Skip to content
Back to announcement

20250307_MANG_Perubahan dan//atau Tambahan Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_31867497_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review MANG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 111

Page 1
           LAPORAN REVISI
      0202/2.0171-00/BS-FS/II/2025


      STUDI KELAYAKAN ATAS
RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA


         DISUSUN UNTUK
   PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK
            (“MANG”)
Page 2
Jakarta, 27 Februari 2025
No. Laporan : 0202/2.0171-00/BS-FS/II/2025

Kepada Yth.
PT Manggung Polahraya Tbk
Jl. Pondok Pinang Raya No.1
Desa/ Kelurahan Pondok Pinang Kebayoran lama,
Kota Adm. Jakarta Selatan, Prov DKI Jakarta

Up : Ibu Ni Ketut Mariani
     Direktur Utama

Perihal : Revisi Laporan Studi Kelayakan terhadap Rencana Penambahan Klasifikasi Baku
          Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru untuk PT Manggung Polahraya Tbk atas
          Tanggapan OJK.

Dengan hormat,

Berdasarkan persetujuan surat penawaran studi kelayakan rencana penambahan kegiatan usaha PT
Manggung Polahraya Tbk nomor 0902/MK.B/KJPP-TOPAZ/IX/2024 tanggal 24 September 2024, kami
telah melakukan pekerjaan studi kelayakan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha PT
Manggung Polahraya Tbk yang bergerak di bidang konstruksi.

Laporan ini merupakan revisi ke-2 (dua) atas laporan studi kelayakan rencana penambahan kegiatan
usaha dengan nomor 0201/2.0171-00/BISA-FS/II/2025 tanggal 14 Februari 2025, sebelumnya KJPP
Topaz telah menerbitkan revisi atas laporan studi kelayakan rencana penambahan kegiatan usaha
dengan nomor 0101/2.0171-00/BS-FS/I/2025 tanggal dan mengacu atas tanggapan OJK tentang
Perubahan dan/ atau Tambahan Informasi atas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha PT Manggung
Polahraya Tbk nomor S-37/PM.023/2025 tanggal 11 Februari 2025.

Laporan ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018.

Berdasarkan lingkup pekerjaannya, hasil laporan ini disampaikan dalam urutan bab sebagai berikut:

    1)   Pendahuluan
    2)   Analisa Kelayakan Pasar
    3)   Analisa Kelayakan Teknis
    4)   Analisa Pola Bisnis
    5)   Analisa Kelayakan Model Manajemen
    6)   Analisa Kelayakan Keuangan


                                                 ii
Page 3

          
Page 4

          
Page 5

          
Page 6
                            RINGKASAN EKSEKUTIF
Latar Belakang

PT Manggung Polahraya Tbk (“MANG”/ “Perusahaan”) telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Tobing
Panuturi dan Rekan (“TOPAZ”), sebagai Penilai Independen berdasarkan surat izin usaha dari menteri
keuangan No. 387/KM.1.2020 untuk memberikan pendapat atas kelayakan rencana penambahan
kegiatan usaha sesuai dengan surat penawaran nomor 0902/MK.B/KJPP-TOPAZ/IX/2024 tanggal 24
September 2024 berupa penambahan bidang usaha sesuai dengan KBLI No. 41018, KBLI 41011, KBLI
41012, KBLI 41014, KBLI 42201, KBLI 43120 yang mana Perusahaan akan menambah kegiatan
usahanya yaitu aktivitas konstruksi gedung tempat hunian hiburan dan olahraga, konstruksi gedung
hunian, konstruksi gedung perkantoran, konstruksi gedung perbelanjaan, konstruks jaringan irigasi dan
drainase dan konstruksi khusus penyiapan lahan.

Kami telah menerbitkan laporan dengan No. 0101/2.0171-00/BS-FS/I/2025 tanggal 15 Januari 2025 dan
mengacu atas tanggapan OJK terkait Perubahan dan/ atau Tambahan Informasi atas Rencana
Perubahan Kegiatan Usaha PT Manggung Polahraya Tbk No.S-37/PM.023/2025 tanggal 11 Februari
2025, kami telah menerbitkan Kembali laporan dengan No. 0201/2.0171-00/BS-FS/II/2025 tanggal 14
Februari 2025.

Studi ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan oleh MANG, ditinjau dari berbagai aspek yang
meliputi aspek makro, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek
keuangan. Selain itu, Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan usaha utama mengacu pada
kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.

Status Penilai

Penilai adalah Rekan dari Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi Dan Rekan Dengan Kualifikasi
Sebagai Berikut :
Nama Penilai/Konsultan          : Prasetyo Djoko Sasongko.M.B.A.,M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai                : B.1-14.00395
No. STTD Pasar Modal            : STTD.PB-24/PJ-1/PM.2/2023
No. MAPPI                       : 07-S-02115
Klasifikasi Izin                : Penilai Bisnis (B)

KJPP Tobing Panuturi dan Rekan (TOPAZ”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.

Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Studi Kelayakan, ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Studi Kelayakan. TOPAZ juga tidak



                                                 vi
Page 7
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan Studi
Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan
jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

Identitas Pemberi Tugas

Pemberi tugas sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah :

 Nama Perusahaan                     :   PT Manggung Polahraya Tbk
 Jenis Usaha                         :   Konstruksi
 Alamat                              :   Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Desa/
                                         Kelurahan Pondok Pinang, Kec. Kebayoran
                                         Lama, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
                                         DKI Jakarta.
 Nomor telepon                       :   +62 21 765 1344
 Faksimili                           :   +62 21 765 0531
 Email                               :   info@manggungpolahraya.co.id

Identitas Pengguna Laporan

Pengguna laporan sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah :

 Nama Perusahaan                     :   PT Manggung Polahraya Tbk
 Jenis Usaha                         :   Konstruksi
 Alamat                              :   Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Desa/
                                         Kelurahan Pondok Pinang, Kec. Kebayoran
                                         Lama, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
                                         DKI Jakarta.
 Nomor telepon                       :   +62 21 765 1344
 Faksimili                           :   +62 21 765 0531
 Email                               :   info@manggungpolahraya.co.id

Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru

TOPAZ telah menyusun Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI baru dengan :

Nomor Laporan          : 0101/2.0171-00/BS-FS/I/2025
Tanggal                : 15 Januari 2025

Objek Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru

Bahwa Objek studi Kelayakan sesuai dengan infromasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas adalah Jasa
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan bidang usaha sebagai
berikut :

   1.   KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
   2.   KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
   3.   KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
   4.   KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
   5.   KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase


                                               vii
Page 8
    6. KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan

Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru

Maksud studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah memberikan pendapat atas kelayakan
penambahan kegiatan usaha Perusahaan sehubungan Rencana Penambahan KBLI 41018 : Konstruksi
Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga, KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian, KBLI 41012 :
Konstruksi Gedung Perkantoran, KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan, KBLI 42201 :
Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase, KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan, tidak untuk
bentuk rencana transaksi lainnya, serta tidak dimaksudkan untuk kepentingan perpajakan, jual beli,
perbankan, dan tujuan lainnya. Laporan studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas
Jasa Keuangan (OJK).

Studi kelayakan ini mengacu kepada kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik
Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330
Edisi Revisi Tahun 2020.

Tujuan laporan ini adalah melakukan studi kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI untuk keperluan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tanggal Studi Kelayakan dan Masa Berlaku

Tanggal pisah batas (cut off date) adalah per 30 September 2024, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua) POJK No.
17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal
analisis dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada Maret 2025.

Jenis Mata Uang yang Digunakan

Dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

Metodologi Penyusunan

Penyusunan studi kelayakan ini dilakukan melalui 2 pendekatan. Setiap pendekatan dihubungkan dan
dikonfirmasikan satu dengan yang lainnya, sehingga menghasilkan studi yang komprehensif. Adapun
pendekatan penyusunan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut :
 a. Pengumpulan Data dan Informasi
 b. Analisa Data
 c. Penyusunan Laporan Penilaian

Ruang Lingkup Penugasan Studi dan Independensi Kosultan

Sebagai KJPP yang telah ditunjuk oleh pemberi tugas untuk menyusun laporan studi kelayakan ini, kami
berkomitmen untuk mematuhi ketentuan yang diatur dalam POJK 17 tahun 2020 dan SEOJK 17 tahun
2020. Studi kelayakan ini bertujuan untuk memberikan analisis menyeluruh yang mencakup Analisa
Kelayakan Pasar, Analisa Kelayakan Teknis, Analisa Pola Bisnis, Analisa Kelayakan Model Manajemen,


                                                 viii
Page 9
dan Analisa Kelayakan Keuangan. Kami memahami bahwa penugasan ini tidak hanya menutut
pemahaman mendalam mengenai objek studi, tetapi juga penerapan metodologi yang sesuai untuk
menghasilkan laporan yang kredibel dan akurat.

Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perusahaan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan
dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai yang tercantum pada proposal penawaran Nomor 0902/MK.B/KJPP-
TOPAZ/IX/2024 tanggal 24 September 2024 yang sudah ditandatangani oleh perusahaan pada 24
September 2024.

Asumsi dan Asumsi Khusus

Asumsi
Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan asumsi
khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan di mana studi kelayakan diperlukan.

Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal studi kelayakan
atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi pada tanggal
studi kelayakan. Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang
akan mempengaruhi nilai.

Dalam pelaksanaan penugasan, Studi akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima sebagai
fakta dalam konteks penugasan.

Kondisi Pembatas

Pembatasan pada studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:

1.   Laporan Studi Kelayakan merupakan hasil analisis TOPAZ atas rencana penambahan Kegiatan
     Usaha MANG yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan ketentuan Peraturan
     Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Materal dan Perubahan
     Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
     dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
     Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
     Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
2.   Besaran investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan pertimbangan
     manajemen dengan tetap memperhatikan data pasar.
3.   Penyusunan laporan studi ini merupakan intepretasi kami atas data dan informasi yang diperoleh
     dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi
     yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi sesuai atau kondisi tertentu yang
     mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan
     pemerintah yang baru maupun perubahan-perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial,
     dan ekonomi.
4.   Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau kesimpulan
     yang terjadi karena adanya data atau informasi MANG yang relevan dan signifikan pengaruhnya
     terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau belum kami terima dari MANG.


                                                ix
Page 10
5.  Kami berasumsi bahwa MANG mentaati semua peraturan yang ditetapkan Pemerintah, khususnya
    yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
6. Kami tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh MANG. Kami
    berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset MANG, baik saat ini
    maupun di masa yang akan datang.
7. Kami berasumsi bahwa MANG telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan perpajakan,
    retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
8. Kami telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi
    Kelayakan.
9. Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan limited
    reviu per cut off date, kami peroleh dari manajemen.
10. Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
11. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
    proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (fiduciary duty).
12. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Studi Kelayakan dan kewajaran proyeksi
    keuangan.
13. Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup dan karenanya tidak
    bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait dengan
    permasalahan lingkungan.
14. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.
15. Konsultan bertanggung jawab pada laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari laporan
    ini.

Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan studi kelayakan ini
sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat
informasi rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan
Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan Laporan ini harus
mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP Tobing Panuturi dan Rekan serta Pemberi Tugas.

Tanda tangan Penilai Publik dan cap basah TOPAZ yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi
Kelayakan yang dihasilkan.

Konfirmasi Bahwa Objek Studi Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka Waktu 2 (dua) Bulan

Dengan ini, Pemberi Tugas memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
dianalisis oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi yang
sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan). Apabila Pemberi Tugas terbukti
memberikan informasi yang tidak benar, maka Laporan Studi Kelayakan dinyatakan tidak berlaku.

Tidak ada KJPP berizin selain KJPP TOPAZ yang diminta oleh Pemberi Tugas dalam waktu yang
bersamaan untuk melakukan studi kelauakan atas objek yang dimaksud, sampai Laporan Studi
Kelayakan diterbitkan.




                                                   x
Page 11
Hasil Analisis Kelayakan Penambahan KBLI Baru

Berikut adalah hasil analisis kelayakan penambahan KBLI baru :

1. Kelayakan Pasar :
   Mengacu pada perkembangan pasar industri konstruksi di Indonesia secara umum, pangsa pasar,
   serta adanya perencanaan dan strategi pemasaran yang baik, dapat disimpulkan bahwa kegiatan
   usaha baru mempunyai prospek yang cukup cerah dimasa yang akan datang.

    Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Penambahan KBLI baru, maka
    disimpulkan bahwa aspek pasar ini adalah layak.

2. Kelayakan Teknis :
   Kelayakan teknis ditinjau dari sisi pengalaman, ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia,
   MANG memiliki keahlian khusus dalam bidang pondasi, jasa pembongkaran gedung (demolition),
   serta pembangunan infrastruktur dan gedung. Dengan komitmen yang kuat selama lebih dari dua
   dekade, MANG telah berkontribusi secara signifikan dalam proses pembangunan bangsa.

    Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dimana MANG memiliki kapasitas dan pengalaman
    yang mencukupi dan MANG berencana untuk menambah KBLI dengan tujuan memperluas jenis
    pekerjaan, maka disimpulkan bahwa aspek teknis ini adalah layak.

3. Kelayakan Pola Bisnis :
   Kelayakan pola bisnis ditinjau dari sisi keunggulan kompetitif perusahaan dalam kegiatan konstruksi
   gedung, kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah, dan kemampuan perusahaan
   untuk memitigasi risiko persaingan, sehingga perusahaan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan
   berkelanjutan.

    Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dari manajemen perusahaan dalam rencana
    penambahan KBLI baru, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis yang akan dilakukan oleh
    perusahaan adalah layak.

4. Kelayakan Model Manajemen :
   Berkaitan dengan perubahan kegiatan usaha Perseroan yaitu penambahan KBLI baru, perusahaan
   telah memiliki sejumlah tenaga ahli yang telah melaksanakan berbagai proyek konstruksi dengan
   hasil kerja berkualitas baik. perusahaan memandang sumber daya manusia yang kompeten dan
   profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan visi dan misinya dan akan dikembangkan
   secara berkesinambungan, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru dari aspek model
   manajemen adalah layak.

5. Kelayakan Keuangan :

    Tinjauan Kinerja Keuangan

    Analisa terhadap kinerja keuangan Perusahaan dilakukan berdasarkan kepada laporan keuangan
    untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh
    Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara, Sugeng Pamudji & Rekan nomor
    00045/0946/AU.1/03.1052-6/1/VI/2023 tanggal 16 Juni 2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian,
    Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020-31 Desember
    2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara, Sugeng Pamudji dan


                                                 xi
Page 12
Rekan dengan nomor laporan 00044/0946/AU.1/03/1052-5/1/VI/2023 tanggal 16 Juni 2023 dengan
opini wajar tanpa modifikasian, Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31
Desember 2022 yang telah di state kembali dalam laporan audit tahun 2023, laporan keuangan
perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Heru Satria Rukmana & Rekan nomor 00015/2.1352/AU.1/03/1520-1/1/III/2024
tanggal 26 Maret 2024 dengan opini wajar tanpa modifikasian dalam hal yang material dan laporan
keuangan perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 30 September 2024 yang telah di reviu oleh
Kantor Akuntan Publik Johannes Juara & Rekan tanggal 22 November 2024.

Berikut ringkasan laporan keuangan beserta rasio laporan keuangan :

Laporan Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain

                                                                                                      (Ribuan Rupiah)

                     31 Des 2019       31 Des 2020       31 Des 2021       31 Des 2022     31 Des 2023     30 Sept 2024
      Uraian

                                                                                                             Limited
                        Audit             Audit             Audit             Audit           Audit
                                                                                                              Reviu
 Pendapatan            72.520.662        51.486.484         32.725.357       13.985.008      59.597.519      44.916.842
 Beban Pokok
                      (59.927.100)      (41.506.532)      (20.993.381)      (13.361.409)    (45.064.840)    (31.828.883)
 Pendapatan
 Laba Bruto            12.593.562         9.979.952         11.731.975          623.599      14.532.679      13.087.959


 Beban Penjualan        (412.122)         (487.773)                    -        (23.114)        (16.073)      (242.284)
 Beban umum dan
                       (8.904.292)       (9.760.629)       (7.078.924)       (9.647.161)     (8.963.324)    (10.389.775)
 administrasi
 Beban lain-lain                   -                 -                 -      (218.487)       (211.854)         (67.140)
 Pendapatan lain-
                        (911.500)            44.057          2.043.455           87.349          25.124                 -
 lain
 Laba (Rugi)
 sebelum beban
                        2.365.647         (224.392)          6.696.506       (9.177.814)      5.366.552       2.388.760
 keuangan dan
 Pajak


 Beban keuangan        (2.057.450)        (624.605)        (3.063.690)       (2.109.189)     (2.983.646)     (1.962.352)
 Laba (Rugi)
 Bersih Sebelum           308.197         (848.997)          3.632.816      (11.287.003)      2.382.906         426.408
 Pajak

 Pajak
                                   -                 -                 -      (135.537)      (1.082.123)      (158.548)
 Penghasilan Final
 Pajak tangguhan       (1.400.126)       (1.202.369)         (694.461)          796.380       (128.069)       (154.723)
 Laba (Rugi)
 Bersih Periode        (1.091.929)       (2.051.366)         2.938.355      (10.626.160)      1.172.713         113.136
 Berjalan
 Penghasilan
 (Rugi)
 Komprehensif
 lain



                                                  xii
Page 13
                      31 Des 2019       31 Des 2020       31 Des 2021       31 Des 2022       31 Des 2023       30 Sept 2024
      Uraian

                                                                                                                  Limited
                         Audit             Audit             Audit             Audit             Audit
                                                                                                                   Reviu
 Pos-Pos yang
 Tidak Akan
 Direklasifikasi ke
 Laba Rugi
 Selisih Penilaian
 Kembali Aset
 Tetap                              -                 -                 -     16.715.574                    -               -
 Keuntungan
 (Kerugian)
 Aktuarial atas
 Kewajiban
 Imbalan Pasca-
 Kerja                    (13.365)           143.177           (10.072)        (224.308)            97.275          135.492

 Pengaruh Pajak
 Penghasilan                        -                 -                 -     (3.628.079)         (51.687)          (29.808)



 Pos-Pos yang
 Akan
 Direklasifikasi ke
 Laba Rugi
 Selisih Penilaian
 Kembalian Aset
 Tetap                              -                 -       3.623.334                   -                 -               -
 Jumlah
 Penghasilan
 Komprehensif
 Lain                     (13.365)           143.177          3.613.262       12.863.187            45.587          105.684
 Jumlah
 Penghasilan
 (Rugi)
 Komprehensif
 Periode Berjalan       (1.105.294)       (1.908.189)         6.551.617        2.237.027         1.218.301          218.820

  Laba (Rugi) per
 Saham
                         (727.953)        (1.367577)          1.960.381        (188.033)                 0,91           0,06
 Dasar/Dilusian
 (Rupiah Penuh)
 Sumber : Laporan Keuangan MANG

Pendapatan
Perusahaan bergerak dibidang industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan besar dan eceran,
dengan lingkup kegiatan usaha utama perusahaan meliputi konstruksi bangunan sipil jalan,
konstruksi gedung pendidikan, konstruksi gedung lainnya. Berdasarkan bidang tersebut, Perusahaan
memperoleh pendapatan dari kontruksi gedung dan bangunan, pembangunan infrastruktur jalan,
produksi aspal hotmix dan produksi beton ready mix.

Jika dilihat dari perjalanan laporan keuangan perusahaan dalam kurun waktu 5 tahun yaitu sejak
tahun 2019 sampai dengan 2023, pendapatan cenderung mengalami fluktuasi. Tahun 2019


                                                   xiii
Page 14
Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp72.520.662 ribu sedangkan di tahun berikutnya
sampai dengan tahun 2022 cenderung mengalami penurunan, di tahun 2022 Perusahaan
membukukan pendapatan sebesar 13 miliar hal ini dikarenakan adanya pandemi covid 19 yang
diakibatkan oleh lambatnya pertumbuhan konstruksi di Indonesia yang berimbas kepada
Perusahaan. Akan tetapi tahun 2023 kondisi mulai menunjukkan perbaikan sehingga Perusahaan
berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp59.597.519 ribu. Dampak pandemi covid 19 selain
berdampak pada pendapatan, hal ini pun berdampak pada biaya-biaya, sehingga efisiensipun
diupayakan oleh Perusahaan agar usaha tetap berjalan. Hal tersebut dapat dilihat dari fluktuasinya
laba bruto yang dicatatkan oleh Perusahaan.

Beban pokok terhadap pendapatan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 2023 rata-
rata sebesar 79,71%, dimana beban tertinggi terhadap pendapatan yaitu pada tahun 2022 sebesar
95,54%, dimana terdapat beban yang harus dibayarkan melampaui pendapatan yang diperoleh.
Seperti pada produksi aspal hotmix dimana pendapatan yang diperoleh sebesar Rp4.418.362 ribu
akan tetapi beban yang harus dikeluarkan sebesar Rp4.840.702 ribu dan produksi beton ready mix
sebesar Rp1.979.621 ribu sedangkan beban yang harus dikeluarkan mencapai Rp2.168.848 ribu.

Laba bruto terhadap pendapatan rata-rata sebesar 20,29%, dimana selama periode historis rasio
terendah yaitu pada tahun 2022 hanya mencapai 4,46%.

Laba Sebelum Pajak
Selama periode historis yaitu 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023, rata-rata laba
sebelum pajak terhadap pendapatan sebesar 6%, dimana porsi terbesar pada beban umum dan
administrasi. Dimana beban umum dan administrasi cenderung mengalami kenaikan, adapun di
tahun 2021 terdapat penurunan yang disebabkan adanya efisiensi terhadap biaya gaji dan tunjangan,
biaya keperluan kantor, biaya representasi, biaya perawatan aset kantor, sumbangan sosial dan
beban kerugian piutang.

Laba Bersih Tahun Berjalan
Laba bersih tahun berjalan PT Manggung Polahraya Tbk mengalami fluktuasi selama periode 31
Desember 2019 hingga 31 Desember 2023. Pada tahun 2019 dan 2020, perusahaan membukukan
rugi masing-masing sebesar Rp1.091.929 ribu dan Rp2.051.366 ribu akibat dampak pandemi Covid-
19 serta kebijakan pemerintah yang memperlambat industri konstruksi. Pada tahun 2021,
perusahaan mulai membukukan laba sebesar Rp2.938.355 ribu, namun kembali mengalami kerugian
sebesar Rp10.626.160 ribu pada tahun 2022 akibat penurunan pendapatan dan tingginya biaya
operasional, sehingga efisiensi dilakukan secara signifikan. Kondisi ini mulai membaik pada tahun
2023 dengan laba sebesar Rp1.172.713 ribu.

Margin laba setelah pajak perusahaan mengalami tren negatif dari tahun 2019 hingga 2022,
sebelum akhirnya menjadi positif sebesar 0,06% pada tahun 2024. Pada tahun 2019 dan 2020,
margin laba setelah pajak masing-masing adalah -1,51% dan -3,98%, dipengaruhi oleh dampak
pandemi dan penurunan signifikan dalam pendapatan. Pada tahun 2021, margin laba setelah pajak
sempat positif sebesar 8,98%, namun kembali negatif pada tahun 2022 sebesar -75,98% akibat
penurunan pendapatan dan meningkatnya beban operasiona. Faktor utama yang menyebabkan
fluktuasi margin laba setelah pajak ini adalah:

  a. Penurunan Pendapatan: Pada tahun 2020 dan 2022, perusahaan mengalami penurunan
     pendapatan yang signifikan sehingga laba bersih menjadi negatif, yang berdampak pada
     margin laba setelah pajak yang negatif.




                                             xiv
Page 15
  b. Beban Pajak yang Tinggi: Pada tahun 2022, perusahaan mencatatkan beban pajak
     penghasilan final dan pajak tangguhan yang cukup tinggi, sehingga laba bersih setelah pajak
     menjadi negatif meskipun pendapatan mulai meningkat.
  c. Beban Keuangan yang Berfluktuasi: Beban keuangan menunjukkan fluktuasi selama periode
     tersebut, dengan kenaikan yang cukup tinggi pada tahun 2022 akibat peningkatan utang bank
     dan liabilitas pajak tangguhan, yang mempengaruhi laba setelah pajak.
  d. Pemulihan Ekonomi dan Efisiensi Operasional: Pada tahun 2023 dan 2024, perusahaan
     mulai menunjukkan pemulihan dengan pendapatan yang meningkat dan upaya efisiensi
     biaya yang lebih baik, sehingga margin laba setelah pajak kembali positif.

Berdasarkan data laporan keuangan PT Manggung Polahraya Tbk, perhitungan laba (rugi) per
saham dasar dan dilusian menunjukkan fluktuasi yang signifikan dalam periode 2019 hingga 2024,
mencerminkan dinamika kinerja keuangan perusahaan. Laba (rugi) per saham dasar dan dilusian
dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah saham yang beredar. Dalam hal ini, fluktuasi
yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, termasuk perubahan laba bersih dan
perubahan modal saham yang signifikan.

Pada tahun 2019 dan 2020, perusahaan mencatatkan rugi bersih sehingga laba per saham dasar
dan dilusian menjadi negatif. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan pendapatan akibat dampak
pandemi Covid-19 serta tingginya beban pokok pendapatan yang menyebabkan laba bersih negatif.
Pada tahun 2021, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2.938.355 ribu,
sehingga laba per saham dasar dan dilusian menunjukkan hasil positif. Namun, pada tahun 2022,
laba per saham kembali negatif akibat kerugian sebesar Rp10.626.160 ribu yang disebabkan oleh
penurunan pendapatan yang signifikan dan meningkatnya beban operasional.

Pada tahun 2023, perusahaan berhasil membalikkan kinerja dengan membukukan laba bersih
sebesar Rp1.172.713 ribu, sehingga laba per saham dasar dan dilusian kembali positif. Kondisi ini
mencerminkan adanya pemulihan ekonomi dan upaya efisiensi operasional yang lebih baik. Pada
tahun 2024, meskipun laba bersih perusahaan masih rendah sebesar Rp113.136 ribu, laba per
saham dasar dan dilusian tetap positif, mencerminkan perbaikan kinerja dibandingkan periode
sebelumnya.

Fluktuasi dalam laba (rugi) per saham dasar dan dilusian juga dipengaruhi oleh perubahan modal
saham perusahaan. Pada tahun 2022, terjadi peningkatan modal saham yang signifikan dari
Rp1.500.000 ribu menjadi Rp61.000.000 ribu, yang berdampak pada peningkatan jumlah saham
yang beredar. Peningkatan ini menyebabkan dilusi laba per saham, sehingga meskipun laba bersih
meningkat, laba per saham tidak meningkat secara proporsional.

Secara keseluruhan, analisis laba (rugi) per saham dasar dan dilusian menunjukkan bahwa kinerja
profitabilitas perusahaan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi pendapatan, beban operasional, dan
perubahan modal saham. Untuk meningkatkan laba per saham di masa depan, perusahaan perlu
mempertahankan pertumbuhan pendapatan yang stabil, mengoptimalkan efisiensi operasional,
serta mengelola struktur modal dengan lebih efektif untuk meminimalkan efek dilusi.




                                             xv
Page 16
Laporan Posisi Keuangan

                                                                                           (Ribuan Rupiah)
                        31 Des        31 Des          31 Des        31 Des        31 Des        30 Sept
                         2019          2020            2021          2022          2023          2024
        Uraian
                                                                                                Limited
                         Audit        Audit            Audit         Audit         Audit
                                                                                                 Reviu
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan setara kas      9.614.487    1.820.231        978.024       1.838.978     3.258.088     2.765.022
 Piutang usaha           9.027.831    8.798.533      15.977.161      6.719.648    17.570.218    44.836.746
 Piutang lain-lain      19.045.493   17.817.677      11.651.962     13.731.084     8.832.025     7.760.511
 Persediaan              2.788.764    2.276.457       8.434.184       198.106       221.673       380.954
 Proyek dalam
                        10.178.804   19.665.028      17.839.074     40.797.508    34.926.933    20.120.640
 pelaksanaan
 Pajak dibayar dimuka    2.016.939    3.106.040        220.470               -             -              -
 Dana titipan proyek      509.764     1.078.321       1.233.897       518.721              -    75.298.027
 Beban yang
                                 -              -              -     1.101.779     2.579.475              -
 ditangguhkan
 Jumlah Aset Lancar     53.182.082   54.562.287      56.334.772     64.905.824    67.388.411   151.161.899


 Aset Tidak Lancar
 Aset tetap - bersih    28.388.763   25.025.915      22.282.055     37.539.020    33.621.975    31.908.931
 Aset Tidak Lancar
                                 -              -              -      435.037       435.337       435.337
 Lainnya
 Aset pajak tangguhan            -              -     1.242.264              -             -              -
 Jumlah Aset Tidak
                        28.388.763   25.025.915      23.524.319     37.974.057    34.057.312    32.344.269
 Lancar
 Jumlah Aset            81.570.846   79.588.202      79.859.091    102.879.880   101.445.724   183.506.168


 Liabilitas dan
 Ekuitas
 Liabilitas
 Liabilitas Jangka
 Pendek
 Utang bank             21.916.705   24.147.650      16.563.213     26.577.573    22.445.160    22.586.536
 Utang Usaha             3.293.607    1.914.285       1.112.319              -             -     2.177.194
 Utang sewa
                                 -              -      214.299        580.900              -              -
 pembiayaan
 Bagian Lancar atas
 Liabilitas Jangka               -              -              -             -             -     1.391.747
 Panjang
 Utang pajak                     -     232.173           1.118       2.236.430     3.384.916     5.405.097
 Biaya yang masih
                         1.180.570       4.700        1.949.257       325.549       880.765       789.065
 harus dibayar
 Jumlah Liabilitas
                        26.390.882   26.298.808      19.840.207     29.720.452    26.710.841    32.349.639
 Jangka Pendek

 Liabilitas Jangka
 Panjang Panjang



                                               xvi
Page 17
                        31 Des        31 Des           31 Des        31 Des        31 Des        30 Sept
                         2019          2020             2021          2022          2023          2024
        Uraian
                                                                                                 Limited
                         Audit        Audit             Audit         Audit         Audit
                                                                                                  Reviu
 Liabilitas Imbalan
                                 -              -      1.189.420      1.503.503     1.683.116     1.869.975
 pasca-kerja
 Liabilitas Pajak
                                 -              -               -     1.589.434     1.766.975     1.951.507
 Tangguhan
 Kewajiban Imbalan
                          990.635                               -             -             -     2.441.054
 Pasca-Kerja                          1.021.620
 Jumlah Liabilitas
                          990.635     1.021.620        1.189.420      3.092.938     3.450.092     6.262.535
 Jangka Panjang
 Jumlah Liabilitas      27.381.518   27.320.427       21.029.627     32.813.389    30.160.932    38.612.175


 Ekuitas
 Modal saham             1.500.000    1.500.000        1.500.000     61.000.000    61.000.000    76.250.000
 Agio saham                      -              -               -             -             -    58.140.382
 Penghasilan
                                 -              -      3.621.118     16.484.306    16.529.893    16.635.577
 komprehensif lain
 Laba ditahan           52.689.328   50.767.774       53.708.345     -7.417.815    -6.245.101    -6.131.965
 Jumlah ekuitas         54.189.328   52.267.774       58.829.464     70.066.491    71.284.792   144.893.993
 Jumlah kewajiban
                        81.570.846   79.588.202       79.859.091    102.879.880   101.445.724   183.506.168
 dan ekuitas
Sumber : Laporan keuangan Audit MANG

Aset
Jumlah aset dari tahun ke tahun atau sejak periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023 cenderung mengalami kenaikan. Kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada tahun
2022 yaitu sebesar 28,83% dari tahun 2021, kenaikan disebabkan adanya proyek baru yang baru
dimulai tahun 2022 dimana proyek dalam pelaksanaan mencapai Rp40.797.508 ribu, jika
dibandingkan tahun 2021 yang hanya sebesar Rp17.839.074 ribu serta adanya penambahan pada
aset tetap berupa tanah sebesar Rp119.125 ribu, bangunan sebesar Rp1.700.000 ribu, peralatan
proyek sebesar Rp18.000 ribu dan inventaris kantor sebesar Rp18.507 ribu serta adanya aset tidak
lancar lainnya berupa fasilitas lapangan tenis meja untuk warga sekitar kantor sebesar Rp435.037
ribu.

Liabilitas dan Ekuitas
Jika dilihat dari sisi liabilitas selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023
total liabilitas cenderung mengalami kenaikan, dimana kenaikan tertinggi pada tahun 2022 yaitu
mencapai 56,03% dari tahun 2021. Kenaikan ini disebabkan meningkatnya utang bank, utang sewa
pembiayaan, utang pajak, liabilitas imbalan paska kerja dan liabilitas pajak tangguhan. Untuk
ekuitas, cenderung mengalami kenaikan yang disebabkan adanya penambahan modal saham yang
sebelumnya sebesar Rp1.500.000 ribu menjadi Rp61.000.000 ribu di tahun 2022 serta Perusahaan
masih membukukan kerugian.

Ringkasan Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan laporan posisi keuangan PT Manggung Polahraya Tbk, jumlah aset perusahaan
menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun dalam periode 31 Desember 2019 hingga 31
Desember 2023. Kenaikan yang paling signifikan terjadi pada tahun 2022 dengan peningkatan
sebesar 28,83% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya proyek



                                               xvii
Page 18
dalam pelaksanaan yang meningkat secara signifikan, serta penambahan aset tetap berupa tanah,
bangunan, peralatan proyek, dan inventaris kantor.

Dari sisi liabilitas, total kewajiban perusahaan juga mengalami kenaikan selama periode yang sama.
Peningkatan tertinggi tercatat pada tahun 2022 dengan kenaikan sebesar 56,03% dibandingkan
tahun 2021. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya utang bank, utang sewa pembiayaan,
utang pajak, serta liabilitas imbalan pasca-kerja dan pajak tangguhan. Meskipun liabilitas
meningkat, perusahaan menunjukkan pengelolaan likuiditas yang semakin baik, tercermin dari rasio
lancar yang meningkat signifikan pada tahun 2024 menjadi 4,67, menunjukkan penguatan posisi
likuiditas secara keseluruhan.

Sementara itu, ekuitas perusahaan juga memperlihatkan tren kenaikan yang positif, terutama
karena adanya penambahan modal saham yang signifikan pada tahun 2022, yaitu dari Rp1.500.000
ribu menjadi Rp61.000.000 ribu. Namun, perusahaan masih membukukan kerugian pada beberapa
periode yang mempengaruhi laba ditahan. Dari segi profitabilitas, rasio margin laba bruto dan
margin laba operasi berfluktuasi selama periode tersebut. Margin laba bruto tertinggi terjadi pada
tahun 2021 sebesar 35,85%, sedangkan yang terendah pada tahun 2022 sebesar 4,46%,
mencerminkan variabilitas kinerja operasional perusahaan.

Secara keseluruhan, laporan posisi keuangan PT Manggung Polahraya Tbk menunjukkan adanya
pertumbuhan dalam aset dan ekuitas, meskipun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan
liabilitas dan profitabilitas.

