Skip to content
Back to announcement

20260622_TRIS_Informasi Transaksi Afiliasi_32103365_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review TRIS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 119

Page 1
LAPORAN PENILAIAN 75,00% SAHAM
    PT LIFESTYLE PRATAMA

 PT TRISULA INTERNATIONAL Tbk

      TANGGAL PENILAIAN
       31 DESEMBER 2025
Page 2
No. : 00120/2.0162-00/BS/05/0153/1/VI/2026                                    18 Juni 2026



Kepada Yth.

PT TRISULA INTERNATIONAL Tbk
Gedung Trisula Center
Jl. Lingkar Luar Barat Blok A No. 1
Rawa Buaya, Cengkareng
Jakarta 11740


U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 75,00% Saham PT Lifestyle Pratama


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Trisula International Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen
atas nilai pasar 75,00% saham PT Lifestyle Pratama (selanjutnya disebut “LP”). Penugasan
kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/260223-001 tanggal 23 Februari 2026
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdafsarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. KEP-210/KS.13/2026, menyatakan bahwa kami
telah meneliti dan menilai nilai pasar 75,00% saham LP (selanjutnya disebut “Objek
Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai nilai pasar Objek
Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang perdagangan pakaian jadi dan jasa.
Perseroan memulai kegiatan operasionalnya pada tahun 2005. Perseroan berdomisili di
Trisula Center, Jalan Lingkar Luar Barat Blok A No. 1, Rawa Buaya, Cengkareng,
Jakarta 11740, dengan nomor telepon: (021) 5835 7377, nomor faksimile: (021) 5835 8033,
dan email: corporate.secretary@trisula.com.
Page 3
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur pemegang
saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:


                                   PT Inti Nusa Damai
                                          (IND)

                                 75,00%                  20,61%

                      PT Lifestyle Pratama
                                                      Perseroan
                               (LP)

                                 75,00%                  60,00%

                                                  PT Rimba Lifestyle
                      PT Alam Rimba (AR)
                                                         (RL)



IND     merupakan    suatu    perseroan   terbatas   berstatus  perusahaan     tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha IND adalah bergerak dalam bidang perusahaan investasi.

LP     merupakan     suatu      perseroan    terbatas     berstatus   perusahaan    tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang perdagangan besar meliputi
real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen hotel, penyediaan akomodasi
lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan holding, dan aktvitas konsultasi manajemen
lainnya.

AR merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha AR adalah bergerak dari jasa management hotel, restoran dan aktivitas bisnis
lainnya berubah menjadi bergerak dalam bidang penyedia akomodasi dan penyediaan
makan, minum, dan aktivitas jasa lainnya.

RL merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha RL adalah bergerak dalam bidang pembangunan, perdagangan,
perindustrian, pengangkutan darat, pertanian, percetakan, dan jasa. Berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, RL belum menjalankan kegiatan operasionalnya.




                                             ii
Page 4
Industri pariwisata di Indonesia memiliki potensi yang didukung oleh keberagaman destinasi
wisata alam, budaya, dan rekreasi yang tersebar di berbagai wilayah. Khususnya di Bali,
potensi industri pariwisata didukung oleh pengakuan yang luas sebagai salah satu destinasi
wisata internasional, ketersediaan infrastruktur pariwisata yang relatif berkembang, serta
keberadaan berbagai fasilitas pendukung seperti hotel, resort, restoran, dan sarana
transportasi. Selain itu, karakteristik Bali yang menawarkan kombinasi wisata alam, budaya,
dan rekreasi menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata bagi wisatawan domestik
maupun mancanegara, sehingga berpotensi mendukung aktivitas usaha yang bergerak di
sektor pariwisata dan industri pendukung terkait.

Pada tanggal 3 Agustus 2010 AR, entitas anak LP dan PT Trimbawan Swastama Sejati
(selanjutnya disebut “TSS”), pihak yang tidak terafiliasi dengan Perseroan, IND, dan LP, telah
menandatangani Perjanjian Kerja Sama (selanjutnya disebut “PKS”) terkait pengelolaan
kawasan “Menjangan Jungle and Beach Resort” yang berlokasi di Taman Nasional Bali Barat,
Desa Pejarakan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Masa berlaku PKS tersebut mengikuti
masa berlaku dari Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam (selanjutnya disebut
“IUPSWA”) yang dimiliki oleh TSS, yang saat ini berlaku sampai dengan 15 September 2028.
Apabila IUPSWA diperbaharui, maka PKS akan secara otomatis diperpanjang untuk jangka
waktu yang sama. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, IUPSWA tersebut dapat
diperpanjang selama 20 tahun dan selanjutnya dapat diperpanjang kembali. Dengan adanya
PKS tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kegiatan usaha AR dalam
pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata, sehingga memberikan dukungan
terhadap kegiatan usaha dan prospek LP sebagai entitas induk AR.

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP Mirawati Sensi Idris (selanjutnya disebut
“MSI”), Perseroan mencatat saldo piutang pihak berelasi dari IND yang terdiri dari pokok dan
bunga adalah sebesar Rp 44,99 miliar. Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh
dari manajemen Perseroan, sampai dengan tanggal 16 April 2026 saldo piutang pihak berelasi
dari IND yang terdiri dari pokok dan bunga adalah sebesar Rp 43,29 miliar (selanjutnya
disebut “Piutang”). Perseroan bermaksud mengoptimalkan nilai ekonomis dari Piutang
tersebut dengan membeli 4.500 saham atau setara dengan 75,00% saham LP dari IND
(selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), di mana sebagian nilai Piutang dari IND akan
diselesaikan melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan saham LP, entitas induk
AR.

Rencana Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus memanfaatkan
peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara an-organik atas perusahaan yang
memiliki sinergi di industri pariwisata khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan fasilitas
pendukung yang berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan
kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh
AR, sehingga melalui Rencana Transaksi Perseroan dapat memperoleh akses terhadap
sektor pariwisata melalui kepemilikan pada LP. Langkah tersebut merupakan bagian dari
diversifikasi usaha Perseroan ke sektor pariwisata sehingga mengurangi ketergantungan
Perseroan pada satu segmen bisnis yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas
Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar maupun dinamika industri.




                                              iii
Page 5
Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR melalui
LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan sumber pendapatan baru
yang bersifat berulang (recurring income) bagi Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha
pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga
dapat memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di masa yang
akan datang.

Selanjutnya, Rencana Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi
risiko atas aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan saham LP,
sehingga Perseroan memiliki investasi pada LP yang diharapkan dapat memberikan nilai
tambah dan manfaat ekonomi jangka panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan
nilai investasi pada masa mendatang.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat menciptakan
nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang
yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Rencana Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus memanfaatkan
    peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara an-organik atas perusahaan yang
    memiliki sinergi di industri pariwisata khususnya dalam bidang pengelolaan resort dan
    fasilitas pendukung yang berlokasi di Bali. Sebagai entitas induk AR, LP memiliki
    keterkaitan dengan kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata
    yang dijalankan oleh AR, sehingga melalui Rencana Transaksi Perseroan dapat
    memperoleh akses terhadap sektor pariwisata melalui kepemilikan pada LP. Langkah
    tersebut merupakan bagian dari diversifikasi usaha Perseroan ke sektor pariwisata
    sehingga mengurangi ketergantungan Perseroan pada satu segmen bisnis yang
    diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Perseroan dalam menghadapi perubahan
    kondisi pasar maupun dinamika industri.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada AR
    melalui LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan sumber
    pendapatan baru yang bersifat berulang (recurring income) bagi Perseroan yang berasal
    dari kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan
    oleh AR, sehingga dapat memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional
    Perseroan di masa yang akan datang.

•   Rencana Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi risiko atas
    aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan saham LP, sehingga
    Perseroan memiliki investasi pada LP yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah
    dan manfaat ekonomi jangka panjang bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai
    investasi pada masa mendatang.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat menciptakan
    nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang
    yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham
    Perseroan.



                                             iv
Page 6
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
IND merupakan entitas induk dari Perseroan dan LP dengan kepemilikan masing-masing
sebesar 20,61% dan 75,00%, maka Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi,
sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya
disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat LP adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham LP bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa LP adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.


TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 31 Desember 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).




                                            v
Page 7
DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan LP ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan LP. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/260223-001 tanggal 23 Februari 2026 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.


TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan LP yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan
konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi
dasar penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 75,00% saham PT Lifestyle Pratama ini merupakan laporan terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
75,00% saham PT Lifestyle Pratama tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian
(subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek
Penilaian.




                                             vi
Page 8
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
   “KAP”) Dwi Haryadi Nugraha & Rekan (selanjutnya disebut “DHNR”) sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00099/2.1446/AU.8/05/1723-1/-/1V/2026 tanggal
   29 April 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

2. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023.

3. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022.

4. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021.

5. Laporan keuangan AR untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
   telah diaudit oleh KAP DHNR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00093/2.1446/AU.8/05/1723-2/1/IV/2026 tanggal 28 April 2026 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

6. Laporan keuangan AR untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP DHNR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00083/2.1446/AU.2/05/1723-1/1/IV/2025 tanggal 30 April 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

7. Laporan keuangan AR untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
   telah diaudit oleh KAP I Gede Oka (selanjutnya disebut “IGO”) sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00076/2.1274/AU.2/05/0463-3/1/V/2024 tanggal 24 Mei 2024
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

8. Laporan keuangan AR untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP IGO sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00072/2.1274/AU.2/05/0463-2/1/IV/2023 tanggal 28 April 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian.

9. Laporan keuangan AR untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
   telah diaudit oleh KAP IGO sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00066/2.1274/AU.2/07/0463-1/1/IV/2022 tanggal 29 April 2022 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian hal lain.




                                         vii
Page 9
10. Laporan keuangan RL untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
    telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang
    berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP DHNR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00099/2.1446/AU.8/05/1723-1/0/IV/2026
    tanggal 29 April 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan
    suatu hal dan hal lain.

11. Proyeksi laporan keuangan AR untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
    31 Desember 2026 – 2048 yang disusun oleh manajemen AR.

12. Laporan penilaian properti AR per 31 Desember 2025 yang disusun oleh
    KJPP Iwan Bachron & Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00122/2.0047-05/PI/04/0500/1/VI/2026 tanggal 11 Juni 2026.

13. Anggaran dasar LP yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 30 tanggal
    14 Agustus 2024 oleh Wiwik Condro, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Barat terkait
    perubahan susunan Direksi LP.

14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Marcus Harianto B dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Transaksi.

15. Tarif pajak yang diberlakukan atas AR adalah berdasarkan laba kena pajak dalam periode
    yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum, yaitu
    sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2048.

16. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan LP serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan.

17. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

18. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

19. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg.

20. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.

21. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            viii
Page 10
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan LP atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari LP. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan AR yang disusun oleh manajemen AR. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja AR pada
tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja AR yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja AR yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis AR dan informasi manajemen AR terhadap
proyeksi laporan keuangan AR tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian
LP dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.




                                            ix
Page 11
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan LP atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan LP bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan LP.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum LP berdasarkan anggaran dasar LP.




                                            x
Page 12
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.

Selanjutnya, dalam menyusun laporan penilaian saham, kami mengasumsikan dan
bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi dalam
laporan penilaian properti AR yang disusun oleh penilai independen yang terdaftar di OJK dan
kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari penilai independen
yang terdaftar di OJK bahwa mereka telah melakukan penilaian dan menyusun laporan secara
independen sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 28/POJK.04/2021 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Properti di Pasar Modal” dan Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI).

Kami tidak memberikan pendapat atas laporan penilaian properti AR yang disusun oleh penilai
independen yang terdaftar di OJK. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian atas
Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk
apapun, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu serta tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan
dalam laporan penilaian properti AR yang disusun oleh penilai independen yang terdaftar di
OJK, atau pelanggaran hukum atas laporan penilaian properti AR yang disusun oleh penilai
independen yang terdaftar di OJK.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan posisi
keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif LP dan AR, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki LP dan AR. Prospek AR di masa yang akan
datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang
diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis
eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas
prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.




                                             xi
Page 13
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset bersih (adjusted net
asset method), dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan (capitalized excess earning
method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
AR di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
usaha AR. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi AR diproyeksikan
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha AR. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai
dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian AR merupakan
metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank).

Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset dan
pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar langganan, juga
harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian
terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah
disesuaikan.

Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan kelebihan
pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian
dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi nilai pasar saham
dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
LP. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain
yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.




                                              xii
Page 14
RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham LP sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 39,20 miliar. Dengan
diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar 100,00% saham LP adalah sebesar
Rp 27,44 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 75,00% saham LP berdasarkan metode
penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 20,58 miliar.

Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
pendaptan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan pihak
manajemen AR melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan manajemen AR
mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami
melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami,
asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian
asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi
perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa
hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp 20,58 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan LP serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas LP. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian LP tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xiii
Page 15
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xiv
Page 16
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap LP untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xv
Page 17
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                    .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Kezia Melisa Rondonuwu                                          .....................................
No. MAPPI      : 20-P-10333




                                           xvi
Page 18
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
   dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 31 Desember 2025.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                           xvii
Page 19
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
    dengan operasional, kinerja, dan prospek dari AR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                              .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : KEP-210/KS.13/2026
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                 .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                   .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Kezia Melisa Rondonuwu                                         .....................................
No. MAPPI      : 20-P-10333




                                          xviii
Page 20
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                       xv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                 xvi

SURAT PERNYATAAN                                                                xvii

DAFTAR ISI                                                                      xix

DAFTAR TABEL                                                                    xxii

DAFTAR GRAFIK                                                                  xxvi

LAMPIRAN                                                                       xxvii

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                              1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                                5
        C. Premis Penilaian                                                       5
        D. Independensi Penilai                                                   5
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                              5
        F. Profil PT Lifestyle Pratama                                            6
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                          7
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                    7
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                        8
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                              9
        K. Kesimpulan Penilaian                                                   9

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             10
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                           14
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                         14
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                             15
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                     15
        F. Informasi Non-Keuangan                                                17
        G. Jenis Ekuitas                                                         18
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                              19
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                         20
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                          21
        K. Jenis Laporan                                                         21
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)        21




                                           xix
Page 21
                                                            HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Lifestyle Pratama                  22
        B. Kegiatan Usaha                                       22
        C. Manajemen                                            22
        D. Kepemilikan Saham                                    22
        E. Data Keuangan Historis                               23
        F. Penjelasan Singkat Mengenai Entitas Anak             24

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                               27
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                           30
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                           30
        D. Tingkat Suku Bunga                                   31
        E. Inflasi                                              32
        F. Nilai Tukar Rupiah                                   33

V.      TINJAUAN INDUSTRI PERHOTELAN

        A. Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia                35
        B. Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia            37

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Lifestyle Pratama                                 39
        B. Analisis atas Common Size PT Lifestyle Pratama       47
        C. Analisis atas Common Size Industri Perhotelan        48

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Persaingan Usaha                              55
        B. Risiko Gangguan Keamanan                             55
        C. Risiko Ekonomi                                       55
        D. Risiko Politik dan Sosial                            55
        E. Risiko Bencana Alam                                  56
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                          56

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                              57
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                      58
        C. Premis Penilaian                                     60
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                            60
        E. Prosedur Penilaian                                   60
        F. Independensi Penilai                                 61




                                             xx
Page 22
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   62
      B. Nilai Pasar Objek Penilaian                                                63
      C. PT Alam Rimba                                                              65
      D. PT Rimba Lifestyle                                                         86
      E. Kesimpulan Penilaian                                                       86




                                           xxi
Page 23
                                   DAFTAR TABEL

                                                                          HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Lifestyle Pratama                                                6

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Lifestyle Pratama                                                22

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Lifestyle Pratama
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                         22

Tabel 4    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Lifestyle Pratama
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                             24

Tabel 5    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Alam Rimba                                                       25

Tabel 6    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Rimba Lifestyle                                                  26

Tabel 7    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                             27

Tabel 8    Pertumbuhan Inflasi                                                 28

Tabel 9    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                                 29

Tabel 10   Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi                   33

Tabel 11   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Lifestyle Pratama
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                         39

Tabel 12   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Lifestyle Pratama
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                             42

Tabel 13   Laporan Arus Kas Konsolidasian
           PT Lifestyle Pratama
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                             44




                                          xxii
Page 24
                                                                        HALAMAN

Tabel 14   Rasio-rasio Keuangan
           PT Lifestyle Pratama
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      45

Tabel 15   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Lifestyle Pratama
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      47

Tabel 16   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Lifestyle Pratama
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          48

Tabel 17   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Sunter Lakeside Hotel Tbk
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      49

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Sunter Lakeside Hotel Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          50

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Red Planet Indonesia Tbk
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      51

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Red Planet Indonesia Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          52

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
           Per 31 Desember 2021 – 2025                                      52

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 – 2025                          54




                                         xxiii
Page 25
                                                                   HALAMAN

Tabel 23   Nilai Pasar 75,00% Saham
           PT Lifestyle Pratama
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 31 Desember 2025                                        64

Tabel 24   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
           PT Alam Rimba
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2048                     68

Tabel 25   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
           PT Alam Rimba
           Per 31 Desember 2026 – 2048                                 70

Tabel 26   Proyeksi Arus Kas Bersih
           PT Alam Rimba
           Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2048                     74

Tabel 27   Indikasi Nilai Kini Operasi
           PT Alam Rimba
           Per 31 Desember 2025                                        78

Tabel 28   Indikasi Nilai Pasar 75,00% Saham
           PT Alam Rimba
           Metode Diskonto Arus Kas
           Per 31 Desember 2025                                        79

Tabel 29   Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan
           PT Alam Rimba
           Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
           Per 31 Desember 2025                                        81

Tabel 30   Perhitungan Kontribusi Aset
           PT Alam Rimba
           Per 31 Desember 2025                                        82

Tabel 31   Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
           PT Alam Rimba
           Per 31 Desember 2025                                        82

Tabel 32   Indikasi Nilai Pasar 75,00% Saham
           PT Alam Rimba
           Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
           Per 31 Desember 2025                                        84




                                         xxiv
Page 26
                                               HALAMAN

Tabel 33   Rekonsiliasi Nilai
           PT Alam Rimba
           Per 31 Desember 2025                    85

Tabel 34   Indikasi Nilai Pasar 60,00% Saham
           PT Rimba Lifestyle
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 31 Desember 2025                    86




                                        xxv
Page 27
                                 DAFTAR GRAFIK

                                                                      HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                         31

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                   32

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing       34

Grafik 4   Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
           Tahun 2021 - 2024                                              35

Grafik 5   Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Dunia
           Tahun 2026 – 2030                                              36

Grafik 6   Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
           Juli 2025 – Desember 2025                                      37

Grafik 7   Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
           Tahun 2026 - 2030                                              38

Grafik 8   Proyeksi Pendapatan Usaha
           PT Alam Rimba
           Tahun 2026 – 2048                                              66

Grafik 9   Proyeksi Harga Pokok Penjualan
           PT Alam Rimba
           Tahun 2026 – 2048                                              67




                                        xxvi
Page 28
                                    LAMPIRAN

                                                        HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 75,00% Saham
             PT Lifestyle Pratama
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 31 Desember 2025                           87

Lampiran B   Indikasi Nilai Pasar 75,00% Saham
             PT Alam Rimba
             Metode Diskonto Arus Kas
             Per 31 Desember 2025                           88

Lampiran C   Indikasi Nilai Pasar 75,00% Saham
             PT Alam Rimba
             Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
             Per 31 Desember 2025                           89

Lampiran D   Rekonsiliasi Nilai
             PT Alam Rimba
             Per 31 Desember 2025                           90

Lampiran E   Indikasi Nilai Pasar 60,00% Saham
             PT Rimba Lifestyle
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 31 Desember 2025                           91




                                        xxvii
Page 29
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Trisula International Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang perdagangan pakaian jadi
       dan jasa. Perseroan memulai kegiatan operasionalnya pada tahun 2005.
       Perseroan berdomisili di Trisula Center, Jalan Lingkar Luar Barat Blok A No. 1,
       Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta 11740, dengan nomor telepon:
       (021)    5835     7377,    nomor      faksimile:   (021)  5835    8033,    dan
       email: corporate.secretary@trisula.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur
       pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai
       berikut:


                                     PT Inti Nusa Damai
                                             (IND)

                                    75,00%                  20,61%

                          PT Lifestyle Pratama
                                                         Perseroan
                                  (LP)

                                    75,00%                  60,00%

                                                     PT Rimba Lifestyle
                           PT Alam Rimba (AR)
                                                            (RL)



       IND merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha IND adalah bergerak dalam bidang
       perusahaan investasi.

