Skip to content
Back to announcement

20260624_NICL_Laporan Informasi dan Fakta Material_32104079_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review NICL

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 80

Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
     PT PAM MINERAL Tbk

        TRANSAKSI

         JUNI 2026
Page 2
No. : 00127/2.0162-00/BS/02/0153/1/VI/2026                                 22 Juni 2026



Kepada Yth.

PT PAM MINERAL Tbk
Jl. Batu Jajar No. 37 Lt. 5
Jakarta Pusat 10120

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 22 Juni 2026, PT PAM Mineral Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dan
PT Sumber Mineral Abadi (selanjutnya disebut “SMA”) telah menandatangani Kesepakatan
Bersama (selanjutnya disebut “KB”) dan memperoleh Akta Keputusan Para Pemegang
Saham SMA No. 324 tanggal 22 Juni 2026, yang dibuat oleh Notaris Christina Dwi Utami,
S.H., M.Hum., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta No. 324”), di mana Perseroan telah
mengambil bagian atas seluruh saham yang diterbitkan oleh SMA sebanyak
10.714.500 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per saham atau setara nilai
nominal keseluruhan sebesar Rp 10,71 miliar dengan nilai transaksi sebesar
Rp 350,00 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi”).

Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran
Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/260506-002 tanggal 6 Mei 2026 yang
telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar
sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran (fairness
opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa kontruksi pertambangan, jasa
pemeliharaan saluran air/pipa, jasa penunjang kegiatan pertambangan, serta pertambangan
meliputi batubara, bijih uranium dan thorium, eksplorasi dan eksploitasi air mineral,
menjalankan usaha di bidang pertambangan nikel, pasir besi, dan bijih besi. Perseroan
berdomisili di Jalan Batu Jajar No. 37 Lantai 5, Jakarta Pusat 10120, dengan nomor
telepon: (021) 3513 192 dan email: corsec@pammineral.co.id.

SMA merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang pertambangan nikel. SMA
memiliki area pertambangan nikel di Morowali Utara, Sulawesi Tengah seluas 1.948 hektar.
Pada tanggal 2 November 2020, SMA mendapat persetujuan peningkatan izin usaha
pertambangan eksplorasi mineral logam menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi
Produksi (selanjutnya disebut “IUP-OP”) yang berlaku selama 20 tahun dan dapat
diperpanjang 2 kali masing-masing 10 tahun.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari managemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2025, susunan pemegang saham SMA adalah sebagai berikut:


              PT Gatra Perkasa                             Fanny Setiadi Faizal
                                    Robby Widjaja (RW)
                Mineral (GPM)                                     (FSZ)

                       50,00%                 25,00%                 25,00%


                                           SMA




Sebelumnya, berdasarkan Akta No. 324, para pemegang saham SMA telah menyetujui dan
mengambil keputusan untuk mengubah nilai nominal saham SMA dari semula sebesar
Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 1.000 per saham dan melakukan peningkatan
modal ditempatkan dan disetor SMA dari sebelumnya sebesar Rp 25,00 miliar menjadi
Rp 35,71 miliar.

Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia, memiliki peranan penting dalam
memenuhi kebutuhan industri nikel global. Kondisi fluktuasi harga nikel dalam beberapa
tahun terakhir menyebabkan penurunan harga nikel secara signifikan akibat surplus
pasokan global, namun industri nikel Indonesia tetap optimis terhadap permintaan jangka
panjang, khususnya dari sektor kendaraan listrik. Selain itu, kebijakan Pemerintah Indonesia
yang mendorong hilirisasi nikel, dengan fokus pada peningkatan nilai tambah melalui produk
olahan, menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bijih nikel
mentah dan meningkatkan daya saing produk nikel Indonesia di pasar global. Menanggapi
hal tersebut, Perseroan melihat pangsa pasar dalam industri nikel yang memiliki potensi
bisnis yang berkembang seiring dengan tingginya kebutuhan akan komoditas nikel sebagai
bahan baku bagi industri lain.


                                             2
Page 4
Perseroan dan PT Indrabakti Mustika (selanjutnya disebut “IBM”), entitas anak Perseroan
yang dimiliki oleh Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,77% berfokus pada sektor
pertambangan nikel, yang meliputi kegiatan eksplorasi, penambangan, serta penjualan bijih
nikel (nickel ore). Perseroan memiliki area konsesi pertambangan nikel yang berlokasi di
wilayah pesisir Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Laroenai, Kec. Bungku. Sedangkan, IBM
melakukan kegiatan penambangan yang berlokasi di Desa Lameruru, Kec. Langgikima,
Kab. Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, memiliki luas area operasional IUP
sebesar 576 Ha.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan dan IBM secara berkelanjutan
mengoptimalkan pengelolaan tambang yang telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan
pasar domestik. Langkah bisnis diambil oleh Perseroan dalam upayanya untuk melakukan
pertumbuhan an-organik dengan mengambil bagian atas seluruh saham baru yang
diterbitkan oleh SMA yang diyakini masih sejalan dengan strategi bisnis Perseroan. Hal ini
seiring dengan Perseroan yang terus mengembangkan kapasitas dan portofolio usaha di
sektor pertambangan nikel sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing,
meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkokoh posisi strategis Perseroan di pasar
nasional maupun internasional.

Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan perluasan portofolio
investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan dengan penyertaan saham pada
industri pertambangan nikel yang memiliki ketersediaan kapasitas dan telah memiliki
kemampuan dalam memproduksi bijih nikel, sehingga Perseroan dapat memanfaatkan
momentum sehubungan dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan kenaikan harga
komoditas nikel dalam memaksimalkan keuntungan Perseroan. Selanjutnya, Transaksi juga
merupakan penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan cadangan sumber daya mineral bagi
Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA yang memiliki cadangan nikel yang masih
dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang.

Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan baru yang
dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam laporan keuangan
konsolidasian Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang dimiliki lakukan oleh SMA
diharapkan dapat menopang kelangsungan usaha Perseroan, sehingga Perseroan dapat
memperoleh tingkat balikan investasi yang menguntungkan dan berpeluang untuk
melakukan fokus pada investasi-investasi lainnya yang diyakini Perseroan memiliki potensi
bisnis dan prospek positif pada masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan dan SMA
merupakan perusahaan yang berada di bawah pengendalian dari pengendali yang sama.
Perseroan memandang bahwa Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu bagian
dari strategi bisnis bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang Perseroan
pada sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama dengan para
pemegang saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur transaksi tersebut dipandang sesuai
dengan tujuan investasi Perseroan karena memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi
dalam potensi pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus tetap
menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan alokasi modal sehingga
Perseroan dapat memperoleh eksposur terhadap peluang pertumbuhan pada aset dan
kegiatan usaha SMA tanpa menanggung seluruh risiko, kebutuhan pendanaan, maupun
kewajiban yang umumnya melekat pada transaksi pengambilalihan pengendalian.


                                            3
Page 5
Selain itu, Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis antara
Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran keahlian teknis,
optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang sinergi lainnya yang dapat
memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Perseroan meyakini bahwa pendekatan
investasi strategis tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang berfokus
pada penciptaan nilai jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta peningkatan
kualitas portofolio investasi Perseroan.

Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar komoditas nikel dan
meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang
baik dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan serta mendukung
pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat memberikan nilai
tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan perluasan
    portofolio investasi Perseroan dan pengembangan usaha Perseroan dengan penyertaan
    saham pada industri pertambangan nikel yang memiliki ketersediaan kapasitas dan telah
    memiliki kemampuan dalam memproduksi bijih nikel, sehingga Perseroan dapat
    memanfaatkan momentum sehubungan dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan
    kenaikan harga komoditas nikel dalam memaksimalkan keuntungan Perseroan.
    Selanjutnya, Transaksi juga merupakan penerapan mitigasi risiko atas ketersediaan
    cadangan sumber daya mineral bagi Perseroan dalam melakukan investasi pada SMA
    yang memiliki cadangan nikel yang masih dapat diproduksi dalam jangka waktu yang
    panjang.

•   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber pendapatan baru yang
    dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas asosisi dalam laporan keuangan
    konsolidasian Perseoran. Dengan penjualan bijih nikel yang dimiliki lakukan oleh SMA
    diharapkan dapat menopang kelangsungan usaha Perseroan, sehingga Perseroan
    dapat memperoleh tingkat balikan investasi yang menguntungkan dan berpeluang untuk
    melakukan fokus pada investasi-investasi lainnya yang diyakini Perseroan memiliki
    potensi bisnis dan prospek positif pada masa yang akan datang.

•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Perseroan dan
    SMA merupakan perusahaan yang berada di bawah pengendalian dari pengendali yang
    sama. Perseroan memandang bahwa Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu
    bagian dari strategi bisnis bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang
    Perseroan pada sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama dengan
    para pemegang saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur transaksi tersebut dipandang
    sesuai dengan tujuan investasi Perseroan karena memungkinkan Perseroan untuk
    berpartisipasi dalam potensi pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari
    SMA, sekaligus tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan
    alokasi modal sehingga Perseroan dapat memperoleh eksposur terhadap peluang
    pertumbuhan pada aset dan kegiatan usaha SMA tanpa menanggung seluruh risiko,
    kebutuhan pendanaan, maupun kewajiban yang umumnya melekat pada transaksi
    pengambilalihan pengendalian.



                                              4
Page 6
•   Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis antara Perseroan
    dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha, pertukaran keahlian teknis,
    optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta identifikasi peluang sinergi lainnya yang dapat
    memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Perseroan meyakini bahwa pendekatan
    investasi strategis tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang
    berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang, diversifikasi sumber pendapatan, serta
    peningkatan kualitas portofolio investasi Perseroan.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar komoditas nikel
    dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan
    yang baik dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan serta
    mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat
    memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
terdapat kesamaan pemilik manfaat akhir pada Perseroan dan SMA, yaitu Christopher
Sumasto Tjia pada tanggal 31 Desember 2025, maka Transaksi merupakan transaksi
afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya
disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Tjahjadi & Tamara (selanjutnya disebut “TT”), jumlah ekuitas,
jumlah aset, pendapatan, dan laba tahun berjalan Perseroan masing-masing adalah
sebesar Rp 776,43 miliar, Rp 873,05 miliar, Rp 1.473,08 miliar, dan Rp 345,14 miliar.
Selanjutnya, berdasarkan Akta No. 324, nilai transaksi atas Transaksi tersebut adalah
sebesar Rp 350,00 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP TT, jumlah aset, pendapatan, dan rugi
tahun berjalan SMA masing-masing adalah sebesar Rp 315,20 miliar, Rp 34,28 miliar, dan
Rp 22,06 miliar.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan lebih dari
45,08% nilai ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2025 sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi merupakan transaksi
material, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020
tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
(selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.




                                                5
Page 7
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di mana
Perseroan telah mengambil bagian atas seluruh saham yang yang diterbitkan oleh SMA
sebanyak 10.714.500 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per saham atau
setara nilai nominal keseluruhan sebesar Rp 10,71 miliar dengan nilai transaksi sebesar
Rp 350,00 miliar.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020 dan
POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.




                                           6
Page 8
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan.

2. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
   “KAP”) Tjahjadi & Tamara (selanjutnya disebut “TT”) sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00144/2.0853/AU.1/02/1924-2/1/III/2026 tanggal 25 Maret 2026 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

3. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00106/2.0853/AU.1/02/1924-1/1/III/2025 tanggal 24 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

4. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00104/2.0853/AU.1/02/1258-4/1/III/2024 tanggal 22 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

5. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00104/2.0853/AU.1/02/0169-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

6. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00214/2.0853/AU.1/02/1258-3/1/III/2022 tanggal 31 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

7. Laporan    keuangan    SMA      untuk  tahun    yang    berakhir  pada    tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00340/2.0853/AU.1/02/1258-5/1/VI/2026 tanggal 11 Juni 2026 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

8. Laporan    keuangan    SMA      untuk  tahun    yang    berakhir  pada    tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00278/2.0853/AU.1/05/1258-4/1/VI/2025 tanggal 23 Juni 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.

9. Laporan    keuangan    SMA      untuk tahun    yang    berakhir pada    tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00194/2.0853/AU.1/02/1258-3/1/V/2024 tanggal 22 Mei 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian.




                                           7
Page 9
10. Laporan    keuangan     SMA     untuk  tahun    yang    berakhir   pada    tanggal
    31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00244/2.0853/AU.1/02/1258-2/1X/2023 tanggal 24 Oktober 2023 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian.

11. Laporan    keuangan     SMA     untuk  tahun    yang    berakhir   pada    tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TT sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00243/2.0853/AU.1/02/1258-1/1X/2023 tanggal 24 Oktober 2023 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian.

12. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2025 sehubungan dengan Transaksi yang telah direviu oleh KAP
    TT sebagaimana tertuang dalam laporannya No. J-028/T&T-AUP/JNT/2026 tanggal
    22 Juni 2026.

13. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030 yang
    disusun oleh manajemen Perseroan.

14. Laporan penilaian 100,00% saham SMA per 31 Desember                       2025 yang
    disusun    oleh   KJPP     KR     sebagaimana      tertuang    dalam       laporannya
    No. 00125/2.0162-00/BS/02/0153/1/VI/2026 tanggal 19 Juni 2026.

15. KB.

16. Akta No. 324.

17. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 130
    tanggal 24 April 2025 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta
    terkait perubahan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan.

18. Anggaran dasar SMA yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 2 tanggal
    3 Juni 2025 oleh Mulyani, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Karawang terkait
    perubahan susunan pemegang saham, Komisaris dan Direksi Perusahaan.

19. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Herman Thio dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Transaksi.

20. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang.

21. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi.




                                            8
Page 10
22. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

23. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

24. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

25. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan.

26. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi
laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.




                                           9
Page 11
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan SMA berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan SMA.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                             10
Page 12
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260506-002 tanggal 6 Mei 2026
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat
Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:

I. Analisis atas Transaksi.
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi.
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                               11
Page 13
I.         ANALISIS TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT PAM Mineral Tbk

           Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang telah mengambil bagian
           atas seluruh saham yang yang diterbitkan oleh SMA sebanyak
           10.714.500 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per saham
           atau setara nilai nominal keseluruhan sebesar Rp 10,71 miliar dengan nilai
           transaksi sebesar Rp 350,00 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh
           dari manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan
           merupakan pihak yang terafiliasi dengan SMA. Latar belakang, manajemen,
           kepemilikan saham, dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 32 tanggal 15 Januari 2008 oleh
           Notaris Edison Jingga, S.H., di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Hukum
           dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
           No. AHU-21657.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal 29 April 2008, serta telah
           diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 60, Tambahan
           No. 13172 tertanggal 25 Juli 2008.

           Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan. akta
           terakhir No. 130 tanggal 24 April 2025 oleh Notaris Christina Dwi Utami, S.H.,
           M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta, berkaitan dengan perubahan Dewan
           Komisaris dan Direksi Perusahaan. Akta perubahan tersebut telah disetujui
           oleh dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
           Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0221730 tanggal 5 Mei 2025. Sampai
           dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, perubahan
           tersebut belum diumumkan dalam Berita Negara.

