Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2024-BBNI-att6.pdf

Other Text extracted BBNI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 192

Page 1
                    Strong Bonds, Great Impact


PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                2024 Laporan
                                                           Keberlanjutan
                                                   Laporan Keberlanjutan 2024
                                         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   1
Page 2
          STRONG BONDS,
           GREAT IMPACT
                                                            Dalam rangka mewujudkan komitmen untuk
                                                            menciptakan         perubahan,         BNI       bertekad
                                                            membangun        hubungan       yang    kokoh     dengan
                                                            seluruh      pemangku          kepentingan        melalui
                                                            kolaborasi dan inovasi yang strategis. Sebagai
                                                            agent of development, BNI tidak hanya berperan
                                                            sebagai mitra, tetapi juga sebagai katalisator
                                                            dalam mendukung debitur untuk memperkuat
                                                            kesiapan mereka memenuhi ekspektasi investor,
                                                            khususnya dalam transisi menuju bisnis rendah
                                                            karbon.    Selain    itu,    BNI   terus     mempererat
                                                            hubungan      dengan        nasabah    melalui   layanan
                                                            unggul dan pengalaman terbaik yang diwujudkan
                                                            melalui inovasi digital. Inovasi ini mendorong
                                                            kemudahan transaksi dan memperluas akses
                                                            nasabah terhadap edukasi keuangan yang mampu
                                                            meningkatkan literasi dan pengelolaan keuangan
                                                            mereka. Dengan dedikasi ini, BNI berkomitmen
                                                            untuk menciptakan dampak yang lebih besar,
                                                            positif, dan berkelanjutan di bidang ekonomi,
                                                            sosial, maupun lingkungan.




Pernyataan Mengenai Masa Depan
Dalam dokumen ini mungkin terdapat rencana, proyeksi, strategi, dan tujuan Perseroan, yang bukan merupakan
pernyataan fakta historis dan perlu dipahami sebagai pernyataan mengenai masa depan berdasarkan hukum yang
berlaku. Pernyataan mengenai masa depan tergantung pada risiko dan ketidakpastian yang dapat menyebabkan keadaan
dan hasil aktual Perseroan di masa depan berbeda dari yang diharapkan atau diindikasikan. Tidak ada jaminan bahwa
hasil-hasil yang diantisipasi oleh Perseroan, atau diindikasikan oleh pernyataan-pernyataan mengenai masa depan, akan
tercapai.


         Laporan Keberlanjutan 2024
2        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 3
        Daftar Isi
        Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan          6            BNI UNTUK MASYARAKAT                     90
        Dukungan Kami pada Tujuan               10   Pilar   Tumbuh Bersama Masyarakat                92
        Pembangunan Berkelanjutan                     4      Literasi dan Inklusi Keuangan            99
        Komitmen dan Strategi Keberlanjutan     14           Berbagi Nilai Tambah dengan              103
        BNI                                                  Masyarakat
        Pesan Direksi                           16           Pelibatan Pihak Lokal dalam Rantai       107
        Sekilas BNI                             20           Pasok
        Inisiatif Eksternal dan Keanggotaan     23
        Asosiasi                                             BNI UNTUK PEGAWAI                        108
        Sekilas Laporan Keberlanjutan           24   Pilar
                                                             Manajemen Sumber Daya Manusia            110
                                                      5      (SDM)
        BNI UNTUK INDONESIA                     28           Menghormati HAM dan Keberagaman          116
Pilar   Menciptakan Kemudahan melalui           30           Pengembangan Kompetensi Pegawai          119
 1      Digital Banking                                      Kesejahteraan Pegawai                    124
        Penerapan Keuangan Berkelanjutan        33           Tempat Kerja yang Sehat, Layak, dan      128
        Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan          38           Aman
        Menengah (UMKM)
        Mendukung Ketahanan Iklim melalui       39           TATA KELOLA KEBERLANJUTAN                130
        Pengelolaan Kredit                           Pilar
                                                             DAN PELIBATAN PEMANGKU
        Pengelolaan Risiko LST pada Aktivitas   44    6
                                                             KEPENTINGAN
        Financing
                                                             Komitmen pada Penerapan Keuangan         132
        Tanggung Jawab Produk dan/atau          56
                                                             Berkelanjutan
        Jasa Keuangan
                                                             Pengawasan dan Evaluasi                  136
        Praktik Operasi yang Adil dan           57
                                                             Pengelolaan LST
        Persaingan yang Sehat
                                                             Permasalahan, Tantangan,                 139
                                                             Perkembangan, dan Pengaruh
        BNI UNTUK NASABAH                       58           terhadap Penerapan Keuangan
Pilar
        Sistem Pengamanan Data dan              60           Berkelanjutan
 2      Perlindungan Privasi Pelanggan                       Penerapan Tata Kelola Perusahaan         140
        Keamanan Siber                          60           yang Baik (GCG)
        Pelindungan Finansial Konsumen          67           Tanggung Jawab terhadap Isu-Isu          142
        Inovasi dan Pengembangan Produk         68           Etika
        dan/atau Jasa                                        Kebijakan Antikorupsi, Antisuap, dan     143
        Respons kepada Nasabah dan              69           Anti Fraud
        Menghormati HAM                                      Kebijakan APU-PPT dan PPPSPM             146
        Akses dan Keterjangkauan                70           Pelibatan Pemangku Kepentingan           147
        Pengelolaan Pengaduan                   72
        Survei Kepuasan Nasabah                 74           Verifikasi Pihak Independen              150
                                                             Lembar Pertanggungjawaban atas           154
        BNI UNTUK LINGKUNGAN                    76           Laporan Keberlanjutan
Pilar   HIDUP                                                Referensi POJK No. 51 Indeks Standar     156
 3      Green Banking                           78
                                                             GRI, SASB, SUSBA, ACGS
                                                             Laporan Obligasi Berwawasan              171
        Mengurangi Dampak Perubahan             82
                                                             Lingkungan
        Iklim melalui Pengelolaan Energi dan
        Pengurangan Emisi                                    Lembar Umpan Balik                       191

        Pengelolaan Limbah                      84
        Pengelolaan Air                         85
        Pelestarian Lingkungan dan              86
        Keanekaragaman Hayati




                                                                       Laporan Keberlanjutan 2024
                                                             PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk    3
Page 4
2024
Capaian

        Rp64.515                                Rp21.464                           Rp190,5 triliun
                                                                                       Pembiayaan KKUB
         miliar                                  miliar                        25,0% dari total kredit (Bank only)
    Pendapatan Operasional                    Laba Tahun Berjalan
                                                                                             terdiri dari:
                                                                              Rp73,4 triliun (38,5%) adalah KUBL
                                                                            dan Rp117,1 triliun (61,5%) adalah UMKM




      Rp4.363 miliar                          BNI Agen46 menjangkau
                                                                                 27.203 orang pegawai BNI
    Realisasi Green Bond di 2024                      6.196
                                                 lebih dari
                                                                                 52,0% merupakan perempuan
    Telah berpotensi menurunkan           kecamatan di Indonesia
        1.441.983 (ton CO2eq)             dengan 20,2 juta rekening
              Emisi GRK                                nasabah




         134,1 jam                                35%                                      4,28
       Rerata jam pelatihan                                                               (skala 1-5)
      per pegawai per tahun
                                            (Kategori ‘Baik’)                     Indeks Kepuasan Nasabah
                                            Indeks Engagement Pegawai
                                              (Net Promoter Score/NPS)




        6.215 mitra                           Rp129,9 miliar                       USD373,9 juta
       Mitra Binaan UMKM                    Realisasi Dana Program TJSL          atau ekuivalen Rp6,0 triliun
       dari Rumah BUMN                                                             BNI telah menyalurkan
                                                                               Sustainability Linked Loan (SLL)




    0,0000000145 GJ/Rp                        0,00000051813
          Intensitas Energi                          Ton CO2eq/Rp
                                               Intensitas Total Emisi GRK
        Laporan Keberlanjutan 2024
4       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     (Cakupan 1, 2, & 3)
Page 5
                                        Penghargaan

         Rating BBB                    The 15th IICD Corporate                    Medium Risk dengan
       MSCI ESG Ratings                Governance Award 2024                    skor 23,2 – ESG Risk Rating
                                       The Best Overall in Corporate                     Sustainalytics
                                   Governance pada Kategori Perusahaan
                                     Publik dengan Kapitalisasi Pasar
                                      Terbesar (Big Cap Public Listed
                                                Company)




  Predikat Gold Rank – Asia        Konstituen Indeks SRI-KEHATI           Konstituen Indeks ESG Quality
  Sustainability Report Rating     Periode Desember 2024 – Mei 2025               45 IDX KEHATI
        (ASRRAT) 2024                                                      Periode Desember 2024 – Mei 2025




 Indeks ESG Sectors Leaders           Sustainability Reporting                Most Appreciated ESG
         IDX KEHATI                   Anugerah ESG Republika 2024           Report – ESG Appreciation Night
Periode Desember 2024 – Mei 2025                                                        B Universe 2024




     ESG Lowest Risk –                  Appreciated Circular                      Appreciated Diversity
   ESG Appreciation Night B             Economy ESG Report                       Inclusivity ESG Report
         Universe 2024               Investor Daily ESG Appreciation          Investor Daily ESG Appreciation
                                               Night 2024                                  Night 2024




  Most Appreciated ESG                 Finance Sector: Social                 The Most Trusted Company
  Report - Investor Daily ESG         Champion – KATADATA ESG                Corporate Governance Perception
    Appreciation Night 2024                   Awards 2024                         Index (CGPI) Awards 2024




 Integrity & Transparency in            SROI Excellent Award                     Top Corporate Donors,
Impact Award - Investortrust.id       Investortrust.id & Bumi Global              Healthcare Category
& Bumi Global Karbon Foundation            Karbon Foundation                          YPP SCTV Indosiar



                                     The Most Trusted Company
                                    Corporate Governance Perception
                                        Index (CGPI) Awards 2024


                                                                             Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   5
Page 6
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan


                  Ekonomi

                                                             KINERJA INTERNAL



                            Uraian                                     Satuan              2024            2023              2022

    Pendapatan operasional                                                                        64,5            62,7              61,5

    Laba bersih                                                                                   21,5            20,9              18,3

    Current Account Saving Account (CASA)                                                      563,3            577,5              557,3
                                                                      Rp triliun
    Penyaluran kredit - total                                                                  775,9            695,1           646,2

    Penyaluran kredit - UMKM                                                                   117,1            113,2           123,2

    Dana Pihak Ketiga                                                                          805,5            810,7           769,3




                  KINERJA ASPEK EKONOMI                                                             KINERJA
                  TERKAIT KEBERLANJUTAN                                                        KEUANGAN INKLUSIF



Nominal produk dan/                       190,5   181,1 182,9
                                                                                                  Jumlah BNI Agen46
atau jasa yang memenuhi
kriteria kategori kegiatan
usaha berkelanjutan                                                          213.370                 185.697             164.979
(KKUB)
                                                                                   2024                  2023                2022


Rp triliun
                                                                                              Jumlah rekening (Juta)
                                           2024   2023        2022
                                                                                   20,2                  20,0             20,0
Persentase total                           25,0       26,4     28,5                2024                  2023                2022
portofolio pembiayaan
kategori kegiatan usaha
berkelanjutan (KKUB)
                                                                                          Jumlah dana nasabah (Rp triliun)
terhadap total portofolio
kredit                                                                             1,1                   1,1                 0,9
%                                                                                  2024                  2023                2022


                                           2024   2023        2022




             Laporan Keberlanjutan 2024
6            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 7
                      Sosial

                                                                  KINERJA INTERNAL


                          52,0     52,2 52,0**                                  31,2    30,9       29,8                           134,1 143,5 191,7

Pegawai                                                Perempuan                                              Rerata jam
perempuan                                              yang                                                   pelatihan
dibandingkan                                           menduduki
total pegawai                                          posisi manager
                                                       ke atas


%                                                      %                                                      Jam


                          2024    2023     2022                                 2024    2023     2022                             2024   2023   2022


                          200,9 346,2 265,8                                     35       34       30                              4,28   4,26   4,27

Biaya pelatihan                                        Tingkat                                                Indeks
dan pendidikan                                         engagement                                             kepuasan
karyawan                                               pegawai                                                nasabah
                                                       (NPS)*



Rp miliar                                              %                                                      Skala 1-5


                          2024    2023     2022                                 2024    2023     2022                             2024   2023   2022

                                                99,9       99,9   99,9                                 92,1      98,4     88,3

                      Tingkat                                               Pelibatan
                      penyelesaian                                          pemasok/pihak
                      keluhan                                               lokal
                      nasabah



                      %                                                     %


                                               2024        2023   2022                               2024       2023      2022

                                                       KEGIATAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL



                                               129,9 129,8        99,7                            6.215*** 8.201          7.941

                      Realisasi                                             Penerima
                      dana kegiatan                                         manfaat
                      tanggung                                              Rumah BUMN
                      jawab sosial                                          BNI



                      Rp miliar                                             UMKM


                                                2024       2023   2022                                 2024     2023      2022
    *) Penyajian kembali informasi (restatement) pada tahun 2022 dan 2023 karena adanya penyesuaian metode pengukuran.
    **) Penyesuaian data karena perbedaan pembulatan.
    ***) Penurunan disebabkan oleh adanya penutupan Rumah BUMN yang tidak potensial.


                                                                                                             Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                                   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk        7
Page 8
                  Lingkungan


                                        KINERJA INTERNAL



        Uraian             Satuan               2024                    2023               2022

    Intensitas              GJ/Rp          0,0000000145              0,0000000149        0,0000000161
    energi terhadap
    pendapatan*

    Intensitas              Ton          0,00000051813            0,00000046081*       0,000000000757
    total emisi            CO2eq/
    GRK terhadap            Rp
    pendapatan

    Penggunaan air            m3                 1.882.040                 1.758.134         1.636.874

Keterangan:
*) Penyajian kembali informasi (restatement) karena adanya penyesuaian satuan.




                       KEGIATAN TANGGUNG JAWAB LINGKUNGAN



                                                        2024                               7,2
             Realisasi biaya lingkungan **
                                                        2023                               6,5
             Rp miliar                                  2022                               6,5



             Program konservasi orang utan 2024                                              2
                                                        2023                                 2
             Ekor                                       2022                              N/A



             Penanaman pohon                            2024                              177.347*
                                                        2023                               88.023
             Bibit
                                                        2022                              438.000



             Program ‘Ayo Menabung                      2024                               195.349
             dengan Sampah’
                                                        2023                              320.025
                                                        2022                              316.688
             Rekening


*) Perbedaan signifikan jumlah bibit pohon yang ditanam di tahun 2024 dengan tahun sebelumnya
dipengaruhi oleh adanya penambahan program.


**) Penyajian kembali informasi (restatement) dari tahun 2022-2023 karena adanya penyesuaian
pengelompokkan sektor lingkungan berdasarkan Peraturan OJK.




             Laporan Keberlanjutan 2024
8            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 9
          Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   9
Page 10
Dukungan Kami
pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Dukungan dan kontribusi BNI terhadap pencapaian
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dilakukan
dengan menyelaraskan pengelolaan aspek ekonomi
dan LST. Fokus utama BNI adalah mendukung TPB
dalam konteks bisnis perbankan yang memberikan
dampak positif secara berkelanjutan bagi masyarakat
dan lingkungan, baik dalam jangka pendek maupun
jangka panjang.




                                                  BNI untuk Indonesia


                                                                                   Strategi dalam Mendukung Target
      Capaian 2023               Capaian 2024                Target 2025
                                                                                                TPB 2025

 Total kredit UMKM          Total kredit UMKM          Target kredit UMKM        • Meningkatkan keberhasilan eksekusi
 per akhir 2023 yaitu       per akhir 2024 Rp117,1     2025 Rp126,8 triliun.       value chain.
 Rp113,2 triliun.           triliun.                                             • Meningkatkan akuisisi dari nasabah
                                                                                   eksisting dan ekosistem ekspor.
                                                                                 • Percepatan proses end-to-end untuk
                                                                                   ekspansi yang berkualitas.

 Realisasi Kredit Usaha     • Realisasi penyaluran     • Target gross            • Digitalisasi end-to-end proses
 Rakyat (KUR) sebesar         KUR sebesar Rp11,9         ekspansi KUR              kredit, melalui distribusi dataleads
 Rp17,82 triliun.             triliun kepada 54.075      sebesar Rp17 triliun.     melalui BNIMove, integrasi
                              debitur.                 • Target gross              BNIMove dengan portal yang ada
                            • Realisasi penyaluran       ekspansi BWU              di BNI, scoring model berbasis
                              BNI Wirausaha              sebesar Rp19 triliun.     big data as predictive analytics,
                              (BWU) sebesar                                        collection activity system, API
                              Rp5,97 triliun kepada                                Services, Anti Fraud Detection
                              28.787 debitur.                                      System.
                                                                                 • Pengembangan customize product
                                                                                   sesuai kebutuhan pasar, antara
                                                                                   lain Produk Pembiayaan Berbasis
                                                                                   Transaksi Usaha (pembiayaan
                                                                                   likuiditas, invoice financing, dan
                                                                                   retail financing).
                                                                                 • Business partnership, closed
                                                                                   loop ecosystem lending (mitra
                                                                                   Value Chain, digital ecosystem,
                                                                                   dll.), kerja sama dengan
                                                                                   kementerian/lembaga/institusi
                                                                                   untuk pemberdayaan UMKM,
                                                                                   program inkubasi UMKM Go Global
                                                                                   (orientasi ekspor).




         Laporan Keberlanjutan 2024
10       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 11
                                                                                           Strategi dalam Mendukung Target
    Capaian 2023               Capaian 2024                    Target 2025
                                                                                                        TPB 2025

Melaksanakan            Melaksanakan Climate             Pelaksanaan Climate           •    Bekerja sama dengan konsultan
initial phase of        Risk Stress Test (CRST)          Risk Stress Test (CRST)            terpilih dalam mengembangkan
Climate Risk Stress     atas 50% portofolio kredit       atas 100% portofolio               metodologi perhitungan
Test (CRST) Phase       BNI yang mencakup kredit         kredit BNI.                        dan tools untuk membantu
1 kepada beberapa       konsumtif kepemilikan                                               perhitungan CRST.
sektor, seperti batu    properti dan enam                                              •    Perbaikan data untuk
bara, perkebunan        sektor utama, yakni                                                 meningkatkan keakuratan hasil
kelapa sawit, pulp      listrik, transportasi dan                                           stress test.
& paper.                pergudangan, konstruksi,
                        pertanian, manufaktur,
                        serta pertambangan dan
                        penggalian.

Total reduksi emisi     Total reduksi emisi GRK          80% dana obligasi hijau       Penyaluran obligasi hijau sesuai
GRK sebesar             sebesar 1.441.983 ton            yang diterbitkan pada         dengan target sektor dalam
233.749 ton Co2eq       CO2eq dari obligasi hijau.       tahun 2022 akan jatuh         Kerangka Kerja Obligasi Hijau.
dari obligasi hijau.                                     tempo pada tahun 2025
                                                         dan akan digantikan
                                                         dengan obligasi
                                                         keberlanjutan lainnya.

Realisasi               Realisasi penyaluran             Pengembangan                  •    Sosialisasi program pembiayaan
penyaluran              Sustainability Linked            eksposur portofolio                Sustainability Linked Loan (SLL)
Sustainability          Loan (SLL) sebesar Rp6,0         Sustainability Linked              untuk Relationship Manager
Linked Loan (SLL)       triliun.                         Loan (SLL).                        (RM).
sebesar Rp4,6                                                                          •    Campaign program Sustainability
triliun.                                                                                    Linked Loan (SLL) BNI melalui
                                                                                            event-event ESG yang
                                                                                            diselenggarakan oleh pihak
                                                                                            eksternal.



                                              BNI untuk Nasabah

                                                                                       Strategi dalam Mendukung Target
    Capaian 2023                 Capaian 2024                   Target 2025
                                                                                                    TPB 2025

•   Tidak                Tidak menghadapi                  Tidak menghadapi        •       Menerapkan kebijakan keamanan
    menghadapi           kasus pengaduan terkait           kasus pengaduan                 data/informasi dan meningkatkan
    kasus pengaduan      kebocoran data.                   terkait kebocoran               sistem manajemen keamanan
    terkait kebocoran                                      data.                           data/informasi melalui edukasi/
    data.                                                                                  awareness kepada pegawai &
                                                                                           nasabah, implementasi dan
                                                                                           integrasi teknologi security untuk
                                                                                           memperkuat keamanan aplikasi
                                                                                           dan sistem BNI.

•   Peningkatan          •   Peningkatan jumlah            Peningkatan             •       Meluncurkan berbagai fitur baru
    jumlah pengguna          pengguna BNI Mobile           jumlah pengguna                 yang dirancang untuk memenuhi
    BNI Mobile               Banking sebanyak 11,4%.       (registered users)              kebutuhan transaksi nasabah
    Banking sebanyak     •   Peluncuran aplikasi baru,     wondr by BNI                    menjadi lebih mudah, serta
    19,4%.                   yaitu wondr by BNI, di        dengan minimal 10               membantu pengelolaan keuangan
                             Juli 2024 dengan jumlah       juta pengguna.                  nasabah dengan fitur yang
                             pengguna (registered                                          modern dan inovatif.
                             users) mencapai 5,3 juta
                             pada akhir tahun 2024.



                                                                                Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk         11
Page 12
                                          BNI Untuk Lingkungan Hidup


                                                                                    Strategi dalam Mendukung Target
      Capaian 2023                 Capaian 2024                 Target 2025
                                                                                                 TPB 2025

 •   Program               •   Program penanaman           •   Program          Bekerja sama dengan mitra profesional
     penanaman                 177.347 pohon.                  penanaman        dan kompeten.
     88.023 pohon.         •   Program adopsi 2                170.000 pohon.
 •   Program                   individu orang utan         •   Program adopsi
     konservasi 2              dengan bertanggung              4 individu
     orang utan.               jawab atas biaya pakan,         orang utan dan
 •   Dukungan                  obat-obatan, enrichment,        ekosistemnya.
     terhadap program          dan laboratorium.           •   Proses reviu
     konservasi Badak      •   Program konservasi              atas program
     Jawa di Taman             Badak Jawa di Taman             lanjutan dari
     Nasional Ujung            Nasional Ujung                  konservasi
     Kulon (TNUK).             Kulon (TNUK) berupa             Badak Jawa.
                               pemetaan genetik.


                                                                                    Strategi dalam Mendukung Target
     Capaian 2023                  Capaian 2024                 Target 2025
                                                                                                 TPB 2025

 •   Intensitas            •   Intensitas energi sebesar   Meminimalkan         •   Melakukan efisiensi energi di
     energi sebesar            0,0000000145 GJ/Rp.         peningkatan              seluruh kantor BNI.
     0,0000000149 GJ/      •   Intensitas emisi cakupan    intensitas energi    •   Penetapan target NZE Operasional
     Rp.                       1, 2, & 3 sebesar           dan emisi GRK.           tahun 2028.
 •   Intensitas emisi          0,00000051813 ton                                •   Memperkuat infrastruktur data
     GRK cakupan 1,            CO2eq/Rp.                                            emisi operasional BNI dengan
     2, & 3 sebesar                                                                 pengembangan emission
     0,00000045579                                                                  management platform.
     ton CO2eq/Rp.



                                               BNI untuk Masyarakat


                                                                                    Strategi dalam Mendukung Target
     Capaian 2023                  Capaian 2024                 Target 2025
                                                                                                 TPB 2025

 •   Realisasi dana        •   Realisasi dana TJSL         •   Alokasi dana     •   Pengelolaan Program TJSL
     TJSL sebesar              sebesar Rp129,9 miliar.         TJSL sebesar         dilakukan secara sistematis
     Rp129,8 miliar.       •   100% mitra binaan               Rp166 miliar.        dan terpadu untuk memastikan
 •   Pendampingan              Rumah BUMN dilakukan        •   Pendampingan         keberhasilan program.
     mitra binaan              pendampingan oleh BNI.          terhadap UMK     •   Bekerja sama dengan mitra
     Rumah BUMN.                                               Binaan pada 23       profesional dan kompeten.
                                                               Rumah BUMN       •   Pengelolaan dan Pendampingan
                                                               berupa berupa        UMKM Go Modern, Go Digital,
                                                               pelatihan,           dan Go Online melalui 23 Rumah
                                                               pameran, serta       BUMN.
                                                               sertifikasi.     •   Meningkatkan kapasitas dan
                                                                                    kapabilitas mitra binaan melalui
                                                                                    penyelenggaraan pendidikan,
                                                                                    pelatihan, pemagangan,
                                                                                    pemasaran, dan bentuk bantuan
                                                                                    lainnya.




          Laporan Keberlanjutan 2024
12        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 13
                                                                                       Strategi dalam Mendukung Target
      Capaian 2023                  Capaian 2024                 Target 2025
                                                                                                    TPB 2025

•   778 akumulasi            •   794 akumulasi penerima     •    800 orang         Bekerja sama dengan komunitas
    penerima beasiswa            beasiswa hingga akhir           penerima          masyarakat untuk meningkatkan
    hingga akhir tahun           tahun 2024.                     beasiswa BNI      kualitas program.
    2023.                    •   Melakukan                       Berbagi.
•   Melakukan                    pembangunan                •    120 bantuan
    pembangunan                  infrastruktur untuk 100         infrastruktur
    infrastruktur untuk 99       sekolah atau instansi           dunia
    sekolah atau instansi        pendidikan serta                pendidikan.
    pendidikan serta             penyediaan sarana dan
    penyediaan sarana            prasarana di wilayah
    dan prasarana di             kerja BNI.
    wilayah BNI.




                                                BNI untuk Pegawai


                                                                                       Strategi dalam Mendukung Target
    Capaian 2023                 Capaian 2024                   Target 2025
                                                                                                    TPB 2025

•   52,2% dari           •   52,0% dari total pegawai   •   50% dari               •   Memberikan kesempatan
    total pegawai            merupakan pegawai              total pegawai              yang sama untuk laki-laki dan
    merupakan                perempuan.                     merupakan                  perempuan dalam menempati
    pegawai              •   Perempuan yang                 pegawai                    posisi yang sama.
    perempuan.               menduduki posisi di            perempuan.             •   Mekanisme penilaian kinerja
•   Perempuan yang           atas manager sebanyak      •   >30%                       dengan memperhatikan
    menduduki posisi         31,2%.                         perempuan                  pencapaian Key Performance
    di atas manajer                                         yang menduduki             Indicator (KPI) yang dilakukan
    sebanyak 30,9%.                                         posisi di atas             terhadap semua pegawai.
                                                            manajerial (AVP        •   Memberikan dukungan fasilitas
                                                            ke atas).                  bagi pegawai perempuan melalui
                                                                                       kebijakan yang setara seperti
                                                                                       cuti haid; fasilitas penitipan
                                                                                       anak (daycare); cuti melahirkan;
                                                                                       Employee Assistance Program
                                                                                       (EAP) untuk mendukung kesehatan
                                                                                       fisik, mental dan finansial pegawai;
                                                                                       serta ruang menyusui di setiap
                                                                                       gedung.
                                                                                   •   Membangun komunitas Srikandi
                                                                                       BNI untuk mendorong seluruh
                                                                                       pegawai, khususnya perempuan
                                                                                       agar saling mendukung,
                                                                                       membangun personal and
                                                                                       professional capability, hingga
                                                                                       belajar hal-hal baru.




                                                                                Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     13
Page 14
Komitmen dan Strategi Keberlanjutan BNI                                                          [2-22, 2-23, 2-24]




Komitmen
Komitmen BNI dalam mencapai kinerja keberlanjutan dan
menciptakan masa dengan yang lebih baik, terus menerus
diperkuat   melalui    pelaksanaan        kegiatan      perbankan     yang
bertanggung jawab, menjalankan strategi dan pilar keberlanjutan.
Selain itu BNI juga mendukung penuh peraturan dan kebijakan
pemerintah dan otoritas lainnya untuk mendukung terwujudnya
ekonomi rendah karbon di masa depan.



Kerangka Kerja & Peta Jalan LST

                                           Lingkungan
                                           •     Menjalankan manajemen risiko finansial terkait iklim dengan mengacu
                                                 pada standar internasional
                                           •     Mencapai Net Zero Emission (NZE) Operasional pada tahun 2028 dan NZE
                                                 Pembiayaan pada tahun 2060
                                           •     Penguatan tata kelola dalam pinjaman LST
                                           •     Meningkatkan kesadaran & kemampuan karyawan
                                           •     Mempertajam pengungkapan LST


       L              S                    Sosial
                                           •     Meningkatkan keterlibatan karyawan

             T                             •
                                           •
                                                 Peningkatan kemampuan karyawan
                                                 Memperkuat data dan perlindungan finansial nasabah



                                           Tata Kelola
                                           •     Meningkatkan keberagaman di tingkat Direksi
                                           •     Memperkuat keterlibatan Direksi dalam LST




     Fokus Jangka Pendek                       Fokus Jangka Menengah                    Fokus Jangka Panjang
            (2024):                                   (2025-2026):                              (≥2027):


• Memperkuat                  • Memperkuat Risk Acceptance Criteria (RAC)           •   Penerapan manajemen
  infrastruktur                 debitur                                                 risiko perubahan iklim dalam
• Menetapkan NZE dan          • Memperkuat infrastruktur manajemen risiko               operasional bank
  Carbon Budget                 perubahan iklim
                              • Memperkuat keterlibatan Dewan dalam LST
                              • Mengoptimalkan pencegahan kehilangan data




        Laporan Keberlanjutan 2024
14      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 15
    Strategi
    BNI telah merancang strategi dengan mengintegrasikan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola
    (LST) untuk mendukung pemangku kepentingan serta pelestarian lingkungan dalam mencapai tujuan
    keberlanjutan. Kami juga memiliki lima pilar keberlanjutan sebagai wujud nyata komitmennya terhadap
    praktik keberlanjutan. Pilar-pilar tersebut didasarkan pada misi BNI untuk memberikan layanan terbaik
    dan solusi digital kepada nasabah sebagai mitra bisnis utama, memperkuat layanan internasional guna
    mendukung mitra global, meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi para investor, menciptakan
    lingkungan kerja yang mendukung karyawan untuk berkarya dengan bangga, serta menunjukkan
    kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Selain itu, BNI berupaya menjadi acuan dalam kepatuhan
    dan tata kelola perusahaan yang baik di industri.


                                                    Pilar Keberlanjutan BNI



      BNI UNTUK               BNI UNTUK NASABAH                 BNI UNTUK                    BNI UNTUK              BNI UNTUK PEGAWAI
      INDONESIA                Memberikan layanan          LINGKUNGAN HIDUP                MASYARAKAT                    Menciptakan
  Menjalankan bisnis           prima, solusi digital,      Meningkatkan kualitas            Meningkatkan             kondisi terbaik bagi
  perusahaan dengan                perlindungan              lingkungan hidup              kepedulian dan              pegawai sebagai
   mengintegrasikan               keamanan serta            yang sejalan dengan           tanggung jawab             tempat kebanggaan
kepentingan ekonomi,          privasi kepada seluruh       pengembangan bisnis.           kepada segenap             untuk berkarya dan
sosial, dan lingkungan               nasabah.                                           lapisan masyarakat               berprestasi.
hidup, serta tata kelola.                                                              yang sejalan dengan
                                                                                      pengembangan bisnis.




    Sepanjang        2024,      BNI    terus       memperkuat            mendukung transisi hijau dan pencapaian
    komitmennya         dengan      menjalankan         beberapa         Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).
    strategi keberlanjutan, yaitu:                                   4. Terus         menerus         menciptakan         peluang
    1. Menjalankan           praktik     keberlanjutan       dan         dan    inisiatif     untuk   mendukung          keuangan
        keuangan        berkelanjutan,     serta    melakukan            berkelanjutan. Salah satunya dengan menjadi
        monitoring, evaluasi, dan mengukur kinerjanya                    partner      debitur    dalam      transition    journey
        setiap tahun, kemudian dilaporkan dalam                          debitur, melalui acara “BEST” yaitu BNI ESG
        Laporan Keberlanjutan.                                           Sustainability & Transition sebagai bentuk
    2. Mendukung            pencapaian    target     Net     Zero        inisiatif BNI mendorong kesadaran debitur
        Emissions (NZE) yang ditetapkan pemerintah.                      menuju transisi hijau. Selain itu, BNI juga
        BNI     telah       menetapkan     target        ambisius        melaksanakan program edukasi bagi debitur
        untuk mencapai emisi nol bersih dalam                            untuk mendukung program transisi pemerintah,
        operasionalnya         pada      2028      dan     dalam         melalui       Technical      Workshop        Taksonomi
        pembiayaan pada 2060. Langkah ini mencakup                       Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) bagi
        integrasi risiko iklim ke dalam strategi serta                   debitur-debitur di sektor energi.
        peningkatan infrastruktur terkait.
    3. Pembiayaan hijau terus ditingkatkan sebagai                   Melalui       strategi   tersebut,     BNI    menunjukkan
        bagian dari portofolio keberlanjutannya. Upaya               komitmen           kuatnya        dalam         mendorong
        ini sejalan dengan komitmen kami untuk                       pembangunan berkelanjutan dan menciptakan
                                                                     masa depan yang lebih baik.


                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                     PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk    15
Page 16
PESAN DIREKSI                         [2-11, 2-12, 2-14, 2-22]




                                                                                Royke Tumilaar
                                                                                Direktur Utama




Pemangku kepentingan yang terhormat,                               komitmennya untuk mencapai Net Zero Emission
                                                                   (NZE) pada tahun 2060, serta menetapkan target
Tahun 2024 adalah tahun yang penuh tantangan dan                   penurunan emisi melalui Nationally Determined
peluang bagi dunia perbankan, khususnya dalam                      Contribution (NDC) yang diharapkan tercapai pada
penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh lini bisnis.            tahun 2030. Di tahun 2024, kami melihat kemajuan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus                 signifikan     dalam    pengembangan         keuangan
berkomitmen untuk memainkan peran penting dalam                    berkelanjutan di Indonesia. Untuk mengurangi
memajukan praktik keuangan berkelanjutan, yang                     jejak karbon serta meningkatkan inklusivitas dalam
sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan                    sektor   keuangan,     BNI    terus   mengintegrasikan
(TPB) dan peran kami sebagai lembaga finansial yang                prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek bisnisnya,
bertanggung jawab.                                                 mulai dari pemberian kredit untuk proyek ramah
                                                                   lingkungan hingga penerapan kebijakan internal
Strategi dan Kebijakan dalam Merespons Tantangan                   yang mendukung pengurangan emisi karbon.
Keberlanjutan
Keberlanjutan bagi BNI adalah elemen fundamental                   BNI menegaskan langkahnya dalam merespons
yang terintegrasi dalam setiap aspek operasional                   tantangan perubahan iklim melalui penerapan
perbankan.      BNI       menggabungkan                 strategi   keuangan berkelanjutan. Direksi menyadari bahwa
bisnisnya    dengan     prinsip-prinsip       keberlanjutan        perubahan iklim dapat memiliki dampak signifikan
yang memperhatikan keseimbangan antara faktor                      terhadap nilai ekonomi, termasuk aset keuangan,
lingkungan, sosial, tata kelola (LST), dan ekonomi.                yang     dipengaruhi    oleh     penurunan     kualitas
Dalam penerapannya, BNI juga mengembangkan                         lingkungan hidup. Sejalan dengan hal tersebut, dan
budaya keberlanjutan yang merata di seluruh unit                   dalam rangka mendukung arahan dari Otoritas Jasa
kerja untuk memastikan bahwa praktik perbankan                     Keuangan (OJK), BNI telah melaksanakan berbagai
hijau dapat dijalankan secara optimal.                             langkah strategis terkait keuangan berkelanjutan.
                                                                   Pada tahun 2024, seiring dengan peluncuran Climate
Perubahan iklim terus menjadi isu global utama yang                Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) dan
mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sebagai                    Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI)
bagian dari upaya untuk mengatasi tantangan ini, pada              oleh OJK, BNI telah melakukan Climate Risk Stress
tahun 2022, Pemerintah Indonesia mengumumkan                       Test (CRST) atas 50% portofolio kredit BNI pada Juni


         Laporan Keberlanjutan 2024
16       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 17
2024 untuk mengevaluasi dampak risiko keuangan               Langkah ini tidak hanya mendukung kepatuhan
terkait iklim dalam jangka pendek, menengah, dan             terhadap    regulasi,   tetapi     juga    meningkatkan
panjang, serta melaksanakan penilaian debitur                manajemen risiko LST yang lebih tangguh untuk
berdasarkan klasifikasi TKBI di sektor energi.               seluruh sektor yang dilayani.


Langkah nyata BNI dalam mendukung pencapaian                 Keberlanjutan bagi kami bukan hanya sekedar kata
target NZE, yakni melalui pengelolaan aktivitas              kunci, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari strategi
pembiayaan,     meningkatkan       pembiayaan        untuk   jangka panjang perusahaan. Kami berkomitmen untuk
sektor ramah lingkungan, dan penguatan data                  terus meningkatkan praktik keuangan berkelanjutan
emisi gas rumah kaca (GRK) cakupan 1, 2, dan 3               kami, dengan memanfaatkan teknologi digital yang
untuk emisi perjalanan dinas dan pembiayaan.                 inovatif untuk mendukung pengembangan ekonomi
Komitmen BNI dalam mengurangi GRK diperkuat                  hijau dan inklusif. Sebagai bagian dari upaya ini,
dengan ditetapkannya target pencapaian NZE untuk             kami juga aktif mendukung inisiatif pemerintah
operasional pada tahun 2028 dan untuk pembiayaan             dalam mencapai target-target TPB, termasuk melalui
pada tahun 2060. Perseroan telah memetakan                   pembiayaan hijau dan penguatan literasi keuangan
sektor-sektor ekonomi berdasarkan tingkat emisi,             berkelanjutan kepada masyarakat.
baik tinggi maupun rendah, yang menjadi dasar
dalam pengelolaan portofolio. Ke depan, BNI akan             Komitmen BNI terhadap keberlanjutan didukung
memprioritaskan ekspansi kredit untuk perusahaan             kuat oleh seluruh organ tata kelola perusahaan,
dengan emisi rendah, sementara ekspansi ke                   termasuk Direksi, yang secara aktif mengawasi dan
perusahaan dengan emisi tinggi akan dilakukan                mengevaluasi implementasi strategi keberlanjutan.
secara selektif untuk mendukung pencapaian target            Melalui forum Sub Komite ESG yang diselenggarakan
NZE secara optimal.                                          setiap triwulanan, Direksi secara konsisten memantau
                                                             perkembangan topik-topik penting seperti keuangan
BNI   terus   memperluas       portofolio   pembiayaan       berkelanjutan, tren LST, dan penerapan strategi
berkelanjutan dengan fokus pada green loan,                  LST di BNI, guna memastikan bahwa seluruh
Sustainability Linked Loan (SLL), dan green bond.            inisiatif keberlanjutan dijalankan secara efektif dan
Melalui SLL, BNI mendukung debitur yang mencapai             berkelanjutan.
target keberlanjutan dengan memberikan insentif
pembiayaan. Selain itu, BNI juga memperkuat                  Penerapan Keuangan Berkelanjutan dan Capaian
pengelolaan green bond, yang semakin berkembang              Kinerja Keberlanjutan
sebagai instrumen untuk mendanai proyek-proyek               Di sektor ekonomi, BNI membukukan pendapatan
berwawasan lingkungan. Upaya ini mendorong                   operasional sebesar Rp64,5 triliun, meningkat 2,8%
transisi   debitur    menuju     energi     bersih    dan    dibandingkan tahun sebelumnya. Pada akhir tahun
keberlanjutan, termasuk bagi perusahaan kecil dan            buku, laba bersih BNI tercatat mencapai Rp21,5 triliun,
menengah yang belum menerapkan praktik ramah                 tumbuh 2,7% dibandingkan tahun 2023. Peningkatan
lingkungan. Selain itu, BNI juga terus berkolaborasi         kinerja ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan
dengan regulator, lembaga internasional, dan mitra           bunga bersih dan fee-based income yang solid.
strategis untuk memastikan bahwa seluruh produk dan
layanan kami berkontribusi terhadap pertumbuhan              Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, BNI
ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.                     terus memperkuat peranannya dalam penerapan
                                                             prinsip LST. Hingga 31 Desember 2024, total kredit
BNI juga memperkuat pengelolaan risiko LST                   hijau (Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan/
dalam penetapan Risk Acceptance Criteria (RAC).              KUBL) tercatat mencapai Rp73,4 triliun dengan target
Implementasi RAC mencakup 22 sektor debitur                  sebesar Rp71,2 triliun, atau 9,6% dari total kredit.
Corporate, 18 sektor debitur Commercial, dan 10              Selain itu, portofolio SLL telah mencapai Rp6,0 triliun,
sektor Retail Productive dengan menambahkan aspek            sejalan dengan upaya mendukung sektor-sektor yang
Hak Asasi Manusia dan K3, serta upaya mitigasi dan           berfokus pada keberlanjutan.
adaptasi perubahan iklim dalam operasional debitur.


                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   17
Page 18
BNI merealisasikan 87,3% penyaluran dana obligasi                   bahwa setiap pegawai memiliki pengetahuan yang
hijau sesuai dengan kerangka obligasi hijau BNI,                    cukup dalam mendukung penerapan keuangan
yang disalurkan ke lima sektor KUBL utama, yaitu                    keberlanjutan dalam operasional bisnis BNI.
Energi Terbarukan, Pengolahan Sampah menjadi
Energi dan Manajemen Limbah, Transportasi Ramah                     Pengalaman pelanggan juga merupakan aspek
Lingkungan, Gedung Berwawasan Lingkungan, serta                     penting yang kami jaga. Oleh karenanya, BNI
Penggunaan Sumber Daya Alam dan Penggunaan                          terus memperkuat komitmen dalam mengelola
Tanah          yang     Berkelanjutan.       Sisanya,      12,7%    keamanan data dan keamanan siber sebagai bagian
dialokasikan untuk sektor KUBL lainnya.                             dari upaya untuk melindungi informasi nasabah,
                                                                    data perusahaan, serta sistem operasi perbankan
Di sisi lain, BNI juga terus berkomitmen untuk                      yang kritikal. Sebagai respons terhadap tantangan
meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui                      perkembangan teknologi dan ancaman siber yang
program pemberdayaan dan kemitraan, dengan                          semakin kompleks, BNI terus melakukan pembaruan
fokus pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah                         dan penguatan infrastruktur TI serta sistem keamanan
(UMKM). BNI meyakini bahwa UMKM merupakan                           yang ada.
pilar     penting        perekonomian         Indonesia,     dan
pertumbuhannya berperan vital dalam pemulihan                       BNI berkomitmen untuk mematuhi standar dan
ekonomi negara. Hingga akhir 2024, BNI telah                        regulasi yang berlaku dalam rangka memastikan
menyalurkan pembiayaan sebesar Rp117,1 triliun ke                   perlindungan    maksimal     terhadap    data      pribadi
segmen UMKM. Dengan penyaluran ini, BNI terus                       dan transaksi nasabah. Berbagai inisiatif telah
mendukung UMKM untuk mengakses pembiayaan                           dilaksanakan, seperti penerapan kebijakan keamanan
yang diperlukan dalam mengembangkan usaha,                          yang ketat, enkripsi data, serta pemantauan 24/7
sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi                    terhadap potensi ancaman siber. Untuk memastikan
yang inklusif dan berkelanjutan.                                    pelindungan yang maksimal, keamanan aplikasi
                                                                    dan sistem telah dilengkapi dengan secure coding,
Dari aspek sosial, BNI terus berupaya menciptakan                   penetration testing, vulnerability assessments, dan
lingkungan kerja yang aman, nyaman, inklusif,                       berbagai Security Perimeter Tools yang didukung
dan adil bagi seluruh pegawai. Kami menerapkan                      oleh Security Operation Center (SOC). Selain itu, BNI
respectful workplace dan menghormati hak asasi                      juga terus meningkatkan kapasitas dan keterampilan
manusia. Sepanjang 2024, tidak ada laporan terkait                  pegawai     melalui    pelatihan   berkala     mengenai
kasus diskriminasi, maupun kekerasan di lingkungan                  keamanan siber untuk memastikan bahwa seluruh tim
BNI. Kami rutin melakukan survei kepuasan dan                       dapat mengidentifikasi, mencegah, dan menangani
keterikatan pegawai setiap tahunnya. Hasil dari                     ancaman yang mungkin timbul. Pada tahun 2024,
survei yang dilakukan di 2024 yaitu 34% yang                        tidak ada pelanggaran data maupun kebocoran data
menggambarkan pegawai telah engaged kepada                          yang dilaporkan pada BNI.
BNI. [406-1]
                                                                    Dari   sisi    aspek      lingkungan,        BNI     terus
BNI memberikan kesempatan yang setara bagi                          mengimplementasikan        inisiatif   green       banking
setiap    pegawai         untuk     mengembangkan          karier   dalam operasional internal. BNI telah melakukan
dan       kompetensinya,            termasuk       pemahaman        inventarisasi emisi GRK dari aktivitas operasional
terkait keuangan berkelanjutan. Di 2024, BNI telah                  dan pembiayaan, serta membangun infrastruktur
memberikan pelatihan melalui e-learning mandatory                   untuk memonitor dan mengelola data emisi secara
terkait    keuangan         berkelanjutan      kepada      26.425   lebih efektif. Pada tahun 2024, intensitas total
pegawai. Selain itu, pelatihan dengan topik-topik                   emisi GRK sebesar 0,00000051813 ton CO2eq/
keberlanjutan spesifik diberikan untuk divisi tertentu              Rp, sedangkan intensitas emisi GRK yang dibiayai
yang berkaitan langsung untuk menangani penerapan                   sebesar 0,00000051513 ton CO2eq/Rp.
keuangan berkelanjutan di BNI. Pelaksanaan semua
pelatihan tersebut bertujuan untuk memastikan




               Laporan Keberlanjutan 2024
18             PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 19
BNI juga terus melanjutkan program digitalisasi untuk         keamanan siber untuk melindungi data nasabah
mengurangi penggunaan kertas dan meningkatkan                 dan memastikan integritas operasionalnya. Strategi
efisiensi operasional. Setidaknya, penggunaan kertas          kami untuk mencapai target tersebut yaitu dengan
berkurang sebanyak 344.300 kg per tahun. BNI juga             menerapkan sistem manajemen keamanan data dan
melanjutkan pengelolaan limbah operasional dan                siber. Kami juga memiliki kebijakan ketat mengenai
konsumsi energi. Di 2024, kami berhasil mendaur               pelindungan data, serta pengelolaan dan pemantauan
ulang kerja sebanyak 39,7 ton. Intensitas konsumsi            akses pengguna. Selain itu, BNI juga melaksanakan
energi per pendapatan sebesar 0,0000000145 GJ/Rp.             third-party risk assessment untuk mengevaluasi
Dengan langkah-langkah ini, BNI berkomitmen untuk             keamanan vendor dalam aspek teknologi, informasi,
terus menjadi agen perubahan dalam mendukung                  dan siber.
transformasi menuju perekonomian hijau, baik dalam
operasional internal maupun melalui produk dan                Dengan       menerapkan      keuangan       berkelanjutan,
layanan yang mendukung keberlanjutan.                         BNI memiliki peluang besar untuk meningkatkan
                                                              kontribusinya di industri keuangan. Kami tidak
Strategi Pencapaian Target Kinerja Keberlanjutan              hanya berfokus pada kinerja keuangan, tetapi juga
Target-target     kinerja   keberlanjutan   BNI    secara     memperhatikan dampak sosial dan lingkungan yang
holistik mencakup target RAKB, RBB, dan key                   dihasilkan dari setiap kegiatan operasional. Seiring
performance indicators (KPI) Bank. Untuk mencapai             dengan peningkatan praktik keberlanjutan, BNI juga
target kinerja dibutuhkan kerja sama dari berbagai            berupaya mengoptimalkan prospek dan peluang
divisi yang diawasi oleh manajemen puncak. Selain             pada pembiayaan proyek-proyek ramah lingkungan,
itu, pengelolaan risiko yang terintegrasi mencakup            inovasi digital banking, serta berbagai kolaborasi
risiko LST dan ekonomi, senantiasa dipantau oleh              strategis dengan pemangku kepentingan. Dengan
manajemen guna meminimalkan risiko maupun                     strategi tersebut, BNI berkomitmen untuk terus
hambatan yang dapat mempengaruhi capaian                      berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan,
kinerja.                                                      mendukung keberlanjutan sosial, serta berkontribusi
                                                              pada kesejahteraan masyarakat secara luas.
BNI    memahami        bahwa    menyesuaikan      strategi
bisnis dengan upaya transisi menuju ekonomi                   Penutup
hijau telah menjadi perhatian penting pemerintah              Tahun 2024 menjadi momentum penting bagi BNI
Indonesia. Setiap tahun, BNI menetapkan target                untuk lebih lanjut memperkuat peran kami sebagai
peningkatan penyaluran kredit ke sektor-sektor yang           agen perubahan dalam sektor keuangan yang
berwawasan lingkungan dan mengedukasi debitur                 mendukung ekonomi yang lebih ramah lingkungan,
untuk mendukung transisi tersebut. Sebagai bagian             adil, dan berkelanjutan. Dengan segala langkah
dari komitmen BNI untuk mewujudkan ekonomi                    strategis yang telah dan akan kami ambil, kami
hijau, BNI mulai menempatkan diri sebagai mitra               percaya bahwa BNI akan terus memberikan dampak
strategis debitur dalam melaksanakan transisi hijau.          positif, baik bagi nasabah, pemangku kepentingan,
Langkah nyata yang dilakukan oleh BNI adalah                  maupun masyarakat luas, menuju masa depan yang
dengan memberikan edukasi kepada debitur melalui              lebih hijau dan lebih berkelanjutan.
pelaksanaan BNI ESG Sustainability & Transition
Event yang mengajak debitur untuk berperan aktif              Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada
dalam implementasi taksonomi di Indonesia, dan                seluruh pemangku kepentingan atas dukungan yang
pelaksanaan Workshop Technical Assistant TKBI bagi            berkelanjutan dan kepercayaan yang diberikan kepada
debitur di sektor energi.                                     BNI. Kami percaya dengan komitmen dan kerja sama
                                                              yang kuat, BNI akan mampu memberikan dampak
Dari sisi transformasi digital, BNI memiliki target           positif yang optimal untuk menuju pembangunan
yang       berkaitan   dengan   peningkatan       efisiensi   yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
operasional, perluasan jangkauan layanan, serta               Jakarta, Februari 2025
memberikan pengalaman perbankan yang lebih baik
kepada nasabah melalui inovasi digital. Transformasi          Royke Tumilaar
digital di BNI diimbangi dengan penguatan sistem              Direktur Utama

                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk    19
Page 20
SEKILAS BNI                   [2-1]




                NAMA PERUSAHAAN                                                   KEGIATAN USAHA, PRODUK DAN
                PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                            LAYANAN


                ALAMAT KANTOR PUSAT                                               Bergerak di bidang usaha perbankan
                Grha BNI                                                          dan kegiatan usaha penunjang
                Jl. Jenderal Sudirman Kav. 1                                      lainnya sesuai dengan Anggaran
                Jakarta 10220                                                     Dasar No. 05 tanggal 4 Maret 2024


                Telepon		             : (62-21) 251 1946                          WILAYAH OPERASIONAL [2-6]
                Surel		               : bni@bni.co.id
                Situs web             : www.bni.co.id                             Beroperasi di 9 negara, yaitu:
                PO Box 1946                                                       Indonesia, Singapura, Hongkong,
                                                                                  Jepang, Inggris, Amerika, Korea
                                                                                  Selatan, Belanda, Australia

      PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAM                                                PERUBAHAN SIGNIFIKAN PADA BNI


                                                 Pemerintah                       Selama tahun 2024, terdapat
                                                  Indonesia                       perubahan signifikan terkait
                                                   60%                            struktur organisasi/rantai pasok/
                                                                                  pembukaan/penutupan kantor.
                                                                                  •    Struktur Organisasi sesuai Memo
                                                                                       CDV No. CDV/2/1069 tanggal 7
                                                                                       Juni 2024
                                                                                  •    Pembukaan Kantor Cabang di
                                                                                       Sydney

 Masyarakat
     40%

                PASAR TERLAYANI [2-6]
                                                                                 1          17
                Geografis pasar terlayani:                                    kantor      kantor       1.583
                Indonesia, New York, London,                                   pusat      wilayah    kantor cabang
                                                                                                      pembantu
                Hong Kong, Singapura, Tokyo,                        197
                Seoul, Amsterdam, dan Sydney.                      kantor
                                                                                                        13.388
                                                                   cabang
                                                                                                        ATM/CRM
                Sektor dan jenis nasabah terlayani:
                •   Perbankan Bisnis Koperasi,                     6                                   330 DigiCS
                    Menengah, dan Kecil                       entitas anak
                •   Perbankan Konsumer
                •   Perbankan Internasional dan
                                                                                                          10 jaringan
                                                                                                          kantor luar
                    Tresuri
                                                                                                            negeri

                                                                             Data Jaringan Kantor:

        Laporan Keberlanjutan 2024
20      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 21
                     Visi
                     Menjadi Lembaga Keuangan yang terunggul
                     dalam layanan dan kinerja secara berkelanjutan.

                     Misi
                     •   Memberikan layanan prima dan solusi digital kepada seluruh nasabah selaku
                         mitra bisnis pilihan utama.
                     •   Memperkuat layanan internasional untuk mendukung kebutuhan mitra bisnis
                         global.
                     •   Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor.
                     •   Menciptakan kondisi terbaik bagi karyawan sebagai tempat kebanggaan untuk
                         berkarya dan berprestasi.
                     •   Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab kepada lingkungan dan masyarakat.
                     •   Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik bagi
                         industri.




Budaya dan Nilai
Untuk mendukung dan mempercepat implementasi nilai-nilai AKHLAK di BNI, transformasi budaya
kerja dilakukan guna menyelaraskan nilai-nilai inti yang dimiliki perusahaan. Nilai AKHLAK yang terdiri
dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, ditetapkan oleh Kementerian BUMN
telah diinternalisasi dalam seluruh lapisan organisasi. Proses internalisasi ini terus diperkuat melalui
penerimaan dan penguatan PRINSIP 46 sebagai keyakinan dan panduan budaya kerja BNI. Langkah ini
menunjukkan komitmen BNI untuk mewujudkan budaya kerja yang mendukung integritas, kolaborasi,
dan keberlanjutan.




   AMANAH            KOMPETEN           HARMONIS           LOYAL              ADAPTIF           KOLABORATIF
Memegang teguh     Terus belajar dan    Saling peduli   Berdedikasi dan    Terus berinovasi        Membangun
kepercayaan yang   mengembangkan       dan menghargai   mengutamakan         dan antusias        kerja sama yang
    diberikan         kapabilitas        perbedaan       kepentingan            dalam                sinergis
                                                          bangsa dan        menggerakan
                                                            negara             ataupun
                                                                             menghadapi
                                                                              perubahan


                                                                               Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                     PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk    21
Page 22
Skala Perusahaan




                   Total pegawai (Orang)                                    Total rekening nasabah (Juta)


     27.203              27.570               27.170               69,7                   69,1                67,6
       2024                  2023                  2022            2024                     2023               2022




           Pendapatan operasional (Rp triliun)                               Total jaringan kantor (Outlet)


      64,5                62,7                 61,5               1.780                  1.781                1.808
       2024                  2023                  2022            2024                     2023               2022




                       Total ATM/CRM                                               Total aset (Rp triliun)


     13.388             13.390               16.125               1.129,8               1.086,7              1.029,8
       2024                  2023                  2022            2024                     2023               2022




                    Uraian                            Satuan        2024                   2023               2022

 Total kapitalisasi:                                 Rp triliun
 • Utang (Liabilitas)                                                      962,6                  932,0              889,6
 • Modal (Ekuitas)                                                         167,2                  154,7              140,2

 Produk dan Layanan [FN-CB-000.A]

     a. Giro                                                               305,7                  345,5              314,6
                                                     Rp triliun
     b. Tabungan                                                           257,5                  232,0              242,7

     c. Deposito                                                           242,2                  233,2              212,0

     d. Kredit Bruto                                                       775,9                  695,1              646,2




          Laporan Keberlanjutan 2024
22        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 23
Inisiatif Eksternal dan Keanggotaan Asosiasi                                                           [2-28]




Sebagai wujud dukungan terhadap penerapan Keuangan Berkelanjutan dan prinsip keberlanjutan dalam
operasionalnya, BNI mengadopsi berbagai prinsip dan standar yang mencakup aspek ekonomi, sosial,
dan lingkungan. Standar-standar tersebut meliputi:


                                                                European Foundation
                                                                   for Management                      International
                                Tujuan Pembangunan                   Development                     Organization for
      Global Reporting
                                 Berkelanjutan (TPB):            (EFMD) Global CLIP                  Standardization
   Initiative (GRI): untuk
                                  sebagai kerangka               (Corporate Learning             (ISO): sebagai standar
     panduan pelaporan
                                kerja untuk mencapai           Improvement Process):               internasional untuk
    keberlanjutan secara
                                    pembangunan                   yang mendukung                    pengelolaan mutu,
         transparan.
                                    berkelanjutan.               peningkatan proses                  lingkungan, dan
                                                                     pembelajaran                         lainnya.
                                                                       korporasi.




Adopsi standar-standar ini mencerminkan komitmen BNI untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke
dalam setiap aspek operasionalnya, guna memberikan dampak positif bagi pemangku kepentingan dan
lingkungan.

Rincian sertifikasi dan akreditasi yang dimiliki:
 No.                              Sertifikasi                                               Masa Berlaku

  1     ISO 9001:2015 The provision of trade processing services         23 Desember 2020 - 10 Januari 2024

  2     ISO 27001:2013 Sistem Manajemen Keamanan Informasi               16 Januari 2023 - 31 Oktober 2025

  3     ISO 9001:2015 Provision of in-House Learning and in Learning/    26 Maret 2023 - 9 Maret 2026
        Digital Learning for BNI Employees

  4     ISO 9001:2015 Quality Management System for Banking              18 November 2021 - 5 November 2024
        Operations for Guarantee Letter, RTGS, Remittance Services,
        Credit and Debit Clearing, Credit Administration, Card
        Production & Distribution, State Financial Transaction,
        Custodian Services, Jabodetabek Central Cash Services,
        Treasury Transaction Services, Trustee Services and Central
        Foreign Banknotes Services

  5     ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu untuk BNI Contact            2 Agustus 2023 - 13 Maret 2026
        Center Services di BSD, Surabaya, & Semarang

  6     ISO 9001:2015 Quality Management System untuk Unit HPS           1 Desember 2023 - 11 November 2026

  7     ISO 9001/2015: Quality Management System untuk Unit              9 Januari 2024 - 26 November 2026
        Manajemen Vendor

  8     ISO 9001:2015 Provision of BNI Credit Cards Business             27 Juni 2024 - 26 Juni 2027

  9     ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan                   1 Januari 2024 - 31 Desember 2026

  10    ISO 30301:2019 Management Systems for Records untuk Unit         23 Desember 2024 - 22 Desember 2027
        Kearsipan

  11    Sertifikat Greenship Gedung Baru V.1.2
        • Menara BNI                                                     •     30 Januari 2025 - 30 Januari 2028
        • Plaza BNI                                                      •     26 Oktober 2022 - 26 Oktober 2025

  12    Corporate Learning Improvement Process (CLIP) - EFMD Global      22 Desember 2022 – 22 Desember 2027




                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                             PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk       23
Page 24
Keanggotaan pada Asosiasi terkait Keberlanjutan
                                Asosiasi                                                      Peran                     Lingkup

 United Nations Environment Programme Finance Initiatives                                Anggota                      Internasional
 (UNEP FI)

 Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI)                                 Anggota/Pendiri                      Nasional

 Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD)                    Anggota/Pendiri                      Nasional

 Ikatan Ahli Bangunan Hijau Indonesia (IABHI)                                            Anggota                        Nasional

 Forum Human Capital Indonesia (FHCI)                                    Ketua Bidang 1 Organization                    Nasional
                                                                          Development & Workforce
                                                                          Planning (Direktur Human
                                                                          Capital & Compliance BNI)

 Forum Human Capital Perbankan Indonesia (FHCPI)                                         Anggota                        Nasional

 Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)                                       Anggota                        Nasional




Sekilas Laporan Keberlanjutan                                          [2-2, 2-3, 2-4, 2-5]



Profil Laporan
Laporan Keberlanjutan BNI disusun setiap tahun                  Selain itu, laporan ini disusun untuk mendukung
sebagai     bentuk        komunikasi     kepada       seluruh   informasi       yang           diperlukan      oleh     pemangku
pemangku kepentingan. Laporan ini menyajikan                    kepentingan          yang        mengacu        pada      lembaga
informasi        terkait     implementasi           keuangan    pemeringkatan kinerja LST seperti Sustainalytics
berkelanjutan serta kinerja di bidang lingkungan,               dan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
sosial,    dan     tata    kelola    (LST).    Data     yang    Data   dan       informasi            yang    diperlukan      untuk
disampaikan mencakup periode 1 Januari hingga                   laporan ini disediakan oleh kantor pusat BNI
31 Desember 2024. Dalam proses penyusunannya,                   serta seluruh cabang di Indonesia. Selain itu,
laporan ini mengacu pada sejumlah aturan dan                    informasi keuangan yang diungkap mencakup
standar berikut:                                                data keuangan konsolidasi yang telah diaudit
1. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK)                  oleh auditor independen, mencakup beberapa
     No. 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi                entitas anak BNI, yaitu PT BNI Life Insurance,
     Laporan Tahunan dan Peraturan OJK (POJK)                   PT BNI Multifinance, PT BNI Sekuritas beserta
     No.   51/POJK.03/2017          tentang         Penerapan   Entitas Anaknya, serta BNI Remittance Ltd., PT BNI
     Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa                   Modal Ventura, serta PT Bank Hibank Indonesia.
     Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik;                   Unit kerja terkait bertanggung jawab memastikan
2. Standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021,              keakuratan dan verifikasi data yang disampaikan.
     dengan kesesuaian: in accordance to the GRI
     Standards;                                                 Laporan Keberlanjutan ini juga disusun dengan
3. Indikator suplemen Sektor Jasa Keuangan                      mengacu pada prinsip-prinsip keseimbangan,
     GRI-G4;                                                    komparabilitas,               akurasi,       ketepatan      waktu,
4. Sustainability Accounting Standard Board                     kejelasan, dan keandalan. Namun kami juga
     (SASB) sektor Jasa Keuangan;                               mencatat adanya data yang dinyatakan kembali
5. Sustainable Banking Assessment (SUSBA)                       (restated) dengan tujuan memperbaiki data pada
     World Wide Fund for Nature (WWF);                          laporan periode sebelumnya. Hal ini berkaitan
6. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).                      dengan      penyesuaian               metode     dan      cakupan
7. ASEAN         Corporate     Governance           Scorecard   perhitungan beberapa data.
     (ACGS).


           Laporan Keberlanjutan 2024
24         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 25
Seluruh proses penyusunan Laporan Keberlanjutan ini dikoordinasikan oleh Divisi Enterprise Risk
Management. Semua data dan informasi telah ditinjau dan divalidasi oleh semua divisi melalui proses
maker, checker, dan approver oleh PIC Divisi/Satuan sampai dengan level Pemimpin Divisi/Satuan.
Mekanisme reviu mencakup:
•   Konsinyering data dan konfirmasi satu per satu per divisi dalam meeting, baik luring maupun daring.
•   Wawancara per divisi dalam proses assurance yang difasilitasi oleh pihak independen.
•   Sirkulasi dokumen Laporan Keberlanjutan kepada seluruh Direksi yang juga bertindak sebagai anggota
    Sub Komite ESG dan Dewan Komisaris untuk mendapatkan tanda tangan persetujuan final.



Verifikasi atas Laporan Keberlanjutan [2-5]
Sesuai dengan Kebijakan Pengadaan Barang dan/atau Jasa, BNI menunjuk PT Sejahtera Rambah Asia
sebagai pihak independen untuk melakukan penjaminan (assurance) terhadap laporan ini. Penunjukan
tersebut didasarkan pada kualifikasi lembaga yang terdaftar di AA1000 dan memiliki pengalaman luas
dalam jasa penjaminan laporan keberlanjutan di Indonesia.


Penjaminan ini bertujuan memastikan kualitas laporan telah sesuai dengan prinsip dan standar
pelaporan keberlanjutan, melalui verifikasi data dan konfirmasi dari seluruh pihak kontributor. Standar
yang digunakan dalam penjaminan adalah Standar AA1000 level moderate dan tipe 2 assurance. Proses
penjaminan dan pemilihan lembaga penjamin dilakukan secara independen untuk memastikan tidak ada
benturan kepentingan antara BNI dan lembaga tersebut. Hasil dari proses penjaminan dilampirkan pada
bagian akhir laporan ini.




       Informasi lainnya tentang BNI dapat ditemukan di situs web
       kami. Untuk informasi lebih lanjut, input dan saran untuk
       perbaikan dan kemajuan laporan ini, silakan hubungi:


       Rayendra Minarsa Goenawan
       Divisi Enterprise Risk Management
       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
       Grha BNI, Lt. 26
       Jl. Jenderal Sudirman Kav.1 Jakarta 10220 Indonesia
       Telepon : (62-21) 572 8544
       Surel   : esg@bni.co.id




                                                                              Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   25
Page 26
Topik Material dan Isu Utama
Topik material ditetapkan berdasarkan isu dan informasi yang memiliki signifikansi tinggi selama periode
pelaporan. Pada tahun 2024, tidak terdapat perubahan topik material dibandingkan tahun sebelumnya tetapi
terdapat penambahan isu signifikan. Penyesuaian topik material dilakukan dengan mempertimbangkan
kegiatan serta isu-isu yang berdampak signifikan sepanjang tahun.


Dalam proses penentuan prioritas topik material, kami melibatkan pihak internal dan eksternal, yaitu akademisi,
manajemen, serta pengamat independen. Pihak internal BNI yang terlibat, di antaranya perwakilan pegawai,
Serikat Pekerja, serta manajemen yang dilibatkan pada tahap diskusi persetujuan prioritas topik material.
Sementara itu, pemangku kepentingan eksternal yang terlibat, yaitu perwakilan dari nasabah, debitur, investor,
Kementerian BUMN yang mewakili pemegang saham dan pemerintah, OJK, media, pemasok, dan masyarakat.
Penentuan ini juga didasarkan pada prinsip keterlibatan pemangku kepentingan, konteks keberlanjutan,
materialitas, dan kelengkapan. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan bagi BNI
dan para pemangku kepentingan telah diidentifikasi melalui proses pemetaan topik material.


                                           Proses Penentuan Topik Material [3-1]


                   Identifikasi dan asesmen dampak usaha melalui telaah prinsip keuangan
                            berkelanjutan dengan melibatkan pemangku kepentingan


     01                         02                         03                               04

 Memahami konteks             Identifikasi               Asesmen                           Prioritisasi Topik Material
 keberlanjutan                Melakukan in               Dilakukan analisis terhadap       Pada tahap prioritisasi,
 Memahami proses              depth interview            dampak material positif dan       manajemen BNI akan
 kegiatan usaha BNI           dan menyebarkan            negatif serta dampak aktual       mempertimbangkan risiko,
 untuk mengidentifikasi       kuesioner ke pemangku      dan potensial dari proses         peluang, dan tantangan
 dampak kegiatan              kepentingan untuk          usaha BNI. Selain itu, analisis   terkait aspek ekonomi, sosial,
 usaha. BNI juga              menggali isu signifikan    juga dilakukan terhadap           dan lingkungan. Lebih lanjut
 memperhatikan                dan topik-topik yang       hasil isu dan topik yang          dilakukan prioritas dari dampak
 acuan standar sektor         menjadi perhatian          teridentifikasi menggunakan       yang paling signifikan dari topik-
 keuangan dari GRI,           mereka.                    double materiality approach di    topik material untuk disampaikan
 SASB, serta SUSBA                                       mana memperhatikan:               dalam laporan keberlanjutan.
 pada proses ini.                                        • financial materiality           Divisi ERM terlibat dalam diskusi
                                                             terhadap penciptaan nilai     penentuan topik material,
                                                             di masa depan.                kemudian menyampaikannya
                                                         • impact material terhadap        kepada Direksi melalui forum
                                                             aspek lingkungan, sosial,     rapat Direksi yang dihadiri oleh
                                                             dan ekonomi.                  jajaran Direksi dan Anggota
                                                                                           Tetap Sub Komite ESG untuk
                                                                                           mendapatkan persetujuan akhir.
                                                                                           Setiap topik material pun telah
                                                                                           diintegrasikan dalam rencana
                                                                                           anggaran keuangan BNI.
                                                     Daftar Topik Material



                01                              02                           03                           04
          Keamanan Data                      Kinerja                   Manajemen                     Ketahanan
          dan Keamanan                      Ekonomi                 Portofolio Hijau                     Iklim
              Siber


            Laporan Keberlanjutan 2024
26          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 27
          Keamanan data dan                                                                 Manajemen Portofolio Hijau
          Keamanan Siber                                                                    •   Kebijakan kredit terkait
          •     Keamanan data dan privasi                                                       lingkungan hidup
                pelanggan                                                                   •   Manajemen risiko lingkungan,
          •     Manajemen risiko siber                                                          sosial, dan tata kelola (LST)
          •     Pemanfaatan Artificial                                                      •   Penyaringan dan pemantauan
                Intelligence (AI)                                                               kredit terkait lingkungan hidup
          •     Inovasi digital                   01                         03             •   Transisi energi dan portofolio
                                                                                                hijau



                                                       Topik Material
                                                        dan Isu-isu
                                                       Signifikan [3-2]

                                    02                                                    04

          Kinerja Ekonomi                                                                   Ketahanan Iklim
          •     Dukungan terhadap ekonomi                                                   •   Tata kelola terkait iklim
                rendah karbon                                                               •   Strategi manajemen risiko iklim
          •     Nilai ekonomi yang dihasilkan                                               •   Manajemen risiko terkait iklim
          •     Nilai ekonomi yang                                                          •   Matriks dan target terkait iklim
                didistribusikan                                                             •   Perhitungan emisi GRK dari
          •     Pajak                                                                           pembiayaan
                                                                                            •   Inisiatif pengurangan energi dan
                                                                                                emisi



Tanggapan Manajemen atas Umpan Balik Laporan Tahun Sebelumnya

Kami mengucapkan terima kasih atas umpan balik                            Secara bertahap, BNI telah melakukan tindak
yang diberikan oleh para pemangku kepentingan                             lanjut atas hal-hal yang menjadi perhatian
dan lembaga pemeringkatan LST terkait Laporan                             pemangku         kepentingan        terhadap        kinerja
Keberlanjutan 2023.                                                       keberlanjutan         kami.    Ke      depannya,       BNI
                                                                          berkomitmen           untuk    terus       meningkatkan
Beberapa hal yang menjadi perhatian untuk kami                            kualitas      laporan      secara      bertahap        dan
tingkatkan kinerja maupun informasinya dalam laporan                      memenuhi          kebutuhan          informasi       guna
ini, antara lain:                                                         menjawab           harapan          para      pemangku
•   pelaksanaan proses penentuan topik material yang                      kepentingan dengan lebih baik.
    melibatkan pemangku kepentingan eksternal, telah
    berhasil kami lakukan;
•   mengadopsi metodologi Partnership for Carbon
    Accounting       Financials    (PCAF)       secara      penuh
    dan   memperluas         cakupan     perhitungan         emisi
    pembiayaan yang mencakup seluruh segmen kredit
    produktif;
•   pengelolaan cybersecurity;
•   pengelolaan risiko iklim;
•   penilaian     aspek    lingkungan       dan    sosial     bagi
    pemasok/vendor/kontraktor.




