Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 192
Page 1
Strong Bonds, Great Impact
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 2024 Laporan
Keberlanjutan
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1
Page 2
STRONG BONDS,
GREAT IMPACT
Dalam rangka mewujudkan komitmen untuk
menciptakan perubahan, BNI bertekad
membangun hubungan yang kokoh dengan
seluruh pemangku kepentingan melalui
kolaborasi dan inovasi yang strategis. Sebagai
agent of development, BNI tidak hanya berperan
sebagai mitra, tetapi juga sebagai katalisator
dalam mendukung debitur untuk memperkuat
kesiapan mereka memenuhi ekspektasi investor,
khususnya dalam transisi menuju bisnis rendah
karbon. Selain itu, BNI terus mempererat
hubungan dengan nasabah melalui layanan
unggul dan pengalaman terbaik yang diwujudkan
melalui inovasi digital. Inovasi ini mendorong
kemudahan transaksi dan memperluas akses
nasabah terhadap edukasi keuangan yang mampu
meningkatkan literasi dan pengelolaan keuangan
mereka. Dengan dedikasi ini, BNI berkomitmen
untuk menciptakan dampak yang lebih besar,
positif, dan berkelanjutan di bidang ekonomi,
sosial, maupun lingkungan.
Pernyataan Mengenai Masa Depan
Dalam dokumen ini mungkin terdapat rencana, proyeksi, strategi, dan tujuan Perseroan, yang bukan merupakan
pernyataan fakta historis dan perlu dipahami sebagai pernyataan mengenai masa depan berdasarkan hukum yang
berlaku. Pernyataan mengenai masa depan tergantung pada risiko dan ketidakpastian yang dapat menyebabkan keadaan
dan hasil aktual Perseroan di masa depan berbeda dari yang diharapkan atau diindikasikan. Tidak ada jaminan bahwa
hasil-hasil yang diantisipasi oleh Perseroan, atau diindikasikan oleh pernyataan-pernyataan mengenai masa depan, akan
tercapai.
Laporan Keberlanjutan 2024
2 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 3
Daftar Isi
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan 6 BNI UNTUK MASYARAKAT 90
Dukungan Kami pada Tujuan 10 Pilar Tumbuh Bersama Masyarakat 92
Pembangunan Berkelanjutan 4 Literasi dan Inklusi Keuangan 99
Komitmen dan Strategi Keberlanjutan 14 Berbagi Nilai Tambah dengan 103
BNI Masyarakat
Pesan Direksi 16 Pelibatan Pihak Lokal dalam Rantai 107
Sekilas BNI 20 Pasok
Inisiatif Eksternal dan Keanggotaan 23
Asosiasi BNI UNTUK PEGAWAI 108
Sekilas Laporan Keberlanjutan 24 Pilar
Manajemen Sumber Daya Manusia 110
5 (SDM)
BNI UNTUK INDONESIA 28 Menghormati HAM dan Keberagaman 116
Pilar Menciptakan Kemudahan melalui 30 Pengembangan Kompetensi Pegawai 119
1 Digital Banking Kesejahteraan Pegawai 124
Penerapan Keuangan Berkelanjutan 33 Tempat Kerja yang Sehat, Layak, dan 128
Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan 38 Aman
Menengah (UMKM)
Mendukung Ketahanan Iklim melalui 39 TATA KELOLA KEBERLANJUTAN 130
Pengelolaan Kredit Pilar
DAN PELIBATAN PEMANGKU
Pengelolaan Risiko LST pada Aktivitas 44 6
KEPENTINGAN
Financing
Komitmen pada Penerapan Keuangan 132
Tanggung Jawab Produk dan/atau 56
Berkelanjutan
Jasa Keuangan
Pengawasan dan Evaluasi 136
Praktik Operasi yang Adil dan 57
Pengelolaan LST
Persaingan yang Sehat
Permasalahan, Tantangan, 139
Perkembangan, dan Pengaruh
BNI UNTUK NASABAH 58 terhadap Penerapan Keuangan
Pilar
Sistem Pengamanan Data dan 60 Berkelanjutan
2 Perlindungan Privasi Pelanggan Penerapan Tata Kelola Perusahaan 140
Keamanan Siber 60 yang Baik (GCG)
Pelindungan Finansial Konsumen 67 Tanggung Jawab terhadap Isu-Isu 142
Inovasi dan Pengembangan Produk 68 Etika
dan/atau Jasa Kebijakan Antikorupsi, Antisuap, dan 143
Respons kepada Nasabah dan 69 Anti Fraud
Menghormati HAM Kebijakan APU-PPT dan PPPSPM 146
Akses dan Keterjangkauan 70 Pelibatan Pemangku Kepentingan 147
Pengelolaan Pengaduan 72
Survei Kepuasan Nasabah 74 Verifikasi Pihak Independen 150
Lembar Pertanggungjawaban atas 154
BNI UNTUK LINGKUNGAN 76 Laporan Keberlanjutan
Pilar HIDUP Referensi POJK No. 51 Indeks Standar 156
3 Green Banking 78
GRI, SASB, SUSBA, ACGS
Laporan Obligasi Berwawasan 171
Mengurangi Dampak Perubahan 82
Lingkungan
Iklim melalui Pengelolaan Energi dan
Pengurangan Emisi Lembar Umpan Balik 191
Pengelolaan Limbah 84
Pengelolaan Air 85
Pelestarian Lingkungan dan 86
Keanekaragaman Hayati
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 3
Page 4
2024
Capaian
Rp64.515 Rp21.464 Rp190,5 triliun
Pembiayaan KKUB
miliar miliar 25,0% dari total kredit (Bank only)
Pendapatan Operasional Laba Tahun Berjalan
terdiri dari:
Rp73,4 triliun (38,5%) adalah KUBL
dan Rp117,1 triliun (61,5%) adalah UMKM
Rp4.363 miliar BNI Agen46 menjangkau
27.203 orang pegawai BNI
Realisasi Green Bond di 2024 6.196
lebih dari
52,0% merupakan perempuan
Telah berpotensi menurunkan kecamatan di Indonesia
1.441.983 (ton CO2eq) dengan 20,2 juta rekening
Emisi GRK nasabah
134,1 jam 35% 4,28
Rerata jam pelatihan (skala 1-5)
per pegawai per tahun
(Kategori ‘Baik’) Indeks Kepuasan Nasabah
Indeks Engagement Pegawai
(Net Promoter Score/NPS)
6.215 mitra Rp129,9 miliar USD373,9 juta
Mitra Binaan UMKM Realisasi Dana Program TJSL atau ekuivalen Rp6,0 triliun
dari Rumah BUMN BNI telah menyalurkan
Sustainability Linked Loan (SLL)
0,0000000145 GJ/Rp 0,00000051813
Intensitas Energi Ton CO2eq/Rp
Intensitas Total Emisi GRK
Laporan Keberlanjutan 2024
4 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Cakupan 1, 2, & 3)
Page 5
Penghargaan
Rating BBB The 15th IICD Corporate Medium Risk dengan
MSCI ESG Ratings Governance Award 2024 skor 23,2 – ESG Risk Rating
The Best Overall in Corporate Sustainalytics
Governance pada Kategori Perusahaan
Publik dengan Kapitalisasi Pasar
Terbesar (Big Cap Public Listed
Company)
Predikat Gold Rank – Asia Konstituen Indeks SRI-KEHATI Konstituen Indeks ESG Quality
Sustainability Report Rating Periode Desember 2024 – Mei 2025 45 IDX KEHATI
(ASRRAT) 2024 Periode Desember 2024 – Mei 2025
Indeks ESG Sectors Leaders Sustainability Reporting Most Appreciated ESG
IDX KEHATI Anugerah ESG Republika 2024 Report – ESG Appreciation Night
Periode Desember 2024 – Mei 2025 B Universe 2024
ESG Lowest Risk – Appreciated Circular Appreciated Diversity
ESG Appreciation Night B Economy ESG Report Inclusivity ESG Report
Universe 2024 Investor Daily ESG Appreciation Investor Daily ESG Appreciation
Night 2024 Night 2024
Most Appreciated ESG Finance Sector: Social The Most Trusted Company
Report - Investor Daily ESG Champion – KATADATA ESG Corporate Governance Perception
Appreciation Night 2024 Awards 2024 Index (CGPI) Awards 2024
Integrity & Transparency in SROI Excellent Award Top Corporate Donors,
Impact Award - Investortrust.id Investortrust.id & Bumi Global Healthcare Category
& Bumi Global Karbon Foundation Karbon Foundation YPP SCTV Indosiar
The Most Trusted Company
Corporate Governance Perception
Index (CGPI) Awards 2024
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 5
Page 6
Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
Ekonomi
KINERJA INTERNAL
Uraian Satuan 2024 2023 2022
Pendapatan operasional 64,5 62,7 61,5
Laba bersih 21,5 20,9 18,3
Current Account Saving Account (CASA) 563,3 577,5 557,3
Rp triliun
Penyaluran kredit - total 775,9 695,1 646,2
Penyaluran kredit - UMKM 117,1 113,2 123,2
Dana Pihak Ketiga 805,5 810,7 769,3
KINERJA ASPEK EKONOMI KINERJA
TERKAIT KEBERLANJUTAN KEUANGAN INKLUSIF
Nominal produk dan/ 190,5 181,1 182,9
Jumlah BNI Agen46
atau jasa yang memenuhi
kriteria kategori kegiatan
usaha berkelanjutan 213.370 185.697 164.979
(KKUB)
2024 2023 2022
Rp triliun
Jumlah rekening (Juta)
2024 2023 2022
20,2 20,0 20,0
Persentase total 25,0 26,4 28,5 2024 2023 2022
portofolio pembiayaan
kategori kegiatan usaha
berkelanjutan (KKUB)
Jumlah dana nasabah (Rp triliun)
terhadap total portofolio
kredit 1,1 1,1 0,9
% 2024 2023 2022
2024 2023 2022
Laporan Keberlanjutan 2024
6 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 7
Sosial
KINERJA INTERNAL
52,0 52,2 52,0** 31,2 30,9 29,8 134,1 143,5 191,7
Pegawai Perempuan Rerata jam
perempuan yang pelatihan
dibandingkan menduduki
total pegawai posisi manager
ke atas
% % Jam
2024 2023 2022 2024 2023 2022 2024 2023 2022
200,9 346,2 265,8 35 34 30 4,28 4,26 4,27
Biaya pelatihan Tingkat Indeks
dan pendidikan engagement kepuasan
karyawan pegawai nasabah
(NPS)*
Rp miliar % Skala 1-5
2024 2023 2022 2024 2023 2022 2024 2023 2022
99,9 99,9 99,9 92,1 98,4 88,3
Tingkat Pelibatan
penyelesaian pemasok/pihak
keluhan lokal
nasabah
% %
2024 2023 2022 2024 2023 2022
KEGIATAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL
129,9 129,8 99,7 6.215*** 8.201 7.941
Realisasi Penerima
dana kegiatan manfaat
tanggung Rumah BUMN
jawab sosial BNI
Rp miliar UMKM
2024 2023 2022 2024 2023 2022
*) Penyajian kembali informasi (restatement) pada tahun 2022 dan 2023 karena adanya penyesuaian metode pengukuran.
**) Penyesuaian data karena perbedaan pembulatan.
***) Penurunan disebabkan oleh adanya penutupan Rumah BUMN yang tidak potensial.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 7
Page 8
Lingkungan
KINERJA INTERNAL
Uraian Satuan 2024 2023 2022
Intensitas GJ/Rp 0,0000000145 0,0000000149 0,0000000161
energi terhadap
pendapatan*
Intensitas Ton 0,00000051813 0,00000046081* 0,000000000757
total emisi CO2eq/
GRK terhadap Rp
pendapatan
Penggunaan air m3 1.882.040 1.758.134 1.636.874
Keterangan:
*) Penyajian kembali informasi (restatement) karena adanya penyesuaian satuan.
KEGIATAN TANGGUNG JAWAB LINGKUNGAN
2024 7,2
Realisasi biaya lingkungan **
2023 6,5
Rp miliar 2022 6,5
Program konservasi orang utan 2024 2
2023 2
Ekor 2022 N/A
Penanaman pohon 2024 177.347*
2023 88.023
Bibit
2022 438.000
Program ‘Ayo Menabung 2024 195.349
dengan Sampah’
2023 320.025
2022 316.688
Rekening
*) Perbedaan signifikan jumlah bibit pohon yang ditanam di tahun 2024 dengan tahun sebelumnya
dipengaruhi oleh adanya penambahan program.
**) Penyajian kembali informasi (restatement) dari tahun 2022-2023 karena adanya penyesuaian
pengelompokkan sektor lingkungan berdasarkan Peraturan OJK.
Laporan Keberlanjutan 2024
8 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 9
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 9
Page 10
Dukungan Kami
pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Dukungan dan kontribusi BNI terhadap pencapaian
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dilakukan
dengan menyelaraskan pengelolaan aspek ekonomi
dan LST. Fokus utama BNI adalah mendukung TPB
dalam konteks bisnis perbankan yang memberikan
dampak positif secara berkelanjutan bagi masyarakat
dan lingkungan, baik dalam jangka pendek maupun
jangka panjang.
BNI untuk Indonesia
Strategi dalam Mendukung Target
Capaian 2023 Capaian 2024 Target 2025
TPB 2025
Total kredit UMKM Total kredit UMKM Target kredit UMKM • Meningkatkan keberhasilan eksekusi
per akhir 2023 yaitu per akhir 2024 Rp117,1 2025 Rp126,8 triliun. value chain.
Rp113,2 triliun. triliun. • Meningkatkan akuisisi dari nasabah
eksisting dan ekosistem ekspor.
• Percepatan proses end-to-end untuk
ekspansi yang berkualitas.
Realisasi Kredit Usaha • Realisasi penyaluran • Target gross • Digitalisasi end-to-end proses
Rakyat (KUR) sebesar KUR sebesar Rp11,9 ekspansi KUR kredit, melalui distribusi dataleads
Rp17,82 triliun. triliun kepada 54.075 sebesar Rp17 triliun. melalui BNIMove, integrasi
debitur. • Target gross BNIMove dengan portal yang ada
• Realisasi penyaluran ekspansi BWU di BNI, scoring model berbasis
BNI Wirausaha sebesar Rp19 triliun. big data as predictive analytics,
(BWU) sebesar collection activity system, API
Rp5,97 triliun kepada Services, Anti Fraud Detection
28.787 debitur. System.
• Pengembangan customize product
sesuai kebutuhan pasar, antara
lain Produk Pembiayaan Berbasis
Transaksi Usaha (pembiayaan
likuiditas, invoice financing, dan
retail financing).
• Business partnership, closed
loop ecosystem lending (mitra
Value Chain, digital ecosystem,
dll.), kerja sama dengan
kementerian/lembaga/institusi
untuk pemberdayaan UMKM,
program inkubasi UMKM Go Global
(orientasi ekspor).
Laporan Keberlanjutan 2024
10 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 11
Strategi dalam Mendukung Target
Capaian 2023 Capaian 2024 Target 2025
TPB 2025
Melaksanakan Melaksanakan Climate Pelaksanaan Climate • Bekerja sama dengan konsultan
initial phase of Risk Stress Test (CRST) Risk Stress Test (CRST) terpilih dalam mengembangkan
Climate Risk Stress atas 50% portofolio kredit atas 100% portofolio metodologi perhitungan
Test (CRST) Phase BNI yang mencakup kredit kredit BNI. dan tools untuk membantu
1 kepada beberapa konsumtif kepemilikan perhitungan CRST.
sektor, seperti batu properti dan enam • Perbaikan data untuk
bara, perkebunan sektor utama, yakni meningkatkan keakuratan hasil
kelapa sawit, pulp listrik, transportasi dan stress test.
& paper. pergudangan, konstruksi,
pertanian, manufaktur,
serta pertambangan dan
penggalian.
Total reduksi emisi Total reduksi emisi GRK 80% dana obligasi hijau Penyaluran obligasi hijau sesuai
GRK sebesar sebesar 1.441.983 ton yang diterbitkan pada dengan target sektor dalam
233.749 ton Co2eq CO2eq dari obligasi hijau. tahun 2022 akan jatuh Kerangka Kerja Obligasi Hijau.
dari obligasi hijau. tempo pada tahun 2025
dan akan digantikan
dengan obligasi
keberlanjutan lainnya.
Realisasi Realisasi penyaluran Pengembangan • Sosialisasi program pembiayaan
penyaluran Sustainability Linked eksposur portofolio Sustainability Linked Loan (SLL)
Sustainability Loan (SLL) sebesar Rp6,0 Sustainability Linked untuk Relationship Manager
Linked Loan (SLL) triliun. Loan (SLL). (RM).
sebesar Rp4,6 • Campaign program Sustainability
triliun. Linked Loan (SLL) BNI melalui
event-event ESG yang
diselenggarakan oleh pihak
eksternal.
BNI untuk Nasabah
Strategi dalam Mendukung Target
Capaian 2023 Capaian 2024 Target 2025
TPB 2025
• Tidak Tidak menghadapi Tidak menghadapi • Menerapkan kebijakan keamanan
menghadapi kasus pengaduan terkait kasus pengaduan data/informasi dan meningkatkan
kasus pengaduan kebocoran data. terkait kebocoran sistem manajemen keamanan
terkait kebocoran data. data/informasi melalui edukasi/
data. awareness kepada pegawai &
nasabah, implementasi dan
integrasi teknologi security untuk
memperkuat keamanan aplikasi
dan sistem BNI.
• Peningkatan • Peningkatan jumlah Peningkatan • Meluncurkan berbagai fitur baru
jumlah pengguna pengguna BNI Mobile jumlah pengguna yang dirancang untuk memenuhi
BNI Mobile Banking sebanyak 11,4%. (registered users) kebutuhan transaksi nasabah
Banking sebanyak • Peluncuran aplikasi baru, wondr by BNI menjadi lebih mudah, serta
19,4%. yaitu wondr by BNI, di dengan minimal 10 membantu pengelolaan keuangan
Juli 2024 dengan jumlah juta pengguna. nasabah dengan fitur yang
pengguna (registered modern dan inovatif.
users) mencapai 5,3 juta
pada akhir tahun 2024.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 11
Page 12
BNI Untuk Lingkungan Hidup
Strategi dalam Mendukung Target
Capaian 2023 Capaian 2024 Target 2025
TPB 2025
• Program • Program penanaman • Program Bekerja sama dengan mitra profesional
penanaman 177.347 pohon. penanaman dan kompeten.
88.023 pohon. • Program adopsi 2 170.000 pohon.
• Program individu orang utan • Program adopsi
konservasi 2 dengan bertanggung 4 individu
orang utan. jawab atas biaya pakan, orang utan dan
• Dukungan obat-obatan, enrichment, ekosistemnya.
terhadap program dan laboratorium. • Proses reviu
konservasi Badak • Program konservasi atas program
Jawa di Taman Badak Jawa di Taman lanjutan dari
Nasional Ujung Nasional Ujung konservasi
Kulon (TNUK). Kulon (TNUK) berupa Badak Jawa.
pemetaan genetik.
Strategi dalam Mendukung Target
Capaian 2023 Capaian 2024 Target 2025
TPB 2025
• Intensitas • Intensitas energi sebesar Meminimalkan • Melakukan efisiensi energi di
energi sebesar 0,0000000145 GJ/Rp. peningkatan seluruh kantor BNI.
0,0000000149 GJ/ • Intensitas emisi cakupan intensitas energi • Penetapan target NZE Operasional
Rp. 1, 2, & 3 sebesar dan emisi GRK. tahun 2028.
• Intensitas emisi 0,00000051813 ton • Memperkuat infrastruktur data
GRK cakupan 1, CO2eq/Rp. emisi operasional BNI dengan
2, & 3 sebesar pengembangan emission
0,00000045579 management platform.
ton CO2eq/Rp.
BNI untuk Masyarakat
Strategi dalam Mendukung Target
Capaian 2023 Capaian 2024 Target 2025
TPB 2025
• Realisasi dana • Realisasi dana TJSL • Alokasi dana • Pengelolaan Program TJSL
TJSL sebesar sebesar Rp129,9 miliar. TJSL sebesar dilakukan secara sistematis
Rp129,8 miliar. • 100% mitra binaan Rp166 miliar. dan terpadu untuk memastikan
• Pendampingan Rumah BUMN dilakukan • Pendampingan keberhasilan program.
mitra binaan pendampingan oleh BNI. terhadap UMK • Bekerja sama dengan mitra
Rumah BUMN. Binaan pada 23 profesional dan kompeten.
Rumah BUMN • Pengelolaan dan Pendampingan
berupa berupa UMKM Go Modern, Go Digital,
pelatihan, dan Go Online melalui 23 Rumah
pameran, serta BUMN.
sertifikasi. • Meningkatkan kapasitas dan
kapabilitas mitra binaan melalui
penyelenggaraan pendidikan,
pelatihan, pemagangan,
pemasaran, dan bentuk bantuan
lainnya.
Laporan Keberlanjutan 2024
12 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 13
Strategi dalam Mendukung Target
Capaian 2023 Capaian 2024 Target 2025
TPB 2025
• 778 akumulasi • 794 akumulasi penerima • 800 orang Bekerja sama dengan komunitas
penerima beasiswa beasiswa hingga akhir penerima masyarakat untuk meningkatkan
hingga akhir tahun tahun 2024. beasiswa BNI kualitas program.
2023. • Melakukan Berbagi.
• Melakukan pembangunan • 120 bantuan
pembangunan infrastruktur untuk 100 infrastruktur
infrastruktur untuk 99 sekolah atau instansi dunia
sekolah atau instansi pendidikan serta pendidikan.
pendidikan serta penyediaan sarana dan
penyediaan sarana prasarana di wilayah
dan prasarana di kerja BNI.
wilayah BNI.
BNI untuk Pegawai
Strategi dalam Mendukung Target
Capaian 2023 Capaian 2024 Target 2025
TPB 2025
• 52,2% dari • 52,0% dari total pegawai • 50% dari • Memberikan kesempatan
total pegawai merupakan pegawai total pegawai yang sama untuk laki-laki dan
merupakan perempuan. merupakan perempuan dalam menempati
pegawai • Perempuan yang pegawai posisi yang sama.
perempuan. menduduki posisi di perempuan. • Mekanisme penilaian kinerja
• Perempuan yang atas manager sebanyak • >30% dengan memperhatikan
menduduki posisi 31,2%. perempuan pencapaian Key Performance
di atas manajer yang menduduki Indicator (KPI) yang dilakukan
sebanyak 30,9%. posisi di atas terhadap semua pegawai.
manajerial (AVP • Memberikan dukungan fasilitas
ke atas). bagi pegawai perempuan melalui
kebijakan yang setara seperti
cuti haid; fasilitas penitipan
anak (daycare); cuti melahirkan;
Employee Assistance Program
(EAP) untuk mendukung kesehatan
fisik, mental dan finansial pegawai;
serta ruang menyusui di setiap
gedung.
• Membangun komunitas Srikandi
BNI untuk mendorong seluruh
pegawai, khususnya perempuan
agar saling mendukung,
membangun personal and
professional capability, hingga
belajar hal-hal baru.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 13
Page 14
Komitmen dan Strategi Keberlanjutan BNI [2-22, 2-23, 2-24]
Komitmen
Komitmen BNI dalam mencapai kinerja keberlanjutan dan
menciptakan masa dengan yang lebih baik, terus menerus
diperkuat melalui pelaksanaan kegiatan perbankan yang
bertanggung jawab, menjalankan strategi dan pilar keberlanjutan.
Selain itu BNI juga mendukung penuh peraturan dan kebijakan
pemerintah dan otoritas lainnya untuk mendukung terwujudnya
ekonomi rendah karbon di masa depan.
Kerangka Kerja & Peta Jalan LST
Lingkungan
• Menjalankan manajemen risiko finansial terkait iklim dengan mengacu
pada standar internasional
• Mencapai Net Zero Emission (NZE) Operasional pada tahun 2028 dan NZE
Pembiayaan pada tahun 2060
• Penguatan tata kelola dalam pinjaman LST
• Meningkatkan kesadaran & kemampuan karyawan
• Mempertajam pengungkapan LST
L S Sosial
• Meningkatkan keterlibatan karyawan
T •
•
Peningkatan kemampuan karyawan
Memperkuat data dan perlindungan finansial nasabah
Tata Kelola
• Meningkatkan keberagaman di tingkat Direksi
• Memperkuat keterlibatan Direksi dalam LST
Fokus Jangka Pendek Fokus Jangka Menengah Fokus Jangka Panjang
(2024): (2025-2026): (≥2027):
• Memperkuat • Memperkuat Risk Acceptance Criteria (RAC) • Penerapan manajemen
infrastruktur debitur risiko perubahan iklim dalam
• Menetapkan NZE dan • Memperkuat infrastruktur manajemen risiko operasional bank
Carbon Budget perubahan iklim
• Memperkuat keterlibatan Dewan dalam LST
• Mengoptimalkan pencegahan kehilangan data
Laporan Keberlanjutan 2024
14 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 15
Strategi
BNI telah merancang strategi dengan mengintegrasikan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola
(LST) untuk mendukung pemangku kepentingan serta pelestarian lingkungan dalam mencapai tujuan
keberlanjutan. Kami juga memiliki lima pilar keberlanjutan sebagai wujud nyata komitmennya terhadap
praktik keberlanjutan. Pilar-pilar tersebut didasarkan pada misi BNI untuk memberikan layanan terbaik
dan solusi digital kepada nasabah sebagai mitra bisnis utama, memperkuat layanan internasional guna
mendukung mitra global, meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi para investor, menciptakan
lingkungan kerja yang mendukung karyawan untuk berkarya dengan bangga, serta menunjukkan
kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Selain itu, BNI berupaya menjadi acuan dalam kepatuhan
dan tata kelola perusahaan yang baik di industri.
Pilar Keberlanjutan BNI
BNI UNTUK BNI UNTUK NASABAH BNI UNTUK BNI UNTUK BNI UNTUK PEGAWAI
INDONESIA Memberikan layanan LINGKUNGAN HIDUP MASYARAKAT Menciptakan
Menjalankan bisnis prima, solusi digital, Meningkatkan kualitas Meningkatkan kondisi terbaik bagi
perusahaan dengan perlindungan lingkungan hidup kepedulian dan pegawai sebagai
mengintegrasikan keamanan serta yang sejalan dengan tanggung jawab tempat kebanggaan
kepentingan ekonomi, privasi kepada seluruh pengembangan bisnis. kepada segenap untuk berkarya dan
sosial, dan lingkungan nasabah. lapisan masyarakat berprestasi.
hidup, serta tata kelola. yang sejalan dengan
pengembangan bisnis.
Sepanjang 2024, BNI terus memperkuat mendukung transisi hijau dan pencapaian
komitmennya dengan menjalankan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).
strategi keberlanjutan, yaitu: 4. Terus menerus menciptakan peluang
1. Menjalankan praktik keberlanjutan dan dan inisiatif untuk mendukung keuangan
keuangan berkelanjutan, serta melakukan berkelanjutan. Salah satunya dengan menjadi
monitoring, evaluasi, dan mengukur kinerjanya partner debitur dalam transition journey
setiap tahun, kemudian dilaporkan dalam debitur, melalui acara “BEST” yaitu BNI ESG
Laporan Keberlanjutan. Sustainability & Transition sebagai bentuk
2. Mendukung pencapaian target Net Zero inisiatif BNI mendorong kesadaran debitur
Emissions (NZE) yang ditetapkan pemerintah. menuju transisi hijau. Selain itu, BNI juga
BNI telah menetapkan target ambisius melaksanakan program edukasi bagi debitur
untuk mencapai emisi nol bersih dalam untuk mendukung program transisi pemerintah,
operasionalnya pada 2028 dan dalam melalui Technical Workshop Taksonomi
pembiayaan pada 2060. Langkah ini mencakup Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) bagi
integrasi risiko iklim ke dalam strategi serta debitur-debitur di sektor energi.
peningkatan infrastruktur terkait.
3. Pembiayaan hijau terus ditingkatkan sebagai Melalui strategi tersebut, BNI menunjukkan
bagian dari portofolio keberlanjutannya. Upaya komitmen kuatnya dalam mendorong
ini sejalan dengan komitmen kami untuk pembangunan berkelanjutan dan menciptakan
masa depan yang lebih baik.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 15
Page 16
PESAN DIREKSI [2-11, 2-12, 2-14, 2-22]
Royke Tumilaar
Direktur Utama
Pemangku kepentingan yang terhormat, komitmennya untuk mencapai Net Zero Emission
(NZE) pada tahun 2060, serta menetapkan target
Tahun 2024 adalah tahun yang penuh tantangan dan penurunan emisi melalui Nationally Determined
peluang bagi dunia perbankan, khususnya dalam Contribution (NDC) yang diharapkan tercapai pada
penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh lini bisnis. tahun 2030. Di tahun 2024, kami melihat kemajuan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus signifikan dalam pengembangan keuangan
berkomitmen untuk memainkan peran penting dalam berkelanjutan di Indonesia. Untuk mengurangi
memajukan praktik keuangan berkelanjutan, yang jejak karbon serta meningkatkan inklusivitas dalam
sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sektor keuangan, BNI terus mengintegrasikan
(TPB) dan peran kami sebagai lembaga finansial yang prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek bisnisnya,
bertanggung jawab. mulai dari pemberian kredit untuk proyek ramah
lingkungan hingga penerapan kebijakan internal
Strategi dan Kebijakan dalam Merespons Tantangan yang mendukung pengurangan emisi karbon.
Keberlanjutan
Keberlanjutan bagi BNI adalah elemen fundamental BNI menegaskan langkahnya dalam merespons
yang terintegrasi dalam setiap aspek operasional tantangan perubahan iklim melalui penerapan
perbankan. BNI menggabungkan strategi keuangan berkelanjutan. Direksi menyadari bahwa
bisnisnya dengan prinsip-prinsip keberlanjutan perubahan iklim dapat memiliki dampak signifikan
yang memperhatikan keseimbangan antara faktor terhadap nilai ekonomi, termasuk aset keuangan,
lingkungan, sosial, tata kelola (LST), dan ekonomi. yang dipengaruhi oleh penurunan kualitas
Dalam penerapannya, BNI juga mengembangkan lingkungan hidup. Sejalan dengan hal tersebut, dan
budaya keberlanjutan yang merata di seluruh unit dalam rangka mendukung arahan dari Otoritas Jasa
kerja untuk memastikan bahwa praktik perbankan Keuangan (OJK), BNI telah melaksanakan berbagai
hijau dapat dijalankan secara optimal. langkah strategis terkait keuangan berkelanjutan.
Pada tahun 2024, seiring dengan peluncuran Climate
Perubahan iklim terus menjadi isu global utama yang Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) dan
mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sebagai Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI)
bagian dari upaya untuk mengatasi tantangan ini, pada oleh OJK, BNI telah melakukan Climate Risk Stress
tahun 2022, Pemerintah Indonesia mengumumkan Test (CRST) atas 50% portofolio kredit BNI pada Juni
Laporan Keberlanjutan 2024
16 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 17
2024 untuk mengevaluasi dampak risiko keuangan Langkah ini tidak hanya mendukung kepatuhan
terkait iklim dalam jangka pendek, menengah, dan terhadap regulasi, tetapi juga meningkatkan
panjang, serta melaksanakan penilaian debitur manajemen risiko LST yang lebih tangguh untuk
berdasarkan klasifikasi TKBI di sektor energi. seluruh sektor yang dilayani.
Langkah nyata BNI dalam mendukung pencapaian Keberlanjutan bagi kami bukan hanya sekedar kata
target NZE, yakni melalui pengelolaan aktivitas kunci, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari strategi
pembiayaan, meningkatkan pembiayaan untuk jangka panjang perusahaan. Kami berkomitmen untuk
sektor ramah lingkungan, dan penguatan data terus meningkatkan praktik keuangan berkelanjutan
emisi gas rumah kaca (GRK) cakupan 1, 2, dan 3 kami, dengan memanfaatkan teknologi digital yang
untuk emisi perjalanan dinas dan pembiayaan. inovatif untuk mendukung pengembangan ekonomi
Komitmen BNI dalam mengurangi GRK diperkuat hijau dan inklusif. Sebagai bagian dari upaya ini,
dengan ditetapkannya target pencapaian NZE untuk kami juga aktif mendukung inisiatif pemerintah
operasional pada tahun 2028 dan untuk pembiayaan dalam mencapai target-target TPB, termasuk melalui
pada tahun 2060. Perseroan telah memetakan pembiayaan hijau dan penguatan literasi keuangan
sektor-sektor ekonomi berdasarkan tingkat emisi, berkelanjutan kepada masyarakat.
baik tinggi maupun rendah, yang menjadi dasar
dalam pengelolaan portofolio. Ke depan, BNI akan Komitmen BNI terhadap keberlanjutan didukung
memprioritaskan ekspansi kredit untuk perusahaan kuat oleh seluruh organ tata kelola perusahaan,
dengan emisi rendah, sementara ekspansi ke termasuk Direksi, yang secara aktif mengawasi dan
perusahaan dengan emisi tinggi akan dilakukan mengevaluasi implementasi strategi keberlanjutan.
secara selektif untuk mendukung pencapaian target Melalui forum Sub Komite ESG yang diselenggarakan
NZE secara optimal. setiap triwulanan, Direksi secara konsisten memantau
perkembangan topik-topik penting seperti keuangan
BNI terus memperluas portofolio pembiayaan berkelanjutan, tren LST, dan penerapan strategi
berkelanjutan dengan fokus pada green loan, LST di BNI, guna memastikan bahwa seluruh
Sustainability Linked Loan (SLL), dan green bond. inisiatif keberlanjutan dijalankan secara efektif dan
Melalui SLL, BNI mendukung debitur yang mencapai berkelanjutan.
target keberlanjutan dengan memberikan insentif
pembiayaan. Selain itu, BNI juga memperkuat Penerapan Keuangan Berkelanjutan dan Capaian
pengelolaan green bond, yang semakin berkembang Kinerja Keberlanjutan
sebagai instrumen untuk mendanai proyek-proyek Di sektor ekonomi, BNI membukukan pendapatan
berwawasan lingkungan. Upaya ini mendorong operasional sebesar Rp64,5 triliun, meningkat 2,8%
transisi debitur menuju energi bersih dan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada akhir tahun
keberlanjutan, termasuk bagi perusahaan kecil dan buku, laba bersih BNI tercatat mencapai Rp21,5 triliun,
menengah yang belum menerapkan praktik ramah tumbuh 2,7% dibandingkan tahun 2023. Peningkatan
lingkungan. Selain itu, BNI juga terus berkolaborasi kinerja ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan
dengan regulator, lembaga internasional, dan mitra bunga bersih dan fee-based income yang solid.
strategis untuk memastikan bahwa seluruh produk dan
layanan kami berkontribusi terhadap pertumbuhan Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, BNI
ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. terus memperkuat peranannya dalam penerapan
prinsip LST. Hingga 31 Desember 2024, total kredit
BNI juga memperkuat pengelolaan risiko LST hijau (Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan/
dalam penetapan Risk Acceptance Criteria (RAC). KUBL) tercatat mencapai Rp73,4 triliun dengan target
Implementasi RAC mencakup 22 sektor debitur sebesar Rp71,2 triliun, atau 9,6% dari total kredit.
Corporate, 18 sektor debitur Commercial, dan 10 Selain itu, portofolio SLL telah mencapai Rp6,0 triliun,
sektor Retail Productive dengan menambahkan aspek sejalan dengan upaya mendukung sektor-sektor yang
Hak Asasi Manusia dan K3, serta upaya mitigasi dan berfokus pada keberlanjutan.
adaptasi perubahan iklim dalam operasional debitur.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 17
Page 18
BNI merealisasikan 87,3% penyaluran dana obligasi bahwa setiap pegawai memiliki pengetahuan yang
hijau sesuai dengan kerangka obligasi hijau BNI, cukup dalam mendukung penerapan keuangan
yang disalurkan ke lima sektor KUBL utama, yaitu keberlanjutan dalam operasional bisnis BNI.
Energi Terbarukan, Pengolahan Sampah menjadi
Energi dan Manajemen Limbah, Transportasi Ramah Pengalaman pelanggan juga merupakan aspek
Lingkungan, Gedung Berwawasan Lingkungan, serta penting yang kami jaga. Oleh karenanya, BNI
Penggunaan Sumber Daya Alam dan Penggunaan terus memperkuat komitmen dalam mengelola
Tanah yang Berkelanjutan. Sisanya, 12,7% keamanan data dan keamanan siber sebagai bagian
dialokasikan untuk sektor KUBL lainnya. dari upaya untuk melindungi informasi nasabah,
data perusahaan, serta sistem operasi perbankan
Di sisi lain, BNI juga terus berkomitmen untuk yang kritikal. Sebagai respons terhadap tantangan
meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perkembangan teknologi dan ancaman siber yang
program pemberdayaan dan kemitraan, dengan semakin kompleks, BNI terus melakukan pembaruan
fokus pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan penguatan infrastruktur TI serta sistem keamanan
(UMKM). BNI meyakini bahwa UMKM merupakan yang ada.
pilar penting perekonomian Indonesia, dan
pertumbuhannya berperan vital dalam pemulihan BNI berkomitmen untuk mematuhi standar dan
ekonomi negara. Hingga akhir 2024, BNI telah regulasi yang berlaku dalam rangka memastikan
menyalurkan pembiayaan sebesar Rp117,1 triliun ke perlindungan maksimal terhadap data pribadi
segmen UMKM. Dengan penyaluran ini, BNI terus dan transaksi nasabah. Berbagai inisiatif telah
mendukung UMKM untuk mengakses pembiayaan dilaksanakan, seperti penerapan kebijakan keamanan
yang diperlukan dalam mengembangkan usaha, yang ketat, enkripsi data, serta pemantauan 24/7
sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi terhadap potensi ancaman siber. Untuk memastikan
yang inklusif dan berkelanjutan. pelindungan yang maksimal, keamanan aplikasi
dan sistem telah dilengkapi dengan secure coding,
Dari aspek sosial, BNI terus berupaya menciptakan penetration testing, vulnerability assessments, dan
lingkungan kerja yang aman, nyaman, inklusif, berbagai Security Perimeter Tools yang didukung
dan adil bagi seluruh pegawai. Kami menerapkan oleh Security Operation Center (SOC). Selain itu, BNI
respectful workplace dan menghormati hak asasi juga terus meningkatkan kapasitas dan keterampilan
manusia. Sepanjang 2024, tidak ada laporan terkait pegawai melalui pelatihan berkala mengenai
kasus diskriminasi, maupun kekerasan di lingkungan keamanan siber untuk memastikan bahwa seluruh tim
BNI. Kami rutin melakukan survei kepuasan dan dapat mengidentifikasi, mencegah, dan menangani
keterikatan pegawai setiap tahunnya. Hasil dari ancaman yang mungkin timbul. Pada tahun 2024,
survei yang dilakukan di 2024 yaitu 34% yang tidak ada pelanggaran data maupun kebocoran data
menggambarkan pegawai telah engaged kepada yang dilaporkan pada BNI.
BNI. [406-1]
Dari sisi aspek lingkungan, BNI terus
BNI memberikan kesempatan yang setara bagi mengimplementasikan inisiatif green banking
setiap pegawai untuk mengembangkan karier dalam operasional internal. BNI telah melakukan
dan kompetensinya, termasuk pemahaman inventarisasi emisi GRK dari aktivitas operasional
terkait keuangan berkelanjutan. Di 2024, BNI telah dan pembiayaan, serta membangun infrastruktur
memberikan pelatihan melalui e-learning mandatory untuk memonitor dan mengelola data emisi secara
terkait keuangan berkelanjutan kepada 26.425 lebih efektif. Pada tahun 2024, intensitas total
pegawai. Selain itu, pelatihan dengan topik-topik emisi GRK sebesar 0,00000051813 ton CO2eq/
keberlanjutan spesifik diberikan untuk divisi tertentu Rp, sedangkan intensitas emisi GRK yang dibiayai
yang berkaitan langsung untuk menangani penerapan sebesar 0,00000051513 ton CO2eq/Rp.
keuangan berkelanjutan di BNI. Pelaksanaan semua
pelatihan tersebut bertujuan untuk memastikan
Laporan Keberlanjutan 2024
18 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 19
BNI juga terus melanjutkan program digitalisasi untuk keamanan siber untuk melindungi data nasabah
mengurangi penggunaan kertas dan meningkatkan dan memastikan integritas operasionalnya. Strategi
efisiensi operasional. Setidaknya, penggunaan kertas kami untuk mencapai target tersebut yaitu dengan
berkurang sebanyak 344.300 kg per tahun. BNI juga menerapkan sistem manajemen keamanan data dan
melanjutkan pengelolaan limbah operasional dan siber. Kami juga memiliki kebijakan ketat mengenai
konsumsi energi. Di 2024, kami berhasil mendaur pelindungan data, serta pengelolaan dan pemantauan
ulang kerja sebanyak 39,7 ton. Intensitas konsumsi akses pengguna. Selain itu, BNI juga melaksanakan
energi per pendapatan sebesar 0,0000000145 GJ/Rp. third-party risk assessment untuk mengevaluasi
Dengan langkah-langkah ini, BNI berkomitmen untuk keamanan vendor dalam aspek teknologi, informasi,
terus menjadi agen perubahan dalam mendukung dan siber.
transformasi menuju perekonomian hijau, baik dalam
operasional internal maupun melalui produk dan Dengan menerapkan keuangan berkelanjutan,
layanan yang mendukung keberlanjutan. BNI memiliki peluang besar untuk meningkatkan
kontribusinya di industri keuangan. Kami tidak
Strategi Pencapaian Target Kinerja Keberlanjutan hanya berfokus pada kinerja keuangan, tetapi juga
Target-target kinerja keberlanjutan BNI secara memperhatikan dampak sosial dan lingkungan yang
holistik mencakup target RAKB, RBB, dan key dihasilkan dari setiap kegiatan operasional. Seiring
performance indicators (KPI) Bank. Untuk mencapai dengan peningkatan praktik keberlanjutan, BNI juga
target kinerja dibutuhkan kerja sama dari berbagai berupaya mengoptimalkan prospek dan peluang
divisi yang diawasi oleh manajemen puncak. Selain pada pembiayaan proyek-proyek ramah lingkungan,
itu, pengelolaan risiko yang terintegrasi mencakup inovasi digital banking, serta berbagai kolaborasi
risiko LST dan ekonomi, senantiasa dipantau oleh strategis dengan pemangku kepentingan. Dengan
manajemen guna meminimalkan risiko maupun strategi tersebut, BNI berkomitmen untuk terus
hambatan yang dapat mempengaruhi capaian berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan,
kinerja. mendukung keberlanjutan sosial, serta berkontribusi
pada kesejahteraan masyarakat secara luas.
BNI memahami bahwa menyesuaikan strategi
bisnis dengan upaya transisi menuju ekonomi Penutup
hijau telah menjadi perhatian penting pemerintah Tahun 2024 menjadi momentum penting bagi BNI
Indonesia. Setiap tahun, BNI menetapkan target untuk lebih lanjut memperkuat peran kami sebagai
peningkatan penyaluran kredit ke sektor-sektor yang agen perubahan dalam sektor keuangan yang
berwawasan lingkungan dan mengedukasi debitur mendukung ekonomi yang lebih ramah lingkungan,
untuk mendukung transisi tersebut. Sebagai bagian adil, dan berkelanjutan. Dengan segala langkah
dari komitmen BNI untuk mewujudkan ekonomi strategis yang telah dan akan kami ambil, kami
hijau, BNI mulai menempatkan diri sebagai mitra percaya bahwa BNI akan terus memberikan dampak
strategis debitur dalam melaksanakan transisi hijau. positif, baik bagi nasabah, pemangku kepentingan,
Langkah nyata yang dilakukan oleh BNI adalah maupun masyarakat luas, menuju masa depan yang
dengan memberikan edukasi kepada debitur melalui lebih hijau dan lebih berkelanjutan.
pelaksanaan BNI ESG Sustainability & Transition
Event yang mengajak debitur untuk berperan aktif Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada
dalam implementasi taksonomi di Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan yang
pelaksanaan Workshop Technical Assistant TKBI bagi berkelanjutan dan kepercayaan yang diberikan kepada
debitur di sektor energi. BNI. Kami percaya dengan komitmen dan kerja sama
yang kuat, BNI akan mampu memberikan dampak
Dari sisi transformasi digital, BNI memiliki target positif yang optimal untuk menuju pembangunan
yang berkaitan dengan peningkatan efisiensi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
operasional, perluasan jangkauan layanan, serta Jakarta, Februari 2025
memberikan pengalaman perbankan yang lebih baik
kepada nasabah melalui inovasi digital. Transformasi Royke Tumilaar
digital di BNI diimbangi dengan penguatan sistem Direktur Utama
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 19
Page 20
SEKILAS BNI [2-1]
NAMA PERUSAHAAN KEGIATAN USAHA, PRODUK DAN
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk LAYANAN
ALAMAT KANTOR PUSAT Bergerak di bidang usaha perbankan
Grha BNI dan kegiatan usaha penunjang
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 1 lainnya sesuai dengan Anggaran
Jakarta 10220 Dasar No. 05 tanggal 4 Maret 2024
Telepon : (62-21) 251 1946 WILAYAH OPERASIONAL [2-6]
Surel : bni@bni.co.id
Situs web : www.bni.co.id Beroperasi di 9 negara, yaitu:
PO Box 1946 Indonesia, Singapura, Hongkong,
Jepang, Inggris, Amerika, Korea
Selatan, Belanda, Australia
PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAM PERUBAHAN SIGNIFIKAN PADA BNI
Pemerintah Selama tahun 2024, terdapat
Indonesia perubahan signifikan terkait
60% struktur organisasi/rantai pasok/
pembukaan/penutupan kantor.
• Struktur Organisasi sesuai Memo
CDV No. CDV/2/1069 tanggal 7
Juni 2024
• Pembukaan Kantor Cabang di
Sydney
Masyarakat
40%
PASAR TERLAYANI [2-6]
1 17
Geografis pasar terlayani: kantor kantor 1.583
Indonesia, New York, London, pusat wilayah kantor cabang
pembantu
Hong Kong, Singapura, Tokyo, 197
Seoul, Amsterdam, dan Sydney. kantor
13.388
cabang
ATM/CRM
Sektor dan jenis nasabah terlayani:
• Perbankan Bisnis Koperasi, 6 330 DigiCS
Menengah, dan Kecil entitas anak
• Perbankan Konsumer
• Perbankan Internasional dan
10 jaringan
kantor luar
Tresuri
negeri
Data Jaringan Kantor:
Laporan Keberlanjutan 2024
20 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 21
Visi
Menjadi Lembaga Keuangan yang terunggul
dalam layanan dan kinerja secara berkelanjutan.
Misi
• Memberikan layanan prima dan solusi digital kepada seluruh nasabah selaku
mitra bisnis pilihan utama.
• Memperkuat layanan internasional untuk mendukung kebutuhan mitra bisnis
global.
• Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor.
• Menciptakan kondisi terbaik bagi karyawan sebagai tempat kebanggaan untuk
berkarya dan berprestasi.
• Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab kepada lingkungan dan masyarakat.
• Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik bagi
industri.
Budaya dan Nilai
Untuk mendukung dan mempercepat implementasi nilai-nilai AKHLAK di BNI, transformasi budaya
kerja dilakukan guna menyelaraskan nilai-nilai inti yang dimiliki perusahaan. Nilai AKHLAK yang terdiri
dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, ditetapkan oleh Kementerian BUMN
telah diinternalisasi dalam seluruh lapisan organisasi. Proses internalisasi ini terus diperkuat melalui
penerimaan dan penguatan PRINSIP 46 sebagai keyakinan dan panduan budaya kerja BNI. Langkah ini
menunjukkan komitmen BNI untuk mewujudkan budaya kerja yang mendukung integritas, kolaborasi,
dan keberlanjutan.
AMANAH KOMPETEN HARMONIS LOYAL ADAPTIF KOLABORATIF
Memegang teguh Terus belajar dan Saling peduli Berdedikasi dan Terus berinovasi Membangun
kepercayaan yang mengembangkan dan menghargai mengutamakan dan antusias kerja sama yang
diberikan kapabilitas perbedaan kepentingan dalam sinergis
bangsa dan menggerakan
negara ataupun
menghadapi
perubahan
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 21
Page 22
Skala Perusahaan
Total pegawai (Orang) Total rekening nasabah (Juta)
27.203 27.570 27.170 69,7 69,1 67,6
2024 2023 2022 2024 2023 2022
Pendapatan operasional (Rp triliun) Total jaringan kantor (Outlet)
64,5 62,7 61,5 1.780 1.781 1.808
2024 2023 2022 2024 2023 2022
Total ATM/CRM Total aset (Rp triliun)
13.388 13.390 16.125 1.129,8 1.086,7 1.029,8
2024 2023 2022 2024 2023 2022
Uraian Satuan 2024 2023 2022
Total kapitalisasi: Rp triliun
• Utang (Liabilitas) 962,6 932,0 889,6
• Modal (Ekuitas) 167,2 154,7 140,2
Produk dan Layanan [FN-CB-000.A]
a. Giro 305,7 345,5 314,6
Rp triliun
b. Tabungan 257,5 232,0 242,7
c. Deposito 242,2 233,2 212,0
d. Kredit Bruto 775,9 695,1 646,2
Laporan Keberlanjutan 2024
22 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 23
Inisiatif Eksternal dan Keanggotaan Asosiasi [2-28]
Sebagai wujud dukungan terhadap penerapan Keuangan Berkelanjutan dan prinsip keberlanjutan dalam
operasionalnya, BNI mengadopsi berbagai prinsip dan standar yang mencakup aspek ekonomi, sosial,
dan lingkungan. Standar-standar tersebut meliputi:
European Foundation
for Management International
Tujuan Pembangunan Development Organization for
Global Reporting
Berkelanjutan (TPB): (EFMD) Global CLIP Standardization
Initiative (GRI): untuk
sebagai kerangka (Corporate Learning (ISO): sebagai standar
panduan pelaporan
kerja untuk mencapai Improvement Process): internasional untuk
keberlanjutan secara
pembangunan yang mendukung pengelolaan mutu,
transparan.
berkelanjutan. peningkatan proses lingkungan, dan
pembelajaran lainnya.
korporasi.
Adopsi standar-standar ini mencerminkan komitmen BNI untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke
dalam setiap aspek operasionalnya, guna memberikan dampak positif bagi pemangku kepentingan dan
lingkungan.
Rincian sertifikasi dan akreditasi yang dimiliki:
No. Sertifikasi Masa Berlaku
1 ISO 9001:2015 The provision of trade processing services 23 Desember 2020 - 10 Januari 2024
2 ISO 27001:2013 Sistem Manajemen Keamanan Informasi 16 Januari 2023 - 31 Oktober 2025
3 ISO 9001:2015 Provision of in-House Learning and in Learning/ 26 Maret 2023 - 9 Maret 2026
Digital Learning for BNI Employees
4 ISO 9001:2015 Quality Management System for Banking 18 November 2021 - 5 November 2024
Operations for Guarantee Letter, RTGS, Remittance Services,
Credit and Debit Clearing, Credit Administration, Card
Production & Distribution, State Financial Transaction,
Custodian Services, Jabodetabek Central Cash Services,
Treasury Transaction Services, Trustee Services and Central
Foreign Banknotes Services
5 ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu untuk BNI Contact 2 Agustus 2023 - 13 Maret 2026
Center Services di BSD, Surabaya, & Semarang
6 ISO 9001:2015 Quality Management System untuk Unit HPS 1 Desember 2023 - 11 November 2026
7 ISO 9001/2015: Quality Management System untuk Unit 9 Januari 2024 - 26 November 2026
Manajemen Vendor
8 ISO 9001:2015 Provision of BNI Credit Cards Business 27 Juni 2024 - 26 Juni 2027
9 ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan 1 Januari 2024 - 31 Desember 2026
10 ISO 30301:2019 Management Systems for Records untuk Unit 23 Desember 2024 - 22 Desember 2027
Kearsipan
11 Sertifikat Greenship Gedung Baru V.1.2
• Menara BNI • 30 Januari 2025 - 30 Januari 2028
• Plaza BNI • 26 Oktober 2022 - 26 Oktober 2025
12 Corporate Learning Improvement Process (CLIP) - EFMD Global 22 Desember 2022 – 22 Desember 2027
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 23
Page 24
Keanggotaan pada Asosiasi terkait Keberlanjutan
Asosiasi Peran Lingkup
United Nations Environment Programme Finance Initiatives Anggota Internasional
(UNEP FI)
Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI) Anggota/Pendiri Nasional
Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) Anggota/Pendiri Nasional
Ikatan Ahli Bangunan Hijau Indonesia (IABHI) Anggota Nasional
Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Ketua Bidang 1 Organization Nasional
Development & Workforce
Planning (Direktur Human
Capital & Compliance BNI)
Forum Human Capital Perbankan Indonesia (FHCPI) Anggota Nasional
Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Anggota Nasional
Sekilas Laporan Keberlanjutan [2-2, 2-3, 2-4, 2-5]
Profil Laporan
Laporan Keberlanjutan BNI disusun setiap tahun Selain itu, laporan ini disusun untuk mendukung
sebagai bentuk komunikasi kepada seluruh informasi yang diperlukan oleh pemangku
pemangku kepentingan. Laporan ini menyajikan kepentingan yang mengacu pada lembaga
informasi terkait implementasi keuangan pemeringkatan kinerja LST seperti Sustainalytics
berkelanjutan serta kinerja di bidang lingkungan, dan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
sosial, dan tata kelola (LST). Data yang Data dan informasi yang diperlukan untuk
disampaikan mencakup periode 1 Januari hingga laporan ini disediakan oleh kantor pusat BNI
31 Desember 2024. Dalam proses penyusunannya, serta seluruh cabang di Indonesia. Selain itu,
laporan ini mengacu pada sejumlah aturan dan informasi keuangan yang diungkap mencakup
standar berikut: data keuangan konsolidasi yang telah diaudit
1. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) oleh auditor independen, mencakup beberapa
No. 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan Isi entitas anak BNI, yaitu PT BNI Life Insurance,
Laporan Tahunan dan Peraturan OJK (POJK) PT BNI Multifinance, PT BNI Sekuritas beserta
No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Entitas Anaknya, serta BNI Remittance Ltd., PT BNI
Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Modal Ventura, serta PT Bank Hibank Indonesia.
Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik; Unit kerja terkait bertanggung jawab memastikan
2. Standar Global Reporting Initiative (GRI) 2021, keakuratan dan verifikasi data yang disampaikan.
dengan kesesuaian: in accordance to the GRI
Standards; Laporan Keberlanjutan ini juga disusun dengan
3. Indikator suplemen Sektor Jasa Keuangan mengacu pada prinsip-prinsip keseimbangan,
GRI-G4; komparabilitas, akurasi, ketepatan waktu,
4. Sustainability Accounting Standard Board kejelasan, dan keandalan. Namun kami juga
(SASB) sektor Jasa Keuangan; mencatat adanya data yang dinyatakan kembali
5. Sustainable Banking Assessment (SUSBA) (restated) dengan tujuan memperbaiki data pada
World Wide Fund for Nature (WWF); laporan periode sebelumnya. Hal ini berkaitan
6. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). dengan penyesuaian metode dan cakupan
7. ASEAN Corporate Governance Scorecard perhitungan beberapa data.
(ACGS).
Laporan Keberlanjutan 2024
24 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 25
Seluruh proses penyusunan Laporan Keberlanjutan ini dikoordinasikan oleh Divisi Enterprise Risk
Management. Semua data dan informasi telah ditinjau dan divalidasi oleh semua divisi melalui proses
maker, checker, dan approver oleh PIC Divisi/Satuan sampai dengan level Pemimpin Divisi/Satuan.
Mekanisme reviu mencakup:
• Konsinyering data dan konfirmasi satu per satu per divisi dalam meeting, baik luring maupun daring.
• Wawancara per divisi dalam proses assurance yang difasilitasi oleh pihak independen.
• Sirkulasi dokumen Laporan Keberlanjutan kepada seluruh Direksi yang juga bertindak sebagai anggota
Sub Komite ESG dan Dewan Komisaris untuk mendapatkan tanda tangan persetujuan final.
Verifikasi atas Laporan Keberlanjutan [2-5]
Sesuai dengan Kebijakan Pengadaan Barang dan/atau Jasa, BNI menunjuk PT Sejahtera Rambah Asia
sebagai pihak independen untuk melakukan penjaminan (assurance) terhadap laporan ini. Penunjukan
tersebut didasarkan pada kualifikasi lembaga yang terdaftar di AA1000 dan memiliki pengalaman luas
dalam jasa penjaminan laporan keberlanjutan di Indonesia.
Penjaminan ini bertujuan memastikan kualitas laporan telah sesuai dengan prinsip dan standar
pelaporan keberlanjutan, melalui verifikasi data dan konfirmasi dari seluruh pihak kontributor. Standar
yang digunakan dalam penjaminan adalah Standar AA1000 level moderate dan tipe 2 assurance. Proses
penjaminan dan pemilihan lembaga penjamin dilakukan secara independen untuk memastikan tidak ada
benturan kepentingan antara BNI dan lembaga tersebut. Hasil dari proses penjaminan dilampirkan pada
bagian akhir laporan ini.
Informasi lainnya tentang BNI dapat ditemukan di situs web
kami. Untuk informasi lebih lanjut, input dan saran untuk
perbaikan dan kemajuan laporan ini, silakan hubungi:
Rayendra Minarsa Goenawan
Divisi Enterprise Risk Management
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Grha BNI, Lt. 26
Jl. Jenderal Sudirman Kav.1 Jakarta 10220 Indonesia
Telepon : (62-21) 572 8544
Surel : esg@bni.co.id
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 25
Page 26
Topik Material dan Isu Utama
Topik material ditetapkan berdasarkan isu dan informasi yang memiliki signifikansi tinggi selama periode
pelaporan. Pada tahun 2024, tidak terdapat perubahan topik material dibandingkan tahun sebelumnya tetapi
terdapat penambahan isu signifikan. Penyesuaian topik material dilakukan dengan mempertimbangkan
kegiatan serta isu-isu yang berdampak signifikan sepanjang tahun.
Dalam proses penentuan prioritas topik material, kami melibatkan pihak internal dan eksternal, yaitu akademisi,
manajemen, serta pengamat independen. Pihak internal BNI yang terlibat, di antaranya perwakilan pegawai,
Serikat Pekerja, serta manajemen yang dilibatkan pada tahap diskusi persetujuan prioritas topik material.
Sementara itu, pemangku kepentingan eksternal yang terlibat, yaitu perwakilan dari nasabah, debitur, investor,
Kementerian BUMN yang mewakili pemegang saham dan pemerintah, OJK, media, pemasok, dan masyarakat.
Penentuan ini juga didasarkan pada prinsip keterlibatan pemangku kepentingan, konteks keberlanjutan,
materialitas, dan kelengkapan. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan bagi BNI
dan para pemangku kepentingan telah diidentifikasi melalui proses pemetaan topik material.
Proses Penentuan Topik Material [3-1]
Identifikasi dan asesmen dampak usaha melalui telaah prinsip keuangan
berkelanjutan dengan melibatkan pemangku kepentingan
01 02 03 04
Memahami konteks Identifikasi Asesmen Prioritisasi Topik Material
keberlanjutan Melakukan in Dilakukan analisis terhadap Pada tahap prioritisasi,
Memahami proses depth interview dampak material positif dan manajemen BNI akan
kegiatan usaha BNI dan menyebarkan negatif serta dampak aktual mempertimbangkan risiko,
untuk mengidentifikasi kuesioner ke pemangku dan potensial dari proses peluang, dan tantangan
dampak kegiatan kepentingan untuk usaha BNI. Selain itu, analisis terkait aspek ekonomi, sosial,
usaha. BNI juga menggali isu signifikan juga dilakukan terhadap dan lingkungan. Lebih lanjut
memperhatikan dan topik-topik yang hasil isu dan topik yang dilakukan prioritas dari dampak
acuan standar sektor menjadi perhatian teridentifikasi menggunakan yang paling signifikan dari topik-
keuangan dari GRI, mereka. double materiality approach di topik material untuk disampaikan
SASB, serta SUSBA mana memperhatikan: dalam laporan keberlanjutan.
pada proses ini. • financial materiality Divisi ERM terlibat dalam diskusi
terhadap penciptaan nilai penentuan topik material,
di masa depan. kemudian menyampaikannya
• impact material terhadap kepada Direksi melalui forum
aspek lingkungan, sosial, rapat Direksi yang dihadiri oleh
dan ekonomi. jajaran Direksi dan Anggota
Tetap Sub Komite ESG untuk
mendapatkan persetujuan akhir.
Setiap topik material pun telah
diintegrasikan dalam rencana
anggaran keuangan BNI.
Daftar Topik Material
01 02 03 04
Keamanan Data Kinerja Manajemen Ketahanan
dan Keamanan Ekonomi Portofolio Hijau Iklim
Siber
Laporan Keberlanjutan 2024
26 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 27
Keamanan data dan Manajemen Portofolio Hijau
Keamanan Siber • Kebijakan kredit terkait
• Keamanan data dan privasi lingkungan hidup
pelanggan • Manajemen risiko lingkungan,
• Manajemen risiko siber sosial, dan tata kelola (LST)
• Pemanfaatan Artificial • Penyaringan dan pemantauan
Intelligence (AI) kredit terkait lingkungan hidup
• Inovasi digital 01 03 • Transisi energi dan portofolio
hijau
Topik Material
dan Isu-isu
Signifikan [3-2]
02 04
Kinerja Ekonomi Ketahanan Iklim
• Dukungan terhadap ekonomi • Tata kelola terkait iklim
rendah karbon • Strategi manajemen risiko iklim
• Nilai ekonomi yang dihasilkan • Manajemen risiko terkait iklim
• Nilai ekonomi yang • Matriks dan target terkait iklim
didistribusikan • Perhitungan emisi GRK dari
• Pajak pembiayaan
• Inisiatif pengurangan energi dan
emisi
Tanggapan Manajemen atas Umpan Balik Laporan Tahun Sebelumnya
Kami mengucapkan terima kasih atas umpan balik Secara bertahap, BNI telah melakukan tindak
yang diberikan oleh para pemangku kepentingan lanjut atas hal-hal yang menjadi perhatian
dan lembaga pemeringkatan LST terkait Laporan pemangku kepentingan terhadap kinerja
Keberlanjutan 2023. keberlanjutan kami. Ke depannya, BNI
berkomitmen untuk terus meningkatkan
Beberapa hal yang menjadi perhatian untuk kami kualitas laporan secara bertahap dan
tingkatkan kinerja maupun informasinya dalam laporan memenuhi kebutuhan informasi guna
ini, antara lain: menjawab harapan para pemangku
• pelaksanaan proses penentuan topik material yang kepentingan dengan lebih baik.
melibatkan pemangku kepentingan eksternal, telah
berhasil kami lakukan;
• mengadopsi metodologi Partnership for Carbon
Accounting Financials (PCAF) secara penuh
dan memperluas cakupan perhitungan emisi
pembiayaan yang mencakup seluruh segmen kredit
produktif;
• pengelolaan cybersecurity;
• pengelolaan risiko iklim;
• penilaian aspek lingkungan dan sosial bagi
pemasok/vendor/kontraktor.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 27
Page 28
PILAR
01
BNI UNT UK INDONESIA
“BNI terus mendukung pertumbuhan
ekonomi nasional dengan
memanfaatkan peluang ekspansi
yang sejalan dengan visi pemerintah,
seperti peningkatan PDB, pengentasan
kemiskinan, serta program sektoral di
bidang infrastruktur, ketahanan energi
dan pangan, pemberdayaan usaha
kecil dan mikro, serta hilirisasi industri,
pertanian, perikanan, dan perumahan.”
