Skip to content
Back to announcement

20260529_BAYU_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_32095604_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review BAYU

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 44

Page 1
                                   PENILAIAN BISNIS

                     100% EKUITAS / PENILAIAN SAHAM
                       PT MANDALA PRIMA PERKASA




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa     i
Page 2
                                                                                                  13 Mei 2026

Kepada Yth,
PT. Bayu Buana, Tbk
Jalan Ir H Juanda III, 2A
Kebon Kelapa, Gambar
Jakarta Pusat

No. Laporan       : 00154/2.0131-09/BS/10/0643/1/V/2026
Hal               : Laporan Penilaian Bisnis

Dengan hormat,

Dalam rangka memenuhi kontrak penugasan penilaian yang dilakukan berdasarkan surat penawaran yang telah
disetujui sekaligus menjadi kontrak kerja penugasan Nomor: 00033/2.0131-09/BB/KJPPSPR/APP-BS/l/2026
tanggal 23 Januari 2026. Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan proses penilaian atas Objek
Penilaian. Kami telah melakukan Investigasi yang terdiri dari Inspeksi, penelaahan, penghitungan, analisis, dan
memastikan bahwa proses penilaian sudah dilakukan dengan cara yang benar.

1. STATUS PENILAI
   • Penilai Publik yang bertanda tangan didalam Laporan Penilaian ini yaitu Ginanjar Rizki Tarekat, S.T,
     M.Ec.Dev, MAPPI (Cert) merupakan Penilai Publik Properti dan Bisnis dengan Nomor Izin
     No. P-1.18.00532 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17
     Desember 2018 dan Nomor Izin Penilai Publik No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri
     Keuangan Nomor 214/KM.1/2023 Tanggal 17 Mei 2023, bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik
     (KJPP) Sugianto Prasodjo dan Rekan yang memperoleh Izin Usaha dari Kementrian Keuangan
     No. 2.15.0131 berdasarkan Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015.
   • Penilai Publik terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan nomor izin STTD.PPB-
     47/PM.02/2023 tanggal 17 Juli 2023 yang tergabung dalam KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan dengan
     Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November
     2015.
   • Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian secara obyektif dan tidak memihak.
   • Penilai tidak memiliki potensi benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian.
   • Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian sehingga tidak memerlukan bantuan tenaga ahli
     untuk melengkapi pelaksanaan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.
   • Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini di bawah koordinator Penilai berizin atau
     Penilai Publik pada laporan penilaian.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                             i
Page 3
2. PEMBERI TUGAS
   Pemberi Tugas adalah PT Bayu Buana, Tbk yang beralamat di Jalan Ir H Juanda III, 2A, Kebon Kelapa,
   Gambir, Jakarta Pusat.

3. PENGGUNA LAPORAN
   Pengguna Laporan adalah:
       • PT Bayu Buana, Tbk yang beralamat di Jalan Ir H Juanda III, 2A, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta
          Pusat.
       • Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

4. OBJEK PENILAIAN DAN KEPEMILIKAN
   Objek penilaian dalam penugasan ini adalah :

    Jenis Properti               :   Bisnis
    Objek Penilaian              :   100% Saham PT Mandala Prima Perkasa
    Bentuk Kepemilikan           :   Kepemilikan Saham dengan Kendali
    Alamat                       :   Jl. Maipa No. 8 Makassar, Sulawesi Selatan
    Asumsi Penilaian             :   Going concern

5. JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
   Objek Penilaian dinilai dengan menggunakan mata uang Rupiah. Sebagai tambahan informasi, nilai kurs
   tengah Bank Indonesia pada tanggal penilaian adalah USD 1 = Rp. 16.879,00.

6. MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN
   Maksud dan tujuan penilaian adalah untuk memberikan opini Nilai Pasar (Market Value) saham untuk
   tujuan Transaksi Pada Perusahaan Terbuka dalam rangka mendukung Laporan Pendapat Kewajaran.

   Laporan hasil penilaian tidak untuk digunakan di luar tujuan yang dimaksud, kami tidak bertanggung jawab
   apabila laporan penilaian digunakan selain dari tujuan yang telah disebutkan di atas.

7. DASAR NILAI
   Sesuai dengan tujuan penilaian, dasar nilai yang digunakan adalah Nilai Pasar (Market Value).

   Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau
   liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
   menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak
   masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan. (POJK
   35/POJK.04/2020 pasal 1 ayat 14 dan SPI 101 3.1-Nilai Pasar sebagai Dasar Nilai).


8. TANGGAL PENILAIAN
   Tanggal penilaian sama dengan tanggal laporan keuangan per 31 Desember 2025. Sehubungan dengan
   kemungkinan perubahan yang terjadi terhadap kondisi pasar dan kondisi objek tersebut, maka laporan
   penilaian ini hanya dapat mempresentasikan tentang opini Nilai pada tanggal penilaian.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                           ii
Page 4
9. KEDALAMAN INVESTIGASI
   Penilaian ini dilakukan dengan batasan investigasi sebagai berikut:
    • Tidak dilakukan uji tuntas atas laporan keuangan objek penilaian dan penelaahan atas informasi pada
        laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan Penilaian
    • Tidak dilakukan uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek penilaian.
    • Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen Perusahaan bertujuan untuk mendapatkan
        dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi secara tertulis atau
        wawancara langsung.
    • Penelaahan, perhitungan, dan Analisa dapat dilakukan dengan baik tanpa terhalang oleh informasi yang
        tersembunyi atau sengaja disembunyikan.
    • Untuk melengkapi hasil pengumpulan data dan analisis, verifikasi juga dilakukan melalui sampling
        terhadap beberapa data yang bersifat umum termasuk pemeriksaan terhadap aset-aset berwujud yang
        dikuasai dan dimiliki oleh Perusahaan.

10. SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
    Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan
    sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional. Sumber data
    tersebut antara lain:
     • Badan Indonesia atau bank sentral negara lain
     • Bursa efek Indonesia atau bursa lainnya
     • Badan Pusat Statistik atau Lembaga statistik lain
     • Data riset dari Lembaga independen, namun tidak terbatas pada Bloomberg, IMF, dan Bank Dunia
     • Informasi dari media elektronik dan media cetak

11. ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
    Asumsi-asumsi
    •    Laporan Penilaian Bisnis bersifat non-disclaimer opinion.
    •    Perusahaan diasumsikan sebagai perusahaan yang sedang berjalan dan akan melanjutkan kegiatan
         usahanya di masa yang akan datang.
    •    Perusahaan diasumsikan telah memenuhi seluruh aspek legal dan perundang-undangan yang berlaku
         secara umum maupun spesifik terhadap industrinya agar dapat melakukan kegiatan operasional.
    •    Laporan keuangan audit maupun laporan keuangan interim yang digunakan sebagai dasar dalam analisis
         penilaian ini diasumsikan akurat dan benar serta tidak ada informasi disembunyikan atau sengaja
         disembunyikan.
    •    Laporan keuangan interim yang digunakan sebagai dasar penilaian ini diasumsikan tidak akan berbeda
         signifikan terhadap laporan keuangan audit (jika ada). Dalam hal terdapat perbedaan signifikan yang
         mempengaruhi hasil penilaian, maka hasil penilaian ini menjadi tidak berlaku dan harus dilakukan
         penilaian ulang.
    •    Penilaian dilakukan dengan adanya akses untuk pelaksanaan investigasi yang memadai.
    •    Untuk tujuan penilaian, telah dilengkapi data yang disediakan oleh manajemen Perusahaan serta data
         verbal yang didapatkan selama investigasi dan data tersebut diasumsikan akurat dan benar.
    •    Proyeksi harga, volume penjualan, dan informasi keuangan lainnya didasarkan atas informasi keuangan
         prospektif yang disiapkan oleh manajemen yang telah disesuaikan dan diasumsikan dapat dicapai.
    •    Dalam hal penilaian laporan penilaian properti yang telah diterbitkan oleh Penilai lain, kami berasumsi
         penilaian tersebut telah sesuai dengan kaidah umum dan standar penilaian yang berlaku.
Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                             iii
Page 5
12. PERSYARATAN DAN PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
    Hasil Laporan dan/atau referensi yang melampirinya ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang
    bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi Perseroan secara material. Publikasi ataupun penggunaan laporan
    penilaian ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan ini. Laporan
    penilaian hanya ditujukan untuk pemberi tugas dan pengguna laporan. Kami tidak bertanggung jawab kepada
    pihak ketiga, dan baik sebagian maupun keseluruhan laporan atau rujukan terhadap laporan ini tidak
    dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apa pun, pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan
    kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari kami untuk format maupun konteks dimana
    akan dimunculkan.

13. KONFIRMASI BAHWA PENILAIAN DILAKUKAN BERDASARKAN POJK & SPI
    Penilaian ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35 tahun 2020 tentang Penilaian
    dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas jasa Keuangan Nomor 17 tahun
    2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
    Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII-2018, Edisi Revisi SPI 300 Tahun 2020, Edisi
    Revisi SPI 310 Tahun 2020, Edisi Revisi SPI 330 Tahun 2020, Edisi Revisi SPI 320 Tahun 2020.

14. PENDEKATAN PENILAIAN DAN ALASAN PENERAPANNYA
    Pendekatan yang digunakan dalam melakukan penilaian ekuitas PT Mandala Prima Perkasa adalah
    Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Biaya/Aset. Pendapatan digunakan dengan pertimbangan PT
    Mandala Prima Perkasa adalah perusahaan yang masih beroperasi dan akan terus melanjutkan kegiatan
    usahanya dan Pendekatan Biaya digunakan dengan pertimbangan perusahaan yang heavy asset dengan aset
    tetap lebih dari 90% jumlah aset perusahaan

15. METODE PENILAIAN
    Penilaian ini menggunakan Pendekatan Pendapatan dengan metode Discounted Cash Flow (DCF) dan
    Pendekatan Biaya dengan metode Penyesuaian Aktiva Bersih (Adjusted Book Value Method (ABVM)

16. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN
    Tidak terdapat kejadian-kejadian penting terkait objek penilaian yang diketahui maupun yang patut diketahui
    sampai dengan tanggal laporan yang dapat mempengaruhi nilai objek penilaian




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                              iv
Page 6
KESIMPULAN NILAI
Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar, perhitungan
serta analisa yang di lakukan serta faktor lain yang berkaitan dengan penilaian dan berpedoman pada kondisi
pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa Nilai Pasar dari objek penilaian pada tanggal
31 Desember 2025 adalah :




                                           Rp 117.521.392.000,-
                        (Seratus Tujuh Belas Miliar Lima Ratus Dua Puluh Satu Juta
                               Tiga ratus Sembilan Puluh Dua Ribu Rupiah)




Surat Pengantar ini akan diikuti oleh Laporan Penilaian dengan format Laporan Penilaian Terinci (Comprehensive
Style) yang berisi informasi atas hasil penilaian yang telah dilakukan .




Hormat Kami,
KJPP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
Public Appraisers & Consultants




Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert)
Partner
Izin Penilai Properti & Bisnis
Izin Men. Keu. No.P.1-18.00532 dan B-1.23.00643
STTD.PPB-47/PM.02/2023
MAPPI No. 16-S-06672
RMK-2017.00616




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                           v
Page 7
                            RINGKASAN PENILAIAN

                                            Indikasi Nilai                     Indikasi Nilai Ekuitas
            Keterangan                                         Bobot
                                              (Rupiah)                               (Rupiah)
Pendekatan Pendapatan                        125.952.974.526        60%                  75.571.784.715
Pendekatan Biaya/Aset                        104.874.017.826        40%                  41.949.607.130
Kesimpulan Nilai Pasar                                                                  117.521.391.846
(Pembulatan)                                                                            117.521.392.000

Ringkasan penilaian ini hanya digunakan bersama dengan laporan penilaian dengan segala macam asumsi,
batasan dan dasar penilaian yang dinyatakan di dalam laporan ini dan tidak dapat dibaca secara terpisah.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                       vi
Page 8
                                   PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini
menyatakan bahwa:

1.  Pernyataan dalam laporan penilaian ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan kesimpulan yang
    digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap objek penilaian,
    maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan
    terhadap objek penilaian.
3. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian.
4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian (Cut-off
    Date).
5. Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
6. Estimasi Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan
    Nilai.
7. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam Laporan Penilaian.
8. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
9. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini Penilai
    dapat dipertanggung jawabkan.
10. Biaya profesional tidak berhubungan dengan opini nilai yang terdapat dalam laporan ini.
11. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
    Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
12. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan objek penilaian dan/atau jenis industri yang
    dinilai.
13. Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan analisa untuk
    menghasilkan nilai yang subyektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa yang terjadi di
    kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
14. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
         • Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi Penilaian, dan tanggal penilaian);
         • Pengumpulan data dan informasi:
         • Analisis data dan informasi;
         • Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian:
         • Penyusunan kertas kerja;
         • Penyusunan laporan Penilaian.
15. Penilai telah melakukan analisis terhadap Objek Penilaian pada tanggal penilaian.
16. Penilaian ini telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
17. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan inspeksi,
    analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan Penilaian ini.
18. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta laporan Penilaian telah dibuat dengan
    memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang berlaku.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                vii
Page 9
Nama                                                           Kualifikasi           Tanda Tangan

Penanggung Jawab:


Ginanjar Rizki Tarekat, S.T., M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
Izin Penilai Publik No. P-1.18.00532 dan B-1.23.006434
                                                              Penilai Publik
STTD.PPB-47/PM.02/2023
                                                             Properti & Bisnis
MAPPI No. 16-S-06672                                                                …………………….
                                                               Bersertifikat
RMK-2017.00616


Reviewer:
                                                                 Penilai
Fikri Mauriza Hazmi, S.T., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)., CFP   Properti Bersertifikat
MAPPI No. 17-S-07797                                            & Bisnis            …………………….
RMK-2020.03233                                                Terakreditasi

Penilai :

M. Nopri Kurniawan, A.Md.                                     Penilai Properti
MAPPI No. 19-T-09891                                          Terakreditasi &
RMK-2020.03630                                                Bisnis Peserta
                                                                                    …………………….
Asisten Penilai :

                                                              Penilai Properti
Ridho Mohammad, S.T.
MAPPI No. 20-T-10097                                          Terakreditasi &
RMK-2020.03343                                                 Bisnis Afiliasi
                                                                                    …………………….




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                   viii
Page 10
                                                                 DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
Lingkup Penugasan ........................................................................................................................................             i
Kesimpulan .................................................................................................................................................... v
Ringkasan Penilaian ....................................................................................................................................... ix
Pernyataan Penilai .......................................................................................................................................... x
Daftar Isi ......................................................................................................................................................... xii
Istilah-Istilah Penilaian .................................................................................................................................... xiii


PROSES PENILAIAN
Data Informasi Umum Objek........................................................................................................................... 1
Data Penilaian ................................................................................................................................................ 1
     Profil Perusahaan...................................................................................................................................... 1
     Legalitas dan Perizinan ............................................................................................................................. 1
     Bidang Usaha............................................................................................................................................ 1
     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham ............................................................................................ 1
     Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris ...................................................................................... 2
     Struktur Organisasi Perusahaan ............................................................................................................... 2
     Kinerja Keuangan...................................................................................................................................... 3
     Analisis Makroekonomi dan Industri.......................................................................................................... 7
     Perkembangan Industri ............................................................................................................................. 12
Pendekatan Penilaian ..................................................................................................................................... 15
     Pendekatan yang Digunakan .................................................................................................................... 15
     Pendekatan Biaya/Aset ............................................................................................................................. 15
     Diskon dan Premi ...................................................................................................................................... 17
     Kesimpulan Nilai ....................................................................................................................................... 19
     Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian ............................................................................................ 19
Asumsi dan Syarat Pembatas......................................................................................................................... 20
Lampiran-Lampiran




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                                                                          ix
Page 11
                       ISTILAH-ISTILAH PENILAIAN
Penilaian
Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek penilaian sesuai dengan SPI.

Penilai
Seseorang yang memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan Penilaian, yang sekurang-kurangnya telah lulus
Pendidikan awal Penilaian.

Penilai Publik
Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan.

Penyelia / Reviewer / Quality Control
Penilai yang bertindak sebagai pengawas yang bertugas untuk mereview dan memastikan bahwa proses penilaian
oleh Pelaksana telah dilakukan dengan benar.

Pelaksana / Penilai
Tenaga Penilai yang bertugas untuk melaksanakan proses penilaian.

Pelaksana Inspeksi / Petugas Inspeksi
Pegawai KJPP yang telah mengikuti Pendidikan tingkat dasar yang diselenggarakan atau diakui oleh Asosiasi
Profesi Penilai yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan inspeksi.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
Badan usaha yang telah mendapatkan izin usaha dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam
memberikan jasanya.

