Back to announcement
20260626_BIPI_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32105151_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review BIPISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 322
Page 1
LAPORAN PENILAIAN 99,90% SAHAM
PT SINTESA BARA GEMILANG
PT ASTRINDO NUSANTARA INFRASTRUKTUR Tbk
TANGGAL PENILAIAN
31 DESEMBER 2025
Page 2
No. : 00117/2.0162-00/BS/02/0153/1/VI/2026 17 Juni 2026 Kepada Yth. PT ASTRINDO NUSANTARA INFRASTRUKTUR Tbk Sopo Del Office Tower B Lt. 21 Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot. 10 1 – 6 Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950 U.p. : Direksi Hal : Ringkasan Penilaian 99,90% Saham PT Sintesa Bara Gemilang Dengan hormat, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 99,90% saham PT Sintesa Bara Gemilang (selanjutnya disebut “SBG”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/260415-001 tanggal 15 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026, menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 99,90% saham SBG (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025. Sebelumnya, kami telah menyusun dan menerbitkan laporan penilaian 99,90% saham SBG dengan No. 00096/2.0162-00/BS/02/0153/1/V/2026 tanggal 20 Mei 2026. Namun demikian, sehubungan dengan adanya pengungkapan yang masih perlu ditambahkan ke dalam laporan penilaian 99,90% saham SBG, maka dengan ini, kami menerbitkan kembali laporan penilaian 99,90% saham SBG. Perubahan-perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut: • Penambahan pengungkapan pada data dan informasi yang digunakan. • Penambahan pengungkapan pada deskripsi penugasan. • Penambahan pengungkapan pada penjelasan singkat mengenai Objek Penilaian. • Penambahan pengungkapan pada tinjauan industri batu bara.
Page 3
• Penambahan pengungkapan pada analisis laporan keuangan historis.
• Penambahan pengungkapan pada analisis risiko.
• Penyesuaian dan penambahan pengungkapan pada penilaian.
Perubahan-perubahan tersebut tidak mengubah kesimpulan laporan penilaian 99,90% saham
SBG.
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan utama Perseroan adalah aktivitas kantor pusat dan aktivitas konsultasi manajemen.
Perseroan mulai beroperasi komersial pada tahun 2007. Perseroan berdomisili di Gedung
Sopo Del Office Tower & Lifestyle Lantai 21 Tower B. Jalan Mega Kuningan Barat III, Lot. 10
1 – 6, Kawasan Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950, dengan
nomor telepon: (021) 5081 5252, nomor faksimile: (021) 5081 5253, dan email:
whistleblowing@astrindonusantara.com.
ii
Page 4
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada SBG dengan struktur
kepemilikan sebagai berikut:
Perseroan
99,90%
SBG
100,00%
Nusantara Mining
Limited (NML)
95,96% 100,00%
Sakari Resources
Yoxford Holdings
Ltd. (SRL)
(YHS)
SBG 0,81%
80,00%
Madagascar
Consolidated Mining
S.A (MCMSA)
97,50% 100,00% 80,00% 100,00% 99,00%
PT Bahari PT Sinergy
PT BaharI Perdana Sakari Marine and
Tiger Energi Trading Cakrawala Sebuku Consultancy
Persada (BPP) Infrastructure Pte
Pte. Ltd. (TETPL) (BCS) Services (SCS)
Ltd. (SMIPL)
RWD 2,50% RWD 20,00% SMIPL 1,00%
99,40% 99,98% 99,98% 99,83%
PT Bumi Borneo PT Borneo Citra
PT Bahari Putra
Pertiwi Nusantara Pertiwi Nusantara PT Bumi Borneo
Perdana (BPPA)
(BPN) (BCPN) Metalindo (BBM)
SRL 0,60% BBM 0,02% BBM 0,02%
98,50% 99,98% 99,00% 99,998% 99,00%
PT Tri Tunggal
PT Reyka Wahana PT Karbon Mahakam PT Sentika Mitra PT Citra Pertiwi
Lestari Bersama
Digdjaya (RWD) (KM) Persada (SMP) Nusantara (CPN)
(TTLB)
SRL 1,50% BBM 0,02% SE 1,00% BBM 0,002% BCS 1,00%
99,995% 99,995% 99,997%
PT Metalindo Bumi PT Mutiara Kapuas PT Separi Energy
Raya (MBR) (MK) (SE)
BBM 0,005% BBM 0,005% BBM 0,003%
99,80% 99,996% 99,999%
PT Kemilau Rindang PT Jembayan PT Arzara Barindo
Abadi (KRA) Muarabara (JM) Energitama (ABE)
TTLB 0,20% BCPN 0,004% BCPN 0,001%
iii
Page 5
NML, SRL, BPP, BPPA, RWD, TETPL, BCS, BPN, KM, MBR, BCPN, TTLB, SMP, MK, SE,
KRA, JM, ABE, BBM, CPN, SMIPL, SCS, YH, dan MCMSA selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Entitas Anak SBG”.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha dan status SBG dan Entitas Anak SBG adalah sebagai berikut:
No. Keterangan Status Domisili Operasional Kegiatan Usaha
1 SBG Tertutup Indonesia Beroperasi Aktivitas penjualan bahan bakar, pertambangan batu bara, dan
jasa konsultasi manajemen.
2 NML Tertutup Hongkong Beroperasi Investasi pada entitas anak di luar negeri yang bergerak dalam
pertambangan batu bara serta kegiatan usaha terkait lainnya
3 SRL Terbuka Singapura Beroperasi Perusahaan holding
4 BPP Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
5 BPPA Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding, pertambangan, kontraktor, perdagangan,
perkebunan, pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan
transportasi
6 RWD Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding , perdagangan bahan bakar padat, cair
dan gas, perdagangan logam
7 TETPL Tertutup Singapura Beroperasi Perdagangan dan pemasaran batu bara
8 BCS Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
9 BPN Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
10 KM Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan batu bara
11 MBR Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
12 BCPN Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
13 TTLB Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan, transportasi darat, jasa konstruksi, pertanian
dan percetakan
14 SMP Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
15 MK Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan batu bara
16 SE Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
17 KRA Tertutup Indonesia Beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
18 JM Tertutup Indonesia Beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
19 ABE Tertutup Indonesia Beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
20 BBM Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
21 CPN Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Jasa sewa kapal untuk industri pertambangan
22 SMIPL Tertutup Singapura Tidak beroperasi Konstruksi dan investasi pada proyek infrastruktur laut
23 SCS Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Jasa eksplorasi, komersial, dan layanan teknis kepada pihak
berelasi
24 YH Tertutup Republik Mauritius Beroperasi Perusahaan holding
25 MCMSA Tertutup Madagascar Beroperasi Perusahaan holding
Di tengah tantangan industri batu bara global, batu bara dinilai masih memiliki prospek untuk
mendukung sistem energi dunia. Tantangan terberat yang dihadapi adalah desakan transisi
energi dan kondisi geopolitik global yang memengaruhi permintaan dan harga batu bara.
Sebagai salah satu eksportir terbesar dunia dengan pasar utama seperti Tiongkok dan India,
industri batu bara Indonesia diperkirakan masih memiliki peran penting dalam menopang
peningkatan permintaan batu bara global, setelah Tiongkok diperkirakan terus menambah
pembangkit listrik tenaga batu bara untuk mendukung industrinya. Kenaikan ini menjadi sinyal
bahwa konsumen batu bara termal terbesar di dunia tersebut akan tetap bergantung pada
batu bara. Indonesia sebagai produsen dengan cadangan batu bara yang besar memiliki
kesempatan untuk menangkap peluang prospek positif industri batu bara dunia.
iv
Page 6
Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi optimal untuk
pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya untuk terus memanfaatkan
peluang bisnis yang ada dengan merencanakan untuk menjual dan mengalihkan
atas 4.995 saham atau setara dengan 99,90% saham SBG kepada PT Indo Panca Borneo
(selanjutnya disebut “IPB”), pihak yang tidak terafiliasi dengan Perseroan (selanjutnya disebut
“RencanaTransaksi”). Perseroan memandang Rencana Transaksi merupakan salah satu
langkah bisnis yang dapat diraih untuk merealisasikan investasi yang telah dilakukan
Perseroan pada sektor industri pertambangan batu bara yang dimiliki SBG dan Entitas Anak
SBG dan membuka peluang investasi bisnis baru bagi Perseroan dengan menggunakan dana
hasil keuntungan atas nilai investasi tersebut untuk meningkatkan kinerja keuangan
Perseroan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki kewajiban kepada PT Bank Mandiri (Perseroan)
Tbk (selanjutnya disebut “BMRI”) sebesar USD 238,93 juta atau setara dengan
Rp 4,01 triliun dengan tingkat bunga 11,50% per tahun yang akan jatuh tempo pada
23 November 2031 (selanjutnya disebut “Pinjaman”) , di mana Pinjaman tersebut merupakan
fasilitas refinancing atas pinjaman sebelumnya yang diperoleh sehubungan dengan akuisisi
Entitas Anak SBG yang mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan
batu bara. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan akan terlepas dari kewajiban
yang sebelumnya tercatat secara konsolidasian pada laporan keuangan konsolidiasian
Perseroan. Hal ini akan menurunkan rasio utang terhadap ekuitas (DER) Perseroan secara
signifikan sehingga dapat mengurangi beban keuangan atas Pinjaman pada masa yang akan
datang dan meningkatkan kinerja keuangan Perseoran pada masa yang akan datang.
Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan dalam menghadapi
ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih bergerak fluktuatif sehingga dapat
memberikan dampak negatif bagi industri komoditas, khususnya batu bara baik dalam hal
permintaan-penawaran dan harga yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja
keuangan Perseroan secara konsolidasian. Dengan antisipasi dan perencanaan yang
terstruktur, Perseroan menyadari perlunya mengambil keputusan strategis untuk menjaga dan
mempertahankan bisnis Perseroan yang lebih stabil dan berkelanjutan dengan melakukan
inovasi dan memperoleh peluang investasi yang diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi
Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan dana yang
diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis dengan strategi
pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan proyek yang memiliki potensi
dengan tingkat balikan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini
diharapkan menjadi peluang bagi Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis yang
selaras dengan tren keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi Perseroan.
v
Page 7
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi optimal untuk
pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya untuk terus memanfaatkan
peluang bisnis yang ada dengan melakukan Rencana Transaksi. Perseroan memandang
Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis yang dapat diraih untuk
merealisasikan investasi yang telah dilakukan Perseroan pada sektor industri
pertambangan batu bara yang dimiliki SBG dan Entitas Anak SBG dan membuka peluang
investasi bisnis baru bagi Perseroan dengan menggunakan dana hasil keuntungan atas
nilai investasi tersebut untuk meningkatkan kinerja keuangan Perseroan yang pada
akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
• Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki Pinjaman kepada BMRI, di mana Pinjaman
tersebut merupakan fasilitas refinancing atas pinjaman sebelumnya yang diperoleh
sehubungan dengan akuisisi Entitas Anak SBG yang mayoritas bergerak dalam bidang
pertambangan dan perdagangan batu bara. Dengan melakukan Rencana Transaksi,
Perseroan akan terlepas dari kewajiban yang sebelumnya tercatat secara konsolidasian
pada laporan keuangan konsolidiasian Perseroan. Hal ini akan menurunkan DER
Perseroan secara signifikan sehingga dapat mengurangi beban keuangan atas Pinjaman
pada masa yang akan datang dan meningkatkan kinerja keuangan Perseoran pada masa
yang akan datang.
• Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan dalam
menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih bergerak fluktuatif
sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi industri komoditas, khususnya batu bara
baik dalam hal permintaan-penawaran dan harga yang pada akhirnya dapat
mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan secara konsolidasian. Dengan antisipasi dan
perencanaan yang terstruktur, Perseroan menyadari perlunya mengambil keputusan
strategis untuk menjaga dan mempertahankan bisnis Perseroan yang lebih stabil dan
berkelanjutan dengan melakukan inovasi dan memperoleh peluang investasi yang diyakini
dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan dana yang
diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis dengan strategi
pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan proyek yang memiliki potensi
dengan tingkat balikan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini
diharapkan menjadi peluang bagi Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis yang
selaras dengan tren keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi Perseroan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan”.
vi
Page 8
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus memenuhi
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material, POJK 17/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh
penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.
Mengingat SBG adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham SBG bersifat tidak likuid.
PREMIS PENILAIAN
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa SBG adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang USD dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Desember 2025.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 17/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
vii
Page 9
DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SBG ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SBG. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260415-001 tanggal 15 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SBG yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi
dasar penilaian ini.
JENIS LAPORAN
Jenis laporan penilaian 99,90% saham PT Sintesa Bara Gemilang ini merupakan laporan
terinci.
viii
Page 10
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
99,90% saham PT Sintesa Bara Gemilang tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:
1. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh
Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-
2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
2. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh
Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 01064/2.1030/AU.1/02/1950-
1/1/VI/2025 tanggal 25 Juni 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal
lain.
3. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan
(selanjutnya disebut “RJRR”) yang telah ditandatangani oleh Dedy Lesmana, S.E.,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00259/2.1457/AU.1/02/1782-1/1/III/2025
tanggal 10 Maret 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
4. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tjahjadi & Tamara (selanjutnya disebut
“TT”) yang telah ditandatangani oleh David Wijaya, S.E., Ak., CPA., sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00317/2.0853/AU.1/10/1258-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
5. Laporan keuangan NML untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
ix
Page 11
6. Laporan keuangan SRL untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
7. Laporan keuangan BPP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
8. Laporan keuangan BPPA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
9. Laporan keuangan RWD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
10. Laporan keuangan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
11. Laporan keuangan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP RSM yang telah ditandatangani oleh RSM
SG Assurance LLP, sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal 30 Juni 2025
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
12. Laporan keuangan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh KAP PricewaterhouseCoopers LLP (selanjutnya disebut “PWC”)
yang telah ditandatangani oleh PricewaterhouseCoopers LLP, sebagaimana tertuang
dalam laporannya tanggal 3 Agustus 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
x
Page 12
13. Laporan keuangan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh KAP PWC yang telah ditandatangani oleh
PricewaterhouseCoopers LLP, sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
12 April 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
14. Laporan keuangan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PWC yang telah ditandatangani oleh
PricewaterhouseCoopers LLP, sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal 4 Maret
2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
15. Laporan keuangan BCS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
16. Laporan keuangan BPN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
17. Laporan keuangan KM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
18. Laporan keuangan MBR untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
19. Laporan keuangan BCN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
xi
Page 13
20. Laporan keuangan TTLB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
21. Laporan keuangan SMP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
22. Laporan keuangan MK untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
23. Laporan keuangan SE untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
24. Laporan keuangan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
25. Laporan keuangan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith Alfansuri,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 01166/2.1030/AU.1/02/1950-1/1/VI/2025
tanggal 24 Juni 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
26. Laporan keuangan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP RJRR yang telah ditandatangani oleh Dedy Lesmana,
SE.,sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00405/2.1457/AU.1/02/1782-
1/1/VII/2024 tanggal 31 Juli 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
xii
Page 14
27. Laporan keuangan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (selanjutnya disebut
“TWRR”) yang telah ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 001467/2.1025/AU.1/02/1130-8/1/IX/2023 tanggal 7 November
2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
28. Laporan keuangan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP TWRR yang telah ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA.,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 001068/2.1025/AU.1/02/1130-7/1/VI/2022
tanggal 3 Juni 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
29. Laporan keuangan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
30. Laporan keuangan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith Alfansuri,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 01138/2.1030/AU.1/02/1950-1/1/VI/2025
tanggal 24 Juni 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
31. Laporan keuangan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP RJRR yang telah ditandatangani oleh Dedy Lesmana, SE.,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00537/2.1457/AU.1/02/1782-1/1/X/2024
tanggal 3 Oktober 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
32. Laporan keuangan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP TWRR yang telah ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA.,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 001466/2.1025/AU.1/02/1130-8/1/XI/2023
tanggal 7 November 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
33. Laporan keuangan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP TWRR yang telah ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA.,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00888/2.1025/AU.1/02/1130-7/1/VI/2022
tanggal 29 April 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
34. Laporan keuangan ABE untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
xiii
Page 15
35. Laporan keuangan BBM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
36. Laporan keuangan CPN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
37. Laporan keuangan SMIPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang
telah ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
38. Laporan keuangan SCS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
39. Laporan keuangan YH untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
40. Laporan keuangan MCMSA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang
telah ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
41. Proyeksi laporan keuangan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen TETPL.
xiv
Page 16
42. Proyeksi laporan keuangan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen KRA.
43. Proyeksi laporan keuangan JMB untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2033 yang disusun oleh manajemen JM.
44. Transitional Report Jembayan Coal Mine as 31 December 2025 yang disusun oleh
PT Prasetya Abdi Persada sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal 18 Mei 2026.
45. Anggaran dasar SBG yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 55 tanggal
13 Desember 2022 oleh Notaris Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn, terkait perubahan
maksud dan tujuan serta kegiatan usaha SBG.
46. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Wong Michael dengan posisi
sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan
Rencana Transaksi.
47. Tarif pajak yang diberlakukan atas TETPL adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum di
Singapura, yaitu sebesar 17,00% untuk tahun 2026 – 2035.
48. Tarif pajak yang diberlakukan atas KRA adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum di
Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2035.
49. Tarif pajak yang diberlakukan atas JMB adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum di
Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2033.
50. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SBG, yaitu Wong Michael dengan
posisi sebagai Direktur, serta pihak-pihak lain yang relevan untuk penugasan.
51. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
52. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
53. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
54. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.
55. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
xv
Page 17
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SBG atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SBG. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan jasa-
jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan
atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba
mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan TETPL, KRA, dan JM yang disusun oleh manajemen TETPL,
KRA, dan JM. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
dikembangkan berdasarkan kinerja TETPL, KRA, dan JM pada tahun-tahun sebelumnya dan
berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah melakukan
penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja TETPL, KRA, dan JM yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja TETPL, KRA, dan JM yang dinilai dan telah mencerminkan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan
penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis TETPL,
KRA, dan JM dan informasi manajemen TETPL, KRA, dan JM terhadap proyeksi laporan
keuangan TETPL, KRA, dan JM tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
penilaian SBG dan kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
xvi
Page 18
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SBG atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SBG bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan SBG.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SBG berdasarkan anggaran dasar SBG.
xvii
Page 19
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.
Selanjutnya, dalam menyusun laporan penilaian saham, kami mengasumsikan dan
bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi dalam
laporan geologis atas cadangan batu bara yang dimiliki oleh KRA dan JM yang disusun oleh
pihak kompeten (competent person) dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung
kepada jaminan dari pihak kompeten (competent person) bahwa mereka telah melakukan
penilaian dan menyusun laporan secara independen sesuai dengan JORC (Joint Ore
Reserves Committee)/standar penilaian cadangan dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Kami tidak memberikan pendapat atas laporan geologis atas cadangan batu bara yang dimiliki
oleh KRA dan JM yang disusun oleh pihak kompeten (competent person). Pekerjaan kami
yang berkaitan dengan penilaian atas Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu
serta tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan geologis atas cadangan batu bara
yang dimiliki oleh KRA dan JM yang disusun oleh pihak kompeten (competent person), atau
pelanggaran hukum atas laporan geologis atas cadangan batu bara yang dimiliki oleh KRA
dan JM yang disusun oleh pihak kompeten (competent person).
PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan posisi
keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SBG, TETPL, KRA, dan JM, pengkajian atas
kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki TETPL, KRA, dan JM.
Prospek TETPL, KRA, dan JM di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji
kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap
faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk
juga kajian singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.
xviii
Page 20
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset bersih (adjusted net
asset method), dan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly
traded company method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
TETPL, KRA, dan JM di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha TETPL, KRA, dan JM. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode
ini, operasi TETPL, KRA, dan JM diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
usaha TETPL, KRA, dan JM. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi
menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai
adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini karena
walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai
saham yang dimiliki oleh TETPL, KRA, dan JM.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
SBG. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
xix
Page 21
RINGKASAN HASIL PENILAIAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:
Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham SBG sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar USD 147,47 juta.
Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar 100,00% saham SBG
adalah sebesar USD 103,23 juta. Dengan demikian, nilai pasar 99,90% saham SBG
berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar USD 103,12 juta.
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan pihak
manajemen TETPL, KRA, dan JM melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan
manajemen TETPL, KRA, dan JM mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang
sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan
menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung
jawab atas pencapaian asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini
akan memengaruhi perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa
dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan
jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.
KESIMPULAN PENILAIAN
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
USD 103,12 juta.
Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SBG serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SBG. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian SBG tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.
xx
Page 22
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.
Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
xxi
Page 23
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS
1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap SBG untuk
sekarang dan masa yang akan datang.
2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
tercantum dalam laporan.
3. Nilai dicantumkan dalam mata uang USD dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
pemberi tugas.
4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.
5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.
6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
xxii
Page 24
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
dinilai.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
perusahaan yang dinilai.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.
4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Andry Steven .....................................
No. MAPPI : 14-P-04891
Kezia Melisa Rondonuwu .....................................
No. MAPPI : 20-P-10333
xxiii
Page 25
SURAT PERNYATAAN
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.
3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
penilaian yang ditentukan, yaitu 31 Desember 2025.
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.
7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai.
8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.
12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
proses analisis Objek Penilaian.
13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
xxiv
Page 26
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.
15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.
16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
dengan operasional, kinerja, dan prospek dari SBG.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Andry Steven .....................................
No. MAPPI : 14-P-04891
Kezia Melisa Rondonuwu .....................................
No. MAPPI : 20-P-10333
xxv
Page 27
DAFTAR ISI
HALAMAN
OPINI i
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS xxii
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI xxiii
SURAT PERNYATAAN xxiv
DAFTAR ISI xxvi
DAFTAR TABEL xxix
DAFTAR GRAFIK xxxix
LAMPIRAN xI
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
A. Alasan dan Latar Belakang 1
B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian 6
C. Premis Penilaian 6
D. Independensi Penilai 7
E. Tanggal Efektif Penilaian 7
F. Profil PT Sintesa Bara Gemilang 7
G. Definisi Nilai yang Digunakan 8
H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan 9
I. Metode Penilaian yang Digunakan 9
J. Ringkasan Hasil Penilaian 10
K. Kesimpulan Penilaian 11
II. DESKRIPSI PENUGASAN
A. Alasan dan Latar Belakang 12
B. Tujuan dan Maksud Penilaian 17
C. Definisi Nilai yang Digunakan 17
D. Tanggal Efektif Penilaian 18
E. Data dan Informasi yang Digunakan 18
F. Informasi Non-Keuangan 26
G. Jenis Ekuitas 27
H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok 28
I. Tingkat Kedalaman Investigasi 29
J. Distribusi Laporan Penilaian 30
K. Jenis Laporan 30
L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events) 30
xxvi
Page 28
HALAMAN
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
A. Latar Belakang PT Sintesa Bara Gemilang 31
B. Kegiatan Usaha 31
C. Manajemen 31
D. Kepemilikan Saham 32
E. Data Keuangan Historis 32
F. Penjelasan Singkat Mengenai Entitas Anak dan Entitas Asosiasi 35
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
A. Tinjauan Ekonomi Dunia 83
B. Tinjauan Ekonomi Indonesia 87
C. Proyeksi Ekonomi Indonesia 87
D. Tingkat Suku Bunga 88
E. Inflasi 88
F. Nilai Tukar Rupiah 90
V. TINJAUAN INDUSTRI BATU BARA
A. Tinjauan Industri Batu Bara di Dunia 92
B. Tinjauan Industri Batu Bara di Indonesia 94
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
A. PT Sintesa Bara Gemilang 97
B. Analisis atas Common Size PT Sintesa Bara Gemilang 106
C. Analisis atas Common Size Industri Batu Bara 112
VII. ANALISIS RISIKO
A. Risiko Penurunan Harga Batu Bara dan Kelangkaan Batu Bara 132
B. Risiko Likuiditas 132
C. Risiko Izin Usaha Pertambangan 132
D. Risiko Bencana Alam 133
E. Risiko Kebijakan Pemerintah 133
VIII. METODE PENILAIAN
A. Metode-Metode Penilaian 134
B. Metode Penilaian yang Digunakan 135
C. Premis Penilaian 136
D. Aplikasi Diskon dan Premi 137
E. Prosedur Penilaian 137
F. Independensi Penilai 137
xxvii
Page 29
HALAMAN
IX. PENILAIAN
A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
(Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
Lack of Marketabilities) 138
B. Nilai Pasar Objek Penilaian 139
C. Nusantara Mining Ltd. 141
D. Sakari Resources Ltd. 142
E. PT Bahari Perdana Persada 144
F. PT Bahari Putra Perdana 145
G. PT Reyka Wahana Digdjaya 147
H. Tiger Energi Trading Pte. Ltd. 149
I. PT Bahari Cakrawala Sebuku 171
J. PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara 173
K. PT Karbon Mahakam 174
L. PT Metalindo Bumiraya 175
M. PT Borneo Citrapertiwi Nusantara 177
N. PT Tri Tunggal Lestari Bersama 179
O. PT Sentika Mitrapersada 181
P. PT Mutiara Kapuas 183
Q. PT Separi Energy 184
R. PT Kemilau Rindang Abadi 186
S. PT Jembayan Muarabara 211
T. PT Arzara Barindo Energitama 237
U. PT Bumiborneo Metalindo 239
V. PT Citra Pertiwi Nusantara 240
W. Sakari Marine and Infrastructure Pte Ltd. 241
X. PT Sinergy Consultancy Services 242
Y. Yofxord Holdings 244
Z. Madagascar Consolidated Mining S.A 245
AA.Kesimpulan Penilaian 247
xxviii
Page 30
DAFTAR TABEL
HALAMAN
Tabel 1 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Sintesa Bara Gemilang 8
Tabel 2 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Sintesa Bara Gemilang 32
Tabel 3 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Sintesa Bara Gemilang
Per 31 Desember 2021 – 2025 33
Tabel 4 Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Sintesa Bara Gemilang
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 34
Tabel 5 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
Sakari Resources Ltd. 36
Tabel 6 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Bahari Perdana Persada 37
Tabel 7 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Bahari Putra Perdana 38
Tabel 8 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Reyka Wahana Digdjaya 40
Tabel 9 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Bahari Cakrawala Sebuku 42
Tabel 10 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara 43
Tabel 11 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Karbon Mahakam 44
Tabel 12 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Metalindo Bumi Raya 46
Tabel 13 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara 47
Tabel 14 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Tri Tunggal Lestari Bersama 48
xxix
Page 31
HALAMAN
Tabel 15 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Sentika Mitra Persada 50
Tabel 16 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
Mutiara Kapuas 51
Tabel 17 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Separi Energy 52
Tabel 18 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Kemilau Rindang Abadi 54
Tabel 19 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Jembayan Muarabara 55
Tabel 20 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Arzara Baraindo Energitama 56
Tabel 21 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Bumi Borneo Metalindo 58
Tabel 22 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Citra Pertiwi Nusantara 59
Tabel 23 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Sinergy Consultancy Services 61
Tabel 24 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
Madagascar Consolidated Mining S.A 62
Tabel 25 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur
Per 31 Desember 2021 – 2025 63
Tabel 26 Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur
Untuk Tahun yang Berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 67
Tabel 27 Laporan Arus Kas Konsolidasian
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur
Untuk Tahun yang Berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 69
xxx
Page 32
HALAMAN
Tabel 28 Rasio-rasio Keuangan
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur
Per 31 Desember 2021 – 2025 73
Tabel 29 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Per 31 Desember 2026 – 2035 74
Tabel 30 Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Untuk Tahun yang Berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 76
Tabel 31 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
PT Kemilau Rindang Abadi
Per 31 Desember 2026 – 2035 76
Tabel 32 Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
PT Kemilau Rindang Abadi
Untuk Tahun yang Berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 78
Tabel 33 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
PT Jembayan Muarabara
Per 31 Desember 2026 – 2033 79
Tabel 34 Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia 84
Tabel 35 Pertumbuhan Inflasi 85
Tabel 36 Suku Bunga Bank Sentral 86
Tabel 37 Kontribusi Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi 89
Tabel 38 Konsumsi Batu Bara Dunia Tahun 2024 dan 2025 92
Tabel 39 Proyeksi Harga Batu Bara di Dunia Tahun 2026 – 2028 93
Tabel 40 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Sintesa Bara Gemilang
Per 31 Desember 2021 – 2025 97
Tabel 41 Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Sintesa Bara Gemilang
Untuk Tahun yang Berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 100
xxxi
Page 33
HALAMAN
Tabel 42 Laporan Arus Kas Konsolidasian
PT Sintesa Bara Gemilang
Untuk Tahun yang Berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 102
Tabel 43 Rasio-rasio Keuangan
PT Sintesa Bara Gemilang
Per 31 Desember 2021 – 2025 105
Tabel 44 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
PT Sintesa Bara Gemilang
Per 31 Desember 2021 – 2025 106
Tabel 45 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain
PT Sintesa Bara Gemilang
Untuk Tahun yang Berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 110
Tabel 46 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Bukit Asam Tbk
Per 31 Desember 2021 – 2025 112
Tabel 47 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Pengahasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Bukit Asam Tbk
Untuk Tahun yang Berakhir pada
tanggal-tangga 31 Desember 2021 – 2025 116
Tabel 48 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Per 31 Desember 2021 – 2025 118
Tabel 49 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Untuk Tahun yang Berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 123
Tabel 50 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Per 31 Desember 2021 – 2025 125
xxxii
Page 34
HALAMAN
Tabel 51 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Untuk Tahun yang Berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 130
Tabel 52 Nilai Pasar 99,10% Saham
PT Sintesa Bara Gemilang
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 140
Tabel 53 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Nusantara Mining Ltd.
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 142
Tabel 54 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Sakari Resources Ltd.
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 143
Tabel 55 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Bahari Perdana Persada
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 145
Tabel 56 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Bahari Putra Perdana
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 146
Tabel 57 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Reyka Wahana Digdjaya
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 148
Tabel 58 Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Tiger Energy Trading Pte.Ltd.
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal – tanggal 31 Desember 2026 – 2035 152
Tabel 59 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Tiger Energy Trading Pte.Ltd.
Per 31 Desember 2026 – 2035 155
xxxiii
Page 35
HALAMAN
Tabel 60 Proyeksi Arus Kas Bersih
Tiger Energy Trading Pte.Ltd.
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal – tanggal 31 Desember 2026 – 2035 161
Tabel 61 Indikasi Nilai Kini Operasi
Tiger Energy Trading Pte.Ltd.
Per 31 Desember 2025 166
Tabel 62 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Tiger Energy Trading Pte.Ltd.
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025 167
Tabel 63 Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No.1 168
Tabel 64 Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No.2 168
Tabel 65 Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No.3 168
Tabel 66 Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No.4 dan 5 168
Tabel 67 Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
Tiger Energy Trading Pte.Ltd. 169
Tabel 68 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Tiger Energy Trading Pte.Ltd.
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025 170
Tabel 69 Rekonsiliasi Nilai
Tiger Energy Trading Pte.Ltd.
Per 31 Desember 2025 170
Tabel 70 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Bahari Cakrawala Sebuku
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 172
Tabel 71 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 174
xxxiv
Page 36
HALAMAN
Tabel 72 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Karbon Mahakam
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 175
Tabel 73 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Metalindo Bumiraya
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 176
Tabel 74 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 178
Tabel 75 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Tri Tunggal Lestari Bersama
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 180
Tabel 76 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Sentika Mitra Persada
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 182
Tabel 77 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Mutiara Kapuas
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 183
Tabel 78 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Separi Energi
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 185
Tabel 79 Rencana Produksi Batu Bara
PT Kemilau Rindang Abadi
Per 31 Desember 2026 – 2035 187
Tabel 80 Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
PT Kemilau Rindang Abadi
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal – tanggal 31 Desember 2026 – 2035 191
Tabel 81 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
PT Kemilau Rindang Abadi
Per 31 Desember 2026 – 2035 194
xxxv
Page 37
HALAMAN
Tabel 82 Proyeksi Arus Kas Bersih
PT Kemilau Rindang Abadi
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal – tanggal 31 Desember 2026 – 2035 201
Tabel 83 Indikasi Nilai Kini Operasi
PT Kemilau Rindang Abadi
Per 31 Desember 2025 206
Tabel 84 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Kemilau Rindang Abadi
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025 207
Tabel 85 Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No.1 208
Tabel 86 Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No.2 208
Tabel 87 Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No.3 208
Tabel 88 Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No.4 dan 5 208
Tabel 89 Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
PT Kemilau Rindang Abadi 209
Tabel 90 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Kemilau Rindang Abadi
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025 210
Tabel 91 Rekonsiliasi Nilai
PT Kemilau Rindang Abadi
Per 31 Desember 2025 211
Tabel 92 Rencana Produksi Batu Bara
PT Jembayan Muarabara
Per 31 Desember 2026 – 2035 213
Tabel 93 Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
PT Jembayan Muarabara
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal – tanggal 31 Desember 2026 – 2033 217
Tabel 94 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
PT Jembayan Muarabara
Per 31 Desember 2026 – 2033 220
xxxvi
Page 38
HALAMAN
Tabel 95 Proyeksi Arus Kas Bersih
PT Jembayan Muarabara
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal – tanggal 31 Desember 2026 – 2033 227
Tabel 96 Indikasi Nilai Kini Operasi
PT Jembayan Muarabara
Per 31 Desember 2025 231
Tabel 97 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Jembayan Muarabara
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025 232
Tabel 98 Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No.1 233
Tabel 99 Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No.2 234
Tabel 100 Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No.3 234
Tabel 101 Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No.4 dan 5 234
Tabel 102 Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
PT Jembayan Muarabara 235
Tabel 103 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Jembayan Muarabara
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025 236
Tabel 104 Rekonsiliasi Nilai
PT Jembayan Muarabara
Per 31 Desember 2025 236
Tabel 105 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Arzara Baraindo Energitama
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 238
Tabel 106 Indikasi Nilai Pasar 99,83% Saham
PT Bumi Borneo Metalindo
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 240
xxxvii
Page 39
HALAMAN
Tabel 107 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Citra Pertiwi Nusantara
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 241
Tabel 108 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Sakari Marine and Infrastructure Pte Ltd.
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 242
Tabel 109 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Sinergy Consultacy Services
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 243
Tabel 110 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Yofxord Holdings
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 245
Tabel 111 Indikasi Nilai Pasar 80,00% Saham
Madagascar Consolidated Mining S.A
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 246
Tabel 112 Rincian Hasil Penilaian
PT Sintesa Bara Gemilang
Per 31 Desember 2025 247
xxxviii
Page 40
DAFTAR GRAFIK
HALAMAN
Grafik 1 Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia 88
Grafik 2 Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
di Indonesia 89
Grafik 3 Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing 90
Grafik 4 Indeks Harga Batu Bara di Dunia Januari 2026 – Mei 2026 93
Grafik 5 Harga Batu Bara Acuan Januari 2026 – Mei 2026 95
Grafik 6 Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Proyeksi Pendapatan
Tahun 2026 – 2035 150
Grafik 7 Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
Tahun 2026 – 2035 151
Grafik 8 PT Kemilau Rindang Abadi
Proyeksi Pendapatan
Tahun 2026 – 2035 189
Grafik 9 PT Kemilau Rindang Abadi
Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
Tahun 2026 – 2035 190
Grafik 10 PT Jembayan Muarabara
Proyeksi Pendapatan
Tahun 2026 – 2033 215
Grafik 11 PT Jembayan Muarabara
Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
Tahun 2026 – 2033 216
xxxix
Page 41
LAMPIRAN
HALAMAN
Lampiran A Nilai Pasar 99,90% Saham
PT Sintesa Bara Gemilang
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 248
Lampiran B Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Nusantara Mining Ltd
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 249
Lampiran C Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Sakari Resources Ltd
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 250
Lampiran D Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Bahari Perdana Persada
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 251
Lampiran E Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Bahari Putra Perdana
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 252
Lampiran F Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Reyka Wahana Digdjaya
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 253
Lampiran G Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Tiger Energy Trading Pte Ltd.
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025 254
Lampiran H Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Tiger Energy Trading Pte Ltd.
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025 255
Lampiran I Rekonsiliasi Nilai
Tiger Energy Trading Pte Ltd.
Per 31 Desember 2025 206
xl
Page 42
HALAMAN
Lampiran J Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Bahari Cakrawala Sebuku
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 257
Lampiran K Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantaa
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 258
Lampiran L Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Karbon Mahakam
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 259
Lampiran M Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Metalindo Bumiraya
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 260
Lampiran N Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 261
Lampiran O Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Tri Tunggal Lestari Bersama
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 262
Lampiran P Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Sentika Mitra Persada
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 263
Lampiran Q Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Mutiara Kapuas
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 264
Lampiran R Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Separi Energy
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 265
xli
Page 43
HALAMAN
Lampiran S Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Kemilau Rindang Abadi
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025 266
Lampiran T Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Kemilau Rindang Abadi
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025 267
Lampiran U Rekonsiliasi Nilai
PT Kemilau Rindang Abadi
Per 31 Desember 2025 268
Lampiran V Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Jembayan Muarabara
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025 269
Lampiran W Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Jembayan Muarabara
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025 270
Lampiran X Rekonsiliasi Nilai
PT Jembayan Muarabara
Per 31 Desember 2025 271
Lampiran Y Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Arzara Baraindo Energitama
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 272
Lampiran Z Indikasi Nilai Pasar 99,83% Saham
PT Bumi Borneo Metalindo
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 273
Lampiran AA Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Citra Pertiwi Nusantara
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 274
Lampiran AB Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Sakari Marine and Infrastructure Pte Ltd.
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 275
xlii
Page 44
HALAMAN
Lampiran AC Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
PT Sinergy Consultancy Services
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 276
Lampiran AD Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Yofxord Holdings
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 277
Lampiran AE Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Madagascar Consolidated Mining S.A
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025 278
xliii
Page 45
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
I.A. Alasan dan Latar Belakang
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”)
merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan utama Perseroan adalah aktivitas kantor pusat dan aktivitas
konsultasi manajemen. Perseroan mulai beroperasi komersial pada tahun 2007.
Perseroan berdomisili di Gedung Sopo Del Office Tower & Lifestyle Lantai 21
Tower B. Jalan Mega Kuningan Barat III, Lot. 10 1 – 6, Kawasan Mega Kuningan,
Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon:
(021) 5081 5252, nomor faksimile: (021) 5081 5253, dan
email: whistleblowing@astrindonusantara.com.
1
Page 46
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada PT Sintesa Bara
Gemilang (selanjutnya disebut “SBG”) dengan struktur kepemilikan sebagai
berikut:
Perseroan
99,90%
SBG
100,00%
Nusantara Mining
Limited (NML)
95,96% 100,00%
Sakari Resources
Yoxford Holdings
Ltd. (SRL)
(YHS)
SBG 0,81%
80,00%
Madagascar
Consolidated Mining
S.A (MCMSA)
97,50% 100,00% 80,00% 100,00% 99,00%
PT Bahari PT Sinergy
PT BaharI Perdana Sakari Marine and
Tiger Energi Trading Cakrawala Sebuku Consultancy
Persada (BPP) Infrastructure Pte
Pte. Ltd. (TETPL) (BCS) Services (SCS)
Ltd. (SMIPL)
RWD 2,50% RWD 20,00% SMIPL 1,00%
99,40% 99,98% 99,98% 99,83%
PT Bumi Borneo PT Borneo Citra
PT Bahari Putra
Pertiwi Nusantara Pertiwi Nusantara PT Bumi Borneo
Perdana (BPPA)
(BPN) (BCPN) Metalindo (BBM)
SRL 0,60% BBM 0,02% BBM 0,02%
98,50% 99,98% 99,00% 99,998% 99,00%
PT Tri Tunggal
PT Reyka Wahana PT Karbon Mahakam PT Sentika Mitra PT Citra Pertiwi
Lestari Bersama
Digdjaya (RWD) (KM) Persada (SMP) Nusantara (CPN)
(TTLB)
SRL 1,50% BBM 0,02% SE 1,00% BBM 0,002% BCS 1,00%
99,995% 99,995% 99,997%
PT Metalindo Bumi PT Mutiara Kapuas PT Separi Energy
Raya (MBR) (MK) (SE)
BBM 0,005% BBM 0,005% BBM 0,003%
99,80% 99,996% 99,999%
PT Kemilau Rindang PT Jembayan PT Arzara Barindo
Abadi (KRA) Muarabara (JM) Energitama (ABE)
TTLB 0,20% BCPN 0,004% BCPN 0,001%
NML, SRL, BPP, BPPA, RWD, TETPL, BCS, BPN, KM, MBR, BCPN, TTLB, SMP,
MK, SE, KRA, JM, ABE, BBM, CPN, SMIPL, SCS, YH, dan MCMSA selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak SBG”.
2
Page 47
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
lingkup kegiatan usaha dan status SBG dan Entitas Anak SBG adalah sebagai
berikut:
No. Keterangan Status Domisili Operasional Kegiatan Usaha
1 SBG Tertutup Indonesia Beroperasi Aktivitas penjualan bahan bakar, pertambangan batu bara, dan
jasa konsultasi manajemen.
2 NML Tertutup Hongkong Beroperasi Investasi pada entitas anak di luar negeri yang bergerak dalam
pertambangan batu bara serta kegiatan usaha terkait lainnya
3 SRL Terbuka Singapura Beroperasi Perusahaan holding
4 BPP Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
5 BPPA Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding, pertambangan, kontraktor, perdagangan,
perkebunan, pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan
transportasi
6 RWD Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding , perdagangan bahan bakar padat, cair
dan gas, perdagangan logam
7 TETPL Tertutup Singapura Beroperasi Perdagangan dan pemasaran batu bara
8 BCS Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
9 BPN Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
10 KM Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan batu bara
11 MBR Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
12 BCPN Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
13 TTLB Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan, transportasi darat, jasa konstruksi, pertanian
dan percetakan
14 SMP Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
15 MK Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan batu bara
16 SE Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
17 KRA Tertutup Indonesia Beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
18 JM Tertutup Indonesia Beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
19 ABE Tertutup Indonesia Beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
20 BBM Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
21 CPN Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Jasa sewa kapal untuk industri pertambangan
22 SMIPL Tertutup Singapura Tidak beroperasi Konstruksi dan investasi pada proyek infrastruktur laut
23 SCS Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Jasa eksplorasi, komersial, dan layanan teknis kepada pihak
berelasi
24 YH Tertutup Republik Mauritius Beroperasi Perusahaan holding
25 MCMSA Tertutup Madagascar Beroperasi Perusahaan holding
Di tengah tantangan industri batu bara global, batu bara dinilai masih memiliki
prospek untuk mendukung sistem energi dunia. Tantangan terberat yang dihadapi
adalah desakan transisi energi dan kondisi geopolitik global yang memengaruhi
permintaan dan harga batu bara. Sebagai salah satu eksportir terbesar dunia
dengan pasar utama seperti Tiongkok dan India, industri batu bara Indonesia
diperkirakan masih memiliki peran penting dalam menopang peningkatan
permintaan batu bara global, setelah Tiongkok diperkirakan terus menambah
pembangkit listrik tenaga batu bara untuk mendukung industrinya. Kenaikan ini
menjadi sinyal bahwa konsumen batu bara termal terbesar di dunia tersebut akan
tetap bergantung pada batu bara. Indonesia sebagai produsen dengan cadangan
batu bara yang besar memiliki kesempatan untuk menangkap peluang prospek
positif industri batu bara dunia.
3
Page 48
Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi optimal
untuk pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya untuk terus
memanfaatkan peluang bisnis yang ada dengan merencanakan untuk menjual dan
mengalihkan atas 4.995 saham atau setara dengan 99,90% saham SBG kepada
PT Indo Panca Borneo (selanjutnya disebut “IPB”), pihak yang tidak terafiliasi
dengan Perseroan (selanjutnya disebut “RencanaTransaksi”). Perseroan
memandang Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis yang dapat
diraih untuk merealisasikan investasi yang telah dilakukan Perseroan pada sektor
industri pertambangan batu bara yang dimiliki SBG dan Entitas Anak SBG dan
membuka peluang investasi bisnis baru bagi Perseroan dengan menggunakan
dana hasil keuntungan atas nilai investasi tersebut untuk meningkatkan kinerja
keuangan Perseroan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang
saham Perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki kewajiban kepada
PT Bank Mandiri (Perseroan) Tbk (selanjutnya disebut “BMRI”) sebesar
USD 238,93 juta atau setara dengan Rp 4,01 triliun dengan tingkat bunga 11,50%
per tahun yang akan jatuh tempo pada 23 November 2031 (selanjutnya disebut
“Pinjaman”) , di mana Pinjaman tersebut merupakan fasilitas refinancing atas
pinjaman sebelumnya yang diperoleh sehubungan dengan akuisisi Entitas Anak
SBG yang mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan
batu bara. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan akan terlepas dari
kewajiban yang sebelumnya tercatat secara konsolidasian pada laporan keuangan
konsolidiasian Perseroan. Hal ini akan menurunkan rasio utang terhadap ekuitas
(DER) Perseroan secara signifikan sehingga dapat mengurangi beban keuangan
atas Pinjaman pada masa yang akan datang dan meningkatkan kinerja keuangan
Perseoran pada masa yang akan datang.
Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan dalam
menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih bergerak fluktuatif
sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi industri komoditas, khususnya
batu bara baik dalam hal permintaan-penawaran dan harga yang pada akhirnya
dapat mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan secara konsolidasian. Dengan
antisipasi dan perencanaan yang terstruktur, Perseroan menyadari perlunya
mengambil keputusan strategis untuk menjaga dan mempertahankan bisnis
Perseroan yang lebih stabil dan berkelanjutan dengan melakukan inovasi dan
memperoleh peluang investasi yang diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi
Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan dana
yang diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis dengan
strategi pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan proyek yang
memiliki potensi dengan tingkat balikan yang diharapkan dapat memberikan
kontribusi positif. Hal ini diharapkan menjadi peluang bagi Perseroan untuk dapat
memastikan arah strategis yang selaras dengan tren keberlanjutan global,
komitmen, dan praktik terbaik bagi Perseroan.
4
Page 49
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi
optimal untuk pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya
untuk terus memanfaatkan peluang bisnis yang ada dengan melakukan
Rencana Transaksi. Perseroan memandang Rencana Transaksi merupakan
salah satu langkah bisnis yang dapat diraih untuk merealisasikan investasi
yang telah dilakukan Perseroan pada sektor industri pertambangan batu bara
yang dimiliki SBG dan Entitas Anak SBG dan membuka peluang investasi
bisnis baru bagi Perseroan dengan menggunakan dana hasil keuntungan atas
nilai investasi tersebut untuk meningkatkan kinerja keuangan Perseroan yang
pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
• Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki Pinjaman kepada
BMRI, di mana Pinjaman tersebut merupakan fasilitas refinancing atas
pinjaman sebelumnya yang diperoleh sehubungan dengan akuisisi Entitas
Anak SBG yang mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan dan
perdagangan batu bara. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan
akan terlepas dari kewajiban yang sebelumnya tercatat secara konsolidasian
pada laporan keuangan konsolidiasian Perseroan. Hal ini akan menurunkan
DER Perseroan secara signifikan sehingga dapat mengurangi beban
keuangan atas Pinjaman pada masa yang akan datang dan meningkatkan
kinerja keuangan Perseoran pada masa yang akan datang.
• Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan
dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih bergerak
fluktuatif sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi industri komoditas,
khususnya batu bara baik dalam hal permintaan-penawaran dan harga yang
pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan secara
konsolidasian. Dengan antisipasi dan perencanaan yang terstruktur,
Perseroan menyadari perlunya mengambil keputusan strategis untuk menjaga
dan mempertahankan bisnis Perseroan yang lebih stabil dan berkelanjutan
dengan melakukan inovasi dan memperoleh peluang investasi yang diyakini
dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham
Perseroan.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan
dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis
dengan strategi pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan
proyek yang memiliki potensi dengan tingkat balikan yang diharapkan dapat
memberikan kontribusi positif. Hal ini diharapkan menjadi peluang bagi
Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis yang selaras dengan tren
keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi Perseroan.
5
Page 50
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam
Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK
42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan
harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut
“POJK 17/2020”).
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material, POJK 17/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
melakukan penilaian atas nilai pasar 99,90% saham SBG.
Mengingat SBG adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SBG bersifat tidak likuid.
I.B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian
Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 99,90% saham SBG
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang
USD dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
Transaksi serta untuk memenuhi POJK 17/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
I.C. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa SBG adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
6
Page 51
I.D. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SBG
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SBG. KR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260415-001
tanggal 15 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
I.E. Tanggal Efektif Penilaian
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan penilaian serta dari data keuangan SBG yang kami terima. Data keuangan
tersebut berupa laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.
I.F. Profil PT Sintesa Bara Gemilang
SBG didirikan di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 90 oleh
Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., tanggal 30 September 2019. Akta pendirian ini
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. AHU-01835339.AH.01.11.TH.2019 tanggal 2 Oktober 2019.
Anggaran dasar SBG yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 55
tanggal 13 Desember 2022 oleh Notaris Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn,
terkait perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha SBG. Perubahan
anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-
0090732.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 14 Desember 2022 yang tercantum dalam
daftar perusahaan yang dikelola oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Nomor Pendaftaran AHU-0251819.AH.01.11.TAHUN
2022 tanggal 14 Desember 2022.
SBG memiliki kantor pusat di Gedung Sopo Del Office Tower & Lifestyle Lantai 21
Tower B. Jalan Mega Kuningan Barat III, Lot. 10 1 – 6, Kawasan Mega Kuningan,
Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950.
7
Page 52
I.F.1. Struktur Permodalan
Susunan pemegang saham SBG berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 1
PT Sintesa Bara Gemilang
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam USD)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk 4.995 99,90% 349.231
PT Bara Ekatama Abadi 5 0,10% 3.528
Jumlah 5.000 100,00% 352.759
I.F.2. Struktur Pengurus
Komisaris dan Direksi SBG pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai
berikut:
Komisaris : Raymond Anthony Gerungan
Direksi
Direktur Utama : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
I.F.3. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SBG adalah bergerak dalam bidang aktivitas
penjualan bahan bakar, pertambangan batu bara, dan jasa konsultasi manajemen.
I.G. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK
35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
8
Page 53
I.H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SBG, TETPL,
KRA, dan JM, pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya
yang dimiliki TETPL, KRA, dan JM. Prospek TETPL, KRA, dan JM di masa yang
akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan
keuangan yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan
konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap
faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value
drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
I.I. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding perusahaan tercatat
di bursa efek (guideline publicly traded company method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh TETPL, KRA, dan JM di masa depan masih akan berfluktuasi
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha TETPL, KRA, dan JM. Dalam
melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi TETPL, KRA, dan JM
diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha TETPL, KRA,
dan JM. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai
kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah
jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
(berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
9
Page 54
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh TETPL, KRA, dan JM.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
manajemen Perseroan dan SBG. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
dengan melakukan pembobotan.
I.J. Ringkasan Hasil Penilaian
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
sebagai berikut:
Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
pasar 100,00% saham SBG sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
USD 147,47 juta. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,00% saham SBG adalah sebesar USD 103,23 juta. Dengan demikian, nilai
pasar 99,90% saham SBG berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
sebesar USD 103,12 juta.
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
yang dikembangkan pihak manajemen TETPL, KRA, dan JM melalui analisis atas
kinerja historis dan pernyataan manajemen TETPL, KRA, dan JM mengenai
rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi.
Kami melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat
kami, asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab
atas pencapaian asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi
ini akan memengaruhi perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada
kepastian bahwa dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami
tidak dapat memberikan jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan
tercapai.
10
Page 55
I.K. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebesar USD 103,12 juta.
Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SBG serta pihak-pihak
lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas SBG. Kami tegaskan pula
bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
SBG tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.
11
Page 56
II. DESKRIPSI PENUGASAN
II.A. Alasan dan Latar Belakang
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan adalah aktivitas kantor pusat
dan aktivitas konsultasi manajemen. Perseroan mulai beroperasi komersial pada
tahun 2007. Perseroan berdomisili di Gedung Sopo Del Office Tower & Lifestyle
Lantai 21 Tower B. Jalan Mega Kuningan Barat III, Lot. 10 1 – 6, Kawasan Mega
Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor
telepon: (021) 5081 5252, nomor faksimile: (021) 5081 5253, dan
email: whistleblowing@astrindonusantara.com.
