Skip to content
Back to announcement

20260626_BIPI_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32105151_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review BIPI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 20

Page 1
No. : 00118/2.0162-00/BS/02/0153/1/V/2026                                       17 Juni 2026



Kepada Yth.

PT ASTRINDO NUSANTARA INFRASTRUKTUR Tbk
Gedung Sopo Del Office Tower & Lifestyle Lt. 21 Tower B
Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot. 10 1 – 6
Kawasan Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi
Jakarta Selatan 12950

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 21 Mei 2026, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”) dan PT Indo Panca Borneo (selanjutnya disebut “IPB”) telah menandatangani
Perjanjian Jual Beli dan Pengalihan Saham Bersyarat (selanjutnya disebut “PJBPSB”), di
mana Perseroan merencanakan untuk menjual dan mengalihkan atas 4.995 saham atau
setara dengan 99,90% saham PT Sintesa Bara Gemilang (selanjutnya disebut “SBG”)
dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,79 triliun kepada IPB, pihak yang tidak terafiliasi dengan
Perseroan (selanjutnya disebut “RencanaTransaksi”).

Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/260415-001 tanggal
15 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai
KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019
dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026, menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion)
(selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Rencana Transaksi.

Sebelumnya, kami telah menyusun dan menerbitkan laporan pendapat kewajaran atas
Rencana Transaksi dengan No. 00097/2.0162-00/BS/02/0153/1/V/2026 tanggal
22 Mei 2026. Namun demikian, sehubungan dengan adanya pengungkapan yang masih
perlu ditambahkan ke dalam laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka
dengan ini, kami menerbitkan kembali laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi.
Perubahan-perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

•   Penambahan pengungkapan pada data dan informasi yang digunakan.

•   Penambahan pengungkapan pada analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
Page 2
•   Penambahan dan penyesuaian pengungkapan pada analisis kuantitatif atas Rencana
    Transaksi.

•   Penyesuaian pengungkapan pada analisis atas kewajaran Rencana Transaksi.

Perubahan-perubahan tersebut tidak mengubah kesimpulan laporan pendapat kewajaran
atas Rencana Transaksi.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan utama Perseroan adalah aktivitas kantor pusat dan aktivitas konsultasi manajemen.
Perseroan mulai beroperasi komersial pada tahun 2007. Perseroan berdomisili di Gedung
Sopo Del Office Tower & Lifestyle Lantai 21 Tower B. Jalan Mega Kuningan Barat III, Lot. 10
1 – 6, Kawasan Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950, dengan
nomor telepon: (021) 5081 5252, nomor faksimile: (021) 5081 5253, dan
email: whistleblowing@astrindonusantara.com.




                                            2
Page 3
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada SBG dengan struktur
kepemilikan sebagai berikut:


                                                 Perseroan



                                                      99,90%



                                                   SBG



                                                      100,00%


                                             Nusantara Mining
                                               Limited (NML)


                                95,96%                                     100,00%

                       Sakari Resources
                                                                  Yoxford Holdings
                           Ltd (SRL)
                                                                        (YHS)
                           SBG 0,81%

                                                                           80,00%

                                                                    Madagascar
                                                                 Consolidated Mining
                                                                    S.A (MCMSA)

          97,50%                100,00%               80,00%               100,00%             99,00%
                                                 PT Bahari                               PT Sinergy
  PT BaharI Perdana                                               Sakari Marine and
                      Tiger Energi Trading   Cakrawala Sebuku                           Consultancy
    Persada (BPP)                                                 Infrastructure Pte
                        Pte Ltd (TETPL)          (BCS)                                 Services (SCS)
                                                                     Ltd (SMIPL)
     RWD 2,50%                                  RWD 20,00%                              SMIPL 1,00%
          99,40%                99,98%                99,98%                                   99,83%
                        PT Bumi Borneo        PT Borneo Citra
   PT Bahari Putra
                       Pertiwi Nusantara     Pertiwi Nusantara                         PT Bumi Borneo
   Perdana (BPPA)
                            (BPN)                 (BCPN)                               Metalindo (BBM)
      SRL 0,60%           BBM 0,02%              BBM 0,02%
          98,50%                99,98%                99,00%               99,998%             99,00%
                                               PT Tri Tunggal
  PT Reyka Wahana     PT Karbon Mahakam                           PT Sentika Mitra     PT Citra Pertiwi
                                              Lestari Bersama
   Digdjaya (RWD)            (KM)                                  Persada (SMP)       Nusantara (CPN)
                                                  (TTLB)
      SRL 1,50%           BBM 0,02%                SE 1,00%          BBM 0,002%           BCS 1,00%
                                99,995%               99,995%              99,997%