Pemberi Tugas
Seorang, kelompok, atau suatu entitas yang penugasan penilaiannya dilakukan.

Pengguna Laporan
Seorang, kelompok, atau suatu entitas sebagai pengguna hasil Penilaian yang didasarkan dari hasil perikatan
penugasan antara Penilai dan Pemberi Tugas.

Nilai
Suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling mungkin dibayarkan untuk suatu
aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan fakta.

Dasar Nilai
Premis fundamental yang mendasari nilai yang dilaporkan.

Tanggal Inspeksi
Tanggal pada saat inspeksi terakhir telah selesai dilaksanakan.

Tanggal Penilaian
Tanggal pada saat opini nilai dinyatakan.

Tanggal Laporan
Tanggal pada saat laporan Penilaian diterbitkan.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                              x
Page 12
Asumsi Umum
Asumsi fakta yang konsisten dengan, atau dapat konsisten dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian.

Asumsi Khusus
Asumsi fakta yang berbeda dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian.

Data Masukan Penilaian (Valuation Inputs)
Data dan informasi lainnya yang digunakan pada salah satu pendekatan penilaian yang diuraikan dalam SPI. Data
masukan ini dapat berupa data yang aktual atau yang diasumsikan.

Lingkup Penugasan
Dasar dalam pengaturan kesepakatan penugasan penilaian, tingkat kedalaman investigasi, penentuan asumsi dan
Batasan penilaian.

Implementasi
Bagian dari tugas penilaian, merupakan prosedur yang harus dilaksanakan oleh Penilai meliputi tahapan
investigasi, penerapan pendekatan penilaian dan penyusunan kertas kerja

Investigasi
Proses pengumpulan data yang cukup dengan cara melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan, dan analisis
sesuai tujuan penilaian.

Laporan Penilaian
Suatu dokumen yang mencantumkan instruksi penugasan, tujuan dan dsar penilaian, dan hasil analisis yang
menghasilkan opini nilai.

Laporan Penilaian Terinci
Laporan penilaian yang secara umum mendeskripsikan informasi secara detail dan komprehensif. Laporan ini
seharusnya mengandung seluruh informasi yang signifikan dalam penilaian, termasuk pembahasan secara
mendetail atas setiap hal yang dinyatakan dalam laporan. Laporan ini membutuhkan tingkat kedalaman investigasi
sesuai yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.

Pendekatan Penilaian
Landasan proses Penilaian dilengkapi dengan metode Penilaian dari masing-masing pendekatan yang digunakan.

Pendekatan Pasar
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan membandingkan aset dengan aset lainnya yang identik atau
sebanding dimana terdapat informasi harga.

Pendekatan Pendapatan
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan mengonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai saat ini.

Pendekatan Biaya
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai menggunakan prinsip ekonomi bahwa pembeli akan membayar aset
tidak lebih dari biaya untuk mendapatkan aset dengan utilitas yang sama, baik melalui pembelian atau dengan
pembuatan konstruksi dengan mengecualikan faktor-faktor seperti waktu yang tidak semestinya,
ketidaknyamanan, risiko atau faktor-faktor lainnya.

Metode Penilaian
Masing-masing pendekatan penilaian mempunyai metode penerapan yang berbeda yang dijelaskan dalam SPI
106.


Metode Perbandingan Data Pasar.
Menggunakan informasi dari transaksi yang melibatkan aset yang diperdagangkan di bursa yang sama atau sejenis
dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai.

Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                          xi
Page 13
Metode Diskonto Arus Kas (DCF).
Arus kas yang diproyeksikan didiskonto Kembali ke tanggal penilaian, menghasilkan nilai kini dari aset.

Kelangsungan Usaha (Going Concern)
Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam proses
konstruksi atau suatu premis dalam penilaian, dimana Penilai menganggap suatu perusahaan akan terus
melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                         xii
Page 14
               1. DATA DAN INFORMASI UMUM OBJEK
1.1 PROFIL PERUSAHAAN
     PT Mandala Prima Perkasa selanjutnya disebut “Perusahaan” merupakan perseroan dengan status
     perseroan terbatas yang beralamat di Jl. Maipa No. 8, Lokasi – Ujung Pandang, Kota Makassar.

1.2 LEGALITAS DAN PERIZINAN
     Perusahaan didirikan di hadapan Notaris Dr. Irawan Soerodjo, SH, Msi, Notaris di Kota Jakarta dengan
     Nomor Akta 121 tanggal 15 Juli 2002 dengan maksud dan tujuan perusahaan adalah melakukan usaha dalam
     bidang pembangunan, perdagangan, industri, pertambangan, transportasi darat, pertanian, percetakan,
     perbengkelan, jasa kecuali jasa dibidang hukum dan pajak.

     Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir adalah
     berdasarkan Akta Nomor 11 tanggal 31 Desember 2025 yang dikeluarkan oleh Notaris Yuli Kristi, SH., M.Kn
     Notaris di Kabupaten Bekasi.

1.3 BIDANG USAHA
     Bidang usaha PT Mandala Prima Perkasa berdasarkan Akta Pendirian No. 121 tanggal 15 Juli 2002 adalah
     berusaha di bidang aktivitas perusahaan dan menjalankan usaha di bidang pembangunan, perdagangan,
     industri, pertambangan, transportasi darat, pertanian, percetakan, perbengkelan, jasa kecuali jasa dibidang
     hukum dan pajak. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan
     kegiatan usaha sebagai berikut:

          1. Menjalan usaha-usaha dibidang pembangunan bertindak sebagai pengembang yang meliputi
             perencanaan, pelaksaan dan pemborongan pada umunya (general contractor), antar alain
             pembangunan kawasan perumahan (real estat) kawasan industri (industrial estat), gedung-gedung,
             apartemen, kondominium, perkantoran, pertokoan beserta fasilitas-fasilitasnya termasuk
             mengerjakan pembebasan, pembukaan, pengurugan, pemerataan, penyiapan dan pengembangan
             areal tanah lokasi/wilayah yang akan dibangun, serta pembangunan gedung, konstruksi, lapangan,
             jembatan, jalan, taman, bendungan, pengairan/irigasi, landasan, dermaga, pemasangan instalasi-
             instalasi listrik (elektrikal), gas, air minum, telekomunikasi, air conditioner, sistem pengaman dan
             dalam bidang teknik sipil, elektro, mesin (mekanikal)
          2. Menjalankan usaha-usaha dibidang perdagangan, yang meliputi perdagangan impor dan ekspor,
             antar pulau/daerah serta lokal, bertindak sebagai agen, ritel, grosir, waralaba, commision house,
             leveransir, supplier, distributor dan sebagai perwakilan dari badan-badan perusahaan-perusahaan
             lain, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk berbagai jenis barang dagangan baik barang-barang
             hasil produksi sendiri maupun hasil produksi perusahaan lain, serta perdagangan yang berhubungan
             denga usaha real estat yaitu penjualan dan pembelian bangunan-bangunan rumah, gedung,
             perkantoran, gedung bertokoan, unit-unit ruangan apartemen, ruangan kondominium, ruangan
             kantor, ruangan pertokoan.
          3. Menjalankan usaha-usaha dibidang industri, yang meliputi berbagai macam industri antara lain
             industri elektronika, termasuk komputer, alat komunikasi, industri makanan dan minuman,
             pengolahan hasil perikanan (coldstorage), keramik, kulit, karet, kertas, tekstil, pakaian jadi (garmen),
             kimia, farmasi dan obat-obatan, kosmetika, alat kesehatan, meubel (furniture), kendaraan bermotor
             termasuk mesin-mesin dan suku cadangnya, alat-alat rumah tangga, kerajinan tangan.
          4. Menjalankan usaha-usaha di bidang pertambangan, yang meliputi pertambangan nikel, batubara,
             timah, emas, perak, tembaga, bauksit, mangan, bijih uranium dan thorium, pasir besi dan bijih besi,

Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                  1
Page 15
               batuan tambang yaitu marmer, granit, andesit, koral, split, tanah liat, pasir dan pertambahan non
               migas dan mineral.
          5.   Menjalankan usaha-usaha dibidang transportasi darat, termasuk angkutan untuk barang maupun
               penumpang, ekspedisi dan pergudangan
          6.   Menjalankan usaha-usaha dibidang pertanian, termasuk agroindustri yang meliputi pembibitan,
               budidaya dan pengolahan pasca panen industri pertanian, peternakan, perikanan darat/laut,
               perkebunan, hortikultura, kehitanan.
          7.   Menjalankan usaha-usaha dibidang percetakan, meliputi penjilidan dan penerbitan buku-buku,
               desain dan cetak grafis, sablon, offset.
          8.   Menjalankan usaha-usaha dibidang perbengkelan, yang meliputi kegiatan perawatan, pemeliharaan,
               perbaikan (maintenance) dan showroom kendaraan bermotor, berbagai jenis mesin-mesin dan alat-
               alat berat.
          9.   Menjalankan usaha-usaha di bidang jasa, yang meliputi berbagai macam jasa antara lain jasa
               persewaan dan pengelolaan bangunan-bangunan, ruangan-ruangan kantor dan ruangan-ruangan
               pertokoan beserta fasilitas-fasilitasnya, jasa konsultasi manajemen dan administrasi, periklanan,
               persewaan kendaraan bermotor, jasa komputer dan internet termasuk pembuatan paket program
               komputer (software), pelatihan komputer, instalasi dan perbaikan/perawatan komputer, jaringan
               komputer, uninterruptible power supply, panel kontrol serta alat telekomunikasi, jasa teknologi
               informasi termasuk multimedia, desain sistem informasi, pengolahan data, jasa penyediaan
               makanan dan minuman (catering), perawatan dan kebersihan (cleaning service), kecuali jasa
               dibidang hukum dan pajak.

1.4 STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM

     Berdasarkan Akta Perubahan Terakhir telah disebutkan struktur permodalan PT Mandala Prima
     Perkasa adalah sebagai berikut:

     •    Modal Dasar Rp226.040.500.000 (Dua Ratus Dua Puluh Enam Miliar Empat Puluh Juta Lima
          Ratus Ribu Rupiah) terbagi menjadi 226.040.500 (Dua Ratus Dua Puluh Enam Juta Empat
          Puluh Ribu Lima Ratus) lembar saham, masing-masing Rp1.000 (Satu Ribu Rupiah) per lembar
          saham.
     •    Modal Ditempatkan Rp226.040.500.000 (Dua Ratus Dua Puluh Enam Miliar Empat Puluh Juta
          Lima Ratus Ribu Rupiah) terbagi menjadi 226.040.500 (Dua Ratus Dua Puluh Enam Juta Empat
          Puluh Ribu Lima Ratus) lembar saham, masing-masing Rp1.000 (Satu Ribu Rupiah) per lembar
          saham.
     •    Modal Disetor Rp226.040.500.000 (Dua Ratus Dua Puluh Enam Miliar Empat Puluh Juta Lima
          Ratus Ribu Rupiah) terbagi menjadi 226.040.500 (Dua Ratus Dua Puluh Enam Juta Empat
          Puluh Ribu Lima Ratus) lembar saham, masing-masing Rp1.000 (Satu Ribu Rupiah) per lembar
          saham.

                                              Lembar Saham            Jumlah            Presentase
                 Pemegang Saham
                                                                        (Rp)            Kepemilikan
          PT Triputra Milenia Perkasa               178.307.500     178.307.500.000       78,88%
          PT Trisurya Inti Pratama                   47.733.000      47.733.000.000        21,12%
           Jumlah                                   226.040.500     226.040.500.000         100%




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                             2
Page 16
1.5 SUSUNAN ANGGOTA DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS

     Berdasarkan Akta perubahan terakhir No. 11 tanggal 31 Desember 2025 telah disebutkan struktur organisasi
     PT Mandala Prima Perkasa adalah sebagai berikut:

     Direksi
     Direktur                       : Suryadi Danajaya

     Dewan Komisaris
     Komisaris                      : Tjhin Leeris Harni

1.6 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
     Dalam setiap organisasi, diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
     organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas, serta koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
     kerja sesuai dengan pengalaman, keahlian, dan keterampilan merupakan faktor penting dalam penerapan
     kebijakan perusahaan. Hal ini akan mendukung kelancaran pendelegasian tugas kepada unit di bawahnya
     maupun sebaliknya, sehingga pada akhirnya memperlancar jalannya operasional perusahaan.

     Struktur organisasi yang telah disusun dapat dijadikan pedoman dalam pengelolaan perusahaan agar
     beroperasi sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Struktur organisasi ini dirancang dengan pola sederhana,
     sehingga diharapkan mampu mengelola proyek secara efektif dan efisien. Penyusunan struktur organisasi
     didasarkan pada kebutuhan operasional perusahaan, dengan pembagian tugas yang jelas bagi seluruh
     personel pengelola, sehingga mendukung tercapainya kinerja perusahaan secara menyeluruh.

     Berikut adalah struktur organisasi dari PT Mandala Prima Perkasa :




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                           3
Page 17
1.7 KINERJA KEUANGAN PT MANDALA PRIMA PERKASA
     Kinerja keuangan perusahaan ditunjukkan dengan laporan keuangan yang memperlihatkan transaksi atau
     perubahan pos-pos keuangan. Adapun laporan PT Mandala Prima Perkasa pada saat dilakukan penilaian
     telah diaudit, yaitu laporan keuangan yang berakhir pada:

      -   31 Desember 2025, laporan keuangan audited
          Oleh Kantor Akuntan Publik (“KAP”) Sarjen dan Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian
      -   31 Desember 2024, laporan keuangan audited
          Oleh Kantor Akuntan Publik (“KAP”) Sarjen dan Rekan dengan opini wajar tanpa pengecualian.
      -   31 Desember 2023, laporan keuangan audited
          Oleh Kantor Akuntan Publik (“KAP”) Susianto Arona Ignatius & Rekan dengan opini wajar tanpa
          pengecualian.
      -   31 Desember 2022, laporan keuangan audited
          Oleh Kantor Akuntan Publik (“KAP”) Susianto Arona Ignatius & Rekan dengan opini wajar tanpa
          pengecualian.
      -   31 Desember 2021, laporan keuangan audited
          Oleh Kantor Akuntan Publik (“KAP”) Susianto Arona dengan opini wajar tanpa pengecualian.


     1.7.1 Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                                           (dalam Rupiah)
                                                   2020                2021                2022                2023                2024                2025
                                                 Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des
                   Laporan Posisi Keuangan
            ASET
            ASET LANCAR
            Kas dan Bank                           408.107.502       1.717.009.448      74.907.498.408       3.062.782.885       2.706.582.005       2.998.908.343
            Piutang Usaha                          513.813.483       1.343.093.510       1.004.699.301         863.599.657       1.412.925.084         506.381.312
            Persediaan                           3.145.920.879       3.122.037.989       3.098.751.396         239.119.965         386.264.814         639.244.509
            Uang Muka & Biaya Dibayar Dimuka       158.954.192         209.636.146          72.100.494         690.466.200         103.805.409         128.797.940
            Pajak dibayar dimuka                           -                   -                   -                   -             8.988.870
            JUMLAH ASET LANCAR                   4.226.796.056       6.391.777.093      79.083.049.599       4.855.968.707       4.618.566.182       4.273.332.104
            ASET TIDAK LANCAR
            Piutang Pihak Berelasi                  76.118.029                 -                   -                   -                   -
            Aset Tetap - neto                   90.716.826.875      85.427.862.481      73.976.502.962      69.421.848.074      66.333.837.156      61.341.422.898
            Properti Investasi                             -                   -         6.105.000.000       6.105.000.000       6.105.000.000       6.105.000.000
            JUMLAH ASET TIDAK LANCAR            90.792.944.904      85.427.862.481      80.081.502.962      75.526.848.074      72.438.837.156      67.446.422.898
            JUMLAH ASET                         95.019.740.960      91.819.639.574     159.164.552.561      80.382.816.781      77.057.403.338      71.719.755.002
            LIABILITAS DAN EKUITAS
            LIABILITAS LANCAR
            Utang Usaha                            805.777.274       1.037.291.551         924.448.842       1.841.048.084       1.088.152.928         813.425.324
            Utang lain-lain                        438.599.860         708.216.595         853.832.079      91.694.488.100      91.570.296.394         117.058.497
            Utang pajak                            983.435.652         927.422.201         136.019.698         264.232.776         224.355.052         586.190.243
            Biaya yang masih harus dibayar                 -                   -                   -         2.145.944.408       1.300.253.734       1.193.011.386
            Utang pembiayaan konsumen                      -                   -                   -                   -            84.146.265         120.618.100
            Utang Pihak Berelasi                 5.424.229.732       9.589.289.016       6.551.452.438                 -                   -                   -
            Utang Pihak Ketiga                             -                   -        91.500.000.000                 -                   -                   -
            Utang pembelian aset tetap              36.716.495          36.716.495                 -                   -                   -                   -
            Beban Akrual                         4.782.772.547      10.049.068.380       2.428.496.395                 -                   -                   -
            JUMLAH LIABILITAS LANCAR            12.471.531.560      22.348.004.238     102.394.249.452      95.945.713.368      94.267.204.373       2.830.303.550
            LIABILITAS TIDAK LANCAR
            Utang lain-lain                                -                   -                   -         9.651.452.438      13.652.356.438             773.105
            Utang Bank                          73.640.000.000      73.640.000.000      73.460.000.000                 -                   -                   -
            Utang pembiayaan konsumen                      -                   -                   -                   -            22.368.871          17.229.984
            JUMLAH LIABILITAS TIDAK LANCAR      73.640.000.000      73.640.000.000      73.460.000.000       9.651.452.438      13.674.725.309          18.003.089
            JUMLAH LIABILITAS                   86.111.531.560      95.988.004.238     175.854.249.452     105.597.165.806     107.941.929.682       2.848.306.639
            EKUITAS
            Modal Saham                         119.332.500.000     119.332.500.000     119.332.500.000     119.332.500.000     119.332.500.000     226.040.500.000
            Tambahan modal disetor                   50.000.000          50.000.000          50.000.000          50.000.000          50.000.000          50.000.000
            Akumulasi rugi                     (110.474.290.600)   (123.550.864.664)   (136.072.196.891)   (144.596.849.025)   (150.267.026.344)   (157.219.051.637)
            JUMLAH EKUITAS                        8.908.209.400      (4.168.364.664)    (16.689.696.891)    (25.214.349.025)    (30.884.526.344)     68.871.448.363
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS        95.019.740.960      91.819.639.574     159.164.552.561      80.382.816.781      77.057.403.338      71.719.755.002




