran warung tradisional masih turut membentuk
            dinamika kanal distribusi di pasar. Kategori makanan dan minuman tetap
            menjadi pendorong utama pengeluaran harian, sementara kategori kesehatan,
            kecantikan, dan perawatan pribadi diperkirakan tumbuh lebih cepat
            dibandingkan kategori lainnya, seiring dengan pergeseran konsumen kelas
            menengah menuju merek dengan nilai lebih tinggi.




                                           26
Page 28
II.B.2.d.   Perkantoran

            Menurut data yang diperoleh dari Leads Property Indonesia dalam laporannya
            yang berjudul Jakarta Property Market Insight Q4/2025, pangsa pasar
            perkantoran Jakarta tidak mencatat penyelesaian proyek baru pada Q4/2025,
            sehingga total pasokan kumulatif tetap stabil di kisaran ± 7,45 juta m².
            Ketiadaan pasokan baru ini diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2028,
            mencerminkan periode konsolidasi pasar yang cukup panjang. Kondisi ini
            memberikan peluang bagi pemilik gedung untuk secara bertahap menyerap
            permintaan, sekaligus tetap menawarkan tarif sewa yang kompetitif.

            Permintaan pasar perkantoran pada Q4/2025 tercatat cukup konsisten. Tren
            aktivitas penyewaan menunjukkan kecenderungan pergeseran preferensi
            penyewa dari gedung dengan kualitas lebih rendah menuju gedung dengan
            spesifikasi dan kualitas yang lebih tinggi, serta preferensi terhadap gedung
            dengan lokasi strategis yang menjadi karakter utama dalam pencarian ruang
            usaha. Sejalan dengan hal tersebut, permintaan pasar perkantoran tercatat
            mencapai sebesar 21.123 m² terutama didorong oleh sektor teknologi
            informasi, keuangan, manufaktur, serta beberapa sektor lainnya.

            Berdasarkan data Cushman & Wakefield dalam laporannya dengan judul
            Marketbeat Jakarta CBD Office Q1/2026, pada Q1/2026, hingga akhir Maret
            2026, rata-rata tarif dasar sewa gedung perkantoran tercatat relatif stabil
            sebesar
            Rp 176.700 psm per bulan di mana mencerminkan perubahan sebesar 0,40%
            (qoq) atau 2,7% (yoy). Dalam denominasi USD, tarif dasar sewa mengalami
            penurunan sebesar 1,30% (qoq) yang terutama disebabkan oleh pelemahan
            nilai tukar Rupiah terhadap USD. Sementara itu, biaya layanan (service charge)
            meningkat sebesar 0,60% (qoq) menjadi Rp 95.300 psm per bulan.

            Selanjutnya, pada Q1/206, tercatat penyerapan bersih (net take-up) positif
            sebesar 19.500 m², sehingga tingkat hunian keseluruhan perkantoran CBD
            Jakarta meningkat menjadi sebesar 76,90%, di mana mengalami kenaikan
            sebesar 0,30% (qoq). Sebagian besar penyerapan bersih tersebut masih
            didominasi oleh gedung perkantoran Grade A.

            Di tengah perlambatan ekonomi global yang masih berlangsung akibat dampak
            konflik geopolitik, khususnya konflik terbaru di kawasan Timur Tengah,
            permintaan terhadap ruang perkantoran di CBD Jakarta diperkirakan tetap
            menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2026. Secara keseluruhan, tingkat
            hunian diproyeksikan mengalami peningkatan tipis, seiring dengan tidak
            adanya tambahan pasokan baru sepanjang tahun 2026.




                                           27
Page 29
II.B.2.e.   Perhotelan

            Menurut data yang diperoleh dari Leads Property Indonesia dalam laporannya
            yang berjudul Jakarta Property Market Insight Q4/2025, pasar hotel Jakarta
            mencatat total pasokan sebesar 57.454 kamar. Angka ini mencakup
            penambahan 501 kamar dari sejumlah hotel di mana dari sisi pasokan, pasar
            ini masih diperkirakan akan mencatat pertumbuhan yang cukup kuat di masa
            mendatang, dengan tambahan sekitar 690 unit kamar pada tahun berikutnya.

            Rata-rata tarif harian perhotelan mengalami kenaikan sebesar 2,20% (qoq)
            atau sebesar 3,60% (yoy), sehingga tercatat sebesar Rp 1,57 juta.
            Pertumbuhan yang relatif moderat ini mencerminkan strategi harga yang
            diterapkan oleh para pelaku industri perhotelan untuk menjaga keberlanjutan
            usaha sekaligus mempertahankan pangsa pasar. Penyesuaian harga yang
            meningkat tersebut diberlakukan dalam menghadapi persaingan yang masih
            berlanjut dari tambahan pasokan kamar baru pada periode berjalan. Segmen
            perhotelan bintang 3, bintang 4, dan bintang 5 masing-masing mencatat rata-
            rata tarif harian sebesar Rp 557,23 ribu, Rp 712,60 ribu, dan Rp 2,50 juta.

            Pada akhir tahun 2025, tingkat hunian pada periode tersebut berhasil
            meningkat sebesar 70,50% seiring berlangsungnya musim liburan. Namun,
            secara tahunan, tingkat hunian relatif stabil karena pada semester pertama
            tahun ini pemerintah melakukan pengetatan anggaran untuk penyelenggaraan
            rapat atau acara di fasilitas pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran
            (MICE). Akibatnya, kegiatan pertemuan dan acara di fasilitas hotel menjadi
            lebih terbatas. Dengan demikian, rata-rata tingkat hunian tahunan di pasar
            hotel Jakarta berada di kisaran sebesar 62,00%. Meskipun demikian, kebijakan
            pengetatan anggaran tersebut telah dicabut sekitar pertengahan tahun 2025,
            sehingga dampak yang lebih signifikan diperkirakan tidak berlangsung lama.
            Pasar perhotelan diperkirakan akan mengalami pemulihan dan menerima lebih
            banyak permintaan MICE pada tahun depan yang berpotensi mendorong
            peningkatan tingkat hunian.

            Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, nilai volume pasar hotel di
            Indonesia pada 2030 diproyeksikan sebesar USD 9,92 miliar, mengalami
            pertumbuhan pada tingkat CAGR sebesar 13,49% dihitung sejak tahun 2025
            hingga tahun 2030. Pasar hotel di Indonesia terutama didorong oleh
            pertumbuhan industri pariwisata dan keberagaman budaya yang dimiliki,
            menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi populer di kalangan
            wisatawan mancanegara. Jaringan hotel berekspansi dengan pesat di kota-
            kota besar dan destinasi wisata Indonesia, selain itu, kemudahan dalam
            pemesanan kamar hotel melalui platform daring turut memberikan kenyamanan
            bagi wisatawan dan operasional hotel.




                                          28
Page 30
II.B.2.f.   Pusat Konvensi

            Indonesia merupakan salah satu destinasi MICE terkemuka bagi perusahaan
            domestik maupun internasional didukung oleh keunikan bangunan pusat
            konvensi serta pengalaman budaya yang dihadirkan. Langkah Pemerintah
            untuk menyederhanakan regulasi, baik dalam proses visa, maupun investasi
            pada infrastruktur telah membuat sektor MICE Indonesia memiliki permintaan
            yang tinggi. Kesuksesan Indonesia dalam menjadi tuan rumah berbagai acara
            penting MICE ASEAN maupun internasional dengan adopsi teknologi baru
            seperti konferensi virtual, pengalaman mendalam saat menggunakan
            augmented reality, serta komitmen Indonesia dalam menjalankan praktik
            berkelanjutan termasuk lokasi konvensi yang ramah lingkungan dengan
            manajemen limbah yang baik turut membawa sentimen positif bagi masa
            depan industri MICE Indonesia.

            Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Astute Analytica dalam
            laporannya dengan judul Indonesia MICE Market Poised to Reach Valuation of
            USD 7,413.60 Million by 2032, pangsa pasar industri MICE Indonesia
            diproyeksikan akan menjadi senilai USD 7,41 miliar pada tahun 2032,
            mengalami pertumbuhan pada tingkat CAGR sebesar 13,78% sejak tahun
            2024 hingga tahun 2032. Pertumbuhan pasar tersebut didorong oleh
            pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, lokasi strategis Indonesia,
            berkembangnya pasar MICE, dan meningkatnya aktivitas korporasi untuk bisnis
            produk nasional maupun internasional dan turut meningkatkan permintaan
            MICE di Indonesia.

II.B.2.g.   Rumah Susun

            Menurut data yang diperoleh dari Statista, masyarakat di Indonesia yang
            memilih untuk menyewa properti residensial karena fleksibilitas dan
            keterjangkauan yang ditawarkannya menunjukkan peningkatan. Dengan
            meningkatnya biaya kepemilikan rumah serta keinginan untuk memiliki
            mobilitas yang lebih tinggi, banyak individu dan keluarga kini lebih memilih
            untuk menyewa dibandingkan membeli properti. Selain itu, generasi muda yang
            lebih mengutamakan pengalaman dan fleksibilitas dibandingkan komitmen
            jangka panjang juga turut mendorong meningkatnya permintaan terhadap
            penyewaan properti residensial.




