Skip to content
Back to announcement

20260624_SFAN_Perubahan dan//atau Tambahan Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_32104189_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review SFAN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 113

Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
  PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk

     RENCANA TRANSAKSI

          JUNI 2026
Page 2
No. : 00123/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026                                    19 Juni 2026



Kepada Yth.

PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk
Satrio Tower Building Lt. 14, Unit 5
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. C4
Mega Kuningan
Jakarta 12950

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi


Dengan hormat,

PT Surya Fajar Capital Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”), PT Digitalisasi Perangkat
Indonesia (selanjutnya disebut “DPI”), PT Garudapreneur Investasi Asia (selanjutnya disebut
“GIA”), PT Surya Fajar Urun Dana (selanjutnya disebut “SFUD”), dan PT Trans Mutasi Bangsa
(selanjutnya disebut “TMB”) merencanakan untuk melakukan beberapa aksi korporasi
sebagai berikut:

•   Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI, GIA dan TMB telah menandatangani Perjanjian Pinjaman
    (selanjutnya disebut “PP”), di mana DPI dan GIA secara bersama-sama merencanakan
    untuk memperoleh pinjaman masing-masing sebesar Rp 53,66 miliar dan Rp 0,34 miliar
    yang tidak dikenakan bunga (selanjutnya disebut “Uang Pinjaman”) dari TMB, pihak
    ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan, di mana mekanisme pelunasan atas Uang
    Pinjaman adalah harus dan wajib dilakukan hanya melalui pengalihan atas 120.000.000
    saham seri A, 822.915.500 saham seri B, dan 14.500.000.000 saham seri C dengan
    jumlah keseluruhan saham sebanyak 15.442.915.500 saham atau setara dengan 99,37%
    saham PT Mareco Prima Mandiri (selanjutnya disebut “MPM”) milik DPI (selanjutnya
    disebut “Saham MPM – I”) dan 67.500.000 saham seri A serta 31.249.500 saham seri B
    dengan jumlah keseluruhan saham sebanyak 98.749.500 saham atau setara dengan
    0,64% saham MPM milik GIA (selanjutnya disebut “Saham MPM – II”) kepada TMB
    selambat-lambatnya sembilan puluh hari sejak penandatanganan PP atau tanggal
    diperolehnya persetujuan dari Bank Indonesia atas pengambilalihan MPM oleh TMB
    (selanjutnya disebut “Rencana Pinjaman”).

•   Sehubungan dengan Rencana Pinjaman, pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan TMB telah
    menandatangani Perjanjian Gadai Saham (selanjutnya disebut “PGS”), di mana DPI
    merencanakan untuk menggadaikan Saham MPM – I untuk kepentingan TMB
    (selanjutnya disebut “Rencana Gadai Saham”).
Page 3
•   Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan Perseroan telah menandatangani Perjanjian
    Pembelian Saham Bersyarat (selanjutnya disebut “Perjanjian Pembelian”), di mana DPI
    setuju untuk membeli saham biasa yang dimiliki oleh Perseroan sejumlah 138.750 saham
    atau setara dengan 92,50% saham SFUD dari Perseroan dengan nilai transaksi sebesar
    Rp 13,88 miliar yang akan dibayarkan DPI kepada Perseroan paling lambat pada tanggal
    31 Desember 2026 atau tanggal lain sebagaimana disepakati oleh para pihak (selanjutnya
    disebut “Rencana Akuisisi”).

•   Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan SFUD telah menandatangani Perjanjian Pemesanan
    Saham Bersyarat (selanjutnya disebut “Perjanjian Pemesanan”), di mana setelah
    Rencana Akuisisi telah menjadi efektif, DPI merencanakan untuk memesan 50.000 saham
    SFUD (selanjutnya disebut “Saham Yang Dipesan”) dan SFUD merencanakan untuk
    menerbitkan dan mengalokasikan Saham Yang Dipesan dengan nilai nominal sebesar
    Rp 100.000 per saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,00 miliar kepada DPI
    (selanjutnya disebut “Rencana Pemesanan Saham”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Pinjaman,
Rencana Gadai Saham Rencana Akuisisi, dan Rencana Pemesanan merupakan satu
kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan merupakan
entitas induk dari DPI dan SFUD dengan kepemilikan masing-masing sebesar 51,95% dan
92,50%. Selanjutnya, Perseroan merupakan entitas induk dari MPM dengan kepemilikan
efektif sebesar 51,62%.

Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/260417-004 tanggal
17 April 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai
KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019
dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Rencana Transaksi.




                                            2
Page 4
Sebelumnya, kami telah menyusun dan menerbitkan laporan pendapat kewajaran atas
Rencana Transaksi dengan No. 00092/2.0162-00/BS/05/0153/1/V/2026 tanggal 19 Mei 2026.
Namun demikian, sehubungan dengan adanya pengungkapan yang masih perlu disesuaikan
dan ditambahkan ke dalam laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka
dengan ini, kami menerbitkan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi.
Perubahan-perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

•   Penambahan pengungkapan pada alasan dan latar belakang Rencana Transaksi;

•   Penyesuaian pengungkapan pada data dan informasi yang digunakan;

•   Penambahan pengungkapan pada kondisi pembatas dan asumsi-asumsi pokok;

•   Penambahan pengungkapan pada analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi;

•   Penambahan pengungkapan pada analisis atas kewajaran Rencana Transaksi;

•   Perubahan laporan penilaian 99,37% saham MPM per 31 Desember 2025 yang disusun
    oleh KJPP KR dari sebelumnya No. 00090/2.0162-00/BS/05/0153/1/V/2026
    tanggal 18 Mei 2026 menjadi No. 00121/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026
    tanggal 19 Juni 2026; dan

•   Perubahan laporan penilaian 92,50% saham SFUD per 31 Desember 2025 yang disusun
    oleh KJPP KR dari sebelumnya No. 00091/2.0162-00/BS/05/0153/1/V/2026 tanggal
    18 Mei 2026 menjadi No. 00122/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 19 Juni 2026.

Perubahan-perubahan tersebut tidak mengubah kesimpulan laporan pendapat kewajaran
atas Rencana Transaksi


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa, konsultasi manajemen dan
bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung maupun melalui anak usaha.
Perseroan berdomisili di Satrio Tower Building, Lantai 14, Unit 5, Jalan. Prof. Dr. Satrio,
Kavling C4 Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon:
(021) 22513339, dan email: corporate@sfcapital.co.id.




                                            3
Page 5
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur kepemilikan dan
penyertaan saham pada entitas anak Perseroan adalah sebagai berikut:


                                       Perseroan


                       92,50%                                      51,95%


                   SFUD                                          DPI


                                                                   99,37%


                                                                MPM




SFUD, DPI, dan MPM secara bersama-sama selanjutnya disebut “Entitas Anak Perseroan”.

SFUD merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha SFUD adalah bergerak dalam bidang penawaran efek berbasis
teknologi informasi (securities crowdfunding).

DPI     merupakan     suatu    perseroan    terbatas   berstatus  perusahaan     tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang pengawasan, pengelolahan
unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional usaha, permasalahan organisasi dan
manajemen lainnya.

MPM merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha MPM adalah bergerak dalam bidang penyedia jasa pembayaran
(PJP).




                                           4
Page 6
Sebelumnya, berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 21 tanggal
17 April 2026 (selanjutnya disebut “Akta No. 21”) yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H.,
S.E.,M.Kn., di mana Aswandy Wijaya, Lie Ah Tie, Juwita, dan Liyanti (selanjutnya disebut
“Pemegang Saham MPM”) telah mengalihkan masing-masing sebesar 30.000.000 saham
seri A, 22.500.000 saham seri A, 11.250.000 saham seri A, dan 3.750.000 saham seri A MPM
serta 31.249.500 saham seri B MPM kepada GIA, maka struktur kepemilikan saham MPM
adalah sebagai berikut:

                                                                              (Dalam Rupiah)
                                                          Persentase
             Pemegang Saham            Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                          Kepemilikan
Saham biasa seri A
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia       120.000.000            0,77%       4.800.000.000
 PT Garudapreneur Investasi Asia            67.500.000            0,44%       2.700.000.000
Sub-jumlah                                 187.500.000            1,21%       7.500.000.000
Saham biasa seri B
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia       822.915.500            5,29%       8.229.155.000
 PT Garudapreneur Investasi Asia            31.249.500            0,20%         312.495.000
Sub-jumlah                                 854.165.000            5,49%       8.541.650.000
Saham biasa seri C
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia     14.500.000.000           93,30%     29.000.000.000
Sub-jumlah                               14.500.000.000           93,30%     29.000.000.000
Jumlah                                   15.541.665.000          100,00%     45.041.650.000



Dalam rangka mengimplementasikan strategi pertumbuhan bisnis, Perseroan berupaya untuk
mengembangkan lini bisnis utama Perseroan yaitu menjadi penyedia jasa, konsultasi
manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung maupun melalui
anak usaha yang saat ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan
konsolidasian Perseroan dan memiliki potensi pertumbuhan yang baik di masa yang akan
datang. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan memandang perlu untuk melakukan
restrukturisasi atas kepemilikan Perseroan pada Entitas Anak Perseroan guna memperoleh
fokus usaha yang lebih terarah.

Rencana Pinjaman dan Rencana Gadai Saham merupakan salah satu langkah bisnis yang
diambil oleh Perseroan dan GIA selaku pemegang saham MPM secara bersama-sama dalam
rangka mengalihkan Saham MPM – I dan Saham MPM – II (selanjutnya disebut “Saham
MPM”) kepada TMB dengan syarat yang disepakati para pihak sebagaimana tertera dalam
PP yang mewajibkan DPI dan GIA untuk menukarkan Uang Pinjaman dengan nilai
keseluruhan sebesar Rp 54,00 miliar dengan Saham MPM kepada TMB. Perseroan melihat
adanya peluang bisnis yang dapat diraih dengan memaksimalkan tingkat balikan yang
diharapkan Perseroan atas investasi dan penyertaan saham pada MPM sehingga dapat
mendukung pengembangan portofolio bisnis yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi
positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.




                                           5
Page 7
Untuk mendukung pelaksanaan restrukturisasi yang akan dilakukan oleh Perseroan, DPI
merencanakan untuk melakukan Rencana Akuisisi sebagai kelanjutan dari Rencana
Pinjaman dan bagian dari strategi Perseroan guna menyederhanakan struktur usaha
Perseroan khususnya di bidang teknologi. Langkah ini dilakukan setelah Perseroan
melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan portofolio investasi, dengan
mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan struktur usaha yang lebih ramping,
terintegrasi, dan efisien.

Setelah Rencana Akuisisi menjadi efektif, dalam rangka pengembangan usaha SFUD, DPI
merencanakan untuk melakukan Rencana Pemesanan Saham untuk mendukung pendanaan
dalam menjalankan operasional usaha SFUD sebagai perusahaan yang bergerak di bidang
penawaran efek berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding) guna mendukung
keberlangsungan dan peningkatan kinerja usaha. Dana hasil Rencana Pemesanan Saham
tersebut juga akan digunakan sebagai modal kerja untuk memperkuat kegiatan operasional,
pengembangan bisnis, serta mendukung kebutuhan pengelolaan dan ekspansi usaha SFUD
secara berkelanjutan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan berupaya untuk mengoptimalisasi
portofolio investasi serta memperkuat fokus pada kegiatan usaha utama yang memiliki sinergi
lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis Perseroan. Melalui Rencana Transaksi ini,
Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperjelas fokus
strategis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif dan
berkelanjutan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat memperbaiki
kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang, baik dari sisi laporan laba rugi
maupun laporan arus kas, sehingga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh
pemegang saham Perseroan. Perseroan juga mengharapkan dapat menggunakan sebagian
dana hasil Rencana Transaksi untuk fokus dalam pengembangan kegiatan usaha Perseroan
yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan
di masa yang akan datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Dalam rangka mengimplementasikan strategi pertumbuhan bisnis, Perseroan berupaya
    untuk mengembangkan lini bisnis utama Perseroan yaitu menjadi penyedia jasa,
    konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung
    maupun melalui anak usaha yang saat ini memberikan kontribusi signifikan terhadap
    pendapatan konsolidasian Perseroan dan memiliki potensi pertumbuhan yang baik di
    masa yang akan datang. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan memandang perlu
    untuk melakukan restrukturisasi atas kepemilikan Perseroan pada Entitas Anak Perseroan
    guna memperoleh fokus usaha yang lebih terarah.




                                            6
Page 8
•   Rencana Pinjaman dan Rencana Gadai Saham merupakan salah satu langkah bisnis
    yang diambil oleh Perseroan dan GIA selaku pemegang saham MPM secara
    bersama-sama dalam rangka mengalihkan Saham MPM kepada TMB dengan syarat yang
    disepakati para pihak sebagaimana tertera dalam PP yang mewajibkan DPI dan GIA untuk
    menukarkan Uang Pinjaman dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 54,00 miliar dengan
    Saham MPM kepada TMB. Perseroan melihat adanya peluang bisnis yang dapat diraih
    dengan memaksimalkan tingkat balikan yang diharapkan Perseroan atas investasi dan
    penyertaan saham pada MPM sehingga dapat mendukung pengembangan portofolio
    bisnis yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan.

•   Untuk mendukung pelaksanaan restrukturisasi yang akan dilakukan oleh Perseroan, DPI
    merencanakan untuk melakukan Rencana Akuisisi sebagai kelanjutan dari Rencana
    Pinjaman dan bagian dari strategi Perseroan guna menyederhanakan struktur usaha
    Perseroan khususnya di bidang teknologi. Langkah ini dilakukan setelah Perseroan
    melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan portofolio investasi,
    dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan struktur usaha yang lebih
    ramping, terintegrasi, dan efisien.

•   Setelah Rencana Akuisisi menjadi efektif, dalam rangka pengembangan usaha SFUD,
    DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Pemesanan Saham untuk mendukung
    pendanaan dalam menjalankan operasional usaha SFUD sebagai perusahaan yang
    bergerak di bidang penawaran efek berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding)
    guna mendukung keberlangsungan dan peningkatan kinerja usaha. Dana hasil Rencana
    Pemesanan Saham tersebut juga akan digunakan sebagai modal kerja untuk memperkuat
    kegiatan operasional, pengembangan bisnis, serta mendukung kebutuhan pengelolaan
    dan ekspansi usaha SFUD secara berkelanjutan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan berupaya untuk mengoptimalisasi
    portofolio investasi serta memperkuat fokus pada kegiatan usaha utama yang memiliki
    sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan bisnis Perseroan. Melalui Rencana
    Transaksi ini, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional,
    memperjelas fokus strategis, serta mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara
    lebih efektif dan berkelanjutan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat memperbaiki
    kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang, baik dari sisi laporan laba rugi
    maupun laporan arus kas, sehingga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi
    seluruh pemegang saham Perseroan. Perseroan juga mengharapkan dapat
    menggunakan sebagian dana hasil Rencana Transaksi untuk fokus dalam
    pengembangan kegiatan usaha Perseroan yang diharapkan dapat memberikan nilai
    tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.




                                             7
Page 9
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa DPI
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 51,95% pada tanggal
31 Desember 2025, maka Rencana Akuisisi dan Rencana Penambahan Modal merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020
tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”
(selanjutnya disebut “POJK 42/2020”). Namun demikian, mengingat TMB merupakan pihak
ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan, maka Rencana Pinjaman bukan merupakan
transaksi afiliasi.

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Mirawati Sensi Idris (selanjutnya disebut “MSI”), jumlah ekuitas,
jumlah aset, pendapatan, dan rugi bersih Perseroan masing-masing adalah sebesar
Rp 138,32 miliar, Rp 208,98 miliar, Rp 6,82 miliar, dan Rp 15,67 miliar. Selanjutnya,
berdasarkan PP, PGS, Perjanjian Pembelian, dan Perjanjian Pemesanan, keseluruhan nilai
transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 72,53 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI, jumlah aset, pendapatan, dan rugi bersih
MPM masing-masing adalah sebesar Rp 7,83 miliar, Rp 0,34 miliar, dan
Rp 4,48 miliar.

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI, jumlah aset, pendapatan, dan rugi bersih
SFUD masing-masing adalah sebesar Rp 0,54 miliar, Rp 0,10 miliar, dan
Rp 2,07 miliar.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Transaksi tersebut mencerminkan lebih
dari 20,00% nilai ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2025 sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan
transaksi material, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No.
17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).




                                             8
Page 10
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini juga
tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui
Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.

OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   DPI merencanakan untuk memperoleh Uang Pinjaman dari TMB, pihak ketiga yang tidak
    terafiliasi dengan Perseroan, di mana mekanisme pelunasan atas Uang Pinjaman adalah
    harus dan wajib dilakukan hanya melalui pengalihan atas Saham MPM – I kepada TMB
    selambat-lambatnya sembilan puluh hari sejak penandatanganan PP atau tanggal
    diperolehnya persetujuan dari Bank Indonesia atas pengambilalihan MPM oleh TMB
    sehubungan dengan Rencana Pinjaman.

•   DPI merencanakan untuk menggadaikan Saham MPM – I untuk kepentingan TMB
    sehubungan dengan Rencana Gadai Saham.

•   DPI setuju untuk membeli saham biasa yang dimiliki oleh Perseroan sejumlah 138.750
    saham atau setara dengan 92,50% saham SFUD dari Perseroan dengan nilai transaksi
    sebesar Rp 13,88 miliar, dengan bunga sebesar 8,00% per tahun yang akan jatuh tempo
    pada tanggal 31 Desember 2026 sebagai cara pembayaran kepada Perseroan
    sehubungan dengan Rencana Akuisisi.

•   DPI akan memesan 50.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per
    lembar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,00 miliar, DPI akan memiliki
    seluruhnya sebanyak 188.750 saham atau setara dengan 94,38% dari seluruh saham
    yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam SFUD sehubungan dengan Rencana
    Pemesanan Saham.




                                            9
Page 11
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi adalah
untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Rencana
Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut
“SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan.

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00060/3.0341/AU.1/05/0322-3/1/III/2026 tanggal 27 Maret 2026 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00061/3.0341/AU.1/05/0322-2/1/III/2025 tanggal 27 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00049/3.0341/AU.1/05/0322-1/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.




                                           10
Page 12
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00042/3.0341/AU.1/05/0323-2/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00032/3.0341/AU.1/05/0323-1/1/III/2022 tanggal 25 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

7. Laporan keuangan SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
   yang telah diaudit oleh KAP MIS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00057/3.0341/AU.1/09/0322-3/1/III/2026 tanggal 26 Maret 2026 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

8. Laporan keuangan SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
   yang     telah    diaudit oleh     KAP      MIS    tertuang   dalam   laporannya
   No. 00052/3.0341/AU.1/09/0322-2/1/III/2025 tanggal 26 Maret 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.

9. Laporan keuangan SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
   yang telah diaudit oleh KAP MIS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00037/3.0341/AU.1/09/0322-1/1/III/2024 tanggal 22 Maret 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.

10. Laporan keuangan SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
    yang telah diaudit oleh KAP MIS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00037/3.0341/AU.1/09/0323-4/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian.

11. Laporan keuangan SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
    yang telah diaudit oleh KAP MIS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00016/3.0341/AU.1/09/0323-3/1/III/2022 tanggal 16 Maret 2022 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian.

12. Laporan keuangan MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
    telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00039/3.0341/AU.1/09/0322-4/1/III/2026 tanggal 17 Maret 2026 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

13. Laporan keuangan MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
    telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00012/3.0341/AU.1/09/0322-3/1/III/2025 tanggal 10 Maret 2025 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian.

14. Laporan keuangan MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
    telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00013/3.0341/AU.1/09/0322-2/1/II/2024 tanggal 21 Februari 2024 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian.


                                         11
Page 13
15. Laporan keuangan MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
    telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00033/3.0341/AU.1/09/0322-1/1/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian.

16. Laporan keuangan MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
    telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00019/3.0341/AU.1/09/0323-5/1/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

17. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2025 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang
    telah direviu oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00001/3.0341/AK/05/2098/1/V/2026 tanggal 19 Mei 2026.

18. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
    Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
    yang disusun oleh manajemen Perseroan.

19. Laporan penilaian 99,36% saham MPM per 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP
    KR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00121/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026
    tanggal 19 Juni 2026.

20. Laporan penilaian 92,50% saham SFUD per 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP
    KR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00122/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026
    tanggal 19 Juni 2026.

21. PP.

22. PGS.

23. Perjanjian Pembelian.

24. Perjanjian Pemesanan.

25. Akta No. 21.

26. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 16
    tanggal 9 Mei 2023 oleh Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai
    penyesuaian maksud, tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan sesuai dengan Klasifikasi
    Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

27. Anggaran dasar SFUD yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 19 tanggal
    8 September 2023 oleh Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai
    perubahan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor.




                                          12
Page 14
28. Anggaran dasar MPM yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 21 tanggal
    17 April 2026 yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H., S.E.,M.Kn., mengenai perubahan
    struktur kepemilikan saham pada MPM.

29. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Rico Lesmana Sulistyo
    dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
    terkait dengan Rencana Transaksi.

30. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di masa
    mendatang.

31. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.

32. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

33. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

34. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

35. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
    penugasan.

36. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat
kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.




                                            13
Page 15
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan dan telah mencerminkan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty). Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang
kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan
pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi,
audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi
dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka
untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum
Perseroan, SFUD, dan MPM berdasarkan anggaran dasar Perseroan, SFUD, dan MPM.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang ada
dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam
Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan
sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai
Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.




                                             14
Page 16
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR bertindak
secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan
Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260417-004 tanggal 17 April 2026
2021 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            15
Page 17
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran,
kecuali kejadian penting sebagai berikut:

Berdasarkan Akta No. 21 yang dibuat oleh Humberg Lie, S.H., S.E.,M.Kn., di mana Pemegang
Saham MPM telah mengalihkan masing-masing sebesar 30.000.000 saham seri A,
22.500.000 saham seri A, 11.250.000 saham seri A, dan 3.750.000 saham seri A MPM serta
31.249.500 saham seri B MPM kepada GIA, maka struktur kepemilikan saham MPM adalah
sebagai berikut:

                                                                                 (Dalam Rupiah)
                                                              Persentase
             Pemegang Saham               Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                             Kepemilikan
Saham biasa seri A
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia           120.000.000            0,77%      4.800.000.000
 PT Garudapreneur Investasi Asia                67.500.000            0,44%      2.700.000.000
Sub-jumlah                                     187.500.000            1,21%      7.500.000.000
Saham biasa seri B
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia           822.915.500            5,29%      8.229.155.000
 PT Garudapreneur Investasi Asia                31.249.500            0,20%        312.495.000
Sub-jumlah                                     854.165.000            5,49%      8.541.650.000
Saham biasa seri C
 PT Digitalisasi Perangkat Indonesia        14.500.000.000           93,30%     29.000.000.000
Sub-jumlah                                  14.500.000.000           93,30%     29.000.000.000
Jumlah                                      15.541.665.000          100,00%     45.041.650.000




PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Rencana Transaksi.
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi.
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.




