Skip to content
Back to announcement

20260529_BAYU_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_32095604_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review BAYU

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 76

Page 1
                                     PENDAPAT KEWAJARAN
                                                      atas

                          Transaksi Material Rencana Pembelian Saham
                                100% PT Mandala Prima Perkasa

                                                      Oleh

                                             PT Bayu Buana Tbk

                                             Jalan lr H Juanda lll, 2A
                                       Kebon Kelapa, Gambir, Jakafta Pusat




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                               0
                                                                             0
Page 2
                                                                                               13 Mei 2026
 Yth.
 PT Bayu Buana Tbk
 Jalan Ir. H. Juanda III No. 2
 Jakarta Pusat 10210

 File No.          : 00155/2.0131-09/BS-FO/10/0643/1/V/2026
 Hal               : Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Rencana Pembelian Saham 100%
                     PT Mandala Prima Perkasa

 Dengan hormat.

 Penilai Publik yang bertanggung jawab sekaligus yang bertanda tangan di dalam Laporan Pendapat
 Kewajaran ini adalah Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.), merupakan Penilai Publik
 Properti & Bisnis dengan Nomor Izin Penilai Publik Properti No. P-1.18.00532 berdasarkan Surat Keputusan
 Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember 2018 dan Nomor Izin Penilai Publik Bisnis
 No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 214/KM.1/2023 Tanggal
 17 Desember 2018. Penilai Publik juga telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas
 Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
 No. STTD.PPB-47/PM.02/2023 Tanggal 17 Juli 2023.

 Penilai Publik bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan yang
 beralamat di 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar
 Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan memiliki Izin
 Usaha resmi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0131 berdasarkan Kepmenkeu
 No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto
 Prasodjo dan Rekan adalah perusahaan penilai independen yang terdaftar di Masyarakat Profesi Penilai
 Indonesia (MAPPI) dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) berdasarkan Surat Tanda
 Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.

 Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No: 00033/2.0131-09/BB/KJPPSPR/APP-BS/l/2026
 tertanggal 17 Oktober 2025 Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan (selanjutnya
 disebut “KJPP SPR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Bayu Buana Tbk (selanjutnya disebut
 “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan aksi korporasi yang
 dilakukan oleh Perseroan dalam Rencana Transaksi jual beli 100% saham PT Mandala Prima Perkasa.
 Rangkaian Kegiatan Rencana Transaksi Jual Beli yang dilakukan oleh Perseroan selanjutnya disebut
 “Rencana Transaksi”.


 Latar Belakang Rencana Transaksi

 Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ini dilakukan bahwa Perseroan dikenal secara luas sebagai agen
 perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat. Akuisisi saham tersebut merupakan langkah
 strategis untuk memperkuat lini “Travel & Hospitality” dan untuk melakukan integrasi bisnis secara vertikal
 sebagai upaya Perusahaan untuk memperluas bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata serta mendukung
 bisnis utama Perusahaan dalam bidang agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                         1
                                                                                                       1
Page 3
 Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

 Pihak-pihak yang melakukan transaksi dalam Rencana Transaksi ini adalah PT Mandala Prima Perkasa
 sebagai penjual dan PT Bayu Buana Tbk sebagai pembeli.

 Objek Rencana Transaksi

 Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah akuisisi saham 100% PT Mandala Prima Perkasa.

 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi

 Bahwa Perusahaan dikenal secara luas sebagai agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan
 korporat. Akuisisi saham tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat lini “Travel & Hospitality”
 dan untuk melakukan integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya Perusahaan untuk memperluas
 bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata serta mendukung bisnis utama Perusahaan dalam bidang agen
 perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat.

 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

 Maksud dan tujuan penugasan adalah memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dengan
 tujuan memenuhi POJK No.17/POJK.04/2020 sesuai dengan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020.

 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date)

 Pendapat kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan Laporan Keuangan yang
 digunakan dalam analisis adalah Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik
 (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan.

 Asumsi dan Kondisi Pembatas

 Pendapat kewajaran ini berdasarkan dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:

  •    Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
  •    Bahwa kami tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek yang dianalisis dan hasil dari
       pendapat kewajaran yang dilakukan;
  •    Bahwa dalam pendapat kewajaran ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas objek yang
       dianalisis sebagaimana ditunjukkan dalam laporan keuangan yang diberikan dan dokumen – dokumen
       pendukung lain yang terbatas;
  •    Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran dalam
       mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penentu suatu
       keputusan yang berakibat hukum, karena laporan ini semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu
       dan kemampuan yang kami miliki;
  •    Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan
       Pendapat Kewajaran.
  •    Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
  •    Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi keuangan
       yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
       Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
  •    Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kewajaran proyeksi
       keuangan.

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                          2
                                                                                                        2
Page 4
  •    Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
       bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
  •    Kami bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat Kewajaran;

 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

 Sehubungan dengan Peraturan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
 Kegiatan Usaha Utama, dan Peraturan POJK No. 35/POJK.04/2020, tertanggal 2 Juli 2020, tentang
 Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, maka dalam penugasan laporan
 Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan ini, kami telah melakukan analisis melalui
 pendekatan dan prosedur pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi yang mencakup hal sebagai
 berikut:

  1. Melakukan analisis Rencana Transaksi Perseroan.
  2. Melakukan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi Perseroan.
  3. Melakukan analisis kuantitatif dari Rencana Transaksi Perseroan.
  4. Melakukan analisis kewajaran dari Rencana Transaksi Perseroan.

 Kesimpulan Pendapat Kewajaran

 1.    Analisis Rencana Transaksi

       Pihak – Pihak yang Melakukan Transaksi

       a. Pihak - pihak yang melakukan Transaksi

            Sebagaimana tergambar pada deskripsi di atas bahwa pihak-pihak yang melakukan Transaksi
            dalam Rencana Transaksi ini adalah PT Bayu Buana Tbk sebagai pembeli dan PT Mandala
            Prima Perkasa sebagai penjual.

       b. Hubungan dari segi kepemilikan saham

            Berdasarkan struktur kepemilikan saham dari pihak-pihak yang akan melakukan Rencana
            Transaksi yaitu antara penjual dan pembeli, tidak ada keterkaitan dari segi kepemilikan saham
            di antara pihak-pihak tersebut.

       c. Hubungan dari segi kepengurusan

            Berdasarkan struktur kepemilikan saham dari pihak-pihak yang akan melakukan Rencana
            Transaksi yaitu antara penjual dan pembeli, tidak ada keterkaitan dari segi kepengurusan di
            antara pihak-pihak tersebut.
            Ditinjau dari hubungan dari segi kepemilikan saham dan segi kepengurusan, berdasarkan
            Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 Transaksi ini bukan termasuk kepada
            Transaksi afiliasi.
            Rencana Transaksi ini juga tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud
            dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
            Transaksi Benturan Kepentingan.



Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                       3
                                                                                                     3
Page 5
            Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi

            Berkenaan dengan Rencana Transaksi yang dimaksud, hingga saat ini belum terdapat
            perjanjian definitif maupun kesepakatan tertulis yang bersifat mengikat secara hukum antara
            PT Bayu Buana Tbk selaku pihak Pembeli dan PT Mandala Prima Perkasa selaku pihak
            Penjual.

            Penilaian Atas Resiko Dan Manfaat Dari Rencana Transaksi Yang Akan Dilakukan

            Rencana Transaksi ini dilakukan dengan mempertimbangkan potensi sinergi strategis yang
            dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, berikut
            adalah penilaian atas risiko dan manfaat utama yang diharapkan muncul dari pelaksanaan
            Rencana Transaksi tersebut:

            Manfaat jika Rencana Transaksi dilakukan :

                 •    Sinergi Operasional Dan Integrasi Vertikal
                      Perusahaan dapat mengamankan pasokan kamar hotel terutama di musim
                      puncak/liburan, melakukan efisiensi biaya dengan menghilangkan komisi yang
                      biasanya dibayarkan kepada pihak ketiga, dan dapat menawarkan paket perjalanan
                      yang lebih terintegrasi (tiket, akomodasi, tur) dengan harga lebih kompetitif.

                 •    Peningkatan Margin Keuntungan
                      Dengan akuisisi saham tersebut, Perusahaan dapat menikmati seluruh pendapatan
                      operasional hotel (pendapatan kamar, F&B, dan layanan lainnya), serta juga dapat
                      memotong/mengeliminasi komisi yang biasanya dibayarkan kepada agen atau
                      platform online, sehingga dapat meningkatkan margin laba secara keseluruhan yang
                      lebih tinggi dari penjualan paket perjalanan.

                 •    Diversifikasi Pendapatan Dan Stabilitas Bisnis
                      Perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari tiket dan paket
                      tur yang bersifat musiman. Dalam jangka panjang, integrasi pasca-akuisisi yang efektif
                      dapat menghasilkan efisiensi operasional dan profitabilitas berkelanjutan bagi
                      Perusahaan.

                 •    Peningkatan Daya Saing di Segmen MICE
                      Perusahaan dapat menjamin ketersediaan venue untuk event korporat, menawarkan
                      solusi “one-stop solution” yang lebih menarik bagi klien korporat dan dapat
                      memperkuat posisi Perusahaan di pasar dengan lebih kompetitif.

            Risiko jika Rencana Transaksi dilakukan :

                 •    Resiko Keuangan
                      Bahwa akuisisi saham tersebut membutuhkan biaya due diligence (studi kelayakan,
                      opini kewajaran dan pemeriksaan hukum) yang tidak sedikit, membutuhkan dana
                      akuisisi yang cukup besar, serta potensi nilai jual kembali yang lebih rendah jika
                      integrasi bisnis tidak berjalan sesuai rencana.


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                          4
                                                                                                        4
Page 6
                 •    Resiko Operasional Dan Integrasi
                      Dalam proses penggabungan dua bisnis yang berbeda terdapat tantangan operasional
                      dalam hal perbedaan sistem dan prosedur operasional antara agen perjalanan wisata
                      dan hotel.

                 •    Resiko Integrasi Sistem Teknologi
                      Antara agen perjalanan wisata dan hotel menggunakan sistem teknologi yang berbeda,
                      sehingga dapat menyebabkan overbooking akibat tidak sinkronnya sistem
                      pemesanan, ketidakkonsistenan harga antar saluran distribusi yang dapat merusak
                      kepercayaan pelanggan, beban kerja manual yang tinggi akibat proses yang belum
                      terintegrasi secara otomatis.

                 •    Resiko Makroekonomi Dan Industri
                      Terdapat risiko dari faktor eksternal yaitu fluktuasi permintaan akibat kondisi ekonomi
                      makro, dampak pandemi/bencana alam/isu keamanan terhadap sektor pariwisata,
                      serta perubahan perilaku konsumen dan tren perjalanan pasca-pandemi.

 2.    Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi

            Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha

            Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 22 tanggal 07 Oktober 1972 yang dibuat
            di hadapan Notaris Didi Sudjadi S.H. di Jakarta yang pada saat pendiriannya Perseroan
            bernama PT Bayu Buana Travel Service Ltd.

            Anggaran Dasar Perseroran telah mengalami beberapa kali perubahan, Perubahan Anggaran
            Dasar Perseroan terakhir adalah berdasarkan Akta Nomor 82 tanggal 25 Juni 2021, dibuat di
            hadapan Mala Mukti, S.H., L.LM, Notaris di Jakarta, yang telah disampaikan kepada dan
            diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana
            ternyata dalam surat No. AHU-AH. 01.03-0429991 tanggal 21 Juli 2021.

            Akta perubahan terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang
            Saham yang dibuat di hadapan Notaris Mala Mukti, S.H., LL.M. No. 25 tanggal 16 Mei 2025.
            Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
            Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0295891
            tanggal 10 Juni 2025.

            Perseroan berdomisili di Indonesia dengan kantor berkedudukan di Jalan Ir. H. Juanda III No.
            2 Jakarta Pusat 10210.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                           5
                                                                                                         5
Page 7
            Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan sebagai berikut:
             Modal Dasar              Rp 480.000.000.000 (Empat Dengan jumlah lembar saham
                                      Ratus Delapan Puluh Miliar sebanyak 960.000.000 (Sembilan
                                      Rupiah)                          Ratus Enam Puluh Juta) lembar
                                                                       saham dengan Nilai Nominal
                                                                       sebesar Rp500 (Lima Ratus
                                                                       Rupiah)
             Modal Ditempatkan        Rp 176.610.390.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
                                      Tujuh Puluh Enam Miliar Enam sebanyak 353.220.780 (Tiga
                                      Ratus Sepuluh Juta Tiga Ratus Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua
                                      Sembilan Puluh Ribu Rupiah)      Ratus Dua Puluh Ribu Tujuh
                                                                       Ratus Delapan Puluh) Lembar
                                                                       Saham
             Modal Disetor            Rp 176.610.390.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
                                      Tujuh Puluh Enam Miliar Enam sebanyak 353.220.780 (Tiga
                                      Ratus Sepuluh Juta Tiga Ratus Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua
                                      Sembilan Puluh Ribu Rupiah)      Ratus Dua Puluh Ribu Tujuh
                                                                       Ratus Delapan Puluh) Lembar
                                                                       Saham

             Perusahaan memiliki saham dengan total sebesar 353.220.780 lembar saham dengan nilai nominal
             Rp 500 per saham. Komposisi pemegang saham Perseroan pada tanggal Cut Off 31 Desember
             2025 sebagai berikut :
                           Pemegang Saham                  Jumlah Saham      Nominal        Presentase
                                                                                (Rp)            (%)
                 PT Graha Sentosa Persada                     99.170.686   49.585.343.000       28,08%
                 Union Bancaire Privee, UBP SA
                                                              35.551.851   17.775.925.500       10,07%
                 Singapore Branch
                 Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore        27.914.815   13.957.407.500        7,90%
                 Bank of Singapore Limited                    23.447.900   11.723.950.000        6,64%
                 Masyarakat (Kepemilikan kurang dari 5%)     167.135.528   83.567.764.000       47,31%
                             Jumlah/ Total                   353.220.780 176.610.390.000          100%

            Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah
            menjalankan usaha dalam bidang jasa biro perjalanan wisata dan agen perjalanan wisata.
            Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan
            usaha sebagai berikut:

             •    Perencanaan dan pengemasan komponen-komponen perjalanan wisata, yang meliputi
                  sarana wisata, obyek dan daya tarik wisata dan jasa pariwisata lainnya terutama yang
                  terdapat di wilayah Indonesia, dalam bentuk paket wisata;
             •    Penyelenggaraan dan penjualan paket wisata melalui agen perjalanan dan/atau langsung
                  kepada wisatawan atau konsumen;
             •    Penyediaan layanan pramuwisata yang berhubungan dengan paket wisata yang dijual
             •    Penyediaan layanan angkutan wisata;
             •    Pemesanan akomodasi, restoran, tempat konvensi dan tiket pertunjukan seni budaya serta
                  kunjungan ke obyek dan daya tarik wisata;



Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                      6
                                                                                                    6
Page 8
             •   Pengurusan dokumen perjalanan berupa paspor dan visa atau dokumen lain yang
                 dipersamakan;
             •   Penyelenggaraan perjalanan ibadah agama;
             •   Penyelenggaraan perjalanan insentif.

            Analisis Industri dan Lingkungan

            Kondisi Perekonomian Indonesia
            Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada
            hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar
            0,66 persen. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 9,93 persen;
            diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,10 persen; serta Transportasi dan Pergudangan sebesar
            8,78 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan; serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
            Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia masing-
            masing tumbuh sebesar 5,30 persen dan 5,49 persen.

            Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 tidak
            menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan Usaha
            Industri Pengolahan sebesar 19,07 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
            Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,17 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar
            13,10 persen; Konstruksi sebesar 9,83 persen; serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,75
            persen. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,92
            persen.

            Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 dibanding triwulan III-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 0,86
            persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan,
            Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 13,59 persen; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar
            7,48 persen. Sementara itu, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Pengadaan Air,
            Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 18,33
            persen dan 1,30 persen.

            Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada
            seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan
            Jasa sebesar 7,03 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT) sebesar
            5,13 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,09 persen; Komponen
            Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,98 persen; dan Komponen Pengeluaran
            Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 2,50 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
            merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) tumbuh sebesar 4,77 persen.

            Pada tahun 2025, Pulau Jawa masih menunjukkan peranan yang kuat dalam perekonomian
            Indonesia, dengan kontribusi sebesar 56,93 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh Pulau
            Sumatera (22,22 persen), Kalimantan (8,12 persen), Sulawesi (7,22 persen), Bali dan Nusa
            Tenggara (2,82 persen), serta Maluku dan Papua (2,69 persen).




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                       7
                                                                                                     7
Page 9
            Ekonomi Indonesia secara spasial selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan di seluruh
            kelompok provinsi. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan (c-to-c) tertinggi
            sebesar 6,23 persen, diikuti oleh Pulau Jawa (5,30 persen), Pulau Bali dan Nusa Tenggara (4,87
            persen), Pulau Sumatera (4,81 persen), dan Pulau Kalimantan (4,79 persen). Sementara itu,
            kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,44
            persen.

            Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


            Perkembangan Industri
            Industri pariwisata Indonesia pada tahun 2026 telah sepenuhnya memasuki fase transformasi
            menuju pariwisata berkualitas (quality tourism) yang berfokus pada nilai ekonomi tinggi dan
            keberlanjutan. Pergeseran paradigma ini tidak lagi hanya mengejar kuantitas kunjungan wisatawan,
            melainkan menekankan pada peningkatan rata-rata pengeluaran serta durasi tinggal wisatawan di
            berbagai destinasi unggulan. Pemerintah melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026
            menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara pada kisaran 16,0 hingga 17,6 juta,
            didukung oleh stabilitas ekonomi nasional dan peningkatan daya tarik destinasi di luar Bali.

            Secara makro, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional
            menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, diproyeksikan mencapai angka 4,6% hingga 4,7%.
            Pertumbuhan ini dipicu oleh pulihnya konektivitas udara internasional dan domestik yang semakin
            kompetitif, serta keberhasilan pengembangan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
            Sinergi antar-lembaga dalam memperbaiki infrastruktur dasar dan aksesibilitas telah menciptakan
            iklim investasi yang lebih positif di sektor akomodasi, transportasi, dan layanan agen perjalanan di
            seluruh wilayah Indonesia.

            Dari sisi segmentasi pasar, pariwisata Indonesia pada 2026 didominasi oleh fenomena
            "Personalized, Customized, Localized, and Smaller in Size" (PCLS). Wisatawan masa kini
            cenderung memilih pengalaman perjalanan yang lebih personal dan bersifat mikro, seperti desa
            wisata atau tur bertema minat khusus. Hal ini menyebabkan para pelaku usaha di bidang agen
            perjalanan harus mampu menyediakan paket yang lebih fleksibel dan terkurasi secara unik. Selain
            itu, segmen MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) tetap menjadi kontributor
            pendapatan yang signifikan bagi perusahaan jasa perjalanan seiring dengan pulihnya aktivitas
            korporasi dan kegiatan internasional di Indonesia.

            Digitalisasi tetap menjadi faktor penggerak utama dalam efisiensi operasional dan penetrasi pasar
            industri pariwisata. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk personalisasi layanan
            pelanggan serta integrasi sistem pembayaran digital lintas negara telah memudahkan interaksi
            wisatawan mancanegara di pasar domestik. Transformasi digital ini menuntut pelaku industri
            konvensional untuk beradaptasi cepat dengan ekosistem digital guna menghadapi persaingan dari
            platform Online Travel Agent (OTA) global, sekaligus sebagai upaya untuk menekan biaya
            operasional di tengah dinamika inflasi sektor jasa.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                             8
                                                                                                           8
Page 10
            Aspek pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) kini bukan lagi sekadar tren, melainkan
            kebutuhan regulasi dan permintaan pasar global. Wisatawan internasional semakin memprioritaskan
            destinasi yang menerapkan standar pengelolaan lingkungan dan sosial yang bertanggung jawab.
            Hal ini mendorong pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat sertifikasi ramah lingkungan
            pada fasilitas perhotelan dan paket perjalanan. Keberhasilan adaptasi terhadap standar hijau ini
            menjadi parameter penting dalam menilai keberlanjutan bisnis dan nilai strategis jangka panjang
            bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata.

            Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan

            Bahwa berdasarkan laporan keuangan hingga Desember 2025, Perusahaan mencatatkan
            pendapatan sebesar Rp2,50 Triliun, bila dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp2,58
            Triliun, mengalami penurunan Rp80 Milyar. Margin Laba kotor tahun 2025 tercatat sebesar
            8,74%, meningkat sebesar 0,86% dari tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat sebesar
            Rp105,46 Milyar meningkat sebesar Rp3,35 Milyar dari tahun 2024. Manajemen Perusahaan
            telah menargetkan pendapatan sebesar Rp. 2,59 Triliun pada tahun 2026.

            Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

            Alasan Rencana Transaksi ini dilakukan dalam rangka bahwa Perseroan dikenal secara luas
            sebagai agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat. Akuisisi saham tersebut
            merupakan langkah strategis untuk memperkuat lini “Travel & Hospitality” dan untuk melakukan
            integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya Perusahaan untuk memperluas bisnis/diversifikasi
            usaha di bidang pariwisata serta mendukung bisnis utama Perusahaan dalam bidang agen
            perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat.

            Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Rencana Transaksi Yang Akan
            Dilakukan

            Keuntungan apabila Perseroan melakukan akuisisi saham PT Mandala Prima Perkasa:

              •    Mengamankan margin dan mengatasi ketergantungan
                   Pada saat ini, Perusahaan mengandalkan economies of scale untuk mendapatkan harga
                   kompetitif dari prinsipal (hotel/maskapai penerbangan). Dengan memiliki hotel, Perusahaan
                   dapat menghilangkan ketergantungan pada pihak ketiga, menyerap margin yang sebelumnya
                   menjadi komisi dan dapat mengamankan stok kamar di musim puncak tanpa fluktuasi harga.

              •    Diferensiasi di tengah rendahnya biaya peralihan
                   Industri agen perjalanan pariwisata memiliki switching cost yang sangat rendah, sehingga
                   konsumen dengan mudah dapat berpindah demi harga termurah. Akuisisi tersebut
                   menciptakan diferensiasi produk. Perusahaan dapat menawarkan paket eksklusif dan
                   pengalaman yang terintegrasi yang tidak bisa ditiru pesaing yang hanya menjadi reseller,
                   serta membangun loyalitas pelanggan.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                         9
                                                                                                       9
Page 11
              •    Mengubah ancaman menjadi peluang
                   Manajemen Perusahaan telah menyoroti tantangan besar berupa prinsipal yang kini menjual
                   langsung ke konsumen, sehingga mengancam peran agen. Dengan memiliki aset hotel, maka
                   Perusahaan tidak lagi sekedar terancam oleh strategi ini, tetapi justru ikut menjadi pemain di
                   sisi prinsipal.

              •    Diversifikasi pendapatan dan stabilitas
                   Pada saat ini pendapatan agen perjalanan wisata sangat fluktuatif. Dengan memiliki hotel,
                   maka dapat memberikan pendapatan berulang (recurring income) bagi Perusahaan dari
                   operasional harian aset (kamar, restoran) yang lebih stabil, sekaligus potensi apresiasi nilai
                   aset jangka panjang, serta dapat menyeimbangkan volatilitas pendapatan dari tiket dan paket
                   tur.

            Kerugian apabila Perusahaan tidak melakukan akuisisi saham PT Mandala Prima Perkasa:

              •    Margin tetap tertekan dan rentan
                   Tanpa kepemilikan aset Hotel, maka Perusahaan tetap menjadi agen/penjual tiket yang
                   marginnya terus tergerus/berkurang. Biaya operasional harus dijaga lebih rendah dari rata-
                   rata industri untuk Perusahaan dapat bersaing. Akan tetapi tanpa integrasi vertikal, efisiensi
                   saja memiliki batas dan tidak cukup untuk melawan tekanan harga.

              •    Kehilangan daya saing jangka Panjang
                   Perusahaan akan sulit membedakan diri di pasar terhadap para pesaingnya. Jika pesaing
                   mulai menguasai ekosistem terintegrasi (travel + hotel), Perusahaan berisiko kehilangan klien
                   korporat yang mencari solusi akan kebutuhannya secara lengkap dan efisien. Dalam hal ini
                   Perusahaan hanya akan dapat bersaing di area harga yang tipis marginnya.

              •    Terus dibayangi ancaman disintermediasi
                   Ancaman terbesar bagi Perusahaan adalah tren disintermediasi, artinya apabila
                   hotel/maskapai penerbangan terus agresif secara langsung menjual kepada konsumen,
                   maka peran Perusahaan perlahan akan semakin tergerus. Tanpa memilik aset, Perusahaan
                   akan berada dalam posisi defensif, dimana Perusahaan hanya dapat mengandalkan volume
                   penjualan besar untuk mempertahankan daya tawar, yang sangat rentan apabila klien besar
                   beralih untuk membeli secara langsung.

              •    Ketergantungan pada faktor eksternal yang tidak terkendali
                   Pada saat ini, strategi Perusahaan adalah fokus pada efisiensi internal. Namun, tanpa akuisisi
                   saham tersebut, maka Perusahaan tidak memiliki kendali atas pasokan (inventory) dan harga
                   jual produk inti (kamar hotel), sehingga kinerja keuangan tetap sangat bergantung pada
                   dinamika pasar eksternal yang tidak bisa dikendalikan.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                            10
                                                                                                            10
Page 12
 3.    Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi

            Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan Perusahaan

            Necara Historis Perseroan

            Aset terdiri dari Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar. Aset Lancar secara historis memiliki porsi
            72,45% - 92,28% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD 12,65%. Aset Tidak Lancar
            secara historis memiliki porsi 8,72% - 27,55% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD -
            8,18%. Secara keseluruhan historis aset Perusahaan mengalami kenaikan rata-rata sebesar
            7,05%.

            Liabilitas terdiri dari Liabilitas Jangka Lancar dan Liabilitas Tidak Lancar. Liabilitas Jangka
            Pendek secara historis memiliki porsi 35,18% - 46,28% dengan tren kenaikan historis rata-rata
            YTD 11,04%. Liabilitas Jangka Panjang secara historis memiliki porsi 2,59% - 3,99% dengan
            tren kenaikan historis rata-rata YTD 16,80%.

            Ekuitas Perseroan secara historis memiliki porsi 50,79% - 62,05% dengan tren kenaikan historis
            rata-rata YTD 5,54%. Secara keseluruhan historis liabilitas dan ekuitas Perusahaan mengalami
            kenaikan sebesar 7,05%.

            Laba Rugi Historis Perseroan

            Pendapatan Perseroan dihasilkan dari pendapatan tiket (non-keagenan), tur, voucher hotel,
            dokumen perjalanan, dan lain-lain. Secara historis, Perseroan mencatatkan pendapatan
            dengan tren kenaikan historis rata-rata sebesar 75,53%. Beban Pokok Pendapatan Perseroan
            sebesar 90,40% - 94,22% dari pendapatan dan secara tren kenaikan historis rata-rata YTD
            78,49%. Laba Usaha / EBITDA Perseroan sebesar 0,24% - 5,27% dari pendapatan dan secara
            tren mengalami kenaikan rata-rata sebesar 997,70%. Laba sebelum pajak / EBT Perseroan
            sebesar 0,16% - 5,23% dari pendapatan dan secara tren mengalami kenaikan rata-rata
            1421,63%. Laba bersih / EAT Perseroan sebesar 0,06% - 4,22% dari pendapatan dan secara
            tren mengalami kenaikan rata-rata YTD 3507,68%.

            Secara historis, Perseroan terlihat mengalami distorsi penurunan pendapatan yang sangat
            signifikan pada tahun 2021 yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19 yang berimbas pada
            sektor pariwisata di Indonesia. Namun, pada tahun 2022 mencerminkan bahwa Perseroan
            mengalami perbaikan secara finansial setelah status pandemi dicabut.

            Arus Kas Historis Perseroan

            Arus kas Perusahaan dari aktivitas operasional berupa penerimaan dari pelanggan,
            pembayaran pajak penghasilan, penerimaan restitusi pajak, dan pembayaran kepada karyawan
            dan pemasok. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi berkisar antara (74,99
            miliar) – 165 miliar dengan rata-rata sebesar 26,67 miliar.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                      11
                                                                                                      11
Page 13
            Arus kas Perusahaan dari aktivitas investasi berupa penerimaan bunga, penambahan aset
            keuangan lancar lainnya, hasil penjualan aset tetap, pembayaran uang muka pembelian aset
            tetap, dan perolehan aset tetap. Arus kas bersih dari aktivitas investasi berkisar antara (42,78
            miliar) – 12,76 miliar dengan rata-rata sebesar (4,19 miliar).

            Arus kas Perusahaan dari aktivitas pendanaan berupa pembayaran liabilitas sewa dan
            pembayaran dividen. Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan berkisar antara (35,32 miliar) –
            (9,50 miliar) dengan rata-rata sebesar (19,77 miliar).

            Saldo kas akhir tahun Perusahaan berkisar antara 457, 43 miliar – 673,81 miliar per tahun
            dengan rata-rata sebesar 531,92 miliar.

            Rasio Keuangan Historis Perseroan

            Rasio lancar Perseroan berkisar antara 1,85 – 2,27 dengan rata-rata tahun historis sebesar
            2,01. Sedangkan rasio cepat perusahaan sama dengan rasio lancar perusahaan dikarenakan
            tidak adanya akun persediaan di dalam Perseroan.

            Turn Over Piutang Perseroan berkisar antara 10,37 – 17,25 dengan rata-rata sebesar 12,53.
            Turn Over Utang Usaha Perseroan berkisar antara 3,10 – 12,77 dengan rata-rata sebesar 9,08.
            Perputaran aset tetap berkisar antara 10,00 - 46,37 dengan rata-rata sebesar 31,30. Perputaran
            aset Perseroan berkisar antara 0,67 – 2,66 dengan rata-rata sebesar 2,13.

            Debt Equity Ratio Perseroan berkisar antara 0,61 – 0,97 dengan rata-rata sebesar 0,83. Debt
            to Asset Ratio Perseroan berkisar antara 0,38 – 0,49 dengan rata-rata sebesar 0,45.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba
            neto dari ekuitas yang ditanamkan. Rata – rata Return on Equity pada tahun historis
            Perusahaan sebesar 13,14%.