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                                                                4
Page 18
                                                                                                      (Analisis Common Size)
                                                      2020          2021          2022            2023           2024         2025
                                                    Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des         Jan-Des        Jan-Des      Jan-Des
                    Laporan Posisi Keuangan
             ASET
             ASET LANCAR
             Kas dan Bank                              0,43%         1,87%            47,06%         3,81%         3,51%        4,18%
             Piutang Usaha                             0,54%         1,46%             0,63%         1,07%         1,83%        0,71%
             Persediaan                                3,31%         3,40%             1,95%         0,30%         0,50%        0,89%
             Uang Muka & Biaya Dibayar Dimuka          0,17%         0,23%             0,05%         0,86%         0,13%        0,18%
             Pajak dibayar dimuka                      0,00%         0,00%             0,00%         0,00%         0,01%        0,00%
             JUMLAH ASET LANCAR                        4,45%         6,96%            49,69%         6,04%         5,99%        5,96%
             ASET TIDAK LANCAR
             Piutang Pihak Berelasi                    0,08%          0,00%         0,00%          0,00%          0,00%        0,00%
             Aset Tetap - neto                        95,47%         93,04%        46,48%         86,36%         86,08%       85,53%
             Properti Investasi                        0,00%          0,00%         3,84%          7,59%          7,92%        8,51%
             JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                 95,55%         93,04%        50,31%         93,96%         94,01%       94,04%
             JUMLAH ASET                             100,00%        100,00%       100,00%        100,00%        100,00%      100,00%

             LIABILITAS DAN EKUITAS
             LIABILITAS LANCAR
             Utang Usaha                               0,85%         1,13%         0,58%           2,29%          1,41%        1,13%
             Utang lain-lain                           0,46%         0,77%         0,54%         114,07%        118,83%        0,16%
             Utang pajak                               1,03%         1,01%         0,09%           0,33%          0,29%        0,82%
             Biaya yang masih harus dibayar            0,00%         0,00%         0,00%           2,67%          1,69%        1,66%
             Utang pembiayaan konsumen                 0,00%         0,00%         0,00%           0,00%          0,11%        0,17%
             Utang Pihak Berelasi                      5,71%        10,44%         4,12%           0,00%          0,00%        0,00%
             Utang Pihak Ketiga                        0,00%         0,00%        57,49%           0,00%          0,00%        0,00%
             Utang pembelian aset tetap                0,04%         0,04%         0,00%           0,00%          0,00%        0,00%
             Beban Akrual                              5,03%        10,94%         1,53%           0,00%          0,00%        0,00%
             JUMLAH LIABILITAS LANCAR                 13,13%        24,34%        64,33%         119,36%        122,33%        3,95%
             LIABILITAS TIDAK LANCAR
             Utang lain-lain                           0,00%         0,00%         0,00%          12,01%         17,72%        0,00%
             Utang Bank                               77,50%        80,20%        46,15%           0,00%          0,00%        0,00%
             Utang pembiayaan konsumen                 0,00%         0,00%         0,00%           0,00%          0,03%        0,02%
             JUMLAH LIABILITAS TIDAK LANCAR           77,50%        80,20%        46,15%          12,01%         17,75%        0,03%
             JUMLAH LIABILITAS                        90,62%       104,54%       110,49%         131,37%        140,08%        3,97%
             EKUITAS
             Modal Saham                             125,59%       129,96%        74,97%         148,46%        154,86%      315,17%
             Tambahan modal disetor                    0,05%         0,05%         0,03%           0,06%          0,06%        0,07%
             Akumulasi rugi                         -116,26%      -134,56%       -85,49%        -179,89%       -195,01%     -219,21%
             JUMLAH EKUITAS                            9,38%        -4,54%       -10,49%         -31,37%        -40,08%       96,03%
             JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS           100,00%       100,00%       100,00%         100,00%        100,00%      100,00%


                                                                                                                  (Analisis Trend)
                                                            2021              2022           2023              2024          2025
                                                          Jan-Des           Jan-Des        Jan-Des           Jan-Des       Jan-Des
                       Laporan Posisi Keuangan
             ASET
             ASET LANCAR
             Kas dan Bank                                     320,72%       4262,67%           -95,91%         -11,63%        10,80%
             Piutang Usaha                                    161,40%        -25,20%           -14,04%          63,61%       -64,16%
             Persediaan                                        -0,76%         -0,75%           -92,28%          61,54%        65,49%
             Uang Muka & Biaya Dibayar Dimuka                  31,88%        -65,61%           857,64%         -84,97%        24,08%
             Pajak dibayar dimuka                               0,00%          0,00%             0,00%           0,00%      -100,00%
             JUMLAH ASET LANCAR                                51,22%       1137,26%           -93,86%          -4,89%        -7,47%
             ASET TIDAK LANCAR
             Piutang Pihak Berelasi                           -100,00%          0,00%            0,00%           0,00%         0,00%
             Aset Tetap - neto                                  -5,83%        -13,40%           -6,16%          -4,45%        -7,53%
             Properti Investasi                                  0,00%          0,00%            0,00%           0,00%         0,00%
             JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                           -5,91%         -6,26%           -5,69%          -4,09%        -6,89%
             JUMLAH ASET                                        -3,37%         73,34%          -49,50%          -4,14%        -6,93%


Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                                     5
Page 19
             LIABILITAS DAN EKUITAS                        0,00%        0,00%        0,00%         0,00%       0,00%
             LIABILITAS LANCAR                             0,00%        0,00%        0,00%         0,00%       0,00%
             Utang Usaha                                  28,73%      -10,88%       99,15%       -40,89%     -25,25%
             Utang lain-lain                              61,47%       20,56%    10639,17%        -0,14%     -99,87%
             Utang pajak                                  -5,70%      -85,33%       94,26%       -15,09%     161,28%
             Biaya yang masih harus dibayar                0,00%        0,00%        0,00%       -39,41%      -8,25%
             Utang pembiayaan konsumen                     0,00%        0,00%        0,00%         0,00%      43,34%
             Utang Pihak Berelasi                         76,79%      -31,68%     -100,00%         0,00%       0,00%
             Utang Pihak Ketiga                            0,00%        0,00%     -100,00%         0,00%       0,00%
             Utang pembelian aset tetap                    0,00%     -100,00%        0,00%         0,00%       0,00%
             Beban Akrual                                110,11%      -75,83%     -100,00%         0,00%       0,00%
             JUMLAH LIABILITAS LANCAR                     79,19%      358,18%       -6,30%        -1,75%     -97,00%
             LIABILITAS TIDAK LANCAR                       0,00%        0,00%        0,00%         0,00%       0,00%
             Utang lain-lain                               0,00%        0,00%        0,00%        41,45%     -99,99%
             Utang Bank                                    0,00%       -0,24%     -100,00%         0,00%       0,00%
             Utang pembiayaan konsumen                     0,00%        0,00%        0,00%         0,00%     -22,97%
             JUMLAH LIABILITAS TIDAK LANCAR                0,00%       -0,24%      -86,86%        41,69%     -99,87%
             JUMLAH LIABILITAS                            11,47%       83,20%      -39,95%         2,22%     -97,36%
             EKUITAS                                       0,00%        0,00%        0,00%         0,00%       0,00%
             Modal Saham                                   0,00%        0,00%        0,00%         0,00%      89,42%
             Tambahan modal disetor                        0,00%        0,00%        0,00%         0,00%       0,00%
             Akumulasi rugi                               11,84%       10,13%        6,26%         3,92%       4,63%
             JUMLAH EKUITAS                             -146,79%      300,39%       51,08%        22,49%    -323,00%
             JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                -3,37%       73,34%      -49,50%        -4,14%      -6,93%


            Aset lancar perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan, uang muka & biaya
            dibayar dimuka dan pajak dibayar dimuka. Berdasarkan tahun historis, aset lancar memiliki rasio
            sebesar 4,45% - 49,69% dari total aset dengan pertumbuhan rata-rata naik 216,45%.

            Aset tidak lancar terdiri dari aset tetap, capex dan properti investasi. Porsi yang paling besar pada aset
            tidak lancar terdapat pada aset tetap dengan rata-rata persentase sebesar 82,16% dengan
            pertumbuhan rata-rata sebesar (7,47%), sehingga untuk jumlah aset tidak lancar secara keseluruhan
            memiliki porsi sebesar 50,31% - 95,55% dengan pertumbuhan rata-rata sebesar (5,77%) Total aset
            keseluruhan memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 1,88%.

            Liabilitas jangka pendek perusahaan terdiri utang usaha, utang lain-lain, utang pajak dan biaya yang
            masih harus dibayar dengan jumlah liabilitas jangka pendek berkisar antara 3,95% - 122,33% dari total
            liabilitas dan ekuitas. Sedangkan pada sisi liabilitas jangka panjang perusahaan terdiri utang lain-lain
            dan utang pembiayaan konsumen yang berkisar antara 0,03% - 80,20% dari total liabilitas dan ekuitas.
            Ekuitas perusahaan terdiri dari modal saham, tambahan modal dan akumulasi rugi dengan persentase
            sebesar (40,08)% - 96,03% dari total liabilitas dan ekuitas. Rata-rata pertumbuhan ekuitas perusahaan
            berada pada angka (19,17%).




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                   6
Page 20
     1.7.2 Laba Rugi
                                                                                                                                                 (dalam Rupiah)
                                               2020                   2021                    2022                 2023                 2024                 2025
                                             Jan-Des                Jan-Des                 Jan-Des              Jan-Des              Jan-Des              Jan-Des
                       Laporan Laba Rugi
            Pendapatan Usaha                  6.263.342.690        11.981.337.368          16.283.529.303       18.036.570.529       18.967.376.400       13.906.435.121
             Kamar                             4.895.991.106        9.120.383.603           12.539.582.182      11.701.393.643       13.368.930.545       10.445.440.951
             Makanan dan minuman               1.236.584.697         2.723.628.338            3.505.984.602       5.917.779.221        5.170.586.707       3.115.563.559
             Jasa Lain                           130.766.887           137.325.427              237.962.519         417.397.665          427.859.148         345.430.611
            Harga Pokok Penjualan            (4.837.371.041)       (7.312.485.840)         (9.963.270.128)     (12.815.335.452)      (9.677.622.209)      (7.433.443.160)
             Makanan dan minuman               (372.769.858)         (809.868.449)          (1.017.127.455)      (1.809.869.468)      (1.595.097.268)       (981.693.770)
             Jasa Lain                           (41.193.893)          (21.929.746)             (46.011.504)        (68.113.690)         (43.884.772)         (17.638.670)
             Beban Langsung
               Ruangan                       (1.451.120.390)        (2.747.235.751)         (3.993.427.261)     (2.951.209.163)      (2.984.592.594)      (2.498.143.905)
               Gaji dan Tunjangan            (1.341.797.728)        (1.362.163.493)         (2.212.430.916)     (2.429.079.156)      (2.441.924.923)      (2.004.161.773)
               Listrik dan air               (1.451.120.390)        (1.753.379.558)         (2.016.767.872)     (1.614.358.799)      (1.691.173.039)      (1.475.970.914)
               makan dan minum                 (179.368.782)          (617.908.843)                     -       (1.104.257.608)        (920.949.613)        (455.834.128)
               lain-lain                                -                       -             (677.505.120)     (2.838.447.568)                  -                    -
            Laba Kotor                        1.425.971.649          4.668.851.528           6.320.259.175       5.221.235.077        9.289.754.191        6.472.991.961
            Beban Penjualan dan Pemasaran      (484.849.531)          (454.550.516)           (907.089.045)       (663.638.367)        (814.821.740)        (724.760.510)
             Gaji dan tunjangan                                       (146.394.850)           (401.892.037)       (375.204.508)        (424.800.511)        (441.947.710)
             Jasa manajemen dan pemasaran                             (122.349.674)           (183.887.955)       (143.447.144)        (214.966.302)        (147.202.201)
             Iklan dan promosi                                        (126.032.450)           (183.669.371)         (47.042.918)         (63.505.740)         (45.563.211)
             Jamuan dan sumbangan                                        (4.753.308)            (20.599.354)        (41.058.285)         (25.530.369)         (39.531.536)
             Alat tulis dan cetakan                                     (14.224.985)            (19.045.787)         (4.578.457)          (7.345.847)          (6.734.300)
             Transportasi                                               (37.341.027)            (93.923.739)         (2.503.050)          (6.632.500)          (5.256.305)
             Pelatihan                                                          -                  (240.000)           (146.946)          (6.523.233)                 -
             Lain-lain                                                   (3.454.222)             (3.830.802)        (49.657.059)         (65.517.238)         (38.525.247)
            Beban Umum dan Administrasi      (3.650.222.133)       (3.737.178.011)         (5.034.558.296)      (5.512.306.574)      (6.353.047.667)      (4.552.941.193)
            EBITDA                           (2.709.100.015)           477.123.001             378.611.834        (954.709.864)       2.121.884.784        1.195.290.258
             Depresiasi                      (5.305.489.160)        (5.384.729.394)         (5.346.359.519)     (4.973.909.396)      (5.096.009.881)      (5.298.234.258)
            EBIT                             (8.014.589.175)       (4.907.606.393)         (4.967.747.685)      (5.928.619.260)      (2.974.125.097)      (4.102.944.000)
            Pendapatan Keuangan                                           1.778.209               3.292.830        243.879.242             2.784.992            1.639.144
            Beban Lain-lain                  (8.981.779.741)        (8.142.590.239)         (8.143.356.240)     (2.893.036.701)      (2.901.627.131)      (2.819.725.151)
            Pendapatan Lain-lain                                        (28.155.641)            586.478.868          53.124.585         202.789.917           (30.995.286)
            EBT                             (16.996.368.916)      (13.076.574.064)        (12.521.332.227)      (8.524.652.134)      (5.670.177.319)      (6.952.025.293)
            Pajak Penghasilan                           -                       -                       -                   -                    -                    -
            EAT                             (16.996.368.916)      (13.076.574.064)        (12.521.332.227)      (8.524.652.134)      (5.670.177.319)      (6.952.025.293)