                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                     PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk        27
Page 28
            PILAR
                          01
     BNI UNT UK INDONESIA

            “BNI terus mendukung pertumbuhan
                  ekonomi nasional dengan
               memanfaatkan peluang ekspansi
            yang sejalan dengan visi pemerintah,
           seperti peningkatan PDB, pengentasan
            kemiskinan, serta program sektoral di
           bidang infrastruktur, ketahanan energi
              dan pangan, pemberdayaan usaha
           kecil dan mikro, serta hilirisasi industri,
           pertanian, perikanan, dan perumahan.”




     Laporan Keberlanjutan 2024
28   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 29
          Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   29
Page 30
Menciptakan Kemudahan melalui Digital Banking

BNI memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan
layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan di era digital.
Melalui inovasi produk dan transformasi digital, BNI berfokus
pada efisiensi operasional dan peningkatan profitabilitas.
Digitalisasi layanan disesuaikan dengan kebutuhan nasabah,
melibatkan berbagai unit kerja, dan didukung oleh pemantauan
sistem yang berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, BNI
memastikan keandalan solusi digital yang memberikan nilai
tambah bagi nasabah dan mitra bisnis.



Digitalisasi Meningkatkan Pengalaman Pelanggan dan Daya Saing
Bank

Transformasi digital BNI masih terus berkembang              Selain itu, di 2024 juga diluncurkan inovasi Aplikasi
sepanjang 2024. BNI menargetkan adanya efisiensi             Contact Center Digital berbasis AI dan NLP untuk
operasional, peningkatan pengalaman pelanggan,               interaksi yang lebih cepat dengan nasabah, serta
serta pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Beberapa             aplikasi ‘wondr by BNI’ yang menawarkan layanan
integrasi teknologi digital ke dalam bidang bisnis           keuangan dalam dimensi Insight, Transaction, dan
BNI, di antaranya:                                           Growth.    Untuk nasabah bisnis, BNI melakukan
                                                             transformasi    digital     platform     BNIdirect   yang
                                                             kini   dapat     menyediakan            solusi   transaksi
     •   Menyesuaikan format outlet BNI                      lengkap, seperti manajemen kas, rantai pasok,
         dengan lokasi dan karakteristik                     perdagangan global, valuta asing, dan piutang
         demografis;                                         dalam satu platform terintegrasi. Fitur-fitur pada
     •   Menggunakan teknologi Artificial                    BNIdirect membantu bisnis dalam memantau
         Intelligence/AI dan cloud;                          kondisi keuangan secara real-time, mendukung
     •   Melakukan inovasi pada platform                     pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat,
         digital untuk memberikan pelayanan                  sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
         terbaik;
     •   Mendukung transformasi bisnis                       Di sisi lain, BNI berkolaborasi dengan Bluebird
         digital pihak lain, bekerja sama                    melalui integrasi BNI API One Gate Payment.
         dengan mitra.                                       Aplikasi tersebut akan mempermudah transaksi,
                                                             memantau        arus      kas,    dan     memungkinkan
                                                             disbursement real-time untuk lebih dari 20.000
BNI memperkuat transformasi digital dengan                   mitra. Solusi ini juga mempercepat pembayaran
teknologi AI dan cloud untuk meningkatkan                    tagihan dan mendukung efisiensi operasional.
efisiensi operasional dan daya saing. Teknologi              Kolaborasi ini menciptakan nilai tambah dan
ini akan mendukung adaptasi digital di berbagai              manfaat bagi banyak pihak, sejalan dengan
segmen bisnis, seperti UMKM dan korporasi. AI                komitmen       BNI     untuk     menyediakan      layanan
digunakan untuk layanan personalisasi, deteksi               perbankan digital yang adaptif dan relevan dengan
penipuan, dan conversational banking, sementara              kebutuhan nasabah.
cloud     meningkatkan          efisiensi     proses   dan
produktivitas pegawai.




           Laporan Keberlanjutan 2024
30         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 31
Memperkuat Profitabilitas                                     perbankan harus semakin tangkas dan adaptif,
Melalui Digitalisasi                                          meningkatkan kesiapan sistem dan SDM terhadap
BNI telah memiliki Rencana Jangka Panjang                     perkembangan digital, serta kemampuan untuk
Perusahaan yang dituangkan dalam Corporate Plan               monetisasi data. Oleh sebab itu, digitalisasi dan
2024-2028. Proses penyusunan Corporate Plan ini               peningkatan produktivitas menjadi dua kata kunci
melibatkan hampir semua pimpinan BNI untuk                    dalam strategi BNI, yang diwujudkan melalui
membentuk ownership sejak awal penyusunan                     optimalisasi peran frontliner (Customer Service
sampai       dengan      implementasinya.         Setelah     dan   Teller)    dalam      mendukung        pemasaran,
analisis mendalam dan diskusi komprehensif                    penguatan       tim    penjualan,    serta    penetapan
yang mempertimbangkan tantangan, peluang,                     model sales generalist di seluruh kantor wilayah
dan aspirasi pemegang saham, BNI menetapkan                   dan cabang. Upaya-upaya ini bertujuan untuk
aspirasi jangka panjang di 2028 untuk menjadi                 memberikan layanan yang optimal, responsif,
“The Bank with Best Technology & People at                    konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah,
the Core to Serve You”. Arah strategi tersebut                sekaligus mengembangkan layanan digital yang
menjadi unique value propositions yang akan                   mendukung customer journey.
dibangun BNI di masa mendatang dengan fokus
pada tiga area, yaitu Productivity, Platform, dan             Di tahun 2024, BNI telah merilis aplikasi digital
Proposition.                                                  untuk layanan keuangan personal yang dirancang
                                                              dengan platform teknologi terkini, yaitu ‘wondr
Berdasarkan Corporate Plan 2024-2028 tersebut,                by BNI’. Aplikasi ini diluncurkan pada 5 Juli 2024,
fokus Perseroan di tahun 2024 adalah melanjutkan              bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-78
perbaikan produktivitas melalui pengembangan                  BNI. Dikembangkan melalui riset mendalam dan
kapabilitas, role redesign, optimalisasi jaringan             mengacu pada standar industri global, platform
kantor dan analytics, serta membangun dan                     ini dirancang untuk menjadi game changer bagi
memperbaiki         platform    guna      meningkatkan        BNI dan industri perbankan Indonesia. Hingga
layanan      dan     client   experience.       Fokus   ini   akhir tahun 2024, ‘wondr by BNI’ telah diunduh
dituangkan dalam enam strategi utama di 2024,                 lebih dari 6 juta kali, dengan tingkat pengguna
yaitu:                                                        (registered users) sebesar 86,3% terhadap total
1. Meningkatkan ekspansi bisnis nasabah top tier              diunduh.
   dengan memperkuat manajemen risiko.
2. Meningkatkan           platform      digital     untuk     Pada bulan Oktober 2024, Perseroan meluncurkan
   optimalisasi transactional banking dan cross               fitur-fitur baru pada BNIdirect, yaitu platform
   selling yang fokus pada peningkatan Asset                  digital yang dirancang khusus untuk nasabah
   Under Management (AUM), CASA, dan Fee                      wholesale.      Layanan     ini    menyediakan        portal
   Based Income (FBI) yang berkelanjutan.                     terintegrasi, termasuk cash management, trade,
3. Memperkuat           jaringan       bisnis     melalui     dan bank guarantee, yang telah digunakan oleh
   optimalisasi outlet.                                       170 ribu pengguna. Sepanjang 2024, volume
4. Mengembangkan jaringan bisnis internasional                transaksi sebesar Rp7.931 triliun yang meningkat
   dalam mendukung penetrasi pasar global.                    23,3% yoy.
5. Memperkuat human capital dan IT untuk
   meningkatkan produktivitas.                                Digitalisasi juga merambah aspek operasional
6. Optimalisasi        BNI     Grup     dalam       upaya     dan   layanan,        seperti     pembukaan      rekening
   memperkuat posisi perusahaan anak.                         digital melalui biometrics, digital loan, digital
                                                              investment, digitalisasi BNI Agen46 (branchless
Disrupsi teknologi telah menghadirkan perubahan               banking), dan otomasi aspek operasional lainnya,
preferensi         nasabah     serta      memunculkan         serta pemanfaatan big data melalui kapabilitas
persaingan baru dari bank digital dan pelaku jasa             data analytics. Untuk meningkatkan pengalaman
keuangan nonbank (fintech). Untuk menyikapinya,               nasabah, BNI juga melakukan transformasi digital




                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk       31
Page 32
di outlet secara bertahap. Customer experience ini dibangun
melalui penyesuaian format outlet BNI berbasis digital                          Kinerja Perbankan Digital
dengan menyesuaikan lokasi maupun karakteristik dari
outlet tersebut.


Langkah digitalisasi di area bisnis ini dalam jangka panjang
akan bermanfaat untuk meningkatkan porsi dana murah
(CASA) BNI, maupun mendorong pendapatan BNI dari                                            191 T*
                                                                                        Volume Transaksi
fee-based      transaksi.     Digitalisasi    di    aspek    operasional
memberikan         manfaat,      seperti     otomatisasi      pekerjaan,
peningkatan service level, dan efisiensi biaya operasional.
Pengelolaan biaya umum dan administrasi (G&A) yang
efisien memungkinkan alokasi anggaran ke area yang lebih
produktif, seperti pengembangan IT dan human capital, yang
akan menciptakan multiplier effect bagi kinerja keuangan                           1.495,4 T (23,0%)
BNI.                                                                                      Volume Transaksi


Transformasi digital menjadi pendorong utama kinerja
positif BNI di 2024. BNIdirect dan wondr by BNI telah
menegaskan komitmen BNI dalam memperkuat layanan
digital.   BNIdirect     dirancang       untuk      segmen    wholesale
                                                                                            23,3%
banking yang memudahkan nasabah bisnis mengakses                           Pertumbuhan volume transaksi BNIdirect
berbagai layanan melalui satu platform terintegrasi. wondr
by BNI telah menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan
lebih dari 80% nasabah tabungan BNI menggunakan layanan
tersebut. BNIdirect pun mendukung produk unggulan
BNI, yaitu Xpora yang berfokus pada pelaku Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) berorientasi ekspor. Xpora
membantu UMKM dalam meningkatkan kapasitas bisnis dan
                                                                                    18,0 T (16,7%)
memperluas pasar ke tingkat internasional. Dengan sinergi                               Volume Transaksi
layanan ini, BNI terus memperkokoh posisinya sebagai mitra
                                                                             *) Belum terdapat perbandingan secara YoY
strategis di era digital, baik bagi individu maupun pelaku                   karena baru diluncurkan pada Juli 2024
bisnis.




           Laporan Keberlanjutan 2024
32         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 33
Penerapan Keuangan Berkelanjutan


     Topik Material:
     • Kinerja Ekonomi
     • Pengelolaan Portofolio Hijau


     Pendekatan Kami [3-3]
     BNI menerapkan praktik perbankan yang bertanggung jawab dengan fokus pada
     keuangan berkelanjutan dan pengelolaan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola
     (LST). Setiap tahun, BNI menetapkan target untuk meningkatkan kinerja ekonomi
     dan pembiayaan hijau. Untuk mencapai target kinerja ekonomi, BNI menjalankan
     transformasi digital dan memperkuat kinerja intermediasi sejalan dengan pemulihan
     nasional. Pengelolaan kinerja ekonomi berada di bawah pengawasan Direktur Keuangan.


     Sementara itu, pada pengelolaan portofolio hijau, BNI mengacu pada POJK No. 51 dan
     Pedoman Internal KUBL dengan terus berupaya untuk meningkatkan portofolio hijau
     dan pencapaian kinerja lingkungan dari green bond. BNI akan menilai calon debitur
     berdasarkan pengelolaan LST mereka. Penilaian awal aspek LST dalam proses kredit
     dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang berlaku di BNI. Proses ini melibatkan
     sejumlah divisi, termasuk Corporate Banking, International, Enterprise Banking,
     Commercial Banking, Institutional Banking, Syndication & Structured Finance, Retail
     Productive Banking, Small Business & Program, serta divisi terkait risiko kredit. Di
     bawah pengelolaan Divisi Enterprise Risk Management, dan Policy Governance, BNI
     mengelola portofolio hijau dan secara berkala melakukan evaluasi terhadap kebijakan
     kredit dan aspek LST yang relevan dengan mengacu pada POJK No. 51 dan POJK No. 60
     yang diperbarui menjadi POJK No. 18. Direktur Manajemen Risiko bertanggung jawab
     mengawasi pengelolaan portofolio hijau BNI.


     Sebagai bank milik negara yang menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan keuangan
     berkelanjutan di Indonesia, BNI berkomitmen untuk terus menginternalisasi prinsip-
     prinsip keberlanjutan, salah satunya dengan komitmen pembiayaan untuk aktivitas
     keberlanjutan. Berdasarkan monitoring dan evaluasi, secara keseluruhan portofolio
     hijau mencapai Rp73,4 triliun dengan target sebesar Rp71,2 triliun, atau sekitar 9,6%
     dari total portofolio kredit BNI. Penyaluran kredit hijau BNI mencakup berbagai sektor,
     termasuk energi baru terbarukan (EBT) dengan total pembiayaan Rp13,0 triliun. Selain
     itu, pembiayaan sektor transportasi ramah lingkungan sebesar Rp2,3 triliun, serta
     pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan yang berkelanjutan sebesar
     Rp32,4 triliun. Adapun pendapatan operasional tercatat Rp64,5 triliun naik 2,8% dari
     tahun lalu, dengan laba bersih Rp21,5 triliun naik 2,7%. Sebagai bagian dari upaya
     mendorong transisi energi, BNI senantiasa memberikan dukungan melalui pemberian
     SLL yang mencapai Rp6,0 triliun. Selanjutnya, BNI mendukung penerapan Taksonomi
     Keuangan Berkelanjutan Indonesia sebagai upaya mencapai komitmen net zero
     emission Indonesia.




                                                                    Laporan Keberlanjutan 2024
                                                          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   33
Page 34
Kinerja Ekonomi
Kinerja ekonomi BNI di 2024 tercatat positif. BNI
mencatat perbaikan pendapatan bunga bersih
dan pendapatan nonbunga. Laba bersih BNI
mencapai Rp21,5 triliun didorong oleh pulihnya
pendapatan operasional dan kualitas aset yang
terjaga dengan baik.




Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan (Rp miliar) [201-1]
                               Uraian                              2024                 2023              2022

 a. Nilai ekonomi yang dihasilkan

 Pendapatan bunga - neto                                                40.480,2         41.275,7             41.320,6

 Pendapatan premi - neto                                                 1.723,8          1.659,3              1.551,5

 Pendapatan operasional lainnya                                         22.310,9         19.812,4             18.599,6

 Jumlah                                                                 64.514,9          62.747,4            61.471,7

 b. Nilai ekonomi yang didistribusikan

 Biaya operasional (di luar gaji pegawai)                               23.820,9         24.140,3             26.117,0

 Pengeluaran untuk gaji dan tunjangan pegawai                           13.948,1         12.833,7             12.456,0

 Dividen                                                                10.454,7           7.324,8             2.724,6

 Pajak                                                                   4.911,1          4.533,5              4.204,9

 Pengeluaran untuk kegiatan masyarakat                                    129,9                129,8              99,8

 Jumlah                                                                 53.264,7         48.962,1             45.602,3

 c. Nilai ekonomi yang ditahan (A-B)                                    11.250,2         13.785,3             15.869,4


Kinerja    ekonomi       BNI     mencatat      peningkatan   Ketentuan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021
pendapatan operasional sebesar Rp64.515 miliar,              Pasal 17 ayat (2b) tentang Harmonisasi Peraturan
tumbuh 2,8% dibanding dari tahun 2023, sementara             Perpajakan mengatur bahwa Wajib Pajak Dalam
laba bersih tercatat Rp21.464 miliar, tumbuh                 Negeri dapat memperoleh tarif Pajak Penghasilan
2,7% dibanding dari tahun sebelumnya. Sebesar                Badan sebesar 3% lebih rendah dari tarif sebesar
Rp53.264 miliar dialokasikan untuk pemangku                  22%   apabila         memenuhi     persyaratan   sebagai
kepentingan melalui remunerasi dan tunjangan                 berikut:
pegawai, dividen untuk pemegang saham, pajak                 1. Berbentuk Perseroan Terbuka;
untuk pemerintah, pembayaran kepada pemasok                  2. Dengan jumlah keseluruhan saham yang
lokal dan nonlokal, serta kontribusi donasi dan                 disetor diperdagangkan pada bursa efek di
pemberdayaan. [201-1]                                           Indonesia paling sedikit 40%; dan
                                                             3. Memenuhi persyaratan tertentu.




           Laporan Keberlanjutan 2024
34         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 35
Sesuai ketentuan tersebut di atas, pada tahun                                    Pemangku kepentingan yang utama dalam hal
2024, BNI dapat memenuhi persyaratan dimaksud                                    perpajakan adalah pemerintah melalui otoritas
sehingga        tarif    pajak      yang       digunakan          dalam          perpajakan. Untuk itu, BNI senantiasa membina
perhitungan Pajak Penghasilan Badan tahun 2024                                   hubungan       baik     dengan      otoritas       perpajakan,
adalah sebesar 19%. Dengan adanya insentif pajak,                                namun tanpa terlibat dalam advokasi kebijakan
pada tahun 2024, BNI menyetorkan pajak sebesar                                   publik terkait perpajakan maupun upaya-upaya
Rp4.134 miliar kepada pemerintah. [201-4]                                        lain untuk mempengaruhi otoritas perpajakan. BNI
                                                                                 mematuhi seluruh peraturan perundangan yang
Pendekatan BNI terhadap pajak dalam memenuhi                                     dikeluarkan oleh otoritas perpajakan. Informasi
kewajiban perpajakan didasari oleh kepatuhan pada                                mengenai perpajakan selengkapnya dapat diakses
seluruh peraturan perundangan perpajakan yang                                    dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan
berlaku yang dikeluarkan oleh otoritas perpajakan.                               Konsolidasi BNI tahun buku 2024 yang diterbitkan
Dalam pelaksanaannya, BNI telah menetapkan                                       terpisah dari laporan ini. [207-1, 207-2, 207-3]
proses yang komprehensif dan terstruktur, seperti
mengidentifikasi, mengelola, dan memonitor risiko
pajak melalui monitoring dan rekonsiliasi yang
dilakukan secara berkesinambungan. [207-1, 207-2]

Portofolio Keberlanjutan
Komitmen BNI dalam menerapkan keuangan berkelanjutan dilakukan melalui integrasi prinsip keberlanjutan
dalam setiap langkahnya. Di 2024, BNI telah mencapai portofolio hijau sebesar Rp73,4 triliun dengan target
sebesar Rp71,2 triliun, yang mencakup sekitar 9,6% dari total portofolio kredit. Kredit hijau BNI mencakup
sektor Energi Baru Terbarukan (EBT), transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya alam dan
lahan berkelanjutan, dan kategori lainnya. Sebagai bagian dari dukungannya terhadap transisi energi, BNI
terus memberikan dukungan pembiayaan kepada debitur melalui Sustainability Linked Loan (SLL), yang
tercatat mencapai Rp6,0 triliun.


Di samping itu, untuk mendukung pertumbuhan sektor riil di Indonesia, BNI menyalurkan kredit untuk
UMKM. Per akhir 2024, portofolio UMKM mencapai Rp117,1 triliun. Kredit UMKM menjadi salah satu
bagian dari fokus praktik keuangan berkelanjutan di Indonesia, di mana pengelolaan aspek sosial erat
dengan pertumbuhan UMKM yang menyerap tenaga kerja lokal, kaum rentan, pemberdayaan perempuan,
maupun kaum marginal.

Portofolio Kredit Berdasarkan Segmen Operasi (Rp miliar) [FS6][FN-CB-000.B]
                                                                              2024                     2023*                    2022*
                      Segmen Operasi
                                                                      Jumlah            %        Jumlah          %        Jumlah          %

 Corporate                                                            440.959           56,8     374.203         53,8     323.044         50,0

 Medium (Enterprise & Commercial)                                     100.422           12,9     102.460         14,7     112.462         17,4

  Small                                                                75.752             9,8     84.892         12,2       97.210        15,0

  Consumer                                                            142.492           18,4     124.487         17,9     109.602         17,0

  Perusahaan Anak                                                      16.247             2,1      9.043          1,3        3.870         0,6

  Total Kredit                                                        775.872          100,0     695.085       100,0      646.188        100,0

Keterangan:
*) Penyajian kembali informasi (restatement) karena adanya penyesuaian kategori portofolio.




                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                                PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk        35
Page 36
Portofolio Kredit KKUB (Rp Miliar) [FS8]
                                                                                  2024                     2023                  2022
                              Uraian
                                                                          Jumlah             %         Jumlah        %       Jumlah        %

 a. Energi terbarukan                                                         13.003             0,8    10.216        5,6      10.872       5,9

 b. Efisiensi energi                                                          13.635             7,2    14.460        7,9      14.033       7,7

 c. Pencegahan dan pengendalian polusi                                         2.913             1,5     3.855        2,1       4.003       2,2

  d. Pengelolaan SDA dan penggunaan lahan yang                                32.401         17,0       26.599       14,7      19.695      10,8
     berkelanjutan

  e. Konservasi keanekaragaman hayati darat dan                                      0            0          0           0        26           0
     air

  f.    Transportasi ramah lingkungan                                          2.333             1,2     2.317        1,3       2.020       1,1

  g. Pengelolaan air dan air limbah yang                                          897            0,5       572        0,3        314        0,2
     berkelanjutan

  h. Adaptasi perubahan iklim                                                        0            0             0        0            0        0

  i.    Produk yang dapat mengurangi sumber daya                                1.650            0,9      1.190       0,7       1.011       0,6
        dan menghasilkan lebih sedikit polusi (eco-
        efficient)

  j.    Bangunan berwawasan lingkungan yang                                    4.522             2,4     5.620        3,1       7.394       4,0
        memenuhi standar atau sertifikasi yang diakui
        secara nasional, regional, atau internasional

  k. Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang                                2.039             1,1     3.053        1,7        398        0,2
     berwawasan lingkungan lainnya

  Jumlah Portofolio Pembiayaan Kategori Kegiatan                              73.393         38,5        67.882      37,5      59.769      32,7
  Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)

  l.    Kegiatan UMKM                                                        117.121         61,5       113.224      62,5     123.165      67,3

  Jumlah Portofolio Pembiayaan Kategori Kegiatan                            190.514        100,0        181.106     100,0     182.934     100,0
  Usaha Berkelanjutan (KKUB)


Catatan: Data hanya berasal dari BNI selaku entitas induk yang menjalankan kegiatan perbankan.




       Mendukung Proyek Transisi Energi
       Indonesia tengah mengembangkan berbagai proyek transisi energi, di mana
       salah satunya adalah penggunaan energi terbarukan sebagai sumber energi
       pembangkit listrik. Pada periode 2024, BNI telah membiayai beberapa pembangkit
       listrik dengan sumber energi terbarukan, salah satunya adalah Pembangkit Listrik
       Tenaga Bayu (PLTB) dengan kapasitas 75 Megawatt peak (MWp) yang terletak di
       Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
       dengan kapasitas 25 MWp yang terletak di Karangasem, Provinsi Bali.



       Mendukung Penggunaan Transportasi Ramah Lingkungan
       Indeks kualitas udara di kota besar di Indonesia menjadi salah satu perhatian
       masyarakat. Demi kontribusi nyata untuk memperbaiki indeks kualitas udara di
       Jabodebek, BNI mendukung penggunaan transportasi ramah lingkungan melalui
       pembiayaan moda transportasi massal Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta-Bogor-
       Depok-Bekasi dengan kapasitas pengangkutan penumpang hingga 500 ribu
       penumpang perhari.

             Laporan Keberlanjutan 2024
36           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 37
Bersama Debitur mencapai                                  3. Perusahaan di sektor industri pengolahan
                                                              semen telah mencapai target pengurangan
Target Keberlanjutan                                          emisi karbon yang telah ditetapkan. Untuk
BNI    meluncurkan    Sustainability     Linked   Loan
                                                              selanjutnya, akan dilakukan evaluasi pencapaian
(SLL), yang ditujukan bagi debitur dengan target
                                                              target periode berikutnya bersamaan dengan
keberlanjutan yang selaras dengan strategi bisnis
                                                              penerbitan Laporan Keuangan Audited debitur.
mereka. SLL dirancang untuk mendorong debitur
                                                          4. Pencapaian            target        keberlanjutan        dari
dalam mengintegrasikan aspek LST ke dalam
                                                              perusahaan sektor industri barang dari plastik
operasional mereka, sekaligus memperkuat peran
                                                              dan sektor industri produk dari batu bara,
BNI sebagai mitra strategis yang mendampingi
                                                              belum masuk ke dalam periode penilaian.
debitur dalam perjalanan menuju praktik bisnis
berkelanjutan.
                                                          Obligasi
                                                          .        Berwawasan
Syarat untuk memperoleh Sustainability Linked             Lingkungan/Green Bond
Loan    (SLL)    mencakup:      komitmen,   kebijakan,    Dana yang diperoleh dari Obligasi Berwawasan
strategi, dan/atau rekam jejak kinerja keberlanjutan      Lingkungan        akan      digunakan      secara       eksklusif
yang terukur, yang tercantum dalam laporan                untuk      membiayai         atau      membiayai        kembali
keberlanjutan, laporan pemantauan lingkungan,             aset-aset yang secara langsung terkait dengan
atau dokumen sejenis; dokumen Kerangka Kerja              “Proyek Berwawasan Lingkungan yang Memenuhi
SLL yang telah mendapat Second Party Opinion              Syarat” sesuai dengan Prinsip-prinsip Obligasi
(SPO) dari konsultan independen terakreditasi,            Berwawasan          Lingkungan.         BNI    menggunakan
minimal oleh BSN, KAN, atau lembaga akreditasi            dana green bond untuk mendukung ekspansi
internasional yang diakui; serta Key Performance          bisnis, refinancing, dan reprofiling funding dengan
Indicators (KPI) dan Sustainability Performance           mempertimbangkan              ketentuan       POJK      60/2017,
Target (SPT) yang tertuang dalam dokumen                  yaitu minimal 70% pembiayaan kategori kegiatan
Kerangka Kerja SLL.                                       usaha berwawasan lingkungan/KUBL


Di 2024, BNI mencatat Sustainability Linked               Distribusi Green Bond
Loan mencapai Rp6,0 triliun. Selain itu, BNI telah                                 Dibiayai/
                                                             Kategori yang                       Jumlah yang        Alokasi
                                                                                   Dibiayai
mengawasi       pencapaian      target   keberlanjutan           Layak                           Dialokasikan        Hasil
                                                                                   Kembali
debitur yang menerima SLL. Beberapa target yang
                                                           Energi                   Dibiayai      Rp343 miliar       7,9%
telah dicapai di 2024, yaitu:
                                                           Terbarukan               Kembali
1. Perusahaan di sektor industri pengolahan baja,
                                                           Transportasi             Dibiayai     Rp2.317 miliar      53,1%
   dalam    mengimplementasikan          sustainability    Ramah                    Kembali
   framework       dengan       target   keberlanjutan     Lingkungan
   berupa perbaikan ESG Risk Ratings. Salah satu           Gedung                   Dibiayai      Rp336 miliar       7,7%
   debitur mengalami perbaikan peringkat ESG               Berwawasan               Kembali
   Risk Ratings dari sebelumnya 37,2 (High Risk)           Lingkungan
   menjadi 35,2 (High Risk). Atas perbaikan ESG            Pengolahan               Dibiayai      Rp569 miliar       13,1%
   Ratings tersebut, akan dilakukan pemantauan             Sampah menjadi           Kembali
                                                           Energi dan
   secara berkala terhadap debitur agar dapat
                                                           Manajemen
   mencapai ESG Rating yang semakin baik ke
                                                           Limbah
   depannya.
                                                           Penggunaan               Dibiayai      Rp798 miliar       18,3%
2. Perusahaan di sektor peternakan dan industri            Sumber Daya              Kembali
   pengolahan hasil pangan telah membuat Water             Alam dan
   Recycling Facilities (WRF) yang berlokasi di            Penggunaan
   Parung yang merupakan target terakhir dari              Tanah yang
                                                           Berkelanjutan
   total 9 unit WRF yang harus diselesaikan sesuai
                                                                          Total                  Rp4.363 miliar     100,0%
   SPT untuk periode 2022-2024.
                                                          Sumber: Laporan Green Bond Juni 2024



                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk        37
Page 38
Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
[FN-CB-240a.1][FN-CB-240a.2]




Portofolio UMKM                                                KUR dan BNI Wirausaha
Pertumbuhan kelompok UMKM telah menjadi                        Kehadiran BNI sebagai Agent of Development telah
salah satu pendorong utama pemulihan ekonomi                   memberikan dampak positif bagi perekonomian
Indonesia. Pada akhir 2024, outstanding kredit                 lokal,   terutama   dengan   meningkatkan      akses
UMKM mencapai Rp117,1 triliun, dengan 28,3%                    keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha
di antaranya berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR).                 kecil di berbagai daerah. BNI mendukung UMKM
Sementara itu, total portofolio kredit BNI Xpora               melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan
mencapai Rp33,6 triliun kepada 18.432 debitur, di              BNI Wirausaha (BWU), dengan pinjaman mulai dari
mana 4,6% dari jumlah tersebut merupakan KUR                   Rp50 juta hingga Rp1 miliar yang dapat diakses di
yang berorientasi ekspor. Tahun 2024, BNI Xpora                lebih dari 250 outlet di Indonesia. Pada 2024, BNI
berhasil mendorong 44 ribu UMKM Go Export                      berkomitmen untuk mempercepat penyaluran
atau naik 0,2% dibandingkan tahun sebelumnya.                  KUR dan BWU, dengan menyediakan layanan di
Nilai pembiayaan ekspor UMKM turun dari Rp33,9                 luar jam kerja untuk akad kredit dan restrukturisasi.
triliun menjadi Rp33,6 triliun.                                Target penyaluran KUR BNI pada tahun ini adalah
                                                               Rp12 triliun, dengan realisasi per akhir tahun
BNI     telah      memetakan       pembiayaan        segmen    yaitu Rp11,9 triliun atau 99,3% dari target. BNI
UMKM, dengan memberikan alokasi pembiayaan                     juga mengadopsi digitalisasi penuh dalam proses
UMKM berwawasan lingkungan berasal dari                        kredit dan menggunakan teknologi untuk penilaian
debitur kredit usaha kecil (KUR) dan BNI Wirausaha             kredit yang lebih akurat.
(BWU), seperti Program BUMI (BNI UMKM Ramah
Lingkungan) (Rp38,9 miliar), diikuti oleh BNI Desa
Digital Khatulistiwa (Rp18,6 miliar), dan Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa (Rp67,2 miliar). Ke
depannya, BNI berharap portofolio pembiayaan
UMKM         berwawasan        lingkungan      dapat   terus
berkembang, memberikan kontribusi yang lebih
besar terhadap pencapaian green economy.




            Laporan Keberlanjutan 2024
38          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 39
Mendukung Ketahanan Iklim melalui Pengelolaan
Kredit

            Topik Material:
            Ketahanan Iklim


            Pendekatan Kami [3-3]
            BNI berkomitmen mendukung Net Zero Emission (NZE) dan ketahanan iklim melalui
            pengelolaan lingkungan, baik dalam operasional internal maupun ekosistem eksternal.
            BNI ini juga memiliki roadmap ESG dengan target pengurangan emisi GRK dan
            mendukung NZE. Perwujudan komitmen tersebut juga direalisasikan dalam penerapan
            keuangan berkelanjutan. BNI menetapkan target NZE pada 2028 untuk operasional dan
            2060 untuk pembiayaan. Komitmen tersebut tercermin dalam portofolio hijau BNI yang
            mencapai Rp73,4 triliun, atau sekitar 9,6% dari total kredit, yang telah berkontribusi untuk
            mencapai ekonomi rendah karbon di masa depan.


            Untuk memperkuat pengelolaan manajemen risiko perubahan iklim, BNI melaporkan
            Climate Risk Stress Test (CRST) kepada OJK yang mencakup kredit konsumtif kepemilikan
            properti dan enam sektor utama, yakni listrik, transportasi dan pergudangan, konstruksi,
            pertanian, manufaktur, serta pertambangan dan penggalian. Sektor-sektor ini mencakup
            50% dari total portofolio pinjaman BNI.


            Di samping itu, kami juga melakukan efisiensi energi dan reduksi emisi di lingkup
            operasional. BNI secara konsisten mengimbau efisiensi energi dan pengelolaan emisi
            di semua gedung dan kantor yang dikelolanya. Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada
            Ketentuan Pelaksanaan Efisiensi No. JAL/2.2/1799, Efisiensi Penerangan dan Pendinginan
            Ruangan No. JAL/3/3564, serta Ketentuan Penggunaan AC Inverter untuk Efisiensi Biaya
            Listrik No. JAL/3/1317.




Analisis Risiko Keuangan terkait Iklim [201-2]
Kegiatan operasional BNI tidak langsung berdampak pada lingkungan atau perubahan iklim. Namun,
dengan menyalurkan kredit, kami secara tidak langsung turut membiayai emisi debitur. Oleh karena itu, BNI
mengelola portofolio kredit dengan selektif, melakukan penilaian risiko LST, meningkatkan pembiayaan
KUBL, mengurangi emisi GRK, dan mengukur emisi GRK dari aktivitas pembiayaan. BNI juga mendukung
Inisiatif Keuangan Program Lingkungan PBB (UNEP FI).


BNI sedang melakukan persiapan implementasi IFRS S2 untuk mengelola risiko dan peluang perubahan
iklim, serta mengaitkannya dengan dampak terhadap Laporan Keuangan. BNI telah mengembangkan
kerangka kerja iklim yang mencakup aspek tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target
yang relevan dengan standar IFRS S2.




                                                                              Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   39
Page 40
                 Langkah Awal Penerapan (2023)                                          Progres 2024

                                                      Tata Kelola

 •   Pengelolaan kinerja LST dikelola oleh Departemen ESG           •   BNI memperkuat organisasi Departemen ESG
     Management yang berada di bawah Divisi Enterprise                  Management melalui penajaman fungsi dan
     Management, yang dibentuk sesuai SK DIR No. KP/218/R.              penambahan unit kerja untuk mendukung
 •   Pengawasan atas penerapan kerangka kerja iklim dilakukan           penguatan risiko iklim.
     oleh Sub-Komite ESG yang terdiri dari Direksi dan SEVP
     BNI, serta merupakan bagian dari Komite Manajemen
     Risiko dan Anti Fraud.
 •   Koordinasi dan implementasi kerangka iklim, Sub-Komite
     ESG dibantu oleh Supporting Staff Group (SSG), yang
     terdiri dari pimpinan divisi dan departemen terkait.
 •   Pemantauan dan evaluasi terhadap mitigasi risiko iklim
     dilakukan melalui pertemuan rutin minimal setiap tiga
     bulan, atau lebih sering jika diperlukan.
 •   Hasil pemantauan akan disampaikan kepada Sub-Komite
     ESG untuk pengambilan keputusan oleh Direksi.

                                                       Strategi

 •   Mengembangkan produk berkelanjutan, seperti green              •   BNI menempatkan diri sebagai partner debitur
     bond, SLL, UMKM berorientasi lingkungan, pembiayaan                dalam transition journey debitur, melalui
     KUBL.                                                              program BEST Event yang mendorong
 •   Melakukan kerja sama dengan strategic partner untuk                awareness debitur untuk mulai melaksanakan
     menerbitkan produk sustainability bagi individu, serta             transisi.
     optimalisasi program menabung dengan sampah.                   •   BNI melaksanakan program edukasi bagi
 •   Menjalankan program efisiensi energi di kantor-kantor              debitur untuk mendukung program transisi
     operasional.                                                       pemerintah, salah satunya melalui Technical
 •   Menjalankan program nature-based solution.                         Workshop Taksonomi Keuangan Berkelanjutan
 •   BNI melakukan koordinasi dengan Perusahaan Anak untuk              Indonesia (TKBI) bagi debitur-debitur di sektor
     menyelaraskan pelaksanaan Kerangka Kerja LST dan Net               energi.
     Zero Roadmap di Perusahaan Anak.

                                                   Manajemen Risiko

 •   Membangun infrastruktur data emisi untuk memantau              •   Melakukan CRST dengan mencakup 50%
     emisi operasional di seluruh kantor.                               portofolio kredit.
 •   Mengidentifikasi sektor dengan emisi tinggi dalam              •   Pengembangan tools CRST untuk menilai risiko
     portofolio kredit dan mengatur pembiayaan melalui Loan             iklim terhadap pembiayaan BNI.
     Exposure Limit (LEL).                                          •   Melakukan implementasi Taksonomi Keuangan
 •   Memperkuat kriteria penerimaan risiko untuk 18 sektor.             Berkelanjutan Indonesia (TKBI) untuk debitur
 •   Melakukan uji stres risiko iklim (CRST) untuk sektor Batu          sektor energi.
     Bara, Kelapa Sawit, dan Pulp & Paper.                          •   BNI melaksanakan penguatan aspek ESG
 •   Menerapkan Manajemen Keberlangsungan Usaha (BCM)                   pada Risk Acceptance Criteria (RAC), dengan
     untuk mengurangi risiko operasional saat bencana, dengan           menambahkan aspek hak asasi manusia (HAM)
     prosedur Emergency Response Plan (ERP).                            dan K3S, serta upaya mitigasi dan adaptasi
 •   Melakukan penilaian risiko fisik atas jaminan debitur              perubahan iklim dalam operasional debitur.
     dilakukan dengan identifikasi risiko banjir dan mitigasi       •   BNI memperluas cakupan RAC dai 18 sektor
     melalui asuransi kerugian.                                         menjadi 22 sektor.




          Laporan Keberlanjutan 2024
40        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 41
              Langkah Awal Penerapan (2023)                                        Progres 2024

                                                Metrik dan Target

NZE Pembiayaan                                                  NZE Pembiayaan
BNI menghitung emisi pembiayaan dengan menggunakan              BNI mempertajam metodologi dan cakupan
data cakupan 3, mencakup 90,1% debitur segmen Corporate,        perhitungan emisi pembiayaan. Pada tahun
termasuk portofolio kredit International, Enterprise,           2024, BNI telah menggunakan metodologi PCAF
dan Commercial, dengan mengadopsi metode dari                   secara penuh dan melakukan perhitungan emisi
Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF).            pembiayaan yang mencakup 70,3% segmen
BNI telah mengidentifikasi emisi yang dihasilkan oleh           Corporate, termasuk portofolio kredit International,
pembiayaan berdasarkan sektor ekonomi yang dibiayai             Enterprise, Commercial, dan Retail Productive,
dan mengklasifikasikan debitur menjadi dua kategori: emisi      yang ada di BNI.
tinggi dan rendah.


NZE Operasional                                                 NZE Operasional
BNI menargetkan untuk mengukur emisi operasional secara         BNI telah mengukur emisi operasional secara
menyeluruh, mencakup cakupan 1 (BBM-Solar untuk genset          menyeluruh, mencakup cakupan 1 (BBM-Solar
dan freon AC), cakupan 2 (penggunaan listrik di Kantor Pusat    untuk genset dan freon AC, serta BBM-Kendaraan
dan kantor wilayah/cabang), serta cakupan 3 (emisi perjalanan   Operasional), cakupan 2 (penggunaan listrik di
dinas udara dan darat bagi pegawai).                            Kantor Pusat dan kantor wilayah/cabang), serta
                                                                cakupan 3 (emisi perjalanan dinas udara dan darat
                                                                bagi pegawai).




Dukungan BNI pada Net Zero Emission [FN-CB-410b.1]

                                         BNI berkomitmen mengurangi emisi GRK melalui pengelolaan
          Target Net Zero                portfolio kreditnya dengan melakukan identifikasi sektor dengan
            Emission BNI                 emisi tinggi dan mendorong debitur untuk memenuhi ketentuan
        BNI Memiliki Target              LST serta melakukan transisi. Pada tahun 2024, BNI melakukan
       NZE Operasional pada              perhitungan emisi GRK dari pembiayaan dengan mengadopsi
        Tahun 2028 dan NZE               metodologi PCAF dan memperluas cakupan perhitungan emisi
         Pembiayaan pada                 GRK sampai dengan segmen Retail Productive. Perhitungan
             Tahun 2060                  emisi GRK dari pembiayaan pada tahun 2024 mencakup 70,3%
                                         dari portofolio kredit segmen Corporate, Enterprise, Commercial,
                                         dan Retail Productive, lebih tinggi dari cakupan pada tahun 2023
                                         sebesar 67,9%. [FN-CB-410b.4]




                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     41
Page 42
Emisi GRK dari Aktivitas Pembiayaan per Segmen Kredit [305-3][FN-CB.410b.1, FN-CB-410b.2, FN-CB-410b.3]
                                                  Outstanding Plafond                      Emisi GRK                  Emisi GRK
                 Segmen                                  2024                             (Ton CO2eq)                (Ton CO2eq)
                                                      (Rp Miliar)                            2024                       2023*

 Corporate                                                           319.231                        27.532.032              21.039.857

 International                                                         26.744                        2.269.614               2.064.871

 Enterprise dan Commercial                                             32.511                        1.234.931               3.093.202

 Total                                                               378.486                        31.036.577              26.197.929

 Retail Productive                                                     75.753                        2.196.684               2.520.459

 Grand Total                                                         454.240                       33.233.262               28.718.388


Keterangan:
*) Penyajian kembali informasi (restatement) karena adanya perubahan metodologi perhitungan dan perluasan cakupan.



Emisi GRK dari Aktivitas Pembiayaan per Sektor Usaha [305-3][FN-CB-410b.1, FN-CB-410b.2, FN-CB-410b.3]
                                                  Outstanding Plafond                       Emisi GRK                 Emisi GRK
             Sektor Usaha                                2024                              (Ton CO2eq)               (Ton CO2eq)
                                                      (Rp Miliar)                             2024                      2023*

 Industri Pengolahan                                                   81.832                         11.924.154            14.359.584

 Perdagangan                                                           86.753                           1.027.502            1.135.126

 Pertambangan & Penggalian                                             39.656                          8.012.103             2.661.684

 Transportasi, Penunjang                                               23.014                            203.863               440.413
 Angkutan & Pergudangan

 Listrik, Gas, dan Air                                                 27.323                          2.415.033             3.997.485

 Pertanian, Kehutanan, &                                               32.669                           1.682.017            2.420.032
 Perikanan

 Real Estate                                                           12.124                              35.692                  45.604

 Konstruksi                                                            53.239                             251.809            1.241.307

 Lainnya                                                               97.631                           7.681.088             2.417.153

 Total                                                               454.240                          33.233.262            28.718.388


Keterangan:
*) Penyajian kembali informasi (restatement) karena adanya perubahan metodologi perhitungan dan perluasan cakupan.




            Laporan Keberlanjutan 2024
42          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 43
Mendukung Target Pemerintah melalui Pelaksanaan CRMS dan CRST
[201-2] [FN-CB-550a.2]



Climate Risk Management & Scenario Analysis                      5. Pengangkutan dan Pergudangan
(CRMS)        bagi       sektor     perbankan      merupakan     6. Industri Pengolahan (diutamakan pada industri
dukungan nyata dari OJK dalam pengelolaan risiko                    logam, kertas, kimia, dan tekstil)
terkait perubahan iklim, sekaligus mendukung                     7. Kredit Konsumtif Kepemilikan Properti
pencapaian target NZE Indonesia pada 2060.
Sektor perbankan memiliki peran penting dalam                    Proses ini menjadi langkah awal dalam penilaian
menyalurkan pembiayaan rendah karbon, sesuai                     risiko debitur dari aspek lingkungan. Perhitungan
dengan kebijakan pemerintah. BNI menjadi salah                   CRST menggunakan skenario NGFS, meliputi
satu bank yang menandatangani komitmen nol                       Net Zero 2050 (Orderly), Delayed Transition
emisi karbon bersama OJK.                                        (Disorderly), dan Current Policies (Hot House
                                                                 World) dengan time horizon tahun 2024, 2025,
BNI menyambut baik peluncuran CRMS dan                           2026, 2030, 2040, dan 2050. Cakupan risiko yang
mendukung            pelaksanaannya         karena     selaras   diukur merupakan risiko kredit, risiko operasional,
dengan persiapan implementasi IFRS S1 dan S2                     risiko pasar, dan risiko likuiditas. Hasil CRST
yang telah dilakukan BNI. Per akhir 2024, persiapan              menunjukan bahwa terdapat dampak yang timbul
BNI untuk menjalankan CRMS dimulai dengan:                       dari ketiga skenario NGFS untuk masing-masing
•   Pengembangan tools CRST untuk menilai risiko                 sektor, yaitu:
    iklim terhadap kinerja keuangan dan tingkat                  1. Sektor Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas,
    kesehatan bank.                                                 dan Udara Dingin merupakan sektor yang
•   Melibatkan debitur dalam pemenuhan data                         paling terdampak oleh risiko iklim.
    emisi.                                                       2. Dampak risiko fisik terhadap Kredit Konsumtif
•   Mengadopsi metodologi Network for Greening                      Kepemilikan Properti tidak signifikan, namun
    the Financial System (NGFS) dalam melakukan                     risiko fisik cukup berdampak sektor Pertanian,
    pelaksanaan CRST.                                               Kehutanan, dan Perikanan.
•   Memperkuat           organisasi       Departemen      ESG    3. Dampak risiko iklim berpengaruh kepada nilai
    Management melalui penajaman fungsi dan                         CAR secara jangka panjang pada tahun 2050
    penambahan           unit     kerja   untuk    mendukung        dengan penurunan sebesar 3,4%. Namun
    penguatan risiko iklim.                                         demikian, nilai CAR tersebut masih berada pada
•   Meningkatkan           pemahaman         dan     kapasitas      nilai 18,5% memenuhi rasio CAR minimum
    internal dengan mengikuti pelatihan tentang                     sesuai profil risiko setelah penambahan modal
    dampak risiko iklim pada portofolio bank.                       penyangga atau buffer.


Sementara itu, Climate Risk Stress Testing (CRST)                Rencana tindak lanjut dari proyek CRST adalah
menjadi bagian penting dalam pelaksanaan CRMS.                   sebagai berikut:
BNI telah melakukan CRST untuk menilai dampak                    1. Memperluas       cakupan       perhitungan         CRST
risiko perubahan iklim terhadap portofolio bank                     menjadi 100% dari portofolio kredit produktif.
pada tahun 2024.                                                 2. Mendukung debitur dalam menyusun dan
                                                                    mengimplementasikan rencana transisi menuju
Perhitungan CRST ini mencakup 50% dari total                        praktik bisnis yang lebih berkelanjutan, sejalan
portofolio kredit BNI, termasuk enam sektor                         dengan target pengurangan emisi karbon dan
produktif        dan     kredit     konsumtif      kepemilikan      adaptasi terhadap risiko iklim.
properti, dengan detail sebagai berikut:                         3. Mengintegrasikan aspek risiko iklim secara
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan                              sistematis ke dalam proses analisis kredit,
2. Pertambangan dan Penggalian                                      termasuk penilaian potensi dampak risiko fisik
3. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan                       dan transisi, untuk memastikan keberlanjutan
    Udara Dingin                                                    portofolio kredit perusahaan.
4. Konstruksi

                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                              PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     43
Page 44
Pengelolaan Risiko LST pada Aktivitas Financing
[FS1, FS2, FS3, FS10][FN-CB-410a.2]


Komitmen BNI terhadap penerapan keuangan berkelanjutan diwujudkan dalam konsistensi Bank dalam
menjalankan kebijakan manajemen risiko LST pada proses perkreditan di seluruh segmen kredit yang
dimiliki BNI, mencakup Corporate, Enterprise, Commercial, dan Retail Productive. Dengan prinsip kehati-
hatian, Direktur Manajemen Risiko bersama Komite Kredit bertanggung jawab untuk melakukan penilaian
risiko pada setiap aktivitas pembiayaan. Komite Kredit terdiri dari pejabat yang memiliki kewenangan
untuk mengambil keputusan kredit secara berjenjang. Setiap kredit yang diberikan akan diawasi secara
rutin, dan persetujuan dari Komite Kredit akan diminta melalui proses evaluasi berkala yang dilaksanakan
minimal sekali dalam setahun.


                           Alur Proses Pipeline Management dengan Mempertimbangkan LST


     Leader Generator                                       Pre-Screening
     Mencari prospek melalui:                               Screening awal & pemeriksaan karakter
     • Data transaksi                                       Mengurangi prospek yang tidak memenuhi syarat dari awal
     • Referral                                             memperhatikan:
     • Coldprospect                                         • Risiko bencana per regional
     • Kontak pribadi                                       • Kenali potensi disaster
     • Asosiasi-asosiasi sector industry                    • Prioritas peningkatan portofolio di luar daerah potensi disaster
       prioritas                                               (geografis, geologis, hidrologis, dan demografis)



                                                                   Risk Acceptance Criteria
                                         Business                  • RAC per Sektor Industri yang masuk dalam
                                         Acceptance
         Pipeline                                                     “Appetite”
                                         Committee
       monitoring                        Flagging                  • RAC yang lebih ketat per Sektor Industri yang
                                         portofolio hijau             masuk dalam “Limited/No Appetite”
                                                                   • RAC yang ada memperhitungkan aspek LST




                                      Pengelolaan Aspek LST dalam Proses Persetujuan Kredit

       Unit Bisnis                                Divisi Compliance                                   Unit Administrasi
       Melakukan pemeriksaan                      Melakukan Credit Compliance Review                  Kredit/Divisi Credit
       (assessment) terkait                       (C2R) untuk memastikan bahwa proses                 Operations
       identifikasi risiko dan                    kredit sudah mematuhi semua ketentuan               Melakukan dokumentasi
       peluang.                                   yang berlaku, termasuk peraturan                    administrasi kredit.
                                                  perundangan dalam LST.




     Unit Risiko (CER, CMR, dan ERM)                                             Komite Kredit
     Unit Risiko dengan mempertimbangkan faktor LST,                             Menganalisis debitur/calon debitur termasuk
     melakukan fungsi identifikasi, mengukur, memitigasi,                        seluruh risiko beserta mitigasi risikonya
     memantau, dan melaporkan risiko yang melekat pada                           berdasarkan pertimbangan dari hasil uji
     aktivitas bisnis dengan mengacu pada Industry Risk                          kepatuhan, untuk kemudian memberikan
     Rating (IRR), Industry Risk Appetite (IRA), dan Risk                        keputusan menyetujui dan/atau menolak kredit.
     Acceptance Criteria (RAC) yang ditetapkan oleh Divisi
     ERM. Ketentuan yang ditetapkan tersebut juga telah
     mempertimbangkan faktor LST.


             Laporan Keberlanjutan 2024
44           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 45
Sebelum memberikan pembiayaan kepada calon debitur, BNI
melakukan serangkaian proses penilaian kelayakan kredit yang
melibatkan berbagai fungsi terkait. Satuan Internal Audit turut
berperan dalam pelaksanaan audit untuk mengevaluasi kecukupan
proses pemberian kredit, pengelolaan risiko, dan pengendalian
internal di masing-masing unit. Dalam peninjauan proposal kredit,
kami melakukan identifikasi dan pemantauan terhadap risiko LST.



Kebijakan Pengelolaan Risiko LST di Sektor dengan Risiko
Keberlanjutan Tinggi [FS11][FN-CB-410a.2, FN-CB-550a.2]

BNI memiliki panduan sektor yang mengatur syarat minimum keberlanjutan yang perlu dipenuhi, hal yang
dilarang, dan aspek yang didorong untuk praktik keberlanjutan. Oleh karenanya, BNI memiliki 4 sektor
yang diidentifikasi memiliki risiko tinggi terkait LST, yaitu sektor kelapa sawit, pertambangan, konstruksi,
dan energi.

Beberapa kriteria penilaian risiko LST yang dipersyaratkan oleh BNI, di antaranya:


Segmen Corporate dan Enterprise
Pada tahun 2024, terdapat penambahan 4 sektor baru yang telah memiliki RAC, yaitu sektor pertambangan
batu bara, kontraktor batu bara, perdagangan wholesale, dan perdagangan retail.


       Sektor                                              Kriteria Aspek LST

 Perkebunan dan        Sektor Perkebunan dan Industri Pengolahan Kelapa Sawit:
 Industri Pengolahan   • Memiliki AMDAL dan izin lingkungan lainnya.
 Kelapa Sawit          • Tidak terdapat gangguan lingkungan atau sosial dalam 5 tahun terakhir.
                       • Memiliki PROPER minimal kategori BIRU apabila sudah dinilai.
                       • Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.

                       Tambahan khusus untuk Sektor Perkebunan Kelapa Sawit:
                       • Memiliki atau sedang proses sertifikasi RSPO atau ISPO.
                       • Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak dibawah umur.
                       • Diprioritaskan kemungkinan dibangun kebun sawit untuk energi (dedicated area) agar tidak
                         mengganggu kebutuhan pangan dan ekspor.
                       • Berkomitmen untuk menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, and No Exploitation
                         (NDPE) dalam kegiatan pembukaan lahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
                       • Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi pengurangan dampak negatif
                         terhadap lingkungan dan sosial.




                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   45
Page 46
       Sektor                                                  Kriteria Aspek LST

 Pertambangan Bijih     BNI masuk ke dalam sektor tambang secara terpilih terutama untuk mendukung pembangunan
 Logam                  infrastruktur dan sektor pembangunan strategis lainnya.


                        Sektor Pertambangan Bijih Logam & Sektor Smelter Refinery:
                        • Tidak ada berita buruk tentang pelanggaran peraturan lingkungan, baik lokal dan
                          internasional.
                        • Diprioritaskan Zero Accidents atau minimal kecelakaan kerja dalam 3 tahun terakhir.
                          Pekerja telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, mematuhi SOP kerja,
                          pelatihan kerja & keselamatan diri, asuransi kesehatan dan keselamatan kerja, bekerja
                          dengan shift.

                        Tambahan khusus untuk Sektor Pertambangan Bijih Logam:
                        • Memenuhi minimal PROPER BIRU (apabila telah dinilai) dapat berupa PROPER Pusat
                          maupun PROPER Daerah.
                        • Mempunyai tim khusus untuk pelaporan ke BoD untuk mengelola masalah tanggung jawab
                          sosial perusahaan.
                        • Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi pengurangan emisi dan pengurangan
                          dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial.
                        • Diprioritaskan yang telah memiliki perizinan terkait reklamasi tambang sesuai dengan
                            kondisi dan potensi daerah setelah pertambangan.
                        •   Telah memenuhi atau memiliki program yang dapat dimonitoring untuk pemenuhan
                            parameter faktor kualitatif lingkungan, sosial, tata kelola (LST) yang ditetapkan BNI sesuai
                            dengan ketentuan regulasi.


                        Tambahan khusus untuk Sektor Smelter Refinery:
                        • Telah mendapat persetujuan analisis dampak lingkungan (AMDAL), baik izin sendiri atau
                          melalui kawasan/wilayah usaha.
                        • Tidak ada berita buruk tentang pelanggaran peraturan lingkungan, baik lokal dan
                          internasional.
                        • Mematuhi peraturan tentang polusi udara & kebisingan termasuk dispersi debu.
                        • Mematuhi peraturan tentang pengolahan air, sedimen, dan air limbah serta pengelolaan
                          bahan limbah berbahaya (B3).
                        • Mengelola dampak sosial dan budaya pada masyarakat setempat.
                        • Konservasi satwa liar/manajemen ekologi habitat lokal.
                        • Memenuhi kepatuhan atas UU ketenagakerjaan, baik tenaga kerja asing maupun lokal.
                        • Bagi smelter yang menggunakan energi fossil fuel maka diprioritaskan yang telah
                          mempunyai salah satu atau lebih dari strategi di bawah ini:
                            a. Transisi energi; atau
                            b. Strategi penurunan emisi; atau
                            c. Strategi penurunan dampak negatif terhadap lingkungan.
 Perdagangan            •   Barang/produk yang dijual bukan berasal dari hasil tambang atau pengolahan yang
 Logam dan Bijih            bermasalah hukum/ilegal.
 Logam                  •   Rekanan/pemasok tidak ada berita buruk tentang pelanggaran peraturan lingkungan, baik
                            lokal dan internasional.




        Laporan Keberlanjutan 2024
46      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 47
       Sektor                                              Kriteria Aspek LST

Industri Barang        •   Telah mendapat persetujuan analisis dampak lingkungan.
Logam (Fabricator)     •   Bahan baku bukan berasal dari hasil tambang atau pengolahan yang bermasalah hukum/
                           ilegal.
                       •   Tidak ada berita buruk tentang pelanggaran peraturan lingkungan, baik lokal dan
                           internasional.
                       •   Mematuhi peraturan tentang polusi udara & kebisingan termasuk dispersi debu.
                       •   Mematuhi peraturan tentang pengolahan air, sedimen, dan air limbah.
                       •   Mematuhi peraturan tentang pengelolaan bahan limbah berbahaya (B3).
                       •   Mengelola dampak sosial dan budaya pada masyarakat setempat.
                       •   Konservasi satwa liar/manajemen ekologi habitat lokal.
                       •   Diprioritaskan Zero Accidents atau minimal kecelakaan kerja dalam 3 tahun terakhir.
                           Pekerja telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, mematuhi SOP kerja,
                           pelatihan kerja & keselamatan diri, asuransi kesehatan dan keselamatan kerja, bekerja
                           dengan shift.
                       •   Bagi Fabricator yang menggunakan energi fossil fuel maka diprioritaskan yang telah
                           mempunyai salah satu atau lebih dari strategi di bawah ini:
                           a. Transisi energi; atau
                           b. Strategi penurunan emisi; atau
                           c. Strategi penurunan dampak negatif terhadap lingkungan.
Konstruksi Jalan Tol   Sektor Konstruksi Jalan Tol & Sektor Konstruksi Sipil dan Bangunan:
& Konstruksi Sipil     • Memenuhi dan mematuhi peraturan sub-sektor konstruksi yaitu: hak guna lahan,
dan Bangunan             keselamatan & kesehatan kerja karyawan, meminimalisasi polusi, meminimalisasi akibat
                         bahan-bahan berbahaya, dan menggunakan/menjaga sumber air alami.
                       • Tidak ada gangguan sosial atau lingkungan dalam 5 tahun terakhir (antara lain: tidak ada
                         penyerobotan lahan dan ganti rugi lahan yang wajar).
                       • Mematuhi aturan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
                       • Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
                       • Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi penurunan dampak negatif terhadap
                         lingkungan dan sosial.

Ketenagalistrikan      •   Telah memiliki AMDAL atau rencana Pengelolaan Lingkungan sesuai dengan regulasi di
                           sektor ketenagalistrikan.
                       •   Memiliki sertifikat atau rencana pengelolaan K3 (bagi debitur ataupun kontraktor).
                       •   Tidak ada gangguan sosial atau lingkungan terkait proyek.
                       •   Telah memenuhi atau memiliki program yang dapat dimonitoring untuk pemenuhan
                           Parameter Faktor Kualitatif LST yang ditetapkan BNI sesuai dengan ketentuan regulasi.
                       •   Untuk pembiayaan PLTU batu bara diprioritaskan yang telah mempunyai salah satu atau
                           lebih dari strategi di bawah ini:
                           a. Transisi energi; atau
                           b. Strategi penurunan emisi; atau
                           c. Strategi penurunan dampak negatif terhadap lingkungan.
Real Estate            Sektor Real Estate Recurring & Real Estate Non-Recurring:
                       • Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak pada
                         kelangsungan usaha.
                       • Kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah (RT & RW).
                       • Tepat guna lahan (kesesuaian lahan dengan fungsinya berdasarkan rencana induk (master
                         plan) kawasan/wilayah), Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Luas Bangunan (KLB).
                       • Memenuhi dan mematuhi peraturan sub-sektor real estate yaitu: hak guna lahan,
                         keselamatan & kesehatan kerja karyawan, meminimalisasi polusi, meminimalisasi akibat
                         bahan-bahan berbahaya, menggunakan/menjaga sumber air alami, dll.
                       • Memiliki AMDAL atau perizinan lingkungan lainnya.
                       • Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.




                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   47
Page 48
       Sektor                                                  Kriteria Aspek LST

 Telekomunikasi          Sektor Kontraktor Telekomunikasi & Sektor Operator dan Data Center:
                         • Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang berdampak kepada
                           kelangsungan usaha.
                         • Memenuhi aturan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
                         • Memiliki perizinan dari pemerintah setempat untuk pendirian menara telekomunikasi atau
                           infrastruktur telekomunikasi lainnya.
                         • Telah memiliki IMB atau perizinan lain yang dipersamakan dengan IMB dan AMDAL serta
                           perizinan terkait lingkungan lainnya.


                         Tambahan khusus untuk Sektor Operator dan Data Center:
                         • Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi penurunan dampak negatif terhadap
                           lingkungan dan sosial.

 Industri Kimia          •   Minimal PROPER BIRU apabila sudah dinilai.
                         •   Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak kepada
                             kelangsungan usaha (untuk perusahaan baru merujuk pada grup usahanya).
                         •   Memiliki AMDAL dan izin lingkungan lainnya.
                         •   Memiliki Sertifikat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
                         •   Memiliki manajemen pengelolaan limbah yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
                         •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.

 Industri Semen          •   Memenuhi minimal PROPER BIRU.
                         •   Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak signifikan
                             kepada kelangsungan usaha atau berhentinya operasional usaha.
                         •   Mematuhi tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
                         •   Telah mendapat persetujuan AMDAL, baik izin sendiri atau melalui kawasan I wilayah usaha.
                         •   Tidak ada berita buruk tentang pelanggaran peraturan lingkungan, baik lokal dan
                             internasional.
                         •   Mematuhi peraturan tentang polusi udara & kebisingan, termasuk disperse debu.
                         •   Mematuhi peraturan tentang pengolahan air, sedimen, dan air limbah.
                         •   Mematuhi peraturan tentang pengelolaan bahan limbah berbahaya (B3).
                         •   Mengelola dampak sosial dan budaya pada masyarakat setempat.
                         •   Konservasi satwa liar/menajemen ekologi habitat lokal.
                         •   Memenuhi kepatuhan atas UU ketenagakerjaan, baik tenaga kerja asing maupun lokal.
                         •   Diprioritaskan Zero Accidents atau Minimal kecelakan kerja dalam 3 tahun terakhir. Pekerja
                             telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, mematuhi SOP kerja,
                             pelatihan kerja & keselamatan diri, asuransi kesehatan dan kesetamatan kerja, bekerja
                             dengan shift.
                         •   Bagi pabrik yang menggunakan energi fossil fuel, maka diprioritaskan yang telah
                             mempunyai salah satu atau Iebih dari strategi di bawah ini:
                             a. Transisi energi; atau
                             b. Strategi penurunan emisi; atau
                             c. Strategi penurunan dampak negatif terhadap lingkungan.
                         •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.

 Fast Moving             •   Perusahaan memiliki AMDAL atau perizinan lingkungan lainnya.
 Consumer Goods          •   Perusahaan memiliki Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).
 (FMCG)                  •   Memenuhi ketentuan dan perizinan yang berlaku sesuai jenis usaha.
                         •   Tidak ada gangguan sosial atau lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak pada
                             kelangsungan usaha.
                         •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.




         Laporan Keberlanjutan 2024
48       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 49
      Sektor                                               Kriteria Aspek LST

Rumah Sakit          •   ISO 14001 tentang sistem manajemen lingkungan yang berkelanjutan.
                     •   Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak pada
                         kelangsungan usaha.
                     •   Tidak ada berita malapraktik yang berdampak pada kelangsungan usaha.
                     •   Memiliki unit pengelolaan limbah rumah sakit sesuai dengan peraturan pemerintah.


Farmasi              •   Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak pada
                         keberlangsungan usaha.
                     •   Tidak pernah ada berita efek samping fatal dari obat yang diproduksi atau dijual.
                     •   Memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh regulator, termasuk AMDAL atau
                         perizinan lingkungan lainnya.
                     •   Memiliki manajemen pengelolaan limbah yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
                     •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.

Perdagangan          •   Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak pada
Wholesale                keberlangsungan usaha.
                     •   Tidak pernah ada berita efek samping fatal dari produk yang dijual.




Perdagangan Retail   •   Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak pada
(Eceran)                 keberlangsungan usaha.
                     •   Tidak pernah ada berita efek samping fatal dari produk yang dijual.
                     •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.




Pertambangan Batu    •   Memenuhi minimal PROPER BIRU (apabila telah dinilai) dapat berupa PROPER Pusat
Bara                     maupun PROPER Daerah.
                     •   Mempunyai tim khusus untuk pelaporan ke BoD untuk mengelola masalah tanggung jawab
                         sosial perusahaan.
                     •   Tidak ada informasi negatif tentang pelanggaran peraturan lingkungan dan sosial di lokal
                         dan internasional dalam 3 tahun terakhir.
                     •   Telah memenuhi atau memiliki program yang dapat dimonitoring untuk pemenuhan
                         Parameter Faktor Kualitatif lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) yang ditetapkan BNI
                         sesuai dengan ketentuan regulasi.
                     •   Diprioritaskan Zero Accidents atau Minimal kecelakan kerja dalam 3 tahun terakhir. Pekerja
                         telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, mematuhi SOP kerja,
                         pelatihan kerja & keselamatan diri, asuransi kesehatan dan keselamatan kerja, bekerja
                         dengan shift.
                     •   Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi pengurangan emisi dan negatif
                         terhadap lingkungan dan sosial.
                     •   Diprioritaskan yang telah memiliki perizinan terkait reklamasi tambang sesuai dengan
                         kondisi dan potensi daerah setelah pertambangan.

Jasa Kontraktor      •   Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang berdampak kepada
Pertambangan             kelangsungan usaha.
                     •   Memenuhi aturan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
                     •   Diprioritaskan Zero Accidents atau Minimal kecelakan kerja dalam 3 tahun terakhir. Pekerja
                         telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, mematuhi SOP kerja,
                         pelatihan kerja & keselamatan diri, asuransi kesehatan dan keselamatan kerja, bekerja
                         dengan shift.
                     •   Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi pengurangan emisi dan negatif
                         terhadap lingkungan dan sosial.



                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   49
Page 50
Di BNI, sektor minyak dan gas (migas) dikategorikan sebagai industri dengan keterbatasan minat (limited
appetite) yang pembiayaannya dilakukan secara selektif. Meskipun RAC kriterianya tidak dikategorikan
secara khusus, prioritas pembiayaan diberikan kepada pemain utama dengan kinerja di atas rata-rata
industri, memiliki kebijakan pengelolaan aspek LST, dan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional
serta cadangan mineral, khususnya yang termasuk dalam 10 besar di Indonesia. Mayoritas perusahaan
migas yang dibiayai bergerak di industri mid-stream dan hilir (pengolahan bahan mentah).


Segmen Commercial
Pada tahun 2024, terdapat penambahan sektor yang akan diimplementasikan pada tahun 2025, yaitu
industri pengolahan umum, jasa umum, perdagangan retail, distributor BBM, dealer kendaraan roda
empat atau roda dua, pabrik kelapa sawit, dan real estate recurring.


             Sektor                                                Kriteria Aspek LST

 Perdagangan Umum                    •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
                                         berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                     •   Tidak ada produk yang ilegal, produk yang dijual memiliki izin edar/sesuai
                                         standar yang berlaku, dll.
                                     •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                         yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                         putusan inkracht).

 Industri Pengolahan Umum            •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
                                         berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                     •   Memiliki perizinan AMDAL dan perizinan terkait lingkungan hidup atau
                                         perizinan sejenis sesuai dengan sektor usaha.
                                     •   Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
                                     •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
                                     •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                         yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                         putusan inkracht).

 Jasa Umum                           •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
                                         berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                     •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
                                     •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                         yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                         putusan inkracht).

 Perdagangan Ekspor Impor            •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
                                         berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                     •   Tidak pernah ada berita efek samping fatal dari produk yang dijual.
                                     •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
                                     •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                         yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                         putusan inkracht).




