Back to announcement
20260624_NICL_Laporan Informasi dan Fakta Material_32104079_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review NICLSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 111
Page 1
LAPORAN PENILAIAN ASET BERWUJUD BERSIH,
ASET TAKBERWUJUD, DAN ALOKASI HARGA
PEMBELIAN PT SUMBER MINERAL ABADI
PT PAM MINERAL Tbk
TANGGAL PENILAIAN
31 DESEMBER 2025
Page 2
No. : 00126/2.0162-00/BS/02/0153/1/VI/2026 22 Juni 2026
Kepada Yth.
PT PAM MINERAL Tbk
Jl. Batu Jajar No. 37 Lt. 5
Jakarta Pusat 10120
U.p. : Direksi
Hal : Ringkasan Penilaian Aset Berwujud Bersih, Aset Takberwujud, dan Alokasi
Harga Pembelian PT Sumber Mineral Abadi
Dengan hormat,
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT PAM Mineral Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
atas nilai pasar aset berwujud bersih, aset takberwujud, dan alokasi harga pembelian
PT Sumber Mineral Abadi (selanjutnya disebut “SMA”). Penugasan kami tersebut sesuai
dengan surat penugasan No. KR/260506-002 tanggal 6 Mei 2026 yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan.
Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar aset berwujud bersih, aset
takberwujud SMA (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dan alokasi harga pembelian
dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai nilai pasar aset berwujud bersih,
Objek Penilaian, dan alokasi harga pembelian pada tanggal 31 Desember 2025.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKS
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa kontruksi pertambangan, jasa
pemeliharaan saluran air/pipa, jasa penunjang kegiatan pertambangan, serta pertambangan
meliputi batubara, bijih uranium dan thorium, eksplorasi dan eksploitasi air mineral,
menjalankan usaha di bidang pertambangan nikel, pasir besi, dan bijih besi. Perseroan
berdomisili di Jalan Batu Jajar No. 37 Lantai 5, Jakarta Pusat 10120, dengan nomor
telepon: (021) 3513 192 dan email: corsec@pammineral.co.id.
Berdasarkan Kesepakatan Bersama yang telah ditandatangani oleh Perseroan dan SMA
pada tanggal 22 Juni 2026 (selanjutnya disebut “KB”) dan memperoleh Akta Keputusan Para
Pemegang Saham No. 324 tanggal 22 Juni 2026, yang dibuat oleh Notaris Notaris Christina
Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta No. 324”), Perseroan telah
mengambil bagian atas seluruh saham yang diterbitkan oleh SMA sebanyak
10.714.500 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per saham atau setara nilai
nominal keseluruhan sebesar Rp 10,71 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 350,00 miliar
(selanjutnya disebut “Transaksi”).
SMA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang pertambangan nikel. SMA
memiliki area pertambangan nikel di Morowali Utara, Sulawesi Tengah seluas 1.948 hektar.
Pada tanggal 2 November 2020, SMA mendapat persetujuan peningkatan izin usaha
pertambangan eksplorasi mineral logam menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi
(selanjutnya disebut “IUP-OP”) yang berlaku selama 20 tahun dan dapat diperpanjang 2 kali
masing-masing 10 tahun.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari managemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, susunan pemegang saham SMA adalah sebagai berikut:
PT Gatra Perkasa Fanny Setiadi Faizal
Robby Widjaja (RW)
Mineral (GPM) (FSZ)
50,00% 25,00% 25,00%
SMA
ii
Page 4
Sebelumnya, berdasarkan Akta No. 324, para pemegang saham SMA telah menyetujui dan
mengambil keputusan untuk mengubah nilai nominal saham SMA dari semula sebesar
Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 1.000 per saham dan melakukan peningkatan
modal ditempatkan dan disetor SMA dari sebelumnya sebesar Rp 25,00 miliar menjadi
Rp 35,71 miliar.
Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia, memiliki peranan penting dalam
memenuhi kebutuhan industri nikel global. Kondisi fluktuasi harga nikel dalam beberapa tahun
terakhir menyebabkan penurunan harga nikel secara signifikan akibat surplus pasokan global,
namun industri nikel Indonesia tetap optimis terhadap permintaan jangka panjang, khususnya
dari sektor kendaraan listrik. Selain itu, kebijakan Pemerintah Indonesia yang mendorong
hilirisasi nikel, dengan fokus pada peningkatan nilai tambah melalui produk olahan, menjadi
langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bijih nikel mentah dan
meningkatkan daya saing produk nikel Indonesia di pasar global. Menanggapi hal tersebut,
Perseroan melihat pangsa pasar dalam industri nikel yang memiliki potensi bisnis yang
berkembang seiring dengan tingginya kebutuhan akan komoditas nikel sebagai bahan baku
bagi industri lain.
Perseroan dan PT Indrabakti Mustika (selanjutnya disebut “IBM”), entitas anak Perseroan
yang dimiliki oleh Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,77% berfokus pada sektor
pertambangan nikel, yang meliputi kegiatan eksplorasi, penambangan, serta penjualan bijih
nikel (nickel ore). Perseroan memiliki area konsesi pertambangan nikel yang berlokasi di
wilayah pesisir Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Laroenai, Kec. Bungku. Sedangkan, IBM
melakukan kegiatan penambangan yang berlokasi di Desa Lameruru, Kec. Langgikima, Kab.
Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, memiliki luas area operasional IUP sebesar
576 Ha.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan dan IBM secara berkelanjutan
mengoptimalkan pengelolaan tambang yang telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan
pasar domestik. Langkah bisnis diambil oleh Perseroan dalam upayanya untuk melakukan
pertumbuhan an-organik dengan mengambil bagian atas seluruh saham baru yang diterbitkan
oleh SMA yang diyakini masih sejalan dengan strategi bisnis Perseroan. Hal ini seiring dengan
Perseroan yang terus mengembangkan kapasitas dan portofolio usaha di sektor
pertambangan nikel sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing,
meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkokoh posisi strategis Perseroan di pasar
nasional maupun internasional.
Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan perluasan portofolio
investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan dengan penyertaan saham pada
industri pertambangan nikel yang memiliki ketersediaan kapasitas dan telah memiliki
kemampuan dalam memproduksi bijih nikel, sehingga Perseroan dapat memanfaatkan
momentum sehubungan dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan kenaikan harga
komoditas nikel dalam memaksimalkan keuntungan Perseroan. Selanjutnya, Transaksi juga
merupakan penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan cadangan sumber daya mineral bagi
Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA yang memiliki cadangan nikel yang masih
dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang.
iii
Page 5
Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan baru yang dapat
dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam laporan keuangan konsolidasian
Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang dimiliki lakukan oleh SMA diharapkan dapat
menopang kelangsungan usaha Perseroan, sehingga Perseroan dapat memperoleh tingkat
balikan investasi yang menguntungkan dan berpeluang untuk melakukan fokus pada
investasi-investasi lainnya yang diyakini Perseroan memiliki potensi bisnis dan prospek positif
pada masa yang akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan dan SMA
merupakan perusahaan yang berada di bawah pengendalian dari pengendali yang sama.
Perseroan memandang bahwa Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu bagian dari
strategi bisnis bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang Perseroan pada
sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama dengan para pemegang
saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur transaksi tersebut dipandang sesuai dengan tujuan
investasi Perseroan karena memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi
pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus tetap menerapkan
prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan alokasi modal sehingga Perseroan dapat
memperoleh eksposur terhadap peluang pertumbuhan pada aset dan kegiatan usaha SMA
tanpa menanggung seluruh risiko, kebutuhan pendanaan, maupun kewajiban yang umumnya
melekat pada transaksi pengambilalihan pengendalian.
Selain itu, Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis antara
Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran keahlian teknis,
optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang sinergi lainnya yang dapat
memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Perseroan meyakini bahwa pendekatan
investasi strategis tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang berfokus
pada penciptaan nilai jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan
kualitas portofolio investasi Perseroan.
Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar komoditas nikel dan
meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang baik
dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan serta mendukung
pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat memberikan nilai
tambah bagi para pemegang saham Perseroan.
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan perluasan portofolio
investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan dengan penyertaan saham
pada industri pertambangan nikel yang memiliki ketersediaan kapasitas dan telah memiliki
kemampuan dalam memproduksi bijih nikel, sehingga Perseroan dapat memanfaatkan
momentum sehubungan dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan kenaikan harga
komoditas nikel dalam memaksimalkan keuntungan Perseroan. Selanjutnya, Transaksi
juga merupakan penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan cadangan sumber daya
mineral bagi Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA yang memiliki cadangan
nikel yang masih dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang.
iv
Page 6
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan baru yang
dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam laporan keuangan
konsolidasian Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang dimiliki lakukan oleh SMA
diharapkan dapat menopang kelangsungan usaha Perseroan, sehingga Perseroan dapat
memperoleh tingkat balikan investasi yang menguntungkan dan berpeluang untuk
melakukan fokus pada investasi-investasi lainnya yang diyakini Perseroan memiliki
potensi bisnis dan prospek positif pada masa yang akan datang.
• Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan dan SMA
merupakan perusahaan yang berada di bawah pengendalian dari pengendali yang sama.
Perseroan memandang bahwa Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu bagian
dari strategi bisnis bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang Perseroan
pada sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama dengan para
pemegang saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur transaksi tersebut dipandang sesuai
dengan tujuan investasi Perseroan karena memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi
dalam potensi pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus
tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan alokasi modal
sehingga Perseroan dapat memperoleh eksposur terhadap peluang pertumbuhan pada
aset dan kegiatan usaha SMA tanpa menanggung seluruh risiko, kebutuhan pendanaan,
maupun kewajiban yang umumnya melekat pada transaksi pengambilalihan
pengendalian.
• Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis antara Perseroan
dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran keahlian teknis,
optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang sinergi lainnya yang dapat
memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Perseroan meyakini bahwa pendekatan
investasi strategis tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang
berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta
peningkatan kualitas portofolio investasi Perseroan.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar komoditas nikel dan
meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang
baik dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan serta
mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat
memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi tersebut
merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi
tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).
v
Page 7
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran
(fairness opinion) atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.
Sehubungan dengan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi tersebut,
POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan proforma laporan keuangan konsolidasian
Perseroan sehubungan dengan Transaksi yang direviu oleh akuntan independen.
Dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan memerlukan informasi mengenai
nilai pasar dari tiap-tiap aset takberwujud yang dimiliki oleh SMA untuk kepentingan
penyusunan alokasi harga pembelian (purchase price allocation [PPA]).
Dengan demikian, dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan konsolidasian
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas aset berwujud bersih,
Objek Penilaian dan alokasi harga pembelian Transaksi.
Dalam melakukan penilaian, KR akan bertindak sebagai penilai eksternal yang tidak memiliki
keterlibatan material ataupun benturan kepentingan, baik aktual maupun bersifat potensial
dengan Perseroan dan SMA.
PREMIS PENILAIAN
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa Objek Penilaian digunakan untuk mendukung kegiatan usaha SMA sebagai suatu
perusahaan yang “going-concern”.
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal per tanggal 31 Desember 2025.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan konsolidasian
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
vi
Page 8
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”), Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (selanjutnya disebut “Bapepam-LK”) No. VIII.C.5 tentang
“Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Aset Takberwujud di Pasar Modal”
yang dimuat dalam Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-620/BL/2011 tanggal
30 November 2011 (selanjutnya disebut “Peraturan VIII.C.5”), serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SMA ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SMA. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260506-002 tanggal 6 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SMA yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan SMA
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.
vii
Page 9
JENIS LAPORAN
Jenis laporan penilaian aset takberwujud bersih, aset takberwujud, dan alokasi harga
pembelian PT Sumber Mineral Abadi ini merupakan laporan terinci.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
aset berwujud bersih, aset takberwujud, dan alokasi harga pembelian PT Sumber Mineral
Abadi tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang
secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:
1. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
“KAP”) Tjahjadi & Tamara (selanjutnya disebut “TT”) sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00340/2.0853/AU.1/02/1258-5/1/VI/2026 tanggal 11 Juni 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
2. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00278/2.0853/AU.1/05/1258-4/1/VI/2025 tanggal 23 Juni 2025 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian.
3. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00194/2.0853/AU.1/02/1258-3/1/V/2024 tanggal 8 Mei 2024 dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian.
4. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00244/2.0853/AU.1/02/1258-2/1/X/2023 tanggal 24 Oktober 2023 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian.
viii
Page 10
5. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00243/2.0853/AU.1/02/1258-1/1/X/2023 tanggal 24 Oktober 2023 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
6. Proyeksi laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2050 yang disusun oleh manajemen SMA.
7. Laporan penilaian properti SMA per 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP
Suwendho Rinaldy dan Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00285/2.0059-02/PI/10/0242/1/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026.
8. Laporan Teknis Estimasi Sumber Daya dan Cadangan Mineral yang disusun oleh Yanri
Budi Karseno, S.T., MAusIMM., CPI, CP. dan Citra Kusuma, S.T., MAusIMM., CPI, CP.
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 001/SMA-CP/VIII/2025 pada Agustus 2025.
9. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi atas tambang nikel yang dimiliki SMA.
10. KB.
11. Akta No. 324.
12. Anggaran dasar SMA yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 2
tanggal 3 Juni 2025 yang dibuat oleh Mulyani, S.H., M.Kn, mengenai perubahan susunan
pemegang saham, Komisaris dan Direksi SMA.
13. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Herman Thio dengan posisi
sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan
Transaksi.
14. Tarif pajak yang diberlakukan atas SMA adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum,
yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2050.
15. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SMA serta pihak-pihak lain yang
relevan untuk penugasan.
16. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
17. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
ix
Page 11
18. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg.
19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan penilaian Transaksi.
20. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SMA atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SMA. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas kelebihan
pendapatan didasarkan pada proyeksi laporan keuangan SMA yang disusun oleh manajemen
SMA. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
berdasarkan kinerja SMA pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana
manajemen di masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap
proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja
SMA yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja SMA yang dinilai dan
telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab
atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja
historis SMA dan informasi manajemen SMA terhadap proyeksi laporan keuangan SMA
tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SMA dan kesimpulan nilai
akhir.
x
Page 12
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SMA atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SMA bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan SMA.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SMA berdasarkan anggaran dasar SMA.
xi
Page 13
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.
Selanjutnya, dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, kami mengasumsikan dan
bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi dalam
laporan geologis atas cadangan nikel yang dimiliki oleh SMA yang disusun oleh pihak
kompeten (competent person) dan laporan penilaian properti SMA yang disusun oleh KJPP
SRR dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari pihak kompeten
(competent person) bahwa mereka telah melakukan penilaian dan menyusun laporan secara
independen sesuai dengan standar penilaian cadangan dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku serta KJPP SRR bahwa mereka telah melakukan penilaian dan menyusun
laporan secara independen sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan dari
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 28/POJK.04/2021 tentang “Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal” dan Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi
Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik
Penilai Indonesia (KEPI).
Kami tidak memberikan pendapat atas laporan geologis atas cadangan nikel yang dimiliki oleh
SMA yang disusun oleh pihak kompeten (competent person) dan laporan penilaian properti
SMA yang disusun oleh KJPP SRR. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian atas
Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk
apapun, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu serta tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan
dalam laporan geologis atas cadangan nikel yang dimiliki oleh SMA yang disusun oleh pihak
kompeten (competent person) dan laporan penilaian properti SMA yang disusun oleh KJPP
SRR, atau pelanggaran hukum atas laporan geologis atas nikel yang dimiliki oleh SMA yang
disusun oleh pihak kompeten (competent person) dan laporan penilaian properti SMA yang
disusun oleh KJPP SRR.
PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan posisi
keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SMA, pengkajian atas kondisi operasi dan
manajemen serta sumber daya yang dimiliki SMA. Prospek SMA di masa yang akan datang
kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan
oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan
sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri
yang bersangkutan.
xii
Page 14
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.
Untuk menentukan nilai pasar aset berwujud, semua komponen aset dan liabilitas/utang harus
disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Dalam penilaian ini, kami
tidak melakukan penyesuaian komponen aset dan liabilitas karena telah merefleksikan nilai
pasarnya. Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar
liabilitas.
Nilai pasar aset takberwujud antara lain seperti merek, kontrak dan hubungan dengan
pelanggan, aset pertambangan, hak paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan
yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset
takberwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut
secara terpisah.
PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN ASET TAKBERWUJUD YANG DIGUNAKAN
Pendekatan dan metode penilaian yang digunakan dalam penilaian aset takberwujud
adalah(multi-period excess earnings method [MEEM]).
Metode ini berbasis pada metode diskonto arus kas. Dalam metode ini, kelebihan pendapatan
yang akan didiskonto adalah arus kas bersih (AKB) yang relevan dengan jenis aset
takberwujud yang dinilai, yang diproyeksikan selama periode tertentu yang dianggap sesuai.
Selanjutnya, proyeksi kelebihan pendapatan tersebut didiskonto dengan tingkat diskonto yang
relevan. Nilai kini dari keseluruhan kelebihan pendapatan di masa mendatang tersebut
merupakan nilai dari aset takberwujud yang bersangkutan.
Metode penilaian di atas adalah yang kami angggap paling sesuai untuk diaplikasikan dalam
penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan SMA. Tidak tertutup
kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
memberikan hasil yang berbeda.
PENILAIAN ASET BERWUJUD BERSIH YANG DIGUNAKAN
Dalam penilaian aset tetap, kami mengacu pada laporan penilaian properti SMA per tanggal
31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP SRR.
xiii
Page 15
KESIMPULAN HASIL PENILAIAN ASET BERWUJUD BERSIH, ASET TAKBERWUJUD, DAN ALOKASI
HARGA PEMBELIAN PT SUMBER MINERAL ABADI
Berdasarkan KB, Akta No. 324, dan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
nilai transaksi atas Transaksi adalah sebesar Rp 350,00 miliar.
Nilai pasar 100,00% aset dan liabilitas SMA masing-masing adalah sebesar
Rp 1.424,49 miliar dan Rp 58,54 miliar. Selisih antara nilai aset dan liabilitas SMA merupakan
nilai pasar 100,00% aset berwujud bersih SMA, yaitu sebesar Rp 1.365,96 miliar. Dengan
demikian, nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih SMA adalah sebesar Rp 409,79 miliar.
Selanjutnya, nilai goodwill kemudian diperoleh dengan mengurangkan nilai transaksi atas
Transaksi dengan nilai pasar aset berwujud bersih, aset takberwujud yang dapat diidentifikasi,
dan perkiraan liabilitas pajak tangguhan masing-masing sebesar Rp 77,44 miliar,
Rp 332,35 miliar, dan Rp 73,44 miliar. Dengan demikian, diperoleh nilai goodwill sebesar
Rp 13,65 miliar.
Perhitungan alokasi harga pembelian sehubungan dengan Transaksi adalah sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25
Nilai atas Transaksi 350.000
Nilai pasar dari 30,00% aset berwujud bersih SMA 77.438
Nilai pasar aset takberwujud 272.562
Aset takberwujud yang dapat diidentifikasi
Properti pertambangan 332.354
Liabilitas pajak tangguhan 73.439
Goodwill 13.647
Nilai pasar aset takberwujud SMA tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SMA serta pihak-pihak lain yang
relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar,
dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi
nilai pasar tersebut secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SMA. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa datang, dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian Objek Penilaian tidak tergantung pada nilai
yang dilaporkan.
xiv
Page 16
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
penyusunan proforma konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.
Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
xv
Page 17
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS
1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap SMA untuk
sekarang dan masa yang akan datang.
2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
tercantum dalam laporan.
3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
pemberi tugas.
4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.
5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.
6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
xvi
Page 18
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
dinilai.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
perusahaan yang dinilai.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.
4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Fergy Merzyana .....................................
No. MAPPI : 20-P-10345
Gadis Dara Cantikawati .....................................
No. MAPPI : 24-A-12624
xvii
Page 19
SURAT PERNYATAAN
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.
3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
penilaian yang ditentukan, yaitu 31 Desember 2025.
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.
7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai.
8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.
12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
proses analisis Objek Penilaian.
13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
xviii
Page 20
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.
15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.
16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
dengan operasional, kinerja, dan prospek dari SMA.
Tim Penilai:
Willy D. Kusnanto .....................................
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
Erric Reynaldi .....................................
No. MAPPI : 13-P-04625
Fergy Merzyana .....................................
No. MAPPI : 20-P-10345
Gadis Dara Cantikawati .....................................