                                          29
Page 31
Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas Sewa Rumah Susun
November 2025

                                (Dalam ratusan ribu Rupiah)

              Provinsi                        Tarif

Sumatera Utara                                      300,00
Sumatera Barat                                      300,00
Kepulauan Riau                                      300,00
Bengkulu                                            250,00
Jambi                                               250,00
Sumatera Selatan                                    300,00
Lampung                                             300,00
Banten                                              300,00
DKI Jakarta                                250,00 - 750,00
Jawa Barat                                          300,00
Jawa Tengah                                         300,00
DI Yogyakarta                                       300,00
Jawa Timur                                          300,00
Kalimantan Barat                                    300,00
Kalimantan Selatan                                  250,00
Kalimantan Timur                                    300,00
Sulawesi Utara                                      300,00
Sulawesi Selatan                                    300,00
Nusa Tenggara Timur                                 400,00
Maluku                                              400,00
Papua                                               400,00

Sumber: Kementerian Pekerjaan Umum


Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Pekerjaan Umum, telah
ditetapkan bahwa pada November 2025, tarif PNBP atas sewa satuan rumah
susun Apartur Sipil Negara Kementerian Pekerjaan Umum berkisar antara
Rp 250,00 ribu – Rp 750,00 ribu di mana rata-rata tarif sewa yang diberlakukan
untuk tipe 45 di Indonesia adalah sebesar Rp 300,00 ribu. Rumah susun tipe
45 dengan tarif sewa terendah, yaitu sebesar Rp 250,00 ribu yang terletak di
provinsi Bengkulu, Jambi, dan Kalimantan Selatan. Sementara itu, Rumah
susun tipe 45 dengan tarif sewa tertinggi, yaitu sebesar Rp 400,00 yang
terletak di provinsi Maluku dan Papua.

Berdasarkan data yang diperoleh dari laporan yang berjudul Indonesia
Residential Real Estate Market Size and Share - Growth Analysis Report and
Forecast Trends (2026-2035) yang dirilis oleh Expert Market Research, pasar
real estat residensial Indonesia mencapai nilai USD 42,85 miliar pada tahun
2025 dan diproyeksikan akan tumbuh dengan tingkat CAGR sekitar 6,10%
hingga tahun 2033. Hal tersebut didorong oleh urbanisasi yang pesat dengan
56,00% penduduk tinggal di daerah perkotaan, meningkatnya permintaan
perumahan kelas menengah, serta program perumahan bersubsidi dari
pemerintah, ditambah dengan dukungan dari perluasan fasilitas kredit
pemilikan rumah serta platform properti digital yang semakin berkembang,
pasar real estat residensial Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 68,52
miliar pada tahun 2033.




                                     30
Page 32
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real
        estat. Perseroan memulai operasi komersial pada tahun 2005.

        Kegiatan operasional utama Perseroan berlokasi di Balikpapan, Kalimantan
        Timur, melalui pengembangan kawasan terpadu Balikpapan Superblock.
        Kawasan ini mengintegrasikan berbagai fasilitas properti, meliputi apartemen
        dan kondotel, pusat perbelanjaan, perkantoran, serta hotel, dalam satu area
        strategis. Dengan konsep yang menyatukan fungsi hunian, bisnis, dan gaya
        hidup, Balikpapan Superblock berkembang sebagai salah satu pusat aktivitas
        komersial dan lifestyle utama di wilayah Balikpapan.

        Perseroan berfokus pada pengembangan, kepemilikan, dan pengelolaan
        kawasan properti terpadu (mixeduse real estate development), dengan
        portofolio utama berupa Balikpapan Superblock, kawasan komersial dan
        hunian seluas ± 14 hektare yang menjadi salah satu pusat bisnis dan gaya
        hidup di Kota Balikpapan. Dikembangkan dengan konsep Superblock dan One
        Stop Living, kawasan ini mengintegrasikan fungsi hunian, bisnis, perhotelan,
        ritel, pendidikan, kesehatan, hiburan, dan rekreasi dalam satu ekosistem yang
        saling terhubung.

        Balikpapan Superblock berlokasi strategis di Jalan Jenderal Sudirman
        Nomor 47, Balikpapan Selatan, dengan akses yang mudah ke berbagai
        infrastruktur utama, termasuk Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad
        Sulaiman Sepinggan (± 8 km), Pintu Tol Manggar (± 15 km), RS Siloam
        (± 3,9 km), serta Universitas Balikpapan (± 2 km). Keunggulan lokasi dan
        konektivitas tersebut mendukung mobilitas penghuni dan pengunjung sekaligus
        memperkuat peran kawasan sebagai pusat aktivitas komersial dan bisnis yang
        terintegrasi. Selain itu, Perseroan juga mengelola berbagai lini usaha strategis
        lainnya, antara lain:

        -   Penjualan dan pengelolaan unit apartemen dan kondotel.
        -   Pengoperasian dan pengelolaan pusat perbelanjaan E-Walk dan Pentacity
            Shopping Venue.
        -   Penyewaan gedung perkantoran PAM Tower.
        -   Pengoperasian Grand Jatra Hotel Balikpapan (hotel bintang lima), kondotel,
            serta J-Icon Hotel (hotel bintang dua).
        -   Pengelolaan kawasan serta seluruh gedung di dalamnya secara terpadu.

        Melalui pendekatan pengelolaan kawasan yang terintegrasi dan berorientasi
        pada keberlanjutan, Perseroan berkomitmen untuk memastikan operasional
        yang efisien, bernilai tambah, dan berdaya saing tinggi, sekaligus menciptakan
        lingkungan usaha dan hunian yang nyaman, aman, serta mendukung
        pertumbuhan jangka panjang.




                                        31
Page 33
Developer

Sebagai pengembang properti terpadu, Perseroan menjalankan berbagai lini
kegiatan usaha yang mencakup penjualan unit apartemen, penyewaan gedung
perkantoran, pengelolaan dan penyewaan ruang usaha di pusat perbelanjaan
(mal), serta penyewaan berbagai jenis ruang komersial lainnya. Seluruh
kegiatan tersebut dijalankan secara terintegrasi untuk mengoptimalkan nilai
aset, meningkatkan kinerja operasional, dan menciptakan sumber pendapatan
yang berkelanjutan bagi Perseroan.

Penjualan Unit Apartemen dan Kondotel

Sejak tahun 2015, Perseroan secara aktif menjalankan kegiatan usaha sebagai
pengembang properti dengan fokus pada pengembangan dan penjualan unit
apartemen serta kondotel di dalam Kawasan Balikpapan Superblock. Hingga
saat ini, Perseroan telah berhasil merealisasikan pengembangan 1 tower
apartemen dan 3 tower kondotel, yang seluruhnya dirancang untuk memenuhi
kebutuhan hunian dan akomodasi modern di pusat Kota Balikpapan, dengan
spesifikasi dan segmentasi pasar sebagai berikut:

•   Produk Apartemen Aeropolis Apartment (Tower E)

    Aeropolis Apartemen berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 47 dan
    memiliki luas bangunan sebesar 6.974,64 m². Bangunan ini terdiri atas
    7 lantai dengan total 154 unit. Dikembangkan dengan konsep One Stop
    Living, apartemen ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti kolam
    renang, area komersial, sistem CCTV, serta unit owner card yang
    memberikan fasilitas potongan belanja di Mall Pentacity dan E-Walk.
    Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan dan
    kemudahan bagi para penghuni.

•   Produk Kondotel

    Perseroan telah mengembangkan 3 tower kondotel di kawasan Balikpapan
    Superblock, yaitu Nicopolis dengan luas bangunan 4.471,193 m², Neopolis
    seluas 3.717,266 m², dan Acropolis seluas 3.717,266 m². Ketiga kondotel
    tersebut berlokasi di atas Mall Pentacity Shopping Venue, Kawasan BSB,
    Jalan Jenderal Sudirman Nomor 47, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan
    Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan. Nicopolis mulai beroperasi pada
    tahun 2017 dan terdiri atas 8 lantai dengan total 123 kamar. Selanjutnya,
    Neopolis mulai beroperasi pada tahun 2019 dengan 6 lantai dan 105 kamar,
    serta Acropolis yang mulai beroperasi pada tahun 2021 dengan 6 lantai dan
    118 kamar.




                                32
Page 34
    Pada posisi 31 Desember 2025, unit kondotel yang masih tersedia untuk
    dijual masing-masing 3 unit untuk Neopolis, dan 2 unit untuk Acropolis.
    Seluruh kondotel memiliki fasilitas setara hotel bintang empat, serta
    didukung oleh berbagai fasilitas penunjang, antara lain 1 kolam renang
    oasis, 1 lounge area, 5 ruang rapat, dan 1 restoran, guna memberikan
    kenyamanan dan pengalaman menginap yang optimal bagi para tamu.

Penyewaan Ruang Usaha

Perseroan telah membangun dan mengoperasikan 2 pusat perbelanjaan di
kawasan Balikpapan Superblock, yaitu Mall E-Walk dan Mall Pentacity
Shopping Venue. Masing-masing mal berdiri di atas lahan seluas 12.223 m²
dan 25.015 m². Di luar area mal, Perseroan juga menyediakan berbagai ruang
usaha yang disewakan untuk beragam kegiatan, antara lain restoran, fasilitas
olahraga, layanan cuci kendaraan (car wash), serta area wisata pantai.

•   Mall E-Walk

    Mall E-Walk mulai beroperasi pada tahun 2009 dan berdiri di atas lahan
    seluas 12.223 m² dengan total luas bangunan 34.718,26 m² yang terdiri dari
    5 lantai. Area yang dapat disewakan mencapai 27.790,95 m² dengan total
    133 unit ruang usaha. Hingga 31 Desember 2025, Mall E-Walk memiliki 8
    anchor tenant yang beroperasi. Pada tahun 2025, jumlah pengunjung mall
    tercatat sebanyak 782,67 pengunjung.

