Back to announcement
20260622_TRIS_Informasi Transaksi Afiliasi_32103365_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review TRISSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 81
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT TRISULA INTERNATIONAL Tbk
TRANSAKSI
JUNI 2026
Page 2
No. : 00124/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 19 Juni 2026 Kepada Yth. PT TRISULA INTERNATIONAL Tbk Gedung Trisula Center Jl. Lingkar Luar Barat Blok A No. 1 Rawa Buaya, Cengkareng Jakarta 11740 U.p. : Direksi Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi Dengan hormat, Pada tanggal 19 Juni 2026, PT Trisula International Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dan PT Inti Nusa Damai (selanjutnya disebut “IND”) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham PT Lifestyle Pratama (selanjutnya disebut “PJBS LP”), di mana Perseroan telah setuju untuk membeli 4.500 saham atau setara dengan 75,00% saham PT Lifestyle Pratama (selanjutnya disebut ”LP”) milik IND dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,00 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi”). Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/260223-001 tanggal 23 Februari 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026, menyampaikan pendapat kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang perdagangan pakaian jadi dan jasa.
Perseroan memulai kegiatan operasionalnya pada tahun 2005. Perseroan berdomisili di
Trisula Center, Jalan Lingkar Luar Barat Blok A No. 1, Rawa Buaya, Cengkareng,
Jakarta 11740, dengan nomor telepon: (021) 5835 7377, nomor faksimile: (021) 5835 8033,
dan email: corporate.secretary@trisula.com.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur pemegang
saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
IND
75,00% 20,61%
LP Perseroan
60,00% 60,00%
PT Rimba Lifestyle
PT Alam Rimba (AR)
(RL)
IND merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha IND adalah bergerak dalam bidang perusahaan investasi.
LP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang perdagangan besar
meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen hotel, penyediaan
akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan holding, dan aktvitas konsultasi
manajemen lainnya.
AR merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha AR adalah bergerak dari jasa management hotel, restoran dan aktivitas
bisnis lainnya berubah menjadi bergerak dalam bidang penyedia akomondasi dan
penyediaan makan, minum, dan aktivitas jasa lainnya.
2
Page 4
RL merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha RL adalah bergerak dalam bidang pembangunan, perdagangan,
perindustrian, pengangkutan darat, pertanian, percetakan, dan jasa. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, RL belum menjalankan kegiatan
operasionalnya.
Industri pariwisata di Indonesia memiliki potensi yang didukung oleh keberagaman destinasi
wisata alam, budaya, dan rekreasi yang tersebar di berbagai wilayah. Khususnya di Bali,
potensi industri pariwisata didukung oleh pengakuan yang luas sebagai salah satu destinasi
wisata internasional, ketersediaan infrastruktur pariwisata yang relatif berkembang, serta
keberadaan berbagai fasilitas pendukung seperti hotel, resort, restoran, dan sarana
transportasi. Selain itu, karakteristik Bali yang menawarkan kombinasi wisata alam, budaya,
dan rekreasi menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata bagi wisatawan domestik
maupun mancanegara, sehingga berpotensi mendukung aktivitas usaha yang bergerak di
sektor pariwisata dan industri pendukung terkait.
Pada tanggal 3 Agustus 2010 AR, entitas anak LP dan PT Trimbawan Swastama Sejati
(selanjutnya disebut “TSS”), pihak yang tidak terafiliasi dengan Perseroan, IND, dan LP,
telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (selanjutnya disebut “PKS”) terkait
pengelolaan kawasan “Menjangan Jungle and Beach Resort” yang berlokasi di Taman
Nasional Bali Barat, Desa Pejarakan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Masa berlaku PKS
tersebut mengikuti masa berlaku dari Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam
(selanjutnya disebut “IUPSWA”) yang dimiliki oleh TSS, yang saat ini berlaku sampai
dengan 15 September 2028. Apabila IUPSWA diperbaharui, maka PKS akan secara
otomatis diperpanjang untuk jangka waktu yang sama. Berdasarkan ketentuan yang berlaku,
IUPSWA tersebut dapat diperpanjang selama 20 tahun dan selanjutnya dapat diperpanjang
kembali. Dengan adanya PKS tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kegiatan
usaha AR dalam pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata, sehingga
memberikan dukungan terhadap kegiatan usaha dan prospek LP sebagai entitas induk AR.
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP Mirawati Sensi Idris (selanjutnya disebut
“MSI”), Perseroan mencatat saldo piutang pihak berelasi dari IND yang terdiri dari pokok dan
bunga adalah sebesar Rp 44,99 miliar. Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh
dari manajemen Perseroan, sampai dengan tanggal ditandatanganinya PJBS LP ini saldo
piutang pihak berelasi dari IND yang terdiri dari pokok dan bunga adalah sebesar
Rp 44,03 miliar (selanjutnya disebut “Piutang”). Perseroan bermaksud mengoptimalkan nilai
ekonomis dari Piutang tersebut dengan melakukan Transaksi, di mana sebagian nilai
Piutang dari IND akan diselesaikan melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
saham LP, entitas induk AR.
3
Page 5
Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus memanfaatkan peluang
bisnis melalui strategi pertumbuhan secara an-organik atas perusahaan yang memiliki
sinergi di industri pariwisata khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan fasilitas
pendukung yang berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan
kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh
AR, sehingga melalui Transaksi Perseroan dapat memperoleh akses terhadap sektor
pariwisata melalui kepemilikan pada LP. Langkah tersebut merupakan bagian dari
diversifikasi usaha Perseroan ke sektor pariwisata sehingga mengurangi ketergantungan
Perseroan pada satu segmen bisnis yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas
Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar maupun dinamika industri.
Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR melalui LP, di
mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan sumber pendapatan baru yang
bersifat berulang (recurring income) bagi Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha
pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga
dapat memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di masa yang
akan datang.
Selanjutnya, Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi risiko atas
aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan saham LP, sehingga
Perseroan memiliki investasi pada LP yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan
manfaat ekonomi jangka panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai
investasi pada masa mendatang.
Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat menciptakan nilai
peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang yang
pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus memanfaatkan peluang
bisnis melalui strategi pertumbuhan secara an-organik atas perusahaan yang memiliki
sinergi di industri pariwisata khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan fasilitas
pendukung yang berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan
dengan kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang
dijalankan oleh AR, sehingga melalui Transaksi Perseroan dapat memperoleh akses
terhadap sektor pariwisata melalui kepemilikan pada LP. Langkah tersebut merupakan
bagian dari diversifikasi usaha Perseroan ke sektor pariwisata sehingga mengurangi
ketergantungan Perseroan pada satu segmen bisnis yang diharapkan dapat
meningkatkan kapasitas Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar
maupun dinamika industri.
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR melalui LP,
di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan sumber pendapatan baru
yang bersifat berulang (recurring income) bagi Perseroan yang berasal dari kegiatan
usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR,
sehingga dapat memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan
di masa yang akan datang.
4
Page 6
• Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi risiko atas aset
Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan saham LP, sehingga
Perseroan memiliki investasi pada LP yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah
dan manfaat ekonomi jangka panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan
nilai investasi pada masa mendatang.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat menciptakan nilai
peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang
yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham
Perseroan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa IND
merupakan entitas induk dari Perseroan dan LP dengan kepemilikan masing-masing
sebesar 20,61% dan 75,00%, maka Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020
tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI, jumlah ekuitas,
jumlah aset, penjualan bersih, dan laba bersih Perseroan masing-masing adalah sebesar
Rp 841,10 miliar, Rp 1.359,24 miliar, Rp 1.733,31 miliar, dan Rp 110,16 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP Dwi Haryadi Nugraha & Rekan (selanjutnya
disebut “DHNR”), jumlah aset, pendapatan operasional, dan laba bersih LP masing-masing
adalah sebesar Rp 17,11 miliar, Rp 21,77 miliar, dan Rp 1,51 miliar.
Selanjutnya, berdasarkan PJBS LP, nilai transaksi atas Transaksi tersebut adalah sebesar
Rp 20,00 miliar.
Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2025, sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.
5
Page 7
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di mana
Perseroan telah setuju untuk membeli 4.500 saham atau setara dengan 75,00% saham LP
milik IND dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,00 miliar.
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
JENIS LAPORAN
Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.
6
Page 8
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
Perseroan.
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00136/3.0478/AU.1/05/1741-3/1/III/2026 tanggal 27 Maret 2026 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00087/3.0478/AU.1/05/1741-2/1/III/2025 tanggal 24 Maret 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP MSI sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00105/3.0478/AU.1/05/1741-1/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo &
Rekan (selanjutnya disebut “KNMTR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00172/2.1051/AU.1/05/1029-3/1/III/2023 tanggal 16 Maret 2023 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP KNMTR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00281/2.1051/AU.1/05/1029-2/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
7. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP DHNR sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. 00099/2.1446/AU.8/05/1723-1/-/1V/2026 tanggal 29 April 2026
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.
8. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023.
9. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022.
7
Page 9
10. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021.
11. Informasi keuangan konsolidasian proforma pada tanggal 31 Desember 2025 dan
laporan asurans praktisi independen atas kompilasi informasi keuangan konsolidasian
proforma yang telah direviu oleh KAP Jonnardi, Jamaludin, Sukmito & Rekan
(selanjutnya disebut “JJSR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. UP26061901JN tanggal 19 Juni 2026.
12. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang
disusun oleh manajemen Perseroan.
13. Laporan penilaian 75,00% saham LP per 31 Desember 2025 yang disusun oleh KJPP
KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00120/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026.
14. PJBS LP.
15. PKS.
16. IUPSWA.
17. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 1
tanggal 3 April 2023 oleh Kumala Tjahjani Widodo S.H., M.H., M.Kn, Notaris di Jakarta
terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
18. Anggaran dasar LP yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 30 tanggal
14 Agustus 2024 oleh Wiwik Condro, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Barat terkait
perubahan susunan Direksi LP.
19. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Marcus Harianto B dengan
posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
dengan Transaksi.
20. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
masa mendatang.
21. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi.
22. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg.
23. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg.
8
Page 10
24. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg.
25. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
untuk penugasan.
26. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi
laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan LP berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan LP.
9
Page 11
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.
10
Page 12
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/260223-001 tanggal
23 Februari 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat
Kewajaran.
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:
I. Analisis atas Transaksi.
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi.
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.
11
Page 13
I. ANALISIS TRANSAKSI
Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:
I.A. Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
I.A.1. PT Trisula International Tbk
Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang telah setuju untuk membeli
4.500 saham atau setara dengan 75,00% saham LP milik IND dengan nilai
transaksi sebesar Rp 20,00 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan
merupakan entitas anak IND dengan kepemilikan sebesar 20,61% dan pihak
yang terafiliasi dengan LP. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham,
dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
I.A.1.a. Latar Belakang
Perseroan didirikan dengan nama PT Transindo Global Fashion berdasarkan
Akta Notaris No. 38 tanggal 13 Desember 2004 juncto Akta Notaris No. 26
tanggal 15 Februari 2005 keduanya dari Achmad Bajumi, S.H., notaris di
Jakarta. Akta pendirian Perseroan tersebut telah memperoleh pengesahan dari
Menteri Kehakiman Republik Indonesia (sekarang Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia) melalui Surat Keputusan No. C-14733
HT.01.01.TH.2005 tanggal 31 Mei 2005 dan telah diumumkan dalam Lembaran
Berita Negara Republik Indonesia No. 69 tanggal 30 Agustus 2005, Tambahan
No. 9315.
Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan.
Perubahan terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 1 tanggal 3 April 2023 dari
Kumala Tjahjani Widodo S.H., M.H., M.Kn., notaris di Jakarta, terkait
perubahan modal ditempatkan dan disetor Perseroan yang meningkat menjadi
3.141.443.831 saham, dengan nilai Rp100 per lembar saham, sehingga total
menjadi sebesar Rp314.144.383.100. Perubahan anggaran dasar tersebut
telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0048982 tanggal 3 April 2023.
Perseroan berdomisili di Trisula Center, Jalan Lingkar Luar Barat Blok A No. 1,
Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta 11740.
12
Page 14
I.A.1.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Tjhoi Lisa Tjahjadi
Komisaris Independen : Fendy Sutanto
Direksi
Direktur Utama : Widjaya Djohan
Direktur : Kartono Budiman
Direktur : Marcus Harianto B.
I.A.1.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Inti Nusa Damai 633.384.048 20,16% 63.338.404.800
PT Trisula Insan Tiara 502.814.700 16,01% 50.281.470.000
PT Karya Dwimanunggal Sejahtera 470.037.000 14,96% 47.003.700.000
PT Tritirta Inti Mandiri 54.593.574 1,74% 5.459.357.400
Marcus Harianto Brotoatmodjo 1.558.900 0,05% 155.890.000
Masyarakat (masing-masing di bawah 5,00%) 1.410.623.109 44,90% 141.062.310.900
Saham tresuri 68.432.500 2,18% 6.843.250.000
Jumlah 3.141.443.831 100,00% 314.144.383.100
I.A.1.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang
perdagangan pakaian jadi dan jasa.
13
Page 15
I.A.1.e. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang
perdagangan pakaian jadi dan jasa. Perseroan melalui entitas anak telah
melaksanakan kegiatan usaha utama yang diuraikan sebagai berikut:
1. Industri Tekstil
Perseroan melalui entitas anak memiliki 2 merek tekstil unggulan, yaitu
Bellini dan Caterina, yang dikenal sebagai simbol kualitas di pasar domestik
maupun internasional. Merek Bellini menawarkan kain premium untuk
kebutuhan formal dan seragam, sementara Caterina berfokus pada kain
yang memadukan kenyamanan dan daya tahan untuk pakaian kasual.
Dengan inovasi berkelanjutan dan standar tinggi, kedua merek ini telah
menjadi pilihan utama di industri tekstil, mendukung visi Perseroan untuk
memberikan produk berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan berbagai
sektor, termasuk fesyen, korporasi, dan sektor lainnya.
