Skip to content
Back to announcement

20260624_NICL_Laporan Informasi dan Fakta Material_32104079_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review NICL

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 111

Page 1
LAPORAN PENILAIAN ASET BERWUJUD BERSIH,
 ASET TAKBERWUJUD, DAN ALOKASI HARGA
   PEMBELIAN PT SUMBER MINERAL ABADI

          PT PAM MINERAL Tbk

          TANGGAL PENILAIAN
           31 DESEMBER 2025
Page 2
No. : 00126/2.0162-00/BS/02/0153/1/VI/2026                                    22 Juni 2026



Kepada Yth.

PT PAM MINERAL Tbk
Jl. Batu Jajar No. 37 Lt. 5
Jakarta Pusat 10120

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian Aset Berwujud Bersih, Aset Takberwujud, dan Alokasi
      Harga Pembelian PT Sumber Mineral Abadi


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT PAM Mineral Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
atas nilai pasar aset berwujud bersih, aset takberwujud, dan alokasi harga pembelian
PT Sumber Mineral Abadi (selanjutnya disebut “SMA”). Penugasan kami tersebut sesuai
dengan surat penugasan No. KR/260506-002 tanggal 6 Mei 2026 yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar aset berwujud bersih, aset
takberwujud SMA (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dan alokasi harga pembelian
dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai nilai pasar aset berwujud bersih,
Objek Penilaian, dan alokasi harga pembelian pada tanggal 31 Desember 2025.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKS

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa kontruksi pertambangan, jasa
pemeliharaan saluran air/pipa, jasa penunjang kegiatan pertambangan, serta pertambangan
meliputi batubara, bijih uranium dan thorium, eksplorasi dan eksploitasi air mineral,
menjalankan usaha di bidang pertambangan nikel, pasir besi, dan bijih besi. Perseroan
berdomisili di Jalan Batu Jajar No. 37 Lantai 5, Jakarta Pusat 10120, dengan nomor
telepon: (021) 3513 192 dan email: corsec@pammineral.co.id.

Berdasarkan Kesepakatan Bersama yang telah ditandatangani oleh Perseroan dan SMA
pada tanggal 22 Juni 2026 (selanjutnya disebut “KB”) dan memperoleh Akta Keputusan Para
Pemegang Saham No. 324 tanggal 22 Juni 2026, yang dibuat oleh Notaris Notaris Christina
Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta No. 324”), Perseroan telah
mengambil bagian atas seluruh saham yang diterbitkan oleh SMA sebanyak
10.714.500 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per saham atau setara nilai
nominal keseluruhan sebesar Rp 10,71 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 350,00 miliar
(selanjutnya disebut “Transaksi”).

SMA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang pertambangan nikel. SMA
memiliki area pertambangan nikel di Morowali Utara, Sulawesi Tengah seluas 1.948 hektar.
Pada tanggal 2 November 2020, SMA mendapat persetujuan peningkatan izin usaha
pertambangan eksplorasi mineral logam menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi
(selanjutnya disebut “IUP-OP”) yang berlaku selama 20 tahun dan dapat diperpanjang 2 kali
masing-masing 10 tahun.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari managemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, susunan pemegang saham SMA adalah sebagai berikut:


              PT Gatra Perkasa                            Fanny Setiadi Faizal
                                    Robby Widjaja (RW)
               Mineral (GPM)                                     (FSZ)

                       50,00%                25,00%                 25,00%


                                           SMA




                                            ii
Page 4
Sebelumnya, berdasarkan Akta No. 324, para pemegang saham SMA telah menyetujui dan
mengambil keputusan untuk mengubah nilai nominal saham SMA dari semula sebesar
Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 1.000 per saham dan melakukan peningkatan
modal ditempatkan dan disetor SMA dari sebelumnya sebesar Rp 25,00 miliar menjadi
Rp 35,71 miliar.

Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia, memiliki peranan penting dalam
memenuhi kebutuhan industri nikel global. Kondisi fluktuasi harga nikel dalam beberapa tahun
terakhir menyebabkan penurunan harga nikel secara signifikan akibat surplus pasokan global,
namun industri nikel Indonesia tetap optimis terhadap permintaan jangka panjang, khususnya
dari sektor kendaraan listrik. Selain itu, kebijakan Pemerintah Indonesia yang mendorong
hilirisasi nikel, dengan fokus pada peningkatan nilai tambah melalui produk olahan, menjadi
langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bijih nikel mentah dan
meningkatkan daya saing produk nikel Indonesia di pasar global. Menanggapi hal tersebut,
Perseroan melihat pangsa pasar dalam industri nikel yang memiliki potensi bisnis yang
berkembang seiring dengan tingginya kebutuhan akan komoditas nikel sebagai bahan baku
bagi industri lain.

Perseroan dan PT Indrabakti Mustika (selanjutnya disebut “IBM”), entitas anak Perseroan
yang dimiliki oleh Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,77% berfokus pada sektor
pertambangan nikel, yang meliputi kegiatan eksplorasi, penambangan, serta penjualan bijih
nikel (nickel ore). Perseroan memiliki area konsesi pertambangan nikel yang berlokasi di
wilayah pesisir Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Laroenai, Kec. Bungku. Sedangkan, IBM
melakukan kegiatan penambangan yang berlokasi di Desa Lameruru, Kec. Langgikima, Kab.
Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, memiliki luas area operasional IUP sebesar
576 Ha.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan dan IBM secara berkelanjutan
mengoptimalkan pengelolaan tambang yang telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan
pasar domestik. Langkah bisnis diambil oleh Perseroan dalam upayanya untuk melakukan
pertumbuhan an-organik dengan mengambil bagian atas seluruh saham baru yang diterbitkan
oleh SMA yang diyakini masih sejalan dengan strategi bisnis Perseroan. Hal ini seiring dengan
Perseroan yang terus mengembangkan kapasitas dan portofolio usaha di sektor
pertambangan nikel sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing,
meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkokoh posisi strategis Perseroan di pasar
nasional maupun internasional.

Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan perluasan portofolio
investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan dengan penyertaan saham pada
industri pertambangan nikel yang memiliki ketersediaan kapasitas dan telah memiliki
kemampuan dalam memproduksi bijih nikel, sehingga Perseroan dapat memanfaatkan
momentum sehubungan dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan kenaikan harga
komoditas nikel dalam memaksimalkan keuntungan Perseroan. Selanjutnya, Transaksi juga
merupakan penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan cadangan sumber daya mineral bagi
Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA yang memiliki cadangan nikel yang masih
dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang.




                                             iii
Page 5
Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan baru yang dapat
dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam laporan keuangan konsolidasian
Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang dimiliki lakukan oleh SMA diharapkan dapat
menopang kelangsungan usaha Perseroan, sehingga Perseroan dapat memperoleh tingkat
balikan investasi yang menguntungkan dan berpeluang untuk melakukan fokus pada
investasi-investasi lainnya yang diyakini Perseroan memiliki potensi bisnis dan prospek positif
pada masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan dan SMA
merupakan perusahaan yang berada di bawah pengendalian dari pengendali yang sama.
Perseroan memandang bahwa Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu bagian dari
strategi bisnis bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang Perseroan pada
sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama dengan para pemegang
saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur transaksi tersebut dipandang sesuai dengan tujuan
investasi Perseroan karena memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi
pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus tetap menerapkan
prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan alokasi modal sehingga Perseroan dapat
memperoleh eksposur terhadap peluang pertumbuhan pada aset dan kegiatan usaha SMA
tanpa menanggung seluruh risiko, kebutuhan pendanaan, maupun kewajiban yang umumnya
melekat pada transaksi pengambilalihan pengendalian.

Selain itu, Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis antara
Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran keahlian teknis,
optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang sinergi lainnya yang dapat
memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Perseroan meyakini bahwa pendekatan
investasi strategis tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang berfokus
pada penciptaan nilai jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan
kualitas portofolio investasi Perseroan.

Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar komoditas nikel dan
meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang baik
dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan serta mendukung
pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat memberikan nilai
tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan perluasan portofolio
    investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan dengan penyertaan saham
    pada industri pertambangan nikel yang memiliki ketersediaan kapasitas dan telah memiliki
    kemampuan dalam memproduksi bijih nikel, sehingga Perseroan dapat memanfaatkan
    momentum sehubungan dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan kenaikan harga
    komoditas nikel dalam memaksimalkan keuntungan Perseroan. Selanjutnya, Transaksi
    juga merupakan penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan cadangan sumber daya
    mineral bagi Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA yang memiliki cadangan
    nikel yang masih dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang.




                                              iv
Page 6
•   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan baru yang
    dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam laporan keuangan
    konsolidasian Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang dimiliki lakukan oleh SMA
    diharapkan dapat menopang kelangsungan usaha Perseroan, sehingga Perseroan dapat
    memperoleh tingkat balikan investasi yang menguntungkan dan berpeluang untuk
    melakukan fokus pada investasi-investasi lainnya yang diyakini Perseroan memiliki
    potensi bisnis dan prospek positif pada masa yang akan datang.

•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan dan SMA
    merupakan perusahaan yang berada di bawah pengendalian dari pengendali yang sama.
    Perseroan memandang bahwa Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu bagian
    dari strategi bisnis bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang Perseroan
    pada sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama dengan para
    pemegang saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur transaksi tersebut dipandang sesuai
    dengan tujuan investasi Perseroan karena memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi
    dalam potensi pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus
    tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan alokasi modal
    sehingga Perseroan dapat memperoleh eksposur terhadap peluang pertumbuhan pada
    aset dan kegiatan usaha SMA tanpa menanggung seluruh risiko, kebutuhan pendanaan,
    maupun kewajiban yang umumnya melekat pada transaksi pengambilalihan
    pengendalian.

•   Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis antara Perseroan
    dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran keahlian teknis,
    optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang sinergi lainnya yang dapat
    memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Perseroan meyakini bahwa pendekatan
    investasi strategis tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang
    berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta
    peningkatan kualitas portofolio investasi Perseroan.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar komoditas nikel dan
    meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang
    baik dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan serta
    mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat
    memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi tersebut
merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi
tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).




                                                v
Page 7
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran
(fairness opinion) atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Sehubungan dengan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi tersebut,
POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan proforma laporan keuangan konsolidasian
Perseroan sehubungan dengan Transaksi yang direviu oleh akuntan independen.

Dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan memerlukan informasi mengenai
nilai pasar dari tiap-tiap aset takberwujud yang dimiliki oleh SMA untuk kepentingan
penyusunan alokasi harga pembelian (purchase price allocation [PPA]).

Dengan demikian, dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan konsolidasian
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas aset berwujud bersih,
Objek Penilaian dan alokasi harga pembelian Transaksi.

Dalam melakukan penilaian, KR akan bertindak sebagai penilai eksternal yang tidak memiliki
keterlibatan material ataupun benturan kepentingan, baik aktual maupun bersifat potensial
dengan Perseroan dan SMA.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa Objek Penilaian digunakan untuk mendukung kegiatan usaha SMA sebagai suatu
perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal per tanggal 31 Desember 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan konsolidasian
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.




                                            vi
Page 8
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”), Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (selanjutnya disebut “Bapepam-LK”) No. VIII.C.5 tentang
“Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Aset Takberwujud di Pasar Modal”
yang dimuat dalam Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-620/BL/2011 tanggal
30 November 2011 (selanjutnya disebut “Peraturan VIII.C.5”), serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SMA ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SMA. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260506-002 tanggal 6 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SMA yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan SMA
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                             vii
Page 9
JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian aset takberwujud bersih, aset takberwujud, dan alokasi harga
pembelian PT Sumber Mineral Abadi ini merupakan laporan terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
aset berwujud bersih, aset takberwujud, dan alokasi harga pembelian PT Sumber Mineral
Abadi tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang
secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan    keuangan    SMA      untuk  tahun    yang    berakhir    pada    tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
   “KAP”) Tjahjadi & Tamara (selanjutnya disebut “TT”) sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00340/2.0853/AU.1/02/1258-5/1/VI/2026 tanggal 11 Juni 2026 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

2. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00278/2.0853/AU.1/05/1258-4/1/VI/2025 tanggal 23 Juni 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.

3. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
   telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00194/2.0853/AU.1/02/1258-3/1/V/2024 tanggal 8 Mei 2024 dengan pendapat wajar
   tanpa modifikasian.

4. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00244/2.0853/AU.1/02/1258-2/1/X/2023 tanggal 24 Oktober 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.




                                          viii
Page 10
5. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
   telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00243/2.0853/AU.1/02/1258-1/1/X/2023 tanggal 24 Oktober 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

6. Proyeksi laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2050 yang disusun oleh manajemen SMA.

7. Laporan penilaian properti SMA per 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP
   Suwendho Rinaldy dan Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00285/2.0059-02/PI/10/0242/1/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026.

8. Laporan Teknis Estimasi Sumber Daya dan Cadangan Mineral yang disusun oleh Yanri
   Budi Karseno, S.T., MAusIMM., CPI, CP. dan Citra Kusuma, S.T., MAusIMM., CPI, CP.
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 001/SMA-CP/VIII/2025 pada Agustus 2025.

9. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi atas tambang nikel yang dimiliki SMA.

10. KB.

11. Akta No. 324.

12. Anggaran dasar SMA yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 2
    tanggal 3 Juni 2025 yang dibuat oleh Mulyani, S.H., M.Kn, mengenai perubahan susunan
    pemegang saham, Komisaris dan Direksi SMA.

13. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Herman Thio dengan posisi
    sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan
    Transaksi.

14. Tarif pajak yang diberlakukan atas SMA adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
    periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum,
    yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2050.

15. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SMA serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan.

16. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

17. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.




                                            ix
Page 11
18. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan penilaian Transaksi.

20. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SMA atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SMA. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas kelebihan
pendapatan didasarkan pada proyeksi laporan keuangan SMA yang disusun oleh manajemen
SMA. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
berdasarkan kinerja SMA pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana
manajemen di masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap
proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja
SMA yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja SMA yang dinilai dan
telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab
atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja
historis SMA dan informasi manajemen SMA terhadap proyeksi laporan keuangan SMA
tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SMA dan kesimpulan nilai
akhir.




                                            x
Page 12
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SMA atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SMA bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan SMA.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SMA berdasarkan anggaran dasar SMA.




                                            xi
Page 13
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.

Selanjutnya, dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, kami mengasumsikan dan
bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi dalam
laporan geologis atas cadangan nikel yang dimiliki oleh SMA yang disusun oleh pihak
kompeten (competent person) dan laporan penilaian properti SMA yang disusun oleh KJPP
SRR dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari pihak kompeten
(competent person) bahwa mereka telah melakukan penilaian dan menyusun laporan secara
independen sesuai dengan standar penilaian cadangan dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku serta KJPP SRR bahwa mereka telah melakukan penilaian dan menyusun
laporan secara independen sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan dari
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 28/POJK.04/2021 tentang “Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal” dan Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi
Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik
Penilai Indonesia (KEPI).

Kami tidak memberikan pendapat atas laporan geologis atas cadangan nikel yang dimiliki oleh
SMA yang disusun oleh pihak kompeten (competent person) dan laporan penilaian properti
SMA yang disusun oleh KJPP SRR. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian atas
Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk
apapun, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu serta tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan
dalam laporan geologis atas cadangan nikel yang dimiliki oleh SMA yang disusun oleh pihak
kompeten (competent person) dan laporan penilaian properti SMA yang disusun oleh KJPP
SRR, atau pelanggaran hukum atas laporan geologis atas nikel yang dimiliki oleh SMA yang
disusun oleh pihak kompeten (competent person) dan laporan penilaian properti SMA yang
disusun oleh KJPP SRR.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan posisi
keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SMA, pengkajian atas kondisi operasi dan
manajemen serta sumber daya yang dimiliki SMA. Prospek SMA di masa yang akan datang
kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan
oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan
sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri
yang bersangkutan.




                                              xii
Page 14
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.

Untuk menentukan nilai pasar aset berwujud, semua komponen aset dan liabilitas/utang harus
disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Dalam penilaian ini, kami
tidak melakukan penyesuaian komponen aset dan liabilitas karena telah merefleksikan nilai
pasarnya. Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar
liabilitas.

Nilai pasar aset takberwujud antara lain seperti merek, kontrak dan hubungan dengan
pelanggan, aset pertambangan, hak paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan
yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset
takberwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut
secara terpisah.


PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN ASET TAKBERWUJUD YANG DIGUNAKAN

Pendekatan dan metode penilaian yang digunakan dalam penilaian aset takberwujud
adalah(multi-period excess earnings method [MEEM]).

Metode ini berbasis pada metode diskonto arus kas. Dalam metode ini, kelebihan pendapatan
yang akan didiskonto adalah arus kas bersih (AKB) yang relevan dengan jenis aset
takberwujud yang dinilai, yang diproyeksikan selama periode tertentu yang dianggap sesuai.
Selanjutnya, proyeksi kelebihan pendapatan tersebut didiskonto dengan tingkat diskonto yang
relevan. Nilai kini dari keseluruhan kelebihan pendapatan di masa mendatang tersebut
merupakan nilai dari aset takberwujud yang bersangkutan.

Metode penilaian di atas adalah yang kami angggap paling sesuai untuk diaplikasikan dalam
penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan SMA. Tidak tertutup
kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
memberikan hasil yang berbeda.


PENILAIAN ASET BERWUJUD BERSIH YANG DIGUNAKAN

Dalam penilaian aset tetap, kami mengacu pada laporan penilaian properti SMA per tanggal
31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP SRR.




                                              xiii
Page 15
KESIMPULAN HASIL PENILAIAN ASET BERWUJUD BERSIH, ASET TAKBERWUJUD, DAN ALOKASI
HARGA PEMBELIAN PT SUMBER MINERAL ABADI

Berdasarkan KB, Akta No. 324, dan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
nilai transaksi atas Transaksi adalah sebesar Rp 350,00 miliar.

Nilai pasar 100,00% aset dan liabilitas SMA masing-masing adalah sebesar
Rp 1.424,49 miliar dan Rp 58,54 miliar. Selisih antara nilai aset dan liabilitas SMA merupakan
nilai pasar 100,00% aset berwujud bersih SMA, yaitu sebesar Rp 1.365,96 miliar. Dengan
demikian, nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih SMA adalah sebesar Rp 409,79 miliar.

Selanjutnya, nilai goodwill kemudian diperoleh dengan mengurangkan nilai transaksi atas
Transaksi dengan nilai pasar aset berwujud bersih, aset takberwujud yang dapat diidentifikasi,
dan perkiraan liabilitas pajak tangguhan masing-masing sebesar Rp 77,44 miliar,
Rp 332,35 miliar, dan Rp 73,44 miliar. Dengan demikian, diperoleh nilai goodwill sebesar
Rp 13,65 miliar.

Perhitungan alokasi harga pembelian sehubungan dengan Transaksi adalah sebagai berikut:

                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                          31/12/25

Nilai atas Transaksi                                              350.000
Nilai pasar dari 30,00% aset berwujud bersih SMA                   77.438
Nilai pasar aset takberwujud                                      272.562
Aset takberwujud yang dapat diidentifikasi
  Properti pertambangan                                           332.354
Liabilitas pajak tangguhan                                         73.439
Goodwill                                                           13.647



Nilai pasar aset takberwujud SMA tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SMA serta pihak-pihak lain yang
relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar,
dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi
nilai pasar tersebut secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SMA. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa datang, dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian Objek Penilaian tidak tergantung pada nilai
yang dilaporkan.




                                                            xiv
Page 16
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
penyusunan proforma konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xv
Page 17
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap SMA untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xvi
Page 18
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Fergy Merzyana                                                  .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345



Gadis Dara Cantikawati                                          .....................................
No. MAPPI     : 24-A-12624




                                          xvii
Page 19
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
   dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 31 Desember 2025.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                           xviii
Page 20
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
    dengan operasional, kinerja, dan prospek dari SMA.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                              .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                 .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Fergy Merzyana                                                 .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10345



Gadis Dara Cantikawati                                         .....................................
No. MAPPI     : 24-A-12624




                                           xix
Page 21
                                      DAFTAR ISI

                                                                             HALAMAN

OPINI                                                                               i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                       xvi

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                  xvii

SURAT PERNYATAAN                                                                xviii

DAFTAR ISI                                                                        xx

DAFTAR TABEL                                                                    xxiii

DAFTAR GRAFIK                                                                   xxvi

LAMPIRAN                                                                        xxvii

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                               1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                                 6
        C. Premis Penilaian                                                        6
        D. Independensi Penilai                                                    7
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                               7
        F. Profil PT Sumber Mineral Abadi                                          7
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                           8
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                     9
        I. Pendekatan dan Metode Penilaian Aset Takberwujud yang Digunakan        10
        J. Penilaian Aset Berwujud Bersih yang Digunakan                          10
        K. Kesimpulan Hasil Penilaian dan Alokasi Harga Pembelian                 10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                              12
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                            17
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                          17
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                              17
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                      18
        F. Informasi Non-Keuangan                                                 20
        G. Jenis Ekuitas                                                          21
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                               21
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                          23
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                           23
        K. Jenis Laporan                                                          24
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)         24




                                           xx
Page 22
                                                                  HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Sumber Mineral Abadi                     25
        B. Kegiatan Usaha                                             25
        C. Manajemen                                                  25
        D. Kepemilikan Saham                                          26
        E. Data Keuangan Historis                                     26

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                     28
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                 31
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                 31
        D. Tingkat Suku Bunga                                         32
        E. Inflasi                                                    33
        F. Nilai Tukar Rupiah                                         34

V.      TINJAUAN INDUSTRI NIKEL

        A. Tinjauan Industri Nikel di Dunia                           36
        B. Tinjauan Industri Nikel di Indonesia                       39

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Sumber Mineral Abadi                                    41
        B. Analisis atas Common Size PT Sumber Mineral Abadi          49
        C. Analisis atas Common Size Industri Nikel                   51

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Kelangkaan Cadangan Nikel                           58
        B. Risiko Fluktuasi Harga Nikel                               58
        C. Risiko Bencana Alam                                        58
        D. Risiko Kecelakaan Kerja                                    58
        E. Risiko Likuiditas                                          58
        F. Risiko Operasional                                         59
        G. Risiko Kebijakan Pemerintah                                59

VIII.   IDENTIFIKASI ASET TAKBERWUJUD DAN METODE PENILAIAN

        A. Identifikasi Aset Takberwujud                              60
        B. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                        62
        C. Pendekatan dan Metodologi Penilaian Aset Takberwujud       63
        D. Penilaian Aset Berwujud Bersih yang Digunakan              63
        E. Premis Penilaian                                           63
        F. Independensi Penilai                                       63




                                             xxi
Page 23
                                                                  HALAMAN

IX.   PENILAIAN ASET TAKBERWUJUD DAN ALOKASI HARGA PEMBELIAN

      A. Penilaian Aset Berwujud Bersih                               64
      B. Penilaian Aset Takberwujud                                   64
      C. Penilaian Aset Takberwujud dan Alokasi Harga Pembelian       79




                                        xxii
Page 24
                                   DAFTAR TABEL

                                                                   HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Sumber Mineral Abadi                                      8

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Sumber Mineral Abadi                                     26

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan
           PT Sumber Mineral Abadi
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                 26

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Sumber Mineral Abadi
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                     27

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                     28

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                         29

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                         30

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi           34

Tabel 9    Harga Nikel Dunia Periode Q1 2026 – Q4 2026                 37

Tabel 10   Harga Acuan Bijih Nikel Januari 2025                        39

Tabel 11   Ekspor dan Impor Nikel dan Barang Dariadanya Mei 2025       40

Tabel 12   Laporan Posisi Keuangan
           PT Sumber Mineral Abadi
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                 41

Tabel 13   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Sumber Mineral Abadi
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                     44

Tabel 14   Laporan Arus Kas
           PT Sumber Mineral Abadi
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                     46




                                          xxiii
Page 25
                                                                        HALAMAN

Tabel 15   Rasio-rasio Keuangan
           PT Sumber Mineral Abadi
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      48

Tabel 16   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Sumber Mineral Abadi
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      49

Tabel 17   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Sumber Mineral Abadi
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          50

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Aneka Tambang Tbk
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      51

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Aneka Tambang Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          52

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Vale Indonesia Tbk
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      53

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Vale Indonesia Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          54

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Timah Tbk
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      55

Tabel 23   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Timah Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          57




                                         xxiv
Page 26
                                                     HALAMAN

Tabel 24   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
           PT Sumber Mineral Abadi
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2050       66

Tabel 25   Perhitungan Kontribusi Modal Kerja
           PT Sumber Mineral Abadi
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2050       74

Tabel 26   Perhitungan Kontribusi Aset Tetap
           PT Sumber Mineral Abadi
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2050       75

Tabel 27   Nilai Pasar Properti Pertambangan
           PT Sumber Mineral Abadi
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2050       77

Tabel 28   Nilai Pasar 30,00% Aset Berwujud Bersih
           PT Sumber Mineral Abadi
           Per 31 Desember 2025                          80

Tabel 29   Perhitungan Alokas Harga Pembelian
           PT Sumber Mineral Abadi
           Per 31 Desember 2025                          81




                                        xxv
Page 27
                                  DAFTAR GRAFIK

                                                                      HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                         32

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                   33

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing       35

Grafik 4   Harga Nikel Global
           Periode Q1 2025 – Q4 2025                                      36

Grafik 5   Proyeksi Ukuran Pasar Nikel di Dunia
           Tahun 2026 – 2034                                              38




                                         xxvi
Page 28
                                     LAMPIRAN

                                                       HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 30,00% Aset Berwujud Bersih
             PT Sumber Mineral Abadi
             Per 31 Desember 2025                          82

Lampiran B   Perhitungan Alokas Harga Pembelian
             PT Sumber Mineral Abadi
             Per 31 Desember 2025                          83




                                        xxvii
Page 29
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT PT PAM Mineral Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa kontruksi
       pertambangan, jasa pemeliharaan saluran air/pipa, jasa penunjang kegiatan
       pertambangan, serta pertambangan meliputi batubara, bijih uranium dan thorium,
       eksplorasi dan eksploitasi air mineral, menjalankan usaha di bidang pertambangan
       nikel, pasir besi, dan bijih besi. Perseroan berdomisili di Jalan Batu Jajar No. 37
       Lantai 5, Jakarta Pusat 10120, dengan nomor telepon: (021) 3513 192 dan email:
       corsec@pammineral.co.id.