Laporan Arus Kas
                                                                                                  (Ribuan Rupiah)
                         31 Des       31 Des           31 Des         31 Des        31 Des            30 Sept
       Uraian
                          2019         2020             2021           2022          2023               2024
                          Audit        Audit            Audit          Audit         Audit         Limited Reviu


 Kas Bersih yang
 Diperoleh dari
                        (2.922.085)   (9.849.178)       6.750.427    (13.483.473)    3.125.711       (76.767.088)
 (Digunakan untuk)
 Aktivitas Operasi
 Kas Bersih yang
 Diperoleh dari
                       (12.827.817)    (176.023)           (8.197)    (2.234.754)    4.484.408           672.840
 (Digunakan untuk)
 Aktivitas Investasi
 Kas Bersih yang
 Diperoleh dari
 (Digunakan untuk)      15.900.000     2.230.945       (7.584.437)    16.579.181    (6.191.009)       75.601.182
 Aktivitas
 Pendanaan

 Kenaikan Bersih
 Kas dan Setara            150.098    (7.794.255)       (842.207)        860.954     1.419.110         (493.066)
 Kas
 Kas dan Setara Kas
                         9.464.389     9.614.487        1.820.231        978.024     1.838.978         3.258.088
 Awal Periode
 Kas dan Setara
                         9.614.487     1.820.231          978.024      1.838.978     3.258.088         2.765.022
 Kas Akhir Periode
Sumber : Laporan Keuangan MANG




                                               xviii
Page 19
Arus kas dari aktivitas operasi
Kegiatan aktivitas ini diperoleh dari penerimaan pelanggan serta pembayaran-pembayaran. Adapun
tahun 2024 kas dari aktivitas operasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan cukup tinggi yaitu sebesar
Rp76.767.088 ribu yang disebabkan meningkatnya beban operasional.

Arus kas dari aktivitas investasi
Tahun 2024 perusahaan menunjukkan adanya kas masuk dari aktivitas investasi sebesar
Rp672.840 ribu yang diperoleh dari adanya penerimaan piutang lain-lain sebesar Rp1.210.368.890
ribu.

Arus kas dari aktivitas pendanaan
Tahun 2024 perusahaan menunjukkan adanya kas masuk dari aktivitas pendanaan sebesar
Rp75.601.182 ribu dimana adanya uang masuk dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp
7.404.267.895 ribu, modal disetor Rp 15.250.000 ribu, dan penambahan beban yang ditangguhkan
Rp 58.140.381 ribu.

Rasio Keuangan

                                         31 Des         31 Des   31 Des   31 Des    31 Des   30 Sept
                                          2019           2020     2021     2022      2023     2024
                Uraian
                                                                                             Limited
                                         Audit          Audit    Audit     Audit    Audit
                                                                                              Reviu
 Rasio Likuiditas
 Rasio Lancar                      X       2,02           2,07     2,84      2,18     2,52      4,67
 Rasio Cepat                       X       1,91           1,99     2,41      2,18     2,51      4,66
 Rasio Kas                         X       0,36           0,07     0,05      0,06     0,12      0,09

 Rasio Aktivitas
 Rasio Perputaran Piutang Usaha    X          8              6        2        2         3        1
 Rasio Perputaran Utang Usaha      X         18             22       19        0         0       15
 Rasio Perputaran Persediaan      Hari       17             20      147        5         2        4
 Rasio Perputaran Piutang Usaha   Hari       45             62      178      175       108      364
 Rasio Perputaran Utang Usaha     hari       20             17       19        0         0       25

 Rasio leverage
 Rasio Margin Laba Kotor           %     17,37%         19,38%   35,85%     4,46%   24,38%   29,14%
 Rasio Margin Laba Operasi         %      3,26%         -0,44%   20,46%   -65,63%    9,00%    5,32%
 Rasio Margin Laba (Rugi)          %
                                         -1,51%         -3,98%    8,98%   -75,98%   1,97%     0,25%
 Setelah Pajak
 Return on Assets                  %     -1,34%         -2,58%    3,68%   -10,33%   1,16%     0,06%
 Return On Equity                  %     -2,02%         -3,92%    4,99%   -15,17%   1,65%     0,08%
Sumber : Laporan keuangan MANG, Diolah oleh TOPAZ

Rasio Likuiditas
Likuiditas perusahaan secara keseluruhan menunjukkan tren yang positif selama periode 2019–
2024. Rasio lancar dan rasio cepat terus meningkat dari 2019 hingga 2021, mencerminkan
pengelolaan likuiditas yang semakin baik. Meskipun terjadi penurunan pada tahun 2022 akibat
kemungkinan peningkatan kewajiban jangka pendek, keduanya kembali naik di tahun 2023 dan
melonjak signifikan pada tahun 2024 (rasio lancar mencapai 4,67 dan rasio cepat mencapai 4,66).



                                                  xix
Page 20
Hal ini menunjukkan penguatan posisi likuiditas perusahaan secara keseluruhan. Di sisi lain, rasio
kas tetap rendah sepanjang periode, dengan angka tertinggi hanya 0,36 pada tahun 2019 dan 0,12
pada tahun 2023. Rendahnya rasio kas ini mengindikasikan bahwa perusahaan lebih banyak
mengandalkan aset lancar non-kas untuk melunasi kewajiban jangka pendek. Secara umum,
meskipun posisi likuiditas membaik, rendahnya rasio kas dapat menjadi perhatian jika perusahaan
menghadapi kebutuhan likuiditas mendesak.

Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas perusahaan menunjukkan adanya perubahan signifikan selama periode 2019–2024.
Rasio perputaran piutang usaha menurun drastis dari 8 kali (2019) menjadi hanya 1 kali (2024),
mengindikasikan waktu penagihan piutang yang semakin lambat, tercermin dari meningkatnya rata-
rata hari piutang dari 45 hari (2019) menjadi 364 hari (2024). Rasio perputaran utang usaha juga
mengalami penurunan, terutama pada 2022 dan 2023 di mana tidak ada perputaran utang yang
tercatat, namun kembali meningkat menjadi 15 kali dengan rata-rata hari utang 25 hari di 2024.
Rasio perputaran persediaan sempat menunjukkan ketidakseimbangan signifikan pada 2021 (147
hari) namun kembali membaik di 2023 dan 2024 (2–4 hari). Secara keseluruhan, efisiensi aktivitas
perusahaan perlu ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan piutang usaha untuk mengurangi waktu
penagihan

Rasio Leverage
Rasio aktivitas perusahaan menunjukkan adanya perubahan signifikan selama periode 2019–2024.
Rasio perputaran piutang usaha menurun drastis dari 8 kali (2019) menjadi hanya 1 kali (2024),
mengindikasikan waktu penagihan piutang yang semakin lambat, tercermin dari meningkatnya rata-
rata hari piutang dari 45 hari (2019) menjadi 364 hari (2024). Rasio perputaran utang usaha juga
mengalami penurunan, terutama pada 2022 dan 2023 di mana tidak ada perputaran utang yang
tercatat, namun kembali meningkat menjadi 15 kali dengan rata-rata hari utang 25 hari di 2024.
Rasio perputaran persediaan sempat menunjukkan ketidakseimbangan signifikan pada 2021 (147
hari) namun kembali membaik di 2023 dan 2024 (2–4 hari). Secara keseluruhan, efisiensi aktivitas
perusahaan perlu ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan piutang usaha untuk mengurangi waktu
penagihan.

Sementara itu rasio margin laba operasi PT Manggung Polahraya Tbk mengalami fluktuasi yang
cukup signifikan dalam periode 2019 hingga 2024. Pada tahun 2019, margin laba operasi sebesar
3,26%, kemudian menurun menjadi negatif (-0,44%) di tahun 2020. Peningkatan signifikan terjadi
pada tahun 2021 dengan margin laba operasi mencapai 20,46%, namun kembali mengalami
penurunan drastis menjadi negatif (-65,63%) pada tahun 2022. Pada tahun 2023 dan 2024, margin
laba operasi meningkat kembali menjadi masing-masing 9,00% dan 5,32%.

Fluktuasi ini terutama disebabkan oleh beberapa faktor utama:
 a. Pendapatan yang Berfluktuasi: Pendapatan perusahaan mengalami penurunan drastis pada
     tahun 2020 dan 2022 akibat dampak pandemi Covid-19 yang memperlambat pertumbuhan
     sektor konstruksi. Penurunan pendapatan berdampak langsung pada laba operasi yang juga
     ikut menurun.
 b. Beban Umum dan Administrasi yang Tinggi: Beban umum dan administrasi menyumbang porsi
     terbesar terhadap biaya operasional. Beban ini mengalami kenaikan yang signifikan pada
     tahun 2022 yang mencapai 68,98% terhadap pendapatan, sehingga margin laba operasi
     menjadi negatif.
 c. Efisiensi Operasional: Pada tahun 2021, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi
     operasional dengan pengurangan biaya gaji dan tunjangan, biaya kantor, dan beban kerugian




                                             xx
Page 21
   piutang, sehingga margin laba operasi meningkat signifikan. Namun, efisiensi ini tidak dapat
   dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.
d. Efek Skala Ekonomi: Fluktuasi dalam volume produksi dan penjualan memengaruhi biaya tetap
   per unit. Pada tahun 2022, penurunan volume penjualan menyebabkan biaya tetap per unit
   meningkat, yang berdampak negatif pada margin laba operasi.

Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahaan mengalami penurunan drastis
dalam periode 2019 hingga 2024, bahkan mencatatkan nilai negatif pada beberapa tahun, yang
menunjukkan rendahnya profitabilitas. Untuk mengembalikan profitabilitas, PT Manggung
Polahraya Tbk telah dan akan mengambil langkah-langkah konkret sebagai berikut:

Diversifikasi Sumber Pendapatan: Perusahaan akan melakukan diversifikasi sumber pendapatan
dengan memperluas kegiatan usaha ke sektor konstruksi gedung tempat hunian, perkantoran, dan
jaringan irigasi, yang memiliki potensi pasar yang besar dan lebih stabil.

a) Peningkatan Efisiensi Operasional: Perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi
   operasional dengan melakukan pengendalian biaya secara ketat, khususnya pada beban
   umum dan administrasi yang selama ini menjadi penyebab utama fluktuasi margin laba operasi.
b) Optimalisasi Utilisasi Aset: Perusahaan akan mengoptimalkan utilisasi aset tetap yang dimiliki,
   termasuk pabrik produksi aspal hotmix dan beton ready mix, untuk meningkatkan volume
   produksi dan efisiensi biaya per unit.
c) Pengelolaan Piutang yang Lebih Baik: Dengan memperbaiki manajemen piutang dan
   mempercepat waktu penagihan, perusahaan dapat memperbaiki rasio perputaran piutang yang
   selama ini cukup lambat, sehingga dapat meningkatkan likuiditas dan profitabilitas.
d) Restrukturisasi Utang dan Pembiayaan yang Lebih Efisien: Perusahaan berencana untuk
   melakukan restrukturisasi utang dengan suku bunga yang lebih rendah, sehingga dapat
   menurunkan beban keuangan yang selama ini cukup tinggi dan mempengaruhi laba bersih.
e) Peningkatan Efisiensi Proyek Konstruksi: Dengan mengoptimalkan manajemen proyek dan
   penerapan teknologi yang lebih efisien dalam pembangunan infrastruktur jalan dan gedung,
   perusahaan dapat meningkatkan margin laba dari proyek konstruksi.

 Analsia kelayakan proyek, dilakukan dengan membandingkan antara pengorbanan ekonomis
 yang dilakukan MANG dalam kaitannya penambahan kegiatan usaha berupa :

  a.   KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
  b.   KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
  c.   KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
  d.   KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
  e.   KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
  f.   KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan

 Kelayakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi
 dimasa mendatang dari Penambahan Kegiatan Usaha yang dihitung dari selisih dari Free Cash
 Flow To Firm MANG sebelum penambahan, dengan Free Cash Flow To Firm setelah
 penambahan. Selanjutnya dibandingkan dengan Initial investment.

 Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan
 asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :



                                            xxi
Page 22
    Net Present Value                           Rp 3.155.944.481 Project Layak
    Internal Rate of Return                              22,50% Project Layak
    Profitability Index                                     1,08 Project Layak
    Payback Period                                          2,23 Project Layak

•     Net Present Value (NPV)
      NPV merupakan selisih antara nilai sekarang dari serangkaian penerimaan dimasa yang akan
      datang dengan pengeluaran (investasi) yang dilakukan dengan menggunakan tingkat diskonto
      yang telah ditentukan. Investasi dikatakan layak apabila selisih penerimaan dan pengeluaran
      tersebut menunjukkan angka yang positif.

      NPV untuk investasi dan pelaksanaan operasional atas penambahan KBLI baru adalah positif
      sebesar Rp 3.155.944.481,- atau lebih besar dari Rp0,-, artinya penambahan KBLI baru layak
      dilaksanakan. Dalam perhitungan NPV ini Nilai Sisa termasuk dalam perhitungan.

•     Internal Rate of Return (IRR)
      Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat balikan suatu investasi dimana pada saat itu Net
      Present Value adalah 0 (Nol). Suatu Investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk
      dijalankan apabil nilai IRR lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan. Analisa Internal Rate
      of Return (IRR) pada proyek ini menghasilkan nilai perhitungan 22,50%. Dari hasil tersebut
      menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan tingkat diskonto
      (discount rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 10,79% sehingga proyek tersebut LAYAK untuk
      direalisasikan. Dalam perhitungan IRR ini Nilai Sisa tidak termasuk dalam perhitungan.

•     Profitability Indeks (P/I)
      P/I merupakan angka yang menunjukkan perbandingan antara nilai sekarang dari serangkaian
      penerimaan dimasa yang akan datang dengan pengeluaran (investasi) yang dilakukan. Suatu
      proyek dikatakan layak dan menguntungkan apabila P/I lebih besar dari 1.

      Analisis P/I yang dilakukan terhadap penambahan KBLI baru ini adalah sebesar 1,08 atau lebih
      besar dari 1, artinya kegiatan penambahan KBLI baru layak dilaksanakan.

•     Payback Period (PP)
      Profitability Index (PI) adalah metode penghitungan kelayakan proyek dengan membandingkan
      antara jumlah present value nilai arus kas dengan nilai investasi dari proyek. Dalam Perhitungan
      PI ini Nilai Sisa tidak masuk dalam perhitungan.

      Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa PI > 1 yang mana
      investasi dapat diterima. Payback Period (PP) merupakan penentuan jangka waktu yang
      dibutuhkan untuk menutup initial investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash flow
      yang dihasilkan dari proyek tersebut. Berdasarkan perhitungan dan analisa yang diperoleh,
      perusahaan akan mampu mengembalikan seluruh investasi sesudah berjalan selama 2 tahun 2
      bulan.

•     Tingkat Diskonto atau WACC (Weighted Average Cost of Capital)
      Tingkat Diskonto atau WACC (Weighted Average Cost of Capital) berkaitan erat dengan
      penambahan kegiatan usaha. Penambahan kegiatan usaha umumnya membutuhkan
      pendanaan tambahan, baik melalui utang (debt) maupun ekuitas (equity), yang akan
      memengaruhi struktur modal perusahaan dan pada akhirnya memengaruhi WACC. Jika
      perusahaan memilih pendanaan melalui utang, cost of debt (Kd) mungkin lebih rendah karena


                                                 xxii
Page 23
      adanya keuntungan pajak (tax shield) dari bunga utang. Namun, penggunaan utang yang
      berlebihan dapat meningkatkan risiko kebangkrutan dan menaikkan WACC. Sebaliknya, jika
      pendanaan dilakukan melalui ekuitas, cost of equity (Ke) cenderung lebih tinggi karena investor
      mengharapkan imbal hasil yang lebih besar akibat meningkatnya risiko bisnis dari ekspansi
      usaha. Oleh karena itu, pemilihan struktur modal yang optimal sangat penting untuk
      meminimalkan WACC dan memaksimalkan nilai perusahaan.

      Dengan NPV positif dan IRR yang lebih tinggi dari WACC, penambahan kegiatan usaha ini akan
      meningkatkan nilai perusahaan dan memberikan keuntungan bagi pemegang saham. Selain itu,
      dengan Payback Period yang singkat, perusahaan akan memperkuat posisi likuiditas dan
      mengurangi risiko investasi jangka panjang.

6. Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI Baru

   Analisis sensitivitas berutujuan untuk mengetahui seberapa sensitivitas proyeksi kinerja proyek atas
   setiap perubahan variable penting yang dipilih dimana akan mempengaruhi kelayakan proyek. Hasil
   analisis sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:

   Analisis Sensitivitas terhadap penambahan atau Incremental Capex (Capex setelah proyek
   dikurangi Capex sebelum proyek)

                                       Scenario Perubahan Penambahan atau Incremental Capex
      VARIABLE
                                 0%                 10%           75%          72%                    -20%
    Perubahan
                     (4.500.000.000)     (4.950.000.000)     (7.875.000.000)    (7.737.820.085)   (3.600.000.000)
    Penambahan
    NPV               3.155.944.481       2.717.323.749       (133.711.011)                  0     4.033.185.946
    Kelayakan                Layak               Layak         Tidak Layak     Breakeven Point            Layak

    Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan atau increamental
    Capex yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat
    Penambahan atau Increamental Capex mencapai Rp. 7.737.820,085,-- atau ada kenaikan
    penambahan atau increamental capex sebesar 72%, namun proyek menjadi tidak layak saat
    kenaikan penambahan atau increamental capex diatas 72% , dengan catatan variable lain tetap
    (ceteris paribus).

   Untuk menghindari peningkatan modal dalam proyek-proyek ini, berikut adalah beberapa strategi
   mitigasi Emiten MANG yang diterapkan, sebagai berikut:
     1. Perencanaan yang Matang
          • Anggaran Terperinci: Buat anggaran yang detail dan realistis sejak awal, mencakup
              semua biaya potensial seperti material, tenaga kerja, izin, dan biaya tak terduga.
          • Studi Kelayakan: Lakukan studi kelayakan untuk memahami risiko dan potensi biaya
              tersembunyi.
     2. Desain yang Tepat
          • Kolaborasi Awal: Bekerjasama dengan arsitek, insinyur, dan desainer sejak awal untuk
              memastikan desain yang praktis dan sesuai anggaran
          • Peninjauan Berkala: Lakukan peninjauan dan revisi desain secara berkala untuk
              menghindari perubahan besar di tengah proyek.
     3. Pengelolaan Risiko
         • Identifikasi Risiko: Identifikasi risiko potensial seperti perubahan harga material, cuaca
             buruk, dan masalah regulasi sejak awal


                                                     xxiii
Page 24
     •  Asuransi Proyek: Pertimbangkan untuk mengambil asuransi proyek yang mencakup
        berbagai risiko
     • Dalam menghadapi dinamika industri konstruksi yang akan datang, Perseroan
        menekankan pentingnya mengelola risiko dan memanfaatkan peluang yang tersedia
        untuk mencapai target yang ditetapkan. Pengelolaan risiko menjadi fokus utama, dengan
        Perseroan mengintegrasikan berbagai risiko, seperti risiko ekonomi, lingkungan, sosial,
        dan tata kelola, ke dalam proses manajemen. Langkah-langkah strategis ditekankan pada
        pemeliharaan stabilitas kinerja melalui inovasi terus menerus dalam proses konstruksi dan
        penjaminan kualitas bangunan yang tinggi. Keterlibatan aktif dalam menyesuaikan strategi
        dan kebijakan memungkinkan Perseroan untuk tetap relevan dan fleksibel dalam
        menghadapi perkembangan industri.
  4. Negosiasi dan Kontrak
      • Negosiasi Harga: Negosiasikan harga dengan pemasok dan kontraktor untuk
        mendapatkan penawaran terbaik
      • Kontrak yang Jelas: Buat kontrak yang detail dan jelas dengan semua pihak yang terlibat,
        termasuk klausul mengenai perubahan pekerjaan dan biaya tambahan
      • Kontrak dilakukan secara tertulis, sesuai dengan standar Perseroan, dan berisi pasal
        tertentu, antara lain, untuk menegakkan kepatuhan dari mitra terhadap komitmen
        antikorupsi Perseroan. Selama bekerjasama, perantara dan pelaksana pihak ketiga harus
        menjalankan perilaku bisnis yang konsisten dengan prinsip beretika Perseroan.
        Pelanggaran terhadap prinsip tersebut dapat berakibat pada putusnya kontrak secara
        sepihak oleh Perseroan.
      • Proyek dalam pelaksanaan disajikan sebesar biaya yang terjadi yang berhubungan
        langsung dengan kontrak, biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas kontrak secara
        umum dan dapat dialokasikan pada kontrak, dan biaya lain yang secara spesifik dapat
        ditagihkan ke pelanggan sesuai isi kontrak.

Dengan kontrak yang ketat ini diharapkan tidak terjadi kebocoran baik dikarenakan faktor eksternal
maupun internal. Dengan demikian strategi dapat berjalan optimal karena telah didukung oleh
sistem dan struktur yang akuntabel.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, perusahaan konstruksi dapat mengurangi risiko
pembengkakan modal dan memastikan proyek berjalan sesuai anggaran yang telah ditetapkan.

Selain meningkatnya modal, menghadapi lonjakan harga bahan baku memerlukan proyeksi biaya
yang akurat dan strategi pengendalian biaya yang efektif. Berikut adalah beberapa langkah yang
dapat diambil:

Proyeksi Biaya
 1. Analisis Tren Harga: Pantau tren harga bahan baku secara berkala untuk memprediksi
      kemungkinan kenaikan harga.
 2. Estimasi Kebutuhan: Hitung kebutuhan bahan baku berdasarkan rencana produksi untuk
      periode mendatang.
 3. Simulasi Kenaikan Harga: Buat skenario kenaikan harga dan dampaknya terhadap biaya
      produksi dan margin keuntungan.

Strategi Pengendalian Biaya
 1. Perencanaan yang Matang: Lakukan perencanaan yang tepat untuk mendapatkan perkiraan
      akurat tentang kebutuhan produksi dan pilih pemasok yang menawarkan harga kompetitif



                                            xxiv
Page 25
 2.     Pengelolaan Persediaan: Gunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) atau Just-in-
        Time (JIT) untuk mengoptimalkan jumlah bahan baku yang dipesan dan mengurangi biaya
        penyimpanan
 3.     Kontrol Kualitas: Tetapkan standar kualitas yang jelas untuk bahan baku dan lakukan
        pemeriksaan kualitas secara rutin untuk mengurangi limbah produksi
 4.     Efisiensi Proses Produksi: Tingkatkan efisiensi proses produksi dengan mengurangi
        pemborosan dan meningkatkan produktivitas
 5.     Negosiasi dengan Pemasok: Lakukan negosiasi ulang dengan pemasok untuk mendapatkan
        harga yang lebih baik atau mencari alternatif bahan baku yang lebih murah namun tetap
        berkualitas
 6.     Komunikasi dengan Pelanggan: Jika kenaikan harga tidak dapat dihindari, komunikasikan
        alasan kenaikan harga secara transparan kepada pelanggan dan berikan insentif atau
        program loyalitas untuk menjaga kepuasan pelanggan

Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan Laba Bersih (Laba Bersih setelah proyek
dikurangi Laba Bersih sebelum proyek)

                               Scenario Perubahan Penambahan atau Incremental Laba Bersih
      VARIABLE
                              0%            -10%            -20%                  -23%               -25%
 2024                 98.737.241       8.863.517      78.989.793            75.850.067         74.052.931
 2025              2.617.428.977   2.355.686.079   2.093.943.182         2.010.712.087      1.963.071.733
 2026              3.940.106.531   3.546.095.878   3.152.085.225         3.026.794.574      2.955.079.898
 2027              5.496.138.502   4.946.524.652   4.396.910.802         4.222.140.204      4.122.103.877
 2028              6.410.229.464   5.769.206.517   5.128.183.571         4.924.345.980      4.807.672.098
 NPV               3.155.944.481   1.794.442.821     432.941.161                     0      (247.809.669)
 Kelayakan                Layak           Layak           Layak       Breakeven Point        Tidak Layak

Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Laba Bersih yang
memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penambahan atau
Incremental Laba Bersih mengalami penurunan maksimal sebesar 23%, dan proyek menjadi tidak
layak saat penurunan perubahan laba bersih melampaui 23%, dengan catatan variable lain tetap
(ceteris paribus).

 Penurunan laba bersih pada perusahaan konstruksi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor
 utama, yakni:
  1. Biaya Material dan Pengiriman: Kenaikan harga bahan bangunan dan biaya pengiriman
     dapat mengurangi margin keuntungan
  2. Biaya Tenaga Kerja: Biaya tenaga kerja yang tinggi atau kekurangan tenaga kerja dapat
     meningkatkan biaya proyek
  3. Manajemen Proyek yang Tidak Efisien: Ketidakefisienan dalam manajemen proyek dapat
     menyebabkan pemborosan waktu dan sumber daya
  4. Kondisi Ekonomi: Fluktuasi ekonomi, seperti inflasi dan suku bunga, dapat mempengaruhi
     biaya proyek dan ketersediaan proyek baru
  5. Peraturan Pemerintah: Perubahan dalam peraturan dan kebijakan pemerintah dapat
     mempengaruhi biaya dan proses konstruksi

Berikut adalah beberapa strategi mitigasi risiko yang dapat diterapkan secara khusus untuk
mengurangi risiko penurunan laba pada perusahaan konstruksi:




                                             xxv
Page 26
  1) Analisis Risiko yang Mendalam:
      • Melakukan kajian risiko secara menyeluruh sebelum memulai proyek untuk
          mengidentifikasi potensi risiko yang dapat mempengaruhi laba
      • Menggunakan metode seperti SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)
          untuk memahami risiko internal dan eksternal.
  2) Perencanaan Anggaran yang Realistis:
      • Menyusun anggaran yang realistis dengan mempertimbangkan semua biaya potensial,
          termasuk biaya tak terduga
      • Memastikan adanya cadangan dana untuk mengatasi biaya tambahan yang mungkin
          muncul selama proyek berlangsung.
  3) Manajemen Kontrak yang Ketat:
      • Menyusun kontrak yang jelas dan komprehensif dengan semua pihak yang terlibat
      • Menetapkan mekanisme perubahan lingkup kerja yang jelas untuk menghindari biaya
          tambahan yang tidak terduga.
  4) Pemantauan dan Pengawasan yang Ketat:
      • Melakukan pemantauan proyek secara berkala untuk memastikan proyek berjalan
          sesuai rencana
      • Menggunakan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM) untuk memantau
          kemajuan proyek dan mengidentifikasi potensi masalah sejak dini
  5) Penggunaan Material Berkualitas:
      • Memilih material berkualitas tinggi untuk mengurangi risiko kerusakan dan perbaikan
          yang mahal.
      • Bekerja sama dengan pemasok yang terpercaya untuk memastikan ketersediaan
          material yang diperlukan.
  6) Pelatihan dan Pengembangan Karyawan:
      • Memberikan pelatihan yang memadai kepada karyawan untuk meningkatkan
          keterampilan dan pengetahuan mereka.
      • Mendorong komunikasi yang efektif dan kolaborasi antar tim untuk mengurangi
          kesalahan dan meningkatkan efisiensi.
  7) Diversifikasi Proyek:
      • Mengambil berbagai jenis proyek untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber
          pendapatan.
      • Menyusun portofolio proyek yang beragam untuk mengurangi risiko keuangan.

Analisis Sensitivitas terhadap Pendapatan setelah Penambahan Usaha

                                Scenario Perubahan Pendapatan setelah penambahan usaha
                          0%                 -0,5%               -5%         -0,4064%                 1%
 2024          80.799.142.474      80.395.146.762     76.759.185.350    80.470.764.083     81.607.133.899
 2025         202.500.000.000     201.487.500.000    192.375.000.000   201.677.013.243    204.525.000.000
 2026         212.031.125.000     210.970.969.375    201.429.568.750   211.169.402.492    214.151.436.250
 2027         238.770.700.000     237.576.846.500    226.832.165.000   237.800.304.326    241.158.407.000
 2028         278.348.625.000     276.956.881.875    264.431.193.750   277.217.379.409    281.132.111.250
 NPV            3.155.944.481        (726.734.991)  (35.670.850.239)                (0)    10.921.303.425
 Kelayakan              Layak          Tidak Layak       Tidak Layak Breakeven Point                Layak

Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa proyek akan mencapai titik impas (breakevent) jika
pendapatan setelah penambahan usaha mengalami penurunan maksimal sebesar 0,4064%.
Penurunan lebih dari itu akan membuat NPV proyek sebesar Rp3,1 miliar menjadi negatif.


                                              xxvi
Page 27
Sebaliknya, peningkatan pendapatan sebesar 1% dapat meningkatkan NPV hingga Rp10,9 miliar,
lebih dari tiga kali lipat NPV dasar. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan langkah-langkah
kehati-hatian dalam mengelola risiko penurunan pendapatan, sekaligus bersikap proaktif terhadap
peluang peningkatan pendapatan melalui diversifikasi usaha.

Pemerintah menargetkan penyediaan 3 juta unit rumah layak huni, dengan 2 juta unit di kawasan
pedesaan dan 1 juta unit di perkotaan. Program ini membuka peluang bagi perusahaan konstruksi
untuk terlibat dalam pembangunan perumahan. Dalam perencanaan hingga tahun 2028,
perusahaan fokus pada tiga segmen: proyek konstruksi jalan, proyek konstruksi gedung, dan
penyediaan aspal hotmix serta beton ready mix, dengan porsi terbesar pada konstruksi gedung.
Untuk mengantisipasi risiko dan memanfaatkan peluang yang ada, perusahaan dapat
menambahkan segmen perumahan, seperti pembangunan rumah bersubsidi (KPR), ke dalam
portofolio usahanya. Langkah ini memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan
kondisi pasar dan kebijakan pemerintah, sehingga dapat menjaga stabilitas dan pertumbuhan
pendapatan di masa mendatang.

Berikut adalah risiko dan rencana mitigasi risiko yang disebabkan oleh penurunan pendapatan lebih
dari ambang batas:

Risiko Ekonomi
  a. Inflasi: Kenaikan harga bahan baku dan tenaga kerja dapat meningkatkan biaya proyek, yang
       pada akhirnya mengurangi margin keuntungan
  b. Nilai Tukar: Fluktuasi nilai tukar mata uang dapat mempengaruhi biaya impor bahan baku
       dan peralatan

Risiko Operasional
  a. Keterlambatan Proyek: Keterlambatan dalam penyelesaian proyek dapat menyebabkan
       penalti dan biaya tambahan, serta mengurangi pendapatan yang diharapkan
  b. Kualitas Pekerjaan: Masalah kualitas dapat menyebabkan perbaikan yang mahal dan
       merusak reputasi Perusahaan

Risiko Keuangan
  a. Likuiditas: Kesulitan dalam mengelola arus kas dapat mengganggu operasi sehari-hari dan
       kemampuan untuk membayar pemasok dan karyawan
  b. Solvabilitas: Tingkat utang yang tinggi dapat meningkatkan risiko kebangkrutan jika
       pendapatan tidak mencukupi untuk memenuhi kewajiban keuangan

Risiko Pasar
  a. Persaingan: Persaingan yang ketat dapat menekan harga dan margin keuntungan
  b. Perubahan Regulasi: Perubahan dalam peraturan pemerintah atau standar industri dapat
       meningkatkan biaya kepatuhan dan mengurangi profitabilitas

Risiko Proyek
  a. Estimasi yang Tidak Akurat: Kesalahan dalam estimasi biaya dan waktu proyek dapat
       menyebabkan kerugian finansial
  b. Manajemen Risiko yang Lemah: Kurangnya manajemen risiko yang efektif dapat
       memperbesar dampak negatif dari risiko yang terjadi

Untuk mengurangi risiko dalam turunnya pendapatan pada kontrak proyek konstruksi, berikut
adalah beberapa strategi ketat dalam mitigasi risiko yang harus serius diterapkan:


                                           xxvii
Page 28
1. Rencana Pendapatan dituangkan dengan Kontrak yang detil

  a) Klausul yang Detail: Pastikan kontrak mencakup semua aspek penting seperti lingkup kerja,
      jadwal, biaya, dan mekanisme perubahan
  b) Klausul Penyelesaian Sengketa: Sertakan klausul yang mengatur mekanisme penyelesaian
      sengketa untuk menghindari konflik yang berkepanjangan
  c) Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi
      melalui lima langkah berikut:
       1) Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut:
            • Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak.
            • Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu
                 pembayaran dari barang atau jasa yang akan dialihkan.
            • Kontrak memiliki substansi komersial.
            • Besar kemungkinan entitas akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang
                 dialihkan.
    2) Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, untuk menyerahkan barang atau
        jasa yang memiliki karakteristik yang berbeda ke pelanggan.
    3) Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi potongan penjualan dan pajak
        pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
        diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.
    4) Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban pelaksanaan dengan
        menggunakan dasar harga jual masing-masing dari setiap barang atau jasa yang
        dijanjikan di kontrak.
    5) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi yaitu dengan
        menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah
        memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

2. Perencanaan Detil terhadap Pendapatan Konstruksi dan Biaya Konstruksi

  a) Pendapatan yang berhubungan dengan kontrak konstruksi diakui dengan menggunakan
     metode persentase penyelesaian. Dengan metode ini, pendapatan yang diakui setara
     dengan estimasi dari total nilai kontrak dikalikan dengan tingkat penyelesaian yang
     ditentukan dengan mengacu pada hasil survei atas pekerjaan yang telah dilaksanakan.
  b) Pendapatan kontrak terdiri dari jumlah pendapatan semula yang disetujui dalam kontrak
     dan penyimpangan dalam pekerjaan kontrak, klaim, dan pembayaran insentif sepanjang hal
     ini memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan dan dapat diukur dengan andal.
  c) Jika adanya kemungkinan bahwa kontrak akan menghasilkan kerugian pada saat
     penyelesaian kontrak, penyisihan atas kerugian yang diperkirakan hingga penyelesaian
     kontrak diakui sebagai penyisihan kini pada laporan keuangan. Kerugian diakui secara
     penuh ketika dapat diukur secara andal, terlepas dari tingkat penyelesaian.
  d) Biaya kontrak yang tidak mungkin dipulihkan diakui segera sebagai beban tahun berjalan
     pada laba rugi. Beban langsung dan beban tidak langsung proyek yang dapat dialokasikan
     ke suatu proyek tertentu, diakui sebagai beban pada proyek yang bersangkutan, sedangkan
     beban yang tidak dapat didistribusikan atau tidak dapat dialokasikan ke aktivitas proyek
     menjadi beban non-proyek (beban usaha).




                                         xxviii
Page 29
Kesimpulan Studi Kelayakan

Berdasarkan kajian analisis kelayakan terhadap aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
model manajemen, dan aspek keuangan, dengan syarat semua asumsi-asumsi yang telah diproyeksikan
dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru ini adalah layak untuk
dilaksanakan.