No. MAPPI : 24-A-12624
xix
Page 21
DAFTAR ISI
HALAMAN
OPINI i
ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS xvi
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI xvii
SURAT PERNYATAAN xviii
DAFTAR ISI xx
DAFTAR TABEL xxiii
DAFTAR GRAFIK xxvi
LAMPIRAN xxvii
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
A. Alasan dan Latar Belakang 1
B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian 6
C. Premis Penilaian 6
D. Independensi Penilai 7
E. Tanggal Efektif Penilaian 7
F. Profil PT Sumber Mineral Abadi 7
G. Definisi Nilai yang Digunakan 8
H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan 9
I. Pendekatan dan Metode Penilaian Aset Takberwujud yang Digunakan 10
J. Penilaian Aset Berwujud Bersih yang Digunakan 10
K. Kesimpulan Hasil Penilaian dan Alokasi Harga Pembelian 10
II. DESKRIPSI PENUGASAN
A. Alasan dan Latar Belakang 12
B. Tujuan dan Maksud Penilaian 17
C. Definisi Nilai yang Digunakan 17
D. Tanggal Efektif Penilaian 17
E. Data dan Informasi yang Digunakan 18
F. Informasi Non-Keuangan 20
G. Jenis Ekuitas 21
H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok 21
I. Tingkat Kedalaman Investigasi 23
J. Distribusi Laporan Penilaian 23
K. Jenis Laporan 24
L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events) 24
xx
Page 22
HALAMAN
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
A. Latar Belakang PT Sumber Mineral Abadi 25
B. Kegiatan Usaha 25
C. Manajemen 25
D. Kepemilikan Saham 26
E. Data Keuangan Historis 26
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
A. Tinjauan Ekonomi Dunia 28
B. Tinjauan Ekonomi Indonesia 31
C. Proyeksi Ekonomi Indonesia 31
D. Tingkat Suku Bunga 32
E. Inflasi 33
F. Nilai Tukar Rupiah 34
V. TINJAUAN INDUSTRI NIKEL
A. Tinjauan Industri Nikel di Dunia 36
B. Tinjauan Industri Nikel di Indonesia 39
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
A. PT Sumber Mineral Abadi 41
B. Analisis atas Common Size PT Sumber Mineral Abadi 49
C. Analisis atas Common Size Industri Nikel 51
VII. ANALISIS RISIKO
A. Risiko Kelangkaan Cadangan Nikel 58
B. Risiko Fluktuasi Harga Nikel 58
C. Risiko Bencana Alam 58
D. Risiko Kecelakaan Kerja 58
E. Risiko Likuiditas 58
F. Risiko Operasional 59
G. Risiko Kebijakan Pemerintah 59
VIII. IDENTIFIKASI ASET TAKBERWUJUD DAN METODE PENILAIAN
A. Identifikasi Aset Takberwujud 60
B. Pendekatan Penilaian yang Digunakan 62
C. Pendekatan dan Metodologi Penilaian Aset Takberwujud 63
D. Penilaian Aset Berwujud Bersih yang Digunakan 63
E. Premis Penilaian 63
F. Independensi Penilai 63
xxi
Page 23
HALAMAN
IX. PENILAIAN ASET TAKBERWUJUD DAN ALOKASI HARGA PEMBELIAN
A. Penilaian Aset Berwujud Bersih 64
B. Penilaian Aset Takberwujud 64
C. Penilaian Aset Takberwujud dan Alokasi Harga Pembelian 79
xxii
Page 24
DAFTAR TABEL
HALAMAN
Tabel 1 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Sumber Mineral Abadi 8
Tabel 2 Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
PT Sumber Mineral Abadi 26
Tabel 3 Laporan Posisi Keuangan
PT Sumber Mineral Abadi
Per 31 Desember 2021 – 2025 26
Tabel 4 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
PT Sumber Mineral Abadi
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 27
Tabel 5 Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia 28
Tabel 6 Pertumbuhan Inflasi 29
Tabel 7 Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral 30
Tabel 8 Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi 34
Tabel 9 Harga Nikel Dunia Periode Q1 2026 – Q4 2026 37
Tabel 10 Harga Acuan Bijih Nikel Januari 2025 39
Tabel 11 Ekspor dan Impor Nikel dan Barang Dariadanya Mei 2025 40
Tabel 12 Laporan Posisi Keuangan
PT Sumber Mineral Abadi
Per 31 Desember 2021 – 2025 41
Tabel 13 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
PT Sumber Mineral Abadi
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 44
Tabel 14 Laporan Arus Kas
PT Sumber Mineral Abadi
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 46
xxiii
Page 25
HALAMAN
Tabel 15 Rasio-rasio Keuangan
PT Sumber Mineral Abadi
Per 31 Desember 2021 – 2025 48
Tabel 16 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
PT Sumber Mineral Abadi
Per 31 Desember 2021 – 2025 49
Tabel 17 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain
PT Sumber Mineral Abadi
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 50
Tabel 18 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Aneka Tambang Tbk
Per 31 Desember 2021 – 2025 51
Tabel 19 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Aneka Tambang Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 52
Tabel 20 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Vale Indonesia Tbk
Per 31 Desember 2021 – 2025 53
Tabel 21 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Vale Indonesia Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 54
Tabel 22 Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Timah Tbk
Per 31 Desember 2021 – 2025 55
Tabel 23 Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
PT Timah Tbk
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025 57
xxiv
Page 26
HALAMAN
Tabel 24 Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
PT Sumber Mineral Abadi
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2050 66
Tabel 25 Perhitungan Kontribusi Modal Kerja
PT Sumber Mineral Abadi
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2050 74
Tabel 26 Perhitungan Kontribusi Aset Tetap
PT Sumber Mineral Abadi
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2050 75
Tabel 27 Nilai Pasar Properti Pertambangan
PT Sumber Mineral Abadi
Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2050 77
Tabel 28 Nilai Pasar 30,00% Aset Berwujud Bersih
PT Sumber Mineral Abadi
Per 31 Desember 2025 80
Tabel 29 Perhitungan Alokas Harga Pembelian
PT Sumber Mineral Abadi
Per 31 Desember 2025 81
xxv
Page 27
DAFTAR GRAFIK
HALAMAN
Grafik 1 Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia 32
Grafik 2 Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
di Indonesia 33
Grafik 3 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing 35
Grafik 4 Harga Nikel Global
Periode Q1 2025 – Q4 2025 36
Grafik 5 Proyeksi Ukuran Pasar Nikel di Dunia
Tahun 2026 – 2034 38
xxvi
Page 28
LAMPIRAN
HALAMAN
Lampiran A Nilai Pasar 30,00% Aset Berwujud Bersih
PT Sumber Mineral Abadi
Per 31 Desember 2025 82
Lampiran B Perhitungan Alokas Harga Pembelian
PT Sumber Mineral Abadi
Per 31 Desember 2025 83
xxvii
Page 29
I. RINGKASAN EKSEKUTIF
I.A. Alasan dan Latar Belakang
PT PT PAM Mineral Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa kontruksi
pertambangan, jasa pemeliharaan saluran air/pipa, jasa penunjang kegiatan
pertambangan, serta pertambangan meliputi batubara, bijih uranium dan thorium,
eksplorasi dan eksploitasi air mineral, menjalankan usaha di bidang pertambangan
nikel, pasir besi, dan bijih besi. Perseroan berdomisili di Jalan Batu Jajar No. 37
Lantai 5, Jakarta Pusat 10120, dengan nomor telepon: (021) 3513 192 dan email:
corsec@pammineral.co.id.
Berdasarkan Kesepakatan Bersama yang telah ditandatangani oleh Perseroan
dan PT Sumber Mineral Abadi (selanjutnya disebut “SMA”) pada tanggal 22 Juni
2026 (selanjutnya disebut “KB”) dan memperoleh Akta Keputusan Para
Pemegang Saham No. 324 tanggal 22 Juni 2026, yang dibuat oleh Notaris Notaris
Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta No. 324”),
Perseroan telah mengambil bagian atas seluruh saham yang diterbitkan oleh SMA
sebanyak 10.714.500 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per
saham atau setara nilai nominal keseluruhan sebesar Rp 10,71 miliar dengan nilai
transaksi sebesar Rp 350,00 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi”).
SMA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang
pertambangan nikel. SMA memiliki area pertambangan nikel di Morowali Utara,
Sulawesi Tengah seluas 1.948 hektar. Pada tanggal 2 November 2020, SMA
mendapat persetujuan peningkatan izin usaha pertambangan eksplorasi mineral
logam menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (selanjutnya disebut
“IUP-OP”) yang berlaku selama 20 tahun dan dapat diperpanjang 2 kali
masing-masing 10 tahun.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari managemen Perseroan, pada
tanggal 31 Desember 2025, susunan pemegang saham SMA adalah sebagai
berikut:
PT Gatra Perkasa Fanny Setiadi Faizal
Robby Widjaja (RW)
Mineral (GPM) (FSZ)
50,00% 25,00% 25,00%
SMA
1
Page 30
Sebelumnya, berdasarkan Akta No. 324, para pemegang saham SMA telah
menyetujui dan mengambil keputusan untuk mengubah nilai nominal saham SMA
dari semula sebesar Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 1.000 per
saham dan melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor SMA dari
sebelumnya sebesar Rp 25,00 miliar menjadi Rp 35,71 miliar.
Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia, memiliki peranan penting
dalam memenuhi kebutuhan industri nikel global. Kondisi fluktuasi harga nikel
dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan penurunan harga nikel secara
signifikan akibat surplus pasokan global, namun industri nikel Indonesia tetap
optimis terhadap permintaan jangka panjang, khususnya dari sektor kendaraan
listrik. Selain itu, kebijakan Pemerintah Indonesia yang mendorong hilirisasi nikel,
dengan fokus pada peningkatan nilai tambah melalui produk olahan, menjadi
langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bijih nikel
mentah dan meningkatkan daya saing produk nikel Indonesia di pasar global.
Menanggapi hal tersebut, Perseroan melihat pangsa pasar dalam industri nikel
yang memiliki potensi bisnis yang berkembang seiring dengan tingginya
kebutuhan akan komoditas nikel sebagai bahan baku bagi industri lain.
Perseroan dan PT Indrabakti Mustika (selanjutnya disebut “IBM”), entitas anak
Perseroan yang dimiliki oleh Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,77%
berfokus pada sektor pertambangan nikel, yang meliputi kegiatan eksplorasi,
penambangan, serta penjualan bijih nikel (nickel ore). Perseroan memiliki area
konsesi pertambangan nikel yang berlokasi di wilayah pesisir Sulawesi Tengah,
tepatnya di Desa Laroenai, Kec. Bungku. Sedangkan, IBM melakukan kegiatan
penambangan yang berlokasi di Desa Lameruru, Kec. Langgikima, Kab. Konawe
Utara, Sulawesi Tenggara, memiliki luas area operasional IUP sebesar
576 Ha.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan dan IBM secara berkelanjutan
mengoptimalkan pengelolaan tambang yang telah beroperasi untuk memenuhi
kebutuhan pasar domestik. Langkah bisnis diambil oleh Perseroan dalam
upayanya untuk melakukan pertumbuhan an-organik dengan mengambil bagian
atas seluruh saham baru yang diterbitkan oleh SMA yang diyakini masih sejalan
dengan strategi bisnis Perseroan. Hal ini seiring dengan Perseroan yang terus
mengembangkan kapasitas dan portofolio usaha di sektor pertambangan nikel
sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing, meningkatkan efisiensi
operasional, serta memperkokoh posisi strategis Perseroan di pasar nasional
maupun internasional.
2
Page 31
Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan perluasan
portofolio investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan dengan
penyertaan saham pada industri pertambangan nikel yang memiliki ketersediaan
kapasitas dan telah memiliki kemampuan dalam memproduksi bijih nikel, sehingga
Perseroan dapat memanfaatkan momentum sehubungan dengan potensi
permintaan kebutuhan nikel dan kenaikan harga komoditas nikel dalam
memaksimalkan keuntungan Perseroan. Selanjutnya, Transaksi juga merupakan
penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan cadangan sumber daya mineral bagi
Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA yang memiliki cadangan nikel
yang masih dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang.
Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan baru
yang dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam laporan
keuangan konsolidasian Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang dimiliki
lakukan oleh SMA diharapkan dapat menopang kelangsungan usaha Perseroan,
sehingga Perseroan dapat memperoleh tingkat balikan investasi yang
menguntungkan dan berpeluang untuk melakukan fokus pada investasi-investasi
lainnya yang diyakini Perseroan memiliki potensi bisnis dan prospek positif pada
masa yang akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan
dan SMA merupakan perusahaan yang berada di bawah pengendalian dari
pengendali yang sama. Perseroan memandang bahwa Transaksi sejalan dengan
strategi Perseroan yaitu bagian dari strategi bisnis bagi pengembangan usaha dan
investasi jangka panjang Perseroan pada sektor pertambangan nikel dengan
melakukan ventura bersama dengan para pemegang saham SMA lainnya.
Selanjutnya, struktur transaksi tersebut dipandang sesuai dengan tujuan investasi
Perseroan karena memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi
pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus tetap
menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan alokasi modal
sehingga Perseroan dapat memperoleh eksposur terhadap peluang pertumbuhan
pada aset dan kegiatan usaha SMA tanpa menanggung seluruh risiko, kebutuhan
pendanaan, maupun kewajiban yang umumnya melekat pada transaksi
pengambilalihan pengendalian.
Selain itu, Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis
antara Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran
keahlian teknis, optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang
sinergi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Perseroan meyakini bahwa pendekatan investasi strategis tersebut sejalan
dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang berfokus pada penciptaan nilai
jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan kualitas
portofolio investasi Perseroan.
3
Page 32
Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar komoditas
nikel dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai memiliki prospek
pertumbuhan yang baik dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi
Perseroan serta mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga
pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
Perseroan.
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan
perluasan portofolio investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan
dengan penyertaan saham pada industri pertambangan nikel yang memiliki
ketersediaan kapasitas dan telah memiliki kemampuan dalam memproduksi
bijih nikel, sehingga Perseroan dapat memanfaatkan momentum sehubungan
dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan kenaikan harga komoditas
nikel dalam memaksimalkan keuntungan Perseroan. Selanjutnya, Transaksi
juga merupakan penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan cadangan sumber
daya mineral bagi Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA yang
memiliki cadangan nikel yang masih dapat diproduksi dalam jangka waktu
yang panjang.
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan
baru yang dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam
laporan keuangan konsolidasian Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang
dimiliki lakukan oleh SMA diharapkan dapat menopang kelangsungan usaha
Perseroan, sehingga Perseroan dapat memperoleh tingkat balikan investasi
yang menguntungkan dan berpeluang untuk melakukan fokus pada
investasi-investasi lainnya yang diyakini Perseroan memiliki potensi bisnis dan
prospek positif pada masa yang akan datang.
• Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Perseroan dan SMA merupakan perusahaan yang berada di bawah
pengendalian dari pengendali yang sama. Perseroan memandang bahwa
Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu bagian dari strategi bisnis
bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang Perseroan pada
sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama dengan para
pemegang saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur transaksi tersebut
dipandang sesuai dengan tujuan investasi Perseroan karena memungkinkan
Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi pertumbuhan usaha dan
penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus tetap menerapkan prinsip
kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan alokasi modal sehingga Perseroan
dapat memperoleh eksposur terhadap peluang pertumbuhan pada aset dan
kegiatan usaha SMA tanpa menanggung seluruh risiko, kebutuhan
pendanaan, maupun kewajiban yang umumnya melekat pada transaksi
pengambilalihan pengendalian.
4
Page 33
• Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis antara
Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran
keahlian teknis, optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang
sinergi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Perseroan meyakini bahwa pendekatan investasi strategis tersebut sejalan
dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang berfokus pada penciptaan nilai
jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan kualitas
portofolio investasi Perseroan.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar
komoditas nikel dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai
memiliki prospek pertumbuhan yang baik dan diharapkan dapat memberikan
manfaat ekonomi bagi Perseroan serta mendukung pertumbuhan usaha yang
berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi
para pemegang saham Perseroan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi
Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut
“POJK 17/2020”).
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
pendapat kewajaran (fairness opinion) atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh
penilai independen.
Sehubungan dengan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi
tersebut, POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan proforma laporan
keuangan konsolidasian Perseroan sehubungan dengan Transaksi yang direviu
oleh akuntan independen.
Dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan
memerlukan informasi mengenai nilai pasar dari tiap-tiap aset takberwujud yang
dimiliki oleh SMA untuk kepentingan penyusunan alokasi harga pembelian
(purchase price allocation [PPA]).
5
Page 34
Dengan demikian, dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, maka Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa
Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR” atau “kami”) untuk melakukan penilaian atas aset berwujud bersih, aset
takberwujud dan alokasi harga pembelian SMA per tanggal 31 Desember 2025.
Dalam melakukan penilaian atas aset takberwujud dan alokasi harga pembelian
SMA, KR akan bertindak sebagai penilai eksternal yang tidak memiliki keterlibatan
material ataupun benturan kepentingan, baik aktual maupun bersifat potensial
dengan Perseroan dan SMA.
I.B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian
Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar aset takberwujud SMA
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dan alokasi harga pembelian.
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
dan/atau ekuivalensinya pada tanggal per tanggal 31 Desember 2025.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka penyusunan proforma
laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
“POJK 35/2020”), Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
(selanjutnya disebut “Bapepam-LK”) No. VIII.C.5 tentang “Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Aset Takberwujud di Pasar Modal” yang dimuat
dalam Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-620/BL/2011 tanggal 30 November
2011 (selanjutnya disebut “Peraturan VIII.C.5”), serta Standar Penilaian Indonesia
2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).
I.C. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa Objek Penilaian digunakan untuk mendukung kegiatan usaha
SMA sebagai suatu perusahaan yang “going-concern”.
6
Page 35
I.D. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SMA
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SMA. KR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260506-002 tanggal 6 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.
I.E. Tanggal Efektif Penilaian
ilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan penilaian serta dari data keuangan SMA yang kami terima. Data keuangan
tersebut berupa laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.
I.F. Profil PT Sumber Mineral Abadi
SMA didirikan berdasarkan Akta No. 86 tanggal 24 September 2007 oleh Hangky
Ribowo, S.H., Notaris di Balikpapan. Akta Pendirian telah disahkan oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. C-05670 HT.01.01-TH.2007 tanggal 7 Desember 2007, serta telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 14, Tambahan No. 1697
pada tahun 2008.
Anggaran dasar SMA telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta Notaris No. 2 tanggal 3 Juni 2025 oleh Mulyani, S.H., M.Kn., Notaris di
Kabupaten Karawang, mengenai perubahan susunan pemegang saham,
Komisaris dan Direksi SMA. Akta tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.09-0284609 tanggal 3 Juni 2025. Akta tersebut telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46, Tambahan No. 15209 tertanggal
10 Juni 2025.
Kantor pusat SMA beralamat di Jalan Pecenongan Nomor 72, Kelurahan Kebon
Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
7
Page 36
I.F.1. Struktur Permodalan
Susunan pemegang saham SMA berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 1
PT Sumber Mineral Abadi
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Gatra Perkasa Mineral 12.500 50,00% 12.500.000.000
Robby Widjaja 6.250 25,00% 6.250.000.000
Fanny Setiadi Faizal 6.250 25,00% 6.250.000.000
Jumlah 25.000 100,00% 25.000.000.000
I.F.2. Struktur Pengurus
Susunan Komisaris dan Direksi SMA pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Presiden Komisaris : Christopher Sumasto Tjia
Direksi
Presiden Direktur : Rosmin Salim
Direktur : Shelly
I.F.3. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang pertambangan
nikel. SMA memiliki area pertambangan nikel di Morowali Utara, Sulawesi Tengah
seluas 1.948 hektar. Pada tanggal 2 November 2020, SMA mendapat persetujuan
peningkatan izin usaha pertambangan eksplorasi mineral logam menjadi IUP-OP
yang berlaku selama 20 tahun.
I.G. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
8
Page 37
I.H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SMA,
pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
SMA. Prospek SMA di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
Untuk menentukan nilai pasar aset berwujud, semua komponen aset dan
liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank). Dalam penilaian ini, kami tidak melakukan penyesuaian
komponen aset dan liabilitas karena telah merefleksikan nilai pasarnya. Nilai pasar
keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Nilai pasar aset takberwujud antara lain seperti merek, kontrak dan hubungan
dengan pelanggan, aset pertambangan, hak paten, lisensi, biaya riset dan
pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset takberwujud tersebut diperoleh
dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah.
9
Page 38
I.I. Pendekatan dan Metode Penilaian Aset Takberwujud yang Digunakan
Pendekatan dan metode penilaian yang digunakan dalam penilaian aset
takberwujud adalah(multi-period excess earnings method [MEEM]).
Metode ini berbasis pada metode diskonto arus kas. Dalam metode ini, kelebihan
pendapatan yang akan didiskonto adalah arus kas bersih (AKB) yang relevan
dengan jenis aset takberwujud yang dinilai, yang diproyeksikan selama periode
tertentu yang dianggap sesuai. Selanjutnya, proyeksi kelebihan pendapatan
tersebut didiskonto dengan tingkat diskonto yang relevan. Nilai kini dari
keseluruhan kelebihan pendapatan di masa mendatang tersebut merupakan nilai
dari aset takberwujud yang bersangkutan.
Metode penilaian di atas adalah yang kami angggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
Perseroan dan SMA. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya
pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang
berbeda.
I.J. Penilaian Aset Berwujud Bersih yang Digunakan
Dalam penilaian aset tetap, kami mengacu pada laporan penilaian properti SMA
per tanggal 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP Suwendho Rinaldy dan
Rekan (selanjutnya disebut “SRR”).
I.K. Kesimpulan Hasil Penilaian dan Alokasi Harga Pembelian PT Sumber Mineral
Abadi
Berdasarkan KB, Akta No. 324, dan keterangan yang diperoleh dari manajemen
Perseroan, nilai transaksi atas Transaksi adalah sebesar Rp 350,00 miliar.
Nilai pasar 100,00% aset dan liabilitas SMA masing-masing adalah sebesar
Rp 1.424,49 miliar dan Rp 58,54 miliar. Selisih antara nilai aset dan liabilitas SMA
merupakan nilai pasar 100,00% aset berwujud bersih SMA, yaitu sebesar
Rp 1.365,96 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih
SMA adalah sebesar Rp 409,79 miliar.
Selanjutnya, nilai goodwill kemudian diperoleh dengan mengurangkan nilai
transaksi atas Transaksi dengan nilai pasar aset berwujud bersih, aset
takberwujud yang dapat diidentifikasi, dan perkiraan liabilitas pajak tangguhan
masing-masing sebesar Rp 77,44 miliar, Rp 332,35 miliar, dan Rp 73,44 miliar.
Dengan demikian, diperoleh nilai goodwill sebesar Rp 13,65 miliar.