    Dalam pengelolaannya, Perseroan berfokus pada kemitraan dengan
    penyewa yang memiliki reputasi dan kredibilitas tinggi guna menjaga daya
    tarik dan daya saing pusat perbelanjaan. Anchor tenant tersebut menempati
    total area seluas 19.102,25 m² dan berperan penting dalam meningkatkan
    kunjungan serta aktivitas komersial di Mall E-Walk.

•   Pentacity Mall

    Mall Pentacity mulai beroperasi pada tahun 2015 dan dibangun di atas
    lahan seluas 25.015 m² dengan total luas bangunan 91.087 m², termasuk
    area yang dapat disewakan (leasable area) seluas 40.943,44 m² yang
    terdiri dari 117 unit ruang usaha. Rata-rata jumlah pengunjung harian
    mencapai sekitar 45 ribu orang pada hari kerja dan 65 ribu orang pada
    akhir pekan. Mall Pentacity didukung oleh 13 anchor tenant yang
    menempati total area seluas 15.293,78 m² atau lebih, dan berperan penting
    dalam meningkatkan daya tarik serta daya saing pusat perbelanjaan.




                               33
Page 35
Penyewaan Ruang Usaha Lainnya

Selain ruang usaha di dalam mal, Perseroan juga menyewakan ruang usaha
lain di area sekitar pantai Kawasan Balikpapan Superblock. Fasilitas ini
dikembangkan sebagai penunjang kawasan untuk meningkatkan daya tarik
komersial dan pariwisata, yaitu Sunset Hotpot & Korean Grill, Balikpapan Super
Bowling, Pantai BSB, Score Sports Lounge, dan BSB Carwash.

Penyewaan Gedung

Perseroan telah mengembangkan dan mengoperasikan 4 gedung di dalam
Kawasan Balikpapan Superblock, sebagai berikut:

•   Gedung Grand Jatra Hotel

    Gedung Grand Jatra Hotel Balikpapan berlokasi di atas Mall E-Walk dalam
    kawasan Balikpapan Superblock dan dibangun sejak tahun 2007 di atas
    lahan seluas 12.223 m² dengan total luas bangunan 22.212,44 m² yang
    terdiri dari 10 lantai dan 215 kamar. Gedung ini mulai disewakan pada
    tahun 2011 kepada PT Panca Sutji Gemilang (pihak afiliasi) hingga tahun
    2030 dan saat ini beroperasi sebagai hotel bintang lima dengan nama Hotel
    Grand Jatra Balikpapan. Hotel ini menyediakan 102 kamar tipe Superior,
    81 kamar tipe Deluxe, 14 kamar tipe Junior Suite, dan 3 kamar tipe
    Executive, serta dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti Swimm
    Gym, Mezanine, Sauna, Spa & Wellness, Restoran, Lounge, Laundry,
    Ballroom, dan Meeting Room.

•   Gedung Pentacity Hotel Balikpapan

    Gedung Pentacity Hotel Balikpapan, yang sebelumnya merupakan proyek
    Metropolis Condotel, berlokasi di atas Mall Pentacity Shopping Venue di
    atas lahan seluas 8.805 m² dengan luas bangunan 40.394 m² (NLA) dan
    68.000 m² (GFA). Gedung ini terdiri atas 6 lantai dengan total 202 kamar
    dan telah disewakan sejak tahun 2022 sebagai hotel berbintang empat.
    Komposisi kamar meliputi 131 Superior Double Bed, 33 Superior Twin Bed,
    21 Family Room, dan 16 Suite Room, serta dilengkapi fasilitas pendukung
    seperti Pool Club, restoran, dan layanan laundry untuk menunjang
    kenyamanan tamu.

•   J-Icon Hip-Hotel

    Perseroan juga memiliki gedung yang disewakan kepada PT Mitra Tirta
    Jaya dan dioperasikan sebagai J Icon Hip Hotel Balikpapan, hotel bintang
    dua yang berlokasi di depan Mall E-Walk dan Grand Jatra Hotel
    Balikpapan. Gedung seluas 1.638,36 m² ini terdiri atas 7 lantai dengan total
    45 kamar dan telah beroperasi sejak tahun 2016. Perjanjian sewa
    berlangsung hingga tahun 2026, dengan komposisi kamar terdiri dari
    36 tipe Square Room dan 9 tipe Square Plus.



                                34
Page 36
•   PAM Tower

    Gedung lain yang dimiliki Perseroan adalah PAM Tower yang berlokasi di
    samping Mall E-Walk. Gedung ini didirikan pada tahun 2014 dengan luas
    bangunan 5.177,00 m² dan terdiri atas 9 lantai. Sebanyak 2 lantai
    digunakan sebagai kantor operasional Perseroan, sedangkan lantai lainnya
    disewakan kepada pihak ketiga dan pihak afiliasi. Hingga saat ini,
    PAM Tower disewakan kepada PT Karya Bersama Anugerah Tbk (afiliasi),
    PT PAM Medika Utama (afiliasi), PT Fajar Sinar Teguh (afiliasi),
    PT Mitra Tirta Jaya (afiliasi), PT Huawei Tech Investment Indonesia, serta
    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

•   Gedung Lainnya

    Perseroan juga memiliki gedung lain yang berlokasi di samping PAM Tower
    dan didirikan pada tahun 2016 dengan luas bangunan 6.830 m² yang terdiri
    atas 7 lantai. Saat ini, dua lantai gedung tersebut disewakan kepada
    PT PAM Cendikia Balpan (pihak afiliasi) dan dioperasikan sebagai fasilitas
    pendidikan dengan nama “Bina Bangsa School”.

Pengelolaan Gedung dan Kawasan

Perseroan berperan sebagai pengelola terpadu gedung dan kawasan
Balikpapan Superblock, dengan tanggung jawab atas operasional dan
pemeliharaan seluruh aset di dalam kawasan. Dalam menjalankan fungsi
tersebut, Perseroan menyediakan sistem, fasilitas, dan layanan pendukung
bagi tenant maupun area umum guna menciptakan lingkungan yang aman,
nyaman, tertib, dan terkelola dengan baik. Dalam pelaksanaannya, Perseroan
juga bekerja sama dengan pihak ketiga sesuai bidangnya untuk memastikan
kualitas layanan yang optimal kepada pengunjung dan tenant.

Proyek dalam Pengembangan

Perseroan masih menjalankan beberapa proyek pengembangan, yang
dijelaskan sebagai berikut:

•   The Sapphire Apartment

    Perseroan berencana mengembangkan proyek Sapphire Apartment yang
    berlokasi di belakang Ruby Tower Apartment. Proyek ini dirancang terdiri
    atas 16 lantai dengan total 238 unit dan mencakup luas bangunan sebesar
    21.357,18 m². Sapphire Apartment akan dilengkapi dengan berbagai
    fasilitas penunjang, antara lain pusat kebugaran (gym), ruang komunal,
    area bermain anak, kolam renang, ruang pertemuan, sistem CCTV, serta
    sistem keamanan 24 jam, guna memberikan kenyamanan dan keamanan
    bagi para penghuni.




                               35
Page 37
•   BSB Beach Apartment

    Sebagai bagian dari pengembangan kawasan Balikpapan Superblock di
    area sekitar pantai, Perseroan merencanakan pembangunan BSB Beach
    Apartment dengan konsep Leisure and Smart Living. Proyek iniakan
    dibangun di atas lahan seluas 27.108 m² dan terdiri atas 8 tower
    masing-masing 12 lantai dengan total 1.857 unit apartemen. Apartemen ini
    akan dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain co-working space, cafe &
    lounge, ruang pertemuan, gym, sauna, kolam renang, outdoor cinema, area
    BBQ, laundry, groceries, serta sistem CCTV dan keamanan 24 jam.
    Pembangunan proyek direncanakan dimulai pada tahun 2024 dan
    ditargetkan selesai pada tahun 2030.

•   Mansion Apartment

    Perseroan berencana mengembangkan proyek Mansion Apartment di luar
    kawasan Balikpapan Superblock, yang berlokasi di wilayah Kota
    Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Proyek ini dirancang sebagai
    apartemen dengan konsep modern minimalis dan akan terdiri atas 6 tower,
    masing-masing setinggi 12 lantai. Mansion Apartment akan dilengkapi
    berbagai fasilitas pendukung, antara lain shopping arcade, co-working
    space, kolam renang, pusat kebugaran, serta sistem CCTV dan keamanan
    24 jam. Pembangunan proyek direncanakan dimulai pada tahun 2025 dan
    ditargetkan selesai pada akhir tahun 2028.

Prospek usaha Perseroan dinilai tetap positif seiring dengan membaiknya
sentimen industri properti dan stabilitas makroekonomi nasional. Dukungan
kebijakan suku bunga yang relatif terjaga serta berbagai stimulus sektor
perumahan memberikan ruang bagi peningkatan aktivitas penjualan dan
pembiayaan properti. Selain itu, tren preferensi masyarakat terhadap hunian
modern yang terintegrasi dengan fasilitas komersial dan gaya hidup turut
memperkuat daya tarik kawasan terpadu seperti Balikpapan Superblock.