                                               xxix
Page 30
                                                              DAFTAR ISI
                                                                                                                                           Halaman

SURAT PENGANTAR ....................................................................................................................... ii
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................... iv
RINGKASAN EKSEKUTIF ................................................................................................................ vi
DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... xxx
DAFTAR FIGUR ................................................................................................................................. xxxii

BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Penugasan .......................................................................................................... 1
1.2 Identitas Konsultan ....................................................................................................................... 2
1.3 Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................... 2
1.4 Identitas Pengguna Laporan ........................................................................................................ 3
1.5 Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan setelah Penambahan KBLI Baru ....................... 3
1.6 Objek Studi Kelayakan terhadap Penambahan KBLI Baru .......................................................... 3
1.7 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan terhadap Penambahan KBLI Baru ................................... 3
1.8 Tanggal Efektif Studi Kelayakan dan Waktu Pelaporan .............................................................. 4
1.9 Jenis Mata Uang yang Digunakan ............................................................................................... 4
1.10 Metodologi Penyusunan Studi Kelayakan .................................................................................. 4
1.11 Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah DInilai Dalam Jangka
     Waktu 1 (satu) Bulan .................................................................................................................. 5
1.12 Tingkat Kedalam Investasi ......................................................................................................... 5
1.13 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ................................................................. 5
1.14 Ruang Lingkup Penugasan Studi dan Independensi Konsultan ................................................ 6
1.15 Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................................................... 7

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ................................................................................... 9
2.1 Gambaran Umum Perusahaan .................................................................................................... 9
2.2 Aktivitas Usaha ............................................................................................................................. 10
2.3 Struktur Permodalan .................................................................................................................... 11
2.4 Susunan Kepengurusan ............................................................................................................... 12
2.5 Legalitas dan Perizinan ................................................................................................................ 13
2.6 Tinjauan Kinerja Keuangan .......................................................................................................... 13
2.7 Informasi Invetigasi Lapangan ..................................................................................................... 28

BAB III TINJAUAN EKONOMI ........................................................................................................... 29
3.1 Kondisi Perekonomian Global ....................................................................................................... 29
3.2 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ................................................................................................. 29
3.3 Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) ........................................................................................... 31
3.4 Nilai Tukar Rupiah ......................................................................................................................... 32
3.5 Perkembangan Inflasi.................................................................................................................... 32
3.6 Perkembangan Suku Bunga ........................................................................................................ 34

BAB IV ANALISA KELAYAKAN PASAR ......................................................................................... 37
4.1 Industri Konstruksi ........................................................................................................................ 37
4.2 Prospek Industri Konstruksi .......................................................................................................... 38
4.3 Industri Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga ............................................ 39


                                                                         xxx
Page 31
4.4 Prospek Industri Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga.............................. 39
4.5 Industri Konstruksi Gedung Hunian .............................................................................................. 40
4.6 Prospek Konstruksi Gedung Hunian ............................................................................................. 40
4.7 Industri Konstruksi Gedung Perkantoran ...................................................................................... 41
4.8 Prospek Industri Konstruksi Gedung Perkantoran........................................................................ 41
4.9 Industri Konstruksi Gedung Perbelanjaan .................................................................................... 41
4.10 Prosepk Industri Konstruksi Gedung Perbelanjaan .................................................................... 42
4.11 Industri Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase ...................................................................... 42
4.12 Prospek Industri Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase ........................................................ 42
4.13 Industri Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan ............................................................................ 43
4.14 Prospek Industri Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan .............................................................. 43
4.15 Persaingan Usaha ....................................................................................................................... 43
4.16 Strategi Pemasaran..................................................................................................................... 44

BAB V ANALISA ASPEK TEKNIS ................................................................................................... 46
5.1 Bisnis MANG ................................................................................................................................. 46
5.2 Rencana Kegiatan Baru ................................................................................................................ 49
5.3 Aspek Teknis Terkait dengan Produk dan Layanan ..................................................................... 50

BAB VI ANALISA ASPEK POLA BISNIS ......................................................................................... 51
6.1 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai .......................................................................................... 51
6.2 Keunggulan Kompetitif .................................................................................................................. 51
6.3 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ................................................................................. 51
6.4 Analisa SWOT ............................................................................................................................... 52

BAB VII ANALISA ASPEK MODEL MANAJEMEN ......................................................................... 53
7.1 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Sebelum Adanya Penambahan KBLI ..... 53
7.2 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI ............................ 54
7.3 Manajemen Risiko ........................................................................................................................ 56

BAB VIII ANALISA ASPEK KEUANGAN ......................................................................................... 58
8.1 Rencana Perusahaan (“MANG”) .................................................................................................. 58
8.2 Proyeksi Laba Rugi ...................................................................................................................... 58
8.3 Proyeksi Posisi Keuangan ........................................................................................................... 62
8.4 Incremental Laporan Laba Rugi ................................................................................................... 65
8.5 Cut Off Date dalam Analisis ......................................................................................................... 68
8.6 Penetapan Tingkat Diskonto ........................................................................................................ 68
8.7 Analisis Kelayakan Proyek ........................................................................................................... 71
8.8 Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru ............................................................ 73
8.9 Kesimpulan ................................................................................................................................... 79




                                                                          xxxi
Page 32
                                                          DAFTAR FIGUR
                                                                                                                                              Halaman

Figur 1 Susunan Pemegang Saham MANG ...................................................................................... 12
Figur 2 Laporan Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain ................................................... 14
Figur 3 Laporan Posisi Keuangan ....................................................................................................... 17
Figur 4 Laporan Arus Kas .................................................................................................................. 20
Figur 5 Rasio Keuangan...................................................................................................................... 21
Figur 6 Analisis Vertikal Laba Rugi ..................................................................................................... 24
Figur 7 Analisis Vertikal Laporan Posisi Keuangan ............................................................................ 25
Figur 8 Analisis Horizontal Laba Rugi ................................................................................................. 26
Figur 9 Analisis Horizontal Laporan Posisi Keuangan ....................................................................... 26
Figur 10 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ........................... 30
Figur 11 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha .................... 31
Figur 12 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................................ 32
Figur 13 Grafik Inflasi IHK dan Komponen Tahun 2024 ..................................................................... 33
Figur 14 Grafik Ekspektasi Inflasi Tahun 2024 ................................................................................... 33
Figur 15 Peta Inflasi Daerah Tahun 2024 ........................................................................................... 34
Figur 16 Kontribusi Konstruksi pada PDB Indonesia .......................................................................... 37
Figur 17 Banyaknya Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau, 2023 ................................................... 43
Figur 18 Struktur Organisasi ............................................................................................................... 53
Figur 19 Proyeksi Laba Rugi dengan penambahan kegiatan usaha .................................................. 58
Figur 20 Proyeksi Laba Rugi tanpa penambahan kegiatan usaha ..................................................... 60
Figur 21 Proyeksi Posisi Keuangan dengan penambahan kegiatan usaha ....................................... 62
Figur 22 Proyeksi Posisi Keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha .......................................... 63
Figur 23 Proyeksi Laba Rugi ............................................................................................................... 65
Figur 24 Proyeksi Posisi Keuangan .................................................................................................... 66
Figur 25 Beta ....................................................................................................................................... 69
Figur 26 Cost of Equity ........................................................................................................................ 70
Figur 27 Perhitungan WACC ............................................................................................................... 70
Figur 28 Analisis Sensitivitas terhadap penambahan atau Increamental Capex (Capex setelah proyek
        dikurangi Capex sebelum proyek) ......................................................................................... 73
Figur 29 Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan Laba Bersih (Laba Bersih setelah
        proyek dikurangi Laba Bersih sebelum proyek)..................................................................... 75
Figur 30 Analisis Sensitivitas terhadap Pendapatan setelah Penambahan Usaha ........................... 77




                                                                          xxxii
Page 33
                                        BAB I
                                    PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang Penugasan

       PT Manggung Polahraya Tbk (“MANG”/”Perusahaan”) adalah perusahaan multi bisnis yang
       berdiri lebih dari 30 tahun dan aktif dalam pembangunan tanah air sampai saat ini. MANG
       didirikan berdasarkan Akta Notaris Ny. Esther Sulaiman, S.H., No. 3 tanggal 5 Februari 1992,
       Notaris di Cianjur. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
       dengan Surat Keputusan No. C2-857.HT.01.01.TH.94 tanggal 21 Januari 1994.

       Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan ialah
       berusaha dalam bidang industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan besar dan eceran,
       dengan lingkup kegiatan usaha utama Perusahaan meliputi konstruksi bangunan sipil jalan,
       konstruksi gedung pendidikan, konstruksi gedung lainnya, serta kegiatan usaha penunjang yang
       meliputi industri produk dari hasil kilang minyak bumi dan industri mortar atau beton siap pakai.

       Melihat potensi pertumbuhan kontruksi yang cukup menjanjikan, Perusahaan berencana
       menambah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru yaitu KBLI 41018 Kontruksi
       Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga; KBLI 41011 konstruksi Gedung hunian, KBLI
       41012 konstruksi Gedung perkantoran, KBLI 41014 konstruksi Gedung perbelanjaan, KBLI
       42201 konstruksi jaringan irigasi dan drainase, KBLI 43120 konstruksi khusus penyiapan lahan.
       Melihat potensi konstruksi dibidang Gedung tempat hunian hiburan dan olahraga, Gedung
       hunian, Gedung perkantoran, Gedung perbelanjaan dan lain lain. Menjadi pertimbangan dan
       alasan Perusahaan dalam melakukan penambahan kegiatan usaha ini untuk mengembangkan
       usaha agar cakupan yang lebih luas.

       Tujuan studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah sebagai acuan bagi manajemen
       Perusahaan dalam mengambil keputusan, sehubungan dengan rencana pengembangan usaha
       melalui adanya “Rencana penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)”.
       Laporan studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

       TOPAZ memiliki ijin usaha dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia Nomor 2.20.0171
       berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 387/KM/1/2020
       tanggal 11 Agustus 2020 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa
       Keuangan (“OJK”) -d/h Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)
       dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal Nomor s-815/PM.223/2021.

       Pekerjaan studi kelayakan ini dilakukan menurut prosedur berikut ini :
        1. Perumusan persoalan dan penyediaan data
        2. Pemeriksaan dan penelitian dokumen terkait
        3. Reviu laporan keuangan
        4. Verifikasi dan analisis business plan
        5. Analisis dan perhitungan kelayakan penambahan KBLI baru
        6. Laporan pendahuluan
        7. Laporan draf studi kelaykan penambahan KBLI baru
        8. Laporan lengkap studi kelayakan penambahan KBLI baru


                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK         1
Page 34
       Kami telah menerbitkan kembali laporan dengan No. 0202/2.0171-00/BS-FS/II/2025 tanggal 27
       Februari 2025, sebelumnya kami telah menerbitkan laporan 0201/2.0171-00/BS-FS/II/2025
       tanggal 14 Februari 2025 yang mengacu atas tanggapan OJK terkait Perubahan dan/ atau
       Tambahan Informasi atas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha PT Manggung Polahraya Tbk
       No.S-37/PM.023/2025 tanggal 11 Februari 2025, kami telah menerbitkan Kembali laporan
       dengan No. 0201/2.0171-00/BS-FS/II/2025 tanggal 14 Februari 2025.

       Berikut kami sampaikan Revisi Laporan studi kelayakan penambahan KBLI baru pada
       perusahaan per tanggal 30 September 2024 sesuai dengan tanggapan OJK.

1.2.   Identitas Konsultan

       KJPP Tobing Panuturi & Rekan (“TOPAZ”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
       Kementerian Keuangan dan juga terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas
       Jasa Keuangan serta memiliki kompetensi untuk melakukan pekerjaan studi kelayakan
       penambahan kegiatan usaha ini.

       Konsultan adalah partner dari KJPP Tobing Panuturi & Rekan dengan kualifikasi sebagai
       berikut :

       Nama Penilai/Konsultan           : Prasetyo Djoko Sasongko.M.B.A.,M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert.)
       No. Izin Penilai                 : B.1-14.00395
       No. STTD Pasar Modal             : STTD.PB-24/PJ-1/PM.2/2023
       No. MAPPI                        : 07-S-02115
       Klasifikasi Izin                 : Penilai Bisnis (B)

       Konsultan yang bertandatangan dalam laporan ini bertidak dalam kapasitasnya sebagai Rekan
       dalam Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi dan Rekan. Dalam mempersiapkan Laporan
       Sudi Kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan
       tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Studi ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
       Pemberi Tugas dan Objek Studi. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan
       pribadi terkait dengan penugasan ini.

       Laporan Studi ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
       Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

1.3.   Identitas Pemberi Tugas

        Nama Perusahaan                   :   PT Manggung Polahraya Tbk
        Jenis Usaha                       :   Konstruksi
        Alamat                            :   Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Desa/
                                              Kelurahan Pondok Pinang, Kec. Kebayoran
                                              Lama, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
                                              DKI Jakarta.
        Nomor telepon                     :   +62 21 765 1344
        Faksimili                         :   +62 21 765 0531
        Email                             :   info@manggungpolahraya.co.id




                                      STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK        2
Page 35
1.4.   Identitas Pengguna Laporan

            Nama Perusahaan               :   PT Manggung Polahraya Tbk
            Jenis Usaha                   :   Konstruksi
            Alamat                        :   Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Desa/
                                              Kelurahan Pondok Pinang, Kec. Kebayoran
                                              Lama, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
                                              DKI Jakarta.
            Nomor telepon                 :   +62 21 765 1344
            Faksimili                     :   +62 21 765 0531
            Email                         :   info@manggungpolahraya.co.id


1.5.   Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan setelah Penambahan KBLI Baru

       TOPAZ telah menyusun Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI baru dengan :

       Nomor Laporan            : 0202/2.0171-00/BS-FS/II/2025
       Tanggal                  : 27 Februari 2025

1.6.   Objek Studi Kelayakan terhadap Penambahan KBLI Baru

       Bahwa Objek studi Kelayakan sesuai dengan infromasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas
       adalah Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan
       bidang usaha sebagai berikut :

       1.    KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
       2.    KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
       3.    KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
       4.    KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
       5.    KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
       6.    KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan

1.7.   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan terhadap Penambahan KBLI Baru

       Maksud studi kelayakan yang akan dilaksanakan adalah memberikan pendapat atas kelayakan
       penambahan kegiatan usaha Perusahaan sehubungan Rencana Penambahan KBLI 41018 :
       Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga, KBLI 41011 : Konstruksi Gedung
       Hunian, KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran, KBLI 41014 : Konstruksi Gedung
       Perbelanjaan, KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase, KBLI 43120 : Konstruksi
       Khusus Penyiapan Lahan, tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya, serta tidak
       dimaksudkan untuk kepentingan perpajakan, jual beli, perbankan, dan tujuan lainnya. Laporan
       studi kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

       Studi kelayakan ini mengacu kepada kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
       17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
       Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
       Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian



                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK    3
Page 36
       Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
       Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.

       Tujuan laporan ini adalah melakukan studi kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI untuk
       keperluan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

1.8.   Tanggal Efektif Studi Kelayakan dan Masa Berlaku

       Tanggal pisah batas (cut off date) studi adalah per 30 September 2024, dimana batas tersebut
       diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2
       (dua) POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan, adalah selama 6
       (enam) bulan sejak tanggal penilaian dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan
       berakhir pada Maret 2025.

1.9.   Jenis Mata Uang yang DIgunakan

       Dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

1.10. Metodologi Penyusunan Studi Kelayakan

       Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:

       1. Melakukan zoom meeting, untuk mendapatkan gambaran tentang rencana ekspansi dan
           penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
       2. Pengumpulan data-data primer dari Perusahaan yang terkait dengan rencana ekspansi atas
           penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas Perusahaan, perijinan,
           spesifikasi proyek, aspek keuangan dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait.
       3. Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
           dipertanggungjawabkan.
       4. Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan berbagai aspek yang
           berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perusahaan.
       5. Analisa legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan perijinan.
       6. Analisa pasar yang mengkaji kondisi pasar properti di Indonesia, potensi pasar, sasaran,
           dan; pesaing usaha; dan strategi pemasaran;
       7. Analisa teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perusahaan dari rencana
           panambahan kegiatan usaha.
       8. Analisa pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha, risiko
           yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta analisis SWOT.
       9. Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas rencana
           penambahan kegiatan usaha Perusahaan.
       10. Analisa keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi. Dalam
           melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas penambahan
           kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator Net Present Valuve
           (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period.
       11. Pelaporan terhadap analisis semua aspek yang di teliti.




                                      STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK       4
Page 37
 1.11. Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah DInilai Dalam Jangka
       Waktu 1 (satu) Bulan

        Perusahaan telah mengkonfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah dinilai
        oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi kelayakan
        yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari satu bulan). Bahwa Penilai
        dibebaskan dari segala bentuk tuntutan/klaim, gugatan ganti rugi yang mungkin timbul dari pihak
        ketiga atau pihak lainnya atas konfirmasi objek studi kelayakan yang tidak benar dari
        Perusahaan. Selain itu juga Perusahaan akan mengidentifikasi dari segala kerugian dan/atau
        kewajiban yang dialami oleh Penilai dan TOPAZ.

 1.12. Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
        memadai diantaranya dengan melakukan wawancara terhadap perwakilan Manajemen
        Perusahaan. Pihak-pihak berkepentingan yang telah diwawancarai sebagai berikut:

        1. Ibu Ni Ketut Mariani sebagai Direktur Utama
        2. Bapak Lie Kurniawan sebagai Direktur

        Dari hasil wawancara dan data/ informasi yang diterima, yaitu :
          • Adanya rencana penambahan KBLI 41018 Kontruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan
              Olahraga; KBLI 41011 konstruksi Gedung hunian, KBLI 41012 konstruksi Gedung
              perkantoran, KBLI 41014 konstruksi Gedung perbelanjaan, KBLI 42201 konstruksi
              jaringan irigasi dan drainase, KBLI 43120 konstruksi khusus penyiapan lahan.
          • Cut off date yang digunakan adalah per 30 September 2024.
          • Kegiatan yang telah dilakukan oleh pemberi tugas sebelum adanya penambahan KBLI
              dan setelah adanya penambahan KBLI

1.13.   Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

        Tinjauan terhadap kondisi fundamental objek studi kelayakan yang menyangkut sejarah
        singkatnya, struktur modal, susunan pengurus dan deskripsi bidang usaha serta memperhatikan
        kondisi makro yang ada. Data – data sebagai informasi pendukung adalah sebagai berikut:

        Adapun data dan informasi yang diperoleh dari internal perusahaan yang menjadi dasar
        penyusunan laporan studi kelayakan ini antara lain:
         • Profil perusahaan, akta pendirian dan akta perubahan terakhir milik perusahaan, dan
            perizinan terkait.
         • Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019-31
            Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara,
            Sugeng Pamudji dan Rekan dengan nomor laporan 00045/0946/AU.1/03/0152-6/1/VI/2023
            tanggal 16 Juni 2023, ditandatangani oleh M.Kuncara Budi Santoso,
            SE,Ak,MM,CA,CPA,BKP,CLI,CRA, Izin Akuntan Publik Nomor AP.1052, dengan opini wajar
            tanpa modifikasian.
         • Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020-31
            Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara,
            Sugeng Pamudji dan Rekan dengan nomor laporan 00044/0946/AU.1/03/1052-5/1/VI/2023
            tanggal 16 Juni 2023, ditandatangani oleh M.Kuncara Budi Santoso,



                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK        5
Page 38
            SE,Ak,MM,CA,CPA,BKP,CLI,CRA, Izin Akuntan Publik Nomor AP.1052, dengan opini wajar
            tanpa modifikasian.
        •   Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 yang
            telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana dan Rekan dengan nomor
            laporan 000015/2.1352/AU.1/03/1520-1/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024, ditandatangani
            oleh Dr.Heru Satria Rukmana,SE.,Ak,M.M.,CA.,CPA.,CPI, Izin Akuntan Publik Nomor
            AP.1052, dengan opini wajar tanpa modifikasian.
        •   Data proyeksi keuangan KBLI baru tahun 2024-2028 yang disiapkan oleh manajemen
            berupa softcopy “Draft proyeksi keuangan PT Manggung Polahraya dan beberapa data
            pendukung lain berbentuk softcopy yang berhubungan dengan proyeksi keuangan tersebut.
        •   TOPAZ telah melakukan reviu atas proyeksi keuangan yang telah disetujui oleh manajemen
            Perusahaan, sehingga lebih mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan. Dalam
            menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, TOPAZ telah menggunakan Proyeksi Keuangan
            yang disesuaikan.
        •   Data-data yang berhubungan dengan pangsa pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, dan
            aspek modal manajemen yang disampaikan oleh manajemen Perusahaan.
        •   Struktur organisasi Perusahaan dan struktur organisasi untuk KBLI baru.
        •   Representation Letter tanggal 14 Januari 2025 yang disiapkan oleh manajemen
            Perusahaan dan ditujukan kepada TOPAZ sehubungan dengan penugasan penilaian.
        •   Data-data lain sebagai informasi pendukung.
        •   Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik, seperti website,
            Damodaran, website S&P, asosiasi industri terkait, dan Bank Indonesia, serta hasil analisis
            lain yang kami anggap relevan dengan penugasan ini.

1.14.   Ruang Lingkup Penugasan Studi dan Independensi Konsultan

        Laporan ini kami susun berdasarkan data dari Manajemen Perusahaan serta data lain yang
        relevan. Dalam penyusunan laporan ini kami juga mempertimbangkan proyeksi- proyeksi yang
        mendukung dari Perusahaan dan hasil wawancara dengan Manajemen Perusahaan.

        Analisis yang dilaksanakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:

        a. Analisis Kelayakan Pasar
           Melakukan kajian atas kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan (sustainability),
           potensi pasar, sasaran dan potensi nilai pasar. Disamping itu juga melakukan analisis atas
           pesaing usaha serta strategi pemasaran.

        b. Analisis Kelayakan Teknis
           Melakukan kajian terhadap kapasitas dan target bisnis, serta memperhatikan ketersediaan
           dan kualitas sumber daya, pekerja, dan ahli profesional. Kajian teknis juga meliputi proses
           produksi secara umum.

        c. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
           Pada aspek ini, analisis mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan pola bisnis yang
           diajukan Perusahaan, kemampuan para pesaing untuk meniru produk yang dihasilkan,
           serta kemampuan untuk menciptakan nilai.




                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK        6
Page 39
          d. Analisis Kelayakan Model Manajemen.
             Kajian yang dilakukan pada aspek ini meliputi ketersediaan tenaga kerja, manajemen
             kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko, kapasitas dan kemampuan
             manajemen, serta kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.

          e. Analisis Kelayakan Keuangan
             Sebagai muara dari seluruh aspek yang dikaji, maka aspek keuangan akan mengkaji paling
             kurang meliputi rencana investasi, sumber pembiayaan, biaya operasional, proyeksi
             laporan keuangan, analisis titik impas (break even analysis), analisis profitabilitas
             (profitability analysis) serta analisis tingkat imbal balik investasi (overall return on
             investment).

        Sebagai KJPP yang telah ditunjuk oleh pemberi tugas untuk menyusun laporan studi kelayakan
        ini, kami berkomitmen untuk mematuhi ketentuang yang diatur dalam POJK 17 tahun 2020 dan
        SEOJK 17 tahun 2020. Studi kelayakan ini bertujuan untuk memberikan analisis menyeluruh yang
        mencakup Analisa Kelayakan Pasar, Analisa Kelayakan Teknis, Analisa Pola Bisnis, Analisa
        Kelayakan Model Manajemen, dan Analisa Kelayakan Keuangan. Kami memahami bahwa
        penugasan ini tidak hanya menutut pemahaman mendalam mengenai objek penilaian, tetapi juga
        penerapan metodologi yang sesuai untuk menghasilkan laporan yang kredibel dan akurat.

        Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
        tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perusahaan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
        dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi
        berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk
        memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah
        sama sekali tidak dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini
        dan kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada proposal penawaran Nomor
        0902/MK.B/KJPP-TOPAZ/IX/2024 tanggal 24 September 2024 yang sudah ditandatangani oleh
        perusahaan pada 24 September 2024.

1.15.    Asumsi dan Kondisi Pembatas

         Asumsi

         Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penalaahan
         atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan, data dan informasi yang
         diperoleh berasal dari manajemen Perusahaan maupun dari sumber yang dapat dipercaya.

         Studi kelayakan ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disediakan oleh
         manajemen perusahaan yang telah kami sesuaikan asumsinya, sehingga lebih mencerminkan
         kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya.

         Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan menurut pendapat kami
         proyeksi keuangan yang telah disesuaikan tersebut adalah wajar, namun kami tidak bertanggung
         jawab terhadap pencapaiannya.

         Laporan studi kelayakan ini untuk kepentingan Pasar Modal. Kami bertanggung jawab atas opini
         yang dihasilkan dalam rangka penugasan Studi Kelayakan. Kami telah memperoleh informasi
         atas status hukum Objek dari Pemberi Tugas.



                                          STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK          7
Page 40
Kondisi Pembatas

Pembatasan pada studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:

•   Laporan Studi Kelayakan merupakan hasil analisis TOPAZ atas rencana penambahan
    Kegiatan Usaha MANG yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan
    ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
    Materal dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
    35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
    dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
    No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
    di Pasar Modal.
•   Besaran investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan
    pertimbangan manajemen dengan tetap memperhatikan data pasar.
•   Penyusunan laporan studi ini merupakan intepretasi kami atas data dan informasi yang
    diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini
    dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi sesuai
    atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut, seperti
    diberlakukannya peraturan-peraturan pemerintah yang baru maupun perubahan-
    perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial, dan ekonomi.
•   Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
    kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi MANG yang relevan dan
    signifikan pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau belum
    kami terima dari MANG.
•   Kami berasumsi bahwa MANG mentaati semua peraturan yang ditetapkan Pemerintah,
    khususnya yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu maupun di masa
    mendatang.
•   Kami tidak melaksanakan pemeriksanaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh MANG.
    Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset MANG,
    baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
•   Kami berasumsi bahwa MANG telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan
    perpajakan, retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai dengan
    peraturan yang berlaku.
•   Kami telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses
    penyusunan Studi Kelayakan.
•   Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen.
•   Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
•   Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
    kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
    pencapaian (fiduciary duty).
•   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Studi Kelayakan dan kewajaran
    proyeksi keuangan.
•   Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup dan karenanya tidak
    bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait dengan
    permasalahan lingkungan.
•   Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.
•   Penilai bertanggung jawab pada laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari
    laporan ini.



                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK       8
Page 41
                             BAB II
                   GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1   Gambaran Umum Perusahaan

      PT Manggung Polahraya Tbk (“MANG”/ “Perusahaan”) merupakan perusahaan swasta berskala
      nasional yang memiliki sejarah dan pengalaman panjang. Perusahaan telah melakukan kegiatan
      bisnisnya sejak didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 3 tanggal 05 Februari 1992 dengan
      tanggal pendaftaran 07 Februari 1994 dan nomor registrasi 255/1994, dibuat oleh Notaris Ny.
      Esther Mercia Sulaiman,SH., serta telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan
      persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor C2-
      857.HT.01.01.TH.94 tanggal 21 Januari 1994, dimuat dalam TBNRI nomor 34 tanggal 29 April
      1994. Berdasarkan keputusan tersebut, perusahaan ditetapkan sebagai Perusahaan MANG.

      Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, berdasarkan keputusan sirkuler para
      pemegang saham sebagai pengganti rapat umum pemegang saham luar biasa yang dituangkan
      dalam Akta Notaris No. 33 tanggal 14 Desember 2023 oleh Rini Yulianti,S.H.,Notaris di Jakarta,
      mengenai perubahan ketentuan anggaran dasar Perusahaan dalam rangka menjadi Perusahaan
      terbuka. Akta perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
      Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor AHU-0078173.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 14
      Desember 2023 dan dimuat dalam Daftar Perseroan nomor AHU-0252765.AH.01.11 Tahun 2023
      tanggal 14 Desember 2023 dengan TBNRI tertanggal 5 Januari 2024 No.2 TBN No. 603.

      Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir berdasarkan
      keputusan sirkuler para pemegang saham sebagai pengganti rapat umum pemegang saham luar
      biasa Perseroan tertanggal 13 Desember 2023 yang dituangkan dalam Akta Notaris Nomor 7
      tanggal 15 Januari 2024 oleh Rini Yulianti,S.H.,Notaris di Jakarta, Akta Perubahan ini telah
      disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat Nomor
      AHU-AH.01.03-0011619 tanggal 15 Januari 2024 dan dimuat dalam Daftar Perseroan No. AHU-
      0009444.AH.01.11.Tahun 2024 Tgl 15 Januari 2024 dengan TBNRI tertanggal 09 Februari 2024
      No. 12 TBN No. 4637. Akta ini memuat keputusan mengenai peningkatan modal disetor setelah
      pelaksanaan penawaran umum sehingga merubah pasal 4 ayat 2.

      Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat berlokasi di Jalan Pondok Pinang Raya
      Nomor 01, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12310. Pabrik produksi aspal hotmix
      dan beton ready mix berlokasi di Jalan Lintas Sumatera KM 23, Desa Suka Banjar, Tarahan,
      Katibung, Lampung.

      Pengendali Perseroan adalah Mohamad Reza Pahlevi yang diungkapkan dalam akta Pernyataan
      Keputusan Para Pemegang Saham nomor 33 Tanggal 14 Desember 2023 dibuat dihadapan Rini
      Yulianti, SH, Juncto akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham nomor 37 tanggal 19
      Juni 2023 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, SH.

      Pabrik produksi aspal hotmix dan beton ready mix berloaksi di Jalan Lintas Sumatera KM 23, Desa
      Suka Banjar, Tarahan, Katibung, Lampung



                                      STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK       9
Page 42
2.2   Aktivitas Usaha

      Maksud dan tujuan dari Perusahaan ini ialah
       a. Berusaha dalam bidang industri pada umumnya, peternakan, perikanan, pertanian dan
          pertambangan;
       b. Berdagang pada umumnya, termasuk import, eksport, lokal dan interinsulair serta menjadi
          grossier, leveransier, distributor, agen dan pengecer dari segala macam barang yang dapat
          dilakukannya, baik untuk perhitungan sendiri maupun atas perhitungan pihak lain, dengan
          cara amanat atau komisi;
       c. Berusaha dalam bidang pemberian jasa pada umumnya (kecuali jasa dalam bidang hukum
          dan pariwisata);
       d. Berusaha dalam bidang pengangkutan didarat pada umumnya, ekspedisi, pergudangan dan
          perbengkelan;
       e. Berusaha dalam bidang perencanaan, pelaksanaan dan pemborongan pada umumnya
          (general contractor) diantaranya tetapi tidak terbatas pada bangunan-bangunan, jalanan-
          jalanan, jembatan-jembatan, taman-taman dan instalasi-instalasi listrik, telekomunikasi dan
          air/ irigasi serta penggalian, pengurugan dan pemerataan tanah;
       f. Satu dan lain dalam arti kata seluas-seluasnya;

      Perusahaan berhak menjalankan segala kegiatan dan usaha untuk mencapai maksud dan tujuan
      tersebut dalam ayat diatas, baik atas tanggungan sendiri maupun bersama-sama dengan pihak
      lain, dengan cara dan bentuk yang sesuai dengan keperluan Perusahaan serta dengan
      mengindahkan peraturan perundanganan yang berlaku, untuk itu Perusahaan berhak bekerja
      sama termasuk tetapi tidak terbatas secara usaha patungan dan juga berhak untuk mendirikan
      atau turut menjadi pemegang saham dari badan hukum lain, baik dari dalam maupun luar negeri,
      yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama atau hampir sama dengan maksud dan tujuan
      Perusahaan ini.

      Berdasarkan Akta Nomor 33 tanggal 14 Desember 2023 adanya perubahan pada maksud dan
      tujuan menjadi seperti dibawah ini :

       Maksud dan tujuan Perusahaan ialah berusaha dalam bidang :
       a. Industri pengolahan;
       b. Konstruksi; dan
       c. Perdagangan besar dan eceran.

      Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan-
      kegiatan usaha, sebagai berikut :

      Kegiatan usaha utama :

       a. Konstruksi bangunan sipil jalan (KBLI 42101);
          Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/ atau pembangunan kembali bangunan
          jalan (raya, sedang, dan kecil), jalan bebas hambatan/ jalan tol, dan jalan landasan terbang
          (pacu, taksi, dan parkir), dan lapangan penyimpanan peti kemas (containers yard). Terasuk
          kegiatan penunjang pembangunan, peningkatan, pemeliharaan konsturksi pagar/ tembok
          penahan jalan.




                                      STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK        10
Page 43
       b. Konstruksi gedung pendidikan (KBLI 41016);
          Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan
          yang dipakai untuk sarana pendidikan, seperti gedung sekolah, tempat kursus, laboratorium
          dan bangunan penunjang pendidikan lainnya. Termasuk kegiatan perubahan dan renovasi
          gedung pendidikan.
       c. Konstruksi gedung lainnya (KBLI 41019);
          Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan
          yang dipakai penggunaan selain dalam kelompok 41011 s.d 41018 seperti tempat ibadah
          (masjid, gereja katolik, gereja kristen, pura, wihara, kelenteng), gedung terminal/ stasiun,
          balai yasa (kereta api), bangunan monumental, gedung negara dan pemerintah pusat/
          daerah, bangunan bandara gedung hangar pesawat, gedung PLPPL (Pemadaman
          Kebakaran di Bandar Udara), gedung bersejarah, gedung genset, rumah pompa, depo,
          gedung power house, gedung gardu listrik, gedung gardu sinyal, gedung tower, gedung
          penyimpanan termasuk penyimpanan bahan peledan dan lainnya. Termasuk kegiatan
          perubahan dan renovasi gedung lainnya.

      Kegiatan usaha penunjang :

       a. Industri produk dari hasil kilang minyak bumi (KBLI 19291);
          Mencakup usaha industri pengolahan aspal/ terbitumen dan lilin (dapat digunakan untuk
          lapisan halan, atap, kayu, kertas dan sebagainya) serta petroleum coke. Termasuk industri
          produk untuk industri petrokimia, industri bermacam-macam produk, seperti white spirit,
          vaseline, lilin, parafin, jeli minyak bumi (petroleum jelly), industri briket minyak bumi dan
          pencampuran biofuel, seperti pencampuran alkohol dengan minyak bumi (misalnya
          gasohol)..
       b. Industri mortar atau beton siap pakai (KBLI 23957);
          Mencakup usaha pembuatan mortar atau beton siap pakai (ready mixed and dry mixed
          concrete and mortar).

      Perseroan memiliki Nomor Induk Berusaha nomor 0209000942284 yang diterbitkan di Jakarta
      pada tanggal 28 September 2020. Selain itu, Perseroan juga memiliki beberapa sertifikat badan
      usaha jasa usaha konstruksi, yaitu BS001 untuk Konstruksi Bangunan Sipil Jalan, BG006 untuk
      Konstruksi Bangunan Hotel, Restoran, dan Bangunan Serupa Lainnya dan BG009 untuk Jasa
      Pelaksana Konstruksi Bangunan Gedung Lainnya

2.3   Struktur Permodalan

      Berdasarkan akta perubahan nomor 33 tanggal 14 Desember 2023, modal Perusahaan
      mengalami perubahan. Modal dasar Perusahaan berjumlah Rp244.000.000.000,- (dua ratus
      empat puluh empat miliar Rupiah) terbagi atas 12.200.000.000 saham masing-masing saham
      bernilai nominal Rp20,- (dua puluh Rupiah).

      Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor 25% (dua puluh lima persen atau
      sejumlah 3.050.000.000 (tiga miliar lima puluh juta) saham dengan nilai nominal seluruhnya
      sebesar Rp61.000.000.000,- (enam puluh satu miliar Rupiah) oleh para pemegang saham yang
      mengambil bagian saham dan rincian serta nilai nominal saham yang disebutkan pada bagian
      sebelum akhir akta ini.




                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK        11
Page 44
      Figur 1. Susunan Pemegang Saham MANG
                                        Jumlah Saham Ditempatkan      Persentase
               Pemegang Saham                                                              Jumlah
                                            dan Disetor Penuh         Kepemilikan
       Mohamad Reza Pahlevi                          2.080.000.000         54,56%         41.600.000.000
       Wiwik Robiatul Adawiyah                         365.000.000          9,57%           7.300.000.000
       Ni Ketut Mariani                                345.000.000          9,05%           6.900.000.000
       Ir. Niazie Gani,M.Sc                            260.000.000          6,82%           5.200.000.000
       Publik/ Public                                  762.500.000         20,00%         15.250.000.000
       Total                                          3.812.500.000       100,00%         76.250.000.000
      Sumber : Laporan Keuangan Audit 30 September 2024

      Adapun Pengendali Perseroan sebagaimana diatur dalam Pasal 85 POJK Nomor 3/POJK.04/2021
      adalah Mohamad Reza Pahlevi.

      Selain itu, pemilik manfaat (beneficial owner) dari Perseroan yang telah dilaporkan kepada instansi
      berwenang sesuai Perpres No. 13 Tahun 2018 dan Permenkumham No. 15 Tahun 2019 adalah
      Mohamad Reza Pahlevi.

      Pengungkapan Mohamad Reza Pahlevi sebagai Pengendali Perseroan diungkapkan dalam akta
      Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham nomor 33 Tanggal 14 Desember 2023 dibuat
      dihadapan Rini Yulianti, SH, Juncto akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham nomor
      37 tanggal 19 Juni 2023 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, SH.

2.4   Susunan Kepengurusan

      Berdasarkan surat keputusan Nomor 13/SDM-SK.KA/MPR/IV/2023 tanggal 23 Juni 2023,
      perusahaan menetapkan komite audit dengan susunan sebagai berikut :

      Komite Audit
      Ketua komite audit         : Dedy Handoko
      Anggota                    : Tri Nugrohowati Prasetyarini
      Anggota                    : Yudith Wahyuni

      Berdasarkan surat keputusan Nomor 14/SDM-SK.KA/MPR/VI/2023 tanggal 23 Juni 2023,
      perusahaan menetapkan komite nominasi dan remunerasi dengan susunan sebagai berikut :

      Komite Nominasi dan Remunerasi
      Ketua                 : Dedy Handoko
      Anggota               : Abdul Kodir
      Anggota               : Eka Endah Jayanti

      Berdasarkan surat keputusan Nomor 15/SDM-SK.KA/MPR/VI/2023 tanggal 23 Juni 2023,
      perusahaan menetapkan komite audit internal dengan susunan sebagai berikut :

      Audit Internal
      Ketua audit internal               : Siti maemunah
      Anggota                            : Achiano Fansuri
      Anggota                            : Selvi Virgina Sari




                                        STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK         12
Page 45
      Manajemen kunci perusahaan meliputi seluruh anggota komisaris dan direksi. Manajemen kunci
      tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan
      mengendalikan aktivitas Perusahaan.

      Penanggung Jawab Badan Usaha Jasa Konstruksi                      : Ni Ketut Mariani
      Penanggung Jawab Teknis Badan Usaha Jasa Konstruksi               : Iis Abdul Aziz

      Perseroan telah menerapkan kepatuhan terhadap ketentuan Pasal 30 huruf a Permen PUPR No.
      08/PRT/M/2019 yang mengatur larangan bagi direksi, komisaris, PJBU, dan PJTBU menduduki
      jabatan direksi, komisaris, PJBU dan PJTBU pada badan usaha Jasa Konstruksi lain pada waktu
      yang bersamaan dengan mengingat status Perseroan selaku badan usaha jasa konstruksi.

2.5   Legalitas dan Perizinan

      Legalitas dan Perizinan yang telah dimiliki MANG adalah sebagai berikut:

      1. Akta Pendirian nomor 3 tanggal 5 Februari 1992 oleh Ny Esther Mercia Sulaiman,S.H., oleh
         notaris di Cianjur. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
         Indonesia dengan Surat Keputusan nomor C2-857.HT.01.01.TH.94 tanggal 21 Januari 1994.
      2. Akta Perubahan nomor 33 tanggal 14 Desember 2023 oleh Rini Yulianti, S.H., oleh notaris di
         Jakarta mengenai Perubahan ketentuan anggaran dasar Perusahaan dalam rangka menjadi
         Perusahaan Terbuka. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
         Republik Indonesia dengan Surat Keputusan nomor AHU-0078173.AH.01.02.Tahun 2023
         tanggal 14 Desember 2023.
      3. Akta Perubahan nomor 7 tanggal 15 Januari 2024 oleh notaris di Jakarta, mengenai
         perubahan anggaran dasar. Akta ini Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
         Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan nomor AHU-AH.01.03-0011619
         tanggal 15 Januari 2024
      4. Kartu Tanda Anggota Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional nomor 00000396 tanggal 16
         April 2022.
      5. Nomor Induk Berusaha (NIB) nomor 0209000942284.
      6. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) nomor 01.565.911.3-019.000
      7. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Badan Usaha (SBU)
         Konstruksi PB-UMKU : 020900094228400050002. Dengan KBLI 41016 – Konstruksi Gedung
         Pendidikan.
      8. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Badan Usaha (SBU)
         Konstruksi PB-UMKU : 020900094228400050003. Dengan KBLI 41019 – Konstruksi Gedung
         Lainnya.
      9. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha Sertifikat Badan Usaha (SBU)
         Konstruksi PB-UMKU : 020900094228400050005. Dengan KBLI 42101 – Konstruksi
         Bangunan Sipil Jalan.

2.6   Tinjauan Kinerja Keuangan

      Analisa terhadap kinerja keuangan Perusahaan dilakukan berdasarkan kepada laporan keuangan
      untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2020 yang telah diaudit
      oleh Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara, Sugeng Pamudji & Rekan nomor
      00045/0946/AU.1/03.1052-6/1/VI/2023 tanggal 16 Juni 2023 dengan opini wajar tanpa
      modifikasian, Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020-
      31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kumalahadi, Kuncara, Sugeng


                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK    13
Page 46
Pamudji dan Rekan dengan nomor laporan 00044/0946/AU.1/03/1052-5/1/VI/2023 tanggal 16 Juni
2023 2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian, Laporan keuangan Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2022 yang telah di state kembali dalam laporan audit tahun
2023, laporan keuangan perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana & Rekan nomor
00015/2.1352/AU.1/03/1520-1/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 2023 dengan opini wajar tanpa
modifikasian dan laporan keuangan perusahaan untuk tahun yang berakhir pada 30 September
2024 yang telah di reviu oleh Kantor Akuntan Publik Johannes Juara & Rekan tanggal 22
November 2024.

Berikut ringkasan laporan keuangan beserta rasio laporan keuangan :

Laporan Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain


Figur 2. Laporan Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain
                                                                                              (Ribuan Rupiah)

                             31 Des         31 Des                                                             30 Sept
                                                         31 Des 2021       31 Des 2022    31 Des 2023
                              2019           2020                                                               2024
           Uraian

                                                                                                            Limited
                              Audit          Audit          Audit             Audit          Audit
                                                                                                             Reviu
 Pendapatan                 72.520.662     51.486.484      32.725.357       13.985.008      59.597.519     44.916.842
 Beban Pokok Pendapatan    (59.927.100)   (41.506.532)    (20.993.381)     (13.361.409)    (45.064.840)   (31.828.883)
 Laba Bruto                 12.593.562      9.979.952      11.731.975          623.599      14.532.679     13.087.959


 Beban Penjualan             (412.122)      (487.773)                  -       (23.114)        (16.073)        (242.284)
 Beban umum dan
                            (8.904.292)    (9.760.629)     (7.078.924)      (9.647.161)     (8.963.324)
 administrasi                                                                                             (10.389.775)
 Beban lain-lain                      -              -                 -      (218.487)       (211.854)         (67.140)
 Pendapatan lain-lain        (911.500)         44.057       2.043.455           87.349          25.124                   -
 Laba (Rugi) sebelum
 beban keuangan dan          2.365.647      (224.392)       6.696.506       (9.177.814)      5.366.552         2.388.760
 Pajak


 Beban keuangan             (2.057.450)     (624.605)      (3.063.690)      (2.109.189)     (2.983.646)    (1.962.352)
 Laba (Rugi) Bersih
                               308.197      (848.997)       3.632.816      (11.287.003)      2.382.906          426.408
 Sebelum Pajak


 Pajak Penghasilan Final              -              -                 -      (135.537)     (1.082.123)        (158.548)
 Pajak tangguhan            (1.400.126)    (1.202.369)      (694.461)          796.380        (128.069)        (154.723)
 Laba (Rugi) Bersih
                            (1.091.929)    (2.051.366)      2.938.355      (10.626.160)      1.172.713          113.136
 Periode Berjalan

 Penghasilan (Rugi)
 Komprehensif lain




                                  STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK             14
Page 47
                                31 Des        31 Des                                                               30 Sept
                                                           31 Des 2021       31 Des 2022    31 Des 2023
                                 2019          2020                                                                 2024
           Uraian

                                                                                                                   Limited
                                 Audit         Audit          Audit             Audit          Audit
                                                                                                                    Reviu
 Pos-Pos yang Tidak Akan
 Direklasifikasi ke Laba
 Rugi
 Selisih Penilaian Kembali
 Aset Tetap                              -             -                 -    16.715.574                  -                  -
 Keuntungan (Kerugian)
 Aktuarial atas Kewajiban
 Imbalan Pasca-Kerja             (13.365)       143.177        (10.072)         (224.308)         97.275            135.492
 Pengaruh Pajak
 Penghasilan                             -             -                 -    (3.628.079)        (51.687)           (29.808)

 Pos-Pos yang Akan
 Direklasifikasi ke Laba
 Rugi
 Selisih Penilaian Kembalian
 Aset Tetap                              -             -      3.623.334                 -                 -                  -
 Jumlah Penghasilan
 Komprehensif Lain               (13.365)       143.177       3.613.262       12.863.187          45.587            105.684
 Jumlah Penghasilan
 (Rugi) Komprehensif
 Periode Berjalan              (1.105.294)   (1.908.189)      6.551.617        2.237.027       1.218.301            218.820

 Laba (Rugi) per Saham
 Dasar/Dilusian (Rupiah         (727.953)    (1.367577)       1.960.381         (188.033)              0,91             0,06
 Penuh)
Sumber : Laporan Keuangan MANG

Pendapatan
Perusahaan bergerak dibidang industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan besar dan
eceran, dengan lingkup kegiatan usaha utama perusahaan meliputi konstruksi bangunan sipil jalan,
konstruksi gedung pendidikan, konstruksi gedung lainnya. Berdasarkan bidang tersebut,
Perusahaan memperoleh pendapatan dari kontruksi gedung dan bangunan, pembangunan
infrastruktur jalan, produksi aspal hotmix dan produksi beton ready mix.

Jika dilihat dari perjalanan laporan keuangan perusahaan dalam kurun waktu 5 tahun yaitu sejak
tahun 2019 sampai dengan 2023, pendapatan cenderung mengalami fluktuasi. Tahun 2019
Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp72.520.662 ribu sedangkan di tahun berikutnya
sampai dengan tahun 2022 cenderung mengalami penurunan, di tahun 2022 Perusahaan
membukukan pendapatan sebesar 13 miliar hal ini dikarenakan adanya pandemi covid 19 yang
diakibatkan oleh lambatnya pertumbuhan konstruksi di Indonesia yang berimbas kepada
Perusahaan. Akan tetapi tahun 2023 kondisi mulai menunjukkan perbaikan sehingga Perusahaan
berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp59.597.519 ribu. Dampak pandemi covid 19 selain
berdampak pada pendapatan, hal ini pun berdampak pada biaya-biaya, sehingga efisiensipun
diupayakan oleh Perusahaan agar usaha tetap berjalan. Hal tersebut dapat dilihat dari fluktuasinya
laba bruto yang dicatatkan oleh Perusahaan.


                                     STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              15
Page 48
Beban pokok terhadap pendapatan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 2023 rata-
rata sebesar 79,71%, dimana beban tertinggi terhadap pendapatan yaitu pada tahun 2022 sebesar
95,54%, dimana terdapat beban yang harus dibayarkan melampaui pendapatan yang diperoleh.
Seperti pada produksi aspal hotmix dimana pendapatan yang diperoleh sebesar Rp4.418.362 ribu
akan tetapi beban yang harus dikeluarkan sebesar Rp4.840.702 ribu dan produksi beton ready mix
sebesar Rp1.979.621 ribu sedangkan beban yang harus dikeluarkan mencapai Rp2.168.848 ribu.

Laba bruto terhadap pendapatan rata-rata sebesar 20,29%, dimana selama periode historis rasio
terendah yaitu pada tahun 2022 hanya mencapai 4,46%.

Laba Sebelum Pajak
Selama periode historis yaitu 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023, rata-rata laba
sebelum pajak terhadap pendapatan sebesar 6%, dimana porsi terbesar pada beban umum dan
administrasi. Dimana beban umum dan administrasi cenderung mengalami kenaikan, adapun di
tahun 2021 terdapat penurunan yang disebabkan adanya efisiensi terhadap biaya gaji dan
tunjangan, biaya keperluan kantor, biaya representasi, biaya perawatan aset kantor, sumbangan
sosial dan beban kerugian piutang.

Laba Bersih Tahun Berjalan
Laba bersih tahun berjalan PT Manggung Polahraya Tbk mengalami fluktuasi selama periode 31
Desember 2019 hingga 31 Desember 2023. Pada tahun 2019 dan 2020, perusahaan membukukan
rugi masing-masing sebesar Rp1.091.929 ribu dan Rp2.051.366 ribu akibat dampak pandemi
Covid-19 serta kebijakan pemerintah yang memperlambat industri konstruksi. Pada tahun 2021,
perusahaan mulai membukukan laba sebesar Rp2.938.355 ribu, namun kembali mengalami
kerugian sebesar Rp10.626.160 ribu pada tahun 2022 akibat penurunan pendapatan dan tingginya
biaya operasional, sehingga efisiensi dilakukan secara signifikan. Kondisi ini mulai membaik pada
tahun 2023 dengan laba sebesar Rp1.172.713 ribu.

Margin laba setelah pajak perusahaan mengalami tren negatif dari tahun 2019 hingga 2022,
sebelum akhirnya menjadi positif sebesar 0,06% pada tahun 2024. Pada tahun 2019 dan 2020,
margin laba setelah pajak masing-masing adalah -1,51% dan -3,98%, dipengaruhi oleh dampak
pandemi dan penurunan signifikan dalam pendapatan. Pada tahun 2021, margin laba setelah
pajak sempat positif sebesar 8,98%, namun kembali negatif pada tahun 2022 sebesar -75,98%
akibat penurunan pendapatan dan meningkatnya beban operasiona. Faktor utama yang
menyebabkan fluktuasi margin laba setelah pajak ini adalah:

a. Penurunan Pendapatan: Pada tahun 2020 dan 2022, perusahaan mengalami penurunan
   pendapatan yang signifikan sehingga laba bersih menjadi negatif, yang berdampak pada
   margin laba setelah pajak yang negatif.
b. Beban Pajak yang Tinggi: Pada tahun 2022, perusahaan mencatatkan beban pajak
   penghasilan final dan pajak tangguhan yang cukup tinggi, sehingga laba bersih setelah pajak
   menjadi negatif meskipun pendapatan mulai meningkat.
c. Beban Keuangan yang Berfluktuasi: Beban keuangan menunjukkan fluktuasi selama periode
   tersebut, dengan kenaikan yang cukup tinggi pada tahun 2022 akibat peningkatan utang bank
   dan liabilitas pajak tangguhan, yang mempengaruhi laba setelah pajak.
d. Pemulihan Ekonomi dan Efisiensi Operasional: Pada tahun 2023 dan 2024, perusahaan
   mulai menunjukkan pemulihan dengan pendapatan yang meningkat dan upaya efisiensi
   biaya yang lebih baik, sehingga margin laba setelah pajak kembali positif.



                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK        16
Page 49
Berdasarkan data laporan keuangan PT Manggung Polahraya Tbk, perhitungan laba (rugi) per
saham dasar dan dilusian menunjukkan fluktuasi yang signifikan dalam periode 2019 hingga 2024,
mencerminkan dinamika kinerja keuangan perusahaan. Laba (rugi) per saham dasar dan dilusian
dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah saham yang beredar. Dalam hal ini, fluktuasi
yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, termasuk perubahan laba bersih dan
perubahan modal saham yang signifikan.

Pada tahun 2019 dan 2020, perusahaan mencatatkan rugi bersih sehingga laba per saham dasar
dan dilusian menjadi negatif. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan pendapatan akibat dampak
pandemi Covid-19 serta tingginya beban pokok pendapatan yang menyebabkan laba bersih
negatif. Pada tahun 2021, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2.938.355
ribu, sehingga laba per saham dasar dan dilusian menunjukkan hasil positif. Namun, pada tahun
2022, laba per saham kembali negatif akibat kerugian sebesar Rp10.626.160 ribu yang
disebabkan oleh penurunan pendapatan yang signifikan dan meningkatnya beban operasional.

Pada tahun 2023, perusahaan berhasil membalikkan kinerja dengan membukukan laba bersih
sebesar Rp1.172.713 ribu, sehingga laba per saham dasar dan dilusian kembali positif. Kondisi ini
mencerminkan adanya pemulihan ekonomi dan upaya efisiensi operasional yang lebih baik. Pada
tahun 2024, meskipun laba bersih perusahaan masih rendah sebesar Rp113.136 ribu, laba per
saham dasar dan dilusian tetap positif, mencerminkan perbaikan kinerja dibandingkan periode
sebelumnya.

Fluktuasi dalam laba (rugi) per saham dasar dan dilusian juga dipengaruhi oleh perubahan modal
saham perusahaan. Pada tahun 2022, terjadi peningkatan modal saham yang signifikan dari
Rp1.500.000 ribu menjadi Rp61.000.000 ribu, yang berdampak pada peningkatan jumlah saham
yang beredar. Peningkatan ini menyebabkan dilusi laba per saham, sehingga meskipun laba
bersih meningkat, laba per saham tidak meningkat secara proporsional.

Secara keseluruhan, analisis laba (rugi) per saham dasar dan dilusian menunjukkan bahwa kinerja
profitabilitas perusahaan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi pendapatan, beban operasional, dan
perubahan modal saham. Untuk meningkatkan laba per saham di masa depan, perusahaan perlu
mempertahankan pertumbuhan pendapatan yang stabil, mengoptimalkan efisiensi operasional,
serta mengelola struktur modal dengan lebih efektif untuk meminimalkan efek dilusi.

Laporan Posisi Keuangan

Figur 3. Laporan Posisi Keuangan
                                                                                       (Ribuan Rupiah)

                      31 Des 2019     31 Des 2020    31 Des 2021    31 Des 2022   31 Des 2023   30 Sept 2024
        Uraian

                                                                                                  Limited
                         Audit           Audit          Audit          Audit         Audit
                                                                                                   Reviu
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan setara kas     9.614.487        1.820.231       978.024      1.838.978     3.258.088      2.765.022
 Piutang usaha          9.027.831        8.798.533     15.977.161     6.719.648    17.570.218     44.836.746
 Piutang lain-lain     19.045.493       17.817.677     11.651.962    13.731.084     8.832.025      7.760.511



                                    STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK       17
Page 50
                       31 Des 2019      31 Des 2020       31 Des 2021       31 Des 2022    31 Des 2023    30 Sept 2024
       Uraian

                                                                                                            Limited
                          Audit            Audit             Audit             Audit          Audit
                                                                                                             Reviu
Persediaan               2.788.764         2.276.457         8.434.184          198.106        221.673        380.954
Proyek dalam
                        10.178.804        19.665.028        17.839.074       40.797.508     34.926.933      20.120.640
pelaksanaan
Pajak dibayar
                         2.016.939         3.106.040          220.470                  -              -              -
dimuka
Dana titipan proyek        509.764         1.078.321         1.233.897          518.721               -     75.298.027
Beban yang
                                  -                   -                 -     1.101.779      2.579.475               -
ditangguhkan
Jumlah Aset
                        53.182.082        54.562.287        56.334.772       64.905.824     67.388.411    151.161.899
Lancar


Aset Tidak Lancar
 Aset tetap - bersih    28.388.763        25.025.915        22.282.055       37.539.020     33.621.975      31.908.931
 Aset Tidak Lancar
                                  -                   -                 -       435.037        435.337        435.337
Lainnya
 Aset pajak
                                  -                   -      1.242.264                 -              -              -
tangguhan
 Jumlah Aset
                        28.388.763        25.025.915        23.524.319       37.974.057     34.057.312      32.344.269
Tidak Lancar
 Jumlah Aset            81.570.846        79.588.202        79.859.091      102.879.880    101.445.724    183.506.168


Liabilitas dan
Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka
Pendek
Utang bank              21.916.705        24.147.650        16.563.213       26.577.573     22.445.160      22.586.536
Utang Usaha              3.293.607         1.914.285         1.112.319                 -              -      2.177.194
Utang sewa
                                  -                   -       214.299           580.900               -              -
pembiayaan
Bagian Lancar atas
Liabilitas Jangka                 -                   -                 -              -              -      1.391.747
Panjang
Utang pajak                       -         232.173             1.118         2.236.430      3.384.916       5.405.097
Biaya yang masih
                         1.180.570             4.700         1.949.257          325.549        880.765        789.065
harus dibayar
Jumlah Liabilitas
                        26.390.882        26.298.808        19.840.207       29.720.452     26.710.841      32.349.639
Jangka Pendek

Liabilitas Jangka
Panjang Panjang
Liabilitas Imbalan
                                  -                   -      1.189.420        1.503.503      1.683.116       1.869.975
pasca-kerja
Liabilitas Pajak
                                  -                   -                 -     1.589.434      1.766.975       1.951.507
Tangguhan
Kewajiban Imbalan
                           990.635         1.021.620                    -              -              -      2.441.054
Pasca-Kerja



                                      STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK               18
Page 51
                     31 Des 2019      31 Des 2020       31 Des 2021       31 Des 2022    31 Des 2023    30 Sept 2024
       Uraian

                                                                                                          Limited
                        Audit            Audit             Audit             Audit          Audit
                                                                                                           Reviu
 Jumlah Liabilitas
                         990.635         1.021.620         1.189.420        3.092.938      3.450.092       6.262.535
 Jangka Panjang
 Jumlah Liabilitas     27.381.518       27.320.427        21.029.627       32.813.389     30.160.932      38.612.175


 Ekuitas
 Modal saham            1.500.000        1.500.000         1.500.000       61.000.000     61.000.000      76.250.000
 Agio saham                     -                   -                 -              -              -     58.140.382
 Penghasilan
                                -                   -      3.621.118       16.484.306     16.529.893      16.635.577
 komprehensif lain
 Laba ditahan          52.689.328       50.767.774        53.708.345        -7.417.815     -6.245.101     -6.131.965
 Jumlah ekuitas        54.189.328       52.267.774        58.829.464       70.066.491     71.284.792    144.893.993
 Jumlah kewajiban
                       81.570.846       79.588.202        79.859.091      102.879.880    101.445.724    183.506.168
 dan ekuitas
Sumber : Laporan keuangan Audit MANG

Aset
Jumlah aset dari tahun ke tahun atau sejak periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023 cenderung mengalami kenaikan. Kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada
tahun 2022 yaitu sebesar 28,83% dari tahun 2021, kenaikan disebabkan adanya proyek baru yang
baru dimulai tahun 2022 dimana proyek dalam pelaksanaan mencapai Rp40.797.508 ribu, jika
dibandingkan tahun 2021 yang hanya sebesar Rp17.839.074 ribu serta adanya penambahan pada
aset tetap berupa tanah sebesar Rp119.125 ribu, bangunan sebesar Rp1.700.000 ribu, peralatan
proyek sebesar Rp18.000 ribu dan inventaris kantor sebesar Rp18.507 ribu serta adanya aset
tidak lancar lainnya berupa fasilitas lapangan tenis meja untuk warga sekitar kantor sebesar
Rp435.037 ribu.

Liabilitas dan Ekuitas
Jika dilihat dari sisi liabilitas selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember
2023 total liabilitas cenderung mengalami kenaikan, dimana kenaikan tertinggi pada tahun 2022
yaitu mencapai 56,03% dari tahun 2021. Kenaikan ini disebabkan meningkatnya utang bank, utang
sewa pembiayaan, utang pajak, liabilitas imbalan paska kerja dan liabilitas pajak tangguhan. Untuk
ekuitas, cenderung mengalami kenaikan yang disebabkan adanya penambahan modal saham
yang sebelumnya sebesar Rp1.500.000 ribu menjadi Rp61.000.000 ribu di tahun 2022 serta
Perusahaan masih membukukan kerugian.

Ringkasan Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan laporan posisi keuangan PT Manggung Polahraya Tbk, jumlah aset perusahaan
menunjukkan tren kenaikan dari tahun ke tahun dalam periode 31 Desember 2019 hingga 31
Desember 2023. Kenaikan yang paling signifikan terjadi pada tahun 2022 dengan peningkatan
sebesar 28,83% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya
proyek dalam pelaksanaan yang meningkat secara signifikan, serta penambahan aset tetap
berupa tanah, bangunan, peralatan proyek, dan inventaris kantor.




                                    STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK               19
Page 52
Dari sisi liabilitas, total kewajiban perusahaan juga mengalami kenaikan selama periode yang
sama. Peningkatan tertinggi tercatat pada tahun 2022 dengan kenaikan sebesar 56,03%
dibandingkan tahun 2021. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya utang bank, utang sewa
pembiayaan, utang pajak, serta liabilitas imbalan pasca-kerja dan pajak tangguhan. Meskipun
liabilitas meningkat, perusahaan menunjukkan pengelolaan likuiditas yang semakin baik,
tercermin dari rasio lancar yang meningkat signifikan pada tahun 2024 menjadi 4,67, menunjukkan
penguatan posisi likuiditas secara keseluruhan.

Sementara itu, ekuitas perusahaan juga memperlihatkan tren kenaikan yang positif, terutama
karena adanya penambahan modal saham yang signifikan pada tahun 2022, yaitu dari
Rp1.500.000 ribu menjadi Rp61.000.000 ribu. Namun, perusahaan masih membukukan kerugian
pada beberapa periode yang mempengaruhi laba ditahan. Dari segi profitabilitas, rasio margin
laba bruto dan margin laba operasi berfluktuasi selama periode tersebut. Margin laba bruto
tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 35,85%, sedangkan yang terendah pada tahun 2022
sebesar 4,46%, mencerminkan variabilitas kinerja operasional perusahaan.

Secara keseluruhan, laporan posisi keuangan PT Manggung Polahraya Tbk menunjukkan adanya
pertumbuhan dalam aset dan ekuitas, meskipun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan
liabilitas dan profitabilitas.

Laporan Arus Kas

Figur 4. Laporan Arus Kas
                                                                                      (Ribuan Rupiah)
                       31 Des 2019    31 Des 2020    31 Des 2021    31 Des 2020     31 Des 2023    30 Sept 2024
        Uraian
                          Audit          Audit          Audit          Audit           Audit       Limited Reviu


 Kas Bersih yang
 Diperoleh dari
                        (2.922.085)    (9.849.178)      6.750.427    (13.483.473)      3.125.711     (76.767.088)
 (Digunakan untuk)
 Aktivitas Operasi
 Kas Bersih yang
 Diperoleh dari
                       (12.827.817)      (176.023)        (8.197)     (2.234.754)      4.484.408           672.840
 (Digunakan untuk)
 Aktivitas Investasi
 Kas Bersih yang
 Diperoleh dari
                         15.900.000      2.230.945    (7.584.437)     16.579.181     (6.191.009)      75.601.182
 (Digunakan untuk)
 Aktivitas Pendanaan

 Kenaikan Bersih
                           150.098     (7.794.255)      (842.207)        860.954       1.419.110       (493.066)
 Kas dan Setara Kas
 Kas dan Setara Kas
                          9.464.389      9.614.487      1.820.231        978.024       1.838.978       3.258.088
 Awal Periode
 Kas dan Setara Kas
                          9.614.487      1.820.231       978.024       1.838.978       3.258.088       2.765.022
 Akhir Periode
Sumber : Laporan Keuangan MANG




                                  STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK         20
Page 53
Arus kas dari aktivitas operasi
Kegiatan aktivitas ini diperoleh dari penerimaan pelanggan serta pembayaran-pembayaran.
Adapun tahun 2024 kas dari aktivitas operasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan cukup tinggi yaitu
sebesar Rp76.767.088 ribu yang disebabkan meningkatnya beban operasional.

Arus kas dari aktivitas investasi
Tahun 2024 perusahaan menunjukkan adanya kas masuk dari aktivitas investasi sebesar
Rp672.840 ribu yang diperoleh dari adanya penerimaan piutang lain-lain sebesar
Rp1.210.368.890 ribu.

Arus kas dari aktivitas pendanaan
Tahun 2024 perusahaan menunjukkan adanya kas masuk dari aktivitas pendanaan sebesar
Rp75.601.182 ribu dimana adanya uang masuk dari penerimaan pinjaman bank sebesar Rp
7.404.267.895 ribu, modal disetor Rp 15.250.000 ribu, dan penambahan beban yang
ditangguhkan Rp 58.140.381 ribu.

Rasio Keuangan

Figur 5. Rasio Keuangan
                                         2019     2020     2021      2022      2023     2024
                Uraian                                                                 Limited
                                         Audit    Audit    Audit     Audit    Audit
                                                                                        Reviu
 Rasio Likuiditas
 Rasio Lancar                      X       2,02     2,07     2,84      2,18     2,52      4,67
 Rasio Cepat                       X       1,91     1,99     2,41      2,18     2,51      4,66
 Rasio Kas                         X       0,36     0,07     0,05      0,06     0,12      0,09

 Rasio Aktivitas
 Rasio Perputaran Piutang Usaha    X          8        6        2        2         3        1
 Rasio Perputaran Utang Usaha      X         18       22       19        0         0       15
 Rasio Perputaran Persediaan      Hari       17       20      147        5         2        4
 Rasio Perputaran Piutang Usaha   Hari       45       62      178      175       108      364
 Rasio Perputaran Utang Usaha     hari       20       17       19        0         0       25

 Rasio leverage
 Rasio Margin Laba Kotor           %     17,37%   19,38%   35,85%     4,46%   24,38%   29,14%
 Rasio Margin Laba Operasi         %      3,26%   -0,44%   20,46%   -65,63%    9,00%    5,32%
 Rasio Margin Laba (Rugi)          %
                                         -1,51%   -3,98%    8,98%   -75,98%   1,97%     0,25%
 Setelah Pajak
 Return on Assets                  %     -1,34%   -2,58%    3,68%   -10,33%   1,16%     0,06%
 Return On Equity                  %     -2,02%   -3,92%    4,99%   -15,17%   1,65%     0,08%
Sumber : Laporan keuangan MANG, Diolah oleh TOPAZ

Rasio Likuiditas
Likuiditas perusahaan secara keseluruhan menunjukkan tren yang positif selama periode 2019–
2024. Rasio lancar dan rasio cepat terus meningkat dari 2019 hingga 2021, mencerminkan
pengelolaan likuiditas yang semakin baik. Meskipun terjadi penurunan pada tahun 2022 akibat
kemungkinan peningkatan kewajiban jangka pendek, keduanya kembali naik di tahun 2023 dan
melonjak signifikan pada tahun 2024 (rasio lancar mencapai 4,67 dan rasio cepat mencapai 4,66).


                                   STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK     21
Page 54
Hal ini menunjukkan penguatan posisi likuiditas perusahaan secara keseluruhan. Di sisi lain, rasio
kas tetap rendah sepanjang periode, dengan angka tertinggi hanya 0,36 pada tahun 2019 dan
0,12 pada tahun 2023. Rendahnya rasio kas ini mengindikasikan bahwa perusahaan lebih banyak
mengandalkan aset lancar non-kas untuk melunasi kewajiban jangka pendek. Secara umum,
meskipun posisi likuiditas membaik, rendahnya rasio kas dapat menjadi perhatian jika perusahaan
menghadapi kebutuhan likuiditas mendesak.

Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas perusahaan menunjukkan adanya perubahan signifikan selama periode 2019–
2024. Rasio perputaran piutang usaha menurun drastis dari 8 kali (2019) menjadi hanya 1 kali
(2024), mengindikasikan waktu penagihan piutang yang semakin lambat, tercermin dari
meningkatnya rata-rata hari piutang dari 45 hari (2019) menjadi 364 hari (2024). Rasio perputaran
utang usaha juga mengalami penurunan, terutama pada 2022 dan 2023 di mana tidak ada
perputaran utang yang tercatat, namun kembali meningkat menjadi 15 kali dengan rata-rata hari
utang 25 hari di 2024. Rasio perputaran persediaan sempat menunjukkan ketidakseimbangan
signifikan pada 2021 (147 hari) namun kembali membaik di 2023 dan 2024 (2–4 hari). Secara
keseluruhan, efisiensi aktivitas perusahaan perlu ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan
piutang usaha untuk mengurangi waktu penagihan

Rasio Leverage
Rasio aktivitas perusahaan menunjukkan adanya perubahan signifikan selama periode 2019–
2024. Rasio perputaran piutang usaha menurun drastis dari 8 kali (2019) menjadi hanya 1 kali
(2024), mengindikasikan waktu penagihan piutang yang semakin lambat, tercermin dari
meningkatnya rata-rata hari piutang dari 45 hari (2019) menjadi 364 hari (2024). Rasio perputaran
utang usaha juga mengalami penurunan, terutama pada 2022 dan 2023 di mana tidak ada
perputaran utang yang tercatat, namun kembali meningkat menjadi 15 kali dengan rata-rata hari
utang 25 hari di 2024. Rasio perputaran persediaan sempat menunjukkan ketidakseimbangan
signifikan pada 2021 (147 hari) namun kembali membaik di 2023 dan 2024 (2–4 hari). Secara
keseluruhan, efisiensi aktivitas perusahaan perlu ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan
piutang usaha untuk mengurangi waktu penagihan.

Sementara itu rasio margin laba operasi PT Manggung Polahraya Tbk mengalami fluktuasi yang
cukup signifikan dalam periode 2019 hingga 2024. Pada tahun 2019, margin laba operasi sebesar
3,26%, kemudian menurun menjadi negatif (-0,44%) di tahun 2020. Peningkatan signifikan terjadi
pada tahun 2021 dengan margin laba operasi mencapai 20,46%, namun kembali mengalami
penurunan drastis menjadi negatif (-65,63%) pada tahun 2022. Pada tahun 2023 dan 2024, margin
laba operasi meningkat kembali menjadi masing-masing 9,00% dan 5,32%.