       Berdasarkan Kesepakatan Bersama yang telah ditandatangani oleh Perseroan
       dan PT Sumber Mineral Abadi (selanjutnya disebut “SMA”) pada tanggal 22 Juni
       2026 (selanjutnya disebut “KB”) dan memperoleh Akta Keputusan Para
       Pemegang Saham No. 324 tanggal 22 Juni 2026, yang dibuat oleh Notaris Notaris
       Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta No. 324”),
       Perseroan telah mengambil bagian atas seluruh saham yang diterbitkan oleh SMA
       sebanyak 10.714.500 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per
       saham atau setara nilai nominal keseluruhan sebesar Rp 10,71 miliar dengan nilai
       transaksi sebesar Rp 350,00 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi”).

       SMA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang
       pertambangan nikel. SMA memiliki area pertambangan nikel di Morowali Utara,
       Sulawesi Tengah seluas 1.948 hektar. Pada tanggal 2 November 2020, SMA
       mendapat persetujuan peningkatan izin usaha pertambangan eksplorasi mineral
       logam menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (selanjutnya disebut
       “IUP-OP”) yang berlaku selama 20 tahun dan dapat diperpanjang 2 kali
       masing-masing 10 tahun.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari managemen Perseroan, pada
       tanggal 31 Desember 2025, susunan pemegang saham SMA adalah sebagai
       berikut:

                    PT Gatra Perkasa                         Fanny Setiadi Faizal
                                        Robby Widjaja (RW)
                     Mineral (GPM)                                  (FSZ)

                            50,00%               25,00%                25,00%


                                              SMA




                                          1
Page 30
Sebelumnya, berdasarkan Akta No. 324, para pemegang saham SMA telah
menyetujui dan mengambil keputusan untuk mengubah nilai nominal saham SMA
dari semula sebesar Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 1.000 per
saham dan melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor SMA dari
sebelumnya sebesar Rp 25,00 miliar menjadi Rp 35,71 miliar.

Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia, memiliki peranan penting
dalam memenuhi kebutuhan industri nikel global. Kondisi fluktuasi harga nikel
dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan penurunan harga nikel secara
signifikan akibat surplus pasokan global, namun industri nikel Indonesia tetap
optimis terhadap permintaan jangka panjang, khususnya dari sektor kendaraan
listrik. Selain itu, kebijakan Pemerintah Indonesia yang mendorong hilirisasi nikel,
dengan fokus pada peningkatan nilai tambah melalui produk olahan, menjadi
langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bijih nikel
mentah dan meningkatkan daya saing produk nikel Indonesia di pasar global.
Menanggapi hal tersebut, Perseroan melihat pangsa pasar dalam industri nikel
yang memiliki potensi bisnis yang berkembang seiring dengan tingginya
kebutuhan akan komoditas nikel sebagai bahan baku bagi industri lain.

Perseroan dan PT Indrabakti Mustika (selanjutnya disebut “IBM”), entitas anak
Perseroan yang dimiliki oleh Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,77%
berfokus pada sektor pertambangan nikel, yang meliputi kegiatan eksplorasi,
penambangan, serta penjualan bijih nikel (nickel ore). Perseroan memiliki area
konsesi pertambangan nikel yang berlokasi di wilayah pesisir Sulawesi Tengah,
tepatnya di Desa Laroenai, Kec. Bungku. Sedangkan, IBM melakukan kegiatan
penambangan yang berlokasi di Desa Lameruru, Kec. Langgikima, Kab. Konawe
Utara, Sulawesi Tenggara, memiliki luas area operasional IUP sebesar
576 Ha.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan dan IBM secara berkelanjutan
mengoptimalkan pengelolaan tambang yang telah beroperasi untuk memenuhi
kebutuhan pasar domestik. Langkah bisnis diambil oleh Perseroan dalam
upayanya untuk melakukan pertumbuhan an-organik dengan mengambil bagian
atas seluruh saham baru yang diterbitkan oleh SMA yang diyakini masih sejalan
dengan strategi bisnis Perseroan. Hal ini seiring dengan Perseroan yang terus
mengembangkan kapasitas dan portofolio usaha di sektor pertambangan nikel
sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing, meningkatkan efisiensi
operasional, serta memperkokoh posisi strategis Perseroan di pasar nasional
maupun internasional.




                                   2
Page 31
Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan perluasan
portofolio investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan dengan
penyertaan saham pada industri pertambangan nikel yang memiliki ketersediaan
kapasitas dan telah memiliki kemampuan dalam memproduksi bijih nikel, sehingga
Perseroan dapat memanfaatkan momentum sehubungan dengan potensi
permintaan kebutuhan nikel dan kenaikan harga komoditas nikel dalam
memaksimalkan keuntungan Perseroan. Selanjutnya, Transaksi juga merupakan
penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan cadangan sumber daya mineral bagi
Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA yang memiliki cadangan nikel
yang masih dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang.

Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan baru
yang dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam laporan
keuangan konsolidasian Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang dimiliki
lakukan oleh SMA diharapkan dapat menopang kelangsungan usaha Perseroan,
sehingga Perseroan dapat memperoleh tingkat balikan investasi yang
menguntungkan dan berpeluang untuk melakukan fokus pada investasi-investasi
lainnya yang diyakini Perseroan memiliki potensi bisnis dan prospek positif pada
masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan
dan SMA merupakan perusahaan yang berada di bawah pengendalian dari
pengendali yang sama. Perseroan memandang bahwa Transaksi sejalan dengan
strategi Perseroan yaitu bagian dari strategi bisnis bagi pengembangan usaha dan
investasi jangka panjang Perseroan pada sektor pertambangan nikel dengan
melakukan ventura bersama dengan para pemegang saham SMA lainnya.
Selanjutnya, struktur transaksi tersebut dipandang sesuai dengan tujuan investasi
Perseroan karena memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi
pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus tetap
menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan alokasi modal
sehingga Perseroan dapat memperoleh eksposur terhadap peluang pertumbuhan
pada aset dan kegiatan usaha SMA tanpa menanggung seluruh risiko, kebutuhan
pendanaan, maupun kewajiban yang umumnya melekat pada transaksi
pengambilalihan pengendalian.

Selain itu, Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis
antara Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran
keahlian teknis, optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang
sinergi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Perseroan meyakini bahwa pendekatan investasi strategis tersebut sejalan
dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang berfokus pada penciptaan nilai
jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan kualitas
portofolio investasi Perseroan.




                                    3
Page 32
Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar komoditas
nikel dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai memiliki prospek
pertumbuhan yang baik dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi
Perseroan serta mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga
pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
Perseroan.

Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan
    perluasan portofolio investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan
    dengan penyertaan saham pada industri pertambangan nikel yang memiliki
    ketersediaan kapasitas dan telah memiliki kemampuan dalam memproduksi
    bijih nikel, sehingga Perseroan dapat memanfaatkan momentum sehubungan
    dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan kenaikan harga komoditas
    nikel dalam memaksimalkan keuntungan Perseroan. Selanjutnya, Transaksi
    juga merupakan penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan cadangan sumber
    daya mineral bagi Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA yang
    memiliki cadangan nikel yang masih dapat diproduksi dalam jangka waktu
    yang panjang.

•   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan
    baru yang dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam
    laporan keuangan konsolidasian Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang
    dimiliki lakukan oleh SMA diharapkan dapat menopang kelangsungan usaha
    Perseroan, sehingga Perseroan dapat memperoleh tingkat balikan investasi
    yang menguntungkan dan berpeluang untuk melakukan fokus pada
    investasi-investasi lainnya yang diyakini Perseroan memiliki potensi bisnis dan
    prospek positif pada masa yang akan datang.

•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
    Perseroan dan SMA merupakan perusahaan yang berada di bawah
    pengendalian dari pengendali yang sama. Perseroan memandang bahwa
    Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu bagian dari strategi bisnis
    bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang Perseroan pada
    sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama dengan para
    pemegang saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur transaksi tersebut
    dipandang sesuai dengan tujuan investasi Perseroan karena memungkinkan
    Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi pertumbuhan usaha dan
    penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus tetap menerapkan prinsip
    kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan alokasi modal sehingga Perseroan
    dapat memperoleh eksposur terhadap peluang pertumbuhan pada aset dan
    kegiatan usaha SMA tanpa menanggung seluruh risiko, kebutuhan
    pendanaan, maupun kewajiban yang umumnya melekat pada transaksi
    pengambilalihan pengendalian.




                                   4
Page 33
•   Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis antara
    Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran
    keahlian teknis, optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang
    sinergi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
    Perseroan meyakini bahwa pendekatan investasi strategis tersebut sejalan
    dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang berfokus pada penciptaan nilai
    jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan kualitas
    portofolio investasi Perseroan.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar
    komoditas nikel dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai
    memiliki prospek pertumbuhan yang baik dan diharapkan dapat memberikan
    manfaat ekonomi bagi Perseroan serta mendukung pertumbuhan usaha yang
    berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi
    para pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi
Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut
“POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
pendapat kewajaran (fairness opinion) atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh
penilai independen.

Sehubungan dengan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi
tersebut, POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan proforma laporan
keuangan konsolidasian Perseroan sehubungan dengan Transaksi yang direviu
oleh akuntan independen.

Dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan
memerlukan informasi mengenai nilai pasar dari tiap-tiap aset takberwujud yang
dimiliki oleh SMA untuk kepentingan penyusunan alokasi harga pembelian
(purchase price allocation [PPA]).




                                     5
Page 34
       Dengan demikian, dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan
       konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
       31 Desember 2025, maka Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa
       Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
       “KR” atau “kami”) untuk melakukan penilaian atas aset berwujud bersih, aset
       takberwujud dan alokasi harga pembelian SMA per tanggal 31 Desember 2025.

       Dalam melakukan penilaian atas aset takberwujud dan alokasi harga pembelian
       SMA, KR akan bertindak sebagai penilai eksternal yang tidak memiliki keterlibatan
       material ataupun benturan kepentingan, baik aktual maupun bersifat potensial
       dengan Perseroan dan SMA.

I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar aset takberwujud SMA
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dan alokasi harga pembelian.

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal per tanggal 31 Desember 2025.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka penyusunan proforma
       laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
       tanggal 31 Desember 2025.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
       “POJK 35/2020”), Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
       (selanjutnya disebut “Bapepam-LK”) No. VIII.C.5 tentang “Pedoman Penilaian dan
       Penyajian Laporan Penilaian Aset Takberwujud di Pasar Modal” yang dimuat
       dalam Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-620/BL/2011 tanggal 30 November
       2011 (selanjutnya disebut “Peraturan VIII.C.5”), serta Standar Penilaian Indonesia
       2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa Objek Penilaian digunakan untuk mendukung kegiatan usaha
       SMA sebagai suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                         6
Page 35
I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SMA
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SMA. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan     surat    penugasan
       No. KR/260506-002 tanggal 6 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen
       Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       ilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
       tujuan penilaian serta dari data keuangan SMA yang kami terima. Data keuangan
       tersebut berupa laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
       31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.

I.F.   Profil PT Sumber Mineral Abadi

       SMA didirikan berdasarkan Akta No. 86 tanggal 24 September 2007 oleh Hangky
       Ribowo, S.H., Notaris di Balikpapan. Akta Pendirian telah disahkan oleh
       Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
       Keputusan No. C-05670 HT.01.01-TH.2007 tanggal 7 Desember 2007, serta telah
       diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 14, Tambahan No. 1697
       pada tahun 2008.

       Anggaran dasar SMA telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
       Akta Notaris No. 2 tanggal 3 Juni 2025 oleh Mulyani, S.H., M.Kn., Notaris di
       Kabupaten Karawang, mengenai perubahan susunan pemegang saham,
       Komisaris dan Direksi SMA. Akta tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum
       dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
       No. AHU-AH.01.09-0284609 tanggal 3 Juni 2025. Akta tersebut telah diumumkan
       dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46, Tambahan No. 15209 tertanggal
       10 Juni 2025.

       Kantor pusat SMA beralamat di Jalan Pecenongan Nomor 72, Kelurahan Kebon
       Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.




                                          7
Page 36
I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham SMA berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Sumber Mineral Abadi
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                     Pemegang Saham                    Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Gatra Perkasa Mineral                              12.500           50,00%     12.500.000.000
         Robby Widjaja                                          6.250           25,00%      6.250.000.000
         Fanny Setiadi Faizal                                   6.250           25,00%      6.250.000.000
         Jumlah                                                25.000          100,00%     25.000.000.000



I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Komisaris dan Direksi SMA pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Presiden Komisaris                            :   Christopher Sumasto Tjia

         Direksi
         Presiden Direktur                             :   Rosmin Salim
         Direktur                                      :   Shelly

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang pertambangan
         nikel. SMA memiliki area pertambangan nikel di Morowali Utara, Sulawesi Tengah
         seluas 1.948 hektar. Pada tanggal 2 November 2020, SMA mendapat persetujuan
         peningkatan izin usaha pertambangan eksplorasi mineral logam menjadi IUP-OP
         yang berlaku selama 20 tahun.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
         POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
         dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
         penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
         secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
         pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.




                                                   8
Page 37
I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
       atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SMA,
       pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
       SMA. Prospek SMA di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
       rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
       yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
       pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
       penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
       industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

       Untuk menentukan nilai pasar aset berwujud, semua komponen aset dan
       liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
       komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
       atau utang bank). Dalam penilaian ini, kami tidak melakukan penyesuaian
       komponen aset dan liabilitas karena telah merefleksikan nilai pasarnya. Nilai pasar
       keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
       nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Nilai pasar aset takberwujud antara lain seperti merek, kontrak dan hubungan
       dengan pelanggan, aset pertambangan, hak paten, lisensi, biaya riset dan
       pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
       langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset takberwujud tersebut diperoleh
       dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah.




                                          9
Page 38
I.I.   Pendekatan dan Metode Penilaian Aset Takberwujud yang Digunakan

       Pendekatan dan metode penilaian yang digunakan dalam penilaian aset
       takberwujud adalah(multi-period excess earnings method [MEEM]).

       Metode ini berbasis pada metode diskonto arus kas. Dalam metode ini, kelebihan
       pendapatan yang akan didiskonto adalah arus kas bersih (AKB) yang relevan
       dengan jenis aset takberwujud yang dinilai, yang diproyeksikan selama periode
       tertentu yang dianggap sesuai. Selanjutnya, proyeksi kelebihan pendapatan
       tersebut didiskonto dengan tingkat diskonto yang relevan. Nilai kini dari
       keseluruhan kelebihan pendapatan di masa mendatang tersebut merupakan nilai
       dari aset takberwujud yang bersangkutan.

       Metode penilaian di atas adalah yang kami angggap paling sesuai untuk
       diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
       Perseroan dan SMA. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya
       pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang
       berbeda.

I.J.   Penilaian Aset Berwujud Bersih yang Digunakan

       Dalam penilaian aset tetap, kami mengacu pada laporan penilaian properti SMA
       per tanggal 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP Suwendho Rinaldy dan
       Rekan (selanjutnya disebut “SRR”).

I.K.   Kesimpulan Hasil Penilaian dan Alokasi Harga Pembelian PT Sumber Mineral
       Abadi

       Berdasarkan KB, Akta No. 324, dan keterangan yang diperoleh dari manajemen
       Perseroan, nilai transaksi atas Transaksi adalah sebesar Rp 350,00 miliar.

       Nilai pasar 100,00% aset dan liabilitas SMA masing-masing adalah sebesar
       Rp 1.424,49 miliar dan Rp 58,54 miliar. Selisih antara nilai aset dan liabilitas SMA
       merupakan nilai pasar 100,00% aset berwujud bersih SMA, yaitu sebesar
       Rp 1.365,96 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih
       SMA adalah sebesar Rp 409,79 miliar.

       Selanjutnya, nilai goodwill kemudian diperoleh dengan mengurangkan nilai
       transaksi atas Transaksi dengan nilai pasar aset berwujud bersih, aset
       takberwujud yang dapat diidentifikasi, dan perkiraan liabilitas pajak tangguhan
       masing-masing sebesar Rp 77,44 miliar, Rp 332,35 miliar, dan Rp 73,44 miliar.
       Dengan demikian, diperoleh nilai goodwill sebesar Rp 13,65 miliar.




                                         10
Page 39
Perhitungan alokasi harga pembelian sehubungan dengan Transaksi adalah
sebagai berikut:

                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                           31/12/25

Nilai atas Transaksi                                             350.000
Nilai pasar dari 30,00% aset berwujud bersih SMA                  77.438
Nilai pasar aset takberwujud                                     272.562
Aset takberwujud yang dapat diidentifikasi
  Properti pertambangan                                          332.354
Liabilitas pajak tangguhan                                        73.439
Goodwill                                                          13.647



Nilai pasar aset takberwujud SMA tersebut kami tentukan berdasarkan data dan
informasi yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SMA serta
pihak-pihak lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua
informasi tersebut adalah benar, dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang
tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas SMA. Kami tegaskan pula
bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
maupun di masa datang, dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
Objek Penilaian tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                               11
Page 40
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang jasa kontruksi pertambangan, jasa pemeliharaan saluran air/pipa, jasa
        penunjang kegiatan pertambangan, serta pertambangan meliputi batubara, bijih
        uranium dan thorium, eksplorasi dan eksploitasi air mineral, menjalankan usaha di
        bidang pertambangan nikel, pasir besi, dan bijih besi. Perseroan berdomisili di
        Jalan Batu Jajar No. 37 Lantai 5, Jakarta Pusat 10120, dengan nomor telepon:
        (021) 3513 192 dan email: corsec@pammineral.co.id.

        Berdasarkan KB dan Akta No. 324, Perseroan telah mengambil bagian atas
        seluruh saham yang diterbitkan oleh SMA sebanyak 10.714.500 saham baru
        dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per saham atau setara nilai nominal
        keseluruhan sebesar Rp 10,71 miliar dengan nilai transaksi sebesar
        Rp 350,00 miliar.

        SMA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
        (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang
        pertambangan nikel. SMA memiliki area pertambangan nikel di Morowali Utara,
        Sulawesi Tengah seluas 1.948 hektar. Pada tanggal 2 November 2020, SMA
        mendapat persetujuan peningkatan izin usaha pertambangan eksplorasi mineral
        logam menjadi IUP-OP yang berlaku selama 20 tahun dan dapat diperpanjang
        2 kali masing-masing 10 tahun.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari managemen Perseroan, pada
        tanggal 31 Desember 2025, susunan pemegang saham SMA adalah sebagai
        berikut:

                     PT Gatra Perkasa                        Fanny Setiadi Faizal
                                        Robby Widjaja (RW)
                      Mineral (GPM)                                 (FSZ)

                            50,00%               25,00%                25,00%


                                              SMA




        Sebelumnya, berdasarkan Akta No. 324, para pemegang saham SMA telah
        menyetujui dan mengambil keputusan untuk mengubah nilai nominal saham SMA
        dari semula sebesar Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 1.000 per
        saham dan melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor SMA dari
        sebelumnya sebesar Rp 25,00 miliar menjadi Rp 35,71 miliar.




                                         12
Page 41
Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia, memiliki peranan penting
dalam memenuhi kebutuhan industri nikel global. Kondisi fluktuasi harga nikel
dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan penurunan harga nikel secara
signifikan akibat surplus pasokan global, namun industri nikel Indonesia tetap
optimis terhadap permintaan jangka panjang, khususnya dari sektor kendaraan
listrik. Selain itu, kebijakan Pemerintah Indonesia yang mendorong hilirisasi nikel,
dengan fokus pada peningkatan nilai tambah melalui produk olahan, menjadi
langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bijih nikel
mentah dan meningkatkan daya saing produk nikel Indonesia di pasar global.
Menanggapi hal tersebut, Perseroan melihat pangsa pasar dalam industri nikel
yang memiliki potensi bisnis yang berkembang seiring dengan tingginya
kebutuhan akan komoditas nikel sebagai bahan baku bagi industri lain.