                                                                                                                                   (Analisis Common Size)
                                                                  2020              2021                 2022                2023           2024              2025
                                                                Jan-Des           Jan-Des              Jan-Des             Jan-Des        Jan-Des           Jan-Des
                        Laporan Laba Rugi
             Pendapatan Usaha                                    100,00%               100,00%            100,00%           100,00%          100,00%           100,00%
              Kamar                                               78,17%                76,12%             77,01%            64,88%           70,48%            75,11%
              Makanan dan minuman                                 19,74%                22,73%             21,53%            32,81%           27,26%            22,40%
              Jasa Lain                                            2,09%                 1,15%              1,46%             2,31%            2,26%             2,48%
             Harga Pokok Penjualan                               -77,23%               -61,03%            -61,19%           -71,05%          -51,02%           -53,45%
              Makanan dan minuman                                 -5,95%                -6,76%             -6,25%           -10,03%           -8,41%            -7,06%
              Jasa Lain                                           -0,66%                -0,18%             -0,28%            -0,38%           -0,23%            -0,13%
              Beban Langsung
                Ruangan                                          -23,17%                -22,93%           -24,52%           -16,36%             -15,74%        -17,96%
                Gaji dan Tunjangan                               -21,42%                -11,37%           -13,59%           -13,47%             -12,87%        -14,41%
                Listrik dan air                                  -23,17%                -14,63%           -12,39%            -8,95%              -8,92%        -10,61%
                makan dan minum                                   -2,86%                 -5,16%             0,00%            -6,12%              -4,86%         -3,28%
                lain-lain                                          0,00%                  0,00%            -4,16%           -15,74%               0,00%          0,00%
             Laba Kotor                                           22,77%                 38,97%            38,81%            28,95%              48,98%         46,55%
             Beban Penjualan dan Pemasaran                        -7,74%                 -3,79%            -5,57%            -3,68%              -4,30%         -5,21%
              Gaji dan tunjangan                                   0,00%                 -1,22%            -2,47%            -2,08%              -2,24%         -3,18%
              Jasa manajemen dan pemasaran                         0,00%                 -1,02%            -1,13%            -0,80%              -1,13%         -1,06%
              Iklan dan promosi                                    0,00%                 -1,05%            -1,13%            -0,26%              -0,33%         -0,33%
              Jamuan dan sumbangan                                 0,00%                 -0,04%            -0,13%            -0,23%              -0,13%         -0,28%
              Alat tulis dan cetakan                               0,00%                 -0,12%            -0,12%            -0,03%              -0,04%         -0,05%
              Transportasi                                         0,00%                 -0,31%            -0,58%            -0,01%              -0,03%         -0,04%
              Pelatihan                                            0,00%                  0,00%             0,00%             0,00%              -0,03%          0,00%
              Lain-lain                                            0,00%                 -0,03%            -0,02%            -0,28%              -0,35%         -0,28%
             Beban Umum dan Administrasi                         -58,28%                -31,19%           -30,92%           -30,56%             -33,49%        -32,74%
             EBITDA                                              -43,25%                  3,98%             2,33%            -5,29%              11,19%          8,60%
              Depresiasi                                         -84,71%                -44,94%           -32,83%           -27,58%             -26,87%        -38,10%
             EBIT                                               -127,96%                -40,96%           -30,51%           -32,87%             -15,68%        -29,50%
             Pendapatan Keuangan                                   0,00%                  0,01%             0,00%             1,35%               0,01%          0,01%
             Beban Lain-lain                                    -143,40%                -67,96%           -50,01%           -16,04%             -15,30%        -20,28%
             Pendapatan Lain-lain                                  0,00%                 -0,23%             0,00%             0,29%               1,07%         -0,22%
             EBT                                                -271,36%               -109,14%           -76,90%           -47,26%             -29,89%        -49,99%
             Pajak Penghasilan                                     0,00%                  0,00%             0,00%             0,00%               0,00%          0,00%
             EAT                                                -271,36%               -109,14%           -76,90%           -47,26%             -29,89%        -49,99%

Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                                                                      7
Page 21
                                                                                            (Analisis Trend)
                                                      2021        2022        2023       2024        2025
                                                    Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des    Jan-Des     Jan-Jun
                        Laporan Laba Rugi
             Pendapatan Usaha                         91,29%      35,91%      10,77%       5,16%     -26,68%
              Kamar                                   86,28%      37,49%      -6,68%      14,25%     -21,87%
              Makanan dan minuman                    120,25%      28,72%      68,79%     -12,63%     -39,74%
              Jasa Lain                                5,02%      73,28%      75,40%       2,51%     -19,27%
             Harga Pokok Penjualan                    51,17%      36,25%      28,63%     -24,48%     -23,19%
              Makanan dan minuman                    117,26%      25,59%      77,94%     -11,87%     -38,46%
              Jasa Lain                              -46,76%     109,81%      48,04%     -35,57%     -59,81%
              Beban Langsung
                Ruangan                                89,32%      45,36%    -26,10%      1,13%      -16,30%
                Gaji dan Tunjangan                      1,52%      62,42%      9,79%      0,53%      -17,93%
                Listrik dan air                        20,83%      15,02%    -19,95%      4,76%      -12,73%
                makan dan minum                       244,49%    -100,00%      0,00%    -16,60%      -50,50%
                lain-lain                               0,00%       0,00%    318,96%   -100,00%        0,00%
             Laba Kotor                               227,42%      35,37%    -17,39%     77,92%      -30,32%
             Beban Penjualan dan Pemasaran             -6,25%      99,56%    -26,84%     22,78%      -11,05%
              Gaji dan tunjangan                        0,00%     174,53%     -6,64%     13,22%        4,04%
              Jasa manajemen dan pemasaran              0,00%      50,30%    -21,99%     49,86%      -31,52%
              Iklan dan promosi                         0,00%      45,73%    -74,39%     35,00%      -28,25%
              Jamuan dan sumbangan                      0,00%     333,37%     99,32%    -37,82%       54,84%
              Alat tulis dan cetakan                    0,00%      33,89%    -75,96%     60,44%       -8,33%
              Transportasi                              0,00%     151,53%    -97,34%    164,98%      -20,75%
              Pelatihan                                 0,00%       0,00%    -38,77%   4339,20%     -100,00%
              Lain-lain                                 0,00%      10,90%   1196,26%     31,94%      -41,20%
             Beban Umum dan Administrasi                2,38%      34,72%      9,49%     15,25%      -28,33%
             EBITDA                                  -117,61%     -20,65%   -352,16%   -322,25%      -43,67%
              Depresiasi                                1,49%      -0,71%     -6,97%      2,45%        3,97%
             EBIT                                     -38,77%       1,23%     19,34%    -49,83%       37,95%
             Pendapatan Keuangan                        0,00%      85,18%   7306,37%    -98,86%      -41,14%
             Beban Lain-lain                           -9,34%       0,01%    -64,47%      0,30%       -2,82%
             Pendapatan Lain-lain                       0,00%   -2182,99%    -90,94%    281,73%     -115,28%
             EBT                                      -23,06%      -4,25%    -31,92%    -33,48%       22,61%
             Pajak Penghasilan                          0,00%       0,00%      0,00%      0,00%        0,00%
             EAT                                      -23,06%      -4,25%    -31,92%    -33,48%       22,61%

            Pendapatan usaha utama Perusahaan berasal dari sewa kamar, food & beverage, Other Operating
            Department dan Rental & Other dengan penyumbang terbesar dari pendapatan sewa kamar dan food
            & beverage dengan masing-masing ratio rata-rata sebesar 73,33% dan 24,82%

            Perusahaan menghasilkan EBIT rata-rata sebesar Rp (5.149.271.935) dengan ratio rata-rata sebesar
            (49,60%) dari total revenue selama tahun historis dan menghasilkan EAT rata-rata sebear
            (10.623.521.659) dengan ratio rata-rata sebesar (106,91%) selama tahun historis.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                            8
Page 22
     1.7.3 Arus Kas
                                                                                                                               (dalam Rupiah)
                                                         2020            2021            2022             2023             2024            2025
                                                       Jan-Des         Jan-Des         Jan-Des          Jan-Des          Jan-Des         Jan-Des
                        Laporan Arus Kas
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
             Penerimaan kas dari :
              Pelanggan                            7.345.534.728 11.152.057.340 16.621.923.512      18.177.670.173 18.412.814.385    14.772.542.779
              Jasa giro                                4.137.916       1.778.209        3.292.830      243.879.242      15.284.901        10.771.126
             Pembayaran kas kepada :
              Pegawai                                        -               -                -                -               -      (4.405.773.879)
              Pemasok                             (4.462.609.035) (7.107.770.627) (9.915.290.592) (10.456.783.851) (18.177.619.804) (5.928.794.878)
              Pihak Ketiga                                   -               -                -                -               -    (91.500.000.000)
              Beban-beban                         (9.577.689.207) (6.854.775.289) (6.162.524.790) (6.122.411.024)              -      (2.784.463.810)
              Bunga                                          -                    (15.639.075.422) (2.907.815.555) (2.801.100.535) (2.730.884.615)
            KAS NETO DARI AKTIVITAS OPERASI      (6.690.625.598) (2.808.710.367) (15.091.674.462) (1.065.461.015) (2.550.621.053) (92.566.603.277)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
             Perolehan Aset Tetap                                   (123.565.000)             -       (419.254.508) (2.007.998.963)     (305.820.000)
             Pengurangan Aset Tetap                                                           -                -        95.000.000        77.000.000
            KAS NETO DARI AKTIVITAS INVESTASI                -      (123.565.000)             -       (419.254.508) (1.912.998.963)     (228.820.000)
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
             Penurunan Piutang Pihak Berelasi                         76.118.029
             Peningkatan utang pihak berelasi     (4.524.687.236) 4.165.059.284 (3.037.836.578)      3.100.000.000   4.000.904.000     1.556.416.667
             Peningkatan utang pihak ketiga                                        91.500.000.000              -       106.515.136        31.332.948
             Penurunan utang bank               (28.060.000.000)                     (180.000.000) (73.460.000.000)            -     91.500.000.000
             Setoran modal saham                 38.133.000.000              -                -                -               -                 -
            KAS NETO DARI AKTIVITAS PENDANAAN      5.548.312.764   4.241.177.313 88.282.163.422 (70.360.000.000) 4.107.419.136       93.087.749.615
            KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS     (1.142.312.834) 1.308.901.946 73.190.488.960 (71.844.715.523)        (356.200.880)      292.326.338
            KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN     1.550.420.336     408.107.502    1.717.009.448   74.907.498.408   3.062.782.885     2.706.582.005
            KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN      408.107.502   1.717.009.448 74.907.498.408      3.062.782.885   2.706.582.005     2.998.908.343


            Arus kas Perusahaan dari aktivitas operasional mengalami tren yang negatif selama tahun historis.
            Arus kas Perusahaan dari aktivitas operasi berkisar antara (2,5) Miliar – (92,5) Miliar pada tahun
            historis, secara rata-rata arus kas dari aktivitas operasi sebesar (20,1) Miliar.
            Arus kas Perusahaan dari aktivitas investasi selalu mengalami tren negatif di setiap tahun historis.
            Arus kas Perusahaan dari aktivitas investasi berkisar antara (123) juta – (1,9) miliar pada tahun
            historis, secara rata-rata arus kas dari aktivitas operasi sebesar (447) juta.
            Arus kas Perusahaan dari aktivitas pendanaan juga mengalami tren positif pada setiap tahun historis
            perusahaan kecuali pada tahun 2023. Arus kas Perusahaan dari aktivitas pendanaan berkisar antara
            (71,8) miliar – 93 Miliar pada tahun historis, secara rata-rata arus kas dari aktivitas operasi sebesar
            (20,8) miliar.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                                                  9
Page 23
1.8 ANALISIS MAKROEKONOMI DAN INDUSTRI
     1.8.1 Pertumbuhan Ekonomi
            Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada
            hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang terkontraksi sebesar
            0,66 persen. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Lainnya sebesar 9,93 persen;
            diikuti oleh Jasa Perusahaan sebesar 9,10 persen; serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,78
            persen. Sementara itu, Industri Pengolahan; serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
            dan Sepeda Motor yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia masing-masing
            tumbuh sebesar 5,30 persen dan 5,49 persen.

                      Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (C-to-C) (persen), 2023—2025




                                                    Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


            Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 tidak
            menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan Usaha
            Industri Pengolahan sebesar 19,07 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
            Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,17 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 13,10
            persen; Konstruksi sebesar 9,83 persen; serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 8,75 persen.
            Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,92 persen.

            Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 dibanding triwulan III-2025 (q-to-q) tumbuh sebesar 0,86 persen.
            Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
            Jaminan Sosial Wajib sebesar 13,59 persen; diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 7,48 persen.
            Sementara itu, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
            Limbah dan Daur Ulang masing masing mengalami kontraksi sebesar 18,33 persen dan 1,30 persen.

                            Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (Y-on-Y) (persen),
                                Triwulan IV-2024, Triwulan III-2025, dan Triwulan IV-2025




                                                    Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                           10
Page 24
            Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada
            seluruh komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan
            Jasa sebesar 7,03 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT) sebesar
            5,13 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,09 persen; Komponen
            Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,98 persen; dan Komponen Pengeluaran
            Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 2,50 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa (yang
            merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut Pengeluaran) tumbuh sebesar 4,77 persen.

                  Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (C-to-C) (persen), 2023–2025




                                                    Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


            Pada tahun 2025, Pulau Jawa masih menunjukkan peranan yang kuat dalam perekonomian Indonesia,
            dengan kontribusi sebesar 56,93 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh Pulau Sumatera (22,22
            persen), Kalimantan (8,12 persen), Sulawesi (7,22 persen), Bali dan Nusa Tenggara (2,82 persen),
            serta Maluku dan Papua (2,69 persen).

            Ekonomi Indonesia secara spasial selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan di seluruh kelompok
            provinsi. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan (c-to-c) tertinggi sebesar 6,23
            persen, diikuti oleh Pulau Jawa (5,30 persen), Pulau Bali dan Nusa Tenggara (4,87 persen), Pulau
            Sumatera (4,81 persen), dan Pulau Kalimantan (4,79 persen). Sementara itu, kelompok provinsi di
            Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,44 persen.