Laporan Keberlanjutan 2024
28 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 29
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 29
Page 30
Menciptakan Kemudahan melalui Digital Banking
BNI memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan
layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan di era digital.
Melalui inovasi produk dan transformasi digital, BNI berfokus
pada efisiensi operasional dan peningkatan profitabilitas.
Digitalisasi layanan disesuaikan dengan kebutuhan nasabah,
melibatkan berbagai unit kerja, dan didukung oleh pemantauan
sistem yang berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, BNI
memastikan keandalan solusi digital yang memberikan nilai
tambah bagi nasabah dan mitra bisnis.
Digitalisasi Meningkatkan Pengalaman Pelanggan dan Daya Saing
Bank
Transformasi digital BNI masih terus berkembang Selain itu, di 2024 juga diluncurkan inovasi Aplikasi
sepanjang 2024. BNI menargetkan adanya efisiensi Contact Center Digital berbasis AI dan NLP untuk
operasional, peningkatan pengalaman pelanggan, interaksi yang lebih cepat dengan nasabah, serta
serta pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Beberapa aplikasi ‘wondr by BNI’ yang menawarkan layanan
integrasi teknologi digital ke dalam bidang bisnis keuangan dalam dimensi Insight, Transaction, dan
BNI, di antaranya: Growth. Untuk nasabah bisnis, BNI melakukan
transformasi digital platform BNIdirect yang
kini dapat menyediakan solusi transaksi
• Menyesuaikan format outlet BNI lengkap, seperti manajemen kas, rantai pasok,
dengan lokasi dan karakteristik perdagangan global, valuta asing, dan piutang
demografis; dalam satu platform terintegrasi. Fitur-fitur pada
• Menggunakan teknologi Artificial BNIdirect membantu bisnis dalam memantau
Intelligence/AI dan cloud; kondisi keuangan secara real-time, mendukung
• Melakukan inovasi pada platform pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat,
digital untuk memberikan pelayanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
terbaik;
• Mendukung transformasi bisnis Di sisi lain, BNI berkolaborasi dengan Bluebird
digital pihak lain, bekerja sama melalui integrasi BNI API One Gate Payment.
dengan mitra. Aplikasi tersebut akan mempermudah transaksi,
memantau arus kas, dan memungkinkan
disbursement real-time untuk lebih dari 20.000
BNI memperkuat transformasi digital dengan mitra. Solusi ini juga mempercepat pembayaran
teknologi AI dan cloud untuk meningkatkan tagihan dan mendukung efisiensi operasional.
efisiensi operasional dan daya saing. Teknologi Kolaborasi ini menciptakan nilai tambah dan
ini akan mendukung adaptasi digital di berbagai manfaat bagi banyak pihak, sejalan dengan
segmen bisnis, seperti UMKM dan korporasi. AI komitmen BNI untuk menyediakan layanan
digunakan untuk layanan personalisasi, deteksi perbankan digital yang adaptif dan relevan dengan
penipuan, dan conversational banking, sementara kebutuhan nasabah.
cloud meningkatkan efisiensi proses dan
produktivitas pegawai.
Laporan Keberlanjutan 2024
30 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 31
Memperkuat Profitabilitas perbankan harus semakin tangkas dan adaptif,
Melalui Digitalisasi meningkatkan kesiapan sistem dan SDM terhadap
BNI telah memiliki Rencana Jangka Panjang perkembangan digital, serta kemampuan untuk
Perusahaan yang dituangkan dalam Corporate Plan monetisasi data. Oleh sebab itu, digitalisasi dan
2024-2028. Proses penyusunan Corporate Plan ini peningkatan produktivitas menjadi dua kata kunci
melibatkan hampir semua pimpinan BNI untuk dalam strategi BNI, yang diwujudkan melalui
membentuk ownership sejak awal penyusunan optimalisasi peran frontliner (Customer Service
sampai dengan implementasinya. Setelah dan Teller) dalam mendukung pemasaran,
analisis mendalam dan diskusi komprehensif penguatan tim penjualan, serta penetapan
yang mempertimbangkan tantangan, peluang, model sales generalist di seluruh kantor wilayah
dan aspirasi pemegang saham, BNI menetapkan dan cabang. Upaya-upaya ini bertujuan untuk
aspirasi jangka panjang di 2028 untuk menjadi memberikan layanan yang optimal, responsif,
“The Bank with Best Technology & People at konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah,
the Core to Serve You”. Arah strategi tersebut sekaligus mengembangkan layanan digital yang
menjadi unique value propositions yang akan mendukung customer journey.
dibangun BNI di masa mendatang dengan fokus
pada tiga area, yaitu Productivity, Platform, dan Di tahun 2024, BNI telah merilis aplikasi digital
Proposition. untuk layanan keuangan personal yang dirancang
dengan platform teknologi terkini, yaitu ‘wondr
Berdasarkan Corporate Plan 2024-2028 tersebut, by BNI’. Aplikasi ini diluncurkan pada 5 Juli 2024,
fokus Perseroan di tahun 2024 adalah melanjutkan bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-78
perbaikan produktivitas melalui pengembangan BNI. Dikembangkan melalui riset mendalam dan
kapabilitas, role redesign, optimalisasi jaringan mengacu pada standar industri global, platform
kantor dan analytics, serta membangun dan ini dirancang untuk menjadi game changer bagi
memperbaiki platform guna meningkatkan BNI dan industri perbankan Indonesia. Hingga
layanan dan client experience. Fokus ini akhir tahun 2024, ‘wondr by BNI’ telah diunduh
dituangkan dalam enam strategi utama di 2024, lebih dari 6 juta kali, dengan tingkat pengguna
yaitu: (registered users) sebesar 86,3% terhadap total
1. Meningkatkan ekspansi bisnis nasabah top tier diunduh.
dengan memperkuat manajemen risiko.
2. Meningkatkan platform digital untuk Pada bulan Oktober 2024, Perseroan meluncurkan
optimalisasi transactional banking dan cross fitur-fitur baru pada BNIdirect, yaitu platform
selling yang fokus pada peningkatan Asset digital yang dirancang khusus untuk nasabah
Under Management (AUM), CASA, dan Fee wholesale. Layanan ini menyediakan portal
Based Income (FBI) yang berkelanjutan. terintegrasi, termasuk cash management, trade,
3. Memperkuat jaringan bisnis melalui dan bank guarantee, yang telah digunakan oleh
optimalisasi outlet. 170 ribu pengguna. Sepanjang 2024, volume
4. Mengembangkan jaringan bisnis internasional transaksi sebesar Rp7.931 triliun yang meningkat
dalam mendukung penetrasi pasar global. 23,3% yoy.
5. Memperkuat human capital dan IT untuk
meningkatkan produktivitas. Digitalisasi juga merambah aspek operasional
6. Optimalisasi BNI Grup dalam upaya dan layanan, seperti pembukaan rekening
memperkuat posisi perusahaan anak. digital melalui biometrics, digital loan, digital
investment, digitalisasi BNI Agen46 (branchless
Disrupsi teknologi telah menghadirkan perubahan banking), dan otomasi aspek operasional lainnya,
preferensi nasabah serta memunculkan serta pemanfaatan big data melalui kapabilitas
persaingan baru dari bank digital dan pelaku jasa data analytics. Untuk meningkatkan pengalaman
keuangan nonbank (fintech). Untuk menyikapinya, nasabah, BNI juga melakukan transformasi digital
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 31
Page 32
di outlet secara bertahap. Customer experience ini dibangun
melalui penyesuaian format outlet BNI berbasis digital Kinerja Perbankan Digital
dengan menyesuaikan lokasi maupun karakteristik dari
outlet tersebut.
Langkah digitalisasi di area bisnis ini dalam jangka panjang
akan bermanfaat untuk meningkatkan porsi dana murah
(CASA) BNI, maupun mendorong pendapatan BNI dari 191 T*
Volume Transaksi
fee-based transaksi. Digitalisasi di aspek operasional
memberikan manfaat, seperti otomatisasi pekerjaan,
peningkatan service level, dan efisiensi biaya operasional.
Pengelolaan biaya umum dan administrasi (G&A) yang
efisien memungkinkan alokasi anggaran ke area yang lebih
produktif, seperti pengembangan IT dan human capital, yang
akan menciptakan multiplier effect bagi kinerja keuangan 1.495,4 T (23,0%)
BNI. Volume Transaksi
Transformasi digital menjadi pendorong utama kinerja
positif BNI di 2024. BNIdirect dan wondr by BNI telah
menegaskan komitmen BNI dalam memperkuat layanan
digital. BNIdirect dirancang untuk segmen wholesale
23,3%
banking yang memudahkan nasabah bisnis mengakses Pertumbuhan volume transaksi BNIdirect
berbagai layanan melalui satu platform terintegrasi. wondr
by BNI telah menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan
lebih dari 80% nasabah tabungan BNI menggunakan layanan
tersebut. BNIdirect pun mendukung produk unggulan
BNI, yaitu Xpora yang berfokus pada pelaku Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) berorientasi ekspor. Xpora
membantu UMKM dalam meningkatkan kapasitas bisnis dan
18,0 T (16,7%)
memperluas pasar ke tingkat internasional. Dengan sinergi Volume Transaksi
layanan ini, BNI terus memperkokoh posisinya sebagai mitra
*) Belum terdapat perbandingan secara YoY
strategis di era digital, baik bagi individu maupun pelaku karena baru diluncurkan pada Juli 2024
bisnis.
Laporan Keberlanjutan 2024
32 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 33
Penerapan Keuangan Berkelanjutan
Topik Material:
• Kinerja Ekonomi
• Pengelolaan Portofolio Hijau
Pendekatan Kami [3-3]
BNI menerapkan praktik perbankan yang bertanggung jawab dengan fokus pada
keuangan berkelanjutan dan pengelolaan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola
(LST). Setiap tahun, BNI menetapkan target untuk meningkatkan kinerja ekonomi
dan pembiayaan hijau. Untuk mencapai target kinerja ekonomi, BNI menjalankan
transformasi digital dan memperkuat kinerja intermediasi sejalan dengan pemulihan
nasional. Pengelolaan kinerja ekonomi berada di bawah pengawasan Direktur Keuangan.
Sementara itu, pada pengelolaan portofolio hijau, BNI mengacu pada POJK No. 51 dan
Pedoman Internal KUBL dengan terus berupaya untuk meningkatkan portofolio hijau
dan pencapaian kinerja lingkungan dari green bond. BNI akan menilai calon debitur
berdasarkan pengelolaan LST mereka. Penilaian awal aspek LST dalam proses kredit
dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang berlaku di BNI. Proses ini melibatkan
sejumlah divisi, termasuk Corporate Banking, International, Enterprise Banking,
Commercial Banking, Institutional Banking, Syndication & Structured Finance, Retail
Productive Banking, Small Business & Program, serta divisi terkait risiko kredit. Di
bawah pengelolaan Divisi Enterprise Risk Management, dan Policy Governance, BNI
mengelola portofolio hijau dan secara berkala melakukan evaluasi terhadap kebijakan
kredit dan aspek LST yang relevan dengan mengacu pada POJK No. 51 dan POJK No. 60
yang diperbarui menjadi POJK No. 18. Direktur Manajemen Risiko bertanggung jawab
mengawasi pengelolaan portofolio hijau BNI.
Sebagai bank milik negara yang menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan keuangan
berkelanjutan di Indonesia, BNI berkomitmen untuk terus menginternalisasi prinsip-
prinsip keberlanjutan, salah satunya dengan komitmen pembiayaan untuk aktivitas
keberlanjutan. Berdasarkan monitoring dan evaluasi, secara keseluruhan portofolio
hijau mencapai Rp73,4 triliun dengan target sebesar Rp71,2 triliun, atau sekitar 9,6%
dari total portofolio kredit BNI. Penyaluran kredit hijau BNI mencakup berbagai sektor,
termasuk energi baru terbarukan (EBT) dengan total pembiayaan Rp13,0 triliun. Selain
itu, pembiayaan sektor transportasi ramah lingkungan sebesar Rp2,3 triliun, serta
pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan yang berkelanjutan sebesar
Rp32,4 triliun. Adapun pendapatan operasional tercatat Rp64,5 triliun naik 2,8% dari
tahun lalu, dengan laba bersih Rp21,5 triliun naik 2,7%. Sebagai bagian dari upaya
mendorong transisi energi, BNI senantiasa memberikan dukungan melalui pemberian
SLL yang mencapai Rp6,0 triliun. Selanjutnya, BNI mendukung penerapan Taksonomi
Keuangan Berkelanjutan Indonesia sebagai upaya mencapai komitmen net zero
emission Indonesia.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 33
Page 34
Kinerja Ekonomi
Kinerja ekonomi BNI di 2024 tercatat positif. BNI
mencatat perbaikan pendapatan bunga bersih
dan pendapatan nonbunga. Laba bersih BNI
mencapai Rp21,5 triliun didorong oleh pulihnya
pendapatan operasional dan kualitas aset yang
terjaga dengan baik.
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan dan Didistribusikan (Rp miliar) [201-1]
Uraian 2024 2023 2022
a. Nilai ekonomi yang dihasilkan
Pendapatan bunga - neto 40.480,2 41.275,7 41.320,6
Pendapatan premi - neto 1.723,8 1.659,3 1.551,5
Pendapatan operasional lainnya 22.310,9 19.812,4 18.599,6
Jumlah 64.514,9 62.747,4 61.471,7
b. Nilai ekonomi yang didistribusikan
Biaya operasional (di luar gaji pegawai) 23.820,9 24.140,3 26.117,0
Pengeluaran untuk gaji dan tunjangan pegawai 13.948,1 12.833,7 12.456,0
Dividen 10.454,7 7.324,8 2.724,6
Pajak 4.911,1 4.533,5 4.204,9
Pengeluaran untuk kegiatan masyarakat 129,9 129,8 99,8
Jumlah 53.264,7 48.962,1 45.602,3
c. Nilai ekonomi yang ditahan (A-B) 11.250,2 13.785,3 15.869,4
Kinerja ekonomi BNI mencatat peningkatan Ketentuan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021
pendapatan operasional sebesar Rp64.515 miliar, Pasal 17 ayat (2b) tentang Harmonisasi Peraturan
tumbuh 2,8% dibanding dari tahun 2023, sementara Perpajakan mengatur bahwa Wajib Pajak Dalam
laba bersih tercatat Rp21.464 miliar, tumbuh Negeri dapat memperoleh tarif Pajak Penghasilan
2,7% dibanding dari tahun sebelumnya. Sebesar Badan sebesar 3% lebih rendah dari tarif sebesar
Rp53.264 miliar dialokasikan untuk pemangku 22% apabila memenuhi persyaratan sebagai
kepentingan melalui remunerasi dan tunjangan berikut:
pegawai, dividen untuk pemegang saham, pajak 1. Berbentuk Perseroan Terbuka;
untuk pemerintah, pembayaran kepada pemasok 2. Dengan jumlah keseluruhan saham yang
lokal dan nonlokal, serta kontribusi donasi dan disetor diperdagangkan pada bursa efek di
pemberdayaan. [201-1] Indonesia paling sedikit 40%; dan
3. Memenuhi persyaratan tertentu.
Laporan Keberlanjutan 2024
34 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 35
Sesuai ketentuan tersebut di atas, pada tahun Pemangku kepentingan yang utama dalam hal
2024, BNI dapat memenuhi persyaratan dimaksud perpajakan adalah pemerintah melalui otoritas
sehingga tarif pajak yang digunakan dalam perpajakan. Untuk itu, BNI senantiasa membina
perhitungan Pajak Penghasilan Badan tahun 2024 hubungan baik dengan otoritas perpajakan,
adalah sebesar 19%. Dengan adanya insentif pajak, namun tanpa terlibat dalam advokasi kebijakan
pada tahun 2024, BNI menyetorkan pajak sebesar publik terkait perpajakan maupun upaya-upaya
Rp4.134 miliar kepada pemerintah. [201-4] lain untuk mempengaruhi otoritas perpajakan. BNI
mematuhi seluruh peraturan perundangan yang
Pendekatan BNI terhadap pajak dalam memenuhi dikeluarkan oleh otoritas perpajakan. Informasi
kewajiban perpajakan didasari oleh kepatuhan pada mengenai perpajakan selengkapnya dapat diakses
seluruh peraturan perundangan perpajakan yang dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan
berlaku yang dikeluarkan oleh otoritas perpajakan. Konsolidasi BNI tahun buku 2024 yang diterbitkan
Dalam pelaksanaannya, BNI telah menetapkan terpisah dari laporan ini. [207-1, 207-2, 207-3]
proses yang komprehensif dan terstruktur, seperti
mengidentifikasi, mengelola, dan memonitor risiko
pajak melalui monitoring dan rekonsiliasi yang
dilakukan secara berkesinambungan. [207-1, 207-2]
Portofolio Keberlanjutan
Komitmen BNI dalam menerapkan keuangan berkelanjutan dilakukan melalui integrasi prinsip keberlanjutan
dalam setiap langkahnya. Di 2024, BNI telah mencapai portofolio hijau sebesar Rp73,4 triliun dengan target
sebesar Rp71,2 triliun, yang mencakup sekitar 9,6% dari total portofolio kredit. Kredit hijau BNI mencakup
sektor Energi Baru Terbarukan (EBT), transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya alam dan
lahan berkelanjutan, dan kategori lainnya. Sebagai bagian dari dukungannya terhadap transisi energi, BNI
terus memberikan dukungan pembiayaan kepada debitur melalui Sustainability Linked Loan (SLL), yang
tercatat mencapai Rp6,0 triliun.
Di samping itu, untuk mendukung pertumbuhan sektor riil di Indonesia, BNI menyalurkan kredit untuk
UMKM. Per akhir 2024, portofolio UMKM mencapai Rp117,1 triliun. Kredit UMKM menjadi salah satu
bagian dari fokus praktik keuangan berkelanjutan di Indonesia, di mana pengelolaan aspek sosial erat
dengan pertumbuhan UMKM yang menyerap tenaga kerja lokal, kaum rentan, pemberdayaan perempuan,
maupun kaum marginal.
Portofolio Kredit Berdasarkan Segmen Operasi (Rp miliar) [FS6][FN-CB-000.B]
2024 2023* 2022*
Segmen Operasi
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Corporate 440.959 56,8 374.203 53,8 323.044 50,0
Medium (Enterprise & Commercial) 100.422 12,9 102.460 14,7 112.462 17,4
Small 75.752 9,8 84.892 12,2 97.210 15,0
Consumer 142.492 18,4 124.487 17,9 109.602 17,0
Perusahaan Anak 16.247 2,1 9.043 1,3 3.870 0,6
Total Kredit 775.872 100,0 695.085 100,0 646.188 100,0
Keterangan:
*) Penyajian kembali informasi (restatement) karena adanya penyesuaian kategori portofolio.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 35
Page 36
Portofolio Kredit KKUB (Rp Miliar) [FS8]
2024 2023 2022
Uraian
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
a. Energi terbarukan 13.003 0,8 10.216 5,6 10.872 5,9
b. Efisiensi energi 13.635 7,2 14.460 7,9 14.033 7,7
c. Pencegahan dan pengendalian polusi 2.913 1,5 3.855 2,1 4.003 2,2
d. Pengelolaan SDA dan penggunaan lahan yang 32.401 17,0 26.599 14,7 19.695 10,8
berkelanjutan
e. Konservasi keanekaragaman hayati darat dan 0 0 0 0 26 0
air
f. Transportasi ramah lingkungan 2.333 1,2 2.317 1,3 2.020 1,1
g. Pengelolaan air dan air limbah yang 897 0,5 572 0,3 314 0,2
berkelanjutan
h. Adaptasi perubahan iklim 0 0 0 0 0 0
i. Produk yang dapat mengurangi sumber daya 1.650 0,9 1.190 0,7 1.011 0,6
dan menghasilkan lebih sedikit polusi (eco-
efficient)
j. Bangunan berwawasan lingkungan yang 4.522 2,4 5.620 3,1 7.394 4,0
memenuhi standar atau sertifikasi yang diakui
secara nasional, regional, atau internasional
k. Kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang 2.039 1,1 3.053 1,7 398 0,2
berwawasan lingkungan lainnya
Jumlah Portofolio Pembiayaan Kategori Kegiatan 73.393 38,5 67.882 37,5 59.769 32,7
Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
l. Kegiatan UMKM 117.121 61,5 113.224 62,5 123.165 67,3
Jumlah Portofolio Pembiayaan Kategori Kegiatan 190.514 100,0 181.106 100,0 182.934 100,0
Usaha Berkelanjutan (KKUB)
Catatan: Data hanya berasal dari BNI selaku entitas induk yang menjalankan kegiatan perbankan.
Mendukung Proyek Transisi Energi
Indonesia tengah mengembangkan berbagai proyek transisi energi, di mana
salah satunya adalah penggunaan energi terbarukan sebagai sumber energi
pembangkit listrik. Pada periode 2024, BNI telah membiayai beberapa pembangkit
listrik dengan sumber energi terbarukan, salah satunya adalah Pembangkit Listrik
Tenaga Bayu (PLTB) dengan kapasitas 75 Megawatt peak (MWp) yang terletak di
Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
dengan kapasitas 25 MWp yang terletak di Karangasem, Provinsi Bali.
Mendukung Penggunaan Transportasi Ramah Lingkungan
Indeks kualitas udara di kota besar di Indonesia menjadi salah satu perhatian
masyarakat. Demi kontribusi nyata untuk memperbaiki indeks kualitas udara di
Jabodebek, BNI mendukung penggunaan transportasi ramah lingkungan melalui
pembiayaan moda transportasi massal Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta-Bogor-
Depok-Bekasi dengan kapasitas pengangkutan penumpang hingga 500 ribu
penumpang perhari.
Laporan Keberlanjutan 2024
36 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 37
Bersama Debitur mencapai 3. Perusahaan di sektor industri pengolahan
semen telah mencapai target pengurangan
Target Keberlanjutan emisi karbon yang telah ditetapkan. Untuk
BNI meluncurkan Sustainability Linked Loan
selanjutnya, akan dilakukan evaluasi pencapaian
(SLL), yang ditujukan bagi debitur dengan target
target periode berikutnya bersamaan dengan
keberlanjutan yang selaras dengan strategi bisnis
penerbitan Laporan Keuangan Audited debitur.
mereka. SLL dirancang untuk mendorong debitur
4. Pencapaian target keberlanjutan dari
dalam mengintegrasikan aspek LST ke dalam
perusahaan sektor industri barang dari plastik
operasional mereka, sekaligus memperkuat peran
dan sektor industri produk dari batu bara,
BNI sebagai mitra strategis yang mendampingi
belum masuk ke dalam periode penilaian.
debitur dalam perjalanan menuju praktik bisnis
berkelanjutan.
Obligasi
. Berwawasan
Syarat untuk memperoleh Sustainability Linked Lingkungan/Green Bond
Loan (SLL) mencakup: komitmen, kebijakan, Dana yang diperoleh dari Obligasi Berwawasan
strategi, dan/atau rekam jejak kinerja keberlanjutan Lingkungan akan digunakan secara eksklusif
yang terukur, yang tercantum dalam laporan untuk membiayai atau membiayai kembali
keberlanjutan, laporan pemantauan lingkungan, aset-aset yang secara langsung terkait dengan
atau dokumen sejenis; dokumen Kerangka Kerja “Proyek Berwawasan Lingkungan yang Memenuhi
SLL yang telah mendapat Second Party Opinion Syarat” sesuai dengan Prinsip-prinsip Obligasi
(SPO) dari konsultan independen terakreditasi, Berwawasan Lingkungan. BNI menggunakan
minimal oleh BSN, KAN, atau lembaga akreditasi dana green bond untuk mendukung ekspansi
internasional yang diakui; serta Key Performance bisnis, refinancing, dan reprofiling funding dengan
Indicators (KPI) dan Sustainability Performance mempertimbangkan ketentuan POJK 60/2017,
Target (SPT) yang tertuang dalam dokumen yaitu minimal 70% pembiayaan kategori kegiatan
Kerangka Kerja SLL. usaha berwawasan lingkungan/KUBL
Di 2024, BNI mencatat Sustainability Linked Distribusi Green Bond
Loan mencapai Rp6,0 triliun. Selain itu, BNI telah Dibiayai/
Kategori yang Jumlah yang Alokasi
Dibiayai
mengawasi pencapaian target keberlanjutan Layak Dialokasikan Hasil
Kembali
debitur yang menerima SLL. Beberapa target yang
Energi Dibiayai Rp343 miliar 7,9%
telah dicapai di 2024, yaitu:
Terbarukan Kembali
1. Perusahaan di sektor industri pengolahan baja,
Transportasi Dibiayai Rp2.317 miliar 53,1%
dalam mengimplementasikan sustainability Ramah Kembali
framework dengan target keberlanjutan Lingkungan
berupa perbaikan ESG Risk Ratings. Salah satu Gedung Dibiayai Rp336 miliar 7,7%
debitur mengalami perbaikan peringkat ESG Berwawasan Kembali
Risk Ratings dari sebelumnya 37,2 (High Risk) Lingkungan
menjadi 35,2 (High Risk). Atas perbaikan ESG Pengolahan Dibiayai Rp569 miliar 13,1%
Ratings tersebut, akan dilakukan pemantauan Sampah menjadi Kembali
Energi dan
secara berkala terhadap debitur agar dapat
Manajemen
mencapai ESG Rating yang semakin baik ke
Limbah
depannya.
Penggunaan Dibiayai Rp798 miliar 18,3%
2. Perusahaan di sektor peternakan dan industri Sumber Daya Kembali
pengolahan hasil pangan telah membuat Water Alam dan
Recycling Facilities (WRF) yang berlokasi di Penggunaan
Parung yang merupakan target terakhir dari Tanah yang
Berkelanjutan
total 9 unit WRF yang harus diselesaikan sesuai
Total Rp4.363 miliar 100,0%
SPT untuk periode 2022-2024.
Sumber: Laporan Green Bond Juni 2024
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 37
Page 38
Kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
[FN-CB-240a.1][FN-CB-240a.2]
Portofolio UMKM KUR dan BNI Wirausaha
Pertumbuhan kelompok UMKM telah menjadi Kehadiran BNI sebagai Agent of Development telah
salah satu pendorong utama pemulihan ekonomi memberikan dampak positif bagi perekonomian
Indonesia. Pada akhir 2024, outstanding kredit lokal, terutama dengan meningkatkan akses
UMKM mencapai Rp117,1 triliun, dengan 28,3% keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha
di antaranya berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR). kecil di berbagai daerah. BNI mendukung UMKM
Sementara itu, total portofolio kredit BNI Xpora melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan
mencapai Rp33,6 triliun kepada 18.432 debitur, di BNI Wirausaha (BWU), dengan pinjaman mulai dari
mana 4,6% dari jumlah tersebut merupakan KUR Rp50 juta hingga Rp1 miliar yang dapat diakses di
yang berorientasi ekspor. Tahun 2024, BNI Xpora lebih dari 250 outlet di Indonesia. Pada 2024, BNI
berhasil mendorong 44 ribu UMKM Go Export berkomitmen untuk mempercepat penyaluran
atau naik 0,2% dibandingkan tahun sebelumnya. KUR dan BWU, dengan menyediakan layanan di
Nilai pembiayaan ekspor UMKM turun dari Rp33,9 luar jam kerja untuk akad kredit dan restrukturisasi.
triliun menjadi Rp33,6 triliun. Target penyaluran KUR BNI pada tahun ini adalah
Rp12 triliun, dengan realisasi per akhir tahun
BNI telah memetakan pembiayaan segmen yaitu Rp11,9 triliun atau 99,3% dari target. BNI
UMKM, dengan memberikan alokasi pembiayaan juga mengadopsi digitalisasi penuh dalam proses
UMKM berwawasan lingkungan berasal dari kredit dan menggunakan teknologi untuk penilaian
debitur kredit usaha kecil (KUR) dan BNI Wirausaha kredit yang lebih akurat.
(BWU), seperti Program BUMI (BNI UMKM Ramah
Lingkungan) (Rp38,9 miliar), diikuti oleh BNI Desa
Digital Khatulistiwa (Rp18,6 miliar), dan Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa (Rp67,2 miliar). Ke
depannya, BNI berharap portofolio pembiayaan
UMKM berwawasan lingkungan dapat terus
berkembang, memberikan kontribusi yang lebih
besar terhadap pencapaian green economy.
Laporan Keberlanjutan 2024
38 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 39
Mendukung Ketahanan Iklim melalui Pengelolaan
Kredit
Topik Material:
Ketahanan Iklim
Pendekatan Kami [3-3]
BNI berkomitmen mendukung Net Zero Emission (NZE) dan ketahanan iklim melalui
pengelolaan lingkungan, baik dalam operasional internal maupun ekosistem eksternal.
BNI ini juga memiliki roadmap ESG dengan target pengurangan emisi GRK dan
mendukung NZE. Perwujudan komitmen tersebut juga direalisasikan dalam penerapan
keuangan berkelanjutan. BNI menetapkan target NZE pada 2028 untuk operasional dan
2060 untuk pembiayaan. Komitmen tersebut tercermin dalam portofolio hijau BNI yang
mencapai Rp73,4 triliun, atau sekitar 9,6% dari total kredit, yang telah berkontribusi untuk
mencapai ekonomi rendah karbon di masa depan.
Untuk memperkuat pengelolaan manajemen risiko perubahan iklim, BNI melaporkan
Climate Risk Stress Test (CRST) kepada OJK yang mencakup kredit konsumtif kepemilikan
properti dan enam sektor utama, yakni listrik, transportasi dan pergudangan, konstruksi,
pertanian, manufaktur, serta pertambangan dan penggalian. Sektor-sektor ini mencakup
50% dari total portofolio pinjaman BNI.
Di samping itu, kami juga melakukan efisiensi energi dan reduksi emisi di lingkup
operasional. BNI secara konsisten mengimbau efisiensi energi dan pengelolaan emisi
di semua gedung dan kantor yang dikelolanya. Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada
Ketentuan Pelaksanaan Efisiensi No. JAL/2.2/1799, Efisiensi Penerangan dan Pendinginan
Ruangan No. JAL/3/3564, serta Ketentuan Penggunaan AC Inverter untuk Efisiensi Biaya
Listrik No. JAL/3/1317.
Analisis Risiko Keuangan terkait Iklim [201-2]
Kegiatan operasional BNI tidak langsung berdampak pada lingkungan atau perubahan iklim. Namun,
dengan menyalurkan kredit, kami secara tidak langsung turut membiayai emisi debitur. Oleh karena itu, BNI
mengelola portofolio kredit dengan selektif, melakukan penilaian risiko LST, meningkatkan pembiayaan
KUBL, mengurangi emisi GRK, dan mengukur emisi GRK dari aktivitas pembiayaan. BNI juga mendukung
Inisiatif Keuangan Program Lingkungan PBB (UNEP FI).
BNI sedang melakukan persiapan implementasi IFRS S2 untuk mengelola risiko dan peluang perubahan
iklim, serta mengaitkannya dengan dampak terhadap Laporan Keuangan. BNI telah mengembangkan
kerangka kerja iklim yang mencakup aspek tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target
yang relevan dengan standar IFRS S2.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 39
Page 40
Langkah Awal Penerapan (2023) Progres 2024
Tata Kelola
• Pengelolaan kinerja LST dikelola oleh Departemen ESG • BNI memperkuat organisasi Departemen ESG
Management yang berada di bawah Divisi Enterprise Management melalui penajaman fungsi dan
Management, yang dibentuk sesuai SK DIR No. KP/218/R. penambahan unit kerja untuk mendukung
• Pengawasan atas penerapan kerangka kerja iklim dilakukan penguatan risiko iklim.
oleh Sub-Komite ESG yang terdiri dari Direksi dan SEVP
BNI, serta merupakan bagian dari Komite Manajemen
Risiko dan Anti Fraud.
• Koordinasi dan implementasi kerangka iklim, Sub-Komite
ESG dibantu oleh Supporting Staff Group (SSG), yang
terdiri dari pimpinan divisi dan departemen terkait.
• Pemantauan dan evaluasi terhadap mitigasi risiko iklim
dilakukan melalui pertemuan rutin minimal setiap tiga
bulan, atau lebih sering jika diperlukan.
• Hasil pemantauan akan disampaikan kepada Sub-Komite
ESG untuk pengambilan keputusan oleh Direksi.
Strategi
• Mengembangkan produk berkelanjutan, seperti green • BNI menempatkan diri sebagai partner debitur
bond, SLL, UMKM berorientasi lingkungan, pembiayaan dalam transition journey debitur, melalui
KUBL. program BEST Event yang mendorong
• Melakukan kerja sama dengan strategic partner untuk awareness debitur untuk mulai melaksanakan
menerbitkan produk sustainability bagi individu, serta transisi.
optimalisasi program menabung dengan sampah. • BNI melaksanakan program edukasi bagi
• Menjalankan program efisiensi energi di kantor-kantor debitur untuk mendukung program transisi
operasional. pemerintah, salah satunya melalui Technical
• Menjalankan program nature-based solution. Workshop Taksonomi Keuangan Berkelanjutan
• BNI melakukan koordinasi dengan Perusahaan Anak untuk Indonesia (TKBI) bagi debitur-debitur di sektor
menyelaraskan pelaksanaan Kerangka Kerja LST dan Net energi.
Zero Roadmap di Perusahaan Anak.
Manajemen Risiko
• Membangun infrastruktur data emisi untuk memantau • Melakukan CRST dengan mencakup 50%
emisi operasional di seluruh kantor. portofolio kredit.
• Mengidentifikasi sektor dengan emisi tinggi dalam • Pengembangan tools CRST untuk menilai risiko
portofolio kredit dan mengatur pembiayaan melalui Loan iklim terhadap pembiayaan BNI.
Exposure Limit (LEL). • Melakukan implementasi Taksonomi Keuangan
• Memperkuat kriteria penerimaan risiko untuk 18 sektor. Berkelanjutan Indonesia (TKBI) untuk debitur
• Melakukan uji stres risiko iklim (CRST) untuk sektor Batu sektor energi.
Bara, Kelapa Sawit, dan Pulp & Paper. • BNI melaksanakan penguatan aspek ESG
• Menerapkan Manajemen Keberlangsungan Usaha (BCM) pada Risk Acceptance Criteria (RAC), dengan
untuk mengurangi risiko operasional saat bencana, dengan menambahkan aspek hak asasi manusia (HAM)
prosedur Emergency Response Plan (ERP). dan K3S, serta upaya mitigasi dan adaptasi
• Melakukan penilaian risiko fisik atas jaminan debitur perubahan iklim dalam operasional debitur.
dilakukan dengan identifikasi risiko banjir dan mitigasi • BNI memperluas cakupan RAC dai 18 sektor
melalui asuransi kerugian. menjadi 22 sektor.
Laporan Keberlanjutan 2024
40 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 41
Langkah Awal Penerapan (2023) Progres 2024
Metrik dan Target
NZE Pembiayaan NZE Pembiayaan
BNI menghitung emisi pembiayaan dengan menggunakan BNI mempertajam metodologi dan cakupan
data cakupan 3, mencakup 90,1% debitur segmen Corporate, perhitungan emisi pembiayaan. Pada tahun
termasuk portofolio kredit International, Enterprise, 2024, BNI telah menggunakan metodologi PCAF
dan Commercial, dengan mengadopsi metode dari secara penuh dan melakukan perhitungan emisi
Partnership for Carbon Accounting Financials (PCAF). pembiayaan yang mencakup 70,3% segmen
BNI telah mengidentifikasi emisi yang dihasilkan oleh Corporate, termasuk portofolio kredit International,
pembiayaan berdasarkan sektor ekonomi yang dibiayai Enterprise, Commercial, dan Retail Productive,
dan mengklasifikasikan debitur menjadi dua kategori: emisi yang ada di BNI.
tinggi dan rendah.
NZE Operasional NZE Operasional
BNI menargetkan untuk mengukur emisi operasional secara BNI telah mengukur emisi operasional secara
menyeluruh, mencakup cakupan 1 (BBM-Solar untuk genset menyeluruh, mencakup cakupan 1 (BBM-Solar
dan freon AC), cakupan 2 (penggunaan listrik di Kantor Pusat untuk genset dan freon AC, serta BBM-Kendaraan
dan kantor wilayah/cabang), serta cakupan 3 (emisi perjalanan Operasional), cakupan 2 (penggunaan listrik di
dinas udara dan darat bagi pegawai). Kantor Pusat dan kantor wilayah/cabang), serta
cakupan 3 (emisi perjalanan dinas udara dan darat
bagi pegawai).
Dukungan BNI pada Net Zero Emission [FN-CB-410b.1]
BNI berkomitmen mengurangi emisi GRK melalui pengelolaan
Target Net Zero portfolio kreditnya dengan melakukan identifikasi sektor dengan
Emission BNI emisi tinggi dan mendorong debitur untuk memenuhi ketentuan
BNI Memiliki Target LST serta melakukan transisi. Pada tahun 2024, BNI melakukan
NZE Operasional pada perhitungan emisi GRK dari pembiayaan dengan mengadopsi
Tahun 2028 dan NZE metodologi PCAF dan memperluas cakupan perhitungan emisi
Pembiayaan pada GRK sampai dengan segmen Retail Productive. Perhitungan
Tahun 2060 emisi GRK dari pembiayaan pada tahun 2024 mencakup 70,3%
dari portofolio kredit segmen Corporate, Enterprise, Commercial,
dan Retail Productive, lebih tinggi dari cakupan pada tahun 2023
sebesar 67,9%. [FN-CB-410b.4]
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 41
Page 42
Emisi GRK dari Aktivitas Pembiayaan per Segmen Kredit [305-3][FN-CB.410b.1, FN-CB-410b.2, FN-CB-410b.3]
Outstanding Plafond Emisi GRK Emisi GRK
Segmen 2024 (Ton CO2eq) (Ton CO2eq)
(Rp Miliar) 2024 2023*
Corporate 319.231 27.532.032 21.039.857
International 26.744 2.269.614 2.064.871
Enterprise dan Commercial 32.511 1.234.931 3.093.202
Total 378.486 31.036.577 26.197.929
Retail Productive 75.753 2.196.684 2.520.459
Grand Total 454.240 33.233.262 28.718.388
Keterangan:
*) Penyajian kembali informasi (restatement) karena adanya perubahan metodologi perhitungan dan perluasan cakupan.
Emisi GRK dari Aktivitas Pembiayaan per Sektor Usaha [305-3][FN-CB-410b.1, FN-CB-410b.2, FN-CB-410b.3]
Outstanding Plafond Emisi GRK Emisi GRK
Sektor Usaha 2024 (Ton CO2eq) (Ton CO2eq)
(Rp Miliar) 2024 2023*
Industri Pengolahan 81.832 11.924.154 14.359.584
Perdagangan 86.753 1.027.502 1.135.126
Pertambangan & Penggalian 39.656 8.012.103 2.661.684
Transportasi, Penunjang 23.014 203.863 440.413
Angkutan & Pergudangan
Listrik, Gas, dan Air 27.323 2.415.033 3.997.485
Pertanian, Kehutanan, & 32.669 1.682.017 2.420.032
Perikanan
Real Estate 12.124 35.692 45.604
Konstruksi 53.239 251.809 1.241.307
Lainnya 97.631 7.681.088 2.417.153
Total 454.240 33.233.262 28.718.388
Keterangan:
*) Penyajian kembali informasi (restatement) karena adanya perubahan metodologi perhitungan dan perluasan cakupan.
Laporan Keberlanjutan 2024
42 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 43
Mendukung Target Pemerintah melalui Pelaksanaan CRMS dan CRST
[201-2] [FN-CB-550a.2]
Climate Risk Management & Scenario Analysis 5. Pengangkutan dan Pergudangan
(CRMS) bagi sektor perbankan merupakan 6. Industri Pengolahan (diutamakan pada industri
dukungan nyata dari OJK dalam pengelolaan risiko logam, kertas, kimia, dan tekstil)
terkait perubahan iklim, sekaligus mendukung 7. Kredit Konsumtif Kepemilikan Properti
pencapaian target NZE Indonesia pada 2060.
Sektor perbankan memiliki peran penting dalam Proses ini menjadi langkah awal dalam penilaian
menyalurkan pembiayaan rendah karbon, sesuai risiko debitur dari aspek lingkungan. Perhitungan
dengan kebijakan pemerintah. BNI menjadi salah CRST menggunakan skenario NGFS, meliputi
satu bank yang menandatangani komitmen nol Net Zero 2050 (Orderly), Delayed Transition
emisi karbon bersama OJK. (Disorderly), dan Current Policies (Hot House
World) dengan time horizon tahun 2024, 2025,
BNI menyambut baik peluncuran CRMS dan 2026, 2030, 2040, dan 2050. Cakupan risiko yang
mendukung pelaksanaannya karena selaras diukur merupakan risiko kredit, risiko operasional,
dengan persiapan implementasi IFRS S1 dan S2 risiko pasar, dan risiko likuiditas. Hasil CRST
yang telah dilakukan BNI. Per akhir 2024, persiapan menunjukan bahwa terdapat dampak yang timbul
BNI untuk menjalankan CRMS dimulai dengan: dari ketiga skenario NGFS untuk masing-masing
• Pengembangan tools CRST untuk menilai risiko sektor, yaitu:
iklim terhadap kinerja keuangan dan tingkat 1. Sektor Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas,
kesehatan bank. dan Udara Dingin merupakan sektor yang
• Melibatkan debitur dalam pemenuhan data paling terdampak oleh risiko iklim.
emisi. 2. Dampak risiko fisik terhadap Kredit Konsumtif
• Mengadopsi metodologi Network for Greening Kepemilikan Properti tidak signifikan, namun
the Financial System (NGFS) dalam melakukan risiko fisik cukup berdampak sektor Pertanian,
pelaksanaan CRST. Kehutanan, dan Perikanan.
• Memperkuat organisasi Departemen ESG 3. Dampak risiko iklim berpengaruh kepada nilai
Management melalui penajaman fungsi dan CAR secara jangka panjang pada tahun 2050
penambahan unit kerja untuk mendukung dengan penurunan sebesar 3,4%. Namun
penguatan risiko iklim. demikian, nilai CAR tersebut masih berada pada
• Meningkatkan pemahaman dan kapasitas nilai 18,5% memenuhi rasio CAR minimum
internal dengan mengikuti pelatihan tentang sesuai profil risiko setelah penambahan modal
dampak risiko iklim pada portofolio bank. penyangga atau buffer.
Sementara itu, Climate Risk Stress Testing (CRST) Rencana tindak lanjut dari proyek CRST adalah
menjadi bagian penting dalam pelaksanaan CRMS. sebagai berikut:
BNI telah melakukan CRST untuk menilai dampak 1. Memperluas cakupan perhitungan CRST
risiko perubahan iklim terhadap portofolio bank menjadi 100% dari portofolio kredit produktif.
pada tahun 2024. 2. Mendukung debitur dalam menyusun dan
mengimplementasikan rencana transisi menuju
Perhitungan CRST ini mencakup 50% dari total praktik bisnis yang lebih berkelanjutan, sejalan
portofolio kredit BNI, termasuk enam sektor dengan target pengurangan emisi karbon dan
produktif dan kredit konsumtif kepemilikan adaptasi terhadap risiko iklim.
properti, dengan detail sebagai berikut: 3. Mengintegrasikan aspek risiko iklim secara
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sistematis ke dalam proses analisis kredit,
2. Pertambangan dan Penggalian termasuk penilaian potensi dampak risiko fisik
3. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas, dan dan transisi, untuk memastikan keberlanjutan
Udara Dingin portofolio kredit perusahaan.
4. Konstruksi
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 43
Page 44
Pengelolaan Risiko LST pada Aktivitas Financing
[FS1, FS2, FS3, FS10][FN-CB-410a.2]
Komitmen BNI terhadap penerapan keuangan berkelanjutan diwujudkan dalam konsistensi Bank dalam
menjalankan kebijakan manajemen risiko LST pada proses perkreditan di seluruh segmen kredit yang
dimiliki BNI, mencakup Corporate, Enterprise, Commercial, dan Retail Productive. Dengan prinsip kehati-
hatian, Direktur Manajemen Risiko bersama Komite Kredit bertanggung jawab untuk melakukan penilaian
risiko pada setiap aktivitas pembiayaan. Komite Kredit terdiri dari pejabat yang memiliki kewenangan
untuk mengambil keputusan kredit secara berjenjang. Setiap kredit yang diberikan akan diawasi secara
rutin, dan persetujuan dari Komite Kredit akan diminta melalui proses evaluasi berkala yang dilaksanakan
minimal sekali dalam setahun.
Alur Proses Pipeline Management dengan Mempertimbangkan LST
Leader Generator Pre-Screening
Mencari prospek melalui: Screening awal & pemeriksaan karakter
• Data transaksi Mengurangi prospek yang tidak memenuhi syarat dari awal
• Referral memperhatikan:
• Coldprospect • Risiko bencana per regional
• Kontak pribadi • Kenali potensi disaster
• Asosiasi-asosiasi sector industry • Prioritas peningkatan portofolio di luar daerah potensi disaster
prioritas (geografis, geologis, hidrologis, dan demografis)
Risk Acceptance Criteria
Business • RAC per Sektor Industri yang masuk dalam
Acceptance
Pipeline “Appetite”
Committee
monitoring Flagging • RAC yang lebih ketat per Sektor Industri yang
portofolio hijau masuk dalam “Limited/No Appetite”
• RAC yang ada memperhitungkan aspek LST
Pengelolaan Aspek LST dalam Proses Persetujuan Kredit
Unit Bisnis Divisi Compliance Unit Administrasi
Melakukan pemeriksaan Melakukan Credit Compliance Review Kredit/Divisi Credit
(assessment) terkait (C2R) untuk memastikan bahwa proses Operations
identifikasi risiko dan kredit sudah mematuhi semua ketentuan Melakukan dokumentasi
peluang. yang berlaku, termasuk peraturan administrasi kredit.
perundangan dalam LST.
Unit Risiko (CER, CMR, dan ERM) Komite Kredit
Unit Risiko dengan mempertimbangkan faktor LST, Menganalisis debitur/calon debitur termasuk
melakukan fungsi identifikasi, mengukur, memitigasi, seluruh risiko beserta mitigasi risikonya
memantau, dan melaporkan risiko yang melekat pada berdasarkan pertimbangan dari hasil uji
aktivitas bisnis dengan mengacu pada Industry Risk kepatuhan, untuk kemudian memberikan
Rating (IRR), Industry Risk Appetite (IRA), dan Risk keputusan menyetujui dan/atau menolak kredit.
Acceptance Criteria (RAC) yang ditetapkan oleh Divisi
ERM. Ketentuan yang ditetapkan tersebut juga telah
mempertimbangkan faktor LST.
Laporan Keberlanjutan 2024
44 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 45
Sebelum memberikan pembiayaan kepada calon debitur, BNI
melakukan serangkaian proses penilaian kelayakan kredit yang
melibatkan berbagai fungsi terkait. Satuan Internal Audit turut
berperan dalam pelaksanaan audit untuk mengevaluasi kecukupan
proses pemberian kredit, pengelolaan risiko, dan pengendalian
internal di masing-masing unit. Dalam peninjauan proposal kredit,
kami melakukan identifikasi dan pemantauan terhadap risiko LST.
Kebijakan Pengelolaan Risiko LST di Sektor dengan Risiko
Keberlanjutan Tinggi [FS11][FN-CB-410a.2, FN-CB-550a.2]
BNI memiliki panduan sektor yang mengatur syarat minimum keberlanjutan yang perlu dipenuhi, hal yang
dilarang, dan aspek yang didorong untuk praktik keberlanjutan. Oleh karenanya, BNI memiliki 4 sektor
yang diidentifikasi memiliki risiko tinggi terkait LST, yaitu sektor kelapa sawit, pertambangan, konstruksi,
dan energi.
Beberapa kriteria penilaian risiko LST yang dipersyaratkan oleh BNI, di antaranya:
Segmen Corporate dan Enterprise
Pada tahun 2024, terdapat penambahan 4 sektor baru yang telah memiliki RAC, yaitu sektor pertambangan
batu bara, kontraktor batu bara, perdagangan wholesale, dan perdagangan retail.
Sektor Kriteria Aspek LST
Perkebunan dan Sektor Perkebunan dan Industri Pengolahan Kelapa Sawit:
Industri Pengolahan • Memiliki AMDAL dan izin lingkungan lainnya.
Kelapa Sawit • Tidak terdapat gangguan lingkungan atau sosial dalam 5 tahun terakhir.
• Memiliki PROPER minimal kategori BIRU apabila sudah dinilai.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
Tambahan khusus untuk Sektor Perkebunan Kelapa Sawit:
• Memiliki atau sedang proses sertifikasi RSPO atau ISPO.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak dibawah umur.
• Diprioritaskan kemungkinan dibangun kebun sawit untuk energi (dedicated area) agar tidak
mengganggu kebutuhan pangan dan ekspor.
• Berkomitmen untuk menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, and No Exploitation
(NDPE) dalam kegiatan pembukaan lahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
• Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi pengurangan dampak negatif
terhadap lingkungan dan sosial.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 45
Page 46
Sektor Kriteria Aspek LST
Pertambangan Bijih BNI masuk ke dalam sektor tambang secara terpilih terutama untuk mendukung pembangunan
Logam infrastruktur dan sektor pembangunan strategis lainnya.
Sektor Pertambangan Bijih Logam & Sektor Smelter Refinery:
• Tidak ada berita buruk tentang pelanggaran peraturan lingkungan, baik lokal dan
internasional.
• Diprioritaskan Zero Accidents atau minimal kecelakaan kerja dalam 3 tahun terakhir.
Pekerja telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, mematuhi SOP kerja,
pelatihan kerja & keselamatan diri, asuransi kesehatan dan keselamatan kerja, bekerja
dengan shift.
Tambahan khusus untuk Sektor Pertambangan Bijih Logam:
• Memenuhi minimal PROPER BIRU (apabila telah dinilai) dapat berupa PROPER Pusat
maupun PROPER Daerah.
• Mempunyai tim khusus untuk pelaporan ke BoD untuk mengelola masalah tanggung jawab
sosial perusahaan.
• Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi pengurangan emisi dan pengurangan
dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial.
• Diprioritaskan yang telah memiliki perizinan terkait reklamasi tambang sesuai dengan
kondisi dan potensi daerah setelah pertambangan.
• Telah memenuhi atau memiliki program yang dapat dimonitoring untuk pemenuhan
parameter faktor kualitatif lingkungan, sosial, tata kelola (LST) yang ditetapkan BNI sesuai
dengan ketentuan regulasi.
Tambahan khusus untuk Sektor Smelter Refinery:
• Telah mendapat persetujuan analisis dampak lingkungan (AMDAL), baik izin sendiri atau
melalui kawasan/wilayah usaha.
• Tidak ada berita buruk tentang pelanggaran peraturan lingkungan, baik lokal dan
internasional.
• Mematuhi peraturan tentang polusi udara & kebisingan termasuk dispersi debu.
• Mematuhi peraturan tentang pengolahan air, sedimen, dan air limbah serta pengelolaan
bahan limbah berbahaya (B3).
• Mengelola dampak sosial dan budaya pada masyarakat setempat.
• Konservasi satwa liar/manajemen ekologi habitat lokal.
• Memenuhi kepatuhan atas UU ketenagakerjaan, baik tenaga kerja asing maupun lokal.
• Bagi smelter yang menggunakan energi fossil fuel maka diprioritaskan yang telah
mempunyai salah satu atau lebih dari strategi di bawah ini:
a. Transisi energi; atau
b. Strategi penurunan emisi; atau
c. Strategi penurunan dampak negatif terhadap lingkungan.
Perdagangan • Barang/produk yang dijual bukan berasal dari hasil tambang atau pengolahan yang
Logam dan Bijih bermasalah hukum/ilegal.
Logam • Rekanan/pemasok tidak ada berita buruk tentang pelanggaran peraturan lingkungan, baik
lokal dan internasional.
Laporan Keberlanjutan 2024
46 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 47
Sektor Kriteria Aspek LST
Industri Barang • Telah mendapat persetujuan analisis dampak lingkungan.
Logam (Fabricator) • Bahan baku bukan berasal dari hasil tambang atau pengolahan yang bermasalah hukum/
ilegal.
• Tidak ada berita buruk tentang pelanggaran peraturan lingkungan, baik lokal dan
internasional.
• Mematuhi peraturan tentang polusi udara & kebisingan termasuk dispersi debu.
• Mematuhi peraturan tentang pengolahan air, sedimen, dan air limbah.
• Mematuhi peraturan tentang pengelolaan bahan limbah berbahaya (B3).
• Mengelola dampak sosial dan budaya pada masyarakat setempat.
• Konservasi satwa liar/manajemen ekologi habitat lokal.
• Diprioritaskan Zero Accidents atau minimal kecelakaan kerja dalam 3 tahun terakhir.
Pekerja telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, mematuhi SOP kerja,
pelatihan kerja & keselamatan diri, asuransi kesehatan dan keselamatan kerja, bekerja
dengan shift.
• Bagi Fabricator yang menggunakan energi fossil fuel maka diprioritaskan yang telah
mempunyai salah satu atau lebih dari strategi di bawah ini:
a. Transisi energi; atau
b. Strategi penurunan emisi; atau
c. Strategi penurunan dampak negatif terhadap lingkungan.
Konstruksi Jalan Tol Sektor Konstruksi Jalan Tol & Sektor Konstruksi Sipil dan Bangunan:
& Konstruksi Sipil • Memenuhi dan mematuhi peraturan sub-sektor konstruksi yaitu: hak guna lahan,
dan Bangunan keselamatan & kesehatan kerja karyawan, meminimalisasi polusi, meminimalisasi akibat
bahan-bahan berbahaya, dan menggunakan/menjaga sumber air alami.
• Tidak ada gangguan sosial atau lingkungan dalam 5 tahun terakhir (antara lain: tidak ada
penyerobotan lahan dan ganti rugi lahan yang wajar).
• Mematuhi aturan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
• Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi penurunan dampak negatif terhadap
lingkungan dan sosial.
Ketenagalistrikan • Telah memiliki AMDAL atau rencana Pengelolaan Lingkungan sesuai dengan regulasi di
sektor ketenagalistrikan.
• Memiliki sertifikat atau rencana pengelolaan K3 (bagi debitur ataupun kontraktor).
• Tidak ada gangguan sosial atau lingkungan terkait proyek.
• Telah memenuhi atau memiliki program yang dapat dimonitoring untuk pemenuhan
Parameter Faktor Kualitatif LST yang ditetapkan BNI sesuai dengan ketentuan regulasi.
• Untuk pembiayaan PLTU batu bara diprioritaskan yang telah mempunyai salah satu atau
lebih dari strategi di bawah ini:
a. Transisi energi; atau
b. Strategi penurunan emisi; atau
c. Strategi penurunan dampak negatif terhadap lingkungan.
Real Estate Sektor Real Estate Recurring & Real Estate Non-Recurring:
• Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak pada
kelangsungan usaha.
• Kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah (RT & RW).
• Tepat guna lahan (kesesuaian lahan dengan fungsinya berdasarkan rencana induk (master
plan) kawasan/wilayah), Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Luas Bangunan (KLB).
• Memenuhi dan mematuhi peraturan sub-sektor real estate yaitu: hak guna lahan,
keselamatan & kesehatan kerja karyawan, meminimalisasi polusi, meminimalisasi akibat
bahan-bahan berbahaya, menggunakan/menjaga sumber air alami, dll.
• Memiliki AMDAL atau perizinan lingkungan lainnya.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 47
Page 48
Sektor Kriteria Aspek LST
Telekomunikasi Sektor Kontraktor Telekomunikasi & Sektor Operator dan Data Center:
• Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang berdampak kepada
kelangsungan usaha.
• Memenuhi aturan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
• Memiliki perizinan dari pemerintah setempat untuk pendirian menara telekomunikasi atau
infrastruktur telekomunikasi lainnya.
• Telah memiliki IMB atau perizinan lain yang dipersamakan dengan IMB dan AMDAL serta
perizinan terkait lingkungan lainnya.
Tambahan khusus untuk Sektor Operator dan Data Center:
• Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi penurunan dampak negatif terhadap
lingkungan dan sosial.
Industri Kimia • Minimal PROPER BIRU apabila sudah dinilai.
• Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak kepada
kelangsungan usaha (untuk perusahaan baru merujuk pada grup usahanya).
• Memiliki AMDAL dan izin lingkungan lainnya.
• Memiliki Sertifikat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
• Memiliki manajemen pengelolaan limbah yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
Industri Semen • Memenuhi minimal PROPER BIRU.
• Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak signifikan
kepada kelangsungan usaha atau berhentinya operasional usaha.
• Mematuhi tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
• Telah mendapat persetujuan AMDAL, baik izin sendiri atau melalui kawasan I wilayah usaha.
• Tidak ada berita buruk tentang pelanggaran peraturan lingkungan, baik lokal dan
internasional.
• Mematuhi peraturan tentang polusi udara & kebisingan, termasuk disperse debu.
• Mematuhi peraturan tentang pengolahan air, sedimen, dan air limbah.
• Mematuhi peraturan tentang pengelolaan bahan limbah berbahaya (B3).
• Mengelola dampak sosial dan budaya pada masyarakat setempat.
• Konservasi satwa liar/menajemen ekologi habitat lokal.
• Memenuhi kepatuhan atas UU ketenagakerjaan, baik tenaga kerja asing maupun lokal.
• Diprioritaskan Zero Accidents atau Minimal kecelakan kerja dalam 3 tahun terakhir. Pekerja
telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, mematuhi SOP kerja,
pelatihan kerja & keselamatan diri, asuransi kesehatan dan kesetamatan kerja, bekerja
dengan shift.
• Bagi pabrik yang menggunakan energi fossil fuel, maka diprioritaskan yang telah
mempunyai salah satu atau Iebih dari strategi di bawah ini:
a. Transisi energi; atau
b. Strategi penurunan emisi; atau
c. Strategi penurunan dampak negatif terhadap lingkungan.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
Fast Moving • Perusahaan memiliki AMDAL atau perizinan lingkungan lainnya.
Consumer Goods • Perusahaan memiliki Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).
(FMCG) • Memenuhi ketentuan dan perizinan yang berlaku sesuai jenis usaha.
• Tidak ada gangguan sosial atau lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak pada
kelangsungan usaha.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
Laporan Keberlanjutan 2024
48 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 49
Sektor Kriteria Aspek LST
Rumah Sakit • ISO 14001 tentang sistem manajemen lingkungan yang berkelanjutan.
• Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak pada
kelangsungan usaha.
• Tidak ada berita malapraktik yang berdampak pada kelangsungan usaha.
• Memiliki unit pengelolaan limbah rumah sakit sesuai dengan peraturan pemerintah.
Farmasi • Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak pada
keberlangsungan usaha.
• Tidak pernah ada berita efek samping fatal dari obat yang diproduksi atau dijual.
• Memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh regulator, termasuk AMDAL atau
perizinan lingkungan lainnya.
• Memiliki manajemen pengelolaan limbah yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
Perdagangan • Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak pada
Wholesale keberlangsungan usaha.
• Tidak pernah ada berita efek samping fatal dari produk yang dijual.
Perdagangan Retail • Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang berdampak pada
(Eceran) keberlangsungan usaha.
• Tidak pernah ada berita efek samping fatal dari produk yang dijual.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
Pertambangan Batu • Memenuhi minimal PROPER BIRU (apabila telah dinilai) dapat berupa PROPER Pusat
Bara maupun PROPER Daerah.
• Mempunyai tim khusus untuk pelaporan ke BoD untuk mengelola masalah tanggung jawab
sosial perusahaan.
• Tidak ada informasi negatif tentang pelanggaran peraturan lingkungan dan sosial di lokal
dan internasional dalam 3 tahun terakhir.
• Telah memenuhi atau memiliki program yang dapat dimonitoring untuk pemenuhan
Parameter Faktor Kualitatif lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) yang ditetapkan BNI
sesuai dengan ketentuan regulasi.
• Diprioritaskan Zero Accidents atau Minimal kecelakan kerja dalam 3 tahun terakhir. Pekerja
telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, mematuhi SOP kerja,
pelatihan kerja & keselamatan diri, asuransi kesehatan dan keselamatan kerja, bekerja
dengan shift.
• Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi pengurangan emisi dan negatif
terhadap lingkungan dan sosial.
• Diprioritaskan yang telah memiliki perizinan terkait reklamasi tambang sesuai dengan
kondisi dan potensi daerah setelah pertambangan.
Jasa Kontraktor • Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang berdampak kepada
Pertambangan kelangsungan usaha.
• Memenuhi aturan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
• Diprioritaskan Zero Accidents atau Minimal kecelakan kerja dalam 3 tahun terakhir. Pekerja
telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, mematuhi SOP kerja,
pelatihan kerja & keselamatan diri, asuransi kesehatan dan keselamatan kerja, bekerja
dengan shift.
• Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi pengurangan emisi dan negatif
terhadap lingkungan dan sosial.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 49
Page 50
Di BNI, sektor minyak dan gas (migas) dikategorikan sebagai industri dengan keterbatasan minat (limited
appetite) yang pembiayaannya dilakukan secara selektif. Meskipun RAC kriterianya tidak dikategorikan
secara khusus, prioritas pembiayaan diberikan kepada pemain utama dengan kinerja di atas rata-rata
industri, memiliki kebijakan pengelolaan aspek LST, dan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional
serta cadangan mineral, khususnya yang termasuk dalam 10 besar di Indonesia. Mayoritas perusahaan
migas yang dibiayai bergerak di industri mid-stream dan hilir (pengolahan bahan mentah).
Segmen Commercial
Pada tahun 2024, terdapat penambahan sektor yang akan diimplementasikan pada tahun 2025, yaitu
industri pengolahan umum, jasa umum, perdagangan retail, distributor BBM, dealer kendaraan roda
empat atau roda dua, pabrik kelapa sawit, dan real estate recurring.
Sektor Kriteria Aspek LST
Perdagangan Umum • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Tidak ada produk yang ilegal, produk yang dijual memiliki izin edar/sesuai
standar yang berlaku, dll.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Industri Pengolahan Umum • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Memiliki perizinan AMDAL dan perizinan terkait lingkungan hidup atau
perizinan sejenis sesuai dengan sektor usaha.
• Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Jasa Umum • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Perdagangan Ekspor Impor • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Tidak pernah ada berita efek samping fatal dari produk yang dijual.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Laporan Keberlanjutan 2024
50 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 51
Sektor Kriteria Aspek LST
Industri Kimia, Karet, dan Plastik • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Memiliki AMDAL dan izin lingkungan lainnya.
• Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
• Memiliki manajemen pengelolaan limbah yang sesuai dengan aturan yang
berlaku.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Penyedia Akomodasi • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 4 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW).
• Tepat guna lahan (kesesuaian lahan dengan fungsinya berdasarkan rencana
induk (master plan) kawasan/wilayah), Koefisien Dasar Bangunan (KDB),
Koefisien Luas Bangunan (KLB).
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Transportasi • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
Distributor BBM
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Perkebunan Kelapa Sawit (Hulu) • Memiliki sertifikat ISPO/RSPO atau sedang dalam proses sertifikasi ISPO/RSPO.
• Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
• Memiliki AMDAL dan izin lingkungan lainnya.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
• Berkomitmen untuk menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, and
No Exploitation (NDPE) dalam kegiatan pembukaan lahan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
• Diprioritaskan perusahaan telah mempunyai strategi pengurangan dampak
negatif terhadap lingkungan dan sosial.
• Area kebun tidak berada pada area konservasi, tidak dalam sengketa, dan tidak
melebihi zona konsesi.
Jasa Usaha Persewaan • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 4 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Memenuhi dan mematuhi peraturan yaitu: keselamatan & kesehatan kerja
karyawan, meminimalisasi polusi, meminimalisasi akibat bahan-bahan
berbahaya, menggunakan/menjaga sumber air alami, dll.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 51
Page 52
Sektor Kriteria Aspek LST
Rumah Sakit • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 4 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Tidak ada berita malapraktik yang berdampak pada kelangsungan usaha.
• Memiliki unit pengelolaan limbah rumah sakit sesuai dengan peraturan
pemerintah.
• Tidak mempekerjakan pekerja anak.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Konstruksi • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 4 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Memenuhi dan mematuhi peraturan sub-sektor konstruksi yaitu: hak guna
lahan, keselamatan & kesehatan kerja karyawan, meminimalisasi polusi,
meminimalisasi akibat bahan bahan berbahaya, menggunakan/menjaga
sumber air alami, dll.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Perdagangan Besar Dalam • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
Negeri berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Tidak pernah ada berita efek samping fatal dari produk yang dijual.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Perdagangan Retail • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Tidak pernah ada berita efek samping fatal dari produk yang dijual.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Dealer Kendaraan Roda Empat • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
atau Roda Dua berdampak pada keberlansungan usaha.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Industri Makanan dan Minuman • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Perusahaan memiliki AMDAL atau perizinan lingkungan lainnya.
• Perusahaan memiliki Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan (K3L).
• Memenuhi ketentuan dan perizinan yang berlaku sesuai jenis usaha.
• Tidak mempekerjakan pekerja anak.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Laporan Keberlanjutan 2024
52 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 53
Sektor Kriteria Aspek LST
Pabrik Kelapa Sawit • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 7 tahun terakhir yang
berdampak keberlangsungan usaha.
• Memiliki AMDAL dan izin lingkungan lainnya.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
• Area kebun tidak berada pada area konservasi, tidak dalam sengketa, dan tidak
melebihi zona konsesi.
Real Estate Recurring • Tidak ada gangguan sosial dan lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW).
• Tepat guna lahan (kesesuaian lahan dengan fungsinya berdasarkan rencana
induk (master plan) kawasan/wilayah), Koefisien Dasar Bangunan (KDB),
Koefisien Luas Bangunan (KLB).
• Memenuhi dan mematuhi peraturan sub-sektor real estate yaitu: hak guna
lahan keselamatan & kesehatan kerja karyawan, meminimalisasi akibat bahan-
bahan berbahaya, menggunakan/menjaga sumber air alami, dll.
• Memiliki AMDAL atau perizinan lingkungan lainnya.
• Tidak terdapat kerja paksa atau mempekerjakan anak di bawah umur.
• Perusahaan tidak sedang dalam proses kasus hukum/terlibat kasus hukum
yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha (termasuk yang belum ada
putusan inkracht).
Segmen Retail Productive
Sektor Kriteria Aspek LST
Perdagangan Besar Dalam Negeri
(Wholesale)
Perdagangan Eceran (Retail)
Industri Pengolahan Makanan dan Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 2 tahun terakhir yang berdampak
Minuman pada keberlangsungan usaha.
Industri Kimia
Perdagangan Ekspor Impor
Transportasi Umum
Perkebunan Kelapa Sawit (Hulu) • Area tanam tidak berada pada area tanah gambut dan atau konservasi hutan.
• Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 5 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Tidak ada berita atau isu negatif terkait pembakaran atau penyerobotan
dalam pembukaan lahan.
Konstruksi • Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 4 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
• Memenuhi dan mematuhi peraturan sub-sektor konstruksi yaitu: hak guna
lahan, keselamatan & kesehatan kerja karyawan, meminimalisasi polusi,
meminimalisasi akibat bahan bahan berbahaya, menggunakan/menjaga
sumber air alami, dll.
Penyedia Akomodasi • Tidak ada gangguan sosial/lingkungan dalam 3 tahun terakhir yang
berdampak pada keberlangsungan usaha.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 53
Page 54
Daftar Sektor Pengecualian BNI mendorong penerapan Taksonomi Keuangan
Berkelanjutan Indonesia (TKBI) oleh OJK, melalui
Pembiayaan (Exclusion List) partisipasi aktif sebagai peserta Focus Group
BNI tidak memberikan pembiayaan pada kegiatan
Discussion (FGD) selama proses penyusunan TKBI
usaha yang teridentifikasi terlibat dalam hal-hal
hingga upaya BNI dalam mendorong debitur untuk
berikut ini:
memahami dan melakukan penilaian berdasarkan
1. Dilarang oleh pemerintah.
TKBI. Aksi nyata yang dilakukan oleh BNI adalah
2. Penebangan liar.
melalui penyelenggaraan BEST Event dengan topik
3. Kerja paksa, eksploitasi anak, pelanggaran hak
“Energy Sectors Foresight to Encounter Taksonomi
asasi manusia.
Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI)”
4. Pelanggaran hak masyarakat.
pada tanggal 24 September 2024 dan Technical
5. Dilarang oleh pemerintah apabila
Workshop TKBI pada tanggal 11 Desember 2024.
menghancurkan situs warisan dunia.
Kegiatan tersebut mengundang debitur-debitur di
6. Penjualan dan produksi narkotika.
sektor energi. BNI telah melaporkan penilaian TKBI
7. Industri dan penjualan senjata.
atas debitur di sektor energi kepada OJK untuk
8. Perjudian dan pencucian uang.
periode bulan September 2024.
9. Perdagangan hewan yang dilindungi.
10. Pendanaan terorisme.
Kepemilikan Sertifikat Pengelolaan
Aspek Lingkungan oleh Debitur [FS11]
Pengelolaan Risiko Lingkungan Jumlah
Sertifikat Prinsip
dalam Portofolio Kredit [FS8] Berkelanjutan 2024 2023 2022
Risiko lingkungan dapat mempengaruhi
RSPO/ISPO 49 49 33
perubahan iklim jika tidak ditangani dengan baik.
Untuk itu, BNI memperketat pengawasan terhadap Proses memperoleh RSPO/ 17 9 36
risiko lingkungan dalam pembiayaan, dengan ISPO
memperhatikan industry risk appetite dan risk PROPER Merah 1 0 0
acceptance criteria guna mencegah kerusakan PROPER Biru 59 50 52
seperti deforestasi, polusi, dan kehilangan
PROPER Hijau 5 5 6
keanekaragaman hayati. BNI juga memetakan risiko
PROPER Emas 9 11 7
lingkungan debitur berdasarkan Taksonomi Hijau
Indonesia (THI), serta mengharuskan kepemilikan Sistem Verifikasi Legalitas 15 16 5
Kayu (SVLK)
sertifikat lingkungan sesuai industri, seperti RSPO
dan ISPO untuk kelapa sawit, PROPER untuk sektor
pembangkit listrik, manufaktur, dan tambang, Pada tahun 2024, terdapat 1 debitur BNI yang
serta sertifikasi lain seperti FSC dan ISO 14001. mendapatkan PROPER Merah karena dalam proses
perubahan UKL-UPL. Tindaklanjut yang telah
Klasifikasi Debitur Taksonomi Hijau Indonesia dilakukan adalah:
(THI) Berdasarkan Baki Debet [FS10] 1. Debitur telah mendapatkan persetujuan
Komposisi Komposisi
dokumen pengelolaan lingkungan hidup
Indikator THI* Debitur Debitur dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan
2024* 2023 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tanggal
Hijau 37,6% 25,7% 4 September 2024.
2. Monitoring perbaikan status PROPER.
Transisi 46,5% 37,1%
Tidak memenuhi klasifikasi 15,9% 12,4%
Belum memiliki kategori N/A 24,8%
*) Adanya penyesuaian kategori THI pada tahun 2024 sesuai dengan Surat
OJK No. S-149/PB.21/2024.
Laporan Keberlanjutan 2024
54 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 55
Pengawasan atas Penilaian LST dilakukan oleh unit terkait dan diajukan kepada
Komite Kredit yang berwenang, sesuai dengan limit
Debitur [FS3, FS9] kredit yang berlaku.
Pedoman Perusahaan (PP) Perkreditan Bank
Perusahaan Segmen Corporate, Enterprise,
Sesuai dengan pedoman dan kebijakan perusahaan,
Commercial, dan Retail Productive, serta PP
khususnya di bidang perkreditan, BNI tetap
Perkreditan Konsumer Organik mencakup
mematuhi peraturan terkait debitur atau calon
kebijakan perkreditan yang berlaku untuk setiap
debitur yang diduga atau terbukti bermasalah
segmen kredit. BNI mengawasi kepatuhan
terhadap aspek LST. Upaya yang dilakukan, antara
ketepatan pembayaran, prospek bisnis, dan
lain:
kondisi keuangan debitur. Penerapan prinsip
• Unit Bisnis dan Unit Risiko melakukan verifikasi
kehati-hatian mencakup penerapan kebijakan
terhadap dugaan masalah LST yang melibatkan
pemantauan kredit debitur, pelaksanaan audit
debitur dan fasilitas kredit yang ada atau yang
dan pemantauan portofolio secara berkala,
akan diberikan.
penanganan kredit bermasalah, hingga
• Unit Bisnis dan Unit Risiko, bersama dengan
restrukturisasi kredit.
divisi terkait, melakukan komunikasi dan
koordinasi intensif dengan debitur dan pihak
Satuan Internal Audit telah melakukan audit
eksternal yang relevan sebagai tindak lanjut atas
terhadap debitur yang bisnisnya berpotensi
dugaan masalah LST.
memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.
• Unit Bisnis dan Unit Risiko menganalisis secara
Selama periode pelaporan, audit dilakukan
mendalam dampak masalah LST terhadap
terhadap 55 debitur segmen Corporate dan
debitur, termasuk kinerja keuangan, kemampuan
Commercial, di antaranya berasal dari sektor
pembayaran, dan reputasi, serta dampaknya
transportasi, industri kimia, industri semen,
terhadap BNI, seperti pengamanan aset agunan,
industri serat buatan, konstruksi, real estate,
reputasi, dan potensi masalah hukum.
telekomunikasi, energi listrik, minyak & gas bumi,
• BNI dapat meminta bantuan atau bekerja
FMCG, dan perkebunan kelapa sawit. Dalam
sama dengan pihak eksternal yang memiliki
melaksanakan proses audit, Satuan Internal Audit
kompetensi dan independensi dalam menangani
menyusun Rencana Audit dan Konsultasi (RAT)
masalah tersebut.
yang dilakukan melalui pendekatan audit berbasis
risiko (risk based audit/RBA).
Berdasarkan hasil verifikasi, komunikasi, koordinasi
intensif, dan analisis mendalam, BNI akan
Eskalasi Penanganan Kredit yang mengambil langkah-langkah tindak lanjut sesuai
Bermasalah terhadap Aspek LST dengan ketentuan perjanjian kredit dan regulasi
Implementasi aspek LST oleh debitur/calon debitur yang berlaku, antara lain:
beserta kepatuhannya terhadap seluruh regulasi • Memberikan batas waktu kepada debitur untuk
terkait telah menjadi salah satu faktor dalam menyelesaikan permasalahan LST jika dianggap
analisis dan pemantauan kredit. Apabila terdapat debitur mampu menyelesaikannya.
indikasi permasalahan dan pelanggaran aspek LST, • Mengenakan denda atau meningkatkan suku
maka akan dilakukan analisis untuk mengevaluasi bunga, jika masalah LST berpotensi merugikan
penyebab dan potensi dampaknya terhadap kredit BNI secara material.
yang akan dan telah diberikan. • Menghentikan sementara atau menonaktifkan
fasilitas kredit bagi debitur, atau menunda/
Jika pelanggaran bersifat sementara dan menghentikan proses pengajuan kredit bagi
dampaknya rendah, unit terkait akan menangani calon debitur sampai ada kepastian atau
untuk membantu debitur memenuhi kembali penyelesaian masalah LST.
ketentuan BNI. Namun, jika pelanggaran bersifat • Meminta debitur untuk menyelesaikan atau
permanen dan berdampak besar, penanganan akan melunasi fasilitas kredit.
• Melakukan tindakan lain berdasarkan hasil
analisis BNI atau rekomendasi pihak eksternal.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 55
Page 56
Tanggung Jawab Produk dan/atau Jasa Keuangan
Produk/Jasa yang Sudah Dampak Positif dan Negatif
Dievaluasi Keamanannya bagi Produk/Jasa Keuangan
Pelanggan [417-1][FS15] Berkelanjutan
BNI memastikan bahwa 100% produk dan BNI selalu melakukan evaluasi terhadap dampak
jasa keuangan yang diluncurkan telah melalui dan risiko sebelum meluncurkan produk atau jasa
evaluasi keamanan yang menyeluruh. Upaya ini keuangan baru. Setiap produk atau jasa dirancang
mencerminkan komitmen BNI dalam melindungi untuk meminimalkan risiko LST dan dampak negatif,
privasi pelanggan melalui Pemberitahuan Privasi sembari memaksimalkan manfaat positif. Salah satu
yang dapat diakses pada situs web resmi BNI. contoh produk/jasa yang keuangan berkelanjutan
Evaluasi melibatkan beberapa divisi, antara lain dengan dampak positif, di antaranya KUBL, BNI
Divisi Compliance untuk memastikan kepatuhan UMKM Ramah Lingkungan (BUMI), Jejak Kopi
terhadap regulasi; Divisi Legal untuk menganalisis Khatulistiwa, SLL, dan pembiayaan transisi energi.
risiko hukum; Divisi Enterprise Risk Management
untuk mitigasi risiko; Divisi Operational Risk Program inklusi keuangan, seperti menabung dengan
Management untuk mitigasi risiko operasional; sampah, berperan penting dalam meningkatkan
Satuan Internal Audit melakukan independent kesadaran lingkungan di kalangan pelajar dan
review terhadap produk yang terkait electronic masyarakat. BNI Agen46 yang telah menjangkau
channel BNI dengan memberikan pendapat atas daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) turut
karakteristik produk dan kecukupan pengamanan memperkuat akses perbankan bagi masyarakat
sistem TI terkait produk tersebut serta kepatuhan yang sulit mengakses layanan tersebut. Selain itu,
terhadap ketentuan peraturan perundang- produk dan layanan perbankan digital membawa
undangan dan/atau best practice yang memenuhi tantangan terkait risiko, seperti keamanan data,
standar internasional; dan Satuan TI yang privasi pelanggan, dan potensi kejahatan siber. Untuk
memeriksa aspek operasional, teknologi, serta itu, BNI juga memastikan penggunaan infrastruktur
melaksanakan Post Implementation Review (PIR). IT yang andal guna memperkuat sistem keamanan
data.
Hasil PIR akan menentukan langkah selanjutnya;
jika ditemukan kekurangan, akan dilakukan Pelatihan Pegawai terkait
penyempurnaan dan PIR akan dilakukan kembali.
Produk dan jasa yang memenuhi syarat dari segi
Pelindungan Keuangan Konsumen
BNI telah melaksanakan pelatihan terkait pelindungan
operasional, teknologi, dan risiko akan disetujui
keuangan konsumen yang mencakup berbagai topik,
oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan
antara lain Pelindungan Konsumen & Masyarakat;
sebelum diluncurkan ke masyarakat. Pada tahun
Identifikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan;
2024, tidak ada produk atau jasa keuangan baru
Kuasai Literasi Tingkatkan Keamanan Bertransaksi;
dari BNI yang menerima pengaduan maupun yang
Implementasi PDP: Kesadaran Data Privasi dan
ditarik kembali setelah dirilis.
Pelindungan Data; Business Ethic dengan rata-rata
frekuensi 3 kali untuk setiap pegawai. Pelatihan
ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman
karyawan tentang pentingnya menyediakan informasi
yang jelas dan akurat mengenai produk keuangan,
serta memastikan bahwa proses penjualan dilakukan
dengan cara yang jujur dan transparan sehingga
dapat tercipta budaya layanan yang berorientasi
pada kepentingan dan pelindungan konsumen.
Laporan Keberlanjutan 2024
56 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 57
Praktik Operasi yang Adil dan Persaingan yang Sehat
[2-23, 2-27, 206-1, 415-1, FS15][FN-CB-510a.1]
BNI menjalankan praktik operasional yang adil Selain itu, BNI menjaga keberlanjutan rantai nilai
dengan mematuhi undang-undang, peraturan, di sektor-sektor terkait, dari manajemen SDM
norma sosial, dan kode etik. Komitmen ini tercermin hingga pengembangan produk, layanan, dan
dalam pengelolaan aset intelektual, hubungan teknologi informasi, dengan tetap memperhatikan
yang adil dengan pemangku kepentingan, serta isu-isu hak asasi manusia, privasi pelanggan, dan
penghindaran konflik kepentingan dengan pelestarian lingkungan. Pada tahun 2024, BNI
pemasok, kompetitor, atau pihak terkait. Kami juga tidak terlibat dalam perkara pidana atau perdata,
menegakkan prinsip antikorupsi, antisuap, dan anti dan tidak dikenakan sanksi atau denda terkait
fraud di lingkungan kerja, serta mematuhi undang- pelanggaran praktik persaingan sehat. BNI juga
undang antimonopoli dan mendorong persaingan tidak memiliki keterlibatan dalam politik, baik
yang sehat. BNI menjaga hubungan saling percaya dalam bentuk kontribusi uang atau barang, baik
dengan mitra kerja dan pemasok sesuai dengan langsung maupun tidak langsung, dan seluruh
kode etik, dan pakta integritas. Praktik operasi pegawai BNI tidak tergabung dalam partai politik.
yang adil melibatkan dan menjadi tanggung jawab Selain itu, BNI telah menerapkan kebijakan dan
divisi terkait sesuai dengan tugas dan kewenangan prosedur penyediaan dana yang sehat dengan
masing-masing. menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan
menghindari adanya benturan kepentingan.
Kebijakan operasi yang adil berupa kebijakan anti korupsi dan kebijakan
pemenuhan hak-hak debitur yang dapat diakses pada situs web BNI:
https://www.bni.co.id/id-id/perseroan/tata-kelola/panduan-kebijakan
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 57
Page 58
PILAR
02
BNI UNT UK NASABAH
“Sebagai bagian dari upaya
transformasi digital dan komitmennya
untuk menyediakan layanan perbankan
yang merata, BNI terus berinovasi
dengan menyesuaikan format outlet
digital sesuai dengan kebutuhan lokasi
dan karakteristik masing-masing. Selain
itu, BNI juga memperluas jangkauannya
ke wilayah Tertinggal, Terdepan,
dan Terluar (3T) melalui BNI Agen46,
memastikan akses layanan perbankan
bagi masyarakat di seluruh Indonesia.”
Laporan Keberlanjutan 2024
58 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 59
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 59
Page 60
Sistem Pengamanan Data dan Perlindungan Privasi
Pelanggan [FN-CB-230a.2]
Topik Material:
Keamanan Data dan Keamanan Siber
Pendekatan Kami [3-3]
Dalam menghadapi transformasi digital, BNI terus mengembangkan layanan perbankan
digital untuk mempermudah nasabah. Namun, perkembangan teknologi ini juga membawa
tantangan, terutama terkait dengan keamanan data dan perlindungan privasi pelanggan dari
ancaman cybercrime. Oleh karena itu, BNI berkomitmen untuk mengelola risiko tersebut
dan memastikan bahwa upaya pelindungan data menjadi bagian dari penghormatan
terhadap hak asasi manusia.
BNI terus memperkuat infrastruktur teknologi dan inovasi digital, dengan fokus pada data
analytics, pengalaman pelanggan, dan perluasan kerja sama. Hal ini dilakukan bersamaan
dengan penguatan sistem manajemen keamanan data. Kami juga mematuhi peraturan
yang mengatur perlindungan privasi nasabah, seperti peraturan OJK No. 1/OJK.07/2013
dan Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, Peraturan OJK
No. 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Data Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa
Keuangan, serta PBI No. 3 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen Bank Indonesia.
Komitmen utama BNI adalah untuk mencegah kebocoran data. Keamanan data dan privasi
pelanggan menjadi tanggung jawab Divisi Chief Information Security Officer (CISO), yang
berada di bawah pengawasan Direktur Teknologi dan Operasional (DIR TOP). Selain itu,
BNI juga memiliki Komite Manajemen Teknologi yang bertugas memberikan rekomendasi
kepada Direksi terkait kebijakan dan strategi pengembangan teknologi informasi. BNI juga
berkomitmen melindungi data pribadi nasabah dalam rangkaian pemrosesan data pribadi
di BNI untuk menjamin hak subjek data pribadi.
Hasil monitoring dan evaluasi di 2024 terkait keamanan data dan privasi nasabah yaitu
BNI tidak menghadapi kasus pengaduan terkait kebocoran data maupun pelanggaran data.
Selain itu, tidak ada pengaduan terkait penyalahgunaan data nasabah oleh pihak ketiga.
[FN-CB-230a.1]
Laporan Keberlanjutan 2024
60 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 61
Sistem Manajemen Keamanan Data
Untuk menjaga keamanan data nasabah, BNI yang digunakan sebagai pembelajaran dan
mengimplementasikan sistem pengamanan dasar untuk perbaikan di masa depan. Selain
berlapis yang mencakup tiga aspek utama: people, itu, BNI juga memiliki Cyber Security Incident
process, dan technology. Pada aspek people, BNI Response Team (CSIRT) yang secara proaktif
secara terus-menerus meningkatkan pengetahuan menangani semua insiden keamanan internal.
dan kesadaran pegawai terkait keamanan informasi 2. Melakukan identifikasi terhadap aktivitas
melalui berbagai saluran, seperti latar belakang mencurigakan dan serangan siber, termasuk
layar, buletin internal, dan platform digital melakukan threat hunting dan penutupan
perusahaan. Selain itu, BNI juga melakukan edukasi situs web palsu yang mengatasnamakan BNI.
kepada nasabah mengenai pentingnya keamanan Sebagai langkah preventif untuk mengurangi
informasi melalui, petugas cabang, media sosial, risiko penipuan, Tim Cyber Threat Intelligence
pesan singkat, dan situs web resmi. BNI secara akan melaporkan aktivitas transaksi kartu
rutin melakukan evaluasi dan pemeriksaan untuk debit yang terindikasi telah memasukkan data
memastikan bahwa pengamanan data nasabah mereka pada situs web palsu.
berjalan dengan efektif. BNI juga menginvestasikan 3. Mengedukasi karyawan dan nasabah tentang
sumber daya untuk mengembangkan teknologi keamanan informasi untuk meningkatkan
yang dapat menjaga keamanan informasi, baik kesadaran risiko keamanan, dengan mendorong
bagi bank maupun nasabah. praktik aman seperti tidak membagikan
password dan PIN. Situs web bni.co.id juga
Pelaksanaan sistem manajemen keamanan data di menyediakan tips pengamanan transaksi
BNI, mencakup kegiatan berikut: melalui BNI e-Banking, seperti Internet
1. Memiliki sistem keamanan yang andal Banking, ATM, SMS Banking, Mobile Banking,
melalui Security Operation Center (SoC), dan wondr by BNI.
yang melakukan pemantauan aktif 24 jam 4. Untuk melindungi kenyamanan dan keamanan
sehari, 7 hari seminggu, untuk mendeteksi nasabah, BNI telah memiliki Fraud Detection
ancaman keamanan secara cepat dan efisien. System (FDS) yang dapat memantau transaksi
Pemantauan ini mencakup keamanan pada mencurigakan, baik melalui kartu debit, kartu
Endpoint, Network, Aplikasi, dan Server. kredit dan e-channel.
Setiap insiden yang berhasil dimitigasi akan 5. Audit keamanan dilakukan secara rutin untuk
dilaporkan bersama dengan hasil analisisnya, menilai efektivitas sistem dan mengidentifikasi
area yang perlu perbaikan.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 61
Page 62
6. Mengintegrasikan pelindungan data dalam Peningkatan Kesadaran
pengembangan produk dan layanan dengan
melibatkan tim keamanan dan privasi data,
Pelanggan
BNI terus meningkatkan pengetahuan pelanggan
untuk memastikan kepatuhan terhadap standar
untuk mencegah kebocoran data dan kejahatan
dan regulasi yang berlaku.
siber. Sesuai arahan OJK, BNI secara aktif
7. Menerapkan sistem Data Loss Prevention
mengedukasi nasabah mengenai pelindungan
(DLP) sebagai perlindungan perimeter untuk
data melalui berbagai saluran baik luring maupun
mencegah pencurian data kredensial dan akses
daring. BNI juga mensosialisasikan pentingnya
ilegal terhadap data rahasia.
keamanan data nasabah dan mengimbau nasabah
8. Mengimplementasikan Endpoint Detection
untuk menjaga kerahasiaan informasi pribadi
and Response (EDR) untuk memantau aktivitas
seperti PIN transaksi dan OTP, serta segera
endpoint secara real-time dan merespons
menghubungi BNI Call jika kartu hilang, dicuri,
insiden keamanan serta potensi ancaman.
atau ada kejanggalan transaksi.
9. Menerapkan Network Access Control (NAC)
untuk meningkatkan kontrol dan manajemen
akses jaringan, mencegah akses yang tidak sah, Pelindungan Data Pribadi
serta memastikan perangkat yang terhubung BNI menjaga kerahasiaan dan melindungi data
memenuhi standar BNI. pribadi nasabah melalui kepatuhan terhadap
10. Menggunakan teknologi enkripsi untuk peraturan perundang-undangan dan kebijakan
melindungi data internal dan pelanggan dari internal, salah satunya adalah melarang
ancaman potensial, memastikan keamanan pemberian data nasabah kepada pihak ketiga
data yang disimpan dan dikirim, serta menjaga tanpa persetujuan nasabah dan/atau dasar
informasi tetap aman dari pihak yang tidak pemrosesan lainnya berdasarkan peraturan
berkepentingan. perundang-undangan. BNI juga memiliki kebijakan
11. Setiap pengembangan produk, aplikasi, atau yang memberikan hak kepada pelanggan untuk
layanan baru di BNI melalui proses Software mengakses, memperbaiki, menarik persetujuan,
Development Life Cycle (SDLC) yang mencakup mengajukan penghapusan atau pembaruan data.
tahapan keamanan secara menyeluruh, seperti
penilaian keamanan dan risiko, tinjauan desain, Dalam implementasi Pelindungan Data Pribadi,
kode, konfigurasi, serta uji penetrasi. BNI menerapkan langkah-langkah pelindungan
12. BNI menerapkan security assessment untuk data seperti pada UU PDP serta mengakomodir
mengidentifikasi celah keamanan atau siklus pemrosesan data pribadi dalam lingkup
kerentanan pada aplikasi melalui kegiatan BNI. Pengumpulan data pribadi nasabah dalam
Penetration Testing, Vulnerability Assessment, aktivitas produk dan/atau layanan dipastikan untuk
dan Application Security Testing (SAST, DAST). mendapatkan dasar pemrosesan hukum yang
tepat, baik dari persetujuan nasabah, hubungan
Selain itu, kami juga berinvestasi untuk memastikan kontraktual, maupun dari segi pemenuhan
tingkat keamanan tinggi dalam pengelolaan kewajiban hukum berdasarkan peraturan
informasi internal dan melindungi kepentingan perundang-undangannya.
pelanggan. Dengan mengadopsi framework
cyber security dan standar internasional, seperti Pengungkapan maupun transfer data nasabah
ISO 27001 dan NIST (Identify, Protect, Detect, kepada pihak ketiga (termasuk namun tidak
Respond, Recover), BNI menjaga keandalan sistem terbatas pada vendor, konsultan, mitra bisnis,
digital. Pada tahun 2024, tidak ada pengaduan counterparty) dapat dilakukan BNI sepanjang telah
terkait pelanggaran privasi atau kehilangan data mendapat dasar pemrosesan yang tepat, sehingga
pelanggan. [418-1] BNI menjamin bahwa setiap pemrosesan data
Laporan Keberlanjutan 2024
62 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 63
dilakukan eksklusif dan terbatas. Pemrosesan data BNI dapat menghapus dan/atau memusnahkan
pribadi lebih lanjut di BNI dilakukan sesuai dengan Data Pribadi Pengguna dari sistem agar Data
preferensi dan perilaku nasabah serta segmentasi Pribadi tersebut tidak lagi mengidentifikasi
nasabah terkait dengan pemasaran produk yang Pengguna, kecuali dalam hal:
ditargetkan. 1. Apabila perlu menyimpan Data Pribadi untuk
memenuhi kewajiban hukum, keperluan
Pemberian persetujuan nasabah (consent) telah pembuktian di kemudian hari, pajak, audit, dan
dilakukan pada berbagai channel BNI yang tersedia akuntasi.
di antaranya melalui kantor cabang terdekat, 2. Data Pribadi masih dalam periode retensi
aplikasi wondr by BNI, aplikasi BNI Mobile Banking, berdasarkan peraturan perundang-undangan
dan DigiCS. BNI juga memiliki Pemberitahuan yang berlaku.
Privasi untuk mengetahui bagaimana data pribadi 3. Ketika memusnahkan Data Pribadi, BNI akan
nasabah BNI diperoleh, dipergunakan, dan mengambil tindakan standar yang wajar untuk
diproses, yang dapat diakses pada link https:// menghancurkan, menghapus, serta membuat
w w w.bni.co.id/id-id/individu/pemberitahuan- Data Pribadi tersebut secara praktis tidak dapat
privasi. dipulihkan. Cara pemusnahan tergantung pada
Data Pribadi yang akan dimusnahkan, cara
Penyimpanan data pribadi nasabah pada dokumen mengumpulkan dan menyimpan Data Pribadi
yang bersifat hardcopy maupun softcopy/digital tersebut.
dilakukan secara terbatas pengaksesannya
dan dengan keamanan yang telah ditetapkan BNI menerapkan kebijakan pelindungan data
dari kebijakan internal BNI dari segi keamanan melalui berbagai standar dan prosedur, antara lain:
teknologi. Untuk menjamin terpenuhinya hak • Standar Pengamanan Data Berdasarkan
subjek data, maka BNI memberikan akses kepada Klasifikasi
nasabah untuk dapat mengakses, memperbaiki, • Prosedur Klasifikasi dan Pengamanan Data
menarik persetujuan, mengajukan penghapusan • Juknis Klasifikasi dan Pengamanan Data
atau pembaruan data sesuai dengan ranah • Prosedur Standar Enkripsi
ketentuan peraturan perundang-undangan. • Prosedur Pengamanan Perangkat Endpoint
• Standar Pengamanan Aplikasi
BNI berkomitmen untuk menyimpan dan • Standar Pengamanan Akses API
mengelola Data Pribadi Pengguna dengan • Prosedur Pengaturan Keamanan Sistem dan
pelindungan terbaik selama diperlukan untuk Informasi dalam Kerja Sama dengan Pihak
menyediakan layanan bank. Selain itu, BNI Ketiga
juga akan melakukan Pemrosesan Data Pribadi • Prosedur Pengamanan Penyebaran Data/
Pengguna selama Pengguna menjadi Nasabah Informasi/Dokumen Perusahaan
atau pengguna layanan bank. Selanjutnya, Data • Prosedur Pengamanan Data/Informasi (Data
Pribadi Pengguna akan disimpan untuk jangka Loss Prevention - DLP)
waktu 5 tahun setelah berakhirnya hubungan kerja
sama dengan Pengguna atau untuk jangka waktu
yang lebih lama selama penyimpanan tersebut
diperlukan atau diharuskan oleh peraturan yang
berlaku (“Masa Retensi”).
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 63
Page 64
BNI juga melindungi data nasabah dengan meningkatkan kesadaran pegawai dalam menangani keluhan
terkait data finansial. Selain itu, BNI memberikan pelatihan perlindungan keuangan dan pelindungan data
konsumen kepada pegawai tetap dan kontrak sesuai kebutuhan pada tahun 2024 dengan topik sebagai
berikut:
Metode Delivery Topik
In-Class Learning • Control Objectives for Information and Related Technologies 2019 (COBIT 2019).
• Cyber Security untuk Auditor.
• Data Quality Awareness.
• How to Improve Customer Experience dalam Program Brevet Management Course
(BMC).
• Implementasi Governance, Risk Management, & Compliance (GRC).
• Identifikasi Transaksi Keuangan Mencurigakan.
• ISO 27001:2022 Information Security Management System Lead Auditor dan Lead
Implementer.
• Penerapan APU PPT dan PPPSPM.
• Record of Processing Activities (ROPA).
• Sosialisasi Implementasi Customer Protection pada Sektor Jasa Keuangan.
• Sosialisasi dan Edukasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
• Training & Certified Cloud Security Professional (CCSP).
• Training & Certified Data Privacy Solution Engineer (CDPSE).
• Training & Certified Ethical Hacker (CEH).
• Training & Certified Information Security Manager (CISM).
• Training & Certified Information System Auditor (CISA).
• Transparansi dan Keterbukaan Informasi Publik dalam Implementasi Perlindungan
Konsumen dan Masyarakat.
• Pelatihan Pelindungan Konsumen kepada Officer Development Program (ODP).
e-Learning Mandatory • Anti Pencucian Uang.
• Security Awareness.
Webinar • Advanced Risk Management in Global Finance.
• Cerdas dan Bijak Mengelola Keuangan Pribadi.
• Cyber Security Insights and Strategies for Safer Tomorrow.
• Early Warning Systems: Detecting and Preventing Liquidity Risks.
• Security Awareness: Human Firewall.
• Kuasai Literasi Tingkatkan Keamanan Bertransaksi.
• Implementasi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (PDP) di BNI.
• Sosialisasi Pelindungan Data Pribadi (PDP): Kesadaran Data Privasi dan Pelindungan
Data.
• Governance, Risk & Compliance (GRC) Series: Mitigasi Risiko Melalui Strategi
Keamanan Cyber.
Kuis Harian/Daily Exercise for • Refreshment Pelindungan Konsumen dan Masyarakat.
Employee Program (DEEP 46) • Refreshment Pelindungan Data Pribadi (PDP): Kesadaran Data Privasi dan
Perlindungan Data.
• Refreshment Risk Awareness Kredit Konsumer, Produktif, dan Retail.
• Refreshment Security Awareness.
• Refreshment Cyber Security.
Laporan Keberlanjutan 2024
64 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 65
Penggunaan Data untuk Pelindungan Data Pemasok dan
Kepentingan Pihak Ketiga Mitra Bisnis
Pada peristiwa tertentu, BNI memiliki ketentuan Sistem manajemen keamanan data juga mencakup
internal yang memberikan hak kepada setiap rantai pasokan BNI, termasuk data-data pemasok
nasabahnya untuk mengendalikan data dan mitra bisnis, baik data pribadi individu,
pribadinya. Saat pembukaan rekening, pada perusahaan, maupun transaksi yang dilakukan.
formulir terdapat ketentuan yang meminta Sistem e-procurement yang digunakan dilengkapi
persetujuan calon nasabah agar BNI dapat dengan infrastruktur TI yang memastikan
memberikan data pribadinya apabila dibutuhkan keamanan data, mencakup transaksi dan kontrak
kepada pihak ketiga (instansi yang berwenang). kerja. Jika pemasok atau mitra memiliki rekening
Pemberian data kepada pihak ketiga (instansi yang di BNI, data pribadi mereka akan dilindungi sesuai
berwenang) termasuk namun tidak terbatas untuk dengan ketentuan pelindungan data pribadi yang
kepentingan perpajakan, peradilan dalam perkara berlaku.
pidana dan perkara perdata, penyidikan tindak
pidana di bidang pasar modal, tindak pidana di Dalam rangka implementasi UU Pelindungan Data
KPK, serta kasus terorisme dan pencucian uang. Pribadi khususnya sebagai bentuk pelindungan
Pemberian data pribadi dimaksud pelaksanaannya data pribadi milik BNI dan Pihak Ketiga (termasuk
telah mengacu kepada ketentuan yang mengatur namun tidak terbatas pada vendor, konsultan, mitra
mengenai pengungkapan rahasia bank. Saat ini, bisnis, counterparty), BNI telah memiliki perjanjian
ketentuan terkait data nasabah sedang direviu (klausul-klausul) mengenai pemrosesan data
untuk diselaraskan dengan UU Pelindungan Data pribadi (telah mengakomodir baik untuk hubungan
Pribadi. pengendali-pengendali maupun prosesor-
pengendali) yang dapat digunakan dalam setiap
Dalam hal telah disetujui Nasabah, BNI dapat pelaksanaan perjanjian antara BNI dengan pihak
membagikan informasi pribadi Pengguna di manapun.
antara Grup Usaha, dan/atau pihak ketiga yang
bekerja sama dengan BNI dan/atau Grup Usaha
dalam rangka pelaksanaan kegiatan usaha Bank
(mitra usaha), untuk tujuan yang ditetapkan. BNI
telah menerapkan pelindungan data pribadi yang
ditinjau secara berkala dari waktu ke waktu untuk
memastikan keamanan data pribadi pengguna dan
memastikan pengguna dapat memperoleh haknya
sebagai Subyek Data Pribadi sesuai peraturan
yang berlaku. BNI juga melakukan monitoring
secara berkala atas implementasi permintaan
persetujuan nasabah tersebut.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 65
Page 66
Keamanan Siber
Tata Kelola dan Sistem
Manajemen Keamanan Siber
Upaya BNI dalam mewujudkan keamanan Di sisi lain, Satuan Internal Audit juga menjalankan
siber, yakni dengan mengadopsi kerangka assessment sistem manajemen keamanan siber
kerja Keamanan Siber NIST untuk memastikan terhadap pihak ketiga yang bekerja sama dengan
ketahanan bisnis terhadap ancaman tersebut dan BNI, yang juga telah dikoordinasikan bersama
menjaga kelangsungan operasional. Langkah BSSN, Bank Indonesia, OJK, Himbara, Perbanas,
reaktif yang diambil termasuk mendeteksi dan konsultan keamanan siber internasional.
serangan, melakukan investigasi, dan memulihkan
sistem. Selain itu, BNI memiliki sertifikasi ISO Pelatihan Internal terkait
27001:2013 untuk layanan Open API dan sertifikasi
CSIRT No. 345/CSIRT.01.03/BSSN/04/2024 dari
Keamanan Siber
Selain memperkuat sistem keamanan, BNI
BSSN, yang memastikan sistem manajemen
melaksanakan pelatihan untuk karyawan, terutama
keamanan informasi yang diaudit setiap tiga tahun,
di Divisi TI, mengenai pengembangan teknologi
serta memastikan pengembangan perangkat lunak
dan keamanan data. Pada tahun 2024, sebanyak
TI mematuhi standar internasional.
33 pegawai, mengikuti pelatihan hard skill seperti
cloud security, data privacy, devsecops, ethical
Untuk memitigasi kebocoran data, BNI terus
hacking, ISO 27001:2022 Information Security
meningkatkan digitalisasi layanan (customer to
Management System for Lead Auditor & Lead
system, employee to system) untuk mengurangi
Implementer, Pembekalan Certified Information
ketergantungan pada dokumen fisik dalam interaksi
Security Auditor (CISA), Pembekalan Certified
manusia. Di setiap endpoint, BNI meningkatkan
Information Security Manager (CISM) dan
keamanan dengan melakukan hardening,
Pembekalan Certified Information System Security
mengintegrasikan dengan domain, menginstal
Professional (CISSP). Sertifikasi diberikan kepada
perangkat lunak antivirus, menggunakan tools
SDM TI untuk meningkatkan kompetensi dan
pengamanan data, pemantauan aktivitas
mendapatkan pengakuan BNI juga menawarkan
endpoint, mengelola akses jaringan, dan
pelatihan soft skill, termasuk digital leadership dan
mengimplementasikan aplikasi pemantauan
komunikasi, baik nasional maupun internasional.
workstation. Langkah-langkah ini bertujuan untuk
Beberapa sertifikasi tersebut yaitu: Certified Cloud
memperkuat keamanan informasi nasabah.
Security Professional (CCSP), Certified Data Privacy
Solution Engineer (CDPSE), Certified Ethical Hacker
BNI rutin melakukan audit keamanan informasi
(CEH), Certified Information Security Manager
dan self-assessment keamanan siber oleh Satuan
(CISM), Certified Information System Auditor
Internal Audit (IAD) setiap tahunnya untuk menilai
(CISA), Certified ISO 27001:2022 Information
efektivitas pengelolaan sistem keamanan. Di 2024,
Security Management System for Lead Auditor &
audit dilakukan pada area sistem pembayaran
Lead Implementer.
dan pengelolaan jaringan komunikasi dengan
melibatkan pihak eksternal melalui mekanisme
co-sourcing audit. Pengawasan keamanan siber
juga dijalankan dan dievaluasi oleh Divisi Chief
Information Security Officer (CISO), yang berada
di bawah pemantauan langsung dari Direktur
Technology & Operations.
Laporan Keberlanjutan 2024
66 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 67
Pelindungan Finansial Konsumen
BNI mengalokasikan investasi untuk Strategi Pelindungan Finansial
mengembangkan dan menerapkan teknologi guna
menjaga keamanan informasi internal BNI dan
Konsumen
Melalui SK Direksi No. KP/136/DIR/R tanggal
melindungi data pelanggan, antara lain:
12 April 2023, BNI telah melakukan berbagai
• Kartu debit dan kartu kredit sepenuhnya sudah
upaya untuk memastikan pelindungan finansial
menggunakan chip dengan fitur contactless.
nasabah, sekaligus guna memenuhi ketentuan
• Menambahkan Forced PIN, yatu fitur yang
POJK No. 22 Tahun 2022 Tahun 2023. Salah satu
mengharuskan nasabah mengganti PIN
upaya yang dilakukan di tahun 2023 hingga 2024
sebelum bertransaksi. Terdapat dua jenis PIN
adalah menyelenggarakan sebanyak 8 pelatihan,
yaitu Selected Forced PIN, di mana kartu yang
sosialisasi, ataupun edukasi terkait perlindungan
terindikasi fraud memaksa nasabah mengganti
dan masyarakat kepada beragam audiens,
PIN sebelum transaksi dan Periodic Forced PIN,
baik internal maupun eksternal, seperti Dewan
di mana nasabah diwajibkan mengganti PIN
Komisaris, Direksi, dan pegawai BNI; pemerintahan;
secara berkala di ATM.
pelajar dan mahasiswa; Pekerja Migran Indonesia
• Peningkatan Fraud Detection System dengan
(PMI) dan diaspora; serta masyarakat. Topik-topik
memanfaatkan teknologi terkini seperti
pelatihan yang diberikan, di antaranya: Talkshow
machine learning dan artificial intelligence
Customer Protection Implementation to Improve
untuk mendeteksi transaksi yang menyimpang
Customer Experience; Edukasi dan Literasi
dari pola aktivitas normal guna mempercepat
Keuangan serta Awareness Customer Protection;
identifikasi kecurangan.
dan Sosialisasi Implementasi dan Awareness
Pelindungan Konsumen. Melalui sosialisasi dan
edukasi ini, BNI berharap dapat meningkatkan
pemahaman dan kesadaran audiens mengenai
pentingnya keamanan finansial.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 67
Page 68
Inovasi dan Pengembangan Produk dan/atau Jasa
Inovasi dan Pengembangan Dampak Positif Digitalisasi
Produk dan/atau Jasa Keuangan Perkembangan transformasi digital telah
memberikan dampak positif yang signifikan, baik
Berkelanjutan untuk operasional bank maupun pengalaman
Sepanjang 2024, BNI terus berinovasi dalam
nasabah. Penerapan perbankan digital
ruang perbankan digital dengan memperkuat
mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik
aplikasi perbankan digital dan meluncurkan
dan penggunaan kertas, yang berkontribusi pada
beberapa teknologi canggih. Salah satunya adalah
pengurangan emisi karbon dan sampah. Selain itu,
peluncuran aplikasi yang mengintegrasikan
transaksi digital memungkinkan nasabah untuk
berbagai layanan, memudahkan nasabah dalam
melakukan transaksi secara mandiri, menghemat
mengakses transaksi keuangan, investasi,
waktu, dan meningkatkan efisiensi. Ini juga
asuransi, dan layanan lainnya dalam satu aplikasi
mengurangi risiko kebocoran data yang dapat
yaitu wondr by BNI.
terjadi melalui bukti transaksi kertas.
Aplikasi wondr by BNI dirancang untuk memberikan
Perbankan digital juga mendukung pengelolaan
layanan perbankan yang lebih lengkap dan user-
keuangan pribadi dengan memudahkan
friendly, dengan fitur-fitur inovatif yang mencakup
nasabah untuk melacak pengeluaran, membuat
transaksi harian, rekap keuangan personal, serta
anggaran, dan memantau investasi. Selain itu,
produk finansial seperti investasi dan tabungan.
digitalisasi meningkatkan kepercayaan nasabah
Aplikasi ini juga mengusung konsep “3 Dimensi
terhadap bank, memperluas pangsa pasar, dan
Keuangan (Insight, Transaction, Growth)” dalam
meningkatkan efisiensi operasional. Dengan
pengelolaan keuangan, sehingga memberikan
berkurangnya biaya operasional fisik, BNI mampu
pengalaman perbankan yang lebih terintegrasi
memberikan layanan yang lebih cepat dan murah,
bagi nasabah. Pada pengembangan aplikasi ini,
mendukung kelangsungan transaksi di pasar, serta
BNI mengadopsi teknologi terkini dan membangun
mengurangi risiko kehilangan dana tunai.
social security, serta melakukan validasi langsung
kepada target segmen nasabah secara menyeluruh.
Selain itu, BNI telah meningkatkan layanan
transaksi dengan mengadopsi teknologi canggih
seperti machine learning dan kecerdasan buatan
(AI) untuk memperbaiki deteksi kecurangan
serta mempercepat proses transaksi. BNI
juga memperkenalkan fitur keamanan baru,
seperti penggunaan kartu debit berbasis chip,
menggantikan kartu dengan pita magnetik
untuk meningkatkan keamanan kartu. BNI juga
fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan
melalui digitalisasi yang lebih tinggi, mengurangi
ketergantungan pada dokumen fisik dalam
transaksi. Inovasi-inovasi ini mencerminkan
komitmen BNI dalam mempertahankan
keunggulan kompetitif di dunia perbankan digital
yang terus berkembang.
Laporan Keberlanjutan 2024
68 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 69
Respons kepada Nasabah dan Menghormati HAM [2-23]
Pelayanan yang Setara [FS15]
Dalam hal pelayanan, BNI memberikan pelayanan • Mendorong kolaborasi lintas sektor, seperti
prima dan setara bagi setiap jenis nasabahnya, baik agribisnis, pendidikan, dan layanan kesehatan,
individu maupun korporasi, serta menghormati Hak untuk menyediakan solusi finansial yang
Asasi Manusia (HAM) nasabah dalam berinteraksi mendukung kebutuhan spesifik segmen pasar.
dengan nasabah. Pelayanan di BNI terbagi menjadi • Menyediakan produk keuangan yang
dua aspek utama yaitu pelayanan langsung dari mendukung proyek ramah lingkungan atau
pegawai kepada nasabah dan performa layanan usaha berkelanjutan.
perbankan digital yang terus berkembang. Untuk • Mengurangi jejak karbon operasional
mencapai layanan yang optimal, BNI menerapkan dengan memanfaatkan layanan digital untuk
beberapa strategi, antara lain peningkatan kualitas menggantikan proses berbasis kertas.
layanan nasabah melalui pelatihan pegawai,
pemanfaatan teknologi terkini untuk kemudahan Sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan
transaksi, serta fokus pada pengalaman pelanggan di Indonesia, kami juga mengimplementasikan
yang lebih efisien dan aman. Strategi pelayanan layanan-layanan yang lebih luas. BNI sebagai BUMN
BNI mencakup: diberi mandat sebagai bank global, terus melakukan
• Menyajikan produk/jasa keuangan yang lengkap, transformasi digital secara bertahap melalui
terpadu, bermutu tinggi, dapat dipercaya, dan penyesuaian format outlet BNI berbasis digital
dapat diandalkan. yang disesuaikan dengan lokasi dan karakteristik
• Menyediakan layanan “one-stop solution” untuk outlet di berbagai wilayah di Indonesia. Komitmen
nasabah bisnis dan perorangan yang mudah BNI dalam menjangkau nasabah di daerah-daerah
diakses serta memberikan nilai tambah. terpencil juga diwujudkan melalui BNI Agen46,
• Menyajikan kualitas produk dan layanan yang yang hadir di wilayah tertinggal, terdepan, dan
menjadi standar terbaik. terluar (3T), memastikan akses layanan perbankan
• BNI dapat meningkatkan kualitas SDM melalui yang merata di seluruh Indonesia. [FS15]
pelatihan dan pengembangan terus-menerus,
meningkatkan kemampuan karyawan dalam Layanan Perbankan bagi
memberikan pelayanan yang baik dan
memuaskan kepada nasabah.
Penyandang Disabilitas [FS14, FS15]
Wujud layanan setara juga dirasakan oleh nasabah
• Secara proaktif menyesuaikan dan memperbaiki
yang berkebutuhan khusus. BNI memberikan
sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan
pengalaman terbaik kepada pelanggan, termasuk
harapan nasabah terhadap kualitas produk/jasa
penyandang disabilitas dengan menyediakan
BNI.
layanan yang mudah diakses yaitu mesin ATM
• Menerapkan layanan yang setara untuk semua
ramah disabilitas. ATM ini dilengkapi dengan
nasabah dan mempraktikkan budaya layanan
headphone dan tombol huruf braille. Saat ini
yang melampaui sekadar pelayanan.
tersedia 2.715 ATM ramah disabilitas yang tersebar
• Meningkatkan sistem keamanan di semua
di 381 Kabupaten atau Kota di seluruh Indonesia
jaringan dan fitur digital.
serta cabang luar negeri Singapura dan Hongkong.
• Memberikan pilihan layanan personalisasi
Selain itu, jalur akses menuju Banking Hall dan
sesuai dengan demografi dan kebutuhan
Galeri ATM telah disiapkan untuk pengguna kursi
nasabah perorangan maupun bisnis.
roda.
• Menjalin kerja sama dengan fintech,
e-commerce, dan platform digital lainnya
untuk memperluas akses nasabah ke ekosistem
keuangan yang lebih lengkap dan saling
terhubung.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 69
Page 70
Akses dan Keterjangkauan
Akses Informasi Produk dan Layanan
BNI fokus pada peningkatan aksesibilitas produk dan layanan keuangan, baik digital maupun konvensional,
dengan memperluas cakupan geografisnya. BNI berhasil menjangkau seluruh wilayah Indonesia,
termasuk daerah 3T, serta tujuh negara lainnya, untuk memastikan nasabah dapat mengakses layanan
dengan mudah di berbagai lokasi.
BNI terus mengembangkan produk dan layanan digital dan finansial lainnya untuk memenuhi kebutuhan
nasabah serta mengikuti perkembangan industri. Dalam hal ini, BNI aktif menyampaikan informasi
mengenai produk dan layanan untuk pemasaran, edukasi nasabah, serta meningkatkan transparansi
sesuai dengan regulasi Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan (POJK No. 22 Tahun 2023). Setiap
produk atau layanan yang diluncurkan telah mendapatkan persetujuan dari regulator dan melalui kajian
manajemen risiko, uji kepatuhan, serta analisis pendukung lainnya.
Informasi tentang produk dan layanan BNI disajikan secara jelas dan mudah dipahami, serta dipublikasikan
melalui berbagai saluran, seperti kantor cabang BNI, BNI Agen46, media cetak, media elektronik, media
sosial, BNI Mobile Banking, wondr by BNI dan situs web. BNI juga menyediakan layanan konsultasi melalui
BNI Call dan kanal digital lainnya, seperti WhatsApp Business BNI dan BNI Virtual Assistant, yang dapat
diakses menggunakan jaringan internet untuk memenuhi kebutuhan informasi lebih lanjut dari nasabah.
Akses Keberadaan Kantor
Cabang dan Sarana Layanan
17
Perbankan Kantor
Dengan kemajuan teknologi digital, layanan 197 Wilayah
perbankan BNI kini dapat diakses tidak hanya 1.583 Kantor (KW)
Cabang
melalui saluran fisik, tetapi juga melalui berbagai Kantor Cabang
(KC)
saluran digital. Nasabah dapat memanfaatkan 20 Pembantu
Commercial (KCP)
layanan BNI melalui smartphone Android/iOS,
26
SMS, atau menggunakan PC/Laptop dengan
Business 12 Retail
Center (CMC) Consumer Loan
peramban web. Aksesibilitas ini memungkinkan Productive
Processing Center
nasabah untuk mengakses layanan kapan saja Business
(LNC)
dan di mana saja, memberikan kemudahan dan Center (RCC)
kenyamanan dalam bertransaksi
50 330
Payment
DigiCS
Point (PP)
192
O-Branch (Mobil 213.370
Layanan Kas BNI Agen46
Keliling)
13.388
ATM*/CRM
*ATM sudah termasuk ATM tarik tunai dan tarik setor tunai
Laporan Keberlanjutan 2024
70 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 71
Akses dan Kebijakan Komunikasi Pemasaran yang Bertanggung
Jawab [417-1, 417-2, 417-3]
BNI berkomitmen untuk menyediakan informasi BNI menjunjung tinggi transparansi dan etika
produk dan layanan yang akurat, jujur, dalam setiap aktivitas komunikasi pemasaran.
dan transparan kepada seluruh pemangku Sebagai wujud komitmen tersebut, BNI
kepentingan. Akses informasi ini diberikan memastikan informasi yang dipublikasikan akurat,
melalui berbagai saluran, baik secara langsung jujur, dan bebas dari unsur penyesatan maupun
melalui petugas frontliner di kantor cabang, sales/ konten SARA. Pada tahun 2024, terdapat isu yang
relationship officer maupun melalui berbagai menjadi perhatian dari regulator terkait dengan
media pemasaran. Dalam menjalankan kegiatan ketidakpatuhan atas komunikasi pemasaran,
komunikasi pemasaran, BNI memprioritaskan informasi layanan dan labelling produk. BNI telah
perlindungan konsumen dan kepentingan menindaklanjuti hal tersebut sehingga diharapkan
masyarakat, serta mematuhi prinsip-prinsip tidak terjadi kembali. Untuk mendukung
keberlanjutan. efektivitas komunikasi yang transparan dan
bertanggung jawab, BNI terus berinvestasi
Kebijakan komunikasi pemasaran BNI didasari dalam peningkatan kompetensi melalui berbagai
oleh kerangka kerja yang komprehensif, mencakup program pengembangan kapasitas. Program-
pedoman internal seperti Pedoman Perusahaan program tersebut mencakup pelatihan dan
(PP) Tata Kerja Divisi Manajemen Pemasaran seminar, antara lain Media Day, partisipasi dalam
& Portofolio Konsumer Retail; PP Komunikasi Asia Pacific Media Forum (APMF) 2024, serta
Pemasaran Terpadu; PP Pengelolaan Event; PP pelatihan spesifik seperti Level Up Your Media
Sponsorship; dan PP Periklanan. Selain itu, BNI & Event Management, Digital Marketing & Brand
juga berpedoman pada regulasi eksternal, antara Management In Banking, dan Elevating The Social
lain Pedoman Iklan Jasa Keuangan – Perubahan Media Presence.
Ketiga – Oktober 2020 yang diterbitkan oleh OJK.
Hal ini memastikan akuntabilitas dan kepatuhan
terhadap standar yang berlaku.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 71
Page 72
Pengelolaan Pengaduan [2-25]
BNI sepenuh hati menerima setiap keluhan, kritik Nasabah dapat menyampaikan pengaduannya
dan masukan dari nasabah sebagai upaya untuk melalui Call Center, Kantor Cabang ataupun
menjaga transparansi dan meningkatkan kualitas Layanan Digital BNI resmi lainnya seperti platform
pelayanan. Tindak lanjut terhadap pengaduan media sosial, WhatsApp, situs web, email, dan
nasabah dilakukan dengan ketentuan Service Tanya BNI di aplikasi BNI Mobile Banking. Seluruh
Level Agreement (SLA), dengan penyelesaian pengaduan yang masuk akan dikelola dan dipantau
pengaduan lisan dilakukan selambat-lambatnya penyelesaiannya oleh Divisi Customer Experience
5 hari kerja, sedangkan penyelesaian pengaduan Center di bawah pengawasan Direktur Network &
tertulis dilakukan selambat-lambatnya 10 hari kerja Services.
sejak dokumen diterima secara lengkap dan dapat
diperpanjang 10 hari kerja berikutnya.
Media Penyampaian Pengaduan Nasabah BNI
Nasabah menghubungi BNI Call
Nasabah mendatangi
Dalam Negeri : 1500046
BNI Cabang terdekat
Luar Negeri : +62 21 30500046
Lisan
Nasabah mengirimkan Nasabah mengunjungi
• X : @BNI dan Situs web : www.bni.co.id
@BNICustomerCare pada menu Chat With Us
• Facebook: BNI
• IG: @bni46 Nasabah mengajukan keluhan
• Surel: bnicall@bni.co.id melalui:
Tertulis • Tanya BNI di BNI Mobile
Banking
Nasabah mendatangi
• BNI Call Virtual Assistant
BNI Cabang terdekat
• BNI Whatsapp
+62 811-5881-946
Dalam hal tidak tercapai kesepakatan antara BNI dan nasabah terkait penyelesaian pengaduan, maka
nasabah dapat melakukan penyelesaian sengketa di luar pengadilan atau melalui pengadilan. Penyelesaian
sengketa di sektor jasa keuangan di luar pengadilan dilakukan melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian
Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK).
Mekanisme Pengaduan Pelanggan dan Penyelesaiannya
01 NASABAH
Menyampaikan
pengaduan
02 03 04 05 06 07
Apabila
Menyampaikan diperlukan, Menyampaikan
Melakukan Memberikan hasil penyelesaian
Menindaklanjuti hasil penyelesaian menyampaikan
registrasi nomor registrasi pengaduan pasca
pengaduan pengaduan notifikasi
pengaduan pengaduan perpanjangan
PETUGAS kepada nasabah perpanjangan
waktu waktu
BNI
Laporan Keberlanjutan 2024
72 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 73
Dalam upaya meningkatkan customer experience Salah satu perbaikan bisnis proses yang dilakukan
melalui penanganan pengaduan yang mudah pada tahun 2024 adalah percepatan SLA
dan cepat, BNI menggunakan aplikasi customer penyelesaian pengaduan pada 5 jenis kategori
journey yang terintegrasi dengan seluruh touch seperti ATM BNI, ATM non BNI, Dana Pensiun
point (omnichannel) sehingga data nasabah yang Lembaga Keuangan (DPLK), BNI Agen46, dan bill
menghubungi BNI melalui media manapun dapat payment.
dilihat dalam satu aplikasi. Melalui aplikasi tersebut,
seluruh pengaduan dicatat, ditindaklanjuti dan Customer Experience Center juga menangani dan
dipantau penyelesaiannya, aplikasi tersebut juga menyelesaikan pengaduan yang disampaikan
dapat mengirimkan notifikasi otomatis kepada oleh nasabah melalui regulator seperti Aplikasi
nasabah jika pengaduan telah diselesaikan. Portal Perlindungan Konsumen (APPK) milik OJK.
Selanjutnya BNI secara periodik melaporkan
penanganan pengaduan yang berkaitan dengan
Jumlah Pengaduan dan Persentase Penyelesaian
finansial kepada Bank Indonesia melalui aplikasi
Persentase
Jumlah Keluhan Antasena dan kepada OJK melalui aplikasi siPeduli.
Tahun Penyelesaian
Keluhan Diselesaikan
(%)
2024 630.263 630.228 99,9
2023 743.044 743.004 99,9
Pengawasan Tata kelola
2022 549.863 548.928 99,8
Penyelesaian Pengaduan
Kinerja pengelolaan pengaduan nasabah di BNI
BNI telah menerima banyak pertanyaan dari
menjadi obyek pengawasan dari Direksi dan
nasabah sepanjang tahun 2024 yang meliputi
Komisaris dimana Customer Experience Center
informasi produk dan jasa (68,2%), permintaan/
harus membuat pelaporan kepada Direksi dan
perubahan data (20,6%), pengaduan (8,8%),
Komisaris dalam konteks Pelindungan Konsumen.
dan transaksi (2,3%). Pada tahun 2024, jumlah
Pelaporan kepada Direksi dan Komisaris terkait
pengaduan mengalami penurunan sebesar 15,2%
pengaduan nasabah dalam konteks Pelindungan
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk
Konsumen dilakukan setidaknya 2 kali dalam
mengurangi pengaduan nasabah, BNI telah
setahun sebelum dilaporkan kepada Bank
melakukan perbaikan bisnis proses, peningkatan
Indonesia dan OJK.
kualitas layanan, dan secara konsisten
mengedukasi nasabah tentang solusi perbankan,
Selain terkait Pelindungan Konsumen, kinerja
tips aman dalam bertransaksi, dan selalu waspada
pengelolaan pengaduan nasabah juga menjadi
terhadap modus kejahatan perbankan sebagai
indikator kriteria profil risiko reputasi yang secara
bagian dari kegiatan pelindungan konsumen.
langsung menjadi tanggung jawab Direksi dan
Sosialisasi dan edukasi pelindungan konsumen
Komisaris Bank BNI. Rapat Komisaris dan Direksi
rutin dilakukan oleh BNI melalui media daring dan
untuk membahas profil risiko reputasi secara rutin
luring, serta Direksi BNI juga turut berpartisipasi
dilaksanakan minimal 4 kali dalam setahun.
dalam pemberian sosialisasi dan edukasi tersebut.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 73
Page 74
Survei Kepuasan Nasabah
4,28 4,26 4,27
2024 2023 2022
Skor CSS (skala 1-5)
Untuk mengidentifikasi dan mengukur kualitas
layanan yang diberikan kepada nasabah, BNI
secara periodik melakukan survei kepuasan
nasabah (Customer Satisfaction Survey/CSS).
Survei ini terdiri dari dua aspek evaluasi:
1. Business Satisfaction Survey (BSS). Survei
ini dilakukan kepada nasabah atau debitur
dari segmen Business Banking (Korporasi,
Menengah, Kecil) dan Consumer Retail
(Emerald dan Non-Emerald). Survei ini
mengevaluasi kepuasan nasabah berdasarkan
aspek 7P: product, price, place, promotion,
people, process, dan physical environment.
2. User Satisfaction Survey (USS). Survei yang
dilakukan di internal BNI yang bertujuan
untuk mengukur tingkat kepuasan atas kinerja
layanan yang diberikan oleh Divisi/Satuan/Unit
Fungsional dan sekaligus menjadi wawasan
dalam rangka peningkatan kualitas layanan
di masing-masing unit yang di survei. Aspek
penilaian dalam survei ini meliputi aspek:
koordinasi, komunikasi, kerja sama; hasil kerja/
output; proses kerja; komitmen/SLA; pegawai;
serta penyediaan data/informasi.
Melalui survei ini, BNI akan memperoleh masukan
yang lebih mendalam terkait tingkat kepuasan
dari perspektif eksternal (nasabah atau debitur)
maupun internal (pegawai), guna melakukan
perbaikan dan pengembangan layanan. Pada
tahun 2024, skor CSS BNI mengalami peningkatan
dibandingkan dengan tahun lalu dari yang semula
4,26 menjadi 4,28 dari skala 1-5.