       LP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang
       perdagangan besar meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila,
       apartemen hotel, penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas
       perusahaan holding, dan aktvitas konsultasi manajemen lainnya.

       AR merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha AR adalah bergerak dari jasa
       management hotel, restoran dan aktivitas bisnis lainnya berubah menjadi bergerak
       dalam bidang penyedia akomodasi dan penyediaan makan, minum, dan aktivitas
       jasa lainnya.


                                         1
Page 30
RL merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha RL adalah bergerak dalam bidang
pembangunan, perdagangan, perindustrian, pengangkutan darat, pertanian,
percetakan, dan jasa. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
Perseroan, RL belum menjalankan kegiatan operasionalnya.

Industri pariwisata di Indonesia memiliki potensi yang didukung oleh keberagaman
destinasi wisata alam, budaya, dan rekreasi yang tersebar di berbagai wilayah.
Khususnya di Bali, potensi industri pariwisata didukung oleh pengakuan yang luas
sebagai salah satu destinasi wisata internasional, ketersediaan infrastruktur
pariwisata yang relatif berkembang, serta keberadaan berbagai fasilitas
pendukung seperti hotel, resort, restoran, dan sarana transportasi. Selain itu,
karakteristik Bali yang menawarkan kombinasi wisata alam, budaya, dan rekreasi
menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata bagi wisatawan domestik
maupun mancanegara, sehingga berpotensi mendukung aktivitas usaha yang
bergerak di sektor pariwisata dan industri pendukung terkait.

Pada tanggal 3 Agustus 2010 AR, entitas anak LP dan PT Trimbawan Swastama
Sejati (selanjutnya disebut “TSS”), pihak yang tidak terafiliasi dengan Perseroan,
IND, dan LP, telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (selanjutnya disebut
“PKS”) terkait pengelolaan kawasan “Menjangan Jungle and Beach Resort” yang
berlokasi di Taman Nasional Bali Barat, Desa Pejarakan, Kabupaten Buleleng,
Provinsi Bali. Masa berlaku PKS tersebut mengikuti masa berlaku dari Izin Usaha
Penyediaan Sarana Wisata Alam (selanjutnya disebut “IUPSWA”) yang dimiliki
oleh TSS, yang saat ini berlaku sampai dengan 15 September 2028. Apabila
IUPSWA diperbaharui, maka PKS akan secara otomatis diperpanjang untuk
jangka waktu yang sama. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, IUPSWA tersebut
dapat diperpanjang selama 20 tahun dan selanjutnya dapat diperpanjang kembali.
Dengan adanya PKS tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kegiatan
usaha AR dalam pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata, sehingga
memberikan dukungan terhadap kegiatan usaha dan prospek LP sebagai entitas
induk AR.

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP Mirawati Sensi Idris
(selanjutnya disebut “MSI”), Perseroan mencatat saldo piutang pihak berelasi dari
IND yang terdiri dari pokok dan bunga adalah sebesar Rp 44,99 miliar.
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
sampai dengan tanggal 16 April 2026 saldo piutang pihak berelasi dari IND yang
terdiri dari pokok dan bunga adalah sebesar Rp 43,29 miliar (selanjutnya disebut
“Piutang”). Perseroan bermaksud mengoptimalkan nilai ekonomis dari Piutang
tersebut dengan membeli 4.500 saham atau setara dengan 75,00% saham LP dari
IND (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), di mana sebagian nilai Piutang
dari IND akan diselesaikan melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
saham LP, entitas induk AR.




                                  2
Page 31
Rencana Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus
memanfaatkan peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara an-organik
atas perusahaan yang memiliki sinergi di industri pariwisata khususnya dalam
bidang pengelolaan resort dan fasilitas pendukung yang berlokasi di Bali. Sebagai
entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan kegiatan usaha pengelolaan
resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga
melalui Rencana Transaksi Perseroan dapat memperoleh akses terhadap sektor
pariwisata melalui kepemilikan pada LP. Langkah tersebut merupakan bagian dari
diversifikasi usaha Perseroan ke sektor pariwisata sehingga mengurangi
ketergantungan Perseroan pada satu segmen bisnis yang diharapkan dapat
meningkatkan kapasitas Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar
maupun dinamika industri.

Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada
AR melalui LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan
sumber pendapatan baru yang bersifat berulang (recurring income) bagi
Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas
pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga dapat memperkuat arus
kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di masa yang akan datang.

Selanjutnya, Rencana Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam
rangka mitigasi risiko atas aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-
off) dengan saham LP, sehingga Perseroan memiliki investasi pada LP yang
diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi jangka panjang
bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai investasi pada masa
mendatang.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
menciptakan nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi
seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Rencana Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus
    memanfaatkan peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara an-organik
    atas perusahaan yang memiliki sinergi di industri pariwisata khususnya dalam
    bidang pengelolaan resort dan fasilitas pendukung yang berlokasi di Bali.
    Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan kegiatan usaha
    pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh
    AR, sehingga melalui Rencana Transaksi Perseroan dapat memperoleh akses
    terhadap sektor pariwisata melalui kepemilikan pada LP. Langkah tersebut
    merupakan bagian dari diversifikasi usaha Perseroan ke sektor pariwisata
    sehingga mengurangi ketergantungan Perseroan pada satu segmen bisnis
    yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Perseroan dalam menghadapi
    perubahan kondisi pasar maupun dinamika industri.




                                  3
Page 32
•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan memperoleh investasi
    kepada AR melalui LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat
    memberikan sumber pendapatan baru yang bersifat berulang (recurring
    income) bagi Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha pengelolaan resort
    dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga dapat
    memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di
    masa yang akan datang.

•   Rencana Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi
    risiko atas aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
    saham LP, sehingga Perseroan memiliki investasi pada LP yang diharapkan
    dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi jangka panjang bagi
    Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai investasi pada masa
    mendatang.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    menciptakan nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
    pada masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat
    bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa IND merupakan entitas induk dari Perseroan dan LP dengan kepemilikan
masing-masing sebesar 20,61% dan 75,00%, maka Rencana Transaksi
merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK
17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
melakukan penilaian atas nilai pasar 75,00% saham LP.

Mengingat LP adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham LP bersifat tidak likuid.




                                  4
Page 33
I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 75,00% saham LP
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
       35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
       SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa LP adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan LP
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan LP. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan    surat     penugasan
       No. KR/260223-001 tanggal 23 Februari 2026 yang telah disetujui oleh manajemen
       Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
       tujuan penilaian serta dari data keuangan LP yang kami terima. Data keuangan
       tersebut berupa laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir
       pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                          5
Page 34
I.F.     Profil PT Lifestyle Pratama

         LP didirikan berdasarkan Akta No. 61 tanggal 25 Juni 2010 yang dibuat di hadapan
         Marianne Vincentia Hamdani, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara. Pernyataan
         Keputusan Rapat tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi
         Badan Hukum, Kementerian Republik Indonesia melalui suratnya
         No. AHU-34802.AH.01.01 Tahun 2010 tanggal 9 Juli 2010.

         Anggaran dasar LP telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubaha terakhir
         berdasarkan Akta No. 30 tanggal 14 Agustus 2024, yang dibuat di hadapan Wiwik
         Condro, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Barat terkait perubahan susunan Direksi
         LP. Pernyataan Keputusan Rapat tersebut telah diterima dan dicatat di dalam
         Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Republik Indonesia melalui
         suratnya No. AHU-0059456.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 20 September 2024.

         LP berdomisili di Jalan Lingkar Luar Barat Blok A No. 1, Rawa Buaya, Cengkareng,
         Jakarta 11740.

I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham LP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Lifestyle Pratama
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                     Pemegang Saham                    Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Inti Nusa Damai                                     4.500           75,00%      4.500.000.000
         David Agustino                                         1.500           25,00%      1.500.000.000
         Jumlah                                                 6.000           25,00%      1.500.000.000



I.F.2.   Struktur Pengurus

         Komisaris dan Direktur LP pada tanggal 31 Desember 2025 masing-masing adalah
         Maya Damayanti Pranoyo dan David Agustino.

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
         besar meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen hotel,
         penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan holding, dan
         aktvitas konsultasi manajemen lainnya.




                                                   6
Page 35
I.G.   Definisi Nilai yang Digunakan

       Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
       terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

       Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
       digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK
       35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat
       diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
       antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual,
       dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak,
       di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
       dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
       atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif LP dan AR,
       pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
       LP dan AR. Prospek AR di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
       rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
       yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
       pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
       penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
       industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.




                                          7
Page 36
I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
       bersih (adjusted net asset method), dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
       (capitalized excess earning method).

       Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
       dilaksanakan oleh AR di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
       perkiraan atas perkembangan usaha AR. Dalam melaksanakan penilaian dengan
       metode ini, operasi AR diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
       perkembangan usaha AR. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
       dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
       risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian AR
       merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
       metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
       menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
       menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

       Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
       riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
       langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
       dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
       pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
       nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.

       Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
       dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
       merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
       aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
       pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
       adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
       berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan LP. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.




                                           8
Page 37
I.J.   Ringkasan Hasil Penilaian

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
       sebagai berikut:

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham LP sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 39,20 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
       100,00% saham LP adalah sebesar Rp 27,44 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
       75,00% saham LP berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar
       Rp 20,58 miliar.

       Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
       dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
       mengenai tingkat pendaptan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang
       dikembangkan pihak manajemen AR melalui analisis atas kinerja historis dan
       pernyataan manajemen AR mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan
       datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
       asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
       wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
       tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi perhitungan
       nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
       asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan
       bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.

I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 20,58 miliar.

       Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi
       yang kami peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan LP serta pihak-pihak lain
       yang relevan dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi
       tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak
       terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut secara material.

       Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
       kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
       kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas LP. Kami tegaskan pula
       bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini
       maupun di masa mendatang dan imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian
       LP tidak tergantung pada nilai yang dilaporkan.




                                         9
Page 38
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang
        perdagangan pakaian jadi dan jasa. Perseroan memulai kegiatan operasionalnya
        pada tahun 2005. Perseroan berdomisili di Trisula Center, Jalan Lingkar Luar Barat
        Blok A No. 1, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta 11740, dengan nomor telepon:
        (021)     5835    7377,   nomor      faksimile:    (021)    5835     8033,    dan
        email: corporate.secretary@trisula.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur
        pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai
        berikut:


                                                    IND


                                          75,00%                 20,61%


                                        LP                   Perseroan


                                          75,00%                 60,00%


                                        AR                       RL




        IND merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
        (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha IND adalah bergerak dalam bidang
        perusahaan investasi.

        LP merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
        (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang
        perdagangan besar meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila,
        apartemen hotel, penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas
        perusahaan holding, dan aktvitas konsultasi manajemen lainnya.




                                          10
Page 39
AR merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha AR adalah bergerak dari jasa
management hotel, restoran dan aktivitas bisnis lainnya berubah menjadi bergerak
dalam bidang penyedia akomodasi dan penyediaan makan, minum, dan aktivitas
jasa lainnya.

RL merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha RL adalah bergerak dalam bidang
pembangunan, perdagangan, perindustrian, pengangkutan darat, pertanian,
percetakan, dan jasa. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
Perseroan, RL belum menjalankan kegiatan operasionalnya.

Industri pariwisata di Indonesia memiliki potensi yang didukung oleh keberagaman
destinasi wisata alam, budaya, dan rekreasi yang tersebar di berbagai wilayah.
Khususnya di Bali, potensi industri pariwisata didukung oleh pengakuan yang luas
sebagai salah satu destinasi wisata internasional, ketersediaan infrastruktur
pariwisata yang relatif berkembang, serta keberadaan berbagai fasilitas
pendukung seperti hotel, resort, restoran, dan sarana transportasi. Selain itu,
karakteristik Bali yang menawarkan kombinasi wisata alam, budaya, dan rekreasi
menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata bagi wisatawan domestik
maupun mancanegara, sehingga berpotensi mendukung aktivitas usaha yang
bergerak di sektor pariwisata dan industri pendukung terkait.

Pada tanggal 3 Agustus 2010 AR, entitas anak LP dan TSS, pihak yang tidak
terafiliasi dengan Perseroan, IND, dan LP, telah menandatangani PKS terkait
pengelolaan kawasan “Menjangan Jungle and Beach Resort” yang berlokasi di
Taman Nasional Bali Barat, Desa Pejarakan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
Masa berlaku PKS tersebut mengikuti masa berlaku dari IUPSWA yang dimiliki
oleh TSS, yang saat ini berlaku sampai dengan 15 September 2028. Apabila
IUPSWA diperbaharui, maka PKS akan secara otomatis diperpanjang untuk
jangka waktu yang sama. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, IUPSWA tersebut
dapat diperpanjang selama 20 tahun dan selanjutnya dapat diperpanjang kembali.
Dengan adanya PKS tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kegiatan
usaha AR dalam pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata, sehingga
memberikan dukungan terhadap kegiatan usaha dan prospek LP sebagai entitas
induk AR.

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP MSI, Perseroan mencatat
saldo Piutang. Perseroan bermaksud mengoptimalkan nilai ekonomis Piutang
tersebut dengan melakukan Rencana Transaksi, di mana sebagian nilai Piutang
dari IND akan diselesaikan melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
saham LP, entitas induk AR.




                                 11
Page 40
Rencana Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus
memanfaatkan peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara an-organik
atas perusahaan yang memiliki sinergi di industri pariwisata khususnya dalam
bidang pengelolaan resort dan fasilitas pendukung yang berlokasi di Bali. Sebagai
entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan kegiatan usaha pengelolaan
resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga
melalui Rencana Transaksi Perseroan dapat memperoleh akses terhadap sektor
pariwisata melalui kepemilikan pada LP. Langkah tersebut merupakan bagian dari
diversifikasi usaha Perseroan ke sektor pariwisata sehingga mengurangi
ketergantungan Perseroan pada satu segmen bisnis yang diharapkan dapat
meningkatkan kapasitas Perseroan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar
maupun dinamika industri.

Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan memperoleh investasi kepada
AR melalui LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat memberikan
sumber pendapatan baru yang bersifat berulang (recurring income) bagi
Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha pengelolaan resort dan fasilitas
pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga dapat memperkuat arus
kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di masa yang akan datang.

Selanjutnya, Rencana Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam
rangka mitigasi risiko atas aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-
off) dengan saham LP, sehingga Perseroan memiliki investasi pada LP yang
diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi jangka panjang
bagi Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai investasi pada masa
mendatang.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
menciptakan nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi
seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Rencana Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk terus
    memanfaatkan peluang bisnis melalui strategi pertumbuhan secara an-organik
    atas perusahaan yang memiliki sinergi di industri pariwisata khususnya dalam
    bidang pengelolaan resort dan fasilitas pendukung yang berlokasi di Bali.
    Sebagai entitas induk AR, LP memiliki keterkaitan dengan kegiatan usaha
    pengelolaan resort dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh
    AR, sehingga melalui Rencana Transaksi Perseroan dapat memperoleh akses
    terhadap sektor pariwisata melalui kepemilikan pada LP. Langkah tersebut
    merupakan bagian dari diversifikasi usaha Perseroan ke sektor pariwisata
    sehingga mengurangi ketergantungan Perseroan pada satu segmen bisnis
    yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Perseroan dalam menghadapi
    perubahan kondisi pasar maupun dinamika industri.




                                 12
Page 41
•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan memperoleh investasi
    kepada AR melalui LP, di mana kepemilikan tersebut diharapkan dapat
    memberikan sumber pendapatan baru yang bersifat berulang (recurring
    income) bagi Perseroan yang berasal dari kegiatan usaha pengelolaan resort
    dan fasilitas pendukung pariwisata yang dijalankan oleh AR, sehingga dapat
    memperkuat arus kas dan mendukung kegiatan operasional Perseroan di
    masa yang akan datang.

•   Rencana Transaksi juga merupakan langkah Perseroan dalam rangka mitigasi
    risiko atas aset Piutang melalui mekanisme perjumpaan utang (set-off) dengan
    saham LP, sehingga Perseroan memiliki investasi pada LP yang diharapkan
    dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi jangka panjang bagi
    Perseroan, termasuk melalui peningkatan nilai investasi pada masa
    mendatang.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    menciptakan nilai peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
    pada masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat
    bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat
bahwa IND merupakan entitas induk dari Perseroan dan LP dengan kepemilikan
masing-masing sebesar 20,61% dan 75,00%, maka Rencana Transaksi
merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
Objek Penilaian.

Mengingat LP adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham LP bersifat tidak likuid.




                                 13
Page 42
II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        31 Desember 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
        tujuan penilaian serta dari data keuangan LP yang kami terima. Data keuangan
        tersebut berupa laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir
        pada tanggal 31 Desember 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                        14
Page 43
II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
           (selanjutnya disebut “KAP”) Dwi Haryadi Nugraha & Rekan (selanjutnya
           disebut     “DHNR”)    sebagaimana      tertuang      dalam     laporannya
           No. 00099/2.1446/AU.8/05/1723-1/-/1V/2026 tanggal 29 April 2026 dengan
           pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

        2. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023.

        3. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022.

        4. Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021.

        5. Laporan keuangan AR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh KAP DHNR sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00093/2.1446/AU.8/05/1723-2/1/IV/2026 tanggal
           28 April 2026 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

        6. Laporan keuangan AR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP DHNR sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 00083/2.1446/AU.2/05/1723-1/1/IV/2025 tanggal
           30 April 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.

        7. Laporan keuangan AR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP I Gede Oka (selanjutnya
           disebut   “IGO”)      sebagaimana     tertuang   dalam    laporannya
           No. 00076/2.1274/AU.2/05/0463-3/1/V/2024 tanggal 24 Mei 2024 dengan
           pendapat wajar tanpa modifikasian.




                                        15
Page 44
8. Laporan keuangan AR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP IGO sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00072/2.1274/AU.2/05/0463-2/1/IV/2023 tanggal
   28 April 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

9. Laporan keuangan AR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP IGO sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00066/2.1274/AU.2/07/0463-1/1/IV/2022 tanggal
   29 April 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian hal lain.

10. Laporan keuangan RL untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2025 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
    konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
    yang telah diaudit oleh KAP DHNR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00099/2.1446/AU.8/05/1723-1/0/IV/2026 tanggal 29 April 2026 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.

11. Proyeksi laporan keuangan AR untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2048 yang disusun oleh manajemen AR.

12. Laporan penilaian properti AR per 31 Desember 2025 yang disusun oleh
    KJPP Iwan Bachron & Rekan (selanjutnya disebut “IBR“) sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00122/2.0047-05/PI/04/0500/1/VI/2026
    tanggal 11 Juni 2026.

13. Anggaran dasar LP yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 30
    tanggal 14 Agustus 2024 oleh Wiwik Condro, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Barat terkait perubahan susunan Direksi LP.

14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Marcus Harianto
    B dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan
    hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi.

15. Tarif pajak yang diberlakukan atas AR adalah berdasarkan laba kena pajak
    dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
    berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2048.

16. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan LP serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan.

17. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.

18. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg.




                                16
Page 45
          19. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
              antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
              Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg.

          20. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi.

          21. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
              dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

          Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
          keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-
          informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan LP atau yang
          tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
          informasi-informasi tersebut.

          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari LP. Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
          besar meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen hotel,
          penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan holding, dan
          aktvitas konsultasi manajemen lainnya.

          Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
          31 Desember 2025, LP memiliki investasi pada AR dengan kepemilikan sebesar
          60,00%. Ruang lingkup kegiatan usaha AR adalah bergerak dari jasa management
          hotel, restoran dan aktivitas bisnis lainnya berubah menjadi bergerak dalam bidang
          penyedia akomodasi dan penyediaan makan, minum, dan aktivitas jasa lainnya.
          Dengan demikian jasa yang dihasilkan LP melalui AR mencakup jasa perhotelan
          yaitu pengoperasian resort serta fasilitas pendukung pariwisata.