2. Industri Garmen
Perseroan bergerak di bidang perindustrian garmen, memproduksi pakaian
jadi untuk merek internasional melalui entitas anak. Dengan mengutamakan
penerapan teknologi canggih, Perseroan memastikan standar tinggi dalam
setiap tahap proses produksi. Produk-produk yang dihasilkan meliputi jas
formal, pakaian kasual, pakaian gaya hidup, pakaian golf, pakaian kantor
eksekutif, dan seragam, dengan pangsa pasar yang mencakup Asia,
Amerika, Australia, dan Eropa. Selain itu, Perseroan juga memproduksi
seragam korporasi yang disesuaikan untuk berbagai sektor, termasuk
perbankan, perhotelan, instansi pemerintah, dan maskapai penerbangan.
Beberapa klien internasional ternama yang mempercayakan produksi
seragam mereka kepada Perseroan meliputi McDonald’s Singapura,
National Healthcare Group Singapura, American Airlines, Singapore
Airlines, Silk Air, Marina Bay Sands, St. Regis Macao, Changi Airport
Group, dan Resort World Sentosa.
3. Industri Ritel
Perseroan juga memiliki divisi ritel yang berperan penting dalam
memperluas jangkauan produk ke pasar konsumen. Melalui divisi ini,
Perseroan memasarkan dan mendistribusikan pakaian bermerek, termasuk
produk dari merek JOBB dan Jack Nicklaus, yang tersedia di lebih dari 199
pos dan 12 channel e-commerce penjualan di seluruh Indonesia.
Merek-merek ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pakaian sehari-hari
tetapi juga menawarkan produk berkualitas tinggi untuk berbagai
kesempatan, dari kasual hingga formal
14
Page 16
Perseroan, melalui entitas anak, menjalankan kegiatan produksi dan distribusi
produk pakaian dan tekstil dengan portofolio merek yang kuat. Di segmen
produk pakaian, merek lokal JOBB hadir sebagai pilihan utama untuk pakaian
siap pakai berkualitas, sementara Jack Nicklaus menawarkan gaya
internasional yang klasik dan elegan.
Sementara itu, di sisi tekstil, merek Bellini dan Caterina dikenal luas atas
kualitas dan keandalannya dalam menyediakan bahan baku dan produk tekstil
bagi pasar domestik maupun ekspor. Seluruh proses produksi dilakukan
dengan standar tinggi, menggunakan bahan baku pilihan dan teknologi modern
mulai dari tahap texturizing hingga finishing, disertai pengendalian mutu yang
ketat untuk memastikan konsistensi kualitas. Adapun jenis kain yang digunakan
dalam merek Bellini dan Caterina mencakup beragam varian serat berkualitas,
antara lain 100% poliester, poliester rayon, poliester katun, benang elastis tebal
dan tipis, kain elastis sehat, kain ultra elastis dengan tampilan bertekstur,
pakaian seragam, kain daur ulang, denim elastis, kain dengan fungsi khusus,
dan produk ritel.
Proyeksi target usaha Perseroan pada tahun 2026 telah ditetapkan
berdasarkan asumsi kondisi perekonomian dan industri yang menjadi bahan
acuan bagi Perseroan untuk menetapkan strategi usaha. Adapun strategi
usaha yang disusun Perseroan adalah sebagai berikut:
- Komunikasi pasar fokus pada keunggulan nilai tambah produk.
- Segmentasi dan positioning produk yang didiversifikasi.
- Kolaborasi dengan mitra strategis termasuk konsumen utama dalam
memperkuat posisi di pasar dan menggali pasar baru.
- Diversifikasi produk dengan mulai memproduksi berbagai macam ransel,
kantong (pouch), tas minum (hydration pack), dan sabuk.
- Perluas basis konsumen internasional dengan memanfaatkan perjanjian
perdagangan yang memberikan akses bebas bea yang akan mulai berlaku
tahun 2026 – 2027.
- Meningkatkan keterampilan operator menuju tingkat multi-keterampilan
(multi skill level).
- Pemantauan produksi secara real-time untuk respons tindakan cepat.
- Mencari peluang konsumen di negara-negara baru seiring dengan
ditandatanganinya Comprehensive Economic Partnership Agreement
(CEPA) antara Indonesia dengan Kanada dan Eropa.
15
Page 17
Sejalan dengan strategi usaha tersebut, Perseroan juga membuka peluang
sinergi melalui langkah korporasi di luar lini bisnis utama, yaitu pada sektor
properti khususnya terkait dengan industri pariwisata khususnya pada resort
dan fasilitas pendukung pariwisata. Di mana Perseroan akan memiliki aset
berupa eco resort di kawasan nasional yang mengutamakan kelestarian
lingkungan, hal ini juga menunjukkan komitmen Perseroan dalam menjaga dan
mendukung konservasi alam. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat
portofolio aset produktif Perseroan sekaligus menciptakan sumber pendapatan
yang lebih stabil dan berkelanjutan di luar lini usaha utama. Dalam konteks ini,
pengembangan aset dipandang sebagai bentuk diversifikasi strategis yang
tetap selaras dengan arah pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Industri pariwisata Indonesia masih diproyeksikan tetap menjadi salah satu
sektor dengan potensi pertumbuhan yang kuat, didorong oleh meningkatnya
arus wisatawan domestik maupun internasional, penguatan infrastruktur, serta
posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Asia. Selain itu,
tren peningkatan permintaan terhadap pengalaman wisata yang lebih beragam
dan berkualitas turut memberikan peluang bagi pelaku usaha dan investor
untuk menangkap pertumbuhan nilai di sektor ini dalam jangka panjang.
Dengan dinamika tersebut, keterlibatan Perseroan dalam ekosistem pariwisata
melalui investasi pada aset terkait diharapkan dapat memberikan nilai tambah
strategis, baik dari sisi diversifikasi pendapatan maupun penguatan basis aset.
Langkah ini juga membuka peluang bagi Perseroan untuk berpartisipasi dalam
pertumbuhan sektor yang resilien dan terus berkembang, sehingga mendukung
keberlanjutan kinerja usaha secara keseluruhan.
I.A.2. PT Inti Nusa Damai
Dalam Transaksi, IND merupakan pihak yang menjual 4.500 saham atau setara
dengan 75,00% saham LP kepada Perseroan dengan nilai transaksi sebesar
Rp 20,00 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
Perseroan, IND merupakan entitas induk Perseroan dan LP dengan
kepemilikan masing-masing sebesar 20,61% dan 75,00%. Latar belakang,
manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha IND adalah sebagai
berikut:
I.A.2.a. Latar Belakang
IND didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 59
tertanggal 23 Juni 2010 yang dibuat di hadapan Marianne Vincentia Hamdani,
S.H., Notaris di Jakarta dan yang telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Keputusan
No. AHU-33854.AH.01.01.TAHUN 2010 tanggal 6 Juli 2010.
16
Page 18
Anggaran Dasar IND telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubaha
terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 72 tanggal 28 Mei 2019 dari Wiwik
Condro S.H., Notaris di Jakarta terkait perubahan maksud dan tujuan IND.
Perubahan tersebut telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU-0033675.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal
28 Juni 2019.
I.A.2.b. Manajemen
Susunan Komisaris dan Direksi IND pada tanggal 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
Komisaris : Dedie Suherlan
Direksi
Direktur Utama : Maya Damayanti Pranoto
Direktur : Widjaya Djohan
I.A.2.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham IND berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Karya Dwimanunggal Sejahtera 65.800 70,00% 65.800.000.000
PT Trisula Insan Tiara 28.200 30,00% 28.200.000.000
Jumlah 94.000 100,00% 94.000.000.000
I.A.2.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha IND adalah bergerak dalam bidang aktivitas
perusahaan holding, aktivitas konsultasi manajemen lainnya, perdagangan
besar tekstil, perdagangan besar pakaian, dan perdagangan besar peralatan
dan perlengkapan rumah tangga.
17
Page 19
I.A.3. PT Lifestyle Pratama
Dalam Transaksi, LP merupakan pihak yang atas 4.500 saham atau setara
dengan 75,00% saham LP dijual oleh IND kepada Perseroan dengan nilai
transaksi sebesar Rp 20,00 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, LP merupakan entitas anak IND dengan kepemilikan
sebesar 75,00% dan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Latar belakang,
manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha LP adalah sebagai
berikut:
I.A.3.a. Latar Belakang
LP didirikan berdasarkan Akta No. 61 tanggal 25 Juni 2010 yang dibuat di
hadapan Marianne Vincentia Hamdani, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara.
Pernyataan Keputusan Rapat tersebut telah diterima dan dicatat di dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Republik Indonesia melalui
suratnya No. AHU-34802.AH.01.01 Tahun 2010 tanggal 9 Juli 2010.
Anggaran dasar LP telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubaha
terakhir berdasarkan Akta No. 30 tanggal 14 Agustus 2024, yang dibuat di
hadapan Wiwik Condro, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Barat terkait perubahan
susunan Direksi LP. Pernyataan Keputusan Rapat tersebut telah diterima dan
dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Republik
Indonesia melalui suratnya No. AHU-0059456.AH.01.02.Tahun 2024
tanggal 20 September 2024.
LP berdomisili di Jalan Lingkar Luar Barat Blok A No. 1, Rawa Buaya,
Cengkareng, Jakarta 11740.
I.A.3.b. Manajemen
Komisaris dan Direksi LP pada tanggal 31 Desember 2025 masing-masing
adalah Maya Damayanti Pranoyo dan David Agustino.
I.A.3.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham LP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
David Agustino 1.500 25,00% 1.500.000.000
PT Inti Nusa Damai 4.500 75,00% 4.500.000.000
Jumlah 6.000 100,00% 6.000.000.000
18
Page 20
I.A.3.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
besar meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen
hotel, penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan
holding, dan aktvitas konsultasi manajemen lainnya.
I.B. Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Pada tanggal 19 Juni 2026, Perseroan dan IND telah menandatangani PJBS
LP sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam
PJBS LP adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PJBS LP adalah Perseroan dan
IND.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan PJBS LP adalah IND bermaksud
untuk menjual secara langsung kepada Perseroan seluruh saham milik IND
yaitu 4.500 saham atau setara dengan 75,00% saham LP dengan nilai
transaksi sebesar Rp 20,00 miliar.
• Harga Jual Beli Saham dan Tata Cara Pembayaran
Harga jual beli saham dan tata cara pembayaran berdasarkan PJBS LP
adalah sebagai berikut:
- Perseroan dan IND telah mempertimbangkan hasil penilaian saham dari
penilai independen, oleh dan karenanya Perseroan dan IND sepakat
harga pembelian atas seluruh saham adalah sebesar Rp 20,00 miliar.
- Perseroan berkewajiban untuk melakukan penyelesaian atas harga
pembelian sebagaimana dimaksud pada PJBS LP melalui mekanisme
perjumpaan (set-off) antara harga pembelian dengan sebagian jumlah
hutang piutang antara IND dan Perseroan sebagaimana dimaksud
dalam Perjanjian Pengambilalihan Piutang dan Pinjam Meminjam
tanggal 29 Juli 2022 yang telah dilakukan beberapa kali perubahan
termasuk tidak terbatas pada perubahan terakhir yang tercantum dalam
addendum terakhir tanggal 2 Januari 2025, dan surat keterangan
Pengakuan Hutang dari IND tanggal 19 Juni 2026. Oleh dan karenanya,
sampai dengan ditandatanganinya PJBS LP ini, IND mengakui memiliki
hutang kepada Perseroan sebesar Rp 44,03 miliar.
19
Page 21
• Penyelesaian Sangketa
PJBS LP ini tunduk dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Negara Republik
Indonesia.
I.C. Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi
Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:
• Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus
memanfaatkan peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara an-
organik atas perusahaan yang memiliki sinergi di industri pariwisata
khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan fasilitas pendukung yang
berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan
kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang
dijalankan oleh AR, sehingga melalui Transaksi Perseroan dapat
memperoleh akses terhadap sektor pariwisata melalui kepemilikan pada
LP. Langkah tersebut merupakan bagian dari diversifikasi usaha Perseroan
ke sektor pariwisata sehingga mengurangi ketergantungan Perseroan pada
satu segmen bisnis yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas
Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar maupun dinamika
industri.
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR
melalui LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan
sumber pendapatan baru yang bersifat berulang (recurring income) bagi
Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha pengelolaan resort dan
fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga dapat
memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di
masa yang akan datang.
• Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi risiko
atas aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
saham LP, sehingga Perseroan memiliki investasi pada LP yang
diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi jangka
panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai investasi pada
masa mendatang.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
menciptakan nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan
manfaat bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
20
Page 22
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
dana dari pelunasan Piutang untuk investasi lain yang berpotensi
memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan Transaksi.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, terdapat kemungkinan di mana LP tidak
dapat memberikan kinerja positif dan nilai tambah bagi Perseroan sehingga
dapat memberikan dampak terhadap kondisi operasional dan keuangan
Perseroan.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perdagangan besar
meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen hotel,
penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan holding,
dan aktvitas konsultasi manajemen lainnya, LP tidak terlepas dari berbagai
risiko usaha yang dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah
yang berpotensi memberikan dampak bagi kelangsungan usaha LP.
21
Page 23
II. ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI
II.A. PT Lifestyle Pratama
II.A.1. Latar Belakang
LP didirikan berdasarkan Akta No. 61 tanggal 25 Juni 2010 yang dibuat di
hadapan Marianne Vincentia Hamdani, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara.
Pernyataan Keputusan Rapat tersebut telah diterima dan dicatat di dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Republik Indonesia melalui
suratnya No. AHU-34802.AH.01.01 Tahun 2010 tanggal 9 Juli 2010.
Anggaran dasar LP telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubaha
terakhir berdasarkan Akta No. 30 tanggal 14 Agustus 2024, yang dibuat di
hadapan Wiwik Condro, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Barat terkait perubahan
susunan Direksi LP. Pernyataan Keputusan Rapat tersebut telah diterima dan
dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Republik
Indonesia melalui suratnya No. AHU-0059456.AH.01.02.Tahun 2024
tanggal 20 September 2024.