        Laporan Keberlanjutan 2024
50      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 51
               Sektor                                                Kriteria Aspek LST

Industri Kimia, Karet, dan Plastik   •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
                                         berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                     •   Memiliki AMDAL dan izin lingkungan lainnya.
                                     •   Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
                                     •   Memiliki manajemen pengelolaan limbah yang sesuai dengan aturan yang
                                         berlaku.
                                     •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
                                     •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                         yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                         putusan inkracht).

Penyedia Akomodasi                   •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 4 tahun terakhir yang
                                         berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                     •   Kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW).
                                     •   Tepat guna lahan (kesesuaian lahan dengan fungsinya berdasarkan rencana
                                         induk (master plan) kawasan/wilayah), Koefisien Dasar Bangunan (KDB),
                                         Koefisien Luas Bangunan (KLB).
                                     •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
                                     •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                         yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                         putusan inkracht).

Transportasi                         •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
                                         berdampak pada keberlangsungan usaha.
Distributor BBM
                                     •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
                                     •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                         yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                         putusan inkracht).




Perkebunan Kelapa Sawit (Hulu)       •   Memiliki sertifikat ISPO/RSPO atau sedang dalam proses sertifikasi ISPO/RSPO.
                                     •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang
                                         berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                     •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                         yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                         putusan inkracht).
                                     •   Memiliki AMDAL dan izin lingkungan lainnya.
                                     •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
                                     •   Berkomitmen untuk menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, and
                                         No Exploitation (NDPE) dalam kegiatan pembukaan lahan sesuai dengan
                                         ketentuan yang berlaku.
                                     •   Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi pengurangan dampak
                                         negatif terhadap lingkungan dan sosial.
                                     •   Area kebun tidak berada pada area konservasi, tidak dalam sengketa, dan tidak
                                         melebihi zona konsesi.

Jasa Usaha Persewaan                 •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 4 tahun terakhir yang
                                         berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                     •   Memenuhi dan mematuhi peraturan yaitu: keselamatan & kesehatan kerja
                                         karyawan, meminimalisasi polusi, meminimalisasi akibat bahan-bahan
                                         berbahaya, menggunakan/menjaga sumber air alami, dll.
                                     •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
                                     •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                         yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                         putusan inkracht).




                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   51
Page 52
               Sektor                                              Kriteria Aspek LST

 Rumah Sakit                          •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 4 tahun terakhir yang
                                          berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                      •   Tidak ada berita malapraktik yang berdampak pada kelangsungan usaha.
                                      •   Memiliki unit pengelolaan limbah rumah sakit sesuai dengan peraturan
                                          pemerintah.
                                      •   Tidak mempekerjakan pekerja anak.
                                      •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                          yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                          putusan inkracht).

 Konstruksi                           •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 4 tahun terakhir yang
                                          berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                      •   Memenuhi dan mematuhi peraturan sub-sektor konstruksi yaitu: hak guna
                                          lahan, keselamatan & kesehatan kerja karyawan, meminimalisasi polusi,
                                          meminimalisasi akibat bahan bahan berbahaya, menggunakan/menjaga
                                          sumber air alami, dll.
                                      •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
                                      •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                          yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                          putusan inkracht).

 Perdagangan Besar Dalam              •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
 Negeri                                   berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                      •   Tidak pernah ada berita efek samping fatal dari produk yang dijual.
                                      •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                          yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                          putusan inkracht).


 Perdagangan Retail                   •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
                                          berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                      •   Tidak pernah ada berita efek samping fatal dari produk yang dijual.
                                      •   Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
                                      •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                          yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                          putusan inkracht).

 Dealer Kendaraan Roda Empat          •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
 atau Roda Dua                            berdampak pada keberlansungan usaha.
                                      •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                          yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                          putusan inkracht).




 Industri Makanan dan Minuman         •   Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
                                          berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                      •   Perusahaan memiliki AMDAL atau perizinan lingkungan lainnya.
                                      •   Perusahaan memiliki Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan (K3L).
                                      •   Memenuhi ketentuan dan perizinan yang berlaku sesuai jenis usaha.
                                      •   Tidak mempekerjakan pekerja anak.
                                      •   Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                          yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                          putusan inkracht).




         Laporan Keberlanjutan 2024
52       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 53
              Sektor                                                   Kriteria Aspek LST

 Pabrik Kelapa Sawit               •       Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 7 tahun terakhir yang
                                           berdampak keberlangsungan usaha.
                                   •       Memiliki AMDAL dan izin lingkungan lainnya.
                                   •       Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
                                   •       Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                           yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                           putusan inkracht).
                                   •       Area kebun tidak berada pada area konservasi, tidak dalam sengketa, dan tidak
                                           melebihi zona konsesi.

 Real Estate Recurring             •       Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang
                                           berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                   •       Kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW).
                                   •       Tepat guna lahan (kesesuaian lahan dengan fungsinya berdasarkan rencana
                                           induk (master plan) kawasan/wilayah), Koefisien Dasar Bangunan (KDB),
                                           Koefisien Luas Bangunan (KLB).
                                   •       Memenuhi dan mematuhi peraturan sub-sektor real estate yaitu: hak guna
                                           lahan keselamatan & kesehatan kerja karyawan, meminimalisasi akibat bahan-
                                           bahan berbahaya, menggunakan/menjaga sumber air alami, dll.
                                   •       Memiliki AMDAL atau perizinan lingkungan lainnya.
                                   •       Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
                                   •       Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
                                           yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
                                           putusan inkracht).


Segmen Retail Productive
              Sektor                                                   Kriteria Aspek LST

 Perdagangan Besar Dalam Negeri
 (Wholesale)

 Perdagangan Eceran (Retail)

 Industri Pengolahan Makanan dan           Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 2 tahun terakhir yang berdampak
 Minuman                                   pada keberlangsungan usaha.
 Industri Kimia

 Perdagangan Ekspor Impor

 Transportasi Umum

 Perkebunan Kelapa Sawit (Hulu)        •    Area tanam tidak berada pada area tanah gambut dan atau konservasi hutan.
                                       •    Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang
                                            berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                       •    Tidak ada berita atau isu negatif terkait pembakaran atau penyerobotan
                                            dalam pembukaan lahan.

 Konstruksi                            •    Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 4 tahun terakhir yang
                                            berdampak pada keberlangsungan usaha.
                                       •    Memenuhi dan mematuhi peraturan sub-sektor konstruksi yaitu: hak guna
                                            lahan, keselamatan & kesehatan kerja karyawan, meminimalisasi polusi,
                                            meminimalisasi akibat bahan bahan berbahaya, menggunakan/menjaga
                                            sumber air alami, dll.

 Penyedia Akomodasi                    •    Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
                                            berdampak pada keberlangsungan usaha.




                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                              PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   53
Page 54
Daftar Sektor Pengecualian                                               BNI mendorong penerapan Taksonomi Keuangan
                                                                         Berkelanjutan Indonesia (TKBI) oleh OJK, melalui
Pembiayaan (Exclusion List)                                              partisipasi aktif sebagai peserta Focus Group
BNI tidak memberikan pembiayaan pada kegiatan
                                                                         Discussion (FGD) selama proses penyusunan TKBI
usaha yang teridentifikasi terlibat dalam hal-hal
                                                                         hingga upaya BNI dalam mendorong debitur untuk
berikut ini:
                                                                         memahami dan melakukan penilaian berdasarkan
1. Dilarang oleh pemerintah.
                                                                         TKBI. Aksi nyata yang dilakukan oleh BNI adalah
2. Penebangan liar.
                                                                         melalui penyelenggaraan BEST Event dengan topik
3. Kerja paksa, eksploitasi anak, pelanggaran hak
                                                                         “Energy Sectors Foresight to Encounter Taksonomi
     asasi manusia.
                                                                         Keuangan       Berkelanjutan     Indonesia      (TKBI)”
4. Pelanggaran hak masyarakat.
                                                                         pada tanggal 24 September 2024 dan Technical
5. Dilarang oleh pemerintah apabila
                                                                         Workshop TKBI pada tanggal 11 Desember 2024.
     menghancurkan situs warisan dunia.
                                                                         Kegiatan tersebut mengundang debitur-debitur di
6. Penjualan dan produksi narkotika.
                                                                         sektor energi. BNI telah melaporkan penilaian TKBI
7. Industri dan penjualan senjata.
                                                                         atas debitur di sektor energi kepada OJK untuk
8. Perjudian dan pencucian uang.
                                                                         periode bulan September 2024.
9. Perdagangan hewan yang dilindungi.
10. Pendanaan terorisme.
                                                                         Kepemilikan Sertifikat Pengelolaan
                                                                         Aspek Lingkungan oleh Debitur [FS11]
Pengelolaan Risiko Lingkungan                                                                                   Jumlah
                                                                               Sertifikat Prinsip
dalam Portofolio Kredit [FS8]                                                   Berkelanjutan            2024     2023    2022
Risiko        lingkungan            dapat          mempengaruhi
                                                                          RSPO/ISPO                       49       49      33
perubahan iklim jika tidak ditangani dengan baik.
Untuk itu, BNI memperketat pengawasan terhadap                            Proses memperoleh RSPO/         17       9       36
risiko lingkungan dalam pembiayaan, dengan                                ISPO

memperhatikan industry risk appetite dan risk                             PROPER Merah                    1        0       0
acceptance criteria guna mencegah kerusakan                               PROPER Biru                     59       50      52
seperti      deforestasi,         polusi,       dan      kehilangan
                                                                          PROPER Hijau                    5        5       6
keanekaragaman hayati. BNI juga memetakan risiko
                                                                          PROPER Emas                     9        11      7
lingkungan debitur berdasarkan Taksonomi Hijau
Indonesia (THI), serta mengharuskan kepemilikan                           Sistem Verifikasi Legalitas     15       16      5
                                                                          Kayu (SVLK)
sertifikat lingkungan sesuai industri, seperti RSPO
dan ISPO untuk kelapa sawit, PROPER untuk sektor
pembangkit listrik, manufaktur, dan tambang,                             Pada tahun 2024, terdapat 1 debitur BNI yang

serta sertifikasi lain seperti FSC dan ISO 14001.                        mendapatkan PROPER Merah karena dalam proses
                                                                         perubahan UKL-UPL. Tindaklanjut yang telah
Klasifikasi Debitur Taksonomi Hijau Indonesia                            dilakukan adalah:
(THI) Berdasarkan Baki Debet [FS10]                                      1. Debitur      telah      mendapatkan     persetujuan

                                        Komposisi        Komposisi
                                                                            dokumen       pengelolaan      lingkungan     hidup
          Indikator THI*                 Debitur          Debitur           dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan
                                          2024*            2023             Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tanggal
 Hijau                                     37,6%            25,7%           4 September 2024.
                                                                         2. Monitoring perbaikan status PROPER.
 Transisi                                  46,5%            37,1%

 Tidak memenuhi klasifikasi                15,9%            12,4%

 Belum memiliki kategori                    N/A             24,8%


*) Adanya penyesuaian kategori THI pada tahun 2024 sesuai dengan Surat
OJK No. S-149/PB.21/2024.




            Laporan Keberlanjutan 2024
54          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 55
Pengawasan atas Penilaian LST                              dilakukan oleh unit terkait dan diajukan kepada
                                                           Komite Kredit yang berwenang, sesuai dengan limit
Debitur [FS3, FS9]                                         kredit yang berlaku.
Pedoman Perusahaan (PP) Perkreditan Bank
Perusahaan      Segmen       Corporate,      Enterprise,
                                                           Sesuai dengan pedoman dan kebijakan perusahaan,
Commercial, dan Retail Productive, serta PP
                                                           khususnya      di    bidang    perkreditan,      BNI    tetap
Perkreditan     Konsumer        Organik      mencakup
                                                           mematuhi peraturan terkait debitur atau calon
kebijakan perkreditan yang berlaku untuk setiap
                                                           debitur yang diduga atau terbukti bermasalah
segmen      kredit.   BNI    mengawasi       kepatuhan
                                                           terhadap aspek LST. Upaya yang dilakukan, antara
ketepatan     pembayaran,      prospek     bisnis,   dan
                                                           lain:
kondisi keuangan debitur. Penerapan prinsip
                                                           •   Unit Bisnis dan Unit Risiko melakukan verifikasi
kehati-hatian mencakup penerapan kebijakan
                                                               terhadap dugaan masalah LST yang melibatkan
pemantauan kredit debitur, pelaksanaan audit
                                                               debitur dan fasilitas kredit yang ada atau yang
dan     pemantauan     portofolio    secara    berkala,
                                                               akan diberikan.
penanganan        kredit      bermasalah,        hingga
                                                           •   Unit Bisnis dan Unit Risiko, bersama dengan
restrukturisasi kredit.
                                                               divisi   terkait,   melakukan        komunikasi      dan
                                                               koordinasi intensif dengan debitur dan pihak
Satuan Internal Audit telah melakukan audit
                                                               eksternal yang relevan sebagai tindak lanjut atas
terhadap    debitur   yang     bisnisnya     berpotensi
                                                               dugaan masalah LST.
memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.
                                                           •   Unit Bisnis dan Unit Risiko menganalisis secara
Selama     periode    pelaporan,     audit    dilakukan
                                                               mendalam        dampak     masalah     LST     terhadap
terhadap 55 debitur segmen Corporate dan
                                                               debitur, termasuk kinerja keuangan, kemampuan
Commercial, di antaranya berasal dari sektor
                                                               pembayaran, dan reputasi, serta dampaknya
transportasi, industri kimia, industri semen,
                                                               terhadap BNI, seperti pengamanan aset agunan,
industri serat buatan, konstruksi, real estate,
                                                               reputasi, dan potensi masalah hukum.
telekomunikasi, energi listrik, minyak & gas bumi,
                                                           •   BNI dapat meminta bantuan atau bekerja
FMCG, dan perkebunan kelapa sawit. Dalam
                                                               sama dengan pihak eksternal yang memiliki
melaksanakan proses audit, Satuan Internal Audit
                                                               kompetensi dan independensi dalam menangani
menyusun Rencana Audit dan Konsultasi (RAT)
                                                               masalah tersebut.
yang dilakukan melalui pendekatan audit berbasis
risiko (risk based audit/RBA).
                                                           Berdasarkan hasil verifikasi, komunikasi, koordinasi
                                                           intensif,    dan    analisis    mendalam,        BNI    akan
Eskalasi Penanganan Kredit yang                            mengambil langkah-langkah tindak lanjut sesuai
Bermasalah terhadap Aspek LST                              dengan ketentuan perjanjian kredit dan regulasi
Implementasi aspek LST oleh debitur/calon debitur          yang berlaku, antara lain:
beserta kepatuhannya terhadap seluruh regulasi             •   Memberikan batas waktu kepada debitur untuk
terkait telah menjadi salah satu faktor dalam                  menyelesaikan permasalahan LST jika dianggap
analisis dan pemantauan kredit. Apabila terdapat               debitur mampu menyelesaikannya.
indikasi permasalahan dan pelanggaran aspek LST,           •   Mengenakan denda atau meningkatkan suku
maka akan dilakukan analisis untuk mengevaluasi                bunga, jika masalah LST berpotensi merugikan
penyebab dan potensi dampaknya terhadap kredit                 BNI secara material.
yang akan dan telah diberikan.                             •   Menghentikan sementara atau menonaktifkan
                                                               fasilitas kredit bagi debitur, atau menunda/
Jika    pelanggaran       bersifat   sementara       dan       menghentikan proses pengajuan kredit bagi
dampaknya rendah, unit terkait akan menangani                  calon    debitur    sampai     ada    kepastian     atau
untuk    membantu     debitur    memenuhi       kembali        penyelesaian masalah LST.
ketentuan BNI. Namun, jika pelanggaran bersifat            •   Meminta debitur untuk menyelesaikan atau
permanen dan berdampak besar, penanganan akan                  melunasi fasilitas kredit.
                                                           •   Melakukan       tindakan   lain   berdasarkan       hasil
                                                               analisis BNI atau rekomendasi pihak eksternal.

                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk      55
Page 56
Tanggung Jawab Produk dan/atau Jasa Keuangan
Produk/Jasa yang Sudah                                         Dampak Positif dan Negatif
Dievaluasi Keamanannya bagi                                    Produk/Jasa Keuangan
Pelanggan [417-1][FS15]                                        Berkelanjutan
BNI    memastikan       bahwa      100%      produk     dan    BNI selalu melakukan evaluasi terhadap dampak
jasa keuangan yang diluncurkan telah melalui                   dan risiko sebelum meluncurkan produk atau jasa
evaluasi keamanan yang menyeluruh. Upaya ini                   keuangan baru. Setiap produk atau jasa dirancang
mencerminkan komitmen BNI dalam melindungi                     untuk meminimalkan risiko LST dan dampak negatif,
privasi pelanggan melalui Pemberitahuan Privasi                sembari memaksimalkan manfaat positif. Salah satu
yang dapat diakses pada situs web resmi BNI.                   contoh produk/jasa yang keuangan berkelanjutan
Evaluasi melibatkan beberapa divisi, antara lain               dengan dampak positif, di antaranya KUBL, BNI
Divisi Compliance untuk memastikan kepatuhan                   UMKM Ramah Lingkungan (BUMI), Jejak Kopi
terhadap regulasi; Divisi Legal untuk menganalisis             Khatulistiwa, SLL, dan pembiayaan transisi energi.
risiko hukum; Divisi Enterprise Risk Management
untuk mitigasi risiko; Divisi Operational Risk                 Program inklusi keuangan, seperti menabung dengan
Management untuk mitigasi risiko operasional;                  sampah, berperan penting dalam meningkatkan
Satuan Internal Audit melakukan independent                    kesadaran lingkungan di kalangan pelajar dan
review terhadap produk yang terkait electronic                 masyarakat. BNI Agen46 yang telah menjangkau
channel BNI dengan memberikan pendapat atas                    daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) turut
karakteristik produk dan kecukupan pengamanan                  memperkuat akses perbankan bagi masyarakat
sistem TI terkait produk tersebut serta kepatuhan              yang sulit mengakses layanan tersebut. Selain itu,
terhadap      ketentuan       peraturan         perundang-     produk dan layanan perbankan digital membawa
undangan dan/atau best practice yang memenuhi                  tantangan terkait risiko, seperti keamanan data,
standar    internasional;      dan    Satuan       TI   yang   privasi pelanggan, dan potensi kejahatan siber. Untuk
memeriksa aspek operasional, teknologi, serta                  itu, BNI juga memastikan penggunaan infrastruktur
melaksanakan Post Implementation Review (PIR).                 IT yang andal guna memperkuat sistem keamanan
                                                               data.
Hasil PIR akan menentukan langkah selanjutnya;
jika   ditemukan      kekurangan,        akan      dilakukan   Pelatihan Pegawai terkait
penyempurnaan dan PIR akan dilakukan kembali.
Produk dan jasa yang memenuhi syarat dari segi
                                                               Pelindungan Keuangan Konsumen
                                                               BNI telah melaksanakan pelatihan terkait pelindungan
operasional, teknologi, dan risiko akan disetujui
                                                               keuangan konsumen yang mencakup berbagai topik,
oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan
                                                               antara lain Pelindungan Konsumen & Masyarakat;
sebelum diluncurkan ke masyarakat. Pada tahun
                                                               Identifikasi   Transaksi   Keuangan   Mencurigakan;
2024, tidak ada produk atau jasa keuangan baru
                                                               Kuasai Literasi Tingkatkan Keamanan Bertransaksi;
dari BNI yang menerima pengaduan maupun yang
                                                               Implementasi PDP: Kesadaran Data Privasi dan
ditarik kembali setelah dirilis.
                                                               Pelindungan Data; Business Ethic dengan rata-rata
                                                               frekuensi 3 kali untuk setiap pegawai. Pelatihan
                                                               ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman
                                                               karyawan tentang pentingnya menyediakan informasi
                                                               yang jelas dan akurat mengenai produk keuangan,
                                                               serta memastikan bahwa proses penjualan dilakukan
                                                               dengan cara yang jujur dan transparan sehingga
                                                               dapat tercipta budaya layanan yang berorientasi
                                                               pada kepentingan dan pelindungan konsumen.




          Laporan Keberlanjutan 2024
56        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 57
Praktik Operasi yang Adil dan Persaingan yang Sehat
[2-23, 2-27, 206-1, 415-1, FS15][FN-CB-510a.1]


BNI menjalankan praktik operasional yang adil                    Selain itu, BNI menjaga keberlanjutan rantai nilai
dengan mematuhi undang-undang, peraturan,                        di sektor-sektor terkait, dari manajemen SDM
norma sosial, dan kode etik. Komitmen ini tercermin              hingga pengembangan produk, layanan, dan
dalam pengelolaan aset intelektual, hubungan                     teknologi informasi, dengan tetap memperhatikan
yang adil dengan pemangku kepentingan, serta                     isu-isu hak asasi manusia, privasi pelanggan, dan
penghindaran               konflik        kepentingan   dengan   pelestarian lingkungan. Pada tahun 2024, BNI
pemasok, kompetitor, atau pihak terkait. Kami juga               tidak terlibat dalam perkara pidana atau perdata,
menegakkan prinsip antikorupsi, antisuap, dan anti               dan tidak dikenakan sanksi atau denda terkait
fraud di lingkungan kerja, serta mematuhi undang-                pelanggaran praktik persaingan sehat. BNI juga
undang antimonopoli dan mendorong persaingan                     tidak memiliki keterlibatan dalam politik, baik
yang sehat. BNI menjaga hubungan saling percaya                  dalam bentuk kontribusi uang atau barang, baik
dengan mitra kerja dan pemasok sesuai dengan                     langsung maupun tidak langsung, dan seluruh
kode etik, dan pakta integritas. Praktik operasi                 pegawai BNI tidak tergabung dalam partai politik.
yang adil melibatkan dan menjadi tanggung jawab                  Selain itu, BNI telah menerapkan kebijakan dan
divisi terkait sesuai dengan tugas dan kewenangan                prosedur penyediaan dana yang sehat dengan
masing-masing.                                                   menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan
                                                                 menghindari adanya benturan kepentingan.


                 Kebijakan operasi yang adil berupa kebijakan anti korupsi dan kebijakan
                 pemenuhan hak-hak debitur yang dapat diakses pada situs web BNI:
                 https://www.bni.co.id/id-id/perseroan/tata-kelola/panduan-kebijakan




                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                             PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   57
Page 58
           PILAR
                          02
     BNI UNT UK NASABAH

                  “Sebagai bagian dari upaya
            transformasi digital dan komitmennya
            untuk menyediakan layanan perbankan
              yang merata, BNI terus berinovasi
             dengan menyesuaikan format outlet
            digital sesuai dengan kebutuhan lokasi
           dan karakteristik masing-masing. Selain
           itu, BNI juga memperluas jangkauannya
                ke wilayah Tertinggal, Terdepan,
             dan Terluar (3T) melalui BNI Agen46,
            memastikan akses layanan perbankan
            bagi masyarakat di seluruh Indonesia.”




     Laporan Keberlanjutan 2024
58   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 59
          Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   59
Page 60
Sistem Pengamanan Data dan Perlindungan Privasi
Pelanggan                [FN-CB-230a.2]




         Topik Material:
         Keamanan Data dan Keamanan Siber



        Pendekatan Kami [3-3]
        Dalam menghadapi transformasi digital, BNI terus mengembangkan layanan perbankan
        digital untuk mempermudah nasabah. Namun, perkembangan teknologi ini juga membawa
        tantangan, terutama terkait dengan keamanan data dan perlindungan privasi pelanggan dari
        ancaman cybercrime. Oleh karena itu, BNI berkomitmen untuk mengelola risiko tersebut
        dan memastikan bahwa upaya pelindungan data menjadi bagian dari penghormatan
        terhadap hak asasi manusia.


        BNI terus memperkuat infrastruktur teknologi dan inovasi digital, dengan fokus pada data
        analytics, pengalaman pelanggan, dan perluasan kerja sama. Hal ini dilakukan bersamaan
        dengan penguatan sistem manajemen keamanan data. Kami juga mematuhi peraturan
        yang mengatur perlindungan privasi nasabah, seperti peraturan OJK No. 1/OJK.07/2013
        dan Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, Peraturan OJK
        No. 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Data Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa
        Keuangan, serta PBI No. 3 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen Bank Indonesia.


        Komitmen utama BNI adalah untuk mencegah kebocoran data. Keamanan data dan privasi
        pelanggan menjadi tanggung jawab Divisi Chief Information Security Officer (CISO), yang
        berada di bawah pengawasan Direktur Teknologi dan Operasional (DIR TOP). Selain itu,
        BNI juga memiliki Komite Manajemen Teknologi yang bertugas memberikan rekomendasi
        kepada Direksi terkait kebijakan dan strategi pengembangan teknologi informasi. BNI juga
        berkomitmen melindungi data pribadi nasabah dalam rangkaian pemrosesan data pribadi
        di BNI untuk menjamin hak subjek data pribadi.


        Hasil monitoring dan evaluasi di 2024 terkait keamanan data dan privasi nasabah yaitu
        BNI tidak menghadapi kasus pengaduan terkait kebocoran data maupun pelanggaran data.
        Selain itu, tidak ada pengaduan terkait penyalahgunaan data nasabah oleh pihak ketiga.
        [FN-CB-230a.1]




     Laporan Keberlanjutan 2024
60   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 61
Sistem Manajemen Keamanan Data




Untuk menjaga keamanan data nasabah, BNI                         yang digunakan sebagai pembelajaran dan
mengimplementasikan             sistem       pengamanan          dasar untuk perbaikan di masa depan. Selain
berlapis yang mencakup tiga aspek utama: people,                 itu, BNI juga memiliki Cyber Security Incident
process, dan technology. Pada aspek people, BNI                  Response Team (CSIRT) yang secara proaktif
secara terus-menerus meningkatkan pengetahuan                    menangani semua insiden keamanan internal.
dan kesadaran pegawai terkait keamanan informasi               2. Melakukan     identifikasi     terhadap      aktivitas
melalui berbagai saluran, seperti latar belakang                 mencurigakan dan serangan siber, termasuk
layar,   buletin    internal,   dan    platform      digital     melakukan threat hunting dan penutupan
perusahaan. Selain itu, BNI juga melakukan edukasi               situs web palsu yang mengatasnamakan BNI.
kepada nasabah mengenai pentingnya keamanan                      Sebagai langkah preventif untuk mengurangi
informasi melalui, petugas cabang, media sosial,                 risiko penipuan, Tim Cyber Threat Intelligence
pesan singkat, dan situs web resmi. BNI secara                   akan melaporkan aktivitas transaksi kartu
rutin melakukan evaluasi dan pemeriksaan untuk                   debit yang terindikasi telah memasukkan data
memastikan bahwa pengamanan data nasabah                         mereka pada situs web palsu.
berjalan dengan efektif. BNI juga menginvestasikan             3. Mengedukasi karyawan dan nasabah tentang
sumber daya untuk mengembangkan teknologi                        keamanan      informasi       untuk     meningkatkan
yang dapat menjaga keamanan informasi, baik                      kesadaran risiko keamanan, dengan mendorong
bagi bank maupun nasabah.                                        praktik   aman      seperti     tidak    membagikan
                                                                 password dan PIN. Situs web bni.co.id juga
Pelaksanaan sistem manajemen keamanan data di                    menyediakan       tips    pengamanan          transaksi
BNI, mencakup kegiatan berikut:                                  melalui    BNI    e-Banking,       seperti     Internet
1. Memiliki        sistem   keamanan         yang     andal      Banking, ATM, SMS Banking, Mobile Banking,
   melalui    Security      Operation       Center    (SoC),     dan wondr by BNI.
   yang melakukan pemantauan aktif 24 jam                      4. Untuk melindungi kenyamanan dan keamanan
   sehari, 7 hari seminggu, untuk mendeteksi                     nasabah, BNI telah memiliki Fraud Detection
   ancaman keamanan secara cepat dan efisien.                    System (FDS) yang dapat memantau transaksi
   Pemantauan ini mencakup keamanan pada                         mencurigakan, baik melalui kartu debit, kartu
   Endpoint,       Network,     Aplikasi,    dan     Server.     kredit dan e-channel.
   Setiap insiden yang berhasil dimitigasi akan                5. Audit keamanan dilakukan secara rutin untuk
   dilaporkan bersama dengan hasil analisisnya,                  menilai efektivitas sistem dan mengidentifikasi
                                                                 area yang perlu perbaikan.

                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     61
Page 62
6. Mengintegrasikan pelindungan data dalam                     Peningkatan Kesadaran
     pengembangan produk dan layanan dengan
     melibatkan tim keamanan dan privasi data,
                                                               Pelanggan
                                                               BNI terus meningkatkan pengetahuan pelanggan
     untuk memastikan kepatuhan terhadap standar
                                                               untuk mencegah kebocoran data dan kejahatan
     dan regulasi yang berlaku.
                                                               siber. Sesuai arahan OJK, BNI secara aktif
7. Menerapkan sistem Data Loss Prevention
                                                               mengedukasi nasabah mengenai pelindungan
     (DLP) sebagai perlindungan perimeter untuk
                                                               data melalui berbagai saluran baik luring maupun
     mencegah pencurian data kredensial dan akses
                                                               daring. BNI juga mensosialisasikan pentingnya
     ilegal terhadap data rahasia.
                                                               keamanan data nasabah dan mengimbau nasabah
8. Mengimplementasikan              Endpoint       Detection
                                                               untuk menjaga kerahasiaan informasi pribadi
     and Response (EDR) untuk memantau aktivitas
                                                               seperti PIN transaksi dan OTP, serta segera
     endpoint secara real-time dan merespons
                                                               menghubungi BNI Call jika kartu hilang, dicuri,
     insiden keamanan serta potensi ancaman.
                                                               atau ada kejanggalan transaksi.
9. Menerapkan Network Access Control (NAC)
     untuk meningkatkan kontrol dan manajemen
     akses jaringan, mencegah akses yang tidak sah,            Pelindungan Data Pribadi
     serta memastikan perangkat yang terhubung                 BNI menjaga kerahasiaan dan melindungi data
     memenuhi standar BNI.                                     pribadi nasabah melalui kepatuhan terhadap
10. Menggunakan          teknologi      enkripsi       untuk   peraturan perundang-undangan dan kebijakan
     melindungi data internal dan pelanggan dari               internal,   salah   satunya        adalah    melarang
     ancaman potensial, memastikan keamanan                    pemberian data nasabah kepada pihak ketiga
     data yang disimpan dan dikirim, serta menjaga             tanpa   persetujuan       nasabah    dan/atau   dasar
     informasi tetap aman dari pihak yang tidak                pemrosesan      lainnya     berdasarkan      peraturan
     berkepentingan.                                           perundang-undangan. BNI juga memiliki kebijakan
11. Setiap pengembangan produk, aplikasi, atau                 yang memberikan hak kepada pelanggan untuk
     layanan baru di BNI melalui proses Software               mengakses, memperbaiki, menarik persetujuan,
     Development Life Cycle (SDLC) yang mencakup               mengajukan penghapusan atau pembaruan data.
     tahapan keamanan secara menyeluruh, seperti
     penilaian keamanan dan risiko, tinjauan desain,           Dalam implementasi Pelindungan Data Pribadi,
     kode, konfigurasi, serta uji penetrasi.                   BNI menerapkan langkah-langkah pelindungan
12. BNI menerapkan security assessment untuk                   data seperti pada UU PDP serta mengakomodir
     mengidentifikasi       celah      keamanan         atau   siklus pemrosesan data pribadi dalam lingkup
     kerentanan pada aplikasi melalui kegiatan                 BNI. Pengumpulan data pribadi nasabah dalam
     Penetration Testing, Vulnerability Assessment,            aktivitas produk dan/atau layanan dipastikan untuk
     dan Application Security Testing (SAST, DAST).            mendapatkan dasar pemrosesan hukum yang
                                                               tepat, baik dari persetujuan nasabah, hubungan
Selain itu, kami juga berinvestasi untuk memastikan            kontraktual,   maupun       dari    segi    pemenuhan
tingkat    keamanan      tinggi     dalam      pengelolaan     kewajiban      hukum       berdasarkan       peraturan
informasi internal dan melindungi kepentingan                  perundang-undangannya.
pelanggan.      Dengan       mengadopsi            framework
cyber security dan standar internasional, seperti              Pengungkapan maupun transfer data nasabah
ISO 27001 dan NIST (Identify, Protect, Detect,                 kepada pihak ketiga (termasuk namun tidak
Respond, Recover), BNI menjaga keandalan sistem                terbatas pada vendor, konsultan, mitra bisnis,
digital. Pada tahun 2024, tidak ada pengaduan                  counterparty) dapat dilakukan BNI sepanjang telah
terkait pelanggaran privasi atau kehilangan data               mendapat dasar pemrosesan yang tepat, sehingga
pelanggan. [418-1]                                             BNI menjamin bahwa setiap pemrosesan data




          Laporan Keberlanjutan 2024
62        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 63
dilakukan eksklusif dan terbatas. Pemrosesan data                BNI dapat menghapus dan/atau memusnahkan
pribadi lebih lanjut di BNI dilakukan sesuai dengan              Data Pribadi Pengguna dari sistem agar Data
preferensi dan perilaku nasabah serta segmentasi                 Pribadi      tersebut    tidak    lagi    mengidentifikasi
nasabah terkait dengan pemasaran produk yang                     Pengguna, kecuali dalam hal:
ditargetkan.                                                     1. Apabila perlu menyimpan Data Pribadi untuk
                                                                     memenuhi         kewajiban       hukum,        keperluan
Pemberian persetujuan nasabah (consent) telah                        pembuktian di kemudian hari, pajak, audit, dan
dilakukan pada berbagai channel BNI yang tersedia                    akuntasi.
di antaranya melalui kantor cabang terdekat,                     2. Data Pribadi masih dalam periode retensi
aplikasi wondr by BNI, aplikasi BNI Mobile Banking,                  berdasarkan peraturan perundang-undangan
dan DigiCS. BNI juga memiliki Pemberitahuan                          yang berlaku.
Privasi untuk mengetahui bagaimana data pribadi                  3. Ketika memusnahkan Data Pribadi, BNI akan
nasabah     BNI    diperoleh,      dipergunakan,          dan        mengambil tindakan standar yang wajar untuk
diproses, yang dapat diakses pada link https://                      menghancurkan, menghapus, serta membuat
w w w.bni.co.id/id-id/individu/pemberitahuan-                        Data Pribadi tersebut secara praktis tidak dapat
privasi.                                                             dipulihkan. Cara pemusnahan tergantung pada
                                                                     Data Pribadi yang akan dimusnahkan, cara
Penyimpanan data pribadi nasabah pada dokumen                        mengumpulkan dan menyimpan Data Pribadi
yang bersifat hardcopy maupun softcopy/digital                       tersebut.
dilakukan      secara     terbatas       pengaksesannya
dan dengan keamanan yang telah ditetapkan                        BNI menerapkan kebijakan pelindungan data
dari kebijakan internal BNI dari segi keamanan                   melalui berbagai standar dan prosedur, antara lain:
teknologi. Untuk menjamin terpenuhinya hak                       •   Standar       Pengamanan         Data      Berdasarkan
subjek data, maka BNI memberikan akses kepada                        Klasifikasi
nasabah untuk dapat mengakses, memperbaiki,                      •   Prosedur Klasifikasi dan Pengamanan Data
menarik persetujuan, mengajukan penghapusan                      •   Juknis Klasifikasi dan Pengamanan Data
atau   pembaruan        data    sesuai    dengan         ranah   •   Prosedur Standar Enkripsi
ketentuan peraturan perundang-undangan.                          •   Prosedur Pengamanan Perangkat Endpoint
                                                                 •   Standar Pengamanan Aplikasi
BNI    berkomitmen        untuk        menyimpan          dan    •   Standar Pengamanan Akses API
mengelola      Data     Pribadi    Pengguna        dengan        •   Prosedur Pengaturan Keamanan Sistem dan
pelindungan terbaik selama diperlukan untuk                          Informasi dalam Kerja Sama dengan Pihak
menyediakan       layanan      bank.     Selain   itu,    BNI        Ketiga
juga akan melakukan Pemrosesan Data Pribadi                      •   Prosedur      Pengamanan          Penyebaran         Data/
Pengguna selama Pengguna menjadi Nasabah                             Informasi/Dokumen Perusahaan
atau pengguna layanan bank. Selanjutnya, Data                    •   Prosedur Pengamanan Data/Informasi (Data
Pribadi Pengguna akan disimpan untuk jangka                          Loss Prevention - DLP)
waktu 5 tahun setelah berakhirnya hubungan kerja
sama dengan Pengguna atau untuk jangka waktu
yang lebih lama selama penyimpanan tersebut
diperlukan atau diharuskan oleh peraturan yang
berlaku (“Masa Retensi”).




                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk      63
Page 64
BNI juga melindungi data nasabah dengan meningkatkan kesadaran pegawai dalam menangani keluhan
terkait data finansial. Selain itu, BNI memberikan pelatihan perlindungan keuangan dan pelindungan data
konsumen kepada pegawai tetap dan kontrak sesuai kebutuhan pada tahun 2024 dengan topik sebagai
berikut:
       Metode Delivery                                                       Topik

 In-Class Learning                   •   Control Objectives for Information and Related Technologies 2019 (COBIT 2019).
                                     •   Cyber Security untuk Auditor.
                                     •   Data Quality Awareness.
                                     •   How to Improve Customer Experience dalam Program Brevet Management Course
                                         (BMC).
                                     •   Implementasi Governance, Risk Management, & Compliance (GRC).
                                     •   Identifikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan.
                                     •   ISO 27001:2022 Information Security Management System Lead Auditor dan Lead
                                         Implementer.
                                     •   Penerapan APU PPT dan PPPSPM.
                                     •   Record of Processing Activities (ROPA).
                                     •   Sosialisasi Implementasi Customer Protection pada Sektor Jasa Keuangan.
                                     •   Sosialisasi dan Edukasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
                                     •   Training & Certified Cloud Security Professional (CCSP).
                                     •   Training & Certified Data Privacy Solution Engineer (CDPSE).
                                     •   Training & Certified Ethical Hacker (CEH).
                                     •   Training & Certified Information Security Manager (CISM).
                                     •   Training & Certified Information System Auditor (CISA).
                                     •   Transparansi dan Keterbukaan Informasi Publik dalam Implementasi Perlindungan
                                         Konsumen dan Masyarakat.
                                     •   Pelatihan Pelindungan Konsumen kepada Officer Development Program (ODP).

 e-Learning Mandatory                •   Anti Pencucian Uang.
                                     •   Security Awareness.

 Webinar                             •   Advanced Risk Management in Global Finance.
                                     •   Cerdas dan Bijak Mengelola Keuangan Pribadi.
                                     •   Cyber Security Insights and Strategies for Safer Tomorrow.
                                     •   Early Warning Systems: Detecting and Preventing Liquidity Risks.
                                     •   Security Awareness: Human Firewall.
                                     •   Kuasai Literasi Tingkatkan Keamanan Bertransaksi.
                                     •   Implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (PDP) di BNI.
                                     •   Sosialisasi Pelindungan Data Pribadi (PDP): Kesadaran Data Privasi dan Pelindungan
                                         Data.
                                     •   Governance, Risk & Compliance (GRC) Series: Mitigasi Risiko Melalui Strategi
                                         Keamanan Cyber.

 Kuis Harian/Daily Exercise for      •   Refreshment Pelindungan Konsumen dan Masyarakat.
 Employee Program (DEEP 46)          •   Refreshment Pelindungan Data Pribadi (PDP): Kesadaran Data Privasi dan
                                         Perlindungan Data.
                                     •   Refreshment Risk Awareness Kredit Konsumer, Produktif, dan Retail.
                                     •   Refreshment Security Awareness.
                                     •   Refreshment Cyber Security.




           Laporan Keberlanjutan 2024
64         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 65
Penggunaan Data untuk                                    Pelindungan Data Pemasok dan
Kepentingan Pihak Ketiga                                 Mitra Bisnis
Pada peristiwa tertentu, BNI memiliki ketentuan          Sistem manajemen keamanan data juga mencakup
internal yang memberikan hak kepada setiap               rantai pasokan BNI, termasuk data-data pemasok
nasabahnya      untuk      mengendalikan          data   dan mitra bisnis, baik data pribadi individu,
pribadinya.   Saat    pembukaan     rekening,    pada    perusahaan, maupun transaksi yang dilakukan.
formulir   terdapat    ketentuan    yang     meminta     Sistem e-procurement yang digunakan dilengkapi
persetujuan   calon    nasabah     agar    BNI   dapat   dengan     infrastruktur     TI    yang      memastikan
memberikan data pribadinya apabila dibutuhkan            keamanan data, mencakup transaksi dan kontrak
kepada pihak ketiga (instansi yang berwenang).           kerja. Jika pemasok atau mitra memiliki rekening
Pemberian data kepada pihak ketiga (instansi yang        di BNI, data pribadi mereka akan dilindungi sesuai
berwenang) termasuk namun tidak terbatas untuk           dengan ketentuan pelindungan data pribadi yang
kepentingan perpajakan, peradilan dalam perkara          berlaku.
pidana dan perkara perdata, penyidikan tindak
pidana di bidang pasar modal, tindak pidana di           Dalam rangka implementasi UU Pelindungan Data
KPK, serta kasus terorisme dan pencucian uang.           Pribadi khususnya sebagai bentuk pelindungan
Pemberian data pribadi dimaksud pelaksanaannya           data pribadi milik BNI dan Pihak Ketiga (termasuk
telah mengacu kepada ketentuan yang mengatur             namun tidak terbatas pada vendor, konsultan, mitra
mengenai pengungkapan rahasia bank. Saat ini,            bisnis, counterparty), BNI telah memiliki perjanjian
ketentuan terkait data nasabah sedang direviu            (klausul-klausul)   mengenai        pemrosesan        data
untuk diselaraskan dengan UU Pelindungan Data            pribadi (telah mengakomodir baik untuk hubungan
Pribadi.                                                 pengendali-pengendali             maupun        prosesor-
                                                         pengendali) yang dapat digunakan dalam setiap
Dalam hal telah disetujui Nasabah, BNI dapat             pelaksanaan perjanjian antara BNI dengan pihak
membagikan     informasi   pribadi    Pengguna      di   manapun.
antara Grup Usaha, dan/atau pihak ketiga yang
bekerja sama dengan BNI dan/atau Grup Usaha
dalam rangka pelaksanaan kegiatan usaha Bank
(mitra usaha), untuk tujuan yang ditetapkan. BNI
telah menerapkan pelindungan data pribadi yang
ditinjau secara berkala dari waktu ke waktu untuk
memastikan keamanan data pribadi pengguna dan
memastikan pengguna dapat memperoleh haknya
sebagai Subyek Data Pribadi sesuai peraturan
yang berlaku. BNI juga melakukan monitoring
secara berkala atas implementasi permintaan
persetujuan nasabah tersebut.




                                                                                Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     65
Page 66
Keamanan Siber

Tata Kelola dan Sistem
Manajemen Keamanan Siber
Upaya      BNI     dalam      mewujudkan           keamanan      Di sisi lain, Satuan Internal Audit juga menjalankan
siber,    yakni    dengan      mengadopsi           kerangka     assessment sistem manajemen keamanan siber
kerja Keamanan Siber NIST untuk memastikan                       terhadap pihak ketiga yang bekerja sama dengan
ketahanan bisnis terhadap ancaman tersebut dan                   BNI, yang juga telah dikoordinasikan bersama
menjaga     kelangsungan         operasional.        Langkah     BSSN, Bank Indonesia, OJK, Himbara, Perbanas,
reaktif   yang      diambil     termasuk       mendeteksi        dan konsultan keamanan siber internasional.
serangan, melakukan investigasi, dan memulihkan
sistem. Selain itu, BNI memiliki sertifikasi ISO                 Pelatihan Internal terkait
27001:2013 untuk layanan Open API dan sertifikasi
CSIRT No. 345/CSIRT.01.03/BSSN/04/2024 dari
                                                                 Keamanan Siber
                                                                 Selain    memperkuat        sistem   keamanan,     BNI
BSSN,     yang     memastikan       sistem     manajemen
                                                                 melaksanakan pelatihan untuk karyawan, terutama
keamanan informasi yang diaudit setiap tiga tahun,
                                                                 di Divisi TI, mengenai pengembangan teknologi
serta memastikan pengembangan perangkat lunak
                                                                 dan keamanan data. Pada tahun 2024, sebanyak
TI mematuhi standar internasional.
                                                                 33 pegawai, mengikuti pelatihan hard skill seperti
                                                                 cloud security, data privacy, devsecops, ethical
Untuk memitigasi kebocoran data, BNI terus
                                                                 hacking, ISO 27001:2022 Information Security
meningkatkan digitalisasi layanan (customer to
                                                                 Management System for Lead Auditor & Lead
system, employee to system) untuk mengurangi
                                                                 Implementer, Pembekalan Certified Information
ketergantungan pada dokumen fisik dalam interaksi
                                                                 Security Auditor (CISA), Pembekalan Certified
manusia. Di setiap endpoint, BNI meningkatkan
                                                                 Information    Security      Manager      (CISM)   dan
keamanan          dengan      melakukan            hardening,
                                                                 Pembekalan Certified Information System Security
mengintegrasikan dengan domain, menginstal
                                                                 Professional (CISSP). Sertifikasi diberikan kepada
perangkat lunak antivirus, menggunakan tools
                                                                 SDM TI untuk meningkatkan kompetensi dan
pengamanan          data,      pemantauan            aktivitas
                                                                 mendapatkan pengakuan BNI juga menawarkan
endpoint,     mengelola        akses       jaringan,      dan
                                                                 pelatihan soft skill, termasuk digital leadership dan
mengimplementasikan             aplikasi      pemantauan
                                                                 komunikasi, baik nasional maupun internasional.
workstation. Langkah-langkah ini bertujuan untuk
                                                                 Beberapa sertifikasi tersebut yaitu: Certified Cloud
memperkuat keamanan informasi nasabah.
                                                                 Security Professional (CCSP), Certified Data Privacy
                                                                 Solution Engineer (CDPSE), Certified Ethical Hacker
BNI rutin melakukan audit keamanan informasi
                                                                 (CEH), Certified Information Security Manager
dan self-assessment keamanan siber oleh Satuan
                                                                 (CISM), Certified Information System Auditor
Internal Audit (IAD) setiap tahunnya untuk menilai
                                                                 (CISA),   Certified   ISO    27001:2022    Information
efektivitas pengelolaan sistem keamanan. Di 2024,
                                                                 Security Management System for Lead Auditor &
audit dilakukan pada area sistem pembayaran
                                                                 Lead Implementer.
dan pengelolaan jaringan komunikasi dengan
melibatkan pihak eksternal melalui mekanisme
co-sourcing audit. Pengawasan keamanan siber
juga dijalankan dan dievaluasi oleh Divisi Chief
Information Security Officer (CISO), yang berada
di bawah pemantauan langsung dari Direktur
Technology & Operations.




          Laporan Keberlanjutan 2024
66        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 67
Pelindungan Finansial Konsumen




BNI       mengalokasikan          investasi     untuk    Strategi Pelindungan Finansial
mengembangkan dan menerapkan teknologi guna
menjaga keamanan informasi internal BNI dan
                                                         Konsumen
                                                         Melalui SK Direksi No. KP/136/DIR/R tanggal
melindungi data pelanggan, antara lain:
                                                         12 April 2023, BNI telah melakukan berbagai
•   Kartu debit dan kartu kredit sepenuhnya sudah
                                                         upaya untuk memastikan pelindungan finansial
    menggunakan chip dengan fitur contactless.
                                                         nasabah, sekaligus guna memenuhi ketentuan
•   Menambahkan Forced PIN, yatu fitur yang
                                                         POJK No. 22 Tahun 2022 Tahun 2023. Salah satu
    mengharuskan      nasabah       mengganti     PIN
                                                         upaya yang dilakukan di tahun 2023 hingga 2024
    sebelum bertransaksi. Terdapat dua jenis PIN
                                                         adalah menyelenggarakan sebanyak 8 pelatihan,
    yaitu Selected Forced PIN, di mana kartu yang
                                                         sosialisasi, ataupun edukasi terkait perlindungan
    terindikasi fraud memaksa nasabah mengganti
                                                         dan   masyarakat      kepada      beragam       audiens,
    PIN sebelum transaksi dan Periodic Forced PIN,
                                                         baik internal maupun eksternal, seperti Dewan
    di mana nasabah diwajibkan mengganti PIN
                                                         Komisaris, Direksi, dan pegawai BNI; pemerintahan;
    secara berkala di ATM.
                                                         pelajar dan mahasiswa; Pekerja Migran Indonesia
•   Peningkatan Fraud Detection System dengan
                                                         (PMI) dan diaspora; serta masyarakat. Topik-topik
    memanfaatkan      teknologi      terkini   seperti
                                                         pelatihan yang diberikan, di antaranya: Talkshow
    machine learning dan artificial intelligence
                                                         Customer Protection Implementation to Improve
    untuk mendeteksi transaksi yang menyimpang
                                                         Customer    Experience;      Edukasi      dan        Literasi
    dari pola aktivitas normal guna mempercepat
                                                         Keuangan serta Awareness Customer Protection;
    identifikasi kecurangan.
                                                         dan Sosialisasi Implementasi dan Awareness
                                                         Pelindungan Konsumen. Melalui sosialisasi dan
                                                         edukasi ini, BNI berharap dapat meningkatkan
                                                         pemahaman dan kesadaran audiens mengenai
                                                         pentingnya keamanan finansial.



                                                                               Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                     PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk         67
Page 68
Inovasi dan Pengembangan Produk dan/atau Jasa
Inovasi dan Pengembangan                                            Dampak Positif Digitalisasi
Produk dan/atau Jasa Keuangan                                       Perkembangan       transformasi       digital     telah
                                                                    memberikan dampak positif yang signifikan, baik
Berkelanjutan                                                       untuk operasional bank maupun pengalaman
Sepanjang 2024, BNI terus berinovasi dalam
                                                                    nasabah.      Penerapan         perbankan        digital
ruang perbankan digital dengan memperkuat
                                                                    mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik
aplikasi     perbankan        digital     dan     meluncurkan
                                                                    dan penggunaan kertas, yang berkontribusi pada
beberapa teknologi canggih. Salah satunya adalah
                                                                    pengurangan emisi karbon dan sampah. Selain itu,
peluncuran         aplikasi      yang      mengintegrasikan
                                                                    transaksi digital memungkinkan nasabah untuk
berbagai layanan, memudahkan nasabah dalam
                                                                    melakukan transaksi secara mandiri, menghemat
mengakses           transaksi      keuangan,           investasi,
                                                                    waktu, dan meningkatkan efisiensi. Ini juga
asuransi, dan layanan lainnya dalam satu aplikasi
                                                                    mengurangi risiko kebocoran data yang dapat
yaitu wondr by BNI.
                                                                    terjadi melalui bukti transaksi kertas.

Aplikasi wondr by BNI dirancang untuk memberikan
                                                                    Perbankan digital juga mendukung pengelolaan
layanan perbankan yang lebih lengkap dan user-
                                                                    keuangan      pribadi        dengan    memudahkan
friendly, dengan fitur-fitur inovatif yang mencakup
                                                                    nasabah untuk melacak pengeluaran, membuat
transaksi harian, rekap keuangan personal, serta
                                                                    anggaran, dan memantau investasi. Selain itu,
produk finansial seperti investasi dan tabungan.
                                                                    digitalisasi meningkatkan kepercayaan nasabah
Aplikasi ini juga mengusung konsep “3 Dimensi
                                                                    terhadap bank, memperluas pangsa pasar, dan
Keuangan (Insight, Transaction, Growth)” dalam
                                                                    meningkatkan     efisiensi     operasional.     Dengan
pengelolaan keuangan, sehingga memberikan
                                                                    berkurangnya biaya operasional fisik, BNI mampu
pengalaman perbankan yang lebih terintegrasi
                                                                    memberikan layanan yang lebih cepat dan murah,
bagi nasabah. Pada pengembangan aplikasi ini,
                                                                    mendukung kelangsungan transaksi di pasar, serta
BNI mengadopsi teknologi terkini dan membangun
                                                                    mengurangi risiko kehilangan dana tunai.
social security, serta melakukan validasi langsung
kepada target segmen nasabah secara menyeluruh.


Selain     itu,    BNI   telah    meningkatkan            layanan
transaksi dengan mengadopsi teknologi canggih
seperti machine learning dan kecerdasan buatan
(AI)    untuk      memperbaiki          deteksi       kecurangan
serta      mempercepat           proses        transaksi.     BNI
juga     memperkenalkan           fitur    keamanan         baru,
seperti penggunaan kartu debit berbasis chip,
menggantikan          kartu      dengan        pita     magnetik
untuk meningkatkan keamanan kartu. BNI juga
fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan
melalui digitalisasi yang lebih tinggi, mengurangi
ketergantungan           pada    dokumen          fisik     dalam
transaksi.        Inovasi-inovasi       ini     mencerminkan
komitmen           BNI        dalam           mempertahankan
keunggulan kompetitif di dunia perbankan digital
yang terus berkembang.




           Laporan Keberlanjutan 2024
68         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 69
Respons kepada Nasabah dan Menghormati HAM                                                                          [2-23]




Pelayanan yang Setara [FS15]
Dalam hal pelayanan, BNI memberikan pelayanan                •   Mendorong kolaborasi lintas sektor, seperti
prima dan setara bagi setiap jenis nasabahnya, baik              agribisnis, pendidikan, dan layanan kesehatan,
individu maupun korporasi, serta menghormati Hak                 untuk   menyediakan       solusi    finansial       yang
Asasi Manusia (HAM) nasabah dalam berinteraksi                   mendukung kebutuhan spesifik segmen pasar.
dengan nasabah. Pelayanan di BNI terbagi menjadi             •   Menyediakan       produk        keuangan            yang
dua aspek utama yaitu pelayanan langsung dari                    mendukung proyek ramah lingkungan atau
pegawai kepada nasabah dan performa layanan                      usaha berkelanjutan.
perbankan digital yang terus berkembang. Untuk               •   Mengurangi       jejak     karbon        operasional
mencapai layanan yang optimal, BNI menerapkan                    dengan memanfaatkan layanan digital untuk
beberapa strategi, antara lain peningkatan kualitas              menggantikan proses berbasis kertas.
layanan      nasabah     melalui   pelatihan    pegawai,
pemanfaatan teknologi terkini untuk kemudahan                Sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan
transaksi, serta fokus pada pengalaman pelanggan             di Indonesia, kami juga mengimplementasikan
yang lebih efisien dan aman. Strategi pelayanan              layanan-layanan yang lebih luas. BNI sebagai BUMN
BNI mencakup:                                                diberi mandat sebagai bank global, terus melakukan
•   Menyajikan produk/jasa keuangan yang lengkap,            transformasi     digital   secara    bertahap         melalui
    terpadu, bermutu tinggi, dapat dipercaya, dan            penyesuaian format outlet BNI berbasis digital
    dapat diandalkan.                                        yang disesuaikan dengan lokasi dan karakteristik
•   Menyediakan layanan “one-stop solution” untuk            outlet di berbagai wilayah di Indonesia. Komitmen
    nasabah bisnis dan perorangan yang mudah                 BNI dalam menjangkau nasabah di daerah-daerah
    diakses serta memberikan nilai tambah.                   terpencil juga diwujudkan melalui BNI Agen46,
•   Menyajikan kualitas produk dan layanan yang              yang hadir di wilayah tertinggal, terdepan, dan
    menjadi standar terbaik.                                 terluar (3T), memastikan akses layanan perbankan
•   BNI dapat meningkatkan kualitas SDM melalui              yang merata di seluruh Indonesia. [FS15]
    pelatihan dan pengembangan terus-menerus,
    meningkatkan kemampuan karyawan dalam                    Layanan Perbankan bagi
    memberikan       pelayanan       yang      baik   dan
    memuaskan kepada nasabah.
                                                             Penyandang Disabilitas [FS14, FS15]
                                                             Wujud layanan setara juga dirasakan oleh nasabah
•   Secara proaktif menyesuaikan dan memperbaiki
                                                             yang berkebutuhan khusus. BNI memberikan
    sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan
                                                             pengalaman terbaik kepada pelanggan, termasuk
    harapan nasabah terhadap kualitas produk/jasa
                                                             penyandang     disabilitas     dengan      menyediakan
    BNI.
                                                             layanan yang mudah diakses yaitu mesin ATM
•   Menerapkan layanan yang setara untuk semua
                                                             ramah disabilitas. ATM ini dilengkapi dengan
    nasabah dan mempraktikkan budaya layanan
                                                             headphone dan tombol huruf braille. Saat ini
    yang melampaui sekadar pelayanan.
                                                             tersedia 2.715 ATM ramah disabilitas yang tersebar
•   Meningkatkan sistem keamanan di semua
                                                             di 381 Kabupaten atau Kota di seluruh Indonesia
    jaringan dan fitur digital.
                                                             serta cabang luar negeri Singapura dan Hongkong.
•   Memberikan      pilihan    layanan      personalisasi
                                                             Selain itu, jalur akses menuju Banking Hall dan
    sesuai    dengan     demografi    dan      kebutuhan
                                                             Galeri ATM telah disiapkan untuk pengguna kursi
    nasabah perorangan maupun bisnis.
                                                             roda.
•   Menjalin     kerja     sama      dengan       fintech,
    e-commerce, dan platform digital lainnya
    untuk memperluas akses nasabah ke ekosistem
    keuangan yang lebih lengkap dan saling
    terhubung.



                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk         69
Page 70
Akses dan Keterjangkauan
Akses Informasi Produk dan Layanan
BNI fokus pada peningkatan aksesibilitas produk dan layanan keuangan, baik digital maupun konvensional,
dengan memperluas cakupan geografisnya. BNI berhasil menjangkau seluruh wilayah Indonesia,
termasuk daerah 3T, serta tujuh negara lainnya, untuk memastikan nasabah dapat mengakses layanan
dengan mudah di berbagai lokasi.


BNI terus mengembangkan produk dan layanan digital dan finansial lainnya untuk memenuhi kebutuhan
nasabah serta mengikuti perkembangan industri. Dalam hal ini, BNI aktif menyampaikan informasi
mengenai produk dan layanan untuk pemasaran, edukasi nasabah, serta meningkatkan transparansi
sesuai dengan regulasi Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan (POJK No. 22 Tahun 2023). Setiap
produk atau layanan yang diluncurkan telah mendapatkan persetujuan dari regulator dan melalui kajian
manajemen risiko, uji kepatuhan, serta analisis pendukung lainnya.


Informasi tentang produk dan layanan BNI disajikan secara jelas dan mudah dipahami, serta dipublikasikan
melalui berbagai saluran, seperti kantor cabang BNI, BNI Agen46, media cetak, media elektronik, media
sosial, BNI Mobile Banking, wondr by BNI dan situs web. BNI juga menyediakan layanan konsultasi melalui
BNI Call dan kanal digital lainnya, seperti WhatsApp Business BNI dan BNI Virtual Assistant, yang dapat
diakses menggunakan jaringan internet untuk memenuhi kebutuhan informasi lebih lanjut dari nasabah.


Akses Keberadaan Kantor
Cabang dan Sarana Layanan
                                                                                                                         17
Perbankan                                                                                                              Kantor
Dengan    kemajuan          teknologi        digital,      layanan                                          197        Wilayah
perbankan BNI kini dapat diakses tidak hanya                                                   1.583       Kantor       (KW)
                                                                                                           Cabang
melalui saluran fisik, tetapi juga melalui berbagai                                          Kantor Cabang
                                                                                                            (KC)
saluran digital. Nasabah dapat memanfaatkan                                       20           Pembantu
                                                                              Commercial         (KCP)
layanan BNI melalui smartphone Android/iOS,
                                                                                                                          26
SMS,   atau     menggunakan             PC/Laptop          dengan
                                                                                Business                12               Retail
                                                                              Center (CMC)         Consumer Loan
peramban web. Aksesibilitas ini memungkinkan                                                                           Productive
                                                                                                  Processing Center
nasabah untuk mengakses layanan kapan saja                                                                              Business
                                                                                                        (LNC)
dan di mana saja, memberikan kemudahan dan                                                                            Center (RCC)

kenyamanan dalam bertransaksi
                                                          50                       330
                                                      Payment
                                                                                  DigiCS
                                                      Point (PP)


                                            192
                                     O-Branch (Mobil                  213.370
                                      Layanan Kas                         BNI Agen46
                                        Keliling)


                                                                  13.388
                                                                  ATM*/CRM



              *ATM sudah termasuk ATM tarik tunai dan tarik setor tunai




         Laporan Keberlanjutan 2024
70       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 71
Akses dan Kebijakan Komunikasi Pemasaran yang Bertanggung
Jawab [417-1, 417-2, 417-3]




BNI berkomitmen untuk menyediakan informasi              BNI menjunjung tinggi transparansi dan etika
produk    dan     layanan     yang    akurat,   jujur,   dalam setiap aktivitas komunikasi pemasaran.
dan   transparan     kepada    seluruh      pemangku     Sebagai       wujud      komitmen         tersebut,     BNI
kepentingan.     Akses    informasi   ini   diberikan    memastikan informasi yang dipublikasikan akurat,
melalui berbagai saluran, baik secara langsung           jujur, dan bebas dari unsur penyesatan maupun
melalui petugas frontliner di kantor cabang, sales/      konten SARA. Pada tahun 2024, terdapat isu yang
relationship officer     maupun melalui berbagai         menjadi perhatian dari regulator terkait dengan
media pemasaran. Dalam menjalankan kegiatan              ketidakpatuhan        atas    komunikasi       pemasaran,
komunikasi pemasaran, BNI memprioritaskan                informasi layanan dan labelling produk. BNI telah
perlindungan      konsumen      dan      kepentingan     menindaklanjuti hal tersebut sehingga diharapkan
masyarakat,      serta   mematuhi     prinsip-prinsip    tidak   terjadi      kembali.       Untuk      mendukung
keberlanjutan.                                           efektivitas    komunikasi       yang     transparan     dan
                                                         bertanggung       jawab,      BNI    terus    berinvestasi
Kebijakan komunikasi pemasaran BNI didasari              dalam peningkatan kompetensi melalui berbagai
oleh kerangka kerja yang komprehensif, mencakup          program pengembangan kapasitas. Program-
pedoman internal seperti Pedoman Perusahaan              program       tersebut    mencakup        pelatihan     dan
(PP) Tata Kerja Divisi Manajemen Pemasaran               seminar, antara lain Media Day, partisipasi dalam
& Portofolio Konsumer Retail; PP Komunikasi              Asia Pacific Media Forum (APMF) 2024, serta
Pemasaran Terpadu; PP Pengelolaan Event; PP              pelatihan spesifik seperti Level Up Your Media
Sponsorship; dan PP Periklanan. Selain itu, BNI          & Event Management, Digital Marketing & Brand
juga berpedoman pada regulasi eksternal, antara          Management In Banking, dan Elevating The Social
lain Pedoman Iklan Jasa Keuangan – Perubahan             Media Presence.
Ketiga – Oktober 2020 yang diterbitkan oleh OJK.
Hal ini memastikan akuntabilitas dan kepatuhan
terhadap standar yang berlaku.


                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk    71
Page 72
Pengelolaan Pengaduan                                       [2-25]



BNI sepenuh hati menerima setiap keluhan, kritik                     Nasabah dapat menyampaikan pengaduannya
dan masukan dari nasabah sebagai upaya untuk                         melalui Call Center, Kantor Cabang ataupun
menjaga transparansi dan meningkatkan kualitas                       Layanan Digital BNI resmi lainnya seperti platform
pelayanan. Tindak lanjut terhadap pengaduan                          media sosial, WhatsApp, situs web, email, dan
nasabah dilakukan dengan ketentuan Service                           Tanya BNI di aplikasi BNI Mobile Banking. Seluruh
Level Agreement (SLA), dengan penyelesaian                           pengaduan yang masuk akan dikelola dan dipantau
pengaduan lisan dilakukan selambat-lambatnya                         penyelesaiannya oleh Divisi Customer Experience
5 hari kerja, sedangkan penyelesaian pengaduan                       Center di bawah pengawasan Direktur Network &
tertulis dilakukan selambat-lambatnya 10 hari kerja                  Services.
sejak dokumen diterima secara lengkap dan dapat
diperpanjang 10 hari kerja berikutnya.


                                      Media Penyampaian Pengaduan Nasabah BNI




                                            Nasabah menghubungi BNI Call
                                                                                                       Nasabah mendatangi
                                            Dalam Negeri : 1500046
                                                                                                       BNI Cabang terdekat
                                            Luar Negeri : +62 21 30500046
     Lisan



                                             Nasabah mengirimkan                                  Nasabah mengunjungi
                                             • X : @BNI dan                                       Situs web : www.bni.co.id
                                               @BNICustomerCare                                   pada menu Chat With Us
                                             • Facebook: BNI
                                             • IG: @bni46                                         Nasabah mengajukan keluhan
                                             • Surel: bnicall@bni.co.id                           melalui:
  Tertulis                                                                                        • Tanya BNI di BNI Mobile
                                                                                                    Banking
                                             Nasabah mendatangi
                                                                                                  • BNI Call Virtual Assistant
                                             BNI Cabang terdekat
                                                                                                  • BNI Whatsapp
                                                                                                    +62 811-5881-946

Dalam hal tidak tercapai kesepakatan antara BNI dan nasabah terkait penyelesaian pengaduan, maka
nasabah dapat melakukan penyelesaian sengketa di luar pengadilan atau melalui pengadilan. Penyelesaian
sengketa di sektor jasa keuangan di luar pengadilan dilakukan melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian
Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK).

                                  Mekanisme Pengaduan Pelanggan dan Penyelesaiannya


                  01 NASABAH
                     Menyampaikan
                     pengaduan


                  02                   03                   04                05                  06                07
                                                                                                     Apabila
                                                                              Menyampaikan         diperlukan,      Menyampaikan
                    Melakukan           Memberikan                                                                 hasil penyelesaian
                                                           Menindaklanjuti   hasil penyelesaian   menyampaikan
                     registrasi       nomor registrasi                                                             pengaduan pasca
                                                            pengaduan           pengaduan           notifikasi
                    pengaduan           pengaduan                                                                    perpanjangan
PETUGAS                                                                       kepada nasabah      perpanjangan
                                                                                                     waktu                waktu
     BNI


             Laporan Keberlanjutan 2024
72           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 73
Dalam upaya meningkatkan customer experience                    Salah satu perbaikan bisnis proses yang dilakukan
melalui penanganan pengaduan yang mudah                         pada   tahun      2024     adalah     percepatan       SLA
dan cepat, BNI menggunakan aplikasi customer                    penyelesaian pengaduan pada 5 jenis kategori
journey yang terintegrasi dengan seluruh touch                  seperti ATM BNI, ATM non BNI, Dana Pensiun
point (omnichannel) sehingga data nasabah yang                  Lembaga Keuangan (DPLK), BNI Agen46, dan bill
menghubungi BNI melalui media manapun dapat                     payment.
dilihat dalam satu aplikasi. Melalui aplikasi tersebut,
seluruh pengaduan dicatat, ditindaklanjuti dan                  Customer Experience Center juga menangani dan
dipantau penyelesaiannya, aplikasi tersebut juga                menyelesaikan      pengaduan        yang     disampaikan
dapat mengirimkan notifikasi otomatis kepada                    oleh nasabah melalui regulator seperti Aplikasi
nasabah jika pengaduan telah diselesaikan.                      Portal Perlindungan Konsumen (APPK) milik OJK.
                                                                Selanjutnya    BNI    secara     periodik     melaporkan
                                                                penanganan pengaduan yang berkaitan dengan
Jumlah Pengaduan dan Persentase Penyelesaian
                                                                finansial kepada Bank Indonesia melalui aplikasi
                                              Persentase
              Jumlah        Keluhan                             Antasena dan kepada OJK melalui aplikasi siPeduli.
   Tahun                                     Penyelesaian
              Keluhan     Diselesaikan
                                                  (%)

    2024      630.263        630.228             99,9

    2023      743.044        743.004             99,9
                                                                Pengawasan Tata kelola
    2022      549.863        548.928             99,8
                                                                Penyelesaian Pengaduan
                                                                Kinerja pengelolaan pengaduan nasabah di BNI
BNI telah menerima banyak pertanyaan dari
                                                                menjadi obyek pengawasan dari Direksi dan
nasabah sepanjang tahun 2024 yang meliputi
                                                                Komisaris dimana Customer Experience Center
informasi produk dan jasa (68,2%), permintaan/
                                                                harus membuat pelaporan kepada Direksi dan
perubahan     data     (20,6%),    pengaduan        (8,8%),
                                                                Komisaris dalam konteks Pelindungan Konsumen.
dan transaksi (2,3%). Pada tahun 2024, jumlah
                                                                Pelaporan kepada Direksi dan Komisaris terkait
pengaduan mengalami penurunan sebesar 15,2%
                                                                pengaduan nasabah dalam konteks Pelindungan
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk
                                                                Konsumen dilakukan setidaknya 2 kali dalam
mengurangi     pengaduan          nasabah,    BNI       telah
                                                                setahun    sebelum        dilaporkan       kepada      Bank
melakukan perbaikan bisnis proses, peningkatan
                                                                Indonesia dan OJK.
kualitas    layanan,      dan       secara      konsisten
mengedukasi nasabah tentang solusi perbankan,
                                                                Selain terkait Pelindungan Konsumen, kinerja
tips aman dalam bertransaksi, dan selalu waspada
                                                                pengelolaan pengaduan nasabah juga menjadi
terhadap modus kejahatan perbankan sebagai
                                                                indikator kriteria profil risiko reputasi yang secara
bagian dari kegiatan pelindungan konsumen.
                                                                langsung menjadi tanggung jawab Direksi dan
Sosialisasi dan edukasi pelindungan konsumen
                                                                Komisaris Bank BNI. Rapat Komisaris dan Direksi
rutin dilakukan oleh BNI melalui media daring dan
                                                                untuk membahas profil risiko reputasi secara rutin
luring, serta Direksi BNI juga turut berpartisipasi
                                                                dilaksanakan minimal 4 kali dalam setahun.
dalam pemberian sosialisasi dan edukasi tersebut.