Model bisnis Perseroan yang mengintegrasikan hunian, ritel, perhotelan, dan
perkantoran dalam satu kawasan memberikan keunggulan dalam menciptakan
sinergi antar aset serta pendapatan berulang (recurring income). Dengan fokus
pada optimalisasi aset yang telah beroperasi serta pengembangan proyek
secara bertahap dan terukur, Perseroan memiliki landasan yang memadai
untuk menjaga kinerja usaha dan menangkap peluang pertumbuhan di tengah
dinamika industri.




                               36
Page 38
II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi

        Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Dalam rangka mengembangkan proyek Balikpapan Superblock, maka
            Perseroan dan CST telah menandatangani PP untuk memperoleh fasilitas
            pinjaman dari CST dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar
            Rp 75,00 miliar yang dapat dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan
            surat permintaan kebutuhan dana dari Perseroan selama lima tahun sejak
            tanggal penarikan awal dan dikenakan bunga tetap sebesar 6,00% efektif
            per tahun dari nilai pinjaman. Transaksi diharapkan dapat memberikan
            efisiensi atas sumber pendanaan bagi Perseroan yang lebih efektif secara
            jangka waktu, mengingat bahwa dana tersebut juga akan digunakan oleh
            Perseroan untuk kebutuhan modal kerja dan/atau operasional Perseroan
            pada masa yang akan datang.

        •   Transaksi merupakan strategi bisnis Perseroan untuk mendukung modal
            kerja dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya di bidang properti dan
            real estat untuk menjamin rasio likuiditas, menjaga kredibilitas, dan
            menurunkan risiko, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
            kinerja keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.

        •   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan secara efektif memperoleh
            sumber pendanaan dengan biaya yang efisien dan memiliki persyaratan
            dan kondisi yang lebih terjangkau dan memadai dibandingkan dengan
            persyaratan dan kondisi atas pinjaman yang dapat diperoleh dari
            perbankan maupun pihak ketiga.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
            mengembangkan portofolio bisnis Perseroan yang berfokus pada
            perumahan dan rumah susun dengan modal kerja dan belanja modal yang
            diyakini dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang
            akan datang.




                                      37
Page 39
II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi

        Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Dalam rangka mengembangkan proyek Balikpapan Superblock, maka
            Perseroan dan CST telah menandatangani PP untuk memperoleh fasilitas
            pinjaman dari CST dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar
            Rp 75,00 miliar yang dapat dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan
            surat permintaan kebutuhan dana dari Perseroan selama lima tahun sejak
            tanggal penarikan awal dan dikenakan bunga tetap sebesar 6,00% efektif
            per tahun dari nilai pinjaman. Transaksi diharapkan dapat memberikan
            efisiensi atas sumber pendanaan bagi Perseroan yang lebih efektif secara
            jangka waktu, mengingat bahwa dana tersebut juga akan digunakan oleh
            Perseroan untuk kebutuhan modal kerja dan/atau operasional Perseroan
            pada masa yang akan datang.

        •   Transaksi merupakan strategi bisnis Perseroan untuk mendukung modal
            kerja dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya di bidang properti dan
            real estat untuk menjamin rasio likuiditas, menjaga kredibilitas, dan
            menurunkan risiko, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
            kinerja keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.

        •   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan secara efektif memperoleh
            sumber pendanaan dengan biaya yang efisien dan memiliki persyaratan
            dan kondisi yang lebih terjangkau dan memadai dibandingkan dengan
            persyaratan dan kondisi atas pinjaman yang dapat diperoleh dari
            perbankan maupun pihak ketiga.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
            mengembangkan portofolio bisnis Perseroan yang berfokus pada
            perumahan dan rumah susun dengan modal kerja dan belanja modal yang
            diyakini dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang
            akan datang.

        Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Dalam hal Perseroan memiliki kesempatan dan mampu memperoleh
            fasilitas pinjaman dari pihak ketiga atau bank dan lembaga keuangan
            lainnya yang memiliki tingkat bunga yang lebih rendah dari Transaksi, maka
            Perseroan berpotensi membukukan beban keuangan yang lebih tinggi atas
            Transaksi sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi kinerja
            keuangan Perseroan.

        •   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang real estate,
            Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara
            lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak
            bagi kelangsungan usaha Perseroan.




                                       38
Page 40
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022, masing-masing telah diaudit oleh
           KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan
           Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021
           telah diaudit oleh KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
           penekanan suatu hal dan hal lainnya.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan        31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan bank                                  5.155       18.704       18.971       14.663         13.650
           Piutang usaha - neto
             Pihak ketiga                               37.332       31.889       28.240       29.694         27.890
             Pihak berelasi                             20.941       14.147       10.065        8.508         13.048
           Piutang non-usaha - pihak ketiga              2.234        1.567        1.129        2.278          3.514
           Persediaan                                  133.348      137.608      144.422       79.043         98.743
           Uang muka dan biaya dibayar dimuka            3.916        2.034        1.219      251.167          5.757
           Aset lancar lainnya                               -            -            -            -          2.200
           Jumlah Aset Lancar                          202.926      205.948      204.046      385.354        164.803
           ASET TIDAK LANCAR
           Uang muka                                     97.361       68.022       92.003            -             -
           Aset tetap - neto                            624.315      615.177      669.385      624.786       604.625
           Properti investasi                         1.978.248    1.972.644    1.519.996    1.503.171     1.488.993
           Aset tidak lancar lainnya                      4.368        4.830        9.200        8.105         7.062
           Jumlah Aset Tidak Lancar                   2.704.293    2.660.673    2.290.585    2.136.062     2.100.681
           JUMLAH ASET                                2.907.218    2.866.621    2.494.631    2.521.416     2.265.483




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 2.907,22 miliar,
           Rp 2.866,62 miliar, Rp 2.494,63 miliar, Rp 2.521,42 miliar, dan
           Rp 2.265,48 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 40,60 miliar atau setara dengan 1,42% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan uang muka dan aset tetap - neto masing-masing
           sebesar Rp 29,34 miliar dan Rp 9,14 miliar.




                                                39
Page 41
           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 371,99 miliar atau setara dengan 14,91% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan properti investasi sebesar Rp 452,65 miliar, yang
           disertai dengan penurunan uang muka dan aset tetap - neto masing-masing
           sebesar Rp 23,98 miliar dan Rp 54,21 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 26,79 miliar atau setara dengan 1,06% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan uang muka dan biaya dibayar dimuka sebesar
           Rp 249,95 miliar, yang disertai dengan kenaikan persediaan, uang muka, dan
           aset tetap - neto masing-masing sebesar Rp 65,38 miliar, Rp 92,00 miliar, dan
           Rp 44,60 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 255,93 miliar atau setara dengan 11,30% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan uang muka dan biaya dibayar dimuka sebesar
           Rp 245,41 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 746,57 miliar,
           Rp 775,59 miliar, Rp 808,70 miliar, Rp 875,09 miliar, dan Rp 1.124,66 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 29,02 miliar atau setara dengan 3,74% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang bank sebesar Rp 38,62 miliar,
           yang disertai dengan kenaikan uang muka pelanggan dan pendapatan diterima
           di muka sebesar Rp 8,22 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 33,11 miliar atau setara dengan 4,09% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang bank sebesar Rp 30,48 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 66,39 miliar atau setara dengan 7,59% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang pembiayaan konsumen, uang
           muka pelanggan dan pendapatan diterima di muka, serta utang bank
           masing-masing sebesar Rp 16,48 miliar, Rp 20,99 miliar, dan Rp 19,67 miliar.




                                          40
Page 42
           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 249.57 miliar atau setara dengan 22,19% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan pinjaman lainnya dan utang bank
           masing-masing sebesar Rp 229,81 miliar dan Rp 14,19 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 2.160,65 miliar,
           Rp 2.091,04 miliar, Rp 1.685,93 miliar, Rp 1.646,33 miliar, dan
           Rp 1.140,83 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 69,61 miliar atau setara dengan 3,33% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 69,66 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 405,10 miliar atau setara dengan 24,03% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 349,59 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 39,60 miliar atau setara dengan 2,41% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 39,60 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 505,50 miliar atau setara dengan 4,31% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh penambahan modal saham sebesar Rp 501,54 miliar.




                                        41
Page 43
III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                            31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           Pendapatan                                                     374.204       361.493       347.099       264.971        238.092
           Beban pokok pendapatan                                         114.930       104.406       134.147       100.728        163.580
           Laba bruto                                                      259.274       257.087      212.952       164.243         74.512
           Beban penjualan                                                 (10.446)      (10.545)      (9.515)       (6.192)        (4.953)
           Beban umum dan administrasi                                    (105.047)     (102.169)     (90.194)      (74.830)       (70.907)
           Laba (rugi) usaha                                              143.781       144.373       113.243         83.220        (1.347)
           Pendapatan keuangan                                                 65           152           231             68            99
           Beban keuangan                                                 (40.503)      (41.673)      (46.176)       (56.186)      (53.219)
           Keuntungan perubahan nilai wajar properti investasi                  -       270.585             -              -             -
           Penghasilan (beban) Lain-lain - neto                              (526)        3.540        (2.901)        (3.671)      929.561
           Laba sebelum beban pajak final dan beban pajak penghasilan     102.817       376.977         64.396        23.432       875.093
           Beban pajak final                                              (32.525)      (26.937)       (24.503)      (19.208)      (11.735)
           Beban pajak penghasilan                                           (636)         (455)          (294)         (248)         (174)
           Laba tahun berjalan                                             69.656       349.585        39.599         3.976        863.184
           Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                            (42)       80.603           (16)          (14)       389.435
           Jumlah penghasilan komprehensif tahun berjalan                  69.613       430.188        39.583         3.962      1.252.620




III.A.6    Pendapatan

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
           sebesar Rp 374,20 miliar, Rp 361,49 miliar, Rp 347,10 miliar, Rp 264,97 miliar,
           dan Rp 238,09 miliar.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 12,71 miliar atau setara
           dengan 3,52% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2024.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 14,39 miliar atau setara
           dengan 4,15% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2023.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 82,13 miliar atau setara
           dengan 31,01% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 26,88 miliar atau setara
           dengan 11,29% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2021.




