Back to announcement
20260529_BAYU_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_32095604_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review BAYUSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 76
Page 1
PENDAPAT KEWAJARAN
atas
Transaksi Material Rencana Pembelian Saham
100% PT Mandala Prima Perkasa
Oleh
PT Bayu Buana Tbk
Jalan lr H Juanda lll, 2A
Kebon Kelapa, Gambir, Jakafta Pusat
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 0
0
Page 2
13 Mei 2026
Yth.
PT Bayu Buana Tbk
Jalan Ir. H. Juanda III No. 2
Jakarta Pusat 10210
File No. : 00155/2.0131-09/BS-FO/10/0643/1/V/2026
Hal : Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Material Rencana Pembelian Saham 100%
PT Mandala Prima Perkasa
Dengan hormat.
Penilai Publik yang bertanggung jawab sekaligus yang bertanda tangan di dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini adalah Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.), merupakan Penilai Publik
Properti & Bisnis dengan Nomor Izin Penilai Publik Properti No. P-1.18.00532 berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember 2018 dan Nomor Izin Penilai Publik Bisnis
No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 214/KM.1/2023 Tanggal
17 Desember 2018. Penilai Publik juga telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas
Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
No. STTD.PPB-47/PM.02/2023 Tanggal 17 Juli 2023.
Penilai Publik bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan yang
beralamat di 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar
Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan memiliki Izin
Usaha resmi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0131 berdasarkan Kepmenkeu
No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto
Prasodjo dan Rekan adalah perusahaan penilai independen yang terdaftar di Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI) dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) berdasarkan Surat Tanda
Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No: 00033/2.0131-09/BB/KJPPSPR/APP-BS/l/2026
tertanggal 17 Oktober 2025 Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan (selanjutnya
disebut “KJPP SPR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Bayu Buana Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan aksi korporasi yang
dilakukan oleh Perseroan dalam Rencana Transaksi jual beli 100% saham PT Mandala Prima Perkasa.
Rangkaian Kegiatan Rencana Transaksi Jual Beli yang dilakukan oleh Perseroan selanjutnya disebut
“Rencana Transaksi”.
Latar Belakang Rencana Transaksi
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ini dilakukan bahwa Perseroan dikenal secara luas sebagai agen
perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat. Akuisisi saham tersebut merupakan langkah
strategis untuk memperkuat lini “Travel & Hospitality” dan untuk melakukan integrasi bisnis secara vertikal
sebagai upaya Perusahaan untuk memperluas bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata serta mendukung
bisnis utama Perusahaan dalam bidang agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 1
1
Page 3
Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang melakukan transaksi dalam Rencana Transaksi ini adalah PT Mandala Prima Perkasa
sebagai penjual dan PT Bayu Buana Tbk sebagai pembeli.
Objek Rencana Transaksi
Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah akuisisi saham 100% PT Mandala Prima Perkasa.
Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi
Bahwa Perusahaan dikenal secara luas sebagai agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan
korporat. Akuisisi saham tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat lini “Travel & Hospitality”
dan untuk melakukan integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya Perusahaan untuk memperluas
bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata serta mendukung bisnis utama Perusahaan dalam bidang agen
perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat.
Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan penugasan adalah memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dengan
tujuan memenuhi POJK No.17/POJK.04/2020 sesuai dengan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020.
Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date)
Pendapat kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan Laporan Keuangan yang
digunakan dalam analisis adalah Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik
(KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Pendapat kewajaran ini berdasarkan dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Bahwa kami tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek yang dianalisis dan hasil dari
pendapat kewajaran yang dilakukan;
• Bahwa dalam pendapat kewajaran ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas objek yang
dianalisis sebagaimana ditunjukkan dalam laporan keuangan yang diberikan dan dokumen – dokumen
pendukung lain yang terbatas;
• Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran dalam
mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penentu suatu
keputusan yang berakibat hukum, karena laporan ini semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu
dan kemampuan yang kami miliki;
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan
Pendapat Kewajaran.
• Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
• Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
• Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kewajaran proyeksi
keuangan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 2
2
Page 4
• Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
• Kami bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat Kewajaran;
Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Sehubungan dengan Peraturan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha Utama, dan Peraturan POJK No. 35/POJK.04/2020, tertanggal 2 Juli 2020, tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, maka dalam penugasan laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi yang mencakup hal sebagai
berikut:
1. Melakukan analisis Rencana Transaksi Perseroan.
2. Melakukan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi Perseroan.
3. Melakukan analisis kuantitatif dari Rencana Transaksi Perseroan.
4. Melakukan analisis kewajaran dari Rencana Transaksi Perseroan.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran
1. Analisis Rencana Transaksi
Pihak – Pihak yang Melakukan Transaksi
a. Pihak - pihak yang melakukan Transaksi
Sebagaimana tergambar pada deskripsi di atas bahwa pihak-pihak yang melakukan Transaksi
dalam Rencana Transaksi ini adalah PT Bayu Buana Tbk sebagai pembeli dan PT Mandala
Prima Perkasa sebagai penjual.
b. Hubungan dari segi kepemilikan saham
Berdasarkan struktur kepemilikan saham dari pihak-pihak yang akan melakukan Rencana
Transaksi yaitu antara penjual dan pembeli, tidak ada keterkaitan dari segi kepemilikan saham
di antara pihak-pihak tersebut.
c. Hubungan dari segi kepengurusan
Berdasarkan struktur kepemilikan saham dari pihak-pihak yang akan melakukan Rencana
Transaksi yaitu antara penjual dan pembeli, tidak ada keterkaitan dari segi kepengurusan di
antara pihak-pihak tersebut.
Ditinjau dari hubungan dari segi kepemilikan saham dan segi kepengurusan, berdasarkan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 Transaksi ini bukan termasuk kepada
Transaksi afiliasi.
Rencana Transaksi ini juga tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud
dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 3
3
Page 5
Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi
Berkenaan dengan Rencana Transaksi yang dimaksud, hingga saat ini belum terdapat
perjanjian definitif maupun kesepakatan tertulis yang bersifat mengikat secara hukum antara
PT Bayu Buana Tbk selaku pihak Pembeli dan PT Mandala Prima Perkasa selaku pihak
Penjual.
Penilaian Atas Resiko Dan Manfaat Dari Rencana Transaksi Yang Akan Dilakukan
Rencana Transaksi ini dilakukan dengan mempertimbangkan potensi sinergi strategis yang
dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, berikut
adalah penilaian atas risiko dan manfaat utama yang diharapkan muncul dari pelaksanaan
Rencana Transaksi tersebut:
Manfaat jika Rencana Transaksi dilakukan :
• Sinergi Operasional Dan Integrasi Vertikal
Perusahaan dapat mengamankan pasokan kamar hotel terutama di musim
puncak/liburan, melakukan efisiensi biaya dengan menghilangkan komisi yang
biasanya dibayarkan kepada pihak ketiga, dan dapat menawarkan paket perjalanan
yang lebih terintegrasi (tiket, akomodasi, tur) dengan harga lebih kompetitif.
• Peningkatan Margin Keuntungan
Dengan akuisisi saham tersebut, Perusahaan dapat menikmati seluruh pendapatan
operasional hotel (pendapatan kamar, F&B, dan layanan lainnya), serta juga dapat
memotong/mengeliminasi komisi yang biasanya dibayarkan kepada agen atau
platform online, sehingga dapat meningkatkan margin laba secara keseluruhan yang
lebih tinggi dari penjualan paket perjalanan.
• Diversifikasi Pendapatan Dan Stabilitas Bisnis
Perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari tiket dan paket
tur yang bersifat musiman. Dalam jangka panjang, integrasi pasca-akuisisi yang efektif
dapat menghasilkan efisiensi operasional dan profitabilitas berkelanjutan bagi
Perusahaan.
• Peningkatan Daya Saing di Segmen MICE
Perusahaan dapat menjamin ketersediaan venue untuk event korporat, menawarkan
solusi “one-stop solution” yang lebih menarik bagi klien korporat dan dapat
memperkuat posisi Perusahaan di pasar dengan lebih kompetitif.
Risiko jika Rencana Transaksi dilakukan :
• Resiko Keuangan
Bahwa akuisisi saham tersebut membutuhkan biaya due diligence (studi kelayakan,
opini kewajaran dan pemeriksaan hukum) yang tidak sedikit, membutuhkan dana
akuisisi yang cukup besar, serta potensi nilai jual kembali yang lebih rendah jika
integrasi bisnis tidak berjalan sesuai rencana.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 4
4
Page 6
• Resiko Operasional Dan Integrasi
Dalam proses penggabungan dua bisnis yang berbeda terdapat tantangan operasional
dalam hal perbedaan sistem dan prosedur operasional antara agen perjalanan wisata
dan hotel.
• Resiko Integrasi Sistem Teknologi
Antara agen perjalanan wisata dan hotel menggunakan sistem teknologi yang berbeda,
sehingga dapat menyebabkan overbooking akibat tidak sinkronnya sistem
pemesanan, ketidakkonsistenan harga antar saluran distribusi yang dapat merusak
kepercayaan pelanggan, beban kerja manual yang tinggi akibat proses yang belum
terintegrasi secara otomatis.
• Resiko Makroekonomi Dan Industri
Terdapat risiko dari faktor eksternal yaitu fluktuasi permintaan akibat kondisi ekonomi
makro, dampak pandemi/bencana alam/isu keamanan terhadap sektor pariwisata,
serta perubahan perilaku konsumen dan tren perjalanan pasca-pandemi.
2. Analisis Kualitatif Atas Rencana Transaksi
Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 22 tanggal 07 Oktober 1972 yang dibuat
di hadapan Notaris Didi Sudjadi S.H. di Jakarta yang pada saat pendiriannya Perseroan
bernama PT Bayu Buana Travel Service Ltd.
Anggaran Dasar Perseroran telah mengalami beberapa kali perubahan, Perubahan Anggaran
Dasar Perseroan terakhir adalah berdasarkan Akta Nomor 82 tanggal 25 Juni 2021, dibuat di
hadapan Mala Mukti, S.H., L.LM, Notaris di Jakarta, yang telah disampaikan kepada dan
diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana
ternyata dalam surat No. AHU-AH. 01.03-0429991 tanggal 21 Juli 2021.
Akta perubahan terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham yang dibuat di hadapan Notaris Mala Mukti, S.H., LL.M. No. 25 tanggal 16 Mei 2025.
Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0295891
tanggal 10 Juni 2025.
Perseroan berdomisili di Indonesia dengan kantor berkedudukan di Jalan Ir. H. Juanda III No.
2 Jakarta Pusat 10210.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 5
5
Page 7
Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan sebagai berikut:
Modal Dasar Rp 480.000.000.000 (Empat Dengan jumlah lembar saham
Ratus Delapan Puluh Miliar sebanyak 960.000.000 (Sembilan
Rupiah) Ratus Enam Puluh Juta) lembar
saham dengan Nilai Nominal
sebesar Rp500 (Lima Ratus
Rupiah)
Modal Ditempatkan Rp 176.610.390.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
Tujuh Puluh Enam Miliar Enam sebanyak 353.220.780 (Tiga
Ratus Sepuluh Juta Tiga Ratus Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua
Sembilan Puluh Ribu Rupiah) Ratus Dua Puluh Ribu Tujuh
Ratus Delapan Puluh) Lembar
Saham
Modal Disetor Rp 176.610.390.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
Tujuh Puluh Enam Miliar Enam sebanyak 353.220.780 (Tiga
Ratus Sepuluh Juta Tiga Ratus Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua
Sembilan Puluh Ribu Rupiah) Ratus Dua Puluh Ribu Tujuh
Ratus Delapan Puluh) Lembar
Saham
Perusahaan memiliki saham dengan total sebesar 353.220.780 lembar saham dengan nilai nominal
Rp 500 per saham. Komposisi pemegang saham Perseroan pada tanggal Cut Off 31 Desember
2025 sebagai berikut :
Pemegang Saham Jumlah Saham Nominal Presentase
(Rp) (%)
PT Graha Sentosa Persada 99.170.686 49.585.343.000 28,08%
Union Bancaire Privee, UBP SA
35.551.851 17.775.925.500 10,07%
Singapore Branch
Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore 27.914.815 13.957.407.500 7,90%
Bank of Singapore Limited 23.447.900 11.723.950.000 6,64%
Masyarakat (Kepemilikan kurang dari 5%) 167.135.528 83.567.764.000 47,31%
Jumlah/ Total 353.220.780 176.610.390.000 100%
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah
menjalankan usaha dalam bidang jasa biro perjalanan wisata dan agen perjalanan wisata.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan
usaha sebagai berikut:
• Perencanaan dan pengemasan komponen-komponen perjalanan wisata, yang meliputi
sarana wisata, obyek dan daya tarik wisata dan jasa pariwisata lainnya terutama yang
terdapat di wilayah Indonesia, dalam bentuk paket wisata;
• Penyelenggaraan dan penjualan paket wisata melalui agen perjalanan dan/atau langsung
kepada wisatawan atau konsumen;
• Penyediaan layanan pramuwisata yang berhubungan dengan paket wisata yang dijual
• Penyediaan layanan angkutan wisata;
• Pemesanan akomodasi, restoran, tempat konvensi dan tiket pertunjukan seni budaya serta
kunjungan ke obyek dan daya tarik wisata;
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 6
6
Page 8
• Pengurusan dokumen perjalanan berupa paspor dan visa atau dokumen lain yang
dipersamakan;
• Penyelenggaraan perjalanan ibadah agama;
• Penyelenggaraan perjalanan insentif.
Analisis Industri dan Lingkungan
Kondisi Perekonomian Indonesia
Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada
hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar
0,66 persen. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 9,93 persen;
diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,10 persen; serta Transportasi dan Pergudangan sebesar
8,78 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan; serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia masing-
masing tumbuh sebesar 5,30 persen dan 5,49 persen.
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan Usaha
Industri Pengolahan sebesar 19,07 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,17 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar
13,10 persen; Konstruksi sebesar 9,83 persen; serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,75
persen. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,92
persen.
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 dibanding triwulan III-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 0,86
persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 13,59 persen; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar
7,48 persen. Sementara itu, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Pengadaan Air,
Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 18,33
persen dan 1,30 persen.
Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada
seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan
Jasa sebesar 7,03 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT) sebesar
5,13 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,09 persen; Komponen
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,98 persen; dan Komponen Pengeluaran
Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 2,50 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) tumbuh sebesar 4,77 persen.
Pada tahun 2025, Pulau Jawa masih menunjukkan peranan yang kuat dalam perekonomian
Indonesia, dengan kontribusi sebesar 56,93 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh Pulau
Sumatera (22,22 persen), Kalimantan (8,12 persen), Sulawesi (7,22 persen), Bali dan Nusa
Tenggara (2,82 persen), serta Maluku dan Papua (2,69 persen).
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 7
7
Page 9
Ekonomi Indonesia secara spasial selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan di seluruh
kelompok provinsi. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan (c-to-c) tertinggi
sebesar 6,23 persen, diikuti oleh Pulau Jawa (5,30 persen), Pulau Bali dan Nusa Tenggara (4,87
persen), Pulau Sumatera (4,81 persen), dan Pulau Kalimantan (4,79 persen). Sementara itu,
kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,44
persen.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Perkembangan Industri
Industri pariwisata Indonesia pada tahun 2026 telah sepenuhnya memasuki fase transformasi
menuju pariwisata berkualitas (quality tourism) yang berfokus pada nilai ekonomi tinggi dan
keberlanjutan. Pergeseran paradigma ini tidak lagi hanya mengejar kuantitas kunjungan wisatawan,
melainkan menekankan pada peningkatan rata-rata pengeluaran serta durasi tinggal wisatawan di
berbagai destinasi unggulan. Pemerintah melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026
menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara pada kisaran 16,0 hingga 17,6 juta,
didukung oleh stabilitas ekonomi nasional dan peningkatan daya tarik destinasi di luar Bali.
Secara makro, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional
menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, diproyeksikan mencapai angka 4,6% hingga 4,7%.
Pertumbuhan ini dipicu oleh pulihnya konektivitas udara internasional dan domestik yang semakin
kompetitif, serta keberhasilan pengembangan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
Sinergi antar-lembaga dalam memperbaiki infrastruktur dasar dan aksesibilitas telah menciptakan
iklim investasi yang lebih positif di sektor akomodasi, transportasi, dan layanan agen perjalanan di
seluruh wilayah Indonesia.
Dari sisi segmentasi pasar, pariwisata Indonesia pada 2026 didominasi oleh fenomena
"Personalized, Customized, Localized, and Smaller in Size" (PCLS). Wisatawan masa kini
cenderung memilih pengalaman perjalanan yang lebih personal dan bersifat mikro, seperti desa
wisata atau tur bertema minat khusus. Hal ini menyebabkan para pelaku usaha di bidang agen
perjalanan harus mampu menyediakan paket yang lebih fleksibel dan terkurasi secara unik. Selain
itu, segmen MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) tetap menjadi kontributor
pendapatan yang signifikan bagi perusahaan jasa perjalanan seiring dengan pulihnya aktivitas
korporasi dan kegiatan internasional di Indonesia.
Digitalisasi tetap menjadi faktor penggerak utama dalam efisiensi operasional dan penetrasi pasar
industri pariwisata. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk personalisasi layanan
pelanggan serta integrasi sistem pembayaran digital lintas negara telah memudahkan interaksi
wisatawan mancanegara di pasar domestik. Transformasi digital ini menuntut pelaku industri
konvensional untuk beradaptasi cepat dengan ekosistem digital guna menghadapi persaingan dari
platform Online Travel Agent (OTA) global, sekaligus sebagai upaya untuk menekan biaya
operasional di tengah dinamika inflasi sektor jasa.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 8
8
Page 10
Aspek pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) kini bukan lagi sekadar tren, melainkan
kebutuhan regulasi dan permintaan pasar global. Wisatawan internasional semakin memprioritaskan
destinasi yang menerapkan standar pengelolaan lingkungan dan sosial yang bertanggung jawab.
Hal ini mendorong pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat sertifikasi ramah lingkungan
pada fasilitas perhotelan dan paket perjalanan. Keberhasilan adaptasi terhadap standar hijau ini
menjadi parameter penting dalam menilai keberlanjutan bisnis dan nilai strategis jangka panjang
bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata.
Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
Bahwa berdasarkan laporan keuangan hingga Desember 2025, Perusahaan mencatatkan
pendapatan sebesar Rp2,50 Triliun, bila dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp2,58
Triliun, mengalami penurunan Rp80 Milyar. Margin Laba kotor tahun 2025 tercatat sebesar
8,74%, meningkat sebesar 0,86% dari tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat sebesar
Rp105,46 Milyar meningkat sebesar Rp3,35 Milyar dari tahun 2024. Manajemen Perusahaan
telah menargetkan pendapatan sebesar Rp. 2,59 Triliun pada tahun 2026.
Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi
Alasan Rencana Transaksi ini dilakukan dalam rangka bahwa Perseroan dikenal secara luas
sebagai agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat. Akuisisi saham tersebut
merupakan langkah strategis untuk memperkuat lini “Travel & Hospitality” dan untuk melakukan
integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya Perusahaan untuk memperluas bisnis/diversifikasi
usaha di bidang pariwisata serta mendukung bisnis utama Perusahaan dalam bidang agen
perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat.
Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Rencana Transaksi Yang Akan
Dilakukan
Keuntungan apabila Perseroan melakukan akuisisi saham PT Mandala Prima Perkasa:
• Mengamankan margin dan mengatasi ketergantungan
Pada saat ini, Perusahaan mengandalkan economies of scale untuk mendapatkan harga
kompetitif dari prinsipal (hotel/maskapai penerbangan). Dengan memiliki hotel, Perusahaan
dapat menghilangkan ketergantungan pada pihak ketiga, menyerap margin yang sebelumnya
menjadi komisi dan dapat mengamankan stok kamar di musim puncak tanpa fluktuasi harga.
• Diferensiasi di tengah rendahnya biaya peralihan
Industri agen perjalanan pariwisata memiliki switching cost yang sangat rendah, sehingga
konsumen dengan mudah dapat berpindah demi harga termurah. Akuisisi tersebut
menciptakan diferensiasi produk. Perusahaan dapat menawarkan paket eksklusif dan
pengalaman yang terintegrasi yang tidak bisa ditiru pesaing yang hanya menjadi reseller,
serta membangun loyalitas pelanggan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 9
9
Page 11
• Mengubah ancaman menjadi peluang
Manajemen Perusahaan telah menyoroti tantangan besar berupa prinsipal yang kini menjual
langsung ke konsumen, sehingga mengancam peran agen. Dengan memiliki aset hotel, maka
Perusahaan tidak lagi sekedar terancam oleh strategi ini, tetapi justru ikut menjadi pemain di
sisi prinsipal.
• Diversifikasi pendapatan dan stabilitas
Pada saat ini pendapatan agen perjalanan wisata sangat fluktuatif. Dengan memiliki hotel,
maka dapat memberikan pendapatan berulang (recurring income) bagi Perusahaan dari
operasional harian aset (kamar, restoran) yang lebih stabil, sekaligus potensi apresiasi nilai
aset jangka panjang, serta dapat menyeimbangkan volatilitas pendapatan dari tiket dan paket
tur.
Kerugian apabila Perusahaan tidak melakukan akuisisi saham PT Mandala Prima Perkasa:
• Margin tetap tertekan dan rentan
Tanpa kepemilikan aset Hotel, maka Perusahaan tetap menjadi agen/penjual tiket yang
marginnya terus tergerus/berkurang. Biaya operasional harus dijaga lebih rendah dari rata-
rata industri untuk Perusahaan dapat bersaing. Akan tetapi tanpa integrasi vertikal, efisiensi
saja memiliki batas dan tidak cukup untuk melawan tekanan harga.
• Kehilangan daya saing jangka Panjang
Perusahaan akan sulit membedakan diri di pasar terhadap para pesaingnya. Jika pesaing
mulai menguasai ekosistem terintegrasi (travel + hotel), Perusahaan berisiko kehilangan klien
korporat yang mencari solusi akan kebutuhannya secara lengkap dan efisien. Dalam hal ini
Perusahaan hanya akan dapat bersaing di area harga yang tipis marginnya.
• Terus dibayangi ancaman disintermediasi
Ancaman terbesar bagi Perusahaan adalah tren disintermediasi, artinya apabila
hotel/maskapai penerbangan terus agresif secara langsung menjual kepada konsumen,
maka peran Perusahaan perlahan akan semakin tergerus. Tanpa memilik aset, Perusahaan
akan berada dalam posisi defensif, dimana Perusahaan hanya dapat mengandalkan volume
penjualan besar untuk mempertahankan daya tawar, yang sangat rentan apabila klien besar
beralih untuk membeli secara langsung.
• Ketergantungan pada faktor eksternal yang tidak terkendali
Pada saat ini, strategi Perusahaan adalah fokus pada efisiensi internal. Namun, tanpa akuisisi
saham tersebut, maka Perusahaan tidak memiliki kendali atas pasokan (inventory) dan harga
jual produk inti (kamar hotel), sehingga kinerja keuangan tetap sangat bergantung pada
dinamika pasar eksternal yang tidak bisa dikendalikan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 10
10
Page 12
3. Analisis Kuantitatif Atas Rencana Transaksi
Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan Perusahaan
Necara Historis Perseroan
Aset terdiri dari Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar. Aset Lancar secara historis memiliki porsi
72,45% - 92,28% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD 12,65%. Aset Tidak Lancar
secara historis memiliki porsi 8,72% - 27,55% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD -
8,18%. Secara keseluruhan historis aset Perusahaan mengalami kenaikan rata-rata sebesar
7,05%.
Liabilitas terdiri dari Liabilitas Jangka Lancar dan Liabilitas Tidak Lancar. Liabilitas Jangka
Pendek secara historis memiliki porsi 35,18% - 46,28% dengan tren kenaikan historis rata-rata
YTD 11,04%. Liabilitas Jangka Panjang secara historis memiliki porsi 2,59% - 3,99% dengan
tren kenaikan historis rata-rata YTD 16,80%.
Ekuitas Perseroan secara historis memiliki porsi 50,79% - 62,05% dengan tren kenaikan historis
rata-rata YTD 5,54%. Secara keseluruhan historis liabilitas dan ekuitas Perusahaan mengalami
kenaikan sebesar 7,05%.
Laba Rugi Historis Perseroan
Pendapatan Perseroan dihasilkan dari pendapatan tiket (non-keagenan), tur, voucher hotel,
dokumen perjalanan, dan lain-lain. Secara historis, Perseroan mencatatkan pendapatan
dengan tren kenaikan historis rata-rata sebesar 75,53%. Beban Pokok Pendapatan Perseroan
sebesar 90,40% - 94,22% dari pendapatan dan secara tren kenaikan historis rata-rata YTD
78,49%. Laba Usaha / EBITDA Perseroan sebesar 0,24% - 5,27% dari pendapatan dan secara
tren mengalami kenaikan rata-rata sebesar 997,70%. Laba sebelum pajak / EBT Perseroan
sebesar 0,16% - 5,23% dari pendapatan dan secara tren mengalami kenaikan rata-rata
1421,63%. Laba bersih / EAT Perseroan sebesar 0,06% - 4,22% dari pendapatan dan secara
tren mengalami kenaikan rata-rata YTD 3507,68%.
Secara historis, Perseroan terlihat mengalami distorsi penurunan pendapatan yang sangat
signifikan pada tahun 2021 yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19 yang berimbas pada
sektor pariwisata di Indonesia. Namun, pada tahun 2022 mencerminkan bahwa Perseroan
mengalami perbaikan secara finansial setelah status pandemi dicabut.
Arus Kas Historis Perseroan
Arus kas Perusahaan dari aktivitas operasional berupa penerimaan dari pelanggan,
pembayaran pajak penghasilan, penerimaan restitusi pajak, dan pembayaran kepada karyawan
dan pemasok. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi berkisar antara (74,99
miliar) – 165 miliar dengan rata-rata sebesar 26,67 miliar.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 11
11
Page 13
Arus kas Perusahaan dari aktivitas investasi berupa penerimaan bunga, penambahan aset
keuangan lancar lainnya, hasil penjualan aset tetap, pembayaran uang muka pembelian aset
tetap, dan perolehan aset tetap. Arus kas bersih dari aktivitas investasi berkisar antara (42,78
miliar) – 12,76 miliar dengan rata-rata sebesar (4,19 miliar).
Arus kas Perusahaan dari aktivitas pendanaan berupa pembayaran liabilitas sewa dan
pembayaran dividen. Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan berkisar antara (35,32 miliar) –
(9,50 miliar) dengan rata-rata sebesar (19,77 miliar).
Saldo kas akhir tahun Perusahaan berkisar antara 457, 43 miliar – 673,81 miliar per tahun
dengan rata-rata sebesar 531,92 miliar.
Rasio Keuangan Historis Perseroan
Rasio lancar Perseroan berkisar antara 1,85 – 2,27 dengan rata-rata tahun historis sebesar
2,01. Sedangkan rasio cepat perusahaan sama dengan rasio lancar perusahaan dikarenakan
tidak adanya akun persediaan di dalam Perseroan.
Turn Over Piutang Perseroan berkisar antara 10,37 – 17,25 dengan rata-rata sebesar 12,53.
Turn Over Utang Usaha Perseroan berkisar antara 3,10 – 12,77 dengan rata-rata sebesar 9,08.
Perputaran aset tetap berkisar antara 10,00 - 46,37 dengan rata-rata sebesar 31,30. Perputaran
aset Perseroan berkisar antara 0,67 – 2,66 dengan rata-rata sebesar 2,13.
Debt Equity Ratio Perseroan berkisar antara 0,61 – 0,97 dengan rata-rata sebesar 0,83. Debt
to Asset Ratio Perseroan berkisar antara 0,38 – 0,49 dengan rata-rata sebesar 0,45.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba
neto dari ekuitas yang ditanamkan. Rata – rata Return on Equity pada tahun historis
Perusahaan sebesar 13,14%.
