Skip to content
Back to announcement

20260622_TRIS_Informasi Transaksi Afiliasi_32103365_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review TRIS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 81

Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
 PT TRISULA INTERNATIONAL Tbk

         TRANSAKSI

          JUNI 2026
Page 2
No. : 00124/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026                                  19 Juni 2026



Kepada Yth.

PT TRISULA INTERNATIONAL Tbk
Gedung Trisula Center
Jl. Lingkar Luar Barat Blok A No. 1
Rawa Buaya, Cengkareng
Jakarta 11740

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 19 Juni 2026, PT Trisula International Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”)
dan PT Inti Nusa Damai (selanjutnya disebut “IND”) telah menandatangani Perjanjian Jual
Beli Saham PT Lifestyle Pratama (selanjutnya disebut “PJBS LP”), di mana Perseroan telah
setuju untuk membeli 4.500 saham atau setara dengan 75,00% saham PT Lifestyle Pratama
(selanjutnya disebut ”LP”) milik IND dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,00 miliar
(selanjutnya disebut “Transaksi”).

Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran
Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/260223-001 tanggal 23 Februari 2026
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar
sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. KEP-210/KS.13/2026, menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion)
(selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang perdagangan pakaian jadi dan jasa.
Perseroan memulai kegiatan operasionalnya pada tahun 2005. Perseroan berdomisili di
Trisula Center, Jalan Lingkar Luar Barat Blok A No. 1, Rawa Buaya, Cengkareng,
Jakarta 11740, dengan nomor telepon: (021) 5835 7377, nomor faksimile: (021) 5835 8033,
dan email: corporate.secretary@trisula.com.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur pemegang
saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:


                                           IND


                                 75,00%                   20,61%

                               LP                    Perseroan


                                 60,00%                   60,00%

                                                 PT Rimba Lifestyle
                      PT Alam Rimba (AR)
                                                        (RL)



IND     merupakan    suatu    perseroan   terbatas   berstatus  perusahaan     tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha IND adalah bergerak dalam bidang perusahaan investasi.

LP     merupakan     suatu   perseroan       terbatas  berstatus    perusahaan    tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang perdagangan besar
meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen hotel, penyediaan
akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan holding, dan aktvitas konsultasi
manajemen lainnya.

AR merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha AR adalah bergerak dari jasa management hotel, restoran dan aktivitas
bisnis lainnya berubah menjadi bergerak dalam bidang penyedia akomondasi dan
penyediaan makan, minum, dan aktivitas jasa lainnya.




                                            2
Page 4
RL merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha RL adalah bergerak dalam bidang pembangunan, perdagangan,
perindustrian, pengangkutan darat, pertanian, percetakan, dan jasa. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, RL belum menjalankan kegiatan
operasionalnya.

Industri pariwisata di Indonesia memiliki potensi yang didukung oleh keberagaman destinasi
wisata alam, budaya, dan rekreasi yang tersebar di berbagai wilayah. Khususnya di Bali,
potensi industri pariwisata didukung oleh pengakuan yang luas sebagai salah satu destinasi
wisata internasional, ketersediaan infrastruktur pariwisata yang relatif berkembang, serta
keberadaan berbagai fasilitas pendukung seperti hotel, resort, restoran, dan sarana
transportasi. Selain itu, karakteristik Bali yang menawarkan kombinasi wisata alam, budaya,
dan rekreasi menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata bagi wisatawan domestik
maupun mancanegara, sehingga berpotensi mendukung aktivitas usaha yang bergerak di
sektor pariwisata dan industri pendukung terkait.

Pada tanggal 3 Agustus 2010 AR, entitas anak LP dan PT Trimbawan Swastama Sejati
(selanjutnya disebut “TSS”), pihak yang tidak terafiliasi dengan Perseroan, IND, dan LP,
telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (selanjutnya disebut “PKS”) terkait
pengelolaan kawasan “Menjangan Jungle and Beach Resort” yang berlokasi di Taman
Nasional Bali Barat, Desa Pejarakan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Masa berlaku PKS
tersebut mengikuti masa berlaku dari Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam
(selanjutnya disebut “IUPSWA”) yang dimiliki oleh TSS, yang saat ini berlaku sampai
dengan 15 September 2028. Apabila IUPSWA diperbaharui, maka PKS akan secara
otomatis diperpanjang untuk jangka waktu yang sama. Berdasarkan ketentuan yang berlaku,
IUPSWA tersebut dapat diperpanjang selama 20 tahun dan selanjutnya dapat diperpanjang
kembali. Dengan adanya PKS tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kegiatan
usaha AR dalam pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata, sehingga
memberikan dukungan terhadap kegiatan usaha dan prospek LP sebagai entitas induk AR.

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP Mirawati Sensi Idris (selanjutnya disebut
“MSI”), Perseroan mencatat saldo piutang pihak berelasi dari IND yang terdiri dari pokok dan
bunga adalah sebesar Rp 44,99 miliar. Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh
dari manajemen Perseroan, sampai dengan tanggal ditandatanganinya PJBS LP ini saldo
piutang pihak berelasi dari IND yang terdiri dari pokok dan bunga adalah sebesar
Rp 44,03 miliar (selanjutnya disebut “Piutang”). Perseroan bermaksud mengoptimalkan nilai
ekonomis dari Piutang tersebut dengan melakukan Transaksi, di mana sebagian nilai
Piutang dari IND akan diselesaikan melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
saham LP, entitas induk AR.




                                             3
Page 5
Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus memanfaatkan peluang
bisnis melalui strategi pertumbuhan secara an-organik atas perusahaan yang memiliki
sinergi di industri pariwisata khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan fasilitas
pendukung yang berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan
kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh
AR, sehingga melalui Transaksi Perseroan dapat memperoleh akses terhadap sektor
pariwisata melalui kepemilikan pada LP. Langkah tersebut merupakan bagian dari
diversifikasi usaha Perseroan ke sektor pariwisata sehingga mengurangi ketergantungan
Perseroan pada satu segmen bisnis yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas
Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar maupun dinamika industri.

Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR melalui LP, di
mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan sumber pendapatan baru yang
bersifat berulang (recurring income) bagi Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha
pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga
dapat memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di masa yang
akan datang.

Selanjutnya, Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi risiko atas
aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan saham LP, sehingga
Perseroan memiliki investasi pada LP yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan
manfaat ekonomi jangka panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai
investasi pada masa mendatang.

Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat menciptakan nilai
peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang yang
pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus memanfaatkan peluang
    bisnis melalui strategi pertumbuhan secara an-organik atas perusahaan yang memiliki
    sinergi di industri pariwisata khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan fasilitas
    pendukung yang berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan
    dengan kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang
    dijalankan oleh AR, sehingga melalui Transaksi Perseroan dapat memperoleh akses
    terhadap sektor pariwisata melalui kepemilikan pada LP. Langkah tersebut merupakan
    bagian dari diversifikasi usaha Perseroan ke sektor pariwisata sehingga mengurangi
    ketergantungan Perseroan pada satu segmen bisnis yang diharapkan dapat
    meningkatkan kapasitas Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar
    maupun dinamika industri.

•   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR melalui LP,
    di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan sumber pendapatan baru
    yang bersifat berulang (recurring income) bagi Perseroan yang berasal dari kegiatan
    usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR,
    sehingga dapat memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan
    di masa yang akan datang.



                                            4
Page 6
•   Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi risiko atas aset
    Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan saham LP, sehingga
    Perseroan memiliki investasi pada LP yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah
    dan manfaat ekonomi jangka panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan
    nilai investasi pada masa mendatang.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat menciptakan nilai
    peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang
    yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham
    Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa IND
merupakan entitas induk dari Perseroan dan LP dengan kepemilikan masing-masing
sebesar 20,61% dan 75,00%, maka Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020
tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI, jumlah ekuitas,
jumlah aset, penjualan bersih, dan laba bersih Perseroan masing-masing adalah sebesar
Rp 841,10 miliar, Rp 1.359,24 miliar, Rp 1.733,31 miliar, dan Rp 110,16 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP Dwi Haryadi Nugraha & Rekan (selanjutnya
disebut “DHNR”), jumlah aset, pendapatan operasional, dan laba bersih LP masing-masing
adalah sebesar Rp 17,11 miliar, Rp 21,77 miliar, dan Rp 1,51 miliar.
Selanjutnya, berdasarkan PJBS LP, nilai transaksi atas Transaksi tersebut adalah sebesar
Rp 20,00 miliar.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2025, sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.




                                           5
Page 7
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di mana
Perseroan telah setuju untuk membeli 4.500 saham atau setara dengan 75,00% saham LP
milik IND dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,00 miliar.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.




                                           6
Page 8
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan.

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00136/3.0478/AU.1/05/1741-3/1/III/2026 tanggal 27 Maret 2026 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00087/3.0478/AU.1/05/1741-2/1/III/2025 tanggal 24 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00105/3.0478/AU.1/05/1741-1/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo &
   Rekan (selanjutnya disebut “KNMTR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00172/2.1051/AU.1/05/1029-3/1/III/2023 tanggal 16 Maret 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP KNMTR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00281/2.1051/AU.1/05/1029-2/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

7. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP DHNR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00099/2.1446/AU.8/05/1723-1/-/1V/2026 tanggal 29 April 2026
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

8. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023.

9. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022.




                                           7
Page 9
10. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2021.

11. Informasi keuangan konsolidasian proforma pada tanggal 31 Desember 2025 dan
    laporan asurans praktisi independen atas kompilasi informasi keuangan konsolidasian
    proforma yang telah direviu oleh KAP Jonnardi, Jamaludin, Sukmito & Rekan
    (selanjutnya  disebut      “JJSR”)  sebagaimana      tertuang   dalam   laporannya
    No. UP26061901JN tanggal 19 Juni 2026.

12. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang
    disusun oleh manajemen Perseroan.

13. Laporan penilaian 75,00% saham LP per 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP
    KR            sebagaimana            tertuang           dalam       laporannya
    No. 00120/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026.

14. PJBS LP.

15. PKS.

16. IUPSWA.

17. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 1
    tanggal 3 April 2023 oleh Kumala Tjahjani Widodo S.H., M.H., M.Kn, Notaris di Jakarta
    terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan.

18. Anggaran dasar LP yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 30 tanggal
    14 Agustus 2024 oleh Wiwik Condro, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Barat terkait
    perubahan susunan Direksi LP.

19. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Marcus Harianto B dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Transaksi.

20. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang.

21. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi.

22. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

23. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.




                                            8
Page 10
24. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg.

25. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan.

26. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi
laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan LP berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan LP.




                                             9
Page 11
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.




                                            10
Page 12
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260223-001 tanggal
23 Februari 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat
Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:

I. Analisis atas Transaksi.
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi.
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                               11
Page 13
I.         ANALISIS TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Trisula International Tbk

           Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang telah setuju untuk membeli
           4.500 saham atau setara dengan 75,00% saham LP milik IND dengan nilai
           transaksi sebesar Rp 20,00 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
           manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan
           merupakan entitas anak IND dengan kepemilikan sebesar 20,61% dan pihak
           yang terafiliasi dengan LP. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham,
           dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan dengan nama PT Transindo Global Fashion berdasarkan
           Akta Notaris No. 38 tanggal 13 Desember 2004 juncto Akta Notaris No. 26
           tanggal 15 Februari 2005 keduanya dari Achmad Bajumi, S.H., notaris di
           Jakarta. Akta pendirian Perseroan tersebut telah memperoleh pengesahan dari
           Menteri Kehakiman Republik Indonesia (sekarang Menteri Hukum dan Hak
           Asasi Manusia Republik Indonesia) melalui Surat Keputusan No. C-14733
           HT.01.01.TH.2005 tanggal 31 Mei 2005 dan telah diumumkan dalam Lembaran
           Berita Negara Republik Indonesia No. 69 tanggal 30 Agustus 2005, Tambahan
           No. 9315.

           Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan.
           Perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 1 tanggal 3 April 2023 dari
           Kumala Tjahjani Widodo S.H., M.H., M.Kn., notaris di Jakarta, terkait
           perubahan modal ditempatkan dan disetor Perseroan yang meningkat menjadi
           3.141.443.831 saham, dengan nilai Rp100 per lembar saham, sehingga total
           menjadi sebesar Rp314.144.383.100. Perubahan anggaran dasar tersebut
           telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
           Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0048982 tanggal 3 April 2023.

           Perseroan berdomisili di Trisula Center, Jalan Lingkar Luar Barat Blok A No. 1,
           Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta 11740.




                                          12
Page 14
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                                     Perseroan        pada    tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                             :        Tjhoi Lisa Tjahjadi
           Komisaris Independen                        :        Fendy Sutanto

           Direksi
           Direktur Utama                              :        Widjaya Djohan
           Direktur                                    :        Kartono Budiman
           Direktur                                    :        Marcus Harianto B.

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                                        (Dalam Rupiah)
                                                                                   Persentase
                       Pemegang Saham                           Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                                   Kepemilikan
           PT Inti Nusa Damai                                        633.384.048           20,16%      63.338.404.800
           PT Trisula Insan Tiara                                    502.814.700           16,01%      50.281.470.000
           PT Karya Dwimanunggal Sejahtera                           470.037.000           14,96%      47.003.700.000
           PT Tritirta Inti Mandiri                                   54.593.574            1,74%       5.459.357.400
           Marcus Harianto Brotoatmodjo                                1.558.900            0,05%         155.890.000
           Masyarakat (masing-masing di bawah 5,00%)               1.410.623.109           44,90%     141.062.310.900
           Saham tresuri                                              68.432.500            2,18%       6.843.250.000
           Jumlah                                                  3.141.443.831          100,00%     314.144.383.100



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang
           perdagangan pakaian jadi dan jasa.




                                                           13
Page 15
I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang
           perdagangan pakaian jadi dan jasa. Perseroan melalui entitas anak telah
           melaksanakan kegiatan usaha utama yang diuraikan sebagai berikut:

           1. Industri Tekstil

              Perseroan melalui entitas anak memiliki 2 merek tekstil unggulan, yaitu
              Bellini dan Caterina, yang dikenal sebagai simbol kualitas di pasar domestik
              maupun internasional. Merek Bellini menawarkan kain premium untuk
              kebutuhan formal dan seragam, sementara Caterina berfokus pada kain
              yang memadukan kenyamanan dan daya tahan untuk pakaian kasual.
              Dengan inovasi berkelanjutan dan standar tinggi, kedua merek ini telah
              menjadi pilihan utama di industri tekstil, mendukung visi Perseroan untuk
              memberikan produk berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan berbagai
              sektor, termasuk fesyen, korporasi, dan sektor lainnya.

           2. Industri Garmen

              Perseroan bergerak di bidang perindustrian garmen, memproduksi pakaian
              jadi untuk merek internasional melalui entitas anak. Dengan mengutamakan
              penerapan teknologi canggih, Perseroan memastikan standar tinggi dalam
              setiap tahap proses produksi. Produk-produk yang dihasilkan meliputi jas
              formal, pakaian kasual, pakaian gaya hidup, pakaian golf, pakaian kantor
              eksekutif, dan seragam, dengan pangsa pasar yang mencakup Asia,
              Amerika, Australia, dan Eropa. Selain itu, Perseroan juga memproduksi
              seragam korporasi yang disesuaikan untuk berbagai sektor, termasuk
              perbankan, perhotelan, instansi pemerintah, dan maskapai penerbangan.
              Beberapa klien internasional ternama yang mempercayakan produksi
              seragam mereka kepada Perseroan meliputi McDonald’s Singapura,
              National Healthcare Group Singapura, American Airlines, Singapore
              Airlines, Silk Air, Marina Bay Sands, St. Regis Macao, Changi Airport
              Group, dan Resort World Sentosa.