                            Kontribusi dan Pertumbuhan PDRB Menurut Pulau (persen), 2025




                                                    Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                          11
Page 25
     1.8.2 Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
            Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2025 membaik sehingga mendukung
            ketahanan eksternal. Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah ditopang oleh berlanjutnya
            surplus neraca perdagangan barang di tengah neraca jasa dan pendapatan primer yang mengalami
            defisit. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus ditopang oleh aliran masuk
            modal asing dalam bentuk investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya. Dengan
            perkembangan tersebut, NPI pada triwulan IV 2025 mencatat surplus sebesar 6,1 miliar dolar AS.
            Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan IV 2025, transaksi berjalan mencatat
            defisit sebesar 2,5 miliar dolar AS (0,7% dari PDB), setelah pada triwulan III 2025 mencatat surplus
            sebesar 4,0 miliar dolar AS (1,1% dari PDB). Neraca perdagangan nonmigas tetap membukukan
            surplus meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan sebelumnya, sejalan
            dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan berlanjutnya kontraksi harga komoditas. Di sisi
            lain, neraca perdagangan migas mencatat defisit yang lebih tinggi sejalan dengan peningkatan
            kegiatan ekonomi domestik. Defisit neraca jasa juga tercatat lebih tinggi disebabkan oleh penurunan
            jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada triwulan IV 2025 dibandingkan dengan kondisi pada
            triwulan III 2025. Defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran
            dividen di akhir tahun. Sementara itu, surplus neraca pendapatan sekunder meningkat dipengaruhi
            oleh kenaikan remitansi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
            Transaksi modal dan finansial mencatat surplus. Neraca transaksi modal dan finansial mencatat
            surplus sebesar 8,3 miliar dolar AS pada triwulan IV 2025, setelah pada triwulan III 2025 mencatatkan
            defisit sebesar 8,0 miliar dolar AS. Investasi langsung tetap mencatatkan surplus sebagai cerminan
            dari terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi Indonesia.
            Investasi portofolio mencatat surplus ditopang oleh meningkatnya aliran masuk modal asing seiring
            dengan imbal hasil investasi yang tetap menarik. Investasi lainnya juga mencatat surplus dipengaruhi
            oleh penarikan pinjaman luar negeri.
            Secara keseluruhan tahun 2025, perkembangan NPI menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang
            tetap terjaga, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Transaksi berjalan tahun
            2025 mencatat defisit yang terkendali sebesar 1,5 miliar dolar AS (0,1% dari PDB), lebih rendah
            dibandingkan dengan defisit tahun 2024 sebesar 8,6 miliar dolar AS (0,6% dari PDB). Perkembangan
            ini dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang seiring dengan kinerja ekspor
            yang meningkat, khususnya ekspor produk manufaktur. Selain itu, surplus neraca pendapatan
            sekunder juga lebih tinggi dipengaruhi oleh meningkatnya penerimaan remitansi dari Pekerja Migran
            Indonesia (PMI). Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat didorong oleh kenaikan defisit jasa
            telekomunikasi sejalan dengan peningkatan kinerja sektor informasi dan komunikasi. Defisit neraca
            pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran dividen. Transaksi modal
            dan finansial tahun 2025 mencatat defisit sebesar 4,2 miliar dolar AS didorong oleh keluarnya aliran
            modal asing pada investasi portofolio dan investasi lainnya seiring dengan ketidakpastian pasar
            keuangan global yang tinggi sepanjang tahun 2025. Posisi cadangan devisa meningkat dari 155,7
            miliar dolar AS pada akhir Desember 2024 menjadi 156,5 miliar dolar AS pada akhir Desember 2025.
            Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan utang luar negeri
            pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
            Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat
            memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi
            kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal.
            Kinerja NPI 2026 diprakirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam
            kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari PDB.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                              12
Page 26
     1.8.3 Nilai Tukar Rupiah
            Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2025 memutuskan untuk
            mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku
            bunga Lending Facility sebesar 5,50%. Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai
            tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global dengan tetap memperkuat efektivitas
            transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini untuk
            menjaga stabilitas dan mendorong perekonomian nasional. Ke depan, Bank Indonesia akan terus
            mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut dengan prakiraan inflasi 2026 yang
            terkendali dalam sasaran 2,5±1%, serta perlunya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang
            lebih tinggi. Pelonggaran kebijakan makroprudensial diperkuat dengan meningkatkan efektivitas
            implementasi pemberian likuiditas kepada perbankan untuk mempercepat penurunan suku bunga dan
            meningkatkan pertumbuhan kredit/pembiayaan ke sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas
            Pemerintah. Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan
            ekonomi yang inklusif melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri
            sistem pembayaran, dan peningkatan daya tahan infrastruktur sistem pembayaran.
            Bank Indonesia juga terus mempererat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan
            (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Sinergi kebijakan Bank Indonesia dengan
            Pemerintah diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan
            program Asta Cita Pemerintah.
            Perekonomian global jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang perlu terus
            diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan menjadi sekitar 3,2% dipengaruhi oleh
            kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus
            fiskal. Prospek ekonomi kawasan Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan
            kondisi ketenagakerjaan. Sementara itu, ekonomi AS pada 2025 masih melambat dipengaruhi dampak
            temporary government shutdown dan pelemahan pasar tenaga kerja. Prospek ekonomi Tiongkok juga
            terus melambat dipengaruhi permintaan domestik yang tetap lemah. Pada 2026, pertumbuhan
            ekonomi dunia diprakirakan melemah menjadi 3,0% dipengaruhi dampak lanjutan tarif resiprokal AS
            dan kerentanan rantai pasok global. Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps
            pada Desember 2025 dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan. Tingkat imbal
            hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun cenderung bergerak naik, sementara yield US Treasury tenor
            10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya tingkat utang Pemerintah AS. Perkembangan ini
            menyebabkan indeks mata uang AS (DXY) masih tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal
            asing ke emerging market (EM). Ke depan, ketidakpastian perekonomian global diprakirakan tetap
            tinggi dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang masih lemah. Kondisi tersebut memerlukan
            kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik
            dari rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.
     1.8.4 Inflasi
            Pada November 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,72 persen dengan Indeks Harga
            Konsumen (IHK) sebesar 109,22. Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Riau
            sebesar 4,27 persen dengan IHK sebesar 110,86 dan terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Utara
            sebesar 0,65 persen dengan IHK sebesar 108,05. Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi di tingkat
            kabupaten/kota terjadi di Kabupaten Toli-Toli sebesar 6,69 persen dengan IHK sebesar 117,71 dan
            terendah terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 0,10 persen dengan IHK sebesar 108,47.
            Adapun deflasi y-on-y terdalam di tingkat kabupaten/kota terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar
            0,51 persen dengan IHK sebesar 110,21 dan terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar
            0,42 persen dengan IHK sebesar 108,14.
            Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada November 2025 sebesar 0,17 persen sedangkan tingkat
            inflasi year to date (y-to-d) pada November 2025 sebesar 2,27 persen.
            Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada November 2025 sebesar 2,36 persen; dengan inflasi m-to-
            m sebesar 0,17 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 2,18 persen.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                            13
Page 27
     1.8.5 Suku Bunga
            Kebijakan suku bunga Bank Indonesia terus diarahkan secara forward looking dan pre-emptive untuk
            mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan Pemerintah, yaitu 2,5±1% pada tahun 2025 dan 2026.
            Rendahnya inflasi dan perlunya turut mendorong pertumbuhan ekonomi sesungguhnya membuka
            ruang bagi penurunan BI-Rate lebih lanjut setelah penurunan sebesar 25 bps menjadi 6,00% pada
            September 2024. Hal ini apabila mempertimbangkan tekanan inflasi inti (core inflation) yang
            bersumber dari dalam negeri diprakirakan tetap terkendali sejalan dengan ekspektasi inflasi yang
            terjaga dan kapasitas output potensial yang masih mampu memenuhi kenaikan permintaan. Namun
            demikian, risiko tekanan inflasi yang berasal dari gejolak global, yaitu dampak pelemahan nilai tukar
            Rupiah terhadap harga barang-barang impor (imported inflation) perlu terus diwaspadai. Sejalan
            dengan itu, fokus kebijakan moneter dalam jangka pendek adalah untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah
            dari dampak gejolak global dimaksud. Karenanya, kebijakan untuk memanfaatkan ruang penurunan
            lebih lanjut BI-Rate akan didasarkan pada asesmen terhadap data dan kondisi yang berkembang (data
            dependence). Sementara itu, untuk pengendalian inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) dan
            harga yang diatur pemerintah (administered prices), koordinasi dengan Pemerintah (Pusat dan
            Daerah) melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) terus diperkuat melalui
Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                             14
Page 28
            Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan mengerahkan seluruh 46 kantor
            Bank Indonesia di dalam negeri.
                                                    Suku Bunga Perbankan




                                                      Sumber: Bank Indonesia



1.9 PERKEMBANGAN INDUSTRI
     1.9.1. Perkembangan Sektor Perhotelan di Indonesia

            Industri perhotelan di Indonesia merupakan bagian dari sektor jasa akomodasi dan pariwisata yang
            memiliki keterkaitan erat dengan mobilitas wisatawan, aktivitas bisnis, kegiatan pemerintahan, serta
            perkembangan infrastruktur transportasi. Sampai dengan cut-off Desember 2025, sektor perhotelan
            menunjukkan kondisi pemulihan yang relatif kuat, sejalan dengan meningkatnya perjalanan wisatawan
            mancanegara dan wisatawan nusantara. Berdasarkan data BPS, pada Desember 2025 kunjungan
            wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 1,41 juta kunjungan atau meningkat 14,43% secara
            tahunan, sedangkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 105,98 juta perjalanan atau
            meningkat 4,84% secara tahunan. Tingkat Penghunian Kamar hotel bintang pada Desember 2025
            tercatat sebesar 56,12%, meskipun turun 1,94 poin persentase dibandingkan Desember 2024.

            Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap jasa akomodasi masih berada
            dalam tren positif, terutama ditopang oleh aktivitas liburan akhir tahun, peningkatan mobilitas domestik,
            serta pemulihan kunjungan wisatawan internasional. Namun demikian, penurunan tingkat hunian
            secara tahunan mengindikasikan bahwa pertumbuhan jumlah wisatawan belum selalu berbanding
            lurus dengan peningkatan okupansi hotel. Hal ini dapat disebabkan oleh meningkatnya pasokan kamar
            hotel, persaingan dengan akomodasi alternatif, perbedaan pola perjalanan wisatawan, serta tekanan
            harga pada beberapa pasar hotel tertentu.

            Dalam industri perhotelan, struktur pendapatan perusahaan sangat dipengaruhi oleh tingkat hunian
            kamar, tarif rata-rata kamar, pendapatan per kamar tersedia, serta kontribusi pendapatan non-kamar
            seperti restoran, ruang pertemuan, banquet, wedding, spa, laundry, dan fasilitas pendukung lainnya.
            Hotel yang memiliki diversifikasi pendapatan lebih baik, khususnya dari segmen MICE, food and


Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                 15
Page 29
            beverage, dan event, cenderung memiliki ketahanan pendapatan yang lebih kuat dibandingkan hotel
            yang hanya bergantung pada penjualan kamar.

            Permintaan pasar merupakan faktor mikroekonomi penting dalam sektor ini. Hotel di destinasi wisata
            utama seperti Bali, Yogyakarta, Lombok, Labuan Bajo, Bandung, dan kota-kota wisata lainnya lebih
            banyak dipengaruhi oleh perjalanan leisure, wisata keluarga, dan wisatawan mancanegara.
            Sementara itu, hotel di kota bisnis seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, dan
            Semarang lebih banyak dipengaruhi oleh perjalanan dinas, kegiatan korporasi, pemerintahan,
            seminar, serta rapat bisnis. Sebagai contoh, tingkat hunian hotel berbintang di Jakarta pada Desember
            2025 tercatat sebesar 59,97%, sedangkan Bali mencatat tingkat hunian hotel berbintang sebesar
            60,88%. Hal ini menunjukkan bahwa kota bisnis dan destinasi wisata utama masih memiliki permintaan
            yang relatif kuat, meskipun masing-masing memiliki karakter pasar yang berbeda.

            Dari sisi biaya, industri perhotelan memiliki karakteristik biaya tetap yang cukup besar. Biaya tenaga
            kerja, listrik, air, perawatan gedung, keamanan, kebersihan, asuransi, sistem reservasi, pemasaran,
            dan biaya manajemen tetap harus dikeluarkan meskipun tingkat hunian mengalami penurunan. Oleh
            karena itu, profitabilitas hotel sangat sensitif terhadap perubahan okupansi dan tarif kamar. Ketika
            tingkat hunian rendah, hotel akan menghadapi tekanan margin karena pendapatan kamar tidak cukup
            optimal untuk menutup biaya tetap. Sebaliknya, ketika tingkat hunian meningkat, tambahan
            pendapatan kamar dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap laba operasional
            karena sebagian besar biaya tetap telah tertutup.

            Persaingan di industri perhotelan Indonesia sampai dengan akhir 2025 masih relatif ketat. Hotel
            berbintang tidak hanya bersaing dengan jaringan hotel internasional dan nasional, tetapi juga dengan
            hotel independen, serviced apartment, villa, guest house, serta akomodasi alternatif berbasis platform
            digital. Perkembangan online travel agent dan aplikasi pemesanan hotel membuat konsumen semakin
            mudah membandingkan harga, lokasi, fasilitas, dan ulasan pelanggan. Kondisi ini meningkatkan
            transparansi pasar, tetapi juga menekan kemampuan hotel untuk menaikkan tarif apabila tidak
            didukung oleh reputasi layanan dan fasilitas yang memadai.

            Regulasi dan kebijakan pemerintah juga mempengaruhi prospek industri perhotelan. Faktor seperti
            perizinan usaha, pajak hotel dan restoran, retribusi daerah, standar sertifikasi usaha pariwisata, tata
            ruang, serta kebijakan lingkungan menjadi elemen penting dalam operasional hotel. Di beberapa
            destinasi wisata utama, terutama yang mengalami tekanan akibat pembangunan dan overtourism, isu
            keberlanjutan mulai menjadi perhatian utama. Hal ini dapat mempengaruhi rencana ekspansi hotel
            baru, renovasi, maupun strategi investasi jangka panjang.

            Faktor teknologi menjadi semakin penting dalam menentukan daya saing hotel. Sampai dengan
            Desember 2025, digitalisasi pemesanan, penggunaan property management system, channel
            manager, revenue management system, pembayaran digital, serta pemanfaatan data pelanggan
            menjadi bagian penting dari strategi operasional hotel. Hotel yang mampu menerapkan strategi harga
            dinamis berdasarkan musim, tingkat permintaan, event lokal, dan perilaku pelanggan akan memiliki
            peluang lebih besar untuk mengoptimalkan pendapatan. Selain itu, reputasi digital melalui ulasan
            pelanggan di platform online menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi keputusan calon
            tamu.

            Dari sisi operasional, kualitas sumber daya manusia merupakan faktor utama dalam menjaga daya
            saing sektor perhotelan. Industri ini sangat bergantung pada kualitas pelayanan, keramahan staf,
            kecepatan respons, kebersihan kamar, kualitas makanan dan minuman, serta konsistensi pengalaman
            tamu. Hotel yang mampu menjaga standar pelayanan dan kondisi fisik aset dengan baik cenderung
            memiliki rating pelanggan yang lebih tinggi, potensi repeat guest yang lebih kuat, dan posisi pasar
Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                               16
Page 30
            yang lebih stabil. Sebaliknya, hotel dengan fasilitas yang menurun, pelayanan yang tidak konsisten,
            atau keterlambatan renovasi dapat mengalami penurunan reputasi dan tekanan terhadap tarif kamar.

            Industri perhotelan juga memiliki karakter musiman. Permintaan biasanya meningkat pada periode
            liburan sekolah, hari raya, akhir tahun, long weekend, serta penyelenggaraan event besar. Pada
            Desember 2025, tingkat hunian nasional hotel berbintang yang mencapai 56,12% mencerminkan
            adanya dorongan permintaan musiman akhir tahun, meskipun secara tahunan masih lebih rendah
            dibandingkan Desember 2024. Pada periode low season, hotel perlu mengandalkan promosi, kerja
            sama korporasi, paket menginap, optimalisasi F&B, dan kegiatan MICE untuk menjaga pendapatan.

            Dalam konteks penilaian usaha atau aset hotel, indikator utama yang perlu diperhatikan meliputi
            tingkat hunian kamar, Average Daily Rate, Revenue per Available Room, margin EBITDA,
            pertumbuhan pendapatan kamar, kontribusi pendapatan F&B, kondisi fisik bangunan, kebutuhan
            capital expenditure, lokasi, kekuatan merek, kualitas manajemen, serta prospek permintaan di wilayah
            sekitar hotel. Hotel dengan lokasi strategis, akses transportasi yang baik, basis permintaan yang stabil,
            dan kondisi bangunan yang terawat umumnya memiliki risiko operasional lebih rendah dan nilai
            ekonomis yang lebih kuat dibandingkan hotel di lokasi sekunder dengan tingkat persaingan tinggi.

            Sebagai kesimpulan, sampai dengan cut-off Desember 2025, sektor perhotelan di Indonesia berada
            dalam fase pemulihan yang relatif positif, didukung oleh peningkatan kunjungan wisatawan
            mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara. Namun, industri ini tetap menghadapi tantangan
            berupa tekanan persaingan, perubahan preferensi konsumen, tingginya biaya tetap, kebutuhan
            renovasi berkala, serta meningkatnya peran teknologi dan reputasi digital. Bagi investor atau penilai,
            fokus analisis perlu diarahkan pada kemampuan hotel dalam menjaga tingkat hunian, mengoptimalkan
            tarif kamar, mengendalikan biaya operasional, mempertahankan kualitas layanan, dan menyesuaikan
            strategi bisnis terhadap kondisi pasar hingga akhir 2025.

     1.9.2. Perkembangan Sektor Jasa Akomodasi dan Hotel Berbintang

            Sektor jasa akomodasi dan hotel berbintang di Indonesia sampai dengan Desember 2025
            menunjukkan kinerja yang cukup resilien di tengah normalisasi aktivitas pariwisata dan perjalanan
            bisnis. Pemulihan sektor ini didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat, bertambahnya
            kunjungan wisatawan mancanegara, serta kembali aktifnya kegiatan MICE, perjalanan korporasi, dan
            aktivitas pemerintahan. Secara kumulatif, Kementerian Pariwisata mencatat jumlah sementara
            kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari–Desember 2025 sebesar 15,39 juta kunjungan,
            meningkat 10,80% dibandingkan periode sebelumnya.

            Di sektor hotel berbintang, permintaan pasar tidak hanya berasal dari tamu individu, tetapi juga dari
            segmen korporasi, pemerintahan, grup perjalanan, event organizer, maskapai, dan kegiatan
            konferensi. Hotel dengan fasilitas ballroom, meeting room, restoran, area parkir memadai, serta lokasi
            dekat pusat bisnis atau destinasi wisata memiliki peluang pendapatan yang lebih terdiversifikasi.
            Segmen MICE menjadi penting karena dapat menopang pendapatan hotel pada saat permintaan
            kamar dari wisatawan individu sedang menurun.

            Secara regional, kinerja hotel menunjukkan variasi yang cukup besar. Bali sebagai destinasi wisata
            internasional mencatat TPK hotel berbintang sebesar 60,88% pada Desember 2025, turun 2,83 poin
            persentase dibandingkan Desember 2024. Sementara itu, DKI Jakarta mencatat TPK hotel berbintang
            sebesar 59,97%, turun 2,08 poin persentase secara tahunan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa
            kinerja hotel sangat dipengaruhi oleh lokasi, segmentasi pasar, jumlah pasokan kamar, dan
            karakteristik permintaan masing-masing daerah.


Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                 17
Page 31
            Dari sisi kompetisi, hotel berbintang menghadapi tekanan dari berbagai kelas akomodasi. Hotel kelas
            menengah bersaing melalui kombinasi harga, lokasi, fasilitas, dan kenyamanan. Hotel kelas atas lebih
            menekankan pengalaman tamu, kualitas layanan, reputasi merek, dan eksklusivitas. Sementara itu,
            hotel budget dan akomodasi non-bintang menekan pasar melalui tarif yang lebih rendah. Kondisi
            tersebut menyebabkan hotel perlu memiliki positioning yang jelas, apakah sebagai hotel bisnis, hotel
            wisata, hotel keluarga, hotel MICE, hotel transit, atau hotel lifestyle.