LP berdomisili di Jalan Lingkar Luar Barat Blok A No. 1, Rawa Buaya,
Cengkareng, Jakarta 11740.
II.A.2. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
besar meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen
hotel, penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan
holding, dan aktvitas konsultasi manajemen lainnya.
II.B. Tinjauan Industri Perhotelan
II.B.1. Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia
Perhotelan merupakan sarana dan prasarana yang menawarkan layanan
akomodasi penginapan dengan pengelolaan secara komersial. Perhotelan
yang dikelola secara komersial memicu terjadinya pertumbuhan atas
permintaan dari layanan penginapan sebagaimana perhotelan mempunyai
peranan penting sebagai mata rantai kegiatan wisata yang mendorong para
wisatawan untuk berkunjung serta menikmati objek daya tarik wisata tertentu
dengan waktu yang relatif lama.
22
Page 24
Tingkat Okupansi Kamar Hotel di Dunia
Juni 2025 – Oktober 2025
(Dalam persentase)
71,50
71,00
70,50
70,00
69,50
69,00
68,50
68,00
67,50
67,00
66,50
Jun Jul Ags Sept Oct
Tingkat Okupansi 69,00 71,00 71,00 68,00 70,00
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, tingkat okupansi hotel global
menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Tingkat okupansi meningkat sebesar
2,00% pada Juli 2025 dibandingkan Juni 2025 dan stagnan pada Agustus
2025. Selanjutnya, tingkat okupansi mengalami penurunan sebesar 3,00%
pada September 2025 sebelum kembali meningkat sebesar 2,00% pada
Oktober 2025. Secara keseluruhan, tingkat okupansi hotel dunia tetap terjaga
pada tingkat yang cukup tinggi sepanjang periode tersebut.
Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Global Hotel Alliance (GHA),
Uni Emirat Arab tetap menjadi destinasi dengan kinerja hotel terbaik di Aliansi
Hotel Global pada tahun 2025, hotel Uni Emirat Arab mencatat penjualan
kamar sebanyak 985.500 kamar, mengalami peningkatan sebesar 29,00%
dibandingkan dengan tahun 2024. Permintaan kamar terutama didukung dari
kunjungan domestik dan program loyalty yang kemudian berhasil meningkatkan
jumlah penjualan kamar. Industri perhotelan Uni Emirat Arab menawarkan
paket wisata mewah dengan standar tinggi yang berhasil menarik minat
pelanggan kelas atas.
Sebagai kelanjutan dari tren positif industri perhotelan global pada periode
2025, berdasarkan data Global GHA, pada Q1 2026 pendapatan hotel global
mengalami peningkatan sebesar 24,00% menjadi sebesar USD 921,00 juta
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana penjualan kamar
hotel dunia pada Q1 2026 mengalami peningkatan sebesar 27,00% menjadi
sebesar USD 738,00 juta dengan persentase tamu internasional sebesar
69,00%. Peningkatan pendapatan hotel pada Q1 2026 terutama
dikontribusikan oleh peningkatan pendapatan hotel India dan Singapura yang
masing-masing mengalami peningkatan pendapatan sebesar 40,00% dan
35,00% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Tamu
hotel dari negara AS, Inggris, Jerman, dan Tiongkok mendominasi penjualan
kamar hotel dunia pada Q1 2026.
23
Page 25
Pelaku industri hotel dunia dengan jaringan hotel yang luas terus melakukan
investasi dan perkembangan pada aset hotelnya, mencerminkan optimisme
investor terhadap iklim usaha perhotelan dunia di masa depan. Berdasarkan
data yang diperoleh dari Mordor Intelligence dalam laporan dengan judul
Hospitality Real Estate Market Size & Share Analysis – Growth Trends and
Forecast (2026 – 2031), pangsa pasar industri perhotelan diproyeksikan akan
menjadi sebesar USD 6,27 triliun pada tahun 2031, mengalami pertumbuhan
dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth
rate/CAGR) sebesar 4,18% dihitung sejak tahun 2026 hingga tahun 2031,
pulihnya pariwisata dunia, peningkatan perjalanan bisnis korporasi, integrasi
teknologi pintar di hotel, serta investasi dari berbagai institusi dan Real Estate
Investment Trust pada perhotelan kemudian memicu pertumbuhan industri
hotel di masa mendatang.
II.B.2. Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang dari
Sabang hingga Merauke Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang
menyimpan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam.
Keberagaman yang ada pada Indonesia ini tentunya menarik perhatian
wisatawan baik domestik maupun mancanegara sebagai destinasi utama untuk
dituju. Hotel yang memadai tentu menjadi pilar utama dalam menunjang
perjalanan liburan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang
berkunjung.
Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
Juli 2025 – Desember 2025
(Dalam persentase)
58
56
54
52
50
48
46
Jul Ags Sept Okt Nov Des
Tingkat okupansi 52,79 50,51 50,16 52,84 53,89 56,12
Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS)
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS, tingkat okupansi hotel di Indonesia
pada bulan Oktober, November, dan Desember 2025 mengalami peningkatan
masing-masing sebesar 2,68%, 1,05%, dan 2,23% dibandingkan dengan
bulan-bulan sebelumnya. Tingkat okupansi hotel di Indonesia terutama
didorong oleh Tingkat okupansi hotel di Bali, Papua Barat, dan Daerah
Istimewa Yogyakarta dengan tingkat okupansi hotel pada bulan Desember
2025 masing-masing sebesar 64,57%, 61,90%, dan 66,38%.
24
Page 26
Peningkatan kinerja industri perhotelan tersebut sejalan dengan perkembangan
positif sektor pariwisata Indonesia di tingkat internasional. Berdasarkan data
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, sepanjang tahun 2025 sektor
pariwisata Indonesia telah mendapatkan 153 penghargaan internasional yang
merupakan dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah penghargaan tahun
2024. Penghargaan berupa Michelin Keys untuk 33 hotel dan resor Indonesia
turut mengukuhkan kinerja baik perhotelan Indonesia di mata dunia. Pada
tahun 2025, Kementerian Pariwisata turut berpartisipasi dalam 12 pameran
pariwisata dunia dan program turunan lainnya untuk mempromosikan
pariwisata dan perhotelan di Indonesia.
Kondisi tersebut kemudian tercermin pada meningkatnya jumlah kunjungan
wisatawan. Berdasarkan data BPS, kunjungan turis mancanegara pada
Maret 2026 adalah sebesar 1,09 juta kunjungan, mengalami peningkatan
sebesar 10,50% dibandingkan dengan Maret 2025, sedangkan jumlah
kunjungan turis Nusantara pada Maret 2026 mencapai sebesar 126,34 juta
kunjungan atau mengalami peningkatan sebesar 42,10% dibandingkan dengan
periode yang sama tahun sebelumnya.
Pasar hotel di Indonesia terklasifikan berdasarkan tipe properti, hotel, resor,
dan spa, sementara klasifikasi berdasarkan tipe hotel berdasarkan chain hotel
dan hotel independen, sementara kelas aset hotel diklasifikasikan berdasarkan
kelas hotel terjangkau, kelas menengah, hingga kelas mewah. Berdasarkan
data Mordor Intelligence dalam laporannya dengan judul Indonesia Hospitality
Real Estate Market Size & Share Analysis Growth Trends and Forecast
(2026-2031) pasar perhotelan di Indonesia diproyeksikan akan menjadi
sebesar USD 4,46 miliar mengalami pertumbuhan dengan tingkat CAGR
sebesar 10,58% dihitung sejak tahun 2026 hingga 2031 didorong dengan
pembangunan hotel-hotel baru di Ibu Kota Nusantara, kawasan prioritas
Pemerintah seperti danau Toba dan Labuan Bajo kemudian menambah
pasokan hotel baru. Sementara, pembebasan visa dan prosedur kedatangan
wisatawan asing yang lebih ringkas turut diharapkan meningkatkan kunjungan
wisatawan internasional.
25
Page 27
II.C. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang
perdagangan pakaian jadi dan jasa. Perseroan melalui entitas anak telah
melaksanakan kegiatan usaha utama yang diuraikan sebagai berikut:
1. Industri Tekstil
Perseroan melalui entitas anak memiliki 2 merek tekstil unggulan, yaitu
Bellini dan Caterina, yang dikenal sebagai simbol kualitas di pasar domestik
maupun internasional. Merek Bellini menawarkan kain premium untuk
kebutuhan formal dan seragam, sementara Caterina berfokus pada kain
yang memadukan kenyamanan dan daya tahan untuk pakaian kasual.
Dengan inovasi berkelanjutan dan standar tinggi, kedua merek ini telah
menjadi pilihan utama di industri tekstil, mendukung visi Perseroan untuk
memberikan produk berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan berbagai
sektor, termasuk fesyen, korporasi, dan sektor lainnya.
2. Industri Garmen
Perseroan bergerak di bidang perindustrian garmen, memproduksi pakaian
jadi untuk merek internasional melalui entitas anak. Dengan mengutamakan
penerapan teknologi canggih, Perseroan memastikan standar tinggi dalam
setiap tahap proses produksi. Produk-produk yang dihasilkan meliputi jas
formal, pakaian kasual, pakaian gaya hidup, pakaian golf, pakaian kantor
eksekutif, dan seragam, dengan pangsa pasar yang mencakup Asia,
Amerika, Australia, dan Eropa. Selain itu, Perseroan juga memproduksi
seragam korporasi yang disesuaikan untuk berbagai sektor, termasuk
perbankan, perhotelan, instansi pemerintah, dan maskapai penerbangan.
Beberapa klien internasional ternama yang mempercayakan produksi
seragam mereka kepada Perseroan meliputi McDonald’s Singapura,
National Healthcare Group Singapura, American Airlines, Singapore
Airlines, Silk Air, Marina Bay Sands, St. Regis Macao, Changi Airport
Group, dan Resort World Sentosa.
3. Industri Ritel
Perseroan juga memiliki divisi ritel yang berperan penting dalam
memperluas jangkauan produk ke pasar konsumen. Melalui divisi ini,
Perseroan memasarkan dan mendistribusikan pakaian bermerek, termasuk
produk dari merek JOBB dan Jack Nicklaus, yang tersedia di lebih dari 199
pos dan 12 channel e-commerce penjualan di seluruh Indonesia.
Merek-merek ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pakaian sehari-hari
tetapi juga menawarkan produk berkualitas tinggi untuk berbagai
kesempatan, dari kasual hingga formal
26
Page 28
Perseroan, melalui entitas anak, menjalankan kegiatan produksi dan distribusi
produk pakaian dan tekstil dengan portofolio merek yang kuat. Di segmen
produk pakaian, merek lokal JOBB hadir sebagai pilihan utama untuk pakaian
siap pakai berkualitas, sementara Jack Nicklaus menawarkan gaya
internasional yang klasik dan elegan.
Sementara itu, di sisi tekstil, merek Bellini dan Caterina dikenal luas atas
kualitas dan keandalannya dalam menyediakan bahan baku dan produk tekstil
bagi pasar domestik maupun ekspor. Seluruh proses produksi dilakukan
dengan standar tinggi, menggunakan bahan baku pilihan dan teknologi modern
mulai dari tahap texturizing hingga finishing, disertai pengendalian mutu yang
ketat untuk memastikan konsistensi kualitas. Adapun jenis kain yang digunakan
dalam merek Bellini dan Caterina mencakup beragam varian serat berkualitas,
antara lain 100% poliester, poliester rayon, poliester katun, benang elastis tebal
dan tipis, kain elastis sehat, kain ultra elastis dengan tampilan bertekstur,
pakaian seragam, kain daur ulang, denim elastis, kain dengan fungsi khusus,
dan produk ritel.
Proyeksi target usaha Perseroan pada tahun 2026 telah ditetapkan
berdasarkan asumsi kondisi perekonomian dan industri yang menjadi bahan
acuan bagi Perseroan untuk menetapkan strategi usaha. Adapun strategi
usaha yang disusun Perseroan adalah sebagai berikut:
- Komunikasi pasar fokus pada keunggulan nilai tambah produk.
- Segmentasi dan positioning produk yang didiversifikasi.
- Kolaborasi dengan mitra strategis termasuk konsumen utama dalam
memperkuat posisi di pasar dan menggali pasar baru.
- Diversifikasi produk dengan mulai memproduksi berbagai macam ransel,
kantong (pouch), tas minum (hydration pack), dan sabuk.
- Perluas basis konsumen internasional dengan memanfaatkan perjanjian
perdagangan yang memberikan akses bebas bea yang akan mulai berlaku
tahun 2026 – 2027.
- Meningkatkan keterampilan operator menuju tingkat multi-keterampilan
(multi skill level).
- Pemantauan produksi secara real-time untuk respons tindakan cepat.
- Mencari peluang konsumen di negara-negara baru seiring dengan
ditandatanganinya Comprehensive Economic Partnership Agreement
(CEPA) antara Indonesia dengan Kanada dan Eropa.
27
Page 29
Sejalan dengan strategi usaha tersebut, Perseroan juga membuka peluang
sinergi melalui langkah korporasi di luar lini bisnis utama, yaitu pada sektor
properti khususnya terkait dengan industri pariwisata khususnya pada resort
dan fasilitas pendukung pariwisata. Di mana Perseroan akan memiliki aset
berupa eco resort di kawasan nasional yang mengutamakan kelestarian
lingkungan, hal ini juga menunjukkan komitmen Perseroan dalam menjaga dan
mendukung konservasi alam. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat
portofolio aset produktif Perseroan sekaligus menciptakan sumber pendapatan
yang lebih stabil dan berkelanjutan di luar lini usaha utama. Dalam konteks ini,
pengembangan aset dipandang sebagai bentuk diversifikasi strategis yang
tetap selaras dengan arah pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Industri pariwisata Indonesia masih diproyeksikan tetap menjadi salah satu
sektor dengan potensi pertumbuhan yang kuat, didorong oleh meningkatnya
arus wisatawan domestik maupun internasional, penguatan infrastruktur, serta
posisi Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Asia. Selain itu,
tren peningkatan permintaan terhadap pengalaman wisata yang lebih beragam
dan berkualitas turut memberikan peluang bagi pelaku usaha dan investor
untuk menangkap pertumbuhan nilai di sektor ini dalam jangka panjang.