                                                                 42
Page 44
III.A.7.   Laba Tahun Berjalan

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
           sebesar Rp 69,66 miliar, Rp 349,59 miliar, Rp 39,60 miliar, Rp 3,98 miliar, dan
           Rp 863,18 miliar.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 279,93 miliar atau
           setara dengan 80,07% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 309,99 miliar atau setara
           dengan 782,82% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 35,62 miliar atau setara
           dengan 895,81% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 859,21 miliar atau
           setara dengan 99,54% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                          43
Page 45
III.A.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                         31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                              373.019       363.606       330.330       270.900       179.078
           Pembayaran kas kepada pemasok dan operasional lainnya     (153.560)     (145.254)     (152.605)     (134.769)     (127.365)
           Pembayaran kas kepada karyawan                             (51.369)      (42.434)      (42.782)      (42.452)      (36.252)
           Penerimaan bunga                                                65           152            83            68            99
           Pembayaran pajak penghasilan badan                            (609)         (401)         (279)         (279)         (138)
           Pembayaran pajak final                                     (40.781)      (26.937)      (24.503)      (20.178)      (10.942)
           Pembayaran beban keuangan                                  (40.499)      (41.483)      (40.217)      (25.641)      (17.801)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                         86.266       107.248        70.027        47.650        (13.321)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penerimaan dari penjualan aset tetap                           186             -             -             -             -
           Pembayaran atas aset pengembangan jangka panjang              (116)            -        (1.120)       (1.040)         (803)
           Penambahan atas uang muka properti investasi                (1.700)       (1.366)            -             -             -
           Perolehan properti investasi                                (4.237)            -        (5.089)      (14.177)      (16.535)
           Perolehan aset tetap                                       (19.355)      (45.768)      (10.329)      (22.561)       (1.550)
           Penambahan atas uang muka aset tetap                       (33.684)         (291)            -             -             -
           Pencairan bank yang dibatasi penggunaannya                       -         4.370           173             -             -
           Pembayaran uang muka tanah                                       -             -             -       (99.977)            -
           Pembayaran uang muka kontraktor                                  -             -             -      (148.903)            -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi             (58.907)      (43.055)      (16.365)     (286.659)      (18.889)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan sehubungan dengan pelaksanaan Waran Seri I            -             -            21            -              -
           Penerimaan neto dari penawaran umum saham perdana                -             -             -      267.370              -
           Penerimaan pinjaman lainnya                                      -             -             -        4.360        186.158
           Pembayaran utang dari pihak berelasi                           (59)       (2.671)      (11.531)       1.858        (13.079)
           Pembayaran liabilitas sewa                                    (455)         (575)         (691)        (612)          (514)
           Pembayaran pembiayaan konsumen                                (823)       (4.644)      (16.478)     (18.763)           (62)
           Pembayaran utang pihak ketiga                                 (953)       (1.000)       (1.000)           -              -
           Pembayaran utang bank                                      (38.618)      (30.484)      (19.674)     (14.190)       (22.271)
           Pembayaran dividen                                               -       (25.086)            -            -              -
           Pembayaran surat utang jangka menengah                           -             -             -            -       (121.007)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                       (40.909)      (64.460)      (49.353)     240.023         29.225
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                (13.549)         (267)        4.308         1.014         (2.985)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                         18.704        18.971        14.663        13.650         16.635
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                          5.155       18.704        18.971        14.663         13.650




           Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022,
           masing-masing adalah sebesar Rp 82,27 miliar, Rp 107,25 miliar,
           Rp 70,03 miliar, dan Rp 47,65 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk
           aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 adalah sebesar Rp 13,32 miliar.




                                                              44
Page 46
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 86,27 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 373,02 miliar, yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
operasional lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, serta pembayaran
pajak final masing-masing sebesar Rp 153,56 miliar, Rp 51,37 miliar, dan
Rp 40,78 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 107,25 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 363,61 miliar, yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
operasional lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, serta pembayaran
beban keuangan masing-masing sebesar Rp 145,25 miliar, Rp 42,43 miliar,
dan Rp 41,48 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 70,03 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 330,33 miliar, yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
operasional lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, serta pembayaran
beban keuangan masing-masing sebesar Rp 152,61 miliar, Rp 42,78 miliar,
dan Rp 40,22 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 47,65 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 270,90 miliar, yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
operasional lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, serta pembayaran
beban keuangan masing-masing sebesar Rp 134,77 miliar, Rp 42,45 miliar,
dan Rp 25,64 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 13,32 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan operasional
lainnya, serta pembayaran kas kepada karyawan masing-masing sebesar
Rp 127,37 miliar dan Rp 36,25 miliar, yang disertai dengan penerimaan kas
dari pelanggan sebesar Rp 179,08 miliar.

Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 58,91 miliar,
Rp 43,06 miliar, Rp 16,37 miliar, Rp 286,66 miliar, dan Rp 18,89 miliar.




                              45
Page 47
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 58,91 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan atas uang muka
aset tetap masing-masing sebesar Rp 19,36 miliar dan Rp 33,68 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 43,06 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 45,77 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 16,37 miliar
terutama berasal dari perolehan properti investasi dan perolehan aset tetap
masing-masing sebesar Rp 5,09 miliar dan Rp 10,33 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 286,66 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap, pembayaran uang muka tanah, dan
pembayaran uang muka kontraktor masing-masing sebesar Rp 22,56 miliar,
Rp 99,98 miliar, dan Rp 148,90 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 18,89 miliar
terutama berasal dari perolehan properti investasi sebesar Rp 16,54 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, dan 2023
masing-masing adalah sebesar Rp 40,91 miliar, Rp 64,46 miliar, dan
Rp 49,35 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 240,04, miliar dan Rp 29,23 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 40.91 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank sebesar Rp 38,62 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 64,46 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank dan pembayaran dividen
sebesar Rp 30,48 miliar dan Rp 25,09 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 49,35 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang dari pihak berelasi, pembayaran
pembiayaan konsumen, dan pembayaran utang bank masing-masing sebesar
Rp 11,53 miliar, Rp 16,48 miliar, dan Rp 19,67 miliar.




                                46
Page 48
            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 240,02 miliar
            terutama berasal dari penerimaan neto dari penawaran umum saham perdana
            sebesar Rp 267,37 miliar, yang disertai dengan pembayaran pembiayaan
            konsumen dan pembayaran utang bank masing-masing sebesar
            Rp 18,76 miliar dan Rp 14,19 miliar.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 29,23 miliar
            terutama berasal dari penerimaan pinjaman lainnya sebesar Rp 186,16 miliar,
            yang disertai dengan pembayaran utang dari pihak berelasi, pembayaran utang
            bank, dan pembayaran surat utang jangka menengah masing-masing sebesar
            Rp 13,08 miliar, Rp 22,27 miliar, dan Rp 121,01 miliar.

III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan               31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                                1,53        1,80        1,38        1,99        0,36
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                                0,13        0,13        0,14        0,11        0,11
            Ekuitas terhadap jumlah aset                          0,74        0,73        0,68        0,65        0,50
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset                0,26        0,27        0,32        0,35        0,50
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                    0,35        0,37        0,48        0,53        0,99
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                   69,29%      71,12%      61,35%      61,99%      31,30%
            Marjin laba (rugi) usaha                            38,42%      39,94%      32,63%      31,41%      -0,57%
            Marjin laba bersih                                  18,61%      96,71%      11,41%       1,50%     362,54%
            Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset               4,95%       5,04%       4,54%       3,30%      -0,06%
            Imbal hasil aset                                     2,40%      12,20%       1,59%       0,16%      38,10%
            Laba (rugi) usaha terhadap jumlah ekuitas            6,65%       6,90%       6,72%       5,05%      -0,12%
            Imbal hasil ekuitas                                  3,22%      16,72%       2,35%       0,24%      75,66%




III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,13; 0,13; 0,14; 0,11; dan 0,11.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,74; 0,73; 0,68; 0,65; dan 0,50.




                                                        47
Page 49
III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,26; 0,27; 0,32;
            0,35; dan 0,50, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 0,35; 0,37; 0,48; 0,53; dan 0,99.

III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
            2022, dan 2021 masing-masing adalah 2,40% , 12,20%, 1,59%, 0,16%, dan
            38,10%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
            2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah 3,22%, 16,72%, 2,35%, 0,24%,
            dan 75,66%.