Fluktuasi ini terutama disebabkan oleh beberapa faktor utama:
 a. Pendapatan yang Berfluktuasi: Pendapatan perusahaan mengalami penurunan drastis pada
     tahun 2020 dan 2022 akibat dampak pandemi Covid-19 yang memperlambat pertumbuhan
     sektor konstruksi. Penurunan pendapatan berdampak langsung pada laba operasi yang juga
     ikut menurun.
 b. Beban Umum dan Administrasi yang Tinggi: Beban umum dan administrasi menyumbang
     porsi terbesar terhadap biaya operasional. Beban ini mengalami kenaikan yang signifikan
     pada tahun 2022 yang mencapai 68,98% terhadap pendapatan, sehingga margin laba
     operasi menjadi negatif.
 c. Efisiensi Operasional: Pada tahun 2021, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi
     operasional dengan pengurangan biaya gaji dan tunjangan, biaya kantor, dan beban kerugian



                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK         22
Page 55
   piutang, sehingga margin laba operasi meningkat signifikan. Namun, efisiensi ini tidak dapat
   dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.
d. Efek Skala Ekonomi: Fluktuasi dalam volume produksi dan penjualan memengaruhi biaya
   tetap per unit. Pada tahun 2022, penurunan volume penjualan menyebabkan biaya tetap per
   unit meningkat, yang berdampak negatif pada margin laba operasi.

Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) perusahaan mengalami penurunan drastis
dalam periode 2019 hingga 2024, bahkan mencatatkan nilai negatif pada beberapa tahun, yang
menunjukkan rendahnya profitabilitas. Untuk mengembalikan profitabilitas, PT Manggung
Polahraya Tbk telah dan akan mengambil langkah-langkah konkret sebagai berikut:

Diversifikasi Sumber Pendapatan: Perusahaan akan melakukan diversifikasi sumber pendapatan
dengan memperluas kegiatan usaha ke sektor konstruksi gedung tempat hunian, perkantoran, dan
jaringan irigasi, yang memiliki potensi pasar yang besar dan lebih stabil.

a) Peningkatan Efisiensi Operasional: Perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi
   operasional dengan melakukan pengendalian biaya secara ketat, khususnya pada beban
   umum dan administrasi yang selama ini menjadi penyebab utama fluktuasi margin laba
   operasi.
b) Optimalisasi Utilisasi Aset: Perusahaan akan mengoptimalkan utilisasi aset tetap yang
   dimiliki, termasuk pabrik produksi aspal hotmix dan beton ready mix, untuk meningkatkan
   volume produksi dan efisiensi biaya per unit.
c) Pengelolaan Piutang yang Lebih Baik: Dengan memperbaiki manajemen piutang dan
   mempercepat waktu penagihan, perusahaan dapat memperbaiki rasio perputaran piutang
   yang selama ini cukup lambat, sehingga dapat meningkatkan likuiditas dan profitabilitas.
d) Restrukturisasi Utang dan Pembiayaan yang Lebih Efisien: Perusahaan berencana untuk
   melakukan restrukturisasi utang dengan suku bunga yang lebih rendah, sehingga dapat
   menurunkan beban keuangan yang selama ini cukup tinggi dan mempengaruhi laba bersih.
e) Peningkatan Efisiensi Proyek Konstruksi: Dengan mengoptimalkan manajemen proyek dan
   penerapan teknologi yang lebih efisien dalam pembangunan infrastruktur jalan dan gedung,
   perusahaan dapat meningkatkan margin laba dari proyek konstruksi.


Common Size Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2019 sampai dengan 30 September
2024

Berikut common size / analisis vertikal dan horizontal laporan keuangan periode 31 Desember
2019 sampai dengan 30 September 2024.

Analisis Vertikal
Analisis vertikal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara
menyajikan kembali laporan keuangan dalam bentuk persentase, dimana laporan laba rugi
dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap pendapatan, sedangkan laporan posisi keuangan
dinyatakan dalam persentase terhadap total aset maupun liabilitas dan ekuitas.




                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK       23
Page 56
Figur 6. Analisis Vertikal Laba Rugi

                                   31 Des        31 Des          31 Des     31 Des     31 Des      30 Sept
                                    2019          2020            2021       2022       2023        2024
            Uraian

                                                                                                   Limited
                                    Audit         Audit           Audit      Audit     Audit
                                                                                                    Reviu
 Pendapatan                        100,00%       100,00%         100,00%    100,00%    100,00%     100,00%
 Beban Pokok Pendapatan             -82,63%       -80,62%        -64,15%     -95,54%   -75,62%     -70,86%
 Laba Bruto                         17,37%        19,38%          35,85%      4,46%     24,38%      29,14%


 Beban Penjualan                     -0,57%           -0,95%       0,00%      -0,17%    -0,03%      -0,54%
 Beban umum dan
                                    -12,28%       -18,96%        -21,63%     -68,98%   -15,04%     -23,13%
 administrasi
 Beban lain-lain                     0,00%            0,00%        0,00%      -1,56%    -0,36%      -0,15%
 Pendapatan lain-lain                -1,26%           0,09%        6,24%      0,62%      0,04%       0,00%

 Laba (Rugi) sebelum beban
                                     3,26%            -0,44%      20,46%     -65,63%     9,00%       5,32%
 keuangan dan Pajak


 Beban keuangan                      -2,84%           -1,21%       -9,36%    -15,08%    -5,01%      -4,37%
 Laba (Rugi) Bersih
                                     0,42%            -1,65%      11,10%     -80,71%     4,00%       0,95%
 Sebelum Pajak
                                     0,00%            0,00%        0,00%      0,00%      0,00%       0,00%
 Pajak Penghasilan Final             0,00%            0,00%        0,00%      -0,97%    -1,82%      -0,35%
 Pajak tangguhan                     -1,93%           -2,34%       -2,12%     5,69%     -0,21%      -0,34%
 Laba (Rugi) Bersih Periode
                                     -1,51%           -3,98%       8,98%     -75,98%     1,97%       0,25%
 Berjalan
Sumber : Laporan keuangan MANG, diolah oleh TOPAZ


Figur 7. Analisis Vertikal Laporan Posisi Keuangan
                           31 Des           31 Des             31 Des       31 Des      31 Des       30 Sept
                            2019             2020               2021         2022        2023         2024
         Uraian
                                                                                                     Limited
                           Audit              Audit            Audit        Audit       Audit
                                                                                                      Reviu
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan setara kas           11,79%            2,29%             1,22%        1,79%       3,21%        1,51%
 Piutang usaha                11,07%           11,06%           20,01%         6,53%      17,32%       24,43%
 Piutang lain-lain            23,35%           22,39%           14,59%       13,35%        8,71%        4,23%
 Persediaan                   3,42%             2,86%           10,56%         0,19%       0,22%        0,21%
 Proyek dalam
                              12,48%           24,71%           22,34%       39,66%       34,43%       10,96%
 pelaksanaan
 Pajak dibayar dimuka         2,47%             3,90%             0,28%        0,00%       0,00%        0,00%
 Dana titipan proyek          0,62%             1,35%             1,55%        0,50%       0,00%       41,03%




                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              24
Page 57
                       31 Des       31 Des      31 Des       31 Des       31 Des     30 Sept
                        2019         2020        2021         2022         2023       2024
       Uraian
                                                                                     Limited
                       Audit        Audit        Audit        Audit       Audit
                                                                                      Reviu
Beban yang
                         0,00%         0,00%       0,00%        1,07%        2,54%      0,00%
ditangguhkan
Jumlah Aset Lancar      65,20%        68,56%      70,54%       63,09%       66,43%     82,37%


Aset Tidak Lancar
Aset tetap - bersih     34,80%        31,44%      27,90%       36,49%       33,14%     17,39%
Aset Tidak Lancar
                         0,00%         0,00%       0,00%        0,42%        0,43%      0,24%
Lainnya
Aset pajak tangguhan     0,00%         0,00%       1,56%        0,00%        0,00%      0,00%
Jumlah Aset Tidak
                        34,80%        31,44%      29,46%       36,91%       33,57%     17,63%
Lancar
Jumlah Aset            100,00%       100,00%     100,00%      100,00%      100,00%    100,00%


Liabilitas dan
Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka
Pendek
Utang bank              26,87%        30,34%      20,74%       25,83%       22,13%     12,31%
Utang Usaha              4,04%         2,41%       1,39%        0,00%        0,00%      1,19%
Utang sewa
                         0,00%         0,00%       0,27%        0,56%        0,00%      0,00%
pembiayaan
Bagian Lancar atas
Liabilitas Jangka        0,00%         0,00%       0,00%        0,00%        0,00%      0,76%
Panjang
Utang pajak              0,00%         0,29%       0,00%        2,17%        3,34%      2,95%
Biaya yang masih
                         1,45%         0,01%       2,44%        0,32%        0,87%      0,43%
harus dibayar
Jumlah Liabilitas
                        32,35%        33,04%      24,84%       28,89%       26,33%     17,63%
Jangka Pendek

Liabilitas Jangka
Panjang Panjang
Liabilitas Imbalan
                         0,00%         0,00%       1,49%        1,46%        1,66%      1,02%
pasca-kerja
Liabilitas Pajak
                         0,00%         0,00%       0,00%        1,54%        1,74%      1,06%
Tangguhan
Kewajiban Imbalan
                         1,21%         1,28%       0,00%        0,00%        0,00%      1,33%
Pasca-Kerja
Jumlah Liabilitas
                         1,21%         1,28%       1,49%        3,01%        3,40%      3,41%
Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas       33,57%        34,33%      26,33%       31,89%       29,73%     21,04%


Ekuitas
Modal saham              1,84%         1,88%       1,88%       59,29%       60,13%     41,55%
Agio saham               0,00%         0,00%       0,00%        0,00%        0,00%     31,68%
Penghasilan
                         0,00%         0,00%       4,53%       16,02%       16,29%      9,07%
komprehensif lain



                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK    25
Page 58
                           31 Des           31 Des           31 Des           31 Des        31 Des         30 Sept
                            2019             2020             2021             2022          2023           2024
        Uraian
                                                                                                           Limited
                           Audit            Audit            Audit            Audit         Audit
                                                                                                            Reviu
 Laba ditahan                 64,59%         63,79%           67,25%            -7,21%        -6,16%         -3,34%
 Jumlah ekuitas               66,43%         65,67%           73,67%           68,11%        70,27%          78,96%
 Jumlah kewajiban
                           100,00%          100,00%          100,00%          100,00%       100,00%          100,00%
 dan ekuitas
Sumber : Laporan keuangan MANG, diolah oleh TOPAZ

Figur 8. Analisis Horizontal Laba Rugi
                                   31 Des       31 Des                          31 Des       31 Des           30 Sept
                                                              31 Des 2021
                                    2019         2020                            2022         2023             2024
           Uraian
                                                                                                              Limited
                                    Audit       Audit            Audit           Audit        Audit
                                                                                                               Reviu
 Pendapatan                                     -29,00%           -36,44%        -57,27%      326,15%          -24,63%
 Beban Pokok Pendapatan                         -30,74%           -49,42%        -36,35%      237,28%          -29,37%
 Laba Bruto                                     -20,75%              17,56%      -94,68%     2230,45%           -9,94%


 Pendapatan                                     -29,00%           -36,44%        -57,27%      326,15%          -24,63%
 Beban Pokok Pendapatan                         -30,74%           -49,42%        -36,35%      237,28%          -29,37%
 Laba Bruto                                     -20,75%            17,56%        -94,68%     2230,45%           -9,94%


 Beban Penjualan                                 18,36%          -100,00%         0,00%        -30,46%       1407,42%
 Beban umum dan
                                                     9,62%        -27,47%        36,28%         -7,09%         15,91%
 administrasi
 Beban lain-lain                                     0,00%            0,00%       0,00%         -3,04%         -68,31%
 Pendapatan lain-lain                          -104,83%         4538,16%         -95,73%       -71,24%        -100,00%
 Laba (Rugi) sebelum beban
                                               -109,49%        -3084,29%        -237,05%      -158,47%         -55,49%
 keuangan dan Pajak


 Beban keuangan                                 -69,64%          390,50%         -31,16%       41,46%          -34,23%
 Laba (Rugi) Bersih
                                               -375,47%          -527,89%       -410,70%      -121,11%         -82,11%
 Sebelum Pajak


 Pajak Penghasilan Final                          0,00%             0,00%          0,00%       698,39%         -85,35%
 Pajak tangguhan                                -14,12%           -42,24%       -214,68%      -116,08%          20,81%
 Laba (Rugi) Bersih Periode
                                                 87,87%          -243,24%       -461,64%      -111,04%         -90,35%
 Berjalan
Sumber : Laporan keuangan MANG, diolah oleh TOPAZ

Figur 9. Analisis Horizontal Laporan Posisi Keuangan
                                   31 Des       31 Des          31 Des           31 Des                         30 Sept
                                                                                             31 Des 2023
                                    2019         2020            2021             2022                           2024
           Uraian
                                                                                                                Limited
                                    Audit        Audit           Audit           Audit          Audit
                                                                                                                 Reviu
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan setara kas                             -81,07%          -46,27%           88,03%           77,17%       -15,13%



                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                       26
Page 59
                                31 Des    31 Des      31 Des       31 Des                   30 Sept
                                                                              31 Des 2023
                                 2019      2020        2021         2022                      2024
             Uraian
                                                                                            Limited
                                Audit      Audit      Audit        Audit         Audit
                                                                                             Reviu
Piutang usaha                              -2,54%      81,59%       -57,94%      161,48%     155,19%
Piutang lain-lain                          -6,45%      -34,60%      17,84%        -35,68%    -12,13%
Persediaan                                -18,37%     270,50%       -97,65%       11,90%     71,85%
Proyek dalam pelaksanaan                   93,20%       -9,29%     128,70%        -14,39%    -42,39%
Pajak dibayar dimuka                       54,00%      -92,90%     -100,00%        0,00%         0,00%
Dana titipan proyek                       111,53%      14,43%       -57,96%      -100,00%        0,00%
Beban yang ditangguhkan                     0,00%       0,00%        0,00%       134,12%    -100,00%
Jumlah Aset Lancar                          2,60%       3,25%       15,21%         3,82%    124,31%


Aset Tidak Lancar
Aset tetap - bersih                       -11,85%      -10,96%      68,47%        -10,43%     -5,10%
Aset Tidak Lancar Lainnya                   0,00%       0,00%        0,00%         0,07%         0,00%
Aset pajak tangguhan                        0,00%       0,00%      -100,00%        0,00%         0,00%
Jumlah Aset Tidak Lancar                  -11,85%       -6,00%      61,42%        -10,31%     -5,03%
Jumlah Aset                                -2,43%       0,34%       28,83%         -1,39%    80,89%


Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank                                 10,18%      -31,41%      60,46%        -15,55%        0,63%
Utang Usaha                               -41,88%      -41,89%     -100,00%        0,00%         0,00%
Utang sewa pembiayaan                       0,00%       0,00%      171,07%       -100,00%        0,00%
Bagian Lancar atas Liabilitas
                                            0,00%       0,00%        0,00%         0,00%         0,00%
Jangka Panjang
Utang pajak                                 0,00%      -99,52%   199952,55%       51,35%     59,68%
Biaya yang masih harus
                                          -99,60%   41373,56%       -83,30%      170,55%     -10,41%
dibayar
Jumlah Liabilitas Jangka
                                           -0,35%      -24,56%      49,80%        -10,13%    21,11%
Pendek

Liabilitas Jangka Panjang
Panjang
Liabilitas Imbalan pasca-
                                            0,00%       0,00%       26,41%        11,95%     11,10%
kerja
Liabilitas Pajak Tangguhan                  0,00%       0,00%        0,00%        11,17%     10,44%
Kewajiban Imbalan Pasca-
                                            3,13%     -100,00%       0,00%         0,00%         0,00%
Kerja
Jumlah Liabilitas Jangka
                                            3,13%      16,42%      160,04%        11,55%     81,52%
Panjang
Jumlah Liabilitas                          -0,22%      -23,03%      56,03%         -8,08%    28,02%


Ekuitas
Modal saham                                 0,00%       0,00%     3966,67%         0,00%     25,00%



                                   STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK      27
Page 60
                                    31 Des        31 Des      31 Des      31 Des                   30 Sept
                                                                                     31 Des 2023
                                     2019          2020        2021        2022                     2024
                Uraian
                                                                                                   Limited
                                        Audit      Audit      Audit        Audit        Audit
                                                                                                    Reviu
       Agio saham                                   0,00%       0,00%        0,00%        0,00%       0,00%
       Penghasilan komprehensif
                                                    0,00%       0,00%      355,23%        0,28%          0,64%
       lain
       Laba ditahan                                -3,65%       5,79%     -113,81%       -15,81%     -1,81%
       Jumlah ekuitas                              -3,55%      12,55%       19,10%        1,74%     103,26%
       Jumlah kewajiban dan
                                                   -2,43%       0,34%       28,83%        -1,39%     80,89%
       ekuitas
      Sumber : Laporan keuangan MANG, diolah oleh TOPAZ

2.7   Informasi Investigasi Lapangan

      Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang relevan
      dalam penugasan Penamabahan Kegiatan Usaha MANG. Berikut informasi terkait pelaksanaan
      investigasi lapangan:

      Surat tugas        : 1283/ST/KJPP-TOPAZ/XII/2024
      Lokasi             : Jakarta
      Tanggal            : 13 Desember 2024
      Pelaksana          : Mery Ganis

      Hasil diskusi saat dilapangan :

      •   Adanya rencana penambahan KBLI 41018 Kontruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan
          Olahraga; KBLI 41011 konstruksi Gedung hunian, KBLI 41012 konstruksi Gedung
          perkantoran, KBLI 41014 konstruksi Gedung perbelanjaan, KBLI 42201 konstruksi jaringan
          irigasi dan drainase, KBLI 43120 konstruksi khusus penyiapan lahan.
      •   Cut off date yang digunakan adalah per 30 September 2024.




                                           STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK      28
Page 61
                                      BAB III
                                TINJAUAN EKONOMI

Perusahaan menjalankan usaha dibidang konstruksi. Projek yang dikerjakan oleh Perusahaan cukup
bervarian mulai dari perencanaan Pembangunan & land clearing padel court kemang, Pembangunan
padel court kemang tahap I, Pembangunan aera parker Kawasan Bakauheni Harbour City, renovasi
Menara siger tahap 1, dan masih banyak lagi. Perusahaan berencana menambah KBLI (Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia) untuk mengakomodasi proyek-proyek baru yang berpotensi
menguntungkan, seperti Konstruksi Gedung tempat hunian hiburan dan olahraga, perkantoran,
perbelanjaan, jaringan irigasi dan drainase, dan penyiapan lahan dengan pertumbuhan industri
konstruksi yang terus meningkat, baik ditingkat makro maupun mikro Langkah ini diharapkan dapat
memperluat posisi Perusahaan di pasar.

3.1. Kondisi Perekonomian Global

    Ketidakpastian kebijakan moneter negara maju semakin mereda sejalan dengan terus melambatnya
    tekanan inflasi global. Di Amerika Serikat (AS), inflasi diperkirakan akan semakin mendekati sasaran
    inflasi jangka menengah sebesar 2% di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi dan
    meningkatnya angka pengangguran. Perkembangan ini mendorong prospek penurunan Fed Funds
    Rate (FFR) yang lebih cepat dan lebih besar dari perkiraan semula. Sejalan dengan itu, yield US
    Treasury tenor 2 tahun menurun lebih besar sehingga menjadi lebih rendah dari yield US Treasury
    10 tahun. Indeks mata uang AS terhadap mata uang negara utama (DXY) juga melemah. Di
    kawasan Eropa, European Central Bank (ECB) telah menurunkan suku bunga kebijakan
    moneternya sejalan dengan inflasi yang menurun ke arah sasaran jangka menengah sebesar 2%.
    Di Asia, People Bank of China (PBoC) juga telah menurunkan suku bunga sejalan dengan inflasi
    yang rendah dan permintaan domestik yang masih lemah. Berbagai perkembangan ini mendorong
    semakin meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan meningkatkan aliran masuk modal
    asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Ke depan, kejelasan arah penurunan suku
    bunga negara maju khususnya AS diprakirakan akan semakin mendorong aliran masuk modal asing
    dan memperkuat stabilitas eksternal negara berkembang. Perkembangan ini akan mendukung
    kebijakan ekonomi negara berkembang untuk tujuan ekonomi domestiknya dalam menjaga
    stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

3.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu didorong agar lebih tinggi. Investasi terus
    tumbuh, khususnya investasi bangunan sejalan dengan tahapan finalisasi operasional Ibu Kota
    Nusantara (IKN) dan penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Pertumbuhan
    konsumsi rumah tangga tetap terjaga, khususnya untuk kelas menengah ke atas. Ekspor nonmigas
    tetap baik sehingga turut menopang pertumbuhan ekonomi. Belanja Pemerintah yang diprakirakan
    meningkat pada akhir tahun diharapkan dapat juga menopang permintaan domestik. Berbagai
    indikator terkini, termasuk hasil survei Bank Indonesia, menunjukkan kegiatan ekonomi pada
    triwulan III 2024 yang baik, sebagaimana tecermin pada keyakinan konsumen yang tinggi, penjualan
    eceran yang positif, serta impor barang modal dan penjualan semen yang meningkat. Bank


                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                29
Page 62
Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7-
5,5%. Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan, baik dari sisi
permintaan maupun dari sisi penawaran. Untuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat bauran
kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih tinggi, bersinergi erat dengan
kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Dari sisi penawaran, kebijakan reformasi struktural perlu terus
diperkuat untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi,
termasuk sektor ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja dan memiliki nilai tambah yang tinggi..

Figur 10. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2024

Pada triwulan III 2024, pertumbuhan ekonomi didukung oleh kinerja positif Lapangan Usaha (LU)
Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Pertambangan, serta pertumbuhan ekonomi di wilayah
Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), Kalimantan, dan Sumatera. Berdasarkan data yang ada,
sektor industri pengolahan tumbuh sebesar 5,42%, sektor perdagangan sebesar 4,86%, dan sektor
pertambangan sebesar 9,17%. Peningkatan ini didorong oleh ekspor yang tetap kuat, belanja fiskal
Pemerintah yang meningkat, serta konsumsi dan investasi yang terus bertambah. Indikator seperti
peningkatan mobilitas masyarakat, penjualan ritel, PMI Manufaktur, dan realisasi ekspor-impor juga
mencerminkan aktivitas ekonomi yang solid. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2024
diproyeksikan tetap kuat dengan PDB tumbuh sebesar 5,05%, lebih baik dari beberapa triwulan
sebelumnya.




                             STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                30
Page 63
    Figur 11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




     Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2024

3.3. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

    Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Defisit NPI
    triwulan II 2024 menurun ditopang oleh neraca transaksi modal dan finansial yang surplus serta
    defisit transaksi berjalan yang sehat. NPI triwulan III 2024 terus membaik ditopang oleh berlanjutnya
    surplus neraca perdagangan, yang pada Agustus 2024 tercatat sebesar 2,9 miliar dolar AS.
    Sementara itu, aliran masuk investasi portofolio terus berlanjut dan tercatat tinggi, dimana pada
    triwulan III 2024 (hingga 13 September 2024) mencatat net inflows sebesar 10,1 miliar dolar AS
    (qtd), yang terjadi pada seluruh instrumen keuangan domestik. Posisi cadangan devisa Indonesia
    akhir Agustus 2024 tercatat meningkat, sebesar 150,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan
    6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada
    di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, NPI 2024 diprakirakan
    tetap sehat, dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan
    0,9% dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan meningkat didukung oleh
    berlanjutnya peningkatan aliran masuk modal asing, sejalan dengan meredanya ketidakpastian
    pasar keuangan global, persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional, dan
    imbal hasil investasi di aset keuangan domestik yang tetap menarik.




                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                31
Page 64
    Figur 12. Neraca Pembayaran Indonesia




    Keterangan: *Angka sementara; ** Angka sangat sementara
    Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2024.

3.4. Nilai Tukar Rupiah

    Nilai tukar Rupiah menguat didukung oleh konsistensi bauran kebijakan moneter Bank Indonesia
    serta meningkatnya aliran masuk modal asing. Nilai tukar Rupiah pada September 2024 (hingga 17
    September 2024) menguat menjadi Rp15.330/USD atau menguat 0,78% dibandingkan dengan
    posisi akhir Agustus 2024. Penguatan Rupiah ini tercatat lebih tinggi dibandingkan apresiasi mata
    uang regional seperti Won Korea dan Rupee India yang menguat sebesar 0,32% dan 0,13%.
    Dengan perkembangan tersebut, apabila dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, nilai
    tukar Rupiah juga terapresiasi sebesar 0,40%, lebih baik dibandingkan dengan dinamika mata uang
    regional seperti Rupee India dan Won Korea yang masing-masing masih mengalami depresiasi
    sebesar 0,66% dan 3,41%. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan terus menguat sejalan dengan
    menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi
    Indonesia, serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian. Ke depan,
    seluruh instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter
    pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas
    kebijakan dalam menarik aliran masuk modal asing dan mendukung penguatan nilai tukar Rupiah.

3.5. Perkembangan Inflasi

    Inflasi tetap rendah dan terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga Konsumen
    (IHK) tercatat rendah di seluruh komponen sehingga mencapai 2,12% (yoy) pada Agustus 2024.
    Inflasi inti tercatat sebesar 2,02% (yoy), sementara inflasi volatile food (VF) terus menurun menjadi
    3,04% (yoy), dari level bulan sebelumnya 3,63% (yoy).


                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                32
Page 65
Figur 13. Grafik Inflasi IHK dan Komponen Tahun 2024




Sumber : Bank Indonesia

Figur 14. Grafik Ekspektasi Inflasi Tahun 2024




Sumber : Bank Indonesia

Penurunan inflasi VF tercatat di sebagian besar wilayah Indonesia, didukung oleh peningkatan
pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi
TPIP/TPID melalui GNPIP. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam
sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported
inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia,
serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh
sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Ke depan, Bank
Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun



                             STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                  33
Page 66
   2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya penguatan
   pertumbuhan ekonomi.

   Figur 15. Peta Inflasi Daerah Tahun 2024




  Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan III 2024

3.6. Perkembangan Suku Bunga

   Optimalisasi instrumen moneter pro-market, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI, terus dilakukan dalam
   rangka penguatan stabilitas nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi. Kebijakan ini juga
   dimaksudkan untuk mempercepat upaya pendalaman pasar uang dan pasar valas serta mendorong
   aliran masuk modal asing ke dalam negeri. Hingga 17 September 2024, posisi instrumen SRBI,
   SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp918,42 triliun, 2,95 miliar dolar AS, dan 280
   juta dolar AS. Penerbitan SRBI telah mendukung upaya peningkatan aliran masuk portofolio asing
   ke dalam negeri dan penguatan nilai tukar Rupiah. Kepemilikan nonresiden dalam SRBI mencapai
   Rp246,08 triliun (26,79% dari total outstanding). Implementasi Primary Dealer (PD) sejak Mei 2024
   juga semakin meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo)
   antarpelaku pasar, sehingga memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar
   Rupiah dan pengendalian inflasi. Ke depan, Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai inovasi
   instrumen pro-market, baik dari sisi volume maupun sisi daya tarik imbal hasil, dan didukung kondisi
   fundamental ekonomi domestik yang kuat, untuk mendorong berlanjutnya aliran masuk portofolio
   asing ke pasar keuangan domestik.

   Transmisi kebijakan moneter terus berjalan baik. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di
   sekitar BI-Rate, yaitu 6,44% pada 17 September 2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12
   bulan tanggal 13 September 2024 tercatat masing-masing pada level 6,99%, 7,09%, dan 7,11%
   sehingga tetap menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 dan
   10 tahun menurun, per 17 September 2024 masing-masing sebesar 6,47% dan 6,55%, didorong


                               STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                34
Page 67
meningkatnya permintaan nonresiden sejalan dengan menguatnya aliran masuk modal asing ke
pasar SBN. Sementara itu, likuiditas perbankan memadai sejalan dengan implementasi bauran
kebijakan Bank Indonesia, termasuk Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Likuiditas
yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang semakin baik, yang antara
lain didorong oleh publikasi asesmen transparansi SBDK, berdampak positif pada suku bunga
perbankan yang tetap terjaga. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Agustus
2024 tercatat masing-masing sebesar 4,73% dan 9,21%, stabil dibandingkan dengan level bulan
sebelumnya.

Pertumbuhan kredit pada Agustus 2024 tetap kuat mencapai 11,40% (yoy). Perkembangan ini
ditopang oleh sisi penawaran sejalan dengan minat penyaluran kredit yang terjaga, pendanaan yang
memadai, realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan, dan dukungan KLM Bank Indonesia. Hingga
minggu kedua September 2024, Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp256,1
triliun kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp118,6 triliun, BUSN sebesar Rp110,5 triliun, BPD
sebesar Rp24,4 triliun, dan KCBA sebesar Rp2,6 triliun. Insentif KLM tersebut disalurkan kepada
sektor-sektor prioritas, yaitu hilirisasi minerba dan pangan, UMKM, sektor otomotif, perdagangan
dan Listrik, Gas dan Air (LGA), serta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pertumbuhan kredit juga
didukung oleh sisi permintaan yang tetap baik dari korporasi, terutama korporasi di sektor padat
modal, sedangkan permintaan kredit korporasi di sektor padat karya perlu terus ditingkatkan.
Sementara itu, permintaan kredit rumah tangga terjaga, terutama pada sektor Properti. Secara
sektoral, pertumbuhan kredit pada mayoritas sektor ekonomi tetap kuat, terutama pada sektor
Industri, LGA, dan Pengangkutan. Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit
ditopang oleh kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi, yang masing-masing tumbuh
sebesar 10,75% (yoy), 13,08% (yoy), dan 10,83% (yoy) pada Agustus 2024. Pembiayaan syariah
dan kredit UMKM tumbuh masing-masing sebesar 11,61% (yoy) dan 4,42% (yoy). Dengan
perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit 2024 diprakirakan berada pada batas atas kisaran 10-
12%. Bank Indonesia akan terus memperkuat implementasi KLM, termasuk kepada sektor yang
mendukung penciptaan lapangan kerja, sektor yang menjadi sumber pertumbuhan baru (sektor
tersier), dan sektor yang dapat meningkatkan inklusivitas, termasuk kelas menengah bawah,
dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan pada Agustus 2024 tetap memadai,
tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi sebesar 25,37%.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Juli 2024 tergolong kuat
yang tercatat tinggi sebesar 26,56%, sehingga mampu menyerap risiko dan mendukung
pertumbuhan kredit. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan
pada Juli 2024 terjaga rendah, sebesar 2,27% (bruto) dan 0,79% (neto). Ketahanan permodalan
dan likuiditas perbankan juga ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang
terjaga, sebagaimana hasil stress test perbankan terkini. Ke depan, Bank Indonesia terus
memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko yang berpotensi
mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2024 tetap kuat didukung oleh sistem
pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari sisi nilai besar, transaksi BI-RTGS meningkat
11,73% (yoy) sehingga mencapai Rp14.731 triliun. Dari sisi ritel, volume transaksi BI-FAST tumbuh
59,12% (yoy) mencapai 312,67 juta transaksi. Transaksi digital banking tercatat 1.871,19 juta
transaksi atau tumbuh sebesar 31,11% (yoy), sementara transaksi Uang Elektronik (UE) tumbuh


                            STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                35
Page 68
21,53% (yoy) mencapai 1.246,58 juta transaksi. Transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM/D
turun 6,82% (yoy) menjadi 591,92 juta transaksi. Transaksi kartu kredit tumbuh 22,79% (yoy)
mencapai 41,59 juta transaksi. Transaksi QRIS kembali tumbuh pesat sebesar 217,33% (yoy),
dengan jumlah pengguna mencapai 52,55 juta dan jumlah merchant 33,77 juta. Sementara dari
pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 11,43% (yoy) menjadi
Rp1.052,70 triliun.

Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh struktur yang membaik serta infrastruktur
yang berdaya tahan. Dari sisi infrastruktur, kelancaran dan keandalan Sistem Pembayaran Bank
Indonesia (SPBI) tetap terjaga dengan baik. Dari sisi struktur industri, interkoneksi sistem
pembayaran dan perluasan ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) terus meningkat. Transaksi
pembayaran berbasis Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) yang memfasilitasi
interkoneksi di sistem pembayaran tumbuh positif didorong perluasan adopsi SNAP untuk berbagai
jenis penggunaan. Sebagai salah satu inisiatif dari BSPI 2030, pada tanggal 11 September 2024,
Bank Indonesia telah memberikan pengakuan kepada Lembaga Sertifikasi Profesi Sistem
Pembayaran Indonesia (LSP SPI) sebagai LSP yang berwenang menyelenggarakan sertifikasi di
bidang sistem pembayaran. LSP SPI didirikan oleh Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI)
yang merupakan representasi dari industri sistem pembayaran, dan diharapkan dapat berperan aktif
dalam menciptakan SDM sistem pembayaran yang memiliki knowledge, skill, dan attitude yang
mumpuni dalam menghadapi tantangan sistem pembayaran di era digital. Bank Indonesia terus
menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di
seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah 3T (Terdepan,
Terluar, Terpencil).




                            STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK               36
Page 69
                                BAB IV
                       ANALISA KELAYAKAN PASAR

4.1.   Industri Konstruksi

       Industri konstruksi di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang baik hingga September 2024,
       dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang diperkirakan tetap
       kuat. PDB dari Konstruksi di Indonesia meningkat menjadi Rp320.200 Miliar pada kuartal ketiga
       tahun 2024 dari Rp301.900 Miliar pada kuartal kedua tahun 2024. PDB dari Konstruksi di
       Indonesia rata-rata Rp237.209,21 miliar dari 2010 hingga 2024, mencapai rekor tertinggi
       sepanjang masa sebesar Rp320.200,00 miliar pada kuartal ketiga tahun 2024 dan rekor
       terendah sebesar Rp149.919,00 miliar pada kuartal pertama tahun 2010.