                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                              PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     73
Page 74
Survei Kepuasan Nasabah




       4,28               4,26                4,27
         2024                 2023              2022



                  Skor CSS (skala 1-5)

Untuk mengidentifikasi dan mengukur kualitas
layanan yang diberikan kepada nasabah, BNI
secara    periodik     melakukan       survei      kepuasan
nasabah     (Customer         Satisfaction   Survey/CSS).
Survei ini terdiri dari dua aspek evaluasi:
1. Business Satisfaction Survey (BSS). Survei
     ini dilakukan kepada nasabah atau debitur
     dari segmen Business Banking (Korporasi,
     Menengah,       Kecil)     dan   Consumer         Retail
     (Emerald    dan     Non-Emerald).          Survei    ini
     mengevaluasi kepuasan nasabah berdasarkan
     aspek 7P: product, price, place, promotion,
     people, process, dan physical environment.
2. User Satisfaction Survey (USS). Survei yang
     dilakukan di internal BNI yang bertujuan
     untuk mengukur tingkat kepuasan atas kinerja
     layanan yang diberikan oleh Divisi/Satuan/Unit
     Fungsional dan sekaligus menjadi wawasan
     dalam rangka peningkatan kualitas layanan
     di masing-masing unit yang di survei. Aspek
     penilaian dalam survei ini meliputi aspek:
     koordinasi, komunikasi, kerja sama; hasil kerja/
     output; proses kerja; komitmen/SLA; pegawai;
     serta penyediaan data/informasi.


Melalui survei ini, BNI akan memperoleh masukan
yang lebih mendalam terkait tingkat kepuasan
dari perspektif eksternal (nasabah atau debitur)
maupun internal (pegawai), guna melakukan
perbaikan dan pengembangan layanan. Pada
tahun 2024, skor CSS BNI mengalami peningkatan
dibandingkan dengan tahun lalu dari yang semula
4,26 menjadi 4,28 dari skala 1-5.


          Laporan Keberlanjutan 2024
74        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 75
          Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   75
Page 76
            PILAR
                          03
          BNI UNT UK
      LINGKUNGAN HIDUP
            “Kegiatan operasional BNI tidak secara
            langsung berdampak negatif terhadap
            lingkungan. Namun, BNI berkomitmen
                 untuk meningkatkan kepedulian
           pegawai terhadap perilaku hidup ramah
              lingkungan melalui berbagai inisiatif
               untuk mewujudkan green banking.
                Kami menyalurkan pembiayaan ke
           sektor hijau dan mulai mengelola risiko
              iklim. Selain itu, BNI juga fokus pada
              penghematan energi, air, dan kertas,
           pengelolaan limbah dan sampah kantor,
           serta berupaya mengurangi emisi GRK.”




     Laporan Keberlanjutan 2024
76   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 77
          Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   77
Page 78
Green Banking




Kebijakan dan Inisiatif Internal
Komitmen BNI terhadap lingkungan diwujudkan                              bertransaksi       menggunakan        BNI      WWF,
melalui penerapan green banking yang juga                                nasabah     secara      tidak    langsung       telah
merupakan bentuk dukungan terhadap Tujuan                                berdonasi untuk mensukseskan misi WWF
Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Penerapan                               Indonesia      untuk    mendukung           program-
green banking oleh BNI meliputi berbagai inisiatif                       program        pelestarian,      restorasi,      dan
yang mencakup aspek internal dan eksternal.                              pengelolaan ekosistem dan keanekaragaman
                                                                         hayati di Indonesia.
Biaya lingkungan yang direalisasikan selama                         •    BNI    American        Express     Vibe       dengan
tahun 2024 sebesar Rp7,2 miliar untuk kegiatan                           menggunakan fisik kartu yang berbahan
yang dialokasikan untuk berbagai pelestarian                             plastic hasil daur ulang.
lingkungan.                                                       5. Membangun gedung baru di kawasan PIK 2
                                                                        dengan menerapkan Sertifikasi Green Building
Inisiatif internal green banking, antara lain:                          dari Leadership in Energy and Environmental
1. Melakukan efisiensi penggunaan energi, air, dan                      Design (LEED).
         kertas, mengelola limbah, serta menurunkan               6. Menyelenggarakan              pelatihan           terkait
         emisi.                                                         pengelolaan emisi dan climate risk.
2. Menanamkan budaya perilaku hidup ramah                         7. Mengimplementasikan               sertifikasi      Green
         lingkungan pada pegawai.                                       Building dari Green Building Council Indonesia
3. Melakukan internalisasi ramah lingkungan yang                        (GBCI) pada Gedung Menara BNI dan Gedung
         diatur dalam PP Pola Hidup Ramah Lingkungan                    Plaza BNI.
         dengan menyampaikan ke seluruh unit.                     8. Menambahkan komitmen aspek lingkungan
4. Menawarkan 2 jenis produk kartu kredit yang                          dan sosial dalam pakta integritas saat
         selaras dengan inisiatif green banking, yaitu:                 pendaftaran calon vendor/supplier.
     •     BNI WWF merupakan kartu kredit yang                    9. Meningkatkan kepedulian pegawai terhadap
           diterbitkan    dengan      kolaborasi        bersama         lingkungan melalui Employee Volunteering
           yayasan World Wide           Fund      for    Nature         Program, seperti penanaman pohon dan
           Indonesia      (WWF        Indonesia).       Dengan          kegiatan lainnya.



              Laporan Keberlanjutan 2024
78            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 79
Produk yang Mendukung Pelestarian Lingkungan
Dukungan pada pelestarian lingkungan direalisasikan melalui kerja sama dengan pihak lain untuk
meluncurkan seri kartu kredit berwawasan lingkungan. Beberapa kerja sama tersebut antara lain, sebagai
berikut:


Kartu Kredit Berwawasan Lingkungan
                                              New CIF                                      Volume Penjualan (Rp Miliar)
    Jenis Kartu                                                                                      Realisasi
                         Target FY 24      Realisasi 2024         Capaian (%)     Target FY 24                       Capaian (%)
                                                                                                       2024

 WWF                       16.060               20.636              128,5%           500,1             514,1           102,8%

 Amex Vibes                30.000               34.837              116,1%            90,0             220,1           244,6%

 Total                     46.060               55.473              120,4%           590,1             734,2           124,4%




Mengelola Dampak Lingkungan                                          Penghematan
dari Operasional BNI                                                 Kertas [306-1, 306-2]
Meskipun      kegiatan     usaha     BNI     tidak       secara      Kami       menyadari     bahwa      penggunaan          kertas
langsung memberikan dampak negatif terhadap                          masih menjadi kebutuhan yang sulit dihilangkan
lingkungan,    namun       potensi      dampak       negatif         sepenuhnya dalam operasional kami. Meskipun
tersebut dapat muncul melalui kegiatan usaha                         demikian, kami terus berupaya untuk mengurangi
yang dilakukan oleh debitur BNI. Oleh sebab itu,                     penggunaan kertas melalui berbagai langkah
BNI berkomitmen meminimalisasi potensi risiko                        strategis.    Salah     satunya    dengan      mendorong
dan dampak negatif tersebut dengan memastikan                        transformasi ke arah digital banking yang bertujuan
pembiayaan      yang     diberikan      telah     mematuhi           untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung
ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku di                        pengurangan limbah kertas. Selain itu, kami juga
bidang lingkungan dan sosial. Selama tahun 2024,                     mengadopsi        sejumlah      inisiatif    konvensional,
tidak terdapat pengaduan terkait isu lingkungan                      seperti mengoptimalkan penggunaan kertas dan
hidup yang melibatkan BNI.                                           memanfaatkan teknologi untuk mendigitalisasi
                                                                     dokumen dan proses administrasi.




                                                                                              Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk       79
Page 80
                Digital Banking:
                •    Memaksimalkan fungsi e-office BNI, yaitu portal aplikasi persuratan
                     memo, nota intern, dan surat yang tercatat dan beredar di BNI.
                •    Digitalisasi proses presensi pegawai menggunakan DigiHC, seperti
                     kehadiran/ketidakhadiran, cuti/izin, dan keterlambatan.
                •    Digitalisasi proses pengajuan dan monitoring lembur/overtime pegawai
                     melalui DigiHC.
                •    Menggunakan       aplikasi    e-Procurement       BNI   dan    e-Arsip     untuk
                     mengoptimalkan otomasi dalam proses pengadaan barang dan jasa.
                •    Memiliki aplikasi DigiCode, yakni sistem pengelolaan Standard Operating
                     Procedure internal yang terintegrasi dengan konsep paperless.
                •    Mengoptimalkan penggunaan digital banking dalam melayani nasabah
                     melalui digital acquisition kartu kredit dan e-billing statement.
                •    Efisiensi penggunaan kertas dengan simplifikasi marketing collateral
                     melalui optimalisasi penggunaan informasi pada situs web BNI.
                •    Efisiensi penggunaan kertas melalui simplifikasi materi pemasaran
                     dengan mengoptimalkan penggunaan informasi yang tersedia di situs
                     web BNI.
                •    Menggunakan electric loan - Pengelolaan Dokumen Kredit Terpadu
                     (eLO PDKT) yang saat ini baru dilakukan pada dokumen kredit atas loan
                     konsumen mulai dari proses reviu hingga verifikasi.
                •    Memaksimalkan penggunaan media sosial (WhatsApp group internal)
                     untuk penyampaian undangan meeting antar unit.


                Inisiatif Konvensional:
                •    Penghematan kertas secara konvensional dilakukan melalui pemanfaatan
                     kertas bekas dan meningkatkan digitalisasi.
                •    Melakukan pengurangan percetakan hardcopy untuk Laporan Tahunan
                     dan Laporan Keberlanjutan.


Pemakaian Kertas di Wilayah BNI (Kg)
                    Uraian                          2024                       2023                     2022

 Kantor pusat                                                60.348                       146.939               142.245

 Kantor wilayah dan cabang                                 1.531.636                  1.789.345                1.697.378

 Total                                                     1.591.984                  1.936.284            1.839.623



Dampak E-Office pada Pengurangan Kertas (Satuan Lembar Kertas) [306-4]
                       Uraian                              2024                    2023                 2022

 Electronic SOP/BNI e-PP                                     57.288.420             46.503.360            39.882.240

 Electronic billing statement/BNI e-billing                  13.486.086             13.583.123            12.674.073

 Efisiensi amplop billing/BNI e-billing                           57.735                   70.142                84.615

 Total                                                       70.832.241             60.156.625            52.640.928




          Laporan Keberlanjutan 2024
80        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 81
Dampak eLO PDKT pada Pengurangan Kertas
                                   Uraian                                              2024                    2023                   2022

 Jumlah dokumen kredit yang terbentuk                                                    1.547.963              1.183.577                446.204*

Keterangan:
*) Pada April 2022, pilot project eLO PDKT dilakukan di 5 Wilayah (Wilayah Bandung, Semarang, Surabaya, Manado, dan Papua), dan baru diterapkan untuk
seluruh wilayah BNI pada bulan Agustus 2022.



Jumlah Dokumen yang Beredar melalui Aplikasi
                    Uraian                                    2024                               2023                             2022

 Memo                                                                    81.761                           100.742                         103.564

 Nota intern                                                              3.150                              7.110                         11.329

 Surat eksternal                                                         32.711                            43.664                         46.656

 Total dokumen                                                          117.622                           151.516                         161.549

 Lembar disposisi                                                      284.769                           423.585                         446.946




                                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                              PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk             81
Page 82
Mengurangi Dampak Perubahan Iklim melalui
Pengelolaan Energi dan Pengurangan Emisi

Pengelolaan Energi dan Reduksi Emisi [302-4, 305-5]

Kami        melakukan           berbagai         inisiatif        untuk       •   Mengadopsi              desain          bangunan         ramah
mengurangi emisi yang dihasilkan, dengan fokus                                    lingkungan pada Gedung Menara dan Gedung
utama pada peningkatan efisiensi energi. Inisiatif                                Plaza BNI untuk mendukung efisiensi energi dan
yang telah dilakukan meliputi:                                                    mengurangi dampak lingkungan.
•    Pelaksanaan         program         Earth     Hour       dengan          •   Merencanakan desain bangunan pada Gedung
     mematikan lampu ruang kerja selama jam                                       BNI PIK2 menggunakan kaidah Green Building.
     istirahat (12:00-13:00).
•    Pelaksanaan program Earth Hour tahunan setiap                            Upaya efisiensi energi telah berhasil mengurangi
     minggu ke-4 bulan Maret untuk seluruh Gedung                             konsumsi listrik dan BBM (cakupan 1 dan 2)
     Kantor Pusat BNI.                                                        menjadi 598.235 Giga Joule (GJ) pada tahun
•    Menggunakan lampu hemat energi di Grha BNI,                              2024. Dalam inisiatif green building, gedung
     Plaza BNI, Gedoeng BNI, dan Menara BNI.                                  Menara BNI telah memperoleh sertifikasi green
•    Mengurangi penggunaan chiller pada hari Sabtu                            building Gold, sementara gedung Plaza BNI
     dan Minggu.                                                              meraih sertifikasi green building Platinum. Kedua
•    Penggunaan teknologi magnetic bearing pada                               sertifikasi tersebut diberikan oleh Green Building
     sistem pendingin di Plaza BNI, yang mengurangi                           Council Indonesia (GBCI). Selain itu, BNI juga
     gesekan         antara         komponen             penggerak            berencana mengimplementasikan green building
     (frictionless).                                                          LEED untuk pembangunan gedung di Kawasan
•    Memanfaatkan panel surya sejumlah 76 unit                                PIK 2. Sebagai apresiasi atas upaya BNI dalam
     dengan total kapasitas 3.040 Watt sebagai                                mengurangi emisi karbon melalui penyediaan
     sumber energi listrik untuk tangga darurat di                            fasilitas yang mendukung mobilitas berkelanjutan,
     Plaza BNI.                                                               BNI dianugerahi penghargaan Bangunan Ramah
•    Mengurangi             perjalanan             bisnis          dan        Pesepeda oleh Gubernur DKI Jakarta.
     menggantinya dengan komunikasi langsung
     jarak jauh (teleconference).

Konsumsi dan Intensitas Energi Operasional [302-1, 302-2, 302-3]
                     Uraian                               Satuan                    2024                       2023                 2022

    Penggunaan BBM untuk genset dan                                                      598.235                   604.186             975.767
    penggunaan energi listrik di kantor
    BNI seluruh Indonesia

    Penggunaan BBM untuk perjalanan                                                      334.861                    327.264             13.710
    dinas darat dan operasional di kantor                    GJ
    BNI

    Penggunaan energi listrik dari panel                                                     95,9                       95,9                95,9
    surya

    Total energi listrik dan BBM                                                         933.192                   931.546             989.573

    Pendapatan                                           Rp Triliun                          64,5                       62,7                61,5

    Intensitas energi terhadap                            GJ/Rp                   0,0000000145              0,0000000149          0,0000000161
    pendapatan

Keterangan:
Perhitungan menggunakan faktor konversi BBM menuju energi sebesar 0,038 GJ/ltr dan listrik menuju energi sebesar 0,0036 GJ/kWh.



            Laporan Keberlanjutan 2024
82          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 83
Pengelolaan Emisi [305-5]
Sejak tahun 2021, BNI telah memulai perjalanan menuju nol emisi bersih dengan secara konsisten melakukan
perhitungan emisi yang terus disempurnakan, baik dari sisi cakupan maupun metode. Perhitungan emisi
cakupan 1 dan 2 telah dilakukan secara rutin, dan tahun 2022, kami memperluas cakupan hingga ke emisi
tidak langsung (cakupan 3). Pada tahun 2024, BNI memperluas cakupan perhitungan emisinya. Emisi
cakupan 1 telah dihitung dari penggunaan BBM di gedung, freon air conditioner, dan penggunaan BBM
operasional, sedangkan emisi cakupan 2 juga telah dihitung dari listrik di 5 kantor pusat dan seluruh
kantor wilayah dan cabang BNI. Sementara itu, emisi cakupan 3 dihitung dari perjalanan bisnis dan
emisi pembiayaan dari 70,3% debitur segmen Corporate termasuk portfolio kredit Corporate, Enterprise,
Commercial, dan Retail Productive. Total emisi mengalami peningkatan karena adanya penambahan
cakupan perhitungan, khususnya pada cakupan 3 emisi perjalanan bisnis, dari yang sebelumnya cakupan
perhitungan dari 93,4% total kantor BNI menjadi 96,1% total kantor BNI.

Emisi Gas Rumah Kaca yang Dihasilkan (Ton CO2eq) [305-1, 305-2, 305-3, 305-4]
                                          Sumber Emisi                                                         2024                     2023

 Cakupan 1

 Pemakaian BBM di gedung                                                                                             1.327,1                 1.701,1

 Penggunaan freon                                                                                                     859,8                  1.023,6

 Pemakaian BBM Operasional                                                                                         15.175,0                15.874,9

 Cakupan 2

 Emisi dari penggunaan listrik                                                                                   169.179,5                170.760,4

 Cakupan 3

 Perjalanan dinas udara                                                                                             1.856,7                  2.959,2

 Perjalanan dinas darat                                                                                             5.355,2                  4.220,8

 Emisi pembiayaan                                                                                              33.233.262              28.718.388*

 Emisi GRK cakupan 1 & 2                                                                                         186.541,3              189.360,20

 Total emisi GRK                                                                                                33.427.015             28.914.928*

 Intensitas emisi cakupan 1, 2, & 3 perjalanan dinas terhadap pendapatan (Ton                             0,00000000300          0,00000000313*
 CO2eq/Rp)

 Intensitas emisi cakupan 3 pembiayaan terhadap pendapatan (Ton CO2eq/Rp)                                 0,00000051513          0,00000045768*

 Intensitas total emisi (cakupan 1, 2, & 3) terhadap pendapatan (Ton CO2eq/Rp)                            0,00000051813          0,00000046081*

Keterangan:
Metodologi perhitungan emisi operasional menggunakan GHG Protocol 2017 dan referensi didapatkan dari biograce v4, 2014. Sementara itu, untuk perjalanan
dinas menggunakan referensi dari myclimate.
*)Penyajian kembali informasi (restatement) karena adanya perubahan metodologi perhitungan dan perluasan cakupan.



BNI     berkontribusi           dalam       upaya       melindungi            Hingga akhir tahun 2024, inventarisasi emisi yang
lapisan       ozon       dengan         menjalankan           inisiatif       dilakukan BNI terbatas pada gas rumah kaca
pengurangan emisi zat perusak ozon. Upaya ini                                 (GRK). Emisi polutan udara lainya, seperti Nitrogen
dilakukan        melalui        pengurangan           penggunaan              Oksida (NOX), Sulfur Oksida (SOX), belum dilakukan
peralatan yang berpotensi menghasilkan emisi                                  perhitungan, mengingat sumber utama emisi
tersebut, khususnya yang mengandung bahan                                     tersebut bukan berasal dari kegiatan operasional
Chlorofluorocarbon (CFC). Sebagai bagian dari                                 BNI. [305-6, 305-7]
komitmen          ini,    BNI     menggantikan             peralatan
tersebut dengan teknologi dan perangkat yang
lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan AC
inverter.


                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                                PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk               83
Page 84
Pengelolaan Limbah                                   [306-1, 306-2, 306-4]




Pada tahun 2024, BNI menerapkan konsep Zero-                                 Terdapat perbedaan metode pengukuran volume
Waste to Landfill (ZWTL) dengan metode 3R                                    limbah selama tahun 2024. Sejak Desember
(Reduce, Reuse, & Recycle). Pengelolaan limbah                               2024, BNI bekerja sama dengan pihak ketiga
ini melibatkan 5 Kantor Pusat BNI, sebagai                                   dalam pengelolaan limbah, termasuk melakukan
upaya dalam mengoptimalisasi program daur                                    proses daur ulang limbah organik dan anorganik,
ulang atas limbah yang dihasilkan gedung BNI,                                sehingga           pengukuran       data       limbah        dihitung
serta mengurangi dan mengatasi pembuangan                                    dalam satuan berat, yaitu ton. Sementara untuk
limbah      langsung        ke   Tempat       Pembuangan                     periode          Januari-November          2024,       perhitungan
Akhir     (TPA).    Untuk    mendukung         pelaksanaan                   data limbah dilakukan berdasarkan volume tempat
pengelolaan limbah padat, BNI telah memiliki                                 penyimpanan (m3).
Standard Operating Procedure (SOP) Solid Waste
                                                                                                       Organik (m3)          Anorganik (m3)
Management yang berlaku di gedung Kantor Pusat
BNI. Setelah implementasi pengelolaan limbah di                                                        617,2                 3.283,3
Kantor Pusat BNI berjalan dengan baik, BNI akan                                                        2024                  2024
                                                                                                       (Januari-November)    (Januari-November)
melakukan perluasan implementasi program ke
seluruh Kantor Wilayah dan Kantor Cabang BNI.                                Volume
                                                                             Limbah yang               Organik (Ton)         Anorganik (Ton)
          Tahapan pengelolaan limbah di BNI:                                 Dihasilkan
                                                                             [306-3, 306-5]            10,8                  51,5
                                                                                                       2024                  2024
                                                                                                       (Desember)            (Desember)



                                                                             Sejalan dengan itu, BNI pun memperluas cakupan
                                                                             perhitungan limbah yang didaur ulang selain
                                                                             limbah kertas, yaitu limbah organik dan anorganik
      Padat                  Cair                   B3                       lain.


                                                                                         Volume Daur                  Volume Daur
                                                                                        Ulang Limbah                 Ulang Limbah
BNI     telah      mengklasifikasikan       limbah         yang                           Kertas [306-4]            (Di Luar Kertas)
                                                                                                                              [306-4]
dihasilkan menjadi 3 kategori utama, yaitu limbah
padat, limbah cair, dan limbah bahan berbahaya
dan beracun (B3). BNI bekerja sama dengan pihak                                               48,0 Ton                  Organik (Ton)

ketiga dalam mengelola limbah B3. Limbah B3
                                                                                                2024                          3,7
                                                                                                                              2024
akan disimpan terlebih dahulu pada penyimpanan                                                                              (Desember)
limbah B3, sebelum diambil oleh pihak ketiga                                                  60,5 Ton
berizin. Pengambilan limbah B3 dilakukan setahun                                                2023                     Anorganik
sekali.                                                                                                                    (Ton)

                                                                                                                            16,0
                                                                                          191,6 Ton                           2024
                                                                                                2022                        (Desember)




           Laporan Keberlanjutan 2024
84         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 85
Pengelolaan Limbah Tekstil [306-1, 306-2, 306-4]
Upaya BNI dalam mengelola limbah, salah satunya                                 Melalui program ini, sebanyak 21,6 ton limbah baju
diwujudkan dalam program Empathy Drop Box.                                      seragam pegawai dikelola dan menghasilkan tiga
Melalui program ini, kami berkolaborasi dengan                                  output, dengan rincian sebagai berikut:
masyarakat untuk menyumbang barang-barang                                       1. Donate: Sebanyak 5,3 ton pakaian yang lolos uji
tekstil untuk kemudian diproses daur ulang                                         kualitas layak digunakan kembali didistribusikan
(recycle) dan daur naik (upcycle). Hasilnya akan                                   kepada masyarakat prasejahtera di 7 kota di
kembali didonasikan kepada masyarakat yang                                         Indonesia, sehingga produksi sebanyak 39.984
membutuhkan.                                                                       pcs tekstil baru berhasil dicegah.
                                                                                2. Recycle: Sebanyak 15,3 ton tekstil yang tidak
Di sisi lain, BNI juga berkolaborasi dengan                                        lolos uji kualitas akan dihancurkan dan diproses
pegawai dalam program Pengelolaan Sampah                                           lebih lanjut menjadi kain daur ulang, Ja-Brick
Tekstil Pegawai atau Uniform Disposal Program,                                     untuk home decor, dan insulator.
khususnya pengelolaan baju seragam pegawai                                      3. Upcycle: Sebanyak 1,12 ton tekstil dalam kondisi
yang masih layak pakai. Program ini bertujuan                                      kurang dari 60% kelayakan dimanfaatkan untuk
untuk mengurangi timbunan sampah tekstil yang                                      diproses lebih lanjut menjadi produk bernilai
berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)                                          tambah, seperti sepatu dan sebagainya.
dengan menerapkan prinsip Donate, Recycle, dan
Upcycle.                                                                        Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam
                                                                                mengurangi emisi GRK, menciptakan ekonomi
                                                                                sirkular, serta memberikan manfaat nyata bagi
                                                                                masyarakat prasejahtera di Indonesia.


Pengelolaan Air                            [303-1, 303-2, 303-3, 303-4]


Di BNI, air digunakan untuk kegiatan domestik,                                  Untuk mengoptimalkan penggunaan air, BNI telah
seperti     mencuci        tangan,       kebutuhan           taman,             menjalankan sejumlah inisiatif, seperti menerapkan
dan penggunaan toilet. BNI tidak melakukan                                      teknologi pengelolaan air di Gedung Plaza BNI dan
pengambilan air secara langsung dari sumber mata                                Gedung Menara BNI, kampanye hemat air, praktik-
air. Kebutuhan air BNI dipenuhi oleh Perusahaan                                 praktik penggunaan air yang bijak, melaporkan
Daerah Air Minum (PDAM) dan air tanah, yang                                     kebocoran keran, dan memanfaatkan air limbah
umumnya digunakan untuk kebutuhan domestik di                                   yang telah diolah untuk menyiram tanaman.
area perkantoran. Mengingat kegiatan operasional                                Perhitungan konsumsi air BNI mencakup kantor
BNI tidak menghasilkan efluen yang berbahaya,                                   pusat dan seluruh kantor cabang, dengan total
maka BNI tidak melakukan pengujian baku mutu                                    volume mencapai 1.882.040 m3/tahun pada tahun
terhadap efluen yang dihasilkan. Sebagai alternatif,                            2024.
BNI mengelola air bekas secara efisien melalui
sistem manajemen gedung, yang mencakup upaya
untuk memanfaatkan kembali air tersebut.

Penggunaan Air [303-5]
                           Uraian                                             Satuan           2024             2023            2022

 Volume penggunaan air

 Kantor pusat                                                                                   329.344          272.165         305.852

 Kantor wilayah dan cabang                                                    m3/tahun         1.552.696       1.485.969       1.331.022

 Total volume penggunaan air                                                                  1.882.040        1.758.134       1.636.874

 Intensitas penggunaan air rata-rata tahunan                        m /pegawai/tahun
                                                                          3
                                                                                                    69,2            63,8             60,3

Keterangan:
Perhitungan konsumsi air dihitung dengan menggunakan data PDAM dalam m3



                                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk      85
Page 86
Pelestarian Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati




BNI menyadari bahwa pembiayaan yang diberikan                  inisiatif Program BNI GoGreen. Program BNI
oleh perseroan berpotensi menimbulkan dampak                   GoGreen merupakan dukungan Perseroan dalam
negatif bagi lingkungan dan keanekaragaman                     upaya pelestarian lingkungan.
hayati meskipun lokasi operasional BNI jauh dari
kawasan lindung. Oleh karena itu, BNI berkomitmen              Mengingat lokasi operasional BNI yang jauh
melalui Pilar “BNI untuk Lingkungan” berupaya                  dari     kawasan        lindung       dan/atau        kawasan
memberikan dampak positif terhadap lingkungan                  dengan      keanekaragaman           hayati    tinggi,    maka
hidup melalui peningkatan daya dukung ekosistem                kegiatan     operasional      BNI      tidak    memberikan
dan perlindungan spesies flora dan fauna.                      dampak      signifikan      secara    langsung        terhadap
                                                               keanekaragaman hayati. Akan tetapi, BNI secara
Sebagai    bentuk     komitmen        dalam        melakukan   konsisten menunjukkan komitmennya terhadap
adaptasi perubahan iklim terutama pada aksi                    pelestarian lingkungan melalui berbagai program
penyerapan gas polutan di udara, BNI memiliki                  yang     bertujuan      meningkatkan           daya      dukung
                                                               ekosistem. [304-1, 304-2]


Rehabilitasi Hutan Mangrove [304-3]
BNI mendukung kegiatan penghijauan dan rehabilitasi lahan, salah satunya menanam mangrove di Jawa
Timur, tepatnya Kabupaten Banyuwangi, yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).
Kondisi di daerah ini, tepatnya Teluk Pangpang, perlu mendapat perhatian karena rendahnya tingkat
kesejahteraan masyarakat pesisir, kelestarian alam yang belum terjaga, serta tingkat pengetahuan,
keterampilan, dan kesadaran lingkungan yang belum maksimal.




          Laporan Keberlanjutan 2024
86        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 87
BNI mendukung kegiatan tersebut mulai dari pengadaan bibit, penanaman, hingga pemeliharaan
mangrove seluas 50 hektar selama tiga tahun ke depan, bersama masyarakat. BNI menjadikan konservasi
di Teluk Pangpang sebagai salah satu lokasi perayaan ulang tahunnya yang ke-78 untuk meningkatkan
perhatian dan dampak positif atas rehabilitasi hutan mangrove. Program penghijauan dilakukan melalui
pendekatan agroforestry untuk memperbaiki kualitas lahan tanah, meningkatkan kualitas udara, dan
mencegah bencana, seperti longsor dan banjir.            Sepanjang 2024, BNI telah melakukan penghijauan
sebanyak 177.347 pohon di berbagai wilayah Indonesia.


Program Pengelolaan Sampah
BNI melakukan program pengelolaan sampah
secara kolaboratif bersama masyarakat melalui
bank sampah. Masyarakat mendapat pemahaman
tentang dampak positif program, baik dari aspek
lingkungan maupun ekonomi. BNI mendukung
program ini dengan beberapa kegiatan, seperti
Program Pos Pandai (Pusat, Olah Sampah, Pilah,
Ambil, Nabung, Daur Ulang, Alat, dan Inovasi),
bantuan insinerator, bantuan motor sampah, serta
penyediaan tempat sampah.


Program pengelolaan sampah dilakukan juga di
area wisata, seperti Likupang, Sulawesi Utara dan
Cikole, Lembang, serta Cipanas, Jawa Barat. Kami
juga melakukan kegiatan kebersihan di Ibu Kota
Nusantara (IKN), Kalimantan Barat.


Konservasi Fauna Dilindungi [304-4]
BNI melakukan kegiatan keanekaragaman hayati melalui perlindungan flora dan fauna, sejalan dengan
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106 Tahun 2018: melindungi jenis tumbuhan dan
satwa endemik, di antaranya Orangutan-Kalimantan dan Badak-Jawa.

Konservasi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)
Badak        Jawa   atau   Rhinoceros       sondaicus,     yang    dilakukan    berupa     pembuatan        sekolah
berdasarkan Red List Data Book IUCN berstatus              lapangan pengelolaan ternak kerbau (SLPTK)
Critically    Endangered   atau   sangat     terancam      dan    melanjutkan    pemetaan       genetik     individu
punah dikarenakan oleh sebaran populasi yang               Badak Jawa. Pembuatan SLPTK bertujuan untuk
sempit, jumlah populasi yang kecil, serta tingkat          memastikan bahwa kerbau tidak memasuki area
risiko terhadap habitat dan populasinya. Sebaran           Badak Jawa, dan untuk memastikan bahwa kerbau
populasi Badak Jawa saat ini terbatas hanya di             yang berada di sekitar TNUK dalam keadaan
kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).                 sehat dan mengeliminasi kemungkinan penularan
                                                           penyakit ke Badak Jawa. Sementara itu, pemetaan
BNI     mempertahankan        konsistensi    menjaga       genetik ditujukan untuk mengetahui genetik setiap
keanekaragaman       hayati   Indonesia     khususnya      individu yang digunakan untuk mengetahui tingkat
Badak Jawa yang telah dilakukan di tahun-                  kesehatan genetik Badak Jawa.
tahun sebelumnya. Pada akhir tahun 2023, BNI
melanjutkan dukungan konservasi Badak Jawa
bersama KLHK dan Balai TNUK serta Aliansi Lestari
Rimba Terpadu (ALeRT). Program konservasi



                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     87
Page 88
Konservasi Orangutan-Kalimantan
(Pongo pygmaeus)
BNI berkontribusi aktif dalam upaya rehabilitasi
Orangutan-Kalimantan,          bekerja     sama       dengan
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK),     serta    Borneo       Orangutan          Survival
Foundation      (BOSF).     Pada     tahun     2024,     BNI
melakukan rehabilitasi dua individu Orangutan-
Kalimantan di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru
Menteng, Kalimantan Tengah, serta rehabilitasi
4 hektar lahan kritis di area Samboja Lestari.
Di area rehabilitasi tersebut, BNI memulihkan
hutan     melalui   reboisasi,     pemeliharaan lahan
dan pengelolaan ancaman kebakaran, sehingga
ketersediaan lahan dapat dijadikan hutan lagi.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung
adanya tempat pembelajaran, areal suaka, dan
pakan. Selain itu, BNI juga mendukung kesehatan
dan     memberikan       vitamin      untuk        orangutan,
mempelajari cara mempersiapkan makanan alami,
serta membantu perbaikan infrastruktur di area
konservasi.

Orang Utan-Kalimantan dan Badak-Jawa merupakan spesies langka yang masuk dalam kategori critically
endangered atau ‘sangat terancam punah’ berdasarkan Red List Data Book yang diterbitkan oleh
the International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Selain itu, spesies
ini merupakan umbrella species yang memiliki daerah jelajah sangat luas dan menjadi pendukung
keberhasilan konservasi spesies lain. Pentingnya melindungi spesies ini secara tidak langsung akan
melindungi spesies lain, tidak hanya ekosistem fauna, namun juga flora.


Employee Volunteering Program
Sejak tahun 2023, kami memperkenalkan Employee
Volunteer Program (EVP). Program EVP bertujuan untuk
meningkatkan kepedulian dan memberikan kontribusi
positif kepada lingkungan dan sosial. Kegiatan dilakukan
di bawah naungan Program BNI Berbagi. Program EVP
merupakan salah satu key performance indicator (KPI)
pelaksanaan Program TJSL dari Kementerian BUMN.


Kegiatan EVP dapat memberikan motivasi kepada semua
BNI Hi Movers untuk terlibat menyumbangkan waktu dan
pikirannya secara sukarela, menumbuhkan kebersamaan
antar karyawan dalam membantu masyarakat, serta
meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.
Pada akhirnya, kegiatan EVP diharapkan dapat menciptakan
lingkungan kerja yang lebih baik. Program EVP ini
dilaksanakan oleh BNI Hi Movers dalam berbagai kegiatan,
di antaranya penanaman pohon, peringatan hari raya
keagamaan, dan revitalisasi rumah ibadah.


          Laporan Keberlanjutan 2024
88        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 89
          Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   89
Page 90
         PILAR
                          04
BNI UNT UK MASYARAKAT

              “Keberadaan BNI selalu diarahkan
              untuk dapat memberikan dampak
           positif bagi komunitas di sekitar melalui
               program-program yang berfokus
               pada pemberdayaan, inklusi, dan
           keberlanjutan. Melalui inisiatif di bidang
            pendidikan, kesehatan, pemberdayaan
            ekonomi, dan pelestarian lingkungan,
           BNI berupaya menciptakan nilai tambah
             yang berkelanjutan bagi masyarakat,
            sejalan dengan visi perusahaan untuk
                   tumbuh bersama bangsa.”




     Laporan Keberlanjutan 2024
90   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 91
          Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   91
Page 92
Tumbuh Bersama Masyarakat                                                 [203-2, FS5] [FN-CB-240a.1, FN-CB-240a.2]



Kemudahan          akses   pembiayaan            bagi    UMKM
menjadi langkah strategis dalam mendorong
pemberdayaan         sektor      ini    untuk     mendukung
perekonomian         nasional.     Dengan        akses    yang
lebih mudah terhadap modal, UMKM memiliki
peluang     lebih    besar     untuk         mengembangkan
usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta
berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja
baru. Sampai dengan akhir tahun 2024, BNI terus
menunjukkan konsistensinya dalam mendukung
sektor     UMKM       dengan           menyalurkan       kredit,
baik dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR)
bersubsidi maupun non-KUR. Sampai dengan
tahun 2024, pembiayaan kredit UMKM mencapai
Rp117,1 triliun, yang terdiri dari KUR sebesar
Rp33,2 triliun dan non-KUR sebesar Rp84,0 triliun.


Penyaluran KUR Berdasarkan Jenis Usaha Tahun 2024 [FS7]
                                                                                                             Pencapaian dari Target
     Jenis Usaha      Jumlah Debitur          Kredit Maksimum (Rp Miliar)       Target (Rp Miliar)
                                                                                                                  Pemerintah

 Supermikro                             21                              0,2                           0,5                    39,4%

 Mikro                             9.707                             720,9                        740,5                       97,4%

 Kecil                           43.365                            11.165,5                     11.220                       99,5%

 TKI                                   982                              26                            39                     66,6%

 Jumlah                          54.075                            11.912,5                     12.000                       99,3%


Di sisi lain, pembiayaan inklusif untuk UMKM telah mencapai Rp213,2 triliun sampai dengan akhir 2024,
dengan pemenuhan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) sebesar 28,1%.


Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (Rp triliun)
                                        Uraian                                          2024                2023          2022

 Pembiayaan secara langsung dan rantai pasok                                                184,7              171,5          169,0

 Pemberian pembiayaan melalui lembaga jasa keuangan, badan layanan                           22,9                14,6            7,5
 umum, dan/atau badan usaha

 Pembelian surat berharga pembiayaan inklusif (SBPI)                                           5,4                 4,8           3,5

 Total pembiayaan inklusif                                                                  213,2              190,9          180,0

 Sertifikat Deposito Pembiayaan Inklusif (SDPI) yang diterbitkan oleh                             -                   -               -
 Bank (offset RPIM individu Bank)

 SBPI lainnya yang diterbitkan oleh Bank (offset RPIM individu Bank)                           5,0                 5,0           5,0

 Total kredit/pembiayaan kepada pihak ketiga Non-Bank                                       759,6              685,8          641,1

 Nilai RPIM                                                                                28,1%              27,8%          28,0%




           Laporan Keberlanjutan 2024
92         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 93
Dukungan pada UMKM
BNI berkomitmen mendukung pemberdayaan, pengembangan, dan penguatan UMKM karena UMKM
merupakan fundamental perekonomian nasional. Selain menyediakan akses pembiayaan yang sudah
berwawasan ESG kepada UMKM, BNI juga mendukung pengembangan kapasitas melalui pelatihan,
penerapan praktik ramah lingkungan, serta mendorong UMKM naik kelas melalui akses pasar, baik
nasional maupun internasional. Adapun journey UMKM BNI melalui Go Productive, Go Digital, dan Go
Global. Untuk mewujudkan hal tersebut, BNI berkolaborasi dengan kementerian/lembaga/instansi terkait.




Roadmap Pemberdayaan UMKM BNI

                              Fase Inisiasi                Fase Akselerasi                       Fase Scale-Up
    Tahapan




                            (Go Productive)                  (Go Digital)                         (Go Global)



                Peningkatan Kapabilitas               Digitalisasi Proses      Akses Pasar Online         Akses Pasar Ekspor
                UMKM                                  Bisnis UMKM              Mengarahkan                Mendukung UMKM
                Dukungan permodalan dan               Pengenalan               pemasaran produk           potensial ekspor untuk
                pendampingan UMKM sesuai              teknologi dalam          UMKM melalui               bisa menjangkau pasar
 Pemberdayaan




                hasil mapping kebutuhan               proses bisnis UMKM       akses pasar online         global, baik dari segi
   Langkah




                untuk peningkatan kapabilitas         untuk menciptakan        seperti e-commerce         kualitas produk,legalitas/
                usaha sebagai pendorongan             UMKM yang digital.       atau media sosial.         sertifikasi, dan layanan
                graduasi UMKM                                                                             produk dan jasa
                                                                                                          transaksi luar negeri.


                Survei UMKM       Pendampingan        • Kerja sama mitra       Kerja sama mitra           Kerja sama mitra
                untuk mapping     melalui webinar       untuk digitalisasi     untuk akses pasar          untuk kurasi
                kebutuhan         & Penyaluran          pencatatan             online                     UMKM ekspor
 Aksi




                pendampingan.     Permodalan            keuangan usaha
 Riil




                                  UMKM.
                                                      • Produk & Layanan
                                                        Transaksi Usaha
 Pembiayaan
   Produk




                 PUMK                           BNI     BWU                                KREDIT                     KREDIT
                  BNI                     Wirausaha   PANDU                                 KECIL               KOMERSIAL




                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                             PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk       93
Page 94
Go Productive
Program BNI UMKM Ramah Lingkungan (BUMI) [203-2]
Program BUMI adalah inisiatif pemberdayaan UMKM yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan,
dengan mengimplementasikan proses bisnis ramah lingkungan dan/atau menghasilkan produk ramah
lingkungan. Sepanjang tahun 2024, BNI melalui program BUMI terus melakukan sosialisasi program
yang dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti Bank Indonesia untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya peran UMKM dalam melakukan praktik ramah lingkungan. Selain
itu, para pelaku UMKM yang tergabung di program BUMI juga telah mengikuti beberapa kegiatan business
matching yang bermanfaat untuk peningkatan akses pasar dan profitabilitas usaha. Pada tahun 2024,
program BUMI sudah melakukan sosialisasi sebanyak 4 kali, menyalurkan pembiayaan ke sektor kerajinan
sebanyak Rp38,9 miliar kepada 164 UMKM, dan telah mengikutsertakan UMKM program BUMI dalam
beberapa aktivitas business matching melalui acara BNI Bazaar Fest Vol.02, BNI Expo, dan BNI Investor
Daily Summit 2024. Harapannya, UMKM yang tergabung dalam program BUMI, sesuai dengan inisiasi
dari Pedoman Pengembangan UMKM Hijau oleh Bank Indonesia, dapat naik kelas dengan tetap merawat
bumi menjadi UMKM dengan kriteria eco-adopter, eco-entrepreneur, dan eco-innovator.




BNI Kampung Budidaya Perikanan
BNI Kampung Budidaya Perikanan adalah program pemberdayaan UMKM sektor perikanan dengan
memberikan solusi dan layanan perbankan dari hulu ke hilir sehingga tercipta closed loop ecosystem,
memberikan pelatihan dan pengembangan kemampuan UMKM sektor perikanan, serta memperluas akses
pasar UMKM sektor perikanan melalui Xpora sehingga dapat Go Global. Dalam melaksanakan program
ini, BNI bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung program
Prioritas KKP, seperti Kampung Perikanan Budidaya dan Kampung Nelayan. Program BNI Kampung
Budidaya Perikanan juga bertujuan untuk mendukung dan mensukseskan program ekonomi biru sebagai
salah satu program prioritas nasional Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran. Melalui program ini, BNI dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor perikanan serta mendukung pemenuhan gizi.




        Laporan Keberlanjutan 2024
94      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 95
 Membentuk Klaster
 (SEKTOR HULU):
 UMKM Digital: Penyediaan                                                                   Pendampingan Usaha
 Akses Layanan Keuangan &                                                                   (SEKTOR HILIR)
 Transaksional Perbankan
                                                                                            Xpora BNI Ekspor jadi
 √ Kampung Perikanan Budidaya
 √ Kampung Nelayan Maju
                                                                                            Mudah: Pendampingan Usaha
                                                                                            melalui pertemuan langsung
 √ Desa Bahari
                                                                                            maupun online
                                                                                            √ Kurasi UMKM potensi Ekspor
                                                                                            √ Coaching Clinic UMKM Sektor
 Kerja Sama Mitra                                                                             Perikanan
 Merchant: BNI X E-Commerce                                                                 √ Pameran & Bazar
 Kerjasama Pemanfaatan Big Data                                                             √ Business Matching produk ekspor
 Mitra UMKM yang potensial untuk
 menjadi mitra laku pandai BNI (BNI
 Agen46)


 BNI bersinergi dan mendukung Program Prioritas yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,
 antara lain Kampung Perikanan Budidaya dan Kampung Nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan
 mereka.



                                  Skema Program BNI Kampung Budidaya Perikanan

                                           Perjanjian Kerja Sama Offtaker
                                                                                                   Ekspor ke
                                                                                                  Pasar Global
                                                                       Perjanjian
                    Literasi dan Inklusi            Kelompok           Kemitraan
                    Keuangan BNI                  Desa Mandiri
                                                   (Pokdakan)
                                                                                    Offtaker Lokal

                                                         Pendampingan
                                                         Usaha

                                                                              Penjualan Hasil
                                                  UMKM Kelautan
                                                                                  Panen
                                                   dan Perikanan
                        Pemberdayaan
  Pemangku              dan Pelatihan
 Kepentingan            UMKM
 Kementerian/
  Lembaga/                                     Nelayan    Petambak Ikan
Instansi Terkait




 Sampai dengan tahun 2024, BNI menyalurkan
                                                                                    Perikanan                 Perikanan
 kredit sebesar Rp3.312 miliar kepada 7.139 debitur              Keterangan
                                                                                     Tangkap                  Budidaya
 di sektor kelautan dan perikanan, dengan rincian
                                                                 KUR           Rp358        1.631       Rp972          4.359
 pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar                                  miliar       debitur     miliar         debitur
 Rp1.330 miliar untuk 5.990 debitur pelaku usaha di
                                                                 Non KUR       Rp1.321      544         Rp661          605
 sektor tersebut.
                                                                               miliar       debitur     miliar         debitur




                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                              PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk       95
Page 96
Go Digital
BNI Desa Digital Khatulistiwa (BNI Dedikasi)
BNI Dedikasi adalah program bisnis inkubasi transformasi desa berkelanjutan melalui ekosistem
keuangan digital BNI. Program ini bertujuan untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan
desa dan menciptakan kewirausahaan sektor unggulan desa yang berwawasan lingkungan, dengan
mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi lokal. Realisasi
pembiayaan sebesar Rp18,6 miliar telah disalurkan kepada 68 UMKM sebagai penerima pembiayaan.


Program Pembiayaan Taksi Alsintan
BNI berkomitmen untuk mendukung pembangunan                 BNI telah berperan aktif dalam mendukung program
berkelanjutan di Indonesia. Salah satu wujud                Taksi Alsintan melalui penyaluran pembiayaan
nyata dari komitmen tersebut adalah partisipasi             yang terarah dan berkelanjutan. Melalui program
BNI dalam menyukseskan program Taksi Alsintan               ini, BNI turut berkontribusi dalam:
(Alat dan Mesin Pertanian). Program Taksi Alsintan          1. Peningkatan Produktivitas Pertanian: Petani
merupakan langkah strategis pemerintah dalam                       yang menggunakan alsintan modern mampu
mempercepat modernisasi sektor pertanian di                        meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, serta
Indonesia. Program ini dirancang untuk mendukung                   memperoleh hasil panen yang lebih maksimal.
pengembangan        mekanisasi       pertanian    melalui   2. Penguatan         Ketahanan    Pangan:       Dengan
pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan)                    meningkatnya produktivitas, pasokan pangan
yang lebih modern, efisien, dan terjangkau bagi para               nasional menjadi lebih terjamin.
petani. Dengan adanya program ini, pemerintah               3. Mendorong Transformasi Digital: Pemanfaatan
berharap dapat meningkatkan produktivitas dan                      alsintan yang terintegrasi dengan teknologi
efisiensi pertanian nasional, yang pada akhirnya                   digital mendukung proses transformasi digital
akan mendukung ketahanan pangan Indonesia dan                      di sektor pertanian.
masih sejalan dengan program Asta Cita Presiden             4. Peningkatan        Kesejahteraan   Petani:    Akses
Prabowo-Gibran.                                                    terhadap alsintan yang dibiayai oleh BNI
                                                                   membuka      peluang    bagi   petani     untuk
                                                                   meningkatkan pendapatan mereka.


                                                            BNI      mendukung      program-program     strategis,
                                                            seperti Taksi Alsintan, merupakan langkah penting
                                                            untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di
                                                            Indonesia. BNI berkomitmen untuk menjadi mitra
                                                            strategis dalam mewujudkan modernisasi sektor
                                                            pertanian dan menciptakan masa depan yang lebih
                                                            cerah bagi pertanian Indonesia. Selama periode
                                                            tahun 2022 hingga 2024, BNI bekerja sama dengan
                                                            beberapa penyedia alsintan telah menyalurkan
                                                            pembiayaan sebesar Rp97,4 miliar kepada 297
                                                            debitur untuk mendukung implementasi program
                                                            ini.




         Laporan Keberlanjutan 2024
96       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 97
        Go Global
        BNI Xpora
        BNI Xpora, solusi ekspor satu atap dari BNI, terus berperan penting
        dalam membantu UMKM untuk memperluas jangkauan mereka
        ke pasar global. Di 2024, BNI Xpora mendapatkan penghargaan
        Economy Enhancement SME Enabler of the Year dan Best Brand
        Layanan Perbankan UMKM Go Digital, Xpora. Penghargaan ini
        menyoroti komitmen BNI Xpora dalam mendorong pertumbuhan
        UMKM melalui keberlanjutan, digitalisasi, dan memberikan akses
        ke pasar internasional.


        Pada tahun 2024, BNI Xpora mendukung berbagai inisiatif untuk
        meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM. Inisiatif ini
        termasuk pelatihan, pembinaan bisnis, dan partisipasi dalam acara
        perdagangan internasional, seperti Foodex di Tokyo, Amsterdam
        Coffee Festival, Chicago Coffee Festival, Indonesia In Singapore,
        Seoul Food & Hotel, Shoppe Object, HKTDC Food Expo, Wonderful
        Nusantara, Indonesia Africa Forum, dan Trade Expo Indonesia.
        Selain itu, BNI Xpora membantu menghubungkan bisnis lokal
        dengan pembeli global, menyediakan platform untuk pertemuan
        bisnis dan eksposur internasional. Upaya-upaya ini sejalan
        dengan tujuan lebih luas untuk menjadikan UMKM Indonesia lebih
        produktif, digital, dan kompetitif di tingkat global. Realisasi BNI
        Xpora di 2024 sebanyak Rp33,6 triliun dengan 18.432 debitur.




        Program BNI Jejak Kopi Khatulistiwa (JKK)


                                                         BNI melalui program BNI Jejak Kopi Khatulistiwa
                                                  menjembatani solusi keuangan BNI mulai dari pembiayaan,
                                                   transaksi, bisnis keagenan untuk ekosistem pertanian kopi,
                                                         meliputi kios agroinput, offtaker, dan aggregator.




                                    Kredit Produktif                 Kredit Produktif                    Kerja Sama                       Dukungan Akses
                                    Dukungan CSR                     Dukungan CSR                                                          Pasar Orientasi
                                                                        Grading                                                                Ekspor

                      Pembelian                        Pengumpulan
                       Saprodi                         Hasil Panen                      Penjualan Kopi                   Penjualan Kopi




Supplier Saprodi                         Petani                        Aggregator                           Offtaker
                   Supply Saprodi                      Pembayaran                         Pembayaran                        Transaksi
                                                       Hasil Panen                                                         Pembayaran




                                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                                 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk         97
Page 98
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa (BNI JKK) adalah                  Program ini memiliki berbagai fitur antara lain
inisiasi program berlatar belakang perhutanan                 pembiayaan, pembinaan (bekerja sama dengan
sosial berupa pemberdayaan ekonomi masyarakat                 Puslitkoka) serta grading kopi. Sebanyak 525 petani
melalui    pembentukan         ekosistem      pembiayaan      telah menerima pembiayaan di 2024, dengan total
ekonomi     hijau     untuk     UMKM        kopi   (petani,   realisasi pembiayaan sebesar Rp67,2 miliar.
pengumpul dan stakeholder lain) baik di area
perhutanan sosial maupun area potensi kopi                    Program BNI JKK telah memperoleh penghargaan
nasional dengan membentuk closed-loop financial               Gold    Medal    pada     ajang    BUMN        Corporate
ecosystem.                                                    Communications        and     Sustainability    Summit
                                                              (BCOMSS)       2024     kategori   Creating      Shared
Perhutanan sosial sendiri terdiri dari beberapa               Value. BNI JKK terimplementasi di 5 provinsi
komoditas antara lain kopi, jagung, porang, sengon,           yaitu   Sumatera      Utara   (Kabupaten       Humbang
dan lainnya dengan portfolio sebesar Rp240,0                  Hasundutan),     Sumatera       Selatan    (Kabupaten
Miliar yang diterima oleh 10.467 petani. Tematik              Rejang Lebong), Jawa Barat (Kabupaten Garut),
perhutanan sosial yang dikembangkan BNI adalah                Jawa Tengah (Kabupaten Temanggung), dan Jawa
komoditas kopi. Hal inilah yang melatarbelakangi              Timur (Kabupaten Jember).
terbentuknya Program BNI JKK.
                                                              BNI JKK juga telah mendapatkan pengakuan
Program BNI JKK bertujuan untuk:                              dari Kementerian BUMN dan saat ini tergabung
1. Menjadikan kopi rakyat dalam pemenuhan                     dalam Project Management Office (PMO) Kopi dan
     kebutuhan kopi dunia                                     Kakao Nusantara, Kementerian BUMN. Kontribusi
2. Pemberdayaan ekonomi petani kopi                           nyata BNI dalam mendukung ekosistem kopi
3. Meningkatkan inklusi keuangan                              adalah dengan memberikan TJSL kepada LMDH
4. Menciptakan ekosistem ekonomi hijau                        Wanaasri, Temanggung, berupa alat pengolahan
5. Memberikan grading kopi di area BNI JKK                    kopi. Tujuannya adalah untuk mengoptimalisasi
6. Menciptakan ekosistem kopi berorientasi                    ekosistem kopi di Temanggung.
     pasar ekspor.




          Laporan Keberlanjutan 2024
98        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 99
Literasi dan Inklusi Keuangan                                    [FS16][FN-CB-240a.3, FN-CB-240a.4]




BNI Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan melalui Prestasi Tingkat
Nasional
BNI berkomitmen untuk mendukung program                     edukasi keuangan kepada seluruh masyarakat,
literasi dan inklusi keuangan yang diadvokasi oleh          BNI mengoptimalkan perangkat digital cabang/
pemerintah. Selain bertujuan untuk meningkatkan             outlet melalui pemanfaatan screen 13.388 mesin
knowledge, skill, confidence level, dan behavior            ATM dan CRM, 330 mesin DigiCS (inbranch &
masyarakat agar dapat mengambil keputusan yang              offbranch), 1.380 mesin DigiCS Lite (inbranch),
tepat dalam melakukan pengelolaan keuangan                  serta perangkat Digital Poster (inbranch).
di masa depan, kegiatan literasi keuangan juga
dilakukan agar setiap segmen masyarakat lebih               Tidak hanya di dalam negeri, BNI juga berkolaborasi
memahami produk dan layanan bank, manfaat,                  dengan OJK untuk aktif melakukan edukasi
dan keuntungan yang dapat diperoleh serta                   kepada Diaspora dan Pekerja Migran Indonesia
risiko-risiko   finansial    yang    mungkin    timbul.     (PMI)      dengan          memanfaatkan               keberadaan
Melalui kegiatan literasi dan inklusi keuangan ini          Kantor Perwakilan BNI di luar negeri. BNI telah
diharapkan dapat memperkecil kesenjangan akses              mendampingi PMI mulai dari tahap pembekalan
layanan keuangan masyarakat dengan mengurangi               sebelum      pemberangkatan.              Per    31    Desember
jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening              2024, sejumlah 353.225 rekening Taplus BNI telah
bank.                                                       dimiliki oleh PMI.


BNI proaktif melakukan edukasi secara menyeluruh            Melalui 7.986 petugas frontliner yang tersebar
menyeluruh kepada masyarakat. Edukasi berbasis              di   1.780     kantor      cabang/outlet,        BNI      mampu
komunitas juga dilakukan di lingkungan sekolah/             menjangkau          dan       mengedukasi             masyarakat/
kampus/universitas          dengan   memperkenalkan         nasabah yang datang ke kantor cabang. Selain
digital banking serta produk investasi sebagai              itu, BNI juga memanfaatkan media sosial untuk
awareness bagi masyarakat terhadap keberadaan               melakukan penyebaran informasi dan konten
investasi ilegal dan judi online yang marak terjadi.        edukasi kepada segmen masyarakat di dunia
Dalam upaya memberikan customer experience                  maya, antara lain melalui platform Instagram
serta mendorong transaksi nasabah/masyarakat                (1,7 juta pengikut), Twitter (15,1 ribu pengikut),
ke arah digital, BNI pun menghadirkan O-Branch              Facebook (439 ribu pengikut), dan Tiktok (503,8
Banking Café. Layanan gerak di dalam sebuah                 ribu pengikut).
minibus    yang    didesain     menyerupai     café   ini
menawarkan pengalaman baru bagi nasabah                     Komitmen BNI dalam menyelenggarakan program
dalam memperoleh informasi serta bertransaksi               literasi keuangan membuahkan hasil, yaitu dengan
dengan Bank.                                                berhasilnya meraih penghargaan Program Literasi
                                                            Terbaik dalam ajang Financial Literacy Award 2024
BNI menghadirkan BNI Agen46 untuk menjangkau                yang diselenggarakan oleh OJK. Penghargaan
area blank spot yang tidak tercakup oleh outlet             ini diberikan atas kontribusi signifikan BNI dalam
BNI. Saat ini, terdapat 213.370 BNI Agen46 tersebar         meningkatkan literasi keuangan di Indonesia
di seluruh Indonesia, 16.360 di antaranya berada            melalui      program       edukasi        yang    inovatif   dan
di area tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).             berdampak luas. Keberhasilan ini menunjukkan
BNI Agen46 hadir melayani paling dekat untuk                peran     aktif     BNI     dalam         mendukung        inklusi
mendorong Masyarakat Cerdas Keuangan. Sebagai               keuangan dan pemberdayaan masyarakat dengan
media informasi dalam proses diseminasi materi              pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan
                                                            keuangan.




                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk         99
Page 100
Selama pelaksanaan program literasi dan inklusi                  menegaskan konsistensi BNI dalam menciptakan
keuangan, BNI telah mengadakan sebanyak 557                      inisiatif edukasi keuangan yang menyasar berbagai
kegiatan yang menjangkau 72.407 peserta offline                  kalangan, termasuk pelajar, tenaga pendidik, dan
di 33 provinsi. Selain itu, program ini juga berhasil            masyarakat umum, melalui kegiatan yang efektif
menjangkau audience/viewers di media sosial                      dan terukur.
dengan total reach di media sosial mencapai
167.738     orang.     Pencapaian       ini    menunjukkan       Melalui apresiasi ini, BNI memperkuat posisinya
komitmen BNI dalam memberikan akses literasi                     sebagai pemimpin dalam implementasi program
keuangan yang tidak hanya masif, tetapi juga                     literasi keuangan yang tidak hanya mendidik,
merata di seluruh Indonesia.                                     tetapi juga berperan dalam membangun ekosistem
                                                                 keuangan yang lebih inklusif. Penghargaan dari OJK
Pengakuan dari OJK ini menjadi bukti bahwa BNI                   menjadi motivasi bagi BNI untuk terus berinovasi
dapat dalam menyelaraskan programnya dengan                      dan memperluas jangkauan program-program
target pemerintah untuk mempercepat literasi dan                 literasi keuangan guna mendukung pertumbuhan
inklusi keuangan nasional. Penghargaan ini juga                  ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.


Inklusi Keuangan Menjangkau Wilayah 3T [FS13][FN-CB-240a.3, FN-CB-240a.4]
Program      inklusi   keuangan      BNI      telah   berhasil   BNI      terus     menunjukkan         komitmennya       dalam
membuka akses masyarakat terhadap layanan                        mendukung          inklusi    keuangan     dan       mendorong
perbankan. Meskipun demikian, terdapat potensi                   ekonomi          berkelanjutan    dengan       menggandeng
risiko,   seperti    social   engineering,      yang    dapat    Perkumpulan         Penyandang         Disabilitas    Indonesia
menyebabkan kerugian finansial serta peningkatan                 (PPDI)      melalui          program      pembinaan        dan
perilaku konsumtif. Untuk mengatasi risiko ini, BNI              pendampingan khusus bagi penyandang disabilitas
secara konsisten melaksanakan program literasi dan               untuk menjadi mitra BNI Agen46. Sejalan dengan
inklusi keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan               momentum Hari Disabilitas Internasional yang
pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan                        diperingati setiap 3 Desember, BNI bersama PPDI
keuangan yang bijak dan aman.                                    mencatat sejarah dengan meraih Rekor MURI untuk
                                                                 Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Pertama
BNI Agen46 adalah produk BNI yang bekerja sama                   sebagai Agen Laku Pandai BNI Agen46. Sebanyak
atau bermitra dengan individu maupun badan hukum                 65 penyandang disabilitas resmi bergabung sebagai
untuk memberikan layanan perbankan kepada                        mitra BNI Agen46, menandai langkah nyata BNI
masyarakat, terutama di daerah dengan populasi                   dalam mendorong kesetaraan dan inklusi.
terbatas atau wilayah yang rentan secara ekonomi.
BNI telah memperluas jaringan kemitraan business
to business (B2B) dengan 53 mitra super agen (SA)
potensial guna meningkatkan jangkauan layanan
melalui agen laku pandai.


Pada tahun 2024, jumlah BNI Agen46 mengalami
pertumbuhan sebesar 14,9%, dengan distribusi agen
yang mencakup 465 kota/kabupaten, 6.196 kecamatan,
dan 34.241 kelurahan/desa di seluruh Indonesia. Dari
total tersebut, sebanyak 16.360 agen atau sekitar
8% berada di wilayah 3T, mengalami pertumbuhan
sebesar 15,5%. Ini menunjukkan komitmen BNI
untuk memperluas jangkauan layanan perbankan ke
daerah-daerah yang lebih sulit dijangkau, termasuk
kawasan yang membutuhkan perhatian lebih dalam
hal pengembangan ekonomi dan inklusi keuangan.

           Laporan Keberlanjutan 2024
100        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 101
Program Pendukung Inklusi Keuangan
Kami    berperan    aktif   mendukung     program
pemerintah    untuk    masyarakat     prasejahtera
dengan membantu distribusi kartu bantuan serta
menyalurkan dana. Selain itu, BNI juga berfokus
pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan
melalui berbagai program, seperti Ayo Menabung
dengan Sampah, Program Super Bidan. Program-
program ini bertujuan untuk memberdayakan
individu, mendorong kebiasaan menabung, serta
mendukung kewirausahaan bagi kelompok rentan
dalam masyarakat.



Ayo Menabung dengan Sampah
Hingga akhir 2024, BNI telah mengadakan program Bank Goes to School di 518 sekolah, serta Goes to
School dalam rangka Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Hari Indonesia Menabung (HIM) dengan
lebih dari 61.000 peserta. Keberhasilan program ini mengantarkan BNI meraih penghargaan dari OJK,
yaitu Program Literasi Keuangan Terbaik Tahun 2024.


Program Ayo Menabung dengan Sampah berhasil melampaui target dana yang dihimpun sebesar
Rp1.875 juta, melebihi target Rp1.800 juta. Dana tersebut terdiri dari Rp1.712 juta untuk SimPel dan Rp163
juta untuk BNI Pandai. Selain itu, program ini juga mencatatkan 195.349 rekening, yang terbagi menjadi
194.011 rekening SimPel dan 1.338 rekening BNI Pandai.




                                                                             Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   101
Page 102
Program Super Bidan
BNI bekerja sama dengan Women’s World Banking
(WWB) untuk mengembangkan Program Super
Bidan, yang menawarkan solusi perbankan untuk
perencanaan keuangan seputar melahirkan dan
perawatan      pascamelahirkan.         Sebagai     tindak
lanjut implementasi yang melibatkan 100 bidan
di 4 kota pada tahun 2024, kunjungan monitoring
oleh manajemen WWB yang datang langsung dari
kantor pusat di New York yang dilakukan pada tahun
2024. Tujuan monitoring ini adalah mengevaluasi
progres implementasi program di lapangan, yang
akan menjadi dasar untuk menentukan kelanjutan
program di tahun 2025. Program tersebut akan
kembali melibatkan dukungan teknis dan finansial
dari WWB.


Program Edukasi dan Sertifikasi Guru
Dalam     kegiatan     tersebut,      BNI    menjalankan
program pemberian sertifikasi guru di 5 provinsi,
yaitu DKI Jakarta, Pekanbaru, Kalimantan Timur,
Bali, dan NTT yang diikuti oleh 1.000 guru dari 513
sekolah. Program selama 6 bulan ini bertujuan
untuk    mendukung          misi     Kemendikbudristek
dalam meningkatkan kapasitas guru. Program
ini   menjadikan       guru     memiliki      kemampuan
teknologi    digital    yang     memberikan        dampak
positif secara berkelanjutan di dunia pendidikan.
Sebagai nilai tambah, guru tidak hanya akan
mendapatkan sertifikat nasional yang akan diakui
oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,
dan     Teknologi      (Kemendikbudristek),        namun
juga sertifikat internasional dari Microsoft yang
bernama Microsoft Certified Educator.


Selama program berjalan, BNI juga melaksanakan
program edukasi keuangan bekerja sama dengan
OJK. Materi edukasi mencakup perencanaan
keuangan, bahaya pinjaman online ilegal, dan
pencegahan judi online. Program ini bertujuan
meningkatkan literasi keuangan, menjadikan guru
sebagai teladan, serta membangun kesadaran dini
bagi pelajar dalam pengelolaan keuangan yang
bijak dan inklusif.




          Laporan Keberlanjutan 2024
102       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 103
Inklusi dan Literasi Keuangan Menjangkau Negeri
Produk Simpanan Pelajar turut berperan dalam mendukung berbagai kegiatan, antara lain program
Bank Goes to School, Ayo Menabung dengan Sampah, serta program bantuan pemerintah seperti
Program Indonesia Pintar (PIP). Melalui inisiatif ini, BNI tidak hanya mendorong budaya menabung di
kalangan pelajar, tetapi juga meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan keuangan yang lebih luas,
memperkenalkan konsep keberlanjutan, dan membantu akses pendidikan melalui bantuan pemerintah.


   Keterangan                                2024                          2023                              2022

 Simpanan         Target               Rp2.500 miliar dana             Rp1.800 miliar dana            Rp1.500 miliar dana
 Pelajar
                  Realisasi           Rp2.681,3 miliar dana           Rp1.831,0 miliar dana         Rp1.555,7 miliar dana

                                        11.390.761 rekening             9.549.173 rekening             10.131.096 rekening

 BNI Pandai       Target               Rp1.000 miliar dana             Rp1.105 miliar dana            Rp1.000 miliar dana

                  Realisasi            Rp1.124 miliar dana             Rp1.120 miliar dana               Rp921 miliar dana

                                       20.180.474 rekening             20.023.883 rekening             20.007.475 rekening

 TabunganKu       Target               Rp3.900 miliar dana             Rp3.900 miliar dana            Rp4.100 miliar dana

                  Realisasi            Rp3.946 miliar dana             Rp3.982 miliar dana            Rp4.315 miliar dana

                                       12.255.408 rekening             12.889.609 rekening            12.862.645 rekening




Berbagi Nilai Tambah dengan Masyarakat                                                           [413-1, 413-2]


BNI menunjukkan upayanya dalam menjalankan                    dampak negatif yang perlu diperhatikan, antara lain
proses bisnis yang sehat dengan senantiasa                    ketidakmerataan dalam pembinaan dan bantuan,
mempertimbangkan        terjadinya       keseimbangan         terbatasnya         akses   informasi,        serta      potensi
kinerja pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.           kecemburuan sosial yang dapat memicu konflik
Salah satunya adalah merealisasikan beragam                   di antara komunitas yang terlibat. Sepanjang
program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan                  pelaksanaan program, BNI terus berupaya untuk
(TJSL). Pilar ‘BNI untuk Masyarakat’ direalisasikan           menekan potensi dampak negatif dengan cara
melalui   serangkaian      kegiatan     pelibatan    dan      terus     membangun         komunikasi         aktif     dengan
pemberdayaan masyarakat.                                      penerima manfaat.


Dalam     menjalankan       program        TJSL,     BNI      BNI membentuk Program BNI Berbagi sebagai
mengacu pada Peraturan Menteri BUMN No.                       wadah         penyelenggaraan             program          TJSL
PER-1/MBU/03/2023.      Pada    tahun       2024,    BNI      dengan tujuan memberikan dampak positif di
mengalokasikan dana sebesar Rp130 miliar untuk                bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta
program ini, dengan realisasi mencapai Rp129,9                meningkatkan         hubungan       dengan          masyarakat
miliar atau 99,9%. Program TJSL BNI memiliki                  sebagai salah satu pemangku kepentingan utama
sejumlah dampak positif, seperti peningkatan                  perusahaan. BNI menjalankan program TJSL
kesejahteraan hidup, perubahan perilaku, dan                  sebagai wujud dukungan bagi tercapainya tujuan
peningkatan pendapatan. Namun, terdapat juga                  pembangunan berkelanjutan (TPB).




                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                              PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk       103
Page 104
Program KAWAN BNI [203-1, 203-2]
Program     KAWAN         BNI    merupakan         program
pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada
tiga hal yaitu pemberdayaan perempuan, desa
budaya dan ekowisata.             Objek Pemberdayaan
dalam Program KAWAN BNI terdiri dari Perangkat
Desa,   BUM      Desa,     Tokoh     Masyarakat,     UMK
serta Pelaku Usaha (Karang Taruna, Pokdarwis,
Pokmaswa dan sejenisnya).


Program KAWAN BNI merupakan salah satu
Program BNI Berbagi yang menargetkan desa-desa
di seluruh Indonesia untuk dikembangkan bisnis
unggulan dari masing-masing desa tersebut.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi pada komunitas masyarakat. Kontribusi
dan dukungan terus BNI berikan demi mengembangkan potensi sehingga mampu menjadi desa yang
mandiri dan menambah/menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.