           3. Industri Ritel

              Perseroan juga memiliki divisi ritel yang berperan penting dalam
              memperluas jangkauan produk ke pasar konsumen. Melalui divisi ini,
              Perseroan memasarkan dan mendistribusikan pakaian bermerek, termasuk
              produk dari merek JOBB dan Jack Nicklaus, yang tersedia di lebih dari 199
              pos dan 12 channel e-commerce penjualan di seluruh Indonesia.
              Merek-merek ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pakaian sehari-hari
              tetapi juga menawarkan produk berkualitas tinggi untuk berbagai
              kesempatan, dari kasual hingga formal




                                          14
Page 16
Perseroan, melalui entitas anak, menjalankan kegiatan produksi dan distribusi
produk pakaian dan tekstil dengan portofolio merek yang kuat. Di segmen
produk pakaian, merek lokal JOBB hadir sebagai pilihan utama untuk pakaian
siap pakai berkualitas, sementara Jack Nicklaus menawarkan gaya
internasional yang klasik dan elegan.

Sementara itu, di sisi tekstil, merek Bellini dan Caterina dikenal luas atas
kualitas dan keandalannya dalam menyediakan bahan baku dan produk tekstil
bagi pasar domestik maupun ekspor. Seluruh proses produksi dilakukan
dengan standar tinggi, menggunakan bahan baku pilihan dan teknologi modern
mulai dari tahap texturizing hingga finishing, disertai pengendalian mutu yang
ketat untuk memastikan konsistensi kualitas. Adapun jenis kain yang digunakan
dalam merek Bellini dan Caterina mencakup beragam varian serat berkualitas,
antara lain 100% poliester, poliester rayon, poliester katun, benang elastis tebal
dan tipis, kain elastis sehat, kain ultra elastis dengan tampilan bertekstur,
pakaian seragam, kain daur ulang, denim elastis, kain dengan fungsi khusus,
dan produk ritel.

Proyeksi target usaha Perseroan pada tahun 2026 telah ditetapkan
berdasarkan asumsi kondisi perekonomian dan industri yang menjadi bahan
acuan bagi Perseroan untuk menetapkan strategi usaha. Adapun strategi
usaha yang disusun Perseroan adalah sebagai berikut:

-   Komunikasi pasar fokus pada keunggulan nilai tambah produk.
-   Segmentasi dan positioning produk yang didiversifikasi.
-   Kolaborasi dengan mitra strategis termasuk konsumen utama dalam
    memperkuat posisi di pasar dan menggali pasar baru.
-   Diversifikasi produk dengan mulai memproduksi berbagai macam ransel,
    kantong (pouch), tas minum (hydration pack), dan sabuk.
-   Perluas basis konsumen internasional dengan memanfaatkan perjanjian
    perdagangan yang memberikan akses bebas bea yang akan mulai berlaku
    tahun 2026 – 2027.
-   Meningkatkan keterampilan operator menuju tingkat multi-keterampilan
    (multi skill level).
-   Pemantauan produksi secara real-time untuk respons tindakan cepat.
-   Mencari peluang konsumen di negara-negara baru seiring dengan
    ditandatanganinya Comprehensive Economic Partnership Agreement
    (CEPA) antara Indonesia dengan Kanada dan Eropa.




                                 15
Page 17
           Sejalan dengan strategi usaha tersebut, Perseroan juga membuka peluang
           sinergi melalui langkah korporasi di luar lini bisnis utama, yaitu pada sektor
           properti khususnya terkait dengan industri pariwisata khususnya pada resort
           dan fasilitas pendukung pariwisata. Di mana Perseroan akan memiliki aset
           berupa eco resort di kawasan nasional yang mengutamakan kelestarian
           lingkungan, hal ini juga menunjukkan komitmen Perseroan dalam menjaga dan
           mendukung konservasi alam. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat
           portofolio aset produktif Perseroan sekaligus menciptakan sumber pendapatan
           yang lebih stabil dan berkelanjutan di luar lini usaha utama. Dalam konteks ini,
           pengembangan aset dipandang sebagai bentuk diversifikasi strategis yang
           tetap selaras dengan arah pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

           Industri pariwisata Indonesia masih diproyeksikan tetap menjadi salah satu
           sektor dengan potensi pertumbuhan yang kuat, didorong oleh meningkatnya
           arus wisatawan domestik maupun internasional, penguatan infrastruktur, serta
           posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Asia. Selain itu,
           tren peningkatan permintaan terhadap pengalaman wisata yang lebih beragam
           dan berkualitas turut memberikan peluang bagi pelaku usaha dan investor
           untuk menangkap pertumbuhan nilai di sektor ini dalam jangka panjang.

           Dengan dinamika tersebut, keterlibatan Perseroan dalam ekosistem pariwisata
           melalui investasi pada aset terkait diharapkan dapat memberikan nilai tambah
           strategis, baik dari sisi diversifikasi pendapatan maupun penguatan basis aset.
           Langkah ini juga membuka peluang bagi Perseroan untuk berpartisipasi dalam
           pertumbuhan sektor yang resilien dan terus berkembang, sehingga mendukung
           keberlanjutan kinerja usaha secara keseluruhan.

I.A.2.     PT Inti Nusa Damai

           Dalam Transaksi, IND merupakan pihak yang menjual 4.500 saham atau setara
           dengan 75,00% saham LP kepada Perseroan dengan nilai transaksi sebesar
           Rp 20,00 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
           Perseroan, IND merupakan entitas induk Perseroan dan LP dengan
           kepemilikan masing-masing sebesar 20,61% dan 75,00%. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha IND adalah sebagai
           berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           IND didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 59
           tertanggal 23 Juni 2010 yang dibuat di hadapan Marianne Vincentia Hamdani,
           S.H., Notaris di Jakarta dan yang telah disahkan oleh Menteri Hukum
           dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Keputusan
           No. AHU-33854.AH.01.01.TAHUN 2010 tanggal 6 Juli 2010.




                                           16
Page 18
           Anggaran Dasar IND telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubaha
           terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 72 tanggal 28 Mei 2019 dari Wiwik
           Condro S.H., Notaris di Jakarta terkait perubahan maksud dan tujuan IND.
           Perubahan tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
           Manusia Republik Indonesia No. AHU-0033675.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal
           28 Juni 2019.

I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direksi IND pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
           sebagai berikut:

           Komisaris                         :        Dedie Suherlan

           Direksi
           Direktur Utama                    :        Maya Damayanti Pranoto
           Direktur                          :        Widjaya Djohan

I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham IND berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                           (Dalam Rupiah)
                                                                       Persentase
                       Pemegang Saham                 Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                       Kepemilikan
           PT Karya Dwimanunggal Sejahtera                    65.800           70,00%     65.800.000.000
           PT Trisula Insan Tiara                             28.200           30,00%     28.200.000.000
           Jumlah                                             94.000          100,00%     94.000.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha IND adalah bergerak dalam bidang aktivitas
           perusahaan holding, aktivitas konsultasi manajemen lainnya, perdagangan
           besar tekstil, perdagangan besar pakaian, dan perdagangan besar peralatan
           dan perlengkapan rumah tangga.




                                                 17
Page 19
I.A.3.     PT Lifestyle Pratama

           Dalam Transaksi, LP merupakan pihak yang atas 4.500 saham atau setara
           dengan 75,00% saham LP dijual oleh IND kepada Perseroan dengan nilai
           transaksi sebesar Rp 20,00 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
           manajemen Perseroan, LP merupakan entitas anak IND dengan kepemilikan
           sebesar 75,00% dan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha LP adalah sebagai
           berikut:

I.A.3.a.   Latar Belakang

           LP didirikan berdasarkan Akta No. 61 tanggal 25 Juni 2010 yang dibuat di
           hadapan Marianne Vincentia Hamdani, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara.
           Pernyataan Keputusan Rapat tersebut telah diterima dan dicatat di dalam
           Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Republik Indonesia melalui
           suratnya No. AHU-34802.AH.01.01 Tahun 2010 tanggal 9 Juli 2010.

           Anggaran dasar LP telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubaha
           terakhir berdasarkan Akta No. 30 tanggal 14 Agustus 2024, yang dibuat di
           hadapan Wiwik Condro, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Barat terkait perubahan
           susunan Direksi LP. Pernyataan Keputusan Rapat tersebut telah diterima dan
           dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Republik
           Indonesia melalui suratnya No. AHU-0059456.AH.01.02.Tahun 2024
           tanggal 20 September 2024.

           LP berdomisili di Jalan Lingkar Luar Barat Blok A No. 1, Rawa Buaya,
           Cengkareng, Jakarta 11740.

I.A.3.b.   Manajemen

           Komisaris dan Direksi LP pada tanggal 31 Desember 2025 masing-masing
           adalah Maya Damayanti Pranoyo dan David Agustino.

I.A.3.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham LP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                    (Dalam Rupiah)
                                                                Persentase
                       Pemegang Saham          Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
           David Agustino                               1.500           25,00%      1.500.000.000
           PT Inti Nusa Damai                           4.500           75,00%      4.500.000.000
           Jumlah                                       6.000          100,00%      6.000.000.000




                                          18
Page 20
I.A.3.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
           besar meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen
           hotel, penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan
           holding, dan aktvitas konsultasi manajemen lainnya.

I.B.       Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

           Pada tanggal 19 Juni 2026, Perseroan dan IND telah menandatangani PJBS
           LP sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam
           PJBS LP adalah sebagai berikut:

           •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

               Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PJBS LP adalah Perseroan dan
               IND.

           •   Objek dan Nilai Transaksi

               Objek dan nilai transaksi berdasarkan PJBS LP adalah IND bermaksud
               untuk menjual secara langsung kepada Perseroan seluruh saham milik IND
               yaitu 4.500 saham atau setara dengan 75,00% saham LP dengan nilai
               transaksi sebesar Rp 20,00 miliar.

           •   Harga Jual Beli Saham dan Tata Cara Pembayaran

               Harga jual beli saham dan tata cara pembayaran berdasarkan PJBS LP
               adalah sebagai berikut:

               -   Perseroan dan IND telah mempertimbangkan hasil penilaian saham dari
                   penilai independen, oleh dan karenanya Perseroan dan IND sepakat
                   harga pembelian atas seluruh saham adalah sebesar Rp 20,00 miliar.

               -   Perseroan berkewajiban untuk melakukan penyelesaian atas harga
                   pembelian sebagaimana dimaksud pada PJBS LP melalui mekanisme
                   perjumpaan (set-off) antara harga pembelian dengan sebagian jumlah
                   hutang piutang antara IND dan Perseroan sebagaimana dimaksud
                   dalam Perjanjian Pengambilalihan Piutang dan Pinjam Meminjam
                   tanggal 29 Juli 2022 yang telah dilakukan beberapa kali perubahan
                   termasuk tidak terbatas pada perubahan terakhir yang tercantum dalam
                   addendum terakhir tanggal 2 Januari 2025, dan surat keterangan
                   Pengakuan Hutang dari IND tanggal 19 Juni 2026. Oleh dan karenanya,
                   sampai dengan ditandatanganinya PJBS LP ini, IND mengakui memiliki
                   hutang kepada Perseroan sebesar Rp 44,03 miliar.




                                           19
Page 21
       •   Penyelesaian Sangketa

           PJBS LP ini tunduk dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Negara Republik
           Indonesia.

I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus
           memanfaatkan peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara an-
           organik atas perusahaan yang memiliki sinergi di industri pariwisata
           khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan fasilitas pendukung yang
           berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan
           kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang
           dijalankan oleh AR, sehingga melalui Transaksi Perseroan dapat
           memperoleh akses terhadap sektor pariwisata melalui kepemilikan pada
           LP. Langkah tersebut merupakan bagian dari diversifikasi usaha Perseroan
           ke sektor pariwisata sehingga mengurangi ketergantungan Perseroan pada
           satu segmen bisnis yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas
           Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar maupun dinamika
           industri.

       •   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR
           melalui LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan
           sumber pendapatan baru yang bersifat berulang (recurring income) bagi
           Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha pengelolaan resort dan
           fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga dapat
           memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di
           masa yang akan datang.

       •   Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi risiko
           atas aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
           saham LP, sehingga Perseroan memiliki investasi pada LP yang
           diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi jangka
           panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai investasi pada
           masa mendatang.

       •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
           menciptakan nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
           pada masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan
           manfaat bagi seluruh pemegang saham Perseroan.




                                       20
Page 22
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
    dana dari pelunasan Piutang untuk investasi lain yang berpotensi
    memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan Transaksi.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, terdapat kemungkinan di mana LP tidak
    dapat memberikan kinerja positif dan nilai tambah bagi Perseroan sehingga
    dapat memberikan dampak terhadap kondisi operasional dan keuangan
    Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perdagangan besar
    meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen hotel,
    penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan holding,
    dan aktvitas konsultasi manajemen lainnya, LP tidak terlepas dari berbagai
    risiko usaha yang dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah
    yang berpotensi memberikan dampak bagi kelangsungan usaha LP.




                                 21
Page 23
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

II.A.     PT Lifestyle Pratama

II.A.1.   Latar Belakang

          LP didirikan berdasarkan Akta No. 61 tanggal 25 Juni 2010 yang dibuat di
          hadapan Marianne Vincentia Hamdani, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara.
          Pernyataan Keputusan Rapat tersebut telah diterima dan dicatat di dalam
          Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Republik Indonesia melalui
          suratnya No. AHU-34802.AH.01.01 Tahun 2010 tanggal 9 Juli 2010.

          Anggaran dasar LP telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubaha
          terakhir berdasarkan Akta No. 30 tanggal 14 Agustus 2024, yang dibuat di
          hadapan Wiwik Condro, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Barat terkait perubahan
          susunan Direksi LP. Pernyataan Keputusan Rapat tersebut telah diterima dan
          dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Republik
          Indonesia melalui suratnya No. AHU-0059456.AH.01.02.Tahun 2024
          tanggal 20 September 2024.

          LP berdomisili di Jalan Lingkar Luar Barat Blok A No. 1, Rawa Buaya,
          Cengkareng, Jakarta 11740.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
          besar meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen
          hotel, penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan
          holding, dan aktvitas konsultasi manajemen lainnya.

II.B.     Tinjauan Industri Perhotelan

II.B.1.   Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia

          Perhotelan merupakan sarana dan prasarana yang menawarkan layanan
          akomodasi penginapan dengan pengelolaan secara komersial. Perhotelan
          yang dikelola secara komersial memicu terjadinya pertumbuhan atas
          permintaan dari layanan penginapan sebagaimana perhotelan mempunyai
          peranan penting sebagai mata rantai kegiatan wisata yang mendorong para
          wisatawan untuk berkunjung serta menikmati objek daya tarik wisata tertentu
          dengan waktu yang relatif lama.




                                         22
Page 24
Tingkat Okupansi Kamar Hotel di Dunia
Juni 2025 – Oktober 2025
(Dalam persentase)

                   71,50
                   71,00
                   70,50
                   70,00
                   69,50
                   69,00
                   68,50
                   68,00
                   67,50
                   67,00
                   66,50
                            Jun      Jul      Ags        Sept        Oct
      Tingkat Okupansi     69,00    71,00    71,00       68,00      70,00

Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, tingkat okupansi hotel global
menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Tingkat okupansi meningkat sebesar
2,00% pada Juli 2025 dibandingkan Juni 2025 dan stagnan pada Agustus
2025. Selanjutnya, tingkat okupansi mengalami penurunan sebesar 3,00%
pada September 2025 sebelum kembali meningkat sebesar 2,00% pada
Oktober 2025. Secara keseluruhan, tingkat okupansi hotel dunia tetap terjaga
pada tingkat yang cukup tinggi sepanjang periode tersebut.

Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Global Hotel Alliance (GHA),
Uni Emirat Arab tetap menjadi destinasi dengan kinerja hotel terbaik di Aliansi
Hotel Global pada tahun 2025, hotel Uni Emirat Arab mencatat penjualan
kamar sebanyak 985.500 kamar, mengalami peningkatan sebesar 29,00%
dibandingkan dengan tahun 2024. Permintaan kamar terutama didukung dari
kunjungan domestik dan program loyalty yang kemudian berhasil meningkatkan
jumlah penjualan kamar. Industri perhotelan Uni Emirat Arab menawarkan
paket wisata mewah dengan standar tinggi yang berhasil menarik minat
pelanggan kelas atas.

Sebagai kelanjutan dari tren positif industri perhotelan global pada periode
2025, berdasarkan data Global GHA, pada Q1 2026 pendapatan hotel global
mengalami peningkatan sebesar 24,00% menjadi sebesar USD 921,00 juta
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana penjualan kamar
hotel dunia pada Q1 2026 mengalami peningkatan sebesar 27,00% menjadi
sebesar USD 738,00 juta dengan persentase tamu internasional sebesar
69,00%. Peningkatan pendapatan hotel pada Q1 2026 terutama
dikontribusikan oleh peningkatan pendapatan hotel India dan Singapura yang
masing-masing mengalami peningkatan pendapatan sebesar 40,00% dan
35,00% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Tamu
hotel dari negara AS, Inggris, Jerman, dan Tiongkok mendominasi penjualan
kamar hotel dunia pada Q1 2026.



                                   23
Page 25
          Pelaku industri hotel dunia dengan jaringan hotel yang luas terus melakukan
          investasi dan perkembangan pada aset hotelnya, mencerminkan optimisme
          investor terhadap iklim usaha perhotelan dunia di masa depan. Berdasarkan
          data yang diperoleh dari Mordor Intelligence dalam laporan dengan judul
          Hospitality Real Estate Market Size & Share Analysis – Growth Trends and
          Forecast (2026 – 2031), pangsa pasar industri perhotelan diproyeksikan akan
          menjadi sebesar USD 6,27 triliun pada tahun 2031, mengalami pertumbuhan
          dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth
          rate/CAGR) sebesar 4,18% dihitung sejak tahun 2026 hingga tahun 2031,
          pulihnya pariwisata dunia, peningkatan perjalanan bisnis korporasi, integrasi
          teknologi pintar di hotel, serta investasi dari berbagai institusi dan Real Estate
          Investment Trust pada perhotelan kemudian memicu pertumbuhan industri
          hotel di masa mendatang.

II.B.2.   Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia

          Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang dari
          Sabang hingga Merauke Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang
          menyimpan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam.
          Keberagaman yang ada pada Indonesia ini tentunya menarik perhatian
          wisatawan baik domestik maupun mancanegara sebagai destinasi utama untuk
          dituju. Hotel yang memadai tentu menjadi pilar utama dalam menunjang
          perjalanan liburan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang
          berkunjung.

          Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
          Juli 2025 – Desember 2025
          (Dalam persentase)
                           58

                           56

                           54

                           52

                           50

                           48

                           46
                                     Jul          Ags    Sept     Okt     Nov        Des
               Tingkat okupansi     52,79        50,51   50,16   52,84   53,89      56,12
          Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS)


          Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS, tingkat okupansi hotel di Indonesia
          pada bulan Oktober, November, dan Desember 2025 mengalami peningkatan
          masing-masing sebesar 2,68%, 1,05%, dan 2,23% dibandingkan dengan
          bulan-bulan sebelumnya. Tingkat okupansi hotel di Indonesia terutama
          didorong oleh Tingkat okupansi hotel di Bali, Papua Barat, dan Daerah
          Istimewa Yogyakarta dengan tingkat okupansi hotel pada bulan Desember
          2025 masing-masing sebesar 64,57%, 61,90%, dan 66,38%.



                                                  24
Page 26
Peningkatan kinerja industri perhotelan tersebut sejalan dengan perkembangan
positif sektor pariwisata Indonesia di tingkat internasional. Berdasarkan data
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, sepanjang tahun 2025 sektor
pariwisata Indonesia telah mendapatkan 153 penghargaan internasional yang
merupakan dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah penghargaan tahun
2024. Penghargaan berupa Michelin Keys untuk 33 hotel dan resor Indonesia
turut mengukuhkan kinerja baik perhotelan Indonesia di mata dunia. Pada
tahun 2025, Kementerian Pariwisata turut berpartisipasi dalam 12 pameran
pariwisata dunia dan program turunan lainnya untuk mempromosikan
pariwisata dan perhotelan di Indonesia.

Kondisi tersebut kemudian tercermin pada meningkatnya jumlah kunjungan
wisatawan. Berdasarkan data BPS, kunjungan turis mancanegara pada
Maret 2026 adalah sebesar 1,09 juta kunjungan, mengalami peningkatan
sebesar 10,50% dibandingkan dengan Maret 2025, sedangkan jumlah
kunjungan turis Nusantara pada Maret 2026 mencapai sebesar 126,34 juta
kunjungan atau mengalami peningkatan sebesar 42,10% dibandingkan dengan
periode yang sama tahun sebelumnya.

Pasar hotel di Indonesia terklasifikan berdasarkan tipe properti, hotel, resor,
dan spa, sementara klasifikasi berdasarkan tipe hotel berdasarkan chain hotel
dan hotel independen, sementara kelas aset hotel diklasifikasikan berdasarkan
kelas hotel terjangkau, kelas menengah, hingga kelas mewah. Berdasarkan
data Mordor Intelligence dalam laporannya dengan judul Indonesia Hospitality
Real Estate Market Size & Share Analysis Growth Trends and Forecast
(2026-2031) pasar perhotelan di Indonesia diproyeksikan akan menjadi
sebesar USD 4,46 miliar mengalami pertumbuhan dengan tingkat CAGR
sebesar 10,58% dihitung sejak tahun 2026 hingga 2031 didorong dengan
pembangunan hotel-hotel baru di Ibu Kota Nusantara, kawasan prioritas
Pemerintah seperti danau Toba dan Labuan Bajo kemudian menambah
pasokan hotel baru. Sementara, pembebasan visa dan prosedur kedatangan
wisatawan asing yang lebih ringkas turut diharapkan meningkatkan kunjungan
wisatawan internasional.




                               25
Page 27
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang
        perdagangan pakaian jadi dan jasa. Perseroan melalui entitas anak telah
        melaksanakan kegiatan usaha utama yang diuraikan sebagai berikut:

        1. Industri Tekstil

           Perseroan melalui entitas anak memiliki 2 merek tekstil unggulan, yaitu
           Bellini dan Caterina, yang dikenal sebagai simbol kualitas di pasar domestik
           maupun internasional. Merek Bellini menawarkan kain premium untuk
           kebutuhan formal dan seragam, sementara Caterina berfokus pada kain
           yang memadukan kenyamanan dan daya tahan untuk pakaian kasual.
           Dengan inovasi berkelanjutan dan standar tinggi, kedua merek ini telah
           menjadi pilihan utama di industri tekstil, mendukung visi Perseroan untuk
           memberikan produk berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan berbagai
           sektor, termasuk fesyen, korporasi, dan sektor lainnya.

        2. Industri Garmen

           Perseroan bergerak di bidang perindustrian garmen, memproduksi pakaian
           jadi untuk merek internasional melalui entitas anak. Dengan mengutamakan
           penerapan teknologi canggih, Perseroan memastikan standar tinggi dalam
           setiap tahap proses produksi. Produk-produk yang dihasilkan meliputi jas
           formal, pakaian kasual, pakaian gaya hidup, pakaian golf, pakaian kantor
           eksekutif, dan seragam, dengan pangsa pasar yang mencakup Asia,
           Amerika, Australia, dan Eropa. Selain itu, Perseroan juga memproduksi
           seragam korporasi yang disesuaikan untuk berbagai sektor, termasuk
           perbankan, perhotelan, instansi pemerintah, dan maskapai penerbangan.
           Beberapa klien internasional ternama yang mempercayakan produksi
           seragam mereka kepada Perseroan meliputi McDonald’s Singapura,
           National Healthcare Group Singapura, American Airlines, Singapore
           Airlines, Silk Air, Marina Bay Sands, St. Regis Macao, Changi Airport
           Group, dan Resort World Sentosa.

        3. Industri Ritel

           Perseroan juga memiliki divisi ritel yang berperan penting dalam
           memperluas jangkauan produk ke pasar konsumen. Melalui divisi ini,
           Perseroan memasarkan dan mendistribusikan pakaian bermerek, termasuk
           produk dari merek JOBB dan Jack Nicklaus, yang tersedia di lebih dari 199
           pos dan 12 channel e-commerce penjualan di seluruh Indonesia.
           Merek-merek ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pakaian sehari-hari
           tetapi juga menawarkan produk berkualitas tinggi untuk berbagai
           kesempatan, dari kasual hingga formal




                                       26
Page 28
Perseroan, melalui entitas anak, menjalankan kegiatan produksi dan distribusi
produk pakaian dan tekstil dengan portofolio merek yang kuat. Di segmen
produk pakaian, merek lokal JOBB hadir sebagai pilihan utama untuk pakaian
siap pakai berkualitas, sementara Jack Nicklaus menawarkan gaya
internasional yang klasik dan elegan.

Sementara itu, di sisi tekstil, merek Bellini dan Caterina dikenal luas atas
kualitas dan keandalannya dalam menyediakan bahan baku dan produk tekstil
bagi pasar domestik maupun ekspor. Seluruh proses produksi dilakukan
dengan standar tinggi, menggunakan bahan baku pilihan dan teknologi modern
mulai dari tahap texturizing hingga finishing, disertai pengendalian mutu yang
ketat untuk memastikan konsistensi kualitas. Adapun jenis kain yang digunakan
dalam merek Bellini dan Caterina mencakup beragam varian serat berkualitas,
antara lain 100% poliester, poliester rayon, poliester katun, benang elastis tebal
dan tipis, kain elastis sehat, kain ultra elastis dengan tampilan bertekstur,
pakaian seragam, kain daur ulang, denim elastis, kain dengan fungsi khusus,
dan produk ritel.

Proyeksi target usaha Perseroan pada tahun 2026 telah ditetapkan
berdasarkan asumsi kondisi perekonomian dan industri yang menjadi bahan
acuan bagi Perseroan untuk menetapkan strategi usaha. Adapun strategi
usaha yang disusun Perseroan adalah sebagai berikut:

-   Komunikasi pasar fokus pada keunggulan nilai tambah produk.
-   Segmentasi dan positioning produk yang didiversifikasi.
-   Kolaborasi dengan mitra strategis termasuk konsumen utama dalam
    memperkuat posisi di pasar dan menggali pasar baru.
-   Diversifikasi produk dengan mulai memproduksi berbagai macam ransel,
    kantong (pouch), tas minum (hydration pack), dan sabuk.
-   Perluas basis konsumen internasional dengan memanfaatkan perjanjian
    perdagangan yang memberikan akses bebas bea yang akan mulai berlaku
    tahun 2026 – 2027.
-   Meningkatkan keterampilan operator menuju tingkat multi-keterampilan
    (multi skill level).
-   Pemantauan produksi secara real-time untuk respons tindakan cepat.
-   Mencari peluang konsumen di negara-negara baru seiring dengan
    ditandatanganinya Comprehensive Economic Partnership Agreement
    (CEPA) antara Indonesia dengan Kanada dan Eropa.




                                 27
Page 29
        Sejalan dengan strategi usaha tersebut, Perseroan juga membuka peluang
        sinergi melalui langkah korporasi di luar lini bisnis utama, yaitu pada sektor
        properti khususnya terkait dengan industri pariwisata khususnya pada resort
        dan fasilitas pendukung pariwisata. Di mana Perseroan akan memiliki aset
        berupa eco resort di kawasan nasional yang mengutamakan kelestarian
        lingkungan, hal ini juga menunjukkan komitmen Perseroan dalam menjaga dan
        mendukung konservasi alam. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat
        portofolio aset produktif Perseroan sekaligus menciptakan sumber pendapatan
        yang lebih stabil dan berkelanjutan di luar lini usaha utama. Dalam konteks ini,
        pengembangan aset dipandang sebagai bentuk diversifikasi strategis yang
        tetap selaras dengan arah pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

        Industri pariwisata Indonesia masih diproyeksikan tetap menjadi salah satu
        sektor dengan potensi pertumbuhan yang kuat, didorong oleh meningkatnya
        arus wisatawan domestik maupun internasional, penguatan infrastruktur, serta
        posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Asia. Selain itu,
        tren peningkatan permintaan terhadap pengalaman wisata yang lebih beragam
        dan berkualitas turut memberikan peluang bagi pelaku usaha dan investor
        untuk menangkap pertumbuhan nilai di sektor ini dalam jangka panjang.

        Dengan dinamika tersebut, keterlibatan Perseroan dalam ekosistem pariwisata
        melalui investasi pada aset terkait diharapkan dapat memberikan nilai tambah
        strategis, baik dari sisi diversifikasi pendapatan maupun penguatan basis aset.
        Langkah ini juga membuka peluang bagi Perseroan untuk berpartisipasi dalam
        pertumbuhan sektor yang resilien dan terus berkembang, sehingga mendukung
        keberlanjutan kinerja usaha secara keseluruhan.

II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi

        Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus
            memanfaatkan peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara
            an-organik atas perusahaan yang memiliki sinergi di industri pariwisata
            khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan fasilitas pendukung yang
            berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan
            kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang
            dijalankan oleh AR, sehingga melalui Transaksi Perseroan dapat
            memperoleh akses terhadap sektor pariwisata melalui kepemilikan pada
            LP. Langkah tersebut merupakan bagian dari diversifikasi usaha Perseroan
            ke sektor pariwisata sehingga mengurangi ketergantungan Perseroan pada
            satu segmen bisnis yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas
            Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar maupun dinamika
            industri.




                                        28
Page 30
        •   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR
            melalui LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan
            sumber pendapatan baru yang bersifat berulang (recurring income) bagi
            Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha pengelolaan resort dan
            fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga dapat
            memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di
            masa yang akan datang.

        •   Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi risiko
            atas aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
            saham LP, sehingga Perseroan memiliki investasi pada LP yang
            diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi jangka
            panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai investasi pada
            masa mendatang.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
            menciptakan nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
            pada masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan
            manfaat bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi

        Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus
            memanfaatkan peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara
            an-organik atas perusahaan yang memiliki sinergi di industri pariwisata
            khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan fasilitas pendukung yang
            berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan
            kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang
            dijalankan oleh AR, sehingga melalui Transaksi Perseroan dapat
            memperoleh akses terhadap sektor pariwisata melalui kepemilikan pada
            LP. Langkah tersebut merupakan bagian dari diversifikasi usaha Perseroan
            ke sektor pariwisata sehingga mengurangi ketergantungan Perseroan pada
            satu segmen bisnis yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas
            Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar maupun dinamika
            industri.