            Analisis Laporan Keuangan Sebelum Rencana Transaksi Dan Proforma Laporan
            Keuangan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan

            Neraca Sebelum Rencana Transaksi dan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan

            Pada sisi aset, Kas dan Setara Kas setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
            penurunan dibandingkan dengan posisi sebelum Rencana Transaksi di seluruh periode
            proyeksi, dengan selisih terdalam pada tahun 2026 sebesar 11,04% (Rp57,44 miliar).
            Penurunan ini secara bertahap menipis hingga tahun 2030 menjadi selisih 2,59% (Rp20,29
            miliar). Sebaliknya, pada akun Aset Tetap, terjadi peningkatan yang sangat signifikan setelah
            Rencana Transaksi dilakukan, yakni melonjak sebesar 135,41% pada tahun 2026 dan tetap di
            atas 100% hingga akhir periode proyeksi, yang menunjukkan adanya penambahan aset tetap
            secara besar-besaran dalam struktur kekayaan Perseroan.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                       12
                                                                                                       12
Page 14
            Dilihat dari Total Aset Perseroan secara konsisten menunjukkan posisi yang lebih tinggi setelah
            Rencana Transaksi dengan pertumbuhan selisih yang meningkat dari 4,04% pada tahun 2026
            menjadi 4,35% pada tahun 2030. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan nilai pada aset
            tidak lancar memberikan dampak positif yang lebih dominan dibandingkan penurunan pada
            aset lancar, sehingga memperkuat basis kapitalisasi aset Perseroan secara keseluruhan.

            Pada sisi liabilitas, Total Liabilitas setelah Rencana Transaksi mengalami kenaikan tipis dengan
            margin di bawah 1% di setiap tahun proyeksi. Kenaikan ini terutama dipicu oleh Total Liabilitas
            Jangka Pendek yang diproyeksikan naik sebesar Rp3,43 miliar pada tahun 2026 dan terus
            meningkat secara nominal hingga Rp4,29 miliar pada tahun 2030. Sementara itu, Liabilitas
            Jangka Panjang relatif stabil dengan selisih yang sangat minimal sebesar Rp18 juta (0,05%)
            dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi.

            Pada sisi Ekuitas, Rencana Transaksi ini memberikan dampak penguatan modal yang positif di
            mana saldo ekuitas setelah Rencana Transaksi diproyeksikan tumbuh konsisten lebih tinggi
            dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi. Pada tahun 2026, ekuitas meningkat sebesar
            Rp37,56 miliar (6,11%) dan terus mengalami penguatan hingga mencapai selisih Rp54,72
            miliar (6,03%) pada tahun 2030. Peningkatan ekuitas yang stabil ini mencerminkan peningkatan
            nilai intrinsik Perseroan yang berkelanjutan sebagai hasil dari Rencana Transaksi tersebut.


            Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi dan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan

            Pada sisi pendapatan, Pendapatan setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
            kenaikan yang stabil dibandingkan sebelum Rencana Transaksi di seluruh periode proyeksi,
            dimulai dengan selisih sebesar Rp24,13 miliar (1,12%) pada tahun 2026 dan terus meningkat
            hingga mencapai selisih Rp38,91 miliar (1,43%) pada tahun 2030. Sejalan dengan hal tersebut,
            pada akun Laba Kotor, terjadi peningkatan margin yang lebih progresif setelah Rencana
            Transaksi dilakukan, yakni tumbuh dari 2,99% di tahun 2026 menjadi 5,38% pada tahun 2030,
            yang mengindikasikan adanya efisiensi biaya atau peningkatan nilai tambah operasional
            setelah Rencana Transaksi.

            Dilihat dari performa operasional, Laba Usaha Perseroan menunjukkan lonjakan yang sangat
            signifikan setelah Rencana Transaksi pada tahun 2026, yaitu sebesar 32,88% atau setara
            dengan selisih Rp37,56 miliar. Meskipun persentase pertumbuhan selisih tersebut melandai
            pada tahun-tahun berikutnya ke kisaran 2,04% hingga 4,15%, nilai nominal laba usaha setelah
            Rencana Transaksi secara konsisten tetap lebih tinggi dibandingkan posisi sebelum Rencana
            Transaksi, mencapai Rp150,87 miliar pada akhir periode proyeksi.

            Pada sisi profitabilitas akhir, Laba Sebelum Pajak dan Laba Tahun Berjalan mencerminkan
            dampak positif yang kuat dari Rencana Transaksi ini bagi Perseroan. Khusus pada tahun 2026,
            Laba Tahun Berjalan setelah Rencana Transaksi diproyeksikan melesat sebesar 41,01%
            menjadi Rp129,15 miliar dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi sebesar Rp91,59
            miliar. Peningkatan laba bersih yang terjaga secara akumulatif hingga mencapai selisih Rp6,01
            miliar (5,17%) pada tahun 2030 ini menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tersebut berhasil
            memperkuat struktur profitabilitas bersih Perseroan secara berkelanjutan.



Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                       13
                                                                                                       13
Page 15
            Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi dan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan

            Dari sisi operasional, Aktivitas Operasi setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
            peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan sebelum Rencana Transaksi, terutama pada
            tahun 2026 dengan kenaikan sebesar 243,84% atau selisih Rp56,57 miliar. Peningkatan arus
            kas masuk dari aktivitas operasi ini terus berlanjut secara konsisten di kisaran 11% hingga 12%
            pada tahun-tahun berikutnya, yang mengindikasikan bahwa Rencana Transaksi tersebut
            mampu memperkuat kapasitas Perseroan dalam menghasilkan kas internal dari kegiatan bisnis
            utamanya.

            Pada akun Aktivitas Investasi, terlihat adanya arus kas keluar yang sangat besar setelah
            Rencana Transaksi pada tahun 2026, yakni mencapai Rp102,47 miliar atau turun sebesar
            1.097,10% dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan adanya
            pengeluaran kas neto untuk perolehan aset atau investasi strategis baru yang dilakukan
            Perseroan. Untuk tahun-tahun setelahnya, arus kas investasi tetap menunjukkan posisi yang
            lebih rendah secara konsisten dengan selisih tetap sebesar Rp250 juta setiap tahunnya.

            Sementara itu, pada Aktivitas Pendanaan, tidak terdapat perubahan sama sekali antara posisi
            sebelum dan setelah Rencana Transaksi, di mana nilai arus kas keluar tetap stabil pada angka
            Rp35,32 miliar di setiap periode proyeksi. Hal ini menunjukkan bahwa Rencana Transaksi
            tersebut tidak melibatkan skema pembiayaan baru atau perubahan dalam kebijakan
            pembayaran kewajiban finansial jangka panjang Perseroan.

            Secara keseluruhan, Kenaikan (Penurunan) Kas neto pada tahun 2026 menunjukkan
            penurunan drastis sebesar 3.049,83% setelah Rencana Transaksi karena adanya pengeluaran
            investasi yang besar, namun kembali menunjukkan pertumbuhan positif di atas 14% pada
            periode 2027 hingga 2030. Hal ini menyebabkan posisi Kas Akhir Tahun setelah Rencana
            Transaksi diproyeksikan selalu lebih rendah dibandingkan sebelum Rencana Transaksi,
            dengan selisih yang semakin mengecil dari -11,04% pada tahun 2026 menjadi hanya -2,59%
            pada tahun 2030, seiring dengan semakin kuatnya pemulihan saldo kas melalui aktivitas
            operasi.

            Rasio Keuangan Perseroan Sebelum Rencana Transaksi dan Setelah Rencana Transaksi
            Dilakukan

            Dari sisi likuiditas, Rasio Lancar setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
            penurunan dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi di seluruh periode proyeksi,
            dengan selisih penurunan terbesar terjadi pada tahun 2026 sebesar 12,26% (dari 2,43 menjadi
            2,14). Penurunan ini secara bertahap membaik hingga tahun 2030 menjadi selisih 6,17%,
            namun rasio tetap berada di atas angka 2,0 yang menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan
            dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tetap terjaga dengan baik.

            Pada aspek aktivitas, terjadi koreksi yang signifikan pada Perputaran Aset Tetap setelah
            Rencana Transaksi, di mana angka perputaran turun tajam sebesar 57,05% pada tahun 2026
            (dari 24,39 kali menjadi 10,47 kali). Penurunan ini selaras dengan adanya peningkatan nilai
            aset tetap, sehingga efisiensi pemanfaatan aset tetap terlihat menurun secara rasio meskipun
            secara nominal output tetap tumbuh. Sementara itu, Perputaran Aset total hanya mengalami

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                      14
                                                                                                      14
Page 16
            sedikit tekanan dengan penurunan konsisten di kisaran 2,63% hingga 2,81% di seluruh periode
            proyeksi.

            Dilihat dari struktur modal dan solvabilitas, Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio
            (DAR) setelah Rencana Transaksi menunjukkan perbaikan (penurunan) yang positif di setiap
            tahunnya. DER diproyeksikan turun sebesar 4,95% pada tahun 2026 menjadi 0,62 kali, yang
            mengindikasikan tingkat ketergantungan terhadap utang menjadi lebih rendah. Demikian pula
            dengan DAR yang menunjukkan penurunan konsisten hingga -3,25% pada tahun 2030,
            memperkuat profil risiko keuangan Perseroan yang menjadi lebih stabil setelah Rencana
            Transaksi.

            Pada sisi profitabilitas, Net Profit Margin (NPM) setelah Rencana Transaksi diproyeksikan lebih
            unggul dibandingkan sebelum Rencana Transaksi, dengan kenaikan margin sebesar 1,67%
            pada tahun 2026 (dari 4,24% menjadi 5,92%). Hal ini berdampak positif pada Return on Asset
            (ROA) dan Return on Equity (ROE) yang melonjak signifikan pada tahun pertama proyeksi,
            masing-masing mencapai posisi 12,23% dan 19,81%. Walaupun pada tahun-tahun berikutnya
            terjadi normalisasi, secara keseluruhan Rencana Transaksi ini berhasil meningkatkan
            efektivitas Perseroan dalam menghasilkan laba bersih bagi pemegang saham.

            Proforma Laporan Posisi Keuangan
            ASET                                                BAYU 2025            MPP 2025           ADJUSMENT DR        ADJUSMENT CR        TOTAL SETELAH TRANSAKSI
            Aset Lancar
             Kas dan Setara Kas                                  520.801.446.058       2.998.908.343                           65.500.000.000              458.300.354.401
             Piutang Usaha - Pihak Ketiga                        184.620.866.186         506.381.312                                                       185.127.247.498
             Persediaan                                                                  639.244.509                                                            639.244.509
             Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga          53.986.069.540                   -                           47.000.000.000                 6.986.069.540
             Pajak Dibayar Dimuka                                                                  -                                                                      -
             Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek                   10.153.998.640                   -                                                        10.153.998.640
             Uang Muka                                            72.384.488.793         128.797.940                                                        72.513.286.733
            Total Aset Lancar                                   841.946.869.217      4.273.332.104                     -    112.500.000.000               733.720.201.321
            Aset Tidak Lancar
             Aset Pajak Tangguhan                                   7.624.626.933                  -                                                          7.624.626.933
             Investasi                                                                                    112.500.000.000     112.500.000.000                             -
             Goodwill                                                                                                                                                     -
             Properti Investasi                                     3.823.423.992      6.105.000.000       17.148.000.000                                   27.076.423.992
             Aset Tetap                                           87.123.044.532     61.341.422.898        63.800.577.102                                  212.265.044.532
             Aset Hak Guna                                              1.877.235                  -                                                              1.877.235
             Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                   19.830.742.400                   -                                                        19.830.742.400
             Aset Tidak Lancar Lainnya                              1.277.050.743                  -                                                          1.277.050.743
            Total Aset Tidak Lancar                             119.680.765.835     67.446.422.898       193.448.577.102    112.500.000.000               268.075.765.835

            TOTAL ASET                                          961.627.635.052     71.719.755.002       193.448.577.102    225.000.000.000             1.001.795.967.156

            LIABILITAS DAN EKUITAS                              BAYU 2025            MPP 2025                                                   TOTAL SETELAH TRANSAKSI

            Liabilitas Jangka Pendek
               Utang Usaha - Pihak Ketiga                        178.416.438.253         813.425.324                                                       179.229.863.577
               Utang Pajak                                        17.157.873.432         586.190.243                                                        17.744.063.675
               Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek            9.630.069.000                   -                                                         9.630.069.000
               Beban Akrual                                           24.148.166       1.193.011.386                                                         1.217.159.552
               Utang Lain-lain                                    89.420.853.198         117.058.497                                                        89.537.911.695
               Uang Muka Langganan                                75.547.181.031                   -                                                        75.547.181.031
               Utang pembiayaan konsumen                                       -         120.618.100                                                           120.618.100
            Total Liabilitas Jangka Pendek                      370.196.563.080      2.830.303.550                                                        373.026.866.630

            Liabilitas Jangka Panjang
               Utang - Pihak Ketiga                                            -          18.003.089                                                            18.003.089
               Liabilitas Sewa Jangka Panjang                                  -                   -                                                                     -
               Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang         10.872.215.250                   -                                                        10.872.215.250
               Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang            22.378.886.642                   -                                                        22.378.886.642
               Liabilitas Pajak Tangguhan                              9.122.887                   -                                                             9.122.887
            Total Liabilitas Jangka Panjang                      33.260.224.779         18.003.089                                                         33.278.227.868

            TOTAL LIABILITAS                                    403.456.787.859      2.848.306.639                                                        406.305.094.498

            Ekuitas
             Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
              Pemilik Entitas Induk
             Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
              Modal Dasar - 960.000.000 saham
              Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham    176.610.390.000    226.040.500.000       226.040.500.000                                  176.610.390.000
             Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali          (382.493.998)               -                                                             (382.493.998)
             Saldo Laba                                                                                                                                                  -
              Telah Ditentukan Penggunaannya                         851.583.000          50.000.000          50.000.000                                       851.583.000
              Belum Ditentukan Penggunaannya                     381.091.368.191    (157.219.051.637)                         194.539.077.102              418.411.393.656
            Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
                                                                558.170.847.193     68.871.448.363       226.090.500.000    194.539.077.102               595.490.872.658
              kepada Pemilik Entitas Induk
             Kepentingan Non-Pengendali                                        -                   -                                                                     -
            TOTAL EKUITAS                                       558.170.847.193     68.871.448.363       226.090.500.000    194.539.077.102               595.490.872.658

            TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                        961.627.635.052     71.719.755.002                                                      1.001.795.967.156




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                                                     15
                                                                                                                                                                    15
Page 17
            Akuisisi PT MPP oleh Perseroan merupakan langkah strategis yang secara signifikan mengubah
            profil neraca dan profitabilitas grup. Rencana Transaksi ini berfokus pada pengambilalihan saham,
            dimana PT MPP memiliki aset berupa properti Hotel Ibis Makassar dan tanah di Rorotan dengan
            total nilai pasar mencapai Rp148.395.000.000. Dari sisi pendanaan, Perseroan mengalokasikan kas
            sebesar Rp65.500.000.000 serta penyelesaian piutang lain-lain senilai Rp47.000.000.000 untuk
            memenuhi harga akuisisi saham sebesar Rp112.500.000.000.

            Berdasarkan proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana
            Transaksi, terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Total Aset Lancar
            Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp733.720.201.321. Hal ini disebabkan oleh adanya
            penyesuaian pada akun Kas dan Setara Kas yang turun menjadi Rp458.300.354.401 serta
            penurunan signifikan pada Aset Keuangan Lancar Lainnya menjadi Rp6.986.069.540 setelah
            adanya adjustment kredit. Sedangkan pada Aset Tidak Lancar, Perseroan mengalami kenaikan
            yang cukup signifikan menjadi Rp268.075.765.835, yang utamanya didorong oleh peningkatan
            nilai Aset Tetap menjadi Rp212.265.044.532 serta munculnya akun Properti Investasi sebesar
            Rp27.076.423.992 setelah proses adjustment.

            Dari sisi liabilitas jangka pendek, terjadi peningkatan liabilitas menjadi Rp373.026.866.630. Hal
            ini dikarenakan adanya penggabungan saldo utang usaha dari PT MPP sebesar
            Rp813.425.324 serta peningkatan pada beban akrual dan utang lain-lain dalam struktur
            proforma gabungan tersebut. Sedangkan pada Liabilitas Jangka Panjang, Perseroan
            mencatatkan nilai sebesar Rp33.278.227.868, di mana tidak terjadi perubahan yang material
            selain masuknya komponen utang pihak ketiga dari PT MPP.

            Dari sisi Ekuitas, terjadi kenaikan pada Total Ekuitas menjadi Rp595.490.872.658. Kenaikan ini
            dipengaruhi secara dominan oleh penyesuaian pada Saldo Laba yang belum ditentukan
            penggunaannya menjadi sebesar Rp418.411.393.656 setelah memperhitungkan eliminasi
            modal saham MPP dan penyesuaian proforma lainnya, sehingga memperkuat struktur
            permodalan Perseroan pasca Rencana Transaksi.

            Proforma Laba Rugi Keuangan

                                         Keterangan       BAYU 2025           ADJUSMENT DR   ADJUSMENT CR       TOTAL SETELAH TRANSAKSI
             Pendapatan                               2.496.017.497.346                                                  2.496.017.497.346
             Beban Pokok Pendapatan                     (2.277.859.165.567)                                                (2.277.859.165.567)
             Laba Kotor                                 218.158.331.779                                                    218.158.331.779
              Beban Usaha                                 (113.965.985.677)                                                  (113.965.985.677)
              Pendapatan Lainnya                            27.787.761.811                     37.320.025.465                  65.107.787.276
              Beban Lainnya                                   (495.012.074)                                                      (495.012.074)
             Laba Usaha                                 131.485.095.839                                                    168.805.121.304
              Beban Keuangan                                  (961.618.020)                                                      (961.618.020)
             Laba Sebelum Pajak                         130.523.477.819                                                    167.843.503.284
               Beban Pajak Penghasilan                     (25.067.752.814)                                                   (25.067.752.814)
             Laba Tahun Berjalan                        105.455.725.005                                                    142.775.750.470




            Berdasarkan proforma Laporan Laba Rugi Perseroan sebelum dan sesudah Rencana
            Transaksi, terlihat bahwa Pendapatan dan Laba Kotor tidak mengalami perubahan, masing-
            masing tetap sebesar Rp2.496.017.497.346 dan Rp218.158.331.779. Namun, pada sisi
            Pendapatan Lainnya, terdapat kenaikan yang cukup signifikan menjadi Rp65.107.787.276. Hal
            ini disebabkan oleh adanya adjustment kredit sebesar Rp37.320.025.465, sehingga Laba
            Usaha Perseroan mengalami peningkatan menjadi Rp168.805.121.304.



Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                       16
                                                                                                                                      16
Page 18
            Dari sisi profitabilitas akhir, terjadi kenaikan pada Laba Sebelum Pajak menjadi
            Rp167.843.503.284 setelah memperhitungkan beban keuangan. Hal ini berlanjut pada Laba
            Tahun Berjalan yang mengalami kenaikan menjadi Rp142.775.750.470 setelah dikurangi
            beban pajak penghasilan. Kenaikan laba bersih ini utamanya diakibatkan oleh adanya
            keuntungan dari pos pendapatan lainnya yang dimasukkan ke dalam perhitungan proforma
            setelah Rencana Transaksi.

            Proforma Arus Kas

                                     KETERANGAN                    BAYU 2025             ADJUSMENT DR         ADJUSMENT CR        TOTAL SETELAH TRANSAKSI

            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Penerimaan dari Pelanggan                               2.429.093.440.936                                                        2.429.093.440.936
            Pembayaran Pajak Penghasilan                              (20.354.916.941)                                                         (20.354.916.941)
            Penerimaan Restitusi Pajak                                              --                                                                       --
            Pembayaran kepada Karyawan dan Pemasok                (2.483.737.943.132)                                                      (2.483.737.943.132)
            Arus Kas Bersih Diperoleh dari
            (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi                      (74.999.419.137)                    --                  --               (74.999.419.137)

            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            Penerimaan Bunga                                           22.797.022.703                                                          22.797.022.703
            Penambahan Aset Keuangan Lancar Lainnya                  (47.000.000.000)      (65.500.000.000)                                 (112.500.000.000)
            Hasil Penjualan Aset Tetap                                    360.000.000                                                             360.000.000
            Pembayaran Uang Muka Pembelian Aset Tetap                 (2.398.502.542)                                                         (2.398.502.542)
            Perolehan Aset Tetap                                     (16.547.579.437)                                                        (16.547.579.437)
            Arus Kas Bersih Diperoleh dari
            (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi                    (42.789.059.276)      (65.500.000.000)                  --             (108.289.059.276)

            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Pembayaran Liabilitas Sewa                                             --                                                                       --
            Pembayaran Dividen                                       (35.322.078.000)                                                         (35.322.078.000)
            Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan      (35.322.078.000)                    --                  --               (35.322.078.000)

            KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS           (153.110.556.413)       (65.500.000.000)                  --             (218.610.556.413)

            PENGARUH PERUBAHAN KURS MATA UANG ASING                      100.600.487                                                              100.600.487

            SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                 673.811.401.984                                                          673.811.401.984

            SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN              520.801.446.058        (65.500.000.000)                   --             455.301.446.058

            KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI:
            Kas                                                        3.358.057.432                                                            3.358.057.432
            Bank                                                     85.174.188.626                                                           85.174.188.626
            Deposito Berjangka                                      432.269.200.000                              65.500.000.000              366.769.200.000
            Total                                                  520.801.446.058                       --     65.500.000.000              455.301.446.058




            Berdasarkan proforma Laporan Arus Kas Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
            terlihat bahwa pada Arus Kas dari Aktivitas Operasi, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
            operasi tetap stabil pada angka (Rp74.999.419.137). Hal ini dikarenakan tidak adanya penyesuaian
            pada pos penerimaan dari pelanggan maupun pembayaran kepada karyawan dan pemasok dalam
            simulasi proforma ini.

            Sedangkan pada Arus Kas dari Aktivitas Investasi mengalami kenaikan oleh adanya adjustment
            debet sebesar Rp65.500.000.000 pada akun aset keuangan lancar lainnya sebesar yang
            sebelumnya sebesar (Rp42.789.059.276) menjadi (Rp108.289.059.276).

            Dari sisi pendanaan, Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan tidak mengalami
            perubahan dan tetap berada pada nilai (Rp35.322.078.000) yang dialokasikan untuk pembayaran
            dividen. Dampak dari penyesuaian pada aktivitas investasi tersebut menyebabkan Kenaikan
            (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas Perseroan merosot menjadi (Rp218.610.556.413)
            dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi sebesar (Rp153.110.556.413).




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                                                17
                                                                                                                                                            17
Page 19
            Dari sisi posisi kas akhir, terjadi penurunan pada Saldo Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
            menjadi Rp455.301.446.058. Penurunan ini diakibatkan oleh adanya penyesuaian proforma sebesar
            Rp65.500.000.000 yang dialokasikan pada komponen deposito berjangka, sehingga saldo deposito
            berjangka turun dari Rp432.269.200.000 menjadi Rp366.769.200.000 setelah Rencana Transaksi.

            Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Perusahaan Sebagai Akibat Dari Rencana Transaksi
            Yang Akan Dilakukan, Termasuk Dampaknya Terhadap Proyeksi Keuangan Perusahaan
                          Balance Sheet            2026                 2027                2028                2029                2030

             TOTAL ASET Balance Sheet              2026                2027                2028                2029                2030
            Sebelum Transaksi                 1.015.206.620.811    1.091.487.492.740   1.181.308.499.536   1.267.410.205.985   1.357.734.647.639
             TOTAL Transaksi
            Setelah   ASET                    1.056.219.797.618    1.135.330.112.271   1.229.984.221.557   1.321.668.604.288   1.416.777.596.263
            Sebelum Transaksi                 1.015.206.620.811    1.091.487.492.740   1.181.308.499.536   1.267.410.205.985   1.357.734.647.639
            Selisih                              41.013.176.807       43.842.619.530      48.675.722.021      54.258.398.303      59.042.948.624
            Setelah Transaksi                 1.056.219.797.618    1.135.330.112.271   1.229.984.221.557   1.321.668.604.288   1.416.777.596.263
            Selisih (%)                                   4,04%                4,02%               4,12%               4,28%               4,35%
            Selisih                             41.013.176.807       43.842.619.530      48.675.722.021      54.258.398.303      59.042.948.624
            Selisih (%)                                  4,04%                4,02%               4,12%               4,28%               4,35%
             TOTAL LIABILITAS
            Sebelum Transaksi                  400.766.640.560      413.794.561.667     431.737.098.205     441.464.131.179     450.786.117.685
             TOTAL LIABILITAS
            Setelah Transaksi
            Sebelum   Transaksi                404.214.657.088
                                               400.766.640.560      417.571.021.327
                                                                    413.794.561.667     435.811.679.375
                                                                                        431.737.098.205     445.684.367.975
                                                                                                            441.464.131.179     455.099.953.174
                                                                                                                                450.786.117.685
            Selisih Transaksi
            Setelah                              3.448.016.529
                                               404.214.657.088        3.776.459.660
                                                                    417.571.021.327       4.074.581.170
                                                                                        435.811.679.375       4.220.236.796
                                                                                                            445.684.367.975       4.313.835.489
                                                                                                                                455.099.953.174
            Selisih (%)
            Selisih                                      0,86%
                                                 3.448.016.529                0,91%
                                                                      3.776.459.660               0,94%
                                                                                          4.074.581.170               0,96%
                                                                                                              4.220.236.796               0,96%
                                                                                                                                  4.313.835.489
            Selisih (%)                                  0,86%                0,91%               0,94%               0,96%               0,96%
             TOTAL EKUITAS
            Sebelum   Transaksi
             TOTAL EKUITAS                     614.439.980.252      677.692.931.074     749.571.401.331     825.946.074.805     906.948.529.954
            Setelah Transaksi
            Sebelum   Transaksi                652.005.140.530
                                               614.439.980.252      717.759.090.944
                                                                    677.692.931.074     794.172.542.182
                                                                                        749.571.401.331     875.984.236.313
                                                                                                            825.946.074.805     961.677.643.089
                                                                                                                                906.948.529.954
            Setelah
            Selisih Transaksi                  652.005.140.530
                                                37.565.160.278      717.759.090.944
                                                                     40.066.159.870     794.172.542.182
                                                                                         44.601.140.852     875.984.236.313
                                                                                                             50.038.161.508     961.677.643.089
                                                                                                                                 54.729.113.135
            Selisih
            Selisih (%)                         37.565.160.278
                                                         6,11%       40.066.159.870
                                                                              5,91%      44.601.140.852
                                                                                                  5,95%      50.038.161.508
                                                                                                                      6,06%      54.729.113.135
                                                                                                                                          6,03%
            Selisih (%)                                  6,11%                5,91%               5,95%               6,06%               6,03%
             TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
             TOTAL LIABILITAS
            Sebelum   Transaksi DAN EKUITAS   1.015.206.620.811    1.091.487.492.740   1.181.308.499.536   1.267.410.205.985   1.357.734.647.639
            Sebelum Transaksi                 1.015.206.620.811    1.091.487.492.740   1.181.308.499.536   1.267.410.205.985   1.357.734.647.639
            Setelah Transaksi                 1.056.219.797.618    1.135.330.112.271   1.229.984.221.557   1.321.668.604.288   1.416.777.596.263
            Setelah Transaksi                 1.056.219.797.618    1.135.330.112.271   1.229.984.221.557   1.321.668.604.288   1.416.777.596.263
            Selisih                              41.013.176.807       43.842.619.530      48.675.722.021      54.258.398.303      59.042.948.624
            Selisih                              41.013.176.807       43.842.619.530      48.675.722.021      54.258.398.303      59.042.948.624
            Selisih (%)                                   4,04%                4,02%               4,12%               4,28%               4,35%
            Selisih (%)                                   4,04%                4,02%               4,12%               4,28%               4,35%

                           Laba Rugi               2026                 2027                2028                2029                2030
                          Laba Rugi                2026                2027                2028                2029                2030
             Pendapatan
             Pendapatan
            Sebelum Transaksi
            Sebelum   Transaksi               2.158.234.600.557
                                              2.158.234.600.557    2.318.234.600.557
                                                                   2.318.234.600.557   2.518.234.600.557
                                                                                       2.518.234.600.557   2.618.234.600.557
                                                                                                           2.618.234.600.557   2.720.234.600.557
                                                                                                                               2.720.234.600.557
            Setelah Transaksi
            Setelah  Transaksi                2.182.365.502.018
                                              2.182.365.502.018    2.347.974.044.474
                                                                   2.347.974.044.474   2.553.064.810.528
                                                                                       2.553.064.810.528   2.655.552.047.079
                                                                                                           2.655.552.047.079   2.759.150.351.920
                                                                                                                               2.759.150.351.920
            Selisih
            Selisih                              24.130.901.461
                                                 24.130.901.461       29.739.443.917
                                                                      29.739.443.917      34.830.209.971
                                                                                          34.830.209.971      37.317.446.522
                                                                                                              37.317.446.522      38.915.751.363
                                                                                                                                  38.915.751.363
            Selisih (%)                                   1,12%                1,28%               1,38%               1,43%               1,43%

             Laba Kotor
            Sebelum Transaksi                  197.827.472.112      208.425.291.674     221.147.786.715     228.815.130.090     236.702.986.050
            Setelah
            Setelah Transaksi
                     Transaksi                 203.735.973.024
                                               203.735.973.024      216.930.568.451
                                                                    216.930.568.451     232.009.155.449
                                                                                        232.009.155.449     240.822.362.480
                                                                                                            240.822.362.480     249.442.869.834
                                                                                                                                249.442.869.834
            Selisih
            Selisih                              5.908.500.912
                                                 5.908.500.912        8.505.276.776
                                                                      8.505.276.776      10.861.368.734
                                                                                         10.861.368.734      12.007.232.390
                                                                                                             12.007.232.390      12.739.883.784
                                                                                                                                 12.739.883.784
            Selisih
            Selisih (%)
                    (%)                                  2,99%
                                                         2,99%                4,08%
                                                                              4,08%               4,91%
                                                                                                  4,91%               5,25%
                                                                                                                      5,25%               5,38%
                                                                                                                                          5,38%

             Laba Usaha
             Laba Usaha
            Sebelum Transaksi                  114.250.821.547      122.895.230.216     133.571.699.377     139.136.996.093     144.865.157.592
            Sebelum Transaksi                  114.250.821.547      122.895.230.216     133.571.699.377     139.136.996.093     144.865.157.592
            Setelah Transaksi                  151.815.981.825      125.396.229.808     138.106.680.358     144.601.074.896     150.879.198.139
            Setelah Transaksi                  151.815.981.825      125.396.229.808     138.106.680.358     144.601.074.896     150.879.198.139
            Selisih                             37.565.160.278        2.500.999.592       4.534.980.981       5.464.078.803       6.014.040.547
            Selisih                             37.565.160.278        2.500.999.592       4.534.980.981       5.464.078.803       6.014.040.547
            Selisih (%)                                 32,88%                2,04%               3,40%               3,93%               4,15%
            Selisih (%)                                   32,88%               2,04%               3,40%               3,93%               4,15%
             Laba Sebelum Pajak
             Laba Sebelum
            Sebelum          Pajak
                      Transaksi                113.369.490.109      122.013.898.777     132.690.367.938     138.255.664.654     143.983.826.153
            SebelumTransaksi
            Setelah   Transaksi                113.369.490.109
                                               150.934.650.386      122.013.898.777
                                                                    124.514.898.369     132.690.367.938
                                                                                        137.225.348.919     138.255.664.654
                                                                                                            143.719.743.458     143.983.826.153
                                                                                                                                149.997.866.700
            Setelah Transaksi
            Selisih                            150.934.650.386
                                                37.565.160.278      124.514.898.369
                                                                      2.500.999.592     137.225.348.919
                                                                                          4.534.980.981     143.719.743.458
                                                                                                              5.464.078.803     149.997.866.700
                                                                                                                                  6.014.040.547
            Selisih (%)                         37.565.160.278
                                                        33,14%        2.500.999.592
                                                                              2,05%       4.534.980.981
                                                                                                  3,42%       5.464.078.803
                                                                                                                      3,95%       6.014.040.547
                                                                                                                                          4,18%
            Selisih (%)                                   33,14%               2,05%               3,42%               3,95%               4,18%
             Laba Tahun Berjalan
            Sebelum   Transaksi
             Laba Tahun   Berjalan              91.591.211.059       98.575.028.822     107.200.548.257     111.696.751.474     116.324.533.149
            Setelah
            SebelumTransaksi
                      Transaksi                129.156.371.337
                                                91.591.211.059      101.076.028.414
                                                                     98.575.028.822     111.735.529.238
                                                                                        107.200.548.257     117.160.830.277
                                                                                                            111.696.751.474     122.338.573.696
                                                                                                                                116.324.533.149
            Selisih
            Setelah Transaksi                   37.565.160.278
                                               129.156.371.337        2.500.999.592
                                                                    101.076.028.414       4.534.980.981
                                                                                        111.735.529.238       5.464.078.803
                                                                                                            117.160.830.277       6.014.040.547
                                                                                                                                122.338.573.696
            Selisih
            Selisih (%)                                 41,01%
                                                37.565.160.278                2,54%
                                                                      2.500.999.592               4,23%
                                                                                          4.534.980.981               4,89%
                                                                                                              5.464.078.803               5,17%
                                                                                                                                  6.014.040.547
            Selisih (%)                                   41,01%               2,54%               4,23%               4,89%               5,17%



            Akuisisi ini memberikan dampak pertumbuhan yang instan pada sisi top-line perusahaan, di
            mana Pendapatan setelah Rencana Transaksi diproyeksikan meningkat secara konsisten
            sebesar 1,12% hingga 1,43% per tahun. Hal yang menarik terlihat pada pertumbuhan Laba
            Kotor yang jauh lebih tinggi secara persentase dibandingkan pertumbuhan pendapatan, yakni

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                           18
                                                                                                                                           18
Page 20
            meningkat dari 2,99% pada tahun 2026 menjadi 5,38% pada tahun 2030. Fenomena ini
            mengindikasikan bahwa aset hotel yang diakuisisi memiliki margin keuntungan yang lebih baik
            atau efisiensi biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata bisnis grup
            sebelumnya.