Perseroan dan IBM, entitas anak Perseroan yang dimiliki oleh Perseroan dengan
kepemilikan sebesar 99,77% berfokus pada sektor pertambangan nikel, yang
meliputi kegiatan eksplorasi, penambangan, serta penjualan bijih nikel (nickel ore).
Perseroan memiliki area konsesi pertambangan nikel yang berlokasi di wilayah
pesisir Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Laroenai, Kec. Bungku. Sedangkan,
IBM melakukan kegiatan penambangan yang berlokasi di Desa Lameruru, Kec.
Langgikima, Kab. Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, memiliki luas area
operasional IUP sebesar 576 Ha.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan dan IBM secara berkelanjutan
mengoptimalkan pengelolaan tambang yang telah beroperasi untuk memenuhi
kebutuhan pasar domestik. Langkah bisnis diambil oleh Perseroan dalam
upayanya untuk melakukan pertumbuhan an-organik dengan mengambil bagian
atas seluruh saham baru yang diterbitkan oleh SMA yang diyakini masih sejalan
dengan strategi bisnis Perseroan. Hal ini seiring dengan Perseroan yang terus
mengembangkan kapasitas dan portofolio usaha di sektor pertambangan nikel
sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing, meningkatkan efisiensi
operasional, serta memperkokoh posisi strategis Perseroan di pasar nasional
maupun internasional.

Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan perluasan
portofolio investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan dengan
penyertaan saham pada industri pertambangan nikel yang memiliki ketersediaan
kapasitas dan telah memiliki kemampuan dalam memproduksi bijih nikel, sehingga
Perseroan dapat memanfaatkan momentum sehubungan dengan potensi
permintaan kebutuhan nikel dan kenaikan harga komoditas nikel dalam
memaksimalkan keuntungan Perseroan. Selanjutnya, Transaksi juga merupakan
penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan cadangan sumber daya mineral bagi
Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA yang memiliki cadangan nikel
yang masih dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang.




                                  13
Page 42
Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan baru
yang dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam laporan
keuangan konsolidasian Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang dimiliki
lakukan oleh SMA diharapkan dapat menopang kelangsungan usaha Perseroan,
sehingga Perseroan dapat memperoleh tingkat balikan investasi yang
menguntungkan dan berpeluang untuk melakukan fokus pada investasi-investasi
lainnya yang diyakini Perseroan memiliki potensi bisnis dan prospek positif pada
masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan
dan SMA merupakan perusahaan yang berada di bawah pengendalian dari
pengendali yang sama. Perseroan memandang bahwa Transaksi sejalan dengan
strategi Perseroan yaitu bagian dari strategi bisnis bagi pengembangan usaha dan
investasi jangka panjang Perseroan pada sektor pertambangan nikel dengan
melakukan ventura bersama dengan para pemegang saham SMA lainnya.
Selanjutnya, struktur transaksi tersebut dipandang sesuai dengan tujuan investasi
Perseroan karena memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi
pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus tetap
menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan alokasi modal
sehingga Perseroan dapat memperoleh eksposur terhadap peluang pertumbuhan
pada aset dan kegiatan usaha SMA tanpa menanggung seluruh risiko, kebutuhan
pendanaan, maupun kewajiban yang umumnya melekat pada transaksi
pengambilalihan pengendalian.

Selain itu, Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis
antara Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran
keahlian teknis, optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang
sinergi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Perseroan meyakini bahwa pendekatan investasi strategis tersebut sejalan
dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang berfokus pada penciptaan nilai
jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan kualitas
portofolio investasi Perseroan.

Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar komoditas
nikel dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai memiliki prospek
pertumbuhan yang baik dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi
Perseroan serta mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga
pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
Perseroan.




                                   14
Page 43
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan
    perluasan portofolio investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan
    dengan penyertaan saham pada industri pertambangan nikel yang memiliki
    ketersediaan kapasitas dan telah memiliki kemampuan dalam memproduksi
    bijih nikel, sehingga Perseroan dapat memanfaatkan momentum sehubungan
    dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan kenaikan harga komoditas
    nikel dalam memaksimalkan keuntungan Perseroan. Selanjutnya, Transaksi
    juga merupakan penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan cadangan sumber
    daya mineral bagi Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA yang
    memiliki cadangan nikel yang masih dapat diproduksi dalam jangka waktu
    yang panjang.

•   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan
    baru yang dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam
    laporan keuangan konsolidasian Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang
    dimiliki lakukan oleh SMA diharapkan dapat menopang kelangsungan usaha
    Perseroan, sehingga Perseroan dapat memperoleh tingkat balikan investasi
    yang menguntungkan dan berpeluang untuk melakukan fokus pada
    investasi-investasi lainnya yang diyakini Perseroan memiliki potensi bisnis dan
    prospek positif pada masa yang akan datang.

•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
    Perseroan dan SMA merupakan perusahaan yang berada di bawah
    pengendalian dari pengendali yang sama. Perseroan memandang bahwa
    Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu bagian dari strategi bisnis
    bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang Perseroan pada
    sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama dengan para
    pemegang saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur transaksi tersebut
    dipandang sesuai dengan tujuan investasi Perseroan karena memungkinkan
    Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi pertumbuhan usaha dan
    penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus tetap menerapkan prinsip
    kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan alokasi modal sehingga Perseroan
    dapat memperoleh eksposur terhadap peluang pertumbuhan pada aset dan
    kegiatan usaha SMA tanpa menanggung seluruh risiko, kebutuhan
    pendanaan, maupun kewajiban yang umumnya melekat pada transaksi
    pengambilalihan pengendalian.

•   Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis antara
    Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran
    keahlian teknis, optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang
    sinergi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
    Perseroan meyakini bahwa pendekatan investasi strategis tersebut sejalan
    dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang berfokus pada penciptaan nilai
    jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan kualitas
    portofolio investasi Perseroan.




                                     15
Page 44
•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar
    komoditas nikel dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai
    memiliki prospek pertumbuhan yang baik dan diharapkan dapat memberikan
    manfaat ekonomi bagi Perseroan serta mendukung pertumbuhan usaha yang
    berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi
    para pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi
POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus
memenuhi POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
pendapat kewajaran (fairness opinion) atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh
penilai independen.

Sehubungan dengan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi
tersebut, POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan proforma laporan
keuangan konsolidasian Perseroan sehubungan dengan Transaksi yang direviu
oleh akuntan independen.

Dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan
memerlukan informasi mengenai nilai pasar dari tiap-tiap aset berwujud bersih,
aset takberwujud yang dimiliki oleh SMA untuk kepentingan penyusunan alokasi
harga pembelian (purchase price allocation [PPA]).

Dengan demikian, dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, maka Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk
melakukan penilaian atas aset berwujud bersih, Objek Penilaian, dan alokasi harga
pembelian Transaksi.

Dalam melakukan penilaian, KR akan bertindak sebagai penilai eksternal yang
tidak memiliki keterlibatan material ataupun benturan kepentingan, baik aktual
maupun bersifat potensial dengan Perseroan dan SMA.




                                  16
Page 45
II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal per tanggal 31 Desember 2025.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka penyusunan proforma
        laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
        tanggal 31 Desember 2025.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020, Peraturan VIII.C.5, serta SPI.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
        tujuan penilaian serta dari data keuangan SMA yang kami terima. Data keuangan
        tersebut berupa laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
        31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                        17
Page 46
II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
           disebut “KAP”) Tjahjadi & Tamara (selanjutnya disebut “TT”) sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00340/2.0853/AU.1/02/1258-5/1/VI/2026
           tanggal 11 Juni 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

        2. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00278/2.0853/AU.1/05/1258-4/1/VI/2025 tanggal
           23 Juni 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

        3. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal|
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00194/2.0853/AU.1/02/1258-3/1/V/2024 tanggal

        4. 8 Mei 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

        5. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00244/2.0853/AU.1/02/1258-2/1/X/2023 tanggal
           24 Oktober 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

        6. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00243/2.0853/AU.1/02/1258-1/1/X/2023 tanggal
           24 Oktober 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

        7. Proyeksi laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2050 yang disusun oleh manajemen
           SMA.

        8. Laporan penilaian properti SMA per 31 Desember 2025 yang
           disusun oleh KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan (selanjutnya
           disebut    “SRR”)     sebagaimana       tertuang     dalam     laporannya
           No. 00285/2.0059-02/PI/10/0242/1/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026.

        9. Laporan Teknis Estimasi Sumber Daya dan Cadangan Mineral yang disusun
           oleh Yanri Budi Karseno, S.T., MAusIMM., CPI, CP. dan Citra Kusuma, S.T.,
           MAusIMM., CPI, CP. sebagaimana tertuang dalam laporannya
           No. 001/SMA-CP/VIII/2025 pada Agustus 2025.




                                        18
Page 47
10. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi atas tambang nikel yang dimiliki
    SMA.

11. KB.

12. Akta No. 324.

13. Anggaran dasar SMA yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
    Notaris No. 2 tanggal 3 Juni 2025 yang dibuat oleh Mulyani, S.H., M.Kn,
    mengenai perubahan susunan pemegang saham, Komisaris dan Direksi SMA.

14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Herman Thio
    dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal
    lain yang terkait dengan Transaksi.

15. Tarif pajak yang diberlakukan atas SMA adalah berdasarkan laba kena pajak
    dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
    berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2050.

16. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SMA serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan.

17. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.

18. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg.

19. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.

20. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan penilaian Transaksi.

21. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SMA atau
yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.




                                 19
Page 48
          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SMA. Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang pertambangan
          nikel. Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh SMA adalah bijih nikel.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SMA meliputi wilayah
          Sulawesi Tengah.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama SMA adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Djava Berkah Mineral.
          •   PT Jaya Arsa Indonesia.
          •   PT Pageone Energi Infrastruktur.
          •   PT Carsurin.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci SMA
          adalah PT Marin Mitra Nusantara.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SMA adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Aneka Tambang Tbk.
          •   PT Vale Indonesia Tbk.
          •   PT Timah Tbk.
          •   PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama.
          •   PT Keinz Ventura.




                                           20
Page 49
II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SMA
          adalah sebagai berikut:

          •   Meningkatkan kapasitas produksi.
          •   Produksi nikel kadar rendah (low grade).
          •   Tetap melanjutkan eksplorasi untuk meningkatkan sumberdaya dan cadangan.
          •   Kerjasama supply ke smelter-smelter baru.
          •   Pembuatan infra jalan hauling sampai ke Pelabuhan.
          •   Pembuatan jetty (terminal khusus).

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki SMA merupakan saham biasa, di mana setiap pemegang
          saham SMA memiliki 1 hak suara per lembar saham.

II.H.     Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

          Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
          bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
          dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

          Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
          kelebihan pendapatan didasarkan pada proyeksi laporan keuangan SMA yang
          disusun oleh manajemen SMA. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan,
          berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja SMA pada tahun-tahun
          sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
          Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut
          agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SMA yang dinilai pada
          saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian
          yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja SMA yang dinilai dan
          telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami
          bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan
          keuangan berdasarkan kinerja historis SMA dan informasi manajemen SMA
          terhadap proyeksi laporan keuangan SMA tersebut. Kami juga bertanggung jawab
          atas laporan penilaian SMA dan kesimpulan nilai akhir.




                                           21
Page 50
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SMA atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SMA bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan SMA.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum SMA berdasarkan anggaran dasar SMA.




                                  22
Page 51
II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

        Selanjutnya, dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, kami
        mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
        dari semua informasi dalam laporan geologis atas cadangan nikel yang dimiliki
        oleh SMA yang disusun oleh pihak kompeten (competent person) dan laporan
        penilaian properti SMA yang disusun oleh KJPP SRR dan kami tidak bertanggung
        jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
        tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari pihak kompeten (competent
        person) bahwa mereka telah melakukan penilaian dan menyusun laporan secara
        independen sesuai dengan standar penilaian cadangan dan peraturan
        perundang-undangan yang berlaku serta KJPP SRR bahwa mereka telah
        melakukan penilaian dan menyusun laporan secara independen sesuai dengan
        dan tunduk pada ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
        No. 28/POJK.04/2021 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
        Properti di Pasar Modal” dan Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi
        SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat dengan memenuhi Kode
        Etik Penilai Indonesia (KEPI).

        Kami tidak memberikan pendapat atas laporan geologis atas cadangan nikel yang
        dimiliki oleh SMA yang disusun oleh pihak kompeten (competent person) dan
        laporan penilaian properti SMA yang disusun oleh KJPP SRR. Pekerjaan kami
        yang berkaitan dengan penilaian atas Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
        dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, atau pelaksanaan
        prosedur-prosedur tertentu serta tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
        kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
        laporan geologis atas cadangan nikel yang dimiliki oleh SMA yang disusun oleh
        pihak kompeten (competent person) dan laporan penilaian properti SMA yang
        disusun oleh KJPP SRR, atau pelanggaran hukum atas laporan geologis atas nikel
        yang dimiliki oleh SMA yang disusun oleh pihak kompeten (competent person) dan
        laporan penilaian properti SMA yang disusun oleh KJPP SRR.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan penyusunan proforma konsolidasian Perseroan untuk tahun
        yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 serta tidak dapat digunakan atau
        dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk
        digunakan oleh pihak lain.




                                         23
Page 52
        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian aset takberwujud bersih, aset takberwujud, dan alokasi
        harga pembelian PT Sumber Mineral Abadi ini merupakan laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian aset berwujud bersih, aset takberwujud, dan alokasi harga
        pembelian PT Sumber Mineral Abadi tidak terdapat kejadian penting setelah
        tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi
        penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                          24
Page 53
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Sumber Mineral Abadi

         SMA didirikan berdasarkan Akta No. 86 tanggal 24 September 2007 oleh Hangky
         Ribowo, S.H., Notaris di Balikpapan. Akta Pendirian telah disahkan oleh
         Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
         Keputusan No. C-05670 HT.01.01-TH.2007 tanggal 7 Desember 2007, serta telah
         diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 14, Tambahan No. 1697
         pada tahun 2008.

         Anggaran dasar SMA telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
         Akta Notaris No. 2 tanggal 3 Juni 2025 oleh Mulyani, S.H., M.Kn., Notaris di
         Kabupaten Karawang, mengenai perubahan susunan pemegang saham,
         Komisaris dan Direksi SMA. Akta tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum
         dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
         No. AHU-AH.01.09-0284609 tanggal 3 Juni 2025. Akta tersebut telah diumumkan
         dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46, Tambahan No. 15209 tertanggal
         10 Juni 2025.

         Kantor pusat SMA beralamat di Jalan Pecenongan Nomor 72, Kelurahan Kebon
         Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang pertambangan
         nikel. SMA memiliki area pertambangan nikel di Morowali Utara, Sulawesi Tengah
         seluas 1.948 hektar. Pada tanggal 2 November 2020, SMA mendapat persetujuan
         peningkatan izin usaha pertambangan eksplorasi mineral logam menjadi IUP-OP
         yang berlaku selama 20 tahun.

III.C.   Manajemen

         Susunan Komisaris dan Direksi SMA pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Presiden Komisaris                   :   Christopher Sumasto Tjia

         Direksi
         Presiden Direktur                    :   Rosmin Salim
         Direktur                             :   Shelly




                                         25
Page 54
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham SMA berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Sumber Mineral Abadi
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                                    (Dalam Rupiah)
                                                                                         Persentase
                         Pemegang Saham                    Jumlah Saham                                     Jumlah Modal
                                                                                        Kepemilikan
         PT Gatra Perkasa Mineral                                          12.500                  50,00%       12.500.000.000
         Robby Widjaja                                                      6.250                  25,00%        6.250.000.000
         Fanny Setiadi Faizal                                               6.250                  25,00%        6.250.000.000
         Jumlah                                                            25.000                100,00%        25.000.000.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022 masing-masing telah diaudit oleh
         KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan SMA
         untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh
         KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

         Ikhtisar data keuangan penting SMA adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Sumber Mineral Abadi
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                     31/12/25      31/12/24        31/12/23    31/12/22       31/12/21

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan bank                                                849            83.212       2.477         895             36
         Persediaan                                               16.935            16.935      17.813           -              -
         Uang muka                                                54.871            33.982      58.356           -              -
         Piutang usaha - pihak ketiga                                  -            32.419      38.104           -              -
         Piutang non usaha - pihak ketiga                              -                 6           -           -              -
         Pajak dibayar dimuka                                          -                 -          13           -              -
         Jumlah Aset Lancar                                       72.656        166.554        116.764         895             36
         ASET TIDAK LANCAR
         Aset tetap - neto                                         6.600          7.677          7.263       3.286             356
         Properti pertambangan - neto                             41.104         33.225         31.682       3.428           1.502
         Aset pajak tangguhan                                     10.893          6.156          2.808           -               -
         Uang muka                                               176.458        136.634              -           -               -
         Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya            7.491              -              -           -               -
         Jumlah Aset Tidak Lancar                                242.546        183.692         41.753       6.714           1.859
         JUMLAH ASET                                             315.202        350.246        158.516       7.609           1.894




                                                          26
Page 55
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan                     31/12/25       31/12/24      31/12/23       31/12/22       31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Biaya yang masih harus dibayar                                18.574        30.070        40.549            650            338
Utang pajak                                                    1.841           990             3              1             33
Utang usaha - pihak ketiga                                       176        37.767         4.031              -              -
Utang non usaha - pihak ketiga                                34.062             -           281              -              -
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek                  115            34             -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               54.769        68.861        44.863            651            371
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang                783            400           399                 -              -
Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi, dan
  penutupan tambang                                            2.986         2.146                -           -              -
Utang lain-lain pihak ketiga                                       -             -                -      17.040          6.614
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               3.769         2.547           399         17.040          6.614
JUMLAH LIABILITAS                                             58.538        71.408        45.262         17.691          6.985
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Modal saham                                                  25.000         25.000        25.000          25.000         25.000
Tambahan modal disetor                                          111            111           111             111            111
Defisit                                                     (80.309)       (58.247)      (36.857)        (35.193)       (30.201)
Uang muka setoran modal                                     311.865        311.865       125.000               -              -
Penghasilan (kerugian) komprehensif lain                         (3)           109             -               -              -
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                           256.664        278.838       113.254         (10.082)        (5.090)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               315.202        350.246       158.516          7.609          1.894



Tabel 4
PT Sumber Mineral Abadi
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan                     31/12/25       31/12/24      31/12/23       31/12/22       31/12/21

Penjualan                                                     34.279       325.120        43.501                 -              -
Beban pokok penjualan                                         35.640       322.099        36.357                 -              -
Laba (rugi) bruto                                             (1.361)         3.020         7.144              -              -
Beban umum dan administrasi                                  (24.827)       (27.463)       (8.569)        (3.559)        (2.030)
Beban lainnya - neto                                               -              -             -         (1.204)             -
Rugi usaha                                                   (26.187)       (24.443)       (1.425)        (4.763)        (2.030)
Beban keuangan                                                     -              -          (820)          (229)          (100)
Beban lainnya - neto                                            (580)          (326)          (27)             -            (27)
Rugi selisih kurs - neto                                           -              -        (2.201)             -              -
Rugi sebelum manfaat pajak penghasilan                       (26.767)       (24.769)       (4.472)        (4.992)        (2.158)
Manfaat pajak penghasilan - neto                               4.705          3.379         2.808              -              -
Rugi tahun berjalan                                          (22.062)       (21.390)       (1.664)        (4.992)        (2.158)
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                         (112)           109             -              -              -
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                      (22.174)       (21.281)       (1.664)        (4.992)        (2.158)




                                                     27
Page 56
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Prospek pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan berada
          dalam tren melambat, di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi.
          Perlambatan ini juga diiringi oleh semakin lebarnya divergensi pertumbuhan antar
          negara. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
          berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Februari 2026, perlambatan ekonomi global
          terutama dipengaruhi oleh dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS)
          serta berlanjutnya tensi geopolitik. Namun demikian, perekonomian AS justru
          diproyeksikan mengalami peningkatan, yang didorong oleh besarnya stimulus
          fiskal dan tingginya investasi, termasuk pada sektor artificial intelligence (AI).

          Di sisi lain, perekonomian Eropa dan Jepang diproyeksikan melambat, sejalan
          dengan penurunan kinerja ekspor akibat perlambatan global, serta permintaan
          domestik yang masih terbatas, meskipun investasi di bidang AI menunjukkan
          peningkatan. Sementara itu, ekonomi Tiongkok diperkirakan tetap dalam tren
          melambat karena konsumsi rumah tangga yang belum pulih sepenuhnya. Adapun
          ekonomi India juga menunjukkan pelemahan, yang tercermin dari menurunnya
          permintaan domestik dan kinerja sektor eksternal. Secara keseluruhan,
          pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan menurun dari 3,3%
          pada tahun 2025 menjadi 3,2%, sekaligus menegaskan adanya divergensi
          pertumbuhan antar negara.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                (Dalam %)
                                                                                                     Proyeksi
                        Keterangan
                                                    2022       2023     2024       2025     2026       2027      2028
          Dunia                                       3,80       3,50     3,30       3,30     3,10       3,10        N/A
          Negara Maju
           AS                                          2,50      2,90      2,80      2,10     2,50       2,00        2,00
           Hong Kong                                  (3,70)     3,20      2,60      3,50     2,90       2,50        2,30
           Inggris                                     5,30      0,30      1,10      1,40     1,00       1,40        1,50
           Jepang                                      1,30      0,70     (0,20)     1,20     0,80       0,90        0,90
           Kanada                                      4,70      2,00      2,00      1,70     1,20       1,80        1,90
           Kawasan Eropa                               3,60      0,40      0,90      1,40     1,20       1,50        1,40
           Singapura                                   4,10      1,50      5,40      5,00     3,50       2,50        2,50
           Taiwan                                      2,70      1,10      5,30      8,70     6,40       3,00        3,10
           Australia                                   4,20      2,10      1,00      2,00     2,20       2,20        2,60
           Korea Selatan                               2,70      1,60      2,00      1,00     2,00       1,90        1,90
          Negara Berkembang
           Brazil                                     3,00       3,30     3,40       2,30     1,80       1,80        2,20
           India                                      9,70       9,20     7,20       7,10     7,40       6,80        6,60
           Indonesia                                  5,30       5,00     5,00       5,10     5,10       5,10        5,20
           Kolombia                                   7,50       0,60     1,70       2,60     2,80       2,60        2,80
           Malaysia                                   8,70       3,60     5,10       5,20     4,50       4,30        4,40
           Meksiko                                    3,90       3,30     1,50       0,60     1,50       2,00        2,00
           Mesir                                      6,70       3,80     2,40       4,40     4,80       5,20        5,50
           Tiongkok                                   3,10       5,40     5,00       5,00     4,60       4,40        4,20

          Sumber: Bloomberg




                                                        28
Page 57
          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
          di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
          dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
          tahun 2025, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
          yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
          Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,10%, 3,50%,
          5,00%, dan 8,70%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
          memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
          Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 7,10%, 5,10%, 5,20%,
          dan 5,00%.