                      PT Metalindo Bumi      PT Mutiara Kapuas    PT Separi Energy
                          Raya (MBR)               (MK)                  (SE)

                          BBM 0,005%             BBM 0,005%          BBM 0,003%
                                99,80%                99,996%              99,999%

                      PT Kemilau Rindang       PT Jembayan        PT Arzara Barindo
                         Abadi (KRA)          Muarabara (JM)      Energitama (ABE)

                          TTLB 0,20%           BCPN 0,004%          BCPN 0,001%




                                                     3
Page 4
NML, SRL, BPP, BPPA, RWD, TETPL, BCS, BCPN, KM, MBR, BCN, TTLB, SMP, MK, SE,
KRA, JM, ABE, BBM, CPN, SMIPL, SCS, YH, dan MCMSA selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Entitas Anak SBG”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha dan status SBG dan Entitas Anak SBG adalah sebagai berikut:

 No.   Keterangan   Status         Domisili         Operasional                             Kegiatan Usaha

  1       SBG       Tertutup       Indonesia          Beroperasi       Aktivitas penjualan bahan bakar, pertambangan batu bara, dan
                                                                       jasa konsultasi manajemen.
  2       NML       Tertutup       Hongkong           Beroperasi       Investasi pada entitas anak di luar negeri yang bergerak dalam
                                                                       pertambangan batu bara serta kegiatan usaha terkait lainnya
  3       SRL       Terbuka        Singapura          Beroperasi       Perusahaan holding
  4       BPP       Tertutup       Indonesia          Beroperasi       Perusahaan holding
  5      BPPA       Tertutup       Indonesia          Beroperasi       Perusahaan holding, pertambangan, kontraktor, perdagangan,
                                                                       perkebunan, pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan
                                                                       transportasi
  6       RWD       Tertutup       Indonesia          Beroperasi       Perusahaan holding , perdagangan bahan bakar padat, cair
                                                                       dan gas, perdagangan logam
  7      TETPL      Tertutup       Singapura           Beroperasi      Perdagangan dan pemasaran batu bara
  8       BCS       Tertutup       Indonesia           Beroperasi      Perusahaan holding
  9       BPN       Tertutup       Indonesia           Beroperasi      Perusahaan holding
 10       KM        Tertutup       Indonesia        Tidak beroperasi   Pertambangan batu bara
 11       MBR       Tertutup       Indonesia        Tidak beroperasi   Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
                                                                       darat, perbengkelan dan jasa
 12      BCPN       Tertutup       Indonesia           Beroperasi      Perusahaan holding
 13      TTLB       Tertutup       Indonesia        Tidak beroperasi   Pertambangan, transportasi darat, jasa konstruksi, pertanian
                                                                       dan percetakan
 14       SMP       Tertutup       Indonesia        Tidak beroperasi   Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
                                                                       darat, perbengkelan dan jasa
 15       MK        Tertutup       Indonesia        Tidak beroperasi   Pertambangan batu bara
 16        SE       Tertutup       Indonesia           Beroperasi      Perusahaan holding
 17       KRA       Tertutup       Indonesia           Beroperasi      Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
                                                                       darat, perbengkelan dan jasa
 18       JM        Tertutup       Indonesia          Beroperasi       Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
                                                                       darat, perbengkelan dan jasa
 19       ABE       Tertutup       Indonesia          Beroperasi       Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
                                                                       darat, perbengkelan dan jasa
 20       BBM       Tertutup       Indonesia           Beroperasi      Perusahaan holding
 21       CPN       Tertutup       Indonesia        Tidak beroperasi   Jasa sewa kapal untuk industri pertambangan
 22      SMIPL      Tertutup       Singapura        Tidak beroperasi   Konstruksi dan investasi pada proyek infrastruktur laut
 23       SCS       Tertutup       Indonesia        Tidak beroperasi   Jasa eksplorasi, komersial, dan layanan teknis kepada pihak
                                                                       berelasi
 24        YH       Tertutup   Republik Mauritius     Beroperasi       Perusahaan holding
 25      MCMSA      Tertutup     Madagascar           Beroperasi       Perusahaan holding