            Lonjakan paling signifikan terjadi pada Laba Tahun Berjalan di tahun pertama pasca-Rencana
            Transaksi (2026), yang melompat sebesar 41,01% atau senilai Rp37,56 miliar dibandingkan
            skenario sebelum Rencana Transaksi. Kenaikan drastis di tahun pertama ini selaras dengan
            pengakuan pendapatan dari keuntungan pembelian diskon (bargain purchase atau goodwill
            negatif) yang telah dibahas sebelumnya. Setelah lonjakan awal tersebut, pertumbuhan laba
            tahun berjalan menstabilkan diri pada kisaran 2,54% hingga 5,17% di tahun-tahun berikutnya,
            yang mencerminkan kontribusi organik dari operasional hotel tersebut.

            Peningkatan profitabilitas ini secara langsung memperkuat struktur modal perusahaan yang
            terlihat pada tabel Total Ekuitas. Ekuitas setelah Rencana Transaksi secara konsisten berada
            di atas nilai dasar (base case), dengan selisih yang terus melebar dari Rp37,56 miliar pada
            2026 menjadi Rp54,72 miliar pada 2030. Pertumbuhan ekuitas yang stabil ini menunjukkan
            bahwa laba yang dihasilkan dari akuisisi PT MPP berhasil diakumulasikan kembali ke dalam
            perusahaan, sehingga memperkuat bantalan modal grup setiap tahunnya.

            Di sisi aset, strategi akuisisi ini berhasil meningkatkan skala bisnis perusahaan secara
            keseluruhan. Total Aset setelah Rencana Transaksi diproyeksikan tumbuh dengan selisih
            positif yang stabil di kisaran 4%, mencapai nilai Rp1,41 triliun pada tahun 2030. Yang perlu
            dicatat adalah pertumbuhan aset ini tidak dibarengi dengan kenaikan liabilitas yang signifikan,
            di mana Total Liabilitas hanya naik tipis di bawah 1%. Hal ini membuktikan bahwa penambahan
            aset produktif dilakukan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan atau meningkatkan risiko
            hutang perusahaan secara berlebihan.

            Biaya atau pendapatan yang relevan

            Dalam Rencana Transaksi akuisisi ini, pendapatan yang paling relevan muncul dari pengakuan
            keuntungan nontunai yang signifikan pada saat konsolidasi laporan keuangan. Terdapat
            pengakuan "Pendapatan Lain-lain" sebesar Rp37.320.025.465 yang berasal dari nilai goodwill
            negatif atau bargain purchase. Pendapatan ini timbul karena harga akuisisi saham PT MPP
            sebesar Rp112,5 miliar jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai wajar aset neto yang
            diperoleh, yang mencakup aset gedung Hotel Ibis Makassar dan properti investasi tanah
            Rorotan dengan total nilai pasar mencapai Rp148.395.000.000.

            Dari sisi biaya, terdapat pengalokasian sumber daya kas yang relevan sebesar
            Rp65.500.000.000 dan penyelesaian piutang lain-lain senilai Rp47.000.000.000 untuk
            mendanai investasi tersebut. Pengeluaran ini menyebabkan penurunan pada aset lancar
            sebesar 11,44% atau sekitar Rp102,3 miliar pada proyeksi tahun 2026. Meskipun terdapat
            pengurangan pada pos kas, biaya ini bersifat strategis karena mengonversi aset lancar yang
            bersifat pasif menjadi aset tetap produktif yang menghasilkan pendapatan operasional
            berkelanjutan.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                      19
                                                                                                       19
Page 21
            Dampak dari pendapatan relevan ini terlihat sangat jelas pada performa laba rugi konsolidasian.
            Pada tahun 2026, Laba Tahun Berjalan melonjak sebesar 41,01% dibandingkan skenario tanpa
            Rencana Transaksi, yang merupakan kontribusi langsung dari pengakuan keuntungan akuisisi
            tersebut. Selain itu, pendapatan operasional dari aset hotel yang baru diakuisisi diproyeksikan
            memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp24.130.901.461 di tahun pertama, dengan tren
            pertumbuhan yang terus meningkat hingga mencapai Rp38.915.751.363 pada tahun 2030.

            Secara keseluruhan, biaya investasi yang dikeluarkan oleh Perseroan menghasilkan struktur
            pendapatan yang lebih kuat bagi perseroan. Keuntungan dari selisih nilai wajar aset bukan
            hanya mempertebal laba bersih secara instan di tahun pertama, tetapi juga meningkatkan basis
            Laba Kotor perusahaan dengan pertumbuhan tahunan antara 2,99% hingga 5,38% hingga
            tahun 2030. Hal ini menunjukkan bahwa biaya akuisisi tersebut sangat relevan dalam
            menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat posisi modal perseroan melalui akumulasi
            saldo laba di masa depan.

            Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan Dalam Menentukan Dan Nilai
            Rencana Transaksi Dengan Memperhatikan Alternatif Lain
            Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses pengambilan
            keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui prosedur internal yaitu ditetapkan
            dan disetujui oleh manajemen Perseroan.
            Hal Material Lainnya Yang Dapat Memberikan Keyakinan Bagi Penilai Bisnis Dalam
            Memberikan Opini Kewajaran Rencana Transaksi
            Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari Rencana Transaksi tidak ada.
            Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi
            adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
 4.    Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

       a) Perbandingan antara nilai Rencana Transaksi dengan penilaian atas Rencana Transaksi yang akan
          dilakukan;

            Berdasarkan Laporan Penilaian Bisnis yang diterbitkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
            Sugianto Prasodjo Dan Rekan dengan Nomor: 00154/2.0131-09/BS/10/0643/1/V/2026 tanggal
            13 Mei 2026, Nilai Pasar dari objek Rencana Transaksi adalah senilai Rp117.521.392.000 dengan
            menggunakan Pendekatan Pendapatan dengan Metode Arus Kas Terdiskonto dan Pendekatan
            Biaya dengan Metode Adjusted Book Value. Rincian nilai sebagai berikut :

             No. Pendekatan yang Dilakukan           Indikasi Nilai    Bobot      Indikasi Nilai Ekuitas
              1 Pendekatan Pendapatan                125.952.974.526      60%            75.571.784.715
              2 Pendekatan Biaya                     104.874.017.826      40%            41.949.607.130

                  Indikasi Nilai 100% Ekuitas                                           117.521.391.846
                  Pembulatan dalam Rupiah                                               117.521.392.000

            Berdasarkan informasi, nilai Rencana Transaksi dari objek Rencana Transaksi adalah sebesar
            Rp112.500.000.000.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                         20
                                                                                                       20
Page 22
       b) Analisis untuk memastikan bahwa Nilai Transaksi memberikan nilai tambah dari Rencana Transaksi
          yang akan dilakukan;

            Berdasarkan analisis inkremental yang telah dilakukan, Rencana Transaksi akan memperkuat lini
            “Travel & Hospitality” dan untuk melakukan integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya
            Perusahaan untuk memperluas bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata serta mendukung
            bisnis utama Perusahaan dalam bidang agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan
            korporat, selain itu rasio-rasio keuangan Perseroan juga mengalami peningkatan akibat dari
            Rencana Transaksi ini.

       c) Analisis kewajaran Nilai Transaksi dilakukan untuk meyakini bahwa nilai Rencana Transaksi berada
          dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian

            Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp112.500.000.000 sedangkan jumlah ekuitas Perseroan
            berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 adalah sebesar
            Rp558.170.847.193 dengan demikian Rencana Transaksi tersebut merupakan Transaksi material
            sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020, karena
            nilai Rencana Transaksi lebih dari 20% ekuitas Perseroan.
            Berdasarkan peraturan No.35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian
            Bisnis Di Pasar Modal, suatu Transaksi dikategorikan wajar apabila Transaksi tersebut berada pada
            kisaran batas atas dan batas bawah sebesar 7,5% dari Nilai Pasar. Perbandingan nilai Rencana
            Transaksi dengan batas atas dan batas bawah disajikan sebagai berikut:

                                    Keterangan                                Nilai Pasar (Rp)
                 Nilai Pasar                                                           117.521.392.000
                 Batas Atas Nilai Pasar                                                126.335.496.400
                 Batas Bawah Nilai Pasar                                               108.707.287.600
                 Nilai Transaksi                                                       112.500.000.000

            Berdasarkan analisis batas wajar atas dan bawah Nilai Rencana Transaksi penjualan ini dimana
            batas atas 7,5% adalah Rp126.335.496.400 sedangkan batas bawah 7,5% adalah
            Rp108.707.287.600 sedangkan Nilai Rencana Transaksi adalah Rp112.500.000.000, dapat
            disimpulkan Rencana Transaksi tersebut masih berada pada batas wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                        21
                                                                                                         21
Page 23
Dengan demikian, hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam
rangka menentukan dampak positif secara kualitatif, kuantitatif, dan kewajaran dari Rencana Transaksi
yang akan dilakukan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan
adalah Wajar.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apa pun, baik saat ini maupun di masa
datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas Rencana Transaksi yang dilakukan.

Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerja sama dan kepercayaan yang telah
diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.



Hormat kami,
KJPP SUGIANTO PRASODJO & REKAN
Public Appraisers and Consultants




Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert)
Partner
Penilai Properti & Bisnis Izin Men. Keu.
No.P.1-18.00532 dan B-1.23.00643
STTD.PPB-47/PM.02/2023
MAPPI No. 16-S-06672
RMK-2017.00616




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                    22
                                                                                                     22
Page 24
                                                                     DAFTAR ISI

Surat Pengantar
Daftar Isi ........................................................................................................................................................ 22
Ringkasan Eksekutif ...................................................................................................................................... 23
Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas ......................................................................................................... 24
Pernyataan Penilai ......................................................................................................................................... 26

Bab I             PENDAHULUAN
                  1.1. Uraian Mengenai Penugasan ............................................................................................. 28
                  1.2. Identitas Status Penilai ....................................................................................................... 28
                  1.3. Identitas Pemberi Tugas .................................................................................................... 28
                  1.4. Identitas Pengguna Laporan .............................................................................................. 29
                  1.5. Jenis Mata Uang Yang Digunakan ..................................................................................... 29
                  1.6. Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) ..................................................................... 29
                  1.7. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ...................................................... 29
                  1.8. Objek Analisis Pendapat Kewajaran .................................................................................. 29
                  1.9. Pihak-pihak Yang Terlibat Rencana Transaksi .................................................................. 29
                  1.10. Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait Rencana Transaksi ........ 29
                  1.11. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................. 30
                  1.12. Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan ........................................................... 30
                  1.13. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ................................................................. 30
                  1.14. Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan SPI .............................. 30
                  1.15. Kondisi dan Syarat Pembatas ........................................................................................... 30
                  1.16. Sumber Data dan Informasi ............................................................................................... 31
                  1.17. Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi........................................................... 32
                  1.18. Pernyataan Independensi Penilai ...................................................................................... 32
                  1.19. Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran ................................................... 32

Bab II            TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
                  2.1. Identifikasi Pihak-pihak yang Bertransaksi ......................................................................... 33
                  2.2. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi .......................... 38
                  2.3. Penilaian atas Resiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan ........... 38

Bab III           ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
                  3.1 Riwayat Singkat Perusahaan dan Kegiatan Usaha .......................................................... 40
                  3.2 Analisis Industri dan Lingkungan ....................................................................................... 42
                  3.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan ................................................................. 50
                  3.4 Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi.......................................................................... 50
                  3.5 Keuntungan dan Kerugian yang bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi yang akan
                      Dilakaukan ......................................................................................................................... 51

Bab IV            ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
                  4.1 Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan Perusahaan 53
                  4.2 Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi ..................................................................... 72
                  4.3 Kesimpulan ........................................................................................................................ 74



LAMPIRAN




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                                                23
                                                                                                                                                               23
Page 25
                                      RINGKASAN EKSEKUTIF
 PEMBERI TUGAS                                       : PT Bayu Buana Tbk

 ALAMAT PEMBERI TUGAS                                : Jalan H Juanda lll, 2A, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat

 BIDANG USAHA                                        : Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang
                                                       lingkup kegiatan Perseroan adalah menjalankan usaha dalam
                                                       bidang jasa biro perjalanan wisata dan agen perjalanan
                                                       wisata.

 INSTRUKSI PENUGASAN                                 : Berdasarkan      persetujuan atas  surat   penawaran
                                                       No.00033/2.0131-09/BB/KJPPSPR/APP-BS/l/2026 tertanggal
                                                       23 Januari 2026.

 OBJEK ANALISIS                                      : Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah memberikan
                                                       pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi.

 MAKSUD & TUJUAN PENUGASAN                           : Memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
                                                       dalam pembelian 100% saham PT Mandala Prima Perkasa
                                                       dengan tujuan memenuhi POJK No.17/POJK.04/2020 dan
                                                       SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020.

 JENIS & FORMAT LAPORAN                              : Laporan Terinci (Comprehensive Style)


 TANGGAL INSPEKSI & WAWANCARA : 30 Maret 2026
 MANAJEMEN

 TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN                          : 31 Desember 2025

 TANGGAL LAPORAN                                     : 13 Mei 2026

 METODOLOGI ANALISIS                                 :   1.   Analisis atas Rencana Transaksi
                                                         2.   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
                                                         3.   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
                                                         4.   Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi
 PENDAPAT             ATAS         RENCANA : Wajar
 TRANSAKSI

 REVIEWER                                            : Fikri Mauriza Hazmi, S.T., M.Ec.Dev.

 TENAGA PENILAI                                      : M. Nopri Kurniawan, A.Md.
                                                       Ridho Mohammad, S.T.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                           24
                                                                                                            24
Page 26
                     ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Pendapat kewajaran ini berdasarkan dengan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai berikut:

1.     Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.

2.     Bahwa kami tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek yang dianalisis dan hasil dari
       pendapat kewajaran yang dilakukan;

3.     Bahwa dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen yang diberikan atau diperlihatkan oleh Pemberi
       Tugas dan pihak ketiga kepada kami dalam rangka pemberian pendapat kewajaran ini adalah sah,
       benar, lengkap dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan bahwa dokumen-dokumen yang
       diberikan kepada kami dalam bentuk foto copy, turunan dan/atau salinan adalah sesuai dengan aslinya
       dan dokumen tersebut adalah sah, benar, lengkap serta sesuai dengan kenyataan sebenarnya;

4.     Bahwa dokumen-dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh
       Pemberi Tugas atau pihak ketiga kepada kami untuk tujuan pemberian pendapat kewajaran ini adalah
       benar, akurat, lengkap dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, serta tidak mengalami perubahan
       sampai dengan tanggal diberikannya pendapat kewajaran ini;

5.     Bahwa semua tanda tangan, materai, coretan dan tanda yang terdapat dalam setiap dokumen yang
       diberikan dan/atau diperlihatkan oleh Pemberi Tugas kepada kami adalah benar dan tanda yang
       terdapat dalam setiap dokumen foto copy, turunan dan/atau salinan yang diberikan oleh Pemberi Tugas
       kepada kami adalah sesuai dengan yang terdapat dalam dokumen aslinya dan tanda tangan, materai,
       coretan dan tanda yang terdapat pada dokumen adalah benar adanya;

6.     Bahwa instansi Pemerintah dan/atau pihak yang mengeluarkan dan/atau menerbitkan izin, persetujuan,
       lisensi dan/atau bukti tanda pendaftaran kepada Pemberi Tugas adalah pejabat dan/atau pihak yang
       berwenang untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut dan diwakili oleh orang-(orang) yang berhak
       dan mempunyai izin, persetujuan, lisensi, dan/atau bukti tanda pendaftaran yang bersangkutan;

7.     Kecuali dinyatakan secara tegas dalam pendapat kewajaran ini, tidak dapat diasumsikan bahwa kami
       berkewajiban dan telah melakukan pemeriksaan legalitas atas objek yang dianalisis;

8.     Bahwa semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
       Pengadilan) yang berkaitan dengan objek yang dinilai tidak menjadi tanggung jawab kami;

9.     Bahwa dalam pendapat kewajaran ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas objek yang
       dianalisis sebagaimana ditunjukkan dalam laporan keuangan yang diberikan dan dokumen – dokumen
       pendukung lain yang terbatas;

10.    Bahwa biaya penugasan ditentukan berdasarkan hari – orang (man-day) dan bukan ditentukan
       berdasarkan hasil yang diberikan dalam Laporan Pendapat Kewajaran;

11.    Bahwa Laporan Pendapat Kewajaran ini dianggap sah apabila terdapat cap dan tanda tangan asli dari
       pihak kami;

12.    Bahwa tanggung jawab kami terbatas kepada pemberi tugas dimaksud dan kami tidak bertanggung
       jawab terhadap pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat Kewajaran ini;

13.    Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran dalam
       mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penentu suatu
       keputusan yang berakibat hukum, karena laporan ini semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin
       ilmu dan kemampuan yang kami miliki;

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                       25
                                                                                                       25
Page 27
14.    Bahwa tanggung jawab material dalam pendapat kewajaran ini adalah sebatas fee yang sudah kami
       terima.

15.    Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan
       Pendapat Kewajaran.

16.    Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.

17.    Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi keuangan
       yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
       Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).

18.    Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kewajaran proyeksi
       keuangan.

19.    Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
       bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.

20.    Kami bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat Kewajaran.

21.    Kami telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-
       perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                  26
                                                                                                   26
Page 28
                                        PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini pada tanggal
pendapat kewajaran menyatakan bahwa:

1.     Pernyataan dalam laporan pendapat kewajaran ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan
       kesimpulan yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2.     Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap perusahaan
       dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan hal-hal dalam laporan
       ini atau pihak-pihak terkait.
3.     Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
4.     Penugasan pendapat kewajaran profesional telah dilakukan terhadap Objek pendapat kewajaran pada
       Tanggal pendapat kewajaran (Cut Off Date);
5.     Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
       Kewajaran.
6.     Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
7.     Kesimpulan Pendapat telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas; dan
8.     Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
       Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
9.     Biaya profesional tidak berhubungan dengan pendapat kewajaran yang terdapat dalam laporan ini.
10.    Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
       Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
11.    Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan dan/atau jenis industri yang
       dinilai.
12.    Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan analisa untuk
       menghasilkan nilai yang subjektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa yang terjadi di
       kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
13.    Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
       • Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi, dan tanggal)
       • Pengumpulan data dan wawancara
       • Analisis data
       • Penulisan laporan
14.    Penilai telah melakukan analisis terhadap objek Rencana Transaksi pada tanggal pendapat kewajaran.
15.    Penugasan ini telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
16.    Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan
       inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan pendapat
       kewajaran ini.
17.    Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan dengan benar.
18.    Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat dengan
       memenuhi ketentuan KEPI dan SPI Edisi VII-2018 tentang Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
       Indonesia dan Edisi Revisi SPI 330 Tahun 2020 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
       35/POJK.04/2020 dengan mencantumkan nama, kualifikasi profesional dan tanda tangan penilai berikut tim
       pelaksananya (jika ada) dengan konfirmasi bahwa:

       a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
          oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
       b. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
       c. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan pendapat kewajaran telah menyediakan
          bantuan profesional dalam menyiapkan laporan pendapat kewajaran.


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                              27
                                                                                                              27
Page 29
Nama                                                             Kualifikasi            Tanda Tangan

Penanggung Jawab:

Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert)
Partner
Izin Penilai Properti & Bisnis
Izin Men. Keu. No.P.1-18.00532 dan B-1.23.00643            Penilai Properti & Bisnis
STTD.PPB-47/PM.02/2023                                           Bersertifikat
                                                                                       …………………….
MAPPI No. 16-S-06672
RMK-2017.00616

Reviewer:
Fikri Mauriza Hazmi, S.T., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)., CFP
MAPPI No. 17-S-07797                                          Penilai Properti
                                                            Bersertifikat & Bisnis
RMK-2020.03233                                                 Terakreditasi           …………………….
Penilai:
M. Nopri Kurniawan, A.Md.
MAPPI No. 19-T-09891                                           Penilai Properti
RMK-2020.03630                                              Terakreditasi & Bisnis
                                                                  Peserta
                                                                                       …………………….
Asisten Penilai:
Ridho Mohammad, S.T.
MAPPI No. 20-T-10097                                           Penilai Properti
RMK-2020.03343                                              Terakreditasi & Bisnis
                                                                   Afiliasi
                                                                                       …………………….




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                 28
                                                                                                  28
Page 30
                                                  BAB I
                                              PENDAHULUAN
1.1      Uraian Mengenai Penugasan

         Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.00033/2.0131-09/BB/KJPPSPR/APP-
         BS/l/2026 tertanggal 23 Januari 2026 Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan
         (selanjutnya disebut “KJPP SPR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Bayu Buana Tbk
         (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan
         aksi korporasi yang dilakukan oleh Perseroan dalam Rencana Transaksi Akuisisi Saham sebesar
         100% ekuitas PT Mandala Prima Perkasa.
         Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ini dilakukan bahwa Perseroan dikenal secara luas
         sebagai agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat. Akuisisi saham
         tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat lini “Travel & Hospitality” dan untuk
         melakukan integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya Perusahaan untuk memperluas
         bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata serta mendukung bisnis utama Perusahaan dalam
         bidang agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat.

1.2      Identitas Status Penilai

         Penilai Publik yang bertanggung jawab sekaligus yang bertanda tangan di dalam Laporan Pendapat
         Kewajaran ini adalah Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.), merupakan Penilai Publik
         Properti & Bisnis dengan Nomor Izin Penilai Publik Properti No. P-1.18.00532 berdasarkan Surat
         Keputusan Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember 2018 dan Nomor Izin
         Penilai Publik Bisnis No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor
         214/KM.1/2023 Tanggal 17 Desember 2018. Penilai Publik juga telah terdaftar sebagai Profesi
         Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) dengan Surat Tanda
         Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-47/PM.02/2023 Tanggal 17 Juli 2023.

         Penilai Publik bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan yang
         beralamat di 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan
         Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
         memiliki Izin Usaha resmi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0131 berdasarkan
         Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015 dari Menteri Keuangan Republik
         Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan adalah perusahaan penilai independen yang terdaftar
         di Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h
         Bapepam-LK) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-
         859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.

1.3      Identitas Pemberi Tugas

         Pemberi tugas dalam hal ini adalah sebagai berikut:

           Nama Perusahaan                      : PT Bayu Buana Tbk
           Bidang Usaha                         : Bidang jasa biro perjalanan wisata dan agen perjalanan
                                                  wisata
           Alamat                               : Jalan Ir. H. Juanda III No. 2 Jakarta 10120
           No. Telepon                          : +62 21 2350 9999
           Email                                : corporate@bayubuanatravel.com
           Website                              : www.bayubuanatravel.com


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                       29
                                                                                                       29
Page 31
1.4      Identitas Pengguna Laporan

         Pengguna Laporan dalam hal ini adalah sebagai berikut:

           Nama Perusahaan                      : PT Bayu Buana Tbk
           Bidang Usaha                         : Bidang jasa biro perjalanan wisata dan agen perjalanan
                                                  wisata
           Alamat                               : Jalan Ir. H. Juanda III No. 2 Jakarta 10120
           No. Telepon                          : +62 21 2350 9999
           Email                                : corporate@bayubuanatravel.com
           Website                              : www.bayubuanatravel.com

1.5      Jenis Mata Uang Yang Digunakan

         Objek Pendapat Kewajaran ini menggunakan mata uang Rupiah.

1.6      Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date)

         Pendapat kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan Laporan
         Keuangan yang digunakan dalam analisis adalah Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-
         tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku
         Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan.

1.7      Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

         Maksud dan tujuan penugasan adalah memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
         dengan tujuan memenuhi POJK No.17/POJK.04/2020 sesuai dengan SEOJK No.
         17/SEOJK.04/2020.

1.8      Objek Analisis Pendapat Kewajaran

         Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah akuisisi saham 100% PT Mandala Prima
         Perkasa.

1.9      Pihak-pihak Yang Terlibat Transaksi

         Pihak-pihak yang melakukan Transaksi dalam Rencana Transaksi ini adalah PT Bayu Buana Tbk
         sebagai pembeli dan PT Mandala Prima Perkasa sebagai penjual.

1.10     Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi
         Bahwa Perusahaan dikenal secara luas sebagai agen perjalanan wisata dan penyedia layanan
         perjalanan korporat. Akuisisi saham tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat lini
         “Travel & Hospitality” dan untuk melakukan integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya Perusahaan
         untuk memperluas bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata serta mendukung bisnis utama
         Perusahaan dalam bidang agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                        30
                                                                                                        30
Page 32
1.11     Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

         Sehubungan dengan Peraturan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
         Perubahan Kegiatan Usaha Utama, dan Peraturan POJK No. 35/POJK.04/2020, tertanggal 2 Juli
         2020, tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, maka dalam
         penugasan laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan ini, kami telah
         melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
         yang mencakup hal sebagai berikut:

              1. Melakukan analisis Rencana Transaksi Perseroan.
              2. Melakukan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi Perseroan.
              3. Melakukan analisis kuantitatif dari Rencana Transaksi Perseroan.
              4. Melakukan analisis kewajaran dari Rencana Transaksi Perseroan.

1.12     Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Perundang-undangan

          ▪     Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
          ▪     Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
          ▪     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
                Perubahan Kegiatan Usaha.
          ▪     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
                Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
          ▪     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi
                Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.

1.13     Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

         Hasil Laporan Pendapat Kewajaran dan/atau referensi yang melampirinya hanya ditujukan untuk
         pemberi tugas dan pengguna laporan. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik
         sebagian maupun keseluruhan laporan atau rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk
         diterbitkan dalam dokumen apa pun, pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada
         pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari kami untuk format maupun konteks dimana
         akan dimunculkan.

1.14     Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan SPI

         Pendapat Kewajaran ini dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian
         Indonesia (SPI) Edisi VII Tahun 2018.

1.15     Kondisi dan Syarat Pembatas

         Pendapat kewajaran ini berdasarkan dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:

         • Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
         • Bahwa kami tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek yang dianalisis dan hasil dari
           pendapat kewajaran yang dilakukan;
         • Bahwa dalam pendapat kewajaran ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas objek yang
           dianalisis sebagaimana ditunjukkan dalam laporan keuangan yang diberikan dan dokumen –
           dokumen pendukung lain yang terbatas;


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                        31
                                                                                                        31
Page 33
         • Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
           dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
           penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan ini semata-mata dibuat
           berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki;
         • Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
           penyusunan Pendapat Kewajaran.
         • Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
         • Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi
           keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
           oleh manajemen Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
         • Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kewajaran
           proyeksi keuangan.
         • Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
           bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
         • Kami bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat Kewajaran;

1.16     Sumber Data dan Informasi


       1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2025 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik
          (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan
          tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.

       2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2024 dan 2023 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
          Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan
          keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.

       3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2023 dan 2022 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
          Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan
          keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.

       4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Donny Iskandar Maramis selaku Akuntan Publik dan
          Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat
          bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.

       5. Proforma Perseroan dengan dan tanpa Rencana Transaksi.

       6. Laporan Penilaian Bisnis yang diterbitkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sugianto
          Prasodjo Dan Rekan dengan Nomor: 00154/2.0131-09/BS/10/0643/1/V/2026 tanggal 13 Mei
          2026.

       7. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan dan pihak lain yang kami anggap layak dan
          relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses
          pendapat kewajaran.

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                    32
                                                                                                    32
Page 34
       8. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun media
          elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.

1.17     Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

         Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
         analisis melalui pendekatan dan prosedur pendapat kewajaran Rencana Transaksi yang mencakup
         hal – hal sebagai berikut:

          1. Analisis atas Rencana Transaksi
             Analisis atas Rencana Transaksi adalah analisis yang meliputi identifikasi dan hubungan antara
             pihak yang bertransaksi, perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam Rencana Transaksi,
             dan penilaian atas risiko dan manfaat dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan.

          2. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
             Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi adalah analisis yang meliputi riwayat perusahaan dan
             sifat kegiatan usaha, analisis industri dan lingkungan, analisis operasional dan prospek
             perusahaan, alasan dilakukannya Rencana Transaksi dan keuntungan dan kerugian yang
             bersifat kualitatif atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan.