Dengan dinamika tersebut, keterlibatan Perseroan dalam ekosistem pariwisata
melalui investasi pada aset terkait diharapkan dapat memberikan nilai tambah
strategis, baik dari sisi diversifikasi pendapatan maupun penguatan basis aset.
Langkah ini juga membuka peluang bagi Perseroan untuk berpartisipasi dalam
pertumbuhan sektor yang resilien dan terus berkembang, sehingga mendukung
keberlanjutan kinerja usaha secara keseluruhan.
II.D. Alasan Dilakukan Transaksi
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus
memanfaatkan peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara
an-organik atas perusahaan yang memiliki sinergi di industri pariwisata
khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan fasilitas pendukung yang
berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan
kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang
dijalankan oleh AR, sehingga melalui Transaksi Perseroan dapat
memperoleh akses terhadap sektor pariwisata melalui kepemilikan pada
LP. Langkah tersebut merupakan bagian dari diversifikasi usaha Perseroan
ke sektor pariwisata sehingga mengurangi ketergantungan Perseroan pada
satu segmen bisnis yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas
Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar maupun dinamika
industri.
28
Page 30
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR
melalui LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan
sumber pendapatan baru yang bersifat berulang (recurring income) bagi
Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha pengelolaan resort dan
fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga dapat
memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di
masa yang akan datang.
• Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi risiko
atas aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
saham LP, sehingga Perseroan memiliki investasi pada LP yang
diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi jangka
panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai investasi pada
masa mendatang.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
menciptakan nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan
manfaat bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
II.E. Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi
Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:
• Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus
memanfaatkan peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara
an-organik atas perusahaan yang memiliki sinergi di industri pariwisata
khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan fasilitas pendukung yang
berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan
kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang
dijalankan oleh AR, sehingga melalui Transaksi Perseroan dapat
memperoleh akses terhadap sektor pariwisata melalui kepemilikan pada
LP. Langkah tersebut merupakan bagian dari diversifikasi usaha Perseroan
ke sektor pariwisata sehingga mengurangi ketergantungan Perseroan pada
satu segmen bisnis yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas
Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar maupun dinamika
industri.
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR
melalui LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan
sumber pendapatan baru yang bersifat berulang (recurring income) bagi
Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha pengelolaan resort dan
fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga dapat
memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di
masa yang akan datang.
29
Page 31
• Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi risiko
atas aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
saham LP, sehingga Perseroan memiliki investasi pada LP yang
diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi jangka
panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai investasi pada
masa mendatang.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
menciptakan nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan
manfaat bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
dana dari pelunasan Piutang untuk investasi lain yang berpotensi
memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan Transaksi.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, terdapat kemungkinan di mana LP tidak
dapat memberikan kinerja positif dan nilai tambah bagi Perseroan sehingga
dapat memberikan dampak terhadap kondisi operasional dan keuangan
Perseroan.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perdagangan besar
meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen hotel,
penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan holding,
dan aktvitas konsultasi manajemen lainnya, LP tidak terlepas dari berbagai
risiko usaha yang dihadapi, antara lain kebijakan/peraturan Pemerintah
yang berpotensi memberikan dampak bagi kelangsungan usaha LP.
30
Page 32
III. ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI
III.A. Analisis atas Kinerja Historis Perseroan
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, dan 2023 yang telah diaudit oleh
KAP MSI masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
hal lain. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh KAP
KNMTR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal
lain.
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
III.A.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 132.551 150.853 110.644 102.659 92.012
Portofolio efek
Pihak ketiga 12.695 10.446 3.788 75 76
Pihak berelasi 14.839 9.069 5.464 7.047 7.589
Piutang usaha
Pihak ketiga 253.682 246.429 217.259 260.670 195.847
Pihak berelasi 36.293 23.467 44.423 14.782 32.194
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 5.989 6.025 11.249 2.752 6.214
Pihak berelasi 99 84 83 1.848 1.884
Persediaan 443.666 394.040 372.575 395.217 334.605
Uang muka 18.966 16.069 28.310 22.322 30.846
Beban dibayar di muka 5.736 6.113 4.216 5.131 3.917
Pajak dibayar di muka 6.626 9.874 6.671 3.994 1.304
Aset lancar lainnya 100 15 1.203 110 -
Setara kas yang dibatasi penggunaannya - - - 157 571
Jumlah Aset Lancar 931.242 872.483 805.883 816.764 707.057
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 371.992 330.591 298.587 298.802 287.462
Aset pajak tangguhan - bersih 1.384 2.716 5.607 5.746 12.237
Aset tidak lancar lainnya 9.631 8.375 7.763 5.495 2.987
Piutang pihak berelasi 44.986 45.180 51.745 51.000 -
Uang muka investasi saham - - - - 51.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 427.993 386.864 363.701 361.043 353.686
JUMLAH ASET 1.359.235 1.259.347 1.169.584 1.177.808 1.060.743
31
Page 33
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek 161.434 187.639 178.117 194.254 184.060
Utang usaha
Pihak ketiga 152.191 125.291 102.377 124.824 98.653
Pihak berelasi 766 205 2.482 871 302
Utang lain-lain
Pihak ketiga 14.120 11.797 5.337 7.587 3.370
Pihak berelasi 1.872 1.057 520 659 4.765
Beban akrual 36.954 34.810 31.114 25.689 10.265
Uang muka pelanggan 59.290 26.273 25.614 19.948 21.081
Utang pajak 20.426 12.763 11.687 16.505 7.121
Bagian liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Pinjaman bank 33.041 32.509 19.839 13.695 13.321
Utang pembiayaan konsumen 1.349 1.162 213 96 199
Liabilitas sewa 5.503 5.352 5.708 5.599 1.826
Pinjaman pihak berelasi - - 1.500 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 486.946 438.857 384.507 409.728 344.962
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangin bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Pinjaman bank 12.725 28.572 28.623 28.485 35.084
Utang pembiayaan konsumen 160 786 350 337 391
Liabilitas sewa 4.619 5.988 9.579 8.392 1.702
Liabilitas imbalan kerja 13.687 14.562 21.791 18.842 19.964
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 31.190 49.907 60.342 56.056 57.141
JUMLAH LIABILITAS 518.136 488.764 444.849 465.784 402.103
EKUITAS
Modal saham 314.144 314.144 314.144 314.144 314.144
Saham treasuri (11.519) (6.770) (4.083) (4.731) (403)
Tambahan modal disetor - bersih 39.133 39.127 39.122 38.568 38.568
Selisih nilai atas transaksi dengan kepentingan
non pengendali (1.805) (3.173) (2.714) (499) (2.750)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Selisih kurs penjabaran entitas anak luar negeri 9.943 7.060 5.319 5.897 2.586
Cadangan perubahan nilai wajar aset keuangan 2.193 (1.653) (2.775) (802) (287)
Saldo laba 183.449 145.528 117.465 108.391 79.780
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 535.539 494.264 466.479 460.968 431.639
Kepentingan non-pengendali 305.560 276.319 258.257 251.056 227.001
JUMLAH EKUITAS 841.099 770.582 724.735 712.024 658.640
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.359.235 1.259.347 1.169.584 1.177.808 1.060.743
III.A.2. Aset
Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 1.359,24 miliar,
Rp 1.259,35 miliar, Rp 1.169,58 miliar, Rp 1.177,81 miliar, dan
Rp 1.060,74 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 99,89 miliar atau setara dengan 7,93% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan piutang usaha, persediaan, dan aset tetap
masing-masing sebesar 20,08 miliar, Rp 49,63 miliar, dan Rp 41,40 miliar.
32
Page 34
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 89,76 miliar atau setara dengan 7,67% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, persediaan, dan aset tetap
masing-masing sebesar Rp 40,21 miliar, Rp 21,47 miliar, dan Rp 32,01 miliar
yang disertai dengan penurunan uang muka sebesar Rp 12,24 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 8,22 miliar atau setara dengan 0,70% dibandingkan
dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan piutang usaha sebesar Rp 13,77 miliar yang
disertai kenaikan uang muka sebesar Rp 5,99 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 117,07 miliar atau setara dengan 11,04% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, piutang usaha, dan persediaan
masing-masing sebesar Rp 10,65 miliar, Rp 47,41 miliar, dan Rp 60,61 miliar.
III.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 518,14 miliar,
Rp 488,76 miliar, Rp 444,85 miliar, Rp 465,78 miliar, dan Rp 402,10 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan Rp 29,37 miliar atau setara dengan 6,01% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang usaha, uang muka pelanggan, dan utang
pajak masing-masing sebesar Rp 27,46 miliar, Rp 33,02 miliar, dan Rp 7,66
miliar yang disertai dengan penurunan pinjaman bank sebesar Rp 41,52 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan Rp 43,92 miliar atau setara dengan 9,87% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan pinjaman bank dan utang usaha masing-masing
sebesar Rp 22,14 miliar dan Rp 20,64 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 20,94 miliar atau setara dengan 4,49% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan pinjaman bank dan utang usaha masing-
masing sebesar Rp 9,86 miliar dan Rp 20,84 miliar yang disertai dengan
kenaikan beban akrual dan uang muka pelanggan masing-masing sebesar
Rp 5,43 miliar dan Rp 5,67 miliar.
33
Page 35
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 63,68 miliar atau setara dengan 15,84% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha, beban akrual, dan utang
pajak masing-masing sebesar Rp 26,74 miliar, Rp 15,42 miliar, dan
Rp 9,38 miliar.
III.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 841,10 miliar,
Rp 770,58 miliar, Rp 724,74 miliar, Rp 712,02 miliar, dan Rp 658,64 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar USD 70,52 miliar atau setara dengan 9,15% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
sebesar Rp 110,16 miliar yang disertai dengan pembagian dividen tunai
sebesar Rp 42,20 Miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 45,85 miliar atau setara dengan 6,33% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
sebesar Rp 82,90 miliar yang disertai dengan pembagian dividen tunai sebesar
Rp 39,05 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 12,71 miliar atau setara dengan 1,79% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
sebesar Rp 68,18 miliar yang disertai dengan pembagian dividen tunai sebesar
Rp 49,58 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 53,38 miliar atau setara dengan 8,11% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
sebesar Rp 64,52 miliar yang disertai dengan pembagian dividen tunai sebesar
Rp 14,01 miliar.
34
Page 36
III.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Penjualan bersih 1.733.311 1.518.058 1.472.856 1.498.012 1.098.353
Beban pokok penjualan 1.270.095 1.123.634 1.110.305 1.161.335 871.203
Laba kotor 463.216 394.424 362.551 336.677 227.150
Beban umum dan administrasi (174.508) (156.666) (156.088) (134.487) (116.087)
Beban penjualan dan pemasaran (146.199) (118.178) (106.668) (94.477) (66.712)
Beban pajak final (668) (614) (404) (623) (576)
Laba usaha 141.842 118.965 99.391 107.090 43.776
Laba (rugi) selisih kurs - bersih 8.693 (868) 1.023 2.386 813
Pendapatan keuangan 4.034 4.019 6.623 1.297 376
Pendapatan sewa 2.094 2.042 2.008 2.133 1.872
Pendapatan komisi 1.672 36 3.055 1.166 1.537
Laba (rugi) atas penjualan aset tetap 927 810 (386) 252 612
Penghasilan dari penjualan sisa produksi 486 582 635 848 715
Beban keuangan (16.810) (17.738) (17.288) (18.904) (20.109)
Provisi kerugian kredit ekspektasi atas piutang usaha - bersih (441) (876) (6.747) (7.927) (1.133)
Lain-lain - neto 3.582 1.991 1.770 3.361 2.496
Penyesuaian liabilitas imbalan kerja 26 1.224 2.031 - -
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan (49) (152) (1.067) - -
Laba atas penghentian sewa - - 4 - -
Laba atas penjualan properti investasi - - - - 2.863
Kerugian atas pengurangan aset hak-guna - - - - (275)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 146.057 110.034 91.052 91.700 33.543
Beban pajak penghasilan (35.898) (27.132) (22.876) (27.179) (15.518)
Laba bersih tahun berjalan 110.159 82.902 68.177 64.522 18.025
Penghasilan komprehensif lainnya 6.628 4.353 (3.362) 4.254 226
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 116.787 87.255 64.814 68.776 18.250
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 60.956 46.768 38.089 34.161 4.671
Kepentingan non-pengendali 49.203 36.134 30.087 30.360 13.354
III.A.6 Penjualan Bersih
Penjualan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
sebesar Rp 1.733,31 miliar, Rp 1.518,06 miliar, Rp 1.472,86 miliar,
Rp 1.498,01 miliar, dan Rp 1.098,35 miliar.
Penjualan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 215,25 miliar atau setara
dengan 14,18% dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Penjualan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 45,20 miliar atau setara
dengan 3,07% dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Penjualan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 25,16 miliar atau setara
dengan 1,68% dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
35
Page 37
Penjualan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 399,66 miliar atau setara
dengan 36,39% dibandingkan dengan penjualan bersih untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
III.A.7. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022 dan 2021 masing-masing adalah
sebesar Rp 110,16 miliar, Rp 82,90 miliar, Rp 68,18 miliar, Rp 64,52 miliar, dan
Rp 18,03 miliar.