Analisis Laporan Keuangan Sebelum Rencana Transaksi Dan Proforma Laporan
Keuangan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan
Neraca Sebelum Rencana Transaksi dan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan
Pada sisi aset, Kas dan Setara Kas setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
penurunan dibandingkan dengan posisi sebelum Rencana Transaksi di seluruh periode
proyeksi, dengan selisih terdalam pada tahun 2026 sebesar 11,04% (Rp57,44 miliar).
Penurunan ini secara bertahap menipis hingga tahun 2030 menjadi selisih 2,59% (Rp20,29
miliar). Sebaliknya, pada akun Aset Tetap, terjadi peningkatan yang sangat signifikan setelah
Rencana Transaksi dilakukan, yakni melonjak sebesar 135,41% pada tahun 2026 dan tetap di
atas 100% hingga akhir periode proyeksi, yang menunjukkan adanya penambahan aset tetap
secara besar-besaran dalam struktur kekayaan Perseroan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 12
12
Page 14
Dilihat dari Total Aset Perseroan secara konsisten menunjukkan posisi yang lebih tinggi setelah
Rencana Transaksi dengan pertumbuhan selisih yang meningkat dari 4,04% pada tahun 2026
menjadi 4,35% pada tahun 2030. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan nilai pada aset
tidak lancar memberikan dampak positif yang lebih dominan dibandingkan penurunan pada
aset lancar, sehingga memperkuat basis kapitalisasi aset Perseroan secara keseluruhan.
Pada sisi liabilitas, Total Liabilitas setelah Rencana Transaksi mengalami kenaikan tipis dengan
margin di bawah 1% di setiap tahun proyeksi. Kenaikan ini terutama dipicu oleh Total Liabilitas
Jangka Pendek yang diproyeksikan naik sebesar Rp3,43 miliar pada tahun 2026 dan terus
meningkat secara nominal hingga Rp4,29 miliar pada tahun 2030. Sementara itu, Liabilitas
Jangka Panjang relatif stabil dengan selisih yang sangat minimal sebesar Rp18 juta (0,05%)
dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi.
Pada sisi Ekuitas, Rencana Transaksi ini memberikan dampak penguatan modal yang positif di
mana saldo ekuitas setelah Rencana Transaksi diproyeksikan tumbuh konsisten lebih tinggi
dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi. Pada tahun 2026, ekuitas meningkat sebesar
Rp37,56 miliar (6,11%) dan terus mengalami penguatan hingga mencapai selisih Rp54,72
miliar (6,03%) pada tahun 2030. Peningkatan ekuitas yang stabil ini mencerminkan peningkatan
nilai intrinsik Perseroan yang berkelanjutan sebagai hasil dari Rencana Transaksi tersebut.
Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi dan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan
Pada sisi pendapatan, Pendapatan setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
kenaikan yang stabil dibandingkan sebelum Rencana Transaksi di seluruh periode proyeksi,
dimulai dengan selisih sebesar Rp24,13 miliar (1,12%) pada tahun 2026 dan terus meningkat
hingga mencapai selisih Rp38,91 miliar (1,43%) pada tahun 2030. Sejalan dengan hal tersebut,
pada akun Laba Kotor, terjadi peningkatan margin yang lebih progresif setelah Rencana
Transaksi dilakukan, yakni tumbuh dari 2,99% di tahun 2026 menjadi 5,38% pada tahun 2030,
yang mengindikasikan adanya efisiensi biaya atau peningkatan nilai tambah operasional
setelah Rencana Transaksi.
Dilihat dari performa operasional, Laba Usaha Perseroan menunjukkan lonjakan yang sangat
signifikan setelah Rencana Transaksi pada tahun 2026, yaitu sebesar 32,88% atau setara
dengan selisih Rp37,56 miliar. Meskipun persentase pertumbuhan selisih tersebut melandai
pada tahun-tahun berikutnya ke kisaran 2,04% hingga 4,15%, nilai nominal laba usaha setelah
Rencana Transaksi secara konsisten tetap lebih tinggi dibandingkan posisi sebelum Rencana
Transaksi, mencapai Rp150,87 miliar pada akhir periode proyeksi.
Pada sisi profitabilitas akhir, Laba Sebelum Pajak dan Laba Tahun Berjalan mencerminkan
dampak positif yang kuat dari Rencana Transaksi ini bagi Perseroan. Khusus pada tahun 2026,
Laba Tahun Berjalan setelah Rencana Transaksi diproyeksikan melesat sebesar 41,01%
menjadi Rp129,15 miliar dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi sebesar Rp91,59
miliar. Peningkatan laba bersih yang terjaga secara akumulatif hingga mencapai selisih Rp6,01
miliar (5,17%) pada tahun 2030 ini menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tersebut berhasil
memperkuat struktur profitabilitas bersih Perseroan secara berkelanjutan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 13
13
Page 15
Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi dan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan
Dari sisi operasional, Aktivitas Operasi setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan sebelum Rencana Transaksi, terutama pada
tahun 2026 dengan kenaikan sebesar 243,84% atau selisih Rp56,57 miliar. Peningkatan arus
kas masuk dari aktivitas operasi ini terus berlanjut secara konsisten di kisaran 11% hingga 12%
pada tahun-tahun berikutnya, yang mengindikasikan bahwa Rencana Transaksi tersebut
mampu memperkuat kapasitas Perseroan dalam menghasilkan kas internal dari kegiatan bisnis
utamanya.
Pada akun Aktivitas Investasi, terlihat adanya arus kas keluar yang sangat besar setelah
Rencana Transaksi pada tahun 2026, yakni mencapai Rp102,47 miliar atau turun sebesar
1.097,10% dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan adanya
pengeluaran kas neto untuk perolehan aset atau investasi strategis baru yang dilakukan
Perseroan. Untuk tahun-tahun setelahnya, arus kas investasi tetap menunjukkan posisi yang
lebih rendah secara konsisten dengan selisih tetap sebesar Rp250 juta setiap tahunnya.
Sementara itu, pada Aktivitas Pendanaan, tidak terdapat perubahan sama sekali antara posisi
sebelum dan setelah Rencana Transaksi, di mana nilai arus kas keluar tetap stabil pada angka
Rp35,32 miliar di setiap periode proyeksi. Hal ini menunjukkan bahwa Rencana Transaksi
tersebut tidak melibatkan skema pembiayaan baru atau perubahan dalam kebijakan
pembayaran kewajiban finansial jangka panjang Perseroan.
Secara keseluruhan, Kenaikan (Penurunan) Kas neto pada tahun 2026 menunjukkan
penurunan drastis sebesar 3.049,83% setelah Rencana Transaksi karena adanya pengeluaran
investasi yang besar, namun kembali menunjukkan pertumbuhan positif di atas 14% pada
periode 2027 hingga 2030. Hal ini menyebabkan posisi Kas Akhir Tahun setelah Rencana
Transaksi diproyeksikan selalu lebih rendah dibandingkan sebelum Rencana Transaksi,
dengan selisih yang semakin mengecil dari -11,04% pada tahun 2026 menjadi hanya -2,59%
pada tahun 2030, seiring dengan semakin kuatnya pemulihan saldo kas melalui aktivitas
operasi.
Rasio Keuangan Perseroan Sebelum Rencana Transaksi dan Setelah Rencana Transaksi
Dilakukan
Dari sisi likuiditas, Rasio Lancar setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
penurunan dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi di seluruh periode proyeksi,
dengan selisih penurunan terbesar terjadi pada tahun 2026 sebesar 12,26% (dari 2,43 menjadi
2,14). Penurunan ini secara bertahap membaik hingga tahun 2030 menjadi selisih 6,17%,
namun rasio tetap berada di atas angka 2,0 yang menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan
dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tetap terjaga dengan baik.
Pada aspek aktivitas, terjadi koreksi yang signifikan pada Perputaran Aset Tetap setelah
Rencana Transaksi, di mana angka perputaran turun tajam sebesar 57,05% pada tahun 2026
(dari 24,39 kali menjadi 10,47 kali). Penurunan ini selaras dengan adanya peningkatan nilai
aset tetap, sehingga efisiensi pemanfaatan aset tetap terlihat menurun secara rasio meskipun
secara nominal output tetap tumbuh. Sementara itu, Perputaran Aset total hanya mengalami
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 14
14
Page 16
sedikit tekanan dengan penurunan konsisten di kisaran 2,63% hingga 2,81% di seluruh periode
proyeksi.
Dilihat dari struktur modal dan solvabilitas, Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio
(DAR) setelah Rencana Transaksi menunjukkan perbaikan (penurunan) yang positif di setiap
tahunnya. DER diproyeksikan turun sebesar 4,95% pada tahun 2026 menjadi 0,62 kali, yang
mengindikasikan tingkat ketergantungan terhadap utang menjadi lebih rendah. Demikian pula
dengan DAR yang menunjukkan penurunan konsisten hingga -3,25% pada tahun 2030,
memperkuat profil risiko keuangan Perseroan yang menjadi lebih stabil setelah Rencana
Transaksi.
Pada sisi profitabilitas, Net Profit Margin (NPM) setelah Rencana Transaksi diproyeksikan lebih
unggul dibandingkan sebelum Rencana Transaksi, dengan kenaikan margin sebesar 1,67%
pada tahun 2026 (dari 4,24% menjadi 5,92%). Hal ini berdampak positif pada Return on Asset
(ROA) dan Return on Equity (ROE) yang melonjak signifikan pada tahun pertama proyeksi,
masing-masing mencapai posisi 12,23% dan 19,81%. Walaupun pada tahun-tahun berikutnya
terjadi normalisasi, secara keseluruhan Rencana Transaksi ini berhasil meningkatkan
efektivitas Perseroan dalam menghasilkan laba bersih bagi pemegang saham.
Proforma Laporan Posisi Keuangan
ASET BAYU 2025 MPP 2025 ADJUSMENT DR ADJUSMENT CR TOTAL SETELAH TRANSAKSI
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 520.801.446.058 2.998.908.343 65.500.000.000 458.300.354.401
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 184.620.866.186 506.381.312 185.127.247.498
Persediaan 639.244.509 639.244.509
Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga 53.986.069.540 - 47.000.000.000 6.986.069.540
Pajak Dibayar Dimuka - -
Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek 10.153.998.640 - 10.153.998.640
Uang Muka 72.384.488.793 128.797.940 72.513.286.733
Total Aset Lancar 841.946.869.217 4.273.332.104 - 112.500.000.000 733.720.201.321
Aset Tidak Lancar
Aset Pajak Tangguhan 7.624.626.933 - 7.624.626.933
Investasi 112.500.000.000 112.500.000.000 -
Goodwill -
Properti Investasi 3.823.423.992 6.105.000.000 17.148.000.000 27.076.423.992
Aset Tetap 87.123.044.532 61.341.422.898 63.800.577.102 212.265.044.532
Aset Hak Guna 1.877.235 - 1.877.235
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya 19.830.742.400 - 19.830.742.400
Aset Tidak Lancar Lainnya 1.277.050.743 - 1.277.050.743
Total Aset Tidak Lancar 119.680.765.835 67.446.422.898 193.448.577.102 112.500.000.000 268.075.765.835
TOTAL ASET 961.627.635.052 71.719.755.002 193.448.577.102 225.000.000.000 1.001.795.967.156
LIABILITAS DAN EKUITAS BAYU 2025 MPP 2025 TOTAL SETELAH TRANSAKSI
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha - Pihak Ketiga 178.416.438.253 813.425.324 179.229.863.577
Utang Pajak 17.157.873.432 586.190.243 17.744.063.675
Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek 9.630.069.000 - 9.630.069.000
Beban Akrual 24.148.166 1.193.011.386 1.217.159.552
Utang Lain-lain 89.420.853.198 117.058.497 89.537.911.695
Uang Muka Langganan 75.547.181.031 - 75.547.181.031
Utang pembiayaan konsumen - 120.618.100 120.618.100
Total Liabilitas Jangka Pendek 370.196.563.080 2.830.303.550 373.026.866.630
Liabilitas Jangka Panjang
Utang - Pihak Ketiga - 18.003.089 18.003.089
Liabilitas Sewa Jangka Panjang - - -
Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang 10.872.215.250 - 10.872.215.250
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 22.378.886.642 - 22.378.886.642
Liabilitas Pajak Tangguhan 9.122.887 - 9.122.887
Total Liabilitas Jangka Panjang 33.260.224.779 18.003.089 33.278.227.868
TOTAL LIABILITAS 403.456.787.859 2.848.306.639 406.305.094.498
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
Modal Dasar - 960.000.000 saham
Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham 176.610.390.000 226.040.500.000 226.040.500.000 176.610.390.000
Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali (382.493.998) - (382.493.998)
Saldo Laba -
Telah Ditentukan Penggunaannya 851.583.000 50.000.000 50.000.000 851.583.000
Belum Ditentukan Penggunaannya 381.091.368.191 (157.219.051.637) 194.539.077.102 418.411.393.656
Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
558.170.847.193 68.871.448.363 226.090.500.000 194.539.077.102 595.490.872.658
kepada Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-Pengendali - - -
TOTAL EKUITAS 558.170.847.193 68.871.448.363 226.090.500.000 194.539.077.102 595.490.872.658
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 961.627.635.052 71.719.755.002 1.001.795.967.156
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 15
15
Page 17
Akuisisi PT MPP oleh Perseroan merupakan langkah strategis yang secara signifikan mengubah
profil neraca dan profitabilitas grup. Rencana Transaksi ini berfokus pada pengambilalihan saham,
dimana PT MPP memiliki aset berupa properti Hotel Ibis Makassar dan tanah di Rorotan dengan
total nilai pasar mencapai Rp148.395.000.000. Dari sisi pendanaan, Perseroan mengalokasikan kas
sebesar Rp65.500.000.000 serta penyelesaian piutang lain-lain senilai Rp47.000.000.000 untuk
memenuhi harga akuisisi saham sebesar Rp112.500.000.000.
Berdasarkan proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi, terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Total Aset Lancar
Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp733.720.201.321. Hal ini disebabkan oleh adanya
penyesuaian pada akun Kas dan Setara Kas yang turun menjadi Rp458.300.354.401 serta
penurunan signifikan pada Aset Keuangan Lancar Lainnya menjadi Rp6.986.069.540 setelah
adanya adjustment kredit. Sedangkan pada Aset Tidak Lancar, Perseroan mengalami kenaikan
yang cukup signifikan menjadi Rp268.075.765.835, yang utamanya didorong oleh peningkatan
nilai Aset Tetap menjadi Rp212.265.044.532 serta munculnya akun Properti Investasi sebesar
Rp27.076.423.992 setelah proses adjustment.
Dari sisi liabilitas jangka pendek, terjadi peningkatan liabilitas menjadi Rp373.026.866.630. Hal
ini dikarenakan adanya penggabungan saldo utang usaha dari PT MPP sebesar
Rp813.425.324 serta peningkatan pada beban akrual dan utang lain-lain dalam struktur
proforma gabungan tersebut. Sedangkan pada Liabilitas Jangka Panjang, Perseroan
mencatatkan nilai sebesar Rp33.278.227.868, di mana tidak terjadi perubahan yang material
selain masuknya komponen utang pihak ketiga dari PT MPP.
Dari sisi Ekuitas, terjadi kenaikan pada Total Ekuitas menjadi Rp595.490.872.658. Kenaikan ini
dipengaruhi secara dominan oleh penyesuaian pada Saldo Laba yang belum ditentukan
penggunaannya menjadi sebesar Rp418.411.393.656 setelah memperhitungkan eliminasi
modal saham MPP dan penyesuaian proforma lainnya, sehingga memperkuat struktur
permodalan Perseroan pasca Rencana Transaksi.
Proforma Laba Rugi Keuangan
Keterangan BAYU 2025 ADJUSMENT DR ADJUSMENT CR TOTAL SETELAH TRANSAKSI
Pendapatan 2.496.017.497.346 2.496.017.497.346
Beban Pokok Pendapatan (2.277.859.165.567) (2.277.859.165.567)
Laba Kotor 218.158.331.779 218.158.331.779
Beban Usaha (113.965.985.677) (113.965.985.677)
Pendapatan Lainnya 27.787.761.811 37.320.025.465 65.107.787.276
Beban Lainnya (495.012.074) (495.012.074)
Laba Usaha 131.485.095.839 168.805.121.304
Beban Keuangan (961.618.020) (961.618.020)
Laba Sebelum Pajak 130.523.477.819 167.843.503.284
Beban Pajak Penghasilan (25.067.752.814) (25.067.752.814)
Laba Tahun Berjalan 105.455.725.005 142.775.750.470
Berdasarkan proforma Laporan Laba Rugi Perseroan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi, terlihat bahwa Pendapatan dan Laba Kotor tidak mengalami perubahan, masing-
masing tetap sebesar Rp2.496.017.497.346 dan Rp218.158.331.779. Namun, pada sisi
Pendapatan Lainnya, terdapat kenaikan yang cukup signifikan menjadi Rp65.107.787.276. Hal
ini disebabkan oleh adanya adjustment kredit sebesar Rp37.320.025.465, sehingga Laba
Usaha Perseroan mengalami peningkatan menjadi Rp168.805.121.304.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 16
16
Page 18
Dari sisi profitabilitas akhir, terjadi kenaikan pada Laba Sebelum Pajak menjadi
Rp167.843.503.284 setelah memperhitungkan beban keuangan. Hal ini berlanjut pada Laba
Tahun Berjalan yang mengalami kenaikan menjadi Rp142.775.750.470 setelah dikurangi
beban pajak penghasilan. Kenaikan laba bersih ini utamanya diakibatkan oleh adanya
keuntungan dari pos pendapatan lainnya yang dimasukkan ke dalam perhitungan proforma
setelah Rencana Transaksi.
Proforma Arus Kas
KETERANGAN BAYU 2025 ADJUSMENT DR ADJUSMENT CR TOTAL SETELAH TRANSAKSI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari Pelanggan 2.429.093.440.936 2.429.093.440.936
Pembayaran Pajak Penghasilan (20.354.916.941) (20.354.916.941)
Penerimaan Restitusi Pajak -- --
Pembayaran kepada Karyawan dan Pemasok (2.483.737.943.132) (2.483.737.943.132)
Arus Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (74.999.419.137) -- -- (74.999.419.137)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan Bunga 22.797.022.703 22.797.022.703
Penambahan Aset Keuangan Lancar Lainnya (47.000.000.000) (65.500.000.000) (112.500.000.000)
Hasil Penjualan Aset Tetap 360.000.000 360.000.000
Pembayaran Uang Muka Pembelian Aset Tetap (2.398.502.542) (2.398.502.542)
Perolehan Aset Tetap (16.547.579.437) (16.547.579.437)
Arus Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi (42.789.059.276) (65.500.000.000) -- (108.289.059.276)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Liabilitas Sewa -- --
Pembayaran Dividen (35.322.078.000) (35.322.078.000)
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (35.322.078.000) -- -- (35.322.078.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS (153.110.556.413) (65.500.000.000) -- (218.610.556.413)
PENGARUH PERUBAHAN KURS MATA UANG ASING 100.600.487 100.600.487
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 673.811.401.984 673.811.401.984
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 520.801.446.058 (65.500.000.000) -- 455.301.446.058
KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI:
Kas 3.358.057.432 3.358.057.432
Bank 85.174.188.626 85.174.188.626
Deposito Berjangka 432.269.200.000 65.500.000.000 366.769.200.000
Total 520.801.446.058 -- 65.500.000.000 455.301.446.058
Berdasarkan proforma Laporan Arus Kas Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
terlihat bahwa pada Arus Kas dari Aktivitas Operasi, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
operasi tetap stabil pada angka (Rp74.999.419.137). Hal ini dikarenakan tidak adanya penyesuaian
pada pos penerimaan dari pelanggan maupun pembayaran kepada karyawan dan pemasok dalam
simulasi proforma ini.
Sedangkan pada Arus Kas dari Aktivitas Investasi mengalami kenaikan oleh adanya adjustment
debet sebesar Rp65.500.000.000 pada akun aset keuangan lancar lainnya sebesar yang
sebelumnya sebesar (Rp42.789.059.276) menjadi (Rp108.289.059.276).
Dari sisi pendanaan, Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan tidak mengalami
perubahan dan tetap berada pada nilai (Rp35.322.078.000) yang dialokasikan untuk pembayaran
dividen. Dampak dari penyesuaian pada aktivitas investasi tersebut menyebabkan Kenaikan
(Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas Perseroan merosot menjadi (Rp218.610.556.413)
dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi sebesar (Rp153.110.556.413).
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 17
17
Page 19
Dari sisi posisi kas akhir, terjadi penurunan pada Saldo Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
menjadi Rp455.301.446.058. Penurunan ini diakibatkan oleh adanya penyesuaian proforma sebesar
Rp65.500.000.000 yang dialokasikan pada komponen deposito berjangka, sehingga saldo deposito
berjangka turun dari Rp432.269.200.000 menjadi Rp366.769.200.000 setelah Rencana Transaksi.
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Perusahaan Sebagai Akibat Dari Rencana Transaksi
Yang Akan Dilakukan, Termasuk Dampaknya Terhadap Proyeksi Keuangan Perusahaan
Balance Sheet 2026 2027 2028 2029 2030
TOTAL ASET Balance Sheet 2026 2027 2028 2029 2030
Sebelum Transaksi 1.015.206.620.811 1.091.487.492.740 1.181.308.499.536 1.267.410.205.985 1.357.734.647.639
TOTAL Transaksi
Setelah ASET 1.056.219.797.618 1.135.330.112.271 1.229.984.221.557 1.321.668.604.288 1.416.777.596.263
Sebelum Transaksi 1.015.206.620.811 1.091.487.492.740 1.181.308.499.536 1.267.410.205.985 1.357.734.647.639
Selisih 41.013.176.807 43.842.619.530 48.675.722.021 54.258.398.303 59.042.948.624
Setelah Transaksi 1.056.219.797.618 1.135.330.112.271 1.229.984.221.557 1.321.668.604.288 1.416.777.596.263
Selisih (%) 4,04% 4,02% 4,12% 4,28% 4,35%
Selisih 41.013.176.807 43.842.619.530 48.675.722.021 54.258.398.303 59.042.948.624
Selisih (%) 4,04% 4,02% 4,12% 4,28% 4,35%
TOTAL LIABILITAS
Sebelum Transaksi 400.766.640.560 413.794.561.667 431.737.098.205 441.464.131.179 450.786.117.685
TOTAL LIABILITAS
Setelah Transaksi
Sebelum Transaksi 404.214.657.088
400.766.640.560 417.571.021.327
413.794.561.667 435.811.679.375
431.737.098.205 445.684.367.975
441.464.131.179 455.099.953.174
450.786.117.685
Selisih Transaksi
Setelah 3.448.016.529
404.214.657.088 3.776.459.660
417.571.021.327 4.074.581.170
435.811.679.375 4.220.236.796
445.684.367.975 4.313.835.489
455.099.953.174
Selisih (%)
Selisih 0,86%
3.448.016.529 0,91%
3.776.459.660 0,94%
4.074.581.170 0,96%
4.220.236.796 0,96%
4.313.835.489
Selisih (%) 0,86% 0,91% 0,94% 0,96% 0,96%
TOTAL EKUITAS
Sebelum Transaksi
TOTAL EKUITAS 614.439.980.252 677.692.931.074 749.571.401.331 825.946.074.805 906.948.529.954
Setelah Transaksi
Sebelum Transaksi 652.005.140.530
614.439.980.252 717.759.090.944
677.692.931.074 794.172.542.182
749.571.401.331 875.984.236.313
825.946.074.805 961.677.643.089
906.948.529.954
Setelah
Selisih Transaksi 652.005.140.530
37.565.160.278 717.759.090.944
40.066.159.870 794.172.542.182
44.601.140.852 875.984.236.313
50.038.161.508 961.677.643.089
54.729.113.135
Selisih
Selisih (%) 37.565.160.278
6,11% 40.066.159.870
5,91% 44.601.140.852
5,95% 50.038.161.508
6,06% 54.729.113.135
6,03%
Selisih (%) 6,11% 5,91% 5,95% 6,06% 6,03%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
TOTAL LIABILITAS
Sebelum Transaksi DAN EKUITAS 1.015.206.620.811 1.091.487.492.740 1.181.308.499.536 1.267.410.205.985 1.357.734.647.639
Sebelum Transaksi 1.015.206.620.811 1.091.487.492.740 1.181.308.499.536 1.267.410.205.985 1.357.734.647.639
Setelah Transaksi 1.056.219.797.618 1.135.330.112.271 1.229.984.221.557 1.321.668.604.288 1.416.777.596.263
Setelah Transaksi 1.056.219.797.618 1.135.330.112.271 1.229.984.221.557 1.321.668.604.288 1.416.777.596.263
Selisih 41.013.176.807 43.842.619.530 48.675.722.021 54.258.398.303 59.042.948.624
Selisih 41.013.176.807 43.842.619.530 48.675.722.021 54.258.398.303 59.042.948.624
Selisih (%) 4,04% 4,02% 4,12% 4,28% 4,35%
Selisih (%) 4,04% 4,02% 4,12% 4,28% 4,35%
Laba Rugi 2026 2027 2028 2029 2030
Laba Rugi 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan
Pendapatan
Sebelum Transaksi
Sebelum Transaksi 2.158.234.600.557
2.158.234.600.557 2.318.234.600.557
2.318.234.600.557 2.518.234.600.557
2.518.234.600.557 2.618.234.600.557
2.618.234.600.557 2.720.234.600.557
2.720.234.600.557
Setelah Transaksi
Setelah Transaksi 2.182.365.502.018
2.182.365.502.018 2.347.974.044.474
2.347.974.044.474 2.553.064.810.528
2.553.064.810.528 2.655.552.047.079
2.655.552.047.079 2.759.150.351.920
2.759.150.351.920
Selisih
Selisih 24.130.901.461
24.130.901.461 29.739.443.917
29.739.443.917 34.830.209.971
34.830.209.971 37.317.446.522
37.317.446.522 38.915.751.363
38.915.751.363
Selisih (%) 1,12% 1,28% 1,38% 1,43% 1,43%
Laba Kotor
Sebelum Transaksi 197.827.472.112 208.425.291.674 221.147.786.715 228.815.130.090 236.702.986.050
Setelah
Setelah Transaksi
Transaksi 203.735.973.024
203.735.973.024 216.930.568.451
216.930.568.451 232.009.155.449
232.009.155.449 240.822.362.480
240.822.362.480 249.442.869.834
249.442.869.834
Selisih
Selisih 5.908.500.912
5.908.500.912 8.505.276.776
8.505.276.776 10.861.368.734
10.861.368.734 12.007.232.390
12.007.232.390 12.739.883.784
12.739.883.784
Selisih
Selisih (%)
(%) 2,99%
2,99% 4,08%
4,08% 4,91%
4,91% 5,25%
5,25% 5,38%
5,38%
Laba Usaha
Laba Usaha
Sebelum Transaksi 114.250.821.547 122.895.230.216 133.571.699.377 139.136.996.093 144.865.157.592
Sebelum Transaksi 114.250.821.547 122.895.230.216 133.571.699.377 139.136.996.093 144.865.157.592
Setelah Transaksi 151.815.981.825 125.396.229.808 138.106.680.358 144.601.074.896 150.879.198.139
Setelah Transaksi 151.815.981.825 125.396.229.808 138.106.680.358 144.601.074.896 150.879.198.139
Selisih 37.565.160.278 2.500.999.592 4.534.980.981 5.464.078.803 6.014.040.547
Selisih 37.565.160.278 2.500.999.592 4.534.980.981 5.464.078.803 6.014.040.547
Selisih (%) 32,88% 2,04% 3,40% 3,93% 4,15%
Selisih (%) 32,88% 2,04% 3,40% 3,93% 4,15%
Laba Sebelum Pajak
Laba Sebelum
Sebelum Pajak
Transaksi 113.369.490.109 122.013.898.777 132.690.367.938 138.255.664.654 143.983.826.153
SebelumTransaksi
Setelah Transaksi 113.369.490.109
150.934.650.386 122.013.898.777
124.514.898.369 132.690.367.938
137.225.348.919 138.255.664.654
143.719.743.458 143.983.826.153
149.997.866.700
Setelah Transaksi
Selisih 150.934.650.386
37.565.160.278 124.514.898.369
2.500.999.592 137.225.348.919
4.534.980.981 143.719.743.458
5.464.078.803 149.997.866.700
6.014.040.547
Selisih (%) 37.565.160.278
33,14% 2.500.999.592
2,05% 4.534.980.981
3,42% 5.464.078.803
3,95% 6.014.040.547
4,18%
Selisih (%) 33,14% 2,05% 3,42% 3,95% 4,18%
Laba Tahun Berjalan
Sebelum Transaksi
Laba Tahun Berjalan 91.591.211.059 98.575.028.822 107.200.548.257 111.696.751.474 116.324.533.149
Setelah
SebelumTransaksi
Transaksi 129.156.371.337
91.591.211.059 101.076.028.414
98.575.028.822 111.735.529.238
107.200.548.257 117.160.830.277
111.696.751.474 122.338.573.696
116.324.533.149
Selisih
Setelah Transaksi 37.565.160.278
129.156.371.337 2.500.999.592
101.076.028.414 4.534.980.981
111.735.529.238 5.464.078.803
117.160.830.277 6.014.040.547
122.338.573.696
Selisih
Selisih (%) 41,01%
37.565.160.278 2,54%
2.500.999.592 4,23%
4.534.980.981 4,89%
5.464.078.803 5,17%
6.014.040.547
Selisih (%) 41,01% 2,54% 4,23% 4,89% 5,17%
Akuisisi ini memberikan dampak pertumbuhan yang instan pada sisi top-line perusahaan, di
mana Pendapatan setelah Rencana Transaksi diproyeksikan meningkat secara konsisten
sebesar 1,12% hingga 1,43% per tahun. Hal yang menarik terlihat pada pertumbuhan Laba
Kotor yang jauh lebih tinggi secara persentase dibandingkan pertumbuhan pendapatan, yakni
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 18
18
Page 20
meningkat dari 2,99% pada tahun 2026 menjadi 5,38% pada tahun 2030. Fenomena ini
mengindikasikan bahwa aset hotel yang diakuisisi memiliki margin keuntungan yang lebih baik
atau efisiensi biaya operasional yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata bisnis grup
sebelumnya.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada Laba Tahun Berjalan di tahun pertama pasca-Rencana
Transaksi (2026), yang melompat sebesar 41,01% atau senilai Rp37,56 miliar dibandingkan
skenario sebelum Rencana Transaksi. Kenaikan drastis di tahun pertama ini selaras dengan
pengakuan pendapatan dari keuntungan pembelian diskon (bargain purchase atau goodwill
negatif) yang telah dibahas sebelumnya. Setelah lonjakan awal tersebut, pertumbuhan laba
tahun berjalan menstabilkan diri pada kisaran 2,54% hingga 5,17% di tahun-tahun berikutnya,
yang mencerminkan kontribusi organik dari operasional hotel tersebut.