          3. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
             Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi adalah analisis yang meliputi penilaian atas potensi
             pendapatan, aset, liabilitas, kondisi keuangan perusahaan dan melakukan analisis inkremental
             (incremental analysis) untuk mengukur nilai tambah dari Rencana Transaksi dan melakukan
             analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk mengukur keuntungan dan kerugian dari Rencana
             Transaksi yang akan dilakukan, jika diperlukan.

          4. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
             Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi adalah analisis yang meliputi perbandingan antara
             Nilai Transaksi dengan hasil Penilaian atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan, analisis
             untuk memastikan bahwa Nilai Transaksi memberikan nilai tambah dari Rencana Transaksi yang
             akan dilakukan, dan Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi dilakukan untuk meyakini
             bahwa nilai Rencana Transaksi berada dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian.
1.18     Pernyataan Independensi Penilai

         Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP SPR bertindak secara independen
         tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan maupun pihak-pihak
         lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP SPR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
         keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan
         untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang Kami terima sama
         sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.19     Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran

         Dalam pemahaman terbaik kami berdasarkan informasi publik yang tersedia, kami berpendapat
         tidak ada kejadian penting setelah tanggal pendapat kewajaran yang dapat secara signifikan
         mempengaruhi hasil kewajaran.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                        33
                                                                                                        33
Page 35
                                  BAB II
                 TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
2.1      Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi

 2.4.1. PT Bayu Buana Tbk (“Perseroan”) sebagai Pembeli

       a. Riwayat Singkat

           Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 22 tanggal 07 Oktober 1972 yang dibuat di
           hadapan Notaris Didi Sudjadi S.H. di Jakarta yang pada saat pendiriannya Perseroan bernama
           PT Bayu Buana Travel Service Ltd.

           Anggaran Dasar Perseroran telah mengalami beberapa kali perubahan, Perubahan Anggaran Dasar
           Perseroan terakhir adalah berdasarkan Akta Nomor 82 tanggal 25 Juni 2021, dibuat di hadapan Mala
           Mukti, S.H., L.LM, Notaris di Jakarta, yang telah disampaikan kepada dan diterima oleh Kementerian
           Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam surat No. AHU-AH.
           01.03-0429991 tanggal 21 Juli 2021.

           Akta perubahan terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
           yang dibuat di hadapan Notaris Mala Mukti, S.H., LL.M. No. 25 tanggal 16 Mei 2025. Perubahan
           Anggaran Dasar tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0295891 tanggal 10 Juni 2025.

       b. Alamat Kantor Perusahaan

           Perseroan berdomisili di Indonesia dengan kantor berkedudukan di Jalan Ir. H. Juanda III No. 2
           Jakarta Pusat 10210.

       c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

           Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan sebagai berikut:
             Modal Dasar                Rp 480.000.000.000 (Empat Ratus Dengan jumlah lembar saham
                                        Delapan Puluh Miliar Rupiah)    sebanyak 960.000.000 (Sembilan
                                                                        Ratus Enam Puluh Juta) lembar
                                                                        saham dengan Nilai Nominal
                                                                        sebesar Rp500 (Lima Ratus
                                                                        Rupiah)
             Modal Ditempatkan          Rp 176.610.390.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
                                        Tujuh Puluh Enam Miliar Enam sebanyak 353.220.780 (Tiga Ratus
                                        Ratus Sepuluh Juta Tiga Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua Ratus
                                        Sembilan Puluh Ribu Rupiah)     Dua Puluh Ribu Tujuh Ratus
                                                                        Delapan Puluh) Lembar Saham
             Modal Disetor              Rp 176.610.390.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
                                        Tujuh Puluh Enam Miliar Enam sebanyak 353.220.780 (Tiga Ratus
                                        Ratus Sepuluh Juta Tiga Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua Ratus
                                        Sembilan Puluh Ribu Rupiah)     Dua Puluh Ribu Tujuh Ratus
                                                                        Delapan Puluh) Lembar Saham




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                        34
                                                                                                        34
Page 36
           Perusahaan memiliki saham dengan total sebesar 353.220.780 lembar saham dengan nilai nominal
           Rp 500 per saham. Komposisi pemegang saham Perseroan pada tanggal Cut Off 31 Desember 2025
           sebagai berikut :
                         Pemegang Saham                   Jumlah Saham          Nominal          Presentase
                                                                                   (Rp)              (%)
             PT Graha Sentosa Persada                          99.170.686     49.585.343.000          28,08%
             Union Bancaire Privee, UBP SA
                                                               35.551.851     17.775.925.500           10,07%
             Singapore Branch
             Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore             27.914.815 13.957.407.500                7,90%
             Bank of Singapore Limited                         23.447.900 11.723.950.000                6,64%
             Masyarakat (Kepemilikan kurang dari 5%)          167.135.528 83.567.764.000               47,31%
                          Jumlah/ Total                       353.220.780 176.610.390.000                100%

       d. Susunan Pengurus Perusahaan

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama             : Thio Gwan Po Micky
           Komisaris                   : Bostomi Suharman
           Komisaris Independen        : Pranowo Gumulia 1)

           Direksi
           Direktur Utama              : Agustinus Kasjaya Pake Seko
           Direktur                    : Kusuwandi Tamin
           Direktur Independen         : Hardy Karuniawan 2)

           Catatan :
           1) Merangkap sebagai Komisaris Independen
           2) Merangkap sebagai Direktur Independen

       e. Kegiatan Usaha

           Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah
           menjalankan usaha dalam bidang jasa biro perjalanan wisata dan agen perjalanan wisata. Untuk
           mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha
           sebagai berikut:

              •    Perencanaan dan pengemasan komponen-komponen perjalanan wisata, yang meliputi
                   sarana wisata, obyek dan daya tarik wisata dan jasa pariwisata lainnya terutama yang terdapat
                   di wilayah Indonesia, dalam bentuk paket wisata;
              •    Penyelenggaraan dan penjualan paket wisata melalui agen perjalanan dan/atau langsung
                   kepada wisatawan atau konsumen;
              •    Penyediaan layanan pramuwisata yang berhubungan dengan paket wisata yang dijual
              •    Penyediaan layanan angkutan wisata;
              •    Pemesanan akomodasi, restoran, tempat konvensi dan tiket pertunjukan seni budaya serta
                   kunjungan ke obyek dan daya tarik wisata;
              •    Pengurusan dokumen perjalanan berupa paspor dan visa atau dokumen lain yang
                   dipersamakan;
              •    Penyelenggaraan perjalanan ibadah agama;
              •    Penyelenggaraan perjalanan insentif.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                           35
                                                                                                           35
Page 37
 2.4.2. PT Mandala Prima Perkasa sebagai Penjual

       a. Riwayat Singkat

           PT Mandala Prima Perkasa adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
           Pendirian Perseroan Terbatas No. 121 tanggal 15 Juli 2002 di hadapan Notaris Dr. Irawan Soerodjo,
           S.H., M.Si. di Jakarta yang telah memperoleh Pengesahan sesuai dengan Keputusan Menteri
           Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-24154 HT.01.01.Th.2002 tanggal 16
           Desember 2002.

           Akta pendirian tersebut beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir kali diubah dengan Akta
           Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Mandala Prima Perkasa No. 11 tanggal 31 Desember
           2025 yang dibuat di hadapan Notaris Yuli Kristi, S.H., M.Kn. di Kabupaten Bekasi yang telah
           memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-
           0002663.AH.01.02. Tahun 2026 tanggal 20 Januari 2026.

       b. Alamat Kantor Perusahaan

           Kantor pusat berkedudukan di Makassar dan beralamatkan di Jalan Maipa No. 8, Losari – Ujung
           Pandang, Makassar.

       c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
           Struktur permodalan dan susunan pemegang saham PT Mandala Prima Perkasa sebagaimana
           dinyatakan dalam Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Mandala Prima Perkasa No. 11
           tanggal 31 Desember 2025 yang dibuat di hadapan Notaris Yuli Kristi, S.H., M.Kn. di Kabupaten
           Bekasi adalah sebagai berikut :

             Modal Dasar                Rp 226.040.500.000 (Dua Ratus   Dengan jumlah lembar saham
                                        Dua Puluh Enam Miliar Empat     sebanyak 226.040.500 (Dua Ratus
                                        Puluh Juta Lima Ratus Ribu      Dua Puluh Enam Juta Empat Puluh
                                        Rupiah)                         Ribu Lima Ratus) lembar saham
                                                                        atau Nilai Nominal Rp1.000 (Seribu
                                                                        Rupiah) per lembar saham
             Modal Ditempatkan          Rp 226.040.500.000 (Dua Ratus   Dengan jumlah lembar saham
                                        Dua Puluh Enam Miliar Empat     sebanyak 226.040.500 (Dua Ratus
                                        Puluh Juta Lima Ratus Ribu      Dua Puluh Enam Juta Empat Puluh
                                        Rupiah)                         Ribu Lima Ratus) lembar saham
                                                                        atau Nilai Nominal Rp1.000 (Seribu
                                                                        Rupiah) per lembar saham
             Modal Disetor              Rp 226.040.500.000 (Dua Ratus   Dengan jumlah lembar saham
                                        Dua Puluh Enam Miliar Empat     sebanyak 226.040.500 (Dua Ratus
                                        Puluh Juta Lima Ratus Ribu      Dua Puluh Enam Juta Empat Puluh
                                        Rupiah)                         Ribu Lima Ratus) lembar saham
                                                                        atau Nilai Nominal Rp1.000 (Seribu
                                                                        Rupiah) per lembar saham

           Perusahaan memiliki saham dengan total sebesar 226.040.500 lembar saham dengan nilai nominal
           Rp1.000 per lembar saham. Komposisi pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember
           2025 sebagai berikut :




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                       36
                                                                                                       36
Page 38
                         Pemegang Saham                     Jumlah Saham         Nominal              Presentase
                                                                                    (Rp)                  (%)
             PT Triputra Milenia Perkasa                          178.307.500 178.307.500.000              78,88%
             PT Trisurya Inti Pratama                              47.733.000 47.733.000.000               21,12%
                          Jumlah/ Total                           226.040.500 226.040.500.000                100%

       d. Susunan Pengurus Perusahaan

           Dewan Komisaris
           Komisaris                   : Ny. Tjhin Leeris Harni

           Direksi
           Direktur Utama              : Tn. Suryadi Danajaya

       e. Kegiatan Usaha

           Bidang usaha PT Mandala Prima Perkasa berdasarkan Akta Pendirian No. 121 tanggal 15 Juli 2002
           adalah berusaha di bidang aktivitas perusahaan dan menjalankan usaha di bidang pembangunan,
           perdagangan, industri, pertambangan, transportasi darat, pertanian, percetakan, perbengkelan, jasa
           kecuali jasa dibidang hukum dan pajak. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas,
           Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

                1. Menjalankan usaha-usaha dibidang pembangunan bertindak sebagai pengembang yang
                   meliputi perencanaan, pelaksaan dan pemborongan pada umunya (general contractor),
                   antara lain pembangunan kawasan perumahan (real estat) kawasan industri (industrial
                   estate), gedung-gedung, apartemen, kondominium, perkantoran, pertokoan beserta
                   fasilitas-fasilitasnya termasuk mengerjakan pembebasan, pembukaan, pengurugan,
                   pemerataan, penyiapan dan pengembangan areal tanah lokasi/wilayah yang akan
                   dibangun, serta pembangunan gedung, konstruksi, lapangan, jembatan, jalan, taman,
                   bendungan, pengairan/irigasi, landasan, dermaga, pemasangan instalasi instalasi listrik
                   (elektrikal), gas, air minum, telekomunikasi, air conditioner, sistem pengaman dan dalam
                   bidang teknik sipil, elektro, mesin (mekanikal).

                2. Menjalankan usaha-usaha dibidang perdagangan, yang meliputi perdagangan impor dan
                   ekspor, antar pulau/daerah serta lokal, bertindak sebagai agen, ritel, grosir, waralaba,
                   commision house, leveransir, supplier, distributor dan sebagai perwakilan dari badan-badan
                   perusahaan-perusahaan lain, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk berbagai jenis
                   barang dagangan baik barang-barang hasil produksi sendiri maupun hasil produksi
                   perusahaan lain, serta perdagangan yang berhubungan dengan usaha real estat yaitu
                   penjualan dan pembelian bangunan-bangunan rumah, gedung, perkantoran, gedung
                   pertokoan, unit-unit ruangan apartemen, ruangan kondominium, ruangan kantor, ruangan
                   pertokoan.

                3. Menjalankan usaha-usaha dibidang industri, yang meliputi berbagai macam industri antara
                   lain industri elektronika, termasuk komputer, alat komunikasi, industri makanan dan
                   minuman, pengolahan hasil perikanan (cold storage), keramik, kulit, karet, kertas, tekstil,
                   pakaian jadi (garmen), kimia, farmasi dan obat-obatan, kosmetika, alat kesehatan, mebel
                   (furnitur), kendaraan bermotor termasuk mesin-mesin dan suku cadangnya, alat-alat rumah
                   tangga, kerajinan tangan.

                4. Menjalankan usaha-usaha di bidang pertambangan, yang meliputi pertambangan nikel,
                   batubara, timah, emas, perak, tembaga, bauksit, mangan, bijih uranium dan thorium, pasir
                   besi dan bijih besi, batuan tambang yaitu marmer, granit, andesit, koral, split, tanah liat, pasir
                   dan pertambahan non migas dan mineral.

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                               37
                                                                                                                37
Page 39
                5. Menjalankan usaha-usaha dibidang transportasi darat, termasuk angkutan untuk barang
                   maupun penumpang, ekspedisi dan pergudangan.

                6. Menjalankan usaha-usaha dibidang pertanian, termasuk agroindustri yang meliputi
                   pembibitan, budidaya dan pengolahan pasca panen industri pertanian, peternakan,
                   perikanan darat/laut, perkebunan, hortikultura, kehutanan.

                7. Menjalankan usaha-usaha dibidang percetakan, meliputi penjilidan dan penerbitan buku-
                   buku, desain dan cetak grafis, sablon, offset.

                8. Menjalankan usaha-usaha dibidang perbengkelan, yang meliputi kegiatan perawatan,
                   pemeliharaan, perbaikan (maintenance) dan showroom kendaraan bermotor, berbagai jenis
                   mesin-mesin dan alat berat.

                9. Menjalankan usaha-usaha di bidang jasa, yang meliputi berbagai macam jasa antara lain
                   jasa persewaan dan pengelolaan bangunan-bangunan, ruangan-ruangan kantor dan
                   ruangan-ruangan pertokoan beserta fasilitas-fasilitasnya, jasa konsultasi manajemen dan
                   administrasi, periklanan, persewaan kendaraan bermotor, jasa komputer dan internet
                   termasuk pembuatan paket program komputer (software), pelatihan komputer, instalasi dan
                   perbaikan/perawatan komputer, jaringan komputer, uninterruptible power supply, panel
                   kontrol serta alat telekomunikasi, jasa teknologi informasi termasuk multimedia, desain
                   sistem informasi, pengolahan data, jasa penyediaan makanan dan minuman (catering),
                   perawatan dan kebersihan (cleaning service), kecuali jasa dibidang hukum dan pajak.

 2.4.3. Kesimpulan Pihak – Pihak yang Melakukan Rencana Transaksi

              a. Pihak - pihak yang melakukan Rencana Transaksi

                   Sebagaimana tergambar pada deskripsi di atas bahwa pihak-pihak yang melakukan
                   transaksi dalam Rencana Transaksi ini adalah PT Bayu Buana Tbk sebagai pembeli dan
                   PT Mandala Prima Perkasa sebagai penjual.

              b. Hubungan dari segi kepemilikan saham

                   Berdasarkan struktur kepemilikan saham dari pihak-pihak yang akan melakukan
                   Rencana Transaksi yaitu antara penjual dan pembeli, tidak ada keterkaitan dari segi
                   kepemilikan saham di antara pihak-pihak tersebut.

              c. Hubungan dari segi kepengurusan

                   Berdasarkan struktur kepemilikan saham dari pihak-pihak yang akan melakukan Rencana
                   Transaksi yaitu antara penjual dan pembeli, tidak ada keterkaitan dari segi kepengurusan
                   di antara pihak-pihak tersebut.
                   Ditinjau dari hubungan dari segi kepemilikan saham dan segi kepengurusan, berdasarkan
                   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 Rencana Transaksi ini bukan
                   termasuk kepada Transaksi afiliasi.

                   Rencana Transaksi ini juga tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana
                   dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang
                   Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.



Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                      38
                                                                                                      38
Page 40
                   Dengan memperhatikan definisi Benturan kepentingan di atas (yang merugikan
                   perusahaan) dan alasan yang telah dikemukakan serta harga Rencana Transaksi yang
                   akan dilaksanakan, maka Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi benturan
                   kepentingan, karena memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan
                   diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan menguntungkan
                   Perseroan.

  2.2    Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi

         Berkenaan dengan Rencana Transaksi yang dimaksud, hingga saat ini belum terdapat perjanjian
         definitif maupun kesepakatan tertulis yang bersifat mengikat secara hukum antara PT Bayu Buana
         Tbk selaku pihak Pembeli dan PT Mandala Prima Perkasa selaku pihak Penjual.


  2.3    Penilaian Atas Risiko Dan Manfaat Dari Rencana Transaksi Yang Akan Dilakukan

         Rencana Transaksi ini dilakukan dengan mempertimbangkan potensi sinergi strategis yang dapat
         memberikan nilai tambah bagi Perseroan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, berikut adalah
         penilaian atas risiko dan manfaat utama yang diharapkan muncul dari pelaksanaan Rencana
         Transaksi tersebut:

         Manfaat jika Rencana Transaksi dilakukan :

         • Sinergi Operasional Dan Integrasi Vertikal
           Perusahaan dapat mengamankan pasokan kamar hotel terutama di musim puncak/liburan,
           melakukan efisiensi biaya dengan menghilangkan komisi yang biasanya dibayarkan kepada
           pihak ketiga, dan dapat menawarkan paket perjalanan yang lebih terintegrasi (tiket,
           akomodasi, tur) dengan harga lebih kompetitif.

         • Peningkatan Margin Keuntungan
           Dengan akuisisi saham tersebut, Perusahaan dapat menikmati seluruh pendapatan
           operasional hotel (pendapatan kamar, F&B, dan layanan lainnya), serta juga dapat
           memotong/mengeliminasi komisi yang biasanya dibayarkan kepada agen atau platform online,
           sehingga dapat meningkatkan margin laba secara keseluruhan yang lebih tinggi dari penjualan
           paket perjalanan.

         • Diversifikasi Pendapatan Dan Stabilitas Bisnis
           Perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari tiket dan paket tur yang
           bersifat musiman. Dalam jangka panjang, integrasi pasca-akuisisi yang efektif dapat
           menghasilkan efisiensi operasional dan profitabilitas berkelanjutan bagi Perusahaan.

         • Peningkatan Daya Saing di Segmen MICE
           Perusahaan dapat menjamin ketersediaan venue untuk event korporat, menawarkan solusi
           “one-stop solution” yang lebih menarik bagi klien korporat dan dapat memperkuat posisi
           Perusahaan di pasar dengan lebih kompetitif.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                  39
                                                                                                  39
Page 41
         Risiko jika Rencana Transaksi dilakukan :

         • Resiko Keuangan
             Bahwa akuisisi saham tersebut membutuhkan biaya due diligence (studi kelayakan, opini
             kewajaran dan pemeriksaan hukum) yang tidak sedikit, membutuhkan dana akuisisi yang
             cukup besar, serta potensi nilai jual kembali yang lebih rendah jika integrasi bisnis tidak
             berjalan sesuai rencana.

         • Resiko Operasional Dan Integrasi
             Dalam proses penggabungan dua bisnis yang berbeda terdapat tantangan operasional dalam
             hal perbedaan sistem dan prosedur operasional antara agen perjalanan wisata dan hotel.

         • Resiko Integrasi Sistem Teknologi
             Antara agen perjalanan wisata dan hotel menggunakan sistem teknologi yang berbeda,
             sehingga dapat menyebabkan overbooking akibat tidak sinkronnya sistem pemesanan,
             ketidakkonsistenan harga antar saluran distribusi yang dapat merusak kepercayaan
             pelanggan, beban kerja manual yang tinggi akibat proses yang belum terintegrasi secara
             otomatis.

         • Resiko Makroekonomi Dan Industri
             Terdapat risiko dari faktor eksternal yaitu fluktuasi permintaan akibat kondisi ekonomi makro,
             dampak pandemi/bencana alam/isu keamanan terhadap sektor pariwisata, serta perubahan
             perilaku konsumen dan tren perjalanan pasca-pandemi.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                      40
                                                                                                       40
Page 42
                                  BAB III
               ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
3.1      Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha

         a. Riwayat Singkat

             Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 22 tanggal 07 Oktober 1972 yang dibuat di
             hadapan Notaris Didi Sudjadi S.H. di Jakarta yang pada saat pendirian nya Perseroan bernama
             PT Bayu Buana Travel Service Ltd.

             Anggaran Dasar Perseroran telah mengalami beberapa kali perubahan, Perubahan Anggaran
             Dasar Perseroan terakhir adalah berdasarkan Akta Nomor 82 tanggal 25 Juni 2021, dibuat di
             hadapan Mala Mukti, S.H., L.LM, Notaris di Jakarta, yang telah disampaikan kepada dan diterima
             oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam
             surat No. AHU-AH. 01.03-0429991 tanggal 21 Juli 2021.

             Akta perubahan terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
             yang dibuat di hadapan Notaris Mala Mukti, S.H., LL.M. No. 25 tanggal 16 Mei 2025. Perubahan
             Anggaran Dasar tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
             Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0295891 tanggal 10 Juni 2025.

         b. Alamat Kantor Perusahaan

             Perseroan berdomisili di Indonesia dengan kantor berkedudukan di Jalan Ir. H. Juanda III No. 2
             Jakarta Pusat 10210.

         c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

             Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan sebagai berikut:
               Modal Dasar                  Rp 480.000.000.000 (Empat Dengan jumlah lembar saham
                                            Ratus Delapan Puluh Miliar sebanyak             960.000.000
                                            Rupiah)                       (Sembilan Ratus Enam Puluh
                                                                          Juta) lembar saham dengan
                                                                          Nilai Nominal sebesar Rp500
                                                                          (Lima Ratus Rupiah)
               Modal Ditempatkan            Rp 176.610.390.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
                                            Tujuh Puluh Enam Miliar Enam sebanyak 353.220.780 (Tiga
                                            Ratus Sepuluh Juta Tiga Ratus Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua
                                            Sembilan Puluh Ribu Rupiah)   Ratus Dua Puluh Ribu Tujuh
                                                                          Ratus Delapan Puluh) Lembar
                                                                          Saham
               Modal Disetor                Rp 176.610.390.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
                                            Tujuh Puluh Enam Miliar Enam sebanyak 353.220.780 (Tiga
                                            Ratus Sepuluh Juta Tiga Ratus Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua
                                            Sembilan Puluh Ribu Rupiah)   Ratus Dua Puluh Ribu Tujuh
                                                                          Ratus Delapan Puluh) Lembar
                                                                          Saham




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                      41
                                                                                                      41
Page 43
             Perusahaan memiliki saham dengan total sebesar 353.220.780 lembar saham dengan nilai nominal
             Rp 500 per saham. Komposisi pemegang saham Perseroan pada tanggal Cut Off 31 Desember
             2025 sebagai berikut :
                           Pemegang Saham                  Jumlah Saham        Nominal         Presentase
                                                                                  (Rp)             (%)
                 PT Graha Sentosa Persada                       99.170.686   49.585.343.000        28,08%
                 Union Bancaire Privee, UBP SA
                                                                35.551.851   17.775.925.500        10,07%
                 Singapore Branch
                 Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore          27.914.815 13.957.407.500           7,90%
                 Bank of Singapore Limited                      23.447.900 11.723.950.000           6,64%
                 Masyarakat (Kepemilikan kurang dari 5%)       167.135.528 83.567.764.000          47,31%
                              Jumlah/ Total                    353.220.780 176.610.390.000           100%

         d. Susunan Pengurus Perusahaan

             Dewan Komisaris
             Komisaris Utama      : Thio Gwan Po Micky
             Komisaris            : Bostomi Suharman
             Komisaris Independen : Pranowo Gumulia 1)

             Direksi
             Direktur Utama            : Agustinus Kasjaya Pake Seko
             Direktur                  : Kusuwandi Tamin
             Direktur                  : Hardy Karuniawan 2)

             Catatan :
             1) Merangkap sebagai Komisaris Independen
             2) Merangkap sebagai Direktur Independen

         e. Kegiatan Usaha

             Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah
             menjalankan usaha dalam bidang jasa biro perjalanan wisata dan agen perjalanan wisata. Untuk
             mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha
             sebagai berikut:

             •     Perencanaan dan pengemasan komponen-komponen perjalanan wisata, yang meliputi sarana
                   wisata, obyek dan daya tarik wisata dan jasa pariwisata lainnya terutama yang terdapat di
                   wilayah Indonesia, dalam bentuk paket wisata;
             •     Penyelenggaraan dan penjualan paket wisata melalui agen perjalanan dan/atau langsung
                   kepada wisatawan atau konsumen;
             •     Penyediaan layanan pramuwisata yang berhubungan dengan paket wisata yang dijual
             •     Penyediaan layanan angkutan wisata;
             •     Pemesanan akomodasi, restoran, tempat konvensi dan tiket pertunjukan seni budaya serta
                   kunjungan ke obyek dan daya tarik wisata;
             •     Pengurusan dokumen perjalanan berupa paspor dan visa atau dokumen lain yang
                   dipersamakan;
             •     Penyelenggaraan perjalanan ibadah agama;
             •     Penyelenggaraan perjalanan insentif.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                       42
                                                                                                       42
Page 44
3.2      Analisis Industri dan Lingkungan


         3.2.1     Tinjauan Makro Ekonomi

         Kondisi Perekonomian Indonesia
         Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada hampir
         seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar 0,66
         persen. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 9,93 persen; diikuti
         oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,10 persen; serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,78
         persen. Sementara itu, Industri Pengolahan; serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
         dan Sepeda Motor yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia masing-masing
         tumbuh sebesar 5,30 persen dan 5,49 persen.

                    Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (persen), 2023—2025




                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


         Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 tidak
         menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan Usaha
         Industri Pengolahan sebesar 19,07 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
         Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,17 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,10
         persen; Konstruksi sebesar 9,83 persen; serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,75 persen.
         Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,92 persen.

         Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 dibanding triwulan III-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 0,86 persen.
         Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
         Jaminan Sosial Wajib sebesar 13,59 persen; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 7,48 persen.
         Sementara itu, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
         Limbah dan Daur Ulang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 18,33 persen dan 1,30 persen.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                       43
                                                                                                       43
Page 45
                           Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (persen),
                               Triwulan IV-2024, Triwulan III-2025, dan Triwulan IV-2025




                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


         Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada
         seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan
         Jasa sebesar 7,03 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT) sebesar
         5,13 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,09 persen; Komponen
         Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,98 persen; dan Komponen Pengeluaran
         Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 2,50 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
         merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) tumbuh sebesar 4,77 persen.

                Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C-to-C) (persen), 2023–2025




                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


         Pada tahun 2025, Pulau Jawa masih menunjukkan peranan yang kuat dalam perekonomian Indonesia,
         dengan kontribusi sebesar 56,93 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh Pulau Sumatera (22,22
         persen), Kalimantan (8,12 persen), Sulawesi (7,22 persen), Bali dan Nusa Tenggara (2,82 persen),
         serta Maluku dan Papua (2,69 persen).




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                    44
                                                                                                     44
Page 46
         Ekonomi Indonesia secara spasial selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan di seluruh kelompok
         provinsi. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan (c-to-c) tertinggi sebesar 6,23
         persen, diikuti oleh Pulau Jawa (5,30 persen), Pulau Bali dan Nusa Tenggara (4,87 persen), Pulau
         Sumatera (4,81 persen), dan Pulau Kalimantan (4,79 persen). Sementara itu, kelompok provinsi di
         Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,44 persen.

                          Kontribusi dan Pertumbuhan PDRB Menurut Pulau (persen), 2025




                                                 Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)




         Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
         Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2025 membaik sehingga mendukung
         ketahanan eksternal. Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah ditopang oleh berlanjutnya
         surplus neraca perdagangan barang di tengah neraca jasa dan pendapatan primer yang mengalami
         defisit. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus ditopang oleh aliran masuk
         modal asing dalam bentuk investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya. Dengan
         perkembangan tersebut, NPI pada triwulan IV 2025 mencatat surplus sebesar 6,1 miliar dolar AS.

         Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan IV 2025, transaksi berjalan mencatat
         defisit sebesar 2,5 miliar dolar AS (0,7% dari PDB), setelah pada triwulan III 2025 mencatat surplus
         sebesar 4,0 miliar dolar AS (1,1% dari PDB). Neraca perdagangan nonmigas tetap membukukan
         surplus meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya, sejalan
         dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan berlanjutnya kontraksi harga komoditas. Di sisi
         lain, neraca perdagangan migas mencatat defisit yang lebih tinggi sejalan dengan peningkatan
         kegiatan ekonomi domestik. Defisit neraca jasa juga tercatat lebih tinggi disebabkan oleh penurunan
         jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada triwulan IV 2025 dibandingkan dengan kondisi pada
         triwulan III 2025. Defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran
         dividen di akhir tahun. Sementara itu, surplus neraca pendapatan sekunder meningkat dipengaruhi
         oleh kenaikan remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI).




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                        45
                                                                                                        45
Page 47
         Transaksi modal dan finansial mencatat surplus. Neraca transaksi modal dan finansial mencatat
         surplus sebesar 8,3 miliar dolar AS pada triwulan IV 2025, setelah pada triwulan III 2025 mencatatkan
         defisit sebesar 8,0 miliar dolar AS. Investasi langsung tetap mencatatkan surplus sebagai cerminan
         dari terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi Indonesia.
         Investasi portofolio mencatat surplus ditopang oleh meningkatnya aliran masuk modal asing seiring
         dengan imbal hasil investasi yang tetap menarik. Investasi lainnya juga mencatat surplus dipengaruhi
         oleh penarikan pinjaman luar negeri.