10
Page 39
Perhitungan alokasi harga pembelian sehubungan dengan Transaksi adalah
sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25
Nilai atas Transaksi 350.000
Nilai pasar dari 30,00% aset berwujud bersih SMA 77.438
Nilai pasar aset takberwujud 272.562
Aset takberwujud yang dapat diidentifikasi
Properti pertambangan 332.354
Liabilitas pajak tangguhan 73.439
Goodwill 13.647
Nilai pasar aset takberwujud SMA tersebut kami tentukan berdasarkan data dan
informasi yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SMA serta
pihak-pihak lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua
informasi tersebut adalah benar, dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang
tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas SMA. Kami tegaskan pula
bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
maupun di masa datang, dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
Objek Penilaian tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.
11
Page 40
II. DESKRIPSI PENUGASAN
II.A. Alasan dan Latar Belakang
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
bidang jasa kontruksi pertambangan, jasa pemeliharaan saluran air/pipa, jasa
penunjang kegiatan pertambangan, serta pertambangan meliputi batubara, bijih
uranium dan thorium, eksplorasi dan eksploitasi air mineral, menjalankan usaha di
bidang pertambangan nikel, pasir besi, dan bijih besi. Perseroan berdomisili di
Jalan Batu Jajar No. 37 Lantai 5, Jakarta Pusat 10120, dengan nomor telepon:
(021) 3513 192 dan email: corsec@pammineral.co.id.
Berdasarkan KB dan Akta No. 324, Perseroan telah mengambil bagian atas
seluruh saham yang diterbitkan oleh SMA sebanyak 10.714.500 saham baru
dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per saham atau setara nilai nominal
keseluruhan sebesar Rp 10,71 miliar dengan nilai transaksi sebesar
Rp 350,00 miliar.
SMA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang
pertambangan nikel. SMA memiliki area pertambangan nikel di Morowali Utara,
Sulawesi Tengah seluas 1.948 hektar. Pada tanggal 2 November 2020, SMA
mendapat persetujuan peningkatan izin usaha pertambangan eksplorasi mineral
logam menjadi IUP-OP yang berlaku selama 20 tahun dan dapat diperpanjang
2 kali masing-masing 10 tahun.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari managemen Perseroan, pada
tanggal 31 Desember 2025, susunan pemegang saham SMA adalah sebagai
berikut:
PT Gatra Perkasa Fanny Setiadi Faizal
Robby Widjaja (RW)
Mineral (GPM) (FSZ)
50,00% 25,00% 25,00%
SMA
Sebelumnya, berdasarkan Akta No. 324, para pemegang saham SMA telah
menyetujui dan mengambil keputusan untuk mengubah nilai nominal saham SMA
dari semula sebesar Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 1.000 per
saham dan melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor SMA dari
sebelumnya sebesar Rp 25,00 miliar menjadi Rp 35,71 miliar.
12
Page 41
Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia, memiliki peranan penting
dalam memenuhi kebutuhan industri nikel global. Kondisi fluktuasi harga nikel
dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan penurunan harga nikel secara
signifikan akibat surplus pasokan global, namun industri nikel Indonesia tetap
optimis terhadap permintaan jangka panjang, khususnya dari sektor kendaraan
listrik. Selain itu, kebijakan Pemerintah Indonesia yang mendorong hilirisasi nikel,
dengan fokus pada peningkatan nilai tambah melalui produk olahan, menjadi
langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bijih nikel
mentah dan meningkatkan daya saing produk nikel Indonesia di pasar global.
Menanggapi hal tersebut, Perseroan melihat pangsa pasar dalam industri nikel
yang memiliki potensi bisnis yang berkembang seiring dengan tingginya
kebutuhan akan komoditas nikel sebagai bahan baku bagi industri lain.
Perseroan dan IBM, entitas anak Perseroan yang dimiliki oleh Perseroan dengan
kepemilikan sebesar 99,77% berfokus pada sektor pertambangan nikel, yang
meliputi kegiatan eksplorasi, penambangan, serta penjualan bijih nikel (nickel ore).
Perseroan memiliki area konsesi pertambangan nikel yang berlokasi di wilayah
pesisir Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Laroenai, Kec. Bungku. Sedangkan,
IBM melakukan kegiatan penambangan yang berlokasi di Desa Lameruru, Kec.
Langgikima, Kab. Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, memiliki luas area
operasional IUP sebesar 576 Ha.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan dan IBM secara berkelanjutan
mengoptimalkan pengelolaan tambang yang telah beroperasi untuk memenuhi
kebutuhan pasar domestik. Langkah bisnis diambil oleh Perseroan dalam
upayanya untuk melakukan pertumbuhan an-organik dengan mengambil bagian
atas seluruh saham baru yang diterbitkan oleh SMA yang diyakini masih sejalan
dengan strategi bisnis Perseroan. Hal ini seiring dengan Perseroan yang terus
mengembangkan kapasitas dan portofolio usaha di sektor pertambangan nikel
sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing, meningkatkan efisiensi
operasional, serta memperkokoh posisi strategis Perseroan di pasar nasional
maupun internasional.
Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan perluasan
portofolio investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan dengan
penyertaan saham pada industri pertambangan nikel yang memiliki ketersediaan
kapasitas dan telah memiliki kemampuan dalam memproduksi bijih nikel, sehingga
Perseroan dapat memanfaatkan momentum sehubungan dengan potensi
permintaan kebutuhan nikel dan kenaikan harga komoditas nikel dalam
memaksimalkan keuntungan Perseroan. Selanjutnya, Transaksi juga merupakan
penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan cadangan sumber daya mineral bagi
Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA yang memiliki cadangan nikel
yang masih dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang.
13
Page 42
Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan baru
yang dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam laporan
keuangan konsolidasian Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang dimiliki
lakukan oleh SMA diharapkan dapat menopang kelangsungan usaha Perseroan,
sehingga Perseroan dapat memperoleh tingkat balikan investasi yang
menguntungkan dan berpeluang untuk melakukan fokus pada investasi-investasi
lainnya yang diyakini Perseroan memiliki potensi bisnis dan prospek positif pada
masa yang akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan
dan SMA merupakan perusahaan yang berada di bawah pengendalian dari
pengendali yang sama. Perseroan memandang bahwa Transaksi sejalan dengan
strategi Perseroan yaitu bagian dari strategi bisnis bagi pengembangan usaha dan
investasi jangka panjang Perseroan pada sektor pertambangan nikel dengan
melakukan ventura bersama dengan para pemegang saham SMA lainnya.
Selanjutnya, struktur transaksi tersebut dipandang sesuai dengan tujuan investasi
Perseroan karena memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi
pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus tetap
menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan alokasi modal
sehingga Perseroan dapat memperoleh eksposur terhadap peluang pertumbuhan
pada aset dan kegiatan usaha SMA tanpa menanggung seluruh risiko, kebutuhan
pendanaan, maupun kewajiban yang umumnya melekat pada transaksi
pengambilalihan pengendalian.
Selain itu, Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis
antara Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran
keahlian teknis, optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang
sinergi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Perseroan meyakini bahwa pendekatan investasi strategis tersebut sejalan
dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang berfokus pada penciptaan nilai
jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan kualitas
portofolio investasi Perseroan.
Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar komoditas
nikel dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai memiliki prospek
pertumbuhan yang baik dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi
Perseroan serta mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga
pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham
Perseroan.
14
Page 43
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan
perluasan portofolio investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan
dengan penyertaan saham pada industri pertambangan nikel yang memiliki
ketersediaan kapasitas dan telah memiliki kemampuan dalam memproduksi
bijih nikel, sehingga Perseroan dapat memanfaatkan momentum sehubungan
dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan kenaikan harga komoditas
nikel dalam memaksimalkan keuntungan Perseroan. Selanjutnya, Transaksi
juga merupakan penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan cadangan sumber
daya mineral bagi Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA yang
memiliki cadangan nikel yang masih dapat diproduksi dalam jangka waktu
yang panjang.
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan
baru yang dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam
laporan keuangan konsolidasian Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang
dimiliki lakukan oleh SMA diharapkan dapat menopang kelangsungan usaha
Perseroan, sehingga Perseroan dapat memperoleh tingkat balikan investasi
yang menguntungkan dan berpeluang untuk melakukan fokus pada
investasi-investasi lainnya yang diyakini Perseroan memiliki potensi bisnis dan
prospek positif pada masa yang akan datang.
• Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Perseroan dan SMA merupakan perusahaan yang berada di bawah
pengendalian dari pengendali yang sama. Perseroan memandang bahwa
Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu bagian dari strategi bisnis
bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang Perseroan pada
sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama dengan para
pemegang saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur transaksi tersebut
dipandang sesuai dengan tujuan investasi Perseroan karena memungkinkan
Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi pertumbuhan usaha dan
penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus tetap menerapkan prinsip
kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan alokasi modal sehingga Perseroan
dapat memperoleh eksposur terhadap peluang pertumbuhan pada aset dan
kegiatan usaha SMA tanpa menanggung seluruh risiko, kebutuhan
pendanaan, maupun kewajiban yang umumnya melekat pada transaksi
pengambilalihan pengendalian.
• Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis antara
Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran
keahlian teknis, optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang
sinergi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Perseroan meyakini bahwa pendekatan investasi strategis tersebut sejalan
dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang berfokus pada penciptaan nilai
jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan kualitas
portofolio investasi Perseroan.
15
Page 44
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar
komoditas nikel dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai
memiliki prospek pertumbuhan yang baik dan diharapkan dapat memberikan
manfaat ekonomi bagi Perseroan serta mendukung pertumbuhan usaha yang
berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi
para pemegang saham Perseroan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi
POJK 42/2020.
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Transaksi tersebut merupakan transaksi material, sehingga Perseroan harus
memenuhi POJK 17/2020.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi
material, POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
pendapat kewajaran (fairness opinion) atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh
penilai independen.
Sehubungan dengan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi
tersebut, POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan proforma laporan
keuangan konsolidasian Perseroan sehubungan dengan Transaksi yang direviu
oleh akuntan independen.
Dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan
memerlukan informasi mengenai nilai pasar dari tiap-tiap aset berwujud bersih,
aset takberwujud yang dimiliki oleh SMA untuk kepentingan penyusunan alokasi
harga pembelian (purchase price allocation [PPA]).
Dengan demikian, dalam rangka penyusunan proforma laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025, maka Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk
melakukan penilaian atas aset berwujud bersih, Objek Penilaian, dan alokasi harga
pembelian Transaksi.
Dalam melakukan penilaian, KR akan bertindak sebagai penilai eksternal yang
tidak memiliki keterlibatan material ataupun benturan kepentingan, baik aktual
maupun bersifat potensial dengan Perseroan dan SMA.
16
Page 45
II.B. Tujuan dan Maksud Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
dan/atau ekuivalensinya pada tanggal per tanggal 31 Desember 2025.
Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka penyusunan proforma
laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025.
Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
POJK 35/2020, Peraturan VIII.C.5, serta SPI.
II.C. Definisi Nilai yang Digunakan
Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.
Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.
II.D. Tanggal Efektif Penilaian
Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan penilaian serta dari data keuangan SMA yang kami terima. Data keuangan
tersebut berupa laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.
17
Page 46
II.E. Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:
1. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
disebut “KAP”) Tjahjadi & Tamara (selanjutnya disebut “TT”) sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 00340/2.0853/AU.1/02/1258-5/1/VI/2026
tanggal 11 Juni 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
2. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00278/2.0853/AU.1/05/1258-4/1/VI/2025 tanggal
23 Juni 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
3. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal|
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00194/2.0853/AU.1/02/1258-3/1/V/2024 tanggal
4. 8 Mei 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
5. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00244/2.0853/AU.1/02/1258-2/1/X/2023 tanggal
24 Oktober 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
6. Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00243/2.0853/AU.1/02/1258-1/1/X/2023 tanggal
24 Oktober 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
7. Proyeksi laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2050 yang disusun oleh manajemen
SMA.
8. Laporan penilaian properti SMA per 31 Desember 2025 yang
disusun oleh KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan (selanjutnya
disebut “SRR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00285/2.0059-02/PI/10/0242/1/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026.
9. Laporan Teknis Estimasi Sumber Daya dan Cadangan Mineral yang disusun
oleh Yanri Budi Karseno, S.T., MAusIMM., CPI, CP. dan Citra Kusuma, S.T.,
MAusIMM., CPI, CP. sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 001/SMA-CP/VIII/2025 pada Agustus 2025.
18
Page 47
10. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi atas tambang nikel yang dimiliki
SMA.
11. KB.
12. Akta No. 324.
13. Anggaran dasar SMA yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
Notaris No. 2 tanggal 3 Juni 2025 yang dibuat oleh Mulyani, S.H., M.Kn,
mengenai perubahan susunan pemegang saham, Komisaris dan Direksi SMA.
14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Herman Thio
dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal
lain yang terkait dengan Transaksi.
15. Tarif pajak yang diberlakukan atas SMA adalah berdasarkan laba kena pajak
dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2050.
16. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SMA serta pihak-pihak lain
yang relevan untuk penugasan.
17. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.
18. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
Indonesia, dan Bloomberg.
19. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.
20. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan penilaian Transaksi.
21. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SMA atau
yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.
19
Page 48
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SMA. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
Perseroan.
II.F. Informasi Non-Keuangan
II.F.1. Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang pertambangan
nikel. Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh SMA adalah bijih nikel.
II.F.2. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SMA meliputi wilayah
Sulawesi Tengah.
II.F.3. Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama SMA adalah sebagai
berikut:
• PT Djava Berkah Mineral.
• PT Jaya Arsa Indonesia.
• PT Pageone Energi Infrastruktur.
• PT Carsurin.
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci SMA
adalah PT Marin Mitra Nusantara.
II.F.4. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SMA adalah sebagai
berikut:
• PT Aneka Tambang Tbk.
• PT Vale Indonesia Tbk.
• PT Timah Tbk.
• PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama.
• PT Keinz Ventura.
20
Page 49
II.F.5. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SMA
adalah sebagai berikut:
• Meningkatkan kapasitas produksi.
• Produksi nikel kadar rendah (low grade).
• Tetap melanjutkan eksplorasi untuk meningkatkan sumberdaya dan cadangan.
• Kerjasama supply ke smelter-smelter baru.
• Pembuatan infra jalan hauling sampai ke Pelabuhan.
• Pembuatan jetty (terminal khusus).
II.G. Jenis Ekuitas
Saham yang dimiliki SMA merupakan saham biasa, di mana setiap pemegang
saham SMA memiliki 1 hak suara per lembar saham.
II.H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
kelebihan pendapatan didasarkan pada proyeksi laporan keuangan SMA yang
disusun oleh manajemen SMA. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan,
berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja SMA pada tahun-tahun
sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut
agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SMA yang dinilai pada
saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian
yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja SMA yang dinilai dan
telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan
keuangan berdasarkan kinerja historis SMA dan informasi manajemen SMA
terhadap proyeksi laporan keuangan SMA tersebut. Kami juga bertanggung jawab
atas laporan penilaian SMA dan kesimpulan nilai akhir.
21
Page 50
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SMA atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SMA bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan SMA.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum SMA berdasarkan anggaran dasar SMA.
22
Page 51
II.I. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
Objek Penilaian.
Selanjutnya, dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, kami
mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi dalam laporan geologis atas cadangan nikel yang dimiliki
oleh SMA yang disusun oleh pihak kompeten (competent person) dan laporan
penilaian properti SMA yang disusun oleh KJPP SRR dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari pihak kompeten (competent
person) bahwa mereka telah melakukan penilaian dan menyusun laporan secara
independen sesuai dengan standar penilaian cadangan dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku serta KJPP SRR bahwa mereka telah
melakukan penilaian dan menyusun laporan secara independen sesuai dengan
dan tunduk pada ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 28/POJK.04/2021 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Properti di Pasar Modal” dan Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi
SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat dengan memenuhi Kode
Etik Penilai Indonesia (KEPI).
Kami tidak memberikan pendapat atas laporan geologis atas cadangan nikel yang
dimiliki oleh SMA yang disusun oleh pihak kompeten (competent person) dan
laporan penilaian properti SMA yang disusun oleh KJPP SRR. Pekerjaan kami
yang berkaitan dengan penilaian atas Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu serta tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
laporan geologis atas cadangan nikel yang dimiliki oleh SMA yang disusun oleh
pihak kompeten (competent person) dan laporan penilaian properti SMA yang
disusun oleh KJPP SRR, atau pelanggaran hukum atas laporan geologis atas nikel
yang dimiliki oleh SMA yang disusun oleh pihak kompeten (competent person) dan
laporan penilaian properti SMA yang disusun oleh KJPP SRR.
II.J. Distribusi Laporan Penilaian
Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
kaitannya dengan penyusunan proforma konsolidasian Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 serta tidak dapat digunakan atau
dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk
digunakan oleh pihak lain.
23
Page 52
Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
II.K. Jenis Laporan
Jenis laporan penilaian aset takberwujud bersih, aset takberwujud, dan alokasi
harga pembelian PT Sumber Mineral Abadi ini merupakan laporan terinci.
II.L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan penilaian aset berwujud bersih, aset takberwujud, dan alokasi harga
pembelian PT Sumber Mineral Abadi tidak terdapat kejadian penting setelah
tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi
penilaian nilai pasar Objek Penilaian.
24
Page 53
III. PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN
III.A. Latar Belakang PT Sumber Mineral Abadi
SMA didirikan berdasarkan Akta No. 86 tanggal 24 September 2007 oleh Hangky
Ribowo, S.H., Notaris di Balikpapan. Akta Pendirian telah disahkan oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. C-05670 HT.01.01-TH.2007 tanggal 7 Desember 2007, serta telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 14, Tambahan No. 1697
pada tahun 2008.
Anggaran dasar SMA telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta Notaris No. 2 tanggal 3 Juni 2025 oleh Mulyani, S.H., M.Kn., Notaris di
Kabupaten Karawang, mengenai perubahan susunan pemegang saham,
Komisaris dan Direksi SMA. Akta tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.09-0284609 tanggal 3 Juni 2025. Akta tersebut telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46, Tambahan No. 15209 tertanggal
10 Juni 2025.
Kantor pusat SMA beralamat di Jalan Pecenongan Nomor 72, Kelurahan Kebon
Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
III.B. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang pertambangan
nikel. SMA memiliki area pertambangan nikel di Morowali Utara, Sulawesi Tengah
seluas 1.948 hektar. Pada tanggal 2 November 2020, SMA mendapat persetujuan
peningkatan izin usaha pertambangan eksplorasi mineral logam menjadi IUP-OP
yang berlaku selama 20 tahun.
III.C. Manajemen
Susunan Komisaris dan Direksi SMA pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Presiden Komisaris : Christopher Sumasto Tjia
Direksi
Presiden Direktur : Rosmin Salim
Direktur : Shelly
25
Page 54
III.D. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham SMA berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 2
PT Sumber Mineral Abadi
Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Gatra Perkasa Mineral 12.500 50,00% 12.500.000.000
Robby Widjaja 6.250 25,00% 6.250.000.000
Fanny Setiadi Faizal 6.250 25,00% 6.250.000.000
Jumlah 25.000 100,00% 25.000.000.000
III.E. Data Keuangan Historis
Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022 masing-masing telah diaudit oleh
KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan SMA
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh
KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
Ikhtisar data keuangan penting SMA adalah sebagai berikut:
Tabel 3
PT Sumber Mineral Abadi
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 849 83.212 2.477 895 36
Persediaan 16.935 16.935 17.813 - -
Uang muka 54.871 33.982 58.356 - -
Piutang usaha - pihak ketiga - 32.419 38.104 - -
Piutang non usaha - pihak ketiga - 6 - - -
Pajak dibayar dimuka - - 13 - -
Jumlah Aset Lancar 72.656 166.554 116.764 895 36
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 6.600 7.677 7.263 3.286 356
Properti pertambangan - neto 41.104 33.225 31.682 3.428 1.502
Aset pajak tangguhan 10.893 6.156 2.808 - -
Uang muka 176.458 136.634 - - -
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 7.491 - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 242.546 183.692 41.753 6.714 1.859
JUMLAH ASET 315.202 350.246 158.516 7.609 1.894
26
Page 55
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Biaya yang masih harus dibayar 18.574 30.070 40.549 650 338
Utang pajak 1.841 990 3 1 33
Utang usaha - pihak ketiga 176 37.767 4.031 - -
Utang non usaha - pihak ketiga 34.062 - 281 - -
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek 115 34 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 54.769 68.861 44.863 651 371
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang 783 400 399 - -
Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi, dan
penutupan tambang 2.986 2.146 - - -
Utang lain-lain pihak ketiga - - - 17.040 6.614
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.769 2.547 399 17.040 6.614
JUMLAH LIABILITAS 58.538 71.408 45.262 17.691 6.985
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Modal saham 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000
Tambahan modal disetor 111 111 111 111 111
Defisit (80.309) (58.247) (36.857) (35.193) (30.201)
Uang muka setoran modal 311.865 311.865 125.000 - -
Penghasilan (kerugian) komprehensif lain (3) 109 - - -
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) 256.664 278.838 113.254 (10.082) (5.090)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 315.202 350.246 158.516 7.609 1.894
Tabel 4
PT Sumber Mineral Abadi
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Penjualan 34.279 325.120 43.501 - -
Beban pokok penjualan 35.640 322.099 36.357 - -
Laba (rugi) bruto (1.361) 3.020 7.144 - -
Beban umum dan administrasi (24.827) (27.463) (8.569) (3.559) (2.030)
Beban lainnya - neto - - - (1.204) -
Rugi usaha (26.187) (24.443) (1.425) (4.763) (2.030)
Beban keuangan - - (820) (229) (100)
Beban lainnya - neto (580) (326) (27) - (27)
Rugi selisih kurs - neto - - (2.201) - -
Rugi sebelum manfaat pajak penghasilan (26.767) (24.769) (4.472) (4.992) (2.158)
Manfaat pajak penghasilan - neto 4.705 3.379 2.808 - -
Rugi tahun berjalan (22.062) (21.390) (1.664) (4.992) (2.158)
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya (112) 109 - - -
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan (22.174) (21.281) (1.664) (4.992) (2.158)
27
Page 56
IV. KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI
IV.A. Tinjauan Ekonomi Dunia
Prospek pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan berada
dalam tren melambat, di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi.