12
Page 57
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada SBG dengan
struktur kepemilikan sebagai berikut:
Perseroan
99,90%
SBG
100,00%
NML
95,96% 100,00%
SRL
YHS
SBG 0,81%
80,00%
MCMSA
97,50% 100,00% 80,00% 100,00% 99,00%
BPP BCS SCS
TETPL SMIPL
RWD 2,50% RWD 20,00% SMIPL 1,00%
99,40% 99,98% 99,98% 99,83%
BPPA BPN BCPN
BBM
SRL 0,60% BBM 0,02% BBM 0,02%
98,50% 99,98% 99,00% 99,998% 99,00%
RWD KM TTLB SMP CPN
SRL 1,50% BBM 0,02% SE 1,00% BBM 0,002% BCS 1,00%
99,995% 99,995% 99,997%
MBR MK SE
BBM 0,005% BBM 0,005% BBM 0,003%
99,80% 99,996% 99,999%
KRA JM ABE
TTL 0,20% BCPN 0,004% BCPN 0,001%
13
Page 58
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
lingkup kegiatan usaha dan status SBG dan Entitas Anak SBG adalah sebagai
berikut:
No. Keterangan Status Domisili Operasional Kegiatan Usaha
1 SBG Tertutup Indonesia Beroperasi Aktivitas penjualan bahan bakar, pertambangan batu bara, dan
jasa konsultasi manajemen.
2 NML Tertutup Hongkong Beroperasi Investasi pada entitas anak di luar negeri yang bergerak dalam
pertambangan batu bara serta kegiatan usaha terkait lainnya
3 SRL Terbuka Singapura Beroperasi Perusahaan holding
4 BPP Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
5 BPPA Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding, pertambangan, kontraktor, perdagangan,
perkebunan, pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan dan
transportasi
6 RWD Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding , perdagangan bahan bakar padat, cair
dan gas, perdagangan logam
7 TETPL Tertutup Singapura Beroperasi Perdagangan dan pemasaran batu bara
8 BCS Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
9 BPN Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
10 KM Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan batu bara
11 MBR Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
12 BCPN Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
13 TTLB Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan, transportasi darat, jasa konstruksi, pertanian
dan percetakan
14 SMP Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
15 MK Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Pertambangan batu bara
16 SE Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
17 KRA Tertutup Indonesia Beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
18 JM Tertutup Indonesia Beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
19 ABE Tertutup Indonesia Beroperasi Pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi
darat, perbengkelan dan jasa
20 BBM Tertutup Indonesia Beroperasi Perusahaan holding
21 CPN Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Jasa sewa kapal untuk industri pertambangan
22 SMIPL Tertutup Singapura Tidak beroperasi Konstruksi dan investasi pada proyek infrastruktur laut
23 SCS Tertutup Indonesia Tidak beroperasi Jasa eksplorasi, komersial, dan layanan teknis kepada pihak
berelasi
24 YH Tertutup Republik Mauritius Beroperasi Perusahaan holding
25 MCMSA Tertutup Madagascar Beroperasi Perusahaan holding
Di tengah tantangan industri batu bara global, batu bara dinilai masih memiliki
prospek untuk mendukung sistem energi dunia. Tantangan terberat yang dihadapi
adalah desakan transisi energi dan kondisi geopolitik global yang memengaruhi
permintaan dan harga batu bara. Sebagai salah satu eksportir terbesar dunia
dengan pasar utama seperti Tiongkok dan India, industri batu bara Indonesia
diperkirakan masih memiliki peran penting dalam menopang peningkatan
permintaan batu bara global, setelah Tiongkok diperkirakan terus menambah
pembangkit listrik tenaga batu bara untuk mendukung industrinya. Kenaikan ini
menjadi sinyal bahwa konsumen batu bara termal terbesar di dunia tersebut akan
tetap bergantung pada batu bara. Indonesia sebagai produsen dengan cadangan
batu bara yang besar memiliki kesempatan untuk menangkap peluang prospek
positif industri batu bara dunia.
14
Page 59
Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi optimal
untuk pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya untuk terus
memanfaatkan peluang bisnis yang ada dengan merencanakan untuk melakukan
RencanaTransaksi. Perseroan memandang Rencana Transaksi merupakan salah
satu langkah bisnis yang dapat diraih untuk merealisasikan investasi yang telah
dilakukan Perseroan pada sektor industri pertambangan batu bara yang dimiliki
SBG dan Entitas Anak SBG dan membuka peluang investasi bisnis baru bagi
Perseroan dengan menggunakan dana hasil keuntungan atas nilai investasi
tersebut untuk meningkatkan kinerja keuangan Perseroan yang pada akhirnya
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan
nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki Pinjaman kepada BMRI,
di mana Pinjaman tersebut merupakan fasilitas refinancing atas pinjaman
sebelumnya yang diperoleh sehubungan dengan akuisisi Entitas Anak SBG yang
mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan batu bara.
Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan akan terlepas dari kewajiban
yang sebelumnya tercatat secara konsolidasian pada laporan keuangan
konsolidiasian Perseroan. Hal ini akan menurunkan DER Perseroan secara
signifikan sehingga dapat mengurangi beban keuangan atas Pinjaman pada masa
yang akan datang dan meningkatkan kinerja keuangan Perseoran pada masa
yang akan datang.
Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan dalam
menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih bergerak fluktuatif
sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi industri komoditas, khususnya
batu bara baik dalam hal permintaan-penawaran dan harga yang pada akhirnya
dapat mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan secara konsolidasian. Dengan
antisipasi dan perencanaan yang terstruktur, Perseroan menyadari perlunya
mengambil keputusan strategis untuk menjaga dan mempertahankan bisnis
Perseroan yang lebih stabil dan berkelanjutan dengan melakukan inovasi dan
memperoleh peluang investasi yang diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi
Perseroan dan seluruh pemegang saham Perseroan.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan dana
yang diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis dengan
strategi pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan proyek yang
memiliki potensi dengan tingkat balikan yang diharapkan dapat memberikan
kontribusi positif. Hal ini diharapkan menjadi peluang bagi Perseroan untuk dapat
memastikan arah strategis yang selaras dengan tren keberlanjutan global,
komitmen, dan praktik terbaik bagi Perseroan.
15
Page 60
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sejalan dengan misi Perseroan yang berfokus dalam menyusun strategi
optimal untuk pertumbuhan masa mendatang, maka Perseroan berupaya
untuk terus memanfaatkan peluang bisnis yang ada dengan melakukan
Rencana Transaksi. Perseroan memandang Rencana Transaksi merupakan
salah satu langkah bisnis yang dapat diraih untuk merealisasikan investasi
yang telah dilakukan Perseroan pada sektor industri pertambangan batu bara
yang dimiliki SBG dan Entitas Anak SBG dan membuka peluang investasi
bisnis baru bagi Perseroan dengan menggunakan dana hasil keuntungan atas
nilai investasi tersebut untuk meningkatkan kinerja keuangan Perseroan yang
pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
• Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, SBG memiliki Pinjaman kepada
BMRI, di mana Pinjaman tersebut merupakan fasilitas refinancing atas
pinjaman sebelumnya yang diperoleh sehubungan dengan akuisisi Entitas
Anak SBG yang mayoritas bergerak dalam bidang pertambangan dan
perdagangan batu bara. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan
akan terlepas dari kewajiban yang sebelumnya tercatat secara konsolidasian
pada laporan keuangan konsolidiasian Perseroan. Hal ini akan menurunkan
DER Perseroan secara signifikan sehingga dapat mengurangi beban
keuangan atas Pinjaman pada masa yang akan datang dan meningkatkan
kinerja keuangan Perseoran pada masa yang akan datang.
• Rencana Transaksi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko Perseroan
dalam menghadapi ketidakpastian kondisi perekonomian yang masih bergerak
fluktuatif sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi industri komoditas,
khususnya batu bara baik dalam hal permintaan-penawaran dan harga yang
pada akhirnya dapat mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan secara
konsolidasian. Dengan antisipasi dan perencanaan yang terstruktur,
Perseroan menyadari perlunya mengambil keputusan strategis untuk menjaga
dan mempertahankan bisnis Perseroan yang lebih stabil dan berkelanjutan
dengan melakukan inovasi dan memperoleh peluang investasi yang diyakini
dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham
Perseroan.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat menggunakan
dana yang diperoleh dari Rencana Transaksi untuk melakukan transisi bisnis
dengan strategi pertumbuhan anorganik dan organik di seluruh bisnis dan
proyek yang memiliki potensi dengan tingkat balikan yang diharapkan dapat
memberikan kontribusi positif. Hal ini diharapkan menjadi peluang bagi
Perseroan untuk dapat memastikan arah strategis yang selaras dengan tren
keberlanjutan global, komitmen, dan praktik terbaik bagi Perseroan.
16
Page 61
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam
POJK 42/2020.
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan
harus memenuhi POJK 17/2020.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material, POJK 17/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
Objek Penilaian.
Mengingat SBG adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SBG bersifat tidak likuid.
II.B. Tujuan dan Maksud Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang USD
dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
Transaksi serta untuk memenuhi POJK 17/2020.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
POJK 35/2020 serta SPI.
II.C. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
17
Page 62
II.D. Tanggal Efektif Penilaian
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan penilaian serta dari data keuangan SBG yang kami terima. Data keuangan
tersebut berupa laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini
II.E. Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
1. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
2. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 01064/2.1030/AU.1/02/1950-1/1/VI/2025 tanggal 25 Juni 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
3. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan
(selanjutnya disebut “RJRR”) yang telah ditandatangani oleh Dedy Lesmana,
S.E., sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
00259/2.1457/AU.1/02/1782-1/1/III/2025 tanggal 10 Maret 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
4. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tjahjadi &
Tamara (selanjutnya disebut “TT”) yang telah ditandatangani oleh David
Wijaya, S.E., Ak., CPA., sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
00317/2.0853/AU.1/10/1258-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
5. Laporan keuangan NML untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian
SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah
diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith Alfansuri,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-
2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
18
Page 63
6. Laporan keuangan SRL untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian
SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah
diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith Alfansuri,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-
2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
7. Laporan keuangan BPP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian
SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah
diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith Alfansuri,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-
2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
8. Laporan keuangan BPPA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith Alfansuri,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-
2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
9. Laporan keuangan RWD untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith Alfansuri,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-
2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
10. Laporan keuangan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith Alfansuri,
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-
2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
11. Laporan keuangan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP RSM yang telah
ditandatangani oleh RSM SG Assurance LLP, sebagaimana tertuang dalam
laporannya tanggal 30 Juni 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian
dengan hal lain.
12. Laporan keuangan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PricewaterhouseCoopers LLP
(selanjutnya disebut “PWC”) yang telah ditandatangani oleh
PricewaterhouseCoopers LLP, sebagaimana tertuang dalam laporannya
tanggal 3 Agustus 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
19
Page 64
13. Laporan keuangan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PWC yang telah
ditandatangani oleh PricewaterhouseCoopers LLP, sebagaimana tertuang
dalam laporannya tanggal 12 April 2023 dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian.
14. Laporan keuangan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PWC yang telah
ditandatangani oleh PricewaterhouseCoopers LLP, sebagaimana tertuang
dalam laporannya tanggal 4 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian.
15. Laporan keuangan BCS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
16. Laporan keuangan BPN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
17. Laporan keuangan KM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
18. Laporan keuangan MBR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
20
Page 65
19. Laporan keuangan BCN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
20. Laporan keuangan TTLB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
21. Laporan keuangan SMP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
22. Laporan keuangan MK untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
23. Laporan keuangan SE untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
24. Laporan keuangan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
21
Page 66
25. Laporan keuangan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 01166/2.1030/AU.1/02/1950-1/1/VI/2025 tanggal 24 Juni 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
26. Laporan keuangan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP RJRR yang telah
ditandatangani oleh Dedy Lesmana, SE.,sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00405/2.1457/AU.1/02/1782-1/1/VII/2024 tanggal 31 Juli 2024
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
27. Laporan keuangan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis
& Rekan (selanjutnya disebut “TWRR”) yang telah ditandatangani oleh Daniel
Kohar, S.E., CPA., sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 001467/2.1025/AU.1/02/1130-8/1/IX/2023 tanggal 7 November 2023
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
28. Laporan keuangan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TWRR yang telah
ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 001068/2.1025/AU.1/02/1130-7/1/VI/2022 tanggal 3 Juni 2022
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
29. Laporan keuangan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
30. Laporan keuangan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah
ditandatangani oleh Lith Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 01138/2.1030/AU.1/02/1950-1/1/VI/2025 tanggal 24 Juni 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
31. Laporan keuangan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP RJRR yang telah
ditandatangani oleh Dedy Lesmana, SE., sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00537/2.1457/AU.1/02/1782-1/1/X/2024 tanggal
3 Oktober 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
22
Page 67
32. Laporan keuangan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TWRR yang telah
ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 001466/2.1025/AU.1/02/1130-8/1/XI/2023 tanggal
7 November 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
33. Laporan keuangan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TWRR yang telah
ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00888/2.1025/AU.1/02/1130-7/1/VI/2022 tanggal 29 April 2022
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
34. Laporan keuangan ABE untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
35. Laporan keuangan BBM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
36. Laporan keuangan CPN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
37. Laporan keuangan SMIPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
23
Page 68
38. Laporan keuangan SCS untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
39. Laporan keuangan YH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
40. Laporan keuangan MCMSA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR yang telah ditandatangani oleh Lith
Alfansuri, sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal 13 Mei 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
41. Proyeksi laporan keuangan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen TETPL.
42. Proyeksi laporan keuangan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen KRA.
43. Proyeksi laporan keuangan JMB untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2026 – 2033 yang disusun oleh manajemen JM.
44. Transitional Report Jembayan Coal Mine as 31 December 2025 yang disusun
oleh PT Prasetya Abdi Persada sebagaimana tertuang dalam laporannya
tanggal 18 Mei 2026.
45. Anggaran dasar SBG yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No.
55 tanggal 13 Desember 2022 oleh Notaris Elizabeth Karina Leonita, S.H.,
M.Kn, terkait perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha SBG.
46. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Wong Michael
dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal
lain yang terkait dengan Rencana Transaksi.
47. Tarif pajak yang diberlakukan atas TETPL adalah berdasarkan laba kena pajak
dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku umum di Singapura, yaitu sebesar 17,00% untuk tahun 2026 – 2035.
24
Page 69
48. Tarif pajak yang diberlakukan atas KRA adalah berdasarkan laba kena pajak
dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku umum di Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2035.
49. Tarif pajak yang diberlakukan atas JMB adalah berdasarkan laba kena pajak
dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku umum di Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2033.
50. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SBG, yaitu Wong Michael
dengan posisi sebagai Direktur, serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
penugasan.
51. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.
52. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
Indonesia, dan Bloomberg.
53. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.
54. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.
55. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SBG atau yang
tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SBG. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
Perseroan.
25
Page 70
II.F. Informasi Non-Keuangan
II.F.1. Produk dan Jasa yang Dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha SBG adalah bergerak dalam bidang aktivitas
penjualan bahan bakar, pertambangan batu bara, dan jasa konsultasi manajemen.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, SBG memiliki penyertaan saham pada TETPL, KRA, dan JMB
dengan kepmilikan efektif masing-masing sebesar 100,00%, 76,75%, dan 76,75%.
Ruang lingkup kegiatan usaha TETPL adalah bergerak dalam bidang
perdagangan dan pemasaran batu bara.
Ruang lingkup kegiatan usaha KRA dan JM masing-masing adalah bergerak
dalam bidang pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi darat,
perbengkelan dan jasa.
Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh Perseroan melalui TETPL, KRA,
dan JMB adalah pertambangan, perdagangan, dan pemasaran batu bara.
II.F.2. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis TETPL, KRA, dan JMB
meliputi Indonesia, Singapura, Taiwan, Jepang, dan Vietnam.
II.F.3. Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama TETPL, KRA, dan JM
adalah PT Pamapersada Nusantara.
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci TETPL,
KRA, dan JM adalah sebagai berikut:
• Taiwan Power Company;
• Nghi Son 2 Power Company Ltd.;
• PT Bhumi Jati Power;
• Itochu Corporation; dan
• PT Paiton Energy.
II.F.4. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha TETPL, KRA, dan JM
adalah sebagai berikut:
• PT Kaltim Prima Coal;
• PT Berau Coal;
• PT Kideco Jaya Agung;
• PT Adimitra Baratama Nusantara; dan
• PT Multi Harapan Utama.
26
Page 71
Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang perdagangan batu bara dan
pertambangan batu bara, TETPL, KRA, dan JM telah memiliki kontrak penjualan
batu bara secara khusus dengan para pelanggan kunci, yaitu Taiwan Power
Company, Nghi Son 2 Power Company Ltd., PT Bhumi Jati Power, Itochu
Corporation, dan PT Paiton Energy sehingga TETPL, KRA, dan JMB telah memiliki
jaringan pemasaran batu bara untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik
maupun pasar ekspor, khususnya kawasan Asia guna meningkatkan daya saing
di industri pertambangan batu bara.
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang pertambangan batu
bara, KRA dan JM telah melakukan kerjasama dengan PT Pamapersada
Nusantara sebagai kontraktor pertambangan batu bara yang telah memiliki
pengalaman di bidang pertambangan batubara. Dengan demikian, KRA dan JMB
senantiasa dapat meningkatkan kapasitas produksi dan optimalisasi kegiatan
operasional pertambangan batu bara secara berkelanjutan guna memenuhi
pasokan batu baranya untuk memenuhi volume penjualan kepada para pelanggan
kunci TETPL, KRA, dan JM.
II.F.5. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan TETPL,
KRA, dan JMB adalah sebagai berikut:
• Meningkatkan kapasitas produksi dan optimalisasi kegiatan operasional
pertambangan batu bara secara berkelanjutan.
• Memperluas jaringan pemasaran batu bara untuk memenuhi kebutuhan pasar
domestik maupun pasar ekspor, khususnya kawasan Asia.
• Menjaga efisiensi operasional dan pengelolaan biaya guna meningkatkan daya
saing perusahaan di industri pertambangan batu bara.
• Menerapkan kegiatan usaha pertambangan yang sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan serta prinsip tata kelola perusahaan yang
baik.
• Meningkatkan penjualan batu bara pada pasar domestik dan internasional.
• Meningkatkan optimalisasi perdagangan dan distribusi batu bara.
• Memperluas jaringan pemasaran di kawasan Asia;
II.G. Jenis Ekuitas
Saham yang dimiliki SBG merupakan saham biasa, di mana setiap pemegang
saham SBG memiliki 1 hak suara per lembar saham.
27
Page 72
II.H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan TETPL, KRA, dan JM yang disusun
oleh manajemen TETPL, KRA, dan JM. Dalam penyusunan proyeksi laporan
keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja TETPL, KRA, dan
JM pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa
yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja
TETPL, KRA, dan JM yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar.
Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja TETPL, KRA, dan JM yang dinilai dan telah mencerminkan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas
pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan
kinerja historis TETPL, KRA, dan JM dan informasi manajemen TETPL, KRA, dan
JM terhadap proyeksi laporan keuangan TETPL, KRA, dan JM tersebut. Kami juga
bertanggung jawab atas laporan penilaian SBG dan kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SBG atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SBG bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
28
Page 73
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan SBG.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum SBG berdasarkan anggaran dasar SBG.
II.I. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
Objek Penilaian.
Selanjutnya, dalam menyusun laporan penilaian saham, kami mengasumsikan
dan bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua
informasi dalam laporan geologis atas cadangan batu bara yang dimiliki oleh KRA
dan JM yang disusun oleh pihak kompeten (competent person) dan kami tidak
bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari pihak
kompeten (competent person) bahwa mereka telah melakukan penilaian dan
menyusun laporan secara independen sesuai dengan JORC (Joint Ore Reserves
Committee)/standar penilaian cadangan dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Kami tidak memberikan pendapat atas laporan geologis atas cadangan batu bara
yang dimiliki oleh KRA dan JM yang disusun oleh pihak kompeten (competent
person). Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian atas Objek Penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu serta tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
penyimpangan dalam laporan geologis atas cadangan batu bara yang dimiliki oleh
KRA dan JM yang disusun oleh pihak kompeten (competent person), atau
pelanggaran hukum atas laporan geologis atas cadangan batu bara yang dimiliki
oleh KRA dan JM yang disusun oleh pihak kompeten (competent person).
29
Page 74
II.J. Distribusi Laporan Penilaian
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
oleh pihak lain.
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
II.K. Jenis Laporan
Jenis laporan penilaian 99,90% saham PT Sintesa Bara Gemilang ini merupakan
laporan terinci.
II.L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan penilaian 99,90% saham PT Sintesa Bara Gemilang tidak terdapat
kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.
30
Page 75
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
III.A. Latar Belakang PT Sintesa Bara Gemilang
SBG didirikan di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 90 oleh
Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., tanggal 30 September 2019. Akta pendirian ini
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. AHU-01835339.AH.01.11.TH.2019 tanggal 2 Oktober 2019.
Anggaran dasar SBG yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 55
tanggal 13 Desember 2022 oleh Notaris Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn,
terkait perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha SBG. Perubahan
anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan
No. AHU-0090732.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 14 Desember 2022 yang
tercantum dalam daftar perusahaan yang dikelola oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor Pendaftaran
AHU-0251819.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 14 Desember 2022.
SBG memiliki kantor pusat di Gedung Sopo Del Office Tower & Lifestyle Lantai 21
Tower B. Jalan Mega Kuningan Barat III, Lot. 10 1 – 6, Kawasan Mega Kuningan,
Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan 12950.
III.B. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SBG adalah bergerak dalam bidang aktivitas
penjualan bahan bakar, pertambangan batu bara, dan jasa konsultasi manajemen.
III.C. Manajemen
Komisaris dan Direksi SBG pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai
berikut:
Komisaris : Raymond Anthony Gerungan
Direksi
Direktur Utama : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
31
Page 76
III.D. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham SBG berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 2
PT Sintesa Bara Gemilang
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam USD)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk 4.995 99,90% 349.231
PT Bara Ekatama Abadi 5 0,10% 3.528
Jumlah 5.000 100,00% 352.759
III.E. Data Keuangan Historis
Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP RJRR dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berkahir pada tanggal 31 Desember 2022 dengan angka perbandingan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh
KAP TT dengan pendapar wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
32
Page 77
Ikhtisar data keuangan penting SBG adalah sebagai berikut:
Tabel 3
PT Sintesa Bara Gemilang
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 18.656 49.947 109.875 2 -
Piutang usaha 4.371 31.602 29.997 - -
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 35.493 136.586 324 318 350
Pihak ketiga 1.711 1.255 794 - -
Persediaan 8.622 6.148 14.845 - -
Pajak dibayar di muka 18.029 18.426 42.300 - -
Klaim pengembalian pajak 5.498 22.134 5.275 - -
Aset lancar lainnya 3.711 1.617 740 478 9
Jumlah Aset Lancar 96.092 267.715 204.150 798 359
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaanya 46.015 46.460 47.485 - -
Pinjaman kepada pemegang saham 242.241 171.381 127.055 - -
Aset tetap 147.084 133.158 101.726 - -
Properti pertambangan 78.587 82.373 124.753 - -
Pajak dibayar di muka 16.004 24.240 17.970 - -
Aset pajak tangguhan 220 232 337 - -
Aset tidak lancar lainnya 88 44 174 - -
Uang muka untuk akuisisi - - - 50.000 -
Jumlah Aset Tidak Lancar 530.239 457.888 419.501 50.000 -
JUMLAH ASET 626.332 725.603 623.651 50.798 359
33
Page 78
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 69.268 66.156 79.286 - -
Utang lain-lain
Pihak berelasi 2.981 52.869 60.825 50.480 9
Pihak ketiga 14.682 2.335 1.413 - -
Beban akrual 20.613 62.271 51.988 - -
Utang pajak 5.202 24.112 24.102 - -
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 6.536 3.360 7.798 - -
Liabilitas sewa 119 744 587 - -
Pinjaman 44.925 74.981 308.918 - -
Liabilitas lancar lainnya 13.390 83 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 177.716 286.911 534.916 50.480 9
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 289 289 983 - -
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 15.004 15.641 11.159 - -
Liabilitas imbalan kerja 2.010 1.849 1.771 - -
Liabilitas pajak tangguhan 15.318 13.784 13.198 - -
Pinjaman 238.926 282.804 - - -
Liabilitas tidak lancar lainnya 61.078 - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 332.625 314.367 27.111 - -
JUMLAH LIABILITAS 510.341 601.278 562.027 50.480 9
EKUITAS
Modal saham 353 353 353 353 353
Saldo laba (defisit) 100.461 109.028 51.104 (35) (2)
Translasi mata uang asing 462 462 462 - -
Transaksi dengan kepentingan non-pengendali (430) (430) (430) - -
Penghasilan komprehensif lain 641 569 - - -
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 101.486 109.981 51.489 318 350
Kepentingan non-pengendali 14.504 14.344 10.135 - -
JUMLAH EKUITAS 115.990 124.325 61.624 318 350
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 626.332 725.603 623.651 50.798 359
Tabel 4
PT Sintesa Bara Gemilang
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan 197.918 532.997 614.854 - -
Beban pokok penjualan (184.487) (434.700) (510.668) - -
Laba bruto 13.431 98.298 104.186 - -
Beban umum dan administrasi (5.440) (5.697) (12.569) (0) (2)
Beban penjualan (1.005) (2.598) (2.093) - -
Penghasilan keuangan 17.049 49.636 7.545 - -
Beban keuangan (37.102) (34.795) (63.540) - -
Pendapatan (beban) lain-lain - neto 14.708 (13.971) 259 (32) -
Keuntungan dari pembelian dengan diskon - - 45.355 - -
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan 1.640 90.872 79.143 (33) (2)
Beban pajak penghasilan (9.890) (28.685) (24.993) - -
Laba (rugi) tahun berjalan (8.250) 62.187 54.150 (33) (2)
Penghasilan (rugi) komprehesif lain (85) 514 (270) - -
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan (8.335) 62.701 53.881 (33) (2)
Laba (rugi) tahun berjalan yang diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (8.414) 57.999 51.842 (33) (2)
Kepentingan non-pengendali 164 4.188 2.308 - -
34
Page 79
III.F. Penjelasan Singkat Mengenai Entitas Anak dan Entitas Asosiasi
III.F.1. Nusantara Mining Ltd.
III.F.1.a. Latar Belakang Nusantara Mining Ltd.
NML didirikan di Hong Kong pada tanggal 20 Februari 2008 dengan nomor
perusahaan 1211985. NML beralamat kantor di 14th Floor, One Taikoo Place, 979
King’s Road, Quarry Bay, Hong Kong.
III.F.1.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha NML adalah bergerak dalam bidang investasi pada
entitas anak di luar negeri yang bergerak dalam pertambangan batu bara serta
kegiatan usaha terkait lainnya.
III.F.1.c. Manajemen
Sususan Direksi NML pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur : Henry Yusuf
Direktur : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
III.F.1.d. Kepemilikan Saham
Pemegang saham NML adalah SBG dengan jumlah lembar saham sebanyak
20.415.608 lembar saham dengan nilai nominal sebesar USD 22 per lembar
saham.
III.F.2. Sakari Resources Ltd
III.F.2.a. Latar Belakang Sakari Resources Limited
SRL didirikan berdasarkan Certificate of Incorporation of Company yang
dikeluarkan oleh Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA)
Singapura dengan nomor perusahaan 199504024R pada tanggal 10 Juni 1995.
SRL berkantor pusat di 391B Orchard Road, Ngee Ann City, Tower B#17-01,
Singapura 238874.
III.F.2.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SRL adalah bergerak dalam bidang perusahaan
holding.
35
Page 80
III.F.2.c. Manajemen
Susunan Direksi SRL pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur : Henry Yusuf
Direktur : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
Direktur : Andreas Kastono Ahadi
III.F.2.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham SRL berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 5
Sakari Resources Ltd.
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam SGD)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Nusantara Mining Ltd. 1.091.118.215 95,96% 354.391.508
PT Sintesa Bara Gemilang 9.172.320 0,81% 2.979.139
Masyarakat 36.761.685 3,23% 11.940.071
Jumlah 1.137.052.220 100,00% 369.310.718
III.F.3. PT Bahari Perdana Persada
III.F.3.a. Latar Belakang PT Bahari Perdana Persada
BPP didirikan berdasarkan Akta Notaris Mala Mukti, S. H., Notaris di Jakarta,
No. 11 tanggal 20 Desember 2006. Anggaran Dasar BPP telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No. W7-00923.HT.01.01.Th2007 tanggal 24 Januari 2007 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 37 Tambahan Berita
Negara 4467 tanggal 8 Mei 2007.
Anggaran dasar BPP telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir anggaran dasar BPP berdasarkan Akta No. 1 tanggal 1 September 2023,
dibuat dihadapan Notaris Sari Jacob, S.H., M.Kn. Perubahan anggaran dasar
tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum dari
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Surat No. AHU-AH.01.03-0113971 tanggal 5 September 2023, yang tercantum
dalam Daftar Perusahaan yang dikelola oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor pendaftaran
AHU-0174457.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 5 September 2023.
36
Page 81
BPP berdomisili di RDTX Tower Lantai 26, Jalan Profesor Doktor Satrio Kavling E
IV No. 6, Mega Kuningan, Jakarta.
III.F.3.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha BPP adalah bergerak dalam bidang perusahaan
holding.
III.F.3.c. Manajemen
Sususan Dewan Komisaris dan Direksi BPP pada tanggal 31 Desember 2025
masing-masing adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ferdy Yustianto
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
III.F.3.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham BPP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 6
PT Bahari Perdana Persada
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Sakari Resources Ltd. 231.660 97,50% 810.810.000.000
Sakari Marine and Infrastructure Pte. Ltd. 5.940 2,50% 20.790.000.000
Jumlah 237.600 100,00% 831.600.000.000
III.F.4. PT Bahari Putra Perdana
III.F.4.a. Latar Belakang PT Bahari Putra Perdana
BPPA didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 10 tanggal 20 Desember 2006
oleh Mala Mukti S. H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapatkan
pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. W7-00934.HT.01.01.Th2007 tanggal 24 Januari 2007 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 37 Tambahan Berita Negara 4468
tanggal 8 Mei 2007.
37
Page 82
Anggaran dasar BPPA telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta No. 3 tanggal 12 Mei 2022 , dibuat dihadapan Notaris
Lilis Ismawati Siburian, S.H., M.Kn. Perubahan anggaran dasar tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-0036658.AH.01.02.TAHUN 2022
tanggal 31 Mei 2022.
BPPA berdomisili di RDTX Tower Lantai 26, Jalan Profesor Doktor Satrio Kavling
E No. 6, Mega Kuningan, Jakarta.
III.F.4.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha BPPA adalah bergerak dalam bidang holding,
pertambangan, kontraktor, perdagangan, perkebunan, pertanian, perikanan,
peternakan, kehutanan, dan transportasi.
III.F.4.c. Manajemen
Sususan Dewan Komisaris dan Direksi BPPA pada tanggal 31 Desember 2025
masing-masing adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ferdy Yustianto
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
III.F.4.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham BPPA berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 7
PT Bahari Putra Perdana
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Bahari Perdana Persada 9.940 99,40% 9.940.000.000
Sakara Resources Ltd. 60 0,60% 60.000.000
Jumlah 10.000 100,00% 10.000.000.000
38
Page 83
III.F.5. PT Reyka Wahana Digdjaya
III.F.5.a. Latar Belakang PT Reyka Wahana Digdjaya
RWD didirikan berdasarkan Akta Notaris B.R.Ay. Mahyastoeti Notonagoro, S.H.,
Notaris di Jakarta, No. 208 tanggal 29 Januari 1993. Anggaran Dasar RWD telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. C2-2119.HT.01.01.Th93 tanggal 12 April 1993
dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 4 Tambahan Berita
Negara 380 tanggal 12 Januari 2010.
Anggaran dasar BPP telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris Lilis Ismawati Siburian, S.H., M.Kn., No. 15,
terkait pengalihan saham RWD, perubahan status RWD dari perusahaan lokal
menjadi perusahaan penanaman modal asing, dan menyetujui peningkatan modal
dasar, modal ditempatkan dan modal disetor RWD. Akta tersebut telah disetujui
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0042615.AH.01.02 TAHUN 2022 tanggal 22 Juni 2022, yang
tercantum di Daftar Perusahaan yang dikelola oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor pendaftaran
AHU-0117762.AH.01.11.Tahun 2022 tanggal 22 Juni 2022.
RWD berdomisili di RDTX Tower Lantai 26, Jalan Profesor Doktor Satrio Kavling
E IV No. 6, Mega Kuningan, Jakarta.
III.F.5.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha RWD adalah bergerak dalam bidang perusahaan
holding, perdagangan bahan bakar padat, cair dan gas, perdagangan logam.
III.F.5.c. Manajemen
Sususan Dewan Komisaris dan Direksi RWD pada tanggal 31 Desember 2025
masing-masing adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ferdy Yustianto
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
39
Page 84
III.F.5.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham RWD berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 8
PT Reyka Wahana Digdjaya
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Bahari Putra Perdana 9.850 98,50% 9.850.000.000
Sakara Resources Ltd. 150 1,50% 150.000.000
Jumlah 10.000 100,00% 10.000.000.000
III.F.6. Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
III.F.6.a. Latar Belakang Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
TETPL didirikan berdasarkan Certificate of Incorporation of Company yang
dikeluarkan oleh Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA)
Singapura dengan nomor perusahaan 200405335K pada tanggal 3 Mei 2004.
TETPL berkantor pusat di 391B Orchard Road, Ngee Ann City, Tower B#17-03/04,
Singapura 238874.
III.F.6.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha TETPL adalah bergerak dalam bidang
perdagangan dan pemasaran batubara.
III.F.6.c. Manajemen
Susunan Direksi TETPL pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur : Henry Yusuf
Direktur : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
Direktur : Andreas Kastono Ahadi
III.F.6.d. Kepemilikan Saham
Pemegang saham TETPL adalah SRL dengan jumlah lembar saham sebanyak
5.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar USD 1,00 per lembar
saham.
40
Page 85
III.F.7. PT Bahari Cakrawala Sebuku
III.F.7.a. Latar Belakang PT Bahari Cakrawala Sebuku
BCS didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 32, tanggal 7 Mei 1993 oleh B.R.A.
Mahyastoeti Notonagoro, S. H., Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar BCS telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. C2-3263-HT.01.01.TH.93 tanggal 17 Mei 1993 dengan nomor
registrasi 1487/1993 tanggal 2 Juni 1993, dan diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 57, Tambahan Berita Negara No. 3211 tanggal
16 Juli 1993.
Anggaran dasar BCS telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 26 tanggal 31 Desember 2021, oleh
Sari Jacob, S.H., M.Kn., terkait dengan persetujuan pemegang saham atas
perubahan maksud, tujuan dan kegiatan usaha serta pengangkatan kembali
Dewan Komisaris dan Direksi yang sebelumnya. Akta tersebut telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0004730.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 20 Januari 2022
yang tercantum di Daftar Perusahaan yang dikelola oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor pendaftaran
AHU-0013303.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 20 Januari 2022.
BCS berdomisili di RDTX Tower Lantai 26, Jalan Profesor Doktor Satrio
Kavling E IV No. 6, Mega Kuningan, Jakarta.
III.F.7.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha BCS adalah bergerak dalam bidang perusahaan
holding.
III.F.7.c. Manajemen
Susunan Komisaris dan Direksi BCS pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Henry Jusuf
Direktur : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
41
Page 86
III.F.7.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham BCS berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 9
PT Bahari Cakrawala Sebuku
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Sakari Resources Ltd. 800 80,00% 2.800.000.000
PT Reyka Wahana Digdjaya 200 20,00% 700.000.000
Jumlah 1.000 100,00% 3.500.000.000
III.F.8. PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara
III.F.8.a. Latar Belakang PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara
BPN didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 64, tanggal 29 Desember 2006 oleh
Notaris Kasir, S. H., Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar BPN telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No. W7-00601.HT.01.01-TH.2007 tanggal 16 Januari 2007.
Anggaran dasar BPN telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir anggaran dasar BPN dilakukan berdasarkan Akta Notaris No. 30 pada
tanggal 31 Desember 2021 oleh Sari Jacob, S.H., M.Kn., terkait dengan
persetujuan pemegang saham atas perubahan maksud, tujuan dan kegiatan
usaha serta pengangkatan kembali Dewan Komisaris dan Direksi yang
sebelumnya. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. AHU-0005387.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal 23 Januari 2022, yang
tercantum di Daftar Perusahaan yang dikelola oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan nomor pendaftaran
AHU-0015105.AH.01.11.Tahun 2022 tanggal 23 Januari 2022.
BPN berdomisili di RDTX Tower Lantai 26, Jalan Profesor Doktor Satrio Kavling E
IV No. 6, Mega Kuningan, Jakarta.
III.F.8.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha BPN adalah bergerak dalam bidang perusahaan
holding.
42
Page 87
III.F.8.c. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BPN pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ferdy Yustianto
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
III.F.8.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham BPN berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 10
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Bahari Cakrawala Sebuku 5.999 99,98% 599.900.000
PT Bumi Borneo Metalindo 1 0,02% 100.000
Jumlah 6.000 100,00% 600.000.000
III.F.9. PT Karbon Mahakam
III.F.9.a. Latar Belakang PT Karbon Mahakam
KM didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 58 tanggal 21 Maret 2002 oleh Hosiana
C. Mandiangan, S. H. Anggaran Dasar KM telah disetujui oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat
No. C-09860.HT.01.01.Th.2002 tanggal 5 Juni 2002 dan diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 89 tanggal 7 November 2003.
Anggaran dasar KM telah mengalami perubahan. Perubahan terakhir anggaran
dasar KM dilakukan pada tanggal 31 Desember 2021 berdasarkan Akta Notaris
Sari Jacob, S.H., M.Kn., No. 25, terkait dengan persetujuan pemegang saham atas
perubahan maksud, tujuan dan kegiatan perusahaan serta pengangkatan kembali
Komisaris dan Dewan Direksi yang sebelumnya. Perubahan anggaran dasar ini
telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-0003445-AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 15 Januari 2022.
KM berdomisili di RDTX Tower Lantai 26, Jalan Profesor Doktor Satrio Kavling E
IV No. 6, Mega Kuningan, Jakarta.
43
Page 88
III.F.9.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha KM adalah bergerak dalam bidang pertambangan
batu bara.
III.F.9.c. Manajemen
Susunan Komisaris dan Direksi KM pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Henry Jusuf
Direktur : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
Direktur : Sudasi Harsono
III.F.9.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham KM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 11
PT Karbon Mahakam
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara 6.199 99,98% 6.199.000.000
PT Bumi Borneo Metalindo 1 0,02% 1.000.000
Jumlah 6.200 100,00% 6.200.000.000
44
Page 89
III.F.10. PT Metalindo Bumi Raya
III.F.10.a. Latar Belakang PT Metalindo Bumi Raya
MBR didirikan berdasarkan Akta Notaris Hosiana C. Mandiangan, S. H., No. 48
tanggal 6 Oktober 2003. Anggaran dasar MBR telah disetujui oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. C-27051.HT.01.01.TH.2003 tanggal 12 November 2003 dan diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 87 tanggal 1 November 2005.
Anggaran dasar MBR telah mengalami beberapa kali perubahan.
Perubahan terakhir anggaran dasar MBR dilakukan pada tanggal
2 Desember 2021 berdasarkan Akta Notaris Sari Jacob, S. H., M.Kn., No. 03 terkait
persetujuan pemegang saham atas perubahan maksud, tujuan dan kegiatan
perusahaan. Perubahan anggaran dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0069432.AH.01.02.Tahun
2021 tanggal 4 Desember 2021, yang tercantum di Daftar Perusahaan yang
dikelola oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
nomor registrasi AHU-0213938.AH.01.11.TAHUN 2021 tanggal 4 Desember 2021.
MBR berdomisili di RDTX Tower Lantai 26, Jalan Profesor Doktor Satrio
Kavling E IV No. 6, Mega Kuningan, Jakarta.
III.F.10.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha MBR adalah bergerak dalam bidang
pertambangan, perdagangan, konstruksi, industri transportasi darat, perbengkelan
dan jasa.
III.F.10.c. Manajemen
Susunan Komisaris dan Direksi MBR pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Henry Jusuf
Direktur : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
Direktur : Sudasi Harsono
45
Page 90
III.F.10.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham MBR berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 12
PT Metalindo Bumi Raya
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara 20.839 99,995% 20.839.000.000
PT Bumi Borneo Metalindo 1 0,005% 1.000.000
Jumlah 20.840 100,000% 20.840.000.000
III.F.11. PT Borneo Citrapertiwi Nusantara
III.F.11.a. Latar Belakang PT Borneo Citrapertiwi Nusantara
BCPN didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 63 tanggal 29 Desember 2006 oleh
Kasir, S. H., Notaris di Jakarta. Anggaran dasar BCPN telah disetujui oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. W7-00552.HT.01.01-
Th.2007 tanggal 16 Januari 2007 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 382, Tambahan Berita Negara No. 4 tanggal 12 Januari 2010.
Anggaran dasar BCPN telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 29 tanggal 31 Desember 2021 oleh Sari
Jacob, S.H., M.Kn., terkait persetujuan pemegang saham atas perubahan maksud,
tujuan dan kegiatan usaha serta pengangkatan kembali Dewan Komisaris dan
Direksi yang sebelumnya. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU.0005384.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal 22 Januari 2022
yang tercantum di Daftar Perusahaan yang dikelola oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor pendaftaran
AHU-0015097.AH.01.11.Tahun 2022 tanggal 22 Januari 2022.
BCPN berdomisili di RDTX Tower Lantai 26, Jalan Profesor Doktor Kavling E IV
No. 6, Mega Kuningan, Jakarta.
III.F.11.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha BCPN adalah bergerak dalam bidang perusahaan
holding.
46
Page 91
III.F.11.c. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BCPN pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ferdy Yustianto
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
III.F.11.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham BCPN berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 13
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Bahari Cakrawala Sebuku 5.999 99,98% 599.900.000
PT Bumi Borneo Metalindo 1 0,02% 100.000
Jumlah 6.000 100,00% 600.000.000
III.F.12. PT Tri Tunggal Lestari Bersama
III.F.12.a. Latar Belakang PT Tri Tunggal Lestari Bersama
TTLB didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 5 tanggal 26 Juli 2007 oleh
Rudiansyah, S. H., M.Kn., Notaris di Samarinda. Akta pendirian ini telah
mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. C-01163.HT.01.01-TH.2007 tanggal 24 Oktober 2007.
Anggaran dasar TTLB telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta No. 35 tanggal 31 Desember 2021, dibuat dihadapan
Notaris Sari Jacob, S.H., M.Kn., terkait persetujuan pemegang saham atas
perubahan maksud, tujuan dan kegiatan usaha serta pengangkatan kembali
Dewan Komisaris dan Direksi yang sebelumnya.. Perubahan anggaran dasar
tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-
0006982.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 27 Januari 2022, yang tercantum di Daftar
Perusahaan yang dikelola oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan nomor pendaftaran AHU-0019473.AH.01.11.TAHUN 2022
tanggal 27 Januari 2022.
47
Page 92
TTLB berkantor pusat di Mahakam Square Blok B No. 17-19, Jalan Untung
Surapati, Samarinda, Kalimantan Timur.
III.F.12.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha TTLB adalah bergerak dalam bidang
pertambangan, transportasi darat, jasa konstuksi, pertanian, dan percetakan.
III.F.12.c. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi TTLB pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ferdy Yustianto
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
III.F.12.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham TTLB berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 14
PT Tri Tunggal Lestari Bersama
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara 396 99,00% 3.960.000.000
PT Separi Energy 4 1,00% 40.000.000
Jumlah 400 100,00% 4.000.000.000
48
Page 93
III.F.13. PT Sentika Mitra Persada
III.F.13.a. Latar Belakang PT Sentika Mitra Persada
SMP didirikan berdasarkan Akta Notaris Nancy Nirwana Somalinggi, S. H., No. 3
tanggal 8 Desember 2005. Anggaran dasar SMP telah disetujui oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi dan Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat
No. C-10649.HT.01.01.TH 2006.
Anggaran dasar SMP telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
berdasarkan Akta Notaris Sari Jacob, S.H., M.Kn., No. 34 tanggal
31 Desember 2021 terkait dengan persetujuan pemegang saham atas perubahan
maksud, tujuan dan kegiatan usaha serta pengangkatan kembali Komisaris dan
Direksi yang sebelumnya. Perubahan anggaran dasar ini telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-0005796.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 24 Januari 2022.
SMP berdomisili di RDTX Tower Lantai 26, Jalan Profesor Doktor Satrio Kavling E
IV No. 6, Mega Kuningan, Jakarta.
III.F.13.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SMP adalah bergerak dalam bidang pertambangan,
perdagangan, konstruksi, industri transportasi darat, perbengkelan dan jasa.
III.F.13.c. Manajemen
Susunan Komisaris dan Direksi SMP pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Henry Jusuf
Direktur : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
49
Page 94
III.F.13.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham SMP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 15
PT Sentika Mitra Persada
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara 57.803 99,998% 57.803.000.000
PT Bumi Borneo Metalindo 1 0,002% 1.000.000
Jumlah 57.804 100,000% 57.804.000.000
III.F.14. PT Mutiara Kapuas
III.F.14.a. Latar Belakang PT Mutiara Kapuas
MK didirikan berdasarkan Akta Notaris Umar Saili, S. H., No. 02 tanggal
6 Juli 2001. Anggaran dasar MKS telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat No. C-09333.HT.01.01.TH
2001.
Anggaran dasar MK telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris Sari Jacob, S. H., M.Kn., No 33 tanggal
31 Desember 2021 terkait dengan persetujuan pemegang saham atas perubahan
maksud, tujuan dan kegiatan usaha, serta pengangkatan kembali Komisaris dan
Direksi yang sebelumnya. Perubahan anggaran dasar ini telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-0005789.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 24 Januari 2022 yang tercantum
di Daftar Perusahaan yang dikelola oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan nomor pendaftaran AHU-0016203.AH.01.11.Tahun
2022 tanggal 24 Januari 2022.
MKS berdomisili di RDTX Tower Lantai 26, Jalan Profesor Doktor Satrio Kavling E
IV No. 6, Mega Kuningan, Jakarta.
III.F.14.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha MK adalah bergerak dalam bidang pertambangan
batu bara.
50
Page 95
III.F.14.c. Manajemen
Susunan Komisaris dan Direksi MK pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Henry Jusuf
Direktur : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
III.F.14.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham MK berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 16
PT Mutiara Kapuas
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara 21.882 99,995% 21.882.000.000
PT Bumi Borneo Metalindo 1 0,005% 1.000.000
Jumlah 21.883 100,000% 21.883.000.000
III.F.15. PT Separi Energy
III.F.15.a. Latar Belakang PT Separi Energy
SE didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 3 tanggal 5 Oktober 2001 oleh Besri
Zakaria, S. H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapatkan
pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. C-11853.HT.01.01.Th.2001 tanggal 30 Oktober 2001 dan diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 61 tanggal 30 Juli 2002.
Anggaran dasar SE telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris Sari Jacob, S. H., M.Kn., No 1 tanggal
1 April 2024 terkait dengan persetujuan pemegang saham atas perubahan
maksud, tujuan dan kegiatan usaha. Perubahan anggaran dasar tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-0021030.AH.01.02.TAHUN 2024
tanggal 2 April 2024, yang tercantum di Daftar Perusahaan yang dikelola oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor
pendaftaran AHU-0068680.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 2 April 2024.
51
Page 96
SE berdomisili di Mahakam Square Blok B No. 17-19, Jalan Untung Surapati,
Samarinda, Kalimantan Timur.
III.F.15.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SE adalah bergerak dalam bidang perusahaan
holding.
III.F.15.c. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SE pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Ferdy Yustianto
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Henry Jusuf
Direktur : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
III.F.15.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham SE berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 17
PT Separi Energy
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara 34.999 99,997% 34.999.000.000
PT Bumi Borneo Metalindo 1 0,003% 1.000.000
Jumlah 35.000 100,000% 35.000.000.000
52
Page 97
III.F.16. PT Kemilau Rindang Abadi
III.F.16.a. Latar Belakang PT Kemilau Rindang Abadi
KRA didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 98 tanggal 21 September 2001 dari
Bambang Sudarsono, S.H., notaris di Tenggarong. Anggaran Dasar KRA telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi dan Manusia Republik Indonesia
berdasarkan surat No. C-14514.HT.01.01.Th.2001 tanggal 29 November 2001.
Anggaran dasar KRA telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris Sari Jacob, S. H., M.Kn., No 7 tanggal
14 Maret 2022 terkait dengan persetujuan pemegang saham atas perubahan
maksud, tujuan dan kegiatan usaha serta pengangkatan kembali Komisaris dan
Direksi yang sebelumnya . Perubahan anggaran dasar tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Keputusan No. AHU-0018153.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal
14 Maret 2022 yang tercantum di Daftar Perusahaan yang dikelola oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor pendaftaran
AHU-00050197.AH.01.11.Tahun 2022 tanggal 14 Maret 2022.
KRA berdomisili di Mahakam Square Blok B No. 17-19, Jalan Untung Surapati,
Samarinda, Kalimantan Timur.
III.F.16.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan KRA adalah bergerak dalam bidang pertambangan,
perdagangan, konstruksi, industri transportasi darat, perbengkelan dan jasa.
III.F.16.c. Manajemen
Susunan Komisaris dan Direksi KRA pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Henry Jusuf
Direktur : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
Direktur : Sudasi Harsono
53
Page 98
III.F.16.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham KRA berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 18
PT Kemilau Rindang Abadi
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Separi Energy 499 99,80% 499.000.000
PT Tri Tunggal Lestari Bersama 1 0,20% 1.000.000
Jumlah 500 100,00% 500.000.000
III.F.17. PT Jembayan Muarabara
III.F.17.a. Latar Belakang PT Jembayan Muarabara
JM didirikan berdasarkan Akta Notaris Besri Zakaria, S.H., Notaris di Jakarta,
No. 7, tanggal 4 Desember 1995 yang di amandemen berdasarkan Akta Notaris
No. 11 tanggal 24 Juli 1998. Anggaran dasar JM telah disetujui oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. C2-19.831.HT.01.01.Th.98 tanggal 13 Oktober 1998 dan diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 87, Tambahan Berita Negara No. 6570
tanggal 31 Oktober 2000.
Anggaran dasar JM telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris Sari Jacob, S. H., M.Kn., No 3 tanggal
3 Oktober 2025 terkait dengan persetujuan pemegang saham atas perubahan
maksud, tujuan dan kegiatan usaha. Perubahan anggaran dasar ini telah
memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU-0066958.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal
3 Oktober 2025 yang tercantum di Daftar Perusahaan yang dikelola oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor pendaftaran
AHU-0231571.AH.01.11. Tahun 2025 tanggal 3 Oktober 2025.
JM berdomisili di Mahakam Square Blok B No. 17-19, Jalan Untung Suropati,
Samarinda, Kalimantan Timur.
III.F.17.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan JM adalah bergerak dalam bidang pertambangan,
perdagangan, konstruksi, industri transportasi darat, perbengkelan dan jasa.
54
Page 99
III.F.17.c. Manajemen
Susunan Komisaris dan Direksi JM pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Henry Jusuf
Direktur : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
Direktur : Sudasi Harsono
Direktur : Ferdy Yustianto
III.F.17.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham JM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 19
PT Jembayan Muarabara
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Separi Energy 49.998 99,996% 24.999.000.000
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara 2 0,004% 1.000.000
Jumlah 50.000 100,00% 25.000.000.000
III.F.18. PT Arzara Baraindo Energitama
III.F.18.a. Latar Belakang PT Arzara Baraindo Energitama
ABE didirikan berdasarkan Akta Notaris Bambang Sudarsono, S.H., Notaris di
Tenggarong, No. 58, tanggal 15 Februari 2000. Anggaran dasar ABE telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. C-16717.HT.01.01.Th.2000 tanggal
4 Agustus 2000 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 98,
Tambahan Berita Negara No. 12034, tanggal 9 Desember 2003
55
Page 100
Anggaran dasar ABE telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir anggaran dasar ABE dilakukan pada tanggal 31 Desember 2021
berdasarkan Akta Notaris Sari Jacob, S. H., M.Kn., No 24 tanggal
31 Desember 2021 terkait dengan persetujuan pemegang saham atas perubahan
maksud, tujuan dan kegiatan usaha serta pengangkatan kembali Komisaris dan
Direksi yang sebelumnya. Perubahan anggaran dasar ini telah memperoleh
persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0003429.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 15 Januari 2022 yang
tercantum di Daftar Perusahaan yang dikelola oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan nomor pendaftaran AHU-
0009641.AH.01.11.Tahun 2022 tanggal 15 Januari 2022.
ABE berdomisili di Mahakam Square Blok B No. 17-19, Jalan Untung Suropati,
Samarinda, Kalimantan Timur.
III.F.18.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan ABE adalah bergerak dalam bidang pertambangan,
perdagangan, konstruksi, industri transportasi darat, perbengkelan dan jasa.