Peningkatan profitabilitas ini secara langsung memperkuat struktur modal perusahaan yang
terlihat pada tabel Total Ekuitas. Ekuitas setelah Rencana Transaksi secara konsisten berada
di atas nilai dasar (base case), dengan selisih yang terus melebar dari Rp37,56 miliar pada
2026 menjadi Rp54,72 miliar pada 2030. Pertumbuhan ekuitas yang stabil ini menunjukkan
bahwa laba yang dihasilkan dari akuisisi PT MPP berhasil diakumulasikan kembali ke dalam
perusahaan, sehingga memperkuat bantalan modal grup setiap tahunnya.
Di sisi aset, strategi akuisisi ini berhasil meningkatkan skala bisnis perusahaan secara
keseluruhan. Total Aset setelah Rencana Transaksi diproyeksikan tumbuh dengan selisih
positif yang stabil di kisaran 4%, mencapai nilai Rp1,41 triliun pada tahun 2030. Yang perlu
dicatat adalah pertumbuhan aset ini tidak dibarengi dengan kenaikan liabilitas yang signifikan,
di mana Total Liabilitas hanya naik tipis di bawah 1%. Hal ini membuktikan bahwa penambahan
aset produktif dilakukan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan atau meningkatkan risiko
hutang perusahaan secara berlebihan.
Biaya atau pendapatan yang relevan
Dalam Rencana Transaksi akuisisi ini, pendapatan yang paling relevan muncul dari pengakuan
keuntungan nontunai yang signifikan pada saat konsolidasi laporan keuangan. Terdapat
pengakuan "Pendapatan Lain-lain" sebesar Rp37.320.025.465 yang berasal dari nilai goodwill
negatif atau bargain purchase. Pendapatan ini timbul karena harga akuisisi saham PT MPP
sebesar Rp112,5 miliar jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai wajar aset neto yang
diperoleh, yang mencakup aset gedung Hotel Ibis Makassar dan properti investasi tanah
Rorotan dengan total nilai pasar mencapai Rp148.395.000.000.
Dari sisi biaya, terdapat pengalokasian sumber daya kas yang relevan sebesar
Rp65.500.000.000 dan penyelesaian piutang lain-lain senilai Rp47.000.000.000 untuk
mendanai investasi tersebut. Pengeluaran ini menyebabkan penurunan pada aset lancar
sebesar 11,44% atau sekitar Rp102,3 miliar pada proyeksi tahun 2026. Meskipun terdapat
pengurangan pada pos kas, biaya ini bersifat strategis karena mengonversi aset lancar yang
bersifat pasif menjadi aset tetap produktif yang menghasilkan pendapatan operasional
berkelanjutan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 19
19
Page 21
Dampak dari pendapatan relevan ini terlihat sangat jelas pada performa laba rugi konsolidasian.
Pada tahun 2026, Laba Tahun Berjalan melonjak sebesar 41,01% dibandingkan skenario tanpa
Rencana Transaksi, yang merupakan kontribusi langsung dari pengakuan keuntungan akuisisi
tersebut. Selain itu, pendapatan operasional dari aset hotel yang baru diakuisisi diproyeksikan
memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp24.130.901.461 di tahun pertama, dengan tren
pertumbuhan yang terus meningkat hingga mencapai Rp38.915.751.363 pada tahun 2030.
Secara keseluruhan, biaya investasi yang dikeluarkan oleh Perseroan menghasilkan struktur
pendapatan yang lebih kuat bagi perseroan. Keuntungan dari selisih nilai wajar aset bukan
hanya mempertebal laba bersih secara instan di tahun pertama, tetapi juga meningkatkan basis
Laba Kotor perusahaan dengan pertumbuhan tahunan antara 2,99% hingga 5,38% hingga
tahun 2030. Hal ini menunjukkan bahwa biaya akuisisi tersebut sangat relevan dalam
menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat posisi modal perseroan melalui akumulasi
saldo laba di masa depan.
Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan Dalam Menentukan Dan Nilai
Rencana Transaksi Dengan Memperhatikan Alternatif Lain
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses pengambilan
keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui prosedur internal yaitu ditetapkan
dan disetujui oleh manajemen Perseroan.
Hal Material Lainnya Yang Dapat Memberikan Keyakinan Bagi Penilai Bisnis Dalam
Memberikan Opini Kewajaran Rencana Transaksi
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari Rencana Transaksi tidak ada.
Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi
adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
a) Perbandingan antara nilai Rencana Transaksi dengan penilaian atas Rencana Transaksi yang akan
dilakukan;
Berdasarkan Laporan Penilaian Bisnis yang diterbitkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
Sugianto Prasodjo Dan Rekan dengan Nomor: 00154/2.0131-09/BS/10/0643/1/V/2026 tanggal
13 Mei 2026, Nilai Pasar dari objek Rencana Transaksi adalah senilai Rp117.521.392.000 dengan
menggunakan Pendekatan Pendapatan dengan Metode Arus Kas Terdiskonto dan Pendekatan
Biaya dengan Metode Adjusted Book Value. Rincian nilai sebagai berikut :
No. Pendekatan yang Dilakukan Indikasi Nilai Bobot Indikasi Nilai Ekuitas
1 Pendekatan Pendapatan 125.952.974.526 60% 75.571.784.715
2 Pendekatan Biaya 104.874.017.826 40% 41.949.607.130
Indikasi Nilai 100% Ekuitas 117.521.391.846
Pembulatan dalam Rupiah 117.521.392.000
Berdasarkan informasi, nilai Rencana Transaksi dari objek Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp112.500.000.000.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 20
20
Page 22
b) Analisis untuk memastikan bahwa Nilai Transaksi memberikan nilai tambah dari Rencana Transaksi
yang akan dilakukan;
Berdasarkan analisis inkremental yang telah dilakukan, Rencana Transaksi akan memperkuat lini
“Travel & Hospitality” dan untuk melakukan integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya
Perusahaan untuk memperluas bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata serta mendukung
bisnis utama Perusahaan dalam bidang agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan
korporat, selain itu rasio-rasio keuangan Perseroan juga mengalami peningkatan akibat dari
Rencana Transaksi ini.
c) Analisis kewajaran Nilai Transaksi dilakukan untuk meyakini bahwa nilai Rencana Transaksi berada
dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian
Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp112.500.000.000 sedangkan jumlah ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp558.170.847.193 dengan demikian Rencana Transaksi tersebut merupakan Transaksi material
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020, karena
nilai Rencana Transaksi lebih dari 20% ekuitas Perseroan.
Berdasarkan peraturan No.35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis Di Pasar Modal, suatu Transaksi dikategorikan wajar apabila Transaksi tersebut berada pada
kisaran batas atas dan batas bawah sebesar 7,5% dari Nilai Pasar. Perbandingan nilai Rencana
Transaksi dengan batas atas dan batas bawah disajikan sebagai berikut:
Keterangan Nilai Pasar (Rp)
Nilai Pasar 117.521.392.000
Batas Atas Nilai Pasar 126.335.496.400
Batas Bawah Nilai Pasar 108.707.287.600
Nilai Transaksi 112.500.000.000
Berdasarkan analisis batas wajar atas dan bawah Nilai Rencana Transaksi penjualan ini dimana
batas atas 7,5% adalah Rp126.335.496.400 sedangkan batas bawah 7,5% adalah
Rp108.707.287.600 sedangkan Nilai Rencana Transaksi adalah Rp112.500.000.000, dapat
disimpulkan Rencana Transaksi tersebut masih berada pada batas wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 21
21
Page 23
Dengan demikian, hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam
rangka menentukan dampak positif secara kualitatif, kuantitatif, dan kewajaran dari Rencana Transaksi
yang akan dilakukan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan
adalah Wajar.
Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apa pun, baik saat ini maupun di masa
datang terkait dengan usaha Perseroan maupun atas Rencana Transaksi yang dilakukan.
Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan, atas kerja sama dan kepercayaan yang telah
diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
KJPP SUGIANTO PRASODJO & REKAN
Public Appraisers and Consultants
Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert)
Partner
Penilai Properti & Bisnis Izin Men. Keu.
No.P.1-18.00532 dan B-1.23.00643
STTD.PPB-47/PM.02/2023
MAPPI No. 16-S-06672
RMK-2017.00616
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 22
22
Page 24
DAFTAR ISI
Surat Pengantar
Daftar Isi ........................................................................................................................................................ 22
Ringkasan Eksekutif ...................................................................................................................................... 23
Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas ......................................................................................................... 24
Pernyataan Penilai ......................................................................................................................................... 26
Bab I PENDAHULUAN
1.1. Uraian Mengenai Penugasan ............................................................................................. 28
1.2. Identitas Status Penilai ....................................................................................................... 28
1.3. Identitas Pemberi Tugas .................................................................................................... 28
1.4. Identitas Pengguna Laporan .............................................................................................. 29
1.5. Jenis Mata Uang Yang Digunakan ..................................................................................... 29
1.6. Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) ..................................................................... 29
1.7. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ...................................................... 29
1.8. Objek Analisis Pendapat Kewajaran .................................................................................. 29
1.9. Pihak-pihak Yang Terlibat Rencana Transaksi .................................................................. 29
1.10. Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait Rencana Transaksi ........ 29
1.11. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................. 30
1.12. Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan ........................................................... 30
1.13. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ................................................................. 30
1.14. Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan SPI .............................. 30
1.15. Kondisi dan Syarat Pembatas ........................................................................................... 30
1.16. Sumber Data dan Informasi ............................................................................................... 31
1.17. Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi........................................................... 32
1.18. Pernyataan Independensi Penilai ...................................................................................... 32
1.19. Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran ................................................... 32
Bab II TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
2.1. Identifikasi Pihak-pihak yang Bertransaksi ......................................................................... 33
2.2. Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi .......................... 38
2.3. Penilaian atas Resiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan ........... 38
Bab III ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
3.1 Riwayat Singkat Perusahaan dan Kegiatan Usaha .......................................................... 40
3.2 Analisis Industri dan Lingkungan ....................................................................................... 42
3.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan ................................................................. 50
3.4 Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi.......................................................................... 50
3.5 Keuntungan dan Kerugian yang bersifat Kualitatif atas Rencana Transaksi yang akan
Dilakaukan ......................................................................................................................... 51
Bab IV ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
4.1 Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan Perusahaan 53
4.2 Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi ..................................................................... 72
4.3 Kesimpulan ........................................................................................................................ 74
LAMPIRAN
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 23
23
Page 25
RINGKASAN EKSEKUTIF
PEMBERI TUGAS : PT Bayu Buana Tbk
ALAMAT PEMBERI TUGAS : Jalan H Juanda lll, 2A, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat
BIDANG USAHA : Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang
lingkup kegiatan Perseroan adalah menjalankan usaha dalam
bidang jasa biro perjalanan wisata dan agen perjalanan
wisata.
INSTRUKSI PENUGASAN : Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran
No.00033/2.0131-09/BB/KJPPSPR/APP-BS/l/2026 tertanggal
23 Januari 2026.
OBJEK ANALISIS : Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah memberikan
pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi.
MAKSUD & TUJUAN PENUGASAN : Memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
dalam pembelian 100% saham PT Mandala Prima Perkasa
dengan tujuan memenuhi POJK No.17/POJK.04/2020 dan
SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020.
JENIS & FORMAT LAPORAN : Laporan Terinci (Comprehensive Style)
TANGGAL INSPEKSI & WAWANCARA : 30 Maret 2026
MANAJEMEN
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN : 31 Desember 2025
TANGGAL LAPORAN : 13 Mei 2026
METODOLOGI ANALISIS : 1. Analisis atas Rencana Transaksi
2. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
3. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
4. Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi
PENDAPAT ATAS RENCANA : Wajar
TRANSAKSI
REVIEWER : Fikri Mauriza Hazmi, S.T., M.Ec.Dev.
TENAGA PENILAI : M. Nopri Kurniawan, A.Md.
Ridho Mohammad, S.T.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 24
24
Page 26
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Pendapat kewajaran ini berdasarkan dengan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai berikut:
1. Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
2. Bahwa kami tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek yang dianalisis dan hasil dari
pendapat kewajaran yang dilakukan;
3. Bahwa dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen yang diberikan atau diperlihatkan oleh Pemberi
Tugas dan pihak ketiga kepada kami dalam rangka pemberian pendapat kewajaran ini adalah sah,
benar, lengkap dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan bahwa dokumen-dokumen yang
diberikan kepada kami dalam bentuk foto copy, turunan dan/atau salinan adalah sesuai dengan aslinya
dan dokumen tersebut adalah sah, benar, lengkap serta sesuai dengan kenyataan sebenarnya;
4. Bahwa dokumen-dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh
Pemberi Tugas atau pihak ketiga kepada kami untuk tujuan pemberian pendapat kewajaran ini adalah
benar, akurat, lengkap dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, serta tidak mengalami perubahan
sampai dengan tanggal diberikannya pendapat kewajaran ini;
5. Bahwa semua tanda tangan, materai, coretan dan tanda yang terdapat dalam setiap dokumen yang
diberikan dan/atau diperlihatkan oleh Pemberi Tugas kepada kami adalah benar dan tanda yang
terdapat dalam setiap dokumen foto copy, turunan dan/atau salinan yang diberikan oleh Pemberi Tugas
kepada kami adalah sesuai dengan yang terdapat dalam dokumen aslinya dan tanda tangan, materai,
coretan dan tanda yang terdapat pada dokumen adalah benar adanya;
6. Bahwa instansi Pemerintah dan/atau pihak yang mengeluarkan dan/atau menerbitkan izin, persetujuan,
lisensi dan/atau bukti tanda pendaftaran kepada Pemberi Tugas adalah pejabat dan/atau pihak yang
berwenang untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut dan diwakili oleh orang-(orang) yang berhak
dan mempunyai izin, persetujuan, lisensi, dan/atau bukti tanda pendaftaran yang bersangkutan;
7. Kecuali dinyatakan secara tegas dalam pendapat kewajaran ini, tidak dapat diasumsikan bahwa kami
berkewajiban dan telah melakukan pemeriksaan legalitas atas objek yang dianalisis;
8. Bahwa semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
Pengadilan) yang berkaitan dengan objek yang dinilai tidak menjadi tanggung jawab kami;
9. Bahwa dalam pendapat kewajaran ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas objek yang
dianalisis sebagaimana ditunjukkan dalam laporan keuangan yang diberikan dan dokumen – dokumen
pendukung lain yang terbatas;
10. Bahwa biaya penugasan ditentukan berdasarkan hari – orang (man-day) dan bukan ditentukan
berdasarkan hasil yang diberikan dalam Laporan Pendapat Kewajaran;
11. Bahwa Laporan Pendapat Kewajaran ini dianggap sah apabila terdapat cap dan tanda tangan asli dari
pihak kami;
12. Bahwa tanggung jawab kami terbatas kepada pemberi tugas dimaksud dan kami tidak bertanggung
jawab terhadap pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat Kewajaran ini;
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran dalam
mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penentu suatu
keputusan yang berakibat hukum, karena laporan ini semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin
ilmu dan kemampuan yang kami miliki;
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 25
25
Page 27
14. Bahwa tanggung jawab material dalam pendapat kewajaran ini adalah sebatas fee yang sudah kami
terima.
15. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan
Pendapat Kewajaran.
16. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
17. Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
18. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kewajaran proyeksi
keuangan.
19. Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
20. Kami bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat Kewajaran.
21. Kami telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-
perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 26
26
Page 28
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini pada tanggal
pendapat kewajaran menyatakan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan pendapat kewajaran ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan
kesimpulan yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap perusahaan
dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan hal-hal dalam laporan
ini atau pihak-pihak terkait.
3. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
4. Penugasan pendapat kewajaran profesional telah dilakukan terhadap Objek pendapat kewajaran pada
Tanggal pendapat kewajaran (Cut Off Date);
5. Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
6. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
7. Kesimpulan Pendapat telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas; dan
8. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
9. Biaya profesional tidak berhubungan dengan pendapat kewajaran yang terdapat dalam laporan ini.
10. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
11. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan dan/atau jenis industri yang
dinilai.
12. Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan analisa untuk
menghasilkan nilai yang subjektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa yang terjadi di
kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
13. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
• Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi, dan tanggal)
• Pengumpulan data dan wawancara
• Analisis data
• Penulisan laporan
14. Penilai telah melakukan analisis terhadap objek Rencana Transaksi pada tanggal pendapat kewajaran.
15. Penugasan ini telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
16. Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan
inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan pendapat
kewajaran ini.
17. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan dengan benar.
18. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat dengan
memenuhi ketentuan KEPI dan SPI Edisi VII-2018 tentang Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia dan Edisi Revisi SPI 330 Tahun 2020 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
35/POJK.04/2020 dengan mencantumkan nama, kualifikasi profesional dan tanda tangan penilai berikut tim
pelaksananya (jika ada) dengan konfirmasi bahwa:
a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
b. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
c. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan pendapat kewajaran telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan pendapat kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 27
27
Page 29
Nama Kualifikasi Tanda Tangan
Penanggung Jawab:
Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert)
Partner
Izin Penilai Properti & Bisnis
Izin Men. Keu. No.P.1-18.00532 dan B-1.23.00643 Penilai Properti & Bisnis
STTD.PPB-47/PM.02/2023 Bersertifikat
…………………….
MAPPI No. 16-S-06672
RMK-2017.00616
Reviewer:
Fikri Mauriza Hazmi, S.T., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)., CFP
MAPPI No. 17-S-07797 Penilai Properti
Bersertifikat & Bisnis
RMK-2020.03233 Terakreditasi …………………….
Penilai:
M. Nopri Kurniawan, A.Md.
MAPPI No. 19-T-09891 Penilai Properti
RMK-2020.03630 Terakreditasi & Bisnis
Peserta
…………………….
Asisten Penilai:
Ridho Mohammad, S.T.
MAPPI No. 20-T-10097 Penilai Properti
RMK-2020.03343 Terakreditasi & Bisnis
Afiliasi
…………………….
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 28
28
Page 30
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No.00033/2.0131-09/BB/KJPPSPR/APP-
BS/l/2026 tertanggal 23 Januari 2026 Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan
(selanjutnya disebut “KJPP SPR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT Bayu Buana Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan
aksi korporasi yang dilakukan oleh Perseroan dalam Rencana Transaksi Akuisisi Saham sebesar
100% ekuitas PT Mandala Prima Perkasa.
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ini dilakukan bahwa Perseroan dikenal secara luas
sebagai agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat. Akuisisi saham
tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat lini “Travel & Hospitality” dan untuk
melakukan integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya Perusahaan untuk memperluas
bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata serta mendukung bisnis utama Perusahaan dalam
bidang agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat.
1.2 Identitas Status Penilai
Penilai Publik yang bertanggung jawab sekaligus yang bertanda tangan di dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini adalah Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.), merupakan Penilai Publik
Properti & Bisnis dengan Nomor Izin Penilai Publik Properti No. P-1.18.00532 berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember 2018 dan Nomor Izin
Penilai Publik Bisnis No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor
214/KM.1/2023 Tanggal 17 Desember 2018. Penilai Publik juga telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) dengan Surat Tanda
Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-47/PM.02/2023 Tanggal 17 Juli 2023.
Penilai Publik bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan yang
beralamat di 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan
Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
memiliki Izin Usaha resmi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0131 berdasarkan
Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015 dari Menteri Keuangan Republik
Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan adalah perusahaan penilai independen yang terdaftar
di Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h
Bapepam-LK) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-
859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam hal ini adalah sebagai berikut:
Nama Perusahaan : PT Bayu Buana Tbk
Bidang Usaha : Bidang jasa biro perjalanan wisata dan agen perjalanan
wisata
Alamat : Jalan Ir. H. Juanda III No. 2 Jakarta 10120
No. Telepon : +62 21 2350 9999
Email : corporate@bayubuanatravel.com
Website : www.bayubuanatravel.com
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 29
29
Page 31
1.4 Identitas Pengguna Laporan
Pengguna Laporan dalam hal ini adalah sebagai berikut:
Nama Perusahaan : PT Bayu Buana Tbk
Bidang Usaha : Bidang jasa biro perjalanan wisata dan agen perjalanan
wisata
Alamat : Jalan Ir. H. Juanda III No. 2 Jakarta 10120
No. Telepon : +62 21 2350 9999
Email : corporate@bayubuanatravel.com
Website : www.bayubuanatravel.com
1.5 Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Objek Pendapat Kewajaran ini menggunakan mata uang Rupiah.
1.6 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date)
Pendapat kewajaran dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan Laporan
Keuangan yang digunakan dalam analisis adalah Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku
Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan.
1.7 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan penugasan adalah memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
dengan tujuan memenuhi POJK No.17/POJK.04/2020 sesuai dengan SEOJK No.
17/SEOJK.04/2020.
1.8 Objek Analisis Pendapat Kewajaran
Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah akuisisi saham 100% PT Mandala Prima
Perkasa.
1.9 Pihak-pihak Yang Terlibat Transaksi
Pihak-pihak yang melakukan Transaksi dalam Rencana Transaksi ini adalah PT Bayu Buana Tbk
sebagai pembeli dan PT Mandala Prima Perkasa sebagai penjual.
1.10 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi
Bahwa Perusahaan dikenal secara luas sebagai agen perjalanan wisata dan penyedia layanan
perjalanan korporat. Akuisisi saham tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat lini
“Travel & Hospitality” dan untuk melakukan integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya Perusahaan
untuk memperluas bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata serta mendukung bisnis utama
Perusahaan dalam bidang agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 30
30
Page 32
1.11 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Sehubungan dengan Peraturan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama, dan Peraturan POJK No. 35/POJK.04/2020, tertanggal 2 Juli
2020, tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, maka dalam
penugasan laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan ini, kami telah
melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
yang mencakup hal sebagai berikut:
1. Melakukan analisis Rencana Transaksi Perseroan.
2. Melakukan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi Perseroan.
3. Melakukan analisis kuantitatif dari Rencana Transaksi Perseroan.
4. Melakukan analisis kewajaran dari Rencana Transaksi Perseroan.
1.12 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Perundang-undangan
▪ Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
▪ Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
▪ Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha.
▪ Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
▪ Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi
Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.
1.13 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Hasil Laporan Pendapat Kewajaran dan/atau referensi yang melampirinya hanya ditujukan untuk
pemberi tugas dan pengguna laporan. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik
sebagian maupun keseluruhan laporan atau rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk
diterbitkan dalam dokumen apa pun, pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada
pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari kami untuk format maupun konteks dimana
akan dimunculkan.
1.14 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan SPI
Pendapat Kewajaran ini dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII Tahun 2018.
1.15 Kondisi dan Syarat Pembatas
Pendapat kewajaran ini berdasarkan dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Bahwa kami tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek yang dianalisis dan hasil dari
pendapat kewajaran yang dilakukan;
• Bahwa dalam pendapat kewajaran ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas objek yang
dianalisis sebagaimana ditunjukkan dalam laporan keuangan yang diberikan dan dokumen –
dokumen pendukung lain yang terbatas;
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 31
31
Page 33
• Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan ini semata-mata dibuat
berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki;
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
penyusunan Pendapat Kewajaran.
• Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
• Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
oleh manajemen Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
• Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kewajaran
proyeksi keuangan.
• Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
• Kami bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat Kewajaran;
1.16 Sumber Data dan Informasi
1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik
(KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan
tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 dan 2023 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 dan 2022 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Donny Iskandar Maramis selaku Akuntan Publik dan
Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat
bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
5. Proforma Perseroan dengan dan tanpa Rencana Transaksi.
6. Laporan Penilaian Bisnis yang diterbitkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sugianto
Prasodjo Dan Rekan dengan Nomor: 00154/2.0131-09/BS/10/0643/1/V/2026 tanggal 13 Mei
2026.
7. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan dan pihak lain yang kami anggap layak dan
relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses
pendapat kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 32
32
Page 34
8. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun media
elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
1.17 Metodologi Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur pendapat kewajaran Rencana Transaksi yang mencakup
hal – hal sebagai berikut:
1. Analisis atas Rencana Transaksi
Analisis atas Rencana Transaksi adalah analisis yang meliputi identifikasi dan hubungan antara
pihak yang bertransaksi, perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam Rencana Transaksi,
dan penilaian atas risiko dan manfaat dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan.
2. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi adalah analisis yang meliputi riwayat perusahaan dan
sifat kegiatan usaha, analisis industri dan lingkungan, analisis operasional dan prospek
perusahaan, alasan dilakukannya Rencana Transaksi dan keuntungan dan kerugian yang
bersifat kualitatif atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan.
3. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi adalah analisis yang meliputi penilaian atas potensi
pendapatan, aset, liabilitas, kondisi keuangan perusahaan dan melakukan analisis inkremental
(incremental analysis) untuk mengukur nilai tambah dari Rencana Transaksi dan melakukan
analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk mengukur keuntungan dan kerugian dari Rencana
Transaksi yang akan dilakukan, jika diperlukan.
4. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi adalah analisis yang meliputi perbandingan antara
Nilai Transaksi dengan hasil Penilaian atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan, analisis
untuk memastikan bahwa Nilai Transaksi memberikan nilai tambah dari Rencana Transaksi yang
akan dilakukan, dan Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi dilakukan untuk meyakini
bahwa nilai Rencana Transaksi berada dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian.
1.18 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP SPR bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan maupun pihak-pihak
lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP SPR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan
untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang Kami terima sama
sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.19 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran
Dalam pemahaman terbaik kami berdasarkan informasi publik yang tersedia, kami berpendapat
tidak ada kejadian penting setelah tanggal pendapat kewajaran yang dapat secara signifikan
mempengaruhi hasil kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 33
33
Page 35
BAB II
TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
2.1 Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi
2.4.1. PT Bayu Buana Tbk (“Perseroan”) sebagai Pembeli
a. Riwayat Singkat
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 22 tanggal 07 Oktober 1972 yang dibuat di
hadapan Notaris Didi Sudjadi S.H. di Jakarta yang pada saat pendiriannya Perseroan bernama
PT Bayu Buana Travel Service Ltd.
Anggaran Dasar Perseroran telah mengalami beberapa kali perubahan, Perubahan Anggaran Dasar
Perseroan terakhir adalah berdasarkan Akta Nomor 82 tanggal 25 Juni 2021, dibuat di hadapan Mala
Mukti, S.H., L.LM, Notaris di Jakarta, yang telah disampaikan kepada dan diterima oleh Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam surat No. AHU-AH.
01.03-0429991 tanggal 21 Juli 2021.
Akta perubahan terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
yang dibuat di hadapan Notaris Mala Mukti, S.H., LL.M. No. 25 tanggal 16 Mei 2025. Perubahan
Anggaran Dasar tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0295891 tanggal 10 Juni 2025.
b. Alamat Kantor Perusahaan
Perseroan berdomisili di Indonesia dengan kantor berkedudukan di Jalan Ir. H. Juanda III No. 2
Jakarta Pusat 10210.
c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan sebagai berikut:
Modal Dasar Rp 480.000.000.000 (Empat Ratus Dengan jumlah lembar saham
Delapan Puluh Miliar Rupiah) sebanyak 960.000.000 (Sembilan
Ratus Enam Puluh Juta) lembar
saham dengan Nilai Nominal
sebesar Rp500 (Lima Ratus
Rupiah)
Modal Ditempatkan Rp 176.610.390.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
Tujuh Puluh Enam Miliar Enam sebanyak 353.220.780 (Tiga Ratus
Ratus Sepuluh Juta Tiga Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua Ratus
Sembilan Puluh Ribu Rupiah) Dua Puluh Ribu Tujuh Ratus
Delapan Puluh) Lembar Saham
Modal Disetor Rp 176.610.390.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
Tujuh Puluh Enam Miliar Enam sebanyak 353.220.780 (Tiga Ratus
Ratus Sepuluh Juta Tiga Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua Ratus
Sembilan Puluh Ribu Rupiah) Dua Puluh Ribu Tujuh Ratus
Delapan Puluh) Lembar Saham
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 34
34
Page 36
Perusahaan memiliki saham dengan total sebesar 353.220.780 lembar saham dengan nilai nominal
Rp 500 per saham. Komposisi pemegang saham Perseroan pada tanggal Cut Off 31 Desember 2025
sebagai berikut :
Pemegang Saham Jumlah Saham Nominal Presentase
(Rp) (%)
PT Graha Sentosa Persada 99.170.686 49.585.343.000 28,08%
Union Bancaire Privee, UBP SA
35.551.851 17.775.925.500 10,07%
Singapore Branch
Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore 27.914.815 13.957.407.500 7,90%
Bank of Singapore Limited 23.447.900 11.723.950.000 6,64%
Masyarakat (Kepemilikan kurang dari 5%) 167.135.528 83.567.764.000 47,31%
Jumlah/ Total 353.220.780 176.610.390.000 100%
d. Susunan Pengurus Perusahaan
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Thio Gwan Po Micky
Komisaris : Bostomi Suharman
Komisaris Independen : Pranowo Gumulia 1)
Direksi
Direktur Utama : Agustinus Kasjaya Pake Seko
Direktur : Kusuwandi Tamin
Direktur Independen : Hardy Karuniawan 2)
Catatan :
1) Merangkap sebagai Komisaris Independen
2) Merangkap sebagai Direktur Independen
e. Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah
menjalankan usaha dalam bidang jasa biro perjalanan wisata dan agen perjalanan wisata. Untuk
mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha
sebagai berikut:
• Perencanaan dan pengemasan komponen-komponen perjalanan wisata, yang meliputi
sarana wisata, obyek dan daya tarik wisata dan jasa pariwisata lainnya terutama yang terdapat
di wilayah Indonesia, dalam bentuk paket wisata;
• Penyelenggaraan dan penjualan paket wisata melalui agen perjalanan dan/atau langsung
kepada wisatawan atau konsumen;
• Penyediaan layanan pramuwisata yang berhubungan dengan paket wisata yang dijual
• Penyediaan layanan angkutan wisata;
• Pemesanan akomodasi, restoran, tempat konvensi dan tiket pertunjukan seni budaya serta
kunjungan ke obyek dan daya tarik wisata;
• Pengurusan dokumen perjalanan berupa paspor dan visa atau dokumen lain yang
dipersamakan;
• Penyelenggaraan perjalanan ibadah agama;
• Penyelenggaraan perjalanan insentif.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 35
35
Page 37
2.4.2. PT Mandala Prima Perkasa sebagai Penjual
a. Riwayat Singkat
PT Mandala Prima Perkasa adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
Pendirian Perseroan Terbatas No. 121 tanggal 15 Juli 2002 di hadapan Notaris Dr. Irawan Soerodjo,
S.H., M.Si. di Jakarta yang telah memperoleh Pengesahan sesuai dengan Keputusan Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-24154 HT.01.01.Th.2002 tanggal 16
Desember 2002.
Akta pendirian tersebut beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir kali diubah dengan Akta
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Mandala Prima Perkasa No. 11 tanggal 31 Desember
2025 yang dibuat di hadapan Notaris Yuli Kristi, S.H., M.Kn. di Kabupaten Bekasi yang telah
memperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-
0002663.AH.01.02. Tahun 2026 tanggal 20 Januari 2026.
b. Alamat Kantor Perusahaan
Kantor pusat berkedudukan di Makassar dan beralamatkan di Jalan Maipa No. 8, Losari – Ujung
Pandang, Makassar.
c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham PT Mandala Prima Perkasa sebagaimana
dinyatakan dalam Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Mandala Prima Perkasa No. 11
tanggal 31 Desember 2025 yang dibuat di hadapan Notaris Yuli Kristi, S.H., M.Kn. di Kabupaten
Bekasi adalah sebagai berikut :
Modal Dasar Rp 226.040.500.000 (Dua Ratus Dengan jumlah lembar saham
Dua Puluh Enam Miliar Empat sebanyak 226.040.500 (Dua Ratus
Puluh Juta Lima Ratus Ribu Dua Puluh Enam Juta Empat Puluh
Rupiah) Ribu Lima Ratus) lembar saham
atau Nilai Nominal Rp1.000 (Seribu
Rupiah) per lembar saham
Modal Ditempatkan Rp 226.040.500.000 (Dua Ratus Dengan jumlah lembar saham
Dua Puluh Enam Miliar Empat sebanyak 226.040.500 (Dua Ratus
Puluh Juta Lima Ratus Ribu Dua Puluh Enam Juta Empat Puluh
Rupiah) Ribu Lima Ratus) lembar saham
atau Nilai Nominal Rp1.000 (Seribu
Rupiah) per lembar saham
Modal Disetor Rp 226.040.500.000 (Dua Ratus Dengan jumlah lembar saham
Dua Puluh Enam Miliar Empat sebanyak 226.040.500 (Dua Ratus
Puluh Juta Lima Ratus Ribu Dua Puluh Enam Juta Empat Puluh
Rupiah) Ribu Lima Ratus) lembar saham
atau Nilai Nominal Rp1.000 (Seribu
Rupiah) per lembar saham
Perusahaan memiliki saham dengan total sebesar 226.040.500 lembar saham dengan nilai nominal
Rp1.000 per lembar saham. Komposisi pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember
2025 sebagai berikut :
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 36
36
Page 38
Pemegang Saham Jumlah Saham Nominal Presentase
(Rp) (%)
PT Triputra Milenia Perkasa 178.307.500 178.307.500.000 78,88%
PT Trisurya Inti Pratama 47.733.000 47.733.000.000 21,12%
Jumlah/ Total 226.040.500 226.040.500.000 100%
d. Susunan Pengurus Perusahaan
Dewan Komisaris
Komisaris : Ny. Tjhin Leeris Harni
Direksi
Direktur Utama : Tn. Suryadi Danajaya
e. Kegiatan Usaha
Bidang usaha PT Mandala Prima Perkasa berdasarkan Akta Pendirian No. 121 tanggal 15 Juli 2002
adalah berusaha di bidang aktivitas perusahaan dan menjalankan usaha di bidang pembangunan,
perdagangan, industri, pertambangan, transportasi darat, pertanian, percetakan, perbengkelan, jasa
kecuali jasa dibidang hukum dan pajak. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas,
Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
1. Menjalankan usaha-usaha dibidang pembangunan bertindak sebagai pengembang yang
meliputi perencanaan, pelaksaan dan pemborongan pada umunya (general contractor),
antara lain pembangunan kawasan perumahan (real estat) kawasan industri (industrial
estate), gedung-gedung, apartemen, kondominium, perkantoran, pertokoan beserta
fasilitas-fasilitasnya termasuk mengerjakan pembebasan, pembukaan, pengurugan,
pemerataan, penyiapan dan pengembangan areal tanah lokasi/wilayah yang akan
dibangun, serta pembangunan gedung, konstruksi, lapangan, jembatan, jalan, taman,
bendungan, pengairan/irigasi, landasan, dermaga, pemasangan instalasi instalasi listrik
(elektrikal), gas, air minum, telekomunikasi, air conditioner, sistem pengaman dan dalam
bidang teknik sipil, elektro, mesin (mekanikal).
2. Menjalankan usaha-usaha dibidang perdagangan, yang meliputi perdagangan impor dan
ekspor, antar pulau/daerah serta lokal, bertindak sebagai agen, ritel, grosir, waralaba,
commision house, leveransir, supplier, distributor dan sebagai perwakilan dari badan-badan
perusahaan-perusahaan lain, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk berbagai jenis
barang dagangan baik barang-barang hasil produksi sendiri maupun hasil produksi
perusahaan lain, serta perdagangan yang berhubungan dengan usaha real estat yaitu
penjualan dan pembelian bangunan-bangunan rumah, gedung, perkantoran, gedung
pertokoan, unit-unit ruangan apartemen, ruangan kondominium, ruangan kantor, ruangan
pertokoan.
3. Menjalankan usaha-usaha dibidang industri, yang meliputi berbagai macam industri antara
lain industri elektronika, termasuk komputer, alat komunikasi, industri makanan dan
minuman, pengolahan hasil perikanan (cold storage), keramik, kulit, karet, kertas, tekstil,
pakaian jadi (garmen), kimia, farmasi dan obat-obatan, kosmetika, alat kesehatan, mebel
(furnitur), kendaraan bermotor termasuk mesin-mesin dan suku cadangnya, alat-alat rumah
tangga, kerajinan tangan.
4. Menjalankan usaha-usaha di bidang pertambangan, yang meliputi pertambangan nikel,
batubara, timah, emas, perak, tembaga, bauksit, mangan, bijih uranium dan thorium, pasir
besi dan bijih besi, batuan tambang yaitu marmer, granit, andesit, koral, split, tanah liat, pasir
dan pertambahan non migas dan mineral.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 37
37
Page 39
5. Menjalankan usaha-usaha dibidang transportasi darat, termasuk angkutan untuk barang
maupun penumpang, ekspedisi dan pergudangan.
6. Menjalankan usaha-usaha dibidang pertanian, termasuk agroindustri yang meliputi
pembibitan, budidaya dan pengolahan pasca panen industri pertanian, peternakan,
perikanan darat/laut, perkebunan, hortikultura, kehutanan.
7. Menjalankan usaha-usaha dibidang percetakan, meliputi penjilidan dan penerbitan buku-
buku, desain dan cetak grafis, sablon, offset.
8. Menjalankan usaha-usaha dibidang perbengkelan, yang meliputi kegiatan perawatan,
pemeliharaan, perbaikan (maintenance) dan showroom kendaraan bermotor, berbagai jenis
mesin-mesin dan alat berat.
9. Menjalankan usaha-usaha di bidang jasa, yang meliputi berbagai macam jasa antara lain
jasa persewaan dan pengelolaan bangunan-bangunan, ruangan-ruangan kantor dan
ruangan-ruangan pertokoan beserta fasilitas-fasilitasnya, jasa konsultasi manajemen dan
administrasi, periklanan, persewaan kendaraan bermotor, jasa komputer dan internet
termasuk pembuatan paket program komputer (software), pelatihan komputer, instalasi dan
perbaikan/perawatan komputer, jaringan komputer, uninterruptible power supply, panel
kontrol serta alat telekomunikasi, jasa teknologi informasi termasuk multimedia, desain
sistem informasi, pengolahan data, jasa penyediaan makanan dan minuman (catering),
perawatan dan kebersihan (cleaning service), kecuali jasa dibidang hukum dan pajak.
2.4.3. Kesimpulan Pihak – Pihak yang Melakukan Rencana Transaksi
a. Pihak - pihak yang melakukan Rencana Transaksi
Sebagaimana tergambar pada deskripsi di atas bahwa pihak-pihak yang melakukan
transaksi dalam Rencana Transaksi ini adalah PT Bayu Buana Tbk sebagai pembeli dan
PT Mandala Prima Perkasa sebagai penjual.
b. Hubungan dari segi kepemilikan saham
Berdasarkan struktur kepemilikan saham dari pihak-pihak yang akan melakukan
Rencana Transaksi yaitu antara penjual dan pembeli, tidak ada keterkaitan dari segi
kepemilikan saham di antara pihak-pihak tersebut.
c. Hubungan dari segi kepengurusan
Berdasarkan struktur kepemilikan saham dari pihak-pihak yang akan melakukan Rencana
Transaksi yaitu antara penjual dan pembeli, tidak ada keterkaitan dari segi kepengurusan
di antara pihak-pihak tersebut.
Ditinjau dari hubungan dari segi kepemilikan saham dan segi kepengurusan, berdasarkan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 Rencana Transaksi ini bukan
termasuk kepada Transaksi afiliasi.
Rencana Transaksi ini juga tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 38
38
Page 40
Dengan memperhatikan definisi Benturan kepentingan di atas (yang merugikan
perusahaan) dan alasan yang telah dikemukakan serta harga Rencana Transaksi yang
akan dilaksanakan, maka Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi benturan
kepentingan, karena memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan
diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan menguntungkan
Perseroan.
2.2 Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi
Berkenaan dengan Rencana Transaksi yang dimaksud, hingga saat ini belum terdapat perjanjian
definitif maupun kesepakatan tertulis yang bersifat mengikat secara hukum antara PT Bayu Buana
Tbk selaku pihak Pembeli dan PT Mandala Prima Perkasa selaku pihak Penjual.
2.3 Penilaian Atas Risiko Dan Manfaat Dari Rencana Transaksi Yang Akan Dilakukan
Rencana Transaksi ini dilakukan dengan mempertimbangkan potensi sinergi strategis yang dapat
memberikan nilai tambah bagi Perseroan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, berikut adalah
penilaian atas risiko dan manfaat utama yang diharapkan muncul dari pelaksanaan Rencana
Transaksi tersebut:
Manfaat jika Rencana Transaksi dilakukan :
• Sinergi Operasional Dan Integrasi Vertikal
Perusahaan dapat mengamankan pasokan kamar hotel terutama di musim puncak/liburan,
melakukan efisiensi biaya dengan menghilangkan komisi yang biasanya dibayarkan kepada
pihak ketiga, dan dapat menawarkan paket perjalanan yang lebih terintegrasi (tiket,
akomodasi, tur) dengan harga lebih kompetitif.
• Peningkatan Margin Keuntungan
Dengan akuisisi saham tersebut, Perusahaan dapat menikmati seluruh pendapatan
operasional hotel (pendapatan kamar, F&B, dan layanan lainnya), serta juga dapat
memotong/mengeliminasi komisi yang biasanya dibayarkan kepada agen atau platform online,
sehingga dapat meningkatkan margin laba secara keseluruhan yang lebih tinggi dari penjualan
paket perjalanan.
• Diversifikasi Pendapatan Dan Stabilitas Bisnis
Perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari tiket dan paket tur yang
bersifat musiman. Dalam jangka panjang, integrasi pasca-akuisisi yang efektif dapat
menghasilkan efisiensi operasional dan profitabilitas berkelanjutan bagi Perusahaan.
• Peningkatan Daya Saing di Segmen MICE
Perusahaan dapat menjamin ketersediaan venue untuk event korporat, menawarkan solusi
“one-stop solution” yang lebih menarik bagi klien korporat dan dapat memperkuat posisi
Perusahaan di pasar dengan lebih kompetitif.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 39
39
Page 41
Risiko jika Rencana Transaksi dilakukan :
• Resiko Keuangan
Bahwa akuisisi saham tersebut membutuhkan biaya due diligence (studi kelayakan, opini
kewajaran dan pemeriksaan hukum) yang tidak sedikit, membutuhkan dana akuisisi yang
cukup besar, serta potensi nilai jual kembali yang lebih rendah jika integrasi bisnis tidak
berjalan sesuai rencana.
• Resiko Operasional Dan Integrasi
Dalam proses penggabungan dua bisnis yang berbeda terdapat tantangan operasional dalam
hal perbedaan sistem dan prosedur operasional antara agen perjalanan wisata dan hotel.
• Resiko Integrasi Sistem Teknologi
Antara agen perjalanan wisata dan hotel menggunakan sistem teknologi yang berbeda,
sehingga dapat menyebabkan overbooking akibat tidak sinkronnya sistem pemesanan,
ketidakkonsistenan harga antar saluran distribusi yang dapat merusak kepercayaan
pelanggan, beban kerja manual yang tinggi akibat proses yang belum terintegrasi secara
otomatis.
• Resiko Makroekonomi Dan Industri
Terdapat risiko dari faktor eksternal yaitu fluktuasi permintaan akibat kondisi ekonomi makro,
dampak pandemi/bencana alam/isu keamanan terhadap sektor pariwisata, serta perubahan
perilaku konsumen dan tren perjalanan pasca-pandemi.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 40
40
Page 42
BAB III
ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
3.1 Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
a. Riwayat Singkat
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 22 tanggal 07 Oktober 1972 yang dibuat di
hadapan Notaris Didi Sudjadi S.H. di Jakarta yang pada saat pendirian nya Perseroan bernama
PT Bayu Buana Travel Service Ltd.
Anggaran Dasar Perseroran telah mengalami beberapa kali perubahan, Perubahan Anggaran
Dasar Perseroan terakhir adalah berdasarkan Akta Nomor 82 tanggal 25 Juni 2021, dibuat di
hadapan Mala Mukti, S.H., L.LM, Notaris di Jakarta, yang telah disampaikan kepada dan diterima
oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam
surat No. AHU-AH. 01.03-0429991 tanggal 21 Juli 2021.
Akta perubahan terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
yang dibuat di hadapan Notaris Mala Mukti, S.H., LL.M. No. 25 tanggal 16 Mei 2025. Perubahan
Anggaran Dasar tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0295891 tanggal 10 Juni 2025.
b. Alamat Kantor Perusahaan
Perseroan berdomisili di Indonesia dengan kantor berkedudukan di Jalan Ir. H. Juanda III No. 2
Jakarta Pusat 10210.
c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan sebagai berikut:
Modal Dasar Rp 480.000.000.000 (Empat Dengan jumlah lembar saham
Ratus Delapan Puluh Miliar sebanyak 960.000.000
Rupiah) (Sembilan Ratus Enam Puluh
Juta) lembar saham dengan
Nilai Nominal sebesar Rp500
(Lima Ratus Rupiah)
Modal Ditempatkan Rp 176.610.390.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
Tujuh Puluh Enam Miliar Enam sebanyak 353.220.780 (Tiga
Ratus Sepuluh Juta Tiga Ratus Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua
Sembilan Puluh Ribu Rupiah) Ratus Dua Puluh Ribu Tujuh
Ratus Delapan Puluh) Lembar
Saham
Modal Disetor Rp 176.610.390.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
Tujuh Puluh Enam Miliar Enam sebanyak 353.220.780 (Tiga
Ratus Sepuluh Juta Tiga Ratus Ratus Lima Puluh Tiga Juta Dua
Sembilan Puluh Ribu Rupiah) Ratus Dua Puluh Ribu Tujuh
Ratus Delapan Puluh) Lembar
Saham
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 41
41
Page 43
Perusahaan memiliki saham dengan total sebesar 353.220.780 lembar saham dengan nilai nominal
Rp 500 per saham. Komposisi pemegang saham Perseroan pada tanggal Cut Off 31 Desember
2025 sebagai berikut :
Pemegang Saham Jumlah Saham Nominal Presentase
(Rp) (%)
PT Graha Sentosa Persada 99.170.686 49.585.343.000 28,08%
Union Bancaire Privee, UBP SA
35.551.851 17.775.925.500 10,07%
Singapore Branch
Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore 27.914.815 13.957.407.500 7,90%
Bank of Singapore Limited 23.447.900 11.723.950.000 6,64%
Masyarakat (Kepemilikan kurang dari 5%) 167.135.528 83.567.764.000 47,31%
Jumlah/ Total 353.220.780 176.610.390.000 100%
d. Susunan Pengurus Perusahaan
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Thio Gwan Po Micky
Komisaris : Bostomi Suharman
Komisaris Independen : Pranowo Gumulia 1)
Direksi
Direktur Utama : Agustinus Kasjaya Pake Seko
Direktur : Kusuwandi Tamin
Direktur : Hardy Karuniawan 2)
Catatan :
1) Merangkap sebagai Komisaris Independen
2) Merangkap sebagai Direktur Independen
e. Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah
menjalankan usaha dalam bidang jasa biro perjalanan wisata dan agen perjalanan wisata. Untuk
mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha
sebagai berikut:
• Perencanaan dan pengemasan komponen-komponen perjalanan wisata, yang meliputi sarana
wisata, obyek dan daya tarik wisata dan jasa pariwisata lainnya terutama yang terdapat di
wilayah Indonesia, dalam bentuk paket wisata;
• Penyelenggaraan dan penjualan paket wisata melalui agen perjalanan dan/atau langsung
kepada wisatawan atau konsumen;
• Penyediaan layanan pramuwisata yang berhubungan dengan paket wisata yang dijual
• Penyediaan layanan angkutan wisata;
• Pemesanan akomodasi, restoran, tempat konvensi dan tiket pertunjukan seni budaya serta
kunjungan ke obyek dan daya tarik wisata;
• Pengurusan dokumen perjalanan berupa paspor dan visa atau dokumen lain yang
dipersamakan;
• Penyelenggaraan perjalanan ibadah agama;
• Penyelenggaraan perjalanan insentif.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 42
42
Page 44
3.2 Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1 Tinjauan Makro Ekonomi
Kondisi Perekonomian Indonesia
Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada hampir
seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar 0,66
persen. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 9,93 persen; diikuti
oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,10 persen; serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,78
persen. Sementara itu, Industri Pengolahan; serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
dan Sepeda Motor yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia masing-masing
tumbuh sebesar 5,30 persen dan 5,49 persen.
Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (persen), 2023—2025
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan Usaha
Industri Pengolahan sebesar 19,07 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,17 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,10
persen; Konstruksi sebesar 9,83 persen; serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,75 persen.
Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,92 persen.
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 dibanding triwulan III-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 0,86 persen.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
Jaminan Sosial Wajib sebesar 13,59 persen; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 7,48 persen.
Sementara itu, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
Limbah dan Daur Ulang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 18,33 persen dan 1,30 persen.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 43
43
Page 45
Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (persen),
Triwulan IV-2024, Triwulan III-2025, dan Triwulan IV-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada
seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan
Jasa sebesar 7,03 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT) sebesar
5,13 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,09 persen; Komponen
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,98 persen; dan Komponen Pengeluaran
Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 2,50 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) tumbuh sebesar 4,77 persen.
Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C-to-C) (persen), 2023–2025
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Pada tahun 2025, Pulau Jawa masih menunjukkan peranan yang kuat dalam perekonomian Indonesia,
dengan kontribusi sebesar 56,93 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh Pulau Sumatera (22,22
persen), Kalimantan (8,12 persen), Sulawesi (7,22 persen), Bali dan Nusa Tenggara (2,82 persen),
serta Maluku dan Papua (2,69 persen).
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 44
44
Page 46
Ekonomi Indonesia secara spasial selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan di seluruh kelompok
provinsi. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan (c-to-c) tertinggi sebesar 6,23
persen, diikuti oleh Pulau Jawa (5,30 persen), Pulau Bali dan Nusa Tenggara (4,87 persen), Pulau
Sumatera (4,81 persen), dan Pulau Kalimantan (4,79 persen). Sementara itu, kelompok provinsi di
Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,44 persen.
Kontribusi dan Pertumbuhan PDRB Menurut Pulau (persen), 2025
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2025 membaik sehingga mendukung
ketahanan eksternal. Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah ditopang oleh berlanjutnya
surplus neraca perdagangan barang di tengah neraca jasa dan pendapatan primer yang mengalami
defisit. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus ditopang oleh aliran masuk
modal asing dalam bentuk investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya. Dengan
perkembangan tersebut, NPI pada triwulan IV 2025 mencatat surplus sebesar 6,1 miliar dolar AS.
Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan IV 2025, transaksi berjalan mencatat
defisit sebesar 2,5 miliar dolar AS (0,7% dari PDB), setelah pada triwulan III 2025 mencatat surplus
sebesar 4,0 miliar dolar AS (1,1% dari PDB). Neraca perdagangan nonmigas tetap membukukan
surplus meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya, sejalan
dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan berlanjutnya kontraksi harga komoditas. Di sisi
lain, neraca perdagangan migas mencatat defisit yang lebih tinggi sejalan dengan peningkatan
kegiatan ekonomi domestik. Defisit neraca jasa juga tercatat lebih tinggi disebabkan oleh penurunan
jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada triwulan IV 2025 dibandingkan dengan kondisi pada
triwulan III 2025. Defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran
dividen di akhir tahun. Sementara itu, surplus neraca pendapatan sekunder meningkat dipengaruhi
oleh kenaikan remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 45
45
Page 47
Transaksi modal dan finansial mencatat surplus. Neraca transaksi modal dan finansial mencatat
surplus sebesar 8,3 miliar dolar AS pada triwulan IV 2025, setelah pada triwulan III 2025 mencatatkan
defisit sebesar 8,0 miliar dolar AS. Investasi langsung tetap mencatatkan surplus sebagai cerminan
dari terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi Indonesia.
Investasi portofolio mencatat surplus ditopang oleh meningkatnya aliran masuk modal asing seiring
dengan imbal hasil investasi yang tetap menarik. Investasi lainnya juga mencatat surplus dipengaruhi
oleh penarikan pinjaman luar negeri.