          Pada tahun 2026, PDB di dunia diproyeksikan mengalami pertumbuhan sebesar
          3,10%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan
          masing-masing sebesar 2,50%, 2,90%, 3,50%, dan 6,40%. Sedangkan untuk
          kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India, Indonesia, Malaysia, Mesir, dan
          Tiongkok masing-masing sebesar 7,40%, 5,10%, 4,50%, 4,80%, dan 4,60%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
          terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
          indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
          menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
          beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
          negara.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                (Dalam %)
                                                    Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                       2022     2023      2024     2025     2026       2027      2028
          Dunia                          8,70     6,70      5,80     4,10     3,30       3,00        N/A
          Negara Maju
           AS                            8,00     4,10      3,00     2,70     2,70       2,40        2,40
           Hong Kong                     1,90     2,10      1,80     1,40     1,70       1,80        1,80
           Inggris                       9,10     7,40      2,50     3,40     2,50       2,20        2,00
           Jepang                        2,50     3,30      2,70     3,20     1,90       2,00        2,00
           Kanada                        6,80     3,90      2,40     2,10     2,10       2,00        2,10
           Kawasan Eropa                 8,40     5,50      2,40     2,10     2,00       1,90        2,10
           Singapura                     6,10     4,90      2,40     0,90     1,50       1,70        1,60
           Taiwan                        3,00     2,50      2,20     1,70     1,70       1,70        1,70
           Australia                     6,60     5,60      3,20     2,80     3,50       2,70        2,40
           Korea Selatan                 5,10     3,60      2,30     2,10     2,00       1,90        2,00
          Negara Berkembang
           Brazil                        9,30     4,60      4,40     5,00     4,00       3,90        3,60
           India                         6,70     5,70      5,00     2,20     2,10       3,90        4,20
           Indonesia                     4,20     3,80      2,30     1,90     2,80       2,60        2,60
           Kolombia                     10,20    11,80      6,60     5,10     5,70       4,60        3,80
           Malaysia                      3,40     2,50      1,80     1,40     1,80       2,00        2,30
           Meksiko                       7,90     5,60      4,70     3,80     3,80       3,80        3,60
           Mesir                         8,50    24,40     33,30    20,40    11,00       9,30        7,30
           Tiongkok                      2,00     0,20      0,20     0,10     0,70       1,00        1,50

          Sumber: Bloomberg




                                          29
Page 58
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025, inflasi di dunia
          mengalami pertumbuhan sebesar 4,10%. Negara-negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
          Australia masing-masing sebesar 2,70%, 3,40%, 3,20%, dan 2,80%. Sedangkan
          untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Brazil, Kolombia, dan Mesir masing-masing
          sebesar 5,00%, 5,10%, dan 20,40%.

          Selanjutnya, pada tahun 2026, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
          pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
          terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, dan Australia
          masing-masing sebesar 2,70%, 2,50%, dan 3,50%. Sedangkan untuk kelompok
          negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan inflasi yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar 5,70% dan
          11,00%.

IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
          menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
          untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
          tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
          dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
          pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
          kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
          antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
          Tabel 7
          Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                      (Dalam %)
                                                       Aktual                     Proyeksi
                        Keterangan
                                        2022       2023      2024     2025     2026      2027
          Negara Maju
           AS                              4,50       5,50     4,50     3,75      3,25      3,25
           Hong Kong                       4,75       5,75     4,75     4,00       N/A       N/A
           Inggris                         3,50       5,25     4,75     3,75      3,25      3,25
           Jepang                         (0,10)     (0,10)    0,25     0,75      1,09      1,34
           Kawasan Eropa                   2,50       4,50     3,15     2,15      1,99      2,10
           Taiwan                          1,75       1,88     2,00     2,00      2,02      2,06
           Australia                       3,10       4,35     4,35     3,60      4,18      4,00
           Korea Selatan                   3,25       3,50     3,00     2,50      2,42      2,44
          Negara Berkembang
           Brazil                         13,75     11,75     12,25    15,00     12,25     10,50
           India                           6,25      6,50      6,50     5,25      5,29      5,43
           Indonesia                       5,50      6,00      6,00     4,75      4,50      4,49
           Kolombia                       12,00     13,00      9,50     9,25     11,61     10,35
           Malaysia                        2,75      3,00      3,00     2,75      2,76      2,81
           Meksiko                        10,50     11,25     10,00     7,00      6,50      6,50
           Mesir                          16,25     19,25     27,25    20,00       N/A       N/A
           Tiongkok                        3,65      3,45      3,10     3,00      2,83      2,74

          Sumber: Bloomberg




                                            30
Page 59
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025,
        negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris,
        dan Australia masing-masing sebesar 3,75%, 4,00%, 3,75%, dan 3,60%.
        Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
        Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 15,00%, 9,25%, dan 20,00%.

        Selanjutnya, pada tahun 2026, negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi
        yaitu AS, Inggris, dan Australia masing-masing sebesar 3,25%, 3,25%, dan 4,18%.
        Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
        Kolombia, dan Meksiko masing-masing sebesar 12,25%, 11,61%, dan 6,50%.

IV.B.   Tinjauan Ekonomi Indonesia

        Pada triwulan IV 2025, ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi didukung oleh
        berbagai kebijakan yang ditempuh Pemerintah dan BI. Pertumbuhan ekonomi
        pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39% secara tahunan, lebih tinggi dari
        pertumbuhan pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh
        permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan
        dampak positif berbagai stimulus kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan BI.
        Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada
        tahun 2025 yaitu sebesar 5,11 secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan
        pertumbuhan pada tahun sebelumnya serta diikuti dengan perbaikan kualitas
        ketenagakerjaan.

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Indonesia pada triwulan IV 2025 tetap dalam
        kondisi yang baik dan berperan dalam menjaga ketahanan eksternal, ditandai
        dengan neraca perdagangan yang tetap mencatat surplus pada Desember 2025
        sebesar USD 2,5 miliar serta ekspor berbasis sumber daya alam. Perkembangan
        ini mendorong tetap rendahnya defisit transaksi berjalan pada tahun 2025 di
        kisaran defisit 0,5% sampai dengan surplus 0,3% dari PDB.

IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan meningkat pada triwulan I 2026
        dan berlanjut sepanjang tahun. Peningkatan konsumsi rumah tangga didorong
        oleh berbagai program stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter,
        serta ekspektasi konsumen yang terus membaik. momentum hari besar
        keagamaan nasional, seperti tahun baru imlek, hari suci nyepi, dan idul fitri, turut
        memperkuat aktivitas ekonomi pada periode tersebut. Investasi juga diproyeksikan
        tumbuh lebih tinggi, didukung oleh peningkatan belanja Pemerintah, termasuk
        program hilirisasi sumber daya alam, serta berlanjutnya perbaikan keyakinan
        pelaku usaha. Dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan tersebut, BI
        memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam
        kisaran 4,9% – 5,7%, sejalan dengan sinergi kebijakan Pemerintah dan BI dalam
        mendorong pertumbuhan.




                                          31
Page 60
        Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 4,90% – 5,70%
        pada 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, BI terus memperkuat bauran
        kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan
        sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan
        sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan terus
        bertahan. Pada tahun 2026, NPI diperkirakan akan terus membaik ditopang oleh
        transaksi modal dan finansial yang semakin baik sejalan dengan prospek ekonomi
        Indonesia yang positif serta defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam
        kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari PDB. Selanjutnya, posisi cadangan
        devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 meningkat menjadi sebesar
        USD 154,60 miliar, setara dengan pembiayaan 6,30 bulan impor atau 6,10 bulan
        impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
        kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Fluktuasi suku bunga merupakan bagian dari kebijakan moneter yang dinamis
        di mana keseimbangan antara inflasi, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan
        ekonomi harus terjaga agar suku bunga dapat terkendali dan mendukung
        perekonomian nasional. Per Januari 2026, suku bunga deposito satu bulan adalah
        sebesar 4,13%, mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama
        tahun sebelumnya yaitu sebesar 4,81%. Penurunan suku bunga kredit perbankan
        cenderung lebih lambat, yaitu sebesar 0,40% di mana sebesar 9,20% pada
        periode Januari 2025 menjadi sebesar 8,80% pada Januari 2026.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         7,00%
                                   6,00%
         6,00%
                                                6,00%    4,75%
         5,00%          5,50%                                      4,50%

         4,00%                                                                4,49%

         3,00%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2022       2023        2024        2025     2026*      2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada tahun 2025
        adalah sebesar 4,75% di mana mengalami penurunan sebesar 1,25%
        dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2026 dan 2027, suku bunga
        BI diproyeksikan masing-masing sebesar 4,50% dan 4,49%.



                                           32
Page 61
IV.E.   Inflasi

        Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran dengan inflasi indeks
        harga konsumen pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55% secara tahunan.
        Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,45% secara tahunan
        sejalan dengan kapasitas perekonomian yang masih dapat memenuhi
        peningkatan kegiatan ekonomi. Inflasi kelompok volatile food juga terjaga rendah
        sebesar 1,14% secara tahunan seiring dengan peningkatan pasokan komoditas
        pertanian pada masa panen.

        BI memproyeksikan inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap terjaga dalam sasaran
        2,5 ± 1%. Inflasi inti diproyeksikan tetap rendah sejalan dengan pertumbuhan
        ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga
        kebijakan moneter BI dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan
        sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali. Sementara itu, inflasi
        volatile food diproyeksikan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara BI
        bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah dan penguatan implementasi
        Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Indonesia

         4,50%
                              3,80%
         4,00%
         3,50%       4,20%
                                                              2,80%
         3,00%                                                            2,60%
                                        2,30%
         2,50%                                    1,90%
                                                                                   2,60%
         2,00%
         1,50%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2022    2023       2024      2025      2026*      2027*      2028*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi di Indonesia pada tahun
        2026, 2027, dan 2028 diproyeksikan masing-masing sebesar 2,80%, 2,60%, dan
        2,60%.




                                          33
Page 62
        Tabel 8
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                             (Dalam %)

         No.         Keterangan               Inflasi

          1    Aceh                                6,69
          2    Sulawesi Tenggara                   5,10
          3    Papua Barat                         5,02
          4    Maluku Utara                        4,86
          5    Maluku                              4,70
          6    Kalimantan Selatan                  4,66
          7    Sulawesi Tengah                     4,55
          8    Gorontalo                           4,53
          9    Riau                                4,43
         10    Sulawesi Barat                      4,34

        Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Februari 2026


        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Tinjauan Kebijakan
        Moneter Februari 2026, Provinsi di Indonesia dengan kontribusi inflasi terbesar
        yaitu Aceh, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat masing-masing sebesar 6,69%,
        5,10%, dan 5,02%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Tinjauan Kebijakan
        Moneter Februari 2026, nilai tukar Rupiah diproyeksikan akan stabil dan
        cenderung menguat dengan langkah-langkah stabilisasi yang terus dilakukan
        serta didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tercermin pada
        imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi
        yang terus meningkat. Nilai tukar Rupiah pada 18 Februari 2026 tercatat sebesar
        Rp 16.880 per USD, di mana relatif melemah bila dibandingkan dengan periode
        akhir Januari 2026. Pelemahan nilai tukar tersebut terutama dipengaruhi oleh
        tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah meningkatnya
        permintaan valas korporasi domestik sejalan dengan peningkatan kegiatan
        ekonomi.

        BI memandang nilai tukar Rupiah telah dinilai rendah (undervalued) dibandingkan
        dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia, termasuk konsistensi dengan
        pengendalian inflasi sesuai sasaran 2,5 ± 1% pada 2026 dan 2027. Untuk itu, BI
        terus meningkatkan intensitas stabilisasi nilai tukar Rupiah baik melalui intervensi
        di pasar non-deliverable forward luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan
        domestic non-deliverable forward di pasar dalam negeri.




                                                    34
Page 63
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

    22.000

    20.000

    18.000

    16.000

    14.000

    12.000

    10.000

      8.000
                    Q2/2026   Q3/2026    Q4/2026        2027          2028
        EUR         19.824    20.081     20.160        20.040        19.756
        SGD         13.333    13.393      13.440       13.307        13.116
        USD         16.800    16.875      16.800       16.700        16.395

Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 19.824, Rp 20.081, Rp 20.160, Rp 20.040,
dan Rp 19.756.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 13.333, Rp 13.393, Rp 13.440, Rp 13.307,
dan Rp 13.116.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 16.800, Rp 16.875, Rp 16.800, Rp 16.700,
dan Rp 16.395.




                                   35
Page 64
V.     TINJAUAN INDUSTRI NIKEL

V.A.   Tinjauan Industri Nikel di Dunia

       Nikel merupakan jenis sumber daya yang paling banyak digunakan sebagai bahan
       baku pembuatan baja tahan karat, pelapisan, baterai, pesawat terbang,
       obat-obatan, otomotif, dan turbin uap. Sebagai bahan baku esensial dalam
       perubahan teknologi dan manufaktur global, saat ini kebutuhan terhadap nikel
       di dunia menjadi peran penting dalam revolusi industri modern. Terlebih
       penggunaan nikel dalam revolusi kendaraan listrik, nikel menjadi komponen kunci
       untuk baterai lithium-ion. Selain itu, nikel menjadi komponen vital untuk berbagai
       perangkat elektronik seperti ponsel, kamera, dan laptop.

       Pertumbuhan pasar nikel juga didorong dengan sifatnya yang berguna untuk
       banyak hal, memiliki daya tahan yang baik, dan sifat elektromagnetik.
       Ketahanannya akan korosi juga sangat baik menjadi nilai tambah dari nikel sendiri
       untuk digunakan dalam beberapa industri terutama industri minyak dan gas serta
       produsen baja tahan karat. Pertumbuhan industri baterai litium juga menjadi salah
       satu hal yang membuat permintaan nikel di masyarakat menjadi meningkat, hal ini
       dikarenakan ketahanan terhadap korosi dan panas. Industri kontruksi, arsitektur,
       dan kelautan juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan
       nikel di dunia.

       Grafik 4
       Harga Nikel Global
       Periode Q1 2025 – Q4 2025
       (Dalam USD Per Metrik Ton/MT)

             17.000


             16.500


             16.000


             15.500


             15.000


             14.500


             14.000
                            Q1 2025       Q2 2025         Q3 2025          Q4 2025
          Harga Nikel       15.945        15.125          15.265           16.750

       Sumber: Trading Economics




                                          36
Page 65
Berdasarkan data yang diperoleh dari FRED, harga nikel global terus mengalami
penurunan selama periode Q1 – Q3 2025 yaitu masing-masing sebesar
USD 15.569,76 per MT, USD 15,166,50 per MT, dan USD 15.028,42 per MT atau
setara dengan penurunan sebesar 2,59% dan 0,91% masing-masing untuk
periode Q2 2025 dan Q3 2025. Penurunan harga nikel disebabkan oleh kelebihan
pasokan nikel terutama feronikel di Indonesia dan nikel sulfat serta bahan anoda
yang digunakan untuk baterai di Cina.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Trading Economics, pada tanggal
30 Januari 2026, harga komoditas nikel di dunia adalah sebesar
USD 17.547,10 per ton di mana harga tersebut mengalami kenaikan sebesar
USD 788,30 per ton atau setara 4,70% jika dibandingkan harga komoditas nikel
di dunia pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 16.758,80 per ton.

Tabel 9
Harga Nikel Dunia
Periode Q1 2026 - Q4 2026

                                                           (Dalam USD/MT)

             Keterangan     Q1 2026     Q2 2026*    Q3 2026*    Q4 2026*

Median                         15.200      15.500      15.425      15.500
Mean                           15.204      15.355      15.456      15.476
High                           16.000      16.500      17.500      17.000
Low                            14.202      13.997      13.795      14.500

Sumber: Bloomberg
* Proyeksi


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada Q1 2026 harga nikel
tertinggi berada pada USD 16,00 ribu per MT, sedangkan jika dilihat secara
keseluruhan periode, harga nikel dunia tertinggi diproyeksikan mencapai
USD 17,50 ribu per MT pada periode Q3 2026. Jika dilihat dari harga median,
harga nikel dunia cenderung mengalami fluktuasi dengan proyeksi harga tertinggi
yaitu sebesar USD 15,50 ribu per MT pada Q4 2026.




                                 37
Page 66
Grafik 5
Proyeksi Ukuran Pasar Nikel di Dunia
Tahun 2026 – 2034
(Dalam miliar USD)

             90
             80
             70
             60
             50
             40
             30
             20
             10
               0
                 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
    Ukuran Pasar 44,49 47,61 50,99 54,66 58,65 62,99 67,71 72,86 78,47 83,77

Sumber: Precedence Research


Menurut data yang diperoleh dari Precedence Research, ukuran pasar nikel di
dunia pada tahun 2025 hingga 2034 diproyeksikan terus mengalami kenaikan
setiap tahunnya dengan jumlah masing-masing sebesar USD 44,49 miliar,
USD 47,61 miliar, USD 50,99 miliar, USD 54,66 miliar, USD 58,65 miliar,
USD 62,99 miliar, USD 67,71 miliar, USD 72,86 miliar, USD 78,47 miliar, dan
USD 83,77 miliar dengan proyeksi kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2033
di dengan jumlah kenaikan sebesar USD 5,61 miliar atau setara dengan 7,70%.
Pertumbuhan ukuran pasar nikel didukung oleh pertumbuhan berkelanjutan
di sektor konstruksi dan infrastruktur, kebutuhan akan baja tahan karat dalam
aplikasi seperti bahan bangunan, pipa, dan komponen otomotif.

Secara umum, meskipun kondisi pasar nikel global diperkirakan masih mengalami
surplus pada tahun 2025 dan akan meningkat pada tahun 2026, permintaan nikel
juga diproyeksikan bertumbuh sejalan dengan perkembangan penggunaan di
sektor industri utama seperti stainless steel dan baterai kendaraan listrik. Menurut
INSG, permintaan nikel global diperkirakan naik dari sekitar 3,60 juta MT pada
tahun 2025 menjadi sekitar 3,82 juta MT pada tahun 2026, yang mencerminkan
adanya ekspansi konsumsi meskipun jumlah produksi diproyeksikan meningkat
lebih cepat sehingga kondisi surplus pasar tetap terjadi. Peningkatan permintaan
tersebut menunjukkan bahwa nikel tetap menjadi komoditas strategis bagi sektor
manufaktur dan transisi energi, sehingga prospek industri dalam jangka menengah
tetap didukung oleh pertumbuhan kebutuhan global meskipun tantangan kelebihan
pasokan masih berlangsung dalam jangka pendek.




                                  38
Page 67
V.B.   Tinjauan Industri Nikel di Indonesia

       Indonesia memiliki wilayah dengan tambang nikel yang sangat luas dan memiliki
       cadangan yang melimpah. Menurut Badan Geologi Kementerian Energi dan
       Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Indonesia memiliki potensi formasi
       pembawa nikel hingga 2,00 juta hektare (ha) dan dari luasan tersebut, hanya
       sekitar 800,00 ribu hektar yang sudah tereksplorasi dan menjadi izin usaha
       pertambangan. Hal ini yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan
       cadangan dan produksi nikel terbesar di dunia.

       Penyebaran nikel yang tersebar di berbagai wilayah besar Indonesia seperti Aceh,
       Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku tidak hanya memberikan manfaat
       ekonomi, tetapi juga membuka peluang besar untuk kemajuan industri nasional.
       Pemerintah mendorong era peralihan teknologi baru dari kendaraan berbahan
       bakar minyak menjadi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Peralihan
       teknologi baru tersebut menciptakan peluang bagi Indonesia untuk dapat
       menciptakan komponen dan industri sendiri.
       Tabel 10
       Harga Mineral Acuan Bijih Nikel
       Januari 2025

                                                      (Dalam FOB per wet MT/wmt )
                                         Correction
                Kadar Nikel                           MC 30,00% MC 35,00%
                                           Factor
                    1,60%                  17,00%            29,82         27,69
                    1,70%                  18,00%            33,54         31,15
                    1,80%                  19,00%            37,49         34,81
                    1,90%                  20,00%            41,66         38,68
                    2,00%                  21,00%            46,04         42,75

       Sumber: Asosiasi Penambang Nikel Indonesia


       Dalam skala domestik, Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), telah merilis
       harga bijih nikel untuk berbagai kadar nikel (Ni). Bijih nikel dengan kadar Ni
       terendah, yaitu 1,60% memiliki harga MC 30,00% sebesar USD 28,56/wmt,
       sedangkan MC 35,00% sebesar USD 26,52/wmt. Harga ini terus meningkat seiring
       naiknya kadar Ni. Bijih nikel dengan kadar tertinggi, yaitu 2,00%, berada pada
       kisaran sebesar USD 44,10/wmt untuk MC 30,00%, sedangkan MC 35,00% yaitu
       sebesar USD 40,95/wmt untuk MC 35,00%. Menurut APNI, harga nikel November
       periode II 2025 tercatat sebesar USD 14.998,67 per dry MT/dmt, turun dibanding
       periode I yang berada di level USD 15.075,33 per dmt atau turun sekitar
       USD 76,66. Harga ini menjadi acuan utama transaksi nikel di Indonesia,
       khususnya dalam perdagangan bijih nikel dengan kadar air atau MC 30 – 35%
       dengan basis FOB.




                                                      39
Page 68
Tabel 11
Ekspor dan Impor Nikel dan Barang Daripadanya
Mei 2025


                                        Nilai Ekspor        Berat Ekspor      Nilai Impor      Berat Impor
             Keterangan
                                           (USD)                (KG)             (USD)            (KG)
Nikel dan barang daripadanya              741.427.003,85     209.611.549,07     3.287.484,49       151.666,62


Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


Menurut informasi yang diperoleh dari BPS, pada bulan Desember 2025, ekspor
nikel dan barang daripadanya adalah sebesar USD 1,275 juta atau setara dengan
243,54 juta kg, sedangka impor nikel dan barang daripadanya pada bulan
Desember 2025 adalah sebesar USD 14,21 juta atau setara dengan 0,40 juta kg.
Selisih antara ekspor dan impor nikel dan barang daripadanya pada bulan
Desember 2025 adalah sebesar USD 1.261,78 juta atau setara dengan
243,14 juta kg.

Sejalan dengan dinamika kebijakan produksi dalam negeri, Forum Industri Nikel
Indonesia memproyeksikan bahwa impor bijih nikel pada tahun 2026 dapat
meningkat hingga mencapai 50 juta wmt, naik signifikan dibandingkan realisasi
tahun 2025 yang diperkirakan sekitar 15 juta ton. Peningkatan impor tersebut
dipicu oleh kebutuhan bahan baku smelter yang terus bertambah, khususnya di
kawasan industri nikel Maluku Utara yang memiliki kapasitas pengolahan besar
namun menghadapi keterbatasan pasokan bijih lokal. Sekitar 80% impor bijih nikel
tercatat masuk melalui pelabuhan di wilayah tersebut. Kondisi ini menunjukkan
adanya tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kebijakan pengendalian
produksi dan keberlanjutan operasional industri hilir, sehingga koordinasi antara
pengaturan kuota tambang dan kebutuhan smelter menjadi faktor krusial bagi
stabilitas industri nikel nasional pada tahun 2026.

Dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik nikel saat ini, Indonesia berada
pada posisi yang sangat strategis dalam struktur pasokan global. Kepemilikan
cadangan dan kapasitas produksi terbesar di dunia menjadikan Indonesia aktor
utama dalam menjaga keseimbangan pasar internasional, terutama di tengah
tekanan produksi dan profitabilitas di sejumlah negara lain. Kondisi ini membuka
peluang bagi Indonesia untuk memperkuat daya tawar dalam rantai pasok global
sekaligus mengakselerasi program hilirisasi dan peningkatan nilai tambah
domestik. Melalui pengelolaan kebijakan yang terintegrasi antara sektor
pertambangan dan pengolahan, industri nikel nasional memiliki prospek yang kuat
untuk terus menjadi penopang utama pembangunan industri dan agenda transisi
energi ke depan.




                                                       40
Page 69
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Sumber Mineral Abadi

          Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022 masing-masing telah diaudit oleh
          KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan SMA
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh
          KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

          Ikhtisar data keuangan penting SMA adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 12
          PT Sumber Mineral Abadi
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                     31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22     31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan bank                                                849      83.212       2.477         895             36
          Persediaan                                               16.935      16.935      17.813           -              -
          Uang muka                                                54.871      33.982      58.356           -              -
          Piutang usaha - pihak ketiga                                  -      32.419      38.104           -              -
          Piutang non usaha - pihak ketiga                              -           6           -           -              -
          Pajak dibayar dimuka                                          -           -          13           -              -
          Jumlah Aset Lancar                                       72.656     166.554     116.764         895             36
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset tetap - neto                                         6.600       7.677       7.263       3.286            356
          Properti pertambangan - neto                             41.104      33.225      31.682       3.428          1.502
          Aset pajak tangguhan                                     10.893       6.156       2.808           -              -
          Uang muka                                               176.458     136.634           -           -              -
          Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya            7.491           -           -           -              -
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                242.546     183.692      41.753       6.714          1.859
          JUMLAH ASET                                             315.202     350.246     158.516       7.609          1.894




                                                           41
Page 70
                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                          31/12/25     31/12/24     31/12/23       31/12/22       31/12/21

          LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Biaya yang masih harus dibayar                               18.574       30.070       40.549            650            338
          Utang pajak                                                   1.841          990            3              1             33
          Utang usaha - pihak ketiga                                      176       37.767        4.031              -              -
          Utang non usaha - pihak ketiga                               34.062            -          281              -              -
          Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek                 115           34            -              -              -
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              54.769       68.861       44.863            651            371
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang                783          400          399                 -              -
          Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi, dan
            penutupan tambang                                           2.986        2.146               -           -              -
          Utang lain-lain pihak ketiga                                      -            -               -      17.040          6.614
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              3.769        2.547          399         17.040          6.614
          JUMLAH LIABILITAS                                            58.538       71.408       45.262         17.691          6.985
          EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
          Modal saham                                                  25.000       25.000       25.000          25.000         25.000
          Tambahan modal disetor                                          111          111          111             111            111
          Defisit                                                     (80.309)     (58.247)     (36.857)        (35.193)       (30.201)
          Uang muka setoran modal                                     311.865      311.865      125.000               -              -
          Penghasilan (kerugian) komprehensif lain                         (3)         109            -               -              -
          JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                           256.664      278.838      113.254         (10.082)        (5.090)
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               315.202      350.246      158.516          7.609          1.894



VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset SMA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
          dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 315,20 miliar, Rp 350,25 miliar,
          Rp 158,52 miliar, Rp 7,61 miliar, dan Rp 1,89 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah aset SMA mengalami penurunan sebesar
          Rp 35,04 miliar atau setara dengan 10,01% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          penurunan kas dan bank, piutang usaha – pihak ketiga, dan aset tetap - neto
          masing-masing sebesar Rp 82,36 miliar, Rp 32,42 miliar, dan Rp 1,08 miliar yang
          disertai dengan kenaikan uang muka dan properti pertambangan masing-masing
          sebesar Rp 60,71 miliar dan Rp 7,88 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset SMA mengalami kenaikan sebesar
          Rp 191,73 miliar atau setara dengan 120,95% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          kas dan bank, uang muka, dan aset pajak tangguhan masing-masing sebesar Rp
          80,74 miliar, Rp 112,26 miliar, dan Rp 3,35 miliar yang disertai dengan penurunan
          piutang usaha – pihak ketiga sebesar Rp 5,69 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset SMA mengalami kenaikan sebesar
          Rp 150,91 miliar dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
          31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan uang muka,
          piutang usaha – pihak ketiga, dan properti pertambangan – neto masing-masing
          sebesar Rp 58,36 miliar, Rp 38,10 miliar, dan Rp 28,25 miliar.




                                                               42
Page 71
          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset SMA mengalami kenaikan sebesar
          Rp 5,72 miliar dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
          31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kas dan
          bank, aset tetap – neto, dan properti pertambangan - neto masing-masing sebesar
          Rp 0,86 miliar, Rp 2,93 miliar, dan Rp1,93 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas SMA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
          dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 58,54 miliar, Rp 71,41 miliar,
          Rp 45,26 miliar, Rp 17,69 miliar, dan Rp 6,99 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah liabilitas SMA mengalami penurunan
          sebesar Rp 12,87 miliar atau setara dengan 18,02% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan
          oleh penurunan biaya yang masih harus dibayar dan utang usaha masing-masing
          sebesar Rp 11,50 miliar dan Rp 37,59 miliar yang disertai dengan kenaikan
          utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 34,06 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas SMA mengalami kenaikan
          sebesar Rp 26,15 miliar atau setara dengan 57,77% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan utang usaha – pihak ketiga dan provisi pembongkaran, rehabilitasi,
          reklamasi, dan penutupan tambang masing-masing sebesar Rp 33,74 miliar dan
          Rp 2,15 miliar yang disertai dengan penurunan biaya yang masih harus dibayar
          sebesar Rp 10,48 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas SMA mengalami kenaikan
          sebesar Rp 27,57 miliar atau setara dengan 155,84% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan biaya yang masih harus dibayar dan utang usaha – pihak ketiga
          masing-masing sebesar Rp 39,90 miliar dan Rp 4,03 miliar yang disertai dengan
          penurunan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 17,04 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas SMA mengalami kenaikan
          sebesar Rp 10,71 miliar atau setara dengan 153,29% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          kenaikan biaya yang masih harus dibayar dan utang lain-lain pihak ketiga sebesar
          Rp 0,31 miliar dan Rp 10,43 miliar.

VI.A.4.   Ekuitas/Defisiensi Modal

          Jumlah ekuitas SMA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, dan 2023
          masing-masing adalah sebesar Rp 256,66 miliar, Rp 278,84 miliar, dan
          Rp 113,25 miliar. Jumlah defisiensi modal SMA pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 10,08 miliar dan
          Rp 5,09 miliar.




                                           43
Page 72
          Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah ekuitas SMA mengalami penurunan
          sebesar Rp 22,17 miliar atau setara dengan 7,95% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan SMA sebesar Rp 22,06 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas SMA mengalami kenaikan
          sebesar Rp 165,58 miliar atau setara dengan 146,21% dibandingkan dengan
          jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
          disebabkan oleh uang muka setoran modal sebesar Rp 186,87 miliar yang disertai
          dengan rugi tahun berjalan yang dibukukan SMA sebesar Rp 21,39 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah ekuitas SMA mengalami kenaikan
          sebesar Rp 123,34 miliar dibandingkan dengan jumlah defisiensi modal pada
          tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh uang muka
          setoran modal sebesar Rp 125,00 miliar yang disertai dengan rugi tahun berjalan
          yang dibukukan SMA sebesar Rp 1,66 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah defisiensi modal SMA mengalami
          kenaikan sebesar Rp 4,99 miliar atau setara dengan 98,08% dibandingkan dengan
          jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini seluruhnya
          disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SMA sebesar
          Rp 4,99 miliar.

VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Tabel 13
          PT Sumber Mineral Abadi
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                     Keterangan                    31/12/25        31/12/24      31/12/23      31/12/22       31/12/21

          Penjualan                                                     34.279       325.120        43.501                -              -
          Beban pokok penjualan                                         35.640       322.099        36.357                -              -
          Laba (rugi) bruto                                             (1.361)         3.020         7.144             -              -
          Beban umum dan administrasi                                  (24.827)       (27.463)       (8.569)       (3.559)        (2.030)
          Beban lainnya - neto                                               -              -             -        (1.204)             -
          Rugi usaha                                                   (26.187)       (24.443)       (1.425)       (4.763)        (2.030)
          Beban keuangan                                                     -              -          (820)         (229)          (100)
          Beban lainnya - neto                                            (580)          (326)          (27)            -            (27)
          Rugi selisih kurs - neto                                           -              -        (2.201)            -              -
          Rugi sebelum manfaat pajak penghasilan                       (26.767)       (24.769)       (4.472)       (4.992)        (2.158)
          Manfaat pajak penghasilan - neto                               4.705          3.379         2.808             -              -
          Rugi tahun berjalan                                          (22.062)       (21.390)       (1.664)       (4.992)        (2.158)
          Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                         (112)           109             -             -              -
          Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                      (22.174)       (21.281)       (1.664)       (4.992)        (2.158)




                                                             44
Page 73
VI.A.6.   Penjualan

          Penjualan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2025, 2024, dan 2023 masing-masing adalah sebesar
          Rp 34,28 miliar, Rp 325,12 miliar, dan Rp 43,50 miliar. Untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, SMA belum membukukan
          penjualan.

          Penjualan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
          mengalami penurunan sebesar Rp 290,84 miliar atau setara dengan 89,46%
          dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024.

          Penjualan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
          mengalami kenaikan sebesar Rp 281,62 miliar atau setara dengan 647,39%
          dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023.

VI.A.7.   Rugi Tahun Berjalan

          Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
          Rp 22,06 miiar, Rp 21,39 miliar, Rp 1,66 miliar, Rp 4,99 miliar, dan Rp 2,16 miliar.

          Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,67 miliar atau setara
          dengan 3,14% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2024.

          Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 19,73 miliar dibandingkan
          dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023.

          Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 3,33 miliar atau setara
          dengan 66,68% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

          Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 2,83 miliar atau setara
          dengan 131,32% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                            45
Page 74
VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 14
          PT Sumber Mineral Abadi
          Laporan Arus Kas
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                            31/12/25       31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Pembayaran kas untuk:
           Pemasok                                                        (148.452)     (420.881)      (73.343)       (4.704)       (2.961)
           Karyawan                                                        (19.933)      (14.744)       (3.480)         (457)         (288)
          Penerimaan kas dari pelanggan                                     66.698       330.805         5.396             -             -
          Penerimaan bunga                                                      91           121             -             -             -
          Pembayaran beban keuangan                                              -             -        (1.205)            -             -
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                    (101.595)     (104.699)      (72.632)       (5.161)       (3.249)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Perolehan aset tetap                                                (112)       (1.431)       (4.540)       (3.228)         (384)
          Penambahan properti pertambangan                                  (7.228)            -       (29.205)            -             -
          Penempatan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya         (7.491)            -             -             -             -
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                   (14.830)       (1.431)      (33.745)       (3.228)         (384)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerimaan (pembayaran) utang non-usaha pihak ketiga                   -            -       (17.040)        9.248          3.653
          Penerimaan dari atas pinjaman pihak ketiga                        34.062            -             -             -              -
          Uang muka untuk setoran modal                                          -      186.865             -             -              -
          Uang muka untuk pembelian saham dimasa depan                           -            -       125.000             -              -
          Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                     34.062      186.865       107.960         9.248          3.653
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                      (82.363)      80.735         1.583           859             20
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                83.212         2.477          895            36             15
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                 849        83.212         2.477           895             36




          Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
          masing-masing adalah sebesar Rp 101,60 miliar, Rp 104,70 miliar, Rp 72,63 miliar,
          Rp 5,16 miliar, dan Rp 3,25 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 101,60 miliar terutama
          berasal dari pembayaran kas untuk pemasok dan pembayaran kas untuk
          karyawan masing-masing sebesar Rp 148,45 miliar dan Rp 19,93 miliar yang
          disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 66,70 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 104,70 miliar terutama
          berasal dari pembayaran kas untuk pemasok sebesar Rp 420,88 miliar yang
          disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 330,81 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 72,63 miliar terutama
          berasal dari pembayaran kas untuk pemasok sebesar Rp 73,34 miliar yang disertai
          dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5,40 miliar.




                                                                 46
Page 75
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 5,16 miliar terutama berasal
dari pembayaran kas untuk pemasok sebesar Rp 4,70 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 3,25 miliar terutama berasal
dari pembayaran kas untuk pemasok sebesar Rp 2,96 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 14,83 miliar, Rp 1,43 miliar, Rp 33,75 miliar,
Rp 3,23 miliar, dan Rp 0,38 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 14,83 miliar terutama
berasal dari penambahan properti pertambangan dan penempatan deposito
berjangka yang dibatasi penggunaannya masing-masing sebesar Rp 7,23 miliar
dan Rp 7,49 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 1,43 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 33,75 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan properti pertambangan
masing-masing sebesar Rp 4,54 miliar dan Rp29,21 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 3,23 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,38 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 34,06 miliar, Rp 186,87 miliar, Rp 107,96 miliar,
Rp 9,25 miliar, dan Rp 3,65 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 34,06 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan dari atas pinjaman pihak ketiga.




                                 47
Page 76
           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 186,87 miliar seluruhnya
           berasal dari uang muka untuk setoran modal.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 107,96 miliar terutama
           berasal dari uang muka pembelian saham di masa depan sebesar Rp 125,00 miliar
           yang disertai dengan pembayaran utang non-usaha pihak ketiga sebesar
           Rp 17,04 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 9,25 miliar seluruhnya
           berasal dari penerimaan utang non-usaha pihak ketiga.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 3,65 miliar seluruhnya
           berasal dari penerimaan utang non-usaha pihak ketiga.

VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 15
           PT Sumber Mineral Abadi
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 31 Desember 2021 - 2025



                                   Keterangan            31/12/25     31/12/24     31/12/23    31/12/22      31/12/21

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                             1,33         2,42         2,60         1,37          0,10
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                             0,11         0,93         0,27            -             -
           Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,81         0,80         0,71        (1,33)        (2,69)
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,19         0,20         0,29         2,33          3,69
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,23         0,26         0,40        (1,75)        (1,37)
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                 -3,97%        0,93%      16,42%             -             -
           Marjin rugi usaha                                -76,39%       -7,52%      -3,28%             -             -
           Marjin rugi bersih                               -64,36%       -6,58%      -3,82%             -             -
           Rugi usaha terhadap jumlah aset                   -8,31%       -6,98%      -0,90%      -62,59%      -107,18%
           Imbal hasil aset                                  -7,00%       -6,11%      -1,05%      -65,61%      -113,92%
           Rugi usaha terhadap jumlah ekuitas               -10,20%       -8,77%      -1,26%       47,24%        39,89%
           Imbal hasil ekuitas                               -8,60%       -7,67%      -1,47%           N/A           N/A




VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SMA dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SMA. Pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, dan 2023, rasio perputaran jumlah aset masing-masing
           adalah 0,11; 0,93; dan 0,27.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SMA
           terhadap jumlah aset SMA. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, dan
           2023, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,81; 0,80; dan
           0,71.



                                                    48
Page 77
VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan SMA untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
           jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,19; 0,20; 0,29; 2,33;
           dan 3,69 sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, dan 2023 masing-masing adalah 0,23; 0,26; dan 0,40.

VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SMA dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SMA dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.

VI.B.      Analisis atas Common Size PT Sumber Mineral Abadi

           Berikut adalah analisis common size SMA untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.

           Ikhtisar common size SMA adalah sebagai berikut:
           Tabel 16
           PT Sumber Mineral Abadi
           Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           Per 31 Desember 2021 - 2025



                                  Keterangan                     31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan bank                                              0,27%      23,76%       1,56%      11,76%       1,88%
           Persediaan                                                5,37%       4,84%      11,24%       0,00%       0,00%
           Uang muka                                                17,41%       9,70%      36,81%       0,00%       0,00%
           Piutang usaha - pihak ketiga                              0,00%       9,26%      24,04%       0,00%       0,00%
           Piutang non usaha - pihak ketiga                          0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
           Pajak dibayar dimuka                                      0,00%       0,00%       0,01%       0,00%       0,00%
           Jumlah Aset Lancar                                       23,05%      47,55%      73,66%      11,76%       1,88%
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset tetap - neto                                         2,09%       2,19%       4,58%      43,18%      18,82%
           Properti pertambangan - neto                             13,04%       9,49%      19,99%      45,06%      79,31%
           Aset pajak tangguhan                                      3,46%       1,76%       1,77%       0,00%       0,00%
           Uang muka                                                55,98%      39,01%       0,00%       0,00%       0,00%
           Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya            2,38%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                 76,95%      52,45%      26,34%      88,24%      98,12%
           JUMLAH ASET                                             100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                            49
Page 78
                           Keterangan                     31/12/25     31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Biaya yang masih harus dibayar                                5,89%         8,59%       25,58%        8,55%       17,85%
Utang pajak                                                   0,58%         0,28%        0,00%        0,01%        1,72%
Utang usaha - pihak ketiga                                    0,06%        10,78%        2,54%        0,00%        0,00%
Utang non usaha - pihak ketiga                               10,81%         0,00%        0,18%        0,00%        0,00%
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek               0,04%         0,01%        0,00%        0,00%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              17,38%        19,66%       28,30%        8,56%       19,57%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang              0,25%         0,11%        0,25%        0,00%        0,00%
Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi, dan
  penutupan tambang                                           0,95%         0,61%        0,00%        0,00%        0,00%
Utang lain-lain pihak ketiga                                  0,00%         0,00%        0,00%      223,94%      349,11%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              1,20%         0,73%        0,25%      223,94%      349,11%
JUMLAH LIABILITAS                                            18,57%        20,39%       28,55%      232,50%      368,68%
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Modal saham                                                    7,93%         7,14%       15,77%      328,56%     1319,65%
Tambahan modal disetor                                         0,04%         0,03%        0,07%        1,46%        5,85%
Defisit                                                      -25,48%       -16,63%      -23,25%     -462,52%    -1594,19%
Uang muka setoran modal                                       98,94%        89,04%       78,86%        0,00%        0,00%
Penghasilan (kerugian) komprehensif lain                       0,00%         0,03%        0,00%        0,00%        0,00%
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                            81,43%        79,61%       71,45%      -132,50%     -268,68%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               100,00%        100,00%     100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 17
PT Sumber Mineral Abadi
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                           Keterangan                     31/12/25     31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21

Penjualan                                                   100,00%        100,00%     100,00%           N/A          N/A
Beban pokok penjualan                                       103,97%         99,07%      83,58%           N/A          N/A
Laba (rugi) bruto                                             -3,97%         0,93%       16,42%          N/A          N/A
Beban umum dan administrasi                                  -72,42%        -8,45%      -19,70%          N/A          N/A
Beban lainnya - neto                                           0,00%         0,00%        0,00%          N/A          N/A
Rugi usaha                                                   -76,39%        -7,52%       -3,28%          N/A          N/A
Beban keuangan                                                 0,00%         0,00%       -1,88%          N/A          N/A
Beban lainnya - neto                                          -1,69%        -0,10%       -0,06%          N/A          N/A
Rugi selisih kurs - neto                                       0,00%         0,00%       -5,06%          N/A          N/A
Rugi sebelum manfaat pajak penghasilan                       -78,09%        -7,62%      -10,28%          N/A          N/A
Manfaat pajak penghasilan - neto                              13,73%         1,04%        6,46%          N/A          N/A
Rugi tahun berjalan                                          -64,36%        -6,58%       -3,82%          N/A          N/A
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                       -0,33%         0,03%        0,00%          N/A          N/A
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                      -64,69%        -6,55%       -3,82%          N/A          N/A




                                                     50
Page 79
VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Nikel

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan SMA, yaitu
          PT Aneka Tambang Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, dan PT Timah Tbk
          masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
          2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.