                                              16
Page 18
I.         ANALISIS RENCANA TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana
           Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, analisis Rencana Transaksi adalah
           sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang

I.A.1.     PT Surya Fajar Capital Tbk

           Dalam Rencana Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang merencanakan
           untuk menjual dan mengalihkan atas 138.750 saham atau setara dengan
           92,50% saham SFUD kepada DPI dengan nilai transaksi sebesar
           Rp 13,88 miliar, dengan bunga sebesar 8,00% per tahun yang akan jatuh tempo
           pada tanggal 31 Desember 2026 sebagai cara pembayaran kepada Perseroan
           sehubungan dengan Rencana Akuisisi. Berdasarkan keterangan yang diperoleh
           dari manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan
           merupakan entitas induk dari SFUD dan DPI dengan kepemilikan
           masing-masing sebesar 92,50% dan 51,95% serta entitas induk dari MPM
           dengan kepemilikan efektif sebesar 51,62%. Latar belakang, manajemen,
           kepemilikan saham, dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 12 tanggal 5 April 2016 yang dibuat di
           hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian
           tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
           Manusia       Republik     Indonesia      dalam      Surat      Keputusannya
           No. AHU-0017288.AH.01.01.Tahun 2016 tanggal 5 April 2016 dan telah
           diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal
           9 Agustus 2016, Tambahan No. 62036.

           Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           dengan Akta No. 16 tanggal 9 Mei 2023 dibuat dihadapan Humberg Lie, S.H.,
           S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai penyesuaian maksud, tujuan serta
           kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
           Indonesia (KBLI). Penyesuaian Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh
           Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusannya No. AHU-0026143.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 11 Mei 2023.

           Perseroan memiliki kantor pusat di Kantor pusat Perseroan beralamat di Satrio
           Tower Lantai 14 Unit 5, Jalan Prof. Dr. Satrio Blok C4 No. 5, Kuningan Timur,
           Setiabudi, Jakarta Selatan. Perseroan mulai beroperasi komersial pada tahun
           2016.




                                          17
Page 19
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                      Perseroan        pada    tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama              :        Harun Pandapotan
           Komisaris Independen         :        Syamsul Bahri Ilyas
           Komisaris                    :        Arwani Pranajaya

           Direksi
           Direktur Utama               :        Ivo Rustandi
           Direktur                     :        Rico Lesmana Sulistyo

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                         (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                       Pemegang Saham            Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
           PT Surya Fajar Corpora                    968.754.430            71,24%      96.875.443.000
           Steffen                                    33.950.000             2,50%       3.395.000.000
           Ivo Rustandi                                   10.000             0,00%           1.000.000
           Masyarakat                                357.219.591            26,27%      35.721.959.100
           Jumlah                                   1.359.934.021          100,00%     135.993.402.100



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa,
           konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik
           langsung maupun melalui anak usaha.

I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa,
           konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik
           langsung maupun melalui anak usaha.

           Pada tahun 2026, Perseroan berfokus pada penguatan kinerja peningkatan
           efisiensi dan pemanfaatan peluang pertumbuhan secara berkelanjutan. Dengan
           strategi yang adaptif, Perseroan menargetkan pertumbuhan yang sehat dan
           terukur, didukung oleh pengelolaan keuangan yang prudent serta peningkatan
           kualitas operasional. Perseroan akan terus mencari peluang investasi baru di
           sektor-sektor yang menjadi fokus utama Perseroan dan terus mengoptimalkan
           kinerja portofolio yang ada. Perseroan akan melakukan analisis atas kondisi
           pasar secara aktif, melaksanakan investasi dengan penuh kehati-hatian, dan
           mendorong peningkatan efisiensi operasional Perseroan dan entitas anak.



                                            18
Page 20
         Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang stabil dan peluang investasi yang
         menarik disejumlah sektor industri potensial, Perseroan optimis dapat
         memaksimalkan pertumbuhan bisnis yang lebih baik ditahun 2026. Membaiknya
         kondisi makro dan mikroekonomi padatahun 2024 dan ekspektasi
         makroekonomi pada tahun 2025, serta semakin berkembangnya pasar modal di
         Indonesia. Perseroan berkeyakinan bahwa ditahun 2025 ini, Perseroan akan
         mampu terus mempertahankan pertumbuhan usaha yang positif dengan
         mengedepankan prinsip kehati-hatian ditengah kondisi yang masih fluktuatif
         seperti saat ini. Hal ini diterjemahkan Perseroan dalam proyeksi pertumbuhan
         pendapatan usaha tahun 2025 yang positif yaitu diatas 10,00%(yoy).

         Perseroan juga tetap berkomitmen pada penerapan tata kelola perusahaan yang
         baik dan prinsip keberlanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh
         pemangku kepentingan di masa depan.

I.A.2.   PT Digitalisasi Perangkat Indonesia

         Dalam Rencana Transaksi, DPI merupakan pihak yang merencanakan untuk
         melakukan transaksi dengan rincian sebagai berikut:

         •   DPI merencanakan untuk memperoleh Uang Pinjaman dari TMB, pihak
             ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan, di mana mekanisme
             pelunasan atas Uang Pinjaman adalah harus dan wajib dilakukan hanya
             melalui pengalihan atas        Saham MPM – I kepada TMB
             selambat-lambatnya sembilan puluh hari sejak penandatanganan PP atau
             tanggal diperolehnya persetujuan dari Bank Indonesia atas pengambilalihan
             MPM oleh TMB sehubungan dengan Rencana Pinjaman.

         •   DPI merencanakan untuk menggadaikan Saham MPM – I untuk kepentingan
             TMB sehubungan dengan Rencana Gadai Saham.

         •   DPI setuju untuk membeli saham biasa yang dimiliki oleh Perseroan
             sejumlah 138.750 saham atau setara dengan 92,50% saham SFUD dari
             Perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,88 miliar, dengan bunga
             sebesar 8,00% per tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal
             31 Desember 2026 sebagai cara pembayaran kepada Perseroan
             sehubungan dengan Rencana Akuisisi.

         •   DPI akan memesan 50.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
             Rp 100.000 per lembar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,00 miliar,
             DPI akan memiliki seluruhnya sebanyak 188.750 saham atau setara dengan
             94,38% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam
             SFUD sehubungan dengan Rencana Pemesanan Saham.




                                         19
Page 21
           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
           tanggal 31 Desember 2025, DPI merupakan entitas anak Perseroan dengan
           kepemilikan sebesar 51,95%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham
           dan kegiatan usaha DPI adalah sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           DPI didirikan berdasarkan Akta No. 1 tanggal 10 Mei 2017 yang dibuat
           di hadapan Hj. Herlina, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang. Akta Pendirian
           tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan
           Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
           No. AHU-0021664.AH.01.01.TAHUN 2017 tanggal 11 Mei 2017.

           Anggaran Dasar DPI telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 86
           tanggal 20 Desember 2023 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E.,
           M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai peningkatan modal ditempatkan dan modal
           disetor. Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan
           Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Pemberitahuan
           No. AHU-AH.01.03-0160664 tanggal 21 Desember 2023.

I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direktur DPI pada tanggal 31 Desember 2025
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                        :        Ing Ing Cindy Eva
           Komisaris                              :        Lie Kienata

           Direktur                               :        Marianto

I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham DPI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                                 (Dalam Rupiah)
                                                                             Persentase
                        Pemegang Saham                     Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                             Kepemilikan
           PT Surya Fajar Capital Tbk                          296.867.000           51,95%     29.686.700.000
           PT Venteny Fortuna International Tbk                171.428.600           30,00%     17.142.860.000
           Hevy Yafanny                                         52.533.000            9,19%      5.253.300.000
           Ing Ing Cindy Eva                                    31.039.000            5,43%      3.103.900.000
           Ryan Filbert Wijaya                                  15.000.000            2,62%      1.500.000.000
           Rusdi                                                 2.960.000            0,52%        296.000.000
           Fandy Gunawan                                           800.000            0,14%         80.000.000
           Harianto Zheng                                          800.000            0,14%         80.000.000
           PT Surya Fajar Corpora                                    1.000            0,00%            100.000
           Jumlah                                              571.428.600          100,00%     57.142.860.000




                                                      20
Page 22
I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha DPI adalah bergerak dalam bidang pengawasan,
           pengelolahan unit-unit dan bantuan nasihat, bimbingan, operasional usaha,
           permasalahan organisasi dan manajemen lainnya.

I.A.3.     PT Trans Mutasi Bangsa

           Dalam Rencana Transaksi, TMB merupakan pihak yang merencanakan untuk
           memberikan Uang Pinjaman kepada DPI, di mana mekanisme pelunasan atas
           Uang Pinjaman adalah harus dan wajib dilakukan hanya melalui pengalihan atas
           Saham MPM – I kepada TMB selambat-lambatnya sembilan puluh hari sejak
           penandatanganan PP atau tanggal diperolehnya persetujuan dari Bank
           Indonesia atas pengambilalihan MPM oleh TMB sehubungan dengan Rencana
           Pinjaman. Selanjutnya, TMB merencanakan untuk menerima gadai Saham
           MPM – I dari DPI sehubungan dengan Rencana Gadai Saham. Berdasarkan
           keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, TMB merupakan pihak
           ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan. Latar belakang, manajemen,
           kepemilikan saham dan kegiatan usaha TMB adalah sebagai berikut:

I.A.3.a.   Latar Belakang

           TMB didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 1 tanggal 2 Agustus 2025 oleh
           Bramasto, S.H., M.Kn, Notaris di Kabupaten Pangandaran. Akta pendirian ini
           telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi
           Manusia Republik Indonesia No. AHU-0065417.AH.0101.Tahun 2025 dan telah
           didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0179102.AH.01.11.Tahun 2025
           tanggal 5 Agustus 2025.

I.A.3.b.   Manajemen

           Komisaris dan Direktur TMB pada tanggal 31 Desember 2025 masing-masing
           adalah Patrick Abednego Jaya dan Bayu Prasetyanto.

I.A.3.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham TMB berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                    (Dalam Rupiah)
                                                                Persentase
                       Pemegang Saham         Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
           Bayu Prasetyanto                         1.837.500           49,00%      1.837.500.000
           Patrick Abednego Jaya                    1.912.500           51,00%      1.912.500.000
           Jumlah                                   3.750.000          100,00%      3.750.000.000




                                         21
Page 23
I.A.3.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha TMB adalah bergerak dalam bidang aktivitas
           perusahaan holding.

I.A.4.     PT Surya Fajar Urun Dana

           Dalam Rencana Transaksi, SFUD merupakan pihak yang sebanyak
           138.750 saham atau setara dengan 92,50% saham SFUD akan dibeli dan
           diterima oleh DPI dari Perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,88 miliar
           sehubungan dengan Rencana Akuisisi dan pihak yang merencanakan untuk
           menerbitkan dan mengalokasikan Saham Yang Dipesan dengan nilai nominal
           sebesar Rp 100.000 per saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,00 miliar
           kepada DPI sehubungan dengan Rencana Pemesanan Saham. Berdasarkan
           keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
           31 Desember 2025, SFUD merupakan entitas anak Perseroan dengan
           kepemilikan sebesar 92,50%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham
           dan kegiatan usaha SFUD adalah sebagai berikut:

I.A.4.a.   Latar Belakang

           SFUD didirikan berdasarkan Akta No. 28 tanggal 23 Juli 2019 dari Rini Yulianti,
           S.H., Notaris di Jakarta Timur. Akta pendirian ini disahkan oleh Kementerian
           Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
           No. AHU-0038557.AH.01.01. tahun 2019 tanggal 7 Agustus 2019.
           Serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 68 tanggal
           23 Agustus 2019, Tambahan No. 24726.

           Anggaran Dasar SFUD telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           dengan Akta No. 19 tanggal 8 September 2023 dari Humberg Lie, S.H., S.E.,
           M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai perubahan peningkatan modal ditempatkan
           dan modal disetor. Penyesuaian anggaran dasar ini telah diterima dan dicatat
           oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
           Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0118112 tanggal 15 September 2023.

I.A.4.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SFUD pada tanggal 31 Desember 2025
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                :        Arwani Pranajaya
           Komisaris                      :        Sammy T.S Lala Mentik

           Direksi
           Direktur Utama                 :        Ivo Rustandi
           Direktur                       :        Adi Putera Widjaja




                                              22
Page 24
I.A.4.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SFUD berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                    (Dalam Rupiah)
                                                                Persentase
                        Pemegang Saham         Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
           PT Surya Fajar Capital Tbk                 138.750           92,50%     13.875.000.000
           Darius Sutanto                               7.500            5,00%        750.000.000
           Hary Herdiyanto                              3.750            2,50%        375.000.000
           Jumlah                                     150.000          100,00%     15.000.000.000



I.A.4.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SFUD adalah bergerak dalam bidang penawaran
           efek berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding).

I.A.5.     PT Mareco Prima Mandiri

           Dalam Rencana Transaksi, MPM merupakan pihak yang atas Saham MPM milik
           DPI wajib ditukarkan kepada TMB sehubungan dengan Rencana Pinjaman dan
           Rencana Gadai Saham. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
           manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2025, MPM merupakan
           entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar 51,62%. Latar
           belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha MPM adalah
           sebagai berikut:

I.A.5.a.   Latar Belakang

           MPM didirikan berdasarkan Akta No. 11 tanggal 26 September 2017. Akta
           pendirian awal dibuat dihadapan Hasan, S.H., Notaris di Batam. Akta Pendirian
           ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           dalam Surat Keputusan No. AHU-0042425.AH.01.01 Tahun 2017 tanggal
           26 September 2017 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
           No. 76 tanggal 22 September 2023, Tambahan No. 29526.

           Anggaran Dasar MPM telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           dengan Akta No. 93 tanggal 30 Juni 2025 dari Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn.,
           Notaris di Jakarta mengenai peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor
           Perusahaan. Perubahan anggaran dasar tersebut telah diterima dan dicatat oleh
           Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam Surat Pemberitahuan
           No. AHU-AH.01.03-0172659 tanggal 2 Juli 2025.




                                          23
Page 25
I.A.5.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MPM pada tanggal 31 Desember 2025
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                        :        Ing Ing Cindy Eva
           Komisaris                              :        Ivo Rustandi

           Direksi
           Direktur Utama                         :        Harianto Zheng
           Direktur                               :        Rico Lesmana Sulistyo

I.A.5.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham MPM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                                              Persentase
                        Pemegang Saham                     Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                              Kepemilikan
           Saham biasa seri A
            PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                120.000.000            0,77%       4.800.000.000
            Aswandy Wijaya                                      30.000.000            0,19%       1.200.000.000
            Lie ah Tie                                          22.500.000            0,15%         900.000.000
            Juwita                                              11.250.000            0,08%         450.000.000
            Liyanti                                              3.750.000            0,02%         150.000.000
           Sub-jumlah                                          187.500.000            1,21%       7.500.000.000
           Saham biasa seri B
            PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                822.915.500            5,29%       8.229.155.000
            Aswandy Wijaya                                      31.249.500            0,20%         312.495.000
           Sub-jumlah                                          854.165.000            5,49%       8.541.650.000
           Saham biasa seri C
            PT Digitalisasi Perangkat Indonesia              14.500.000.000           93,30%     29.000.000.000
           Sub-jumlah                                        14.500.000.000           93,30%     29.000.000.000
           Jumlah                                            15.541.665.000          100,00%     45.041.650.000



I.A.5.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha MPM adalah bergerak dalam bidang usaha
           dibidang Penyedia Jasa Pembayaran (PJP).




                                                      24
Page 26
I.B.     Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

I.B.1.   PP

         Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI, GIA, dan TMB telah menandatangani PP
         sehubungan dengan Rencana Pinjaman. Pokok-pokok kesepakatan penting
         dalam PP adalah sebagai berikut:

         •    Pihak-pihak yang Bertransaksi

              Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PP adalah DPI, GIA, dan TMB.

         •    Objek dan Nilai Transaksi

              Objek dan nilai transaksi berdasarkan PP adalah sebagai berikut:

              1. TMB setuju untuk memberikan kepada DPI dan GIA (selanjutnya disebut
                 “Para Penerima Pinjaman”), suatu pinjaman yang secara keseluruhan
                 berjumlah Rp 54.000.000.000. Uang Pinjaman tersebut terdiri atas:

                 a. Rp 2.700.000.000 yang telah diberikan oleh TMB kepada Para
                    Penerima Pinjaman pada 8 Mei 2026;

                 b. Rp 8.100.000.000 yang akan diberikan kepada Para Penerima
                    Pinjaman sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam PP ("Pinjaman
                    Selanjutnya"); dan

                 c. Rp 43.200.000.000 yang akan diberikan kepada Para Penerima
                    Pinjaman pada tanggal sesuai PP ("Pinjaman Akhir").

              2. Para Penerima Pinjaman setuju untuk menerima Uang Pinjaman sesuai
                 dengan syarat dan ketentuan dalam Perjanjian ini, dengan rincian
                 sebagai berikut:

                 a. Rp 53.657.100.000 akan diberikan kepada DPI; dan

                 b. Rp 342.900.000 akan diberikan kepada GIA.




                                          25
Page 27
    3. Setelah tanggal pemenuhan (atau pengesampingan oleh Pemberi
       Pinjaman) seluruh Persyaratan Pendahuluan Pinjaman Selanjutnya
       sebagaimana disebutkan dalam PP, Pemberi Pinjaman akan mencairkan
       Pinjaman. Selanjutnya ke rekening Para Penerima Pinjaman dengan
       rincian sebagai berikut:

       a. Rp. 4.050.000.000 akan dicairkan kepada DPI pada tanggal
          22 Mei 2026; dan

       b. Rp. 4.050.000.000 akan dicairkan kepada DPI pada tanggal
          26 Mei 2026.

    4. Dalam waktu paling lambat satu hari kerja setelah tanggal pemenuhan
       (atau pengesampingan oleh TMB) seluruh persyaratan pendahuluan
       pinjaman akhir sebagaimana disebutkan dalam PP, TMB akan
       mencairkan Pinjaman Akhir ke rekening Para Penerima Pinjaman.

       a. TMB, DPI, GIA sepakat bahwa Uang Pinjaman yang diberikan oleh
          TMB kepada Para Penerima Pinjaman berdasarkan PP adalah
          pinjaman tanpa bunga (non-interest bearing). Oleh karena itu, Para
          Penerima Pinjaman tidak berkewajiban untuk membayar bunga
          kepada TMB atas jumlah Uang Pinjaman yang terutang selama
          jangka waktu PP berlaku.

    5. TMB, DPI, GIA sepakat bahwa kewajiban masing-masing Para Penerima
       Pinjaman berdasarkan PP akan memiliki kedudukan yang setara dengan
       semua kewajiban masing-masing Para Penerima Pinjaman terhadap
       kreditur preferen dan kreditur dengan hak istimewa, baik saat ini maupun
       di masa mendatang, dalam hal pembayaran dan pembagian hasil
       eksekusi jaminan, kecuali terhadap kewajiban yang berdasarkan hukum
       wajib didahulukan.

•   Hukum yang berlaku

    Hukum yang berlaku berdasarkan PP diatur oleh dan akan ditafsirkan sesuai
    dengan hukum Republik Indonesia.




                                26
Page 28
I.B.2.   PGS

         Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan TMB telah menandatangani PGS
         sehubungan dengan Rencana Gadai Saham. Pokok-pokok kesepakatan penting
         dalam PGS adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PGS adalah DPI dan TMB.

         •   Objek dan Nilai Transaksi

             Objek dan nilai transaksi berdasarkan PGS adalah sebagai jaminan
             berkelanjutan untuk pembayaran penuh dan tepat waktu dari kewajiban-
             kewajiban DPI berdasarkan dokumen pada PGS, DPI dengan ini
             menggadaikan Saham MPM – I untuk kepentingan TMB, dan dengan ini TMB
             menerima gadai tersebut dari DPI.

         •   Hukum yang berlaku

             Hukum yang berlaku berdasarkan PGS diatur oleh dan harus ditafsirkan
             sesuai dengan hukum Republik Indonesia.

I.B.3.   Perjanjian Pembelian

         Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan Perseroan telah menandatangani Perjanjian
         Pembelian sehubungan dengan Rencana Akusisi. Pokok-pokok kesepakatan
         penting dalam Perjanjian Pembelian adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Perjanjian Pembelian adalah
             DPI dan Perseroan.

         •   Objek dan Nilai Transaksi

             Objek dan nilai transaksi berdasarkan Perjanjian Pembelian adalah
             Perseroan setuju untuk menjual dan mengalihkan saham biasa yang dimiliki
             oleh Perseroan sejumlah 138.750 saham yang merepresentasikan 92,50%
             saham SFUD kepada DPI dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,88 miliar.




                                         27
Page 29
         •   Harga dan Tata Cara Pembayaran

             1. Perseroan dan DPI sepakat bahwa harga pengalihan atas Saham yang
                Dijual yang akan dibayarkan oleh DPI kepada Perseroan adalah
                sejumlah Rp 13,86 miliar (selanjutnya disebut “Harga”), dengan harga
                Rp 100.000 untuk per lembar Saham yang Dijual.

             2. Perseroan dan DPI sepakat bahwa pembayaran atas Harga yang
                dibayarkan oleh DPI kepada Perseroan paling lambat tanggal
                31 Desember 2026 atau tanggal lain sebagaiman disepakati oleh
                Perseroan dan DPI, dan selama DPI belum melakukan pembayaran,
                maka DPI dianggap berutang kepada Perseroan (selanjutnya disebut
                “Utang”).

             3. Atas Utang DPI kepada Perseroan, DPI dikenakan bunga senilai 8% per
                tahun yang dihitung sejak tanggal penutupan sesuai Perjanjian
                Pembelian dan wajib dibayarkan pada saat dilakukan pelunasan atas
                Utang.

         •   Hukum yang berlaku

             Hukum yang berlaku berdasarkan Perjanjian Pembelian diatur oleh dan
             harus ditafsirkan sesuai dengan hukum Republik Indonesia.

I.B.4.   Perjanjian Pemesenan

         Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan SFUD telah menandatangani Perjanjian
         Pemesanan sehubungan dengan Rencana Pemesanan Saham. Pokok-pokok
         kesepakatan penting dalam Perjanjian Pemesanan adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Perjanjian Pemesanan adalah
             DPI dan SFUD.

         •   Objek dan Nilai Transaksi

             Objek dan nilai transaksi berdasarkan Perjanjian Pemesanan adalah DPI
             akan memesan 50.000 saham SFUD sesuai dengan syarat dan ketentuan
             Perjanjian Pemesanan. Setelah pengambilan bagian tersebut, DPI akan
             memiliki seluruhnya sebanyak 188.750 saham atau setara dengan 94,375%
             dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam SFUD.




                                         28
Page 30
•   Pemesanan Saham

    Pemesanan saham berdasarkan Perjanjian Pemesanan adalah sebagai
    berikut:

    -   DPI akan, setelah terpenuhinya syarat-syarat yang tercantum dalam
        Perjanjian Pemesanan, memesan Saham Yang Dipesan, dan SFUD
        setuju untuk menerbitkan dan mengalokasikan Saham Yang Dipesan
        (bersama dengan semua hak yang melekat padanya) bebas dari jaminan
        atau beban apapun.

    -   Saham Yang Dipesan akan memiliki kedudukan yang pari passu dalam
        segala hal dengan saham yang telah diterbitkan dan dialokasikan oleh
        SFUD.

    -   Pada tanggal penutupan sesuai dengan Perjanjian Pemesanan, DPI dan
        SFUD harus telah memperoleh semua persetujuan yang dibutuhkan,
        atau mengesampingkan seluruh pembatasan atas Saham Yang Dipesan
        (termasuk seluruh hak memesan efek terlebih dahulu), yang mungkin
        berlalu sehubungan dengan Saham Yang Dipesan.