Laporan Keberlanjutan 2024
74 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 75
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 75
Page 76
PILAR
03
BNI UNT UK
LINGKUNGAN HIDUP
“Kegiatan operasional BNI tidak secara
langsung berdampak negatif terhadap
lingkungan. Namun, BNI berkomitmen
untuk meningkatkan kepedulian
pegawai terhadap perilaku hidup ramah
lingkungan melalui berbagai inisiatif
untuk mewujudkan green banking.
Kami menyalurkan pembiayaan ke
sektor hijau dan mulai mengelola risiko
iklim. Selain itu, BNI juga fokus pada
penghematan energi, air, dan kertas,
pengelolaan limbah dan sampah kantor,
serta berupaya mengurangi emisi GRK.”
Laporan Keberlanjutan 2024
76 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 77
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 77
Page 78
Green Banking
Kebijakan dan Inisiatif Internal
Komitmen BNI terhadap lingkungan diwujudkan bertransaksi menggunakan BNI WWF,
melalui penerapan green banking yang juga nasabah secara tidak langsung telah
merupakan bentuk dukungan terhadap Tujuan berdonasi untuk mensukseskan misi WWF
Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Penerapan Indonesia untuk mendukung program-
green banking oleh BNI meliputi berbagai inisiatif program pelestarian, restorasi, dan
yang mencakup aspek internal dan eksternal. pengelolaan ekosistem dan keanekaragaman
hayati di Indonesia.
Biaya lingkungan yang direalisasikan selama • BNI American Express Vibe dengan
tahun 2024 sebesar Rp7,2 miliar untuk kegiatan menggunakan fisik kartu yang berbahan
yang dialokasikan untuk berbagai pelestarian plastic hasil daur ulang.
lingkungan. 5. Membangun gedung baru di kawasan PIK 2
dengan menerapkan Sertifikasi Green Building
Inisiatif internal green banking, antara lain: dari Leadership in Energy and Environmental
1. Melakukan efisiensi penggunaan energi, air, dan Design (LEED).
kertas, mengelola limbah, serta menurunkan 6. Menyelenggarakan pelatihan terkait
emisi. pengelolaan emisi dan climate risk.
2. Menanamkan budaya perilaku hidup ramah 7. Mengimplementasikan sertifikasi Green
lingkungan pada pegawai. Building dari Green Building Council Indonesia
3. Melakukan internalisasi ramah lingkungan yang (GBCI) pada Gedung Menara BNI dan Gedung
diatur dalam PP Pola Hidup Ramah Lingkungan Plaza BNI.
dengan menyampaikan ke seluruh unit. 8. Menambahkan komitmen aspek lingkungan
4. Menawarkan 2 jenis produk kartu kredit yang dan sosial dalam pakta integritas saat
selaras dengan inisiatif green banking, yaitu: pendaftaran calon vendor/supplier.
• BNI WWF merupakan kartu kredit yang 9. Meningkatkan kepedulian pegawai terhadap
diterbitkan dengan kolaborasi bersama lingkungan melalui Employee Volunteering
yayasan World Wide Fund for Nature Program, seperti penanaman pohon dan
Indonesia (WWF Indonesia). Dengan kegiatan lainnya.
Laporan Keberlanjutan 2024
78 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 79
Produk yang Mendukung Pelestarian Lingkungan
Dukungan pada pelestarian lingkungan direalisasikan melalui kerja sama dengan pihak lain untuk
meluncurkan seri kartu kredit berwawasan lingkungan. Beberapa kerja sama tersebut antara lain, sebagai
berikut:
Kartu Kredit Berwawasan Lingkungan
New CIF Volume Penjualan (Rp Miliar)
Jenis Kartu Realisasi
Target FY 24 Realisasi 2024 Capaian (%) Target FY 24 Capaian (%)
2024
WWF 16.060 20.636 128,5% 500,1 514,1 102,8%
Amex Vibes 30.000 34.837 116,1% 90,0 220,1 244,6%
Total 46.060 55.473 120,4% 590,1 734,2 124,4%
Mengelola Dampak Lingkungan Penghematan
dari Operasional BNI Kertas [306-1, 306-2]
Meskipun kegiatan usaha BNI tidak secara Kami menyadari bahwa penggunaan kertas
langsung memberikan dampak negatif terhadap masih menjadi kebutuhan yang sulit dihilangkan
lingkungan, namun potensi dampak negatif sepenuhnya dalam operasional kami. Meskipun
tersebut dapat muncul melalui kegiatan usaha demikian, kami terus berupaya untuk mengurangi
yang dilakukan oleh debitur BNI. Oleh sebab itu, penggunaan kertas melalui berbagai langkah
BNI berkomitmen meminimalisasi potensi risiko strategis. Salah satunya dengan mendorong
dan dampak negatif tersebut dengan memastikan transformasi ke arah digital banking yang bertujuan
pembiayaan yang diberikan telah mematuhi untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung
ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku di pengurangan limbah kertas. Selain itu, kami juga
bidang lingkungan dan sosial. Selama tahun 2024, mengadopsi sejumlah inisiatif konvensional,
tidak terdapat pengaduan terkait isu lingkungan seperti mengoptimalkan penggunaan kertas dan
hidup yang melibatkan BNI. memanfaatkan teknologi untuk mendigitalisasi
dokumen dan proses administrasi.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 79
Page 80
Digital Banking:
• Memaksimalkan fungsi e-office BNI, yaitu portal aplikasi persuratan
memo, nota intern, dan surat yang tercatat dan beredar di BNI.
• Digitalisasi proses presensi pegawai menggunakan DigiHC, seperti
kehadiran/ketidakhadiran, cuti/izin, dan keterlambatan.
• Digitalisasi proses pengajuan dan monitoring lembur/overtime pegawai
melalui DigiHC.
• Menggunakan aplikasi e-Procurement BNI dan e-Arsip untuk
mengoptimalkan otomasi dalam proses pengadaan barang dan jasa.
• Memiliki aplikasi DigiCode, yakni sistem pengelolaan Standard Operating
Procedure internal yang terintegrasi dengan konsep paperless.
• Mengoptimalkan penggunaan digital banking dalam melayani nasabah
melalui digital acquisition kartu kredit dan e-billing statement.
• Efisiensi penggunaan kertas dengan simplifikasi marketing collateral
melalui optimalisasi penggunaan informasi pada situs web BNI.
• Efisiensi penggunaan kertas melalui simplifikasi materi pemasaran
dengan mengoptimalkan penggunaan informasi yang tersedia di situs
web BNI.
• Menggunakan electric loan - Pengelolaan Dokumen Kredit Terpadu
(eLO PDKT) yang saat ini baru dilakukan pada dokumen kredit atas loan
konsumen mulai dari proses reviu hingga verifikasi.
• Memaksimalkan penggunaan media sosial (WhatsApp group internal)
untuk penyampaian undangan meeting antar unit.
Inisiatif Konvensional:
• Penghematan kertas secara konvensional dilakukan melalui pemanfaatan
kertas bekas dan meningkatkan digitalisasi.
• Melakukan pengurangan percetakan hardcopy untuk Laporan Tahunan
dan Laporan Keberlanjutan.
Pemakaian Kertas di Wilayah BNI (Kg)
Uraian 2024 2023 2022
Kantor pusat 60.348 146.939 142.245
Kantor wilayah dan cabang 1.531.636 1.789.345 1.697.378
Total 1.591.984 1.936.284 1.839.623
Dampak E-Office pada Pengurangan Kertas (Satuan Lembar Kertas) [306-4]
Uraian 2024 2023 2022
Electronic SOP/BNI e-PP 57.288.420 46.503.360 39.882.240
Electronic billing statement/BNI e-billing 13.486.086 13.583.123 12.674.073
Efisiensi amplop billing/BNI e-billing 57.735 70.142 84.615
Total 70.832.241 60.156.625 52.640.928
Laporan Keberlanjutan 2024
80 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 81
Dampak eLO PDKT pada Pengurangan Kertas
Uraian 2024 2023 2022
Jumlah dokumen kredit yang terbentuk 1.547.963 1.183.577 446.204*
Keterangan:
*) Pada April 2022, pilot project eLO PDKT dilakukan di 5 Wilayah (Wilayah Bandung, Semarang, Surabaya, Manado, dan Papua), dan baru diterapkan untuk
seluruh wilayah BNI pada bulan Agustus 2022.
Jumlah Dokumen yang Beredar melalui Aplikasi
Uraian 2024 2023 2022
Memo 81.761 100.742 103.564
Nota intern 3.150 7.110 11.329
Surat eksternal 32.711 43.664 46.656
Total dokumen 117.622 151.516 161.549
Lembar disposisi 284.769 423.585 446.946
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 81
Page 82
Mengurangi Dampak Perubahan Iklim melalui
Pengelolaan Energi dan Pengurangan Emisi
Pengelolaan Energi dan Reduksi Emisi [302-4, 305-5]
Kami melakukan berbagai inisiatif untuk • Mengadopsi desain bangunan ramah
mengurangi emisi yang dihasilkan, dengan fokus lingkungan pada Gedung Menara dan Gedung
utama pada peningkatan efisiensi energi. Inisiatif Plaza BNI untuk mendukung efisiensi energi dan
yang telah dilakukan meliputi: mengurangi dampak lingkungan.
• Pelaksanaan program Earth Hour dengan • Merencanakan desain bangunan pada Gedung
mematikan lampu ruang kerja selama jam BNI PIK2 menggunakan kaidah Green Building.
istirahat (12:00-13:00).
• Pelaksanaan program Earth Hour tahunan setiap Upaya efisiensi energi telah berhasil mengurangi
minggu ke-4 bulan Maret untuk seluruh Gedung konsumsi listrik dan BBM (cakupan 1 dan 2)
Kantor Pusat BNI. menjadi 598.235 Giga Joule (GJ) pada tahun
• Menggunakan lampu hemat energi di Grha BNI, 2024. Dalam inisiatif green building, gedung
Plaza BNI, Gedoeng BNI, dan Menara BNI. Menara BNI telah memperoleh sertifikasi green
• Mengurangi penggunaan chiller pada hari Sabtu building Gold, sementara gedung Plaza BNI
dan Minggu. meraih sertifikasi green building Platinum. Kedua
• Penggunaan teknologi magnetic bearing pada sertifikasi tersebut diberikan oleh Green Building
sistem pendingin di Plaza BNI, yang mengurangi Council Indonesia (GBCI). Selain itu, BNI juga
gesekan antara komponen penggerak berencana mengimplementasikan green building
(frictionless). LEED untuk pembangunan gedung di Kawasan
• Memanfaatkan panel surya sejumlah 76 unit PIK 2. Sebagai apresiasi atas upaya BNI dalam
dengan total kapasitas 3.040 Watt sebagai mengurangi emisi karbon melalui penyediaan
sumber energi listrik untuk tangga darurat di fasilitas yang mendukung mobilitas berkelanjutan,
Plaza BNI. BNI dianugerahi penghargaan Bangunan Ramah
• Mengurangi perjalanan bisnis dan Pesepeda oleh Gubernur DKI Jakarta.
menggantinya dengan komunikasi langsung
jarak jauh (teleconference).
Konsumsi dan Intensitas Energi Operasional [302-1, 302-2, 302-3]
Uraian Satuan 2024 2023 2022
Penggunaan BBM untuk genset dan 598.235 604.186 975.767
penggunaan energi listrik di kantor
BNI seluruh Indonesia
Penggunaan BBM untuk perjalanan 334.861 327.264 13.710
dinas darat dan operasional di kantor GJ
BNI
Penggunaan energi listrik dari panel 95,9 95,9 95,9
surya
Total energi listrik dan BBM 933.192 931.546 989.573
Pendapatan Rp Triliun 64,5 62,7 61,5
Intensitas energi terhadap GJ/Rp 0,0000000145 0,0000000149 0,0000000161
pendapatan
Keterangan:
Perhitungan menggunakan faktor konversi BBM menuju energi sebesar 0,038 GJ/ltr dan listrik menuju energi sebesar 0,0036 GJ/kWh.
Laporan Keberlanjutan 2024
82 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 83
Pengelolaan Emisi [305-5]
Sejak tahun 2021, BNI telah memulai perjalanan menuju nol emisi bersih dengan secara konsisten melakukan
perhitungan emisi yang terus disempurnakan, baik dari sisi cakupan maupun metode. Perhitungan emisi
cakupan 1 dan 2 telah dilakukan secara rutin, dan tahun 2022, kami memperluas cakupan hingga ke emisi
tidak langsung (cakupan 3). Pada tahun 2024, BNI memperluas cakupan perhitungan emisinya. Emisi
cakupan 1 telah dihitung dari penggunaan BBM di gedung, freon air conditioner, dan penggunaan BBM
operasional, sedangkan emisi cakupan 2 juga telah dihitung dari listrik di 5 kantor pusat dan seluruh
kantor wilayah dan cabang BNI. Sementara itu, emisi cakupan 3 dihitung dari perjalanan bisnis dan
emisi pembiayaan dari 70,3% debitur segmen Corporate termasuk portfolio kredit Corporate, Enterprise,
Commercial, dan Retail Productive. Total emisi mengalami peningkatan karena adanya penambahan
cakupan perhitungan, khususnya pada cakupan 3 emisi perjalanan bisnis, dari yang sebelumnya cakupan
perhitungan dari 93,4% total kantor BNI menjadi 96,1% total kantor BNI.
Emisi Gas Rumah Kaca yang Dihasilkan (Ton CO2eq) [305-1, 305-2, 305-3, 305-4]
Sumber Emisi 2024 2023
Cakupan 1
Pemakaian BBM di gedung 1.327,1 1.701,1
Penggunaan freon 859,8 1.023,6
Pemakaian BBM Operasional 15.175,0 15.874,9
Cakupan 2
Emisi dari penggunaan listrik 169.179,5 170.760,4
Cakupan 3
Perjalanan dinas udara 1.856,7 2.959,2
Perjalanan dinas darat 5.355,2 4.220,8
Emisi pembiayaan 33.233.262 28.718.388*
Emisi GRK cakupan 1 & 2 186.541,3 189.360,20
Total emisi GRK 33.427.015 28.914.928*
Intensitas emisi cakupan 1, 2, & 3 perjalanan dinas terhadap pendapatan (Ton 0,00000000300 0,00000000313*
CO2eq/Rp)
Intensitas emisi cakupan 3 pembiayaan terhadap pendapatan (Ton CO2eq/Rp) 0,00000051513 0,00000045768*
Intensitas total emisi (cakupan 1, 2, & 3) terhadap pendapatan (Ton CO2eq/Rp) 0,00000051813 0,00000046081*
Keterangan:
Metodologi perhitungan emisi operasional menggunakan GHG Protocol 2017 dan referensi didapatkan dari biograce v4, 2014. Sementara itu, untuk perjalanan
dinas menggunakan referensi dari myclimate.
*)Penyajian kembali informasi (restatement) karena adanya perubahan metodologi perhitungan dan perluasan cakupan.
BNI berkontribusi dalam upaya melindungi Hingga akhir tahun 2024, inventarisasi emisi yang
lapisan ozon dengan menjalankan inisiatif dilakukan BNI terbatas pada gas rumah kaca
pengurangan emisi zat perusak ozon. Upaya ini (GRK). Emisi polutan udara lainya, seperti Nitrogen
dilakukan melalui pengurangan penggunaan Oksida (NOX), Sulfur Oksida (SOX), belum dilakukan
peralatan yang berpotensi menghasilkan emisi perhitungan, mengingat sumber utama emisi
tersebut, khususnya yang mengandung bahan tersebut bukan berasal dari kegiatan operasional
Chlorofluorocarbon (CFC). Sebagai bagian dari BNI. [305-6, 305-7]
komitmen ini, BNI menggantikan peralatan
tersebut dengan teknologi dan perangkat yang
lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan AC
inverter.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 83
Page 84
Pengelolaan Limbah [306-1, 306-2, 306-4]
Pada tahun 2024, BNI menerapkan konsep Zero- Terdapat perbedaan metode pengukuran volume
Waste to Landfill (ZWTL) dengan metode 3R limbah selama tahun 2024. Sejak Desember
(Reduce, Reuse, & Recycle). Pengelolaan limbah 2024, BNI bekerja sama dengan pihak ketiga
ini melibatkan 5 Kantor Pusat BNI, sebagai dalam pengelolaan limbah, termasuk melakukan
upaya dalam mengoptimalisasi program daur proses daur ulang limbah organik dan anorganik,
ulang atas limbah yang dihasilkan gedung BNI, sehingga pengukuran data limbah dihitung
serta mengurangi dan mengatasi pembuangan dalam satuan berat, yaitu ton. Sementara untuk
limbah langsung ke Tempat Pembuangan periode Januari-November 2024, perhitungan
Akhir (TPA). Untuk mendukung pelaksanaan data limbah dilakukan berdasarkan volume tempat
pengelolaan limbah padat, BNI telah memiliki penyimpanan (m3).
Standard Operating Procedure (SOP) Solid Waste
Organik (m3) Anorganik (m3)
Management yang berlaku di gedung Kantor Pusat
BNI. Setelah implementasi pengelolaan limbah di 617,2 3.283,3
Kantor Pusat BNI berjalan dengan baik, BNI akan 2024 2024
(Januari-November) (Januari-November)
melakukan perluasan implementasi program ke
seluruh Kantor Wilayah dan Kantor Cabang BNI. Volume
Limbah yang Organik (Ton) Anorganik (Ton)
Tahapan pengelolaan limbah di BNI: Dihasilkan
[306-3, 306-5] 10,8 51,5
2024 2024
(Desember) (Desember)
Sejalan dengan itu, BNI pun memperluas cakupan
perhitungan limbah yang didaur ulang selain
limbah kertas, yaitu limbah organik dan anorganik
Padat Cair B3 lain.
Volume Daur Volume Daur
Ulang Limbah Ulang Limbah
BNI telah mengklasifikasikan limbah yang Kertas [306-4] (Di Luar Kertas)
[306-4]
dihasilkan menjadi 3 kategori utama, yaitu limbah
padat, limbah cair, dan limbah bahan berbahaya
dan beracun (B3). BNI bekerja sama dengan pihak 48,0 Ton Organik (Ton)
ketiga dalam mengelola limbah B3. Limbah B3
2024 3,7
2024
akan disimpan terlebih dahulu pada penyimpanan (Desember)
limbah B3, sebelum diambil oleh pihak ketiga 60,5 Ton
berizin. Pengambilan limbah B3 dilakukan setahun 2023 Anorganik
sekali. (Ton)
16,0
191,6 Ton 2024
2022 (Desember)
Laporan Keberlanjutan 2024
84 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 85
Pengelolaan Limbah Tekstil [306-1, 306-2, 306-4]
Upaya BNI dalam mengelola limbah, salah satunya Melalui program ini, sebanyak 21,6 ton limbah baju
diwujudkan dalam program Empathy Drop Box. seragam pegawai dikelola dan menghasilkan tiga
Melalui program ini, kami berkolaborasi dengan output, dengan rincian sebagai berikut:
masyarakat untuk menyumbang barang-barang 1. Donate: Sebanyak 5,3 ton pakaian yang lolos uji
tekstil untuk kemudian diproses daur ulang kualitas layak digunakan kembali didistribusikan
(recycle) dan daur naik (upcycle). Hasilnya akan kepada masyarakat prasejahtera di 7 kota di
kembali didonasikan kepada masyarakat yang Indonesia, sehingga produksi sebanyak 39.984
membutuhkan. pcs tekstil baru berhasil dicegah.
2. Recycle: Sebanyak 15,3 ton tekstil yang tidak
Di sisi lain, BNI juga berkolaborasi dengan lolos uji kualitas akan dihancurkan dan diproses
pegawai dalam program Pengelolaan Sampah lebih lanjut menjadi kain daur ulang, Ja-Brick
Tekstil Pegawai atau Uniform Disposal Program, untuk home decor, dan insulator.
khususnya pengelolaan baju seragam pegawai 3. Upcycle: Sebanyak 1,12 ton tekstil dalam kondisi
yang masih layak pakai. Program ini bertujuan kurang dari 60% kelayakan dimanfaatkan untuk
untuk mengurangi timbunan sampah tekstil yang diproses lebih lanjut menjadi produk bernilai
berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tambah, seperti sepatu dan sebagainya.
dengan menerapkan prinsip Donate, Recycle, dan
Upcycle. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam
mengurangi emisi GRK, menciptakan ekonomi
sirkular, serta memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat prasejahtera di Indonesia.
Pengelolaan Air [303-1, 303-2, 303-3, 303-4]
Di BNI, air digunakan untuk kegiatan domestik, Untuk mengoptimalkan penggunaan air, BNI telah
seperti mencuci tangan, kebutuhan taman, menjalankan sejumlah inisiatif, seperti menerapkan
dan penggunaan toilet. BNI tidak melakukan teknologi pengelolaan air di Gedung Plaza BNI dan
pengambilan air secara langsung dari sumber mata Gedung Menara BNI, kampanye hemat air, praktik-
air. Kebutuhan air BNI dipenuhi oleh Perusahaan praktik penggunaan air yang bijak, melaporkan
Daerah Air Minum (PDAM) dan air tanah, yang kebocoran keran, dan memanfaatkan air limbah
umumnya digunakan untuk kebutuhan domestik di yang telah diolah untuk menyiram tanaman.
area perkantoran. Mengingat kegiatan operasional Perhitungan konsumsi air BNI mencakup kantor
BNI tidak menghasilkan efluen yang berbahaya, pusat dan seluruh kantor cabang, dengan total
maka BNI tidak melakukan pengujian baku mutu volume mencapai 1.882.040 m3/tahun pada tahun
terhadap efluen yang dihasilkan. Sebagai alternatif, 2024.
BNI mengelola air bekas secara efisien melalui
sistem manajemen gedung, yang mencakup upaya
untuk memanfaatkan kembali air tersebut.
Penggunaan Air [303-5]
Uraian Satuan 2024 2023 2022
Volume penggunaan air
Kantor pusat 329.344 272.165 305.852
Kantor wilayah dan cabang m3/tahun 1.552.696 1.485.969 1.331.022
Total volume penggunaan air 1.882.040 1.758.134 1.636.874
Intensitas penggunaan air rata-rata tahunan m /pegawai/tahun
3
69,2 63,8 60,3
Keterangan:
Perhitungan konsumsi air dihitung dengan menggunakan data PDAM dalam m3
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 85
Page 86
Pelestarian Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati
BNI menyadari bahwa pembiayaan yang diberikan inisiatif Program BNI GoGreen. Program BNI
oleh perseroan berpotensi menimbulkan dampak GoGreen merupakan dukungan Perseroan dalam
negatif bagi lingkungan dan keanekaragaman upaya pelestarian lingkungan.
hayati meskipun lokasi operasional BNI jauh dari
kawasan lindung. Oleh karena itu, BNI berkomitmen Mengingat lokasi operasional BNI yang jauh
melalui Pilar “BNI untuk Lingkungan” berupaya dari kawasan lindung dan/atau kawasan
memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan keanekaragaman hayati tinggi, maka
hidup melalui peningkatan daya dukung ekosistem kegiatan operasional BNI tidak memberikan
dan perlindungan spesies flora dan fauna. dampak signifikan secara langsung terhadap
keanekaragaman hayati. Akan tetapi, BNI secara
Sebagai bentuk komitmen dalam melakukan konsisten menunjukkan komitmennya terhadap
adaptasi perubahan iklim terutama pada aksi pelestarian lingkungan melalui berbagai program
penyerapan gas polutan di udara, BNI memiliki yang bertujuan meningkatkan daya dukung
ekosistem. [304-1, 304-2]
Rehabilitasi Hutan Mangrove [304-3]
BNI mendukung kegiatan penghijauan dan rehabilitasi lahan, salah satunya menanam mangrove di Jawa
Timur, tepatnya Kabupaten Banyuwangi, yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).
Kondisi di daerah ini, tepatnya Teluk Pangpang, perlu mendapat perhatian karena rendahnya tingkat
kesejahteraan masyarakat pesisir, kelestarian alam yang belum terjaga, serta tingkat pengetahuan,
keterampilan, dan kesadaran lingkungan yang belum maksimal.
Laporan Keberlanjutan 2024
86 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 87
BNI mendukung kegiatan tersebut mulai dari pengadaan bibit, penanaman, hingga pemeliharaan
mangrove seluas 50 hektar selama tiga tahun ke depan, bersama masyarakat. BNI menjadikan konservasi
di Teluk Pangpang sebagai salah satu lokasi perayaan ulang tahunnya yang ke-78 untuk meningkatkan
perhatian dan dampak positif atas rehabilitasi hutan mangrove. Program penghijauan dilakukan melalui
pendekatan agroforestry untuk memperbaiki kualitas lahan tanah, meningkatkan kualitas udara, dan
mencegah bencana, seperti longsor dan banjir. Sepanjang 2024, BNI telah melakukan penghijauan
sebanyak 177.347 pohon di berbagai wilayah Indonesia.
Program Pengelolaan Sampah
BNI melakukan program pengelolaan sampah
secara kolaboratif bersama masyarakat melalui
bank sampah. Masyarakat mendapat pemahaman
tentang dampak positif program, baik dari aspek
lingkungan maupun ekonomi. BNI mendukung
program ini dengan beberapa kegiatan, seperti
Program Pos Pandai (Pusat, Olah Sampah, Pilah,
Ambil, Nabung, Daur Ulang, Alat, dan Inovasi),
bantuan insinerator, bantuan motor sampah, serta
penyediaan tempat sampah.
Program pengelolaan sampah dilakukan juga di
area wisata, seperti Likupang, Sulawesi Utara dan
Cikole, Lembang, serta Cipanas, Jawa Barat. Kami
juga melakukan kegiatan kebersihan di Ibu Kota
Nusantara (IKN), Kalimantan Barat.
Konservasi Fauna Dilindungi [304-4]
BNI melakukan kegiatan keanekaragaman hayati melalui perlindungan flora dan fauna, sejalan dengan
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106 Tahun 2018: melindungi jenis tumbuhan dan
satwa endemik, di antaranya Orangutan-Kalimantan dan Badak-Jawa.
Konservasi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus)
Badak Jawa atau Rhinoceros sondaicus, yang dilakukan berupa pembuatan sekolah
berdasarkan Red List Data Book IUCN berstatus lapangan pengelolaan ternak kerbau (SLPTK)
Critically Endangered atau sangat terancam dan melanjutkan pemetaan genetik individu
punah dikarenakan oleh sebaran populasi yang Badak Jawa. Pembuatan SLPTK bertujuan untuk
sempit, jumlah populasi yang kecil, serta tingkat memastikan bahwa kerbau tidak memasuki area
risiko terhadap habitat dan populasinya. Sebaran Badak Jawa, dan untuk memastikan bahwa kerbau
populasi Badak Jawa saat ini terbatas hanya di yang berada di sekitar TNUK dalam keadaan
kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). sehat dan mengeliminasi kemungkinan penularan
penyakit ke Badak Jawa. Sementara itu, pemetaan
BNI mempertahankan konsistensi menjaga genetik ditujukan untuk mengetahui genetik setiap
keanekaragaman hayati Indonesia khususnya individu yang digunakan untuk mengetahui tingkat
Badak Jawa yang telah dilakukan di tahun- kesehatan genetik Badak Jawa.
tahun sebelumnya. Pada akhir tahun 2023, BNI
melanjutkan dukungan konservasi Badak Jawa
bersama KLHK dan Balai TNUK serta Aliansi Lestari
Rimba Terpadu (ALeRT). Program konservasi
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 87
Page 88
Konservasi Orangutan-Kalimantan
(Pongo pygmaeus)
BNI berkontribusi aktif dalam upaya rehabilitasi
Orangutan-Kalimantan, bekerja sama dengan
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
(KLHK), serta Borneo Orangutan Survival
Foundation (BOSF). Pada tahun 2024, BNI
melakukan rehabilitasi dua individu Orangutan-
Kalimantan di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru
Menteng, Kalimantan Tengah, serta rehabilitasi
4 hektar lahan kritis di area Samboja Lestari.
Di area rehabilitasi tersebut, BNI memulihkan
hutan melalui reboisasi, pemeliharaan lahan
dan pengelolaan ancaman kebakaran, sehingga
ketersediaan lahan dapat dijadikan hutan lagi.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung
adanya tempat pembelajaran, areal suaka, dan
pakan. Selain itu, BNI juga mendukung kesehatan
dan memberikan vitamin untuk orangutan,
mempelajari cara mempersiapkan makanan alami,
serta membantu perbaikan infrastruktur di area
konservasi.
Orang Utan-Kalimantan dan Badak-Jawa merupakan spesies langka yang masuk dalam kategori critically
endangered atau ‘sangat terancam punah’ berdasarkan Red List Data Book yang diterbitkan oleh
the International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Selain itu, spesies
ini merupakan umbrella species yang memiliki daerah jelajah sangat luas dan menjadi pendukung
keberhasilan konservasi spesies lain. Pentingnya melindungi spesies ini secara tidak langsung akan
melindungi spesies lain, tidak hanya ekosistem fauna, namun juga flora.
Employee Volunteering Program
Sejak tahun 2023, kami memperkenalkan Employee
Volunteer Program (EVP). Program EVP bertujuan untuk
meningkatkan kepedulian dan memberikan kontribusi
positif kepada lingkungan dan sosial. Kegiatan dilakukan
di bawah naungan Program BNI Berbagi. Program EVP
merupakan salah satu key performance indicator (KPI)
pelaksanaan Program TJSL dari Kementerian BUMN.
Kegiatan EVP dapat memberikan motivasi kepada semua
BNI Hi Movers untuk terlibat menyumbangkan waktu dan
pikirannya secara sukarela, menumbuhkan kebersamaan
antar karyawan dalam membantu masyarakat, serta
meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.
Pada akhirnya, kegiatan EVP diharapkan dapat menciptakan
lingkungan kerja yang lebih baik. Program EVP ini
dilaksanakan oleh BNI Hi Movers dalam berbagai kegiatan,
di antaranya penanaman pohon, peringatan hari raya
keagamaan, dan revitalisasi rumah ibadah.
Laporan Keberlanjutan 2024
88 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 89
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 89
Page 90
PILAR
04
BNI UNT UK MASYARAKAT
“Keberadaan BNI selalu diarahkan
untuk dapat memberikan dampak
positif bagi komunitas di sekitar melalui
program-program yang berfokus
pada pemberdayaan, inklusi, dan
keberlanjutan. Melalui inisiatif di bidang
pendidikan, kesehatan, pemberdayaan
ekonomi, dan pelestarian lingkungan,
BNI berupaya menciptakan nilai tambah
yang berkelanjutan bagi masyarakat,
sejalan dengan visi perusahaan untuk
tumbuh bersama bangsa.”
Laporan Keberlanjutan 2024
90 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 91
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 91
Page 92
Tumbuh Bersama Masyarakat [203-2, FS5] [FN-CB-240a.1, FN-CB-240a.2]
Kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM
menjadi langkah strategis dalam mendorong
pemberdayaan sektor ini untuk mendukung
perekonomian nasional. Dengan akses yang
lebih mudah terhadap modal, UMKM memiliki
peluang lebih besar untuk mengembangkan
usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta
berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja
baru. Sampai dengan akhir tahun 2024, BNI terus
menunjukkan konsistensinya dalam mendukung
sektor UMKM dengan menyalurkan kredit,
baik dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR)
bersubsidi maupun non-KUR. Sampai dengan
tahun 2024, pembiayaan kredit UMKM mencapai
Rp117,1 triliun, yang terdiri dari KUR sebesar
Rp33,2 triliun dan non-KUR sebesar Rp84,0 triliun.
Penyaluran KUR Berdasarkan Jenis Usaha Tahun 2024 [FS7]
Pencapaian dari Target
Jenis Usaha Jumlah Debitur Kredit Maksimum (Rp Miliar) Target (Rp Miliar)
Pemerintah
Supermikro 21 0,2 0,5 39,4%
Mikro 9.707 720,9 740,5 97,4%
Kecil 43.365 11.165,5 11.220 99,5%
TKI 982 26 39 66,6%
Jumlah 54.075 11.912,5 12.000 99,3%
Di sisi lain, pembiayaan inklusif untuk UMKM telah mencapai Rp213,2 triliun sampai dengan akhir 2024,
dengan pemenuhan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) sebesar 28,1%.
Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (Rp triliun)
Uraian 2024 2023 2022
Pembiayaan secara langsung dan rantai pasok 184,7 171,5 169,0
Pemberian pembiayaan melalui lembaga jasa keuangan, badan layanan 22,9 14,6 7,5
umum, dan/atau badan usaha
Pembelian surat berharga pembiayaan inklusif (SBPI) 5,4 4,8 3,5
Total pembiayaan inklusif 213,2 190,9 180,0
Sertifikat Deposito Pembiayaan Inklusif (SDPI) yang diterbitkan oleh - - -
Bank (offset RPIM individu Bank)
SBPI lainnya yang diterbitkan oleh Bank (offset RPIM individu Bank) 5,0 5,0 5,0
Total kredit/pembiayaan kepada pihak ketiga Non-Bank 759,6 685,8 641,1
Nilai RPIM 28,1% 27,8% 28,0%
Laporan Keberlanjutan 2024
92 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 93
Dukungan pada UMKM
BNI berkomitmen mendukung pemberdayaan, pengembangan, dan penguatan UMKM karena UMKM
merupakan fundamental perekonomian nasional. Selain menyediakan akses pembiayaan yang sudah
berwawasan ESG kepada UMKM, BNI juga mendukung pengembangan kapasitas melalui pelatihan,
penerapan praktik ramah lingkungan, serta mendorong UMKM naik kelas melalui akses pasar, baik
nasional maupun internasional. Adapun journey UMKM BNI melalui Go Productive, Go Digital, dan Go
Global. Untuk mewujudkan hal tersebut, BNI berkolaborasi dengan kementerian/lembaga/instansi terkait.
Roadmap Pemberdayaan UMKM BNI
Fase Inisiasi Fase Akselerasi Fase Scale-Up
Tahapan
(Go Productive) (Go Digital) (Go Global)
Peningkatan Kapabilitas Digitalisasi Proses Akses Pasar Online Akses Pasar Ekspor
UMKM Bisnis UMKM Mengarahkan Mendukung UMKM
Dukungan permodalan dan Pengenalan pemasaran produk potensial ekspor untuk
pendampingan UMKM sesuai teknologi dalam UMKM melalui bisa menjangkau pasar
Pemberdayaan
hasil mapping kebutuhan proses bisnis UMKM akses pasar online global, baik dari segi
Langkah
untuk peningkatan kapabilitas untuk menciptakan seperti e-commerce kualitas produk,legalitas/
usaha sebagai pendorongan UMKM yang digital. atau media sosial. sertifikasi, dan layanan
graduasi UMKM produk dan jasa
transaksi luar negeri.
Survei UMKM Pendampingan • Kerja sama mitra Kerja sama mitra Kerja sama mitra
untuk mapping melalui webinar untuk digitalisasi untuk akses pasar untuk kurasi
kebutuhan & Penyaluran pencatatan online UMKM ekspor
Aksi
pendampingan. Permodalan keuangan usaha
Riil
UMKM.
• Produk & Layanan
Transaksi Usaha
Pembiayaan
Produk
PUMK BNI BWU KREDIT KREDIT
BNI Wirausaha PANDU KECIL KOMERSIAL
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 93
Page 94
Go Productive
Program BNI UMKM Ramah Lingkungan (BUMI) [203-2]
Program BUMI adalah inisiatif pemberdayaan UMKM yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan,
dengan mengimplementasikan proses bisnis ramah lingkungan dan/atau menghasilkan produk ramah
lingkungan. Sepanjang tahun 2024, BNI melalui program BUMI terus melakukan sosialisasi program
yang dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti Bank Indonesia untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya peran UMKM dalam melakukan praktik ramah lingkungan. Selain
itu, para pelaku UMKM yang tergabung di program BUMI juga telah mengikuti beberapa kegiatan business
matching yang bermanfaat untuk peningkatan akses pasar dan profitabilitas usaha. Pada tahun 2024,
program BUMI sudah melakukan sosialisasi sebanyak 4 kali, menyalurkan pembiayaan ke sektor kerajinan
sebanyak Rp38,9 miliar kepada 164 UMKM, dan telah mengikutsertakan UMKM program BUMI dalam
beberapa aktivitas business matching melalui acara BNI Bazaar Fest Vol.02, BNI Expo, dan BNI Investor
Daily Summit 2024. Harapannya, UMKM yang tergabung dalam program BUMI, sesuai dengan inisiasi
dari Pedoman Pengembangan UMKM Hijau oleh Bank Indonesia, dapat naik kelas dengan tetap merawat
bumi menjadi UMKM dengan kriteria eco-adopter, eco-entrepreneur, dan eco-innovator.
BNI Kampung Budidaya Perikanan
BNI Kampung Budidaya Perikanan adalah program pemberdayaan UMKM sektor perikanan dengan
memberikan solusi dan layanan perbankan dari hulu ke hilir sehingga tercipta closed loop ecosystem,
memberikan pelatihan dan pengembangan kemampuan UMKM sektor perikanan, serta memperluas akses
pasar UMKM sektor perikanan melalui Xpora sehingga dapat Go Global. Dalam melaksanakan program
ini, BNI bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung program
Prioritas KKP, seperti Kampung Perikanan Budidaya dan Kampung Nelayan. Program BNI Kampung
Budidaya Perikanan juga bertujuan untuk mendukung dan mensukseskan program ekonomi biru sebagai
salah satu program prioritas nasional Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran. Melalui program ini, BNI dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor perikanan serta mendukung pemenuhan gizi.
Laporan Keberlanjutan 2024
94 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 95
Membentuk Klaster
(SEKTOR HULU):
UMKM Digital: Penyediaan Pendampingan Usaha
Akses Layanan Keuangan & (SEKTOR HILIR)
Transaksional Perbankan
Xpora BNI Ekspor jadi
√ Kampung Perikanan Budidaya
√ Kampung Nelayan Maju
Mudah: Pendampingan Usaha
melalui pertemuan langsung
√ Desa Bahari
maupun online
√ Kurasi UMKM potensi Ekspor
√ Coaching Clinic UMKM Sektor
Kerja Sama Mitra Perikanan
Merchant: BNI X E-Commerce √ Pameran & Bazar
Kerjasama Pemanfaatan Big Data √ Business Matching produk ekspor
Mitra UMKM yang potensial untuk
menjadi mitra laku pandai BNI (BNI
Agen46)
BNI bersinergi dan mendukung Program Prioritas yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,
antara lain Kampung Perikanan Budidaya dan Kampung Nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan
mereka.
Skema Program BNI Kampung Budidaya Perikanan
Perjanjian Kerja Sama Offtaker
Ekspor ke
Pasar Global
Perjanjian
Literasi dan Inklusi Kelompok Kemitraan
Keuangan BNI Desa Mandiri
(Pokdakan)
Offtaker Lokal
Pendampingan
Usaha
Penjualan Hasil
UMKM Kelautan
Panen
dan Perikanan
Pemberdayaan
Pemangku dan Pelatihan
Kepentingan UMKM
Kementerian/
Lembaga/ Nelayan Petambak Ikan
Instansi Terkait
Sampai dengan tahun 2024, BNI menyalurkan
Perikanan Perikanan
kredit sebesar Rp3.312 miliar kepada 7.139 debitur Keterangan
Tangkap Budidaya
di sektor kelautan dan perikanan, dengan rincian
KUR Rp358 1.631 Rp972 4.359
pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar miliar debitur miliar debitur
Rp1.330 miliar untuk 5.990 debitur pelaku usaha di
Non KUR Rp1.321 544 Rp661 605
sektor tersebut.
miliar debitur miliar debitur
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 95
Page 96
Go Digital
BNI Desa Digital Khatulistiwa (BNI Dedikasi)
BNI Dedikasi adalah program bisnis inkubasi transformasi desa berkelanjutan melalui ekosistem
keuangan digital BNI. Program ini bertujuan untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan
desa dan menciptakan kewirausahaan sektor unggulan desa yang berwawasan lingkungan, dengan
mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi lokal. Realisasi
pembiayaan sebesar Rp18,6 miliar telah disalurkan kepada 68 UMKM sebagai penerima pembiayaan.
Program Pembiayaan Taksi Alsintan
BNI berkomitmen untuk mendukung pembangunan BNI telah berperan aktif dalam mendukung program
berkelanjutan di Indonesia. Salah satu wujud Taksi Alsintan melalui penyaluran pembiayaan
nyata dari komitmen tersebut adalah partisipasi yang terarah dan berkelanjutan. Melalui program
BNI dalam menyukseskan program Taksi Alsintan ini, BNI turut berkontribusi dalam:
(Alat dan Mesin Pertanian). Program Taksi Alsintan 1. Peningkatan Produktivitas Pertanian: Petani
merupakan langkah strategis pemerintah dalam yang menggunakan alsintan modern mampu
mempercepat modernisasi sektor pertanian di meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, serta
Indonesia. Program ini dirancang untuk mendukung memperoleh hasil panen yang lebih maksimal.
pengembangan mekanisasi pertanian melalui 2. Penguatan Ketahanan Pangan: Dengan
pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) meningkatnya produktivitas, pasokan pangan
yang lebih modern, efisien, dan terjangkau bagi para nasional menjadi lebih terjamin.
petani. Dengan adanya program ini, pemerintah 3. Mendorong Transformasi Digital: Pemanfaatan
berharap dapat meningkatkan produktivitas dan alsintan yang terintegrasi dengan teknologi
efisiensi pertanian nasional, yang pada akhirnya digital mendukung proses transformasi digital
akan mendukung ketahanan pangan Indonesia dan di sektor pertanian.
masih sejalan dengan program Asta Cita Presiden 4. Peningkatan Kesejahteraan Petani: Akses
Prabowo-Gibran. terhadap alsintan yang dibiayai oleh BNI
membuka peluang bagi petani untuk
meningkatkan pendapatan mereka.
BNI mendukung program-program strategis,
seperti Taksi Alsintan, merupakan langkah penting
untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di
Indonesia. BNI berkomitmen untuk menjadi mitra
strategis dalam mewujudkan modernisasi sektor
pertanian dan menciptakan masa depan yang lebih
cerah bagi pertanian Indonesia. Selama periode
tahun 2022 hingga 2024, BNI bekerja sama dengan
beberapa penyedia alsintan telah menyalurkan
pembiayaan sebesar Rp97,4 miliar kepada 297
debitur untuk mendukung implementasi program
ini.
Laporan Keberlanjutan 2024
96 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 97
Go Global
BNI Xpora
BNI Xpora, solusi ekspor satu atap dari BNI, terus berperan penting
dalam membantu UMKM untuk memperluas jangkauan mereka
ke pasar global. Di 2024, BNI Xpora mendapatkan penghargaan
Economy Enhancement SME Enabler of the Year dan Best Brand
Layanan Perbankan UMKM Go Digital, Xpora. Penghargaan ini
menyoroti komitmen BNI Xpora dalam mendorong pertumbuhan
UMKM melalui keberlanjutan, digitalisasi, dan memberikan akses
ke pasar internasional.
Pada tahun 2024, BNI Xpora mendukung berbagai inisiatif untuk
meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM. Inisiatif ini
termasuk pelatihan, pembinaan bisnis, dan partisipasi dalam acara
perdagangan internasional, seperti Foodex di Tokyo, Amsterdam
Coffee Festival, Chicago Coffee Festival, Indonesia In Singapore,
Seoul Food & Hotel, Shoppe Object, HKTDC Food Expo, Wonderful
Nusantara, Indonesia Africa Forum, dan Trade Expo Indonesia.
Selain itu, BNI Xpora membantu menghubungkan bisnis lokal
dengan pembeli global, menyediakan platform untuk pertemuan
bisnis dan eksposur internasional. Upaya-upaya ini sejalan
dengan tujuan lebih luas untuk menjadikan UMKM Indonesia lebih
produktif, digital, dan kompetitif di tingkat global. Realisasi BNI
Xpora di 2024 sebanyak Rp33,6 triliun dengan 18.432 debitur.
Program BNI Jejak Kopi Khatulistiwa (JKK)
BNI melalui program BNI Jejak Kopi Khatulistiwa
menjembatani solusi keuangan BNI mulai dari pembiayaan,
transaksi, bisnis keagenan untuk ekosistem pertanian kopi,
meliputi kios agroinput, offtaker, dan aggregator.
Kredit Produktif Kredit Produktif Kerja Sama Dukungan Akses
Dukungan CSR Dukungan CSR Pasar Orientasi
Grading Ekspor
Pembelian Pengumpulan
Saprodi Hasil Panen Penjualan Kopi Penjualan Kopi
Supplier Saprodi Petani Aggregator Offtaker
Supply Saprodi Pembayaran Pembayaran Transaksi
Hasil Panen Pembayaran
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 97
Page 98
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa (BNI JKK) adalah Program ini memiliki berbagai fitur antara lain
inisiasi program berlatar belakang perhutanan pembiayaan, pembinaan (bekerja sama dengan
sosial berupa pemberdayaan ekonomi masyarakat Puslitkoka) serta grading kopi. Sebanyak 525 petani
melalui pembentukan ekosistem pembiayaan telah menerima pembiayaan di 2024, dengan total
ekonomi hijau untuk UMKM kopi (petani, realisasi pembiayaan sebesar Rp67,2 miliar.
pengumpul dan stakeholder lain) baik di area
perhutanan sosial maupun area potensi kopi Program BNI JKK telah memperoleh penghargaan
nasional dengan membentuk closed-loop financial Gold Medal pada ajang BUMN Corporate
ecosystem. Communications and Sustainability Summit
(BCOMSS) 2024 kategori Creating Shared
Perhutanan sosial sendiri terdiri dari beberapa Value. BNI JKK terimplementasi di 5 provinsi
komoditas antara lain kopi, jagung, porang, sengon, yaitu Sumatera Utara (Kabupaten Humbang
dan lainnya dengan portfolio sebesar Rp240,0 Hasundutan), Sumatera Selatan (Kabupaten
Miliar yang diterima oleh 10.467 petani. Tematik Rejang Lebong), Jawa Barat (Kabupaten Garut),
perhutanan sosial yang dikembangkan BNI adalah Jawa Tengah (Kabupaten Temanggung), dan Jawa
komoditas kopi. Hal inilah yang melatarbelakangi Timur (Kabupaten Jember).
terbentuknya Program BNI JKK.
BNI JKK juga telah mendapatkan pengakuan
Program BNI JKK bertujuan untuk: dari Kementerian BUMN dan saat ini tergabung
1. Menjadikan kopi rakyat dalam pemenuhan dalam Project Management Office (PMO) Kopi dan
kebutuhan kopi dunia Kakao Nusantara, Kementerian BUMN. Kontribusi
2. Pemberdayaan ekonomi petani kopi nyata BNI dalam mendukung ekosistem kopi
3. Meningkatkan inklusi keuangan adalah dengan memberikan TJSL kepada LMDH
4. Menciptakan ekosistem ekonomi hijau Wanaasri, Temanggung, berupa alat pengolahan
5. Memberikan grading kopi di area BNI JKK kopi. Tujuannya adalah untuk mengoptimalisasi
6. Menciptakan ekosistem kopi berorientasi ekosistem kopi di Temanggung.
pasar ekspor.
Laporan Keberlanjutan 2024
98 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 99
Literasi dan Inklusi Keuangan [FS16][FN-CB-240a.3, FN-CB-240a.4]
BNI Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan melalui Prestasi Tingkat
Nasional
BNI berkomitmen untuk mendukung program edukasi keuangan kepada seluruh masyarakat,
literasi dan inklusi keuangan yang diadvokasi oleh BNI mengoptimalkan perangkat digital cabang/
pemerintah. Selain bertujuan untuk meningkatkan outlet melalui pemanfaatan screen 13.388 mesin
knowledge, skill, confidence level, dan behavior ATM dan CRM, 330 mesin DigiCS (inbranch &
masyarakat agar dapat mengambil keputusan yang offbranch), 1.380 mesin DigiCS Lite (inbranch),
tepat dalam melakukan pengelolaan keuangan serta perangkat Digital Poster (inbranch).
di masa depan, kegiatan literasi keuangan juga
dilakukan agar setiap segmen masyarakat lebih Tidak hanya di dalam negeri, BNI juga berkolaborasi
memahami produk dan layanan bank, manfaat, dengan OJK untuk aktif melakukan edukasi
dan keuntungan yang dapat diperoleh serta kepada Diaspora dan Pekerja Migran Indonesia
risiko-risiko finansial yang mungkin timbul. (PMI) dengan memanfaatkan keberadaan
Melalui kegiatan literasi dan inklusi keuangan ini Kantor Perwakilan BNI di luar negeri. BNI telah
diharapkan dapat memperkecil kesenjangan akses mendampingi PMI mulai dari tahap pembekalan
layanan keuangan masyarakat dengan mengurangi sebelum pemberangkatan. Per 31 Desember
jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening 2024, sejumlah 353.225 rekening Taplus BNI telah
bank. dimiliki oleh PMI.
BNI proaktif melakukan edukasi secara menyeluruh Melalui 7.986 petugas frontliner yang tersebar
menyeluruh kepada masyarakat. Edukasi berbasis di 1.780 kantor cabang/outlet, BNI mampu
komunitas juga dilakukan di lingkungan sekolah/ menjangkau dan mengedukasi masyarakat/
kampus/universitas dengan memperkenalkan nasabah yang datang ke kantor cabang. Selain
digital banking serta produk investasi sebagai itu, BNI juga memanfaatkan media sosial untuk
awareness bagi masyarakat terhadap keberadaan melakukan penyebaran informasi dan konten
investasi ilegal dan judi online yang marak terjadi. edukasi kepada segmen masyarakat di dunia
Dalam upaya memberikan customer experience maya, antara lain melalui platform Instagram
serta mendorong transaksi nasabah/masyarakat (1,7 juta pengikut), Twitter (15,1 ribu pengikut),
ke arah digital, BNI pun menghadirkan O-Branch Facebook (439 ribu pengikut), dan Tiktok (503,8
Banking Café. Layanan gerak di dalam sebuah ribu pengikut).
minibus yang didesain menyerupai café ini
menawarkan pengalaman baru bagi nasabah Komitmen BNI dalam menyelenggarakan program
dalam memperoleh informasi serta bertransaksi literasi keuangan membuahkan hasil, yaitu dengan
dengan Bank. berhasilnya meraih penghargaan Program Literasi
Terbaik dalam ajang Financial Literacy Award 2024
BNI menghadirkan BNI Agen46 untuk menjangkau yang diselenggarakan oleh OJK. Penghargaan
area blank spot yang tidak tercakup oleh outlet ini diberikan atas kontribusi signifikan BNI dalam
BNI. Saat ini, terdapat 213.370 BNI Agen46 tersebar meningkatkan literasi keuangan di Indonesia
di seluruh Indonesia, 16.360 di antaranya berada melalui program edukasi yang inovatif dan
di area tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). berdampak luas. Keberhasilan ini menunjukkan
BNI Agen46 hadir melayani paling dekat untuk peran aktif BNI dalam mendukung inklusi
mendorong Masyarakat Cerdas Keuangan. Sebagai keuangan dan pemberdayaan masyarakat dengan
media informasi dalam proses diseminasi materi pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan
keuangan.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 99
Page 100
Selama pelaksanaan program literasi dan inklusi menegaskan konsistensi BNI dalam menciptakan
keuangan, BNI telah mengadakan sebanyak 557 inisiatif edukasi keuangan yang menyasar berbagai
kegiatan yang menjangkau 72.407 peserta offline kalangan, termasuk pelajar, tenaga pendidik, dan
di 33 provinsi. Selain itu, program ini juga berhasil masyarakat umum, melalui kegiatan yang efektif
menjangkau audience/viewers di media sosial dan terukur.
dengan total reach di media sosial mencapai
167.738 orang. Pencapaian ini menunjukkan Melalui apresiasi ini, BNI memperkuat posisinya
komitmen BNI dalam memberikan akses literasi sebagai pemimpin dalam implementasi program
keuangan yang tidak hanya masif, tetapi juga literasi keuangan yang tidak hanya mendidik,
merata di seluruh Indonesia. tetapi juga berperan dalam membangun ekosistem
keuangan yang lebih inklusif. Penghargaan dari OJK
Pengakuan dari OJK ini menjadi bukti bahwa BNI menjadi motivasi bagi BNI untuk terus berinovasi
dapat dalam menyelaraskan programnya dengan dan memperluas jangkauan program-program
target pemerintah untuk mempercepat literasi dan literasi keuangan guna mendukung pertumbuhan
inklusi keuangan nasional. Penghargaan ini juga ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.
Inklusi Keuangan Menjangkau Wilayah 3T [FS13][FN-CB-240a.3, FN-CB-240a.4]
Program inklusi keuangan BNI telah berhasil BNI terus menunjukkan komitmennya dalam
membuka akses masyarakat terhadap layanan mendukung inklusi keuangan dan mendorong
perbankan. Meskipun demikian, terdapat potensi ekonomi berkelanjutan dengan menggandeng
risiko, seperti social engineering, yang dapat Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia
menyebabkan kerugian finansial serta peningkatan (PPDI) melalui program pembinaan dan
perilaku konsumtif. Untuk mengatasi risiko ini, BNI pendampingan khusus bagi penyandang disabilitas
secara konsisten melaksanakan program literasi dan untuk menjadi mitra BNI Agen46. Sejalan dengan
inklusi keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan momentum Hari Disabilitas Internasional yang
pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan diperingati setiap 3 Desember, BNI bersama PPDI
keuangan yang bijak dan aman. mencatat sejarah dengan meraih Rekor MURI untuk
Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Pertama
BNI Agen46 adalah produk BNI yang bekerja sama sebagai Agen Laku Pandai BNI Agen46. Sebanyak
atau bermitra dengan individu maupun badan hukum 65 penyandang disabilitas resmi bergabung sebagai
untuk memberikan layanan perbankan kepada mitra BNI Agen46, menandai langkah nyata BNI
masyarakat, terutama di daerah dengan populasi dalam mendorong kesetaraan dan inklusi.
terbatas atau wilayah yang rentan secara ekonomi.
BNI telah memperluas jaringan kemitraan business
to business (B2B) dengan 53 mitra super agen (SA)
potensial guna meningkatkan jangkauan layanan
melalui agen laku pandai.
Pada tahun 2024, jumlah BNI Agen46 mengalami
pertumbuhan sebesar 14,9%, dengan distribusi agen
yang mencakup 465 kota/kabupaten, 6.196 kecamatan,
dan 34.241 kelurahan/desa di seluruh Indonesia. Dari
total tersebut, sebanyak 16.360 agen atau sekitar
8% berada di wilayah 3T, mengalami pertumbuhan
sebesar 15,5%. Ini menunjukkan komitmen BNI
untuk memperluas jangkauan layanan perbankan ke
daerah-daerah yang lebih sulit dijangkau, termasuk
kawasan yang membutuhkan perhatian lebih dalam
hal pengembangan ekonomi dan inklusi keuangan.
Laporan Keberlanjutan 2024
100 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 101
Program Pendukung Inklusi Keuangan
Kami berperan aktif mendukung program
pemerintah untuk masyarakat prasejahtera
dengan membantu distribusi kartu bantuan serta
menyalurkan dana. Selain itu, BNI juga berfokus
pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan
melalui berbagai program, seperti Ayo Menabung
dengan Sampah, Program Super Bidan. Program-
program ini bertujuan untuk memberdayakan
individu, mendorong kebiasaan menabung, serta
mendukung kewirausahaan bagi kelompok rentan
dalam masyarakat.
Ayo Menabung dengan Sampah
Hingga akhir 2024, BNI telah mengadakan program Bank Goes to School di 518 sekolah, serta Goes to
School dalam rangka Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Hari Indonesia Menabung (HIM) dengan
lebih dari 61.000 peserta. Keberhasilan program ini mengantarkan BNI meraih penghargaan dari OJK,
yaitu Program Literasi Keuangan Terbaik Tahun 2024.
Program Ayo Menabung dengan Sampah berhasil melampaui target dana yang dihimpun sebesar
Rp1.875 juta, melebihi target Rp1.800 juta. Dana tersebut terdiri dari Rp1.712 juta untuk SimPel dan Rp163
juta untuk BNI Pandai. Selain itu, program ini juga mencatatkan 195.349 rekening, yang terbagi menjadi
194.011 rekening SimPel dan 1.338 rekening BNI Pandai.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 101
Page 102
Program Super Bidan
BNI bekerja sama dengan Women’s World Banking
(WWB) untuk mengembangkan Program Super
Bidan, yang menawarkan solusi perbankan untuk
perencanaan keuangan seputar melahirkan dan
perawatan pascamelahirkan. Sebagai tindak
lanjut implementasi yang melibatkan 100 bidan
di 4 kota pada tahun 2024, kunjungan monitoring
oleh manajemen WWB yang datang langsung dari
kantor pusat di New York yang dilakukan pada tahun
2024. Tujuan monitoring ini adalah mengevaluasi
progres implementasi program di lapangan, yang
akan menjadi dasar untuk menentukan kelanjutan
program di tahun 2025. Program tersebut akan
kembali melibatkan dukungan teknis dan finansial
dari WWB.
Program Edukasi dan Sertifikasi Guru
Dalam kegiatan tersebut, BNI menjalankan
program pemberian sertifikasi guru di 5 provinsi,
yaitu DKI Jakarta, Pekanbaru, Kalimantan Timur,
Bali, dan NTT yang diikuti oleh 1.000 guru dari 513
sekolah. Program selama 6 bulan ini bertujuan
untuk mendukung misi Kemendikbudristek
dalam meningkatkan kapasitas guru. Program
ini menjadikan guru memiliki kemampuan
teknologi digital yang memberikan dampak
positif secara berkelanjutan di dunia pendidikan.
Sebagai nilai tambah, guru tidak hanya akan
mendapatkan sertifikat nasional yang akan diakui
oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,
dan Teknologi (Kemendikbudristek), namun
juga sertifikat internasional dari Microsoft yang
bernama Microsoft Certified Educator.
Selama program berjalan, BNI juga melaksanakan
program edukasi keuangan bekerja sama dengan
OJK. Materi edukasi mencakup perencanaan
keuangan, bahaya pinjaman online ilegal, dan
pencegahan judi online. Program ini bertujuan
meningkatkan literasi keuangan, menjadikan guru
sebagai teladan, serta membangun kesadaran dini
bagi pelajar dalam pengelolaan keuangan yang
bijak dan inklusif.
Laporan Keberlanjutan 2024
102 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 103
Inklusi dan Literasi Keuangan Menjangkau Negeri
Produk Simpanan Pelajar turut berperan dalam mendukung berbagai kegiatan, antara lain program
Bank Goes to School, Ayo Menabung dengan Sampah, serta program bantuan pemerintah seperti
Program Indonesia Pintar (PIP). Melalui inisiatif ini, BNI tidak hanya mendorong budaya menabung di
kalangan pelajar, tetapi juga meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan keuangan yang lebih luas,
memperkenalkan konsep keberlanjutan, dan membantu akses pendidikan melalui bantuan pemerintah.
Keterangan 2024 2023 2022
Simpanan Target Rp2.500 miliar dana Rp1.800 miliar dana Rp1.500 miliar dana
Pelajar
Realisasi Rp2.681,3 miliar dana Rp1.831,0 miliar dana Rp1.555,7 miliar dana
11.390.761 rekening 9.549.173 rekening 10.131.096 rekening
BNI Pandai Target Rp1.000 miliar dana Rp1.105 miliar dana Rp1.000 miliar dana
Realisasi Rp1.124 miliar dana Rp1.120 miliar dana Rp921 miliar dana
20.180.474 rekening 20.023.883 rekening 20.007.475 rekening
TabunganKu Target Rp3.900 miliar dana Rp3.900 miliar dana Rp4.100 miliar dana
Realisasi Rp3.946 miliar dana Rp3.982 miliar dana Rp4.315 miliar dana
12.255.408 rekening 12.889.609 rekening 12.862.645 rekening
Berbagi Nilai Tambah dengan Masyarakat [413-1, 413-2]
BNI menunjukkan upayanya dalam menjalankan dampak negatif yang perlu diperhatikan, antara lain
proses bisnis yang sehat dengan senantiasa ketidakmerataan dalam pembinaan dan bantuan,
mempertimbangkan terjadinya keseimbangan terbatasnya akses informasi, serta potensi
kinerja pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. kecemburuan sosial yang dapat memicu konflik
Salah satunya adalah merealisasikan beragam di antara komunitas yang terlibat. Sepanjang
program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan pelaksanaan program, BNI terus berupaya untuk
(TJSL). Pilar ‘BNI untuk Masyarakat’ direalisasikan menekan potensi dampak negatif dengan cara
melalui serangkaian kegiatan pelibatan dan terus membangun komunikasi aktif dengan
pemberdayaan masyarakat. penerima manfaat.
Dalam menjalankan program TJSL, BNI BNI membentuk Program BNI Berbagi sebagai
mengacu pada Peraturan Menteri BUMN No. wadah penyelenggaraan program TJSL
PER-1/MBU/03/2023. Pada tahun 2024, BNI dengan tujuan memberikan dampak positif di
mengalokasikan dana sebesar Rp130 miliar untuk bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta
program ini, dengan realisasi mencapai Rp129,9 meningkatkan hubungan dengan masyarakat
miliar atau 99,9%. Program TJSL BNI memiliki sebagai salah satu pemangku kepentingan utama
sejumlah dampak positif, seperti peningkatan perusahaan. BNI menjalankan program TJSL
kesejahteraan hidup, perubahan perilaku, dan sebagai wujud dukungan bagi tercapainya tujuan
peningkatan pendapatan. Namun, terdapat juga pembangunan berkelanjutan (TPB).
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 103
Page 104
Program KAWAN BNI [203-1, 203-2]
Program KAWAN BNI merupakan program
pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada
tiga hal yaitu pemberdayaan perempuan, desa
budaya dan ekowisata. Objek Pemberdayaan
dalam Program KAWAN BNI terdiri dari Perangkat
Desa, BUM Desa, Tokoh Masyarakat, UMK
serta Pelaku Usaha (Karang Taruna, Pokdarwis,
Pokmaswa dan sejenisnya).
Program KAWAN BNI merupakan salah satu
Program BNI Berbagi yang menargetkan desa-desa
di seluruh Indonesia untuk dikembangkan bisnis
unggulan dari masing-masing desa tersebut.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi pada komunitas masyarakat. Kontribusi
dan dukungan terus BNI berikan demi mengembangkan potensi sehingga mampu menjadi desa yang
mandiri dan menambah/menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Sepanjang tahun 2024, BNI mengembangkan 4 objek program KAWAN BNI, yaitu Desa Wringin Putih
(Banyuwangi, Jawa Timur), Desa Wisata Ponggok (Klaten, Jawa Tengah), Desa Wisata Lembah Asri
(Purbalingga, Jawa Tengah), dan Desa Bubu Attagamu (Flores Timur, NTT).
Laporan Keberlanjutan 2024
104 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 105
Rumah BUMN [203-1, 203-2]
Rumah BUMN, yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN,
bertujuan untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) sebagai pilar penting dalam ekonomi
Indonesia. BNI berperan aktif dalam mengelola Rumah
BUMN di 23 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sepanjang tahun 2024, BNI menunjukkan dukungannya
terhadap pengembangan UMKM dengan berbagai
program pelatihan, pendampingan, dan akses pasar untuk
memperkuat peran UMKM dalam perekonomian nasional.