        •   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR
            melalui LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan
            sumber pendapatan baru yang bersifat berulang (recurring income) bagi
            Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha pengelolaan resort dan
            fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga dapat
            memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di
            masa yang akan datang.




                                        29
Page 31
•   Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi risiko
    atas aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
    saham LP, sehingga Perseroan memiliki investasi pada LP yang
    diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi jangka
    panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai investasi pada
    masa mendatang.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    menciptakan nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
    pada masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan
    manfaat bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
    dana dari pelunasan Piutang untuk investasi lain yang berpotensi
    memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan Transaksi.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, terdapat kemungkinan di mana LP tidak
    dapat memberikan kinerja positif dan nilai tambah bagi Perseroan sehingga
    dapat memberikan dampak terhadap kondisi operasional dan keuangan
    Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perdagangan besar
    meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen hotel,
    penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan holding,
    dan aktvitas konsultasi manajemen lainnya, LP tidak terlepas dari berbagai
    risiko usaha yang dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah
    yang berpotensi memberikan dampak bagi kelangsungan usaha LP.




                                 30
Page 32
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, dan 2023 yang telah diaudit oleh
           KAP MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
           hal lain. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh KAP
           KNMTR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal
           lain.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan              31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22      31/12/21

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                              132.551      150.853      110.644      102.659         92.012
           Portofolio efek
             Pihak ketiga                                   12.695       10.446        3.788           75             76
             Pihak berelasi                                 14.839        9.069        5.464        7.047          7.589
           Piutang usaha
             Pihak ketiga                                  253.682      246.429      217.259      260.670        195.847
             Pihak berelasi                                 36.293       23.467       44.423       14.782         32.194
           Piutang lain-lain
             Pihak ketiga                                    5.989        6.025       11.249        2.752          6.214
             Pihak berelasi                                     99           84           83        1.848          1.884
           Persediaan                                      443.666      394.040      372.575      395.217        334.605
           Uang muka                                        18.966       16.069       28.310       22.322         30.846
           Beban dibayar di muka                             5.736        6.113        4.216        5.131          3.917
           Pajak dibayar di muka                             6.626        9.874        6.671        3.994          1.304
           Aset lancar lainnya                                 100           15        1.203          110              -
           Setara kas yang dibatasi penggunaannya                -            -            -          157            571
           Jumlah Aset Lancar                              931.242      872.483      805.883      816.764        707.057
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset tetap                                      371.992      330.591      298.587      298.802        287.462
           Aset pajak tangguhan - bersih                     1.384        2.716        5.607        5.746         12.237
           Aset tidak lancar lainnya                         9.631        8.375        7.763        5.495          2.987
           Piutang pihak berelasi                           44.986       45.180       51.745       51.000              -
           Uang muka investasi saham                             -            -            -            -         51.000
           Jumlah Aset Tidak Lancar                        427.993      386.864      363.701      361.043        353.686
           JUMLAH ASET                                    1.359.235    1.259.347    1.169.584    1.177.808     1.060.743




                                                    31
Page 33
                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                              31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Pinjaman bank jangka pendek                                      161.434       187.639       178.117       194.254        184.060
           Utang usaha
             Pihak ketiga                                                   152.191       125.291       102.377       124.824         98.653
             Pihak berelasi                                                     766           205         2.482           871            302
           Utang lain-lain
             Pihak ketiga                                                    14.120        11.797         5.337         7.587          3.370
             Pihak berelasi                                                   1.872         1.057           520           659          4.765
           Beban akrual                                                      36.954        34.810        31.114        25.689         10.265
           Uang muka pelanggan                                               59.290        26.273        25.614        19.948         21.081
           Utang pajak                                                       20.426        12.763        11.687        16.505          7.121
           Bagian liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
             dalam waktu satu tahun
             Pinjaman bank                                                   33.041        32.509        19.839        13.695         13.321
             Utang pembiayaan konsumen                                        1.349         1.162           213            96            199
             Liabilitas sewa                                                  5.503         5.352         5.708         5.599          1.826
           Pinjaman pihak berelasi                                                -             -         1.500             -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  486.946       438.857       384.507       409.728        344.962
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangin bagian yang
             jatuh tempo dalam waktu satu tahun
             Pinjaman bank                                                   12.725        28.572        28.623        28.485         35.084
             Utang pembiayaan konsumen                                          160           786           350           337            391
             Liabilitas sewa                                                  4.619         5.988         9.579         8.392          1.702
           Liabilitas imbalan kerja                                          13.687        14.562        21.791        18.842         19.964
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  31.190        49.907        60.342        56.056         57.141
           JUMLAH LIABILITAS                                                518.136       488.764       444.849       465.784        402.103
           EKUITAS
           Modal saham                                                      314.144       314.144       314.144       314.144        314.144
           Saham treasuri                                                   (11.519)       (6.770)       (4.083)       (4.731)          (403)
           Tambahan modal disetor - bersih                                   39.133        39.127        39.122        38.568         38.568
           Selisih nilai atas transaksi dengan kepentingan
             non pengendali                                                   (1.805)       (3.173)       (2.714)        (499)         (2.750)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain
             Selisih kurs penjabaran entitas anak luar negeri                 9.943         7.060         5.319         5.897          2.586
             Cadangan perubahan nilai wajar aset keuangan                     2.193        (1.653)       (2.775)         (802)          (287)
           Saldo laba                                                       183.449       145.528       117.465       108.391         79.780
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                          535.539       494.264       466.479       460.968        431.639
           Kepentingan non-pengendali                                       305.560       276.319       258.257       251.056        227.001
           JUMLAH EKUITAS                                                   841.099       770.582       724.735       712.024        658.640
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   1.359.235     1.259.347     1.169.584     1.177.808     1.060.743




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 1.359,24 miliar,
           Rp 1.259,35 miliar, Rp 1.169,58 miliar, Rp 1.177,81 miliar, dan
           Rp 1.060,74 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 99,89 miliar atau setara dengan 7,93% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang usaha, persediaan, dan aset tetap
           masing-masing sebesar 20,08 miliar, Rp 49,63 miliar, dan Rp 41,40 miliar.




                                                                     32
Page 34
           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 89,76 miliar atau setara dengan 7,67% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, persediaan, dan aset tetap
           masing-masing sebesar Rp 40,21 miliar, Rp 21,47 miliar, dan Rp 32,01 miliar
           yang disertai dengan penurunan uang muka sebesar Rp 12,24 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 8,22 miliar atau setara dengan 0,70% dibandingkan
           dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan piutang usaha sebesar Rp 13,77 miliar yang
           disertai kenaikan uang muka sebesar Rp 5,99 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 117,07 miliar atau setara dengan 11,04% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, piutang usaha, dan persediaan
           masing-masing sebesar Rp 10,65 miliar, Rp 47,41 miliar, dan Rp 60,61 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 518,14 miliar,
           Rp 488,76 miliar, Rp 444,85 miliar, Rp 465,78 miliar, dan Rp 402,10 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan Rp 29,37 miliar atau setara dengan 6,01% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang usaha, uang muka pelanggan, dan utang
           pajak masing-masing sebesar Rp 27,46 miliar, Rp 33,02 miliar, dan Rp 7,66
           miliar yang disertai dengan penurunan pinjaman bank sebesar Rp 41,52 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan Rp 43,92 miliar atau setara dengan 9,87% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan pinjaman bank dan utang usaha masing-masing
           sebesar Rp 22,14 miliar dan Rp 20,64 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 20,94 miliar atau setara dengan 4,49% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan pinjaman bank dan utang usaha masing-
           masing sebesar Rp 9,86 miliar dan Rp 20,84 miliar yang disertai dengan
           kenaikan beban akrual dan uang muka pelanggan masing-masing sebesar
           Rp 5,43 miliar dan Rp 5,67 miliar.




                                         33
Page 35
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 63,68 miliar atau setara dengan 15,84% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha, beban akrual, dan utang
           pajak masing-masing sebesar Rp 26,74 miliar, Rp 15,42 miliar, dan
           Rp 9,38 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 841,10 miliar,
           Rp 770,58 miliar, Rp 724,74 miliar, Rp 712,02 miliar, dan Rp 658,64 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar USD 70,52 miliar atau setara dengan 9,15% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 110,16 miliar yang disertai dengan pembagian dividen tunai
           sebesar Rp 42,20 Miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 45,85 miliar atau setara dengan 6,33% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 82,90 miliar yang disertai dengan pembagian dividen tunai sebesar
           Rp 39,05 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 12,71 miliar atau setara dengan 1,79% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 68,18 miliar yang disertai dengan pembagian dividen tunai sebesar
           Rp 49,58 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 53,38 miliar atau setara dengan 8,11% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 64,52 miliar yang disertai dengan pembagian dividen tunai sebesar
           Rp 14,01 miliar.




                                         34
Page 36
III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                               31/12/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21

           Penjualan bersih                                                  1.733.311     1.518.058     1.472.856     1.498.012     1.098.353
           Beban pokok penjualan                                             1.270.095     1.123.634     1.110.305     1.161.335       871.203
           Laba kotor                                                          463.216       394.424       362.551       336.677       227.150
           Beban umum dan administrasi                                        (174.508)     (156.666)     (156.088)     (134.487)     (116.087)
           Beban penjualan dan pemasaran                                      (146.199)     (118.178)     (106.668)      (94.477)      (66.712)
           Beban pajak final                                                      (668)         (614)         (404)         (623)         (576)
           Laba usaha                                                         141.842       118.965         99.391      107.090         43.776
           Laba (rugi) selisih kurs - bersih                                    8.693          (868)         1.023        2.386            813
           Pendapatan keuangan                                                  4.034         4.019          6.623        1.297            376
           Pendapatan sewa                                                      2.094         2.042          2.008        2.133          1.872
           Pendapatan komisi                                                    1.672            36          3.055        1.166          1.537
           Laba (rugi) atas penjualan aset tetap                                  927           810           (386)         252            612
           Penghasilan dari penjualan sisa produksi                               486           582            635          848            715
           Beban keuangan                                                     (16.810)      (17.738)       (17.288)     (18.904)       (20.109)
           Provisi kerugian kredit ekspektasi atas piutang usaha - bersih        (441)         (876)        (6.747)      (7.927)        (1.133)
           Lain-lain - neto                                                     3.582         1.991          1.770        3.361          2.496
           Penyesuaian liabilitas imbalan kerja                                    26         1.224          2.031            -              -
           Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan              (49)         (152)        (1.067)           -              -
           Laba atas penghentian sewa                                               -             -              4            -              -
           Laba atas penjualan properti investasi                                   -             -              -            -          2.863
           Kerugian atas pengurangan aset hak-guna                                  -             -              -            -           (275)
           Laba sebelum beban pajak penghasilan                               146.057       110.034         91.052        91.700        33.543
           Beban pajak penghasilan                                            (35.898)      (27.132)       (22.876)      (27.179)      (15.518)
           Laba bersih tahun berjalan                                         110.159        82.902        68.177        64.522         18.025
           Penghasilan komprehensif lainnya                                     6.628         4.353        (3.362)        4.254            226
           Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                            116.787        87.255        64.814        68.776         18.250
           Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                             60.956        46.768        38.089        34.161          4.671
             Kepentingan non-pengendali                                        49.203        36.134        30.087        30.360         13.354



III.A.6    Penjualan Bersih

           Penjualan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
           sebesar Rp 1.733,31 miliar, Rp 1.518,06 miliar, Rp 1.472,86 miliar,
           Rp 1.498,01 miliar, dan Rp 1.098,35 miliar.

           Penjualan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 215,25 miliar atau setara
           dengan 14,18% dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Penjualan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 45,20 miliar atau setara
           dengan 3,07% dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Penjualan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 25,16 miliar atau setara
           dengan 1,68% dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.




                                                                    35
Page 37
           Penjualan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 399,66 miliar atau setara
           dengan 36,39% dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

III.A.7.   Laba (Rugi) Tahun Berjalan

           Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
           tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022 dan 2021 masing-masing adalah
           sebesar Rp 110,16 miliar, Rp 82,90 miliar, Rp 68,18 miliar, Rp 64,52 miliar, dan
           Rp 18,03 miliar.

           Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 27,26 miliar atau setara
           dengan 32,88% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 14,73 miliar atau setara
           dengan 21,60% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,66 miliar atau setara
           dengan 5,67% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 46,50 miliar atau setara
           dengan 257,96% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                           36
Page 38
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                            31/12/25       31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                                 1.745.269      1.510.880      1.485.691      1.441.540      1.049.551
           Pembayaran kas kepada pemasok dan beban usaha                (1.032.263)      (869.186)      (875.423)      (953.817)      (616.793)
           Pembayaran kas kepada karyawan                                 (525.679)      (470.047)      (438.819)      (397.814)      (319.648)
           Penerimaan dari (pembayaran untuk) operasi lainnya               21.149         14.396         (6.622)        13.817          5.787
           Penerimaan dari pendapatan keuangan                               1.587          1.051            878          1.297            376
           Pembayaran untuk pajak penghasilan                              (29.749)       (31.954)       (27.020)       (12.414)        (4.036)
           Pembayaran kas untuk beban keuangan                             (20.747)       (21.367)       (21.013)       (21.544)       (22.842)
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                    159.568        133.773        117.673         71.064         92.395
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                            (79.986)       (62.744)       (37.940)       (34.602)       (15.583)
           Uang muka pembelian aset tetap                                     (931)        (3.663)       (10.656)        (3.790)        (1.453)
           Penerimaan dari penjualan aset tetap                              1.422            868          6.084            428          1.559
           Penempatan deposito jangka panjang                                 (144)          (144)        (2.141)        (2.006)             -
           Penambahan portofolio efek                                      (11.913)       (17.832)        (4.207)             -              -
           Pelunasan portofolio efek                                         8.254          9.101              -              -              -
           Penerimaan dari piutang pihak berelasi                            2.109          9.350          5.000              -              -
           Penerimaan dividen tunai                                            533            183              -              -              -
           Perolehan aset tak berwujud                                           -            (95)             -              -              -
           Pembelian saham entitas anak                                          -              -         (1.967)             -              -
           Penarikan setara kas yang dibatasi penggunaanya                       -              -            157            413            893
           Penerimaan dari penjualan properti investasi                          -              -              -              -          2.998
           Penerimaan dari penjualan aset keuangan pada nilai wajar
            melalui penghasilan komprehensif lain                                  -              -              -              -           40
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                  (80.657)       (64.977)       (45.670)       (39.557)       (11.546)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Pembayaran untuk pinjaman bank jangka pendek                    (79.617)      (178.940)      (171.531)      (280.644)      (506.934)
           Pembayaran dividen tunai                                        (22.184)       (18.658)       (28.835)        (5.491)        (1.000)
           Bagian kepentingan non pengendali
            atas dividen tunai entitas anak                                (20.021)      (20.387)       (20.744)        (8.521)        (3.904)
           Pembayaran untuk pinjaman bank jangka panjang                   (19.510)      (22.882)       (68.399)       (12.437)       (23.866)
           Pembayaran pokok liabilitas sewa                                 (7.870)       (7.286)        (7.068)        (6.333)        (4.220)
           Pembayaran utang pembiayaan konsumen                             (1.554)         (534)          (220)          (157)          (420)
           Penerimaan dari pinjaman bank jangka pendek                      25.486       167.813        157.627        285.328        430.793
           Penerimaaan dari pinjaman bank jangka panjang                     4.195        35.500         74.681          6.212         13.384
           Pembelian saham treasuri                                         (4.798)       (2.736)             -              -              -
           Pembayaran atas transaksi dengan kepentingan
            non pengendali                                                    (359)             -                -              -              -
           Pembelian kembali saham treasuri pada entitas anak                 (327)          (580)               -              -              -
           Penambahan (penurunan) modal saham kepentingan
            non pengendali pada entitas anak                                  (110)           900              -              -              -
           Penerimaan penjualan saham treasuri oleh entitas anak             1.475              -              -              -              -
           Penerimaan dari penjualan saham treasuri                             55             54          1.203              -              -
           Pembayaran pinjaman pihak berelasi                                    -         (1.500)             -              -              -
           Penerimaan dari pinjaman pihak berelasi                               -              -          1.500              -              -
           Pembayaran pembelian kembali saham                                    -              -              -         (4.329)          (198)
           Pelaksanaan waran                                                     -              -              -              0              -
           Setoran modal saham entitas anak dari kepentingan
            non pengendali                                                         -              -              -              -         700
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                 (125.139)       (49.236)       (61.786)       (26.371)       (95.665)
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS,
            SETARA KAS DAN CERUKAN                                         (46.228)       19.560         10.217           5.137        (14.815)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                             105.582         86.022         75.805         70.669        106.827
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                             59.354        105.582         86.022         75.805         92.012
           Kas,setara kas dan cerukan terdiri dari
            Kas dan setara kas                                            132.551        150.853        110.644        102.659         92.012
            Cerukan                                                       (73.197)       (45.271)       (24.622)       (26.854)             -
           JUMLAH                                                          59.354        105.582         86.022         75.805         92.012