Secara keseluruhan tahun 2025, perkembangan NPI menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang
tetap terjaga, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Transaksi berjalan tahun
2025 mencatat defisit yang terkendali sebesar 1,5 miliar dolar AS (0,1% dari PDB), lebih rendah
dibandingkan dengan defisit tahun 2024 sebesar 8,6 miliar dolar AS (0,6% dari PDB). Perkembangan
ini dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang seiring dengan kinerja ekspor
yang meningkat, khususnya ekspor produk manufaktur. Selain itu, surplus neraca pendapatan
sekunder juga lebih tinggi dipengaruhi oleh meningkatnya penerimaan remitansi dari Pekerja Migran
Indonesia (PMI). Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat didorong oleh kenaikan defisit jasa
telekomunikasi sejalan dengan peningkatan kinerja sektor informasi dan komunikasi. Defisit neraca
pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran dividen. Transaksi modal
dan finansial tahun 2025 mencatat defisit sebesar 4,2 miliar dolar AS didorong oleh keluarnya aliran
modal asing pada investasi portofolio dan investasi lainnya seiring dengan ketidakpastian pasar
keuangan global yang tinggi sepanjang tahun 2025. Posisi cadangan devisa meningkat dari 155,7
miliar dolar AS pada akhir Desember 2024 menjadi 156,5 miliar dolar AS pada akhir Desember 2025.
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan utang luar negeri
pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat
memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi
kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal.
Kinerja NPI 2026 diprakirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam
kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari PDB.
Inflasi
Pada Desember 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,92 persen dengan Indeks Harga
Konsumen (IHK) sebesar 109,92. Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Aceh
sebesar 6,71 persen dengan IHK sebesar 114,40 dan terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Utara
sebesar 1,23 persen dengan IHK sebesar 108,60. Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi di tingkat
kabupaten/kota terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 10,84 persen dengan IHK sebesar 119,24 dan
terendah terjadi di Maumere dan Kabupaten Minahasa Utara masing-masing sebesar 0,38 persen
dengan IHK masing-masing sebesar 109,62 dan 111,03.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar
indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,58
persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,66 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan
bahan bakar rumah tangga sebesar 1,62 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan
rutin rumah tangga sebesar 0,20 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,83 persen; kelompok
transportasi sebesar 1,23 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,17 persen;
kelompok pendidikan sebesar 1,22 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 46
46
Page 48
sebesar 1,46 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,33 persen.
Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi,
komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen.
Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Desember 2025 sebesar 0,64 persen sedangkan tingkat
inflasi year to date (y-to-d) pada Desember 2025 sebesar 2,92 persen.
Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Desember 2025 sebesar 2,38 persen; dengan inflasi m-to-
m sebesar 0,20 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 2,38 persen.
Indeks Harga Konsumen/Inflasi Menurut Kelompok
Perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2025 secara umum menunjukkan
kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 150 kabupaten/kota, pada Desember 2025 terjadi
inflasi y-on-y sebesar 2,92 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,80 pada Desember 2024
menjadi 109,92 pada Desember 2025. Tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,64 persen sedangkan tingkat
inflasi y-to-d sebesar 2,92 persen.
IHK dan Tingkat Inflasi Month-to-Month (M-to-M), Year-to-Date (Y-to-D), dan Year-on-Year (Y-
on-Y) Nasional Menurut Kelompok Pengeluaran (2022=100), Desember 2025
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 47
47
Page 49
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar
indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,58
persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,66 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan
bahan bakar rumah tangga sebesar 1,62 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan
rutin rumah tangga sebesar 0,20 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,83 persen; kelompok
transportasi sebesar 1,23 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,17 persen;
kelompok pendidikan sebesar 1,22 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran
sebesar 1,46 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 13,33 persen.
Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi,
komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Desember 2025, antara
lain: cabai merah, cabai rawit, beras, ikan segar, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah,
kelapa, kopi bubuk, wortel, minyak goreng, sigaret kretek tangan (SKT), sigaret kretek mesin (SKM),
sewa rumah, tarif air minum PAM, bahan bakar rumah tangga, bensin, mobil, akademi/perguruan
tinggi, dan emas perhiasan. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-
y, antara lain: tomat, bawang putih, jengkol, daging babi, sabun cair/cuci piring, pengharum cucian/
pelembut, sabun detergen bubuk, tarif kereta api, telepon seluler, dan Sekolah Menengah Atas.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Desember
2025, antara lain: cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, ikan segar, telur ayam ras, beras,
minyak goreng, bawang putih, cabai hijau, sawi putih/pecay/pitsai, kangkung, bayam, kelapa, bensin,
angkutan udara, angkutan antar kota, dan emas perhiasan. Sedangkan komoditas yang memberikan
andil/sumbangan deflasi m-to-m, yakni cabai merah.
Pada Desember 2025, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu:
kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,33 persen; kelompok pakaian dan alas kaki
sebesar 0,03 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,26
persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen;
kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen; kelompok transportasi sebesar 0,15 persen; kelompok
rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,07 persen;
kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,15 persen; dan kelompok
perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,87 persen. Sementara itu, kelompok pengeluaran yang
memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa
keuangan sebesar 0,02 persen.
Source : Badan Pusat Statistik Indonesia
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 48
48
Page 50
Nilai Tukar Rupiah
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2025 memutuskan untuk
mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku
bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai
tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global dengan tetap memperkuat efektivitas
transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini untuk
menjaga stabilitas dan mendorong perekonomian nasional. Ke depan, Bank Indonesia akan terus
mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut dengan prakiraan inflasi 2026 yang
terkendali dalam sasaran 2,5±1%, serta perlunya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang
lebih tinggi. Pelonggaran kebijakan makroprudensial diperkuat dengan meningkatkan efektivitas
implementasi pemberian likuiditas kepada perbankan untuk mempercepat penurunan suku bunga dan
meningkatkan pertumbuhan kredit/pembiayaan ke sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas
Pemerintah. Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan
ekonomi yang inklusif melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri
sistem pembayaran, dan peningkatan daya tahan infrastruktur sistem pembayaran.
Bank Indonesia juga terus mempererat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan
(KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Sinergi kebijakan Bank Indonesia dengan
Pemerintah diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan
program Asta Cita Pemerintah.
Perekonomian global jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang perlu terus
diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan menjadi sekitar 3,2% dipengaruhi oleh
kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus
fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan
kondisi ketenagakerjaan. Sementara itu, ekonomi AS pada 2025 masih melambat dipengaruhi dampak
temporary government shutdown dan pelemahan pasar tenaga kerja. Prospek ekonomi Tiongkok juga
terus melambat dipengaruhi permintaan domestik yang tetap lemah. Pada 2026, pertumbuhan
ekonomi dunia diprakirakan melemah menjadi 3,0% dipengaruhi dampak lanjutan tarif resiprokal AS
dan kerentanan rantai pasok global. Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps
pada Desember 2025 dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan. Tingkat imbal
hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun cenderung bergerak naik, sementara yield US Treasury tenor
10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya tingkat utang Pemerintah AS. Perkembangan ini
menyebabkan indeks mata uang AS (DXY) masih tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal
asing ke emerging market (EM). Ke depan, ketidakpastian perekonomian global diprakirakan tetap
tinggi dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang masih lemah. Kondisi tersebut memerlukan
kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik
dari rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.
Suku Bunga
Kebijakan suku bunga Bank Indonesia terus diarahkan secara forward looking dan pre-emptive untuk
mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan Pemerintah, yaitu 2,5±1% pada tahun 2025 dan 2026.
Rendahnya inflasi dan perlunya turut mendorong pertumbuhan ekonomi sesungguhnya membuka
ruang bagi penurunan BI-Rate lebih lanjut setelah penurunan sebesar 25 bps menjadi 6,00% pada
September 2024. Hal ini apabila mempertimbangkan tekanan inflasi inti (core inflation) yang
bersumber dari dalam negeri diprakirakan tetap terkendali sejalan dengan ekspektasi inflasi yang
terjaga dan kapasitas output potensial yang masih mampu memenuhi kenaikan permintaan. Namun
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 49
49
Page 51
demikian, risiko tekanan inflasi yang berasal dari gejolak global, yaitu dampak pelemahan nilai tukar
Rupiah terhadap harga barang-barang impor (imported inflation) perlu terus diwaspadai. Sejalan
dengan itu, fokus kebijakan moneter dalam jangka pendek adalah untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah
dari dampak gejolak global dimaksud. Karenanya, kebijakan untuk memanfaatkan ruang penurunan
lebih lanjut BI-Rate akan didasarkan pada asesmen terhadap data dan kondisi yang berkembang (data
dependence). Sementara itu, untuk pengendalian inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) dan
harga yang diatur pemerintah (administered prices), koordinasi dengan Pemerintah (Pusat dan
Daerah) melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) terus diperkuat melalui
Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan mengerahkan seluruh 46 kantor
Bank Indonesia di dalam negeri.
Suku Bunga Perbankan
Sumber: Bank Indonesia
3.2.2 Perkembangan Industri
Industri pariwisata Indonesia pada tahun 2026 telah sepenuhnya memasuki fase transformasi menuju
pariwisata berkualitas (quality tourism) yang berfokus pada nilai ekonomi tinggi dan keberlanjutan.
Pergeseran paradigma ini tidak lagi hanya mengejar kuantitas kunjungan wisatawan, melainkan
menekankan pada peningkatan rata-rata pengeluaran serta durasi tinggal wisatawan di berbagai
destinasi unggulan. Pemerintah melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 menetapkan target
kunjungan wisatawan mancanegara pada kisaran 16,0 hingga 17,6 juta, didukung oleh stabilitas
ekonomi nasional dan peningkatan daya tarik destinasi di luar Bali.
Secara makro, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional
menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, diproyeksikan mencapai angka 4,6% hingga 4,7%.
Pertumbuhan ini dipicu oleh pulihnya konektivitas udara internasional dan domestik yang semakin
kompetitif, serta keberhasilan pengembangan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
Sinergi antar-lembaga dalam memperbaiki infrastruktur dasar dan aksesibilitas telah menciptakan iklim
investasi yang lebih positif di sektor akomodasi, transportasi, dan layanan agen perjalanan di seluruh
wilayah Indonesia.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 50
50
Page 52
Dari sisi segmentasi pasar, pariwisata Indonesia pada 2026 didominasi oleh fenomena "Personalized,
Customized, Localized, and Smaller in Size" (PCLS). Wisatawan masa kini cenderung memilih
pengalaman perjalanan yang lebih personal dan bersifat mikro, seperti desa wisata atau tur bertema
minat khusus. Hal ini menyebabkan para pelaku usaha di bidang agen perjalanan harus mampu
menyediakan paket yang lebih fleksibel dan terkurasi secara unik. Selain itu, segmen MICE (Meeting,
Incentive, Convention, and Exhibition) tetap menjadi kontributor pendapatan yang signifikan bagi
perusahaan jasa perjalanan seiring dengan pulihnya aktivitas korporasi dan kegiatan internasional di
Indonesia.
Digitalisasi tetap menjadi faktor penggerak utama dalam efisiensi operasional dan penetrasi pasar
industri pariwisata. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk personalisasi layanan
pelanggan serta integrasi sistem pembayaran digital lintas negara telah memudahkan interaksi
wisatawan mancanegara di pasar domestik. Transformasi digital ini menuntut pelaku industri
konvensional untuk beradaptasi cepat dengan ekosistem digital guna menghadapi persaingan dari
platform Online Travel Agent (OTA) global, sekaligus sebagai upaya untuk menekan biaya operasional
di tengah dinamika inflasi sektor jasa.
Aspek pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) kini bukan lagi sekadar tren, melainkan
kebutuhan regulasi dan permintaan pasar global. Wisatawan internasional semakin memprioritaskan
destinasi yang menerapkan standar pengelolaan lingkungan dan sosial yang bertanggung jawab. Hal
ini mendorong pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat sertifikasi ramah lingkungan pada
fasilitas perhotelan dan paket perjalanan. Keberhasilan adaptasi terhadap standar hijau ini menjadi
parameter penting dalam menilai keberlanjutan bisnis dan nilai strategis jangka panjang bagi
perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata.
Meskipun prospek sektor ini terlihat cerah, industri pariwisata Indonesia tetap menghadapi risiko
sistemik yang berasal dari ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga energi. Kenaikan harga
bahan bakar pesawat (avtur) secara periodik memberikan tekanan pada margin keuntungan maskapai
dan agen perjalanan. Selain itu, kerentanan Indonesia terhadap bencana alam menuntut penguatan
manajemen krisis pariwisata yang lebih terpadu guna menjamin keamanan dan kenyamanan
wisatawan, yang pada akhirnya akan menjaga stabilitas arus kas industri secara keseluruhan.
3.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
Bahwa berdasarkan laporan keuangan hingga Desember 2025, Perusahaan mencatatkan pendapatan
sebesar Rp2,50 Triliun, bila dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp2,58 Triliun, mengalami
penurunan Rp80 Milyar. Margin Laba kotor tahun 2025 tercatat sebesar 8,74%, meningkat sebesar
0,86% dari tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat sebesar Rp105,46 Milyar meningkat sebesar
Rp3,35 Milyar dari tahun 2024. Manajemen Perusahaan telah menargetkan pendapatan sebesar
Rp. 2,59 Triliun pada tahun 2026.
3.4 Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi
Alasan Rencana Transaksi ini dilakukan dalam rangka bahwa Perseroan dikenal secara luas sebagai
agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat. Akuisisi saham tersebut
merupakan langkah strategis untuk memperkuat lini “Travel & Hospitality” dan untuk melakukan
integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya Perusahaan untuk memperluas bisnis/diversifikasi
usaha di bidang pariwisata serta mendukung bisnis utama Perusahaan dalam bidang agen perjalanan
wisata dan penyedia layanan perjalanan korporat.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 51
51
Page 53
3.5 Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Rencana Transaksi Yang Akan
Dilakukan
Keuntungan apabila Perseroan melakukan akuisisi saham PT Mandala Prima Perkasa:
• Mengamankan margin dan mengatasi ketergantungan
Pada saat ini, Perusahaan mengandalkan economies of scale untuk mendapatkan harga
kompetitif dari prinsipal (hotel/maskapai penerbangan). Dengan memiliki hotel, Perusahaan
dapat menghilangkan ketergantungan pada pihak ketiga, menyerap margin yang sebelumnya
menjadi komisi dan dapat mengamankan stok kamar di musim puncak tanpa fluktuasi harga.
• Diferensiasi di tengah rendahnya biaya peralihan
Industri agen perjalanan pariwisata memiliki switching cost yang sangat rendah, sehingga
konsumen dengan mudah dapat berpindah demi harga termurah. Akuisisi tersebut
menciptakan diferensiasi produk. Perusahaan dapat menawarkan paket ekslusif dan
pengalaman yang terintegrasi yang tidak bisa ditiru pesaing yang hanya menjadi reseller,
serta membangun loyalitas pelanggan.
• Mengubah ancaman menjadi peluang
Manajemen Perusahaan telah menyoroti tantangan besar berupa prinsipal yang kini menjual
langsung ke konsumen, sehingga mengancam peran agen. Dengan memiliki aset hotel, maka
Perusahaan tidak lagi sekedar terancam oleh strategi ini, tetapi justru ikut menjadi pemain di
sisi prinsipal.
• Diversifikasi pendapatan dan stabilitas
Pada saat ini pendapatan agen perjalanan wisata sangat fluktuatif. Dengan memiliki hotel,
maka dapat memberikan pendapatan berulang (recurring income) bagi Perusahaan dari
operasional harian aset (kamar, restoran) yang lebih stabil, sekaligus potensi apresiasi nilai
aset jangka panjang, serta dapat menyeimbangkan volatilitas pendapatan dari tiket dan paket
tur.
Kerugian apabila Perusahaan tidak melakukan akuisisi saham PT Mandala Prima Perkasa:
• Margin tetap tertekan dan rentan
Tanpa kepemilikan aset Hotel, maka Perusahaan tetap menjadi agen/penjual tiket yang
marginnya terus tergerus/berkurang. Biaya operasional harus dijaga lebih rendah dari rata-
rata industri untuk Perusahaan dapat bersaing. Akan tetapi tanpa integrasi vertikal, efisiensi
saja memiliki batas dan tidak cukup untuk melawan tekanan harga.
• Kehilangan daya saing jangka Panjang
Perusahaan akan sulit membedakan diri di pasar terhadap para pesaingnya. Jika pesaing
mulai menguasai ekosistem terintegrasi (travel + hotel), Perusahaan berisiko kehilangan klien
korporat yang mencari solusi akan kebutuhannya secara lengkap dan efisien. Dalam hal ini
Perusahaan hanya akan dapat bersaing di area harga yang tipis marginnya.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 52
52
Page 54
• Terus dibayangi ancaman disintermediasi
Ancaman terbesar bagi Perusahaan adalah tren disintermediasi, artinya apabila
hotel/maskapai penerbangan terus agresif secara langsung menjual kepada konsumen,
maka peran Perusahaan perlahan akan semakin tergerus. Tanpa memilik aset, Perusahaan
akan berada dalam posisi defensif, dimana Perusahaan hanya dapat mengandalkan volume
penjualan besar untuk mempertahankan daya tawar, yang sangat rentan apabila klien besar
beralih untuk membeli secara langsung.
• Ketergantungan pada faktor eksternal yang tidak terkendali
Pada saat ini, strategi Perusahaan adalah fokus pada efisiensi internal. Namun, tanpa akuisisi
saham tersebut, maka Perusahaan tidak memiliki kendali atas pasokan (inventory) dan harga
jual produk inti (kamar hotel), sehingga kinerja keuangan tetap sangat bergantung pada
dinamika pasar eksternal yang tidak bisa dikendalikan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 53
53
Page 55
BAB IV
ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
4.1 Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan Perusahaan
Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi merupakan analisis yang dilakukan terhadap kinerja
keuangan Perseroan secara historis yang meliputi analisis terhadap kinerja keuangan dan analisis rasio
keuangan Perseroan, serta analisis terhadap proforma laporan keuangan Perseroan.
4.1.1 Analisis Kinerja Perseroan
Neraca Perseroan
(dalam Rupiah)
ASET 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 469.088.433.523 457.432.145.637 538.477.812.389 673.811.401.984 520.801.446.058
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 47.184.749.821 173.034.321.741 195.734.156.454 149.730.040.456 184.620.866.186
Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga 5.385.936.578 5.474.143.325 6.441.376.330 8.085.642.422 53.986.069.540
Pajak Dibayar Dimuka 380.897.487 315.524
Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek 909.565.439 1.305.596.450 1.291.120.165 4.202.973.446 10.153.998.640
Uang Muka 9.660.473.470 19.823.591.424 22.491.518.058 49.195.056.803 72.384.488.793
Total Aset Lancar 532.610.056.318 657.069.798.577 764.435.983.396 885.025.430.635 841.946.869.217
Aset Tidak Lancar
Aset Pajak Tangguhan 5.379.727.870 5.828.711.562 6.350.518.178 6.253.013.968 7.624.626.933
Properti Investasi 5.393.863.127 5.001.253.343 4.608.643.559 4.216.033.776 3.823.423.992
Aset Tetap 49.114.203.751 55.520.146.857 55.536.371.102 55.721.885.689 87.123.044.532
Aset Hak Guna 2.199.745.829 972.420.752 329.924.163 118.969.808 1.877.235
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya 138.194.066.960 67.659.771.680 51.208.500.160 17.134.526.320 19.830.742.400
Aset Tidak Lancar Lainnya 2.217.465.714 924.568.365 1.069.231.655 1.113.887.226 1.277.050.743
Total Aset Tidak Lancar 202.499.073.251 135.906.872.559 119.103.188.817 84.558.316.787 119.680.765.835
TOTAL ASET 735.109.129.569 792.976.671.136 883.539.172.213 969.583.747.422 961.627.635.052
LIABILITAS DAN EKUITAS 2021 2022 2023 2024 2025
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha - Pihak Ketiga 142.980.214.552 199.257.136.765 204.060.570.763 213.469.101.458 178.416.438.253
Utang Pajak 2.585.089.185 7.646.543.061 17.286.688.273 21.959.956.570 17.157.873.432
Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek 5.826.743.657 4.051.088.499 27.500.000 9.630.069.000 9.630.069.000
Beban Akrual 221.617.173 1.797.406.726 23.478.649 3.045.017 24.148.166
Utang Lain-lain 53.348.646.482 64.226.951.937 77.204.216.485 107.453.308.014 89.420.853.198
Uang Muka Langganan 53.002.925.522 78.619.924.300 110.261.716.702 85.874.564.714 75.547.181.031
Liabilitas Sewa 678.117.646 390.400.705 - - -
Total Liabilitas Jangka Pendek 258.643.354.217 355.989.451.993 408.864.170.872 438.390.044.773 370.196.563.080
Liabilitas Jangka Panjang
Utang - Pihak Ketiga 3.600.000.000 3.600.000.000 3.600.000.000 3.600.000.000 -
Liabilitas Sewa Jangka Panjang 390.400.706 - - - -
Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang 700.255.189 - - 16.715.924.250 10.872.215.250
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 15.650.268.450 17.456.811.795 19.300.663.345 18.394.753.579 22.378.886.642
Liabilitas Pajak Tangguhan 2.358.812 18.166.838 6.936.507 9.124.425 9.122.887
Total Liabilitas Jangka Panjang 20.343.283.157 21.074.978.633 22.907.599.852 38.719.802.254 33.260.224.779
TOTAL LIABILITAS 278.986.637.374 377.064.430.626 431.771.770.724 477.109.847.027 403.456.787.859
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
Modal Dasar - 960.000.000 saham
Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham 176.610.390.000 176.610.390.000 176.610.390.000 176.610.390.000 176.610.390.000
Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali (382.493.998) (382.493.998) (382.493.998) (382.493.998) (382.493.998)
Saldo Laba
Telah Ditentukan Penggunaannya 451.583.000 551.583.000 651.583.000 751.583.000 851.583.000
Belum Ditentukan Penggunaannya 275.892.087.333 236.845.055.330 272.649.201.129 313.323.270.256 381.091.368.191
Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
452.571.566.335 413.624.534.332 449.528.680.131 490.302.749.258 558.170.847.193
kepada Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-Pengendali 3.550.925.860 2.287.706.178 2.238.721.358 2.171.151.137 -
TOTAL EKUITAS 456.122.492.195 415.912.240.510 451.767.401.489 492.473.900.395 558.170.847.193
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 735.109.129.569 792.976.671.136 883.539.172.213 969.583.747.422 961.627.635.052
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 54
54
Page 56
Analisis Vertikal Neraca Perseroan
ASET 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 63,81% 57,69% 60,95% 69,49% 54,16%
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 6,42% 21,82% 22,15% 15,44% 19,20%
Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga 0,73% 0,69% 0,73% 0,83% 5,61%
Pajak Dibayar Dimuka 0,05% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek 0,12% 0,16% 0,15% 0,43% 1,06%
Uang Muka 1,31% 2,50% 2,55% 5,07% 7,53%
Total Aset Lancar 72,45% 82,86% 86,52% 91,28% 87,55%
Aset Tidak Lancar
Aset Pajak Tangguhan 0,73% 0,74% 0,72% 0,64% 0,79%
Properti Investasi 0,73% 0,63% 0,52% 0,43% 0,40%
Aset Tetap 6,68% 7,00% 6,29% 5,75% 9,06%
Aset Hak Guna 0,30% 0,12% 0,04% 0,01% 0,00%
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya 18,80% 8,53% 5,80% 1,77% 2,06%
Aset Tidak Lancar Lainnya 0,30% 0,12% 0,12% 0,11% 0,13%
Total Aset Tidak Lancar 27,55% 17,14% 13,48% 8,72% 12,45%
TOTAL ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
LIABILITAS DAN EKUITAS 2021 2022 2023 2024 2025
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha - Pihak Ketiga 19,45% 25,13% 23,10% 22,02% 18,55%
Utang Pajak 0,35% 0,96% 1,96% 2,26% 1,78%
Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek 0,79% 0,51% 0,00% 0,99% 1,00%
Beban Akrual 0,03% 0,23% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang Lain-lain 7,26% 8,10% 8,74% 11,08% 9,30%
Uang Muka Langganan 7,21% 9,91% 12,48% 8,86% 7,86%
Liabilitas Sewa 0,09% 0,05% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Liabilitas Jangka Pendek 35,18% 44,89% 46,28% 45,21% 38,50%
Liabilitas Jangka Panjang
Utang - Pihak Ketiga 0,49% 0,45% 0,41% 0,37% 0,00%
Liabilitas Sewa Jangka Panjang 0,05% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang 0,10% 0,00% 0,00% 1,72% 1,13%
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 2,13% 2,20% 2,18% 1,90% 2,33%
Liabilitas Pajak Tangguhan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Liabilitas Jangka Panjang 2,77% 2,66% 2,59% 3,99% 3,46%
TOTAL LIABILITAS 37,95% 47,55% 48,87% 49,21% 41,96%
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
Modal Dasar - 960.000.000 saham
Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham 24,03% 22,27% 19,99% 18,22% 18,37%
Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali -0,05% -0,05% -0,04% -0,04% -0,04%
Saldo Laba 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Telah Ditentukan Penggunaannya 0,06% 0,07% 0,07% 0,08% 0,09%
Belum Ditentukan Penggunaannya 37,53% 29,87% 30,86% 32,32% 39,63%
Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
61,57% 52,16% 50,88% 50,57% 58,04%
kepada Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-Pengendali 0,48% 0,29% 0,25% 0,22% 0,00%
TOTAL EKUITAS 62,05% 52,45% 51,13% 50,79% 58,04%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 55
55
Page 57
Analisis Horizontal Neraca Perseroan
ASET 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas -2,48% 17,72% 25,13% -22,71%
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 266,72% 13,12% -23,50% 23,30%
Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga 1,64% 17,67% 25,53% 567,68%
Pajak Dibayar Dimuka -100,00% 0,00% 0,00% -100,00%
Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek 43,54% -1,11% 225,53% 141,59%
Uang Muka 105,20% 13,46% 118,73% 47,14%
Total Aset Lancar 23,37% 16,34% 15,77% -4,87%
Aset Tidak Lancar
Aset Pajak Tangguhan 8,35% 8,95% -1,54% 21,94%
Properti Investasi -7,28% -7,85% -8,52% -9,31%
Aset Tetap 13,04% 0,03% 0,33% 56,35%
Aset Hak Guna -55,79% -66,07% -63,94% -98,42%
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya -51,04% -24,31% -66,54% 15,74%
Aset Tidak Lancar Lainnya -58,31% 15,65% 4,18% 14,65%
Total Aset Tidak Lancar -32,89% -12,36% -29,00% 41,54%
TOTAL ASET 7,87% 11,42% 9,74% -0,82%
LIABILITAS DAN EKUITAS 2022 2023 2024 2025
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha - Pihak Ketiga 39,36% 2,41% 4,61% -16,42%
Utang Pajak 195,79% 126,07% 27,03% -21,87%
Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek -30,47% -99,32% 34918,43% 0,00%
Beban Akrual 711,04% -98,69% -87,03% 693,04%
Utang Lain-lain 20,39% 20,21% 39,18% -16,78%
Uang Muka Langganan 48,33% 40,25% -22,12% -12,03%
Liabilitas Sewa -42,43% -100,00% 0,00% 0,00%
Total Liabilitas Jangka Pendek 37,64% 14,85% 7,22% -15,56%
Liabilitas Jangka Panjang
Utang - Pihak Ketiga 0,00% 0,00% 0,00% -100,00%
Liabilitas Sewa Jangka Panjang -100,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang -100,00% 0,00% 0,00% -34,96%
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 11,54% 10,56% -4,69% 21,66%
Liabilitas Pajak Tangguhan 670,17% -61,82% 31,54% -0,02%
Total Liabilitas Jangka Panjang 3,60% 8,70% 69,03% -14,10%
TOTAL LIABILITAS 35,16% 14,51% 10,50% -15,44%
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
Modal Dasar - 960.000.000 saham
Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Saldo Laba 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Telah Ditentukan Penggunaannya 22,14% 18,13% 15,35% 13,31%
Belum Ditentukan Penggunaannya -14,15% 15,12% 14,92% 21,63%
Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
-8,61% 8,68% 9,07% 13,84%
kepada Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-Pengendali -35,57% -2,14% -3,02% -100,00%
TOTAL EKUITAS -8,82% 8,62% 9,01% 13,34%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 7,87% 11,42% 9,74% -0,82%
Aset terdiri dari Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar. Aset Lancar secara historis memiliki porsi
72,45% - 92,28% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD 12,65%. Aset Tidak Lancar secara
historis memiliki porsi 8,72% - 27,55% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD -8,18%. Secara
keseluruhan historis aset Perusahaan mengalami kenaikan rata-rata sebesar 7,05%.