Rumah BUMN tidak hanya fokus pada pengembangan
UMKM di tingkat lokal, tetapi juga membantu memperluas
pasar mereka ke skala nasional dan internasional. Program
ini memberikan UMKM kesempatan untuk memperkenalkan
produk mereka melalui pameran domestik dan internasional,
meningkatkan jaringan pasar, dan berkontribusi lebih besar
terhadap perekonomian negara.
Selain itu pada tahun 2024 Rumah BUMN BNI Rumah BUMN BNI juga turut melakukan
memperkuat komitmennya dalam mendukung pendampingan kepada para petani kopi di Bantaeng
UMKM Disabilitas melalui Program ‘Rumah BUMN di antaranya bekerjasama dengan Direktorat
Bekasi Tumbuh Bersama UMKM Disabilitas’. Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian
Adapun tujuan program ini dapat memberikan Hukum dan HAM untuk mendapatkan Sertifikat
kontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan Indikasi geografis (IG) pada produk kopi unggulan
ekonomi yang inklusif dan mengurangi asal Gunung Lompobattang Kabupaten Bantaeng,
kesenjangan. Kontribusi Rumah BUMN BNI Sulawesi Selatan. Sertifikasi ini telah memenuhi
ini tidak hanya tentang pelatihan teknis, tetapi syarat kualitas Kopi Terbaik untuk Nasional dan
juga tentang memberikan harapan dan peluang Internasional. Pada tahun 2024 menjadi salah satu
sehingga mendorong perubahan positif yang Kopi Indonesia yang berhasil mewakili ASEAN
berdampak langsung pada masyarakat, khususnya di ajang World Geography Indication di Genewa
UMKM Disabilitas. BNI memberikan bantuan alat Swiss.
produksi untuk UMKM Disabilitas.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 105
Page 106
Realisasi Program TJSL Lainnya [203-1, 203-2]
123 794 59
Sarana dan prasarana ibadah Akumulasi penerima Mobil ambulans untuk
dibangun/direnovasi dari beasiswa mendukung bidang
berbagai agama di seluruh kesehatan
wilayah BNI
619.362 100 2
Paket pangan disalurkan Sekolah atau instansi Lokasi bantuan panel
dalam rangka hari raya pendidikan dilakukan surya untuk jalan
keagamaan, penanggulangan pembangunan infrastruktur lingkungan dan rumah
dampak El Nino, dan bantuan serta penyediaan sarana ibadah
lainnya dan prasarana di wilayah
BNI
Beberapa program TJSL berupa bantuan lainnya Adapun untuk mendukung program Pemerintah
dilakukan dengan berbagai kegiatan. Pada bidang dalam percepatan penurunan stunting, BNI
kesehatan, ‘BNI Berbagi’ memberikan sumbangan melaksanakan berbagai program, antara lain
peralatan di Rumah Sakit (RS) Kapal Nusa Waluya II dengan memberikan bantuan, berupa:
untuk melakukan tindakan medis operasi katarak di 1. Paket pangan untuk balita, ibu hamil dan
lokasi terpencil. Selanjutnya, penyediaan sarana air menyusui
bersih dan sanitasi dilakukan di beberapa wilayah 2. Makan siang bergizi
Indonesia yang terdampak, seperti Kabupaten 3. Pelatihan Kader Posyandu dan Pelatihan
Lombok - Nusa Tenggara Barat, Rembang, Pencegahan Stunting
Purwokerto, Serang, Pandeglang, Cilegon-Banten,
Bogor - Jawa Barat, serta Banyuwangi - Jawa Implementasi program tersebut dilaksanakan di
Timur. Untuk membantu permasalahan ketahanan berbagai daerah yaitu Tasikmalaya, Jombang,
pangan dan kelaparan, BNI membagikan paket Sidoarjo, Jakarta Utara, Semarang, dan Jepara.
pangan sebanyak 619.362, yang disalurkan pada
saat hari raya Ramadhan, penanggulangan
Pengukuran Dampak Investasi
dampak El Nino, serta kesempatan lainnya.
Sosial (SROI)
Bantuan pembangunan dan renovasi infrastruktur BNI melakukan pengukuran dampak yang tercipta
sarana ibadah dari berbagai agama, juga dilakukan dalam bidang sosial, lingkungan, dan ekonomi
BNI di seluruh wilayah kerja. Sepanjang 2024, dari program-program TJSL yang dilaksanakan.
BNI membantu 123 sarana ibadah, antara lain Hasil pengukuran dampak menjadi dasar untuk
di Sumatera Barat, Bengkulu, Pulau Jawa, Bali, melakukan peningkatan kualitas program. Di
dan Maluku. Di bidang pendidikan, BNI turut samping itu, SROI merupakan bentuk evaluasi atas
berpartisipasi melalui pemberian bantuan untuk pelaksanaan Program BNI Berbagi.
100 sekolah atau instansi pendidikan, seperti
pembangunan gedung sekolah, pembangunan/ Di 2024, kami melakukan pengukuran dampak
renovasi ruang kelas, pelatihan, penyediaan dari program TJSL dengan menggunakan metode
sarana prasarana teknologi informasi dan SROI. Pengukuran dampak bekerja sama pihak
komunikasi, serta penyediaan sarana prasarana independen untuk 3 program TJSL, yaitu:
pendukung pembelajaran. BNI juga membagikan 1. Sumur Bor di Gunung Kidul (DIY), skor 3,5
perlengkapan pendidikan sebanyak 17.000 paket di 2. Rumah BUMN Bekasi (Jawa Barat), skor 2,6
seluruh wilayah kerja BNI. 3. Program Pengelolaan Sampah di Bogor (Jawa
Barat), skor 2,2
Laporan Keberlanjutan 2024
106 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 107
Mekanisme Penanganan Pengaduan Masyarakat [411-1]
Pada tahun 2024, BNI tidak menerima pengaduan atau insiden yang berkaitan dengan pelanggaran hak-
hak masyarakat adat di sekitar area operasionalnya. Selama periode yang sama, tidak ada pengaduan
yang diterima dari masyarakat umum. Hal ini menunjukkan langkah BNI dalam menjaga hubungan baik
dengan komunitas lokal dan menjalankan operasional dengan penuh tanggung jawab.
Pelibatan Pihak Lokal dalam Rantai Pasokan [2-6, 204-1]
BNI menempatkan prioritas pada mitra dan pemasok lokal dalam rantai pasoknya, dengan memilih
perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh pihak dalam negeri. Untuk memastikan kualitas dan efektivitas
rantai pasok, BNI secara rutin melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kinerja mitra kerjanya. Selain
itu, setiap tahun BNI menyelenggarakan vendor gathering untuk mensosialisasikan sistem manajemen
anti penyuapan (SMAP) serta mendorong penggunaan produk dalam negeri. Langkah ini mendukung
upaya pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus menjaga integritas dalam menjalankan bisnis.
Pengadaan Barang dan Jasa
2024 2023 2022
Jenis Nilai Nilai Nilai
Pemasok/ Jumlah Jumlah Jumlah
Pengadaan Pengadaan Pengadaan
Mitra Kerja Pemasok/ Pemasok/ Pemasok/
Barang Barang Barang
Mitra Kerja Mitra Kerja Mitra Kerja
(Rp Triliun) (Rp Triliun) (Rp Triliun)
Lokal 606 4,2 473 7,0 331 4,4
Luar Negeri 52 0,9 8 - 44 -
Jumlah 658 5,1 481 7,0 375 4,4
Keterangan:
• Lokal adalah perusahaan yang secara kepemilikan seluruhnya dari dalam negeri
• Luar Negeri adalah perusahaan yang secara kepemilikan sebagian atau seluruhnya dari luar negeri.
Seleksi Pemasok baru dengan menggunakan kriteria Lingkungan dan
Sosial [308-1, 308-2, 414-1, 414-2]
Sebagai wujud komitmen BNI terhadap lingkungan oleh BNI dan telah memenuhi kriteria minimum
dan praktik bisnis yang berkelanjutan, BNI atau sudah mendapatkan Tanda Daftar Rekanan
memiliki kebijakan untuk mengevaluasi pemasok (TDR). Hingga akhir tahun 2024, penilaian kembali
menggunakan kriteria aspek lingkungan dan sosial. telah dilakukan kepada 17,6% pemasok yang sudah
Kebijakan tersebut baru diterapkan sejak Desember menjadi rekanan BNI. Sementara itu, penyampaian
2024. Adapun beberapa kriteria yang disebutkan komitmen sudah dilakukan terhadap seluruh (100%)
dalam kebijakan, di antaranya terkait informasi calon pemasok yang sudah mendapatkan Tanda
perizinan lingkungan, lokasi perusahan yang Daftar Rekanan Sementara (TDRs) pada Desember
berbatasan dengan kawasan lindung, pengelolaan 2024. BNI juga telah menetapkan kebijakan terkait
emisi GRK dan limbah, tidak ada pekerja di bawah dengan identifikasi serikat pekerja pada supplier/
umum, tidak ada pekerja paksa, bebas praktik vendor pada akhir tahun 2024. Namun, praktiknya
diskriminasi SARA, serta kesetaraan dalam promosi baru akan dilaksanakan mulai tahun 2025 dengan
dan remunerasi. Penyampaian komitmen telah cara mengidentifikasi apakah supplier/vendor
dilakukan baik untuk pemasok yang sudah menjadi memiliki serikat pekerja atau tidak melalui proses
rekanan maupun calon pemasok yang telah diverifikasi rekanan dan akan dilakukan reviu setiap tahunnya.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 107
Page 108
PILAR
05
BNI UNT UK PEGAWAI
“BNI percaya bahwa meningkatkan
produktivitas pegawai akan mendorong
kinerja perusahaan yang unggul. Untuk
itu, BNI berkomitmen menciptakan
lingkungan kerja yang inklusif dan adil
dengan menerapkan kebijakan Sumber
Daya Manusia (SDM) yang menghargai
keberagaman, hak asasi manusia, dan
fokus pada pengembangan kompetensi
pegawai. Hal ini memungkinkan
setiap pegawai untuk lebih responsif
terhadap kebutuhan para pemangku
kepentingan.”
Laporan Keberlanjutan 2024
108 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 109
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 109
Page 110
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) [2-7, 406-1]
Keberlanjutan bisnis BNI bergantung pada tidak ada diskriminasi, intimidasi, atau kekerasan
dukungan seluruh pegawai sehingga BNI berupaya dalam hubungan sosial antar pegawai selama
untuk menciptakan kondisi terbaik bagi pegawai periode pelaporan.
sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan
berprestasi sesuai dengan salah satu misi BNI. BNI Untuk menjaga keberagaman, BNI berupaya
melaksanakan pengelolaan Sumber Daya Manusia menyeimbangkan berbagai faktor seperti tingkat
dengan memperhatikan prinsip-prinsip Hak Asasi pendidikan, golongan usia, pengalaman kerja,
Manusia (HAM). BNI menjunjung tinggi prinsip jenis kelamin, ras, suku, dan agama. Per akhir 2024,
kesetaraan dan menentang diskriminasi dalam jumlah pegawai BNI mencapai 27.203 orang, terdiri
setiap tahapan pengelolaan human capital, mulai dari 48,0% laki-laki dan 52,0% perempuan. Hal ini
dari proses rekrutmen, selama menjadi pegawai membuktikan bahwa BNI memberikan kesempatan
(termasuk pengembangan karier, remunerasi, dan yang sama bagi pegawai perempuan dan laki-laki.
aspek lainnya), hingga saat pegawai keluar dari Semua pegawai BNI adalah pegawai penuh waktu,
perusahaan. BNI berkomitmen untuk membangun tanpa adanya pegawai paruh waktu.
lingkungan kerja yang inklusif dengan memastikan
Profil Pegawai BNI
Komposisi Pegawai Berdasarkan Kontrak Kerja Kepegawaian dan Jenis Kelamin [2-7]
2024 2023 2022
Kontrak Kepegawaian
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Tetap 12.200 13.178 12.150 13.310 12.203 13.131
Kontrak 521 697 647 728 606 761
Trainee 333 274 395 340 222 247
Jumlah berdasarkan jenis 13.054 14.149 13.192 14.378 13.031 14.139
kelamin
Jumlah keseluruhan 27.203 27.570 27.170
Komposisi Pegawai Berdasarkan Wilayah Operasional dan Jenis Kelamin [2-7]
2024 2023 2022
Wilayah Operasional
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Kantor Pusat 4.168 3.277 5.664 4.798 3.058 2.447
Kantor Wilayah 01 471 556 394 473 546 587
Kantor Wilayah 02 647 683 518 604 721 731
Kantor Wilayah 03 667 746 555 637 726 805
Kantor Wilayah 04 735 767 623 657 816 798
Kantor Wilayah 05 496 540 400 472 519 570
Kantor Wilayah 06 616 940 533 817 744 1.051
Kantor Wilayah 07 569 666 455 539 644 689
Kantor Wilayah 08 610 668 520 593 677 707
Kantor Wilayah 09 662 740 578 632 777 811
Kantor Wilayah 10 346 569 298 536 388 624
Kantor Wilayah 11 336 496 276 417 372 503
Laporan Keberlanjutan 2024
110 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 111
2024 2023 2022
Wilayah Operasional
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Kantor Wilayah 12 395 469 351 450 501 598
Kantor Wilayah 14 456 768 379 707 471 818
Kantor Wilayah 15 512 698 417 631 559 752
Kantor Wilayah 16 207 221 187 212 228 234
Kantor Wilayah 17 557 683 491 609 671 726
Kantor Wilayah 18 581 653 533 585 646 681
Kantor Luar Negeri (KLN) 23 9 20 9 21 7
Jumlah berdasarkan jenis 13.054 14.149 13.192 14.378 13.031 14.139
kelamin
Jumlah 27.203 27.570 27.170
Komposisi Pegawai Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [2-7, 405-1]
2024 2023 2022
Kelompok Usia
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
> 50 Tahun 1.310 1.031 1.359 1.035 1.601 1.032
> 45-50 Tahun 1.975 1.452 1.625 1.222 1.285 1.037
> 40-45 Tahun 1.081 1.186 1.543 1.550 1.965 1.838
> 35-40 Tahun 2.635 2.820 2.103 2.181 1.603 1.550
> 30-35 Tahun 2.809 3.494 3.064 3.834 3.210 4.075
> 25-30 Tahun 2.532 3.190 2.719 3.462 2.724 3.597
≤ 25 Tahun 712 976 779 1.094 643 1.010
Jumlah 27.203 27.570 27.170
Komposisi Pegawai Berdasarkan Level Jabatan dan Jenis Kelamin [2-7, 405-1]
2024 2023 2022
Jenjang Jabatan
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
≥ Senior Vice President* 91 31 83 28 68 25
≥ Vice President 205 72 156 49 181 50
Assistant Vice President 887 434 846 407 901 413
Manager 2.259 1.647 2.027 1.491 2.016 1.420
Assistant Manager 5.519 5.806 5.691 5.860 5.380 5.640
≤ Assistant** 4.093 6.159 4.389 6.543 4.485 6.591
Jumlah 27.203 27.570 27.170
Keterangan:
Proporsi manajer senior yang dipekerjaan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). [202-2]
*) Terdiri atas: Senior Vice President, Executive Vice President, dan Senior Executive Vice President
**) Terdiri atas: Assistant dan Pegawai Dasar
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 111
Page 112
Komposisi Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin [2-7]
2024 2023 2022
Tingkat Pendidikan
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Strata 3 13 3 9 4 7 4
Strata 2 1.634 1.274 1.625 1.219 1.627 1.151
Strata 1 10.531 11.620 10.515 11.731 10.355 11.511
Akademi 593 1.249 724 1.421 679 1.467
SD-SMA 283 3 319 3 363 6
Jumlah 27.203 27.570 27.170
Pegawai Lain Bukan Pegawai BNI [2-8]
Selain pegawai full-time, di lingkungan kerja BNI juga terdapat pegawai lain yang berasal dari kerja sama
alih daya/outsourcing dengan perusahaan penyedia jasa (vendor) yang bertugas untuk mendukung
kelancaran operasional bank. BNI memastikan bahwa seluruh pegawai, termasuk pegawai alih daya,
memperoleh lingkungan kerja yang dilingkupi oleh sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi hak
asasi manusia. Dalam melakukan kerja sama dengan pihak ketiga, BNI terus berupaya untuk mematuhi
setiap regulasi dan peraturan perundangan yang berlaku. Pada tahun 2024, terdapat 16.089 pegawai
yang merupakan pekerja alih daya/outsourcing dengan mayoritas/secara signifikan ditempatkan atau
ditugaskan pada jenis pekerjaan setingkat asisten ke bawah, antara lain cleaning service, driver, dan
lainnya.
Laporan Keberlanjutan 2024
112 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 113
Perekrutan, Tingkat Retensi, dan Tingkat Turnover [401-1]
Sebagai bagian dari Employee Value Proposition Selama periode laporan, terdapat pegawai yang
(EVP) yakni “Bersama-sama menciptakan meninggalkan perusahaan dengan berbagai
tempat terbaik untuk berkontribusi, belajar dan alasan, seperti antara lain mengundurkan diri.
bertumbuh, guna menjadi kebanggaan negeri”, Guna menjaga kinerja perusahaan, BNI berupaya
BNI berkomitmen untuk mengelola human capital untuk mempertahankan pegawainya, dengan
dengan menerapkan kebijakan sumber daya cara menjaga hubungan industrial yang sehat,
manusia yang terintegrasi, mulai dari rekrutmen memberikan remunerasi dan benefit bersaing
hingga pegawai meninggalkan perusahaan. dengan rata-rata industri sejenis, pengembangan
Proses ini bertujuan untuk memotivasi dan kompetensi, hingga jenjang karier yang lebih
mempertahankan pegawai. Rekrutmen dilakukan tinggi.
sesuai dengan posisi yang tersedia dan kesesuaian
nilai budaya BNI. Kami memiliki beberapa program BNI mengukur tingkat retensi pegawai dengan
untuk memastikan ketersediaan talenta yang menggunakan parameter tingkat turnover. Pada
sesuai dengan kebutuhan bisnis dan pemimpin 31 Desember 2024, tercatat tingkat turnover di
masa depan, seperti Early Recruitment Program BNI adalah 1,7%. BNI menilai bahwa pencapaian
(ERP), yang memberikan beasiswa kepada dan peluang dalam penerapan employee value
mahasiswa berprestasi dari perguruan tinggi proposition di lingkungan bank tergolong baik
unggulan untuk menjadi calon pegawai BNI, sehingga angka turnover tetap dapat terjaga lebih
serta Assistant Development Program (ADP), dan baik dari market.
Officer Development Program (ODP). Program
ODP mencakup pencarian kandidat eksternal dan
internal, di mana program ODP Internal melatih 1,7% 1,2% 1,5%
pegawai untuk dipromosikan ke posisi yang lebih
tinggi. Selain itu, BNI juga berpartisipasi dalam
program Perekrutan Bersama BUMN (PBB) yang
diselenggarakan oleh Kementerian BUMN.
Turnover
Penjelasan lebih lanjut mengenai masing- rate
masing program rekrutmen dapat ditemukan
dalam Laporan Tahunan 2024 yang terpisah dari 2024 2023 2022
laporan ini. Dalam proses rekrutmen tersebut,
BNI berkomitmen untuk menciptakan lingkungan
kerja yang inklusif dengan menjaga keberagaman
pegawai. Kami juga membuka kesempatan bagi
kandidat dari berbagai latar belakang tanpa
membedakan ras, jenis kelamin, atau atribut
lainnya, agar semua memiliki kesempatan yang
sama untuk bergabung dengan perusahaan.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 113
Page 114
Komposisi Pegawai Baru Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [401-1]
2024 2023 2022
Kelompok Usia
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
< 30 Tahun 410 430 764 790 494 579
30-50 Tahun 84 39 78 33 45 18
> 50 Tahun 12 1 13 7 8 2
Jumlah 976 1.685 1.146
Komposisi Pegawai Baru Berdasarkan Wilayah Operasional dan Jenis Kelamin [401-1]
2024 2023 2022
Wilayah Operasional
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Kantor Pusat 364 236 657 477 346 254
Kantor Wilayah 01 10 16 11 21 5 14
Kantor Wilayah 02 3 10 19 25 6 16
Kantor Wilayah 03 4 7 5 6 53 52
Kantor Wilayah 04 7 17 15 30 8 20
Kantor Wilayah 05 6 21 11 26 20 19
Kantor Wilayah 06 16 11 22 31 12 27
Kantor Wilayah 07 11 19 11 23 11 23
Kantor Wilayah 08 14 16 10 20 2 19
Kantor Wilayah 09 4 4 3 5 7 5
Kantor Wilayah 10 15 14 10 21 6 26
Kantor Wilayah 11 4 11 4 16 9 15
Kantor Wilayah 12 5 21 10 21 2 20
Kantor Wilayah 14 13 18 11 21 3 23
Kantor Wilayah 15 8 22 13 34 5 21
Kantor Wilayah 16 5 5 11 10 12 8
Kantor Wilayah 17 11 12 18 19 24 12
Kantor Wilayah 18 5 10 14 24 16 25
Kantor Luar Negeri (KLN) 1 0 0 0 0 0
Jumlah 976 1.685 1.146
Komposisi Pegawai Keluar Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin [401-1]
2024 2023 2022
Kelompok Usia
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
< 30 Tahun 59 98 35 100 51 102
30-50 Tahun 106 174 74 114 97 146
> 50 Tahun 7 7 6 3 12 11
Jumlah 451 332 419
Laporan Keberlanjutan 2024
114 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 115
Komposisi Pegawai Keluar Berdasarkan Wilayah Operasional dan Jenis Kelamin [401-1]
2024 2023 2022
Wilayah Operasional
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
Kantor Pusat 68 50 37 49 34 44
Kantor Wilayah 01 4 10 5 6 5 11
Kantor Wilayah 02 7 23 0 9 10 10
Kantor Wilayah 03 8 9 5 6 7 14
Kantor Wilayah 04 9 16 7 16 16 13
Kantor Wilayah 05 3 8 4 16 5 13
Kantor Wilayah 06 8 22 11 14 16 31
Kantor Wilayah 07 3 8 6 5 10 7
Kantor Wilayah 08 5 12 4 7 2 7
Kantor Wilayah 09 10 34 9 20 10 25
Kantor Wilayah 10 2 10 2 10 10 10
Kantor Wilayah 11 8 5 2 4 4 6
Kantor Wilayah 12 5 12 6 8 2 12
Kantor Wilayah 14 5 15 4 11 4 13
Kantor Wilayah 15 7 8 5 8 1 14
Kantor Wilayah 16 2 5 3 9 3 5
Kantor Wilayah 17 5 15 1 4 8 11
Kantor Wilayah 18 13 17 3 15 13 13
Kantor Luar Negeri (KLN) 0 0 1 0 0 0
Jumlah 451 332 419
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 115
Page 116
Menghormati HAM dan Keberagaman [2-3, 408-1, 409-1]
Dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) terdapat pengaturan mengenai hak dan kewajiban antara perusahaan
dan pegawai serta aspek ketenagakerjaan lainnya, termasuk menghormati hak asasi manusia. Dalam PKB
telah diatur waktu kerja dan istirahat pada Bab VI Pasal 20, sehingga dapat menegaskan bahwa tidak ada
praktik kerja paksa di BNI. PKB juga mengatur waktu lembur sebagai kesepakatan antara pegawai dan
pimpinan perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan yang mendesak. Selain itu, BNI memastikan bahwa
semua pegawai telah memenuhi usia minimal bekerja, sehingga tidak ada praktik pekerja anak.
Menciptakan Lingkungan Kerja yang Saling Menghargai
Dengan adanya keberagaman karakteristik tentang Kebijakan Berperilaku Saling Menghargai
pegawai, BNI berkomitmen untuk menciptakan di Tempat Kerja (Respectful Working Place) di
lingkungan kerja yang saling menghormati, Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. Adapun
bebas dari diskriminasi, pengucilan, pelecehan, BNI tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran
perundungan, dan kekerasan lainnya, yang terkait pelecehan dan perbuatan diskriminatif
tercermin dalam pelaksanaan kebijakan dengan menetapkan sanksi administratif atas
ketenagakerjaan. Direksi, khususnya Direktur pelanggaran Respectful Working Place. Seluruh
Human Capital and Compliance, bertanggung pelanggaran terkait dapat dilaporkan melalui
jawab untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan- saluran seperti Whistleblowing System (WBS)
kebijakan tersebut. atau dapat dilaporkan langsung ke Line Manager/
Pemimpin Unit.
Kebijakan ketenagakerjaan BNI mengintegrasikan
prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) yang BNI menjunjung tinggi prinsip kesetaraan
selaras dengan standar dari International Labour dan martabat setiap individu dengan
Organization (ILO), United Nations Global Compact mengimplementasikan kebijakan tegas terhadap
(UNGC), serta peraturan ketenagakerjaan dan HAM pelecehan seksual dan diskriminasi dalam
yang berlaku. bentuk apa pun. BNI berkomitmen menciptakan
lingkungan kerja yang inklusif dan menghormati
Seluruh pegawai BNI dapat mengakses kebijakan keberagaman, dengan menyediakan saluran
perusahaan terkait HAM yang tercantum dalam pelaporan yang aman, mekanisme penanganan
Tata Tertib (e-PP) dan PKB melalui platform DigiHC yang transparan, serta edukasi berkelanjutan
dan DigiCM. Kebijakan baru atau pembaruan akan guna meningkatkan kesadaran dan pencegahan
disampaikan dalam bentuk infografis melalui terhadap tindakan yang melanggar nilai-nilai
DigiHC untuk memastikan informasi tersampaikan tersebut.
secara efektif. Selain itu, sosialisasi kebijakan juga
dilakukan secara berkala kepada pegawai dan Menindaklanjuti arahan KBUMN melalui Surat
fungsi terkait, dengan frekuensi yang disesuaikan no. SE-1/MBU/01/2024 tanggal 18 Januari 2024,
berdasarkan kebutuhan operasional. BNI telah menetapkan aturan dalam Pedoman
Perusahaan Nomor Instruksi IN/013/HCS/001
Di samping itu, komitmen BNI untuk menciptakan terkait penerapan Respectful Working Place yang
lingkungan kerja yang saling menghormati dengan bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja
menolak segala bentuk pelecehan dan perbuatan yang aman, nyaman, menghargai serta melindungi
diskriminatif di tempat kerja atau dalam aktivitas harkat dan martabat manusia, mengedepankan
yang berkaitan dengan pekerjaan telah tertuang sikap saling menghormati, bebas dari diskriminasi,
melalui Respectful Working Place dalam Kebijakan pengucilan atau pembatasan, perundungan dan
Umum Human Capital sesuai Surat Edaran pelecehan serta berbagai bentuk kekerasan lainnya
Kementerian BUMN No. SE-3/ MBU/04/2022 baik mental maupun fisik bagi segenap pegawai
BNI Group.
Laporan Keberlanjutan 2024
116 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 117
2. Memberdayakan 22 orang pegawai yang
memiliki keterbatasan fisik (disabilitas).
3. Memberikan kesempatan untuk berserikat dan
berkumpul melalui keberadaan Serikat Pekerja.
4. Memberikan kesempatan untuk menjalankan
kewajiban beragama, di mana di setiap kantor
BNI disediakan tempat untuk beribadah.
5. Memberikan remunerasi di atas Upah Minimum
Provinsi/Upah Minimum Kota/Kabupaten
(UMP/UMK) dan dalam menentukan gaji pokok
tidak ada membedakan gender. [202-1, 405-1]
6. Memberikan hak cuti bagi seluruh pegawai,
termasuk cuti haid maksimal 2 hari dengan
mengajukan surat keterangan dokter dan cuti
tiga bulan kalender bagi perempuan yang
melahirkan, serta tidak ada hak normatif lainnya
yang dikurangi saat kembali bekerja. [401-3]
Kebijakan Respectful Working Place diberlakukan 7. Memberikan hak untuk tidak masuk kerja
dan disosialisasikan kepada segenap pegawai dengan tetap menerima upah/gaji tanpa
dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan mengurangi hak cuti sesuai hak izin tidak masuk
kerja yang mengedepankan sikap saling kerja yang diamanatkan oleh perundangan
menghormati, bebas dari diskriminasi, pengucilan dengan mengajukan surat permohonan secara
atau pembatasan, perundungan dan pelecehan tertulis kepada atasan langsung dengan bukti
serta berbagai bentuk kekerasan lainnya baik yang sah.
mental maupun fisik dalam rangka menciptakan
lingkungan kerja yang inklusif, kondusif, dan
Kesempatan Karier bagi Pegawai
produktif untuk mendorong keberlanjutan
Perusahaan dan menjunjung tinggi HAM.
Disabilitas
BNI menunjukkan perhatian khusus terhadap
Penyandang disabilitas, antara lain keterbatasan
Sebagai bagian dari Respectful Working Place,
fisik dan sensorik, dan menegakkan kesetaraan
BNI melakukan penyempurnaan pada program
gender di seluruh lingkungan BNI, anak
wellbeing pegawai melalui BNI Holistic Employee
perusahaan, serta afiliasi terkonsolidasi.
Wellbeing Program yang berfokus pada sehat
Penyandang disabilitas diberikan kesempatan
mental & fisik, sehat finansial dan sehat sosial.
yang setara untuk bergabung dengan BNI, dengan
Sejumlah inisiatif yang diluncurkan antara
mempertimbangkan keahlian dan keterampilan
lain adalah Employee Assistance Program 2.0,
individu dalam penentuan posisi dan jenis
penyediaan daycare dengan nama BNI Little
pekerjaan yang sesuai. BNI juga menyediakan
Explorers, sehat finansial melalui New Dana
fasilitas yang mendukung kenyamanan dan
Kesehatan Masa Pensiun (DKMP) dan sehat sosial
produktivitas pegawai disabilitas, seperti lift,
yang dilakukan antara lain melalui 46Society atau
tempat parkir dan toilet untuk orang berkebutuhan
komunitas pegawai.
khusus, akses ramp, kursi roda, tongkat bantu
jalan, dan lainnya. Pada tahun 2024, terdapat 22
Wujud nyata tentang penerapan Prinsip HAM
pegawai disabilitas.
dalam Manajemen SDM, di antaranya:
1. BNI mengedepankan prinsip keragaman,
kesetaraan kesempatan bekerja, dan
menjunjung tinggi prinsip non diskriminasi.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 117
Page 118
Meningkatkan Peran Perempuan Pada tahun 2024 telah dilaksanakan berbagai
program Srikandi yang mendukung peningkatan
di Level Manajerial produktivitas pegawai khususnya perempuan
Perusahaan menerapkan kebijakan Accelerated
antara lain dukungan Srikandi pada kesehatan fisik
Career Track sebagai langkah untuk mendorong
dan mental pegawai melalui program-program
kemajuan karier talenta perempuan dan
Respectful Working Place /RWP, daycare, webinar,
meningkatkan keterwakilan mereka di tingkat
komunitas 46Society, serta kolaborasi dengan
kepemimpinan (Assistant Vice President ke atas).
Srikandi BUMN. Informasi lebih lanjut dapat dilihat
Kebijakan ini berhasil meningkatkan proporsi
pada media sosial Srikandi BNI pada Instagram:
talenta perempuan di level pimpinan selama tiga
srikandi.bni.
tahun terakhir.
31,2% 30,9% 29,8%
Serikat Pekerja dan Perjanjian
Kerja Bersama (PKB) [2-30, 407-1]
BNI menjamin hak kebebasan berserikat dan
Perempuan yang berkumpul seluruh pegawai melalui keberadaan
menduduki posisi Serikat Pekerja (SP). Dalam hal menjaga hubungan
pimpinan (%) [405-1] baik dengan SP, BNI telah melakukan hal-hal antara
lain sebagai berikut:
2024 2023 2022 1. Menanggapi secara responsif atas masukan
yang disampaikan oleh SP.
Perusahaan juga terus berkomitmen untuk
2. Berkomunikasi secara terbuka dan
memprioritaskan kesetaraan dan keadilan dalam
transparan dalam rangka mencegah dan/
pemberdayaan sumber daya manusia serta
atau menyelesaikan perselisihan hubungan
menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.
industrial.
Dukungan terhadap kesetaraan gender dan
3. Menjalin komunikasi berkala dengan SP dalam
pemberdayaan perempuan diwujudkan melalui
forum komunikasi bersama antara Manajemen
kebijakan yang setara, seperti cuti haid; fasilitas
dan SP.
penitipan anak (daycare); cuti melahirkan;
Employee Assistance Program (EAP) untuk
Manajemen dan SP bersama-sama menyusun
mendukung kesehatan fisik, mental, dan finansial
PKB yang berlaku saat ini yakni periode 2024 -
pegawai; ruang menyusui di setiap gedung; serta
2026 dengan dilandasi semangat kemitraan dan
pengaturan kerja fleksibel.
kebersamaan dengan asas kekeluargaan bagi
semua pegawai BNI.
Di samping itu, BNI memiliki Srikandi BNI sebagai
wadah kreativitas bagi pegawai BNI untuk
membangun kesadaran semua pihak tentang
Mekanisme Penyampaian
perkembangan karier berbasis kompetensi dan Keluhan Pegawai
kinerja pegawai tanpa membedakan status gender. BNI menyediakan saluran bagi pegawai untuk
Pembentukan Srikandi BNI merupakan salah satu menyampaikan keluhan antara lain terkait
wujud komitmen BNI untuk mengimplementasikan hubungan kerja yang dapat disampaikan kepada
semangat kepemimpinan perempuan sehingga atasan langsung maupun melalui sarana
memberikan dampak positif bagi kemajuan komunikasi resmi yang disediakan BNI (melalui
perempuan melalui karakter yang dimilikinya call center maupun email). Selain itu, Serikat
yaitu caring, inspiring, dan collaboration yang Pekerja dapat membantu penyampaian keluhan
merupakan nilai-nilai yang penting bagi sebuah ke Pimpinan Perusahaan secara berjenjang.
organisasi. Dengan adanya Srikandi BNI Keluhan terkait tindakan yang melanggar hukum,
diharapkan dapat mendorong seluruh pegawai, kebijakan internal, dan kode etik perusahaan dapat
khususnya perempuan agar saling mendukung disampaikan melalui Whistleblowing System
serta mengembangkan personal and professional (WBS) yang dikenal sebagai “WBS to CEO” yang
capability. dikelola oleh pihak eksternal independen.
Laporan Keberlanjutan 2024
118 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 119
Pengembangan Kompetensi Pegawai [404-2]
Kebijakan Pengembangan 2. Pengembangan Kapabilitas berdasarkan Posisi
Pengembangan sesuai persyaratan kompetensi
Kompetensi pada suatu posisi. Pengembangan bersifat
Dalam pengembangan kompetensi pegawai, BNI
Wajib, Tematik, dan Individual, yang disesuaikan
senantiasa berpedoman pada ketentuan POJK No.
dengan kebutuhan individu, baik untuk current
24 tahun 2022 tentang Pengembangan Kualitas
roles maupun future roles.
Sumber Daya Manusia Bank Umum sehingga
3. Pengembangan Kapabilitas Berjenjang
dipastikan bahwa seluruh pegawai, baik tetap
Pengembangan sesuai dengan jenjang
maupun kontrak, memiliki hak untuk mengikuti
pegawai, dengan program-program lintas
pelatihan dan pengembangan kompetensi.
fungsi, antara lain Leadership Program, Risk
Selain itu, BNI juga memberikan peluang kepada
Management, dan Human Capital Program.
pemagang untuk memperdalam pengetahuan dan
keterampilan di bidang pekerjaan yang relevan.
Jenis dan Cakupan Program
BNI secara rutin mengadakan program pelatihan Pengembangan Kompetensi
dan pengembangan yang bertujuan meningkatkan Jenis-jenis dan cakupan program pengembangan
kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kompetensi yang ada di BNI telah disesuaikan
memperkuat daya saing di masa depan, dan dengan maksud dan tujuannya.
menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif
dan inovatif. BNI melalui BNI University menjamin Program pembelajaran untuk
pengembangan kompetensi pegawai dengan cara meningkatkan kapabilitas pegawai guna
merancang strategi pembelajaran yang sesuai mendukung bisnis BNI
dengan kebutuhan BNI dan menyusun berbagai Program pembelajaran ini mencakup delapan
program pelatihan, termasuk yang terkait dengan bidang pelatihan dan pengembangan, yaitu:
Keuangan Berkelanjutan. Leadership; Finance & Human Capital; IT,
Digital & Operation; Legal, Governance, Audit &
Pengembangan kompetensi dan kapabilitas Compliance; Network & Services; Retail Banking;
pegawai di BNI dilakukan melalui tiga pendekatan Risk; serta Wholesale, Treasury & International
utama: Banking. Tujuan dari setiap bidang pelatihan dan
1. Pengembangan Kapabilitas berdasarkan pengembangan ini dapat ditemukan dalam Laporan
Kategori Pegawai Tahunan 2024, pada bagian Pengembangan
Pengembangan ini dibedakan menjadi dua Kompetensi Berdasarkan Level Jabatan dan
kategori, yaitu: Kesetaraan Gender.
• Employee Development, yang bertujuan
untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam Program pembelajaran untuk mendukung
menjalankan posisi/fungsi saat ini. kapabilitas kepemimpinan
• Talent Development, yang difokuskan pada Program perencanaan suksesi BNI dirancang
pengembangan pegawai berprestasi (talent) untuk memastikan kelanjutan kepemimpinan
untuk untuk menjalankan posisi/fungsi yang yang efektif dan siap menghadapi tantangan
lebih tinggi (next position). masa depan. Program kepemimpinan diberikan
kepada seluruh pegawai level officer. Rincian lebih
lanjut tentang pembelajaran kepemimpinan dapat
ditemukan dalam Laporan Tahunan 2024, pada
bagian Pengembangan Kompetensi Berdasarkan
Level Jabatan dan Kesetaraan Gender.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 119
Page 120
Direksi, Dewan Komisaris, dan pegawai satu level Program pembelajaran untuk mendukung
di bawah Direksi diberikan peluang yang sama persiapan pegawai dalam memasuki
dalam meningkatkan kapabilitas kepemimpinan masa purnabakti
melalui Board Level Program dan Advanced BNI menyediakan program Pra Purnabakti untuk
Management Leadership Program, melalui mempersiapkan pegawai yang akan pensiun
berbagai inisiatif seperti Executive Education, dengan keterampilan dan pengetahuan penting,
Roundtable Mentoring, Top Executive Sharing, termasuk strategi pemberdayaan diri, cara
TOP GUN (part of BUMN School of Excellence), mengatasi perubahan psikologis, pola hidup sehat,
dan Business Essential (part of BUMN School perencanaan keuangan pensiun, serta peluang
of Excellence). Program-program ini bertujuan untuk memulai usaha. Pada tahun 2024, pelatihan
untuk memperkaya wawasan dan keterampilan bagi pra purnabakti difokuskan pada topik-topik,
kepemimpinan yang selaras dengan isu-isu seperti Wisdom Living, Healthy Lifestyle, Financial
strategis, perkembangan pasar, dan kepentingan Planning, dan Leveraging Assets.
pengembangan untuk mendukung pencapaian
tujuan BNI dan/atau sesuai bidang kerjanya. [2-17] Program pendidikan pascasarjana
Dalam mewujudkan Employee Value Proposition
Dalam menjalankan Board Level Program, (EVP) sebagai tempat terbaik dalam hal belajar,
BNI bekerja sama dengan beberapa lembaga bertumbuh, dan berkontribusi, BNI memberikan
yang terdiri dari sekolah bisnis dan universitas kesempatan pegawai untuk mengembangkan
terkemuka dunia, seperti Harvard Business diri dengan mengejar pendidikan hingga tingkat
School, MIT Sloan Executive Education, Stanford pascasarjana melalui:
Graduate School of Business, Columbia Business a. Self Development Program (SDP), merupakan
School, dan IMD Business School. Sementara program penggantian biaya pendidikan
itu, Advanced Management Leadership Program yang diberikan kepada pegawai yang telah
bekerja sama dengan beberapa lembaga, antara berhasil menyelesaikan pendidikan akademik
lain IMD Business School, MIT Sloan Executive dalam negeri S1, S2, atau S3 dan memenuhi
Education, dan INSEAD. seluruh persyaratan program SDP. Program
studi/jurusan yang dapat dipilih haruslah
relevan dengan bisnis BNI, seperti Computer
Science, Economics & Econometrics, Statistic,
Mathematics, Accounting & Finance, Business
& Management, and Law.
b. Global Postgraduate Program (GPP),
merupakan program pengembangan pegawai
berbasis global yang diberikan dalam bentuk
beasiswa S2 (postgraduate) pada universitas
terbaik di luar negeri yang masuk ke dalam top
30 universities per subject area berdasarkan
QS World University Rankings. GPP ditujukan
bagi pegawai berprestasi yang masuk dalam
kategori talent dan memenuhi seluruh
persyaratan program GPP.
Laporan Keberlanjutan 2024
120 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 121
Pengembangan Kompetensi 5. Driving Innovation - Beyond Boundaries for
Everyday Improvement.
terkait Keuangan Berkelanjutan 6. Ensuring Compliance - Social Media in
[2-17, 404-2, FS4]
Regulated Industries.
Komitmen BNI terhadap keuangan berkelanjutan
7. Implementasi Governance, Risk & Compliance
tercermin dalam pengembangan modul pelatihan
(GRC)
yang mencakup isu dan risiko Lingkungan, Sosial,
8. Kuasai Literasi Tingkatkan Keamanan
Tata Kelola (LST), serta prinsip keberlanjutan dan
Bertransaksi.
keuangan berkelanjutan. Pengembangan modul
9. Leaders Talk: Fostering a Global Mindset
ini melibatkan kerja sama dengan Subject Matter
Toward Future Business Ecosystem.
Expert (SME), konsultan, dan pihak berkompeten
10. Leaders Talk: Agile & Digital Mindset
lainnya, dengan tujuan agar pegawai dapat
Experience - Transforming Market & Fostering
memahami konsep keberlanjutan, pengelolaan
Collaboration.
risiko LST, dan mampu menganalisis laporan
11. Leaders Talk: Optimizing Organizational
keberlanjutan perusahaan.
Transformation Through Strategic Delegation.
12. Leadership Development and Organizational
Sejalan
dengan Rencana Aksi Keuangan
Resilience in The Transforming Industry.
Berkelanjutan (RAKB), BNI menargetkan
13. Menerapkan Business Judgement Rule Dalam
pengembangan kompetensi keuangan
Manajemen Risiko.
berkelanjutan bagi 93% pegawai sampai dengan
14. Implementasi Undang-Undang Pelindungan
2024. Hingga akhir periode pelaporan, 98,1%
Data Pribadi (PDP).
dari total pegawai, atau 26.425 pegawai, telah
mengikuti program pengembangan terkait
Pelatihan keberlanjutan juga diberikan kepada divisi
keuangan berkelanjutan melalui program
yang spesifik. Program ini mencakup berbagai
e-Learning Mandatory Sustainability Finance. Di
topik, seperti Greenhouse Gas (GHG) Calculation,
BNI terdapat beberapa topik e-learning mandatory
Mitigation, Audit, and Reporting diikuti oleh Divisi
yang diikuti pegawai, yaitu:
ERM; Peningkatan Awareness Pelaporan Data
1. Pengendalian Gratifikasi dan Sistem
Operasional Emisi Karbon yang diikuti oleh 99
Manajemen Anti Penyuapan.
peserta yang merupakan perwakilan pegawai dari
2. Anti Fraud Awareness.
relationship manager, serta pengelola divisi dan
3. Anti Pencucian Uang.
cabang; Global Reporting Initiative (GRI) Standards
4. Budaya Kerja.
Certified Training diikuti oleh penanggung jawab
5. Good Corporate Governance.
laporan keberlanjutan; Taksonomi Keuangan
6. Risk Culture.
Berkelanjutan Indonesia (TKBI) diikuti oleh 30
7. Sustainability Finance.
pegawai dari Divisi Bisnis dan Risiko. Sementara
8. Pelindungan Data Pribadi.
itu, pada tahun 2024 webinar yang diikuti oleh
spesifik divisi adalah terkait pembiayaan UMKM
Selain e-learning mandatory, pegawai juga
hijau.
mengikuti mandatory webinar. Pada tahun 2024
total jumlah peserta webinar mandatory mencapai
Di sisi lain, BNI mencatat 12 anggota Direksi dan
220.927 penonton. Topik mandatory webinar yang
11 anggota Dewan Komisaris yang mengikuti
diikuti oleh pegawai, di antaranya:
pelatihan terkait keberlanjutan. Pelatihan ini
1. Anti Fraud Awareness.
mencakup berbagai topik, seperti Navigating Risks
2. Business Ethic: Penguatan Organisasi
Towards Business Resiliency and Sustainability,
melalui Pencegahan & Pengelolaan Benturan
Sustainability Stronger Together, ESG
Kepentingan.
Management and Sustainability, BUMN Corporate
3. Business Ethic: Strategi Anti Penyuapan Dan
Communication and Sustainability Summit
Anti Korupsi.
(BCOMSS), Navigating Global Market Forces and
4. Compliance Forum.
Technology Innovation for Sustainable Business,
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 121
Page 122
Leading & Sustaining a Culture of Innovation, Pemanfaatan Teknologi
Building Internal Capability, Sustainable Talent
Management, and Culture Transformation; Leading
dan Digitalisasi dalam
Change & Organizational Renewal; Generative AI Pengembangan Kompetensi
& Business Transformation; Pembekalan Certified BNI memanfaatkan teknologi untuk digitalisasi
Governance Oversight Professional (CGOP): pelatihan pegawai, termasuk e-learning mandatory,
Master Class Corporate Governance (CRMS). Daily Exercise Employee Program (DEEP46)
melalui Learning Management System BNI yaitu
Selain itu, anggota Direksi dan anggota Dewan BNI Smarter, webinar via YouTube BNI University,
Komisaris juga aktif menjadi narasumber dalam dan platform digital learning pihak ketiga seperti
pelatihan eksternal mengenai keberlanjutan. GoFluent, LinkedIn Learning, Coursera, Udemy,
Sepanjang 2024, mereka telah memberikan materi dan Moody’s.
dalam 9 sesi dengan berbagai topik, seperti
CFO Forum (Perubahan Iklim Ancam Ekonomi Pegawai wajib mengikuti e-learning mandatory,
dan Bisnis, Ini Strategi Keuangan para CFO); dan hasilnya dilaporkan ke regulator. DEEP46
Empowering Women in Finance Conference menyediakan pembelajaran singkat terkait
(Empowering Women by Embracing Technology); pekerjaan sehari-hari dengan metode kuis harian,
Empowering Women with AI (Women Strategic’s sementara pengembangan lebih lanjut dapat
Role on Advancing AI for Inclusive Growth); dilakukan melalui webinar dan platform digital
Talkshow Kelana Wastra Fest Fashion untuk learning. Semua kegiatan pelatihan diawasi
Indonesia 2024 - Pembiayaan Kreatif: Menyalami oleh BNI University dan tercatat dalam sistem
Kebutuhan UMKM Fashion; Tantangan dan Integrated Human Capital System (IHCS).
Potensi Pemberdayaan UMKM dalam Mendukung
Terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045; Sharing Realisasi Pengembangan
Session FHCI - Unlocking Global Opportunities
Kompetensi Pegawai
Key Insights for Business Savvy Professionals;
Hingga Desember 2024, BNI telah melaksanakan
Crafting Future Strategies; Strategi Keuangan Para
berbagai program pengembangan kompetensi
CFO dalam Perubahan Iklim yang mengancam
untuk 26.919 pegawai, mulai dari level new entry
Ekonomi dan Bisnis; Penerbitan Global Bond &
hingga eksekutif. Program ini pun mencakup
Transformasi BNI Hadapi Tantangan Tahun 2024,
seluruh status kepegawaian, dengan rata-rata
Strategi CTO untuk Masa Depan Pembayaran
frekuensi 10 kali untuk pegawai tetap, 10 kali
Digital.
untuk pegawai kontrak, dan 9 kali untuk trainee.
Total dana yang dialokasikan untuk program ini
mencapai Rp200,9 miliar.
Rata-rata Jam Pelatihan
Berdasarkan Jenis Kelamin [404-1]
2024 139,1
2023 153,7
2022 185,3
Laki-laki
2024 129,5
2023 134,2
2022 171,5
Perempuan
Laporan Keberlanjutan 2024
122 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 123
Rata-rata Jam Pelatihan Berdasarkan Level Jabatan dan Jenis Kelamin [404-1]
Pegawai yang Mengikuti
Jam Pelatihan Setahun Rata-rata Jam Pelatihan
Level Jabatan Pelatihan
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
≥ Senior Vice President *) 88 31 12.065,4 4.068,4 137,1 131,2
Vice President 201 71 20.452,2 8.204,7 101,8 115,6
Assistant Vice President 860 422 125.343,2 59.766,6 145,7 141,6
Manager 2.211 1.609 273.015,0 201.132,1 123,5 125,0
Assistant Manager 5.452 5.736 979.211,3 936.389,3 179,6 163,2
≤ Assistant **) 4.084 6.154 384.228,6 606.753,2 94,1 98,6
Jumlah 26.919 3.610.630,0 134,1
Keterangan:
Data yang tersaji terdiri dari kategori pegawai tetap, kontrak dan trainee aktif (dhi. diluar pegawai dalam masa persiapan pensiun, cuti di luar tanggungan,
istirahat sakit, dan penugasan di luar BNI sebanyak 278 pegawai).
*) Terdiri atas: Senior Vice President, Executive Vice President, dan Senior Executive Vice President.
**) Terdiri atas: Assistant dan Pegawai Dasar
Di samping materi terkait keberlanjutan, BNI juga secara rutin memberikan pelatihan dengan topik
mengenai kebijakan penagihan utang. Pada tahun 2024, pelatihan dilakukan melalui Zoom Meeting
maupun in class training.
Pelatihan terkait Kebijakan Penagihan Utang Tahun 2024
Cakupan Peserta
Bentuk Jumlah Frekuensi Pelatihan
Nama Pelatihan Pegawai Pegawai
Pelatihan Peserta (dalam 1 tahun)
Tetap Kontrak
Agency Recovery Meeting In Class 228 v x 12 kali
Jakarta Training (pihak ke-3)
Agency Recovery Meeting Zoom 1.200 v v 12 kali
Non-Jakarta
Effective Collaborative In Class 30 v x 1 kali
Leadership Training
Training for Trainers - In Class 37 v x 1 kali
Restrukturisasi Training
Training Restrukturisasi In Class 277 v v 1 kali
Jabodetabek Training
Training Restrukturisasi Zoom 711 v v 1 kali
Luar Jabodetabek
Sosialisasi Mobile Zoom 159 v v 1 kali
Collection - Card
Sosialisasi Website Lelang - Zoom 162 v v 1 kali
Consumer
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 123
Page 124
Kesejahteraan Pegawai
Remunerasi dan Manfaat Lainnya bagi Pegawai [2-20, 202-1, 401-3, 405-2]
BNI menetapkan remunerasi dan manfaat lainnya melahirkan dengan kondisi khusus, dan tambahan
berdasarkan job grade, jabatan dan kinerja izin tidak masuk kerja paling lama 3 hari berikutnya
pegawai, tanpa membedakan jenis kelamin, suku, dalam hal istri pegawai melahirkan dalam kondisi
ras, agama, golongan atau rasio 1:1 untuk jabatan khusus, sebagai implementasi Undang-Undang
yang sama. Remunerasi pegawai di level terendah No. 4 tahun 2024 tentang kesejahteraan ibu dan
berada di atas UMP/UMK yang disesuaikan anak pada fase seribu hari pertama kehidupan.
dengan wilayah kerja, sesuai dengan peraturan
yang berlaku. Selama tahun 2024, sebanyak 1.092 pegawai
perempuan memanfaatkan hak cuti melahirkan.
Kebijakan remunerasi tercantum di dalam HC Sementara itu, sebanyak 589 pegawai laki-laki
Policy yang telah mendapatkan persetujuan menggunakan izin tidak masuk untuk mendampingi
Dewan Komisaris, dan prosedur pelaksanaannya istri yang melahirkan, dan seluruhnya (100%)
diputus oleh Direksi. Dalam pelaksanaannya, telah kembali bekerja. Seluruh (100%) pegawai
penyusunan remunerasi pegawai melibatkan perempuan yang selesai menjalani cuti melahirkan
dan/atau menggunakan data/informasi dari telah bekerja kembali pada jabatan yang sama.
konsultan remunerasi untuk mendapatkan
Tunjangan yang Diterima Berdasarkan Status
informasi positioning remunerasi pegawai BNI
Ketenagakerjaan [401-2]
di market, untuk diusulkan dan mendapatkan
Pegawai
persetujuan Direksi. Pelaksanaan remunerasi Pegawai
Jenis Tunjangan*) Kontrak Trainee
pegawai di BNI juga mendapatkan pemantauan/ Tetap
**)
pengawasan Dewan Komisaris, antara lain melalui
Benefit Pensiun v v v
Komite Nominasi dan Remunerasi dan/atau rapat
Direksi dan Dewan Komisaris. Di samping itu, Tunjangan Hari v v v
Raya
manajemen juga melibatkan Serikat Pekerja dalam
pembahasan penyusunan dan implementasi Bonus v v x
ketentuan remunerasi pegawai. Fasilitas v v v
Kesehatan/
Selain remunerasi, BNI memberikan hak cuti Fasilitas Berobat
kepada seluruh pegawai sesuai PKB Pasal 27 Fasilitas Cuti v v v
hingga Pasal 33, di antaranya meliputi cuti
*) Tunjangan dimaksud berlaku untuk seluruh Kantor BNI.
tahunan, cuti besar, cuti haid, cuti melahirkan, **) Tunjangan/benefit pegawai kontrak sesuai perjanjian kerja yang disepakati
izin tidak masuk kerja sesuai dengan perundang- para pihak.
undangan. Dalam hal kelahiran anak, pegawai
perempuan berhak atas cuti melahirkan selama
tiga bulan, termasuk dalam kasus keguguran atau
abortus provocatus. Hak ini dilengkapi dengan
jaminan untuk kembali bekerja dengan status
dan hak yang sama setelah cuti. Sementara itu,
pegawai laki-laki berhak atas izin tidak masuk
kerja selama 2 hari kerja untuk mendampingi istri
yang melahirkan atau mengalami keguguran. Di
samping itu, terdapat tambahan cuti melahirkan
paling lama 3 bulan bagi pegawai wanita yang
Laporan Keberlanjutan 2024
124 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 125
Program Masa Pensiun [201-3]
Dalam rangka memberikan kesejahteraan pasca pensiun bagi pegawai yang telah mendedikasikan dirinya
untuk berkembang bersama BNI, terdapat program masa pensiun bagi pegawai BNI, mengacu pada isi PKB
Pasal 52 hingga 56 yang meliputi sebagai berikut:
• Program Masa Persiapan Pensiun (MPP), merupakan fasilitas berupa program untuk mempersiapkan diri
bagi pegawai dalam menghadapi masa pensiun, yang dapat dilaksanakan 1 tahun sebelum pensiun, dengan
pengajuan yang bersifat sukarela.
• Program Pensiun, dengan pola :
1. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP): Berlaku bagi pegawai yang diangkat menjadi pegawai tetap
sebelum 1 September 2005. Program ini didanai melalui iuran sebesar 7,5% dari penghasilan dasar
pensiun yang ditanggung pegawai, serta kontribusi perusahaan berdasarkan perhitungan aktuaria.
2. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP): Ditujukan bagi pegawai tetap yang diangkat sejak 1 September
2005. Beban iuran pegawai sebesar 3,5% dari total penghasilan, sementara perusahaan memberikan
kontribusi sebesar 11,5% dari total penghasilan.
• Program Dana Kesehatan Masa Pensiun (DKMP): Program iuran pasti ini bertujuan membantu pegawai dan
pasangan mempersiapkan manfaat kesehatan di masa pensiun, dimulai sejak pegawai masih aktif bekerja.
• Disamping itu, BNI juga memberikan program yang diamanatkan oleh Pemerintah melalui BPJS
Ketenagakerjaan untuk mempersiapkan masa pensiunnya antara lain program Jaminan Hari Tua (JHT) dan
Jaminan Pensiun (JP).
Di 2024, tercatat sebanyak 479 pegawai memasuki masa pensiun, terdiri dari 209 laki-laki dan 270 perempuan.
Penilaian Kinerja dan Jenjang Karier [404-3]
Kinerja pegawai merupakan aspek yang penting bagi terkait kinerja portofolio hijau, ESG Framework, dan
pencapaian strategi dan bisnis BNI. Oleh karena itu ESG Rating BNI.Untuk mendukung objektivitas dalam
BNI menyusun kebijakan pengelolaan kinerja pegawai penilaian kinerja, BNI menerapkan 360 degrees survey
melalui 3 aspek penting dalam performance cycle. multirater yang melibatkan atasan langsung pegawai
Performance cycle yang dijalankan di BNI merupakan atau atasan lainnya, rekan kerja, maupun bawahan
sebuah siklus berkelanjutan yang terdiri atas Goal yang pernah berkoordinasi dan berkolaborasi dalam
Setting untuk menetapkan sasaran kinerja yang project/pekerjaan bersama dengan pegawai.
dituju. Performance Driving yang bertujuan untuk
mendorong tercapainya kinerja dan Performance Hasil penilaian kinerja digunakan sebagai acuan dalam
Evaluation sebagai mekanisme untuk mengevaluasi pemberian reward & remuneration, pengembangan
kinerja pegawai. kapabilitas, serta perencanaan karier. Pegawai yang
memenuhi kriteria objektif dari komite kepegawaian
BNI melaksanakan proses penilaian kinerja secara berhak mengikuti program promosi atau kenaikan
menyeluruh dan tahunan untuk seluruh pegawai guna jabatan. Untuk mendukung pengembangan diri yang
mendorong terciptanya performance culture. Proses berkelanjutan bagi pegawainya, BNI juga mendorong
penilaian kinerja dilakukan dengan mekanisme yang budaya continuous feedback melalui diskusi One-On-
transparan, melibatkan self-assessment, 360 degrees One di awal tahun setelah penilaian kinerja. Diskusi ini
survey multirater dan diskusi One-On-One antara bertujuan untuk menyusun Individual Development
pegawai dan line manager. Penilaian ini didasarkan Plan (IDP) sebagai panduan pengembangan pegawai
pada pencapaian Key Performance Indicator (KPI) sepanjang tahun.
individu, dengan memastikan tidak ada diskriminasi Komposisi dan Persentase Pegawai Tetap yang
berdasarkan suku, agama, ras, gender, status sosial, Menerima Reviu [404-3]
atau faktor lain yang melanggar HAM dalam proses
2024
penilaian. Kriteria penilaian untuk divisi tertentu juga Status Gender
Jumlah %
mencakup aspek keberlanjutan. Salah satu divisi
Review One Laki-Laki 12.200 48%
yang mendapatkan penilaian aspek keberlanjutan
on One Career Perempuan 13.178 52%
adalah Divisi Enterprise Risk Management. Kriteria Development
Jumlah 25.378 100%
keberlanjutan yang menjadi aspek penilaian adalah
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 125
Page 126
Mempromosikan Work Life Balance Melalui Wellbeing Culture
Program
BNI memandang pegawai sebagai elemen penting 4. Komunitas BNI (46Society)
dalam mewujudkan visi dan misi organisasi BNI memiliki beberapa komunitas yang
sehingga BNI mendukung kesejahteraan dan terbentuk berdasarkan bidang olahraga, seni,
kesehatan pegawai serta mendukung pelaksanaan dan hobi pegawai yang dikumpulkan dalam
employee wellbeing program sesuai dengan sebuah wadah yang bernama 46Society yang
amanat pada SE BUMN No.SE-1/MBU/01/2024 aktif bergerak di bidang olahraga, seni, hobi,
tentang Employee Wellbeing Policy (EWP) di dan lain sebagainya.
Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. 5. Flexible Working Hour
Pegawai dapat bekerja secara fleksibel melalui
Untuk menciptakan lingkungan kerja yang menjadi Flexitime dengan tetap memperhatikan
kebanggaan bagi pegawai dan mendorong prestasi, batasan waktu kerja dan waktu istirahat sesuai
serta mendukung program employee wellbeing ketentuan yang berlaku dan dimonitor melalui
program, BNI telah meluncurkan Employee aplikasi DigiHC.
Wellbeing Guidebook. Panduan ini dirancang
sebagai acuan bagi pemimpin dan pegawai dalam Selain program-program di atas, BNI menyadari
memahami pentingnya kesejahteraan di tempat salah satu aspek yang penting untuk menjaga
kerja. Dengan inisiatif Employee Wellbeing, BNI produktivitas pegawai terus bertumbuh dan
berharap dapat meningkatkan keterlibatan pegawai berkelanjutan adalah penguatan pada aspek
(engagement) yang pada akhirnya berkontribusi wellbeing pegawai, sehingga pada tahun 2024 BNI
pada peningkatan produktivitas organisasi. melakukan inisiasi program wellbeing pegawai
melalui BNI Holistic Employee Wellbeing Program
Program-program Employee Wellbeing yang yang berfokus pada sehat mental & fisik, sehat
diinisiasi, antara lain: finansial dan sehat sosial.
1. BISASAPA
BISA adalah budaya coaching dan mentoring EAP 2.0
Employee Assistance Program 2.0 x
yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas Naluri Konsultasi berbasis digital
terkait mental, fisik, dan finansial.
Health Financial
komunikasi antara pegawai, baik antara Mental & Physical
Consultation
Financial Consultation
• Financial Check
pemimpin dan tim, maupun antar sesama • EAP 2.0
with Naluri
Up with Naluri
• New Dana
• BNI Kesehatan Masa
Daycare BNI
pegawai. Selain BISA, terdapat pula program
Pensiun (DKMP)
WELLBEING
SAPA yang mendorong kebiasaan saling PROGRAM New DKMP
(Dana Kesehatan Masa Pensiun)
menyapa dengan menggunakan nama, serta
penerapan 3 kata ajaib: maaf, tolong, dan Social
Social Communities
terima kasih, untuk memperkuat rasa saling
46Society (Komunitas)
menghormati di antara pegawai. 46Society sebagai
wadah komunitas
Daycare Khusus Pegawai pegawai BNI.
2. Let’s Get It Done
Let’s Get It Done adalah program yang bertujuan
• Employee Assistance Program 2.0
untuk meningkatkan kualitas pertemuan dengan
Employee Assistance Program (EAP)
memastikan hasil yang lebih efisien dan efektif.
merupakan suatu benefit yang diberikan
Program ini menekankan pentingnya memiliki
perusahaan berupa pendampingan
agenda yang jelas serta menjaga fokus pada
profesional berbasis dunia kerja yang
efektivitas setiap pertemuan.
dirancang untuk membantu perusahaan dan
3. Wellness Day
pegawai yang sedang memiliki tantangan
Wellness Day merupakan program yang
berkaitan produktivitas kerja dan situasi
difokuskan pada kegiatan wellbeing untuk
pribadi lainnya, yang berdampak terhadap
memberikan arahan ke segenap pegawai agar
kinerja dan hubungan interpersonal baik di
melakukan kegiatan olahraga bersama di
lingkungan kerja maupun kehidupan pribadi.
tanggal 10 di setiap bulannya.