                                                                   37
Page 39
Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan
2021 masing-masing adalah sebesar Rp 159,57 miliar, Rp 133,77 miliar,
Rp 117,67 miliar, Rp 71,06 miliar, dan Rp 92,40 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 159,57 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 1.745,27 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban usaha, pembayaran kas kepada karyawan, serta pembayaran untuk
pajak   penghasilan     masing-masing     sebesar    Rp    1.032,26   miliar,
Rp 525,68 miliar, Rp 29,75 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 133,77 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 1.510,88 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban usaha, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran untuk
pajak penghasilan masing-masing sebesar Rp 869,19 miliar, Rp 470,05 miliar,
dan Rp 31,95 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 117,67 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 1.485,69 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban usaha, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran untuk
pajak penghasilan masing-masing sebesar Rp 875,42 miliar, Rp 438,82 miliar,
dan Rp 27,02 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 71,06 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 1.441,54 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban usaha, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran kas untuk
beban keuangan masing-masing sebesar Rp 953,82 miliar, Rp 397,81 miliar,
dan Rp 21,54 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 92,40 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan Rp 1.049,55 miliar yang
disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan beban usaha,
pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran kas untuk beban
keuangan masing-masing sebesar Rp 616,79 miliar, Rp 319,65 miliar, dan
Rp 22,84 miliar,




                               38
Page 40
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 80,66 miliar,
Rp 64,98 miliar, Rp 45,67 miliar, Rp 39,56 miliar, dan Rp 11,55 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 80,66 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan portofolio efek
masing-masing sebesar Rp 79,99 miliar dan Rp 11,91 miliar yang disertai
dengan pelunasan portofolio efek sebesar Rp 8,25 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 64,98 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan portofolio efek
masing-masing sebesar Rp 62,74 miliar dan Rp 17,83 miliar yang disertai
dengan pelunasan portofolio efek dan penerimaan dari piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 9,10 miliar dan Rp 9,35 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 45,67 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap, uang muka pembelian aset tetap,
dan penerimaan dari piutang pihak berelasi masing-masing sebesar
Rp 37,94 miliar, Rp 10,66 miliar, dan Rp 5,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 39,56 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan uang muka pembelian aset
tetap masing-masing sebesar Rp 34,60 miliar dan Rp 3,79 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 11,55 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 15,58 miliar yang
disertai dengan penerimaan dari penjualan aset tetap dan penerimaan dari
penjualan properti investasi masing-masing sebesar Rp 1,56 miliar dan
Rp 3,00 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 125,14 miliar,
Rp 49,24 miliar Rp 61,79 miliar, Rp 26,37 miliar, dan Rp 95,67 miliar.




                              39
Page 41
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 125,14 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk pinjaman bank jangka pendek,
pembayaran dividen tunai, dan bagian kepentingan non pengendali atas
dividen tunai entitas anak masing-masing sebesar Rp 79,61 miliar,
Rp 22.18 miliar, dan Rp 20,02 miliar

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 49,24 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk pinjaman bank jangka pendek, bagian
kepentingan non pengendali atas dividen tunai entitas anak, dan pembayaran
untuk pinjaman bank jangka panjang masing-masing sebesar Rp 178,94 miliar,
Rp 20,39 miliar, dan Rp 22,88 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 167,81 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 61,79 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk pinjaman bank jangka pendek,
pembayaran dividen tunai, dan pembayaran untuk pinjaman bank jangka
panjang masing-masing sebesar Rp 171,53 miliar, Rp 28,84 miliar, dan
Rp 68,40 miliar yang disertai dengan penerimaan dari pinjaman bank jangka
panjang sebesar Rp 157,63 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 26,37 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk pinjaman bank jangka pendek, bagian
kepentingan non pengendali atas dividen tunai entitas anak, dan pembayaran
untuk pinjaman bank jangka panjang masing-masing sebesar Rp 280,64 miliar,
Rp 8,52 miliar, dan Rp 12,44 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 285,33 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 95,67 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk pinjaman bank jangka pendek dan
pembayaran untuk pinjaman bank jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 506,93 miliar dan Rp 23,87 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 430,79 miliar.




                             40
Page 42
III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             1,91        1,99        2,10        1,99        2,05
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             1,28        1,21        1,26        1,27        1,04
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,62        0,61        0,62        0,60        0,62
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,38        0,39        0,38        0,40        0,38
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,62        0,63        0,61        0,65        0,61
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                26,72%      25,98%      24,62%      22,47%      20,68%
            Marjin laba usaha                                 8,18%       7,84%       6,75%       7,15%       3,99%
            Marjin laba bersih                                6,36%       5,46%       4,63%       4,31%       1,64%
            Laba usaha terhadap jumlah aset                  10,44%       9,45%       8,50%       9,09%       4,13%
            Imbal hasil aset                                  8,10%       6,58%       5,83%       5,48%       1,70%
            Laba usaha terhadap ekuitas                      16,86%      15,44%      13,71%      15,04%       6,65%
            Imbal hasil ekuitas                              13,10%      10,76%       9,41%       9,06%       2,74%



III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 1,28; 1,21; 1,26; 1,27; dan 1,04.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2025,
            2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset adalah 0,62;
            0,61; 0,62; 0,60; dan 0,62.

III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,38; 0,39; 0,38;
            0,40; dan 0,38, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
            masing-masing adalah 0,62; 0,63; 0,61; 0,65; dan 0,61.

III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
            2022, dan 2021 masing-masing adalah 8,10%, 6,58%, 5,83%, 5,48%, dan
            1,70%.



                                                     41
Page 43
           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
           menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
           2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah 13,10%, 10,76%, 9,41%, 9,06%,
           dan 2,74%.

III.B.     Analisis atas Kinerja Historis LP

           Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP DHNR dengan
           pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan
           keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, dan 2021.

           Ikhtisar data keuangan penting LP adalah sebagai berikut:

III.B.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan        31/12/25    31/12/24    31/12/23*    31/12/22*    31/12/21*

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan bank                                  7.921       6.194        3.443        1.766           104
           Piutang usaha                                   378         404          941          804           599
           Piutang lainnya                               1.081       3.313        3.266        1.950         1.920
           Persediaan                                      544         607          504          554           560
           Biaya dibayar di muka                           130          72           75           57            68
           Pajak dibayar di muka                           105           -            -            -             -
           Aset lancar lainnya                             100           -            -            -             -
           Jumlah Aset Lancar                           10.259      10.589        8.228        5.131         3.251
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset tetap                                    6.412       7.074        7.713        7.814         8.525
           Aset tidak lancar lainnya                       439         439          440          149           271
           Jumlah Aset Tidak Lancar                      6.851       7.513        8.153        7.963         8.796
           JUMLAH ASET                                  17.110      18.103       16.381       13.094        12.047

           *Tidak Diaudit




                                                42
Page 44
                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan        31/12/25    31/12/24    31/12/23*     31/12/22*     31/12/21*

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                                   199         234          229           314           303
           Utang biaya                                 1.905       1.807        2.241         2.280         2.501
           Utang pajak                                   220         329          153           184           276
           Pendapatan diterima di muka                   869       1.026          970           455           435
           Utang jangka pendek lainnya                   235         268          297           213           178
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             3.429       3.665        3.890         3.447         3.694
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Kewajiban jangka panjang lainnya               69          89          65           110            216
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang               69          89          65           110            216
           JUMLAH LIABILITAS                           3.498       3.754        3.955         3.557         3.909
           EKUITAS
           Modal saham                                 6.000       6.000        6.000         6.000          6.000
           Hibah                                         389         389          389           389            389
           Amnesti pajak                                 100         100          100           100            100
           Saldo laba                                  2.973       1.460         (463)       (3.352)        (4.751)
           Kepentingan non-pengendali                  4.150       6.400        6.400         6.400          6.400
           JUMLAH EKUITAS                             13.612      14.348       12.426         9.537         8.138
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS              17.110      18.103       16.381        13.094        12.047

           *Tidak Diaudit



III.B.2.   Aset

           Jumlah aset LP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
           dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 17,11 miliar, Rp 18,10 miliar,
           Rp 16,38 miliar, Rp 13,09 miliar, dan Rp 12,05 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset LP mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,99 miliar atau setara dengan 5,49% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan piutang lainnya dan aset tetap masing-masing sebesar
           Rp 2,23 miliar dan Rp 0,66 miliar yang disertai dengan kenaikan kas dan bank
           sebesar Rp 1,73 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset LP mengalami kenaikan sebesar
           Rp 1,72 miliar atau setara dengan 10,51% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan kas dan bank sebesar Rp 2,75 miliar yang disertai dengan penurunan
           aset tetap sebesar Rp 0,64 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset LP mengalami kenaikan sebesar
           Rp 3,29 miliar atau setara dengan 25,10% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan kas dan bank serta piutang lainnya masing-masing sebesar
           Rp 1,68 miliar dan Rp 1,32 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset LP mengalami kenaikan sebesar
           Rp 1,05 miliar atau setara dengan 8,69% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan kas dan bank sebesar Rp 1,66 miliar yang disertai dengan penurunan
           aset tetap sebesar Rp 0,71 miliar.


                                              43
Page 45
III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas LP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 3,50 miliar, Rp 3,75 miliar,
           Rp 3,96 miliar, Rp 3,56 miliar, dan Rp 3,91 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas LP mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,26 miliar atau setara dengan 6,83% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh penurunan utang pajak dan pendapatan diterima dimuka masing-masing
           sebesar Rp 0,11 miliar dan Rp 0,16 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas LP mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,20 miliar atau setara dengan 5,08% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh penurunan utang biaya sebesar Rp 0,43 miliar yang disertai dengan
           kenaikan utang pajak sebesar Rp 0,18 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas LP mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,40 miliar atau setara dengan 11,20% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan pendapatan diterima dimuka sebesar Rp 0,51 miliar
           yang disertai dengan penurunan utang usaha dan kewajiban jangka panjang
           lainnya masing-masing sebesar Rp 0,08 miliar dan Rp 0,05 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas LP mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,35 miliar atau setara dengan 9,01% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh penurunan utang biaya dan kewajiban jangka panjang lainnya masing-
           masing sebesar Rp 0,22 miliar dan Rp 0,11 miliar.




                                         44
Page 46
III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas LP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
           dan 2021 masing-masing sebesar Rp 13,61 miliar, Rp 14,35 miliar,
           Rp 12,43 miliar, Rp 9,54 miliar, dan Rp 8,14 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas LP mengalami Penurunan
           sebesar Rp 0,74 miliar atau setara dengan 5,13% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh penurunan kepentingan non-pengendali sebesar Rp 2,25 miliar yang
           disertai dengan laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh LP sebesar
           Rp 1,51 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas LP mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1,92 miliar atau setara dengan 15,47% dibandingkan dengan
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
           oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh LP.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas LP mengalami kenaikan
           sebesar Rp 2,89 miliar atau setara dengan 30,29% dibandingkan dengan
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
           oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh LP.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas LP mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1,40 miliar atau setara dengan 17,20% dibandingkan dengan
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
           oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh LP.

III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                             31/12/25      31/12/24      31/12/23*     31/12/22*     31/12/21*

           Pendapatan operasional                                           21.772        23.525         23.565        15.477         5.651
           Harga pokok penjualan                                             9.732        10.044          9.950         6.493         3.473
           Laba kotor                                                       12.040        13.481         13.615         8.985          2.178
           Beban operasional                                                (8.326)       (8.328)        (8.006)       (5.703)        (4.051)
           Laba operasional                                                   3.714         5.153         5.610         3.281         (1.873)
           Beban lain-lain                                                   (1.629)       (2.693)       (2.721)       (1.882)        (1.217)
           Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan                    2.085         2.460          2.888         1.399         (3.090)
           Beban pajak penghasilan                                            (572)         (538)             -             -              -
           Laba (rugi) tahun berjalan                                        1.513         1.923          2.888         1.399         (3.090)
           Pendapatan komprehensif lainnya                                       -             -              -             -              -
           Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                    1.513         1.923          2.888         1.399         (3.090)
           Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                           1.136         1.440          2.888         1.399         (3.090)
             Kepentingan non-pengendali                                        378           482              -             -              -

           *Tidak Diaudit




                                                                   45
Page 47
III.B.6    Penjualan Operasional

           Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
           sebesar Rp 21,77 miliar, Rp 23,53 miliar, Rp 23,57 miliar, Rp 15,48 milliar, dan
           Rp 5,65 miliar.

           Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 1,75 miliar atau setara
           dengan 7,45% dibandingkan dengan pendapatan operasional untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 0,04 miliar atau setara
           dengan 0,17% dibandingkan dengan pendapatan operasional untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 8,09 miliar atau setara
           dengan 52,26% dibandingkan dengan pendapatan operasional untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 9,83 miliar atau setara
           dengan 173,88% dibandingkan dengan pendapatan operasional untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

III.B.7.   Laba (Rugi) Tahun Berjalan

           Laba bersih tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal –
           tanggal
           31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022 masing-masing adalah sebesar
           Rp 1,51 miliar, Rp 1,92 miliar, Rp 2,89 miliar, dan Rp 1,40 miliar. Rugi tahun
           berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 adalah
           sebesar Rp 3,09 miliar.

           Laba bersih tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 0,41 miliar atau setara
           dengan 21,28% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

           Laba bersih tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 0,97 miliar atau setara
           dengan 33,43% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.