Di tengah tantangan industri batu bara global, batu bara dinilai masih memiliki prospek untuk
mendukung sistem energi dunia. Tantangan terberat yang dihadapi adalah desakan transisi
energi dan kondisi geopolitik global yang memengaruhi permintaan dan harga batu bara.
Sebagai salah satu eksportir terbesar dunia dengan pasar utama seperti Tiongkok dan India,
industri batu bara Indonesia diperkirakan masih memiliki peran penting dalam menopang
peningkatan permintaan batu bara global, setelah Tiongkok diperkirakan terus menambah
pembangkit listrik tenaga batu bara untuk mendukung industrinya. Kenaikan ini menjadi
sinyal bahwa konsumen batu bara termal terbesar di dunia tersebut akan tetap bergantung
pada batu bara. Indonesia sebagai produsen dengan cadangan batu bara yang besar
memiliki kesempatan untuk menangkap peluang prospek positif industri batu bara dunia.




                                                            4
Page 5
Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi optimal untuk
pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya untuk terus memanfaatkan
peluang bisnis yang ada dengan melakukan Rencana Transaksi. Perseroan memandang
Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis yang dapat diraih untuk
merealisasikan investasi yang telah dilakukan Perseroan pada sektor industri pertambangan
batu bara yang dimiliki SBG dan Entitas Anak SBG dan membuka peluang investasi bisnis
baru bagi Perseroan dengan menggunakan dana hasil keuntungan atas nilai investasi
tersebut untuk meningkatkan kinerja keuangan Perseroan yang pada akhirnya dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi
seluruh pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki kewajiban kepada PT Bank Mandiri (Perseroan)
Tbk (selanjutnya disebut “BMRI”) sebesar USD 238,93 juta atau setara dengan
Rp 4,01 triliun dengan tingkat bunga 11,50% per tahun yang akan jatuh tempo pada
23 November 2031 (selanjutnya disebut “Pinjaman”), di mana Pinjaman tersebut
merupakan fasilitas refinancing atas pinjaman sebelumnya yang diperoleh sehubungan
dengan akuisisi Entitas Anak SBG yang mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan
dan perdagangan batu bara. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan akan
terlepas dari kewajiban yang sebelumnya tercatat secara konsolidasian pada laporan
keuangan konsolidiasian Perseroan. Hal ini akan menurunkan rasio utang terhadap ekuitas
(DER) Perseroan secara signifikan sehingga dapat mengurangi beban keuangan atas
Pinjaman pada masa yang akan datang dan meningkatkan kinerja keuangan Perseoran
pada masa yang akan datang.

Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan dalam
menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih bergerak fluktuatif sehingga
dapat memberikan dampak negatif bagi industri komoditas, khususnya batu bara baik dalam
hal permintaan-penawaran dan harga yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja
keuangan Perseroan secara konsolidasian. Dengan antisipasi dan perencanaan yang
terstruktur, Perseroan menyadari perlunya mengambil keputusan strategis untuk menjaga
dan mempertahankan bisnis Perseroan yang lebih stabil dan berkelanjutan dengan
melakukan inovasi dan memperoleh peluang investasi yang diyakini dapat memberikan nilai
tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan dana yang
diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis dengan strategi
pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan proyek yang memiliki potensi
dengan tingkat balikan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini
diharapkan menjadi peluang bagi Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis yang
selaras dengan tren keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi Perseroan.