III.F.18.c. Manajemen
Susunan Komisaris dan Direksi ABE pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Henry Jusuf
Direktur : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
Direktur : Sudasi Harsono
III.F.18.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham ABE berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 20
PT Arzara Baraindo Energitama
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Separi Energy 99.999 99,999% 999.990.000
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara 1 0,001% 10.000
Jumlah 100.000 100,000% 1.000.000.000
56
Page 101
III.F.19. PT Bumi Borneo Metalindo
III.F.19.a. Latar Belakang PT Bumi Borneo Metalindo
BBM didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 29 tanggal 25 September 2001 oleh
Gabi Siantori, S. H., Notaris di Banjarmasin. Akta pendirian ini telah mendapatkan
pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. C-12736.AH.01.01.TH 2002 tanggal 11 Juli 2022.
Anggaran dasar BBM telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris Sari Jacob, S. H., M.Kn., No 28 tanggal
31 Desember 2021 terkait dengan persetujuan pemegang saham atas perubahan
maksud, tujuan dan kegiatan usaha serta pengangkatan kembali Komisaris dan
Direksi yang sebelumnya. Perubahan anggaran dasar tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Keputusan No. No. AHU-0005394.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal
23 Januari 2022 yang tercantum di Daftar Perusahaan yang dikelola oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor pendaftaran
AHU-0015124.AH.01.11. Tahun 2022 tanggal 23 Januari 2022.
BBM berdomisili di RDTX Tower Lantai 26, Jalan Profesor Doktor Satrio Kavling E
IV No. 6, Mega Kuningan, Jakarta.
III.F.19.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha BBM adalah bergerak dalam bidang perusahaan
holding.
III.F.19.c. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi BBM pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Ferdy Yustianto
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
57
Page 102
III.F.19.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham BBM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 21
PT Bumi Borneo Metalindo
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Bahari Cakrawala Sebuku 599 99,833% 599.000.000
Andre Rahadian 1 0,167% 1.000.000
Jumlah 600 100,000% 600.000.000
III.F.20. PT Citra Pertiwi Nusantara
III.F.20.a. Latar Belakang PT Citra Pertiwi Nusantara
CPN didirikan berdasarkan Akta Notaris Sugito Tedjamulja, S.H., Notaris di
Jakarta, No. 3 tanggal 3 Desember 2009. Anggaran dasar CPN telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-61651.AH.01.01 tanggal 16 Desember 2009.
Anggaran dasar CPN telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris Sari Jacob, S.H., M.Kn., No 31 tanggal
31 Desember 2021 terkait dengan persetujuan pemegang saham atas perubahan
maksud, tujuan dan kegiatan usaha serta pengangkatan kembali Komisaris dan
Direksi yang sebelumnya. Perubahan anggaran dasar tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Keputusan No. AHU-0005768.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal
24 Januari 2022 yang tercantum di Daftar Perusahaan yang dikelola oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor
pendaftaran AHU-0016144.AH.01.11.Tahun 2022 tanggal 24 Januari 2022.
CPN berdomisili di RDTX Tower, Lantai 26. Jalan Profesor Doktor Satrio Kavling
E IV No. 6, Mega Kuningan, Jakarta.
III.F.20.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha CPN adalah bergerak dalam bidang jasa sewa
kapal untuk industri pertambangan.
58
Page 103
III.F.20.c. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi CPN pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Ferdy Yustianto
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
III.F.20.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham CPN berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 22
PT Citra Pertiwi Nusantara
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Bumi Borneo Metalindo 12.375 99,00% 12.375.000.000
PT Bahari Cakrawala Sebuku 125 1,00% 125.000.000
Jumlah 12.500 100,00% 12.500.000.000
III.F.21. Sakari Marine Infrastructure Pte. Ltd.
III.F.21.a. Latar Belakang Sakari Marine Infrastructure Pte. Ltd.
SMIPL didirikan berdasarkan Certificate of Incorporation of Company yang
dikeluarkan oleh Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA)
Singapura dengan nomor perusahaan 200602194E pada tanggal
18 Februari 2006.
SMI berkantor pusat di 391B Orchard Road, Ngee Ann City, Tower B17-01,
Singapura 238874.
III.F.21.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SMIPL adalah bergerak dalam bidang konstruksi
dan investasi pada proyek infrastruktur laut.
59
Page 104
III.F.21.c. Manajemen
Susunan Direksi SMIPL pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur : Henry Yusuf
Direktur : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
Direktur : Ferdy Yustianto
Direktur : Andreas Kastono Ahadi
III.F.21.d. Kepemilikan Saham
Pemegang saham SMIPL adalah SRL dengan jumlah lembar saham sebanyak 2
lembar saham dengan nilai nominal sebesar SGD 1 per lembar saham.
III.F.22. PT Sinergy Consultancy Services
III.F.22.a. Latar Belakang PT Sinergy Consultancy Services
SCS didirikan berdasarkan Akta Notaris Amrul Partomuan Pohan, S. H., LL. M.,
Notaris di Jakarta, No. 3 tanggal 4 Februari 1998. Anggaran Dasar Perusahaan
telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. C-02044.HT.01.01.TH.2001 tanggal
14 Juni 2001 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 74 tanggal 14 September 2001.
Anggaran dasar SCS telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris Sari Jacob, S.H., M.Kn., No 20 tanggal
22 Agustus 2022 terkait dengan persetujuan pemegang saham atas perubahan
maksud, tujuan dan kegiatan usaha serta pengangkatan kembali Komisaris dan
Direksi yang sebelumnya. Perubahan anggaran dasar tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Keputusan No. AHU-0060035.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal
23 Agustus 2022 yang tercantum di Daftar Perusahaan yang dikelola oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor
pendaftaran AHU-0165540.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 23 Agustus 2022.
SCS berdomisili di RDTX Tower Lantai 26, Jalan Profesor Doktor Satrio Kavling E
IV No. 6, Mega Kuningan, Jakarta.
III.F.22.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SCS adalah bergerak dalam bidang jasa eksplorasi,
komersial, dan layanan teknis lainnya.
60
Page 105
III.F.22.c. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SCS pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Ferdy Yustianto
Komisaris : Andreas Kastono Ahadi
Direksi
Direktur Utama : Raymond Anthony Gerungan
Direktur : Wong Michael
III.F.22.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham SCS berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 23
PT Sinergy Consultancy Services
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Sakari Resources Ltd. 990 99,00% 2.970.000.000
Sakari Marine and Infrastructure Pte. Ltd. 10 1,00% 30.000.000
Jumlah 1.000 100,00% 3.000.000.000
III.F.23. Yoxford Holdings
III.F.23.a. Latar Belakang Yoxford Holdings
YH didirikan di Mauritius pada tanggal 13 Oktober 2004 dan memiliki Global
Business License dibawah Financial Services Act 2007 dengan nomor perusahaan
52974. YHS berkantor pusat di Ebene Tower Lantai 8, Cybercity, Ebene Republic
of Mauritius, Mauritius.
III.F.23.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha YH adalah bergerak dalam bidang perusahaan
holding.
III.F.23.c. Manajemen
Susunan Direksi YHS pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur : Atiphat Juprasongsup
Direktur : Vedita Ragoo-Sobrum
Direktur : Farhana Alimohamed
61
Page 106
III.F.23.d. Kepemilikan Saham
Pemegang saham YH adalah NML dengan jumlah lembar saham sebanyak 1.000
lembar saham dengan nilai nominal sebesar USD 1 per lembar saham.
III.F.24. Madagascar Consolidated Mining S.A
III.F.24.a. Latar Belakang Madagascar Consolidated Mining S.A
MCMSA merupakan perusahaan milik publik yang didirikan pada tanggal
25 Januari 2005. MCM berkantor pusat di Immeuble Assist – Ivandry Lantai 3,
Antananarivo, Madagaskar.
III.F.24.b. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha MCMSA adalah bergerak dalam bidang
perusahaan holding.
III.F.24.c. Manajemen
Susunan Direksi MCMSA pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur : Lydia Micheline Rafidinarivo
Direktur : Paiboon Theplerdboon
Direktur : Yuvapragorn Tosaporn
Direktur : Dinamalala Ranaivosaona
Direktur : Lydia Micheline Rafidinarivo
III.F.24.d. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham MCMSA berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 24
Madagascar Consolidated Mining S.A
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam MGA)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Yoxford Holdings Ltd 400 80,00% 8.000.000
Nassco 100 20,00% 2.000.000
Jumlah 500 100,00% 10.000.000
62
Page 107
III.F.25. Analisis atas Kinerja Historis Perseroan
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR dengan
pendapat wajar wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024
dan 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR masing-masing wajar tanpa
modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain. Laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR dengan pendapat wajar dengan
modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP
TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
III.F.25.a Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Tabel 25
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam Ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 30.941 69.281 109.492 16.887 7.634
Piutang usaha - neto 43.293 72.734 78.740 60.472 30.370
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 35.074 67 72 1.184 96.198
Pihak ketiga - neto 7.950 6.807 134.324 107.798 112
Uang muka dan biaya dibayar di muka 167.764 173.571 158.243 1.593 1.211
Piutang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun - neto - 15.483 15.483 26.076 69.798
Aset keuangan lainnya 248.103 213.462 206.384 52.130 202
Pajak dibayar di muka 18.736 18.184 42.013 - 331
Persediaan 8.699 6.148 14.845 - -
Klaim pengembalian pajak 5.498 22.134 5.275 - -
Jumlah Aset Lancar 566.057 597.872 764.870 266.141 205.856
ASET TIDAK LANCAR
Piutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
akan jatuh tempo dalam satu tahun 4.027 5.395 13.851 9.026 10.356
Uang muka investasi - neto 371.262 371.262 281.829 331.829 180.573
Aset pajak tangguhan 1.524 2.233 2.614 2.552 1.071
Investasi pada ventura bersama 212.558 265.804 245.091 265.324 347.944
Aset tetap - neto 273.757 263.138 223.988 132.126 110.751
Properti pertambangan - neto 78.587 82.373 124.753 62.801 69.126
Aset takberwujud - neto 12.076 15.321 18.542 21.799 25.165
Aset keuangan lainnya 57.226 55.791 53.138 5.567 101
Aset tidak lancar lainnya 6.706 6.773 6.408 5.605 2.356
Pajak dibayar di muka 16.004 24.240 18.057 - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.033.729 1.092.330 988.271 836.628 747.443
JUMLAH ASET 1.599.786 1.690.202 1.753.141 1.102.769 953.300
63
Page 108
(Dalam Ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek 4.776 33.660 79.262 26.421 14.090
Utang usaha - Pihak ketiga 82.492 77.837 90.027 10.643 10.597
Utang lain-lain
Pihak berelasi 335 309 510 692 35.400
Pihak ketiga 16.885 4.566 3.513 2.322 333
Utang pajak 19.005 41.985 46.542 27.198 15.294
Beban akrual 100.117 135.993 129.734 63.068 53.097
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Pinjaman jangka panjang 134.541 158.745 508.874 237.849 297.207
Liabilitas jangka panjang lainnya 87.215 114.646 114.731 110.761 -
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 6.536 3.360 7.798 - -
Liabilitas sewa 139 762 587 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 452.040 571.862 981.578 478.954 426.017
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Pinjaman jangka panjang 411.479 458.357 146.718 99.285 26.425
Liabilitas jangka panjang lainnya 109.653 36.438 15.265 15.265 94.459
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 15.138 15.780 11.305 - 822
Liabilitas sewa 310 327 983 - -
Liabilitas imbalan pasca-kerja 2.270 2.377 4.638 567 -
Liabilitas pajak tangguhan 14.910 13.661 13.197 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 553.760 526.940 192.106 115.118 121.705
JUMLAH LIABILITAS 1.005.801 1.098.802 1.173.684 594.071 547.722
EKUITAS
Modal saham 547.774 547.774 547.774 508.510 418.517
Tambahan modal disetor 121.155 121.155 121.155 108.590 86.092
Penghasilan komprehensif lainnya (9.089) (10.356) (11.947) (13.445) (10.526)
Saldo defisit (192.019) (192.933) (199.394) (205.282) (177.977)
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali (1.067) (1.067) (1.067) (1.067) -
Transaksi dengan kepentingan non-pengendali (430) (430) (430) - -
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
Pemilik entitas induk 466.323 464.141 456.091 397.305 316.107
Kepentingan non-pengendali 127.662 127.259 123.367 111.392 89.471
JUMLAH EKUITAS 593.985 591.400 579.457 508.698 405.578
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.599.786 1.690.202 1.753.141 1.102.769 953.300
III.F.25.b Aset
Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025,
31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
USD 1.599,79 juta, USD 1.690,20 juta, USD 1.753,14 juta, USD 1.102,77 juta, dan
USD 953,30 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
sebesar USD 90,42 juta atau setara dengan 5,35% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan kas dan setara kas, piutang usaha – neto, dan investasi pada ventura
bersama masing-masing sebesar USD 38,34 juta, USD 29,44 juta, dan
USD 53,25 juta yang disertai dengan kenaikan piutang lain-lain sebesar
USD 36,15 juta.
64
Page 109
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
sebesar USD 62,94 juta atau setara dengan 3,59% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan kas dan setara kas, piutang lain-lain, serta properti pertambangan -
neto masing-masing sebesar USD 40,21 juta, USD 127,52 juta, dan
USD 42,38 juta yang disertai dengan kenaikan uang investasi - neto dan aset tetap
- neto masing-masing sebesar USD 89,43 juta dan USD 39,15 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar USD 650,37 juta atau setara dengan 58,98% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kas
dan setara kas, uang muka dan biaya dibayar di muka, dan aset Keuangan lainnya
masing-masing sebesar USD 92,61 juta, USD 156,65 juta, dan USD 154,25 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar USD 149,47 juta atau setara dengan 15,68% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan piutang usaha – neto, aset keuangan lainnya, dan uang muka investasi
– neto masing-masing sebesar USD 30,10 juta, USD 51,93 juta, dan
USD 151,26 juta yang disertai dengan penurunan investasi pada ventura bersama
sebesar USD 82,62 juta.
III.F.25.c Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 1.005,80 juta,
USD 1.098,80 juta, USD 1.173,68 juta, USD 594,07 juta, dan USD 547,72 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar USD 93,00 juta atau setara dengan 8,46% dibandingkan
dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan pinjaman sebesar USD 99,97 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar USD 74,88 juta atau setara dengan 6,38% dibandingkan
dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan pinjaman sebesar USD 84,09 juta yang disertai
dengan kenaikan beban akrual sebesar USD 6,26 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar USD 579,61 juta atau setara dengan 97,57% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan pinjaman, utang usaha, dan beban akrual masing-masing sebesar
USD 371,30 juta, USD 79,38 juta, dan USD 66,67 juta.
65
Page 110
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar USD 46,35 juta atau setara dengan 8,46% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan pinjaman dan liabilitas jangka panjang lainnya masing-masing sebesar
USD 25,84 juta dan USD 31,57 juta.
III.F.25.d Ekuitas
Jumlah ekuitas modal Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
2023, dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 593,99 juta,
USD 591,40 juta, USD 579,46 juta USD 508,70 juta, dan USD 405,58 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar USD 2,59 juta jatau setara dengan 0,44% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan dan selisih kurs penjabaran
laporan keuangan masing-masing sebesar USD 1,50 juta dan USD 1,55 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar USD 11,94 juta atau setara dengan 2,06% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar USD 10,41 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar USD 70,76 juta atau setara dengan 13,91% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
tambahan modal disetor sebesar USD 51,83 juta yang disertai dengan laba tahun
berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar USD 8,46 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar USD 103,12 juta atau setara dengan 25,43% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
tambahan modal disetor dari eksekusi waran sebesar USD 112,49 juta.
66
Page 111
III.F.25.e Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Tabel 26
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam Ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan 235.090 562.969 651.060 43.723 65.586
Beban pokok pendapatan 200.443 451.661 528.075 23.115 17.378
Laba bruto 34.646 111.307 122.985 20.608 48.208
Beban umum dan administrasi (11.925) (14.069) (18.859) (8.091) (5.137)
Bagian laba (rugi) dari ventura bersama 14.051 17.559 21.950 (1.095) 40.703
Pendapatan bunga 11.427 13.865 15.468 3.320 38
Biaya keuangan (69.101) (84.583) (82.778) (48.489) (51.477)
Pendapatan (beban) lain-lain - neto 36.357 (2.432) (21.909) 56.088 (827)
Laba sebelum manfaat (beban) pajak final dan penghasilan 15.455 41.647 36.857 22.341 31.508
Beban pajak penghasilan (13.959) (31.232) (28.399) (3.851) (6.749)
Beban pajak final - - - (4.120) (2.866)
Laba tahun berjalan 1.496 10.414 8.458 14.370 21.893
Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya 1.089 1.529 769 (2.920) (483)
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 2.585 11.943 9.227 11.450 21.410
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 1.089 6.537 6.589 206 14.311
Kepentingan non-pengendali 407 3.877 1.869 14.164 7.582
III.F.25.f Pendapatan
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
USD 235,09 juta, USD 562,97 juta, USD 651,06 juta,
USD 43,72 juta, dan USD 65,59 juta.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar USD 327,88 juta atau setara
dengan 58,24% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar USD 88,09 juta atau setara
dengan 13,53% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar USD 607,34 juta dibandingkan
dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar USD 21,86 juta atau setara
dengan 33,34% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021.
67
Page 112
III.F.25.g Laba Tahun Berjalan
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022 dan 2021 masing-masing adalah sebesar
USD 1,50 juta, USD 10,41 juta, USD 8,46 juta, USD 14,37 juta, dan
USD 21,89 juta.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar USD 8,92 juta atau setara
dengan 85,63% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar USD 1,96 juta atau setara
dengan 23,13% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar USD 5,91 juta atau setara
dengan 41,14% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar USD 7,52 juta atau setara
dengan 34,36% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
68
Page 113
III.F.25.h Laporan Arus Kas Konsolidasian
Tabel 27
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam Ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 264.527 568.879 752.388 55.865 70.884
Pembayaran kepada pemasok (209.796) (419.653) (469.280) (16.236) (6.497)
Pembayaran pajak penghasilan (35.392) (34.700) (113.767) (4.168) (8.529)
Pembayaran beban keuangan (59.949) (93.352) (70.288) (9.500) (35.862)
Pembayaran kepada karyawan (10.365) (8.751) (6.545) (3.144) (3.354)
Penerimaan dari pengembalian pajak 25.076 - - - -
Pembayaran beban lain-lain - - - (4.641) (1.862)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (25.900) 12.423 92.507 18.176 14.781
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dividen tunai 81.556 39.196 51.689 43.500 91.696
Penerimaan dari pendapatan bunga 5.154 13.865 7.800 141 38
Perolehan aset tetap (30.796) (25.167) (13.753) (14) (44)
Penempatan pada bank yang dibatasi penggunaannya (545) (25.093) (20.608) (5.466) -
Penerimaan piutang jangka panjang 5.395 8.456 6.761 - -
Pembayaran uang muka akuisisi tanah (8.762) (45.362) (154.361) - -
Penempatan pada aset keuangan lancar lainnya (33.822) (2.549) (130.299) - -
Pembayaran piutang lain-lain jangka pendek - - (43.631) - (26.081)
Penempatan pada teknologi finansial (19.878) (149) (477) - -
Pencairan uang muka investasi - 35.860 - - -
Pencairan dari bank yang dibatasi penggunaannya 93 22.207 - - -
Penerimaan bunga dari investasi jangka pendek - - - 1.445 -
Penjualan aset tetap - 22 - - -
Pencairan dari teknologi finansial 19.895 138 513 - -
Pencairan uang muka akuisisi tanah 16.679 - - - -
Pencairan dari aset keuangan lancar lainnya 8.099 - - - -
Pemberian pinjaman pada entitas ventura bersama (31.509) - - - -
Pemberian piutang jangka panjang (4.027) - - - -
Pembayaran uang muka lain-lain - - - (27.511) -
Pembayaran piutang lain-lain jangka pendek - - - (5.241) -
Penempatan deposito yang dibatasi penggunaannya - - - (1.907) -
Penempatan atas aset jangka pendek - - - (55.016) -
Pembayaran uang muka akuisisi entitas anak - - - (50.000) -
Pembayaran uang muka investasi - - - (94.706) -
Akuisisi entitas anak dengan perolehan kas neto - - (171.792) - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi 7.531 21.425 (468.158) (194.776) 65.608
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman jangka panjang 37.598 552.968 516.009 124.596 36.206
Pembayaran pinjaman jangka panjang (94.648) (590.340) (151.657) (70.201) (69.981)
Pembayaran pinjaman jangka pendek (28.863) (52.319) (2.064) (1.709) (48.781)
Pembayaran liabilitas sewa (640) (481) (518) - -
Penerimaan liabilitas jangka panjang lainnya 74.468 9.277 - - -
Pembayaran liabilitas jangka panjang lainnya (7.887) - - - -
Penerimaan pinjaman jangka pendek - 6.835 54.657 13.986 1.402
Penerimaan dari penerbitan saham baru
dan eksekusi waran - - 51.829 112.491 -
Tambahan modal disetor dari eksekusi waran entitas anak - - - 6.690 -
Penerimaan dari liabilitas jangka panjang lainnya
dari ventura bersama - - - - 4.344
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (19.971) (74.059) 468.256 185.853 (76.811)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (38.340) (40.211) 92.605 9.253 3.579
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 69.281 109.492 16.887 7.634 4.055
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 30.941 69.281 109.492 16.887 7.634
69
Page 114
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar USD 25,90 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-
masing adalah sebesar USD 12,42 juta, USD 92,51 juta, USD 18,18 juta, dan
USD 14,78 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar
USD 25,90 juta terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran
pajak penghasilan, dan pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar
USD 209,80 juta, USD 35,39 juta, dan USD 59,95 juta yang disertai dengan
peneriman dari pelanggan sebesar USD 264,53 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 12,42 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 568,88 juta yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran pajak penghasilan, dan
pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar USD 419,65 juta,
USD 34,70 juta, dan USD 93,35 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 92,51 juta terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan USD 752,39 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran pajak penghasilan, dan
pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar USD 469,28 juta,
USD 113,77 juta, dan USD 70,29 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 18,18 juta terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan USD 55,87 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran pajak penghasilan, dan
pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar USD 16,24 juta,
USD 4,17 juta, dan USD 9,50 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 14,78 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 70,88 juta yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran pajak penghasilan, dan
pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar USD 6,50 juta,
USD 8,53 juta, dan USD 35,86 juta.
70
Page 115
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, dan 2021 masing-masing
adalah sebesar USD 7,53 juta, USD 21,43 juta, dan USD 65,61 juta. Arus kas
bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing
adalah sebesar USD 468,16 juta dan USD 194,78 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 7,53 juta terutama berasal
dari penerimaan dividen tunai dan pencairan dari teknologi finansial masing-
masing sebesar USD 81,56 juta dan USD 19,90 juta yang disertai dengan
perolehan aset tetap, penempatan pada aset keuangan lancar lainnya, dan
pemberian pinjaman pada entitas ventura bersama masing-masing sebesar
USD 30,80 juta, USD 33,82 juta, dan USD 31,51 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 21,43 juta terutama
berasal dari penerimaan dividen tunai, pencairan uang muka investasi, dan
pencairan dari bank yang dibatasi penggunaannya masing-masing sebesar
USD 39,20 juta, USD 35,86 juta, dan USD 22,21 juta yang disertai dengan
perolehan aset tetap dan pembayaran uang muka akuisisi tanah masing-masing
sebesar USD 25,17 juta dan USD 45,36 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 468,16 juta terutama
berasal dari pembayaran uang muka akuisisi tanah, penempatan pada aset
keuangan lancar lainnya, dan akuisisi entitas anak dengan perolehan kas neto
masing-masing sebesar USD 154,36 juta, USD 130,30 juta, dan USD 171,79 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk periode
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 194,78 juta
terutama berasal dari penempatan atas aset jangka pendek, penempatan uang
muka akuisisi entitas anak, dan pembayaran uang muka investasi masing-masing
sebesar USD 55,02 juta, USD 50,00 juta, dan USD 94,71 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk periode
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 65,61 juta
terutama berasal dari penerimaan dividen tunai sebesar USD 91,70 juta yang
disertai dengan pembayaran piutang lain-lain jangka pendek sebesar
USD 26,08 juta.
71
Page 116
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024 dan 2021 masing-
masing adalah sebesar USD 19,97 juta, USD 74,06 juta, dan USD 76,82 juta. Arus
kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing
adalah sebesar USD 468,26 juta dan USD 185,85 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 19,97 juta terutama
berasal dari pembayaran pinjaman jangka panjang dan pembayaran pinjaman
jangka pendek masing-masing sebesar USD 94,65 juta dan USD 28,86 juta yang
disertai dengan penerimaan pinjaman jangka panjang dan penerimaan liabilitas
jangka panjang lainnya masing-masing sebesar USD 37,60 juta dan
USD 74,47 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 74,06 juta terutama
berasal dari pembayaran pinjaman jangka panjang dan pembayaran pinjaman
jangka pendek masing-masing sebesar USD 590,34 juta dan USD 52,32 juta yang
disertai dengan penerimaan pinjaman jangka panjang sebesar USD 552,97 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 468,26 juta terutama
berasal dari dari penerimaan pinjaman jangka panjang, penerimaan pinjaman
jangka pendek, dan penerimaan dari penerbitan saham baru dan eksekusi waran
masing-masing sebesar USD 516,01 juta, USD 54,66 juta, dan USD 51,83 juta
yang disertai dengan pembayaran pinjaman jangka panjang sebesar
USD 151,66 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 185,85 juta terutama
berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan penerimaan dari penerbitan
saham baru dan eksekusi waran masing-masing sebesar USD 124,60 juta dan
USD 112,49 juta yang disertai dengan pembayaran pinjaman jangka panjang
sebesar USD 70,20 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar USD 76,82 juta terutama
berasal dari pembayaran jangka panjang dan pembayaran pinjaman jangka
pendek masing-masing sebesar USD 69,98 juta dan USD 48,78 juta yang disertai
dengan penerimaan pinjaman jangka panjang sebesar USD 36,21 juta.
72
Page 117
III.F.25.i Rasio-rasio Keuangan
Tabel 28
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur
Rasio-rasio Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Rasio Likuiditas
Lancar 1,25 1,05 0,78 0,56 0,48
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,15 0,33 0,37 0,04 0,07
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,37 0,35 0,33 0,46 0,43
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,63 0,65 0,67 0,54 0,57
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 1,69 1,86 2,03 1,17 1,35
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 14,74% 19,77% 18,89% 47,13% 73,50%
Marjin laba bersih 0,64% 1,85% 1,30% 32,87% 33,38%
Imbal hasil aset 0,09% 0,62% 0,48% 1,30% 2,30%
Imbal hasil ekuitas 0,25% 1,76% 1,46% 2,82% 5,40%
III.F.25.j Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio perputaran jumlah aset
masing-masing adalah 0,15; 0,33; 0,37; 0,04; dan 0,07.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas Perseroan
terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset adalah 0,37; 0,35; 0,33; 0,46;
dan 0,43.
III.F.25.k Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,63; 0,65; 0,67; 0,54;
dan 0,57, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah 1,69;
1,86; 2,03; 1,17; dan 1,35.
73
Page 118
III.F.25.l Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan
2021 masing-masing adalah 0,09%, 0,62%, 0,48%, 1,30%, dan 2,30%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
dan 2021 masing-masing adalah 0,25%, 1,76, 1,46%, 2,82%, dan 5,40%.
III.F.26. Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
III.F.26.a. Laporan Posisi Keuangan
Tabel 29
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 8.471 27.743 51.759 24.419 57.574
Piutang usaha 23.375 25.818 31.837 34.276 37.988
Piutang lain-lain 118 118 118 118 118
Biaya dibayar di muka 25 25 25 25 25
Aset derivatif 789 789 789 789 789
Jumlah Aset Lancar 32.779 54.493 84.528 59.628 96.494
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 1 1 1 1 1
Jumlah Aset Tidak Lancar 1 1 1 1 1
JUMLAH ASET 32.780 54.494 84.529 59.629 96.495
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 91.263 129.252 172.338 215.247 249.265
Piutang usaha 41.357 47.746 43.049 36.451 -
Piutang lain-lain 118 118 118 118 -
Biaya dibayar di muka 25 25 25 25 25
Aset derivatif 789 789 789 789 789
Jumlah Aset Lancar 133.553 177.931 216.319 252.630 250.079
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 1 1 1 1 1
Jumlah Aset Tidak Lancar 1 1 1 1 1
JUMLAH ASET 133.554 177.932 216.320 252.631 250.080
74
Page 119
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 2.325 2.474 3.023 3.283 3.637
Utang lain-lain 12.699 12.699 12.699 12.699 12.699
Pinjaman pemegang saham 56.500 56.500 56.500 - -
Utang pajak 3.300 3.300 3.300 3.300 3.300
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 74.824 74.973 75.522 19.282 19.636
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan 134 134 134 134 134
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 134 134 134 134 134
JUMLAH LIABILITAS 74.958 75.107 75.656 19.416 19.770
EKUITAS
Modal saham 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Cadangan lindung nilai 654 654 654 654 654
Saldo laba (47.833) (26.266) 3.219 34.559 71.070
JUMLAH EKUITAS (42.179) (20.612) 8.873 40.213 76.724
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 32.780 54.494 84.529 59.629 96.495
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 4.003 4.604 4.158 3.461 -
Utang lain-lain 12.699 12.699 12.699 12.699 -
Pinjaman pemegang saham - - - - -
Utang pajak 3.300 3.300 3.300 3.300 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 20.002 20.603 20.157 19.460 -
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan 134 134 134 134 134
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 134 134 134 134 134
JUMLAH LIABILITAS 20.136 20.737 20.291 19.594 134
EKUITAS
Modal saham 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Cadangan lindung nilai 654 654 654 654 654
Saldo laba 107.764 151.540 190.375 227.383 244.292
JUMLAH EKUITAS 113.418 157.194 196.029 233.037 249.946
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 133.554 177.932 216.320 252.631 250.080
75
Page 120
III.F.26.b. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Tabel 30
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan 224.998 248.512 306.449 329.927 365.653
Beban pokok pendapatan 203.962 216.949 265.126 287.967 319.017
Laba kotor 21.036 31.563 41.323 41.961 46.636
Beban usaha (2.080) (2.189) (2.408) (2.507) (2.645)
Laba usaha 18.957 29.374 38.915 39.454 43.991
Pendapatan (beban) lain-lain (3.390) (3.390) (3.390) (1.695) -
Laba sebelum beban pajak penghasilan 15.567 25.984 35.525 37.759 43.991
Beban pajak penghasilan (2.646) (4.418) (6.040) (6.419) (7.479)
Laba bersih tahun berjalan 12.920 21.567 29.485 31.339 36.512
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Pendapatan 398.083 459.581 414.372 350.862 275.801
Beban pokok pendapatan 351.100 403.843 364.705 303.572 252.939
Laba kotor 46.983 55.739 49.667 47.290 22.862
Beban usaha (2.774) (2.995) (2.877) (2.702) (2.490)
Laba usaha 44.209 52.744 46.789 44.588 20.372
Pendapatan (beban) lain-lain - - - - -
Laba sebelum beban pajak penghasilan 44.209 52.744 46.789 44.588 20.372
Beban pajak penghasilan (7.516) (8.967) (7.955) (7.580) (3.463)
Laba bersih tahun berjalan 36.693 43.777 38.835 37.008 16.909
III.F.27. PT Kemilau Rindang Abadi
III.F.27.a. Laporan Posisi Keuangan
Tabel 31
PT Kemilau Rindang Abadi
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 50.453 35.367 28.280 34.239 18.207
Piutang usaha 477 453 413 458 458
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.155 2.155 2.155 2.155 2.155
Persediaan 5.388 5.771 5.394 5.083 5.328
Uang muka 10.741 10.741 10.741 10.741 10.741
Biaya dibayar di muka 1 1 1 1 1
Jumlah Aset Lancar 69.215 54.488 46.983 52.675 36.889
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya 5.089 5.089 5.089 5.089 5.089
Piutang lain-lain - pihak ketiga 4.410 4.410 4.410 4.410 4.410
Pajak dibayar di muka 978 978 978 978 978
Pinjaman kepada pihak berelasi 254 254 254 254 254
Aset tetap - bersih 76.106 67.457 59.574 50.804 42.142
Properti pertambangan 9.793 20.358 26.574 31.239 57.934
Aset pajak tangguhan 48 48 48 48 48
Jumlah Aset Tidak Lancar 96.679 98.593 96.928 92.822 110.855
JUMLAH ASET 165.893 153.081 143.911 145.498 147.745
76
Page 121
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 45.573 63.076 79.599 104.843 48.224
Piutang usaha 557 538 481 492 -
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.155 2.155 2.155 2.155 -
Persediaan 5.166 4.760 4.806 4.903 (0)
Uang muka 10.741 10.741 10.741 10.741 10.741
Biaya dibayar di muka 1 1 1 1 1
Jumlah Aset Lancar 64.192 81.270 97.782 123.134 58.965
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya 5.089 5.089 5.089 5.089 -
Piutang lain-lain - pihak ketiga 4.410 4.410 4.410 4.410 -
Pajak dibayar di muka 978 978 978 978 978
Pinjaman kepada pihak berelasi 254 254 254 254 -
Aset tetap - bersih 31.616 21.548 12.729 3.698 -
Properti pertambangan 43.464 29.623 17.500 5.084 -
Aset pajak tangguhan 48 48 48 48 48
Jumlah Aset Tidak Lancar 85.859 61.950 41.008 19.561 1.026
JUMLAH ASET 150.051 143.220 138.790 142.695 59.991
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 72.320 72.058 62.415 65.990 67.900
Beban akrual 2.367 2.367 2.367 2.367 2.367
Utang lain-lain - pihak berelasi 68.021 68.021 75.021 75.021 87.021
Utang lain-lain - pihak ketiga 10.793 10.793 10.793 10.793 10.793
Provisi 1.699 1.699 1.699 1.699 1.699
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 155.199 154.937 152.295 155.869 169.780
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi 914 914 914 914 914
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 914 914 914 914 914
JUMLAH LIABILITAS 156.113 155.851 153.208 156.783 170.694
EKUITAS
Modal saham 53 53 53 53 53
Saldo laba 9.727 (2.823) (9.351) (11.338) (23.002)
JUMLAH EKUITAS 9.780 (2.770) (9.298) (11.285) (22.949)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 165.893 153.081 143.911 145.498 147.745
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 80.534 72.314 63.711 66.634 -
Beban akrual 2.367 2.367 2.367 2.367 -
Utang lain-lain - pihak berelasi 87.021 87.021 87.021 87.021 87.021
Utang lain-lain - pihak ketiga 10.793 10.793 10.793 10.793 -
Provisi 1.699 1.699 1.699 1.699 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 182.414 174.193 165.591 168.514 87.021
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi 914 914 914 914 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 914 914 914 914 -
JUMLAH LIABILITAS 183.328 175.107 166.505 169.428 87.021
EKUITAS
Modal saham 53 53 53 53 53
Saldo laba (33.329) (31.940) (27.767) (26.786) (27.083)
JUMLAH EKUITAS (33.276) (31.887) (27.714) (26.733) (27.030)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 150.051 143.220 138.790 142.695 59.991
77
Page 122
III.F.27.b. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Tabel 32
PT Kemilau Rindang Abadi
Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan 157.314 149.306 136.023 150.752 150.929
Beban pokok pendapatan 159.103 161.856 142.551 152.740 162.593
Laba kotor (1.788) (12.550) (6.527) (1.988) (11.664)
Beban usaha - - - - -
Laba usaha (1.788) (12.550) (6.527) (1.988) (11.664)
Pendapatan (beban) lain-lain 254 - - - -
Rugi sebelum beban pajak penghasilan (1.534) (12.550) (6.527) (1.988) (11.664)
Beban pajak penghasilan - - - - -
Rugi bersih tahun berjalan (1.534) (12.550) (6.527) (1.988) (11.664)
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Pendapatan 183.570 177.221 158.560 161.947 67.277
Beban pokok pendapatan 193.898 175.832 154.387 160.966 67.574
Laba kotor (10.327) 1.389 4.173 981 (297)
Beban usaha - - - - -
Laba usaha (10.327) 1.389 4.173 981 (297)
Pendapatan (beban) lain-lain - - - - -
Rugi sebelum beban pajak penghasilan (10.327) 1.389 4.173 981 (297)
Beban pajak penghasilan - - - - -
Rugi bersih tahun berjalan (10.327) 1.389 4.173 981 (297)
78
Page 123
III.F.28. PT Jembayan Muarabara
III.F.28.a. Laporan Posisi Keuangan
Tabel 33
PT Jembayan Muarabara
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2026 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 31.770 48.857 65.649 78.472 55.149
Piutang usaha 2.263 1.332 2.852 3.090 3.829
Piutang lain-lain - pihak berelasi 127.989 127.989 127.989 127.989 127.989
Piutang lain-lain - pihak ketiga 3.367 3.367 3.367 3.367 3.367
Persediaan 6.382 6.858 6.561 6.256 6.475
Biaya dibayar di muka 2.234 2.234 2.234 2.234 2.234
Jumlah Aset Lancar 174.005 190.637 208.651 221.409 199.042
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya 12.174 12.174 12.174 12.174 12.174
Piutang lain-lain - pihak berelasi 59.418 59.418 59.418 59.418 59.418
Piutang lain-lain - pihak ketiga 10.409 10.409 10.409 10.409 10.409
Pajak dibayar di muka 5.157 5.157 5.157 5.157 5.157
Pinjaman kepada pihak berelasi 415.045 405.494 423.682 432.210 464.378
Uang muka 5.994 5.994 5.994 5.994 5.994
Aset tetap - bersih 15.165 16.354 19.412 21.983 43.590
Aset hak guna 202 173 144 115 87
Properti pertambangan 22.452 21.148 18.355 15.316 11.602
Jumlah Aset Tidak Lancar 546.018 536.322 554.746 562.777 612.809
JUMLAH ASET 720.022 726.958 763.397 784.186 811.852
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 67.450 101.134 264.316
Piutang usaha 3.090 4.997 -
Piutang lain-lain - pihak berelasi 127.989 127.989 -
Piutang lain-lain - pihak ketiga 3.367 3.367
Persediaan 6.324 5.919 -
Biaya dibayar di muka 2.234 2.234 2.234
Jumlah Aset Lancar 210.454 245.640 266.550
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya 12.174 12.174 -
Piutang lain-lain - pihak berelasi 59.418 59.418 -
Piutang lain-lain - pihak ketiga 10.409 10.409 -
Pajak dibayar di muka 5.157 5.157 5.157
Pinjaman kepada pihak berelasi 468.066 487.274 19.000
Uang muka 5.994 5.994 5.994
Aset tetap - bersih 37.907 32.224 26.541
Aset hak guna 58 29 -
Properti pertambangan 8.607 3.809 -
Jumlah Aset Tidak Lancar 607.791 616.488 56.693
JUMLAH ASET 818.245 862.129 323.242
79
Page 124
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 29.357 18.145 36.928 38.176 48.611
Beban akrual 14.780 14.780 14.780 14.780 14.780
Utang lain-lain - pihak berelasi 32.613 32.613 32.613 32.613 32.613
Utang lain-lain - pihak ketiga 94.604 94.604 94.604 94.604 94.604
Pinjaman 250.796 264.992 279.188 293.384 307.580
Provisi 3.555 3.555 3.555 3.555 3.555
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 425.705 428.689 461.668 477.112 501.743
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang lain-lain - pihak ketiga 237 237 237 237 237
Provisi 3.688 3.688 3.688 3.688 3.688
Liabilitas pajak tangguhan 746 746 746 746 746
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.672 4.672 4.672 4.672 4.672
JUMLAH LIABILITAS 430.377 433.361 466.340 481.783 506.415
EKUITAS
Modal saham 2.422 2.422 2.422 2.422 2.422
Saldo laba 287.224 291.176 294.635 299.981 303.015
JUMLAH EKUITAS 289.646 293.598 297.057 302.402 305.437
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 720.022 726.958 763.397 784.186 811.852
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 38.263 57.547 -
Beban akrual 14.780 14.780 -
Utang lain-lain - pihak berelasi 32.613 32.613 -
Utang lain-lain - pihak ketiga 94.604 94.604 -
Pinjaman 321.775 335.971 -
Provisi 3.555 3.555 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 505.591 539.071 -
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang lain-lain - pihak ketiga 237 237 -
Provisi 3.688 3.688 -
Liabilitas pajak tangguhan 746 746 746
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.672 4.672 746
JUMLAH LIABILITAS 510.263 543.742 746
EKUITAS
Modal saham 2.422 2.422 2.422
Saldo laba 305.560 315.965 320.074
JUMLAH EKUITAS 307.982 318.387 322.496
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 818.245 862.129 323.242
80
Page 125
III.G. Informasi Perpajakan
Tarif pajak yang diberlakukan atas TETPL adalah berdasarkan laba kena pajak
dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku umum di Singapura, yaitu sebesar 17,00% untuk tahun 2026 – 2035.
Tarif pajak yang diberlakukan atas KRA adalah berdasarkan laba kena pajak
dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku umum di Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2035.
Tarif pajak yang diberlakukan atas JMB adalah berdasarkan laba kena pajak
dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku umum di Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2033.
III.H. Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 terdapat dividen yang dibagikan
KRA kepada pemegang saham sebesar USD 10,00 juta. Selanjutnya, untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2022 terdapat dividen
yang dibagikan JM kepada pemegang saham masing-masing sebesar
USD 100,00 juta dan USD 124,02 juta.
III.I. Informasi Mengenai Asuransi
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen SBG, saat ini SBG hanya
memberikan fasilitas asuransi Director & Officers yang khusus ditanggung oleh
SBG untuk karyawan kunci.
III.J. Informasi Mengenai Perjanjian Penting
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen TETPL, KRA, dan JM,
dalam rangka menunjang kegiatan operasionalnya di bidang penjualan batu bara
dan pertambangan batu bara, TETPL, KRA, dan JM telah menandatangani
beberapa perjanjian dengan pelanggan dan pemasok sebagai berkut:
• Agreement for Indonesian Sub Bituminous Coal antara TETPL dengan Nghi
Son 2 Power Company Ltd.
• Coal Supply Agreement antara JM dengan PT Bhumi Jati Power.
• Mining Services Agreement antara JM dengan PT Pamapersada Nusantara.
• Barging Services Agreement antara JM dan KRA dengan PT IMC Pelita
Logistik Tbk dan PT Pusaka Lautan Berlian.
• Barging Services Agreement antara JM dan KRA dengan PT Dharmalancar
Sejahtera.
81
Page 126
• Barging Services Agreement antara JM dan KRA dengan PT Pelayaran
Kartikasamudra Adijaya.
• Transhipment Services Agreement antara JM dan KRA dengan PT Mutiara
Jaya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen TETPL, KRA, dan JM,
manajemen TETPL, KRA, dan JM berkeyakinan tidak terdapat keuntungan dan
kerugian yang signifikan dan material atas perjanjian sewa tersebut.
III.K. Informasi Mengenai Aset dan Liabilitas di Luar Laporan Posisi Keuangan
(Kontijensi)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen SBG, tidak terdapat aset
dan liabilitas di luar laporan posisi keuangan (kontijensi), selain yang telah
diungkapkan dalam laporan keuangan SBG untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 00885/2.1030/AU.1/02/1950-2/1/V/2026 tanggal
13 Mei 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
III.L. Hasil Penjualan Produk atau Jasa oleh Perusahaan pada Periode
Sebelumnya
Tidak terdapat hasil penjualan produk atau jasa oleh perusahaan pada periode
sebelumnya sehingga Penilai tidak melakukan analisis atas hasil penjualan produk
atau jasa oleh perusahaan pada periode sebelumnya.
82
Page 127
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
IV.A. Tinjauan Ekonomi Dunia
Prospek pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan berada
dalam tren melambat, di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi.
Perlambatan ini juga diiringi oleh semakin lebarnya divergensi pertumbuhan antar
negara. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Februari 2026, perlambatan ekonomi global
terutama dipengaruhi oleh dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS)
serta berlanjutnya tensi geopolitik. Namun demikian, perekonomian AS justru
diproyeksikan mengalami peningkatan, yang didorong oleh besarnya stimulus
fiskal dan tingginya investasi, termasuk pada sektor artificial intelligence (AI).
Di sisi lain, perekonomian Eropa dan Jepang diproyeksikan melambat, sejalan
dengan penurunan kinerja ekspor akibat perlambatan global, serta permintaan
domestik yang masih terbatas, meskipun investasi di bidang AI menunjukkan
peningkatan. Sementara itu, ekonomi Tiongkok diperkirakan tetap dalam tren
melambat karena konsumsi rumah tangga yang belum pulih sepenuhnya. Adapun
ekonomi India juga menunjukkan pelemahan, yang tercermin dari menurunnya
permintaan domestik dan kinerja sektor eksternal. Secara keseluruhan,
pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan menurun dari 3,3%
pada tahun 2025 menjadi 3,2%, sekaligus menegaskan adanya divergensi
pertumbuhan antar negara.
83
Page 128
IV.A.1. Produk Domestik Bruto
Tabel 34
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia
(Dalam %)
Proyeksi
Keterangan
2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Dunia 3,80 3,50 3,30 3,30 3,10 3,10 N/A
Negara Maju
AS 2,50 2,90 2,80 2,10 2,50 2,00 2,00
Hong Kong (3,70) 3,20 2,60 3,50 2,90 2,50 2,30
Inggris 5,30 0,30 1,10 1,40 1,00 1,40 1,50
Jepang 1,30 0,70 (0,20) 1,20 0,80 0,90 0,90
Kanada 4,70 2,00 2,00 1,70 1,20 1,80 1,90
Kawasan Eropa 3,60 0,40 0,90 1,40 1,20 1,50 1,40
Singapura 4,10 1,50 5,40 5,00 3,50 2,50 2,50
Taiwan 2,70 1,10 5,30 8,70 6,40 3,00 3,10
Australia 4,20 2,10 1,00 2,00 2,20 2,20 2,60
Korea Selatan 2,70 1,60 2,00 1,00 2,00 1,90 1,90
Negara Berkembang
Brazil 3,00 3,30 3,40 2,30 1,80 1,80 2,20
India 9,70 9,20 7,20 7,10 7,40 6,80 6,60
Indonesia 5,30 5,00 5,00 5,10 5,10 5,10 5,20
Kolombia 7,50 0,60 1,70 2,60 2,80 2,60 2,80
Malaysia 8,70 3,60 5,10 5,20 4,50 4,30 4,40
Meksiko 3,90 3,30 1,50 0,60 1,50 2,00 2,00
Mesir 6,70 3,80 2,40 4,40 4,80 5,20 5,50
Tiongkok 3,10 5,40 5,00 5,00 4,60 4,40 4,20
Sumber: Bloomberg
Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
tahun 2025, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,10%, 3,50%,
5,00%, dan 8,70%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 7,10%, 5,10%, 5,20%,
dan 5,00%.
Pada tahun 2026, PDB di dunia diproyeksikan mengalami pertumbuhan sebesar
3,10%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan
masing-masing sebesar 2,50%, 2,90%, 3,50%, dan 6,40%. Sedangkan untuk
kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India, Indonesia, Malaysia, Mesir, dan
Tiongkok masing-masing sebesar 7,40%, 5,10%, 4,50%, 4,80%, dan 4,60%.
84
Page 129
IV.A.2. Inflasi
Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
negara.
Tabel 35
Pertumbuhan Inflasi
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Dunia 8,70 6,70 5,80 4,10 3,30 3,00 N/A
Negara Maju
AS 8,00 4,10 3,00 2,70 2,70 2,40 2,40
Hong Kong 1,90 2,10 1,80 1,40 1,70 1,80 1,80
Inggris 9,10 7,40 2,50 3,40 2,50 2,20 2,00
Jepang 2,50 3,30 2,70 3,20 1,90 2,00 2,00
Kanada 6,80 3,90 2,40 2,10 2,10 2,00 2,10
Kawasan Eropa 8,40 5,50 2,40 2,10 2,00 1,90 2,10
Singapura 6,10 4,90 2,40 0,90 1,50 1,70 1,60
Taiwan 3,00 2,50 2,20 1,70 1,70 1,70 1,70
Australia 6,60 5,60 3,20 2,80 3,50 2,70 2,40
Korea Selatan 5,10 3,60 2,30 2,10 2,00 1,90 2,00
Negara Berkembang
Brazil 9,30 4,60 4,40 5,00 4,00 3,90 3,60
India 6,70 5,70 5,00 2,20 2,10 3,90 4,20
Indonesia 4,20 3,80 2,30 1,90 2,80 2,60 2,60
Kolombia 10,20 11,80 6,60 5,10 5,70 4,60 3,80
Malaysia 3,40 2,50 1,80 1,40 1,80 2,00 2,30
Meksiko 7,90 5,60 4,70 3,80 3,80 3,80 3,60
Mesir 8,50 24,40 33,30 20,40 11,00 9,30 7,30
Tiongkok 2,00 0,20 0,20 0,10 0,70 1,00 1,50
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025, inflasi di dunia
mengalami pertumbuhan sebesar 4,10%. Negara-negara maju yang memberikan
kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
Australia masing-masing sebesar 2,70%, 3,40%, 3,20%, dan 2,80%. Sedangkan
untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Brazil, Kolombia, dan Mesir masing-masing
sebesar 5,00%, 5,10%, dan 20,40%.
Selanjutnya, pada tahun 2026, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, dan Australia
masing-masing sebesar 2,70%, 2,50%, dan 3,50%. Sedangkan untuk kelompok
negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
pertumbuhan inflasi yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar 5,70% dan
11,00%.
85
Page 130
IV.A.3. Suku Bunga
Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
Tabel 36
Suku Bunga Bank Sentral
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2022 2023 2024 2025 2026 2027
Negara Maju
AS 4,50 5,50 4,50 3,75 3,25 3,25
Hong Kong 4,75 5,75 4,75 4,00 N/A N/A
Inggris 3,50 5,25 4,75 3,75 3,25 3,25
Jepang (0,10) (0,10) 0,25 0,75 1,09 1,34
Kawasan Eropa 2,50 4,50 3,15 2,15 1,99 2,10
Taiwan 1,75 1,88 2,00 2,00 2,02 2,06
Australia 3,10 4,35 4,35 3,60 4,18 4,00
Korea Selatan 3,25 3,50 3,00 2,50 2,42 2,44
Negara Berkembang
Brazil 13,75 11,75 12,25 15,00 12,25 10,50
India 6,25 6,50 6,50 5,25 5,29 5,43
Indonesia 5,50 6,00 6,00 4,75 4,50 4,49
Kolombia 12,00 13,00 9,50 9,25 11,61 10,35
Malaysia 2,75 3,00 3,00 2,75 2,76 2,81
Meksiko 10,50 11,25 10,00 7,00 6,50 6,50
Mesir 16,25 19,25 27,25 20,00 N/A N/A
Tiongkok 3,65 3,45 3,10 3,00 2,83 2,74
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025,
negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris,
dan Australia masing-masing sebesar 3,75%, 4,00%, 3,75%, dan 3,60%.
Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 15,00%, 9,25%, dan 20,00%.
Selanjutnya, pada tahun 2026, negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi
yaitu AS, Inggris, dan Australia masing-masing sebesar 3,25%, 3,25%, dan 4,18%.
Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
Kolombia, dan Meksiko masing-masing sebesar 12,25%, 11,61%, dan 6,50%.
86
Page 131
IV.B. Tinjauan Ekonomi Indonesia
Pada triwulan IV 2025, ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi didukung oleh
berbagai kebijakan yang ditempuh Pemerintah dan BI. Pertumbuhan ekonomi
pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39% secara tahunan, lebih tinggi dari
pertumbuhan pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh
permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan
dampak positif berbagai stimulus kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan BI.
Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada
tahun 2025 yaitu sebesar 5,11 secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan
pertumbuhan pada tahun sebelumnya serta diikuti dengan perbaikan kualitas
ketenagakerjaan.
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Indonesia pada triwulan IV 2025 tetap dalam
kondisi yang baik dan berperan dalam menjaga ketahanan eksternal, ditandai
dengan neraca perdagangan yang tetap mencatat surplus pada Desember 2025
sebesar USD 2,5 miliar serta ekspor berbasis sumber daya alam. Perkembangan
ini mendorong tetap rendahnya defisit transaksi berjalan pada tahun 2025 di
kisaran defisit 0,5% sampai dengan surplus 0,3% dari PDB.