           Perseroan memiliki kantor pusat di Jl. Batu Jajar No. 37 Lantai 5, Jakarta Pusat
           10120. Perseroan beroperasi secara komersial pada tahun 2012 sampai 2013
           dalam industri pertambangan nikel. Perseroan kembali beroperasi komersial
           pada bulan Juni 2023.




                                           12
Page 14
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                      Perseroan        pada    tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama              :        Tandijono Jiko
           Komisaris Independen         :        Yamin Dharmawan
           Komisaris Independen         :        Sudung Situmorang

           Direksi
           Direktur Utama               :        Ruddy Tjanaka
           Direktur                     :        Herman Thio
           Direktur                     :        Roni Permadi Kusumah
           Direktur                     :        Suhartono

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                        (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                      Pemegang Saham             Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
           PT PAM Metalindo                         4.597.500.000          43,23%       91.950.000.000
           PT Artha Perdana Investama               3.065.000.000          28,82%       61.300.000.000
           Masyarakat (dibawah 5,00%)               2.973.144.907          27,95%       59.462.898.140
           Jumlah                                  10.635.644.907          100,00%     212.712.898.140



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa
           kontruksi pertambangan, jasa pemeliharaan saluran air/pipa, jasa penunjang
           kegiatan pertambangan, serta pertambangan meliputi batubara, bijih uranium
           dan thorium, eksplorasi dan eksploitasi air mineral, menjalankan usaha di
           bidang pertambangan nikel, pasir besi, dan bijih besi.

I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa
           kontruksi pertambangan, jasa pemeliharaan saluran air/pipa, jasa penunjang
           kegiatan pertambangan, serta pertambangan meliputi batubara, bijih uranium
           dan thorium, eksplorasi dan eksploitasi air mineral, menjalankan usaha di
           bidang pertambangan nikel, pasir besi, dan bijih besi.




                                            13
Page 15
Prospek usaha Perseroan ke depan masih didukung oleh peran strategis nikel
dalam transisi energi global serta posisi Indonesia sebagai salah satu produsen
nikel utama dunia yang diperkuat oleh kebijakan hilirisasi Pemerintah. Namun
demikian, dinamika industri nikel tetap dihadapkan pada tantangan berupa
volatilitas harga komoditas dan ketidakpastian geopolitik global, sehingga
pengelolaan risiko dan penerapan prinsip kehatihatian perlu terus diperkuat.

Sejalan dengan dinamika pasar global, Perseroan menghadapi tantangan
berupa volatilitas harga nikel yang dipengaruhi oleh fluktuasi permintaan,
ketidakpastian geopolitik, serta percepatan transisi energi global yang
berdampak langsung pada industri nikel. Selain itu, potensi kelebihan pasokan
global serta rencana Pemerintah untuk melakukan pembatasan produksi nikel
turut menegaskan adanya risiko pasar dan regulasi yang perlu dikelola secara
cermat. Dalam merespons kondisi tersebut, Perseroan secara proaktif
memperkuat strategi manajemen risiko, melakukan pemantauan pasar secara
berkelanjutan, serta menjaga fleksibilitas operasional agar tetap adaptif
terhadap perubahan kondisi industri dan kebijakan yang berlaku.

Di sisi lain, Perseroan menyadari bahwa kegiatan pertambangan memiliki
potensi dampak terhadap lingkungan, termasuk risiko deforestasi dan
degradasi ekosistem, serta menghadapi tantangan administratif berupa
berakhirnya masa berlaku Izin Usaha Pertambangan (IUP). Oleh karena itu,
Perseroan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh proses
operasional melalui penerapan praktik pertambangan yang bertanggung jawab,
pengelolaan lingkungan yang terukur, serta upaya perlindungan dan pemulihan
ekosistem di sekitar wilayah operasional. Perseroan juga merespons tantangan
perizinan dengan menyusun strategi yang adaptif, menjaga efisiensi
operasional, serta meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan dan
diversifikasi produk, sembari mengupayakan proses perpanjangan IUP dengan
tetap mengedepankan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

Perseroan meyakini bahwa keberlanjutan produksi dan kontribusi Perseroan
terhadap perekonomian daerah maupun nasional hanya dapat dicapai melalui
pengelolaan risiko yang disiplin, kepatuhan hukum, penguatan tata kelola
perusahaan, serta hubungan yang konstruktif dan berkelanjutan dengan
pemerintah pusat dan daerah.




                               14
Page 16
           Perseroan memandang bahwa prospek usaha di sektor pertambangan nikel
           tetap positif dalam jangka menengah hingga panjang, meskipun pada tahun
           2025 industri menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga dan kondisi
           kelebihan pasokan. Permintaan global terhadap nikel diperkirakan terus
           meningkat seiring dengan pertumbuhan industri kendaraan listrik dan baterai,
           sementara stabilitas perekonomian nasional, kebijakan hilirisasi mineral, serta
           dukungan Pemerintah memberikan landasan yang kuat bagi keberlanjutan
           usaha Perseroan. Dengan kepemilikan izin usaha yang telah beroperasi,
           ketersediaan sumber daya yang masih dapat dikembangkan, serta komitmen
           terhadap efisiensi operasional dan pengelolaan lingkungan, Perseroan optimis
           dapat menjaga kinerja usaha secara berkelanjutan dan memperkuat daya
           saing di industri nikel.

I.A.2.     PT Sumber Mineral Abadi

           Dalam Transaksi, SMA merupakan pihak yang telah melakukan penerbitan
           sebanyak 10.714.500 saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per
           saham atau setara nilai nominal keseluruhan sebesar Rp 10,71 miliar dan
           diambil bagian seluruhnya oleh Perseroan dengan nilai transaksi sebesar
           Rp 350,00 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
           Perseroan, SMA merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar
           belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha SMA adalah
           sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           SMA didirikan berdasarkan Akta No. 86 tanggal 24 September 2007 oleh
           Hangky Ribowo, S.H., notaris di Balikpapan. Akta Pendirian telah disahkan oleh
           Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
           Keputusan No. C-05670 HT.01.01-TH.2007 tanggal 7 Desember 2007, serta
           telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 14, Tambahan
           No. 1697 pada tahun 2008.

           Anggaran dasar SMA telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta
           Notaris No. 2 tanggal 3 Juni 2025 oleh Mulyani, S.H., M.Kn., notaris di
           Kabupaten Karawang, mengenai perubahan susunan pemegang saham,
           Komisaris dan Direksi SMA. Akta tersebut telah disetujui oleh Kementerian
           Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
           No. AHU-AH.01.09-0284609 tanggal 3 Juni 2025. Akta tersebut telah
           diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46, Tambahan
           No. 15209 tertanggal 10 Juni 2025.

           SMA memiliki kantor pusat di Jalan Pecenongan No.72, Jakarta Pusat 10120.
           SMA memulai beroperasi komersial pada tahun 2023.




                                          15
Page 17
I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMA pada tanggal 31 Desember 2025
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris             :        Christopher Sumasto Tjia

           Direksi
           Presiden Direktur              :        Rosmin Salim
           Direktur                       :        Shelly

I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SMA berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                       (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                       Pemegang Saham              Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
           PT Gatra Perkasa Mineral                        12.500          50,00%      12.500.000.000
           Robby Widjaja                                    6.250          25,00%       6.250.000.000
           Fanny Setiadi Faizal                             6.250          25,00%       6.250.000.000
           Jumlah                                          25.000          100,00%     25.000.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang
           pertambangan dan penggalian, pertambangan bijih nikel, aktivitas penunjang
           pertambangan dan penggalian lainnya.

I.B.       Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

I.B.1.     KB

           Berdasarkan KB sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan
           penting dalam KB adalah sebagai berikut:

           •    Pihak-pihak yang Bertransaksi

                Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan KB adalah Perseroan dan
                SMA.




                                              16
Page 18
         •   Objek Transaksi

             Objek transaksi berdasarkan KB adalah para pihak telah menyepakati
             bahwa Perseroan akan melakukan peningkatan modal disetor dan
             ditempatkan dengan menerbitkan sebanyak 10.714.500 saham dalam
             Perseroan dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 1.000,
             dengan demikian nilai nominal atas seluruh saham adalah sebesar
             Rp 10,71 miliar yang diambil bagian seluruhnya oleh Perseroan, dengan
             harga penyetoran yang harus dibayarkan oleh Perseroan kepada SMA
             sebesar Rp 350,00 miliar, sehingga kepemilikan Perseroan pada SMA pada
             tanggal efektif akan menjadi sebesar 30,00% dari modal dan ditempatkan
             disetor SMA.

I.B.2.   Akta No. 324

         Berdasarkan Akta No. 324 sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok
         kesepakatan penting dalam Akta No. 324 adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta No. 324 adalah Perseroan
             dan SMA.

         •   Objek Transaksi

             Objek transaksi berdasarkan Akta No. 324 adalah para pemegang saham
             SMA telah menyetujui dan mengambil keputusan untuk mengubah nilai
             nominal saham SMA dari semula sebesar Rp 1.000.000 per saham menjadi
             sebesar Rp 1.000 per saham serta SMA melakukan peningkatan modal
             ditempatkan dan disetor SMA dari sebelumnya sebesar Rp 25,00 miliar
             menjadi Rp 35,71 miliar yang dalam peningkatan modal tersebut
             menerbitkan sebanyak 10.714.500 saham baru dalam SMA dengan nilai
             nominal sebesar Rp 1.000 per saham, dengan demikian nilai nominal atas
             seluruh saham baru sebagaimana tersebut di atas adalah sebesar
             Rp 10,71 miliar yang diambil bagian seluruhnya oleh Perseroan, dilakukan
             secara tunai, dengan rincian penyetoran sebagai berikut:

             -   Dilakukan penyetoran sebesar Rp 350,00 miliar;

             -   Nilai nominal saham baru yang diambil bagian seluruhnya sebesar
                 Rp 10,71 miliar; dan

             -   Sehingga selisih antara jumlah penyetoran dengan nilai nominal saham,
                 yaitu sebesar Rp 339,29 miliar akan dicatat dan dibukukan sebagai agio
                 saham.




                                        17
Page 19
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan
           perluasan portofolio investasi Perseroan dan pengembangan usaha
           Perseroan dengan penyertaan saham pada industri pertambangan nikel
           yang memiliki ketersediaan kapasitas dan telah memiliki kemampuan dalam
           memproduksi bijih nikel, sehingga Perseroan dapat memanfaatkan
           momentum sehubungan dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan
           kenaikan harga komoditas nikel dalam memaksimalkan keuntungan
           Perseroan. Selanjutnya, Transaksi juga merupakan penerapan mitigasi
           risiko atas ketersediaan cadangan sumber daya mineral bagi Perseroan
           dalam melakukan investasi pada SMA yang memiliki cadangan nikel yang
           masih dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang.

       •   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber
           pendapatan baru yang dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas
           asosisi dalam laporan keuangan konsolidasian Perseoran. Dengan
           penjualan bijih nikel yang dimiliki lakukan oleh SMA diharapkan dapat
           menopang kelangsungan usaha Perseroan, sehingga Perseroan dapat
           memperoleh tingkat balikan investasi yang menguntungkan dan berpeluang
           untuk melakukan fokus pada investasi-investasi lainnya yang diyakini
           Perseroan memiliki potensi bisnis dan prospek positif pada masa yang akan
           datang.

       •   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
           Perseroan dan SMA merupakan perusahaan yang berada di bawah
           pengendalian dari pengendali yang sama. Perseroan memandang bahwa
           Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu bagian dari strategi
           bisnis bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang Perseroan
           pada sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama
           dengan para pemegang saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur
           transaksi tersebut dipandang sesuai dengan tujuan investasi Perseroan
           karena memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi
           pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus
           tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan
           alokasi modal sehingga Perseroan dapat memperoleh eksposur terhadap
           peluang pertumbuhan pada aset dan kegiatan usaha SMA tanpa
           menanggung seluruh risiko, kebutuhan pendanaan, maupun kewajiban
           yang umumnya melekat pada transaksi pengambilalihan pengendalian.




                                      18
Page 20
•   Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis
    antara Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha,
    pertukaran keahlian teknis, optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta
    identifikasi peluang sinergi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi
    kedua belah pihak. Perseroan meyakini bahwa pendekatan investasi
    strategis tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang
    berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang, diversifikasi sumber
    pendapatan, serta peningkatan kualitas portofolio investasi Perseroan.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar
    komoditas nikel dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai
    memiliki prospek pertumbuhan yang baik dan diharapkan dapat
    memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan serta mendukung
    pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat
    memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
    dana tersebut untuk investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan
    yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan Transaksi.

•   Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan usaha SMA pada masa
    yang akan datang, SMA masih memerlukan dukungan pendanaan dari
    Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang pertambangan dan
    penggalian, pertambangan bijih nikel, aktivitas penunjang pertambangan
    dan penggalian lainnya, SMA tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang
    dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi
    memberikan dampak bagi kelangsungan usaha SMA.




                                19
Page 21
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

II.A.     PT Sumber Mineral Abadi

II.A.1.   Latar Belakang

          SMA didirikan berdasarkan Akta No. 86 tanggal 24 September 2007 oleh
          Hangky Ribowo, S.H., notaris di Balikpapan. Akta Pendirian telah disahkan oleh
          Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
          Keputusan No. C-05670 HT.01.01-TH.2007 tanggal 7 Desember 2007, serta
          telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 14, Tambahan
          No. 1697 pada tahun 2008.

          Anggaran dasar SMA telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta
          Notaris No. 2 tanggal 3 Juni 2025 oleh Mulyani, S.H., M.Kn., notaris di
          Kabupaten Karawang, mengenai perubahan susunan pemegang saham,
          Komisaris dan Direksi SMA. Akta tersebut telah disetujui oleh Kementerian
          Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
          No. AHU-AH.01.09-0284609 tanggal 3 Juni 2025. Akta tersebut telah
          diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46, Tambahan
          No. 15209 tertanggal 10 Juni 2025.

          SMA memiliki kantor pusat di Jalan Pecenongan No.72, Jakarta Pusat 10120.
          SMA memulai beroperasi komersial pada tahun 2023.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha SMA adalah bergerak dalam bidang
          pertambangan dan penggalian, pertambangan bijih nikel, aktivitas penunjang
          pertambangan dan penggalian lainnya.




                                         20
Page 22
II.B.     Tinjauan Industri Nikel

II.B.1.   Tinjauan Industri Nikel di Dunia

          Nikel merupakan jenis sumber daya yang paling banyak digunakan sebagai
          bahan baku pembuatan baja tahan karat, pelapisan, baterai, pesawat terbang,
          obat-obatan, otomotif, dan turbin uap. Sebagai bahan baku esensial dalam
          perubahan teknologi dan manufaktur global, saat ini kebutuhan terhadap nikel
          di dunia menjadi peran penting dalam revolusi industri modern. Terlebih
          penggunaan nikel dalam revolusi kendaraan listrik, nikel menjadi komponen
          kunci untuk baterai lithium-ion. Selain itu, nikel menjadi komponen vital untuk
          berbagai perangkat elektronik seperti ponsel, kamera, dan laptop.