Sepanjang tahun 2024, BNI mengembangkan 4 objek program KAWAN BNI, yaitu Desa Wringin Putih
(Banyuwangi, Jawa Timur), Desa Wisata Ponggok (Klaten, Jawa Tengah), Desa Wisata Lembah Asri
(Purbalingga, Jawa Tengah), dan Desa Bubu Attagamu (Flores Timur, NTT).




          Laporan Keberlanjutan 2024
104       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 105
Rumah BUMN [203-1, 203-2]
Rumah BUMN, yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN,
bertujuan untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) sebagai pilar penting dalam ekonomi
Indonesia. BNI berperan aktif dalam mengelola Rumah
BUMN di 23 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sepanjang tahun 2024, BNI menunjukkan dukungannya
terhadap   pengembangan        UMKM    dengan      berbagai
program pelatihan, pendampingan, dan akses pasar untuk
memperkuat peran UMKM dalam perekonomian nasional.


Rumah BUMN tidak hanya fokus pada pengembangan
UMKM di tingkat lokal, tetapi juga membantu memperluas
pasar mereka ke skala nasional dan internasional. Program
ini memberikan UMKM kesempatan untuk memperkenalkan
produk mereka melalui pameran domestik dan internasional,
meningkatkan jaringan pasar, dan berkontribusi lebih besar
terhadap perekonomian negara.

Selain itu pada tahun 2024 Rumah BUMN BNI             Rumah    BUMN       BNI    juga     turut    melakukan
memperkuat komitmennya dalam mendukung                pendampingan kepada para petani kopi di Bantaeng
UMKM Disabilitas melalui Program ‘Rumah BUMN          di antaranya bekerjasama dengan Direktorat
Bekasi Tumbuh Bersama UMKM Disabilitas’.              Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian
Adapun tujuan program ini dapat memberikan            Hukum dan HAM untuk mendapatkan Sertifikat
kontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan          Indikasi geografis (IG) pada produk kopi unggulan
ekonomi    yang    inklusif    dan    mengurangi      asal Gunung Lompobattang Kabupaten Bantaeng,
kesenjangan.   Kontribusi     Rumah   BUMN   BNI      Sulawesi Selatan. Sertifikasi ini telah memenuhi
ini tidak hanya tentang pelatihan teknis, tetapi      syarat kualitas Kopi Terbaik untuk Nasional dan
juga tentang memberikan harapan dan peluang           Internasional. Pada tahun 2024 menjadi salah satu
sehingga mendorong perubahan positif yang             Kopi Indonesia yang berhasil mewakili ASEAN
berdampak langsung pada masyarakat, khususnya         di ajang World Geography Indication di Genewa
UMKM Disabilitas. BNI memberikan bantuan alat         Swiss.
produksi untuk UMKM Disabilitas.




                                                                            Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   105
Page 106
Realisasi Program TJSL Lainnya [203-1, 203-2]


            123                                           794                                 59
            Sarana dan prasarana ibadah                   Akumulasi penerima                  Mobil ambulans untuk
            dibangun/direnovasi dari                      beasiswa                            mendukung bidang
            berbagai agama di seluruh                                                         kesehatan
            wilayah BNI


            619.362                                       100                                 2
            Paket pangan disalurkan                       Sekolah atau instansi               Lokasi bantuan panel
            dalam rangka hari raya                        pendidikan dilakukan                surya untuk jalan
            keagamaan, penanggulangan                     pembangunan infrastruktur           lingkungan dan rumah
            dampak El Nino, dan bantuan                   serta penyediaan sarana             ibadah
            lainnya                                       dan prasarana di wilayah
                                                          BNI


Beberapa program TJSL berupa bantuan lainnya                    Adapun untuk mendukung program Pemerintah
dilakukan dengan berbagai kegiatan. Pada bidang                 dalam    percepatan     penurunan       stunting,   BNI
kesehatan, ‘BNI Berbagi’ memberikan sumbangan                   melaksanakan berbagai program, antara lain
peralatan di Rumah Sakit (RS) Kapal Nusa Waluya II              dengan memberikan bantuan, berupa:
untuk melakukan tindakan medis operasi katarak di               1. Paket pangan untuk balita, ibu hamil dan
lokasi terpencil. Selanjutnya, penyediaan sarana air               menyusui
bersih dan sanitasi dilakukan di beberapa wilayah               2. Makan siang bergizi
Indonesia yang terdampak, seperti Kabupaten                     3. Pelatihan    Kader   Posyandu    dan      Pelatihan
Lombok      -   Nusa     Tenggara       Barat,      Rembang,       Pencegahan Stunting
Purwokerto, Serang, Pandeglang, Cilegon-Banten,
Bogor - Jawa Barat, serta Banyuwangi - Jawa                     Implementasi program tersebut dilaksanakan di
Timur. Untuk membantu permasalahan ketahanan                    berbagai daerah yaitu Tasikmalaya, Jombang,
pangan dan kelaparan, BNI membagikan paket                      Sidoarjo, Jakarta Utara, Semarang, dan Jepara.
pangan sebanyak 619.362, yang disalurkan pada
saat   hari     raya    Ramadhan,        penanggulangan
                                                                Pengukuran Dampak Investasi
dampak El Nino, serta kesempatan lainnya.
                                                                Sosial (SROI)
Bantuan pembangunan dan renovasi infrastruktur                  BNI melakukan pengukuran dampak yang tercipta

sarana ibadah dari berbagai agama, juga dilakukan               dalam bidang sosial, lingkungan, dan ekonomi

BNI di seluruh wilayah kerja. Sepanjang 2024,                   dari program-program TJSL yang dilaksanakan.

BNI membantu 123 sarana ibadah, antara lain                     Hasil pengukuran dampak menjadi dasar untuk

di Sumatera Barat, Bengkulu, Pulau Jawa, Bali,                  melakukan      peningkatan   kualitas    program.    Di

dan Maluku. Di bidang pendidikan, BNI turut                     samping itu, SROI merupakan bentuk evaluasi atas

berpartisipasi melalui pemberian bantuan untuk                  pelaksanaan Program BNI Berbagi.

100 sekolah atau instansi pendidikan, seperti
pembangunan gedung sekolah, pembangunan/                        Di 2024, kami melakukan pengukuran dampak

renovasi      ruang    kelas,    pelatihan,      penyediaan     dari program TJSL dengan menggunakan metode

sarana     prasarana       teknologi      informasi      dan    SROI. Pengukuran dampak bekerja sama pihak

komunikasi, serta penyediaan sarana prasarana                   independen untuk 3 program TJSL, yaitu:

pendukung pembelajaran. BNI juga membagikan                     1. Sumur Bor di Gunung Kidul (DIY), skor 3,5

perlengkapan pendidikan sebanyak 17.000 paket di                2. Rumah BUMN Bekasi (Jawa Barat), skor 2,6

seluruh wilayah kerja BNI.                                      3. Program Pengelolaan Sampah di Bogor (Jawa
                                                                   Barat), skor 2,2




           Laporan Keberlanjutan 2024
106        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 107
Mekanisme Penanganan Pengaduan Masyarakat [411-1]
Pada tahun 2024, BNI tidak menerima pengaduan atau insiden yang berkaitan dengan pelanggaran hak-
hak masyarakat adat di sekitar area operasionalnya. Selama periode yang sama, tidak ada pengaduan
yang diterima dari masyarakat umum. Hal ini menunjukkan langkah BNI dalam menjaga hubungan baik
dengan komunitas lokal dan menjalankan operasional dengan penuh tanggung jawab.



Pelibatan Pihak Lokal dalam Rantai Pasokan                                                                                  [2-6, 204-1]


BNI menempatkan prioritas pada mitra dan pemasok lokal dalam rantai pasoknya, dengan memilih
perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh pihak dalam negeri. Untuk memastikan kualitas dan efektivitas
rantai pasok, BNI secara rutin melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kinerja mitra kerjanya. Selain
itu, setiap tahun BNI menyelenggarakan vendor gathering untuk mensosialisasikan sistem manajemen
anti penyuapan (SMAP) serta mendorong penggunaan produk dalam negeri. Langkah ini mendukung
upaya pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus menjaga integritas dalam menjalankan bisnis.

Pengadaan Barang dan Jasa
                                     2024                                       2023                                     2022
    Jenis                                      Nilai                                      Nilai                                      Nilai
  Pemasok/             Jumlah                                    Jumlah                                     Jumlah
                                            Pengadaan                                  Pengadaan                                  Pengadaan
  Mitra Kerja         Pemasok/                                  Pemasok/                                   Pemasok/
                                              Barang                                     Barang                                     Barang
                      Mitra Kerja                               Mitra Kerja                                Mitra Kerja
                                            (Rp Triliun)                               (Rp Triliun)                               (Rp Triliun)

  Lokal                          606                   4,2                  473                      7,0             331                     4,4

  Luar Negeri                      52                  0,9                     8                       -               44                        -

  Jumlah                         658                   5,1                  481                      7,0             375                     4,4

Keterangan:
• Lokal adalah perusahaan yang secara kepemilikan seluruhnya dari dalam negeri
• Luar Negeri adalah perusahaan yang secara kepemilikan sebagian atau seluruhnya dari luar negeri.



Seleksi Pemasok baru dengan menggunakan kriteria Lingkungan dan
Sosial [308-1, 308-2, 414-1, 414-2]
Sebagai wujud komitmen BNI terhadap lingkungan                                oleh BNI dan telah memenuhi kriteria minimum
dan     praktik       bisnis     yang       berkelanjutan,          BNI       atau sudah mendapatkan Tanda Daftar Rekanan
memiliki kebijakan untuk mengevaluasi pemasok                                 (TDR). Hingga akhir tahun 2024, penilaian kembali
menggunakan kriteria aspek lingkungan dan sosial.                             telah dilakukan kepada 17,6% pemasok yang sudah
Kebijakan tersebut baru diterapkan sejak Desember                             menjadi rekanan BNI. Sementara itu, penyampaian
2024. Adapun beberapa kriteria yang disebutkan                                komitmen sudah dilakukan terhadap seluruh (100%)
dalam kebijakan, di antaranya terkait informasi                               calon pemasok yang sudah mendapatkan Tanda
perizinan       lingkungan,         lokasi     perusahan          yang        Daftar Rekanan Sementara (TDRs) pada Desember
berbatasan dengan kawasan lindung, pengelolaan                                2024. BNI juga telah menetapkan kebijakan terkait
emisi GRK dan limbah, tidak ada pekerja di bawah                              dengan identifikasi serikat pekerja pada supplier/
umum, tidak ada pekerja paksa, bebas praktik                                  vendor pada akhir tahun 2024. Namun, praktiknya
diskriminasi SARA, serta kesetaraan dalam promosi                             baru akan dilaksanakan mulai tahun 2025 dengan
dan remunerasi. Penyampaian komitmen telah                                    cara      mengidentifikasi        apakah        supplier/vendor
dilakukan baik untuk pemasok yang sudah menjadi                               memiliki serikat pekerja atau tidak melalui proses
rekanan maupun calon pemasok yang telah diverifikasi                          rekanan dan akan dilakukan reviu setiap tahunnya.




                                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                                PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk           107
Page 108
            PILAR
                           05
      BNI UNT UK PEGAWAI

                “BNI percaya bahwa meningkatkan
            produktivitas pegawai akan mendorong
            kinerja perusahaan yang unggul. Untuk
                itu, BNI berkomitmen menciptakan
             lingkungan kerja yang inklusif dan adil
            dengan menerapkan kebijakan Sumber
             Daya Manusia (SDM) yang menghargai
             keberagaman, hak asasi manusia, dan
            fokus pada pengembangan kompetensi
                  pegawai. Hal ini memungkinkan
              setiap pegawai untuk lebih responsif
               terhadap kebutuhan para pemangku
                           kepentingan.”




      Laporan Keberlanjutan 2024
108   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 109
          Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   109
Page 110
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)                                                                           [2-7, 406-1]



Keberlanjutan       bisnis     BNI     bergantung            pada         tidak ada diskriminasi, intimidasi, atau kekerasan
dukungan seluruh pegawai sehingga BNI berupaya                            dalam hubungan sosial antar pegawai selama
untuk menciptakan kondisi terbaik bagi pegawai                            periode pelaporan.
sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan
berprestasi sesuai dengan salah satu misi BNI. BNI                        Untuk    menjaga        keberagaman,          BNI      berupaya
melaksanakan pengelolaan Sumber Daya Manusia                              menyeimbangkan berbagai faktor seperti tingkat
dengan memperhatikan prinsip-prinsip Hak Asasi                            pendidikan, golongan usia, pengalaman kerja,
Manusia (HAM). BNI menjunjung tinggi prinsip                              jenis kelamin, ras, suku, dan agama. Per akhir 2024,
kesetaraan dan menentang diskriminasi dalam                               jumlah pegawai BNI mencapai 27.203 orang, terdiri
setiap tahapan pengelolaan human capital, mulai                           dari 48,0% laki-laki dan 52,0% perempuan. Hal ini
dari proses rekrutmen, selama menjadi pegawai                             membuktikan bahwa BNI memberikan kesempatan
(termasuk pengembangan karier, remunerasi, dan                            yang sama bagi pegawai perempuan dan laki-laki.
aspek lainnya), hingga saat pegawai keluar dari                           Semua pegawai BNI adalah pegawai penuh waktu,
perusahaan. BNI berkomitmen untuk membangun                               tanpa adanya pegawai paruh waktu.
lingkungan kerja yang inklusif dengan memastikan


Profil Pegawai BNI
Komposisi Pegawai Berdasarkan Kontrak Kerja Kepegawaian dan Jenis Kelamin [2-7]
                                                    2024                                2023                            2022
      Kontrak Kepegawaian
                                        Laki-laki      Perempuan            Laki-laki      Perempuan        Laki-laki         Perempuan

 Tetap                                     12.200             13.178          12.150             13.310        12.203              13.131

 Kontrak                                      521                   697           647               728             606              761

 Trainee                                      333                   274           395               340             222              247

 Jumlah berdasarkan jenis                  13.054             14.149          13.192             14.378        13.031              14.139
 kelamin

 Jumlah keseluruhan                                 27.203                              27.570                          27.170


Komposisi Pegawai Berdasarkan Wilayah Operasional dan Jenis Kelamin [2-7]
                                                     2024                                 2023                            2022
         Wilayah Operasional
                                         Laki-laki       Perempuan           Laki-laki         Perempuan    Laki-laki         Perempuan

 Kantor Pusat                                 4.168             3.277             5.664             4.798        3.058              2.447

 Kantor Wilayah 01                              471                  556           394               473            546              587

 Kantor Wilayah 02                              647                  683           518               604            721              731

 Kantor Wilayah 03                              667                  746           555               637            726              805

 Kantor Wilayah 04                              735                  767           623               657            816              798

 Kantor Wilayah 05                              496                  540           400               472            519              570

 Kantor Wilayah 06                              616                  940           533               817            744             1.051

 Kantor Wilayah 07                              569                  666           455               539            644              689

 Kantor Wilayah 08                              610                  668           520               593            677              707

 Kantor Wilayah 09                              662                  740           578               632            777              811

 Kantor Wilayah 10                              346                  569           298               536            388              624

 Kantor Wilayah 11                              336                  496           276               417            372              503


           Laporan Keberlanjutan 2024
110        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 111
                                                                 2024                                        2023                            2022
          Wilayah Operasional
                                                    Laki-laki         Perempuan            Laki-laki           Perempuan         Laki-laki      Perempuan

  Kantor Wilayah 12                                         395                   469              351                  450            501              598

  Kantor Wilayah 14                                         456                   768              379                  707            471              818

  Kantor Wilayah 15                                         512                   698              417                  631            559              752

  Kantor Wilayah 16                                         207                   221              187                  212            228              234

  Kantor Wilayah 17                                         557                   683              491                  609            671              726

  Kantor Wilayah 18                                         581                   653              533                  585            646              681

  Kantor Luar Negeri (KLN)                                    23                    9                   20                  9           21                7

  Jumlah berdasarkan jenis                                13.054             14.149            13.192                14.378         13.031            14.139
  kelamin

  Jumlah                                                        27.203                                   27.570                              27.170


Komposisi Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [2-7, 405-1]
                                                            2024                                        2023                                 2022
          Kelompok Usia
                                              Laki-laki          Perempuan              Laki-laki             Perempuan         Laki-laki       Perempuan

  > 50 Tahun                                        1.310                   1.031             1.359                  1.035          1.601              1.032

  > 45-50 Tahun                                    1.975                    1.452             1.625                  1.222          1.285              1.037

  > 40-45 Tahun                                    1.081                    1.186             1.543                  1.550          1.965              1.838

  > 35-40 Tahun                                    2.635                    2.820             2.103                  2.181          1.603              1.550

  > 30-35 Tahun                                    2.809                    3.494             3.064                  3.834          3.210              4.075

  > 25-30 Tahun                                    2.532                    3.190             2.719                  3.462          2.724              3.597

  ≤ 25 Tahun                                          712                     976               779                  1.094            643              1.010

  Jumlah                                                    27.203                                      27.570                              27.170


Komposisi Pegawai Berdasarkan Level Jabatan dan Jenis Kelamin [2-7, 405-1]
                                                             2024                                       2023                                2022
          Jenjang Jabatan
                                              Laki-Laki          Perempuan              Laki-Laki            Perempuan          Laki-Laki       Perempuan

  ≥ Senior Vice President*                           91                      31                  83                    28               68               25

  ≥ Vice President                                 205                       72                156                     49             181                50

  Assistant Vice President                         887                     434                 846                    407             901               413

  Manager                                        2.259                   1.647               2.027                  1.491            2.016             1.420

  Assistant Manager                              5.519                   5.806               5.691                  5.860            5.380             5.640

  ≤ Assistant**                                  4.093                   6.159               4.389                  6.543            4.485             6.591

  Jumlah                                                    27.203                                  27.570                                  27.170

Keterangan:
Proporsi manajer senior yang dipekerjaan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). [202-2]
*) Terdiri atas: Senior Vice President, Executive Vice President, dan Senior Executive Vice President
**) Terdiri atas: Assistant dan Pegawai Dasar




                                                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                                             PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk       111
Page 112
Komposisi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin [2-7]
                                            2024                            2023                          2022
  Tingkat Pendidikan
                               Laki-laki        Perempuan       Laki-laki      Perempuan      Laki-laki      Perempuan

 Strata 3                              13                   3           9                4            7                  4

 Strata 2                           1.634             1.274         1.625             1.219       1.627             1.151

 Strata 1                          10.531            11.620        10.515            11.731      10.355            11.511

 Akademi                              593             1.249           724            1.421          679             1.467

 SD-SMA                               283                   3         319                3          363                  6

 Jumlah                                     27.203                          27.570                        27.170




Pegawai Lain Bukan Pegawai BNI [2-8]
Selain pegawai full-time, di lingkungan kerja BNI juga terdapat pegawai lain yang berasal dari kerja sama
alih daya/outsourcing dengan perusahaan penyedia jasa (vendor) yang bertugas untuk mendukung
kelancaran operasional bank. BNI memastikan bahwa seluruh pegawai, termasuk pegawai alih daya,
memperoleh lingkungan kerja yang dilingkupi oleh sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi hak
asasi manusia. Dalam melakukan kerja sama dengan pihak ketiga, BNI terus berupaya untuk mematuhi
setiap regulasi dan peraturan perundangan yang berlaku. Pada tahun 2024, terdapat 16.089 pegawai
yang merupakan pekerja alih daya/outsourcing dengan mayoritas/secara signifikan ditempatkan atau
ditugaskan pada jenis pekerjaan setingkat asisten ke bawah, antara lain cleaning service, driver, dan
lainnya.




            Laporan Keberlanjutan 2024
112         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 113
Perekrutan, Tingkat Retensi, dan Tingkat Turnover [401-1]
Sebagai bagian dari Employee Value Proposition         Selama periode laporan, terdapat pegawai yang
(EVP)    yakni      “Bersama-sama       menciptakan    meninggalkan          perusahaan        dengan        berbagai
tempat terbaik untuk berkontribusi, belajar dan        alasan, seperti antara lain mengundurkan diri.
bertumbuh, guna menjadi kebanggaan negeri”,            Guna menjaga kinerja perusahaan, BNI berupaya
BNI berkomitmen untuk mengelola human capital          untuk      mempertahankan           pegawainya,           dengan
dengan   menerapkan        kebijakan   sumber   daya   cara menjaga hubungan industrial yang sehat,
manusia yang terintegrasi, mulai dari rekrutmen        memberikan remunerasi dan benefit bersaing
hingga   pegawai        meninggalkan    perusahaan.    dengan rata-rata industri sejenis, pengembangan
Proses ini bertujuan untuk memotivasi dan              kompetensi, hingga jenjang karier yang lebih
mempertahankan pegawai. Rekrutmen dilakukan            tinggi.
sesuai dengan posisi yang tersedia dan kesesuaian
nilai budaya BNI. Kami memiliki beberapa program       BNI mengukur tingkat retensi pegawai dengan
untuk memastikan ketersediaan talenta yang             menggunakan parameter tingkat turnover. Pada
sesuai dengan kebutuhan bisnis dan pemimpin            31 Desember 2024, tercatat tingkat turnover di
masa depan, seperti Early Recruitment Program          BNI adalah 1,7%. BNI menilai bahwa pencapaian
(ERP),   yang     memberikan      beasiswa   kepada    dan peluang dalam penerapan employee value
mahasiswa berprestasi dari perguruan tinggi            proposition di lingkungan bank tergolong baik
unggulan untuk menjadi calon pegawai BNI,              sehingga angka turnover tetap dapat terjaga lebih
serta Assistant Development Program (ADP), dan         baik dari market.
Officer Development Program (ODP). Program
ODP mencakup pencarian kandidat eksternal dan
internal, di mana program ODP Internal melatih                                        1,7% 1,2%       1,5%
pegawai untuk dipromosikan ke posisi yang lebih
tinggi. Selain itu, BNI juga berpartisipasi dalam
program Perekrutan Bersama BUMN (PBB) yang
diselenggarakan oleh Kementerian BUMN.
                                                                 Turnover

Penjelasan      lebih   lanjut   mengenai    masing-             rate

masing program rekrutmen dapat ditemukan
dalam Laporan Tahunan 2024 yang terpisah dari                                         2024    2023    2022
laporan ini. Dalam proses rekrutmen tersebut,
BNI berkomitmen untuk menciptakan lingkungan
kerja yang inklusif dengan menjaga keberagaman
pegawai. Kami juga membuka kesempatan bagi
kandidat dari berbagai latar belakang tanpa
membedakan ras, jenis kelamin, atau atribut
lainnya, agar semua memiliki kesempatan yang
sama untuk bergabung dengan perusahaan.




                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk      113
Page 114
Komposisi Pegawai Baru Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [401-1]
                                                  2024                                   2023                                 2022
        Kelompok Usia
                                  Laki-laki            Perempuan         Laki-laki          Perempuan          Laki-laki         Perempuan

 < 30 Tahun                             410                    430             764                  790              494               579

 30-50 Tahun                              84                    39              78                      33               45             18

 > 50 Tahun                               12                       1            13                       7                8                 2

 Jumlah                                           976                                    1.685                                1.146


Komposisi Pegawai Baru Berdasarkan Wilayah Operasional dan Jenis Kelamin [401-1]
                                                  2024                               2023                                  2022
      Wilayah Operasional
                                  Laki-laki            Perempuan        Laki-laki         Perempuan          Laki-laki         Perempuan

 Kantor Pusat                            364                  236             657                 477              346                 254

 Kantor Wilayah 01                        10                   16              11                  21                5                  14

 Kantor Wilayah 02                            3                10              19                  25                6                  16

 Kantor Wilayah 03                            4                 7               5                   6               53                  52

 Kantor Wilayah 04                            7                17              15                  30                8                  20

 Kantor Wilayah 05                            6                21              11                  26               20                  19

 Kantor Wilayah 06                        16                   11              22                  31               12                  27

 Kantor Wilayah 07                         11                  19              11                  23               11                  23

 Kantor Wilayah 08                        14                   16              10                  20                2                  19

 Kantor Wilayah 09                            4                 4               3                   5                7                     5

 Kantor Wilayah 10                        15                   14              10                  21                6                  26

 Kantor Wilayah 11                            4                11               4                  16                9                  15

 Kantor Wilayah 12                            5                21              10                  21                2                  20

 Kantor Wilayah 14                        13                   18              11                  21                3                  23

 Kantor Wilayah 15                            8                22              13                  34                5                  21

 Kantor Wilayah 16                            5                 5              11                  10               12                     8

 Kantor Wilayah 17                         11                  12              18                  19               24                  12

 Kantor Wilayah 18                            5                10              14                  24               16                  25

 Kantor Luar Negeri (KLN)                     1                 0               0                   0                0                     0

 Jumlah                                           976                                1.685                                1.146


Komposisi Pegawai Keluar Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [401-1]
                                                      2024                               2023                                 2022
         Kelompok Usia
                                    Laki-laki            Perempuan       Laki-laki           Perempuan        Laki-laki         Perempuan

 < 30 Tahun                                    59                  98               35             100                   51            102

 30-50 Tahun                                  106               174                 74              114                  97            146

 > 50 Tahun                                       7                 7                6                  3                12             11

 Jumlah                                               451                                332                                  419




           Laporan Keberlanjutan 2024
114        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 115
Komposisi Pegawai Keluar Berdasarkan Wilayah Operasional dan Jenis Kelamin [401-1]
                                        2024                          2023                                2022
   Wilayah Operasional
                            Laki-laki     Perempuan       Laki-laki     Perempuan            Laki-laki      Perempuan

 Kantor Pusat                     68              50             37                   49            34                44

 Kantor Wilayah 01                  4             10              5                     6             5               11

 Kantor Wilayah 02                  7             23              0                    9            10                10

 Kantor Wilayah 03                  8                 9           5                    6              7               14

 Kantor Wilayah 04                  9             16              7                   16            16                13

 Kantor Wilayah 05                  3                 8           4                   16              5               13

 Kantor Wilayah 06                  8             22             11                   14            16                31

 Kantor Wilayah 07                  3                 8           6                    5            10                  7

 Kantor Wilayah 08                  5             12              4                    7             2                  7

 Kantor Wilayah 09                10              34              9                   20            10                25

 Kantor Wilayah 10                  2             10              2                   10            10                10

 Kantor Wilayah 11                  8                 5           2                    4             4                  6

 Kantor Wilayah 12                  5             12              6                    8             2                12

 Kantor Wilayah 14                  5             15              4                   11             4                13

 Kantor Wilayah 15                  7                 8           5                    8             1                14

 Kantor Wilayah 16                  2                 5           3                    9             3                  5

 Kantor Wilayah 17                  5             15              1                    4             8                11

 Kantor Wilayah 18                13              17              3                   15            13                13

 Kantor Luar Negeri (KLN)           0                 0           1                    0             0                  0

 Jumlah                                 451                           332                                 419




                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                             PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   115
Page 116
Menghormati HAM dan Keberagaman                                                        [2-3, 408-1, 409-1]



Dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) terdapat pengaturan mengenai hak dan kewajiban antara perusahaan
dan pegawai serta aspek ketenagakerjaan lainnya, termasuk menghormati hak asasi manusia. Dalam PKB
telah diatur waktu kerja dan istirahat pada Bab VI Pasal 20, sehingga dapat menegaskan bahwa tidak ada
praktik kerja paksa di BNI. PKB juga mengatur waktu lembur sebagai kesepakatan antara pegawai dan
pimpinan perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan yang mendesak. Selain itu, BNI memastikan bahwa
semua pegawai telah memenuhi usia minimal bekerja, sehingga tidak ada praktik pekerja anak.


Menciptakan Lingkungan Kerja yang Saling Menghargai
Dengan      adanya       keberagaman           karakteristik    tentang Kebijakan Berperilaku Saling Menghargai
pegawai, BNI berkomitmen untuk menciptakan                      di Tempat Kerja (Respectful Working Place) di
lingkungan    kerja     yang      saling    menghormati,        Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. Adapun
bebas dari diskriminasi, pengucilan, pelecehan,                 BNI tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran
perundungan,      dan     kekerasan         lainnya,    yang    terkait pelecehan dan perbuatan diskriminatif
tercermin       dalam       pelaksanaan           kebijakan     dengan menetapkan sanksi administratif atas
ketenagakerjaan.       Direksi,    khususnya        Direktur    pelanggaran Respectful Working Place. Seluruh
Human Capital and Compliance, bertanggung                       pelanggaran terkait dapat dilaporkan melalui
jawab untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan-                    saluran seperti Whistleblowing System (WBS)
kebijakan tersebut.                                             atau dapat dilaporkan langsung ke Line Manager/
                                                                Pemimpin Unit.
Kebijakan ketenagakerjaan BNI mengintegrasikan
prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) yang                    BNI   menjunjung       tinggi       prinsip      kesetaraan
selaras dengan standar dari International Labour                dan    martabat        setiap        individu       dengan
Organization (ILO), United Nations Global Compact               mengimplementasikan kebijakan tegas terhadap
(UNGC), serta peraturan ketenagakerjaan dan HAM                 pelecehan    seksual     dan       diskriminasi      dalam
yang berlaku.                                                   bentuk apa pun. BNI berkomitmen menciptakan
                                                                lingkungan kerja yang inklusif dan menghormati
Seluruh pegawai BNI dapat mengakses kebijakan                   keberagaman,     dengan         menyediakan         saluran
perusahaan terkait HAM yang tercantum dalam                     pelaporan yang aman, mekanisme penanganan
Tata Tertib (e-PP) dan PKB melalui platform DigiHC              yang transparan, serta edukasi berkelanjutan
dan DigiCM. Kebijakan baru atau pembaruan akan                  guna meningkatkan kesadaran dan pencegahan
disampaikan dalam bentuk infografis melalui                     terhadap tindakan yang melanggar nilai-nilai
DigiHC untuk memastikan informasi tersampaikan                  tersebut.
secara efektif. Selain itu, sosialisasi kebijakan juga
dilakukan secara berkala kepada pegawai dan                     Menindaklanjuti arahan KBUMN melalui Surat
fungsi terkait, dengan frekuensi yang disesuaikan               no. SE-1/MBU/01/2024 tanggal 18 Januari 2024,
berdasarkan kebutuhan operasional.                              BNI telah menetapkan aturan dalam Pedoman
                                                                Perusahaan     Nomor      Instruksi          IN/013/HCS/001
Di samping itu, komitmen BNI untuk menciptakan                  terkait penerapan Respectful Working Place yang
lingkungan kerja yang saling menghormati dengan                 bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja
menolak segala bentuk pelecehan dan perbuatan                   yang aman, nyaman, menghargai serta melindungi
diskriminatif di tempat kerja atau dalam aktivitas              harkat dan martabat manusia, mengedepankan
yang berkaitan dengan pekerjaan telah tertuang                  sikap saling menghormati, bebas dari diskriminasi,
melalui Respectful Working Place dalam Kebijakan                pengucilan atau pembatasan, perundungan dan
Umum     Human        Capital     sesuai    Surat      Edaran   pelecehan serta berbagai bentuk kekerasan lainnya
Kementerian     BUMN       No.      SE-3/    MBU/04/2022        baik mental maupun fisik bagi segenap pegawai
                                                                BNI Group.

         Laporan Keberlanjutan 2024
116      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 117
                                                           2. Memberdayakan             22    orang      pegawai       yang
                                                              memiliki keterbatasan fisik (disabilitas).
                                                           3. Memberikan kesempatan untuk berserikat dan
                                                              berkumpul melalui keberadaan Serikat Pekerja.
                                                           4. Memberikan kesempatan untuk menjalankan
                                                              kewajiban beragama, di mana di setiap kantor
                                                              BNI disediakan tempat untuk beribadah.
                                                           5. Memberikan remunerasi di atas Upah Minimum
                                                              Provinsi/Upah           Minimum            Kota/Kabupaten
                                                              (UMP/UMK) dan dalam menentukan gaji pokok
                                                              tidak ada membedakan gender. [202-1, 405-1]
                                                           6. Memberikan hak cuti bagi seluruh pegawai,
                                                              termasuk cuti haid maksimal 2 hari                     dengan
                                                              mengajukan surat keterangan dokter dan cuti
                                                              tiga bulan kalender bagi perempuan yang
                                                              melahirkan, serta tidak ada hak normatif lainnya
                                                              yang dikurangi saat kembali bekerja. [401-3]
Kebijakan Respectful Working Place diberlakukan            7. Memberikan hak untuk tidak masuk kerja
dan disosialisasikan kepada segenap pegawai                   dengan        tetap     menerima          upah/gaji     tanpa
dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan                    mengurangi hak cuti sesuai hak izin tidak masuk
kerja    yang    mengedepankan            sikap   saling      kerja yang diamanatkan oleh perundangan
menghormati, bebas dari diskriminasi, pengucilan              dengan mengajukan surat permohonan secara
atau pembatasan, perundungan dan pelecehan                    tertulis kepada atasan langsung dengan bukti
serta berbagai bentuk kekerasan lainnya baik                  yang sah.
mental maupun fisik dalam rangka menciptakan
lingkungan kerja yang inklusif, kondusif, dan
                                                           Kesempatan Karier bagi Pegawai
produktif     untuk      mendorong        keberlanjutan
Perusahaan dan menjunjung tinggi HAM.
                                                           Disabilitas
                                                           BNI menunjukkan perhatian khusus terhadap
                                                           Penyandang disabilitas, antara lain keterbatasan
Sebagai bagian dari Respectful Working Place,
                                                           fisik dan sensorik, dan menegakkan kesetaraan
BNI melakukan penyempurnaan pada program
                                                           gender      di     seluruh        lingkungan      BNI,      anak
wellbeing pegawai melalui BNI Holistic Employee
                                                           perusahaan,          serta        afiliasi     terkonsolidasi.
Wellbeing Program yang berfokus pada sehat
                                                           Penyandang         disabilitas     diberikan      kesempatan
mental & fisik, sehat finansial dan sehat sosial.
                                                           yang setara untuk bergabung dengan BNI, dengan
Sejumlah     inisiatif   yang   diluncurkan       antara
                                                           mempertimbangkan keahlian dan keterampilan
lain adalah Employee Assistance Program 2.0,
                                                           individu    dalam        penentuan       posisi    dan      jenis
penyediaan daycare dengan nama BNI Little
                                                           pekerjaan yang sesuai. BNI juga menyediakan
Explorers, sehat finansial melalui New Dana
                                                           fasilitas   yang       mendukung         kenyamanan          dan
Kesehatan Masa Pensiun (DKMP) dan sehat sosial
                                                           produktivitas pegawai disabilitas, seperti lift,
yang dilakukan antara lain melalui 46Society atau
                                                           tempat parkir dan toilet untuk orang berkebutuhan
komunitas pegawai.
                                                           khusus, akses ramp, kursi roda, tongkat bantu
                                                           jalan, dan lainnya. Pada tahun 2024, terdapat 22
Wujud nyata tentang penerapan Prinsip HAM
                                                           pegawai disabilitas.
dalam Manajemen SDM, di antaranya:
1. BNI      mengedepankan       prinsip     keragaman,
   kesetaraan         kesempatan     bekerja,       dan
   menjunjung tinggi prinsip non diskriminasi.




                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk      117
Page 118
Meningkatkan Peran Perempuan                                       Pada tahun 2024 telah dilaksanakan berbagai
                                                                   program Srikandi yang mendukung peningkatan
di Level Manajerial                                                produktivitas      pegawai     khususnya        perempuan
Perusahaan menerapkan kebijakan Accelerated
                                                                   antara lain dukungan Srikandi pada kesehatan fisik
Career Track sebagai langkah untuk mendorong
                                                                   dan mental pegawai melalui program-program
kemajuan       karier     talenta       perempuan          dan
                                                                   Respectful Working Place /RWP, daycare, webinar,
meningkatkan keterwakilan mereka di tingkat
                                                                   komunitas 46Society, serta kolaborasi dengan
kepemimpinan (Assistant Vice President ke atas).
                                                                   Srikandi BUMN. Informasi lebih lanjut dapat dilihat
Kebijakan ini berhasil meningkatkan proporsi
                                                                   pada media sosial Srikandi BNI pada Instagram:
talenta perempuan di level pimpinan selama tiga
                                                                   srikandi.bni.
tahun terakhir.
                              31,2% 30,9% 29,8%
                                                                   Serikat Pekerja dan Perjanjian
                                                                   Kerja Bersama (PKB) [2-30, 407-1]
                                                                   BNI menjamin hak kebebasan berserikat dan
      Perempuan yang                                               berkumpul seluruh pegawai melalui keberadaan
      menduduki posisi                                             Serikat Pekerja (SP). Dalam hal menjaga hubungan
      pimpinan (%) [405-1]                                         baik dengan SP, BNI telah melakukan hal-hal antara
                                                                   lain sebagai berikut:
                              2024      2023    2022               1. Menanggapi secara responsif atas masukan
                                                                        yang disampaikan oleh SP.
Perusahaan      juga     terus      berkomitmen          untuk
                                                                   2. Berkomunikasi             secara      terbuka         dan
memprioritaskan kesetaraan dan keadilan dalam
                                                                        transparan     dalam     rangka    mencegah        dan/
pemberdayaan         sumber      daya     manusia         serta
                                                                        atau menyelesaikan perselisihan hubungan
menciptakan       lingkungan      kerja    yang        inklusif.
                                                                        industrial.
Dukungan      terhadap       kesetaraan        gender      dan
                                                                   3. Menjalin komunikasi berkala dengan SP dalam
pemberdayaan perempuan diwujudkan melalui
                                                                        forum komunikasi bersama antara Manajemen
kebijakan yang setara, seperti cuti haid; fasilitas
                                                                        dan SP.
penitipan     anak      (daycare);      cuti     melahirkan;
Employee      Assistance       Program         (EAP)     untuk
                                                                   Manajemen dan SP bersama-sama menyusun
mendukung kesehatan fisik, mental, dan finansial
                                                                   PKB yang berlaku saat ini yakni periode 2024 -
pegawai; ruang menyusui di setiap gedung; serta
                                                                   2026 dengan dilandasi semangat kemitraan dan
pengaturan kerja fleksibel.
                                                                   kebersamaan dengan asas kekeluargaan bagi
                                                                   semua pegawai BNI.
Di samping itu, BNI memiliki Srikandi BNI sebagai
wadah     kreativitas    bagi     pegawai        BNI     untuk
membangun kesadaran semua pihak tentang
                                                                   Mekanisme Penyampaian
perkembangan karier berbasis kompetensi dan                        Keluhan Pegawai
kinerja pegawai tanpa membedakan status gender.                    BNI menyediakan saluran bagi pegawai untuk
Pembentukan Srikandi BNI merupakan salah satu                      menyampaikan         keluhan      antara       lain   terkait
wujud komitmen BNI untuk mengimplementasikan                       hubungan kerja yang dapat disampaikan kepada
semangat kepemimpinan perempuan sehingga                           atasan      langsung     maupun         melalui       sarana
memberikan        dampak      positif     bagi     kemajuan        komunikasi resmi yang disediakan BNI (melalui
perempuan melalui karakter yang dimilikinya                        call center maupun email). Selain itu, Serikat
yaitu caring, inspiring, dan collaboration yang                    Pekerja dapat membantu penyampaian keluhan
merupakan nilai-nilai yang penting bagi sebuah                     ke    Pimpinan      Perusahaan        secara    berjenjang.
organisasi.     Dengan        adanya       Srikandi        BNI     Keluhan terkait tindakan yang melanggar hukum,
diharapkan dapat mendorong seluruh pegawai,                        kebijakan internal, dan kode etik perusahaan dapat
khususnya perempuan agar saling mendukung                          disampaikan        melalui    Whistleblowing          System
serta mengembangkan personal and professional                      (WBS) yang dikenal sebagai “WBS to CEO” yang
capability.                                                        dikelola oleh pihak eksternal independen.


          Laporan Keberlanjutan 2024
118       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 119
Pengembangan Kompetensi Pegawai                                                    [404-2]



Kebijakan Pengembangan                                      2. Pengembangan Kapabilitas berdasarkan Posisi
                                                               Pengembangan sesuai persyaratan kompetensi
Kompetensi                                                     pada suatu posisi. Pengembangan bersifat
Dalam pengembangan kompetensi pegawai, BNI
                                                               Wajib, Tematik, dan Individual, yang disesuaikan
senantiasa berpedoman pada ketentuan POJK No.
                                                               dengan kebutuhan individu​, baik untuk current
24 tahun 2022 tentang Pengembangan Kualitas
                                                               roles maupun future roles.
Sumber Daya Manusia Bank Umum sehingga
                                                            3. Pengembangan Kapabilitas Berjenjang
dipastikan bahwa seluruh pegawai, baik tetap
                                                               Pengembangan           sesuai         dengan        jenjang
maupun kontrak, memiliki hak untuk mengikuti
                                                               pegawai,     dengan           program-program          lintas
pelatihan     dan     pengembangan           kompetensi.
                                                               fungsi, antara lain Leadership Program, Risk
Selain itu, BNI juga memberikan peluang kepada
                                                               Management, dan Human Capital Program.
pemagang untuk memperdalam pengetahuan dan
keterampilan di bidang pekerjaan yang relevan.
                                                            Jenis dan Cakupan Program
BNI secara rutin mengadakan program pelatihan               Pengembangan Kompetensi
dan pengembangan yang bertujuan meningkatkan                Jenis-jenis dan cakupan program pengembangan
kualitas    Sumber       Daya      Manusia        (SDM),    kompetensi yang ada di BNI telah disesuaikan
memperkuat daya saing di masa depan, dan                    dengan maksud dan tujuannya.
menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif
dan inovatif. BNI melalui BNI University menjamin           Program pembelajaran untuk
pengembangan kompetensi pegawai dengan cara                 meningkatkan kapabilitas pegawai guna
merancang strategi pembelajaran yang sesuai                 mendukung bisnis BNI
dengan kebutuhan BNI dan menyusun berbagai                  Program pembelajaran ini mencakup delapan
program pelatihan, termasuk yang terkait dengan             bidang    pelatihan     dan          pengembangan,        yaitu:
Keuangan Berkelanjutan.                                     Leadership;    Finance           &    Human      Capital;    IT,
                                                            Digital & Operation; Legal, Governance, Audit &
Pengembangan          kompetensi       dan    kapabilitas   Compliance; Network & Services; Retail Banking;
pegawai di BNI dilakukan melalui tiga pendekatan            Risk; serta Wholesale, Treasury & International
utama:                                                      Banking. Tujuan dari setiap bidang pelatihan dan
1. Pengembangan          Kapabilitas         berdasarkan    pengembangan ini dapat ditemukan dalam Laporan
   Kategori Pegawai​                                        Tahunan    2024,      pada       bagian        Pengembangan
   Pengembangan ini dibedakan menjadi dua                   Kompetensi      Berdasarkan            Level    Jabatan     dan
   kategori, yaitu:                                         Kesetaraan Gender.
   •   Employee Development, yang bertujuan
       untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam             Program pembelajaran untuk mendukung
       menjalankan posisi/fungsi saat ini.                  kapabilitas kepemimpinan
   •   Talent Development, yang difokuskan pada             Program perencanaan suksesi BNI dirancang
       pengembangan pegawai berprestasi (talent)            untuk    memastikan        kelanjutan          kepemimpinan
       untuk untuk menjalankan posisi/fungsi yang           yang efektif dan siap menghadapi tantangan
       lebih tinggi (next position).                        masa depan. Program kepemimpinan diberikan
                                                            kepada seluruh pegawai level officer. Rincian lebih
                                                            lanjut tentang pembelajaran kepemimpinan dapat
                                                            ditemukan dalam Laporan Tahunan 2024, pada
                                                            bagian Pengembangan Kompetensi Berdasarkan
                                                            Level Jabatan dan Kesetaraan Gender.




                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk        119
Page 120
Direksi, Dewan Komisaris, dan pegawai satu level              Program pembelajaran untuk mendukung
di bawah Direksi diberikan peluang yang sama                  persiapan pegawai dalam memasuki
dalam meningkatkan kapabilitas kepemimpinan                   masa purnabakti
melalui Board Level Program dan Advanced                      BNI menyediakan program Pra Purnabakti untuk
Management        Leadership        Program,       melalui    mempersiapkan pegawai yang akan pensiun
berbagai inisiatif seperti Executive Education,               dengan keterampilan dan pengetahuan penting,
Roundtable Mentoring, Top Executive Sharing,                  termasuk      strategi   pemberdayaan           diri,    cara
TOP GUN (part of BUMN School of Excellence),                  mengatasi perubahan psikologis, pola hidup sehat,
dan Business Essential (part of BUMN School                   perencanaan keuangan pensiun, serta peluang
of Excellence). Program-program ini bertujuan                 untuk memulai usaha. Pada tahun 2024, pelatihan
untuk memperkaya wawasan dan keterampilan                     bagi pra purnabakti difokuskan pada topik-topik,
kepemimpinan       yang     selaras     dengan      isu-isu   seperti Wisdom Living, Healthy Lifestyle, Financial
strategis, perkembangan pasar, dan kepentingan                Planning, dan Leveraging Assets.
pengembangan untuk mendukung pencapaian
tujuan BNI dan/atau sesuai bidang kerjanya. [2-17]            Program pendidikan pascasarjana
                                                              Dalam mewujudkan Employee Value Proposition
Dalam    menjalankan        Board      Level      Program,    (EVP) sebagai tempat terbaik dalam hal belajar,
BNI bekerja sama dengan beberapa lembaga                      bertumbuh, dan berkontribusi, BNI memberikan
yang terdiri dari sekolah bisnis dan universitas              kesempatan      pegawai     untuk    mengembangkan
terkemuka     dunia,    seperti     Harvard       Business    diri dengan mengejar pendidikan hingga tingkat
School, MIT Sloan Executive Education, Stanford               pascasarjana melalui:
Graduate School of Business, Columbia Business                a. Self Development Program (SDP), merupakan
School, dan IMD Business School. Sementara                       program       penggantian        biaya   pendidikan
itu, Advanced Management Leadership Program                      yang diberikan kepada pegawai yang telah
bekerja sama dengan beberapa lembaga, antara                     berhasil menyelesaikan pendidikan akademik
lain IMD Business School, MIT Sloan Executive                    dalam negeri S1, S2, atau S3 dan memenuhi
Education, dan INSEAD.                                           seluruh persyaratan program SDP. Program
                                                                 studi/jurusan     yang   dapat     dipilih     haruslah
                                                                 relevan dengan bisnis BNI, seperti Computer
                                                                 Science, Economics & Econometrics, Statistic,
                                                                 Mathematics, Accounting & Finance, Business
                                                                 & Management, and Law.
                                                              b. Global       Postgraduate        Program             (GPP),
                                                                 merupakan program pengembangan pegawai
                                                                 berbasis global yang diberikan dalam bentuk
                                                                 beasiswa S2 (postgraduate) pada universitas
                                                                 terbaik di luar negeri yang masuk ke dalam top
                                                                 30 universities per subject area berdasarkan
                                                                 QS World University Rankings. GPP ditujukan
                                                                 bagi pegawai berprestasi yang masuk dalam
                                                                 kategori     talent   dan   memenuhi             seluruh
                                                                 persyaratan program GPP.




         Laporan Keberlanjutan 2024
120      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 121
Pengembangan Kompetensi                                          5. Driving Innovation - Beyond Boundaries for
                                                                    Everyday Improvement.
terkait Keuangan Berkelanjutan                                   6. Ensuring      Compliance         -   Social     Media    in
[2-17, 404-2, FS4]
                                                                    Regulated Industries.
Komitmen BNI terhadap keuangan berkelanjutan
                                                                 7. Implementasi Governance, Risk & Compliance
tercermin dalam pengembangan modul pelatihan
                                                                    (GRC)
yang mencakup isu dan risiko Lingkungan, Sosial,
                                                                 8. Kuasai        Literasi      Tingkatkan          Keamanan
Tata Kelola (LST), serta prinsip keberlanjutan dan
                                                                    Bertransaksi.
keuangan berkelanjutan. Pengembangan modul
                                                                 9. Leaders Talk: Fostering a Global Mindset
ini melibatkan kerja sama dengan Subject Matter
                                                                    Toward Future Business Ecosystem.
Expert (SME), konsultan, dan pihak berkompeten
                                                                 10. Leaders      Talk:     Agile    &    Digital    Mindset
lainnya, dengan tujuan agar pegawai dapat
                                                                    Experience - Transforming Market & Fostering
memahami konsep keberlanjutan, pengelolaan
                                                                    Collaboration.
risiko LST, dan mampu menganalisis laporan
                                                                 11. Leaders      Talk:      Optimizing      Organizational
keberlanjutan perusahaan.
                                                                    Transformation Through Strategic Delegation.
                                                                 12. Leadership Development and Organizational
Sejalan
​                dengan     Rencana       Aksi     Keuangan
                                                                    Resilience in The Transforming Industry.
Berkelanjutan            (RAKB),      BNI     menargetkan
                                                                 13. Menerapkan Business Judgement Rule Dalam
pengembangan                    kompetensi         keuangan
                                                                    Manajemen Risiko.
berkelanjutan bagi 93% pegawai sampai dengan
                                                                 14. Implementasi         Undang-Undang           Pelindungan
2024. Hingga akhir periode pelaporan, 98,1%
                                                                    Data Pribadi (PDP).
dari total pegawai, atau 26.425 pegawai, telah
mengikuti            program      pengembangan         terkait
                                                                 Pelatihan keberlanjutan juga diberikan kepada divisi
keuangan             berkelanjutan     melalui      program
                                                                 yang spesifik. Program ini mencakup berbagai
e-Learning Mandatory Sustainability Finance. Di
                                                                 topik, seperti Greenhouse Gas (GHG) Calculation,
BNI terdapat beberapa topik e-learning mandatory
                                                                 Mitigation, Audit, and Reporting diikuti oleh Divisi
yang diikuti pegawai, yaitu:
                                                                 ERM; Peningkatan Awareness Pelaporan Data
1. Pengendalian             Gratifikasi      dan      Sistem
                                                                 Operasional Emisi Karbon yang diikuti oleh 99
     Manajemen Anti Penyuapan.
                                                                 peserta yang merupakan perwakilan pegawai dari
2. Anti Fraud Awareness.
                                                                 relationship manager, serta pengelola divisi dan
3. Anti Pencucian Uang.
                                                                 cabang; Global Reporting Initiative (GRI) Standards
4. Budaya Kerja.
                                                                 Certified Training diikuti oleh penanggung jawab
5. Good Corporate Governance.
                                                                 laporan     keberlanjutan;         Taksonomi       Keuangan
6. Risk Culture.
                                                                 Berkelanjutan Indonesia (TKBI) diikuti oleh 30
7. Sustainability Finance.
                                                                 pegawai dari Divisi Bisnis dan Risiko. Sementara
8. Pelindungan Data Pribadi.
                                                                 itu, pada tahun 2024 webinar yang diikuti oleh
                                                                 spesifik divisi adalah terkait pembiayaan UMKM
Selain        e-learning    mandatory,       pegawai     juga
                                                                 hijau.
mengikuti mandatory webinar. Pada tahun 2024
total jumlah peserta webinar mandatory mencapai
                                                                 Di sisi lain, BNI mencatat 12 anggota Direksi dan
220.927 penonton. Topik mandatory webinar yang
                                                                 11 anggota Dewan Komisaris yang mengikuti
diikuti oleh pegawai, di antaranya:
                                                                 pelatihan     terkait     keberlanjutan.     Pelatihan     ini
1. Anti Fraud Awareness.
                                                                 mencakup berbagai topik, seperti Navigating Risks
2. Business            Ethic:     Penguatan        Organisasi
                                                                 Towards Business Resiliency and Sustainability,
     melalui Pencegahan & Pengelolaan Benturan
                                                                 Sustainability           Stronger       Together,        ESG
     Kepentingan.
                                                                 Management and Sustainability, BUMN Corporate
3. Business Ethic: Strategi Anti Penyuapan Dan
                                                                 Communication            and   Sustainability        Summit
     Anti Korupsi.
                                                                 (BCOMSS), Navigating Global Market Forces and
4. Compliance Forum.
                                                                 Technology Innovation for Sustainable Business,


                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk      121
Page 122
Leading & Sustaining a Culture of Innovation,                 Pemanfaatan Teknologi
Building Internal Capability, Sustainable Talent
Management, and Culture Transformation; Leading
                                                              dan Digitalisasi dalam
Change & Organizational Renewal; Generative AI                Pengembangan Kompetensi
& Business Transformation; Pembekalan Certified               BNI memanfaatkan teknologi untuk digitalisasi
Governance        Oversight         Professional    (CGOP):   pelatihan pegawai, termasuk e-learning mandatory,
Master Class Corporate Governance (CRMS).                     Daily   Exercise     Employee     Program      (DEEP46)
                                                              melalui Learning Management System BNI yaitu
Selain itu, anggota Direksi dan anggota Dewan                 BNI Smarter, webinar via YouTube BNI University,
Komisaris juga aktif menjadi narasumber dalam                 dan platform digital learning pihak ketiga seperti
pelatihan     eksternal      mengenai        keberlanjutan.   GoFluent, LinkedIn Learning, Coursera, Udemy,
Sepanjang 2024, mereka telah memberikan materi                dan Moody’s.
dalam 9 sesi dengan berbagai topik, seperti
CFO Forum (Perubahan Iklim Ancam Ekonomi                      Pegawai wajib mengikuti e-learning mandatory,
dan Bisnis, Ini Strategi Keuangan para CFO);                  dan hasilnya dilaporkan ke regulator. DEEP46
Empowering        Women        in    Finance    Conference    menyediakan         pembelajaran     singkat      terkait
(Empowering Women by Embracing Technology);                   pekerjaan sehari-hari dengan metode kuis harian,
Empowering Women with AI (Women Strategic’s                   sementara pengembangan lebih lanjut dapat
Role on Advancing AI for Inclusive Growth);                   dilakukan melalui webinar dan platform digital
Talkshow Kelana Wastra Fest Fashion untuk                     learning.    Semua     kegiatan    pelatihan     diawasi
Indonesia 2024 - Pembiayaan Kreatif: Menyalami                oleh BNI University dan tercatat dalam sistem
Kebutuhan       UMKM        Fashion;      Tantangan    dan    Integrated Human Capital System (IHCS).
Potensi Pemberdayaan UMKM dalam Mendukung
Terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045; Sharing                 Realisasi Pengembangan
Session FHCI - Unlocking Global Opportunities
                                                              Kompetensi Pegawai
Key Insights for Business Savvy Professionals;
                                                              Hingga Desember 2024, BNI telah melaksanakan
Crafting Future Strategies; Strategi Keuangan Para
                                                              berbagai program pengembangan kompetensi
CFO dalam Perubahan Iklim yang mengancam
                                                              untuk 26.919 pegawai, mulai dari level new entry
Ekonomi dan Bisnis; Penerbitan Global Bond &
                                                              hingga eksekutif. Program ini pun mencakup
Transformasi BNI Hadapi Tantangan Tahun 2024,
                                                              seluruh status kepegawaian, dengan rata-rata
Strategi CTO untuk Masa Depan Pembayaran
                                                              frekuensi 10 kali untuk pegawai tetap, 10 kali
Digital.
                                                              untuk pegawai kontrak, dan 9 kali untuk trainee.
                                                              Total dana yang dialokasikan untuk program ini
                                                              mencapai Rp200,9 miliar.

                                                              Rata-rata Jam Pelatihan
                                                              Berdasarkan Jenis Kelamin [404-1]


                                                                           2024                        139,1
                                                                           2023                        153,7
                                                                           2022                        185,3
                                                               Laki-laki


                                                                           2024                        129,5
                                                                           2023                        134,2
                                                                           2022                        171,5
                                                              Perempuan




           Laporan Keberlanjutan 2024
122        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 123
Rata-rata Jam Pelatihan Berdasarkan Level Jabatan dan Jenis Kelamin [404-1]
                                                Pegawai yang Mengikuti
                                                                                        Jam Pelatihan Setahun                  Rata-rata Jam Pelatihan
             Level Jabatan                            Pelatihan

                                                 Laki-laki        Perempuan             Laki-laki         Perempuan            Laki-laki        Perempuan

  ≥ Senior Vice President *)                              88                   31         12.065,4               4.068,4            137,1                131,2

  Vice President                                         201                   71         20.452,2               8.204,7            101,8                115,6

  Assistant Vice President                              860                   422       125.343,2              59.766,6             145,7                141,6

  Manager                                             2.211                1.609        273.015,0             201.132,1             123,5                125,0

  Assistant Manager                                   5.452                5.736         979.211,3           936.389,3              179,6                163,2

  ≤ Assistant **)                                     4.084                6.154        384.228,6            606.753,2               94,1                 98,6

  Jumlah                                                     26.919                               3.610.630,0                               134,1

Keterangan:
Data yang tersaji terdiri dari kategori pegawai tetap, kontrak dan trainee aktif (dhi. diluar pegawai dalam masa persiapan pensiun, cuti di luar tanggungan,
istirahat sakit, dan penugasan di luar BNI sebanyak 278 pegawai).
*) Terdiri atas: Senior Vice President, Executive Vice President, dan Senior Executive Vice President.
**) Terdiri atas: Assistant dan Pegawai Dasar




Di samping materi terkait keberlanjutan, BNI juga secara rutin memberikan pelatihan dengan topik
mengenai kebijakan penagihan utang. Pada tahun 2024, pelatihan dilakukan melalui Zoom Meeting
maupun in class training.


Pelatihan terkait Kebijakan Penagihan Utang Tahun 2024
                                                                                              Cakupan Peserta
                                                Bentuk               Jumlah                                                        Frekuensi Pelatihan
          Nama Pelatihan                                                                 Pegawai              Pegawai
                                               Pelatihan             Peserta                                                         (dalam 1 tahun)
                                                                                          Tetap               Kontrak

  Agency Recovery Meeting                       In Class               228                    v                    x                        12 kali
  Jakarta                                       Training           (pihak ke-3)

  Agency Recovery Meeting                        Zoom                  1.200                  v                    v                        12 kali
  Non-Jakarta

  Effective Collaborative                       In Class                 30                   v                    x                        1 kali
  Leadership                                    Training

  Training for Trainers -                       In Class                 37                   v                    x                        1 kali
  Restrukturisasi                               Training

  Training Restrukturisasi                      In Class                277                   v                    v                        1 kali
  Jabodetabek                                   Training

  Training Restrukturisasi                       Zoom                   711                   v                    v                        1 kali
  Luar Jabodetabek

  Sosialisasi Mobile                             Zoom                   159                   v                    v                        1 kali
  Collection - Card

  Sosialisasi Website Lelang -                   Zoom                   162                   v                    v                        1 kali
  Consumer




                                                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                                       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                  123
Page 124
Kesejahteraan Pegawai
Remunerasi dan Manfaat Lainnya bagi Pegawai [2-20, 202-1, 401-3, 405-2]
BNI menetapkan remunerasi dan manfaat lainnya                    melahirkan dengan kondisi khusus, dan tambahan
berdasarkan       job   grade,     jabatan     dan     kinerja   izin tidak masuk kerja paling lama 3 hari berikutnya
pegawai, tanpa membedakan jenis kelamin, suku,                   dalam hal istri pegawai melahirkan dalam kondisi
ras, agama, golongan atau rasio 1:1 untuk jabatan                khusus, sebagai implementasi Undang-Undang
yang sama. Remunerasi pegawai di level terendah                  No. 4 tahun 2024 tentang kesejahteraan ibu dan
berada di atas UMP/UMK yang disesuaikan                          anak pada fase seribu hari pertama kehidupan.
dengan wilayah kerja, sesuai dengan peraturan
yang berlaku.                                                    Selama tahun 2024, sebanyak 1.092 pegawai
                                                                 perempuan memanfaatkan hak cuti melahirkan.
Kebijakan remunerasi tercantum di dalam HC                       Sementara itu, sebanyak 589 pegawai laki-laki
Policy   yang      telah    mendapatkan         persetujuan      menggunakan izin tidak masuk untuk mendampingi
Dewan Komisaris, dan prosedur pelaksanaannya                     istri yang melahirkan, dan seluruhnya (100%)
diputus oleh Direksi.           Dalam pelaksanaannya,            telah kembali bekerja. Seluruh (100%) pegawai
penyusunan        remunerasi       pegawai          melibatkan   perempuan yang selesai menjalani cuti melahirkan
dan/atau      menggunakan           data/informasi        dari   telah bekerja kembali pada jabatan yang sama.
konsultan       remunerasi        untuk      mendapatkan
                                                                 Tunjangan yang Diterima Berdasarkan Status
informasi positioning remunerasi pegawai BNI
                                                                 Ketenagakerjaan [401-2]
di market, untuk diusulkan dan mendapatkan
                                                                                                                Pegawai
persetujuan      Direksi.     Pelaksanaan       remunerasi                                     Pegawai
                                                                   Jenis Tunjangan*)                            Kontrak          Trainee
pegawai di BNI juga mendapatkan pemantauan/                                                     Tetap
                                                                                                                  **)
pengawasan Dewan Komisaris, antara lain melalui
                                                                   Benefit Pensiun                  v                v               v
Komite Nominasi dan Remunerasi dan/atau rapat
Direksi dan Dewan Komisaris. Di samping itu,                       Tunjangan Hari                   v                v               v
                                                                   Raya
manajemen juga melibatkan Serikat Pekerja dalam
pembahasan         penyusunan        dan     implementasi          Bonus                            v                v               x
ketentuan remunerasi pegawai.                                      Fasilitas                        v                v               v
                                                                   Kesehatan/
Selain remunerasi, BNI memberikan hak cuti                         Fasilitas Berobat
kepada seluruh pegawai sesuai PKB Pasal 27                         Fasilitas Cuti                   v                v               v
hingga Pasal 33, di antaranya meliputi cuti
                                                                 *) Tunjangan dimaksud berlaku untuk seluruh Kantor BNI.
tahunan, cuti besar, cuti haid, cuti melahirkan,                 **) Tunjangan/benefit pegawai kontrak sesuai perjanjian kerja yang disepakati
izin tidak masuk kerja sesuai dengan perundang-                  para pihak.

undangan. Dalam hal kelahiran anak, pegawai
perempuan berhak atas cuti melahirkan selama
tiga bulan, termasuk dalam kasus keguguran atau
abortus provocatus. Hak ini dilengkapi dengan
jaminan untuk kembali bekerja dengan status
dan hak yang sama setelah cuti. Sementara itu,
pegawai laki-laki berhak atas izin tidak masuk
kerja selama 2 hari kerja untuk mendampingi istri
yang melahirkan atau mengalami keguguran. Di
samping itu, terdapat tambahan cuti melahirkan
paling lama 3 bulan bagi pegawai wanita yang




           Laporan Keberlanjutan 2024
124        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 125
Program Masa Pensiun [201-3]
Dalam rangka memberikan kesejahteraan pasca pensiun bagi pegawai yang telah mendedikasikan dirinya
untuk berkembang bersama BNI, terdapat program masa pensiun bagi pegawai BNI, mengacu pada isi PKB
Pasal 52 hingga 56 yang meliputi sebagai berikut:
•   Program Masa Persiapan Pensiun (MPP), merupakan fasilitas berupa program untuk mempersiapkan diri
    bagi pegawai dalam menghadapi masa pensiun, yang dapat dilaksanakan 1 tahun sebelum pensiun, dengan
    pengajuan yang bersifat sukarela.
•   Program Pensiun, dengan pola :
    1. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP): Berlaku bagi pegawai yang diangkat menjadi pegawai tetap
        sebelum 1 September 2005. Program ini didanai melalui iuran sebesar 7,5% dari penghasilan dasar
        pensiun yang ditanggung pegawai, serta kontribusi perusahaan berdasarkan perhitungan aktuaria.
    2. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP): Ditujukan bagi pegawai tetap yang diangkat sejak 1 September
        2005. Beban iuran pegawai sebesar 3,5% dari total penghasilan, sementara perusahaan memberikan
        kontribusi sebesar 11,5% dari total penghasilan.
•   Program Dana Kesehatan Masa Pensiun (DKMP): Program iuran pasti ini bertujuan membantu pegawai dan
    pasangan mempersiapkan manfaat kesehatan di masa pensiun, dimulai sejak pegawai masih aktif bekerja.
•   Disamping itu, BNI juga memberikan program yang diamanatkan oleh Pemerintah melalui BPJS
    Ketenagakerjaan untuk mempersiapkan masa pensiunnya antara lain program Jaminan Hari Tua (JHT) dan
    Jaminan Pensiun (JP).


Di 2024, tercatat sebanyak 479 pegawai memasuki masa pensiun, terdiri dari 209 laki-laki dan 270 perempuan.

Penilaian Kinerja dan Jenjang Karier [404-3]
Kinerja pegawai merupakan aspek yang penting bagi          terkait kinerja portofolio hijau, ESG Framework, dan
pencapaian strategi dan bisnis BNI. Oleh karena itu        ESG Rating BNI.Untuk mendukung objektivitas dalam
BNI menyusun kebijakan pengelolaan kinerja pegawai         penilaian kinerja, BNI menerapkan 360 degrees survey
melalui 3 aspek penting dalam performance cycle.           multirater yang melibatkan atasan langsung pegawai
Performance cycle yang dijalankan di BNI merupakan         atau atasan lainnya, rekan kerja, maupun bawahan
sebuah siklus berkelanjutan yang terdiri atas Goal         yang pernah berkoordinasi dan berkolaborasi dalam
Setting untuk menetapkan sasaran kinerja yang              project/pekerjaan bersama dengan pegawai.
dituju. Performance Driving yang bertujuan untuk
mendorong tercapainya kinerja dan Performance              Hasil penilaian kinerja digunakan sebagai acuan dalam
Evaluation sebagai mekanisme untuk mengevaluasi            pemberian reward & remuneration, pengembangan
kinerja pegawai.                                           kapabilitas, serta perencanaan karier. Pegawai yang
                                                           memenuhi kriteria objektif dari komite kepegawaian
BNI melaksanakan proses penilaian kinerja secara           berhak mengikuti program promosi atau kenaikan
menyeluruh dan tahunan untuk seluruh pegawai guna          jabatan. Untuk mendukung pengembangan diri yang
mendorong terciptanya performance culture. Proses          berkelanjutan bagi pegawainya, BNI juga mendorong
penilaian kinerja dilakukan dengan mekanisme yang          budaya continuous feedback melalui diskusi One-On-
transparan, melibatkan self-assessment, 360 degrees        One di awal tahun setelah penilaian kinerja. Diskusi ini
survey multirater dan diskusi One-On-One antara            bertujuan untuk menyusun Individual Development
pegawai dan line manager. Penilaian ini didasarkan         Plan (IDP) sebagai panduan pengembangan pegawai
pada pencapaian Key Performance Indicator (KPI)            sepanjang tahun.
individu, dengan memastikan tidak ada diskriminasi         Komposisi dan Persentase Pegawai Tetap yang
berdasarkan suku, agama, ras, gender, status sosial,       Menerima Reviu [404-3]
atau faktor lain yang melanggar HAM dalam proses
                                                                                                          2024
penilaian. Kriteria penilaian untuk divisi tertentu juga         Status             Gender
                                                                                                    Jumlah         %
mencakup aspek keberlanjutan. Salah satu divisi
                                                            Review One          Laki-Laki              12.200      48%
yang mendapatkan penilaian aspek keberlanjutan
                                                            on One Career       Perempuan              13.178      52%
adalah Divisi Enterprise Risk Management. Kriteria          Development
                                                                                Jumlah                 25.378      100%
keberlanjutan yang menjadi aspek penilaian adalah

                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk       125
Page 126
Mempromosikan Work Life Balance Melalui Wellbeing Culture
Program
BNI memandang pegawai sebagai elemen penting                      4. Komunitas BNI (46Society)
dalam mewujudkan visi dan misi organisasi                               BNI       memiliki                    beberapa                          komunitas                    yang
sehingga BNI mendukung kesejahteraan dan                                terbentuk berdasarkan bidang olahraga, seni,
kesehatan pegawai serta mendukung pelaksanaan                           dan hobi pegawai yang dikumpulkan dalam
employee wellbeing            program sesuai         dengan             sebuah wadah yang bernama 46Society yang
amanat pada SE BUMN No.SE-1/MBU/01/2024                                 aktif bergerak di bidang olahraga, seni, hobi,
tentang Employee Wellbeing Policy (EWP) di                              dan lain sebagainya.
Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.                              5. Flexible Working Hour
                                                                        Pegawai dapat bekerja secara fleksibel melalui
Untuk menciptakan lingkungan kerja yang menjadi                         Flexitime                  dengan                       tetap                  memperhatikan
kebanggaan bagi pegawai dan mendorong prestasi,                         batasan waktu kerja dan waktu istirahat sesuai
serta mendukung program employee wellbeing                              ketentuan yang berlaku dan dimonitor melalui
program,      BNI     telah     meluncurkan         Employee            aplikasi DigiHC.
Wellbeing Guidebook. Panduan ini dirancang
sebagai acuan bagi pemimpin dan pegawai dalam                     Selain program-program di atas, BNI menyadari
memahami pentingnya kesejahteraan di tempat                       salah satu aspek yang penting untuk menjaga
kerja. Dengan inisiatif Employee Wellbeing, BNI                   produktivitas                    pegawai                      terus             bertumbuh                     dan
berharap dapat meningkatkan keterlibatan pegawai                  berkelanjutan                    adalah                penguatan                        pada             aspek
(engagement) yang pada akhirnya berkontribusi                     wellbeing pegawai, sehingga pada tahun 2024 BNI
pada peningkatan produktivitas organisasi.                        melakukan inisiasi program wellbeing pegawai
                                                                  melalui BNI Holistic Employee Wellbeing Program
Program-program          Employee        Wellbeing      yang      yang berfokus pada sehat mental & fisik, sehat
diinisiasi, antara lain:                                          finansial dan sehat sosial.
1. BISASAPA
      BISA adalah budaya coaching dan mentoring                                                                                                               EAP 2.0
                                                                                                                                                              Employee Assistance Program 2.0 x
      yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas                                                                                                              Naluri Konsultasi berbasis digital
                                                                                                                                                              terkait mental, fisik, dan finansial.
                                                                                         Health                                  Financial
      komunikasi     antara     pegawai,      baik    antara                        Mental & Physical
                                                                                      Consultation
                                                                                                                              Financial Consultation

                                                                                                                                      • Financial Check

      pemimpin dan tim, maupun antar sesama                                        • EAP 2.0
                                                                                     with Naluri
                                                                                                                                        Up with Naluri
                                                                                                                                      • New Dana
                                                                                   • BNI                                                Kesehatan Masa
                                                                                     Daycare           BNI
      pegawai. Selain BISA, terdapat pula program
                                                                                                                                        Pensiun (DKMP)

                                                                                                    WELLBEING
      SAPA    yang    mendorong         kebiasaan      saling                                       PROGRAM                                                            New DKMP
                                                                                                                                                              (Dana Kesehatan Masa Pensiun)

      menyapa dengan menggunakan nama, serta
      penerapan 3 kata ajaib: maaf, tolong, dan                                                              Social
                                                                                                         Social Communities


      terima kasih, untuk memperkuat rasa saling
                                                                                                        46Society (Komunitas)




      menghormati di antara pegawai.                                                                                                                                46Society sebagai
                                                                                                                                                                    wadah komunitas
                                                                Daycare Khusus Pegawai                                                                              pegawai BNI.
2. Let’s Get It Done
      Let’s Get It Done adalah program yang bertujuan
                                                                  •     Employee Assistance Program 2.0
      untuk meningkatkan kualitas pertemuan dengan
                                                                        Employee                        Assistance                                 Program                 (EAP)
      memastikan hasil yang lebih efisien dan efektif.
                                                                        merupakan                   suatu                benefit                       yang      diberikan
      Program ini menekankan pentingnya memiliki
                                                                        perusahaan                               berupa                                pendampingan
      agenda yang jelas serta menjaga fokus pada
                                                                        profesional                     berbasis                       dunia              kerja              yang
      efektivitas setiap pertemuan.
                                                                        dirancang untuk membantu perusahaan dan
3. Wellness Day
                                                                        pegawai yang sedang memiliki tantangan
      Wellness     Day    merupakan        program      yang
                                                                        berkaitan                  produktivitas                           kerja          dan            situasi
      difokuskan pada kegiatan wellbeing untuk
                                                                        pribadi lainnya, yang berdampak terhadap
      memberikan arahan ke segenap pegawai agar
                                                                        kinerja dan hubungan interpersonal baik di
      melakukan      kegiatan    olahraga      bersama     di
                                                                        lingkungan kerja maupun kehidupan pribadi.
      tanggal 10 di setiap bulannya.