IV.C. Proyeksi Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan meningkat pada triwulan I 2026
dan berlanjut sepanjang tahun. Peningkatan konsumsi rumah tangga didorong
oleh berbagai program stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter,
serta ekspektasi konsumen yang terus membaik. momentum hari besar
keagamaan nasional, seperti tahun baru imlek, hari suci nyepi, dan idul fitri, turut
memperkuat aktivitas ekonomi pada periode tersebut. Investasi juga diproyeksikan
tumbuh lebih tinggi, didukung oleh peningkatan belanja Pemerintah, termasuk
program hilirisasi sumber daya alam, serta berlanjutnya perbaikan keyakinan
pelaku usaha. Dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan tersebut, BI
memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam
kisaran 4,9% – 5,7%, sejalan dengan sinergi kebijakan Pemerintah dan BI dalam
mendorong pertumbuhan.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 4,90% – 5,70%
pada 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, BI terus memperkuat bauran
kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan
sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan
sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan terus
bertahan. Pada tahun 2026, NPI diperkirakan akan terus membaik ditopang oleh
transaksi modal dan finansial yang semakin baik sejalan dengan prospek ekonomi
Indonesia yang positif serta defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam
kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari PDB. Selanjutnya, posisi cadangan
devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 meningkat menjadi sebesar
USD 154,60 miliar, setara dengan pembiayaan 6,30 bulan impor atau 6,10 bulan
impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
87
Page 132
IV.D. Tingkat Suku Bunga
Fluktuasi suku bunga merupakan bagian dari kebijakan moneter yang dinamis
di mana keseimbangan antara inflasi, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan
ekonomi harus terjaga agar suku bunga dapat terkendali dan mendukung
perekonomian nasional. Per Januari 2026, suku bunga deposito satu bulan adalah
sebesar 4,13%, mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama
tahun sebelumnya yaitu sebesar 4,81%. Penurunan suku bunga kredit perbankan
cenderung lebih lambat, yaitu sebesar 0,40% di mana sebesar 9,20% pada
periode Januari 2025 menjadi sebesar 8,80% pada Januari 2026.
Grafik 1
Perkembangan Suku Bunga BI
7,00%
6,00%
6,00%
6,00% 4,75%
5,00% 5,50% 4,50%
4,00% 4,49%
3,00%
2,00%
1,00%
0,00%
2022 2023 2024 2025 2026* 2027*
* Proyeksi
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada tahun 2025
adalah sebesar 4,75% di mana mengalami penurunan sebesar 1,25%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2026 dan 2027, suku bunga
BI diproyeksikan masing-masing sebesar 4,50% dan 4,49%.
IV.E. Inflasi
Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran dengan inflasi indeks
harga konsumen pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55% secara tahunan.
Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,45% secara tahunan
sejalan dengan kapasitas perekonomian yang masih dapat memenuhi
peningkatan kegiatan ekonomi. Inflasi kelompok volatile food juga terjaga rendah
sebesar 1,14% secara tahunan seiring dengan peningkatan pasokan komoditas
pertanian pada masa panen.
88
Page 133
BI memproyeksikan inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap terjaga dalam sasaran
2,5 ± 1%. Inflasi inti diproyeksikan tetap rendah sejalan dengan pertumbuhan
ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga
kebijakan moneter BI dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan
sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali. Sementara itu, inflasi
volatile food diproyeksikan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara BI
bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah dan penguatan implementasi
Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera.
Grafik 2
Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Indonesia
4,50%
3,80%
4,00%
3,50% 4,20%
2,80%
3,00% 2,60%
2,30%
2,50% 1,90%
2,60%
2,00%
1,50%
1,00%
0,50%
0,00%
2022 2023 2024 2025 2026* 2027* 2028*
* Proyeksi
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi di Indonesia pada tahun
2026, 2027, dan 2028 diproyeksikan masing-masing sebesar 2,80%, 2,60%, dan
2,60%.
Tabel 37
Kontributor Inflasi Terbesar
Berdasarkan Provinsi
(Dalam %)
No. Keterangan Inflasi
1 Aceh 6,69
2 Sulawesi Tenggara 5,10
3 Papua Barat 5,02
4 Maluku Utara 4,86
5 Maluku 4,70
6 Kalimantan Selatan 4,66
7 Sulawesi Tengah 4,55
8 Gorontalo 4,53
9 Riau 4,43
10 Sulawesi Barat 4,34
Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Februari 2026
89
Page 134
Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Tinjauan Kebijakan
Moneter Februari 2026, Provinsi di Indonesia dengan kontribusi inflasi terbesar
yaitu Aceh, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat masing-masing sebesar 6,69%,
5,10%, dan 5,02%.
IV.F. Nilai Tukar Rupiah
Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Tinjauan Kebijakan
Moneter Februari 2026, nilai tukar Rupiah diproyeksikan akan stabil dan
cenderung menguat dengan langkah-langkah stabilisasi yang terus dilakukan
serta didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tercermin pada
imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi
yang terus meningkat. Nilai tukar Rupiah pada 18 Februari 2026 tercatat sebesar
Rp 16.880 per USD, di mana relatif melemah bila dibandingkan dengan periode
akhir Januari 2026. Pelemahan nilai tukar tersebut terutama dipengaruhi oleh
tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah meningkatnya
permintaan valas korporasi domestik sejalan dengan peningkatan kegiatan
ekonomi.
BI memandang nilai tukar Rupiah telah dinilai rendah (undervalued) dibandingkan
dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia, termasuk konsistensi dengan
pengendalian inflasi sesuai sasaran 2,5 ± 1% pada 2026 dan 2027. Untuk itu, BI
terus meningkatkan intensitas stabilisasi nilai tukar Rupiah baik melalui intervensi
di pasar non-deliverable forward luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan
domestic non-deliverable forward di pasar dalam negeri.
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing
22.000
20.000
18.000
16.000
14.000
12.000
10.000
8.000
Q2/2026 Q3/2026 Q4/2026 2027 2028
EUR 19.824 20.081 20.160 20.040 19.756
SGD 13.333 13.393 13.440 13.307 13.116
USD 16.800 16.875 16.800 16.700 16.395
Sumber: Bloomberg
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 19.824, Rp 20.081, Rp 20.160, Rp 20.040,
dan Rp 19.756.
90
Page 135
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 13.333, Rp 13.393, Rp 13.440, Rp 13.307,
dan Rp 13.116.
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 16.800, Rp 16.875, Rp 16.800, Rp 16.700,
dan Rp 16.395.
91
Page 136
V. TINJAUAN INDUSTRI BATU BARA
V.A. Tinjauan Industri Batu Bara di Dunia
Batu bara merupakan senyawa organik karbonan yang terbentuk secara alamiah
dari sisa tumbuh - tumbuhan. Diantara banyaknya sumber energi dan mineral yang
berharga selain minyak bumi, gas alam, emas, perak, dan berbagai jenis logam
lainnya, batu bara merupakan salah satu sumber energi yang banyak terlibat
dalam keseharian masyarakat, baik sebagai bahan bakar maupun dalam
memenuhi kebutuhan listrik. Batu bara juga merupakan salah satu jenis komoditas
yang paling banyak diminati dalam perdagangan, karena merupakan salah satu
sumber energi penting bagi dunia, hal ini membuat batu bara menjadi sumber
energi yang menopang pertumbuhan ekonomi dan sumber devisa negara.
Tabel 38
Konsumsi Batu Bara Dunia
Tahun 2024 dan 2025
(Dalam metrik ton/MT)
Negara 2024 2025
Tiongkok 4.952,00 4.953,00
India 1.313,00 1.297,00
Asean 496,00 516,00
AS 373,00 410,00
Uni Eropa 311,00 306,00
Rest of the world 1.361,00 1.363,00
Sumber: International Energy Agency (IEA)
Berdasarkan data yang diperoleh dari IEA, konsumsi batu bara dunia pada tahun
2025 adalah sebesar 8.845,00 MT mengalami kenaikan sebesar 39,00 MT atau
setara dengan 0,44% dibandingkan dengan konsumsi pada tahun sebelumnya.
Konsumsi batu bara yang tinggi tersebut terutama didorong oleh permintaan batu
bara Tiongkok dengan pembangkit listrik tenaga batu bara yang fleksibel
mendukung energi terbarukan dan meningkatnya permintaan batu bara untuk
produksi kimia, sementara konsumsi batu bara Asean dan AS di tahun 2025
mengalami peningkatan masing-masing sebesar 20,00 MT dan 37,00 MT atau
masing-masing setara dengan 4,03% dan 9,92% dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Konsumsi batu bara AS mengalami peningkatan karena tingginya
harga gas, sementara konsumsi batu bara Asean meningkat signifikan seiring
dengan penambahan kapasitas pembangkit listrik baru dan tingginya aktivitas
pengolahan logam.
Pada seluruh kawasan di dunia, peran batu bara mengalami pergeseran, di Asia
batu bara tetap menjadi sumber utama untuk ketersediaan pasokan energi bagi
pembangkit listrik dan berbagai kebutuhan proses industri lainnya, namun
demikian porsinya terus mengalami penurunan seiring energi terbarukan yang
terus meningkat. Sementara negara-negara maju secara bertahap mulai
menghentikan penggunaan batu bara dalam pembangkit listriknya.
92
Page 137
Grafik 4
Indeks Harga Batu Bara di Dunia
Januari 2026 – Mei 2026
250,00
200,00
150,00
100,00
50,00
-
Jan Feb Mar Apr Mei
Indeks Harga 152,69 163,79 185,36 183,63 192,47
Sumber: International Monetary Fund (IMF)
Berdasarkan data yang diperoleh dari IMF, indeks harga pada periode Januari
2026 hingga Mei 2026 masing-masing tercatat sebesar 152,69; 163,79; 185,36;
183,63; dan 192,47. Pada Februari 2026, indeks harga batu bara mengalami
peningkatan sebesar 7,27% dibandingkan bulan sebelumnya. Tren kenaikan
tersebut berlanjut pada Maret 2026 dengan pertumbuhan sebesar 13,17%.
Selanjutnya, pada April 2026 indeks harga mengalami penurunan sebesar 0,93%
dibandingkan bulan sebelumnya. Namun demikian, pada Mei 2026 indeks harga
kembali meningkat sebesar 4,81% menjadi 192,47. Peningkatan indeks harga
batu bara selama periode tersebut didorong oleh masih tingginya kebutuhan energi
dan sektor industri di sejumlah negara konsumen utama, serta kondisi pasokan
energi global yang relatif ketat sehingga mendukung penguatan harga batu bara
di pasar internasional.
Tabel 39
Proyeksi Harga Batu Bara di Dunia
Tahun 2026 - 2028
(Dalam USD per MT)
Deskripsi 2026 2027 2028
Coal CIF ARA 95,21 97,65 100,64
Coal Ric Bay 89,01 93,54 94,71
Steam Coal FOB Newcastle Australia 106,63 109,91 110,61
Hard Coking Coal AU 218,97 226,00 226,00
Sumber: Bloomberg
93
Page 138
Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2027
harga batu bara secara global berdasarkan kategori Coal CIF ARA, Coal Ric Bay,
Steam Coal FOB Newcastle Australia, dan Hard Coking Coal AU mengalami
kenaikan masing-masing sebesar USD 2,44 per MT, USD 4,53 per MT,
USD 3,28 per MT, dan 7,03 per MT atau masing-masing setara dengan 2,56%,
5,09%, 3,08%, dan 3,21% dibandingkan dengan tahun 2026. Pada kategori Coal
CIF ARA diprediksikan pada tahun 2028 mengalami kenaikan sebesar 3,06%
dibandingkan dengan tahun 2027. Sedangkan pada kategori Coal Ric Bay,
diprediksikan pada tahun 2028 harga batu bara mengalami peningkatan sebesar
1,25% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selanjutnya, pada kategori
Steam Coal FOB Newcastle Australia pada tahun 2028 mengalami kenaikan
sebesar 0,64% dibandingkan dengan tahun 2027. Selain itu, berdasarkan kategori
Hard Coking Coal AU pada tahun 2028 tidak mengalami perubahan harga yaitu
bertahan pada USD 226,00 per MT.
Menurut data yang diperoleh dari The Business Research Company dalam
laporannya dengan judul Coal Market Report 2026 Global Outlook By Type, By
Mining, By End User Industry Market Size, Trend, Strategies, and Forecast to
2035, pangsa pasar batu bara dunia diproyeksikan akan mencapai sebesar
USD 802,05 miliar pada tahun 2030 mengalami peningkatan dengan tingkat
pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar
2,50% dihitung sejak tahun 2026 hingga tahun 2030. Hal ini dapat dikaitkan
dengan pertumbuhan transisi menuju energi batu bara bersih, peningkatan
permintaan batu bara metalurgi, ekspansi sistem manajemen tambang digital,
praktik pengurangan emisi karbon, dan diversifikasi investasi tambang. Di samping
itu, tren penggunaan peralatan tambang dengan tingkat efisiensi tinggi dan
otomatisasi proses pertambangan di masa depan turut meningkatkan prospek
industri batu bara dunia dalam jangka panjang.
V.B. Tinjauan Industri Batu Bara di Indonesia
Salah satu hasil komoditas pertambangan yang paling dikenal di Indonesia adalah
batu bara. Indonesia merupakan salah satu negara produsen maupun eksportir
batu bara terbesar di dunia. Hal ini dipicu dengan adanya ketersediaan sumber
daya yang melimpah dan tersebar di beberapa lokasi terutama di pulau Sumatera
dan Kalimantan. Kualitas sumber daya batu bara di Indonesia sangat bervariasi
jika dilihat berdasarkan ukuran kalori, kandungan abu, kandungan sulfur, dan
unsur-unsur lainnya. Indonesia sedang mengalami perubahan besar dalam sektor
energi, yakni kondisi ketika kebutuhan energi domestik terus meningkat,
sementara tekanan global untuk beralih ke energi yang lebih bersih semakin kuat.
Dengan adanya komitmen pemerintah untuk melakukan transisi energi,
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalankan beberapa
program prioritas yaitu mencakup hilirisasi mineral dan batu bara, peningkatan
lifting minyak dan gas bumi, penerapan biodiesel, serta penyediaan gas untuk
industri dalam negeri, dimana program ini diperuntukan untuk pengurangan emisi
gas rumah kaca, sejalan dengan tekanan global untuk transisi energi yang lebih
bersih.
94
Page 139
Grafik 5
Harga Batu bara Acuan
Januari 2026 – Mei 2026
(Dalam USD per Ton)
108,00
106,00
104,00
102,00
100,00
98,00
96,00
Januari Februari Maret April Mei
Harga Acuan 103,30 106,11 102,37 99,87 106,57
Sumber: Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
Kementerian ESDM, Harga Batubara Acuan (HBA) pada bulan Januari hingga Mei
2026 masing-masing sebesar USD 103,30 per ton, USD 106,11 per ton,
USD 102,37 per ton, USD 99,87 per ton, dan USD 106,57 per ton. Pada bulan
Februari 2026, HBA mengalami peningkatan sebesar USD 2,81 per ton atau setara
dengan 2,72% dibandingkan bulan sebelumnya. Selanjutnya, pada Maret 2026
HBA mengalami penurunan sebesar USD 3,74 per ton atau setara dengan 3,52%,
dan kembali menurun pada April 2026 sebesar USD 2,50 per ton atau setara
dengan 2,44%. Namun demikian, pada Mei 2026 HBA kembali meningkat sebesar
USD 6,70 per ton atau setara dengan 6,71% dibandingkan bulan sebelumnya.
Lebih lanjut, pemerintah menetapkan kebijakan penyesuaian produksi batu bara
pada tahun 2026 menjadi sekitar 600 juta ton, atau mengalami penurunan sekitar
24% dibandingkan realisasi produksi tahun 2025 yang mencapai sekitar 790 juta
ton. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian pasokan untuk
menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran di pasar global, serta
mendukung stabilisasi harga batu bara internasional. Selain itu, kebijakan tersebut
juga bertujuan untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam
dan optimalisasi pemanfaatan cadangan batu bara nasional dalam jangka
panjang.
95
Page 140
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Mordor Intelligence dalam
laporan dengan judul Indonesia Coal Market Size & Share Analysis – Growth
Trends And Forecast (2026 – 2031), pangsa pasar batu bara Indonesia
diproyeksikan akan menjadi senilai USD 1,28 miliar pada tahun 2031, mengalami
pertumbungan dengan tingkat CAGR sebesar 6,24% dihitung sejak tahun 2026
hingga tahun 2031. Posisi Indonesia sebagai eksportir batu bara terbesar di dunia
serta permintaan listrik dari Perusahaan Listrik Negara yang berkelanjutan
merupakan pendorong bagi indusri batu bara tanah air. Perusahaan tambang batu
bara yang terintegrasi turut melakukan kontrak pembelian jangka panjang untuk
menstabilkan arus kas sehingga pasar batu bara Indonesia tetap kuat meski ada
risiko biaya modal mengalami peningkatan di masa depan.
Dengan adanya pasar ekspor batu bara, terutama ke negara-negara seperti
Tiongkok dan India, berdampak sangat signifikan bagi perekonomian nasional.
Selain itu dengan adanya industri pertambangan memberikan kehidupan yang
lebih baik bagi masyarakat, khususnya yang berada di sekitar tambang. Hal ini
menunjukkan bahwa kegiatan pertambangan batu bara selain berperan penting
dalam bidang ekonomi, batu bara juga berperan penting dalam bidang sosial
negara. Didukung dengan kinerja Pemerintah dalam menjaga dan mengelola
tingkat produksi batu bara nasional, yaitu dengan memastikan pasokan dalam
negeri tercukupi serta menjaga stabilitas kegiatan ekspor batu bara guna menjaga
perekonomian negara, stabilitas harga global dan tren global dalam menghadapi
transisi energi terbarukan.
96
Page 141
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
VI.A. PT Sintesa Bara Gemilang
Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan
konsolidasian SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP RJRR dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian SBG untuk tahun yang
berkahir pada tanggal 31 Desember 2022 dengan angka perbandingan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh
KAP TT dengan pendapar wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
Ikhtisar data keuangan penting SBG adalah sebagai berikut:
VI.A.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Tabel 40
PT Sintesa Bara Gemilang
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 18.656 49.947 109.875 2 -
Piutang usaha 4.371 31.602 29.997 - -
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 35.493 136.586 324 318 350
Pihak ketiga 1.711 1.255 794 - -
Persediaan 8.622 6.148 14.845 - -
Pajak dibayar di muka 18.029 18.426 42.300 - -
Klaim pengembalian pajak 5.498 22.134 5.275 - -
Aset lancar lainnya 3.711 1.617 740 478 9
Jumlah Aset Lancar 96.092 267.715 204.150 798 359
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaanya 46.015 46.460 47.485 - -
Pinjaman kepada pemegang saham 242.241 171.381 127.055 - -
Aset tetap 147.084 133.158 101.726 - -
Properti pertambangan 78.587 82.373 124.753 - -
Pajak dibayar di muka 16.004 24.240 17.970 - -
Aset pajak tangguhan 220 232 337 - -
Aset tidak lancar lainnya 88 44 174 - -
Uang muka untuk akuisisi - - - 50.000 -
Jumlah Aset Tidak Lancar 530.239 457.888 419.501 50.000 -
JUMLAH ASET 626.332 725.603 623.651 50.798 359
97
Page 142
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 69.268 66.156 79.286 - -
Utang lain-lain
Pihak berelasi 2.981 52.869 60.825 50.480 9
Pihak ketiga 14.682 2.335 1.413 - -
Beban akrual 20.613 62.271 51.988 - -
Utang pajak 5.202 24.112 24.102 - -
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 6.536 3.360 7.798 - -
Liabilitas sewa 119 744 587 - -
Pinjaman 44.925 74.981 308.918 - -
Liabilitas lancar lainnya 13.390 83 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 177.716 286.911 534.916 50.480 9
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 289 289 983 - -
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 15.004 15.641 11.159 - -
Liabilitas imbalan kerja 2.010 1.849 1.771 - -
Liabilitas pajak tangguhan 15.318 13.784 13.198 - -
Pinjaman 238.926 282.804 - - -
Liabilitas tidak lancar lainnya 61.078 - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 332.625 314.367 27.111 - -
JUMLAH LIABILITAS 510.341 601.278 562.027 50.480 9
EKUITAS
Modal saham 353 353 353 353 353
Saldo laba (defisit) 100.461 109.028 51.104 (35) (2)
Translasi mata uang asing 462 462 462 - -
Transaksi dengan kepentingan non-pengendali (430) (430) (430) - -
Penghasilan komprehensif lain 641 569 - - -
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 101.486 109.981 51.489 318 350
Kepentingan non-pengendali 14.504 14.344 10.135 - -
JUMLAH EKUITAS 115.990 124.325 61.624 318 350
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 626.332 725.603 623.651 50.798 359
VI.A.2. Aset
Jumlah aset SBG pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan
2021 masing-masing adalah sebesar USD 626,33 juta, USD 725,60 juta,
USD 623,65 juta, USD 50,80 juta, dan USD 0,36 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset SBG mengalami penurunan sebesar
USD 99,27 juta atau setara dengan 13,68% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan kas dan bank, piutang usaha, serta piutang lain-lain masing-masing
sebesar USD 31,29 juta, USD 27,23 juta, dan USD 100,64 juta yang disertai
dengan kenaikan pinjaman kepada pemegang saham sebesar USD 70,86 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset SBG mengalami kenaikan sebesar
USD 101,95 juta atau setara dengan 16,35% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
piutang lain-lain dan pinjaman kepada pemegang saham masing-masing sebesar
USD 136,72 juta dan USD 44,33 juta yang disertai dengan penurunan kas dan
bank dan pajak dibayar di muka sebesar USD 59,93 juta dan USD 23,87 juta.
98
Page 143
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset SBG mengalami kenaikan sebesar
USD 572,85 juta dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kas dan
bank, pinjaman kepada pemegang saham, serta properti pertambangan masing-
masing sebesar USD 109,87 juta, USD 127,06 juta, dan USD 124,75 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset SBG mengalami kenaikan sebesar
USD 50,44 juta dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan uang muka
untuk akuisisi sebesar USD 50,00 juta.
VI.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas SBG pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
dan 2021 masing-masing adalah sebesar USD 510,34 juta, USD 601,28 juta,
USD 562,03 juta, USD 50,48 juta, dan USD 9,00 ribu.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas SBG mengalami penurunan
sebesar USD 90,94 juta atau setara dengan 15,12% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan utang lain-lain, beban akrual, dan pinjaman masing-masing sebesar
USD 37,54 juta, USD 41,66 juta, dan USD 73,94 juta yang disertai dengan
kenaikan liabilitas tidak lancar lainnya sebesar USD 61,08 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas SBG mengalami kenaikan
sebesar USD 39,25 juta atau setara dengan 6,98% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan pinjaman sebesar USD 48,87 juta yang disertai penurunan utang usaha
sebesar USD 13,13 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas SBG mengalami kenaikan
sebesar USD 511,55 juta dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada tanggal
31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha,
beban akrual, dan pinjaman, masing-masing sebesar USD 79,29 juta,
USD 51,99 juta, dan USD 308,92 juta,.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas SBG mengalami kenaikan
sebesar USD 50,47 juta dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada tanggal
31 Desember 2021. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh kenaikan utang-lain-
lain.
99
Page 144
VI.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas SBG pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, dan
2021 masing-masing adalah sebesar USD 115,99 juta, USD 124,33 juta,
USD 61,62 juta, USD 0,32 juta, USD 0,35 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas SBG mengalami penurunan
sebesar USD 8,34 juta atau setara dengan 6,70% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SBG sebesar USD 8,25 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas SBG mengalami kenaikan
sebesar USD 62,70 juta atau setara dengan 101,75% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
laba tahun berjalan yang dibukukan oleh SBG sebesar USD 62,19 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas SBG mengalami kenaikan
sebesar USD 61,31 juta dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada tanggal
31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh laba tahun berjalan
yang dibukukan oleh SBG sebesar USD 54,15 juta yang disertai dengan
kepentingan non-pengendali atas akuisisi anak perusahaan sebesar
USD 11,46 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SBG mengalami penurunan
sebesar USD 0,03 juta atau setara dengan 9,28% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini seluruhnya disebabkan
oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SBG.
VI.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Tabel 41
PT Sintesa Bara Gemilang
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan 197.918 532.997 614.854 - -
Beban pokok penjualan (184.487) (434.700) (510.668) - -
Laba bruto 13.431 98.298 104.186 - -
Beban umum dan administrasi (5.440) (5.697) (12.569) (0) (2)
Beban penjualan (1.005) (2.598) (2.093) - -
Penghasilan keuangan 17.049 49.636 7.545 - -
Beban keuangan (37.102) (34.795) (63.540) - -
Pendapatan (beban) lain-lain - neto 14.708 (13.971) 259 (32) -
Keuntungan dari pembelian dengan diskon - - 45.355 - -
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan 1.640 90.872 79.143 (33) (2)
Beban pajak penghasilan (9.890) (28.685) (24.993) - -
Laba (rugi) tahun berjalan (8.250) 62.187 54.150 (33) (2)
Penghasilan (rugi) komprehesif lain (85) 514 (270) - -
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan (8.335) 62.701 53.881 (33) (2)
Laba (rugi) tahun berjalan yang diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (8.414) 57.999 51.842 (33) (2)
Kepentingan non-pengendali 164 4.188 2.308 - -
100
Page 145
VI.A.6. Pendapatan
Pendapatan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
USD 197,92 juta, USD 533,00 juta dan USD 614,85 juta. Untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 SBG belum
membukukan pendapatan.
Pendapatan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
mengalami penurunan sebesar USD 335,08 juta atau setara dengan 62,87%
dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024.
Pendapatan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
mengalami penurunan sebesar USD 81,86 juta atau setara dengan 13,31%
dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023.
VI.A.7. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Rugi tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
USD 8,25 juta, USD 0,03 juta dan USD 2,00 ribu. Laba tahun berjalan SBG untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
USD 54,15 juta.
Rugi tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar USD 70,44 juta atau setara
dengan 113,27% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Laba tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar USD 8,04 juta atau setara
dengan 14,84% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Laba tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar USD 54,18 juta dibandingkan
dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022.
Rugi tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar USD 0,03 juta dibandingkan
dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021.
101
Page 146
VI.A.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
Tabel 42
PT Sintesa Bara Gemilang
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pembayaran kepada pemasok dan karyawan (122.512) (446.217) (315.369) (469) -
Penerimaan dari pelanggan 225.149 524.461 655.260 - -
Pembayaran pajak penghasilan badan (3.532) (28.361) (65.930) - -
Pembayaran royalti (17.167) (52.737) (67.652) - -
Pembayaran bunga liabilitas sewa - (96) (96) - -
Pembayaran bunga pinjaman (35.579) (28.070) (26.298) - -
Penerimaan bunga 1.036 11.298 1.842 - -
Biaya transaksi terkait dengan akuisisi entitas anak - - (4.322) - -
Rugi sebelum beban pajak penghasilan - - - - (2)
Penyesuaian untuk rugi selisih kurs - - - - 2
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 47.395 (19.722) 177.436 (469) -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pemberian pinjaman ke pemegang saham (104.258) (69.497) (160.879) - -
Penerimaan pembayaran dari pinjaman
ke pemegang saham 99.236 11.704 6.480 - -
Perolehan properti penambangan (10.279) (32.243) (17.969) - -
Perolehan aset tetap - (14.130) (12.663) - -
Pembayaran bersih untuk akuisisi entitas anak - - (171.792) - -
Akuisisi kepentingan pada entitas anak dari
kepentingan non-pengedali - - (4.036) - -
Penerimaan dari pelepasan aset tetap - - 979 - -
Penempatan kas yang dibatasi penggunaannya (4.209) - (16.632) - -
Penarikan kas yang dibatasi penggunaannya 5.233 - 254 - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (14.277) (104.166) (376.258) - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman (63.783) (393.242) (158.015) - -
Penerimaan dari pinjaman - 457.773 475.776 - -
Pembayaran biaya transaksi terkait pinjaman - (508) (8.547) - -
Pembayaran liabilitas sewa (625) (64) (518) - -
Penerimaan dari pihak berelasi - - - 471 -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (64.408) 63.959 308.696 471 -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (31.290) (59.929) 109.873 2 -
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 49.947 109.875 2 - -
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 18.656 49.947 109.875 2 -
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar USD 47,40 juta dan USD 177,44 juta. Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas operasi SBG untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2022 masing-masing adalah sebesar
USD 19,72 juta dan USD 0,47 juta. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 SBG belum membukukan arus kas bersih yang digunakan
untuk/diperoleh dari aktivitas operasi.
102
Page 147
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 47,40 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 225,15 juta yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan karyawan, pembayaran royalti, serta
pembayaran bunga pinjaman masing-masing sebesar USD 122,51 juta,
USD 17,17 juta, dan USD 35,58 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 19,72 juta terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan karyawan, pembayaran pajak
penghasilan badan, dan pembayaran royalti masing-masing sebesar
USD 446,22 juta, USD 28,36 juta, dan USD 52,74 juta yang disertai dengan
penerimaan dari pelanggan sebesar USD 524,46 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 177,44 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar USD 655,26 juta yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan karyawan, pembayaran pajak
penghasilan, serta pembayaran royalti masing-masing sebesar USD 315,37 juta,
USD 65,93 juta, dan USD 67,65 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 0,47 juta seluruhnya
berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar USD 14,28 juta, USD 104,17 juta, dan USD 376,26 juta. Untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 SBG tidak
memiliki arus kas bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas investasi.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 14,28 juta terutama
berasal dari pemberian pinjaman ke pemegang saham dan perolehan properti
penambangan masing-masing sebesar USD 104,26 juta dan USD 10,28 juta yang
disertai dengan penerimaan pembayaran dari pinjaman ke pemegang saham
sebesar USD 99,24 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 104,17 juta terutama
berasal dari pemberian pinjaman ke pemegang saham dan perolehan properti
penambangan masing-masing sebesar USD 69,50 juta dan USD 32,24 juta.
103
Page 148
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 376,26 juta terutama
berasal dari pemberian pinjaman ke pemegang saham, perolehan properti
penambangan, dan pembayaran bersih untuk akuisisi entitas anak masing-masing
sebesar USD 160,88 juta, USD 17,97 juta, dan USD 171,79 juta.
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar USD 64,41 juta. Arus
kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SBG untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 masing-masing adalah
sebesar USD 63,96 juta, USD 308,70 juta, dan USD 0,47 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 64,41 juta terutama
berasal dari pembayaran pinjaman sebesar USD 63,78 juta.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar USD 63,96 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pinjaman sebesar USD 457,77 juta yang disertai
dengan pembayaran pinjaman sebesar USD 393,24 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar USD 308,70 juta terutama
berasal dari penerimaan dari pinjaman sebesar USD 475,78 juta yang disertai
pembayaran pinjaman dan pembayaran biaya transaksi terkait pinjaman masing-
masing sebesar USD 158,02 juta dan USD 8,55 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SBG untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar USD 0,47 juta seluruhnya
berasal dari penerimaan dari pihak berelasi.
104
Page 149
VI.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Tabel 43
PT Sintesa Bara Gemilang
Rasio-rasio Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Rasio Likuiditas
Lancar 0,54 0,93 0,38 0,02 40,53
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,32 0,73 0,99 - -
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,19 0,17 0,10 0,01 0,98
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,81 0,83 0,90 0,99 0,02
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 4,40 4,84 9,12 158,79 0,03
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 6,79% 18,44% 16,94% N/A N/A
Marjin laba bersih -4,17% 11,67% 8,81% N/A N/A
Imbal hasil aset -1,32% 8,57% 8,68% -0,06% -0,65%
Imbal hasil ekuitas -7,11% 50,02% 87,87% -10,23% -0,67%
VI.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SBG dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SBG. Pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024 dan 2023, rasio perputaran jumlah aset masing-masing
adalah 0,32; 0,73; dan 0,99.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SBG
terhadap jumlah asset SBG. Pada tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset adalah 0,19; 0,17; 0,10; 0,01; dan
0,98.
VI.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan SBG untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,81; 0,83; 0,90; 0,99;
dan 0,02, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah 4,40;
4,84; 9,12; 158,79; dan 0,03.
105
Page 150
VI.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SBG dalam menghasilkan laba
bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah 8,57% dan
8,68%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SBG dalam menghasilkan
laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah 50,02% dan 87,87%.
VI.B. Analisis atas Common Size PT Sintesa Bara Gemilang
Berikut adalah analisis common size SBG untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.
Ikhtisar common size SBG adalah sebagai berikut:
Tabel 44
PT Sintesa Bara Gemilang
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2,98% 6,88% 17,62% 0,00% 0,00%
Piutang usaha 0,70% 4,36% 4,81% 0,00% 0,00%
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 5,67% 18,82% 0,05% 0,63% 97,53%
Pihak ketiga 0,27% 0,17% 0,13% 0,00% 0,00%
Persediaan 1,38% 0,85% 2,38% 0,00% 0,00%
Pajak dibayar di muka 2,88% 2,54% 6,78% 0,00% 0,00%
Klaim pengembalian pajak 0,88% 3,05% 0,85% 0,00% 0,00%
Aset lancar lainnya 0,59% 0,22% 0,12% 0,94% 2,47%
Jumlah Aset Lancar 15,34% 36,90% 32,73% 1,57% 100,00%
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaanya 7,35% 6,40% 7,61% 0,00% 0,00%
Pinjaman kepada pemegang saham 38,68% 23,62% 20,37% 0,00% 0,00%
Aset tetap 23,48% 18,35% 16,31% 0,00% 0,00%
Properti pertambangan 12,55% 11,35% 20,00% 0,00% 0,00%
Pajak dibayar di muka 2,56% 3,34% 2,88% 0,00% 0,00%
Aset pajak tangguhan 0,04% 0,03% 0,05% 0,00% 0,00%
Aset tidak lancar lainnya 0,01% 0,01% 0,03% 0,00% 0,00%
Uang muka untuk akuisisi 0,00% 0,00% 0,00% 98,43% 0,00%
Jumlah Aset Tidak Lancar 84,66% 63,10% 67,27% 98,43% 0,00%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
106
Page 151
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 11,06% 9,12% 12,71% 0,00% 0,00%
Utang lain-lain
Pihak berelasi 0,48% 7,29% 9,75% 99,37% 2,47%
Pihak ketiga 2,34% 0,32% 0,23% 0,00% 0,00%
Beban akrual 3,29% 8,58% 8,34% 0,00% 0,00%
Utang pajak 0,83% 3,32% 3,86% 0,00% 0,00%
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 1,04% 0,46% 1,25% 0,00% 0,00%
Liabilitas sewa 0,02% 0,10% 0,09% 0,00% 0,00%
Pinjaman 7,17% 10,33% 49,53% 0,00% 0,00%
Liabilitas lancar lainnya 2,14% 0,01% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 28,37% 39,54% 85,77% 99,37% 2,47%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 0,05% 0,04% 0,16% 0,00% 0,00%
Provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan 2,40% 2,16% 1,79% 0,00% 0,00%
Liabilitas imbalan kerja 0,32% 0,25% 0,28% 0,00% 0,00%
Liabilitas pajak tangguhan 2,45% 1,90% 2,12% 0,00% 0,00%
Pinjaman 38,15% 38,98% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas tidak lancar lainnya 9,75% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 53,11% 43,32% 4,35% 0,00% 0,00%
JUMLAH LIABILITAS 81,48% 82,87% 90,12% 99,37% 2,47%
EKUITAS
Modal saham 0,06% 0,05% 0,06% 0,69% 98,19%
Saldo laba (defisit) 16,04% 15,03% 8,19% -0,07% -0,65%
Translasi mata uang asing 0,07% 0,06% 0,07% 0,00% 0,00%
Transaksi dengan kepentingan non-pengendali -0,07% -0,06% -0,07% 0,00% 0,00%
Penghasilan komprehensif lain 0,10% 0,08% 0,00% 0,00% 0,00%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 16,20% 15,16% 8,26% 0,63% 97,53%
Kepentingan non-pengendali 2,32% 1,98% 1,63% 0,00% 0,00%
JUMLAH EKUITAS 18,52% 17,13% 9,88% 0,63% 97,53%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
VI.B.1. Aset Lancar
Rasio aset lancar terhadap jumlah aset SBG pada tanggal-tanggal
31 December 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023, 31 Desember 2022,
dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar 15,34%, 36,90%, 32,73%,
1,57%, dan 100,00%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio aset lancar terhadap jumlah aset SBG
mengalami penurunan sebesar 21,55% dibandingkan dengan rasio aset lancar
pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio kas dan bank, rasio piutang usaha, serta rasio piutang lain-lain
terhadap jumlah aset masing-masing sebesar 3,90%, 3,66%, dan 13,06%.
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio aset lancar terhadap jumlah aset SBG
mengalami kenaikan sebesar 4,16% dibandingkan dengan rasio aset lancar pada
tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan rasio
piutang lain-lain terhadap jumlah aset sebesar 18,82% yang disertai dengan
penurunan rasio kas dan bank dan rasio pajak dibayar di muka terhadap jumlah
aset masing-masing sebesar 10,73% dan 4,24%.
107
Page 152
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio aset lancar terhadap jumlah aset SBG
mengalami kenaikan sebesar 31,16% dibandingkan dengan rasio aset lancar pada
tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan rasio
kas dan bank terhadap jumlah aset sebesar 17,61%.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio aset lancar terhadap jumlah aset SBG
mengalami penurunan sebesar 98,43% dibandingkan dengan rasio aset lancar
pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio piutang lain-lain terhadap jumlah aset sebesar 96,91%.
VI.B.2. Aset Tidak Lancar
Rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset SBG pada tanggal-tanggal
31 December 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023, dan 31 Desember
2022 masing-masing adalah sebesar 84,66%, 63,10%, 67,27%, dan 98,43%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
SBG mengalami kenaikan sebesar 21,55% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan rasio pinjaman kepada pemegang saham terhadap jumlah aset sebesar
15,06%.
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
SBG mengalami penurunan sebesar 4,16% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio properti pertambangan terhadap jumlah aset sebesar 8,65% yang
disertai dengan kenaikan rasio pinjaman kepada pemegang saham terhadap
jumlah aset sebesar 3,25%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
SBG mengalami penurunan sebesar 31,16% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio uang muka untuk akuisisi terhadap jumlah aset sebesar 98,43%
yang disertai dengan kenaikan rasio pinjaman kepada pemegang saham, rasio
aset tetap, dan rasio properti pertambangan terhadap jumlah aset masing-masing
sebesar 20,37%, 16,31%, dan 20,00%.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
SBG mengalami kenaikan sebesar 98,43% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh
kenaikan rasio uang muka untuk akuisisi terhadap jumlah aset sebesar 98,43%.
108
Page 153
VI.B.3. Liabilitas Jangka Pendek
Rasio jumlah liabilitas jangka pendek terhadap jumlah liabilitas SBG pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023, 31 Desember
2022, dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar 28,37%, 39,54%,
85,77%, 99,37%, 2,47%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas SBG mengalami penurunan sebesar 11,77% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan rasio utang lain-lain, rasio beban akrual, dan rasio
pinjaman terhadap jumlah liabilitas masing-masing sebesar 4,79%, 5,29%, dan
3,16%.
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas SBG mengalami penurunan sebesar 46,23% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan rasio pinjaman terhadap jumlah liabilitas sebesar
39,20%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas SBG mengalami penurunan sebesar 13,60% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan rasio utang lain-lain terhadap jumlah liabilitas sebesar
89,39% yang disertai dengan kenaikan rasio utang usaha dan rasio pinjaman
terhadap jumlah liabilitas masing-masing sebesar 12,71% dan 49,53%.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas SBG mengalami kenaikan sebesar 96,91% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini serluruhnya
disebabkan oleh kenaikan rasio utang lain-lain terhadap jumlah liabilitas sebesar
96,91%.
VI.B.4. Liabilitas Jangka Panjang
Rasio jumlah liabilitas jangka panjang terhadap jumlah liabilitas SBG pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2025, 31 Desember 2024, dan 31 Desember 2023 masing-
masing adalah sebesar 53,11%, 43,32%, 4,35%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas SBG mengalami kenaikan sebesar 9,78% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio liabilitas tidak lancar lainnya terhadap jumlah
liabilitas sebesar 9,75%.
109
Page 154
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas SBG mengalami kenaikan sebesar 38,98% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio pinjaman terhadap jumlah liabilitas sebesar
38,98%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas SBG mengalami kenaikan sebesar 4,35% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio provisi biaya restorasi dan reklamasi lingkungan
dan rasio liabilitas pajak tangguhan terhadap jumlah liabilitas masing-masing
sebesar 1,79% dan 2,12%.
Tabel 45
PT Sintesa Bara Gemilang
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% N/A N/A
Beban pokok penjualan -93,21% -81,56% -83,06% N/A N/A
Laba bruto 6,79% 18,44% 16,94% N/A N/A
Beban umum dan administrasi -2,75% -1,07% -2,04% N/A N/A
Beban penjualan -0,51% -0,49% -0,34% N/A N/A
Penghasilan keuangan 8,61% 9,31% 1,23% N/A N/A
Beban keuangan -18,75% -6,53% -10,33% N/A N/A
Pendapatan (beban) lain-lain - neto 7,43% -2,62% 0,04% N/A N/A
Keuntungan dari pembelian dengan diskon 0,00% 0,00% 7,38% N/A N/A
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan 0,83% 17,05% 12,87% N/A N/A
Beban pajak penghasilan -5,00% -5,38% -4,06% N/A N/A
Laba (rugi) tahun berjalan -4,17% 11,67% 8,81% N/A N/A
Penghasilan (rugi) komprehesif lain -0,04% 0,10% -0,04% N/A N/A
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan -4,21% 11,76% 8,76% N/A N/A
Laba (rugi) tahun berjalan yang diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk -2,18% 4,93% 4,54% N/A N/A
Kepentingan non-pengendali -1,99% 6,74% 4,26% N/A N/A
VI.B.5. Laba Bruto
Margin laba bruto SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, dan 2023 masing-masing adalah sebesar 6,79%,
18,44%, dan 16,94%.
Margin laba bruto SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
mengalami penurunan sebesar 11,66% dibandingkan dengan margin laba bruto
SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang seluruhnya
disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok penjualan.
Margin laba bruto SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
mengalami kenaikan sebesar 1,50% dibandingkan dengan margin laba bruto SBG
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang seluruhnya
disebabkan oleh penurunan margin beban pokok penjualan.
110
Page 155
VI.B.6. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Margin rugi tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebesar 4,17%. Margin laba tahun berjalan SBG untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-
masing adalah sebesar 11,67% dan 8,81%.
Margin rugi tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar 15,84% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 yang terutama disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok
penjualan dan margin beban umum dan administrasi masing-masing sebesar
11,66% dan 1,68.
Margin laba tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar 2,86% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan SBG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 yang terutama disebabkan oleh penurunan margin beban pokok
penjualan dan margin beban keuangan masing-masing sebesar 1,50% dan 3,81%.
111
Page 156
VI.C. Analisis atas Common Size Industri Batu Bara
Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan SBG, yaitu
PT Bukit Asam Tbk, PT Indo Tambangraya Megah Tbk, dan PT Adaro Andalan
Indonesia Tbk masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.
Ikhtisar common size untuk PT Bukit Asam Tbk, PT Indo Tambangraya
Megah Tbk, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk masing-masing adalah sebagai
berikut:
VI.C.1. PT Bukit Asam Tbk
Tabel 46
PT Bukit Asam Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 10,30% 9,89% 10,68% 15,50% 12,16%
Deposito berjangka 0,03% 0,58% 1,40% 19,69% 24,94%
Piutang usaha - neto 8,96% 12,04% 9,80% 7,74% 8,58%
Investasi pada instrumen utang 1,03% 1,02% 2,26% 1,73% 0,95%
Persediaan 11,12% 11,65% 14,19% 8,46% 3,34%
Pajak lain-lain dibayar di muka 0,60% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset lancar lainnya 0,38% 1,28% 0,76% 0,75% 0,16%
Biaya dibayar di muka dan uang muka 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,28%
Jumlah Aset Lancar 32,43% 36,46% 39,08% 53,86% 50,41%
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi 0,18% 0,17% 0,00% 0,06% 0,06%
Investasi pada ventura bersama 21,73% 20,61% 18,74% 14,37% 14,32%
Properti penambangan 8,21% 8,17% 8,44% 6,34% 5,81%
Aset tetap 25,48% 20,91% 22,10% 18,54% 23,04%
Pajak dibayar di muka 6,93% 8,16% 6,59% 3,30% 1,87%
Aset pajak tangguhan 2,97% 3,01% 3,12% 2,02% 2,13%
Goodwill 0,23% 0,24% 0,26% 0,23% 0,28%
Aset tidak lancar lainnya 1,85% 2,28% 0,96% 0,59% 0,71%
Piutang usaha - neto 0,00% 0,00% 0,49% 0,51% 1,15%
Piutang lainnya dari pihak berelasi 0,00% 0,00% 0,05% 0,06% 0,04%
Tanaman produktif 0,00% 0,00% 0,19% 0,12% 0,13%
Biaya dibayar di muka dan uang muka 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,03%
Jumlah Aset Tidak Lancar 67,57% 63,54% 60,92% 46,14% 49,59%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
112
Page 157
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 8,25% 6,99% 5,37% 4,27% 3,52%
Biaya yang masih harus dibayar 10,20% 11,42% 12,53% 9,89% 5,14%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 1,53% 1,59% 2,20% 2,94% 2,98%
Utang pajak 2,23% 1,95% 2,04% 3,33% 4,30%
Pinjaman bank jangka pendek 4,44% 3,34% 0,18% 0,00% 0,01%
Bagian jangka pendek dari liabilitas jangka panjang:
Pinjaman bank 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas sewa 0,85% 1,16% 1,26% 1,30% 1,16%
Provisi reklamasi lingkungan dan penutupan tambang 0,49% 0,92% 0,85% 0,57% 0,54%
Liabilitas imbalan pascakerja 0,55% 0,57% 0,59% 0,79% 1,20%
Liabilitas jangka pendek lainnya 0,44% 0,71% 0,69% 0,51% 1,92%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 28,98% 28,66% 25,71% 23,59% 20,76%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah bagian lancar:
Liabilitas sewa 0,58% 0,88% 1,92% 1,70% 1,73%
Pinjaman bank 2,91% 0,00% 0,00% 0,00% 0,01%
Provisi reklamasi lingkungan dan penutupan tambang 4,91% 4,17% 4,61% 3,38% 2,63%
Liabilitas imbalan pascakerja 11,10% 11,92% 11,93% 7,35% 7,45%
Liabilitas pajak tangguhan 0,02% 0,18% 0,20% 0,23% 0,28%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 19,52% 17,15% 18,66% 12,66% 12,10%
JUMLAH LIABILITAS 48,50% 45,81% 44,37% 36,25% 32,86%
EKUITAS
Modal saham 2,62% 2,76% 2,97% 2,54% 3,19%
Tambahan modal disetor - neto 1,46% 1,54% 1,53% 1,31% 1,65%
Saham treasuri -0,03% -0,03% -0,11% -0,10% -0,12%
Cadangan perubahan nilai wajar investasi
pada instrumen utang 0,06% 0,01% 0,05% 0,01% 0,13%
Selisih penjabaran kurs laporan keuangan entitas anak
dan ventura bersama 3,20% 2,68% 1,79% 1,55% 0,54%
Saldo laba 43,88% 46,90% 49,06% 57,96% 61,22%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 51,20% 53,86% 55,29% 63,28% 66,60%
Kepentingan non-pengendali 0,30% 0,33% 0,33% 0,47% 0,54%
JUMLAH EKUITAS 51,50% 54,19% 55,63% 63,75% 67,14%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
VI.C.1.a. Aset Lancar
Rasio aset lancar terhadap jumlah aset PTBA pada tanggal-tanggal
31 December 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023, 31 Desember 2022,
dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar 32,43%, 36,46%, 39,08%,
53,86%, dan 50,41%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio aset lancar terhadap jumlah aset PTBA
mengalami penurunan sebesar 4,03% dibandingkan dengan rasio aset lancar
pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio piutang usaha – neto terhadap jumlah aset sebesar 3,08%.
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio aset lancar terhadap jumlah aset PTBA
mengalami penurunan sebesar 2,62% dibandingkan dengan rasio aset lancar
pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio persediaan terhadap jumlah aset sebesar 2,53%.
113
Page 158
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio aset lancar terhadap jumlah aset PTBA
mengalami penurunan sebesar 14,79% dibandingkan dengan rasio aset lancar
pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio deposito berjangka terhadap jumlah aset sebesar 18,29% yang
disertai dengan.kenaikan rasio persediaan terhadap jumlah aset sebesar 5,73%.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio aset lancar terhadap jumlah aset PTBA
mengalami kenaikan sebesar 3,45% dibandingkan dengan rasio aset lancar pada
tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan rasio
kas dan setara kas terhadap jumlah aset sebesar 3,33%.
VI.C.1.b. Aset Tidak Lancar
Rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset PTBA pada tanggal-tanggal
31 December 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023, 31 Desember 2022,
dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar 67,57%, 63,54%, 60,92%,
46,14%, dan 49,59%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
PTBA mengalami kenaikan sebesar 4,03% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan rasio aset tetap terhadap jumlah aset sebesar 4,57%.
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
PTBA mengalami kenaikan sebesar 2,62% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan rasio investasi pada ventura bersama dan rasio aset pajak dibayar di
muka terhadap jumlah aset masing-masing sebesar 1,87% dan 1,57%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
PTBA mengalami kenaikan sebesar 14,79% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan rasio investasi pada ventura bersama, rasio aset tetap, dan rasio aset
pajak dibayar di muka terhadap jumlah aset masing-masing sebesar 4,36%,
3,56%, dan 3,29%.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
PTBA mengalami penurunan sebesar 3,45% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio aset tetap terhadap jumlah aset sebesar 4,49% yang disertai
dengan kenaikan rasio aset pajak dibayar di muka terhadap jumla aset sebesar
1,43%.
114
Page 159
VI.C.1.c. Liabilitas Jangka Pendek
Rasio jumlah liabilitas jangka pendek terhadap jumlah liabilitas PTBA pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
31 Desember 2022, dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar
28,98%, 28,66%, 25,71%, 23,59%, 20,76%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas PTBA mengalami kenaikan sebesar 0,32% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio utang usaha terhadap jumlah liabilitas sebesar
1,26% yang disertai dengan penurunan rasio provisi reklamasi lingkungan dan
penutupan tambang terhadap jumlah liabilitas sebesar 0,43%.
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas PTBA mengalami kenaikan sebesar 2,94% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio pinjaman bank jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas sebesar 3,17%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas PTBA mengalami kenaikan sebesar 2,12% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio biaya yang masih harus dibayar terhadap jumlah
liabilitas sebesar 2,64%.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas PTBA mengalami kenaikan sebesar 2,83% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio biaya yang masih harus dibayar terhadap jumlah
liabilitas sebesar 4,75% yang disertai dengan penurunan rasio liabilitas imbalan
pascakerja dan rasio liabilitas jangka pendek lainnya terhadap jumlah liabilitas
masing-masing sebesar 0,41% dan 1,41%.
VI.C.1.d. Liabilitas Jangka Panjang
Rasio jumlah liabilitas jangka panjang terhadap jumlah liabilitas PTBA pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
31 Desember 2022, dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar
19,52%, 17,15,%, 18,66%, 12,66%, dan 12,10%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas PTBA mengalami kenaikan sebesar 2,37% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio pinjaman bank terhadap jumlah liabilitas sebesar
2,91% yang disertai dengan penurunan rasio liabilitas sewa terhadap jumlah
liabilitas sebesar 0,30%.
115
Page 160
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas PTBA mengalami penurunan sebesar 1,51% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan rasio liabilitas sewa dan rasio provisi reklamasi
lingkungan dan penutupan tambang terhadap jumlah liabilitas masing-masing
sebesar 1,04% dan 0,44%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas PTBA mengalami kenaikan sebesar 6,00% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio provisi reklamasi lingkungan dan penutupan
tambang dan rasio liabilitas imbalan pascakerja terhadap jumlah liabilitas masing-
masing sebesar 1,23% dan 4,58%.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas PTBA mengalami kenaikan sebesar 0,56% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio provisi reklamasi lingkungan dan penutupan
tambang terhadap jumlah liabilitas sebesar 0,76%.