         Secara keseluruhan tahun 2025, perkembangan NPI menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang
         tetap terjaga, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Transaksi berjalan tahun
         2025 mencatat defisit yang terkendali sebesar 1,5 miliar dolar AS (0,1% dari PDB), lebih rendah
         dibandingkan dengan defisit tahun 2024 sebesar 8,6 miliar dolar AS (0,6% dari PDB). Perkembangan
         ini dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang seiring dengan kinerja ekspor
         yang meningkat, khususnya ekspor produk manufaktur. Selain itu, surplus neraca pendapatan
         sekunder juga lebih tinggi dipengaruhi oleh meningkatnya penerimaan remitansi dari Pekerja Migran
         Indonesia (PMI). Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat didorong oleh kenaikan defisit jasa
         telekomunikasi sejalan dengan peningkatan kinerja sektor informasi dan komunikasi. Defisit neraca
         pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran dividen. Transaksi modal
         dan finansial tahun 2025 mencatat defisit sebesar 4,2 miliar dolar AS didorong oleh keluarnya aliran
         modal asing pada investasi portofolio dan investasi lainnya seiring dengan ketidakpastian pasar
         keuangan global yang tinggi sepanjang tahun 2025. Posisi cadangan devisa meningkat dari 155,7
         miliar dolar AS pada akhir Desember 2024 menjadi 156,5 miliar dolar AS pada akhir Desember 2025.
         Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan utang luar negeri
         pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

         Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat
         memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi
         kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal.
         Kinerja NPI 2026 diprakirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam
         kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari PDB.


         Inflasi

         Pada Desember 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,92 persen dengan Indeks Harga
         Konsumen (IHK) sebesar 109,92. Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Aceh
         sebesar 6,71 persen dengan IHK sebesar 114,40 dan terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Utara
         sebesar 1,23 persen dengan IHK sebesar 108,60. Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi di tingkat
         kabupaten/kota terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 10,84 persen dengan IHK sebesar 119,24 dan
         terendah terjadi di Maumere dan Kabupaten Minahasa Utara masing-masing sebesar 0,38 persen
         dengan IHK masing-masing sebesar 109,62 dan 111,03.

         Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar
         indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,58
         persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,66 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan
         bahan bakar rumah tangga sebesar 1,62 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan
         rutin rumah tangga sebesar 0,20 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,83 persen; kelompok
         transportasi sebesar 1,23 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,17 persen;
         kelompok pendidikan sebesar 1,22 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                          46
                                                                                                          46
Page 48
         sebesar 1,46 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,33 persen.
         Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi,
         komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen.

         Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,64 persen sedangkan tingkat
         inflasi year to date (y-to-d) pada Desember 2025 sebesar 2,92 persen.

         Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38 persen; dengan inflasi m-to-
         m sebesar 0,20 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 2,38 persen.

         Indeks Harga Konsumen/Inflasi Menurut Kelompok

         Perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2025 secara umum menunjukkan
         kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 150 kabupaten/kota, pada Desember 2025 terjadi
         inflasi y-on-y sebesar 2,92 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,80 pada Desember 2024
         menjadi 109,92 pada Desember 2025. Tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,64 persen sedangkan tingkat
         inflasi y-to-d sebesar 2,92 persen.

           IHK dan Tingkat Inflasi Month-to-Month (M-to-M), Year-to-Date (Y-to-D), dan Year-on-Year (Y-
                  on-Y) Nasional Menurut Kelompok Pengeluaran (2022=100), Desember 2025




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                     47
                                                                                                     47
Page 49
         Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar
         indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,58
         persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,66 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan
         bahan bakar rumah tangga sebesar 1,62 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan
         rutin rumah tangga sebesar 0,20 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,83 persen; kelompok
         transportasi sebesar 1,23 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,17 persen;
         kelompok pendidikan sebesar 1,22 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran
         sebesar 1,46 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,33 persen.
         Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi,
         komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen.

         Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Desember 2025, antara
         lain: cabai merah, cabai rawit, beras, ikan segar, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah,
         kelapa, kopi bubuk, wortel, minyak goreng, sigaret kretek tangan (SKT), sigaret kretek mesin (SKM),
         sewa rumah, tarif air minum PAM, bahan bakar rumah tangga, bensin, mobil, akademi/perguruan
         tinggi, dan emas perhiasan. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-
         y, antara lain: tomat, bawang putih, jengkol, daging babi, sabun cair/cuci piring, pengharum cucian/
         pelembut, sabun detergen bubuk, tarif kereta api, telepon seluler, dan Sekolah Menengah Atas.

         Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Desember
         2025, antara lain: cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, ikan segar, telur ayam ras, beras,
         minyak goreng, bawang putih, cabai hijau, sawi putih/pecay/pitsai, kangkung, bayam, kelapa, bensin,
         angkutan udara, angkutan antar kota, dan emas perhiasan. Sedangkan komoditas yang memberikan
         andil/sumbangan deflasi m-to-m, yakni cabai merah.

         Pada Desember 2025, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu:
         kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,33 persen; kelompok pakaian dan alas kaki
         sebesar 0,03 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,26
         persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen;
         kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen; kelompok transportasi sebesar 0,15 persen; kelompok
         rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,07 persen;
         kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,15 persen; dan kelompok
         perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,87 persen. Sementara itu, kelompok pengeluaran yang
         memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa
         keuangan sebesar 0,02 persen.

         Source : Badan Pusat Statistik Indonesia




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                        48
                                                                                                        48
Page 50
         Nilai Tukar Rupiah
         Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2025 memutuskan untuk
         mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku
         bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai
         tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global dengan tetap memperkuat efektivitas
         transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini untuk
         menjaga stabilitas dan mendorong perekonomian nasional. Ke depan, Bank Indonesia akan terus
         mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut dengan prakiraan inflasi 2026 yang
         terkendali dalam sasaran 2,5±1%, serta perlunya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang
         lebih tinggi. Pelonggaran kebijakan makroprudensial diperkuat dengan meningkatkan efektivitas
         implementasi pemberian likuiditas kepada perbankan untuk mempercepat penurunan suku bunga dan
         meningkatkan pertumbuhan kredit/pembiayaan ke sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas
         Pemerintah. Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan
         ekonomi yang inklusif melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri
         sistem pembayaran, dan peningkatan daya tahan infrastruktur sistem pembayaran.

         Bank Indonesia juga terus mempererat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan
         (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Sinergi kebijakan Bank Indonesia dengan
         Pemerintah diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan
         program Asta Cita Pemerintah.

         Perekonomian global jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang perlu terus
         diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan menjadi sekitar 3,2% dipengaruhi oleh
         kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus
         fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan
         kondisi ketenagakerjaan. Sementara itu, ekonomi AS pada 2025 masih melambat dipengaruhi dampak
         temporary government shutdown dan pelemahan pasar tenaga kerja. Prospek ekonomi Tiongkok juga
         terus melambat dipengaruhi permintaan domestik yang tetap lemah. Pada 2026, pertumbuhan
         ekonomi dunia diprakirakan melemah menjadi 3,0% dipengaruhi dampak lanjutan tarif resiprokal AS
         dan kerentanan rantai pasok global. Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps
         pada Desember 2025 dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan. Tingkat imbal
         hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun cenderung bergerak naik, sementara yield US Treasury tenor
         10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya tingkat utang Pemerintah AS. Perkembangan ini
         menyebabkan indeks mata uang AS (DXY) masih tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal
         asing ke emerging market (EM). Ke depan, ketidakpastian perekonomian global diprakirakan tetap
         tinggi dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang masih lemah. Kondisi tersebut memerlukan
         kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik
         dari rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.

         Suku Bunga
         Kebijakan suku bunga Bank Indonesia terus diarahkan secara forward looking dan pre-emptive untuk
         mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan Pemerintah, yaitu 2,5±1% pada tahun 2025 dan 2026.
         Rendahnya inflasi dan perlunya turut mendorong pertumbuhan ekonomi sesungguhnya membuka
         ruang bagi penurunan BI-Rate lebih lanjut setelah penurunan sebesar 25 bps menjadi 6,00% pada
         September 2024. Hal ini apabila mempertimbangkan tekanan inflasi inti (core inflation) yang
         bersumber dari dalam negeri diprakirakan tetap terkendali sejalan dengan ekspektasi inflasi yang
         terjaga dan kapasitas output potensial yang masih mampu memenuhi kenaikan permintaan. Namun

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                       49
                                                                                                       49
Page 51
         demikian, risiko tekanan inflasi yang berasal dari gejolak global, yaitu dampak pelemahan nilai tukar
         Rupiah terhadap harga barang-barang impor (imported inflation) perlu terus diwaspadai. Sejalan
         dengan itu, fokus kebijakan moneter dalam jangka pendek adalah untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah
         dari dampak gejolak global dimaksud. Karenanya, kebijakan untuk memanfaatkan ruang penurunan
         lebih lanjut BI-Rate akan didasarkan pada asesmen terhadap data dan kondisi yang berkembang (data
         dependence). Sementara itu, untuk pengendalian inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) dan
         harga yang diatur pemerintah (administered prices), koordinasi dengan Pemerintah (Pusat dan
         Daerah) melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) terus diperkuat melalui
         Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan mengerahkan seluruh 46 kantor
         Bank Indonesia di dalam negeri.
                                                     Suku Bunga Perbankan




                                                       Sumber: Bank Indonesia



         3.2.2     Perkembangan Industri

         Industri pariwisata Indonesia pada tahun 2026 telah sepenuhnya memasuki fase transformasi menuju
         pariwisata berkualitas (quality tourism) yang berfokus pada nilai ekonomi tinggi dan keberlanjutan.
         Pergeseran paradigma ini tidak lagi hanya mengejar kuantitas kunjungan wisatawan, melainkan
         menekankan pada peningkatan rata-rata pengeluaran serta durasi tinggal wisatawan di berbagai
         destinasi unggulan. Pemerintah melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 menetapkan target
         kunjungan wisatawan mancanegara pada kisaran 16,0 hingga 17,6 juta, didukung oleh stabilitas
         ekonomi nasional dan peningkatan daya tarik destinasi di luar Bali.

         Secara makro, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional
         menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, diproyeksikan mencapai angka 4,6% hingga 4,7%.
         Pertumbuhan ini dipicu oleh pulihnya konektivitas udara internasional dan domestik yang semakin
         kompetitif, serta keberhasilan pengembangan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
         Sinergi antar-lembaga dalam memperbaiki infrastruktur dasar dan aksesibilitas telah menciptakan iklim
         investasi yang lebih positif di sektor akomodasi, transportasi, dan layanan agen perjalanan di seluruh
         wilayah Indonesia.

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                          50
                                                                                                          50
Page 52
         Dari sisi segmentasi pasar, pariwisata Indonesia pada 2026 didominasi oleh fenomena "Personalized,
         Customized, Localized, and Smaller in Size" (PCLS). Wisatawan masa kini cenderung memilih
         pengalaman perjalanan yang lebih personal dan bersifat mikro, seperti desa wisata atau tur bertema
         minat khusus. Hal ini menyebabkan para pelaku usaha di bidang agen perjalanan harus mampu
         menyediakan paket yang lebih fleksibel dan terkurasi secara unik. Selain itu, segmen MICE (Meeting,
         Incentive, Convention, and Exhibition) tetap menjadi kontributor pendapatan yang signifikan bagi
         perusahaan jasa perjalanan seiring dengan pulihnya aktivitas korporasi dan kegiatan internasional di
         Indonesia.

         Digitalisasi tetap menjadi faktor penggerak utama dalam efisiensi operasional dan penetrasi pasar
         industri pariwisata. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk personalisasi layanan
         pelanggan serta integrasi sistem pembayaran digital lintas negara telah memudahkan interaksi
         wisatawan mancanegara di pasar domestik. Transformasi digital ini menuntut pelaku industri
         konvensional untuk beradaptasi cepat dengan ekosistem digital guna menghadapi persaingan dari
         platform Online Travel Agent (OTA) global, sekaligus sebagai upaya untuk menekan biaya operasional
         di tengah dinamika inflasi sektor jasa.

         Aspek pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) kini bukan lagi sekadar tren, melainkan
         kebutuhan regulasi dan permintaan pasar global. Wisatawan internasional semakin memprioritaskan
         destinasi yang menerapkan standar pengelolaan lingkungan dan sosial yang bertanggung jawab. Hal
         ini mendorong pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat sertifikasi ramah lingkungan pada
         fasilitas perhotelan dan paket perjalanan. Keberhasilan adaptasi terhadap standar hijau ini menjadi
         parameter penting dalam menilai keberlanjutan bisnis dan nilai strategis jangka panjang bagi
         perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata.

         Meskipun prospek sektor ini terlihat cerah, industri pariwisata Indonesia tetap menghadapi risiko
         sistemik yang berasal dari ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga energi. Kenaikan harga
         bahan bakar pesawat (avtur) secara periodik memberikan tekanan pada margin keuntungan maskapai
         dan agen perjalanan. Selain itu, kerentanan Indonesia terhadap bencana alam menuntut penguatan
         manajemen krisis pariwisata yang lebih terpadu guna menjamin keamanan dan kenyamanan
         wisatawan, yang pada akhirnya akan menjaga stabilitas arus kas industri secara keseluruhan.

3.3      Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan

         Bahwa berdasarkan laporan keuangan hingga Desember 2025, Perusahaan mencatatkan pendapatan
         sebesar Rp2,50 Triliun, bila dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp2,58 Triliun, mengalami
         penurunan Rp80 Milyar. Margin Laba kotor tahun 2025 tercatat sebesar 8,74%, meningkat sebesar
         0,86% dari tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat sebesar Rp105,46 Milyar meningkat sebesar
         Rp3,35 Milyar dari tahun 2024. Manajemen Perusahaan telah menargetkan pendapatan sebesar
         Rp. 2,59 Triliun pada tahun 2026.

3.4      Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

         Alasan Rencana Transaksi ini dilakukan dalam rangka bahwa Perseroan dikenal secara luas sebagai
         agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat. Akuisisi saham tersebut
         merupakan langkah strategis untuk memperkuat lini “Travel & Hospitality” dan untuk melakukan
         integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya Perusahaan untuk memperluas bisnis/diversifikasi
         usaha di bidang pariwisata serta mendukung bisnis utama Perusahaan dalam bidang agen perjalanan
         wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                          51
                                                                                                          51
Page 53
3.5      Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Rencana Transaksi Yang Akan
         Dilakukan

         Keuntungan apabila Perseroan melakukan akuisisi saham PT Mandala Prima Perkasa:

              •    Mengamankan margin dan mengatasi ketergantungan
                   Pada saat ini, Perusahaan mengandalkan economies of scale untuk mendapatkan harga
                   kompetitif dari prinsipal (hotel/maskapai penerbangan). Dengan memiliki hotel, Perusahaan
                   dapat menghilangkan ketergantungan pada pihak ketiga, menyerap margin yang sebelumnya
                   menjadi komisi dan dapat mengamankan stok kamar di musim puncak tanpa fluktuasi harga.

              •    Diferensiasi di tengah rendahnya biaya peralihan
                   Industri agen perjalanan pariwisata memiliki switching cost yang sangat rendah, sehingga
                   konsumen dengan mudah dapat berpindah demi harga termurah. Akuisisi tersebut
                   menciptakan diferensiasi produk. Perusahaan dapat menawarkan paket ekslusif dan
                   pengalaman yang terintegrasi yang tidak bisa ditiru pesaing yang hanya menjadi reseller,
                   serta membangun loyalitas pelanggan.

              •    Mengubah ancaman menjadi peluang
                   Manajemen Perusahaan telah menyoroti tantangan besar berupa prinsipal yang kini menjual
                   langsung ke konsumen, sehingga mengancam peran agen. Dengan memiliki aset hotel, maka
                   Perusahaan tidak lagi sekedar terancam oleh strategi ini, tetapi justru ikut menjadi pemain di
                   sisi prinsipal.

              •    Diversifikasi pendapatan dan stabilitas
                   Pada saat ini pendapatan agen perjalanan wisata sangat fluktuatif. Dengan memiliki hotel,
                   maka dapat memberikan pendapatan berulang (recurring income) bagi Perusahaan dari
                   operasional harian aset (kamar, restoran) yang lebih stabil, sekaligus potensi apresiasi nilai
                   aset jangka panjang, serta dapat menyeimbangkan volatilitas pendapatan dari tiket dan paket
                   tur.

         Kerugian apabila Perusahaan tidak melakukan akuisisi saham PT Mandala Prima Perkasa:

              •    Margin tetap tertekan dan rentan
                   Tanpa kepemilikan aset Hotel, maka Perusahaan tetap menjadi agen/penjual tiket yang
                   marginnya terus tergerus/berkurang. Biaya operasional harus dijaga lebih rendah dari rata-
                   rata industri untuk Perusahaan dapat bersaing. Akan tetapi tanpa integrasi vertikal, efisiensi
                   saja memiliki batas dan tidak cukup untuk melawan tekanan harga.

              •    Kehilangan daya saing jangka Panjang
                   Perusahaan akan sulit membedakan diri di pasar terhadap para pesaingnya. Jika pesaing
                   mulai menguasai ekosistem terintegrasi (travel + hotel), Perusahaan berisiko kehilangan klien
                   korporat yang mencari solusi akan kebutuhannya secara lengkap dan efisien. Dalam hal ini
                   Perusahaan hanya akan dapat bersaing di area harga yang tipis marginnya.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                            52
                                                                                                            52
Page 54
              •    Terus dibayangi ancaman disintermediasi
                   Ancaman terbesar bagi Perusahaan adalah tren disintermediasi, artinya apabila
                   hotel/maskapai penerbangan terus agresif secara langsung menjual kepada konsumen,
                   maka peran Perusahaan perlahan akan semakin tergerus. Tanpa memilik aset, Perusahaan
                   akan berada dalam posisi defensif, dimana Perusahaan hanya dapat mengandalkan volume
                   penjualan besar untuk mempertahankan daya tawar, yang sangat rentan apabila klien besar
                   beralih untuk membeli secara langsung.

              •    Ketergantungan pada faktor eksternal yang tidak terkendali
                   Pada saat ini, strategi Perusahaan adalah fokus pada efisiensi internal. Namun, tanpa akuisisi
                   saham tersebut, maka Perusahaan tidak memiliki kendali atas pasokan (inventory) dan harga
                   jual produk inti (kamar hotel), sehingga kinerja keuangan tetap sangat bergantung pada
                   dinamika pasar eksternal yang tidak bisa dikendalikan.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                            53
                                                                                                            53
Page 55
                                  BAB IV
               ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
4.1    Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan Perusahaan

       Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi merupakan analisis yang dilakukan terhadap kinerja
       keuangan Perseroan secara historis yang meliputi analisis terhadap kinerja keuangan dan analisis rasio
       keuangan Perseroan, serta analisis terhadap proforma laporan keuangan Perseroan.

       4.1.1 Analisis Kinerja Perseroan

       Neraca Perseroan
                                                                                                                                      (dalam Rupiah)
        ASET                                                     2021                2022                2023                2024                2025
        Aset Lancar
         Kas dan Setara Kas                                  469.088.433.523     457.432.145.637     538.477.812.389     673.811.401.984     520.801.446.058
         Piutang Usaha - Pihak Ketiga                         47.184.749.821     173.034.321.741     195.734.156.454     149.730.040.456     184.620.866.186
         Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga            5.385.936.578      5.474.143.325       6.441.376.330        8.085.642.422     53.986.069.540
         Pajak Dibayar Dimuka                                     380.897.487                                                     315.524
         Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek                       909.565.439       1.305.596.450       1.291.120.165       4.202.973.446     10.153.998.640
         Uang Muka                                              9.660.473.470     19.823.591.424      22.491.518.058      49.195.056.803      72.384.488.793
        Total Aset Lancar                                   532.610.056.318     657.069.798.577     764.435.983.396     885.025.430.635     841.946.869.217
        Aset Tidak Lancar
         Aset Pajak Tangguhan                                   5.379.727.870       5.828.711.562       6.350.518.178       6.253.013.968       7.624.626.933
         Properti Investasi                                     5.393.863.127       5.001.253.343       4.608.643.559       4.216.033.776       3.823.423.992
         Aset Tetap                                           49.114.203.751      55.520.146.857      55.536.371.102      55.721.885.689      87.123.044.532
         Aset Hak Guna                                          2.199.745.829         972.420.752         329.924.163         118.969.808           1.877.235
         Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                  138.194.066.960      67.659.771.680      51.208.500.160      17.134.526.320      19.830.742.400
         Aset Tidak Lancar Lainnya                              2.217.465.714         924.568.365       1.069.231.655       1.113.887.226       1.277.050.743
        Total Aset Tidak Lancar                             202.499.073.251     135.906.872.559     119.103.188.817      84.558.316.787     119.680.765.835
        TOTAL ASET                                          735.109.129.569     792.976.671.136     883.539.172.213     969.583.747.422     961.627.635.052
        LIABILITAS DAN EKUITAS                                   2021                2022                2023                2024                2025

        Liabilitas Jangka Pendek
           Utang Usaha - Pihak Ketiga                        142.980.214.552     199.257.136.765     204.060.570.763     213.469.101.458     178.416.438.253
           Utang Pajak                                         2.585.089.185       7.646.543.061      17.286.688.273      21.959.956.570      17.157.873.432
           Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek            5.826.743.657       4.051.088.499          27.500.000       9.630.069.000       9.630.069.000
           Beban Akrual                                          221.617.173       1.797.406.726          23.478.649           3.045.017          24.148.166
           Utang Lain-lain                                    53.348.646.482      64.226.951.937      77.204.216.485     107.453.308.014      89.420.853.198
           Uang Muka Langganan                                53.002.925.522      78.619.924.300     110.261.716.702      85.874.564.714      75.547.181.031
           Liabilitas Sewa                                       678.117.646         390.400.705                   -                   -                   -
        Total Liabilitas Jangka Pendek                      258.643.354.217     355.989.451.993     408.864.170.872     438.390.044.773     370.196.563.080

        Liabilitas Jangka Panjang
           Utang - Pihak Ketiga                                3.600.000.000       3.600.000.000       3.600.000.000       3.600.000.000                   -
           Liabilitas Sewa Jangka Panjang                        390.400.706                   -                   -                   -                   -
           Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang            700.255.189                   -                   -      16.715.924.250      10.872.215.250
           Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang            15.650.268.450      17.456.811.795      19.300.663.345      18.394.753.579      22.378.886.642
           Liabilitas Pajak Tangguhan                              2.358.812          18.166.838           6.936.507           9.124.425           9.122.887
        Total Liabilitas Jangka Panjang                      20.343.283.157      21.074.978.633      22.907.599.852      38.719.802.254      33.260.224.779
        TOTAL LIABILITAS                                    278.986.637.374     377.064.430.626     431.771.770.724     477.109.847.027     403.456.787.859

        Ekuitas
         Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
          Pemilik Entitas Induk
         Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
          Modal Dasar - 960.000.000 saham
          Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham    176.610.390.000     176.610.390.000     176.610.390.000     176.610.390.000     176.610.390.000
         Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali          (382.493.998)       (382.493.998)       (382.493.998)       (382.493.998)       (382.493.998)
         Saldo Laba
          Telah Ditentukan Penggunaannya                         451.583.000         551.583.000         651.583.000         751.583.000         851.583.000
          Belum Ditentukan Penggunaannya                     275.892.087.333     236.845.055.330     272.649.201.129     313.323.270.256     381.091.368.191
        Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
                                                            452.571.566.335     413.624.534.332     449.528.680.131     490.302.749.258     558.170.847.193
          kepada Pemilik Entitas Induk
         Kepentingan Non-Pengendali                             3.550.925.860       2.287.706.178       2.238.721.358       2.171.151.137                  -
        TOTAL EKUITAS                                       456.122.492.195     415.912.240.510     451.767.401.489     492.473.900.395     558.170.847.193
        TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                        735.109.129.569     792.976.671.136     883.539.172.213     969.583.747.422     961.627.635.052




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                                        54
                                                                                                                                                        54
Page 56
       Analisis Vertikal Neraca Perseroan

        ASET                                                2021        2022        2023        2024        2025
        Aset Lancar
         Kas dan Setara Kas                                    63,81%      57,69%      60,95%      69,49%      54,16%
         Piutang Usaha - Pihak Ketiga                           6,42%      21,82%      22,15%      15,44%      19,20%
         Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga            0,73%       0,69%       0,73%       0,83%       5,61%
         Pajak Dibayar Dimuka                                   0,05%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
         Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek                     0,12%       0,16%       0,15%       0,43%       1,06%
         Uang Muka                                              1,31%       2,50%       2,55%       5,07%       7,53%
        Total Aset Lancar                                     72,45%      82,86%      86,52%      91,28%      87,55%
        Aset Tidak Lancar
         Aset Pajak Tangguhan                                   0,73%       0,74%       0,72%       0,64%       0,79%
         Properti Investasi                                     0,73%       0,63%       0,52%       0,43%       0,40%
         Aset Tetap                                             6,68%       7,00%       6,29%       5,75%       9,06%
         Aset Hak Guna                                          0,30%       0,12%       0,04%       0,01%       0,00%
         Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                    18,80%       8,53%       5,80%       1,77%       2,06%
         Aset Tidak Lancar Lainnya                              0,30%       0,12%       0,12%       0,11%       0,13%
        Total Aset Tidak Lancar                               27,55%      17,14%      13,48%       8,72%      12,45%
        TOTAL ASET                                           100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%
        LIABILITAS DAN EKUITAS                              2021        2022        2023        2024        2025

        Liabilitas Jangka Pendek
           Utang Usaha - Pihak Ketiga                         19,45%      25,13%      23,10%      22,02%      18,55%
           Utang Pajak                                         0,35%       0,96%       1,96%       2,26%       1,78%
           Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek            0,79%       0,51%       0,00%       0,99%       1,00%
           Beban Akrual                                        0,03%       0,23%       0,00%       0,00%       0,00%
           Utang Lain-lain                                     7,26%       8,10%       8,74%      11,08%       9,30%
           Uang Muka Langganan                                 7,21%       9,91%      12,48%       8,86%       7,86%
           Liabilitas Sewa                                     0,09%       0,05%       0,00%       0,00%       0,00%
        Total Liabilitas Jangka Pendek                        35,18%      44,89%      46,28%      45,21%      38,50%

        Liabilitas Jangka Panjang
           Utang - Pihak Ketiga                                0,49%       0,45%       0,41%       0,37%       0,00%
           Liabilitas Sewa Jangka Panjang                      0,05%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
           Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang          0,10%       0,00%       0,00%       1,72%       1,13%
           Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang             2,13%       2,20%       2,18%       1,90%       2,33%
           Liabilitas Pajak Tangguhan                          0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
        Total Liabilitas Jangka Panjang                        2,77%       2,66%       2,59%       3,99%       3,46%
        TOTAL LIABILITAS                                      37,95%      47,55%      48,87%      49,21%      41,96%

        Ekuitas
         Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
          Pemilik Entitas Induk
         Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
          Modal Dasar - 960.000.000 saham
          Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham     24,03%      22,27%      19,99%      18,22%      18,37%
         Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali        -0,05%      -0,05%      -0,04%      -0,04%      -0,04%
         Saldo Laba                                            0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Telah Ditentukan Penggunaannya                       0,06%       0,07%       0,07%       0,08%       0,09%
          Belum Ditentukan Penggunaannya                      37,53%      29,87%      30,86%      32,32%      39,63%
        Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
                                                              61,57%      52,16%      50,88%      50,57%      58,04%
          kepada Pemilik Entitas Induk
         Kepentingan Non-Pengendali                            0,48%       0,29%       0,25%       0,22%       0,00%
        TOTAL EKUITAS                                         62,05%      52,45%      51,13%      50,79%      58,04%
        TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                         100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                 55
                                                                                                                55
Page 57
       Analisis Horizontal Neraca Perseroan

        ASET                                                2022            2023            2024            2025
        Aset Lancar
         Kas dan Setara Kas                                     -2,48%          17,72%          25,13%         -22,71%
         Piutang Usaha - Pihak Ketiga                          266,72%          13,12%         -23,50%          23,30%
         Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga             1,64%          17,67%          25,53%         567,68%
         Pajak Dibayar Dimuka                                 -100,00%           0,00%           0,00%        -100,00%
         Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek                     43,54%          -1,11%         225,53%         141,59%
         Uang Muka                                             105,20%          13,46%         118,73%          47,14%
        Total Aset Lancar                                      23,37%          16,34%          15,77%           -4,87%
        Aset Tidak Lancar
         Aset Pajak Tangguhan                                    8,35%           8,95%          -1,54%          21,94%
         Properti Investasi                                     -7,28%          -7,85%          -8,52%          -9,31%
         Aset Tetap                                             13,04%           0,03%           0,33%          56,35%
         Aset Hak Guna                                         -55,79%         -66,07%         -63,94%         -98,42%
         Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                    -51,04%         -24,31%         -66,54%          15,74%
         Aset Tidak Lancar Lainnya                             -58,31%          15,65%           4,18%          14,65%
        Total Aset Tidak Lancar                               -32,89%         -12,36%         -29,00%          41,54%
        TOTAL ASET                                                 7,87%       11,42%              9,74%       -0,82%
        LIABILITAS DAN EKUITAS                              2022            2023            2024            2025

        Liabilitas Jangka Pendek
           Utang Usaha - Pihak Ketiga                           39,36%           2,41%           4,61%         -16,42%
           Utang Pajak                                         195,79%         126,07%          27,03%         -21,87%
           Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek            -30,47%         -99,32%       34918,43%           0,00%
           Beban Akrual                                        711,04%         -98,69%         -87,03%         693,04%
           Utang Lain-lain                                      20,39%          20,21%          39,18%         -16,78%
           Uang Muka Langganan                                  48,33%          40,25%         -22,12%         -12,03%
           Liabilitas Sewa                                     -42,43%        -100,00%           0,00%           0,00%
        Total Liabilitas Jangka Pendek                         37,64%          14,85%              7,22%      -15,56%

        Liabilitas Jangka Panjang
           Utang - Pihak Ketiga                                  0,00%           0,00%              0,00%     -100,00%
           Liabilitas Sewa Jangka Panjang                     -100,00%           0,00%              0,00%        0,00%
           Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang         -100,00%           0,00%              0,00%      -34,96%
           Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang              11,54%          10,56%             -4,69%          21,66%
           Liabilitas Pajak Tangguhan                          670,17%         -61,82%             31,54%          -0,02%
        Total Liabilitas Jangka Panjang                            3,60%           8,70%       69,03%         -14,10%
        TOTAL LIABILITAS                                       35,16%          14,51%          10,50%         -15,44%

        Ekuitas
         Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
          Pemilik Entitas Induk
         Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
          Modal Dasar - 960.000.000 saham
          Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham           0,00%           0,00%           0,00%           0,00%
         Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali              0,00%           0,00%           0,00%           0,00%
         Saldo Laba                                                 0,00%           0,00%           0,00%           0,00%
          Telah Ditentukan Penggunaannya                           22,14%          18,13%          15,35%          13,31%
          Belum Ditentukan Penggunaannya                       -14,15%             15,12%          14,92%          21,63%
        Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
                                                               -8,61%              8,68%           9,07%       13,84%
          kepada Pemilik Entitas Induk
         Kepentingan Non-Pengendali                            -35,57%             -2,14%          -3,02%     -100,00%
        TOTAL EKUITAS                                          -8,82%              8,62%           9,01%       13,34%
        TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                               7,87%       11,42%              9,74%       -0,82%



       Aset terdiri dari Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar. Aset Lancar secara historis memiliki porsi
       72,45% - 92,28% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD 12,65%. Aset Tidak Lancar secara
       historis memiliki porsi 8,72% - 27,55% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD -8,18%. Secara
       keseluruhan historis aset Perusahaan mengalami kenaikan rata-rata sebesar 7,05%.