          Pertumbuhan pasar nikel juga didorong dengan sifatnya yang berguna untuk
          banyak hal, memiliki daya tahan yang baik, dan sifat elektromagnetik.
          Ketahanannya akan korosi juga sangat baik menjadi nilai tambah dari nikel
          sendiri untuk digunakan dalam beberapa industri terutama industri minyak dan
          gas serta produsen baja tahan karat. Pertumbuhan industri baterai litium juga
          menjadi salah satu hal yang membuat permintaan nikel di masyarakat menjadi
          meningkat, hal ini dikarenakan ketahanan terhadap korosi dan panas. Industri
          kontruksi, arsitektur, dan kelautan juga memberikan kontribusi yang signifikan
          terhadap pertumbuhan nikel di dunia.

          Harga Nikel Global
          Periode Q1 2025 – Q4 2025
          (Dalam USD Per Metrik Ton/MT)

                17.000


                16.500


                16.000


                15.500


                15.000


                14.500


                14.000
                              Q1 2025         Q2 2025      Q3 2025         Q4 2025
             Harga Nikel      15.945          15.125       15.265          16.750

          Sumber: Trading Economics




                                             21
Page 23
Berdasarkan data yang diperoleh dari FRED, harga nikel global terus
mengalami penurunan selama periode Q1 – Q3 2025 yaitu masing-masing
sebesarUSD 15.569,76 per MT, USD 15,166,50 per MT, dan USD 15.028,42
per MT atau setara dengan penurunan sebesar 2,59% dan 0,91%
masing-masing untuk periode Q2 2025 dan Q3 2025. Penurunan harga nikel
disebabkan oleh kelebihan pasokan nikel terutama feronikel di Indonesia dan
nikel sulfat serta bahan anoda yang digunakan untuk baterai di Cina.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Trading Economics, pada tanggal
30 Januari 2026, harga komoditas nikel di dunia adalah sebesar
USD 17.547,10 per ton dimana harga tersebut mengalami kenaikan sebesar
USD 788,30 per ton atau setara 4,70% jika dibandingkan harga komoditas nikel
di dunia pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar USD 16.758,80 per ton.

Harga Nikel Dunia
Periode Q1 2026 - Q4 2026

                                                           (Dalam USD/MT)

             Keterangan     Q1 2026     Q2 2026*    Q3 2026*    Q4 2026*

Median                         15.200      15.500      15.425      15.500
Mean                           15.204      15.355      15.456      15.476
High                           16.000      16.500      17.500      17.000
Low                            14.202      13.997      13.795      14.500

Sumber: Bloomberg
* Proyeksi


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada Q1 2026 harga nikel
tertinggi berada pada USD 16,00 ribu per MT, sedangkan jika dilihat secara
keseluruhan periode, harga nikel dunia tertinggi diproyeksikan mencapai
USD 17,50 ribu per MT pada periode Q3 2026. Jika dilihat dari harga median,
harga nikel dunia cenderung mengalami fluktuasi dengan proyeksi harga
tertinggi yaitu sebesar USD 15,50 ribu per MT pada Q4 2026.




                                22
Page 24
Proyeksi Ukuran Pasar Nikel di Dunia
Tahun 2026 – 2034
(Dalam miliar USD)

       90
       80
       70
       60
       50
       40
       30
       20
       10
        0
           2025      2026     2027    2028    2029    2030    2031    2032    2033    2034
    Ukuran
           44,49     47,61    50,99   54,66   58,65   62,99   67,71   72,86   78,47   83,77
    Pasar

Sumber: Precedence Research


Menurut data yang diperoleh dari Precedence Research, ukuran pasar nikel di
dunia pada tahun 2025 hingga 2034 diproyeksikan terus mengalami kenaikan
setiap tahunnya dengan jumlah masing-masing sebesar USD 44,49 miliar,
USD 47,61 miliar, USD 50,99 miliar, USD 54,66 miliar, USD 58,65 miliar,
USD 62,99 miliar, USD 67,71 miliar, USD 72,86 miliar, USD 78,47 miliar, dan
USD 83,77 miliar dengan proyeksi kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2033
di dengan jumlah kenaikan sebesar USD 5,61 miliar atau setara dengan 7,70%.
Pertumbuhan ukuran pasar nikel didukung oleh pertumbuhan berkelanjutan
di sektor konstruksi dan infrastruktur, kebutuhan akan baja tahan karat dalam
aplikasi seperti bahan bangunan, pipa, dan komponen otomotif.

Secara umum, meskipun kondisi pasar nikel global diperkirakan masih
mengalami surplus pada tahun 2025 dan akan meningkat pada tahun 2026,
permintaan nikel juga diproyeksikan bertumbuh sejalan dengan perkembangan
penggunaan di sektor industri utama seperti stainless steel dan baterai
kendaraan listrik. Menurut INSG, permintaan nikel global diperkirakan naik dari
sekitar 3,60 juta MT pada tahun 2025 menjadi sekitar 3,82 juta MT pada tahun
2026, yang mencerminkan adanya ekspansi konsumsi meskipun jumlah
produksi diproyeksikan meningkat lebih cepat sehingga kondisi surplus pasar
tetap terjadi. Peningkatan permintaan tersebut menunjukkan bahwa nikel tetap
menjadi komoditas strategis bagi sektor manufaktur dan transisi energi,
sehingga prospek industri dalam jangka menengah tetap didukung oleh
pertumbuhan kebutuhan global meskipun tantangan kelebihan pasokan masih
berlangsung dalam jangka pendek.




                                      23
Page 25
II.B.2.   Tinjauan Industri Nikel di Indonesia

          Indonesia memiliki wilayah dengan tambang nikel yang sangat luas dan
          memiliki cadangan yang melimpah. Menurut Badan Geologi Kementerian
          Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Indonesia memiliki
          potensi formasi pembawa nikel hingga 2,00 juta hektare (ha) dan dari luasan
          tersebut, hanya sekitar 800,00 ribu hektar yang sudah tereksplorasi dan
          menjadi izin usaha pertambangan. Hal ini yang menjadikan Indonesia sebagai
          negara dengan cadangan dan produksi nikel terbesar di dunia.

          Penyebaran nikel yang tersebar di berbagai wilayah besar Indonesia seperti
          Aceh, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku tidak hanya memberikan
          manfaat ekonomi, tetapi juga membuka peluang besar untuk kemajuan industri
          nasional. Pemerintah mendorong era peralihan teknologi baru dari kendaraan
          berbahan bakar minyak menjadi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.
          Peralihan teknologi baru tersebut menciptakan peluang bagi Indonesia untuk
          dapat menciptakan komponen dan industri sendiri.

          Harga Mineral Acuan Bijih Nikel
          Januari 2025

                                                         (Dalam FOB per wet MT/wmt )
                                            Correction
                   Kadar Nikel                           MC 30,00% MC 35,00%
                                              Factor
                       1,60%                  17,00%            29,82         27,69
                       1,70%                  18,00%            33,54         31,15
                       1,80%                  19,00%            37,49         34,81
                       1,90%                  20,00%            41,66         38,68
                       2,00%                  21,00%            46,04         42,75

          Sumber: Asosiasi Penambang Nikel Indonesia


          Dalam skala domestik, Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), telah
          merilis harga bijih nikel untuk berbagai kadar nikel (Ni). Bijih nikel dengan kadar
          Ni terendah, yaitu 1,60% memiliki harga MC 30,00% sebesar USD 28,56/wmt,
          sedangkan MC 35,00% sebesar USD 26,52/wmt. Harga ini terus meningkat
          seiring naiknya kadar Ni. Bijih nikel dengan kadar tertinggi, yaitu 2,00%, berada
          pada kisaran sebesar USD 44,10/wmt untuk MC 30,00%, sedangkan MC
          35,00% yaitu sebesar USD 40,95/wmt untuk MC 35,00%. Menurut APNI, harga
          nikel November periode II 2025 tercatat sebesar USD 14.998,67 per dry
          MT/dmt, turun dibanding periode I yang berada di level USD 15.075,33 per dmt
          atau turun sekitar USD 76,66. Harga ini menjadi acuan utama transaksi nikel di
          Indonesia, khususnya dalam perdagangan bijih nikel dengan kadar air atau MC
          30 – 35% dengan basis FOB.




                                                  24
Page 26
Ekspor dan Impor Nikel dan Barang Daripadanya
Mei 2025


                                        Nilai Ekspor       Berat Ekspor      Nilai Impor      Berat Impor
             Keterangan
                                           (USD)               (KG)             (USD)            (KG)
Nikel dan barang daripadanya              741.427.003,85    209.611.549,07     3.287.484,49       151.666,62


Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


Menurut informasi yang diperoleh dari BPS, pada bulan Desember 2025,
ekspor nikel dan barang daripadanya adalah sebesar USD 1,275 juta atau
setara dengan 243,54 juta kg, sedangka impor nikel dan barang daripadanya
pada bulan Desember 2025 adalah sebesar USD 14,21 juta atau setara
dengan 0,40 juta kg. Selisih antara ekspor dan impor nikel dan barang
daripadanya pada bulan Desember 2025 adalah sebesar USD 1.261,78 juta
atau setara dengan 243,14 juta kg.

Sejalan dengan dinamika kebijakan produksi dalam negeri, Forum Industri
Nikel Indonesia memproyeksikan bahwa impor bijih nikel pada tahun 2026
dapat meningkat hingga mencapai 50 juta wmt, naik signifikan dibandingkan
realisasi tahun 2025 yang diperkirakan sekitar 15 juta ton. Peningkatan impor
tersebut dipicu oleh kebutuhan bahan baku smelter yang terus bertambah,
khususnya di kawasan industri nikel Maluku Utara yang memiliki kapasitas
pengolahan besar namun menghadapi keterbatasan pasokan bijih lokal.
Sekitar 80% impor bijih nikel tercatat masuk melalui pelabuhan di wilayah
tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan dalam menjaga
keseimbangan antara kebijakan pengendalian produksi dan keberlanjutan
operasional industri hilir, sehingga koordinasi antara pengaturan kuota
tambang dan kebutuhan smelter menjadi faktor krusial bagi stabilitas industri
nikel nasional pada tahun 2026.

Dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik nikel saat ini, Indonesia
berada pada posisi yang sangat strategis dalam struktur pasokan global.
Kepemilikan cadangan dan kapasitas produksi terbesar di dunia menjadikan
Indonesia aktor utama dalam menjaga keseimbangan pasar internasional,
terutama di tengah tekanan produksi dan profitabilitas di sejumlah negara lain.
Kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat daya tawar
dalam rantai pasok global sekaligus mengakselerasi program hilirisasi dan
peningkatan nilai tambah domestik. Melalui pengelolaan kebijakan yang
terintegrasi antara sektor pertambangan dan pengolahan, industri nikel
nasional memiliki prospek yang kuat untuk terus menjadi penopang utama
pembangunan industri dan agenda transisi energi ke depan.




                                                     25
Page 27
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang jasa
        kontruksi pertambangan, jasa pemeliharaan saluran air/pipa, jasa penunjang
        kegiatan pertambangan, serta pertambangan meliputi batubara, bijih uranium
        dan thorium, eksplorasi dan eksploitasi air mineral, menjalankan usaha di
        bidang pertambangan nikel, pasir besi, dan bijih besi.

        Prospek usaha Perseroan ke depan masih didukung oleh peran strategis nikel
        dalam transisi energi global serta posisi Indonesia sebagai salah satu produsen
        nikel utama dunia yang diperkuat oleh kebijakan hilirisasi Pemerintah. Namun
        demikian, dinamika industri nikel tetap dihadapkan pada tantangan berupa
        volatilitas harga komoditas dan ketidakpastian geopolitik global, sehingga
        pengelolaan risiko dan penerapan prinsip kehatihatian perlu terus diperkuat.

        Sejalan dengan dinamika pasar global, Perseroan menghadapi tantangan
        berupa volatilitas harga nikel yang dipengaruhi oleh fluktuasi permintaan,
        ketidakpastian geopolitik, serta percepatan transisi energi global yang
        berdampak langsung pada industri nikel. Selain itu, potensi kelebihan pasokan
        global serta rencana Pemerintah untuk melakukan pembatasan produksi nikel
        turut menegaskan adanya risiko pasar dan regulasi yang perlu dikelola secara
        cermat. Dalam merespons kondisi tersebut, Perseroan secara proaktif
        memperkuat strategi manajemen risiko, melakukan pemantauan pasar secara
        berkelanjutan, serta menjaga fleksibilitas operasional agar tetap adaptif
        terhadap perubahan kondisi industri dan kebijakan yang berlaku.

        Di sisi lain, Perseroan menyadari bahwa kegiatan pertambangan memiliki
        potensi dampak terhadap lingkungan, termasuk risiko deforestasi dan
        degradasi ekosistem, serta menghadapi tantangan administratif berupa
        berakhirnya masa berlaku Izin Usaha Pertambangan (IUP). Oleh karena itu,
        Perseroan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh proses
        operasional melalui penerapan praktik pertambangan yang bertanggung jawab,
        pengelolaan lingkungan yang terukur, serta upaya perlindungan dan pemulihan
        ekosistem di sekitar wilayah operasional. Perseroan juga merespons tantangan
        perizinan dengan menyusun strategi yang adaptif, menjaga efisiensi
        operasional, serta meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan dan
        diversifikasi produk, sembari mengupayakan proses perpanjangan IUP dengan
        tetap mengedepankan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan
        perundang-undangan yang berlaku.

        Perseroan meyakini bahwa keberlanjutan produksi dan kontribusi Perseroan
        terhadap perekonomian daerah maupun nasional hanya dapat dicapai melalui
        pengelolaan risiko yang disiplin, kepatuhan hukum, penguatan tata kelola
        perusahaan, serta hubungan yang konstruktif dan berkelanjutan dengan
        pemerintah pusat dan daerah.




                                       26
Page 28
        Perseroan memandang bahwa prospek usaha di sektor pertambangan nikel
        tetap positif dalam jangka menengah hingga panjang, meskipun pada tahun
        2025 industri menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga dan kondisi
        kelebihan pasokan. Permintaan global terhadap nikel diperkirakan terus
        meningkat seiring dengan pertumbuhan industri kendaraan listrik dan baterai,
        sementara stabilitas perekonomian nasional, kebijakan hilirisasi mineral, serta
        dukungan Pemerintah memberikan landasan yang kuat bagi keberlanjutan
        usaha Perseroan. Dengan kepemilikan izin usaha yang telah beroperasi,
        ketersediaan sumber daya yang masih dapat dikembangkan, serta komitmen
        terhadap efisiensi operasional dan pengelolaan lingkungan, Perseroan optimis
        dapat menjaga kinerja usaha secara berkelanjutan dan memperkuat daya
        saing di industri nikel.

II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi

        Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan
            perluasan portofolio investasi Perseroan dan pengembangan usaha
            Perseroan dengan penyertaan saham pada industri pertambangan nikel
            yang memiliki ketersediaan kapasitas dan telah memiliki kemampuan dalam
            memproduksi bijih nikel, sehingga Perseroan dapat memanfaatkan
            momentum sehubungan dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan
            kenaikan harga komoditas nikel dalam memaksimalkan keuntungan
            Perseroan. Selanjutnya, Transaksi juga merupakan penerapan mitigasi
            risiko atas ketersediaan cadangan sumber daya mineral bagi Perseroan
            dalam melakukan investasi pada SMA yang memiliki cadangan nikel yang
            masih dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang.