•   Syarat-syarat

    Syarat-syarat berdasarkan Perjanjian Pemesanan adalah sebagai berikut:

    -   Perseroan telah memenuhi POJK 17/2020, termasuk memperoleh
        pendapat   kewajaran    dari   penilai independen,  menerbitkan
        pengungkapan informasi kepada para pemegang saham publik dan telah
        mendapatakan persetujuan rapat umum pemegang saham.

    -   DPI telah menyelesaikan Rencana Akusisi sesuai dengan Perjanjian
        Pembelian.

    -   SFUD telah memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham
        yang menyetujui pemesanan Saham Yang Dipesan sesuai dengan
        hukum dan ketentuan yang berlaku.

•   Hukum yang berlaku

    Hukum yang berlaku berdasarkan Perjanjian Pemesanan diatur oleh dan
    akan ditafsirkan sesuai dengan hukum Republik Indonesia.




                               29
Page 31
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi

       Manfaat Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Dalam rangka mengimplementasikan strategi pertumbuhan bisnis,
           Perseroan berupaya untuk mengembangkan lini bisnis utama Perseroan
           yaitu menjadi penyedia jasa, konsultasi manajemen dan bisnis, serta
           perdagangan dan keuangan baik langsung maupun melalui anak usaha yang
           saat ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan konsolidasian
           Perseroan dan memiliki potensi pertumbuhan yang baik di masa yang akan
           datang. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan memandang perlu
           untuk melakukan restrukturisasi atas kepemilikan Perseroan pada Entitas
           Anak Perseroan guna memperoleh fokus usaha yang lebih terarah.

       •   Rencana Pinjaman dan Rencana Gadai Saham merupakan salah satu
           langkah bisnis yang diambil oleh Perseroan dan GIA selaku pemegang
           saham MPM secara bersama-sama dalam rangka mengalihkan Saham MPM
           kepada TMB dengan syarat yang disepakati para pihak sebagaimana tertera
           dalam PP yang mewajibkan DPI dan GIA untuk menukarkan Uang Pinjaman
           dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 54,00 miliar dengan Saham MPM
           kepada TMB. Perseroan melihat adanya peluang bisnis yang dapat diraih
           dengan memaksimalkan tingkat balikan yang diharapkan Perseroan atas
           investasi dan penyertaan saham pada MPM sehingga dapat mendukung
           pengembangan portofolio bisnis yang berkelanjutan serta memberikan
           kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

       •   Untuk mendukung pelaksanaan restrukturisasi yang akan dilakukan oleh
           Perseroan, DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Akuisisi sebagai
           kelanjutan dari Rencana Pinjaman dan bagian dari strategi Perseroan guna
           menyederhanakan struktur usaha Perseroan khususnya di bidang teknologi.
           Langkah ini dilakukan setelah Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh
           terhadap struktur organisasi dan portofolio investasi, dengan
           mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan struktur usaha yang lebih
           ramping, terintegrasi, dan efisien.

       •   Setelah Rencana Akuisisi menjadi efektif, dalam rangka pengembangan
           usaha SFUD, DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Pemesanan
           Saham untuk mendukung pendanaan dalam menjalankan operasional usaha
           SFUD sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penawaran efek
           berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding) guna mendukung
           keberlangsungan dan peningkatan kinerja usaha. Dana hasil Rencana
           Pemesanan Saham tersebut juga akan digunakan sebagai modal kerja untuk
           memperkuat kegiatan operasional, pengembangan bisnis, serta mendukung
           kebutuhan pengelolaan dan ekspansi usaha SFUD secara berkelanjutan.




                                       30
Page 32
•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan berupaya untuk
    mengoptimalisasi portofolio investasi serta memperkuat fokus pada kegiatan
    usaha utama yang memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan
    bisnis Perseroan. Melalui Rencana Transaksi ini, Perseroan diharapkan
    dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis, serta
    mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif dan
    berkelanjutan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    memperbaiki kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang,
    baik dari sisi laporan laba rugi maupun laporan arus kas, sehingga
    diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
    Perseroan. Perseroan juga mengharapkan dapat menggunakan sebagian
    dana hasil Rencana Transaksi untuk fokus dalam pengembangan kegiatan
    usaha Perseroan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi
    seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.

Risiko Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Bilamana MPM dapat mengembangkan dan meningkatkan kinerja keuangan
    MPM, Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk membukukan
    potensi kenaikan nilai investasi pada masa mendatang yang lebih tinggi atas
    MPM.

•   SFUD mungkin mengalami tantangan dan halangan dalam melakukan
    pengembangan bisnis pada masa yang akan datang sehingga tidak
    memberikan tingkat pengembalian investasi yang baik dan dapat
    mempengaruhi kinerja keuangan SFUD yang berdampak pada Perseroan.

•   Dalam hal SFUD membutuhkan sumber dana untuk melakukan
    pengembangan usaha, Perseroan memiliki kewajiban untuk mendukung
    pendanaan yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang jasa, konsultasi
    manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung
    maupun melalui anak usaha, Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko
    usaha yang dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang
    berpotensi memberikan dampak bagi kelangsungan Perseroan.




                                31
Page 33
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

II.A.     PT Surya Fajar Urun Dana

II.A.1.   Latar Belakang

          Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 12 tanggal 5 April 2016 yang dibuat di
          hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta. Akta Pendirian
          tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia       Republik     Indonesia      dalam      Surat      Keputusannya
          No. AHU-0017288.AH.01.01.Tahun 2016 tanggal 5 April 2016 dan telah
          diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal
          9 Agustus 2016, Tambahan No. 62036.

          Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
          dengan Akta No. 16 tanggal 9 Mei 2023 dibuat dihadapan Humberg Lie, S.H.,
          S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta mengenai penyesuaian maksud, tujuan serta
          kegiatan usaha Perusahaan sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
          Indonesia (KBLI). Penyesuaian Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh
          Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
          Keputusannya No. AHU-0026143.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 11 Mei 2023.

          Perseroan memiliki kantor pusat di Kantor pusat Perseroan beralamat di Satrio
          Tower Lantai 14 Unit 5, Jalan Prof. Dr. Satrio Blok C4 No. 5, Kuningan Timur,
          Setiabudi, Jakarta Selatan. Perseroan mulai beroperasi komersial pada tahun
          2016.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa,
          konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik
          langsung maupun melalui anak usaha.

II.B.     PT Mareco Prima Mandiri

II.B.1.   Latar Belakang

          MPM didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 11 tanggal 26 September 2017
          oleh Hasan S. H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapatkan
          pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
          Indonesia No. AHU-0042425.AH.01.01 Tahun 2017 tanggal 26 September 2017
          dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal
          22 September 2023, Tambahan No. 29526.




                                         32
Page 34
          Anggaran dasar MPM telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
          terakhir berdasarkan Akta No. 93 tanggal 30 Juni 2025, dibuat dihadapan Notaris
          Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta. Perubahan anggaran dasar
          tersebut telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia
          dalam Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0172659 tanggal 2 Juli 2025.

          MPM memiliki kantor pusat di Satrio Tower Lantai. 9 Unit B2 Jalan. Prof. Dr.
          Satrio Kavling C4, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. MPM mulai
          beroperasi komersial pada tanggal 6 September 2021.

II.B.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha MPM adalah bergerak dalam bidang usaha
          dibidang Penyedia Jasa Pembayaran (PJP).

II.B.     Tinjauan Industri Sekuritas

II.B.1.   Tinjauan Industri Sekuritas di Dunia

          Pasar modal merupakan sarana bagi investor untuk memperoleh pendapatan
          secara riil melalui transaksi-transaksi yang dilakukan. Pada saat ini, aktivitas
          transaksi keuangan yang terjadi di pasar modal, baik secara individual maupun
          antar perusahaan tidak terlepas dari peran perusahaan sekuritas. Perusahaan
          sekuritas menjadi perantara bagi berbagai pihak, baik perorangan maupun
          korporasi yang berminat melakukan transaksi jual beli saham dan/atau obligasi
          maupun instrumen keuangan lainnya. Pada saat ini, perusahaan sekuritas terus
          berkembang menjadi sarana bagi para investor untuk melakukan investasi
          bisnisnya, baik secara lokal maupun global.

          Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Research and Markets yang berjudul
          Securities Brokerage and Stock Exchange Services Market Report 2025, pasar
          pialang sekuritas dan jasa bursa efek global pada tahun 2025 adalah sebesar
          USD 2,21 triliun di mana mengalami peningkatan sebesar USD 0,14 triliun atau
          setara dengan 6,76% dibandingkan dengan tehun sebelumnya. Pertumbuhan
          pada periode historis dapat dikaitkan dengan meningkatnya permintaan akan
          peluang investasi, perubahan demografis dan perilaku investor, pengenalan
          perdagangan frekuensi tinggi, serta meningkatnya permintaan akan dana yang
          diperdagangkan di bursa.
          Bursa Saham Terbesar di Dunia Berdasarkan Kapitalisasi Pasar
          Per November 2025

                                            (Dalam triliun USD)
                                                 Kapitalisasi
                      Keterangan
                                                    Pasar
          Bursa Saham NYSE, AS                          38,71
          Bursa Saham Nasdaq, AS                        37,15
          Bursa Saham Frankfurt, Jerman                  7,42
          Bursa Saham Shanghai, Tiongkok                 5,54
          Bursa Saham Shenzhen, Tiongkok                 5,24
          Bursa Saham London                             5,18

          Sumber: Statista



                                                     33
Page 35
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, sampai dengan November 2025,
bursa saham dengan tingkat kapitalisasi pasar tertinggi adalah bursa saham
NYSE AS, di mana bursa saham NYSE AS memiliki tingkat kapitalisasi pasar
sebesar USD 38,71 triliun. Selanjutnya, bursa saham dengan tingkat kapitalisasi
pasar terbesar kedua dan ketiga adalah bursa saham Nasdaq AS dan bursa
saham Frankfurt, Jerman masing-masing dengan tingkat kapitalisasi pasar
sebesar USD 37,15 triliun dan USD 7,42 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dunia
Tahun 2026

                                                                                   (Dalam USD)
                                 Bursa Saham      Bursa Saham     Bursa Saham    Bursa Saham
            Bulan
                                   NASDAQ          New York        Shanghai        Shenzen

Januari                               23.461,82       22.719,32         555,43          385,98
Februari                              22.668,21       23.494,44         606,68          402,75
Maret                                 21.590,63       22.089,43         564,30          367,61
April                                 24.892,32       23.144,64         602,17          406,54



Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, IHSG di bursa saham Nasdaq,
bursa saham New York, bursa saham Shanghai, dan bursa saham Shenzen
pada Januari 2026 masing-masing adalah sebesar USD 23.461,82,
USD 22.719,32 USD 555,43, dan USD 385,98. Sedangkan pada April 2026,
jumlah IHSG pada bursa saham tersebut masing-masing adalah USD 24.892,32,
USD 23.144,64, USD 602,17, dan USD 406,54. IHSG pada bulan April untuk
bursa saham Nasdaq, bursa saham New York, bursa saham Shanghai, dan
bursa saham Shenzen mengalami kenaikan masing-masing sebesar
USD 1.430,50, USD 425,32, USD 46,75, dan USD 20,56 atau setara dengan
6,10%, 1,87%, 8,42%, dan 5,33% dibandingkan dengan IHSG pada bulan
Januari 2026.

Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari The Business Research
Company dalam laporannya dengan judul Securities Brokerage Market 2026 -
Size And Analysis, industri pialang dan sekuritas dan layanan bursa efek
diproyeksikan akan tumbuh menjadi senilai USD 2.378,85 miliar pada tahun
2026 dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth
rate/CAGR) sebesar 7,20%. Industri ini diproyeksikan akan mengalami
pertumbuhan pada sebesar 8,60% pada tahun 2030. Peningkatan tersebut
didorong oleh meningkatnya integrasi sistem pembayaran berbasis blockchain,
kenaikan permintaan analitik pasar secara real-time, dan perluasan layanan
perdagangan aset digital.




                                      34
Page 36
II.B.2.   Tinjauan Industri Sekuritas di Indonesia

          Pasar modal Indonesia menjalankan dua fungsi sekaligus yaitu fungsi ekonomi
          dan fungsi keuangan. Dalam menjalankan fungsi ekonominya, pasar modal
          sebagai penyedia fasilitas untuk memindahkan dana dari pihak yang mewakili
          kelebihan dana dari para investor kepada emiten. Sedangkan untuk fungsi
          keuangan yang dijalankan oleh pasar modal dalam memberikan kemungkinan
          maupun kesempatan dalam memperoleh imbah hasil bagi pemilik dana sesuai
          dengan jenis karekteristik investasi yang dipilih. Pasar modal di Indonesia terus
          melakukan inovasi maupun disrupsi. Berbagai inovasi yang dilakukan
          memberikan dampak signifikan bukan hanya regulator, melainkan juga kepada
          pelaku pasar seperti industri sekuritas.

          Sekuritas memegang peranan yang sangat penting dalam kegiatan penanaman
          modal karena menjadi instrumen yang mampu memberikan perlindungan,
          transparansi, dan kepastian hukum bagi para investor. Dengan adanya sistem
          sekuritas yang baik, investor dapat merasa lebih aman dalam menanamkan
          modalnya karena risiko penyalahgunaan dana, penipuan, maupun
          ketidakjelasan transaksi dapat diminimalkan. Selain itu, sekuritas juga dapat
          meningkatkan tingkat kepercayaan antara pihak investor dan perusahaan atau
          lembaga yang menerima modal, sehingga kegiatan investasi dapat berjalan
          secara lebih stabil, teratur, dan berkelanjutan.
          Pertumbuhan Investor di Indonesia
          Oktober - Desember 2025

                                                                        (Dalam %)

                       Instrumen                  Oct-25       Nov-25   Dec-25

          Pasar modal                             2,87%        2,48%    3,43%
          Reksa dana                              2,81%        2,45%    3,37%
          Saham dan surat berharga lainnya        3,24%        2,83%    3,52%
          Surat Berharga Negara                   2,12%        1,51%    1,44%

          Sumber: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)


          Menurut data yang diperoleh dari KSEI, pada Oktober, November, dan
          Desember 2025 pertumbuhan jumlah investor pasar modal tetap stabil dengan
          pertumbuhan jumlah investor masing-masing sebesar 2,87%, 2,48%, dan
          3,43%. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari BEI, pertumbuhan jumlah
          investor didukung oleh program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang
          dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif dengan menyelenggarakan kegiatan
          literasi, inklusi, dan aktivasi, secara langsung (offline) dan webinar.




                                                   35
Page 37
Kapitalisasi Pasar di Pasar Saham Indonesia
Januari – April 2026
(dalam miliar USD)

       1.000.000,00
         900.000,00
         800.000,00
         700.000,00
         600.000,00
         500.000,00
         400.000,00
         300.000,00
         200.000,00
         100.000,00
               0,00
                                 Januari     Februari      Maret         April
    Kapitalisasi Pasar         894.963,17   880.170,80   729.006,62   711.837,84
Sumber: CEIC Data


Berdasarkan data yang diperoleh dari CEIC Data, kapitalisasi pasar di pasar
saham di Indonesia pada bulan Januari – April 2026 masing-masing adalah
sebesar      USD      894.963,17   miliar,    USD     880.170,80       miliar,
USD 729.006,62 miliar, dan USD 711.837,84 miliar. Kapitalisasi pasar di pasar
saham Indonesia mengalami penurunan yang signifikan pada periode Maret
2026 yaitu mencapai sebesar USD 151,16 miliar atau setara dengan 17,17%.
Faktor pendukung penurunan signifikan tersebut adalah karena melemahnya
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipicu kombinasi faktor global dan
domestik. Salah satu penyebab utama adalah arus keluar dana asing (foreign
outflow) dari pasar saham Indonesia akibat tingginya suku bunga Amerika
Serikat, pelemahan rupiah, dan meningkatnya ketidakpastian global. Namun,
disisi lain meskipun melemah, IHSG dapat menjadi momentum pemulihan di
masa depan karena memberikan kesempatan kepada investor untuk membeli
saham dengan fundamental perusahaan yang tetap baik dan perekonomian
kembali stabil, harga saham berpotensi naik kembali sehingga IHSG menjadi
menguat.

Meskipun demikian, menurut Fitch Ratings, diperkirakan bahwa Indonesia tetap
menjadi salah satu pasar sukuk terbesar di dunia dan menjadi penerbit surat
utang utama di antara negara berkembang (emerging markets) di kawasan Asia
Tenggara (ASEAN) sepanjang 2026. Dalam laporan terbarunya Fitch Ratings,
menilai bahwa pasar modal utang atau debt capital market (DCM) Indonesia
berpotensi mencapai outstanding USD 800,00 miliar pada akhir 2026.
Pertumbuhan tersebut diperkirakan masih akan didominasi oleh penerbitan surat
utang pemerintah. Sehubungan dengan hal tersebut peran sekuritas Indonesia
diharapkan dapat bekerjasama dengan baik transparan, teratur, dan efisien agar
mampu menciptakan stabilitas dalam kegiatan investasi serta memberikan
perlindungan bagi para investor.




                               36
Page 38
        Melalui pengawasan yang ketat, keterbukaan informasi, penerapan regulasi
        yang jelas, serta sistem transaksi yang aman dan terpercaya, pasar sekuritas
        dapat meningkatkan rasa percaya investor terhadap kondisi pasar modal.
        Dengan adanya kepercayaan tersebut, investor akan lebih yakin untuk
        menanamkan modalnya sehingga dapat mendorong pertumbuhan investasi,
        meningkatkan aktivitas ekonomi, dan memperkuat perkembangan pasar
        keuangan di Indonesia.

II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa,
        konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik
        langsung maupun melalui anak usaha.

        Pada tahun 2026, Perseroan berfokus pada penguatan kinerja peningkatan
        efisiensi dan pemanfaatan peluang pertumbuhan secara berkelanjutan. Dengan
        strategi yang adaptif, Perseroan menargetkan pertumbuhan yang sehat dan
        terukur, didukung oleh pengelolaan keuangan yang prudent serta peningkatan
        kualitas operasional. Perseroan akan terus mencari peluang investasi baru di
        sektor-sektor yang menjadi fokus utama Perseroan dan terus mengoptimalkan
        kinerja portofolio yang ada. Perseroan akan melakukan analisis atas kondisi
        pasar secara aktif, melaksanakan investasi dengan penuh kehati-hatian, dan
        mendorong peningkatan efisiensi operasional Perseroan dan entitas anak.

        Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang stabil dan peluang investasi yang
        menarik disejumlah sektor industri potensial, Perseroan optimis dapat
        memaksimalkan pertumbuhan bisnis yang lebih baik ditahun 2026. Membaiknya
        kondisi makro dan mikroekonomi padatahun 2024 dan ekspektasi
        makroekonomi pada tahun 2025, serta semakin berkembangnya pasar modal di
        Indonesia. Perseroan berkeyakinan bahwa ditahun 2025 ini, Perseroan akan
        mampu terus mempertahankan pertumbuhan usaha yang positif dengan
        mengedepankan prinsip kehati-hatian ditengah kondisi yang masih fluktuatif
        seperti saat ini. Hal ini diterjemahkan Perseroan dalam proyeksi pertumbuhan
        pendapatan usaha tahun 2025 yang positif yaitu diatas 10,00%(yoy).

        Perseroan juga tetap berkomitmen pada penerapan tata kelola perusahaan yang
        baik dan prinsip keberlanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh
        pemangku kepentingan di masa depan.




                                      37
Page 39
II.D.   Alasan Dilakukan Rencana Transaksi

        Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Dalam rangka mengimplementasikan strategi pertumbuhan bisnis,
            Perseroan berupaya untuk mengembangkan lini bisnis utama Perseroan
            yaitu menjadi penyedia jasa, konsultasi manajemen dan bisnis, serta
            perdagangan dan keuangan baik langsung maupun melalui anak usaha yang
            saat ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan konsolidasian
            Perseroan dan memiliki potensi pertumbuhan yang baik di masa yang akan
            datang. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan memandang perlu
            untuk melakukan restrukturisasi atas kepemilikan Perseroan pada Entitas
            Anak Perseroan guna memperoleh fokus usaha yang lebih terarah.

        •   Rencana Pinjaman dan Rencana Gadai Saham merupakan salah satu
            langkah bisnis yang diambil oleh Perseroan dan GIA selaku pemegang
            saham MPM secara bersama-sama dalam rangka mengalihkan Saham MPM
            kepada TMB dengan syarat yang disepakati para pihak sebagaimana tertera
            dalam PP yang mewajibkan DPI dan GIA untuk menukarkan Uang Pinjaman
            dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 54,00 miliar dengan Saham MPM
            kepada TMB. Perseroan melihat adanya peluang bisnis yang dapat diraih
            dengan memaksimalkan tingkat balikan yang diharapkan Perseroan atas
            investasi dan penyertaan saham pada MPM sehingga dapat mendukung
            pengembangan portofolio bisnis yang berkelanjutan serta memberikan
            kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

        •   Untuk mendukung pelaksanaan restrukturisasi yang akan dilakukan oleh
            Perseroan, DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Akuisisi sebagai
            kelanjutan dari Rencana Pinjaman dan bagian dari strategi Perseroan guna
            menyederhanakan struktur usaha Perseroan khususnya di bidang teknologi.
            Langkah ini dilakukan setelah Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh
            terhadap struktur organisasi dan portofolio investasi, dengan
            mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan struktur usaha yang lebih
            ramping, terintegrasi, dan efisien.

        •   Setelah Rencana Akuisisi menjadi efektif, dalam rangka pengembangan
            usaha SFUD, DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Pemesanan
            Saham untuk mendukung pendanaan dalam menjalankan operasional usaha
            SFUD sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penawaran efek
            berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding) guna mendukung
            keberlangsungan dan peningkatan kinerja usaha. Dana hasil Rencana
            Pemesanan Saham tersebut juga akan digunakan sebagai modal kerja untuk
            memperkuat kegiatan operasional, pengembangan bisnis, serta mendukung
            kebutuhan pengelolaan dan ekspansi usaha SFUD secara berkelanjutan.




                                        38
Page 40
        •   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan berupaya untuk
            mengoptimalisasi portofolio investasi serta memperkuat fokus pada kegiatan
            usaha utama yang memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan
            bisnis Perseroan. Melalui Rencana Transaksi ini, Perseroan diharapkan
            dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis, serta
            mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif dan
            berkelanjutan.

        •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
            memperbaiki kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang,
            baik dari sisi laporan laba rugi maupun laporan arus kas, sehingga
            diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
            Perseroan. Perseroan juga mengharapkan dapat menggunakan sebagian
            dana hasil Rencana Transaksi untuk fokus dalam pengembangan kegiatan
            usaha Perseroan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi
            seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Rencana Transaksi

        Keuntungan Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Dalam rangka mengimplementasikan strategi pertumbuhan bisnis,
            Perseroan berupaya untuk mengembangkan lini bisnis utama Perseroan
            yaitu menjadi penyedia jasa, konsultasi manajemen dan bisnis, serta
            perdagangan dan keuangan baik langsung maupun melalui anak usaha yang
            saat ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan konsolidasian
            Perseroan dan memiliki potensi pertumbuhan yang baik di masa yang akan
            datang. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan memandang perlu
            untuk melakukan restrukturisasi atas kepemilikan Perseroan pada Entitas
            Anak Perseroan guna memperoleh fokus usaha yang lebih terarah.