          Ikhtisar common size untuk PT Aneka Tambang Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, dan
          PT Timah Tbk masing-masing adalah sebagai berikut:

VI.C.1.   PT Aneka Tambang Tbk
          Tabel 18
          PT Aneka Tambang Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                   Keterangan                    31/12/25        31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                           16,05%       10,67%      21,49%      13,31%      15,46%
          Piutang usaha
            Pihak ketiga                                                2,56%        2,12%       2,55%       2,29%       2,81%
            Pihak berelasi                                              1,87%        0,46%       0,01%       3,16%       1,58%
          Piutang lain-lain
            Pihak ketiga                                                0,35%        0,14%       0,92%       1,53%       1,51%
            Pihak berelasi                                              0,77%        0,60%       0,00%       0,00%       0,00%
          Persediaan                                                   14,72%       13,57%       8,10%       8,64%       9,44%
          Pajak dibayar di muka
            Pajak penghasilan badan                                     1,32%        0,00%       0,11%       0,02%       0,02%
            Pajak lainnya                                               1,37%        1,63%       0,77%       1,18%       1,01%
          Biaya dibayar di muka                                         0,08%        0,03%       0,07%       0,06%       0,05%
          Aset keuangan lancar lainnya                                  4,34%       10,25%      11,96%       2,89%       2,93%
          Aset lancar lainnya                                           0,40%        0,93%       0,85%       0,17%       0,82%
          Aset yang dimiliki untuk dijual                               0,00%        0,00%       0,00%       1,52%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                           43,83%       40,41%      46,82%      34,77%      35,63%
          ASET TIDAK LANCAR
          Kas yang dibatasi penggunaannya                               0,88%        0,81%       0,68%       0,63%       0,51%
          Investasi pada etitas asosiasi - bersih                      17,13%       12,19%       5,99%       8,05%       5,38%
          Aset tetap                                                   27,45%       35,14%      37,77%      48,97%      51,23%
          Properti pertambangan                                         1,65%        1,30%       1,44%       2,14%       2,07%
          Aset eksplorasi dan evaluasi                                  2,18%        2,14%       1,73%       1,55%       1,81%
          Aset tak berwujud                                             0,14%        0,15%       0,11%       0,10%       0,13%
          Pajak dibayar dimuka
            Pajak penghasilan badan                                     0,22%        1,91%       0,10%       0,38%       0,19%
            Pajak lainnya                                               0,64%        1,44%       1,46%       1,51%       1,32%
          Aset pajak tangguhan                                          1,82%        0,97%       0,43%       0,47%       0,34%
          Goodwill                                                      0,13%        0,15%       0,16%       0,20%       0,21%
          Aset tidak lancar lainnya                                     3,72%        2,86%       3,31%       1,23%       1,19%
          Piutang lain-lain - pihak berelasi                            0,21%        0,54%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     56,17%       59,59%      53,18%      65,23%      64,37%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                            51
Page 80
                         Keterangan                              31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                          3,04%       3,98%       3,62%       3,87%       4,25%
Beban akrual                                                         6,81%       3,62%       4,17%       2,31%       2,20%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                               1,37%       0,84%       0,86%       1,15%       0,34%
Utang pajak
  Pajak penghasilan badan                                            1,45%       0,09%       1,02%       0,30%       0,56%
  Pajak lainnya                                                      0,15%       0,30%       0,47%       0,52%       0,43%
Pinjaman investasi bagian jangka pendek                              0,00%       0,00%       1,46%       2,19%       3,28%
Utang lain-lain                                                      0,63%       0,81%       1,05%       1,41%       1,85%
Uang muka pelanggan bagian jangka pendek                             0,00%       0,00%       2,08%       1,98%       3,41%
Bagian lancar atas:
  Liabilitas sewa                                                    0,13%       0,12%       0,18%       0,25%       0,18%
  Pinjaman bank                                                      2,53%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
  Provisi                                                            0,21%       3,58%       2,77%       3,20%       0,12%
  Liabilitas kontrak                                                 2,12%       8,61%       0,00%       0,00%       0,00%
Pinjaman bank jangka pendek                                          0,00%       0,00%       2,34%       0,56%       3,31%
Liabilitas terkait dengan aset yang dimiliki untuk dijual            0,00%       0,00%       0,00%       0,02%       0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     18,43%      21,95%      20,01%      17,75%      19,94%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa                                                      0,10%       0,10%       0,15%       0,19%       0,25%
Provisi                                                              3,40%       2,14%       2,43%       2,47%       2,38%
Liabilitas kontrak                                                   0,53%       0,95%       0,00%       0,00%       0,00%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                              2,15%       2,54%       2,62%       2,90%       2,75%
Liabilitas jangka panjang lainnya                                    0,16%       0,01%       0,01%       0,01%       0,13%
Pinjaman investasi setelah dikurangi bagian
  jangka pendek                                                      0,00%       0,00%       2,06%       6,19%      11,25%
Pinjaman bank                                                        5,56%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    11,89%       5,73%       7,26%      11,75%      16,76%
JUMLAH LIABILITAS                                                   30,33%      27,68%      27,27%      29,51%      36,70%
EKUITAS
Modal saham                                                          4,57%       5,40%       5,61%       7,14%       7,30%
Tambahan modal disetor - neto                                       18,46%      21,78%      22,63%      11,70%      11,95%
Penghasilan komprehensif lain
  Selisih kurs dari penjabaran laporan keuangan                      2,83%       3,01%       2,78%       3,62%       3,69%
  Surplus revaluasi aset                                             5,78%       6,82%       6,91%       8,96%       9,16%
  Cadangan lindung nilai arus kas                                   -0,19%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Saldo laba                                                          35,75%      33,66%      33,58%      39,07%      31,21%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                             67,20%      70,66%      71,51%      70,49%      63,30%
Kepentingan non-pengendali                                           2,48%       1,67%       1,22%       0,00%       0,00%

JUMLAH EKUITAS                                                      69,67%      72,32%      72,73%      70,49%      63,30%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                            52
Page 81
          Tabel 19
          PT Aneka Tambang Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                                 Keterangan                             31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

          Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                        100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok penjualan                                            83,84%       90,61%       84,62%       82,12%       83,46%
          Laba kotor                                                       16,16%         9,39%      15,38%       17,88%       16,54%
          Beban umum dan administrasi                                      -4,22%        -4,19%      -6,98%       -7,30%       -6,61%
          Beban penjualan dan pemasaran                                    -2,02%        -0,87%      -2,03%       -2,00%       -2,80%
          Laba usaha                                                         9,92%        4,33%        6,38%        8,58%        7,12%
          Penghasilan keuangan                                               0,49%        0,71%        0,42%        0,19%        0,23%
          Beban keuangan                                                    -0,20%       -0,34%       -0,52%       -0,83%       -0,93%
          Laba (rugi) selisih kurs                                           0,16%        0,68%       -0,54%        1,23%        0,16%
          Bagian keuntungan entitas asosiasi                                 0,22%        1,00%        2,31%        2,03%        1,18%
          Penghasilan (beban) operasi lain                                   0,93%        0,29%       -0,04%        0,16%        0,16%
          Keuntungan dari pelepasan entitas anak                             0,00%        0,00%        1,39%        0,00%        0,00%
          Laba sebelum pajak penghasilan                                   11,52%         6,67%        9,39%      11,35%         7,92%
          Beban pajak penghasilan                                          -2,16%        -1,10%       -1,89%      -3,03%        -3,07%
          Laba tahun berjalan                                               9,36%        5,57%        7,50%         8,32%       4,84%
          Penghasilan (rugi) komprehensif lain                              0,33%        0,35%        0,01%        -0,03%       0,88%
          Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                           9,69%        5,92%        7,50%        8,29%        5,72%
          Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                           8,85%        5,63%        7,50%        8,29%        5,72%
            Kepentingan non-pengendali                                      0,84%        0,30%        0,00%        0,00%        0,00%



VI.C.2.   PT Vale Indonesia Tbk
          Tabel 20
          PT Vale Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                 Keterangan                             31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                               11,25%       21,24%       23,88%       23,85%       20,56%
          Piutang usaha
            Pihak-pihak berelasi                                            2,19%        2,66%        3,48%        5,32%        4,12%
            Pihak ketiga                                                    0,02%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Persediaan                                                        5,74%        4,68%        5,33%        5,86%        6,55%
          Pajak dibayar di muka
            Pendapatan keuangan                                             2,91%        2,61%        2,21%        1,83%        2,35%
          Biaya dibayar di muka dan uang muka                               0,12%        0,26%        0,21%        0,17%        0,14%
          Aset keuangan lancar lainnya                                      0,17%        0,19%        0,20%        0,21%        0,10%
          Jumlah Aset Lancar                                               22,40%       31,63%       35,31%       37,24%       33,83%
          ASET TIDAK LANCAR
          Kas yang dibatasi penggunaannya                                   2,90%        2,73%        3,55%        2,75%        2,02%
          Pajak dibayar di muka
            Pajak penghasilan badan                                         1,77%        2,01%        0,51%        0,41%        0,32%
            Pajak lainnya                                                   0,53%        0,76%        1,25%        1,16%        2,23%
          Aset keuangan tidak lancar lainnya                                0,12%        0,13%        0,17%        0,14%        0,18%
          Aset tetap                                                       69,14%       62,18%       57,95%       58,31%       61,43%
          Aset derivatif                                                    0,64%        0,15%        0,84%        0,00%        0,00%
          Investasi pada saham                                              0,60%        0,42%        0,00%        0,00%        0,00%
          Investasi pada entitas asosiasi                                   1,74%        0,00%        0,42%        0,00%        0,00%
          Biaya dibayar di muka dan uang muka                               0,07%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Aset pajak tangguhan                                              0,09%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Jumlah aset tidak lancar                                         77,60%       68,37%       64,69%       62,76%       66,17%
          JUMLAH ASET                                                     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




                                                                   53
Page 82
                        Keterangan                              31/12/25     31/12/24     31/12/23    31/12/22    31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak-pihak berelasi                                              0,01%        0,01%        0,01%       0,01%       0,01%
  Pihak ketiga                                                      6,08%        5,37%        4,80%       4,34%       4,94%
Akrual                                                              3,45%        1,76%        1,16%       1,04%       0,80%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                              0,66%        0,61%        0,86%       0,99%       0,88%
Utang pajak                                                         0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
  Pajak penghasilan badan                                           0,16%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
  Pajak lainnya                                                     0,06%        0,13%        0,10%       0,09%       0,08%
Liabilitas sewa                                                     0,10%        0,18%        0,19%       0,07%       0,06%
Provisi atas penghentian pengoperasian aset                         0,28%        0,17%        0,22%       0,00%       0,00%
Liabilitas keuangan lancar lainnya                                  0,03%        0,05%        0,07%       0,03%       0,05%
Liabilitas atas pembayaran berbasis saham                           0,00%        0,00%        0,00%       0,02%       0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    10,83%        8,29%        7,41%       6,59%       6,81%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja jangka panjang                        1,47%        1,37%        1,36%       1,07%       1,06%
Liabilitas sewa                                                     0,00%        0,07%        0,11%       0,15%       0,13%
Provisi atas penghentian pengoperasian aset                         4,59%        3,86%        2,65%       2,67%       3,13%
Liabilitas pajak tangguhan                                          0,00%        0,18%        0,67%       0,94%       1,73%
Liabilitas keuangan tidak lancar lainnya                            0,18%        0,20%        0,17%       0,00%       0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    6,23%        5,68%        4,95%       4,83%       6,06%
JUMLAH LIABILITAS                                                  17,06%       13,97%       12,35%      11,41%      12,87%
EKUITAS
Modal saham                                                         4,32%        4,56%        4,66%       5,13%       5,52%
Tambahan modal disetor - neto                                      11,38%       11,99%        9,49%      10,45%      11,23%
Saldo laba                                                         67,21%       69,48%       73,49%      73,01%      70,38%
Cadangan kompensasi berbasis saham                                  0,03%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
Selisih kurs penjabaran lapora keuangan entitas asosiasi           -0,01%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                            82,94%       86,03%       87,65%      88,59%      87,12%
Kepentingan non-pengendali                                          0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
JUMLAH EKUITAS                                                     82,94%       86,03%       87,65%      88,59%      87,13%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%



Tabel 21
PT Vale Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                        Keterangan                              31/12/25     31/12/24     31/12/23    31/12/22    31/12/21

Pendapatan neto                                                   100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%
Beban pokok penjualan                                              88,81%       88,61%       71,84%      73,41%      73,89%
Laba bruto                                                         11,19%       11,39%       28,16%      26,59%      26,11%
Beban usaha                                                        -5,27%       -4,03%       -1,80%      -1,67%      -1,86%
Pendapatan lainnya                                                  0,40%        0,39%        0,07%       0,11%       0,27%
Beban lainnya                                                      -1,28%       -1,04%       -1,91%      -1,96%      -1,13%
Pembagian laba bersih                                              -0,85%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
Laba usaha                                                           4,18%        6,72%      24,52%      23,06%      23,40%
Pendapatan keuangan                                                  3,76%        3,81%       2,90%       0,91%       0,28%
Biaya keuangan                                                      -0,87%       -0,78%      -0,82%      -0,59%      -0,53%
Keuntungan (kerugian) atas pengakuan
  nilai wajar aset derivatif                                        1,67%        -2,10%       2,00%       0,00%       0,00%
Keuntungan atas pengakuan nilai wajar investasi pada saham          0,67%         0,14%       0,00%       0,00%       0,00%
Bagian laba neto dari entitas asosiasi                              0,06%         0,01%       0,00%       0,00%       0,00%
Keuntungan dari pelepasan pengendalian entitas anak                 0,06%         0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Laba sebelum pajak penghasilan                                       9,55%        7,79%      28,61%      23,39%      23,15%
Beban pajak penghasilan                                             -1,87%       -1,71%      -6,35%      -6,39%      -5,75%
Laba tahun berjalan                                                  7,68%        6,08%      22,26%      16,99%      17,39%
Penghasilan (kerugian) komprehensif lainnya                         -0,02%       -0,10%      -0,36%      -0,01%       0,15%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                             7,66%        5,98%       21,90%      16,98%      17,54%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                             7,68%        6,08%       22,26%      16,99%      17,39%
  Kepentingan non-pengendali                                        0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%




                                                           54
Page 83
VI.C.3.   PT Timah Tbk
          Tabel 22
          PT Timah Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                Keterangan                              31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                               12,55%      15,56%      11,90%       9,25%      12,13%
          Piutang usaha                                                    12,27%       7,06%       5,84%       7,54%      12,74%
          Aset kontrak                                                      0,04%       0,01%       1,12%       0,00%       0,00%
          Piutang lain-lain                                                 0,23%       0,26%       0,52%       0,17%       0,23%
          Persediaan                                                       20,53%      20,96%      19,66%      22,27%      21,14%
          Aset real estat                                                   0,94%       0,67%       1,02%       0,38%       0,28%
          Pajak dibayar di muka
            Pajak lainnya                                                   2,81%       1,22%       1,30%       2,23%       3,10%
          Aset keuangan lainnya                                             0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Aset derivatif                                                    0,06%       0,12%       0,18%       0,20%       0,00%
          Aset lainnya                                                      0,28%       0,17%       0,47%       0,50%       0,63%
          Kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya            0,00%       0,00%       0,00%       0,57%       0,28%
          Jumlah Aset Lancar                                               49,72%      46,02%      42,01%      43,12%      50,53%
          ASET TIDAK LANCAR
          Kas yang dibatasi penggunaannya                                   1,71%       1,70%       1,64%       1,14%       0,72%
          Piutang usaha                                                     0,57%       0,51%       0,42%       0,01%       0,02%
          Piutang lain-lain                                                 0,02%       0,02%       0,02%       0,05%       0,06%
          Persediaan                                                        6,45%       5,38%       5,40%       5,32%       4,50%
          Penyertaan saham                                                  0,67%       0,90%       0,92%       0,87%       0,66%
          Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama               2,65%       2,61%       1,97%       1,72%       1,46%
          Aset tetap                                                       14,95%      20,26%      24,64%      26,88%      23,47%
          Aset real estat                                                   0,69%       1,05%       1,00%       1,21%       0,75%
          Properti investasi                                               12,51%      12,66%      12,78%      12,33%      11,31%
          Properti pertambangan                                             2,20%       2,79%       3,30%       2,62%       1,75%
          Pajak dibayar dimuka
            Pajak penghasilan badan                                         0,99%       0,86%       1,20%       0,99%       0,28%
            Pajak lainnya                                                   0,13%       0,22%       0,00%       0,07%       0,00%
          Aset pajak tangguhan                                              2,99%       2,56%       2,81%       1,46%       2,48%
          Aset derivatif                                                    0,07%       0,16%       0,21%       0,38%       0,00%
          Aset keuangan tidak lancar                                        0,52%       0,54%       0,00%       0,00%       0,00%
          Aset lainnya                                                      3,17%       1,76%       1,69%       1,85%       2,01%
          Jumlah aset tidak lancar                                         50,28%      53,98%      57,99%      56,88%      49,47%
          JUMLAH ASET                                                     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                                   55
Page 84
                       Keterangan                               31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                         6,01%       5,92%       6,74%       5,85%       6,03%
Beban akrual                                                        1,22%       1,50%       1,52%       3,19%       0,92%
Liabilitas supplier financing                                       0,40%       1,25%       0,95%       1,72%       6,91%
Pinjaman jangka pendek                                              2,34%       0,14%       9,81%       2,86%      10,44%
Utang pajak
  Pajak penghasilan badan                                           2,15%       0,83%       0,61%       0,39%       2,50%
  Pajak lainnya                                                     1,21%       0,95%       0,47%       0,20%       0,26%
Liabilitas jangka pendek lainnya                                    1,85%       1,93%       1,65%       1,47%       0,92%
Utang dividen                                                       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
Imbalan kerja jangka pendek                                         1,19%       1,16%       0,15%       1,68%       2,46%
Bagian jangka pendek atas liabilitas jangka panjang
  Pinjaman jangka panjang                                           3,28%       1,89%       1,20%       1,20%       0,48%
  Medium term notes                                                 0,00%       3,06%       0,00%       0,00%       0,00%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   0,00%       0,00%       6,28%       0,00%       7,16%
  Provisi biaya rehabilitasi lingkungan dan penutupan tambang       1,05%       1,06%       0,71%       0,84%       0,56%
Liabilitas derivatif                                                0,00%       0,00%       0,00%       0,09%       0,07%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    20,71%      19,70%      30,10%      19,49%      38,70%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                           5,90%       9,65%       5,01%       6,22%       4,28%
  Provisi biaya rehabilitasi lingkungan dan penutupan tambang       1,69%       1,44%       1,42%       1,62%       1,70%
  Medium term notes                                                 0,00%       0,00%       4,88%       4,79%       0,00%
  Liabilitas jangka panjang lainnya                                 0,16%       0,34%       0,47%       0,09%       0,05%
  Liabilitas imbalan pasca kerja                                    9,90%       9,51%       8,86%       7,73%       6,84%
  Utang obligasi dan sukuk ijarah                                   0,00%       0,00%       0,00%       6,17%       5,49%
  Liabilitas derivatif                                              0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,01%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   17,66%      20,93%      20,64%      26,62%      18,36%
JUMLAH LIABILITAS                                                  38,37%      40,64%      50,75%      46,11%      57,06%
EKUITAS
Modal saham                                                         2,73%       2,91%       2,90%       2,85%       2,53%
Tambahan modal disetor - neto                                       0,47%       0,50%       0,50%       0,49%       0,44%
Saldo laba                                                         57,92%      55,26%      45,31%      49,73%      40,25%
Penghasilan komprehensif lainnya                                    0,51%       0,68%       0,54%       0,82%      -0,28%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                            61,63%      59,36%      49,25%      53,89%      42,94%
Kepentingan non-pengendali                                          0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
JUMLAH EKUITAS                                                     61,63%      59,36%      49,25%      53,89%      42,94%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                          56
Page 85
Tabel 23
PT Timah Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                       Keterangan                             31/12/25    31/12/24    31/12/23     31/12/22    31/12/21

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                        100,00%     100,00%     100,00%      100,00%     100,00%
Beban pokok pendapatan                                           76,08%      74,67%      94,45%       79,80%      76,45%
Laba bruto                                                       23,92%      25,33%        5,55%      20,20%      23,55%
Beban umum dan administrasi                                      -7,62%      -7,70%      -11,00%      -6,74%      -7,27%
Beban penjualan                                                  -0,51%      -0,96%       -0,82%      -2,24%      -0,94%
Laba (rugi) usaha                                                15,79%      16,67%       -6,27%      11,22%      15,33%
Pendapatan keuangan                                               0,48%       0,48%        0,25%       0,18%       0,11%
Beban keuangan                                                   -1,74%      -1,89%       -2,44%      -1,66%      -2,33%
Bagian atas laba neto entitas asosiasi                            0,16%       0,18%        0,34%       0,08%       0,09%
Kenaikan (penurunan) nilai wajar properti investasi               0,77%      -0,19%        0,17%       0,20%       0,22%
Pendapatan (beban) lain-lain - neto                              -0,28%       0,02%        2,78%       1,07%      -0,62%
Pembalikan/ (rugi) penurunan aset tetap                           0,00%       0,00%       -0,16%       0,15%      -0,34%
Rugi penurunan nilai properti pertambangan                        0,00%       0,00%        0,00%       0,00%      -0,63%
Laba sebelum pajak penghasilan                                   15,18%      15,27%       -5,32%      11,25%      11,83%
Beban pajak penghasilan - neto                                   -3,81%      -3,76%       -0,04%      -2,92%      -2,91%
Laba tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan                11,37%      11,51%       -5,36%       8,33%       8,92%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                             -0,15%       0,16%       -0,45%       1,18%       0,45%
Rugi tahun berjalan dari operasi yang dihentikan                  0,00%       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                          11,22%      11,67%       -5,80%       9,51%       9,37%

Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                          11,37%      11,51%       -5,36%       8,33%       8,92%
  Kepentingan non-pengendali                                      0,00%       0,00%        0,00%       0,00%       0,00%




                                                         57
Page 86
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, SMA tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap SMA adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Kelangkaan Cadangan Nikel

         Cadangan nikel terus mengalami penurunan setiap tahunnya sehingga
         berpengaruh terhadap menurunnya jumlah produksi nikel setiap tahunnya. Namun
         demikian, hal ini tidak diimbangi dengan jumlah konsumsi terhadap nikel setiap
         tahunnya. Apabila cadangan nikel semakin menipis, maka hal ini dapat
         berpengaruh terhadap kegiatan operasional SMA, di mana penjualan SMA akan
         mengalami penurunan. Hal ini dapat berpengaruh terhadap marjin bisnis SMA.

VII.B.   Risiko Fluktuasi Harga Nikel

         Penjualan SMA dipengaruhi oleh fluktuasi harga dari nikel. Fluktuasi signifikan
         harga nikel dapat memberikan dampak terhadap marjin bisnis SMA. Permintaan
         nikel juga bergantung terhadap kondisi perekonomian Indonesia dan regional,
         serta penurunan signifikan dari perekonomian tersebut dapat memberikan dampak
         terhadap marjin laba dan tingkat keuntungan SMA.

VII.C.   Risiko Bencana Alam

         Kegiatan usaha SMA tidak terlepas dari ancaman bencana alam seperti badai
         tropis, angin topan, gempa bumi dan banjir, karena faktor alam dan berbagai
         bencana yang dapat memberikan dampak secara material terhadap kegiatan
         usaha, kondisi keuangan, dan hasil usaha SMA.

VII.D.   Risiko Kecelakaan Kerja

         Keadaan area operasional SMA dan ketidaktaatan karyawan dalam mematuhi
         prosedur kerja menyebabkan tingginya kemungkinan kecelakaan kerja terhadap
         sumber daya manusia. Tingginya kecelakaan terhadap para pekerja dapat
         memberikan kerugian yang cukup besar bagi SMA.

VII.E.   Risiko Likuiditas

         Risiko likuiditas merupakan risiko yang antara lain disebabkan ketidakmampuan
         SMA memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo. Risiko likuiditas dapat
         dikategorikan ke dalam risiko likuiditas pasar dan risiko likuiditas pendanaan.
         Risiko likuiditas pasar, yaitu risiko yang timbul saat SMA tidak mampu melakukan
         offset posisi tertentu dengan harga pasar karena kondisi likuiditas pasar yang tidak
         kondusif atau terjadi gangguan di pasar (market disruption). Risiko likuiditas
         pendanaan, yaitu risiko yang timbul karena SMA tidak mampu mencairkan asetnya
         atau memperoleh pendanaan dari sumber dana lain.




                                           58
Page 87
VII.F.   Risiko Operasional

         Kegiatan usaha SMA bergerak dalam bidang pertambangan dan pengolahan nikel
         tidak terlepas dari risiko operasional mulai dari kerusakan mesin hingga alat-alat
         operasional lainnya yang berpotensi menghambat proses produksi yang
         dijalankan SMA. Kegagalan dalam mengantisipasi hal tersebut, dapat
         menyebabkan kegiatan operasional SMA terganggu dan memberikan dampak
         pada kinerja keuangan SMA.

VII.G.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         SMA menghadapi risiko perubahan kebijakan Pemerintah yang dapat
         menghambat kegiatan usaha SMA di dalam negeri. Bila terjadi perubahan
         kebijakan Pemerintah baik dalam hal perpajakan, kontrol mata uang, dan
         pembatasan dalam kegiatan distribusi yang tidak dapat dipenuhi oleh SMA, maka
         hal tersebut akan memberikan dampak terhadap kinerja SMA.