Liabilitas terdiri dari Liabilitas Jangka Lancar dan Liabilitas Tidak Lancar. Liabilitas Jangka Pendek
secara historis memiliki porsi 35,18% - 46,28% dengan tren kenaikan historis rata-rata YTD 11,04%.
Liabilitas Jangka Panjang secara historis memiliki porsi 2,59% - 3,99% dengan tren kenaikan
historis rata-rata YTD 16,80%.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 56
56
Page 58
Ekuitas Perseroan secara historis memiliki porsi 50,79% - 62,05% dengan tren kenaikan historis
rata-rata YTD 5,54%. Secara keseluruhan historis liabilitas dan ekuitas Perusahaan mengalami
kenaikan sebesar 7,05%.
Laba Rugi Perseroan
(dalam Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan 491.020.818.713 1.794.792.962.356 2.174.710.910.738 2.583.579.802.201 2.496.017.497.346
Beban Pokok Pendapatan (443.892.650.638) (1.691.071.496.996) (2.017.699.552.660) (2.380.021.155.804) (2.277.859.165.567)
Laba Kotor 47.128.168.075 103.721.465.360 157.011.358.078 203.558.646.397 218.158.331.779
Beban Usaha (65.540.642.815) (74.743.019.277) (90.128.450.495) (102.514.019.160) (113.965.985.677)
Pendapatan Lainnya 19.987.257.864 17.095.540.546 20.860.937.959 27.594.273.909 27.787.761.811
Beban Lainnya (419.529.479) (435.839.510) (407.349.533) (1.610.981.939) (495.012.074)
Laba Usaha 1.155.253.645 45.638.147.119 87.336.496.009 127.027.919.207 131.485.095.839
Beban Keuangan (359.130.508) (701.209.980) (570.166.517) (608.481.003) (961.618.020)
Laba Sebelum Pajak 796.123.137 44.936.937.139 86.766.329.492 126.419.438.204 130.523.477.819
Beban Pajak Penghasilan (489.900.201) (2.009.698.316) (16.008.044.927) (24.309.683.624) (25.067.752.814)
Laba Tahun Berjalan 306.222.936 42.927.238.823 70.758.284.565 102.109.754.580 105.455.725.005
Analisis Vertikal Laba Rugi Perseroan
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Beban Pokok Pendapatan -90,40% -94,22% -92,78% -92,12% -91,26%
Laba Kotor 9,60% 5,78% 7,22% 7,88% 8,74%
Beban Usaha -13,35% -4,16% -4,14% -3,97% -4,57%
Pendapatan Lainnya 4,07% 0,95% 0,96% 1,07% 1,11%
Beban Lainnya -0,09% -0,02% -0,02% -0,06% -0,02%
Laba Usaha 0,24% 2,54% 4,02% 4,92% 5,27%
Beban Keuangan -0,07% -0,04% -0,03% -0,02% -0,04%
Laba Sebelum Pajak 0,16% 2,50% 3,99% 4,89% 5,23%
Beban Pajak Penghasilan -0,10% -0,11% -0,74% -0,94% -1,00%
Laba Tahun Berjalan 0,06% 2,39% 3,25% 3,95% 4,22%
Analisis Horizontal Laba Rugi Perseroan
Keterangan 2022 2023 2024 2025
Pendapatan 265,52% 21,17% 18,80% -3,39%
Beban Pokok Pendapatan 280,96% 19,31% 17,96% -4,29%
Laba Kotor 120,08% 51,38% 29,65% 7,17%
Beban Usaha 14,04% 20,58% 13,74% 11,17%
Pendapatan Lainnya -14,47% 22,03% 32,28% 0,70%
Beban Lainnya 3,89% -6,54% 295,48% -69,27%
Laba Usaha 3850,49% 91,37% 45,45% 3,51%
Beban Keuangan 95,25% -18,69% 6,72% 58,04%
Laba Sebelum Pajak 5544,47% 93,08% 45,70% 3,25%
Beban Pajak Penghasilan 310,23% 696,54% 51,86% 3,12%
Laba Tahun Berjalan 13918,30% 64,83% 44,31% 3,28%
Pendapatan Perseroan dihasilkan dari pendapatan tiket (non-keagenan), tur, voucher hotel, dokumen
perjalanan, dan lain-lain. Secara historis, Perseroan mencatatkan pendapatan dengan tren kenaikan
historis rata-rata sebesar 75,53%. Beban Pokok Pendapatan Perseroan sebesar 90,40% - 94,22% dari
pendapatan dan secara tren kenaikan historis rata-rata YTD 78,49%. Laba Usaha / EBITDA Perseroan
sebesar 0,24% - 5,27% dari pendapatan dan secara tren mengalami kenaikan rata-rata sebesar
997,70%. Laba sebelum pajak / EBT Perseroan sebesar 0,16% - 5,23% dari pendapatan dan secara
tren mengalami kenaikan rata-rata 1421,63%. Laba bersih / EAT Perseroan sebesar 0,06% - 4,22% dari
pendapatan dan secara tren mengalami kenaikan rata-rata YTD 3507,68%.
Secara historis, Perseroan terlihat mengalami distorsi penurunan pendapatan yang sangat signifikan
pada tahun 2021 yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19 yang berimbas pada sektor pariwisata di
Indonesia. Namun, pada tahun 2022 mencerminkan bahwa Perseroan mengalami perbaikan secara
finansial setelah status pandemi dicabut.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 57
57
Page 59
Arus Kas Perseroan
(dalam Rupiah)
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari Pelanggan 449.449.543.516 1.704.708.581.307 2.193.318.599.576 2.662.996.484.742 2.429.093.440.936
Pembayaran Pajak Penghasilan (50.404.403) (2.019.746.421) (6.382.319.590) (15.077.488.420) (20.354.916.941)
Penerimaan Restitusi Pajak 851.953.339 295.556.909 -- -- --
Pembayaran kepada Karyawan dan Pemasok (487.164.717.103) (1.712.576.706.896) (2.097.437.308.952) (2.482.517.366.183) (2.483.737.943.132)
Arus Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (36.913.624.651) (9.592.315.101) 89.498.971.034 165.401.630.139 (74.999.419.137)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan Bunga 15.017.326.167 11.299.460.583 16.323.239.441 21.394.162.866 22.797.022.703
Penambahan Aset Keuangan Lancar Lainnya -- -- -- -- (47.000.000.000)
Hasil Penjualan Aset Tetap 650.400.000 318.000.000 461.910.000 564.635.000 360.000.000
Pembayaran Uang Muka Pembelian Aset Tetap (2.748.312.160) -- (1.067.410.996) (21.433.863.512) (2.398.502.542)
Perolehan Aset Tetap (155.306.100) (8.879.688.196) (5.310.464.940) (4.635.811.382) (16.547.579.437)
Arus Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi 12.764.107.907 2.737.772.387 10.407.273.505 (4.110.877.028) (42.789.059.276)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Liabilitas Sewa (671.373.060) (678.117.647) (390.400.705) -- --
Pembayaran Dividen (8.830.519.500) (8.830.519.500) (17.661.039.000) (26.491.558.500) (35.322.078.000)
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (9.501.892.560) (9.508.637.147) (18.051.439.705) (26.491.558.500) (35.322.078.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS (33.651.409.304) (16.363.179.861) 81.854.804.834 134.799.194.611 (153.110.556.413)
PENGARUH PERUBAHAN KURS MATA UANG ASING 230.910.726 4.706.891.975 (809.138.082) 534.394.984 100.600.487
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 502.508.932.101 469.088.433.523 457.432.145.637 538.477.812.389 673.811.401.984
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 469.088.433.523 457.432.145.637 538.477.812.389 673.811.401.984 520.801.446.058
KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI:
Kas 1.757.756.179 3.086.675.414 3.645.784.587 3.383.916.666 3.358.057.432
Bank 28.820.114.844 64.287.970.223 74.095.627.802 120.460.185.318 85.174.188.626
Deposito Berjangka 438.510.562.500 390.057.500.000 460.736.400.000 549.967.300.000 432.269.200.000
Total 469.088.433.523 457.432.145.637 538.477.812.389 673.811.401.984 520.801.446.058
Arus kas Perusahaan dari aktivitas operasional berupa penerimaan dari pelanggan, pembayaran pajak
penghasilan, penerimaan restitusi pajak, dan pembayaran kepada karyawan dan pemasok. Arus kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi berkisar antara (74,99 miliar) – 165 miliar dengan rata-rata
sebesar 26,67 miliar.
Arus kas Perusahaan dari aktivitas investasi berupa penerimaan bunga, penambahan aset keuangan
lancar lainnya, hasil penjualan aset tetap, pembayaran uang muka pembelian aset tetap, dan perolehan
aset tetap. Arus kas bersih dari aktivitas investasi berkisar antara (42,78 miliar) – 12,76 miliar dengan
rata-rata sebesar (4,19 miliar).
Arus kas Perusahaan dari aktivitas pendanaan berupa pembayaran liabilitas sewa dan pembayaran
dividen. Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan berkisar antara (35,32 miliar) – (9,50 miliar) dengan
rata-rata sebesar (19,77 miliar).
Saldo kas akhir tahun Perusahaan berkisar antara 457, 43 miliar – 673,81 miliar per tahun dengan rata-
rata sebesar 531,92 miliar.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 58
58
Page 60
Rasio Keuangan Perseroan
ASET 2021 2022 2023 2024 2025
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar 2,06 1,85 1,87 2,02 2,27
Rasio Cepat 2,06 1,85 1,87 2,02 2,27
Rasio Aktivitas
TO Piutang 10,41 10,37 11,11 17,25 13,52
TO Persediaan 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
TO Utang Usaha 3,10 8,49 9,89 11,15 12,77
Perputaran Aset Tetap 10,00 32,33 39,16 46,37 28,65
Perputaran Aset 0,67 2,26 2,46 2,66 2,60
Rasio Solvabilitas
Debt Equity Ratio 0,61 0,91 0,96 0,97 0,72
Debt to Asset Ratio 0,38 0,48 0,49 0,49 0,42
Rasio Profitabilitas
Net Profit Margin 0,06% 2,39% 3,25% 3,95% 4,22%
Rasio HPP 90,40% 94,22% 92,78% 92,12% 91,26%
Return On Asset 0,04% 5,41% 8,01% 10,53% 10,97%
Return On Equity 0,07% 10,32% 15,66% 20,73% 18,89%
a. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
kemampuan perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Secara umum semakin tinggi
rasio ini berarti semakin aman Perseroan.
Rasio lancar Perseroan berkisar antara 1,85 – 2,27 dengan rata-rata tahun historis sebesar 2,01.
Sedangkan rasio cepat perusahaan sama dengan rasio lancar perusahaan dikarenakan tidak adanya
akun persediaan didalam Perseroan.
b. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas merupakan suatu rasio yang berfungsi untuk mengukur tingkat efektivitas penggunaan
aset perusahaan. Rasio ini sering juga disebut rasio perputaran. Secara umum semakin tinggi
perputaran berarti semakin efektif tingkat penggunaan aset Perusahaan.
Turn Over Piutang Perseroan berkisar antara 10,37 – 17,25 dengan rata-rata sebesar 12,53. Turn
Over Utang Usaha Perseroan berkisar antara 3,10 – 12,77 dengan rata-rata sebesar 9,08. Perputaran
aset tetap berkisar antara 10,00 - 46,37 dengan rata-rata sebesar 31,30. Perputaran aset Perseroan
berkisar antara 0,67 – 2,66 dengan rata-rata sebesar 2,13.
c. Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya, yang
diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan antara jumlah liabilitas dan
jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Debt Equity Ratio Perseroan berkisar antara 0,61 – 0,97 dengan rata-rata sebesar 0,83. Debt to Asset
Ratio Perseroan berkisar antara 0,38 – 0,49 dengan rata-rata sebesar 0,45.
d. Rasio Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba neto dari aset
yang dimilikinya. Rata – rata Return on Assets pada tahun historis Perusahaan sebesar 6,99%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba neto dari
ekuitas yang ditanamkan. Rata – rata Return on Equity pada tahun historis Perusahaan sebesar
13,14%.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 59
59
Page 61
4.1.2 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Rencana Transaksi Dan Proforma Laporan
Keuangan Setelah Rencana Transaksi Dilakukan
Proyeksi Neraca Perseroan Sebelum Rencana Transaksi:
(Dalam Rupiah)
ASET 2026 2027 2028 2029 2030
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 520.228.824.493 572.352.757.339 636.884.715.487 707.582.905.296 783.291.563.906
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 234.285.546.674 255.252.014.723 277.348.661.528 289.558.326.209 300.979.292.677
Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga 55.086.069.540 55.086.069.540 55.086.069.540 55.086.069.540 55.086.069.540
Pajak Dibayar Dimuka
Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek 10.153.998.640 10.153.998.640 10.153.998.640 10.153.998.640 10.153.998.640
Uang Muka 74.782.991.335 76.032.991.335 77.332.991.335 78.682.991.335 80.082.991.335
Total Aset Lancar 894.537.430.683 968.877.831.577 1.056.806.436.530 1.141.064.291.020 1.229.593.916.098
Aset Tidak Lancar
Aset Pajak Tangguhan 7.624.626.933 7.624.626.933 7.624.626.933 7.624.626.933 7.624.626.933
Properti Investasi 3.430.814.208 3.038.204.425 2.645.594.641 2.252.984.857 1.860.375.074
Aset Tetap 88.504.078.609 90.837.159.428 93.122.171.054 95.358.632.796 97.546.059.157
Aset Hak Guna 1.877.235 1.877.235 1.877.235 1.877.235 1.877.235
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya 19.830.742.400 19.830.742.400 19.830.742.400 19.830.742.400 19.830.742.400
Aset Tidak Lancar Lainnya 1.277.050.743 1.277.050.743 1.277.050.743 1.277.050.743 1.277.050.743
Total Aset Tidak Lancar 120.669.190.129 122.609.661.163 124.502.063.006 126.345.914.965 128.140.731.541
TOTAL ASET 1.015.206.620.811 1.091.487.492.740 1.181.308.499.536 1.267.410.205.985 1.357.734.647.639
LIABILITAS DAN EKUITAS 2026 2026 2026 2026 2026
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha - Pihak Ketiga 171.105.885.336 182.473.215.537 198.364.802.350 207.022.741.825 215.244.348.507
Utang Pajak 21.778.279.050 23.438.869.955 25.489.819.681 26.558.913.180 27.659.293.004
Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek 9.630.069.000 9.630.069.000 9.630.069.000 9.630.069.000 9.630.069.000
Beban Akrual 24.148.166 24.148.166 24.148.166 24.148.166 24.148.166
Utang Lain-lain 89.420.853.198 89.420.853.198 89.420.853.198 89.420.853.198 89.420.853.198
Uang Muka Langganan 75.547.181.031 75.547.181.031 75.547.181.031 75.547.181.031 75.547.181.031
Liabilitas Sewa - - - - -
Total Liabilitas Jangka Pendek 367.506.415.781 380.534.336.888 398.476.873.426 408.203.906.400 417.525.892.906
Liabilitas Jangka Panjang
Utang - Pihak Ketiga - - - - -
Liabilitas Sewa Jangka Panjang - - - - -
Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang 10.872.215.250 10.872.215.250 10.872.215.250 10.872.215.250 10.872.215.250
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 22.378.886.642 22.378.886.642 22.378.886.642 22.378.886.642 22.378.886.642
Liabilitas Pajak Tangguhan 9.122.887 9.122.887 9.122.887 9.122.887 9.122.887
Total Liabilitas Jangka Panjang 33.260.224.779 33.260.224.779 33.260.224.779 33.260.224.779 33.260.224.779
TOTAL LIABILITAS 400.766.640.560 413.794.561.667 431.737.098.205 441.464.131.179 450.786.117.685
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
Modal Dasar - 960.000.000 saham
Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham 176.610.390.000 176.610.390.000 176.610.390.000 176.610.390.000 176.610.390.000
Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali (382.493.998) (382.493.998) (382.493.998) (382.493.998) (382.493.998)
Saldo Laba
Telah Ditentukan Penggunaannya 851.583.000 851.583.000 851.583.000 851.583.000 851.583.000
Belum Ditentukan Penggunaannya 437.360.501.250 500.613.452.072 572.491.922.329 648.866.595.803 729.869.050.952
Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
614.439.980.252 677.692.931.074 749.571.401.331 825.946.074.805 906.948.529.954
kepada Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-Pengendali - - - - -
TOTAL EKUITAS 614.439.980.252 677.692.931.074 749.571.401.331 825.946.074.805 906.948.529.954
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.015.206.620.811 1.091.487.492.740 1.181.308.499.536 1.267.410.205.985 1.357.734.647.639
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 60
60
Page 62
Proyeksi Neraca Perseroan Setelah Rencana Transaksi:
(Dalam Rupiah)
ASET 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 520.801.446.058 462.787.518.046 522.347.402.437 596.371.961.567 677.537.254.491 762.998.476.044
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 184.620.866.186 235.164.236.104 256.334.930.546 278.616.949.718 290.917.183.268 302.396.349.533
Persediaan - 1.110.537.008 1.368.649.784 1.602.933.783 1.717.399.803 1.790.955.972
Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga 53.986.069.540 8.214.867.480 8.214.867.480 8.214.867.480 8.214.867.480 8.214.867.480
Pajak Dibayar Dimuka - - - - - -
Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek 10.153.998.640 10.153.998.640 10.153.998.640 10.153.998.640 10.153.998.640 10.153.998.640
Uang Muka 72.384.488.793 74.782.991.335 76.032.991.335 77.332.991.335 78.682.991.335 80.082.991.335
Total Aset Lancar 841.946.869.217 792.214.148.613 874.452.840.222 972.293.702.523 1.067.223.695.017 1.165.637.639.004
Aset Tidak Lancar
Aset Pajak Tangguhan 7.624.626.933 7.624.626.933 7.624.626.933 7.624.626.933 7.624.626.933 7.624.626.933
Investasi - - - - - -
Goodwill - - - - - -
Properti Investasi 3.823.423.992 26.683.814.208 26.291.204.425 25.898.594.641 25.505.984.857 25.113.375.074
Capex - 239.693.134 469.079.401 688.158.803 896.931.338 1.095.397.007
Aset Tetap 87.123.044.532 208.347.844.351 205.382.690.912 202.369.468.280 199.307.695.764 196.196.887.867
Aset Hak Guna 1.877.235 1.877.235 1.877.235 1.877.235 1.877.235 1.877.235
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya 19.830.742.400 19.830.742.400 19.830.742.400 19.830.742.400 19.830.742.400 19.830.742.400
Aset Tidak Lancar Lainnya 1.277.050.743 1.277.050.743 1.277.050.743 1.277.050.743 1.277.050.743 1.277.050.743
Total Aset Tidak Lancar 119.680.765.835 264.005.649.005 260.877.272.049 257.690.519.035 254.444.909.271 251.139.957.258
TOTAL ASET 961.627.635.052 1.056.219.797.618 1.135.330.112.271 1.229.984.221.557 1.321.668.604.288 1.416.777.596.263
LIABILITAS DAN EKUITAS 2026 2027 2028 2029 2030
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha - Pihak Ketiga 178.416.438.253 172.519.020.549 184.214.793.882 200.404.502.205 209.208.097.306 217.523.302.681
Utang Pajak 21.778.279.050 22.364.469.293 24.025.060.198 26.076.009.924 27.145.103.423 28.245.483.247
Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek 9.630.069.000 9.630.069.000 9.630.069.000 9.630.069.000 9.630.069.000 9.630.069.000
Beban Akrual 24.148.166 1.217.159.552 1.217.159.552 1.217.159.552 1.217.159.552 1.217.159.552
Utang Lain-lain 89.420.853.198 89.537.911.695 89.537.911.695 89.537.911.695 89.537.911.695 89.537.911.695
Uang Muka Langganan 75.547.181.031 75.547.181.031 75.547.181.031 75.547.181.031 75.547.181.031 75.547.181.031
Utang pembiayaan konsumen - 120.618.100 120.618.100 120.618.100 120.618.100 120.618.100
Total Liabilitas Jangka Pendek 374.816.968.698 370.936.429.220 384.292.793.459 402.533.451.507 412.406.140.107 421.821.725.306
Liabilitas Jangka Panjang
Utang - Pihak Ketiga - 773.105 773.105 773.105 773.105 773.105
Liabilitas Sewa Jangka Panjang - 17.229.984 17.229.984 17.229.984 17.229.984 17.229.984
Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang 10.872.215.250 10.872.215.250 10.872.215.250 10.872.215.250 10.872.215.250 10.872.215.250
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 22.378.886.642 22.378.886.642 22.378.886.642 22.378.886.642 22.378.886.642 22.378.886.642
Liabilitas Pajak Tangguhan 9.122.887 9.122.887 9.122.887 9.122.887 9.122.887 9.122.887
Total Liabilitas Jangka Panjang 33.260.224.779 33.278.227.868 33.278.227.868 33.278.227.868 33.278.227.868 33.278.227.868
TOTAL LIABILITAS 408.077.193.477 404.214.657.088 417.571.021.327 435.811.679.375 445.684.367.975 455.099.953.174
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
Modal Dasar - 960.000.000 saham
Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham 176.610.390.000 176.610.390.000 176.610.390.000 176.610.390.000 176.610.390.000 176.610.390.000
Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali (382.493.998) (382.493.998) (382.493.998) (382.493.998) (382.493.998) (382.493.998)
Saldo Laba
Telah Ditentukan Penggunaannya 851.583.000 851.583.000 851.583.000 851.583.000 851.583.000 851.583.000
Belum Ditentukan Penggunaannya 381.091.368.191 474.925.661.528 540.679.611.942 617.093.063.180 698.904.757.311 784.598.164.087
Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
652.005.140.530 717.759.090.944 794.172.542.182 875.984.236.313 961.677.643.089
kepada Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-Pengendali - - - - -
TOTAL EKUITAS 652.005.140.530 717.759.090.944 794.172.542.182 875.984.236.313 961.677.643.089
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.056.219.797.618 1.135.330.112.271 1.229.984.221.557 1.321.668.604.288 1.416.777.596.263
Perbandingan Neraca Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
Balance Sheet 2026 2027 2028 2029 2030
Kas dan Setara Kas
Sebelum Transaksi 520.228.824.493 572.352.757.339 636.884.715.487 707.582.905.296 783.291.563.906
Setelah Transaksi 462.787.518.046 522.347.402.437 596.371.961.567 677.537.254.491 762.998.476.044
Selisih (57.441.306.447) (50.005.354.902) (40.512.753.920) (30.045.650.805) (20.293.087.862)
Selisih (%) -11,04% -8,74% -6,36% -4,25% -2,59%
Total Aset Lancar
Sebelum Transaksi 894.537.430.683 968.877.831.577 1.056.806.436.530 1.141.064.291.020 1.229.593.916.098
Setelah Transaksi 792.214.148.613 874.452.840.222 972.293.702.523 1.067.223.695.017 1.165.637.639.004
Selisih (102.323.282.069) (94.424.991.355) (84.512.734.008) (73.840.596.003) (63.956.277.093)
Selisih (%) -11,44% -9,75% -8,00% -6,47% -5,20%
Aset Tetap
Sebelum Transaksi 88.504.078.609 90.837.159.428 93.122.171.054 95.358.632.796 97.546.059.157
Setelah Transaksi 208.347.844.351 205.382.690.912 202.369.468.280 199.307.695.764 196.196.887.867
Selisih 119.843.765.742 114.545.531.484 109.247.297.226 103.949.062.968 98.650.828.710
Selisih (%) 135,41% 126,10% 117,32% 109,01% 101,13%
Total Aset Tidak Lancar
Sebelum Transaksi 120.669.190.129 122.609.661.163 124.502.063.006 126.345.914.965 128.140.731.541
Setelah Transaksi 264.005.649.005 260.877.272.049 257.690.519.035 254.444.909.271 251.139.957.258
Selisih 143.336.458.876 138.267.610.885 133.188.456.029 128.098.994.306 122.999.225.717
Selisih (%) 118,78% 112,77% 106,98% 101,39% 95,99%
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 61
61
Page 63
Balance Sheet 2026 2027 2028 2029 2030
TOTAL ASET
Sebelum Transaksi 1.015.206.620.811 1.091.487.492.740 1.181.308.499.536 1.267.410.205.985 1.357.734.647.639
Setelah Transaksi 1.056.219.797.618 1.135.330.112.271 1.229.984.221.557 1.321.668.604.288 1.416.777.596.263
Selisih 41.013.176.807 43.842.619.530 48.675.722.021 54.258.398.303 59.042.948.624
Selisih (%) 4,04% 4,02% 4,12% 4,28% 4,35%
Total Liabilitas Jangka Pendek
Sebelum Transaksi 367.506.415.781 380.534.336.888 398.476.873.426 408.203.906.400 417.525.892.906
Setelah Transaksi 370.936.429.220 384.292.793.459 402.533.451.507 412.406.140.107 421.821.725.306
Selisih 3.430.013.440 3.758.456.571 4.056.578.081 4.202.233.707 4.295.832.400
Selisih (%) 0,93% 0,99% 1,02% 1,03% 1,03%
Total Liabilitas Jangka Panjang
Sebelum Transaksi 33.260.224.779 33.260.224.779 33.260.224.779 33.260.224.779 33.260.224.779
Setelah Transaksi 33.278.227.868 33.278.227.868 33.278.227.868 33.278.227.868 33.278.227.868
Selisih 18.003.089 18.003.089 18.003.089 18.003.089 18.003.089
Selisih (%) 0,05% 0,05% 0,05% 0,05% 0,05%
TOTAL LIABILITAS
Sebelum Transaksi 400.766.640.560 413.794.561.667 431.737.098.205 441.464.131.179 450.786.117.685
Setelah Transaksi 404.214.657.088 417.571.021.327 435.811.679.375 445.684.367.975 455.099.953.174
Selisih 3.448.016.529 3.776.459.660 4.074.581.170 4.220.236.796 4.313.835.489
Selisih (%) 0,86% 0,91% 0,94% 0,96% 0,96%
TOTAL EKUITAS
Sebelum Transaksi 614.439.980.252 677.692.931.074 749.571.401.331 825.946.074.805 906.948.529.954
Setelah Transaksi 652.005.140.530 717.759.090.944 794.172.542.182 875.984.236.313 961.677.643.089
Selisih 37.565.160.278 40.066.159.870 44.601.140.852 50.038.161.508 54.729.113.135
Selisih (%) 6,11% 5,91% 5,95% 6,06% 6,03%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
Sebelum Transaksi 1.015.206.620.811 1.091.487.492.740 1.181.308.499.536 1.267.410.205.985 1.357.734.647.639
Setelah Transaksi 1.056.219.797.618 1.135.330.112.271 1.229.984.221.557 1.321.668.604.288 1.416.777.596.263
Selisih 41.013.176.807 43.842.619.530 48.675.722.021 54.258.398.303 59.042.948.624
Selisih (%) 4,04% 4,02% 4,12% 4,28% 4,35%
Pada sisi aset, Kas dan Setara Kas setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
penurunan dibandingkan dengan posisi sebelum Rencana Transaksi di seluruh periode proyeksi,
dengan selisih terdalam pada tahun 2026 sebesar 11,04% (Rp57,44 miliar). Penurunan ini
secara bertahap menipis hingga tahun 2030 menjadi selisih 2,59% (Rp20,29 miliar). Sebaliknya,
pada akun Aset Tetap, terjadi peningkatan yang sangat signifikan setelah Rencana Transaksi
dilakukan, yakni melonjak sebesar 135,41% pada tahun 2026 dan tetap di atas 100% hingga
akhir periode proyeksi, yang menunjukkan adanya penambahan aset tetap secara besar-
besaran dalam struktur kekayaan Perseroan.