Tabel 47
PT Bukit Asam Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 85,33% 80,82% 76,21% 57,87% 53,92%
Laba bruto 14,67% 19,18% 23,79% 42,13% 46,08%
Beban umum dan administrasi -5,49% -4,86% -5,03% -5,60% -8,82%
Beban penjualan dan pemasaran -1,91% -1,85% -1,71% -2,23% -3,47%
Penghasilan lainnya - neto 0,24% 0,74% 1,66% 1,23% 0,23%
Laba usaha 7,52% 13,22% 18,71% 35,51% 34,03%
Penghasilan keuangan 0,51% 0,59% 1,52% 1,00% 0,88%
Biaya keuangan -0,76% -0,66% -0,53% -0,47% -0,54%
Bagian atas keuntungan neto entitas asosiasi dan
ventura bersama 1,57% 1,50% 1,48% 1,94% 1,03%
Laba sebelum pajak penghasilan 8,85% 14,64% 21,19% 37,99% 35,40%
Beban pajak penghasilan -1,91% -2,62% -4,84% -8,03% -7,93%
Laba tahun berjalan 6,94% 12,02% 16,35% 29,96% 27,47%
Penghasilan (kerugian) komprehensif lainnya 2,05% 1,09% -2,10% -0,03% -1,58%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 8,99% 13,11% 14,25% 29,93% 25,89%
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 6,87% 11,93% 15,86% 29,47% 27,03%
Kepentingan non-pengendali 0,07% 0,08% 0,48% 0,50% 0,44%
116
Page 161
VI.C.1.e. Laba Bruto
Margin laba bruto PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
14,67%, 19,18%, 23,79%, 42,13%, dan 46,08%.
Margin laba bruto PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 4,51% dibandingkan dengan
margin laba bruto PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang seluruhnya disebabkan oleh kenaikan margin beban
pokok pendapatan.
Margin laba bruto PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar 4,61% dibandingkan dengan
margin laba bruto PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang seluruhnya disebabkan oleh kenaikan margin beban
pokok pendapatan.
Margin laba bruto PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar 18,33% dibandingkan dengan
margin laba bruto PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang seluruhnya disebabkan oleh kenaikan margin beban
pokok pendapatan.
Margin laba bruto PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar 3,96% dibandingkan dengan
margin laba bruto PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang seluruhnya disebabkan oleh kenaikan margin beban
pokok pendapatan.
VI.C.1.f. Laba Tahun Berjalan
Margin laba tahun berjalan PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
6,94%, 12,02%, 16,35%, 29,96%, dan 27,47%.
Margin laba tahun berjalan PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 5,08% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang terutama disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok
pendapatan dan beban umum dan administrasi masing-masing sebesar 4,51%
dan 0,63%.
Margin laba tahun berjalan PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar 4,33% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang terutama disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok
pendapatan dan margin beban penjualan masing-masing sebesar 4,61% dan
0,14%.
117
Page 162
Margin laba tahun berjalan PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar 13,62% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang terutama disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok
pendapatan sebesar 18,33% yang disertai dengan penurunan margin beban
penjualan dan pemasaran sebesar 0,53%.
Margin laba tahun berjalan PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar 2,50% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan PTBA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang terutama disebabkan oleh penurunan margin beban
umum dan administrasi sebesar 3,21% yang disertai dengan kenaikan margin
beban pokok pendapatan sebesar 3,96%.
VI.C.2. PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Tabel 48
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 33,58% 41,15% 38,90% 54,18% 41,47%
Piutang usaha
Pihak ketiga 6,45% 7,21% 8,22% 10,62% 10,53%
Pihak berelasi 0,00% 0,43% 0,80% 0,00% 0,68%
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 0,64% 0,55% 0,57% 0,28% 0,60%
Pihak berelasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,03% 0,04%
Piutang derivatif 0,32% 0,21% 0,49% 0,11% 0,11%
Persediaan 4,68% 3,51% 4,48% 3,64% 3,75%
Pajak dibayar di muka 1,17% 0,00% 0,19% 0,00% 0,03%
Uang muka dan beban dibayar di muka 1,11% 1,11% 4,11% 3,05% 2,09%
Aset lancar lainnya 5,90% 4,19% 0,74% 0,38% 0,00%
Jumlah Aset Lancar 53,85% 58,37% 58,50% 72,29% 59,30%
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 0,06% 0,05% 0,05% 0,03% 0,02%
Pihak berelasi 0,00% 0,02% 0,08% 0,00% 0,00%
Aset tetap 8,85% 7,38% 7,68% 5,73% 9,95%
Aset hak guna 1,96% 0,12% 0,03% 0,77% 0,76%
Biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan 12,06% 7,33% 4,31% 3,23% 5,10%
Biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan 8,29% 7,05% 7,11% 5,08% 9,16%
Properti pertambangan 0,35% 0,41% 0,51% 0,47% 0,80%
Pajak dibayar di muka 7,25% 12,48% 14,58% 8,07% 8,19%
Aset pajak tangguhan 0,93% 1,60% 1,83% 1,96% 3,41%
Kas yang dibatasi penggunaannya 2,01% 1,64% 2,24% 1,48% 1,94%
Uang muka dan beban dibayar di muka 3,29% 3,15% 0,09% 0,05% 0,61%
Aset tidak lancar lainnya 1,10% 0,39% 2,98% 0,84% 0,77%
Jumlah Aset Tidak Lancar 46,15% 41,63% 41,50% 27,71% 40,70%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
118
Page 163
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga 6,56% 5,52% 5,03% 5,46% 5,12%
Utang pajak 0,71% 1,23% 0,78% 8,80% 5,51%
Beban yang masih harus dibayar 4,75% 4,60% 5,02% 5,61% 6,20%
Pinjaman bank jangka pendek 0,00% 0,86% 1,12% 0,00% 0,00%
Pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo 0,00%
dalam satu tahun 0,27% 0,16% 0,72% 0,50% 0,60%
Liabilitas jangka pendek lainnya
Pihak ketiga 0,00% 0,03% 0,03% 0,08% 1,48%
Pihak berelasi 0,14% 0,17% 0,19% 0,28% 0,30%
Liabilitas derivatif 0,01% 0,10% 0,05% 0,00% 1,53%
Penyisihan untuk rehabilitasi tambang
bagian jangka pendek 0,09% 0,10% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas sewa 1,68% 0,09% 0,27% 0,89% 0,70%
Penyisihan imbalan karyawan jangka pendek
Bonus kinerja dan tunjangan hari raya 0,05% 0,14% 0,22% 0,54% 0,42%
Kewajiban imbalan pensiun karyawan 0,05% 0,04% 0,03% 0,02% 0,04%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 14,32% 13,04% 13,45% 22,18% 21,89%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan 0,22% 0,10% 0,09% 0,07% 0,12%
Penyisihan untuk rehabilitasi tambang 3,32% 3,44% 3,22% 2,60% 2,25%
Penyisihan untuk pembongkaran, pemindahan,
dan restorasi 0,21% 0,21% 0,22% 0,18% 0,29%
Penyisihan imbalan karyawan 0,78% 0,86% 0,75% 0,57% 1,44%
Liabilitas sewa 0,41% 0,03% 0,00% 0,01% 0,28%
Pinjaman bank jangka panjang setelah dikurangi
bagian jatuh tempo dalam satu tahun 1,33% 1,86% 0,35% 0,48% 1,55%
Liabilitas jangka panjang lainnya 0,10% 0,11% 0,16% 0,03% 0,07%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6,37% 6,60% 4,80% 3,95% 6,00%
JUMLAH LIABILITAS 20,69% 19,64% 18,25% 26,13% 27,89%
EKUITAS
Modal saham 2,66% 2,65% 2,92% 2,42% 3,83%
Tambahan modal disetor 15,51% 15,51% 17,06% 14,14% 19,75%
Saham treasuri -0,33% 0,00% 0,00% 0,00% -1,15%
Translasi mata uang asing -0,53% -0,26% 0,09% 0,02% -0,02%
Cadangan lindung nilai arus kas 0,23% 0,15% 0,35% 0,09% -1,12%
Cadangan perubahan nilai wajar pada instrumen ekuitas -0,06% 0,00% 0,00% 0,00% 0,02%
Saldo laba 61,41% 62,06% 61,29% 57,38% 51,27%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 78,90% 80,12% 81,70% 74,05% 72,58%
Kepentingan non-pengendali 0,41% 0,24% 0,04% -0,18% -0,46%
JUMLAH EKUITAS 79,31% 80,36% 81,75% 73,87% 72,11%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
VI.C.2.a. Aset Lancar
Rasio aset lancar terhadap jumlah aset ITMG pada tanggal-tanggal
31 December 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023, 31 Desember 2022,
dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar 53,85%, 58,37%, 58,50%,
72,29%, dan 59,30%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio aset lancar terhadap jumlah aset ITMG
mengalami penurunan sebesar 4,52% dibandingkan dengan rasio aset lancar
pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio kas dan setara kas terhadap jumlah aset sebesar 7,57% yang
disertai kenaikan rasio pajak dibayar di muka dan rasio aset lancar lainnya
terhadap jumlah aset masing-masing sebesar 1,17% dan 1,70%.
119
Page 164
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio aset lancar terhadap jumlah aset ITMG
mengalami penurunan sebesar 0,13% dibandingkan dengan rasio aset lancar
pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio uang muka dan beban dibayar di muka terhadap jumlah aset
sebesar 3,00% yang disertai dengan kenaikan rasio aset lancar lainnya terhadap
jumlah aset sebesar 3,46%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio aset lancar terhadap jumlah aset ITMG
mengalami penurunan sebesar 13,79% dibandingkan dengan rasio aset lancar
pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio kas dan setara kas terhadap jumlah aset sebesar 15,27% yang
disertai dengan kenaikan rasio uang muka dan beban dibayar di muka terhadap
jumlah aset sebesar 1,06%.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio aset lancar terhadap jumlah aset ITMG
mengalami kenaikan sebesar 12,99% dibandingkan dengan rasio aset lancar pada
tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan rasio
kas dan setara kas terhadap jumlah aset sebesar 12,71%.
VI.C.2.b. Aset Tidak Lancar
Rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset ITMG pada tanggal-tanggal
31 December 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023, 31 Desember 2022,
dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar 46,15%, 41,63%, 41,50%,
27,71%, dan 40,70%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
ITMG mengalami kenaikan sebesar 4,52% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
rasio kenaikan biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan terhadap jumlah aset
sebesar 4,73%.
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
ITMG mengalami kenaikan sebesar 0,13% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan rasio uang muka dan beban dibayar di muka terhadap jumlah aset
sebesar 3,06% yang disertai dengan rasio penurunan aset tidak lancar lainnya
terhadap jumlah aset sebesar 2,60%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
ITMG mengalami kenaikan sebesar 13,79% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan rasio biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan, rasio
pajak dibayar di muka, serta rasio aset tidak lancar lainnya terhadap jumlah aset
masing-masing sebesar 2,03%, 6,51%, dan 2,15%.
120
Page 165
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
ITMG mengalami penurunan sebesar 12,99% dibandingkan dengan rasio aset
tidak lancar pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan rasio aset tetap, rasio biaya eksplorasi dan pengembangan yang
ditangguhkan, dan rasio aset pajak tangguhan – bersih terhadap jumlah aset
masing-masing sebesar 4,22%, 4,07%, dan 1,45%.
VI.C.2.c. Liabilitas Jangka Pendek
Rasio jumlah liabilitas jangka pendek terhadap jumlah liabilitas ITMG pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
31 Desember 2022, dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar
14,32%, 13,04%, 13,45%, 22,18%, 21,89%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas ITMG mengalami kenaikan sebesar 1,28% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio utang usaha – pihak ketiga dan rasio liabilitas
sewa terhadap jumlah liabilitas masing-masing sebesar 1,04% dan 1,59% yang
disertai dengan penurunan rasio pinjaman bank terhadap jumlah liabilitas sebesar
0,76%.
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas ITMG mengalami penurunan sebesar 0,41% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan rasio beban yang masih harus dibayar dan rasio
pinjaman bank terhadap jumlah liabilitas masing-masing sebesar 0,42% dan
0,82% yang disertai dengan kenaikan rasio utang usaha – pihak ketiga terhadap
jumlah liabilitas sebesar 0,50%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas ITMG mengalami penurunan sebesar 8,73% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan rasio utang pajak terhadap jumlah liabilitas sebesar
8,03%.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas ITMG mengalami kenaikan sebesar 0,29% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio utang pajak terhadap jumlah liabilitas sebesar
3,29% yang disertai dengan penurunan rasio liabilitas jangka pendek lainnya dan
rasio liabilitas derivatif terhadap jumlah liabilitas masing-masing sebesar 1,42%
dan 1,53%.
121
Page 166
VI.C.2.d. Liabilitas Jangka Panjang
Rasio jumlah liabilitas jangka panjang terhadap jumlah liabilitas ITMG pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
31 Desember 2022, dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar
6,37%, 6,60,%, 4,80%, 3,95%, dan 6,00%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas SBG mengalami penurunan sebesar 0,23% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan rasio pinjaman bank terhadap jumlah liabilitas sebesar
0,53% yang disertai dengan penurunan rasio liabilitas sewa terhadap jumlah
liabilitas sebesar 0,38%.
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas SBG mengalami kenaikan sebesar 1,80% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio penyisihan untuk rehabilitasi tambang dan rasio
pinjaman bank terhadap jumlah liabilitas masing-masing sebesar 0,22% dan
1,52%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas SBG mengalami kenaikan sebesar 0,85% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio penyisihan untuk rehabilitasi tambang dan rasio
penyisihan imbalan karyawan terhadap jumlah liabilitas masing-masing sebesar
0,62% dan 0,18%.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas SBG mengalami penurunan sebesar 2,05% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan rasio penyisihan imbalan karyawan dan rasio
pinjaman bank terhadap jumlah liabilitas masing-masing sebesar 0,87% dan
1,06%.
122
Page 167
Tabel 49
PT Indo Tambangraya Megah Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan bersih 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 74,33% 69,68% 68,73% 47,90% 55,87%
Laba kotor 25,67% 30,32% 31,27% 52,10% 44,13%
Beban penjualan -9,09% -7,74% -3,99% -4,67% -4,84%
Beban umum dan administrasi -2,39% -1,61% -1,78% -1,15% -1,20%
Beban keuangan -0,59% -0,18% -0,12% -0,09% -0,13%
Penghasilan keuangan 2,13% 1,79% 1,45% 0,24% 0,14%
Lain-lain, bersih -0,47% -1,12% 0,30% -3,94% -8,20%
Laba sebelum pajak penghasilan 15,27% 21,47% 27,13% 42,48% 29,91%
Beban pajak penghasilan -4,92% -5,17% -6,09% -9,50% -7,02%
Laba tahun berjalan 10,35% 16,30% 21,04% 32,98% 22,89%
Laba (rugi) komprehensif lain -0,51% -0,77% 0,26% 0,57% -0,66%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 9,84% 15,53% 21,30% 33,55% 22,23%
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 10,15% 16,23% 21,07% 33,00% 22,90%
Kepentingan non-pengendali 0,20% 0,06% -0,03% -0,02% -0,01%
VI.C.2.e. Laba Kotor
Margin laba bruto ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
25,67%, 30,32%, 31,27%, 52,10%, dan 44,13%
Margin laba bruto ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 4,66% dibandingkan dengan
margin laba bruto ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 yang seluruhnya disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok
pendapatan.
Margin laba bruto ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar 0,95% dibandingkan dengan
margin laba bruto ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang seluruhnya disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok
pendapatan.
Margin laba bruto ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar 20,82% dibandingkan dengan
margin laba bruto ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 yang seluruhnya disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok
pendapatan.
Margin laba bruto ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar 7,97% dibandingkan dengan
margin laba bruto ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 yang seluruhnya disebabkan oleh penurunan margin beban pokok
pendapatan.
123
Page 168
VI.C.2.f. Laba Tahun Berjalan
Margin laba tahun berjalan ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
10,35%, 16,30%, 21,04%, 32,98%, dan 22,89%.
Margin laba tahun berjalan ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 5,95% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang terutama disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok
pendapatan dan margin beban umum dan administrasi masing-masing sebesar
4,66% dan 0,78%.
Margin laba tahun berjalan ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar 4,74% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang terutama disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok
pendapatan dan margin beban penjualan masing-masing sebesar 0,95% dan
3,74%.
Margin laba tahun berjalan ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar 11,94% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang terutama disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok
pendapatan sebesar 20,82% yang disertai dengan penurunan margin beban pajak
penghasilan sebesar 3,41%.
Margin laba tahun berjalan ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar 10,09% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang terutama disebabkan oleh penurunan margin beban
pokok pendapatan sebesar 7,97%.
124
Page 169
VI.C.3. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Tabel 50
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 15,32% 20,98% 31,62% 37,72% 23,87%
Kas dan deposito berjangka yang dibatasi pengunaannya 0,06% 0,06% 0,04% 0,04% 0,04%
Piutang usaha 5,76% 5,22% 4,97% 6,00% 5,96%
Investasi lain-lain 7,87% 9,37% 0,46% 0,97% 2,91%
Persediaan 1,70% 1,49% 1,63% 1,85% 1,66%
Pajak dibayar di muka 0,36% 0,41% 0,99% 0,41% 0,35%
Pajak yang bisa dipulihkan kembali 0,00% 0,00% 0,37% 0,36% 0,27%
Piutang lain-lain 0,78% 0,76% 0,20% 0,17% 1,77%
Pinjaman untuk pihak ketiga 0,00% 0,47% 0,25% 1,48% 0,00%
Pinjaman untuk pihak berelasi 0,45% 0,03% 0,00% 0,03% 0,06%
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 0,07% 0,06% 0,46% 0,14% 0,18%
Aset lancar lain-lain 0,02% 0,03% 0,08% 0,16% 0,34%
Jumlah Aset Lancar 32,38% 38,88% 41,08% 49,33% 37,41%
ASET TIDAK LANCAR
Kas dan deposito berjangka yang dibatasi pengunaannya 0,24% 0,16% 0,50% 0,41% 0,53%
Piutang lain-lain 0,02% 0,58% 0,98% 0,84% 0,14%
Investasi lain-lain 1,31% 0,00% 4,79% 4,57% 2,13%
Investasi pada ventura bersama 9,70% 9,75% 13,02% 11,85% 10,97%
Pinjaman untuk pihak ketiga 0,00% 2,28% 1,63% 0,00% 0,27%
Pinjaman untuk pihak berelasi 7,57% 13,68% 1,37% 1,30% 1,85%
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 0,56% 1,77% 1,64% 0,36% 0,28%
Pajak dibayar dimuka 1,81% 0,51% 0,15% 0,03% 0,04%
Properti pertambangan 7,93% 8,16% 9,50% 9,58% 16,05%
Tanah untuk pengembangan 2,35% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset tetap 34,63% 22,82% 16,75% 13,47% 18,41%
Goodwill 0,58% 0,59% 7,42% 7,21% 10,24%
Aset tak berwujud 0,00% 0,00% 0,05% 0,05% 0,06%
Piutang jasa konsensi 0,00% 0,00% 0,25% 0,18% 0,26%
Aset pajak tangguhan 0,80% 0,67% 0,82% 0,75% 1,22%
Aset tidak lancar lain-lain 0,13% 0,14% 0,07% 0,07% 0,12%
Jumlah Aset Tidak Lancar 67,62% 61,12% 58,92% 50,67% 62,59%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
125
Page 170
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 2,51% 2,36% 3,29% 3,09% 3,59%
Utang dividen 3,67% 2,98% 4,10% 4,94% 4,99%
Beban yang masih harus dibayar 4,29% 2,26% 2,46% 1,52% 0,79%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 0,00% 0,00% 0,02% 0,01% 0,06%
Utang pajak 0,36% 0,38% 1,09% 10,91% 4,55%
Utang royalti 0,47% 0,33% 0,26% 0,46% 0,22%
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang:
Liabilitas sewa 0,29% 0,43% 0,27% 0,30% 0,68%
Utang bank 0,60% 0,44% 2,13% 1,33% 2,89%
Senior Notes 0,00% 0,00% 6,66% 0,00% 0,00%
Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi,
dan penutupan tambang 0,00% 0,07% 0,06% 0,06% 0,06%
Liabilitas lain-lain dan provisi jangka pendek lainnya 0,43% 0,39% 0,05% 0,08% 0,12%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 12,63% 9,66% 20,39% 22,70% 17,95%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan
jatuh tempo dalam satu tahun:
Liabilitas sewa 0,83% 1,32% 0,79% 0,32% 0,56%
Utang bank 10,33% 6,46% 3,86% 6,19% 7,26%
Liabilitas pajak tangguhan 1,36% 1,41% 1,49% 1,52% 2,47%
Liabilitas imbalan pasca kerja 0,72% 0,64% 0,71% 0,55% 0,88%
Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi,
dan penutupan tambang 0,43% 0,38% 1,99% 1,65% 2,32%
Senior Notes 0,00% 0,00% 0,00% 6,50% 9,76%
Pinjaman pihak ketiga 0,00% 0,00% 0,03% 0,03% 0,05%
Liabilitas jangka panjang lainnya 0,30% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 13,97% 10,20% 8,87% 16,76% 23,29%
JUMLAH LIABILITAS 26,60% 19,86% 29,26% 39,46% 41,24%
EKUITAS
Modal saham 4,62% 4,91% 3,27% 3,18% 4,52%
Tambahan modal disetor 10,83% 13,30% 11,02% 10,71% 15,22%
Saham treasuri -0,98% -1,05% -1,51% -1,30% -1,28%
Selisih transaksi dengan pihak non pengendali 2,08% 2,35% 1,51% 1,42% 0,10%
Saldo laba 48,27% 50,65% 49,85% 41,56% 36,69%
Penghasilan komprehensif lain 0,97% 3,35% 0,53% 0,30% -0,72%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 65,80% 73,51% 64,67% 55,87% 54,53%
Kepentingan non-pengendali 7,61% 6,62% 6,07% 4,66% 4,24%
JUMLAH EKUITAS 73,40% 80,14% 70,74% 60,54% 58,76%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
VI.C.3.a. Aset Lancar
Rasio aset lancar terhadap jumlah aset ADRO pada tanggal-tanggal
31 December 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023, 31 Desember 2022,
dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar 32,38%, 38,88%, 41,08%,
49,33%, dan 37,41%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio aset lancar terhadap jumlah aset ADRO
mengalami penurunan sebesar 6,50% dibandingkan dengan rasio aset lancar
pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio kas dan setara kas serta rasio investasi lain-lain terhadap jumlah
aset masing-masing sebesar 5,66% dan 1,50%.
126
Page 171
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio aset lancar terhadap jumlah aset ADRO
mengalami penurunan sebesar 2,20% dibandingkan dengan rasio aset lancar
pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio kas dan setara kas terhadap jumlah aset sebesar 10,64% yang
disertai dengan kenaikan rasio investasi lain-lain terhadap jumlah aset sebesar
8,90%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio aset lancar terhadap jumlah aset ADRO
mengalami penurunan sebesar 8,26% dibandingkan dengan rasio aset lancar
pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan rasio kas dan setara kas serta rasio pinjaman untuk pihak ketiga
terhadap jumlah aset masing-masing sebesar 6,10% dan 1,22%.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio aset lancar terhadap jumlah aset ADRO
mengalami kenaikan sebesar 11,93% dibandingkan dengan rasio aset lancar pada
tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan rasio
kas dan setara kas terhadap jumlah aset sebesar 13,85% yang disertai dengan
penurunan rasio piutang lain-lain terhadap jumlah aset sebesar 1,60%.
VI.C.3.b. Aset Tidak Lancar
Rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset ADRO pada tanggal-tanggal
31 December 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023, 31 Desember 2022,
dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar 67,62%, 61,12%, 58,92%,
50,67%, dan 62,59%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
ADRO mengalami kenaikan sebesar 6,50% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan rasio aset tetap terhadap jumlah aset sebesar 11,81% yang disertai
dengan penurunan rasio pinjaman untuk pihak berelasi terhadap jumlah aset
sebesar 6,11%.
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
ADRO mengalami kenaikan sebesar 2,20% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan rasio pinjaman untuk pihak berelasi terhadap jumlah aset sebesar
12,31% yang disertai dengan penurunan rasio investasi pada ventura bersama
dan rasio goodwill terhadap jumlah aset masing-masing sebesar 3,27% dan
6,83%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
ADRO mengalami kenaikan sebesar 8,26% dibandingkan dengan rasio aset tidak
lancar pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan rasio uang muka dan biaya dibayar dimuka, rasio aset tetap, dan rasio
pinjaman untuk pihak ketiga terhadap jumlah aset masing-masing sebesar 1,28%,
3,29%, dan 1,63%.
127
Page 172
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio aset tidak lancar terhadap jumlah aset
ADRO mengalami penurunan sebesar 11,93% dibandingkan dengan rasio aset
tidak lancar pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan rasio properti pertambangan dan rasio aset tetap terhadap jumlah
aset masing-masing sebesar 6,46% dan 4,95%.
VI.C.3.c. Liabilitas Jangka Pendek
Rasio jumlah liabilitas jangka pendek terhadap jumlah liabilitas ADRO pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
31 Desember 2022, dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar
12,63%, 9,66%, 20,39%, 22,70%, 17,95%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas ADRO mengalami kenaikan sebesar 2,97% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio utang dividen dan rasio beban yang masih harus
dibayar terhadap jumlah liabilitas masing-masing sebesar 0,68% dan 2,03%.
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas ADRO mengalami penurunan sebesar 10,73% dibandingkan dengan
rasio liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan rasio utang dividen, rasio utang bank, dan
rasio senior notes terhadap jumlah liabilitas masing-masing sebesar 1,12%,
1,68%, dan 6,66%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas ADRO mengalami penurunan sebesar 2,31% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan rasio utang pajak terhadap jumlah liabilitas sebesar
9,82% yang disertai dengan kenaikan rasio senior notes terhadap jumlah liabilitas
sebesar 6,66%.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio liabilitas jangka pendek terhadap jumlah
liabilitas ADRO mengalami kenaikan sebesar 4,75% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio utang pajak terhadap jumlah liabilitas sebesar
6,35% yang disertai dengan penurunan rasio utang bank terhadap jumlah liabilitas
sebesar 1,56%.
128
Page 173
VI.C.3.d. Liabilitas Jangka Panjang
Rasio jumlah liabilitas jangka panjang terhadap jumlah liabilitas ADRO pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 31 Desember 2024, 31 Desember 2023,
31 Desember 2022, dan 31 Desember 2021 masing-masing adalah sebesar
13,97%, 10,20,%, 8,87%, 16,76%, dan 23,29%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas ADRO mengalami kenaikan sebesar 3,76% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio utang bank terhadap jumlah liabilitas sebesar
3,88%.
Pada tanggal 31 Desember 2024, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas ADRO mengalami kenaikan sebesar 1,34% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan rasio utang bank terhadap jumlah liabilitas sebesar
2,59% yang disertai dengan penurunan rasio provisi pembongkaran, rehabilitasi,
reklamasi, dan penutupan tambang terhadap jumlah liabilitas sebesar 1.61%.
Pada tanggal 31 Desember 2023, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas ADRO mengalami penurunan sebesar 7,90% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan rasio utang bank dan rasio senior notes terhadap
jumlah liabilitas masing-masing sebesar 2,33% dan 6,50% yang disertai dengan
kenaikan rasio liabilitas sewa terhadap jumlah liabilitas sebesar 0.47%.
Pada tanggal 31 Desember 2022, rasio liabilitas jangka panjang terhadap jumlah
liabilitas ADRO mengalami penurunan sebesar 6,53% dibandingkan dengan rasio
liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan rasio utang bank, rasio liabilitas pajak tangguhan, dan
rasio senior notes terhadap jumlah liabilitas masing-masing sebesar 1,06, 0,95%,
dan 3,25%.
129
Page 174
Tabel 51
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan usaha 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 66,02% 57,95% 59,37% 42,57% 55,68%
Laba bruto 33,98% 42,05% 40,63% 57,43% 44,32%
Beban usaha -5,72% -6,75% -4,40% -4,63% -4,63%
Pendapatan (beban) lain-lain -0,64% -1,07% -0,41% 0,38% -1,41%
Laba usaha 27,63% 34,22% 35,82% 53,17% 38,28%
Penghasilan keuangan 5,21% 5,77% 3,10% 0,59% 0,85%
Biaya keuangan -0,99% -2,60% -3,02% -1,10% -2,09%
Bagian atas keuntungan neto ventura bersama 0,85% 1,57% 2,44% 2,59% 0,18%
Laba sebelum pajak penghasilan 32,69% 38,96% 38,33% 55,25% 37,22%
Beban pajak penghasilan -6,54% -8,29% -7,74% -20,30% -11,46%
Laba dari operasi yang dihentikan 0,00% 44,19% 56,27% 0,00% 0,00%
Laba tahun berjalan 26,15% 74,86% 86,86% 34,94% 25,76%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain -8,69% 8,40% 1,03% 1,13% 1,65%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 17,46% 83,26% 87,89% 36,07% 27,41%
Laba neto berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 23,90% 66,39% 76,87% 30,77% 23,38%
Kepentingan non-pengendali 2,25% 8,47% 10,00% 4,17% 2,38%
VI.C.3.e. Laba Kotor
Margin laba bruto ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
33,98%, 42,05%, 40,63%, 57,43%, dan 44,32%.
Margin laba bruto ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 8,07% dibandingkan dengan
margin laba bruto ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 yang seluruhnya disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok
pendapatan.
Margin laba bruto ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar 1,41% dibandingkan dengan
margin laba bruto ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang seluruhnya disebabkan oleh penurunan margin beban pokok
pendapatan.
Margin laba bruto ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar 16,79% dibandingkan dengan
margin laba bruto ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 yang seluruhnya disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok
pendapatan.
Margin laba bruto ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar 13,10% dibandingkan dengan
margin laba bruto ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 yang seluruhnya disebabkan oleh penurunan margin beban pokok
pendapatan.
130
Page 175
VI.C.3.f. Laba Tahun Berjalan
Margin laba tahun berjalan ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
26,15%, 74,86%, 86,86%, 34,94%, dan 25,76%.
Margin laba tahun berjalan ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 48,72% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang terutama disebabkan oleh kenaikan margin beban pokok
pendapatan sebesar 8,07% yang disertai dengan penurunan margin laba dari
operasi yang dihentikan sebesar 44,19%.
Margin laba tahun berjalan ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar 12,00% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang terutama disebabkan penurunan margin laba dari operasi
yang dihentikan sebesar 12,08%.
Margin laba tahun berjalan ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar 51,92% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang terutama disebabkan oleh penurunan margin beban
pokok pendapatan sebesar 16,79% yang disertai dengan kenaikan margin laba
dari operasi yang dihentikan sebesar 56,27%.
Margin laba tahun berjalan ADRO untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar 9,18% dibandingkan dengan
margin laba tahun berjalan ITMG untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang terutama disebabkan oleh penurunan margin beban
pajak penghasilan sebesar 13,10%.
131
Page 176
VII. ANALISIS RISIKO
Dalam menjalankan kegiatan usahanya melalui TETPL, KRA, dan JM, SBG tidak
terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap
SBG adalah sebagai berikut:
VII.A. Risiko Penurunan Harga Batu Bara dan Kelangkaan Batu Bara
Penurunan harga batu bara akan menyebabkan terjadinya penurunan ekspor batu
bara sehingga akan mempengaruhi kinerja perusahaan batu bara. Hal ini
dikarenakan pihak Pemerintah telah menetapkan pembatasan ekspor batu bara
untuk kebutuhan nasional yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan berbagai
sektor industri yang di masa mendatang sudah memproyeksikan kebutuhannya
untuk proses produksi.
Dalam memitigasi risiko penurunan harga batu bara dan kelangkaan batu bara,
yaitu dengan menjaga ketersediaan pasokan melalui KRA dan JM sebagai
perusahaan pertambangan batu bara dalam grup Perseroan, serta memperluas
pasar perdagangan batu bara melalui TETPL yang berfokus pada pasar
internasional.
VII.B. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko TETPL, KRA, dan JM kesulitan dalam memperoleh
dana guna instrumen keuangan. Dengan menjaga profil jatuh tempo antara aset
dan liabilitas keuangan, penerimaan tagihan yang tepat waktu, manajemen kas
yang mencakup proyeksi dan realisasi arus kas hingga periode ke depan dapat
mengurangi risiko likuiditas yang kemungkinan terjadi pada TETPL, KRA, dan JM.
Dalam memitigasi risiko likuiditas, TETPL, KRA, dan JM melakukan dapat
pengelolaan kas yang efektif, mempercepat penagihan piutang, serta menjaga
ketersediaan dana untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo.
VII.C. Risiko Izin Usaha Pertambangan
Dalam menjalankan kegiatan pertambangan batu bara, TETPL, KRA, dan JM
memiliki dan mempertahankan berbagai perizinan dari berbagai instansi
berwenang di sehubungan dengan pertambangan, ketenagakerjaan, lingkungan
hidup, dan pemanfaatan lahan. TETPL, KRA, dan JM harus memperbarui
perizinan yang dimilikinya tersebut pada saat masa berlaku perizinan tersebut
berakhir masa berlakunya, serta memperoleh perijinan baru apabila
dipersyaratkan. Kegagalan dalam memperoleh hal tersebut dapat berdampak
negatif terhadap kelangsungan kegiatan usaha TETPL, KRA, dan JM.
Apabila TETPL, KRA, dan JM tidak dapat mempertahankan salah satu perijinan
tersebut, maka kegiatan pertambangan maupun eksplorasi pada wilayah ijin usaha
akan dilarang atau dibatasi sehingga dapat berdampak terhadap kondisi
keuangan, hasil operasi, dan prospek usaha TETPL, KRA, dan JM.
132
Page 177
Dalam memitigasi risiko izin usaha petambangan, KRA dan JM secara berkala
memantau masa berlaku seluruh perizinan usaha pertambangan dan melakukan
perpanjangan perizinan tepat waktu serta memastikan kepatuhan terhadap
peraturan yang berlaku. Sementara itu, TETPL memastikan kegiatan usahanya
telah didukung oleh perizinan yang diperlukan untuk kegiatan perdagangan batu
bara.
VII.D. Risiko Bencana Alam
Kegiatan usaha pertambangan batu bara TETPL, KRA, dan JM tidak terlepas dari
ancaman bencana alam seperti badai tropis, angin topan, gempa bumi dan banjir,
karena faktor alam dan berbagai bencana yang dapat memberikan dampak negatif
secara material terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, dan hasil usaha
TETPL, KRA, dan JM.
Dalam memitigasi risiko bencana alam, TETPL, KRA, dan JM menerapkan
prosedur keselamatan dan tanggap darurat, melakukan pemantauan kondisi
cuaca secara berkala, serta menyusun rencana operasional yang fleksibel untuk
meminimalkan gangguan terhadap kegiatan usaha.
VII.E. Risiko Kebijakan Pemerintah
Kegiatan usaha TETPL, KRA, dan JM dipengaruhi oleh perubahan kebijakan
Pemerintah Indonesia baik langsung maupun tidak langsung. Kebijakan moneter
uang ketat merupakan salah satu kebijakan tidak langsung yang mempengaruhi
kegiatan TETPL, KRA, dan JM yang dapat berdampak pada menurunnya daya beli
masyarakat melalui tingkat suku bunga yang tinggi. Sedangkan, kebijakan
pemerintah yang secara langsung mempengaruhi TETPL, KRA, dan JM antara
lain kemungkinan perubahan kebijakan rencana pembatasan ekspor batu bara.
Apabila kebijakan pemerintah tersebut diterapkan, dapat mengakibatkan
berkurangnya jumlah pendapatan dan laba TETPL, KRA, dan JM.
Dalam memitigasi risiko perubahan kebijakan Pemerintah, TETPL, KRA, dan JM
secara aktif memantau perkembangan regulasi dan kebijakan yang berlaku,
melakukan penyesuaian strategi usaha, serta memperluas pasar dan pelanggan
untuk mengurangi dampak perubahan kebijakan terhadap pendapatan dan kinerja
operasional.
133
Page 178
VIII. METODE PENILAIAN
VIII.A. Metode-Metode Penilaian
VIII.A.1. Metode Penyesuaian Aset Bersih
Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
(asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
yang berlaku umum.
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.
VIII.A.2. Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity) dan sebagainya.
134
Page 179
VIII.A.3. Metode Diskonto Arus Kas
Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan pendapatan (income based approach).
Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
(discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
diskonto (discount rate) yang tepat.
Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
(corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
mendapatkan nilai ekuitas.
VIII.B. Metode Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SBG, TETPL,
KRA, dan JM, pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya
yang dimiliki TETPL, KRA, dan JM. Prospek TETPL, KRA, dan JM di masa yang
akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan
keuangan yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan
konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-
faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers)
termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
135
Page 180
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
bersih (adjusted net asset method), dan metode pembanding perusahaan tercatat
di bursa efek (guideline publicly traded company method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh TETPL, KRA, dan JM di masa depan masih akan berfluktuasi
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha TETPL, KRA, dan JM. Dalam
melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi TETPL, KRA, dan JM
diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha TETPL, KRA,
dan JM. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai
kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah
jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
(berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh TETPL, KRA, dan JM.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
manajemen Perseroan dan SBG. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
dengan melakukan pembobotan.
VIII.C. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa SBG adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.
136
Page 181
VIII.D. Aplikasi Diskon dan Premi
Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).
VIII.E. Prosedur Penilaian
Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan langkah-
langkah sebagai berikut:
1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
operasi SBG.
2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari SBG, TETPL, KRA,
JMB.
3. Melakukan penelaahan atas data operasional SBG.
4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan TETPL dan KRA yang
telah disiapkan oleh pihak manajemen TETPL dan KRA.
5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
tersebut.
6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan, metode penyesuaian aset
bersih dengan pendekatan aset, dan metode pembanding perusahaan tercatat
di bursa efek dengan pendekatan pasar.
VIII.F. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SBG
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SBG. KR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260415-001
tanggal 15 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
137
Page 182
IX. PENILAIAN
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset bersih, metode
diskonto arus kas, dan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
Dalam bab ini, terlebih dahulu akan dibahas penentuan nilai pasar dengan metode
penyesuaian aset bersih, baru kemudian dilanjutkan dengan metode diskonto arus
kas, dan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
IX.A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
(Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
Lack of Marketabilities)
Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.
Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
“suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
penilaian”.
Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
dibatasi pengendaliannya.
Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
dengan:
• Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
• Memilih pengurus inti perusahaan.
• Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
• Menentukan kebijakan investasi.
• Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
• Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
• Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.
138
Page 183
Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.
Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
tersebut untuk diperdagangkan.
Untuk penilaian atas SBG, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang USD dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Desember 2025, oleh karena itu atas indikasi nilai yang
dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi
ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon likuiditas pasar),
dikenakan diskon sebesar 30,00%, dengan pertimbangan sebagai berikut:
• Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
• SBG merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia.
IX.B. Nilai Pasar Objek Penilaian
IX.B.1. Nilai Pasar Objek Penilaian Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan nilai pasar 99,10% saham SBG adalah metode penyesuaian aset
bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
invstasi pada entitas anak dan entitas asosiasi yang dihitung berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih sebesar USD 764,82 juta.
Apabila indikasi nilai pasar invstasi pada entitas anak dan entitas asosiasi tersebut
direfleksikan dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset SBG adalah
sebesar USD 850,88 juta, sedangkan jumlah liabilitas SBG adalah tetap, yaitu
sebesar USD 703,41 juta.
139
Page 184
Indikasi nilai pasar 100,00% saham SBG kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham SBG sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
USD 147,47 juta. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,00% saham SBG adalah sebesar USD 103,23 juta. Dengan demikian, nilai
pasar 99,10% saham SBG berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
sebesar USD 103,13 juta.
Perincian perhitungan nilai pasar 99,10% saham SBG dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 52
PT Sintesa Bara Gemilang
Nilai Pasar 99,10% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas di bank 564 - 564
Piutang lain-lain 3.642 - 3.642
Pajak dibayar di muka 45 - 45
Jumlah Aset Lancar 4.251 - 4.251
ASET TIDAK LANCAR
Pinjaman kepada pemegang saham 67.704 - 67.704
Kas yang dibatasi penggunaannya 14.105 - 14.105
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 490.049 274.769 764.818
Jumlah Aset Tidak Lancar 571.859 274.769 846.628
JUMLAH ASET 576.110 274.769 850.879
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang lain-lain 366.503 - 366.503
Beban akrual 52.595 - 52.595
Utang pajak 461 - 461
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 419.559 - 419.559
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank 283.851 - 283.851
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 283.851 - 283.851
JUMLAH LIABILITAS 703.410 - 703.410
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) (127.300) 274.769 147.469
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) 576.110 274.769 850.879
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar 147.469
Diskon likuiditas pasar (30,00%) (44.241)
Nilai pasar 100,00% saham 103.228
Nilai pasar 99,10% saham 103.125
140
Page 185
IX.C. Nusantara Mining Ltd.
IX.C.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham NML Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham NML adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi yang dihitung berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih sebesar USD 758,49 juta.
Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi
tersebut direfleksikan dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset NML
adalah sebesar USD 758,59 juta, sedangkan jumlah liabilitas NML adalah tetap,
yaitu sebesar USD 0,15 juta.
Indikasi nilai pasar 100,00% saham NML kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham NML adalah sebesar USD 758,44 juta. Dengan demikian, indikasi
nilai pasar 100,00% saham NML berdasarkan metode penyesuaian aset bersih
adalah sebesar USD 758,44 juta.
141
Page 186
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 100,00% saham NML dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 53
Nusantara Mining Ltd.
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Piutang lain-lain 108 - 108
Jumlah Aset Lancar 108 - 108
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 448.364 310.123 758.487
Jumlah Aset Tidak Lancar 448.364 310.123 758.487
JUMLAH ASET 448.472 310.123 758.594
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 129 - 129
Beban akrual 23 - 23
JUMLAH LIABILITAS 152 - 152
EKUITAS 448.319 310.123 758.442
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 448.472 310.123 758.594
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 758.442
IX.D. Sakari Resources Ltd.
IX.D.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham SRL Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham SRL adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi yang dihitung berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih, metode diskonto arus kas, dan metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek sebesar USD 516,69 juta.
Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi
tersebut direfleksikan dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset SRL
adalah sebesar USD 796,21 juta, sedangkan jumlah liabilitas SRL adalah tetap,
yaitu sebesar USD 5,79 juta.
142
Page 187
Indikasi nilai pasar 100,00% saham SRL kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham SRL adalah sebesar USD 790,42 juta. Dengan demikian, indikasi
nilai pasar 95,96% dan 0,81% saham SRL berdasarkan metode penyesuaian aset
bersih masing-masing adalah sebesar USD 758,49 juta dan USD 6,38 juta.
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 95,96% dan 0,81% saham SRL dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 54
Sakari Resources Ltd.
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 577 - 577
Piutang lain-lain 274.754 - 274.754
Pajak dibayar di muka 4.084 - 4.084
Jumlah Aset Lancar 279.415 - 279.415
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 55.630 461.059 516.689
Aset tetap 108 - 108
Jumlah Aset Tidak Lancar 55.739 461.059 516.798
JUMLAH ASET 335.153 461.059 796.212
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang lain-lain 889 - 889
Beban akrual 6 - 6
Provisi 193 - 193
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.088 - 1.088
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 119 - 119
Liabilitas pajak tangguhan 4.588 - 4.588
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.707 - 4.707
JUMLAH LIABILITAS 5.795 - 5.795
EKUITAS 329.359 461.059 790.417
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 335.153 461.059 796.212
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 790.417
Indikasi nilai pasar 95,96% saham 758.487
Indikasi nilai pasar 0,81% saham 6.376
143
Page 188
IX.E. PT Bahari Perdana Persada
IX.E.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham BPP Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham BPP adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar aset
investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi yang dihitung berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih sebesar USD 138,05 juta.
Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi
tersebut direfleksikan dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset BPP
adalah sebesar USD 138,33 juta, sedangkan jumlah liabilitas BPP adalah tetap,
yaitu sebesar USD 2,39 ribu.
Indikasi nilai pasar 100,00% saham BPP kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham BPP adalah sebesar USD 138,82 juta. Dengan demikian, indikasi
nilai pasar 97,50% dan 2,50% saham BPP berdasarkan metode penyesuaian aset
bersih masing-masing adalah sebesar USD 134,87 juta dan USD 3,46 juta.
144
Page 189
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 97,50% dan 2,50% saham BPP dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 55
PT Bahari Perdana Persada
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 273 - 273
Jumlah Aset Lancar 273 - 273
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 924 137.128 138.053
Jumlah Aset Tidak Lancar 924 137.128 138.053
JUMLAH ASET 1.197 137.128 138.326
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 2 - 2
JUMLAH LIABILITAS 2 - 2
EKUITAS 1.195 137.128 138.324
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.197 137.128 138.326
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 138.324
Indikasi nilai pasar 97,50% saham 134.865
Indikasi nilai pasar 2,50% saham 3.458
IX.F. PT Bahari Putra Perdana
IX.F.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham BPPA Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham BPPA adalah metode
penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang
didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi pada entitas anak yang dihitung berdasarkan metode penyesuaian aset
bersih sebesar USD 134,50 juta.
145
Page 190
Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas anak tersebut direfleksikan
dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset BPPA adalah sebesar
USD 138,89 juta, sedangkan jumlah liabilitas BPPA adalah tetap, yaitu sebesar
USD 3,89 ribu.
Indikasi nilai pasar 100,00% saham BPPA kemudian diperoleh dengan
menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 100,00% saham BPPA adalah sebesar USD 138,89 juta.
Dengan demikian, indikasi nilai pasar 99,40% dan 0,60% saham BPPA
berdasarkan metode penyesuaian aset bersih masing-masing adalah sebesar
USD 138,89 juta dan USD 0,83 juta.
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,40% dan 0,60% saham BPPA dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 56
PT Bahari Putra Perdana
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 29 - 29
Piutang lain-lain 4.271 - 4.271
Pajak dibayar di muka 85 - 85
Jumlah Aset Lancar 4.386 - 4.386
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak 884 133.620 134.504
Jumlah Aset Tidak Lancar 884 133.620 134.504
JUMLAH ASET 5.270 133.620 138.890
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 4 - 4
JUMLAH LIABILITAS 4 - 4
EKUITAS 5.266 133.620 138.886
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 5.270 133.620 138.890
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 138.886
Indikasi nilai pasar 99,40% saham 138.053
Indikasi nilai pasar 0,60% saham 833
146
Page 191
IX.G. PT Reyka Wahana Digdjaya
IX.G.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham RWD Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham RWD adalah metode
penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang
didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi pada entitas asosiasi yang dihitung berdasarkan metode penyesuaian
aset bersih sebesar USD 56,86 juta.
Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas asosiasi tersebut direfleksikan
dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset RWD adalah sebesar
USD 136,56 juta, sedangkan jumlah liabilitas RWD adalah tetap, yaitu sebesar
USD 2,90 ribu.
Indikasi nilai pasar 100,00% saham RWD kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham RWD adalah sebesar USD 136,55 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 98,50% dan 1,50% saham RWD berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih masing-masing adalah sebesar USD 134,50 juta dan
USD 2,05 juta.
147
Page 192
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 98,50% dan 1,50% saham RWD dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 57
PT Reyka Wahana Digdjaya
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 25 - 25
Piutang lain-lain 79.674 - 79.674
Jumlah Aset Lancar 79.699 - 79.699
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi 299 56.557 56.856
Jumlah Aset Tidak Lancar 299 56.557 56.856
JUMLAH ASET 79.998 56.557 136.555
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 3 - 3
JUMLAH LIABILITAS 3 - 2,90
EKUITAS 79.995 56.557 136.552
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 79.998 56.557 136.555
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 136.552
Indikasi nilai pasar 98,50% saham 134.504
Indikasi nilai pasar 1,50% saham 2.048
148
Page 193
IX.H. Tiger Energy Trading Pte Ltd
IX.H. Metode Diskonto Arus Kas
IX.H.1. Proyeksi Laporan Keuangan
Penilaian TETPL yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen TETPL. Dalam
penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
berdasarkan kinerja TETPL pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi
dan saran yang relevan diberikan oleh manajemen TETPL sehubungan dengan
perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja TETPL yang dinilai pada saat
penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja TETPL yang dinilai.
Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
keuangan yang digunakan dalam penilaian atas TETPL.
IX.H.1.a. Umum
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas TETPL,
industri, atau negara di mana TETPL beroperasi.
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
keuangan yang dapat memengaruhi kinerja TETPL selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
TETPL atau pada sumber utama penghasilan TETPL selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen TETPL.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
memengaruhi kegiatan usaha TETPL.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada
TETPL.
• Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku, bahan-
bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga kerja,
beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini dan
yang diproyeksikan.
• Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
149
Page 194
• Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh TETPL atas
kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
• Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
ketentuan-ketentuan yang ada.
• Sesuai dengan sifat industri, manajemen TETPL mempersiapkan proyeksi
laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035.
IX.H.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
Keuangan
1. Proyeksi Pendapatan
Pendapatan dalam penilaian ini terutama terdiri dari penjualan batu bara dan
pendapatan jasa keagenan.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan TETPL untuk tahun
2026 – 2035.
Grafik 6
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Proyeksi Pendapatan Tahun 2026 – 2035
(Dalam jutaan USD)
Pendapatan
500
450
400
350
300
250
200
150
100
50
-
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035
150
Page 195
2. Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan TETPL terutama terdiri dari pembelian komoditas
dan biaya agensi. Beban pokok pendapatan untuk tahun 2026 – 2035
diproyeksikan berkisar antara 87% - 92% dari pendapatan.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok pendapatan TETPL untuk
tahun 2026 – 2035.
Grafik 7
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Proyeksi Beban Pokok Pendapatan Tahun 2026 – 2035
(Dalam jutaan USD)
Beban Pokok Pendapatan
450
400
350
300
250
200
150
100
50
-
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035
3. Beban Usaha
Beban usaha TETPL terutama terdiri dari biaya keagenan, gaji dan upah, serta
biaya manajemen. Beban usaha untuk tahun 2026 – 2035 diproyeksikan
sebesar 1% dari pendapatan.
4. Pajak
Mengingat TETPL adalah perusahaan yang berdomisili di Singapura, maka
tarif pajak yang diberlakukan atas TETPL adalah tarif pajak yang berlaku umum
di Indonesia, yaitu sebesar 17,00% untuk tahun 2026 – 2035.
151
Page 196
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif
TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
Tabel 58
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan 224.998 248.512 306.449 329.927 365.653
Beban pokok pendapatan 203.962 216.949 265.126 287.967 319.017
Laba kotor 21.036 31.563 41.323 41.961 46.636
Beban usaha (2.080) (2.189) (2.408) (2.507) (2.645)
Laba usaha 18.957 29.374 38.915 39.454 43.991
Pendapatan (beban) lain-lain (3.390) (3.390) (3.390) (1.695) -
Laba sebelum beban pajak penghasilan 15.567 25.984 35.525 37.759 43.991
Beban pajak penghasilan (2.646) (4.418) (6.040) (6.419) (7.479)
Laba bersih tahun berjalan 12.920 21.567 29.485 31.339 36.512
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Pendapatan 398.083 459.581 414.372 350.862 275.801
Beban pokok pendapatan 351.100 403.843 364.705 303.572 252.939
Laba kotor 46.983 55.739 49.667 47.290 22.862
Beban usaha (2.774) (2.995) (2.877) (2.702) (2.490)
Laba usaha 44.209 52.744 46.789 44.588 20.372
Pendapatan (beban) lain-lain - - - - -
Laba sebelum beban pajak penghasilan 44.209 52.744 46.789 44.588 20.372
Beban pajak penghasilan (7.516) (8.967) (7.955) (7.580) (3.463)
Laba bersih tahun berjalan 36.693 43.777 38.835 37.008 16.909
Pendapatan
Pendapatan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, dan
2035 masing-masing adalah sebesar USD 225,00 juta, USD 248,51 juta,
USD 306,45 juta, USD 329,93 juta, USD 365,65 juta, USD 398,08 juta,
USD 459,58 juta, USD 414,37 juta, USD 350,86 juta, dan USD 275,80 juta.
Pendapatan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2026 mengalami kenaikan sebesar USD 61,92 juta atau setara
dengan 37,97% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025.
Pendapatan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2027 mengalami kenaikan sebesar USD 23,51 juta atau setara
dengan 10,45% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2026.
152
Page 197
Pendapatan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2028 mengalami kenaikan sebesar USD 57,94 juta atau setara
dengan 23,31% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2027.
Pendapatan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2029 mengalami kenaikan sebesar USD 23,48 juta atau setara
dengan 7,66% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2028.
Pendapatan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2030 mengalami kenaikan sebesar USD 35,73 juta atau setara
dengan 10,83% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2029.
Pendapatan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2031 mengalami kenaikan sebesar USD 32,43 juta atau setara
dengan 8,87% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2030.
Pendapatan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2032 mengalami kenaikan sebesar USD 61,50 juta atau setara
dengan 15,45% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2031.