        •   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber
            pendapatan baru yang dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas
            asosisi dalam laporan keuangan konsolidasian Perseoran. Dengan
            penjualan bijih nikel yang dimiliki lakukan oleh SMA diharapkan dapat
            menopang kelangsungan usaha Perseroan, sehingga Perseroan dapat
            memperoleh tingkat balikan investasi yang menguntungkan dan berpeluang
            untuk melakukan fokus pada investasi-investasi lainnya yang diyakini
            Perseroan memiliki potensi bisnis dan prospek positif pada masa yang akan
            datang.




                                       27
Page 29
        •   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
            Perseroan dan SMA merupakan perusahaan yang berada di bawah
            pengendalian dari pengendali yang sama. Perseroan memandang bahwa
            Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu bagian dari strategi
            bisnis bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang Perseroan
            pada sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama
            dengan para pemegang saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur
            transaksi tersebut dipandang sesuai dengan tujuan investasi Perseroan
            karena memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi
            pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus
            tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan
            alokasi modal sehingga Perseroan dapat memperoleh eksposur terhadap
            peluang pertumbuhan pada aset dan kegiatan usaha SMA tanpa
            menanggung seluruh risiko, kebutuhan pendanaan, maupun kewajiban
            yang umumnya melekat pada transaksi pengambilalihan pengendalian.

        •   Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis
            antara Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha,
            pertukaran keahlian teknis, optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta
            identifikasi peluang sinergi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi
            kedua belah pihak. Perseroan meyakini bahwa pendekatan investasi
            strategis tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang
            berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang, diversifikasi sumber
            pendapatan, serta peningkatan kualitas portofolio investasi Perseroan.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar
            komoditas nikel dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai
            memiliki prospek pertumbuhan yang baik dan diharapkan dapat
            memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan serta mendukung
            pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat
            memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi

        Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan
            perluasan portofolio investasi Perseroan dan pengembangan usaha
            Perseroan dengan penyertaan saham pada industri pertambangan nikel
            yang memiliki ketersediaan kapasitas dan telah memiliki kemampuan dalam
            memproduksi bijih nikel, sehingga Perseroan dapat memanfaatkan
            momentum sehubungan dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan
            kenaikan harga komoditas nikel dalam memaksimalkan keuntungan
            Perseroan. Selanjutnya, Transaksi juga merupakan penerapan mitigasi
            risiko atas ketersediaan cadangan sumber daya mineral bagi Perseroan
            dalam melakukan investasi pada SMA yang memiliki cadangan nikel yang
            masih dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang.




                                        28
Page 30
•   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber
    pendapatan baru yang dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas
    asosisi dalam laporan keuangan konsolidasian Perseoran. Dengan
    penjualan bijih nikel yang dimiliki lakukan oleh SMA diharapkan dapat
    menopang kelangsungan usaha Perseroan, sehingga Perseroan dapat
    memperoleh tingkat balikan investasi yang menguntungkan dan berpeluang
    untuk melakukan fokus pada investasi-investasi lainnya yang diyakini
    Perseroan memiliki potensi bisnis dan prospek positif pada masa yang akan
    datang.

•   Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
    Perseroan dan SMA merupakan perusahaan yang berada di bawah
    pengendalian dari pengendali yang sama. Perseroan memandang bahwa
    Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu bagian dari strategi
    bisnis bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang Perseroan
    pada sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama
    dengan para pemegang saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur
    transaksi tersebut dipandang sesuai dengan tujuan investasi Perseroan
    karena memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi
    pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus
    tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan
    alokasi modal sehingga Perseroan dapat memperoleh eksposur terhadap
    peluang pertumbuhan pada aset dan kegiatan usaha SMA tanpa
    menanggung seluruh risiko, kebutuhan pendanaan, maupun kewajiban
    yang umumnya melekat pada transaksi pengambilalihan pengendalian.

•   Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis
    antara Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha,
    pertukaran keahlian teknis, optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta
    identifikasi peluang sinergi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi
    kedua belah pihak. Perseroan meyakini bahwa pendekatan investasi
    strategis tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang
    berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang, diversifikasi sumber
    pendapatan, serta peningkatan kualitas portofolio investasi Perseroan.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar
    komoditas nikel dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai
    memiliki prospek pertumbuhan yang baik dan diharapkan dapat
    memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan serta mendukung
    pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat
    memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.




                                29
Page 31
Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
    dana tersebut untuk investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan
    yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan Transaksi.

•   Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan usaha SMA pada masa
    yang akan datang, SMA masih memerlukan dukungan pendanaan dari
    Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang pertambangan dan
    penggalian, pertambangan bijih nikel, aktivitas penunjang pertambangan
    dan penggalian lainnya, SMA tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang
    dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi
    memberikan dampak bagi kelangsungan usaha SMA.




                               30
Page 32
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022 masing-masing
           telah diaudit oleh KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan
           keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 telah diaudit oleh KAP TT dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian dengan penekanan suatu hal.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                    31/12/25    31/12/24     31/12/23    31/12/22     31/12/21

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                      240.905     227.952      135.773      95.501         98.880
           Piutang usaha
             Pihak ketiga                                            7.875     218.768       48.640     194.005         56.653
           Piutang non-usaha
             Pihak ketiga                                              800         547          399         843            106
           Persediaan                                                7.084      12.822       65.713      13.051          9.045
           Uang muka                                                51.802     135.686      223.114     207.655        169.570
           Pajak dibayar di muka                                         -           -            -       2.303              -
           Jumlah Aset Lancar                                      308.466     595.775      473.640     513.358        334.255
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset tetap - neto                                        32.576      26.985       29.859      23.906         22.290
           Properti pertambangan - neto                             47.548      54.866       53.997      24.394         34.670
           Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya           32.693      24.637       14.508      14.167          8.848
           Aset pajak tangguhan - neto                              10.376      28.635       35.129      25.049         17.284
           Uang muka                                               118.661       4.352      124.705           -              -
           Uang muka investasi                                     311.865     311.865      125.000           -              -
           Aset tak berwujud - neto                                  3.173       2.991            -           -              -
           Taksiran tagihan pajak                                    7.697           -            -           -              -
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                564.588     454.332      383.198      87.516         83.093
           JUMLAH ASET                                             873.054    1.050.107     856.838     600.874        417.347




                                                            31
Page 33
                                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                              31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha
             Pihak ketiga                                                       810         55.999         38.455         22.007         19.135
           Biaya yang masih harus dibayar                                    20.829         19.521         43.868         22.426         29.395
           Utang pajak                                                       50.178         71.665         11.178         46.727         13.967
           Bagian lancar dari liabilitas jangka panjang:
             Liabilitas sewa                                                  1.399          1.264          1.949          1.306          1.761
             Utang sewa pembiayaan konsumen                                     307          1.784          1.693              -             21
           Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek                      350            724              -              -              -
           Utang lain-lain
             Pihak ketiga                                                            -              -              -              7              7
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   73.872        150.958         97.143         92.473         64.286
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang                  17.406         14.316         12.134         11.086          5.831
           Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
             bagian jangka pendek:
             Utang sewa pembiayaan konsumen                                          -         307          2.090                 -         136
           Provisi pembongkaran,rehabilitasi,
             reklamasi dan penutupan tambang                                  5.346          6.341                 -              -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  22.753         20.964         14.225         11.086          5.967
           JUMLAH LIABILITAS                                                 96.625        171.922        111.368        103.559         70.253
           EKUITAS
           Modal saham                                                      212.713        212.713        212.713        193.250        193.250
           Tambahan modal disetor                                           426.117        426.117        426.117        153.649        153.645
           Komponen ekuitas lainnya                                           6.800          6.800          6.800          6.800          6.800
           Saldo laba (defisit):                                            127.635        229.818         97.857        142.647         (7.083)
           Penghasilan (kerugian) komprehensif lain                             583            840            799             (3)           (14)
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
            induk                                                           773.849        876.288        744.286        496.344        346.599
           Kepentingan non-pengendali                                         2.581          1.897          1.184            972            495
           JUMLAH EKUITAS                                                   776.429        878.185        745.470        497.316        347.094
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    873.054       1.050.107       856.838        600.874        417.347




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 873,05 miliar,
           Rp 1.050,11 miliar, Rp 856,84 miliar, Rp 600,87 miliar, dan Rp 417,35 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 177,05 miliar atau setara dengan 16,86% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan piutang usaha – pihak ketiga dan aset pajak
           tangguhan – neto masing-masing sebesar Rp 210,89 miliar dan Rp 18,26 miliar
           yang disertai dengan kenaikan uang muka sebesar Rp 30,42 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 193,27 miliar atau setara dengan 22,56% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, piutang usaha, dan uang muka
           investasi masing-masing sebesar Rp 92,18 miliar, Rp 170,13 miliar, dan
           Rp 186,87 miliar yang disertai dengan penurunan persediaan dan uang muka
           sebesar Rp 52,89 miliar dan Rp 207,78 miliar.




                                                                     32
Page 34
           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 255,96 miliar atau setara dengan 42,60% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan, uang muka muka, dan uang muka
           investasi masing-masing sebesar Rp 52,66 miliar, Rp 140,17 miliar, dan
           Rp 125,00 miliar yang disertai dengan penurunan piutang usaha – pihak ketiga
           sebesar Rp 145,37 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 183,53 miliar atau setara dengan 43,97% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh piutang usaha – pihak ketiga, uang muka, dan aset pajak
           tangguhan – neto masing-masing sebesar Rp 137,35 miliar, Rp 38,09 miliar,
           dan Rp 7,77 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 96,63 miliar,
           Rp 171,92 miliar, Rp 111,37 miliar, Rp 103,56 miliar, dan Rp 70,25 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 75,30 miliar atau setara dengan 43,80% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang usaha – pihak ketiga, utang pajak,
           dan utang sewa pembiayaan konsumen masing-masing sebesar
           Rp 55,19 miliar, Rp 21,49 miliar, dan Rp 1,48 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 60,55 miliar atau setara dengan 54,37% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha – pihak ketiga, utang pajak,
           dan provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi, dan penutupan tambang
           masing-masing sebesar Rp 17,54 miliar, Rp 60,49 miliar, dan Rp 6,34 miliar,
           yang disertai dengan penurunan biaya yang masih harus dibayar sebesar
           Rp 24,35 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 7,81 miliar atau setara dengan 7,54% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha – pihak ketiga, biaya yang
           masih harus dibayar, dan utang sewa pembiayaan masing-masing sebesar
           Rp 16,45 miliar, Rp 21,44 miliar, dan Rp 3,78 miliar yang disertai dengan
           penurunan utang pajak sebesar Rp 35,55 miliar.




                                         33
Page 35
           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 33,31 miliar atau setara dengan 47,41% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha – pihak ketiga, utang pajak,
           dan liabilitas imbalan kerja jangka panjang masing-masing sebesar
           Rp 2,87 miliar, Rp 32,76 miliar, dan Rp 5,26 miliar yang disertai dengan
           penurunan biaya yang masih harus dibayar sebesar Rp 6,97 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 776,43 miliar,
           Rp 878,19 miliar, Rp 745,47 miliar, Rp 497,32 miliar, dan Rp 347,09 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 101,76 miliar atau setara dengan 11,59% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh pembayaran dividen tunai sebesar Rp 446,64 miliar,
           yang disertai dengan laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 345,14 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 132,72 miliar atau setara dengan 17,80% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 318,76 miliar yang disertai dengan pembayaran dividen tunai sebesar
           Rp 186,08 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 248,15 miliar atau setara dengan 49,90% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 27,14 miliar yang disertai dengan pembayaran dividen tunai sebesar
           Rp 71,71 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 150,22 miliar atau setara dengan 43,28% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 150,21 miliar.




                                         34
Page 36
III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                            31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22     31/12/21

           Penjualan                                                      1.473.081     1.442.490     1.141.463     1.149.395       419.447
           Beban pokok penjualan                                            871.004       925.222     1.004.800       869.981       322.610
           Laba bruto                                                       602.077       517.268      136.663       279.414         96.837
           Beban umum dan administrasi                                     (143.434)     (103.167)     (91.499)      (79.250)       (37.352)
           Laba usaha                                                      458.643       414.101        45.164       200.164         59.485
           Penghasilan bunga                                                 9.404         1.432           885           881            590
           Beban keuangan                                                     (190)         (205)         (139)         (177)          (148)
           Pendapatan (beban) lain-lain - neto                              (9.918)         (248)          754         1.558          1.359
           Laba sebelum pajak penghasilan badan                             457.940      415.079         46.664      202.425         61.286
           Beban pajak penghasilan - neto                                  (112.801)     (96.322)       (19.529)     (52.219)       (15.787)
           Laba tahun berjalan                                             345.138       318.758        27.135       150.206         45.499
           Penghasilan komprehensif lainnya                                   (257)           42           803            11             (1)
           Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                         344.881       318.799        27.938       150.217         45.497
           Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                         344.455       318.045        26.924       149.730         45.362
             Kepentingan non-pengendali                                        684           713           211           476            136



III.A.6    Penjualan

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
           sebesar Rp 1.473,08 miliar, Rp 1.442,49 miliar, Rp 1.141,46 miliar,
           Rp 1.149,40 miliar, dan Rp 419,45 miliar.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 30,59 miliar atau setara
           dengan 2,12% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2024.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 301,03 miliar atau setara
           dengan 26,37% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2023.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 7,93 miliar atau setara
           dengan 0,69% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2022.

           Penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 729,95 miliar atau setara
           dengan 174,03% dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2021.




                                                                  35
Page 37
III.A.7.   Laba Tahun Berjalan

           Laba tahun berjalan Perseroan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
           sebesar Rp 345,14 miliar, Rp 318,76 miliar, Rp 27,14 miliar, Rp 150,21 miliar,
           dan Rp 45,50 miliar.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 26,38 miliar atau setara
           dengan 8,28% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 291,62 miliar
           dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2023.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 123,07 miliar atau
           setara dengan 81,93% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 104,71 miliar atau setara
           dengan 230,13% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                          36
Page 38
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                            31/12/25       31/12/24       31/12/23      31/12/22       31/12/21

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                                    1.683.974      1.272.363      1.286.828     1.012.042       395.114
           Pembayaran untuk:
            Pemasok                                                    (1.001.125)      (687.180)    (1.214.973)     (947.846)      (463.293)
            Karyawan                                                      (86.995)       (64.433)       (54.570)      (33.378)       (17.032)
           Pembayaran beban keuangan                                         (190)          (205)          (139)         (177)          (148)
           Penghasilan bunga                                                9.404          1.432            885           881            590
           Pembayaran pajak penghasilan badan                            (123.911)       (30.263)       (63.524)      (22.300)       (16.689)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                            481.158        491.712         (45.492)        9.223       (101.458)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                            (7.356)        (2.449)        (2.038)       (4.900)        (8.727)
           Penempatan deposit reklamasi                                    (8.057)       (10.129)          (341)       (5.319)        (2.464)
           Pembayaran uang muka investasi                                       -       (186.865)      (125.000)            -              -
           Uang muka perolehan aset tetap dan aset tak berwujud              (347)        (4.352)             -             -              -
           Perolehan aset tak berwujud                                       (522)        (3.502)             -             -              -
           Penerimaan dari perolehan aset tetap                                 -              -            370             -              -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                 (16.282)      (207.297)      (127.009)      (10.219)       (11.191)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Pembayaran liabilitas sewa                                      (3.501)        (4.460)        (3.693)       (2.367)          (967)
           Pembayaran utang sewa pembiayaan konsumen                       (1.784)        (1.693)        (3.750)          (21)          (156)
           Pembayaran dividen                                            (446.637)      (186.084)       (71.715)            -              -
           Penambahan modal saham melalui konversi waran                        -              -              -             0              -
           Penerimaan penambahan modal melalui
            penawaran umum saham perdana                                          -              -           -                -      40.000
           Penerimaan sehubungan dengan konversi waran                            -              -     291.931                4           -
           Pembayaran utang kepada pihak ketiga                                   -              -           -                -      (7.053)
           Pembayaran kepada pihak berelasi                                       -              -           -                -        (656)
           Setoran modal                                                          -              -           -                -     153.645
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                          (451.922)      (192.237)      212.773         (2.383)      184.813
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                    12.954         92.178         40.272         (3.379)       72.164
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                            227.952        135.773         95.501        98.880         26.716
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                           240.905        227.952        135.773        95.501         98.880




           Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, 2024, dan 2022
           masing-masing adalah sebesar Rp 481,16 miliar, Rp 491,71 miliar, dan
           Rp 9,22 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi
           Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan
           2021 masing-masing adalah sebesar Rp 45,49 miliar dan Rp 101,46 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 481,16 miliar
           terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.683,97 miliar
           yang disertai dengan pembayaran untuk pemasok, pembayaran untuk
           karyawan, dan pembayaran pajak penghasilan masing-masing sebesar
           Rp 1.001,13 miliar, Rp 87,00 miliar, dan Rp 123,91 miliar.