                                           46
Page 48
           Laba bersih tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,49 miliar atau setara
           dengan 106,38% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba bersih tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 4,49 miliar atau setara
           dengan 145,29% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

III.B.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                       31/12/25      31/12/24

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pendapatan usaha                         21.772         23.525
           Pengeluaran untuk beban pokok penjualan                  (9.670)       (10.147)
           Pengeluaran untuk beban penjualan                          (932)          (877)
           Pengeluaran untuk beban administrasi dan umum            (6.239)        (6.103)
           Penerimaan lain-lain                                        511            602
           Pengeluaran lain-lain                                    (2.140)        (3.296)
           Pengeluaran untuk pajak                                    (672)          (538)
           Pelunasan piutang                                         2.258            590
           Pengeluaran untuk uang muka                                 (58)             3
           Pengeluaran untuk utang                                    (257)          (301)
           Pengeluaran untuk aset lancar lainnya                      (105)             -
           Penerimaan dari aset lainnya                                  -              1
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi               4.469          3.460
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Pembelian aset tetap                                       (492)          (709)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi             (492)          (709)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penambahan kepemilikan                                    (2.250)              -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan            (2.250)              -
           KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                        1.727          2.751
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                        6.194          3.443
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                       7.921          6.194




           Arus Kas dari Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LP untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing
           adalah sebesar Rp 4,47 miliar dan Rp 3,46 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LP untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 4,47 miliar terutama
           berasal dari penerimaan dari pendapatan usaha sebesar Rp 21,77 miliar yang
           disertai dengan pengeluaran untuk beban pokok penjualan serta pengeluaran
           untuk beban administrasi dan umum masing-masing sebesar Rp 9,67 miliar
           dan Rp 6,24 miliar.




                                                            47
Page 49
           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LP untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 3,46 miliar terutama
           berasal dari penerimaan dari pendapatan usaha sebesar Rp 23,53 miliar yang
           disertai dengan pengeluaran untuk beban pokok penjualan, pengeluaran untuk
           beban administrasi dan umum, serta pengeluaran lain-lain masing-masing
           sebesar Rp 10,15 miliar, Rp 6,10 miliar, dan Rp 3,30 miliar.

           Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LP untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing
           adalah sebesar Rp 0,49 miliar dan Rp 0,71 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LP untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 0,49 miliar seluruhnya
           berasal dari pembelian aset tetap.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LP untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,71 miliar seluruhnya
           berasal dari pembelian aset tetap.

           Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan LP untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 2,25 miliar.
           Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 LP tidak memiliki
           arus kas bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas investasi.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan LP untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 2,25 miliar
           seluruhnya berasal dari penambahan kepemilikan.

III.B.9.   Rasio-rasio Keuangan


                                   Keterangan            31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                          299,20%     288,95%     211,51%     148,86%      88,00%
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                             1,27        1,30        1,44        1,18        0,47
           Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,80        0,79        0,76        0,73        0,68
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,20        0,21        0,24        0,27        0,32
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,26        0,26        0,32        0,37        0,48
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                55,30%      57,30%      57,78%      58,05%       38,54%
           Marjin laba (rugi) usaha                         17,06%      21,91%      23,80%      21,20%      -33,15%
           Marjin laba (rugi) bersih                         6,95%       8,17%      12,26%       9,04%      -54,68%
           Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset           21,71%      28,47%      34,24%      25,06%      -15,55%
           Imbal hasil aset                                  8,85%      10,62%      17,63%      10,69%      -25,65%
           Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas               27,29%      35,92%      45,14%      34,41%      -23,02%
           Imbal hasil ekuitas                              11,12%      13,40%      23,24%      14,67%      -37,97%

           *Tidak Diaudit




                                                    48
Page 50
III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan LP dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi LP. Pada tanggal-tanggal 31
            Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio perputaran jumlah aset
            masing-masing adalah 1,27; 1,30; 1,44; 1,18; dan 0,47.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas LP
            terhadap jumlah aset LP. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
            2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
            adalah 0,80; 0,79; 0,76; 0,73; dan 0,68.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan LP untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,20; 0,21; 0,24;
            0,27; dan 0,32, sedangkan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
            2023, 2022, dan 2021, rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-masing
            adalah 0,26; 0,26; 0,32; 0,37; dan 0,48.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan LP dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022
            masing-masing adalah 8,85%, 10,62%, 17,63%, dan 10,69%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan LP dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022
            masing-masing adalah 11,12%, 13,40%, 23,24%, dan 14,67%.




                                           49
Page 51
III.C.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang telah
         direviu oleh KAP JJSR.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2025:

                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                    Setelah
                                 Keterangan        31/12/25      Penyesuaian
                                                                                 Transaksi
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                            132.551            7.921         140.471
         Portofolio efek
           Pihak ketiga                                 12.695                -           12.695
           Pihak berelasi                               14.839                -           14.839
         Piutang usaha
           Pihak ketiga                                253.682             378          254.059
           Pihak berelasi                               36.293               -           36.293
         Piutang lain-lain
           Pihak ketiga                                  5.989            1.081           7.070
           Pihak berelasi                                   99                -              99
         Persediaan                                    443.666              544         444.210
         Uang muka                                      18.966                -          18.966
         Beban dibayar di muka                           5.736              130           5.866
         Pajak dibayar di muka                           6.626              105           6.731
         Aset lancar lainnya                               100              100             201
         Jumlah Aset Lancar                            931.242          10.259          941.501
         ASET TIDAK LANCAR
         Aset tetap                                    371.992            6.412         378.404
         Aset pajak tangguhan - bersih                   1.384                -           1.384
         Aset tidak lancar lainnya                       9.631              439          10.070
         Piutang pihak berelasi                         44.986          (20.000)         24.986
         Jumlah Aset Tidak Lancar                      427.993          (13.149)        414.844
         JUMLAH ASET                                 1.359.235           (2.890)       1.356.345




                                              50
Page 52
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                               Setelah
                       Keterangan                            31/12/25       Penyesuaian
                                                                                            Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek                                      161.434                 -          161.434
Utang usaha
  Pihak ketiga                                                   152.191              199           152.390
  Pihak berelasi                                                     766                -               766
Utang lain-lain
  Pihak ketiga                                                    14.120               235           14.355
  Pihak berelasi                                                   1.872                 -            1.872
Beban akrual                                                      36.954             1.905           38.859
Uang muka pelanggan                                               59.290               869           60.160
Utang pajak                                                       20.426               220           20.646
Bagian liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun
  Pinjaman bank                                                   33.041                 -           33.041
  Utang pembiayaan konsumen                                        1.349                 -            1.349
  Liabilitas sewa                                                  5.503                 -            5.503
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  486.946             3.429          490.375
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangin bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun
  Pinjaman bank                                                   12.725                -            12.725
  Utang pembiayaan konsumen                                          160                -               160
  Liabilitas sewa                                                  4.619                -             4.619
Liabilitas imbalan kerja                                          13.687               69            13.756
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  31.190               69            31.259
JUMLAH LIABILITAS                                                518.136             3.498          521.634
EKUITAS
Modal saham                                                      314.144                 -          314.144
Saham treasuri                                                   (11.519)                -          (11.519)
Tambahan modal disetor - bersih                                   39.133           (12.904)          26.229
Selisih nilai atas transaksi dengan kepentingan
  non pengendali                                                  (1.805)                -           (1.805)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
  Selisih kurs penjabaran entitas anak luar negeri                 9.943                 -            9.943
  Cadangan perubahan nilai wajar aset keuangan                     2.193                 -            2.193
Saldo laba                                                       183.449                 -          183.449
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                          535.539           (12.904)         522.635
Kepentingan non-pengendali                                       305.560             6.515          312.076
JUMLAH EKUITAS                                                   841.099            (6.388)         834.711
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  1.359.235            (2.890)       1.356.345




                                                 51
Page 53
                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                       Setelah
                            Keterangan                               31/12/25       Penyesuaian
                                                                                                    Transaksi
    Penjualan bersih                                                   1.733.311                 -        1.733.311
    Beban pokok penjualan                                              1.270.095                 -        1.270.095
    Laba kotor                                                           463.216                 -          463.216
    Beban umum dan administrasi                                         (174.508)                -         (174.508)
    Beban penjualan dan pemasaran                                       (146.199)                -         (146.199)
    Beban pajak final                                                       (668)                -             (668)
    Laba usaha                                                           141.842                 -          141.842
    Laba (rugi) selisih kurs - bersih                                      8.693                 -            8.693
    Pendapatan keuangan                                                    4.034                 -            4.034
    Pendapatan sewa                                                        2.094                 -            2.094
    Pendapatan komisi                                                      1.672                 -            1.672
    Laba (rugi) atas penjualan aset tetap                                    927                 -              927
    Penghasilan dari penjualan sisa produksi                                 486                 -              486
    Beban keuangan                                                       (16.810)                -          (16.810)
    Provisi kerugian kredit ekspektasi atas piutang usaha - bersih          (441)                -             (441)
    Lain-lain - neto                                                       3.582                 -            3.582
    Penyesuaian liabilitas imbalan kerja                                      26                 -               26
    Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan                (49)                -              (49)
    Laba sebelum beban pajak penghasilan                                 146.057                 -          146.057
    Beban pajak penghasilan                                              (35.898)                -          (35.898)
    Laba bersih tahun berjalan                                           110.159                 -          110.159
    Penghasilan komprehensif lainnya                                       6.628                 -            6.628
    Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                              116.787                 -          116.787
    Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
      Pemilik entitas induk                                               60.956                 -           60.956
      Kepentingan non-pengendali                                          49.203                 -           49.203



Asumsi-asumsi Dasar yang Digunakan dalam Menyiapkan Proforma Laporan
Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma

Transaksi proforma yang dilakukan Perseroan sebagai berikut:

-       Perseroan memperoleh 75,00% kepemilikan saham LP yang sebelumnya
        dimiliki oleh IND.

-       Nilai pengalihan saham LP ditetapkan sebesar Rp 20,00 miliar berdasarkan
        hasil penilaian independen yang menjadi dasar penentuan nilai transaksi
        dan telah disepakati para pihak.

-       Penyelesaian Transaksi dilakukan melalui pengalihan sebagian piutang
        Perseroan kepada IND sebesar Rp 20,00 miliar.

-       Sisa saldo piutang kepada IND yang tidak digunakan sebagai penyelesaian
        Transaksi tetap diakui sebagai piutang pihak berelasi.

-       Aset dan liabilitas LP dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
        Perusahaan menggunakan nilai buku historis sesuai PSAK 338 “Kombinasi
        Bisnis Entitas Sepengendali”.




                                                    52
Page 54
         -   Selisih antara nilai pengalihan dan nilai buku kepemilikan yang diperoleh
             dicatat sebagai selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
             dalam ekuitas.

         -   Kepentingan nonpengendali yang timbul dalam Informasi Keuangan
             Konsolidasian Proforma terutama berasal dari kepemilikan non-pengendali
             pada AR yang tetap dipertahankan setelah transaksi.

         -   Dalam penyusunan informasi keuangan konsolidasian proforma
             diasumsikan bahwa transaksi telah efektif pada tanggal 31 Desember 2025
             sehingga seluruh aset, liabilitas, pendapatan dan beban LP telah menjadi
             bagian dari kelompok usaha Perseroan pada tanggal tersebut.

III.D.   Analisis atas Laporan Penilaian 75,00% Saham LP

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026, telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan
         sebagai penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/260223-
         001 tanggal 23 Februari 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan
         untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar
         75,00% saham LP. Hasil penilaian atas 75,00% saham LP tersebut tertuang
         dalam laporan penilaian 75,00% saham LP dengan No. 00120/2.0162-
         00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026 dengan ringkasan sebagai
         berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan IND.

         2. Objek Penilaian

             Objek Penilaian adalah nilai pasar 75,00% saham LP.

         3. Tujuan Penilaian

             Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
             independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
             mata    uang    Rupiah      dan/atau    ekuivalensinya     pada    tanggal
             31 Desember 2025.




                                         53
Page 55
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
   umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
   berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
   didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen
   AR. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
   dikembangkan berdasarkan kinerja AR pada tahun-tahun sebelumnya dan
   berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
   melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar
   dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja AR yang dinilai pada
   saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
   penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja AR
   yang dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
   kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis AR dan
   informasi manajemen AR terhadap proyeksi laporan keuangan AR tersebut.
   Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian AR dan kesimpulan
   nilai akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
   kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
   tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
   tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
   asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
   jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
   pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
   keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan,
   dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
   dan LP atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
   benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
   untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
   tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
   dan LP bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
   informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
   menyesatkan.




                              54
Page 56
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang
digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan
penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan
sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
operasional Perseroan dan LP.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum LP
berdasarkan anggaran dasar LP.




                           55
Page 57
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), dan metode
   kapitalisasi kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
   dilaksanakan oleh AR di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
   dengan perkiraan atas perkembangan usaha AR. Dalam melaksanakan
   penilaian dengan metode ini, operasi AR diproyeksikan sesuai dengan
   perkiraan atas perkembangan usaha AR. Arus kas yang dihasilkan
   berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto
   yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari
   arus kas tersebut.

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian
   AR merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset.
   Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
   disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
   yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

   Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten,
   lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
   siap bekerja dan daftar langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak
   berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap
   aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
   diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas
   yang telah disesuaikan.

   Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan
   yang dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang
   diharapkan merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset
   berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara
   mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
   kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi
   nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan
   nilai aset takberwujud.




                                56
Page 58
                Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
                sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
                pihak manajemen Perseroan dan LP. Tidak tertutup kemungkinan untuk
                diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
                memberikan hasil yang berbeda.

                Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
                direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

           6. Kesimpulan Penilaian

                Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
                terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
                memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
                Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 20,58 miliar.

III.E.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
           analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
           berikut:

           •    Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                Perseroan.
           •    Biaya atau pendapatan yang relevan.
           •    Informasi non-keuangan yang relevan.
           •    Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.E.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:
                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan          31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

           Penjualan bersih                             1.806.598    1.898.894    1.993.494    2.093.132     2.198.147
           Beban pokok penjualan                        1.368.669    1.439.693    1.512.949    1.590.151     1.671.554
           Laba kotor                                    437.929      459.200      480.544      502.982        526.593
           Beban usaha                                   268.305      280.414      292.237      304.638        317.648
           Laba usaha                                    169.624      178.786      188.308      198.343        208.945
           Beban lain-lain                                (6.494)      (7.039)      (7.556)      (8.095)        (8.755)
           Laba sebelum beban pajak penghasilan          163.130      171.747      180.751      190.249        200.190
           Beban pajak penghasilan                       (37.229)     (39.147)     (41.154)     (43.271)       (45.485)
           Laba bersih tahun berjalan                    125.901      132.600      139.597      146.978        154.705




                                                  57
Page 59
                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                     Keterangan          31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35

             Penjualan bersih                             2.308.806    2.425.415    2.548.277    2.677.760     2.814.246
             Beban pokok penjualan                        1.757.375    1.847.856    1.943.241    2.043.816     2.149.882
             Laba kotor                                    551.431      577.559      605.036      633.943        664.364
             Beban usaha                                   331.298      345.620      360.649      376.422        392.977
             Laba usaha                                    220.133      231.939      244.387      257.521        271.388
             Beban lain-lain                                (9.438)     (10.144)     (10.875)     (11.682)       (12.515)
             Laba sebelum beban pajak penghasilan          210.695      221.795      233.511      245.840        258.873
             Beban pajak penghasilan                       (47.825)     (50.296)     (52.904)     (55.648)       (58.548)
             Laba bersih tahun berjalan                    162.871      171.499      180.607      190.192        200.325




             Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan dan laba
             bersih tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
             sebesar Rp 22.764,77 miliar dan Rp 1.605,27 miliar.

             Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba bersih tahun berjalan
             Perseroan    setelah     Transaksi      masing-masing adalah sebesar
             Rp 23.064,20 miliar dan Rp 1.634,24 miliar.

             Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
             tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
             memperoleh tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
             pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan dapat
             meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.E.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
             terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
             Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.

III.E.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.E.3.a.   Jasa yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
             besar meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen
             hotel, penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan
             holding, dan aktvitas konsultasi manajemen lainnya.