Pendapatan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2033 mengalami penurunan sebesar USD 45,21 juta atau setara
dengan 9,84% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2032.
Pendapatan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2034 mengalami penurunan sebesar USD 63,51 juta atau setara
dengan 15,33% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2033.
Pendapatan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2035 mengalami penurunan sebesar USD 75,06 juta atau setara
dengan 21,39% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2034.
153
Page 198
Laba Tahun Berjalan
Laba tahun berjalan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, dan
2035 masing-masing adalah sebesar USD 12,92 juta, USD 21,57 juta,
USD 29,49 juta, USD 31,34 juta, USD 36,51 juta, USD 36,69 juta, USD 43,78
juta, USD 38,83 juta, USD 37,01 juta, dan USD 16,91 juta.
Laba tahun berjalan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2026 mengalami penurunan sebesar USD 3,56 juta atau setara
dengan 21,58% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
Laba tahun berjalan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2027 mengalami kenaikan sebesar USD 8,65 juta atau setara
dengan 66,93% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2026.
Laba tahun berjalan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2028 mengalami kenaikan sebesar USD 7,92 juta atau setara
dengan 36,72% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2027.
Laba tahun berjalan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2029 mengalami kenaikan sebesar USD 1,85 juta atau setara
dengan 6,29% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2028.
Laba tahun berjalan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2030 mengalami kenaikan sebesar USD 5,17 juta atau setara
dengan 16,50% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2029.
Laba tahun berjalan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2031 mengalami kenaikan sebesar USD 0,18 juta atau setara
dengan 0,50% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2030.
Laba tahun berjalan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2032 mengalami kenaikan sebesar USD 7,08 juta atau setara
dengan 19,30% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2031.
Laba tahun berjalan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2033 mengalami penurunan sebesar USD 4,94 juta atau setara
dengan 11,29% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2032.
154
Page 199
Laba tahun berjalan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2034 mengalami penurunan sebesar USD 1,83 juta atau setara
dengan 4,70% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2033.
Laba tahun berjalan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2035 mengalami penurunan sebesar USD 20,10 juta atau setara
dengan 54,31% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2034.
6. Kas dan Bank
Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
setara kas.
7. Piutang Usaha
Perputaran piutang usaha diasumsikan sekitar 37 hari selama periode
proyeksi.
8. Utang Usaha
Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 4 hari selama periode proyeksi.
9. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan TETPL
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
Tabel 59
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 8.471 27.743 51.759 24.419 57.574
Piutang usaha 23.375 25.818 31.837 34.276 37.988
Piutang lain-lain 118 118 118 118 118
Biaya dibayar di muka 25 25 25 25 25
Aset derivatif 789 789 789 789 789
Jumlah Aset Lancar 32.779 54.493 84.528 59.628 96.494
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 1 1 1 1 1
Jumlah Aset Tidak Lancar 1 1 1 1 1
JUMLAH ASET 32.780 54.494 84.529 59.629 96.495
155
Page 200
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 91.263 129.252 172.338 215.247 249.265
Piutang usaha 41.357 47.746 43.049 36.451 -
Piutang lain-lain 118 118 118 118 -
Biaya dibayar di muka 25 25 25 25 25
Aset derivatif 789 789 789 789 789
Jumlah Aset Lancar 133.553 177.931 216.319 252.630 250.079
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 1 1 1 1 1
Jumlah Aset Tidak Lancar 1 1 1 1 1
JUMLAH ASET 133.554 177.932 216.320 252.631 250.080
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 2.325 2.474 3.023 3.283 3.637
Utang lain-lain 12.699 12.699 12.699 12.699 12.699
Pinjaman pemegang saham 56.500 56.500 56.500 - -
Utang pajak 3.300 3.300 3.300 3.300 3.300
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 74.824 74.973 75.522 19.282 19.636
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan 134 134 134 134 134
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 134 134 134 134 134
JUMLAH LIABILITAS 74.958 75.107 75.656 19.416 19.770
EKUITAS
Modal saham 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Cadangan lindung nilai 654 654 654 654 654
Saldo laba (47.833) (26.266) 3.219 34.559 71.070
JUMLAH EKUITAS (42.179) (20.612) 8.873 40.213 76.724
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 32.780 54.494 84.529 59.629 96.495
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 4.003 4.604 4.158 3.461 -
Utang lain-lain 12.699 12.699 12.699 12.699 -
Pinjaman pemegang saham - - - - -
Utang pajak 3.300 3.300 3.300 3.300 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 20.002 20.603 20.157 19.460 -
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan 134 134 134 134 134
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 134 134 134 134 134
JUMLAH LIABILITAS 20.136 20.737 20.291 19.594 134
EKUITAS
Modal saham 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Cadangan lindung nilai 654 654 654 654 654
Saldo laba 107.764 151.540 190.375 227.383 244.292
JUMLAH EKUITAS 113.418 157.194 196.029 233.037 249.946
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 133.554 177.932 216.320 252.631 250.080
156
Page 201
Aset
Jumlah aset TETPL pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026, 2027, 2028,
2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, dan 2035 masing-masing adalah sebesar
USD 32,78 juta, USD 54,49 juta, USD 84,53 juta, USD 59,63 juta, USD 96,49
juta, USD 133,55 juta, USD 177,93 juta, USD 216,32 juta,
USD 252,63 juta, dan USD 250,08 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2026, jumlah aset TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 13,66 juta atau setara dengan 71,44% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2025. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta piutang usaha masing-
masing sebesar USD 7,23 juta dan USD 6,43 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2027, jumlah aset TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 21,71 juta atau setara dengan 66,25% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2026. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar USD 19,27 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2028, jumlah aset TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 30,03 juta atau setara dengan 55,11% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2027. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar USD 24,01 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2029, jumlah aset TETPL mengalami penurunan
sebesar USD 24,90 juta atau setara dengan 29,46% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2028. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas sebesar USD 27,34 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2030, jumlah aset TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 36,87 juta atau setara dengan 61,83% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2029. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar USD 33,15 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2031, jumlah aset TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 37,06 juta atau setara dengan 38,41% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2030. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar USD 33,69 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2032, jumlah aset TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 44,38 juta atau setara dengan 33,23% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2031. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar USD 37,99 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2033, jumlah aset TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 38,39 juta atau setara dengan 21,57% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2032. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar USD 43,09 juta.
157
Page 202
Pada tanggal 31 Desember 2034, jumlah aset TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 36,31 juta atau setara dengan 16,79% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2033. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar USD 42,91 juta yang
disertai dengan penurunan piutang usaha sebesar USD 6,60 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2035, jumlah aset TETPL mengalami penurunan
sebesar USD 2,55 juta atau setara dengan 1,01% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2034. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan piutang usaha sebesar USD 36,45 juta yang disertai dengan
kenaikan kas dan setara kas sebesar USD 34,02 juta.
Liabilitas
Jumlah liabilitas TETPL pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026, 2027, 2028,
2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, dan 2035 masing-masing adalah sebesar
USD 74,96 juta, USD 75,11 juta, USD 75,66 juta,
USD 19,42 juta, USD 19,77 juta, USD 20,14 juta, USD 20,74 juta,
USD 20,29 juta, USD 19,59 juta, dan USD 0,13 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2026, jumlah liabilitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 0,74 juta atau setara dengan 1,00% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2025. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh kenaikan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2027, jumlah liabilitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 0,15 juta atau setara dengan 0,20% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2026. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh kenaikan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2028, jumlah liabilitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 0,55 juta atau setara dengan 0,73% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2027. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh kenaikan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2029, jumlah liabilitas TETPL mengalami
penurunan sebesar USD 56,24 juta atau setara dengan 74,34% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2028. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan pinjaman pemegang saham sebesar
USD 56,60 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2030, jumlah liabilitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 0,35 juta atau setara dengan 1,82% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2029. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh kenaikan utang usaha.
158
Page 203
Pada tanggal 31 Desember 2031, jumlah liabilitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 0,37 juta atau setara dengan 1,85% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2030. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh kenaikan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2032, jumlah liabilitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 0,60 juta atau setara dengan 2,99% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2031. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh kenaikan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2033, jumlah liabilitas TETPL mengalami
penurunan sebesar USD 0,45 juta atau setara dengan 2,15% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2032. Kenaikan ini
seluruhnya disebabkan oleh kenaikan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2034, jumlah liabilitas TETPL mengalami
penurunan sebesar USD 0,70 juta atau setara dengan 3,44% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2033. Penurunan ini
seluruhnya disebabkan oleh penurunan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2035, jumlah liabilitas TETPL mengalami
penurunan sebesar USD 0,70 juta atau setara dengan 3,44% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2033. Penurunan ini
seluruhnya disebabkan oleh penurunan utang usaha.
Ekuitas (Defisiensi Modal)
Jumlah defisiensi modal TETPL pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 dan 2027 masing-masing adalah sebesar USD 42,18 juta
dan USD 20,61 juta. Jumlah ekuitas TETPL pada tanggal-tanggal
31 Desember 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, dan 2035
masing-masing adalah sebesar USD 8,87 juta, USD 40,21 juta,
USD 76,72 juta, USD 113,42 juta, USD 157,19 juta, USD 196,03 juta,
USD 233,04 juta, dan USD 249,95 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2026, jumlah defisiensi modal TETPL mengalami
penurunan sebesar USD 12,92 juta atau setara dengan 23,45% dibandingkan
dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2025. Penurunan
ini terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh TETPL
sebesar USD 47,83 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2027, jumlah defisiensi modal TETPL mengalami
penurunan sebesar USD 21,57 juta atau setara dengan 51,13% dibandingkan
dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2026. Penurunan
ini terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh TETPL
sebesar USD 26,27 juta.
159
Page 204
Pada tanggal 31 Desember 2028, jumlah ekuitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 29,49 juta atau setara dengan 143,05% dibandingkan dengan
jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2027. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh TETPL
sebesar USD 3,22 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2029, jumlah ekuitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 31,34 juta atau setara dengan 353,19% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2028. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh TETPL sebesar
USD 34,56 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2030, jumlah ekuitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 36,51 juta atau setara dengan 90,80% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2029. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh TETPL sebesar
USD 71,07 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2031, jumlah ekuitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 36,69 juta atau setara dengan 47,82% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2030. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh TETPL sebesar
USD 107,76 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2032, jumlah ekuitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 43,78 juta atau setara dengan 38,60% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2031. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh TETPL sebesar
USD 151,54 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2033, jumlah ekuitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 38,83 juta atau setara dengan 24,70% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2032. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh TETPL sebesar
USD 190,37 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2034, jumlah ekuitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 37,01 juta atau setara dengan 18,88% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2033. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh TETPL sebesar
USD 227,38 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2035, jumlah ekuitas TETPL mengalami kenaikan
sebesar USD 16,91 juta atau setara dengan 7,26% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2034. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh TETPL sebesar
USD 244,29 juta.
160
Page 205
IX.H.2. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan
Terminal value diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih (AKB) periode kekal
dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai dengan tingkat diskonto. Namun demikian,
mengingat usaha yang dijalankan oleh TETPL yang dinilai akan sangat tergantung
pada cadangan batu bara yang dimiliki oleh KRA dan JM, maka terminal value
dalam penilaian ini diasumsikan nol atau tidak ada.
IX.H.3. Penentuan Arus Kas Bersih
Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
perusahaan (free cash flow to firm).
Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
bisnis adalah AKB untuk kapital.
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
dengan cara langsung.
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
untuk kapital TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
Tabel 60
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Proyeksi Arus Kas Bersih
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Penerimaan kas dari pelanggan 218.565 246.069 300.430 327.488 361.941
Pembayaran kas kepada pemasok (203.222) (216.801) (264.577) (287.706) (318.663)
Pembayaran beban usaha (2.080) (2.189) (2.408) (2.507) (2.645)
Pembayaran beban pajak penghasilan (2.646) (4.418) (6.040) (6.419) (7.479)
Penerimaan lain-lain - - - - -
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak 10.616 22.662 27.405 30.856 33.154
Penyesuaian pajak atas beban bunga (576) (576) (576) (288) -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak 10.040 22.086 26.829 30.567 33.154
161
Page 206
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Penerimaan kas dari pelanggan 394.714 453.192 419.069 357.460 312.252
Pembayaran kas kepada pemasok (350.734) (403.241) (365.151) (304.269) (256.400)
Pembayaran beban usaha (2.774) (2.995) (2.877) (2.702) (2.490)
Pembayaran beban pajak penghasilan (7.516) (8.967) (7.955) (7.580) (3.463)
Penerimaan lain-lain - - - - (3.300)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak 33.690 37.989 43.085 42.909 46.599
Penyesuaian pajak atas beban bunga - - - - -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak 33.690 37.989 43.085 42.909 46.599
Arus kas bersih TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, dan 2035
masing-masing adalah sebesar USD 10,04 juta, USD 22,09 juta,
USD 26,83 juta, USD 30,57 juta, USD 33,15 juta, USD 33,69 juta,
USD 37,99 juta, USD 43,09 juta, USD 42,91 juta, dan USD 46,60.
Arus kas bersih TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2026 adalah sebesar USD 10,04 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 218,56 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 203,22 juta.
Arus kas bersih TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2027 adalah sebesar USD 22,09 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 246,07 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 216,80 juta.
Arus kas bersih TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2028 adalah sebesar USD 26,83 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 300,43 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 264,58 juta.
Arus kas bersih TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2029 adalah sebesar USD 30,57 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 327,49 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 287,71 juta.
Arus kas bersih TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2030 adalah sebesar USD 33,15 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 361,94 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 318,66 juta.
Arus kas bersih TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2031 adalah sebesar USD 33,69 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 394,71 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 350,73 juta.
Arus kas bersih TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2032 adalah sebesar USD 37,99 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 453,19 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 403,24 juta.
162
Page 207
Arus kas bersih TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2033 adalah sebesar USD 43,09 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 419,07 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 365,15 juta.
Arus kas bersih TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2034 adalah sebesar USD 42,91 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 357,46 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 304,27 juta.
Arus kas bersih TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2035 adalah sebesar USD 46,60 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 312,25 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 256,40 juta.
IX.H.4 Tingkat Diskonto
Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
Di mana:
ke = Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd = Biaya modal utang
We = Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd = Bobot utang dalam struktur kapital
t = Pajak penghasilan perusahaan
IX.H.4.a. Biaya Modal untuk Ekuitas
Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
ke = Rf + (β x RPm) – RBDS
di mana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
RBDS = Rating-based default spread
163
Page 208
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Singapura, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025,
maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Singapura berjangka
panjang dalam mata uang USD dengan jangka waktu 10 tahun dengan tingkat
yield rata-rata sebesar 3,50% yang diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 4,23%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2026.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, di mana RBDS
sebesar 0,00% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan
publik sejenis, sebagai berikut:
• PT Bukit Asam Tbk.
• PT Indo Tambangraya Megah Tbk.
• PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.
• PT United Tractors Tbk.
• PT Adaro Andalan Indonesia Tbk.
• PT Alamtri Resources Indonesia Tbk.
• New Hope Corporation Ltd.
• TerraCom Ltd.
sebesar 0,89 untuk mendiskonto AKB TETPL yang kemudian di-relever dengan
tingkat leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB TETPL tersebut dengan formula sebagai berikut:
βL = βU x (1 + (1-T) x DER)
164
Page 209
Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 16,30% untuk memperoleh beta
TETPL. Tarif pajak yang digunakan untuk TETPL sesuai dengan tarif pajak yang
berlaku umum adalah sebesar 17,00% untuk tahun 2026 – 2035. Dengan
demikian, maka diperoleh beta TETPL sebesar 1,01 untuk tahun 2026 – 2035
dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
βL2026-2035 = 0,89 x (1 + (1 – 17,00%) x 16,30%) = 1,01
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 0,00%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas TETPL sebagaimana tampak dalam perhitungan di
bawah ini:
Ke2026-2035 = 3,50% + 1,01 x 4,23% – 0,00% = 7,77%
IX.H.4.b Biaya Modal untuk Utang
Karena perhitungan nilai ekuitas TETPL dilakukan dengan mendiskonto tingkat
balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).
Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
pinjaman dalam mata uang USD yang diambil dari suku bunga kredit investasi
untuk bulan Desember 2025 yang dipublikasikan oleh Monetary Authority of
Singapore sebesar 7,23%.
IX. H.4.c. Weighted Average Cost of Capital
Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
sebesar 85,98%, dan bobot utang sebesar 14,02%, yang diolah dari data rata-rata
DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
berlaku untuk TETPL sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah
sebesar 17,00% untuk tahun 2026 – 2035, maka weighted average cost of capital
(WACC) adalah sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
= (7,77% x 85,98%) + (7,23% x [1 – 17,00%] x 14,02%) = 7,52%
165
Page 210
IX.H.5. Perhitungan Indikasi Nilai Pasar TETPL
Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi
TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
adalah sebagai berikut:
Tabel 61
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Indikasi Nilai Kini Operasi
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Arus kas bersih 10.040 22.086 26.829 30.567 33.154
Faktor diskonto 0,9644 0,8970 0,8343 0,7760 0,7217
Nilai kini arus kas bersih 9.683 19.811 22.384 23.720 23.927
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Arus kas bersih 33.690 37.989 43.085 42.909 46.599
Faktor diskonto 0,6712 0,6243 0,5806 0,5400 0,5022
Nilai kini arus kas bersih 22.613 23.716 25.015 23.171 23.402
Indikasi nilai kini operasi 217.442
Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar USD 217,44 juta untuk tingkat
diskonto sebesar 7,52% untuk tahun 2026 – 2035. Nilai tersebut merupakan
indikasi nilai TETPL dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus kas.
Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar TETPL.
Pada tanggal 31 Desember 2025, TETPL memiliki aset non-operasi berupa kas
dan setara kas sebesar USD 1,25 juta. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi
yang dapat ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah
sebesar USD 1,25 juta.
Selanjutnya, pada tanggal 31 Desember 2025, TETPL memiliki liabilitas jangka
panjang, yaitu utang lain-lain dan pinjaman pemegang saham masing-masing
sebesar USD 12,57 juta dan USD 56,50 juta. Dengan demikian, jumlah liabilitas
jangka panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai saham dari hasil
operasi adalah sebesar USD 69,07 juta.
Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut pada indikasi nilai operasi TETPL dari hasil operasi, maka
berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham TETPL adalah sebesar USD 149,61 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 100,00% saham TETPL berdasarkan metode diskonto arus kas
adalah sebesar USD 149,61 juta.
166
Page 211
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 100,00% saham TETPL dengan
menggunakan metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:
Tabel 62
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan Jumlah
Indikasi nilai kini operasi 217.442
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas dan setara kas 1.245
Utang lain-lain (12.573)
Pinjaman pemegang saham (56.500)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 149.614
IX.H.6. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham TETPL Berdasarkan Metode Diskonto
Arus Kas
Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham TETPL adalah sebesar USD 149,61 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 100,00% saham TETPL berdasarkan metode diskonto arus kas
adalah sebesar USD 149,61 juta.
IX.H.7 Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham TETPL Berdasarkan Metode
Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham TETPL adalah metode
pembanding perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode
penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi
nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi
dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari
perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity) dan sebagainya.
167
Page 212
Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
penentuan perusahaan pembanding:
Tabel 63
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1
Sejenis
Keterangan Industri Kegiatan Usaha Produk Risiko Usaha
(√ / -)
Jasa Penyediaan
Tiger Energy Trading Pte. Ltd. Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
PT Bukit Asam Tbk Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
PT Indo Tambangraya Megah Tbk Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
PT United Tractors Tbk Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
New Hope Corporation Ltd Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Geo Energy Resources Ltd Pelengkapan Batubara
Tabel 64
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2
Rata-rata Pertumbuhan
Keterangan DER (√ / -)
Pendapatan Laba Bersih
Tiger Energy Trading Pte. Ltd. -58,37% -69,65% -134,70%
PT Bukit Asam Tbk -0,26% -42,42% 94,18% √
PT Indo Tambangraya Megah Tbk -18,37% -48,17% 26,08% √
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk 14,87% -19,56% 57,46% –
PT United Tractors Tbk -2,33% -24,56% 72,24% –
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk -7,69% -35,99% 56,35% √
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk -9,87% -68,52% 36,23% √
New Hope Corporation Ltd -0,33% -7,67% 34,67% –
Geo Energy Resources Ltd 40,00% -26,14% 110,86% –
Tabel 65
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3
Rata-rata Margin
Keterangan ROA ROE (√ / -)
EBIT EAT
Tiger Energy Trading Pte. Ltd. 15,81% 11,98% 86,17% -29,90%
PT Bukit Asam Tbk 10,37% 9,48% 6,74% 13,08% √
PT Indo Tambangraya Megah Tbk 16,79% 13,32% 8,09% 10,20% –
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk 16,55% 9,79% 7,86% 12,38% √
PT United Tractors Tbk 18,40% 13,26% 8,54% 14,72% –
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk 24,54% 21,12% 14,88% 23,27% √
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk 30,92% 50,50% 7,19% 9,79% –
New Hope Corporation Ltd 37,37% 25,43% 12,42% 16,72% –
Geo Energy Resources Ltd 10,93% 7,08% 2,43% 5,13% √
Tabel 66
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5
(Dalam ribuan USD)
Keterangan Total Aset (√ / -) Pangsa Pasar (√ / -)
Tiger Energy Trading Pte. Ltd. 19.120 156.017
PT Bukit Asam Tbk 2.616.915 – 1.585 √
PT Indo Tambangraya Megah Tbk 2.406.063 √ 1.465 √
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk 178.540 √ 168 √
PT United Tractors Tbk 10.584.990 – 6.280 –
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk 5.706.276 – 3.236 –
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk 6.816.993 – 3.106 –
New Hope Corporation Ltd 2.361.600 √ 2.267 –
Geo Energy Resources Ltd 1.131.567 √ 468 √
168
Page 213
Penilai memiliki keyakinan yang memadai untuk membuktikan dan menjelaskan
bahwa data harga pasar yang digunakan dalam pendekatan pasar (market based
approach) dihasilkan dari suatu transaksi yang bersifat wajar (arms-length
transaction).
Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali P/E (price/earnings) sebesar 7,63 dengan perincian sebagai berikut:
Tabel 67
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
Kapitalisasi
Perusahaan Laba Bersih P/E
Pasar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (dalam jutaan USD) 3.236 849 3,81
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (dalam jutaan USD) 3.106 490 6,34
PT United Tractors Tbk (dalam jutaan Rupiah) 105.395.507 15.176.764 6,94
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (dalam jutaan USD) 1.465 195 7,53
New Hope Corporation Ltd (dalam jutaan AUD) 3.396 439 7,73
PT Bukit Asam Tbk (dalam jutaan Rupiah) 26.598.165 2.959.236 8,99
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (dalam jutaan Rupiah) 2.819.935 235.575 11,97
Geo Energy Resources Ltd (dalam jutaan USD) 468 28 16,99
Median 7,63
Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 70,00%.
Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio ekuitas. Berdasarkan POJK
35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan rasio
ekuitas (equity multiple) maka dapat mempergunakan rasio price to earnings ratio
(rasio P/E), price to sales (rasio P/S), dan/atau price to book value ratio (rasio
P/BV). Sesuai dengan kegiatan usaha TETPL dalam bidang perdagangan dan
pemasaran batu bara, maka rasio ekuitas yang sesuai digunakan dalam penilaian
TETPL adalah P/E (price/earnings).
Berdasarkan laporan keuangan TETPL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, laba bersih tahun berjalan TETPL adalah sebesar
USD 16,48 juta. Dengan demikian, indikasi nilai pasar 100,00% saham TETPL
yang mencerminkan nilai minoritas adalah sebesar USD 125,68 juta. Selanjutnya,
dengan premi pengendalian sebesar 70,00%, maka diperoleh hasil bahwa indikasi
nilai pasar 100,00% saham TETPL adalah sebesar USD 213,65 juta. Dengan
demikian, indikasi nilai pasar 100,00% saham TETPL berdasarkan metode
pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebesar USD 213,65 juta.
169
Page 214
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 100,00% saham TETPL dengan
menggunakan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
sebagai berikut:
Tabel 68
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Angka Variabel Inikasi Nilai
Keterangan
Pengali Ekonomi Pasar
P/E 7,63 16.476 125.675
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas 125.675
Premi kendali (70,00%) 87.973
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 213.648
IX.H.8. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode
penilaian yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu
melakukan pembobotan terhadap indikasi nilai pasar yang dihasilkan dari kedua
metode tersebut, masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode diskonto
arus kas dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
efek.
Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan
10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
data dan informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami
gunakan untuk menentukan indikasi nilai pasar 100,00% merupakan data dan
informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
tercatat di bursa efek.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% adalah sebesar USD 156,02 juta.
Tabel 69
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Metode Penilaian Bobot Nilai
Pasar
Metode Diskonto Arus Kas 149.614 90,00% 134.653
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 213.648 10,00% 21.365
Indikasi Nilai Pasar 100,00% 156.017
170
Page 215
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
yang dikembangkan pihak manajemen TETPL melalui analisis atas kinerja historis
dan pernyataan manajemen TETPL mengenai rencana-rencana untuk masa yang
akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi perhitungan
indikasi nilai pasar 100,00% saham TETPL. Karena tidak ada kepastian bahwa
dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat
memberikan jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.
IX.I. PT Bahari Cakrawala Sebuku
IX.I.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham BCS Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham BCS adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi yang dihitung berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih sebesar USD 265,21 juta.
Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi
tersebut direfleksikan dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset BCS
adalah sebesar USD 374,05 juta, sedangkan jumlah liabilitas BCS adalah tetap,
yaitu sebesar USD 89,76 juta.
Indikasi nilai pasar 100,00% saham BCS kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham BCS adalah sebesar USD 284,28 juta. Dengan demikian, indikasi
nilai pasar 80,00% dan 20,00% saham BCS berdasarkan metode penyesuaian
aset bersih masing-masing adalah sebesar USD 227,43 juta dan USD 56,86 juta.
171
Page 216
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 80,00% dan 20,00% saham BCS dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 70
PT Bahari Cakrawala Sebuku
Indiaksi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 34 - 34
Piutang lain-lain 103.826 - 103.826
Persediaan 0 - 0
Jumlah Aset Lancar 103.861 - 103.861
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain 4.970 - 4.970
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 181 265.033 265.214
Jumlah Aset Tidak Lancar 5.151 265.033 270.184
JUMLAH ASET 109.012 265.033 374.045
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 11 - 11
Utang lain-lain 84.230 - 84.230
Beban akrual 130 - 130
Utang pajak 89 - 89
Provisi 528 - 528
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 84.988 - 84.988
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi 4.776 - 4.776
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.776 - 4.776
JUMLAH LIABILITAS 89.764 - 89.764
EKUITAS 19.249 265.033 284.282
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 109.012 265.033 374.045
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 284.282
Indikasi nilai pasar 80,00% saham 227.425
Indikasi nilai pasar 20,00% saham 56.856
172
Page 217
IX.J. PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara
IX.J.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham BPN Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham BPN adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi yang dihitung berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih sebesar negatif USD 66,65 juta.
Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi
tersebut direfleksikan dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset BPN
adalah sebesar negatif USD 62,40 juta, sedangkan jumlah liabilitas BPN adalah
tetap, yaitu sebesar USD 14,18 ribu.
Indikasi nilai pasar 100,00% saham BPN kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham BPN adalah sebesar negatif USD 62,42 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 99,98% dan 0,02% saham BPN berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih masing-masing adalah sebesar negatif USD 62,41 juta
dan negatif USD 10,40 ribu.
173
Page 218
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,98% dan 0,02% saham BPN dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 71
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2 - 2
Piutang lain-lain 4.242 - 4.242
Jumlah Aset Lancar 4.243 - 4.243
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 14.036 (80.682) (66.647)
Jumlah Aset Tidak Lancar 14.036 (80.682) (66.647)
JUMLAH ASET 18.279 (80.682) (62.403)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 14 - 14
JUMLAH LIABILITAS 14 - 14
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) 18.265 (80.682) (62.417)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) 18.279 (80.682) (62.403)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (62.417)
Indikasi nilai pasar 99,98% saham (62.407)
Indikasi nilai pasar 0,02% saham (10)
IX.K. PT Karbon Mahakam
IX.K.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham KM Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham KM adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada tanggal 31 Desember 2025, KM memiliki aset dan liabilitas masing-masing
sebesar USD 0,42 juta dan USD 5,86 juta. Indikasi nilai pasar 100,00% saham KM
kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2025, indikasi nilai pasar
100,00% saham KM adalah sebesar negatif USD 5,44 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 99,98% dan 0,02% saham KM berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih adalah sebesar negatif USD 5,44 juta dan negatif
USD 0,88 ribu.
174
Page 219
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,98% dan 0,02% saham KM dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 72
PT Karbon Mahakam
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 34 - 34
Piutang lain-lain 20 - 20
Biaya dibayar di muka 31 - 31
Jumlah Aset Lancar 85 - 85
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain 333 - 333
Jumlah Aset Tidak Lancar 333 - 333
JUMLAH ASET 418 - 418
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 1 - 1
Utang lain-lain 1.256 - 1.256
Utang dividen 4.248 - 4.248
Beban akrual 44 - 44
Provisi 99 - 99
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 5.648 - 5.648
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi 214 - 214
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 214 - 214
JUMLAH LIABILITAS 5.862 - 5.862
DEFISIENSI MODAL (5.444) - (5.444)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 418 - 418
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (5.444)
Indikasi nilai pasar 99,98% saham (5.443)
Indikasi nilai pasar 0,02% saham (1)
IX.L. PT Metalindo Bumi Raya
IX.L.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham MBR Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham MBR adalah metode
penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang
didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
175
Page 220
Pada tanggal 31 Desember 2025, MBR memiliki aset dan liabilitas masing-masing
sebesar USD 2,15 juta dan USD 63,35 juta. Indikasi nilai pasar 100,00% saham
MBR kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2025, indikasi nilai pasar
100,00% saham MBR adalah sebesar negatif USD 61,21 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 99,995% dan 0,005% saham MBR berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih adalah sebesar negatif USD 61,20 juta dan negatif
USD 2,94 juta.
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,995% dan 0,005% saham MBR
dengan menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 73
PT Metalindo Bumi Raya
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 84 - 84
Piutang lain-lain 261 - 261
Persediaan 176 - 176
Jumlah Aset Lancar 520 - 520
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain 1.454 - 1.454
Aset tetap 173 - 173
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.628 - 1.628
JUMLAH ASET 2.148 - 2.148
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 6 - 6
Utang lain-lain 60.413 - 60.413
Utang pajak 5 - 5
Beban akrual 665 - 665
Provisi 1.526 - 1.526
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 62.614 - 62.614
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi 740 - 740
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 740 - 740
JUMLAH LIABILITAS 63.354 - 63.354
DEFISIENSI MODAL (61.206) - (61.206)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 2.148 - 2.148
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (61.206)
Indikasi nilai pasar 99,9995% saham (61.204)
Indikasi nilai pasar 0,005% saham (3)
176
Page 221
IX.M. PT Borneo Citrapertiwi Nusantara
IX.M.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham BCPN Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham BCPN adalah metode
penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang
didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi yang dihitung berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih, metode diskonto arus kas, dan metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek sebesar USD 420,37 juta.
Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi
tersebut direfleksikan dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset BCPN
adalah sebesar USD 422,77 juta, sedangkan jumlah liabilitas BCPN adalah tetap,
yaitu sebesar USD 86,79 juta.
Indikasi nilai pasar 100,00% saham BCPN kemudian diperoleh dengan
menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 100,00% saham BCPN adalah sebesar USD 335,98 juta.
Dengan demikian, indikasi nilai pasar 99,98% dan 0,02% saham BCPN
berdasarkan metode penyesuaian aset bersih masing-masing adalah sebesar
USD 335,92 juta dan USD 0,06 juta.
177
Page 222
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,98% dan 0,02% saham BCPN
dengan menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 74
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 14 - 14
Piutang lain-lain 2.387 - 2.387
Jumlah Aset Lancar 2.401 - 2.401
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 103.520 316.851 420.370
Jumlah Aset Tidak Lancar 103.520 316.851 420.370
JUMLAH ASET 105.921 316.851 422.772
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 9 - 9
Utang dividen 86.786 - 86.786
JUMLAH LIABILITAS 86.795 - 86.795
EKUITAS 19.126 316.851 335.977
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 105.921 316.851 422.772
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 335.977
Indikasi nilai pasar 99,98% saham 335.921
Indikasi nilai pasar 0,02% saham 56
178
Page 223
IX.N. PT Tri Tunggal Lestari Bersama
IX.N.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham TTLB Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham TTLB adalah metode
penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang
didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi pada entitas asosiasi yang dihitung berdasarkan metode diskonto arus
kas sebesar dan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek
USD 42,69 ribu.
Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas asosiasi tersebut direfleksikan
dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset TTLB adalah sebesar
USD 43,66 ribu, sedangkan jumlah liabilitas TTLB adalah tetap, yaitu sebesar
USD 1,61 juta.
Indikasi nilai pasar 100,00% saham TTLB kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham BBM adalah sebesar negatif USD 1,56 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 99,00% dan 1,00% saham TTLB berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih masing-masing adalah sebesar negatif USD 1,55 juta dan
negatif USD 15,62 ribu.
179
Page 224
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,00% dan 1,00% saham TTLB dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 75
PT Tri Tunggal Lestari Bersama
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 1 - 1
Jumlah Aset Lancar 1 - 1
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi 0 43 43
Jumlah Aset Tidak Lancar 0 43 43
JUMLAH ASET 1 43 44
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha 1 - 1
Utang lain-lain 1.598 - 1.598
Beban akrual 6 - 6
JUMLAH LIABILITAS 1.605 - 1.605
DEFISIENSI MODAL (1.604) 43 (1.562)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 1 43 44
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (1.562)
Indikasi nilai pasar 99,00% saham (1.546)
Indikasi nilai pasar 1,00% saham (16)
180
Page 225
IX.O. PT Sentika Mitra Persada
IX.O.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham SMP Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham SMP adalah metode
penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang
didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Pada tanggal 31 Desember 2025, SMP memiliki aset dan liabilitas masing-masing
sebesar USD 2,01 juta dan USD 2,51 juta. Indikasi nilai pasar 100,00% saham
SMP kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2025, indikasi nilai pasar
100,00% saham SMP adalah sebesar negatif USD 0,50 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 99,998% dan 0,002% saham SMP berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih masing-masing adalah sebesar USD 0,50 juta dan
USD 0,01 ribu.
181
Page 226
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,998% dan 0,002% saham SMP
dengan menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 76
PT Sentika Mitra Persada
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribu USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 13 - 13
Piutang lain-lain 19 - 19
Jumlah Aset Lancar 31 - 31
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain 56 - 56
Aset tetap 1.919 - 1.919
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.975 - 1.975
JUMLAH ASET 2.006 - 2.006
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha 1 - 1
Utang lain-lain 2.509 - 2.509
JUMLAH LIABILITAS 2.510 - 2.510
DEFISIENSI MODAL (504) - (504)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 2.006 - 2.006
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (504)
Indikasi nilai pasar 99,998% saham (504)
Indikasi nilai pasar 0,002% saham (0)
182
Page 227
IX.P. PT Mutiara Kapuas
IX.P.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham MK Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham MK adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada tanggal 31 Desember 2025, MK memiliki aset dan liabilitas masing-masing
sebesar USD 0,12 juta dan USD 0,33 juta. Indikasi nilai pasar 100,00% saham MK
kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2025, indikasi nilai pasar
100,00% saham MK adalah sebesar negatif USD 0,21 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 99,995% dan 0,005% saham MK berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih masing-masing adalah sebesar negatif USD 0,21 juta dan
negatif USD 0,01 ribu.
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,995% dan 0,005% saham MK dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 77
PT Mutiara Kapuas
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3 3
Piutang lain-lain 14 14
Jumlah Aset Lancar 18 - 18
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 101 101
Jumlah Aset Tidak Lancar 101 - 101
JUMLAH ASET 118 - 118
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha 1 1
Utang lain-lain 329 329
JUMLAH LIABILITAS 330 - 330
DEFISIENSI MODAL (211) (211)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 118 - 118
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (211)
Indikasi nilai pasar 99,995% saham (211)
Indikasi nilai pasar 0,005% saham (0)
183
Page 228
IX.Q. PT Separi Energy
IX.Q.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham SE Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham SE adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi yang dihitung berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih, metode diskonto arus kas, dan metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek sebesar USD 421,05 juta.
Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi
tersebut direfleksikan dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset SE
adalah sebesar USD 422,65 juta, sedangkan jumlah liabilitas SE adalah tetap,
yaitu sebesar USD 13,43 ribu.
Indikasi nilai pasar 100,00% saham SE kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham SE adalah sebesar USD 422,63 juta. Dengan demikian, indikasi
nilai pasar 99,997% dan 0,003% saham SE berdasarkan metode penyesuaian
aset bersih masing-masing adalah sebesar USD 422,62 juta dan USD 12,08 ribu.
184
Page 229
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,997% dan 0,003% saham SE dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 78
PT Separi Energy
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 64 - 64
Piutang lain-lain 1.455 - 1.455
Pajak dibayar di muka 81 - 81
Jumlah Aset Lancar 1.600 - 1.600
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 11.434 409.612 421.046
Jumlah Aset Tidak Lancar 11.434 409.612 421.046
JUMLAH ASET 13.034 409.612 422.646
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 13 - 13
JUMLAH LIABILITAS 13 - 13
EKUITAS 13.020 409.612 422.633
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 13.034 409.612 422.646
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 422.633
Indikasi nilai pasar 99,997% saham 422.621
Indikasi nilai pasar 0,003% saham 12
185
Page 230
IX.R. PT Kemilau Rindang Abadi
IX.R. Metode Diskonto Arus Kas
IX.R.1. Proyeksi Laporan Keuangan
Penilaian KRA yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen KRA. Dalam
penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
berdasarkan kinerja KRA pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana
manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan
saran yang relevan diberikan oleh manajemen KRA sehubungan dengan
perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja KRA yang dinilai pada saat penilaian
ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang kami lakukan terhadap target kinerja KRA yang dinilai.
Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
keuangan yang digunakan dalam penilaian atas KRA.
IX.R.1.a. Umum
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas KRA, industri,
atau negara di mana KRA beroperasi.
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
keuangan yang dapat memengaruhi kinerja KRA selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
KRA atau pada sumber utama penghasilan KRA selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen KRA.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
memengaruhi kegiatan usaha KRA.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada KRA.
• Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban
tenaga kerja, beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku
sekarang ini dan yang diproyeksikan.
• Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
186
Page 231
• Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh KRA atas
kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
• Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
ketentuan-ketentuan yang ada.
• Sesuai dengan sifat industri, manajemen KRA mempersiapkan proyeksi
laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035.
IX.R.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
Keuangan
IX.R.1.c. Tenaga Ahli
Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan KRA, manajemen
mengembangkan berbagai asumsi berdasarkan Transitional Report Jembayan
Coal Mine as 31 December 2025 yang disusun oleh PAPsebagaimana tertuang
dalam laporannya tanggal 18 Mei 2026, dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Standar Laporan
Standar yang digunakan dalam laporan adalah Australasian Code for
Reporting of Exploration Results, Mineral Resources and Ore Reserves (The
JORC Code), 2012 Edition; prepared by the Joint Ore Reserves Committee of
the Australasian Institute of Mining and Metallurgy, Australian Institute of
Geoscientists and the Mineral Council of Australia.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan
Timur, Indonesia. Proyek ini mencakup tiga konsesi batubara yang berbeda
yaitu KRA, JMB, ABE.
3. Kesimpulan
Rencana produksi batu bara yang dimiliki oleh KRA
per 31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
Tabel 79
PT Kemilau Rindang Abadi
Rencana Produksi Batu Bara
Per 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam kilo ton)
Keterangan 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
Cadangan awal - 106 106 106 106
Persediaan 106 - - - -
KRA 2.260 2.153 1.962 2.183 2.156
Produksi (2.260) (2.153) (1.962) (2.183) (2.156)
Cadangan akhir 106 106 106 106 106
187
Page 232
(Dalam kilo ton)
Keterangan 31-Des-31 31-Des-32 31-Des-33 31-Des-34 31-Des-35
Cadangan awal 106 106 106 106 106
Persediaan - - - - -
KRA 2.620 2.506 2.195 2.248 814
Produksi (2.620) (2.506) (2.195) (2.248) (920)
Cadangan akhir 106 106 106 106 -
IX.R.1.d. Kondisi Pembatas dan Asumsi-asumsi Pokok
Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan KRA, manajemen
mengembangkan berbagai asumsi berdasarkan Transitional Report Jembayan
Coal Mine as 31 December 2025 yang disusun oleh PAP sebagaimana tertuang
dalam laporannya tanggal 18 Mei 2026.Dalam penyusunan Transitional Report
Jembayan Coal Mine as 31 December 2025, berbagai asumsi dikembangkan PAP
berdasarkan antara lain namun tidak terbatas pada kondisi pasar.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan KRA atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan KRA bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian indikasi nilai pasar 100,00% saham KRA dipersiapkan
menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala
perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan
kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.
188
Page 233
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian.
1. Proyeksi Pendapatan
Pendapatan dalam penilaian ini terutama terdiri dari pendapatan batu bara.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan KRA untuk tahun
2026 – 2035.
Grafik 8
PT Kemilau Rindang Abadi
Proyeksi Pendapatan Tahun 2026 – 2035
(Dalam jutaan USD)
Pendapatan
200
180
160
140
120
100
80
60
40
20
-
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035
189
Page 234
2. Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan KRA terutama terdiri dari penambangan,
pengangkutan dan perkapalan, serta royalti. Beban pokok pendapatan untuk
tahun 2026 – 2035 diproyeksikan berkisar antara 97% - 108% dari pendapatan.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok pendapatan KRA untuk
tahun 2026 – 2035.
Grafik 9
PT Kemilau Rindang Abadi
Proyeksi Beban Pokok Pendapatan Tahun 2026 – 2035
(Dalam jutaan USD)
Beban Pokok Pendapatan
250
200
150
100
50
-
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035
3. Pajak
Mengingat KRA adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka tarif
pajak yang diberlakukan atas KRA adalah tarif pajak yang berlaku umum di
Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2035.
190
Page 235
4. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif KRA
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
adalah sebagai berikut:
Tabel 80
PT Kemilau Rindang Abadi
Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan 157.314 149.306 136.023 150.752 150.929
Beban pokok pendapatan 159.103 161.856 142.551 152.740 162.593
Laba kotor (1.788) (12.550) (6.527) (1.988) (11.664)
Beban usaha - - - - -
Laba usaha (1.788) (12.550) (6.527) (1.988) (11.664)
Pendapatan (beban) lain-lain 254 - - - -
Rugi sebelum beban pajak penghasilan (1.534) (12.550) (6.527) (1.988) (11.664)
Beban pajak penghasilan - - - - -
Rugi bersih tahun berjalan (1.534) (12.550) (6.527) (1.988) (11.664)
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Pendapatan 183.570 177.221 158.560 161.947 67.277
Beban pokok pendapatan 193.898 175.832 154.387 160.966 67.574
Laba kotor (10.327) 1.389 4.173 981 (297)
Beban usaha - - - - -
Laba usaha (10.327) 1.389 4.173 981 (297)
Pendapatan (beban) lain-lain - - - - -
Rugi sebelum beban pajak penghasilan (10.327) 1.389 4.173 981 (297)
Beban pajak penghasilan - - - - -
Rugi bersih tahun berjalan (10.327) 1.389 4.173 981 (297)
Pendapatan
Pendapatan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, dan
2035 masing-masing adalah sebesar USD 157,31 juta, USD 149,31 juta,
USD 136,02 juta, USD 150,75 juta, USD 150,93 juta, USD 183,57 juta,
USD 177,22 juta, USD 158,56 juta, USD 161,95 juta, dan USD 67,28 juta.
Pendapatan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2026 mengalami kenaikan sebesar USD 111,97 juta atau setara
dengan 246,92% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025.
Pendapatan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2027 mengalami penurunan sebesar USD 8,01 juta atau setara
dengan 5,09% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2026.
191
Page 236
Pendapatan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2028 mengalami penurunan sebesar USD 13,28 juta atau setara
dengan 8,90% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2027.
Pendapatan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2029 mengalami kenaikan sebesar USD 14,73 juta atau setara
dengan 10,83% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2028.
Pendapatan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2030 mengalami kenaikan sebesar USD 0,18 juta atau setara
dengan 0,12% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2029.
Pendapatan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2031 mengalami kenaikan sebesar USD 32,64 juta atau setara
dengan 21,63% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2030.
Pendapatan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2032 mengalami penurunan sebesar USD 6,35 juta atau setara
dengan 3,46% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2031.
Pendapatan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2033 mengalami penurunan sebesar USD 18,66 juta atau setara
dengan 10,53% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2032.
Pendapatan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2034 mengalami kenaikan sebesar USD 3,39 juta atau setara
dengan 2,14% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2033.
Pendapatan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2035 mengalami penurunan sebesar USD 94,67 juta atau setara
dengan 58,46% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2034.
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Rugi tahun berjalan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, dan 2035 masing-masing
adalah sebesar USD 1,53 juta, USD 12,55 juta, USD 6,53 juta, USD 1,99 juta,
USD 11,66 juta, USD 10,33 juta, dan USD 0,30 juta. Laba tahun berjalan KRA
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2032, 2033, dan
2034 masing-masing adalah sebesar USD 1,39 juta, USD 4,17 juta, dan
USD 0,98 juta.
192
Page 237
Rugi tahun berjalan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2026 mengalami kenaikan sebesar USD 1,85 juta atau setara
dengan 579,86% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
Rugi tahun berjalan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2027 mengalami kenaikan sebesar USD 11,02 juta atau setara
dengan 718,01% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2026.
Rugi tahun berjalan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2028 mengalami penurunan sebesar USD 6,02 juta atau setara
dengan 47,99% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2027.
Rugi tahun berjalan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2029 mengalami penurunan sebesar USD 4,54 juta atau setara
dengan 69,55% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2028.
Rugi tahun berjalan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2030 mengalami kenaikan sebesar USD 9,68 juta atau setara
dengan 486,84% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2029.
Rugi tahun berjalan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2031 mengalami penurunan sebesar USD 1,34 juta atau setara
dengan 11,46% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2030.
Laba tahun berjalan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2032 mengalami kenaikan sebesar USD 11,72 juta atau setara
dengan 113,45% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2031.
Laba tahun berjalan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2033 mengalami kenaikan sebesar USD 2,78 juta atau setara
dengan 200,39% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2032.
Laba tahun berjalan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2034 mengalami penurunan sebesar USD 3,19 juta atau setara
dengan 76,48% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2033.
Rugi tahun berjalan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2035 mengalami kenaikan sebesar USD 1,28 juta atau setara
dengan 130,28% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2034.
193
Page 238
5. Kas dan Bank
Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
setara kas.
6. Piutang Usaha
Perputaran piutang usaha diasumsikan sekitar 1 hari selama periode proyeksi.
7. Utang Usaha
Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 172 hari selama periode proyeksi.
8. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan KRA pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
Tabel 81
PT Kemilau Rindang Abadi
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 50.453 35.367 28.280 34.239 18.207
Piutang usaha 477 453 413 458 458
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.155 2.155 2.155 2.155 2.155
Persediaan 5.388 5.771 5.394 5.083 5.328
Uang muka 10.741 10.741 10.741 10.741 10.741
Biaya dibayar di muka 1 1 1 1 1
Jumlah Aset Lancar 69.215 54.488 46.983 52.675 36.889
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya 5.089 5.089 5.089 5.089 5.089
Piutang lain-lain - pihak ketiga 4.410 4.410 4.410 4.410 4.410
Pajak dibayar di muka 978 978 978 978 978
Pinjaman kepada pihak berelasi 254 254 254 254 254
Aset tetap - bersih 76.106 67.457 59.574 50.804 42.142
Properti pertambangan 9.793 20.358 26.574 31.239 57.934
Aset pajak tangguhan 48 48 48 48 48
Jumlah Aset Tidak Lancar 96.679 98.593 96.928 92.822 110.855
JUMLAH ASET 165.893 153.081 143.911 145.498 147.745
194
Page 239
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 45.573 63.076 79.599 104.843 48.224
Piutang usaha 557 538 481 492 -
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.155 2.155 2.155 2.155 -
Persediaan 5.166 4.760 4.806 4.903 (0)
Uang muka 10.741 10.741 10.741 10.741 10.741
Biaya dibayar di muka 1 1 1 1 1
Jumlah Aset Lancar 64.192 81.270 97.782 123.134 58.965
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya 5.089 5.089 5.089 5.089 -
Piutang lain-lain - pihak ketiga 4.410 4.410 4.410 4.410 -
Pajak dibayar di muka 978 978 978 978 978
Pinjaman kepada pihak berelasi 254 254 254 254 -
Aset tetap - bersih 31.616 21.548 12.729 3.698 -
Properti pertambangan 43.464 29.623 17.500 5.084 -
Aset pajak tangguhan 48 48 48 48 48
Jumlah Aset Tidak Lancar 85.859 61.950 41.008 19.561 1.026
JUMLAH ASET 150.051 143.220 138.790 142.695 59.991
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 72.320 72.058 62.415 65.990 67.900
Beban akrual 2.367 2.367 2.367 2.367 2.367
Utang lain-lain - pihak berelasi 68.021 68.021 75.021 75.021 87.021
Utang lain-lain - pihak ketiga 10.793 10.793 10.793 10.793 10.793
Provisi 1.699 1.699 1.699 1.699 1.699
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 155.199 154.937 152.295 155.869 169.780
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi 914 914 914 914 914
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 914 914 914 914 914
JUMLAH LIABILITAS 156.113 155.851 153.208 156.783 170.694
EKUITAS
Modal saham 53 53 53 53 53
Saldo laba 9.727 (2.823) (9.351) (11.338) (23.002)
JUMLAH EKUITAS 9.780 (2.770) (9.298) (11.285) (22.949)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 165.893 153.081 143.911 145.498 147.745
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 80.534 72.314 63.711 66.634 -
Beban akrual 2.367 2.367 2.367 2.367 -
Utang lain-lain - pihak berelasi 87.021 87.021 87.021 87.021 87.021
Utang lain-lain - pihak ketiga 10.793 10.793 10.793 10.793 -
Provisi 1.699 1.699 1.699 1.699 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 182.414 174.193 165.591 168.514 87.021
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi 914 914 914 914 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 914 914 914 914 -
JUMLAH LIABILITAS 183.328 175.107 166.505 169.428 87.021
EKUITAS
Modal saham 53 53 53 53 53
Saldo laba (33.329) (31.940) (27.767) (26.786) (27.083)
JUMLAH EKUITAS (33.276) (31.887) (27.714) (26.733) (27.030)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 150.051 143.220 138.790 142.695 59.991
195
Page 240
Aset
Jumlah aset KRA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026, 2027, 2028, 2029,
2030, 2031, 2032, 2033, 2034, dan 2035 masing-masing adalah sebesar
USD 165,89 juta, USD 153,08 juta, USD 143,91 juta,
USD 145,50 juta, USD 147,74 juta, USD 150,05 juta, USD 143,22 juta,
USD 138,79 juta, USD 142,69 juta, dan USD 59,99 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2026, jumlah aset KRA mengalami kenaikan
sebesar USD 49,05 juta atau setara dengan 41,98% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2025. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan bank sebesar USD 49,74.
Pada tanggal 31 Desember 2027, jumlah aset KRA mengalami penurunan
sebesar USD 12,81 juta atau setara dengan 7,72% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2026. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan kas dan bank serta aset tetap masing-masing
sebesar USD 15,09 juta dan USD 8,65 juta yang disertai dengan kenaikan
properti pertambangan sebesar USD 10,56 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2028, jumlah aset KRA mengalami penurunan
sebesar USD 9,17 juta atau setara dengan 5,99% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2027. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan kas dan bank serta aset tetap masing-masing sebesar
USD 7,09 juta dan USD 7,88 juta yang disertai dengan kenaikan properti
pertambangan sebesar USD 6,22 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2029, jumlah aset KRA mengalami kenaikan
sebesar USD 1,59 juta atau setara dengan 1,10% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2028. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan kas dan setara kas serta properti pertambangan masing-masing
sebesar USD 5,96 juta dan USD 4,67 juta yang disertai dengan penurunan
aset tetap sebesar USD 8,77 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2030, jumlah aset KRA mengalami kenaikan
sebesar USD 2,25 juta atau setara dengan 1,54% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2029. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan properti pertambangan sebesar USD 26,69 juta yang disertai dengan
penurunan kas dan bank dan aset tetap – bersih masing-masing sebesar
USD 16,03 juta dan USD 8,66 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2031, jumlah aset KRA mengalami kenaikan
sebesar USD 2,31 juta atau setara dengan 1,56% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2030. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan kas dan bank sebesar USD 27,37 juta yang disertai dengan
penurunan aset tetap – bersih dan properti pertambangan masing-masing
sebesar USD 10,53 juta dan USD 14,47 juta.