Dilihat dari totalitas kekayaan, Total Aset Perseroan secara konsisten menunjukkan posisi yang
lebih tinggi setelah Rencana Transaksi dengan pertumbuhan selisih yang meningkat dari 4,04%
pada tahun 2026 menjadi 4,35% pada tahun 2030. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan
nilai pada aset tidak lancar memberikan dampak positif yang lebih dominan dibandingkan
penurunan pada aset lancar, sehingga memperkuat basis kapitalisasi aset Perseroan secara
keseluruhan.
Pada sisi liabilitas, Total Liabilitas setelah Rencana Transaksi mengalami kenaikan tipis dengan
margin di bawah 1% di setiap tahun proyeksi. Kenaikan ini terutama dipicu oleh Total Liabilitas
Jangka Pendek yang diproyeksikan naik sebesar Rp3,43 miliar pada tahun 2026 dan terus
meningkat secara nominal hingga Rp4,29 miliar pada tahun 2030. Sementara itu, Liabilitas
Jangka Panjang relatif stabil dengan selisih yang sangat minimal sebesar Rp18 juta (0,05%)
dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 62
62
Page 64
Pada sisi Ekuitas, Rencana Transaksi ini memberikan dampak penguatan modal yang positif di
mana saldo ekuitas setelah Rencana Transaksi diproyeksikan tumbuh konsisten lebih tinggi
dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi. Pada tahun 2026, ekuitas meningkat sebesar
Rp37,56 miliar (6,11%) dan terus mengalami penguatan hingga mencapai selisih Rp54,72 miliar
(6,03%) pada tahun 2030. Peningkatan ekuitas yang stabil ini mencerminkan peningkatan nilai
intrinsik Perseroan yang berkelanjutan sebagai hasil dari Rencana Transaksi tersebut.
Proyeksi Laba Rugi Perseroan Sebelum Rencana Transaksi:
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan 2.158.234.600.557 2.318.234.600.557 2.518.234.600.557 2.618.234.600.557 2.720.234.600.557
Beban Pokok Pendapatan (1.960.407.128.445) (2.109.809.308.883) (2.297.086.813.842) (2.389.419.470.467) (2.483.531.614.507)
Laba Kotor 197.827.472.112 208.425.291.674 221.147.786.715 228.815.130.090 236.702.986.050
Beban Usaha (104.369.162.697) (106.543.828.201) (108.794.617.156) (111.103.474.521) (113.472.047.795)
Pendapatan Lainnya 21.185.121.916 21.406.376.526 21.611.139.602 21.817.950.308 22.026.829.121
Beban Lainnya (392.609.784) (392.609.784) (392.609.784) (392.609.784) (392.609.784)
Laba Usaha 114.250.821.547 122.895.230.216 133.571.699.377 139.136.996.093 144.865.157.592
Beban Keuangan (881.331.439) (881.331.439) (881.331.439) (881.331.439) (881.331.439)
Laba Sebelum Pajak 113.369.490.109 122.013.898.777 132.690.367.938 138.255.664.654 143.983.826.153
Beban Pajak Penghasilan (21.778.279.050) (23.438.869.955) (25.489.819.681) (26.558.913.180) (27.659.293.004)
Laba Tahun Berjalan 91.591.211.059 98.575.028.822 107.200.548.257 111.696.751.474 116.324.533.149
Pendapatan (Beban) Komprehensif Lain Pos yang
tidak akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti - - - - -
Proyeksi
Pajak Terkait Laba Rugi Perseroan Setelah Rencana
- Transaksi:
- - - -
Pendapatan (Beban) Komprehensif
Keterangan Lain setelah Pajak 2026 - 2027 - 2028 - 2029 - 2030 -
Pendapatan
Total Pendapatan (Beban) Komprehensif Tahun Berjalan 2.182.365.502.018
91.591.211.059 2.347.974.044.474
98.575.028.822 2.553.064.810.528
107.200.548.257 2.655.552.047.079
111.696.751.474 2.759.150.351.920
116.324.533.149
Beban Pokok Pendapatan (1.978.629.528.995) (2.131.043.476.023) (2.321.055.655.079) (2.414.729.684.600) (2.509.707.482.086)
Laba Tahun
Kotor Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada : 203.735.973.024 216.930.568.451 232.009.155.449 240.822.362.480 249.442.869.834
PemilikUsaha
Beban Entitas Induk 91.591.211.059
(110.032.528.795) 98.575.028.822
(112.548.105.385) 107.200.548.257
(115.121.004.908) 111.696.751.474
(117.646.628.107) 116.324.533.149
(120.197.891.032)
Kepentingan Non-Pengendali
Pendapatan Lainnya 58.505.147.381- 21.406.376.526- 21.611.139.602- 21.817.950.308- 22.026.829.121-
91.591.211.059 98.575.028.822 107.200.548.257 111.696.751.474 116.324.533.149
Beban Lainnya (392.609.784) (392.609.784) (392.609.784) (392.609.784) (392.609.784)
Total Pendapatan (Beban) Komprehensif Tahun Berjalan
Laba Usaha 151.815.981.825 125.396.229.808 138.106.680.358 144.601.074.896 150.879.198.139
yang dapat
Beban Diatribusikan kepada :
Keuangan (881.331.439) (881.331.439) (881.331.439) (881.331.439) (881.331.439)
Pemilik
Laba EntitasPajak
Sebelum Induk 91.591.211.059
150.934.650.386 98.575.028.822
124.514.898.369 107.200.548.257
137.225.348.919 111.696.751.474
143.719.743.458 116.324.533.149
149.997.866.700
Kepentingan Non-Pengendali - - - - -
Beban Pajak Penghasilan (21.778.279.050) (23.438.869.955) (25.489.819.681) (26.558.913.180) (27.659.293.004)
91.591.211.059 98.575.028.822 107.200.548.257 111.696.751.474 116.324.533.149
Laba Tahun Berjalan 129.156.371.337 101.076.028.414 111.735.529.238 117.160.830.277 122.338.573.696
Laba Per Saham Dasar / Dilusian 259,30 279,07 303,49 316,22 329,33
Perbandingan Laba Rugi Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
Laba Rugi 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan
Sebelum Transaksi 2.158.234.600.557 2.318.234.600.557 2.518.234.600.557 2.618.234.600.557 2.720.234.600.557
Setelah Transaksi 2.182.365.502.018 2.347.974.044.474 2.553.064.810.528 2.655.552.047.079 2.759.150.351.920
Selisih 24.130.901.461 29.739.443.917 34.830.209.971 37.317.446.522 38.915.751.363
Selisih (%) 1,12% 1,28% 1,38% 1,43% 1,43%
Laba Kotor
Sebelum Transaksi 197.827.472.112 208.425.291.674 221.147.786.715 228.815.130.090 236.702.986.050
Setelah Transaksi 203.735.973.024 216.930.568.451 232.009.155.449 240.822.362.480 249.442.869.834
Selisih 5.908.500.912 8.505.276.776 10.861.368.734 12.007.232.390 12.739.883.784
Selisih (%) 2,99% 4,08% 4,91% 5,25% 5,38%
Laba Usaha
Sebelum Transaksi 114.250.821.547 122.895.230.216 133.571.699.377 139.136.996.093 144.865.157.592
Setelah Transaksi 151.815.981.825 125.396.229.808 138.106.680.358 144.601.074.896 150.879.198.139
Selisih 37.565.160.278 2.500.999.592 4.534.980.981 5.464.078.803 6.014.040.547
Selisih (%) 32,88% 2,04% 3,40% 3,93% 4,15%
Laba Sebelum Pajak
Sebelum Transaksi 113.369.490.109 122.013.898.777 132.690.367.938 138.255.664.654 143.983.826.153
Setelah Transaksi 150.934.650.386 124.514.898.369 137.225.348.919 143.719.743.458 149.997.866.700
Selisih 37.565.160.278 2.500.999.592 4.534.980.981 5.464.078.803 6.014.040.547
Selisih (%) 33,14% 2,05% 3,42% 3,95% 4,18%
Laba Tahun Berjalan
Sebelum Transaksi 91.591.211.059 98.575.028.822 107.200.548.257 111.696.751.474 116.324.533.149
Setelah Transaksi 129.156.371.337 101.076.028.414 111.735.529.238 117.160.830.277 122.338.573.696
Selisih 37.565.160.278 2.500.999.592 4.534.980.981 5.464.078.803 6.014.040.547
Selisih (%) 41,01% 2,54% 4,23% 4,89% 5,17%
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 63
63
Page 65
Pada sisi pendapatan, Pendapatan setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
kenaikan yang stabil dibandingkan sebelum Rencana Transaksi di seluruh periode proyeksi,
dimulai dengan selisih sebesar Rp24,13 miliar (1,12%) pada tahun 2026 dan terus meningkat
hingga mencapai selisih Rp38,91 miliar (1,43%) pada tahun 2030. Sejalan dengan hal tersebut,
pada akun Laba Kotor, terjadi peningkatan margin yang lebih progresif setelah Rencana Transaksi
dilakukan, yakni tumbuh dari 2,99% di tahun 2026 menjadi 5,38% pada tahun 2030, yang
mengindikasikan adanya efisiensi biaya atau peningkatan nilai tambah operasional setelah
Rencana Transaksi.
Dilihat dari performa operasional, Laba Usaha Perseroan menunjukkan lonjakan yang sangat
signifikan setelah Rencana Transaksi pada tahun 2026, yaitu sebesar 32,88% atau setara dengan
selisih Rp37,56 miliar. Meskipun persentase pertumbuhan selisih tersebut melandai pada tahun-
tahun berikutnya ke kisaran 2,04% hingga 4,15%, nilai nominal laba usaha setelah Rencana
Transaksi secara konsisten tetap lebih tinggi dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi,
mencapai Rp150,87 miliar pada akhir periode proyeksi.
Pada sisi profitabilitas akhir, Laba Sebelum Pajak dan Laba Tahun Berjalan mencerminkan
dampak positif yang kuat dari Rencana Transaksi ini bagi Perseroan. Khusus pada tahun 2026,
Laba Tahun Berjalan setelah Rencana Transaksi diproyeksikan melesat sebesar 41,01% menjadi
Rp129,15 miliar dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi sebesar Rp91,59 miliar.
Peningkatan laba bersih yang terjaga secara akumulatif hingga mencapai selisih Rp6,01 miliar
(5,17%) pada tahun 2030 ini menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tersebut berhasil
memperkuat struktur profitabilitas bersih Perseroan secara berkelanjutan.
Proyeksi Arus Kas Perseroan Sebelum Rencana Transaksi:
(Dalam Rupiah)
KETERANGAN 2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI 23.203.197.061 74.429.634.319 86.682.896.547 92.692.317.501 97.543.907.489
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI 10.277.069.429 11.721.802.783 11.863.620.121 12.007.355.632 12.153.028.498
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN (35.322.078.000) (35.322.078.000) (35.322.078.000) (35.322.078.000) (35.322.078.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS (1.841.811.509) 50.829.359.102 63.224.438.667 69.377.595.133 74.374.857.987
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 520.228.824.493 572.352.757.339 636.884.715.487 707.582.905.296 783.291.563.906
Proyeksi Arus Kas Perseroan Sesudah Rencana Transaksi:
(Dalam Rupiah)
KETERANGAN 2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI 79.781.080.559 83.410.159.608 97.733.017.009 104.730.015.293 108.880.271.055
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI (102.472.930.571) 11.471.802.783 11.613.620.121 11.757.355.632 11.903.028.498
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN (35.322.078.000) (35.322.078.000) (35.322.078.000) (35.322.078.000) (35.322.078.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (58.013.928.012) 59.559.884.391 74.024.559.130 81.165.292.925 85.461.221.553
SALDO KAS DAN BANK, AWAL TAHUN 520.801.446.058 462.787.518.046 522.347.402.437 596.371.961.567 677.537.254.491
SALDO KAS DAN BANK, AKHIR TAHUN 462.787.518.046 522.347.402.437 596.371.961.567 677.537.254.491 762.998.476.044
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 64
64
Page 66
Perbandingan Arus Kas Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
(Dalam Rupiah)
Arus Kas 2026 2027 2028 2029 2030
Aktivitas Operasi
Sebelum Transaksi 23.203.197.061 74.429.634.319 86.682.896.547 92.692.317.501 97.543.907.489
Setelah Transaksi 79.781.080.559 83.410.159.608 97.733.017.009 104.730.015.293 108.880.271.055
Selisih 56.577.883.498 8.980.525.289 11.050.120.462 12.037.697.791 11.336.363.566
Selisih (%) 243,84% 12,07% 12,75% 12,99% 11,62%
Aktivitas Investasi
Sebelum Transaksi 10.277.069.429 11.721.802.783 11.863.620.121 12.007.355.632 12.153.028.498
Setelah Transaksi (102.472.930.571) 11.471.802.783 11.613.620.121 11.757.355.632 11.903.028.498
Selisih (112.750.000.000) (250.000.000) (250.000.000) (250.000.000) (250.000.000)
Selisih (%) -1097,10% -2,13% -2,11% -2,08% -2,06%
Aktivitas Pendanaan
Sebelum Transaksi (35.322.078.000) (35.322.078.000) (35.322.078.000) (35.322.078.000) (35.322.078.000)
Setelah Transaksi (35.322.078.000) (35.322.078.000) (35.322.078.000) (35.322.078.000) (35.322.078.000)
Selisih - - - - -
Selisih (%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Kenaikan (Penurunan) Kas
Sebelum Transaksi (1.841.811.509) 50.829.359.102 63.224.438.667 69.377.595.133 74.374.857.987
Setelah Transaksi (58.013.928.012) 59.559.884.391 74.024.559.130 81.165.292.925 85.461.221.553
Selisih (56.172.116.502) 8.730.525.289 10.800.120.462 11.787.697.791 11.086.363.566
Selisih (%) 3049,83% 17,18% 17,08% 16,99% 14,91%
Kas Akhir Tahun
Sebelum Transaksi 520.228.824.493 572.352.757.339 636.884.715.487 707.582.905.296 783.291.563.906
Setelah Transaksi 462.787.518.046 522.347.402.437 596.371.961.567 677.537.254.491 762.998.476.044
Selisih (57.441.306.447) (50.005.354.902) (40.512.753.920) (30.045.650.805) (20.293.087.862)
Selisih (%) -11,04% -8,74% -6,36% -4,25% -2,59%
Dari sisi operasional, Aktivitas Operasi setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami
peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan sebelum Rencana Transaksi, terutama pada
tahun 2026 dengan kenaikan sebesar 243,84% atau selisih Rp56,57 miliar. Peningkatan arus kas
masuk dari aktivitas operasi ini terus berlanjut secara konsisten di kisaran 11% hingga 12% pada
tahun-tahun berikutnya, yang mengindikasikan bahwa Rencana Transaksi tersebut mampu
memperkuat kapasitas Perseroan dalam menghasilkan kas internal dari kegiatan bisnis
utamanya.
Pada akun Aktivitas Investasi, terlihat adanya arus kas keluar yang sangat besar setelah Rencana
Transaksi pada tahun 2026, yakni mencapai Rp102,47 miliar atau turun sebesar 1.097,10%
dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan adanya pengeluaran kas
neto untuk perolehan aset atau investasi strategis baru yang dilakukan Perseroan. Untuk tahun-
tahun setelahnya, arus kas investasi tetap menunjukkan posisi yang lebih rendah secara
konsisten dengan selisih tetap sebesar Rp250 juta setiap tahunnya.
Sementara itu, pada Aktivitas Pendanaan, tidak terdapat perubahan sama sekali antara posisi
sebelum dan setelah Rencana Transaksi, di mana nilai arus kas keluar tetap stabil pada angka
Rp35,32 miliar di setiap periode proyeksi. Hal ini menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tersebut
tidak melibatkan skema pembiayaan baru atau perubahan dalam kebijakan pembayaran
kewajiban finansial jangka panjang Perseroan.
Secara keseluruhan, Kenaikan (Penurunan) Kas neto pada tahun 2026 menunjukkan penurunan
drastis sebesar 3.049,83% setelah Rencana Transaksi karena adanya pengeluaran investasi
yang besar, namun kembali menunjukkan pertumbuhan positif di atas 14% pada periode 2027
hingga 2030. Hal ini menyebabkan posisi Kas Akhir Tahun setelah Rencana Transaksi
diproyeksikan selalu lebih rendah dibandingkan sebelum Rencana Transaksi, dengan selisih yang
semakin mengecil dari -11,04% pada tahun 2026 menjadi hanya -2,59% pada tahun 2030, seiring
dengan semakin kuatnya pemulihan saldo kas melalui aktivitas operasi.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 65
65
Page 67
Perbandingan Rasio Keuangan Perseroan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
Rasio Keuangan 2026 2027 2028 2029 2030
Rasio Lancar
Sebelum Transaksi 2,43 2,55 2,65 2,80 2,94
Setelah Transaksi 2,14 2,28 2,42 2,59 2,76
Selisih (0,30) (0,27) (0,24) (0,21) (0,18)
Selisih (%) -12,26% -10,63% -8,92% -7,42% -6,17%
Perputaran Aset Tetap
Sebelum Transaksi 24,39 25,52 27,04 27,46 27,89
Setelah Transaksi 10,47 11,43 12,62 13,32 14,06
Selisih (13,91) (14,09) (14,43) (14,13) (13,82)
Selisih (%) -57,05% -55,20% -53,35% -51,47% -49,57%
Perputaran Aset
Sebelum Transaksi 2,13 2,12 2,13 2,07 2,00
Setelah Transaksi 2,07 2,07 2,08 2,01 1,95
Selisih (0,06) (0,06) (0,06) (0,06) (0,06)
Selisih (%) -2,81% -2,63% -2,63% -2,74% -2,80%
Debt to Equity Ratio
Sebelum Transaksi 0,65 0,61 0,58 0,53 0,50
Setelah Transaksi 0,62 0,58 0,55 0,51 0,47
Selisih (0,03) (0,03) (0,03) (0,03) (0,02)
Selisih (%) -4,95% -4,72% -4,73% -4,81% -4,79%
Debt to Asset Ratio
Sebelum Transaksi 0,39 0,38 0,37 0,35 0,33
Setelah Transaksi 0,38 0,37 0,35 0,34 0,32
Selisih (0,01) (0,011) (0,01) (0,01) (0,01)
Selisih (%) -3,06% -2,98% -3,05% -3,19% -3,25%
Net Profit Margin
Sebelum Transaksi 4,24% 4,25% 4,26% 4,27% 4,28%
Setelah Transaksi 5,92% 4,30% 4,38% 4,41% 4,43%
Selisih 1,67% 0,05% 0,12% 0,15% 0,16%
Return On Asset
Sebelum Transaksi 9,02% 9,03% 9,07% 8,81% 8,57%
Setelah Transaksi 12,23% 8,90% 9,08% 8,86% 8,63%
Selisih 3,21% -0,13% 0,01% 0,05% 0,07%
Return On Equity
Sebelum Transaksi 14,91% 14,55% 14,30% 13,52% 12,83%
Setelah Transaksi 19,81% 14,08% 14,07% 13,37% 12,72%
Selisih 4,90% -0,46% -0,23% -0,15% -0,10%
Dari sisi likuiditas, Rasio Lancar setelah Rencana Transaksi diproyeksikan mengalami penurunan
dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi di seluruh periode proyeksi, dengan selisih
penurunan terbesar terjadi pada tahun 2026 sebesar 12,26% (dari 2,43 menjadi 2,14). Penurunan
ini secara bertahap membaik hingga tahun 2030 menjadi selisih 6,17%, namun rasio tetap berada
di atas angka 2,0 yang menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
jangka pendeknya tetap terjaga dengan baik.
Pada aspek aktivitas, terjadi koreksi yang signifikan pada Perputaran Aset Tetap setelah Rencana
Transaksi, di mana angka perputaran turun tajam sebesar 57,05% pada tahun 2026 (dari 24,39
kali menjadi 10,47 kali). Penurunan ini selaras dengan adanya peningkatan nilai aset tetap,
sehingga efisiensi pemanfaatan aset tetap terlihat menurun secara rasio meskipun secara nominal
output tetap tumbuh. Sementara itu, Perputaran Aset total hanya mengalami sedikit tekanan
dengan penurunan konsisten di kisaran 2,63% hingga 2,81% di seluruh periode proyeksi.
Dilihat dari struktur modal dan solvabilitas, Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio
(DAR) setelah Rencana Transaksi menunjukkan perbaikan (penurunan) yang positif di setiap
tahunnya. DER diproyeksikan turun sebesar 4,95% pada tahun 2026 menjadi 0,62 kali, yang
mengindikasikan tingkat ketergantungan terhadap utang menjadi lebih rendah. Demikian pula
dengan DAR yang menunjukkan penurunan konsisten hingga -3,25% pada tahun 2030,
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 66
66
Page 68
memperkuat profil risiko keuangan Perseroan yang menjadi lebih stabil setelah Rencana
Transaksi.
Pada sisi profitabilitas, Net Profit Margin (NPM) setelah Rencana Transaksi diproyeksikan lebih
unggul dibandingkan sebelum Rencana Transaksi, dengan kenaikan margin sebesar 1,67% pada
tahun 2026 (dari 4,24% menjadi 5,92%). Hal ini berdampak positif pada Return on Asset (ROA)
dan Return on Equity (ROE) yang melonjak signifikan pada tahun pertama proyeksi, masing-
masing mencapai posisi 12,23% dan 19,81%. Walaupun pada tahun-tahun berikutnya terjadi
normalisasi, secara keseluruhan Rencana Transaksi ini berhasil meningkatkan efektivitas
Perseroan dalam menghasilkan laba bersih bagi pemegang saham.
Proforma Laporan Posisi Keuangan
Posisi proforma Laporan Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, yang
disampaikan manajemen Perseroan, diuraikan sebagai berikut:
ASET BAYU 2025 MPP 2025 ADJUSMENT DR ADJUSMENT CR TOTAL SETELAH TRANSAKSI
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 520.801.446.058 2.998.908.343 65.500.000.000 458.300.354.401
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 184.620.866.186 506.381.312 185.127.247.498
Persediaan 639.244.509 639.244.509
Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga 53.986.069.540 - 47.000.000.000 6.986.069.540
Pajak Dibayar Dimuka - -
Biaya Dibayar Dimuka Jangka Pendek 10.153.998.640 - 10.153.998.640
Uang Muka 72.384.488.793 128.797.940 72.513.286.733
Total Aset Lancar 841.946.869.217 4.273.332.104 - 112.500.000.000 733.720.201.321
Aset Tidak Lancar
Aset Pajak Tangguhan 7.624.626.933 - 7.624.626.933
Investasi 112.500.000.000 112.500.000.000 -
Goodwill -
Properti Investasi 3.823.423.992 6.105.000.000 17.148.000.000 27.076.423.992
Aset Tetap 87.123.044.532 61.341.422.898 63.800.577.102 212.265.044.532
Aset Hak Guna 1.877.235 - 1.877.235
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya 19.830.742.400 - 19.830.742.400
Aset Tidak Lancar Lainnya 1.277.050.743 - 1.277.050.743
Total Aset Tidak Lancar 119.680.765.835 67.446.422.898 193.448.577.102 112.500.000.000 268.075.765.835
TOTAL ASET 961.627.635.052 71.719.755.002 193.448.577.102 225.000.000.000 1.001.795.967.156
LIABILITAS DAN EKUITAS BAYU 2025 MPP 2025 TOTAL SETELAH TRANSAKSI
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha - Pihak Ketiga 178.416.438.253 813.425.324 179.229.863.577
Utang Pajak 17.157.873.432 586.190.243 17.744.063.675
Pendapatan Diterima Dimuka Jangka Pendek 9.630.069.000 - 9.630.069.000
Beban Akrual 24.148.166 1.193.011.386 1.217.159.552
Utang Lain-lain 89.420.853.198 117.058.497 89.537.911.695
Uang Muka Langganan 75.547.181.031 - 75.547.181.031
Utang pembiayaan konsumen - 120.618.100 120.618.100
Total Liabilitas Jangka Pendek 370.196.563.080 2.830.303.550 373.026.866.630
Liabilitas Jangka Panjang
Utang - Pihak Ketiga - 18.003.089 18.003.089
Liabilitas Sewa Jangka Panjang - - -
Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang 10.872.215.250 - 10.872.215.250
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 22.378.886.642 - 22.378.886.642
Liabilitas Pajak Tangguhan 9.122.887 - 9.122.887
Total Liabilitas Jangka Panjang 33.260.224.779 18.003.089 33.278.227.868
TOTAL LIABILITAS 403.456.787.859 2.848.306.639 406.305.094.498
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per saham
Modal Dasar - 960.000.000 saham
Modal Ditempatkan dan Disetor 353.220.780 saham 176.610.390.000 226.040.500.000 226.040.500.000 176.610.390.000
Selisih Transaksi dengan Pihak Non-Pengendali (382.493.998) - (382.493.998)
Saldo Laba -
Telah Ditentukan Penggunaannya 851.583.000 50.000.000 50.000.000 851.583.000
Belum Ditentukan Penggunaannya 381.091.368.191 (157.219.051.637) 194.539.077.102 418.411.393.656
Total Ekuitas yang dapat Diatribusikan
558.170.847.193 68.871.448.363 226.090.500.000 194.539.077.102 595.490.872.658
kepada Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-Pengendali - - -
TOTAL EKUITAS 558.170.847.193 68.871.448.363 226.090.500.000 194.539.077.102 595.490.872.658
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 961.627.635.052 71.719.755.002 1.001.795.967.156
Akuisisi PT MPP oleh Perseroan merupakan langkah strategis yang secara signifikan mengubah
profil neraca dan profitabilitas grup. Rencana Transaksi ini berfokus pada pengambilalihan saham,
dimana PT MPP memiliki aset berupa properti Hotel Ibis Makassar dan tanah di Rorotan dengan
total nilai pasar mencapai Rp148.395.000.000. Dari sisi pendanaan, Perseroan mengalokasikan
kas sebesar Rp65.500.000.000 serta penyelesaian piutang lain-lain senilai Rp47.000.000.000
untuk memenuhi harga akuisisi saham sebesar Rp112.500.000.000.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 67
67
Page 69
Berdasarkan proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi, terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Total Aset Lancar Perseroan
mengalami penurunan menjadi Rp733.720.201.321. Hal ini disebabkan oleh adanya penyesuaian
pada akun Kas dan Setara Kas yang turun menjadi Rp458.300.354.401 serta penurunan
signifikan pada Aset Keuangan Lancar Lainnya menjadi Rp6.986.069.540 setelah adanya
adjustment kredit. Sedangkan pada Aset Tidak Lancar, Perseroan mengalami kenaikan yang
cukup signifikan menjadi Rp268.075.765.835, yang utamanya didorong oleh peningkatan nilai
Aset Tetap menjadi Rp212.265.044.532 serta munculnya akun Properti Investasi sebesar
Rp27.076.423.992 setelah proses adjustment.