                                           5
Page 6
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi optimal untuk
    pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya untuk terus memanfaatkan
    peluang bisnis yang ada dengan melakukan Rencana Transaksi. Perseroan
    memandang Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis yang dapat diraih
    untuk merealisasikan investasi yang telah dilakukan Perseroan pada sektor industri
    pertambangan batu bara yang dimiliki SBG dan Entitas Anak SBG dan membuka
    peluang investasi bisnis baru bagi Perseroan dengan menggunakan dana hasil
    keuntungan atas nilai investasi tersebut untuk meningkatkan kinerja keuangan
    Perseroan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

•   Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki Pinjaman kepada BMRI, di mana
    Pinjaman tersebut merupakan fasilitas refinancing atas pinjaman sebelumnya yang
    diperoleh sehubungan dengan akuisisi Entitas Anak SBG yang mayoritas bergerak
    dalam bidang pertambangan dan perdagangan batu bara. Dengan melakukan Rencana
    Transaksi, Perseroan akan terlepas dari kewajiban yang sebelumnya tercatat secara
    konsolidasian pada laporan keuangan konsolidiasian Perseroan. Hal ini akan
    menurunkan DER Perseroan secara signifikan sehingga dapat mengurangi beban
    keuangan atas Pinjaman pada masa yang akan datang dan meningkatkan kinerja
    keuangan Perseoran pada masa yang akan datang.

•   Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan dalam
    menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih bergerak fluktuatif
    sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi industri komoditas, khususnya batu
    bara baik dalam hal permintaan-penawaran dan harga yang pada akhirnya dapat
    mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan secara konsolidasian. Dengan antisipasi
    dan perencanaan yang terstruktur, Perseroan menyadari perlunya mengambil keputusan
    strategis untuk menjaga dan mempertahankan bisnis Perseroan yang lebih stabil dan
    berkelanjutan dengan melakukan inovasi dan memperoleh peluang investasi yang
    diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham
    Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan dana yang
    diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis dengan strategi
    pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan proyek yang memiliki potensi
    dengan tingkat balikan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini
    diharapkan menjadi peluang bagi Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis
    yang selaras dengan tren keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi
    Perseroan.




                                           6
Page 7
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan”.

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (selanjutnya disebut
“AAJAMR”), jumlah ekuitas, jumlah aset, dan pendapatan, Perseroan masing-masing
adalah sebesar USD 593,99 juta, USD 1.599,79 juta, dan USD 235,09 juta. Selanjutnya,
berdasarkan PJBPSB, nilai transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar
Rp 1,79 triliun atau setara dengan USD 106,56 juta dengan menggunakan asumsi kurs
tengah Bank Indonesia per tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 16.782
per USD (selanjutnya disebut “Kurs BI”).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR, jumlah aset dan pendapatan SBG
masing-masing adalah sebesar USD 626,33 juta dan USD 197,92 juta.

Dengan demikian, jumlah aset dan pendapatan SBG mencerminkan lebih dari 20,00% dari
jumlah aset dan pendapatan konsolidasian Perseroan per tanggal 31 Desember 2025
sehingga berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material, POJK 17/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah transaksi di
mana Perseroan merencanakan untuk menjual dan mengalihkan atas 4.995 saham atau
setara dengan 99,90% saham SBG dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,79 triliun kepada
IPB.




                                            7
Page 8
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku,
yaitu POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan.

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh
   Rudi     Hartono      Purba,   sebagaimana      tertuang    dalam      laporannya
   No. 00914/2.1030/AU.1/02/0501-3/1/V/2026 tanggal 20 Mei 2026 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh
   Rudi     Hartono      Purba,     sebagaimana     tertuang       dalam  laporannya
   No. 00881/2.1030/AU.1/02/0501-1/1/V/2025 tanggal 26 Mei 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.




                                           8
Page 9
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh
   Rudi     Hartono     Purba,     sebagaimana     tertuang    dalam      laporannya
   No. 00913/2.1030/AU.1/02/0501-1/1/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 dengan pendapat
   wajar dengan modifikasian dengan hal lain.