                                           48
Page 50
III.B.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
         disusun oleh manajemen Perseroan.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2025:

                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                  Setelah
                                Keterangan        31/12/25      Penyesuaian
                                                                                Transaksi
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan bank                                   5.155          75.000           80.155
         Piutang usaha                                 58.274               -           58.274
         Piutang non-usaha - pihak ketiga               2.234               -            2.234
         Persediaan                                   133.348               -          133.348
         Aset lancar lainnya                                -               -                -
         Jumlah Aset Lancar                           199.010          75.000          274.010
         ASET TIDAK LANCAR
         Uang muka                                    101.277               -          101.277
         Aset tetap - bersih                          624.315               -          624.315
         Properti investasi                         1.978.248               -        1.978.248
         Aset tidak lancar lainnya                      4.368               -            4.368
         Jumlah Aset Tidak Lancar                   2.708.208               -        2.708.208
         JUMLAH ASET                                2.907.218          75.000        2.982.218




                                             49
Page 51
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                               Setelah
                      Keterangan                             31/12/25       Penyesuaian
                                                                                             Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                         9.841                 -            9.841
Beban akrual                                                       6.651                 -            6.651
Utang pajak                                                        8.740                 -            8.740
Liabilitas imbalan kerja - jangka pendek                             324                                324
Bagian lancar dari liabilitas jangka panjang:
  Liabilitas sewa                                                    455                 -              455
  Utang pembiayaan konsumen                                          801                 -              801
  Uang jaminan penyewa                                            10.994                 -           10.994
  Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima di muka             41.205                 -           41.205
  Utang bank                                                      50.772                 -           50.772
  Liabilitas imbalan kerja                                           739                 -              739
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  130.523                 -          130.523
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian lancar:
  Utang non-usaha - pihak ketiga                                   5.242                 -            5.242
  Utang non-usaha - pihak berelasi                                     -            75.000           75.000
  Utang pembiayaan konsumen                                          405                 -              405
  Uang jaminan penyewa                                            28.534                 -           28.534
  Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima di muka             38.508                 -           38.508
  Utang bank                                                     282.688                 -          282.688
  Bunga bank ditangguhkan                                        232.207                 -          232.207
  Liabilitas imbalan kerja                                        28.463                 -           28.463
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 616.047            75.000          691.047
JUMLAH LIABILITAS                                                746.570            75.000          821.570
EKUITAS
Modal saham                                                      250.919                 -          250.919
Tambahan modal disetor                                           509.040                 -          509.040
Saldo laba                                                       930.849                 -          930.849
Penghasilan komprehensif lain                                    469.841                 -          469.841
JUMLAH EKUITAS                                                 2.160.648                 -        2.160.648
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  2.907.218            75.000        2.982.218


                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                               Setelah
                      Keterangan                             31/12/25       Penyesuaian
                                                                                             Transaksi
Pendapatan                                                       374.204                 -          374.204
Beban pokok pendapatan                                           147.455                 -          147.455
Laba bruto                                                       226.749                 -          226.749
Beban usaha                                                      115.493                 -          115.493
Laba usaha                                                       111.256                 -          111.256
Pendapatan (beban) lain-lain                                     (40.964)                -          (40.964)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                             70.292                 -           70.292
Beban pajak penghasilan                                             (636)                -             (636)
Laba (rugi) tahun berjalan                                        69.656                 -           69.656
Penghasilan komprehensif lain                                        (42)                -              (42)
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                           69.613                 -           69.613




                                               50
Page 52
III.C.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
           analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
           berikut:

           •    Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                Perseroan.
           •    Biaya atau pendapatan yang relevan.
           •    Informasi non-keuangan yang relevan.
           •    Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.C.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:

           Sebelum Transaksi
                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan        31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

           Pendapatan                                383.751      402.333      394.885      859.383        559.129
           Beban pokok pendapatan                    152.233      159.302      152.497      353.382        219.939
           Laba bruto                                231.517      243.031      242.388      506.001        339.191
           Beban usaha                               116.158      122.798      131.189      135.411        134.790
           Laba usaha                                115.359      120.233      111.198      370.590        204.401
           Beban lain-lain                           (34.443)     (32.282)     (26.719)     (18.502)        (9.025)
           Laba sebelum pajak penghasilan             80.916       87.950       84.480      352.089        195.376
           Pajak penghasilan                               -       (4.281)      (8.671)     (18.868)       (24.315)
           Laba tahun berjalan                        80.916       83.669       75.809      333.220        171.061



           Setelah Transaksi
                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan        31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

           Pendapatan                                383.751      402.333      394.885      859.383        559.129
           Beban pokok pendapatan                    152.233      159.302      152.497      353.382        219.939
           Laba bruto                                231.517      243.031      242.388      506.001        339.191
           Beban usaha                               116.158      122.798      131.189      135.411        134.790
           Laba usaha                                115.359      120.233      111.198      370.590        204.401
           Beban lain-lain                           (32.493)     (30.372)     (23.924)     (15.988)        (7.449)
           Laba sebelum pajak penghasilan             82.866       89.861       87.274      354.602        196.953
           Pajak penghasilan                               -       (4.281)      (8.671)     (18.868)       (24.315)
           Laba tahun berjalan                        82.866       85.580       78.604      335.734        172.637



           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
           tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar
           Rp 2.599,48 miliar dan Rp 744,68 miliar.




                                              51
Page 53
             Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba tahun berjalan Perseroan
             setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 2.599,48 miliar dan
             Rp 755,42 miliar.

             Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
             tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
             memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
             tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan dapat
             meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.C.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
             terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
             Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.

III.C.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.C.3.a.   Produk yang dihasilkan

             Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang real estat.
             Dengan demikian, produk dan/atau jasa yang dihasilkan oleh Perseroan adalah
             penyewaan tenant mall, penyewaan ruang, dan penyewaan gedung untuk
             hotel.

III.C.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis Perseroan meliputi
             Balikpapan, Kalimantan Timur.

III.C.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha Perseroan adalah
             sebagai berikut:

             •   PT Agung Podomoro Land Tbk.
             •   PT PP Properti Tbk.
             •   PT Bumi Serpong Damai Tbk.
             •   PT Duta Pertiwi Tbk.
             •   PT Suryamas Dutamakmur Tbk.




                                           52
Page 54
III.C.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
             Perseroan adalah sebagai berikut:

             •   Pembangunan Apartemen The Shappire dengan pembangunan 16 lantai
                 dengan total 238 unit apartemen.

             •   Pembangunan BSB Beach Apartment yang terdiri dari 8 tower dengan
                 masing-masing 12 lantai dengan total 1.857 unit apartemen.

             •   Pengembangan Mansion Apartment di luar Balikpapan Superblock, yang
                 berlokasi di wilayah kota Balikpapan, yang terdiri dari 6 tower dengan
                 masing-masing 12 lantai.

             •   Pembangunan jembatan penghubung sungai ampal yang mempermudah
                 akses untuk lebih menarik pengunjung mall dan akses kepada unit
                 apartemen dan hotel.

             •   Pembangunan “Sheet Pile” sehubungan dengan mitigasi longsor sisi sungai
                 untuk infrastruktur jalan yang menunjang akses untuk mall, apartemen,
                 serta hotel.

III.C.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
             sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan
             Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
             Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
             konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                            53
Page 55
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan PP, Perseroan dan CST memperoleh fasilitas pinjamandari
         CST dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 75,00 miliar yang
         dapat dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan surat permintaan
         kebutuhan dana dari Perseroan selama lima tahun sejak tanggal penarikan
         awal dan dikenakan bunga tetap sebesar 6,00% efektif per tahun dari nilai
         pinjaman.

         Kami melakukan analisis perbandingan terhadap fasilitas pinjaman
         beberapa perusahaan publik lainnya di Indonesia dalam mata uang Rupiah.
         Berikut adalah perbandingan atas fasilitas pinjaman dan tingkat bunga yang
         diberikan kepada berbagai perusahaan publik di Indonesia dari pihak
         berelasi dalam mata uang Rupiah berdasarkan laporan keuangan terkini
         sebagaimana telah dipublikasikan pada website Bursa Efek Indonesia
         adalah sebagai berikut:
                                                                                                                        (Dalam jutaan rupiah)
                                                                           Jumlah                           Tanggal Perolehan Pinjaman
          No.                             Perusahaan                                      Bunga Pinjaman
                                                                           Pinjaman                        dan/atau Tanggal Jatuh Tempo
           1    PT Waskita Karya (Persero) Tbk
                 PT Trans Jabar Tol                                             905.699        7,01%            28 Juni 2024 - 28 Juni 2029
                 PT Cimanggis Cibitung Tollways                               1.043.843       17,00%             3 Mei 2023 - 3 Maret 2028
           2    PT Arkora Hydro Tbk
                 PT United Tractors Tbk                                        125.000        9,50%           27 Maret 2023 - 27 Maret 2030
           3    PT Jakarta International Hotels & Development Tbk
                 PT Bank Artha Graha Internasional Tbk                          26.350        10,00%       3 November 2025 sd 3 November 2030
           4    PT Adhi Commuter Properti Tbk
                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk - LRT City Bekasi       121.734        8,25%           24 Maret 2025 - 24 Maret 2032
           5    PT PP Properti Tbk (PPRO)
                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                         244.500        7,50%        26 November 2025 - 29 November 2034
           6    PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
                 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                1.400.000    8,00% - 8,65%        11 Juni 2025 - 10 Juni 2026
           7    PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
                 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                          7.500        10,00%                26 September 2026
                 PT Bank Jawa Barat Banten Syariah                               7.500        12,00%                  27 Maret 2026
           8    PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)
                 PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
                    Kredit Investasi                                            541.418       5,58%                   23 Maret 2030
                    Kredit Investasi                                          2.089.350       6,65%                  24 Agustus 2032
                 PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk
                   Kredit Investasi                                             541.418       5,58%                   23 Maret 2030
                   Kredit Investasi                                           1.239.279       6,75%                 19 Desember 2038




         Berdasarkan data dari laporan keuangan terkini perusahaan publik di
         Indonesia sebagaimana diuraikan di atas yang diperoleh dari website Bursa
         Efek Indonesia, tingkat bunga atas pinjaman yang dikenakan berkisar
         antara 5,58% per tahun sampai dengan 17,00% per tahun. Dengan
         demikian, tingkat suku bunga pada Transaksi sebesar 6,00% per tahun
         masih berada di kisaran tingkat suku bunga pinjaman sejenis yang ada di
         perusahaan perusahaan publik di atas.