Dari sisi liabilitas jangka pendek, terjadi peningkatan liabilitas menjadi Rp373.026.866.630. Hal ini
dikarenakan adanya penggabungan saldo utang usaha dari entitas MPP sebesar Rp813.425.324
serta peningkatan pada beban akrual dan utang lain-lain dalam struktur proforma gabungan
tersebut. Sedangkan pada Liabilitas Jangka Panjang, Perseroan mencatatkan nilai sebesar
Rp33.278.227.868, di mana tidak terjadi perubahan yang material selain masuknya komponen
utang pihak ketiga dari entitas MPP.
Dari sisi Ekuitas, terjadi kenaikan pada Total Ekuitas menjadi Rp595.490.872.658. Kenaikan ini
dipengaruhi secara dominan oleh penyesuaian pada Saldo Laba yang belum ditentukan
penggunaannya menjadi sebesar Rp418.411.393.656 setelah memperhitungkan eliminasi modal
saham MPP dan penyesuaian proforma lainnya, sehingga memperkuat struktur permodalan
Perseroan pasca Rencana Transaksi.
Proforma Laba Rugi
Keterangan BAYU 2025 ADJUSMENT DR ADJUSMENT CR TOTAL SETELAH TRANSAKSI
Pendapatan 2.496.017.497.346 2.496.017.497.346
Beban Pokok Pendapatan (2.277.859.165.567) (2.277.859.165.567)
Laba Kotor 218.158.331.779 218.158.331.779
Beban Usaha (113.965.985.677) (113.965.985.677)
Pendapatan Lainnya 27.787.761.811 37.320.025.465 65.107.787.276
Beban Lainnya (495.012.074) (495.012.074)
Laba Usaha 131.485.095.839 168.805.121.304
Beban Keuangan (961.618.020) (961.618.020)
Laba Sebelum Pajak 130.523.477.819 167.843.503.284
Beban Pajak Penghasilan (25.067.752.814) (25.067.752.814)
Laba Tahun Berjalan 105.455.725.005 142.775.750.470
Berdasarkan proforma Laporan Laba Rugi Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
terlihat bahwa Pendapatan dan Laba Kotor tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap
sebesar Rp2.496.017.497.346 dan Rp218.158.331.779. Namun, pada sisi Pendapatan Lainnya,
terdapat kenaikan yang cukup signifikan menjadi Rp65.107.787.276. Hal ini disebabkan oleh
adanya adjustment kredit sebesar Rp37.320.025.465, sehingga Laba Usaha Perseroan
mengalami peningkatan menjadi Rp168.805.121.304.
Dari sisi profitabilitas akhir, terjadi kenaikan pada Laba Sebelum Pajak menjadi
Rp167.843.503.284 setelah memperhitungkan beban keuangan. Hal ini berlanjut pada Laba
Tahun Berjalan yang mengalami kenaikan menjadi Rp142.775.750.470 setelah dikurangi beban
pajak penghasilan. Kenaikan laba bersih ini utamanya diakibatkan oleh adanya keuntungan dari
pos pendapatan lainnya yang dimasukkan ke dalam perhitungan proforma setelah Rencana
Transaksi.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 68
68
Page 70
Proforma Arus Kas
KETERANGAN BAYU 2025 ADJUSMENT DR ADJUSMENT CR TOTAL SETELAH TRANSAKSI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari Pelanggan 2.429.093.440.936 2.429.093.440.936
Pembayaran Pajak Penghasilan (20.354.916.941) (20.354.916.941)
Penerimaan Restitusi Pajak -- --
Pembayaran kepada Karyawan dan Pemasok (2.483.737.943.132) (2.483.737.943.132)
Arus Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (74.999.419.137) -- -- (74.999.419.137)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan Bunga 22.797.022.703 22.797.022.703
Penambahan Aset Keuangan Lancar Lainnya (47.000.000.000) (65.500.000.000) (112.500.000.000)
Hasil Penjualan Aset Tetap 360.000.000 360.000.000
Pembayaran Uang Muka Pembelian Aset Tetap (2.398.502.542) (2.398.502.542)
Perolehan Aset Tetap (16.547.579.437) (16.547.579.437)
Arus Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi (42.789.059.276) (65.500.000.000) -- (108.289.059.276)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Liabilitas Sewa -- --
Pembayaran Dividen (35.322.078.000) (35.322.078.000)
Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (35.322.078.000) -- -- (35.322.078.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS (153.110.556.413) (65.500.000.000) -- (218.610.556.413)
PENGARUH PERUBAHAN KURS MATA UANG ASING 100.600.487 100.600.487
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 673.811.401.984 673.811.401.984
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 520.801.446.058 (65.500.000.000) -- 455.301.446.058
KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI:
Kas 3.358.057.432 3.358.057.432
Bank 85.174.188.626 85.174.188.626
Deposito Berjangka 432.269.200.000 65.500.000.000 366.769.200.000
Total 520.801.446.058 -- 65.500.000.000 455.301.446.058
Berdasarkan proforma Laporan Arus Kas Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
terlihat bahwa pada Arus Kas dari Aktivitas Operasi, arus kas bersih yang digunakan untuk
aktivitas operasi tetap stabil pada angka (Rp74.999.419.137). Hal ini dikarenakan tidak adanya
penyesuaian pada pos penerimaan dari pelanggan maupun pembayaran kepada karyawan dan
pemasok dalam simulasi proforma ini.
Sedangkan pada Arus Kas dari Aktivitas Investasi, Perseroan mengalami kenaikan arus kas
keluar yang signifikan menjadi (Rp108.289.059.276). Hal ini disebabkan oleh adanya adjustment
debet pada penambahan aset keuangan lancar lainnya sebesar Rp65.500.000.000 dan
Rp47.000.000.000 dengan total Rp112.500.000.000 untuk pengakuisisian PT MPP.
Dari sisi pendanaan, Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan tidak mengalami
perubahan dan tetap berada pada nilai (Rp35.322.078.000) yang dialokasikan untuk pembayaran
dividen. Dampak dari penyesuaian pada aktivitas investasi tersebut menyebabkan Kenaikan
(Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas Perseroan merosot menjadi (Rp218.610.556.413)
dibandingkan posisi sebelum Rencana Transaksi sebesar (Rp153.110.556.413).
Dari sisi posisi kas akhir, terjadi penurunan pada Saldo Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
menjadi Rp455.301.446.058. Penurunan ini diakibatkan oleh adanya penyesuaian proforma
sebesar Rp65.500.000.000 yang dialokasikan pada komponen deposito berjangka, sehingga
saldo deposito berjangka turun dari Rp432.269.200.000 menjadi Rp366.769.200.000 setelah
Rencana Transaksi.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 69
69
Page 71
Proforma Rasio Keuangan
Proforma Rasio Keuangan BAYU 2025 ADJUSMENT DR ADJUSMENT CR Setelah Transaksi
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar 2,27 1,97
Rasio Aktivitas
TO Piutang 13,52 13,48
TO Utang Usaha 12,77 12,71
Perputaran Aset Tetap 28,65 11,76
Perputaran Aset 2,60 2,49
Rasio Solvabilitas
Debt Equity Ratio 0,72 0,68
Debt to Asset Ratio 0,42 0,41
Rasio Profitabilitas
Net Profit Margin 0,04 0,06
Rasio HPP 0,91 0,91
Return On Asset 0,11 0,14
Return On Equity 0,19 0,24
Akuisisi PT MPP oleh Perseroan merupakan langkah strategis yang secara signifikan mengubah
profil neraca dan profitabilitas grup. Rencana Transaksi ini berfokus pada pengambilalihan saham,
dimana PT MPP memiliki aset berupa properti Hotel Ibis Makassar dan tanah di Rorotan dengan
total nilai pasar mencapai Rp148.395.000.000. Dari sisi pendanaan, Perseroan mengalokasikan
kas sebesar Rp65.500.000.000 serta penyelesaian piutang lain-lain senilai Rp47.000.000.000
untuk memenuhi harga akuisisi saham sebesar Rp112.500.000.000.
Masuknya aset hotel ini memberikan dampak langsung pada rasio likuiditas perusahaan.
Penggunaan dana kas yang cukup besar untuk investasi menyebabkan Rasio Lancar mengalami
penurunan dari 2,27 menjadi 1,97. Meskipun terjadi penurunan, angka ini menunjukkan bahwa
Perseroan tetap berada dalam posisi likuid yang aman, di mana aset lancar masih mampu
menutupi kewajiban jangka pendeknya hampir dua kali lipat setelah Rencana Transaksi selesai
dilakukan.
Analisis pada rasio aktivitas menunjukkan perubahan yang paling kontras, khususnya pada
Perputaran Aset Tetap yang melambat dari 28,65 ke 11,76. Hal ini terjadi karena adanya
penambahan aset tetap gedung sebesar Rp63.800.577.102 dan properti investasi tanah sebesar
Rp17.148.000.000 hasil dari revaluasi nilai wajar saat konsolidasi. Peningkatan basis aset tetap
yang sangat masif ini memang secara matematis menurunkan rasio perputaran aset di awal,
namun mencerminkan peningkatan kapasitas fundamental perusahaan dalam kepemilikan aset
produktif di sektor perhotelan.
Dari aspek solvabilitas, struktur permodalan perusahaan justru terlihat menguat pasca-akuisisi.
Debt Equity Ratio (DER) tercatat membaik dari 0,72 menjadi 0,68. Hal ini dipicu oleh munculnya
Goodwill Negatif sebesar Rp37.320.025.465 yang timbul karena harga perolehan investasi lebih
rendah dibandingkan nilai wajar aset neto yang diperoleh. Keuntungan dari pembelian diskon
(bargain purchase) ini secara akuntansi masuk ke dalam laporan laba rugi sebagai pendapatan
lain-lain, yang pada akhirnya mempertebal saldo ekuitas perusahaan secara keseluruhan.
Lonjakan pada sisi ekuitas dan pendapatan tersebut membawa dampak positif pada rasio
profitabilitas grup. Net Profit Margin (NPM) meningkat menjadi 0,06, yang dibarengi dengan
kenaikan Return on Equity (ROE) dari 0,19 menjadi 0,24. Peningkatan ROE sebesar 5% ini
menandakan bahwa Rencana Transaksi akuisisi PT MPP bersifat akretif, di mana setiap rupiah
modal yang ditanamkan kini mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi berkat
kontribusi aset hotel Makassar dan pengakuan keuntungan dari selisih nilai akuisisi.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 70
70
Page 72
Secara keseluruhan, narasi keuangan ini menunjukkan bahwa meskipun ada pengorbanan dari
sisi kas dan perputaran aset jangka pendek, Perseroan berhasil memperkuat posisi finansialnya
secara jangka panjang. Perusahaan kini memiliki struktur aset yang lebih solid dengan rasio
hutang yang lebih rendah serta potensi keuntungan yang lebih tinggi. Keberhasilan mendapatkan
aset bernilai tinggi di bawah harga pasar memberikan bantalan finansial yang kuat bagi Perseroan
untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.
4.1.3 Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Perusahaan Sebagai Akibat Dari Rencana Transaksi
Yang Akan Dilakukan, Termasuk Dampaknya Terhadap Proyeksi Keuangan Perusahaan
Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari Rencana Transaksi yang akan
dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan perusahaan;
Balance Sheet 2026 2027 2028 2029 2030
TOTAL ASET
Sebelum Transaksi 1.015.206.620.811 1.091.487.492.740 1.181.308.499.536 1.267.410.205.985 1.357.734.647.639
Setelah Transaksi 1.056.219.797.618 1.135.330.112.271 1.229.984.221.557 1.321.668.604.288 1.416.777.596.263
Selisih 41.013.176.807 43.842.619.530 48.675.722.021 54.258.398.303 59.042.948.624
Selisih (%) 4,04% 4,02% 4,12% 4,28% 4,35%
TOTAL LIABILITAS
Sebelum Transaksi 400.766.640.560 413.794.561.667 431.737.098.205 441.464.131.179 450.786.117.685
Setelah Transaksi 404.214.657.088 417.571.021.327 435.811.679.375 445.684.367.975 455.099.953.174
Selisih 3.448.016.529 3.776.459.660 4.074.581.170 4.220.236.796 4.313.835.489
Selisih (%) 0,86% 0,91% 0,94% 0,96% 0,96%
TOTAL EKUITAS
Sebelum Transaksi 614.439.980.252 677.692.931.074 749.571.401.331 825.946.074.805 906.948.529.954
Setelah Transaksi 652.005.140.530 717.759.090.944 794.172.542.182 875.984.236.313 961.677.643.089
Selisih 37.565.160.278 40.066.159.870 44.601.140.852 50.038.161.508 54.729.113.135
Selisih (%) 6,11% 5,91% 5,95% 6,06% 6,03%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
Sebelum Transaksi 1.015.206.620.811 1.091.487.492.740 1.181.308.499.536 1.267.410.205.985 1.357.734.647.639
Setelah Transaksi 1.056.219.797.618 1.135.330.112.271 1.229.984.221.557 1.321.668.604.288 1.416.777.596.263
Selisih 41.013.176.807 43.842.619.530 48.675.722.021 54.258.398.303 59.042.948.624
Selisih (%) 4,04% 4,02% 4,12% 4,28% 4,35%
Laba Rugi 2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan
Sebelum Transaksi 2.158.234.600.557 2.318.234.600.557 2.518.234.600.557 2.618.234.600.557 2.720.234.600.557
Setelah Transaksi 2.182.365.502.018 2.347.974.044.474 2.553.064.810.528 2.655.552.047.079 2.759.150.351.920
Selisih 24.130.901.461 29.739.443.917 34.830.209.971 37.317.446.522 38.915.751.363
Selisih (%) 1,12% 1,28% 1,38% 1,43% 1,43%
Laba Kotor
Sebelum Transaksi 197.827.472.112 208.425.291.674 221.147.786.715 228.815.130.090 236.702.986.050
Setelah Transaksi 203.735.973.024 216.930.568.451 232.009.155.449 240.822.362.480 249.442.869.834
Selisih 5.908.500.912 8.505.276.776 10.861.368.734 12.007.232.390 12.739.883.784
Selisih (%) 2,99% 4,08% 4,91% 5,25% 5,38%
Laba Usaha
Sebelum Transaksi 114.250.821.547 122.895.230.216 133.571.699.377 139.136.996.093 144.865.157.592
Setelah Transaksi 151.815.981.825 125.396.229.808 138.106.680.358 144.601.074.896 150.879.198.139
Selisih 37.565.160.278 2.500.999.592 4.534.980.981 5.464.078.803 6.014.040.547
Selisih (%) 32,88% 2,04% 3,40% 3,93% 4,15%
Laba Sebelum Pajak
Sebelum Transaksi 113.369.490.109 122.013.898.777 132.690.367.938 138.255.664.654 143.983.826.153
Setelah Transaksi 150.934.650.386 124.514.898.369 137.225.348.919 143.719.743.458 149.997.866.700
Selisih 37.565.160.278 2.500.999.592 4.534.980.981 5.464.078.803 6.014.040.547
Selisih (%) 33,14% 2,05% 3,42% 3,95% 4,18%
Laba Tahun Berjalan
Sebelum Transaksi 91.591.211.059 98.575.028.822 107.200.548.257 111.696.751.474 116.324.533.149
Setelah Transaksi 129.156.371.337 101.076.028.414 111.735.529.238 117.160.830.277 122.338.573.696
Selisih 37.565.160.278 2.500.999.592 4.534.980.981 5.464.078.803 6.014.040.547
Selisih (%) 41,01% 2,54% 4,23% 4,89% 5,17%
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 71
71
Page 73
Akuisisi ini memberikan dampak pertumbuhan yang instan pada sisi top-line perusahaan, di mana
Pendapatan setelah Rencana Transaksi diproyeksikan meningkat secara konsisten sebesar
1,12% hingga 1,43% per tahun. Hal yang menarik terlihat pada pertumbuhan Laba Kotor yang
jauh lebih tinggi secara persentase dibandingkan pertumbuhan pendapatan, yakni meningkat dari
2,99% pada tahun 2026 menjadi 5,38% pada tahun 2030. Fenomena ini mengindikasikan bahwa
aset hotel yang diakuisisi memiliki margin keuntungan yang lebih baik atau efisiensi biaya
operasional yang lebih tinggi.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada Laba Tahun Berjalan di tahun pertama pasca-Rencana
Transaksi (2026), yang melompat sebesar 41,01% atau senilai Rp37,56 miliar dibandingkan
skenario sebelum Rencana Transaksi. Kenaikan drastis di tahun pertama ini selaras dengan
pengakuan pendapatan dari keuntungan pembelian diskon (bargain purchase atau goodwill
negatif). Setelah lonjakan awal tersebut, pertumbuhan laba tahun berjalan menstabilkan diri pada
kisaran 2,54% hingga 5,17% di tahun-tahun berikutnya, yang mencerminkan kontribusi organik
dari operasional hotel tersebut.
Peningkatan profitabilitas ini secara langsung memperkuat struktur modal perusahaan yang
terlihat pada tabel Total Ekuitas. Ekuitas setelah Rencana Transaksi secara konsisten berada di
atas nilai dasar (base case), dengan selisih yang terus melebar dari Rp37,56 miliar pada 2026
menjadi Rp54,72 miliar pada 2030. Pertumbuhan ekuitas yang stabil ini menunjukkan bahwa laba
yang dihasilkan dari akuisisi PT MPP berhasil diakumulasikan kembali ke dalam perusahaan,
sehingga memperkuat bantalan modal grup setiap tahunnya.
Di sisi aset, strategi akuisisi ini berhasil meningkatkan skala bisnis perusahaan secara
keseluruhan. Total Aset setelah Rencana Transaksi diproyeksikan tumbuh dengan selisih positif
yang stabil di kisaran 4%, mencapai nilai Rp1,41 triliun pada tahun 2030. Yang perlu dicatat adalah
pertumbuhan aset ini tidak dibarengi dengan kenaikan liabilitas yang signifikan, di mana Total
Liabilitas hanya naik tipis di bawah 1%. Hal ini membuktikan bahwa penambahan aset produktif
dilakukan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan atau meningkatkan risiko hutang perusahaan
secara berlebihan.
a) Biaya atau pendapatan yang relevan;
Dalam Rencana Transaksi akuisisi ini, pendapatan yang paling relevan muncul dari
pengakuan keuntungan nontunai yang signifikan pada saat konsolidasi laporan keuangan.
Terdapat pengakuan "Pendapatan Lain-lain" sebesar Rp37.320.025.465 yang berasal dari
nilai goodwill negatif. Pendapatan ini timbul karena harga akuisisi saham PT MPP sebesar
Rp112,5 miliar jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai wajar aset neto yang diperoleh,
yang mencakup aset gedung Hotel dan properti investasi tanah dengan total nilai pasar
mencapai Rp148.395.000.000.
Dari sisi biaya, terdapat pengalokasian sumber daya kas yang relevan sebesar
Rp65.500.000.000 dan penyelesaian piutang lain-lain senilai Rp47.000.000.000 untuk
mendanai investasi tersebut. Pengeluaran ini menyebabkan penurunan pada aset lancar
sebesar 11,44% atau sekitar Rp102,3 miliar pada proyeksi tahun 2026. Meskipun terdapat
pengurangan pada pos kas, biaya ini bersifat strategis karena mengonversi aset lancar yang
bersifat pasif menjadi aset tetap produktif yang menghasilkan pendapatan operasional
berkelanjutan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 72
72
Page 74
Dampak dari pendapatan relevan ini terlihat sangat jelas pada performa laba rugi
konsolidasian. Pada tahun 2026, Laba Tahun Berjalan melonjak sebesar 41,01%
dibandingkan skenario tanpa Rencana Transaksi, yang merupakan kontribusi langsung dari
pengakuan keuntungan akuisisi tersebut. Selain itu, pendapatan operasional dari aset hotel
yang baru diakuisisi diproyeksikan memberikan tambahan pendapatan sebesar
Rp24.130.901.461 di tahun pertama, dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat
hingga mencapai Rp38.915.751.363 pada tahun 2030.
Secara keseluruhan, biaya investasi yang dikeluarkan oleh Perseroan menghasilkan
struktur pendapatan yang lebih kuat bagi perseroan. Keuntungan dari selisih nilai wajar aset
bukan hanya mempertebal laba bersih secara instan di tahun pertama, tetapi juga
meningkatkan basis Laba Kotor perusahaan dengan pertumbuhan tahunan antara 2,99%
hingga 5,38% hingga tahun 2030. Hal ini menunjukkan bahwa biaya akuisisi tersebut sangat
relevan dalam menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat posisi modal perseroan
melalui akumulasi saldo laba di masa depan.
b) Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan Dalam Menentukan Rencana Dan
Nilai Rencana Transaksi Dengan Memperhatikan Alternatif Lain;
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses pengambilan
keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui prosedur internal yaitu
ditetapkan dan disetujui oleh manajemen Perseroan.
c) Hal Material lainnya yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai Bisnis dalam
memberikan opini kewajaran Rencana Transaksi;
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari Rencana Transaksi tidak
ada. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa Rencana
Transaksi adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4.2 Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
a) Perbandingan antara Nilai Rencana Transaksi dengan penilaian atas Rencana Transaksi yang
akan dilakukan;
Berdasarkan Laporan Penilaian Bisnis yang diterbitkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
Sugianto Prasodjo Dan Rekan dengan Nomor: 00154/2.0131-09/BS/10/0643/1/V/2026 tanggal
13 Mei 2026, Nilai Pasar dari objek Rencana Transaksi adalah senilai Rp117.521.392.000 dengan
menggunakan Pendekatan Pendapatan dengan Metode Arus Kas Terdiskonto dan Pendekatan
Biaya dengan Metode Adjusted Book Value. Rincian nilai sebagai berikut :
No. Pendekatan yang Dilakukan Indikasi Nilai Bobot Indikasi Nilai Ekuitas
1 Pendekatan Pendapatan 125.952.974.526 60% 75.571.784.715
2 Pendekatan Biaya 104.874.017.826 40% 41.949.607.130
Indikasi Nilai 100% Ekuitas 117.521.391.846
Pembulatan dalam Rupiah 117.521.392.000
Berdasarkan informasi Nilai Transaksi dari objek Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp112.500.000.000.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 73
73
Page 75
b) Analisis untuk memastikan bahwa Nilai Transaksi memberikan nilai tambah dari Rencana
Transaksi yang akan dilakukan;
Berdasarkan analisis inkremental yang telah dilakukan, Rencana Transaksi akan memperkuat lini
“Travel & Hospitality” dan untuk melakukan integrasi bisnis secara vertikal sebagai upaya
Perusahaan untuk memperluas bisnis/diversifikasi usaha di bidang pariwisata serta mendukung
bisnis utama Perusahaan dalam bidang agen perjalanan wisata dan penyedia layanan perjalanan
korporat, selain itu rasio-rasio keuangan Perseroan juga mengalami peningkatan akibat dari
terjadinya Rencana Transaksi ini.
c) Analisis kewajaran nilai Rencana Transaksi dilakukan untuk meyakini bahwa Nilai Transaksi
berada dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian
Berdasarkan peraturan No.35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis Di Pasar Modal, suatu Rencana Transaksi dikategorikan wajar apabila Rencana
Transaksi tersebut berada pada kisaran batas atas dan batas bawah sebesar 7,5% dari Nilai
Pasar. Perbandingan nilai Rencana Transaksi dengan batas atas dan batas bawah disajikan
sebagai berikut:
Keterangan Nilai Pasar (Rp)
Nilai Pasar 117.521.392.000
Batas Atas Nilai Pasar 126.335.496.400
Batas Bawah Nilai Pasar 108.707.287.600
Nilai Transaksi 112.500.000.000
Berdasarkan analisis batas wajar atas dan bawah Nilai Rencana Transaksi penjualan ini
dimana batas atas 7,5% adalah Rp126.335.496.400 sedangkan batas bawah 7,5% adalah
Rp108.707.287.600 sedangkan Nilai Rencana Transaksi adalah Rp112.500.000.000, dapat
disimpulkan Rencana Transaksi tersebut masih berada pada batas wajar.
Dengan mempertimbangkan batas atas dan batas bawah pada tabel di atas, maka nilai dari
Rencana Transaksi tersebut adalah wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 74
74
Page 76
4.3 Kesimpulan
Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi ini
adalah Perseroan dan Penjual. Rencana Transaksi ini bukan merupakan Transaksi yang
mengandung unsur Transaksi Afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 42/POJK.04/2020, karena Perseroan dan Penjual tidak memiliki beberapa
pengurus atau pemegang saham yang sama. Rencana Transaksi yang akan dilakukan bukan
merupakan transaksi benturan kepentingan karena memberikan solusi kelangsungan usaha bagi
Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan
menguntungkan Perseroan.
Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp112.500.000.000 sedangkan jumlah ekuitas
Perseroan berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp558.170.847.193 dengan demikian Rencana Transaksi tersebut merupakan Transaksi Material
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020, karena
nilai Rencana Transaksi lebih dari 20% ekuitas Perseroan.
Berdasarkan analisis batas wajar atas dan bawah Nilai Rencana Transaksi ini dimana batas atas
adalah Rp157.380.000.000 sedangkan batas bawah adalah Rp Rp135.420.000.000 sedangkan
Nilai Rencana Transaksi adalah Rp152.400.000.000, dapat disimpulkan bahwa Rencana
Transaksi tersebut masih berada pada batas wajar.
Dengan demikian, hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang
terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif, kuantitatif, dan kelayakan dari
Rencana Transaksi yang dilakukan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang
dilakukan oleh Perseroan adalah Wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bayu Buana Tbk 75
75
Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Mandala Prima Perkasa Oleh
p.1
unresolved
person
Ir. H. Juanda III
p.2 ×6
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×4
unresolved
org
Bapepam-LK
p.2 ×8
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan
p.2 ×4
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo
p.2 ×4
unresolved
org
Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP Sugianto Prasodjo
p.2 ×5
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
KJPP SPR
p.2 ×4
unresolved
org
PT Mandala Prima Perkasa. Rangkaian Kegiatan Rencana Transaksi
p.2
unresolved
org
PT Mandala Prima Perkasa. Pertimbangan Bisnis
p.3
unresolved
—
Eishennoraz
· Akuntan Publik
p.3 ×5
unresolved
org
Mawar dan Rekan
p.3 ×6
unresolved
org
PT Bayu Buana Travel Service Ltd. Anggaran Dasar
p.6 ×3
unresolved
person
Mala Mukti
· Notaris
p.6 ×8
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.6 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.6 ×3
unresolved
org
PT Graha Sentosa Persada
p.7 ×5
unresolved
org
Co Ltd
p.7 ×3
unresolved
org
Singapore Limited
p.7 ×3
unresolved
org
Pusat Statistik
p.9 ×5
unresolved
org
PT MPP
p.17 ×14
unresolved
org
KJPP SUGIANTO PRASODJO & REKAN
p.23
unresolved
person
Consultants Ginanjar Rizki Tarekat
p.23
unresolved
person
Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert)
· Partner
p.23 ×4
unresolved
person
Fikri Mauriza Hazmi
p.25 ×2
unresolved
person
Ridho Mohammad
p.25 ×2
unresolved
—
RMK-2020.03233
p.29
unresolved
org
PT Mandala Prima Perkasa. Alasan
p.30
unresolved
—
Donny Iskandar Maramis
· Akuntan Publik
p.33
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-
p.37
unresolved
person
Yuli Kristi
p.37 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-
p.37
unresolved
org
PT Triputra Milenia Perkasa
p.38
unresolved
org
PT Trisurya Inti Pratama
p.38
unresolved
person
Suryadi Danajaya
p.38
unresolved
org
Bank Indonesia
p.47 ×8
unresolved
org
Pusat Statistik Indonesia
p.49
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
20810 ms
12 Sep 2026 22:05
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}