Perlambatan ini juga diiringi oleh semakin lebarnya divergensi pertumbuhan antar
negara. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Februari 2026, perlambatan ekonomi global
terutama dipengaruhi oleh dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS)
serta berlanjutnya tensi geopolitik. Namun demikian, perekonomian AS justru
diproyeksikan mengalami peningkatan, yang didorong oleh besarnya stimulus
fiskal dan tingginya investasi, termasuk pada sektor artificial intelligence (AI).
Di sisi lain, perekonomian Eropa dan Jepang diproyeksikan melambat, sejalan
dengan penurunan kinerja ekspor akibat perlambatan global, serta permintaan
domestik yang masih terbatas, meskipun investasi di bidang AI menunjukkan
peningkatan. Sementara itu, ekonomi Tiongkok diperkirakan tetap dalam tren
melambat karena konsumsi rumah tangga yang belum pulih sepenuhnya. Adapun
ekonomi India juga menunjukkan pelemahan, yang tercermin dari menurunnya
permintaan domestik dan kinerja sektor eksternal. Secara keseluruhan,
pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan menurun dari 3,3%
pada tahun 2025 menjadi 3,2%, sekaligus menegaskan adanya divergensi
pertumbuhan antar negara.
IV.A.1. Produk Domestik Bruto
Tabel 5
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia
(Dalam %)
Proyeksi
Keterangan
2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Dunia 3,80 3,50 3,30 3,30 3,10 3,10 N/A
Negara Maju
AS 2,50 2,90 2,80 2,10 2,50 2,00 2,00
Hong Kong (3,70) 3,20 2,60 3,50 2,90 2,50 2,30
Inggris 5,30 0,30 1,10 1,40 1,00 1,40 1,50
Jepang 1,30 0,70 (0,20) 1,20 0,80 0,90 0,90
Kanada 4,70 2,00 2,00 1,70 1,20 1,80 1,90
Kawasan Eropa 3,60 0,40 0,90 1,40 1,20 1,50 1,40
Singapura 4,10 1,50 5,40 5,00 3,50 2,50 2,50
Taiwan 2,70 1,10 5,30 8,70 6,40 3,00 3,10
Australia 4,20 2,10 1,00 2,00 2,20 2,20 2,60
Korea Selatan 2,70 1,60 2,00 1,00 2,00 1,90 1,90
Negara Berkembang
Brazil 3,00 3,30 3,40 2,30 1,80 1,80 2,20
India 9,70 9,20 7,20 7,10 7,40 6,80 6,60
Indonesia 5,30 5,00 5,00 5,10 5,10 5,10 5,20
Kolombia 7,50 0,60 1,70 2,60 2,80 2,60 2,80
Malaysia 8,70 3,60 5,10 5,20 4,50 4,30 4,40
Meksiko 3,90 3,30 1,50 0,60 1,50 2,00 2,00
Mesir 6,70 3,80 2,40 4,40 4,80 5,20 5,50
Tiongkok 3,10 5,40 5,00 5,00 4,60 4,40 4,20
Sumber: Bloomberg
28
Page 57
Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
tahun 2025, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,10%, 3,50%,
5,00%, dan 8,70%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 7,10%, 5,10%, 5,20%,
dan 5,00%.
Pada tahun 2026, PDB di dunia diproyeksikan mengalami pertumbuhan sebesar
3,10%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan
masing-masing sebesar 2,50%, 2,90%, 3,50%, dan 6,40%. Sedangkan untuk
kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India, Indonesia, Malaysia, Mesir, dan
Tiongkok masing-masing sebesar 7,40%, 5,10%, 4,50%, 4,80%, dan 4,60%.
IV.A.2. Inflasi
Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
negara.
Tabel 6
Pertumbuhan Inflasi
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Dunia 8,70 6,70 5,80 4,10 3,30 3,00 N/A
Negara Maju
AS 8,00 4,10 3,00 2,70 2,70 2,40 2,40
Hong Kong 1,90 2,10 1,80 1,40 1,70 1,80 1,80
Inggris 9,10 7,40 2,50 3,40 2,50 2,20 2,00
Jepang 2,50 3,30 2,70 3,20 1,90 2,00 2,00
Kanada 6,80 3,90 2,40 2,10 2,10 2,00 2,10
Kawasan Eropa 8,40 5,50 2,40 2,10 2,00 1,90 2,10
Singapura 6,10 4,90 2,40 0,90 1,50 1,70 1,60
Taiwan 3,00 2,50 2,20 1,70 1,70 1,70 1,70
Australia 6,60 5,60 3,20 2,80 3,50 2,70 2,40
Korea Selatan 5,10 3,60 2,30 2,10 2,00 1,90 2,00
Negara Berkembang
Brazil 9,30 4,60 4,40 5,00 4,00 3,90 3,60
India 6,70 5,70 5,00 2,20 2,10 3,90 4,20
Indonesia 4,20 3,80 2,30 1,90 2,80 2,60 2,60
Kolombia 10,20 11,80 6,60 5,10 5,70 4,60 3,80
Malaysia 3,40 2,50 1,80 1,40 1,80 2,00 2,30
Meksiko 7,90 5,60 4,70 3,80 3,80 3,80 3,60
Mesir 8,50 24,40 33,30 20,40 11,00 9,30 7,30
Tiongkok 2,00 0,20 0,20 0,10 0,70 1,00 1,50
Sumber: Bloomberg
29
Page 58
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025, inflasi di dunia
mengalami pertumbuhan sebesar 4,10%. Negara-negara maju yang memberikan
kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
Australia masing-masing sebesar 2,70%, 3,40%, 3,20%, dan 2,80%. Sedangkan
untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Brazil, Kolombia, dan Mesir masing-masing
sebesar 5,00%, 5,10%, dan 20,40%.
Selanjutnya, pada tahun 2026, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, dan Australia
masing-masing sebesar 2,70%, 2,50%, dan 3,50%. Sedangkan untuk kelompok
negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
pertumbuhan inflasi yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar 5,70% dan
11,00%.
IV.A.3. Suku Bunga
Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
Tabel 7
Suku Bunga Bank Sentral
(Dalam %)
Aktual Proyeksi
Keterangan
2022 2023 2024 2025 2026 2027
Negara Maju
AS 4,50 5,50 4,50 3,75 3,25 3,25
Hong Kong 4,75 5,75 4,75 4,00 N/A N/A
Inggris 3,50 5,25 4,75 3,75 3,25 3,25
Jepang (0,10) (0,10) 0,25 0,75 1,09 1,34
Kawasan Eropa 2,50 4,50 3,15 2,15 1,99 2,10
Taiwan 1,75 1,88 2,00 2,00 2,02 2,06
Australia 3,10 4,35 4,35 3,60 4,18 4,00
Korea Selatan 3,25 3,50 3,00 2,50 2,42 2,44
Negara Berkembang
Brazil 13,75 11,75 12,25 15,00 12,25 10,50
India 6,25 6,50 6,50 5,25 5,29 5,43
Indonesia 5,50 6,00 6,00 4,75 4,50 4,49
Kolombia 12,00 13,00 9,50 9,25 11,61 10,35
Malaysia 2,75 3,00 3,00 2,75 2,76 2,81
Meksiko 10,50 11,25 10,00 7,00 6,50 6,50
Mesir 16,25 19,25 27,25 20,00 N/A N/A
Tiongkok 3,65 3,45 3,10 3,00 2,83 2,74
Sumber: Bloomberg
30
Page 59
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025,
negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris,
dan Australia masing-masing sebesar 3,75%, 4,00%, 3,75%, dan 3,60%.
Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 15,00%, 9,25%, dan 20,00%.
Selanjutnya, pada tahun 2026, negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi
yaitu AS, Inggris, dan Australia masing-masing sebesar 3,25%, 3,25%, dan 4,18%.
Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
Kolombia, dan Meksiko masing-masing sebesar 12,25%, 11,61%, dan 6,50%.
IV.B. Tinjauan Ekonomi Indonesia
Pada triwulan IV 2025, ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi didukung oleh
berbagai kebijakan yang ditempuh Pemerintah dan BI. Pertumbuhan ekonomi
pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39% secara tahunan, lebih tinggi dari
pertumbuhan pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh
permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan
dampak positif berbagai stimulus kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan BI.
Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada
tahun 2025 yaitu sebesar 5,11 secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan
pertumbuhan pada tahun sebelumnya serta diikuti dengan perbaikan kualitas
ketenagakerjaan.
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Indonesia pada triwulan IV 2025 tetap dalam
kondisi yang baik dan berperan dalam menjaga ketahanan eksternal, ditandai
dengan neraca perdagangan yang tetap mencatat surplus pada Desember 2025
sebesar USD 2,5 miliar serta ekspor berbasis sumber daya alam. Perkembangan
ini mendorong tetap rendahnya defisit transaksi berjalan pada tahun 2025 di
kisaran defisit 0,5% sampai dengan surplus 0,3% dari PDB.
IV.C. Proyeksi Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan meningkat pada triwulan I 2026
dan berlanjut sepanjang tahun. Peningkatan konsumsi rumah tangga didorong
oleh berbagai program stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter,
serta ekspektasi konsumen yang terus membaik. momentum hari besar
keagamaan nasional, seperti tahun baru imlek, hari suci nyepi, dan idul fitri, turut
memperkuat aktivitas ekonomi pada periode tersebut. Investasi juga diproyeksikan
tumbuh lebih tinggi, didukung oleh peningkatan belanja Pemerintah, termasuk
program hilirisasi sumber daya alam, serta berlanjutnya perbaikan keyakinan
pelaku usaha. Dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan tersebut, BI
memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam
kisaran 4,9% – 5,7%, sejalan dengan sinergi kebijakan Pemerintah dan BI dalam
mendorong pertumbuhan.
31
Page 60
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 4,90% – 5,70%
pada 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, BI terus memperkuat bauran
kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan
sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan
sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan terus
bertahan. Pada tahun 2026, NPI diperkirakan akan terus membaik ditopang oleh
transaksi modal dan finansial yang semakin baik sejalan dengan prospek ekonomi
Indonesia yang positif serta defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam
kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari PDB. Selanjutnya, posisi cadangan
devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 meningkat menjadi sebesar
USD 154,60 miliar, setara dengan pembiayaan 6,30 bulan impor atau 6,10 bulan
impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
IV.D. Tingkat Suku Bunga
Fluktuasi suku bunga merupakan bagian dari kebijakan moneter yang dinamis
di mana keseimbangan antara inflasi, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan
ekonomi harus terjaga agar suku bunga dapat terkendali dan mendukung
perekonomian nasional. Per Januari 2026, suku bunga deposito satu bulan adalah
sebesar 4,13%, mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama
tahun sebelumnya yaitu sebesar 4,81%. Penurunan suku bunga kredit perbankan
cenderung lebih lambat, yaitu sebesar 0,40% di mana sebesar 9,20% pada
periode Januari 2025 menjadi sebesar 8,80% pada Januari 2026.
Grafik 1
Perkembangan Suku Bunga BI
7,00%
6,00%
6,00%
6,00% 4,75%
5,00% 5,50% 4,50%
4,00% 4,49%
3,00%
2,00%
1,00%
0,00%
2022 2023 2024 2025 2026* 2027*
* Proyeksi
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada tahun 2025
adalah sebesar 4,75% di mana mengalami penurunan sebesar 1,25%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2026 dan 2027, suku bunga
BI diproyeksikan masing-masing sebesar 4,50% dan 4,49%.
32
Page 61
IV.E. Inflasi
Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran dengan inflasi indeks
harga konsumen pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55% secara tahunan.
Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,45% secara tahunan
sejalan dengan kapasitas perekonomian yang masih dapat memenuhi
peningkatan kegiatan ekonomi. Inflasi kelompok volatile food juga terjaga rendah
sebesar 1,14% secara tahunan seiring dengan peningkatan pasokan komoditas
pertanian pada masa panen.
BI memproyeksikan inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap terjaga dalam sasaran
2,5 ± 1%. Inflasi inti diproyeksikan tetap rendah sejalan dengan pertumbuhan
ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga
kebijakan moneter BI dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan
sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali. Sementara itu, inflasi
volatile food diproyeksikan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara BI
bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah dan penguatan implementasi
Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera.
Grafik 2
Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Indonesia
4,50%
3,80%
4,00%
3,50% 4,20%
2,80%
3,00% 2,60%
2,30%
2,50% 1,90%
2,60%
2,00%
1,50%
1,00%
0,50%
0,00%
2022 2023 2024 2025 2026* 2027* 2028*
* Proyeksi
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi di Indonesia pada tahun
2026, 2027, dan 2028 diproyeksikan masing-masing sebesar 2,80%, 2,60%, dan
2,60%.
33
Page 62
Tabel 8
Kontributor Inflasi Terbesar
Berdasarkan Provinsi
(Dalam %)
No. Keterangan Inflasi
1 Aceh 6,69
2 Sulawesi Tenggara 5,10
3 Papua Barat 5,02
4 Maluku Utara 4,86
5 Maluku 4,70
6 Kalimantan Selatan 4,66
7 Sulawesi Tengah 4,55
8 Gorontalo 4,53
9 Riau 4,43
10 Sulawesi Barat 4,34
Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Februari 2026
Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Tinjauan Kebijakan
Moneter Februari 2026, Provinsi di Indonesia dengan kontribusi inflasi terbesar
yaitu Aceh, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat masing-masing sebesar 6,69%,
5,10%, dan 5,02%.
IV.F. Nilai Tukar Rupiah
Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Tinjauan Kebijakan
Moneter Februari 2026, nilai tukar Rupiah diproyeksikan akan stabil dan
cenderung menguat dengan langkah-langkah stabilisasi yang terus dilakukan
serta didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tercermin pada
imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi
yang terus meningkat. Nilai tukar Rupiah pada 18 Februari 2026 tercatat sebesar
Rp 16.880 per USD, di mana relatif melemah bila dibandingkan dengan periode
akhir Januari 2026. Pelemahan nilai tukar tersebut terutama dipengaruhi oleh
tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah meningkatnya
permintaan valas korporasi domestik sejalan dengan peningkatan kegiatan
ekonomi.
BI memandang nilai tukar Rupiah telah dinilai rendah (undervalued) dibandingkan
dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia, termasuk konsistensi dengan
pengendalian inflasi sesuai sasaran 2,5 ± 1% pada 2026 dan 2027. Untuk itu, BI
terus meningkatkan intensitas stabilisasi nilai tukar Rupiah baik melalui intervensi
di pasar non-deliverable forward luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan
domestic non-deliverable forward di pasar dalam negeri.
34
Page 63
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing
22.000
20.000
18.000
16.000
14.000
12.000
10.000
8.000
Q2/2026 Q3/2026 Q4/2026 2027 2028
EUR 19.824 20.081 20.160 20.040 19.756
SGD 13.333 13.393 13.440 13.307 13.116
USD 16.800 16.875 16.800 16.700 16.395
Sumber: Bloomberg
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 19.824, Rp 20.081, Rp 20.160, Rp 20.040,
dan Rp 19.756.
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 13.333, Rp 13.393, Rp 13.440, Rp 13.307,
dan Rp 13.116.
Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 16.800, Rp 16.875, Rp 16.800, Rp 16.700,
dan Rp 16.395.
35
Page 64
V. TINJAUAN INDUSTRI NIKEL
V.A. Tinjauan Industri Nikel di Dunia
Nikel merupakan jenis sumber daya yang paling banyak digunakan sebagai bahan
baku pembuatan baja tahan karat, pelapisan, baterai, pesawat terbang,
obat-obatan, otomotif, dan turbin uap. Sebagai bahan baku esensial dalam
perubahan teknologi dan manufaktur global, saat ini kebutuhan terhadap nikel
di dunia menjadi peran penting dalam revolusi industri modern. Terlebih
penggunaan nikel dalam revolusi kendaraan listrik, nikel menjadi komponen kunci
untuk baterai lithium-ion. Selain itu, nikel menjadi komponen vital untuk berbagai
perangkat elektronik seperti ponsel, kamera, dan laptop.
Pertumbuhan pasar nikel juga didorong dengan sifatnya yang berguna untuk
banyak hal, memiliki daya tahan yang baik, dan sifat elektromagnetik.
Ketahanannya akan korosi juga sangat baik menjadi nilai tambah dari nikel sendiri
untuk digunakan dalam beberapa industri terutama industri minyak dan gas serta
produsen baja tahan karat. Pertumbuhan industri baterai litium juga menjadi salah
satu hal yang membuat permintaan nikel di masyarakat menjadi meningkat, hal ini
dikarenakan ketahanan terhadap korosi dan panas. Industri kontruksi, arsitektur,
dan kelautan juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan
nikel di dunia.
Grafik 4
Harga Nikel Global
Periode Q1 2025 – Q4 2025
(Dalam USD Per Metrik Ton/MT)
17.000
16.500
16.000
15.500
15.000
14.500
14.000
Q1 2025 Q2 2025 Q3 2025 Q4 2025
Harga Nikel 15.945 15.125 15.265 16.750
Sumber: Trading Economics
36
Page 65
Berdasarkan data yang diperoleh dari FRED, harga nikel global terus mengalami
penurunan selama periode Q1 – Q3 2025 yaitu masing-masing sebesar
USD 15.569,76 per MT, USD 15,166,50 per MT, dan USD 15.028,42 per MT atau
setara dengan penurunan sebesar 2,59% dan 0,91% masing-masing untuk
periode Q2 2025 dan Q3 2025. Penurunan harga nikel disebabkan oleh kelebihan
pasokan nikel terutama feronikel di Indonesia dan nikel sulfat serta bahan anoda
yang digunakan untuk baterai di Cina.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Trading Economics, pada tanggal
30 Januari 2026, harga komoditas nikel di dunia adalah sebesar
USD 17.547,10 per ton di mana harga tersebut mengalami kenaikan sebesar
USD 788,30 per ton atau setara 4,70% jika dibandingkan harga komoditas nikel
di dunia pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 16.758,80 per ton.
Tabel 9
Harga Nikel Dunia
Periode Q1 2026 - Q4 2026
(Dalam USD/MT)
Keterangan Q1 2026 Q2 2026* Q3 2026* Q4 2026*
Median 15.200 15.500 15.425 15.500
Mean 15.204 15.355 15.456 15.476
High 16.000 16.500 17.500 17.000
Low 14.202 13.997 13.795 14.500
Sumber: Bloomberg
* Proyeksi
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada Q1 2026 harga nikel
tertinggi berada pada USD 16,00 ribu per MT, sedangkan jika dilihat secara
keseluruhan periode, harga nikel dunia tertinggi diproyeksikan mencapai
USD 17,50 ribu per MT pada periode Q3 2026. Jika dilihat dari harga median,
harga nikel dunia cenderung mengalami fluktuasi dengan proyeksi harga tertinggi
yaitu sebesar USD 15,50 ribu per MT pada Q4 2026.
37
Page 66
Grafik 5
Proyeksi Ukuran Pasar Nikel di Dunia
Tahun 2026 – 2034
(Dalam miliar USD)
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034
Ukuran Pasar 44,49 47,61 50,99 54,66 58,65 62,99 67,71 72,86 78,47 83,77
Sumber: Precedence Research
Menurut data yang diperoleh dari Precedence Research, ukuran pasar nikel di
dunia pada tahun 2025 hingga 2034 diproyeksikan terus mengalami kenaikan
setiap tahunnya dengan jumlah masing-masing sebesar USD 44,49 miliar,
USD 47,61 miliar, USD 50,99 miliar, USD 54,66 miliar, USD 58,65 miliar,
USD 62,99 miliar, USD 67,71 miliar, USD 72,86 miliar, USD 78,47 miliar, dan
USD 83,77 miliar dengan proyeksi kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2033
di dengan jumlah kenaikan sebesar USD 5,61 miliar atau setara dengan 7,70%.
Pertumbuhan ukuran pasar nikel didukung oleh pertumbuhan berkelanjutan
di sektor konstruksi dan infrastruktur, kebutuhan akan baja tahan karat dalam
aplikasi seperti bahan bangunan, pipa, dan komponen otomotif.
Secara umum, meskipun kondisi pasar nikel global diperkirakan masih mengalami
surplus pada tahun 2025 dan akan meningkat pada tahun 2026, permintaan nikel
juga diproyeksikan bertumbuh sejalan dengan perkembangan penggunaan di
sektor industri utama seperti stainless steel dan baterai kendaraan listrik. Menurut
INSG, permintaan nikel global diperkirakan naik dari sekitar 3,60 juta MT pada
tahun 2025 menjadi sekitar 3,82 juta MT pada tahun 2026, yang mencerminkan
adanya ekspansi konsumsi meskipun jumlah produksi diproyeksikan meningkat
lebih cepat sehingga kondisi surplus pasar tetap terjadi. Peningkatan permintaan
tersebut menunjukkan bahwa nikel tetap menjadi komoditas strategis bagi sektor
manufaktur dan transisi energi, sehingga prospek industri dalam jangka menengah
tetap didukung oleh pertumbuhan kebutuhan global meskipun tantangan kelebihan
pasokan masih berlangsung dalam jangka pendek.