                                                                  37
Page 39
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 491,71 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.272,36 miliar
yang disertai dengan pembayaran untuk pemasok, pembayaran untuk
karyawan, dan pembayaran pajak penghasilan badan masing-masing sebesar
Rp 687,18 miliar, Rp 64,43 miliar, dan Rp 30,26 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 45,49 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas untuk pemasok, pembayaran untuk
karyawan, dan pembayaran pajak penghasilan badan masing-masing sebesar
Rp 1.214,97 miliar, Rp 54,57 miliar, dan Rp 63,52 miliar yang disertai dengan
penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1,286,83 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 9,22 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.012,04 miliar
yang disertai dengan pembayaran untuk pemasok, pembayaran untuk
karyawan, dan pembayaran pajak penghasilan badan masing-masing sebesar
Rp 947,85 miliar, Rp 33,38 miliar, dan Rp 22,30 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 101,46 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk pemasok, pembayaran untuk
karyawan, dan pembayaran pajak penghasilan badan masing-masing sebesar
Rp 463,29 miliar, Rp 17,03 miliar, dan Rp 16,69 miliar yang disertai dengan
penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 395,11 miliar.

Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan
2021 masing-masing adalah sebesar Rp 16,28 miliar, Rp 207,30 miliar,
Rp 127,01 miliar, Rp 10,22 miliar, dan Rp 11,19 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 16,28 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penempatan deposit reklamasi
masing-masing sebesar Rp 7,36 miliar dan Rp 8,06 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 207,30 miliar
terutama berasal dari penempatan deposit reklamasi dan pembayaran uang
muka investasi masing-masing sebesar Rp 10,13 miliar dan Rp 186,87 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 127,01 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan pembayaran uang muka
investasi masing-masing sebesar Rp 2,04 miliar dan Rp 125,00 miliar.


                               38
Page 40
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 10,22 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penempatan deposit reklamasi
masing-masing sebesar Rp 4,90 miliar dan Rp 5,32 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 11,19 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penempatan deposit reklamasi
masing-masing sebesar Rp 8,73 miliar dan Rp 2,46 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, 2024, dan 2022
masing-masing adalah sebesar Rp 451,92 miliar, Rp 192,24 miliar, dan
Rp 2,38 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaani
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan
2021 masing-masing adalah sebesar Rp 212,77 miliar dan Rp 184,81 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 451,92 miliar
terutama berasal dari pembayaran dividen sebesar Rp 446,64 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 192,24 miliar
terutama berasal dari pembayaran liabilitas sewa dan pembayaran dividen
masing-masing sebesar Rp 4,46 miliar dan Rp 186,08 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 212,77 miliar
terutama berasal dari penerimaan sehubungan dengan konversi waran sebesar
Rp 291,93 miliar yang disertai dengan pembayaran dividen sebesar
Rp 71,72 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 2,38 miliar
terutama berasal dari pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp 2,37 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 184,81 miliar
terutama berasal dari penerimaan penambahan modal melalui penawaran
umum saham perdana dan setoran modal masing-masing sebesar
Rp 40,00 miliar dan Rp 153,65 miliar.




                               39
Page 41
III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             4,18        3,95        4,88        5,55        5,20
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             1,69        1,37        1,33        1,91        1,01
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,89        0,84        0,87        0,83        0,83
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,11        0,16        0,13        0,17        0,17
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,12        0,20        0,15        0,21        0,20
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                40,87%      35,86%      11,97%      24,31%      23,09%
            Marjin laba usaha                                31,13%      28,71%       3,96%      17,41%      14,18%
            Marjin laba bersih                               23,43%      22,10%       2,38%      13,07%      10,85%
            Laba usaha terhadap jumlah aset                  52,53%      39,43%       5,27%      33,31%      14,25%
            Imbal hasil aset                                 39,53%      30,35%       3,17%      25,00%      10,90%
            Laba usaha terhadap jumlah ekuitas               59,07%      47,15%       6,06%      40,25%      17,14%
            Imbal hasil ekuitas                              44,45%      36,30%       3,64%      30,20%      13,11%




III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 1,69; 1,37; 1,33; 1,91; dan 1,01.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,89; 0,84; 0,87; 0,83; dan 0,83.

III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,11; 0,16; 0,13;
            0,17; dan 0,17, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 0,12; 0,20; 0,15; 0,21; dan 0,20.




                                                     40
Page 42
III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
            2022, dan 2021 masing-masing adalah 39,53%, 30,35%, 3,17%, 25,00%, dan
            10,90%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
            2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah 44,45%, 36,30%, 3,64%,
            30,20%, dan 13,11%.

III.B.      Analisis atas Kinerja Historis SMA

            Laporan keuangan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022 masing-masing telah diaudit oleh
            KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan SMA
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh
            KAP TT dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

            Ikhtisar data keuangan penting SMA adalah sebagai berikut:

III.B.1.    Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                      31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22     31/12/21

            ASET
            ASET LANCAR
            Kas dan bank                                                849      83.212       2.477         895             36
            Persediaan                                               16.935      16.935      17.813           -              -
            Uang muka                                                54.871      33.982      58.356           -              -
            Piutang usaha - pihak ketiga                                  -      32.419      38.104           -              -
            Piutang non usaha - pihak ketiga                              -           6           -           -              -
            Pajak dibayar dimuka                                          -           -          13           -              -
            Jumlah Aset Lancar                                       72.656     166.554     116.764         895             36
            ASET TIDAK LANCAR
            Aset tetap - neto                                         6.600       7.677       7.263       3.286            356
            Properti pertambangan - neto                             41.104      33.225      31.682       3.428          1.502
            Aset pajak tangguhan                                     10.893       6.156       2.808           -              -
            Uang muka                                               176.458     136.634           -           -              -
            Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya            7.491           -           -           -              -
            Jumlah Aset Tidak Lancar                                242.546     183.692      41.753       6.714          1.859
            JUMLAH ASET                                             315.202     350.246     158.516       7.609          1.894




                                                             41
Page 43
                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                          31/12/25     31/12/24     31/12/23       31/12/22       31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Biaya yang masih harus dibayar                               18.574       30.070       40.549            650            338
           Utang pajak                                                   1.841          990            3              1             33
           Utang usaha - pihak ketiga                                      176       37.767        4.031              -              -
           Utang non usaha - pihak ketiga                               34.062            -          281              -              -
           Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek                 115           34            -              -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              54.769       68.861       44.863            651            371
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang                783          400          399                 -              -
           Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi, dan
             penutupan tambang                                           2.986        2.146               -           -              -
           Utang lain-lain pihak ketiga                                      -            -               -      17.040          6.614
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              3.769        2.547          399         17.040          6.614
           JUMLAH LIABILITAS                                            58.538       71.408       45.262         17.691          6.985
           EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
           Modal saham                                                  25.000       25.000       25.000          25.000         25.000
           Tambahan modal disetor                                          111          111          111             111            111
           Defisit                                                     (80.309)     (58.247)     (36.857)        (35.193)       (30.201)
           Uang muka setoran modal                                     311.865      311.865      125.000               -              -
           Penghasilan (kerugian) komprehensif lain                         (3)         109            -               -              -
           JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                           256.664      278.838      113.254         (10.082)        (5.090)
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               315.202      350.246      158.516          7.609          1.894



III.B.2.   Aset

           Jumlah aset SMA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
           dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 315,20 miliar, Rp 350,25 miliar,
           Rp 158,52 miliar, Rp 7,61 miliar, dan Rp 1,89 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah aset SMA mengalami penurunan
           sebesar Rp 35,04 miliar atau setara dengan 10,01% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan kas dan bank, piutang usaha – pihak ketiga, dan
           aset tetap - neto masing-masing sebesar Rp 82,36 miliar, Rp 32,42 miliar, dan
           Rp 1,08 miliar yang disertai dengan kenaikan uang muka dan properti
           pertambangan masing-masing sebesar Rp 60,71 miliar dan Rp 7,88 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset SMA mengalami kenaikan
           sebesar Rp 191,73 miliar atau setara dengan 120,95% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan bank, uang muka, dan aset pajak
           tangguhan masing-masing sebesar Rp 80,74 miliar, Rp 112,26 miliar, dan
           Rp 3,35 miliar yang disertai dengan penurunan piutang usaha – pihak ketiga
           sebesar Rp 5,69 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset SMA mengalami kenaikan
           sebesar Rp 150,91 miliar dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
           31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan uang
           muka, piutang usaha – pihak ketiga, dan properti pertambangan – neto
           masing-masing sebesar Rp 58,36 miliar, Rp 38,10 miliar, dan Rp 28,25 miliar.




                                                                42
Page 44
           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset SMA mengalami kenaikan
           sebesar Rp 5,72 miliar dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
           31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kas dan
           bank, aset tetap – neto, dan properti pertambangan - neto masing-masing
           sebesar Rp 0,86 miliar, Rp 2,93 miliar, dan Rp1,93 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas SMA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 58,54 miliar,
           Rp 71,41 miliar, Rp 45,26 miliar, Rp 17,69 miliar, dan Rp 6,99 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah liabilitas SMA mengalami penurunan
           sebesar Rp 12,87 miliar atau setara dengan 18,02% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan biaya yang masih harus dibayar dan utang usaha
           masing-masing sebesar Rp 11,50 miliar dan Rp 37,59 miliar yang disertai
           dengan kenaikan utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 34,06 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas SMA mengalami kenaikan
           sebesar Rp 26,15 miliar atau setara dengan 57,77% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang usaha – pihak ketiga dan provisi
           pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi, dan penutupan tambang masing-masing
           sebesar Rp 33,74 miliar dan Rp 2,15 miliar yang disertai dengan penurunan
           biaya yang masih harus dibayar sebesar Rp 10,48 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas SMA mengalami kenaikan
           sebesar Rp 27,57 miliar atau setara dengan 155,84% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan biaya yang masih harus dibayar dan utang
           usaha – pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 39,90 miliar dan
           Rp 4,03 miliar yang disertai dengan penurunan utang lain-lain pihak ketiga
           sebesar Rp 17,04 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas SMA mengalami kenaikan
           sebesar Rp 10,71 miliar atau setara dengan 153,29% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan biaya yang masih harus dibayar dan utang lain-lain
           pihak ketiga sebesar Rp 0,31 miliar dan Rp 10,43 miliar.




                                         43
Page 45
III.B.4.   Ekuitas/Defisiensi Modal

           Jumlah ekuitas SMA pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, dan 2023
           masing-masing adalah sebesar Rp 256,66 miliar, Rp 278,84 miliar, dan
           Rp 113,25 miliar. Jumlah defisiensi modal SMA pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 10,08 miliar
           dan Rp 5,09 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025 jumlah ekuitas SMA mengalami penurunan
           sebesar Rp 22,17 miliar atau setara dengan 7,95% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan SMA sebesar
           Rp 22,06 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas SMA mengalami kenaikan
           sebesar Rp 165,58 miliar atau setara dengan 146,21% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh uang muka setoran modal sebesar Rp 186,87 miliar yang
           disertai dengan rugi tahun berjalan yang dibukukan SMA sebesar
           Rp 21,39 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah ekuitas SMA mengalami kenaikan
           sebesar Rp 123,34 miliar dibandingkan dengan jumlah defisiensi modal pada
           tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh uang muka
           setoran modal sebesar Rp 125,00 miliar yang disertai dengan rugi tahun
           berjalan yang dibukukan SMA sebesar Rp 1,66 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah defisiensi modal SMA mengalami
           kenaikan sebesar Rp 4,99 miliar atau setara dengan 98,08% dibandingkan
           dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
           seluruhnya disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SMA
           sebesar Rp 4,99 miliar.

III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif Lain
                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan              31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22       31/12/21

           Penjualan                                         34.279       325.120        43.501                -              -
           Beban pokok penjualan                             35.640       322.099        36.357                -              -
           Laba (rugi) bruto                                  (1.361)        3.020         7.144             -              -
           Beban umum dan administrasi                       (24.827)      (27.463)       (8.569)       (3.559)        (2.030)
           Beban lainnya - neto                                    -             -             -        (1.204)             -
           Rugi usaha                                        (26.187)      (24.443)       (1.425)       (4.763)        (2.030)
           Beban keuangan                                          -             -          (820)         (229)          (100)
           Beban lainnya - neto                                 (580)         (326)          (27)            -            (27)
           Rugi selisih kurs - neto                                -             -        (2.201)            -              -
           Rugi sebelum manfaat pajak penghasilan            (26.767)      (24.769)       (4.472)       (4.992)        (2.158)
           Manfaat pajak penghasilan - neto                    4.705         3.379         2.808             -              -
           Rugi tahun berjalan                               (22.062)      (21.390)       (1.664)       (4.992)        (2.158)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya              (112)          109             -             -              -
           Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan           (22.174)      (21.281)       (1.664)       (4.992)        (2.158)




                                                     44
Page 46
III.B.6    Penjualan

           Penjualan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, dan 2023 masing-masing adalah sebesar
           Rp 34,28 miliar, Rp 325,12 miliar, dan Rp 43,50 miliar. Untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, SMA belum
           membukukan penjualan.

           Penjualan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
           mengalami penurunan sebesar Rp 290,84 miliar atau setara dengan 89,46%
           dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024.

           Penjualan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
           mengalami kenaikan sebesar Rp 281,62 miliar atau setara dengan 647,39%
           dibandingkan dengan penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023.

III.B.7.   RugiTahun Berjalan

           Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
           sebesar Rp 22,06 miiar, Rp 21,39 miliar, Rp 1,66 miliar, Rp 4,99 miliar, dan Rp
           2,16 miliar.

           Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,67 miliar atau setara
           dengan 3,14% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 19,73 miliar dibandingkan
           dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023.

           Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 3,33 miliar atau setara
           dengan 66,68% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi tahun berjalan SMA untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 2,83 miliar atau setara
           dengan 131,32% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                          45
Page 47
III.B.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                            31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Pembayaran kas untuk:
            Pemasok                                                      (148.452)     (420.881)      (73.343)       (4.704)       (2.961)
            Karyawan                                                      (19.933)      (14.744)       (3.480)         (457)         (288)
           Penerimaan kas dari pelanggan                                   66.698       330.805         5.396             -             -
           Penerimaan bunga                                                    91           121             -             -             -
           Pembayaran beban keuangan                                            -             -        (1.205)            -             -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                  (101.595)     (104.699)      (72.632)       (5.161)       (3.249)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                              (112)       (1.431)       (4.540)       (3.228)         (384)
           Penambahan properti pertambangan                                (7.228)            -       (29.205)            -             -
           Penempatan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya       (7.491)            -             -             -             -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                 (14.830)       (1.431)      (33.745)       (3.228)         (384)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan (pembayaran) utang non-usaha pihak ketiga                -             -       (17.040)        9.248          3.653
           Penerimaan dari atas pinjaman pihak ketiga                     34.062             -             -             -              -
           Uang muka untuk setoran modal                                       -       186.865             -             -              -
           Uang muka untuk pembelian saham dimasa depan                        -             -       125.000             -              -
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                  34.062       186.865       107.960         9.248          3.653
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                    (82.363)      80.735         1.583           859             20
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                             83.212          2.477          895            36             15
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                               849        83.212         2.477           895             36




           Arus Kas Untuk Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
           masing-masing adalah sebesar Rp 101,60 miliar, Rp 104,70 miliar,
           Rp 72,63 miliar, Rp 5,16 miliar, dan Rp 3,25 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 101,60 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kas untuk pemasok dan pembayaran kas untuk
           karyawan masing-masing sebesar Rp 148,45 miliar dan Rp 19,93 miliar yang
           disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 66,70 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 104,70 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kas untuk pemasok sebesar Rp 420,88 miliar yang
           disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 330,81 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 72,63 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kas untuk pemasok sebesar Rp 73,34 miliar yang
           disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 5,40 miliar.




                                                                  46
Page 48
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 5,16 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas untuk pemasok sebesar Rp 4,70 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SMA untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 3,25 miliar terutama
berasal dari pembayaran kas untuk pemasok sebesar Rp 2,96 miliar.

Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan
2021 masing-masing adalah sebesar Rp 14,83 miliar, Rp 1,43 miliar,
Rp 33,75 miliar, Rp 3,23 miliar, dan Rp 0,38 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 14,83 miliar
terutama berasal dari penambahan properti pertambangan dan penempatan
deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya masing-masing sebesar
Rp 7,23 miliar dan Rp 7,49 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 1,43 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 33,75 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan properti
pertambangan masing-masing sebesar Rp 4,54 miliar dan Rp29,21 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 3,23 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SMA untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,38 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.




                              47
Page 49
           Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
           masing-masing adalah sebesar Rp 34,06 miliar, Rp 186,87 miliar,
           Rp 107,96 miliar, Rp 9,25 miliar, dan Rp 3,65 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 34,06 miliar seluruhnya
           berasal dari penerimaan dari atas pinjaman pihak ketiga.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 186,87 miliar seluruhnya
           berasal dari uang muka untuk setoran modal.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 107,96 miliar terutama
           berasal dari uang muka pembelian saham di masa depan sebesar
           Rp 125,00 miliar yang disertai dengan pembayaran utang non-usaha pihak
           ketiga sebesar Rp 17,04 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 9,25 miliar seluruhnya
           berasal dari penerimaan utang non-usaha pihak ketiga.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SMA untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 3,65 miliar seluruhnya
           berasal dari penerimaan utang non-usaha pihak ketiga.

III.B.9.   Rasio-rasio Keuangan


                                  Keterangan             31/12/25     31/12/24     31/12/23    31/12/22      31/12/21

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                             1,33         2,42         2,60         1,37          0,10
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                             0,11         0,93         0,27            -             -
           Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,81         0,80         0,71        (1,33)        (2,69)
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,19         0,20         0,29         2,33          3,69
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,23         0,26         0,40        (1,75)        (1,37)
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                 -3,97%        0,93%      16,42%             -             -
           Marjin rugi usaha                                -76,39%       -7,52%      -3,28%             -             -
           Marjin rugi bersih                               -64,36%       -6,58%      -3,82%             -             -
           Rugi usaha terhadap jumlah aset                   -8,31%       -6,98%      -0,90%      -62,59%      -107,18%
           Imbal hasil aset                                  -7,00%       -6,11%      -1,05%      -65,61%      -113,92%
           Rugi usaha terhadap jumlah ekuitas               -10,20%       -8,77%      -1,26%       47,24%        39,89%
           Imbal hasil ekuitas                               -8,60%       -7,67%      -1,47%           N/A           N/A




                                                    48
Page 50
III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SMA dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SMA. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2025, 2024, dan 2023, rasio perputaran jumlah aset masing-
            masing adalah 0,11; 0,93; dan 0,27.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SMA
            terhadap jumlah aset SMA. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
            dan 2023, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,81;
            0,80; dan 0,71.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan SMA untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,19; 0,20; 0,29;
            2,33; dan 3,69 sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, dan 2023 masing-masing adalah
            0,23; 0,26; dan 0,40.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SMA dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan              SMA     dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                           49
Page 51
III.C.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang telah
         direviu oleh KAP TT.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2025:

                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                         Setelah
                               Keterangan                 31/12/25      Penyesuaian
                                                                                        Transaksi

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                   240.905        (38.135)         202.770
         Piutang usaha - pihak ketiga                           7.875              -            7.875
         Piutang non usaha - pihak ketiga                         800              -              800
         Persediaan                                             7.084              -            7.084
         Uang muka                                             51.802              -           51.802
         Jumlah Aset Lancar                                   308.466        (38.135)         270.331
         ASET TIDAK LANCAR
         Uang muka                                            118.661              -          118.661
         Taksiran tagihan pajak                                 7.697              -            7.697
         Uang muka investasi                                  311.865       (311.865)               -
         Investasi pada entitas ventura bersama                     -        350.000          350.000
         Aset tetap - neto                                     32.576              -           32.576
         Properti pertambangan - neto                          47.548              -           47.548
         Aset takberwujud - neto                                3.173              -            3.173
         Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya        32.693              -           32.693
         Aset pajak tangguhan - neto                           10.376              -           10.376
         Jumlah Aset Tidak Lancar                             564.588         38.135          602.723
         JUMLAH ASET                                          873.054              -          873.054




                                                    50
Page 52
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                              Setelah
                        Keterangan                            31/12/25       Penyesuaian
                                                                                             Transaksi

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                            810              -               810
Biaya yang masih harus dibayar                                     20.829              -            20.829
Utang pajak                                                        50.178              -            50.178
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka pendek                       350              -               350
Bagian lancar dari liabilitas jangka panjang:
  Liabilitas sewa                                                   1.399              -             1.399
  Utang sewa pembiayaan konsumen                                      307              -               307
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    73.872              -            73.872
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Provisi pembongkaran, rehabilitasi, reklamasi, dan
  penutupan tambang                                                 5.346              -             5.346
Liabilitas imbalan kerja karyawan jangka panjang                   17.406              -            17.406
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   22.753              -            22.753
JUMLAH LIABILITAS                                                  96.625              -            96.625
EKUITAS
Modal saham                                                       212.713              -           212.713
Tambahan modal disetor                                            426.117              -           426.117
Komponen ekuitas lainnya                                            6.800              -             6.800
Saldo laba                                                        127.635              -           127.635
Penghasilan komprehensif lain                                         583              -               583
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                           773.849              -           773.849
Kepentingan non-pengendali                                          2.581              -             2.581
JUMLAH EKUITAS                                                    776.429              -           776.429
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     873.054              -           873.054


                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                              Setelah
                        Keterangan                            31/12/25       Penyesuaian
                                                                                             Transaksi

Penjualan                                                       1.473.081              -         1.473.081
Beban pokok penjualan                                             871.004              -           871.004
Laba kotor                                                        602.077              -           602.077
Beban umum dan administrasi                                      (143.434)             -          (143.434)
Laba usaha                                                        458.643              -           458.643
Penghasilan bunga                                                   9.404              -             9.404
Beban keuangan                                                       (190)             -              (190)
Beban lin-lain - neto                                              (9.918)             -            (9.918)
Laba sebelum beban pajak penghasilan                              457.940              -           457.940
Beban pajak penghasilan                                          (112.801)             -          (112.801)
Laba neto periode berjalan                                        345.138              -           345.138
Rugi komprehensif lainnya                                            (257)             -              (257)
Jumlah laba komprehensif periode berjalan                         344.881              -           344.881
Laba neto periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                           344.455              -           344.455
  Kepentingan non-pengendali                                          684              -               684




                                               51
Page 53
Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan informasi keuangan
konsolidasian proforma adalah sebagai berikut:

Informasi keuangan konsolidasian proforma disusun menggunakan informasi
keuangan sebagai berikut:

a. Laporan keuangan konsolidasian historis yang digunakan dalam
   penyusunan informasi keuangan konsolidasian proforma Perseroan diambil
   dari   laporan     keuangan     konsolidasian      Perseroan      tanggal
   31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
   yang telah diaudit oleh KAP TT dengan laporan akuntan independen
   No. 00144/2.0853/AU.1/02/1924-2/1/III/2026 tanggal 25 Maret 2026.

b. Akta No. 324 yang ditandatangani oleh PT Gatra Perkasa Mineral, Robby
   Widjaja dan Fanny Setiadi Faizal.

c. KB tanggal 22 Juni 2026 tentang persetujuan harga penyetoran yang
   dibayarkan oleh Perseroan kepada SMA sebesar Rp 350,00 miliar yang
   telah ditandatangani oleh Perseroan dan SMA.

d. Laporan   penilai   KR,    penilai  independen,    dalam     laporannya
   No. 00125/2.0162-00/BS/02/0153/1/VI/2026 tanggal 19 Juni 2026 tentang
   Ringkasan Penilaian 100,0% Saham SMA 100,00% dan laporan
   No. 00126/2.0162-00/BS/02/0153/ 1/VI/2026 tanggal 22 Juni 2026 tentang
   Ringkasan Penilaian Aset Berwujud Bersih, Aset Takberwujud, dan Alokasi
   Harga Pembelian SMA.

Sehubungan dengan Transaksi, asumsi-asumsi berikut ini digunakan oleh
manajemen dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian proforma:

a. PAM akan mengambil bagian atas 10.714.500 saham baru yang diterbitkan
   oleh SMA sebesar 30,00% kepemilikan di SMA.

b. Sebagai imbalan atas perolehan 30,00% kepemilikan saham di SMA,
   Perseroan akan:

   -   Memanfaatkan uang muka investasi sebesar Rp 311,87 miliar.

   -   Membayar kepada SMA sisa sebesar Rp 38,14 miliar secara tunai.

c. Sesuai       dengan  laporan    penilai    KR     dalam      laporannya
   No. 00126/2.0162-00/BS/02/0153/1/VI/2026 tanggal 22 Juni 2026 tentang
   Ringkasan Penilaian Aset Berwujud Bersih, Aset Takberwujud, dan Alokasi
   Harga Pembelian SMA, bagian PAM (30,0%) atas nilai wajar aset bersih
   teridentifikasi SMA per 31 Desember 2025 adalah sebesar
   Rp 336,35 miliar.




                              52
Page 54
d. Direksi Perseroan menilai bahwa Perseroan memiliki pengendalian
   bersama atas SMA berdasarkan pengaturan kontraktual dengan pemegang
   saham lainnya. Keputusan atas aktivitas relevan SMA tidak dapat
   dikendalikan secara sepihak oleh Perseroan, melainkan memerlukan
   persetujuan bulat dari para pihak yang memiliki pengendalian bersama atas
   pengaturan tersebut. Oleh karena itu, SMA diklasifikasikan sebagai ventura
   bersama Perseroan.

e. Rincian nilai pasar saham yang diperoleh, imbalan yang dibayarkan dan
   goodwill adalah sebagai berikut:

                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                             Keterangan                        Jumlah

    Kepemilikan saham yang diakuisisi                                30,00%
    Nilai wajar aset neto teridentifikasi                           336.353
    Imbalan yang dibayar                                            350.000
    Goodwill yang disajikan sebagai bagian dari
     investasi pada entitas ventura bersama                         (13.647)



Rincian terkait penyesuaian proforma yang dilakukan terhadap informasi
keuangan historis Perseroan adalah sebagai berikut:

a. Penyesuaian untuk mengurangi kas dan setara kas sebesar
   Rp 38,15 miliar sehubungan dengan sisa pembayaran atas pembelian
   saham baru SMA.

b. Penyesuaian untuk menambah investasi pada ventura bersama sebesar
   Rp 350,00 miliar untuk mencatat harga perolehan investasi pada SMA.

c. Penyesuaian untuk mengurangi uang muka investasi sebesar
   Rp 311,87 miliar, yang merupakan reklasifikasi atas uang muka investasi
   yang telah dibayarkan kepada SMA sampai dengan tanggal
   31 Desember 2025 sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam
   akuisisi investasi.




                                                  53
Page 55
III.D.   Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham SMA

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
         manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. No. KR/260506-002 tanggal 6 Mei 2026 yang telah disetujui
         oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 100,00% saham SMA. Hasil penilaian atas
         100,00% saham SMA tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00%
         saham SMA dengan No. 00125/2.0162-00/BS/02/0153/1/VI/2026 tanggal
         19 Juni 2026 dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

            Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan
            SMA.

         2. Objek Penilaian

            Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham SMA.

         3. Tujuan Penilaian

            Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
            independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
            mata    uang    Rupiah      dan/atau    ekuivalensinya     pada    tanggal
            31 Desember 2025.




                                        54
Page 56
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
   umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
   berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
   didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen
   SMA. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
   dikembangkan berdasarkan kinerja SMA pada tahun-tahun sebelumnya
   dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami
   telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut
   agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SMA yang dinilai
   pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
   penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja
   SMA yang dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
   kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis SMA
   dan informasi manajemen SMA terhadap proyeksi laporan keuangan SMA
   tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SMA dan
   kesimpulan nilai akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
   kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
   tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
   tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
   asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
   jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
   pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
   keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan,
   dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
   dan SMA atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
   benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
   untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
   tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
   dan SMA bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
   informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
   menyesatkan.




                              55
Page 57
   Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
   informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
   dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
   secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
   atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
   pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
   sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
   disalahartikan.

   Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
   asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
   asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
   karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang
   digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
   perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan
   penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
   profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
   terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
   tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
   analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan
   sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
   non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
   kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
   operasional Perseroan dan SMA.

   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SMA
   berdasarkan anggaran dasar SMA.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
   dilaksanakan oleh SMA di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
   dengan perkiraan atas perkembangan usaha SMA. Dalam melaksanakan
   penilaian dengan metode ini, operasi SMA diproyeksikan sesuai dengan
   perkiraan atas perkembangan usaha SMA. Arus kas yang dihasilkan
   berdasarkan proyeksi laporan keuangan dikonversi menjadi nilai kini
   dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai
   adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.




                              56
Page 58
             Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
             nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
             menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
             menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
             keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
             antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
             pasar liabilitas.

             Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
             sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
             pihak manajemen Perseroan dan SMA. Tidak tertutup kemungkinan untuk
             diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
             memberikan hasil yang berbeda.

             Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
             direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

         6. Kesimpulan Penilaian

             Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
             terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
             memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
             Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
             Rp 844,52 miliar.

III.E.   Analisis Inkremental

         Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
         analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
         berikut:

         •   Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
             yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
             Perseroan.
         •   Biaya atau pendapatan yang relevan.
         •   Informasi non-keuangan yang relevan.
         •   Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
             rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                        57
Page 59
III.E.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030:

           Sebelum Transaksi
                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan        31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

           Penjualan                                3.481.669     3.375.519     3.290.162     3.473.717     2.831.897
           Beban pokok penjualan                    2.078.935     2.072.212     2.049.168     2.148.408     1.884.948
           Laba kotor                               1.402.734     1.303.306     1.240.995     1.325.309       946.949
           Beban usaha                                117.500       123.375       129.544       136.021       142.822
           Laba usaha                               1.285.234     1.179.931     1.111.451     1.189.288       804.127
           Beban lain-lain                                  -             -             -             -             -
           Laba sebelum pajak penghasilan           1.285.234     1.179.931     1.111.451     1.189.288       804.127
           Pajak penghasilan                         (282.751)     (259.585)     (244.519)     (261.643)     (176.908)
           Laba tahun berjalan                      1.002.482      920.346       866.932       927.645        627.219



           Setelah Transaksi
                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan        31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

           Penjualan                                3.481.669     3.375.519     3.290.162     3.473.717     2.831.897
           Beban pokok penjualan                    2.078.935     2.072.212     2.049.168     2.148.408     1.884.948
           Laba kotor                               1.402.734     1.303.306     1.240.995     1.325.309       946.949
           Beban usaha                                117.500       123.375       129.544       136.021       142.822
           Laba usaha                               1.520.234     1.426.681     1.370.538     1.461.330     1.089.771
           Beban lain-lain                             (6.286)       38.367        76.059        44.554        71.851
           Laba sebelum pajak penghasilan           1.513.948     1.465.048     1.446.597     1.505.884     1.161.621
           Pajak penghasilan                         (282.751)     (259.585)     (244.519)     (261.643)     (176.908)
           Laba bersih                              1.231.196     1.205.463     1.202.078     1.244.241       984.713



           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan dan laba
           tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar
           Rp 16,45 triliun dan Rp 4,34 triliun.

           Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba tahun berjalan Perseroan
           setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 16,45 triliun dan
           Rp 5,87 triliun.

           Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
           tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
           memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030, sehingga diharapkan dapat
           meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.E.2.   Biaya atau Pendapatan yang Relevan

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
           terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
           Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.



                                              58
Page 60
III.E.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.E.3.a.   Produk yang dihasilkan

             SMA merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan
             nikel. Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh SMA adalah bijih nikel.

III.E.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SMA meliputi wilayah
             Sulawesi Tengah.

III.E.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SMA adalah sebagai
             berikut:

             •   PT Aneka Tambang Tbk.
             •   PT Vale Indonesia Tbk.
             •   PT Timah Tbk.
             •   PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama.
             •   PT Keinz Ventura.

III.E.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
             SMA adalah sebagai berikut:

             •   Meningkatkan kapasitas produksi.
             •   Produksi nikel kadar rendah (low grade).
             •   Tetap melanjutkan eksplorasi untuk meningkatkan sumberdaya dan
                 cadangan.
             •   Kerjasama supply ke smelter-smelter baru.
             •   Pembuatan infra jalan hauling sampai ke Pelabuhan.
             •   Pembuatan jetty (terminal khusus).

III.E.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
             sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan
             Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
             Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
             konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                            59
Page 61
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
         100,00% saham SMA sebagaimana termuat dalam laporannya
         No. 00125/2.0162-00/BS/02/0153/1/VI/2026 tanggal 19 Juni 2026, nilai
         pasar 100,00% saham SMA adalah sebesar Rp 844,52 miliar.

         Setelah Transaksi menjadi efektif, susunan pemegang saham SMA adalah
         sebagai berikut:

                                                                                         (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                     Pemegang Saham               Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
          PT Gatra Perkasa Mineral                     12.500.000           35,00%      12.500.000.000
          Robby Widjaja                                 6.250.000           17,50%       6.250.000.000
          Fanny Setiadi Faizal                          6.250.000           17,50%       6.250.000.000
          PT PAM Mineral Tbk - Baru                    10.714.500           30,00%      10.714.500.000
          Jumlah                                       35.714.500          100,00%      35.714.500.000



         Dengan pertimbangan nilai pasar 100,00% saham SMA adalah sebesar
         Rp 844,52 miliar dan setelah Transaksi menjadi efektif kepemilikan
         Perseroan atas SMA adalah sebesar 30,00%, maka secara teoritis,
         Perseroan perlu melakukan penyertaan saham pada SMA sebesar
         Rp 361,94 miliar, dengan perhitungan sebagai berikut:

                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                            Keterangan                       Nilai Pasar             Persentase

          Nilai pasar 100,00% saham SMA                              844.516                  70,00%
          Transaksi                                                  361.943                  30,00%
          Nilai pasar 100,00% saham SMA setelah
            Transaksi                                               1.206.459                100,00%


         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 350,00 miliar adalah lebih
         rendah dari nilai pasar 30,00% saham SMA sebesar Rp 361,94 miliar,
         sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
         transaksi sebesar 3,30% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
         persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 30,00% saham SMA
         sebesar Rp 361,94 miliar.




                                          60
Page 62
2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030:

   Sebelum Transaksi
                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan        31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

    Penjualan                                3.481.669     3.375.519     3.290.162     3.473.717     2.831.897
    Beban pokok penjualan                    2.078.935     2.072.212     2.049.168     2.148.408     1.884.948
    Laba kotor                               1.402.734     1.303.306     1.240.995     1.325.309       946.949
    Beban usaha                                117.500       123.375       129.544       136.021       142.822
    Laba usaha                               1.285.234     1.179.931     1.111.451     1.189.288       804.127
    Beban lain-lain                                  -             -             -             -             -
    Laba sebelum pajak penghasilan           1.285.234     1.179.931     1.111.451     1.189.288       804.127
    Pajak penghasilan                         (282.751)     (259.585)     (244.519)     (261.643)     (176.908)
    Laba tahun berjalan                      1.002.482      920.346       866.932       927.645        627.219




   Setelah Transaksi
                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan        31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

    Penjualan                                3.481.669     3.375.519     3.290.162     3.473.717     2.831.897
    Beban pokok penjualan                    2.078.935     2.072.212     2.049.168     2.148.408     1.884.948
    Laba kotor                               1.402.734     1.303.306     1.240.995     1.325.309       946.949
    Beban usaha                                117.500       123.375       129.544       136.021       142.822
    Laba usaha                               1.520.234     1.426.681     1.370.538     1.461.330     1.089.771
    Beban lain-lain                             (6.286)       38.367        76.059        44.554        71.851
    Laba sebelum pajak penghasilan           1.513.948     1.465.048     1.446.597     1.505.884     1.161.621
    Pajak penghasilan                         (282.751)     (259.585)     (244.519)     (261.643)     (176.908)
    Laba bersih                              1.231.196     1.205.463     1.202.078     1.244.241       984.713




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan dan laba
   tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
   sebesar Rp 16,45 triliun dan Rp 4,34 triliun.

   Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba tahun berjalan Perseroan
   setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 16,45 triliun dan
   Rp 5,87 triliun.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030, sehingga diharapkan dapat
   meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.




                                       61
Page 63
3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030 masing-masing adalah sebesar
   Rp 3,30 triliun dan Rp 4,41 triliun. Dengan demikian, jumlah nilai kini dari
   proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah
   Transaksi untuk untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2030 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari
   proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030.
   Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 10,60%,
   yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan
   capital asset pricing model (CAPM) dengan menggunakan persamaan
   sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   Di mana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
   tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
   risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
   jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu
   obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
   jangka waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,17%, yang
   diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
   akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

   RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
   tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
   market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
   (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
   menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
   risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
   perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
   negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
   premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
   (New York University Business School) tahun 2025 yang diterbitkan pada
   bulan Januari 2026.




                                  62
Page 64
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Desember 2025 sebesar 0,90.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,62% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke           =      Rf + ( β x RPm ) – RBDS
             =      6,17% + ( 0,90 x 6,69% ) – 1,62%
             =      10,60%

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2030 adalah
sebagai berikut:

Sebelum Transaksi
                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                  Proyeksi
                    Keterangan
                                        31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30
Laba bersih                              1.002.482     920.346      866.932      927.645        627.219
Faktor diskonto                             0,9042      0,8176       0,7393       0,6685         0,6044
Nilai kini                                906.445      752.475      640.923      620.130        379.091
Jumlah nilai kini                        3.299.064




Setelah Transaksi
                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                  Proyeksi
                    Keterangan
                                        31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30
Laba bersih                              1.231.196    1.205.463    1.202.078    1.244.241       984.713
Faktor diskonto                             0,9042       0,8176       0,7393       0,6685        0,6044
Nilai kini                               1.113.248     985.587      888.696      831.775        595.161
Jumlah nilai kini                        4.414.466




                                  63
Page 65
4. Berdasarkan perhitungan nilai kini (present value) atas Transaksi diperoleh
   hasil bahwa net present value (NPV) Transaksi adalah sebesar
   Rp 1,15 triliun dengan tingkat diskonto sebesar 12,68% untuk tahun 2026,
   sebesar 12,39% untuk tahun 2027, dan sebesar 12,15% untuk tahun
   2028 - 2050 yang merupakan biaya modal rata-rata tertimbang
   (WACC/weighted average cost of capital) SMA, yang ditentukan dengan
   menggunakan formula sebagai berikut:

   WACC         =      (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

   Di mana:

   ke    =    Biaya modal ekuitas/saham biasa
   kd    =    Biaya modal utang
   We    =    Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
   Wd    =    Bobot utang dalam struktur kapital
   t     =    Pajak penghasilan perusahaan

   Biaya Modal untuk Ekuitas

   Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya
   modal ekuitas, yang ditentukan dengan CAPM dengan menggunakan
   persamaan sebagai berikut:

   ke    =      Rf + (β x RPm)

   Di mana:

   ke    =    Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu
              atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf    =    Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
              (risk free rate)
   β   =      Beta
   RPm =      Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
              premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
   tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
   risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
   jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu
   obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
   jangka waktu 25 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,65% yang
   diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
   akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                 64
Page 66
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada
bulan Januari 2026.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
di mana RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding            diperoleh   dari
perusahaan publik sejenis, sebagai berikut:

•    PT Amman Mineral Internasional Tbk.
•    Boliden AB.
•    Materion Corporation.
•    PT Merdeka Battery Materials Tbk.
•    BHP Group Limited.
•    PT Aneka Tambang Tbk.
•    PT Vale Indonesia Tbk.
•    PT Timah Tbk.

sebesar 1,06 untuk mendiskonto AKB SMA yang kemudian di-relever
dengan tingkat leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta
yang sesuai untuk mendiskonto AKB SMA tersebut dengan formula sebagai
berikut:

βL             = βU x (1 + (1-T) x DER)




                            65
Page 67
Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 18,21% untuk
memperoleh beta SMA. Tarif pajak yang digunakan untuk SMA sesuai
dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar 0,00% untuk tahun
2026, sebesar 11,91% untuk tahun 2027, dan sebesar 22,00% untuk tahun
2028 – 2050. Dengan demikian, maka diperoleh beta SMA sebesar 1,26
untuk tahun 2026, sebesar 1,23 untuk tahun 2027, dan sebesar 1,22 untuk
tahun 2028 – 2050 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

βL2026        = 1,06 x (1 + (1 – 0,00%) x 18,21%) = 1,26
βL2027        = 1,06 x (1 + (1 – 11,91%) x 18,21%) = 1,23
βL2028-2050   = 1,06 x (1 + (1 – 22,00%) x 18,21%) = 1,22

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,62%, diperoleh biaya modal atas ekuitas SMA sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

Ke2026        = 6,65% + (1,26 x 6,69%) – 1,62% = 13,45%
Ke2027        = 6,65% + (1,23 x 6,69%) – 1,62% = 13,30%
Ke2028-2050   = 6,65% + (1,22 x 6,69%) – 1,62% = 13,17%

Biaya Modal untuk Utang

Karena perhitungan nilai ekuitas SMA dilakukan dengan mendiskonto
tingkat balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
cash flow to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah
tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik
yang berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang)
maupun yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku
bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga
kredit investasi bank Persero untuk bulan Desember 2025 yang
dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 8,44%.




                            66
Page 68
Weighted Average Cost of Capital

Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot
ekuitas sebesar 84,60%, dan bobot utang sebesar 15,40%, yang diolah dari
data rata-rata DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis
dengan tarif pajak yang berlaku untuk SMA sesuai dengan tarif pajak yang
berlaku umum adalah sebesar 0,00% untuk tahun 2026, sebesar 11,91%
untuk tahun 2027, dan sebesar 22,00% untuk tahun 2028 – 2050, maka
weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai berikut:

WACC          = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
WACC2026      = (13,45% x 84,60%) + (8,44 % x [1 – 0,00%] x 15,40%)
              = 12,68%
WACC2027      = (13,30% x 84,60%) + (8,44 % x [1 – 11,91%] x 15,40%)
              = 12,39%
WACC2028-2050 = (13,17% x 84,60%) + (8,44 % x [1 – 22,00%] x 15,40%)
              = 12,15%

Selanjutnya, hasil perhitungan internal rate of return (IRR) Transaksi adalah
sebesar 52,17% atau lebih besar dari biaya modalnya. Dengan demikian,
Transaksi adalah layak. Perhitungan NPV dan IRR atas Transaksi adalah
sebagai berikut:
                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/26      31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30

Arus kas bersih                                9.805      147.717     191.227      37.483       259.357
Investasi awal                              (350.000)           -           -           -             -
Arus kas bersih                             (340.195)     147.717     191.227      37.483       259.357
Faktor diskonto                               0,9421       0,8382      0,7474      0,6664        0,5942
Nilai kini arus kas bersih                  (320.498)     123.817     142.923      24.979       154.110



                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/31      31/12/32    31/12/33    31/12/34     31/12/35

Arus kas bersih                             293.954       280.347     287.208     277.467       332.558
Investasi awal                                    -             -           -           -             -
Arus kas bersih                             293.954       280.347     287.208     277.467       332.558
Faktor diskonto                              0,5298        0,4724      0,4212      0,3756        0,3349
Nilai kini arus kas bersih                  155.737       132.436     120.972     104.217       111.374



                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/36      31/12/37    31/12/38    31/12/39     31/12/40

Arus kas bersih                             295.532       247.505     214.816     207.069       163.385
Investasi awal                                    -             -           -           -             -
Arus kas bersih                             295.532       247.505     214.816     207.069       163.385
Faktor diskonto                              0,2986        0,2662      0,2374      0,2117        0,1888
Nilai kini arus kas bersih                   88.246        65.886      50.997      43.837        30.847




                                     67
Page 69
                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                            Keterangan        31/12/41     31/12/42    31/12/43    31/12/44     31/12/45

    Arus kas bersih                             194.441      187.038     169.372     160.529       145.602
    Investasi awal                                    -            -           -           -             -
    Arus kas bersih                             194.441      187.038     169.372     160.529       145.602
    Faktor diskonto                              0,1683       0,1501      0,1338      0,1193        0,1064
    Nilai kini arus kas bersih                   32.724       28.074      22.662      19.151        15.492



                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                            Keterangan        31/12/46     31/12/47    31/12/48    31/12/49     31/12/50

    Arus kas bersih                             119.418       97.935      81.107      64.664      (425.445)
    Investasi awal                                    -            -           -           -             -
    Arus kas bersih                             119.418       97.935      81.107      64.664      (425.445)
    Faktor diskonto                              0,0949       0,0846      0,0754      0,0672        0,0599
    Nilai kini arus kas bersih                   11.333        8.285       6.115       4.345        (25.484)
    Kriteria kelayakan:
      Net Present Value                        1.152.577
      Internal Rate of Return                     52,17%




5. Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk melakukan
   perluasan portofolio investasi Perseroan dan pengembangan usaha
   Perseroan dengan penyertaan saham pada industri pertambangan nikel
   yang memiliki ketersediaan kapasitas dan telah memiliki kemampuan dalam
   memproduksi bijih nikel, sehingga Perseroan dapat memanfaatkan
   momentum sehubungan dengan potensi permintaan kebutuhan nikel dan
   kenaikan harga komoditas nikel dalam memaksimalkan keuntungan
   Perseroan. Selanjutnya, Transaksi juga merupakan penerapan mitigasi
   risiko atas ketersediaan cadangan sumber daya mineral bagi Perseroan
   dalam melakukan investasi pada SMA yang memiliki cadangan nikel yang
   masih dapat diproduksi dalam jangka waktu yang panjang.