                                            17
Page 46
II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis AR meliputi pasar
          domestik Indonesia serta pasar internasional utama yang menjadi sumber
          wisatawan, antara lain Singapura, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan,
          Amerika Serikat, dan kawasan Eropa.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama AR adalah sebagai
          berikut:

          •   Hartono Diesel;
          •   Harapan Jaya; dan
          •   PT Sukanda Djaya.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci AR adalah
          segmen individu (business to customer), khususnya wisatawan domestik dan
          mancanegara yang memanfaatkan layanan akomodasi resort dan aktivitas wisata.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha AR adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Plataran Indonesia.
          •   PT Menjangan Dynasty Resort (Bali).
          •   PT WHM Indonesia.

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan AR
          adalah sebagai berikut:

          •   Mengembangkan retret wellness (kesehatan dan kebugaran) untuk
              meningkatkan volume bisnis yang menghasilkan pendapatan tambahan bagi
              AR.
          •   Meningkatkan upaya ekspansi ke pasar non-Eropa.
          •   Membangun kemitraan strategis business-to-business (B2B) dalam rangka
              mendukung pertumbuhan bisnis pada masa mendatang.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki AR merupakan saham biasa, di mana setiap pemegang
          saham AR memiliki 1 hak suara per lembar saham.




                                          18
Page 47
II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
        didasarkan pada proyeksi laporan keuangan AR yang disusun oleh manajemen
        AR. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
        dikembangkan berdasarkan kinerja AR pada tahun-tahun sebelumnya dan
        berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
        melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
        menggambarkan kondisi operasi dan kinerja AR yang dinilai pada saat penilaian
        ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
        yang kami lakukan terhadap target kinerja AR yang dinilai dan telah mencerminkan
        kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas
        pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan
        kinerja historis AR dan informasi manajemen AR terhadap proyeksi laporan
        keuangan AR tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian LP
        dan kesimpulan nilai akhir.

        Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
        dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
        penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
        perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
        yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
        menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
        karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
        terjadi setelah tanggal laporan ini.

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan LP atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan LP bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
        bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                         19
Page 48
        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan LP.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum LP berdasarkan anggaran dasar LP.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

        Selanjutnya, dalam menyusun laporan penilaian saham, kami mengasumsikan
        dan bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua
        informasi dalam laporan penilaian properti AR yang disusun oleh penilai
        independen yang terdaftar di OJK dan kami tidak bertanggung jawab untuk
        melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
        Kami juga bergantung kepada jaminan dari penilai independen yang terdaftar di
        OJK bahwa mereka telah melakukan penilaian dan menyusun laporan secara
        independen sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan-ketentuan dari Peraturan
        Otoritas Jasa Keuangan No. 28/POJK.04/2021 tentang “Penilaian dan Penyajian
        Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal” dan Standar Penilaian Indonesia 2018,
        Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat dengan
        memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI




                                          20
Page 49
        Kami tidak memberikan pendapat atas laporan penilaian properti AR yang disusun
        oleh penilai independen yang terdaftar di OJK. Pekerjaan kami yang berkaitan
        dengan penilaian atas Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
        merupakan dalam bentuk apapun, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu
        serta tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan penilaian
        properti AR yang disusun oleh penilai independen yang terdaftar di OJK, atau
        pelanggaran hukum atas laporan penilaian properti AR yang disusun oleh penilai
        independen yang terdaftar di OJK.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
        untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
        oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 75,00% saham PT Lifestyle Pratama ini merupakan
        laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 75,00% saham PT Lifestyle Pratama tidak terdapat kejadian
        penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan
        dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                          21
Page 50
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Lifestyle Pratama

         LP didirikan berdasarkan Akta No. 61 tanggal 25 Juni 2010 yang dibuat di hadapan
         Marianne Vincentia Hamdani, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara. Pernyataan
         Keputusan Rapat tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi
         Badan Hukum, Kementerian Republik Indonesia melalui suratnya
         No. AHU-34802.AH.01.01 Tahun 2010 tanggal 9 Juli 2010.

         Anggaran dasar LP telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubaha terakhir
         berdasarkan Akta No. 30 tanggal 14 Agustus 2024, yang dibuat di hadapan Wiwik
         Condro, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Barat terkait perubahan susunan Direksi
         LP. Pernyataan Keputusan Rapat tersebut telah diterima dan dicatat di dalam
         Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Republik Indonesia melalui
         suratnya No. AHU-0059456.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 20 September 2024.

         LP berdomisili di Jalan Lingkar Luar Barat Blok A No. 1, Rawa Buaya, Cengkareng,
         Jakarta 11740.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha LP adalah bergerak dalam bidang perdagangan
         besar meliputi real estate yang dimiliki sendiri atau disewa, vila, apartemen hotel,
         penyediaan akomodasi lainnya, hotel bintang, aktivitas perusahaan holding, dan
         aktvitas konsultasi manajemen lainnya.

III.C.   Manajemen

         Komisaris dan Direktur LP pada tanggal 31 Desember 2025 masing-masing adalah
         Maya Damayanti Pranoyo dan David Agustino.

III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham LP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Lifestyle Pratama
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                          (Dalam Rupiah)
                                                                      Persentase
                     Pemegang Saham                  Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                      Kepemilikan
         PT Inti Nusa Damai                                   4.500           75,00%      4.500.000.000
         David Agustino                                       1.500           25,00%      1.500.000.000
         Jumlah                                               6.000           25,00%      1.500.000.000




                                                  22
Page 51
III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2025 dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP DHNR dengan pendapat
         wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan
         konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2023, 2022, dan 2021.

         Ikhtisar data keuangan penting LP adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Lifestyle Pratama
         Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
         Per 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan           31/12/25    31/12/24    31/12/23*     31/12/22*     31/12/21*

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan bank                                     7.921       6.194        3.443         1.766           104
         Piutang usaha                                      378         404          941           804           599
         Piutang lainnya                                  1.081       3.313        3.266         1.950         1.920
         Persediaan                                         544         607          504           554           560
         Biaya dibayar di muka                              130          72           75            57            68
         Pajak dibayar di muka                              105           -            -             -             -
         Aset lancar lainnya                                100           -            -             -             -
         Jumlah Aset Lancar                              10.259      10.589        8.228         5.131         3.251
         ASET TIDAK LANCAR
         Aset tetap                                       6.412       7.074        7.713         7.814         8.525
         Aset tidak lancar lainnya                          439         439          440           149           271
         Jumlah Aset Tidak Lancar                         6.851       7.513        8.153         7.963         8.796
         JUMLAH ASET                                     17.110      18.103       16.381        13.094        12.047

         *Tidak Diaudit


                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan           31/12/25    31/12/24    31/12/23*     31/12/22*     31/12/21*

         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS
         LIABILITAS JANGKA PENDEK
         Utang usaha                                        199         234          229           314           303
         Utang biaya                                      1.905       1.807        2.241         2.280         2.501
         Utang pajak                                        220         329          153           184           276
         Pendapatan diterima di muka                        869       1.026          970           455           435
         Utang jangka pendek lainnya                        235         268          297           213           178
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                  3.429       3.665        3.890         3.447         3.694
         LIABILITAS JANGKA PANJANG
         Kewajiban jangka panjang lainnya                    69          89          65           110            216
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                    69          89          65           110            216
         JUMLAH LIABILITAS                                3.498       3.754        3.955         3.557         3.909
         EKUITAS
         Modal saham                                      6.000       6.000        6.000         6.000          6.000
         Hibah                                              389         389          389           389            389
         Amnesti pajak                                      100         100          100           100            100
         Saldo laba                                       2.973       1.460         (463)       (3.352)        (4.751)
         Kepentingan non-pengendali                       4.150       6.400        6.400         6.400          6.400
         JUMLAH EKUITAS                                  13.612      14.348       12.426         9.537         8.138
         JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                   17.110      18.103       16.381        13.094        12.047

         *Tidak Diaudit




                                                 23
Page 52
             Tabel 4
             PT Lifestyle Pratama
             Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
             Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                              31/12/25      31/12/24      31/12/23*     31/12/22*     31/12/21*

             Pendapatan operasional                                            21.772        23.525         23.565        15.477         5.651
             Harga pokok penjualan                                              9.732        10.044          9.950         6.493         3.473
             Laba kotor                                                        12.040        13.481         13.615         8.985          2.178
             Beban operasional                                                 (8.326)       (8.328)        (8.006)       (5.703)        (4.051)
             Laba operasional                                                    3.714         5.153         5.610         3.281         (1.873)
             Beban lain-lain                                                    (1.629)       (2.693)       (2.721)       (1.882)        (1.217)
             Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan                     2.085         2.460          2.888         1.399         (3.090)
             Beban pajak penghasilan                                             (572)         (538)             -             -              -
             Laba (rugi) tahun berjalan                                         1.513         1.923          2.888         1.399         (3.090)
             Pendapatan komprehensif lainnya                                        -             -              -             -              -
             Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                     1.513         1.923          2.888         1.399         (3.090)
             Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
               Pemilik entitas induk                                            1.136         1.440          2.888         1.399         (3.090)
               Kepentingan non-pengendali                                         378           482              -             -              -

             *Tidak Diaudit



III.F.       Penjelasan Singkat Mengenai Entitas Anak PT Lifestyle Pratama

III.F.1.     PT Alam Rimba

III.F.1.a.   Latar Belakang AR

             AR didirikan dengan Akta No. 7 dari Notaris Noerbaety Ismail, S.H., M.Kn.,
             tanggal 8 April 2009. Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri
             Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
             No. AHU-19928.AH.01.01 tanggal 11 Mei 2009.

             Anggaran dasar AR telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
             terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 44 tanggal 24 Juli 2025 yang dibuat oleh
             Emmyra Fauzia Kariana, S.H., M.Kn. terkait perubahan Direksi dan Komisaris
             serta peralihan saham AR. Pernyataan Keputusan Rapat tersebut telah diterima
             dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Republik
             Indonesia melalui suratnya No. AHU-0191417.AH.01.011.Tahun 2025 tanggal
             19 Agustus 2025.

             AR berdomisili di Jalan Raya Nusa Dua Selatan, Link Peminge, Benoa, Kuta
             Selatan, Badung, Bali.

III.F.1.b.   Kegiatan Usaha

             Ruang lingkup kegiatan usaha AR adalah bergerak dari jasa management hotel,
             restoran dan aktivitas bisnis lainnya berubah menjadi bergerak dalam bidang
             penyedia akomodasi dan penyediaan makan, minum, dan aktivitas jasa lainnya.




                                                                       24
Page 53
III.F.1.c.   Manajemen

             Susunan Dewan Komisaris dan Direktur AR pada tanggal 31 Desember 2025
             adalah sebagai berikut:

             Dewan Komisaris
             Komisaris Utama                               :   David Makes
             Komisaris                                     :   Frans Bedjo Wiantono
             Komisaris                                     :   Firdaus Siddik

             Direktur                                      :   David Agustino

III.F.1.d.   Kepemilikan Saham

             Susunan pemegang saham AR berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
             31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

             Tabel 5
             PT Alam Rimba
             Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                               (Dalam Rupiah)
                                                                           Persentase
                         Pemegang Saham                  Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                           Kepemilikan
             PT Lifestyle Pratama                                 11.250           75,00%     11.250.000.000
             PT Trimbawan Swastama Sejati                          3.750           25,00%      3.750.000.000
             Jumlah                                               15.000          100,00%     15.000.000.000



III.F.2.     PT Rimba Lifestyle

III.F.2.a.   Latar Belakang RL

             RL didirikan dengan Akta No. 20 dari Marianne Vincentia Hamdani, S.H., Notaris
             di Jakarta tanggal 6 September 2010.

             RL berdomisili di Jalan Raya Nusa Dua Selatan, Link Peminge, Benoa, Kuta
             Selatan, Badung, Bali.

III.F.2.b.   Kegiatan Usaha

             Ruang lingkup kegiatan usaha RL adalah bergerak dalam bidang pembangunan,
             perdagangan, perindustrian, pengangkutan darat, pertanian, percetakan, dan jasa.
             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, RL belum
             menjalankan kegiatan operasionalnya.




                                                      25
Page 54
III.F.2.c.   Manajemen

             Susunan Dewan Komisaris dan Direktur RL pada tanggal 31 Desember 2025
             adalah sebagai berikut:

             Dewan Komisaris
             Presiden Komisaris                            :   David Makes
             Komisaris                                     :   Firdaus Abdullah

             Direktur                                      :   David Agustino

III.F.2.d.   Kepemilikan Saham

             Susunan pemegang saham RL berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
             31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
             Tabel 6
             PT Rimba Lifestyle
             Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                              (Dalam Rupiah)
                                                                           Persentase
                         Pemegang Saham                  Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                           Kepemilikan
             PT Lifestyle Pratama                                   600            60,00%       600.000.000
             Firdaus Abdullah Siddik                                200            20,00%       200.000.000
             PT Trimbawan Swastama Sejati                           200            20,00%       200.000.000
             Jumlah                                                1.000          100,00%      1.000.000.000




                                                      26
Page 55
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Prospek pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan berada
          dalam tren melambat, di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi.
          Perlambatan ini juga diiringi oleh semakin lebarnya divergensi pertumbuhan antar
          negara. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
          berjudul Tinjauan Kebijakan Moneter Februari 2026, perlambatan ekonomi global
          terutama dipengaruhi oleh dampak kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS)
          serta berlanjutnya tensi geopolitik. Namun demikian, perekonomian AS justru
          diproyeksikan mengalami peningkatan, yang didorong oleh besarnya stimulus
          fiskal dan tingginya investasi, termasuk pada sektor artificial intelligence (AI).

          Di sisi lain, perekonomian Eropa dan Jepang diproyeksikan melambat, sejalan
          dengan penurunan kinerja ekspor akibat perlambatan global, serta permintaan
          domestik yang masih terbatas, meskipun investasi di bidang AI menunjukkan
          peningkatan. Sementara itu, ekonomi Tiongkok diperkirakan tetap dalam tren
          melambat karena konsumsi rumah tangga yang belum pulih sepenuhnya. Adapun
          ekonomi India juga menunjukkan pelemahan, yang tercermin dari menurunnya
          permintaan domestik dan kinerja sektor eksternal. Secara keseluruhan,
          pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diproyeksikan menurun dari 3,3%
          pada tahun 2025 menjadi 3,2%, sekaligus menegaskan adanya divergensi
          pertumbuhan antar negara.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 7
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                (Dalam %)
                                                                                                     Proyeksi
                        Keterangan
                                                    2022       2023     2024       2025     2026       2027      2028
          Dunia                                       3,80       3,50     3,30       3,30     3,10       3,10        N/A
          Negara Maju
           AS                                          2,50      2,90      2,80      2,10     2,50       2,00        2,00
           Hong Kong                                  (3,70)     3,20      2,60      3,50     2,90       2,50        2,30
           Inggris                                     5,30      0,30      1,10      1,40     1,00       1,40        1,50
           Jepang                                      1,30      0,70     (0,20)     1,20     0,80       0,90        0,90
           Kanada                                      4,70      2,00      2,00      1,70     1,20       1,80        1,90
           Kawasan Eropa                               3,60      0,40      0,90      1,40     1,20       1,50        1,40
           Singapura                                   4,10      1,50      5,40      5,00     3,50       2,50        2,50
           Taiwan                                      2,70      1,10      5,30      8,70     6,40       3,00        3,10
           Australia                                   4,20      2,10      1,00      2,00     2,20       2,20        2,60
           Korea Selatan                               2,70      1,60      2,00      1,00     2,00       1,90        1,90
          Negara Berkembang
           Brazil                                     3,00       3,30     3,40       2,30     1,80       1,80        2,20
           India                                      9,70       9,20     7,20       7,10     7,40       6,80        6,60
           Indonesia                                  5,30       5,00     5,00       5,10     5,10       5,10        5,20
           Kolombia                                   7,50       0,60     1,70       2,60     2,80       2,60        2,80
           Malaysia                                   8,70       3,60     5,10       5,20     4,50       4,30        4,40
           Meksiko                                    3,90       3,30     1,50       0,60     1,50       2,00        2,00
           Mesir                                      6,70       3,80     2,40       4,40     4,80       5,20        5,50
           Tiongkok                                   3,10       5,40     5,00       5,00     4,60       4,40        4,20

          Sumber: Bloomberg




                                                        27
Page 56
          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
          di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
          dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
          tahun 2025, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
          yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
          Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,10%, 3,50%,
          5,00%, dan 8,70%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
          memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
          Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 7,10%, 5,10%, 5,20%,
          dan 5,00%.

          Pada tahun 2026, PDB di dunia diproyeksikan mengalami pertumbuhan sebesar
          3,10%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, dan Taiwan
          masing-masing sebesar 2,50%, 2,90%, 3,50%, dan 6,40%. Sedangkan untuk
          kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India, Indonesia, Malaysia, Mesir, dan
          Tiongkok masing-masing sebesar 7,40%, 5,10%, 4,50%, 4,80%, dan 4,60%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
          terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
          indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
          menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
          beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
          negara.
          Tabel 8
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                (Dalam %)
                                                    Aktual                           Proyeksi
                         Keterangan
                                       2022     2023      2024     2025     2026       2027      2028
          Dunia                          8,70     6,70      5,80     4,10     3,30       3,00        N/A
          Negara Maju
           AS                            8,00     4,10      3,00     2,70     2,70       2,40        2,40
           Hong Kong                     1,90     2,10      1,80     1,40     1,70       1,80        1,80
           Inggris                       9,10     7,40      2,50     3,40     2,50       2,20        2,00
           Jepang                        2,50     3,30      2,70     3,20     1,90       2,00        2,00
           Kanada                        6,80     3,90      2,40     2,10     2,10       2,00        2,10
           Kawasan Eropa                 8,40     5,50      2,40     2,10     2,00       1,90        2,10
           Singapura                     6,10     4,90      2,40     0,90     1,50       1,70        1,60
           Taiwan                        3,00     2,50      2,20     1,70     1,70       1,70        1,70
           Australia                     6,60     5,60      3,20     2,80     3,50       2,70        2,40
           Korea Selatan                 5,10     3,60      2,30     2,10     2,00       1,90        2,00
          Negara Berkembang
           Brazil                        9,30     4,60      4,40     5,00     4,00       3,90        3,60
           India                         6,70     5,70      5,00     2,20     2,10       3,90        4,20
           Indonesia                     4,20     3,80      2,30     1,90     2,80       2,60        2,60
           Kolombia                     10,20    11,80      6,60     5,10     5,70       4,60        3,80
           Malaysia                      3,40     2,50      1,80     1,40     1,80       2,00        2,30
           Meksiko                       7,90     5,60      4,70     3,80     3,80       3,80        3,60
           Mesir                         8,50    24,40     33,30    20,40    11,00       9,30        7,30
           Tiongkok                      2,00     0,20      0,20     0,10     0,70       1,00        1,50

          Sumber: Bloomberg




                                          28
Page 57
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025, inflasi di dunia
          mengalami pertumbuhan sebesar 4,10%. Negara-negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
          Australia masing-masing sebesar 2,70%, 3,40%, 3,20%, dan 2,80%. Sedangkan
          untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Brazil, Kolombia, dan Mesir masing-masing
          sebesar 5,00%, 5,10%, dan 20,40%.

          Selanjutnya, pada tahun 2026, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
          pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
          terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Inggris, dan Australia
          masing-masing sebesar 2,70%, 2,50%, dan 3,50%. Sedangkan untuk kelompok
          negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan inflasi yaitu Kolombia dan Mesir masing-masing sebesar 5,70% dan
          11,00%.

IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
          menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
          untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
          tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
          dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
          pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
          kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
          antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
          Tabel 9
          Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                      (Dalam %)
                                                       Aktual                     Proyeksi
                        Keterangan
                                        2022       2023      2024     2025     2026      2027
          Negara Maju
           AS                              4,50       5,50     4,50     3,75      3,25      3,25
           Hong Kong                       4,75       5,75     4,75     4,00       N/A       N/A
           Inggris                         3,50       5,25     4,75     3,75      3,25      3,25
           Jepang                         (0,10)     (0,10)    0,25     0,75      1,09      1,34
           Kawasan Eropa                   2,50       4,50     3,15     2,15      1,99      2,10
           Taiwan                          1,75       1,88     2,00     2,00      2,02      2,06
           Australia                       3,10       4,35     4,35     3,60      4,18      4,00
           Korea Selatan                   3,25       3,50     3,00     2,50      2,42      2,44
          Negara Berkembang
           Brazil                         13,75     11,75     12,25    15,00     12,25     10,50
           India                           6,25      6,50      6,50     5,25      5,29      5,43
           Indonesia                       5,50      6,00      6,00     4,75      4,50      4,49
           Kolombia                       12,00     13,00      9,50     9,25     11,61     10,35
           Malaysia                        2,75      3,00      3,00     2,75      2,76      2,81
           Meksiko                        10,50     11,25     10,00     7,00      6,50      6,50
           Mesir                          16,25     19,25     27,25    20,00       N/A       N/A
           Tiongkok                        3,65      3,45      3,10     3,00      2,83      2,74

          Sumber: Bloomberg




                                            29
Page 58
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2025,
        negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris,
        dan Australia masing-masing sebesar 3,75%, 4,00%, 3,75%, dan 3,60%.
        Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
        Kolombia, dan Mesir masing-masing sebesar 15,00%, 9,25%, dan 20,00%.

        Selanjutnya, pada tahun 2026, negara-negara maju dengan suku bunga tertinggi
        yaitu AS, Inggris, dan Australia masing-masing sebesar 3,25%, 3,25%, dan 4,18%.
        Sedangkan untuk negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Brazil,
        Kolombia, dan Meksiko masing-masing sebesar 12,25%, 11,61%, dan 6,50%.

IV.B.   Tinjauan Ekonomi Indonesia

        Pada triwulan IV 2025, ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi didukung oleh
        berbagai kebijakan yang ditempuh Pemerintah dan BI. Pertumbuhan ekonomi
        pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39% secara tahunan, lebih tinggi dari
        pertumbuhan pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh
        permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan
        dampak positif berbagai stimulus kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan BI.
        Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada
        tahun 2025 yaitu sebesar 5,11 secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan
        pertumbuhan pada tahun sebelumnya serta diikuti dengan perbaikan kualitas
        ketenagakerjaan.

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Indonesia pada triwulan IV 2025 tetap dalam
        kondisi yang baik dan berperan dalam menjaga ketahanan eksternal, ditandai
        dengan neraca perdagangan yang tetap mencatat surplus pada Desember 2025
        sebesar USD 2,5 miliar serta ekspor berbasis sumber daya alam. Perkembangan
        ini mendorong tetap rendahnya defisit transaksi berjalan pada tahun 2025 di
        kisaran defisit 0,5% sampai dengan surplus 0,3% dari PDB.

IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan meningkat pada triwulan I 2026
        dan berlanjut sepanjang tahun. Peningkatan konsumsi rumah tangga didorong
        oleh berbagai program stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter,
        serta ekspektasi konsumen yang terus membaik. momentum hari besar
        keagamaan nasional, seperti tahun baru imlek, hari suci nyepi, dan idul fitri, turut
        memperkuat aktivitas ekonomi pada periode tersebut. Investasi juga diproyeksikan
        tumbuh lebih tinggi, didukung oleh peningkatan belanja Pemerintah, termasuk
        program hilirisasi sumber daya alam, serta berlanjutnya perbaikan keyakinan
        pelaku usaha. Dengan mempertimbangkan berbagai perkembangan tersebut, BI
        memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam
        kisaran 4,9% – 5,7%, sejalan dengan sinergi kebijakan Pemerintah dan BI dalam
        mendorong pertumbuhan.




                                          30
Page 59
        Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 4,90% – 5,70%
        pada 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, BI terus memperkuat bauran
        kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan
        sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal dan
        sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan terus
        bertahan. Pada tahun 2026, NPI diperkirakan akan terus membaik ditopang oleh
        transaksi modal dan finansial yang semakin baik sejalan dengan prospek ekonomi
        Indonesia yang positif serta defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam
        kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari PDB. Selanjutnya, posisi cadangan
        devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 meningkat menjadi sebesar
        USD 154,60 miliar, setara dengan pembiayaan 6,30 bulan impor atau 6,10 bulan
        impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
        kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Fluktuasi suku bunga merupakan bagian dari kebijakan moneter yang dinamis
        di mana keseimbangan antara inflasi, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan
        ekonomi harus terjaga agar suku bunga dapat terkendali dan mendukung
        perekonomian nasional. Per Januari 2026, suku bunga deposito satu bulan adalah
        sebesar 4,13%, mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama
        tahun sebelumnya yaitu sebesar 4,81%. Penurunan suku bunga kredit perbankan
        cenderung lebih lambat, yaitu sebesar 0,40% di mana sebesar 9,20% pada
        periode Januari 2025 menjadi sebesar 8,80% pada Januari 2026.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         7,00%
                                   6,00%
         6,00%
                                                6,00%    4,75%
         5,00%          5,50%                                      4,50%

         4,00%                                                                4,49%

         3,00%

         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2022       2023        2024        2025     2026*      2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada tahun 2025
        adalah sebesar 4,75% di mana mengalami penurunan sebesar 1,25%
        dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2026 dan 2027, suku bunga
        BI diproyeksikan masing-masing sebesar 4,50% dan 4,49%.



                                           31
Page 60
IV.E.   Inflasi

        Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran dengan inflasi indeks
        harga konsumen pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55% secara tahunan.
        Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,45% secara tahunan
        sejalan dengan kapasitas perekonomian yang masih dapat memenuhi
        peningkatan kegiatan ekonomi. Inflasi kelompok volatile food juga terjaga rendah
        sebesar 1,14% secara tahunan seiring dengan peningkatan pasokan komoditas
        pertanian pada masa panen.

        BI memproyeksikan inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap terjaga dalam sasaran
        2,5 ± 1%. Inflasi inti diproyeksikan tetap rendah sejalan dengan pertumbuhan
        ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga
        kebijakan moneter BI dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan
        sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali. Sementara itu, inflasi
        volatile food diproyeksikan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara BI
        bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah dan penguatan implementasi
        Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Indonesia

         4,50%
                              3,80%
         4,00%
         3,50%       4,20%
                                                               2,80%
         3,00%                                                            2,60%
                                        2,30%
         2,50%                                    1,90%
                                                                                   2,60%
         2,00%
         1,50%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2022    2023       2024      2025      2026*      2027*      2028*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg


        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi di Indonesia pada tahun
        2026, 2027, dan 2028 diproyeksikan masing-masing sebesar 2,80%, 2,60%, dan
        2,60%.




                                          32
Page 61
        Tabel 10
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                             (Dalam %)

         No.         Keterangan               Inflasi

          1    Aceh                                6,69
          2    Sulawesi Tenggara                   5,10
          3    Papua Barat                         5,02
          4    Maluku Utara                        4,86
          5    Maluku                              4,70
          6    Kalimantan Selatan                  4,66
          7    Sulawesi Tengah                     4,55
          8    Gorontalo                           4,53
          9    Riau                                4,43
         10    Sulawesi Barat                      4,34

        Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Februari 2026


        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Tinjauan Kebijakan
        Moneter Februari 2026, Provinsi di Indonesia dengan kontribusi inflasi terbesar
        yaitu Aceh, Sulawesi Tenggara, dan Papua Barat masing-masing sebesar 6,69%,
        5,10%, dan 5,02%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Tinjauan Kebijakan
        Moneter Februari 2026, nilai tukar Rupiah diproyeksikan akan stabil dan
        cenderung menguat dengan langkah-langkah stabilisasi yang terus dilakukan
        serta didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tercermin pada
        imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi
        yang terus meningkat. Nilai tukar Rupiah pada 18 Februari 2026 tercatat sebesar
        Rp 16.880 per USD, di mana relatif melemah bila dibandingkan dengan periode
        akhir Januari 2026. Pelemahan nilai tukar tersebut terutama dipengaruhi oleh
        tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah meningkatnya
        permintaan valas korporasi domestik sejalan dengan peningkatan kegiatan
        ekonomi.

        BI memandang nilai tukar Rupiah telah dinilai rendah (undervalued) dibandingkan
        dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia, termasuk konsistensi dengan
        pengendalian inflasi sesuai sasaran 2,5 ± 1% pada 2026 dan 2027. Untuk itu, BI
        terus meningkatkan intensitas stabilisasi nilai tukar Rupiah baik melalui intervensi
        di pasar non-deliverable forward luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan
        domestic non-deliverable forward di pasar dalam negeri.




                                                    33
Page 62
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

    22.000

    20.000

    18.000

    16.000

    14.000

    12.000

    10.000

      8.000
                    Q2/2026   Q3/2026    Q4/2026        2027          2028
        EUR         19.824    20.081     20.160        20.040        19.756
        SGD         13.333    13.393      13.440       13.307        13.116
        USD         16.800    16.875      16.800       16.700        16.395

Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 19.824, Rp 20.081, Rp 20.160, Rp 20.040,
dan Rp 19.756.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 13.333, Rp 13.393, Rp 13.440, Rp 13.307,
dan Rp 13.116.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q2/2026 – 2028 secara
berturut-turut diproyeksikan sebesar Rp 16.800, Rp 16.875, Rp 16.800, Rp 16.700,
dan Rp 16.395.




                                   34
Page 63
V.     TINJAUAN INDUSTRI PERHOTELAN

V.A.   Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia

       Perhotelan merupakan sarana dan prasarana yang menawarkan layanan
       akomodasi penginapan dengan pengelolaan secara komersial. Perhotelan yang
       dikelola secara komersial memicu terjadinya pertumbuhan atas permintaan dari
       layanan penginapan sebagaimana perhotelan mempunyai peranan penting
       sebagai mata rantai kegiatan wisata yang mendorong para wisatawan untuk
       berkunjung serta menikmati objek daya tarik wisata tertentu dengan waktu yang
       relatif lama.

       Grafik 4
       Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
       Tahun 2021 - 2024
       (Dalam jutaan kamar)

                 1.400,00

                 1.200,00

                 1.000,00

                   800,00

                   600,00

                   400,00

                   200,00

                          -
                               2021          2022         2023           2024
             Jumlah Kamar     591,00        896,00      1.049,00       1.144,00

       Sumber: Statista


       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pemesanan layanan
       penginapan secara global pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024 masing-masing
       adalah sebesar 591,00 juta kamar, 896,00 juta kamar, 1.049,00 juta kamar, dan
       1.144,00 juta kamar. Pada tahun 2022, 2023, dan 2024 jumlah pemesanan
       layanan penginapan secara global mengalami peningkatan dibandingkan tahun
       sebelumnya, masing-masing sebesar 305,00 juta kamar, 153,00 juta kamar, dan
       95,00 juta kamar atau masing-masing setara dengan 51,61%, 17,08%, dan 9,06%
       dibandingkan dengan tahun sebelumnya.




                                       35
Page 64
Sementara itu, berdasarkan data Global Hotel Alliance (GHA), pada Q3 2025
pendapatan hotel global mengalami peningkatan sebesar 18,00% dibandingkan
periode yang sama tahun sebelumnya, di mana penjualan kamar mengalami
peningkatan sebesar 19,00% dengan persentase tamu internasional sebesar
66,00%. Peningkatan pendapatan hotel pada Q3 2025 terutama dikontribusikan
oleh peningkatan pendapatan hotel AS dan Inggris yang masing-masing
mengalami peningkatan pendapatan sebesar 16,00% dan 32,00% dibandingkan
dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Tamu hotel dari negara Spanyol,
Italia, Inggris, Singapura, dan Tailan mendominasi penjualan kamar hotel dunia
pada Q3 2025.

Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari GHA, Uni Emirat Arab tetap
menjadi destinasi dengan kinerja hotel terbaik di Aliansi Hotel Global pada tahun
2025, hotel Uni Emirat Arab mencatat penjualan kamar sebanyak 985.500 kamar,
mengalami peningkatan sebesar 29,00% dibandingkan dengan tahun 2024.
Permintaan kamar terutama didukung dari kunjungan domestik dan program
loyalty yang kemudian berhasil meningkatkan jumlah penjualan kamar. Industri
perhotelan Uni Emirat Arab menawarkan paket wisata mewah dengan standar
tinggi yang berhasil menarik minat pelanggan kelas atas.

Grafik 5
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Dunia
Tahun 2026 – 2030
(Dalam miliar USD)

               700,00

               600,00

               500,00

               400,00

               300,00

               200,00

               100,00

                    -
                         2026      2027       2028        2029        2030
    Jumlah Pendapatan   492,36    524,57     559,37      597,19      638,39
Sumber: Statista




                                 36
Page 65
       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan pasar perhotelan tahun
       2030 diproyeksikan mencapai USD 638,39 miliar. Kenaikan terus terjadi pada nilai
       pendapatan pasar perhotelan di dunia tahun 2027 – 2030 masing-masing
       mengalami kenaikan sebesar USD 32,21 miliar, USD 34,80 miliar,
       USD 37,82 miliar, dan USD 41,20 miliar dibandingkan dengan tahun-tahun
       sebelumnya dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual
       growth rate/CAGR) sebesar 6,71% dihitung sejak tahun 2025 hingga tahun 2030,
       pertumbuhan hotel dunia didorong oleh permintaan tamu hotel akan layanan
       personal, permintaan yang tinggi untuk boutique hotel dan bangunan hotel yang
       ramah lingkungan turut membawa industri perhotelan menjadi semakin
       menjanjikan di masa depan.

V.B.   Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia

       Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang dari
       Sabang hingga Merauke Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang
       menyimpan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam.
       Keberagaman yang ada pada Indonesia ini tentunya menarik perhatian wisatawan
       baik domestik maupun mancanegara sebagai destinasi utama untuk dituju. Hotel
       yang memadai tentu menjadi pilar utama dalam menunjang perjalanan liburan bagi
       wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung.

       Grafik 6
       Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
       Juli 2025 – Desember 2025
       (Dalam persentase)

                        57
                        56
                        55
                        54
                        53
                        52
                        51
                        50
                        49
                        48
                        47
                                  Jul          Ags    Sept     Okt     Nov      Des
            Tingkat okupansi     52,79        50,51   50,16   52,84   53,89    56,12
       Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS)


       Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS, tingkat okupansi hotel di Indonesia
       pada bulan Oktober, November, dan Desember 2025 mengalami peningkatan
       masing-masing sebesar 2,68%, 1,05%, dan 2,23%. Tingkat okupansi hotel di
       Indonesi terutama didorong oleh Tingkat okupansi hotel di Bali, Papua Selatan,
       dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tingkat okupansi hotel pada bulan
       Desember 2025 masing-masing sebesar 64,57%, 52,85%, dan 66,38%.




                                                 37
Page 66
Sementara itu, berdasarkan data BPS, kunjungan turis mancanegara pada
Desember 2025 adalah sebesar 1,14 juta kunjungan, mengalami peningkatan
sebesar 14,43% dibandingkan dengan Desember 2024, sedangkan jumlah
kunjungan turis nusantara mencapai sebesar 105,98 juta kunjungan atau
mengalami peningkatan sebesar 4,84% dibandingkan dengan periode yang sama
tahun sebelumnya.

Di sisi lain, berdasarkan data Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,
sepanjang tahun 2025 sektor pariwisata Indonesia telah mendapatkan
153 penghargaan internasional yang merupakan dua kali lipat dibandingkan
dengan jumlah penghargaan tahun 2024. Penghargaan berupa Michelin Keys
untuk 33 hotel dan resor Indonesia turut mengukuhkan kinerja baik perhotelan
Indonesia di mata dunia. Pada tahun 2025, Kementerian Pariwisata turut
berpartisipasi dalam 12 pameran pariwisata dunia dan program turunan lainnya
untuk mempromosikan pariwisata dan perhotelan di Indonesia.

Grafik 7
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
Tahun 2026 - 2030
(Dalam miliar USD)

                   12,00

                   10,00

                    8,00

                    6,00

                    4,00

                    2,00

                       -
                           2026    2027        2028        2029       2030
    Jumlah Pendapatan      6,88    7,32        8,11        8,97       9,92
Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan hotel di Indonesia pada
2030 di proyeksikan mencapai sebesar USD 9,92 miliar. Proyeksi pendapatan
hotel di Indonesia pada tahun 2027-2030 diperkirakan terus mengalami
peningkatan masing-masing sebesar USD 0,44 miliar, USD 0,79 miliar,
USD 0,86 miliar, dan USD 0,95 miliar dengan tingkat pertumbuhan majemuk
tahunan (compound annual growth rate) sebesar 13,49% antara tahun 2025
sampai 2030. Pendapatan pasar perhotelan di Indonesia diproyeksikan untuk
meningkat setiap tahun nya yang disebabkan oleh industri pariwisata Indonesia
yang terus berkembang dan beragamnya penawaran budaya yang ditawarkan.




                                  38
Page 67
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Lifestyle Pratama

          Laporan keuangan konsolidasian LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2025 dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP DHNR dengan pendapat
          wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan
          konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2023, 2022, dan 2021.

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Tabel 11
          PT Lifestyle Pratama
          Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan           31/12/25    31/12/24    31/12/23*    31/12/22*    31/12/21*

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan bank                                     7.921       6.194        3.443        1.766           104
          Piutang usaha                                      378         404          941          804           599
          Piutang lainnya                                  1.081       3.313        3.266        1.950         1.920
          Persediaan                                         544         607          504          554           560
          Biaya dibayar di muka                              130          72           75           57            68
          Pajak dibayar di muka                              105           -            -            -             -
          Aset lancar lainnya                                100           -            -            -             -
          Jumlah Aset Lancar                              10.259      10.589        8.228        5.131         3.251
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset tetap                                       6.412       7.074        7.713        7.814         8.525
          Aset tidak lancar lainnya                          439         439          440          149           271
          Jumlah Aset Tidak Lancar                         6.851       7.513        8.153        7.963         8.796
          JUMLAH ASET                                     17.110      18.103       16.381       13.094        12.047

          *Tidak Diaudit




                                                  39
Page 68
                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan        31/12/25    31/12/24    31/12/23*     31/12/22*     31/12/21*

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha                                   199         234          229           314           303
          Utang biaya                                 1.905       1.807        2.241         2.280         2.501
          Utang pajak                                   220         329          153           184           276
          Pendapatan diterima di muka                   869       1.026          970           455           435
          Utang jangka pendek lainnya                   235         268          297           213           178
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             3.429       3.665        3.890         3.447         3.694
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Kewajiban jangka panjang lainnya               69          89          65           110            216
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang               69          89          65           110            216
          JUMLAH LIABILITAS                           3.498       3.754        3.955         3.557         3.909
          EKUITAS
          Modal saham                                 6.000       6.000        6.000         6.000          6.000
          Hibah                                         389         389          389           389            389
          Amnesti pajak                                 100         100          100           100            100
          Saldo laba                                  2.973       1.460         (463)       (3.352)        (4.751)
          Kepentingan non-pengendali                  4.150       6.400        6.400         6.400          6.400
          JUMLAH EKUITAS                             13.612      14.348       12.426         9.537         8.138
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS              17.110      18.103       16.381        13.094        12.047

          *Tidak Diaudit



VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset LP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan
          2021 masing-masing adalah sebesar Rp 17,11 miliar, Rp 18,10 miliar,
          Rp 16,38 miliar, Rp 13,09 miliar, dan Rp 12,05 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah aset LP mengalami penurunan sebesar
          Rp 0,99 miliar atau setara dengan 5,49% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
          piutang lainnya dan aset tetap masing-masing sebesar Rp 2,23 miliar dan
          Rp 0,66 miliar yang disertai dengan kenaikan kas dan bank sebesar Rp 1,73 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset LP mengalami kenaikan sebesar
          Rp 1,72 miliar atau setara dengan 10,51% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kas
          dan bank sebesar Rp 2,75 miliar yang disertai dengan penurunan aset tetap
          sebesar Rp 0,64 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset LP mengalami kenaikan sebesar
          Rp 3,29 miliar atau setara dengan 25,10% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kas
          dan bank serta piutang lainnya masing-masing sebesar Rp 1,68 miliar dan
          Rp 1,32 miliar.