38
Page 67
V.B. Tinjauan Industri Nikel di Indonesia
Indonesia memiliki wilayah dengan tambang nikel yang sangat luas dan memiliki
cadangan yang melimpah. Menurut Badan Geologi Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Indonesia memiliki potensi formasi
pembawa nikel hingga 2,00 juta hektare (ha) dan dari luasan tersebut, hanya
sekitar 800,00 ribu hektar yang sudah tereksplorasi dan menjadi izin usaha
pertambangan. Hal ini yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan
cadangan dan produksi nikel terbesar di dunia.
Penyebaran nikel yang tersebar di berbagai wilayah besar Indonesia seperti Aceh,
Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku tidak hanya memberikan manfaat
ekonomi, tetapi juga membuka peluang besar untuk kemajuan industri nasional.
Pemerintah mendorong era peralihan teknologi baru dari kendaraan berbahan
bakar minyak menjadi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Peralihan
teknologi baru tersebut menciptakan peluang bagi Indonesia untuk dapat
menciptakan komponen dan industri sendiri.
Tabel 10
Harga Mineral Acuan Bijih Nikel
Januari 2025
(Dalam FOB per wet MT/wmt )
Correction
Kadar Nikel MC 30,00% MC 35,00%
Factor
1,60% 17,00% 29,82 27,69
1,70% 18,00% 33,54 31,15
1,80% 19,00% 37,49 34,81
1,90% 20,00% 41,66 38,68
2,00% 21,00% 46,04 42,75
Sumber: Asosiasi Penambang Nikel Indonesia
Dalam skala domestik, Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), telah merilis
harga bijih nikel untuk berbagai kadar nikel (Ni). Bijih nikel dengan kadar Ni
terendah, yaitu 1,60% memiliki harga MC 30,00% sebesar USD 28,56/wmt,
sedangkan MC 35,00% sebesar USD 26,52/wmt. Harga ini terus meningkat seiring
naiknya kadar Ni. Bijih nikel dengan kadar tertinggi, yaitu 2,00%, berada pada
kisaran sebesar USD 44,10/wmt untuk MC 30,00%, sedangkan MC 35,00% yaitu
sebesar USD 40,95/wmt untuk MC 35,00%. Menurut APNI, harga nikel November
periode II 2025 tercatat sebesar USD 14.998,67 per dry MT/dmt, turun dibanding
periode I yang berada di level USD 15.075,33 per dmt atau turun sekitar
USD 76,66. Harga ini menjadi acuan utama transaksi nikel di Indonesia,
khususnya dalam perdagangan bijih nikel dengan kadar air atau MC 30 – 35%
dengan basis FOB.
39
Page 68
Tabel 11
Ekspor dan Impor Nikel dan Barang Daripadanya
Mei 2025
Nilai Ekspor Berat Ekspor Nilai Impor Berat Impor
Keterangan
(USD) (KG) (USD) (KG)
Nikel dan barang daripadanya 741.427.003,85 209.611.549,07 3.287.484,49 151.666,62
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Menurut informasi yang diperoleh dari BPS, pada bulan Desember 2025, ekspor
nikel dan barang daripadanya adalah sebesar USD 1,275 juta atau setara dengan
243,54 juta kg, sedangka impor nikel dan barang daripadanya pada bulan
Desember 2025 adalah sebesar USD 14,21 juta atau setara dengan 0,40 juta kg.
Selisih antara ekspor dan impor nikel dan barang daripadanya pada bulan
Desember 2025 adalah sebesar USD 1.261,78 juta atau setara dengan
243,14 juta kg.
Sejalan dengan dinamika kebijakan produksi dalam negeri, Forum Industri Nikel
Indonesia memproyeksikan bahwa impor bijih nikel pada tahun 2026 dapat
meningkat hingga mencapai 50 juta wmt, naik signifikan dibandingkan realisasi
tahun 2025 yang diperkirakan sekitar 15 juta ton. Peningkatan impor tersebut
dipicu oleh kebutuhan bahan baku smelter yang terus bertambah, khususnya di
kawasan industri nikel Maluku Utara yang memiliki kapasitas pengolahan besar
namun menghadapi keterbatasan pasokan bijih lokal. Sekitar 80% impor bijih nikel
tercatat masuk melalui pelabuhan di wilayah tersebut. Kondisi ini menunjukkan
adanya tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kebijakan pengendalian
produksi dan keberlanjutan operasional industri hilir, sehingga koordinasi antara
pengaturan kuota tambang dan kebutuhan smelter menjadi faktor krusial bagi
stabilitas industri nikel nasional pada tahun 2026.
Dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik nikel saat ini, Indonesia berada
pada posisi yang sangat strategis dalam struktur pasokan global. Kepemilikan
cadangan dan kapasitas produksi terbesar di dunia menjadikan Indonesia aktor
utama dalam menjaga keseimbangan pasar internasional, terutama di tengah
tekanan produksi dan profitabilitas di sejumlah negara lain. Kondisi ini membuka
peluang bagi Indonesia untuk memperkuat daya tawar dalam rantai pasok global
sekaligus mengakselerasi program hilirisasi dan peningkatan nilai tambah
domestik. Melalui pengelolaan kebijakan yang terintegrasi antara sektor
pertambangan dan pengolahan, industri nikel nasional memiliki prospek yang kuat
untuk terus menjadi penopang utama pembangunan industri dan agenda transisi
energi ke depan.
40
Page 69
VI. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS
VI.A. PT Sumber Mineral Abadi
Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022 masing-masing telah diaudit oleh
KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan SMA
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh
KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
Ikhtisar data keuangan penting SMA adalah sebagai berikut:
VI.A.1. Laporan Posisi Keuangan
Tabel 12
PT Sumber Mineral Abadi
Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 849 83.212 2.477 895 36
Persediaan 16.935 16.935 17.813 - -
Uang muka 54.871 33.982 58.356 - -
Piutang usaha - pihak ketiga - 32.419 38.104 - -
Piutang non usaha - pihak ketiga - 6 - - -
Pajak dibayar dimuka - - 13 - -
Jumlah Aset Lancar 72.656 166.554 116.764 895 36
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 6.600 7.677 7.263 3.286 356
Properti pertambangan - neto 41.104 33.225 31.682 3.428 1.502
Aset pajak tangguhan 10.893 6.156 2.808 - -
Uang muka 176.458 136.634 - - -
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 7.491 - - - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 242.546 183.692 41.753 6.714 1.859
JUMLAH ASET 315.202 350.246 158.516 7.609 1.894
41
Page 70
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Biaya yang masih harus dibayar 18.574 30.070 40.549 650 338
Utang pajak 1.841 990 3 1 33
Utang usaha - pihak ketiga 176 37.767 4.031 - -
Utang non usaha - pihak ketiga 34.062 - 281 - -
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek 115 34 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 54.769 68.861 44.863 651 371
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang 783 400 399 - -
Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi, dan
penutupan tambang 2.986 2.146 - - -
Utang lain-lain pihak ketiga - - - 17.040 6.614
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.769 2.547 399 17.040 6.614
JUMLAH LIABILITAS 58.538 71.408 45.262 17.691 6.985
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Modal saham 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000
Tambahan modal disetor 111 111 111 111 111
Defisit (80.309) (58.247) (36.857) (35.193) (30.201)
Uang muka setoran modal 311.865 311.865 125.000 - -
Penghasilan (kerugian) komprehensif lain (3) 109 - - -
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) 256.664 278.838 113.254 (10.082) (5.090)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 315.202 350.246 158.516 7.609 1.894
VI.A.2. Aset
Jumlah aset SMA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 315,20 miliar, Rp 350,25 miliar,
Rp 158,52 miliar, Rp 7,61 miliar, dan Rp 1,89 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah aset SMA mengalami penurunan sebesar
Rp 35,04 miliar atau setara dengan 10,01% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan kas dan bank, piutang usaha – pihak ketiga, dan aset tetap - neto
masing-masing sebesar Rp 82,36 miliar, Rp 32,42 miliar, dan Rp 1,08 miliar yang
disertai dengan kenaikan uang muka dan properti pertambangan masing-masing
sebesar Rp 60,71 miliar dan Rp 7,88 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset SMA mengalami kenaikan sebesar
Rp 191,73 miliar atau setara dengan 120,95% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
kas dan bank, uang muka, dan aset pajak tangguhan masing-masing sebesar Rp
80,74 miliar, Rp 112,26 miliar, dan Rp 3,35 miliar yang disertai dengan penurunan
piutang usaha – pihak ketiga sebesar Rp 5,69 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset SMA mengalami kenaikan sebesar
Rp 150,91 miliar dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan uang muka,
piutang usaha – pihak ketiga, dan properti pertambangan – neto masing-masing
sebesar Rp 58,36 miliar, Rp 38,10 miliar, dan Rp 28,25 miliar.
42
Page 71
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset SMA mengalami kenaikan sebesar
Rp 5,72 miliar dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kas dan
bank, aset tetap – neto, dan properti pertambangan - neto masing-masing sebesar
Rp 0,86 miliar, Rp 2,93 miliar, dan Rp1,93 miliar.
VI.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas SMA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 58,54 miliar, Rp 71,41 miliar,
Rp 45,26 miliar, Rp 17,69 miliar, dan Rp 6,99 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah liabilitas SMA mengalami penurunan
sebesar Rp 12,87 miliar atau setara dengan 18,02% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan biaya yang masih harus dibayar dan utang usaha masing-masing
sebesar Rp 11,50 miliar dan Rp 37,59 miliar yang disertai dengan kenaikan
utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 34,06 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas SMA mengalami kenaikan
sebesar Rp 26,15 miliar atau setara dengan 57,77% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan utang usaha – pihak ketiga dan provisi pembongkaran, rehabilitasi,
reklamasi, dan penutupan tambang masing-masing sebesar Rp 33,74 miliar dan
Rp 2,15 miliar yang disertai dengan penurunan biaya yang masih harus dibayar
sebesar Rp 10,48 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas SMA mengalami kenaikan
sebesar Rp 27,57 miliar atau setara dengan 155,84% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan biaya yang masih harus dibayar dan utang usaha – pihak ketiga
masing-masing sebesar Rp 39,90 miliar dan Rp 4,03 miliar yang disertai dengan
penurunan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 17,04 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas SMA mengalami kenaikan
sebesar Rp 10,71 miliar atau setara dengan 153,29% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan biaya yang masih harus dibayar dan utang lain-lain pihak ketiga sebesar
Rp 0,31 miliar dan Rp 10,43 miliar.
VI.A.4. Ekuitas/Defisiensi Modal
Jumlah ekuitas SMA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, dan 2023
masing-masing adalah sebesar Rp 256,66 miliar, Rp 278,84 miliar, dan
Rp 113,25 miliar. Jumlah defisiensi modal SMA pada tanggal-tanggal
31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 10,08 miliar dan
Rp 5,09 miliar.
43
Page 72
Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah ekuitas SMA mengalami penurunan
sebesar Rp 22,17 miliar atau setara dengan 7,95% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
rugi tahun berjalan yang dibukukan SMA sebesar Rp 22,06 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas SMA mengalami kenaikan
sebesar Rp 165,58 miliar atau setara dengan 146,21% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh uang muka setoran modal sebesar Rp 186,87 miliar yang disertai
dengan rugi tahun berjalan yang dibukukan SMA sebesar Rp 21,39 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah ekuitas SMA mengalami kenaikan
sebesar Rp 123,34 miliar dibandingkan dengan jumlah defisiensi modal pada
tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh uang muka
setoran modal sebesar Rp 125,00 miliar yang disertai dengan rugi tahun berjalan
yang dibukukan SMA sebesar Rp 1,66 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah defisiensi modal SMA mengalami
kenaikan sebesar Rp 4,99 miliar atau setara dengan 98,08% dibandingkan dengan
jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini seluruhnya
disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SMA sebesar
Rp 4,99 miliar.
VI.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Tabel 13
PT Sumber Mineral Abadi
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Penjualan 34.279 325.120 43.501 - -
Beban pokok penjualan 35.640 322.099 36.357 - -
Laba (rugi) bruto (1.361) 3.020 7.144 - -
Beban umum dan administrasi (24.827) (27.463) (8.569) (3.559) (2.030)
Beban lainnya - neto - - - (1.204) -
Rugi usaha (26.187) (24.443) (1.425) (4.763) (2.030)
Beban keuangan - - (820) (229) (100)
Beban lainnya - neto (580) (326) (27) - (27)
Rugi selisih kurs - neto - - (2.201) - -
Rugi sebelum manfaat pajak penghasilan (26.767) (24.769) (4.472) (4.992) (2.158)
Manfaat pajak penghasilan - neto 4.705 3.379 2.808 - -
Rugi tahun berjalan (22.062) (21.390) (1.664) (4.992) (2.158)
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya (112) 109 - - -
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan (22.174) (21.281) (1.664) (4.992) (2.158)
44
Page 73
VI.A.6. Penjualan
Penjualan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp 34,28 miliar, Rp 325,12 miliar, dan Rp 43,50 miliar. Untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, SMA belum membukukan
penjualan.
Penjualan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
mengalami penurunan sebesar Rp 290,84 miliar atau setara dengan 89,46%
dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024.
Penjualan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
mengalami kenaikan sebesar Rp 281,62 miliar atau setara dengan 647,39%
dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023.
VI.A.7. Rugi Tahun Berjalan
Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
Rp 22,06 miiar, Rp 21,39 miliar, Rp 1,66 miliar, Rp 4,99 miliar, dan Rp 2,16 miliar.
Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,67 miliar atau setara
dengan 3,14% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024.
Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 19,73 miliar dibandingkan
dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023.
Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 3,33 miliar atau setara
dengan 66,68% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 2,83 miliar atau setara
dengan 131,32% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
45
Page 74
VI.A.8. Laporan Arus Kas
Tabel 14
PT Sumber Mineral Abadi
Laporan Arus Kas
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pembayaran kas untuk:
Pemasok (148.452) (420.881) (73.343) (4.704) (2.961)
Karyawan (19.933) (14.744) (3.480) (457) (288)
Penerimaan kas dari pelanggan 66.698 330.805 5.396 - -
Penerimaan bunga 91 121 - - -
Pembayaran beban keuangan - - (1.205) - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (101.595) (104.699) (72.632) (5.161) (3.249)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (112) (1.431) (4.540) (3.228) (384)
Penambahan properti pertambangan (7.228) - (29.205) - -
Penempatan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya (7.491) - - - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (14.830) (1.431) (33.745) (3.228) (384)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) utang non-usaha pihak ketiga - - (17.040) 9.248 3.653
Penerimaan dari atas pinjaman pihak ketiga 34.062 - - - -
Uang muka untuk setoran modal - 186.865 - - -
Uang muka untuk pembelian saham dimasa depan - - 125.000 - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 34.062 186.865 107.960 9.248 3.653
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (82.363) 80.735 1.583 859 20
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 83.212 2.477 895 36 15
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 849 83.212 2.477 895 36
Arus Kas untuk Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 101,60 miliar, Rp 104,70 miliar, Rp 72,63 miliar,
Rp 5,16 miliar, dan Rp 3,25 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 101,60 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas untuk pemasok dan pembayaran kas untuk
karyawan masing-masing sebesar Rp 148,45 miliar dan Rp 19,93 miliar yang
disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 66,70 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 104,70 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas untuk pemasok sebesar Rp 420,88 miliar yang
disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 330,81 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 72,63 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas untuk pemasok sebesar Rp 73,34 miliar yang disertai
dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5,40 miliar.
46
Page 75
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 5,16 miliar terutama berasal
dari pembayaran kas untuk pemasok sebesar Rp 4,70 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 3,25 miliar terutama berasal
dari pembayaran kas untuk pemasok sebesar Rp 2,96 miliar.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 14,83 miliar, Rp 1,43 miliar, Rp 33,75 miliar,
Rp 3,23 miliar, dan Rp 0,38 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 14,83 miliar terutama
berasal dari penambahan properti pertambangan dan penempatan deposito
berjangka yang dibatasi penggunaannya masing-masing sebesar Rp 7,23 miliar
dan Rp 7,49 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 1,43 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 33,75 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan properti pertambangan
masing-masing sebesar Rp 4,54 miliar dan Rp29,21 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 3,23 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,38 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 34,06 miliar, Rp 186,87 miliar, Rp 107,96 miliar,
Rp 9,25 miliar, dan Rp 3,65 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 34,06 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan dari atas pinjaman pihak ketiga.
47
Page 76
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 186,87 miliar seluruhnya
berasal dari uang muka untuk setoran modal.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 107,96 miliar terutama
berasal dari uang muka pembelian saham di masa depan sebesar Rp 125,00 miliar
yang disertai dengan pembayaran utang non-usaha pihak ketiga sebesar
Rp 17,04 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 9,25 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan utang non-usaha pihak ketiga.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 3,65 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan utang non-usaha pihak ketiga.
VI.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Tabel 15
PT Sumber Mineral Abadi
Rasio-rasio Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Rasio Likuiditas
Lancar 1,33 2,42 2,60 1,37 0,10
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,11 0,93 0,27 - -
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,81 0,80 0,71 (1,33) (2,69)
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,19 0,20 0,29 2,33 3,69
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,23 0,26 0,40 (1,75) (1,37)
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor -3,97% 0,93% 16,42% - -
Marjin rugi usaha -76,39% -7,52% -3,28% - -
Marjin rugi bersih -64,36% -6,58% -3,82% - -
Rugi usaha terhadap jumlah aset -8,31% -6,98% -0,90% -62,59% -107,18%
Imbal hasil aset -7,00% -6,11% -1,05% -65,61% -113,92%
Rugi usaha terhadap jumlah ekuitas -10,20% -8,77% -1,26% 47,24% 39,89%
Imbal hasil ekuitas -8,60% -7,67% -1,47% N/A N/A
VI.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SMA dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SMA. Pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, dan 2023, rasio perputaran jumlah aset masing-masing
adalah 0,11; 0,93; dan 0,27.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SMA
terhadap jumlah aset SMA. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, dan
2023, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,81; 0,80; dan
0,71.
48
Page 77
VI.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan SMA untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,19; 0,20; 0,29; 2,33;
dan 3,69 sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, dan 2023 masing-masing adalah 0,23; 0,26; dan 0,40.
VI.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SMA dalam menghasilkan laba
bersih dari aset yang dimilikinya.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SMA dalam menghasilkan
laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
VI.B. Analisis atas Common Size PT Sumber Mineral Abadi
Berikut adalah analisis common size SMA untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.
Ikhtisar common size SMA adalah sebagai berikut:
Tabel 16
PT Sumber Mineral Abadi
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 0,27% 23,76% 1,56% 11,76% 1,88%
Persediaan 5,37% 4,84% 11,24% 0,00% 0,00%
Uang muka 17,41% 9,70% 36,81% 0,00% 0,00%
Piutang usaha - pihak ketiga 0,00% 9,26% 24,04% 0,00% 0,00%
Piutang non usaha - pihak ketiga 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pajak dibayar dimuka 0,00% 0,00% 0,01% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Lancar 23,05% 47,55% 73,66% 11,76% 1,88%
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 2,09% 2,19% 4,58% 43,18% 18,82%
Properti pertambangan - neto 13,04% 9,49% 19,99% 45,06% 79,31%
Aset pajak tangguhan 3,46% 1,76% 1,77% 0,00% 0,00%
Uang muka 55,98% 39,01% 0,00% 0,00% 0,00%
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 2,38% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Tidak Lancar 76,95% 52,45% 26,34% 88,24% 98,12%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
49
Page 78
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Biaya yang masih harus dibayar 5,89% 8,59% 25,58% 8,55% 17,85%
Utang pajak 0,58% 0,28% 0,00% 0,01% 1,72%
Utang usaha - pihak ketiga 0,06% 10,78% 2,54% 0,00% 0,00%
Utang non usaha - pihak ketiga 10,81% 0,00% 0,18% 0,00% 0,00%
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek 0,04% 0,01% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 17,38% 19,66% 28,30% 8,56% 19,57%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang 0,25% 0,11% 0,25% 0,00% 0,00%
Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi, dan
penutupan tambang 0,95% 0,61% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang lain-lain pihak ketiga 0,00% 0,00% 0,00% 223,94% 349,11%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1,20% 0,73% 0,25% 223,94% 349,11%
JUMLAH LIABILITAS 18,57% 20,39% 28,55% 232,50% 368,68%
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Modal saham 7,93% 7,14% 15,77% 328,56% 1319,65%
Tambahan modal disetor 0,04% 0,03% 0,07% 1,46% 5,85%
Defisit -25,48% -16,63% -23,25% -462,52% -1594,19%
Uang muka setoran modal 98,94% 89,04% 78,86% 0,00% 0,00%
Penghasilan (kerugian) komprehensif lain 0,00% 0,03% 0,00% 0,00% 0,00%
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) 81,43% 79,61% 71,45% -132,50% -268,68%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Tabel 17
PT Sumber Mineral Abadi
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Penjualan 100,00% 100,00% 100,00% N/A N/A
Beban pokok penjualan 103,97% 99,07% 83,58% N/A N/A
Laba (rugi) bruto -3,97% 0,93% 16,42% N/A N/A
Beban umum dan administrasi -72,42% -8,45% -19,70% N/A N/A
Beban lainnya - neto 0,00% 0,00% 0,00% N/A N/A
Rugi usaha -76,39% -7,52% -3,28% N/A N/A
Beban keuangan 0,00% 0,00% -1,88% N/A N/A
Beban lainnya - neto -1,69% -0,10% -0,06% N/A N/A
Rugi selisih kurs - neto 0,00% 0,00% -5,06% N/A N/A
Rugi sebelum manfaat pajak penghasilan -78,09% -7,62% -10,28% N/A N/A
Manfaat pajak penghasilan - neto 13,73% 1,04% 6,46% N/A N/A
Rugi tahun berjalan -64,36% -6,58% -3,82% N/A N/A
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya -0,33% 0,03% 0,00% N/A N/A
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan -64,69% -6,55% -3,82% N/A N/A
50
Page 79
VI.C. Analisis atas Common Size Industri Nikel
Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan SMA, yaitu
PT Aneka Tambang Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, dan PT Timah Tbk
masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.