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
             tanggal 31 Desember 2025, LP memiliki investasi pada AR dengan kepemilikan
             sebesar 60,00%. Ruang lingkup kegiatan usaha AR adalah bergerak dari jasa
             management hotel, restoran dan aktivitas bisnis lainnya berubah menjadi
             bergerak dalam bidang penyedia akomondasi dan penyediaan makan, minum,
             dan aktivitas jasa lainnya. Dengan demikian jasa yang dihasilkan LP melalui
             AR mencakup jasa perhotelan yaitu pengoperasian resort serta fasilitas
             pendukung pariwisata.




                                                    58
Page 60
III.E.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis AR meliputi pasar
             domestik Indonesia serta pasar internasional utama yang menjadi sumber
             wisatawan, antara lain Singapura, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan,
             Amerika Serikat, dan kawasan Eropa.

III.E.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha AR adalah sebagai
             berikut:

             •   PT Plataran Indonesia.
             •   PT Menjangan Dynasty Resort (Bali).
             •   PT WHM Indonesia.

III.E.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan AR
             adalah sebagai berikut:

             •   Mengembangkan retret wellness (kesehatan dan kebugaran) untuk
                 meningkatkan volume bisnis yang menghasilkan pendapatan tambahan
                 bagi AR.
             •   Meningkatkan upaya ekspansi ke pasar non-Eropa.
             •   Membangun kemitraan strategis business-to-business (B2B) dalam rangka
                 mendukung pertumbuhan bisnis pada masa mendatang.

III.E.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui
             proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana
             atas Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama
             dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
             Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
             konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                            59
Page 61
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan PJBS LP, Perseroan telah setuju untuk membeli dan IND
         bermaksud untuk menjual 4.500 saham atau setara dengan 75,00% saham
         LP kepada Perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,00 miliar.
         Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
         75,00% saham        LP sebagaimana termuat           dalam   laporannya
         No. 00120/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026, nilai
         pasar 75,00% saham LP adalah sebesar Rp 20,58 miliar.

         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 20,00 miliar adalah lebih
         rendah dari nilai pasar 75,00% saham LP sebesar Rp 20,58 miliar,
         sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
         transaksi sebesar 2,81% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
         persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 75,00% saham LP
         sebesar Rp 20,58 miliar.

      2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
         tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:
                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan          31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29     31/12/30

          Penjualan bersih                             1.806.598    1.898.894    1.993.494    2.093.132     2.198.147
          Beban pokok penjualan                        1.368.669    1.439.693    1.512.949    1.590.151     1.671.554
          Laba kotor                                    437.929      459.200      480.544      502.982        526.593
          Beban usaha                                   268.305      280.414      292.237      304.638        317.648
          Laba usaha                                    169.624      178.786      188.308      198.343        208.945
          Beban lain-lain                                (6.494)      (7.039)      (7.556)      (8.095)        (8.755)
          Laba sebelum beban pajak penghasilan          163.130      171.747      180.751      190.249        200.190
          Beban pajak penghasilan                       (37.229)     (39.147)     (41.154)     (43.271)       (45.485)
          Laba bersih tahun berjalan                    125.901      132.600      139.597      146.978        154.705



                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan          31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35

          Penjualan bersih                             2.308.806    2.425.415    2.548.277    2.677.760     2.814.246
          Beban pokok penjualan                        1.757.375    1.847.856    1.943.241    2.043.816     2.149.882
          Laba kotor                                    551.431      577.559      605.036      633.943        664.364
          Beban usaha                                   331.298      345.620      360.649      376.422        392.977
          Laba usaha                                    220.133      231.939      244.387      257.521        271.388
          Beban lain-lain                                (9.438)     (10.144)     (10.875)     (11.682)       (12.515)
          Laba sebelum beban pajak penghasilan          210.695      221.795      233.511      245.840        258.873
          Beban pajak penghasilan                       (47.825)     (50.296)     (52.904)     (55.648)       (58.548)
          Laba bersih tahun berjalan                    162.871      171.499      180.607      190.192        200.325




         Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan dan laba
         bersih tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
         sebesar Rp 22.764,77 miliar dan Rp 1.605,27 miliar.

         Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba bersih tahun berjalan
         Perseroan    setelah    Transaksi    masing-masing  adalah   sebesar
         Rp 23.064,20 miliar dan Rp 1.634,24 miliar.


                                                 60
Page 62
   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   memperoleh tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga
   diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
   yang akan datang.

3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 masing-masing adalah sebesar
   Rp 1.053,01 miliar dan Rp 1.071,17 miliar. Dengan demikian, jumlah nilai
   kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah
   Transaksi    untuk    tahun     yang     berakhir    pada     tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2035 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari
   proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035.
   Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 8,65%,
   yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan
   menggunakan formula sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   Di mana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
   tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
   risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
   jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu
   obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
   jangka waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,17%, yang
   diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
   akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

   RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
   tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
   market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
   (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
   menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
   risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
   perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar


                                  61
Page 63
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang diterbitkan pada
bulan Januari tahun 2026.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
di mana RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
tahun 2025 sebesar 0,61.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,89% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke   =      Rf + ( β x RPm ) – RBDS
     =      6,17% + (0,61 x 6,69% ) – 1,62%
     =      8,65%




                           62
Page 64
   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan
   Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
   2026 – 2035 adalah sebagai berikut:

   Sebelum Transaksi
                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                               Proyeksi
                           Keterangan
                                                  31/12/26        31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30
    Laba bersih tahun berjalan                          125.901      132.600      139.597      146.978       154.705
    Faktor diskonto                                      0,9594       0,8830       0,8127       0,7480        0,6884
    Nilai kini                                          120.789      117.086      113.451      109.939       106.499



                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                               Proyeksi
                           Keterangan
                                                  31/12/31        31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35
    Laba bersih tahun berjalan                          162.871     171.499       180.607     190.192        200.325
    Faktor diskonto                                      0,6336      0,5832        0,5368      0,4941         0,4548
    Nilai kini                                          103.195     100.018        96.950      93.974         91.108
    Jumlah nilai kini                              1.053.008




   Setelah Transaksi
                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                               Proyeksi
                           Keterangan
                                                  31/12/26        31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30
    Laba bersih tahun berjalan                          127.368      134.308      141.804      149.382       157.320
    Faktor diskonto                                      0,9594       0,8830       0,8127       0,7480        0,6884
    Nilai kini                                          122.197      118.594      115.244      111.738       108.299



                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                               Proyeksi
                           Keterangan
                                                  31/12/31        31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35
    Laba bersih tahun berjalan                      165.874         174.811      184.083      194.407        204.886
    Faktor diskonto                                  0,6336          0,5832       0,5368       0,4941         0,4548
    Nilai kini                                      105.098         101.950       98.816       96.057         93.182
    Jumlah nilai kini                              1.071.174




4. Berdasarkan perhitungan nilai kini (present value) atas Transaksi diperoleh
   hasil bahwa net present value (NPV) Transaksi adalah sebesar
   Rp 18,16 miliar dengan tingkat diskonto 10,12%, yang merupakan biaya
   modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) AR,
   yang ditentukan dengan menggunakan formula sebagai berikut:

   WACC =                 (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

   Di mana:

   ke =           Biaya modal ekuitas/saham biasa
   kd =           Biaya modal utang
   We =           Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
   Wd =           Bobot utang dalam struktur kapital
   t =            Pajak penghasilan perusahaan




                                           63
Page 65
Biaya Modal untuk Ekuitas

Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya
modal ekuitas, yang ditentukan dengan CAPM dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut:

ke =   Rf + (β x RPm) – RBDS

Di mana:

ke     =Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
        atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf    = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
        (risk free rate)
β     = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
        premium)
RBDS = Rating-based default spread

Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu
obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang USD dengan
jangka waktu 23 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,62% yang
diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut akan digunakan sebagai
tingkat balikan bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada
bulan Januari 2026.




                          64
Page 66
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
di mana RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding              diperoleh   dari
perusahaan publik sejenis, sebagai berikut:

•    PT Bukit Uluwatu Villa Tbk.
•    PT Red Planet Indonesia Tbk.
•    PT Sunter Lakeside Hotel Tbk.
•    PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk.
•    InterContinental Hotels Group PLC.
•    Minor International Public Company Limited.
•    Hyatt Hotels Corporation.
•    Wyndham Hotels & Resorts Inc.

sebesar 0,75 untuk mendiskonto AKB BP yang kemudian di-relever dengan
tingkat leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai
untuk mendiskonto AKB BP tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL        =      βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 28,48% untuk
memperoleh beta AR. Tarif pajak yang digunakan untuk AR sesuai dengan
tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar 22,00% untuk tahun
2026 – 2048. Dengan demikian, maka diperoleh beta AR sebesar 0,91
untuk tahun 2026 – 2048 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

βL       =      0,75 x (1 + (1 – 22,00%) x 28,48%) = 0,91

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,62%, diperoleh biaya modal atas ekuitas BP sebagaimana tampak dalam
perhitungan di bawah ini:

Ke2026-2042 =    6,62% + 0,91 x 6,69% – 1,62% = 11,13%




                                65
Page 67
Biaya Modal untuk Utang

Karena perhitungan nilai ekuitas BP dilakukan dengan mendiskonto tingkat
balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow
to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat
diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang
berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun
yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku
bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga
kredit investasi bank Persero untuk bulan Desember 2026 yang
dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 8,44%.

Weighted Average Cost of Capital

Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot
ekuitas sebesar 77,83%, dan bobot utang sebesar 22,17%, yang diolah dari
data rata-rata DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis
dengan tarif pajak yang berlaku untuk AR sesuai dengan tarif pajak yang
berlaku umum adalah sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2048, maka
weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai berikut:

WACC                 = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
                     = (11,13% x 77,83%) + (8,44% x [1 – 22,00%] x 22,17%)
                     = 10,12%

Selanjutnya, hasil perhitungan internal rate of return (IRR) Transaksi adalah
sebesar 19,88% atau lebih besar dari biaya modalnya. Dengan demikian,
Transaksi adalah layak. Perhitungan NPV dan IRR atas Transaksi adalah
sebagai berikut:
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                         Keterangan        31/12/26      31/12/27    31/12/28     31/12/29     31/12/30

Arus kas bersih                                 1.789        2.452       2.950        2.964          3.070
Investasi awal                                (20.000)           -           -            -              -
Arus kas bersih                               (18.211)       2.452       2.950        2.964          3.070
Faktor diskonto                                0,9529       0,8653      0,7858       0,7136         0,6480
Nilai kini arus kas bersih                    (17.354)       2.122       2.318        2.115          1.989



                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                         Keterangan        31/12/31      31/12/32    31/12/33     31/12/34      31/12/35

Arus kas bersih                                 3.793        3.871        3.533        4.487         4.487
Investasi awal                                      -            -            -            -             -
Arus kas bersih                                3.793         3.871        3.533        4.487         4.487
Faktor diskonto                               0,5885        0,5344       0,4853       0,4407        0,4002
Nilai kini arus kas bersih                      2.232        2.069        1.715        1.977         1.796




                                      66
Page 68
                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                             Keterangan              31/12/36      31/12/37      31/12/38      31/12/39      31/12/40

    Arus kas bersih                                      4.629         5.287          5.297        5.380          6.195
    Investasi awal                                           -             -              -            -              -
    Arus kas bersih                                      4.629         5.287          5.297        5.380          6.195
    Faktor diskonto                                     0,3634        0,3300         0,2997       0,2722         0,2472
    Nilai kini arus kas bersih                           1.682         1.745          1.588        1.464          1.531



                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                             Keterangan              31/12/41      31/12/42      31/12/43      31/12/44      31/12/45

    Arus kas bersih                                       6.131         5.688         7.001         7.037          7.009
    Investasi awal                                            -             -             -             -              -
    Arus kas bersih                                       6.131         5.688         7.001         7.037         7.009
    Faktor diskonto                                      0,2245        0,2039        0,1852        0,1682        0,1527
    Nilai kini arus kas bersih                            1.376         1.160         1.297         1.184          1.070



                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                             Keterangan              31/12/46      31/12/47      31/12/48

    Arus kas bersih                                       7.841         7.765         8.853
    Investasi awal                                            -             -             -
    Arus kas bersih                                      7.841         7.765          8.853
    Faktor diskonto                                     0,1387        0,1260         0,1144
    Nilai kini arus kas bersih                            1.087          978          1.013
    Kriteria kelayakan:
      Net Present Value                                 18.155
      Internal Rate of Return                           19,88%




5. Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI, Perseroan
   mencatat saldo piutang pihak berelasi dari IND yang terdiri dari pokok dan
   bunga adalah sebesar Rp 44,99 miliar. Selanjutnya, berdasarkan
   keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, sampai dengan
   tanggal ditandatanganinya PJBS LP saldo Piutang sebesar Rp 44,03 miliar.
   Perseroan bermaksud mengoptimalkan nilai ekonomis dari Piutang tersebut
   dengan melakukan Transaksi, di mana sebagian nilai Piutang dari IND akan
   diselesaikan melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan saham
   LP, entitas induk AR.

   Selanjutnya, berdasarkan proyeksi laba bersih tahun berjalan Perseroan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
   yang disusun oleh manajemen Perseroan, jumlah saldo laba Perseroan
   adalah sebagai berikut:
                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                             Keterangan              31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

    Asumsi persentase dividen                            15,24%        15,24%        15,24%        15,24%        15,24%
    Saldo laba tahun berjalan sebelumnya                145.528       231.296       309.871       382.820       451.073
    Proyeksi laba bersih tahun berjalan                 127.368       134.308       141.804       149.382       157.320
    Jumlah saldo laba                                   272.896       365.604       451.674       532.202       608.393
    Proyeksi pembagian dividen                          (41.601)      (55.733)      (68.854)      (81.130)      (92.744)
    Jumlah proyeksi saldo laba tahun berjalan           231.296       309.871       382.820       451.073       515.649
    % kepemilikan IND pada Perseroan                     20,61%        20,61%        20,61%        20,61%        20,61%
    Proyeksi pembagian dividen kepada IND                 8.574        11.487        14.192        16.722        19.116




                                                67
Page 69
                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                 31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35

    Asumsi persentase dividen                           15,24%        15,24%        15,24%        15,24%         15,24%
    Saldo laba tahun berjalan sebelumnya               515.649       577.631       637.738       696.541        755.131
    Proyeksi laba bersih tahun berjalan                165.874       174.811       184.083       194.407        204.886
    Jumlah saldo laba                                   681.523       752.441       821.821       890.948       960.016
    Proyeksi pembagian dividen                         (103.892)     (114.703)     (125.280)     (135.817)     (146.346)
    Jumlah proyeksi saldo laba tahun berjalan          577.631       637.738       696.541       755.131        813.670
    % kepemilikan IND pada Perseroan                    20,61%        20,61%        20,61%        20,61%         20,61%
    Proyeksi pembagian dividen kepada IND               21.413        23.642        25.822        27.994         30.164




   Berdasarkan tabel perhitungan proyeksi pembagian dividen Perseroan
   kepada IND di atas, maka IND diperkirakan dapat melakukan pelunasan
   sisa saldo Piutang kepada Perseroan setelah dikurangi dengan nilai
   Transaksi sebesar Rp 20,00 miliar yang menjadi salah satu mekanisme
   pembayaran IND kepada Perseroan dengan memberikan 75,00% saham
   LP kepada Perseroan sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati
   oleh IND dan Perseroan, yaitu 29 Juli 2032.

6. Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus
   memanfaatkan peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara
   an-organik atas perusahaan yang memiliki sinergi di industri pariwisata
   khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan fasilitas pendukung yang
   berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan
   kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang
   dijalankan oleh AR, sehingga melalui Transaksi Perseroan dapat
   memperoleh akses terhadap sektor pariwisata melalui kepemilikan pada
   LP. Langkah tersebut merupakan bagian dari diversifikasi usaha Perseroan
   ke sektor pariwisata sehingga mengurangi ketergantungan Perseroan pada
   satu segmen bisnis yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas
   Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar maupun dinamika
   industri.

7. Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR
   melalui LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan
   sumber pendapatan baru yang bersifat berulang (recurring income) bagi
   Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha pengelolaan resort dan
   fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga dapat
   memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di
   masa yang akan datang.

8. Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi risiko
   atas aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
   saham LP, sehingga Perseroan memiliki investasi pada LP yang
   diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi jangka
   panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai investasi pada
   masa mendatang.




                                                68
Page 70
           9.   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
                menciptakan nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
                pada masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan
                manfaat bagi seluruh pemegang saham Perseroan.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.




                                          69
Page 71
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            70
Page 72
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           71
Page 73
                                                                                                         Lampiran B

PT Trisula International Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                      31/12/26      31/12/27      31/12/28     31/12/29     31/12/30

Penjualan bersih                                          1.806.598     1.898.894    1.993.494    2.093.132     2.198.147
Beban pokok penjualan                                     1.368.669     1.439.693    1.512.949    1.590.151     1.671.554
Laba kotor                                                 437.929       459.200      480.544      502.982        526.593
Beban usaha                                                268.305       280.414      292.237      304.638        317.648
Laba usaha                                                 169.624       178.786      188.308      198.343        208.945
Beban lain-lain                                             (6.494)       (7.039)      (7.556)      (8.095)        (8.755)
Laba sebelum beban pajak penghasilan                       163.130       171.747      180.751      190.249        200.190
Beban pajak penghasilan                                    (37.229)      (39.147)     (41.154)     (43.271)       (45.485)
Laba bersih tahun berjalan                                 125.901       132.600      139.597      146.978        154.705



                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                      31/12/31      31/12/32      31/12/33     31/12/34     31/12/35

Penjualan bersih                                          2.308.806     2.425.415    2.548.277    2.677.760     2.814.246
Beban pokok penjualan                                     1.757.375     1.847.856    1.943.241    2.043.816     2.149.882
Laba kotor                                                 551.431       577.559      605.036      633.943        664.364
Beban usaha                                                331.298       345.620      360.649      376.422        392.977
Laba usaha                                                 220.133       231.939      244.387      257.521        271.388
Beban lain-lain                                             (9.438)      (10.144)     (10.875)     (11.682)       (12.515)
Laba sebelum beban pajak penghasilan                       210.695       221.795      233.511      245.840        258.873
Beban pajak penghasilan                                    (47.825)      (50.296)     (52.904)     (55.648)       (58.548)
Laba bersih tahun berjalan                                 162.871       171.499      180.607      190.192        200.325



PT Trisula International Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                      31/12/26      31/12/27      31/12/28     31/12/29     31/12/30

Penjualan bersih                                          1.829.656     1.923.312    2.019.421    2.120.511     2.227.134
Beban pokok penjualan                                     1.379.004     1.450.668    1.524.618    1.602.524     1.684.691
Laba kotor                                                 450.652       472.644      494.803      517.987        542.443
Beban usaha                                                276.956       289.376      301.229      314.024        327.498
Laba usaha                                                 173.696       183.268      193.574      203.962        214.945
Beban lain-lain                                             (8.685)       (9.331)      (9.994)     (10.632)       (11.401)
Laba sebelum beban pajak penghasilan                       165.011       173.937      183.580      193.331        203.543
Beban pajak penghasilan                                    (37.643)      (39.629)     (41.776)     (43.949)       (46.223)
Laba bersih tahun berjalan                                 127.368       134.308      141.804      149.382        157.320




                                                           72
Page 74
                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan     31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34     31/12/35

Penjualan bersih                        2.339.495    2.457.727    2.582.111    2.713.285     2.851.548
Beban pokok penjualan                   1.771.324    1.862.624    1.958.834    2.060.304     2.167.317
Laba kotor                               568.171      595.102      623.277      652.981        684.231
Beban usaha                              341.401      356.008      371.427      386.964        403.776
Laba usaha                               226.770      239.094      251.850      266.018        280.456
Beban lain-lain                          (12.223)     (13.054)     (13.883)     (14.774)       (15.736)
Laba sebelum beban pajak penghasilan     214.546      226.041      237.967      251.244        264.720
Beban pajak penghasilan                  (48.672)     (51.230)     (53.884)     (56.837)       (59.834)
Laba bersih tahun berjalan               165.874      174.811      184.083      194.407        204.886




                                         73
Page 75
                                                                                                        Lampiran C

PT Trisula International Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                       Keterangan
                                                         31/12/26        31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
Laba bersih tahun berjalan                                  125.901        132.600     139.597     146.978        154.705
Faktor diskonto                                              0,9594         0,8830      0,8127      0,7480         0,6884
Nilai kini                                                  120.789        117.086     113.451     109.939        106.499



                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                       Keterangan
                                                         31/12/31        31/12/32    31/12/33    31/12/34     31/12/35
Laba bersih tahun berjalan                                  162.871        171.499     180.607     190.192        200.325
Faktor diskonto                                              0,6336         0,5832      0,5368      0,4941         0,4548
Nilai kini                                                  103.195        100.018      96.950      93.974         91.108
Jumlah nilai kini                                         1.053.008



PT Trisula International Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                       Keterangan
                                                         31/12/26        31/12/27    31/12/28    31/12/29     31/12/30
Laba bersih tahun berjalan                                  127.368        134.308     141.804     149.382        157.320
Faktor diskonto                                              0,9594         0,8830      0,8127      0,7480         0,6884
Nilai kini                                                  122.197        118.594     115.244     111.738        108.299



                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                       Keterangan
                                                         31/12/31        31/12/32    31/12/33    31/12/34     31/12/35
Laba bersih tahun berjalan                                  165.874        174.811     184.083     194.407        204.886
Faktor diskonto                                              0,6336         0,5832      0,5368      0,4941         0,4548
Nilai kini                                                  105.098        101.950      98.816      96.057         93.182
Jumlah nilai kini                                         1.071.174




                                                            74
Page 76
                                                                                                            Lampiran D

PT Trisula International Tbk
Perhitungan Studi Kelayakan atas Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2048

                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                         Keterangan                      31/12/26        31/12/27     31/12/28       31/12/29     31/12/30

Arus kas bersih                                                1.789         2.452          2.950        2.964          3.070
Investasi awal                                               (20.000)            -              -            -              -
Arus kas bersih                                              (18.211)        2.452          2.950        2.964          3.070
Faktor diskonto                                               0,9529        0,8653         0,7858       0,7136         0,6480
Nilai kini arus kas bersih                                   (17.354)        2.122          2.318        2.115          1.989



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                         Keterangan                      31/12/31        31/12/32     31/12/33       31/12/34     31/12/35

Arus kas bersih                                               3.793          3.871          3.533        4.487          4.487
Investasi awal                                                    -              -              -            -              -
Arus kas bersih                                               3.793          3.871          3.533        4.487          4.487
Faktor diskonto                                              0,5885         0,5344         0,4853       0,4407         0,4002
Nilai kini arus kas bersih                                    2.232          2.069          1.715        1.977          1.796



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                         Keterangan                      31/12/36        31/12/37     31/12/38       31/12/39     31/12/40

Arus kas bersih                                               4.629          5.287          5.297        5.380          6.195
Investasi awal                                                    -              -              -            -              -
Arus kas bersih                                               4.629          5.287          5.297        5.380          6.195
Faktor diskonto                                              0,3634         0,3300         0,2997       0,2722         0,2472
Nilai kini arus kas bersih                                    1.682          1.745          1.588        1.464          1.531



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                         Keterangan                      31/12/41        31/12/42     31/12/43       31/12/44     31/12/45

Arus kas bersih                                               6.131          5.688          7.001        7.037          7.009
Investasi awal                                                    -              -              -            -              -
Arus kas bersih                                               6.131          5.688          7.001        7.037          7.009
Faktor diskonto                                              0,2245         0,2039         0,1852       0,1682         0,1527
Nilai kini arus kas bersih                                    1.376          1.160          1.297        1.184          1.070



                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                         Keterangan                      31/12/46        31/12/47     31/12/48

Arus kas bersih                                               7.841          7.765          8.853
Investasi awal                                                    -              -              -
Arus kas bersih                                               7.841          7.765          8.853
Faktor diskonto                                              0,1387         0,1260         0,1144
Nilai kini arus kas bersih                                    1.087            978          1.013
Kriteria kelayakan:
  Net Present Value                                          18.155
  Internal Rate of Return                                    19,88%




                                                            75
Page 77
                                                                            Lampiran E

Pada tanggal 19 Juni 2026, Perseroan dan IND telah menandatangani PJBS LP
sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PJBS LP adalah
sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PJBS LP adalah Perseroan dan IND.

•   Objek dan Nilai Transaksi

    Objek dan nilai transaksi berdasarkan PJBS LP adalah IND bermaksud untuk menjual
    secara langsung kepada Perseroan seluruh saham milik IND yaitu 4.500 saham atau
    setara dengan 75,00% saham LP dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,00 miliar.

•   Harga Jual Beli Saham dan Tata Cara Pembayaran

    Harga jual beli saham dan tata cara pembayaran berdasarkan PJBS LP adalah sebagai
    berikut:

    -   Perseroan dan IND telah mempertimbangkan hasil penilaian saham dari penilai
        independen, oleh dan karenanya Perseroan dan IND sepakat harga pembelian atas
        seluruh saham adalah sebesar Rp 20,00 miliar.

    -   Perseroan berkewajiban untuk melakukan penyelesaian atas harga pembelian
        sebagaimana dimaksud pada PJBS LP melalui mekanisme perjumpaan (set-off)
        antara harga pembelian dengan sebagian hutang piutang antara IND dan Perseroan
        sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Pengambilalihan Piutang dan Pinjam
        Meminjam tanggal 29 Juli 2022 yang telah dilakukan beberapa kali perubahan
        termasuk tidak terbatas pada perubahan terakhir yang tercantum dalam addendum
        terakhir tanggal 2 Januari 2025, dan surat keterangan Pengakuan Hutang dari IND
        tanggal 19 Juni 2026. Oleh dan karenanya, sampai dengan ditandatanganinya PJBS
        LP ini, IND mengakui memiliki hutang kepada Perseroan sebesar Rp 44,03 miliar.

•   Penyelesaian Sangketa

    PJBS LP ini tunduk dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.




                                           76
Page 78
                                                                             Lampiran E

Analisis atas Laporan Penilaian 75,00% Saham LP

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-
210/KS.13/2026, telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen
sesuai dengan surat penugasan No. KR/260223-001 tanggal 23 Februari 2026 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 75,00% saham LP. Hasil penilaian atas 75,00% saham LP
tersebut tertuang dalam laporan penilaian 75,00% saham LP dengan No. 00120/2.0162-
00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026 dengan ringkasan sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan IND.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 75,00% saham LP.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
   pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen AR. Dalam penyusunan
   proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja AR
   pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan
   datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan
   tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja AR yang dinilai pada
   saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
   signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja AR yang dinilai. Kami bertanggung
   jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
   berdasarkan kinerja historis AR dan informasi manajemen AR terhadap proyeksi laporan
   keuangan AR tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian AR dan
   kesimpulan nilai akhir.




                                          77
Page 79
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan, dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan LP atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan LP bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai
data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan
bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari
laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi
ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan
penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang
terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan LP.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum LP
berdasarkan anggaran dasar LP.




                                       78
Page 80
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
   bersih (adjusted net asset method), dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
   (capitalized excess earning method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
   oleh AR di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
   perkembangan usaha AR. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
   AR diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha AR. Arus kas
   yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat
   diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus
   kas tersebut.

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian AR
   merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode
   ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai
   pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya
   (seperti kas/bank atau utang bank).

   Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset
   dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
   langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
   melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas
   (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
   liabilitas yang telah disesuaikan.

   Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
   Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan
   kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud
   kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut
   dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi
   nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset
   takberwujud.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan LP. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan
   metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.




                                              79
Page 81
   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
   31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 20,58 miliar.




                                             80

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.14 MB
Published22 Jun 2026
Pages81
Characters224,833
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 63 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TRISULA INTERNATIONAL Tbk p.1 ×26
linked org PT Inti Nusa Damai p.2 ×6
linked person Marcus Harianto B p.9 ×2
linked person Tjhoi Lisa Tjahjadi p.14
linked person Fendy Sutanto p.14
linked person Kartono Budiman p.14
linked org PT Tritirta Inti Mandiri p.14
linked person Dedie Suherlan p.18
linked org Bukit Uluwatu Villa Tbk. p.66 ×2
linked org Red Planet Indonesia Tbk. p.66 ×2
linked org Sunter Lakeside Hotel Tbk. p.66 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2
possible org Kosasih p.8
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.13 ×3
possible person Widjaya Djohan p.14 ×2
possible org PT Trisula Insan Tiara p.14 ×3
possible org PT Karya Dwimanunggal Sejahtera p.14 ×3
unresolved org PT Lifestyle Pratama p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×3
unresolved org PT Rimba Lifestyle p.3
unresolved org PT Alam Rimba p.3
unresolved org PT Trimbawan Swastama Sejati p.4
unresolved org Mirawati Sensi Idris p.4
unresolved org MSI p.6 ×6
unresolved org Dwi Haryadi Nugraha & Rekan p.6
unresolved org Dwi Haryadi Nugraha p.6
unresolved org Tjahjo & Rekan p.8
unresolved org KNMTR p.8 ×2
unresolved org DHNR p.8 ×2
unresolved org Jonnardi p.9
unresolved org Sukmito & Rekan p.9
unresolved org KJPP KR p.9 ×2
unresolved person Kumala Tjahjani Widodo S.H. · Notaris p.9 ×2
unresolved person Wiwik Condro · Notaris p.9 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.9 ×4
unresolved org PT Transindo Global Fashion p.13
unresolved person Achmad Bajumi p.13
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.13
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×3
unresolved org PT Inti Nusa Damai Dalam Transaksi p.17
unresolved person Marianne Vincentia Hamdani · Notaris p.17 ×5
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.18
unresolved org PT Lifestyle Pratama Dalam Transaksi p.19
unresolved org Kementerian Republik Indonesia p.19 ×4
unresolved org PT Lifestyle Pratama II. p.23
unresolved org Pusat Statistik p.25
unresolved org Kementerian Pariwisata Republik Indonesia p.26
unresolved org Kementerian Pariwisata p.26
unresolved org Kota Nusantara p.26
unresolved org JJSR. Ikhtisar p.51
unresolved — Pembat · Penilai p.55 ×2
unresolved org PT Plataran Indonesia. p.60
unresolved org PT Menjangan Dynasty Resort p.60
unresolved org PT WHM Indonesia. III. p.60
unresolved org Setiabudi Internasional Tbk. p.66
unresolved org Minor International Public Company Limited p.66
unresolved org Hyatt Hotels Corporation p.66
unresolved org Resorts Inc. p.66
unresolved org KJPP Kusnanto p.71 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.71
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.71

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 15677 ms 12 Sep 2026 22:05
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
                            'transaksi di mana'}],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di '
                'mana',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '20.00'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result