       Liabilitas terdiri dari Liabilitas Jangka Lancar dan Liabilitas Tidak Lancar. Liabilitas Jangka Pendek
       secara historis memiliki porsi 35,18% - 46,28% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD 11,04%.
       Liabilitas Jangka Panjang secara historis memiliki porsi 2,59% - 3,99% dengan tren kenaikan
       historis rata-rata YTD 16,80%.

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                    56
                                                                                                                    56
Page 58
       Ekuitas Perseroan secara historis memiliki porsi 50,79% - 62,05% dengan tren kenaikan historis
       rata-rata YTD 5,54%. Secara keseluruhan historis liabilitas dan ekuitas Perusahaan mengalami
       kenaikan sebesar 7,05%.

       Laba Rugi Perseroan
                                                                                                                               (dalam Rupiah)
                               Keterangan                2021                2022                2023                2024                2025
        Pendapatan                                  491.020.818.713 1.794.792.962.356 2.174.710.910.738 2.583.579.802.201 2.496.017.497.346
        Beban Pokok Pendapatan                       (443.892.650.638) (1.691.071.496.996) (2.017.699.552.660) (2.380.021.155.804) (2.277.859.165.567)
        Laba Kotor                                   47.128.168.075    103.721.465.360     157.011.358.078     203.558.646.397     218.158.331.779
         Beban Usaha                                  (65.540.642.815)    (74.743.019.277)    (90.128.450.495)   (102.514.019.160)   (113.965.985.677)
         Pendapatan Lainnya                            19.987.257.864      17.095.540.546      20.860.937.959      27.594.273.909      27.787.761.811
         Beban Lainnya                                   (419.529.479)       (435.839.510)       (407.349.533)     (1.610.981.939)       (495.012.074)
        Laba Usaha                                    1.155.253.645      45.638.147.119      87.336.496.009    127.027.919.207     131.485.095.839
         Beban Keuangan                                  (359.130.508)       (701.209.980)       (570.166.517)       (608.481.003)       (961.618.020)
        Laba Sebelum Pajak                              796.123.137      44.936.937.139      86.766.329.492    126.419.438.204     130.523.477.819
          Beban Pajak Penghasilan                        (489.900.201)     (2.009.698.316)    (16.008.044.927)    (24.309.683.624)    (25.067.752.814)
        Laba Tahun Berjalan                             306.222.936      42.927.238.823       70.758.284.565     102.109.754.580     105.455.725.005




       Analisis Vertikal Laba Rugi Perseroan
                                    Keterangan                        2021             2022              2023            2024             2025
        Pendapatan                                                     100,00%          100,00%          100,00%          100,00%          100,00%
        Beban Pokok Pendapatan                                          -90,40%          -94,22%          -92,78%          -92,12%          -91,26%
        Laba Kotor                                                       9,60%            5,78%            7,22%            7,88%            8,74%
         Beban Usaha                                                    -13,35%           -4,16%           -4,14%           -3,97%           -4,57%
         Pendapatan Lainnya                                               4,07%            0,95%            0,96%            1,07%            1,11%
         Beban Lainnya                                                   -0,09%           -0,02%           -0,02%           -0,06%           -0,02%
        Laba Usaha                                                       0,24%            2,54%            4,02%            4,92%            5,27%
         Beban Keuangan                                                  -0,07%           -0,04%           -0,03%           -0,02%           -0,04%
        Laba Sebelum Pajak                                               0,16%            2,50%            3,99%            4,89%            5,23%
          Beban Pajak Penghasilan                                        -0,10%           -0,11%           -0,74%           -0,94%           -1,00%
        Laba Tahun Berjalan                                              0,06%             2,39%            3,25%            3,95%            4,22%



       Analisis Horizontal Laba Rugi Perseroan
                                       Keterangan                               2022               2023               2024                2025
        Pendapatan                                                              265,52%              21,17%             18,80%               -3,39%
        Beban Pokok Pendapatan                                                   280,96%              19,31%             17,96%               -4,29%
        Laba Kotor                                                              120,08%              51,38%             29,65%                7,17%
         Beban Usaha                                                              14,04%              20,58%             13,74%              11,17%
         Pendapatan Lainnya                                                      -14,47%              22,03%             32,28%                0,70%
         Beban Lainnya                                                             3,89%              -6,54%            295,48%             -69,27%
        Laba Usaha                                                             3850,49%              91,37%             45,45%                3,51%
         Beban Keuangan                                                           95,25%             -18,69%              6,72%              58,04%
        Laba Sebelum Pajak                                                     5544,47%              93,08%             45,70%                3,25%
          Beban Pajak Penghasilan                                                310,23%             696,54%             51,86%                3,12%
        Laba Tahun Berjalan                                                  13918,30%                  64,83%           44,31%               3,28%



       Pendapatan Perseroan dihasilkan dari pendapatan tiket (non-keagenan), tur, voucher hotel, dokumen
       perjalanan, dan lain-lain. Secara historis, Perseroan mencatatkan pendapatan dengan tren kenaikan
       historis rata-rata sebesar 75,53%. Beban Pokok Pendapatan Perseroan sebesar 90,40% - 94,22% dari
       pendapatan dan secara tren kenaikan historis rata-rata YTD 78,49%. Laba Usaha / EBITDA Perseroan
       sebesar 0,24% - 5,27% dari pendapatan dan secara tren mengalami kenaikan rata-rata sebesar
       997,70%. Laba sebelum pajak / EBT Perseroan sebesar 0,16% - 5,23% dari pendapatan dan secara
       tren mengalami kenaikan rata-rata 1421,63%. Laba bersih / EAT Perseroan sebesar 0,06% - 4,22% dari
       pendapatan dan secara tren mengalami kenaikan rata-rata YTD 3507,68%.
       Secara historis, Perseroan terlihat mengalami distorsi penurunan pendapatan yang sangat signifikan
       pada tahun 2021 yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19 yang berimbas pada sektor pariwisata di
       Indonesia. Namun, pada tahun 2022 mencerminkan bahwa Perseroan mengalami perbaikan secara
       finansial setelah status pandemi dicabut.


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                                57
                                                                                                                                                57
Page 59
       Arus Kas Perseroan
                                                                                                                                                   (dalam Rupiah)
                                KETERANGAN                          2021                   2022                   2023                  2024                   2025

       ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan dari Pelanggan                               449.449.543.516      1.704.708.581.307      2.193.318.599.576      2.662.996.484.742      2.429.093.440.936
          Pembayaran Pajak Penghasilan                                (50.404.403)        (2.019.746.421)        (6.382.319.590)       (15.077.488.420)       (20.354.916.941)
          Penerimaan Restitusi Pajak                                  851.953.339             295.556.909                     --                     --                     --
          Pembayaran kepada Karyawan dan Pemasok                (487.164.717.103)    (1.712.576.706.896)    (2.097.437.308.952)    (2.482.517.366.183)    (2.483.737.943.132)
          Arus Kas Bersih Diperoleh dari
             (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi                 (36.913.624.651)        (9.592.315.101)        89.498.971.034        165.401.630.139        (74.999.419.137)

       ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Penerimaan Bunga                                        15.017.326.167         11.299.460.583         16.323.239.441          21.394.162.866         22.797.022.703
          Penambahan Aset Keuangan Lancar Lainnya                               --                    --                      --                     --      (47.000.000.000)
          Hasil Penjualan Aset Tetap                                  650.400.000           318.000.000             461.910.000            564.635.000            360.000.000
          Pembayaran Uang Muka Pembelian Aset Tetap               (2.748.312.160)                     --        (1.067.410.996)       (21.433.863.512)        (2.398.502.542)
          Perolehan Aset Tetap                                      (155.306.100)        (8.879.688.196)        (5.310.464.940)        (4.635.811.382)       (16.547.579.437)
          Arus Kas Bersih Diperoleh dari
               (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi              12.764.107.907          2.737.772.387         10.407.273.505         (4.110.877.028)       (42.789.059.276)

       ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Pembayaran Liabilitas Sewa                                (671.373.060)          (678.117.647)          (390.400.705)                      --                     --
          Pembayaran Dividen                                      (8.830.519.500)        (8.830.519.500)       (17.661.039.000)       (26.491.558.500)       (35.322.078.000)
          Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan     (9.501.892.560)        (9.508.637.147)       (18.051.439.705)       (26.491.558.500)       (35.322.078.000)

       KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS              (33.651.409.304)       (16.363.179.861)        81.854.804.834        134.799.194.611      (153.110.556.413)

       PENGARUH PERUBAHAN KURS MATA UANG ASING                       230.910.726          4.706.891.975           (809.138.082)           534.394.984            100.600.487

       SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                  502.508.932.101        469.088.433.523        457.432.145.637        538.477.812.389        673.811.401.984
       SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                469.088.433.523       457.432.145.637        538.477.812.389        673.811.401.984        520.801.446.058

       KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI:
          Kas                                                      1.757.756.179          3.086.675.414          3.645.784.587          3.383.916.666          3.358.057.432
          Bank                                                    28.820.114.844         64.287.970.223         74.095.627.802        120.460.185.318         85.174.188.626
          Deposito Berjangka                                     438.510.562.500        390.057.500.000        460.736.400.000        549.967.300.000        432.269.200.000
       Total                                                    469.088.433.523       457.432.145.637        538.477.812.389        673.811.401.984        520.801.446.058




       Arus kas Perusahaan dari aktivitas operasional berupa penerimaan dari pelanggan, pembayaran pajak
       penghasilan, penerimaan restitusi pajak, dan pembayaran kepada karyawan dan pemasok. Arus kas
       bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi berkisar antara (74,99 miliar) – 165 miliar dengan rata-rata
       sebesar 26,67 miliar.

       Arus kas Perusahaan dari aktivitas investasi berupa penerimaan bunga, penambahan aset keuangan
       lancar lainnya, hasil penjualan aset tetap, pembayaran uang muka pembelian aset tetap, dan perolehan
       aset tetap. Arus kas bersih dari aktivitas investasi berkisar antara (42,78 miliar) – 12,76 miliar dengan
       rata-rata sebesar (4,19 miliar).

       Arus kas Perusahaan dari aktivitas pendanaan berupa pembayaran liabilitas sewa dan pembayaran
       dividen. Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan berkisar antara (35,32 miliar) – (9,50 miliar) dengan
       rata-rata sebesar (19,77 miliar).

       Saldo kas akhir tahun Perusahaan berkisar antara 457, 43 miliar – 673,81 miliar per tahun dengan rata-
       rata sebesar 531,92 miliar.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                                                       58
                                                                                                                                                                      58
Page 60
       Rasio Keuangan Perseroan

        ASET                                         2021           2022           2023           2024           2025

       Rasio Likuiditas
       Rasio Lancar                                          2,06           1,85           1,87           2,02           2,27
       Rasio Cepat                                           2,06           1,85           1,87           2,02           2,27

       Rasio Aktivitas
       TO Piutang                                           10,41          10,37          11,11          17,25          13,52
       TO Persediaan                                         0,00           0,00           0,00           0,00           0,00
       TO Utang Usaha                                        3,10           8,49           9,89          11,15          12,77
       Perputaran Aset Tetap                                10,00          32,33          39,16          46,37          28,65
       Perputaran Aset                                       0,67           2,26           2,46           2,66           2,60

       Rasio Solvabilitas
       Debt Equity Ratio                                     0,61           0,91           0,96           0,97           0,72
       Debt to Asset Ratio                                   0,38           0,48           0,49           0,49           0,42

       Rasio Profitabilitas
       Net Profit Margin                                 0,06%          2,39%          3,25%          3,95%          4,22%
       Rasio HPP                                        90,40%         94,22%         92,78%         92,12%         91,26%
       Return On Asset                                   0,04%          5,41%          8,01%         10,53%         10,97%
       Return On Equity                                  0,07%         10,32%         15,66%         20,73%         18,89%



       a. Rasio Likuiditas
         Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
         kemampuan perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Secara umum semakin tinggi
         rasio ini berarti semakin aman Perseroan.

          Rasio lancar Perseroan berkisar antara 1,85 – 2,27 dengan rata-rata tahun historis sebesar 2,01.
          Sedangkan rasio cepat perusahaan sama dengan rasio lancar perusahaan dikarenakan tidak adanya
          akun persediaan didalam Perseroan.

       b. Rasio Aktivitas
         Rasio aktivitas merupakan suatu rasio yang berfungsi untuk mengukur tingkat efektivitas penggunaan
         aset perusahaan. Rasio ini sering juga disebut rasio perputaran. Secara umum semakin tinggi
         perputaran berarti semakin efektif tingkat penggunaan aset Perusahaan.

          Turn Over Piutang Perseroan berkisar antara 10,37 – 17,25 dengan rata-rata sebesar 12,53. Turn
          Over Utang Usaha Perseroan berkisar antara 3,10 – 12,77 dengan rata-rata sebesar 9,08. Perputaran
          aset tetap berkisar antara 10,00 - 46,37 dengan rata-rata sebesar 31,30. Perputaran aset Perseroan
          berkisar antara 0,67 – 2,66 dengan rata-rata sebesar 2,13.

       c. Rasio Solvabilitas
         Rasio Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya, yang
         diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan antara jumlah liabilitas dan
         jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

          Debt Equity Ratio Perseroan berkisar antara 0,61 – 0,97 dengan rata-rata sebesar 0,83. Debt to Asset
          Ratio Perseroan berkisar antara 0,38 – 0,49 dengan rata-rata sebesar 0,45.

       d. Rasio Profitabilitas
         Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba neto dari aset
         yang dimilikinya. Rata – rata Return on Assets pada tahun historis Perusahaan sebesar 6,99%.

          Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba neto dari
          ekuitas yang ditanamkan. Rata – rata Return on Equity pada tahun historis Perusahaan sebesar
          13,14%.

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                       59
                                                                                                                        59
Page 61
       4.1.2 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Rencana Transaksi Dan Proforma Laporan
             Keuangan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan

              Proyeksi Neraca Perseroan Sebelum Rencana Transaksi:
                                                                                                                                                    (Dalam Rupiah)
                ASET                                                     2026                  2027                   2028                  2029                  2030
                Aset Lancar
                 Kas dan Setara Kas                                    520.228.824.493       572.352.757.339       636.884.715.487       707.582.905.296       783.291.563.906
                 Piutang Usaha - Pihak Ketiga                          234.285.546.674       255.252.014.723       277.348.661.528       289.558.326.209       300.979.292.677
                 Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga            55.086.069.540        55.086.069.540        55.086.069.540        55.086.069.540        55.086.069.540
                 Pajak Dibayar Dimuka
                 Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek                    10.153.998.640        10.153.998.640         10.153.998.640        10.153.998.640        10.153.998.640
                 Uang Muka                                             74.782.991.335        76.032.991.335         77.332.991.335        78.682.991.335        80.082.991.335
                Total Aset Lancar                                    894.537.430.683       968.877.831.577      1.056.806.436.530     1.141.064.291.020     1.229.593.916.098
                Aset Tidak Lancar
                 Aset Pajak Tangguhan                                    7.624.626.933         7.624.626.933         7.624.626.933         7.624.626.933         7.624.626.933
                 Properti Investasi                                      3.430.814.208         3.038.204.425         2.645.594.641         2.252.984.857         1.860.375.074
                 Aset Tetap                                            88.504.078.609        90.837.159.428        93.122.171.054        95.358.632.796        97.546.059.157
                 Aset Hak Guna                                               1.877.235             1.877.235             1.877.235             1.877.235             1.877.235
                 Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                    19.830.742.400        19.830.742.400        19.830.742.400        19.830.742.400        19.830.742.400
                 Aset Tidak Lancar Lainnya                               1.277.050.743         1.277.050.743         1.277.050.743         1.277.050.743         1.277.050.743
                Total Aset Tidak Lancar                              120.669.190.129       122.609.661.163       124.502.063.006       126.345.914.965       128.140.731.541
                TOTAL ASET                                          1.015.206.620.811     1.091.487.492.740     1.181.308.499.536     1.267.410.205.985     1.357.734.647.639
                LIABILITAS DAN EKUITAS                                   2026                  2026                   2026                  2026                  2026

                Liabilitas Jangka Pendek
                   Utang Usaha - Pihak Ketiga                          171.105.885.336       182.473.215.537       198.364.802.350       207.022.741.825       215.244.348.507
                   Utang Pajak                                          21.778.279.050        23.438.869.955        25.489.819.681        26.558.913.180        27.659.293.004
                   Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek              9.630.069.000         9.630.069.000         9.630.069.000         9.630.069.000         9.630.069.000
                   Beban Akrual                                             24.148.166            24.148.166            24.148.166            24.148.166            24.148.166
                   Utang Lain-lain                                      89.420.853.198        89.420.853.198        89.420.853.198        89.420.853.198        89.420.853.198
                   Uang Muka Langganan                                  75.547.181.031        75.547.181.031        75.547.181.031        75.547.181.031        75.547.181.031
                   Liabilitas Sewa                                                   -                     -                     -                     -                     -
                Total Liabilitas Jangka Pendek                       367.506.415.781       380.534.336.888       398.476.873.426       408.203.906.400       417.525.892.906

                Liabilitas Jangka Panjang
                   Utang - Pihak Ketiga                                              -                     -                     -                     -                     -
                   Liabilitas Sewa Jangka Panjang                                    -                     -                     -                     -                     -
                   Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang           10.872.215.250        10.872.215.250        10.872.215.250        10.872.215.250        10.872.215.250
                   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang              22.378.886.642        22.378.886.642        22.378.886.642        22.378.886.642        22.378.886.642
                   Liabilitas Pajak Tangguhan                                9.122.887             9.122.887             9.122.887             9.122.887             9.122.887
                Total Liabilitas Jangka Panjang                       33.260.224.779        33.260.224.779        33.260.224.779        33.260.224.779        33.260.224.779
                TOTAL LIABILITAS                                     400.766.640.560       413.794.561.667       431.737.098.205       441.464.131.179       450.786.117.685

                Ekuitas
                 Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
                  Pemilik Entitas Induk
                 Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
                  Modal Dasar - 960.000.000 saham
                  Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham      176.610.390.000       176.610.390.000       176.610.390.000       176.610.390.000       176.610.390.000
                 Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali            (382.493.998)         (382.493.998)         (382.493.998)         (382.493.998)         (382.493.998)
                 Saldo Laba
                  Telah Ditentukan Penggunaannya                          851.583.000           851.583.000            851.583.000           851.583.000           851.583.000
                  Belum Ditentukan Penggunaannya                       437.360.501.250       500.613.452.072       572.491.922.329       648.866.595.803       729.869.050.952
                Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
                                                                     614.439.980.252       677.692.931.074       749.571.401.331       825.946.074.805       906.948.529.954
                  kepada Pemilik Entitas Induk
                 Kepentingan Non-Pengendali                                         -                     -                     -                     -                     -
                TOTAL EKUITAS                                        614.439.980.252       677.692.931.074       749.571.401.331       825.946.074.805       906.948.529.954
                TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                        1.015.206.620.811     1.091.487.492.740     1.181.308.499.536     1.267.410.205.985     1.357.734.647.639




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                                                         60
                                                                                                                                                                         60
Page 62
                Proyeksi Neraca Perseroan Setelah Rencana Transaksi:
                                                                                                                                                                          (Dalam Rupiah)
                ASET                                                        2025                    2026                  2027                  2028                   2029                  2030
                Aset Lancar
                 Kas dan Setara Kas                                         520.801.446.058      462.787.518.046       522.347.402.437       596.371.961.567        677.537.254.491       762.998.476.044
                 Piutang Usaha - Pihak Ketiga                               184.620.866.186      235.164.236.104       256.334.930.546       278.616.949.718        290.917.183.268       302.396.349.533
                 Persediaan                                                              -          1.110.537.008         1.368.649.784         1.602.933.783          1.717.399.803         1.790.955.972
                 Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga                 53.986.069.540         8.214.867.480         8.214.867.480         8.214.867.480          8.214.867.480         8.214.867.480
                 Pajak Dibayar Dimuka                                                    -                      -                     -                     -                      -                     -
                 Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek                          10.153.998.640       10.153.998.640        10.153.998.640        10.153.998.640         10.153.998.640        10.153.998.640
                 Uang Muka                                                   72.384.488.793       74.782.991.335        76.032.991.335        77.332.991.335         78.682.991.335        80.082.991.335
                Total Aset Lancar                                          841.946.869.217      792.214.148.613       874.452.840.222       972.293.702.523      1.067.223.695.017     1.165.637.639.004
                Aset Tidak Lancar
                 Aset Pajak Tangguhan                                         7.624.626.933         7.624.626.933         7.624.626.933         7.624.626.933         7.624.626.933         7.624.626.933
                 Investasi                                                               -                      -                     -                     -                     -                     -
                 Goodwill                                                                -                      -                     -                     -                     -                     -
                 Properti Investasi                                           3.823.423.992       26.683.814.208        26.291.204.425        25.898.594.641        25.505.984.857        25.113.375.074
                 Capex                                                                   -            239.693.134           469.079.401           688.158.803           896.931.338         1.095.397.007
                 Aset Tetap                                                  87.123.044.532      208.347.844.351       205.382.690.912       202.369.468.280       199.307.695.764       196.196.887.867
                 Aset Hak Guna                                                    1.877.235             1.877.235             1.877.235             1.877.235             1.877.235             1.877.235
                 Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                          19.830.742.400       19.830.742.400        19.830.742.400        19.830.742.400        19.830.742.400        19.830.742.400
                 Aset Tidak Lancar Lainnya                                    1.277.050.743         1.277.050.743         1.277.050.743         1.277.050.743         1.277.050.743         1.277.050.743
                Total Aset Tidak Lancar                                    119.680.765.835      264.005.649.005       260.877.272.049       257.690.519.035       254.444.909.271       251.139.957.258
                TOTAL ASET                                                 961.627.635.052     1.056.219.797.618     1.135.330.112.271     1.229.984.221.557     1.321.668.604.288     1.416.777.596.263
                LIABILITAS DAN EKUITAS                                                              2026                  2027                  2028                   2029                  2030
                Liabilitas Jangka Pendek
                   Utang Usaha - Pihak Ketiga                               178.416.438.253       172.519.020.549       184.214.793.882       200.404.502.205       209.208.097.306       217.523.302.681
                   Utang Pajak                                               21.778.279.050        22.364.469.293        24.025.060.198        26.076.009.924        27.145.103.423        28.245.483.247
                   Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek                   9.630.069.000         9.630.069.000         9.630.069.000         9.630.069.000         9.630.069.000         9.630.069.000
                   Beban Akrual                                                  24.148.166         1.217.159.552         1.217.159.552         1.217.159.552         1.217.159.552         1.217.159.552
                   Utang Lain-lain                                           89.420.853.198        89.537.911.695        89.537.911.695        89.537.911.695        89.537.911.695        89.537.911.695
                   Uang Muka Langganan                                       75.547.181.031        75.547.181.031        75.547.181.031        75.547.181.031        75.547.181.031        75.547.181.031
                   Utang pembiayaan konsumen                                             -            120.618.100           120.618.100           120.618.100           120.618.100           120.618.100
                Total Liabilitas Jangka Pendek                             374.816.968.698      370.936.429.220       384.292.793.459       402.533.451.507       412.406.140.107       421.821.725.306
                Liabilitas Jangka Panjang
                   Utang - Pihak Ketiga                                                  -               773.105               773.105               773.105                773.105               773.105
                   Liabilitas Sewa Jangka Panjang                                        -            17.229.984            17.229.984            17.229.984             17.229.984            17.229.984
                   Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang                10.872.215.250       10.872.215.250        10.872.215.250        10.872.215.250         10.872.215.250        10.872.215.250
                   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                   22.378.886.642       22.378.886.642        22.378.886.642        22.378.886.642         22.378.886.642        22.378.886.642
                   Liabilitas Pajak Tangguhan                                     9.122.887            9.122.887             9.122.887             9.122.887              9.122.887             9.122.887
                Total Liabilitas Jangka Panjang                             33.260.224.779       33.278.227.868        33.278.227.868        33.278.227.868         33.278.227.868        33.278.227.868
                TOTAL LIABILITAS                                           408.077.193.477      404.214.657.088       417.571.021.327       435.811.679.375       445.684.367.975       455.099.953.174
                Ekuitas
                 Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
                  Pemilik Entitas Induk
                 Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
                  Modal Dasar - 960.000.000 saham
                  Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham           176.610.390.000       176.610.390.000       176.610.390.000       176.610.390.000       176.610.390.000       176.610.390.000
                 Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali                 (382.493.998)         (382.493.998)         (382.493.998)         (382.493.998)         (382.493.998)         (382.493.998)
                 Saldo Laba
                  Telah Ditentukan Penggunaannya                                851.583.000           851.583.000           851.583.000           851.583.000           851.583.000           851.583.000
                  Belum Ditentukan Penggunaannya                            381.091.368.191       474.925.661.528       540.679.611.942       617.093.063.180       698.904.757.311       784.598.164.087
                Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
                                                                                                652.005.140.530       717.759.090.944       794.172.542.182       875.984.236.313       961.677.643.089
                  kepada Pemilik Entitas Induk
                 Kepentingan Non-Pengendali                                                                     -                     -                     -                     -                     -
                TOTAL EKUITAS                                                                   652.005.140.530       717.759.090.944       794.172.542.182       875.984.236.313       961.677.643.089
                TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                                   1.056.219.797.618     1.135.330.112.271     1.229.984.221.557     1.321.668.604.288     1.416.777.596.263




                Perbandingan Neraca Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
                            Balance Sheet                               2026                      2027                        2028                         2029                        2030
                  Kas dan Setara Kas
                Sebelum Transaksi                                   520.228.824.493            572.352.757.339           636.884.715.487               707.582.905.296             783.291.563.906
                Setelah Transaksi                                   462.787.518.046            522.347.402.437           596.371.961.567               677.537.254.491             762.998.476.044
                Selisih                                             (57.441.306.447)           (50.005.354.902)          (40.512.753.920)              (30.045.650.805)            (20.293.087.862)
                Selisih (%)                                                 -11,04%                     -8,74%                    -6,36%                        -4,25%                      -2,59%

                 Total Aset Lancar
                Sebelum Transaksi                                    894.537.430.683           968.877.831.577          1.056.806.436.530           1.141.064.291.020            1.229.593.916.098
                Setelah Transaksi                                    792.214.148.613           874.452.840.222           972.293.702.523            1.067.223.695.017            1.165.637.639.004
                Selisih                                             (102.323.282.069)          (94.424.991.355)           (84.512.734.008)            (73.840.596.003)             (63.956.277.093)
                Selisih (%)                                                   -11,44%                   -9,75%                     -8,00%                      -6,47%                       -5,20%

                  Aset Tetap
                Sebelum Transaksi                                    88.504.078.609             90.837.159.428            93.122.171.054                95.358.632.796              97.546.059.157
                Setelah Transaksi                                   208.347.844.351            205.382.690.912           202.369.468.280               199.307.695.764             196.196.887.867
                Selisih                                             119.843.765.742            114.545.531.484           109.247.297.226               103.949.062.968              98.650.828.710
                Selisih (%)                                                 135,41%                    126,10%                   117,32%                       109,01%                     101,13%

                 Total Aset Tidak Lancar
                Sebelum Transaksi                                   120.669.190.129            122.609.661.163           124.502.063.006               126.345.914.965             128.140.731.541
                Setelah Transaksi                                   264.005.649.005            260.877.272.049           257.690.519.035               254.444.909.271             251.139.957.258
                Selisih                                             143.336.458.876            138.267.610.885           133.188.456.029               128.098.994.306             122.999.225.717
                Selisih (%)                                                 118,78%                    112,77%                   106,98%                       101,39%                      95,99%




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                                                                                  61
                                                                                                                                                                                                 61
Page 63
                          Balance Sheet                2026                2027                2028                2029                2030

                 TOTAL ASET
                Sebelum Transaksi                  1.015.206.620.811   1.091.487.492.740   1.181.308.499.536   1.267.410.205.985   1.357.734.647.639
                Setelah Transaksi                  1.056.219.797.618   1.135.330.112.271   1.229.984.221.557   1.321.668.604.288   1.416.777.596.263
                Selisih                               41.013.176.807      43.842.619.530      48.675.722.021      54.258.398.303      59.042.948.624
                Selisih (%)                                    4,04%               4,02%               4,12%               4,28%               4,35%

                 Total Liabilitas Jangka Pendek
                Sebelum Transaksi                   367.506.415.781     380.534.336.888     398.476.873.426     408.203.906.400     417.525.892.906
                Setelah Transaksi                   370.936.429.220     384.292.793.459     402.533.451.507     412.406.140.107     421.821.725.306
                Selisih                               3.430.013.440       3.758.456.571       4.056.578.081       4.202.233.707       4.295.832.400
                Selisih (%)                                   0,93%               0,99%               1,02%               1,03%               1,03%

                 Total Liabilitas Jangka Panjang
                Sebelum Transaksi                    33.260.224.779      33.260.224.779      33.260.224.779      33.260.224.779      33.260.224.779
                Setelah Transaksi                    33.278.227.868      33.278.227.868      33.278.227.868      33.278.227.868      33.278.227.868
                Selisih                                  18.003.089          18.003.089          18.003.089          18.003.089          18.003.089
                Selisih (%)                                   0,05%               0,05%               0,05%               0,05%               0,05%

                 TOTAL LIABILITAS
                Sebelum Transaksi                   400.766.640.560     413.794.561.667     431.737.098.205     441.464.131.179     450.786.117.685
                Setelah Transaksi                   404.214.657.088     417.571.021.327     435.811.679.375     445.684.367.975     455.099.953.174
                Selisih                               3.448.016.529       3.776.459.660       4.074.581.170       4.220.236.796       4.313.835.489
                Selisih (%)                                   0,86%               0,91%               0,94%               0,96%               0,96%

                 TOTAL EKUITAS
                Sebelum Transaksi                   614.439.980.252     677.692.931.074     749.571.401.331     825.946.074.805     906.948.529.954
                Setelah Transaksi                   652.005.140.530     717.759.090.944     794.172.542.182     875.984.236.313     961.677.643.089
                Selisih                              37.565.160.278      40.066.159.870      44.601.140.852      50.038.161.508      54.729.113.135
                Selisih (%)                                   6,11%               5,91%               5,95%               6,06%               6,03%

                 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
                Sebelum Transaksi                  1.015.206.620.811   1.091.487.492.740   1.181.308.499.536   1.267.410.205.985   1.357.734.647.639
                Setelah Transaksi                  1.056.219.797.618   1.135.330.112.271   1.229.984.221.557   1.321.668.604.288   1.416.777.596.263
                Selisih                               41.013.176.807      43.842.619.530      48.675.722.021      54.258.398.303      59.042.948.624
                Selisih (%)                                    4,04%               4,02%               4,12%               4,28%               4,35%



                Pada sisi aset, Kas dan Setara Kas setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
                penurunan dibandingkan dengan posisi sebelum Rencana Transaksi di seluruh periode proyeksi,
                dengan selisih terdalam pada tahun 2026 sebesar 11,04% (Rp57,44 miliar). Penurunan ini
                secara bertahap menipis hingga tahun 2030 menjadi selisih 2,59% (Rp20,29 miliar). Sebaliknya,
                pada akun Aset Tetap, terjadi peningkatan yang sangat signifikan setelah Rencana Transaksi
                dilakukan, yakni melonjak sebesar 135,41% pada tahun 2026 dan tetap di atas 100% hingga
                akhir periode proyeksi, yang menunjukkan adanya penambahan aset tetap secara besar-
                besaran dalam struktur kekayaan Perseroan.