                                             40
Page 69
          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset LP mengalami kenaikan sebesar
          Rp 1,05 miliar atau setara dengan 8,69% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan kas
          dan bank sebesar Rp 1,66 miliar yang disertai dengan penurunan aset tetap
          sebesar Rp 0,71 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas LP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
          dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 3,50 miliar, Rp 3,75 miliar,
          Rp 3,96 miliar, Rp 3,56 miliar, dan Rp 3,91 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah liabilitas LP mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,26 miliar atau setara dengan 6,83% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan
          oleh penurunan utang pajak dan pendapatan diterima dimuka masing-masing
          sebesar Rp 0,11 miliar dan Rp 0,16 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas LP mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,20 miliar atau setara dengan 5,08% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan
          oleh penurunan utang biaya sebesar Rp 0,43 miliar yang disertai dengan kenaikan
          utang pajak sebesar Rp 0,18 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas LP mengalami kenaikan sebesar
          Rp 0,40 miliar atau setara dengan 11,20% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          pendapatan diterima dimuka sebesar Rp 0,51 miliar yang disertai dengan
          penurunan utang usaha dan kewajiban jangka panjang lainnya masing-masing
          sebesar Rp 0,08 miliar dan Rp 0,05 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas LP mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,35 miliar atau setara dengan 9,01% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
          oleh penurunan utang biaya dan kewajiban jangka panjang lainnya masing-masing
          sebesar Rp 0,22 miliar dan Rp 0,11 miliar.

VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas LP pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
          dan 2021 masing-masing sebesar Rp 13,61 miliar, Rp 14,35 miliar, Rp 12,43 miliar,
          Rp 9,54 miliar, dan Rp 8,14 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2025, jumlah ekuitas LP mengalami Penurunan
          sebesar Rp 0,74 miliar atau setara dengan 5,13% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          penurunan kepentingan non-pengendali sebesar Rp 2,25 miliar yang disertai
          dengan laba tahun berjalan yang dibukukan oleh LP sebesar Rp 1,51 miliar.




                                           41
Page 70
          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas LP mengalami kenaikan sebesar
          Rp 1,92 miliar atau setara dengan 15,47% dibandingkan dengan ekuitas pada
          tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh laba tahun
          berjalan yang dibukukan oleh LP.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas LP mengalami kenaikan sebesar
          Rp 2,89 miliar atau setara dengan 30,29% dibandingkan dengan ekuitas pada
          tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh laba tahun
          berjalan yang dibukukan oleh LP.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas LP mengalami kenaikan sebesar
          Rp 1,40 miliar atau setara dengan 17,20% dibandingkan dengan ekuitas pada
          tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan oleh laba tahun
          berjalan yang dibukukan oleh LP.

VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Tabel 12
          PT Lifestyle Pratama
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                              31/12/25      31/12/24      31/12/23*     31/12/22*     31/12/21*

          Pendapatan operasional                                            21.772        23.525         23.565        15.477         5.651
          Harga pokok penjualan                                              9.732        10.044          9.950         6.493         3.473
          Laba kotor                                                        12.040        13.481         13.615         8.985          2.178
          Beban operasional                                                 (8.326)       (8.328)        (8.006)       (5.703)        (4.051)
          Laba operasional                                                    3.714         5.153         5.610         3.281         (1.873)
          Beban lain-lain                                                    (1.629)       (2.693)       (2.721)       (1.882)        (1.217)
          Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan                     2.085         2.460          2.888         1.399         (3.090)
          Beban pajak penghasilan                                             (572)         (538)             -             -              -
          Laba (rugi) tahun berjalan                                         1.513         1.923          2.888         1.399         (3.090)
          Pendapatan komprehensif lainnya                                        -             -              -             -              -
          Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                     1.513         1.923          2.888         1.399         (3.090)
          Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                            1.136         1.440          2.888         1.399         (3.090)
            Kepentingan non-pengendali                                         378           482              -             -              -

          *Tidak Diaudit



VI.A.6.   Pendapatan Operasional

          Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
          Rp 21,77 miliar, Rp 23,53 miliar, Rp 23,57 miliar, Rp 15,48 milliar, dan
          Rp 5,65 miliar.

          Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 1,75 miliar atau setara
          dengan 7,45% dibandingkan dengan pendapatan operasional untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.




                                                                    42
Page 71
          Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 0,04 miliar atau setara
          dengan 0,17% dibandingkan dengan pendapatan operasional untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

          Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 8,09 miliar atau setara
          dengan 52,26% dibandingkan dengan pendapatan operasional untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

          Pendapatan operasional LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 9,83 miliar atau setara
          dengan 173,88% dibandingkan dengan pendapatan operasional untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

VI.A.7.   Laba (Rugi) Tahun Berjalan

          Laba tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal – tanggal
          31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022 masing-masing adalah sebesar
          Rp 1,51 miliar, Rp 1,92 miliar, Rp 2,89 miliar, dan Rp 1,40 miliar. Rugi tahun
          berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 adalah
          sebesar Rp 3,09 miliar.

          Laba tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp 0,41 miliar atau setara
          dengan 21,28% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

          Laba tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 0,97 miliar atau setara
          dengan 33,43% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

          Laba tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,49 miliar atau setara
          dengan 106,38% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

          Laba tahun berjalan LP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 4,49 miliar atau setara
          dengan 145,29% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.




                                          43
Page 72
VI.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
          Tabel 13
          PT Lifestyle Pratama
          Laporan Arus Kas Konsolidasian
          Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2025

                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                               Keterangan                          31/12/25        31/12/24

          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan dari pendapatan usaha                             21.772          23.525
          Pengeluaran untuk beban pokok penjualan                      (9.670)        (10.147)
          Pengeluaran untuk beban penjualan                              (932)           (877)
          Pengeluaran untuk beban administrasi dan umum                (6.239)         (6.103)
          Penerimaan lain-lain                                            511             602
          Pengeluaran lain-lain                                        (2.140)         (3.296)
          Pengeluaran untuk pajak                                        (672)           (538)
          Pelunasan piutang                                             2.258             590
          Pengeluaran untuk uang muka                                     (58)              3
          Pengeluaran untuk utang                                        (257)           (301)
          Pengeluaran untuk aset lancar lainnya                          (105)              -
          Penerimaan dari aset lainnya                                      -               1
          Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                   4.469          3.460
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Pembelian aset tetap                                           (492)           (709)
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                 (492)           (709)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penambahan kepemilikan                                        (2.250)               -
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                (2.250)               -
          KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                            1.727          2.751
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                            6.194          3.443
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                           7.921          6.194




          Arus Kas dari Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LP untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah
          sebesar Rp 4,47 miliar dan Rp 3,46 miliar.

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LP untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 4,47 miliar terutama berasal dari
          penerimaan dari pendapatan usaha sebesar Rp 21,77 miliar yang disertai dengan
          pengeluaran untuk beban pokok penjualan serta pengeluaran untuk beban
          administrasi dan umum masing-masing sebesar Rp 9,67 miliar dan Rp 6,24 miliar.

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LP untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 3,46 miliar terutama berasal dari
          penerimaan dari pendapatan usaha sebesar Rp 23,53 miliar yang disertai dengan
          pengeluaran untuk beban pokok penjualan, pengeluaran untuk beban administrasi
          dan umum, serta pengeluaran lain-lain masing-masing sebesar Rp 10,15 miliar,
          Rp 6,10 miliar, dan Rp 3,30 miliar.




                                                             44
Page 73
          Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LP untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing
          adalah sebesar Rp 0,49 miliar dan Rp 0,71 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LP untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 0,49 miliar seluruhnya
          berasal dari pembelian aset tetap.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi LP untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,71 miliar seluruhnya
          berasal dari pembelian aset tetap.

          Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan LP untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 2,25 miliar. Untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 LP tidak memiliki arus kas
          bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas investasi.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan LP untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 2,25 miliar seluruhnya
          berasal dari penambahan kepemilikan.

VI.A.9.   Rasio-rasio Keuangan
          Tabel 14
          PT Lifestyle Pratama
          Rasio-rasio Keuangan
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                  Keterangan            31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

          Rasio Likuiditas
          Lancar                                          299,20%     288,95%     211,51%     148,86%      88,00%
          Rasio Pengelolaan Aset
          Perputaran jumlah aset                             1,27        1,30        1,44        1,18        0,47
          Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,80        0,79        0,76        0,73        0,68
          Rasio Solvabilitas
          Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,20        0,21        0,24        0,27        0,32
          Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,26        0,26        0,32        0,37        0,48
          Rasio Profitabilitas
          Marjin laba kotor                                55,30%      57,30%      57,78%      58,05%       38,54%
          Marjin laba (rugi) usaha                         17,06%      21,91%      23,80%      21,20%      -33,15%
          Marjin laba (rugi) bersih                         6,95%       8,17%      12,26%       9,04%      -54,68%
          Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset           21,71%      28,47%      34,24%      25,06%      -15,55%
          Imbal hasil aset                                  8,85%      10,62%      17,63%      10,69%      -25,65%
          Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas               27,29%      35,92%      45,14%      34,41%      -23,02%
          Imbal hasil ekuitas                              11,12%      13,40%      23,24%      14,67%      -37,97%




                                                   45
Page 74
VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan LP dalam menghasilkan
           pendapatan dari jumlah investasi LP. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025,
           2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio perputaran jumlah aset masing-masing adalah
           1,27; 1,30; 1,44; 1,18; dan 0,47.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas LP
           terhadap jumlah aset LP. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023,
           2022, dan 2021, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,80;
           0,79; 0,76; 0,73; dan 0,68.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan LP untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021, rasio
           jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,20; 0,21; 0,24; 0,27;
           dan 0,32, sedangkan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022,
           dan 2021, rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-masing adalah 0,26;
           0,26; 0,32; 0,37; dan 0,48.

VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan LP dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022 masing-masing adalah
           8,85%, 10,62%, 17,63%, dan 10,69%.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan LP dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, dan 2022 masing-
           masing adalah 11,12%, 13,40%, 23,24%, dan 14,67%.




                                             46
Page 75
VI.B.   Analisis atas Common Size PT Lifestyle Pratama

        Berikut adalah analisis common size LP untuk tahun yang berakhir pada
        tanggal-tanggal 31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.

        Ikhtisar common size LP adalah sebagai berikut:
        Tabel 15
        PT Lifestyle Pratama
        Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
        Per 31 Desember 2021 - 2025



                                Keterangan                     31/12/25        31/12/24    31/12/23*    31/12/22*    31/12/21*

        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan bank                                                 46,29%       34,21%       21,02%       13,48%        0,86%
        Piutang usaha                                                 2,21%        2,23%        5,74%        6,14%        4,97%
        Piutang lainnya                                               6,32%       18,30%       19,94%       14,89%       15,93%
        Persediaan                                                    3,18%        3,35%        3,08%        4,23%        4,65%
        Biaya dibayar di muka                                         0,76%        0,40%        0,46%        0,44%        0,57%
        Pajak dibayar di muka                                         0,61%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Aset lancar lainnya                                           0,59%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
        Jumlah Aset Lancar                                           59,96%       58,50%       50,23%       39,19%       26,98%
        ASET TIDAK LANCAR
        Aset tetap                                                   37,48%       39,08%       47,08%       59,67%       70,77%
        Aset tidak lancar lainnya                                     2,57%        2,43%        2,69%        1,14%        2,25%
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                     40,04%       41,50%       49,77%       60,81%       73,02%
        JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

        *Tidak Diaudit




                                Keterangan                     31/12/25        31/12/24    31/12/23*    31/12/22*    31/12/21*

        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Utang usaha                                                   1,16%        1,29%        1,40%        2,40%        2,51%
        Utang biaya                                                  11,13%        9,98%       13,68%       17,42%       20,76%
        Utang pajak                                                   1,29%        1,82%        0,93%        1,41%        2,29%
        Pendapatan diterima di muka                                   5,08%        5,67%        5,92%        3,48%        3,61%
        Utang jangka pendek lainnya                                   1,37%        1,48%        1,81%        1,63%        1,48%
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              20,04%       20,24%       23,75%       26,33%       30,66%
        LIABILITAS JANGKA PANJANG
        Kewajiban jangka panjang lainnya                              0,40%        0,49%        0,40%        0,84%        1,79%
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              0,40%        0,49%        0,40%        0,84%        1,79%
        JUMLAH LIABILITAS                                            20,44%       20,74%       24,15%       27,16%       32,45%
        EKUITAS
        Modal saham                                                  35,07%       33,14%       36,63%       45,82%       49,81%
        Hibah                                                         2,27%        2,15%        2,37%        2,97%        3,23%
        Amnesti pajak                                                 0,58%        0,55%        0,61%        0,76%        0,83%
        Saldo laba                                                   17,38%        8,06%       -2,83%      -25,60%      -39,44%
        Kepentingan non-pengendali                                   24,26%       35,35%       39,07%       48,88%       53,13%
        JUMLAH EKUITAS                                               79,56%       79,26%       75,85%       72,84%       67,55%
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

        *Tidak Diaudit




                                                          47
Page 76
        Tabel 16
        PT Lifestyle Pratama
        Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
        Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                               Keterangan                              31/12/25     31/12/24     31/12/23*    31/12/22*    31/12/21*

        Pendapatan operasional                                           100,00%      100,00%       100,00%      100,00%      100,00%
        Harga pokok penjualan                                             44,70%       42,70%        42,22%       41,95%       61,46%
        Laba kotor                                                         55,30%       57,30%       57,78%       58,05%       38,54%
        Beban operasional                                                 -38,24%      -35,40%      -33,97%      -36,85%      -71,68%
        Laba operasional                                                  17,06%        21,91%       23,80%       21,20%      -33,15%
        Beban lain-lain                                                   -7,48%       -11,45%      -11,55%      -12,16%      -21,53%
        Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan                      9,58%      10,46%        12,26%        9,04%      -54,68%
        Beban pajak penghasilan                                            -2,63%      -2,29%         0,00%        0,00%        0,00%
        Laba (rugi) tahun berjalan                                         6,95%        8,17%        12,26%        9,04%      -54,68%
        Pendapatan komprehensif lainnya                                    0,00%        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%
        Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                     6,95%        8,17%        12,26%        9,04%      -54,68%
        Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
          Pemilik entitas induk                                            5,22%        6,12%        12,26%        9,04%      -54,68%
          Kepentingan non-pengendali                                       1,73%        2,05%         0,00%        0,00%        0,00%

        *Tidak Diaudit



VI.C.   Analisis atas Common Size Industri Perhotelan

        Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan AR, yaitu
        PT Sunter Lakeside Hotel Tbk, PT Red Planet Indonesia Tbk, dan PT Bukit
        Uluwatu Villa Tbk masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
        31 Desember 2025, 2024, 2023, 2022, dan 2021.




                                                                  48
Page 77
          Ikhtisar common size untuk PT Sunter Lakeside Hotel Tbk, PT Red Planet
          Indonesia Tbk, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk masing-masing adalah sebagai
          berikut:

VI.C.1.   PT Sunter Lakeside Hotel Tbk
          Tabel 17
          PT Sunter Lakeside Hotel Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                Keterangan                    31/12/25    31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                     13,20%      11,16%       9,71%      11,11%      14,89%
          Piutang usaha
            Pihak ketiga                                          1,00%       0,67%       0,26%       0,98%       0,16%
          Piutang lain-lain
            Pihak berelasi                                        0,00%       0,05%       0,05%       0,00%       0,00%
            Pihak ketiga                                          0,01%       0,01%       0,03%       0,02%       0,01%
          Persediaan                                              0,52%       0,39%       0,33%       0,27%       0,14%
          Uang muka dan biaya dibayar di muka                     0,18%       0,25%       0,65%       0,27%       0,11%
          Pajak dibayar di muka                                   0,06%       0,17%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                     14,97%      12,71%      11,02%      12,65%      15,32%
          ASET TIDAK LANCAR
          Perlengkapan operasional hotel                          0,26%       0,28%       0,23%       0,13%       0,00%
          Aset tetap                                             46,62%      47,84%      48,45%      40,03%      35,77%
          Properti investasi                                     28,03%      27,50%      27,08%      28,09%      27,80%
          Aset hak-guna                                           9,09%      10,68%      12,24%      18,05%      20,07%
          Jaminan
            Pihak berelasi                                        0,96%       0,94%       0,92%       0,99%       0,97%
            Pihak ketiga                                          0,06%       0,06%       0,06%       0,06%       0,06%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                               85,03%      87,29%      88,98%      87,35%      84,68%
          JUMLAH ASET                                           100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                         49
Page 78
                       Keterangan                      31/12/25      31/12/24        31/12/23     31/12/22     31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak ketiga                                               1,15%          1,20%        1,06%        0,64%        0,35%
Utang pajak                                                  0,32%          0,30%        0,33%        0,31%        0,41%
Utang lain-lain
  Pihak ketiga                                               0,75%          1,20%        0,97%        0,49%        0,19%
Uang muka terima
  Pihak berelasi                                             0,00%          0,00%        0,00%        0,24%        0,22%
  Pihak ketiga                                               1,81%          0,25%        0,25%        0,27%        0,39%
Akrual                                                       1,08%          0,60%        0,81%        0,67%        0,23%
Bagian jangka pendek dari utang jangka panjang:
  Liabilitas sewa                                            2,72%          1,87%        1,72%        4,20%        2,33%
  Utang pembiayaan konsumen                                  0,02%          0,05%        0,04%        0,00%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              7,84%          5,48%        5,18%        6,81%        4,12%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang, setelah
  dikurangi bagian jangka pendek:                            0,00%          0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
  Liabilitas sewa                                           10,67%         12,39%       13,25%       15,76%       16,63%
  Utang pembiayaan konsumen                                  0,00%          0,02%        0,06%        0,00%        0,00%
Liabilitas imbalan kerja karyawan                            0,32%          0,56%        0,60%        0,74%        0,89%
Liabilitas pajak tangguhan                                   3,00%          2,94%        2,94%        2,97%        3,13%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            13,99%         15,90%       16,85%       19,47%       20,65%
JUMLAH LIABILITAS                                           21,83%         21,38%       22,04%       26,28%       24,78%
EKUITAS
Modal saham                                                 21,50%         21,05%       20,68%       22,16%       21,91%
Tambahan modal disetor                                      11,08%         10,84%       10,65%       11,42%       11,29%
Surplus revaluasi aset tetap                                44,00%         43,07%       42,31%       36,93%       36,51%
Penghasilan komprehensif lain                                0,03%          0,04%        0,00%        0,00%        0,00%
Saldo laba                                                   1,56%          3,61%        4,32%        3,20%        5,53%
JUMLAH EKUITAS                                              78,17%         78,62%       77,96%       73,72%       75,22%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                             100,00%          100,00%     100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 18
PT Sunter Lakeside Hotel Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                       Keterangan                      31/12/25      31/12/24        31/12/23     31/12/22     31/12/21

Pendapatan                                                100,00%          100,00%     100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                     44,62%           43,95%      45,12%       47,44%       20,16%
Laba bruto                                                  55,38%          56,05%       54,88%       52,56%       79,84%
Beban usaha                                                -48,00%         -41,66%      -44,64%      -42,97%      -89,05%
Beban penyusutan                                           -20,97%         -18,00%      -17,12%      -24,01%      -43,43%
Pendapatan lain-lain                                         5,14%           2,43%        6,33%        2,39%       11,80%
Pendapatan keuangan                                          2,11%           1,13%        1,08%        1,09%        3,50%
Beban keuangan                                              -3,35%          -3,17%       -3,77%       -4,33%       -8,06%
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                       -9,69%          -3,22%       -3,25%      -15,27%      -45,39%
Manfaat pajak penghasilan                                    0,01%           0,23%        9,38%        1,30%       10,72%
Laba (rugi) tahun berjalan                                  -9,68%          -2,99%       6,13%       -13,97%      -34,66%
Penghasilan (kerugian) komprehensif lainnya                 -0,02%          -0,02%      36,17%         0,49%       -0,09%
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan              -9,70%          -3,00%      42,30%       -13,48%      -34,75%




                                                  50
Page 79
VI.C.2.   PT Red Planet Indonesia Tbk
          Tabel 19
          PT Red Planet Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 31 Desember 2021 - 2025