                                           59
Page 88
VIII.     IDENTIFIKASI ASET TAKBERWUJUD DAN METODE PENILAIAN

VIII.A.   Identifikasi Aset Takberwujud

          Sebelum melakukan penilaian aset takberwujud, terlebih dahulu harus ditentukan
          jenis-jenis aset takberwujud yang dimiliki SMA. Berdasarkan informasi
          dari/wawancara dengan pihak manajemen SMA, aset takberwujud yang dimiliki
          maupun yang tidak dimiliki oleh SMA adalah sebagai berikut:

          1. Marketing Related Intangible Assets

             a. Trademarks, Trade Names, Services Marks, Colletive Marks, and
                Certification Marks

                 Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
                 aset takberwujud jenis ini.

             b. Internet Domain Names

                 Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
                 aset takberwujud jenis ini.

             c. Trade Dress

                 Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
                 aset takberwujud jenis ini.

             d. Newspaper Mastheads

                 Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
                 aset takberwujud jenis ini.

             e. Non-competitive Agreement

                 Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
                 aset takberwujud jenis ini.

          2. Customer Related Intangible Assets

             a. Customer List

                 Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
                 aset takberwujud jenis ini.

             b. Kontrak dan Hubungan dengan Pelanggan

                 Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
                 aset takberwujud jenis ini.




                                          60
Page 89
   c. Order or Production Backlog

      Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
      aset takberwujud jenis ini.

   d. Non-Contractual Customer Relationships

      Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
      aset takberwujud jenis ini.

3. Artistic Related Intangible Assets

   Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki aset
   takberwujud jenis ini.

4. Contract Based Intangible Assets

   Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki aset
   takberwujud jenis ini.

5. Technology Based Intangible Assets

   Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki aset
   takberwujud jenis ini.

6. Certified Workforce Intangible Assets

   Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki aset
   takberwujud jenis ini.

7. Aset Pertambangan

   Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA memiliki aset
   takberwujud berupa aset pertambangan atas IUP-OP untuk mengoperasikan
   pertambangan nikel di Morowali Utara, Sulawesi Tengah seluas 1.948 hektar
   yang berlaku selama 20 tahun dan dapat diperpanjang 2 kali masing-masing
   10 tahun.

   SMA memiliki cadangan nikel sebanyak 62,95 juta ton berdasarkan Laporan
   Teknis Estimasi Sumber Daya dan Cadangan Mineral yang disusun oleh Yanri
   Budi Karseno, S.T., MAusIMM., CPI, CP. dan Citra Kusuma, S.T., MAusIMM.,
   CPI, CP. sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 001/SMA-CP/VIII/2025
   pada Agustus 2025.




                               61
Page 90
VIII.B.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

          Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
          internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
          atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SMA,
          pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
          SMA. Prospek SMA di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
          rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
          yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
          pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
          penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
          industri yang bersangkutan.

          Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
          suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
          keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
          diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
          normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
          oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
          perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
          rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
          yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
          tersebut.

          Untuk menentukan nilai pasar aset berwujud, semua komponen aset dan
          liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
          komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
          atau utang bank). Dalam penilaian ini, kami tidak melakukan penyesuaian
          komponen aset dan liabilitas karena telah merefleksikan nilai pasarnya. Nilai pasar
          keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
          nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

          Nilai pasar aset takberwujud antara lain seperti merek, kontrak dan hubungan
          dengan pelanggan, aset pertambangan, hak paten, lisensi, biaya riset dan
          pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
          langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset takberwujud tersebut diperoleh
          dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah.




                                            62
Page 91
VIII.C.     Pendekatan dan Metodologi Penilaian Aset Takberwujud

VIII.C.1.   Penilaian Properti Pertambangan

            Metode yang digunakan dalam penilaian properti pertambangan adalah metode
            kelebihan pendapatan (multi-period excess earnings method [MEEM]).

            Metode penilaian ini berbasis pada metode diskonto arus kas. Dalam metode ini,
            kelebihan pendapatan yang akan didiskonto adalah arus kas bersih (AKB) yang
            relevan dengan jenis aset takberwujud yang dinilai, yang diproyeksikan selama
            periode tertentu yang dianggap sesuai. Selanjutnya, proyeksi kelebihan
            pendapatan tersebut didiskonto dengan tingkat diskonto yang relevan. Nilai kini
            dari keseluruhan kelebihan pendapatan di masa mendatang tersebut merupakan
            nilai dari aset takberwujud yang bersangkutan.

VIII.D.     Penilaian Aset Berwujud Bersih yang Digunakan

VIII.D.1.   Penilaian Aset Tetap

            Dalam penilaian aset tetap, kami mengacu pada laporan penilaian properti SMA
            per tanggal 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP SRR.

VIII.E.     Premis Penilaian

            Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
            penilaian bahwa Objek Penilaian digunakan untuk mendukung kegiatan usaha
            SMA sebagai suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.F.     Independensi Penilai

            Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
            adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SMA
            ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SMA. KR juga tidak
            memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
            Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
            atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
            tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
            KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan     surat    penugasan
            No. KR/260506-002 tanggal 6 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen
            Perseroan.




                                              63
Page 92
IX.      PENILAIAN ASET TAKBERWUJUD DAN ALOKASI HARGA PEMBELIAN

IX.A.    Penilaian Aset Berwujud Bersih

         Dalam penilaian ini, kami hanya melakukan penyesuaian pada nilai aset tetap,
         sedangkan pos-pos lainnya tidak disesuaikan karena telah merefleksikan nilai
         pasarnya.

         Dalam penilaian aset tetap, kami mengacu pada laporan penilaian properti SMA
         per tanggal 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP SRR sebagaimana
         tertuang dalam laporannya No. 00285/2.0059-02/PI/10/0242/1/VI/2026 tanggal
         18 Juni 2026, di mana nilai pasar atas aset tetap pada tanggal 31 Desember 2025
         adalah sebesar Rp 8,06 miliar.

         Apabila nilai buku aset tetap tersebut kami sesuaikan berdasarkan nilai pasarnya,
         maka nilai pasar aset tetap SMA pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
         Rp 8,06 miliar.

IX.B.    Penilaian Aset Takberwujud

IX.B.1   Proyeksi Laporan Keuangan

         Penilaian SMA yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
         proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen SMA. Dalam
         penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
         berdasarkan kinerja SMA pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
         rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi
         dan saran yang relevan diberikan oleh manajemen SMA sehubungan dengan
         perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
         ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
         penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
         menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SMA yang dinilai pada saat penilaian
         ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
         yang kami lakukan terhadap target kinerja SMA yang dinilai.




                                          64
Page 93
        Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
        keuangan yang digunakan dalam penilaian atas SMA.

IX.B.2.b. Umum

        •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
            hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas SMA, industri,
            atau negara di mana SMA beroperasi.
        •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
            tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
            keuangan yang dapat memengaruhi kinerja SMA selain yang telah
            diproyeksikan.
        •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
            SMA atau pada sumber utama penghasilan SMA selain yang telah
            diproyeksikan.
        •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen SMA.
        •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
            perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
            memengaruhi kegiatan usaha SMA.
        •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
            bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada SMA.
        •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku,
            bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban
            tenaga kerja, beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku
            sekarang ini dan yang diproyeksikan.
        •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
        •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh SMA atas
            kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
            tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
        •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
            ketentuan-ketentuan yang ada.
        •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen SMA mempersiapkan proyeksi
            laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2026 – 2050.




                                          65
Page 94
IX.B.2.c.   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

            Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif,
            proyeksi laporan laba rugi komprehensif SMA untuk tahun yang berakhir pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2050 adalah sebagai berikut:
            Tabel 24
            PT Sumber Mineral Abadi
            Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
            Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2050

                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                       31/12/26        31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30

            Penjualan                                                   149.357       1.123.485    1.147.158    1.045.184     1.717.763
            Beban pokok penjualan                                       144.553         951.387      794.045      825.396     1.380.707
            Laba kotor                                                    4.804        172.097      353.113      219.789        337.056
            Beban usaha                                                  25.758         26.920       28.081       29.388         30.006
            Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan                  (20.954)      145.177      325.032      190.400        307.050
            Beban pajak penghasilan                                            -       (17.291)     (71.507)     (41.888)       (67.551)
            Laba (rugi) bersih tahun berjalan                            (20.954)      127.887      253.525      148.512        239.499



                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                       31/12/31        31/12/32     31/12/33     31/12/34      31/12/35

            Penjualan                                                 1.727.057       1.706.843    1.727.922    1.712.271     1.830.762
            Beban pokok penjualan                                     1.384.299       1.384.329    1.390.566    1.391.457     1.422.667
            Laba kotor                                                  342.759        322.514      337.357      320.814        408.095
            Beban usaha                                                  30.648         31.278       32.004       32.770         33.585
            Laba sebelum beban pajak penghasilan                        312.110        291.236      305.353      288.044        374.510
            Beban pajak penghasilan                                     (68.664)       (64.072)     (67.178)     (63.370)       (82.392)
            Laba bersih tahun berjalan                                  243.446        227.164      238.175      224.674        292.118



                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                       31/12/36        31/12/37     31/12/38     31/12/39      31/12/40

            Penjualan                                                 1.771.687       1.708.813    1.670.945    1.671.984     1.449.595
            Beban pokok penjualan                                     1.434.074       1.428.930    1.427.661    1.432.470     1.274.481
            Laba kotor                                                  337.613        279.883      243.284      239.514        175.114
            Beban usaha                                                  34.371         35.126       36.025       37.079         38.207
            Laba sebelum beban pajak penghasilan                        303.242        244.757      207.259      202.435        136.907
            Beban pajak penghasilan                                     (66.713)       (53.847)     (45.597)     (44.536)       (30.120)
            Laba bersih tahun berjalan                                  236.529        190.910      161.662      157.899        106.788



                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                       31/12/41        31/12/42     31/12/43     31/12/44      31/12/45

            Penjualan                                                 1.474.798       1.391.211    1.306.619    1.271.299     1.185.701
            Beban pokok penjualan                                     1.233.710       1.168.832    1.102.805    1.072.278     1.004.995
            Laba kotor                                                  241.088        222.379      203.814      199.021        180.706
            Beban usaha                                                  39.404         40.675       42.027       43.456         44.978
            Laba sebelum beban pajak penghasilan                        201.683        181.704      161.787      155.565        135.728
            Beban pajak penghasilan                                     (44.370)       (39.975)     (35.593)     (34.224)       (29.860)
            Laba bersih tahun berjalan                                  157.313        141.729      126.194      121.341        105.868




                                                               66
Page 95
                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan          31/12/46     31/12/47      31/12/48      31/12/49      31/12/50

            Penjualan                                    1.014.506     927.902       842.304       756.707        829.988
            Beban pokok penjualan                          865.228     796.168       727.393       658.134        711.940
            Laba kotor                                    149.277      131.734       114.911        98.573        118.048
            Beban usaha                                    46.609       48.350        50.204        52.179         54.288
            Laba sebelum beban pajak penghasilan          102.668        83.384        64.707        46.393        63.760
            Beban pajak penghasilan                       (22.587)      (18.345)      (14.236)      (10.207)      (14.027)
            Laba bersih tahun berjalan                     80.081       65.040        50.472        36.187         49.733




IX.B.3.b. Arus Kas Bersih

            Untuk penilaian aset takberwujud berupa properti pertambangan dengan
            menggunakan metode kelebihan pendapatan atau MEEM, kelebihan pendapatan
            yang akan didiskonto adalah AKB untuk properti pertambangan yang
            perhitungannya dimulai dari laba sebelum bunga dan pajak (earnings before
            interest, tax [EBIT]) dengan formula sebagai berikut:

            EBIT
            - Pajak (dari EBIT)
            - Kontribusi aset berwujud dan aset takberwujud (modal kerja, aset tetap, dan
               tenaga kerja)

            =    Arus kas bersih untuk properti pertambangan

IX.B.3.c.   Tingkat Diskonto untuk Kontribusi Aset

            Tingkat diskonto yang digunakan dalam perhitungan kontribusi aset adalah biaya
            modal untuk utang (COD/cost of debt) setelah pajak, pengembalian atas aset tetap
            (ROFA/return on fixed asset) dan biaya modal rata-rata tertimbang
            (WACC/weighted average cost of capital). Tingkat diskonto yang digunakan untuk
            menghitung kontribusi aset dibagi menjadi tiga, yaitu tingkat diskonto untuk
            kontribusi modal kerja, tingkat diskonto untuk kontribusi aset tetap dan tingkat
            diskonto untuk tenaga kerja. Perhitungan tingkat diskonto tersebut adalah sebagai
            berikut:

IX.B.3.d. Tingkat Diskonto untuk Kontribusi Modal Kerja

            Dalam penilaian ini, pengembalian modal kerja diperoleh dari mengalikan tingkat
            pengembalian dengan proyeksi modal kerja kumulatif. Untuk tingkat pengembalian
            modal kerja digunakan suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang
            diambil dari suku bunga kredit investasi bank Persero untuk bulan Desember 2025
            yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 8,44%. Kemudian, suku bunga
            tersebut disesuaikan dengan tarif pajak sebesar 0,00% untuk tahun 2026, sebesar
            11,91% untuk tahun 2027, dan sebesar 22,00% untuk tahun 2028 – 2050,
            sehingga diperoleh pengembalian modal kerja adalah sebesar 8,44% untuk tahun
            2026, sebesar 7,43% untuk tahun 2027, sebesar 6,58% untuk tahun 2028 – 2050.




                                                   67
Page 96
IX.B.3.e.   Tingkat Diskonto untuk Kontribusi Aset Tetap

            Dalam penilaian ini, tingkat pengembalian atas aset tetap diperoleh dari
            pengembalian atas aset tetap (ROFA/return on fixed asset) sebesar 10,00% yang
            ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

            ROFA =     (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

            Di mana:

            ke     =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
            kd     =   Biaya modal utang
            We     =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
            Wd     =   Bobot utang dalam struktur kapital
            t      =   Pajak penghasilan perusahaan

IX.B.3.f.   Biaya Modal untuk Ekuitas

            Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
            ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
            menggunakan persamaan sebagai berikut:

            ke     =   Rf + (β x RPm)

            Di mana:

            ke     =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                       biaya modal ekuitas/saham biasa
            Rf     =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                       free rate)
            β      =   Beta
            RPm    =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                       premium)

            Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
            memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
            dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
            Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025,
            maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
            panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 25 tahun dengan tingkat
            yield rata-rata sebesar 6,65% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
            (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                                68
Page 97
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2026.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, di mana RBDS
sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

Levered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan publik
sejenis, yaitu sebagai berikut:

•    Boliden AB.
•    Materion Corporation.
•    PT Merdeka Battery Materials Tbk.
•    PT Vale Indonesia Tbk.
•    PT Aneka Tambang Tbk.
•    PT Amman Mineral Internasional Tbk.
•    BHP Group Limited.
•    PT Timah Tbk.

sebesar 1,17.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,62%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas SMA sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
ini:

Ke         =    6,65% + (1,17 x 6,69%) – 1,62% = 12,89%




                                  69
Page 98
IX.B.3.g. Biaya Modal untuk Utang

            Karena perhitungan nilai ekuitas SMA dilakukan dengan mendiskonto tingkat
            balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
            invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
            yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
            pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
            ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

            Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
            pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
            bank Persero untuk bulan Desember 2025 yang dipublikasikan oleh Bank
            Indonesia sebesar 8,44%.

IX.B.3.h. Return on Fixed Assets

            Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
            sebesar 35,00% dan bobot utang sebesar 65,00%, serta menggunakan tarif pajak
            penghasilan sebesar 0,00%, maka ROFA adalah sebagai berikut:

            ROFA =     (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
                 =     (12,89% x 35,00%) + (8,44% x [1 – 0,00%] x 65,00%)
                 =     10,00%

IX.B.3.i.   Tingkat Diskonto untuk Kontribusi Tenaga Kerja

            Dalam penilaian ini, pengembalian atas tenaga kerja diperoleh dari biaya modal
            rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) sebesar 12,68%
            untuk tahun 2026, sebesar 12,39% untuk tahun 2027, dan sebesar 12,15% untuk
            tahun 2028 - 2050.

            WACC =     (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

            Di mana:

            ke     =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
            kd     =   Biaya modal utang
            We     =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
            Wd     =   Bobot utang dalam struktur kapital
            t      =   Pajak penghasilan perusahaan




                                                70
Page 99
IX.B.2.l.   Biaya Modal untuk Ekuitas

            Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
            ekuitas, yang ditentukan dengan CAPM dengan menggunakan persamaan
            sebagai berikut:

            ke     =   Rf + (β x RPm)

            Di mana:

            ke     =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                       biaya modal ekuitas/saham biasa
            Rf     =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                       free rate)
            β      =   Beta
            RPm    =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                       premium)

            Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
            memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
            dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
            Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025,
            maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
            panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 25 tahun dengan tingkat
            yield rata-rata sebesar 6,65% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
            (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

            RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
            balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
            memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
            seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
            premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
            yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
            pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
            tingkat premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
            (New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
            Januari 2026.

            Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
            biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
            digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, di mana RBDS
            sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.

            Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
            dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.




                                              71
Page 100
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan
publik sejenis, sebagai berikut:

•    PT Amman Mineral Internasional Tbk.
•    Boliden AB.
•    Materion Corporation.
•    PT Merdeka Battery Materials Tbk.
•    BHP Group Limited.
•    PT Aneka Tambang Tbk.
•    PT Vale Indonesia Tbk.
•    PT Timah Tbk.

sebesar 1,06 untuk mendiskonto AKB SMA yang kemudian di-relever dengan
tingkat leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB SMA tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL         =    βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 18,21% untuk memperoleh beta
SMA. Tarif pajak yang digunakan untuk SMA sesuai dengan tarif pajak yang
berlaku umum adalah sebesar 0,00% untuk tahun 2026, sebesar 11,91% untuk
tahun 2027, dan sebesar 22,00% untuk tahun 2028 – 2050. Dengan demikian,
maka diperoleh beta SMA sebesar 1,26 untuk tahun 2026, sebesar 1,23 untuk
tahun 2027, dan sebesar 1,22 untuk tahun 2028 – 2050 dengan rincian
perhitungan sebagai berikut:

βL2026      =   1,06 x (1 + (1 – 0,00%) x 18,21%) = 1,26
βL2027      =   1,06 x (1 + (1 – 11,91%) x 18,21%) = 1,23
βL2028-2050 =   1,06 x (1 + (1 – 22,00%) x 18,21%) = 1,22

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,62%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas SMA sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
ini:

Ke2026      =   6,65% + (1,26 x 6,69%) – 1,62% = 13,45%
Ke2027      =   6,65% + (1,23 x 6,69%) – 1,62% = 13,30%
Ke2028-2050 =   6,65% + (1,22 x 6,69%) – 1,62% = 13,17%




                                   72
Page 101
IX.B.2.m. Biaya Modal untuk Utang

            Karena perhitungan nilai ekuitas SMA dilakukan dengan mendiskonto tingkat
            balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
            invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
            yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
            pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
            ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

            Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
            pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
            bank Persero untuk bulan Desember 2025 yang dipublikasikan oleh Bank
            Indonesia sebesar 8,44%.

IX.B.3.l.   Weighted Average Cost of Capital

            Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
            sebesar 84,60%, dan bobot utang sebesar 15,40%, yang diolah dari data rata-rata
            DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
            berlaku untuk SMA sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
            0,00% untuk tahun 2026, sebesar 11,91% untuk tahun 2027, dan sebesar 22,00%
            untuk tahun 2028 – 2050, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah
            sebagai berikut:

            WACC            = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
            WACC2026        = (13,45% x 84,60%) + (8,44 % x [1 – 0,00%] x 15,40%)
                            = 12,68%
            WACC2027        = (13,30% x 84,60%) + (8,44 % x [1 – 11,91%] x 15,40%)
                            = 12,39%
            WACC2028-2050   = (13,17% x 84,60%) + (8,44 % x [1 – 22,00%] x 15,40%)
                            = 12,15%

IX.B.3.m. Kontribusi Aset

            Berikut ini adalah perhitungan kontribusi aset yang merupakan salah satu
            komponen dalam menentukan AKB untuk poperti pertambangan.




                                            73
Page 102
IX.B.3.n. Modal Kerja

         Pengembalian modal kerja diperoleh dari mengalikan tingkat pengembalian
         dengan proyeksi modal kerja kumulatif. Untuk tingkat pengembalian modal kerja
         digunakan suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku
         bunga kredit modal kerja bank Persero untuk bulan Desember 2025 yang
         dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 8,44%. Kemudian, suku bunga
         tersebut disesuaikan dengan tarif pajak sebesar 0,00% untuk tahun 2026, sebesar
         11,91% untuk tahun 2027, dan sebesar 22,00% untuk tahun 2028 – 2050,
         sehingga diperoleh pengembalian modal kerja adalah sebesar 8,44% untuk tahun
         2026, sebesar 7,43% untuk tahun 2027, dan sebesar 6,68% untuk tahun
         2028 - 2050.

         Perhitungan kontribusi aset untuk modal kerja adalah sebagai berikut:
          Tabel 25
          PT Sumber Mineral Abadi
          Perhitungan Kontribusi Modal Kerja
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2050

                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                        31/12/26      31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

          Pendapatan                                                   149.357      1.123.485    1.147.158    1.045.184     1.717.763
          Kontribusi Modal Kerja
           Modal kerja rata-rata                                        22.700        57.705       87.775       82.228         91.528
           Rate of return                                                8,44%         7,43%        6,58%        6,58%          6,58%
          Jumlah kontribusi modal kerja                                  1.916         4.290        5.778        5.413          6.025
          Rata-rata tingkat pengembalian modal kerja terhadap
            pendapatan                                                   0,47%         0,47%        0,47%        0,47%          0,47%
          Kontribusi modal kerja terhadap pendapatan                       705         5.304        5.416        4.934          8.109



                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                        31/12/31      31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35

          Pendapatan                                                  1.727.057     1.706.843    1.727.922    1.712.271     1.830.762
          Kontribusi Modal Kerja
           Modal kerja rata-rata                                       107.956       107.554      107.735      108.177        113.212
           Rate of return                                                6,58%         6,58%        6,58%        6,58%          6,58%
          Jumlah kontribusi modal kerja                                  7.107         7.080        7.092        7.122          7.453
          Rata-rata tingkat pengembalian modal kerja terhadap
            pendapatan                                                   0,47%         0,47%        0,47%        0,47%          0,47%
          Kontribusi modal kerja terhadap pendapatan                     8.153         8.058        8.157        8.083          8.643



                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                        31/12/36      31/12/37     31/12/38     31/12/39     31/12/40

          Pendapatan                                                  1.771.687     1.708.813    1.670.945    1.671.984     1.449.595
          Kontribusi Modal Kerja
           Modal kerja rata-rata                                       115.335       108.466      103.304      101.498         95.449
           Rate of return                                                6,58%         6,58%        6,58%        6,58%          6,58%
          Jumlah kontribusi modal kerja                                  7.593         7.141        6.801        6.682          6.284
          Rata-rata tingkat pengembalian modal kerja terhadap
            pendapatan                                                   0,47%         0,47%        0,47%        0,47%          0,47%
          Kontribusi modal kerja terhadap pendapatan                     8.364         8.067        7.888        7.893          6.843




                                                                74
Page 103
                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                        31/12/41      31/12/42     31/12/43     31/12/44     31/12/45

           Pendapatan                                                  1.474.798     1.391.211    1.306.619    1.271.299     1.185.701
           Kontribusi Modal Kerja
            Modal kerja rata-rata                                        92.538        93.863       89.969       87.450         84.903
            Rate of return                                                6,58%         6,58%        6,58%        6,58%          6,58%
           Jumlah kontribusi modal kerja                                  6.092         6.179        5.923        5.757          5.589
           Rata-rata tingkat pengembalian modal kerja terhadap
             pendapatan                                                   0,47%         0,47%        0,47%        0,47%          0,47%
           Kontribusi modal kerja terhadap pendapatan                     6.962         6.568        6.168        6.002          5.598



                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                        31/12/46      31/12/47     31/12/48     31/12/49     31/12/50

           Pendapatan                                                  1.014.506      927.902      842.304      756.707        829.988
           Kontribusi Modal Kerja
            Modal kerja rata-rata                                        78.835        72.809       68.945       65.120         31.603
            Rate of return                                                6,58%         6,58%        6,58%        6,58%          6,58%
           Jumlah kontribusi modal kerja                                  5.190         4.793        4.539        4.287          2.081
           Rata-rata tingkat pengembalian modal kerja terhadap
             pendapatan                                                   0,47%         0,47%        0,47%        0,47%          0,47%
           Kontribusi modal kerja terhadap pendapatan                     4.789         4.381        3.976        3.572          3.918



IX.B.3.g.2. Aset Tetap

          Dalam penilaian ini, tingkat pengembalian atas aset tetap diperoleh dari
          pengembalian atas aset tetap ROFA sebesar 10,00%.