6. Dengan melakukan Transaksi, Perseroan akan memiliki sumber
   pendapatan baru yang dapat dicatatkan sebagai investasi pada entitas
   asosisi dalam laporan keuangan konsolidasian Perseoran. Dengan
   penjualan bijih nikel yang dimiliki lakukan oleh SMA diharapkan dapat
   menopang kelangsungan usaha Perseroan, sehingga Perseroan dapat
   memperoleh tingkat balikan investasi yang menguntungkan dan berpeluang
   untuk melakukan fokus pada investasi-investasi lainnya yang diyakini
   Perseroan memiliki potensi bisnis dan prospek positif pada masa yang akan
   datang.




                                         68
Page 70
             7. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
                Perseroan dan SMA merupakan perusahaan yang berada di bawah
                pengendalian dari pengendali yang sama. Perseroan memandang bahwa
                Transaksi sejalan dengan strategi Perseroan yaitu bagian dari strategi
                bisnis bagi pengembangan usaha dan investasi jangka panjang Perseroan
                pada sektor pertambangan nikel dengan melakukan ventura bersama
                dengan para pemegang saham SMA lainnya. Selanjutnya, struktur
                transaksi tersebut dipandang sesuai dengan tujuan investasi Perseroan
                karena memungkinkan Perseroan untuk berpartisipasi dalam potensi
                pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai ekonomi dari SMA, sekaligus
                tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko dan
                alokasi modal sehingga Perseroan dapat memperoleh eksposur terhadap
                peluang pertumbuhan pada aset dan kegiatan usaha SMA tanpa
                menanggung seluruh risiko, kebutuhan pendanaan, maupun kewajiban
                yang umumnya melekat pada transaksi pengambilalihan pengendalian.

             8. Transaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama strategis
                antara Perseroan dan SMA, termasuk dalam pengembangan usaha,
                pertukaran keahlian teknis, optimalisasi rantai nilai industri nikel, serta
                identifikasi peluang sinergi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi
                kedua belah pihak. Perseroan meyakini bahwa pendekatan investasi
                strategis tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan Perseroan yang
                berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang, diversifikasi sumber
                pendapatan, serta peningkatan kualitas portofolio investasi Perseroan.

             9. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan dapat memasuki pasar
                komoditas nikel dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan yang dinilai
                memiliki prospek pertumbuhan yang baik dan diharapkan dapat
                memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan serta mendukung
                pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sehingga pada akhirnya dapat
                memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.




                                            69
Page 71
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat
Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan
stempel perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                          70
Page 72
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           71
Page 73
                                                                                                          Lampiran B

PT PAM Mineral Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                       31/12/26       31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

Penjualan                                                3.481.669     3.375.519     3.290.162     3.473.717     2.831.897
Beban pokok penjualan                                    2.078.935     2.072.212     2.049.168     2.148.408     1.884.948
Laba kotor                                               1.402.734     1.303.306     1.240.995     1.325.309       946.949
Beban usaha                                                117.500       123.375       129.544       136.021       142.822
Laba usaha                                               1.285.234     1.179.931     1.111.451     1.189.288       804.127
Beban lain-lain                                                  -             -             -             -             -
Laba sebelum pajak penghasilan                           1.285.234     1.179.931     1.111.451     1.189.288       804.127
Pajak penghasilan                                         (282.751)     (259.585)     (244.519)     (261.643)     (176.908)
Laba tahun berjalan                                      1.002.482      920.346       866.932       927.645        627.219


PT PAM Mineral Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                       31/12/26       31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

Penjualan                                                3.481.669     3.375.519     3.290.162     3.473.717     2.831.897
Beban pokok penjualan                                    2.078.935     2.072.212     2.049.168     2.148.408     1.884.948
Laba kotor                                               1.402.734     1.303.306     1.240.995     1.325.309       946.949
Beban usaha                                                117.500       123.375       129.544       136.021       142.822
Laba usaha                                               1.520.234     1.426.681     1.370.538     1.461.330     1.089.771
Beban lain-lain                                             (6.286)       38.367        76.059        44.554        71.851
Laba sebelum pajak penghasilan                           1.513.948     1.465.048     1.446.597     1.505.884     1.161.621
Pajak penghasilan                                         (333.068)     (322.311)     (318.251)     (331.294)     (255.557)
Laba tahun berjalan                                      1.180.879     1.142.737     1.128.346     1.174.590       906.065




                                                          72
Page 74
                                                                                                           Lampiran C

PT PAM Mineral Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                    Keterangan
                                                        31/12/26         31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30
Laba bersih                                              1.002.482         920.346      866.932      927.645        627.219
Faktor diskonto                                             0,9042          0,8176       0,7393       0,6685         0,6044
Nilai kini                                                 906.445         752.475      640.923      620.130        379.091
Jumlah nilai kini                                        3.299.064



PT PAM Mineral Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                    Keterangan
                                                        31/12/26         31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30
Laba bersih                                              1.180.879        1.142.737    1.128.346    1.174.590       906.065
Faktor diskonto                                             0,9042           0,8176       0,7393       0,6685        0,6044
Nilai kini                                               1.067.751         934.302      834.186      785.213        547.625
Jumlah nilai kini                                        4.169.077




                                                           73
Page 75
                                                                                                        Lampiran D

PT PAM Mineral Tbk
Perhitungan Studi Kelayakan atas Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2050

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                      31/12/26         31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30

Arus kas bersih                                              9.805         147.717     191.227      37.483       259.357
Investasi awal                                            (350.000)              -           -           -             -
Arus kas bersih                                           (340.195)        147.717     191.227      37.483       259.357
Faktor diskonto                                             0,9421          0,8382      0,7474      0,6664        0,5942
Nilai kini arus kas bersih                                (320.498)        123.817     142.923      24.979       154.110


                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                      31/12/31         31/12/32    31/12/33    31/12/34     31/12/35

Arus kas bersih                                            293.954         280.347     287.208     277.467       332.558
Investasi awal                                                   -               -           -           -             -
Arus kas bersih                                            293.954         280.347     287.208     277.467       332.558
Faktor diskonto                                             0,5298          0,4724      0,4212      0,3756        0,3349
Nilai kini arus kas bersih                                 155.737         132.436     120.972     104.217       111.374


                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                      31/12/36         31/12/37    31/12/38    31/12/39     31/12/40

Arus kas bersih                                            295.532         247.505     214.816     207.069       163.385
Investasi awal                                                   -               -           -           -             -
Arus kas bersih                                            295.532         247.505     214.816     207.069       163.385
Faktor diskonto                                             0,2986          0,2662      0,2374      0,2117        0,1888
Nilai kini arus kas bersih                                  88.246          65.886      50.997      43.837        30.847


                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                      31/12/41         31/12/42    31/12/43    31/12/44     31/12/45

Arus kas bersih                                            194.441         187.038     169.372     160.529       145.602
Investasi awal                                                   -               -           -           -             -
Arus kas bersih                                            194.441         187.038     169.372     160.529       145.602
Faktor diskonto                                             0,1683          0,1501      0,1338      0,1193        0,1064
Nilai kini arus kas bersih                                  32.724          28.074      22.662      19.151        15.492


                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                      31/12/46         31/12/47    31/12/48    31/12/49     31/12/50

Arus kas bersih                                            119.418          97.935      81.107      64.664      (425.445)
Investasi awal                                                   -               -           -           -             -
Arus kas bersih                                            119.418          97.935      81.107      64.664      (425.445)
Faktor diskonto                                             0,0949          0,0846      0,0754      0,0672        0,0599
Nilai kini arus kas bersih                                  11.333           8.285       6.115       4.345        (25.484)
Kriteria kelayakan:
  Net Present Value                                      1.152.577
  Internal Rate of Return                                   52,17%




                                                           74
Page 76
                                                                              Lampiran E

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

KB

Berdasarkan KB sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam
KB adalah sebagai berikut:

•    Pihak-pihak yang Bertransaksi

     Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan KB adalah Perseroan dan SMA.

•    Objek Transaksi

     Objek transaksi berdasarkan KB adalah para pihak telah menyepakati bahwa Perseroan
     akan melakukan peningkatan modal disetor dan ditempatkan dengan menerbitkan
     sebanyak 10.714.500 saham dalam Perseroan dengan nilai nominal masing-masing
     saham sebesar Rp 1.000, dengan demikian nilai nominal atas seluruh saham adalah
     sebesar Rp 10,71 miliar yang diambil bagian seluruhnya oleh Perseroan, dengan harga
     penyetoran yang harus dibayarkan oleh Perseroan kepada SMA sebesar
     Rp 350,00 miliar, sehingga kepemilikan Perseroan pada SMA pada tanggal efektif akan
     menjadi sebesar 30,00% dari modal dan ditempatkan disetor SMA.




                                           75
Page 77
Akta No. 324

Berdasarkan Akta No. 324 sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan
penting dalam Akta No. 324 adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta No. 324 adalah Perseroan dan SMA.

•   Objek Transaksi

    Objek transaksi berdasarkan Akta No. 324 adalah para pemegang saham SMA telah
    menyetujui dan mengambil keputusan untuk mengubah nilai nominal saham SMA dari
    semula sebesar Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 1.000 per saham serta
    SMA melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor SMA dari sebelumnya
    sebesar Rp 25,00 miliar menjadi Rp 35,71 miliar yang dalam peningkatan modal
    tersebut menerbitkan sebanyak 10.714.500 saham baru dalam SMA dengan nilai
    nominal sebesar Rp 1.000 per saham, dengan demikian nilai nominal atas seluruh
    saham baru sebagaimana tersebut di atas adalah sebesar Rp 10,71 miliar yang diambil
    bagian seluruhnya oleh Perseroan, dilakukan secara tunai, dengan rincian penyetoran
    sebagai berikut:

    -   Dilakukan penyetoran sebesar Rp 350,00 miliar;

    -   Nilai nominal saham         baru   yang   diambil   bagian   seluruhnya   sebesar
        Rp 10,71 miliar; dan

    -   Sehingga selisih antara jumlah penyetoran dengan nilai nominal saham, yaitu
        sebesar Rp 339,29 miliar akan dicatat dan dibukukan sebagai agio saham.




                                            76
Page 78
                                                                           Lampiran F

Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham SMA

 KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. KEP-210/KS.13/2026 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai
penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. No. KR/260506-002 tanggal
6 Mei 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat
sebagai penilai independen atas nilai pasar 100,00% saham SMA. Hasil penilaian atas
100,00% saham SMA tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham SMA
dengan No. 00125/2.0162-00/BS/02/0153/1/VI/2026 tanggal 19 Juni 2026 dengan ringkasan
sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan SMA.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham SMA.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
   pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen SMA. Dalam
   penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
   kinerja SMA pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di
   masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
   keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SMA yang
   dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
   penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja SMA yang
   dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
   laporan keuangan berdasarkan kinerja historis SMA dan informasi manajemen SMA
   terhadap proyeksi laporan keuangan SMA tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
   laporan penilaian SMA dan kesimpulan nilai akhir.




                                          77
Page 79
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan, dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SMA atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan SMA bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan SMA.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SMA
berdasarkan anggaran dasar SMA.




                                        78
Page 80
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian aset
   bersih (adjusted net asset method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
   oleh SMA di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
   perkembangan usaha SMA. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
   SMA diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha SMA. Arus kas
   yang dihasilkan berdasarkan proyeksi laporan keuangan dikonversi menjadi nilai kini
   dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai
   kini dari arus kas tersebut.

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan SMA. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan
   dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
   31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 844,52 triliun.




                                             79

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.1 MB
Published24 Jun 2026
Pages80
Characters213,168
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 46 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PAM MINERAL Tbk p.1 ×29
linked — Fanny Setiadi Faizal p.3 ×4
linked person Christopher Sumasto Tjia p.6 ×2
linked person Herman Thio p.9 ×2
linked person Tandijono Jiko p.14
linked person Yamin Dharmawan p.14
linked person Sudung Situmorang p.14
linked person Ruddy Tjanaka p.14
linked person Roni Permadi Kusumah p.14
linked org PT PAM Metalindo p.14
linked org Artha Perdana p.14
linked org Aneka Tambang Tbk. p.60 ×5
linked org Amman Mineral Internasional Tbk. p.66 ×2
linked org Merdeka Battery Materials Tbk. p.66 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2
possible org Bursa Efek Indonesia p.10 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.13 ×5
possible org Vale Indonesia Tbk. p.60 ×4
possible org Timah Tbk. p.60 ×4
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi p.2
unresolved person Christina Dwi Utami · Notaris p.2 ×4
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×3
unresolved org PT Gatra Perkasa p.3
unresolved org PT Indrabakti Mustika p.4
unresolved person Mulyani · Notaris p.9 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.10 ×4
unresolved person Edison Jingga p.13
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×2
unresolved org PT Artha Perdana Investama p.14
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi Dalam Transaksi p.16
unresolved person Hangky Ribowo p.16 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.16 ×4
unresolved org PT Gatra Perkasa Mineral p.17 ×3
unresolved org PT Sumber Mineral Abadi II. p.21
unresolved org Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia p.25
unresolved org Pusat Statistik p.26
unresolved org TT. Ikhtisar p.51
unresolved — Pembat · Penilai p.56 ×2
unresolved org PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama. p.60
unresolved org PT Keinz Ventura. III. p.60
unresolved org KJPP KR p.61
unresolved org Materion Corporation p.66
unresolved org BHP Group Limited p.66
unresolved org KJPP Kusnanto p.71 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.71
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.71

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 14284 ms 12 Sep 2026 22:04
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
                            'transaksi di mana'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di '
                'mana',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result