            Efisiensi operasional menjadi perhatian utama bagi pelaku industri. Kenaikan biaya utilitas, bahan
            makanan, tenaga kerja, pemeliharaan bangunan, serta komisi online travel agent dapat menekan
            margin keuntungan. Hotel perlu mengelola biaya secara ketat tanpa menurunkan kualitas layanan.
            Strategi seperti efisiensi energi, pengendalian food cost, optimalisasi jadwal tenaga kerja,
            pemeliharaan preventif, serta digitalisasi sistem operasional menjadi faktor penting dalam
            mempertahankan profitabilitas.

            Transformasi digital turut mengubah model bisnis hotel. Pemesanan kamar melalui online travel agent,
            website hotel, aplikasi perjalanan, dan media sosial menjadi saluran utama untuk menjangkau
            pelanggan. Kondisi ini memberikan peluang bagi hotel untuk memperluas pasar, tetapi juga
            meningkatkan persaingan harga. Hotel dengan strategi pemasaran digital yang kuat, foto properti yang
            menarik, respons cepat terhadap ulasan pelanggan, dan reputasi online yang baik cenderung memiliki
            daya saing lebih tinggi.

            Dari perspektif investasi, sektor perhotelan tetap menarik apabila aset berada di lokasi dengan
            permintaan yang kuat dan prospek pertumbuhan wisata atau bisnis yang berkelanjutan. Namun,
            investor perlu memperhatikan risiko oversupply, terutama pada pasar yang mengalami pertumbuhan
            jumlah kamar lebih cepat dibandingkan pertumbuhan permintaan. Selain itu, kebutuhan belanja modal
            untuk renovasi kamar, peremajaan interior, peningkatan fasilitas, dan pemenuhan standar merek
            harus diperhitungkan dalam proyeksi arus kas.

            Aspek keberlanjutan juga semakin penting dalam industri perhotelan. Konsumen, korporasi, dan
            investor mulai memperhatikan praktik ramah lingkungan seperti efisiensi energi, pengurangan
            penggunaan plastik sekali pakai, pengelolaan limbah, konservasi air, dan penggunaan produk lokal.
            Hotel yang mampu menerapkan standar keberlanjutan secara konsisten dapat memperoleh reputasi
            yang lebih baik, mengurangi biaya utilitas jangka panjang, dan meningkatkan daya tarik bagi tamu
            korporasi maupun wisatawan internasional.

            Tantangan utama sektor perhotelan sampai dengan akhir 2025 adalah menjaga keseimbangan antara
            pertumbuhan permintaan dan pertumbuhan pasokan kamar. Apabila pasokan kamar meningkat lebih
            cepat dibandingkan jumlah tamu, tingkat hunian dan tarif kamar dapat tertekan. Selain itu, faktor
            makroekonomi seperti daya beli masyarakat, harga tiket pesawat, nilai tukar, inflasi, serta kebijakan
            perjalanan juga dapat mempengaruhi kinerja hotel.

            Sebagai kesimpulan, sektor jasa akomodasi dan hotel berbintang di Indonesia per Desember 2025
            berada dalam kondisi pemulihan yang berkelanjutan, tetapi belum sepenuhnya bebas dari tekanan
            persaingan dan risiko operasional. Kinerja hotel sangat ditentukan oleh lokasi, kualitas aset, kekuatan
            merek, kemampuan manajemen dalam mengelola okupansi dan tarif, serta efektivitas pengendalian
            biaya. Dalam konteks penilaian, hotel dengan permintaan stabil, fasilitas terawat, strategi digital yang
            baik, dan diversifikasi pendapatan dari kamar serta non-kamar cenderung memiliki prospek nilai yang
            lebih baik dibandingkan hotel yang hanya mengandalkan tarif rendah tanpa diferensiasi layanan.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                18
Page 32
                             2. PENDEKATAN PENILAIAN
2.1 PENDEKATAN PENILAIAN

     Dalam penilaian saham, prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan pendekatan dan metode
     penilaian saham yang berlaku umum dalam penilaian saham sesuai dengan KEPI & SPI Edisi VII – 2018 dan
     Edisi Revisi SPI 330 Tahun 2020. Berikut adalah pendekatan penilaian usaha yang umum digunakan:

     • Pendekatan Pasar (Market Based Approach)
       Pendekatan data pasar adalah menilai dengan membandingkan nilai yang sama pada kegiatan usaha
       (bisnis) yang serupa, hak atas kepemilikan bisnis, atau surat berharga yang telah terjual di pasar terbuka.

     • Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
       Pendekatan pendapatan adalah suatu cara untuk memperkirakan nilai suatu usaha, kepemilikan, atau efek,
       dengan cara mengonversi manfaat ekonomis atau pendapatan ekonomi yang diantisipasi akan dihasilkan
       oleh objek penilaian di masa depan.

     • Pendekatan Biaya/Aset (Cost/Asset Approach)
       Pendekatan Biaya/Aset adalah suatu cara dalam mengestimasi nilai dari objek penilaian yang ditentukan
       berdasarkan laporan keuangan historis objek penilaian yang telah diaudit, dimana seluruh aset dan
       kewajiban disesuaikan menjadi nilai pasar wajar atau nilai pasar.

     Dari pendekatan penilaian yang telah disebutkan sebelumnya dengan mempertimbangkan berbagai
     pendekatan penilaian mulai dari pendekatan berdasarkan Pendapatan, berdasarkan Biaya/Aset, dan
     berdasarkan Pasar, adapun pendekatan yang digunakan dalam melakukan penilaian saham PT Mandala
     Prima Perkasa adalah Pendekatan Pendapatan metode Arus Kas Terdiskonto (Discounted Cashflow) dan
     Pendekatan Biaya/Aset metode Penyesuaian Aktiva Bersih (Adjusted Book Value Method/ABVM).
     Pendapatan digunakan dengan pertimbangan PT Mandala Prima Perkasa adalah perusahaan yang masih
     beroperasi dan akan terus melanjutkan kegiatan usahanya dan Pendekatan Biaya digunakan dengan
     pertimbangan perusahaan yang heavy asset dengan aset tetap lebih dari 90% jumlah aset perusahaan.

2.2 PENDEKATAN PENDAPATAN

     Dalam Kajian ini manajemen Perusahaan telah menyiapkan informasi keuangan prospektif yang
     menggambarkan rencana Perusahaan selama lima tahun ke depan yang dituangkan dalam informasi-
     informasi keuangan meliputi laba rugi prospektif, neraca prospektif, dan arus kas prospektif Perusahaan.
     Data dan informasi tersebut telah dilakukan konfirmasi dan penyesuaian terhadap hal-hal yang dianggap
     perlu disesuaikan oleh Penilai dan telah disetujui oleh manajemen sebagai penyusun informasi keuangan
     prospektif. Asumsi utama dalam penyusunan informasi keuangan propektif yaitu manajemen Perusahaan
     akan tetap mempertahankan kegiatan usahanya saat ini dengan kapasitas yang sama dengan saat ini. Selain
     itu, manajemen tidak berniat untuk melakukan pengembangan usaha dalam bentuk reinvestasi.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                              19
Page 33
     2.2.1 Laba Rugi Prospektif
                                                                                                                       (dalam Rupiah)
                                               2026                 2027                2028               2029                 2030
                                             Jan-Des              Jan-Des             Jan-Des            Jan-Des              Jan-Jun
                   Laporan Laba Rugi
      Pendapatan Usaha                     24.130.901.461      29.739.443.917      34.830.209.971      37.317.446.522       38.915.751.363
      Harga Pokok Penjualan               (12.913.859.426)    (15.915.319.150)    (18.639.686.381)    (19.970.752.410)     (20.826.098.989)
      Laba Kotor                           11.217.042.036      13.824.124.767      16.190.523.590      17.346.694.113       18.089.652.373
      Beban Penjualan dan Pemasaran        (1.002.045.263)     (1.234.942.215)     (1.446.338.297)     (1.549.621.782)      (1.615.992.025)
      Beban Umum dan Administrasi          (4.661.320.835)     (4.769.334.969)     (4.880.049.455)     (4.993.531.804)      (5.109.851.212)
      EBITDA                                 5.553.675.937       7.819.847.583       9.864.135.838     10.803.540.526       11.363.809.136
       Penyusutan                           (5.308.541.124)     (5.318.847.990)     (5.329.154.857)     (5.339.461.723)      (5.349.768.589)
      EBIT                                     245.134.813       2.500.999.592       4.534.980.981       5.464.078.803        6.014.040.547
      Pendapatan Lain-lain                             -                   -                   -                    -                   -
      Beban Lain-lain                                  -                   -                   -                    -                   -
      EBT                                      245.134.813       2.500.999.592       4.534.980.981       5.464.078.803        6.014.040.547
      Pajak Penghasilan                                -                   -                   -            (27.058.147)     (1.323.088.920)
      EAT                                      245.134.813       2.500.999.592       4.534.980.981       5.437.020.656        4.690.951.627

                                                      2026              2027               2028              2029              2030
                                                    Jan-Des           Jan-Des            Jan-Des           Jan-Des            Jan-Jun
                   Laporan Laba Rugi
      Pendapatan Usaha                                 100,00%              100,00%         100,00%            100,00%           100,00%
      Harga Pokok Penjualan                            -53,52%              -53,52%         -53,52%            -53,52%           -53,52%
      Laba Kotor                                        46,48%               46,48%          46,48%             46,48%            46,48%
      Beban Penjualan dan Pemasaran                     -4,15%               -4,15%          -4,15%             -4,15%            -4,15%
      Beban Umum dan Administrasi                      -19,32%              -16,04%         -14,01%            -13,38%           -13,13%
      EBITDA
       Penyusutan                                       -22,00%             -17,88%         -15,30%            -14,31%            -13,75%
      EBIT                                                1,02%               8,41%          13,02%             14,64%             15,45%
      Pendapatan Lain-lain                                0,00%               0,00%           0,00%              0,00%              0,00%
      Beban Lain-lain                                     0,00%               0,00%           0,00%              0,00%              0,00%
      EBT                                                 1,02%               8,41%          13,02%             14,64%             15,45%
      Pajak Penghasilan                                   0,00%               0,00%           0,00%             -0,07%             -3,40%
      EAT                                                 1,02%               8,41%          13,02%             14,57%             12,05%

                                                         2021             2022              2023              2024              2025
                                                       Jan-Des          Jan-Des           Jan-Des           Jan-Des           Jan-Jun
                   Laporan Laba Rugi
      Pendapatan Usaha                                    73,52%             23,24%             17,12%             7,14%            4,28%
      Harga Pokok Penjualan                               73,73%             23,24%             17,12%             7,14%            4,28%
      Laba Kotor                                          73,29%             23,24%             17,12%             7,14%            4,28%
      Beban Penjualan dan Pemasaran                       38,26%             23,24%             17,12%             7,14%            4,28%
      Beban Umum dan Administrasi                          2,38%              2,32%              2,32%             2,33%            2,33%
      EBITDA
       Penyusutan                                          0,19%              0,19%              0,19%           0,19%            0,19%
      EBIT                                              -105,97%            920,25%             81,33%          20,49%           10,07%
      Pendapatan Lain-lain                                 0,00%              0,00%              0,00%           0,00%            0,00%
      Beban Lain-lain                                      0,00%              0,00%              0,00%           0,00%            0,00%
      EBT                                               -105,97%            920,25%             81,33%          20,49%           10,07%
      Pajak Penghasilan                                    0,00%              0,00%              0,00%           0,00%         4789,80%
      EAT                                               -105,97%            920,25%             81,33%          19,89%          -13,72%

          2.2.1.1 Pendapatan Usaha
          Pendapatan usaha utama Perusahaan berasal dari sewa kamar, food & beverage, Other Operating
          Department dan Rental & Other dengan penyumbang terbesar dari pendapatan sewa kamar dan food &
          beverage dengan masing-masing ratio rata-rata sebesar 73,34% dan 25,95%
          Perusahaan menghasilkan EBIT rata-rata sebesar Rp 3.751.846.947 dengan ratio rata-rata sebesar
          10,51% dari total revenue selama tahun proyeksi dan menghasilkan EAT rata-rata sebear 3.481.817.534
          dengan ratio rata-rata sebesar 9,81% selama tahun proyeksi.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                                       20
Page 34
     2.2.2 Neraca Prospektif
                                                                                                                              (dalam Rupiah)
                                                 2026                  2027                 2028                 2029                2030
                                               Jan-Des               Jan-Des              Jan-Des              Jan-Des             Jan-Jun
                 Laporan Posisi Keuangan
      ASET
      ASET LANCAR
      Kas dan Bank                           8.058.693.553      15.494.645.098       24.987.246.080          35.454.349.195      45.206.912.138
      Piutang Usaha                            878.689.429       1.082.915.823        1.268.288.190           1.358.857.059       1.417.056.856
      Persediaan                             1.110.537.008       1.368.649.784        1.602.933.783           1.717.399.803       1.790.955.972
      Uang Muka & Biaya Dibayar Dimuka         128.797.940         128.797.940          128.797.940             128.797.940         128.797.940
      Pajak dibayar dimuka
      JUMLAH ASET LANCAR                    10.176.717.931      18.075.008.645       27.987.265.992          38.659.403.997      48.543.722.907
      ASET TIDAK LANCAR
      Piutang Pihak Berelasi                           -                   -                    -                       -                   -
      Aset Tetap - neto                     56.043.188.640      50.744.954.382       45.446.720.124          40.148.485.866      34.850.251.608
      Capex                                    239.693.134         469.079.401          688.158.803             896.931.338       1.095.397.007
      Properti Investasi                     6.105.000.000       6.105.000.000        6.105.000.000           6.105.000.000       6.105.000.000
      JUMLAH ASET TIDAK LANCAR              62.387.881.774      57.319.033.783       52.239.878.927          47.150.417.204      42.050.648.615
      JUMLAH ASET                           72.564.599.705      75.394.042.428       80.227.144.919          85.809.821.201      90.594.371.522
      LIABILITAS DAN EKUITAS
      LIABILITAS LANCAR
      Utang Usaha                            1.413.135.214       1.741.578.345           2.039.699.855        2.185.355.481       2.278.954.174
      Utang lain-lain                          117.058.497         117.058.497             117.058.497          117.058.497         117.058.497
      Utang pajak                              586.190.243         586.190.243             586.190.243          586.190.243         586.190.243
      Biaya yang masih harus dibayar         1.193.011.386       1.193.011.386           1.193.011.386        1.193.011.386       1.193.011.386
      Utang pembiayaan konsumen                120.618.100         120.618.100             120.618.100          120.618.100         120.618.100
      JUMLAH LIABILITAS LANCAR               3.430.013.440       3.758.456.571           4.056.578.081        4.202.233.707       4.295.832.400
      LIABILITAS TIDAK LANCAR
      Utang lain-lain                              773.105             773.105                 773.105              773.105             773.105
      Utang Bank                                       -                   -                       -                    -                   -
      Utang pembiayaan konsumen                 17.229.984          17.229.984              17.229.984           17.229.984          17.229.984
      JUMLAH LIABILITAS TIDAK LANCAR            18.003.089          18.003.089              18.003.089           18.003.089          18.003.089
      JUMLAH LIABILITAS                      3.448.016.529       3.776.459.660           4.074.581.170        4.220.236.796       4.313.835.489
      EKUITAS
      Modal Saham                           226.040.500.000 226.040.500.000 226.040.500.000 226.040.500.000 226.040.500.000
      Tambahan Modal - TA                        50.000.000        50.000.000        50.000.000        50.000.000        50.000.000
      Akumulasi rugi                       (156.973.916.824) (154.472.917.232) (149.937.936.250) (144.500.915.594) (139.809.963.967)
      JUMLAH EKUITAS                         69.116.583.176    71.617.582.768    76.152.563.750    81.589.584.406    86.280.536.033
      JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS          72.564.599.705    75.394.042.428    80.227.144.919    85.809.821.201    90.594.371.522
                                                       2026                2027                2028                2029             2030
                                                     Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des           Jan-Jun
                 Laporan Posisi Keuangan
      ASET
      ASET LANCAR
      Kas dan Bank                                        11,11%                20,55%              31,15%           41,32%            49,90%
      Piutang Usaha                                        1,21%                 1,44%               1,58%            1,58%             1,56%
      Persediaan                                           1,53%                 1,82%               2,00%            2,00%             1,98%
      Uang Muka & Biaya Dibayar Dimuka                     0,18%                 0,17%               0,16%            0,15%             0,14%
      Pajak dibayar dimuka
      JUMLAH ASET LANCAR                                  14,02%               23,97%               34,89%           45,05%            53,58%
      ASET TIDAK LANCAR
      Piutang Pihak Berelasi                               0,00%                 0,00%               0,00%            0,00%             0,00%
      Aset Tetap - neto                                   77,23%                67,31%              56,65%           46,79%            38,47%
      Capex
      Properti Investasi                                   8,41%                 8,10%            7,61%               7,11%             6,74%
      JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                            85,98%                76,03%           65,11%              54,95%            46,42%
      JUMLAH ASET                                        100,00%               100,00%          100,00%             100,00%           100,00%
      LIABILITAS DAN EKUITAS
      LIABILITAS LANCAR
      Utang Usaha                                            1,95%               2,31%               2,54%               2,55%           2,52%
      Utang lain-lain                                        0,16%               0,16%               0,15%               0,14%           0,13%
      Utang pajak
      Biaya yang masih harus dibayar                         1,64%              1,58%               1,49%             1,39%              1,32%
      Utang pembiayaan konsumen                              0,17%              0,16%               0,15%             0,14%              0,13%
      JUMLAH LIABILITAS LANCAR                               4,73%              4,99%               5,06%             4,90%              4,74%
      LIABILITAS TIDAK LANCAR
      Utang lain-lain                                        0,00%              0,00%               0,00%             0,00%              0,00%
      Utang Bank                                             0,00%              0,00%               0,00%             0,00%              0,00%
      Utang pembiayaan konsumen                              0,02%              0,02%               0,02%             0,02%              0,02%
      JUMLAH LIABILITAS TIDAK LANCAR                         0,02%              0,02%               0,02%             0,02%              0,02%
      JUMLAH LIABILITAS                                      4,75%              5,01%               5,08%             4,92%              4,76%
      EKUITAS
      Modal Saham                                         311,50%           299,81%             281,75%             263,42%           249,51%
      Tambahan Modal - TA                                   0,07%             0,07%               0,06%               0,06%             0,06%
      Akumulasi rugi                                     -216,32%          -204,89%            -186,89%            -168,40%          -154,33%
      JUMLAH EKUITAS                                       95,25%            94,99%              94,92%              95,08%            95,24%
      JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                       100,00%           100,00%             100,00%             100,00%           100,00%

Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                                            21
Page 35
                                                      2021          2022          2023         2024          2025
                                                    Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des      Jan-Des       Jan-Jun
                 Laporan Posisi Keuangan
      ASET
      ASET LANCAR
      Kas dan Bank                                    168,72%        92,27%        61,26%       41,89%        27,51%
      Piutang Usaha                                    73,52%        23,24%        17,12%        7,14%         4,28%
      Persediaan                                       73,73%        23,24%        17,12%        7,14%         4,28%
      Uang Muka & Biaya Dibayar Dimuka                  0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%
      Pajak dibayar dimuka
      JUMLAH ASET LANCAR                              138,14%        77,61%        54,84%       38,13%        25,57%
      ASET TIDAK LANCAR
      Piutang Pihak Berelasi                             0,00%         0,00%        0,00%         0,00%        0,00%
      Aset Tetap - neto                                 -8,64%        -9,45%      -10,44%       -11,66%      -13,20%
      Capex
      Properti Investasi                                 0,00%        0,00%         0,00%         0,00%        0,00%
      JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                          -7,50%       -8,12%        -8,86%        -9,74%      -10,82%
      JUMLAH ASET                                        1,18%        3,90%         6,41%         6,96%        5,58%
      LIABILITAS DAN EKUITAS
      LIABILITAS LANCAR
      Utang Usaha                                       73,73%       23,24%        17,12%         7,14%        4,28%
      Utang lain-lain                                    0,00%        0,00%         0,00%         0,00%        0,00%
      Utang pajak
      Biaya yang masih harus dibayar                    0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%
      Utang pembiayaan konsumen                         0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%
      JUMLAH LIABILITAS LANCAR                         21,19%         9,58%         7,93%        3,59%         2,23%
      LIABILITAS TIDAK LANCAR                           0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%
      Utang lain-lain                                   0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%
      Utang Bank                                        0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%
      Utang pembiayaan konsumen                         0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%
      JUMLAH LIABILITAS TIDAK LANCAR                    0,00%         0,00%         0,00%        0,00%         0,00%
      JUMLAH LIABILITAS                                21,05%         9,53%         7,89%        3,57%         2,22%
      EKUITAS
      Modal Saham                                        0,00%         0,00%        0,00%         0,00%        0,00%
      Tambahan Modal - TA                                0,00%         0,00%        0,00%         0,00%        0,00%
      Akumulasi rugi                                    -0,16%        -1,59%       -2,94%        -3,63%       -3,25%
      JUMLAH EKUITAS                                     0,36%         3,62%        6,33%         7,14%        5,75%
      JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                      1,18%         3,90%        6,41%         6,96%        5,58%


     Aset lancar perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, persediaan, uang muka & biaya dibayar
     dimuka dan pajak dibayar dimuka. Berdasarkan tahun historis, aset lancar memiliki rasio sebesar 14,02% -
     53,58% dari total aset dengan pertumbuhan rata-rata naik 77,18%.

     Aset tidak lancar terdiri dari aset tetap, capex dan properti investasi . Porsi yang paling besar pada aset tidak
     lancar terdapat pada aset tetap dengan rata-rata persentase sebesar 57,29% dengan pertumbuhan rata-rata
     sebesar (10,05%), sehingga untuk jumlah aset tidak lancar secara keseluruhan memiliki porsi sebesar
     46,42% - 85,98% dengan pertumbuhan rata-rata sebesar (8,56%) Total aset keseluruhan memiliki
     pertumbuhan rata-rata sebesar 4,61.

     Liabilitas jangka pendek perusahaan terdiri utang usaha, utang lain-lain, utang pajak dan biaya yang masih
     harus dibayar dengan jumlah liabilitas jangka pendek berkisar antara 4,73% - 5,06% dari total liabilitas dan
     ekuitas. Sedangkan pada sisi liabilitas jangka panjang perusahaan terdiri utang lain-lain dan utang
     pembiayaan konsumen yang berkisar antara 0,02% - 0,02% dari total liabilitas dan ekuitas.

     Ekuitas perusahaan terdiri dari modal saham, tambahan modal dan akumulasi rugi dengan persentase
     sebesar 94,92% - 95,10% dari total liabilitas dan ekuitas. Rata-rata pertumbuhan ekuitas perusahaan berada
     pada angka 4,36%.


Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                    22
Page 36
     2.2.3 Arus Kas Prospektif
                                                                                                                  (dalam Rupiah)
                                               2026              2027              2028              2029               2030
                                             Jan-Des           Jan-Des           Jan-Des           Jan-Des            Jan-Jun
                    Laporan Arus Kas
      ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       EAT                                    245.134.813     2.500.999.592     4.534.980.981     5.437.020.656      4.690.951.627
       Penyusutan                           5.308.541.124     5.318.847.990     5.329.154.857     5.339.461.723      5.349.768.589
       Piutang Usaha                         (372.308.117)     (204.226.393)     (185.372.367)       (90.568.870)       (58.199.797)
       Persediaan                            (471.292.499)     (258.112.776)     (234.283.999)     (114.466.020)        (73.556.169)
       Uang Muka & Biaya Dibayar Dimuka               -                 -                 -                  -                  -
       Utang Usaha                            599.709.890       328.443.131       298.121.510       145.655.626          93.598.694
       Utang lain-lain                                -                 -                 -                  -                  -
       Biaya yang masih harus dibayar                 -                 -                 -                  -                  -
       Utang pembiayaan konsumen                      -                 -                 -                  -                  -
      KAS NETO DARI AKTIVITAS OPERASI       5.309.785.210     7.685.951.545     9.742.600.981    10.717.103.116     10.002.562.943
      ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Pembelian Aset Tetap                  (250.000.000)     (250.000.000)     (250.000.000)     (250.000.000)      (250.000.000)
      KAS NETO DARI AKTIVITAS INVESTASI      (250.000.000)     (250.000.000)     (250.000.000)     (250.000.000)      (250.000.000)
      ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Utang lain-lain                                -                 -                 -                 -                  -
       Deviden                                        -                 -                 -                 -                  -
      KAS NETO DARI AKTIVITAS PENDANAAN               -                 -                 -                 -                  -
      KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS      5.059.785.210     7.435.951.545     9.492.600.981    10.467.103.116      9.752.562.943
      KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN    2.998.908.343     8.058.693.553    15.494.645.098    24.987.246.080     35.454.349.195
      KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN   8.058.693.553    15.494.645.098    24.987.246.080    35.454.349.195     45.206.912.138

     a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
        Secara umum Perseroan menghasilkan arus kas operasi yang positif. Selama tahun proyeksi
        mengalami fluktuasi tren dengan rata-rata aktivitas operasi berada diangka Rp 8.691.600.759.

     b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
        Dari aktivitas investasi selama tahun proyeksi mengalami tren negatif karena pembelian capex
        dengan rata-rata aktivitas investasi Perseroan berada diangka Rp(250.000.000).

     c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

         Tidak ada arus kas dari aktivitas pendanaan selama tahun proyeksi

     .




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                               23
Page 37
2.3 PENDEKATAN PENDAPATAN

     Beberapa tahapan dalam menerapkan pendekatan pendapatan dengan metode diskonto arus kas yaitu:

     1.   Identifikasi aset operasional dan non operasional
     2.   Pemilihan model arus kas
     3.   Estimasi periode eksplisit
     4.   Proyeksi arus kas
     5.   Estimasi nilai terminal
     6.   Estimasi tingkat diskonto
     7.   Estimasi indikasi nilai

     2.3.1 Aset Operasional dan Non Operasional
     Seluruh akun di dalam neraca perseroan merupakan aset operasional.

     2.3.2 Model Arus Kas
     Model arus kas yang digunakan adalah arus kas bersih untuk modal perusahaan (Free Cash Flow to Firm
     (FCFF)).

     2.3.3 Periode Eksplisit
     Periode eksplisit diestimasikan selama 5 periode proyeksi dengan asumsi kondisi keuangan perseroan sudah
     dalam tahap yang stabil.

     2.3.4 Proyeksi Arus Kas
     Proyeksi arus kas bersih untuk modal sendiri didasarkan kepada informasi keuangan propektif yang disusun
     oleh perseroan dan telah disesuaikan.

     2.3.5 Nilai Terminal
     Nilai terminal diestimasikan menggunakan Model Pertumbuhan Konstan/Gordon Growth Model, Model ini
     adalah pertumbuhan konstan mengasumsikan aset tumbuh (menurun) pada tingkat yang konstan selamanya.
     Model ini sesuai untuk aset dengan umur tidak dapat ditentukan (indefinite life).



                                                          DR

       GGM              :   Nilai Terminal                                   :   194.642.851.922
       Do               :   Arus Kas Bersih pada akhir tahun proyeksi        :   9.752.562.943
       g                :   Pertumbuhan konstan                              :   4,0%
       DR               :   Tingkat Diskonto                                 :   9,21%




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                         24
Page 38
     2.3.6 Tingkat Diskonto
     Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode Weighted Average Cost of Capital (WACC).
     Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM) sebagai berikut:

                              Biaya Ekuitas (Ke)            =      Rf + (Beta x (Rm-Rf)) - RBDS
                              Rf (Risk Free)                :      Tingkat Pengembalian Bebas Resiko
                              Beta                          :      Risiko sistemik usaha
                              Rm (Risk Market)              :      Tingkat Pengembalian Pasar
                              RBDS                          :

                              Tingkat Diskonto              =      (We x Ke) + (Wd x (Kd x (1-T))
                                                                   Bobot modal sendiri pada usaha
                              We                            :      tertentu
                              Ke (Cost Of Equity)           :      Tingkat pengembalian modal sendiri
                                                                   Bobot modal pinjaman pada usaha
                              Wd                            :      tertentu
                                                                   Tingkat pengembalian modal
                              Kd (Cost Of Debt)             :      pinjaman
                              T (Tax)                       :      Pajak perseroan yang berlaku


                              Keterangan            2026        2027        2028         2029           2030
                        Ke                           10,58%      10,58%       10,58%       10,58%        10,58%
                        Kd                            8,44%       8,44%        8,44%        8,44%         8,44%
                        We                              66%         66%          66%          66%           66%
                        Wd                            34,3%       34,3%        34,3%        34,3%         34,3%
                        DER                          52,13%      52,13%       52,13%       52,13%        52,13%


                        Beta Unlevered                 0,54        0,54         0,54         0,54          0,54
                        Beta Re-Levered                0,82        0,82         0,82         0,82          0,82


                        Beta                            0,82        0,82         0,82         0,82          0,82
                        Risk Free                     6,70%       6,70%        6,70%        6,70%         6,70%
                        Equity Risk Premium           7,03%       7,03%        7,03%        7,03%         7,03%
                        RBDS                          1,87%       1,87%        1,87%        1,87%         1,87%

                        Tax Rate                           0%          0%          0%           0%         22%

                        WACC                          9,85%       9,85%        9,85%        9,83%         9,21%




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                  25
Page 39
     2.3.7 Indikasi Nilai dari Arus Kas Terdiskonto
                                                                                                                           (dalam Rupiah)
                                                      2026               2027             2028                  2029               2030
                          Keterangan
                                                    Jan - Des          Jan - Des        Jan - Des             Jan - Des          Jan - Des
      EBIT                                            245.134.813      2.500.999.592    4.534.980.981         5.464.078.803      6.014.040.547
      Tax                                                       -                  -                -           (27.058.147)    (1.323.088.920)
      Depresiasi & amortisasi                       5.308.541.124      5.318.847.990    5.329.154.857         5.339.461.723      5.349.768.589
      Perubahan Modal Kerja                          (243.890.727)      (133.896.038)    (121.534.857)          (59.379.263)       (38.157.273)
      Capex                                          (250.000.000)      (250.000.000)    (250.000.000)         (250.000.000)      (250.000.000)
      Arus Kas Bersih (FCFF)                        5.059.785.210      7.435.951.545    9.492.600.981        10.467.103.116      9.752.562.943
      TV                                                                                                                       194.642.851.922
      Discount Rate                                         9,85%              9,85%            9,85%                 9,83%               9,21%
      Discount Factor                                        0,91               0,83             0,75                  0,69                0,63
      Nilai Kini                                    4.606.213.336      6.162.550.416    7.161.782.492         7.190.034.565    128.561.104.703
      Indikasi Nilai Aset Operasional             153.681.685.513    156.680.593.856
      Kas                                           2.998.908.343
      Properti Investasi                           23.253.000.000
                                                  179.933.593.856
      Utang                                              (773.105)
      Indikasi Nilai 100% Ekuitas                 179.932.820.751
      Indikasi Nilai 100% Ekuitas       100,00%   179.932.820.751
      DLOC                                0,00%                 -
      Nilai Ekuitas - DLOC                        179.932.820.751
      DLOM                               30,00%   (53.979.846.225)
      Nilai 100% Ekuitas                          125.952.974.526               1,83

     Estimasi indikasi nilai 100% ekuitas sebelum pengenaan Diskon dan atau Premi dengan menggunakan
     Pendekatan Pendapatan pada tanggal Kajian adalah Rp179.932.820.751

2.4 DISKON DAN PREMI

     Diskon dan premi merupakan suatu perhitungan yang terkait dengan ada atau tidaknya tingkat kendali serta
     tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari objek yang dinilai. Indikasi nilai yang dihasilkan akan diaplikasikan
     diskon dan premi sesuai dengan karakteristik kendali dan kemampuan objek yang dinilai untuk dipasarkan,
     yang kemudian akan menjadi basis untuk menentukan nilai pasar dari unit bisnis yang bersangkutan.

     Penerapan diskon tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
     tentang Kajian dan Penyajian Laporan Kajian Bisnis di Pasar Modal yang mewajibkan penggunaan Diskon
     Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability-DLOM) dan Premi Pengendalian (Premium for Control-
     CP) atau Diskon Pengendalian (Discount for Lack of Control-DLOC). Besaran Diskon Likuiditas Pasar untuk
     saham mayoritas pada perusahaan tertutup sebesar 20% - 40%.

     2.4.1 DISKON DAN PREMI KENDALI (DLOC/POC)
     Penerapan pendekatan dan metode Kajian menghasilkan indikasi nilai yang bersifat kendali atau non kendali.
     Sifat kendali atau non kendali indikasi nilai dari pendekatan dan metode yang diterapkan perlu disesuaikan
     dengan sifat pengendalian dari objek Kajian dengan cara menerapkan diskon atau premi pengendalian.
     Pendekatan pendapatan metode DCF pada Kajian ini menghasilkan indikasi nilai yang bersifat kendali
     sedangkan objek Kajian juga bersifat kendali sehingga tidak diperlukan penyesuaian kendali terhadap
     indikasi nilai yang dihasilkan oleh pendekatan pendapatan metode DCF.