Ikhtisar common size untuk PT Aneka Tambang Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, dan
PT Timah Tbk masing-masing adalah sebagai berikut:
VI.C.1. PT Aneka Tambang Tbk
Tabel 18
PT Aneka Tambang Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 16,05% 10,67% 21,49% 13,31% 15,46%
Piutang usaha
Pihak ketiga 2,56% 2,12% 2,55% 2,29% 2,81%
Pihak berelasi 1,87% 0,46% 0,01% 3,16% 1,58%
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 0,35% 0,14% 0,92% 1,53% 1,51%
Pihak berelasi 0,77% 0,60% 0,00% 0,00% 0,00%
Persediaan 14,72% 13,57% 8,10% 8,64% 9,44%
Pajak dibayar di muka
Pajak penghasilan badan 1,32% 0,00% 0,11% 0,02% 0,02%
Pajak lainnya 1,37% 1,63% 0,77% 1,18% 1,01%
Biaya dibayar di muka 0,08% 0,03% 0,07% 0,06% 0,05%
Aset keuangan lancar lainnya 4,34% 10,25% 11,96% 2,89% 2,93%
Aset lancar lainnya 0,40% 0,93% 0,85% 0,17% 0,82%
Aset yang dimiliki untuk dijual 0,00% 0,00% 0,00% 1,52% 0,00%
Jumlah Aset Lancar 43,83% 40,41% 46,82% 34,77% 35,63%
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya 0,88% 0,81% 0,68% 0,63% 0,51%
Investasi pada etitas asosiasi - bersih 17,13% 12,19% 5,99% 8,05% 5,38%
Aset tetap 27,45% 35,14% 37,77% 48,97% 51,23%
Properti pertambangan 1,65% 1,30% 1,44% 2,14% 2,07%
Aset eksplorasi dan evaluasi 2,18% 2,14% 1,73% 1,55% 1,81%
Aset tak berwujud 0,14% 0,15% 0,11% 0,10% 0,13%
Pajak dibayar dimuka
Pajak penghasilan badan 0,22% 1,91% 0,10% 0,38% 0,19%
Pajak lainnya 0,64% 1,44% 1,46% 1,51% 1,32%
Aset pajak tangguhan 1,82% 0,97% 0,43% 0,47% 0,34%
Goodwill 0,13% 0,15% 0,16% 0,20% 0,21%
Aset tidak lancar lainnya 3,72% 2,86% 3,31% 1,23% 1,19%
Piutang lain-lain - pihak berelasi 0,21% 0,54% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Aset Tidak Lancar 56,17% 59,59% 53,18% 65,23% 64,37%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
51
Page 80
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 3,04% 3,98% 3,62% 3,87% 4,25%
Beban akrual 6,81% 3,62% 4,17% 2,31% 2,20%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 1,37% 0,84% 0,86% 1,15% 0,34%
Utang pajak
Pajak penghasilan badan 1,45% 0,09% 1,02% 0,30% 0,56%
Pajak lainnya 0,15% 0,30% 0,47% 0,52% 0,43%
Pinjaman investasi bagian jangka pendek 0,00% 0,00% 1,46% 2,19% 3,28%
Utang lain-lain 0,63% 0,81% 1,05% 1,41% 1,85%
Uang muka pelanggan bagian jangka pendek 0,00% 0,00% 2,08% 1,98% 3,41%
Bagian lancar atas:
Liabilitas sewa 0,13% 0,12% 0,18% 0,25% 0,18%
Pinjaman bank 2,53% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Provisi 0,21% 3,58% 2,77% 3,20% 0,12%
Liabilitas kontrak 2,12% 8,61% 0,00% 0,00% 0,00%
Pinjaman bank jangka pendek 0,00% 0,00% 2,34% 0,56% 3,31%
Liabilitas terkait dengan aset yang dimiliki untuk dijual 0,00% 0,00% 0,00% 0,02% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 18,43% 21,95% 20,01% 17,75% 19,94%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 0,10% 0,10% 0,15% 0,19% 0,25%
Provisi 3,40% 2,14% 2,43% 2,47% 2,38%
Liabilitas kontrak 0,53% 0,95% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 2,15% 2,54% 2,62% 2,90% 2,75%
Liabilitas jangka panjang lainnya 0,16% 0,01% 0,01% 0,01% 0,13%
Pinjaman investasi setelah dikurangi bagian
jangka pendek 0,00% 0,00% 2,06% 6,19% 11,25%
Pinjaman bank 5,56% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 11,89% 5,73% 7,26% 11,75% 16,76%
JUMLAH LIABILITAS 30,33% 27,68% 27,27% 29,51% 36,70%
EKUITAS
Modal saham 4,57% 5,40% 5,61% 7,14% 7,30%
Tambahan modal disetor - neto 18,46% 21,78% 22,63% 11,70% 11,95%
Penghasilan komprehensif lain
Selisih kurs dari penjabaran laporan keuangan 2,83% 3,01% 2,78% 3,62% 3,69%
Surplus revaluasi aset 5,78% 6,82% 6,91% 8,96% 9,16%
Cadangan lindung nilai arus kas -0,19% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Saldo laba 35,75% 33,66% 33,58% 39,07% 31,21%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 67,20% 70,66% 71,51% 70,49% 63,30%
Kepentingan non-pengendali 2,48% 1,67% 1,22% 0,00% 0,00%
JUMLAH EKUITAS 69,67% 72,32% 72,73% 70,49% 63,30%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
52
Page 81
Tabel 19
PT Aneka Tambang Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok penjualan 83,84% 90,61% 84,62% 82,12% 83,46%
Laba kotor 16,16% 9,39% 15,38% 17,88% 16,54%
Beban umum dan administrasi -4,22% -4,19% -6,98% -7,30% -6,61%
Beban penjualan dan pemasaran -2,02% -0,87% -2,03% -2,00% -2,80%
Laba usaha 9,92% 4,33% 6,38% 8,58% 7,12%
Penghasilan keuangan 0,49% 0,71% 0,42% 0,19% 0,23%
Beban keuangan -0,20% -0,34% -0,52% -0,83% -0,93%
Laba (rugi) selisih kurs 0,16% 0,68% -0,54% 1,23% 0,16%
Bagian keuntungan entitas asosiasi 0,22% 1,00% 2,31% 2,03% 1,18%
Penghasilan (beban) operasi lain 0,93% 0,29% -0,04% 0,16% 0,16%
Keuntungan dari pelepasan entitas anak 0,00% 0,00% 1,39% 0,00% 0,00%
Laba sebelum pajak penghasilan 11,52% 6,67% 9,39% 11,35% 7,92%
Beban pajak penghasilan -2,16% -1,10% -1,89% -3,03% -3,07%
Laba tahun berjalan 9,36% 5,57% 7,50% 8,32% 4,84%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain 0,33% 0,35% 0,01% -0,03% 0,88%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 9,69% 5,92% 7,50% 8,29% 5,72%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 8,85% 5,63% 7,50% 8,29% 5,72%
Kepentingan non-pengendali 0,84% 0,30% 0,00% 0,00% 0,00%
VI.C.2. PT Vale Indonesia Tbk
Tabel 20
PT Vale Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 11,25% 21,24% 23,88% 23,85% 20,56%
Piutang usaha
Pihak-pihak berelasi 2,19% 2,66% 3,48% 5,32% 4,12%
Pihak ketiga 0,02% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Persediaan 5,74% 4,68% 5,33% 5,86% 6,55%
Pajak dibayar di muka
Pendapatan keuangan 2,91% 2,61% 2,21% 1,83% 2,35%
Biaya dibayar di muka dan uang muka 0,12% 0,26% 0,21% 0,17% 0,14%
Aset keuangan lancar lainnya 0,17% 0,19% 0,20% 0,21% 0,10%
Jumlah Aset Lancar 22,40% 31,63% 35,31% 37,24% 33,83%
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya 2,90% 2,73% 3,55% 2,75% 2,02%
Pajak dibayar di muka
Pajak penghasilan badan 1,77% 2,01% 0,51% 0,41% 0,32%
Pajak lainnya 0,53% 0,76% 1,25% 1,16% 2,23%
Aset keuangan tidak lancar lainnya 0,12% 0,13% 0,17% 0,14% 0,18%
Aset tetap 69,14% 62,18% 57,95% 58,31% 61,43%
Aset derivatif 0,64% 0,15% 0,84% 0,00% 0,00%
Investasi pada saham 0,60% 0,42% 0,00% 0,00% 0,00%
Investasi pada entitas asosiasi 1,74% 0,00% 0,42% 0,00% 0,00%
Biaya dibayar di muka dan uang muka 0,07% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset pajak tangguhan 0,09% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah aset tidak lancar 77,60% 68,37% 64,69% 62,76% 66,17%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
53
Page 82
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak-pihak berelasi 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
Pihak ketiga 6,08% 5,37% 4,80% 4,34% 4,94%
Akrual 3,45% 1,76% 1,16% 1,04% 0,80%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 0,66% 0,61% 0,86% 0,99% 0,88%
Utang pajak 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pajak penghasilan badan 0,16% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pajak lainnya 0,06% 0,13% 0,10% 0,09% 0,08%
Liabilitas sewa 0,10% 0,18% 0,19% 0,07% 0,06%
Provisi atas penghentian pengoperasian aset 0,28% 0,17% 0,22% 0,00% 0,00%
Liabilitas keuangan lancar lainnya 0,03% 0,05% 0,07% 0,03% 0,05%
Liabilitas atas pembayaran berbasis saham 0,00% 0,00% 0,00% 0,02% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 10,83% 8,29% 7,41% 6,59% 6,81%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja jangka panjang 1,47% 1,37% 1,36% 1,07% 1,06%
Liabilitas sewa 0,00% 0,07% 0,11% 0,15% 0,13%
Provisi atas penghentian pengoperasian aset 4,59% 3,86% 2,65% 2,67% 3,13%
Liabilitas pajak tangguhan 0,00% 0,18% 0,67% 0,94% 1,73%
Liabilitas keuangan tidak lancar lainnya 0,18% 0,20% 0,17% 0,00% 0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6,23% 5,68% 4,95% 4,83% 6,06%
JUMLAH LIABILITAS 17,06% 13,97% 12,35% 11,41% 12,87%
EKUITAS
Modal saham 4,32% 4,56% 4,66% 5,13% 5,52%
Tambahan modal disetor - neto 11,38% 11,99% 9,49% 10,45% 11,23%
Saldo laba 67,21% 69,48% 73,49% 73,01% 70,38%
Cadangan kompensasi berbasis saham 0,03% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Selisih kurs penjabaran lapora keuangan entitas asosiasi -0,01% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 82,94% 86,03% 87,65% 88,59% 87,12%
Kepentingan non-pengendali 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
JUMLAH EKUITAS 82,94% 86,03% 87,65% 88,59% 87,13%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Tabel 21
PT Vale Indonesia Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan neto 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok penjualan 88,81% 88,61% 71,84% 73,41% 73,89%
Laba bruto 11,19% 11,39% 28,16% 26,59% 26,11%
Beban usaha -5,27% -4,03% -1,80% -1,67% -1,86%
Pendapatan lainnya 0,40% 0,39% 0,07% 0,11% 0,27%
Beban lainnya -1,28% -1,04% -1,91% -1,96% -1,13%
Pembagian laba bersih -0,85% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba usaha 4,18% 6,72% 24,52% 23,06% 23,40%
Pendapatan keuangan 3,76% 3,81% 2,90% 0,91% 0,28%
Biaya keuangan -0,87% -0,78% -0,82% -0,59% -0,53%
Keuntungan (kerugian) atas pengakuan
nilai wajar aset derivatif 1,67% -2,10% 2,00% 0,00% 0,00%
Keuntungan atas pengakuan nilai wajar investasi pada saham 0,67% 0,14% 0,00% 0,00% 0,00%
Bagian laba neto dari entitas asosiasi 0,06% 0,01% 0,00% 0,00% 0,00%
Keuntungan dari pelepasan pengendalian entitas anak 0,06% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba sebelum pajak penghasilan 9,55% 7,79% 28,61% 23,39% 23,15%
Beban pajak penghasilan -1,87% -1,71% -6,35% -6,39% -5,75%
Laba tahun berjalan 7,68% 6,08% 22,26% 16,99% 17,39%
Penghasilan (kerugian) komprehensif lainnya -0,02% -0,10% -0,36% -0,01% 0,15%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 7,66% 5,98% 21,90% 16,98% 17,54%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 7,68% 6,08% 22,26% 16,99% 17,39%
Kepentingan non-pengendali 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
54
Page 83
VI.C.3. PT Timah Tbk
Tabel 22
PT Timah Tbk
Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 12,55% 15,56% 11,90% 9,25% 12,13%
Piutang usaha 12,27% 7,06% 5,84% 7,54% 12,74%
Aset kontrak 0,04% 0,01% 1,12% 0,00% 0,00%
Piutang lain-lain 0,23% 0,26% 0,52% 0,17% 0,23%
Persediaan 20,53% 20,96% 19,66% 22,27% 21,14%
Aset real estat 0,94% 0,67% 1,02% 0,38% 0,28%
Pajak dibayar di muka
Pajak lainnya 2,81% 1,22% 1,30% 2,23% 3,10%
Aset keuangan lainnya 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset derivatif 0,06% 0,12% 0,18% 0,20% 0,00%
Aset lainnya 0,28% 0,17% 0,47% 0,50% 0,63%
Kas dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 0,00% 0,00% 0,00% 0,57% 0,28%
Jumlah Aset Lancar 49,72% 46,02% 42,01% 43,12% 50,53%
ASET TIDAK LANCAR
Kas yang dibatasi penggunaannya 1,71% 1,70% 1,64% 1,14% 0,72%
Piutang usaha 0,57% 0,51% 0,42% 0,01% 0,02%
Piutang lain-lain 0,02% 0,02% 0,02% 0,05% 0,06%
Persediaan 6,45% 5,38% 5,40% 5,32% 4,50%
Penyertaan saham 0,67% 0,90% 0,92% 0,87% 0,66%
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 2,65% 2,61% 1,97% 1,72% 1,46%
Aset tetap 14,95% 20,26% 24,64% 26,88% 23,47%
Aset real estat 0,69% 1,05% 1,00% 1,21% 0,75%
Properti investasi 12,51% 12,66% 12,78% 12,33% 11,31%
Properti pertambangan 2,20% 2,79% 3,30% 2,62% 1,75%
Pajak dibayar dimuka
Pajak penghasilan badan 0,99% 0,86% 1,20% 0,99% 0,28%
Pajak lainnya 0,13% 0,22% 0,00% 0,07% 0,00%
Aset pajak tangguhan 2,99% 2,56% 2,81% 1,46% 2,48%
Aset derivatif 0,07% 0,16% 0,21% 0,38% 0,00%
Aset keuangan tidak lancar 0,52% 0,54% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset lainnya 3,17% 1,76% 1,69% 1,85% 2,01%
Jumlah aset tidak lancar 50,28% 53,98% 57,99% 56,88% 49,47%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
55
Page 84
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 6,01% 5,92% 6,74% 5,85% 6,03%
Beban akrual 1,22% 1,50% 1,52% 3,19% 0,92%
Liabilitas supplier financing 0,40% 1,25% 0,95% 1,72% 6,91%
Pinjaman jangka pendek 2,34% 0,14% 9,81% 2,86% 10,44%
Utang pajak
Pajak penghasilan badan 2,15% 0,83% 0,61% 0,39% 2,50%
Pajak lainnya 1,21% 0,95% 0,47% 0,20% 0,26%
Liabilitas jangka pendek lainnya 1,85% 1,93% 1,65% 1,47% 0,92%
Utang dividen 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Imbalan kerja jangka pendek 1,19% 1,16% 0,15% 1,68% 2,46%
Bagian jangka pendek atas liabilitas jangka panjang
Pinjaman jangka panjang 3,28% 1,89% 1,20% 1,20% 0,48%
Medium term notes 0,00% 3,06% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang obligasi dan sukuk ijarah 0,00% 0,00% 6,28% 0,00% 7,16%
Provisi biaya rehabilitasi lingkungan dan penutupan tambang 1,05% 1,06% 0,71% 0,84% 0,56%
Liabilitas derivatif 0,00% 0,00% 0,00% 0,09% 0,07%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 20,71% 19,70% 30,10% 19,49% 38,70%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 5,90% 9,65% 5,01% 6,22% 4,28%
Provisi biaya rehabilitasi lingkungan dan penutupan tambang 1,69% 1,44% 1,42% 1,62% 1,70%
Medium term notes 0,00% 0,00% 4,88% 4,79% 0,00%
Liabilitas jangka panjang lainnya 0,16% 0,34% 0,47% 0,09% 0,05%
Liabilitas imbalan pasca kerja 9,90% 9,51% 8,86% 7,73% 6,84%
Utang obligasi dan sukuk ijarah 0,00% 0,00% 0,00% 6,17% 5,49%
Liabilitas derivatif 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,01%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 17,66% 20,93% 20,64% 26,62% 18,36%
JUMLAH LIABILITAS 38,37% 40,64% 50,75% 46,11% 57,06%
EKUITAS
Modal saham 2,73% 2,91% 2,90% 2,85% 2,53%
Tambahan modal disetor - neto 0,47% 0,50% 0,50% 0,49% 0,44%
Saldo laba 57,92% 55,26% 45,31% 49,73% 40,25%
Penghasilan komprehensif lainnya 0,51% 0,68% 0,54% 0,82% -0,28%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 61,63% 59,36% 49,25% 53,89% 42,94%
Kepentingan non-pengendali 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
JUMLAH EKUITAS 61,63% 59,36% 49,25% 53,89% 42,94%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
56
Page 85
Tabel 23
PT Timah Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban pokok pendapatan 76,08% 74,67% 94,45% 79,80% 76,45%
Laba bruto 23,92% 25,33% 5,55% 20,20% 23,55%
Beban umum dan administrasi -7,62% -7,70% -11,00% -6,74% -7,27%
Beban penjualan -0,51% -0,96% -0,82% -2,24% -0,94%
Laba (rugi) usaha 15,79% 16,67% -6,27% 11,22% 15,33%
Pendapatan keuangan 0,48% 0,48% 0,25% 0,18% 0,11%
Beban keuangan -1,74% -1,89% -2,44% -1,66% -2,33%
Bagian atas laba neto entitas asosiasi 0,16% 0,18% 0,34% 0,08% 0,09%
Kenaikan (penurunan) nilai wajar properti investasi 0,77% -0,19% 0,17% 0,20% 0,22%
Pendapatan (beban) lain-lain - neto -0,28% 0,02% 2,78% 1,07% -0,62%
Pembalikan/ (rugi) penurunan aset tetap 0,00% 0,00% -0,16% 0,15% -0,34%
Rugi penurunan nilai properti pertambangan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% -0,63%
Laba sebelum pajak penghasilan 15,18% 15,27% -5,32% 11,25% 11,83%
Beban pajak penghasilan - neto -3,81% -3,76% -0,04% -2,92% -2,91%
Laba tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan 11,37% 11,51% -5,36% 8,33% 8,92%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain -0,15% 0,16% -0,45% 1,18% 0,45%
Rugi tahun berjalan dari operasi yang dihentikan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 11,22% 11,67% -5,80% 9,51% 9,37%
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 11,37% 11,51% -5,36% 8,33% 8,92%
Kepentingan non-pengendali 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
57
Page 86
VII. ANALISIS RISIKO
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, SMA tidak terlepas dari berbagai risiko
usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap SMA adalah sebagai berikut:
VII.A. Risiko Kelangkaan Cadangan Nikel
Cadangan nikel terus mengalami penurunan setiap tahunnya sehingga
berpengaruh terhadap menurunnya jumlah produksi nikel setiap tahunnya. Namun
demikian, hal ini tidak diimbangi dengan jumlah konsumsi terhadap nikel setiap
tahunnya. Apabila cadangan nikel semakin menipis, maka hal ini dapat
berpengaruh terhadap kegiatan operasional SMA, di mana penjualan SMA akan
mengalami penurunan. Hal ini dapat berpengaruh terhadap marjin bisnis SMA.
VII.B. Risiko Fluktuasi Harga Nikel
Penjualan SMA dipengaruhi oleh fluktuasi harga dari nikel. Fluktuasi signifikan
harga nikel dapat memberikan dampak terhadap marjin bisnis SMA. Permintaan
nikel juga bergantung terhadap kondisi perekonomian Indonesia dan regional,
serta penurunan signifikan dari perekonomian tersebut dapat memberikan dampak
terhadap marjin laba dan tingkat keuntungan SMA.
VII.C. Risiko Bencana Alam
Kegiatan usaha SMA tidak terlepas dari ancaman bencana alam seperti badai
tropis, angin topan, gempa bumi dan banjir, karena faktor alam dan berbagai
bencana yang dapat memberikan dampak secara material terhadap kegiatan
usaha, kondisi keuangan, dan hasil usaha SMA.
VII.D. Risiko Kecelakaan Kerja
Keadaan area operasional SMA dan ketidaktaatan karyawan dalam mematuhi
prosedur kerja menyebabkan tingginya kemungkinan kecelakaan kerja terhadap
sumber daya manusia. Tingginya kecelakaan terhadap para pekerja dapat
memberikan kerugian yang cukup besar bagi SMA.