196
Page 241
Pada tanggal 31 Desember 2032, jumlah aset KRA mengalami penurunan
sebesar USD 6,83 juta atau setara dengan 4,55% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2031. Penurunan ini terutama disebabkan
penurunan oleh aset tetap – bersih dan properti pertambangan masing-masing
sebesar USD 10,07 juta dan USD 13,84 juta yang disertai dengan kenaikan
kas dan setara kas sebesar USD 17,50 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2033, jumlah aset KRA mengalami penurunan
sebesar USD 4,43 juta atau setara dengan 3,09% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2032. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan aset tetap – bersih dan properti pertambangan masing-masing
sebesar USD 8,82 juta dan USD 12,12 juta yang disertai dengan kenaikan kas
dan bank sebesar USD 16,52 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2034, jumlah aset KRA mengalami kenaikan
sebesar USD 3,90 juta atau setara dengan 2,81% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2033. Kenakan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan kas dan bank sebesar USD 25,24 juta yang disertai dengan
penurunan aset tetap – bersih dan properti pertambangan sebesar
USD 9,03 juta dan USD 12,42 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2035, jumlah aset KRA mengalami penurunan
sebesar USD 82,70 juta atau setara dengan 57,96% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2034. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan kas dan bank sebesar USD 56,620 juta.
Liabilitas
Jumlah liabilitas KRA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026, 2027, 2028,
2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, dan 2035 masing-masing adalah sebesar
USD 156,11 juta, USD 155,85 juta, USD 153,21 juta,
USD 156,78 juta, USD 170,69 juta, USD 183,33 juta, USD 175,11 juta,
USD 166,50 juta, USD 169,43 juta, dan USD 87,02 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2026, jumlah liabilitas KRA mengalami kenaikan
sebesar USD 50,59 juta atau setara dengan 47,94% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2025. Kenaikan ini seluruhnya
disebabkan oleh kenaikan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2027, jumlah liabilitas KRA mengalami penurunan
sebesar USD 0,26 juta atau setara dengan 0,17% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2026. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh penurunan utang usaha.
197
Page 242
Pada tanggal 31 Desember 2028, jumlah liabilitas KRA mengalami penurunan
sebesar USD 2,64 juta atau setara dengan 1,70% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2027. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan utang usaha sebesar USD 9,64 juta yang disertai dengan
kenaikan utang lain-lain – pihak berelasi sebesar USD 7,00 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2029, jumlah liabilitas KRA mengalami kenaikan
sebesar USD 3,57 juta atau setara dengan 2,33% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2028. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh kenaikan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2030, jumlah liabilitas KRA mengalami kenaikan
sebesar USD 13,91 juta atau setara dengan 8,87% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2029. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain – pihak berelasi sebesar
USD 12,00 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2031, jumlah liabilitas KRA mengalami kenaikan
sebesar USD 12,63 juta atau setara dengan 7,40% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2030. Kenaikan ini seluruhnya
disebabkan oleh kenaikan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2032, jumlah liabilitas KRA mengalami penurunan
sebesar USD 8,22 juta atau setara dengan 4,48% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2031. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh penurunan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2033, jumlah liabilitas KRA mengalami penurunan
sebesar USD 8,60 juta atau setara dengan 4,91% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2032. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh penurunan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2034, jumlah liabilitas KRA mengalami kenaikan
sebesar USD 2,92 juta atau setara dengan 1,76% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2033. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh penurunan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2035, jumlah liabilitas KRA mengalami penurunan
sebesar USD 82,41 juta atau setara dengan 48,64% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2034. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan utang usaha sebesar USD 66,63 juta.
198
Page 243
Ekuitas (Defisiensi Modal)
Jumlah ekuitas KRA pada tanggal 31 Desember 2026 adalah sebesar
USD 9,78 juta. Jumlah defisiensi modal KRA pada tanggal-tanggal
31 Desember 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, dan 2035
masing-masing adalah sebesar USD 2,77 juta, USD 9,30 juta, USD 11,29 juta,
USD 22,95 juta, USD 33,28 juta, USD 31,89 juta, USD 27,71 juta,
USD 26,73 juta, dan USD 27,03 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2026, jumlah ekuitas KRA mengalami penurunan
sebesar USD 1,53 juta atau setara dengan 13,56% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2025. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh KRA sebesar
USD 9,73 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2027, jumlah defisiensi modal KRA mengalami
kenaikan sebesar USD 12,55 juta atau setara dengan 128,33% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2026. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KRA sebesar
USD 2,82 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2028, jumlah defisiensi modal KRA mengalami
kenaikan sebesar USD 6,53 juta atau setara dengan 235,63% dibandingkan
dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2027. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KRA
sebesar USD 9,35 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2029, jumlah defisiensi modal KRA mengalami
kenaikan sebesar USD 1,99 juta atau setara dengan 21,38% dibandingkan
dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2028. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KRA
sebesar USD 11,34 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2030, jumlah defisiensi modal KRA mengalami
kenaikan sebesar USD 11,66 juta atau setara dengan 103,36% dibandingkan
dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2029. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KRA
sebesar USD 23,00 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2031, jumlah defisiensi modal KRA mengalami
kenaikan sebesar USD 10,33 juta atau setara dengan 45,00% dibandingkan
dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2030. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KRA
sebesar USD 33,33 juta.
199
Page 244
Pada tanggal 31 Desember 2032, jumlah defisiensi modal KRA mengalami
penurunan sebesar USD 1,39 juta atau setara dengan 4,17% dibandingkan
dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2031. Penurunan
ini terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KRA
sebesar USD 31,94 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2033, jumlah defisiensi modal KRA mengalami
penurunan sebesar USD 4,17 juta atau setara dengan 13,09% dibandingkan
dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2031. Penurunan
ini terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KRA
sebesar USD 27,77 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2034, jumlah defisiensi modal KRA mengalami
penurunan sebesar USD 0,98 juta atau setara dengan 3,54% dibandingkan
dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2033. Penurunan
ini terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KRA
sebesar USD 26,79 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2035, jumlah defisiensi modal KRA mengalami
kenaikan sebesar USD 0,30 juta atau setara dengan 1,11% dibandingkan
dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2034. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh KRA
sebesar USD 27,08 juta.
IX.R.2. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan
Terminal value diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih (AKB) periode kekal
dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai dengan tingkat diskonto. Namun demikian,
mengingat usaha yang dijalankan oleh KRA yang dinilai akan sangat tergantung
pada cadangan batu bara yang dimiliki oleh KRA, maka terminal value dalam
penilaian ini diasumsikan nol atau tidak ada.
IX.R.3. Penentuan Arus Kas Bersih
Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
perusahaan (free cash flow to firm).
Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
bisnis adalah AKB untuk kapital.
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
dengan cara langsung.
200
Page 245
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
untuk kapital KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
Tabel 82
PT Kemilau Rindang Abadi
Proyeksi Arus Kas Bersih
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Penerimaan kas dari pelanggan 156.975 149.330 136.064 150.708 150.929
Pembayaran kas kepada pemasok (100.941) (151.241) (140.418) (134.690) (140.358)
Pembayaran beban pajak penghasilan - - - - -
Pembayaran lain-lain - - - - -
Penambahan aset tetap (9.888) - - - -
Penambahan properti pertambangan (4.879) (13.175) (9.733) (10.058) (38.603)
Arus kas bersih 41.266 (15.086) (14.087) 5.959 (28.032)
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Penerimaan kas dari pelanggan 183.471 177.240 158.617 161.937 67.769
Pembayaran kas kepada pemasok (156.106) (159.737) (142.094) (136.693) (120.524)
Pembayaran beban pajak penghasilan - - - - -
Pembayaran lain-lain - - - - 110
Penambahan aset tetap - - - - -
Penambahan properti pertambangan - - - - -
Arus kas bersih 27.365 17.504 16.523 25.244 (52.645)
Arus kas bersih KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, dan 2035
masing-masing adalah sebesar USD 41,27 juta, negatif USD 15,09 juta, negatif
USD 14,09 juta, USD 5,96 juta, negatif USD 28,03 juta,
USD 27,37 juta, USD 17,50 juta, USD 16,52 juta, USD 25,24 juta, dan negatif
USD 52,65 juta
Arus kas bersih KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2026 adalah sebesar USD 41,27 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 156,97 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 100,94 juta.
Arus kas bersih KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2027 adalah sebesar negatif USD 15,09 juta terutama berasal dari
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 151,24 juta yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 149,33 juta.
Arus kas bersih KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2028 adalah sebesar negatif USD 14,09 juta terutama berasal dari
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 140,42 juta yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 136,06 juta.
201
Page 246
Arus kas bersih KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2029 adalah sebesar USD 5,96 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 150,71 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 134,69 juta.
Arus kas bersih KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2030 adalah sebesar negatif USD 28,03 juta terutama berasal dari
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 140,36 juta yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 150,93 juta.
Arus kas bersih KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2031 adalah sebesar USD 27,37 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 183,47 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 156,11 juta.
Arus kas bersih KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2032 adalah sebesar USD 17,50 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 177,24 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 159,74 juta.
Arus kas bersih KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2033 adalah sebesar USD 16,52 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 158,62 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 142,09 juta.
Arus kas bersih KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2034 adalah sebesar USD 25,24 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 161,94 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 136,69 juta.
Arus kas bersih KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2035 adalah sebesar negatif USD 52,65 juta terutama berasal dari
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 120,52 juta yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 67,77 juta.
202
Page 247
IX.R.4. Tingkat Diskonto
Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) yang ditentukan dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
Di mana:
ke = Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd = Biaya modal utang
We = Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd = Bobot utang dalam struktur kapital
t = Pajak penghasilan perusahaan
IX.R.4.a. Biaya Modal untuk Ekuitas
Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
ekuitas, yang ditentukan dengan CAPM dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut:
ke = Rf + (β x RPm) – RBDS
Di mana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
RBDS = Rating-based default spread
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025,
maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
panjang dalam mata uang USD dengan jangka waktu 10 tahun dengan tingkat
yield rata-rata sebesar 4,87% yang diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
203
Page 248
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2026.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan
publik sejenis, sebagai berikut:
• PT Bukit Asam Tbk.
• PT Indo Tambangraya Megah Tbk.
• PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.
• PT United Tractors Tbk.
• PT Adaro Andalan Indonesia Tbk.
• PT Alamtri Resources Indonesia Tbk.
• New Hope Corporation Ltd.
• TerraCom Ltd.
sebesar 0,89 untuk mendiskonto AKB KRA yang kemudian di-relever dengan
tingkat leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB KRA tersebut dengan formula sebagai berikut:
βL = βU x (1 + (1-T) x DER)
Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 16,30% untuk memperoleh beta
KRA. Tarif pajak yang digunakan untuk KRA sesuai dengan tarif pajak yang
berlaku umum adalah sebesar 0,00% untuk tahun 2026 – 2035. Dengan demikian,
maka diperoleh beta KRA sebesar 1,03 untuk tahun 2026 – 2035 dengan rincian
perhitungan sebagai berikut:
βL2026-2035 = 0,89 x (1 + (1 – 0,00%) x 16,30%) = 1,03
204
Page 249
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,62%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas KRA sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
ini:
Ke2026-2035 = 4,87% + 1,03 x 6,69% – 1,62% = 10,17%
IX.R.4.b. Biaya Modal untuk Utang
Karena perhitungan nilai ekuitas KRA dilakukan dengan mendiskonto tingkat
balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).
Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
pinjaman dalam mata uang USD yang diambil dari suku bunga kredit investasi
bank Persero untuk bulan Desember 2025 yang dipublikasikan oleh Bank
Indonesia sebesar 6,00%.
IX.R.4.c. Weighted Average Cost of Capital
Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
sebesar 85,98%, dan bobot utang sebesar 14,02%, yang diolah dari data rata-rata
DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
berlaku untuk KRA sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
0,00% untuk tahun 2026 – 2035, maka weighted average cost of capital (WACC)
adalah sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
= (10,17% x 85,98%) + (6,00% x [1 – 0,00%] x 14,02%) = 9,58%
205
Page 250
IX.R.5. Perhitungan Indikasi Nilai Pasar KRA
Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi KRA
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 adalah
sebagai berikut:
Tabel 83
PT Kemilau Rindang Abadi
Indikasi Nilai Kini Operasi
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Arus kas bersih 41.266 (15.086) (14.087) 5.959 (28.032)
Faktor diskonto 0,9553 0,8718 0,7956 0,7260 0,6625
Nilai kini arus kas bersih 39.422 (13.152) (11.208) 4.326 (18.571)
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Arus kas bersih 27.365 17.504 16.523 25.244 (52.645)
Faktor diskonto 0,6046 0,5517 0,5034 0,4594 0,4192
Nilai kini arus kas bersih 16.545 9.657 8.318 11.597 (22.069)
Indikasi nilai kini operasi 24.865
Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar USD 24,87 juta untuk tingkat
diskonto sebesar 9,58% untuk tahun 2026 – 2035. Nilai tersebut merupakan
indikasi nilai KRA dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus kas.
Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar KRA.
Pada tanggal 31 Desember 2025, KRA memiliki aset non-operasi berupa Kas dan
bank serta pinjaman kepada pihak berelasi masing-masing sebesar
USD 0,72 juta dan USD 8,47 juta. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang
dapat ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar
USD 9,19 juta.
Selanjutnya, pada tanggal 31 Desember 2025, KRA memiliki liabilitas jangka
panjang, yaitu utang lain-lain - pihak ketiga sebesar USD 10,79 juta. Dengan
demikian, jumlah liabilitas jangka panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi
nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar USD 10,79 juta.
Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut pada indikasi nilai operasi KRA dari hasil operasi, maka
berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham KRA adalah sebesar USD 23,26 juta. Dengan demikian, indikasi
nilai pasar 99,80% dan 0,20% saham KRA berdasarkan metode diskonto arus kas
masing-masing adalah sebesar USD 23,21 juta dan USD 0,05 juta.
206
Page 251
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,80% dan 0,20% saham KRA dengan
menggunakan metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:
Tabel 84
PT Kemilau Rindang Abadi
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan Jumlah
Indikasi nilai kini operasi 24.865
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas dan bank 715
Pinjaman kepada pihak berelasi 8.472
Utang lain-lain - pihak ketiga (10.793)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 23.259
Indikasi nilai pasar 99,80% saham 23.212
Indikasi nilai pasar 0,20% saham 47
IX.R.6. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham KRA Berdasarkan Metode Diskonto Arus
Kas
Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham KRA adalah sebesar USD 23,26 juta. Dengan demikian, indikasi
nilai pasar 99,80% dan 0,20% saham KRA berdasarkan metode diskonto arus kas
masing-masing adalah sebesar USD 23,21 juta dan USD 46,52 ribu.
IX.R.7. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham KRA Berdasarkan Metode Pembanding
Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham KRA adalah metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode penilaian yang
didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi nilai pasar saham
ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan
sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari perusahaan
pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity) dan sebagainya.
207
Page 252
Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
penentuan perusahaan pembanding:
Tabel 85
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1
Sejenis
Keterangan Industri Kegiatan Usaha Produk Risiko Usaha
(√ / -)
Jasa Penyediaan
PT Kemilau Rindang Abadi Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
PT Bukit Asam Tbk Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
PT Indo Tambangraya Megah Tbk Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
PT United Tractors Tbk Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
New Hope Corporation Ltd Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
Geo Energy Resources Ltd Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Tabel 86
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2
Rata-rata Pertumbuhan
Keterangan DER (√ / -)
Pendapatan Laba Bersih
PT Kemilau Rindang Abadi 29,42% -85,49% 932,68%
PT Bukit Asam Tbk -0,26% -42,42% 94,18% √
PT Indo Tambangraya Megah Tbk -18,37% -48,17% 26,08% √
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk 14,87% -19,56% 57,46% –
PT United Tractors Tbk -2,33% -24,56% 72,24% –
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk -7,69% -35,99% 56,35% –
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk -9,87% -68,52% 36,23% √
New Hope Corporation Ltd -0,33% -7,67% 34,67% –
Geo Energy Resources Ltd 40,00% -26,14% 110,86% √
Tabel 87
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3
Rata-rata Margin
Keterangan ROA ROE (√ / -)
EBIT EAT
PT Kemilau Rindang Abadi -1,39% 3,50% 0,27% 2,83%
PT Bukit Asam Tbk 10,37% 9,48% 6,74% 13,08% √
PT Indo Tambangraya Megah Tbk 16,79% 13,32% 8,09% 10,20% –
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk 16,55% 9,79% 7,86% 12,38% √
PT United Tractors Tbk 18,40% 13,26% 8,54% 14,72% –
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk 24,54% 21,12% 14,88% 23,27% √
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk 30,92% 50,50% 7,19% 9,79% –
New Hope Corporation Ltd 37,37% 25,43% 12,42% 16,72% –
Geo Energy Resources Ltd 10,93% 7,08% 2,43% 5,13% √
Tabel 88
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5
(Dalam ribuan USD)
Keterangan Total Aset (√ / -) Pangsa Pasar (√ / -)
PT Kemilau Rindang Abadi 116.840 21.347
PT Bukit Asam Tbk 2.616.915 – 1.585 √
PT Indo Tambangraya Megah Tbk 2.406.063 √ 1.465 √
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk 178.540 √ 168 √
PT United Tractors Tbk 10.584.990 – 6.280 –
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk 5.706.276 – 3.236 –
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk 6.816.993 – 3.106 –
New Hope Corporation Ltd 2.361.600 √ 2.267 –
Geo Energy Resources Ltd 1.131.567 √ 468 √
208
Page 253
Penilai memiliki keyakinan yang memadai untuk membuktikan dan menjelaskan
bahwa data harga pasar yang digunakan dalam pendekatan pasar (market based
approach) dihasilkan dari suatu transaksi yang bersifat wajar (arms-length
transaction).
Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali P/E (price/earnings) sebesar 7,63 dengan perincian sebagai berikut:
Tabel 89
PT Kemilau Rindang Abadi
Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
Kapitalisasi
Perusahaan Laba Bersih P/E
Pasar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (dalam jutaan USD) 3.236 849 3,81
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (dalam jutaan USD) 3.106 490 6,34
PT United Tractors Tbk (dalam jutaan Rupiah) 105.395.507 15.176.764 6,94
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (dalam jutaan USD) 1.465 195 7,53
New Hope Corporation Ltd (dalam jutaan AUD) 3.396 439 7,73
PT Bukit Asam Tbk (dalam jutaan Rupiah) 26.598.165 2.959.236 8,99
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (dalam jutaan Rupiah) 2.819.935 235.575 11,97
Geo Energy Resources Ltd (dalam jutaan USD) 468 28 16,99
Median 7,63
Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 70,00%.
Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio ekuitas. Berdasarkan POJK
35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan rasio
ekuitas (equity multiple) maka dapat mempergunakan rasio price to earnings ratio
(rasio P/E), price to sales (rasio P/S), dan/atau price to book value ratio (rasio
P/BV). Sesuai dengan kegiatan usaha KRA dalam bidang pertambangan,
perdagangan, konstruksi, industri transportasi darat, perbengkelan dan jasa, maka
rasio ekuitas yang sesuai digunakan dalam penilaian KRA adalah P/E
(price/earnings).
Berdasarkan laporan keuangan KRA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, laba bersih tahun berjalan KRA adalah sebesar
USD 0,32 juta. Dengan demikian, indikasi nilai pasar 100,00% saham KRA yang
mencerminkan nilai minoritas adalah sebesar USD 2,44 juta. Selanjutnya, dengan
premi pengendalian sebesar 70,00%, maka diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
pasar 100,00% saham KRA adalah sebesar USD 4,15 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 99,80% dan 0,20% saham KRA berdasarkan metode
pembanding perusahaan tercatat di bursa efek masing-masing adalah sebesar
USD 4,14 juta dan USD 8,29 ribu.
209
Page 254
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,80% dan 0,20% saham KRA dengan
menggunakan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
sebagai berikut:
Tabel 90
PT Kemilau Rindang Abadi
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Angka Variabel Indikasi
Keterangan
Pengali Ekonomi Nilai Pasar
P/E 7,63 320 2.439
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas 2.439
Premi kendali (70,00%) 1.707
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 4.146
Indikasi nilai pasar 99,80% saham 4.138
Indikasi nilai pasar 0,20% saham 8
IX.R.8. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode
penilaian yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu
melakukan pembobotan terhadap indikasi nilai pasar yang dihasilkan dari kedua
metode tersebut, masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode diskonto
arus kas dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
efek.
Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan
10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
data dan informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami
gunakan untuk menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham KRA merupakan
data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai
dibandingkan dengan data dan informasi yang digunakan pada metode
pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
210
Page 255
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham KRA adalah sebesar USD 31,35 juta.
Tabel 91
PT Kemilau Rindang Abadi
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Metode Penilaian Bobot Nilai
Pasar
Metode Diskonto Arus Kas 23.259 90,00% 20.933
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 4.146 10,00% 415
Indikasi Nilai Pasar 100,00% 21.347
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa indikasi nilai
pasar yang dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas
asumsi-asumsi mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan
posisi keuangan yang dikembangkan pihak manajemen KRA melalui analisis atas
kinerja historis dan pernyataan manajemen KRA mengenai rencana-rencana
untuk masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan
penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami,
asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas
pencapaian asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini
akan memengaruhi perhitungan indikasi nilai pasar 100,00% saham KRA. Karena
tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan
terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa hasil-hasil yang
diproyeksikan akan tercapai.
IX.S. PT Jembayan Muarabara
IX.S. Metode Diskonto Arus Kas
IX.S.1. Proyeksi Laporan Keuangan
Penilaian JM yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen JM. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja
JM pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa
yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan saran yang relevan
diberikan oleh manajemen JM sehubungan dengan perubahan-perubahan pada
setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan
pertimbangan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja JM
yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak
ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja JM
yang dinilai.
211
Page 256
Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
keuangan yang digunakan dalam penilaian atas JM.
IX.S.1.a. Umum
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas JM, industri,
atau negara di mana JM beroperasi.
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
keuangan yang dapat memengaruhi kinerja JM selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama JM
atau pada sumber utama penghasilan JM selain yang telah diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen JM.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
memengaruhi kegiatan usaha JM.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada JM.
• Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban
tenaga kerja, beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku
sekarang ini dan yang diproyeksikan.
• Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
• Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh JM atas
kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
• Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
ketentuan-ketentuan yang ada.
• Sesuai dengan sifat industri, manajemen JM mempersiapkan proyeksi laporan
keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2033.
212
Page 257
IX.S.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
Keuangan
IX.S.1.c. Tenaga Ahli
Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan JM, manajemen mengembangkan
berbagai asumsi berdasarkan Transitional Report Jembayan Coal Mine as
31 December 2025 yang disusun oleh PAPsebagaimana tertuang dalam
laporannya tanggal 18 Mei 2026, dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Standar Laporan
Standar yang digunakan dalam laporan adalah Australasian Code for
Reporting of Exploration Results, Mineral Resources and Ore Reserves (The
JORC Code), 2012 Edition; prepared by the Joint Ore Reserves Committee of
the Australasian Institute of Mining and Metallurgy, Australian Institute of
Geoscientists and the Mineral Council of Australia.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan
Timur, Indonesia. Proyek ini mencakup tiga konsesi batubara yang berbeda
yaitu KRA, JMB, ABE.
3. Kesimpulan
Rencana produksi batu bara yang dimiliki oleh JM per
31 Desember 2026 – 2033 adalah sebagai berikut:
Tabel 92
PT Jembayan Muarabara
Rencana Produksi Batu Bara
Per 31 Desember 2026 - 2033
(Dalam kilo ton)
Keterangan 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30
Cadangan awal - 104 104 104 104
Persediaan 104 - - - -
JM 863 510 1.092 1.188 1.452
Produksi (863) (510) (1.092) (1.188) (1.452)
Cadangan akhir 104 104 104 104 104
(Dalam kilo ton)
Keterangan 31-Des-31 31-Des-32 31-Des-33
Cadangan awal 104 104 104
Persediaan - - -
JM 1.171 1.876 1.385
Produksi (1.171) (1.876) (1.489)
Cadangan akhir 104 104 -
213
Page 258
IX.S.1.d. Kondisi Pembatas dan Asumsi-asumsi Pokok
Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan KRA, manajemen
mengembangkan berbagai asumsi berdasarkan Transitional Report Jembayan
Coal Mine as 31 December 2025 yang disusun oleh PAP sebagaimana tertuang
dalam laporannya tanggal 18 Mei 2026.Dalam penyusunan Transitional Report
Jembayan Coal Mine as 31 December 2025, berbagai asumsi dikembangkan PAP
berdasarkan antara lain namun tidak terbatas pada kondisi pasar.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan JM atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan JM bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian.
214
Page 259
1. Proyeksi Pendapatan
Pendapatan dalam penilaian ini terutama terdiri dari penjualan batu bara dan
jasa penambangan.
Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatanJM untuk tahun 2026 – 2033.
Grafik 10
PT Jembayan Muarabara
Proyeksi Pendapatan Tahun 2026 – 2033
(Dalam jutaan USD)
Pendapatan
140
120
100
80
60
40
20
-
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
2. Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan JM terutama terdiri dari penambangan, biaya agensi,
royalty, dan komisi, serta depresiasi dan amortisasi. Beban pokok pendapatan
untuk tahun 2026 – 2033 diproyeksikan berkisar antara 94% - 109% dari
pendapatan.
215
Page 260
Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok pendapatan JM untuk tahun
2026 – 2033.
Grafik 11
PT Jembayan Muarabara
Proyeksi Beban Pokok Pendapatan Tahun 2026 – 2033
(Dalam jutaan USD)
Beban Pokok Pendapatan
140
120
100
80
60
40
20
-
2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033
3. Pajak
Mengingat JM adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka tarif
pajak yang diberlakukan atas JM adalah tarif pajak yang berlaku umum di
Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2033.
216
Page 261
4. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif JM
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2033
adalah sebagai berikut:
Tabel 93
PT Jembayan Muarabara
Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan 60.072 35.367 75.707 82.040 101.646
Beban pokok pendapatan 62.181 38.553 78.264 81.520 103.728
Laba kotor (2.109) (3.186) (2.557) 521 (2.082)
Beban usaha - - - - -
Laba usaha (2.109) (3.186) (2.557) 521 (2.082)
Pendapatan (beban) lain-lain 10.712 8.252 6.992 6.332 5.972
Laba sebelum beban pajak penghasilan 8.603 5.067 4.436 6.853 3.890
Beban pajak penghasilan (1.893) (1.115) (976) (1.508) (856)
Laba bersih tahun berjalan 6.710 3.952 3.460 5.345 3.035
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Pendapatan 82.046 132.668 107.560
Beban pokok pendapatan 84.276 124.341 104.797
Laba kotor (2.230) 8.327 2.763
Beban usaha - - -
Laba usaha (2.230) 8.327 2.763
Pendapatan (beban) lain-lain 5.492 5.012 2.506
Laba sebelum beban pajak penghasilan 3.263 13.339 5.269
Beban pajak penghasilan (718) (2.935) (1.159)
Laba bersih tahun berjalan 2.545 10.405 4.110
Pendapatan
Pendapatan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, dan 2033
masing-masing adalah sebesar USD 60,07 juta, USD 35,37 juta,
USD 75,71 juta, USD 82,04 juta, USD 101,65 juta, USD 82,05 juta,
USD 132,67 juta, dan USD 107,56 juta.
Pendapatan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2026 mengalami penurunan sebesar USD 92,56 juta atau setara
dengan 60,64% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025.
Pendapatan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2027 mengalami penurunan sebesar USD 24,70 juta atau setara
dengan 41,12% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2026.
217
Page 262
Pendapatan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2028 mengalami kenaikan sebesar USD 40,34 juta atau setara
dengan 114,06% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2027.
Pendapatan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2029 mengalami kenaikan sebesar USD 6,33 juta atau setara
dengan 8,37% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2028.
Pendapatan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2030 mengalami kenaikan sebesar USD 19,61 juta atau setara
dengan 23,90% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2029.
Pendapatan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2031 mengalami penurunan sebesar USD 19,60 juta atau setara
dengan 19,28% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2030.
Pendapatan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2032 mengalami kenaikan sebesar USD 50,62 juta atau setara
dengan 61,70% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2031.
Pendapatan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2033 mengalami penurunan sebesar USD 25,11 juta atau setara
dengan 18,93% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2032.
Laba Tahun Berjalan
Laba tahun berjalan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, dan 2033
masing-masing adalah sebesar USD 6,71 juta, USD 3,95 juta, USD 3,46 juta,
USD 5,35 juta, USD 3,03 juta, USD 2,54 juta, USD 10,40 juta, dan
USD 4,11 juta.
Laba tahun berjalan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2026 mengalami kenaikan sebesar USD 4,91 juta atau setara
dengan 273,28% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
Laba tahun berjalan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2027 mengalami penurunan sebesar USD 2,76 juta atau setara
dengan 41,11% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2026.
218
Page 263
Laba tahun berjalan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2028 mengalami penurunan sebesar USD 0,49 juta atau setara
dengan 12,46% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2027.
Laba tahun berjalan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2029 mengalami kenaikan sebesar USD 1,89 juta atau setara
dengan 54,50% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2028.
Laba tahun berjalan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2030 mengalami penurunan sebesar USD 2,31 juta atau setara
dengan 43,23% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2029.
Laba tahun berjalan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2031 mengalami penurunan sebesar USD 0,49 juta atau setara
dengan 16,14% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2030.
Laba tahun berjalan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2032 mengalami kenaikan sebesar USD 7,86 juta atau setara
dengan 308,85% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2031.
Laba tahun berjalan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2033 mengalami penurunan sebesar USD 6,30 juta atau setara
dengan 60,50% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2032.
5. Kas dan Bank
Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
setara kas.
6. Piutang Usaha
Perputaran piutang usaha diasumsikan sekitar 14 hari selama periode
proyeksi.
7. Utang Usaha
Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 183 hari selama periode proyeksi.
219
Page 264
8. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan JM pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2033 adalah sebagai berikut:
Tabel 94
PT Jembayan Muarabara
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2026 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 31.770 48.857 65.649 78.472 55.149
Piutang usaha 2.263 1.332 2.852 3.090 3.829
Piutang lain-lain - pihak berelasi 127.989 127.989 127.989 127.989 127.989
Piutang lain-lain - pihak ketiga 3.367 3.367 3.367 3.367 3.367
Persediaan 6.382 6.858 6.561 6.256 6.475
Biaya dibayar di muka 2.234 2.234 2.234 2.234 2.234
Jumlah Aset Lancar 174.005 190.637 208.651 221.409 199.042
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya 12.174 12.174 12.174 12.174 12.174
Piutang lain-lain - pihak berelasi 59.418 59.418 59.418 59.418 59.418
Piutang lain-lain - pihak ketiga 10.409 10.409 10.409 10.409 10.409
Pajak dibayar di muka 5.157 5.157 5.157 5.157 5.157
Pinjaman kepada pihak berelasi 415.045 405.494 423.682 432.210 464.378
Uang muka 5.994 5.994 5.994 5.994 5.994
Aset tetap - bersih 15.165 16.354 19.412 21.983 43.590
Aset hak guna 202 173 144 115 87
Properti pertambangan 22.452 21.148 18.355 15.316 11.602
Jumlah Aset Tidak Lancar 546.018 536.322 554.746 562.777 612.809
JUMLAH ASET 720.022 726.958 763.397 784.186 811.852
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 67.450 101.134 264.316
Piutang usaha 3.090 4.997 -
Piutang lain-lain - pihak berelasi 127.989 127.989 -
Piutang lain-lain - pihak ketiga 3.367 3.367
Persediaan 6.324 5.919 -
Biaya dibayar di muka 2.234 2.234 2.234
Jumlah Aset Lancar 210.454 245.640 266.550
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya 12.174 12.174 -
Piutang lain-lain - pihak berelasi 59.418 59.418 -
Piutang lain-lain - pihak ketiga 10.409 10.409 -
Pajak dibayar di muka 5.157 5.157 5.157
Pinjaman kepada pihak berelasi 468.066 487.274 19.000
Uang muka 5.994 5.994 5.994
Aset tetap - bersih 37.907 32.224 26.541
Aset hak guna 58 29 -
Properti pertambangan 8.607 3.809 -
Jumlah Aset Tidak Lancar 607.791 616.488 56.693
JUMLAH ASET 818.245 862.129 323.242
220
Page 265
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 29.357 18.145 36.928 38.176 48.611
Beban akrual 14.780 14.780 14.780 14.780 14.780
Utang lain-lain - pihak berelasi 32.613 32.613 32.613 32.613 32.613
Utang lain-lain - pihak ketiga 94.604 94.604 94.604 94.604 94.604
Pinjaman 250.796 264.992 279.188 293.384 307.580
Provisi 3.555 3.555 3.555 3.555 3.555
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 425.705 428.689 461.668 477.112 501.743
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang lain-lain - pihak ketiga 237 237 237 237 237
Provisi 3.688 3.688 3.688 3.688 3.688
Liabilitas pajak tangguhan 746 746 746 746 746
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.672 4.672 4.672 4.672 4.672
JUMLAH LIABILITAS 430.377 433.361 466.340 481.783 506.415
EKUITAS
Modal saham 2.422 2.422 2.422 2.422 2.422
Saldo laba 287.224 291.176 294.635 299.981 303.015
JUMLAH EKUITAS 289.646 293.598 297.057 302.402 305.437
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 720.022 726.958 763.397 784.186 811.852
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 38.263 57.547 -
Beban akrual 14.780 14.780 -
Utang lain-lain - pihak berelasi 32.613 32.613 -
Utang lain-lain - pihak ketiga 94.604 94.604 -
Pinjaman 321.775 335.971 -
Provisi 3.555 3.555 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 505.591 539.071 -
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang lain-lain - pihak ketiga 237 237 -
Provisi 3.688 3.688 -
Liabilitas pajak tangguhan 746 746 746
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.672 4.672 746
JUMLAH LIABILITAS 510.263 543.742 746
EKUITAS
Modal saham 2.422 2.422 2.422
Saldo laba 305.560 315.965 320.074
JUMLAH EKUITAS 307.982 318.387 322.496
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 818.245 862.129 323.242
Aset
Jumlah aset JM pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026, 2027, 2028, 2029,
2030, 2031, 2032, dan 2033 masing-masing adalah sebesar USD 720,02 juta,
USD 726,96 juta, USD 763,40 juta, USD 784,19 juta, USD 811,85 juta,
USD 818,24 juta, USD 862,13 juta, dan USD 323,24 juta.
221
Page 266
Pada tanggal 31 Desember 2026, jumlah aset JM mengalami penurunan
sebesar USD 10,00 juta atau setara dengan 1,37% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2025. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
USD 25,09 juta yang disertai dengan kenaikan kas dan bank sebesar
USD 17,26 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2027, jumlah aset JM mengalami kenaikan
sebesar USD 6,94 juta atau setara dengan 0,96% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2026. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan kas dan bank sebesar USD 17,09 juta yang disertai dengan
penurunan pinjaman kepada pihak berelasi sebesar USD 9,55 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2028, jumlah aset JM mengalami kenaikan
sebesar USD 36,44 juta atau setara dengan 5,01% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2027. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan bank serta pinjaman kepada pihak berelasi
masing-masing sebesar USD 16,79 juta dan USD 18,19 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2029, jumlah aset JM mengalami kenaikan
sebesar USD 20,79 juta atau setara dengan 2,72% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2028. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan bank serta pinjaman kepada pihak berelasi
masing-masing sebesar USD 12,82 juta dan USD 8,53 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2030, jumlah aset JM mengalami kenaikan
sebesar USD 27,67 juta atau setara dengan 3,53% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2029. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan pinjaman kepada pihak berelasi dan aset tetap –
bersih masing-masing sebesar USD 32,17 juta dan USD 21,61 juta yang
disertai dengan penurunan kas dan bank sebesar USD 23,32 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2031, jumlah aset JM mengalami kenaikan
sebesar USD 6,39 juta atau setara dengan 0,79% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2030. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan kas dan bank sebesar USD 12,30 juta yang disertai dengan
penurunan aset tetap – bersih sebesar USD 5,68 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2032, jumlah aset JM mengalami kenaikan
sebesar USD 43,88 juta atau setara dengan 5,36% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2031. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan bank serta pinjaman kepada pihak berelasi
masing-masing sebesar USD 33,68 juta dan USD 19,21 juta.
222
Page 267
Pada tanggal 31 Desember 2033, jumlah aset JM mengalami penurunan
sebesar USD 538,89 juta atau setara dengan 62,51% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2032. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan pinjaman kepada pihak berelasi sebesar
USD 468,27 juta.
Liabilitas
Jumlah liabilitas JM pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026, 2027, 2028,
2029, 2030, 2031, 2032, dan 2033 masing-masing adalah sebesar
USD 430,38 juta, USD 433,36 juta, USD 466,34 juta, USD 481,78 juta,
USD 506,41 juta, USD 510,26 juta, USD 543,74 juta, dan USD 0,75 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2026, jumlah liabilitas JM mengalami penurunan
sebesar USD 16,71 juta atau setara dengan 3,74% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2025. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan utang usaha sebesar USD 30,91 juta yang disertai
dengan kenaikan pinjaman sebesar USD 14,20 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2027, jumlah liabilitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 2,98 juta atau setara dengan 0,69% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2026. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan pinjaman sebesar USD 14,20 juta yang disertai dengan
penurunan utang usaha sebesar USD 11,21 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2028, jumlah liabilitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 32,98 juta atau setara dengan 7,61% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2027. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan pinjaman masing-masing sebesar
USD 18,78 juta dan USD 14,20 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2029, jumlah liabilitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 15,44 juta atau setara dengan 3,31% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2028. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan pinjaman masing-masing sebesar
USD 1,25 juta dan USD 14,20 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2030, jumlah liabilitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 24,63 juta atau setara dengan 5,11% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2029. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan pinjaman masing-masing sebesar
USD 10,44 juta dan USD 14,20 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2031, jumlah liabilitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 3,85 juta atau setara dengan 0,76% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2030. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan pinjaman USD 14,20 juta yang disertai dengan penurunan utang
usaha sebesar USD 10,35 juta.
223
Page 268
Pada tanggal 31 Desember 2032, jumlah liabilitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 33,48 juta atau setara dengan 6,56% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2031. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang usaha dan pinjaman masing-masing sebesar
USD 19,28 juta dan USD 14,20 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2033, jumlah liabilitas JM mengalami penurunan
sebesar USD 543,00 juta atau setara dengan 99,86% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2032. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh
Pada tanggal 31 Desember 2027, jumlah liabilitas JM mengalami penurunan
sebesar USD 0,26 juta atau setara dengan 0,17% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2026. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh penurunan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2028, jumlah liabilitas JM mengalami penurunan
sebesar USD 2,64 juta atau setara dengan 1,70% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2027. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan utang usaha sebesar USD 9,64 juta yang disertai dengan
kenaikan utang lain-lain – pihak berelasi sebesar USD 7,00 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2029, jumlah liabilitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 3,57 juta atau setara dengan 2,33% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2028. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh kenaikan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2030, jumlah liabilitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 13,91 juta atau setara dengan 8,87% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2029. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain – pihak berelasi sebesar
USD 12,00 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2031, jumlah liabilitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 12,63 juta atau setara dengan 7,40% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2030. Kenaikan ini seluruhnya
disebabkan oleh kenaikan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2032, jumlah liabilitas JM mengalami penurunan
sebesar USD 8,22 juta atau setara dengan 4,48% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2031. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh penurunan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2033, jumlah liabilitas JM mengalami penurunan
sebesar USD 8,60 juta atau setara dengan 4,91% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2032. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh penurunan utang usaha.
224
Page 269
Pada tanggal 31 Desember 2034, jumlah liabilitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 2,92 juta atau setara dengan 1,76% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2033. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh penurunan utang usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2035, jumlah liabilitas JM mengalami penurunan
sebesar USD 82,41 juta atau setara dengan 48,64% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2034. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan utang usaha sebesar USD 66,63 juta.
Ekuitas
Jumlah ekuitas JM pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026, 2027, 2028,
2029, 2030, 2031, 2032, dan 2033 masing-masing adalah sebesar
USD 289,65 juta, USD 293,60 juta, USD 297,06 juta, USD 302,40 juta,
USD 305,44 juta, USD 307,98 juta, USD 318,39 juta, dan USD 322,50 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2026, jumlah ekuitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 6,71 juta atau setara dengan 2,37% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2025. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh JM sebesar
USD 287,22 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2027, jumlah ekuitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 3,95 juta atau setara dengan 1,36% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2026. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh JM sebesar
USD 291,18 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2028, jumlah ekuitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 3,46 juta atau setara dengan 1,18% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2027. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh JM sebesar
USD 294,64 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2029, jumlah ekutias JM mengalami kenaikan
sebesar USD 5,35 juta atau setara dengan 1,80% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2028. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh JM sebesar
USD 299,98 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2030, jumlah ekuitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 3,03 juta atau setara dengan 1,00% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2029. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh JM sebesar
USD 303,02 juta.
225
Page 270
Pada tanggal 31 Desember 2031, jumlah ekuitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 2,54 juta atau setara dengan 0,83% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2030. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh JM sebesar
USD 305,56 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2032, jumlah ekuitas JM mengalami kenaikan
sebesar USD 10,40 juta atau setara dengan 3,38% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2031. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh JM sebesar
USD 315,96 juta.
Pada tanggal 31 Desember 2033, jumlah ekutias JM mengalami kenaikan
sebesar USD 4,11 juta atau setara dengan 1,29% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2032. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh JM sebesar
USD 320,07 juta.
IX.S.2. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan
Terminal value diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih (AKB) periode kekal
dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai dengan tingkat diskonto. Namun demikian,
mengingat usaha yang dijalankan oleh JM yang dinilai akan sangat tergantung
pada cadangan batu bara yang dimiliki oleh JM, maka terminal value dalam
penilaian ini diasumsikan nol atau tidak ada.
IX.S.3. Penentuan Arus Kas Bersih
Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
perusahaan (free cash flow to firm).
Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
bisnis adalah AKB untuk kapital.
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
dengan cara langsung.
226
Page 271
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
untuk kapital JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2033 adalah sebagai berikut:
Tabel 95
PT Jembayan Muarabara
Proyeksi Arus Kas Bersih
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2033
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Penerimaan kas dari pelanggan 63.558 36.298 74.188 81.802 100.908
Pembayaran kas kepada pemasok (88.768) (46.976) (54.003) (73.997) (85.378)
Pembayaran beban pajak penghasilan (1.893) (1.115) (976) (1.508) (856)
Pembayaran lain-lain - - - - -
Penambahan aset tetap (5.639) (3.121) (5.417) (5.474) (25.998)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak (32.741) (14.913) 13.792 823 (11.324)
Penyesuaian pajak atas beban bunga (416) (245) (215) (332) (188)
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak (33.158) (15.158) 13.577 491 (11.512)
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Penerimaan kas dari pelanggan 82.784 130.761 112.557
Pembayaran kas kepada pemasok (85.765) (94.142) (148.101)
Pembayaran beban pajak penghasilan (718) (2.935) (1.159)
Pembayaran lain-lain - - (8.653)
Penambahan aset tetap - - -
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak (3.699) 33.685 (45.356)
Penyesuaian pajak atas beban bunga (158) (646) (255)
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak (3.857) 33.039 (45.611)
Arus kas bersih JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, dan 2033
masing-masing adalah sebesar negatif USD 33,16 juta,
negatif USD 15,16 juta, USD 13,58 juta, USD 0,49 juta,
negatif USD 11,51 juta, negatif USD 3,86 juta, USD 33,04 juta, dan
negatif USD 45,61 juta.
Arus kas bersih JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2026 adalah sebesar negatif USD 33,16 juta terutama berasal dari
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 88,77 juta yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 63,56 juta.
Arus kas bersih JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2027 adalah sebesar negatif USD 15,16 juta terutama berasal dari
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 46,98 juta yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 36,30 juta.
Arus kas bersih JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2028 adalah sebesar USD 13,58 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 74,19 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 54,00 juta.
227
Page 272
Arus kas bersih JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2029 adalah sebesar USD 0,49 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 81,80 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 74,00 juta.
Arus kas bersih JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2030 adalah sebesar negatif USD 11,51 juta terutama berasal dari
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 85,38 juta yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 100,91 juta.
Arus kas bersih JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2031 adalah sebesar negatif USD 3,86 juta terutama berasal dari
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 85,77 juta yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 82,78 juta.
Arus kas bersih JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2032 adalah sebesar USD 33,04 juta terutama berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 130,76 juta yang disertai dengan
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 94,14 juta.
Arus kas bersih JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2033 adalah sebesar negatif USD 45,61 juta terutama berasal dari
pembayaran kas kepada pemasok sebesar USD 148,10 juta yang disertai dengan
penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD 112,56 juta.
IX.S.4. Tingkat Diskonto
Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
Di mana:
ke = Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd = Biaya modal utang
We = Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd = Bobot utang dalam struktur kapital
t = Pajak penghasilan perusahaan
228
Page 273
IX.S.4.a. Biaya Modal untuk Ekuitas
Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
ekuitas, yang ditentukan dengan CAPM dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut:
ke = Rf + (β x RPm) – RBDS
Di mana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
RBDS = Rating-based default spread
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025,
maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
panjang dalam mata uang USD dengan jangka waktu 8 tahun dengan tingkat yield
rata-rata sebesar 4,73% yang diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut akan
digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2026.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
229
Page 274
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan
publik sejenis, sebagai berikut:
• PT Bukit Asam Tbk.
• PT Indo Tambangraya Megah Tbk.
• PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.
• PT United Tractors Tbk.
• PT Adaro Andalan Indonesia Tbk.
• PT Alamtri Resources Indonesia Tbk.
• New Hope Corporation Ltd.
• TerraCom Ltd.
sebesar 0,89 untuk mendiskonto AKB JM yang kemudian di-relever dengan tingkat
leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB JM tersebut dengan formula sebagai berikut:
βL = βU x (1 + (1-T) x DER)
Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 16,30% untuk memperoleh beta
JM. Tarif pajak yang digunakan untuk JM sesuai dengan tarif pajak yang berlaku
umum adalah sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2033. Dengan demikian, maka
diperoleh beta JM sebesar 1,00 untuk tahun 2026 – 2033 dengan rincian
perhitungan sebagai berikut:
βL2026-2033 = 0,89 x (1 + (1 – 22,00%) x 16,30%) = 1,00
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,62%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas JM sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
ini:
Ke2026-2033 = 4,73% + 1,00 x 6,69% – 1,62% = 9,81%
IX.S.4.b. Biaya Modal untuk Utang
Karena perhitungan nilai ekuitas JM dilakukan dengan mendiskonto tingkat balikan
terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to invested
capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang
merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman
jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari ekuitas
(biaya modal untuk ekuitas).
Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
pinjaman dalam mata uang USD yang diambil dari suku bunga kredit investasi
bank Persero untuk bulan Desember 2025 yang dipublikasikan oleh Bank
Indonesia sebesar 6,00%.
230
Page 275
IX.S.4.c. Weighted Average Cost of Capital
Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
sebesar 85,98%, dan bobot utang sebesar 14,02%, yang diolah dari data rata-rata
DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
berlaku untuk JM sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
22,00% untuk tahun 2026 – 2033, maka weighted average cost of capital (WACC)
adalah sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
= (9,81% x 85,98%) + (6,00% x [1 – 22,00%] x 14,02%) = 9,09%
IX.S.5 Perhitungan Indikasi Nilai Pasar JM
Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi JM
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2034 adalah
sebagai berikut:
Tabel 96
PT Jembayan Muarabara
Indikasi Nilai Kini Operasi
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Arus kas bersih (33.158) (15.158) 13.577 491 (11.512)
Faktor diskonto 0,9574 0,8776 0,8045 0,7375 0,6760
Nilai kini arus kas bersih (31.745) (13.303) 10.923 362 (7.782)
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33
Arus kas bersih (3.857) 33.039 (45.611)
Faktor diskonto 0,6197 0,5681 0,5208
Nilai kini arus kas bersih (2.390) 18.769 (23.754)
Indikasi nilai kini operasi (35.097)
Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar negatif USD 35,10 juta untuk
tingkat diskonto sebesar 9,09% untuk tahun 2026 – 2033. Nilai tersebut
merupakan indikasi nilai JM dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus
kas.
Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar JM.
231
Page 276
Pada tanggal 31 Desember 2025, JM memiliki aset non-operasi berupa:
• Kas dan bank sebesar USD 14,51 juta;
• Piutang lain-lain – pihak berelasi sebesar USD 187,41 juta;
• Pinjaman kepada pihak berelasi sebesar USD 440,14 juta.
Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat ditambahkan pada indikasi
nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar USD 642,06 juta.
Selanjutnya, pada tanggal 31 Desember 2025, JM memiliki liabilitas jangka
panjang berupa:
• Utang lain-lain – pihak berelasi sebesar USD 32,61 juta;
• Utang lain-lain – pihak ketiga sebesar USD 94,84 juta; dan
• Pinjaman sebesar USD 236,60 juta.
Dengan demikian, jumlah liabilitas jangka panjang yang dapat dikurangkan pada
indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar USD 364,05 juta.
Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut pada indikasi nilai operasi JM dari hasil operasi, maka
berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham JM adalah sebesar USD 242,90 juta. Dengan demikian, indikasi
nilai pasar 99,996% dan 0,004% saham JM berdasarkan metode diskonto arus
kas adalah sebesar USD 242,90 juta dan USD 9,72 ribu.
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,996% dan 0,004% saham JM dengan
menggunakan metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:
Tabel 97
PT Jembayan Muarabara
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan Jumlah
Indikasi nilai kini operasi (35.097)
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas dan bank 14.511
Piutang lain-lain - pihak berelasi 187.408
Pinjaman kepada pihak berelasi 440.137
Utang lain-lain - pihak berelasi (32.613)
Utang lain-lain - pihak ketiga (94.841)
Pinjaman (236.600)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 242.905
Indikasi nilai pasar 99,996% saham 242.895
Indikasi nilai pasar 0,004% saham 10
232
Page 277
IX.S.6. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham JM Berdasarkan Metode Diskonto Arus
Kas
Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham JM adalah sebesar USD 243,03 juta. Dengan demikian, indikasi
nilai pasar 99,996% dan 0,004% saham JM berdasarkan metode diskonto arus
kas adalah sebesar USD 243,02 juta dan USD 9,72 ribu.
IX.S.7. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham JM Berdasarkan Metode Pembanding
Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan nilai pasar 100,00% saham JM adalah metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode penilaian yang
didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi nilai pasar saham
ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan
sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari perusahaan
pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).
Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
(leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
equity) dan sebagainya.
Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
penentuan perusahaan pembanding:
Tabel 98
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1
Sejenis
Keterangan Industri Kegiatan Usaha Produk Risiko Usaha
(√ / -)
Jasa Penyediaan
PT Jembaran Muarabara Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
PT Bukit Asam Tbk Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
PT Indo Tambangraya Megah Tbk Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
PT United Tractors Tbk Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
New Hope Corporation Ltd Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
Jasa Penyediaan
Geo Energy Resources Ltd Batubara Jasa Batubara Terkait Jasa Tambang √
Pelengkapan Batubara
233
Page 278
Tabel 99
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2
Rata-rata Pertumbuhan
Keterangan DER (√ / -)
Pendapatan Laba Bersih
PT Jembaran Muarabara -61,35% -95,85% 158,02%
PT Bukit Asam Tbk -0,26% -42,42% 94,18% –
PT Indo Tambangraya Megah Tbk -18,37% -48,17% 26,08% √
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk 14,87% -19,56% 57,46% √
PT United Tractors Tbk -2,33% -24,56% 72,24% √
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk -7,69% -35,99% 56,35% √
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk -9,87% -68,52% 36,23% √
New Hope Corporation Ltd -0,33% -7,67% 34,67% –
Geo Energy Resources Ltd 40,00% -26,14% 110,86% –
Tabel 100
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3
Rata-rata Margin
Keterangan ROA ROE (√ / -)
EBIT EAT
PT Jembaran Muarabara 1,41% 6,07% 0,25% 0,64%
PT Bukit Asam Tbk 10,37% 9,48% 6,74% 13,08% √
PT Indo Tambangraya Megah Tbk 16,79% 13,32% 8,09% 10,20% –
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk 16,55% 9,79% 7,86% 12,38% √
PT United Tractors Tbk 18,40% 13,26% 8,54% 14,72% –
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk 24,54% 21,12% 14,88% 23,27% √
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk 30,92% 50,50% 7,19% 9,79% –
New Hope Corporation Ltd 37,37% 25,43% 12,42% 16,72% –
Geo Energy Resources Ltd 10,93% 7,08% 2,43% 5,13% √
Tabel 101
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5
(Dalam ribuan USD)
Keterangan Total Aset (√ / -) Pangsa Pasar (√ / -)
PT Jembaran Muarabara 730.021 220.945
PT Bukit Asam Tbk 2.616.915 – 1.585 √
PT Indo Tambangraya Megah Tbk 2.406.063 √ 1.465 √
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk 178.540 √ 168 √
PT United Tractors Tbk 10.584.990 – 6.280 –
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk 5.706.276 – 3.236 –
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk 6.816.993 – 3.106 –
New Hope Corporation Ltd 2.361.600 √ 2.267 –
Geo Energy Resources Ltd 1.131.567 √ 468 √
Penilai memiliki keyakinan yang memadai untuk membuktikan dan menjelaskan
bahwa data harga pasar yang digunakan dalam pendekatan pasar (market based
approach) dihasilkan dari suatu transaksi yang bersifat wajar (arms-length
transaction).