        •   Rencana Pinjaman dan Rencana Gadai Saham merupakan salah satu
            langkah bisnis yang diambil oleh Perseroan dan GIA selaku pemegang
            saham MPM secara bersama-sama dalam rangka mengalihkan Saham MPM
            kepada TMB dengan syarat yang disepakati para pihak sebagaimana tertera
            dalam PP yang mewajibkan DPI dan GIA untuk menukarkan Uang Pinjaman
            dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 54,00 miliar dengan Saham MPM
            kepada TMB. Perseroan melihat adanya peluang bisnis yang dapat diraih
            dengan memaksimalkan tingkat balikan yang diharapkan Perseroan atas
            investasi dan penyertaan saham pada MPM sehingga dapat mendukung
            pengembangan portofolio bisnis yang berkelanjutan serta memberikan
            kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.




                                        39
Page 41
•   Untuk mendukung pelaksanaan restrukturisasi yang akan dilakukan oleh
    Perseroan, DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Akuisisi sebagai
    kelanjutan dari Rencana Pinjaman dan bagian dari strategi Perseroan guna
    menyederhanakan struktur usaha Perseroan khususnya di bidang teknologi.
    Langkah ini dilakukan setelah Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh
    terhadap struktur organisasi dan portofolio investasi, dengan
    mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan struktur usaha yang lebih
    ramping, terintegrasi, dan efisien.

•   Setelah Rencana Akuisisi menjadi efektif, dalam rangka pengembangan
    usaha SFUD, DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Pemesanan
    Saham untuk mendukung pendanaan dalam menjalankan operasional usaha
    SFUD sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penawaran efek
    berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding) guna mendukung
    keberlangsungan dan peningkatan kinerja usaha. Dana hasil Rencana
    Pemesanan Saham tersebut juga akan digunakan sebagai modal kerja untuk
    memperkuat kegiatan operasional, pengembangan bisnis, serta mendukung
    kebutuhan pengelolaan dan ekspansi usaha SFUD secara berkelanjutan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan berupaya untuk
    mengoptimalisasi portofolio investasi serta memperkuat fokus pada kegiatan
    usaha utama yang memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan
    bisnis Perseroan. Melalui Rencana Transaksi ini, Perseroan diharapkan
    dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis, serta
    mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif dan
    berkelanjutan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    memperbaiki kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang,
    baik dari sisi laporan laba rugi maupun laporan arus kas, sehingga
    diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
    Perseroan. Perseroan juga mengharapkan dapat menggunakan sebagian
    dana hasil Rencana Transaksi untuk fokus dalam pengembangan kegiatan
    usaha Perseroan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi
    seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.




                                40
Page 42
Kerugian Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Bilamana MPM dapat mengembangkan dan meningkatkan kinerja keuangan
    MPM, Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk membukukan
    potensi kenaikan nilai investasi pada masa mendatang yang lebih tinggi atas
    MPM.

•   SFUD mungkin mengalami tantangan dan halangan dalam melakukan
    pengembangan bisnis pada masa yang akan datang sehingga tidak
    memberikan tingkat pengembalian investasi yang baik dan dapat
    mempengaruhi kinerja keuangan SFUD yang berdampak pada Perseroan.

•   Dalam hal SFUD membutuhkan sumber dana untuk melakukan
    pengembangan usaha, Perseroan memiliki kewajiban untuk mendukung
    pendanaan yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang jasa, konsultasi
    manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung
    maupun melalui anak usaha, Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko
    usaha yang dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang
    berpotensi memberikan dampak bagi kelangsungan Perseroan.




                                41
Page 43
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 telah diaudit
           oleh KAP MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan konsolidasian
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                              31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           ASET
           Kas dan setara kas                                                 42.279        40.846        44.593        59.587         48.745
           Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                     30.563        30.563        30.500        30.000         30.000
           Portofolio efek - bersih                                           44.680        66.705       115.477        62.401         87.533
           Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga           64.086        11.730       101.237        85.497        103.495
           Piutang lain-lain
             Pihak berelasi                                                        -             -             -        18.880              -
             Pihak ketiga                                                      3.048         3.866         1.187         1.068             99
           Uang muka dan biaya dibayar di muka                                   471           627           437           376          1.173
           Pajak dibayar di muka                                                 545           321           121             7              5
           Investasi pada entitas asosiasi                                         -             -           741         2.388          4.630
           Penyertaan saham                                                    9.865         9.865             -             -              -
           Aset pajak tangguhan                                                6.658         7.066         5.230         2.098          1.560
           Aset tetap - bersih                                                 2.668         2.360         6.023         7.962         11.883
           Aset takberwujud - bersih                                             712         1.274        13.110         7.799          9.882
           Aset lain-lain                                                      3.403         3.739         6.065         7.391         10.785
           JUMLAH ASET                                                       208.979       178.961       324.723       285.454        309.791



                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                              31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Utang usaha - pihak ketiga                                            395           320           860         1.045          1.484
           Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga             62.606        10.437        89.861        59.467         68.012
           Utang lain-lain
             Pihak berelasi                                                        -             -             -           678            917
             Pihak ketiga                                                        981         4.373           287        26.209         28.215
           Utang pajak                                                           132           125           811           631            574
           Beban akrual                                                          534           812           535           386            513
           Pendapatan diterima di muka                                           104           174           455           184              -
           Liabilitas sewa                                                       852             -         1.517         1.576          3.453
           Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                             5.052         4.041         3.300         2.271          1.662
           JUMLAH LIABILITAS                                                  70.657        20.282        97.627        92.448        104.829
           EKUITAS
           Modal saham                                                       135.993       135.993       135.993       135.993        135.993
           Tambahan modal disetor                                             55.374        55.374        55.374        55.374         55.374
           Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                       8.027         8.053         8.079         1.706           (110)
           Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
             kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
             wajar melalui komprehensif lain                                   (9.771)         (800)       13.609         2.699           430
           Investasi dalam instrumen ekuitas                                    7.365         7.365             -             -             -
           Saldo laba                                                         (87.474)      (79.680)      (23.485)       (9.227)       11.604
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                           109.514       126.306       189.572       186.546        203.292
           Kepentingan non-pengendali                                         28.808        32.374        37.524         6.460          1.669
           JUMLAH EKUITAS                                                    138.322       158.680       227.096       193.006        204.962
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     208.979       178.961       324.723       285.454        309.791




                                                                     42
Page 44
III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 208,98 miliar,
           Rp 178,96 miliar, Rp 324,72 miliar, Rp 285,45 miliar, dan Rp 309,79 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 30,02 miliar atau setara dengan 16,77% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga sebesar
           Rp 52,36 miliar yang disertai dengan penurunan portofolio efek – bersih sebesar
           Rp 22,02 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 145,76 miliar atau setara dengan 44,89% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan piutang transaksi perantara pedagang efek – pihak
           ketiga sebesar Rp 89,51 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 39,27 miliar atau setara dengan 13,76% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan portofolio efek – bersih sebesar Rp 53,08 miliar yang disertai
           dengan penurunan piutang lain-lain – pihak berelasi sebesar Rp 18,88 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 24,34 miliar atau setara dengan 7,86% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan portofolio efek – bersih dan piutang transaksi perantara pedagang
           efek – pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 25,13 miliar dan Rp 18,00 miliar
           yang disertai dengan kenaikan piutang lain-lain – pihak berelasi sebesar
           Rp 18,88 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 70,66 miliar,
           Rp 20,28 miliar, Rp 97,63 miliar, Rp 92,45 miliar, dan Rp 104,83 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 50,38 miliar atau setara dengan 248,38% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang transaksi perantara pedagang efek – pihak
           ketiga sebesar Rp 52,17 miliar.




                                          43
Page 45
           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 77,35 miliar atau setara dengan 79,23% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang transaksi perantara pedagang
           efek – pihak ketiga sebesar Rp 79,42 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 5,18 miliar atau setara dengan 5,60% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang transaksi perantara pedagang efek – pihak
           ketiga sebesar Rp 30,39 miliar yang disertai dengan penurunan utang
           lain-lain – pihak ketiga sebesar Rp 25,92 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 12,38 miliar atau setara dengan 11,81% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang transaksi perantara pedagang
           efek – pihak ketiga sebesar Rp 8,54 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 138,32 miliar,
           Rp 158,68 miliar, Rp 227,10 miliar, Rp 193,01 miliar, dan Rp 204,96 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 20,36 miliar atau setara dengan 12,83% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 15,67 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 68,42 miliar atau setara dengan 30,13% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 52,74 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 34,09 miliar atau setara dengan 17,66% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi
           atas kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
           komprehensif lain dan setoran modal saham entitas anak dari kepentingan
           non-pengendali masing-masing sebesar Rp 10,91 miliar dan Rp 40,49 miliar
           yang disertai dengan rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 17,23 miliar.




                                          44
Page 46
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 11,96 miliar atau setara dengan 5,83% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 23,16 miliar yang disertai dengan kenaikan selisih transaksi dengan pihak
           non-pengendali dan ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
           kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
           komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 1,82 miliar dan Rp 2,27 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain konsolidasian
                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                          31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           Pendapatan usaha                                                6.815         1.172        14.579        29.524         11.783
           Beban pokok pendapatan                                            795         1.000           601           274            129
           Laba kotor                                                       6.020           172        13.977        29.250        11.654
           Beban usaha                                                    (33.393)      (42.795)      (44.025)      (45.866)      (37.486)
           Rugi usaha                                                     (27.373)      (42.623)      (30.047)      (16.616)      (25.831)
           Penghasilan lainnya                                             15.630         6.039        12.490         2.876        13.959
           Beban lainnya                                                   (3.129)      (17.088)         (762)       (6.921)         (200)
           Bagian rugi bersih entitas asosiasi                                  -          (759)       (1.616)       (2.216)       (6.263)
           Beban bunga dan keuangan lainnya                                  (393)         (194)         (382)         (486)         (639)
           Rugi sebelum pajak                                             (15.264)      (54.625)      (20.317)      (23.362)      (18.976)
           Manfaat (beban) pajak                                             (408)        1.884         3.091           208           515
           Rugi tahun berjalan                                            (15.672)      (52.740)      (17.226)      (23.155)      (18.460)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                            (4.686)      (15.675)       10.827         2.136         1.766
           Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                        (20.358)      (68.416)       (6.400)      (21.019)      (16.694)
           Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                         (12.036)      (47.582)      (14.160)      (20.712)      (16.957)
            Kepentingan non-pengendali                                     (3.636)       (5.158)       (3.067)       (2.443)       (1.503)




III.A.6    Pendapatan Usaha

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
           Rp 6,82 miliar, Rp 1,17 miliar, Rp 14,58 miliar, Rp 29,52 miliar, dan
           Rp 11,78 miliar.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 5,64 miliar atau setara
           dengan 481,70% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 13,41 miliar atau setara
           dengan 91,96% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 14,95 miliar atau setara
           dengan 50,62% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.




                                                                  45
Page 47
           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 17,74 miliar atau setara
           dengan 150,57% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

III.A.7.   Rugi Tahun Berjalan

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing
           adalah sebesar Rp 15,67 miliar, Rp 52,74 miliar, Rp 17,23 miliar,
           Rp 23,16 miliar, dan Rp 18,46 miliar.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 37,07 miliar atau setara
           dengan 70,28% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 35,51 miliar atau setara
           dengan 206,16% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 5,93 miliar atau setara
           dengan 25,60% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 4,70 miliar atau setara
           dengan 25,43% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                        46
Page 48
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                              31/12/25       31/12/24       31/12/23      31/12/22      31/12/21

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari jasa manajemen                                      1.045          3.054           4.363        2.475          1.560
           Penerimaan penghasilan dividen dan bunga                            2.009          3.932           2.035        4.628          2.269
           Penerimaan dari nasabah - bersih                                   37.507         45.249         (19.449)       2.788        (24.475)
           Penerimaan komisi perantara perdagangan efek
            dan jasa agen                                                       3.468          4.805          6.935        10.381         1.056
           Penerimaan jasa penjamin emisi dan penjualan efek                      200          3.100          6.909         9.310         8.273
           Pembayaran kepada lembaga kliring dan penjaminan - bersih          (37.695)       (35.166)        34.102         6.665        (8.935)
           Perolehan portofolio efek                                                -           (186)        (8.331)      (44.608)            -
           Penjualan portofolio efek                                                -            186          8.029        33.650             -
           Penerimaan dari komisi transaksi                                     1.436          2.157          3.673         1.981         1.109
           Pembayaran kepada karyawan                                         (18.935)       (20.241)       (19.556)      (16.317)      (10.857)
           Pembayaran lainnya - bersih                                        (10.280)       (15.493)       (13.929)      (16.121)       (7.250)
           Kas Bersih Diperoleh dari (digunakan untuk)
             Aktivitas Operasi                                                (21.244)        (8.604)        4.781         (5.167)      (37.249)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penurunan piutang lain-lain pihak ketiga                            (4.291)        (2.300)             -             -             -
           Kenaikan piutang lain-lain pihak ketiga                              5.684             10              -             -             -
           Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui laba rugi         (6.299)        (1.336)       (42.896)      (19.486)      (30.668)
           Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
             komprehensif lain                                                (6.000)         (6.101)       (57.684)      (39.791)      (51.413)
           Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui laba rugi        25.054           5.463          5.172        20.987             -
           Portofolio efek - diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
             komprehensif lain                                                 3.257          7.026         47.010        52.561         25.458
           Hasil penjualan investasi pada entitas asosiasi                    10.984              -              -             -         56.745
           Hasil penjualan aset tetap                                              9              0             20             -              -
           Perolehan aset tetap                                                 (588)          (365)        (1.325)       (1.355)        (1.819)
           Perolehan aset takberwujud                                           (360)             -           (427)         (688)           (50)
           Penerimaan (pembayaran) jaminan dan deposit                           296           (108)            28             -              -
           Penerimaan dari piutang lain-lain pihak berelasi                        -              -         18.880        (1.000)        38.430
           Investasi entitas asosiasi                                              -              -              -             -         (7.102)
           Pembayaran jaminan dan deposit                                          -              -              -             -             (4)
           Kas Bersih Diperoleh dari (digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                               27.747          2.288         (31.222)      11.229         29.578
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain pihak ketiga                (3.600)         4.000        (26.600)       (2.245)       27.152
           Pembayaran liabilitas sewa                                          (1.365)        (1.388)        (1.816)       (1.876)       (1.831)
           Pembayaran atas bunga liabilitas sewa                                 (106)           (44)          (126)         (163)            -
           Penerimaan dari kepentingan non pengendali
            pada entitas anak                                                         -              -      40.489        10.562                -
           Pembayaran atas pembelian kembali saham oleh entitas anak                  -              -           -        (1.499)               -
           Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                      (5.070)        2.569         11.947         4.780         25.321
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                         1.433          (3.747)       (14.494)      10.841         17.650
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                 40.846         44.593         59.587        48.745         31.096
           Perubahan pada dana yang dibatasi pencairannya                          -              -           (500)            -              -
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                42.279         40.846         44.593        59.587         48.745




           Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2022, dan 2021
           masing-masing adalah sebesar Rp 21,24 miliar, Rp 8,60 miliar, Rp 5,17 miliar,
           dan Rp 37,25 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi
           Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
           sebesar Rp 4,78 miliar.




                                                                     47
Page 49
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 21,24 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada lembaga kliring dan penjaminan – bersih dan
pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 37,70 miliar dan
Rp 18,94 miliar yang disertai dengan penerimaan dari nasabah – bersih sebesar
Rp 37,51 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 8,60 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada lembaga kliring dan penjaminan – bersih dan
pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 35,17 miliar dan
Rp 20,24 miliar yang disertai dengan penerimaan dari nasabah – bersih sebesar
Rp 45,25 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 4,78 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari lembaga kliring dan penjaminan – bersih sebesar
Rp 34,10 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada nasabah – bersih dan
pembayaran kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 19,45 miliar dan
Rp 19,56 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 5,17 miliar terutama
berasal dari perolehan portofolio efek sebesar Rp 44,601 miliar yang disertai
dengan penjualan portofolio efek sebesar Rp 33,65 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 37,25 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada nasabah – bersih sebesa Rp 24,48 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada karyawan sebesar Rp 10,86 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 27,75 miliar, Rp 2,29 miliar, Rp 11,23 miliar,
dan Rp 29,58 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebesar Rp 31,22 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 27,75 miliar terutama
berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
sebesar Rp 25,05 miliar.




                                 48
Page 50
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 2,29 miliar terutama
berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
dan penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 5,46 miliar dan Rp 7,03 miliar yang
disertai dengan penurunan piutang lain-lain pihak ketiga, perolehan portofolio
efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, perolehan portofolio efek – diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain masing-masing sebesar
Rp 2,30 miliar, Rp 1,37 miliar, dan Rp 6,10 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 31,22 miliar terutama
berasal dari perolehan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
dan perolehan portofolio efek diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 42,90 muliar dan Rp 57,68 miliar
yang disertai dengan penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dan penerimaan dari piutang lain-lain pihak
berelasi masing-masing sebesar Rp 47,01 miliar dan Rp 18,88 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 11,23 miliar terutama
berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 52,56 miliar yang disertai dengan
perolehan portofolio efek diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain sebesar Rp 39,79 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 29,58 miliar terutama
berasal dari penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
penjualan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, dan penerimaan dari piutang lain-lain pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 25,46 miliar, Rp 56,75 miliar, dan Rp 38,43 miliar
yang disertai dengan perolehan portofolio efek – diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi dan perolehan portofolio efek diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain masing-masing sebesar Rp 30,67 miliar dan
Rp 51,41 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp 5,07 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024,
2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 2,57 miliar,
Rp 11,95 miliar, Rp 4,78 miliar, dan Rp 25,32 miliar.




                                 49
Page 51
           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 5,07 miliar
           terutama berasal dari pembayaran utang lain-lain pihak ketiga dan pembayaran
           liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 3,60 miliar dan Rp 1,37 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 2,57 miliar terutama
           berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 4,00 miliar yang
           disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp 1,39 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 11,95 miliar terutama
           berasal dari penerimaan dari kepentingan non-pengendali pada entitas anak
           sebesar Rp 40,49 miliar yang disertai dengan pembayaran utang lain-lain pihak
           ketiga sebesar Rp 26,60 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 4,78 miliar terutama
           berasal dari penerimaan dari kepentingan non-pengendali pada entitas anak
           sebesar Rp 10,56 miliar yang disertai dengan pembayaran utang lain-lain pihak
           ketiga, pembayaran liabilitas sewa, dan pembayaran atas pembelian kembali
           saham oleh entitas anak masing-masing sebesar Rp 2,25 miliar, Rp 1,88 miliar,
           dan Rp 1,50 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 25,32 miliar terutama
           berasal dari penerimaan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 27,15 miliar
           yang disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp 1,83 miliar.

III.A.9.   Rasio-rasio Keuangan


                                   Keterangan            31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                             0,03         0,01         0,04         0,10         0,04
           Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,66         0,89         0,70         0,68         0,66
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,34         0,11         0,30         0,32         0,34
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,51         0,13         0,43         0,48         0,51
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                 88,33%       14,68%       95,87%       99,07%       98,91%
           Marjin rugi usaha                               -401,66%    -3638,09%     -206,10%      -56,28%     -219,23%
           Marjin rugi bersih                              -229,97%    -4501,69%     -118,16%      -78,43%     -156,67%
           Rugi usaha terhadap jumlah aset                  -13,10%      -23,82%       -9,25%       -5,82%       -8,34%
           Imbal hasil aset                                  -7,50%      -29,47%       -5,30%       -8,11%       -5,96%
           Rugi usaha terhadap ekuitas                      -19,79%      -26,86%      -13,23%       -8,61%      -12,60%
           Imbal hasil ekuitas                              -11,33%      -33,24%       -7,59%      -12,00%       -9,01%




                                                    50
Page 52
III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,03; 0,01; 0,04; 0,10; dan 0,04.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,66; 0,89; 0,70; 0,68; dan 0,66.

III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
            antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,34; 0,11; 0,30;
            0,32; dan 0,34, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 0,51; 0,13; 0,43; 0,48; dan 0,51.

III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                           51
Page 53
III.B.     Analisis atas Kinerja Historis SFUD

           Laporan keuangan SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 telah diaudit oleh KAP MSI dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan SFUD untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan
           2021 telah diaudit oleh KAP MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting SFUD adalah sebagai berikut:

III.B.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                                 31/12/25      31/12/24       31/12/23      31/12/22      31/12/21
                                                                         `
           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan bank                                                             59         1.825          3.792           475             31
           Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya                            63            63             63             -              -
           Investasi jangka pendek                                                   -             -              -         1.651          2.494
           Piutang lain-lain                                                         0             0              1             -              -
           Biaya dibayar di muka                                                     9             -              2             -            251
           Jaminan operasional                                                       4             3              1            10             20
           Jumlah Aset Lancar                                                      135         1.891          3.859         2.135          2.795
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                                                     65            53             20             -              -
           Aset tetap - bersih                                                     296            43          1.045         1.325          2.338
           Aset takberwujud - bersih                                                 -            61            554         1.079          1.605
           Jaminan gedung                                                           42           136            181             3              3
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                                402           293          1.800         2.407          3.946
           JUMLAH ASET                                                             537         2.184          5.658         4.543          6.741



                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                                 31/12/25      31/12/24       31/12/23      31/12/22      31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang lain-lain pihak ketiga                                            400             -              -              -              -
           Utang lain-lain pihak berelasi                                            -             -              -          1.000              -
           Utang pajak                                                               8             3             14             12              1
           Pendapatan diterima di muka                                               -            25              -              -              -
           Beban akrual                                                             32           128             81             14             27
           Bagian liabilitas sewa jangka panjang yang akan jatuh tempo
             dalam waktu satu tahun                                                 85                -         363           108            414
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                         525           155            458          1.134           442
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas sewa jangka panjang - setelah dikurangi bagian
             yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun                                 -             -             66              -           215
           Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                                 319           240            176             87            65
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                        319           240            242             87           280
           JUMLAH LIABILITAS                                                       844           395            700          1.221           722
           EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
           Modal saham                                                           15.000        15.000         15.000        10.000        10.000
           Saldo defisit                                                        (15.307)      (13.212)       (10.042)       (6.679)       (3.981)
           JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                                       (307)       1.788          4.958          3.321          6.019
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
            (DEFISIENSI MODAL)                                                     537         2.184          5.658          4.543          6.741




                                                                   52
Page 54
III.B.2.   Aset

           Jumlah aset SFUD pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
           dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 0,54 miliar, Rp 2,18 miliar,
           Rp 5,66 miliar, Rp 4,54 miliar, dan Rp 6,74 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset SFUD mengalami penurunan
           sebesar Rp 1,65 miliar atau setara dengan 75,40% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan kas dan bank sebesar Rp 1,78 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset SFUD mengalami penurunan
           sebesar Rp 3,48 miliar atau setara dengan 61,41% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan kas dan bank serta aset tetap – bersih masing-masing sebesar
           Rp 1,97 miliar dan Rp 1,00 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset SFUD mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1,12 miliar atau setara dengan 24,56% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan kas dan bank sebesar Rp 3,32 miliar yang disertai dengan penurunan
           investasi jangka pendek dan aset takberwujud – bersih masing-masing sebesar
           Rp 1,65 miliar dan Rp 0,53 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset SFUD mengalami penurunan
           sebesar Rp 2,20 miliar atau setara dengan 32,61% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan investasi jangka pendek dan aset tetap – bersih masing-masing
           sebesar Rp 0,84 miliar dan Rp 1,01 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas SFUD pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 0,84 miliar, Rp 0,40 miliar,
           Rp 0,70 miliar, Rp 1,22 miliar, dan Rp 0,72 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas SFUD mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,45 miliar atau setara dengan 113,63% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 0,40 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas SFUD mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,31 miliar atau setara dengan 43,54% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh penurunan liabilitas sewa sebesar Rp 0,43 miliar yang disertai dengan
           kenaikan beban akrual dan liabilitas imbalan kerja jangka panjang masing-
           masing sebesar Rp 0,05 miliar dan Rp 0,06 miliar.