                                              Penyesuaian                                                      Indikasi Nilai Ekuitas
          Indikasi Nilai Ekuitas                                         Indikasi Nilai Ekuitas
                                                Market                                                            Setelah DLOC
         Setelah DLOC (Rupiah)                                          Setelah DLOC (Rupiah)
                                                (DLOC)                                                               (Rupiah)
               179.932.820.751                                  0%                                       -             179.932.820.751




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                                          26
Page 40
     2.4.2 DISKON MARKETABILITAS (DLOM)
     Indikasi nilai dengan sifat pengendalian yang telah disesuaikan kemudian akan diterapkan Diskon Likuiditas
     Pasar (Discount for Lack of Marketability-DLOM). Dalam menentukan indikasi nilai dalam Kajian Saham PT
     Mandala Prima Perkasa sebesar 100% saham digunakan DLOM sebesar 30%.

                                         Penyesuaian                                       Indikasi Nilai Ekuitas
         Indikasi Nilai Ekuitas                               Indikasi Nilai Ekuitas
                                            Market                                            Setelah DLOM
        Setelah DLOM (Rupiah)                                Setelah DLOM (Rupiah)
                                           (DLOM)                                                (Rupiah)
            179.932.820.751                         30%                 (53.979.846.225)        125.952.974.526


2.5 PENDEKATAN BIAYA/ASET
     Estimasi indikasi nilai ekuitas dalam pendekatan biaya dengan metode penjumlahan dengan menerapkan
     Adjusted Book Value Method (ABVM).
     2.2.1. ADJUSTED BOOK VALUE METHOD/ABVM
     Penilaian berdasarkan metode Adjusted Book Value memerlukan serangkaian penyesuaian dalam rangka
     memperoleh refleksi nilai buku dari utang dan aset pada masa sekarang. Penyesuaian akan dilakukan
     terhadap Laporan Keuangan terakhir Perusahaan yaitu 31 Desember 2025, laporan keuangan audited.
     ASET LANCAR
       Kas dan Bank                                 dinilai sesuai      yang tercantum dalam laporan posisi
                                                    keuangan
       Piutang Usaha                                dinilai sesuai      yang tercantum dalam laporan posisi
                                                    keuangan
       Persediaan                                   dinilai sesuai      yang tercantum dalam laporan posisi
                                                    keuangan
       Uang Muka & Biaya Dibayar Dimuka             dinilai sesuai      yang tercantum dalam laporan posisi
                                                    keuangan
       Pajak dibayar dimuka                         dinilai sesuai      yang tercantum dalam laporan posisi
                                                    keuangan


     ASET TIDAK LANCAR
      Aset Tetap                                       Terdapat adjustment positif sebesar Rp63.800.577.102
                                                       sehingga Aset tetap yang semula Rp61.341.422.898
                                                       menjadi Rp125.142.000.000
      Properti Investasi                               Terdapat Adjustment positif sebesar Rp17.148.000.000
                                                       sehingga      Properti  Investasi    yang     semula
                                                       Rp6.105.000.000 menjadi Rp23.253.000.000
      Aset Tak Berwujud                                dinilai sesuai yang tercantum dalam laporan posisi
                                                       keuangan

     LIABILITAS JANGKA PENDEK
       Utang Usaha                                     dinilai sesuai    yang tercantum dalam laporan posisi
                                                       keuangan
       Utang lain-lain                                 dinilai sesuai    yang tercantum dalam laporan posisi
                                                       keuangan
       Utang pajak                                     dinilai sesuai    yang tercantum dalam laporan posisi
                                                       keuangan
       Biaya yang masih harus dibayar                  dinilai sesuai    yang tercantum dalam laporan posisi
                                                       keuangan


Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                              27
Page 41
       Utang pembiayaan konsumen                    dinilai sesuai yang tercantum dalam laporan posisi
                                                    keuangan

     LIABILITAS JANGKA PANJANG
       Utang lain-lain                              dinilai sesuai yang tercantum dalam laporan posisi
                                                    keuangan
       Utang Bank                                   dinilai sesuai yang tercantum dalam laporan posisi
                                                    keuangan
       Utang pembiayaan konsumen                    dinilai sesuai yang tercantum dalam laporan posisi
                                                    keuangan
     JUMLAH EKUITAS
      Modal Saham                                   dinilai sesuai yang tercantum dalam laporan posisi
                                                    keuangan
      Laba Ditahan                                  dinilai sesuai yang tercantum dalam laporan posisi
                                                    keuangan
      Komponen Ekuitas Lainnya                      dinilai sesuai yang tercantum dalam laporan posisi
                                                    keuangan
      Selisih Revaluasi                             Terdapat penyesuaian sebesar Rp80.948.577.102 karena
                                                    adanya selisih positif dari penilaian terhadap akun Aset
                                                    Tetap dan Properti Investasi


     Penyesuaian pada laporan posisi keuangan yang didasarkan pada laporan keuangan audit
     Perseroan per 31 Desember 2025 dapat disajikan sebagai berikut :
                                                                                                   (dalam Rupiah)
                                                             Nilai Buku          Penyesuaian          Nilai Pasar

                           Balance Sheet
      ASET
      ASET LANCAR
        Kas dan Bank                                            2.998.908.343                  -      2.998.908.343
        Piutang Usaha                                             506.381.312                  -        506.381.312
        Persediaan                                                639.244.509                  -        639.244.509
        Uang Muka & Biaya Dibayar Dimuka                          128.797.940                  -        128.797.940
        Pajak dibayar dimuka                                                -                  -                  -
      JUMLAH ASET LANCAR                                        4.273.332.104                         4.273.332.104
       Piutang Pihak Berelasi                                               -                 -                   -
       Aset Tetap - neto                                       61.341.422.898    63.800.577.102     125.142.000.000
         Tanah                                                 15.777.873.660                       125.142.000.000
         Bangunan                                              43.482.713.798
         Perabotan                                                  4.760.426
         Peralatan dan Inventaris Kantor                          219.667.843
         Kendaraan                                                418.125.000
         Mesin dan Peralatan                                    1.288.776.041
         Software dan Hardware                                    149.506.130
       Properti Investasi                                       6.105.000.000    17.148.000.000      23.253.000.000
       Aset Tak Berwujud
      JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                  67.446.422.898                       148.395.000.000
      JUMLAH ASET                                               71.719.755.002                       152.668.332.104
      Utang Usaha                                                  813.425.324                 -         813.425.324
      Utang lain-lain                                              117.058.497                 -         117.058.497
      Utang pajak                                                  586.190.243                 -         586.190.243
      Biaya yang masih harus dibayar                             1.193.011.386                 -       1.193.011.386
      Utang pembiayaan konsumen                                    120.618.100                 -         120.618.100
      JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK                            2.830.303.550                         2.830.303.550
      Utang lain-lain                                                  773.105                 -             773.105
      Utang Bank                                                             -                 -                   -
      Utang pembiayaan konsumen                                     17.229.984                 -          17.229.984
      JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG                              18.003.089                            18.003.089
      JUMLAH LIABILITAS                                          2.848.306.639                         2.848.306.639
      Modal Saham                                              226.040.500.000                -      226.040.500.000
      Tambahan modal disetor                                        50.000.000                -           50.000.000
      Akumulasi rugi                                         (157.219.051.637)                -    (157.219.051.637)
      Selisih Revaluasi                                                          80.948.577.102       80.948.577.102
      JUMLAH EKUITAS                                           68.871.448.363                        149.820.025.465
      JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                            71.719.755.002                        152.668.332.104

Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                                   28
Page 42
      Indikasi 100% Nilai Pasar Ekuitas                        149.820.025.465
      Indikasi 100% Nilai Pasar Ekuitas                        149.820.025.465 100,00%
      DLOC (0%)                                                               - 0%
      Indikasi 100% Nilai Pasar Ekuitas setelah DLOC           149.820.025.465
      DLOM (30%)                                               (44.946.007.640) 30%
      Nilai Pasar 100% Ekuitas (Rupiah)                        104.874.017.826
      Nilai Pasar 100% Ekuitas (Pembulatan)                    104.874.000.000             1,523


2.6 DISKON DAN PREMI

     Diskon dan premi merupakan suatu perhitungan yang terkait dengan ada atau tidaknya tingkat kendali serta
     tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari objek yang dinilai. Indikasi nilai yang dihasilkan akan diaplikasikan
     diskon dan premi sesuai dengan karakteristik kendali dan kemampuan objek yang dinilai untuk dipasarkan,
     yang kemudian akan menjadi basis untuk menentukan nilai pasar dari unit bisnis yang bersangkutan.

     Penerapan diskon tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020
     tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal yang mewajibkan penggunaan
     Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability-DLOM) dan Premi Pengendalian (Premium for
     Control-CP) atau Diskon Pengendalian (Discount for Lack of Control-DLOC).


     2.6.1 DISKON DAN PREMI KENDALI (DLOC/POC)
     Penerapan pendekatan dan metode penilaian menghasilkan indikasi nilai yang bersifat kendali atau non
     kendali. Sifat kendali atau non kendali indikasi nilai dari pendekatan dan metode yang diterapkan perlu
     disesuaikan dengan sifat pengendalian dari objek penilaian dengan cara menerapkan diskon atau premi
     pengendalian. Pendekatan Aset/Biaya metode ABVM pada penilaian ini menghasilkan indikasi nilai yang
     bersifat kendali dan juga objek penilaian bersifat kendali sehingga tidak diperlukan penyesuaian kendali
     terhadap indikasi nilai yang dihasilkan oleh pendekatan Aset/Biaya metode ABVM.
                                              Penyesuaian                                  Indikasi Nilai Ekuitas
          Indikasi Nilai Ekuitas                              Indikasi Nilai Ekuitas
                                                Market                                        Setelah DLOC
         Setelah DLOC (Rupiah)                               Setelah DLOM (Rupiah)
                                                (DLOC)                                           (Rupiah)
            149.820.025.465                             0%                             -           149.820.025.465

     2.6.2 DISKON MARKETABILITAS (DLOM)
     Indikasi nilai dengan sifat pengendalian yang telah disesuaikan kemudian akan diterapkan Diskon Likuiditas
     Pasar (Discount for Lack of Marketability-DLOM). Dalam menentukan diskon marketabilitas objek penilaian
     dilakukan pertimbangan sebagai berikut:
     •    Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
          Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, besarnya diskon marketabilitas untuk pemegang
          saham mayoritas dari perusahaan tertutup adalah 20% - 40%.
     •    Penetapan DLOM sebesar 30% didasarkan pada status Perusahaan sebagai entitas tertutup yang
          menyebabkan tidak adanya pasar likuid untuk perdagangan saham secara bebas. Besaran diskon ini
          mencerminkan estimasi biaya transaksi yang tinggi, risiko asimetri informasi bagi investor luar, serta
          durasi waktu yang lama yang dibutuhkan untuk mengonversi kepemilikan saham menjadi kas tanpa
          kehilangan nilai yang signifikan.
     •    Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka dalam menentukan indikasi nilai dalam penilaian Saham
          PT Mandala Prima Perkasa digunakan DLOM sebesar 30%.
          Indikasi Nilai Ekuitas              Penyesuaian     Indikasi Nilai Ekuitas       Indikasi Nilai Ekuitas
           Setelah DLOC (Juta                    Market        Setelah DLOM (Juta             Setelah DLOM
                 Rupiah)                        (DLOM)               Rupiah)                     (Rupiah)
            149.820.025.465                            30%           (44.946.007.640)              104.874.017.826

Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                               29
Page 43
2.7 KESIMPULAN NILAI
                                                                                       Indikasi Nilai Saham
                  Keterangan                        Indikasi Nilai       Bobot
                                                                                             (Rupiah)
      Pendekatan Pendapatan                          125.952.974.526           60%            75.571.784.715
      Pendekatan Biaya/Aset                          104.874.017.826           40%            41.949.607.130
      Kesimpulan Nilai 100% Ekuitas                                                          117.521.391.846
      Pembulatan                                                                             117.521.392.000

     Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar,
     perhitungan serta analisa yang dilakukan serta faktor lain yang berkaitan dengan penilaian dan berpedoman
     pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa Nilai Pasar 100% Ekuitas PT
     Mandala Prima Perkasa pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                            Rp 117.521.392.000,-
                        (Seratus Tujuh Belas Miliar Lima Ratus Dua Puluh Satu Juta
                               Tiga raatus Sembilan Puluh Dua Ribu Rupiah)



2.8 KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN
     Tidak terdapat kejadian-kejadian penting terkait objek penilaian yang diketahui maupun yang patut diketahui
     sampai dengan tanggal laporan yang dapat mempengaruhi nilai objek penilaian.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                            30
Page 44
                   KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS
     1. Kami tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen yang diterima dari pemberi tugas, oleh
        karenanya kami tidak menjamin kebenaran atau keabsahannya. Penilaian didasarkan dengan asumsi
        semua dokumen adalah benar sesuai dengan aslinya.
     2. Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi maupun perjanjian yang tidak disampaikan kepada pihak
        KJPP yang dapat membuat efek negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami sebab
        merupakan bagian pekerjaan ahli lainnya.
     3. Informasi, perkiraan dan pendapat yang kami peroleh dari berbagai sumber, kami anggap merupakan
        informasi yang dapat dipercaya kebenarannya. Oleh karena itu, kami tidak melakukan pengecekan lebih
        lanjut. Bilamana dikemudian hari diketahui ada informasi yang tidak benar yang diberikan kepada kami,
        maka kami tidak dapat diminta pertanggung jawabannya.
     4. Laporan harus digunakan secara keseluruhan yang tidak terpisahkan dan terbatas pada maksud dan
        tujuan penilaian yang ditentukan. Laporan ini tidak berlaku untuk maksud dan tujuan yang berbeda.
     5. Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan penggunaan laporan yang
        tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari laporan.
     6. Kami tidak mempunyai kepentingan apapun atas objek yang kami nilai, baik sekarang maupun
        dikemudian hari, dan tugas kami untuk melaksanakan penilaian ini tidak tergantung dari nilai yang kami
        laporkan.
     7. Penilai tidak bertanggung jawab terhadap pihak-pihak lain diluar pemberi tugas dan pengguna laporan,
        kecuali disebutkan sebelumnya dalam surat penugasan dan laporan penilaian.
     8. KJPP tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir didepan pengadilan atau pejabat
        pemerintahan mengenai penilaian ini, terkecuali jika telah diadakan persetujuan sebelumnya.
     9. Siapapun yang mendapat laporan ini atau tembusan dari padanya tidak ada hak untuk mengumumkan
        atau mempergunakannya untuk keperluan apapun tanpa izin dari penilai atau pemiliknya, kecuali
        pemiliknya sendiri.
    10. Kami berhak dan tidak berkewajiban merevisi dan memperbaiki isi dalam laporan penilaian ini apabila
        terdapat data atau informasi yang kami peroleh sesudah penyelesaian laporan ini.
    11. Kami menegaskan bahwa laporan ini tidak berlaku umum, tetapi hanya khusus kepada pengguna laporan
        yang tercantum di dalam laporan penilaian ini.




Laporan Penilaian Bisnis PT Mandala Prima Perkasa                                                          31

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.29 MB
Published23 Jun 2026
Pages44
Characters165,494
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 27 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT MANDALA PRIMA PERKASA p.1 ×117
linked org PT. Bayu Buana p.2 ×5
linked person Tjhin Leeris Harni p.16
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×6
possible org Bursa efek Indonesia p.4
possible person Dr. Irawan Soerodjo · Notaris p.14 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×4
unresolved org Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2 ×2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.2
unresolved org PT Mandala Prima Perkasa Bentuk Kepemilikan p.3
unresolved org Bank Indonesia p.3 ×9
unresolved org Indonesia p.4
unresolved org Pusat Statistik p.4 ×5
unresolved org KJPP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers p.6
unresolved person Consultants Ginanjar Rizki Tarekat p.6
unresolved person Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev.,MAPPI (Cert) · Partner p.6 ×3
unresolved person Penilai Fikri Mauriza Hazmi p.9
unresolved — MAPPI No. 17-S-07797 p.9
unresolved org Penilai Properti Ridho Mohammad p.9
unresolved org Menteri Keuangan. Penyelia p.11
unresolved person Yuli Kristi · Notaris p.14
unresolved org PT Triputra Milenia Perkasa p.15
unresolved org PT Trisurya Inti Pratama p.15
unresolved org PT MANDALA PRIMA PERKASA Kinerja p.17
unresolved org Sarjen dan Rekan p.17 ×2
unresolved org Susianto Arona Ignatius & Rekan p.17 ×2
unresolved org Kementerian Pariwisata p.30

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 11163 ms 12 Sep 2026 22:05
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result