VII.E. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas merupakan risiko yang antara lain disebabkan ketidakmampuan
SMA memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo. Risiko likuiditas dapat
dikategorikan ke dalam risiko likuiditas pasar dan risiko likuiditas pendanaan.
Risiko likuiditas pasar, yaitu risiko yang timbul saat SMA tidak mampu melakukan
offset posisi tertentu dengan harga pasar karena kondisi likuiditas pasar yang tidak
kondusif atau terjadi gangguan di pasar (market disruption). Risiko likuiditas
pendanaan, yaitu risiko yang timbul karena SMA tidak mampu mencairkan asetnya
atau memperoleh pendanaan dari sumber dana lain.
58
Page 87
VII.F. Risiko Operasional
Kegiatan usaha SMA bergerak dalam bidang pertambangan dan pengolahan nikel
tidak terlepas dari risiko operasional mulai dari kerusakan mesin hingga alat-alat
operasional lainnya yang berpotensi menghambat proses produksi yang
dijalankan SMA. Kegagalan dalam mengantisipasi hal tersebut, dapat
menyebabkan kegiatan operasional SMA terganggu dan memberikan dampak
pada kinerja keuangan SMA.
VII.G. Risiko Kebijakan Pemerintah
SMA menghadapi risiko perubahan kebijakan Pemerintah yang dapat
menghambat kegiatan usaha SMA di dalam negeri. Bila terjadi perubahan
kebijakan Pemerintah baik dalam hal perpajakan, kontrol mata uang, dan
pembatasan dalam kegiatan distribusi yang tidak dapat dipenuhi oleh SMA, maka
hal tersebut akan memberikan dampak terhadap kinerja SMA.
59
Page 88
VIII. IDENTIFIKASI ASET TAKBERWUJUD DAN METODE PENILAIAN
VIII.A. Identifikasi Aset Takberwujud
Sebelum melakukan penilaian aset takberwujud, terlebih dahulu harus ditentukan
jenis-jenis aset takberwujud yang dimiliki SMA. Berdasarkan informasi
dari/wawancara dengan pihak manajemen SMA, aset takberwujud yang dimiliki
maupun yang tidak dimiliki oleh SMA adalah sebagai berikut:
1. Marketing Related Intangible Assets
a. Trademarks, Trade Names, Services Marks, Colletive Marks, and
Certification Marks
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
aset takberwujud jenis ini.
b. Internet Domain Names
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
aset takberwujud jenis ini.
c. Trade Dress
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
aset takberwujud jenis ini.
d. Newspaper Mastheads
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
aset takberwujud jenis ini.
e. Non-competitive Agreement
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
aset takberwujud jenis ini.
2. Customer Related Intangible Assets
a. Customer List
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
aset takberwujud jenis ini.
b. Kontrak dan Hubungan dengan Pelanggan
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
aset takberwujud jenis ini.
60
Page 89
c. Order or Production Backlog
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
aset takberwujud jenis ini.
d. Non-Contractual Customer Relationships
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki
aset takberwujud jenis ini.
3. Artistic Related Intangible Assets
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki aset
takberwujud jenis ini.
4. Contract Based Intangible Assets
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki aset
takberwujud jenis ini.
5. Technology Based Intangible Assets
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki aset
takberwujud jenis ini.
6. Certified Workforce Intangible Assets
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA tidak memiliki aset
takberwujud jenis ini.
7. Aset Pertambangan
Berdasarkan keterangan dari manajemen Perseroan, SMA memiliki aset
takberwujud berupa aset pertambangan atas IUP-OP untuk mengoperasikan
pertambangan nikel di Morowali Utara, Sulawesi Tengah seluas 1.948 hektar
yang berlaku selama 20 tahun dan dapat diperpanjang 2 kali masing-masing
10 tahun.
SMA memiliki cadangan nikel sebanyak 62,95 juta ton berdasarkan Laporan
Teknis Estimasi Sumber Daya dan Cadangan Mineral yang disusun oleh Yanri
Budi Karseno, S.T., MAusIMM., CPI, CP. dan Citra Kusuma, S.T., MAusIMM.,
CPI, CP. sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 001/SMA-CP/VIII/2025
pada Agustus 2025.
61
Page 90
VIII.B. Pendekatan Penilaian yang Digunakan
Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SMA,
pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
SMA. Prospek SMA di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
industri yang bersangkutan.
Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
tersebut.
Untuk menentukan nilai pasar aset berwujud, semua komponen aset dan
liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank). Dalam penilaian ini, kami tidak melakukan penyesuaian
komponen aset dan liabilitas karena telah merefleksikan nilai pasarnya. Nilai pasar
keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Nilai pasar aset takberwujud antara lain seperti merek, kontrak dan hubungan
dengan pelanggan, aset pertambangan, hak paten, lisensi, biaya riset dan
pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset takberwujud tersebut diperoleh
dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah.
62
Page 91
VIII.C. Pendekatan dan Metodologi Penilaian Aset Takberwujud
VIII.C.1. Penilaian Properti Pertambangan
Metode yang digunakan dalam penilaian properti pertambangan adalah metode
kelebihan pendapatan (multi-period excess earnings method [MEEM]).
Metode penilaian ini berbasis pada metode diskonto arus kas. Dalam metode ini,
kelebihan pendapatan yang akan didiskonto adalah arus kas bersih (AKB) yang
relevan dengan jenis aset takberwujud yang dinilai, yang diproyeksikan selama
periode tertentu yang dianggap sesuai. Selanjutnya, proyeksi kelebihan
pendapatan tersebut didiskonto dengan tingkat diskonto yang relevan. Nilai kini
dari keseluruhan kelebihan pendapatan di masa mendatang tersebut merupakan
nilai dari aset takberwujud yang bersangkutan.
VIII.D. Penilaian Aset Berwujud Bersih yang Digunakan
VIII.D.1. Penilaian Aset Tetap
Dalam penilaian aset tetap, kami mengacu pada laporan penilaian properti SMA
per tanggal 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP SRR.
VIII.E. Premis Penilaian
Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
penilaian bahwa Objek Penilaian digunakan untuk mendukung kegiatan usaha
SMA sebagai suatu perusahaan yang “going-concern”.
VIII.F. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SMA
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SMA. KR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260506-002 tanggal 6 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.
63
Page 92
IX. PENILAIAN ASET TAKBERWUJUD DAN ALOKASI HARGA PEMBELIAN
IX.A. Penilaian Aset Berwujud Bersih
Dalam penilaian ini, kami hanya melakukan penyesuaian pada nilai aset tetap,
sedangkan pos-pos lainnya tidak disesuaikan karena telah merefleksikan nilai
pasarnya.
Dalam penilaian aset tetap, kami mengacu pada laporan penilaian properti SMA
per tanggal 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP SRR sebagaimana
tertuang dalam laporannya No. 00285/2.0059-02/PI/10/0242/1/VI/2026 tanggal
18 Juni 2026, di mana nilai pasar atas aset tetap pada tanggal 31 Desember 2025
adalah sebesar Rp 8,06 miliar.
Apabila nilai buku aset tetap tersebut kami sesuaikan berdasarkan nilai pasarnya,
maka nilai pasar aset tetap SMA pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp 8,06 miliar.
IX.B. Penilaian Aset Takberwujud
IX.B.1 Proyeksi Laporan Keuangan
Penilaian SMA yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen SMA. Dalam
penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
berdasarkan kinerja SMA pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
rencana manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi
dan saran yang relevan diberikan oleh manajemen SMA sehubungan dengan
perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SMA yang dinilai pada saat penilaian
ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang kami lakukan terhadap target kinerja SMA yang dinilai.
64
Page 93
Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
keuangan yang digunakan dalam penilaian atas SMA.
IX.B.2.b. Umum
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas SMA, industri,
atau negara di mana SMA beroperasi.
• Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
keuangan yang dapat memengaruhi kinerja SMA selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
SMA atau pada sumber utama penghasilan SMA selain yang telah
diproyeksikan.
• Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen SMA.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
memengaruhi kegiatan usaha SMA.
• Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada SMA.
• Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku,
bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban
tenaga kerja, beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku
sekarang ini dan yang diproyeksikan.
• Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
• Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh SMA atas
kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
• Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
ketentuan-ketentuan yang ada.
• Sesuai dengan sifat industri, manajemen SMA mempersiapkan proyeksi
laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2050.
65
Page 94
IX.B.2.c. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif,
proyeksi laporan laba rugi komprehensif SMA untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2050 adalah sebagai berikut:
Tabel 24
PT Sumber Mineral Abadi
Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2050
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Penjualan 149.357 1.123.485 1.147.158 1.045.184 1.717.763
Beban pokok penjualan 144.553 951.387 794.045 825.396 1.380.707
Laba kotor 4.804 172.097 353.113 219.789 337.056
Beban usaha 25.758 26.920 28.081 29.388 30.006
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan (20.954) 145.177 325.032 190.400 307.050
Beban pajak penghasilan - (17.291) (71.507) (41.888) (67.551)
Laba (rugi) bersih tahun berjalan (20.954) 127.887 253.525 148.512 239.499
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Penjualan 1.727.057 1.706.843 1.727.922 1.712.271 1.830.762
Beban pokok penjualan 1.384.299 1.384.329 1.390.566 1.391.457 1.422.667
Laba kotor 342.759 322.514 337.357 320.814 408.095
Beban usaha 30.648 31.278 32.004 32.770 33.585
Laba sebelum beban pajak penghasilan 312.110 291.236 305.353 288.044 374.510
Beban pajak penghasilan (68.664) (64.072) (67.178) (63.370) (82.392)
Laba bersih tahun berjalan 243.446 227.164 238.175 224.674 292.118
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/36 31/12/37 31/12/38 31/12/39 31/12/40
Penjualan 1.771.687 1.708.813 1.670.945 1.671.984 1.449.595
Beban pokok penjualan 1.434.074 1.428.930 1.427.661 1.432.470 1.274.481
Laba kotor 337.613 279.883 243.284 239.514 175.114
Beban usaha 34.371 35.126 36.025 37.079 38.207
Laba sebelum beban pajak penghasilan 303.242 244.757 207.259 202.435 136.907
Beban pajak penghasilan (66.713) (53.847) (45.597) (44.536) (30.120)
Laba bersih tahun berjalan 236.529 190.910 161.662 157.899 106.788
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/41 31/12/42 31/12/43 31/12/44 31/12/45
Penjualan 1.474.798 1.391.211 1.306.619 1.271.299 1.185.701
Beban pokok penjualan 1.233.710 1.168.832 1.102.805 1.072.278 1.004.995
Laba kotor 241.088 222.379 203.814 199.021 180.706
Beban usaha 39.404 40.675 42.027 43.456 44.978
Laba sebelum beban pajak penghasilan 201.683 181.704 161.787 155.565 135.728
Beban pajak penghasilan (44.370) (39.975) (35.593) (34.224) (29.860)
Laba bersih tahun berjalan 157.313 141.729 126.194 121.341 105.868
66
Page 95
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/46 31/12/47 31/12/48 31/12/49 31/12/50
Penjualan 1.014.506 927.902 842.304 756.707 829.988
Beban pokok penjualan 865.228 796.168 727.393 658.134 711.940
Laba kotor 149.277 131.734 114.911 98.573 118.048
Beban usaha 46.609 48.350 50.204 52.179 54.288
Laba sebelum beban pajak penghasilan 102.668 83.384 64.707 46.393 63.760
Beban pajak penghasilan (22.587) (18.345) (14.236) (10.207) (14.027)
Laba bersih tahun berjalan 80.081 65.040 50.472 36.187 49.733
IX.B.3.b. Arus Kas Bersih
Untuk penilaian aset takberwujud berupa properti pertambangan dengan
menggunakan metode kelebihan pendapatan atau MEEM, kelebihan pendapatan
yang akan didiskonto adalah AKB untuk properti pertambangan yang
perhitungannya dimulai dari laba sebelum bunga dan pajak (earnings before
interest, tax [EBIT]) dengan formula sebagai berikut:
EBIT
- Pajak (dari EBIT)
- Kontribusi aset berwujud dan aset takberwujud (modal kerja, aset tetap, dan
tenaga kerja)
= Arus kas bersih untuk properti pertambangan
IX.B.3.c. Tingkat Diskonto untuk Kontribusi Aset
Tingkat diskonto yang digunakan dalam perhitungan kontribusi aset adalah biaya
modal untuk utang (COD/cost of debt) setelah pajak, pengembalian atas aset tetap
(ROFA/return on fixed asset) dan biaya modal rata-rata tertimbang
(WACC/weighted average cost of capital). Tingkat diskonto yang digunakan untuk
menghitung kontribusi aset dibagi menjadi tiga, yaitu tingkat diskonto untuk
kontribusi modal kerja, tingkat diskonto untuk kontribusi aset tetap dan tingkat
diskonto untuk tenaga kerja. Perhitungan tingkat diskonto tersebut adalah sebagai
berikut:
IX.B.3.d. Tingkat Diskonto untuk Kontribusi Modal Kerja
Dalam penilaian ini, pengembalian modal kerja diperoleh dari mengalikan tingkat
pengembalian dengan proyeksi modal kerja kumulatif. Untuk tingkat pengembalian
modal kerja digunakan suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang
diambil dari suku bunga kredit investasi bank Persero untuk bulan Desember 2025
yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 8,44%. Kemudian, suku bunga
tersebut disesuaikan dengan tarif pajak sebesar 0,00% untuk tahun 2026, sebesar
11,91% untuk tahun 2027, dan sebesar 22,00% untuk tahun 2028 – 2050,
sehingga diperoleh pengembalian modal kerja adalah sebesar 8,44% untuk tahun
2026, sebesar 7,43% untuk tahun 2027, sebesar 6,58% untuk tahun 2028 – 2050.
67
Page 96
IX.B.3.e. Tingkat Diskonto untuk Kontribusi Aset Tetap
Dalam penilaian ini, tingkat pengembalian atas aset tetap diperoleh dari
pengembalian atas aset tetap (ROFA/return on fixed asset) sebesar 10,00% yang
ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
ROFA = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
Di mana:
ke = Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd = Biaya modal utang
We = Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd = Bobot utang dalam struktur kapital
t = Pajak penghasilan perusahaan
IX.B.3.f. Biaya Modal untuk Ekuitas
Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
ke = Rf + (β x RPm)
Di mana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025,
maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 25 tahun dengan tingkat
yield rata-rata sebesar 6,65% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
(IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
68
Page 97
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2026.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, di mana RBDS
sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Levered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan publik
sejenis, yaitu sebagai berikut:
• Boliden AB.
• Materion Corporation.
• PT Merdeka Battery Materials Tbk.
• PT Vale Indonesia Tbk.
• PT Aneka Tambang Tbk.
• PT Amman Mineral Internasional Tbk.
• BHP Group Limited.
• PT Timah Tbk.
sebesar 1,17.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,62%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas SMA sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
ini:
Ke = 6,65% + (1,17 x 6,69%) – 1,62% = 12,89%
69
Page 98
IX.B.3.g. Biaya Modal untuk Utang
Karena perhitungan nilai ekuitas SMA dilakukan dengan mendiskonto tingkat
balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).
Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
bank Persero untuk bulan Desember 2025 yang dipublikasikan oleh Bank
Indonesia sebesar 8,44%.
IX.B.3.h. Return on Fixed Assets
Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
sebesar 35,00% dan bobot utang sebesar 65,00%, serta menggunakan tarif pajak
penghasilan sebesar 0,00%, maka ROFA adalah sebagai berikut:
ROFA = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
= (12,89% x 35,00%) + (8,44% x [1 – 0,00%] x 65,00%)
= 10,00%
IX.B.3.i. Tingkat Diskonto untuk Kontribusi Tenaga Kerja
Dalam penilaian ini, pengembalian atas tenaga kerja diperoleh dari biaya modal
rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) sebesar 12,68%
untuk tahun 2026, sebesar 12,39% untuk tahun 2027, dan sebesar 12,15% untuk
tahun 2028 - 2050.
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
Di mana:
ke = Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd = Biaya modal utang
We = Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd = Bobot utang dalam struktur kapital
t = Pajak penghasilan perusahaan
70
Page 99
IX.B.2.l. Biaya Modal untuk Ekuitas
Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
ekuitas, yang ditentukan dengan CAPM dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut:
ke = Rf + (β x RPm)
Di mana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025,
maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 25 tahun dengan tingkat
yield rata-rata sebesar 6,65% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
(IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2026.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, di mana RBDS
sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
71
Page 100
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan
publik sejenis, sebagai berikut:
• PT Amman Mineral Internasional Tbk.
• Boliden AB.
• Materion Corporation.
• PT Merdeka Battery Materials Tbk.
• BHP Group Limited.
• PT Aneka Tambang Tbk.
• PT Vale Indonesia Tbk.
• PT Timah Tbk.
sebesar 1,06 untuk mendiskonto AKB SMA yang kemudian di-relever dengan
tingkat leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB SMA tersebut dengan formula sebagai berikut:
βL = βU x (1 + (1-T) x DER)
Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 18,21% untuk memperoleh beta
SMA. Tarif pajak yang digunakan untuk SMA sesuai dengan tarif pajak yang
berlaku umum adalah sebesar 0,00% untuk tahun 2026, sebesar 11,91% untuk
tahun 2027, dan sebesar 22,00% untuk tahun 2028 – 2050. Dengan demikian,
maka diperoleh beta SMA sebesar 1,26 untuk tahun 2026, sebesar 1,23 untuk
tahun 2027, dan sebesar 1,22 untuk tahun 2028 – 2050 dengan rincian
perhitungan sebagai berikut:
βL2026 = 1,06 x (1 + (1 – 0,00%) x 18,21%) = 1,26
βL2027 = 1,06 x (1 + (1 – 11,91%) x 18,21%) = 1,23
βL2028-2050 = 1,06 x (1 + (1 – 22,00%) x 18,21%) = 1,22
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,62%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas SMA sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
ini:
Ke2026 = 6,65% + (1,26 x 6,69%) – 1,62% = 13,45%
Ke2027 = 6,65% + (1,23 x 6,69%) – 1,62% = 13,30%
Ke2028-2050 = 6,65% + (1,22 x 6,69%) – 1,62% = 13,17%
72
Page 101
IX.B.2.m. Biaya Modal untuk Utang
Karena perhitungan nilai ekuitas SMA dilakukan dengan mendiskonto tingkat
balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).
Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
bank Persero untuk bulan Desember 2025 yang dipublikasikan oleh Bank
Indonesia sebesar 8,44%.
IX.B.3.l. Weighted Average Cost of Capital
Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
sebesar 84,60%, dan bobot utang sebesar 15,40%, yang diolah dari data rata-rata
DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
berlaku untuk SMA sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
0,00% untuk tahun 2026, sebesar 11,91% untuk tahun 2027, dan sebesar 22,00%
untuk tahun 2028 – 2050, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah
sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
WACC2026 = (13,45% x 84,60%) + (8,44 % x [1 – 0,00%] x 15,40%)
= 12,68%
WACC2027 = (13,30% x 84,60%) + (8,44 % x [1 – 11,91%] x 15,40%)
= 12,39%
WACC2028-2050 = (13,17% x 84,60%) + (8,44 % x [1 – 22,00%] x 15,40%)
= 12,15%
IX.B.3.m. Kontribusi Aset
Berikut ini adalah perhitungan kontribusi aset yang merupakan salah satu
komponen dalam menentukan AKB untuk poperti pertambangan.
73
Page 102
IX.B.3.n. Modal Kerja
Pengembalian modal kerja diperoleh dari mengalikan tingkat pengembalian
dengan proyeksi modal kerja kumulatif. Untuk tingkat pengembalian modal kerja
digunakan suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku
bunga kredit modal kerja bank Persero untuk bulan Desember 2025 yang
dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 8,44%. Kemudian, suku bunga
tersebut disesuaikan dengan tarif pajak sebesar 0,00% untuk tahun 2026, sebesar
11,91% untuk tahun 2027, dan sebesar 22,00% untuk tahun 2028 – 2050,
sehingga diperoleh pengembalian modal kerja adalah sebesar 8,44% untuk tahun
2026, sebesar 7,43% untuk tahun 2027, dan sebesar 6,68% untuk tahun
2028 - 2050.