                                                                54
Page 56
2. Berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan yang disusun oleh
   manajemen Perseroan, saldo kas dan setara kas Perseroan per tanggal
   31 Desember 2025 – 2035 adalah sebagai berikut:
                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                      31/12/26     31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

    Kas dan setara kas awal tahun                             5.050        39.875        30.508        28.999        22.002
    Kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas           23.157       (16.324)      (11.645)      (12.638)       45.665
    Penerimaan Transaksi                                     12.000         8.000        12.000         8.000             -
    Pembayaran Transaksi                                          -             -             -             -       (40.000)
    Pembayaran bunga Transaksi                                 (332)       (1.042)       (1.864)       (2.359)       (2.196)
    Kas dan setara kas akhir tahun                           39.875       30.508        28.999        22.002         25.470




   Berdasarkan PP, Perseroan telah melakukan pemberian fasilitas pinjaman
   kepada Perseroan dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar
   Rp 75,00 miliar yang dapat dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan
   surat permintaan kebutuhan dana dari Perseroan selama lima tahun sejak
   tanggal penarikan awal dan dikenakan bunga tetap sebesar 6,00% efektif
   per tahun dari nilai pinjaman.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan keuangan Perseroan
   tersebut di atas, Perseroan diperkirakan memiliki kemampuan untuk
   melakukan pelunasan atas Transaksi kepada CST.

3. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:

   Sebelum Transaksi
                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                      31/12/26     31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

    Pendapatan                                              383.751      402.333       394.885       859.383        559.129
    Beban pokok pendapatan                                  152.233      159.302       152.497       353.382        219.939
    Laba bruto                                              231.517      243.031       242.388       506.001        339.191
    Beban usaha                                             116.158      122.798       131.189       135.411        134.790
    Laba usaha                                              115.359      120.233       111.198       370.590        204.401
    Beban lain-lain                                         (34.443)     (32.282)      (26.719)      (18.502)        (9.025)
    Laba sebelum pajak penghasilan                           80.916       87.950        84.480       352.089        195.376
    Pajak penghasilan                                             -       (4.281)       (8.671)      (18.868)       (24.315)
    Laba tahun berjalan                                      80.916       83.669        75.809       333.220        171.061




   Setelah Transaksi
                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                      31/12/26     31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

    Pendapatan                                              383.751      402.333       394.885       859.383        559.129
    Beban pokok pendapatan                                  152.233      159.302       152.497       353.382        219.939
    Laba bruto                                              231.517      243.031       242.388       506.001        339.191
    Beban usaha                                             116.158      122.798       131.189       135.411        134.790
    Laba usaha                                              115.359      120.233       111.198       370.590        204.401
    Beban lain-lain                                         (32.493)     (30.372)      (23.924)      (15.988)        (7.449)
    Laba sebelum pajak penghasilan                           82.866       89.861        87.274       354.602        196.953
    Pajak penghasilan                                             -       (4.281)       (8.671)      (18.868)       (24.315)
    Laba tahun berjalan                                      82.866       85.580        78.604       335.734        172.637




                                                     55
Page 57
   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan dan laba
   tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
   sebesar Rp 2.599,48 miliar dan Rp 744,68 miliar.

   Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba tahun berjalan Perseroan
   setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 2.599,48 miliar dan
   Rp 755,42 miliar.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan dapat
   meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

4. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 masing-masing adalah sebesar
   Rp 559,94 miliar dan Rp 568,49 miliar. Dengan demikian, jumlah nilai kini
   dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah
   Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
   2026 – 2035 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun
   berjalan konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035. Dalam
   perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 9,97%, yang
   merupakan biaya modal kapital Perseroan. Untuk mendiskonto AKB untuk
   kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya modal rata-rata
   tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang ditentukan
   dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

   WACC         =       (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

   Di mana:

   ke    =    Biaya modal ekuitas/saham biasa
   kd    =    Biaya modal utang
   We    =    Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
   Wd    =    Bobot utang dalam struktur kapital
   t     =    Pajak penghasilan perusahaan




                                56
Page 58
Biaya Modal untuk Ekuitas

ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

Di mana:

ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
              atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
              (risk free rate)
β         =   Beta
RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
              premium)

Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu
obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
jangka waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,17%, yang
diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang diterbitkan pada
bulan Januari 2026.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Desember 2025 sebesar 0,72 yang kemudian di-relever dengan tingkat
leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto laba tahun berjalan Perseroan tersebut dengan formula
sebagai berikut:

βL = βU x (1 + (1-T) x DER)




                               57
Page 59
Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
Perseroan sebesar 19,27% untuk memperoleh beta Perseroan. Tarif pajak
yang digunakan untuk Perseroan sesuai dengan tarif pajak yang berlaku
umum adalah final untuk tahun 2026 – 2030. Dengan demikian, maka
diperoleh beta Perseroan sebesar 0,85 dengan rincian perhitungan sebagai
berikut:

βL = 0,72 x (1 + (1 – 0,00%) x 19,27%) = 0,85

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,62% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke   =      Rf + ( β x RPm ) – RBDS
     =      6,17% + ( 0,85 x 6,69% ) – 1,62%
     =      10,27%

Biaya Modal untuk Utang

Karena perhitungan nilai ekuitas Perseroan dilakukan dengan mendiskonto
tingkat balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
cash flows to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan
adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal,
baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang)
maupun yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

Dalam perhitungan ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah
suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku
bunga kredit investasi bank persero untuk bulan Desember 2025 yang
dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 8,44%.

Weighted Average Cost of Capital

Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot
ekuitas sebesar 83,85% dan bobot utang sebesar 16,15%, yang diolah dari
data DER Perseroan dengan tarif pajak yang berlaku untuk Perseroan
sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah final untuk tahun
2026 – 2030, maka WACC adalah sebagai berikut:

WACC        =       (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
            =       (10,27% x 83,85%) + (8,44% x [1 – 0,00%] x 16,15%)
            =       9,97%




                            58
Page 60
   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
   adalah sebagai berikut:

   Sebelum Transaksi
                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    Proyeksi
                          Keterangan
                                            31/12/26    31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
    Laba tahun berjalan                        80.916      83.669      75.809     333.220        171.061
    Faktor diskonto                            0,9536      0,8671      0,7885      0,7170         0,6520
    Nilai kini                                 77.161      72.552      59.776     238.923        111.531
    Jumlah nilai kini                         559.944




   Setelah Transaksi
                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    Proyeksi
                          Keterangan
                                            31/12/26    31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
    Laba tahun berjalan                        82.866      85.580      78.604     335.734        172.637
    Faktor diskonto                            0,9536      0,8671      0,7885      0,7170         0,6520
    Nilai kini                                 79.021      74.209      61.980     240.725        112.559
    Jumlah nilai kini                         568.494




5. Dalam rangka mengembangkan proyek Balikpapan Superblock, maka
   Perseroan dan CST telah menandatangani PP untuk memperoleh fasilitas
   pinjaman dari CST dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar
   Rp 75,00 miliar yang dapat dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan
   surat permintaan kebutuhan dana dari Perseroan selama lima tahun sejak
   tanggal penarikan awal dan dikenakan bunga tetap sebesar 6,00% efektif
   per tahun dari nilai pinjaman. Transaksi diharapkan dapat memberikan
   efisiensi atas sumber pendanaan bagi Perseroan yang lebih efektif secara
   jangka waktu, mengingat bahwa dana tersebut juga akan digunakan oleh
   Perseroan untuk kebutuhan modal kerja dan/atau operasional Perseroan
   pada masa yang akan datang.

6. Transaksi merupakan strategi bisnis Perseroan untuk mendukung modal
   kerja dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya di bidang properti dan
   real estat untuk menjamin rasio likuiditas, menjaga kredibilitas, dan
   menurunkan risiko, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan
   kinerja keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan.

7. Dengan melakukan Transaksi, Perseroan secara efektif memperoleh
   sumber pendanaan dengan biaya yang efisien dan memiliki persyaratan
   dan kondisi yang lebih terjangkau dan memadai dibandingkan dengan
   persyaratan dan kondisi atas pinjaman yang dapat diperoleh dari
   perbankan maupun pihak ketiga.




                                       59
Page 61
             8. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
                mengembangkan portofolio bisnis Perseroan yang berfokus pada
                perumahan dan rumah susun dengan modal kerja dan belanja modal yang
                diyakini dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang
                akan datang.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.