                Dilihat dari totalitas kekayaan, Total Aset Perseroan secara konsisten menunjukkan posisi yang
                lebih tinggi setelah Rencana Transaksi dengan pertumbuhan selisih yang meningkat dari 4,04%
                pada tahun 2026 menjadi 4,35% pada tahun 2030. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan
                nilai pada aset tidak lancar memberikan dampak positif yang lebih dominan dibandingkan
                penurunan pada aset lancar, sehingga memperkuat basis kapitalisasi aset Perseroan secara
                keseluruhan.

                Pada sisi liabilitas, Total Liabilitas setelah Rencana Transaksi mengalami kenaikan tipis dengan
                margin di bawah 1% di setiap tahun proyeksi. Kenaikan ini terutama dipicu oleh Total Liabilitas
                Jangka Pendek yang diproyeksikan naik sebesar Rp3,43 miliar pada tahun 2026 dan terus
                meningkat secara nominal hingga Rp4,29 miliar pada tahun 2030. Sementara itu, Liabilitas
                Jangka Panjang relatif stabil dengan selisih yang sangat minimal sebesar Rp18 juta (0,05%)
                dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                              62
                                                                                                                                              62
Page 64
                Pada sisi Ekuitas, Rencana Transaksi ini memberikan dampak penguatan modal yang positif di
                mana saldo ekuitas setelah Rencana Transaksi diproyeksikan tumbuh konsisten lebih tinggi
                dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi. Pada tahun 2026, ekuitas meningkat sebesar
                Rp37,56 miliar (6,11%) dan terus mengalami penguatan hingga mencapai selisih Rp54,72 miliar
                (6,03%) pada tahun 2030. Peningkatan ekuitas yang stabil ini mencerminkan peningkatan nilai
                intrinsik Perseroan yang berkelanjutan sebagai hasil dari Rencana Transaksi tersebut.

              Proyeksi Laba Rugi Perseroan Sebelum Rencana Transaksi:
                                      Keterangan                                    2026                    2027                     2028                      2029                    2030
               Pendapatan                                                    2.158.234.600.557       2.318.234.600.557        2.518.234.600.557         2.618.234.600.557       2.720.234.600.557
               Beban Pokok Pendapatan                                          (1.960.407.128.445)     (2.109.809.308.883)      (2.297.086.813.842)       (2.389.419.470.467)     (2.483.531.614.507)
               Laba Kotor                                                      197.827.472.112         208.425.291.674          221.147.786.715           228.815.130.090         236.702.986.050
                Beban Usaha                                                      (104.369.162.697)       (106.543.828.201)        (108.794.617.156)         (111.103.474.521)       (113.472.047.795)
                Pendapatan Lainnya                                                 21.185.121.916          21.406.376.526           21.611.139.602            21.817.950.308          22.026.829.121
                Beban Lainnya                                                        (392.609.784)           (392.609.784)            (392.609.784)             (392.609.784)           (392.609.784)
               Laba Usaha                                                      114.250.821.547         122.895.230.216          133.571.699.377           139.136.996.093         144.865.157.592
                Beban Keuangan                                                       (881.331.439)           (881.331.439)            (881.331.439)             (881.331.439)           (881.331.439)
               Laba Sebelum Pajak                                              113.369.490.109         122.013.898.777          132.690.367.938           138.255.664.654         143.983.826.153
                 Beban Pajak Penghasilan                                          (21.778.279.050)        (23.438.869.955)         (25.489.819.681)          (26.558.913.180)        (27.659.293.004)
               Laba Tahun Berjalan                                               91.591.211.059          98.575.028.822         107.200.548.257           111.696.751.474         116.324.533.149
               Pendapatan (Beban) Komprehensif Lain Pos yang
               tidak akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
                 Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti                                  -                       -                         -                        -                       -
              Proyeksi
                Pajak Terkait Laba Rugi Perseroan Setelah Rencana
                                                            -     Transaksi:
                                                                       -                                                                          -                        -                       -
               Pendapatan (Beban) Komprehensif
                                    Keterangan Lain setelah Pajak                  2026         -          2027         -            2028        -             2029        -           2030        -
               Pendapatan
               Total Pendapatan (Beban) Komprehensif Tahun Berjalan          2.182.365.502.018
                                                                                 91.591.211.059      2.347.974.044.474
                                                                                                         98.575.028.822        2.553.064.810.528
                                                                                                                                107.200.548.257         2.655.552.047.079
                                                                                                                                                         111.696.751.474         2.759.150.351.920
                                                                                                                                                                                  116.324.533.149
               Beban Pokok Pendapatan                                          (1.978.629.528.995)     (2.131.043.476.023)       (2.321.055.655.079)      (2.414.729.684.600)      (2.509.707.482.086)
               Laba Tahun
                    Kotor Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada :           203.735.973.024         216.930.568.451           232.009.155.449          240.822.362.480          249.442.869.834
                 PemilikUsaha
                Beban    Entitas Induk                                             91.591.211.059
                                                                                 (110.032.528.795)          98.575.028.822
                                                                                                         (112.548.105.385)          107.200.548.257
                                                                                                                                   (115.121.004.908)         111.696.751.474
                                                                                                                                                            (117.646.628.107)         116.324.533.149
                                                                                                                                                                                     (120.197.891.032)
                 Kepentingan   Non-Pengendali
                Pendapatan Lainnya                                                 58.505.147.381-          21.406.376.526-          21.611.139.602-          21.817.950.308-          22.026.829.121-
                                                                                  91.591.211.059          98.575.028.822          107.200.548.257          111.696.751.474          116.324.533.149
                Beban Lainnya                                                        (392.609.784)            (392.609.784)            (392.609.784)            (392.609.784)            (392.609.784)
               Total Pendapatan (Beban) Komprehensif Tahun Berjalan
               Laba Usaha                                                      151.815.981.825         125.396.229.808           138.106.680.358          144.601.074.896          150.879.198.139
                yang dapat
                Beban        Diatribusikan kepada :
                       Keuangan                                                      (881.331.439)            (881.331.439)            (881.331.439)            (881.331.439)            (881.331.439)
                Pemilik
               Laba     EntitasPajak
                     Sebelum    Induk                                              91.591.211.059
                                                                               150.934.650.386              98.575.028.822
                                                                                                       124.514.898.369              107.200.548.257
                                                                                                                                 137.225.348.919             111.696.751.474
                                                                                                                                                          143.719.743.458             116.324.533.149
                                                                                                                                                                                   149.997.866.700
                Kepentingan Non-Pengendali                                                       -                        -                        -                        -                        -
                 Beban Pajak Penghasilan                                          (21.778.279.050)         (23.438.869.955)         (25.489.819.681)         (26.558.913.180)         (27.659.293.004)
                                                                                  91.591.211.059          98.575.028.822          107.200.548.257          111.696.751.474          116.324.533.149
               Laba Tahun Berjalan                                             129.156.371.337         101.076.028.414           111.735.529.238          117.160.830.277          122.338.573.696
                Laba Per Saham Dasar / Dilusian                                           259,30                   279,07                   303,49                   316,22                   329,33




              Perbandingan Laba Rugi Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
                            Laba Rugi                                 2026                      2027                          2028                        2029                        2030
                Pendapatan
               Sebelum Transaksi                             2.158.234.600.557           2.318.234.600.557           2.518.234.600.557           2.618.234.600.557              2.720.234.600.557
               Setelah Transaksi                             2.182.365.502.018           2.347.974.044.474           2.553.064.810.528           2.655.552.047.079              2.759.150.351.920
               Selisih                                          24.130.901.461              29.739.443.917              34.830.209.971              37.317.446.522                 38.915.751.363
               Selisih (%)                                               1,12%                       1,28%                       1,38%                       1,43%                          1,43%

                Laba Kotor
               Sebelum Transaksi                                 197.827.472.112           208.425.291.674             221.147.786.715                228.815.130.090            236.702.986.050
               Setelah Transaksi                                 203.735.973.024           216.930.568.451             232.009.155.449                240.822.362.480            249.442.869.834
               Selisih                                             5.908.500.912             8.505.276.776              10.861.368.734                 12.007.232.390             12.739.883.784
               Selisih (%)                                                 2,99%                     4,08%                       4,91%                          5,25%                      5,38%

                Laba Usaha
               Sebelum Transaksi                                 114.250.821.547           122.895.230.216             133.571.699.377                139.136.996.093            144.865.157.592
               Setelah Transaksi                                 151.815.981.825           125.396.229.808             138.106.680.358                144.601.074.896            150.879.198.139
               Selisih                                            37.565.160.278             2.500.999.592               4.534.980.981                  5.464.078.803              6.014.040.547
               Selisih (%)                                                32,88%                     2,04%                       3,40%                          3,93%                      4,15%

                Laba Sebelum Pajak
               Sebelum Transaksi                                 113.369.490.109           122.013.898.777             132.690.367.938                138.255.664.654            143.983.826.153
               Setelah Transaksi                                 150.934.650.386           124.514.898.369             137.225.348.919                143.719.743.458            149.997.866.700
               Selisih                                            37.565.160.278             2.500.999.592               4.534.980.981                  5.464.078.803              6.014.040.547
               Selisih (%)                                                33,14%                     2,05%                       3,42%                          3,95%                      4,18%

                Laba Tahun Berjalan
               Sebelum Transaksi                                  91.591.211.059            98.575.028.822             107.200.548.257                111.696.751.474            116.324.533.149
               Setelah Transaksi                                 129.156.371.337           101.076.028.414             111.735.529.238                117.160.830.277            122.338.573.696
               Selisih                                            37.565.160.278             2.500.999.592               4.534.980.981                  5.464.078.803              6.014.040.547
               Selisih (%)                                                41,01%                     2,54%                       4,23%                          4,89%                      5,17%




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                                                                                63
                                                                                                                                                                                              63
Page 65
              Pada sisi pendapatan, Pendapatan setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
              kenaikan yang stabil dibandingkan sebelum Rencana Transaksi di seluruh periode proyeksi,
              dimulai dengan selisih sebesar Rp24,13 miliar (1,12%) pada tahun 2026 dan terus meningkat
              hingga mencapai selisih Rp38,91 miliar (1,43%) pada tahun 2030. Sejalan dengan hal tersebut,
              pada akun Laba Kotor, terjadi peningkatan margin yang lebih progresif setelah Rencana Transaksi
              dilakukan, yakni tumbuh dari 2,99% di tahun 2026 menjadi 5,38% pada tahun 2030, yang
              mengindikasikan adanya efisiensi biaya atau peningkatan nilai tambah operasional setelah
              Rencana Transaksi.

              Dilihat dari performa operasional, Laba Usaha Perseroan menunjukkan lonjakan yang sangat
              signifikan setelah Rencana Transaksi pada tahun 2026, yaitu sebesar 32,88% atau setara dengan
              selisih Rp37,56 miliar. Meskipun persentase pertumbuhan selisih tersebut melandai pada tahun-
              tahun berikutnya ke kisaran 2,04% hingga 4,15%, nilai nominal laba usaha setelah Rencana
              Transaksi secara konsisten tetap lebih tinggi dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi,
              mencapai Rp150,87 miliar pada akhir periode proyeksi.

              Pada sisi profitabilitas akhir, Laba Sebelum Pajak dan Laba Tahun Berjalan mencerminkan
              dampak positif yang kuat dari Rencana Transaksi ini bagi Perseroan. Khusus pada tahun 2026,
              Laba Tahun Berjalan setelah Rencana Transaksi diproyeksikan melesat sebesar 41,01% menjadi
              Rp129,15 miliar dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi sebesar Rp91,59 miliar.
              Peningkatan laba bersih yang terjaga secara akumulatif hingga mencapai selisih Rp6,01 miliar
              (5,17%) pada tahun 2030 ini menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tersebut berhasil
              memperkuat struktur profitabilitas bersih Perseroan secara berkelanjutan.

              Proyeksi Arus Kas Perseroan Sebelum Rencana Transaksi:
                                                                                                                                      (Dalam Rupiah)
                                  KETERANGAN                     2026                2027                 2028                2029                2030

               ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI                 23.203.197.061      74.429.634.319      86.682.896.547       92.692.317.501      97.543.907.489

               ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI                10.277.069.429      11.721.802.783       11.863.620.121      12.007.355.632      12.153.028.498

               ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN               (35.322.078.000)    (35.322.078.000)     (35.322.078.000)    (35.322.078.000)    (35.322.078.000)

               KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS     (1.841.811.509)     50.829.359.102       63.224.438.667      69.377.595.133      74.374.857.987

               SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN      520.228.824.493     572.352.757.339     636.884.715.487      707.582.905.296     783.291.563.906




              Proyeksi Arus Kas Perseroan Sesudah Rencana Transaksi:
                                                                                                                                      (Dalam Rupiah)
                                  KETERANGAN                       2026               2027                2028                2029                 2030

               ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI                 79.781.080.559      83.410.159.608      97.733.017.009      104.730.015.293     108.880.271.055

               ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI              (102.472.930.571)     11.471.802.783      11.613.620.121       11.757.355.632       11.903.028.498

               ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN               (35.322.078.000)    (35.322.078.000)    (35.322.078.000)     (35.322.078.000)     (35.322.078.000)

               KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK        (58.013.928.012)     59.559.884.391      74.024.559.130       81.165.292.925       85.461.221.553

               SALDO KAS DAN BANK, AWAL TAHUN                   520.801.446.058    462.787.518.046     522.347.402.437      596.371.961.567      677.537.254.491

               SALDO KAS DAN BANK, AKHIR TAHUN                462.787.518.046     522.347.402.437     596.371.961.567      677.537.254.491     762.998.476.044




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                                          64
                                                                                                                                                          64
Page 66
              Perbandingan Arus Kas Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
                                                                                  (Dalam Rupiah)
                             Arus Kas            2026               2027               2028               2029               2030
               Aktivitas Operasi
               Sebelum Transaksi               23.203.197.061     74.429.634.319     86.682.896.547     92.692.317.501     97.543.907.489
               Setelah Transaksi               79.781.080.559     83.410.159.608     97.733.017.009    104.730.015.293    108.880.271.055
               Selisih                         56.577.883.498      8.980.525.289     11.050.120.462     12.037.697.791     11.336.363.566
               Selisih (%)                            243,84%             12,07%             12,75%             12,99%             11,62%

               Aktivitas Investasi
               Sebelum Transaksi               10.277.069.429     11.721.802.783     11.863.620.121     12.007.355.632     12.153.028.498
               Setelah Transaksi             (102.472.930.571)    11.471.802.783     11.613.620.121     11.757.355.632     11.903.028.498
               Selisih                       (112.750.000.000)      (250.000.000)      (250.000.000)      (250.000.000)      (250.000.000)
               Selisih (%)                          -1097,10%             -2,13%             -2,11%             -2,08%             -2,06%

               Aktivitas Pendanaan
               Sebelum Transaksi              (35.322.078.000)   (35.322.078.000)   (35.322.078.000)   (35.322.078.000)   (35.322.078.000)
               Setelah Transaksi              (35.322.078.000)   (35.322.078.000)   (35.322.078.000)   (35.322.078.000)   (35.322.078.000)
               Selisih                                      -                  -                  -                  -                  -
               Selisih (%)                              0,00%              0,00%              0,00%              0,00%              0,00%

               Kenaikan (Penurunan) Kas
               Sebelum Transaksi               (1.841.811.509)    50.829.359.102     63.224.438.667     69.377.595.133     74.374.857.987
               Setelah Transaksi              (58.013.928.012)    59.559.884.391     74.024.559.130     81.165.292.925     85.461.221.553
               Selisih                        (56.172.116.502)     8.730.525.289     10.800.120.462     11.787.697.791     11.086.363.566
               Selisih (%)                           3049,83%             17,18%             17,08%             16,99%             14,91%

               Kas Akhir Tahun
               Sebelum Transaksi             520.228.824.493     572.352.757.339    636.884.715.487    707.582.905.296    783.291.563.906
               Setelah Transaksi             462.787.518.046     522.347.402.437    596.371.961.567    677.537.254.491    762.998.476.044
               Selisih                       (57.441.306.447)    (50.005.354.902)   (40.512.753.920)   (30.045.650.805)   (20.293.087.862)
               Selisih (%)                           -11,04%              -8,74%             -6,36%             -4,25%             -2,59%

              Dari sisi operasional, Aktivitas Operasi setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
              peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan sebelum Rencana Transaksi, terutama pada
              tahun 2026 dengan kenaikan sebesar 243,84% atau selisih Rp56,57 miliar. Peningkatan arus kas
              masuk dari aktivitas operasi ini terus berlanjut secara konsisten di kisaran 11% hingga 12% pada
              tahun-tahun berikutnya, yang mengindikasikan bahwa Rencana Transaksi tersebut mampu
              memperkuat kapasitas Perseroan dalam menghasilkan kas internal dari kegiatan bisnis
              utamanya.

              Pada akun Aktivitas Investasi, terlihat adanya arus kas keluar yang sangat besar setelah Rencana
              Transaksi pada tahun 2026, yakni mencapai Rp102,47 miliar atau turun sebesar 1.097,10%
              dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan adanya pengeluaran kas
              neto untuk perolehan aset atau investasi strategis baru yang dilakukan Perseroan. Untuk tahun-
              tahun setelahnya, arus kas investasi tetap menunjukkan posisi yang lebih rendah secara
              konsisten dengan selisih tetap sebesar Rp250 juta setiap tahunnya.

              Sementara itu, pada Aktivitas Pendanaan, tidak terdapat perubahan sama sekali antara posisi
              sebelum dan setelah Rencana Transaksi, di mana nilai arus kas keluar tetap stabil pada angka
              Rp35,32 miliar di setiap periode proyeksi. Hal ini menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tersebut
              tidak melibatkan skema pembiayaan baru atau perubahan dalam kebijakan pembayaran
              kewajiban finansial jangka panjang Perseroan.

              Secara keseluruhan, Kenaikan (Penurunan) Kas neto pada tahun 2026 menunjukkan penurunan
              drastis sebesar 3.049,83% setelah Rencana Transaksi karena adanya pengeluaran investasi
              yang besar, namun kembali menunjukkan pertumbuhan positif di atas 14% pada periode 2027
              hingga 2030. Hal ini menyebabkan posisi Kas Akhir Tahun setelah Rencana Transaksi
              diproyeksikan selalu lebih rendah dibandingkan sebelum Rencana Transaksi, dengan selisih yang
              semakin mengecil dari -11,04% pada tahun 2026 menjadi hanya -2,59% pada tahun 2030, seiring
              dengan semakin kuatnya pemulihan saldo kas melalui aktivitas operasi.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                    65
                                                                                                                                    65
Page 67
              Perbandingan Rasio Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
                          Rasio Keuangan        2026             2027             2028             2029             2030
               Rasio Lancar
               Sebelum Transaksi                        2,43           2,55                2,65             2,80             2,94
               Setelah Transaksi                        2,14           2,28                2,42             2,59             2,76
               Selisih                                 (0,30)         (0,27)              (0,24)           (0,21)           (0,18)
               Selisih (%)                           -12,26%        -10,63%              -8,92%           -7,42%           -6,17%

               Perputaran Aset Tetap
               Sebelum Transaksi                       24,39          25,52            27,04            27,46            27,89
               Setelah Transaksi                       10,47          11,43            12,62            13,32            14,06
               Selisih                                (13,91)        (14,09)          (14,43)          (14,13)          (13,82)
               Selisih (%)                           -57,05%        -55,20%          -53,35%          -51,47%          -49,57%

               Perputaran Aset
               Sebelum Transaksi                         2,13             2,12             2,13             2,07             2,00
               Setelah Transaksi                         2,07             2,07             2,08             2,01             1,95
               Selisih                                  (0,06)           (0,06)           (0,06)           (0,06)           (0,06)
               Selisih (%)                             -2,81%           -2,63%           -2,63%           -2,74%           -2,80%

               Debt to Equity Ratio
               Sebelum Transaksi                         0,65             0,61             0,58             0,53             0,50
               Setelah Transaksi                         0,62             0,58             0,55             0,51             0,47
               Selisih                                  (0,03)           (0,03)           (0,03)           (0,03)           (0,02)
               Selisih (%)                             -4,95%           -4,72%           -4,73%           -4,81%           -4,79%

               Debt to Asset Ratio
               Sebelum Transaksi                         0,39              0,38            0,37             0,35             0,33
               Setelah Transaksi                         0,38              0,37            0,35             0,34             0,32
               Selisih                                  (0,01)          (0,011)           (0,01)           (0,01)           (0,01)
               Selisih (%)                             -3,06%           -2,98%           -3,05%           -3,19%           -3,25%

               Net Profit Margin
               Sebelum Transaksi                        4,24%            4,25%            4,26%            4,27%            4,28%
               Setelah Transaksi                        5,92%            4,30%            4,38%            4,41%            4,43%
               Selisih                                  1,67%            0,05%            0,12%            0,15%            0,16%

               Return On Asset
               Sebelum Transaksi                        9,02%            9,03%            9,07%            8,81%            8,57%
               Setelah Transaksi                       12,23%            8,90%            9,08%            8,86%            8,63%
               Selisih                                  3,21%           -0,13%            0,01%            0,05%            0,07%

               Return On Equity
               Sebelum Transaksi                       14,91%           14,55%           14,30%           13,52%           12,83%
               Setelah Transaksi                       19,81%           14,08%           14,07%           13,37%           12,72%
               Selisih                                  4,90%           -0,46%           -0,23%           -0,15%           -0,10%



              Dari sisi likuiditas, Rasio Lancar setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan
              dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi di seluruh periode proyeksi, dengan selisih
              penurunan terbesar terjadi pada tahun 2026 sebesar 12,26% (dari 2,43 menjadi 2,14). Penurunan
              ini secara bertahap membaik hingga tahun 2030 menjadi selisih 6,17%, namun rasio tetap berada
              di atas angka 2,0 yang menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
              jangka pendeknya tetap terjaga dengan baik.
              Pada aspek aktivitas, terjadi koreksi yang signifikan pada Perputaran Aset Tetap setelah Rencana
              Transaksi, di mana angka perputaran turun tajam sebesar 57,05% pada tahun 2026 (dari 24,39
              kali menjadi 10,47 kali). Penurunan ini selaras dengan adanya peningkatan nilai aset tetap,
              sehingga efisiensi pemanfaatan aset tetap terlihat menurun secara rasio meskipun secara nominal
              output tetap tumbuh. Sementara itu, Perputaran Aset total hanya mengalami sedikit tekanan
              dengan penurunan konsisten di kisaran 2,63% hingga 2,81% di seluruh periode proyeksi.
              Dilihat dari struktur modal dan solvabilitas, Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio
              (DAR) setelah Rencana Transaksi menunjukkan perbaikan (penurunan) yang positif di setiap
              tahunnya. DER diproyeksikan turun sebesar 4,95% pada tahun 2026 menjadi 0,62 kali, yang
              mengindikasikan tingkat ketergantungan terhadap utang menjadi lebih rendah. Demikian pula
              dengan DAR yang menunjukkan penurunan konsisten hingga -3,25% pada tahun 2030,


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                            66
                                                                                                                            66
Page 68
              memperkuat profil risiko keuangan Perseroan yang menjadi lebih stabil setelah Rencana
              Transaksi.
              Pada sisi profitabilitas, Net Profit Margin (NPM) setelah Rencana Transaksi diproyeksikan lebih
              unggul dibandingkan sebelum Rencana Transaksi, dengan kenaikan margin sebesar 1,67% pada
              tahun 2026 (dari 4,24% menjadi 5,92%). Hal ini berdampak positif pada Return on Asset (ROA)
              dan Return on Equity (ROE) yang melonjak signifikan pada tahun pertama proyeksi, masing-
              masing mencapai posisi 12,23% dan 19,81%. Walaupun pada tahun-tahun berikutnya terjadi
              normalisasi, secara keseluruhan Rencana Transaksi ini berhasil meningkatkan efektivitas
              Perseroan dalam menghasilkan laba bersih bagi pemegang saham.
              Proforma Laporan Posisi Keuangan

              Posisi proforma Laporan Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, yang
              disampaikan manajemen Perseroan, diuraikan sebagai berikut:
               ASET                                                BAYU 2025            MPP 2025           ADJUSMENT DR        ADJUSMENT CR        TOTAL SETELAH TRANSAKSI
               Aset Lancar
                Kas dan Setara Kas                                  520.801.446.058       2.998.908.343                           65.500.000.000              458.300.354.401
                Piutang Usaha - Pihak Ketiga                        184.620.866.186         506.381.312                                                       185.127.247.498
                Persediaan                                                                  639.244.509                                                            639.244.509
                Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga          53.986.069.540                   -                           47.000.000.000                 6.986.069.540
                Pajak Dibayar Dimuka                                                                  -                                                                      -
                Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek                   10.153.998.640                   -                                                        10.153.998.640
                Uang Muka                                            72.384.488.793         128.797.940                                                        72.513.286.733
               Total Aset Lancar                                   841.946.869.217      4.273.332.104                     -    112.500.000.000               733.720.201.321
               Aset Tidak Lancar
                Aset Pajak Tangguhan                                   7.624.626.933                  -                                                          7.624.626.933
                Investasi                                                                                    112.500.000.000     112.500.000.000                             -
                Goodwill                                                                                                                                                     -
                Properti Investasi                                     3.823.423.992      6.105.000.000       17.148.000.000                                   27.076.423.992
                Aset Tetap                                           87.123.044.532     61.341.422.898        63.800.577.102                                  212.265.044.532
                Aset Hak Guna                                              1.877.235                  -                                                              1.877.235
                Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya                   19.830.742.400                   -                                                        19.830.742.400
                Aset Tidak Lancar Lainnya                              1.277.050.743                  -                                                          1.277.050.743
               Total Aset Tidak Lancar                             119.680.765.835     67.446.422.898       193.448.577.102    112.500.000.000               268.075.765.835

               TOTAL ASET                                          961.627.635.052     71.719.755.002       193.448.577.102    225.000.000.000             1.001.795.967.156

               LIABILITAS DAN EKUITAS                              BAYU 2025            MPP 2025                                                   TOTAL SETELAH TRANSAKSI

               Liabilitas Jangka Pendek
                  Utang Usaha - Pihak Ketiga                        178.416.438.253         813.425.324                                                       179.229.863.577
                  Utang Pajak                                        17.157.873.432         586.190.243                                                        17.744.063.675
                  Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek            9.630.069.000                   -                                                         9.630.069.000
                  Beban Akrual                                           24.148.166       1.193.011.386                                                         1.217.159.552
                  Utang Lain-lain                                    89.420.853.198         117.058.497                                                        89.537.911.695
                  Uang Muka Langganan                                75.547.181.031                   -                                                        75.547.181.031
                  Utang pembiayaan konsumen                                       -         120.618.100                                                           120.618.100
               Total Liabilitas Jangka Pendek                      370.196.563.080      2.830.303.550                                                        373.026.866.630

               Liabilitas Jangka Panjang
                  Utang - Pihak Ketiga                                            -          18.003.089                                                            18.003.089
                  Liabilitas Sewa Jangka Panjang                                  -                   -                                                                     -
                  Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang         10.872.215.250                   -                                                        10.872.215.250
                  Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang            22.378.886.642                   -                                                        22.378.886.642
                  Liabilitas Pajak Tangguhan                              9.122.887                   -                                                             9.122.887
               Total Liabilitas Jangka Panjang                      33.260.224.779         18.003.089                                                         33.278.227.868

               TOTAL LIABILITAS                                    403.456.787.859      2.848.306.639                                                        406.305.094.498

               Ekuitas
                Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
                 Pemilik Entitas Induk
                Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
                 Modal Dasar - 960.000.000 saham
                 Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham    176.610.390.000    226.040.500.000       226.040.500.000                                  176.610.390.000
                Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali          (382.493.998)               -                                                             (382.493.998)
                Saldo Laba                                                                                                                                                  -
                 Telah Ditentukan Penggunaannya                         851.583.000          50.000.000          50.000.000                                       851.583.000
                 Belum Ditentukan Penggunaannya                     381.091.368.191    (157.219.051.637)                         194.539.077.102              418.411.393.656
               Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
                                                                   558.170.847.193     68.871.448.363       226.090.500.000    194.539.077.102               595.490.872.658
                 kepada Pemilik Entitas Induk
                Kepentingan Non-Pengendali                                        -                   -                                                                     -
               TOTAL EKUITAS                                       558.170.847.193     68.871.448.363       226.090.500.000    194.539.077.102               595.490.872.658

               TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                        961.627.635.052     71.719.755.002                                                      1.001.795.967.156




              Akuisisi PT MPP oleh Perseroan merupakan langkah strategis yang secara signifikan mengubah
              profil neraca dan profitabilitas grup. Rencana Transaksi ini berfokus pada pengambilalihan saham,
              dimana PT MPP memiliki aset berupa properti Hotel Ibis Makassar dan tanah di Rorotan dengan
              total nilai pasar mencapai Rp148.395.000.000. Dari sisi pendanaan, Perseroan mengalokasikan
              kas sebesar Rp65.500.000.000 serta penyelesaian piutang lain-lain senilai Rp47.000.000.000
              untuk memenuhi harga akuisisi saham sebesar Rp112.500.000.000.



Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                                                        67
                                                                                                                                                                       67
Page 69
              Berdasarkan proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana
              Transaksi, terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Total Aset Lancar Perseroan
              mengalami penurunan menjadi Rp733.720.201.321. Hal ini disebabkan oleh adanya penyesuaian
              pada akun Kas dan Setara Kas yang turun menjadi Rp458.300.354.401 serta penurunan
              signifikan pada Aset Keuangan Lancar Lainnya menjadi Rp6.986.069.540 setelah adanya
              adjustment kredit. Sedangkan pada Aset Tidak Lancar, Perseroan mengalami kenaikan yang
              cukup signifikan menjadi Rp268.075.765.835, yang utamanya didorong oleh peningkatan nilai
              Aset Tetap menjadi Rp212.265.044.532 serta munculnya akun Properti Investasi sebesar
              Rp27.076.423.992 setelah proses adjustment.