Perhitungan kontribusi aset untuk modal kerja adalah sebagai berikut:
Tabel 25
PT Sumber Mineral Abadi
Perhitungan Kontribusi Modal Kerja
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2050
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan 149.357 1.123.485 1.147.158 1.045.184 1.717.763
Kontribusi Modal Kerja
Modal kerja rata-rata 22.700 57.705 87.775 82.228 91.528
Rate of return 8,44% 7,43% 6,58% 6,58% 6,58%
Jumlah kontribusi modal kerja 1.916 4.290 5.778 5.413 6.025
Rata-rata tingkat pengembalian modal kerja terhadap
pendapatan 0,47% 0,47% 0,47% 0,47% 0,47%
Kontribusi modal kerja terhadap pendapatan 705 5.304 5.416 4.934 8.109
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Pendapatan 1.727.057 1.706.843 1.727.922 1.712.271 1.830.762
Kontribusi Modal Kerja
Modal kerja rata-rata 107.956 107.554 107.735 108.177 113.212
Rate of return 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58%
Jumlah kontribusi modal kerja 7.107 7.080 7.092 7.122 7.453
Rata-rata tingkat pengembalian modal kerja terhadap
pendapatan 0,47% 0,47% 0,47% 0,47% 0,47%
Kontribusi modal kerja terhadap pendapatan 8.153 8.058 8.157 8.083 8.643
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/36 31/12/37 31/12/38 31/12/39 31/12/40
Pendapatan 1.771.687 1.708.813 1.670.945 1.671.984 1.449.595
Kontribusi Modal Kerja
Modal kerja rata-rata 115.335 108.466 103.304 101.498 95.449
Rate of return 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58%
Jumlah kontribusi modal kerja 7.593 7.141 6.801 6.682 6.284
Rata-rata tingkat pengembalian modal kerja terhadap
pendapatan 0,47% 0,47% 0,47% 0,47% 0,47%
Kontribusi modal kerja terhadap pendapatan 8.364 8.067 7.888 7.893 6.843
74
Page 103
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/41 31/12/42 31/12/43 31/12/44 31/12/45
Pendapatan 1.474.798 1.391.211 1.306.619 1.271.299 1.185.701
Kontribusi Modal Kerja
Modal kerja rata-rata 92.538 93.863 89.969 87.450 84.903
Rate of return 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58%
Jumlah kontribusi modal kerja 6.092 6.179 5.923 5.757 5.589
Rata-rata tingkat pengembalian modal kerja terhadap
pendapatan 0,47% 0,47% 0,47% 0,47% 0,47%
Kontribusi modal kerja terhadap pendapatan 6.962 6.568 6.168 6.002 5.598
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/46 31/12/47 31/12/48 31/12/49 31/12/50
Pendapatan 1.014.506 927.902 842.304 756.707 829.988
Kontribusi Modal Kerja
Modal kerja rata-rata 78.835 72.809 68.945 65.120 31.603
Rate of return 6,58% 6,58% 6,58% 6,58% 6,58%
Jumlah kontribusi modal kerja 5.190 4.793 4.539 4.287 2.081
Rata-rata tingkat pengembalian modal kerja terhadap
pendapatan 0,47% 0,47% 0,47% 0,47% 0,47%
Kontribusi modal kerja terhadap pendapatan 4.789 4.381 3.976 3.572 3.918
IX.B.3.g.2. Aset Tetap
Dalam penilaian ini, tingkat pengembalian atas aset tetap diperoleh dari
pengembalian atas aset tetap ROFA sebesar 10,00%.
Perhitungan kontribusi aset untuk aset tetap adalah sebagai berikut:
Tabel 26
PT Sumber Mineral Abadi
Perhitungan Kontribusi Aset Tetap
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2050
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Kontribusi Aset Tetap
Aset tetap 51.424 115.838 214.640 323.029 380.911
Rate of return 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Jumlah kontribusi aset tetap 5.142 11.582 21.462 32.299 38.087
Rata-rata tingkat pengembalian aset tetap terhadap
pendapatan 1,24% 1,24% 1,24% 1,24% 1,24%
Kontribusi aset tetap terhadap pendapatan 1.859 13.986 14.281 13.012 21.384
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Kontribusi Aset Tetap
Aset tetap 356.101 331.533 307.205 282.899 258.536
Rate of return 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Jumlah kontribusi aset tetap 35.606 33.150 30.717 28.287 25.851
Rata-rata tingkat pengembalian aset tetap terhadap
pendapatan 1,24% 1,24% 1,24% 1,24% 1,24%
Kontribusi aset tetap terhadap pendapatan 21.500 21.248 21.511 21.316 22.791
75
Page 104
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/36 31/12/37 31/12/38 31/12/39 31/12/40
Kontribusi Aset Tetap
Aset tetap 234.388 211.414 189.765 168.589 148.609
Rate of return 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Jumlah kontribusi aset tetap 23.436 21.139 18.974 16.857 14.859
Rata-rata tingkat pengembalian aset tetap terhadap
pendapatan 1,24% 1,24% 1,24% 1,24% 1,24%
Kontribusi aset tetap terhadap pendapatan 22.056 21.273 20.802 20.815 18.046
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/41 31/12/42 31/12/43 31/12/44 31/12/45
Kontribusi Aset Tetap
Aset tetap 129.671 111.131 93.667 77.087 61.457
Rate of return 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Jumlah kontribusi aset tetap 12.966 11.112 9.366 7.708 6.145
Rata-rata tingkat pengembalian aset tetap terhadap
pendapatan 1,24% 1,24% 1,24% 1,24% 1,24%
Kontribusi aset tetap terhadap pendapatan 18.360 17.319 16.266 15.826 14.761
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/46 31/12/47 31/12/48 31/12/49 31/12/50
Kontribusi Aset Tetap
Aset tetap 47.524 35.231 24.040 13.950 4.931
Rate of return 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
Jumlah kontribusi aset tetap 4.752 3.523 2.404 1.395 493
Rata-rata tingkat pengembalian aset tetap terhadap
pendapatan 1,24% 1,24% 1,24% 1,24% 1,24%
Kontribusi aset tetap terhadap pendapatan 12.630 11.551 10.486 9.420 10.333
IX.B.3.g.3. Tenaga Kerja
Kontribusi untuk tenaga kerja diperoleh dari rata- biaya modal rata-rata tertimbang
WACC sebesar 12,68% untuk tahun 2026, sebesar 12,39% untuk tahun 2027, dan
sebesar 12,15% untuk tahun 2028 - 2050.
Perhitungan kontribusi aset untuk tenaga kerja adalah sebagai berikut:
IX.B.2.s. Tingkat Diskonto Aset Takberwujud
Untuk mendiskonto AKB untuk properti pertambangan, tingkat diskonto yang
digunakan adalah biaya modal ekuitas (KE/Cost Of Equity) sebesar 13,45% untuk
tahun 2026, sebesar 13,30% untuk tahun 2027, dan sebesar 13,17% untuk tahun
2028 – 2050.
76
Page 105
IX.B.3.h. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
Keuangan
Penilaian properti pertambangan yang dilakukan dengan metode kelebihan
pendapatan didasarkan pada proyeksi keuangan SMA yang disusun oleh
manajemen SMA. Penjualan dalam penilaian ini berasal dari penjualan nikel.
Beban pokok penjualan untuk tahun 2026 – 2050 diproyeksikan berkisar antara
69% - 97% dari penjualan. Selanjutnya, beban usaha untuk tahun 2026 – 2050
diproyeksikan berkisar antara 2% - 17% dari penjualan. Sedangkan, tarif pajak
yang diberlakukan atas SMA adalah berdasarkan laba kena pajak dalam periode
yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum,
yaitu sebesar 0,00% untuk tahun 2026, sebesar 11,91% untuk tahun 2027, dan
sebesar 22,00% untuk tahun 2028 – 2050.
IX.B.3.i. Perhitungan Nilai Pasar Properti Pertambangan
Keseluruhan jumlah nilai kini untuk properti pertambangan adalah sebesar
Rp 1.148,93 miliar untuk tingkat diskonto sebesar 13,45% untuk tahun 2026,
sebesar 13,30% untuk tahun 2027, dan sebesar 13,17% untuk tahun 2028 – 2050.
Nilai tersebut merupakan nilai pasar properti pertambangan berdasarkan metode
kelebihan pendapatan. Perhitungan nilai pasar properti pertambangan adalah
sebagai berikut:
Tabel 27
PT Sumber Mineral Abadi
Nilai Pasar Properti Pertambangan
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2050
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Pendapatan 149.357 1.123.485 1.147.158 1.045.184 1.717.763
Beban pokok pendapatan 144.553 951.387 794.045 825.396 1.380.707
Beban usaha 25.758 26.920 28.081 29.388 30.006
Jumlah beban 170.311 978.307 822.126 854.784 1.410.713
Laba (rugi) usaha (20.954) 145.177 325.032 190.400 307.050
Beban pajak penghasilan - (17.291) (71.507) (41.888) (67.551)
Laba (rugi) tahun berjalan (20.954) 127.887 253.525 148.512 239.499
Kontribusi aset
Modal kerja (705) (5.304) (5.416) (4.934) (8.109)
Aset tetap (1.859) (13.986) (14.281) (13.012) (21.384)
Tenaga kerja (588) (4.424) (4.517) (4.116) (6.764)
Arus kas bersih untuk properti pertambangan (24.106) 104.173 229.312 126.451 203.241
Tingkat diskonto 13,45% 13,30% 13,17% 13,17% 13,17%
Faktor diskonto 0,9388 0,8286 0,7322 0,6470 0,5717
Nilai kini dari arus kas bersih untuk properti pertambangan (22.631) 86.317 167.902 81.814 116.193
77
Page 106
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Pendapatan 1.727.057 1.706.843 1.727.922 1.712.271 1.830.762
Beban pokok pendapatan 1.384.299 1.384.329 1.390.566 1.391.457 1.422.667
Beban usaha 30.648 31.278 32.004 32.770 33.585
Jumlah beban 1.414.947 1.415.607 1.422.569 1.424.227 1.456.252
Laba usaha 312.110 291.236 305.353 288.044 374.510
Beban pajak penghasilan (68.664) (64.072) (67.178) (63.370) (82.392)
Laba tahun berjalan 243.446 227.164 238.175 224.674 292.118
Kontribusi aset
Modal kerja (8.153) (8.058) (8.157) (8.083) (8.643)
Aset tetap (21.500) (21.248) (21.511) (21.316) (22.791)
Tenaga kerja (6.801) (6.721) (6.804) (6.742) (7.209)
Arus kas bersih untuk properti pertambangan 206.992 191.137 201.703 188.532 253.475
Tingkat diskonto 13,17% 13,17% 13,17% 13,17% 13,17%
Faktor diskonto 0,5052 0,4464 0,3945 0,3486 0,3080
Nilai kini dari arus kas bersih untuk properti pertambangan 104.572 85.323 79.572 65.722 78.070
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/36 31/12/37 31/12/38 31/12/39 31/12/40
Pendapatan 1.771.687 1.708.813 1.670.945 1.671.984 1.449.595
Beban pokok pendapatan 1.434.074 1.428.930 1.427.661 1.432.470 1.274.481
Beban usaha 34.371 35.126 36.025 37.079 38.207
Jumlah beban 1.468.446 1.464.056 1.463.686 1.469.549 1.312.687
Laba usaha 303.242 244.757 207.259 202.435 136.907
Beban pajak penghasilan (66.713) (53.847) (45.597) (44.536) (30.120)
Laba tahun berjalan 236.529 190.910 161.662 157.899 106.788
Kontribusi aset
Modal kerja (8.364) (8.067) (7.888) (7.893) (6.843)
Aset tetap (22.056) (21.273) (20.802) (20.815) (18.046)
Tenaga kerja (6.976) (6.729) (6.580) (6.584) (5.708)
Arus kas bersih untuk properti pertambangan 199.133 154.842 126.392 122.608 76.190
Tingkat diskonto 13,17% 13,17% 13,17% 13,17% 13,17%
Faktor diskonto 0,2722 0,2405 0,2125 0,1878 0,1660
Nilai kini dari arus kas bersih untuk properti pertambangan 54.204 37.239 26.858 23.026 12.648
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/41 31/12/42 31/12/43 31/12/44 31/12/45
Pendapatan 1.474.798 1.391.211 1.306.619 1.271.299 1.185.701
Beban pokok pendapatan 1.233.710 1.168.832 1.102.805 1.072.278 1.004.995
Beban usaha 39.404 40.675 42.027 43.456 44.978
Jumlah beban 1.273.114 1.209.507 1.144.832 1.115.734 1.049.974
Laba usaha 201.683 181.704 161.787 155.565 135.728
Beban pajak penghasilan (44.370) (39.975) (35.593) (34.224) (29.860)
Laba tahun berjalan 157.313 141.729 126.194 121.341 105.868
Kontribusi aset
Modal kerja (6.962) (6.568) (6.168) (6.002) (5.598)
Aset tetap (18.360) (17.319) (16.266) (15.826) (14.761)
Tenaga kerja (5.807) (5.478) (5.145) (5.006) (4.669)
Arus kas bersih untuk properti pertambangan 126.184 112.364 98.614 94.507 80.840
Tingkat diskonto 13,17% 13,17% 13,17% 13,17% 13,17%
Faktor diskonto 0,1467 0,1296 0,1145 0,1012 0,0894
Nilai kini dari arus kas bersih untuk properti pertambangan 18.511 14.562 11.291 9.564 7.227
78
Page 107
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/46 31/12/47 31/12/48 31/12/49 31/12/50
Pendapatan 1.014.506 927.902 842.304 756.707 829.988
Beban pokok pendapatan 865.228 796.168 727.393 658.134 711.940
Beban usaha 46.609 48.350 50.204 52.179 54.288
Jumlah beban 911.838 844.518 777.597 710.313 766.228
Laba usaha 102.668 83.384 64.707 46.393 63.760
Beban pajak penghasilan (22.587) (18.345) (14.236) (10.207) (14.027)
Laba tahun berjalan 80.081 65.040 50.472 36.187 49.733
Kontribusi aset
Modal kerja (4.789) (4.381) (3.976) (3.572) (3.918)
Aset tetap (12.630) (11.551) (10.486) (9.420) (10.333)
Tenaga kerja (3.995) (3.654) (3.317) (2.980) (3.268)
Arus kas bersih untuk properti pertambangan 58.667 45.454 32.693 20.215 32.214
Tingkat diskonto 13,17% 13,17% 13,17% 13,17% 13,17%
Faktor diskonto 0,0790 0,0698 0,0617 0,0545 0,0482
Nilai kini dari arus kas bersih untuk properti pertambangan 4.635 3.173 2.017 1.102 1.553
Nilai kini properti pertambangan 1.070.465
Amortization benefit multiplier 1,07
Nilai pasar properti pertambangan 1.148.934
IX.C. Penilaian Aset Takberwujud dan Alokasi Harga Pembelian
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil penyesuaian
laporan posisi keuangan sebagai berikut:
Berdasarkan KB, Akta No. 324, dan keterangan yang diperoleh dari manajemen
Perseroan, nilai transaksi atas Transaksi adalah sebesar Rp 350,00 miliar.
Nilai pasar 100,00% aset dan liabilitas SMA masing-masing adalah sebesar
Rp 1.424,49 miliar dan Rp 58,54 miliar. Selisih antara nilai aset dan liabilitas SMA
merupakan nilai pasar 100,00% aset berwujud bersih SMA, yaitu sebesar
Rp 1.365,96 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih
SMA adalah sebesar Rp 409,79 miliar.
79
Page 108
Perhitungan nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih SMA adalah sebagai berikut:
Tabel 28
PT Sumber Mineral Abadi
Nilai Pasar 30,00% Aset Berwujud Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 849 - 849
Persediaan 16.935 - 16.935
Uang muka 54.871 - 54.871
Jumlah Aset Lancar 72.656 - 72.656
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka 176.458 - 176.458
Properti pertambangan 41.104 1.107.830 1.148.934
Aset tetap 6.600 1.460 8.061
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 7.491 - 7.491
Aset pajak tangguhan 10.893 - 10.893
Jumlah Aset Tidak Lancar 242.546 1.109.291 1.351.836
JUMLAH ASET 315.202 1.109.291 1.424.493
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 176 - 176
Utang non usaha 34.062 - 34.062
Utang pajak 1.841 - 1.841
Biaya yang masih harus dibayar 18.574 - 18.574
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek 115 - 115
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 54.769 - 54.769
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi dan
penutupan tambang 2.986 - 2.986
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang 783 - 783
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.769 - 3.769
JUMLAH LIABILITAS 58.538 - 58.538
EKUITAS 256.664 1.109.291 1.365.955
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 315.202 1.109.291 1.424.493
Nilai pasar 100,00% aset berwujud bersih 1.365.955
Nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih 409.792
Selanjutnya, nilai goodwill kemudian diperoleh dengan mengurangkan nilai
transaksi atas Transaksi dengan nilai pasar aset berwujud bersih, aset
takberwujud yang dapat diidentifikasi, dan perkiraan liabilitas pajak tangguhan
masing-masing sebesar Rp 77,44 miliar, Rp 332,35 miliar, dan Rp 73,44 miliar.
Dengan demikian, diperoleh nilai goodwill sebesar Rp 13,65 miliar.
80
Page 109
Perhitungan alokasi harga pembelian sehubungan dengan Transaksi adalah
sebagai berikut:
Tabel 29
PT Sumber Mineral Abadi
Perhitungan Alokasi Harga Pembelian
Per 31 Desember 2025
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25
Nilai atas Transaksi 350.000
Nilai pasar dari 30,00% aset berwujud bersih SMA 77.438
Nilai pasar aset takberwujud 272.562
Aset takberwujud yang dapat diidentifikasi
Properti pertambangan 332.354
Liabilitas pajak tangguhan 73.439
Goodwill 13.647
Nilai pasar aset takberwujud SMA tersebut kami tentukan berdasarkan data dan
informasi yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SMA serta
pihak-pihak lain yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua
informasi tersebut adalah benar, dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang
tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.
Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas SMA. Kami tegaskan pula
bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
maupun di masa datang, dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
Objek Penilaian tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.
81
Page 110
PT Sumber Mineral Abadi Lampiran A
Nilai Pasar 30,00% Aset Berwujud Bersih
Per 31 Desember 2025
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian Nilai Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 849 - 849
Persediaan 16.935 - 16.935
Uang muka 54.871 - 54.871
Jumlah Aset Lancar 72.656 - 72.656
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka 176.458 - 176.458
Properti pertambangan 41.104 1.107.830 1.148.934
Aset tetap 6.600 1.460 8.061
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 7.491 - 7.491
Aset pajak tangguhan 10.893 - 10.893
Jumlah Aset Tidak Lancar 242.546 1.109.291 1.351.836
JUMLAH ASET 315.202 1.109.291 1.424.493
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 176 - 176
Utang non usaha 34.062 - 34.062
Utang pajak 1.841 - 1.841
Biaya yang masih harus dibayar 18.574 - 18.574
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek 115 - 115
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 54.769 - 54.769
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi dan
penutupan tambang 2.986 - 2.986
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang 783 - 783
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.769 - 3.769
JUMLAH LIABILITAS 58.538 - 58.538
EKUITAS 256.664 1.109.291 1.365.955
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 315.202 1.109.291 1.424.493
Nilai pasar 100,00% aset berwujud bersih 1.365.955
Nilai pasar 30,00% aset berwujud bersih 409.792
82
Page 111
PT Sumber Mineral Abadi Lampiran B
Perhitungan Alokasi Harga Pembelian
Per 31 Desember 2025
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25
Nilai atas Transaksi 350.000
Nilai pasar dari 30,00% aset berwujud bersih SMA 77.438
Nilai pasar aset takberwujud 272.562
Aset takberwujud yang dapat diidentifikasi
Properti pertambangan 332.354
Liabilitas pajak tangguhan 73.439
Goodwill 13.647
83
Names mentioned 63 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT SUMBER MINERAL ABADI
p.1 ×30
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
person
Christina Dwi Utami
p.3 ×2
unresolved
org
PT Gatra Perkasa
p.3 ×3
unresolved
org
PT Indrabakti Mustika
p.4 ×2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.8 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.8 ×8
unresolved
org
KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan
p.10 ×3
unresolved
org
KJPP Suwendho Rinaldy
p.10 ×3
unresolved
person
Yanri Budi Karseno
p.10 ×3
unresolved
person
Citra Kusuma
p.10 ×3
unresolved
person
Mulyani
· Notaris
p.10 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.10 ×13
unresolved
org
KJPP SRR
p.13 ×8
unresolved
org
KJPP SRR. Pekerjaan
p.13 ×2
unresolved
org
KJPP SRR. PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN Penilaian
p.13
unresolved
org
PT SUMBER MINERAL ABADI Berdasarkan KB
p.15 ×2
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.16 ×4
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.16
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.16
unresolved
person
H. Kondisi Pembatas
p.21
unresolved
org
PT Sumber Mineral Abadi Per
p.24 ×8
unresolved
org
Bank Sentral
p.24 ×2
unresolved
org
PT Sumber Mineral Abadi SMA
p.35 ×2
unresolved
person
Hangky Ribowo
· Notaris
p.35 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.35 ×4
unresolved
org
PT Sumber Mineral Abadi Daftar Kepemilikan
p.36 ×2
unresolved
org
PT Gatra Perkasa Mineral
p.36 ×2
unresolved
org
PT Djava Berkah Mineral.
p.48
unresolved
org
PT Jaya Arsa Indonesia.
p.48
unresolved
org
PT Pageone Energi Infrastruktur.
p.48
unresolved
org
PT Marin Mitra Nusantara. II.
p.48
unresolved
org
PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama.
p.48
unresolved
org
PT Keinz Ventura.
p.48
unresolved
org
KJPP SRR. II.
p.51
unresolved
org
Geologi Kementerian Energi
p.67
unresolved
org
Pusat Statistik
p.68
unresolved
org
PT Sumber Mineral Abadi Rasio-rasio Keuangan Per
p.76
unresolved
org
PT Sumber Mineral Abadi Berikut
p.77
unresolved
org
PT Sumber Mineral Abadi Analisis Common Size
p.77 ×2
unresolved
org
KJPP SRR. VIII.
p.91
unresolved
org
PT Sumber Mineral Abadi Proyeksi
p.94
unresolved
org
Materion Corporation
p.97 ×2
unresolved
org
BHP Group Limited
p.97 ×2
unresolved
org
PT Sumber Mineral Abadi Perhitungan Kontribusi Modal Kerja
p.102
unresolved
org
PT Sumber Mineral Abadi Perhitungan Kontribusi Aset Tetap
p.103
unresolved
org
PT Sumber Mineral Abadi Nilai Pasar Properti Pertambangan
p.105
unresolved
org
PT Sumber Mineral Abadi Nilai Pasar
p.108
unresolved
org
PT Sumber Mineral Abadi Perhitungan Alokasi Harga Pembelian
p.109
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.273
17972 ms
12 Sep 2026 22:04
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': 'IDR',
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '350.00'}