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp 27,26 miliar atau setara
dengan 32,88% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 14,73 miliar atau setara
dengan 21,60% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,66 miliar atau setara
dengan 5,67% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 46,50 miliar atau setara
dengan 257,96% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
36
Page 38
III.A.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 1.745.269 1.510.880 1.485.691 1.441.540 1.049.551
Pembayaran kas kepada pemasok dan beban usaha (1.032.263) (869.186) (875.423) (953.817) (616.793)
Pembayaran kas kepada karyawan (525.679) (470.047) (438.819) (397.814) (319.648)
Penerimaan dari (pembayaran untuk) operasi lainnya 21.149 14.396 (6.622) 13.817 5.787
Penerimaan dari pendapatan keuangan 1.587 1.051 878 1.297 376
Pembayaran untuk pajak penghasilan (29.749) (31.954) (27.020) (12.414) (4.036)
Pembayaran kas untuk beban keuangan (20.747) (21.367) (21.013) (21.544) (22.842)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 159.568 133.773 117.673 71.064 92.395
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (79.986) (62.744) (37.940) (34.602) (15.583)
Uang muka pembelian aset tetap (931) (3.663) (10.656) (3.790) (1.453)
Penerimaan dari penjualan aset tetap 1.422 868 6.084 428 1.559
Penempatan deposito jangka panjang (144) (144) (2.141) (2.006) -
Penambahan portofolio efek (11.913) (17.832) (4.207) - -
Pelunasan portofolio efek 8.254 9.101 - - -
Penerimaan dari piutang pihak berelasi 2.109 9.350 5.000 - -
Penerimaan dividen tunai 533 183 - - -
Perolehan aset tak berwujud - (95) - - -
Pembelian saham entitas anak - - (1.967) - -
Penarikan setara kas yang dibatasi penggunaanya - - 157 413 893
Penerimaan dari penjualan properti investasi - - - - 2.998
Penerimaan dari penjualan aset keuangan pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain - - - - 40
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (80.657) (64.977) (45.670) (39.557) (11.546)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran untuk pinjaman bank jangka pendek (79.617) (178.940) (171.531) (280.644) (506.934)
Pembayaran dividen tunai (22.184) (18.658) (28.835) (5.491) (1.000)
Bagian kepentingan non pengendali
atas dividen tunai entitas anak (20.021) (20.387) (20.744) (8.521) (3.904)
Pembayaran untuk pinjaman bank jangka panjang (19.510) (22.882) (68.399) (12.437) (23.866)
Pembayaran pokok liabilitas sewa (7.870) (7.286) (7.068) (6.333) (4.220)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (1.554) (534) (220) (157) (420)
Penerimaan dari pinjaman bank jangka pendek 25.486 167.813 157.627 285.328 430.793
Penerimaaan dari pinjaman bank jangka panjang 4.195 35.500 74.681 6.212 13.384
Pembelian saham treasuri (4.798) (2.736) - - -
Pembayaran atas transaksi dengan kepentingan
non pengendali (359) - - - -
Pembelian kembali saham treasuri pada entitas anak (327) (580) - - -
Penambahan (penurunan) modal saham kepentingan
non pengendali pada entitas anak (110) 900 - - -
Penerimaan penjualan saham treasuri oleh entitas anak 1.475 - - - -
Penerimaan dari penjualan saham treasuri 55 54 1.203 - -
Pembayaran pinjaman pihak berelasi - (1.500) - - -
Penerimaan dari pinjaman pihak berelasi - - 1.500 - -
Pembayaran pembelian kembali saham - - - (4.329) (198)
Pelaksanaan waran - - - 0 -
Setoran modal saham entitas anak dari kepentingan
non pengendali - - - - 700
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (125.139) (49.236) (61.786) (26.371) (95.665)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS,
SETARA KAS DAN CERUKAN (46.228) 19.560 10.217 5.137 (14.815)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 105.582 86.022 75.805 70.669 106.827
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 59.354 105.582 86.022 75.805 92.012
Kas,setara kas dan cerukan terdiri dari
Kas dan setara kas 132.551 150.853 110.644 102.659 92.012
Cerukan (73.197) (45.271) (24.622) (26.854) -
JUMLAH 59.354 105.582 86.022 75.805 92.012
37
Page 39
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan
2021 masing-masing adalah sebesar Rp 159,57 miliar, Rp 133,77 miliar,
Rp 117,67 miliar, Rp 71,06 miliar, dan Rp 92,40 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 159,57 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 1.745,27 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban usaha, pembayaran kas kepada karyawan, serta pembayaran untuk
pajak penghasilan masing-masing sebesar Rp 1.032,26 miliar,
Rp 525,68 miliar, Rp 29,75 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 133,77 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 1.510,88 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban usaha, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran untuk
pajak penghasilan masing-masing sebesar Rp 869,19 miliar, Rp 470,05 miliar,
dan Rp 31,95 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 117,67 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 1.485,69 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban usaha, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran untuk
pajak penghasilan masing-masing sebesar Rp 875,42 miliar, Rp 438,82 miliar,
dan Rp 27,02 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 71,06 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 1.441,54 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban usaha, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran kas untuk
beban keuangan masing-masing sebesar Rp 953,82 miliar, Rp 397,81 miliar,
dan Rp 21,54 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 92,40 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan Rp 1.049,55 miliar yang
disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan beban usaha,
pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran kas untuk beban
keuangan masing-masing sebesar Rp 616,79 miliar, Rp 319,65 miliar, dan
Rp 22,84 miliar,
38
Page 40
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 80,66 miliar,
Rp 64,98 miliar, Rp 45,67 miliar, Rp 39,56 miliar, dan Rp 11,55 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 80,66 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan portofolio efek
masing-masing sebesar Rp 79,99 miliar dan Rp 11,91 miliar yang disertai
dengan pelunasan portofolio efek sebesar Rp 8,25 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 64,98 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan portofolio efek
masing-masing sebesar Rp 62,74 miliar dan Rp 17,83 miliar yang disertai
dengan pelunasan portofolio efek dan penerimaan dari piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 9,10 miliar dan Rp 9,35 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 45,67 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap, uang muka pembelian aset tetap,
dan penerimaan dari piutang pihak berelasi masing-masing sebesar
Rp 37,94 miliar, Rp 10,66 miliar, dan Rp 5,00 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 39,56 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan uang muka pembelian aset
tetap masing-masing sebesar Rp 34,60 miliar dan Rp 3,79 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 11,55 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 15,58 miliar yang
disertai dengan penerimaan dari penjualan aset tetap dan penerimaan dari
penjualan properti investasi masing-masing sebesar Rp 1,56 miliar dan
Rp 3,00 miliar.
Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 125,14 miliar,
Rp 49,24 miliar Rp 61,79 miliar, Rp 26,37 miliar, dan Rp 95,67 miliar.
39
Page 41
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 125,14 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk pinjaman bank jangka pendek,
pembayaran dividen tunai, dan bagian kepentingan non pengendali atas
dividen tunai entitas anak masing-masing sebesar Rp 79,61 miliar,
Rp 22.18 miliar, dan Rp 20,02 miliar
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 49,24 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk pinjaman bank jangka pendek, bagian
kepentingan non pengendali atas dividen tunai entitas anak, dan pembayaran
untuk pinjaman bank jangka panjang masing-masing sebesar Rp 178,94 miliar,
Rp 20,39 miliar, dan Rp 22,88 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 167,81 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 61,79 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk pinjaman bank jangka pendek,
pembayaran dividen tunai, dan pembayaran untuk pinjaman bank jangka
panjang masing-masing sebesar Rp 171,53 miliar, Rp 28,84 miliar, dan
Rp 68,40 miliar yang disertai dengan penerimaan dari pinjaman bank jangka
panjang sebesar Rp 157,63 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 26,37 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk pinjaman bank jangka pendek, bagian
kepentingan non pengendali atas dividen tunai entitas anak, dan pembayaran
untuk pinjaman bank jangka panjang masing-masing sebesar Rp 280,64 miliar,
Rp 8,52 miliar, dan Rp 12,44 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 285,33 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 95,67 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk pinjaman bank jangka pendek dan
pembayaran untuk pinjaman bank jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 506,93 miliar dan Rp 23,87 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 430,79 miliar.
40
Page 42
III.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Rasio Likuiditas
Lancar 1,91 1,99 2,10 1,99 2,05
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 1,28 1,21 1,26 1,27 1,04
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,62 0,61 0,62 0,60 0,62
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,38 0,39 0,38 0,40 0,38
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,62 0,63 0,61 0,65 0,61
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 26,72% 25,98% 24,62% 22,47% 20,68%
Marjin laba usaha 8,18% 7,84% 6,75% 7,15% 3,99%
Marjin laba bersih 6,36% 5,46% 4,63% 4,31% 1,64%
Laba usaha terhadap jumlah aset 10,44% 9,45% 8,50% 9,09% 4,13%
Imbal hasil aset 8,10% 6,58% 5,83% 5,48% 1,70%
Laba usaha terhadap ekuitas 16,86% 15,44% 13,71% 15,04% 6,65%
Imbal hasil ekuitas 13,10% 10,76% 9,41% 9,06% 2,74%
III.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
perputaran jumlah aset masing-masing adalah 1,28; 1,21; 1,26; 1,27; dan 1,04.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2025,
2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset adalah 0,62;
0,61; 0,62; 0,60; dan 0,62.
III.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,38; 0,39; 0,38;
0,40; dan 0,38, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah 0,62; 0,63; 0,61; 0,65; dan 0,61.
III.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah 8,10%, 6,58%, 5,83%, 5,48%, dan
1,70%.
41
Page 43
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah 13,10%, 10,76%, 9,41%, 9,06%,
dan 2,74%.
III.B. Analisis atas Kinerja Historis LP
Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP DHNR dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan
keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, dan 2021.
Ikhtisar data keuangan penting LP adalah sebagai berikut:
III.B.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23* 31/12/22* 31/12/21*
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 7.921 6.194 3.443 1.766 104
Piutang usaha 378 404 941 804 599
Piutang lainnya 1.081 3.313 3.266 1.950 1.920
Persediaan 544 607 504 554 560
Biaya dibayar di muka 130 72 75 57 68
Pajak dibayar di muka 105 - - - -
Aset lancar lainnya 100 - - - -
Jumlah Aset Lancar 10.259 10.589 8.228 5.131 3.251
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 6.412 7.074 7.713 7.814 8.525
Aset tidak lancar lainnya 439 439 440 149 271
Jumlah Aset Tidak Lancar 6.851 7.513 8.153 7.963 8.796
JUMLAH ASET 17.110 18.103 16.381 13.094 12.047
*Tidak Diaudit
42
Page 44
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23* 31/12/22* 31/12/21*
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 199 234 229 314 303
Utang biaya 1.905 1.807 2.241 2.280 2.501
Utang pajak 220 329 153 184 276
Pendapatan diterima di muka 869 1.026 970 455 435
Utang jangka pendek lainnya 235 268 297 213 178
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 3.429 3.665 3.890 3.447 3.694
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Kewajiban jangka panjang lainnya 69 89 65 110 216
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 69 89 65 110 216
JUMLAH LIABILITAS 3.498 3.754 3.955 3.557 3.909
EKUITAS
Modal saham 6.000 6.000 6.000 6.000 6.000
Hibah 389 389 389 389 389
Amnesti pajak 100 100 100 100 100
Saldo laba 2.973 1.460 (463) (3.352) (4.751)
Kepentingan non-pengendali 4.150 6.400 6.400 6.400 6.400
JUMLAH EKUITAS 13.612 14.348 12.426 9.537 8.138
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 17.110 18.103 16.381 13.094 12.047
*Tidak Diaudit
III.B.2. Aset
Jumlah aset LP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 17,11 miliar, Rp 18,10 miliar,
Rp 16,38 miliar, Rp 13,09 miliar, dan Rp 12,05 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset LP mengalami penurunan
sebesar Rp 0,99 miliar atau setara dengan 5,49% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan piutang lainnya dan aset tetap masing-masing sebesar
Rp 2,23 miliar dan Rp 0,66 miliar yang disertai dengan kenaikan kas dan bank
sebesar Rp 1,73 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset LP mengalami kenaikan sebesar
Rp 1,72 miliar atau setara dengan 10,51% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan kas dan bank sebesar Rp 2,75 miliar yang disertai dengan penurunan
aset tetap sebesar Rp 0,64 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset LP mengalami kenaikan sebesar
Rp 3,29 miliar atau setara dengan 25,10% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan kas dan bank serta piutang lainnya masing-masing sebesar
Rp 1,68 miliar dan Rp 1,32 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset LP mengalami kenaikan sebesar
Rp 1,05 miliar atau setara dengan 8,69% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan kas dan bank sebesar Rp 1,66 miliar yang disertai dengan penurunan
aset tetap sebesar Rp 0,71 miliar.
43
Page 45
III.B.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas LP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 3,50 miliar, Rp 3,75 miliar,
Rp 3,96 miliar, Rp 3,56 miliar, dan Rp 3,91 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas LP mengalami penurunan
sebesar Rp 0,26 miliar atau setara dengan 6,83% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan utang pajak dan pendapatan diterima dimuka masing-masing
sebesar Rp 0,11 miliar dan Rp 0,16 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas LP mengalami penurunan
sebesar Rp 0,20 miliar atau setara dengan 5,08% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan utang biaya sebesar Rp 0,43 miliar yang disertai dengan
kenaikan utang pajak sebesar Rp 0,18 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas LP mengalami kenaikan
sebesar Rp 0,40 miliar atau setara dengan 11,20% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan pendapatan diterima dimuka sebesar Rp 0,51 miliar
yang disertai dengan penurunan utang usaha dan kewajiban jangka panjang
lainnya masing-masing sebesar Rp 0,08 miliar dan Rp 0,05 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas LP mengalami penurunan
sebesar Rp 0,35 miliar atau setara dengan 9,01% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan utang biaya dan kewajiban jangka panjang lainnya masing-
masing sebesar Rp 0,22 miliar dan Rp 0,11 miliar.