Laporan Keberlanjutan 2024
126 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 127
Pada tahun 2024, BNI bekerja sama dengan Tingkat Keterikatan dan
konsultan untuk menyediakan layanan
konsultasi (employee assistance program)
Kepuasan Pegawai
dengan menggunakan aplikasi yang dapat BNI memahami bahwa kepuasan kerja pegawai
diakses pegawai. Melalui aplikasi tersebut berkontribusi pada keterikatan positif terhadap
pegawai dapat berkonsultasi dengan para organisasi. Oleh karena itu, BNI rutin mengadakan
ahli terkait kesehatan mental dan kesehatan survei kepuasan pegawai sebagai media interaksi
fisik serta dapat menyusun program untuk untuk memonitor tingkat kepuasan dan keterikatan
mendukung peningkatan kondisi mental dan pegawai kepada perusahaan. Survei ini dilakukan
fisik yang dipersonalisasikan sesuai dengan melalui platform DigiHC, di mana seluruh pegawai
kebutuhan serta tujuan kesehatan masing- dapat berpartisipasi dengan mengisi kuesioner
masing pegawai. yang tersedia.
Pada 14 November 2024, BNI menggelar acara Hasil survei digunakan sebagai dasar perbaikan
BNI Culture Fest 2024 yang memperkenalkan untuk meningkatkan engagement pegawai di
Employee Wellbeing Program sebagai inisiatif masa mendatang. Setelah tahun 2023, pengukuran
dalam memperhatikan keamanan dan kenyamanan engagement ini mengalami penyesuaian metode
karyawan. Program ini didasarkan pada tiga prinsip pengukuran untuk mendapatkan hasil yang
utama, yaitu kesehatan, keuangan, dan sosial. lebih komprehensif dan mendalam. Pengukuran
Penyelenggaraan BNI Culture Fest merupakan engagement pegawai di tahun 2024 mengukur
puncak dari tahap lanjutan penguatan budaya rata-rata tingkat kepuasan pegawai yang diukur
sebagai bagian implementasi atas semangat dari 9 Driver, yaitu Leadership, Iklim Kerja,
transformasi untuk mendorong pencapaian Infrastruktur Kerja, Pelatihan & Pengembangan,
kinerja. Karier, Penilaian Kinerja, Worklife Balance, Reward
& Remuneration, serta Kebijakan Organisasi.
Pada tahun 2024, agar mendapatkan hasil yang
lebih menggambarkan kondisi engagement
pegawai, dilakukan penyesuaian metode
penghitungan skor engagement menggunakan
metode employee Net Promoter Score (NPS).
BNI memperoleh skor engagement pegawai di
tahun 2024 sebesar 35% dengan kategori ‘Baik’,
• BNI Little Explorers
atau mengalami kenaikan setelah sebelumnya di
BNI Little Explorers Daycare merupakan
tahun 2023 mendapatkan skor 34%. Skor tersebut
fasilitas penitipan anak yang dirancang
menggambarkan bahwa pegawai telah engage
untuk anak-anak pegawai usia 1-4 tahun
kepada BNI. Pengukuran engagement pegawai
dengan pengelolaan bekerja sama dengan
dilakukan 1 kali dalam setahun.
daycare professional dengan fasilitas lengkap
mencakup area bermain dengan open-ended
toys untuk melatih imajinasi anak, infrastruktur
yang terjamin kebersihan dan keamanannya, 35% 34% 30%
tenaga profesional yang dilengkapi dengan 2024 2023 2022
kunjungan rutin dari Ahli Psikolog Anak dan
Dokter Spesialis Anak serta menyediakan Tingkat Engagement Pegawai (NPS)
makanan bergizi yang dibuat dan dipantau
Keterangan Skala:
oleh Ahli Gizi. Program ini dirancang sebagai <0: Butuh Perbaikan | 0-30: Cukup Baik | 30-70: Baik | >70: Sangat Baik
upaya meningkatkan kesejahteraan pegawai
yang memiliki anak serta untuk mendukung
kesejahteraan dan produktivitas para pegawai.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 127
Page 128
Tempat Kerja yang Layak, Sehat, dan Aman
Akses pada Fasilitas Keselamatan Mekanisme Pelaporan Insiden [403-
dan Kesehatan [403-1, 403-3, 403-4, 403-5, 403-6, 403-7, 2, 403-4]
403-8]
Kami memiliki prosedur mekanisme komunikasi
bagi pegawai yang membutuhkan izin istirahat
BNI memprioritaskan terciptanya Respectful atau meninggalkan kantor akibat masalah
Working Place dengan menyediakan lingkungan kesehatan atau keselamatan. Pegawai yang tidak
kerja yang sehat, layak, dan aman bagi seluruh sehat dapat mengajukan izin untuk meninggalkan
pegawai. Untuk mendukung hal ini, BNI melengkapi kantor dan melaporkan kondisi kesehatannya
fasilitas penunjang, seperti ruang makan, ruang kepada atasan langsung.
menyusui, daycare, dan fasilitas olahraga.
BNI juga menyediakan sarana pengaduan untuk
Dalam aspek kesehatan, BNI memastikan pegawai yang ingin melaporkan potensi bahaya,
kemudahan akses layanan medis melalui klinik kerusakan aset, atau masalah terkait fasilitas
yang tersedia di Grha BNI, Menara BNI, Plaza BNI, gedung, baik melalui phone/WhatsApp atau berita
dan Gedoeng BNI. Pegawai yang membutuhkan acara kerusakan oleh Building Management.
rujukan dapat mengakses rumah sakit mitra di Pegawai yang merasa adanya potensi bahaya
wilayah DKI Jakarta atau di kota terdekat untuk juga dapat melaporkannya kepada Emergency
operasional di luar Jakarta. Selain itu, secara Task Force (ETF) yang telah dibentuk di masing-
rutin BNI meningkatkan kesadaran kesehatan masing divisi/unit. Jika insiden tersebut kemudian
dengan menyelenggarakan webinar dan broadcast berkembang menjadi bencana yang berdampak
kesehatan secara rutin. luas, sesuai mekanisme Business Continuity
Management (BCM), maka aktivasi Crisis
Untuk keselamatan kerja, BNI menyediakan Alat Management Team (CMT) dapat dilakukan untuk
Pemadam Api Ringan (APAR) serta Alat Pelindung menangani kondisi tersebut. Pada tahun 2024,
Diri (APD) di berbagai fasilitas. Simulasi kebakaran BNI menerima pengaduan terkait fasilitas gedung,
dan gempa bumi juga dilakukan secara berkala dua dengan tingkat penyelesaian mencapai 100%.
kali setahun di gedung operasional utama melalui
kerja sama dengan pengelola gedung dan Dinas
Pemadam Kebakaran setempat.
Hingga akhir 2024, BNI belum membentuk komite
atau kebijakan K3 terkait pengelolaan gedung.
Namun, gedung operasional BNI telah mengadopsi
Petunjuk Teknis Operasional (PTO) dari masing-
masing Building Management sebagai panduan
menghadapi keadaan darurat, yang diterapkan
untuk seluruh pegawai (100%) ditambahkan
prosedur tanggap darurat gedung oleh masing-
masing building management.
Laporan Keberlanjutan 2024
128 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 129
Penyakit Akibat Kerja dan Kecelakaan Kerja [403-9, 403-10]
BNI memahami bahwa kesehatan dapat Di samping itu, dalam program wellbeing BNI
mempengaruhi produktivitas pegawai, sehingga terdapat pula Employee Assistance Program 2.0
BNI menyediakan tempat kerja yang layak dan (EAP 2.0) yang bekerja sama dengan layanan
aman melalui pemberian fasilitas kesehatan konsultasi digital untuk mendukung kesehatan
kepada pegawai, baik preventif maupun kuratif, mental, fisik, dan finansial pegawai. Dalam
seperti asuransi kesehatan, Medical Check Up program Employee Assistance Program 2.0 (EAP
(MCU), layanan konseling dengan psikolog, 2.0) tersebut, pegawai dapat berkonsultasi dengan
konsultasi kesehatan secara online dan BPJS Psikolog terlatih, konsultasi dengan Tim Pelatih
Kesehatan. Ahli Gizi (Ahli Gizi, Penasihat Medis, Pelatih
Eksekutif, dan Pelatih Kebugaran) untuk membantu
BNI memberikan fasilitas Medical Check Up (MCU) pegawai mencapai tujuan untuk menjalani hidup
setiap tahun di Rumah Sakit/Klinik/Laboratorium sehat, baik itu penurunan berat badan, penurunan
rekanan BNI. Dari hasil MCU, secara umum tekanan darah, gula darah atau kolesterol, serta
keluhan pegawai, meliputi gangguan penglihatan manajemen stres yang lebih baik. Perusahaan juga
jarak jauh dan/atau jarak dekat (myopia dan memberikan fasilitas kesehatan, bekerja sama
astigmatisme), kolesterol tinggi di dalam darah dengan penyedia jasa asuransi kesehatan, selain
(hiperkolesterolemia), kelebihan berat badan dari fasilitas mandatory berupa BPJS Kesehatan, untuk
ukuran normal (overweight), perlemakan hati (fatty mengatasi permasalahan kesehatan pegawai dan
liver), serta gigi berlubang/karies gigi. Namun keluarganya.
demikian, belum teridentifikasi penyakit khusus
yang diakibatkan oleh pekerjaan. Sepanjang tahun Pada tahun 2024, telah dilakukan sosialisasi pola
2024, tidak terdapat pegawai BNI yang mengalami hidup sehat dan kesehatan mental, serta telah
kecelakaan kerja, cedera, maupun penyakit akibat digelar berbagai kegiatan edukasi kesehatan
kerja. dengan topik-topik Healthy Talk Series, di antaranya
“Cegah dan Kenali Dini Gagal Ginjal pada Anak”;
Atas keluhan kesehatan tersebut telah dilakukan “Deteksi Dini Risiko Saraf Terjepit dan Penanganan
upaya preventif dan kuratif, di antaranya webinar dengan Teknologi Terkini”; “Cedera Olahraga:
kesehatan dengan mengundang praktisi atau ahli Pencegahan, Pengobatan, dan Pemulihan”.
kesehatan, mendorong pegawai melaksanakan
program wellbeing untuk meningkatkan pola hidup
sehat, dengan bergabung pada program-program
yang dikelola oleh Komunitas BNI (46Society).
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 129
Page 130
TATA KELOLA
06
KEBERLANJUTAN DAN
PELIBATAN PEMANGKU
KEPENT INGAN
“BNI senantiasa menjaga standar etika tertinggi
dalam operasional dan pelaporan. BNI memastikan
setiap proses bisnisnya berjalan secara bertanggung
jawab, akurat, dan transparan, dengan tetap
mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.
Direksi dan Dewan Komisaris memegang peran
strategis dalam pengawasan penerapan tata kelola
keberlanjutan, guna dapat memastikan penerapan
prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko LST
untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.”
Laporan Keberlanjutan 2024
130 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 131
Laporan Keberlanjutan 2024 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 131
Page 132
Komitmen pada Penerapan Keuangan Berkelanjutan
Membangun Budaya
Keberlanjutan [2-27]
BNI telah mengadopsi prinsip keberlanjutan dan BNI juga telah menyusun kerangka kerja, roadmap,
keuangan berkelanjutan secara menyeluruh, mulai dan kebijakan LST yang komprehensif untuk
dari level staf hingga ke manajemen. Tujuannya memastikan seluruh aktivitas bisnis sejalan
adalah untuk menanamkan budaya peduli dengan prinsip keberlanjutan. Lebih jauh lagi,
lingkungan dan sosial di seluruh perusahaan. BNI secara aktif mendukung upaya pemerintah
Beberapa langkah yang telah kami ambil antara dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) dan
lain: terus mengikuti tren keuangan berkelanjutan,
1. Membentuk Sub Komite Environment, Social, termasuk menyiapkan pelaksanaan Climate Risk
and Governance (ESG) di bawah Komite Management and Scenario Analysis (CRMS) sesuai
Manajemen Risiko & Anti Fraud berdasarkan arahan OJK.
SK Direksi No. KP/484/DIR/R tanggal 26 Oktober
2021; Rencana Aksi Keuangan
2. Mendirikan Departemen Manajemen
Environmental Social & Governance (ESG)
Berkelanjutan (RAKB)
Mengacu pada POJK No. 51/POJK.03/2017,
khusus dalam Divisi ERM untuk memantau
BNI konsisten menyusun RAKB sebagai wujud
praktik keberlanjutan sehari-hari di internal
kepatuhan dalam implementasi keuangan
perusahaan;
berkelanjutan. RAKB tahun 2025 berfokus pada
3. Merumuskan kebijakan kredit dengan
penguatan posisi BNI dalam menghadapi risiko
memperhatikan faktor Lingkungan, Sosial,
perubahan iklim, dengan menyusun rencana kerja
dan Tata Kelola (LST), serta mengintegrasikan
yang mendukung peran BNI sebagai mitra debitur
prinsip keberlanjutan ke dalam Kode Etik,
dalam proses transisi menuju usaha berkelanjutan.
kebijakan, dan Standar Operasional Prosedur
Langkah ini mencakup pelaksanaan program
(SOP);
advisory untuk transisi debitur, penyelarasan
4. Menyelenggarakan pelatihan untuk menambah
portfolio manajemen dengan transition plan,
pengetahuan pegawai terkait keberlanjutan;
edukasi program transisi debitur serta penguatan
dan
manajemen risiko iklim dengan mengadopsi
5. Melakukan pemetaan terhadap portofolio kredit
standar dan best practice internasional. Selain
yang berisiko tinggi terhadap lingkungan.
itu, BNI juga akan mengembangkan berbagai
inisiatif seperti pengembangan UMKM ramah
Untuk memastikan prinsip keberlanjutan diterapkan
lingkungan dan UMKM Go Global, inklusi
secara konsisten, BNI telah melaksanakan berbagai
keuangan berkelanjutan, pengembangan produk
langkah strategis dan inisiatif. Kegiatan ini
keberlanjutan dan integrasi manajemen keuangan
mencakup sosialisasi Taksonomi Hijau Indonesia
berkelanjutan dalam manajemen risiko.
(THI) dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan
Indonesia (TKBI), pelatihan terkait lingkungan,
BNI mengatur penerapan Keuangan Berkelanjutan
sosial, dan tata kelola (LST), serta implementasi
melalui Keputusan Direktur Utama No. KMP/4/2602.
inisiatif keberlanjutan. Selain itu, seluruh pegawai
Dalam upaya ini, BNI membentuk Sub Komite
diwajibkan untuk mempelajari modul-modul
Environment, Social, & Governance (ESG) yang
pelatihan keberlanjutan melalui e-learning
berada di bawah naungan Komite Manajemen
mandatory, serta meningkatkan kesadaran LST
Risiko & Anti Fraud berdasarkan Surat Keputusan
melalui berbagai saluran seperti situs web,
Direksi No. KP/484/DIR/R tanggal 26 Oktober 2021.
YouTube, email blast, dan Majalah Sinergi BNI.
Sub Komite ini bertugas untuk mengoordinasikan
penerapan Keuangan Berkelanjutan serta mengatur
pembagian fungsi yang terkait di dalamnya.
Laporan Keberlanjutan 2024
132 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 133
Struktur Tata Kelola Keberlanjutan [2-9]
BNI mendapat dukungan aktif dari para pemimpinnya yaitu Dewan Komisaris dan Direksi dalam penerapan
tata kelola keberlanjutan. Dewan Komisaris dan Direksi terlibat secara langsung dalam perencanaan dan
pengawasan Keuangan Berkelanjutan. Untuk mengelola kinerja keberlanjutan, BNI memiliki Sub Komite
ESG di bawah Komite Manajemen Risiko & Anti Fraud. Personel Sub Komite ESG berasal dari lintas fungsi
sesuai dengan SK Direksi No. KP/745/DIR/R tanggal 26 Oktober 2023.
Ketua : Wakil Direktur Utama
Wakil Ketua : Direktur Risk Management
Sekretaris : Pemimpin Divisi Enterprise Risk Management (merangkap sebagai anggota
tetap non-voting member)
Anggota Tetap Setingkat Direksi : 1. Direktur Finance
dan SEVP (Voting Member) 2. Direktur Wholesale & International Banking
3. Direktur Institutional Banking
4. Direktur Retail Banking
5. Direktur Network & Services
6. Direktur Technology & Operations
7. SEVP Treasury
Anggota Tetap Setingkat Direksi : Direktur Human Capital & Compliance
(Non-Voting Member)
Anggota Tetap Setingkat Divisi/ : 1. Pemimpin Divisi Corporate Secretary
Satuan (Non-Voting Member) 2. Pemimpin Divisi Policy & Governance
3. Pemimpin Divisi Investor Relations
4. Pemimpin Divisi Corporate Planning & Performance Management
5. Pemimpin Divisi International & Financial Institutions
6. Pemimpin Divisi Subsidiaries Management
7. Pemimpin Divisi Procurement & Fixed Assets
8. Pemimpin Divisi Treasury
9. Pemimpin Divisi Compliance
10. Pemimpin Divisi BNI University
11. Pemimpin Divisi Human Capital Strategy
12. Pemimpin Divisi Human Capital Services
13. Pemimpin Divisi Corporate Banking 1
14. Pemimpin Divisi Corporate Banking 2
15. Pemimpin Divisi Corporate Banking 3
16. Pemimpin Divisi Corporate Banking 4
17. Pemimpin Divisi Syndication & Structured Finance
18. Pemimpin Divisi Enterprise Banking
19. Pemimpin Divisi Commercial Banking 1
20. Pemimpin Divisi Commercial Banking 2
21. Pemimpin Divisi Operational Risk Management
22. Pemimpin Divisi Corporate & Enterprise Credit Risk
23. Pemimpin Divisi Commercial Credit Risk
24. Pemimpin Divisi Consumer Product
25. Pemimpin Divisi Retail Productive Banking
26. Pemimpin Divisi Business Program
27. Pemimpin Divisi Card Business
28. Pemimpin Divisi Agen46
Anggota Tidak Tetap (Non-Voting Direktur Sektor/SEVP/Pemimpin Divisi/Satuan yang terkait dengan topik
Member) pembahasan.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 133
Page 134
Delegasi Tanggung Jawab atas Pengelolaan LST [2-9, 2-13, 2-14, 2-15, 2-16]
Penanggung jawab penerapan LST di BNI, yakni 5. Mengembangkan dan mengelola sistem
Sub Komite ESG yang beranggotakan jajaran informasi LST dan metodologi perhitungan
Direksi. Pada tahun 2024, Sub Komite ESG telah emisi dan climate risk stress test sesuai
melaksanakan rapat sebanyak 4 kali (triwulanan). ketentuan regulator dan/atau best practice
Adapun tugas pokok Sub Komite ESG adalah yang berlaku;
sebagai berikut: 6. Mengkoordinasikan penerapan prinsip LST
1. Menyusun kebijakan dan strategi pengelolaan dan risiko perubahan iklim di seluruh lini bisnis
LST beserta perubahannya; Bank, termasuk Perusahaan Anak dan KLN;
2. Mengidentifikasi potensi risiko LST yang 7. Menyusun, menyelenggarakan, melakukan
berdampak baik bagi BNI maupun pemangku reviu terkait perencanaan, eksekusi dan kinerja
kepentingan BNI; komunikasi, sosialisasi dan kampanye terkait
3. Memantau implementasi strategi Keuangan program-program LST baik internal maupun
Berkelanjutan; eksternal;
4. Melakukan pemantauan, mengevaluasi, dan 8. Melakukan fungsi Working Group Coordinator
memberikan rekomendasi terhadap hasil untuk Sub Komite ESG dan liason dengan pihak
assessment LST BNI; eksternal dalam bidang kebijakan LST;
5. Mengevaluasi penerapan strategi LST pada 9. Melakukan pemantauan eksposur dan
seluruh lini bisnis BNI. pelaporan kepada regulator/pihak eksternal
lainnya terkait LST (Green Portfolio, Green
Pengelolaan keberlanjutan menjadi tanggung Bond, dan obligasi berawasan LST lainnya,
jawab kolektif semua unit kerja di bawah Taksonomi Hijau Indonesia (THI), Laporan
pengawasan Dewan Komisaris dan Direksi. Keberlanjutan (tata kelola berkelanjutan,
Untuk memastikan pelaksanaan yang efektif, BNI sustainable financing dan data emisi karbon)
membentuk Departemen Manajemen Lingkungan, dan lain-lain.
Sosial & Tata Kelola (LST) di bawah Divisi
Enterprise Risk Management (ERM) dengan tugas Departemen Manajemen Lingkungan, Sosial &
pokok sebagai berikut: Tata Kelola (LST) memiliki 4 tim yang terdiri dari:
1. Menyusun, mengembangkan, mengelola dan 1. ESG Policy & Framework
melakukan reviu framework, roadmap dan 2. ESG Program Development
strategi LST, Net Zero Emission dan Climate 3. ESG Communication Management
Risk secara bankwide; 4. ESG Portfolio Management & Reporting
2. Menyusun, mengembangkan dan melakukan
reviu Framework Sustainable Financing dan
Bond dengan Divisi terkait;
3. Menyusun, mengembangkan, mengelola dan
melakukan reviu program-program LST;
4. Menyusun dan mengelola RAKB, Corporate Plan
terkait LST, Laporan Keberlanjutan, obligasi
berwawasan keberlanjutan, sustainable
financing, sesuai ketentuan regulator dan/atau
best practice yang berlaku;
Laporan Keberlanjutan 2024
134 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 135
Struktur Organisasi Divisi Enterprise Risk Management
Enterprise Risk
Management Division
Enterprise & Market & Credit Risk Credit Risk Risk Model Environmental, IT & Digital Risk
Integrated Risk Liquidity Risk & Portfolio Management Validation & Social & Management
Management Management Management & Modelling Methodology Governance Department
Department Department Department Department Department Management
Department
Market &
Enterprise Risk Credit Risk Wholesale Market & IT & Digital Risk
Liquidity Risk Policy &
Methodology & Portfolio Credit Risk Liquidity Risk Methodology
Methodology Framework Team
& Governance Management Management & Model Validation & Governance
& Governance
Team Team Modelling Team Team Team
Team
Retail Wholesale &
Enterprise Risk Market Risk Credit Risk Data Program IT & Digital Risk
Credit Risk Retail Credit
Management Management Management Development Management
Management & Risk Model
Team Team Team Team Team
Modelling Team Validation Team
Integrated &
Liquidity Risk Portfolio
Subsidiaries Risk
Management Management &
Management
Team Reporting Team
Team
Overseas
Communication
Branch Risk Middle Office
Management
Management Team
Team
Team
General Services
Section*
Keterangan:
Struktur Organisasi Divisi Enterprise Risk Management tertuang dalam SK Direksi No. KP/136/DIR/R tanggal 12 April 2023 perihal Penataan Organisasi Divisi/
Satuan/Unit Fungsional Kantor Pusat serta Memo CDV No. 2/098/R tanggal 30 Januari 2024 perihal Penyampaian Update Struktur, Struktur Kepegawaian dan
Fungsi Pokok Divisi ERM.
*) Mengikuti kebijakan sentralisasi terbatas Bagian Umum Kantor Pusat.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 135
Page 136
Pengawasan dan Evaluasi Pengelolaan LST
Ringkasan pengelolaan risiko LST di BNI
Penguatan
Identifikasi Pengajuan usulan
aspek LST dalam Pemantauan
sektor dengan penguatan
proses kredit Pelaksanaan atas pelaksanaan
emisi dan aspek LST dalam
salah satunya penilaian aspek penilaian aspek
dampak tinggi proses kredit
dalam bentuk LST dalam proses LST dalam
terhadap kepada Direksi
penguatan RAC kredit proses kredit
lingkungan sesuai dengan
dan penilaian
kewenangan
rating debitur
Continue & Improve
Identifikasi: Mitigasi: Persetujuan: Implementasi: Pemantauan:
ERM, PGV, ERM, PGV, Direktur sektor Unit Bisnis, Direktur sektor
Unit Bisnis Unit Bisnis, Bisnis, Risiko Unit Risiko Bisnis dan
dan Risiko Unit Risiko dan Kebijakan; dan ERM Risiko, Unit
ERM, PGV Bisnis, Unit
Risiko dan ERM
Kebijakan Mengelola Risiko Prosedur Identifikasi
Lingkungan, Sosial, dan Tata Risiko atas Penerapan
Kelola (LST) [2-13] Keuangan Berkelanjutan dan
BNI senantiasa menjunjung tinggi etika dalam Pengelolaannya [2-16, 2-25, 2-26] [FN-CB-550a.2]
operasional dan pelaporan, dengan memastikan BNI memiliki empat pilar manajemen risiko dalam
akurasi, transparansi, serta akuntabilitas sesuai mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan
dengan hukum dan peraturan yang berlaku. mengendalikan risiko Keuangan Berkelanjutan:
Direksi dan Dewan Komisaris berperan strategis 1. Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan
dalam memastikan penerapan prinsip tata kelola Direksi;
yang baik di seluruh unit kerja, mendukung praktik 2. Kecukupan Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan
bisnis yang bertanggung jawab, dan menerapkan Limit;
prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko. 3. Sistem Pengendalian Internal;
4. Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran,
Untuk memperkuat komitmen tersebut, BNI juga Pemantauan, dan Pengendalian Risiko, serta
merancang struktur tata kelola, kebijakan, dan Sistem Informasi Manajemen Risiko.
prosedur yang dirancang untuk mengidentifikasi
dan mengelola risiko lingkungan, sosial, dan
tata kelola (LST) di sepanjang rantai nilai
operasionalnya.
Laporan Keberlanjutan 2024
136 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 137
Hasil identifikasi menunjukkan beberapa risiko dalam implementasi Keuangan Berkelanjutan, sebagai
berikut:
No. Risiko Mitigasi Risiko [2-25]
Risiko LST dalam operasional perbankan
1 Operasional bank memberikan 1. Seluruh kantor operasional bank berada di lokasi sesuai dengan
dampak negatif pada lingkungan dan fungsinya.
masyarakat 2. Limbah yang dihasilkan bank jumlahnya minim dan termasuk
dalam limbah rumah tangga.
3. Bank mengolah air limbah dari penggunaan air yang digunakan
untuk menyiram tanaman.
4. Mengoptimalkan penggunaan digitalisasi dalam operasional
perusahaan untuk mengurangi konsumsi kertas.
2 Produk/layanan keuangan digital 1. Melakukan identifikasi, penilaian, tinjauan, dan perbaikan terkait
meningkatkan risiko kejahatan risiko digital atas setiap produk digital BNI.
teknologi dan mengancam privasi 2. Melakukan identifikasi, penilaian, tinjauan, dan perbaikan terkait
nasabah ketahanan ancaman siber.
3. Melakukan penilaian dan peningkatan security maturity pada
pihak ketiga.
4. Melakukan penilaian privasi data dan kecukupan keamanan data
secara end to end process.
3 Peningkatan emisi dari operasional 1. BNI telah menerapkan penghematan energi berupa:
bank •Pemadaman lampu selama jam istirahat di setiap hari kerja.
•Penggunaan solar energi untuk keperluan penerangan di
daerah tangga darurat di gedung kantor utama BNI.
• Optimalisasi pertemuan/rapat melalui media online.
• Optimalisasi penggunaan AC sentral gedung kantor pusat.
• Penyelenggaraan pelatihan secara online melalui media zoom
atau webinar.
2. BNI menetapkan target NZE operasional beserta dengan strategi
penurunan emisinya.
4 Ancaman risiko fisik (banjir, 1. Melakukan analisis risiko bencana alam dalam proses pemilihan
kekeringan, dan kebakaran hutan) kantor.
pada kantor bank 2. Kantor bank banyak terletak di daerah perkotaan sehingga tidak
terekspos dengan risiko bencana kebakaran hutan.
3. BNI telah memiliki Business Continuity Management sebagai
salah satu upaya dalam menanggulangi kondisi bencana.
Risiko LST dalam penyaluran kredit [FN-CB-410a.2]
5 Penyaluran kredit ke sektor emisi 1. Bank memiliki Risk Acceptance Criteria (RAC) dengan
tinggi menambahkan mitigasi risiko perubahan iklim, memuat
persyaratan minimum bagi (calon) debitur untuk sektor yang
berisiko tinggi terhadap lingkungan, seperti sertifikasi RSPO/
ISPO dan berkomitmen untuk menerapkan kebijakan No
Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE) dalam
kegiatan pembukaan lahan untuk debitur sektor perkebunan
kelapa sawit, pemenuhan dokumen AMDAL atau UPL/UKL atau
PROPER sesuai dengan sektor usahanya.
2. Bank melakukan pembiayaan secara selektif kepada sektor-
sektor emisi tinggi dengan memperhatikan implementasi LST
serta rencana transisi energi yang akan dilakukan oleh debitur.
3. Bank menyalurkan pembiayaan dalam bentuk Sustainability
Linked Loan untuk mendorong debitur memulai transisi
energinya.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 137
Page 138
No. Risiko Mitigasi Risiko [2-25]
6 Pelanggaran aspek LST oleh Debitur Secara berkala, unit bisnis akan melakukan pemantauan melalui
eksisting sistem watchlist dan penilaian peringkat debitur. Apabila ditemukan
pelanggaran terhadap aspek LST, BNI akan melakukan verifikasi
kepada pihak terkait dan dapat melakukan penyesuaian peringkat
debitur.
7 Penyaluran obligasi hijau (green bond) Evaluasi dan seleksi proyek yang disalurkan obligasi hijau dilakukan
tidak sesuai dengan peruntukannya oleh sub komite ESG yang diketuai oleh Wakil Direktur Utama.
Penyaluran dilakukan pada proyek-proyek yang bersifat project
financing sehingga aliran penggunaan dana dapat diawasi oleh
BNI. Terdapat opini dari second party opinion (SPO) atas laporan
penyaluran green bond yang dilakukan oleh BNI.
8 Debitur Sustainability Linked Loan Terdapat sistem penalti yang diterapkan kepada debitur yang gagal
tidak memenuhi target KPI SPT yang mencapai target KPI SPT yang ditetapkan. Dilakukan evaluasi tahunan
telah ditetapkan. oleh pihak ketiga independen atas kredit termasuk pencapaian target
KPI SPT.
9 Klasifikasi taksonomi tidak sesuai 1. Dilakukan penyusunan kuesioner TKBI dengan bahasa yang lebih
dengan TKBI mudah dimengerti.
2. Dilakukan technical assistant pengisian kuesioner TKBI bagi para
debitur di sektor energi.
3. Dilakukan pelatihan klasifikasi TKBI bagi para Relationship
Manager.
Risiko sosial dalam menjalankan literasi dan inklusi keuangan
10 Penerima manfaat literasi dan inklusi 1. Dilakukan penetapan target market penerima literasi dan inklusi
keuangan belum merata keuangan.
2. Dilakukan pemetaan daerah atas target market penerima literasi
dan inklusi keuangan.
3. Pelaksanaan literasi dan inklusi keuangan dilakukan secara
bertahap sesuai dengan hasil pemetaan target market penerima
literasi dan inklusi keuangan.
Laporan Keberlanjutan 2024
138 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 139
Permasalahan, Tantangan, Perkembangan,
dan Pengaruh terhadap Penerapan Keuangan
Berkelanjutan
Penerapan Keuangan Berkelanjutan BNI Dalam menghadapi tantangan ini, BNI terus
menghadapi berbagai tantangan. Berikut ini beradaptasi dengan memanfaatkan peluang
merupakan beberapa kendala, tantangan, dan pengembangan teknologi, kolaborasi dengan mitra
strategi pengelolaan yang dilakukan BNI: strategis, serta inovasi kebijakan untuk mendukung
1. Pemahaman LST yang belum merata: BNI keberlanjutan dan keuangan berkelanjutan di
berfokus pada peningkatan kapasitas SDM Indonesia.
melalui pelatihan dan e-learning, baik internal
maupun eksternal. Meski melalui banyak tantangan, kami masih
2. Kesadaran debitur terhadap LST: masih menemukan peluang keuangan berkelanjutan
terbatasnya kesadaran debitur mengenai LST, yang berdampak positif bagi kegiatan perbankan
khususnya dalam mengelola risiko perubahan dan pembiayaan, di antaranya:
iklim sehingga perlu pelatihan dan dukungan 1. Meningkatnya peluang pembiayaan hijau di
teknologi. Indonesia;
3. Pengembangan produk keberlanjutan: 2. Mendorong pembiayaan bagi debitur yang
dibutuhkan inovasi produk keuangan menerapkan usaha berkelanjutan melalui
berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan pemberian Sustainability Linked Loan;
nasabah dan debitur. 3. Tren peningkatan kesadaran dunia usaha terkait
4. Digitalisasi manajemen data LST: keuangan berkelanjutan, khususnya korporasi;
pengembangan sistem digital untuk mengelola 4. Semakin tingginya minat pemerintah,
database LST. regulator, dan investor terkait implementasi
5. Standar dan regulasi LST yang kompleks: keberlanjutan;
menjadi tantangan dalam mengikuti tren 5. Keberadaan niche market berkelanjutan
perkembangan penerapan keuangan menjadi peluang target pasar atas produk/
berkelanjutan di Indonesia. jasa keuangan berkelanjutan yang sesuai
6. Ketentuan baru yang dinamis terkait praktik kebutuhan;
keberlanjutan: panduan seperti CRMS, dan 6. Membangun kemitraan dengan berbagai
IFRS S1 & S2, menuntut persiapan SDM, pihak yang paham dan kompeten di bidang
pengetahuan, dan kemampuan yang memadai keberlanjutan untuk merancang program-
untuk mendukung implementasinya. program yang mendukung TPB.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 139
Page 140
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG)
[2-9, 2-10, 2-11, 2-12, 2-15, 2-19, 2-20, 2-21]
Prinsip GCG menjadi landasan bagi BNI dalam Penilaian Kinerja Direksi [2-18]
menerapkan tata kelola berkelanjutan, Keuangan Perusahaan memiliki beberapa cara dalam
Berkelanjutan, maupun prinsip keberlanjutan mengevaluasi dan menilai kinerja Direksi,
perusahaan. Struktur tata kelola BNI melibatkan di antaranya melalui penilaian dalam RUPS,
Direksi yang berperan untuk menjalankan dan pencapaian target kinerja Perseroan, dan penilaian
mengawasi operasional serta Dewan Komisaris melalui assessment GCG. Informasi lebih lanjut
yang berperan mengawasi kinerja Direksi. Setiap mengenai hal ini dapat diakses dalam Laporan
Direktorat dipimpin oleh Direktur dan memiliki Tahunan Bab Penilaian Kinerja Direksi, halaman
divisi khusus untuk mengelola aspek LST. Direksi 775-777.
secara kolektif bertanggung jawab atas kinerja
LST. Detail lengkap struktur tata kelola perusahaan
dapat dilihat pada Laporan Tahunan halaman 96-
Kode Etik
BNI telah memiliki dan menerapkan code of
97.
conduct (CoC) yang dinamakan Kode Etik BNI yang
secara tegas mengatur hal-hal terkait sistem nilai,
Pemegang Saham berhak menominasikan dan
etika bisnis, etika kerja, komitmen, serta penegakan
mengangkat Direksi serta Dewan Komisaris melalui
terhadap peraturan-peraturan perusahaan dalam
RUPS. BNI berkomitmen untuk menjaga hubungan
menjalankan bisnis dan aktivitas lainnya. Pedoman
yang baik dan memastikan tidak adanya konflik
ini juga mendeskripsikan secara jelas aturan
kepentingan antara Direksi, Dewan Komisaris,
sikap atau interaksi yang diperbolehkan maupun
dan Pemegang Saham yang dapat berpengaruh
yang tidak diperbolehkan antara pegawai dengan
pada hasil keputusan. Pengungkapan informasi
nasabah dan para pemangku kepentingan lainnya.
mengenai hal tersebut terdapat dalam Laporan
Kode Etik BNI disusun sebagai acuan bagi seluruh
Tahunan 2024 halaman 780-784 dan 800-801.
insan BNI, termasuk BNI Hi-Movers, Dewan
Komisaris, dan Direksi dalam bertindak serta
Informasi lebih lengkap mengenai remunerasi dan
mengambil keputusan agar senantiasa bekerja
rasio kompensasi total tahunan dapat dilihat pada
secara profesional dan berlandaskan pada standar
Laporan Tahunan 2024 halaman 784-797.
etika tertinggi sesuai dengan visi, misi, nilai-nilai,
dan peraturan yang berlaku. Beberapa upaya
Komposisi Direksi dan Dewan sosialisasi Kode Etik dilakukan melalui sharing
Komisaris [2-11] session, media internal, seminar, coaching,
Informasi lengkap mengenai organ tata kelola maupun penyebaran buku saku Kode Etik BNI.
tertinggi dan komitenya terdapat dalam Laporan Lebih lanjut, informasi mengenai Kode Etik dapat
Tahunan, yaitu: dilihat dalam Laporan Tahunan 2024 halaman
• Bab Direksi, halaman 715-774; 1052-1055. Selain itu, Kode Etik juga tersedia pada
• Bab Dewan Komisaris, halaman 664-714; situs web BNI.
• Bab Organ Pendukung Dewan Komisaris,
halaman 802-867;
• Bab Organ Pendukung Direksi, halaman 872-
947.
Laporan Keberlanjutan 2024
140 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 141
Sistem Pelaporan Pelanggaran [FN-CB-510a.2]
BNI berkomitmen menerapkan prinsip GCG Tujuan WBS adalah untuk mencegah, mendeteksi
dalam setiap aktivitasnya, termasuk melalui potensi penyimpangan/pelanggaran sejak dini, dan
Sistem Pelaporan Dugaan Pelanggaran atau berfungsi sebagai sarana bagi BNI untuk menjaga
Whistleblowing System (WBS) sesuai dengan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan,
Peraturan BUMN Nomor PER-09/MBU/2012 termasuk nasabah, debitur, mitra bisnis, pegawai,
dan PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman dan regulator serta memastikan langkah-langkah
Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan pencegahan dapat diambil. Kebijakan untuk
BUMN. WBS adalah mekanisme yang dirancang melindungi pelapor mengacu pada Pedoman
untuk mendukung transparansi, integritas, dan Perusahaan (PP) perihal WBS. Tujuan BNI
akuntabilitas dalam operasional perusahaan. melindungi pelapor adalah agar mereka terhindar
Sistem ini memberikan kesempatan kepada dari kemungkinan tindakan balasan atau intimidasi,
Insan BNI, nasabah, debitur, mitra bisnis, serta sehingga mendorong lebih banyak pihak untuk
pihak eksternal lainnya untuk melaporkan Insan berani melaporkan pelanggaran tanpa rasa takut.
BNI yang diduga melakukan tindakan yang
melanggar hukum, kebijakan internal, dan kode BNI berkomitmen untuk memastikan transparansi
etik perusahaan. Laporan yang dapat disampaikan dan akuntabilitas dalam aktivitas operasionalnya
mencakup hal-hal seperti kecurangan (fraud), dengan mengimplementasikan WBS yang
korupsi, benturan kepentingan, gratifikasi/ dikenal sebagai “WBS to CEO”. Direktur Utama
penyuapan, pelanggaran peraturan/hukum, dan memastikan seluruh laporan WBS yang disertai
pelanggaran kode etik/kelakuan tidak etis. Dengan data dan bukti pendukung yang relevan akan
adanya sistem ini, BNI berupaya menciptakan ditindaklanjuti secara profesional dan transparan.
lingkungan yang lebih aman dan menjaga standar Untuk meningkatkan keyakinan akan tindak lanjut
kode etik perusahaan. secara objektif dari pelapor maka pengelolaan
WBS dilaksanakan oleh Satuan Internal Audit,
bekerja sama dengan pihak eksternal independen.
Informasi lebih lengkap mengenai WBS dan
jumlah pengaduan yang diterima melalui WBS
dapat dilihat pada Laporan Tahunan 2024 halaman
1.088-1.091.
Pelaporan WBS dapat menggunakan saluran:
Situs web : https://bni-transparan.tipoffs.info
Surel : bni-transparan@tipoffs.com.sg
Telepon : 021-57853377
SMS/WhatsApp : 0811-970-1946
Surat : BNI Transparan PO Box 2646/JKP 10026.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 141
Page 142
Tanggung Jawab terhadap Isu-Isu Etika [2-6]
Pengawasan terhadap Isu-isu Audit Reguler atas Pemenuhan
Etika Standar Etika
Tanggung jawab dan pengawasan terhadap BNI berkomitmen melakukan pengawalan yang
praktik etika bisnis maupun etika perilaku di BNI dilakukan oleh Satuan Internal Audit terhadap
melibatkan Komite Manajemen Risiko & Anti Fraud, penerapan etika standar secara berkala, antara lain
Komite Audit, Direksi, dan Dewan Komisaris. melalui Audit pada Kantor Cabang, Sentra Kredit,
Melalui saluran Whistleblowing System (WBS), Kantor Wilayah, dan Divisi dengan ruang lingkup
BNI akan menerima laporan berbagai pelanggaran di antaranya menilai kepatuhan terhadap kode
termasuk pelanggaran etika, yang mencakup etik, regulasi, dan kebijakan internal BNI termasuk
kecurangan (fraud), korupsi, benturan kepentingan, mengidentifikasi kemungkinan terjadinya
gratifikasi/penyuapan, dan pelanggaran kebijakan, pelanggaran etika seperti konflik kepentingan,
kode etik, dan kelakuan tidak etis lainnya termasuk penyuapan, dan fraud.
permasalahan terkait SDM.
Selain itu, pengawalan terhadap penerapan etika
Garis tanggung jawab atas pengawasan standar juga dilakukan melalui audit tematik
pelaksanaan WBS dimulai dari Satuan Internal yaitu Audit Implementasi ISO 37001:2016 Sistem
Audit selaku pengelola WBS yang menyampaikan Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Evaluasi
laporan WBS kepada manajemen BNI secara Implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan
triwulanan ke Direktur Utama, Dewan Komisaris (SMAP) di BNI mengacu pada standar etika
dan Komite Audit serta kepada pihak eksternal internasional, yaitu ISO 37001:2016. Audit dan
yaitu Kementerian BUMN per semester dan Komisi assessment terhadap SMAP telah dilakukan setiap
Pemberantasan Korupsi (KPK) setiap tahun. Setiap tahun oleh Satuan Internal Audit maupun pihak
kuartal dalam setahun Komite Audit dan Dewan independen untuk memastikan kepatuhan dan
Komisaris (termasuk Komisaris Independen) efektivitasnya. Ruang lingkup assessment ISO
akan membahas laporan WBS. Laporan tersebut 37001:2016 mencakup aktivitas pengadaan barang
mencakup laporan pelanggaran, tindaklanjut dan jasa, kredit segmen korporasi, Unit Kerja
yang telah dilakukan serta evaluasi efektivitas Pendukung, dan dana pensiun lembaga keuangan.
pengelolaan WBS.
Pelatihan terkait Standar Etika
Upaya BNI dalam mendorong pegawai untuk
menerapkan praktik etika bisnis dan etika perilaku
dilakukan dengan meningkatkan kesadaran mereka
melalui pelatihan dan sosialisasi terkait etika.
Beberapa topik pelatihan terkait etika di antaranya:
Budaya Kerja - Core Value AKHLAK; Ensuring
Compliance - Social Media in Regulated Industries;
Penguatan Organisasi Melalui Pencegahan &
Pengelolaan Benturan Kepentingan; Strategi Anti
Penyuapan dan Anti Korupsi; Membangun Budaya
Integritas di Lingkungan Kerja; Mewujudkan
Budaya Anti Korupsi Melalui Penanaman Nilai-
Nilai Integritas. Pelatihan dan sosialisasi diberikan
dengan rata-rata frekuensi 6 kali setiap tahun untuk
setiap pegawai tetap, pegawai kontrak, pegawai
trainee, maupun tenaga alih daya.
Laporan Keberlanjutan 2024
142 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 143
Kebijakan Antikorupsi, Antisuap, dan Anti-Fraud
[2-16, 205-1] [FN-CB-510a.1]
Kebijakan Antikorupsi, Antisuap, dan Anti-fraud
Demi menjaga nama baik perusahaan, BNI 4. Penerapan sistem manajemen anti suap yang
berkomitmen untuk meningkatkan kepercayaan mengarah pada sertifikasi ISO 37001:2016
para pemangku kepentingan. Terdapat beberapa tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan
kebijakan yang telah ditetapkan oleh BNI (SMAP).
mencakup kebijakan mengenai isu korupsi, suap, 5. Pedoman Kerja Komite Manajemen Risiko
dan fraud yang berlaku bagi seluruh pegawai, & Anti-Fraud yang disetujui melalui Surat
anggota Direksi, dan Dewan Komisaris. Kebijakan Keputusan Direksi No. KP/745/DIR/R tanggal 26
terkait dengan antikorupsi, antisuap, dan anti Oktober 2023.
fraud ditetapkan sesuai dengan POJK Nomor 6. Pedoman Penerapan Strategi Anti Fraud,
12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti sebagaimana tercantum dalam Prosedur
Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan (LJK), serta Perusahaan Nomor IN/003/AFR/001 tanggal 9
ketentuan perundang-undangan lainnya. BNI pun Desember 2024.
melaporkan semua insiden fraud ke Otoritas Jasa 7. Implementasi single sanction berupa
Keuangan (OJK) setiap semester, didukung oleh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi
pengawasan dari badan tata kelola tertinggi. pelaku fraud, tercantum pada Surat Segenap
Organisasi (SO) Nomor HCE/7/0785 tanggal 21
Untuk memastikan kegiatan usaha bebas dari Desember 2021.
korupsi, suap, dan fraud, BNI membentuk beberapa 8. Penandatanganan Pakta Integritas oleh
organisasi, seperti Unit Pengendalian Gratifikasi calon debitur atau debitur saat perjanjian
(UPG), Satuan Anti Fraud, dan Komite Anti Fraud. kredit, sesuai dengan Pedoman Perusahaan
Laporan dari unit-unit ini disampaikan secara Perkreditan.
rutin kepada manajemen, baik itu Direksi maupun 9. Penandatanganan Pakta Integritas oleh pihak
Dewan Komisaris. BNI juga menerapkan kebijakan terkait dalam proses pengadaan, yang diatur
dan prosedur yang ketat untuk menegakkan prinsip dalam Pedoman Perusahaan Pengadaan.
antikorupsi, antisuap, dan anti fraud, di antaranya: 10. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik
1. Penandatanganan Pakta Integritas oleh pegawai antara lain dengan menghindari adanya
setiap tahun sebagai bentuk pengendalian benturan kepentingan dalam proses kredit,
gratifikasi dan komitmen anti fraud. sesuai dengan Pedoman Perusahaan
2. Deklarasi Gratifikasi dan Anti Suap secara Perkreditan.
berkala.
3. Penyusunan Kode Etik sebagai pedoman
perilaku bagi seluruh pegawai.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 143
Page 144
Komunikasi, Sosialisasi, dan Pelatihan tentang Antikorupsi
dan Anti-fraud [205-2]
BNI melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi 9. Imbauan kepada seluruh pegawai untuk tidak
untuk meningkatkan kesadaran tentang antikorupsi menerima atau meminta imbalan dari pihak
dan anti-fraud, antara lain: ketiga, serta untuk membaca Pakta Integritas
1. Program e-Learning Mandatory tentang yang menginformasikan komitmen BNI
Pengendalian Gratifikasi dan SMAP melalui terhadap pengendalian gratifikasi.
learning management system BNI (BNI Smarter) 10. Penyebaran informasi melalui poster, video,
yang telah diikuti oleh 26.352 pegawai. digital banner, videotron, situs web BNI,
2. Program e-Learning Mandatory tentang Anti- media massa nasional, dan BNI Forum
Fraud Awareness melalui learning management terkait antigratifikasi, SMAP, serta panduan
system BNI (BNI Smarter) yang telah diikuti pencegahan korupsi.
oleh 26.347 pegawai. 11. Pelaksanaan acara Compliance Forum dengan
3. Program e-Learning Mandatory tentang Anti tema “Mewujudkan Budaya Anti Korupsi
Pencucian Uang melalui learning management Melalui Penanaman Nilai-Nilai Integritas” yang
system BNI (BNI Smarter) yang telah diikuti mengundang narasumber dari KPK dan dihadiri
oleh 26.365 pegawai. oleh segenap jajaran Direksi, Komisaris, SEVP
4. Penyelenggaraan 3 series Webinar terkait Anti BNI, Perusahaan Anak, PAKSI, API, Pelapor
Fraud Awareness yang telah diikuti oleh 8.894 Gratifikasi Milenial serta segenap pegawai BNI.
penonton. 12. Partisipasi pegawai dalam pelatihan dan
5. Penyelenggaraan 5 series webinar terkait sertifikasi terkait anti fraud untuk memperkuat
Business Ethics yang telah diikuti oleh 21.245 pemahaman dan kompetensi mereka dalam
penonton. operasional bisnis masing-masing.
6. Pelaksanaan Bulan Mutu dan Morning Briefing
secara berkala.
7. Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi dan SMAP
kepada Tenaga Alih Daya, Bina BNI, Officer
Development Program (ODP), serta perusahaan
anak BNI.
8. Sosialisasi dan peningkatan kesadaran
mengenai anti fraud dan antigratifikasi kepada
pegawai dan pemangku kepentingan lainnya
melalui media komunikasi internal, seperti
e-mail blast, buletin internal, desktop wallpaper,
dan poster.
Laporan Keberlanjutan 2024
144 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 145
Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut [2-27]
Untuk pengawasan dan pencegahan terjadinya Berdasarkan evaluasi KPK, Pengendalian
korupsi, suap, dan penipuan, BNI telah membentuk Gratifikasi BNI pada tahun 2024 mendapatkan
Satuan Anti-Fraud yang bekerja sama dengan predikat ‘Sangat Baik’ yang menunjukkan telah
Komite Manajemen Risiko & Anti-Fraud. Dalam terimplementasikannya Pengendalian Gratifikasi
hal ini, BNI melakukan evaluasi berdasarkan dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di
hasil pengawasan aktif dari Direksi dan Dewan BNI.
Komisaris. Selain itu, BNI juga rutin melaporkan
implementasi strategi anti-fraud dalam bentuk BNI berupaya untuk mengurangi insiden penipuan
Laporan Penerapan Strategi Anti-Fraud kepada dan mencegah korupsi melalui tindakan korektif
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setiap semester yang melibatkan penguatan berbagai aspek,
sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi. antara lain:
• Meningkatkan integritas dan pemahaman risiko
Setiap tahun, BNI menjalani audit SMAP oleh kepada segenap pegawai.
lembaga sertifikasi eksternal untuk memastikan • Penguatan tools yang dapat mendukung
kepatuhan terhadap sistem manajemen anti- kegiatan pengawasan oleh pimpinan.
penyuapan. Hasil Surveillance Audit tahun • Penguatan kontrol internal dalam rangka
2024 menunjukkan bahwa BNI telah berhasil meminimalisir potensi fraud internal.
menerapkan SMAP secara konsisten tanpa adanya • Penguatan mitigasi dan deteksi atas kasus
penyimpangan yang berarti. fraud eksternal pada produk Alat Pembayaran
Menggunakan Kartu (APMK).
• Penguatan literasi risiko bagi nasabah melalui
edukasi pada media resmi bank.
Sanksi Tegas [205-3]
BNI memiliki sikap tegas terhadap segala bentuk tindakan melawan hukum seperti korupsi, suap, dan
penipuan. Setiap individu yang terlibat, tanpa terkecuali, akan diberikan sanksi seperti peringatan,
penurunan jabatan, hingga pemecatan, tuntutan ganti rugi dan proses hukum. Bagi pegawai yang terbukti
sebagai pelaku fraud, sanksi yang diberikan bersifat single sanction yaitu PHK dan dapat dilaporkan
kepada Aparat Penegak Hukum sebagai bagian dari penguatan efek jera.
Temuan Kasus Fraud [205-3]
Jumlah Kasus yang Dilakukan oleh
Anggota Direksi dan Pegawai Tidak Tetap dan
Internal Fraud dalam 1 Tahun Pegawai Tetap
Dewan Komisaris Tenaga Alih Daya
2024 2023 2022 2024 2023 2022 2024 2023 2022
Total fraud 0 0 0 14 10 14 2 0 7
Telah diselesaikan 0 0 0 9 10* 14 2 0 7
Dalam proses penyelesaian 0 0 0 5 0* 0 0 0 0
di internal BNI
Belum diupayakan 0 0 0 0 0 0 0 0 0
penyelesaiannya
Telah ditindaklanjuti melalui 0 0 0 5 2 2 0 0 1
proses hukum
Keterangan: Kasus penyimpangan/fraud dengan kerugian di atas Rp100 juta.
*) Penyajian kembali informasi (restatement) karena temuan fraud yang hingga akhir tahun 2023 dalam proses penyelesaian di internal BNI telah diselesaikan
di tahun 2024.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 145
Page 146
Kebijakan APU-PPT dan PPPSPM
BNI memiliki Pedoman Perusahaan No. IN/003/ Informasi lebih lanjut mengenai APU PPT dan
CMP/001 tanggal 28 Februari 2024 yang mengatur PPPSPM dapat diakses melalui https://www.bni.
tentang Anti Pencucian Uang, Pencegahan co.id /en- us /company/corporate - governance/
Pendanaan Terorisme dan Pencegahan Proliferasi patriot-acts-certification-aml.
Senjata Pemusnah Massal (APU PPT dan PPPSPM).
Pelaksanaan program APU PPT dan PPPSPM Penerapan program APU PPT PPPSPM merupakan
dilakukan berdasarkan lima pilar penerapan, bagian integral dari sistem pengendalian internal
yaitu pengawasan aktif oleh Direksi dan Dewan BNI. Sepanjang tahun 2024, BNI tidak terlibat dalam
Komisaris, Kebijakan dan Prosedur, Pengendalian kasus pencucian uang, pendanaan terorisme, atau
Internal, Sistem Informasi Manajemen, serta pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal.
Sumber Daya Manusia dan Pelatihan. BNI juga
menyampaikan laporan pelaksanaan program APU Penilaian Financial Integrity Rating on Money
PPT dan PPPSPM secara semesteran kepada OJK. Laundering and Terrorist (FIR on ML/TF)
merupakan penilaian oleh Pusat Pelaporan Analisis
Secara berkala, seluruh insan BNI akan Transaksi Keuangan (PPATK) terhadap integritas
mendapatkan sosialisasi peningkatan kesadaran dan efektivitas pihak pelapor dalam menjalankan
terhadap APU PPT dan PPPSPM melalui beberapa program APU, PPT, dan PPPSPM yang meliputi
kegiatan, antara lain: aspek komitmen, implementasi dan kepatuhan.
• Pelatihan dilakukan melalui platform elektronik/ Pada tahun 2024, BNI memperoleh Skor FIR on
online, seperti e-Learning APU PPT dan ML/TF 9,03 dengan Kategori Sangat Baik (Highest
PPPSPM di BNI Smarter, serta secara tatap Score FIR on ML/TF pada KBMI 4).
muka, seperti pelatihan untuk calon pegawai
baru (ODP/BINA BNI) dan unit/divisi tertentu,
termasuk operasional, IT, Custody, Pension
Fund, Overseas Business, dan Cross Border
Correspondent Banking.
• Supervisi dan sosialisasi penerapan Program
APU PPT dan PPPSPM dilakukan di Kantor
Cabang, berdasarkan hasil penilaian Branch
Risk Rating, serta pada divisi terkait.
• Melakukan monitoring penerapan Program APU
PPT dan PPPSPM terhadap Kantor Luar Negeri
dan Perusahaan Anak.
• Program refreshment APU PPT dan PPPSPM
dilaksanakan untuk jajaran Dewan Komisaris
dan Direksi BNI serta Perusahaan Anak.
Laporan Keberlanjutan 2024
146 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 147
Pelibatan Pemangku Kepentingan [2-29]
BNI membangun hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingannya. Kami mengidentifikasi
kelompok pemangku kepentingan prioritas dengan mempertimbangkan tingkat pengaruh (influence),
ketergantungan (dependency), tanggung jawab (responsibility), dan kedekatan (proximity). Tahun ini, BNI
melibatkan perwakilan masing-masing kelompok pemangku kepentingan, baik internal dan eksternal,
dalam kegiatan interview mendalam (in depth interview). Dalam kegiatan tersebut, kami menggali isu-
isu strategis yang menjadi perhatian utama para pemangku kepentingan, meminta umpan balik atas
kinerja keberlanjutan BNI tahun sebelumnya, serta mendiskusikan topik material yang mempengaruhi
pengambilan keputusan mereka.
Metode Pelibatan Topik/Isu Signifikan dan Kebutuhan Respons BNI
Nasabah: Hubungan ekonomi
• Layanan call center, kantor • Keamanan transaksi perbankan • Inovasi produk, jasa serta
cabang, phone banking, situs • Kredit Usaha Kecil dan Menengah layanan sesuai kebutuhan dan
web, media sosial (Facebook, • Fasilitas perbankan dan perkembangan teknologi
Instagram, dan Twitter) kemudahan akses • Edukasi keuangan perbankan terkait
• Survei Kepuasan Pelanggan • Informasi produk dan layanan produk perbankan
• Informasi dari Website & perbankan yang jelas dan • Penyimpanan dan pelindungan data
Frontliner transparan nasabah sesuai peraturan terkait
• Gathering Agen46 • Inovasi produk/jasa keuangan UU Pelindungan Data Pribadi dan
• Kerahasiaan data nasabah ketentuan yang terkait
Frekuensi • Mempertahankan sertifikasi ISO
• Setiap saat 27001 yang sudah dimiliki dan
• Dua tahun sekali melakukan pembaruan sertifikasi
• Setiap saat ISO terbaru
• Minimal setahun sekali • Menjangkau dan membina UKM,
hingga membantu memberikan
pembiayaan
Investor/Pemegang Saham: Hubungan Ekonomi, Kepemilikan & Legal
• Pelaporan Kinerja BNI per • Kinerja keuangan dan non- • Penyediaan informasi berkala
kuartal keuangan kinerja BNI
• Pertemuan Analis Pasar • Kinerja Lingkungan, Sosial, dan • Komunikasi secara langsung kepada
Modal dan Investor Saham Tata Kelola (LST) investor maupun melalui analis
per kuartal dan secara reguler • Nilai kapitalisasi saham yang perusahaan sekuritas (broker),
setiap tahunnya tumbuh positif guna memastikan penyampaian
• Pelaksanaan Public Expose • Nilai investasi (total shareholder informasi perusahaan
minimal 1 kali dalam setahun return) yang optimal • Konsisten menjalankan strategi
• Menyelenggarakan RUPS • Investasi/pembiayaan kepada untuk mencapai target bisnis
Tahunan (setahun sekali) sektor-sektor ramah lingkungan • Mengungkapkan informasi kinerja
dan RUPS Luar Biasa sesuai • Pengelolaan risiko iklim LST dengan lebih komprehensif
kebutuhan • Pengungkapan metodologi dan di dalam Laporan Keberlanjutan
hasil perhitungan scope 3 emisi maupun update berkala
pembiayaan • Penguatan kemampuan,
• Pengelolaan dan pengembangan keterampilan, dan keahlian pegawai
SDM • Menindaklanjuti rekomendasi aspek
• KPI mendorong pencapaian LST dari Lembaga Rating, SPO,
profitabilitas yang berkelanjutan maupun investor
• Kinerja obligasi hijau • Melakukan audit atas Laporan
Keuangan
• Membuat Laporan Tahunan dan
Laporan Keberlanjutan
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 147
Page 148
Metode Pelibatan Topik/Isu Signifikan dan Kebutuhan Respons BNI
Pegawai: Legal & pemangku kepentingan yang membantu pencapaian tujuan perusahaan
• Media Internal • Hak-hak pegawai • Pelatihan in-class training dan
(Majalah Digital eSinergi, • Pelatihan dan Pengembangan e-learning
HCMS, Majalah Sinergi, BNI Kompetensi Pegawai • Sistem Penilaian Kinerja dan
Forum) • Kesetaraan kesempatan Promosi
• Survei Kepuasan Pegawai Pengembangan karier • Ketersediaan sarana komunikasi
setahun sekali • Pengalaman bekerja yang resmi yang disediakan BNI
berharga dan menyenangkan untuk pegawai seperti Info HC,
• Work life balance Komunikasi Internal (eSinergi, SMS
Blast)
• Adanya komunitas yang terbentuk
berdasarkan bidang olahraga, seni,
dan hobi yaitu 46Society, serta
Badan Pembinaan Kerohanian
• Adanya Serikat Pekerja
• Ketersediaan sarana dan prasarana
untuk melakukan aktivitas
• Memberikan kesejahteraan masa
kerja dan purnakerja
Serikat Pekerja: Legal
• Pertemuan dan Diskusi Hak-hak pegawai, remunerasi, dan • Menampung dan mengidentifikasi
• Pembahasan Perjanjian Kerja tunjangan usulan dan masukan dari Serikat
Bersama (PKB) setiap dua Pekerja
tahun sekali • Melakukan proses komunikasi
apabila terjadi perselisihan
hubungan industrial
• Mengadakan pertemuan berkala
dalam forum komunikasi antara BNI
dan serikat pegawai
• Menjamin keamanan dan hak-hak
Pekerja melalui Perjanjian Kerja
Bersama (PKB)
Pemerintah/OJK: Legal/Kepentingan LJK
• Penyampaian Rencana Bisnis • Kepatuhan pada peraturan dan • Mematuhi seluruh regulasi yang
Bank (RBB) dan realisasinya perundang-undangan berlaku
kepada Bank Indonesia dan • Pengelolaan risiko LST pada • Membayar pajak, retribusi, dan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) aktivitas financing Penerimaan Negara Bukan Pajak
• Penyampaian RAKB pada OJK • Analisis risiko lingkungan & sosial (PNBP) sesuai peraturan perundang-
• Pelaporan lainnya sesuai dalam pemberian kredit undangan
ketentuan yang berlaku • Anti-Bribery and Corruption • Menyusun Rencana Aksi Keuangan
kepada regulator (ABC), Anti- Money Laundering Berkelanjutan (RAKB)
• Berbagai kegiatan sosialisasi/ (AML) and Anti-Terrorism Green • Membentuk Sub Komite ESG untuk
webinar/dengar pendapat/ banking Inclusive banking memantau implementasi RAKB
forum diskusi yang diadakan • Penerapan keuangan • Penyesuaian kebijakan dan
oleh pemerintah dan otoritas Berkelanjutan peraturan internal, sesuai peraturan
• Minimal setahun sekali • Dukungan pada SDGs yang diterbitkan pemerintah
• Penetapan target yang lebih • Penerapan prinsip-prinsip GCG di
terukur dan terarah terutama seluruh unit kerja
dalam mendukung terwujudnya • Penyampaian laporan kinerja
ekonomi hijau dan target NZE di dan pelaksanaan kegiatan lain:
Indonesia Laporan Rencana Aksi Keuangan
Berkelanjutan, Laporan Tahunan,
Laporan Keberlanjutan, serta
laporan lain
Laporan Keberlanjutan 2024
148 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 149
Metode Pelibatan Topik/Isu Signifikan dan Kebutuhan Respons BNI
Pemasok: Hubungan ekonomi dan Legal
Seminar dan sosialisasi kebijakan • Hubungan yang saling • Pengembangan kerja sama dengan
sesuai kebutuhan melalui vendor menguntungkan dengan pemasok mitra kerja dalam penyediaan
gathering • Proses pengadaan barang barang dan jasa untuk kebutuhan
maupun jasa yang adil dan Bank
transparan • Proses pemilihan mitra yang adil
dan sesuai ketentuan
• Sistem pembayaran sesuai kontrak
kerja
• Sosialisasi kebijakan pengadaan
Masyarakat: Relasi sosial, lisensi sosial & tanggung jawab sosial serta kedekatan dengan perusahaan
Kerja sama strategis dalam • Dampak dan kinerja lingkungan • Pelaksanaan Inklusi dan Literasi
kepedulian sosial BNI • Program TJSL yang dilaksanakan Keuangan
dan direncanakan • Menyelenggarakan program TJSL
• Kesempatan untuk berkolaborasi melalui Program BNI Berbagi dan
dalam program TJSL Program BNI Go Green
• Informasi kegiatan perusahaaan • Menyelenggarakan program
• Pemahaman mengenai Keuangan magang atau kontrak untuk fresh
Berkelanjutan graduate melalui Program BINA BNI
• Penyediaan kesempatan kerja
sesuai kebutuhan
Media: Relasi sosial, lisensi sosial
Siaran pers saat diperlukan dan • Kinerja keuangan dan non- • Pembaruan informasi terkait solusi
media gathering setiap tiga bulan keuangan perbankan atau kinerja perusahaan
sekali • Dampak dan kinerja lingkungan yang disampaikan dalam situs web
• Program TJSL yang dilaksanakan www.bni.co.id
dan direncanakan • Secara berkala menjalin hubungan
• Kesempatan untuk berkolaborasi yang baik dengan media melalui
dalam program TJSL media gathering, pemimpin reductor
• Press release terkait kinerja (pemred) gathering
keberlanjutan • Menyediakan materi press release di
situs web www.bni.co.id dan media
online
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 149
Page 150
Verifikasi Pihak Independen
Independent Assurance Statement
The 2024 Sustainability Report PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Number : 02/000-758/I/2025/SRAI
Assurance Type : Type 1 and Type 2 for the specific topic of Green Portfolio Management, and
Data Security and Cyber Security
Assurance Level : Moderate
Reporting Standards : GRI Universal Standard 2021 Consolidated, GRI Financial Services Sector
Supplement, Sustainability Accounting Standard Board (SASB) Financial
Sector Commercial Banking, Sustainability Banking Assessment (SUSBA), and
ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) regarding Resilience
Sustainability
Reporting Regulation : Otoritas Jasa Keuangan Regulation (POJK) Number 51/POJK.03/2017
(Indonesia) and SEOJK No. 16/SEOJK.04/2021
Dear stakeholders,
PT Sejahtera Rambah Asia or “SRAI” is issuing an Independent Assurance Statement (“the
Statement”) of the 2024 Sustainability Report (“the Report”) of PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk (“the Bank”). The Bank is public legal entity that manages social security programs for Indonesian
workers. The Report presents the commitment and efforts of the Bank in managing its sustainability
performance for the reporting period of January 1st to December 31st, 2024. As agreed with
Management, SRAI’s responsibility is to make an assessment based on the data and content of the
Report for the year.