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Tjahjadi & Tamara (selanjutnya disebut
   “TT”) yang telah ditandatangani oleh David Pranata Wangsja, sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00026/3.0399/AU.1/10/0177-2/1/IV/2023 tanggal 10 April 2023
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TT yang telah ditandatangani oleh David
   Pranata      Wangsja,        sebagaimana       tertuang       dalam      laporannya
   No. 00028/3.0399/AU.1/10/0177-2/1/IV/2022 tanggal 28 April 2022 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.

7. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh
   Lith      Alfansuri,      sebagaimana        tertuang     dalam        laporannya
   No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.

8. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh
   Lith      Alfansuri,       sebagaimana       tertuang     dalam        laporannya
   No. 01064/2.1030/AU.1/02/1950-1/1/VI/2025 tanggal 25 Juni 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

9. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan
   (selanjutnya disebut “RJRR”) yang telah ditandatangani oleh Dedy Lesmana, S.E.,
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00259/2.1457/AU.1/02/1782-1/1/III/2025
   tanggal 10 Maret 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

10. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2022 dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tjahjadi & Tamara (selanjutnya
    disebut “TT”) yang telah ditandatangani oleh David Wijaya, S.E., Ak., CPA.,
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00317/2.0853/AU.1/10/1258-1/1/III/2023
    tanggal 30 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

11. Informasi keuangan konsolidasian proforma tanggal 31 Desember 2025 serta untuk
    tahun yang berakhir pada tanggal tersebut dengan laporan arus asurans praktisi
    independen atas kompilasi informasi keuangan proforma yang telah direviu oleh KAP TT
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. J-009/T&T-RR/JNT/2026 tanggal
    22 Mei 2026.




                                           9
Page 10
12. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
    Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
    yang disusun oleh manajemen Perseroan.

13. Laporan penilaian 99,90% saham SBG per 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP
    KR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00096/2.0162-00/BS/02/0153/1/V/2026
    tanggal 20 Mei 2026.

14. PJBPSB.

15. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 44
    tanggal 19 Juni 2023 oleh Notaris Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., terkait perubahan
    modal ditempatkan dan disetor atas pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak
    Memesan Efek Terlebih Dahulu (selanjutnya disebut “PMTHMETD”) Perseroan.

16. Anggaran dasar SBG yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 55 tanggal
    13 Desember 2022 oleh Notaris Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn, terkait perubahan
    maksud dan tujuan serta kegiatan usaha SBG.

17. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Wong Michael dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Transaksi.

18. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang.

19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.

20. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

21. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

22. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

23. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SBG, yaitu Wong Michael dengan
    posisi sebagai Direktur, serta pihak-pihak lain yang relevan untuk penugasan.

24. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            10
Page 11
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya
merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan SBG berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan SBG.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang
ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.




                                             11
Page 12
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah
dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi
mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait
lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah
tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.




                                            12
Page 13
INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR
bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak
memilki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260415-001 tanggal
15 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat
Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Rencana Transaksi.
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi.
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.




                                              13
Page 14
ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan PJBPSB, Perseroan merencanakan untuk menjual dan mengalihkan atas
   4.995 saham atau setara dengan 99,90% saham SBG dengan nilai transaksi sebesar Rp
   1,79 triliun, kepada IPB, pihak yang tidak terafiliasi dengan Perseroan. Selanjutnya,
   berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 99,90% saham SBG
   sebagaimana termuat dalam laporannya No. 00117/2.0162-00/BS/02/0153/1/V/2026
   tanggal 17 Juni 2026, nilai pasar 99,90% saham SBG adalah sebesar
   USD 103,12 juta atau setara dengan Rp 1,73 triliun dengan menggunakan asumsi Kurs
   BI.