           Laporan Keberlanjutan 2024
126        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 127
    Pada tahun 2024, BNI bekerja sama dengan            Tingkat Keterikatan dan
    konsultan       untuk    menyediakan      layanan
    konsultasi (employee assistance program)
                                                        Kepuasan Pegawai
    dengan menggunakan aplikasi yang dapat              BNI memahami bahwa kepuasan kerja pegawai
    diakses pegawai. Melalui aplikasi tersebut          berkontribusi pada keterikatan positif terhadap
    pegawai dapat berkonsultasi dengan para             organisasi. Oleh karena itu, BNI rutin mengadakan
    ahli terkait kesehatan mental dan kesehatan         survei kepuasan pegawai sebagai media interaksi
    fisik serta dapat menyusun program untuk            untuk memonitor tingkat kepuasan dan keterikatan
    mendukung peningkatan kondisi mental dan            pegawai kepada perusahaan. Survei ini dilakukan
    fisik yang dipersonalisasikan sesuai dengan         melalui platform DigiHC, di mana seluruh pegawai
    kebutuhan serta tujuan kesehatan masing-            dapat berpartisipasi dengan mengisi kuesioner
    masing pegawai.                                     yang tersedia.


Pada 14 November 2024, BNI menggelar acara              Hasil survei digunakan sebagai dasar perbaikan
BNI Culture Fest 2024 yang memperkenalkan               untuk meningkatkan engagement pegawai di
Employee Wellbeing Program sebagai inisiatif            masa mendatang. Setelah tahun 2023, pengukuran
dalam memperhatikan keamanan dan kenyamanan             engagement ini mengalami penyesuaian metode
karyawan. Program ini didasarkan pada tiga prinsip      pengukuran            untuk        mendapatkan              hasil         yang
utama, yaitu kesehatan, keuangan, dan sosial.           lebih komprehensif dan mendalam. Pengukuran
Penyelenggaraan BNI Culture Fest merupakan              engagement pegawai di tahun 2024 mengukur
puncak dari tahap lanjutan penguatan budaya             rata-rata tingkat kepuasan pegawai yang diukur
sebagai bagian implementasi atas semangat               dari 9 Driver, yaitu Leadership, Iklim Kerja,
transformasi        untuk   mendorong      pencapaian   Infrastruktur Kerja, Pelatihan & Pengembangan,
kinerja.                                                Karier, Penilaian Kinerja, Worklife Balance, Reward
                                                        & Remuneration, serta Kebijakan Organisasi.


                                                        Pada tahun 2024, agar mendapatkan hasil yang
                                                        lebih       menggambarkan                  kondisi        engagement
                                                        pegawai,            dilakukan           penyesuaian               metode
                                                        penghitungan skor engagement menggunakan
                                                        metode employee Net Promoter Score (NPS).
                                                        BNI memperoleh skor engagement pegawai di
                                                        tahun 2024 sebesar 35% dengan kategori ‘Baik’,
•   BNI Little Explorers
                                                        atau mengalami kenaikan setelah sebelumnya di
    BNI    Little   Explorers   Daycare    merupakan
                                                        tahun 2023 mendapatkan skor 34%. Skor tersebut
    fasilitas   penitipan    anak   yang    dirancang
                                                        menggambarkan bahwa pegawai telah engage
    untuk anak-anak pegawai usia 1-4 tahun
                                                        kepada BNI. Pengukuran engagement pegawai
    dengan pengelolaan bekerja sama dengan
                                                        dilakukan 1 kali dalam setahun.
    daycare professional dengan fasilitas lengkap
    mencakup area bermain dengan open-ended
    toys untuk melatih imajinasi anak, infrastruktur
    yang terjamin kebersihan dan keamanannya,                          35%                 34%                30%
    tenaga profesional yang dilengkapi dengan                           2024                2023                2022
    kunjungan rutin dari Ahli Psikolog Anak dan
    Dokter Spesialis Anak serta menyediakan                           Tingkat Engagement Pegawai (NPS)
    makanan bergizi yang dibuat dan dipantau
                                                        Keterangan Skala:
    oleh Ahli Gizi. Program ini dirancang sebagai       <0: Butuh Perbaikan | 0-30: Cukup Baik | 30-70: Baik | >70: Sangat Baik
    upaya meningkatkan kesejahteraan pegawai
    yang memiliki anak serta untuk mendukung
    kesejahteraan dan produktivitas para pegawai.


                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                  127
Page 128
Tempat Kerja yang Layak, Sehat, dan Aman

Akses pada Fasilitas Keselamatan                                 Mekanisme Pelaporan Insiden [403-
dan Kesehatan [403-1, 403-3, 403-4, 403-5, 403-6, 403-7,         2, 403-4]


403-8]
                                                                 Kami memiliki prosedur mekanisme komunikasi
                                                                 bagi pegawai yang membutuhkan izin istirahat
BNI      memprioritaskan        terciptanya         Respectful   atau        meninggalkan      kantor   akibat      masalah
Working Place dengan menyediakan lingkungan                      kesehatan atau keselamatan. Pegawai yang tidak
kerja yang sehat, layak, dan aman bagi seluruh                   sehat dapat mengajukan izin untuk meninggalkan
pegawai. Untuk mendukung hal ini, BNI melengkapi                 kantor dan melaporkan kondisi kesehatannya
fasilitas penunjang, seperti ruang makan, ruang                  kepada atasan langsung.
menyusui, daycare, dan fasilitas olahraga.
                                                                 BNI juga menyediakan sarana pengaduan untuk
Dalam      aspek      kesehatan,       BNI     memastikan        pegawai yang ingin melaporkan potensi bahaya,
kemudahan akses layanan medis melalui klinik                     kerusakan aset, atau masalah terkait fasilitas
yang tersedia di Grha BNI, Menara BNI, Plaza BNI,                gedung, baik melalui phone/WhatsApp atau berita
dan Gedoeng BNI. Pegawai yang membutuhkan                        acara kerusakan oleh Building Management.
rujukan dapat mengakses rumah sakit mitra di                     Pegawai yang merasa adanya potensi bahaya
wilayah DKI Jakarta atau di kota terdekat untuk                  juga dapat melaporkannya kepada Emergency
operasional di luar Jakarta. Selain itu, secara                  Task Force (ETF) yang telah dibentuk di masing-
rutin BNI meningkatkan kesadaran kesehatan                       masing divisi/unit. Jika insiden tersebut kemudian
dengan menyelenggarakan webinar dan broadcast                    berkembang menjadi bencana yang berdampak
kesehatan secara rutin.                                          luas,       sesuai   mekanisme    Business      Continuity
                                                                 Management           (BCM),    maka     aktivasi     Crisis
Untuk keselamatan kerja, BNI menyediakan Alat                    Management Team (CMT) dapat dilakukan untuk
Pemadam Api Ringan (APAR) serta Alat Pelindung                   menangani kondisi tersebut. Pada tahun 2024,
Diri (APD) di berbagai fasilitas. Simulasi kebakaran             BNI menerima pengaduan terkait fasilitas gedung,
dan gempa bumi juga dilakukan secara berkala dua                 dengan tingkat penyelesaian mencapai 100%.
kali setahun di gedung operasional utama melalui
kerja sama dengan pengelola gedung dan Dinas
Pemadam Kebakaran setempat.


Hingga akhir 2024, BNI belum membentuk komite
atau kebijakan K3 terkait pengelolaan gedung.
Namun, gedung operasional BNI telah mengadopsi
Petunjuk Teknis Operasional (PTO) dari masing-
masing Building Management sebagai panduan
menghadapi keadaan darurat, yang diterapkan
untuk     seluruh     pegawai      (100%)     ditambahkan
prosedur tanggap darurat gedung oleh masing-
masing building management.




           Laporan Keberlanjutan 2024
128        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 129
Penyakit Akibat Kerja dan Kecelakaan Kerja [403-9, 403-10]
BNI      memahami    bahwa      kesehatan   dapat    Di samping itu, dalam program wellbeing BNI
mempengaruhi produktivitas pegawai, sehingga         terdapat pula Employee Assistance Program 2.0
BNI menyediakan tempat kerja yang layak dan          (EAP 2.0) yang bekerja sama dengan layanan
aman melalui pemberian fasilitas kesehatan           konsultasi digital untuk mendukung kesehatan
kepada pegawai, baik preventif maupun kuratif,       mental,   fisik,   dan   finansial    pegawai.        Dalam
seperti asuransi kesehatan, Medical Check Up         program Employee Assistance Program 2.0 (EAP
(MCU),    layanan   konseling   dengan   psikolog,   2.0) tersebut, pegawai dapat berkonsultasi dengan
konsultasi kesehatan secara online dan BPJS          Psikolog terlatih, konsultasi dengan Tim Pelatih
Kesehatan.                                           Ahli Gizi (Ahli Gizi, Penasihat Medis, Pelatih
                                                     Eksekutif, dan Pelatih Kebugaran) untuk membantu
BNI memberikan fasilitas Medical Check Up (MCU)      pegawai mencapai tujuan untuk menjalani hidup
setiap tahun di Rumah Sakit/Klinik/Laboratorium      sehat, baik itu penurunan berat badan, penurunan
rekanan BNI. Dari hasil MCU, secara umum             tekanan darah, gula darah atau kolesterol, serta
keluhan pegawai, meliputi gangguan penglihatan       manajemen stres yang lebih baik. Perusahaan juga
jarak jauh dan/atau jarak dekat (myopia dan          memberikan fasilitas kesehatan, bekerja sama
astigmatisme), kolesterol tinggi di dalam darah      dengan penyedia jasa asuransi kesehatan, selain
(hiperkolesterolemia), kelebihan berat badan dari    fasilitas mandatory berupa BPJS Kesehatan, untuk
ukuran normal (overweight), perlemakan hati (fatty   mengatasi permasalahan kesehatan pegawai dan
liver), serta gigi berlubang/karies gigi. Namun      keluarganya.
demikian, belum teridentifikasi penyakit khusus
yang diakibatkan oleh pekerjaan. Sepanjang tahun     Pada tahun 2024, telah dilakukan sosialisasi pola
2024, tidak terdapat pegawai BNI yang mengalami      hidup sehat dan kesehatan mental, serta telah
kecelakaan kerja, cedera, maupun penyakit akibat     digelar berbagai kegiatan edukasi kesehatan
kerja.                                               dengan topik-topik Healthy Talk Series, di antaranya
                                                     “Cegah dan Kenali Dini Gagal Ginjal pada Anak”;
Atas keluhan kesehatan tersebut telah dilakukan      “Deteksi Dini Risiko Saraf Terjepit dan Penanganan
upaya preventif dan kuratif, di antaranya webinar    dengan Teknologi Terkini”; “Cedera Olahraga:
kesehatan dengan mengundang praktisi atau ahli       Pencegahan, Pengobatan, dan Pemulihan”.
kesehatan, mendorong pegawai melaksanakan
program wellbeing untuk meningkatkan pola hidup
sehat, dengan bergabung pada program-program
yang dikelola oleh Komunitas BNI (46Society).




                                                                            Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     129
Page 130
            TATA KELOLA
                             06
       KEBERLANJUTAN DAN
       PELIBATAN PEMANGKU
           KEPENT INGAN
        “BNI senantiasa menjaga standar etika tertinggi
       dalam operasional dan pelaporan. BNI memastikan
      setiap proses bisnisnya berjalan secara bertanggung
           jawab, akurat, dan transparan, dengan tetap
         mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.
         Direksi dan Dewan Komisaris memegang peran
       strategis dalam pengawasan penerapan tata kelola
       keberlanjutan, guna dapat memastikan penerapan
       prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko LST
        untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.”




        Laporan Keberlanjutan 2024
130     PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 131
          Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   131
Page 132
Komitmen pada Penerapan Keuangan Berkelanjutan

Membangun Budaya
Keberlanjutan [2-27]
BNI telah mengadopsi prinsip keberlanjutan dan                      BNI juga telah menyusun kerangka kerja, roadmap,
keuangan berkelanjutan secara menyeluruh, mulai                     dan kebijakan LST yang komprehensif untuk
dari level staf hingga ke manajemen. Tujuannya                      memastikan     seluruh     aktivitas    bisnis   sejalan
adalah        untuk      menanamkan          budaya       peduli    dengan prinsip keberlanjutan. Lebih jauh lagi,
lingkungan dan sosial di seluruh perusahaan.                        BNI secara aktif mendukung upaya pemerintah
Beberapa langkah yang telah kami ambil antara                       dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) dan
lain:                                                               terus mengikuti tren keuangan berkelanjutan,
1. Membentuk Sub Komite Environment, Social,                        termasuk menyiapkan pelaksanaan Climate Risk
      and Governance (ESG) di bawah Komite                          Management and Scenario Analysis (CRMS) sesuai
      Manajemen Risiko & Anti Fraud berdasarkan                     arahan OJK.
      SK Direksi No. KP/484/DIR/R tanggal 26 Oktober
      2021;                                                         Rencana Aksi Keuangan
2. Mendirikan               Departemen             Manajemen
      Environmental Social & Governance (ESG)
                                                                    Berkelanjutan (RAKB)
                                                                    Mengacu      pada   POJK        No.    51/POJK.03/2017,
      khusus dalam Divisi ERM untuk memantau
                                                                    BNI konsisten menyusun RAKB sebagai wujud
      praktik keberlanjutan sehari-hari di internal
                                                                    kepatuhan     dalam       implementasi       keuangan
      perusahaan;
                                                                    berkelanjutan. RAKB tahun 2025 berfokus pada
3. Merumuskan               kebijakan       kredit       dengan
                                                                    penguatan posisi BNI dalam menghadapi risiko
      memperhatikan          faktor    Lingkungan,        Sosial,
                                                                    perubahan iklim, dengan menyusun rencana kerja
      dan Tata Kelola (LST), serta mengintegrasikan
                                                                    yang mendukung peran BNI sebagai mitra debitur
      prinsip keberlanjutan ke dalam Kode Etik,
                                                                    dalam proses transisi menuju usaha berkelanjutan.
      kebijakan, dan Standar Operasional Prosedur
                                                                    Langkah ini mencakup pelaksanaan program
      (SOP);
                                                                    advisory untuk transisi debitur, penyelarasan
4. Menyelenggarakan pelatihan untuk menambah
                                                                    portfolio manajemen dengan transition plan,
      pengetahuan pegawai terkait keberlanjutan;
                                                                    edukasi program transisi debitur serta penguatan
      dan
                                                                    manajemen     risiko    iklim   dengan     mengadopsi
5. Melakukan pemetaan terhadap portofolio kredit
                                                                    standar dan best practice internasional. Selain
      yang berisiko tinggi terhadap lingkungan.
                                                                    itu, BNI juga akan mengembangkan berbagai
                                                                    inisiatif seperti pengembangan UMKM ramah
Untuk memastikan prinsip keberlanjutan diterapkan
                                                                    lingkungan    dan      UMKM      Go    Global,   inklusi
secara konsisten, BNI telah melaksanakan berbagai
                                                                    keuangan berkelanjutan, pengembangan produk
langkah        strategis     dan    inisiatif.   Kegiatan     ini
                                                                    keberlanjutan dan integrasi manajemen keuangan
mencakup sosialisasi Taksonomi Hijau Indonesia
                                                                    berkelanjutan dalam manajemen risiko.
(THI) dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan
Indonesia (TKBI), pelatihan terkait lingkungan,
                                                                    BNI mengatur penerapan Keuangan Berkelanjutan
sosial, dan tata kelola (LST), serta implementasi
                                                                    melalui Keputusan Direktur Utama No. KMP/4/2602.
inisiatif keberlanjutan. Selain itu, seluruh pegawai
                                                                    Dalam upaya ini, BNI membentuk Sub Komite
diwajibkan         untuk     mempelajari         modul-modul
                                                                    Environment, Social, & Governance (ESG) yang
pelatihan         keberlanjutan        melalui         e-learning
                                                                    berada di bawah naungan Komite Manajemen
mandatory, serta meningkatkan kesadaran LST
                                                                    Risiko & Anti Fraud berdasarkan Surat Keputusan
melalui berbagai saluran seperti situs web,
                                                                    Direksi No. KP/484/DIR/R tanggal 26 Oktober 2021.
YouTube, email blast, dan Majalah Sinergi BNI.
                                                                    Sub Komite ini bertugas untuk mengoordinasikan
                                                                    penerapan Keuangan Berkelanjutan serta mengatur
                                                                    pembagian fungsi yang terkait di dalamnya.

              Laporan Keberlanjutan 2024
132           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 133
Struktur Tata Kelola Keberlanjutan                                        [2-9]



BNI mendapat dukungan aktif dari para pemimpinnya yaitu Dewan Komisaris dan Direksi dalam penerapan
tata kelola keberlanjutan. Dewan Komisaris dan Direksi terlibat secara langsung dalam perencanaan dan
pengawasan Keuangan Berkelanjutan. Untuk mengelola kinerja keberlanjutan, BNI memiliki Sub Komite
ESG di bawah Komite Manajemen Risiko & Anti Fraud. Personel Sub Komite ESG berasal dari lintas fungsi
sesuai dengan SK Direksi No. KP/745/DIR/R tanggal 26 Oktober 2023.

 Ketua                             :   Wakil Direktur Utama

 Wakil Ketua                       :   Direktur Risk Management

 Sekretaris                        :   Pemimpin Divisi Enterprise Risk Management (merangkap sebagai anggota
                                       tetap non-voting member)

 Anggota Tetap Setingkat Direksi   :   1.   Direktur Finance
 dan SEVP (Voting Member)              2.   Direktur Wholesale & International Banking
                                       3.   Direktur Institutional Banking
                                       4.   Direktur Retail Banking
                                       5.   Direktur Network & Services
                                       6.   Direktur Technology & Operations
                                       7.   SEVP Treasury

 Anggota Tetap Setingkat Direksi   :   Direktur Human Capital & Compliance
 (Non-Voting Member)

 Anggota Tetap Setingkat Divisi/   :   1. Pemimpin Divisi Corporate Secretary
 Satuan (Non-Voting Member)            2. Pemimpin Divisi Policy & Governance
                                       3. Pemimpin Divisi Investor Relations
                                       4. Pemimpin Divisi Corporate Planning & Performance Management
                                       5. Pemimpin Divisi International & Financial Institutions
                                       6. Pemimpin Divisi Subsidiaries Management
                                       7. Pemimpin Divisi Procurement & Fixed Assets
                                       8. Pemimpin Divisi Treasury
                                       9. Pemimpin Divisi Compliance
                                       10. Pemimpin Divisi BNI University
                                       11. Pemimpin Divisi Human Capital Strategy
                                       12. Pemimpin Divisi Human Capital Services
                                       13. Pemimpin Divisi Corporate Banking 1
                                       14. Pemimpin Divisi Corporate Banking 2
                                       15. Pemimpin Divisi Corporate Banking 3
                                       16. Pemimpin Divisi Corporate Banking 4
                                       17. Pemimpin Divisi Syndication & Structured Finance
                                       18. Pemimpin Divisi Enterprise Banking
                                       19. Pemimpin Divisi Commercial Banking 1
                                       20. Pemimpin Divisi Commercial Banking 2
                                       21. Pemimpin Divisi Operational Risk Management
                                       22. Pemimpin Divisi Corporate & Enterprise Credit Risk
                                       23. Pemimpin Divisi Commercial Credit Risk
                                       24. Pemimpin Divisi Consumer Product
                                       25. Pemimpin Divisi Retail Productive Banking
                                       26. Pemimpin Divisi Business Program
                                       27. Pemimpin Divisi Card Business
                                       28. Pemimpin Divisi Agen46

 Anggota Tidak Tetap (Non-Voting       Direktur Sektor/SEVP/Pemimpin Divisi/Satuan yang terkait dengan topik
 Member)                               pembahasan.




                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   133
Page 134
Delegasi Tanggung Jawab atas Pengelolaan LST [2-9, 2-13, 2-14, 2-15, 2-16]
Penanggung jawab penerapan LST di BNI, yakni                        5. Mengembangkan         dan     mengelola         sistem
Sub Komite ESG yang beranggotakan jajaran                              informasi LST dan metodologi perhitungan
Direksi. Pada tahun 2024, Sub Komite ESG telah                         emisi dan climate risk stress test sesuai
melaksanakan rapat sebanyak 4 kali (triwulanan).                       ketentuan regulator dan/atau best practice
Adapun tugas pokok Sub Komite ESG adalah                               yang berlaku;
sebagai berikut:                                                    6. Mengkoordinasikan penerapan prinsip LST
1. Menyusun kebijakan dan strategi pengelolaan                         dan risiko perubahan iklim di seluruh lini bisnis
      LST beserta perubahannya;                                        Bank, termasuk Perusahaan Anak dan KLN;
2. Mengidentifikasi        potensi       risiko     LST    yang     7. Menyusun,        menyelenggarakan,       melakukan
      berdampak baik bagi BNI maupun pemangku                          reviu terkait perencanaan, eksekusi dan kinerja
      kepentingan BNI;                                                 komunikasi, sosialisasi dan kampanye terkait
3. Memantau implementasi strategi Keuangan                             program-program LST baik internal maupun
      Berkelanjutan;                                                   eksternal;
4. Melakukan pemantauan, mengevaluasi, dan                          8. Melakukan fungsi Working Group Coordinator
      memberikan       rekomendasi         terhadap        hasil       untuk Sub Komite ESG dan liason dengan pihak
      assessment LST BNI;                                              eksternal dalam bidang kebijakan LST;
5. Mengevaluasi penerapan strategi LST pada                         9. Melakukan        pemantauan          eksposur     dan
      seluruh lini bisnis BNI.                                         pelaporan kepada regulator/pihak eksternal
                                                                       lainnya terkait LST (Green Portfolio, Green
Pengelolaan       keberlanjutan         menjadi      tanggung          Bond, dan obligasi berawasan LST lainnya,
jawab      kolektif    semua     unit    kerja      di    bawah        Taksonomi Hijau Indonesia (THI), Laporan
pengawasan        Dewan        Komisaris      dan        Direksi.      Keberlanjutan      (tata    kelola    berkelanjutan,
Untuk memastikan pelaksanaan yang efektif, BNI                         sustainable financing dan data emisi karbon)
membentuk Departemen Manajemen Lingkungan,                             dan lain-lain.
Sosial & Tata Kelola (LST) di bawah Divisi
Enterprise Risk Management (ERM) dengan tugas                       Departemen Manajemen Lingkungan, Sosial &
pokok sebagai berikut:                                              Tata Kelola (LST) memiliki 4 tim yang terdiri dari:
1. Menyusun, mengembangkan, mengelola dan                           1. ESG Policy & Framework
      melakukan reviu framework, roadmap dan                        2. ESG Program Development
      strategi LST, Net Zero Emission dan Climate                   3. ESG Communication Management
      Risk secara bankwide;                                         4. ESG Portfolio Management & Reporting
2. Menyusun, mengembangkan dan melakukan
      reviu Framework Sustainable Financing dan
      Bond dengan Divisi terkait;
3. Menyusun, mengembangkan, mengelola dan
      melakukan reviu program-program LST;
4. Menyusun dan mengelola RAKB, Corporate Plan
      terkait LST, Laporan Keberlanjutan, obligasi
      berwawasan         keberlanjutan,           sustainable
      financing, sesuai ketentuan regulator dan/atau
      best practice yang berlaku;




           Laporan Keberlanjutan 2024
134        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 135
 Struktur Organisasi Divisi Enterprise Risk Management

                                                                       Enterprise Risk
                                                                  Management Division




  Enterprise &               Market &               Credit Risk              Credit Risk              Risk Model             Environmental,          IT & Digital Risk
Integrated Risk           Liquidity Risk            & Portfolio             Management               Validation &               Social &               Management
 Management               Management               Management               & Modelling              Methodology               Governance              Department
  Department               Department              Department               Department               Department               Management
                                                                                                                              Department




                             Market &
 Enterprise Risk                                    Credit Risk              Wholesale                 Market &                                      IT & Digital Risk
                          Liquidity Risk                                                                                        Policy &
  Methodology                                       & Portfolio              Credit Risk             Liquidity Risk                                    Methodology
                          Methodology                                                                                       Framework Team
 & Governance                                      Management             Management &             Model Validation                                    & Governance
                          & Governance
    Team                                               Team               Modelling Team               Team                                               Team
                             Team




                                                                               Retail                Wholesale &
 Enterprise Risk          Market Risk            Credit Risk Data                                                               Program              IT & Digital Risk
                                                                             Credit Risk             Retail Credit
  Management              Management              Management                                                                  Development              Management
                                                                          Management &               Risk Model
      Team                     Team                    Team                                                                       Team                        Team
                                                                          Modelling Team           Validation Team




  Integrated &
                          Liquidity Risk                                                                                       Portfolio
Subsidiaries Risk
                          Management                                                                                         Management &
 Management
                              Team                                                                                           Reporting Team
      Team




  Overseas
                                                                                                                            Communication
 Branch Risk              Middle Office
                                                                                                                             Management
 Management                  Team
                                                                                                                                Team
    Team




General Services
   Section*




 Keterangan:
 Struktur Organisasi Divisi Enterprise Risk Management tertuang dalam SK Direksi No. KP/136/DIR/R tanggal 12 April 2023 perihal Penataan Organisasi Divisi/
 Satuan/Unit Fungsional Kantor Pusat serta Memo CDV No. 2/098/R tanggal 30 Januari 2024 perihal Penyampaian Update Struktur, Struktur Kepegawaian dan
 Fungsi Pokok Divisi ERM.
 *) Mengikuti kebijakan sentralisasi terbatas Bagian Umum Kantor Pusat.




                                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                                     PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk               135
Page 136
Pengawasan dan Evaluasi Pengelolaan LST

Ringkasan pengelolaan risiko LST di BNI

                                  Penguatan
         Identifikasi                                 Pengajuan usulan
                              aspek LST dalam                                                         Pemantauan
       sektor dengan                                     penguatan
                                proses kredit                                    Pelaksanaan        atas pelaksanaan
          emisi dan                                   aspek LST dalam
                                salah satunya                                   penilaian aspek      penilaian aspek
       dampak tinggi                                    proses kredit
                                dalam bentuk                                   LST dalam proses        LST dalam
          terhadap                                     kepada Direksi
                               penguatan RAC                                         kredit           proses kredit
        lingkungan                                     sesuai dengan
                                dan penilaian
                                                        kewenangan
                                rating debitur



                                                   Continue & Improve


       Identifikasi:             Mitigasi:               Persetujuan:             Implementasi:         Pemantauan:
        ERM, PGV,               ERM, PGV,               Direktur sektor            Unit Bisnis,        Direktur sektor
        Unit Bisnis             Unit Bisnis,             Bisnis, Risiko             Unit Risiko           Bisnis dan
        dan Risiko              Unit Risiko             dan Kebijakan;               dan ERM             Risiko, Unit
                                                          ERM, PGV                                       Bisnis, Unit
                                                                                                       Risiko dan ERM




Kebijakan Mengelola Risiko                                        Prosedur Identifikasi
Lingkungan, Sosial, dan Tata                                      Risiko atas Penerapan
Kelola (LST) [2-13]                                               Keuangan Berkelanjutan dan
BNI senantiasa menjunjung tinggi etika dalam                      Pengelolaannya [2-16, 2-25, 2-26] [FN-CB-550a.2]
operasional dan pelaporan, dengan memastikan                      BNI memiliki empat pilar manajemen risiko dalam
akurasi, transparansi, serta akuntabilitas sesuai                 mengidentifikasi,       mengukur,       memantau,      dan
dengan hukum dan peraturan yang berlaku.                          mengendalikan risiko Keuangan Berkelanjutan:
Direksi dan Dewan Komisaris berperan strategis                    1. Pengawasan         Aktif     Dewan    Komisaris     dan
dalam memastikan penerapan prinsip tata kelola                        Direksi;
yang baik di seluruh unit kerja, mendukung praktik                2. Kecukupan Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan
bisnis yang bertanggung jawab, dan menerapkan                         Limit;
prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.                   3. Sistem Pengendalian Internal;
                                                                  4. Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran,
Untuk memperkuat komitmen tersebut, BNI juga                          Pemantauan, dan Pengendalian Risiko, serta
merancang struktur tata kelola, kebijakan, dan                        Sistem Informasi Manajemen Risiko.
prosedur yang dirancang untuk mengidentifikasi
dan mengelola risiko lingkungan, sosial, dan
tata   kelola    (LST)   di    sepanjang       rantai    nilai
operasionalnya.




          Laporan Keberlanjutan 2024
136       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 137
Hasil identifikasi menunjukkan beberapa risiko dalam implementasi Keuangan Berkelanjutan, sebagai
berikut:
 No.                   Risiko                                            Mitigasi Risiko [2-25]
                                     Risiko LST dalam operasional perbankan

  1    Operasional bank memberikan             1. Seluruh kantor operasional bank berada di lokasi sesuai dengan
       dampak negatif pada lingkungan dan          fungsinya.
       masyarakat                              2. Limbah yang dihasilkan bank jumlahnya minim dan termasuk
                                                   dalam limbah rumah tangga.
                                               3. Bank mengolah air limbah dari penggunaan air yang digunakan
                                                   untuk menyiram tanaman.
                                               4. Mengoptimalkan penggunaan digitalisasi dalam operasional
                                                   perusahaan untuk mengurangi konsumsi kertas.

  2    Produk/layanan keuangan digital         1. Melakukan identifikasi, penilaian, tinjauan, dan perbaikan terkait
       meningkatkan risiko kejahatan               risiko digital atas setiap produk digital BNI.
       teknologi dan mengancam privasi         2. Melakukan identifikasi, penilaian, tinjauan, dan perbaikan terkait
       nasabah                                     ketahanan ancaman siber.
                                               3. Melakukan penilaian dan peningkatan security maturity pada
                                                   pihak ketiga.
                                               4. Melakukan penilaian privasi data dan kecukupan keamanan data
                                                   secara end to end process.

  3    Peningkatan emisi dari operasional      1. BNI telah menerapkan penghematan energi berupa:
       bank                                        •Pemadaman lampu selama jam istirahat di setiap hari kerja.
                                                   •Penggunaan solar energi untuk keperluan penerangan di
                                                    daerah tangga darurat di gedung kantor utama BNI.
                                                  • Optimalisasi pertemuan/rapat melalui media online.
                                                  • Optimalisasi penggunaan AC sentral gedung kantor pusat.
                                                  • Penyelenggaraan pelatihan secara online melalui media zoom
                                                    atau webinar.
                                               2. BNI menetapkan target NZE operasional beserta dengan strategi
                                                  penurunan emisinya.

  4    Ancaman risiko fisik (banjir,           1. Melakukan analisis risiko bencana alam dalam proses pemilihan
       kekeringan, dan kebakaran hutan)            kantor.
       pada kantor bank                        2. Kantor bank banyak terletak di daerah perkotaan sehingga tidak
                                                   terekspos dengan risiko bencana kebakaran hutan.
                                               3. BNI telah memiliki Business Continuity Management sebagai
                                                   salah satu upaya dalam menanggulangi kondisi bencana.

                                  Risiko LST dalam penyaluran kredit [FN-CB-410a.2]

  5    Penyaluran kredit ke sektor emisi       1. Bank memiliki Risk Acceptance Criteria (RAC) dengan
       tinggi                                     menambahkan mitigasi risiko perubahan iklim, memuat
                                                  persyaratan minimum bagi (calon) debitur untuk sektor yang
                                                  berisiko tinggi terhadap lingkungan, seperti sertifikasi RSPO/
                                                  ISPO dan berkomitmen untuk menerapkan kebijakan No
                                                  Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE) dalam
                                                  kegiatan pembukaan lahan untuk debitur sektor perkebunan
                                                  kelapa sawit, pemenuhan dokumen AMDAL atau UPL/UKL atau
                                                  PROPER sesuai dengan sektor usahanya.
                                               2. Bank melakukan pembiayaan secara selektif kepada sektor-
                                                  sektor emisi tinggi dengan memperhatikan implementasi LST
                                                  serta rencana transisi energi yang akan dilakukan oleh debitur.
                                               3. Bank menyalurkan pembiayaan dalam bentuk Sustainability
                                                  Linked Loan untuk mendorong debitur memulai transisi
                                                  energinya.




                                                                                     Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   137
Page 138
 No.                    Risiko                                             Mitigasi Risiko [2-25]
  6    Pelanggaran aspek LST oleh Debitur         Secara berkala, unit bisnis akan melakukan pemantauan melalui
       eksisting                                  sistem watchlist dan penilaian peringkat debitur. Apabila ditemukan
                                                  pelanggaran terhadap aspek LST, BNI akan melakukan verifikasi
                                                  kepada pihak terkait dan dapat melakukan penyesuaian peringkat
                                                  debitur.

  7    Penyaluran obligasi hijau (green bond)     Evaluasi dan seleksi proyek yang disalurkan obligasi hijau dilakukan
       tidak sesuai dengan peruntukannya          oleh sub komite ESG yang diketuai oleh Wakil Direktur Utama.
                                                  Penyaluran dilakukan pada proyek-proyek yang bersifat project
                                                  financing sehingga aliran penggunaan dana dapat diawasi oleh
                                                  BNI. Terdapat opini dari second party opinion (SPO) atas laporan
                                                  penyaluran green bond yang dilakukan oleh BNI.

  8    Debitur Sustainability Linked Loan         Terdapat sistem penalti yang diterapkan kepada debitur yang gagal
       tidak memenuhi target KPI SPT yang         mencapai target KPI SPT yang ditetapkan. Dilakukan evaluasi tahunan
       telah ditetapkan.                          oleh pihak ketiga independen atas kredit termasuk pencapaian target
                                                  KPI SPT.

  9    Klasifikasi taksonomi     tidak   sesuai   1. Dilakukan penyusunan kuesioner TKBI dengan bahasa yang lebih
       dengan TKBI                                   mudah dimengerti.
                                                  2. Dilakukan technical assistant pengisian kuesioner TKBI bagi para
                                                     debitur di sektor energi.
                                                  3. Dilakukan pelatihan klasifikasi TKBI bagi para Relationship
                                                     Manager.

                            Risiko sosial dalam menjalankan literasi dan inklusi keuangan

  10   Penerima manfaat literasi dan inklusi      1. Dilakukan penetapan target market penerima literasi dan inklusi
       keuangan belum merata                         keuangan.
                                                  2. Dilakukan pemetaan daerah atas target market penerima literasi
                                                     dan inklusi keuangan.
                                                  3. Pelaksanaan literasi dan inklusi keuangan dilakukan secara
                                                     bertahap sesuai dengan hasil pemetaan target market penerima
                                                     literasi dan inklusi keuangan.




        Laporan Keberlanjutan 2024
138     PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 139
Permasalahan, Tantangan, Perkembangan,
dan Pengaruh terhadap Penerapan Keuangan
Berkelanjutan
Penerapan         Keuangan       Berkelanjutan         BNI    Dalam menghadapi tantangan ini, BNI terus
menghadapi        berbagai     tantangan.    Berikut    ini   beradaptasi     dengan       memanfaatkan          peluang
merupakan beberapa kendala, tantangan, dan                    pengembangan teknologi, kolaborasi dengan mitra
strategi pengelolaan yang dilakukan BNI:                      strategis, serta inovasi kebijakan untuk mendukung
1. Pemahaman LST yang belum merata: BNI                       keberlanjutan dan keuangan berkelanjutan di
   berfokus pada peningkatan kapasitas SDM                    Indonesia.
   melalui pelatihan dan e-learning, baik internal
   maupun eksternal.                                          Meski melalui banyak tantangan, kami masih
2. Kesadaran       debitur     terhadap     LST:   masih      menemukan       peluang      keuangan       berkelanjutan
   terbatasnya kesadaran debitur mengenai LST,                yang berdampak positif bagi kegiatan perbankan
   khususnya dalam mengelola risiko perubahan                 dan pembiayaan, di antaranya:
   iklim sehingga perlu pelatihan dan dukungan                1. Meningkatnya peluang pembiayaan hijau di
   teknologi.                                                    Indonesia;
3. Pengembangan              produk       keberlanjutan:      2. Mendorong pembiayaan bagi debitur yang
   dibutuhkan        inovasi      produk       keuangan          menerapkan        usaha     berkelanjutan           melalui
   berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan                   pemberian Sustainability Linked Loan;
   nasabah dan debitur.                                       3. Tren peningkatan kesadaran dunia usaha terkait
4. Digitalisasi       manajemen             data       LST:      keuangan berkelanjutan, khususnya korporasi;
   pengembangan sistem digital untuk mengelola                4. Semakin        tingginya       minat       pemerintah,
   database LST.                                                 regulator, dan investor terkait implementasi
5. Standar dan regulasi LST yang kompleks:                       keberlanjutan;
   menjadi      tantangan      dalam   mengikuti       tren   5. Keberadaan        niche     market       berkelanjutan
   perkembangan              penerapan         keuangan          menjadi peluang target pasar atas produk/
   berkelanjutan di Indonesia.                                   jasa   keuangan      berkelanjutan       yang       sesuai
6. Ketentuan baru yang dinamis terkait praktik                   kebutuhan;
   keberlanjutan: panduan seperti CRMS, dan                   6. Membangun         kemitraan       dengan       berbagai
   IFRS S1 & S2, menuntut persiapan SDM,                         pihak yang paham dan kompeten di bidang
   pengetahuan, dan kemampuan yang memadai                       keberlanjutan      untuk     merancang        program-
   untuk mendukung implementasinya.                              program yang mendukung TPB.




                                                                                      Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk       139
Page 140
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG)
[2-9, 2-10, 2-11, 2-12, 2-15, 2-19, 2-20, 2-21]


Prinsip GCG menjadi landasan bagi BNI dalam                                 Penilaian Kinerja Direksi [2-18]
menerapkan tata kelola berkelanjutan, Keuangan                              Perusahaan     memiliki     beberapa    cara     dalam
Berkelanjutan,              maupun                prinsip   keberlanjutan   mengevaluasi     dan      menilai   kinerja     Direksi,
perusahaan. Struktur tata kelola BNI melibatkan                             di antaranya melalui penilaian dalam RUPS,
Direksi yang berperan untuk menjalankan dan                                 pencapaian target kinerja Perseroan, dan penilaian
mengawasi operasional serta Dewan Komisaris                                 melalui assessment GCG. Informasi lebih lanjut
yang berperan mengawasi kinerja Direksi. Setiap                             mengenai hal ini dapat diakses dalam Laporan
Direktorat dipimpin oleh Direktur dan memiliki                              Tahunan Bab Penilaian Kinerja Direksi, halaman
divisi khusus untuk mengelola aspek LST. Direksi                            775-777.
secara kolektif bertanggung jawab atas kinerja
LST. Detail lengkap struktur tata kelola perusahaan
dapat dilihat pada Laporan Tahunan halaman 96-
                                                                            Kode Etik
                                                                            BNI telah memiliki dan menerapkan code of
97.
                                                                            conduct (CoC) yang dinamakan Kode Etik BNI yang
                                                                            secara tegas mengatur hal-hal terkait sistem nilai,
Pemegang Saham berhak menominasikan dan
                                                                            etika bisnis, etika kerja, komitmen, serta penegakan
mengangkat Direksi serta Dewan Komisaris melalui
                                                                            terhadap peraturan-peraturan perusahaan dalam
RUPS. BNI berkomitmen untuk menjaga hubungan
                                                                            menjalankan bisnis dan aktivitas lainnya. Pedoman
yang baik dan memastikan tidak adanya konflik
                                                                            ini juga mendeskripsikan secara jelas aturan
kepentingan antara Direksi, Dewan Komisaris,
                                                                            sikap atau interaksi yang diperbolehkan maupun
dan Pemegang Saham yang dapat berpengaruh
                                                                            yang tidak diperbolehkan antara pegawai dengan
pada hasil keputusan. Pengungkapan informasi
                                                                            nasabah dan para pemangku kepentingan lainnya.
mengenai hal tersebut terdapat dalam Laporan
                                                                            Kode Etik BNI disusun sebagai acuan bagi seluruh
Tahunan 2024 halaman 780-784 dan 800-801.
                                                                            insan BNI, termasuk BNI Hi-Movers, Dewan
                                                                            Komisaris, dan Direksi dalam bertindak serta
Informasi lebih lengkap mengenai remunerasi dan
                                                                            mengambil keputusan agar senantiasa bekerja
rasio kompensasi total tahunan dapat dilihat pada
                                                                            secara profesional dan berlandaskan pada standar
Laporan Tahunan 2024 halaman 784-797.
                                                                            etika tertinggi sesuai dengan visi, misi, nilai-nilai,
                                                                            dan peraturan yang berlaku. Beberapa upaya
Komposisi Direksi dan Dewan                                                 sosialisasi Kode Etik dilakukan melalui sharing
Komisaris [2-11]                                                            session,   media    internal,   seminar,      coaching,
Informasi lengkap mengenai organ tata kelola                                maupun penyebaran buku saku Kode Etik BNI.
tertinggi dan komitenya terdapat dalam Laporan                              Lebih lanjut, informasi mengenai Kode Etik dapat
Tahunan, yaitu:                                                             dilihat dalam Laporan Tahunan 2024 halaman
•   Bab Direksi, halaman 715-774;                                           1052-1055. Selain itu, Kode Etik juga tersedia pada
•   Bab Dewan Komisaris, halaman 664-714;                                   situs web BNI.
•   Bab       Organ          Pendukung               Dewan    Komisaris,
    halaman 802-867;
•   Bab Organ Pendukung Direksi, halaman 872-
    947.




               Laporan Keberlanjutan 2024
140            PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 141
Sistem Pelaporan Pelanggaran [FN-CB-510a.2]

BNI   berkomitmen           menerapkan     prinsip    GCG      Tujuan WBS adalah untuk mencegah, mendeteksi
dalam      setiap    aktivitasnya,    termasuk     melalui     potensi penyimpangan/pelanggaran sejak dini, dan
Sistem     Pelaporan        Dugaan    Pelanggaran     atau     berfungsi sebagai sarana bagi BNI untuk menjaga
Whistleblowing System (WBS) sesuai dengan                      kepercayaan      seluruh      pemangku        kepentingan,
Peraturan        BUMN       Nomor      PER-09/MBU/2012         termasuk nasabah, debitur, mitra bisnis, pegawai,
dan     PER-2/MBU/03/2023            tentang     Pedoman       dan regulator serta memastikan langkah-langkah
Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan                  pencegahan       dapat     diambil.     Kebijakan       untuk
BUMN. WBS adalah mekanisme yang dirancang                      melindungi pelapor mengacu pada Pedoman
untuk mendukung transparansi, integritas, dan                  Perusahaan       (PP)    perihal    WBS.      Tujuan     BNI
akuntabilitas       dalam    operasional       perusahaan.     melindungi pelapor adalah agar mereka terhindar
Sistem     ini    memberikan       kesempatan      kepada      dari kemungkinan tindakan balasan atau intimidasi,
Insan BNI, nasabah, debitur, mitra bisnis, serta               sehingga mendorong lebih banyak pihak untuk
pihak eksternal lainnya untuk melaporkan Insan                 berani melaporkan pelanggaran tanpa rasa takut.
BNI   yang       diduga     melakukan    tindakan     yang
melanggar hukum, kebijakan internal, dan kode                  BNI berkomitmen untuk memastikan transparansi
etik perusahaan. Laporan yang dapat disampaikan                dan akuntabilitas dalam aktivitas operasionalnya
mencakup hal-hal seperti kecurangan (fraud),                   dengan     mengimplementasikan               WBS        yang
korupsi,     benturan        kepentingan,       gratifikasi/   dikenal sebagai “WBS to CEO”. Direktur Utama
penyuapan, pelanggaran peraturan/hukum, dan                    memastikan seluruh laporan WBS yang disertai
pelanggaran kode etik/kelakuan tidak etis. Dengan              data dan bukti pendukung yang relevan akan
adanya sistem ini, BNI berupaya menciptakan                    ditindaklanjuti secara profesional dan transparan.
lingkungan yang lebih aman dan menjaga standar                 Untuk meningkatkan keyakinan akan tindak lanjut
kode etik perusahaan.                                          secara objektif dari pelapor maka pengelolaan
                                                               WBS dilaksanakan oleh Satuan Internal Audit,
                                                               bekerja sama dengan pihak eksternal independen.
                                                               Informasi lebih lengkap mengenai WBS dan
                                                               jumlah pengaduan yang diterima melalui WBS
                                                               dapat dilihat pada Laporan Tahunan 2024 halaman
                                                               1.088-1.091.




        Pelaporan WBS dapat menggunakan saluran:
        Situs web            : https://bni-transparan.tipoffs.info
        Surel		              : bni-transparan@tipoffs.com.sg
        Telepon		            : 021-57853377
        SMS/WhatsApp : 0811-970-1946
        Surat		              : BNI Transparan PO Box 2646/JKP 10026.




                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                              PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     141
Page 142
Tanggung Jawab terhadap Isu-Isu Etika                                                [2-6]




Pengawasan terhadap Isu-isu                                 Audit Reguler atas Pemenuhan
Etika                                                       Standar Etika
Tanggung    jawab     dan     pengawasan         terhadap   BNI berkomitmen melakukan pengawalan yang
praktik etika bisnis maupun etika perilaku di BNI           dilakukan oleh Satuan Internal Audit terhadap
melibatkan Komite Manajemen Risiko & Anti Fraud,            penerapan etika standar secara berkala, antara lain
Komite Audit, Direksi, dan Dewan Komisaris.                 melalui Audit pada Kantor Cabang, Sentra Kredit,
Melalui saluran Whistleblowing System (WBS),                Kantor Wilayah, dan Divisi dengan ruang lingkup
BNI akan menerima laporan berbagai pelanggaran              di antaranya menilai kepatuhan terhadap kode
termasuk pelanggaran etika, yang mencakup                   etik, regulasi, dan kebijakan internal BNI termasuk
kecurangan (fraud), korupsi, benturan kepentingan,          mengidentifikasi       kemungkinan          terjadinya
gratifikasi/penyuapan, dan pelanggaran kebijakan,           pelanggaran etika seperti konflik kepentingan,
kode etik, dan kelakuan tidak etis lainnya termasuk         penyuapan, dan fraud.
permasalahan terkait SDM.
                                                            Selain itu, pengawalan terhadap penerapan etika
Garis   tanggung       jawab      atas      pengawasan      standar juga dilakukan melalui audit tematik
pelaksanaan WBS dimulai dari Satuan Internal                yaitu Audit Implementasi ISO 37001:2016 Sistem
Audit selaku pengelola WBS yang menyampaikan                Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Evaluasi
laporan WBS kepada manajemen BNI secara                     Implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan
triwulanan ke Direktur Utama, Dewan Komisaris               (SMAP) di BNI mengacu pada standar etika
dan Komite Audit serta kepada pihak eksternal               internasional, yaitu ISO 37001:2016. Audit dan
yaitu Kementerian BUMN per semester dan Komisi              assessment terhadap SMAP telah dilakukan setiap
Pemberantasan Korupsi (KPK) setiap tahun. Setiap            tahun oleh Satuan Internal Audit maupun pihak
kuartal dalam setahun Komite Audit dan Dewan                independen untuk memastikan kepatuhan dan
Komisaris   (termasuk       Komisaris       Independen)     efektivitasnya. Ruang lingkup assessment ISO
akan membahas laporan WBS. Laporan tersebut                 37001:2016 mencakup aktivitas pengadaan barang
mencakup     laporan     pelanggaran,        tindaklanjut   dan jasa, kredit segmen korporasi, Unit Kerja
yang telah dilakukan serta evaluasi efektivitas             Pendukung, dan dana pensiun lembaga keuangan.
pengelolaan WBS.
                                                            Pelatihan terkait Standar Etika
                                                            Upaya BNI dalam mendorong pegawai untuk
                                                            menerapkan praktik etika bisnis dan etika perilaku
                                                            dilakukan dengan meningkatkan kesadaran mereka
                                                            melalui pelatihan dan sosialisasi terkait etika.
                                                            Beberapa topik pelatihan terkait etika di antaranya:
                                                            Budaya Kerja - Core Value AKHLAK; Ensuring
                                                            Compliance - Social Media in Regulated Industries;
                                                            Penguatan Organisasi Melalui Pencegahan &
                                                            Pengelolaan Benturan Kepentingan; Strategi Anti
                                                            Penyuapan dan Anti Korupsi; Membangun Budaya
                                                            Integritas   di   Lingkungan     Kerja;   Mewujudkan
                                                            Budaya Anti Korupsi Melalui Penanaman Nilai-
                                                            Nilai Integritas. Pelatihan dan sosialisasi diberikan
                                                            dengan rata-rata frekuensi 6 kali setiap tahun untuk
                                                            setiap pegawai tetap, pegawai kontrak, pegawai
                                                            trainee, maupun tenaga alih daya.



        Laporan Keberlanjutan 2024
142     PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 143
Kebijakan Antikorupsi, Antisuap, dan Anti-Fraud
[2-16, 205-1] [FN-CB-510a.1]




Kebijakan Antikorupsi, Antisuap, dan Anti-fraud
Demi       menjaga             nama    baik    perusahaan,     BNI   4. Penerapan sistem manajemen anti suap yang
berkomitmen untuk meningkatkan kepercayaan                             mengarah pada sertifikasi ISO 37001:2016
para pemangku kepentingan. Terdapat beberapa                           tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan
kebijakan         yang         telah    ditetapkan      oleh   BNI     (SMAP).
mencakup kebijakan mengenai isu korupsi, suap,                       5. Pedoman Kerja Komite Manajemen Risiko
dan fraud yang berlaku bagi seluruh pegawai,                           & Anti-Fraud yang disetujui melalui Surat
anggota Direksi, dan Dewan Komisaris. Kebijakan                        Keputusan Direksi No. KP/745/DIR/R tanggal 26
terkait dengan antikorupsi, antisuap, dan anti                         Oktober 2023.
fraud ditetapkan sesuai dengan POJK Nomor                            6. Pedoman     Penerapan       Strategi    Anti      Fraud,
12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti                          sebagaimana       tercantum        dalam      Prosedur
Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan (LJK), serta                          Perusahaan Nomor IN/003/AFR/001 tanggal 9
ketentuan perundang-undangan lainnya. BNI pun                          Desember 2024.
melaporkan semua insiden fraud ke Otoritas Jasa                      7. Implementasi       single       sanction          berupa
Keuangan (OJK) setiap semester, didukung oleh                          Pemutusan        Hubungan        Kerja   (PHK)       bagi
pengawasan dari badan tata kelola tertinggi.                           pelaku fraud, tercantum pada Surat Segenap
                                                                       Organisasi (SO) Nomor HCE/7/0785 tanggal 21
Untuk memastikan kegiatan usaha bebas dari                             Desember 2021.
korupsi, suap, dan fraud, BNI membentuk beberapa                     8. Penandatanganan         Pakta      Integritas       oleh
organisasi, seperti Unit Pengendalian Gratifikasi                      calon debitur atau debitur saat perjanjian
(UPG), Satuan Anti Fraud, dan Komite Anti Fraud.                       kredit, sesuai dengan Pedoman Perusahaan
Laporan dari unit-unit ini disampaikan secara                          Perkreditan.
rutin kepada manajemen, baik itu Direksi maupun                      9. Penandatanganan Pakta Integritas oleh pihak
Dewan Komisaris. BNI juga menerapkan kebijakan                         terkait dalam proses pengadaan, yang diatur
dan prosedur yang ketat untuk menegakkan prinsip                       dalam Pedoman Perusahaan Pengadaan.
antikorupsi, antisuap, dan anti fraud, di antaranya:                 10. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik
1. Penandatanganan Pakta Integritas oleh pegawai                       antara    lain   dengan      menghindari           adanya
     setiap tahun sebagai bentuk pengendalian                          benturan kepentingan dalam proses kredit,
     gratifikasi dan komitmen anti fraud.                              sesuai     dengan        Pedoman           Perusahaan
2. Deklarasi Gratifikasi dan Anti Suap secara                          Perkreditan.
     berkala.
3. Penyusunan              Kode        Etik   sebagai   pedoman
     perilaku bagi seluruh pegawai.




                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk      143
Page 144
Komunikasi, Sosialisasi, dan Pelatihan tentang Antikorupsi
dan Anti-fraud [205-2]
BNI melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi                  9. Imbauan kepada seluruh pegawai untuk tidak
untuk meningkatkan kesadaran tentang antikorupsi                   menerima atau meminta imbalan dari pihak
dan anti-fraud, antara lain:                                       ketiga, serta untuk membaca Pakta Integritas
1. Program          e-Learning     Mandatory          tentang      yang     menginformasikan        komitmen     BNI
      Pengendalian Gratifikasi dan SMAP melalui                    terhadap pengendalian gratifikasi.
      learning management system BNI (BNI Smarter)              10. Penyebaran informasi melalui poster, video,
      yang telah diikuti oleh 26.352 pegawai.                      digital banner, videotron, situs web BNI,
2. Program e-Learning Mandatory tentang Anti-                      media    massa    nasional,   dan    BNI    Forum
      Fraud Awareness melalui learning management                  terkait antigratifikasi, SMAP, serta panduan
      system BNI (BNI Smarter) yang telah diikuti                  pencegahan korupsi.
      oleh 26.347 pegawai.                                      11. Pelaksanaan acara Compliance Forum dengan
3. Program e-Learning Mandatory tentang Anti                       tema    “Mewujudkan      Budaya     Anti   Korupsi
      Pencucian Uang melalui learning management                   Melalui Penanaman Nilai-Nilai Integritas” yang
      system BNI (BNI Smarter) yang telah diikuti                  mengundang narasumber dari KPK dan dihadiri
      oleh 26.365 pegawai.                                         oleh segenap jajaran Direksi, Komisaris, SEVP
4. Penyelenggaraan 3 series Webinar terkait Anti                   BNI, Perusahaan Anak, PAKSI, API, Pelapor
      Fraud Awareness yang telah diikuti oleh 8.894                Gratifikasi Milenial serta segenap pegawai BNI.
      penonton.                                                 12. Partisipasi   pegawai   dalam    pelatihan   dan
5. Penyelenggaraan 5 series webinar terkait                        sertifikasi terkait anti fraud untuk memperkuat
      Business Ethics yang telah diikuti oleh 21.245               pemahaman       dan kompetensi mereka dalam
      penonton.                                                    operasional bisnis masing-masing.
6. Pelaksanaan Bulan Mutu dan Morning Briefing
      secara berkala.
7. Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dan SMAP
      kepada Tenaga Alih Daya, Bina BNI, Officer
      Development Program (ODP), serta perusahaan
      anak BNI.
8. Sosialisasi        dan     peningkatan           kesadaran
      mengenai anti fraud dan antigratifikasi kepada
      pegawai dan pemangku kepentingan lainnya
      melalui media komunikasi internal, seperti
      e-mail blast, buletin internal, desktop wallpaper,
      dan poster.




           Laporan Keberlanjutan 2024
144        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 145
Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut [2-27]
Untuk pengawasan dan pencegahan terjadinya                                      Berdasarkan             evaluasi         KPK,         Pengendalian
korupsi, suap, dan penipuan, BNI telah membentuk                                Gratifikasi BNI pada tahun 2024 mendapatkan
Satuan Anti-Fraud yang bekerja sama dengan                                      predikat ‘Sangat Baik’ yang menunjukkan telah
Komite Manajemen Risiko & Anti-Fraud. Dalam                                     terimplementasikannya Pengendalian Gratifikasi
hal ini, BNI melakukan evaluasi berdasarkan                                     dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di
hasil pengawasan aktif dari Direksi dan Dewan                                   BNI.
Komisaris. Selain itu, BNI juga rutin melaporkan
implementasi strategi anti-fraud dalam bentuk                                   BNI berupaya untuk mengurangi insiden penipuan
Laporan Penerapan Strategi Anti-Fraud kepada                                    dan mencegah korupsi melalui tindakan korektif
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setiap semester                                    yang        melibatkan       penguatan          berbagai        aspek,
sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi.                                     antara lain:
                                                                                •    Meningkatkan integritas dan pemahaman risiko
Setiap tahun, BNI menjalani audit SMAP oleh                                          kepada segenap pegawai.
lembaga sertifikasi eksternal untuk memastikan                                  •    Penguatan         tools      yang        dapat       mendukung
kepatuhan terhadap sistem manajemen anti-                                            kegiatan pengawasan oleh pimpinan.
penyuapan.           Hasil      Surveillance          Audit      tahun          •    Penguatan         kontrol      internal       dalam        rangka
2024 menunjukkan bahwa BNI telah berhasil                                            meminimalisir potensi fraud internal.
menerapkan SMAP secara konsisten tanpa adanya                                   •    Penguatan mitigasi dan deteksi atas kasus
penyimpangan yang berarti.                                                           fraud eksternal pada produk Alat Pembayaran
                                                                                     Menggunakan Kartu (APMK).
                                                                                •    Penguatan literasi risiko bagi nasabah melalui
                                                                                     edukasi pada media resmi bank.


Sanksi Tegas [205-3]
BNI memiliki sikap tegas terhadap segala bentuk tindakan melawan hukum seperti korupsi, suap, dan
penipuan. Setiap individu yang terlibat, tanpa terkecuali, akan diberikan sanksi seperti peringatan,
penurunan jabatan, hingga pemecatan, tuntutan ganti rugi dan proses hukum. Bagi pegawai yang terbukti
sebagai pelaku fraud, sanksi yang diberikan bersifat single sanction yaitu PHK dan dapat dilaporkan
kepada Aparat Penegak Hukum sebagai bagian dari penguatan efek jera.

Temuan Kasus Fraud [205-3]
                                                                            Jumlah Kasus yang Dilakukan oleh

                                               Anggota Direksi dan                                                     Pegawai Tidak Tetap dan
  Internal Fraud dalam 1 Tahun                                                             Pegawai Tetap
                                                Dewan Komisaris                                                           Tenaga Alih Daya

                                            2024         2023        2022           2024       2023        2022        2024         2023         2022

 Total fraud                                  0            0            0            14         10          14            2           0            7

 Telah diselesaikan                           0            0            0            9         10*          14            2           0            7

 Dalam proses penyelesaian                    0            0            0            5          0*           0            0           0            0
 di internal BNI

 Belum diupayakan                             0            0            0            0           0           0            0           0            0
 penyelesaiannya

 Telah ditindaklanjuti melalui                0            0            0            5           2           2            0           0            1
 proses hukum

Keterangan: Kasus penyimpangan/fraud dengan kerugian di atas Rp100 juta.
*) Penyajian kembali informasi (restatement) karena temuan fraud yang hingga akhir tahun 2023 dalam proses penyelesaian di internal BNI telah diselesaikan
di tahun 2024.




                                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                                  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk               145
Page 146
Kebijakan APU-PPT dan PPPSPM
BNI memiliki Pedoman Perusahaan No. IN/003/                     Informasi lebih lanjut mengenai APU PPT dan
CMP/001 tanggal 28 Februari 2024 yang mengatur                  PPPSPM dapat diakses melalui https://www.bni.
tentang       Anti   Pencucian      Uang,      Pencegahan       co.id /en- us /company/corporate - governance/
Pendanaan Terorisme dan Pencegahan Proliferasi                  patriot-acts-certification-aml.
Senjata Pemusnah Massal (APU PPT dan PPPSPM).
Pelaksanaan program APU PPT dan PPPSPM                          Penerapan program APU PPT PPPSPM merupakan
dilakukan      berdasarkan     lima    pilar   penerapan,       bagian integral dari sistem pengendalian internal
yaitu pengawasan aktif oleh Direksi dan Dewan                   BNI. Sepanjang tahun 2024, BNI tidak terlibat dalam
Komisaris, Kebijakan dan Prosedur, Pengendalian                 kasus pencucian uang, pendanaan terorisme, atau
Internal, Sistem Informasi Manajemen, serta                     pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal.
Sumber Daya Manusia dan Pelatihan. BNI juga
menyampaikan laporan pelaksanaan program APU                    Penilaian Financial Integrity Rating on Money
PPT dan PPPSPM secara semesteran kepada OJK.                    Laundering    and    Terrorist    (FIR   on   ML/TF)
                                                                merupakan penilaian oleh Pusat Pelaporan Analisis
Secara        berkala,   seluruh      insan    BNI       akan   Transaksi Keuangan (PPATK) terhadap integritas
mendapatkan sosialisasi peningkatan kesadaran                   dan efektivitas pihak pelapor dalam menjalankan
terhadap APU PPT dan PPPSPM melalui beberapa                    program APU, PPT, dan PPPSPM yang meliputi
kegiatan, antara lain:                                          aspek komitmen, implementasi dan kepatuhan.
•   Pelatihan dilakukan melalui platform elektronik/            Pada tahun 2024, BNI memperoleh Skor FIR on
    online,    seperti   e-Learning      APU       PPT   dan    ML/TF 9,03 dengan Kategori Sangat Baik (Highest
    PPPSPM di BNI Smarter, serta secara tatap                   Score FIR on ML/TF pada KBMI 4).
    muka, seperti pelatihan untuk calon pegawai
    baru (ODP/BINA BNI) dan unit/divisi tertentu,
    termasuk operasional, IT, Custody, Pension
    Fund, Overseas Business, dan Cross Border
    Correspondent Banking.
•   Supervisi dan sosialisasi penerapan Program
    APU PPT dan PPPSPM dilakukan di Kantor
    Cabang, berdasarkan hasil penilaian Branch
    Risk Rating, serta pada divisi terkait.
•   Melakukan monitoring penerapan Program APU
    PPT dan PPPSPM terhadap Kantor Luar Negeri
    dan Perusahaan Anak.
•   Program refreshment APU PPT dan PPPSPM
    dilaksanakan untuk jajaran Dewan Komisaris
    dan Direksi BNI serta Perusahaan Anak.




          Laporan Keberlanjutan 2024
146       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 147
Pelibatan Pemangku Kepentingan                                                    [2-29]


BNI membangun hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingannya. Kami mengidentifikasi
kelompok pemangku kepentingan prioritas dengan mempertimbangkan tingkat pengaruh (influence),
ketergantungan (dependency), tanggung jawab (responsibility), dan kedekatan (proximity). Tahun ini, BNI
melibatkan perwakilan masing-masing kelompok pemangku kepentingan, baik internal dan eksternal,
dalam kegiatan interview mendalam (in depth interview). Dalam kegiatan tersebut, kami menggali isu-
isu strategis yang menjadi perhatian utama para pemangku kepentingan, meminta umpan balik atas
kinerja keberlanjutan BNI tahun sebelumnya, serta mendiskusikan topik material yang mempengaruhi
pengambilan keputusan mereka.