                                          53
Page 55
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas SFUD mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,52 miliar atau setara dengan 42,68% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh penurunan utang lain-lain pihak berelasi sebesar Rp 1,00 miliar yang
           disertai dengan kenaikan liabilitas sewa dan liabilitas imbalan kerja jangka
           panjang masing-masing sebesar Rp 0,32 miliar dan Rp 0,09 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas SFUD mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,50 miliar atau setara dengan 69,16% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan utang lain-lain pihak berelasi sebesar Rp 1,00 miliar yang disertai
           dengan penurunan liabilitas sewa sebesar Rp 0,52 miliar.

III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah defisiensi modal SFUD pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
           Rp 0,31 miliar. Jumlah ekuitas SFUD pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 1,79 miliar,
           Rp 4,96 miliar, Rp 3,32 miliar, dan Rp 6,02 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah defisiensi modal SFUD mengalami
           kenaikan sebesar Rp 2,10 miliar atau setara dengan 117,18% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SFUD sebesar
           Rp 2,07 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas SFUD mengalami penurunan
           sebesar Rp 3,17 miliar atau setara dengan 63,93% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SFUD sebesar Rp 3,15 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas SFUD mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1,64 miliar atau setara dengan 49,28% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan modal saham sebesar Rp 5,00 miliar yang disertai dengan rugi tahun
           berjalan yang dibukukan oleh SFUD sebesar Rp 3,35 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SFUD mengalami penurunan
           sebesar Rp 2,70 miliar atau setara dengan 44,81% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SFUD sebesar Rp 2,63 miliar.




                                           54
Page 56
III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                             31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

           Pendapatan usaha                                                     95            445                 -              -              -
           Beban pokok pendapatan                                                -              -                 -              -              -
           Laba kotor                                                            95            445              -              -              -
           Beban umum dan administrasi                                       (2.168)        (3.765)        (3.603)        (3.348)        (2.884)
           Rugi usaha                                                        (2.073)        (3.320)        (3.603)        (3.348)        (2.884)
           Penghasilan bunga                                                     14            103             34              4             13
           Penghasilan sewa                                                       -             46            397              -              -
           Beban bunga dan keuangan lainnya                                     (14)           (13)           (32)           (26)           (51)
           Keuntungan (kerugian) realisasi atas penurunan nilai wajar
            investasi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi                -              -        (149)           327            223
           Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas penurunan
            nilai wajar investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
            laba rugi                                                             -                -            -           330           (484)
           Penghasilan (beban) lain-lain - bersih                                (0)               3           (0)           83              7
           Rugi sebelum pajak                                                (2.073)        (3.181)        (3.352)        (2.630)        (3.175)
           Manfaat pajak                                                          4             28              2              -              -
           Rugi tahun berjalan                                               (2.069)        (3.153)        (3.350)        (2.630)        (3.175)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                 (27)           (17)           (13)           (67)            16
           Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                           (2.096)        (3.170)        (3.363)        (2.697)        (3.159)




III.B.6    Pendapatan Usaha

           Pendapatan Usaha SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebesar Rp 0,10 miliar dan
           Rp 0,45 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, dan 2021, SFUD belum membukukan pendapatan
           usaha.

           Pendapatan usaha SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 0,35 miliar atau setara
           dengan 78,65% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

III.B.7.   RugiTahun Berjalan

           Rugi tahun berjalan SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
           Rp 2,07 miliar, Rp 3,15 miliar, Rp 3,35 miliar, Rp 2,63 miliar, dan Rp 3,18 miliar.

           Rugi tahun berjalan SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 1,08 miliar atau setara
           dengan 34,38% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Rugi tahun berjalan SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 0,20 miliar atau setara
           dengan 5,89% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.




                                                                 55
Page 57
           Rugi tahun berjalan SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,72 miliar atau setara
           dengan 27,38% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi tahun berjalan SFUD untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 0,55 miliar atau setara
           dengan 17,17% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

III.B.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                       31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                                     70           470             -             -              -
           Pembayaran kepada pemasok dan lainnya                     (1.990)       (2.272)       (1.406)       (1.501)        (1.738)
           Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Operasi              (1.920)       (1.802)       (1.406)       (1.501)        (1.738)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penghasilan bunga                                             9            98            22              -              -
           Perolehan aset tetap                                       (202)            -           (10)           (16)          (519)
           Pencairan (penempatan) jaminan gedung                        95            44          (178)             -             (3)
           Penjualan investasi jangka pendek                             -             -         1.502          2.821          2.635
           Perolehan investasi jangka pendek                             -             -             -         (1.320)        (5.390)
           Penurunan piutang lain-lain                                   -             -             -              -          5.340
           Kas Bersih Diperoleh dari (digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                         (98)         143         1.337         1.484          2.063
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain                     400             -         (1.000)       1.000              -
           Pembayaran atas liabilitas sewa                            (137)         (299)          (529)        (521)          (309)
           Pembayaran atas bunga liabilitas sewa                       (11)           (9)           (23)         (17)           (18)
           Penerimaan dari penerbitan modal saham                        -             -          5.000            -              -
           Kas Bersih Diperoleh dari (digunakan untuk)
             Aktivitas Pendanaan                                       253          (308)        3.448           462           (327)
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                               (1.766)       (1.967)       3.379           445              (2)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                        1.825         3.792           475            31             33
           Perubahan pada dana yang dibatasi pencairannya                -             -           (63)            -              -
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                          59         1.825         3.792           475             31




           Arus Kas Untuk Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFUD untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
           masing-masing adalah sebesar Rp 1,92 miliar, Rp 1,80 miliar, Rp 1,41 miliar,
           Rp 1,50 miliar, dan Rp 1,74 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFUD untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 1,92 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya sebesar Rp 1,99 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFUD untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 1,80 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya sebesar Rp 2,27 miliar
           yang disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 0,47 miliar.




                                                            56
Page 58
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFUD untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 1,41 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFUD untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,50 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SFUD untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,74 miliar yang
seluruhnya berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SFUD untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 0,10 miliar. Arus
kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFUD untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 0,14 miliar, Rp 1,34 miliar, Rp 1,48 miliar,
dan Rp 2,06 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SFUD untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 0,10 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 0,20 miliar yang disertai dengan
pencairan jaminan gedung sebesar Rp 0,10 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFUD untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,14 miliar terutama
berasal dari penghasilan bunga sebesar Rp 0,98 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFUD untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 1,34 miliar terutama
berasal dari penjualan investasi jangka pendek sebesar Rp 1,50 miliar yang
disertai dengan penempatan jaminan gedung sebesar Rp 0,18 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFUD untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,48 miliar terutama
berasal dari penjualan investasi jangka pendek sebesar Rp 2,82 miliar yang
disertai dengan perolehan investasi jangka pendek sebesar Rp 1,32 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi SFUD untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 2,06 miliar terutama
berasal dari penjualan investasi jangka pendek dan penurunan piutang lain-lain
masing-masing sebesar Rp 2,64 miliar dan Rp 5,34 miliar yang disertai dengan
perolehan investasi jangka pendek sebesar Rp 5,39 miliar.




                               57
Page 59
           Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SFUD untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2023, dan 2022 masing-
           masing adalah sebesar Rp 0,25 miliar, Rp 3,45 miliar, dan Rp 0,46 miliar. Arus
           kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SFUD untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2021 masing-masing
           adalah sebesar Rp 0,31 miliar dan Rp 0,33 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SFUD untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 0,25 miliar terutama
           berasal dari penerimaan utang lain-lain sebesar Rp 0,40 miliar yang disertai
           dengan pembayaran atas liabilitas sewa sebesar Rp 0,14 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SFUD untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,31 miliar terutama
           berasal dari pembayaran atas liabilitas sewa sebesar Rp 0,30 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SFUD untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 3,45 miliar
           terutama berasal dari penerimaan dari penerbitan modal saham sebesar Rp 5,00
           miliar yang disertai dengan pembayaran utang lain-lain dan pembayaran atas
           liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 1,00 miliar dan Rp 0,53 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SFUD untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,46 miliar terutama
           berasal dari penerimaan utang lain-lain sebesar Rp 1,00 miliar yang disertai
           dengan pembayaran atas liabilitas sewa sebesar Rp 0,52 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SFUD untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,33 miliar
           terutama berasal dari pembayaran atas liabilitas sewa sebesar Rp 0,31 miliar.

III.B.9.   Rasio-rasio Keuangan


                                   Keterangan            31/12/25      31/12/24     31/12/23    31/12/22    31/12/21

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                             0,26         12,16         8,42        1,88        6,32
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                              0,18         0,20          N/A         N/A         N/A
           Ekuitas terhadap jumlah aset                       (0,57)        0,82         0,88        0,73        0,89
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset              1,57         0,18         0,12        0,27        0,11
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 (2,75)        0,22         0,14        0,37        0,12
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                100,00%       100,00%         N/A         N/A         N/A
           Marjin rugi usaha                              -2182,19%      -746,12%         N/A         N/A         N/A
           Marjin rugi bersih                             -2177,69%      -708,51%         N/A         N/A         N/A
           Rugi usaha terhadap jumlah aset                 -385,97%      -152,05%         N/A         N/A         N/A
           Imbal hasil aset                                -385,18%      -144,38%         N/A         N/A         N/A
           Rugi usaha terhadap ekuitas                          N/A      -185,65%         N/A         N/A         N/A
           Imbal hasil ekuitas                                  N/A      -176,29%         N/A         N/A         N/A




                                                    58
Page 60
III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SFUD dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SFUD. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2025 dan 2024, rasio perputaran jumlah aset masing-masing
            adalah 0,18; dan 0,20.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SFUD
            terhadap jumlah aset SFUD. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
            2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,82;
            0,88; 0,73; dan 0,89.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan SFUD untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
            antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 1,57; 0,18; 0,12;
            0,27; dan 0,11, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing
            adalah 0,22; 0,14; 0,37; dan 0,12.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SFUD dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan              SFUD    dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.

III.C.      Analisis atas Kinerja Historis MPM

            Laporan keuangan MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2025 telah diaudit oleh KAP MSI dengan pendapat wajar tanpa
            modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan MPM untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 telah
            diaudit oleh KAP MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa
            modifikasian. Laporan keuangan MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2021 telah diaudit oleh KAP MSI dengan pendapat wajar tanpa
            modifikasian dengan penekanan suatu hal.




                                           59
Page 61
           Ikhtisar data keuangan penting MPM adalah sebagai berikut:

III.C.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                            31/12/25      31/12/24       31/12/23      31/12/22      31/12/21

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                               4.021         5.632          3.131         2.336          1.283
           Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya                       63            63              -             -              -
           Investasi jangka pendek                                          2.326             -          4.326             -              -
           Piutang lain-lain
             Pihak berelasi                                                    17            74              -             2              -
             Pihak ketiga                                                     311            88             56            41             97
           Biaya dibayar di muka dan uang muka                                185           182              5             9             18
           Pajak dibayar di muka                                              357           252            121             -              -
           Jaminan operasional                                                 39            42             47            88            127
           Jumlah Aset Lancar                                               7.319         6.332          7.687         2.476          1.525
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                                                 -             4             12             -              -
           Aset tetap - bersih                                                313           276            506         1.116          1.881
           Aset takberwujud - bersih                                            -           156            798         1.455          2.612
           Jaminan                                                            194           293            255           255            255
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                           507           729          1.571         2.825          4.748
           JUMLAH ASET                                                      7.826         7.061          9.258         5.301          6.272



                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                            31/12/25      31/12/24       31/12/23      31/12/22      31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Dana pelanggan
             Pihak berelasi                                                     -             -              -             -            239
             Pihak ketiga                                                     472           370            277           216            211
           Utang lain-lain
             Pihak berelasi                                                    83             -              -             -            500
             Pihak ketiga                                                      24             0              9             6          3.507
           Utang pajak                                                          6            23              7             7             15
           Beban akrual                                                        95           140             59            28             38
           Bagian liabilitas sewa jangka panjang yang akan jatuh
             tempo dalam waktu satu tahun                                      89                -         216           299            280
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    770           533            569           557          4.790
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas sewa jangka panjang - setelah dikurangi bagian
             yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun                            -             -              -           237            536
           Liabilitas pajak tangguhan                                           1             -              -             -              -
           Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                             21            16             12            68            161
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    22            16             12           305            697
           JUMLAH LIABILITAS                                                  792           549            581           861          5.487
           EKUITAS
           Modal saham                                                      45.042        40.042         36.042        26.042        16.042
           Defisit                                                         (38.008)      (33.530)       (27.364)      (21.602)      (15.256)
           JUMLAH EKUITAS                                                   7.033         6.512          8.677         4.440            785
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    7.826         7.061          9.258         5.301          6.272




                                                                   60
Page 62
III.C.2.   Aset

           Jumlah aset MPM pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
           dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 7,83 miliar, Rp 7,06 miliar,
           Rp 9,26 miliar, Rp 5,30 miliar, dan Rp 6,27 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset MPM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,77 miliar atau setara dengan 10,83% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan investasi jangka pendek sebesar Rp 2,33 miliar yang disertai dengan
           penurunan kas dan setara kas sebesar Rp 1,61 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset MPM mengalami penurunan
           sebesar Rp 2,20 miliar atau setara dengan 23,73% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan investasi jangka pendek sebesar Rp 4,33 miliar yang disertai dengan
           kenaikan kas dan setara kas sebesar Rp 2,50 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset MPM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 3,96 miliar atau setara dengan 74,64% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan kas dan setara kas serta investasi jangka pendek masing-masing
           sebesar Rp 0,80 miliar dan Rp 4,33 miliar yang disertai dengan penurunan aset
           tetap – bersih dan aset takberwujud – bersih masing-masing sebesar
           Rp 0,61 miliar dan Rp 0,66 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset MPM mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,97 miliar atau setara dengan 15,48% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan aset tetap – bersih dan aset takberwujud – bersih masing-masing
           sebesar Rp 0,77 miliar dan Rp 1,16 miliar yang disertai dengan kenaikan kas
           dan setara kas sebesar Rp 1,05 miliar.

III.C.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas MPM pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 0,79 miliar,
           Rp 0,55 miliar, Rp 0,58 miliar, Rp 0,86 miliar, dan Rp 5,49 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas MPM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,24 miliar atau setara dengan 44,34% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan dana pelanggan pihak ketiga, utang lain-lain – pihak berelasi, dan
           liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 0,10 miliar, Rp 0,08 miliar, dan Rp
           0,09 miliar.




                                           61
Page 63
           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas MPM mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,03 miliar atau setara dengan 5,46% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh penurunan liabilitas sewa sebesar Rp 0,22 miliar yang disertai dengan
           kenaikan dana pelanggan pihak ketiga dan beban akrual masing-masing
           sebesar Rp 0,09 miliar dan Rp 0,08 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas MPM mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,28 miliar atau setara dengan 32,58% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh penurunan liabilitas sewa sebesar Rp 0,32 miliar yang disertai dengan
           kenaikan dana pelanggan pihak ketiga sebesar Rp 0,06 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas MPM mengalami penurunan
           sebesar Rp 4,63 miliar atau setara dengan 84,30% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh penurunan utang lain-lain – pihak berelasi dan utang lain-lain – pihak ketiga
           masing-masing sebesar Rp 0,50 miliar dan Rp 3,50 miliar.

III.C.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas MPM pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 7,03 miliar, Rp 6,51 miliar,
           Rp 8,68 miliar, Rp 4,44 miliar, dan Rp 0,79 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas MPM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,52 miliar atau setara dengan 8,01% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan modal saham sebesar Rp 5,00 miliar yang disertai dengan rugi tahun
           berjalan yang dibukukan oleh MPM sebesar Rp 4,48 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas MPM mengalami penurunan
           sebesar Rp 2,17 miliar atau setara dengan 24,95% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh MPM sebesar Rp 6,17 miliar yang
           disertai dengan kenaikan modal saham sebesar Rp 4,00 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas MPM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 4,24 miliar atau setara dengan 95,44% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan modal saham sebesar Rp 10,00 miliar yang disertai dengan rugi tahun
           berjalan yang dibukukan oleh MPM sebesar Rp 5,81 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas MPM mengalami kenaikan
           sebesar Rp 3,65 miliar atau setara dengan 465,30% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan modal saham sebesar Rp 10,00 miliar yang disertai
           dengan rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh MPM sebesar Rp 6,5 miliar.




                                            62
Page 64
III.C.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                             31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22       31/12/21

           Pendapatan usaha                                                     338           279           407            23                 9
           Beban pokok pendapatan                                                82           154           327             -                 -
           Laba kotor                                                            256           125            80            23              9
           Beban umum dan administrasi                                        (5.142)       (5.775)       (5.763)       (6.438)        (5.735)
           Rugi usaha                                                         (4.886)       (5.650)       (5.683)       (6.415)        (5.726)
           Keuntungan yang belum direalisasi atas kenaikan nilai wajar
             investasi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi           326             -          (153)               -              -
           Penghasilan bunga dan bagi hasil                                     111            35            19                9              6
           Penghasilan dividen                                                    -            24             -                -              -
           Kerugian realisasi atas penurunan nilai wajar investasi yang
             diukur pada nilai wajar melalui laba rugi                             -         (503)           (22)            -              -
           Beban bunga dan keuangan lainnya                                      (32)         (41)           (55)          (72)           (76)
           Lain-lain - bersih                                                      2          (26)            59            67              0
           Rugi sebelum pajak                                                 (4.480)       (6.161)       (5.835)       (6.411)        (5.797)
           Manfaat (beban) pajak                                                  (4)           (7)           25             -              -
           Rugi tahun berjalan                                                (4.483)       (6.168)       (5.810)       (6.411)        (5.797)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                    5             3            47            65            (12)
           Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                            (4.479)       (6.165)       (5.763)       (6.346)        (5.809)




III.C.6    Pendapatan Usaha

           Pendapatan usaha MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
           Rp 0,34 miliar, Rp 0,28 miliar, Rp 0,41 miliar, Rp 0,02 miliar, dan Rp 0,01 miliar.

           Pendapatan usaha MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,06 miliar atau setara
           dengan 21,15% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Pendapatan usaha MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 0,13 miliar atau setara
           dengan 31,42% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Pendapatan usaha MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,38 miliar dibandingkan
           dengan pendapatan usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022.

           Pendapatan usaha MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,01 miliar atau setara
           dengan 164,27% dibandingkan dengan pendapatan usaha untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                                                    63
Page 65
III.C.7.   Rugi Tahun Berjalan

           Rugi tahun berjalan MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
           Rp 4,48 miliar, Rp 6,17 miliar, Rp 5,81 miliar, Rp 6,41 miliar, dan Rp 5,80 miliar.

           Rugi tahun berjalan MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 1,69 miliar atau setara
           dengan 27,32% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Rugi tahun berjalan MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,36 miliar atau setara
           dengan 6,17% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Rugi tahun berjalan MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 0,60 miliar atau setara
           dengan 9,38% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi tahun berjalan MPM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,61 miliar atau setara
           dengan 10,60% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

III.C.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                    31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                                   338           279           407            23              9
           Pembayaran kepada pemasok dan lainnya                    (1.804)       (2.123)       (2.007)       (1.938)          (386)
           Pembayaran kepada karyawan                               (3.119)       (3.075)       (2.737)       (2.641)        (2.586)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi             (4.585)       (4.920)       (4.337)       (4.556)        (2.963)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penurunan (kenaikan) jaminan                                 99          (38)             -             -          (150)
           Penerimaan bunga dan bagi hasil                              90           22              0             -             -
           Hasil dari penjualan aset tetap                               4            0              3             -             -
           Penerimaan dividen                                            -           24              -             -             -
           Hasil dari penjualan investasi jangka pendek                  -        4.158          2.470             -             -
           Perolehan aset tetap                                        (65)        (187)           (73)          (64)         (311)
           Perolehan investasi jangka pendek                        (2.000)        (336)        (6.970)            -             -
           Penurunan piutang lain-lain                                   -            -              -             -           985
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                     (1.871)       3.643         (4.571)          (64)          524
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan dari penerbitan modal saham                   5.000         4.000        10.000        10.000              -
           Pembayaran atas bunga liabilitas sewa                      (11)           (7)          (25)          (47)           (65)
           Pembayaran atas liabilitas sewa                           (143)         (216)         (272)         (280)          (262)
           Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain                      -             -             -        (4.000)         4.000
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan            4.846         3.777         9.703         5.673          3.673
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                              (1.611)       2.501           795         1.053          1.234
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                       5.632         3.131         2.336         1.283             49
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                      4.021         5.632         3.131         2.336          1.283




                                                           64
Page 66
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing          adalah         sebesar        Rp         4,59  miliar,
Rp 4,92 miliar, Rp 4,34 miliar, Rp 4,56 miliar, dan Rp 2,96 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 4,59 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya serta pembayaran
kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 1,80 miliar dan Rp 3,12 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 4,92 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya serta pembayaran
kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 2,12 miliar dan Rp 3,08 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 4,34 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya serta pembayaran
kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 2,01 miliar dan Rp 2,74 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 4,56 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya serta pembayaran
kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 1,94 miliar dan Rp 2,64 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 2,96 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya serta pembayaran
kepada karyawan masing-masing sebesar Rp 0,39 miliar dan Rp 2,59 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2023, dan 2022
masing-masing adalah sebesar Rp 1,87 miliar, Rp 4,57 miliar, dan Rp 0,06 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2021 masing-masing
adalah sebesar Rp 3,64 miliar dan Rp 0,52 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 1,87 miliar terutama
berasal dari perolehan investasi jangka pendek sebesar Rp 2,00 miliar yang
disertai dengan penurunan jaminan serta penerimaan bunga dan bagi hasil
masing-masing sebesar Rp 0,10 miliar dan Rp 0,09 miliar.




                                65
Page 67
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 3,64 miliar terutama
berasal dari hasil dari penjualan investasi jangka pendek sebesar Rp 4,16 miliar
yang disertai dengan perolehan aset tetap dan perolehan investasi jangka
pendek masing-masing sebesar Rp 0,19 miliar dan Rp 0,34 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 4,57 miliar terutama
berasal dari perolehan investasi jangka pendek sebesar Rp 6,97 miliar yang
disertai dengan hasil dari penjualan investasi jangka pendek sebesar
Rp 2,47 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,06 miliar yang
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,52 miliar terutama
berasal dari penurunan piutang lain-lain sebesar Rp 0,99 miliar yang disertai
dengan perolehan aset tetap sebesar Rp 0,31 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 4,85 miliar, Rp 3,78 miliar, Rp 9,70 miliar,
Rp 5,67 miliar, dan Rp 3,67 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 4,85 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari penerbitan modal saham sebesar Rp 5,00 miliar
yang disertai dengan pembayaran atas liabilitas sewa sebesar Rp 0,14 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 3,78 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari penerbitan modal saham sebesar Rp 4,00 miliar
yang disertai dengan pembayaran atas liabilitas sewa sebesar Rp 0,22 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 9,70 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari penerbitan modal saham sebesar Rp 10,00 miliar
yang disertai dengan pembayaran atas liabilitas sewa sebesar Rp 0,27 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MPM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 5,67 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari penerbitan modal saham sebesar Rp 10,00 miliar
yang disertai dengan pembayaran atas liabilitas sewa dan pembayaran utang
lain-lain masing-masing sebesar Rp 0,28 miliar dan Rp 4,00 miliar.