   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 1,79 triliun adalah lebih tinggi dari nilai
   pasar 99,90% saham SBG sebesar Rp 1,73 triliun, sehingga Perseroan berpotensi
   membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi sebesar 3,33% tersebut telah sesuai
   dengan POJK 35/2020, persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,90%
   saham SBG sebesar Rp 1,73 triliun.

2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:

   Sebelum Rencana Transaksi

                                                                                            (Dalam ribuan USD)

                           Keterangan      31/12/26       31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

    Pendapatan                               307.381        338.043       409.475       438.396       476.242
    Beban pokok pendapatan                   281.604        307.032       361.852       377.093       407.963
    Laba bruto                                  25.777       31.011        47.624        61.304        68.280
    Beban usaha                                 13.154       13.121        14.161        15.634        17.059
    Laba usaha                                 12.623         17.890        33.462        45.670        51.220
    Beban lain-lain                           (23.835)       (20.970)      (20.635)      (16.146)      (13.749)
    Laba sebelum beban pajak penghasilan      (11.212)        (3.080)       12.827        29.524        37.471
    Beban pajak penghasilan                    (7.483)       (10.051)      (12.622)      (14.063)      (14.728)
    Laba bersih tahun berjalan                (18.695)       (13.132)         205        15.461        22.744



                                                                                            (Dalam ribuan USD)

                           Keterangan      31/12/31       31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35

    Pendapatan                               511.575        582.887       532.121       448.023       351.568
    Beban pokok pendapatan                   437.020        480.338       432.227       358.275       285.111
    Laba bruto                                  74.555      102.549        99.894        89.747        66.456
    Beban usaha                                 18.724       20.916        23.265        25.550        28.125
    Laba usaha                                  55.830       81.633        76.628        64.197        38.332
    Beban lain-lain                             (9.006)       2.755        18.350        26.774        33.217
    Laba sebelum beban pajak penghasilan       46.824         84.388        94.978        90.971        71.549
    Beban pajak penghasilan                   (15.083)       (18.629)      (18.421)      (16.478)      (12.800)
    Laba bersih tahun berjalan                  31.741       65.759        76.557        74.493        58.749




                                           14
Page 15
Setelah Rencana Transaksi

                                                                                       (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan       31/12/26       31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

Pendapatan                                   40.744       57.213       61.820       65.263        63.611
Beban pokok pendapatan                       32.924       41.360       46.102       47.465        27.751
Laba bruto                                    7.820       15.853       15.718       17.798        35.860
Beban usaha                                   7.582        8.056        9.123       10.393        11.732
Laba usaha                                      238        7.797        6.595        7.405        24.128
Beban lain-lain                              18.961       24.845       25.081       26.660        29.521
Laba sebelum beban pajak penghasilan         19.199       32.642       31.676       34.065        53.649
Beban pajak penghasilan                      (4.167)      (5.522)      (6.410)      (7.157)       (7.079)
Laba bersih tahun berjalan                   15.032       27.120       25.266       26.908        46.570



                                                                                       (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan       31/12/31       31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35

Pendapatan                                   64.251       64.967       65.630       66.371        64.523
Beban pokok pendapatan                       27.849       27.980       28.061       28.150        26.350
Laba bruto                                   36.402       36.987       37.569       38.221        38.173
Beban usaha                                  13.372       15.369       17.794       20.730        24.237
Laba usaha                                   23.031       21.618       19.775       17.491        13.936
Beban lain-lain                              32.018       33.234       33.310       33.264        33.217
Laba sebelum beban pajak penghasilan         55.049       54.853       53.085       50.755        47.153
Beban pajak penghasilan                      (7.381)      (7.590)      (7.764)      (7.926)       (7.927)
Laba bersih tahun berjalan                   47.668       47.263       45.321       42.829        39.227



Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba bersih tahun
berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
USD 4.395,71 juta dan USD 313,88 juta.

Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba bersih tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar USD 614,39 juta dan
USD 363,20 juta.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut di atas,
setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
Perseroan pada masa yang akan datang.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan dana yang
diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis dengan strategi
pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan proyek yang memiliki potensi
dengan tingkat balikan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini
diharapkan menjadi peluang bagi Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis
yang selaras dengan tren keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi
Perseroan.