          Metode Pelibatan                Topik/Isu Signifikan dan Kebutuhan                        Respons BNI

 Nasabah: Hubungan ekonomi

 •   Layanan call center, kantor      •     Keamanan transaksi perbankan            •      Inovasi produk, jasa serta
     cabang, phone banking, situs     •     Kredit Usaha Kecil dan Menengah                layanan sesuai kebutuhan dan
     web, media sosial (Facebook,     •     Fasilitas perbankan dan                        perkembangan teknologi
     Instagram, dan Twitter)                kemudahan akses                         •      Edukasi keuangan perbankan terkait
 •   Survei Kepuasan Pelanggan        •     Informasi produk dan layanan                   produk perbankan
 •   Informasi dari Website &               perbankan yang jelas dan                •      Penyimpanan dan pelindungan data
     Frontliner                             transparan                                     nasabah sesuai peraturan terkait
 •   Gathering Agen46                 •     Inovasi produk/jasa keuangan                   UU Pelindungan Data Pribadi dan
                                      •     Kerahasiaan data nasabah                       ketentuan yang terkait
 Frekuensi                                                                          •      Mempertahankan sertifikasi ISO
 • Setiap saat                                                                             27001 yang sudah dimiliki dan
 • Dua tahun sekali                                                                        melakukan pembaruan sertifikasi
 • Setiap saat                                                                             ISO terbaru
 • Minimal setahun sekali                                                           •      Menjangkau dan membina UKM,
                                                                                           hingga membantu memberikan
                                                                                           pembiayaan

 Investor/Pemegang Saham: Hubungan Ekonomi, Kepemilikan & Legal

 •   Pelaporan Kinerja BNI per        •     Kinerja keuangan dan non-               •      Penyediaan informasi berkala
     kuartal                                keuangan                                       kinerja BNI
 •   Pertemuan Analis Pasar           •     Kinerja Lingkungan, Sosial, dan         •      Komunikasi secara langsung kepada
     Modal dan Investor Saham               Tata Kelola (LST)                              investor maupun melalui analis
     per kuartal dan secara reguler   •     Nilai kapitalisasi saham yang                  perusahaan sekuritas (broker),
     setiap tahunnya                        tumbuh positif                                 guna memastikan penyampaian
 •   Pelaksanaan Public Expose        •     Nilai investasi (total shareholder             informasi perusahaan
     minimal 1 kali dalam setahun           return) yang optimal                    •      Konsisten menjalankan strategi
 •   Menyelenggarakan RUPS            •     Investasi/pembiayaan kepada                    untuk mencapai target bisnis
     Tahunan (setahun sekali)               sektor-sektor ramah lingkungan          •      Mengungkapkan informasi kinerja
     dan RUPS Luar Biasa sesuai       •     Pengelolaan risiko iklim                       LST dengan lebih komprehensif
     kebutuhan                        •     Pengungkapan metodologi dan                    di dalam Laporan Keberlanjutan
                                            hasil perhitungan scope 3 emisi                maupun update berkala
                                            pembiayaan                              •      Penguatan kemampuan,
                                      •     Pengelolaan dan pengembangan                   keterampilan, dan keahlian pegawai
                                            SDM                                     •      Menindaklanjuti rekomendasi aspek
                                      •     KPI mendorong pencapaian                       LST dari Lembaga Rating, SPO,
                                            profitabilitas yang berkelanjutan              maupun investor
                                      •     Kinerja obligasi hijau                  •      Melakukan audit atas Laporan
                                                                                           Keuangan
                                                                                    •      Membuat Laporan Tahunan dan
                                                                                           Laporan Keberlanjutan




                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk    147
Page 148
           Metode Pelibatan                   Topik/Isu Signifikan dan Kebutuhan                    Respons BNI

 Pegawai: Legal & pemangku kepentingan yang membantu pencapaian tujuan perusahaan

 •    Media Internal                      •     Hak-hak pegawai                       •   Pelatihan in-class training dan
      (Majalah Digital eSinergi,          •     Pelatihan dan Pengembangan                e-learning
      HCMS, Majalah Sinergi, BNI                Kompetensi Pegawai                    •   Sistem Penilaian Kinerja dan
      Forum)                              •     Kesetaraan kesempatan                     Promosi
 •    Survei Kepuasan Pegawai                   Pengembangan karier                   •   Ketersediaan sarana komunikasi
      setahun sekali                      •     Pengalaman bekerja yang                   resmi yang disediakan BNI
                                                berharga dan menyenangkan                 untuk pegawai seperti Info HC,
                                          •     Work life balance                         Komunikasi Internal (eSinergi, SMS
                                                                                          Blast)
                                                                                      •   Adanya komunitas yang terbentuk
                                                                                          berdasarkan bidang olahraga, seni,
                                                                                          dan hobi yaitu 46Society, serta
                                                                                          Badan Pembinaan Kerohanian
                                                                                      •   Adanya Serikat Pekerja
                                                                                      •   Ketersediaan sarana dan prasarana
                                                                                          untuk melakukan aktivitas
                                                                                      •   Memberikan kesejahteraan masa
                                                                                          kerja dan purnakerja

 Serikat Pekerja: Legal

 •    Pertemuan dan Diskusi               Hak-hak pegawai, remunerasi, dan            •   Menampung dan mengidentifikasi
 •    Pembahasan Perjanjian Kerja         tunjangan                                       usulan dan masukan dari Serikat
      Bersama (PKB) setiap dua                                                            Pekerja
      tahun sekali                                                                    •   Melakukan proses komunikasi
                                                                                          apabila terjadi perselisihan
                                                                                          hubungan industrial
                                                                                      •   Mengadakan pertemuan berkala
                                                                                          dalam forum komunikasi antara BNI
                                                                                          dan serikat pegawai
                                                                                      •   Menjamin keamanan dan hak-hak
                                                                                          Pekerja melalui Perjanjian Kerja
                                                                                          Bersama (PKB)

 Pemerintah/OJK: Legal/Kepentingan LJK

 •    Penyampaian Rencana Bisnis          •     Kepatuhan pada peraturan dan          •   Mematuhi seluruh regulasi yang
      Bank (RBB) dan realisasinya               perundang-undangan                        berlaku
      kepada Bank Indonesia dan           •     Pengelolaan risiko LST pada           •   Membayar pajak, retribusi, dan
      Otoritas Jasa Keuangan (OJK)              aktivitas financing                       Penerimaan Negara Bukan Pajak
 •    Penyampaian RAKB pada OJK           •     Analisis risiko lingkungan & sosial       (PNBP) sesuai peraturan perundang-
 •    Pelaporan lainnya sesuai                  dalam pemberian kredit                    undangan
      ketentuan yang berlaku              •     Anti-Bribery and Corruption           •   Menyusun Rencana Aksi Keuangan
      kepada regulator                          (ABC), Anti- Money Laundering             Berkelanjutan (RAKB)
 •    Berbagai kegiatan sosialisasi/            (AML) and Anti-Terrorism Green        •   Membentuk Sub Komite ESG untuk
      webinar/dengar pendapat/                  banking Inclusive banking                 memantau implementasi RAKB
      forum diskusi yang diadakan         •     Penerapan keuangan                    •   Penyesuaian kebijakan dan
      oleh pemerintah dan otoritas              Berkelanjutan                             peraturan internal, sesuai peraturan
 •    Minimal setahun sekali              •     Dukungan pada SDGs                        yang diterbitkan pemerintah
                                          •     Penetapan target yang lebih           •   Penerapan prinsip-prinsip GCG di
                                                terukur dan terarah terutama              seluruh unit kerja
                                                dalam mendukung terwujudnya           •   Penyampaian laporan kinerja
                                                ekonomi hijau dan target NZE di           dan pelaksanaan kegiatan lain:
                                                Indonesia                                 Laporan Rencana Aksi Keuangan
                                                                                          Berkelanjutan, Laporan Tahunan,
                                                                                          Laporan Keberlanjutan, serta
                                                                                          laporan lain

           Laporan Keberlanjutan 2024
148        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 149
        Metode Pelibatan                   Topik/Isu Signifikan dan Kebutuhan                    Respons BNI

Pemasok: Hubungan ekonomi dan Legal

Seminar dan sosialisasi kebijakan      •     Hubungan yang saling                 •   Pengembangan kerja sama dengan
sesuai kebutuhan melalui vendor              menguntungkan dengan pemasok             mitra kerja dalam penyediaan
gathering                              •     Proses pengadaan barang                  barang dan jasa untuk kebutuhan
                                             maupun jasa yang adil dan                Bank
                                             transparan                           •   Proses pemilihan mitra yang adil
                                                                                      dan sesuai ketentuan
                                                                                  •   Sistem pembayaran sesuai kontrak
                                                                                      kerja
                                                                                  •   Sosialisasi kebijakan pengadaan

Masyarakat: Relasi sosial, lisensi sosial & tanggung jawab sosial serta kedekatan dengan perusahaan

Kerja sama strategis dalam             •     Dampak dan kinerja lingkungan        •   Pelaksanaan Inklusi dan Literasi
kepedulian sosial BNI                  •     Program TJSL yang dilaksanakan           Keuangan
                                             dan direncanakan                     •   Menyelenggarakan program TJSL
                                       •     Kesempatan untuk berkolaborasi           melalui Program BNI Berbagi dan
                                             dalam program TJSL                       Program BNI Go Green
                                       •     Informasi kegiatan perusahaaan       •   Menyelenggarakan program
                                       •     Pemahaman mengenai Keuangan              magang atau kontrak untuk fresh
                                             Berkelanjutan                            graduate melalui Program BINA BNI
                                                                                  •   Penyediaan kesempatan kerja
                                                                                      sesuai kebutuhan

Media: Relasi sosial, lisensi sosial

Siaran pers saat diperlukan dan        •     Kinerja keuangan dan non-            •   Pembaruan informasi terkait solusi
media gathering setiap tiga bulan            keuangan                                 perbankan atau kinerja perusahaan
sekali                                 •     Dampak dan kinerja lingkungan            yang disampaikan dalam situs web
                                       •     Program TJSL yang dilaksanakan           www.bni.co.id
                                             dan direncanakan                     •   Secara berkala menjalin hubungan
                                       •     Kesempatan untuk berkolaborasi           yang baik dengan media melalui
                                             dalam program TJSL                       media gathering, pemimpin reductor
                                       •     Press release terkait kinerja            (pemred) gathering
                                             keberlanjutan                        •   Menyediakan materi press release di
                                                                                      situs web www.bni.co.id dan media
                                                                                      online




                                                                                          Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   149
Page 150
Verifikasi Pihak Independen



      Independent Assurance Statement
      The 2024 Sustainability Report PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
      Number                   : 02/000-758/I/2025/SRAI

      Assurance Type           : Type 1 and Type 2 for the specific topic of Green Portfolio Management, and
                                 Data Security and Cyber Security
      Assurance Level          : Moderate
      Reporting Standards      : GRI Universal Standard 2021 Consolidated, GRI Financial Services Sector
                                 Supplement, Sustainability Accounting Standard Board (SASB) Financial
                                 Sector Commercial Banking, Sustainability Banking Assessment (SUSBA), and
                                 ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) regarding Resilience
                                 Sustainability
      Reporting Regulation     : Otoritas Jasa Keuangan Regulation (POJK) Number 51/POJK.03/2017
                                 (Indonesia) and SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021

      Dear stakeholders,

      PT Sejahtera Rambah Asia or “SRAI” is issuing an Independent Assurance Statement (“the
      Statement”) of the 2024 Sustainability Report (“the Report”) of PT Bank Negara Indonesia (Persero)
      Tbk (“the Bank”). The Bank is public legal entity that manages social security programs for Indonesian
      workers. The Report presents the commitment and efforts of the Bank in managing its sustainability
      performance for the reporting period of January 1st to December 31st, 2024. As agreed with
      Management, SRAI’s responsibility is to make an assessment based on the data and content of the
      Report for the year.

      Intended User and Purpose
      The purpose of the Statement is to present our opinion including the findings and recommendations
      based on the results of assurance work to the Bank’s stakeholders. The assuror team in accordance
      with specific procedures and a specific scope of work carried out the assessment. Except for the areas
      covered in the scope of the assurance, we encourage all NOT to solely interpret the Statement as the
      basis to conclude the Bank’s overall sustainability performance.

      Responsibilities
      Our obligations to the Management involve assessing the Report’s content, generating findings, and
      recommendations, and issuing a Statement. Additionally, we are tasked with establishing conclusions
      and recommendations according to agreed-upon standards, methods, and approaches. Consequently,
      SRAI’s evaluation is solely based on the most recent editorial and data received as of January 31st,
      2025, regarding the final draft. SRAI’s responsibility lies solely in providing assurance work, distinct
      from an audit, in accordance with the Non-Disclosure Agreement, the Assurance Engagement
      Agreement, Representation Letter, and Subsequent Event Testing. Management bears the sole
      responsibility for presenting data, information, and disclosures within the Report. Therefore, any
      parties relying on the Report and Statement must assume and manage their own risk.

      Independence, Impartiality, and Competency
      SRAI confirms NO relationships between the assuror team and the clients that can influence their
      independence and impartiality to conduct the assessment and generate the Statements. The assuror
      team is mandated to follow a particular assurance protocol and professional ethical code of conduct
      to ensure their objectivity and integrity. We carried out a pre-engagement assessment before the

                                                 SRAI Independent Assurance Statement, version 2025, page 1 of 4



        Laporan Keberlanjutan 2024
150     PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 151
assurance work was taken to verify the risks of engagement as well as the independence and
impartiality of the team. The assuror team members have knowledge of ISO 26000, AA1000
AccountAbility standards and principles, and also have experience in sustainability report assessment
based on various reporting regulations such as Regulation of Otoritas Jasa Keuangan
No.51/POJK.03/2017 on Sustainable Finance, GRI Universal Standard, GRI G4 Financial Disclosure,
Sustainability Accounting Standard Board (Commercial Banking), Sustainable Banking Assessment
(SUSBA) World Wide Fund for Nature (WWF), and ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)
regarding Resilience Sustainability.

Type and Level of Assurance Service
1. Type 1 assurance on the Report content
2. Type 2 assurance on Green Portfolio Management, and Data Security and Cyber Security.
3. A moderate level of assurance to the procedure on the Report content and evidence, where the
   risks of information and conclusions of the Report being error is reduced, but not to very low, but
   not zero.

Scope and Limitation of Assurance Service
1. Data and information in the Report for the period of January 1st to December 31st, 2024.
2. Material topics presented in the Report: Data Security and Cyber Security, Economic
   Performance, Green Portfolio Management, and Climate Resilience.
3. Evaluation of publicly disclosed information, system, and process of the Bank to ensure adherence
   of the Report content to the reporting principles.
4. SRAI does NOT include financial data, information, and figures in the Report content. We assumed
   that the Bank, independent parties, or other parties associated with the Bank have verified and/or
   audited financial statements, data, and information.
5. Adherence to the following reporting principles, standards, and regulations:
   a) Regulation of Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.51/POJK.03/2017 regarding the
       Implementation of Sustainable Finance for Financial Service Institution, Listed, and Public
       Companies (POJK 51) with reference to OJK Circular Letter (SEOJK) 2022 No.16/SEOJK.04/2021
   b) Consolidated set of GRI Sustainability Reporting Standards 2021 (GRI Universal Standards).
   c) GRI G4 Financial Disclosure (GRI G4-FS) issued by the Global Reporting Initiative.
   d) Sustainability Accounting Standard Board – Commercial Banks.
   e) Sustainable Banking Assessment (SUSBA) World Wide Fund for Nature (WWF).
   f) ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) regarding Resilience Sustainability.

Exclusion
1. The expression of opinion, belief, expectation, advertisement, and also forward-looking
   statements, including future planning of the Bank as specified in the Report content.
2. Analysis or assessment against regulations, principles, standards, guidelines, and indicators other
   than those indicated in the Statement.
3. Topics, data, and information outside the reporting period, or in the public domain not covered
   in the reporting period.
4. Financial performance data and information as presented in the Bank’s financial statements and
   documents, other than those mentioned in the Report.

Methodology and Source Disclosure
1. Form an Assuror Team whose members are capable in sustainability report development and
   assurance.


                                          SRAI Independent Assurance Statement, version 2025, page 2 of 4



                                                                                Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   151
Page 152
      2. Perform the pre-engagement phase to ensure the independence and impartiality of the Assuror
         Team.
      3. Hold a kick-off meeting and initial analysis of the Report draft based on the SRAI Protocol on
         Assurance Analysis refers to the standards, principles, and indicators of AA1000AS v3, AA1000APS
         (2018), and standards/regulations used in the Report.
      4. Discuss online the results of the analysis with the Management and data contributors.
      5. Verify evidence and trace data and information as covered in the Report.
      6. The Bank incorporated our recommendations in the draft Report and release the final Report
         content.
      7. Prepare a Management Letter detailing all aspects seen, recorded, and observed during the
         assurance work to the Management of the Bank for further improvement of sustainability
         processes.

      Adherence to AA1000AP (2018) and GRI Universal Standards

      Inclusivity – The Bank has engaged stakeholders in its operational activities and decision-making. In
      terms of the frequency of engagement that has been disclosed, the Bank explains significant topics or
      issues of concern to stakeholders by communication with stakeholders, both internal and external.
      Activities carried out by the Bank in engaging with stakeholders include community empowerment,
      and reaching out to customers through a financial literacy program that is in line with the concept of
      sustainable finance, meetings with vendors, and providing programs to support employee welfare and
      health.

      Materiality – The Bank has identified material topics well. In the determination process, the Bank
      conducts in-depth interviews and distributes questionnaires to stakeholders, internally and externally.
      To adjust the material topics to the issues of concern to stakeholders, an analysis of the results of the
      material topics was conducted.

      Responsiveness – The grievance process received through the whistle blowing system has explained
      by the Bank. In the process of managing the whistle blowing system, the Bank's Internal Audit division
      works closely with independent external parties to increase confidence in the follow-up. For external
      stakeholders, several channels that serve as a medium of contact in the complaint process.
      Furthermore, the Bank also provided an explanation of the mechanism for incoming complaints and
      the stages of resolution. All incoming complaints are reported to the Board of Directors and Board of
      Commissioners on a regular basis.

      Impact – In its implementation of sustainable finance, the Bank continues to expand its sustainability
      financing portfolio with a focus on green loans, Sustainability Linked Loan (SLL), and green bonds. The
      Bank strives to create a safe, comfortable, inclusive, and fair work environment, with the
      implementation of respectful working place in the Bank's operational. Furthermore, in supporting
      human empowerment, the Bank carries out various programs that support the potential of the
      community to develop and increase/create jobs for the community. Though the Bank received concern
      on the information and communication aspects of services and products, this has been addressed well.

      Statement of Use: “In Accordance to the GRI Standards” – We evaluated the Report content in
      adherence to the GRI Universal Standards principles, disclosures, and requirements for reporting. The
      Bank has referred to the nine requirements: apply the reporting principles, report the disclosures in
      GRI 2: General Disclosures 2021, determine material topics, report the disclosures in GRI 3: Material
      Topics 2021, report disclosures from the GRI Topic Standards for each material topic, provide reasons

                                                 SRAI Independent Assurance Statement, version 2025, page 3 of 4



        Laporan Keberlanjutan 2024
152     PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 153
for omission for disclosures and requirements that the organization cannot comply with, publish a GRI
content index, provide a statement of use, and notify GRI.
GRI Standards Principles – As the assurance work was taken, the report content sufficiently indicates
its adherence to the Reporting principles (accuracy, balance, clarity, comparability, completeness,
sustainability context, timeliness, and verifiability). The Management provided sufficient support
during the assurance work by submitting evidence/documents as requested.

Type 2 Assurance – The Bank applies ESG aspects to the assessment process of accepting debtors by
implementing RAC (Risk Acceptance Criteria) procedures carried out by the ERM division. The Bank
also voluntarily carries out CRST (Climate Risk Stress Test) to identify financial risks related to climate
in the short, medium, and long term. The implementation of various aspects of supervision carried out
by the Bank CISO (Chief Information Security Officer) team is adequate good because it not only looks
covers people, processes, and technology aspects but the CISO team carries out the principle of
multilayer defense for prevention and improvement in customer data protection.

Recommendation
 1. To identify the impact of community empowerment programs, the Bank can conduct a social
    impact assessment to see the implications of the programs provided to the community and as a
    measure of the next steps that can be taken by the Bank.
 2. To improve supervision of information and communication services, the Bank can map vulnerable
    areas to facilitate mitigation and anticipation steps to be taken.
 3. To improve the optimization of CRST results, the Bank can conduct a comprehensive CRST
    calculation for all sectors.
 4. To keep pace with the movement of Artificial Intelligence (AI) technology, the Bank needs to
    carefully and quickly follow the development of AI with the aim of being able to consider risks and
    implement appropriate mitigation to be applied.
 5. To strengthen Net Zero Emission efforts, the Bank needs to develop ambitious GHG emission
    reduction targets in support of NZE targets.


                                        The assurance provider,

                                        Jakarta, January 31st 2025




                                               Lim Hendra
                                          Assurance Director
                                        PT Sejahtera Rambah Asia
                                                  (SRAI)




                                            SRAI Independent Assurance Statement, version 2025, page 4 of 4



                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   153
Page 154
Surat Pernyataan Dewan Komisaris tentang
Tanggung Jawab atas Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                                              [2-14]




Kami yang bertanda tangan di bawah ini, Dewan Komisaris PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
menyatakan bahwa kami telah memeriksa dan menyetujui Laporan Keberlanjutan PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk tahun 2024 dan menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2024 telah dimuat secara lengkap, dan kami bertanggung
jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan dimaksud.


Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.


Jakarta,     Februari 2025



                                                      Dewan Komisaris




                                                         Pradjoto
                                           Komisaris Utama/Komisaris Independen




                                                    Pahala Nugraha Mansury
                                                     Wakil Komisaris Utama




         Sigit Widyawan                                 Asmawi Syam                Septian Hario Seto
       Komisaris Independen                          Komisaris Independen         Komisaris Independen




          Iman Sugema                                Erwin Rijanto Slamet                Askolani
       Komisaris Independen                          Komisaris Independen                Komisaris




      Mohamad Yusuf Permana                            Fadlansyah Lubis             Robertus Billitea
           Komisaris                                      Komisaris                   Komisaris




           Laporan Keberlanjutan 2024
154        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 155
Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab
atas Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                                                      [2-14]




Kami yang bertanda tangan di bawah ini, bertindak sebagai Direksi maupun Anggota Sub Komite ESG
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyatakan bahwa kami telah memeriksa dan menyetujui
Laporan Keberlanjutan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2024 dan menyatakan bahwa semua
informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2024 telah dimuat
secara lengkap, dan kami bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan dimaksud.


Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.


Jakarta,           Februari 2025



                                                      Direksi




                                                  Royke Tumilaar
                                                  Direktur Utama




                                             Putrama Wahju Setyawan
                                               Wakil Direktur Utama




           Novita Widya Anggraini          Hussein Paolo Kartadjoemena                       I Made Sukajaya
              Direktur Finance             Direktur Digital and Integrated         Direktur Enterprise and Commercial
                                                Transaction Banking                              Banking




               David Pirzada                      Agung Prabowo                               Ronny Venir
         Direktur Risk Management       Direktur Wholesale and International         Direktur Network and Services
                                                     Banking




           Munadi Herlambang                  Corina Leyla Karnalies                            Mucharom
      Direktur Institutional Banking*         Direktur Retail Banking                  Direktur Human Capital and
                                                                                               Compliance




                                                    Toto Prasetio
                                         Direktur Technology & Operations
*) Belum efektif


                                                                                       Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                             PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   155
Page 156
Referensi POJK No. 51, Indeks Standar GRI, SASB,
SUSBA, ACGS
  No Indeks                                            Pengungkapan                                    Halaman

                                                      Strategi Keberlanjutan

      A.1          Penjelasan Strategi Keberlanjutan                                                     14-15

                                              Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan

      B.1          Aspek Ekonomi                                                                           6

      B.2          Aspek Lingkungan Hidup                                                                  8

      B.3          Aspek Sosial                                                                            7

                                                         Profil Perusahaan

      C.1          Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan                                                    21

      C.2          Alamat Perusahaan                                                                      20

      C.3          Skala Usaha                                                                            22

      C.4          Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan                                    20

      C.5          Keanggotaan pada Asosiasi                                                             23-24

      C.6          Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan                        20

                                                        Penjelasan Direksi

      D.1          Penjelasan Direksi                                                                    16-19

                                                     Tata Kelola Keberlanjutan

      E.1          Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                    133-135

      E.2          Pengembangan Kompetensi terkait Keuangan Berkelanjutan                               121-122

      E.3          Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan                               136-138

      E.4          Hubungan dengan Pemangku Kepentingan                                                 147-149

      E.5          Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                 139

                                                      Kinerja Keberlanjutan

      F.1          Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan                                                132

                                                         Kinerja Ekonomi

      F.2          Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau         34-35
                   Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi

      F.3          Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi         35-36
                   pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan
                   Berkelanjutan

                                                     Kinerja Lingkungan Hidup

                                                           Aspek Umum

      F.4          Biaya Lingkungan Hidup                                                                 78

                                                          Aspek Material

      F.5          Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan                                       Tidak relevan bagi
                                                                                                   bisnis perbankan.




            Laporan Keberlanjutan 2024
156         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 157
No Indeks                                   Pengungkapan                                          Halaman

                                                 Aspek Energi

   F.6      Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan                                               82

   F.7      Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan                    82

                                                   Aspek Air

   F.8      Penggunaan Air                                                                            85

                                      Aspek Keanekaragaman Hayati

   F.9      Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi               86
            atau Memiliki Keanekaragaman Hayati

  F.10      Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati                                                  86-88

                                                 Aspek Emisi

  F.11      Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya                          83

  F.12      Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan                                   82-83

                                         Aspek Limbah dan Efluen

  F.13      Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis                              84-85

  F.14      Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen                                                 84-85

  F.15      Tumpahan yang Terjadi (jika ada)                                                 Tidak relevan bagi
                                                                                             bisnis perbankan.

                                Aspek Pengaduan terkait Lingkungan Hidup

  F.16      Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan      Tidak relevan bagi
                                                                                             bisnis perbankan.

                                                 Kinerja Sosial

  F.17      Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara                   69
            kepada Konsumen

                                          Aspek Ketenagakerjaan

  F.18      Kesetaraan Kesempatan Bekerja                                                          116-118

  F.19      Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa                                                 116

  F.20      Upah Minimum Regional                                                                    124

  F.21      Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman                                                 128-129

  F.22      Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai                                           119-123

                                               Aspek Masyarakat

  F.23      Dampak Operasi terhadap Masyarakat Sekitar                                              92-103

  F.24      Pengaduan Masyarakat                                                                     107

  F.25      Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)                                       103-106

                        Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan

  F.26      Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan                               68

  F.27      Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan                              56

  F.28      Dampak Produk/Jasa                                                                    68, 92-103

  F.29      Jumlah Produk yang Ditarik Kembali                                                        56

  F.30      Survei Kepuasan Pelanggan terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan                          74
            Berkelanjutan




                                                                              Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     157
Page 158
     No Indeks                                           Pengungkapan                                               Halaman

                                                                  Lain-lain

         G.1          Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)                                          150-153

         G.2          Lembar Umpan Balik                                                                              191

         G.3          Tanggapan terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya                            27

         G4           Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/                         156-158
                      POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa
                      Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik




  Standar GRI
   Pernyataan penggunaan                 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah melaporkan sesuai dengan Standar
                                         GRI untuk periode 1 Januari – 31 Desember 2024
   GRI 1 yang digunakan                  GRI 1: Landasan 2021
   Standar Sektor GRI yang               -
   berlaku


                                                                                                     Pengecualian                  No.
                                                                                           Persyaratan                           Standar
  Standar GRI          Indikator              Pengungkapan                      Hal.
                                                                                               yang       Alasan    Penjelasan   Sektor
                                                                                           Dikecualikan                            GRI

                                                         Pengungkapan Umum
GRI 2:                    2-1      Detail organisasi                             20
Pengungkapan              2-2      Entitas yang termasuk dalam                   24
Umum 2021                          pelaporan keberlanjutan
                          2-3      Periode pelaporan, frekuensi, dan            24-25
                                   kontak
                          2-4      Pernyataan ulang informasi                    24
                          2-5      Jaminan eksternal                          25, 150-
                                                                                153
                          2-6      Aktivitas, rantai nilai, dan                  20
                                   hubungan bisnis lainnya
                          2-7      Karyawan                                    110-112
                          2-8      Pekerja yang bukan karyawan                   112
                          2-9      Struktur dan komposisi tata kelola         133-135,
                                                                                140
                         2-10      Nominasi dan pemilihan badan                  140
                                   tata kelola tertinggi
                         2-11      Ketua badan tata kelola tertinggi             140
                         2-12      Peran badan tata kelola tertinggi          16-19, 25,
                                   dalam mengawasi pengelolaan                   140
                                   dampak
                         2-13      Pendelegasian tanggung jawab                  134
                                   untuk mengelola dampak
                                   keberlanjutan
                         2-14      Peran badan tata kelola tertinggi           16-19,
                                   dalam pelaporan keberlanjutan              134, 154-
                                                                                155
                         2-15      Konflik kepentingan                        134, 140




               Laporan Keberlanjutan 2024
   158         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 159
                                                                                                  Pengecualian                       No.
                                                                                   Persyaratan                                     Standar
   Standar GRI     Indikator             Pengungkapan                      Hal.
                                                                                       yang             Alasan       Penjelasan    Sektor
                                                                                   Dikecualikan                                      GRI

                     2-16      Komunikasi hal-hal penting            134, 136-
                                                                     138, 143-
                                                                       145
                     2-17      Pengetahuan kolektif dari badan        119-122
                               tata kelola tertinggi
                     2-18      Evaluasi kinerja badan tata kelola          140
                               tertinggi
                     2-19      Kebijakan remunerasi                        140
                     2-20      Proses untuk menentukan                     140
                               remunerasi
                     2-21      Rasio kompensasi total tahunan                     Batasan Kerahasiaan    Perusahaan belum dapat
                                                                                                        menyampaikan data karena
                                                                                                           data bersifat rahasia

                     2-22      Pernyataan tentang strategi             10-19
                               pembangunan berkelanjutan
                     2-23      Komitmen kebijakan                    14-15, 57,
                                                                        69
                     2-24      Menanamkan komitmen                     14-15
                               kebijakan
                     2-25      Proses untuk memulihkan                 72-73,
                               dampak negatif                         136-138
                     2-26      Mekanisme pemberian umpan              136-138
                               balik/saran dan kekhawatiran
                     2-27      Kepatuhan terhadap hukum dan           57, 132,
                               peraturan                                145
                     2-28      Asosiasi keanggotaan                    23-24
                     2-29      Pendekatan keterlibatan                147-149
                               pemangku kepentingan
                     2-30      Perjanjian kerja bersama                    118
                                                          Topik Material
GRI 3: Topik         3-1       Proses penentuan topik material             26
Material             3-2       Daftar topik material                       27
                     3-3       Manajemen topik material              33, 39, 60
                               Topik Material: Kinerja Ekonomi dan Pengelolaan Portofolio Hijau
GRI 3: Topik         3-3        Manajemen topik material                   33
Material

GRI 201: Kinerja    201-1       Nilai ekonomi langsung yang                34
Ekonomi 2016                    dihasilkan dan didistribusikan

                    201-2       Implikasi finansial serta risiko       39-43
                                dan peluang lain akibat dari
                                perubahan iklim

                    201-3       Kewajiban program pensiun                  125
                                manfaat pasti dan program
                                pensiun lainnya

                    201-4       Bantuan finansial yang diterima            35
                                dari pemerintah




                                                                                            Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk           159
Page 160
                                                                                                    Pengecualian                  No.
                                                                                          Persyaratan                           Standar
   Standar GRI          Indikator              Pengungkapan                  Hal.
                                                                                              yang       Alasan    Penjelasan   Sektor
                                                                                          Dikecualikan                            GRI

                                                      Topik Material: Ketahanan Iklim
GRI 3: Topik               3-3       Manajemen topik material                 39
Material
GRI 302: Energi           302-1      Konsumsi energi dalam                    82
2016                                 organisasi
                          302-2      Konsumsi energi di luar                  82
                                     organisasi
                          302-3      Intensitas energi                        82
                          302-4      Pengurangan konsumsi energi              82
GRI 305: Emisi            305-1      Emisi GRK (Cakupan 1) langsung           83
2016                      305-2      Emisi energi GRK (Cakupan 2)             83
                                     tidak langsung
                          305-3      Emisi GRK (Cakupan 3) tidak            42, 83
                                     langsung lainnya
                          305-4      Intensitas emisi GRK                     83
                          305-5      Pengurangan emisi GRK                  82-83
                          305-6      Emisi zat perusak ozon (ODS)             83
                          305-7      Nitrogen oksida (NOx), sulfur            83
                                     oksida (SOx), dan emisi udara
                                     signifikan lainnya
                                          Topik Material: Keamanan Data dan Keamanan Siber
GRI 3: Topik               3-3       Manajemen topik material                 60
Material
GRI 418: Privasi          418-1      Pengaduan yang berdasar                  62
Pelanggan 2016                       mengenai pelanggaran terhadap
                                     privasi pelanggan dan hilangnya
                                     data pelanggan
                                                     Topik-Topik di Luar Topik Material
                                                            Keberadaan Pasar
GRI 202:                  202-1      Rasio standar upah karyawan           117, 124
Keberadaan                           pemula berdasarkan jenis
Pasar 2016                           kelamin terhadap upah
                                     minimum regional

                          202-2      Proporsi manajemen senior yang           111
                                     berasal dari masyarakat
                                                     Dampak Ekonomi Tidak Langsung
GRI 203: Dampak           203-1      Investasi infrastruktur dan           104-106
Ekonomi Tidak                        dukungan layanan
Langsung 2016             203-2      Dampak ekonomi tidak langsung          92-98
                                     yang signifikan
                                                            Praktik Pengadaan
GRI 204: Praktik          204-1      Proporsi pengeluaran untuk              107
Pengadaan 2016                       pemasok lokal




                 Laporan Keberlanjutan 2024
    160          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 161
                                                                                              Pengecualian                   No.
                                                                                  Persyaratan                              Standar
   Standar GRI      Indikator            Pengungkapan                     Hal.
                                                                                      yang          Alasan    Penjelasan   Sektor
                                                                                  Dikecualikan                               GRI

                                                           Antikorupsi
GRI 205:             205-1      Operasi-operasi yang dinilai           143-145
Antikorupsi 2016                memiliki risiko terkait korupsi

                     205-2      Komunikasi dan pelatihan                  144
                                tentang kebijakan dan prosedur
                                antikorupsi

                     205-3      Insiden korupsi yang terbukti             145
                                dan tindakan yang diambil
                                                    Perilaku Antipersaingan
GRI 206: Perilaku    206-1      Langkah-langkah hukum untuk               57
Antipersaingan                  perilaku antipersaingan, praktik
2016                            antipakat dan monopoli
                                                               Pajak
GRI 207: Pajak       207-1      Pendekatan terhadap pajak                 35
2019
                     207-2      Tata kelola, pengontrolan, dan            35
                                manajemen risiko pajak
                     207-3      Keterlibatan pemangku                     35
                                kepentingan dan pengelolaan
                                kepedulian yang berkaitan
                                dengan pajak
                                                            Material
GRI 301: Material    301-1      Material yang digunakan
2016
                                                                                                       Tidak relevan
                     301-2      Material daur ulang yang                              Tidak
                                                                                                      dengan industri
                                digunakan                                         diaplikasikan
                                                                                                        perbankan
                     301-3      Produk dan kemasan yang ditarik
                                kembali
                                                         Air dan Efluen
GRI 303: Air dan     303-1      Interaksi dengan air sebagai              85
Efluen 2018                     sumber daya bersama

                     303-2      Manajemen dampak yang                     85
                                berkaitan dengan pembuangan
                                air

                     303-3      Pengambilan air                           85

                     303-4      Pembuangan air                            85

                     303-5      Konsumsi air                              85




                                                                                           Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk    161
Page 162
                                                                                              Pengecualian                  No.
                                                                                    Persyaratan                           Standar
  Standar GRI      Indikator               Pengungkapan                   Hal.
                                                                                        yang       Alasan    Penjelasan   Sektor
                                                                                    Dikecualikan                            GRI

                                                        Keanekaragaman Hayati
GRI 304:             304-1       Lokasi operasi yang dimiliki,            86
Keanekaragaman                   disewa, dikelola, atau berdekatan
Hayati 2016                      dengan, kawasan lindung
                                 dan kawasan dengan nilai
                                 keanekaragaman hayati tinggi di
                                 luar kawasan lindung

                     304-2       Dampak signifikan dari                   86
                                 aktivitas, produk, dan jasa pada
                                 keanekaragaman hayati

                     304-3       Habitat yang dilindungi atau            86-87
                                 direstorasi

                     304-4       Spesies Daftar Merah IUCN               87-88
                                 dan spesies daftar konservasi
                                 nasional dengan habitat dalam
                                 wilayah yang terkena efek
                                 operasi
                                                               Limbah
GRI 306: Limbah      306-1       Timbulan limbah dan dampak             79-80,
2020                             signifikan terkait limbah              84-85

                     306-2       Manajemen dampak signifikan            79-80,
                                 terkait limbah                         84-85

                     306-3       Timbulan limbah                          84

                     306-4       Limbah yang dialihkan dari             80, 84-
                                 pembuangan akhir                         85

                     306-5       Limbah yang dikirimkan ke                84
                                 pembuangan akhir
                                                     Penilaian Lingkungan Pemasok
GRI 308:             308-1       Seleksi pemasok baru dengan              107
Penilaian                        menggunakan kriteria
Lingkungan                       lingkungan
Pemasok 2016
                     308-2       Dampak lingkungan negatif                107
                                 dalam rantai pasokan dan
                                 tindakan yang telah diambil
                                                            Kepegawaian
GRI 401:             401-1      Perekrutan karyawan baru dan            113-115
Kepegawaian 2016                pergantian karyawan
                     401-2      Tunjangan yang diberikan kepada           124
                                karyawan purnawaktu yang tidak
                                diberikan kepada karyawan pada
                                kurun waktu tertentu atau paruh
                                waktu
                     401-3      Cuti melahirkan                         117, 124




            Laporan Keberlanjutan 2024
   162      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 163
                                                                                            Pengecualian                   No.
                                                                               Persyaratan                               Standar
  Standar GRI     Indikator            Pengungkapan                 Hal.
                                                                                   yang          Alasan     Penjelasan   Sektor
                                                                               Dikecualikan                                GRI

                                           Hubungan Tenaga Kerja/Manajemen
GRI 402:           402-1      Periode pemberitahuan minimum                       Batasan         Informasi bersifat
Hubungan Tenaga               terkait perubahan operasional                     kerahasiaan          confidential
Kerja/Manajemen
2016
                                             Kesehatan dan Keselamatan Kerja
GRI 403:           403-1      Sistem manajemen keselamatan          128
Kesehatan dan                 dan kesehatan kerja
Keselamatan
                   403-2      Identifikasi bahaya, penilaian        128
Kerja 2018
                              risiko, dan investigasi insiden

                   403-3      Layanan kesehatan kerja               128

                   403-4      Partisipasi, konsultasi, dan          128
                              komunikasi pekerja tentang
                              keselamatan dan kesehatan kerja

                   403-5      Pelatihan bagi pekerja mengenai       128
                              keselamatan dan kesehatan kerja

                   403-6      Peningkatan kualitas kesehatan        128
                              pekerja

                   403-7      Pencegahan dan mitigasi               128
                              dampak dari keselamatan dan
                              kesehatan kerja yang secara
                              langsung terkait hubungan bisnis

                   403-8      Pekerja yang tercakup dalam           128
                              sistem manajemen keselamatan
                              dan kesehatan kerja

                   403-9      Kecelakaan kerja                      129

                   403-10     Penyakit akibat kerja                 129
                                                 Pelatihan dan Pendidikan
GRI 404:           404-1      Rata-rata jam pelatihan per         122-123
Pelatihan dan                 tahun per karyawan
Pendidikan 2016
                   404-2      Program untuk meningkatkan          119-123
                              keterampilan karyawan dan
                              program bantuan peralihan

                   404-3      Persentase karyawan                   125
                              yang menerima tinjauan
                              rutin terhadap kinerja dan
                              pengembangan karier
                                           Keanekaragaman dan Peluang Setara
GRI 405:           405-1      Keanekaragaman badan tata           111, 117-
Keanekaragaman                kelola dan karyawan                   118
dan Peluang
Setara
2016




                                                                                        Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                              PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk     163
Page 164
                                                                                                   Pengecualian                  No.
                                                                                         Persyaratan                           Standar
   Standar GRI          Indikator              Pengungkapan                     Hal.
                                                                                             yang       Alasan    Penjelasan   Sektor
                                                                                         Dikecualikan                            GRI

                                                               Nondiskriminasi
GRI 406:                  406-1     Insiden diskriminasi dan tindakan        18, 110
Nondiskriminasi                     perbaikan yang dilakukan
2016
                                             Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
GRI 407:                  407-1     Operasi dan pemasok di mana                 118
Kebebasan                           hak atas kebebasan berserikat
Berserikat dan                      dan perundingan kolektif
Perundingan                         mungkin berisiko
Kolektif 2016
                                                                 Pekerja anak
GRI 408: Pekerja          408-1     Operasi dan pemasok yang                    116
anak 2016                           berisiko signifikan terhadap
                                    insiden pekerja anak
                                                          Kerja Paksa atau Wajib Kerja
GRI 409: Kerja            409-1     Operasi dan pemasok yang                    116
Paksa atau Wajib                    berisiko signifikan terhadap
Kerja 2016                          insiden kerja paksa atau wajib
                                    kerja
                                                               Masyarakat Adat
GRI 411: Hak              411-1      Insiden pelanggaran yang                   107
Masyarakat Adat                      melibatkan hak-hak masyarakat
2016                                 adat
                                                             Masyarakat Setempat
GRI 413:                  413-1      Operasi dengan keterlibatan             103-107
Masyarakat                           masyarakat setempat, penilaian
Setempat 2016                        dampak, dan program
                                     pengembangan

                          413-2      Operasi yang secara aktual              103-107
                                     dan yang berpotensi memiliki
                                     dampak negatif signifikan
                                     terhadap masyarakat setempat
                                                           Penilaian Sosial Pemasok
GRI 414: Penilaian        414-1     Seleksi pemasok baru dengan                 107
Sosial Pemasok                      menggunakan kriteria sosial
2016                      414-2     Dampak sosial negatif dalam                 107
                                    rantai pasokan dan tindakan yang
                                    telah diambil
                                                               Kebijakan Publik
GRI 415:                  415-1      Kontribusi politik                         57
Kebijakan Publik
2016




                 Laporan Keberlanjutan 2024
    164          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 165
                                                                                      Pengecualian                   No.
                                                                         Persyaratan                               Standar
  Standar GRI    Indikator            Pengungkapan               Hal.
                                                                             yang          Alasan     Penjelasan   Sektor
                                                                         Dikecualikan                                GRI

                                        Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan
GRI 416:          416-1      Penilaian dampak kesehatan                  Tidak berlaku      Tidak relevan bagi
Kesehatan dan                dan keselamatan dari berbagai                                  bisnis perbankan
Keselamatan                  kategori produk dan jasa
Pelanggan         416-2      Insiden ketidakpatuhan                      Tidak berlaku      Tidak relevan bagi
2016                         sehubungan dengan dampak                                       bisnis perbankan
                             kesehatan dan keselamatan dari
                             produk dan jasa
                                               Pemasaran dan Pelabelan
GRI 417:          417-1      Persyaratan untuk pelabelan dan    56, 71
Pemasaran dan                informasi produk dan jasa
Pelabelan 2016    417-2      Insiden ketidakpatuhan terkait      71
                             informasi dan pelabelan produk
                             dan jasa
                  417-3      Insiden ketidakpatuhan terkait      71
                             komunikasi pemasaran




                                                                                   Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk    165
Page 166
Standar GRI G4 Suplemen Sektor Layanan Keuangan 2013
 Indikator                                        Pengungkapan                                          Halaman

      FS1        Kebijakan dengan komponen lingkungan dan sosial tertentu yang                            44-55
                 diterapkan pada lini bisnis

      FS2        Prosedur untuk menilai dan menyaring risiko lingkungan dan sosial di lini                44-55
                 bisnis

      FS3        Proses untuk memantau implementasi dan kepatuhan klien dengan                            44-55
                 persyaratan lingkungan dan sosial termasuk dalam perjanjian atau transaksi

      FS4        Proses untuk meningkatkan kompetensi staf untuk mengimplementasikan                       121
                 kebijakan dan prosedur lingkungan dan sosial sebagaimana diterapkan
                 pada lini bisnis

      FS5        Interaksi dengan klien/investee/mitra bisnis mengenai risiko dan peluang                 92-98
                 lingkungan dan sosial

      FS6        Persentase portofolio untuk lini bisnis berdasarkan wilayah tertentu, ukuran              35
                 (misal: mikro/SME/besar) dan menurut sektor

      FS7        Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk memberikan                          92
                 manfaat sosial khusus untuk setiap lini bisnis yang dirinci berdasarkan
                 tujuan

      FS8        Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk memberikan                         36, 54
                 manfaat lingkungan spesifik untuk setiap lini bisnis yang dirinci berdasarkan
                 tujuan

      FS9        Cakupan dan frekuensi audit serta prosedur penilaian risiko                              44-55

      FS10       Kemitraan yang bertanggung jawab atas masalah lingkungan atau sosial                     45-54

      FS11       Persentase aktiva yang terjadi pada lingkungan positif dan negatif atau                   54
                 sosial

      FS12       Kebijakan pemberian suara diterapkan pada masalah lingkungan atau sosial        Tidak berlaku bagi BUMN.

      FS13       Jalur akses di daerah berpenduduk rendah atau kurang beruntung secara                     100
                 ekonomi berdasarkan jenis

      FS14       Inisiatif untuk meningkatkan akses ke layanan keuangan untuk orang-orang                  69
                 yang kurang beruntung

      FS15       Kebijakan untuk desain yang adil dan penjualan produk dan layanan                        56, 69
                 keuangan

      FS16       Inisiatif untuk meningkatkan literasi keuangan berdasarkan jenis penerima                99-103
                 manfaat




             Laporan Keberlanjutan 2024
166          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 167
Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
        Indikator                               Pengungkapan                                      Halaman

                                              Metrik Aktivitas

      FN-CB-000.A        (1) Jumlah dan (2) nilai rekening giro dan tabungan menurut                  22
                         segmen: (a) pribadi dan (b) usaha kecil

      FN-CB-000.B        (1) Jumlah dan (2) nilai pinjaman menurut segmen: (a)                        35
                         pribadi dan (b) usaha kecil

                                              Keamanan Data

      FN-CB-230a.1       (1) Jumlah pelanggaran data (2) persentase informasi                         60
                         identifikasi pribadi (3) jumlah rekening yang terpengaruh

      FN-CB-230a.2       Pendekatan untuk menangani risiko keamanan data                              60

                                  Inklusi Keuangan dan Capacity Building

      FN-CB-240a.1       (1) Jumlah dan (2) total pinjaman yang memenuhi syarat                       92
                         untuk program promosi usaha kecil dan pengembangan
                         masyarakat

      FN-CB-240a.2       (1) Jumlah dan (2) total pinjaman jatuh tempo dan non-                     38, 92
                         akrual yang memenuhi syarat untuk mempromosikan usaha
                         kecil dan pengembangan masyarakat

      FN-CB-240a.3       Jumlah rekening yang sebelumnya tidak memiliki rekening                   99-100
                         bank atau yang menghadapi keterbatasan akses

      FN-CB-240a.4       Jumlah peserta literasi keuangan untuk nasabah yang tidak                 99-100
                         memiliki rekening bank, atau kurang terlayani

                      Inkorporasi Tata Kelola, Sosial, dan Lingkungan di Analisis Kredit

      FN-CB-410a.2       Pendekatan untuk memasukkan faktor lingkungan, sosial,                44-53, 137-138
                         dan tata kelola (LST) dalam analisis kredit

                                            Emisi yang Dibiayai

      FN-CB-410b.1       Emisi bruto absolut yang dibiayai, dipilah berdasarkan (1)                 41-42
                         Cakupan 1, (2) Cakupan 2, dan (3) Cakupan 3

      FN-CB-410b.2       Eksposur bruto untuk setiap industri berdasarkan jenis aset                  42

      FN-CB-410b.3       Persentase paparan bruto yang termasuk dalam perhitungan                     42
                         emisi yang dibiayai

      FN-CB-410b.4       Deskripsi metodologi yang digunakan untuk menghitung                         41
                         emisi yang dibiayai

                                                 Etika Bisnis

      FN-CB-510a.1       Jumlah kerugian akibat proses hukum terkait dengan                           57
                         penipuan, perdagangan orang dalam, anti-trust, perilaku
                         anti-persaingan, manipulasi pasar, malapraktik, atau
                         undang-undang industri keuangan terkait lainnya

      FN-CB-510a.2       Deskripsi kebijakan dan prosedur whistleblowing                             141

                                         Sistem Manajemen Risiko

      FN-CB-550a.1       Skor Global Systemically         Important    Bank    (G-SIB),     Tidak diaplikasikan.
                         berdasarkan kategori

      FN-CB-550a.2       Deskripsi pendekatan untuk memasukan faktor lingkungan,                43, 45-55, 136
                         sosial, dan tata kelola (LST) dalam analisis kredit ke dalam
                         perencanaan kecukupan modal, strategi perusahaan jangka
                         panjang, dan aktivitas bisnis lainnya



                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk      167
Page 168
Indeks Sustainable Banking Assessment (SUSBA)
              Indikator                                 Pengungkapan                                Halaman

 Tujuan                           Strategi keberlanjutan dan pelibatan pemangku                   14-15, 147-149
                                  kepentingan

                                  Partisipasi dalam inisiatif keuangan keberlanjutan                  23-24

 Kebijakan                        Pernyataan publik tentang LST                                   14-15, 132-138

                                  Pernyataan publik tentang sektor-sektor tertentu                    44-55

 Proses                           Penilaian risiko LST dan persetujuan transaksi                      44-55

                                  Pengawasan dan keterlibatan klien                                    55

 Masyarakat                       Tanggung jawab LST                                                   56

                                  Pelatihan staf lingkungan & sosial, serta evaluasi kinerja      121-122, 125

 Produk                           Integrasi LST dalam produk dan layanan                              30-42

 Portofolio                       Penilaian risiko dan mitigasi LST pada tingkat portofolio           44-55

                                  Pengungkapan eksposur risiko LST dan target                        136-138


Asean Corporate Governance Scorecard (ACGS)


Level 1
B. Keberlanjutan dan Ketangguhan
      No.                                         Prinsip dan Rekomendasi                                Halaman

      B.1         Pengungkapan yang terkait dengan keberlanjutan harus konsisten, sebanding,
                  dan dapat diandalkan, serta mencakup informasi material retrospektif serta
                  berwawasan ke depan sehingga akan dianggap penting oleh investor dalam
                  membuat keputusan investasi atau pemungutan suara.

 Informasi terkait Keberlanjutan Material harus ditentukan

      B.1.1       Apakah Perseroan mengidentifikasi/melaporkan topik ESG yang material terhadap             26-27
                  strategi organisasi?

      B.1.2       Apakah Perseroan mengidentifikasi perubahan iklim sebagai suatu isu?                   26-27, 39

      B.1.3       Apakah Perseroan mengadopsi kerangka pelaporan atau standar keberlanjutan                    24
                  yang diakui secara internasional (yaitu GRI, Pelaporan Terpadu, SASB, Standar
                  Pengungkapan Keberlanjutan IFRS)?

 Jika sebuah Perseroan menetapkan tujuan atau target terkait keberlanjutan secara publik, kerangka pengungkapan
 tersebut harus memastikan diungkapkannya secara berkala metrik yang andal dan mudah diakses.

      B.1.4       Apakah Perseroan mengungkapkan target keberlanjutan kuantitatif?                          10-13

      B.1.5       Apakah Perseroan mengungkapkan pencapaian kinerja terkait keberlanjutan dalam        33, 35, 38, 41,
                  kaitannya dengan target yang ditetapkan sebelumnya?                                      79, 92

      B.1.6       Apakah Perseroan menegaskan bahwa Laporan/Pelaporan Keberlanjutannya                24-25, 154-155
                  ditinjau dan/atau disetujui oleh Dewan atau Komite Dewan?

      B.2         Kerangka tata kelola perusahaan harus memfasilitasi dialog antara Perseroan,
                  pemegang saham, dan pemangku kepentingan agar dapat bertukar pandangan
                  tentang masalah keberlanjutan.

      B.2.1       Apakah Perseroan melibatkan pemangku kepentingan internal untuk bertukar              26, 147-149
                  pandangan dan mengumpulkan umpan balik tentang masalah keberlanjutan yang
                  penting bagi bisnis Perseroan?




              Laporan Keberlanjutan 2024
168           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 169
   No.                                   Prinsip dan Rekomendasi                                         Halaman

  B.2.2     Apakah Perseroan melibatkan pemangku kepentingan eksternal untuk bertukar                   26, 147-149
            pandangan dan mengumpulkan umpan balik tentang masalah keberlanjutan yang
            penting bagi bisnis Perseroan?

   B.3      Kerangka tata kelola perusahaan harus memastikan bahwa Direksi telah cukup
            mempertimbangkan risiko dan peluang keberlanjutan yang material ketika
            menjalankan fungsi utama mereka dalam meninjau, memantau, dan membimbing
            praktik tata kelola, pengungkapan, strategi, manajemen risiko, dan sistem
            pengendalian internal, termasuk yang berkaitan dengan risiko fisik dan transisi
            yang terkait dengan iklim.

Direksi harus menilai apakah struktur modal Perseroan telah sesuai dengan tujuan strategis dan selera risiko terkait
untuk memastikan ketahanan Perseroan terhadap berbagai kondisi.

  B.3.1     Apakah Perseroan mengungkapkan bahwa Direksi melakukan tinjauan tahunan                     44-45, 136
            untuk melihat apakah struktur modal dan utang Perseroan sesuai dengan tujuan
            strategis dan selera risiko terkait?

   B.4      Kerangka tata kelola perusahaan harus mengakui hak-hak pemangku kepentingan
            sebagaimana telah ditetapkan oleh undang-undang atau melalui kesepakatan
            bersama dan mendorong kerja sama aktif antara Perseroan dan pemangku
            kepentingan dalam menciptakan kekayaan, lapangan kerja, dan keberlanjutan
            Perseroan yang sehat secara finansial.

Apakah Perseroan mengungkapkan kebijakan dan praktik yang membahas:

  B.4.1     Adanya upaya Perseroan serta ruang lingkupnya dalam memenuhi kesejahteraan                     60-74
            pelanggan?

  B.4.2     Prosedur pemilihan pemasok/kontraktor?                                                          107

  B.4.3     Upaya Perseroan untuk memastikan bahwa rantai nilainya ramah lingkungan atau                    107
            sejalan dengan upaya mempromosikan pembangunan berkelanjutan?

  B.4.4     Upaya Perseroan untuk berinteraksi dengan masyarakat tempat mereka                            92-107
            beroperasi?

  B.4.5     Program dan prosedur antikorupsi Perseroan?                                                   143-145

  B.4.6     Bagaimana hak-hak kreditur dilindungi?                                                          55

  B.4.7     Apakah Perseroan memiliki laporan/bagian terpisah yang membahas upaya-                        171-190
            upayanya dalam isu lingkungan/ekonomi dan sosial?

   B.5      Jika kepentingan pemangku kepentingan dilindungi oleh hukum, maka pemangku
            kepentingan mesti memiliki kesempatan untuk memperoleh ganti rugi yang efektif
            atas pelanggaran hak-hak mereka.

  B.5.1     Apakah Perseroan menyediakan rincian kontak melalui situs web Perseroan                        72-73
            atau Laporan Tahunan yang dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan
            (misalnya pelanggan, pemasok, masyarakat umum, dll.) untuk menyuarakan
            keprihatinan dan/atau keluhan mereka atas kemungkinan pelanggaran hak-hak
            mereka?

   B.6      Mekanisme untuk partisipasi karyawan mesti diperbolehkan untuk dikembangkan.

  B.6.1     Apakah Perseroan secara eksplisit mengungkapkan kebijakan dan praktik mengenai               128-129
            kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan karyawannya?

  B.6.2     Apakah Perseroan secara eksplisit mengungkapkan kebijakan dan praktik mengenai                119-123
            program pelatihan dan pengembangan bagi karyawannya?

  B.6.3     Apakah Perseroan memiliki kebijakan penghargaan/kompensasi yang                              124-127
            memperhitungkan kinerja Perseroan selain pengukuran finansial jangka pendek?




                                                                                    Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk      169
Page 170
      No.                                         Prinsip dan Rekomendasi                           Halaman

      B.7         Para pemangku kepentingan, termasuk karyawan perorangan dan badan
                  perwakilan mereka, harus dapat dengan bebas mengomunikasikan keprihatinan
                  mereka tentang praktik ilegal atau tidak etis kepada Dewan, sementara hak-hak
                  mereka tidak boleh dikompromikan hanya karena mereka melakukan hal tersebut.

      B.7.1       Apakah Perseroan memiliki kebijakan whistleblowing yang mencakup prosedur           141
                  pengaduan oleh karyawan dan pemangku kepentingan lainnya mengenai dugaan
                  perilaku ilegal dan tidak etis dan memberikan rincian kontak melalui situs web
                  Perseroan atau laporan tahunan?

      B.7.2       Apakah Perseroan memiliki kebijakan atau prosedur untuk melindungi karyawan/       140-141
                  orang yang mengungkapkan dugaan perilaku ilegal/tidak etis dari tindakan
                  pembalasan?


Level 2 - Bonus
      No.                                         Prinsip dan Rekomendasi                           Halaman

  (B) B.1

 (B) B.1.1        Apakah Perseroan mengungkapkan bagaimana ia mengelola risiko dan peluang            39-43
                  terkait iklim?

 (B) B.1.2        Apakah Perseroan mengungkapkan bahwa Laporan Keberlanjutan/Pelaporan             150-153, Ya
                  Keberlanjutannya diverifikasi secara eksternal?

 (B) B.1.3        Apakah Perseroan mengungkapkan saluran keterlibatan dengan kelompok                147-149
                  pemangku kepentingan dan bagaimana Perseroan menanggapi masalah ESG para
                  pemangku kepentingan?

 (B) B.1.4        Apakah Perseroan memiliki unit/divisi/komite yang secara khusus bertanggung       134-135
                  jawab untuk mengelola masalah keberlanjutan?

 (B) B.1.5        Apakah Perseroan mengungkapkan pengawasan Dewan Komisaris dan Direksi             132-133
                  terhadap risiko dan peluang terkait keberlanjutan?

 (B) B.1.6        Apakah Perseroan mengungkapkan hubungan antara remunerasi Direktur eksekutif       Batasan
                  dan manajemen senior serta kinerja keberlanjutan untuk tahun sebelumnya?         kerahasiaan

 (B) B.1.7        Apakah Sistem Pengungkapan Pelanggaran (Whistleblowing System) Perseroan           141, Ya
                  dikelola oleh pihak/lembaga independen?




              Laporan Keberlanjutan 2024
170           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 171
Laporan
Obligasi
Berwawasan
Lingkungan
Juni 2024




                       Laporan Keberlanjutan 2024
             PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   171
Page 172
     Daftar Isi
     01 Pendahuluan
     02 Ringkasan Kerangka Kerja & Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan BNI
     03 Alokasi Dana Hasil Penerbitan
     04 Pelaporan Dampak




           Laporan Keberlanjutan 2024
     172   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk


PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK.                                            PAGE   1
Page 173
01 | Pendahuluan
Sebagai salah satu Bank yang menjadi motor penggerak pelaksana Keuangan Berkelanjutan (Sustainable
Finance) di Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI terus menggerakkan seluruh insan
BNI untuk berada di garda terdepan dalam penerapan keuangan berkelanjutan. BNI percaya bahwa apa
yang dilakukan adalah sejalan dan mendukung pembangunan berkelanjutan, di samping meningkatkan
daya tahan dan daya saing BNI.


Komitmen BNI dalam keberlanjutan ditandai dengan penerapan keuangan berkelanjutan (sustainable
finance) sebagai payung nilai-nilai (values), sikap dan budaya kerja, strategi Perusahaan, kebijakan
operasional serta sistem dan prosedur operasional Perusahaan. BNI terlibat langsung dalam pembentukan
Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI) untuk dapat mendukung dan meningkatkan implementasi
keuangan keberlanjutan di Indonesia. Selain itu, BNI pun terus mengembangkan peluang kerja sama
dengan berbagai pihak, untuk bersama BNI menyatukan energi demi keberlanjutan bumi berserta
segenap isinya.


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap I (2015-2019)
dan Tahap II (2021-2025), dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas sektor jasa keuangan
untuk beroperasi secara ramah lingkungan. Inisiatif keuangan berkelanjutan yang dikembangkan melalui
Roadmap Tahap II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengintegrasikan tujuh komponen utama dalam
satu ekosistem, yang terdiri dari kebijakan, produk, infrastruktur pasar, koordinasi antar kementerian/
lembaga, dukungan nonpemerintah, sumber daya manusia, dan kesadaran. BNI akan berkontribusi pada
bidang pengembangan produk dan infrastruktur pasar.


Sebagai wujud dari peran nyata komitmen BNI mendukung pembiayaan berwawasan lingkungan, BNI
melakukan penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan denominasi rupiah sebesar Rp 5 triliun di Juni
2022 untuk mendukung pendanaan proyek-proyek yang akan membantu mewujudkan Indonesia yang
lebih berwawasan lingkungan di masa depan.




                                                                            Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   173
Page 174
02 | Kerangka Obligasi Berwawasan Lingkungan
     dan Penerbitan
A. Kerangka Kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan

Sebelum Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan pada bulan Juni 2022, BNI telah mengembangkan
Kerangka Kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan dan melibatkan Sustainalytics untuk memberikan Opini
Pihak Kedua (SPO). BNI telah menyelaraskan kerangka Obligasi Berwawasan Lingkungan tersebut dengan
Ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (POJK) No.60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan
dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan, Green Bond Principles 2021 (GBP) yang
diterbitkan International Capital Market Association (ICMA) dan ASEAN Green Bond Standards 2018.
Berikut merupakan ringkasan kerangka kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan BNI:


                                                     Penggunaan Hasil

      Dana yang diperoleh dari Obligasi Berwawasan            Proyek Berwawasan lingkungan yang Memenuhi Syarat
      Lingkungan akan digunakan khusus untuk membiayai        harus sesuai dengan sekurang-kurangnya satu dari
      atau membiayai Kembali aset-aset yang terkait           kategori berikut ini :
      langsung dengan “Proyek Berwawasan Lingkungan
      yang Memenuhi Syarat” sesuai dengan Prinsip-prinsip     1. Energi Terbarukan
      Obligasi Berwawasan lingkungan.                         2. Efisiensi Energi
                                                              3. Pengolahan Sampah menjadi Energi dan
                                                                 Manajemen Limbah
                                                              4. Penggunaan Sumber Daya Alam dan Penggunaan
                                                                 Tanah yang Berkelanjutan
                                                              5. Konservasi keanekaragaman Hayati Darat dan Air
                                                              6. Transportasi Ramah Lingkungan
                                                              7. Pengolahan Air dan Air Limbah yang Berkelanjutan
                                                              8. Adaptasi Perubahan Iklim
                                                              9. Gedung Berwawasan Lingkungan
                                                              10. Pertanian Berkelanjutan




                                         Proses Evaluasi & Seleksi Proyek

        BNI telah membentuk Sub Komite ESG yang bertanggung jawab untuk mengevaluasi dan memilih proyek
        yang sesuai dengan kriteria Kerangka Kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan



         Debitur harus memenuhi syarat untuk menjadi debitur BNI, sebagaimana yang ditentukan oleh unit usaha
         dan penilaian risiko kredit yang dilakukan oleh unit risiko




         Debitur memenuhi kriteria Risk Acceptance Criteria (RAC) berdasarkan penilaian Manajemen Risiko Bank




            Laporan Keberlanjutan 2024
174         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 175
02 | Kerangka Obligasi Berwawasan Lingkungan
     dan Penerbitan
B. Manajemen Dana yang Diperoleh


                    Divisi Treasury dan Divisi Corporate Planning and Performance Management BNI akan
  Penerimaan        bertanggung jawab atas penerimaan dan pengelolaan dana yang akan dialokasikan untuk
  Dana Masuk        proyek-proyek yang memenuhi syarat berdasarkan penilaian Sub Komite ESG.




                    Bank akan menggunakan sistem informasi internal untuk melacak dan melaporkan alokasi
   Pelacakan        hasil menggunakan daftar proyek yang memenuhi syarat.




   Dana yang
                    Dana yang belum dialokasikan akan disimpan sementara dalam bentuk tunai atau dengan
     Belum
                    setara kas.
  Dialokasikan




C. Pelaporan

   Pelaporan Alokasi
   BNI akan menerbitkan laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan setiap tahun, dimulai
   selambat-lambatnya pada tanggal yang jatuh satu tahun setelah dana dari hasil penerbitan
   pertama diperoleh oleh BNI, guna memberikan transparansi kepada investor dan regulator
   sehubungan dengan penerapan Kerangka Kerja.


   Pelaporan Dampak
   BNI akan menerbitkan dampak lingkungan dan/atau sosial dari aset yang memenuhi syarat
   yang dibiayai dari Oblligasi Berwawasan Lingkungan yang diterbitkan. Adapun, indikator
   dampak positif kuantitatif dalam laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan BNI meliputi
   indikator-indikator sebagai berikut :




                                                                             Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   175
Page 176
02 | Kerangka Obligasi Berwawasan Lingkungan
     dan Penerbitan

      1.    Energi Terbarukan                       •   Estimasi pembangkitan energi terbarukan per tahun dalam
                                                        MWh/GWh (listrik) dan GJ/TJ (energi lainnya)
                                                    •   Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/
                                                        dihindari dalam ton ekuivalen CO2

      2.    Transportasi Ramah Lingkungan           •   Estimasi emisi gas rumah kaca per tahun yang dikurangi/
                                                        dihindari dalam ton ekuivalen CO2
                                                    •   Jumlah kendaraan ramah lingkungan yang diluncurkan
                                                    •   Estimasi kilometer dari jalur kereta/jalur khusus Bus, BRT,
                                                        koridor LRT, jalur sepeda baru atau yang disempurnakan

      3.    Gedung Berwawasan Lingkungan            •   Persentase penggunaan energi yang dikurangi/dihindari vs
                                                        data awal/kode gedung setempat
                                                    •   Estimasi gas rumah kaca per tahun yang dikurangi/dihindari
                                                        vs data awal setempat/tingkat sertifikasi awal setempat
                                                    •   Tingkat sertifikasi per properti

      4.    Pengolahan Sampah menjadi Energi        •   Estimasi Ton limbah yang dialihkan atau didaur ulang
            dan Manajemen Limbah

      5.    Penggunaan Sumber Daya Alam dan         •   Estimasi jumlah Hektar yang dilindungi dan/atau bersertifikat
            Penggunaan Tanah yang Berkelanjutan     •   Estimasi jumlah pohon yang ditanam dalam proyek reboisasi
                                                        yang disertifikasi oleh FSC/PEFC




D. Penerbitan
Pada 21 Juni 2022, BNI menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan dengan jumlah pokok Rp 5 triliun.
Surat utang ini diputuskan untuk dibagi dalam 2 seri yakni Seri A jumlah pokok Rp 4 triliun dengan jangka
waktu 3 tahun, dan Seri B jumlah pokok Rp 1 triliun dengan jangka waktu 5 tahun.


Transaksi tersebut memberikan beberapa milestone bagi BNI, sebagai berikut :
•   Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan yang pertama yang dilakukan oleh Bank di Indonesia
•   Obligasi Berwawasan Lingkungan milik BNI diminati investor pada saat bookbuilding yaitu mencapai
    oversubscribe sebesar 3,1 kali




           Laporan Keberlanjutan 2024
176        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 177
02 | Kerangka Obligasi Berwawasan Lingkungan
     dan Penerbitan

Ringkasan Kesepakatan

Instrumen               :   Obligasi Korporasi Berwawasan Lingkungan (Green Bond) Domestrik yang
                            memenuhi Ketentuan POJK 60/2017 tentang Obligasi Berwawasan Lingkungan

Total Emisi             :   Rp. 5.000.000.000.000 (Lima Triliun Rupiah)

                            Seri A Tenor 3 Tahun 6,35% sebesar Rp. 4 Triliun

                            Seri B Tenor 5 Tahun 6,85% sebesar Rp. 1 Triliun

                            Average tenor 3,4 tahun dan Kupon di 6,45%

Rating                  :   idAAA (PEFINDO)

Tanggal Jatuh Tempo     :   Seri A : 21 Juni 2025

                            Seri B : 21 Juni 2027

Tanggal Penyelesaian    :   21 Juni 2022

Penggunaan Hasil        :   Ekspansi bisnis, refinancing dan reprofiling funding dengan mempertimbangkan
                            ketentuan POJK 60/2017 (minimal 70% pembiayaan kategori KUBL)

Listing                 :   PT Bursa Efek Indonesia

Final Orderbook         :   Rp. 15.300.000.000.000

Oversubscription rate   :   3.1x




                                                                             Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   177
Page 178
03 | Alokasi Dana Hasil Penerbitan
Per Desember 2023, BNI telah mengalokasikan 87,26% dari hasil Obligasi Berwawasan Lingkungan BNI
2022. Rincian Alokasi adalah sebagai berikut:

       Kategori yang Layak             Dibiayai/ Dibiayai Kembali           Jumlah yang Dialokasikan         Alokasi Hasil

 Energi Terbarukan                           Dibiayai Kembali                    Rp. 343 Miliar                 7,86%

 Transportasi Ramah                          Dibiayai Kembali                   Rp. 2.317 Miliar               53,10%
 Lingkungan

 Gedung Berwawasan                           Dibiayai Kembali                    Rp. 336 Miliar                 7,70%
 Lingkungan

 Pengolahan Sampah                           Dibiayai Kembali                    Rp. 569 Miliar                13,05%
 menjadi Energi dan
 Manajemen Limbah

 Penggunaan Sumber Daya                      Dibiayai Kembali                    Rp. 798 Miliar                18,29%
 Alam dan Penggunaan
 Tanah yang Berkelanjutan

 Total                                                                           Rp 4.363 Miliar                100%




                          Porsi ALokasi                                                Dibiayai vs Dibiayai Kembali




       7+5371320
                                         7,86%

         18,29%




                                                               53,10%
13,05%




         7,70%


                                                                                                      100%
      Energi Terbarukan                                                                   Dibiayai Kembali

      Transportasi Ramah Lingkungan

      Gedung Berwawasan Lingkungan

      Pengelolaan Sampah menjadi Energi dan Manajemen Limbah

      Penggunaan Sumber Daya Alam dan Penggunaan Tanah yang Berkelanjutan




             Laporan Keberlanjutan 2024
178          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 179
03 | Alokasi Dana Hasil Penerbitan

BNI telah melakukan penyaluran 100% atas dana Obligasi Berwawasan Lingkungan pada 10 kategori
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) berdasarkan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) Nomor 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan
Lingkungan (Green Bond). Berdasarkan ketentuan tersebut pula, diatur bahwa minimal penyaluran dana
hasil penerbitan dari Obligasi Berwawasan Lingkungan bagi pembiayaan yang dikategorikan KUBL
adalah sebesar 70% dari nilai bond yang diterbitkan sehingga BNI telah memenuhi syarat penyaluran
dana Obligasi Berwawasan Lingkungan tersebut. Adapun penyaluran yang sesuai dengan Kerangka Kerja
Obligasi Berwawasan Lingkungan adalah sebesar 87,26%, dimana 7,86% disalurkan kepada kategori Energi
Terbarukan, Transportasi Ramah Lingkungan sebesar 53.10%, Gedung Berwawasan Lingkungan sebesar
7,70%, Pengolahan Sampah menjadi Energi dan Manajemen Limbah sebesar 13,05% dan Penggunaan
Sumber Daya Alam dan Penggunaan Tanah yang Berkelanjutan sebesar 18,29%, dari 10 Kategori yang ada
pada Kerangka Kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan. Selebihnya telah digunakan untuk kategori KUBL.




                                                                         Laporan Keberlanjutan 2024
                                                               PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   179
Page 180
04 | Pelaporan Dampak

              Energi Terbarukan

Alokasi dana Obligasi Berwawasan Lingkungan untuk kategori Energi Terbarukan dilakukan untuk
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Mini Hidro (PLTMH), dan Pembangkit
Listrik Tenaga Biogas (PLTBG). Proyek-proyek tersebut mampu memberikan kontribusi langsung dalam
penyediaan akses terhadap energi yang bersih dan terjangkau serta peningkatan proporsi bauran energi
terbarukan serta penurunan emisi GRK.


Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan energi
potensial dari panel surya fotovoltaik yang mampu mengubah tenaga surya menjadi listrik, sehingga dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik. Proyek PLTS ke jaringan yang tersedia berlokasi di Pulau
Geranting, Pulau Akar, Pulau Jaga, Pulau Nuja, Pulang Panjang dan Pulang Sebung di Kepulauan Riau (6
PLTS) dan PLTS tersebut memiliki total kapasitas 0,78 MW yang mampu menghasilkan dan menyalurkan
listrik langsung.


Dampak Lingkungan


              1.394 (tCO2eq/tahun)                             1.426    MWh
              Emisi GRK yang terhindarkan                      Energi yang dihasilkan per
              per tahun                                        tahun



Dampak Lainnya


              600    Kepala Keluarga                           24 Orang
              Akses energi bersih dan                          Jumlah pekerja yang
              terjangkau                                       menerima pelatihan berkaitan
                                                               dengan pengoperasian proyek


              30 Orang
              Jumlah penduduk lokal yang
              diperkerjakan




Penyelarasan dengan SDGs :




         Laporan Keberlanjutan 2024
180      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 181
04 | Pelaporan Dampak

             Energi Terbarukan


Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH)

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) adalah proyek pembangkit yang menggunakan
energi potensial dari daerah aliran sungai Cikaengan, Desa Pandeuy, Kecamatan Pandeuy, Kabupaten
Garut. PLTMH Cikaengan memiliki kapasitas sebesar 3 x 1,7MW (5,1 MW) dan dapat melistriki rumah
tangga serta meningkatkan persentase bauran energi terbarukan (EBT) di daerah tersebut.