                                66
Page 68
            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MPM untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 3,67 miliar terutama
            berasal dari penerimaan utang lain-lain sebesar Rp 4,00 miliar yang disertai
            dengan pembayaran atas liabilitas sewa sebesar Rp 0,26 miliar.

III.C.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             9,50        11,88        13,51         4,45         0,32
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             0,04         0,04         0,04         0,00         0,00
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,90         0,92         0,94         0,84         0,13
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,10         0,08         0,06         0,16         0,87
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,11         0,08         0,07         0,19         6,99
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                 75,73%       44,74%       19,61%      100,00%      100,00%
            Marjin rugi usaha                              -1444,94%    -2024,23%    -1396,40%   -27903,48%   -65823,23%
            Marjin rugi bersih                             -1325,69%    -2209,92%    -1427,46%   -27885,58%   -66631,31%
            Rugi usaha terhadap jumlah aset                  -62,44%      -80,02%      -61,39%     -121,01%      -91,30%
            Imbal hasil aset                                 -57,29%      -87,36%      -62,75%     -120,93%      -92,42%
            Rugi usaha terhadap ekuitas                      -69,47%      -86,77%      -65,50%     -144,49%     -729,11%
            Imbal hasil ekuitas                              -63,74%      -94,73%      -66,95%     -144,40%     -738,06%




III.C.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan MPM dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi MPM. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio perputaran jumlah aset
            masing-masing adalah 0,04; 0,04; 0,04; 0,00; dan 0,00.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas MPM
            terhadap jumlah aset MPM. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
            2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
            0,90; 0,92; 0,94; 0,84; dan 0,13.

III.C.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan MPM untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,10; 0,08; 0,06;
            0,16; dan 0,87, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-
            masing adalah 0,11; 0,08; 0,07; 0,19; dan 6,99.




                                                     67
Page 69
III.C.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan MPM dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan MPM dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.

III.D.      Analisis atas Laporan Proforma

            Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
            dan Setelah Rencana Transaksi.

            Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
            keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
            yang telah direviu oleh KAP MSI.

            Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2025:

                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                        Setelah
                                   Keterangan                          31/12/25      Penyesuaian      Rencana
                                                                                                      Transaksi
            ASET
            Kas dan setara kas                                              42.279         49.636            91.915
            Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                  30.563            (63)           30.500
            Portofolio efek - bersih                                        44.680         (2.326)           42.354
            Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga        64.086              -            64.086
            Piutang lain-lain - pihak ketiga                                 3.048           (328)            2.721
            Uang muka dan biaya dibayar di muka                                471           (185)              286
            Pajak dibayar di muka                                              545           (357)              188
            Penyertaan saham                                                 9.865              -             9.865
            Aset pajak tangguhan                                             6.658              1             6.660
            Aset tetap - bersih                                              2.668           (313)            2.355
            Aset takberwujud - bersih                                          712              -               712
            Aset lain-lain                                                   3.403           (234)            3.169
            JUMLAH ASET                                                    208.979         45.833           254.811




                                                           68
Page 70
                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                  Setelah
                        Keterangan                              31/12/25       Penyesuaian       Rencana
                                                                                                 Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak ketiga                                              395                  -            395
Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga               62.606                  -         62.606
Utang lain-lain
  Pihak ketiga                                                          981            (579)              402
Utang pajak                                                             132              (6)              126
Beban akrual                                                            534             (95)              439
Pendapatan diterima di muka                                             104                               104
Liabilitas sewa                                                         852             (89)              763
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                               5.052             (21)            5.031
JUMLAH LIABILITAS                                                    70.657            (791)           69.866
EKUITAS
Modal saham                                                         135.993               -           135.993
Tambahan modal disetor                                               55.374           1.854            57.228
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                         8.027            (287)            7.740
Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
  kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
  wajar melalui komprehensif lain                                    (9.771)              -            (9.771)
Investasi dalam instrumen ekuitas                                     7.365               -             7.365
Saldo laba                                                          (87.474)         22.376           (65.098)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                             109.514          23.943           133.457
Kepentingan non-pengendali                                           28.808          22.681            51.489
JUMLAH EKUITAS                                                      138.322          46.624           184.946
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       208.979          45.833           254.811



                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                  Setelah
                        Keterangan                              31/12/25       Penyesuaian       Rencana
                                                                                                 Transaksi
Pendapatan usaha                                                      6.815                  -          6.815
Beban pokok pendapatan                                                  795                  -            795
Laba kotor                                                            6.020                  -          6.020
Beban usaha                                                         (33.393)                 -        (33.393)
Rugi usaha                                                          (27.373)              -           (27.373)
Penghasilan lainnya                                                  15.630          44.815            60.445
Beban lainnya                                                        (3.129)              -            (3.129)
Beban bunga dan keuangan lainnya                                       (393)              -              (393)
Laba (rugi) sebelum pajak                                           (15.264)         44.815            29.550
Beban pajak                                                            (408)              -              (408)
Laba (rugi) tahun berjalan                                          (15.672)         44.815            29.142
Rugi komprehensif lain                                               (4.686)              -            (4.686)
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                      (20.358)         44.815            24.457
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                             (12.036)         22.362            10.326
  Kepentingan non-pengendali                                         (3.636)         22.452            18.816




                                                 69
Page 71
Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan informasi proforma
laporan keuangan konsolidasian Perseroan adalah sebagai berikut:

a. Rencana Transaksi diasumsikan terjadi pada tanggal 31 Desember 2025.

b. Seluruh syarat-syarat pendahuluan telah terpenuhi.

c. Rencana Pinjaman dan Rencana Gadai Saham yang diterima DPI dari TMB
   telah memenuhi seluruh syarat-syarat pendahuluan.

   •     Tidak terdapat perubahan kepemilikan Perseroan dalam DPI
         sehubungan dengan penerimaan Uang Pinjaman dari TMB. Kepemilikan
         Perseroan dalam DPI sebelum dan setelah Rencana Pinjaman dari TMB
         adalah tetap 51,95%.

   •     Berdasarkan Akta No. 21 tanggal 17 April 2026 yang dibuat oleh
         Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., di mana Pemegang Saham MPM telah
         mengalihkan masing-masing sebesar 30.000.000 saham Seri A,
         22.500.000 saham Seri A, 11.250.000 saham Seri A, dan 3.750.000
         saham Seri A MPM serta 31.249.500 saham Seri B MPM kepada GIA.

   •     Setelah Rencana Pinjaman dari TMB ke DPI di atas,
         DPI mengalihkan seluruh Saham MPM – I yang dimiliki oleh DPI kepada
         TMB.

   Berikut susunan pemegang saham MPM sebelum dan setelah pengalihan
   Saham MPM – I yang masing-masing dimiliki oleh DPI kepada TMB dan
   saham Pemegang Saham MPM kepada GIA.
                                                    Sebelum Pengalihan Saham                            Setelah Pengalihan Saham
                                                                                     Pengalihan
                 Pemegang Saham                                      Persentase                                          Persentase
                                                   Jumlah Saham                        Saham           Jumlah Saham
                                                                     Kepemilikan                                         Kepemilikan
    Saham Seri A (Nilai Nominal Rp 40 per saham)
     PT Digitalisasi Perangkat Indonesia              120.000.000           0,77%     (120.000.000)                 -                -
     PT Trans Mutasi Bangsa                                     -           0,00%       120.000.000       120.000.000           0,77%
     Aswandy Wijaya                                    30.000.000           0,19%      (30.000.000)                 -                -
     Lie ah Tie                                        22.500.000           0,14%      (22.500.000)                 -                -
     Juwita                                            11.250.000           0,07%      (11.250.000)                 -                -
     Liyanti                                            3.750.000           0,02%        (3.750.000)                -                -
     PT Garudapreneur Investasi Asia                            -           0,00%        67.500.000        67.500.000           0,43%

    Saham Seri B (Nilai Nominal Rp 10 per saham)
     PT Digitalisasi Perangkat Indonesia              822.915.500           5,29%     (822.915.500)                 -                -
     PT Trans Mutasi Bangsa                                     -           0,00%       822.915.500       822.915.500           5,29%
     Aswandy Wijaya                                    31.249.500           0,20%      (31.249.500)                 -                -
     PT Garudapreneur Investasi Asia                            -           0,00%        31.249.500        31.249.500           0,20%

    Saham Seri C (Nilai Nominal Rp 2 per saham)
     PT Digitalisasi Perangkat Indonesia            14.500.000.000         93,30%   (14.500.000.000)                 -               -
     PT Trans Mutasi Bangsa                                      -          0,00%     14.500.000.000    14.500.000.000         93,30%
    Jumlah                                          15.541.665.000        100,00%                  -    15.541.665.000        100,00%




                                                     70
Page 72
   Setelah pengalihan Saham MPM – I kepada TMB, DPI mencatat transaksi
   terhadap MPM sesuai dengan PSAK 110 Laporan Keuangan Konsolidasian,
   Lampiran, B Pedoman Penerapan (PP) paragraf 25 tentang entitas induk
   kehilangan pengendalian pada entitas anak, keuntungan nilai transaksi yang
   timbul sehubungan dengan transaksi pengalihan Saham MPM – I sebesar
   Rp 44.81 miliar dicatat sebagai bagian dari akun penghasilan lainnya pada
   laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

   Berikut keuntungan nilai transaksi sehubungan dengan pengalihan saham
   MPM:

                                                            (dalam Rupiah)

                           Keterangan                        Jumlah

    Kas dan setara kas                                      4.021.265.899
    Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya              62.500.000
    Portofolio efek - bersih                                2.325.983.715
    Piutang lain-lain                                         327.784.569
    Biaya dibayar dimuka dan uang muka                        185.084.466
    Pajak dibayar dimuka                                      357.034.663
    Jaminan operasional                                         39.468.378
    Aset tetap                                                312.514.496
    Jaminan                                                   194.170.000
    Dana pelanggan pihak ketiga                             (472.357.407)
    Utang lain-lain                                         (107.007.105)
    Utang pajak                                                (6.203.968)
    Beban akrual                                              (95.269.890)
    Liabilitas sewa                                           (89.400.125)
    Liabilitas pajak tangguhan                                 (1.305.026)
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                   (20.920.431)
    Jumlah aset bersih teridentifikasi                      7.033.342.234
    Tambahan modal disetor                                  1.853.682.802
    Kepentingan nonpengendali                                 (44.688.844)
    Imbalan atas pembelian                                 53.657.100.000
    Keuntungan pengalihan investasi saham                  44.814.763.808



d. Rencana Akuisisi

   Setelah Rencana Pinjaman dari TMB ke DPI, Perseroan berencana untuk
   mengalihkan seluruh saham SFUD yang dimiliki oleh Perseroan sebanyak
   138.750 saham senilai Rp 100.000 per lembar saham atau setara dengan
   Rp 13,88 miliar kepada DPI.

   Berikut susunan pemegang saham SFUD sebelum dan setelah Rencana
   Akuisisi yang dimiliki oleh Perseroan kepada DPI:
                                          Sebelum Rencana Akuisisi                           Setelah Rencana Akuisisi
                                                                          Pengalihan
                Pemegang Saham                             Persentase                                       Persentase
                                         Jumlah Saham                        Saham         Jumlah Saham
                                                           Kepemilikan                                      Kepemilikan
   PT Surya Fajar Capital Tbk                    138.750         92,50%        (138.750)               -                -
   PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                 -              -         138.750          138.750          92,50%
   Pemegang saham lainnya                         11.250          7,50%               -           11.250           7,50%
   Jumlah                                        150.000        100,00%                -          150.000        100,00%




                                            71
Page 73
   Setelah Rencana Akuisisi, Perseroan dan DPI masing-masing mencatat
   transaksi pengendalian terhadap SFUD sesuai dengan PSAK 338 Kombinasi
   Bisnis Entitas Sepengendali paragraf 15 tentang entitas yang melepas bisnis,
   dalam pelepasan bisnis entitas sepengandali mengakui selisih antara
   imbalan yang diterima dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas di ekuitas dan
   menyajikannya dalam pos tambahan modal disetor. Selisih nilai transaksi
   dengan entitas sepengendali yang tercatat pada laporan keuangan DPI
   merupakan perbedaan antara nilai tercatat investasi pada tanggal hilangnya
   pengendalian sebesar Rp 0,28 miliar (termasuk kerugian bersih yang
   sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain sebesar
   Rp 1,94 miliar) dengan harga pengalihan saham SFUD sebesar
   Rp 13,88 miliar yaitu sebesar Rp 14,16 miliar dicatat sebagai bagian dari
   akun tambahan modal disetor pada bagian ekuitas dalam laporan posisi
   keuangan DPI.

   Berikut rekonsiliasi arus kas sehubungan dengan pelepasan SFUD:

                                                   (dalam Rupiah)

                     Keterangan                     Jumlah

   Nilai tercatat investasi dalam SFUD sebelum
     Rencana Akuisisi                              (284.180.535)
   Harga Rencana Akuisisi saham SFUD             13.875.000.000
   Selisih nilai transaksi dengan entitas
    sepengendali pada DPI                        (14.159.180.535)



e. Rencana Pemesanan Saham pada SFUD oleh DPI

   Saat ini, Perseroan memiliki 51,95% kepemilikan saham di DPI dan DPI
   memiliki 92,50% kepemilikan saham di SFUD, sehingga kepemilikan
   Perseroan di SFUD sebesar 92,50%, sedangkan 7,50% sisanya secara
   dimiliki oleh pemegang saham SFUD lainnya.

   Berdasarkan Perjanjian Pemesanan Saham, DPI sepakat untuk mengambil
   seluruh peningkatan modal SFUD. Dengan demikian, dengan asumsi bahwa
   seluruh pemegang saham SFUD (selain DPI) memilih untuk melakukan
   penambahan setoran modal pada SFUD yang dapat dibeli oleh DPI sebesar
   1,88% atau sebesar 50.000 saham.




                                            72
Page 74
     DPI diasumsikan melakukan Rencana Pemesanan Saham dari peningkatan
     modal ditempatkan dan disetor yang mewakili 1,88% dari jumlah saham
     SFUD yang beredar atau sebanyak 50.000 saham dengan harga pembelian
     Rp 100.000 per saham atau secara keseluruhan sebesar
     Rp 5,00 miliar. Setelah pembelian tambahan saham SFUD tersebut,
     kepemilikan Perseroan pada SFUD meningkat dari sebelumnya sebesar
     92,50% menjadi 94,38%. Sesuai dengan PSAK 110 Laporan Keuangan
     Konsolidasian, Lampiran, B Pedoman Penerapan (PP) paragraf 96 tentang
     Perubahan Proporsi Kepemilikan oleh Kepentingan Nonpengendali, selisih
     nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali yang timbul sehubungan
     dengan Rencana Akuisisi sebesar Rp 0,29 miliar dicatat sebagai bagian dari
     ekuitas.

     Perhitungan selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali
     sehubungan dengan transaksi Rencana Pemesanan Saham adalah sebagai
     berikut:

                                                              (dalam Rupiah)

                            Keterangan                         Jumlah

     Nilai ekuitas SFUD setelah Rencana Pemesanan
       Saham                                                   4.712.989.584
     Pembayaran kas                                          (5.000.000.000)
     Selisih transaksi dengan kepentingan
      nonpengendali                                            (287.010.416)



     Berikut susunan pemegang saham SFUD sebelum dan sesudah Rencana
     Pemesanan Saham SFUD:
                                             Sebelum Pemesanan Saham                        Setelah Pemesanan Saham
                                                                            Pengalihan
                  Pemegang Saham                             Persentase                                    Persentase
                                            Jumlah Saham                       Saham       Jumlah Saham
                                                             Kepemilikan                                   Kepemilikan
     PT Digitalisasi Perangkat Indonesia           138.750         92,50%         50.000         188.750         94,38%
     Pemegang saham lainnya                         11.250          7,50%              -          11.250          5,63%
     Jumlah                                        150.000        100,00%         50.000         200.000        100,00%




f.   Seluruh transaksi dalam konsolidasian Perseroan, baik transaksi antar
     entitas anak dengan entitas induk, maupun entitas anak dengan entitas anak
     telah dieliminasi.

g. Tidak ada transaksi lain selain Rencana Transaksi.

h. Penyesuaian proforma belum memperhitungkan dampak perpajakan dan
   biaya lain-lain yang timbul sehubungan dengan Rencana Transaksi yang
   diuraikan di atas.




                                              73
Page 75
III.E.   Analisis atas Laporan Penilaian 99,37% Saham MPM

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
         manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/260417-004 tanggal 17 April 2026 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
         atas nilai pasar 99,37% saham MPM. Hasil penilaian atas 99,37% saham MPM
         tersebut tertuang dalam laporan penilaian 99,37% saham MPM dengan
         No. 00121/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 19 Juni 2026 dengan
         ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Pinjaman dan Rencana
            Gadai Saham adalah Perseroan, DPI, MPM, dan TMB.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,37% saham MPM.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
            independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
            mata    uang    Rupiah      dan/atau    ekuivalensinya     pada    tanggal
            31 Desember 2025.

         4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

            Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
            umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
            berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.




                                        74
Page 76
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen
MPM. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
dikembangkan berdasarkan kinerja MPM pada tahun-tahun sebelumnya dan
berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar
dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MPM yang dinilai pada
saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja MPM
yang dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis MPM dan
informasi manajemen MPM terhadap proyeksi laporan keuangan MPM
tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian MPM dan
kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan,
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan
MPM atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar,
lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk
melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan MPM
bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara
material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas
penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.




                           75
Page 77
   Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
   asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
   sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu,
   kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat
   berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi
   dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
   dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
   tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
   perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
   diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
   transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
   dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
   opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
   informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional MPM.

   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
   mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
   penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum MPM
   berdasarkan anggaran dasar MPM.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode
   pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded
   company method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam
   penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak
   diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan
   aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang
   ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham yang
   dimiliki oleh MPM.




                               76
Page 78
            Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
            sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
            pihak manajemen MPM. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya
            pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang
            berbeda.

            Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
            direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

         6. Kesimpulan Penilaian

            Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
            terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
            memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
            Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 4,67 miliar.

III.F.   Analisis atas Laporan Penilaian 92,50% Saham SFUD

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
         manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/260417-004 tanggal 17 April 2026 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
         atas nilai pasar 92,50% saham SFUD. Hasil penilaian atas 92,50% saham SFUD
         tersebut tertuang dalam laporan penilaian 92,50% saham SFUD dengan
         No. 00122/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 19 Juni 2026 dengan
         ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Akuisisi dan Rencana
            Pemesanan Saham adalah Perseroan, DPI, dan SFUD.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 92,50% saham SFUD.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
            independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
            mata    uang    Rupiah      dan/atau    ekuivalensinya     pada    tanggal
            31 Desember 2025.




                                        77
Page 79
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
   umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
   berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
   didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen
   SFUD. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
   dikembangkan berdasarkan kinerja SFUD pada tahun-tahun sebelumnya
   dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
   melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar
   dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SFUD yang dinilai pada
   saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
   penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja
   SFUD yang dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
   kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis SFUD
   dan informasi manajemen SFUD terhadap proyeksi laporan keuangan SFUD
   tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SFUD dan
   kesimpulan nilai akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
   kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
   tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
   tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
   asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
   jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
   pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
   keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan,
   dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan
   SFUD atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar,
   lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk
   melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
   Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan
   SFUD bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
   informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
   menyesatkan.

   Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
   informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
   dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara
   material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas
   penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
   pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
   sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
   disalahartikan.


                              78
Page 80
   Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
   asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
   sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu,
   kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat
   berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi
   dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
   dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
   tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
   perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
   diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
   transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
   dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
   opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
   informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
   SFUD.

   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
   mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
   penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SFUD
   berdasarkan anggaran dasar SFUD.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode
   pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded
   company method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam
   penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak
   diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan
   aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang
   ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham yang
   dimiliki oleh SFUD.




                               79
Page 81
                Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
                sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
                pihak manajemen SFUD. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya
                pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang
                berbeda.

                Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
                direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

           6. Kesimpulan Penilaian

                Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
                terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
                memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
                Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 0,00.

III.G.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
           melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain
           sebagai berikut:

           •    Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                Perseroan.
           •    Biaya atau pendapatan yang relevan.
           •    Informasi non-keuangan yang relevan.
           •    Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.G.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030:

           Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan            31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

           Pendapatan usaha                                33.322        42.702        49.662        56.288         64.755
           Beban pokok pendapatan                             416           842         1.286         1.762          2.336
           Laba kotor                                      32.906        41.860        48.376        54.525         62.419
           Beban usaha                                     39.414        43.167        47.152        49.789         52.817
           Laba (rugi) usaha                                (6.508)       (1.307)       1.224         4.736          9.602
           Pendapatan lain-lain                              1.217         2.370        2.438         2.518          2.744
           Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan            (5.291)       1.063          3.662         7.254        12.346
           Pajak penghasilan                                     -            -         (2.192)       (3.436)       (4.553)
           Laba (rugi) tahun berjalan                       (5.291)       1.063         1.470         3.818          7.793




                                                   80
Page 82
Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                           31/12/26      31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

Pendapatan usaha                                               33.071        44.491       50.809       57.074         65.122
Beban pokok pendapatan                                            235           550          882        1.215          1.613
Laba kotor                                                     32.836        43.941       49.927       55.858         63.509
Beban usaha                                                    34.471        37.386       41.288       43.721         46.554
Laba (rugi) usaha                                               (1.635)       6.555        8.639       12.138         16.955
Pendapatan lain-lain                                             1.304        2.607        2.856        3.023          3.264
Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan                            (331)        9.162       11.495       15.161         20.219
Pajak penghasilan                                                   -          (306)      (2.648)      (3.915)        (5.060)
Laba (rugi) tahun berjalan                                       (331)        8.856        8.847       11.246         15.159




Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan usaha dan
laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp 246,73 miliar dan Rp 8,86 miliar.

Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan usaha dan laba tahun berjalan
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 250,57 miliar dan Rp 43,78 miliar.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

Berikut adalah proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan
sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk tahun 31 Desember 2026 – 2030

Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                           31/12/26      31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

ASET
Kas dan setara kas                                            100.446       115.472      132.658       147.681       163.063
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                 30.313        30.313       30.313        30.313        30.313
Portofolio efek - bersih                                       38.733        40.733       42.933        45.353        48.015
Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga       22.349        24.390       26.632        29.094        31.860
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                  872           983        1.094         1.205         1.316
Uang muka dan biaya dibayar di muka                               882           880          890           888           898
Pajak dibayar di muka                                             187           187          187           187           187
Penyertaan saham                                               25.235        19.815       14.395        13.975        12.920
Aset pajak tangguhan                                            6.592         6.592        6.592         6.592         6.592
Aset tetap - bersih                                               662         2.509        2.156         3.601         2.769
Aset takberwujud - bersih                                         227             3            3             3             3
Aset lain-lain                                                 10.636        10.636       10.636        10.636        10.636
JUMLAH ASET                                                   237.133       252.512      268.488       289.527       308.570




                                                       81
Page 83
                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                        Keterangan                              31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak ketiga                                         20.225        22.273        24.522        26.993         29.717
Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga             19.993        21.993        24.193        26.613         29.275
Utang lain-lain - pihak ketiga                                     58.318        67.655        76.678        82.191         88.511
Utang pajak                                                           199           220         3.033         3.828          5.311
Beban akrual                                                          342           351           360           369            378
Pendapatan diterima di muka                                            75           150           225           300            375
Liabilitas sewa                                                         0         1.181            (0)        1.238              -
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                             5.052         5.052         5.052         5.052          5.052
Liabilitas pajak tangguhan                                              1             1             1             1              1
JUMLAH LIABILITAS                                                 104.206       118.876       134.064       146.586        158.621
EKUITAS
Modal saham                                                       135.993       135.994       153.136       158.136        158.136
Tambahan modal disetor                                             78.825        80.586        80.586        80.586         80.586
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                       8.027             -             -             -              -
Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
  kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
  wajar melalui komprehensif lain                                      (28)          (28)          (28)          (28)          (28)
Investasi dalam instrumen ekuitas                                   (1.235)       (1.235)       (1.235)       (1.235)       (1.235)
Saldo laba                                                        (126.963)     (121.436)     (136.839)     (136.012)     (128.616)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                            94.620        93.881        95.621       101.448        108.844
Kepentingan non-pengendali                                         38.580        39.755        38.803        41.493         41.105
JUMLAH EKUITAS                                                    133.200       133.636       134.424       142.941        149.949
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     237.405       252.512       268.488       289.527        308.570




Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                              31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

ASET
Kas dan setara kas                                                149.332       162.815       181.035       200.570        219.217
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                     30.313        30.313        30.313        30.313         30.313
Portofolio efek - bersih                                           38.733        40.733        42.933        45.353         48.015
Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga           22.021        24.062        26.304        28.766         31.532
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                      265           376           487           598            709
Uang muka dan biaya dibayar di muka                                   297           292           298           293            299
Pajak dibayar di muka                                                 187           187           187           187            187
Penyertaan saham                                                   22.909        17.489        12.069        11.649         10.594
Aset pajak tangguhan                                                6.592         6.592         6.592         6.592          6.592
Aset tetap - bersih                                                   557         2.320         1.740         3.197          2.630
Aset takberwujud - bersih                                             227          (108)         (443)         (779)        (1.114)
Aset lain-lain                                                     10.379        10.379        10.379        10.379         10.379
JUMLAH ASET                                                       281.810       295.449       311.893       337.117        359.353




                                                          82
Page 84
                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                              31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Utang usaha - pihak ketiga                                         20.118        22.166        24.415        26.886         29.610
           Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga             19.993        21.993        24.193        26.613         29.275
           Utang lain-lain - pihak ketiga                                     51.933        53.971        56.150        58.221         60.431
           Utang pajak                                                         2.497           520         2.840         4.185          5.360
           Beban akrual                                                          306           313           320           327            334
           Pendapatan diterima di muka                                            75           150           225           300            375
           Liabilitas sewa                                                        (0)        1.057            (0)        1.108             (0)
           Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                             5.031         5.031         5.031         5.031          5.031
           Liabilitas pajak tangguhan                                              -             -             -             -              -
           JUMLAH LIABILITAS                                                  99.954       105.201       113.174       122.671        130.417
           EKUITAS
           Modal saham                                                       135.993       135.994       153.136       158.136        158.136
           Tambahan modal disetor                                             54.834        56.595        56.595        56.595         56.595
           Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                       8.027             -             -             -              -
           Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
             kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
             wajar melalui komprehensif lain                                      (28)          (28)          (28)          (28)          (28)
           Investasi dalam instrumen ekuitas                                   (1.235)       (1.235)       (1.235)       (1.235)       (1.235)
           Saldo laba                                                         (64.071)      (55.083)      (65.654)      (60.924)      (49.849)
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             Induk                                                           133.520       136.243       142.815       152.545        163.619
           Kepentingan non-pengendali                                         48.337        52.305        52.458        56.783         58.671
           JUMLAH EKUITAS                                                    181.857       188.548       195.273       209.328        222.290
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     281.810       293.749       308.447       331.999        352.707




           Berdasarkan proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030, rasio solvabiltitas (debt to
           equity/DER) Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi berkisar antara
           78,23% – 105,78% dan 54,96% – 58,67%.

           Selanjutnya, berdasarkan proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasian
           Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030, rasio profitabilitas
           (return on asset/ROA) Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
           berkisar antara 0,42% – 2,53% dan 3,00% – 4,22%. Rasio profitabilitas (return
           on equity/ROE) Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi berkisar
           antara 0,80% – 5,20% dan 4,70% – 6,82%.

III.G.2.   Biaya atau Pendapatan yang Relevan

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
           terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
           Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat
           Kewajaran.




                                                                     83
Page 85
III.G.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.G.3.a.   Produk/Jasa yang dihasilkan

             PT Surya Fajar Urun Dana

             SFUD merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha dibidang
             kegiatan Perusahaan terutama meliputi usaha di bidang penawaran efek
             berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding). Dengan demikian, produk
             yang dihasilkan oleh MPM adalah penggalangan dana berbasis teknologi.

             PT Mareco Prima Mandiri

             MPM merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha dibidang
             Penyedia Jasa Pembayaran (PJP). Dengan demikian, produk/jasa yang
             dihasilkan oleh MPM adalah sebagai berikut:

             •   Layanan pemrosesan transaksi pembayaran digital, termasuk pembayaran
                 melalui QRIS, transfer bank, dan e-wallet;
             •   Layanan manajemen transaksi dan settlement dana antara merchant, bank,
                 dan pengguna;
             •   Layanan pembelian dan pembayaran tagihan Payment Point Online Bank
                 seperti listrik, air, dan pulsa;
             •   Layanan Open Application Programming Interface untuk integrasi sistem
                 pembayaran secara fleksibel dengan berbagai mitra dan platform digital; dan
             •   Platform pencairan dana untuk kebutuhan pembayaran masal seperti payroll,
                 refund, insentif, dan payout kepada mitra.

III.G.3.b.   Pasar Geografis

             PT Surya Fajar Urun Dana

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SFUD meliputi seluruh
             wilayah Indonesia.

             PT Mareco Prima Mandiri

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis MPM meliputi seluruh
             wilayah Indonesia.




                                             84
Page 86
III.G.3.c.   Pesaing Usaha

             PT Surya Fajar Urun Dana

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SFUD adalah sebagai
             berikut:

             •   PT LBS Urun Dana;
             •   PT Urun Nusantara Sukses; dan
             •   PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia.

             PT Mareco Prima Mandiri

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha MPM adalah sebagai
             berikut:

             •   PT Midtrans;
             •   PT Ayopop Teknologi Indonesia; dan
             •   PT Indobest Artha Kreasi.

III.G.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             PT Surya Fajar Urun Dana

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
             SFUD adalah sebagai berikut:

             •   Memperluas akses ke segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah untuk
                 menjaring lebih banyak calon penerbit yang potensial dan kredibel;
             •   Meningkatkan keterkaitan antara calon penerbit dan calon pemodal agar
                 penawaran efek melalui platform dapat terserap secara lebih optimal; dan
             •   Mencari dan mengembangkan basis calon pemodal baru untuk
                 mengoptimalkan penyerapan instrumen urun dana, baik dalam bentuk
                 ekuitas maupun utang.

             PT Mareco Prima Mandiri

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan MPM
             adalah sebagai berikut:

             •   Menghadirkan inovasi berbasis teknologi lanjutan seperti artificial intelligence
                 untuk fraud detection, data analytics untuk personalisasi layanan, serta
                 otomatisasi proses bisnis;
             •   Melakukan peningkatan infrastruktur teknologi, termasuk migrasi server,
                 peningkatan skalabilitas sistem, serta penguatan monitoring dan reliability;
                 dan
             •   Meningkatkan kapabilitas keamanan sistem sesuai dengan standar regulasi
                 untuk meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas platform.



                                              85
Page 87
III.G.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui proses
             yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Rencana Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama
             dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
             Rencana Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal,
             sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian,
             manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan
             dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif
             lain.




                                           86
Page 88
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan PP dan PGS, DPI merencanakan untuk memperoleh pinjaman
         sebesar Rp 53,66 miliar dari TMB, pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan
         Perseroan, di mana mekanisme pelunasan atas Rp 53,66 miliar adalah harus
         dan wajib dilakukan hanya melalui pengalihan atas Saham MPM – I kepada
         TMB selambat-lambatnya sembilan puluh hari sejak penandatanganan PP
         atau tanggal diperolehnya persetujuan dari Bank Indonesia atas
         pengambilalihan MPM oleh TMB serta DPI merencanakan untuk
         menggadaikan Saham MPM – I kepada TMB sehubungan dengan Rencana
         Pinjaman dan Rencana Gadai Saham. Selanjutnya, berdasarkan penilaian
         yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 99,36% saham MPM sebagaimana
         termuat dalam laporannya No. 00121/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026
         tanggal 19 Juni 2026, nilai pasar 99,36% saham MPM adalah sebesar
         Rp 4,76 miliar.

         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 53,66 miliar adalah lebih tinggi
         dari nilai pasar 99,36% saham MPM sebesar Rp 4,76 miliar, sehingga
         Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
         sebesar 1.026,57% tersebut tidak sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
         mana melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,36% saham MPM sebesar
         Rp 4,76 miliar.

      2. Berdasarkan Perjanjian Pembelian, DPI setuju untuk membeli saham biasa
         yang dimiliki oleh Perseroan sejumlah 138.750 saham atau setara dengan
         92,50% saham SFUD dari Perseroan dengan nilai transaksi sebesar
         Rp 13,88 miliar yang akan dibayarkan DPI kepada Perseroan paling lambat
         pada tanggal 31 Desember 2026 atau tanggal lain sebagaimana disepakati
         oleh para pihak sehubungan dengan Rencana Akuisisi. Selanjutnya,
         berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 92,50%
         saham       SFUD       sebagaimana     termuat     dalam     laporannya
         No. 00122/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 19 Juni 2026, nilai pasar
         92,50% saham SFUD adalah sebesar Rp 0,00.

         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 13,88 miliar adalah lebih tinggi
         dari nilai pasar 92,50% saham SFUD sebesar Rp 0,00, sehingga Perseroan
         berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi tersebut tidak
         sesuai dengan POJK 35/2020, persentase mana melebihi 7,50% dari nilai
         pasar 92,50% saham SFUD sebesar Rp 0,00.




                                     87
Page 89
3. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 92,50%
   saham      SFUD      sebagaimana      termuat     dalam      laporannya
   No. 00122/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 19 Juni 2026, nilai pasar
   92,50% saham SFUD adalah sebesar Rp 0,00. Dengan demikian, nilai pasar
   100,00 saham SFUD adalah Rp 0,00.

   Setelah Rencana Akuisisi menjadi efektif, DPI merencanakan untuk
   melakukan Rencana Pemesanan Saham, sehingga susunan pemegang
   saham SFUD adalah sebagai berikut:
                                                                                   (Dalam Rupiah)                                     (Dalam Rupiah)
                                                              SEBELUM PEMESANAN SAHAM                             SETELAH PEMESANAN SAHAM
                       Pemegang Saham                                    Persentase                                         Persentase
                                                       Jumlah Saham                      Jumlah Modal       Jumlah Saham                   Jumlah Modal
                                                                         Kepemilikan                                        Kepemilikan
    PT Digitalisasi Perangkat Indonesia                       138.750           92,50%     13.875.000.000         138.750         69,38%    13.875.000.000
    PT Digitalisasi Perangkat Indonesia - saham baru                -            0,00%                  -          50.000         25,00%     5.000.000.000
    Darius Sutanto                                              7.500            5,00%        750.000.000           7.500          3,75%       750.000.000
    Hary Herdiyanto                                             3.750            2,50%        375.000.000           3.750          1,88%       375.000.000
    Jumlah                                                    150.000          100,00%     15.000.000.000         200.000        100,00%    20.000.000.000




   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 5,00 miliar adalah lebih tinggi
   dari nilai pasar 100,00% saham SFUD sebesar Rp 0,00, sehingga Perseroan
   berpotensi membukukan kerugian. Selisih nilai transaksi tersebut tidak
   sesuai dengan POJK 35/2020, persentase mana tidak melebihi 7,50% dari
   nilai pasar 25,00% saham SFUD sebesar Rp 0,00.

4. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030:

   Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                            31/12/26         31/12/27           31/12/28        31/12/29       31/12/30

    Pendapatan usaha                                                        33.322           42.702             49.662          56.288           64.755
    Beban pokok pendapatan                                                     416              842              1.286           1.762            2.336
    Laba kotor                                                              32.906           41.860             48.376          54.525           62.419
    Beban usaha                                                             39.414           43.167             47.152          49.789           52.817
    Laba (rugi) usaha                                                       (6.508)           (1.307)            1.224           4.736             9.602
    Pendapatan lain-lain                                                     1.217             2.370             2.438           2.518             2.744
    Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan                                   (5.291)            1.063             3.662           7.254           12.346
    Pajak penghasilan                                                            -                 -            (2.192)         (3.436)          (4.553)
    Laba (rugi) tahun berjalan                                              (5.291)            1.063             1.470           3.818             7.793




   Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                            31/12/26         31/12/27           31/12/28        31/12/29       31/12/30

    Pendapatan usaha                                                        33.071           44.491             50.809          57.074           65.122
    Beban pokok pendapatan                                                     235              550                882           1.215            1.613
    Laba kotor                                                              32.836           43.941             49.927          55.858           63.509
    Beban usaha                                                             34.471           37.386             41.288          43.721           46.554
    Laba (rugi) usaha                                                       (1.635)            6.555             8.639          12.138           16.955
    Pendapatan lain-lain                                                     1.304             2.607             2.856           3.023            3.264
    Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan                                     (331)            9.162            11.495          15.161           20.219
    Pajak penghasilan                                                            -              (306)           (2.648)         (3.915)          (5.060)
    Laba (rugi) tahun berjalan                                                (331)            8.856             8.847          11.246           15.159




                                                         88
Page 90
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan usaha
dan laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp 246,73 miliar dan Rp 8,86 miliar.

Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan usaha dan laba tahun berjalan
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 250,57 miliar dan Rp 43,78 miliar.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
yang akan datang.

Berikut adalah proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan
sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk tahun 31 Desember 2026 –
2030

Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                           31/12/26    31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30

ASET
Kas dan setara kas                                           100.446     115.472     132.658     147.681        163.063
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                30.313      30.313      30.313      30.313         30.313
Portofolio efek - bersih                                      38.733      40.733      42.933      45.353         48.015
Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga      22.349      24.390      26.632      29.094         31.860
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                 872         983       1.094       1.205          1.316
Uang muka dan biaya dibayar di muka                              882         880         890         888            898
Pajak dibayar di muka                                            187         187         187         187            187
Penyertaan saham                                              25.235      19.815      14.395      13.975         12.920
Aset pajak tangguhan                                           6.592       6.592       6.592       6.592          6.592
Aset tetap - bersih                                              662       2.509       2.156       3.601          2.769
Aset takberwujud - bersih                                        227           3           3           3              3
Aset lain-lain                                                10.636      10.636      10.636      10.636         10.636
JUMLAH ASET                                                  237.133     252.512     268.488     289.527        308.570




                                                   89
Page 91
                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                        Keterangan                              31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak ketiga                                         20.225        22.273        24.522        26.993         29.717
Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga             19.993        21.993        24.193        26.613         29.275
Utang lain-lain - pihak ketiga                                     58.318        67.655        76.678        82.191         88.511
Utang pajak                                                           199           220         3.033         3.828          5.311
Beban akrual                                                          342           351           360           369            378
Pendapatan diterima di muka                                            75           150           225           300            375
Liabilitas sewa                                                         0         1.181            (0)        1.238              -
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                             5.052         5.052         5.052         5.052          5.052
Liabilitas pajak tangguhan                                              1             1             1             1              1
JUMLAH LIABILITAS                                                 104.206       118.876       134.064       146.586        158.621
EKUITAS
Modal saham                                                       135.993       135.994       153.136       158.136        158.136
Tambahan modal disetor                                             78.825        80.586        80.586        80.586         80.586
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                       8.027             -             -             -              -
Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
  kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
  wajar melalui komprehensif lain                                      (28)          (28)          (28)          (28)          (28)
Investasi dalam instrumen ekuitas                                   (1.235)       (1.235)       (1.235)       (1.235)       (1.235)
Saldo laba                                                        (126.963)     (121.436)     (136.839)     (136.012)     (128.616)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                            94.620        93.881        95.621       101.448        108.844
Kepentingan non-pengendali                                         38.580        39.755        38.803        41.493         41.105
JUMLAH EKUITAS                                                    133.200       133.636       134.424       142.941        149.949
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     237.405       252.512       268.488       289.527        308.570




Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                              31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

ASET
Kas dan setara kas                                                149.332       162.815       181.035       200.570        219.217
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                     30.313        30.313        30.313        30.313         30.313
Portofolio efek - bersih                                           38.733        40.733        42.933        45.353         48.015
Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga           22.021        24.062        26.304        28.766         31.532
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                      265           376           487           598            709
Uang muka dan biaya dibayar di muka                                   297           292           298           293            299
Pajak dibayar di muka                                                 187           187           187           187            187
Penyertaan saham                                                   22.909        17.489        12.069        11.649         10.594
Aset pajak tangguhan                                                6.592         6.592         6.592         6.592          6.592
Aset tetap - bersih                                                   557         2.320         1.740         3.197          2.630
Aset takberwujud - bersih                                             227          (108)         (443)         (779)        (1.114)
Aset lain-lain                                                     10.379        10.379        10.379        10.379         10.379
JUMLAH ASET                                                       281.810       295.449       311.893       337.117        359.353




                                                      90
Page 92
                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                              31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak ketiga                                         20.118        22.166        24.415        26.886         29.610
Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga             19.993        21.993        24.193        26.613         29.275
Utang lain-lain - pihak ketiga                                     51.933        53.971        56.150        58.221         60.431
Utang pajak                                                         2.497           520         2.840         4.185          5.360
Beban akrual                                                          306           313           320           327            334
Pendapatan diterima di muka                                            75           150           225           300            375
Liabilitas sewa                                                        (0)        1.057            (0)        1.108             (0)
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                             5.031         5.031         5.031         5.031          5.031
Liabilitas pajak tangguhan                                              -             -             -             -              -
JUMLAH LIABILITAS                                                  99.954       105.201       113.174       122.671        130.417
EKUITAS
Modal saham                                                       135.993       135.994       153.136       158.136        158.136
Tambahan modal disetor                                             54.834        56.595        56.595        56.595         56.595
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                       8.027             -             -             -              -
Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
  kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
  wajar melalui komprehensif lain                                      (28)          (28)          (28)          (28)          (28)
Investasi dalam instrumen ekuitas                                   (1.235)       (1.235)       (1.235)       (1.235)       (1.235)
Saldo laba                                                         (64.071)      (55.083)      (65.654)      (60.924)      (49.849)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                           133.520       136.243       142.815       152.545        163.619
Kepentingan non-pengendali                                         48.337        52.305        52.458        56.783         58.671
JUMLAH EKUITAS                                                    181.857       188.548       195.273       209.328        222.290
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     281.810       293.749       308.447       331.999        352.707




Berdasarkan proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030, rasio solvabiltitas (debt to
equity/DER) Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi berkisar
antara 78,23% – 105,78% dan 54,96% – 58,67%.

Selanjutnya, berdasarkan proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasian
Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030, rasio
profitabilitas (return on asset/ROA) Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi berkisar antara 0,42% – 2,53% dan 3,00% – 4,22%. Rasio
profitabilitas (return on equity/ROE) Perseroan sebelum dan setelah
Rencana Transaksi berkisar antara 0,80% – 5,20% dan 4,70% – 6,82%.




                                                      91
Page 93
5. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030 masing-masing
   adalah sebesar Rp 4,49 miliar dan Rp 31,21 miliar. Dengan demikian, jumlah
   nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah
   Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2030 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi
   laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan sebelum Rencana Transaksi
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030.
   Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 11,17%,
   yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan
   capital asset pricing model (CAPM) dengan menggunakan persamaan
   sebagai berikut:

   Biaya modal ekuitas,

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   Di mana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
   memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko
   yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
   panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
   Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu
   10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,17%, yang diperoleh dari
   Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan
   sebagai tingkat balikan bebas risiko.

   RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
   balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
   premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific
   risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base
   equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini,
   dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
   sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan.
   Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,69%,
   yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran (New York University Business
   School) tahun 2025 yang diterbitkan pada bulan Januari 2026.




                                  92
Page 94
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
tahun 2025 sebesar 0,38 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage
yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto laba tahun berjalan Perseroan tersebut dengan formula
sebagai berikut:

βL           =      βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 206,38% untuk
memperoleh beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan
sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar 22,00%.
Dengan demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 0,99 dengan
rincian perhitungan sebagai berikut:

βL           =         0,38 x (1 + (1 – 22,00%) x 206,38%) = 0,99

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,62% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke           =         Rf + ( β x RPm ) – RBDS
             =         6,17% + ( 0,99 x 6,69% ) – 1,62%
             =         11,17%

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030
adalah sebagai berikut:

Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                       Proyeksi
                       Keterangan
                                             31/12/26      31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
Laba (rugi) tahun berjalan                      (5.291)        1.063       1.470       3.818          7.793
Faktor diskonto                                 0,9484        0,8531      0,7674      0,6903         0,6209
Nilai kini                                       (5.018)         907       1.128       2.635          4.838
Jumlah nilai kini                                4.491




                                       93
Page 95
   Setelah Rencana Transaksi
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                      Proyeksi
                           Keterangan
                                             31/12/26     31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
    Laba (rugi) tahun berjalan                    (331)       8.856       8.847      11.246         15.159
    Faktor diskonto                             0,9484       0,8531      0,7674      0,6903         0,6209
    Nilai kini                                    (314)       7.555       6.789       7.763          9.413
    Jumlah nilai kini                           31.205




6. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
   dan setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah direviu oleh KAP MSI, setelah Rencana
   Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi menurunkan rasio
   solvabilitas (Debt to Equity ratio) Perseroan dari 51% menjadi 38% yang
   diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
   dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

7. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
   dan setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah direviu oleh KAP MSI, setelah Rencana
   Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi meningkatkan laba tahun
   berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 dari negatif Rp 20,36 miliar menjadi Rp 24,46 miliar,
   sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
   Perseroan pada masa yang akan datang dan memberikan nilai tambah bagi
   seluruh pemegang saham Perseroan.

8. Rencana Pinjaman dan Rencana Gadai Saham merupakan salah satu
   langkah bisnis yang diambil oleh Perseroan dan GIA selaku pemegang
   saham MPM secara bersama-sama dalam rangka mengalihkan Saham MPM
   kepada TMB dengan syarat yang disepakati para pihak sebagaimana tertera
   dalam PP yang mewajibkan DPI dan GIA untuk menukarkan Uang Pinjaman
   dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 54,00 miliar dengan Saham MPM
   kepada TMB. Perseroan melihat adanya peluang bisnis yang dapat diraih
   dengan memaksimalkan tingkat balikan yang diharapkan Perseroan atas
   investasi dan penyertaan saham pada MPM sehingga dapat mendukung
   pengembangan portofolio bisnis yang berkelanjutan serta memberikan
   kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

9. Untuk mendukung pelaksanaan restrukturisasi yang akan dilakukan oleh
   Perseroan, DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Akuisisi sebagai
   kelanjutan dari Rencana Pinjaman dan bagian dari strategi Perseroan guna
   menyederhanakan struktur usaha Perseroan khususnya di bidang teknologi.
   Langkah ini dilakukan setelah Perseroan melakukan evaluasi menyeluruh
   terhadap struktur organisasi dan portofolio investasi, dengan
   mempertimbangkan kebutuhan untuk menciptakan struktur usaha yang lebih
   ramping, terintegrasi, dan efisien.