                                        15
Page 16
  Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut di atas,
  setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
  tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
  31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
  Perseroan pada masa yang akan datang.

3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 masing-masing adalah sebesar
   USD 179,45 juta dan USD 248,71 juta. Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi
   laba bersih tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah Rencana Transaksi untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 lebih besar
   daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2035. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto
   sebesar 7,21%, yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan
   dengan menggunakan formula sebagai berikut:

  Biaya modal ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM)
  dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

  ke =       Rf + ( β x RPm ) – RBDS

  di mana:

  ke         =          Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau
             biaya modal ekuitas/saham biasa
  Rf         =          Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
             (risk free rate)
  β          =          Beta
  RPm        =          Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
             premium)

  Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
  kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih
  adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait dengan tanggal
  penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko
  yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang USD dengan
  tingkat yield rata-rata sebesar 4,87% yang diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut
  akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                           16
Page 17
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan
investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan
premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas
harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan
mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang
bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar
6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran (New York University Business
School) tahun 2025 yang diterbitkan pada bulan Januari 2026.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium. Beta
Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal 31 Desember 2025 sebesar 0,59.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM dengan
memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,62% diperoleh biaya modal
atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah ini:

ke =                Rf + ( β x RPm ) – RBDS
   =                4,87% + ( 0,59 x 6,69% ) – 1,62%
   =                7,21%

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:

Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                              (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan              31/12/26       31/12/27      31/12/28    31/12/29     31/12/30

Laba bersih tahun berjalan                        (18.695)       (13.132)         205      15.461        22.744
Faktor diskonto                                    0,9658         0,9009       0,8403      0,7838        0,7311
Nilai kini                                        (18.056)       (11.830)         172      12.118        16.628



                                                                                              (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan              31/12/31       31/12/32      31/12/33    31/12/34     31/12/35

Laba bersih tahun berjalan                           31.741      65.759        76.557      74.493        58.749
Faktor diskonto                                      0,6819      0,6360        0,5932      0,5533        0,5161
Nilai kini                                           21.644      41.823        45.414      41.217        30.321
Jumlah nilai kini                                 179.450




                                                17
Page 18
   Setelah Rencana Transaksi

                                                                                      (Dalam ribuan USD)

                           Keterangan     31/12/26      31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30

    Laba bersih tahun berjalan                 15.032      27.120      25.266      26.908        46.570
    Faktor diskonto                            0,9658      0,9009      0,8403      0,7838        0,7311
    Nilai kini                                 14.518      24.432      21.231      21.091        34.047



                                                                                      (Dalam ribuan USD)

                           Keterangan     31/12/31      31/12/32    31/12/33    31/12/34     31/12/35

    Laba bersih tahun berjalan                 47.668      47.263      45.321      42.829        39.227
    Faktor diskonto                            0,6819      0,6360      0,5932      0,5533        0,5161
    Nilai kini                                 32.505      30.059      26.884      23.697        20.245
    Jumlah nilai kini                       248.710



4. Berdasarkan       Informasi     keuangan     konsolidasian      proforma     tanggal
   31 Desember 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut dengan
   laporan arus asurans praktisi independen atas kompilasi informasi keuangan proforma
   yang telah direviu oleh KAP TT, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
   berpotensi menurunkan rasio debt to equity (DER ratio) Perseroan dari 169,33 menjadi
   132,88 yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
   dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

5. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah
   Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
   telah direviu oleh KAP TT, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
   berpotensi meningkatkan laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dari USD 1,50 juta menjadi
   USD 7,33 juta, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
   konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang dan memberikan nilai tambah
   bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

6. Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi optimal untuk
   pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya untuk terus memanfaatkan
   peluang bisnis yang ada dengan melakukan Rencana Transaksi. Perseroan
   memandang Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis yang dapat diraih
   untuk merealisasikan investasi yang telah dilakukan Perseroan pada sektor industri
   pertambangan batu bara yang dimiliki SBG dan Entitas Anak SBG dan membuka
   peluang investasi bisnis baru bagi Perseroan dengan menggunakan dana hasil
   keuntungan atas nilai investasi tersebut untuk meningkatkan kinerja keuangan
   Perseroan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
   Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.