44
Page 46
III.B.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas LP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
dan 2021 masing-masing sebesar Rp 13,61 miliar, Rp 14,35 miliar,
Rp 12,43 miliar, Rp 9,54 miliar, dan Rp 8,14 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas LP mengalami Penurunan
sebesar Rp 0,74 miliar atau setara dengan 5,13% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan kepentingan non-pengendali sebesar Rp 2,25 miliar yang
disertai dengan laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh LP sebesar
Rp 1,51 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas LP mengalami kenaikan
sebesar Rp 1,92 miliar atau setara dengan 15,47% dibandingkan dengan
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh LP.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas LP mengalami kenaikan
sebesar Rp 2,89 miliar atau setara dengan 30,29% dibandingkan dengan
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh LP.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas LP mengalami kenaikan
sebesar Rp 1,40 miliar atau setara dengan 17,20% dibandingkan dengan
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh LP.
III.B.5. Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23* 31/12/22* 31/12/21*
Pendapatan operasional 21.772 23.525 23.565 15.477 5.651
Harga pokok penjualan 9.732 10.044 9.950 6.493 3.473
Laba kotor 12.040 13.481 13.615 8.985 2.178
Beban operasional (8.326) (8.328) (8.006) (5.703) (4.051)
Laba operasional 3.714 5.153 5.610 3.281 (1.873)
Beban lain-lain (1.629) (2.693) (2.721) (1.882) (1.217)
Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan 2.085 2.460 2.888 1.399 (3.090)
Beban pajak penghasilan (572) (538) - - -
Laba (rugi) tahun berjalan 1.513 1.923 2.888 1.399 (3.090)
Pendapatan komprehensif lainnya - - - - -
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan 1.513 1.923 2.888 1.399 (3.090)
Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 1.136 1.440 2.888 1.399 (3.090)
Kepentingan non-pengendali 378 482 - - -
*Tidak Diaudit
45
Page 47
III.B.6 Penjualan Operasional
Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah
sebesar Rp 21,77 miliar, Rp 23,53 miliar, Rp 23,57 miliar, Rp 15,48 milliar, dan
Rp 5,65 miliar.
Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 1,75 miliar atau setara
dengan 7,45% dibandingkan dengan pendapatan operasional untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 0,04 miliar atau setara
dengan 0,17% dibandingkan dengan pendapatan operasional untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 8,09 miliar atau setara
dengan 52,26% dibandingkan dengan pendapatan operasional untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 9,83 miliar atau setara
dengan 173,88% dibandingkan dengan pendapatan operasional untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
III.B.7. Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Laba bersih tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal –
tanggal
31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022 masing-masing adalah sebesar
Rp 1,51 miliar, Rp 1,92 miliar, Rp 2,89 miliar, dan Rp 1,40 miliar. Rugi tahun
berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 adalah
sebesar Rp 3,09 miliar.
Laba bersih tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 0,41 miliar atau setara
dengan 21,28% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Laba bersih tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 0,97 miliar atau setara
dengan 33,43% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
46
Page 48
Laba bersih tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,49 miliar atau setara
dengan 106,38% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Laba bersih tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 4,49 miliar atau setara
dengan 145,29% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
III.B.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/24
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pendapatan usaha 21.772 23.525
Pengeluaran untuk beban pokok penjualan (9.670) (10.147)
Pengeluaran untuk beban penjualan (932) (877)
Pengeluaran untuk beban administrasi dan umum (6.239) (6.103)
Penerimaan lain-lain 511 602
Pengeluaran lain-lain (2.140) (3.296)
Pengeluaran untuk pajak (672) (538)
Pelunasan piutang 2.258 590
Pengeluaran untuk uang muka (58) 3
Pengeluaran untuk utang (257) (301)
Pengeluaran untuk aset lancar lainnya (105) -
Penerimaan dari aset lainnya - 1
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 4.469 3.460
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian aset tetap (492) (709)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (492) (709)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan kepemilikan (2.250) -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (2.250) -
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 1.727 2.751
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 6.194 3.443
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 7.921 6.194
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing
adalah sebesar Rp 4,47 miliar dan Rp 3,46 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 4,47 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pendapatan usaha sebesar Rp 21,77 miliar yang
disertai dengan pengeluaran untuk beban pokok penjualan serta pengeluaran
untuk beban administrasi dan umum masing-masing sebesar Rp 9,67 miliar
dan Rp 6,24 miliar.
47
Page 49
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 3,46 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pendapatan usaha sebesar Rp 23,53 miliar yang
disertai dengan pengeluaran untuk beban pokok penjualan, pengeluaran untuk
beban administrasi dan umum, serta pengeluaran lain-lain masing-masing
sebesar Rp 10,15 miliar, Rp 6,10 miliar, dan Rp 3,30 miliar.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing
adalah sebesar Rp 0,49 miliar dan Rp 0,71 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 0,49 miliar seluruhnya
berasal dari pembelian aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LP untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,71 miliar seluruhnya
berasal dari pembelian aset tetap.
Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan LP untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 2,25 miliar.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 LP tidak memiliki
arus kas bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas investasi.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan LP untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 2,25 miliar
seluruhnya berasal dari penambahan kepemilikan.
III.B.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21
Rasio Likuiditas
Lancar 299,20% 288,95% 211,51% 148,86% 88,00%
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 1,27 1,30 1,44 1,18 0,47
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,80 0,79 0,76 0,73 0,68
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,20 0,21 0,24 0,27 0,32
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,26 0,26 0,32 0,37 0,48
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 55,30% 57,30% 57,78% 58,05% 38,54%
Marjin laba (rugi) usaha 17,06% 21,91% 23,80% 21,20% -33,15%
Marjin laba (rugi) bersih 6,95% 8,17% 12,26% 9,04% -54,68%
Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset 21,71% 28,47% 34,24% 25,06% -15,55%
Imbal hasil aset 8,85% 10,62% 17,63% 10,69% -25,65%
Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas 27,29% 35,92% 45,14% 34,41% -23,02%
Imbal hasil ekuitas 11,12% 13,40% 23,24% 14,67% -37,97%
*Tidak Diaudit
48
Page 50
III.B.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan LP dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi LP. Pada tanggal-tanggal 31
Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio perputaran jumlah aset
masing-masing adalah 1,27; 1,30; 1,44; 1,18; dan 0,47.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas LP
terhadap jumlah aset LP. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
2023, 2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
adalah 0,80; 0,79; 0,76; 0,73; dan 0,68.
III.B.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan LP untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,20; 0,21; 0,24;
0,27; dan 0,32, sedangkan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024,
2023, 2022, dan 2021, rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-masing
adalah 0,26; 0,26; 0,32; 0,37; dan 0,48.
III.B.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan LP dalam menghasilkan
laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022
masing-masing adalah 8,85%, 10,62%, 17,63%, dan 10,69%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan LP dalam menghasilkan
laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022
masing-masing adalah 11,12%, 13,40%, 23,24%, dan 14,67%.
49
Page 51
III.C. Analisis atas Laporan Proforma
Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
dan Setelah Transaksi.
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang telah
direviu oleh KAP JJSR.
Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2025:
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Transaksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 132.551 7.921 140.471
Portofolio efek
Pihak ketiga 12.695 - 12.695
Pihak berelasi 14.839 - 14.839
Piutang usaha
Pihak ketiga 253.682 378 254.059
Pihak berelasi 36.293 - 36.293
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 5.989 1.081 7.070
Pihak berelasi 99 - 99
Persediaan 443.666 544 444.210
Uang muka 18.966 - 18.966
Beban dibayar di muka 5.736 130 5.866
Pajak dibayar di muka 6.626 105 6.731
Aset lancar lainnya 100 100 201
Jumlah Aset Lancar 931.242 10.259 941.501
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 371.992 6.412 378.404
Aset pajak tangguhan - bersih 1.384 - 1.384
Aset tidak lancar lainnya 9.631 439 10.070
Piutang pihak berelasi 44.986 (20.000) 24.986
Jumlah Aset Tidak Lancar 427.993 (13.149) 414.844
JUMLAH ASET 1.359.235 (2.890) 1.356.345
50
Page 52
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek 161.434 - 161.434
Utang usaha
Pihak ketiga 152.191 199 152.390
Pihak berelasi 766 - 766
Utang lain-lain
Pihak ketiga 14.120 235 14.355
Pihak berelasi 1.872 - 1.872
Beban akrual 36.954 1.905 38.859
Uang muka pelanggan 59.290 869 60.160
Utang pajak 20.426 220 20.646
Bagian liabilitas jangka panjang yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Pinjaman bank 33.041 - 33.041
Utang pembiayaan konsumen 1.349 - 1.349
Liabilitas sewa 5.503 - 5.503
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 486.946 3.429 490.375
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangin bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Pinjaman bank 12.725 - 12.725
Utang pembiayaan konsumen 160 - 160
Liabilitas sewa 4.619 - 4.619
Liabilitas imbalan kerja 13.687 69 13.756
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 31.190 69 31.259
JUMLAH LIABILITAS 518.136 3.498 521.634
EKUITAS
Modal saham 314.144 - 314.144
Saham treasuri (11.519) - (11.519)
Tambahan modal disetor - bersih 39.133 (12.904) 26.229
Selisih nilai atas transaksi dengan kepentingan
non pengendali (1.805) - (1.805)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Selisih kurs penjabaran entitas anak luar negeri 9.943 - 9.943
Cadangan perubahan nilai wajar aset keuangan 2.193 - 2.193
Saldo laba 183.449 - 183.449
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
Induk 535.539 (12.904) 522.635
Kepentingan non-pengendali 305.560 6.515 312.076
JUMLAH EKUITAS 841.099 (6.388) 834.711
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.359.235 (2.890) 1.356.345
51
Page 53
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/25 Penyesuaian
Transaksi
Penjualan bersih 1.733.311 - 1.733.311
Beban pokok penjualan 1.270.095 - 1.270.095
Laba kotor 463.216 - 463.216
Beban umum dan administrasi (174.508) - (174.508)
Beban penjualan dan pemasaran (146.199) - (146.199)
Beban pajak final (668) - (668)
Laba usaha 141.842 - 141.842
Laba (rugi) selisih kurs - bersih 8.693 - 8.693
Pendapatan keuangan 4.034 - 4.034
Pendapatan sewa 2.094 - 2.094
Pendapatan komisi 1.672 - 1.672
Laba (rugi) atas penjualan aset tetap 927 - 927
Penghasilan dari penjualan sisa produksi 486 - 486
Beban keuangan (16.810) - (16.810)
Provisi kerugian kredit ekspektasi atas piutang usaha - bersih (441) - (441)
Lain-lain - neto 3.582 - 3.582
Penyesuaian liabilitas imbalan kerja 26 - 26
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan (49) - (49)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 146.057 - 146.057
Beban pajak penghasilan (35.898) - (35.898)
Laba bersih tahun berjalan 110.159 - 110.159
Penghasilan komprehensif lainnya 6.628 - 6.628
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 116.787 - 116.787
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 60.956 - 60.956
Kepentingan non-pengendali 49.203 - 49.203
Asumsi-asumsi Dasar yang Digunakan dalam Menyiapkan Proforma Laporan
Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma
Transaksi proforma yang dilakukan Perseroan sebagai berikut:
- Perseroan memperoleh 75,00% kepemilikan saham LP yang sebelumnya
dimiliki oleh IND.
- Nilai pengalihan saham LP ditetapkan sebesar Rp 20,00 miliar berdasarkan
hasil penilaian independen yang menjadi dasar penentuan nilai transaksi
dan telah disepakati para pihak.
- Penyelesaian Transaksi dilakukan melalui pengalihan sebagian piutang
Perseroan kepada IND sebesar Rp 20,00 miliar.
- Sisa saldo piutang kepada IND yang tidak digunakan sebagai penyelesaian
Transaksi tetap diakui sebagai piutang pihak berelasi.
- Aset dan liabilitas LP dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
Perusahaan menggunakan nilai buku historis sesuai PSAK 338 “Kombinasi
Bisnis Entitas Sepengendali”.
52
Page 54
- Selisih antara nilai pengalihan dan nilai buku kepemilikan yang diperoleh
dicatat sebagai selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
dalam ekuitas.
- Kepentingan nonpengendali yang timbul dalam Informasi Keuangan
Konsolidasian Proforma terutama berasal dari kepemilikan non-pengendali
pada AR yang tetap dipertahankan setelah transaksi.
- Dalam penyusunan informasi keuangan konsolidasian proforma
diasumsikan bahwa transaksi telah efektif pada tanggal 31 Desember 2025
sehingga seluruh aset, liabilitas, pendapatan dan beban LP telah menjadi
bagian dari kelompok usaha Perseroan pada tanggal tersebut.
III.D. Analisis atas Laporan Penilaian 75,00% Saham LP
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026, telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan
sebagai penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/260223-
001 tanggal 23 Februari 2026 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan
untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar
75,00% saham LP. Hasil penilaian atas 75,00% saham LP tersebut tertuang
dalam laporan penilaian 75,00% saham LP dengan No. 00120/2.0162-
00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026 dengan ringkasan sebagai
berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan IND.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 75,00% saham LP.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal
31 Desember 2025.
53
Page 55
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen
AR. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
dikembangkan berdasarkan kinerja AR pada tahun-tahun sebelumnya dan
berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar
dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja AR yang dinilai pada
saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja AR
yang dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis AR dan
informasi manajemen AR terhadap proyeksi laporan keuangan AR tersebut.
Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian AR dan kesimpulan
nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan,
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan LP atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan LP bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
54
Page 56
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang
digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan
penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan
sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
operasional Perseroan dan LP.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum LP
berdasarkan anggaran dasar LP.
55
Page 57
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), dan metode
kapitalisasi kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh AR di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
dengan perkiraan atas perkembangan usaha AR. Dalam melaksanakan
penilaian dengan metode ini, operasi AR diproyeksikan sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha AR. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto
yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari
arus kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
pasar liabilitas.
Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian
AR merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset.
Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten,
lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
siap bekerja dan daftar langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak
berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap
aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas
yang telah disesuaikan.
Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan
yang dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang
diharapkan merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset
berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara
mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi
nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan
nilai aset takberwujud.
56
Page 58
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
pihak manajemen Perseroan dan LP. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 20,58 miliar.
III.E. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
Perseroan.
• Biaya atau pendapatan yang relevan.
• Informasi non-keuangan yang relevan.