              Dari sisi liabilitas jangka pendek, terjadi peningkatan liabilitas menjadi Rp373.026.866.630. Hal ini
              dikarenakan adanya penggabungan saldo utang usaha dari entitas MPP sebesar Rp813.425.324
              serta peningkatan pada beban akrual dan utang lain-lain dalam struktur proforma gabungan
              tersebut. Sedangkan pada Liabilitas Jangka Panjang, Perseroan mencatatkan nilai sebesar
              Rp33.278.227.868, di mana tidak terjadi perubahan yang material selain masuknya komponen
              utang pihak ketiga dari entitas MPP.

              Dari sisi Ekuitas, terjadi kenaikan pada Total Ekuitas menjadi Rp595.490.872.658. Kenaikan ini
              dipengaruhi secara dominan oleh penyesuaian pada Saldo Laba yang belum ditentukan
              penggunaannya menjadi sebesar Rp418.411.393.656 setelah memperhitungkan eliminasi modal
              saham MPP dan penyesuaian proforma lainnya, sehingga memperkuat struktur permodalan
              Perseroan pasca Rencana Transaksi.

              Proforma Laba Rugi

                                           Keterangan       BAYU 2025           ADJUSMENT DR   ADJUSMENT CR       TOTAL SETELAH TRANSAKSI
               Pendapatan                               2.496.017.497.346                                                  2.496.017.497.346
               Beban Pokok Pendapatan                     (2.277.859.165.567)                                                (2.277.859.165.567)
               Laba Kotor                                 218.158.331.779                                                    218.158.331.779
                Beban Usaha                                 (113.965.985.677)                                                  (113.965.985.677)
                Pendapatan Lainnya                            27.787.761.811                     37.320.025.465                  65.107.787.276
                Beban Lainnya                                   (495.012.074)                                                      (495.012.074)
               Laba Usaha                                 131.485.095.839                                                    168.805.121.304
                Beban Keuangan                                  (961.618.020)                                                      (961.618.020)
               Laba Sebelum Pajak                         130.523.477.819                                                    167.843.503.284
                 Beban Pajak Penghasilan                     (25.067.752.814)                                                   (25.067.752.814)
               Laba Tahun Berjalan                        105.455.725.005                                                    142.775.750.470




              Berdasarkan proforma Laporan Laba Rugi Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
              terlihat bahwa Pendapatan dan Laba Kotor tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap
              sebesar Rp2.496.017.497.346 dan Rp218.158.331.779. Namun, pada sisi Pendapatan Lainnya,
              terdapat kenaikan yang cukup signifikan menjadi Rp65.107.787.276. Hal ini disebabkan oleh
              adanya adjustment kredit sebesar Rp37.320.025.465, sehingga Laba Usaha Perseroan
              mengalami peningkatan menjadi Rp168.805.121.304.

              Dari sisi profitabilitas akhir, terjadi kenaikan pada Laba Sebelum Pajak menjadi
              Rp167.843.503.284 setelah memperhitungkan beban keuangan. Hal ini berlanjut pada Laba
              Tahun Berjalan yang mengalami kenaikan menjadi Rp142.775.750.470 setelah dikurangi beban
              pajak penghasilan. Kenaikan laba bersih ini utamanya diakibatkan oleh adanya keuntungan dari
              pos pendapatan lainnya yang dimasukkan ke dalam perhitungan proforma setelah Rencana
              Transaksi.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                          68
                                                                                                                                         68
Page 70
              Proforma Arus Kas

                                        KETERANGAN                    BAYU 2025             ADJUSMENT DR         ADJUSMENT CR        TOTAL SETELAH TRANSAKSI

               ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
               Penerimaan dari Pelanggan                               2.429.093.440.936                                                        2.429.093.440.936
               Pembayaran Pajak Penghasilan                              (20.354.916.941)                                                         (20.354.916.941)
               Penerimaan Restitusi Pajak                                              --                                                                       --
               Pembayaran kepada Karyawan dan Pemasok                (2.483.737.943.132)                                                      (2.483.737.943.132)
               Arus Kas Bersih Diperoleh dari
               (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi                      (74.999.419.137)                    --                  --               (74.999.419.137)

               ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
               Penerimaan Bunga                                           22.797.022.703                                                          22.797.022.703
               Penambahan Aset Keuangan Lancar Lainnya                  (47.000.000.000)      (65.500.000.000)                                 (112.500.000.000)
               Hasil Penjualan Aset Tetap                                    360.000.000                                                             360.000.000
               Pembayaran Uang Muka Pembelian Aset Tetap                 (2.398.502.542)                                                         (2.398.502.542)
               Perolehan Aset Tetap                                     (16.547.579.437)                                                        (16.547.579.437)
               Arus Kas Bersih Diperoleh dari
               (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi                    (42.789.059.276)      (65.500.000.000)                  --             (108.289.059.276)

               ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
               Pembayaran Liabilitas Sewa                                             --                                                                       --
               Pembayaran Dividen                                       (35.322.078.000)                                                         (35.322.078.000)
               Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan      (35.322.078.000)                    --                  --               (35.322.078.000)

               KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS           (153.110.556.413)       (65.500.000.000)                  --             (218.610.556.413)

               PENGARUH PERUBAHAN KURS MATA UANG ASING                      100.600.487                                                              100.600.487

               SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                 673.811.401.984                                                          673.811.401.984

               SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN              520.801.446.058        (65.500.000.000)                   --             455.301.446.058

               KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI:
               Kas                                                        3.358.057.432                                                            3.358.057.432
               Bank                                                     85.174.188.626                                                           85.174.188.626
               Deposito Berjangka                                      432.269.200.000                              65.500.000.000              366.769.200.000
               Total                                                  520.801.446.058                       --     65.500.000.000              455.301.446.058




              Berdasarkan proforma Laporan Arus Kas Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
              terlihat bahwa pada Arus Kas dari Aktivitas Operasi, arus kas bersih yang digunakan untuk
              aktivitas operasi tetap stabil pada angka (Rp74.999.419.137). Hal ini dikarenakan tidak adanya
              penyesuaian pada pos penerimaan dari pelanggan maupun pembayaran kepada karyawan dan
              pemasok dalam simulasi proforma ini.

              Sedangkan pada Arus Kas dari Aktivitas Investasi, Perseroan mengalami kenaikan arus kas
              keluar yang signifikan menjadi (Rp108.289.059.276). Hal ini disebabkan oleh adanya adjustment
              debet pada penambahan aset keuangan lancar lainnya sebesar Rp65.500.000.000 dan
              Rp47.000.000.000 dengan total Rp112.500.000.000 untuk pengakuisisian PT MPP.

              Dari sisi pendanaan, Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan tidak mengalami
              perubahan dan tetap berada pada nilai (Rp35.322.078.000) yang dialokasikan untuk pembayaran
              dividen. Dampak dari penyesuaian pada aktivitas investasi tersebut menyebabkan Kenaikan
              (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas Perseroan merosot menjadi (Rp218.610.556.413)
              dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi sebesar (Rp153.110.556.413).

              Dari sisi posisi kas akhir, terjadi penurunan pada Saldo Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
              menjadi Rp455.301.446.058. Penurunan ini diakibatkan oleh adanya penyesuaian proforma
              sebesar Rp65.500.000.000 yang dialokasikan pada komponen deposito berjangka, sehingga
              saldo deposito berjangka turun dari Rp432.269.200.000 menjadi Rp366.769.200.000 setelah
              Rencana Transaksi.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                                            69
                                                                                                                                                           69
Page 71
              Proforma Rasio Keuangan

                                      Proforma Rasio Keuangan   BAYU 2025          ADJUSMENT DR   ADJUSMENT CR   Setelah Transaksi
               Rasio Likuiditas
               Rasio Lancar                                                 2,27                                               1,97

               Rasio Aktivitas
               TO Piutang                                               13,52                                                 13,48
               TO Utang Usaha                                           12,77                                                 12,71
               Perputaran Aset Tetap                                    28,65                                                 11,76
               Perputaran Aset                                           2,60                                                  2,49

               Rasio Solvabilitas
               Debt Equity Ratio                                            0,72                                               0,68
               Debt to Asset Ratio                                          0,42                                               0,41

               Rasio Profitabilitas
               Net Profit Margin                                            0,04                                               0,06
               Rasio HPP                                                    0,91                                               0,91
               Return On Asset                                              0,11                                               0,14
               Return On Equity                                             0,19                                               0,24

              Akuisisi PT MPP oleh Perseroan merupakan langkah strategis yang secara signifikan mengubah
              profil neraca dan profitabilitas grup. Rencana Transaksi ini berfokus pada pengambilalihan saham,
              dimana PT MPP memiliki aset berupa properti Hotel Ibis Makassar dan tanah di Rorotan dengan
              total nilai pasar mencapai Rp148.395.000.000. Dari sisi pendanaan, Perseroan mengalokasikan
              kas sebesar Rp65.500.000.000 serta penyelesaian piutang lain-lain senilai Rp47.000.000.000
              untuk memenuhi harga akuisisi saham sebesar Rp112.500.000.000.

              Masuknya aset hotel ini memberikan dampak langsung pada rasio likuiditas perusahaan.
              Penggunaan dana kas yang cukup besar untuk investasi menyebabkan Rasio Lancar mengalami
              penurunan dari 2,27 menjadi 1,97. Meskipun terjadi penurunan, angka ini menunjukkan bahwa
              Perseroan tetap berada dalam posisi likuid yang aman, di mana aset lancar masih mampu
              menutupi kewajiban jangka pendeknya hampir dua kali lipat setelah Rencana Transaksi selesai
              dilakukan.

              Analisis pada rasio aktivitas menunjukkan perubahan yang paling kontras, khususnya pada
              Perputaran Aset Tetap yang melambat dari 28,65 ke 11,76. Hal ini terjadi karena adanya
              penambahan aset tetap gedung sebesar Rp63.800.577.102 dan properti investasi tanah sebesar
              Rp17.148.000.000 hasil dari revaluasi nilai wajar saat konsolidasi. Peningkatan basis aset tetap
              yang sangat masif ini memang secara matematis menurunkan rasio perputaran aset di awal,
              namun mencerminkan peningkatan kapasitas fundamental perusahaan dalam kepemilikan aset
              produktif di sektor perhotelan.

              Dari aspek solvabilitas, struktur permodalan perusahaan justru terlihat menguat pasca-akuisisi.
              Debt Equity Ratio (DER) tercatat membaik dari 0,72 menjadi 0,68. Hal ini dipicu oleh munculnya
              Goodwill Negatif sebesar Rp37.320.025.465 yang timbul karena harga perolehan investasi lebih
              rendah dibandingkan nilai wajar aset neto yang diperoleh. Keuntungan dari pembelian diskon
              (bargain purchase) ini secara akuntansi masuk ke dalam laporan laba rugi sebagai pendapatan
              lain-lain, yang pada akhirnya mempertebal saldo ekuitas perusahaan secara keseluruhan.

              Lonjakan pada sisi ekuitas dan pendapatan tersebut membawa dampak positif pada rasio
              profitabilitas grup. Net Profit Margin (NPM) meningkat menjadi 0,06, yang dibarengi dengan
              kenaikan Return on Equity (ROE) dari 0,19 menjadi 0,24. Peningkatan ROE sebesar 5% ini
              menandakan bahwa Rencana Transaksi akuisisi PT MPP bersifat akretif, di mana setiap rupiah
              modal yang ditanamkan kini mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi berkat
              kontribusi aset hotel Makassar dan pengakuan keuntungan dari selisih nilai akuisisi.


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                              70
                                                                                                                             70
Page 72
              Secara keseluruhan, narasi keuangan ini menunjukkan bahwa meskipun ada pengorbanan dari
              sisi kas dan perputaran aset jangka pendek, Perseroan berhasil memperkuat posisi finansialnya
              secara jangka panjang. Perusahaan kini memiliki struktur aset yang lebih solid dengan rasio
              hutang yang lebih rendah serta potensi keuntungan yang lebih tinggi. Keberhasilan mendapatkan
              aset bernilai tinggi di bawah harga pasar memberikan bantalan finansial yang kuat bagi Perseroan
              untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.

    4.1.3     Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Perusahaan Sebagai Akibat Dari Rencana Transaksi
              Yang Akan Dilakukan, Termasuk Dampaknya Terhadap Proyeksi Keuangan Perusahaan

              Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari Rencana Transaksi yang akan
              dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan perusahaan;

                         Balance Sheet             2026                2027                2028                2029                2030

                TOTAL ASET
               Sebelum Transaksi               1.015.206.620.811   1.091.487.492.740   1.181.308.499.536   1.267.410.205.985   1.357.734.647.639
               Setelah Transaksi               1.056.219.797.618   1.135.330.112.271   1.229.984.221.557   1.321.668.604.288   1.416.777.596.263
               Selisih                            41.013.176.807      43.842.619.530      48.675.722.021      54.258.398.303      59.042.948.624
               Selisih (%)                                 4,04%               4,02%               4,12%               4,28%               4,35%

                TOTAL LIABILITAS
               Sebelum Transaksi                400.766.640.560     413.794.561.667     431.737.098.205     441.464.131.179     450.786.117.685
               Setelah Transaksi                404.214.657.088     417.571.021.327     435.811.679.375     445.684.367.975     455.099.953.174
               Selisih                            3.448.016.529       3.776.459.660       4.074.581.170       4.220.236.796       4.313.835.489
               Selisih (%)                                0,86%               0,91%               0,94%               0,96%               0,96%

                TOTAL EKUITAS
               Sebelum Transaksi                614.439.980.252     677.692.931.074     749.571.401.331     825.946.074.805     906.948.529.954
               Setelah Transaksi                652.005.140.530     717.759.090.944     794.172.542.182     875.984.236.313     961.677.643.089
               Selisih                           37.565.160.278      40.066.159.870      44.601.140.852      50.038.161.508      54.729.113.135
               Selisih (%)                                6,11%               5,91%               5,95%               6,06%               6,03%

                TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
               Sebelum Transaksi               1.015.206.620.811   1.091.487.492.740   1.181.308.499.536   1.267.410.205.985   1.357.734.647.639
               Setelah Transaksi               1.056.219.797.618   1.135.330.112.271   1.229.984.221.557   1.321.668.604.288   1.416.777.596.263
               Selisih                            41.013.176.807      43.842.619.530      48.675.722.021      54.258.398.303      59.042.948.624
               Selisih (%)                                 4,04%               4,02%               4,12%               4,28%               4,35%

                            Laba Rugi              2026                2027                2028                2029                2030
                Pendapatan
               Sebelum Transaksi               2.158.234.600.557   2.318.234.600.557   2.518.234.600.557   2.618.234.600.557   2.720.234.600.557
               Setelah Transaksi               2.182.365.502.018   2.347.974.044.474   2.553.064.810.528   2.655.552.047.079   2.759.150.351.920
               Selisih                            24.130.901.461      29.739.443.917      34.830.209.971      37.317.446.522      38.915.751.363
               Selisih (%)                                 1,12%               1,28%               1,38%               1,43%               1,43%

                Laba Kotor
               Sebelum Transaksi                197.827.472.112     208.425.291.674     221.147.786.715     228.815.130.090     236.702.986.050
               Setelah Transaksi                203.735.973.024     216.930.568.451     232.009.155.449     240.822.362.480     249.442.869.834
               Selisih                            5.908.500.912       8.505.276.776      10.861.368.734      12.007.232.390      12.739.883.784
               Selisih (%)                                2,99%               4,08%               4,91%               5,25%               5,38%

                Laba Usaha
               Sebelum Transaksi                114.250.821.547     122.895.230.216     133.571.699.377     139.136.996.093     144.865.157.592
               Setelah Transaksi                151.815.981.825     125.396.229.808     138.106.680.358     144.601.074.896     150.879.198.139
               Selisih                           37.565.160.278       2.500.999.592       4.534.980.981       5.464.078.803       6.014.040.547
               Selisih (%)                               32,88%               2,04%               3,40%               3,93%               4,15%

                Laba Sebelum Pajak
               Sebelum Transaksi                113.369.490.109     122.013.898.777     132.690.367.938     138.255.664.654     143.983.826.153
               Setelah Transaksi                150.934.650.386     124.514.898.369     137.225.348.919     143.719.743.458     149.997.866.700
               Selisih                           37.565.160.278       2.500.999.592       4.534.980.981       5.464.078.803       6.014.040.547
               Selisih (%)                               33,14%               2,05%               3,42%               3,95%               4,18%

                Laba Tahun Berjalan
               Sebelum Transaksi                 91.591.211.059      98.575.028.822     107.200.548.257     111.696.751.474     116.324.533.149
               Setelah Transaksi                129.156.371.337     101.076.028.414     111.735.529.238     117.160.830.277     122.338.573.696
               Selisih                           37.565.160.278       2.500.999.592       4.534.980.981       5.464.078.803       6.014.040.547
               Selisih (%)                               41,01%               2,54%               4,23%               4,89%               5,17%




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                                                           71
                                                                                                                                          71
Page 73
              Akuisisi ini memberikan dampak pertumbuhan yang instan pada sisi top-line perusahaan, di mana
              Pendapatan setelah Rencana Transaksi diproyeksikan meningkat secara konsisten sebesar
              1,12% hingga 1,43% per tahun. Hal yang menarik terlihat pada pertumbuhan Laba Kotor yang
              jauh lebih tinggi secara persentase dibandingkan pertumbuhan pendapatan, yakni meningkat dari
              2,99% pada tahun 2026 menjadi 5,38% pada tahun 2030. Fenomena ini mengindikasikan bahwa
              aset hotel yang diakuisisi memiliki margin keuntungan yang lebih baik atau efisiensi biaya
              operasional yang lebih tinggi.

              Lonjakan paling signifikan terjadi pada Laba Tahun Berjalan di tahun pertama pasca-Rencana
              Transaksi (2026), yang melompat sebesar 41,01% atau senilai Rp37,56 miliar dibandingkan
              skenario sebelum Rencana Transaksi. Kenaikan drastis di tahun pertama ini selaras dengan
              pengakuan pendapatan dari keuntungan pembelian diskon (bargain purchase atau goodwill
              negatif). Setelah lonjakan awal tersebut, pertumbuhan laba tahun berjalan menstabilkan diri pada
              kisaran 2,54% hingga 5,17% di tahun-tahun berikutnya, yang mencerminkan kontribusi organik
              dari operasional hotel tersebut.

              Peningkatan profitabilitas ini secara langsung memperkuat struktur modal perusahaan yang
              terlihat pada tabel Total Ekuitas. Ekuitas setelah Rencana Transaksi secara konsisten berada di
              atas nilai dasar (base case), dengan selisih yang terus melebar dari Rp37,56 miliar pada 2026
              menjadi Rp54,72 miliar pada 2030. Pertumbuhan ekuitas yang stabil ini menunjukkan bahwa laba
              yang dihasilkan dari akuisisi PT MPP berhasil diakumulasikan kembali ke dalam perusahaan,
              sehingga memperkuat bantalan modal grup setiap tahunnya.

              Di sisi aset, strategi akuisisi ini berhasil meningkatkan skala bisnis perusahaan secara
              keseluruhan. Total Aset setelah Rencana Transaksi diproyeksikan tumbuh dengan selisih positif
              yang stabil di kisaran 4%, mencapai nilai Rp1,41 triliun pada tahun 2030. Yang perlu dicatat adalah
              pertumbuhan aset ini tidak dibarengi dengan kenaikan liabilitas yang signifikan, di mana Total
              Liabilitas hanya naik tipis di bawah 1%. Hal ini membuktikan bahwa penambahan aset produktif
              dilakukan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan atau meningkatkan risiko hutang perusahaan
              secara berlebihan.

              a)    Biaya atau pendapatan yang relevan;
                    Dalam Rencana Transaksi akuisisi ini, pendapatan yang paling relevan muncul dari
                    pengakuan keuntungan nontunai yang signifikan pada saat konsolidasi laporan keuangan.
                    Terdapat pengakuan "Pendapatan Lain-lain" sebesar Rp37.320.025.465 yang berasal dari
                    nilai goodwill negatif. Pendapatan ini timbul karena harga akuisisi saham PT MPP sebesar
                    Rp112,5 miliar jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai wajar aset neto yang diperoleh,
                    yang mencakup aset gedung Hotel dan properti investasi tanah dengan total nilai pasar
                    mencapai Rp148.395.000.000.
                    Dari sisi biaya, terdapat pengalokasian sumber daya kas yang relevan sebesar
                    Rp65.500.000.000 dan penyelesaian piutang lain-lain senilai Rp47.000.000.000 untuk
                    mendanai investasi tersebut. Pengeluaran ini menyebabkan penurunan pada aset lancar
                    sebesar 11,44% atau sekitar Rp102,3 miliar pada proyeksi tahun 2026. Meskipun terdapat
                    pengurangan pada pos kas, biaya ini bersifat strategis karena mengonversi aset lancar yang
                    bersifat pasif menjadi aset tetap produktif yang menghasilkan pendapatan operasional
                    berkelanjutan.


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                            72
                                                                                                            72
Page 74
                    Dampak dari pendapatan relevan ini terlihat sangat jelas pada performa laba rugi
                    konsolidasian. Pada tahun 2026, Laba Tahun Berjalan melonjak sebesar 41,01%
                    dibandingkan skenario tanpa Rencana Transaksi, yang merupakan kontribusi langsung dari
                    pengakuan keuntungan akuisisi tersebut. Selain itu, pendapatan operasional dari aset hotel
                    yang baru diakuisisi diproyeksikan memberikan tambahan pendapatan sebesar
                    Rp24.130.901.461 di tahun pertama, dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat
                    hingga mencapai Rp38.915.751.363 pada tahun 2030.
                    Secara keseluruhan, biaya investasi yang dikeluarkan oleh Perseroan menghasilkan
                    struktur pendapatan yang lebih kuat bagi perseroan. Keuntungan dari selisih nilai wajar aset
                    bukan hanya mempertebal laba bersih secara instan di tahun pertama, tetapi juga
                    meningkatkan basis Laba Kotor perusahaan dengan pertumbuhan tahunan antara 2,99%
                    hingga 5,38% hingga tahun 2030. Hal ini menunjukkan bahwa biaya akuisisi tersebut sangat
                    relevan dalam menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat posisi modal perseroan
                    melalui akumulasi saldo laba di masa depan.

                b) Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan Dalam Menentukan Rencana Dan
                   Nilai Rencana Transaksi Dengan Memperhatikan Alternatif Lain;

                    Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses pengambilan
                    keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui prosedur internal yaitu
                    ditetapkan dan disetujui oleh manajemen Perseroan.

              c)    Hal Material lainnya yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai Bisnis dalam
                    memberikan opini kewajaran Rencana Transaksi;

                    Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari Rencana Transaksi tidak
                    ada. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa Rencana
                    Transaksi adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.

4.2      Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

         a) Perbandingan antara Nilai Rencana Transaksi dengan penilaian atas Rencana Transaksi yang
            akan dilakukan;

              Berdasarkan Laporan Penilaian Bisnis yang diterbitkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
              Sugianto Prasodjo Dan Rekan dengan Nomor: 00154/2.0131-09/BS/10/0643/1/V/2026 tanggal
              13 Mei 2026, Nilai Pasar dari objek Rencana Transaksi adalah senilai Rp117.521.392.000 dengan
              menggunakan Pendekatan Pendapatan dengan Metode Arus Kas Terdiskonto dan Pendekatan
              Biaya dengan Metode Adjusted Book Value. Rincian nilai sebagai berikut :

               No. Pendekatan yang Dilakukan           Indikasi Nilai       Bobot      Indikasi Nilai Ekuitas
                1 Pendekatan Pendapatan                125.952.974.526         60%            75.571.784.715
                2 Pendekatan Biaya                     104.874.017.826         40%            41.949.607.130

                     Indikasi Nilai 100% Ekuitas                                              117.521.391.846
                     Pembulatan dalam Rupiah                                                  117.521.392.000

              Berdasarkan informasi Nilai Transaksi dari objek Rencana Transaksi adalah sebesar
              Rp112.500.000.000.

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                           73
                                                                                                           73
Page 75
         b) Analisis untuk memastikan bahwa Nilai Transaksi memberikan nilai tambah dari Rencana
            Transaksi yang akan dilakukan;

              Berdasarkan analisis inkremental yang telah dilakukan, Rencana Transaksi akan memperkuat lini
              “Travel & Hospitality” dan untuk melakukan integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya
              Perusahaan untuk memperluas bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata serta mendukung
              bisnis utama Perusahaan dalam bidang agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan
              korporat, selain itu rasio-rasio keuangan Perseroan juga mengalami peningkatan akibat dari
              terjadinya Rencana Transaksi ini.

         c) Analisis kewajaran nilai Rencana Transaksi dilakukan untuk meyakini bahwa Nilai Transaksi
            berada dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian

              Berdasarkan peraturan No.35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan
              Penilaian Bisnis Di Pasar Modal, suatu Rencana Transaksi dikategorikan wajar apabila Rencana
              Transaksi tersebut berada pada kisaran batas atas dan batas bawah sebesar 7,5% dari Nilai
              Pasar. Perbandingan nilai Rencana Transaksi dengan batas atas dan batas bawah disajikan
              sebagai berikut:

                                        Keterangan                              Nilai Pasar (Rp)
                     Nilai Pasar                                                         117.521.392.000
                     Batas Atas Nilai Pasar                                              126.335.496.400
                     Batas Bawah Nilai Pasar                                             108.707.287.600
                     Nilai Transaksi                                                     112.500.000.000

              Berdasarkan analisis batas wajar atas dan bawah Nilai Rencana Transaksi penjualan ini
              dimana batas atas 7,5% adalah Rp126.335.496.400 sedangkan batas bawah 7,5% adalah
              Rp108.707.287.600 sedangkan Nilai Rencana Transaksi adalah Rp112.500.000.000, dapat
              disimpulkan Rencana Transaksi tersebut masih berada pada batas wajar.
              Dengan mempertimbangkan batas atas dan batas bawah pada tabel di atas, maka nilai dari
              Rencana Transaksi tersebut adalah wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                      74
                                                                                                      74
Page 76
4.3      Kesimpulan
         Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi ini
         adalah Perseroan dan Penjual. Rencana Transaksi ini bukan merupakan Transaksi yang
         mengandung unsur Transaksi Afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa
         Keuangan No. 42/POJK.04/2020, karena Perseroan dan Penjual tidak memiliki beberapa
         pengurus atau pemegang saham yang sama. Rencana Transaksi yang akan dilakukan bukan
         merupakan transaksi benturan kepentingan karena memberikan solusi kelangsungan usaha bagi
         Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan
         menguntungkan Perseroan.

         Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp112.500.000.000 sedangkan jumlah ekuitas
         Perseroan berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 adalah sebesar
         Rp558.170.847.193 dengan demikian Rencana Transaksi tersebut merupakan Transaksi Material
         sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020, karena
         nilai Rencana Transaksi lebih dari 20% ekuitas Perseroan.

         Berdasarkan analisis batas wajar atas dan bawah Nilai Rencana Transaksi ini dimana batas atas
         adalah Rp157.380.000.000 sedangkan batas bawah adalah Rp Rp135.420.000.000 sedangkan
         Nilai Rencana Transaksi adalah Rp152.400.000.000, dapat disimpulkan bahwa Rencana
         Transaksi tersebut masih berada pada batas wajar.

         Dengan demikian, hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang
         terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif, kuantitatif, dan kelayakan dari
         Rencana Transaksi yang dilakukan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang
         dilakukan oleh Perseroan adalah Wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk                                                     75
                                                                                                      75

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.31 MB
Published23 Jun 2026
Pages76
Characters341,613
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Mandala Prima Perkasa p.1 ×41
linked org Bayu Buana Tbk · Nama Perusahaan p.1 ×273
linked person Amir Abadi Jusuf p.3 ×6
linked — Graha Sentosa p.7 ×3
linked — Union Bancaire p.7 ×3
linked org Bank of Singapore Limited p.7 ×3
linked person Thio Gwan Po Micky p.36 ×2
linked person Bostomi Suharman p.36 ×2
linked person Pranowo Gumulia · Komisaris Independen p.36 ×2
linked person Agustinus Kasjaya Pake p.36 ×2
linked person Kusuwandi Tamin p.36 ×2
linked person Hardy Karuniawan p.36 ×2
linked person Tjhin Leeris Harni p.38
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×15
possible org Bank Julius Baer p.7 ×3
possible person Dr. Irawan Soerodjo p.37 ×2
unresolved org PT Mandala Prima Perkasa Oleh p.1
unresolved person Ir. H. Juanda III p.2 ×6
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×4
unresolved org Bapepam-LK p.2 ×8
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2 ×4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo p.2 ×4
unresolved org Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2 ×2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.2 ×5
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2 ×3
unresolved org KJPP SPR p.2 ×4
unresolved org PT Mandala Prima Perkasa. Rangkaian Kegiatan Rencana Transaksi p.2
unresolved org PT Mandala Prima Perkasa. Pertimbangan Bisnis p.3
unresolved — Eishennoraz · Akuntan Publik p.3 ×5
unresolved org Mawar dan Rekan p.3 ×6
unresolved org PT Bayu Buana Travel Service Ltd. Anggaran Dasar p.6 ×3
unresolved person Mala Mukti · Notaris p.6 ×8
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.6 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.6 ×3
unresolved org PT Graha Sentosa Persada p.7 ×5
unresolved org Co Ltd p.7 ×3
unresolved org Singapore Limited p.7 ×3
unresolved org Pusat Statistik p.9 ×5
unresolved org PT MPP p.17 ×14
unresolved org KJPP SUGIANTO PRASODJO & REKAN p.23
unresolved person Consultants Ginanjar Rizki Tarekat p.23
unresolved person Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert) · Partner p.23 ×4
unresolved person Fikri Mauriza Hazmi p.25 ×2
unresolved person Ridho Mohammad p.25 ×2
unresolved — RMK-2020.03233 p.29
unresolved org PT Mandala Prima Perkasa. Alasan p.30
unresolved — Donny Iskandar Maramis · Akuntan Publik p.33
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C- p.37
unresolved person Yuli Kristi p.37 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU- p.37
unresolved org PT Triputra Milenia Perkasa p.38
unresolved org PT Trisurya Inti Pratama p.38
unresolved person Suryadi Danajaya p.38
unresolved org Bank Indonesia p.47 ×8
unresolved org Pusat Statistik Indonesia p.49

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 20810 ms 12 Sep 2026 22:05
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result