Intended User and Purpose
The purpose of the Statement is to present our opinion including the findings and recommendations
based on the results of assurance work to the Bank’s stakeholders. The assuror team in accordance
with specific procedures and a specific scope of work carried out the assessment. Except for the areas
covered in the scope of the assurance, we encourage all NOT to solely interpret the Statement as the
basis to conclude the Bank’s overall sustainability performance.
Responsibilities
Our obligations to the Management involve assessing the Report’s content, generating findings, and
recommendations, and issuing a Statement. Additionally, we are tasked with establishing conclusions
and recommendations according to agreed-upon standards, methods, and approaches. Consequently,
SRAI’s evaluation is solely based on the most recent editorial and data received as of January 31st,
2025, regarding the final draft. SRAI’s responsibility lies solely in providing assurance work, distinct
from an audit, in accordance with the Non-Disclosure Agreement, the Assurance Engagement
Agreement, Representation Letter, and Subsequent Event Testing. Management bears the sole
responsibility for presenting data, information, and disclosures within the Report. Therefore, any
parties relying on the Report and Statement must assume and manage their own risk.
Independence, Impartiality, and Competency
SRAI confirms NO relationships between the assuror team and the clients that can influence their
independence and impartiality to conduct the assessment and generate the Statements. The assuror
team is mandated to follow a particular assurance protocol and professional ethical code of conduct
to ensure their objectivity and integrity. We carried out a pre-engagement assessment before the
SRAI Independent Assurance Statement, version 2025, page 1 of 4
Laporan Keberlanjutan 2024
150 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 151
assurance work was taken to verify the risks of engagement as well as the independence and
impartiality of the team. The assuror team members have knowledge of ISO 26000, AA1000
AccountAbility standards and principles, and also have experience in sustainability report assessment
based on various reporting regulations such as Regulation of Otoritas Jasa Keuangan
No.51/POJK.03/2017 on Sustainable Finance, GRI Universal Standard, GRI G4 Financial Disclosure,
Sustainability Accounting Standard Board (Commercial Banking), Sustainable Banking Assessment
(SUSBA) World Wide Fund for Nature (WWF), and ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS)
regarding Resilience Sustainability.
Type and Level of Assurance Service
1. Type 1 assurance on the Report content
2. Type 2 assurance on Green Portfolio Management, and Data Security and Cyber Security.
3. A moderate level of assurance to the procedure on the Report content and evidence, where the
risks of information and conclusions of the Report being error is reduced, but not to very low, but
not zero.
Scope and Limitation of Assurance Service
1. Data and information in the Report for the period of January 1st to December 31st, 2024.
2. Material topics presented in the Report: Data Security and Cyber Security, Economic
Performance, Green Portfolio Management, and Climate Resilience.
3. Evaluation of publicly disclosed information, system, and process of the Bank to ensure adherence
of the Report content to the reporting principles.
4. SRAI does NOT include financial data, information, and figures in the Report content. We assumed
that the Bank, independent parties, or other parties associated with the Bank have verified and/or
audited financial statements, data, and information.
5. Adherence to the following reporting principles, standards, and regulations:
a) Regulation of Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.51/POJK.03/2017 regarding the
Implementation of Sustainable Finance for Financial Service Institution, Listed, and Public
Companies (POJK 51) with reference to OJK Circular Letter (SEOJK) 2022 No.16/SEOJK.04/2021
b) Consolidated set of GRI Sustainability Reporting Standards 2021 (GRI Universal Standards).
c) GRI G4 Financial Disclosure (GRI G4-FS) issued by the Global Reporting Initiative.
d) Sustainability Accounting Standard Board – Commercial Banks.
e) Sustainable Banking Assessment (SUSBA) World Wide Fund for Nature (WWF).
f) ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) regarding Resilience Sustainability.
Exclusion
1. The expression of opinion, belief, expectation, advertisement, and also forward-looking
statements, including future planning of the Bank as specified in the Report content.
2. Analysis or assessment against regulations, principles, standards, guidelines, and indicators other
than those indicated in the Statement.
3. Topics, data, and information outside the reporting period, or in the public domain not covered
in the reporting period.
4. Financial performance data and information as presented in the Bank’s financial statements and
documents, other than those mentioned in the Report.
Methodology and Source Disclosure
1. Form an Assuror Team whose members are capable in sustainability report development and
assurance.
SRAI Independent Assurance Statement, version 2025, page 2 of 4
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 151
Page 152
2. Perform the pre-engagement phase to ensure the independence and impartiality of the Assuror
Team.
3. Hold a kick-off meeting and initial analysis of the Report draft based on the SRAI Protocol on
Assurance Analysis refers to the standards, principles, and indicators of AA1000AS v3, AA1000APS
(2018), and standards/regulations used in the Report.
4. Discuss online the results of the analysis with the Management and data contributors.
5. Verify evidence and trace data and information as covered in the Report.
6. The Bank incorporated our recommendations in the draft Report and release the final Report
content.
7. Prepare a Management Letter detailing all aspects seen, recorded, and observed during the
assurance work to the Management of the Bank for further improvement of sustainability
processes.
Adherence to AA1000AP (2018) and GRI Universal Standards
Inclusivity – The Bank has engaged stakeholders in its operational activities and decision-making. In
terms of the frequency of engagement that has been disclosed, the Bank explains significant topics or
issues of concern to stakeholders by communication with stakeholders, both internal and external.
Activities carried out by the Bank in engaging with stakeholders include community empowerment,
and reaching out to customers through a financial literacy program that is in line with the concept of
sustainable finance, meetings with vendors, and providing programs to support employee welfare and
health.
Materiality – The Bank has identified material topics well. In the determination process, the Bank
conducts in-depth interviews and distributes questionnaires to stakeholders, internally and externally.
To adjust the material topics to the issues of concern to stakeholders, an analysis of the results of the
material topics was conducted.
Responsiveness – The grievance process received through the whistle blowing system has explained
by the Bank. In the process of managing the whistle blowing system, the Bank's Internal Audit division
works closely with independent external parties to increase confidence in the follow-up. For external
stakeholders, several channels that serve as a medium of contact in the complaint process.
Furthermore, the Bank also provided an explanation of the mechanism for incoming complaints and
the stages of resolution. All incoming complaints are reported to the Board of Directors and Board of
Commissioners on a regular basis.
Impact – In its implementation of sustainable finance, the Bank continues to expand its sustainability
financing portfolio with a focus on green loans, Sustainability Linked Loan (SLL), and green bonds. The
Bank strives to create a safe, comfortable, inclusive, and fair work environment, with the
implementation of respectful working place in the Bank's operational. Furthermore, in supporting
human empowerment, the Bank carries out various programs that support the potential of the
community to develop and increase/create jobs for the community. Though the Bank received concern
on the information and communication aspects of services and products, this has been addressed well.
Statement of Use: “In Accordance to the GRI Standards” – We evaluated the Report content in
adherence to the GRI Universal Standards principles, disclosures, and requirements for reporting. The
Bank has referred to the nine requirements: apply the reporting principles, report the disclosures in
GRI 2: General Disclosures 2021, determine material topics, report the disclosures in GRI 3: Material
Topics 2021, report disclosures from the GRI Topic Standards for each material topic, provide reasons
SRAI Independent Assurance Statement, version 2025, page 3 of 4
Laporan Keberlanjutan 2024
152 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 153
for omission for disclosures and requirements that the organization cannot comply with, publish a GRI
content index, provide a statement of use, and notify GRI.
GRI Standards Principles – As the assurance work was taken, the report content sufficiently indicates
its adherence to the Reporting principles (accuracy, balance, clarity, comparability, completeness,
sustainability context, timeliness, and verifiability). The Management provided sufficient support
during the assurance work by submitting evidence/documents as requested.
Type 2 Assurance – The Bank applies ESG aspects to the assessment process of accepting debtors by
implementing RAC (Risk Acceptance Criteria) procedures carried out by the ERM division. The Bank
also voluntarily carries out CRST (Climate Risk Stress Test) to identify financial risks related to climate
in the short, medium, and long term. The implementation of various aspects of supervision carried out
by the Bank CISO (Chief Information Security Officer) team is adequate good because it not only looks
covers people, processes, and technology aspects but the CISO team carries out the principle of
multilayer defense for prevention and improvement in customer data protection.
Recommendation
1. To identify the impact of community empowerment programs, the Bank can conduct a social
impact assessment to see the implications of the programs provided to the community and as a
measure of the next steps that can be taken by the Bank.
2. To improve supervision of information and communication services, the Bank can map vulnerable
areas to facilitate mitigation and anticipation steps to be taken.
3. To improve the optimization of CRST results, the Bank can conduct a comprehensive CRST
calculation for all sectors.
4. To keep pace with the movement of Artificial Intelligence (AI) technology, the Bank needs to
carefully and quickly follow the development of AI with the aim of being able to consider risks and
implement appropriate mitigation to be applied.
5. To strengthen Net Zero Emission efforts, the Bank needs to develop ambitious GHG emission
reduction targets in support of NZE targets.
The assurance provider,
Jakarta, January 31st 2025
Lim Hendra
Assurance Director
PT Sejahtera Rambah Asia
(SRAI)
SRAI Independent Assurance Statement, version 2025, page 4 of 4
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 153
Page 154
Surat Pernyataan Dewan Komisaris tentang
Tanggung Jawab atas Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk [2-14]
Kami yang bertanda tangan di bawah ini, Dewan Komisaris PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
menyatakan bahwa kami telah memeriksa dan menyetujui Laporan Keberlanjutan PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk tahun 2024 dan menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2024 telah dimuat secara lengkap, dan kami bertanggung
jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan dimaksud.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, Februari 2025
Dewan Komisaris
Pradjoto
Komisaris Utama/Komisaris Independen
Pahala Nugraha Mansury
Wakil Komisaris Utama
Sigit Widyawan Asmawi Syam Septian Hario Seto
Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen
Iman Sugema Erwin Rijanto Slamet Askolani
Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris
Mohamad Yusuf Permana Fadlansyah Lubis Robertus Billitea
Komisaris Komisaris Komisaris
Laporan Keberlanjutan 2024
154 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 155
Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab
atas Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk [2-14]
Kami yang bertanda tangan di bawah ini, bertindak sebagai Direksi maupun Anggota Sub Komite ESG
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyatakan bahwa kami telah memeriksa dan menyetujui
Laporan Keberlanjutan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2024 dan menyatakan bahwa semua
informasi dalam Laporan Keberlanjutan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tahun 2024 telah dimuat
secara lengkap, dan kami bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan dimaksud.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, Februari 2025
Direksi
Royke Tumilaar
Direktur Utama
Putrama Wahju Setyawan
Wakil Direktur Utama
Novita Widya Anggraini Hussein Paolo Kartadjoemena I Made Sukajaya
Direktur Finance Direktur Digital and Integrated Direktur Enterprise and Commercial
Transaction Banking Banking
David Pirzada Agung Prabowo Ronny Venir
Direktur Risk Management Direktur Wholesale and International Direktur Network and Services
Banking
Munadi Herlambang Corina Leyla Karnalies Mucharom
Direktur Institutional Banking* Direktur Retail Banking Direktur Human Capital and
Compliance
Toto Prasetio
Direktur Technology & Operations
*) Belum efektif
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 155
Page 156
Referensi POJK No. 51, Indeks Standar GRI, SASB,
SUSBA, ACGS
No Indeks Pengungkapan Halaman
Strategi Keberlanjutan
A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan 14-15
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
B.1 Aspek Ekonomi 6
B.2 Aspek Lingkungan Hidup 8
B.3 Aspek Sosial 7
Profil Perusahaan
C.1 Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan 21
C.2 Alamat Perusahaan 20
C.3 Skala Usaha 22
C.4 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan 20
C.5 Keanggotaan pada Asosiasi 23-24
C.6 Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan 20
Penjelasan Direksi
D.1 Penjelasan Direksi 16-19
Tata Kelola Keberlanjutan
E.1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 133-135
E.2 Pengembangan Kompetensi terkait Keuangan Berkelanjutan 121-122
E.3 Penilaian Risiko atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 136-138
E.4 Hubungan dengan Pemangku Kepentingan 147-149
E.5 Permasalahan terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 139
Kinerja Keberlanjutan
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 132
Kinerja Ekonomi
F.2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau 34-35
Investasi, Pendapatan dan Laba Rugi
F.3 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi 35-36
pada Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan
Berkelanjutan
Kinerja Lingkungan Hidup
Aspek Umum
F.4 Biaya Lingkungan Hidup 78
Aspek Material
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan Tidak relevan bagi
bisnis perbankan.
Laporan Keberlanjutan 2024
156 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 157
No Indeks Pengungkapan Halaman
Aspek Energi
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 82
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 82
Aspek Air
F.8 Penggunaan Air 85
Aspek Keanekaragaman Hayati
F.9 Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi 86
atau Memiliki Keanekaragaman Hayati
F.10 Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 86-88
Aspek Emisi
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 83
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 82-83
Aspek Limbah dan Efluen
F.13 Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 84-85
F.14 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 84-85
F.15 Tumpahan yang Terjadi (jika ada) Tidak relevan bagi
bisnis perbankan.
Aspek Pengaduan terkait Lingkungan Hidup
F.16 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan Tidak relevan bagi
bisnis perbankan.
Kinerja Sosial
F.17 Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara 69
kepada Konsumen
Aspek Ketenagakerjaan
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja 116-118
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 116
F.20 Upah Minimum Regional 124
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman 128-129
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai 119-123
Aspek Masyarakat
F.23 Dampak Operasi terhadap Masyarakat Sekitar 92-103
F.24 Pengaduan Masyarakat 107
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) 103-106
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan 68
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan 56
F.28 Dampak Produk/Jasa 68, 92-103
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali 56
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan 74
Berkelanjutan
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 157
Page 158
No Indeks Pengungkapan Halaman
Lain-lain
G.1 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada) 150-153
G.2 Lembar Umpan Balik 191
G.3 Tanggapan terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 27
G4 Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/ 156-158
POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa
Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik
Standar GRI
Pernyataan penggunaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk telah melaporkan sesuai dengan Standar
GRI untuk periode 1 Januari – 31 Desember 2024
GRI 1 yang digunakan GRI 1: Landasan 2021
Standar Sektor GRI yang -
berlaku
Pengecualian No.
Persyaratan Standar
Standar GRI Indikator Pengungkapan Hal.
yang Alasan Penjelasan Sektor
Dikecualikan GRI
Pengungkapan Umum
GRI 2: 2-1 Detail organisasi 20
Pengungkapan 2-2 Entitas yang termasuk dalam 24
Umum 2021 pelaporan keberlanjutan
2-3 Periode pelaporan, frekuensi, dan 24-25
kontak
2-4 Pernyataan ulang informasi 24
2-5 Jaminan eksternal 25, 150-
153
2-6 Aktivitas, rantai nilai, dan 20
hubungan bisnis lainnya
2-7 Karyawan 110-112
2-8 Pekerja yang bukan karyawan 112
2-9 Struktur dan komposisi tata kelola 133-135,
140
2-10 Nominasi dan pemilihan badan 140
tata kelola tertinggi
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi 140
2-12 Peran badan tata kelola tertinggi 16-19, 25,
dalam mengawasi pengelolaan 140
dampak
2-13 Pendelegasian tanggung jawab 134
untuk mengelola dampak
keberlanjutan
2-14 Peran badan tata kelola tertinggi 16-19,
dalam pelaporan keberlanjutan 134, 154-
155
2-15 Konflik kepentingan 134, 140
Laporan Keberlanjutan 2024
158 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 159
Pengecualian No.
Persyaratan Standar
Standar GRI Indikator Pengungkapan Hal.
yang Alasan Penjelasan Sektor
Dikecualikan GRI
2-16 Komunikasi hal-hal penting 134, 136-
138, 143-
145
2-17 Pengetahuan kolektif dari badan 119-122
tata kelola tertinggi
2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola 140
tertinggi
2-19 Kebijakan remunerasi 140
2-20 Proses untuk menentukan 140
remunerasi
2-21 Rasio kompensasi total tahunan Batasan Kerahasiaan Perusahaan belum dapat
menyampaikan data karena
data bersifat rahasia
2-22 Pernyataan tentang strategi 10-19
pembangunan berkelanjutan
2-23 Komitmen kebijakan 14-15, 57,
69
2-24 Menanamkan komitmen 14-15
kebijakan
2-25 Proses untuk memulihkan 72-73,
dampak negatif 136-138
2-26 Mekanisme pemberian umpan 136-138
balik/saran dan kekhawatiran
2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan 57, 132,
peraturan 145
2-28 Asosiasi keanggotaan 23-24
2-29 Pendekatan keterlibatan 147-149
pemangku kepentingan
2-30 Perjanjian kerja bersama 118
Topik Material
GRI 3: Topik 3-1 Proses penentuan topik material 26
Material 3-2 Daftar topik material 27
3-3 Manajemen topik material 33, 39, 60
Topik Material: Kinerja Ekonomi dan Pengelolaan Portofolio Hijau
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 33
Material
GRI 201: Kinerja 201-1 Nilai ekonomi langsung yang 34
Ekonomi 2016 dihasilkan dan didistribusikan
201-2 Implikasi finansial serta risiko 39-43
dan peluang lain akibat dari
perubahan iklim
201-3 Kewajiban program pensiun 125
manfaat pasti dan program
pensiun lainnya
201-4 Bantuan finansial yang diterima 35
dari pemerintah
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 159
Page 160
Pengecualian No.
Persyaratan Standar
Standar GRI Indikator Pengungkapan Hal.
yang Alasan Penjelasan Sektor
Dikecualikan GRI
Topik Material: Ketahanan Iklim
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 39
Material
GRI 302: Energi 302-1 Konsumsi energi dalam 82
2016 organisasi
302-2 Konsumsi energi di luar 82
organisasi
302-3 Intensitas energi 82
302-4 Pengurangan konsumsi energi 82
GRI 305: Emisi 305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) langsung 83
2016 305-2 Emisi energi GRK (Cakupan 2) 83
tidak langsung
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak 42, 83
langsung lainnya
305-4 Intensitas emisi GRK 83
305-5 Pengurangan emisi GRK 82-83
305-6 Emisi zat perusak ozon (ODS) 83
305-7 Nitrogen oksida (NOx), sulfur 83
oksida (SOx), dan emisi udara
signifikan lainnya
Topik Material: Keamanan Data dan Keamanan Siber
GRI 3: Topik 3-3 Manajemen topik material 60
Material
GRI 418: Privasi 418-1 Pengaduan yang berdasar 62
Pelanggan 2016 mengenai pelanggaran terhadap
privasi pelanggan dan hilangnya
data pelanggan
Topik-Topik di Luar Topik Material
Keberadaan Pasar
GRI 202: 202-1 Rasio standar upah karyawan 117, 124
Keberadaan pemula berdasarkan jenis
Pasar 2016 kelamin terhadap upah
minimum regional
202-2 Proporsi manajemen senior yang 111
berasal dari masyarakat
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
GRI 203: Dampak 203-1 Investasi infrastruktur dan 104-106
Ekonomi Tidak dukungan layanan
Langsung 2016 203-2 Dampak ekonomi tidak langsung 92-98
yang signifikan
Praktik Pengadaan
GRI 204: Praktik 204-1 Proporsi pengeluaran untuk 107
Pengadaan 2016 pemasok lokal
Laporan Keberlanjutan 2024
160 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 161
Pengecualian No.
Persyaratan Standar
Standar GRI Indikator Pengungkapan Hal.
yang Alasan Penjelasan Sektor
Dikecualikan GRI
Antikorupsi
GRI 205: 205-1 Operasi-operasi yang dinilai 143-145
Antikorupsi 2016 memiliki risiko terkait korupsi
205-2 Komunikasi dan pelatihan 144
tentang kebijakan dan prosedur
antikorupsi
205-3 Insiden korupsi yang terbukti 145
dan tindakan yang diambil
Perilaku Antipersaingan
GRI 206: Perilaku 206-1 Langkah-langkah hukum untuk 57
Antipersaingan perilaku antipersaingan, praktik
2016 antipakat dan monopoli
Pajak
GRI 207: Pajak 207-1 Pendekatan terhadap pajak 35
2019
207-2 Tata kelola, pengontrolan, dan 35
manajemen risiko pajak
207-3 Keterlibatan pemangku 35
kepentingan dan pengelolaan
kepedulian yang berkaitan
dengan pajak
Material
GRI 301: Material 301-1 Material yang digunakan
2016
Tidak relevan
301-2 Material daur ulang yang Tidak
dengan industri
digunakan diaplikasikan
perbankan
301-3 Produk dan kemasan yang ditarik
kembali
Air dan Efluen
GRI 303: Air dan 303-1 Interaksi dengan air sebagai 85
Efluen 2018 sumber daya bersama
303-2 Manajemen dampak yang 85
berkaitan dengan pembuangan
air
303-3 Pengambilan air 85
303-4 Pembuangan air 85
303-5 Konsumsi air 85
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 161
Page 162
Pengecualian No.
Persyaratan Standar
Standar GRI Indikator Pengungkapan Hal.
yang Alasan Penjelasan Sektor
Dikecualikan GRI
Keanekaragaman Hayati
GRI 304: 304-1 Lokasi operasi yang dimiliki, 86
Keanekaragaman disewa, dikelola, atau berdekatan
Hayati 2016 dengan, kawasan lindung
dan kawasan dengan nilai
keanekaragaman hayati tinggi di
luar kawasan lindung
304-2 Dampak signifikan dari 86
aktivitas, produk, dan jasa pada
keanekaragaman hayati
304-3 Habitat yang dilindungi atau 86-87
direstorasi
304-4 Spesies Daftar Merah IUCN 87-88
dan spesies daftar konservasi
nasional dengan habitat dalam
wilayah yang terkena efek
operasi
Limbah
GRI 306: Limbah 306-1 Timbulan limbah dan dampak 79-80,
2020 signifikan terkait limbah 84-85
306-2 Manajemen dampak signifikan 79-80,
terkait limbah 84-85
306-3 Timbulan limbah 84
306-4 Limbah yang dialihkan dari 80, 84-
pembuangan akhir 85
306-5 Limbah yang dikirimkan ke 84
pembuangan akhir
Penilaian Lingkungan Pemasok
GRI 308: 308-1 Seleksi pemasok baru dengan 107
Penilaian menggunakan kriteria
Lingkungan lingkungan
Pemasok 2016
308-2 Dampak lingkungan negatif 107
dalam rantai pasokan dan
tindakan yang telah diambil
Kepegawaian
GRI 401: 401-1 Perekrutan karyawan baru dan 113-115
Kepegawaian 2016 pergantian karyawan
401-2 Tunjangan yang diberikan kepada 124
karyawan purnawaktu yang tidak
diberikan kepada karyawan pada
kurun waktu tertentu atau paruh
waktu
401-3 Cuti melahirkan 117, 124
Laporan Keberlanjutan 2024
162 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 163
Pengecualian No.
Persyaratan Standar
Standar GRI Indikator Pengungkapan Hal.
yang Alasan Penjelasan Sektor
Dikecualikan GRI
Hubungan Tenaga Kerja/Manajemen
GRI 402: 402-1 Periode pemberitahuan minimum Batasan Informasi bersifat
Hubungan Tenaga terkait perubahan operasional kerahasiaan confidential
Kerja/Manajemen
2016
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
GRI 403: 403-1 Sistem manajemen keselamatan 128
Kesehatan dan dan kesehatan kerja
Keselamatan
403-2 Identifikasi bahaya, penilaian 128
Kerja 2018
risiko, dan investigasi insiden
403-3 Layanan kesehatan kerja 128
403-4 Partisipasi, konsultasi, dan 128
komunikasi pekerja tentang
keselamatan dan kesehatan kerja
403-5 Pelatihan bagi pekerja mengenai 128
keselamatan dan kesehatan kerja
403-6 Peningkatan kualitas kesehatan 128
pekerja
403-7 Pencegahan dan mitigasi 128
dampak dari keselamatan dan
kesehatan kerja yang secara
langsung terkait hubungan bisnis
403-8 Pekerja yang tercakup dalam 128
sistem manajemen keselamatan
dan kesehatan kerja
403-9 Kecelakaan kerja 129
403-10 Penyakit akibat kerja 129
Pelatihan dan Pendidikan
GRI 404: 404-1 Rata-rata jam pelatihan per 122-123
Pelatihan dan tahun per karyawan
Pendidikan 2016
404-2 Program untuk meningkatkan 119-123
keterampilan karyawan dan
program bantuan peralihan
404-3 Persentase karyawan 125
yang menerima tinjauan
rutin terhadap kinerja dan
pengembangan karier
Keanekaragaman dan Peluang Setara
GRI 405: 405-1 Keanekaragaman badan tata 111, 117-
Keanekaragaman kelola dan karyawan 118
dan Peluang
Setara
2016
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 163
Page 164
Pengecualian No.
Persyaratan Standar
Standar GRI Indikator Pengungkapan Hal.
yang Alasan Penjelasan Sektor
Dikecualikan GRI
Nondiskriminasi
GRI 406: 406-1 Insiden diskriminasi dan tindakan 18, 110
Nondiskriminasi perbaikan yang dilakukan
2016
Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
GRI 407: 407-1 Operasi dan pemasok di mana 118
Kebebasan hak atas kebebasan berserikat
Berserikat dan dan perundingan kolektif
Perundingan mungkin berisiko
Kolektif 2016
Pekerja anak
GRI 408: Pekerja 408-1 Operasi dan pemasok yang 116
anak 2016 berisiko signifikan terhadap
insiden pekerja anak
Kerja Paksa atau Wajib Kerja
GRI 409: Kerja 409-1 Operasi dan pemasok yang 116
Paksa atau Wajib berisiko signifikan terhadap
Kerja 2016 insiden kerja paksa atau wajib
kerja
Masyarakat Adat
GRI 411: Hak 411-1 Insiden pelanggaran yang 107
Masyarakat Adat melibatkan hak-hak masyarakat
2016 adat
Masyarakat Setempat
GRI 413: 413-1 Operasi dengan keterlibatan 103-107
Masyarakat masyarakat setempat, penilaian
Setempat 2016 dampak, dan program
pengembangan
413-2 Operasi yang secara aktual 103-107
dan yang berpotensi memiliki
dampak negatif signifikan
terhadap masyarakat setempat
Penilaian Sosial Pemasok
GRI 414: Penilaian 414-1 Seleksi pemasok baru dengan 107
Sosial Pemasok menggunakan kriteria sosial
2016 414-2 Dampak sosial negatif dalam 107
rantai pasokan dan tindakan yang
telah diambil
Kebijakan Publik
GRI 415: 415-1 Kontribusi politik 57
Kebijakan Publik
2016
Laporan Keberlanjutan 2024
164 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 165
Pengecualian No.
Persyaratan Standar
Standar GRI Indikator Pengungkapan Hal.
yang Alasan Penjelasan Sektor
Dikecualikan GRI
Kesehatan dan Keselamatan Pelanggan
GRI 416: 416-1 Penilaian dampak kesehatan Tidak berlaku Tidak relevan bagi
Kesehatan dan dan keselamatan dari berbagai bisnis perbankan
Keselamatan kategori produk dan jasa
Pelanggan 416-2 Insiden ketidakpatuhan Tidak berlaku Tidak relevan bagi
2016 sehubungan dengan dampak bisnis perbankan
kesehatan dan keselamatan dari
produk dan jasa
Pemasaran dan Pelabelan
GRI 417: 417-1 Persyaratan untuk pelabelan dan 56, 71
Pemasaran dan informasi produk dan jasa
Pelabelan 2016 417-2 Insiden ketidakpatuhan terkait 71
informasi dan pelabelan produk
dan jasa
417-3 Insiden ketidakpatuhan terkait 71
komunikasi pemasaran
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 165
Page 166
Standar GRI G4 Suplemen Sektor Layanan Keuangan 2013
Indikator Pengungkapan Halaman
FS1 Kebijakan dengan komponen lingkungan dan sosial tertentu yang 44-55
diterapkan pada lini bisnis
FS2 Prosedur untuk menilai dan menyaring risiko lingkungan dan sosial di lini 44-55
bisnis
FS3 Proses untuk memantau implementasi dan kepatuhan klien dengan 44-55
persyaratan lingkungan dan sosial termasuk dalam perjanjian atau transaksi
FS4 Proses untuk meningkatkan kompetensi staf untuk mengimplementasikan 121
kebijakan dan prosedur lingkungan dan sosial sebagaimana diterapkan
pada lini bisnis
FS5 Interaksi dengan klien/investee/mitra bisnis mengenai risiko dan peluang 92-98
lingkungan dan sosial
FS6 Persentase portofolio untuk lini bisnis berdasarkan wilayah tertentu, ukuran 35
(misal: mikro/SME/besar) dan menurut sektor
FS7 Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk memberikan 92
manfaat sosial khusus untuk setiap lini bisnis yang dirinci berdasarkan
tujuan
FS8 Nilai moneter produk dan layanan yang dirancang untuk memberikan 36, 54
manfaat lingkungan spesifik untuk setiap lini bisnis yang dirinci berdasarkan
tujuan
FS9 Cakupan dan frekuensi audit serta prosedur penilaian risiko 44-55
FS10 Kemitraan yang bertanggung jawab atas masalah lingkungan atau sosial 45-54
FS11 Persentase aktiva yang terjadi pada lingkungan positif dan negatif atau 54
sosial
FS12 Kebijakan pemberian suara diterapkan pada masalah lingkungan atau sosial Tidak berlaku bagi BUMN.
FS13 Jalur akses di daerah berpenduduk rendah atau kurang beruntung secara 100
ekonomi berdasarkan jenis
FS14 Inisiatif untuk meningkatkan akses ke layanan keuangan untuk orang-orang 69
yang kurang beruntung
FS15 Kebijakan untuk desain yang adil dan penjualan produk dan layanan 56, 69
keuangan
FS16 Inisiatif untuk meningkatkan literasi keuangan berdasarkan jenis penerima 99-103
manfaat
Laporan Keberlanjutan 2024
166 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 167
Sustainability Accounting Standard Board (SASB)
Indikator Pengungkapan Halaman
Metrik Aktivitas
FN-CB-000.A (1) Jumlah dan (2) nilai rekening giro dan tabungan menurut 22
segmen: (a) pribadi dan (b) usaha kecil
FN-CB-000.B (1) Jumlah dan (2) nilai pinjaman menurut segmen: (a) 35
pribadi dan (b) usaha kecil
Keamanan Data
FN-CB-230a.1 (1) Jumlah pelanggaran data (2) persentase informasi 60
identifikasi pribadi (3) jumlah rekening yang terpengaruh
FN-CB-230a.2 Pendekatan untuk menangani risiko keamanan data 60
Inklusi Keuangan dan Capacity Building
FN-CB-240a.1 (1) Jumlah dan (2) total pinjaman yang memenuhi syarat 92
untuk program promosi usaha kecil dan pengembangan
masyarakat
FN-CB-240a.2 (1) Jumlah dan (2) total pinjaman jatuh tempo dan non- 38, 92
akrual yang memenuhi syarat untuk mempromosikan usaha
kecil dan pengembangan masyarakat
FN-CB-240a.3 Jumlah rekening yang sebelumnya tidak memiliki rekening 99-100
bank atau yang menghadapi keterbatasan akses
FN-CB-240a.4 Jumlah peserta literasi keuangan untuk nasabah yang tidak 99-100
memiliki rekening bank, atau kurang terlayani
Inkorporasi Tata Kelola, Sosial, dan Lingkungan di Analisis Kredit
FN-CB-410a.2 Pendekatan untuk memasukkan faktor lingkungan, sosial, 44-53, 137-138
dan tata kelola (LST) dalam analisis kredit
Emisi yang Dibiayai
FN-CB-410b.1 Emisi bruto absolut yang dibiayai, dipilah berdasarkan (1) 41-42
Cakupan 1, (2) Cakupan 2, dan (3) Cakupan 3
FN-CB-410b.2 Eksposur bruto untuk setiap industri berdasarkan jenis aset 42
FN-CB-410b.3 Persentase paparan bruto yang termasuk dalam perhitungan 42
emisi yang dibiayai
FN-CB-410b.4 Deskripsi metodologi yang digunakan untuk menghitung 41
emisi yang dibiayai
Etika Bisnis
FN-CB-510a.1 Jumlah kerugian akibat proses hukum terkait dengan 57
penipuan, perdagangan orang dalam, anti-trust, perilaku
anti-persaingan, manipulasi pasar, malapraktik, atau
undang-undang industri keuangan terkait lainnya
FN-CB-510a.2 Deskripsi kebijakan dan prosedur whistleblowing 141
Sistem Manajemen Risiko
FN-CB-550a.1 Skor Global Systemically Important Bank (G-SIB), Tidak diaplikasikan.
berdasarkan kategori
FN-CB-550a.2 Deskripsi pendekatan untuk memasukan faktor lingkungan, 43, 45-55, 136
sosial, dan tata kelola (LST) dalam analisis kredit ke dalam
perencanaan kecukupan modal, strategi perusahaan jangka
panjang, dan aktivitas bisnis lainnya
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 167
Page 168
Indeks Sustainable Banking Assessment (SUSBA)
Indikator Pengungkapan Halaman
Tujuan Strategi keberlanjutan dan pelibatan pemangku 14-15, 147-149
kepentingan
Partisipasi dalam inisiatif keuangan keberlanjutan 23-24
Kebijakan Pernyataan publik tentang LST 14-15, 132-138
Pernyataan publik tentang sektor-sektor tertentu 44-55
Proses Penilaian risiko LST dan persetujuan transaksi 44-55
Pengawasan dan keterlibatan klien 55
Masyarakat Tanggung jawab LST 56
Pelatihan staf lingkungan & sosial, serta evaluasi kinerja 121-122, 125
Produk Integrasi LST dalam produk dan layanan 30-42
Portofolio Penilaian risiko dan mitigasi LST pada tingkat portofolio 44-55
Pengungkapan eksposur risiko LST dan target 136-138
Asean Corporate Governance Scorecard (ACGS)
Level 1
B. Keberlanjutan dan Ketangguhan
No. Prinsip dan Rekomendasi Halaman
B.1 Pengungkapan yang terkait dengan keberlanjutan harus konsisten, sebanding,
dan dapat diandalkan, serta mencakup informasi material retrospektif serta
berwawasan ke depan sehingga akan dianggap penting oleh investor dalam
membuat keputusan investasi atau pemungutan suara.
Informasi terkait Keberlanjutan Material harus ditentukan
B.1.1 Apakah Perseroan mengidentifikasi/melaporkan topik ESG yang material terhadap 26-27
strategi organisasi?
B.1.2 Apakah Perseroan mengidentifikasi perubahan iklim sebagai suatu isu? 26-27, 39
B.1.3 Apakah Perseroan mengadopsi kerangka pelaporan atau standar keberlanjutan 24
yang diakui secara internasional (yaitu GRI, Pelaporan Terpadu, SASB, Standar
Pengungkapan Keberlanjutan IFRS)?
Jika sebuah Perseroan menetapkan tujuan atau target terkait keberlanjutan secara publik, kerangka pengungkapan
tersebut harus memastikan diungkapkannya secara berkala metrik yang andal dan mudah diakses.
B.1.4 Apakah Perseroan mengungkapkan target keberlanjutan kuantitatif? 10-13
B.1.5 Apakah Perseroan mengungkapkan pencapaian kinerja terkait keberlanjutan dalam 33, 35, 38, 41,
kaitannya dengan target yang ditetapkan sebelumnya? 79, 92
B.1.6 Apakah Perseroan menegaskan bahwa Laporan/Pelaporan Keberlanjutannya 24-25, 154-155
ditinjau dan/atau disetujui oleh Dewan atau Komite Dewan?
B.2 Kerangka tata kelola perusahaan harus memfasilitasi dialog antara Perseroan,
pemegang saham, dan pemangku kepentingan agar dapat bertukar pandangan
tentang masalah keberlanjutan.
B.2.1 Apakah Perseroan melibatkan pemangku kepentingan internal untuk bertukar 26, 147-149
pandangan dan mengumpulkan umpan balik tentang masalah keberlanjutan yang
penting bagi bisnis Perseroan?
Laporan Keberlanjutan 2024
168 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 169
No. Prinsip dan Rekomendasi Halaman
B.2.2 Apakah Perseroan melibatkan pemangku kepentingan eksternal untuk bertukar 26, 147-149
pandangan dan mengumpulkan umpan balik tentang masalah keberlanjutan yang
penting bagi bisnis Perseroan?
B.3 Kerangka tata kelola perusahaan harus memastikan bahwa Direksi telah cukup
mempertimbangkan risiko dan peluang keberlanjutan yang material ketika
menjalankan fungsi utama mereka dalam meninjau, memantau, dan membimbing
praktik tata kelola, pengungkapan, strategi, manajemen risiko, dan sistem
pengendalian internal, termasuk yang berkaitan dengan risiko fisik dan transisi
yang terkait dengan iklim.
Direksi harus menilai apakah struktur modal Perseroan telah sesuai dengan tujuan strategis dan selera risiko terkait
untuk memastikan ketahanan Perseroan terhadap berbagai kondisi.
B.3.1 Apakah Perseroan mengungkapkan bahwa Direksi melakukan tinjauan tahunan 44-45, 136
untuk melihat apakah struktur modal dan utang Perseroan sesuai dengan tujuan
strategis dan selera risiko terkait?
B.4 Kerangka tata kelola perusahaan harus mengakui hak-hak pemangku kepentingan
sebagaimana telah ditetapkan oleh undang-undang atau melalui kesepakatan
bersama dan mendorong kerja sama aktif antara Perseroan dan pemangku
kepentingan dalam menciptakan kekayaan, lapangan kerja, dan keberlanjutan
Perseroan yang sehat secara finansial.
Apakah Perseroan mengungkapkan kebijakan dan praktik yang membahas:
B.4.1 Adanya upaya Perseroan serta ruang lingkupnya dalam memenuhi kesejahteraan 60-74
pelanggan?
B.4.2 Prosedur pemilihan pemasok/kontraktor? 107
B.4.3 Upaya Perseroan untuk memastikan bahwa rantai nilainya ramah lingkungan atau 107
sejalan dengan upaya mempromosikan pembangunan berkelanjutan?
B.4.4 Upaya Perseroan untuk berinteraksi dengan masyarakat tempat mereka 92-107
beroperasi?
B.4.5 Program dan prosedur antikorupsi Perseroan? 143-145
B.4.6 Bagaimana hak-hak kreditur dilindungi? 55
B.4.7 Apakah Perseroan memiliki laporan/bagian terpisah yang membahas upaya- 171-190
upayanya dalam isu lingkungan/ekonomi dan sosial?
B.5 Jika kepentingan pemangku kepentingan dilindungi oleh hukum, maka pemangku
kepentingan mesti memiliki kesempatan untuk memperoleh ganti rugi yang efektif
atas pelanggaran hak-hak mereka.
B.5.1 Apakah Perseroan menyediakan rincian kontak melalui situs web Perseroan 72-73
atau Laporan Tahunan yang dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan
(misalnya pelanggan, pemasok, masyarakat umum, dll.) untuk menyuarakan
keprihatinan dan/atau keluhan mereka atas kemungkinan pelanggaran hak-hak
mereka?
B.6 Mekanisme untuk partisipasi karyawan mesti diperbolehkan untuk dikembangkan.
B.6.1 Apakah Perseroan secara eksplisit mengungkapkan kebijakan dan praktik mengenai 128-129
kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan karyawannya?
B.6.2 Apakah Perseroan secara eksplisit mengungkapkan kebijakan dan praktik mengenai 119-123
program pelatihan dan pengembangan bagi karyawannya?
B.6.3 Apakah Perseroan memiliki kebijakan penghargaan/kompensasi yang 124-127
memperhitungkan kinerja Perseroan selain pengukuran finansial jangka pendek?
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 169
Page 170
No. Prinsip dan Rekomendasi Halaman
B.7 Para pemangku kepentingan, termasuk karyawan perorangan dan badan
perwakilan mereka, harus dapat dengan bebas mengomunikasikan keprihatinan
mereka tentang praktik ilegal atau tidak etis kepada Dewan, sementara hak-hak
mereka tidak boleh dikompromikan hanya karena mereka melakukan hal tersebut.
B.7.1 Apakah Perseroan memiliki kebijakan whistleblowing yang mencakup prosedur 141
pengaduan oleh karyawan dan pemangku kepentingan lainnya mengenai dugaan
perilaku ilegal dan tidak etis dan memberikan rincian kontak melalui situs web
Perseroan atau laporan tahunan?
B.7.2 Apakah Perseroan memiliki kebijakan atau prosedur untuk melindungi karyawan/ 140-141
orang yang mengungkapkan dugaan perilaku ilegal/tidak etis dari tindakan
pembalasan?
Level 2 - Bonus
No. Prinsip dan Rekomendasi Halaman
(B) B.1
(B) B.1.1 Apakah Perseroan mengungkapkan bagaimana ia mengelola risiko dan peluang 39-43
terkait iklim?
(B) B.1.2 Apakah Perseroan mengungkapkan bahwa Laporan Keberlanjutan/Pelaporan 150-153, Ya
Keberlanjutannya diverifikasi secara eksternal?
(B) B.1.3 Apakah Perseroan mengungkapkan saluran keterlibatan dengan kelompok 147-149
pemangku kepentingan dan bagaimana Perseroan menanggapi masalah ESG para
pemangku kepentingan?
(B) B.1.4 Apakah Perseroan memiliki unit/divisi/komite yang secara khusus bertanggung 134-135
jawab untuk mengelola masalah keberlanjutan?
(B) B.1.5 Apakah Perseroan mengungkapkan pengawasan Dewan Komisaris dan Direksi 132-133
terhadap risiko dan peluang terkait keberlanjutan?
(B) B.1.6 Apakah Perseroan mengungkapkan hubungan antara remunerasi Direktur eksekutif Batasan
dan manajemen senior serta kinerja keberlanjutan untuk tahun sebelumnya? kerahasiaan
(B) B.1.7 Apakah Sistem Pengungkapan Pelanggaran (Whistleblowing System) Perseroan 141, Ya
dikelola oleh pihak/lembaga independen?
Laporan Keberlanjutan 2024
170 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 171
Laporan
Obligasi
Berwawasan
Lingkungan
Juni 2024
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 171
Page 172
Daftar Isi
01 Pendahuluan
02 Ringkasan Kerangka Kerja & Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan BNI
03 Alokasi Dana Hasil Penerbitan
04 Pelaporan Dampak
Laporan Keberlanjutan 2024
172 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK. PAGE 1
Page 173
01 | Pendahuluan
Sebagai salah satu Bank yang menjadi motor penggerak pelaksana Keuangan Berkelanjutan (Sustainable
Finance) di Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI terus menggerakkan seluruh insan
BNI untuk berada di garda terdepan dalam penerapan keuangan berkelanjutan. BNI percaya bahwa apa
yang dilakukan adalah sejalan dan mendukung pembangunan berkelanjutan, di samping meningkatkan
daya tahan dan daya saing BNI.
Komitmen BNI dalam keberlanjutan ditandai dengan penerapan keuangan berkelanjutan (sustainable
finance) sebagai payung nilai-nilai (values), sikap dan budaya kerja, strategi Perusahaan, kebijakan
operasional serta sistem dan prosedur operasional Perusahaan. BNI terlibat langsung dalam pembentukan
Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI) untuk dapat mendukung dan meningkatkan implementasi
keuangan keberlanjutan di Indonesia. Selain itu, BNI pun terus mengembangkan peluang kerja sama
dengan berbagai pihak, untuk bersama BNI menyatukan energi demi keberlanjutan bumi berserta
segenap isinya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap I (2015-2019)
dan Tahap II (2021-2025), dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas sektor jasa keuangan
untuk beroperasi secara ramah lingkungan. Inisiatif keuangan berkelanjutan yang dikembangkan melalui
Roadmap Tahap II oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengintegrasikan tujuh komponen utama dalam
satu ekosistem, yang terdiri dari kebijakan, produk, infrastruktur pasar, koordinasi antar kementerian/
lembaga, dukungan nonpemerintah, sumber daya manusia, dan kesadaran. BNI akan berkontribusi pada
bidang pengembangan produk dan infrastruktur pasar.
Sebagai wujud dari peran nyata komitmen BNI mendukung pembiayaan berwawasan lingkungan, BNI
melakukan penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan denominasi rupiah sebesar Rp 5 triliun di Juni
2022 untuk mendukung pendanaan proyek-proyek yang akan membantu mewujudkan Indonesia yang
lebih berwawasan lingkungan di masa depan.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 173
Page 174
02 | Kerangka Obligasi Berwawasan Lingkungan
dan Penerbitan
A. Kerangka Kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan
Sebelum Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan pada bulan Juni 2022, BNI telah mengembangkan
Kerangka Kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan dan melibatkan Sustainalytics untuk memberikan Opini
Pihak Kedua (SPO). BNI telah menyelaraskan kerangka Obligasi Berwawasan Lingkungan tersebut dengan
Ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (POJK) No.60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan
dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan, Green Bond Principles 2021 (GBP) yang
diterbitkan International Capital Market Association (ICMA) dan ASEAN Green Bond Standards 2018.
Berikut merupakan ringkasan kerangka kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan BNI:
Penggunaan Hasil
Dana yang diperoleh dari Obligasi Berwawasan Proyek Berwawasan lingkungan yang Memenuhi Syarat
Lingkungan akan digunakan khusus untuk membiayai harus sesuai dengan sekurang-kurangnya satu dari
atau membiayai Kembali aset-aset yang terkait kategori berikut ini :
langsung dengan “Proyek Berwawasan Lingkungan
yang Memenuhi Syarat” sesuai dengan Prinsip-prinsip 1. Energi Terbarukan
Obligasi Berwawasan lingkungan. 2. Efisiensi Energi
3. Pengolahan Sampah menjadi Energi dan
Manajemen Limbah
4. Penggunaan Sumber Daya Alam dan Penggunaan
Tanah yang Berkelanjutan
5. Konservasi keanekaragaman Hayati Darat dan Air
6. Transportasi Ramah Lingkungan
7. Pengolahan Air dan Air Limbah yang Berkelanjutan
8. Adaptasi Perubahan Iklim
9. Gedung Berwawasan Lingkungan
10. Pertanian Berkelanjutan
Proses Evaluasi & Seleksi Proyek
BNI telah membentuk Sub Komite ESG yang bertanggung jawab untuk mengevaluasi dan memilih proyek
yang sesuai dengan kriteria Kerangka Kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan
Debitur harus memenuhi syarat untuk menjadi debitur BNI, sebagaimana yang ditentukan oleh unit usaha
dan penilaian risiko kredit yang dilakukan oleh unit risiko
Debitur memenuhi kriteria Risk Acceptance Criteria (RAC) berdasarkan penilaian Manajemen Risiko Bank
Laporan Keberlanjutan 2024
174 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 175
02 | Kerangka Obligasi Berwawasan Lingkungan
dan Penerbitan
B. Manajemen Dana yang Diperoleh
Divisi Treasury dan Divisi Corporate Planning and Performance Management BNI akan
Penerimaan bertanggung jawab atas penerimaan dan pengelolaan dana yang akan dialokasikan untuk
Dana Masuk proyek-proyek yang memenuhi syarat berdasarkan penilaian Sub Komite ESG.
Bank akan menggunakan sistem informasi internal untuk melacak dan melaporkan alokasi
Pelacakan hasil menggunakan daftar proyek yang memenuhi syarat.
Dana yang
Dana yang belum dialokasikan akan disimpan sementara dalam bentuk tunai atau dengan
Belum
setara kas.
Dialokasikan
C. Pelaporan
Pelaporan Alokasi
BNI akan menerbitkan laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan setiap tahun, dimulai
selambat-lambatnya pada tanggal yang jatuh satu tahun setelah dana dari hasil penerbitan
pertama diperoleh oleh BNI, guna memberikan transparansi kepada investor dan regulator
sehubungan dengan penerapan Kerangka Kerja.
Pelaporan Dampak
BNI akan menerbitkan dampak lingkungan dan/atau sosial dari aset yang memenuhi syarat
yang dibiayai dari Oblligasi Berwawasan Lingkungan yang diterbitkan. Adapun, indikator
dampak positif kuantitatif dalam laporan Obligasi Berwawasan Lingkungan BNI meliputi
indikator-indikator sebagai berikut :
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 175
Page 176
02 | Kerangka Obligasi Berwawasan Lingkungan
dan Penerbitan
1. Energi Terbarukan • Estimasi pembangkitan energi terbarukan per tahun dalam
MWh/GWh (listrik) dan GJ/TJ (energi lainnya)
• Estimasi emisi Gas Rumah Kaca per tahun yang dikurangi/
dihindari dalam ton ekuivalen CO2
2. Transportasi Ramah Lingkungan • Estimasi emisi gas rumah kaca per tahun yang dikurangi/
dihindari dalam ton ekuivalen CO2
• Jumlah kendaraan ramah lingkungan yang diluncurkan
• Estimasi kilometer dari jalur kereta/jalur khusus Bus, BRT,
koridor LRT, jalur sepeda baru atau yang disempurnakan
3. Gedung Berwawasan Lingkungan • Persentase penggunaan energi yang dikurangi/dihindari vs
data awal/kode gedung setempat
• Estimasi gas rumah kaca per tahun yang dikurangi/dihindari
vs data awal setempat/tingkat sertifikasi awal setempat
• Tingkat sertifikasi per properti
4. Pengolahan Sampah menjadi Energi • Estimasi Ton limbah yang dialihkan atau didaur ulang
dan Manajemen Limbah
5. Penggunaan Sumber Daya Alam dan • Estimasi jumlah Hektar yang dilindungi dan/atau bersertifikat
Penggunaan Tanah yang Berkelanjutan • Estimasi jumlah pohon yang ditanam dalam proyek reboisasi
yang disertifikasi oleh FSC/PEFC
D. Penerbitan
Pada 21 Juni 2022, BNI menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan dengan jumlah pokok Rp 5 triliun.
Surat utang ini diputuskan untuk dibagi dalam 2 seri yakni Seri A jumlah pokok Rp 4 triliun dengan jangka
waktu 3 tahun, dan Seri B jumlah pokok Rp 1 triliun dengan jangka waktu 5 tahun.
Transaksi tersebut memberikan beberapa milestone bagi BNI, sebagai berikut :
• Penerbitan Obligasi Berwawasan Lingkungan yang pertama yang dilakukan oleh Bank di Indonesia
• Obligasi Berwawasan Lingkungan milik BNI diminati investor pada saat bookbuilding yaitu mencapai
oversubscribe sebesar 3,1 kali
Laporan Keberlanjutan 2024
176 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 177
02 | Kerangka Obligasi Berwawasan Lingkungan
dan Penerbitan
Ringkasan Kesepakatan
Instrumen : Obligasi Korporasi Berwawasan Lingkungan (Green Bond) Domestrik yang
memenuhi Ketentuan POJK 60/2017 tentang Obligasi Berwawasan Lingkungan
Total Emisi : Rp. 5.000.000.000.000 (Lima Triliun Rupiah)
Seri A Tenor 3 Tahun 6,35% sebesar Rp. 4 Triliun
Seri B Tenor 5 Tahun 6,85% sebesar Rp. 1 Triliun
Average tenor 3,4 tahun dan Kupon di 6,45%
Rating : idAAA (PEFINDO)
Tanggal Jatuh Tempo : Seri A : 21 Juni 2025
Seri B : 21 Juni 2027
Tanggal Penyelesaian : 21 Juni 2022
Penggunaan Hasil : Ekspansi bisnis, refinancing dan reprofiling funding dengan mempertimbangkan
ketentuan POJK 60/2017 (minimal 70% pembiayaan kategori KUBL)
Listing : PT Bursa Efek Indonesia
Final Orderbook : Rp. 15.300.000.000.000
Oversubscription rate : 3.1x
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 177
Page 178
03 | Alokasi Dana Hasil Penerbitan
Per Desember 2023, BNI telah mengalokasikan 87,26% dari hasil Obligasi Berwawasan Lingkungan BNI
2022. Rincian Alokasi adalah sebagai berikut:
Kategori yang Layak Dibiayai/ Dibiayai Kembali Jumlah yang Dialokasikan Alokasi Hasil
Energi Terbarukan Dibiayai Kembali Rp. 343 Miliar 7,86%
Transportasi Ramah Dibiayai Kembali Rp. 2.317 Miliar 53,10%
Lingkungan
Gedung Berwawasan Dibiayai Kembali Rp. 336 Miliar 7,70%
Lingkungan
Pengolahan Sampah Dibiayai Kembali Rp. 569 Miliar 13,05%
menjadi Energi dan
Manajemen Limbah
Penggunaan Sumber Daya Dibiayai Kembali Rp. 798 Miliar 18,29%
Alam dan Penggunaan
Tanah yang Berkelanjutan
Total Rp 4.363 Miliar 100%
Porsi ALokasi Dibiayai vs Dibiayai Kembali
7+5371320
7,86%
18,29%
53,10%
13,05%
7,70%
100%
Energi Terbarukan Dibiayai Kembali
Transportasi Ramah Lingkungan
Gedung Berwawasan Lingkungan
Pengelolaan Sampah menjadi Energi dan Manajemen Limbah
Penggunaan Sumber Daya Alam dan Penggunaan Tanah yang Berkelanjutan
Laporan Keberlanjutan 2024
178 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 179
03 | Alokasi Dana Hasil Penerbitan
BNI telah melakukan penyaluran 100% atas dana Obligasi Berwawasan Lingkungan pada 10 kategori
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) berdasarkan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) Nomor 60/POJK.04/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan
Lingkungan (Green Bond). Berdasarkan ketentuan tersebut pula, diatur bahwa minimal penyaluran dana
hasil penerbitan dari Obligasi Berwawasan Lingkungan bagi pembiayaan yang dikategorikan KUBL
adalah sebesar 70% dari nilai bond yang diterbitkan sehingga BNI telah memenuhi syarat penyaluran
dana Obligasi Berwawasan Lingkungan tersebut. Adapun penyaluran yang sesuai dengan Kerangka Kerja
Obligasi Berwawasan Lingkungan adalah sebesar 87,26%, dimana 7,86% disalurkan kepada kategori Energi
Terbarukan, Transportasi Ramah Lingkungan sebesar 53.10%, Gedung Berwawasan Lingkungan sebesar
7,70%, Pengolahan Sampah menjadi Energi dan Manajemen Limbah sebesar 13,05% dan Penggunaan
Sumber Daya Alam dan Penggunaan Tanah yang Berkelanjutan sebesar 18,29%, dari 10 Kategori yang ada
pada Kerangka Kerja Obligasi Berwawasan Lingkungan. Selebihnya telah digunakan untuk kategori KUBL.
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 179
Page 180
04 | Pelaporan Dampak
Energi Terbarukan
Alokasi dana Obligasi Berwawasan Lingkungan untuk kategori Energi Terbarukan dilakukan untuk
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Mini Hidro (PLTMH), dan Pembangkit
Listrik Tenaga Biogas (PLTBG). Proyek-proyek tersebut mampu memberikan kontribusi langsung dalam
penyediaan akses terhadap energi yang bersih dan terjangkau serta peningkatan proporsi bauran energi
terbarukan serta penurunan emisi GRK.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan energi
potensial dari panel surya fotovoltaik yang mampu mengubah tenaga surya menjadi listrik, sehingga dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik. Proyek PLTS ke jaringan yang tersedia berlokasi di Pulau
Geranting, Pulau Akar, Pulau Jaga, Pulau Nuja, Pulang Panjang dan Pulang Sebung di Kepulauan Riau (6
PLTS) dan PLTS tersebut memiliki total kapasitas 0,78 MW yang mampu menghasilkan dan menyalurkan
listrik langsung.
Dampak Lingkungan
1.394 (tCO2eq/tahun) 1.426 MWh
Emisi GRK yang terhindarkan Energi yang dihasilkan per
per tahun tahun
Dampak Lainnya
600 Kepala Keluarga 24 Orang
Akses energi bersih dan Jumlah pekerja yang
terjangkau menerima pelatihan berkaitan
dengan pengoperasian proyek
30 Orang
Jumlah penduduk lokal yang
diperkerjakan
Penyelarasan dengan SDGs :
Laporan Keberlanjutan 2024
180 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 181
04 | Pelaporan Dampak
Energi Terbarukan
Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH)
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) adalah proyek pembangkit yang menggunakan
energi potensial dari daerah aliran sungai Cikaengan, Desa Pandeuy, Kecamatan Pandeuy, Kabupaten
Garut. PLTMH Cikaengan memiliki kapasitas sebesar 3 x 1,7MW (5,1 MW) dan dapat melistriki rumah
tangga serta meningkatkan persentase bauran energi terbarukan (EBT) di daerah tersebut.
Dampak Lingkungan
26.686 (tCO2eq/tahun) 25.415 MWh
Emisi GRK yang terhindarkan Energi yang dihasilkan per
per tahun tahun
Dampak Lainnya
2 Kecamatan 25 Orang
Kecamatan Karangnunggal Jumlah pekerja yang
dan Singaparna memperoleh menerima pelatihan berkaitan
akses energi terbarukan dengan pengoperasian proyek
30 Orang
Jumlah penduduk lokal yang
diperkerjakan
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 181
Page 182
04 | Pelaporan Dampak
Energi Terbarukan
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG)
Proyek pembangkit listrik tenaga biogas merupakan proyek pembangkit yang memanfaatkan limbah
kelapa sawit yang berasal dari kebun bersertifikasi RSPO/ISPO serta limbah singkong dari pengolahan
tepung tapioka. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas ini berada di beberapa lokasi, yaitu:
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Kapasitas Energi (MW)
Pembangkit ListrikTenaga Biogas - Nanga Bulik, Kecamatan Lamandau, Provinsi Kalimantan 1,5
Tengah
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas - Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah 1,5
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas - Sei Rampah, Provinsi Sumatera Utara 1,0
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas - Nabung Timur, Rumbia, Provinsi Lampung 1,0
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas - Setia Bumi, Seputih Banyak, Provinsi Lampung 1,0
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas - Sukaraja Nuban, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi 1,0
Lampung
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas - Tulung Buyut, Provinsi Lampung 2,0
Dampak Lingkungan
21.275 (tCO2eq/tahun) 22.106 MWh
Emisi GRK yang terhindarkan Energi yang dihasilkan per
per tahun tahun
Dampak Lainnya
7 Manufaktur 30 Orang
Jumlah Manufaktur yang Jumlah pekerja yang
memperoleh akses energi terbarukan menerima pelatihan berkaitan
dengan pengoperasian proyek
30 Orang
Jumlah penduduk lokal yang
diperkerjakan
Laporan Keberlanjutan 2024
182 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 183
04 | Pelaporan Dampak
Transportasi Ramah Lingkungan
Proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek adalah proyek sistem kereta jalur tunggal bertenaga listrik yang
akan menghubungkan Kota Jakarta dengan beberapa kota di sekelilingnya seperti Bogor, Depok, dan
Bekasi. Proyek transportasi berbasis rel ini akan diintegrasikan dengan moda transportasi yang sudah
tersedia (Bis Transjakarta, kereta komuter, terminal bis, fasilitas park and ride, serta bandara) di beberapa
titik stasiun. Proyek LRT Jabodebek memiliki total panjang jalur rel kereta 43 Km dan ditargetkan dengan
jumlah penumpang sebanyak 25.550.000 orang/tahun berdasarkan proyeksi jumlah penumpang LRT
Jabodebek pada Laporan Final Reviu Studi Kelayakan LRT Wilayah Jabodebek Tahun 2024.
Dampak Lingkungan
55.414 (tCO2eq/tahun) 791.630 Gj
Emisi GRK yang terhindarkan Penghematan energi per
per tahun tahun
Dampak Lainnya
2.295 Orang 39 Orang
Jumlah karyawan yang Jumlah pekerja yang
dipekerjakan menerima pelatihan berkaitan
dengan pengoperasian proyek
Penyelarasan dengan SDGs :
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 183
Page 184
04 | Pelaporan Dampak
Gedung Berwawasan Lingkungan
Kategori Gedung berwawasan Lingkungan dilakukan kepada proyek pembangunan Gedung dengan
standar Gold menurut Greenship atau lebih tinggi, yang dikembangkan oleh Green Building Council
Indonesia (GBC Indonesia) atau standar lainnya yang diakui nasional atau internasional atau sertifikasi
kinerja lingkungan hidup, yang terdiri dari enam kategori yaitu tepat guna lahan, efisensi dan konservasi
energi, konservasi air, sumber & siklus material, kualitas udara & kenyamanan udara serta manajemen
lingkungan bangunan.
Gedung berwawasan lingkungan berlokasi di Kota Depok dan memiliki 5 lantai yang digunakan sebagai
pusat perbelanjaan serta memiliki ruang terbuka hijau dengan luas 14.132 m2. Gedung tersebut telah
mendapatkan sertifikat Green Mark dari BCA (Building and Construction Authority) dengan pencapaian
Platinum pada tahun 2023.