                                        94
Page 96
             10. Setelah Rencana Akuisisi menjadi efektif, dalam rangka pengembangan
                 usaha SFUD, DPI merencanakan untuk melakukan Rencana Pemesanan
                 Saham untuk mendukung pendanaan dalam menjalankan operasional usaha
                 SFUD sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penawaran efek
                 berbasis teknologi informasi (securities crowdfunding) guna mendukung
                 keberlangsungan dan peningkatan kinerja usaha. Dana hasil Rencana
                 Pemesanan Saham tersebut juga akan digunakan sebagai modal kerja untuk
                 memperkuat kegiatan operasional, pengembangan bisnis, serta mendukung
                 kebutuhan pengelolaan dan ekspansi usaha SFUD secara berkelanjutan.

             11. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan berupaya untuk
                 mengoptimalisasi portofolio investasi serta memperkuat fokus pada kegiatan
                 usaha utama yang memiliki sinergi lebih kuat dengan arah pengembangan
                 bisnis Perseroan. Melalui Rencana Transaksi ini, Perseroan diharapkan
                 dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperjelas fokus strategis, serta
                 mendukung pengelolaan kinerja keuangan secara lebih efektif dan
                 berkelanjutan.

             12. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
                memperbaiki kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang,
                baik dari sisi laporan laba rugi maupun laporan arus kas, sehingga
                diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
                Perseroan. Perseroan juga mengharapkan dapat menggunakan sebagian
                dana hasil Rencana Transaksi untuk fokus dalam pengembangan kegiatan
                usaha Perseroan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi
                seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah tidak wajar.




                                             95
Page 97
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan
lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan
Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            96
Page 98
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
   Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           97
Page 99
                                                                                                            Lampiran B

PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                       31/12/26        31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

Pendapatan usaha                                            33.322         42.702        49.662        56.288         64.755
Beban pokok pendapatan                                         416            842         1.286         1.762          2.336
Laba kotor                                                  32.906         41.860        48.376        54.525         62.419
Beban usaha                                                 39.414         43.167        47.152        49.789         52.817
Laba (rugi) usaha                                           (6.508)         (1.307)       1.224         4.736          9.602
Pendapatan lain-lain                                         1.217           2.370        2.438         2.518          2.744
Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan                       (5.291)         1.063          3.662         7.254        12.346
Pajak penghasilan                                                -              -         (2.192)       (3.436)       (4.553)
Laba (rugi) tahun berjalan                                  (5.291)         1.063         1.470         3.818          7.793



PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                       31/12/26        31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

Pendapatan usaha                                            33.071         44.491        50.809        57.074         65.122
Beban pokok pendapatan                                         235            550           882         1.215          1.613
Laba kotor                                                  32.836         43.941        49.927        55.858         63.509
Beban usaha                                                 34.471         37.386        41.288        43.721         46.554
Laba (rugi) usaha                                           (1.635)         6.555         8.639        12.138         16.955
Pendapatan lain-lain                                         1.304          2.607         2.856         3.023          3.264
Rugi (laba) sebelum pajak penghasilan                           (331)       9.162        11.495        15.161         20.219
Pajak penghasilan                                                  -         (306)       (2.648)       (3.915)        (5.060)
Laba (rugi) tahun berjalan                                      (331)       8.856         8.847        11.246         15.159




                                                           98
Page 100
                                                                                                                  Lampiran C

PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                              31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

ASET
Kas dan setara kas                                                100.446       115.472       132.658       147.681        163.063
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                     30.313        30.313        30.313        30.313         30.313
Portofolio efek - bersih                                           38.733        40.733        42.933        45.353         48.015
Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga           22.349        24.390        26.632        29.094         31.860
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                      872           983         1.094         1.205          1.316
Uang muka dan biaya dibayar di muka                                   882           880           890           888            898
Pajak dibayar di muka                                                 187           187           187           187            187
Penyertaan saham                                                   25.235        19.815        14.395        13.975         12.920
Aset pajak tangguhan                                                6.592         6.592         6.592         6.592          6.592
Aset tetap - bersih                                                   662         2.509         2.156         3.601          2.769
Aset takberwujud - bersih                                             227             3             3             3              3
Aset lain-lain                                                     10.636        10.636        10.636        10.636         10.636
JUMLAH ASET                                                       237.133       252.512       268.488       289.527        308.570



                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                        Keterangan                              31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak ketiga                                         20.225        22.273        24.522        26.993         29.717
Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga             19.993        21.993        24.193        26.613         29.275
Utang lain-lain - pihak ketiga                                     58.318        67.655        76.678        82.191         88.511
Utang pajak                                                           199           220         3.033         3.828          5.311
Beban akrual                                                          342           351           360           369            378
Pendapatan diterima di muka                                            75           150           225           300            375
Liabilitas sewa                                                         0         1.181            (0)        1.238              -
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                             5.052         5.052         5.052         5.052          5.052
Liabilitas pajak tangguhan                                              1             1             1             1              1
JUMLAH LIABILITAS                                                 104.206       118.876       134.064       146.586        158.621
EKUITAS
Modal saham                                                       135.993       135.994       153.136       158.136        158.136
Tambahan modal disetor                                             78.825        80.586        80.586        80.586         80.586
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                       8.027             -             -             -              -
Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
  kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
  wajar melalui komprehensif lain                                      (28)          (28)          (28)          (28)          (28)
Investasi dalam instrumen ekuitas                                   (1.235)       (1.235)       (1.235)       (1.235)       (1.235)
Saldo laba                                                        (126.963)     (121.436)     (136.839)     (136.012)     (128.616)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                            94.620        93.881        95.621       101.448        108.844
Kepentingan non-pengendali                                         38.580        39.755        38.803        41.493         41.105
JUMLAH EKUITAS                                                    133.200       133.636       134.424       142.941        149.949
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     237.405       252.512       268.488       289.527        308.570




                                                                  99
Page 101
PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                              31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

ASET
Kas dan setara kas                                                149.332       162.815       181.035       200.570        219.217
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                     30.313        30.313        30.313        30.313         30.313
Portofolio efek - bersih                                           38.733        40.733        42.933        45.353         48.015
Piutang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga           22.021        24.062        26.304        28.766         31.532
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                      265           376           487           598            709
Uang muka dan biaya dibayar di muka                                   297           292           298           293            299
Pajak dibayar di muka                                                 187           187           187           187            187
Penyertaan saham                                                   22.909        17.489        12.069        11.649         10.594
Aset pajak tangguhan                                                6.592         6.592         6.592         6.592          6.592
Aset tetap - bersih                                                   557         2.320         1.740         3.197          2.630
Aset takberwujud - bersih                                             227          (108)         (443)         (779)        (1.114)
Aset lain-lain                                                     10.379        10.379        10.379        10.379         10.379
JUMLAH ASET                                                       281.810       295.449       311.893       337.117        359.353



                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                              31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak ketiga                                         20.118        22.166        24.415        26.886         29.610
Utang transaksi perantara pedagang efek - pihak ketiga             19.993        21.993        24.193        26.613         29.275
Utang lain-lain - pihak ketiga                                     51.933        53.971        56.150        58.221         60.431
Utang pajak                                                         2.497           520         2.840         4.185          5.360
Beban akrual                                                          306           313           320           327            334
Pendapatan diterima di muka                                            75           150           225           300            375
Liabilitas sewa                                                        (0)        1.057            (0)        1.108             (0)
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                             5.031         5.031         5.031         5.031          5.031
Liabilitas pajak tangguhan                                              -             -             -             -              -
JUMLAH LIABILITAS                                                  99.954       105.201       113.174       122.671        130.417
EKUITAS
Modal saham                                                       135.993       135.994       153.136       158.136        158.136
Tambahan modal disetor                                             54.834        56.595        56.595        56.595         56.595
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                       8.027             -             -             -              -
Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi atas
  kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur pada nilai
  wajar melalui komprehensif lain                                      (28)          (28)          (28)          (28)          (28)
Investasi dalam instrumen ekuitas                                   (1.235)       (1.235)       (1.235)       (1.235)       (1.235)
Saldo laba                                                         (64.071)      (55.083)      (65.654)      (60.924)      (49.849)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                           133.520       136.243       142.815       152.545        163.619
Kepentingan non-pengendali                                         48.337        52.305        52.458        56.783         58.671
JUMLAH EKUITAS                                                    181.857       188.548       195.273       209.328        222.290
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     281.810       293.749       308.447       331.999        352.707




                                                                 100
Page 102
                                                                                                        Lampiran D

PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                       Keterangan
                                                         31/12/26        31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
Laba (rugi) tahun berjalan                                   (5.291)         1.063       1.470       3.818          7.793
Faktor diskonto                                              0,9484         0,8531      0,7674      0,6903         0,6209
Nilai kini                                                    (5.018)          907       1.128       2.635          4.838
Jumlah nilai kini                                             4.491



PT Surya Fajar Capital Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                       Keterangan
                                                         31/12/26        31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
Laba (rugi) tahun berjalan                                     (331)         8.856       8.847      11.246         15.159
Faktor diskonto                                              0,9484         0,8531      0,7674      0,6903         0,6209
Nilai kini                                                     (314)         7.555       6.789       7.763          9.413
Jumlah nilai kini                                            31.205




                                                           101
Page 103
                                                                              Lampiran E

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

PP

Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI, GIA, dan TMB telah menandatangani PP sehubungan
dengan Rencana Pinjaman. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PP adalah sebagai
berikut:

•    Pihak-pihak yang Bertransaksi

     Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PP adalah DPI, GIA, dan TMB.

•    Objek dan Nilai Transaksi

     Objek dan nilai transaksi berdasarkan PP adalah sebagai berikut:

     1. TMB setuju untuk memberikan kepada Penerima Pinjaman, suatu pinjaman yang
        secara keseluruhan berjumlah Rp 54.000.000.000. Uang Pinjaman tersebut terdiri
        atas:

        a. Rp 2.700.000.000 yang telah diberikan oleh TMB kepada Para Penerima Pinjaman
           pada 8 Mei 2026;

        b. Rp 8.100.000.000 yang akan diberikan kepada Para Penerima Pinjaman sesuai
           dengan syarat dan ketentuan dalam PP; dan

        c. Rp 43.200.000.000 yang akan diberikan kepada Para Penerima Pinjaman pada
           tanggal sesuai PP.

     2. Para Penerima Pinjaman setuju untuk menerima Uang Pinjaman sesuai dengan syarat
        dan ketentuan dalam Perjanjian ini, dengan rincian sebagai berikut:

        a. Rp 53.657.100.000 akan diberikan kepada DPI; dan

        b. Rp 342.900.000 akan diberikan kepada GIA.

     3. Setelah tanggal pemenuhan (atau pengesampingan oleh Pemberi Pinjaman) seluruh
        Persyaratan Pendahuluan Pinjaman Selanjutnya sebagaimana disebutkan dalam PP,
        Pemberi Pinjaman akan mencairkan Pinjaman. Selanjutnya ke rekening Para
        Penerima Pinjaman dengan rincian sebagai berikut:

        a. Rp.    4.050.000.000      akan    dicairkan   kepada     DPI   pada    tanggal
           22 Mei 2026; dan

        b. Rp.    4.050.000.000      akan    dicairkan   kepada     DPI   pada    tanggal
           26 Mei 2026.



                                            102
Page 104
    4. Dalam waktu paling lambat satu hari kerja setelah tanggal pemenuhan (atau
       pengesampingan oleh TMB) seluruh persyaratan pendahuluan pinjaman akhir
       sebagaimana disebutkan dalam PP, TMB akan mencairkan Pinjaman Akhir ke
       rekening Para Penerima Pinjaman.

       a. TMB, DPI, GIA sepakat bahwa Uang Pinjaman yang diberikan oleh TMB kepada
          Para Penerima Pinjaman berdasarkan PP adalah pinjaman tanpa bunga (non-
          interest bearing). Oleh karena itu, Para Penerima Pinjaman tidak berkewajiban
          untuk membayar bunga kepada TMB atas jumlah Uang Pinjaman yang terutang
          selama jangka waktu PP berlaku.

    5. TMB, DPI, GIA sepakat bahwa kewajiban masing-masing Para Penerima Pinjaman
       berdasarkan PP akan memiliki kedudukan yang setara dengan semua kewajiban
       masing-masing Para Penerima Pinjaman terhadap kreditur preferen dan kreditur
       dengan hak istimewa, baik saat ini maupun di masa mendatang, dalam hal
       pembayaran dan pembagian hasil eksekusi jaminan, kecuali terhadap kewajiban yang
       berdasarkan hukum wajib didahulukan.

•   Hukum yang berlaku

    Hukum yang berlaku berdasarkan PP diatur oleh dan akan ditafsirkan sesuai dengan
    hukum Republik Indonesia.

PGS

Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan TMB telah menandatangani PGS sehubungan dengan
Rencana Gadai Saham. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PGS adalah sebagai
berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PGS adalah DPI dan TMB.

•   Objek dan Nilai Transaksi

    Objek dan nilai transaksi berdasarkan PGS adalah sebagai jaminan berkelanjutan untuk
    pembayaran penuh dan tepat waktu dari kewajiban-kewajiban DPI berdasarkan dokumen
    pada PGS, DPI dengan ini menggadaikan Saham MPM – I untuk kepentingan TMB, dan
    dengan ini TMB menerima gadai tersebut dari DPI.

•   Hukum yang berlaku

    Hukum yang berlaku berdasarkan PGS diatur oleh dan harus ditafsirkan sesuai dengan
    hukum Republik Indonesia.




                                          103
Page 105
Perjanjian Pembelian

Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan Perseroan telah menandatangani Perjanjian Pembelian
sehubungan dengan Rencana Akusisi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam Perjanjian
Pembelian adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Perjanjian Pembelian adalah DPI dan
    Perseroan.

•   Objek dan Nilai Transaksi

    Objek dan nilai transaksi berdasarkan Perjanjian Pembelian adalah Perseroan setuju
    untuk menjual dan mengalihkan saham biasa yang dimiliki oleh Perseroan sejumlah
    138.750 saham yang merepresentasikan 92,50% saham SFUD kepada DPI dengan nilai
    transaksi sebesar Rp 13,88 miliar.

•   Harga dan Tata Cara Pembayaran

    1. Perseroan dan DPI sepakat bahwa harga pengalihan atas Saham yang Dijual yang
       akan dibayarkan oleh DPI kepada Perseroan adalah sejumlah Rp 13,86 miliar, dengan
       harga Rp 100.000 untuk per lembar Saham yang Dijual.

    2. Perseroan dan DPI sepakat bahwa pembayaran atas Harga yang dibayarkan oleh DPI
       kepada Perseroan paling lambat tanggal 31 Desember 2026 atau tanggal lain
       sebagaiman disepakati oleh Perseroan dan DPI, dan selama DPI belum melakukan
       pembayaran, maka DPI dianggap berutang kepada Perseroan.

    3. Atas Utang DPI kepada Perseroan, DPI dikenakan bunga senilai 8% per tahun yang
       dihitung sejak tanggal penutupan sesuai Perjanjian Pembelian dan wajib dibayarkan
       pada saat dilakukan pelunasan atas Utang.

•   Hukum yang berlaku

    Hukum yang berlaku berdasarkan Perjanjian Pembelian diatur oleh dan harus ditafsirkan
    sesuai dengan hukum Republik Indonesia.




                                          104
Page 106
Perjanjian Pemesenan

Pada tanggal 19 Mei 2026, DPI dan SFUD telah menandatangani Perjanjian Pemesanan
sehubungan dengan Rencana Pemesanan Saham. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam
Perjanjian Pemesanan adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Perjanjian Pemesanan adalah DPI dan
    SFUD.

•   Objek dan Nilai Transaksi

    Objek dan nilai transaksi berdasarkan Perjanjian Pemesanan adalah DPI akan memesan
    50.000 saham SFUD sesuai dengan syarat dan ketentuan Perjanjian Pemesanan. Setelah
    pengambilan bagian tersebut, DPI akan memiliki seluruhnya sebanyak 188.750 saham
    atau setara dengan 94,375% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor
    penuh dalam SFUD.

•   Pemesanan Saham

    Pemesanan saham berdasarkan Perjanjian Pemesanan adalah sebagai berikut:

    -   DPI akan, setelah terpenuhinya syarat-syarat yang tercantum dalam Perjanjian
        Pemesanan, memesan Saham Yang Dipesan, dan SFUD setuju untuk menerbitkan
        dan mengalokasikan Saham Yang Dipesan (bersama dengan semua hak yang
        melekat padanya) bebas dari jaminan atau beban apapun.

    -   Saham Yang Dipesan akan memiliki kedudukan yang pari passu dalam segala hal
        dengan saham yang telah diterbitkan dan dialokasikan oleh SFUD.

    -   Pada tanggal penutupan sesuai dengan Perjanjian Pemesanan, DPI dan SFUD harus
        telah memperoleh semua persetujuan yang dibutuhkan, atau mengesampingkan
        seluruh pembatasan atas Saham Yang Dipesan (termasuk seluruh hak memesan efek
        terlebih dahulu), yang mungkin berlalu sehubungan dengan Saham Yang Dipesan.




                                         105
Page 107
•   Syarat-syarat

    Syarat-syarat berdasarkan Perjanjian Pemesanan adalah sebagai berikut:

    -   Perseroan telah memenuhi POJK 17/2020, termasuk memperoleh pendapat
        kewajaran dari penilai independen, menerbitkan pengungkapan informasi kepada para
        pemegang saham publik dan telah mendapatakan persetujuan rapat umum pemegang
        saham.

    -   DPI telah menyelesaikan Rencana Akusisi sesuai dengan Perjanjian Pembelian.

    -   SFUD telah memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham yang menyetujui
        pemesanan Saham Yang Dipesan sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku.

•   Hukum yang berlaku

    Hukum yang berlaku berdasarkan Perjanjian Pemesanan diatur oleh dan akan ditafsirkan
    sesuai dengan hukum Republik Indonesia.




                                           106
Page 108
                                                                           Lampiran F

Analisis atas Laporan Penilaian 99,37% Saham MPM

KJPP KR telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai
dengan surat penugasan KR/260417-004 tanggal 17 April 2026 yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai
pasar 99,37% saham MPM. Hasil penilaian atas 99,37% saham MPM tersebut tertuang dalam
laporan penilaian 99,37% saham MPM dengan No. 00121/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026
tanggal 19 Juni 2026 dengan ringkasan sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah Perseroan, DPI, MPM,
   dan TMB.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,37% saham MPM.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan MPM yang telah diaudit. Kami telah melakukan
   penilaian terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan laporan keuangan
   MPM yang telah diaudit dan informasi manajemen MPM terhadap laporan keuangan MPM
   tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian MPM dan kesimpulan nilai
   akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
   kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
   dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
   berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
   Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
   memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
   serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.




                                         107
Page 109
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MPM atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan MPM bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat
menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang
disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai
dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang
dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-
disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan
MPM.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum MPM
berdasarkan anggaran dasar MPM.




                                          108
Page 110
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode pembanding
   perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
   komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali
   untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
   atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan
   menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan
   nilai pasar liabilitas.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini
   karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
   perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
   saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas
   nilai saham yang dimiliki oleh MPM.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan
   dan MPM. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode
   penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
   31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 4,76 miliar.




                                            109
Page 111
                                                                          Lampiran G

Analisis atas Laporan Penilaian 92,50% Saham SFUD

KJPP KR telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen
sesuai dengan surat penugasan KR/260417-004 tanggal 17 April 2026 yang
telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai
penilai independen atas nilai pasar 92,50% saham SFUD. Hasil penilaian atas 92,50% saham
SFUD tersebut tertuang dalam laporan penilaian 92,50% saham SFUD dengan
No. 00122/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 19 Juni 2026 dengan ringkasan sebagai
berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah Perseroan, DPI, dan
   SFUD.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 92,50% saham SFUD.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan SFUD yang telah diaudit. Kami telah melakukan
   penilaian terhadap laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan laporan keuangan
   SFUD yang telah diaudit dan informasi manajemen SFUD terhadap laporan keuangan
   SFUD tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SFUD dan
   kesimpulan nilai akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
   kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
   dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
   berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
   Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
   memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
   serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.



                                          110
Page 112
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SFUD atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan SFUD bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat
menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang
disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai
dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang
dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan
SFUD.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SFUD
berdasarkan anggaran dasar SFUD.




                                          111
Page 113
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method) dan metode pembanding
   perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
   komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali
   untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
   atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan
   menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan
   nilai pasar liabilitas.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini
   karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
   perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
   saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas
   nilai saham yang dimiliki oleh SFUD.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan
   dan SFUD. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode
   penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
   31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 0,00.




                                            112

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.35 MB
Published24 Jun 2026
Pages113
Characters327,861
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 56 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SURYA FAJAR CAPITAL Tbk p.1 ×38
linked org Surya Fajar p.2 ×7
linked person Ivo Rustandi p.19 ×4
linked org PT Surya Fajar Corpora p.19 ×3
linked — Ing Cindy Eva p.21 ×3
linked org Venteny Fortuna International Tbk p.21 ×2
linked person Adi Putera Widjaja p.23
possible person Prof. Dr. Satrio p.2 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3
possible org Bursa Efek Indonesia p.14 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.18 ×5
possible person Lie Kienata p.21
possible person Hasan · Notaris p.24
possible person Hasan S. H. · Notaris p.33
unresolved org PT Garudapreneur Investasi Asia p.2 ×7
unresolved org PT Surya Fajar Urun Dana p.2 ×4
unresolved org PT Trans Mutasi Bangsa p.2 ×4
unresolved org PT Mareco Prima Mandiri p.2 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.2 ×8
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×3
unresolved org KJPP KR p.4 ×9
unresolved person Humberg Lie · Notaris p.6 ×20
unresolved org MSI p.9 ×21
unresolved org MIS p.12 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.18 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18 ×3
unresolved — Syamsul Bahri Ily · Komisaris p.19
unresolved org PT Digitalisasi Perangkat Indonesia Dalam Rencana Transaksi p.20
unresolved person Hj. Herlina · Notaris p.21 ×2
unresolved org Menteri p.21
unresolved org Kementerian p.21
unresolved org PT Trans Mutasi Bangsa Dalam Rencana Transaksi p.22
unresolved person Bramasto · Notaris p.22
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.22 ×2
unresolved org PT Surya Fajar Urun Dana Dalam Rencana Transaksi p.23
unresolved person Rini Yulianti p.23
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.23 ×2
unresolved org PT Mareco Prima Mandiri Dalam Rencana Transaksi p.24
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia p.24 ×2
unresolved org PT Surya Fajar Urun Dana II. p.33
unresolved org PT Mareco Prima Mandiri II. p.33
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.36
unresolved org MSI. Ikhtisar p.69
unresolved — Pembat · Penilai p.75 ×4
unresolved org PT Surya Fajar Urun Dana SFUD p.85
unresolved org PT Mareco Prima Mandiri MPM p.85
unresolved org PT LBS Urun Dana p.86
unresolved org PT Urun Nusantara Sukses p.86
unresolved org PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia. p.86
unresolved org PT Midtrans p.86
unresolved org PT Ayopop Teknologi Indonesia p.86
unresolved org PT Indobest Artha Kreasi. III. p.86
unresolved org KJPP Kusnanto p.97 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.97
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.97

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 15005 ms 12 Sep 2026 22:04
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
                            'adalah sebagai berikut:'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
                'sebagai berikut:',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result