234
Page 279
Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali P/E (price/earnings) sebesar 7,63 dengan perincian sebagai berikut:
Tabel 102
PT Jembayan Muarabara
Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
Kapitalisasi
Perusahaan Laba Bersih P/E
Pasar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (dalam jutaan USD) 3.236 849 3,81
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (dalam jutaan USD) 3.106 490 6,34
PT United Tractors Tbk (dalam jutaan Rupiah) 105.395.507 15.176.764 6,94
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (dalam jutaan USD) 1.465 195 7,53
New Hope Corporation Ltd (dalam jutaan AUD) 3.396 439 7,73
PT Bukit Asam Tbk (dalam jutaan Rupiah) 26.598.165 2.959.236 8,99
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (dalam jutaan Rupiah) 2.819.935 235.575 11,97
Geo Energy Resources Ltd (dalam jutaan USD) 468 28 16,99
Median 7,63
Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 70,00%.
Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio ekuitas. Berdasarkan POJK
35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan rasio
ekuitas (equity multiple) maka dapat mempergunakan rasio price to earnings ratio
(rasio P/E), price to sales (rasio P/S), dan/atau price to book value ratio (rasio
P/BV). Sesuai dengan kegiatan usaha JM dalam bidang pertambangan,
perdagangan, konstruksi, industri transportasi darat, perbengkelan dan jasa, maka
rasio ekuitas yang sesuai digunakan dalam penilaian JM adalah P/E
(price/earnings).
Berdasarkan laporan keuangan JM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, laba bersih tahun berjalan JM adalah sebesar USD 1,80 juta.
Dengan demikian, indikasi nilai pasar 100,00% saham JM yang mencerminkan
nilai minoritas adalah sebesar USD 13,71 juta. Selanjutnya, dengan premi
pengendalian sebesar 70,00%, maka diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham JM adalah sebesar USD 23,31 juta. Dengan demikian, indikasi
nilai pasar 99,996% dan 0,004% saham JM berdasarkan metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek adalah masing-masing sebesar
USD 23,31 juta dan USD 0,93 ribu.
235
Page 280
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,996% dan 0,004% saham JM dengan
menggunakan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
sebagai berikut:
Tabel 103
PT Jembayan Muarabara
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Angka Variabel Indikasi
Keterangan
Pengali Ekonomi Nilai Pasar
P/E 7,63 1.798 13.712
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas 13.712
Premi kendali (70,00%) 9.598
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 23.311
Indikasi nilai pasar 99,996% saham 23.310
Indikasi nilai pasar 0,004% saham 1
IX.S.8. Rekonsiliasi Nilai
Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode
penilaian yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu
melakukan pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode
tersebut, masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas
dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode diskonto arus kas dan
10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
data dan informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami
gunakan untuk menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham JM merupakan
data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai
dibandingkan dengan data dan informasi yang digunakan pada metode
pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham JM adalah sebesar USD 220,95 juta.
Tabel 104
PT Jembayan Muarabara
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Metode Penilaian Bobot Nilai
Pasar
Metode Diskonto Arus Kas 242.905 90,00% 218.614
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 23.311 10,00% 2.331
Indikasi Nilai Pasar 100,00% 220.945
236
Page 281
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
yang dikembangkan pihak manajemen JM melalui analisis atas kinerja historis dan
pernyataan manajemen JM mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan
datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi indikasi nilai
pasar 100,00% saham JM. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan
bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.
IX.T. PT Arzara Barindo Energitama
IX.T.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham ABE Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham ABE adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada tanggal 31 Desember 2025, ABE memiliki aset dan liabilitas masing-masing
sebesar USD 253,23 juta dan USD 74,41 juta. Indikasi nilai pasar 100,00% saham
ABE kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2025, indikasi nilai pasar
100,00% saham ABE adalah sebesar USD 178,82 juta. Dengan demikian, indikasi
nilai pasar 99,999% dan 0,001% saham ABE berdasarkan metode penyesuaian
aset bersih masing-masing adalah sebesar USD 178,82 juta dan USD 1,79 ribu.
237
Page 282
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 100,00% saham ABE dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 105
PT Arzara Baraindo Energitama
Indiaksi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas di bank 245 - 245
Piutang usaha 71 - 71
Piutang lain-lain 1.353 - 1.353
Uang muka 10.741 - 10.741
Persediaan 1.893 - 1.893
Biaya dibayar di muka 135 - 135
Jumlah Aset Lancar 14.439 - 14.439
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya 7.832 - 7.832
Piutang lain-lain 23.730 - 23.730
Pajak dibayar di muka 9.729 - 9.729
Pinjaman kepada pihak berelasi 132.799 - 132.799
Aset tetap - bersih 54.096 - 54.096
Properti pertambangan 10.603 - 10.603
Jumlah Aset Tidak Lancar 238.789 - 238.789
JUMLAH ASET 253.227 - 253.227
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 4.719 - 4.719
Beban akrual 992 - 992
Utang lain-lain 61.081 - 61.081
Utang pajak 2.015 - 2.015
Provisi 14 - 14
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 68.820 - 68.820
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi 5.415 - 5.415
Liabilitas pajak tangguhan 170 - 170
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 5.585 - 5.585
JUMLAH LIABILITAS 74.405 - 74.405
EKUITAS 178.822 - 178.822
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 253.227 - 253.227
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 178.822
Indikasi nilai pasar 99,999% saham 178.821
Indikasi nilai pasar 0,001% saham 2
238
Page 283
IX.U. PT Bumi Borneo Metalindo
IX.U.1. Indikasi Nilai Pasar 99,83% Saham BBM Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 99,83% saham BBM adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi pada entitas anak yang dihitung berdasarkan metode penyesuaian aset
bersih sebesar negatif USD 5,98 juta.
Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas anak tersebut direfleksikan
dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset BBM adalah sebesar negatif
USD 5,97 juta, sedangkan jumlah liabilitas BBM adalah tetap, yaitu sebesar
USD 2,28 juta.
Indikasi nilai pasar 100,00% saham BBM kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham BBM adalah sebesar negatif USD 8,25 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 99,83% saham BBM berdasarkan metode penyesuaian aset
bersih sebesar USD 8,24 juta.
239
Page 284
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,83% saham BBM dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 106
PT Bumi Borneo Metalindo
Indikasi Nilai Pasar 99,83% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 5 - 5
Jumlah Aset Lancar 5 - 5
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 1.323 (7.303) (5.979)
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.323 (7.303) (5.979)
JUMLAH ASET 1.329 (7.303) (5.974)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 2.279 - 2.279
JUMLAH LIABILITAS 2.279 - 2.279
DEFISIENSI MODAL (950) (7.303) (8.253)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 1.329 (7.303) (5.974)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (8.253)
Indikasi nilai pasar 99,83% saham (8.239)
IX.V. PT Citra Pertiwi Nusantara
IX.V.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham CPN Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham CPN adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada tanggal 31 Desember 2025, CPN memiliki aset dan liabilitas masing-masing
sebesar USD 12,16 ribu dan USD 6,11 juta. Indikasi nilai pasar 100,00% saham
CPN kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2025, indikasi nilai pasar
100,00% saham CPN adalah sebesar negatif USD 6,09 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 99,00% dan 1,00% saham CPN berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih masing-masing adalah sebesar negatif USD 6,03 juta dan
negatif USD 60,94 ribu.
240
Page 285
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,00% dan 1,00% saham CPN dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 107
PT Citra Pertiwi Nusantara
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indiaksi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
Kas dan setara kas 5 5
Piutang lain-lain 7 7
JUMLAH ASET 12 - 12
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 6.105 6.105
Beban akrual 1 1
JUMLAH LIABILITAS 6.106 - 6.106
DEFISIENSI MODAL (6.094) (6.094)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 12 - 12
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (6.094)
Indikasi nilai pasar 99,00% saham (6.033)
Indikasi nilai pasar 1,00% saham (61)
IX.W. Sakari Marine and Infrastructure Pte Ltd.
IX.W.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham SMIPL Berdasarkan Metode
Penyesuaian Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham SMIPL adalah metode
penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang
didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi pada entitas asosiasi yang dihitung berdasarkan metode penyesuaian
aset bersih sebesar USD 3,45 juta.
Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas asosiasi tersebut direfleksikan
dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset SMIPL adalah sebesar
USD 3,46 juta, sedangkan jumlah liabilitas SMIPL adalah tetap, yaitu sebesar
USD 6,84 juta.
241
Page 286
Indikasi nilai pasar 100,00% saham SMIPL kemudian diperoleh dengan
menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 100,00% saham SMIPL adalah sebesar negatif USD 3,86 juta.
Dengan demikian, indikasi nilai pasar 100,00% saham SMIPL berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih sebesar negatif USD 3,38 juta.
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 100,00% saham SMIPL dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 108
Sakari Marine and Infrastructure Pte. Ltd.
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 12 - 12
Jumlah Aset Lancar 12 - 12
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 132 3.315 3.447
Jumlah Aset Tidak Lancar 132 3.315 3.447
JUMLAH ASET 144 3.315 3.459
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 6.837 - 6.837
JUMLAH LIABILITAS 6.837 - 6.837
DEFISIENSI MODAL (6.693) 3.315 (3.378)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 144 3.315 3.459
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (3.378)
IX.X. PT Sinergy Consultancy Services
IX.X.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham SCS Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham SCS adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
242
Page 287
Pada tanggal 31 Desember 2025, SCS memiliki aset dan liabilitas masing-masing
sebesar USD 1,10 juta dan USD 2,23 juta. Indikasi nilai pasar 100,00% saham
SCS kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2025, indikasi nilai pasar
100,00% saham SCS adalah sebesar negatif USD 1,13 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 99,00% dan 1,00% saham SCS berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih masing-masing adalah sebesar negatif USD 1,12 juta dan
negatif USD 0,01 juta.
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,00% dan 1,00% saham SCS dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 109
PT Sinergy Consultancy Services
Indiaksi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 163 - 163
Piutang usaha 526 - 526
Piutang lain-lain 98 - 98
Pajak dibayar di muka 84 - 84
Jumlah Aset Lancar 872 - 872
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 172 - 172
Aset tetap 51 - 51
Jumlah Aset Tidak Lancar 223 - 223
JUMLAH ASET 1.095 - 1.095
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 1 - 1
Utang lain-lain 1.378 - 1.378
Beban akrual 15 - 15
Provisi 194 - 194
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.587 - 1.587
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 53 - 53
Provisi 590 - 590
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 642 - 642
JUMLAH LIABILITAS 2.229 - 2.229
DEFISIENSI MODAL (1.134) - (1.134)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 1.095 - 1.095
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (1.134)
Indikasi nilai pasar 99,00% saham (1.122)
Indikasi nilai pasar 1,00% saham (11)
243
Page 288
IX.Y. Yofxord Holdings
IX.Y.1. Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham YH Berdasarkan Metode Penyesuaian
Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 100,00% saham YH adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
investasi pada entitas anak yang dihitung berdasarkan metode penyesuaian aset
bersih sebesar negatif USD 6,46 juta.
Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas anak tersebut direfleksikan
dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset YH adalah sebesar
negatif USD 6,46 juta, sedangkan jumlah liabilitas YH adalah tetap, yaitu sebesar
USD 9,67 juta.
Indikasi nilai pasar 100,00% saham YH kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham YH adalah sebesar negatif USD 16,13 juta. Dengan demikian,
indikasi nilai pasar 100,00% saham YH berdasarkan metode penyesuaian aset
bersih adalah sebesar negatif USD 16,13 juta.
244
Page 289
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 100,00% saham YH dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 110
Yofxord Holdings
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 1 - 1
Piutang lain-lain 0 - 0
Jumlah Aset Lancar 1 - 1
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 4 (6.469) (6.465)
Jumlah Aset Tidak Lancar 4 (6.469) (6.465)
JUMLAH ASET 5 (6.469) (6.464)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 9.656 - 9.656
Beban akrual 12 - 12
JUMLAH LIABILITAS 9.668 - 9.668
DEFISIENSI MODAL (9.662) (6.469) (16.131)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 5 (6.469) (6.464)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (16.131)
IX.Z. Madagascar Consolidated Mining S.A
IX.Z.1. Indikasi Nilai Pasar 80,00% Saham MCMSA Berdasarkan Metode
Penyesuaian Aset Bersih
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
menentukan indikasi nilai pasar 80,00% saham MCM adalah metode penyesuaian
aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Pada tanggal 31 Desember 2025, MCM memiliki aset dan liabilitas masing-masing
sebesar USD 0,84 juta dan USD 8,92 juta. Indikasi nilai pasar 100,00% saham
MCMSA kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset
dan liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 31 Desember 2025, indikasi nilai
pasar 100,00% saham MCMSA adalah sebesar negatif USD 8,08 juta. Dengan
demikian, indikasi nilai pasar 80,00% saham MCMSA berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih adalah negatif USD 6,46 juta.
245
Page 290
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 80,00% saham MCMSA dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 111
Madagascar Consolidated Mining S.A.
Indikasi Nilai Pasar 80,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4 - 4
Piutang lain-lain 485 - 485
Jumlah Aset Lancar 489 - 489
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain 1 - 1
Investasi 1 - 1
Aset tetap 348 - 348
Jumlah Aset Tidak Lancar 350 - 350
JUMLAH ASET 839 - 839
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 8.917 - 8.917
Utang pajak 0 - 0
Provisi 2 - 2
JUMLAH LIABILITAS 8.920 - 8.920
DEFISIENSI MODAL (8.081) - (8.081)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 839 - 839
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (8.081)
Indikasi nilai pasar 80,00% saham (6.465)
246
Page 291
IX.AA. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebesar USD 103,12 juta, dengan rincian sebagai
berikut:
Tabel 112
PT Sintesa Bara Gemilang
Rincian Hasil Penilaian
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Pendekatan
Keterangan % Saham Metode dan Bobot Nilai Pasar
Penilaian
PT Sintesa Bara Gemilang 99,90% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - 103.125
Nusantara Mining Ltd. 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - 758.442 *
Sakari Resources Ltd. 96,77% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - 764.863 *
PT Bahari Perdana Persada 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - 134.865 *
PT Bahari Putra Perdana 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - 138.053 *
PT Reyka Wahana Digdjaya 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - 134.504 *
Tiger Energy Trading Pte. Ltd. 100,00% Pasar dan Pendapatan Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (10,00%) Metode diskonto arus kas (90,00%) 156.017 *
PT Bahari Cakrawala Sebuku 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - 284.282 *
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - (62.407) *
PT Karbon Mahakam 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - (5.443) *
PT Metalindo Bumi Raya 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - (61.204) *
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - 335.921 *
PT Tri Tunggal Lestari Bersama 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - (1.546) *
PT Sentika Mitra Persada 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - (504) *
PT Mutiara Kapuas 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - (211) *
PT Separi Energy 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - 422.621 *
PT Kemilau Rindang Abadi 100,00% Pasar dan Pendapatan Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (10,00%) Metode diskonto arus kas (90,00%) 21.305 *
PT Jembayan Muarabara 100,00% Pasar dan Pendapatan Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (10,00%) Metode diskonto arus kas (90,00%) 220.937 *
PT Arzara Baraindo Energitama 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - 178.821 *
PT Bumi Borneo Metalindo 99,83% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - (8.239) *
PT Citra Pertiwi Nusantara 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - (6.033) *
Sakari Marine and Infrastructure Pte. Ltd. 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - (3.378) *
PT Sinergy Consultancy Services 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - (1.134) *
Yofxord Holdings 100,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - (16.131) *
Madagascar Consolidated Mining S.A 80,00% Aset Metode penyesuaian aset bersih (100,00%) - (6.465) *
*
*) Indikasi Nilai Pasar
247
Page 292
PT Sintesa Bara Gemilang Lampiran A
Nilai Pasar 99,90% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas di bank 564 - 564
Piutang lain-lain 3.642 - 3.642
Pajak dibayar di muka 45 - 45
Jumlah Aset Lancar 4.251 - 4.251
ASET TIDAK LANCAR
Pinjaman kepada pemegang saham 67.704 - 67.704
Kas yang dibatasi penggunaannya 14.105 - 14.105
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 490.049 277.421 767.470
Jumlah Aset Tidak Lancar 571.859 277.421 849.280
JUMLAH ASET 576.110 277.421 853.531
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang lain-lain 366.503 - 366.503
Beban akrual 52.595 - 52.595
Utang pajak 461 - 461
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 419.559 - 419.559
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank 283.851 - 283.851
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 283.851 - 283.851
JUMLAH LIABILITAS 703.410 - 703.410
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) (127.300) 277.421 150.121
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) 576.110 277.421 853.531
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar 150.121
Diskon likuiditas pasar (30,00%) (45.036)
Nilai pasar 100,00% saham 105.085
Nilai pasar 99,10% saham 104.980
248
Page 293
Nusantara Mining Ltd. Lampiran B
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Piutang lain-lain 108 - 108
Jumlah Aset Lancar 108 - 108
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 448.364 310.123 758.487
Jumlah Aset Tidak Lancar 448.364 310.123 758.487
JUMLAH ASET 448.472 310.123 758.594
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 129 - 129
Beban akrual 23 - 23
JUMLAH LIABILITAS 152 - 152
EKUITAS 448.319 310.123 758.442
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 448.472 310.123 758.594
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 758.442
249
Page 294
Sakari Resources Ltd. Lampiran C
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 577 - 577
Piutang lain-lain 274.754 - 274.754
Pajak dibayar di muka 4.084 - 4.084
Jumlah Aset Lancar 279.415 - 279.415
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 55.630 461.059 516.689
Aset tetap 108 - 108
Jumlah Aset Tidak Lancar 55.739 461.059 516.798
JUMLAH ASET 335.153 461.059 796.212
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang lain-lain 889 - 889
Beban akrual 6 - 6
Provisi 193 - 193
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.088 - 1.088
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 119 - 119
Liabilitas pajak tangguhan 4.588 - 4.588
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.707 - 4.707
JUMLAH LIABILITAS 5.795 - 5.795
EKUITAS 329.359 461.059 790.417
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 335.153 461.059 796.212
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 790.417
Indikasi nilai pasar 95,96% saham 758.487
Indikasi nilai pasar 0,81% saham 6.376
250
Page 295
PT Bahari Perdana Persada Lampiran D
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 273 - 273
Jumlah Aset Lancar 273 - 273
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 924 137.128 138.053
Jumlah Aset Tidak Lancar 924 137.128 138.053
JUMLAH ASET 1.197 137.128 138.326
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 2 - 2
JUMLAH LIABILITAS 2 - 2
EKUITAS 1.195 137.128 138.324
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.197 137.128 138.326
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 138.324
Indikasi nilai pasar 97,50% saham 134.865
Indikasi nilai pasar 2,50% saham 3.458
251
Page 296
PT Bahari Putra Perdana Lampiran E
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 29 - 29
Piutang lain-lain 4.271 - 4.271
Pajak dibayar di muka 85 - 85
Jumlah Aset Lancar 4.386 - 4.386
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak 884 133.620 134.504
Jumlah Aset Tidak Lancar 884 133.620 134.504
JUMLAH ASET 5.270 133.620 138.890
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 4 - 4
JUMLAH LIABILITAS 4 - 4
EKUITAS 5.266 133.620 138.886
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 5.270 133.620 138.890
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 138.886
Indikasi nilai pasar 99,40% saham 138.053
Indikasi nilai pasar 0,60% saham 833
252
Page 297
PT Reyka Wahana Digdjaya Lampiran F
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 25 - 25
Piutang lain-lain 79.674 - 79.674
Jumlah Aset Lancar 79.699 - 79.699
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi 299 56.557 56.856
Jumlah Aset Tidak Lancar 299 56.557 56.856
JUMLAH ASET 79.998 56.557 136.555
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 3 - 3
JUMLAH LIABILITAS 3 - 2,90
EKUITAS 79.995 56.557 136.552
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 79.998 56.557 136.555
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 136.552
Indikasi nilai pasar 98,50% saham 134.504
Indikasi nilai pasar 1,50% saham 2.048
253
Page 298
Tiger Energy Trading Pte. Ltd. Lampiran G
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Faktor Nilai Kini
Tahun Arus Kas Bersih
Diskonto Arus Kas Bersih
2026 10.040 0,9644 9.683
2027 22.086 0,8970 19.811
2028 26.829 0,8343 22.384
2029 30.567 0,7760 23.720
2030 33.154 0,7217 23.927
2031 33.690 0,6712 22.613
2032 37.989 0,6243 23.716
2033 43.085 0,5806 25.015
2034 42.909 0,5400 23.171
2035 46.599 0,5022 23.402
Nilai kini arus kas bersih 217.442
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas dan setara kas 1.245
Utang lain-lain (12.573)
Pinjaman pemegang saham (56.500)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 149.614
254
Page 299
Tiger Energy Trading Pte. Ltd. Lampiran H
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Angka Variabel Inikasi Nilai
Keterangan
Pengali Ekonomi Pasar
P/E 7,63 16.476 125.675
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas 125.675
Premi kendali (70,00%) 87.973
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 213.648
255
Page 300
Tiger Energy Trading Pte. Ltd. Lampiran I
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Metode Penilaian Bobot Nilai
Pasar
Metode Diskonto Arus Kas 149.614 90,00% 134.653
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 213.648 10,00% 21.365
Indikasi Nilai Pasar 100,00% 156.017
256
Page 301
PT Bahari Cakrawala Sebuku Lampiran J
Indiaksi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 34 - 34
Piutang lain-lain 103.826 - 103.826
Persediaan 0 - 0
Jumlah Aset Lancar 103.861 - 103.861
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain 4.970 - 4.970
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 181 265.033 265.214
Jumlah Aset Tidak Lancar 5.151 265.033 270.184
JUMLAH ASET 109.012 265.033 374.045
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 11 - 11
Utang lain-lain 84.230 - 84.230
Beban akrual 130 - 130
Utang pajak 89 - 89
Provisi 528 - 528
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 84.988 - 84.988
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi 4.776 - 4.776
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.776 - 4.776
JUMLAH LIABILITAS 89.764 - 89.764
EKUITAS 19.249 265.033 284.282
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 109.012 265.033 374.045
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 284.282
Indikasi nilai pasar 80,00% saham 227.425
Indikasi nilai pasar 20,00% saham 56.856
257
Page 302
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara Lampiran K
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2 - 2
Piutang lain-lain 4.242 - 4.242
Jumlah Aset Lancar 4.243 - 4.243
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 14.036 (80.682) (66.647)
Jumlah Aset Tidak Lancar 14.036 (80.682) (66.647)
JUMLAH ASET 18.279 (80.682) (62.403)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 14 - 14
JUMLAH LIABILITAS 14 - 14
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) 18.265 (80.682) (62.417)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) 18.279 (80.682) (62.403)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (62.417)
Indikasi nilai pasar 99,98% saham (62.407)
Indikasi nilai pasar 0,02% saham (10)
258
Page 303
PT Karbon Mahakam Lampiran L
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 34 - 34
Piutang lain-lain 20 - 20
Biaya dibayar di muka 31 - 31
Jumlah Aset Lancar 85 - 85
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain 333 - 333
Jumlah Aset Tidak Lancar 333 - 333
JUMLAH ASET 418 - 418
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 1 - 1
Utang lain-lain 1.256 - 1.256
Utang dividen 4.248 - 4.248
Beban akrual 44 - 44
Provisi 99 - 99
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 5.648 - 5.648
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi 214 - 214
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 214 - 214
JUMLAH LIABILITAS 5.862 - 5.862
DEFISIENSI MODAL (5.444) - (5.444)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 418 - 418
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (5.444)
Indikasi nilai pasar 99,98% saham (5.443)
Indikasi nilai pasar 0,02% saham (1)
259
Page 304
PT Metalindo Bumi Raya Lampiran M
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 84 - 84
Piutang lain-lain 261 - 261
Persediaan 176 - 176
Jumlah Aset Lancar 520 - 520
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain 1.454 - 1.454
Aset tetap 173 - 173
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.628 - 1.628
JUMLAH ASET 2.148 - 2.148
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 6 - 6
Utang lain-lain 60.413 - 60.413
Utang pajak 5 - 5
Beban akrual 665 - 665
Provisi 1.526 - 1.526
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 62.614 - 62.614
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi 740 - 740
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 740 - 740
JUMLAH LIABILITAS 63.354 - 63.354
DEFISIENSI MODAL (61.206) - (61.206)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 2.148 - 2.148
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (61.206)
Indikasi nilai pasar 99,9995% saham (61.204)
Indikasi nilai pasar 0,005% saham (3)
260
Page 305
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara Lampiran N
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 14 - 14
Piutang lain-lain 2.387 - 2.387
Jumlah Aset Lancar 2.401 - 2.401
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 103.520 316.851 420.370
Jumlah Aset Tidak Lancar 103.520 316.851 420.370
JUMLAH ASET 105.921 316.851 422.772
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 9 - 9
Utang dividen 86.786 - 86.786
JUMLAH LIABILITAS 86.795 - 86.795
EKUITAS 19.126 316.851 335.977
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 105.921 316.851 422.772
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 335.977
Indikasi nilai pasar 99,98% saham 335.921
Indikasi nilai pasar 0,02% saham 56
261
Page 306
PT Tri Tunggal Lestari Bersama Lampiran O
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 1 - 1
Jumlah Aset Lancar 1 - 1
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas asosiasi 0 43 43
Jumlah Aset Tidak Lancar 0 43 43
JUMLAH ASET 1 43 44
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha 1 - 1
Utang lain-lain 1.598 - 1.598
Beban akrual 6 - 6
JUMLAH LIABILITAS 1.605 - 1.605
DEFISIENSI MODAL (1.604) 43 (1.562)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 1 43 44
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (1.562)
Indikasi nilai pasar 99,00% saham (1.546)
Indikasi nilai pasar 1,00% saham (16)
262
Page 307
PT Sentika Mitra Persada Lampiran P
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribu USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 13 - 13
Piutang lain-lain 19 - 19
Jumlah Aset Lancar 31 - 31
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain 56 - 56
Aset tetap 1.919 - 1.919
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.975 - 1.975
JUMLAH ASET 2.006 - 2.006
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha 1 - 1
Utang lain-lain 2.509 - 2.509
JUMLAH LIABILITAS 2.510 - 2.510
DEFISIENSI MODAL (504) - (504)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 2.006 - 2.006
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (504)
Indikasi nilai pasar 99,998% saham (504)
Indikasi nilai pasar 0,002% saham (0)
263
Page 308
PT Mutiara Kapuas Lampiran Q
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3 3
Piutang lain-lain 14 14
Jumlah Aset Lancar 18 - 18
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 101 101
Jumlah Aset Tidak Lancar 101 - 101
JUMLAH ASET 118 - 118
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha 1 1
Utang lain-lain 329 329
JUMLAH LIABILITAS 330 - 330
DEFISIENSI MODAL (211) (211)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 118 - 118
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (211)
Indikasi nilai pasar 99,995% saham (211)
Indikasi nilai pasar 0,005% saham (0)
264
Page 309
PT Separi Energy Lampiran R
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 64 - 64
Piutang lain-lain 1.455 - 1.455
Pajak dibayar di muka 81 - 81
Jumlah Aset Lancar 1.600 - 1.600
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 11.434 409.612 421.046
Jumlah Aset Tidak Lancar 11.434 409.612 421.046
JUMLAH ASET 13.034 409.612 422.646
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 13 - 13
JUMLAH LIABILITAS 13 - 13
EKUITAS 13.020 409.612 422.633
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 13.034 409.612 422.646
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 422.633
Indikasi nilai pasar 99,997% saham 422.621
Indikasi nilai pasar 0,003% saham 12
265
Page 310
PT Kemilau Rindang Abadi Lampiran S
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Faktor Nilai Kini
Tahun Arus Kas Bersih
Diskonto Arus Kas Bersih
2026 41.266 0,9553 39.422
2027 (15.086) 0,8718 (13.152)
2028 (14.087) 0,7956 (11.208)
2029 5.959 0,7260 4.326
2030 (28.032) 0,6625 (18.571)
2031 27.365 0,6046 16.545
2032 17.504 0,5517 9.657
2033 16.523 0,5034 8.318
2034 25.244 0,4594 11.597
2035 (52.645) 0,4192 (22.069)
Nilai kini arus kas bersih 24.865
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas dan bank 715
Pinjaman kepada pihak berelasi 8.472
Utang lain-lain - pihak ketiga (10.793)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 23.259
Indikasi nilai pasar 99,80% saham 23.212
Indikasi nilai pasar 0,20% saham 47
266
Page 311
PT Kemilau Rindang Abadi Lampiran T
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Angka Variabel Indikasi
Keterangan
Pengali Ekonomi Nilai Pasar
P/E 7,63 320 2.439
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas 2.439
Premi kendali (70,00%) 1.707
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 4.146
Indikasi nilai pasar 99,80% saham 4.138
Indikasi nilai pasar 0,20% saham 8
267
Page 312
PT Kemilau Rindang Abadi Lampiran U
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Metode Penilaian Bobot Nilai
Pasar
Metode Diskonto Arus Kas 23.259 90,00% 20.933
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 4.146 10,00% 415
Indikasi Nilai Pasar 100,00% 21.347
268
Page 313
PT Jembayan Muarabara Lampiran V
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Faktor Nilai Kini
Tahun Arus Kas Bersih
Diskonto Arus Kas Bersih
2026 (33.158) 0,9574 (31.745)
2027 (15.158) 0,8776 (13.303)
2028 13.577 0,8045 10.923
2029 491 0,7375 362
2030 (11.512) 0,6760 (7.782)
2031 (3.857) 0,6197 (2.390)
2032 33.039 0,5681 18.769
2033 (45.611) 0,5208 (23.754)
Nilai Sisa 26.541 0,5208 13.822
Nilai kini arus kas bersih (35.097)
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
Kas dan bank 14.511
Piutang lain-lain - pihak berelasi 187.408
Pinjaman kepada pihak berelasi 440.137
Utang lain-lain - pihak berelasi (32.613)
Utang lain-lain - pihak ketiga (94.841)
Pinjaman (236.600)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 242.905
Indikasi nilai pasar 99,996% saham 242.895
Indikasi nilai pasar 0,004% saham 10
269
Page 314
PT Jembayan Muarabara Lampiran W
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Angka Variabel Indikasi
Keterangan
Pengali Ekonomi Nilai Pasar
P/E 7,63 1.798 13.712
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas 13.712
Premi kendali (70,00%) 9.598
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 23.311
Indikasi nilai pasar 99,996% saham 23.310
Indikasi nilai pasar 0,004% saham 1
270
Page 315
PT Jembayan Muarabara Lampiran X
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Metode Penilaian Bobot Nilai
Pasar
Metode Diskonto Arus Kas 242.905 90,00% 218.614
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek 23.311 10,00% 2.331
Indikasi Nilai Pasar 100,00% 220.945
271
Page 316
PT Arzara Baraindo Energitama Lampiran Y
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas di bank 245 - 245
Piutang usaha 71 - 71
Piutang lain-lain 1.353 - 1.353
Uang muka 10.741 - 10.741
Persediaan 1.893 - 1.893
Biaya dibayar di muka 135 - 135
Jumlah Aset Lancar 14.439 - 14.439
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya 7.832 - 7.832
Piutang lain-lain 23.730 - 23.730
Pajak dibayar di muka 9.729 - 9.729
Pinjaman kepada pihak berelasi 132.799 - 132.799
Aset tetap - bersih 54.096 - 54.096
Properti pertambangan 10.603 - 10.603
Jumlah Aset Tidak Lancar 238.789 - 238.789
JUMLAH ASET 253.227 - 253.227
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 4.719 - 4.719
Beban akrual 992 - 992
Utang lain-lain 61.081 - 61.081
Utang pajak 2.015 - 2.015
Provisi 14 - 14
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 68.820 - 68.820
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi 5.415 - 5.415
Liabilitas pajak tangguhan 170 - 170
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 5.585 - 5.585
JUMLAH LIABILITAS 74.405 - 74.405
EKUITAS 178.822 - 178.822
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 253.227 - 253.227
Indikasi nilai pasar 100,00% saham 178.822
Indikasi nilai pasar 99,999% saham 178.821
Indikasi nilai pasar 0,001% saham 2
272
Page 317
PT Bumi Borneo Metalindo Lampiran Z
Indikasi Nilai Pasar 99,83% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 5 - 5
Jumlah Aset Lancar 5 - 5
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 1.323 (7.303) (5.979)
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.323 (7.303) (5.979)
JUMLAH ASET 1.329 (7.303) (5.974)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 2.279 - 2.279
JUMLAH LIABILITAS 2.279 - 2.279
DEFISIENSI MODAL (950) (7.303) (8.253)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 1.329 (7.303) (5.974)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (8.253)
Indikasi nilai pasar 99,83% saham (8.239)
273
Page 318
PT Citra Pertiwi Nusantara Lampiran AA
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indiaksi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
Kas dan setara kas 5 5
Piutang lain-lain 7 7
JUMLAH ASET 12 - 12
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 6.105 6.105
Beban akrual 1 1
JUMLAH LIABILITAS 6.106 - 6.106
DEFISIENSI MODAL (6.094) (6.094)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 12 - 12
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (6.094)
Indikasi nilai pasar 99,00% saham (6.033)
Indikasi nilai pasar 1,00% saham (61)
274
Page 319
Sakari Marine and Infrastructure Pte. Ltd. Lampiran AB
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 12 - 12
Jumlah Aset Lancar 12 - 12
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 132 3.315 3.447
Jumlah Aset Tidak Lancar 132 3.315 3.447
JUMLAH ASET 144 3.315 3.459
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 6.837 - 6.837
JUMLAH LIABILITAS 6.837 - 6.837
DEFISIENSI MODAL (6.693) 3.315 (3.378)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 144 3.315 3.459
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (3.378)
275
Page 320
PT Sinergy Consultancy Services Lampiran AC
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 163 - 163
Piutang usaha 526 - 526
Piutang lain-lain 98 - 98
Pajak dibayar di muka 84 - 84
Jumlah Aset Lancar 872 - 872
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 172 - 172
Aset tetap 51 - 51
Jumlah Aset Tidak Lancar 223 - 223
JUMLAH ASET 1.095 - 1.095
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 1 - 1
Utang lain-lain 1.378 - 1.378
Beban akrual 15 - 15
Provisi 194 - 194
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.587 - 1.587
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 53 - 53
Provisi 590 - 590
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 642 - 642
JUMLAH LIABILITAS 2.229 - 2.229
DEFISIENSI MODAL (1.134) - (1.134)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 1.095 - 1.095
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (1.134)
Indikasi nilai pasar 99,00% saham (1.122)
Indikasi nilai pasar 1,00% saham (11)
276
Page 321
Yofxord Holdings Lampiran AD
Indikasi Nilai Pasar 100,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 1 - 1
Piutang lain-lain 0 - 0
Jumlah Aset Lancar 1 - 1
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi 4 (6.469) (6.465)
Jumlah Aset Tidak Lancar 4 (6.469) (6.465)
JUMLAH ASET 5 (6.469) (6.464)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 9.656 - 9.656
Beban akrual 12 - 12
JUMLAH LIABILITAS 9.668 - 9.668
DEFISIENSI MODAL (9.662) (6.469) (16.131)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 5 (6.469) (6.464)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (16.131)
277
Page 322
Madagascar Consolidated Mining S.A. Lampiran AE
Indikasi Nilai Pasar 80,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam ribuan USD)
Indikasi Nilai
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4 - 4
Piutang lain-lain 485 - 485
Jumlah Aset Lancar 489 - 489
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain 1 - 1
Investasi 1 - 1
Aset tetap 348 - 348
Jumlah Aset Tidak Lancar 350 - 350
JUMLAH ASET 839 - 839
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain 8.917 - 8.917
Utang pajak 0 - 0
Provisi 2 - 2
JUMLAH LIABILITAS 8.920 - 8.920
DEFISIENSI MODAL (8.081) - (8.081)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 839 - 839
Indikasi nilai pasar 100,00% saham (8.081)
Indikasi nilai pasar 80,00% saham (6.465)
278
Names mentioned 247 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT SINTESA BARA GEMILANG
p.1 ×22
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
Nusantara Mining Limited
p.4 ×3
unresolved
org
Sakari Resources Yoxford Holdings Ltd.
p.4 ×2
unresolved
org
PT Bahari
p.4 ×2
unresolved
org
PT Sinergy
p.4 ×2
unresolved
org
PT BaharI Perdana
p.4 ×2
unresolved
org
PT Bumi Borneo
p.4 ×2
unresolved
org
PT Borneo Citra
p.4 ×2
unresolved
org
PT Bahari Putra Pertiwi Nusantara
p.4 ×2
unresolved
org
PT Bumi Borneo Perdana
p.4 ×2
unresolved
org
PT Tri Tunggal
p.4 ×2
unresolved
org
PT Reyka Wahana
p.4 ×2
unresolved
org
PT Karbon Mahakam
p.4 ×4
unresolved
org
PT Sentika Mitra
p.4 ×2
unresolved
org
PT Citra Pertiwi Lestari Bersama Digdjaya
p.4 ×2
unresolved
org
PT Metalindo Bumi
p.4 ×2
unresolved
org
PT Mutiara Kapuas
p.4 ×3
unresolved
org
PT Separi Energy Raya
p.4 ×2
unresolved
org
PT Kemilau Rindang
p.4 ×2
unresolved
org
PT Jembayan
p.4 ×2
unresolved
org
PT Arzara Barindo Abadi
p.4 ×2
unresolved
org
PT Indo Panca Borneo
p.6 ×2
unresolved
org
AAJAMR
p.10 ×64
unresolved
org
Rintis
p.10 ×2
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.10 ×2
unresolved
person
Dedy Lesmana
p.10 ×6
unresolved
org
RSM
p.11 ×2
unresolved
org
RSM SG Assurance LLP
p.11 ×2
unresolved
org
PricewaterhouseCoopers LLP
p.11 ×8
unresolved
org
PWC
p.12 ×4
unresolved
org
RJRR
p.13 ×6
unresolved
org
Tanudiredja
p.14 ×2
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.14 ×2
unresolved
person
Daniel Kohar
p.14 ×7
unresolved
org
TWRR
p.14 ×6
unresolved
org
PT Prasetya Abdi Persada
p.16 ×2
unresolved
person
Elizabeth Karina Leonita
p.16 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.16 ×9
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.22 ×4
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.22
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.22
unresolved
person
H. Kondisi Pembatas
p.27
unresolved
org
C. Nusantara Mining Ltd.
p.29
unresolved
org
D. Sakari Resources Ltd.
p.29
unresolved
org
PT Bahari Perdana Persada
p.29 ×3
unresolved
org
PT Bahari Putra Perdana
p.29 ×3
unresolved
org
PT Reyka Wahana Digdjaya
p.29 ×3
unresolved
org
H. Tiger Energi Trading Pte. Ltd.
p.29
unresolved
org
PT Bahari Cakrawala Sebuku
p.29 ×6
unresolved
org
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara
p.29 ×4
unresolved
org
PT Metalindo Bumiraya
p.29
unresolved
org
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara
p.29 ×8
unresolved
org
PT Tri Tunggal Lestari Bersama
p.29 ×3
unresolved
org
PT Sentika Mitrapersada
p.29
unresolved
org
PT Separi Energy
p.29 ×7
unresolved
org
PT Kemilau Rindang Abadi
p.29 ×5
unresolved
org
PT Jembayan Muarabara
p.29 ×5
unresolved
org
PT Arzara Barindo Energitama
p.29
unresolved
org
PT Bumiborneo Metalindo
p.29
unresolved
org
PT Citra Pertiwi Nusantara
p.29 ×2
unresolved
org
PT Sinergy Consultancy Services
p.29 ×2
unresolved
org
PT Sintesa Bara Gemilang Per
p.30 ×5
unresolved
org
Struktur Pemegang Saham Sakari Resources Ltd.
p.30
unresolved
org
PT Metalindo Bumi Raya
p.30
unresolved
org
PT Sentika Mitra Persada
p.31
unresolved
org
PT Arzara Baraindo Energitama
p.31
unresolved
org
PT Bumi Borneo Metalindo
p.31 ×9
unresolved
org
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Per
p.31 ×2
unresolved
org
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Untuk Tahun
p.31 ×2
unresolved
org
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
p.32 ×2
unresolved
org
Penghasilan Komprehensif Lain Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
p.32
unresolved
org
PT Kemilau Rindang Abadi Per
p.32 ×6
unresolved
org
PT Kemilau Rindang Abadi Untuk Tahun
p.32
unresolved
org
PT Jembayan Muarabara Per
p.32 ×6
unresolved
org
Bank Sentral
p.32 ×2
unresolved
org
PT Sintesa Bara Gemilang Untuk Tahun
p.32 ×3
unresolved
org
PT Sintesa Bara Gemilang Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.34 ×2
unresolved
org
Saham Nusantara Mining Ltd.
p.34 ×2
unresolved
org
Saham Sakari Resources Ltd.
p.34 ×2
unresolved
org
PT Bahari Perdana Persada Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.34 ×2
unresolved
org
PT Bahari Putra Perdana Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.34 ×2
unresolved
org
PT Reyka Wahana Digdjaya Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.34 ×2
unresolved
org
Laporan Laba Rugi Komprehensif Tiger Energy Trading Pte.Ltd.
p.34
unresolved
org
Proyeksi Arus Kas Bersih Tiger Energy Trading Pte.Ltd.
p.35
unresolved
org
Indikasi Nilai Kini Operasi Tiger Energy Trading Pte.Ltd.
p.35
unresolved
org
Saham Tiger Energy Trading Pte.Ltd.
p.35 ×4
unresolved
org
Angka Pengali Perusahaan Pembanding Tiger Energy Trading Pte.Ltd.
p.35
unresolved
org
Rekonsiliasi Nilai Tiger Energy Trading Pte.Ltd.
p.35 ×2
unresolved
org
PT Bahari Cakrawala Sebuku Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.35 ×2
unresolved
org
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.35
unresolved
org
PT Karbon Mahakam Metode Penyesuaian Aset Bersih Per
p.36 ×2
unresolved
org
PT Metalindo Bumiraya Metode Penyesuaian Aset Bersih Per
p.36 ×2
unresolved
org
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.36 ×2
unresolved
org
PT Tri Tunggal Lestari Bersama Metode Penyesuaian Aset
p.36 ×2
unresolved
org
PT Sentika Mitra Persada Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.36 ×2
unresolved
org
PT Mutiara Kapuas Metode Penyesuaian Aset Bersih Per
p.36 ×2
unresolved
org
PT Separi Energi Metode Penyesuaian Aset Bersih Per
p.36
unresolved
org
PT Kemilau Rindang Abadi Metode Diskonto Arus Kas
p.37 ×2
unresolved
org
PT Kemilau Rindang Abadi Metode Pembanding Perusahaan Tercatat
p.37 ×2
unresolved
org
PT Jembayan Muarabara Metode Diskonto Arus Kas Per
p.38 ×2
unresolved
org
PT Jembayan Muarabara Metode Pembanding Perusahaan Tercatat
p.38 ×2
unresolved
org
PT Arzara Baraindo Energitama Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.38 ×2
unresolved
org
PT Bumi Borneo Metalindo Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.38 ×2
unresolved
org
PT Citra Pertiwi Nusantara Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.39 ×2
unresolved
org
PT Sinergy Consultacy Services Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.39
unresolved
org
Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
p.40 ×6
unresolved
org
PT Kemilau Rindang Abadi Proyeksi Pendapatan Tahun
p.40
unresolved
org
PT Kemilau Rindang Abadi Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
p.40
unresolved
org
PT Jembayan Muarabara Proyeksi Pendapatan Tahun
p.40
unresolved
org
PT Jembayan Muarabara Proyeksi Beban Pokok Pendapatan Tahun
p.40
unresolved
org
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantaa Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.42
unresolved
org
PT Separi Energy Metode Penyesuaian Aset Bersih Per
p.42
unresolved
org
PT Sinergy Consultancy Services Metode Penyesuaian Aset Bersih
p.44
unresolved
org
PT Sintesa Bara Gemilang SBG
p.51 ×2
unresolved
person
Humberg Lie
p.51 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.51 ×31
unresolved
org
Menteri
p.51 ×7
unresolved
org
PT Sintesa Bara Gemilang Daftar Kepemilikan
p.52 ×2
unresolved
—
USD
· Pemegang Saham
p.52 ×2
unresolved
org
PT Bara Ekatama Abadi
p.52 ×2
unresolved
org
PT Pamapersada Nusantara. Selanjutnya
p.70
unresolved
org
PT Paiton Energy. II.
p.70
unresolved
org
PT Kaltim Prima Coal
p.70
unresolved
org
PT Berau Coal
p.70
unresolved
org
PT Kideco Jaya Agung
p.70
unresolved
org
PT Adimitra Baratama Nusantara
p.70
unresolved
org
PT Multi Harapan Utama.
p.70
unresolved
org
PT Paiton Energy
p.71
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.75 ×2
unresolved
org
Latar Belakang Nusantara Mining Ltd.
p.79
unresolved
org
Sakari Resources Ltd
p.79 ×2
unresolved
org
Latar Belakang Sakari Resources Limited
p.79
unresolved
—
SGD
· Pemegang Saham
p.80
unresolved
org
Modal Kepemilikan Nusantara Mining Ltd.
p.80
unresolved
org
PT Bahari Perdana Persada III.
p.80
unresolved
org
PT Bahari Perdana Persada BPP
p.80
unresolved
person
Akta Notaris Mala Mukti
p.80
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.80 ×3
unresolved
person
Sususan
· Komisaris
p.81 ×3
unresolved
org
PT Bahari Perdana Persada Daftar Kepemilikan
p.81
unresolved
org
Modal Kepemilikan Sakari Resources Ltd.
p.81 ×3
unresolved
org
PT Bahari Putra Perdana III.
p.81
unresolved
org
PT Bahari Putra Perdana BPPA
p.81
unresolved
person
Mala Mukti S. H.
· Notaris
p.81
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. W
p.81
unresolved
org
PT Bahari Putra Perdana Daftar Kepemilikan
p.82
unresolved
org
Sakara Resources Ltd.
p.82 ×2
unresolved
org
PT Reyka Wahana Digdjaya III.
p.83
unresolved
org
PT Reyka Wahana Digdjaya RWD
p.83
unresolved
person
Akta Notaris Lilis Ismawati Siburian
p.83 ×2
unresolved
org
PT Reyka Wahana Digdjaya Daftar Kepemilikan
p.84
unresolved
org
Latar Belakang Tiger Energy Trading Pte. Ltd.
p.84
unresolved
org
PT Bahari Cakrawala Sebuku III.
p.85
unresolved
org
PT Bahari Cakrawala Sebuku BCS
p.85
unresolved
person
B.R.A. Mahyastoeti Notonagoro
p.85 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C
p.85
unresolved
org
PT Bahari Cakrawala Sebuku Daftar Kepemilikan
p.86
unresolved
org
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara III.
p.86
unresolved
org
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara BPN
p.86
unresolved
person
Kasir
p.86 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.86 ×4
unresolved
org
PT Bumiborneo Pertiwi Nusantara Daftar Kepemilikan
p.87
unresolved
org
PT Karbon Mahakam III.
p.87
unresolved
org
PT Karbon Mahakam KM
p.87
unresolved
person
H. Anggaran Dasar KM
p.87
unresolved
person
Akta Notaris Sari Jacob
p.87 ×16
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.87 ×6
unresolved
org
PT Karbon Mahakam Daftar Kepemilikan
p.88
unresolved
org
PT Metalindo Bumi Raya III.
p.89
unresolved
org
PT Metalindo Bumi Raya MBR
p.89
unresolved
person
Akta Notaris Hosiana C. Mandiangan
p.89 ×2
unresolved
org
PT Metalindo Bumi Raya Daftar Kepemilikan
p.90
unresolved
org
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara III.
p.90
unresolved
org
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara BCPN
p.90
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. W
p.90
unresolved
org
PT Borneo Citrapertiwi Nusantara Daftar Kepemilikan
p.91
unresolved
org
PT Tri Tunggal Lestari Bersama III.
p.91
unresolved
org
PT Tri Tunggal Lestari Bersama TTLB
p.91
unresolved
person
Rudiansyah
p.91
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-
p.91 ×3
unresolved
org
PT Tri Tunggal Lestari Bersama Daftar Kepemilikan
p.92
unresolved
org
PT Sentika Mitra Persada III.
p.93
unresolved
org
PT Sentika Mitra Persada SMP
p.93
unresolved
person
Akta Notaris Nancy Nirwana Somalinggi
p.93
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi dan Manusia Republik Indonesia
p.93 ×2
unresolved
org
PT Sentika Mitra Persada Daftar Kepemilikan
p.94
unresolved
org
PT Mutiara Kapuas III.
p.94
unresolved
org
PT Mutiara Kapuas MK
p.94
unresolved
person
Akta Notaris Umar Saili
p.94
unresolved
org
PT Mutiara Kapuas Daftar Kepemilikan
p.95
unresolved
org
PT Separi Energy III.
p.95
unresolved
org
PT Separi Energy Daftar Kepemilikan
p.96
unresolved
org
PT Kemilau Rindang Abadi III.
p.97 ×2
unresolved
org
PT Kemilau Rindang Abadi KRA
p.97
unresolved
org
PT Kemilau Rindang Abadi Daftar Kepemilikan
p.98
unresolved
org
PT Jembayan Muarabara III.
p.98 ×2
unresolved
org
PT Jembayan Muarabara JM
p.98
unresolved
person
Akta Notaris Besri Zakaria
p.98 ×2
unresolved
org
PT Jembayan Muarabara Daftar Kepemilikan
p.99
unresolved
org
PT Arzara Baraindo Energitama III.
p.99
unresolved
org
PT Arzara Baraindo Energitama ABE
p.99
unresolved
person
Akta Notaris Bambang Sudarsono
p.99 ×2
unresolved
org
PT Arzara Baraindo Energitama Daftar Kepemilikan
p.100
unresolved
org
PT Bumi Borneo Metalindo III.
p.101
unresolved
org
PT Bumi Borneo Metalindo BBM
p.101
unresolved
person
Gabi Siantori
p.101
unresolved
org
PT Bumi Borneo Metalindo Daftar Kepemilikan
p.102
unresolved
org
PT Citra Pertiwi Nusantara III.
p.102
unresolved
org
PT Citra Pertiwi Nusantara CPN
p.102
unresolved
person
Akta Notaris Sugito Tedjamulja
p.102
unresolved
org
PT Citra Pertiwi Nusantara Daftar Kepemilikan
p.103
unresolved
org
Sakari Marine Infrastructure Pte. Ltd.
p.103
unresolved
org
Latar Belakang Sakari Marine Infrastructure Pte. Ltd.
p.103
unresolved
org
PT Sinergy Consultancy Services III.
p.104
unresolved
org
PT Sinergy Consultancy Services SCS
p.104
unresolved
person
Akta Notaris Amrul Partomuan Pohan
p.104
unresolved
org
PT Sinergy Consultancy Services Daftar Kepemilikan
p.105
unresolved
—
MGA
· Pemegang Saham
p.106
unresolved
org
Modal Kepemilikan Yoxford Holdings Ltd
p.106
unresolved
org
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Rasio-rasio Keuangan Per
p.117
unresolved
org
PT Kemilau Rindang Abadi Proyeksi
p.120 ×2
unresolved
org
PT Jembayan Muarabara Proyeksi
p.123
unresolved
org
PT Pusaka Lautan Berlian.
p.125
unresolved
org
PT Dharmalancar Sejahtera.
p.125
unresolved
org
PT Pelayaran Kartikasamudra Adijaya.
p.126
unresolved
org
PT Mutiara Jaya.
p.126
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.138
unresolved
org
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
p.139
unresolved
org
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM
p.139
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
17719 ms
12 Sep 2026 22:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '1067'}