          Perhitungan kontribusi aset untuk aset tetap adalah sebagai berikut:
           Tabel 26
           PT Sumber Mineral Abadi
           Perhitungan Kontribusi Aset Tetap
           Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2050

                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                        31/12/26      31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

           Kontribusi Aset Tetap
            Aset tetap                                                   51.424       115.838      214.640      323.029        380.911
            Rate of return                                               10,00%        10,00%       10,00%       10,00%         10,00%
           Jumlah kontribusi aset tetap                                   5.142        11.582       21.462       32.299         38.087
           Rata-rata tingkat pengembalian aset tetap terhadap
             pendapatan                                                   1,24%         1,24%        1,24%        1,24%          1,24%
           Kontribusi aset tetap terhadap pendapatan                      1.859        13.986       14.281       13.012         21.384



                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                        31/12/31      31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35

           Kontribusi Aset Tetap
            Aset tetap                                                  356.101       331.533      307.205      282.899        258.536
            Rate of return                                               10,00%        10,00%       10,00%       10,00%         10,00%
           Jumlah kontribusi aset tetap                                  35.606        33.150       30.717       28.287         25.851
           Rata-rata tingkat pengembalian aset tetap terhadap
             pendapatan                                                   1,24%         1,24%        1,24%        1,24%          1,24%
           Kontribusi aset tetap terhadap pendapatan                     21.500        21.248       21.511       21.316         22.791




                                                                 75
Page 104
                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                        31/12/36    31/12/37    31/12/38    31/12/39     31/12/40

            Kontribusi Aset Tetap
             Aset tetap                                                 234.388     211.414     189.765     168.589        148.609
             Rate of return                                              10,00%      10,00%      10,00%      10,00%         10,00%
            Jumlah kontribusi aset tetap                                 23.436      21.139      18.974      16.857         14.859
            Rata-rata tingkat pengembalian aset tetap terhadap
              pendapatan                                                  1,24%       1,24%       1,24%       1,24%          1,24%
            Kontribusi aset tetap terhadap pendapatan                    22.056      21.273      20.802      20.815         18.046



                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                        31/12/41    31/12/42    31/12/43    31/12/44     31/12/45

            Kontribusi Aset Tetap
             Aset tetap                                                 129.671     111.131      93.667      77.087         61.457
             Rate of return                                              10,00%      10,00%      10,00%      10,00%         10,00%
            Jumlah kontribusi aset tetap                                 12.966      11.112       9.366       7.708          6.145
            Rata-rata tingkat pengembalian aset tetap terhadap
              pendapatan                                                  1,24%       1,24%       1,24%       1,24%          1,24%
            Kontribusi aset tetap terhadap pendapatan                    18.360      17.319      16.266      15.826         14.761



                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                        31/12/46    31/12/47    31/12/48    31/12/49     31/12/50

            Kontribusi Aset Tetap
             Aset tetap                                                  47.524      35.231      24.040      13.950          4.931
             Rate of return                                              10,00%      10,00%      10,00%      10,00%         10,00%
            Jumlah kontribusi aset tetap                                  4.752       3.523       2.404       1.395            493
            Rata-rata tingkat pengembalian aset tetap terhadap
              pendapatan                                                  1,24%       1,24%       1,24%       1,24%          1,24%
            Kontribusi aset tetap terhadap pendapatan                    12.630      11.551      10.486       9.420         10.333



IX.B.3.g.3. Tenaga Kerja

            Kontribusi untuk tenaga kerja diperoleh dari rata- biaya modal rata-rata tertimbang
            WACC sebesar 12,68% untuk tahun 2026, sebesar 12,39% untuk tahun 2027, dan
            sebesar 12,15% untuk tahun 2028 - 2050.

            Perhitungan kontribusi aset untuk tenaga kerja adalah sebagai berikut:

IX.B.2.s.   Tingkat Diskonto Aset Takberwujud

            Untuk mendiskonto AKB untuk properti pertambangan, tingkat diskonto yang
            digunakan adalah biaya modal ekuitas (KE/Cost Of Equity) sebesar 13,45% untuk
            tahun 2026, sebesar 13,30% untuk tahun 2027, dan sebesar 13,17% untuk tahun
            2028 – 2050.




                                                                 76
Page 105
IX.B.3.h. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
          Keuangan

            Penilaian properti pertambangan yang dilakukan dengan metode kelebihan
            pendapatan didasarkan pada proyeksi keuangan SMA yang disusun oleh
            manajemen SMA. Penjualan dalam penilaian ini berasal dari penjualan nikel.
            Beban pokok penjualan untuk tahun 2026 – 2050 diproyeksikan berkisar antara
            69% - 97% dari penjualan. Selanjutnya, beban usaha untuk tahun 2026 – 2050
            diproyeksikan berkisar antara 2% - 17% dari penjualan. Sedangkan, tarif pajak
            yang diberlakukan atas SMA adalah berdasarkan laba kena pajak dalam periode
            yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum,
            yaitu sebesar 0,00% untuk tahun 2026, sebesar 11,91% untuk tahun 2027, dan
            sebesar 22,00% untuk tahun 2028 – 2050.

IX.B.3.i.   Perhitungan Nilai Pasar Properti Pertambangan

            Keseluruhan jumlah nilai kini untuk properti pertambangan adalah sebesar
            Rp 1.148,93 miliar untuk tingkat diskonto sebesar 13,45% untuk tahun 2026,
            sebesar 13,30% untuk tahun 2027, dan sebesar 13,17% untuk tahun 2028 – 2050.
            Nilai tersebut merupakan nilai pasar properti pertambangan berdasarkan metode
            kelebihan pendapatan. Perhitungan nilai pasar properti pertambangan adalah
            sebagai berikut:
            Tabel 27
            PT Sumber Mineral Abadi
            Nilai Pasar Properti Pertambangan
            Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2050

                                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                                  31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

            Pendapatan                                                           149.357      1.123.485     1.147.158     1.045.184     1.717.763
            Beban pokok pendapatan                                               144.553        951.387       794.045       825.396     1.380.707
            Beban usaha                                                           25.758         26.920        28.081        29.388        30.006
            Jumlah beban                                                         170.311       978.307       822.126       854.784      1.410.713
            Laba (rugi) usaha                                                     (20.954)     145.177       325.032       190.400        307.050
            Beban pajak penghasilan                                                     -      (17.291)      (71.507)      (41.888)       (67.551)
            Laba (rugi) tahun berjalan                                            (20.954)     127.887       253.525       148.512        239.499
            Kontribusi aset
             Modal kerja                                                             (705)       (5.304)       (5.416)       (4.934)       (8.109)
             Aset tetap                                                            (1.859)      (13.986)      (14.281)      (13.012)      (21.384)
             Tenaga kerja                                                            (588)       (4.424)       (4.517)       (4.116)       (6.764)
            Arus kas bersih untuk properti pertambangan                           (24.106)     104.173       229.312       126.451        203.241
            Tingkat diskonto                                                       13,45%       13,30%        13,17%        13,17%         13,17%
            Faktor diskonto                                                        0,9388       0,8286        0,7322        0,6470         0,5717
            Nilai kini dari arus kas bersih untuk properti pertambangan           (22.631)      86.317       167.902        81.814        116.193




                                                                          77
Page 106
                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                                  31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35

Pendapatan                                                          1.727.057     1.706.843     1.727.922     1.712.271     1.830.762
Beban pokok pendapatan                                              1.384.299     1.384.329     1.390.566     1.391.457     1.422.667
Beban usaha                                                            30.648        31.278        32.004        32.770        33.585
Jumlah beban                                                        1.414.947     1.415.607     1.422.569     1.424.227     1.456.252
Laba usaha                                                           312.110       291.236       305.353       288.044        374.510
Beban pajak penghasilan                                              (68.664)      (64.072)      (67.178)      (63.370)       (82.392)
Laba tahun berjalan                                                  243.446       227.164       238.175       224.674        292.118
Kontribusi aset
 Modal kerja                                                           (8.153)       (8.058)       (8.157)       (8.083)       (8.643)
 Aset tetap                                                           (21.500)      (21.248)      (21.511)      (21.316)      (22.791)
 Tenaga kerja                                                          (6.801)       (6.721)       (6.804)       (6.742)       (7.209)
Arus kas bersih untuk properti pertambangan                          206.992       191.137       201.703       188.532        253.475
Tingkat diskonto                                                      13,17%        13,17%        13,17%        13,17%         13,17%
Faktor diskonto                                                       0,5052        0,4464        0,3945        0,3486         0,3080
Nilai kini dari arus kas bersih untuk properti pertambangan          104.572        85.323        79.572        65.722         78.070



                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                                  31/12/36      31/12/37      31/12/38      31/12/39      31/12/40

Pendapatan                                                          1.771.687     1.708.813     1.670.945     1.671.984     1.449.595
Beban pokok pendapatan                                              1.434.074     1.428.930     1.427.661     1.432.470     1.274.481
Beban usaha                                                            34.371        35.126        36.025        37.079        38.207
Jumlah beban                                                        1.468.446     1.464.056     1.463.686     1.469.549     1.312.687
Laba usaha                                                           303.242       244.757       207.259       202.435        136.907
Beban pajak penghasilan                                              (66.713)      (53.847)      (45.597)      (44.536)       (30.120)
Laba tahun berjalan                                                  236.529       190.910       161.662       157.899        106.788
Kontribusi aset
 Modal kerja                                                           (8.364)       (8.067)       (7.888)       (7.893)       (6.843)
 Aset tetap                                                           (22.056)      (21.273)      (20.802)      (20.815)      (18.046)
 Tenaga kerja                                                          (6.976)       (6.729)       (6.580)       (6.584)       (5.708)
Arus kas bersih untuk properti pertambangan                          199.133       154.842       126.392       122.608         76.190
Tingkat diskonto                                                      13,17%        13,17%        13,17%        13,17%         13,17%
Faktor diskonto                                                       0,2722        0,2405        0,2125        0,1878         0,1660
Nilai kini dari arus kas bersih untuk properti pertambangan           54.204        37.239        26.858        23.026         12.648



                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                                  31/12/41      31/12/42      31/12/43      31/12/44      31/12/45

Pendapatan                                                          1.474.798     1.391.211     1.306.619     1.271.299     1.185.701
Beban pokok pendapatan                                              1.233.710     1.168.832     1.102.805     1.072.278     1.004.995
Beban usaha                                                            39.404        40.675        42.027        43.456        44.978
Jumlah beban                                                        1.273.114     1.209.507     1.144.832     1.115.734     1.049.974
Laba usaha                                                           201.683       181.704       161.787       155.565        135.728
Beban pajak penghasilan                                              (44.370)      (39.975)      (35.593)      (34.224)       (29.860)
Laba tahun berjalan                                                  157.313       141.729       126.194       121.341        105.868
Kontribusi aset
 Modal kerja                                                           (6.962)       (6.568)       (6.168)       (6.002)       (5.598)
 Aset tetap                                                           (18.360)      (17.319)      (16.266)      (15.826)      (14.761)
 Tenaga kerja                                                          (5.807)       (5.478)       (5.145)       (5.006)       (4.669)
Arus kas bersih untuk properti pertambangan                          126.184       112.364        98.614        94.507         80.840
Tingkat diskonto                                                      13,17%        13,17%        13,17%        13,17%         13,17%
Faktor diskonto                                                       0,1467        0,1296        0,1145        0,1012         0,0894
Nilai kini dari arus kas bersih untuk properti pertambangan           18.511        14.562        11.291         9.564          7.227




                                                              78
Page 107
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                               Keterangan                                  31/12/46      31/12/47      31/12/48      31/12/49      31/12/50

        Pendapatan                                                          1.014.506      927.902       842.304       756.707        829.988
        Beban pokok pendapatan                                                865.228      796.168       727.393       658.134        711.940
        Beban usaha                                                            46.609       48.350        50.204        52.179         54.288
        Jumlah beban                                                         911.838       844.518       777.597       710.313        766.228
        Laba usaha                                                           102.668         83.384        64.707        46.393        63.760
        Beban pajak penghasilan                                              (22.587)       (18.345)      (14.236)      (10.207)      (14.027)
        Laba tahun berjalan                                                   80.081        65.040        50.472        36.187         49.733
        Kontribusi aset
         Modal kerja                                                           (4.789)       (4.381)       (3.976)       (3.572)       (3.918)
         Aset tetap                                                           (12.630)      (11.551)      (10.486)       (9.420)      (10.333)
         Tenaga kerja                                                          (3.995)       (3.654)       (3.317)       (2.980)       (3.268)
        Arus kas bersih untuk properti pertambangan                           58.667        45.454        32.693        20.215         32.214
        Tingkat diskonto                                                      13,17%        13,17%        13,17%        13,17%         13,17%
        Faktor diskonto                                                       0,0790        0,0698        0,0617        0,0545         0,0482
        Nilai kini dari arus kas bersih untuk properti pertambangan            4.635         3.173         2.017         1.102          1.553
        Nilai kini properti pertambangan                                    1.070.465
        Amortization benefit multiplier                                          1,07
        Nilai pasar properti pertambangan                                   1.148.934



IX.C.   Penilaian Aset Takberwujud dan Alokasi Harga Pembelian

        Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil penyesuaian
        laporan posisi keuangan sebagai berikut:

        Berdasarkan KB, Akta No. 324, dan keterangan yang diperoleh dari manajemen
        Perseroan, nilai transaksi atas Transaksi adalah sebesar Rp 350,00 miliar.

        Nilai pasar 100,00% aset dan liabilitas SMA masing-masing adalah sebesar
        Rp 1.424,49 miliar dan Rp 58,54 miliar. Selisih antara nilai aset dan liabilitas SMA
        merupakan nilai pasar 100,00% aset berwujud bersih SMA, yaitu sebesar
        Rp 1.365,96 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih
        SMA adalah sebesar Rp 409,79 miliar.




                                                                      79
Page 108
Perhitungan nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih SMA adalah sebagai berikut:

Tabel 28
PT Sumber Mineral Abadi
Nilai Pasar 30,00% Aset Berwujud Bersih
Per 31 Desember 2025

                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                       31/12/25      Penyesuaian     Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                             849               -              849
Persediaan                                                  16.935               -           16.935
Uang muka                                                   54.871               -           54.871
Jumlah Aset Lancar                                          72.656               -           72.656
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka                                                  176.458               -          176.458
Properti pertambangan                                       41.104       1.107.830        1.148.934
Aset tetap                                                   6.600           1.460            8.061
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya               7.491               -            7.491
Aset pajak tangguhan                                        10.893               -           10.893
Jumlah Aset Tidak Lancar                                   242.546       1.109.291        1.351.836
JUMLAH ASET                                                315.202       1.109.291        1.424.493
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                    176               -              176
Utang non usaha                                             34.062               -           34.062
Utang pajak                                                  1.841               -            1.841
Biaya yang masih harus dibayar                              18.574               -           18.574
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek                115               -              115
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             54.769               -           54.769
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi dan
  penutupan tambang                                          2.986               -            2.986
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang               783               -              783
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                             3.769               -            3.769
JUMLAH LIABILITAS                                           58.538               -           58.538
EKUITAS                                                    256.664       1.109.291        1.365.955
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              315.202       1.109.291        1.424.493

Nilai pasar 100,00% aset berwujud bersih                                                  1.365.955
Nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih                                                     409.792



Selanjutnya, nilai goodwill kemudian diperoleh dengan mengurangkan nilai
transaksi atas Transaksi dengan nilai pasar aset berwujud bersih, aset
takberwujud yang dapat diidentifikasi, dan perkiraan liabilitas pajak tangguhan
masing-masing sebesar Rp 77,44 miliar, Rp 332,35 miliar, dan Rp 73,44 miliar.
Dengan demikian, diperoleh nilai goodwill sebesar Rp 13,65 miliar.




                                                  80
Page 109
Perhitungan alokasi harga pembelian sehubungan dengan Transaksi adalah
sebagai berikut:

Tabel 29
PT Sumber Mineral Abadi
Perhitungan Alokasi Harga Pembelian
Per 31 Desember 2025

                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                           31/12/25

Nilai atas Transaksi                                             350.000
Nilai pasar dari 30,00% aset berwujud bersih SMA                  77.438
Nilai pasar aset takberwujud                                     272.562
Aset takberwujud yang dapat diidentifikasi
  Properti pertambangan                                          332.354
Liabilitas pajak tangguhan                                        73.439
Goodwill                                                          13.647



Nilai pasar aset takberwujud SMA tersebut kami tentukan berdasarkan data dan
informasi yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SMA serta
pihak-pihak lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua
informasi tersebut adalah benar, dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang
tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas SMA. Kami tegaskan pula
bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
maupun di masa datang, dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
Objek Penilaian tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                               81
Page 110
PT Sumber Mineral Abadi                                                                    Lampiran A
Nilai Pasar 30,00% Aset Berwujud Bersih
Per 31 Desember 2025

                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                         31/12/25      Penyesuaian     Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                               849               -              849
Persediaan                                                    16.935               -           16.935
Uang muka                                                     54.871               -           54.871
Jumlah Aset Lancar                                            72.656               -           72.656
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka                                                    176.458               -          176.458
Properti pertambangan                                         41.104       1.107.830        1.148.934
Aset tetap                                                     6.600           1.460            8.061
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                 7.491               -            7.491
Aset pajak tangguhan                                          10.893               -           10.893
Jumlah Aset Tidak Lancar                                     242.546       1.109.291        1.351.836
JUMLAH ASET                                                  315.202       1.109.291        1.424.493
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                      176               -              176
Utang non usaha                                               34.062               -           34.062
Utang pajak                                                    1.841               -            1.841
Biaya yang masih harus dibayar                                18.574               -           18.574
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek                  115               -              115
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               54.769               -           54.769
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi dan
  penutupan tambang                                            2.986               -            2.986
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang                 783               -              783
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               3.769               -            3.769
JUMLAH LIABILITAS                                             58.538               -           58.538
EKUITAS                                                      256.664       1.109.291        1.365.955
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                315.202       1.109.291        1.424.493

Nilai pasar 100,00% aset berwujud bersih                                                    1.365.955
Nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih                                                       409.792




                                                    82
Page 111
PT Sumber Mineral Abadi                                      Lampiran B
Perhitungan Alokasi Harga Pembelian
Per 31 Desember 2025

                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                          31/12/25

Nilai atas Transaksi                                             350.000
Nilai pasar dari 30,00% aset berwujud bersih SMA                  77.438
Nilai pasar aset takberwujud                                     272.562
Aset takberwujud yang dapat diidentifikasi
  Properti pertambangan                                          332.354
Liabilitas pajak tangguhan                                        73.439
Goodwill                                                          13.647




                                                            83

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.38 MB
Published24 Jun 2026
Pages111
Characters308,329
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 63 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PAM MINERAL Tbk p.1 ×11
linked — Fanny Setiadi Faizal p.3 ×5
linked person Herman Thio p.10 ×2
linked org Aneka Tambang Tbk p.25 ×29
linked person Christopher Sumasto Tjia p.36 ×2
linked org Negara Maju p.56 ×3
linked org Pangan Sejahtera. p.61
linked org Merdeka Battery Materials Tbk. p.97 ×5
linked org Amman Mineral Internasional Tbk. p.97 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.10 ×6
possible org Vale Indonesia Tbk p.25 ×20
possible org Timah Tbk p.25 ×20
possible org Negara Republik Indonesia p.35 ×4
unresolved org PT SUMBER MINERAL ABADI p.1 ×30
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved person Christina Dwi Utami p.3 ×2
unresolved org PT Gatra Perkasa p.3 ×3
unresolved org PT Indrabakti Mustika p.4 ×2
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.8 ×2
unresolved org Bapepam-LK p.8 ×8
unresolved org KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan p.10 ×3
unresolved org KJPP Suwendho Rinaldy p.10 ×3
unresolved person Yanri Budi Karseno p.10 ×3
unresolved person Citra Kusuma p.10 ×3
unresolved person Mulyani · Notaris p.10 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.10 ×13
unresolved org KJPP SRR p.13 ×8
unresolved org KJPP SRR. Pekerjaan p.13 ×2
unresolved org KJPP SRR. PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN Penilaian p.13
unresolved org PT SUMBER MINERAL ABADI Berdasarkan KB p.15 ×2
unresolved org KJPP Kusnanto p.16 ×4
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.16
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.16
unresolved person H. Kondisi Pembatas p.21
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi Per p.24 ×8
unresolved org Bank Sentral p.24 ×2
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi SMA p.35 ×2
unresolved person Hangky Ribowo · Notaris p.35 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.35 ×4
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi Daftar Kepemilikan p.36 ×2
unresolved org PT Gatra Perkasa Mineral p.36 ×2
unresolved org PT Djava Berkah Mineral. p.48
unresolved org PT Jaya Arsa Indonesia. p.48
unresolved org PT Pageone Energi Infrastruktur. p.48
unresolved org PT Marin Mitra Nusantara. II. p.48
unresolved org PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama. p.48
unresolved org PT Keinz Ventura. p.48
unresolved org KJPP SRR. II. p.51
unresolved org Geologi Kementerian Energi p.67
unresolved org Pusat Statistik p.68
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi Rasio-rasio Keuangan Per p.76
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi Berikut p.77
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi Analisis Common Size p.77 ×2
unresolved org KJPP SRR. VIII. p.91
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi Proyeksi p.94
unresolved org Materion Corporation p.97 ×2
unresolved org BHP Group Limited p.97 ×2
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi Perhitungan Kontribusi Modal Kerja p.102
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi Perhitungan Kontribusi Aset Tetap p.103
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi Nilai Pasar Properti Pertambangan p.105
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi Nilai Pasar p.108
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi Perhitungan Alokasi Harga Pembelian p.109

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 17972 ms 12 Sep 2026 22:04
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '350.00'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result