Dampak Lingkungan


            26.686 (tCO2eq/tahun)                             25.415 MWh
            Emisi GRK yang terhindarkan                       Energi yang dihasilkan per
            per tahun                                         tahun



Dampak Lainnya


            2 Kecamatan                                       25  Orang
            Kecamatan Karangnunggal                           Jumlah pekerja yang
            dan Singaparna memperoleh                         menerima pelatihan berkaitan
            akses energi terbarukan                           dengan pengoperasian proyek




            30  Orang
            Jumlah penduduk lokal yang
            diperkerjakan




                                                                          Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   181
Page 182
04 | Pelaporan Dampak

               Energi Terbarukan


Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG)

Proyek pembangkit listrik tenaga biogas merupakan proyek pembangkit yang memanfaatkan limbah
kelapa sawit yang berasal dari kebun bersertifikasi RSPO/ISPO serta limbah singkong dari pengolahan
tepung tapioka. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas ini berada di beberapa lokasi, yaitu:


 Pembangkit Listrik Tenaga Biogas                                                           Kapasitas Energi (MW)

 Pembangkit ListrikTenaga Biogas - Nanga Bulik, Kecamatan Lamandau, Provinsi Kalimantan                1,5
 Tengah

 Pembangkit Listrik Tenaga Biogas - Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah                           1,5

 Pembangkit Listrik Tenaga Biogas - Sei Rampah, Provinsi Sumatera Utara                                1,0

 Pembangkit Listrik Tenaga Biogas - Nabung Timur, Rumbia, Provinsi Lampung                             1,0

 Pembangkit Listrik Tenaga Biogas - Setia Bumi, Seputih Banyak, Provinsi Lampung                       1,0

 Pembangkit Listrik Tenaga Biogas - Sukaraja Nuban, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi                  1,0
 Lampung

 Pembangkit Listrik Tenaga Biogas - Tulung Buyut, Provinsi Lampung                                     2,0



Dampak Lingkungan


              21.275    (tCO2eq/tahun)                                  22.106 MWh
              Emisi GRK yang terhindarkan                               Energi yang dihasilkan per
              per tahun                                                 tahun



Dampak Lainnya


              7 Manufaktur                                              30  Orang
              Jumlah Manufaktur yang                                    Jumlah pekerja yang
              memperoleh akses energi terbarukan                        menerima pelatihan berkaitan
                                                                        dengan pengoperasian proyek


              30 Orang
              Jumlah penduduk lokal yang
              diperkerjakan




         Laporan Keberlanjutan 2024
182      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 183
04 | Pelaporan Dampak

              Transportasi Ramah Lingkungan

Proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek adalah proyek sistem kereta jalur tunggal bertenaga listrik yang
akan menghubungkan Kota Jakarta dengan beberapa kota di sekelilingnya seperti Bogor, Depok, dan
Bekasi. Proyek transportasi berbasis rel ini akan diintegrasikan dengan moda transportasi yang sudah
tersedia (Bis Transjakarta, kereta komuter, terminal bis, fasilitas park and ride, serta bandara) di beberapa
titik stasiun. Proyek LRT Jabodebek memiliki total panjang jalur rel kereta 43 Km dan ditargetkan dengan
jumlah penumpang sebanyak 25.550.000 orang/tahun berdasarkan proyeksi jumlah penumpang LRT
Jabodebek pada Laporan Final Reviu Studi Kelayakan LRT Wilayah Jabodebek Tahun 2024.


Dampak Lingkungan


             55.414    (tCO2eq/tahun)                              791.630    Gj
             Emisi GRK yang terhindarkan                           Penghematan energi per
             per tahun                                             tahun



Dampak Lainnya


             2.295     Orang                                       39 Orang
             Jumlah karyawan yang                                  Jumlah pekerja yang
             dipekerjakan                                          menerima pelatihan berkaitan
                                                                   dengan pengoperasian proyek




Penyelarasan dengan SDGs :




                                                                               Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                     PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   183
Page 184
04 | Pelaporan Dampak

               Gedung Berwawasan Lingkungan

Kategori Gedung berwawasan Lingkungan dilakukan kepada proyek pembangunan Gedung dengan
standar Gold menurut Greenship atau lebih tinggi, yang dikembangkan oleh Green Building Council
Indonesia (GBC Indonesia) atau standar lainnya yang diakui nasional atau internasional atau sertifikasi
kinerja lingkungan hidup, yang terdiri dari enam kategori yaitu tepat guna lahan, efisensi dan konservasi
energi, konservasi air, sumber & siklus material, kualitas udara & kenyamanan udara serta manajemen
lingkungan bangunan.


Gedung berwawasan lingkungan berlokasi di Kota Depok dan memiliki 5 lantai yang digunakan sebagai
pusat perbelanjaan serta memiliki ruang terbuka hijau dengan luas 14.132 m2. Gedung tersebut telah
mendapatkan sertifikat Green Mark dari BCA (Building and Construction Authority) dengan pencapaian
Platinum pada tahun 2023.


Dampak Lingkungan


              10.691    (tCO2eq/tahun)                          Sertifikat
              Emisi GRK yang terhindarkan
              per tahun
                                                                Platinum Level

Dampak Lainnya


              3 Orang                                           10  Orang
              Jumlah penduduk lokal yang                        Jumlah pekerja yang
              bekerja di lokasi proyek                          menerima pelatihan berkaitan
                                                                dengan pengoperasian proyek




Penyelarasan dengan SDGs :




         Laporan Keberlanjutan 2024
184      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 185
04 | Pelaporan Dampak

              Pengolahan Sampah menjadi Energi
              dan Manajemen Limbah

Alokasi hasil Obligasi Berwawasan Lingkungan kategori Pengolahan Sampah menjadi Energi dan
Manajemen Limbah dilakukan untuk proyek pengolahan sampah termasuk proses daur ulang menjadi
bahan baku sekunder dan proyek pengomposan anaerobik menjadi pupuk organik. Proyek-proyek ini
mampu berkontribusi untuk mencapai target keberlanjutan dalam bentuk pengelolaan dan pemanfaatan
sumber daya alam yang berkelanjutan, pengelolaan bahan kimia dan limbah yang bertanggung jawab,
serta secara substansial mengurangi timbulan limbah sesuai dengan SDGs 12 dan mengurangi emisi gas
rumah kaca sesuai dengan SDGs 13.


Berikut adalah proyek-proyek dari Pengolahan Sampah menjadi Energi dan Manajemen Limbah :
•   Proyek pengolahan sampah plastik yang didaur ulang menjadi barang jadi plastik
•   Proyek untuk memproses skrap aluminium yang didaur ulang menjadi ingot paduan aluminium.
•   Proyek pengolahan limbah kertas yang didaur ulang menjadi brown paper.
•   Proyek pengolahan limbah abu logam yang didaur ulang menjadi bahan baku sekunder berupa Zinc
    Oxide.
•   Proyek pengolahan sampah kebun dan/atau sampah organik yang didaur ulang menjadi pupuk organik.


Dampak Lingkungan


              879.766     (tCO2eq/tahun)                       1.642.473 (Ton/tahun)
              Emisi GRK yang terhindarkan                      Total limbah yang didaur
              per tahun                                        ulang



Dampak Lainnya


              815 Orang                                        255   Orang
              Jumlah penduduk lokal yang                       Jumlah pekerja yang
              diperkerjakan                                    menerima pelatihan berkaitan
                                                               dengan pengoperasian proyek




Penyelarasan dengan SDGs :




                                                                           Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk   185
Page 186
04 | Pelaporan Dampak

               Penggunaan Sumber Daya Alam dan Penggunaan Tanah
               yang Berkelanjutan

Kategori Sumber Daya Alam dan Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan diterapkan pada proyek konsesi
hutan yang memiliki rencana pengelolaan berkelanjutan bersertifikasi FSC, yang berlokasi di Nabire,
Provinsi Papua Tengah dan Kaimana, Provinsi Papua Barat. Proyek ini melindungi dan memelihara spesies
pohon yang mampu menangkap dan menyimpan karbon dioksida.

Dampak Lingkungan


              446.757 (tCO2eq/tahun)                          28.955 (Pohon)
              Emisi GRK yang terhindarkan                     Jumlah pohon yang ditanam
              per tahun                                       dalam proyek reboisasi



              314.387       (Ha)
              Jumlah hektar yang dilindungi
              dan/bersertifikat




Dampak Lainnya


              12  Orang
              Jumlah penduduk lokal yang
              dipekerjakan




Penyelarasan dengan SDGs :




         Laporan Keberlanjutan 2024
186      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 187
                                                  
                                   >WKZEZs/h,>/>/E'<hE'E
                                         ZĞǀŝĞǁZĞƉŽƌƚďLJŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůdžƉĞƌƚ
                                                                  
  ^'Ɛ ,Ƶď hŶŝǀĞƌƐŝƚĂƐ /ŶĚŽŶĞƐŝĂ͕ ƐĞůĂŬƵ Śůŝ >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ^'Ɛ ,Ƶď hŶŝǀĞƌƐŝƚĂƐ /ŶĚŽŶĞƐŝĂ͕ ĂƐ ƚŚĞ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů
  ĚŝƉŝůŝŚ   ƵŶƚƵŬ   ŵĞůĂŬƵŬĂŶ   ƌĞǀŝƵ >ĂƉŽƌĂŶ KďůŝŐĂƐŝ džƉĞƌƚ ĐŚŽƐĞŶ ƚŽ ƌĞǀŝĞǁ ƚŚĞ ϮϬϮϰ E/ ^ƵƐƚĂŝŶĂďůĞ
  ĞƌǁĂǁĂƐĂŶ >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ĞƌŬĞůĂŶũƵƚĂŶ E/ dĂŚƵŶ ϮϬϮϰ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ &ƌŝĞŶĚůLJ ŽŶĚƐ ZĞƉŽƌƚ ;'ƌĞĞŶ ŽŶĚ
  ;'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚͿ ĚĞŶŐĂŶ ĚŝƐĞƌƚĂŬĂŶ ďĞďĞƌĂƉĂ ĚĂƚĂ ZĞƉŽƌƚͿǁŚŝĐŚŝŶĐůƵĚĞƐƐĞǀĞƌĂůƐƵƉƉŽƌƚŝŶŐĚĂƚĂƌĞůĂƚĞĚƚŽ
  ƉĞŶĚƵŬƵŶŐ ƚĞƌŬĂŝƚ ƉĞŶĞƌďŝƚĂŶ KďůŝŐĂƐŝ ĞƌǁĂǁĂƐĂŶ ƚŚĞ ŝƐƐƵĂŶĐĞ ŽĨ E/ΖƐ ϮϬϮϮ ^ƵƐƚĂŝŶĂďůĞ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ
  >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ĞƌŬĞůĂŶũƵƚĂŶ E/ ƚĂŚƵŶ ϮϬϮϮ ;'ƌĞĞŶ ŽŶĚ &ƌŝĞŶĚůLJ ŽŶĚƐ ;'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ϮϬϮϮͿ ĂŶĚ ƚŚĞ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ
  ϮϬϮϮͿ ďĞƌŝŬƵƚ ŬĞƌĂŶŐŬĂ ŬĞďŝũĂŬĂŶ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ƚĞƌƐĞďƵƚ͘ ƉŽůŝĐLJ ĨƌĂŵĞǁŽƌŬ͘ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů džƉĞƌƚƐ ŚĂǀĞ ƌĞůĞǀĂŶƚ
  Śůŝ >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ŵĞŵŝůŝŬŝ ŬŽŵƉĞƚĞŶƐŝ ƉĞŶŐĂůĂŵĂŶ ĚĂŶ ĞdžƉĞƌŝĞŶĐĞ              ĂŶĚ    ĐĞƌƚŝĨŝĐĂƚĞ    ĐŽŵƉĞƚĞŶĐŝĞƐ       ŝŶ
  ďĞƌŝũĂnjĂŚ LJĂŶŐ ƌĞůĞǀĂŶ ĚĂůĂŵ ŬĞŐŝĂƚĂŶ ďĞƌǁĂǁĂƐĂŶ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ ĨƌŝĞŶĚůLJ ĂŶĚ ƐƵƐƚĂŝŶĂďůĞ ĚĞǀĞůŽƉŵĞŶƚ
  ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶĚĂŶWĞŵďĂŶŐƵŶĂŶďĞƌŬĞůĂŶũƵƚĂŶ;>ĂŵƉŝƌĂŶ/Ϳ͘ ĂĐƚŝǀŝƚŝĞƐ;ƉƉĞŶĚŝdž/Ϳ͘
                                                                  
  dĂŶŐŐƵŶŐ:ĂǁĂďDĂŶĂũĞŵĞŶE/                                    DĂŶĂŐĞŵĞŶƚZĞƐƉŽŶƐŝďŝůŝƚŝĞƐ
  dĂŶŐŐƵŶŐũĂǁĂďŵĂŶĂũĞŵĞŶE/ĂƚĂƐƉĞŶLJƵƐƵŶĂŶĚĂŶ E/ ŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚΖƐ ƌĞƐƉŽŶƐŝďŝůŝƚLJ ĨŽƌ ƚŚĞ ƉƌĞƉĂƌĂƚŝŽŶ ĂŶĚ
  ƉĞŶLJĂũŝĂŶ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ ϮϬϮϰ ƚĞƌƐĞďƵƚ ƐĞƐƵĂŝ ƉƌĞƐĞŶƚĂƚŝŽŶ ŽĨ ƚŚĞ ϮϬϮϰ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ ŝƐ ŝŶ
  ĚĞŶŐĂŶ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ &ƌĂŵĞǁŽƌŬ ĂŶŬ E/ ĚĂŶ WK:< EŽ͘ ĂĐĐŽƌĚĂŶĐĞ ǁŝƚŚ E/ΖƐ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ &ƌĂŵĞǁŽƌŬ ĂŶĚ
  ϲϬdĂŚƵŶϮϬϭϳ͘                                                 &ŝŶĂŶĐŝĂů ^ĞƌǀŝĐĞƐ ƵƚŚŽƌŝƚLJ ZĞŐƵůĂƚŝŽŶ ;WK:<Ϳ EŽ͘ ϲϬ ŽĨ
                                                                  ϮϬϭϳ͘
                                                                   
  dĂŶŐŐƵŶŐ:ĂǁĂďŚůŝ>ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ                                  ZĞƐƉŽŶƐŝďŝůŝƚŝĞƐŽĨŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůdžƉĞƌƚƐ
  dĂŶŐŐƵŶŐũĂǁĂďŚůŝ>ŝŶŐŬƵŶŐĂŶĂĚĂůĂŚƵŶƚƵŬ         dŚĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůdžƉĞƌƚΖƐƌĞƐƉŽŶƐŝďŝůŝƚLJŝƐƚŽƌĞǀŝĞǁƚŚĞ
  ŵĞůĂŬƵŬĂŶ ƌĞǀŝƵ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ ĚĂŶ ďĞďĞƌĂƉĂ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ ĂŶĚ ƐĞǀĞƌĂů ŽƚŚĞƌ ƐƵƉƉŽƌƚŝŶŐ
  ĚŽŬƵŵĞŶƉĞŶĚƵŬƵŶŐůĂŝŶŶLJĂƐĞƐƵĂŝŬĞƚĞŶƚƵĂŶWK:<EŽ͘ ĚŽĐƵŵĞŶƚƐ ĨŽůůŽǁŝŶŐ ƚŚĞ ƉƌŽǀŝƐŝŽŶƐ ŽĨ WK:< EŽ͘ ϲϬ ŽĨ
  ϲϬ dĂŚƵŶ ϮϬϭϳ͘ ZĞǀŝƵ LJĂŶŐ ŬĂŵŝ ůĂŬƵŬĂŶ ŵĞŶĐĂŬƵƉ ϮϬϭϳ͘dŚĞƌĞǀŝĞǁǁĞĐĂƌƌŝĞĚŽƵƚŝŶĐůƵĚĞĚƚŚĞƐƵŝƚĂďŝůŝƚLJŽĨ
  ŬĞƐĞƐƵĂŝĂŶ ŝŵƉůĞŵĞŶƚĂƐŝ ƉĞŵŝůŝŚĂŶ ƉƌŽLJĞŬ <ĞŐŝĂƚĂŶ ƚŚĞ ŝŵƉůĞŵĞŶƚĂƚŝŽŶ ŽĨ ƚŚĞ ƐĞůĞĐƚŝŽŶ ŽĨ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ
  Usaha Berwawasan Lingkungan (“KUBL”) sebagaimana &ƌŝĞŶĚůLJƵƐŝŶĞƐƐĐƚŝǀŝƚŝĞƐ;Η<h>ΗͿƉƌŽũĞĐƚƐĂƐƐƚĂƚĞĚŝŶ
  ƚĞƌƚĞƌĂĚŝĚĂůĂŵ'ƌĞĞŶŽŶĚ&ƌĂŵĞǁŽƌŬĚĂŶƉĂĚĂWK:<ϲϬ ƚŚĞ'ƌĞĞŶŽŶĚ&ƌĂŵĞǁŽƌŬĂŶĚŝŶWK:<ϲϬŽĨϮϬϭϳ͘ǀĞŶ
  dĂŚƵŶϮϬϭϳ͘DĞƐŬŝƚĞůĂŚƚĞƌďŝƚ WK:<EŽ͘ϭϴƚĂŚƵŶϮϬϮϯ ƚŚŽƵŐŚ WK:< EŽ͘ ϭϴ ŽĨ ϮϬϮϯ ƌĞƉůĂĐĞƐ WK:< ϲϬ ŽĨ ϮϬϭϳ͕
  ƉĞŶŐŐĂŶƚŝWK:<ϲϬdĂŚƵŶϮϬϭϳƚĞƚĂƉŝŵŝƚĞŶLJĂŶŐƚĞůĂŚ /ƐƐƵĞƌƐ ǁŚŽ ŚĂǀĞ ŝƐƐƵĞĚ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ &ƌŝĞŶĚůLJ Ğďƚ
  ŵĞůĂŬƵŬĂŶƉĞŶĞƌďŝƚĂŶĨĞŬĞƌƐŝĨĂƚhƚĂŶŐĞƌǁĂǁĂƐĂŶ ^ĞĐƵƌŝƚŝĞƐ ďĞĨŽƌĞ WK:< ϭϴ ŽĨ ϮϬϮϯ ĐŽŵĞƐ ŝŶƚŽ ĨŽƌĐĞ Ɛƚŝůů
  >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ   ƐĞďĞůƵŵ WK:<  ϭϴ dĂŚƵŶ ϮϬϮϯ ŝŶŝ ďĞƌůĂŬƵ͕ ĨŽůůŽǁ ƚŚĞ ƉƌŽǀŝƐŝŽŶƐ ĂƐ ƌĞŐƵůĂƚĞĚ ŝŶ WK:< EŽ͘
  ƚĞƚĂƉ ŵĞŶŐŝŬƵƚŝ ŬĞƚĞŶƚƵĂŶ ƐĞďĂŐĂŝŵĂŶĂ ĚŝĂƚƵƌ ĚĂůĂŵ ϲϬͬWK:<͘ϬϰͬϮϬϭϳĐŽŶĐĞƌŶŝŶŐ/ƐƐƵĂŶĐĞĂŶĚZĞƋƵŝƌĞŵĞŶƚƐ
  WK:< EŽ͘ ϲϬͬWK:<͘ϬϰͬϮϬϭϳ ƚĞŶƚĂŶŐ WĞŶĞƌďŝƚĂŶ ĚĂŶ ĨŽƌŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ&ƌŝĞŶĚůLJĞďƚ^ĞĐƵƌŝƚŝĞƐ;'ƌĞĞŶŽŶĚͿ͘
  WĞƌƐLJĂƌĂƚĂŶĨĞŬĞƌƐŝĨĂƚhƚĂŶŐĞƌǁĂǁĂƐĂŶ>ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ &ƵŶĚƐǁŝůůďĞĚŝƐƚƌŝďƵƚĞĚĨƌŽŵƚŚĞŝƐƐƵĂŶĐĞŽĨ'ƌĞĞŶŽŶĚ
  ;'ƌĞĞŶ ŽŶĚͿ͘ WĞŶLJĂůƵƌĂŶ ĚĂŶĂ ŚĂƐŝů ƉĞŶĞƌďŝƚĂŶ 'ƌĞĞŶ ϮϬ ƚŽ ƐĞůĞĐƚĞĚ <h> ƉƌŽũĞĐƚƐ͕ ĨŽůůŽǁŝŶŐ ƚŚĞ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ
  ŽŶĚ ϮϬϮϮ ŬĞ ƉƌŽLJĞŬ <h> ƚĞƌƉŝůŝŚ͕ ƐĞƐƵĂŝ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ &ƌĂŵĞǁŽƌŬ͘ &ƵŶĚƐ ĨƌŽŵ ƚŚĞ ϮϬϮϮ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ŝƐƐƵĂŶĐĞ
  &ƌĂŵĞǁŽƌŬ͘ E/ ƚĞůĂŚ ŵĞůĂŬƵŬĂŶ ƉĞŶLJĂůƵƌĂŶ ϭϬϬй ĂƚĂƐ ŚĂǀĞďĞĞŶĂůůŽĐĂƚĞĚϭϬϬй͕ĂƐƌĞƉŽƌƚĞĚŝŶƚŚĞϮϬϮϰ'ƌĞĞŶ
  ĚĂŶĂƉĞŶĞƌďŝƚĂŶ'ƌĞĞŶŽŶĚϮϬϮϮďĞƌĚĂƐĂƌŬĂŶWK:<EŽ͘ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ͕ ĂŶĚ ƚŚĞƌĞ ŝƐ ŶŽ ĚŝĨĨĞƌĞŶĐĞ ƚŽ ƚŚĞ <h>
  ϲϬͬϮϬϭϳ͘ ĚĂƉƵŶ ƉĞŶLJĂůƵƌĂŶ LJĂŶŐ ƐĞƐƵĂŝ ĚĞŶŐĂŶ E/ ĐĂƚĞŐŽƌLJŝŶƚŚĞĨƌĂŵĞǁŽƌŬĨŽƌĨŝŶĂŶĐĞĚƉƌŽũĞĐƚƐ;ϱŽĨϭϭ
  'ƌĞĞŶ ŽŶĚ &ƌĂŵĞǁŽƌŬ ĂĚĂůĂŚ ƐĞďĞƐĂƌ ϴϳ͕Ϯϲй͘ Śůŝ ĨƌŽŵ ƚŚĞ ƉƌŽƉŽƐĞĚ <h>Ϳ͘ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů džƉĞƌƚƐ ƌĞǀŝĞǁ
  >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶŵĞůĂŬƵŬĂŶƌĞǀŝƵƚĞƌŚĂĚĂƉĚĂŵƉĂŬůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ƚŚĞ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů ŝŵƉĂĐƚƐ ĐŽŶƚĂŝŶĞĚ ŝŶ ƚŚĞ ϮϬϮϰ 'ƌĞĞŶ
  LJĂŶŐ ƚĞƌƚƵĂŶŐ ĚĂůĂŵ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ ϮϬϮϰ ĚĂŶ ŽŶĚZĞƉŽƌƚĂŶĚĂĚũƵƐƚƚŚĞŵƚŽƚŚĞĂǀĂŝůĂďůĞĚĂƚĂ͘
  ŵĞŶLJĞƐƵĂŝŬĂŶĚĞŶŐĂŶĚĂƚĂLJĂŶŐƚĞƌƐĞĚŝĂ͘




                                                                                               Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                     PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk       187
Page 188
                                                                    
   ,ĂƐŝůZĞǀŝƵ                                                      ZĞǀŝĞǁZĞƐƵůƚƐ
   ,ĂƐŝů ƌĞǀŝƵ ĂƚĂƐ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ ϮϬϮϰ ƚĞƌŚĂĚĂƉ dŚĞƌĞƐƵůƚƐŽĨƚŚĞƌĞǀŝĞǁŽĨƚŚĞϮϬϮϰ'ƌĞĞŶŽŶĚZĞƉŽƌƚ
   ƉĞŶLJĂůƵƌĂŶ ĂůŽŬĂƐŝ ŬĞŐŝĂƚĂŶ LJĂŶŐ ĚŝĚĂŶĂŝ ŽůĞŚ ŚĂƐŝů ƌĞŐĂƌĚŝŶŐƚŚĞĚŝƐƚƌŝďƵƚŝŽŶŽĨĂĐƚŝǀŝƚLJĂůůŽĐĂƚŝŽŶƐĨƵŶĚĞĚďLJ
   ƉĞŶĞƌďŝƚĂŶ'ƌĞĞŶŽŶĚϮϬϮϮĂĚĂůĂŚƐĞďĂŐĂŝďĞƌŝŬƵƚ͗                 ƚŚĞ ƉƌŽĐĞĞĚƐ ŽĨ ƚŚĞ ϮϬϮϮ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ŝƐƐƵĂŶĐĞ ĂƌĞ ĂƐ
    ϭͿ WĞŵŝůŝŚĂŶƉƌŽLJĞŬƉĂĚĂƐĞŬƚŽƌ<h>ĚĂůĂŵƉĞŶLJĂůƵƌĂŶ ĨŽůůŽǁƐ͗
         ĚĂŶĂ ŚĂƐŝů ƉĞŶĞƌďŝƚĂŶ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ϮϬϮϰ ƚĞůĂŚ ƐĞƐƵĂŝ ϭͿ dŚĞ ƐĞůĞĐƚŝŽŶ ŽĨ ƉƌŽũĞĐƚƐ ŝŶ ƚŚĞ <h> ƐĞĐƚŽƌ ĨŽƌ ƚŚĞ
         ĚĞŶŐĂŶ'ƌĞĞŶŽŶĚ&ƌĂŵĞǁŽƌŬ͕ŵĞƐŬŝƉƵŶƉĞŶĂŵĂĂŶ                    ĚŝƐƚƌŝďƵƚŝŽŶ ŽĨ ĨƵŶĚƐ ĨƌŽŵ ƚŚĞ ϮϬϮϮ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ
         ƵŶƚƵŬ ƐĂƚƵ <h> ƉƌŽĚƵŬ LJĂŶŐ ĚĂƉĂƚ ŵĞŶŐƵƌĂŶŐŝ                ŝƐƐƵĂŶĐĞĨŽůůŽǁƐƚŚĞ'ƌĞĞŶŽŶĚ&ƌĂŵĞǁŽƌŬ͕ĂůƚŚŽƵŐŚ
         ƉĞŶŐŐƵŶĂĂŶ ƐƵŵďĞƌ ĚĂLJĂ ĚĂŶ ŵĞŶŐŚĂƐŝůŬĂŶ ůĞďŝŚ                ƚŚĞ ŶĂŵŝŶŐ ŽĨ ŽŶĞ <h> ƉƌŽĚƵĐƚ ƚŚĂƚ ĐĂŶ ƌĞĚƵĐĞ
         ƐĞĚŝŬŝƚ ƉŽůƵƐŝ ĚŝŐƵŶĂŬĂŶ ƉĞŶĂŵĂĂŶ ƐĞƐƵĂŝ ƉƌŽLJĞŬ              ƌĞƐŽƵƌĐĞ ƵƐĞ ĂŶĚ ƉƌŽĚƵĐĞ ůĞƐƐ ƉŽůůƵƚŝŽŶ ŝƐ ƵƐĞĚ
         LJĂŝƚƵ ƉĞŶŐĞůŽůĂĂŶ ƐĂŵƉĂŚ ŵĞŶũĂĚŝ ŶĞƌŐŝ ĚĂŶ                  ĂĐĐŽƌĚŝŶŐƚŽƚŚĞƉƌŽũĞĐƚ͕ŶĂŵĞůLJǁĂƐƚĞŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚ
         ŵĂŶĂũĞŵĞŶƐĂŵƉĂŚ͘                                                 ŝŶƚŽŶĞƌŐLJĂŶĚŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚƌƵďďŝƐŚ͘
    ϮͿ dŝĚĂŬ ĂĚĂ ƉĞƌƵďĂŚĂŶ ƌĞĂůŝƐĂƐŝ ĂůŽŬĂƐŝ ĚĂŶĂ ŚĂƐŝů ϮͿdŚĞƌĞŝƐŶŽĐŚĂŶŐĞŝŶƚŚĞƌĞĂůŝnjĂƚŝŽŶŽĨƚŚĞĂůůŽĐĂƚŝŽŶ
         ƉĞŶĞƌďŝƚĂŶ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ϮϬϮϮ ƵŶƚƵŬ ŵĞŵďŝĂLJĂŝ ůŝŵĂ             ŽĨ ĨƵŶĚƐ ĨƌŽŵ ƚŚĞ ŝƐƐƵĂŶĐĞ ŽĨ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ϮϬϮϮ ƚŽ
         ƐĞŬƚŽƌ<h>LJĂŶŐƚĞůĂŚĚŝƐĞƚƵũƵŝ͘>ŝŵĂƐĞŬƚŽƌƚĞƌƐĞďƵƚ            ĨŝŶĂŶĐĞ ƚŚĞ ĨŝǀĞ ĂƉƉƌŽǀĞĚ <h> ƐĞĐƚŽƌƐ͘ dŚĞ ĨŝǀĞ
         ĂĚĂůĂŚ ĞŶĞƌŐŝ ƚĞƌďĂƌƵŬĂŶ͕ ƚƌĂŶƐƉŽƌƚĂƐŝ ƌĂŵĂŚ                  ƐĞĐƚŽƌƐ ĂƌĞ ƌĞŶĞǁĂďůĞ ĞŶĞƌŐLJ͕ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ
         ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ͕ ƉĞŶŐĞůŽůĂĂŶ ƐƵŵďĞƌ ĚĂLJĂ ĂůĂŵ ĚĂŶ                 ĨƌŝĞŶĚůLJ     ƚƌĂŶƐƉŽƌƚĂƚŝŽŶ͕      ŶĂƚƵƌĂů     ƌĞƐŽƵƌĐĞ
         ƉĞŶŐŐƵŶĂĂŶ ůĂŚĂŶ LJĂŶŐ ďĞƌŬĞůĂŶũƵƚĂŶ͕ ƉƌŽĚƵŬ LJĂŶŐ             ŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚ͕ĂŶĚƐƵƐƚĂŝŶĂďůĞůĂŶĚƵƐĞ͕ƉƌŽĚƵĐƚƐƚŚĂƚ
         ĚĂƉĂƚ ŵĞŶŐƵƌĂŶŐŝ ƉĞŶŐŐƵŶĂĂŶ ƐƵŵďĞƌ ĚĂLJĂ ĚĂŶ                  ĐĂŶ ƌĞĚƵĐĞ ƌĞƐŽƵƌĐĞ ƵƐĞ ĂŶĚ ƉƌŽĚƵĐĞ ůĞƐƐ ƉŽůůƵƚŝŽŶ
         ŵĞŶŐŚĂƐŝůŬĂŶ ůĞďŝŚ ƐĞĚŝŬŝƚ ƉŽůƵƐŝ ;ƉĞŶŐĞůŽůĂĂŶ                ;ǁĂƐƚĞ ƚŽ ĞŶĞƌŐLJ ĂŶĚ ǁĂƐƚĞ ŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚͿ͕ ĂŶĚ
         ƐĂŵƉĂŚŵĞŶũĂĚŝĞŶĞƌŐŝĚĂŶŵĂŶĂũĞŵĞŶƐĂŵƉĂŚͿ͕ĚĂŶ                  ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ ĨƌŝĞŶĚůLJ ďƵŝůĚŝŶŐƐ ;ƉĂŐĞ ϳ ŝŶ ƚŚĞ
         ŐĞĚƵŶŐ ďĞƌǁĂǁĂƐĂŶ ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ;ŚĂůĂŵĂŶ ϳ ĚĂůĂŵ                ŶŶƵĂůZĞƉŽƌƚͿ͘
         >ĂƉŽƌĂŶdĂŚƵŶĂŶͿ͘                                             ϯͿ dŚĞƐĞ ŐƌĞĞŶ ďŽŶĚ ĨƵŶĚƐ ĂƌĞ ĂůůŽĐĂƚĞĚ ϭϬϬй ĨŽƌ
    ϯͿ ĂŶĂŐƌĞĞŶďŽŶĚŝŶŝĚŝĂůŽŬĂƐŝŬĂŶϭϬϬйƵŶƚƵŬŬĞŐŝĂƚĂŶ                ĂĐƚŝǀŝƚŝĞƐ ŝŶĐůƵĚĞĚ ŝŶ <h> ;WK:< EŽ͘ ϲϬͬϮϬϭϳͿ͘
         LJĂŶŐ ƚĞƌŵĂƐƵŬ Ěŝ ĚĂůĂŵ <h> ;WK:< EŽ͘ ϲϬͬϮϬϭϳͿ͘           DĞĂŶǁŚŝůĞ͕ ƵŶƚŝů ƚŚĞ ƐĞĐŽŶĚ LJĞĂƌ͕ ĚŝƐƚƌŝďƵƚŝŽŶ ŝŶ
         ĚĂƉƵŶ͕ƐĂŵƉĂŝƚĂŚƵŶŬĞĚƵĂƉĞŶLJĂůƵƌĂŶLJĂŶŐƐĞƐƵĂŝ                 ĂĐĐŽƌĚĂŶĐĞǁŝƚŚƚŚĞE/'ƌĞĞŶŽŶĚ&ƌĂŵĞǁŽƌŬǁĂƐ
         ĚĞŶŐĂŶ E/ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ &ƌĂŵĞǁŽƌŬ ĂĚĂůĂŚ ƐĞďĞƐĂƌ              ϴϳ͘Ϯϲй͕ ǁŝƚŚ ĚĞƚĂŝůƐ ŶĂŵĞůLJ ZĞŶĞǁĂďůĞ ŶĞƌŐLJ Ăƚ
         ϴϳ͕Ϯϲй͕ ĚĞŶŐĂŶ ƌŝŶĐŝĂŶ LJĂŝƚƵ ĞŶĞƌŐŝ dĞƌďĂƌƵŬĂŶ               ϳ͘ϴϲй͕ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ &ƌŝĞŶĚůLJ dƌĂŶƐƉŽƌƚĂƚŝŽŶ Ăƚ
         ƐĞďĞƐĂƌ ϳ͕ϴϲй͕ dƌĂŶƐƉŽƌƚĂƐŝ ZĂŵĂŚ >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ                  ϱϯ͘ϭϬй͕ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ&ƌŝĞŶĚůLJƵŝůĚŝŶŐƐ Ăƚ ϳ͘ϳϬй͕
         ƐĞďĞƐĂƌ ϱϯ͘ϭϬй͕ 'ĞĚƵŶŐ ĞƌǁĂǁĂƐĂŶ >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ                  tĂƐƚĞWƌŽĐĞƐƐŝŶŐĂƚŶĞƌŐLJĂŶĚtĂƐƚĞDĂŶĂŐĞŵĞŶƚ
         ƐĞďĞƐĂƌ ϳ͕ϳϬй͕ WĞŶŐŽůĂŚĂŶ ^ĂŵƉĂŚ ŵĞŶũĂĚŝ ŶĞƌŐŝ              Ăƚ ϭϯ͘Ϭϱй ĂŶĚ ^ƵƐƚĂŝŶĂďůĞ hƐĞ ŽĨ EĂƚƵƌĂů ZĞƐŽƵƌĐĞƐ
         ĚĂŶ DĂŶĂũĞŵĞŶ >ŝŵďĂŚ ƐĞďĞƐĂƌ ϭϯ͕Ϭϱй ĚĂŶ                      ĂŶĚ>ĂŶĚhƐĞĂƚϭϴ͘Ϯϵй͘
         WĞŶŐŐƵŶĂĂŶ ^ƵŵďĞƌ ĂLJĂ ůĂŵ ĚĂŶ WĞŶŐŐƵŶĂĂŶ 
         dĂŶĂŚLJĂŶŐĞƌŬĞůĂŶũƵƚĂŶƐĞďĞƐĂƌϭϴ͕Ϯϵй͘                   ϰͿZĞƉŽƌƚŝŶŐƚŚĞŝŵƉĂĐƚŽĨϱ<h>Ɛ͕ŶĂŵĞůLJ͗
     ϰͿWĞůĂƉŽƌĂŶĚĂŵƉĂŬĚĂƌŝϱ<h>LJĂŝƚƵ͗                       ĂͿZĞŶĞǁĂďůĞĞŶĞƌŐLJƉƌŽũĞĐƚĐŽŶƐŝƐƚŝŶŐŽĨϭͿƐŽůĂƌĞŶĞƌŐLJ
     ĂͿ WƌŽLJĞŬĞŶĞƌŐŝƚĞƌďĂƌƵŬĂŶLJĂŶŐƚĞƌĚŝƌŝĚĂƌŝϭͿĞŶĞƌŐŝ ŝŶƐŝdž;ϲͿ^ŽůĂƌWŽǁĞƌĞĚůĞĐƚƌŝĐŝƚLJWƌŽũĞĐƚƐ;W>d^ͿǁŝƚŚĂ
           ƐŝŶĂƌ ƐƵƌLJĂ ƉĂĚĂ ĞŶĂŵ ;ϲͿ WƌŽLJĞŬ >ŝƐƚƌŝŬ dĞŶĂŐĂ ƚŽƚĂůĐĂƉĂĐŝƚLJŽĨϬ͘ϳϴDtĂŶĚĂŶĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůŝŵƉĂĐƚ
           ^ƵƌLJĂ ;W>d^Ϳ ĚĞŶŐĂŶ ƚŽƚĂů ŬĂƉĂƐŝƚĂƐ Ϭ͕ϳϴ Dt ĚĂŶ ŽĨ ϭ͕ϯϵϰ ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿ͕ ƚŚĞ ĞŶĞƌŐLJ ƉƌŽĚƵĐĞĚ ŝƐ ϭ͕ϰϮϲ
           ĚĂŵƉĂŬ ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ƐĞďĞƐĂƌ ϭ͘ϯϵϰ ;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿ͕ DtŚ͕ ϲϬϬ ,ĞĂĚƐ &ĂŵŝůŝĞƐ ĐĂŶ ĂĐĐĞƐƐ ĐůĞĂŶ ĂŶĚ
           ĞŶĞƌŐŝ LJĂŶŐ ĚŝŚĂƐŝůŬĂŶ ϭ͘ϰϮϲ DtŚ͕ ϲϬϬ <ĞƉĂůĂ ĂĨĨŽƌĚĂďůĞĞŶĞƌŐLJ͕ϯϬůŽĐĂůƌĞƐŝĚĞŶƚƐĂƌĞĞŵƉůŽLJĞĚ͕ĂŶĚ
           <ĞůƵĂƌŐĂ ĚĂƉĂƚ ŵĞŶŐĂŬƐĞƐ ĞŶĞƌŐŝ ďĞƌƐŝŚ ĚĂŶ ϮϰǁŽƌŬĞƌƐŽƵƚŽĨϯϬůŽĐĂůƌĞƐŝĚĞŶƚƐƌĞĐĞŝǀĞƚƌĂŝŶŝŶŐǁŝƚŚ
           ƚĞƌũĂŶŐŬĂƵ͕ ƉĞŶĚƵĚƵŬ ůŽŬĂů LJĂŶŐ ĚŝƉĞƌŬĞƌũĂŬĂŶ ƉƌŽũĞĐƚ ŽƉĞƌĂƚŝŽŶƐ͖ ϮͿ ĞŶĞƌŐLJ ĨƌŽŵ ŽŶĞ ;ϭͿ DŝŶŝ ,LJĚƌŽ
           ƐĞďĂŶLJĂŬ ϯϬ ŽƌĂŶŐ͕ ĚĂŶ Ϯϰ ŽƌĂŶŐ ƉĞŬĞƌũĂ ĚĂƌŝ ϯϬ WŽǁĞƌ WůĂŶƚ ;W>dD,Ϳ ǁŝƚŚ Ă ĐĂƉĂĐŝƚLJ ŽĨ ϱ͘ϭ Dt͕
           ŽƌĂŶŐ ƉĞŶĚƵĚƵŬ ůŽŬĂů ŵĞŶĞƌŝŵĂ ƉĞůĂƚŝŚĂŶ ĚĞŶŐĂŶ ƉƌŽǀŝĚŝŶŐ ĂŶ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů ŝŵƉĂĐƚ ŽĨ Ϯϲ͕ϲϴϲ
           ƉĞŶŐŽƉĞƌĂƐŝĂŶ ƉƌŽLJĞŬ͖  ϮͿ  ĞŶĞƌŐŝ ƚĞƌďĂƌƵŬĂŶ ĚĂƌŝ ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿ͕ƚŚĞĞŶĞƌŐLJƉƌŽĚƵĐĞĚŝƐϮϱ͕ϰϭϱDtŚƉĞƌ
           ƐĂƚƵ ;ϭͿ WĞŵďĂŶŐŬŝƚ >ŝƐƚƌŝŬ dĞŶĂŐĂ DŝŶŝ ,ŝĚƌŽ LJĞĂƌ͕ ƚŚĞ ŶƵŵďĞƌ ŽĨ ůŽĐĂů ǁŽƌŬĞƌƐ ŝƐ ϯϬ ƉĞŽƉůĞ ǁŝƚŚ Ϯϱ
           ;W>dD,Ϳ ĚĞŶŐĂŶ ŬĂƉĂƐŝƚĂƐ ϱ͕ϭ Dt͕ ŵĞŵďĞƌŝŬĂŶ ƉĞŽƉůĞ ǁŽƌŬĞƌƐ ǁŚŽ ƌĞĐĞŝǀĞ ƚƌĂŝŶŝŶŐ ƌĞůĂƚĞĚ ƚŽ ƉƌŽũĞĐƚ
           ĚĂŵƉĂŬůŝŶŐŬƵŶŐĂŶƐĞďĞƐĂƌϮϲ͘ϲϴϲ;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿ͕ ŽƉĞƌĂƚŝŽŶƐ͕ ĂŶĚ ĐĂŶ ďĞ ĂĐĐĞƐƐĞĚ ďLJ Ϯ ƐƵďͲĚŝƐƚƌŝĐƚƐ
           ĞŶĞƌŐŝ LJĂŶŐ ĚŝŚĂƐŝůŬĂŶ Ϯϱ͘ϰϭϱ DtŚ ƉĞƌƚĂŚƵŶ͕ ;<ĂƌĂŶŐŶƵŶŐŐĂů ĂŶĚ ^ŝŶŐĂƉĂƌŶĂͿ͖ ϯͿ WŽǁĞƌ 'ĞŶĞƌĂƚŝŽŶ
           ũƵŵůĂŚ ƉĞŬĞƌũĂ ůŽŬĂů ƐĞďĂŶLJĂŬ ϯϬ ŽƌĂŶŐ ĚĞŶŐĂŶ Ϯϱ WƌŽũĞĐƚŝŽŐĂƐƉŽǁĞƌůŽĐĂƚĞĚŝŶƐĞǀĞŶůŽĐĂƚŝŽŶƐ͕ǁŝƚŚĂŶ
           ŽƌĂŶŐ ƉĞŬĞƌũĂ LJĂŶŐ ŵĞŶĚĂƉĂƚŬĂŶ ƉĞůĂƚŝŚĂŶ ƚĞƌŬĂŝƚ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů ŝŵƉĂĐƚ ŽĨ Ϯϭ͕Ϯϳϱ ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿ͕ ǁŝƚŚ
           ƉĞŶŐŽƉĞƌĂƐŝĂŶ ƉƌŽLJĞŬ͕ ĚĂŶ ĚĂƉĂƚ ĚŝĂŬƐĞƐ ŽůĞŚ Ϯ ĞŶĞƌŐLJ ƉƌŽĚƵĐĞĚ ĂŶŶƵĂůůLJ ŽĨ ϮϮ͕ϭϬϲ DtŚ͕ ϳ
           ŬĞĐĂŵĂƚĂŶ ;<ĂƌĂŶŐŶƵŶŐŐĂů ĚĂŶ ^ŝŶŐĂƉĂƌŶĂͿ͖ ϯͿ ŵĂŶƵĨĂĐƚƵƌĞƌƐŚĂǀĞĂĐĐĞƐƐƚŽďŝŽŐĂƐ͕ĂŶĚƚŚĞŶƵŵďĞƌŽĨ
           WƌŽLJĞŬ WĞŵďĂŶŐŬŝƚ >ŝƐƚƌŝŬ  dĞŶĂŐĂ ŝŽŐĂƐ LJĂŶŐ ĞŵƉůŽLJĞĞƐ ǁŚŽ ĐĂŶ ďĞ ĞŵƉůŽLJĞĚ ŝƐ ϯϬ ƉĞŽƉůĞ ǁŝƚŚ Ăůů
           ďĞƌůŽŬĂƐŝĚŝƚƵũƵŚůŽŬĂƐŝ͕ĚĞŶŐĂŶĚĂŵƉĂŬůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ         ůŽĐĂů ǁŽƌŬĞƌƐ ƌĞĐĞŝǀŝŶŐ ƚƌĂŝŶŝŶŐ ƌĞůĂƚĞĚ ƚŽ ŽƉĞƌĂƚŝŽŶƐ
                                                                       ƉƌŽũĞĐƚ;ĨŽƌ/ŵƉĂĐƚZĞƉŽƌƚŝŶŐĚĞƚĂŝůƐWĂŐĞϵͲϭϱͿ͘




          Laporan Keberlanjutan 2024
188       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 189
                                                                  
                                                                       
         ƐĞďĞƐĂƌ Ϯϭ͘Ϯϳϱ ;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿ͕ ĚĞŶŐĂŶ ĞŶĞƌŐŝ LJĂŶŐ        
         ĚŝŚĂƐŝůŬĂŶ ƉĞƌƚĂŚƵŶ ϮϮ͘ϭϬϲ DtŚ͕ ϳ ŵĂŶƵĨĂŬƚƵƌ             
         ŵĞŵƉĞƌŽůĞŚ ĂŬƐĞƐ ďŝŽŐĂƐ͕ ƐĞƌƚĂ ũƵŵůĂŚ ŬĂƌLJĂǁĂŶ           
         LJĂŶŐĚĂƉĂƚĚŝƉĞƌŬĞƌũĂŬĂŶƐĞďĂŶLJĂŬϯϬŽƌĂŶŐĚĞŶŐĂŶ             
         ƐĞůƵƌƵŚ ƉĞŬĞƌũĂ ůŽŬĂů ŵĞŶĚĂƉĂƚ ƉĞůĂƚŝŚĂŶ ƚĞƌŬĂŝƚ         
         ƉĞŶŐŽƉĞƌĂƐŝĂŶ ƉƌŽLJĞŬ ;ƵŶƚƵŬ ĚĞƚĂŝů WĞůĂƉŽƌĂŶ              
         ĂŵƉĂŬ,ĂůϵͲϭϱͿ͘                                             
                                                                       
    ďͿ   ƐƚŝŵĂƐŝĚĂŵƉĂŬůŝŶŐŬƵŶŐĂŶĚĂƌŝƉƌŽLJĞŬdƌĂŶƐƉŽƌƚĂƐŝ ďͿ dŚĞ ĞƐƚŝŵĂƚĞĚ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů ŝŵƉĂĐƚ ŽĨ ƚŚĞ >ŝŐŚƚ ZĂŝů
         ZĂŵĂŚ>ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ>ŝŐŚƚZĂŝůdƌĂŶƐŝƚ;>ZdͿLJĂŝƚƵϱϱ͘ϰϭϰ        dƌĂŶƐŝƚ ;>ZdͿ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ &ƌŝĞŶĚůLJ dƌĂŶƐƉŽƌƚĂƚŝŽŶ
         ;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿ ĞŵŝƐŝ 'Z< LJĂŶŐ ƚĞƌŚŝŶĚĂƌŬĂŶ                ƉƌŽũĞĐƚŝƐϱϱ͕ϰϭϰ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿĂǀŽŝĚĞĚ','ĞŵŝƐƐŝŽŶƐ
         ƉĞƌƚĂŚƵŶ ĚĞŶŐĂŶ ƉĞŶŐŚĞŵĂƚĂŶ ĞŶĞƌŐŝ ƐĞďĞƐĂƌ                ƉĞƌ LJĞĂƌ ǁŝƚŚ ĞŶĞƌŐLJ ƐĂǀŝŶŐƐ ŽĨ ϳϵϭ͕ϲϯϬ 'ũ͕ ǁŚŝĐŚ
         ϳϵϭ͘ϲϯϬ 'ũ͕ LJĂŶŐ ŵĞŵƉĞƌŬĞƌũĂŬĂŶ Ϯ͘Ϯϵϱ ŽƌĂŶŐ              ĞŵƉůŽLJƐϮ͕ϮϵϱĞŵƉůŽLJĞĞƐĂŶĚϯϵǁŽƌŬĞƌƐǁŚŽƌĞĐĞŝǀĞ
         ŬĂƌLJĂǁĂŶ ĚĂŶ ƐĞďĂŶLJĂŬ ϯϵ ŽƌĂŶŐ ƉĞŬĞƌũĂ LJĂŶŐ             ƚƌĂŝŶŝŶŐƌĞůĂƚĞĚƚŽƚŚĞŽƉĞƌĂƚŝŽŶ͘
         ŵĞŶĞƌŝŵĂƉĞůĂƚŝŚĂŶďĞƌŬĂŝƚĂŶĚĞŶŐĂŶƉĞŶŐŽƉĞƌĂƐŝĂŶ͘ 
                                                                     
    ĐͿ   ƐƚŝŵĂƐŝ ĚĂŵƉĂŬ ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ĚĂƌŝ <h> 'ĞĚƵŶŐ ĐͿ ƐƚŝŵĂƚĞĚ                  ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů      ŝŵƉĂĐƚ      ŽĨ    ƚŚĞ
         ĞƌǁĂǁĂƐĂŶ >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ LJĂŝƚƵ ƚĞƌŚŝŶĚĂƌŝŶLJĂ ϭϬ͘ϲϵϭ            ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ &ƌŝĞŶĚůLJ ƵŝůĚŝŶŐ <h>͕ ŶĂŵĞůLJ
         ;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿ ĞŵŝƐŝ ŐĂƐ ƌƵŵĂŚ ŬĂĐĂ ƉĞƌƚĂŚƵŶŶLJĂ͕           ĂǀŽŝĚŝŶŐ ϭϬ͕ϲϵϭ ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿ ŐƌĞĞŶŚŽƵƐĞ ŐĂƐ
         ĚĞŶŐĂŶ ŵĞŵƉĞƌŽůĞŚ ƐĞƌƚŝĨŝŬĂƚ 'ƌĞĞŶ DĂƌŬ ĚĂƌŝ               ĞŵŝƐƐŝŽŶƐ ƉĞƌ LJĞĂƌ͕ ďLJ ŽďƚĂŝŶŝŶŐ Ă 'ƌĞĞŶ DĂƌŬ
         ƵŝůĚŝŶŐ ĂŶĚ ŽŶƐƚƌƵĐƚŝŽŶ ƵƚŚŽƌŝƚLJ ;Ϳ ĚĞŶŐĂŶ           ĐĞƌƚŝĨŝĐĂƚĞ ĨƌŽŵ ƚŚĞ ƵŝůĚŝŶŐ ĂŶĚ ŽŶƐƚƌƵĐƚŝŽŶ
         ƉĞŶĐĂƉĂŝĂŶWůĂƚŝŶƵŵ͘                                            ƵƚŚŽƌŝƚLJ;ͿǁŝƚŚWůĂƚŝŶƵŵĂĐŚŝĞǀĞŵĞŶƚ͘
                                                                         
                                                                         
    ĚͿ   ƐƚŝŵĂƐŝĚĂŵƉĂŬĚĂƌŝƉƌŽĚƵŬLJĂŶŐĚĂƉĂƚŵĞŶŐƵƌĂŶŐŝ ĚͿ ƐƚŝŵĂƚĞĚŝŵƉĂĐƚŽĨƉƌŽĚƵĐƚƐƚŚĂƚĐĂŶƌĞĚƵĐĞƌĞƐŽƵƌĐĞ
         ƉĞŶŐŐƵŶĂĂŶ ƐƵŵďĞƌ ĚĂLJĂ Θ ŵĞŶŐŚĂƐŝůŬĂŶ ůĞďŝŚ                ƵƐĞ Θ ƉƌŽĚƵĐĞ ůĞƐƐ ƉŽůůƵƚŝŽŶ ;ĐŽͲĞĨĨŝĐŝĞŶƚͿ ƚŚƌŽƵŐŚ
         ƐĞĚŝŬŝƚ ƉŽůƵƐŝ ;ĐŽͲĞĨĨŝĐŝĞŶƚͿ ŵĞůĂůƵŝ ƉƌŽLJĞŬ               ǁĂƐƚĞ ƚŽ ĞŶĞƌŐLJ ĂŶĚ ǁĂƐƚĞ ŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚ ƉƌŽũĞĐƚƐ͕
         ƉĞŶŐĞůŽůĂĂŶƐĂŵƉĂŚŵĞŶũĂĚŝĞŶĞƌŐŝĚĂŶŵĂŶĂũĞŵĞŶ                 ŶĂŵĞůLJ ϴϳϵ͕ϳϲϲ ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿ ŐƌĞĞŶŚŽƵƐĞ ŐĂƐ
         ƐĂŵƉĂŚ LJĂŝƚƵ ϴϳϵ͘ϳϲϲ ;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿ ĞŵŝƐŝ ŐĂƐ              ĞŵŝƐƐŝŽŶƐ ƚŚĂƚ ĐĂŶ ďĞ ĂǀŽŝĚĞĚ ƉĞƌ LJĞĂƌ͕ ϭ͕ϲϰϮ͕ϰϳϯ
         ƌƵŵĂŚŬĂĐĂLJĂŶŐĚĂƉĂƚĚŝŚŝŶĚĂƌŝƉĞƌƚĂŚƵŶ͕ϭ͘ϲϰϮ͘ϰϳϯ             ;dŽŶƐͬLJĞĂƌͿ ƚŽƚĂů ǁĂƐƚĞ ƌĞĐLJĐůĞĚ͕ ϴϭϱ ůŽĐĂů ƉĞŽƉůĞ
         ;dŽŶͬƚĂŚƵŶͿƚŽƚĂůůŝŵďĂŚLJĂŶŐĚŝĚĂƵƌƵůĂŶŐ͕ϴϭϱŽƌĂŶŐ           ĞŵƉůŽLJĞĚ͕ ĂŶĚ ƚŚŝƐ ƌĞĚƵĐĞƐ ŶĞŐĂƚŝǀĞ ŝŵƉĂĐƚƐ ŽŶ ƚŚĞ
         ŵĂƐLJĂƌĂŬĂƚ ůŽŬĂů LJĂŶŐ ƉĞƌŬĞƌũĂŬĂŶ͕ ĚĂŶ ŝŶŝ                 ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂŶĚůŽĐĂůĐŽŵŵƵŶŝƚŝĞƐ͘
         ŵĞŶŐƵƌĂŶŐŝĚĂŵƉĂŬŶĞŐĂƚŝĨƚĞƌŚĂĚĂƉůŝŶŐŬƵŶŐĂŶĚĂŶ               
         ŵĂƐLJĂƌĂŬĂƚƐĞƚĞŵƉĂƚ͘                                            
                                                                    ĞͿ &ŽƌƚŚĞ<h>ƐĞĐƚŽƌ͕ƚŚĞƵƐĞŽĨŶĂƚƵƌĂůƌĞƐŽƵƌĐĞƐĂŶĚ
    ĞͿ   hŶƚƵŬ ƐĞŬƚŽƌ <h> WĞŶŐŐƵŶĂĂŶ ^ƵŵďĞƌ ĂLJĂ ůĂŵ             ƐƵƐƚĂŝŶĂďůĞůĂŶĚƵƐĞŚĂƐĂŶĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůŝŵƉĂĐƚŽĨ
         ĚĂŶ WĞŶŐŐƵŶĂĂŶ dĂŶĂŚ LJĂŶŐ ĞƌŬĞůĂŶũƵƚĂŶ                     ϰϰϲ͕ϳϱϳ ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿ ĂǀŽŝĚĞĚ ŐƌĞĞŶŚŽƵƐĞ ŐĂƐ
         ŵĞŵďĞƌŝŬĂŶ ĚĂŵƉĂŬ ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ƐĞďĞƐĂƌ ϰϰϲ͘ϳϱϳ                ĞŵŝƐƐŝŽŶƐƉĞƌLJĞĂƌďLJƉůĂŶƚŝŶŐϮϴ͕ϵϱϱƚƌĞĞƐ͕ϯϭϰ͕ϯϴϳ
         ;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿĞŵŝƐŝŐĂƐƌƵŵĂŚŬĂĐĂLJĂŶŐĚŝŚŝŶĚĂƌŝ              ŚĞĐƚĂƌĞƐ ŽĨ ƉƌŽƚĞĐƚĞĚ ĂŶĚ ĐĞƌƚŝĨŝĞĚ ůĂŶĚ͕ ǁŝƚŚ ŽƚŚĞƌ
         ƉĞƌƚĂŚƵŶ͕ĚĞŶŐĂŶŵĞŶĂŶĂŵƉŽŚŽŶƐĞďĂŶLJĂŬϮϴ͘ϵϱϱ͕                ŝŵƉĂĐƚƐ͕ŝƚĞŵƉůŽLJƐϭϮůŽĐĂůƐŝŶEĂďŝƌĞ;ĞŶƚƌĂůWĂƉƵĂ
         ϯϭϰ͘ϯϴϳŚĞŬƚĂƌůĂŚĂŶLJĂŶŐĚŝůŝŶĚƵŶŐŝĚĂŶďĞƌƐĞƌƚŝĨŝŬĂƚ͘         WƌŽǀŝŶĐĞͿ ĂŶĚ <ĂŝŵĂŶĂ ;tĞƐƚ WĂƉƵĂ WƌŽǀŝŶĐĞͿ͘ dŚŝƐ
         ĞŶŐĂŶĚĂŵƉĂŬůĂŝŶŵĞŵƉĞƌŬĞƌũĂŬĂŶϭϮŽƌĂŶŐůŽŬĂů                ĂŵŽƵŶƚ͕ ŶŽƚ ŵƵĐŚ ĨŽƌ ůŽĐĂů ĐŽŵŵƵŶŝƚŝĞƐ͕ ĐĂŶ ŚĞůƉ
         LJĂŶŐ ďĞƌĂĚĂ Ěŝ EĂďŝƌĞ ;WƌŽǀŝŶƐŝ WĂƉƵĂ dĞŶŐĂŚͿ ĚĂŶ        ƉƌŽƚĞĐƚϯϭϰ͕ϯϴϳŚĞĐƚĂƌĞƐŽĨůĂŶĚ͘
         <ĂŝŵĂŶĂ ;WƌŽǀŝŶƐŝ WĂƉƵĂ ĂƌĂƚͿ͕ ũƵŵůĂŚ LJĂŶŐ ďĞůƵŵ           
         ďĂŶLJĂŬ ƵŶƚƵŬ ŵĂƐLJĂƌĂŬĂƚ ůŽŬĂů ĚĂƉĂƚ ŵĞŵďĂŶƚƵ 
         ŵĞůŝŶĚƵŶŐŝůĂŚĂŶƐĞůƵĂƐϯϭϰ͘ϯϴϳŚĞŬƚĂƌ͘                     
                                                                     
                                                                     
                                                                     
                                                                     
                                                                     
                                                                     
                                                                     
                                                                     
                                                                     




                                                                                                  Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                                        PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk       189
Page 190
                                                                         
      ĞƌĚĂƐĂƌŬĂŶ ĐĂƉĂŝĂŶ ƉƌŽLJĞŬͲƉƌŽLJĞŬ ĚĂƌŝ ůŝŵĂ ;ϱͿ ƐĞŬƚŽƌ       ĂƐĞĚŽŶƚŚĞĂĐŚŝĞǀĞŵĞŶƚƐŽĨƚŚĞƉƌŽũĞĐƚƐĨƌŽŵƚŚĞĨŝǀĞ;ϱͿ
      <h> ƚĞƌƐĞďƵƚ ũƵŐĂ ŵĞŵďĂŶƚƵ ŵĞŶĚƵŬƵŶŐ ƉĞŶĐĂƉĂŝĂŶ              <h> ƐĞĐƚŽƌƐ͕ ƚŚĞLJ ĂůƐŽ ŚĞůƉ ƐƵƉƉŽƌƚ ƚŚĞ ĂĐŚŝĞǀĞŵĞŶƚ ŽĨ
      ^'Ɛ/ŶĚŽŶĞƐŝĂLJĂŝƚƵ^'ϰ͕ϳ͕ϴ͕ϭϭ͕ϭϮ͕ϭϯ͕ĚĂŶϭϱ͘             /ŶĚŽŶĞƐŝĂΖƐ^'Ɛ͕ŶĂŵĞůLJ^'ϰ͕ϳ͕ϴ͕ϭϭ͕ϭϮ͕ϭϯ͕ĂŶĚϭϱ͘
                                                                                
      /ŶĚŝŬĂƚŽƌ ƉĂĚĂ <h> LJĂŶŐ ƚĞůĂŚ ĚŝƚĞƚĂƉŬĂŶ ƐĞďĞůƵŵŶLJĂ         dŚĞŝŶĚŝĐĂƚŽƌƐŝŶƚŚĞ<h>ƉƌĞǀŝŽƵƐůLJĚĞƚĞƌŵŝŶĞĚďLJE/ĂƌĞ
      ŽůĞŚ E/ ƚĞůĂŚ ƐĞƐƵĂŝ͘ WĞƌŚŝƚƵŶŐĂŶ ĚĂŵƉĂŬ LJĂŶŐ               ĂƉƉƌŽƉƌŝĂƚĞ͘dŚĞŝŵƉĂĐƚĐĂůĐƵůĂƚŝŽŶƐĐĂƌƌŝĞĚŽƵƚŚĂǀĞďĞĞŶ
      ĚŝůĂŬƵŬĂŶƚĞůĂŚŬŽŶƐŝƐƚĞŶĚĂŶƐĞƐƵĂŝĚĞŶŐĂŶďĞƐƚƉƌĂĐƚŝĐĞ          ĐŽŶƐŝƐƚĞŶƚĂŶĚŝŶĂĐĐŽƌĚĂŶĐĞǁŝƚŚĞdžŝƐƚŝŶŐďĞƐƚƉƌĂĐƚŝĐĞƐ͘/Ŷ
      LJĂŶŐ ĂĚĂ͘ ĂůĂŵ ƉĞƌŚŝƚƵŶŐĂŶ ĚĂŵƉĂŬ ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ͕                ĐĂůĐƵůĂƚŝŶŐĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůŝŵƉĂĐƚƐ͕ŝƚŝƐ ǀĞƌLJŝŵƉŽƌƚĂŶƚ ƚŽ
      ŬĞƐĞƐƵĂŝĂŶ ǁĂŬƚƵ ƐĂŶŐĂƚ ƉĞŶƚŝŶŐ ĚŝƉĞƌŚĂƚŝŬĂŶ ĚĞŶŐĂŶ           ƉĂLJ ĂƚƚĞŶƚŝŽŶ ƚŽ ĂƉƉƌŽƉƌŝĂƚĞ ƚŝŵŝŶŐ ǁŝƚŚ ƚŚĞ ƉƌŽũĞĐƚ
      ďĞƌũĂůĂŶŶLJĂƉƌŽLJĞŬƉĂĚĂƚĂŚƵŶŬĞĚƵĂ;ϮϬϮϰͿ;ŚĂůĂŵĂŶϵͲ              ƌƵŶŶŝŶŐŝŶƚŚĞƐĞĐŽŶĚLJĞĂƌ;ϮϬϮϰͿ;ƉĂŐĞƐϵͲϭϱŝŶƚŚĞϮϬϮϰ
      ϭϱĚĂůĂŵ>ĂƉŽƌĂŶdĂŚƵŶĂŶ'ƌĞĞŶŽŶĚϮϬϮϰͿ͘                         'ƌĞĞŶŽŶĚŶŶƵĂůZĞƉŽƌƚͿ͘
                                                                         
      ŐĂƌ ĚĂƉĂƚ ĚŝŬĞƚĂŚƵŝ ůĞďŝŚ ƉĂƐƚŝ ĚĂŵƉĂŬ LJĂŶŐ                 /Ŷ ŽƌĚĞƌ ƚŽ ŬŶŽǁ ŵŽƌĞ ĚĞĨŝŶŝƚĞůLJ ƚŚĞ ŝŵƉĂĐƚ ĐĂƵƐĞĚ͕ ƚŚĞ
      ĚŝƚŝŵďƵůŬĂŶ͕ƵŶƚƵŬďĞƌŝŬƵƚŶLJĂĚĂƉĂƚĚŝŐƵŶĂŬĂŶĂƌĞĂLJĂŶŐ            ŶĞdžƚĐĂŶďĞƚŚĞĂĨĨĞĐƚĞĚĂƌĞĂĂŶĚŝƚƐƌĞůĂƚŝŽŶĂůŝŵƉĂĐƚ͘
      ƚĞƌĚĂŵƉĂŬĚĂŶĚĂŵƉĂŬƌĞůĂƐŝŽŶĂůŶLJĂ͘
 
 
                                                           :ĂŬĂƌƚĂ͕Ϭϳ:ƵŶŝϮϬϮϰ
                                                           :ĂŬĂƌƚĂ͕:ƵŶĞϬϳ͕ϮϬϮϰ




                 ƌ͘dƌŝĂƌŬŽEƵƌůĂŵďĂŶŐ͕DWƌŽĨ͘ƌ͘:ĂƚŶĂ^ƵƉƌŝĂƚŶĂ͕D͘^Đ
 
 
 
 
                                          
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 




             Laporan Keberlanjutan 2024
190          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 191
Lembar Umpan Balik

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menerbitkan Laporan Keberlanjutan untuk memberikan
gambaran atas kinerja keberlanjutan dan penerapan keuangan berkelanjutan kepada pemangku
kepentingan. Kami mengharapkan masukan, kritik dan saran dari Bapak/Ibu/Saudara setelah membaca
Laporan Keberlanjutan ini.



                            Nama (bila berkenan)      :
        PROFIL              Institusi/Perusahaan      :
        ANDA                Surel			:
                            Telp/Hp			:



GOLONGAN PEMANGKU KEPENTINGAN

                             Pemegang
     Pemerintah/OJK                                Nasabah            Pegawai                    Pemasok
                             saham/investor
     Organisasi                                                                                  Lain-lain
                             Media                 Serikat Pekerja    Masyarakat
     bisnis                                                                                      …………




Mohon pilih jawaban berikut yang paling sesuai dengan pertanyaan di bawah.
										                                                                                    Ya             Tidak

 1. Laporan ini mudah dimengerti.                                                            (     )         (   )

 2. Laporan ini bermanfaat bagi Anda.                                                        (     )         (   )

 3. Laporan ini sudah memaparkan kinerja keberlanjutan secara jelas. Laporan                 (     )         (   )
    ini sudah mengungkapkan topik-topik material yang relevan bagi Perseroan.


Saran lainnya untuk meningkatkan informasi dalam laporan ini ....................


Terima kasih atas partisipasi Anda.




Kami mengucapkan terima kasih atas kritik, saran, dan masukan untuk perbaikan dan kemajuan laporan
ini di tahun yang akan datang. Pengembalian formulir dan hal lain terkait Laporan Keberlanjutan dapat
disampaikan kepada:

Divisi Enterprise Risk Management
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Grha BNI, Lt.26
Jl. Jenderal Sudirman Kav.1 Jakarta 10220 Indonesia
Telepon : (62-21) 572 8544
Surel     : esg@bni.co.id




                                                                                 Laporan Keberlanjutan 2024
                                                                       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk        191
Page 192
   2024             Laporan
                    Keberlanjutan




   Strong Bonds, Great Impact




Grha BNI
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 1
Jakarta 10220, Indonesia

E-mail 		         : bnicall@bni.co.id
Website 		        : bni.co.id                        BNI
Solution Center   : 1500 046
                                                     @BNI
Tel. 		           : 021 - 2511 946, 572 8387                  bni.co.id
Fax. 		           : 021 - 572 8295, 572 8053         @BNI46


            Laporan Keberlanjutan 2024
   192      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.78 MB
Published27 Feb 2025
Pages192
Characters671,924
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Royke Tumilaar p.16 ×3
linked org PT BNI Sekuritas p.24
linked org Pemerintah Provinsi p.54
linked org Dana Pensiun p.73
linked person Pahala Nugraha Mansury p.154
linked person Sigit Widyawan p.154
linked person Asmawi Syam p.154
linked person Septian Hario Seto p.154
linked person Iman Sugema p.154
linked person Erwin Rijanto Slamet p.154
linked person Mohamad Yusuf Permana p.154
linked person Fadlansyah Lubis p.154
linked person Robertus Billitea p.154
linked person Putrama Wahju Setyawan p.155
linked person Novita Widya Anggraini p.155
linked person Hussein Paolo Kartadjoemena p.155
linked person I Made Sukajaya p.155
linked person David Pirzada p.155
linked person Agung Prabowo p.155
linked person Ronny Venir p.155
linked person Munadi Herlambang p.155
linked person Corina Leyla Karnalies p.155
linked person Toto Prasetio p.155
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.1 ×302
possible — Morgan Stanley p.24
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.24 ×3
unresolved org Kementerian BUMN p.21 ×5
unresolved org Internasional · Anggota p.24
unresolved org PT BNI Life Insurance p.24
unresolved org PT BNI Multifinance p.24
unresolved org BNI Remittance Ltd. p.24
unresolved org PT Bank Hibank Indonesia. Keuangan p.24
unresolved org PT Sejahtera Rambah Asia p.25
unresolved org Departemen ESG p.40
unresolved org Departemen ESG Management p.40
unresolved org Pemerintah Provinsi Jawa Tengah p.54
unresolved org Bank Indonesia p.56 ×6
unresolved org Kota Nusantara p.87
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.87
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.88
unresolved org Kementerian BUMN. Kegiatan EVP p.88
unresolved org Kementerian Kelautan dan Perikanan p.94 ×2
unresolved org Milik Desa p.96
unresolved org Kementerian BUMN. Kontribusi p.98
unresolved org Bank Goes p.101 ×2
unresolved org Kementerian Pendidikan p.102
unresolved org Menteri BUMN p.103
unresolved org Kementerian Adapun p.105
unresolved org Kementerian BUMN. Turnover Penjelasan p.113
unresolved org Milik Negara. Adapun p.116
unresolved org Departemen Manajemen Lingkungan p.134 ×2
unresolved person Bab · Komisaris p.140

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result