       Figur 16. Kontribusi Konstruksi pada PDB Indonesia




       Sumber : Trading Economics

       Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),
       terus berfokus pada penyelesaian proyek infrastruktur utama yang direncanakan dalam Rencana
       Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Proyek-proyek penting yang
       mendukung pertumbuhan sektor konstruksi mencakup pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN),
       pembangunan bendungan, irigasi, jalan tol, serta perumahan dan fasilitas publik lainnya. Hingga
       September 2024, sebagian besar proyek ini masih dalam tahap pembangunan dengan anggaran
       yang signifikan. Untuk tahun anggaran 2024, Kementerian PUPR mengalokasikan Rp146,98
       triliun, rinciannya, alokasi untuk Ditjen Sumber Daya Air sebesar Rp 47,64 triliun antara lain untuk
       pembangunan 23 unit bendungan, revitalisasi danau, pembangunan irigasi 4.000 hektar,
       rehabilitasi dan peningkatan irigasi 38.000 hektar, pembangunan pengendali banjir dan
       pengaman pantai 57,5 km, pembangunan prasarana air baku kapasitas 2,5 m3/detik, dan
       pembangunan 7 unit embung. Berikutnya, alokasi untuk proyek-proyek prioritas Ditjen Bina



                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                  37
Page 70
       Marga untuk jalan dan jembatan sebesar Rp 55,40 antara lain peningkatan konektivitas jalan
       bebas hambatan 546,13 km, preservasi rutin jalan 47.603 km, serta peningkatan kapasitas dan
       preservasi peningkatan struktur jalan m 2.117,75 km. Preverensi dan penggantian jembatan 7,12
       km, pembangunan jalan 318,41 km, pembangunan dan duplikasi jembatan 3,89 km, peningkatan
       aksesibilitas flyover/ underpass/ terowongan 918,75 m, serta dukungan inpres Jalan Daerah
       26,25 km.

       Lalu alokasi pada bidang permukiman sebesar Rp32,70 triliun, antara lain pembangunan dan
       peningkatan SPAM kapasitas 2.985 liter/ detik, perluasan SPAM sebanyak 20.638 SR,
       Pasmsimas di 1..183 desa, sistem pengelolaan air limbah domestik dengan layanan 11.370 kk,
       sistem pengelolaan persampahan dengan layanan 231.012 KK, Sanimas di 1.546 lokasi, TPS3R
       di 173 lokasi, sanitasi di 1,279 lembaga pendidikan keagamaan, penataan KSPN dan kegiatan
       strategis lainnya seluas 352 hektar, PISEW di 738 kecamatan.

       Kemudian pengembangan penyelenggaraan bangunan gedung seluas 27.720 m2,
       pengembangan penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan di 5 kawasan,
       pembangunan bangunan gedung dan penataan kawasan IKN sebanyak 13 unit, rehabilitasi dan
       renovasi sarana prasarana sekolah/madrasah sebanyak 328 unit, pembangunan dan rehabilitasi
       PTN/PTKIN sebanyak 17 unit, rehabilitasi dan renovasi 25 pasar, pembangunan sarana
       prasarana olahraga sebanyak 25 unit, dan renovasi 21 stadion.

       Selanjutnya alokasi untuk Ditjen Perumahan sebesar Rp 9,25 triliun antara lain pembangunan
       rumah susun (lanjutan pembangunan rusun ASN dan Hankam di IKN 2.585 unit, rusun MYC
       2023-2024 2.316 unit, dan pembangunan rusun baru direktif 578 unit), pembangunan rumah
       khusus (rusus terdampak bencana 553 unit, lanjutan pembangunan huntap di Sulawesi Tengah,
       dan pembangunan rumah tapak jabatan menteri di IKN 36 unit), pembangunan PSU 26.686 unit
       untuk perumahan bagi MBR dan dukungan Penanganan Kemiskinan Ekstrim (PKE) melalui
       program Padat Karya skema BSPS sebanyak 45.872 unit.

       Sedangkan dukungan manajemen di Setjen, Itjen, Ditjen Bina Kontruksi, Ditjen Pembiayaan
       Infrastruktur PU & Perumahan, BPSDM, dan BPIW sebesar Rp 1,99 triliun terdiri dari
       perencanaan, pembinaan konstruksi, pengawasan, pembiayaan infrastruktur, penguatan SDM,
       dan layanan manajemen. Program Padat Karya dilanjutkan yang ditargetkan akan menyerap
       264 ribu tenaga kerja dengan anggaran Rp 6,67 triliun, termasuk dukungan untuk kemiskinan
       ekstrem. Sedangkan dukungan infrastruktur IKN tahun 2024 sebesar Rp 35,37 triliun.

4.2.   Prospek Industri Konstruksi

       Prospek industri konstruksi di Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif dan
       menjanjikan, terutama menjelang akhir tahun 2024 dan seterusnya. Pembangunan infrastruktur
       yang masif menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan sektor ini, termasuk
       proyek-proyek strategis nasional seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta
       pengembangan jalan tol, bendungan, dan fasilitas publik lainnya. Dukungan anggaran dan
       kebijakan dari pemerintah, khususnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
       Rakyat (PUPR), sangat signifikan dengan alokasi dana besar dan komitmen untuk meningkatkan
       penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN).



                               STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK             38
Page 71
       Selain itu, pengadopsian teknologi baru, seperti Building Information Modeling (BIM) dan
       penggunaan material ramah lingkungan, semakin umum diterapkan dalam industri konstruksi,
       yang tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga mempercepat pembangunan dan
       meningkatkan kualitas hasil proyek. Permintaan dari sektor swasta untuk properti, kawasan
       industri, dan fasilitas komersial juga terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan populasi dan
       urbanisasi.

       Meskipun prospeknya cerah, industri ini tetap menghadapi tantangan seperti persaingan yang
       ketat, keterbatasan tenaga kerja terampil, dan pasokan material. Kepedulian terhadap
       keberlanjutan juga semakin penting, mendorong industri untuk fokus pada praktik konstruksi
       yang ramah lingkungan. Secara keseluruhan, dengan dukungan kebijakan pemerintah, inovasi
       teknologi, dan permintaan yang meningkat, industri konstruksi di Indonesia diperkirakan akan
       terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

4.3.   Industri Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga

       Industri konstruksi gedung tempat hunian, hiburan, dan olahraga di Indonesia menunjukkan
       kinerja yang signifikan, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang
       mencapai sekitar 4,5% pada tahun 2024. Hingga triwulan III 2024, sektor ini mencatat
       pertumbuhan sekitar 7,4%, didorong oleh kebutuhan akan perumahan yang layak dan fasilitas
       rekreasi yang semakin meningkat. Proyek pembangunan seperti apartemen, pusat
       perbelanjaan, dan stadion olahraga menjadi pendorong utama pertumbuhan industri ini.

       Permintaan untuk gedung tempat hunian terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi
       dan urbanisasi yang pesat di Indonesia. Sementara itu, industri hiburan dan olahraga juga
       mengalami peningkatan permintaan, terutama di kota-kota besar. Penawaran dari pihak
       pengembang dan kontraktor semakin bervariasi dengan adanya inovasi dalam desain dan
       teknologi bangunan. Namun, terdapat tantangan dalam memenuhi permintaan ini, terutama
       terkait ketersediaan tenaga kerja terampil dan bahan bangunan.

       Industri ini menghadapi persaingan yang ketat, baik dari pengembang lokal maupun
       internasional. Banyak perusahaan yang berlomba-lomba untuk memenangkan proyek besar,
       baik yang dibiayai pemerintah maupun swasta. Hal ini mendorong perusahaan untuk terus
       berinovasi dan meningkatkan efisiensi operasional agar tetap kompetitif. Kebijakan pemerintah
       dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur dan perumahan menjadi faktor eksternal yang
       berpengaruh pada industri ini. Rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN)
       memberikan arahan jelas untuk pembangunan gedung dan fasilitas publik. Selain itu, faktor
       ekonomi global juga memengaruhi ketersediaan investasi dan arus modal asing ke sektor ini.

4.4.   Prospek Industri Konstruksi Gedung Tempat Hunian, Hiburan, dan Olahraga

       Prospek industri konstruksi gedung tempat hunian, hiburan, dan olahraga sangat cerah,
       terutama menjelang akhir tahun 2024 dan seterusnya. Pembangunan infrastruktur yang masif,
       termasuk berbagai proyek strategis nasional, akan terus memacu pertumbuhan sektor ini.
       Diperkirakan investasi swasta dalam pembangunan gedung tempat tinggal dan fasilitas hiburan
       akan meningkat. Dengan adanya insentif dari pemerintah dan kebijakan yang mendukung bisnis,
       banyak pengembang yang tertarik untuk berinvestasi dalam proyek-proyek baru. Penggunaan


                               STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK             39
Page 72
       teknologi baru dalam konstruksi, seperti Building Information Modeling (BIM) dan material yang
       ramah lingkungan, dapat meningkatkan efisiensi serta menurunkan biaya. Ini akan menjadi
       faktor kunci dalam mempertahankan daya saing industri di pasar yang semakin kompetitif.
       Dukungan dari pemerintah, terutama dalam kebijakan pembangunan perumahan yang
       terjangkau dan pengembangan fasilitas olahraga, akan tetap menjadi pendorong utama bagi
       pertumbuhan sektor ini. Selain itu, program-program yang mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan
       Menengah (UMKM) diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri.

4.5.   Industri Konstruksi Gedung Hunian

       Industri konstruksi gedung hunian di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang solid, dengan
       kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai sekitar 4,5% pada tahun 2024.
       Hingga triwulan III 2024, sektor ini mencatat pertumbuhan sekitar 7,2%, didorong oleh
       meningkatnya permintaan akan perumahan yang layak, seiring dengan pertumbuhan populasi
       dan urbanisasi yang cepat. Proyek-proyek pembangunan rumah subsidi dan apartemen menjadi
       pendorong utama pertumbuhan industri ini, terutama di kota-kota besar yang menghadapi
       tantangan krisis perumahan.

       Permintaan untuk gedung hunian terus meningkat, dipicu oleh tingginya angka pertumbuhan
       penduduk dan urbanisasi yang cepat. Di sisi penawaran, banyak pengembang yang berlomba-
       lomba untuk memenuhi kebutuhan ini, meskipun terdapat tantangan dalam hal ketersediaan
       lahan dan biaya bahan bangunan. Persaingan yang ketat di antara pengembang juga
       mendorong inovasi dalam desain dan konstruksi, termasuk penggunaan teknologi modern untuk
       efisiensi dan keberlanjutan.

       Industri ini menghadapi persaingan yang ketat, baik dari pengembang lokal maupun asing.
       Banyak perusahaan yang bersaing untuk memenangkan proyek besar, terutama yang terkait
       dengan pembangunan perumahan murah. Tantangan seperti keterbatasan tenaga kerja terampil
       dan masalah regulasi juga menjadi perhatian. Namun, pemerintah Indonesia telah memberikan
       dukungan melalui kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan akses perumahan bagi
       masyarakat berpenghasilan rendah.

4.6.   Prospek Industri Konstruksi Gedung Hunian

       Prospek industri konstruksi gedung hunian di Indonesia menunjukkan tren positif, terutama
       menjelang akhir tahun 2024 dan seterusnya. Permintaan akan perumahan terus meningkat
       seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi, sehingga mendorong pengembang untuk
       meluncurkan lebih banyak proyek hunian, termasuk rumah subsidi dan apartemen. Dukungan
       dari pemerintah melalui program perumahan terjangkau dan insentif untuk pengembang
       diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ini. Selain itu, adopsi teknologi konstruksi
       baru, seperti Building Information Modeling (BIM) dan penggunaan material ramah lingkungan,
       akan semakin memperkuat efisiensi dan keberlanjutan dalam pembangunan. Meskipun terdapat
       tantangan, seperti keterbatasan tenaga kerja dan fluktuasi harga material, industri konstruksi
       gedung hunian diperkirakan akan terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan
       terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.




                               STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              40
Page 73
4.7.   Industri Konstruksi Gedung Perkantoran

       Industri konstruksi gedung perkantoran di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan,
       terutama dengan semakin pulihnya perekonomian pasca-pandemi. Hingga September 2024,
       sektor ini mencatat pertumbuhan sekitar 6,5%. Kenaikan ini didorong oleh permintaan yang terus
       meningkat untuk ruang kerja modern dan fleksibel, yang menjadi kebutuhan utama bagi banyak
       perusahaan yang menerapkan model kerja hybrid. Banyak perusahaan kini mencari ruang kantor
       yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang
       menyenangkan dan produktif bagi karyawan mereka.

       Pengembang gedung perkantoran semakin berfokus pada inovasi desain, dengan menerapkan
       konsep bangunan hijau dan penggunaan teknologi ramah lingkungan, seperti sistem pemanas
       dan pendingin yang efisien, serta penggunaan material daur ulang. Di samping itu, banyak
       proyek baru juga mengintegrasikan fasilitas tambahan, seperti ruang kolaborasi, area hijau, dan
       teknologi smart building, yang meningkatkan nilai dan daya tarik gedung tersebut. Persaingan
       yang ketat di pasar gedung perkantoran mendorong para pengembang untuk berinovasi, baik
       dalam aspek desain maupun dalam layanan yang ditawarkan.

       Ketersediaan tenaga kerja terampil dalam bidang konstruksi juga berperan penting dalam
       perkembangan sektor ini. Dengan meningkatnya permintaan untuk gedung perkantoran, penting
       bagi para pelaku industri untuk memastikan bahwa mereka memiliki sumber daya manusia yang
       cukup dan terlatih untuk mengelola proyek dengan efisien. Selain itu, adanya tantangan dalam
       hal perizinan dan regulasi di tingkat daerah dapat mempengaruhi laju pembangunan.

4.8.   Prospek Industri Konstruksi Gedung Perkantoran

       Prospek industri konstruksi gedung perkantoran diperkirakan tetap cerah, terutama menjelang
       akhir tahun 2024. Investasi dalam sektor ini diharapkan meningkat seiring dengan pertumbuhan
       ekonomi dan peningkatan kepercayaan investor. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong
       pengembangan kawasan bisnis baru dan revitalisasi area komersial yang ada. Adopsi teknologi
       dalam desain dan konstruksi akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing gedung
       perkantoran di pasar yang semakin ketat.

4.9.   Industri Konstruksi Gedung Perbelanjaan

       Industri konstruksi gedung perbelanjaan menunjukkan kinerja yang positif, dengan pertumbuhan
       sekitar 7,1% pada tahun 2024. Peningkatan daya beli masyarakat, terutama di kalangan kelas
       menengah, mendorong permintaan untuk pusat perbelanjaan yang lebih modern dan multifungsi.
       Pengembang kini menghadapi tantangan untuk menciptakan ruang perbelanjaan yang tidak
       hanya memenuhi kebutuhan berbelanja, tetapi juga menyediakan pengalaman sosial dan
       hiburan bagi konsumen.

       Tren pergeseran perilaku konsumen, di mana masyarakat lebih memilih untuk berbelanja di
       tempat yang menawarkan pengalaman interaktif, telah memengaruhi desain dan fungsi gedung
       perbelanjaan. Banyak pusat perbelanjaan yang kini mengadopsi konsep mixed-use,
       menggabungkan area retail dengan restoran, bioskop, dan ruang hiburan lainnya. Inovasi dalam



                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              41
Page 74
        teknologi, seperti sistem pembayaran digital dan aplikasi mobile untuk promosi dan informasi,
        semakin memperkaya pengalaman berbelanja.

        Persaingan di sektor ini juga meningkat, dengan banyaknya pemain baru yang masuk ke pasar.
        Pengembang dituntut untuk lebih kreatif dalam menawarkan nilai tambah kepada konsumen,
        seperti penawaran program loyalitas, penyelenggaraan acara, dan peningkatan kenyamanan
        bagi pengunjung. Dukungan dari pemerintah dalam pengembangan infrastruktur pendukung,
        seperti akses transportasi yang lebih baik, juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan proyek-
        proyek gedung perbelanjaan.

4.10.   Prospek Industri Konstruksi Gedung Perbelanjaan
        Prospek sektor ini sangat baik, terutama dengan kembalinya kegiatan ekonomi dan peningkatan
        mobilitas masyarakat. Investasi dalam pusat perbelanjaan diperkirakan akan meningkat,
        didorong oleh kebutuhan akan ruang yang mampu menyatukan berbagai layanan dan
        pengalaman. Penggunaan teknologi untuk meningkatkan pengalaman berbelanja, seperti
        aplikasi mobile dan sistem pembayaran digital, akan menjadi fokus utama dalam pembangunan
        gedung perbelanjaan.

4.11.   Industri Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
        Industri konstruksi jaringan irigasi dan drainase memainkan peran yang sangat krusial dalam
        mendukung sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Hingga triwulan III
        2024, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 5,8%. Pembangunan infrastruktur irigasi yang
        efisien tidak hanya penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga untuk
        mengatasi masalah banjir dan pengelolaan air secara berkelanjutan.

        Dengan meningkatnya fokus pemerintah pada ketahanan pangan, investasi dalam proyek irigasi
        diharapkan terus meningkat. Ketersediaan infrastruktur irigasi yang baik akan membantu petani
        dalam mengelola air secara lebih efektif, yang sangat penting di negara yang sering menghadapi
        masalah kekeringan dan banjir. Selain itu, integrasi teknologi modern, seperti sistem irigasi
        otomatis dan pemantauan berbasis sensor, juga mulai diterapkan untuk meningkatkan efisiensi
        penggunaan air.

        Sektor ini tidak terlepas dari tantangan, seperti keterbatasan anggaran dan kebutuhan untuk
        koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait. Kerjasama antara pemerintah, sektor swasta,
        dan komunitas lokal sangat penting untuk memastikan bahwa proyek-proyek irigasi dapat
        dilaksanakan dengan sukses dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

4.12.   Prospek Industri Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
        Prospek industri konstruksi jaringan irigasi dan drainase sangat positif, terutama dengan adanya
        fokus pemerintah pada ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air. Proyek-proyek
        pengembangan infrastruktur irigasi yang lebih efisien dan berkelanjutan diharapkan akan
        mendapatkan alokasi anggaran yang signifikan, mendorong pertumbuhan sektor ini ke depan.

4.13.   Industri Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan

        Industri konstruksi khusus penyiapan lahan merupakan elemen penting dalam pengembangan
        properti dan infrastruktur. Hingga September 2024, sektor ini mengalami pertumbuhan sekitar


                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK               42
Page 75
        6,0%. Aktivitas penyiapan lahan mencakup berbagai kegiatan, seperti pemadatan tanah,
        penggalian, dan penyediaan fasilitas dasar, yang sangat penting untuk kelancaran proyek
        konstruksi selanjutnya. Permintaan untuk layanan ini meningkat seiring dengan banyaknya
        proyek pembangunan baru yang sedang berlangsung, baik di sektor perumahan, komersial,
        maupun infrastruktur.

        Ketersediaan lahan yang siap bangun menjadi sangat penting, terutama di daerah perkotaan
        yang semakin padat. Pengembang membutuhkan layanan penyiapan lahan yang efisien dan
        tepat waktu agar dapat memulai proyek mereka sesuai dengan jadwal yang direncanakan.
        Dengan adanya regulasi yang ketat terkait penggunaan lahan dan lingkungan, penyedia layanan
        penyiapan lahan dituntut untuk mematuhi berbagai standar yang ada, sehingga mengharuskan
        mereka untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi proses kerja. Meskipun prospeknya
        cerah, industri ini menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga material dan ketidakpastian
        dalam kebijakan perizinan. Adaptasi terhadap perubahan regulasi dan penerapan teknologi
        dalam proses penyiapan lahan akan menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing di pasar.

4.14.   Prospek Industri Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan

        Prospek industri konstruksi penyiapan lahan sangat cerah, sejalan dengan peningkatan investasi
        dalam sektor properti dan infrastruktur. Dengan pertumbuhan kota-kota baru dan proyek
        infrastruktur besar, kebutuhan akan layanan penyiapan lahan yang efisien dan tepat waktu akan
        terus meningkat. Pemerintah juga diperkirakan akan memberikan dukungan lebih lanjut untuk
        memfasilitasi proses perizinan dan pengembangan lahan.

4.15.   Persaingan Usaha

        Keberadaan perusahaan konstruksi di Indonesia merupakan hal yang penting terkait proyek
        pembangunan fasilitas dan infrastruktur yang masih terus ditingkatkan. Pada tahun 2023,
        terdapat 190.677 perusahaan konstruksi yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

        Figur 17. Banyaknya Perusahaan Konstruksi Menurut Pulau, 2023




        Sumber : Statistik Konstruksi 2023, BPS




                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              43
Page 76
        Jika diamati lokasinya, perusahaanperusahaan konstruksi tersebut masih terpusat di Pulau Jawa
        sebesar 39,30 persen atau 74.927 perusahaan dengan 23.624 perusahaan berlokasi tepat di
        Provinsi Jawa Timur. Proyek-proyek konstruksi di Indonesia masih dominan dikerjakan oleh
        perusahaan berskala kecil yang berjumlah 157.322 perusahaan atau 82,51 persen maupun
        perusahaan berskala menengah sejumlah 31.413 perusahaan atau 16,47 persen. Dengan kata
        lain, perusahaan konstruksi berskala besar masih jarang dijumpai di Indonesia. Pada tahun
        2023, hanya terdapat 1,02 persen atau sebesar 1.942 perusahaan berskala besar di Indonesia
        dan dominan berlokasi di DKI Jakarta.

        Selain itu, berdasarkan bidang pekerjaan utama, perusahaan konstruksi di Indonesia masih
        didominasi oleh perusahaan konstruksi gedung yang berjumlah 105.001 perusahaan atau 55,07
        persen, diikuti oleh perusahaan konstruksi sipil sebanyak 69.111 perusahaan atau 36,25 persen,
        dan perusahaan konstruksi khusus sebanyak 16.565 perusahaan atau 8,69 persen.

        Berikut adalah beberapa perusahaan konstruksi besar di Indonesia yang dapat menjadi pesaing
        utama bagi MANG dalam industri konstruksi:

        1.   PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
        2.   PT Adhi Karya (Persero) Tbk
        3.   PT PP (Persero) Tbk
        4.   PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk
        5.   PT Hutama Karya (Persero)
        6.   PT Total Bangun Persada Tbk
        7.   PT Nusa Raya Cipta Tbk
        8.   PT Waskita Karya (Persero) Tbk

4.16.   Strategi Pemasaran

        Strategi pemasaran yang diterapkan oleh MANG dimulai dengan menawarkan jasa kepada
        perusahaan-perusahaan dalam satu grup yang bergerak di bidang konstruksi serta kepada
        pelanggan dan rekanan yang telah terjalin sebelumnya. Pendekatan ini tidak hanya
        memanfaatkan jaringan yang sudah ada tetapi juga memperkuat hubungan bisnis yang dapat
        membuka peluang proyek secara berkelanjutan. Selain itu, MANG dapat mulai mengikuti tender-
        tender yang relevan dengan kegiatan usaha baru yang sedang dikembangkan. Partisipasi dalam
        tender ini memungkinkan perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan
        reputasi di industri konstruksi.

        Menghadapi fluktuasi permintaan pasar adalah tantangan yang umum bagi perusahaan
        konstruksi. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu:

        1. Diversifikasi Layanan
           Menawarkan berbagai layanan konstruksi, seperti renovasi, perawatan, dan pembangunan
           baru, dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu jenis proyek
        2. Analisis Pasar
           Melakukan analisis pasar secara berkala untuk memahami tren dan kebutuhan pelanggan.
           Ini membantu perusahaan untuk menyesuaikan strategi bisnis mereka sesuai dengan
           perubahan permintaan


                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              44
Page 77
3. Fleksibilitas Operasional
   Meningkatkan fleksibilitas operasional dengan mengadopsi teknologi terbaru dan metode
   kerja yang efisien. Ini memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan kapasitas produksi
   sesuai dengan permintaan pasar

4. Manajemen Proyek yang Efektif
   Menggunakan perangkat lunak manajemen proyek untuk mengoptimalkan alokasi sumber
   daya dan mengurangi waktu penyelesaian proyek. Ini membantu perusahaan untuk lebih
   responsif terhadap perubahan permintaan

5. Kemitraan Strategis
   Membangun kemitraan dengan pemasok, subkontraktor, dan perusahaan lain dalam industri
   untuk meningkatkan kapasitas dan fleksibilitas. Kemitraan ini dapat membantu perusahaan
   mengatasi lonjakan permintaan atau kekurangan sumber daya

6. Pemasaran yang Proaktif
   Mengembangkan strategi pemasaran yang proaktif untuk menarik proyek baru dan
   mempertahankan pelanggan lama. Ini termasuk penggunaan media sosial, situs web, dan
   jaringan profesional untuk meningkatkan visibilitas Perusahaan

7. Pengelolaan Keuangan yang Bijak
   Mengelola keuangan dengan bijak untuk memastikan perusahaan memiliki cadangan dana
   yang cukup untuk menghadapi periode permintaan rendah. Ini termasuk pengelolaan arus
   kas yang ketat dan pengurangan biaya operasional

Dengan mengintegrasikan strategi-strategi tersebut secara komprehensif dan konsisten, MANG
tidak hanya dapat menghadapi fluktuasi permintaan pasar dengan lebih adaptif, tetapi juga
mampu memperkuat posisi kompetitif di industri konstruksi. Pendekatan yang holistik ini akan
membantu MANG dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan menciptakan
nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.




                        STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK            45
Page 78
                                BAB V
                         ANALISA ASPEK TEKNIS

5.1. Bisnis MANG

    PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) adalah kontraktor terkemuka yang diakui karena keahlian
    khususnya dalam bidang pondasi, jasa pembongkaran gedung (demolition), serta pembangunan
    infrastruktur dan gedung. Dengan komitmen yang kuat selama lebih dari dua dekade, MANG telah
    berkontribusi secara signifikan dalam proses pembangunan bangsa. Selama periode ini, MANG
    secara konsisten melakukan inovasi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku
    kepentingan, yang tercermin dalam jangkauan bisnisnya yang semakin luas dan beragam di sektor
    konstruksi.
    MANG selalu fokus pada proyek-proyek kompleks dan prestisius, dengan banyak gedung yang
    telah berhasil dibangun. Prestasi ini merupakan hasil dari komitmen MANG terhadap kualitas,
    keamanan, dan ketepatan waktu dalam penyelesaian proyek. Dalam setiap proyek yang
    dikerjakan, MANG berupaya memberikan pelayanan terbaik dan terintegrasi, mulai dari tahap
    pembongkaran, proses desain, hingga finishing. Dengan layanan terpadu ini, MANG terus
    mengembangkan kapabilitasnya untuk tetap menjadi pemimpin di bidang konstruksi. Berikut
    merupakan beberapa proyek yang telah dikerjakan oleh MANG:
      Pembangunan Area Parkir Kawasan Bakauheni Harbour City




     Renovasi Ruang Tunggu Boarding Lounge Eksekutif 2 Di Pelabuhan Merak Serta
     Renovasi Gangway Eksekutif 2 Di Pelabuhan Merak Dan Bakauheni




                             STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK            46
Page 79
Renovasi Menara Siger Tahap 1 Area Siger Cultural Park Kawasan Bakauheni Harbour
City




Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bangunan Gedung BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi
Tengah




Pekerjaan Pembangunan Rumdis Disjasad di Cimahi Bandung




                     STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK   47
Page 80
Pekerjaan Rehab Rumdis, Cat Dinding Rusun 6 Lt & Carport Yonzikon 11/DW




Pekerjaan Pembangunan/Renovasi Sarpras Pendidikan AAU Yogyakarta




Pembangunan Saluran Terbuka Ka/Ki Jalan, Turap Pengaman dan Pos Jaga Kantor
Satrad di Satrad Jayapura Construction of Open Roads for R/L Road, Safeguards and
Guard Posts for Satrad Offices at Satrad Jayapura




Pembangunan Rumah Dinas (10 Unit T-45) Di Lanud Jayapura




                      STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK   48
Page 81
     Pekerjaan Pengadaan MEO - LUT MCC Badan SAR Nasional (Konstruksi)




     Rehab Berat Gedung SDN Sudin Jakarta




     Pembangunan Saluran Penghubung dan Kelengkapannya Jakarta Timur




5.2. Rencana Kegiatan Baru

    MANG berencana melakukan Penambahan Kegiatan Usaha Utama berupa penambahan KBLI
    yaitu :

    a.   KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
    b.   KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
    c.   KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
    d.   KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
    e.   KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
    f.   KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan




                             STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK   49
Page 82
5.3. Aspek Teknis Terkait dengan Produk dan Layanan

    Seiring dengan berjalannya tahun 2023, pemerintah Indonesia semakin berkomitmen untuk
    melanjutkan program hilirisasi di sektor konstruksi. Hal ini menciptakan peluang bisnis yang
    signifikan bagi kontraktor, khususnya dalam pembangunan gedung dan infrastruktur yang
    mendukung berbagai kegiatan industri. Dalam konteks ini, perusahaan berencana untuk
    menambah kode KBLI yang relevan guna meningkatkan layanan dan daya saing di sektor
    konstruksi.

    a. KBLI 41018: Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahraga
       Penambahan KBLI ini bertujuan untuk memasuki pasar konstruksi gedung tempat hunian
       yang juga berfungsi sebagai fasilitas hiburan dan olahraga. Dengan berkembangnya
       kebutuhan akan fasilitas rekreasi dan olahraga, perusahaan akan dapat menawarkan solusi
       konstruksi yang inovatif dan menarik bagi investor dan pemangku kepentingan lainnya.

    b. KBLI 41011: Konstruksi Gedung Hunian
       Penambahan KBLI untuk konstruksi gedung hunian menunjukkan komitmen perusahaan
       untuk berkontribusi dalam penyediaan tempat tinggal yang layak dan terjangkau. Dalam
       konteks urbanisasi yang terus meningkat, permintaan akan pembangunan perumahan
       menjadi prioritas, sehingga perusahaan siap menjawab tantangan tersebut dengan
       menawarkan proyek yang berkualitas.

    c. KBLI 41012: Konstruksi Gedung Perkantoran
       Melalui penambahan KBLI ini, perusahaan berupaya merambah ke sektor konstruksi gedung
       perkantoran. Dengan pertumbuhan sektor bisnis dan industri, kebutuhan akan ruang
       perkantoran yang modern dan fungsional semakin meningkat, menjadikan ini sebagai
       peluang bisnis yang menjanjikan.

    d. KBLI 41014: Konstruksi Gedung Perbelanjaan
       Penambahan KBLI untuk konstruksi gedung perbelanjaan memberikan kesempatan bagi
       perusahaan untuk berinvestasi dalam pembangunan pusat perbelanjaan yang inovatif.
       Permintaan yang tinggi terhadap fasilitas ritel menjadikan sektor ini sangat kompetitif, dan
       perusahaan yakin dapat bersaing melalui pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki.

    e. KBLI 42201: Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
       Dengan penambahan KBLI ini, perusahaan berkomitmen untuk mendukung pembangunan
       infrastruktur vital yang berfokus pada pengelolaan air. Konstruksi jaringan irigasi dan drainase
       sangat penting untuk mendukung sektor pertanian dan mencegah banjir di daerah perkotaan.

    f. KBLI 43120: Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan
       Penambahan KBLI untuk konstruksi khusus penyiapan lahan memungkinkan perusahaan
       untuk terlibat dalam tahap awal pengembangan proyek, termasuk pembersihan lahan,
       penggalian, dan penyediaan fondasi yang diperlukan sebelum pembangunan dimulai.
       Dengan menawarkan layanan ini, perusahaan dapat memberikan solusi yang lebih
       terintegrasi dan komprehensif kepada klien.




                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                 50
Page 83
                                  BAB VI
                         ANALISA ASPEK POLA BISNIS

6.1   Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

      Dengan adanya penambahan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru, PT
      Manggung Polahraya Tbk (MANG) berkomitmen untuk memperluas kegiatan usahanya dalam
      sektor konstruksi. MANG memiliki kemampuan yang kuat untuk mengelola proyek konstruksi
      gedung tempat hunian, hiburan, olahraga, gedung perkantoran, gedung perbelanjaan, serta
      infrastruktur jaringan irigasi dan drainase. Selain itu, MANG juga akan fokus pada konstruksi
      khusus penyiapan lahan, yang sangat penting dalam mempersiapkan area untuk proyek-proyek
      pembangunan yang akan datang.

      Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, MANG bertekad untuk mengambil bagian aktif
      dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Melalui proyek-proyek ini, MANG akan
      menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang hunian yang layak, fasilitas hiburan, serta
      infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam melakukan semua kegiatan ini,
      MANG akan tetap mengedepankan prinsip kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu dalam setiap
      proyek yang dikerjakan. Ini juga akan menjadi langkah strategis bagi MANG untuk memasuki
      segmen-segmen pasar baru yang selama ini belum terjamah, sehingga memperkuat posisinya
      sebagai salah satu kontraktor terkemuka di Indonesia
6.2   Keunggulan Kompetitif

      Pada dasarnya MANG merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi yang di mana
      penambahan kegiatan usaha utama ini masih sejalan dengan bisnis MANG yang sedang
      berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri eksiting selama ini dapat memberikan
      keunggulan kompetitif bagi MANG dalam menjalankan kegiatan bisnis dalam penambahan
      kegiatan usaha utama ini.
6.3   Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

      Industri konstruksi adalah sektor yang sangat kompetitif, dengan banyak perusahaan yang
      menawarkan berbagai layanan dan proyek di seluruh Indonesia. Mengingat banyaknya pesaing
      yang sudah mapan dalam industri ini, PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) harus berinovasi dan
      menciptakan keunikan dalam setiap proyek yang dikerjakan. Untuk itu, MANG berkomitmen untuk
      menghadirkan desain yang kreatif, penggunaan material ramah lingkungan, serta penerapan
      teknologi terbaru dalam setiap tahap konstruksi.

      Dengan fokus pada kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu, MANG berusaha untuk
      memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para pemangku kepentingan. Inovasi dalam proses
      konstruksi, seperti penerapan metode Building Information Modeling (BIM), akan membantu
      MANG untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya, sekaligus menghasilkan bangunan
      yang berkualitas tinggi. Selain itu, MANG akan memperhatikan kebutuhan pasar dengan
      menyesuaikan penawaran produk dan layanan sesuai dengan tren terkini di industri, sehingga
      mampu bersaing dengan pesaing yang ada dan menarik minat pelanggan baru. Dengan strategi



                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              51
Page 84
      ini, MANG bertujuan untuk menjadi pemimpin dalam industri konstruksi di Indonesia dan
      menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
6.4   Analisa SWOT

      Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa
      dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis
      supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing.
      Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness)
      sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).

      Berikut adalah analisa SWOT MANG setelah penambahan Kegiatan Usaha :

      •    Strengths
            1. Nama yang kuat dan pengalaman yang kaya sebagai perusahan konstruksi.
            2. Reputasi yang kuat sebagai spesialis dalam pondasi dan rekayasa tanah.
            3. Margin tinggi dari kotrak pondasi
            4. Basis klien dan sumber daya yang kuat.

       •   Weakness
           1. Bisnis kurang terdiversifikasi.
           2. Tidak ada pendapatan berkelanjutan.
           3. Kurangnya paparan atas rencana proyek pemerintah.

      •    Opportunities
           1. Proyek pemerintah dapat menambah nilai perolehan kontrak MANG di masa depan.
           2. Pemerintah memiliki proyek pembangunan smelter nikel yang juga menjadi peluang
              bagi MANG.
           3. Pemerintah melakukan investasi lebih ke proyek pembangkit listrik, oleh karena itu
              MANG memiliki peluang untuk pengembangan proyek di sektor energi..
           4. MANG memiliki kesempatan menggunakan jaringan klien dari grup.