                                          60
Page 62
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat
Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan
stempel perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                          61
Page 63
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           62
Page 64
                                                                                                        Lampiran B

PT Wulandari Bangun Laksana Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                       31/12/26       31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

Pendapatan                                                 383.751      402.333      394.885      859.383        559.129
Beban pokok pendapatan                                     152.233      159.302      152.497      353.382        219.939
Laba bruto                                                 231.517      243.031      242.388      506.001        339.191
Beban usaha                                                116.158      122.798      131.189      135.411        134.790
Laba usaha                                                 115.359      120.233      111.198      370.590        204.401
Beban lain-lain                                            (34.443)     (32.282)     (26.719)     (18.502)        (9.025)
Laba sebelum pajak penghasilan                              80.916       87.950       84.480      352.089        195.376
Pajak penghasilan                                                -       (4.281)      (8.671)     (18.868)       (24.315)
Laba tahun berjalan                                         80.916       83.669       75.809      333.220        171.061



PT Wulandari Bangun Laksana Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                       31/12/26       31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

Pendapatan                                                 383.751      402.333      394.885      859.383        559.129
Beban pokok pendapatan                                     152.233      159.302      152.497      353.382        219.939
Laba bruto                                                 231.517      243.031      242.388      506.001        339.191
Beban usaha                                                116.158      122.798      131.189      135.411        134.790
Laba usaha                                                 115.359      120.233      111.198      370.590        204.401
Beban lain-lain                                            (32.493)     (30.372)     (23.924)     (15.988)        (7.449)
Laba sebelum pajak penghasilan                              82.866       89.861       87.274      354.602        196.953
Pajak penghasilan                                                -       (4.281)      (8.671)     (18.868)       (24.315)
Laba tahun berjalan                                         82.866       85.580       78.604      335.734        172.637




                                                          63
Page 65
                                                                                                         Lampiran C

PT Wulandari Bangun Laksana Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/26         31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
Laba tahun berjalan                                         80.916          83.669      75.809     333.220        171.061
Faktor diskonto                                             0,9536          0,8671      0,7885      0,7170         0,6520
Nilai kini                                                  77.161          72.552      59.776     238.923        111.531
Jumlah nilai kini                                          559.944



PT Wulandari Bangun Laksana Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/26         31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
Laba tahun berjalan                                         82.866          85.580      78.604     335.734        172.637
Faktor diskonto                                             0,9536          0,8671      0,7885      0,7170         0,6520
Nilai kini                                                  79.021          74.209      61.980     240.725        112.559
Jumlah nilai kini                                          568.494




                                                           64
Page 66
                                                                             Lampiran D

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

Pada tanggal 26 Juni 2026, Perseroan dan CST telah menandatangani PP sehubungan
dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PP adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PP adalah Perseroan dan CST.

•   Pinjaman

    Jumlah pinjaman yang diberikan berdasarkan PP adalah sebanyak-banyaknya sebesar
    Rp 75,00 miliar yang dapat dilakukan dalam beberapa tahap sesuai dengan surat
    permintaan kebutuhan dana dari Perseroan.

•   Tujuan Pinjaman

    Tujuan pinjaman berdasarkan PP adalah bahwa Perseroan bermaksud untuk modal
    kerja dan/atau keperluan operasional dan/atau pembayaran utang baik utang bank,
    utang usaha ataupun utang lainnya kepada pihak ketiga Perseroan.

•   Jangka Waktu

    Jangka waktu berdasarkan PP adalah waktu pinjaman yang diberikan oleh CST kepada
    Perseroan selama lima tahun sejak tanggal penarikan awal.

•   Bunga

    Bunga berdasarkan PP adalah Pinjaman dikenakan bunga tetap sebesar 6,00% efektif
    per tahun dari nilai pinjaman.

•   Pelunasan

    Pelunasan berdasarkan PP adalah sebagai berikut:

    -   Perseroan dan CST sepakat apabila Perseroan bermaksud untuk melakukan
        pelunasan atas pokok pinjaman secara parsial atau seluruhnya sebelum Tanggal
        Jatuh Tempo maka berlaku ketentuan pelunasan dipercepat.

    -   Perseroan wajib melakukan pelunasan atas pinjaman beserta sisa bunga yang
        belum dibayarkan kepada CST selambat-lambatnya pada Tanggal Jatuh Tempo.

    -   Semua pembayaran yang dilakukan oleh Perseroan, termasuk namun tidak terbatas
        pada jumlah pinjaman dan/atau bunga berdasarkan PP akan dilakukan baik dengan
        cara tunai atau melalui konversi sesuai dengan kesepakatan Perseroan dan CST
        yang akan diinstruksikan secara tertulis oleh CST kepada Perseroan.




                                           65
Page 67
•   Jaminan Pembayaran

    Untuk menjamin pelunasan berdasarkan PP, para pihak sepakat bahwa pinjaman ini
    tidak dijamin dengan suatu jaminan dalam bentuk apapun dari CST. Namun apabila
    terjadi kelalaian atau risiko gagal bayar, Perseroan dan CST akan menyepakati
    ketentuan lain yang dituangkan dalam perjanjian terpisah.

•   Pelunasan Dipercepat

    Berdasarkan PP, pelunasan dipercepat adalah sebagai berikut:

    -   Mengesampingkan ketentuan yang ada dalam PP dan tergantung pada persetujuan
        tertulis terlebih dahulu dari CST, Perseroan dapat melunasi sebagian atau seluruh
        pinjaman dan bunga sebelum Tanggal Jatuh Tempo.

    -   Dalam hal Perseroan hendak melaksanakan pelunasan dipercepat, maka Perseroan
        wajib untuk memberitahukan secara tertulis kepada CST mengenai maksudnya
        untuk melaksanakan pelunasan dipercepat, di mana pemberitahuan tersebut wajib
        telah disampaikan kepada CST setidak-tidaknya lima hari kalender sebelum tanggal
        pelaksanaan pelunasan dipercepat. Atas hal ini, CST wajib untuk memberikan
        persetujuan atau penolakan atas rencana pelunasan dipercepat tersebut paling
        lambat empat belas hari kalender sebelum tanggal pelaksanaan dari pelunasan
        dipercepat, yang mana persetujuan tersebut tidak dapat ditahan secara tidak wajar.

    -   Para pihak sepakat bahwa tidak akan terdapat denda yang wajib dibayar oleh
        Perseroan sehubungan dengan pelunasan dipercepat.

    -   Dalam hal pelunasan dipercepat, maka perhitungan atas Bunga akan dihitung pro
        rata sampai dengan tanggal pelaksanaan pelunasan dipercepat.

    -   Tanpa mengurangi ketentuan pelunasan dipercepat, perseroan dapat melakukan
        pelunasan sebagian atas pinjaman setiap tiga bulan sejak tanggal penandatanganan
        PP, dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan tertulis dari CST. Setiap
        pelaksanaan Pelunasan Dipercepat Berkala wajib mengikuti ketentuan mengenai
        pemberitahuan, serta ketentuan lainnya, termasuk namun tidak terbatas pada
        perhitungan bunga dan ketiadaan denda atau penalti.

•   Hukum yang Berlaku

    PP dan pelaksanaan PP ini diatur dan tunduk kepada hukum Negara Republik
    Indonesia, dengan mengesampingkan Pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum
    Perdata Indonesia.




                                            66

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.04 MB
Published30 Jun 2026
Pages67
Characters169,099
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org WULANDARI BANGUN LAKSANA Tbk p.1 ×26
linked person Christopher Sumasto Tjia p.2 ×4
linked person Leonardus Sutarman p.7 ×2
linked person Clarissa Ady Sumasto Tjia p.12 ×2
linked person Veronica Pudjiati Lias p.12
linked person Tjia Daniel Wirawan p.12
linked org Glory Venture Capital Ltd p.12
linked org Karya Bersama Anugerah Tbk p.17 ×5
linked org Huawei Tech p.17 ×2
linked org Garuda Indonesia (Persero) Tbk. p.17 ×5
linked org Agung Podomoro Land Tbk. p.53 ×2
linked org PP Properti Tbk. p.53 ×5
linked org Bumi Serpong Damai Tbk. p.53 ×2
linked org Duta Pertiwi Tbk. p.53 ×2
linked org Suryamas Dutamakmur Tbk. p.53 ×2
linked org PT Trans Jabar Tol p.55
linked org Arkora Hydro Tbk p.55 ×2
linked org United Tractors Tbk p.55 ×2
linked org Adhi Commuter Properti Tbk p.55 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.55 ×4
linked org Jasa Marga (Persero) Tbk p.55 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2
possible org Bursa Efek Indonesia p.7 ×5
possible person Nicholas Sumasto p.12
possible org Negara Republik Indonesia p.21 ×2
possible org Waskita Karya (Persero) Tbk p.55 ×2
possible org Wijaya Karya (Persero) Tbk p.55 ×2
possible org Krakatau Steel (Persero) Tbk p.55 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.55 ×3
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved person Christina Dwi Utami · Notaris p.7 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×4
unresolved org PT Dwipagrya Lestari p.11 ×2
unresolved person Lini Ibrahim · Notaris p.11 ×3
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.11 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11 ×2
unresolved org PT Panca Sutji Gemilang p.16 ×2
unresolved org PT Mitra Tirta Jaya p.16 ×4
unresolved org PT PAM Medika Utama p.17 ×2
unresolved org PT Fajar Sinar Teguh p.17 ×2
unresolved org PT Huawei Tech Investment Indonesia p.17 ×2
unresolved org PT PAM Cendikia Balpan p.17 ×2
unresolved org Kementerian Pekerjaan Umum p.31 ×3
unresolved org PT Jakarta International Hotels p.55
unresolved org Development Tbk p.55
unresolved org PT Bank Jawa Barat Banten Syariah p.55
unresolved org KJPP Kusnanto p.62 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.62
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.62

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 6398 ms 12 Sep 2026 21:58
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
                            'transaksi di mana'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di '
                'mana',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result