Dampak Lingkungan
10.691 (tCO2eq/tahun) Sertifikat
Emisi GRK yang terhindarkan
per tahun
Platinum Level
Dampak Lainnya
3 Orang 10 Orang
Jumlah penduduk lokal yang Jumlah pekerja yang
bekerja di lokasi proyek menerima pelatihan berkaitan
dengan pengoperasian proyek
Penyelarasan dengan SDGs :
Laporan Keberlanjutan 2024
184 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 185
04 | Pelaporan Dampak
Pengolahan Sampah menjadi Energi
dan Manajemen Limbah
Alokasi hasil Obligasi Berwawasan Lingkungan kategori Pengolahan Sampah menjadi Energi dan
Manajemen Limbah dilakukan untuk proyek pengolahan sampah termasuk proses daur ulang menjadi
bahan baku sekunder dan proyek pengomposan anaerobik menjadi pupuk organik. Proyek-proyek ini
mampu berkontribusi untuk mencapai target keberlanjutan dalam bentuk pengelolaan dan pemanfaatan
sumber daya alam yang berkelanjutan, pengelolaan bahan kimia dan limbah yang bertanggung jawab,
serta secara substansial mengurangi timbulan limbah sesuai dengan SDGs 12 dan mengurangi emisi gas
rumah kaca sesuai dengan SDGs 13.
Berikut adalah proyek-proyek dari Pengolahan Sampah menjadi Energi dan Manajemen Limbah :
• Proyek pengolahan sampah plastik yang didaur ulang menjadi barang jadi plastik
• Proyek untuk memproses skrap aluminium yang didaur ulang menjadi ingot paduan aluminium.
• Proyek pengolahan limbah kertas yang didaur ulang menjadi brown paper.
• Proyek pengolahan limbah abu logam yang didaur ulang menjadi bahan baku sekunder berupa Zinc
Oxide.
• Proyek pengolahan sampah kebun dan/atau sampah organik yang didaur ulang menjadi pupuk organik.
Dampak Lingkungan
879.766 (tCO2eq/tahun) 1.642.473 (Ton/tahun)
Emisi GRK yang terhindarkan Total limbah yang didaur
per tahun ulang
Dampak Lainnya
815 Orang 255 Orang
Jumlah penduduk lokal yang Jumlah pekerja yang
diperkerjakan menerima pelatihan berkaitan
dengan pengoperasian proyek
Penyelarasan dengan SDGs :
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 185
Page 186
04 | Pelaporan Dampak
Penggunaan Sumber Daya Alam dan Penggunaan Tanah
yang Berkelanjutan
Kategori Sumber Daya Alam dan Penggunaan Lahan yang Berkelanjutan diterapkan pada proyek konsesi
hutan yang memiliki rencana pengelolaan berkelanjutan bersertifikasi FSC, yang berlokasi di Nabire,
Provinsi Papua Tengah dan Kaimana, Provinsi Papua Barat. Proyek ini melindungi dan memelihara spesies
pohon yang mampu menangkap dan menyimpan karbon dioksida.
Dampak Lingkungan
446.757 (tCO2eq/tahun) 28.955 (Pohon)
Emisi GRK yang terhindarkan Jumlah pohon yang ditanam
per tahun dalam proyek reboisasi
314.387 (Ha)
Jumlah hektar yang dilindungi
dan/bersertifikat
Dampak Lainnya
12 Orang
Jumlah penduduk lokal yang
dipekerjakan
Penyelarasan dengan SDGs :
Laporan Keberlanjutan 2024
186 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 187
>WKZEZs/h,>/>/E'<hE'E
ZĞǀŝĞǁZĞƉŽƌƚďLJŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůdžƉĞƌƚ
^'Ɛ ,Ƶď hŶŝǀĞƌƐŝƚĂƐ /ŶĚŽŶĞƐŝĂ͕ ƐĞůĂŬƵ Śůŝ >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ^'Ɛ ,Ƶď hŶŝǀĞƌƐŝƚĂƐ /ŶĚŽŶĞƐŝĂ͕ ĂƐ ƚŚĞ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů
ĚŝƉŝůŝŚ ƵŶƚƵŬ ŵĞůĂŬƵŬĂŶ ƌĞǀŝƵ >ĂƉŽƌĂŶ KďůŝŐĂƐŝ džƉĞƌƚ ĐŚŽƐĞŶ ƚŽ ƌĞǀŝĞǁ ƚŚĞ ϮϬϮϰ E/ ^ƵƐƚĂŝŶĂďůĞ
ĞƌǁĂǁĂƐĂŶ >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ĞƌŬĞůĂŶũƵƚĂŶ E/ dĂŚƵŶ ϮϬϮϰ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ &ƌŝĞŶĚůLJ ŽŶĚƐ ZĞƉŽƌƚ ;'ƌĞĞŶ ŽŶĚ
;'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚͿ ĚĞŶŐĂŶ ĚŝƐĞƌƚĂŬĂŶ ďĞďĞƌĂƉĂ ĚĂƚĂ ZĞƉŽƌƚͿǁŚŝĐŚŝŶĐůƵĚĞƐƐĞǀĞƌĂůƐƵƉƉŽƌƚŝŶŐĚĂƚĂƌĞůĂƚĞĚƚŽ
ƉĞŶĚƵŬƵŶŐ ƚĞƌŬĂŝƚ ƉĞŶĞƌďŝƚĂŶ KďůŝŐĂƐŝ ĞƌǁĂǁĂƐĂŶ ƚŚĞ ŝƐƐƵĂŶĐĞ ŽĨ E/ΖƐ ϮϬϮϮ ^ƵƐƚĂŝŶĂďůĞ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ
>ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ĞƌŬĞůĂŶũƵƚĂŶ E/ ƚĂŚƵŶ ϮϬϮϮ ;'ƌĞĞŶ ŽŶĚ &ƌŝĞŶĚůLJ ŽŶĚƐ ;'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ϮϬϮϮͿ ĂŶĚ ƚŚĞ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ
ϮϬϮϮͿ ďĞƌŝŬƵƚ ŬĞƌĂŶŐŬĂ ŬĞďŝũĂŬĂŶ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ƚĞƌƐĞďƵƚ͘ ƉŽůŝĐLJ ĨƌĂŵĞǁŽƌŬ͘ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů džƉĞƌƚƐ ŚĂǀĞ ƌĞůĞǀĂŶƚ
Śůŝ >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ŵĞŵŝůŝŬŝ ŬŽŵƉĞƚĞŶƐŝ ƉĞŶŐĂůĂŵĂŶ ĚĂŶ ĞdžƉĞƌŝĞŶĐĞ ĂŶĚ ĐĞƌƚŝĨŝĐĂƚĞ ĐŽŵƉĞƚĞŶĐŝĞƐ ŝŶ
ďĞƌŝũĂnjĂŚ LJĂŶŐ ƌĞůĞǀĂŶ ĚĂůĂŵ ŬĞŐŝĂƚĂŶ ďĞƌǁĂǁĂƐĂŶ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ ĨƌŝĞŶĚůLJ ĂŶĚ ƐƵƐƚĂŝŶĂďůĞ ĚĞǀĞůŽƉŵĞŶƚ
ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶĚĂŶWĞŵďĂŶŐƵŶĂŶďĞƌŬĞůĂŶũƵƚĂŶ;>ĂŵƉŝƌĂŶ/Ϳ͘ ĂĐƚŝǀŝƚŝĞƐ;ƉƉĞŶĚŝdž/Ϳ͘
dĂŶŐŐƵŶŐ:ĂǁĂďDĂŶĂũĞŵĞŶE/ DĂŶĂŐĞŵĞŶƚZĞƐƉŽŶƐŝďŝůŝƚŝĞƐ
dĂŶŐŐƵŶŐũĂǁĂďŵĂŶĂũĞŵĞŶE/ĂƚĂƐƉĞŶLJƵƐƵŶĂŶĚĂŶ E/ ŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚΖƐ ƌĞƐƉŽŶƐŝďŝůŝƚLJ ĨŽƌ ƚŚĞ ƉƌĞƉĂƌĂƚŝŽŶ ĂŶĚ
ƉĞŶLJĂũŝĂŶ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ ϮϬϮϰ ƚĞƌƐĞďƵƚ ƐĞƐƵĂŝ ƉƌĞƐĞŶƚĂƚŝŽŶ ŽĨ ƚŚĞ ϮϬϮϰ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ ŝƐ ŝŶ
ĚĞŶŐĂŶ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ &ƌĂŵĞǁŽƌŬ ĂŶŬ E/ ĚĂŶ WK:< EŽ͘ ĂĐĐŽƌĚĂŶĐĞ ǁŝƚŚ E/ΖƐ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ &ƌĂŵĞǁŽƌŬ ĂŶĚ
ϲϬdĂŚƵŶϮϬϭϳ͘ &ŝŶĂŶĐŝĂů ^ĞƌǀŝĐĞƐ ƵƚŚŽƌŝƚLJ ZĞŐƵůĂƚŝŽŶ ;WK:<Ϳ EŽ͘ ϲϬ ŽĨ
ϮϬϭϳ͘
dĂŶŐŐƵŶŐ:ĂǁĂďŚůŝ>ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ZĞƐƉŽŶƐŝďŝůŝƚŝĞƐŽĨŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůdžƉĞƌƚƐ
dĂŶŐŐƵŶŐũĂǁĂďŚůŝ>ŝŶŐŬƵŶŐĂŶĂĚĂůĂŚƵŶƚƵŬ dŚĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůdžƉĞƌƚΖƐƌĞƐƉŽŶƐŝďŝůŝƚLJŝƐƚŽƌĞǀŝĞǁƚŚĞ
ŵĞůĂŬƵŬĂŶ ƌĞǀŝƵ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ ĚĂŶ ďĞďĞƌĂƉĂ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ ĂŶĚ ƐĞǀĞƌĂů ŽƚŚĞƌ ƐƵƉƉŽƌƚŝŶŐ
ĚŽŬƵŵĞŶƉĞŶĚƵŬƵŶŐůĂŝŶŶLJĂƐĞƐƵĂŝŬĞƚĞŶƚƵĂŶWK:<EŽ͘ ĚŽĐƵŵĞŶƚƐ ĨŽůůŽǁŝŶŐ ƚŚĞ ƉƌŽǀŝƐŝŽŶƐ ŽĨ WK:< EŽ͘ ϲϬ ŽĨ
ϲϬ dĂŚƵŶ ϮϬϭϳ͘ ZĞǀŝƵ LJĂŶŐ ŬĂŵŝ ůĂŬƵŬĂŶ ŵĞŶĐĂŬƵƉ ϮϬϭϳ͘dŚĞƌĞǀŝĞǁǁĞĐĂƌƌŝĞĚŽƵƚŝŶĐůƵĚĞĚƚŚĞƐƵŝƚĂďŝůŝƚLJŽĨ
ŬĞƐĞƐƵĂŝĂŶ ŝŵƉůĞŵĞŶƚĂƐŝ ƉĞŵŝůŝŚĂŶ ƉƌŽLJĞŬ <ĞŐŝĂƚĂŶ ƚŚĞ ŝŵƉůĞŵĞŶƚĂƚŝŽŶ ŽĨ ƚŚĞ ƐĞůĞĐƚŝŽŶ ŽĨ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ
Usaha Berwawasan Lingkungan (“KUBL”) sebagaimana &ƌŝĞŶĚůLJƵƐŝŶĞƐƐĐƚŝǀŝƚŝĞƐ;Η<h>ΗͿƉƌŽũĞĐƚƐĂƐƐƚĂƚĞĚŝŶ
ƚĞƌƚĞƌĂĚŝĚĂůĂŵ'ƌĞĞŶŽŶĚ&ƌĂŵĞǁŽƌŬĚĂŶƉĂĚĂWK:<ϲϬ ƚŚĞ'ƌĞĞŶŽŶĚ&ƌĂŵĞǁŽƌŬĂŶĚŝŶWK:<ϲϬŽĨϮϬϭϳ͘ǀĞŶ
dĂŚƵŶϮϬϭϳ͘DĞƐŬŝƚĞůĂŚƚĞƌďŝƚ WK:<EŽ͘ϭϴƚĂŚƵŶϮϬϮϯ ƚŚŽƵŐŚ WK:< EŽ͘ ϭϴ ŽĨ ϮϬϮϯ ƌĞƉůĂĐĞƐ WK:< ϲϬ ŽĨ ϮϬϭϳ͕
ƉĞŶŐŐĂŶƚŝWK:<ϲϬdĂŚƵŶϮϬϭϳƚĞƚĂƉŝŵŝƚĞŶLJĂŶŐƚĞůĂŚ /ƐƐƵĞƌƐ ǁŚŽ ŚĂǀĞ ŝƐƐƵĞĚ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ &ƌŝĞŶĚůLJ Ğďƚ
ŵĞůĂŬƵŬĂŶƉĞŶĞƌďŝƚĂŶĨĞŬĞƌƐŝĨĂƚhƚĂŶŐĞƌǁĂǁĂƐĂŶ ^ĞĐƵƌŝƚŝĞƐ ďĞĨŽƌĞ WK:< ϭϴ ŽĨ ϮϬϮϯ ĐŽŵĞƐ ŝŶƚŽ ĨŽƌĐĞ Ɛƚŝůů
>ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ƐĞďĞůƵŵ WK:< ϭϴ dĂŚƵŶ ϮϬϮϯ ŝŶŝ ďĞƌůĂŬƵ͕ ĨŽůůŽǁ ƚŚĞ ƉƌŽǀŝƐŝŽŶƐ ĂƐ ƌĞŐƵůĂƚĞĚ ŝŶ WK:< EŽ͘
ƚĞƚĂƉ ŵĞŶŐŝŬƵƚŝ ŬĞƚĞŶƚƵĂŶ ƐĞďĂŐĂŝŵĂŶĂ ĚŝĂƚƵƌ ĚĂůĂŵ ϲϬͬWK:<͘ϬϰͬϮϬϭϳĐŽŶĐĞƌŶŝŶŐ/ƐƐƵĂŶĐĞĂŶĚZĞƋƵŝƌĞŵĞŶƚƐ
WK:< EŽ͘ ϲϬͬWK:<͘ϬϰͬϮϬϭϳ ƚĞŶƚĂŶŐ WĞŶĞƌďŝƚĂŶ ĚĂŶ ĨŽƌŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ&ƌŝĞŶĚůLJĞďƚ^ĞĐƵƌŝƚŝĞƐ;'ƌĞĞŶŽŶĚͿ͘
WĞƌƐLJĂƌĂƚĂŶĨĞŬĞƌƐŝĨĂƚhƚĂŶŐĞƌǁĂǁĂƐĂŶ>ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ &ƵŶĚƐǁŝůůďĞĚŝƐƚƌŝďƵƚĞĚĨƌŽŵƚŚĞŝƐƐƵĂŶĐĞŽĨ'ƌĞĞŶŽŶĚ
;'ƌĞĞŶ ŽŶĚͿ͘ WĞŶLJĂůƵƌĂŶ ĚĂŶĂ ŚĂƐŝů ƉĞŶĞƌďŝƚĂŶ 'ƌĞĞŶ ϮϬ ƚŽ ƐĞůĞĐƚĞĚ <h> ƉƌŽũĞĐƚƐ͕ ĨŽůůŽǁŝŶŐ ƚŚĞ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ
ŽŶĚ ϮϬϮϮ ŬĞ ƉƌŽLJĞŬ <h> ƚĞƌƉŝůŝŚ͕ ƐĞƐƵĂŝ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ &ƌĂŵĞǁŽƌŬ͘ &ƵŶĚƐ ĨƌŽŵ ƚŚĞ ϮϬϮϮ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ŝƐƐƵĂŶĐĞ
&ƌĂŵĞǁŽƌŬ͘ E/ ƚĞůĂŚ ŵĞůĂŬƵŬĂŶ ƉĞŶLJĂůƵƌĂŶ ϭϬϬй ĂƚĂƐ ŚĂǀĞďĞĞŶĂůůŽĐĂƚĞĚϭϬϬй͕ĂƐƌĞƉŽƌƚĞĚŝŶƚŚĞϮϬϮϰ'ƌĞĞŶ
ĚĂŶĂƉĞŶĞƌďŝƚĂŶ'ƌĞĞŶŽŶĚϮϬϮϮďĞƌĚĂƐĂƌŬĂŶWK:<EŽ͘ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ͕ ĂŶĚ ƚŚĞƌĞ ŝƐ ŶŽ ĚŝĨĨĞƌĞŶĐĞ ƚŽ ƚŚĞ <h>
ϲϬͬϮϬϭϳ͘ ĚĂƉƵŶ ƉĞŶLJĂůƵƌĂŶ LJĂŶŐ ƐĞƐƵĂŝ ĚĞŶŐĂŶ E/ ĐĂƚĞŐŽƌLJŝŶƚŚĞĨƌĂŵĞǁŽƌŬĨŽƌĨŝŶĂŶĐĞĚƉƌŽũĞĐƚƐ;ϱŽĨϭϭ
'ƌĞĞŶ ŽŶĚ &ƌĂŵĞǁŽƌŬ ĂĚĂůĂŚ ƐĞďĞƐĂƌ ϴϳ͕Ϯϲй͘ Śůŝ ĨƌŽŵ ƚŚĞ ƉƌŽƉŽƐĞĚ <h>Ϳ͘ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů džƉĞƌƚƐ ƌĞǀŝĞǁ
>ŝŶŐŬƵŶŐĂŶŵĞůĂŬƵŬĂŶƌĞǀŝƵƚĞƌŚĂĚĂƉĚĂŵƉĂŬůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ƚŚĞ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů ŝŵƉĂĐƚƐ ĐŽŶƚĂŝŶĞĚ ŝŶ ƚŚĞ ϮϬϮϰ 'ƌĞĞŶ
LJĂŶŐ ƚĞƌƚƵĂŶŐ ĚĂůĂŵ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ ϮϬϮϰ ĚĂŶ ŽŶĚZĞƉŽƌƚĂŶĚĂĚũƵƐƚƚŚĞŵƚŽƚŚĞĂǀĂŝůĂďůĞĚĂƚĂ͘
ŵĞŶLJĞƐƵĂŝŬĂŶĚĞŶŐĂŶĚĂƚĂLJĂŶŐƚĞƌƐĞĚŝĂ͘
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 187
Page 188
,ĂƐŝůZĞǀŝƵ ZĞǀŝĞǁZĞƐƵůƚƐ
,ĂƐŝů ƌĞǀŝƵ ĂƚĂƐ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ZĞƉŽƌƚ ϮϬϮϰ ƚĞƌŚĂĚĂƉ dŚĞƌĞƐƵůƚƐŽĨƚŚĞƌĞǀŝĞǁŽĨƚŚĞϮϬϮϰ'ƌĞĞŶŽŶĚZĞƉŽƌƚ
ƉĞŶLJĂůƵƌĂŶ ĂůŽŬĂƐŝ ŬĞŐŝĂƚĂŶ LJĂŶŐ ĚŝĚĂŶĂŝ ŽůĞŚ ŚĂƐŝů ƌĞŐĂƌĚŝŶŐƚŚĞĚŝƐƚƌŝďƵƚŝŽŶŽĨĂĐƚŝǀŝƚLJĂůůŽĐĂƚŝŽŶƐĨƵŶĚĞĚďLJ
ƉĞŶĞƌďŝƚĂŶ'ƌĞĞŶŽŶĚϮϬϮϮĂĚĂůĂŚƐĞďĂŐĂŝďĞƌŝŬƵƚ͗ ƚŚĞ ƉƌŽĐĞĞĚƐ ŽĨ ƚŚĞ ϮϬϮϮ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ŝƐƐƵĂŶĐĞ ĂƌĞ ĂƐ
ϭͿ WĞŵŝůŝŚĂŶƉƌŽLJĞŬƉĂĚĂƐĞŬƚŽƌ<h>ĚĂůĂŵƉĞŶLJĂůƵƌĂŶ ĨŽůůŽǁƐ͗
ĚĂŶĂ ŚĂƐŝů ƉĞŶĞƌďŝƚĂŶ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ϮϬϮϰ ƚĞůĂŚ ƐĞƐƵĂŝ ϭͿ dŚĞ ƐĞůĞĐƚŝŽŶ ŽĨ ƉƌŽũĞĐƚƐ ŝŶ ƚŚĞ <h> ƐĞĐƚŽƌ ĨŽƌ ƚŚĞ
ĚĞŶŐĂŶ'ƌĞĞŶŽŶĚ&ƌĂŵĞǁŽƌŬ͕ŵĞƐŬŝƉƵŶƉĞŶĂŵĂĂŶ ĚŝƐƚƌŝďƵƚŝŽŶ ŽĨ ĨƵŶĚƐ ĨƌŽŵ ƚŚĞ ϮϬϮϮ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ
ƵŶƚƵŬ ƐĂƚƵ <h> ƉƌŽĚƵŬ LJĂŶŐ ĚĂƉĂƚ ŵĞŶŐƵƌĂŶŐŝ ŝƐƐƵĂŶĐĞĨŽůůŽǁƐƚŚĞ'ƌĞĞŶŽŶĚ&ƌĂŵĞǁŽƌŬ͕ĂůƚŚŽƵŐŚ
ƉĞŶŐŐƵŶĂĂŶ ƐƵŵďĞƌ ĚĂLJĂ ĚĂŶ ŵĞŶŐŚĂƐŝůŬĂŶ ůĞďŝŚ ƚŚĞ ŶĂŵŝŶŐ ŽĨ ŽŶĞ <h> ƉƌŽĚƵĐƚ ƚŚĂƚ ĐĂŶ ƌĞĚƵĐĞ
ƐĞĚŝŬŝƚ ƉŽůƵƐŝ ĚŝŐƵŶĂŬĂŶ ƉĞŶĂŵĂĂŶ ƐĞƐƵĂŝ ƉƌŽLJĞŬ ƌĞƐŽƵƌĐĞ ƵƐĞ ĂŶĚ ƉƌŽĚƵĐĞ ůĞƐƐ ƉŽůůƵƚŝŽŶ ŝƐ ƵƐĞĚ
LJĂŝƚƵ ƉĞŶŐĞůŽůĂĂŶ ƐĂŵƉĂŚ ŵĞŶũĂĚŝ ŶĞƌŐŝ ĚĂŶ ĂĐĐŽƌĚŝŶŐƚŽƚŚĞƉƌŽũĞĐƚ͕ŶĂŵĞůLJǁĂƐƚĞŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚ
ŵĂŶĂũĞŵĞŶƐĂŵƉĂŚ͘ ŝŶƚŽŶĞƌŐLJĂŶĚŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚƌƵďďŝƐŚ͘
ϮͿ dŝĚĂŬ ĂĚĂ ƉĞƌƵďĂŚĂŶ ƌĞĂůŝƐĂƐŝ ĂůŽŬĂƐŝ ĚĂŶĂ ŚĂƐŝů ϮͿdŚĞƌĞŝƐŶŽĐŚĂŶŐĞŝŶƚŚĞƌĞĂůŝnjĂƚŝŽŶŽĨƚŚĞĂůůŽĐĂƚŝŽŶ
ƉĞŶĞƌďŝƚĂŶ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ϮϬϮϮ ƵŶƚƵŬ ŵĞŵďŝĂLJĂŝ ůŝŵĂ ŽĨ ĨƵŶĚƐ ĨƌŽŵ ƚŚĞ ŝƐƐƵĂŶĐĞ ŽĨ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ ϮϬϮϮ ƚŽ
ƐĞŬƚŽƌ<h>LJĂŶŐƚĞůĂŚĚŝƐĞƚƵũƵŝ͘>ŝŵĂƐĞŬƚŽƌƚĞƌƐĞďƵƚ ĨŝŶĂŶĐĞ ƚŚĞ ĨŝǀĞ ĂƉƉƌŽǀĞĚ <h> ƐĞĐƚŽƌƐ͘ dŚĞ ĨŝǀĞ
ĂĚĂůĂŚ ĞŶĞƌŐŝ ƚĞƌďĂƌƵŬĂŶ͕ ƚƌĂŶƐƉŽƌƚĂƐŝ ƌĂŵĂŚ ƐĞĐƚŽƌƐ ĂƌĞ ƌĞŶĞǁĂďůĞ ĞŶĞƌŐLJ͕ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ
ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ͕ ƉĞŶŐĞůŽůĂĂŶ ƐƵŵďĞƌ ĚĂLJĂ ĂůĂŵ ĚĂŶ ĨƌŝĞŶĚůLJ ƚƌĂŶƐƉŽƌƚĂƚŝŽŶ͕ ŶĂƚƵƌĂů ƌĞƐŽƵƌĐĞ
ƉĞŶŐŐƵŶĂĂŶ ůĂŚĂŶ LJĂŶŐ ďĞƌŬĞůĂŶũƵƚĂŶ͕ ƉƌŽĚƵŬ LJĂŶŐ ŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚ͕ĂŶĚƐƵƐƚĂŝŶĂďůĞůĂŶĚƵƐĞ͕ƉƌŽĚƵĐƚƐƚŚĂƚ
ĚĂƉĂƚ ŵĞŶŐƵƌĂŶŐŝ ƉĞŶŐŐƵŶĂĂŶ ƐƵŵďĞƌ ĚĂLJĂ ĚĂŶ ĐĂŶ ƌĞĚƵĐĞ ƌĞƐŽƵƌĐĞ ƵƐĞ ĂŶĚ ƉƌŽĚƵĐĞ ůĞƐƐ ƉŽůůƵƚŝŽŶ
ŵĞŶŐŚĂƐŝůŬĂŶ ůĞďŝŚ ƐĞĚŝŬŝƚ ƉŽůƵƐŝ ;ƉĞŶŐĞůŽůĂĂŶ ;ǁĂƐƚĞ ƚŽ ĞŶĞƌŐLJ ĂŶĚ ǁĂƐƚĞ ŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚͿ͕ ĂŶĚ
ƐĂŵƉĂŚŵĞŶũĂĚŝĞŶĞƌŐŝĚĂŶŵĂŶĂũĞŵĞŶƐĂŵƉĂŚͿ͕ĚĂŶ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ ĨƌŝĞŶĚůLJ ďƵŝůĚŝŶŐƐ ;ƉĂŐĞ ϳ ŝŶ ƚŚĞ
ŐĞĚƵŶŐ ďĞƌǁĂǁĂƐĂŶ ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ;ŚĂůĂŵĂŶ ϳ ĚĂůĂŵ ŶŶƵĂůZĞƉŽƌƚͿ͘
>ĂƉŽƌĂŶdĂŚƵŶĂŶͿ͘ ϯͿ dŚĞƐĞ ŐƌĞĞŶ ďŽŶĚ ĨƵŶĚƐ ĂƌĞ ĂůůŽĐĂƚĞĚ ϭϬϬй ĨŽƌ
ϯͿ ĂŶĂŐƌĞĞŶďŽŶĚŝŶŝĚŝĂůŽŬĂƐŝŬĂŶϭϬϬйƵŶƚƵŬŬĞŐŝĂƚĂŶ ĂĐƚŝǀŝƚŝĞƐ ŝŶĐůƵĚĞĚ ŝŶ <h> ;WK:< EŽ͘ ϲϬͬϮϬϭϳͿ͘
LJĂŶŐ ƚĞƌŵĂƐƵŬ Ěŝ ĚĂůĂŵ <h> ;WK:< EŽ͘ ϲϬͬϮϬϭϳͿ͘ DĞĂŶǁŚŝůĞ͕ ƵŶƚŝů ƚŚĞ ƐĞĐŽŶĚ LJĞĂƌ͕ ĚŝƐƚƌŝďƵƚŝŽŶ ŝŶ
ĚĂƉƵŶ͕ƐĂŵƉĂŝƚĂŚƵŶŬĞĚƵĂƉĞŶLJĂůƵƌĂŶLJĂŶŐƐĞƐƵĂŝ ĂĐĐŽƌĚĂŶĐĞǁŝƚŚƚŚĞE/'ƌĞĞŶŽŶĚ&ƌĂŵĞǁŽƌŬǁĂƐ
ĚĞŶŐĂŶ E/ 'ƌĞĞŶ ŽŶĚ &ƌĂŵĞǁŽƌŬ ĂĚĂůĂŚ ƐĞďĞƐĂƌ ϴϳ͘Ϯϲй͕ ǁŝƚŚ ĚĞƚĂŝůƐ ŶĂŵĞůLJ ZĞŶĞǁĂďůĞ ŶĞƌŐLJ Ăƚ
ϴϳ͕Ϯϲй͕ ĚĞŶŐĂŶ ƌŝŶĐŝĂŶ LJĂŝƚƵ ĞŶĞƌŐŝ dĞƌďĂƌƵŬĂŶ ϳ͘ϴϲй͕ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ &ƌŝĞŶĚůLJ dƌĂŶƐƉŽƌƚĂƚŝŽŶ Ăƚ
ƐĞďĞƐĂƌ ϳ͕ϴϲй͕ dƌĂŶƐƉŽƌƚĂƐŝ ZĂŵĂŚ >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ϱϯ͘ϭϬй͕ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ&ƌŝĞŶĚůLJƵŝůĚŝŶŐƐ Ăƚ ϳ͘ϳϬй͕
ƐĞďĞƐĂƌ ϱϯ͘ϭϬй͕ 'ĞĚƵŶŐ ĞƌǁĂǁĂƐĂŶ >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ tĂƐƚĞWƌŽĐĞƐƐŝŶŐĂƚŶĞƌŐLJĂŶĚtĂƐƚĞDĂŶĂŐĞŵĞŶƚ
ƐĞďĞƐĂƌ ϳ͕ϳϬй͕ WĞŶŐŽůĂŚĂŶ ^ĂŵƉĂŚ ŵĞŶũĂĚŝ ŶĞƌŐŝ Ăƚ ϭϯ͘Ϭϱй ĂŶĚ ^ƵƐƚĂŝŶĂďůĞ hƐĞ ŽĨ EĂƚƵƌĂů ZĞƐŽƵƌĐĞƐ
ĚĂŶ DĂŶĂũĞŵĞŶ >ŝŵďĂŚ ƐĞďĞƐĂƌ ϭϯ͕Ϭϱй ĚĂŶ ĂŶĚ>ĂŶĚhƐĞĂƚϭϴ͘Ϯϵй͘
WĞŶŐŐƵŶĂĂŶ ^ƵŵďĞƌ ĂLJĂ ůĂŵ ĚĂŶ WĞŶŐŐƵŶĂĂŶ
dĂŶĂŚLJĂŶŐĞƌŬĞůĂŶũƵƚĂŶƐĞďĞƐĂƌϭϴ͕Ϯϵй͘ ϰͿZĞƉŽƌƚŝŶŐƚŚĞŝŵƉĂĐƚŽĨϱ<h>Ɛ͕ŶĂŵĞůLJ͗
ϰͿWĞůĂƉŽƌĂŶĚĂŵƉĂŬĚĂƌŝϱ<h>LJĂŝƚƵ͗ ĂͿZĞŶĞǁĂďůĞĞŶĞƌŐLJƉƌŽũĞĐƚĐŽŶƐŝƐƚŝŶŐŽĨϭͿƐŽůĂƌĞŶĞƌŐLJ
ĂͿ WƌŽLJĞŬĞŶĞƌŐŝƚĞƌďĂƌƵŬĂŶLJĂŶŐƚĞƌĚŝƌŝĚĂƌŝϭͿĞŶĞƌŐŝ ŝŶƐŝdž;ϲͿ^ŽůĂƌWŽǁĞƌĞĚůĞĐƚƌŝĐŝƚLJWƌŽũĞĐƚƐ;W>d^ͿǁŝƚŚĂ
ƐŝŶĂƌ ƐƵƌLJĂ ƉĂĚĂ ĞŶĂŵ ;ϲͿ WƌŽLJĞŬ >ŝƐƚƌŝŬ dĞŶĂŐĂ ƚŽƚĂůĐĂƉĂĐŝƚLJŽĨϬ͘ϳϴDtĂŶĚĂŶĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůŝŵƉĂĐƚ
^ƵƌLJĂ ;W>d^Ϳ ĚĞŶŐĂŶ ƚŽƚĂů ŬĂƉĂƐŝƚĂƐ Ϭ͕ϳϴ Dt ĚĂŶ ŽĨ ϭ͕ϯϵϰ ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿ͕ ƚŚĞ ĞŶĞƌŐLJ ƉƌŽĚƵĐĞĚ ŝƐ ϭ͕ϰϮϲ
ĚĂŵƉĂŬ ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ƐĞďĞƐĂƌ ϭ͘ϯϵϰ ;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿ͕ DtŚ͕ ϲϬϬ ,ĞĂĚƐ &ĂŵŝůŝĞƐ ĐĂŶ ĂĐĐĞƐƐ ĐůĞĂŶ ĂŶĚ
ĞŶĞƌŐŝ LJĂŶŐ ĚŝŚĂƐŝůŬĂŶ ϭ͘ϰϮϲ DtŚ͕ ϲϬϬ <ĞƉĂůĂ ĂĨĨŽƌĚĂďůĞĞŶĞƌŐLJ͕ϯϬůŽĐĂůƌĞƐŝĚĞŶƚƐĂƌĞĞŵƉůŽLJĞĚ͕ĂŶĚ
<ĞůƵĂƌŐĂ ĚĂƉĂƚ ŵĞŶŐĂŬƐĞƐ ĞŶĞƌŐŝ ďĞƌƐŝŚ ĚĂŶ ϮϰǁŽƌŬĞƌƐŽƵƚŽĨϯϬůŽĐĂůƌĞƐŝĚĞŶƚƐƌĞĐĞŝǀĞƚƌĂŝŶŝŶŐǁŝƚŚ
ƚĞƌũĂŶŐŬĂƵ͕ ƉĞŶĚƵĚƵŬ ůŽŬĂů LJĂŶŐ ĚŝƉĞƌŬĞƌũĂŬĂŶ ƉƌŽũĞĐƚ ŽƉĞƌĂƚŝŽŶƐ͖ ϮͿ ĞŶĞƌŐLJ ĨƌŽŵ ŽŶĞ ;ϭͿ DŝŶŝ ,LJĚƌŽ
ƐĞďĂŶLJĂŬ ϯϬ ŽƌĂŶŐ͕ ĚĂŶ Ϯϰ ŽƌĂŶŐ ƉĞŬĞƌũĂ ĚĂƌŝ ϯϬ WŽǁĞƌ WůĂŶƚ ;W>dD,Ϳ ǁŝƚŚ Ă ĐĂƉĂĐŝƚLJ ŽĨ ϱ͘ϭ Dt͕
ŽƌĂŶŐ ƉĞŶĚƵĚƵŬ ůŽŬĂů ŵĞŶĞƌŝŵĂ ƉĞůĂƚŝŚĂŶ ĚĞŶŐĂŶ ƉƌŽǀŝĚŝŶŐ ĂŶ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů ŝŵƉĂĐƚ ŽĨ Ϯϲ͕ϲϴϲ
ƉĞŶŐŽƉĞƌĂƐŝĂŶ ƉƌŽLJĞŬ͖ ϮͿ ĞŶĞƌŐŝ ƚĞƌďĂƌƵŬĂŶ ĚĂƌŝ ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿ͕ƚŚĞĞŶĞƌŐLJƉƌŽĚƵĐĞĚŝƐϮϱ͕ϰϭϱDtŚƉĞƌ
ƐĂƚƵ ;ϭͿ WĞŵďĂŶŐŬŝƚ >ŝƐƚƌŝŬ dĞŶĂŐĂ DŝŶŝ ,ŝĚƌŽ LJĞĂƌ͕ ƚŚĞ ŶƵŵďĞƌ ŽĨ ůŽĐĂů ǁŽƌŬĞƌƐ ŝƐ ϯϬ ƉĞŽƉůĞ ǁŝƚŚ Ϯϱ
;W>dD,Ϳ ĚĞŶŐĂŶ ŬĂƉĂƐŝƚĂƐ ϱ͕ϭ Dt͕ ŵĞŵďĞƌŝŬĂŶ ƉĞŽƉůĞ ǁŽƌŬĞƌƐ ǁŚŽ ƌĞĐĞŝǀĞ ƚƌĂŝŶŝŶŐ ƌĞůĂƚĞĚ ƚŽ ƉƌŽũĞĐƚ
ĚĂŵƉĂŬůŝŶŐŬƵŶŐĂŶƐĞďĞƐĂƌϮϲ͘ϲϴϲ;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿ͕ ŽƉĞƌĂƚŝŽŶƐ͕ ĂŶĚ ĐĂŶ ďĞ ĂĐĐĞƐƐĞĚ ďLJ Ϯ ƐƵďͲĚŝƐƚƌŝĐƚƐ
ĞŶĞƌŐŝ LJĂŶŐ ĚŝŚĂƐŝůŬĂŶ Ϯϱ͘ϰϭϱ DtŚ ƉĞƌƚĂŚƵŶ͕ ;<ĂƌĂŶŐŶƵŶŐŐĂů ĂŶĚ ^ŝŶŐĂƉĂƌŶĂͿ͖ ϯͿ WŽǁĞƌ 'ĞŶĞƌĂƚŝŽŶ
ũƵŵůĂŚ ƉĞŬĞƌũĂ ůŽŬĂů ƐĞďĂŶLJĂŬ ϯϬ ŽƌĂŶŐ ĚĞŶŐĂŶ Ϯϱ WƌŽũĞĐƚŝŽŐĂƐƉŽǁĞƌůŽĐĂƚĞĚŝŶƐĞǀĞŶůŽĐĂƚŝŽŶƐ͕ǁŝƚŚĂŶ
ŽƌĂŶŐ ƉĞŬĞƌũĂ LJĂŶŐ ŵĞŶĚĂƉĂƚŬĂŶ ƉĞůĂƚŝŚĂŶ ƚĞƌŬĂŝƚ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů ŝŵƉĂĐƚ ŽĨ Ϯϭ͕Ϯϳϱ ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿ͕ ǁŝƚŚ
ƉĞŶŐŽƉĞƌĂƐŝĂŶ ƉƌŽLJĞŬ͕ ĚĂŶ ĚĂƉĂƚ ĚŝĂŬƐĞƐ ŽůĞŚ Ϯ ĞŶĞƌŐLJ ƉƌŽĚƵĐĞĚ ĂŶŶƵĂůůLJ ŽĨ ϮϮ͕ϭϬϲ DtŚ͕ ϳ
ŬĞĐĂŵĂƚĂŶ ;<ĂƌĂŶŐŶƵŶŐŐĂů ĚĂŶ ^ŝŶŐĂƉĂƌŶĂͿ͖ ϯͿ ŵĂŶƵĨĂĐƚƵƌĞƌƐŚĂǀĞĂĐĐĞƐƐƚŽďŝŽŐĂƐ͕ĂŶĚƚŚĞŶƵŵďĞƌŽĨ
WƌŽLJĞŬ WĞŵďĂŶŐŬŝƚ >ŝƐƚƌŝŬ dĞŶĂŐĂ ŝŽŐĂƐ LJĂŶŐ ĞŵƉůŽLJĞĞƐ ǁŚŽ ĐĂŶ ďĞ ĞŵƉůŽLJĞĚ ŝƐ ϯϬ ƉĞŽƉůĞ ǁŝƚŚ Ăůů
ďĞƌůŽŬĂƐŝĚŝƚƵũƵŚůŽŬĂƐŝ͕ĚĞŶŐĂŶĚĂŵƉĂŬůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ůŽĐĂů ǁŽƌŬĞƌƐ ƌĞĐĞŝǀŝŶŐ ƚƌĂŝŶŝŶŐ ƌĞůĂƚĞĚ ƚŽ ŽƉĞƌĂƚŝŽŶƐ
ƉƌŽũĞĐƚ;ĨŽƌ/ŵƉĂĐƚZĞƉŽƌƚŝŶŐĚĞƚĂŝůƐWĂŐĞϵͲϭϱͿ͘
Laporan Keberlanjutan 2024
188 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 189
ƐĞďĞƐĂƌ Ϯϭ͘Ϯϳϱ ;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿ͕ ĚĞŶŐĂŶ ĞŶĞƌŐŝ LJĂŶŐ
ĚŝŚĂƐŝůŬĂŶ ƉĞƌƚĂŚƵŶ ϮϮ͘ϭϬϲ DtŚ͕ ϳ ŵĂŶƵĨĂŬƚƵƌ
ŵĞŵƉĞƌŽůĞŚ ĂŬƐĞƐ ďŝŽŐĂƐ͕ ƐĞƌƚĂ ũƵŵůĂŚ ŬĂƌLJĂǁĂŶ
LJĂŶŐĚĂƉĂƚĚŝƉĞƌŬĞƌũĂŬĂŶƐĞďĂŶLJĂŬϯϬŽƌĂŶŐĚĞŶŐĂŶ
ƐĞůƵƌƵŚ ƉĞŬĞƌũĂ ůŽŬĂů ŵĞŶĚĂƉĂƚ ƉĞůĂƚŝŚĂŶ ƚĞƌŬĂŝƚ
ƉĞŶŐŽƉĞƌĂƐŝĂŶ ƉƌŽLJĞŬ ;ƵŶƚƵŬ ĚĞƚĂŝů WĞůĂƉŽƌĂŶ
ĂŵƉĂŬ,ĂůϵͲϭϱͿ͘
ďͿ ƐƚŝŵĂƐŝĚĂŵƉĂŬůŝŶŐŬƵŶŐĂŶĚĂƌŝƉƌŽLJĞŬdƌĂŶƐƉŽƌƚĂƐŝ ďͿ dŚĞ ĞƐƚŝŵĂƚĞĚ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů ŝŵƉĂĐƚ ŽĨ ƚŚĞ >ŝŐŚƚ ZĂŝů
ZĂŵĂŚ>ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ>ŝŐŚƚZĂŝůdƌĂŶƐŝƚ;>ZdͿLJĂŝƚƵϱϱ͘ϰϭϰ dƌĂŶƐŝƚ ;>ZdͿ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ &ƌŝĞŶĚůLJ dƌĂŶƐƉŽƌƚĂƚŝŽŶ
;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿ ĞŵŝƐŝ 'Z< LJĂŶŐ ƚĞƌŚŝŶĚĂƌŬĂŶ ƉƌŽũĞĐƚŝƐϱϱ͕ϰϭϰ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿĂǀŽŝĚĞĚ','ĞŵŝƐƐŝŽŶƐ
ƉĞƌƚĂŚƵŶ ĚĞŶŐĂŶ ƉĞŶŐŚĞŵĂƚĂŶ ĞŶĞƌŐŝ ƐĞďĞƐĂƌ ƉĞƌ LJĞĂƌ ǁŝƚŚ ĞŶĞƌŐLJ ƐĂǀŝŶŐƐ ŽĨ ϳϵϭ͕ϲϯϬ 'ũ͕ ǁŚŝĐŚ
ϳϵϭ͘ϲϯϬ 'ũ͕ LJĂŶŐ ŵĞŵƉĞƌŬĞƌũĂŬĂŶ Ϯ͘Ϯϵϱ ŽƌĂŶŐ ĞŵƉůŽLJƐϮ͕ϮϵϱĞŵƉůŽLJĞĞƐĂŶĚϯϵǁŽƌŬĞƌƐǁŚŽƌĞĐĞŝǀĞ
ŬĂƌLJĂǁĂŶ ĚĂŶ ƐĞďĂŶLJĂŬ ϯϵ ŽƌĂŶŐ ƉĞŬĞƌũĂ LJĂŶŐ ƚƌĂŝŶŝŶŐƌĞůĂƚĞĚƚŽƚŚĞŽƉĞƌĂƚŝŽŶ͘
ŵĞŶĞƌŝŵĂƉĞůĂƚŝŚĂŶďĞƌŬĂŝƚĂŶĚĞŶŐĂŶƉĞŶŐŽƉĞƌĂƐŝĂŶ͘
ĐͿ ƐƚŝŵĂƐŝ ĚĂŵƉĂŬ ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ĚĂƌŝ <h> 'ĞĚƵŶŐ ĐͿ ƐƚŝŵĂƚĞĚ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂů ŝŵƉĂĐƚ ŽĨ ƚŚĞ
ĞƌǁĂǁĂƐĂŶ >ŝŶŐŬƵŶŐĂŶ LJĂŝƚƵ ƚĞƌŚŝŶĚĂƌŝŶLJĂ ϭϬ͘ϲϵϭ ŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůůLJ &ƌŝĞŶĚůLJ ƵŝůĚŝŶŐ <h>͕ ŶĂŵĞůLJ
;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿ ĞŵŝƐŝ ŐĂƐ ƌƵŵĂŚ ŬĂĐĂ ƉĞƌƚĂŚƵŶŶLJĂ͕ ĂǀŽŝĚŝŶŐ ϭϬ͕ϲϵϭ ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿ ŐƌĞĞŶŚŽƵƐĞ ŐĂƐ
ĚĞŶŐĂŶ ŵĞŵƉĞƌŽůĞŚ ƐĞƌƚŝĨŝŬĂƚ 'ƌĞĞŶ DĂƌŬ ĚĂƌŝ ĞŵŝƐƐŝŽŶƐ ƉĞƌ LJĞĂƌ͕ ďLJ ŽďƚĂŝŶŝŶŐ Ă 'ƌĞĞŶ DĂƌŬ
ƵŝůĚŝŶŐ ĂŶĚ ŽŶƐƚƌƵĐƚŝŽŶ ƵƚŚŽƌŝƚLJ ;Ϳ ĚĞŶŐĂŶ ĐĞƌƚŝĨŝĐĂƚĞ ĨƌŽŵ ƚŚĞ ƵŝůĚŝŶŐ ĂŶĚ ŽŶƐƚƌƵĐƚŝŽŶ
ƉĞŶĐĂƉĂŝĂŶWůĂƚŝŶƵŵ͘ ƵƚŚŽƌŝƚLJ;ͿǁŝƚŚWůĂƚŝŶƵŵĂĐŚŝĞǀĞŵĞŶƚ͘
ĚͿ ƐƚŝŵĂƐŝĚĂŵƉĂŬĚĂƌŝƉƌŽĚƵŬLJĂŶŐĚĂƉĂƚŵĞŶŐƵƌĂŶŐŝ ĚͿ ƐƚŝŵĂƚĞĚŝŵƉĂĐƚŽĨƉƌŽĚƵĐƚƐƚŚĂƚĐĂŶƌĞĚƵĐĞƌĞƐŽƵƌĐĞ
ƉĞŶŐŐƵŶĂĂŶ ƐƵŵďĞƌ ĚĂLJĂ Θ ŵĞŶŐŚĂƐŝůŬĂŶ ůĞďŝŚ ƵƐĞ Θ ƉƌŽĚƵĐĞ ůĞƐƐ ƉŽůůƵƚŝŽŶ ;ĐŽͲĞĨĨŝĐŝĞŶƚͿ ƚŚƌŽƵŐŚ
ƐĞĚŝŬŝƚ ƉŽůƵƐŝ ;ĐŽͲĞĨĨŝĐŝĞŶƚͿ ŵĞůĂůƵŝ ƉƌŽLJĞŬ ǁĂƐƚĞ ƚŽ ĞŶĞƌŐLJ ĂŶĚ ǁĂƐƚĞ ŵĂŶĂŐĞŵĞŶƚ ƉƌŽũĞĐƚƐ͕
ƉĞŶŐĞůŽůĂĂŶƐĂŵƉĂŚŵĞŶũĂĚŝĞŶĞƌŐŝĚĂŶŵĂŶĂũĞŵĞŶ ŶĂŵĞůLJ ϴϳϵ͕ϳϲϲ ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿ ŐƌĞĞŶŚŽƵƐĞ ŐĂƐ
ƐĂŵƉĂŚ LJĂŝƚƵ ϴϳϵ͘ϳϲϲ ;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿ ĞŵŝƐŝ ŐĂƐ ĞŵŝƐƐŝŽŶƐ ƚŚĂƚ ĐĂŶ ďĞ ĂǀŽŝĚĞĚ ƉĞƌ LJĞĂƌ͕ ϭ͕ϲϰϮ͕ϰϳϯ
ƌƵŵĂŚŬĂĐĂLJĂŶŐĚĂƉĂƚĚŝŚŝŶĚĂƌŝƉĞƌƚĂŚƵŶ͕ϭ͘ϲϰϮ͘ϰϳϯ ;dŽŶƐͬLJĞĂƌͿ ƚŽƚĂů ǁĂƐƚĞ ƌĞĐLJĐůĞĚ͕ ϴϭϱ ůŽĐĂů ƉĞŽƉůĞ
;dŽŶͬƚĂŚƵŶͿƚŽƚĂůůŝŵďĂŚLJĂŶŐĚŝĚĂƵƌƵůĂŶŐ͕ϴϭϱŽƌĂŶŐ ĞŵƉůŽLJĞĚ͕ ĂŶĚ ƚŚŝƐ ƌĞĚƵĐĞƐ ŶĞŐĂƚŝǀĞ ŝŵƉĂĐƚƐ ŽŶ ƚŚĞ
ŵĂƐLJĂƌĂŬĂƚ ůŽŬĂů LJĂŶŐ ƉĞƌŬĞƌũĂŬĂŶ͕ ĚĂŶ ŝŶŝ ĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂŶĚůŽĐĂůĐŽŵŵƵŶŝƚŝĞƐ͘
ŵĞŶŐƵƌĂŶŐŝĚĂŵƉĂŬŶĞŐĂƚŝĨƚĞƌŚĂĚĂƉůŝŶŐŬƵŶŐĂŶĚĂŶ
ŵĂƐLJĂƌĂŬĂƚƐĞƚĞŵƉĂƚ͘
ĞͿ &ŽƌƚŚĞ<h>ƐĞĐƚŽƌ͕ƚŚĞƵƐĞŽĨŶĂƚƵƌĂůƌĞƐŽƵƌĐĞƐĂŶĚ
ĞͿ hŶƚƵŬ ƐĞŬƚŽƌ <h> WĞŶŐŐƵŶĂĂŶ ^ƵŵďĞƌ ĂLJĂ ůĂŵ ƐƵƐƚĂŝŶĂďůĞůĂŶĚƵƐĞŚĂƐĂŶĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůŝŵƉĂĐƚŽĨ
ĚĂŶ WĞŶŐŐƵŶĂĂŶ dĂŶĂŚ LJĂŶŐ ĞƌŬĞůĂŶũƵƚĂŶ ϰϰϲ͕ϳϱϳ ;ƚKϮĞƋͬLJĞĂƌͿ ĂǀŽŝĚĞĚ ŐƌĞĞŶŚŽƵƐĞ ŐĂƐ
ŵĞŵďĞƌŝŬĂŶ ĚĂŵƉĂŬ ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ ƐĞďĞƐĂƌ ϰϰϲ͘ϳϱϳ ĞŵŝƐƐŝŽŶƐƉĞƌLJĞĂƌďLJƉůĂŶƚŝŶŐϮϴ͕ϵϱϱƚƌĞĞƐ͕ϯϭϰ͕ϯϴϳ
;ƚKϮĞƋͬƚĂŚƵŶͿĞŵŝƐŝŐĂƐƌƵŵĂŚŬĂĐĂLJĂŶŐĚŝŚŝŶĚĂƌŝ ŚĞĐƚĂƌĞƐ ŽĨ ƉƌŽƚĞĐƚĞĚ ĂŶĚ ĐĞƌƚŝĨŝĞĚ ůĂŶĚ͕ ǁŝƚŚ ŽƚŚĞƌ
ƉĞƌƚĂŚƵŶ͕ĚĞŶŐĂŶŵĞŶĂŶĂŵƉŽŚŽŶƐĞďĂŶLJĂŬϮϴ͘ϵϱϱ͕ ŝŵƉĂĐƚƐ͕ŝƚĞŵƉůŽLJƐϭϮůŽĐĂůƐŝŶEĂďŝƌĞ;ĞŶƚƌĂůWĂƉƵĂ
ϯϭϰ͘ϯϴϳŚĞŬƚĂƌůĂŚĂŶLJĂŶŐĚŝůŝŶĚƵŶŐŝĚĂŶďĞƌƐĞƌƚŝĨŝŬĂƚ͘ WƌŽǀŝŶĐĞͿ ĂŶĚ <ĂŝŵĂŶĂ ;tĞƐƚ WĂƉƵĂ WƌŽǀŝŶĐĞͿ͘ dŚŝƐ
ĞŶŐĂŶĚĂŵƉĂŬůĂŝŶŵĞŵƉĞƌŬĞƌũĂŬĂŶϭϮŽƌĂŶŐůŽŬĂů ĂŵŽƵŶƚ͕ ŶŽƚ ŵƵĐŚ ĨŽƌ ůŽĐĂů ĐŽŵŵƵŶŝƚŝĞƐ͕ ĐĂŶ ŚĞůƉ
LJĂŶŐ ďĞƌĂĚĂ Ěŝ EĂďŝƌĞ ;WƌŽǀŝŶƐŝ WĂƉƵĂ dĞŶŐĂŚͿ ĚĂŶ ƉƌŽƚĞĐƚϯϭϰ͕ϯϴϳŚĞĐƚĂƌĞƐŽĨůĂŶĚ͘
<ĂŝŵĂŶĂ ;WƌŽǀŝŶƐŝ WĂƉƵĂ ĂƌĂƚͿ͕ ũƵŵůĂŚ LJĂŶŐ ďĞůƵŵ
ďĂŶLJĂŬ ƵŶƚƵŬ ŵĂƐLJĂƌĂŬĂƚ ůŽŬĂů ĚĂƉĂƚ ŵĞŵďĂŶƚƵ
ŵĞůŝŶĚƵŶŐŝůĂŚĂŶƐĞůƵĂƐϯϭϰ͘ϯϴϳŚĞŬƚĂƌ͘
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 189
Page 190
ĞƌĚĂƐĂƌŬĂŶ ĐĂƉĂŝĂŶ ƉƌŽLJĞŬͲƉƌŽLJĞŬ ĚĂƌŝ ůŝŵĂ ;ϱͿ ƐĞŬƚŽƌ ĂƐĞĚŽŶƚŚĞĂĐŚŝĞǀĞŵĞŶƚƐŽĨƚŚĞƉƌŽũĞĐƚƐĨƌŽŵƚŚĞĨŝǀĞ;ϱͿ
<h> ƚĞƌƐĞďƵƚ ũƵŐĂ ŵĞŵďĂŶƚƵ ŵĞŶĚƵŬƵŶŐ ƉĞŶĐĂƉĂŝĂŶ <h> ƐĞĐƚŽƌƐ͕ ƚŚĞLJ ĂůƐŽ ŚĞůƉ ƐƵƉƉŽƌƚ ƚŚĞ ĂĐŚŝĞǀĞŵĞŶƚ ŽĨ
^'Ɛ/ŶĚŽŶĞƐŝĂLJĂŝƚƵ^'ϰ͕ϳ͕ϴ͕ϭϭ͕ϭϮ͕ϭϯ͕ĚĂŶϭϱ͘ /ŶĚŽŶĞƐŝĂΖƐ^'Ɛ͕ŶĂŵĞůLJ^'ϰ͕ϳ͕ϴ͕ϭϭ͕ϭϮ͕ϭϯ͕ĂŶĚϭϱ͘
/ŶĚŝŬĂƚŽƌ ƉĂĚĂ <h> LJĂŶŐ ƚĞůĂŚ ĚŝƚĞƚĂƉŬĂŶ ƐĞďĞůƵŵŶLJĂ dŚĞŝŶĚŝĐĂƚŽƌƐŝŶƚŚĞ<h>ƉƌĞǀŝŽƵƐůLJĚĞƚĞƌŵŝŶĞĚďLJE/ĂƌĞ
ŽůĞŚ E/ ƚĞůĂŚ ƐĞƐƵĂŝ͘ WĞƌŚŝƚƵŶŐĂŶ ĚĂŵƉĂŬ LJĂŶŐ ĂƉƉƌŽƉƌŝĂƚĞ͘dŚĞŝŵƉĂĐƚĐĂůĐƵůĂƚŝŽŶƐĐĂƌƌŝĞĚŽƵƚŚĂǀĞďĞĞŶ
ĚŝůĂŬƵŬĂŶƚĞůĂŚŬŽŶƐŝƐƚĞŶĚĂŶƐĞƐƵĂŝĚĞŶŐĂŶďĞƐƚƉƌĂĐƚŝĐĞ ĐŽŶƐŝƐƚĞŶƚĂŶĚŝŶĂĐĐŽƌĚĂŶĐĞǁŝƚŚĞdžŝƐƚŝŶŐďĞƐƚƉƌĂĐƚŝĐĞƐ͘/Ŷ
LJĂŶŐ ĂĚĂ͘ ĂůĂŵ ƉĞƌŚŝƚƵŶŐĂŶ ĚĂŵƉĂŬ ůŝŶŐŬƵŶŐĂŶ͕ ĐĂůĐƵůĂƚŝŶŐĞŶǀŝƌŽŶŵĞŶƚĂůŝŵƉĂĐƚƐ͕ŝƚŝƐ ǀĞƌLJŝŵƉŽƌƚĂŶƚ ƚŽ
ŬĞƐĞƐƵĂŝĂŶ ǁĂŬƚƵ ƐĂŶŐĂƚ ƉĞŶƚŝŶŐ ĚŝƉĞƌŚĂƚŝŬĂŶ ĚĞŶŐĂŶ ƉĂLJ ĂƚƚĞŶƚŝŽŶ ƚŽ ĂƉƉƌŽƉƌŝĂƚĞ ƚŝŵŝŶŐ ǁŝƚŚ ƚŚĞ ƉƌŽũĞĐƚ
ďĞƌũĂůĂŶŶLJĂƉƌŽLJĞŬƉĂĚĂƚĂŚƵŶŬĞĚƵĂ;ϮϬϮϰͿ;ŚĂůĂŵĂŶϵͲ ƌƵŶŶŝŶŐŝŶƚŚĞƐĞĐŽŶĚLJĞĂƌ;ϮϬϮϰͿ;ƉĂŐĞƐϵͲϭϱŝŶƚŚĞϮϬϮϰ
ϭϱĚĂůĂŵ>ĂƉŽƌĂŶdĂŚƵŶĂŶ'ƌĞĞŶŽŶĚϮϬϮϰͿ͘ 'ƌĞĞŶŽŶĚŶŶƵĂůZĞƉŽƌƚͿ͘
ŐĂƌ ĚĂƉĂƚ ĚŝŬĞƚĂŚƵŝ ůĞďŝŚ ƉĂƐƚŝ ĚĂŵƉĂŬ LJĂŶŐ /Ŷ ŽƌĚĞƌ ƚŽ ŬŶŽǁ ŵŽƌĞ ĚĞĨŝŶŝƚĞůLJ ƚŚĞ ŝŵƉĂĐƚ ĐĂƵƐĞĚ͕ ƚŚĞ
ĚŝƚŝŵďƵůŬĂŶ͕ƵŶƚƵŬďĞƌŝŬƵƚŶLJĂĚĂƉĂƚĚŝŐƵŶĂŬĂŶĂƌĞĂLJĂŶŐ ŶĞdžƚĐĂŶďĞƚŚĞĂĨĨĞĐƚĞĚĂƌĞĂĂŶĚŝƚƐƌĞůĂƚŝŽŶĂůŝŵƉĂĐƚ͘
ƚĞƌĚĂŵƉĂŬĚĂŶĚĂŵƉĂŬƌĞůĂƐŝŽŶĂůŶLJĂ͘
:ĂŬĂƌƚĂ͕Ϭϳ:ƵŶŝϮϬϮϰ
:ĂŬĂƌƚĂ͕:ƵŶĞϬϳ͕ϮϬϮϰ
ƌ͘dƌŝĂƌŬŽEƵƌůĂŵďĂŶŐ͕DWƌŽĨ͘ƌ͘:ĂƚŶĂ^ƵƉƌŝĂƚŶĂ͕D͘^Đ
Laporan Keberlanjutan 2024
190 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Page 191
Lembar Umpan Balik
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menerbitkan Laporan Keberlanjutan untuk memberikan
gambaran atas kinerja keberlanjutan dan penerapan keuangan berkelanjutan kepada pemangku
kepentingan. Kami mengharapkan masukan, kritik dan saran dari Bapak/Ibu/Saudara setelah membaca
Laporan Keberlanjutan ini.
Nama (bila berkenan) :
PROFIL Institusi/Perusahaan :
ANDA Surel :
Telp/Hp :
GOLONGAN PEMANGKU KEPENTINGAN
Pemegang
Pemerintah/OJK Nasabah Pegawai Pemasok
saham/investor
Organisasi Lain-lain
Media Serikat Pekerja Masyarakat
bisnis …………
Mohon pilih jawaban berikut yang paling sesuai dengan pertanyaan di bawah.
Ya Tidak
1. Laporan ini mudah dimengerti. ( ) ( )
2. Laporan ini bermanfaat bagi Anda. ( ) ( )
3. Laporan ini sudah memaparkan kinerja keberlanjutan secara jelas. Laporan ( ) ( )
ini sudah mengungkapkan topik-topik material yang relevan bagi Perseroan.
Saran lainnya untuk meningkatkan informasi dalam laporan ini ....................
Terima kasih atas partisipasi Anda.
Kami mengucapkan terima kasih atas kritik, saran, dan masukan untuk perbaikan dan kemajuan laporan
ini di tahun yang akan datang. Pengembalian formulir dan hal lain terkait Laporan Keberlanjutan dapat
disampaikan kepada:
Divisi Enterprise Risk Management
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Grha BNI, Lt.26
Jl. Jenderal Sudirman Kav.1 Jakarta 10220 Indonesia
Telepon : (62-21) 572 8544
Surel : esg@bni.co.id
Laporan Keberlanjutan 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 191
Page 192
2024 Laporan
Keberlanjutan
Strong Bonds, Great Impact
Grha BNI
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 1
Jakarta 10220, Indonesia
E-mail : bnicall@bni.co.id
Website : bni.co.id BNI
Solution Center : 1500 046
@BNI
Tel. : 021 - 2511 946, 572 8387 bni.co.id
Fax. : 021 - 572 8295, 572 8053 @BNI46
Laporan Keberlanjutan 2024
192 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kementerian BUMN
p.21 ×5
unresolved
org
Internasional
· Anggota
p.24
unresolved
org
PT BNI Life Insurance
p.24
unresolved
org
PT BNI Multifinance
p.24
unresolved
org
BNI Remittance Ltd.
p.24
unresolved
org
PT Bank Hibank Indonesia. Keuangan
p.24
unresolved
org
PT Sejahtera Rambah Asia
p.25
unresolved
org
Departemen ESG
p.40
unresolved
org
Departemen ESG Management
p.40
unresolved
org
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
p.54
unresolved
org
Bank Indonesia
p.56 ×6
unresolved
org
Kota Nusantara
p.87
unresolved
org
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.87
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.88
unresolved
org
Kementerian BUMN. Kegiatan EVP
p.88
unresolved
org
Kementerian Kelautan dan Perikanan
p.94 ×2
unresolved
org
Milik Desa
p.96
unresolved
org
Kementerian BUMN. Kontribusi
p.98
unresolved
org
Bank Goes
p.101 ×2
unresolved
org
Kementerian Pendidikan
p.102
unresolved
org
Menteri BUMN
p.103
unresolved
org
Kementerian Adapun
p.105
unresolved
org
Kementerian BUMN. Turnover Penjelasan
p.113
unresolved
org
Milik Negara. Adapun
p.116
unresolved
org
Departemen Manajemen Lingkungan
p.134 ×2
unresolved
person
Bab
· Komisaris
p.140
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.