      •    Threats
            1. Munculnya kompetitor yang bergerak di bidang sejenis.
            2. Pemerintah dapat mengurangi alokasi untuk infrastruktur tahun depan.
            3. Bank Indonesia meningkatkan suku bunga acuan dan meningkatkan biaya dana ke
               depan.




                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK               52
Page 85
                         BAB VII
             ANALISA ASPEK MODEL MANAJEMEN

7.1. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan Sebelum Adanya Penambahan KBLI

   Untuk kelancaran dan keseimbangan dalam aktivitas Perusahaan dibutuhkan sumber daya
   manusia dengan kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang yang telah ditetapkan
   dalam struktur organisasi perusahaan. MANG telah memiliki sumber daya manusia berkualitas
   untuk manajemen Perusahaan dengan latar belakang pendidikan serta penuh dengan
   pengalaman di bidang masing-masing yang ditempatkan dalam posisi strategis Perusahaan. Latar
   pendidikan dan pengalaman personil tersebut telah membantuk profesionalisme mereka dalam
   kemampuan atau skill individu yang berperan penting dalam mengatuh dan menjaga harmonisasi
   Perusahaan.

   Berikut adalah jajaran manajemen MANG saat ini :

   Dewan Komisaris
   Komisaris Utama            : Wiwik Robiatul Adawiyah
   Komisaris                  : Ir Niazie Gani, Msc
   Komisaris Independen       : Deddy Handoko, SE,MM

   Direksi
   Direktur Utama             : Ni Ketut Mariani
   Direktur                   : Mohamad Raviali
   Direktur                   : Satrijo Heru Broho
   Direktur                   : Lie Kurniawan

   Dengan jumlah karyawan sebanyak 21 (dua puluh satu) orang

    Figur 18. Struktur Organisasi




  Sumber : Manajemen


                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK         53
Page 86
7.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI

    Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten
    dibidangnya dalam kaitannya dengan penambahan KBLI baru. Saat ini Perusahaan telah memiliki
    tenaga ahli yang dapat mendukung kegiatan KBLI Baru tersebut, dimana tenaga ahli tersebut
    berkompeten dibidangnya.

    Berikut adalah CV karyawan yang memiliki kompetensi dibidangnya :

    1. Ni Ketut Mariani
       • Lulusan SMEA, jurusan Akuntansi, SMEA Tridaya, Tahun 1996
       • Pengalaman kerja :
                a) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur Utama, Bidang Kontraktor, Tahun
                    2022 – sekarang,
                b) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur, Bidang Kontraktor tahun 2017 –
                    2021,
                c) PT Manggung Polahraya, Jabatan General Manajer, Bidang Kontraktor tahun
                    2012 – 2016,
                d) PT Manggung Polahraya, Jabatan Manager Marketing, Bidang Kontraktor tahun
                    1998 – 2011,

    2. Mohammad Raviali
       • Sarjana S1, jurusan Teknik industri, Universitas Trisakti, Tahun 2019
       • Pengalaman kerja :
             a) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur, Bidang Kontraktor Sipil, Tahun 2022
                 – sekarang,
             b) PT Manggung Polahraya, Jabatan Marketing, tahun 2019 – 2021.

    3. Satrijo Heru
        • Sarjana S1, jurusan Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Tahun 1993
        • Pengalaman kerja :
                a) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur Keuangan, Bidang Kontraktor Sipil,
                    Tahun 2022 – sekarang,
                b) PT Manggung Polahraya, Jabatan Man Keuangan, Bidang Kontraktor Sipil,
                    tahun 2017 – 2021,
                c) PT Mitra Bangun, Jabatan Man Keuangan, Bidang Alat Berat tahun 2010 –
                    2017,
                d) PT Arta Glory Buana, Jabatan Man Keuangan, Bidang Garmenttahun 2001 –
                    2008.

    4. Lie Kurniawan
        • Sarjana S1, jurusan banking & finance, GS FAME Institute of Business, Tahun 2004
        • Pengalaman kerja :
                a) PT Manggung Polahraya, Jabatan Direktur Pengembangan Usaha, Bidang
                   Kontraktor Sipil, Tahun 2022 – sekarang,
                b) PT Dharma Bersaudara Tbk, Jabatan Direktur Pengembangan Usaha, Januari
                   tahun 2021 – Agustus tahun2021,
                c) PT Dharmi Bersaudara Tbk, Jabatan Direktur Independen, tahun 2018-2020,
                d) PT Cygnus Travel, Jabatan Manajer Pengembangan Usaha, tahun 2014-2018,


                             STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK          54
Page 87
        e) PT Versailes Indomitrra Utama, Head of Investment, tahun 2017-2018,
        f) Usaha pribadi, jabatan Financial Market Professional, tahun 2002-2016.

Selain itu, MANG telah memiliki tenaga kerja yang memiliki kompeten di bidangnya terkait
dengan kegiatan usaha tersebut, sehingga MANG belum berencana untuk menambah
tenaga kerja. Perseroan juga telah memiliki tenaga ahli yang kompeten di bidangnya, yaitu
sebagai berikut:

1. Nama             : Rasimin
   No. Sertifikat   :743212142.028000357712024
   Kualifikasi      : Ahli Madya Teknik Bangunan Gedung
   Penerbit         : Badan Nasional Sertifikasi Profesi
   Masa berlaku     : 29 Juli 2029

2. Nama             : Yan Silakori
   No. Sertifikat   :743212263028000084672024
   Kualifikasi      : Ahli Madya K3 Konstruksi
   Penertbit        : Badan Nasional Sertifikasi Profesi
   Masa berlaku     : 5 Agustus 2029

3. Nama             : Iis Abdul Aziz, ST
   No. Sertifikat   : 743212142028000196312022
   Kualifikasi      : Ahli Madya Teknik Bangunan Gedung
   Penerbit         : Badan Nasional Sertifikasi Profesi
   Masa berlaku     : 10 Oktober 2027

4. Nama             : Mohammad Diza Noviandi
   No. Sertifikat   : 743212142038000373772024
   Sertifikat       : Ahli Madya Teknik Jalanan
   Penerbit         : Badan Nasional Sertifikasi Profesi
   Masa berlaku     : 31 Juli 2029

5. Nama             : Donni Patria Syarlan
   No. Sertifikat   : 1822128/AK3/U/VIII/2018
   Kualifikasi      : Ahli Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
   Penerbit         : Kementerian Ketenagakerjaan RI
   Masa berlaku     : 25 September 2027

6. Nama             : Herdiyanti Ekha Pratiwi
   No. Sertifikat   : 745211323026000927232023
   Kualifikasi      : Manajer Lapangan pelaksanaan Pekerjaan Gedung
   Penerbit         : Badan Nasional Sertifikasi Profesi
   Masa berlaku     : 8 September 2028

7. Nama             : Tedy Wibowo
   No. Sertifikat   : 743212142028000703422023
   Kualifiaksi      : Ahli Madya Teknik Bangunan Gedung
   Penerbit         : Badan Nasional Sertifikasi Profesi
   Masa berlaku     : 3 Juli 2028



                     STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK            55
Page 88
7.3. Manajemen Risiko

    Risiko adalah suatu peristiwa yang mungkin terjadi dan memiliki dampak terhadap aktivitas
    operasional maupun target dari perusahaan. Untuk mengatasi ataupun meminimalkan risiko yang
    akan muncul, maka perlu dilakukan pengelolaan atau manajemen terhadap risiko yang
    dilaksanakan oleh semua pihak dalam perusahaan, dimulai dengan proses identifikasi kejadian
    potensial yang mungkin muncul selama operasional perusahaan hingga diperoleh berbagai
    strategi sebagai mitigasi risiko-risiko dari kejadian potensial tersebut.

    Kemungkinan risiko-risiko yang dapat terjadi selama operasional MANG beserta rencana mitigasi
    oleh perusahaan adalah sebagai beirkut :

    Risiko Modal
    Pada dasarnya hampir semua bidang bisnis memerlukan adanya modal penunjang bisnis, bisnis
    ini dapat dikatakan sebagai bisnis yang membutuhkan modal yang cukup mengingat hasil dari
    bisnis ini pun juga sangat menguntungkan. Estimasi modal yang salah seperti perhitungan volume
    pekerjaan atau kebutuhan material yang tidak akurat. Keterlambatan pembayaran dari pemberi
    kerja (owner) juga menjadi tantangan besar, terutama jika kontraktor bergantung pada skema
    pembayaran bertahap. Selain itu, fluktuasi harga material konstruksi atau bahan bakar dapat
    meningkatkan biaya operasional secara signifikan, sehingga memengaruhi margin keuntungan.

    Risiko Persaingan
    salah satu tantangan utama dalam usaha kontraktor, yang dapat mempengaruhi peluang
    memenangkan proyek dan keberlangsungan bisnis. Risiko terhadap persaingan harga,
    persaingan kualitas, persaingan teknologi dan inovasi, persaingan relasi dan jejaring, persaingan
    kapasitas, persaingan lokasi dan persaingan branding dan reputasi.

    Risiko Aset
    Kontraktor sering kali menggunakan alat berat dan peralatan lainnya yang rentan terhadap
    kerusakan, pencurian, atau kehilangan. Ketidaksesuaian spesifikasi material yang diterima dari
    pemasok juga dapat berdampak pada kualitas pekerjaan dan menyebabkan kerugian tambahan
    karena harus mengganti material yang tidak memenuhi standar.

    Risiko Tenaga Ahli
    Kurangnya tenaga kerja berpengalaman, terutama untuk posisi penting seperti insinyur atau
    supervisor, dapat memperlambat proyek dan menurunkan kualitas hasil pekerjaan. Selain itu,
    rotasi tenaga kerja yang tinggi atau kekurangan tenaga kerja di lokasi tertentu dapat mengganggu
    jadwal proyek. Kesalahan teknis akibat kurangnya pelatihan atau pengawasan juga menjadi
    ancaman yang signifikan.

    Risiko Lingkungan
    Usaha kontraktor sering dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, panas
    berlebihan, atau angin kencang, yang dapat menghentikan aktivitas di lapangan. Selain itu, proyek
    yang tidak memperhatikan dampak lingkungan, seperti pengelolaan limbah atau kebisingan, dapat
    menimbulkan konflik dengan masyarakat sekitar atau dikenakan sanksi oleh pihak berwenang.

    Risiko terkait Peraturan Pemerintah
    Kontraktor harus beradaptasi dengan perubahan regulasi pemerintah, seperti kebijakan baru
    tentang pajak, persyaratan keselamatan kerja, atau aturan lingkungan. Kompleksitas birokrasi
    dalam pengurusan izin proyek juga sering kali menyebabkan penundaan. Di sisi lain,


                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK               56
Page 89
ketidakstabilan ekonomi, seperti inflasi atau kenaikan suku bunga, dapat memengaruhi biaya
material dan pembiayaan proyek.

Risiko Operasional
Kesalahan dalam manajemen proyek, seperti jadwal yang tidak realistis atau alokasi sumber daya
yang tidak efisien, dapat menyebabkan keterlambatan dan pembengkakan biaya. Gangguan
rantai pasok, seperti keterlambatan pengiriman material atau ketidaksesuaian stok dengan
kebutuhan proyek, juga menjadi kendala operasional yang sering dihadapi. Risiko keselamatan
kerja, seperti kecelakaan di lokasi proyek, dapat menimbulkan biaya tambahan serta masalah
hukum.

Risiko Keuangan
Kontraktor menghadapi risiko arus kas yang tidak stabil akibat pembayaran yang terlambat dari
pemberi kerja. Kesalahan dalam pengelolaan anggaran atau ketergantungan pada pinjaman bank
untuk pendanaan operasional dapat meningkatkan risiko keuangan. Selain itu, proyek yang
berjalan lebih lama dari jadwal dapat mengurangi profitabilitas karena biaya tetap yang terus
berjalan.




                         STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK             57
Page 90
                                  BAB VIII
                         ANALISA ASPEK KEUANGAN

8.1   Rencana Perusahaan (“MANG”)

      MANG adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa industri pengolahan, konstruksi
      dan perdagangan besar dan eceran. Saat ini, MANG berencana untuk memperluas lingkup
      usahanya dengan menambah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang mencakup
      bidang :

      1)   KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
      2)   KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
      3)   KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
      4)   KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
      5)   KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
      6)   KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan

      Dalam rangka mendukung penambahan KBLI tersebut, MANG membutuhkan tambahan investasi
      agar rencana pengembangan usaha ini dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
8.2   Proyeksi Laba Rugi

      Adapun proyeksi yang digunakan dalam analisis ini adalah:

      Figur 19. Proyeksi Laba Rugi dengan penambahan kegiatan usaha
                                                                                           (Ribuan Rupiah)
                                            Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
                   Deskripsi
                                             2024            2025          2026          2027          2028


       Pendapatan Usaha :
       Pendapatan Proyek Konstruksi Jalan    14.055.427    75.000.000    91.020.750   104.478.100   122.166.500
       Pendapatan Proyek Konstruksi
                                             56.743.716   117.500.000   101.010.375   109.292.600   126.182.125
       Gedung
       Penjualan Aspal Hotmix Dan Beton
                                             10.000.000    10.000.000    20.000.000    25.000.000    30.000.000
       Ready Mix
       Jumlah Pendapatan Usaha               80.799.142   202.500.000   212.031.125   238.770.700   278.348.625


       Beban Pokok Pendapatan :
       Beban Pokok Pendapatan Proyek
                                             11.244.341    60.000.000    72.816.600    83.582.480    97.733.200
       Konstruksi Jalan
       Beban Pokok Pendapatan Proyek
                                             45.394.973    94.000.000    80.808.300    87.434.080   100.945.700
       Konstruksi Gedung
       Beban Pokok Pendapatan Aspal
                                              8.000.000     8.000.000    16.000.000    20.000.000    24.000.000
       Hotmix Dan Beton Ready Mix
       Jumlah Beban Pokok Pendapatan         64.639.314   162.000.000   169.624.900   191.016.560   222.678.900


       LABA BRUTO                            16.159.828    40.500.000    42.406.225    47.754.140    55.669.725



                                  STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                 58
Page 91
                                       Proyeksi         Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
             Deskripsi
                                         2024             2025           2026           2027           2028


Beban Operasional :


Biaya Promosi                              260.000        269.100        278.519        288.267        298.356
Jumlah Beban Promosi                       260.000        269.100        278.519        288.267        298.356


Biaya Administrasi Dan Umum
Biaya Penyusutan Aktiva Tetap             5.350.000      7.054.395      7.643.516      8.114.813      8.491.850
Biaya Imbalan Pasca Kerja                  350.000        362.250        374.929        388.051        401.633
Gaji Dan Tunjangan                        4.200.000      4.347.000      4.499.145      4.656.615      4.819.597
Biaya Keperluan Kantor                     460.000        476.100        492.764        510.010        527.861
Biaya Pengembangan                        1.300.000      1.345.500      1.392.593      1.441.333      1.491.780
Biaya Representasi                          50.000         51.750         53.561         55.436         57.376
Biaya Konsultan                            525.000        543.375        562.393        582.077        602.450
Biaya Perjalanan Dinas                     200.000        207.000        214.245        221.744        229.505
Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi             180.000        186.300        192.821        199.569        206.554
Biaya Perawatan aset kantor                110.000        113.850        117.835        121.959        126.228
Biaya Asuransi                                      -     178.000        362.230        552.908        750.260
Lainnya                                    240.000        248.400        257.094        266.092        275.406
Jumlah Beban Administrasi dan
                                         12.965.000     15.113.920     16.163.124     17.110.608     17.980.498
Umum

Jumlah Beban Operasional                 13.225.000     15.383.020     16.441.643     17.398.874     18.278.854

Pendapatan Bunga Jasa Giro &
                                            12.652         13.284         13.949         14.646         15.378
Tabungan
Pendapatan Diluar Usaha Lainnya             13.729         14.415         15.136         15.893         16.687


Jumlah Pendapatan Lain-lain                 26.381         27.700         29.085         30.539         32.066


Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan                  2.530       2.657          2.790          2.929          3.076
Biaya Diluar Usaha Lainnya                  67.140                 -              -              -              -


Jumlah Beban Lain-lain                      69.670          2.657          2.790          2.929          3.076

LABA SEBELUM BEBAN
KEUANGAN DAN PAJAK                        2.891.539     25.142.023     25.990.877     30.382.875     37.419.861
PENGHASILAN

Beban Keuangan                            2.468.968      2.545.968      2.105.968      1.148.968       708.968

LABA SEBELUM PAJAK
                                           422.571      22.596.055     23.884.909     29.233.908     36.710.894
PENGHASILAN

Pajak Penghasilan Final Atas Jasa
                                           180.000       5.101.250      5.088.825      5.664.924      6.581.239
Konstruksi


                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                     59
Page 92
                                        Proyeksi        Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
              Deskripsi
                                          2024            2025          2026          2027          2028
 Pajak Penghasilan Kini                      79.910       272.876       538.808       699.223        886.585
 Pajak Tangguhan                             77.000        79.695        82.484         85.371        88.359


 LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                 239.662     17.301.624    18.339.760    22.955.133    29.331.429


Figur 20. Proyeksi Laba Rugi tanpa penambahan kegiatan usaha
                                                                                          (Ribuan Rupiah)
                                        Proyeksi        Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
              Deskripsi
                                          2024            2025          2026          2027          2028


 Pendapatan Usaha :
 Pendapatan Proyek Konstruksi Jalan       14.055.427    85.000.000    61.020.750    70.478.100    84.766.500
 Pendapatan Proyek Konstruksi
                                          55.243.716    83.000.000   101.010.375   109.292.600   126.182.125
 Gedung
 Penjualan Aspal Hotmix Dan Beton
                                          10.000.000    10.000.000    20.000.000    25.000.000    30.000.000
 Ready Mix
 Jumlah Pendapatan Usaha                  79.299.142   178.000.000   182.031.125   204.770.700   240.948.625


 Beban Pokok Pendapatan :
 Beban Pokok Pendapatan Proyek
                                          11.244.341    68.000.000    48.816.600    56.382.480    67.813.200
 Konstruksi Jalan
 Beban Pokok Pendapatan Proyek
                                          44.194.973    66.400.000    80.808.300    87.434.080   100.945.700
 Konstruksi Gedung
 Beban Pokok Pendapatan Aspal
                                           8.000.000     8.000.000    16.000.000    20.000.000    24.000.000
 Hotmix Dan Beton Ready Mix
 Jumlah Beban Pokok Pendapatan            63.439.314   142.400.000   145.624.900   163.816.560   192.758.900


 LABA BRUTO                               15.859.828    35.600.000    36.406.225    40.954.140    48.189.725


 Beban Operasional :


 Biaya Promosi                              260.000       269.100       278.519       288.267       298.356
 Jumlah Beban Promosi                       260.000       269.100       278.519       288.267       298.356


 Biaya Administrasi Dan Umum
 Biaya Penyusutan Aktiva Tetap             5.350.000     6.154.395     6.923.516     7.538.813     8.031.050
 Biaya Imbalan Pasca Kerja                  350.000       362.250       374.929       388.051       401.633
 Gaji Dan Tunjangan                        4.200.000     4.347.000     4.499.145     4.656.615     4.819.597
 Biaya Keperluan Kantor                     460.000       476.100       492.764       510.010       527.861
 Biaya Pengembangan                        1.100.000     1.138.500     1.178.348     1.219.590     1.262.275
 Biaya Representasi                          50.000        51.750        53.561        55.436        57.376
 Biaya Konsultan                            525.000       543.375       562.393       582.077       602.450
 Biaya Perjalanan Dinas                     200.000       207.000       214.245       221.744       229.505
 Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi             180.000       186.300       192.821       199.569       206.554
 Biaya Perawatan aset kantor                110.000       113.850       117.835       121.959       126.228



                               STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                 60
Page 93
                                      Proyeksi         Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
             Deskripsi
                                        2024             2025           2026           2027           2028
Biaya Asuransi                                     -     178.000        362.230        552.908        750.260
Lainnya                                   240.000        248.400        257.094        266.092        275.406
Jumlah Beban Administrasi dan
                                        12.765.000     14.006.920     15.228.879     16.312.864     17.290.193
Umum

Jumlah Beban Operasional                13.025.000     14.276.020     15.507.398     16.601.131     17.588.549

Pendapatan Bunga Jasa Giro &
                                           12.652         13.284         13.949         14.646         15.378
Tabungan
Pendapatan Diluar Usaha Lainnya            13.729         14.415         15.136         15.893         16.687


Jumlah Pendapatan Lain-lain                26.381         27.700         29.085         30.539         32.066


Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan                 2.530       2.657          2.790          2.929          3.076
Biaya Diluar Usaha Lainnya                 67.140                 -              -              -              -


Jumlah Beban Lain-lain                     69.670          2.657          2.790          2.929          3.076



LABA SEBELUM BEBAN
KEUANGAN DAN PAJAK                       2.791.539     21.349.023     20.925.122     24.380.619     30.630.166
PENGHASILAN

Beban Keuangan                           2.468.968      2.028.968      1.808.968      1.588.968      1.368.968

LABA SEBELUM PAJAK
                                          322.571      19.320.055     19.116.154     22.791.651     29.261.198
PENGHASILAN

Pajak Penghasilan Final Atas Jasa
                                          180.000       4.452.000      4.293.825      4.763.924      5.590.139
Konstruksi
Pajak Penghasilan Kini                     78.647        263.555        505.160        654.105        838.219
Pajak Tangguhan                            77.000         79.695         82.484         85.371         88.359


LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                140.924      14.684.195     14.399.654     17.458.994     22.921.200




                             STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                     61
Page 94
8.3   Proyeksi Posisi Keuangan

      Figur 21. Proyeksi Posisi Keuangan dengan penambahan kegiatan usaha
                                                                                                     (Ribuan Rupiah)
                                              Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
                    Deskripsi
                                                2024            2025            2026            2027            2028


       Aset
       Aset Lancar
       Kas dan Setara Kas                     10.565.293      21.533.458      18.786.389      19.790.624      18.201.581
       Piutang Usaha                          19.570.218      22.570.218      25.570.218      28.570.218      29.570.218
       Piutang Lain-lain                       6.832.025                 -               -               -               -
       Persediaan                               271.673         321.673         371.673         421.673         471.673
       Proyek dalam Pelaksanaan               36.926.933      41.926.933      46.926.933      51.926.933      61.926.933
       Pajak Dibayar Dimuka                              -               -               -               -               -

       Uang Muka Pembelian                    75.298.027      97.298.027     102.298.027     107.298.027
                                                                                                             117.298.027
       Beban yang Ditangguhkan                           -               -               -               -             -
       Jumlah Aset Lancar                    149.464.169     183.650.308      93.953.240     208.007.474     227.468.432


       Aset Tidak Lancar
       Aset Tetap - Bersih                    35.271.975      38.217.580      40.574.064      42.459.251      43.967.401
       Aset Tidak Lancar Lainnya                440.337         450.337         460.337         475.337         490.337
       Aset Pajak Tangguhan                              -               -               -               -               -
       Jumlah Aset Tidak Lancar               35.712.312      38.667.917      41.034.401      42.934.588      44.457.738
       Jumlah Aset                           185.176.481     222.318.226     234.987.641     250.942.063     271.926.170


       Liabilitas dan Ekuitas
       Liabilitas
       Liabilitas Jangka Pendek
       Utang Bank                             22.445.160      18.445.160      14.445.160      10.445.160       6.445.160
       Utang Usaha                             2.000.000       4.000.000       6.000.000       8.000.000      10.000.000
       Utang Lainnya                             25.000          50.000          75.000         100.000         125.000
       Bagian Lancar atas Liabilitas
                                               1.391.747        695.874                  -               -               -
      Jangka Panjang
       Utang Pajak                             3.079.910        272.876         538.808         699.223         886.585
       Biaya yang Masih Harus Dibayar           350.000         362.250         374.929         388.051         401.633
       Jumlah Liabilitas Jangka Pendek        29.291.817      23.826.159      21.433.897      19.632.434      17.858.378


       Liabilitas Jangka Panjang
       Liabilitas Imbalan Pasca Kerja          2.033.116       2.395.366       2.770.295       3.158.346       3.559.979
       Liabilitas Pajak Tangguhan              1.689.975       1.610.280       1.527.796       1.442.425       1.354.065
      Liabilitas Jangka Panjang - Setelah
                                               7.141.054       3.570.527                 -               -               -
      Dikurangi Bagian Lancar



                                       STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                           62
Page 95
                                     Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
              Deskripsi
                                       2024            2025            2026            2027            2028
 Jumlah Liabilitas Jangka
                                     10.864.145       7.576.173       4.298.091       4.600.771       4.914.045
 Panjang
 Jumlah Liabilitas                   40.155.962      31.402.333      25.731.988      24.233.205      22.772.423


 Ekuitas
 Modal Saham                         76.250.000      80.825.000      80.825.000      80.825.000      80.825.000
 Agio Saham                          58.140.382      58.140.382      58.140.382      58.140.382      58.140.382
 Agio Saham - Exercise Waran                  -      24.018.750      24.018.750      24.018.750      24.018.750
 Penghasilan Komprehensif Lain       16.635.577      16.635.577      16.635.577      16.635.577      16.635.577
 Laba Ditahan (Defisit)             (6.245.101)     (6.005.440)      11.296.185      29.635.945      47.089.149
 Telah ditentukan penggunaannya                 -               -               -     5.501.928       6.886.540
 Belum ditentukan penggunaannya                 -   (6.005.440)      11.296.185      24.134.017      40.202.610
 Deviden                                        -               -               -   (5.501.928)     (6.886.540)
 Laba (Rugi) Tahun Berjalan            239.662       17.301.624      18.339.760      22.955.133      29.331.429
 Jumlah Ekuitas                     145.020.519     190.915.893     209.255.653     226.708.858     249.153.747
 Jumlah Kewajiban dan Ekuitas       185.176.481     222.318.226     234.987.641     250.942.063     271.926.170


Figur 22. Proyeksi Posisi Keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha
                                                                                            (Ribuan Rupiah)
                                     Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
              Deskripsi
                                       2024            2025            2026            2027            2028


 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan Setara Kas                  10.265.293      20.057.971      17.976.468      17.079.127      13.264.648
 Piutang Usaha                       19.570.218      22.570.218      25.570.218      28.570.218      29.570.218
 Piutang Lain-lain                    6.832.025                 -               -               -               -
 Persediaan                            271.673         321.673         371.673         421.673         471.673
 Proyek dalam Pelaksanaan            36.926.933      41.926.933      46.926.933      51.926.933      61.926.933
 Pajak Dibayar Dimuka                           -               -               -               -               -

 Uang Muka Pembelian                 75.298.027      97.298.027     102.298.027     107.298.027
                                                                                                    117.298.027
 Beban yang Ditangguhkan                        -               -               -               -             -
 Jumlah Aset Lancar                149.164.169      182.174.821     193.143.319     205.295.977     222.531.499


 Aset Tidak Lancar
 Aset Tetap - Bersih                 30.771.975      34.617.580      37.694.064      40.155.251      42.124.201
 Aset Tidak Lancar Lainnya             440.337         450.337         460.337         475.337         490.337
 Aset Pajak Tangguhan                           -               -               -               -               -
 Jumlah Aset Tidak Lancar            31.212.312      35.067.917      38.154.401      40.630.588      42.614.538
 Jumlah Aset                       180.376.481      217.242.739     231.297.720     245.926.566     265.146.037




                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                           63
Page 96
                                        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi
             Deskripsi
                                          2024            2025            2026            2027            2028


Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank                             22.445.160       18.445.160      16.445.160      14.445.160      12.445.160
Utang Usaha                             2.000.000        4.000.000       7.000.000      10.000.000      13.000.000
 Utang Lainnya                             25.000          50.000          75.000         100.000         125.000
 Bagian Lancar atas Liabilitas
                                        1.391.747         695.874                  -               -               -
Jangka Panjang
 Utang Pajak                            3.078.647         263.555         505.160         654.105         838.219
Biaya yang Masih Harus Dibayar            350.000         362.250         374.929         388.051         401.633
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek        29.290.554       23.816.838      24.400.249      25.587.316      26.810.012


Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja          2.033.116        2.395.366       2.770.295       3.158.346       3.559.979
Liabilitas Pajak Tangguhan              1.689.975        1.610.280       1.527.796       1.442.425       1.354.065
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah
                                        2.441.054        1.220.527                 -               -               -
Dikurangi Bagian Lancar
Jumlah Liabilitas Jangka
                                        6.164.145        5.226.173       4.298.091       4.600.771       4.914.045
Panjang
Jumlah Liabilitas                      35.454.700       29.043.012      28.698.340      30.188.087      31.724.057


Ekuitas
Modal Saham                            76.250.000       80.825.000      80.825.000      80.825.000      80.825.000
Agio Saham                             58.140.382       58.140.382      58.140.382      58.140.382      58.140.382
Agio Saham - Exercise Waran                     -       24.018.750      24.018.750      24.018.750      24.018.750
Penghasilan Komprehensif Lain          16.635.577       16.635.577      16.635.577      16.635.577      16.635.577
Laba Ditahan (Defisit)                 (6.245.101)     (6.104.177)       8.580.018      22.979.672      36.118.770
Telah ditentukan penggunaannya                     -               -               -     4.319.896       5.237.698
Belum ditentukan penggunaannya                     -   (6.104.177)       8.580.018      18.659.776      30.881.072
Deviden                                            -               -               -   (4.319.896)     (5.237.698)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan                140.924       14.684.195      14.399.654      17.458.994      22.921.200
Jumlah Ekuitas                        144.921.781      188.199.727     202.599.380     215.738.478     233.421.980
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas          180.376.481      217.242.739     231.297.720     245.926.566     265.146.037




                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                           64
Page 97
8.4   Incremental Laporan Laba Rugi

      Figur 23. Proyeksi Laba Rugi
                                                                                                    (Ribuan Rupiah)
                                              Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
                    Deskripsi
                                                2024           2025           2026           2027           2028


       Pendapatan Usaha :
       Pendapatan Proyek Konstruksi Jalan                -   (10.000.000)   30.000.000     34.000.000     37.400.000
       Pendapatan Proyek Konstruksi
                                                 1.500.000    34.500.000               -              -              -
       Gedung
       Penjualan Aspal Hotmix Dan Beton
                                                         -              -              -              -              -
       Ready Mix
       Jumlah Pendapatan Usaha                   1.500.000    24.500.000    30.000.000     34.000.000     37.400.000


       Beban Pokok Pendapatan :
       Beban Pokok Pendapatan Proyek
                                                         -    (8.000.000)   24.000.000     27.200.000     29.920.000
       Konstruksi Jalan
       Beban Pokok Pendapatan Proyek
                                                 1.200.000    27.600.000               -              -              -
       Konstruksi Gedung
       Beban Pokok Pendapatan Aspal
                                                         -              -              -              -              -
       Hotmix Dan Beton Ready Mix
       Jumlah Beban Pokok Pendapatan             1.200.000    19.600.000    24.000.000     27.200.000     29.920.000


       LABA KOTOR                                 300.000      4.900.000     6.000.000      6.800.000      7.480.000


       Beban Operasional :


       Biaya Promosi                                     -              -              -              -     298.356
       Jumlah Beban Promosi                              -              -              -              -     298.356
       Biaya Administrasi Dan Umum
       Biaya Penyusutan Aktiva Tetap                     -       900.000      720.000        576.000        460.800
       Biaya Imbalan Pasca Kerja                         -              -              -              -              -
       Gaji Dan Tunjangan                                -              -              -              -              -
       Biaya Keperluan Kantor                            -              -              -              -              -
       Biaya Pengembangan                         200.000        207.000      214.245        221.744        229.505
       Biaya Representasi                                -              -              -              -              -
       Biaya Konsultan                                   -              -              -              -              -
       Biaya Perjalanan Dinas                            -              -              -              -              -
       Biaya Rapat Kerja dan Konsumsi                    -              -              -              -              -
       Biaya Perawatan aset kantor                       -              -              -              -              -
       Biaya Asuransi                                    -              -              -              -              -
       Lainnya                                           -              -              -              -              -
       Jumlah Beban Administrasi dan
                                                  200.000      1.107.000      934.245        797.744        690.305
       Umum

       Jumlah beban Operasional                   200.000      1.107.000      934.245        797.744        988.661




                                     STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                65
Page 98
                                        Proyeksi             Proyeksi            Proyeksi        Proyeksi          Proyeksi
               Deskripsi
                                          2024                 2025                2026            2027              2028
 Pendapatan Bunga Jasa Giro &
                                                        -                 -                  -                 -                 -
 Tabungan
 Pendapatan Diluar Usaha Lainnya                        -                 -                  -                 -                 -
 Jumlah Pendapatan Lain-lain                            -                 -                  -                 -                 -


 Pajak Jasa Giro/Bunga Tabungan                         -                 -                  -                 -                 -
 Biaya Diluar Usaha Lainnya                             -                 -                  -                 -                 -


 Jumlah Beban Lain-lain                                 -                 -                  -                 -                 -


                                                        -                 -                  -                 -                 -
 LABA SEBELUM BEBAN
 KEUANGAN DAN PAJAK                         100.000           3.793.000           5.065.755       6.002.256         6.491.339
 PENGHASILAN

 Beban Keuangan                                         -         517.000           297.000       (440.000)         (660.000)

 LABA SEBELUM PAJAK
                                            100.000           3.276.000           4.768.755       6.442.256         7.151.339
 PENGHASILAN

 Pajak Penghasilan Final Atas Jasa
                                                        -         649.250           795.000           901.000           991.100
 Konstruksi
 Pajak Penghasilan Kini                             1.263             9.321             33.648            45.118         48.366
 Pajak Tangguhan                                        -                 -                  -                 -                 -


 LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                     98.737        2.617.429           3.940.107       5.496.139         6.111.873



Figur 24. Proyeksi Posisi Keuangan
                                                                                                  (Ribuan Rupiah)
                                     Proyeksi          Proyeksi         Proyeksi           Proyeksi          Proyeksi
              Deskripsi
                                       2024              2025             2026               2027              2028


 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan Setara Kas                    300.000          1.475.487             809.921       2.711.497         4.936.933
 Piutang Usaha                                  -                 -                 -                 -                 -
 Piutang Lain-lain                              -                 -                 -                 -                 -
 Persediaan                                     -                 -                 -                 -                 -
 Proyek dalam Pelaksanaan                       -                 -                 -                 -                 -
 Pajak Dibayar Dimuka                           -                 -                 -                 -                 -
 Uang Muka Pembelian                            -                 -                 -                 -                 -
 Beban yang Ditangguhkan                        -                 -                 -                 -                 -
 Jumlah Aset Lancar                    300.000          1.475.487             809.921       2.711.497         4.936.933




                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                                   66
Page 99
                                        Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
             Deskripsi
                                          2024           2025           2026           2027           2028
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap - Bersih                     4.500.000      3.600.000       2.880.000      2.304.000      1.843.200
Aset Tidak Lancar Lainnya                          -              -              -              -              -
Aset Pajak Tangguhan                               -              -              -              -              -
Jumlah Aset Tidak Lancar                4.500.000      3.600.000       2.880.000      2.304.000      1.843.200
Jumlah Aset                             4.800.000      5.075.487       3.689.921      5.015.497      6.780.133


Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank                                         -              -   (2.000.000)    (4.000.000)    (6.000.000)
Utang Usaha                                        -              -   (1.000.000)    (2.000.000)    (3.000.000)
 Utang Lainnya                                     -              -             -              -              -
 Bagian Lancar atas Liabilitas                     -              -              -              -              -
Jangka Panjang
 Utang Pajak                                1.263          9.321          33.648         45.118         48.366
Biaya yang Masih Harus Dibayar                  -              -               -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             1.263          9.321      (2.966.352)    (5.954.882)    (8.951.634)


Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                     -              -              -              -              -
Liabilitas Pajak Tangguhan                         -              -              -              -              -

Liabilitas Jangka Panjang - Setelah                                              -              -              -
                                        4.700.000      2.350.000
Dikurangi Bagian Lancar
Jumlah Liabilitas Jangka                                                         -              -              -
                                        4.700.000      2.350.000
Panjang
Jumlah Liabilitas                       4.701.263      2.359.321      (2.966.352)    (5.954.882)    (8.951.634)


Ekuitas
Modal Saham
Agio Saham
Agio Saham - Exercise Waran
Penghasilan Komprehensif Lain
Laba Ditahan (Defisit)                             -      98.737       2.716.166      6.656.273     10.970.379
Telah ditentukan penggunaannya                     -           -               -      1.182.032      1.648.842
Belum ditentukan penggunaannya                     -      98.737       2.716.166      5.474.241      9.321.538
Deviden                                            -           -               -     (1.182.032)    (1.648.842)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan                 98.737      2.617.429       3.940.107      5.496.139      6.410.229
Jumlah Ekuitas                             98.737      2.716.166       6.656.273     10.970.379     15.731.767
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas            4.800.000      5.075.487       3.689.921      5.015.497      6.780.133




                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                       67
Page 100
8.5   Cut Off Date dalam Analisis Studi Kelayakan

      Dalam melakukan Analisis Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, kami menggunakan
      cut off date 30 September 2024 di mana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan
      kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan penambahan Kegiatan Usaha.