                                          18
Page 19
7. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir
   pada tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki Pinjaman kepada BMRI, di mana
   Pinjaman tersebut merupakan fasilitas refinancing atas pinjaman sebelumnya yang
   diperoleh sehubungan dengan akuisisi Entitas Anak SBG yang mayoritas bergerak
   dalam bidang pertambangan dan perdagangan batu bara. Dengan melakukan Rencana
   Transaksi, Perseroan akan terlepas dari kewajiban yang sebelumnya tercatat secara
   konsolidasian pada laporan keuangan konsolidiasian Perseroan. Hal ini akan
   menurunkan DER Perseroan secara signifikan sehingga dapat mengurangi beban
   keuangan atas Pinjaman pada masa yang akan datang dan meningkatkan kinerja
   keuangan Perseoran pada masa yang akan datang.

8. Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan dalam
   menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih bergerak fluktuatif
   sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi industri komoditas, khususnya batu
   bara baik dalam hal permintaan-penawaran dan harga yang pada akhirnya dapat
   mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan secara konsolidasian. Dengan antisipasi
   dan perencanaan yang terstruktur, Perseroan menyadari perlunya mengambil keputusan
   strategis untuk menjaga dan mempertahankan bisnis Perseroan yang lebih stabil dan
   berkelanjutan dengan melakukan inovasi dan memperoleh peluang investasi yang
   diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham
   Perseroan.

9. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan dana yang
   diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis dengan strategi
   pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan proyek yang memiliki potensi
   dengan tingkat balikan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini
   diharapkan menjadi peluang bagi Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis
   yang selaras dengan tren keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi
   Perseroan.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.




                                          19
Page 20
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan
dengan Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang
saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            20

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.55 MB
Published26 Jun 2026
Pages20
Characters56,156
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 42 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Bank Mandiri p.5
linked person Amir Abadi Jusuf p.7
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1
possible org Tjahjadi p.9 ×2
possible person David Wijaya p.9
possible org Bursa Efek Indonesia p.10 ×3
unresolved org PT Indo Panca Borneo p.1
unresolved org PT Sintesa Bara Gemilang p.1
unresolved org Menteri Keuangan p.1
unresolved org Nusantara Mining Limited p.3
unresolved org Sakari Resources Yoxford Holdings Ltd p.3
unresolved org PT Bahari p.3
unresolved org PT Sinergy p.3
unresolved org PT BaharI Perdana p.3
unresolved org PT Bumi Borneo p.3
unresolved org PT Borneo Citra p.3
unresolved org PT Bahari Putra Pertiwi Nusantara p.3
unresolved org PT Bumi Borneo Perdana p.3
unresolved org PT Tri Tunggal p.3
unresolved org PT Reyka Wahana p.3
unresolved org PT Karbon Mahakam p.3
unresolved org PT Sentika Mitra p.3
unresolved org PT Citra Pertiwi Lestari Bersama Digdjaya p.3
unresolved org PT Metalindo Bumi p.3
unresolved org PT Mutiara Kapuas p.3
unresolved org PT Separi Energy Raya p.3
unresolved org PT Kemilau Rindang p.3
unresolved org PT Jembayan p.3
unresolved org PT Arzara Barindo Abadi p.3
unresolved org Mawar & Rekan p.7
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×4
unresolved org AAJAMR p.7 ×6
unresolved org Rintis p.9
unresolved org Rianto & Rekan p.9
unresolved person Dedy Lesmana p.9
unresolved org KJPP KR p.10 ×2
unresolved person Humberg Lie p.10
unresolved person Elizabeth Karina Leonita p.10
unresolved org KJPP Kusnanto p.20 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.20
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.20

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 2551 ms 12 Sep 2026 22:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
                            'adalah transaksi di'}],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
                'transaksi di',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '1.79'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result