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
III.E.1. Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Penjualan bersih 1.806.598 1.898.894 1.993.494 2.093.132 2.198.147
Beban pokok penjualan 1.368.669 1.439.693 1.512.949 1.590.151 1.671.554
Laba kotor 437.929 459.200 480.544 502.982 526.593
Beban usaha 268.305 280.414 292.237 304.638 317.648
Laba usaha 169.624 178.786 188.308 198.343 208.945
Beban lain-lain (6.494) (7.039) (7.556) (8.095) (8.755)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 163.130 171.747 180.751 190.249 200.190
Beban pajak penghasilan (37.229) (39.147) (41.154) (43.271) (45.485)
Laba bersih tahun berjalan 125.901 132.600 139.597 146.978 154.705
57
Page 59
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Penjualan bersih 2.308.806 2.425.415 2.548.277 2.677.760 2.814.246
Beban pokok penjualan 1.757.375 1.847.856 1.943.241 2.043.816 2.149.882
Laba kotor 551.431 577.559 605.036 633.943 664.364
Beban usaha 331.298 345.620 360.649 376.422 392.977
Laba usaha 220.133 231.939 244.387 257.521 271.388
Beban lain-lain (9.438) (10.144) (10.875) (11.682) (12.515)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 210.695 221.795 233.511 245.840 258.873
Beban pajak penghasilan (47.825) (50.296) (52.904) (55.648) (58.548)
Laba bersih tahun berjalan 162.871 171.499 180.607 190.192 200.325
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan dan laba
bersih tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp 22.764,77 miliar dan Rp 1.605,27 miliar.
Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba bersih tahun berjalan
Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 23.064,20 miliar dan Rp 1.634,24 miliar.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.
III.E.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
III.E.3. Informasi Non-Keuangan yang Relevan
III.E.3.a. Jasa yang dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
besar meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen
hotel, penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan
holding, dan aktvitas konsultasi manajemen lainnya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 31 Desember 2025, LP memiliki investasi pada AR dengan kepemilikan
sebesar 60,00%. Ruang lingkup kegiatan usaha AR adalah bergerak dari jasa
management hotel, restoran dan aktivitas bisnis lainnya berubah menjadi
bergerak dalam bidang penyedia akomondasi dan penyediaan makan, minum,
dan aktivitas jasa lainnya. Dengan demikian jasa yang dihasilkan LP melalui
AR mencakup jasa perhotelan yaitu pengoperasian resort serta fasilitas
pendukung pariwisata.
58
Page 60
III.E.3.b. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis AR meliputi pasar
domestik Indonesia serta pasar internasional utama yang menjadi sumber
wisatawan, antara lain Singapura, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan,
Amerika Serikat, dan kawasan Eropa.
III.E.3.c. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha AR adalah sebagai
berikut:
• PT Plataran Indonesia.
• PT Menjangan Dynasty Resort (Bali).
• PT WHM Indonesia.
III.E.3.d. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan AR
adalah sebagai berikut:
• Mengembangkan retret wellness (kesehatan dan kebugaran) untuk
meningkatkan volume bisnis yang menghasilkan pendapatan tambahan
bagi AR.
• Meningkatkan upaya ekspansi ke pasar non-Eropa.
• Membangun kemitraan strategis business-to-business (B2B) dalam rangka
mendukung pertumbuhan bisnis pada masa mendatang.
III.E.3.e. Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui
proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana
atas Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama
dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
59
Page 61
IV. ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan PJBS LP, Perseroan telah setuju untuk membeli dan IND
bermaksud untuk menjual 4.500 saham atau setara dengan 75,00% saham
LP kepada Perseroan dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,00 miliar.
Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
75,00% saham LP sebagaimana termuat dalam laporannya
No. 00120/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026, nilai
pasar 75,00% saham LP adalah sebesar Rp 20,58 miliar.
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 20,00 miliar adalah lebih
rendah dari nilai pasar 75,00% saham LP sebesar Rp 20,58 miliar,
sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
transaksi sebesar 2,81% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 75,00% saham LP
sebesar Rp 20,58 miliar.
2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Penjualan bersih 1.806.598 1.898.894 1.993.494 2.093.132 2.198.147
Beban pokok penjualan 1.368.669 1.439.693 1.512.949 1.590.151 1.671.554
Laba kotor 437.929 459.200 480.544 502.982 526.593
Beban usaha 268.305 280.414 292.237 304.638 317.648
Laba usaha 169.624 178.786 188.308 198.343 208.945
Beban lain-lain (6.494) (7.039) (7.556) (8.095) (8.755)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 163.130 171.747 180.751 190.249 200.190
Beban pajak penghasilan (37.229) (39.147) (41.154) (43.271) (45.485)
Laba bersih tahun berjalan 125.901 132.600 139.597 146.978 154.705
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Penjualan bersih 2.308.806 2.425.415 2.548.277 2.677.760 2.814.246
Beban pokok penjualan 1.757.375 1.847.856 1.943.241 2.043.816 2.149.882
Laba kotor 551.431 577.559 605.036 633.943 664.364
Beban usaha 331.298 345.620 360.649 376.422 392.977
Laba usaha 220.133 231.939 244.387 257.521 271.388
Beban lain-lain (9.438) (10.144) (10.875) (11.682) (12.515)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 210.695 221.795 233.511 245.840 258.873
Beban pajak penghasilan (47.825) (50.296) (52.904) (55.648) (58.548)
Laba bersih tahun berjalan 162.871 171.499 180.607 190.192 200.325
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan dan laba
bersih tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp 22.764,77 miliar dan Rp 1.605,27 miliar.
Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba bersih tahun berjalan
Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 23.064,20 miliar dan Rp 1.634,24 miliar.
60
Page 62
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
yang akan datang.
3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian
Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 masing-masing adalah sebesar
Rp 1.053,01 miliar dan Rp 1.071,17 miliar. Dengan demikian, jumlah nilai
kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah
Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari
proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035.
Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 8,65%,
yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan
menggunakan formula sebagai berikut:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
Di mana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu
obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
jangka waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,17%, yang
diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
61
Page 63
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang diterbitkan pada
bulan Januari tahun 2026.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
di mana RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
tahun 2025 sebesar 0,61.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,89% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
= 6,17% + (0,61 x 6,69% ) – 1,62%
= 8,65%
62
Page 64
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih tahun berjalan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Laba bersih tahun berjalan 125.901 132.600 139.597 146.978 154.705
Faktor diskonto 0,9594 0,8830 0,8127 0,7480 0,6884
Nilai kini 120.789 117.086 113.451 109.939 106.499
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Laba bersih tahun berjalan 162.871 171.499 180.607 190.192 200.325
Faktor diskonto 0,6336 0,5832 0,5368 0,4941 0,4548
Nilai kini 103.195 100.018 96.950 93.974 91.108
Jumlah nilai kini 1.053.008
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Laba bersih tahun berjalan 127.368 134.308 141.804 149.382 157.320
Faktor diskonto 0,9594 0,8830 0,8127 0,7480 0,6884
Nilai kini 122.197 118.594 115.244 111.738 108.299
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Laba bersih tahun berjalan 165.874 174.811 184.083 194.407 204.886
Faktor diskonto 0,6336 0,5832 0,5368 0,4941 0,4548
Nilai kini 105.098 101.950 98.816 96.057 93.182
Jumlah nilai kini 1.071.174
4. Berdasarkan perhitungan nilai kini (present value) atas Transaksi diperoleh
hasil bahwa net present value (NPV) Transaksi adalah sebesar
Rp 18,16 miliar dengan tingkat diskonto 10,12%, yang merupakan biaya
modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) AR,
yang ditentukan dengan menggunakan formula sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
Di mana:
ke = Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd = Biaya modal utang
We = Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd = Bobot utang dalam struktur kapital
t = Pajak penghasilan perusahaan
63
Page 65
Biaya Modal untuk Ekuitas
Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya
modal ekuitas, yang ditentukan dengan CAPM dengan menggunakan
persamaan sebagai berikut:
ke = Rf + (β x RPm) – RBDS
Di mana:
ke =Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
RBDS = Rating-based default spread
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu
obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang USD dengan
jangka waktu 23 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,62% yang
diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut akan digunakan sebagai
tingkat balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada
bulan Januari 2026.
64
Page 66
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
di mana RBDS sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari
perusahaan publik sejenis, sebagai berikut:
• PT Bukit Uluwatu Villa Tbk.
• PT Red Planet Indonesia Tbk.
• PT Sunter Lakeside Hotel Tbk.
• PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk.
• InterContinental Hotels Group PLC.
• Minor International Public Company Limited.
• Hyatt Hotels Corporation.
• Wyndham Hotels & Resorts Inc.
sebesar 0,75 untuk mendiskonto AKB BP yang kemudian di-relever dengan
tingkat leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai
untuk mendiskonto AKB BP tersebut dengan formula sebagai berikut:
βL = βU x (1 + (1-T) x DER)
Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 28,48% untuk
memperoleh beta AR. Tarif pajak yang digunakan untuk AR sesuai dengan
tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar 22,00% untuk tahun
2026 – 2048. Dengan demikian, maka diperoleh beta AR sebesar 0,91
untuk tahun 2026 – 2048 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
βL = 0,75 x (1 + (1 – 22,00%) x 28,48%) = 0,91
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,62%, diperoleh biaya modal atas ekuitas BP sebagaimana tampak dalam
perhitungan di bawah ini:
Ke2026-2042 = 6,62% + 0,91 x 6,69% – 1,62% = 11,13%
65
Page 67
Biaya Modal untuk Utang
Karena perhitungan nilai ekuitas BP dilakukan dengan mendiskonto tingkat
balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow
to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat
diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang
berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun
yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).
Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku
bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga
kredit investasi bank Persero untuk bulan Desember 2026 yang
dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 8,44%.
Weighted Average Cost of Capital
Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot
ekuitas sebesar 77,83%, dan bobot utang sebesar 22,17%, yang diolah dari
data rata-rata DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis
dengan tarif pajak yang berlaku untuk AR sesuai dengan tarif pajak yang
berlaku umum adalah sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2048, maka
weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
= (11,13% x 77,83%) + (8,44% x [1 – 22,00%] x 22,17%)
= 10,12%
Selanjutnya, hasil perhitungan internal rate of return (IRR) Transaksi adalah
sebesar 19,88% atau lebih besar dari biaya modalnya. Dengan demikian,
Transaksi adalah layak. Perhitungan NPV dan IRR atas Transaksi adalah
sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Arus kas bersih 1.789 2.452 2.950 2.964 3.070
Investasi awal (20.000) - - - -
Arus kas bersih (18.211) 2.452 2.950 2.964 3.070
Faktor diskonto 0,9529 0,8653 0,7858 0,7136 0,6480
Nilai kini arus kas bersih (17.354) 2.122 2.318 2.115 1.989
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Arus kas bersih 3.793 3.871 3.533 4.487 4.487
Investasi awal - - - - -
Arus kas bersih 3.793 3.871 3.533 4.487 4.487
Faktor diskonto 0,5885 0,5344 0,4853 0,4407 0,4002
Nilai kini arus kas bersih 2.232 2.069 1.715 1.977 1.796
66
Page 68
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/36 31/12/37 31/12/38 31/12/39 31/12/40
Arus kas bersih 4.629 5.287 5.297 5.380 6.195
Investasi awal - - - - -
Arus kas bersih 4.629 5.287 5.297 5.380 6.195
Faktor diskonto 0,3634 0,3300 0,2997 0,2722 0,2472
Nilai kini arus kas bersih 1.682 1.745 1.588 1.464 1.531
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/41 31/12/42 31/12/43 31/12/44 31/12/45
Arus kas bersih 6.131 5.688 7.001 7.037 7.009
Investasi awal - - - - -
Arus kas bersih 6.131 5.688 7.001 7.037 7.009
Faktor diskonto 0,2245 0,2039 0,1852 0,1682 0,1527
Nilai kini arus kas bersih 1.376 1.160 1.297 1.184 1.070
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/46 31/12/47 31/12/48
Arus kas bersih 7.841 7.765 8.853
Investasi awal - - -
Arus kas bersih 7.841 7.765 8.853
Faktor diskonto 0,1387 0,1260 0,1144
Nilai kini arus kas bersih 1.087 978 1.013
Kriteria kelayakan:
Net Present Value 18.155
Internal Rate of Return 19,88%
5. Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI, Perseroan
mencatat saldo piutang pihak berelasi dari IND yang terdiri dari pokok dan
bunga adalah sebesar Rp 44,99 miliar. Selanjutnya, berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, sampai dengan
tanggal ditandatanganinya PJBS LP saldo Piutang sebesar Rp 44,03 miliar.
Perseroan bermaksud mengoptimalkan nilai ekonomis dari Piutang tersebut
dengan melakukan Transaksi, di mana sebagian nilai Piutang dari IND akan
diselesaikan melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan saham
LP, entitas induk AR.
Selanjutnya, berdasarkan proyeksi laba bersih tahun berjalan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
yang disusun oleh manajemen Perseroan, jumlah saldo laba Perseroan
adalah sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Asumsi persentase dividen 15,24% 15,24% 15,24% 15,24% 15,24%
Saldo laba tahun berjalan sebelumnya 145.528 231.296 309.871 382.820 451.073
Proyeksi laba bersih tahun berjalan 127.368 134.308 141.804 149.382 157.320
Jumlah saldo laba 272.896 365.604 451.674 532.202 608.393
Proyeksi pembagian dividen (41.601) (55.733) (68.854) (81.130) (92.744)
Jumlah proyeksi saldo laba tahun berjalan 231.296 309.871 382.820 451.073 515.649
% kepemilikan IND pada Perseroan 20,61% 20,61% 20,61% 20,61% 20,61%
Proyeksi pembagian dividen kepada IND 8.574 11.487 14.192 16.722 19.116
67
Page 69
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Asumsi persentase dividen 15,24% 15,24% 15,24% 15,24% 15,24%
Saldo laba tahun berjalan sebelumnya 515.649 577.631 637.738 696.541 755.131
Proyeksi laba bersih tahun berjalan 165.874 174.811 184.083 194.407 204.886
Jumlah saldo laba 681.523 752.441 821.821 890.948 960.016
Proyeksi pembagian dividen (103.892) (114.703) (125.280) (135.817) (146.346)
Jumlah proyeksi saldo laba tahun berjalan 577.631 637.738 696.541 755.131 813.670
% kepemilikan IND pada Perseroan 20,61% 20,61% 20,61% 20,61% 20,61%
Proyeksi pembagian dividen kepada IND 21.413 23.642 25.822 27.994 30.164
Berdasarkan tabel perhitungan proyeksi pembagian dividen Perseroan
kepada IND di atas, maka IND diperkirakan dapat melakukan pelunasan
sisa saldo Piutang kepada Perseroan setelah dikurangi dengan nilai
Transaksi sebesar Rp 20,00 miliar yang menjadi salah satu mekanisme
pembayaran IND kepada Perseroan dengan memberikan 75,00% saham
LP kepada Perseroan sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati
oleh IND dan Perseroan, yaitu 29 Juli 2032.
6. Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus
memanfaatkan peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara
an-organik atas perusahaan yang memiliki sinergi di industri pariwisata
khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan fasilitas pendukung yang
berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan
kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang
dijalankan oleh AR, sehingga melalui Transaksi Perseroan dapat
memperoleh akses terhadap sektor pariwisata melalui kepemilikan pada
LP. Langkah tersebut merupakan bagian dari diversifikasi usaha Perseroan
ke sektor pariwisata sehingga mengurangi ketergantungan Perseroan pada
satu segmen bisnis yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas
Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar maupun dinamika
industri.
7. Dengan melakukan Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR
melalui LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan
sumber pendapatan baru yang bersifat berulang (recurring income) bagi
Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha pengelolaan resort dan
fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga dapat
memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di
masa yang akan datang.
8. Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi risiko
atas aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
saham LP, sehingga Perseroan memiliki investasi pada LP yang
diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi jangka
panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai investasi pada
masa mendatang.
68
Page 70
9. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
menciptakan nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan
manfaat bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
KESIMPULAN
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.
69
Page 71
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI
Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
70
Page 72
Lampiran A
PERNYATAAN PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan Perseroan.
4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
71
Page 73
Lampiran B
PT Trisula International Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Penjualan bersih 1.806.598 1.898.894 1.993.494 2.093.132 2.198.147
Beban pokok penjualan 1.368.669 1.439.693 1.512.949 1.590.151 1.671.554
Laba kotor 437.929 459.200 480.544 502.982 526.593
Beban usaha 268.305 280.414 292.237 304.638 317.648
Laba usaha 169.624 178.786 188.308 198.343 208.945
Beban lain-lain (6.494) (7.039) (7.556) (8.095) (8.755)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 163.130 171.747 180.751 190.249 200.190
Beban pajak penghasilan (37.229) (39.147) (41.154) (43.271) (45.485)
Laba bersih tahun berjalan 125.901 132.600 139.597 146.978 154.705
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Penjualan bersih 2.308.806 2.425.415 2.548.277 2.677.760 2.814.246
Beban pokok penjualan 1.757.375 1.847.856 1.943.241 2.043.816 2.149.882
Laba kotor 551.431 577.559 605.036 633.943 664.364
Beban usaha 331.298 345.620 360.649 376.422 392.977
Laba usaha 220.133 231.939 244.387 257.521 271.388
Beban lain-lain (9.438) (10.144) (10.875) (11.682) (12.515)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 210.695 221.795 233.511 245.840 258.873
Beban pajak penghasilan (47.825) (50.296) (52.904) (55.648) (58.548)
Laba bersih tahun berjalan 162.871 171.499 180.607 190.192 200.325
PT Trisula International Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Penjualan bersih 1.829.656 1.923.312 2.019.421 2.120.511 2.227.134
Beban pokok penjualan 1.379.004 1.450.668 1.524.618 1.602.524 1.684.691
Laba kotor 450.652 472.644 494.803 517.987 542.443
Beban usaha 276.956 289.376 301.229 314.024 327.498
Laba usaha 173.696 183.268 193.574 203.962 214.945
Beban lain-lain (8.685) (9.331) (9.994) (10.632) (11.401)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 165.011 173.937 183.580 193.331 203.543
Beban pajak penghasilan (37.643) (39.629) (41.776) (43.949) (46.223)
Laba bersih tahun berjalan 127.368 134.308 141.804 149.382 157.320
72
Page 74
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Penjualan bersih 2.339.495 2.457.727 2.582.111 2.713.285 2.851.548
Beban pokok penjualan 1.771.324 1.862.624 1.958.834 2.060.304 2.167.317
Laba kotor 568.171 595.102 623.277 652.981 684.231
Beban usaha 341.401 356.008 371.427 386.964 403.776
Laba usaha 226.770 239.094 251.850 266.018 280.456
Beban lain-lain (12.223) (13.054) (13.883) (14.774) (15.736)
Laba sebelum beban pajak penghasilan 214.546 226.041 237.967 251.244 264.720
Beban pajak penghasilan (48.672) (51.230) (53.884) (56.837) (59.834)
Laba bersih tahun berjalan 165.874 174.811 184.083 194.407 204.886
73
Page 75
Lampiran C
PT Trisula International Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Laba bersih tahun berjalan 125.901 132.600 139.597 146.978 154.705
Faktor diskonto 0,9594 0,8830 0,8127 0,7480 0,6884
Nilai kini 120.789 117.086 113.451 109.939 106.499
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Laba bersih tahun berjalan 162.871 171.499 180.607 190.192 200.325
Faktor diskonto 0,6336 0,5832 0,5368 0,4941 0,4548
Nilai kini 103.195 100.018 96.950 93.974 91.108
Jumlah nilai kini 1.053.008
PT Trisula International Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Laba bersih tahun berjalan 127.368 134.308 141.804 149.382 157.320
Faktor diskonto 0,9594 0,8830 0,8127 0,7480 0,6884
Nilai kini 122.197 118.594 115.244 111.738 108.299
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Laba bersih tahun berjalan 165.874 174.811 184.083 194.407 204.886
Faktor diskonto 0,6336 0,5832 0,5368 0,4941 0,4548
Nilai kini 105.098 101.950 98.816 96.057 93.182
Jumlah nilai kini 1.071.174
74
Page 76
Lampiran D
PT Trisula International Tbk
Perhitungan Studi Kelayakan atas Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2048
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Arus kas bersih 1.789 2.452 2.950 2.964 3.070
Investasi awal (20.000) - - - -
Arus kas bersih (18.211) 2.452 2.950 2.964 3.070
Faktor diskonto 0,9529 0,8653 0,7858 0,7136 0,6480
Nilai kini arus kas bersih (17.354) 2.122 2.318 2.115 1.989
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34 31/12/35
Arus kas bersih 3.793 3.871 3.533 4.487 4.487
Investasi awal - - - - -
Arus kas bersih 3.793 3.871 3.533 4.487 4.487
Faktor diskonto 0,5885 0,5344 0,4853 0,4407 0,4002
Nilai kini arus kas bersih 2.232 2.069 1.715 1.977 1.796
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/36 31/12/37 31/12/38 31/12/39 31/12/40
Arus kas bersih 4.629 5.287 5.297 5.380 6.195
Investasi awal - - - - -
Arus kas bersih 4.629 5.287 5.297 5.380 6.195
Faktor diskonto 0,3634 0,3300 0,2997 0,2722 0,2472
Nilai kini arus kas bersih 1.682 1.745 1.588 1.464 1.531
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/41 31/12/42 31/12/43 31/12/44 31/12/45
Arus kas bersih 6.131 5.688 7.001 7.037 7.009
Investasi awal - - - - -
Arus kas bersih 6.131 5.688 7.001 7.037 7.009
Faktor diskonto 0,2245 0,2039 0,1852 0,1682 0,1527
Nilai kini arus kas bersih 1.376 1.160 1.297 1.184 1.070
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/46 31/12/47 31/12/48
Arus kas bersih 7.841 7.765 8.853
Investasi awal - - -
Arus kas bersih 7.841 7.765 8.853
Faktor diskonto 0,1387 0,1260 0,1144
Nilai kini arus kas bersih 1.087 978 1.013
Kriteria kelayakan:
Net Present Value 18.155
Internal Rate of Return 19,88%
75
Page 77
Lampiran E
Pada tanggal 19 Juni 2026, Perseroan dan IND telah menandatangani PJBS LP
sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PJBS LP adalah
sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PJBS LP adalah Perseroan dan IND.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan PJBS LP adalah IND bermaksud untuk menjual
secara langsung kepada Perseroan seluruh saham milik IND yaitu 4.500 saham atau
setara dengan 75,00% saham LP dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,00 miliar.
• Harga Jual Beli Saham dan Tata Cara Pembayaran
Harga jual beli saham dan tata cara pembayaran berdasarkan PJBS LP adalah sebagai
berikut:
- Perseroan dan IND telah mempertimbangkan hasil penilaian saham dari penilai
independen, oleh dan karenanya Perseroan dan IND sepakat harga pembelian atas
seluruh saham adalah sebesar Rp 20,00 miliar.
- Perseroan berkewajiban untuk melakukan penyelesaian atas harga pembelian
sebagaimana dimaksud pada PJBS LP melalui mekanisme perjumpaan (set-off)
antara harga pembelian dengan sebagian hutang piutang antara IND dan Perseroan
sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Pengambilalihan Piutang dan Pinjam
Meminjam tanggal 29 Juli 2022 yang telah dilakukan beberapa kali perubahan
termasuk tidak terbatas pada perubahan terakhir yang tercantum dalam addendum
terakhir tanggal 2 Januari 2025, dan surat keterangan Pengakuan Hutang dari IND
tanggal 19 Juni 2026. Oleh dan karenanya, sampai dengan ditandatanganinya PJBS
LP ini, IND mengakui memiliki hutang kepada Perseroan sebesar Rp 44,03 miliar.
• Penyelesaian Sangketa
PJBS LP ini tunduk dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.
76
Page 78
Lampiran E
Analisis atas Laporan Penilaian 75,00% Saham LP
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-
210/KS.13/2026, telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen
sesuai dengan surat penugasan No. KR/260223-001 tanggal 23 Februari 2026 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 75,00% saham LP. Hasil penilaian atas 75,00% saham LP
tersebut tertuang dalam laporan penilaian 75,00% saham LP dengan No. 00120/2.0162-
00/BS/05/0153/1/VI/2026 tanggal 18 Juni 2026 dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan IND.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 75,00% saham LP.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen AR. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja AR
pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan
datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan
tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja AR yang dinilai pada
saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja AR yang dinilai. Kami bertanggung
jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
berdasarkan kinerja historis AR dan informasi manajemen AR terhadap proyeksi laporan
keuangan AR tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian AR dan
kesimpulan nilai akhir.
77
Page 79
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan, dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan LP atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan LP bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai
data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan
bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari
laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi
ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan
penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang
terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan LP.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum LP
berdasarkan anggaran dasar LP.
78
Page 80
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
bersih (adjusted net asset method), dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
(capitalized excess earning method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
oleh AR di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha AR. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
AR diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha AR. Arus kas
yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat
diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus
kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian AR
merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode
ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai
pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya
(seperti kas/bank atau utang bank).
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset
dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas
(net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
liabilitas yang telah disesuaikan.
Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan
kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud
kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut
dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi
nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset
takberwujud.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
Perseroan dan LP. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan
metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
79
Page 81
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 20,58 miliar.
80
Names mentioned 63 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Lifestyle Pratama
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×3
unresolved
org
PT Rimba Lifestyle
p.3
unresolved
org
PT Alam Rimba
p.3
unresolved
org
PT Trimbawan Swastama Sejati
p.4
unresolved
org
Mirawati Sensi Idris
p.4
unresolved
org
MSI
p.6 ×6
unresolved
org
Dwi Haryadi Nugraha & Rekan
p.6
unresolved
org
Dwi Haryadi Nugraha
p.6
unresolved
org
Tjahjo & Rekan
p.8
unresolved
org
KNMTR
p.8 ×2
unresolved
org
DHNR
p.8 ×2
unresolved
org
Jonnardi
p.9
unresolved
org
Sukmito & Rekan
p.9
unresolved
org
KJPP KR
p.9 ×2
unresolved
person
Kumala Tjahjani Widodo S.H.
· Notaris
p.9 ×2
unresolved
person
Wiwik Condro
· Notaris
p.9 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.9 ×4
unresolved
org
PT Transindo Global Fashion
p.13
unresolved
person
Achmad Bajumi
p.13
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.13
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×3
unresolved
org
PT Inti Nusa Damai Dalam Transaksi
p.17
unresolved
person
Marianne Vincentia Hamdani
· Notaris
p.17 ×5
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.18
unresolved
org
PT Lifestyle Pratama Dalam Transaksi
p.19
unresolved
org
Kementerian Republik Indonesia
p.19 ×4
unresolved
org
PT Lifestyle Pratama II.
p.23
unresolved
org
Pusat Statistik
p.25
unresolved
org
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
p.26
unresolved
org
Kementerian Pariwisata
p.26
unresolved
org
Kota Nusantara
p.26
unresolved
org
JJSR. Ikhtisar
p.51
unresolved
—
Pembat
· Penilai
p.55 ×2
unresolved
org
PT Plataran Indonesia.
p.60
unresolved
org
PT Menjangan Dynasty Resort
p.60
unresolved
org
PT WHM Indonesia. III.
p.60
unresolved
org
Setiabudi Internasional Tbk.
p.66
unresolved
org
Minor International Public Company Limited
p.66
unresolved
org
Hyatt Hotels Corporation
p.66
unresolved
org
Resorts Inc.
p.66
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.71 ×2
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.71
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.71
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.500
15677 ms
12 Sep 2026 22:05
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
'transaksi di mana'}],
'currency': 'IDR',
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi di '
'mana',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '20.00'}