8.6   Penetapan Tingkat Diskonto

      Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

      Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing
      Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah
      premium unutk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:

                                         Ke = Rf + ß (Rm-Rf)
                                         Ke = Rf + ß Rp
      Di mana :
      Rf        = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
      ß         = risiko sistimatis
      Rm        = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
      Rp        = selisih antara Rm dengan Rf

      Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
      memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
      dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.

      Terkait dengan tanggal studi kelayakan yang jatuh pada tanggal 30 September 2024, maka
      instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang
      dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor
      30 tahun, yield tertimbang sebesar 6,87%, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat
      kembalian bebas risiko (Rf).

      Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
      dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
      premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti
      volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan
      mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
      perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging
      market).

      Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per
      tanggal 1 Juli 2024 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia
      adalah sekitar 6,45%. Dengan Country Default Spread sebesar 1,79%.

      ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
      pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500
      atau IHSG). Untuk MANG kami menggunakan Beta dari industri pada sektor yang sama yang
      terdapat di Bursa Efek Indonesia.




                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK             68
Page 101
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
menghitung cost of equity MANG, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta.
Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan
terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of
equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu
dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :
                   βL
 βu =
             1 + (1-T) x DER
 dimana:

 T            = Tarif Pajak Penghasilan Badan
 DER          = Debt to equity ratio
 βL           = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
                obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
                pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar
                dengan pengaruh hutang
 βu           = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                portofolio pasar tanpa pengaruh hutang

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian
di-relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar untuk memperoleh beta yang sesuai
untuk mendiskonto tersebut dengan formula sebagai berikut :

Figur 25. Beta
                     Data Pembanding                        Ticker         Beta Unleverage
 PT Nusa Raya Cipta Tbk                                    IDX:NRCA             0,78
 PT Paramita Bangun Sarana Tbk                             IDX:PBSA             0,99
 PT Total Bangun Persada Tbk                               IDX:TOTL             1,10
 PT Indonesia Pondasi Raya Tbk                             IDX:IDPR             0,36
 CAZ (Thailand) Public Company Limited                     SET:CAZ              0,78
 Teka Construction Public Company Limited                  SET:TEKA             0,38
 China Haisum Engineering Co., Ltd.                     SZSE:002116             1,06
 Hongrun Construction Group Co., Ltd.                   SZSE:002062             0,47
                                      Average                                   0,74
Sumber: S&P Global

Dari figur di atas, tampak bahwa rata-rata dari unlevered beta dari perusahaan yang digunakan
sebagai dasar perhitungan adalah sebesar 0,74.




                               STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK         69
Page 102
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian
di-relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar 60,10% untuk
memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB tersebut dengan formula sebagai berikut:
   βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
   βL = 0,74 x (1 + (1-0%) x 29,15%)
   βL = 0,95

Dengan demikian nilai dari beta re-levered adalah sebesar 0,95. Berdasarkan uraian di atas, maka
biaya modal ekuitas adalah :

Figur 26. Cost of Equity
                       Keterangan                                Persentase
    Tingkat Bunga Bebas Risiko (Risk Free Rate)                      6,87%
    Risk Premium Market                                              6,45%
    Levered Beta                                                       0,95
    CDS (Country Default Spread)                                     1,79%
    Biaya Modal untuk Ekuitas (Cost Of Equity)                      11,22%


Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow to
firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata
tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang berasal dari
(investor) penyertaan.

Dalam studi kelayakan ini, untuk biaya bunga hutang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata
dalam mata uang Rupiah berdasarkan suku bunga pinjaman investasi dari Bank Persero
berdasarkan data yang dipublikasikan Bank Indonesia per September 2024, yaitu 9,29%.
Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya utang bersih setelah pajak adalah
sebesar 9,41% (dengan tarif pajak 0%) dengan perhitungan sebagai berikut:
   Wd        = i x ((1-T))
   Wd        = 9,29% x (1-0%) = 9,29%
Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan DER market sebesar 29,15%. Berikut adalah
perhitungan WACC.

Figur 27. Perhitungan WACC
                             Proyeksi      Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi     Proyeksi
                                                                                             Source
                              2024 F        2025 F     2026 F     2027 F       2028 F
 BETA
 Unleverage Beta                    0,74       0,74       0,74       0,74          0,74   s&p 500
 Leverage Beta Valuation
                                    0,95       0,95       0,95       0,95          0,95
 Object

 COST OF EQUITY
 CALCULATION
 Risk Free Rate (Rf)            6,87%         6,87%     6,87%      6,87%         6,87%    s&p 500




                              STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK             70
Page 103
                                    Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi
                                                                                                Source
                                     2024 F     2025 F     2026 F     2027 F     2028 F
       Risk Premium Market
                                       6,45%      6,45%     6,45%      6,45%       6,45%    Damodaran
       (Rpm)
       β (Beta)                         0,95       0,95       0,95       0,95        0,95   s&p 500
       CDS                             1,79%      1,79%     1,79%      1,79%       1,79%    Damodaran
       Cost of Equity                 11,22%     11,22%    11,22%     11,22%      11,22%


       COST OF DEBT
       CALCULATION
       Bank Interest Rate              9,29%      9,29%     9,29%      9,29%       9,29%    Bank Indonesia
       Tax                             0,00%      0,00%     0,00%      0,00%       0,00%    Final
       Cost Of Debt                    9,29%      9,29%     9,29%      9,29%       9,29%


       WACC
       Cost Of Debt (Kd = I X (1-
                                       9,29%      9,29%     9,29%      9,29%       9,29%
       T))
       Cost Of Equity (Ke = Rf +
                                      11,22%     11,22%    11,22%     11,22%      11,22%
       (Rpm) * Beta


       Komposisi DER
       Debt                           22,57%     22,57%    22,57%     22,57%      22,57%    s&p 500
       Equity                         77,43%     77,43%    77,43%     77,43%      77,43%    s&p 500


       Rata-Rata
       Debt                            2,10%      2,10%     2,10%      2,10%       2,10%
       Equity                          8,69%      8,69%     8,69%      8,69%       8,69%
       WACC                           10,79%     10,79%    10,79%     10,79%      10,79%


      Berdasarkan perhitungan di atas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam studi kelayakan
      adalah 10,79% selama masa periode proyeksi menurut kami merupakan tingkat diskonto yang
      wajar.
8.7   Analisis Kelayakan Proyek

      Analsia kelayakan proyek, dilakukan dengan membandingkan antara pengorbanan ekonomis
      yang dilakukan MANG dalam kaitannya penambahan kegiatan usaha berupa :

      a.     KBLI 41018 : Konstruksi Gedung Tempat Hunian Hiburan dan Olahrga
      b.     KBLI 41011 : Konstruksi Gedung Hunian
      c.     KBLI 41012 : Konstruksi Gedung Perkantoran
      d.     KBLI 41014 : Konstruksi Gedung Perbelanjaan
      e.     KBLI 42201 : Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase
      f.     KBLI 43120 : Konstruksi Khusus Penyiapan Lahan

      Kelayakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi
      dimasa mendatang dari Penambahan Kegiatan Usaha yang dihitung dari selisih dari Free Cash


                                    STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              71
Page 104
Flow To Firm MANG sebelum penambahan, dengan Free Cash Flow To Firm setelah
penambahan. Selanjutnya dibandingkan dengan Initial investment.

Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan
asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :

    ▪ Net Present Value (NPV)         :   Rp 3.155.944.481,-
    ▪ Internal Rate of Return (IRR)   :   22,50% (lebih tinggi dari tingkat diskonto 10,79%)
    ▪ Profitability Index (PI)        :   1,08
    ▪ Payback Period (PP)             :   2 Tahun 2 Bulan

Net Present Value (NPV) adalah perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dan
nilai sekarang dari arus kas keluar pada sebuah waktu periode. NPV biasanya digunakan untuk
alokasi modal untuk menganalisis keuntungan dalam sebuah proyek yang akan dilaksanakan.
NPV positif menandakan bahwa proyeksi pendapatan yang dihasilkan oleh sebuah proyek atau
investasi melebihi dari proyek biaya yang dikeluarkan.

Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa NPV sebesar
Rp 3.155.944.481,-. Nilai NPV yang dihasilkan > 0 yang mana menunjukkan bahwa proyek
tersebut layak untuk direalisasikan. Dalam perhitungan NPV ini Nilai Sisa termasuk dalam
perhitungan.

Internal Rate Of Return (IRR) adalah tingkat suatu investasi di mana pada saat itu NPV adalah
nol. Suatu investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan apabila nilai IRR
lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan.

Analisis IRR pada studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini menunjukkan bahwa nilai
perhitungan adalah 22,50%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih
besar dibandingkan dnegan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan, yaitu sebesar
10,79% sehingga proyek tersebut Layak untuk direalisasikan. Dalam Perhitungan IRR ini Nilai Sisa
tidak masuk dalam perhitungan.

Profitability Index (PI) adalah metode penghitungan kelayakan proyek dengan membandingkan
antara jumlah present value nilai arus kas dengan nilai investasi dari proyek. Dalam Perhitungan
PI ini Nilai Sisa tidak masuk dalam perhitungan.

Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa PI > 1 yang mana
investasi dapat diterima.

Payback Period (PP) merupakan penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup initial
investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash flow yang dihasilkan dari proyek
tersebut.

Berdasarkan perhitungan dan analisa yang diperoleh, perusahaan akan mampu mengembalikan
seluruh investasi sesudah berjalan selama 2 tahun 2 bulan.

Tingkat Diskonto atau WACC (Weighted Average Cost of Capital) berkaitan erat dengan
penambahan kegiatan usaha. Penambahan kegiatan usaha umumnya membutuhkan pendanaan
tambahan, baik melalui utang (debt) maupun ekuitas (equity), yang akan memengaruhi struktur
modal perusahaan dan pada akhirnya memengaruhi WACC. Jika perusahaan memilih pendanaan


                          STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              72
Page 105
      melalui utang, cost of debt (Kd) mungkin lebih rendah karena adanya keuntungan pajak (tax shield)
      dari bunga utang. Namun, penggunaan utang yang berlebihan dapat meningkatkan risiko
      kebangkrutan dan menaikkan WACC. Sebaliknya, jika pendanaan dilakukan melalui ekuitas, cost
      of equity (Ke) cenderung lebih tinggi karena investor mengharapkan imbal hasil yang lebih besar
      akibat meningkatnya risiko bisnis dari ekspansi usaha. Oleh karena itu, pemilihan struktur modal
      yang optimal sangat penting untuk meminimalkan WACC dan memaksimalkan nilai perusahaan.

      Dengan NPV positif dan IRR yang lebih tinggi dari WACC, penambahan kegiatan usaha ini akan
      meningkatkan nilai perusahaan dan memberikan keuntungan bagi pemegang saham. Selain itu,
      dengan Payback Period yang singkat, perusahaan akan memperkuat posisi likuiditas dan
      mengurangi risiko investasi jangka panjang.
8.8   Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru

      Analisis sensitivitas berutujuan untuk mengetahui seberapa sensitivif proyeksi kinerja proyek atas
      setiap perubahan variable penting yang dipilih dimana akan mempengaruhi kelayakan proyek.
      Hasil analisis sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:

      Figur 28. Analisis Sensitivitas terhadap penambahan atau Increamental Capex (Capex setelah
                proyek dikurangi Capex sebelum proyek)
                                          Scenario Perubahan Penambahan atau Increamental Capex
        VARIABLE
                                     0%                10%              75%                72%               -20%
      Perubahan
      PenambahanC
                        (4.500.000.000)     (4.950.000.000)   (7.875.000.000)   (7.737.820.085)   (3.600.000.000)
      apex 2024 (Okt
      s/d Des)
      NPV                3.155.944.481       2.717.323.749     (133.711.011)                 0     4.033.185.946
                                                                                    Breakeven
                                 Layak               Layak      Tidak Layak                                Layak
      Kelayakan                                                                          Point

      Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan atau increamental
      Capex yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat
      Penambahan atau Increamental Capex mencapai Rp. 7.737.820,085,-- atau ada kenaikan
      penambahan atau increamental capex sebesar 72%, namun proyek menjadi tidak layak saat
      kenaikan penambahan atau increamental capex diatas 72% , dengan catatan variable lain tetap
      (ceteris paribus).

      Untuk menghindari peningkatan modal dalam proyek-proyek ini, berikut adalah beberapa strategi
      mitigasi Emiten MANG yang diterapkan, sebagai berikut:
      1. Perencanaan yang Matang
            • Anggaran Terperinci: Buat anggaran yang detail dan realistis sejak awal, mencakup
                semua biaya potensial seperti material, tenaga kerja, izin, dan biaya tak terduga.
            • Studi Kelayakan: Lakukan studi kelayakan untuk memahami risiko dan potensi biaya
                tersembunyi.
      2. Desain yang Tepat
            • Kolaborasi Awal: Bekerjasama dengan arsitek, insinyur, dan desainer sejak awal untuk
                memastikan desain yang praktis dan sesuai anggaran
            • Peninjauan Berkala: Lakukan peninjauan dan revisi desain secara berkala untuk
                menghindari perubahan besar di tengah proyek.




                                 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                73
Page 106
3. Pengelolaan Risiko
   • Identifikasi Risiko: Identifikasi risiko potensial seperti perubahan harga material, cuaca
      buruk, dan masalah regulasi sejak awal
   • Asuransi Proyek: Pertimbangkan untuk mengambil asuransi proyek yang mencakup
      berbagai risiko
   • Dalam menghadapi dinamika industri konstruksi yang akan datang, Perseroan
      menekankan pentingnya mengelola risiko dan memanfaatkan peluang yang tersedia
      untuk mencapai target yang ditetapkan. Pengelolaan risiko menjadi fokus utama, dengan
      Perseroan mengintegrasikan berbagai risiko, seperti risiko ekonomi, lingkungan, sosial,
      dan tata kelola, ke dalam proses manajemen. Langkah-langkah strategis ditekankan pada
      pemeliharaan stabilitas kinerja melalui inovasi terus menerus dalam proses konstruksi dan
      penjaminan kualitas bangunan yang tinggi. Keterlibatan aktif dalam menyesuaikan strategi
      dan kebijakan memungkinkan Perseroan untuk tetap relevan dan fleksibel dalam
      menghadapi perkembangan industri.
4. Negosiasi dan Kontrak
    • Negosiasi Harga: Negosiasikan harga dengan pemasok dan kontraktor untuk
      mendapatkan penawaran terbaik
    • Kontrak yang Jelas: Buat kontrak yang detail dan jelas dengan semua pihak yang terlibat,
      termasuk klausul mengenai perubahan pekerjaan dan biaya tambahan
    • Kontrak dilakukan secara tertulis, sesuai dengan standar Perseroan, dan berisi pasal
      tertentu, antara lain, untuk menegakkan kepatuhan dari mitra terhadap komitmen
      antikorupsi Perseroan. Selama bekerjasama, perantara dan pelaksana pihak ketiga harus
      menjalankan perilaku bisnis yang konsisten dengan prinsip beretika Perseroan.
      Pelanggaran terhadap prinsip tersebut dapat berakibat pada putusnya kontrak secara
      sepihak oleh Perseroan.
    • Proyek dalam pelaksanaan disajikan sebesar biaya yang terjadi yang berhubungan
      langsung dengan kontrak, biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas kontrak secara
      umum dan dapat dialokasikan pada kontrak, dan biaya lain yang secara spesifik dapat
      ditagihkan ke pelanggan sesuai isi kontrak.

Dengan kontrak yang ketat ini diharapkan tidak terjadi kebocoran baik dikarenakan faktor eksternal
maupun internal. Dengan demikian strategi dapat berjalan optimal karena telah didukung oleh
sistem dan struktur yang akuntabel.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, perusahaan konstruksi dapat mengurangi risiko
pembengkakan modal dan memastikan proyek berjalan sesuai anggaran yang telah ditetapkan.

Selain meningkatnya modal, menghadapi lonjakan harga bahan baku memerlukan proyeksi biaya
yang akurat dan strategi pengendalian biaya yang efektif. Berikut adalah beberapa langkah yang
dapat diambil:

Proyeksi Biaya
1. Analisis Tren Harga: Pantau tren harga bahan baku secara berkala untuk memprediksi
    kemungkinan kenaikan harga.
2. Estimasi Kebutuhan: Hitung kebutuhan bahan baku berdasarkan rencana produksi untuk
    periode mendatang.
3. Simulasi Kenaikan Harga: Buat skenario kenaikan harga dan dampaknya terhadap biaya
    produksi dan margin keuntungan.




                           STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK               74
Page 107
Strategi Pengendalian Biaya
1. Perencanaan yang Matang: Lakukan perencanaan yang tepat untuk mendapatkan perkiraan
     akurat tentang kebutuhan produksi dan pilih pemasok yang menawarkan harga kompetitif
2. Pengelolaan Persediaan: Gunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) atau Just-in-
     Time (JIT) untuk mengoptimalkan jumlah bahan baku yang dipesan dan mengurangi biaya
     penyimpanan
3. Kontrol Kualitas: Tetapkan standar kualitas yang jelas untuk bahan baku dan lakukan
     pemeriksaan kualitas secara rutin untuk mengurangi limbah produksi
4. Efisiensi Proses Produksi: Tingkatkan efisiensi proses produksi dengan mengurangi
     pemborosan dan meningkatkan produktivitas
5. Negosiasi dengan Pemasok: Lakukan negosiasi ulang dengan pemasok untuk mendapatkan
     harga yang lebih baik atau mencari alternatif bahan baku yang lebih murah namun tetap
     berkualitas
6. Komunikasi dengan Pelanggan: Jika kenaikan harga tidak dapat dihindari, komunikasikan
     alasan kenaikan harga secara transparan kepada pelanggan dan berikan insentif atau
     program loyalitas untuk menjaga kepuasan pelanggan

Figur 29. Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan Laba Bersih (Laba Bersih setelah
          proyek dikurangi Laba Bersih sebelum proyek)
                       Scenario Perubahan Penambahan atau Incremental Laba Bersih
  VARIABLE
                         0%           -10%          -20%           -23%             -25%
 2024             98.737.241     88.863.517    78.989.793     75.850.067       74.052.931
 2025          2.617.428.977 2.355.686.079 2.093.943.182 2.010.712.087      1.963.071.733
 2026          3.940.106.531 3.546.095.878 3.152.085.225 3.026.794.574      2.955.079.898
 2027          5.496.138.502 4.946.524.652 4.396.910.802 4.222.140.204      4.122.103.877
 2028          6.410.229.464 5.769.206.517 5.128.183.571 4.924.345.980      4.807.672.098
 NPV           3.155.944.481 1.794.442.821    432.941.161              0    (247.809.669)
                                                             Breakeven
  Kelayakan        Layak          Layak         Layak                       Tidak Layak
                                                                Point

Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Laba Bersih yang
memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penambahan atau
Incremental Laba Bersih mengalami penurunan maksimal sebesar 23%, dan proyek menjadi tidak
layak saat penurunan perubahan laba bersih melampaui 23%, dengan catatan variable lain tetap
(ceteris paribus).

Penurunan laba bersih pada perusahaan konstruksi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor
utama, yakni:
 1. Biaya Material dan Pengiriman: Kenaikan harga bahan bangunan dan biaya pengiriman
    dapat mengurangi margin keuntungan
 2. Biaya Tenaga Kerja: Biaya tenaga kerja yang tinggi atau kekurangan tenaga kerja dapat
    meningkatkan biaya proyek
 3. Manajemen Proyek yang Tidak Efisien: Ketidakefisienan dalam manajemen proyek dapat
    menyebabkan pemborosan waktu dan sumber daya
 4. Kondisi Ekonomi: Fluktuasi ekonomi, seperti inflasi dan suku bunga, dapat mempengaruhi
    biaya proyek dan ketersediaan proyek baru
 5. Peraturan Pemerintah: Perubahan dalam peraturan dan kebijakan pemerintah dapat
    mempengaruhi biaya dan proses konstruksi




                          STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK              75
Page 108
Berikut adalah beberapa strategi mitigasi risiko yang dapat diterapkan secara khusus untuk
mengurangi risiko penurunan laba pada perusahaan konstruksi:

1) Analisis Risiko yang Mendalam:
    • Melakukan kajian risiko secara menyeluruh sebelum memulai proyek untuk
        mengidentifikasi potensi risiko yang dapat mempengaruhi laba
    • Menggunakan metode seperti SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)
        untuk memahami risiko internal dan eksternal.

2) Perencanaan Anggaran yang Realistis:
    • Menyusun anggaran yang realistis dengan mempertimbangkan semua biaya potensial,
       termasuk biaya tak terduga
    • Memastikan adanya cadangan dana untuk mengatasi biaya tambahan yang mungkin
       muncul selama proyek berlangsung.

3) Manajemen Kontrak yang Ketat:
   • Menyusun kontrak yang jelas dan komprehensif dengan semua pihak yang terlibat
   • Menetapkan mekanisme perubahan lingkup kerja yang jelas untuk menghindari biaya
      tambahan yang tidak terduga.

4) Pemantauan dan Pengawasan yang Ketat:
    • Melakukan pemantauan proyek secara berkala untuk memastikan proyek berjalan
      sesuai rencana
    • Menggunakan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM) untuk memantau
      kemajuan proyek dan mengidentifikasi potensi masalah sejak dini

5) Penggunaan Material Berkualitas:
    • Memilih material berkualitas tinggi untuk mengurangi risiko kerusakan dan perbaikan
       yang mahal.
    • Bekerja sama dengan pemasok yang terpercaya untuk memastikan ketersediaan
       material yang diperlukan.

6) Pelatihan dan Pengembangan Karyawan:
    • Memberikan pelatihan yang memadai kepada karyawan untuk meningkatkan
        keterampilan dan pengetahuan mereka.
    • Mendorong komunikasi yang efektif dan kolaborasi antar tim untuk mengurangi
        kesalahan dan meningkatkan efisiensi.

7) Diversifikasi Proyek:
   • Mengambil berbagai jenis proyek untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber
       pendapatan.
   • Menyusun portofolio proyek yang beragam untuk mengurangi risiko keuangan.




                        STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK          76
Page 109
Figur 30. Analisis Sensitivitas terhadap Pendapatan setelah Penambahan Usaha
                                 Scenario Perubahan Pendapatan setelah penambahan usaha
                           0%                -0,5%                 -5%         -0,4064%                 1%
 2024           80.799.142.474      80.395.146.762      76.759.185.350    80.470.764.083     81.607.133.899
 2025          202.500.000.000     201.487.500.000    192.375.000.000    201.677.013.243    204.525.000.000
 2026          212.031.125.000     210.970.969.375    201.429.568.750    211.169.402.492    214.151.436.250
 2027          238.770.700.000     237.576.846.500    226.832.165.000    237.800.304.326    241.158.407.000
 2028          278.348.625.000     276.956.881.875    264.431.193.750    277.217.379.409    281.132.111.250
 NPV             3.155.944.481       (726.734.991)    (35.670.850.239)                (0)    10.921.303.425
 Kelayakan               Layak         Tidak Layak         Tidak Layak Breakeven Point                Layak

Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa proyek akan mencapai titik impas (breakevent) jika
pendapatan setelah penambahan usaha mengalami penurunan maksimal sebesar 0,4064%.
Penurunan lebih dari itu akan membuat NPV proyek sebesar Rp3,1 miliar menjadi negatif.
Sebaliknya, peningkatan pendapatan sebesar 1% dapat meningkatkan NPV hingga Rp10,9 miliar,
lebih dari tiga kali lipat NPV dasar. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan langkah-langkah
kehati-hatian dalam mengelola risiko penurunan pendapatan, sekaligus bersikap proaktif terhadap
peluang peningkatan pendapatan melalui diversifikasi usaha.

Pemerintah menargetkan penyediaan 3 juta unit rumah layak huni, dengan 2 juta unit di kawasan
pedesaan dan 1 juta unit di perkotaan. Program ini membuka peluang bagi perusahaan konstruksi
untuk terlibat dalam pembangunan perumahan. Dalam perencanaan hingga tahun 2028,
perusahaan fokus pada tiga segmen: proyek konstruksi jalan, proyek konstruksi gedung, dan
penyediaan aspal hotmix serta beton ready mix, dengan porsi terbesar pada konstruksi gedung.
Untuk mengantisipasi risiko dan memanfaatkan peluang yang ada, perusahaan dapat
menambahkan segmen perumahan, seperti pembangunan rumah bersubsidi (KPR), ke dalam
portofolio usahanya. Langkah ini memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan
perubahan kondisi pasar dan kebijakan pemerintah, sehingga dapat menjaga stabilitas dan
pertumbuhan pendapatan di masa mendatang.

Berikut adalah risiko dan mitigasi risiko yang disebabkan oleh penurunan pendapatan lebih dari
ambang batas:

Risiko Ekonomi
a. Inflasi: Kenaikan harga bahan baku dan tenaga kerja dapat meningkatkan biaya proyek, yang
     pada akhirnya mengurangi margin keuntungan
b. Nilai Tukar: Fluktuasi nilai tukar mata uang dapat mempengaruhi biaya impor bahan baku
     dan peralatan

Risiko Operasional
a. Keterlambatan Proyek: Keterlambatan dalam penyelesaian proyek dapat menyebabkan
     penalti dan biaya tambahan, serta mengurangi pendapatan yang diharapkan
b. Kualitas Pekerjaan: Masalah kualitas dapat menyebabkan perbaikan yang mahal dan
     merusak reputasi Perusahaan

Risiko Keuangan
a. Likuiditas: Kesulitan dalam mengelola arus kas dapat mengganggu operasi sehari-hari dan
     kemampuan untuk membayar pemasok dan karyawan
b. Solvabilitas: Tingkat utang yang tinggi dapat meningkatkan risiko kebangkrutan jika
     pendapatan tidak mencukupi untuk memenuhi kewajiban keuangan



                          STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK                 77
Page 110
Risiko Pasar
a. Persaingan: Persaingan yang ketat dapat menekan harga dan margin keuntungan
b. Perubahan Regulasi: Perubahan dalam peraturan pemerintah atau standar industri dapat
     meningkatkan biaya kepatuhan dan mengurangi profitabilitas

Risiko Proyek
a. Estimasi yang Tidak Akurat: Kesalahan dalam estimasi biaya dan waktu proyek dapat
     menyebabkan kerugian finansial
b. Manajemen Risiko yang Lemah: Kurangnya manajemen risiko yang efektif dapat
     memperbesar dampak negatif dari risiko yang terjadi

Untuk mengurangi risiko dalam turunnya pendapatan pada kontrak proyek konstruksi,
berikut adalah beberapa strategi ketat dalam mitigasi yang harus serius diterapkan:

1. Rencana Pendapatan dituangkan dengan Kontrak yang detil

  a) Klausul yang Detail: Pastikan kontrak mencakup semua aspek penting seperti lingkup kerja,
      jadwal, biaya, dan mekanisme perubahan
  b) Klausul Penyelesaian Sengketa: Sertakan klausul yang mengatur mekanisme penyelesaian
      sengketa untuk menghindari konflik yang berkepanjangan
  c) Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi
      melalui lima langkah berikut:
       1) Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut:
            • Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak.
            • Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu
                 pembayaran dari barang atau jasa yang akan dialihkan.
            • Kontrak memiliki substansi komersial.
            • Besar kemungkinan entitas akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang
                 dialihkan.
    2) Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, untuk menyerahkan barang atau
        jasa yang memiliki karakteristik yang berbeda ke pelanggan.
    3) Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi potongan penjualan dan pajak
        pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
        diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.
    4) Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban pelaksanaan dengan
        menggunakan dasar harga jual masing-masing dari setiap barang atau jasa yang
        dijanjikan di kontrak.
    5) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi yaitu dengan
        menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah
        memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).

2. Perencanaan Detil terhadap Pendapatan Konstruksi dan Biaya Konstruksi

  a) Pendapatan yang berhubungan dengan kontrak konstruksi diakui dengan menggunakan
     metode persentase penyelesaian. Dengan metode ini, pendapatan yang diakui setara
     dengan estimasi dari total nilai kontrak dikalikan dengan tingkat penyelesaian yang
     ditentukan dengan mengacu pada hasil survei atas pekerjaan yang telah dilaksanakan.




                         STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK             78
Page 111
        b) Pendapatan kontrak terdiri dari jumlah pendapatan semula yang disetujui dalam kontrak
           dan penyimpangan dalam pekerjaan kontrak, klaim, dan pembayaran insentif sepanjang hal
           ini memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan dan dapat diukur dengan andal.
        c) Jika adanya kemungkinan bahwa kontrak akan menghasilkan kerugian pada saat
           penyelesaian kontrak, penyisihan atas kerugian yang diperkirakan hingga penyelesaian
           kontrak diakui sebagai penyisihan kini pada laporan keuangan. Kerugian diakui secara
           penuh ketika dapat diukur secara andal, terlepas dari tingkat penyelesaian.
        d) Biaya kontrak yang tidak mungkin dipulihkan diakui segera sebagai beban tahun berjalan
           pada laba rugi. Beban langsung dan beban tidak langsung proyek yang dapat dialokasikan
           ke suatu proyek tertentu, diakui sebagai beban pada proyek yang bersangkutan, sedangkan
           beban yang tidak dapat didistribusikan atau tidak dapat dialokasikan ke aktivitas proyek
           menjadi beban non-proyek (beban usaha).

8.9   Kesimpulan

      Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat
      asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana
      penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilaksanakan oleh MANG layak untuk dilaksanakan.




                                STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK             79

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.76 MB
Published7 Mar 2025
Pages111
Characters323,318
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 73 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MANGGUNG POLAHRAYA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×349
linked person Ni Ketut Mariani · Direktur Utama p.2 ×7
linked person Mohamad Reza Pahlevi p.41 ×5
linked person Wiwik Robiatul Adawiyah p.44 ×2
linked person Ir. Niazie Gani p.44 ×3
linked org PT Hutama Karya (Persero) p.76
linked org Total Bangun Persada Tbk p.76 ×5
linked org Nusa Raya Cipta Tbk p.76 ×5
linked org Paramita Bangun Sarana Tbk p.101 ×2
linked org Indonesia Pondasi Raya Tbk p.101 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.6 ×17
possible person Budi Santoso p.37 ×2
possible org Wijaya Karya (Persero) Tbk p.76 ×2
possible org Adhi Karya (Persero) Tbk p.76 ×2
possible org PP (Persero) Tbk p.76 ×2
possible org PT Pembangunan Perumahan p.76
possible org Waskita Karya (Persero) Tbk p.76 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.100
possible org Bank Persero p.102
unresolved org KJPP Topaz p.2 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi dan Rekan p.6 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi p.6 ×2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.6 ×5
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi Dan Rekan Dengan Kualifikasi Sebagai p.6
unresolved org KJPP Tobing Panuturi dan Rekan p.6 ×2
unresolved org KJPP Tobing Panuturi p.6 ×4
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.6
unresolved org Kantor Akuntan Publik Kumalahadi p.11 ×6
unresolved org Sugeng Pamudji & Rekan p.11 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana & Rekan p.12 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Johannes Juara & Rekan p.12 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Johannes Juara p.12 ×2
unresolved person Akta Notaris Ny. Esther Sulaiman p.33 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.33 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.33
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.33
unresolved org Bapepam-LK p.33 ×2
unresolved org Identitas Konsultan KJPP Tobing Panuturi & Rekan p.34
unresolved org Kementerian Keuangan p.34
unresolved org KJPP Tobing Panuturi & Rekan p.34
unresolved person Lie Kurniawan · Direktur p.37
unresolved org Sugeng Pamudji dan Rekan p.37 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana dan Rekan p.38
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heru Satria Rukmana p.38 ×2
unresolved person Satria Rukmana p.38
unresolved org Bank Indonesia p.38 ×27
unresolved person Esther Mercia Sulaiman p.41 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman p.41
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor C p.41
unresolved person Rini Yulianti p.41 ×7
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.41 ×4
unresolved org STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI – PT MANGGUNG POLAHRAYA TBK p.44
unresolved org Jasa Konstruksi p.45 ×2
unresolved org Pamudji dan Rekan p.46
unresolved org Kota Nusantara p.61 ×3
unresolved org Bank STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KBLI p.61
unresolved org Bank Indonesia Figur p.65
unresolved org Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat p.69 ×2
unresolved org Kementerian PUPR p.69
unresolved org SAR Nasional p.81
unresolved person Deddy Handoko p.85
unresolved org PT Mitra Bangun p.86
unresolved org PT Arta Glory Buana p.86
unresolved org Dharma Bersaudara Tbk p.86 ×2
unresolved org Dharmi Bersaudara Tbk p.86 ×2
unresolved org PT Cygnus Travel p.86
unresolved org PT Versailes Indomitrra Utama p.87
unresolved org Nasional Sertifikasi p.87 ×6
unresolved org Kementerian Ketenagakerjaan RI p.87
unresolved org DER p.101
unresolved org Teka Construction Public Company Limited p.101
unresolved org China Haisum Engineering Co., Ltd. p.101
unresolved org Hongrun Construction Group Co., Ltd. p.101

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 12666 ms 12 Sep 2026 22:53
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result