                                 Keterangan                              31/12/25     31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan bank                                                       6,22%        1,75%       1,70%       2,79%       1,83%
          Piutang usaha
            Pihak ketiga                                                     0,46%        0,48%       0,45%       0,33%       0,36%
            Pihak berelasi                                                   0,03%        0,03%       0,00%       0,00%       0,00%
          Persediaan                                                         0,02%        0,04%       0,03%       0,07%       0,07%
          Biaya dibayar dimuka                                               0,81%        0,80%       0,52%       0,55%       0,74%
          Uang muka                                                          0,17%        0,24%       0,26%       0,17%       0,21%
          Aset atas kelompok lepasan dimiliki untuk dijual                   0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                                 7,71%        3,35%       2,95%       3,91%       3,21%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang lain-lain
            Pihak berelasi                                                   0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       1,02%
            Pihak ketiga                                                     1,77%        8,72%       8,65%       8,42%       9,43%
          Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan               90,37%       87,63%      88,12%      87,44%      85,97%
          Aset pajak tangguhan                                               0,14%        0,29%       0,26%       0,22%       0,37%
          Aset tidak lancar lainnya                                          0,01%        0,01%       0,02%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                          92,29%       96,65%      97,05%      96,09%      96,79%
          JUMLAH ASET                                                      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                 Keterangan                              31/12/25     31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha - Pihak ketiga                                         0,05%        0,06%       0,15%       0,20%       0,09%
          Utang akrual                                                       4,83%        4,58%       4,63%       4,86%       5,62%
          Utang pajak                                                        0,45%        0,19%       0,19%       0,36%       0,20%
          Pendapatan diterima dimuka                                         1,14%        1,67%       1,46%       0,79%       0,55%
          Pinjaman jangka pendek - Pihak ketiga                              0,00%        0,38%       0,00%       0,00%       0,00%
          Utang lain-lain
            Pihak ketiga                                                     0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,36%
            Pihak berelasi                                                   0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
          Utang bank - bagian jatuh tempo dalam 1 tahun                      1,06%        1,10%       1,08%       1,06%       0,85%
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    7,53%        7,98%       7,52%       7,27%       7,67%
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Utang bank - bagian jatuh tempo lebih dari 1 tahun                 0,00%        1,01%       2,08%       3,08%       3,92%
          Liabilitas imbalan pasca kerja                                     1,00%        1,80%       1,66%       1,42%       2,16%
          Liabilitas pajak tangguhan                                         5,54%        4,42%       3,68%       2,80%       2,04%
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   6,54%        7,23%       7,42%       7,30%       8,12%
          JUMLAH LIABILITAS                                                 14,07%       15,22%      14,94%      14,57%      15,79%
          EKUITAS
          Modal saham                                                       276,25%     263,32%     258,84%     252,04%     243,92%
          Tambahan modal disetor                                           -100,41%     -95,71%     -94,08%     -91,61%     -88,66%
          Pendapatan komprehensif lainnya                                     0,73%       0,35%       0,31%       0,32%       0,23%
          Saldo laba                                                        -90,64%     -83,17%     -80,01%     -75,31%     -71,28%
          Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
            induk                                                           85,94%       84,79%      85,06%      85,44%      84,22%
          Kepentingan non-pengendali                                         0,00%       -0,01%      -0,01%      -0,01%      -0,01%
          JUMLAH EKUITAS                                                    85,93%       84,78%      85,06%      85,43%      84,21%
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                                    51
Page 80
          Tabel 20
          PT Red Planet Indonesia Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                                   Keterangan                        31/12/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

          Pendapatan usaha                                             100,00%       100,00%       100,00%     100,00%      100,00%
          Beban langsung                                                47,52%        48,08%        48,25%      43,79%       48,09%
          Laba kotor                                                     52,48%        51,92%       51,75%       56,21%       51,91%
          Beban umum dan administrasi                                   -69,12%       -60,32%      -64,07%      -63,53%      -73,17%
          Laba (rugi) operasi                                           -16,65%        -8,40%      -12,32%       -7,32%      -21,26%
          Pendapatan bunga                                                0,17%         0,08%        0,18%        0,29%        0,20%
          Laba (rugi) selisih kurs - bersih                              -0,02%         0,01%       -0,02%        0,04%        0,01%
          Beban keuangan                                                 -1,55%        -2,51%       -3,08%       -3,60%       -4,77%
          Lain-lain bersih                                                1,19%         3,09%        1,60%        3,69%        1,49%
          Laba (rugi) sebelum pajak                                     -16,85%        -7,73%      -13,63%       -6,89%      -24,33%
          Manfaat (beban) pajak                                          -7,29%        -5,00%       -5,99%       -5,71%       -1,34%
          Laba (rugi) dari operasi yang dihentikan                        0,00%         0,01%        0,00%        0,00%        0,00%
          Laba (rugi) tahun berjalan                                    -24,14%       -12,73%      -19,62%      -12,60%      -25,67%
          Pendapatan (rugi) komprehensif lain                             2,60%         0,26%       -0,11%       -0,05%        0,72%
          Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                -21,55%       -12,46%      -19,73%      -12,65%      -24,95%
          Laba neto berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                       -24,15%       -12,73%      -19,62%      -12,61%      -25,67%
            Kepentingan non-pengendali                                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%



VI.C.3.   PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
          Tabel 21
          PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                                   Keterangan                        31/12/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                            10,93%        11,75%        6,87%        0,37%        0,24%
          Piutang usaha
            Pihak ketiga - neto                                          0,26%         0,53%        0,58%        0,54%        0,08%
            Pihak berelasi                                               0,00%         0,00%        0,00%        0,14%        0,08%
          Piutang lain-lain
            Pihak ketiga - neto                                          0,02%         0,14%        1,14%        2,79%        2,15%
            Pihak berelasi - neto                                        0,13%         0,17%        0,64%        1,04%        1,16%
          Persediaan                                                     0,11%         0,19%        0,25%        0,12%        0,04%
          Biaya dibayar di muka                                          0,25%         0,22%        0,25%        0,20%        0,08%
          Pajak dibayar di muka                                          0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                 0,00%         0,00%        4,10%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                            11,69%        13,00%       13,83%        5,20%        3,84%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada entitas asosiasi - neto                         3,40%         6,35%        1,45%        1,48%        0,26%
          Aset tetap - neto                                             57,04%        71,42%       66,04%       57,67%       58,82%
          Aset hak guna - neto                                           0,69%         0,85%        1,13%        1,18%        1,30%
          Aset dalam pembangunan - neto                                 23,79%         7,13%       10,12%       18,87%       18,70%
          Aset tidak lancar lainnya - neto                               1,08%         1,24%        7,43%       15,60%       17,08%
          Goodwill                                                       2,31%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Aset real estat - neto                                         0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                      88,31%        87,00%       86,17%       94,80%       96,16%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%       100,00%       100,00%     100,00%      100,00%




                                                                52
Page 81
                       Keterangan                              31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                        0,46%        0,69%        0,50%        0,40%        0,68%
Utang lain-lain                                                    0,18%        0,43%        2,52%       10,14%        5,03%
Beban yang masih harus dibayar                                     0,55%        0,54%        1,54%       35,49%       25,44%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                             0,20%        0,26%        0,26%        0,69%        0,71%
Utang pajak                                                        0,25%        0,20%        0,39%        1,23%        1,91%
Uang muka pelanggan                                                0,91%        1,52%        1,49%        2,06%        1,74%
Utang pihak berelasi                                               0,00%        5,69%        0,01%        0,35%        0,38%
Utang bank jangka pendek                                           0,00%        0,00%        4,10%        0,00%        0,00%
Utang jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu
  tahun:
  Utang pinjaman                                                   0,00%        0,00%        4,17%       45,09%        5,37%
  Pinjaman bank                                                    1,36%        1,44%        1,21%       15,98%       55,02%
  Liabilitas sewa                                                  0,04%        0,05%        0,06%        0,08%        0,11%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    3,94%       10,80%       16,27%      111,53%       96,37%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang pinjaman                                                   0,94%        3,37%        0,00%        0,00%        0,00%
  Pinjaman bank                                                   15,77%       21,10%       26,64%        0,00%        0,00%
  Liabilitas sewa                                                  0,01%        0,03%        0,04%        0,05%        0,02%
Liabilitas imbalan pasca kerja                                     0,65%        0,89%        1,07%        0,98%        1,66%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  17,37%       25,38%       27,76%        1,03%        1,68%
JUMLAH LIABILITAS                                                 21,31%       36,18%       44,02%      112,55%       98,05%
EKUITAS
Modal saham                                                        47,16%       48,59%       60,27%       18,47%       18,28%
Tambahan modal disetor - neto                                      33,58%       22,58%       28,01%       18,75%       18,56%
Saldo laba (defisit)                                              -47,20%      -62,83%      -78,42%      -74,57%      -64,38%
Selisih atas akuisisi kepentingan non-pengendali                   -0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,01%
Penghasilan komprehensif lain - neto                               45,03%       55,31%       45,99%       34,33%       33,89%
Uang muka setoran modal                                             0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        3,88%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                            78,57%       63,64%       55,84%        -3,03%      10,23%
Kepentingan non-pengendali                                         0,13%        0,17%        0,14%        -9,52%      -8,28%
JUMLAH EKUITAS                                                    78,69%       63,82%       55,98%       -12,55%       1,95%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




                                                          53
Page 82
Tabel 22
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 - 2025



                       Keterangan                             31/12/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21

Pendapatan                                                      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                           29,97%       29,41%       28,57%       28,92%       44,71%
Laba bruto                                                        70,03%       70,59%       71,43%       71,08%       55,29%
Beban penjualan                                                   -6,36%       -6,22%       -7,21%       -7,58%       -9,93%
Beban umum dan administrasi                                      -33,93%      -31,82%      -45,87%      -42,94%     -147,98%
Beban operasional, pembangunan, pemeliharaan dan energi           -6,91%       -7,27%       -9,73%      -13,56%      -23,82%
Beban manajemen dan lisensi                                       -5,12%       -5,15%       -5,10%       -4,96%       -4,20%
Pendapatan (beban) operasional lain                               -0,21%        3,73%        3,68%       -6,08%      -30,27%
Penurunan nilai dari aset dalam pembangunan, aset tetap,
  neto dan uang muka pembelian saham                              -1,10%       -5,00%      -42,27%       -2,44%       17,41%
Pemulihan kerugian di atas nilai investasi entitas anak            0,00%        0,00%       36,61%        0,00%     -163,99%
Laba (rugi) usaha                                                 16,41%       18,87%        1,53%       -6,47%     -307,50%
Pendapatan keuangan                                                0,73%        0,35%       13,89%        3,74%        0,00%
Beban keuangan                                                   -10,67%      -13,07%      -11,26%      -84,58%     -280,88%
Bagian laba (rugi) neto pada entitas asosiasi                     21,15%       -2,79%        0,26%        0,00%        0,00%
Laba (rugi) selisih kurs, neto                                    -0,18%       -0,41%        0,20%        0,00%        0,00%
Laba (rugi) sebelum pajak final dan beban pajak penghasilan      27,44%         2,94%        4,62%      -87,31%     -588,38%
Pajak final                                                      -0,15%        -0,07%       -0,01%        0,00%        0,00%
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan                      27,29%         2,87%       4,61%       -87,31%     -588,38%
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                -0,73%        -0,13%       0,00%        -0,71%        0,62%
Laba (rugi) tahun berjalan                                       26,56%        2,74%        4,61%       -88,02%     -587,75%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                              0,93%      108,70%       41,11%         0,73%        4,67%
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                   27,49%      111,44%       45,72%       -87,28%     -583,08%
Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                          26,41%        2,38%         9,53%      -78,51%     -564,32%
  Kepentingan non-pengendali                                      0,15%        0,36%        -4,92%       -9,51%      -23,43%




                                                         54
Page 83
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya melalui AR, LP tidak terlepas dari berbagai
         risiko usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap AR adalah sebagai
         berikut:

VII.A.   Risiko Persaingan Usaha

         Dalam menjalankan kegiatan opersionalnya, AR tidak terlepas dari risiko
         persaingan usaha. Faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan usaha meliputi
         jenis dan harga kamar (room rate), fasilitas yang tersedia, lokasi yang strategis,
         serta kualitas pelayanan yang diberikan. AR harus mampu mengembangkan
         fasilitas yang dimiliki agar dapat memberikan kepuasan kepada tamu hotel serta
         menarik tamu-tamu baru di tengah ketatnya persaingan industri perhotelan.

VII.B.   Risiko Gangguan Keamanan

         Bidang usaha AR, yaitu perhotelan, erat kaitannya dengan kondisi keamanan
         dalam negeri. Adanya beberapa negara yang mengeluarkan peringatan (travel
         warning) bagi warganya untuk bepergian ke Indonesia akan mempengaruhi jumlah
         wisatawan internasional. Berkurangnya jumlah wisatawan asing yang datang ke
         Indonesia akan berdampak pada penurunan tingkat hunian (occupancy rate).
         Kondisi keamanan negeri juga akan mempengaruhi wisatawan domestik, di mana
         kondisi keamanan yang buruk akan mendorong masyarakat Indonesia untuk tidak
         bepergian atau berlibur.

VII.C.   Risiko Ekonomi

         Kegiatan usaha AR juga rentan terhadap kondisi ekonomi domestik maupun
         global. Perubahan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kesehatan ekonomi
         Indonesia dapat berpengaruh negatif dan merugikan bisnis dengan berbagai cara,
         terutama berdampak pada tingkat hunian AR. Penurunan pertumbuhan ekonomi,
         inflasi tinggi, serta melemahnya daya beli masyarakat dapat menekan permintaan
         layanan akomodasi. Selain itu, biaya operasional yang tinggi dan bersifat tetap
         seperti gaji karyawan, utilitas, dan pemeliharaan dapat meningkatkan risiko
         kerugian apabila pendapatan menurun signifikan.

VII.D.   Risiko Politik dan Sosial

         Perkembangan usaha AR dapat terpengaruh oleh adanya perubahan kondisi
         politik dan sosial, meningkatnya pengawasan oleh otoritas, dan perkembangan
         politik yang berkaitan dengan industri perhotelan dan pariwisata. Kebijakan atau
         larangan baru dari pemerintah Indonesia dapat berpotensi membatasi ruang gerak
         AR, sehingga AR harus menyusun strategi yang tepat untuk terus
         mengembangkan bisnisnya.




                                           55
Page 84
VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha AR tidak terlepas dari ancaman
         bencana alam, seperti badai tropis, angin topan, gempa bumi, tsunami, banjir,
         kebakaran baik karena faktor alam maupun human error, dan berbagai bencana
         lainnya yang dapat memberikan dampak negatif secara material terhadap kegiatan
         usaha dan kondisi keuangan AR.

VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Hukum dan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah
         dapat mempengaruhi AR dalam menjalankan kegiatan usahanya. Meskipun AR
         memiliki keyakinan bahwa dalam menjalankan kegiatan usahanya, AR telah
         mematuhi seluruh peraturan yang berlaku, pemenuhan kewajiban atas
         peraturan-peraturan baru atau perubahannya atau interpretasinya maupun
         pelaksanaannya, serta perubahan terhadap interpretasi atau pelaksanaan hukum
         dan peraturan perundang-undangan yang telah ada, dapat berdampak material
         terhadap kegiatan dan kinerja operasional AR.

         Apabila AR tidak mematuhi hukum dan peraturan perundang-undangan yang
         berlaku, maka AR dapat dikenakan sanksi perdata, termasuk denda, hukuman
         serta sanksi-sanksi pidana lainnya. Selain itu perubahan hukum, peraturan
         ketenagakerjaan dan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai
         upah minimum dan kebebasan serikat pekerja juga dapat mengakibatkan
         meningkatnya permasalahan dalam hubungan industrial, sehingga dapat
         berdampak material pada kegiatan operasional AR. Terjadinya perubahan
         mengenai upah minimum AR tentu akan mempengaruhi kinerja keuangan AR,
         sehingga AR harus beradaptasi untuk menyesuaikan kegiatan usahanya
         berdasarkan kinerja keuangan yang baru. Dengan demikian, apabila AR tidak
         dapat beradaptasi, AR dapat mengalami kerugian, baik dari kegiatan usaha
         maupun kinerja keuangannya.




                                         56
Page 85
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              57
Page 86
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis
            atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif LP dan AR,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            LP dan AR. Prospek AR di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan
            rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen
            yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
            pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
            penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
            industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              58
Page 87
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
bersih (adjusted net asset method), dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
(capitalized excess earning method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh AR di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha AR. Dalam melaksanakan penilaian dengan
metode ini, operasi AR diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha AR. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
(berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian AR
merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.

Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
manajemen Perseroan dan LP. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
hasil yang berbeda.




                                   59
Page 88
          Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
          dengan melakukan pembobotan.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa LP adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).

VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
          langkah-langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
             operasi LP.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari LP.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional LP.
          4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan AR yang telah disiapkan
             oleh pihak manajemen AR.
          5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
             tersebut.
          6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan, metode penyesuaian aset
             bersih dengan pendekatan aset, dan metode kapitalisasi kelebihan
             pendapatan dengan pendekatan aset.




                                             60
Page 89
VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan LP
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan LP. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR     hanya    menerima      imbalan     sesuai    dengan    surat     penugasan
          No. KR/260223-001 tanggal 23 Februari 2026 yang telah disetujui oleh manajemen
          Perseroan.




                                            61
Page 90
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset bersih, metode
        diskonto arus kas, dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan. Dalam bab ini,
        terlebih dahulu akan dibahas penentuan nilai pasar dengan metode penyesuaian
        aset bersih, baru kemudian dilanjutkan dengan metode diskonto arus kas, dan
        metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.




                                         62
Page 91
          Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
          sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
          nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

          Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
          perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
          tersebut untuk diperdagangkan.

          Untuk penilaian atas LP, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
          untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
          Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
          ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2025 yang didasarkan pada proyeksi
          laporan keuangan AR yang disusun oleh manajemen AR, maka diperkirakan telah
          dilakukan penyesuaian atas proyeksi laporan keuangan tersebut, oleh karena itu
          atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian
          terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon
          likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 30,00%, dengan pertimbangan
          sebagai berikut:

          •   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
              bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
          •   LP merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
              (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
              Indonesia.

IX.B.     Nilai Pasar Objek Penilaian

IX.B.1.   Nilai Pasar Objek Penilaian Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan nilai pasar 75,00% saham LP adalah metode penyesuaian aset
          bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
          aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
          disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
          telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

          Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
          investasi pada entitas anak yang dihitung berdasarkan metode diskonto arus kas
          (discounted cash flow [DCF] method), metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
          (capitalized excess earning method), dan metode penyesuaian aset bersih
          (adjusted net asset method sebesar Rp 41,59 miliar.

          Apabila indikasi nilai pasar atas investasi pada entitas anak tersebut direfleksikan
          dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset LP adalah sebesar
          Rp 41,60 miliar, sedangkan jumlah liabilitas LP adalah tetap, yaitu sebesar
          Rp 2,40 miliar.




                                            63
Page 92
Indikasi nilai pasar 100,00% saham LP kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham LP sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 39,20 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,00% saham LP adalah sebesar Rp 27,44 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
75,00% saham LP berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar
Rp 20,58 miliar.

Perincian perhitungan nilai pasar 75,00% saham LP dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 23
PT Lifestyle Pratama
Nilai Pasar 75,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                                    31/12/25       Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                                                    5                 -                 5
Jumlah Aset Lancar                                                              5                 -                 5
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak                                               11.850          29.745            41.595
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                  11.850          29.745            41.595
JUMLAH ASET                                                               11.855          29.745            41.599
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang pajak                                                                    0                  -              0
Utang penyertaan modal                                                     2.350                  -          2.350
Utang pemegang saham                                                          53                  -             53
JUMLAH LIABILITAS                                                          2.403                  -          2.403
EKUITAS                                                                    9.452          29.745            39.196
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             11.855          29.745            41.599

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                           39.196
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                            (11.759)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                   27.437
Nilai pasar 75,00% saham                                                                                    20.578




                                                 64
Page 93
IX.C.       PT Alam Rimba

IX.C.1.     Metode Diskonto Arus Kas

IX.C.1.a.   Proyeksi Laporan Keuangan

            Penilaian AR yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
            proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen AR. Dalam penyusunan
            proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja
            AR pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa
            yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan saran yang relevan
            diberikan oleh manajemen AR sehubungan dengan perubahan-perubahan pada
            setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan
            pertimbangan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
            keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja AR
            yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak
            ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja AR
            yang dinilai.

            Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
            keuangan yang digunakan dalam penilaian atas AR.

IX.C.1.b. Umum

            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
                hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas AR, industri,
                atau negara di mana AR beroperasi.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
                tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
                keuangan yang dapat memengaruhi kinerja AR selain yang telah
                diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama AR
                atau pada sumber utama penghasilan AR selain yang telah diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen AR.
            •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
                perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
                memengaruhi kegiatan usaha AR.
            •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
                bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada AR.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku,
                bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban
                tenaga kerja, beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku
                sekarang ini dan yang diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
            •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh AR atas
                kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
                tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
            •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
                ketentuan-ketentuan yang ada.


                                              65
Page 94
            •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen AR mempersiapkan proyeksi laporan
                keuangan    untuk      tahun     yang   berakhir pada     tanggal-tanggal
                31 Desember 2026 – 2048.

IX.C.1.c.   Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
            Keuangan

            1. Proyeksi Pendapatan Usaha

                Pendapatan usaha dalam penilaian ini terutama terdiri dari pendapatan
                kamar, makanan, dan minuman.

                Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan usaha AR untuk tahun
                2026 – 2048.

                Grafik 8
                PT Alam Rimba
                Proyeksi Pendapatan Usaha Tahun 2026 – 2048
                (Dalam miliar Rupiah)

                                           Pendapatan Usaha
                      80
                      70
                      60
                      50
                      40
                      30
                      20
                      10
                       -



            2. Proyeksi Harga Pokok Penjualan

                Harga pokok penjualan AR terutama terdiri dari penjualan kamar, makanan
                dan minuman, serta service charge. Harga pokok penjualan untuk tahun
                2026 – 2048 diproyeksikan berkisar antara 45% - 51% dari pendapatan usaha.




                                            66
Page 95
   Grafik berikut menunjukkan proyeksi harga pokok penjualan AR untuk tahun
   2026 – 2048.

   Grafik 9
   PT Alam Rimba
   Proyeksi Harga Pokok Penjualan Tahun 2026 – 2048
   (Dalam miliar Rupiah)

                            Harga Pokok Penjualan
           40
           35
           30
           25
           20
           15
           10
           5
            -




3. Beban Operasional

   Beban operasional AR terutama terdiri dari beban pemeliharaan dan utilitas.
   Beban operasional untuk tahun 2026 – 2048 diproyeksikan berkisar antara
   26% – 38% dari pendapatan usaha.

4. Pajak

   Mengingat AR adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka tarif
   pajak yang diberlakukan atas AR adalah tarif pajak yang berlaku umum di
   Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2048.




                                67
Page 96
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif AR
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2048
   adalah sebagai berikut:
   Tabel 24
   PT Alam Rimba
   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
   Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2048

                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan                       31/12/26        31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

   Pendapatan usaha                                             23.058         24.418        25.928        27.378         28.987
   Harga pokok penjualan                                        10.335         10.974        11.669        12.373         13.137
   Laba kotor                                                   12.723         13.444        14.258        15.005         15.850
   Beban operasional                                            (8.651)        (8.962)       (8.993)       (9.386)        (9.850)
   Laba operasional                                               4.072          4.482         5.266         5.619         6.000
   Beban lain-lain                                               (2.191)        (2.292)       (2.437)       (2.537)       (2.646)
   Laba sebelum pajak                                            1.882          2.190         2.828         3.082          3.353
   Beban pajak penghasilan                                        (414)          (482)         (622)         (678)          (738)
   Laba tahun berjalan                                           1.468          1.708         2.206         2.404          2.616



                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan                       31/12/31        31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35

   Pendapatan usaha                                             30.688         32.311        33.834        35.526         37.302
   Harga pokok penjualan                                        13.948         14.768        15.593        16.488         17.435
   Laba kotor                                                    16.740         17.543        18.241        19.038        19.867
   Beban operasional                                            (10.103)       (10.388)      (10.778)      (10.541)      (10.799)
   Laba operasional                                               6.637          7.155         7.463         8.496         9.068
   Beban lain-lain                                               (2.786)        (2.909)       (3.008)       (3.092)       (3.221)
   Laba sebelum pajak                                            3.851          4.246         4.455          5.405         5.847
   Beban pajak penghasilan                                        (847)          (934)         (980)        (1.189)       (1.286)
   Laba tahun berjalan                                           3.004          3.312         3.475         4.216          4.560



                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan                       31/12/36        31/12/37      31/12/38      31/12/39      31/12/40

   Pendapatan usaha                                             39.274         41.125        43.182        45.341         47.738
   Harga pokok penjualan                                        18.462         19.498        20.622        21.810         23.100
   Laba kotor                                                    20.812         21.627        22.560        23.530        24.639
   Beban operasional                                            (11.240)       (11.627)      (12.046)      (12.572)      (13.042)
   Laba operasional                                               9.572        10.000        10.514        10.958         11.596
   Beban lain-lain                                               (3.354)       (3.474)       (3.611)       (3.746)        (3.909)
   Laba sebelum pajak                                             6.218          6.526         6.903         7.212         7.687
   Beban pajak penghasilan                                       (1.368)        (1.436)       (1.519)       (1.587)       (1.691)
   Laba tahun berjalan                                           4.850          5.090         5.385         5.625          5.996




                                                   68
Page 97
                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan        31/12/41      31/12/42      31/12/43      31/12/44      31/12/45

   Pendapatan usaha                             49.988        52.488         55.112       58.026         60.761
   Harga pokok penjualan                        24.402        25.812         27.306       28.925         30.562
   Laba kotor                                    25.587        26.675        27.806        29.101        30.199
   Beban operasional                            (13.550)      (14.205)      (14.781)      (15.377)      (16.129)
   Laba operasional                             12.037        12.470         13.025       13.724         14.070
   Beban lain-lain                              (4.048)       (4.198)        (4.364)      (4.555)        (4.707)
   Laba sebelum pajak                             7.988         8.273         8.661         9.169         9.363
   Beban pajak penghasilan                       (1.757)       (1.820)       (1.905)       (2.017)       (2.060)
   Laba tahun berjalan                           6.231         6.453          6.756        7.152          7.303



                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan        31/12/46      31/12/47      31/12/48

   Pendapatan usaha                             63.799        66.989         70.531
   Harga pokok penjualan                        32.336        34.214         36.248
   Laba kotor                                    31.463        32.775        34.283
   Beban operasional                            (16.821)      (17.567)      (18.389)
   Laba operasional                             14.642        15.208         15.894
   Beban lain-lain                              (4.893)       (5.085)        (5.303)
   Laba sebelum pajak                             9.749       10.123         10.591
   Beban pajak penghasilan                       (2.145)      (2.227)        (2.330)
   Laba tahun berjalan                           7.604         7.896          8.261




6. Kas dan Bank

   Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
   operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
   setara kas.

7. Piutang Usaha

   Perputaran piutang usaha diasumsikan sekitar 6 hari selama periode proyeksi.

8. Persediaan

   Perputaran persediaan diasumsikan sekitar 71 hari selama periode proyeksi.

9. Utang Usaha

   Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 14 hari selama periode proyeksi.




                                        69
Page 98
10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan AR pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2048 adalah sebagai berikut:
   Tabel 25
   PT Alam Rimba
   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
   Per 31 Desember 2026 - 2048

                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan        31/12/26    31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan bank                                  9.705       12.157       15.106       18.071        21.141
   Piutang usaha                                   400          424          450          475           503
   Piutang lain-lain                             3.256        3.256        3.256        3.256         3.256
   Persediaan                                      576          610          648          684           724
   Biaya dibayar di muka                           130          130          130          130           130
   Pajak dibayar di muka                           105          105          105          105           105
   Aset lancar lainnya                             100          100          100          100           100
   Jumlah Aset Lancar                           14.272       16.782       19.795       22.821        25.959
   ASET TIDAK LANCAR
   Aset tetap                                    5.257        4.468        3.675        3.067          2.559
   Aset lain-lain                                  439          439          439          439            439
   Jumlah Aset Tidak Lancar                      5.696        4.907        4.114        3.506          2.998
   JUMLAH ASET                                  19.968       21.689       23.909       26.327        28.957



                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan        31/12/31    31/12/32     31/12/33     31/12/34      31/12/35

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan bank                                 24.933      28.804        32.337       36.824        41.311
   Piutang usaha                                   532         560           587          616           647
   Piutang lain-lain                             3.256       3.256         3.256        3.256         3.256
   Persediaan                                      767         807           845          888           932
   Biaya dibayar di muka                           130         130           130          130           130
   Pajak dibayar di muka                           105         105           105          105           105
   Aset lancar lainnya                             100         100           100          100           100
   Jumlah Aset Lancar                           29.824      33.763        37.361       41.919        46.482
   ASET TIDAK LANCAR
   Aset tetap                                    1.715        1.102         993          666            681
   Aset lain-lain                                  439          439         439          439            439
   Jumlah Aset Tidak Lancar                      2.154        1.541        1.432        1.105         1.120
   JUMLAH ASET                                  31.977      35.304        38.793       43.025        47.602



                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan        31/12/36    31/12/37     31/12/38     31/12/39     31/12/40

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan bank                                 45.941      51.227       56.525       61.905         68.100
   Piutang usaha                                   681         713          749          786            828
   Piutang lain-lain                             3.256       3.256        3.256        3.256          3.256
   Persediaan                                      981       1.028        1.079        1.133          1.193
   Biaya dibayar di muka                           130         130          130          130            130
   Pajak dibayar di muka                           105         105          105          105            105
   Aset lancar lainnya                             100         100          100          100            100
   Jumlah Aset Lancar                           51.195      56.560       61.944       67.416         73.712
   ASET TIDAK LANCAR
   Aset tetap                                      836         579          598          772            494
   Aset lain-lain                                  439         439          439          439            439
   Jumlah Aset Tidak Lancar                      1.275       1.018        1.037        1.211            933
   JUMLAH ASET                                  52.470      57.577       62.981       68.626         74.645




                                        70
Page 99
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/41    31/12/42     31/12/43       31/12/44     31/12/45

ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                 74.231      79.918         86.919       93.956        100.966
Piutang usaha                                   867         910            956        1.007          1.054
Piutang lain-lain                             3.256       3.256          3.256        3.256          3.256
Persediaan                                    1.249       1.312          1.377        1.450          1.518
Biaya dibayar di muka                           130         130            130          130            130
Pajak dibayar di muka                           105         105            105          105            105
Aset lancar lainnya                             100         100            100          100            100
Jumlah Aset Lancar                           79.938      85.732         92.844      100.004        107.129
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap                                      519       1.201            870          888          1.091
Aset lain-lain                                  439         439            439          439            439
Jumlah Aset Tidak Lancar                        958       1.640          1.309        1.327          1.530
JUMLAH ASET                                  80.896      87.372         94.152      101.332        108.660



                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/46    31/12/47     31/12/48

ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                108.806     116.572        128.681
Piutang usaha                                 1.107       1.162              -
Piutang lain-lain                             3.256       3.256              -
Persediaan                                    1.594       1.674              -
Biaya dibayar di muka                           130         130            130
Pajak dibayar di muka                           105         105            105
Aset lancar lainnya                             100         100            100
Jumlah Aset Lancar                          115.098     122.999        129.017
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap                                      755         781            463
Aset lain-lain                                  439         439              -
Jumlah Aset Tidak Lancar                      1.194       1.220            463
JUMLAH ASET                                 116.293     124.219        129.480



                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/26    31/12/27     31/12/28       31/12/29     31/12/30

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                     215         228            242          255            270
Biaya yang masih harus dibayar                1.906       1.906          1.906        1.906          1.906
Utang pajak                                     219         219            219          219            219
Pendapatan diterima di muka                       -           -              -            -              -
Utang lancar lainnya                            235         235            235          235            235
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek               2.575       2.587          2.601        2.615          2.630
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Imbalan pasca kerja                              16          16             16           16             16
Utang jangka panjang lainnya                      -           -              -            -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                 16          16             16           16             16
JUMLAH LIABILITAS                             2.591       2.604          2.618        2.631          2.646
EKUITAS
Modal                                        15.000      15.000         15.000       15.000         15.000
Hibah                                           389         389            389          389            389
Saldo laba                                    1.988       3.697          5.903        8.307         10.922
JUMLAH EKUITAS                               17.377      19.085         21.292       23.696         26.311
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                19.968      21.689         23.909       26.327         28.957




                                     71
Page 100
                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan        31/12/31    31/12/32    31/12/33    31/12/34     31/12/35

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                   286         301         315         331            347
Biaya yang masih harus dibayar              1.906       1.906       1.906       1.906          1.906
Utang pajak                                   219         219         219         219            219
Pendapatan diterima di muka                     -           -           -           -              -
Utang lancar lainnya                          235         235         235         235            235
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             2.646       2.661       2.675       2.691          2.707
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Imbalan pasca kerja                            16          16          16          16             16
Utang jangka panjang lainnya                    -           -           -           -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang               16          16          16          16             16
JUMLAH LIABILITAS                           2.662       2.677       2.691       2.707          2.724
EKUITAS
Modal                                      15.000      15.000      15.000      15.000         15.000
Hibah                                         389         389         389         389            389
Saldo laba                                 13.926      17.238      20.713      24.929         29.489
JUMLAH EKUITAS                             29.315      32.627      36.102      40.318         44.878
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS              31.977      35.304      38.793      43.025         47.602



                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan        31/12/36    31/12/37    31/12/38    31/12/39     31/12/40

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                   366         383         402         422            445
Biaya yang masih harus dibayar              1.906       1.906       1.906       1.906          1.906
Utang pajak                                   219         219         219         219            219
Pendapatan diterima di muka                     -           -           -           -              -
Utang lancar lainnya                          235         235         235         235            235
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             2.726       2.743       2.762       2.782          2.804
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Imbalan pasca kerja                            16          16          16          16             16
Utang jangka panjang lainnya                    -           -           -           -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang               16          16          16          16             16
JUMLAH LIABILITAS                           2.742       2.759       2.778       2.798          2.821
EKUITAS
Modal                                      15.000      15.000      15.000      15.000         15.000
Hibah                                         389         389         389         389            389
Saldo laba                                 34.339      39.429      44.814      50.439         56.435
JUMLAH EKUITAS                             49.728      54.818      60.203      65.828         71.824
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS              52.470      57.577      62.981      68.626         74.645




                                   72
Page 101
                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan        31/12/41    31/12/42     31/12/43       31/12/44     31/12/45

             LIABILITAS DAN EKUITAS
             LIABILITAS
             LIABILITAS JANGKA PENDEK
             Utang usaha                                   465         489            513          540            566
             Biaya yang masih harus dibayar              1.906       1.906          1.906        1.906          1.906
             Utang pajak                                   219         219            219          219            219
             Pendapatan diterima di muka                     -           -              -            -              -
             Utang lancar lainnya                          235         235            235          235            235
             Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             2.825       2.849          2.873        2.900          2.925
             LIABILITAS JANGKA PANJANG
             Imbalan pasca kerja                            16          16             16           16             16
             Utang jangka panjang lainnya                    -           -              -            -              -
             Jumlah Liabilitas Jangka Panjang               16          16             16           16             16
             JUMLAH LIABILITAS                           2.842       2.865          2.889        2.917          2.942
             EKUITAS
             Modal                                      15.000      15.000         15.000       15.000         15.000
             Hibah                                         389         389            389          389            389
             Saldo laba                                 62.666      69.119         75.874       83.026         90.329
             JUMLAH EKUITAS                             78.055      84.507         91.263       98.415        105.718
             JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS              80.896      87.372         94.152      101.332        108.660



                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan        31/12/46    31/12/47     31/12/48

             LIABILITAS DAN EKUITAS
             LIABILITAS
             LIABILITAS JANGKA PENDEK
             Utang usaha                                   594         624               -
             Biaya yang masih harus dibayar              1.906       1.906               -
             Utang pajak                                   219         219               -
             Pendapatan diterima di muka                     -           -               -
             Utang lancar lainnya                          235         235               -
             Jumlah Liabilitas Jangka Pendek             2.954       2.984               -
             LIABILITAS JANGKA PANJANG
             Imbalan pasca kerja                            16          16               -
             Utang jangka panjang lainnya                    -           -               -
             Jumlah Liabilitas Jangka Panjang               16          16               -
             JUMLAH LIABILITAS                           2.970       3.000               -
             EKUITAS
             Modal                                      15.000      15.000         15.000
             Hibah                                         389         389            389
             Saldo laba                                 97.934     105.830        114.091
             JUMLAH EKUITAS                            113.322     121.219        129.480
             JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS             116.293     124.219        129.480




IX.C.1.d. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan

         Terminal value diperoleh melalui kapitalisasi arus kas bersih (AKB) periode kekal
         dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai dengan tingkat diskonto. Namun demikian,
         mengingat usaha yang dijalankan oleh AR yang dinilai akan sangat tergantung
         pada PKS yang terhitung sampai dengan 2048, maka terminal value dalam
         penilaian ini diasumsikan nol atau tidak ada.




                                                73
Page 102
IX.C.1.e.   Penentuan Arus Kas Bersih

            Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
            pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
            to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
            perusahaan (free cash flow to firm).

            Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
            bisnis adalah AKB untuk kapital.

            Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
            kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
            mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
            untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
            melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
            dengan cara langsung.

            Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
            laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
            untuk kapital AR untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2026 – 2048 adalah sebagai berikut:
            Tabel 26
            PT Alam Rimba
            Proyeksi Arus Kas Bersih
            Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2048

                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                           31/12/26        31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30

            Penerimaan kas dari pelanggan                                 22.166         24.395        25.902        27.353        28.959
            Pembayaran kas kepada pemasok                                (10.276)       (10.996)      (11.693)      (12.396)      (13.162)
            Pembayaran beban usaha                                        (7.497)        (7.839)       (8.200)       (8.579)       (8.978)
            Pembayaran beban pajak penghasilan                              (414)          (482)         (622)         (678)         (738)
            Pembayaran lain-lain                                          (2.191)        (2.292)       (2.437)       (2.537)       (2.646)
            Penambahan aset tetap                                              -           (334)            -          (199)         (365)
            Arus kas bersih                                               1.789          2.452         2.950         2.964          3.070



                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                          31/12/31        31/12/32      31/12/33      31/12/34       31/12/35

            Penerimaan kas dari pelanggan                                 30.659         32.283        33.808        35.496         37.271
            Pembayaran kas kepada pemasok                                (13.975)       (14.794)      (15.617)      (16.514)       (17.463)
            Pembayaran beban usaha                                        (9.259)        (9.557)       (9.876)      (10.215)       (10.576)
            Pembayaran beban pajak penghasilan                              (847)          (934)         (980)       (1.189)        (1.286)
            Pembayaran lain-lain                                          (2.786)        (2.909)       (3.008)       (3.092)        (3.221)
            Penambahan aset tetap                                              -           (218)         (794)            -           (238)
            Arus kas bersih                                                3.793          3.871         3.533         4.487          4.487



                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                          31/12/36        31/12/37      31/12/38      31/12/39      31/12/40

            Penerimaan kas dari pelanggan                                 39.240         41.093        43.146        45.303         47.697
            Pembayaran kas kepada pemasok                                (18.493)       (19.528)      (20.654)      (21.844)       (23.137)
            Pembayaran beban usaha                                       (10.960)       (11.369)      (11.805)      (12.270)       (12.764)
            Pembayaran beban pajak penghasilan                            (1.368)        (1.436)       (1.519)       (1.587)        (1.691)
            Pembayaran lain-lain                                          (3.354)        (3.474)       (3.611)       (3.746)        (3.909)
            Penambahan aset tetap                                           (436)             -          (260)         (476)             -
            Arus kas bersih                                                4.629          5.287         5.297         5.380          6.195




                                                               74
Page 103
                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                   31/12/41      31/12/42      31/12/43      31/12/44      31/12/45

            Penerimaan kas dari pelanggan                        49.949        52.444        55.066        57.976        60.714
            Pembayaran kas kepada pemasok                       (24.437)      (25.851)      (27.347)      (28.970)      (30.605)
            Pembayaran beban usaha                              (13.291)      (13.852)      (14.449)      (15.086)      (15.763)
            Pembayaran beban pajak penghasilan                   (1.757)       (1.820)       (1.905)       (2.017)       (2.060)
            Pembayaran lain-lain                                 (4.048)       (4.198)       (4.364)       (4.555)       (4.707)
            Penambahan aset tetap                                  (284)       (1.036)            -          (310)         (569)
            Arus kas bersih                                      6.131         5.688          7.001        7.037          7.009



                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                   31/12/46      31/12/47      31/12/48

            Penerimaan kas dari pelanggan                        63.746        66.934        71.693
            Pembayaran kas kepada pemasok                       (32.383)      (34.264)      (35.198)
            Pembayaran beban usaha                              (16.485)      (17.253)      (18.072)
            Pembayaran beban pajak penghasilan                   (2.145)       (2.227)       (2.330)
            Pembayaran lain-lain                                 (4.893)       (5.085)       (7.240)
            Penambahan aset tetap                                     -          (339)            -
            Arus kas bersih                                      7.841         7.765          8.853



IX.C.1.f.   Tingkat Diskonto

            Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
            biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
            ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

            WACC          =    (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

            Di mana:

            ke            =    Biaya modal ekuitas/saham biasa
            kd            =    Biaya modal utang
            We            =    Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
            Wd            =    Bobot utang dalam struktur kapital
            t             =    Pajak penghasilan perusahaan

IX.C.1.g. Biaya Modal untuk Ekuitas

            Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
            ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
            menggunakan persamaan sebagai berikut:

            ke            =    Rf + (β x RPm) – RBDS

            Di mana:

            ke            =    Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                               biaya modal ekuitas/saham biasa
            Rf            =    Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                               free rate)
            β             =    Beta




                                                      75
Page 104
RPm      =    Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
              premium)
RBDS     =    Rating-based default spread

Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025,
maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 23 tahun dengan tingkat
yield rata-rata sebesar 6,62% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
(IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,69%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2026.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, di mana RBDS
sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan
publik sejenis, sebagai berikut:

•   PT Bukit Uluwatu Villa Tbk.
•   PT Red Planet Indonesia Tbk.
•   PT Sunter Lakeside Hotel Tbk.
•   PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk.
•   InterContinental Hotels Group PLC.
•   Minor International PLC.
•   Hyatt Hotels Corporation.
•   Wyndham Hotels & Resorts Inc.

sebesar 0,75 untuk mendiskonto AKB AR yang kemudian di-relever dengan tingkat
leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB AR tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL =         βU x (1 + (1-T) x DER)



                                      76
Page 105
           Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
           perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 28,48% untuk memperoleh beta
           AR. Tarif pajak yang digunakan untuk AR sesuai dengan tarif pajak yang berlaku
           umum adalah sebesar 22,00% untuk tahun 2026 – 2048. Dengan demikian, maka
           diperoleh beta AR sebesar 0,91 untuk tahun 2026 – 2048 dengan rincian
           perhitungan sebagai berikut:

           βL        =   0,75 x (1 + (1 – 22,00%) x 28,48%) = 0,91

           Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
           dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,62%, diperoleh
           biaya modal atas ekuitas AR sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
           ini:

           Ke        =   6,62% + 0,91 x 6,69% – 1,62% = 11,13%

IX.C.1.h. Biaya Modal untuk Utang

           Karena perhitungan nilai ekuitas LP dilakukan dengan mendiskonto tingkat balikan
           terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to invested
           capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang
           merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman
           jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari ekuitas
           (biaya modal untuk ekuitas).

           Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
           pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
           bank Persero untuk bulan Desember 2025 yang dipublikasikan oleh Bank
           Indonesia sebesar 8,44%.

IX.C.1.i   Weighted Average Cost of Capital

           Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
           sebesar 77,83%, dan bobot utang sebesar 22,17%, yang diolah dari data rata-rata
           DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
           berlaku untuk AR sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
           22,00% untuk tahun 2026 – 2048, maka weighted average cost of capital (WACC)
           adalah sebagai berikut:

           WACC            = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
                           = (11,13% x 77,83%) + (8,44% x [1 – 22,00%] x 22,17%) =10,12%




                                            77
Page 106
IX.C.1.j.   Perhitungan Indikasi Nilai Pasar LP

            Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi AR
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2048 adalah
            sebagai berikut:
            Tabel 27
            PT Alam Rimba
            Indikasi Nilai Kini Operasi
            Per 31 Desember 2025

                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                      Keterangan        31/12/26     31/12/27     31/12/28       31/12/29      31/12/30

            Arus kas bersih                                 1.789        2.452          2.950        2.964          3.070
            Faktor diskonto                                0,9529       0,8653         0,7858       0,7136         0,6480
            Nilai kini arus kas bersih                      1.704        2.122          2.318        2.115          1.989



                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                      Keterangan        31/12/31     31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35

            Arus kas bersih                                  3.793        3.871          3.533        4.487          4.487
            Faktor diskonto                                 0,5885       0,5344         0,4853       0,4407         0,4002
            Nilai kini arus kas bersih                       2.232        2.069          1.715        1.977          1.796



                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                      Keterangan        31/12/36     31/12/37     31/12/38       31/12/39     31/12/40

            Arus kas bersih                                 4.629        5.287          5.297        5.380          6.195
            Faktor diskonto                                0,3634       0,3300         0,2997       0,2722         0,2472
            Nilai kini arus kas bersih                      1.682        1.745          1.588        1.464          1.531



                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                      Keterangan        31/12/41     31/12/42     31/12/43       31/12/44     31/12/45

            Arus kas bersih                                 6.131        5.688          7.001        7.037          7.009
            Faktor diskonto                                0,2245       0,2039         0,1852       0,1682         0,1527
            Nilai kini arus kas bersih                      1.376        1.160          1.297        1.184          1.070



                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                      Keterangan        31/12/46     31/12/47     31/12/48

            Arus kas bersih                                 7.841        7.765          8.853
            Faktor diskonto                                0,1387       0,1260         0,1144
            Nilai kini arus kas bersih                      1.087          978          1.013
            Indikasi nilai kini operasi                    37.213



            Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar Rp 37,21 miliar untuk tingkat
            diskonto sebesar 10,12% untuk tahun 2026 – 2048. Nilai tersebut merupakan
            indikasi nilai AR dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus kas.

            Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
            adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
            panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
            tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar AR.




                                                   78
Page 107
           Pada tanggal 31 Desember 2025, AR memiliki aset non-operasi berupa kas dan
           bank serta piutang lain-lain masing-masing sebesar Rp 7,92 miliar dan
           Rp 3,26 miliar. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat
           ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar
           Rp 11,17 miliar.

           Dengan menambahkan aset non-operasi tersebut pada indikasi nilai operasi AR
           dari hasil operasi, maka berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil
           bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham AR adalah sebesar Rp 48,38 miliar.
           Dengan demikian, indikasi nilai pasar 75,00% saham AR berdasarkan metode
           diskonto arus kas adalah sebesar Rp 36,29 miliar.

           Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 75,00% saham AR dengan
           menggunakan metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:

            Tabel 28
            PT Alam Rimba
            Indikasi Nilai Pasar 75,00% Saham
            Metode Diskonto Arus Kas
            Per 31 Desember 2025

                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                             Keterangan                          Jumlah

            Indikasi nilai kini operasi                                              37.213
            Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
              Kas dan bank                                                            7.916
              Piutang lain-lain                                                       3.256
            Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                       48.385
            Indikasi nilai pasar 75,00% saham                                        36.289


IX.C.1.k   Indikasi Nilai Pasar 75,00% Saham AR Berdasarkan Metode Diskonto Arus
           Kas

           Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
           100,00% saham AR adalah sebesar Rp 48,38 miliar. Dengan demikian, indikasi
           nilai pasar 75,00% saham AR berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
           sebesar Rp 36,29 miliar.




                                                    79
Page 108
IX.C.     Indikasi Nilai Pasar 75,00% Saham AR Berdasarkan Metode Kapitalisasi
          Kelebihan Pendapatan

IX.C.1.   Aset Berwujud Bersih

          Aset berwujud bersih diperoleh dengan cara menghitung selisih antara jumlah aset
          dengan jumlah liabilitas yang telah disesuaikan, kemudian ditambahkan dengan
          liabilitas jangka panjang. Pos-pos liabilitas yang tercantum di laporan posisi
          keuangan tidak disesuaikan karena kami anggap telah merefleksikan nilai
          pasarnya.

          Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian dan penyesuaian berdasarkan nilai
          pasar atas aset tetap yang telah dinilai oleh KJPP IBR sebagaimana tertuang
          dalam    laporannya      No.   00122/2.0047-05/PI/04/0500/1/VI/2026   tanggal
          11 Juni 2026, di mana nilai pasar atas aset tetap pada tanggal
          31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 39,68 miliar.




                                           80
Page 109
Apabila nilai pasar atas aset tetap tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
keuangan, maka jumlah aset AR adalah sebesar Rp 52,62 miliar, sedangkan
jumlah liabilitas AR adalah tetap, yaitu sebesar Rp 3,45 miliar dengan perhitungan
sebagai berikut:

Tabel 29
PT Alam Rimba
Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Desember 2025

                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                              Indikasi Nilai
                        Keterangan              31/12/25        Penyesuaian
                                                                                  Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                          7.916                   -         7.916
Piutang usaha                                           378                   -           378
Piutang lain-lain                                     3.256                   -         3.256
Uang muka pembelian                                      75                   -            75
Persediaan                                              544                   -           544
Biaya dibayar di muka                                   130                   -           130
Pajak dibayar di muka                                   105                   -           105
Aset lancar lainnya                                     100                   -           100
Jumlah Aset Lancar                                   12.504                   -        12.504
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap                                            6.411           33.265           39.676
Aset lain-lain                                          439                -              439
Jumlah Aset Tidak Lancar                              6.850           33.265           40.115
JUMLAH ASET                                          19.354           33.265           52.619
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                             199                   -           199
Biaya yang masih harus dibayar                        1.906                   -         1.906
Utang pajak                                             219                   -           219
Pendapatan diterima di muka                             869                   -           869
Utang lancar lainnya                                    235                   -           235
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       3.428                   -         3.428
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Imbalan pasca kerja                                        16                 -            16
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                           16                 -            16
JUMLAH LIABILITAS                                     3.445                   -         3.445
EKUITAS                                              15.910           33.265           49.174
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                        19.354           33.265           52.619




                                           81
Page 110
IX.C.2.   Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih

          Tingkat pengembalian aset berwujud bersih yang digunakan dalam penilaian ini
          adalah sebesar 8,03%.

          Tabel 30
          PT Alam Rimba
          Perhitungan Kontribusi Aset
          Per 31 Desember 2025

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                          Bobot         Bobot
                     Keterangan             31/12/25         Utang        Ekuitas
                                                                                          Utang        Ekuitas
          Aset lancar                            4.308          2.154             2.154      50,00%        50,00%
          Aset tidak lancar                     40.115         28.081            12.035      70,00%        30,00%
          Jumlah Aset                           44.423         30.235            14.189      68,06%        31,94%



          Tabel 31
          PT Alam Rimba
          Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
          Per 31 Desember 2025

                                               Biaya                               Keseluruhan
                     Keterangan                                   Bobot
                                               Modal                               Biaya Modal
          Aset lancar                               11,13%              31,94%            3,55%
          Aset tidak lancar                          8,44%              68,06%             0,04
          Jumlah                                                                          8,03%



          Dalam perhitungan biaya modal aset lancar, biaya modal untuk utang yang
          digunakan adalah suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil
          dari suku bunga kredit investasi bank Persero untuk bulan Desember 2025 yang
          dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 8,44%.

IX.C.3.   Pengembalian yang Diharapkan dari Aset Berwujud Bersih

          Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih diperoleh dengan
          mengalikan tingkat pengembalian aset berwujud bersih dengan nilai aset berwujud
          bersih. Berdasarkan laporan posisi keuangan yang telah direfleksikan menjadi nilai
          pasarnya, diperoleh nilai aset berwujud bersih AR adalah sebesar Rp 38,00 miliar.
          Dengan tingkat pengembalian aset berwujud bersih sebesar 8,03%, maka
          diperoleh pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih, yaitu sebesar
          Rp 3,05 miliar.




                                                   82
Page 111
IX.C.4.   Penyesuaian Arus Kas Bersih

          Langkah berikutnya adalah menyesuaikan proyeksi AKB untuk kapital (free cash
          flow to invested capital) SAT untuk merefleksikan kemampuannya menghasilkan
          kas dari operasi yang wajar. Berdasarkan proyeksi AKB AR, diperoleh jumlah AKB
          adalah sebesar Rp 117,51 miliar untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2048. Nilai ini merupakan AKB AR yang
          diperoleh berdasarkan proyeksi laporan keuangan AR yang disusun oleh
          manajemen AR. Dengan mempertimbangkan pengembalian yang diharapkan dari
          aset berwujud bersih, yaitu sebesar Rp 3,05 miliar atas proyeksi AKB AR selama
          periode proyeksi, maka jumlah nilai kelebihan pendapatan atas proyeksi AKB AR
          selama periode proyeksi adalah sebesar Rp 49,34 miliar.

IX.C.5.   Perhitungan Nilai Aset Takberwujud

          Aset takberwujud diperoleh dengan mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan
          dengan menggunakan tingkat kapitalisasi dari kelebihan pendapatan yang telah
          ditentukan berdasarkan tingkat diskonto sebesar 10,12%. Berdasarkan hasil
          perhitungan kami, diperoleh nilai aset takberwujud adalah sebesar Rp 10,87 miliar.

IX.C.6.   Indikasi Nilai Pasar 75,00% Saham AR Berdasarkan Metode Kapitalisasi
          Kelebihan Pendapatan

          Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar 75,00% saham AR, langkah selanjutnya
          adalah menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud,
          kemudian mengurangkannya dengan liabilitas jangka panjang.

          Pada tanggal 31 Desember 2025, SAT memiliki aset non-operasi berupa kas dan
          bank serta piutang lain-lain masing-masing sebesar Rp 7,92 miliar dan
          Rp 3,26 miliar. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat
          ditambahkan dengan nilai aset berwujud bersih dan aset takberwujud adalah
          sebesar Rp 11,17 miliar.

          Dengan menambahkan aset non-operasi tersebut pada indikasi nilai pasar AR dari
          jumlah nilai aset berwujud bersih dan aset takberwujud, maka berdasarkan metode
          kapitalisasi kelebihan pendapatan, indikasi nilai pasar 100,00% saham AR adalah
          sebesar Rp 60,04 miliar. Dengan demikian, indikasi nilai pasar 75,00% saham AR
          berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah sebesar
          Rp 45,03 miliar.




                                            83
Page 112
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 75,00% saham AR dengan
menggunakan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah sebagai berikut:

Tabel 32
PT Alam Rimba
Indikasi Nilai Pasar 75,00% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Desember 2025

                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                        Indikasi Nilai
                        Keterangan                       31/12/25        Penyesuaian
                                                                                             Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                                   7.916                  -            7.916
Piutang usaha                                                    378                  -              378
Piutang lain-lain                                              3.256                  -            3.256
Uang muka pembelian                                               75                  -               75
Persediaan                                                       544                  -              544
Biaya dibayar di muka                                            130                  -              130
Pajak dibayar di muka                                            105                  -              105
Aset lancar lainnya                                              100                  -              100
Jumlah Aset Lancar                                            12.504                  -           12.504
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap                                                     6.411             33.265           39.676
Aset lain-lain                                                   439                  -              439
Jumlah Aset Tidak Lancar                                       6.850             33.265           40.115
JUMLAH ASET                                                   19.354             33.265           52.619
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                      199                  -              199
Biaya yang masih harus dibayar                                 1.906                  -            1.906
Utang pajak                                                      219                  -              219
Pendapatan diterima di muka                                      869                  -              869
Utang lancar lainnya                                             235                  -              235
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                3.428                  -            3.428
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Imbalan pasca kerja                                                 16                -              16
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    16                -              16
JUMLAH LIABILITAS                                              3.445                  -            3.445
EKUITAS                                                       15.910             33.265           49.174
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 19.354             33.265           52.619

Aset berwujud bersih                                                                              38.002
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih                                                    8,03%
Jumlah arus kas bersih                                                                           117.509
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih                                             3.053
Aset takberwujud                                                                                  10.868
Kas dan setara kas                                                                                 7.916
Piutang lain-lain                                                                                  3.256
Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                                60.043
Indikasi nilai pasar 75,00% saham                                                                 45.032




                                                  84
Page 113
IX.C.3.   Rekonsiliasi Nilai

          Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode
          penilaian yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu
          melakukan pembobotan terhadap indikasi nilai pasar yang dihasilkan dari kedua
          metode tersebut, masing-masing dengan bobot 40,00% untuk metode diskonto
          arus kas dan 60,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

          Alasan kami memberikan bobot 40,00% untuk metode diskonto arus kas dan
          60,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan
          informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas yang kami gunakan
          untuk menentukan indikasi nilai pasar AR merupakan data dan informasi yang
          memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
          informasi yang digunakan pada metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

          Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
          AR adalah sebesar Rp 41,53 miliar.

          Tabel 33
          PT Alam Rimba
          Rekonsiliasi Nilai
          Per 31 Desember 2025

                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           Indikasi Nilai
                             Metode Penilaian                               Bobot             Nilai
                                                               Pasar
          Metode Diskonto Arus Kas                                 36.289      40,00%             14.515
          Metode Kapitalisasi Kelebihan Ppendapatan                45.032      60,00%             27.019
          Indikasi Nilai Pasar                                                100,00%             41.535



          Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
          dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
          mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
          yang dikembangkan pihak manajemen AR melalui analisis atas kinerja historis dan
          pernyataan manajemen AR mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan
          datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
          asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
          wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
          tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi perhitungan
          indikasi nilai pasar 75,00% saham AR. Karena tidak ada kepastian bahwa
          dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat
          memberikan jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.




                                                      85
Page 114
IX.D.     PT Rimba Lifestyle

IX.D.1.   Indikasi Nilai Pasar 60,00% Saham RL Berdasarkan Metode Penyesuaian
          Aset Bersih

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan indikasi nilai pasar 60,00% saham RL adalah metode penyesuaian
          aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
          pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
          harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
          yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

          Pada tanggal 31 Desember 2025, RL memiliki aset sebesar Rp 100,00 juta.
          Indikasi nilai pasar 100,00% saham RL kemudian diperoleh dengan menghitung
          selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal
          31 Desember 2025, indikasi nilai pasar 100,00% saham RL adalah sebesar
          Rp 100,00 juta. Dengan demikian, indikasi nilai pasar 60,00% saham RL
          berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 60,00 juta.

          Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 60,00% saham RL dengan
          menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

          Tabel 34
          PT Rimba Lifestyle
          Indikasi Nilai Pasar 60,00% Saham
          Metode Penyesuaian Aset Bersih
          Per 31 Desember 2025

                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                  Indikasi Nilai
                                Keterangan            31/12/25     Penyesuaian
                                                                                       Pasar
          ASET
          Piutang lain-lain                                  100                              100
          JUMLAH ASET                                        100                -             100
          EKUITAS                                            100                              100
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                      100                -             100

          Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                  100
          Indikasi nilai pasar 60,00% saham                                                    60



IX.E.     Kesimpulan Penilaian

          Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
          dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
          penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
          31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 20,58 miliar.




                                               86
Page 115
PT Lifestyle Pratama                                                                                     Lampiran A
Nilai Pasar 75,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                                    31/12/25       Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                                                    5                 -                 5
Jumlah Aset Lancar                                                              5                 -                 5
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak                                               11.850          29.745            41.595
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                  11.850          29.745            41.595
JUMLAH ASET                                                               11.855          29.745            41.599
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang pajak                                                                    0                  -              0
Utang penyertaan modal                                                     2.350                  -          2.350
Utang pemegang saham                                                          53                  -             53
JUMLAH LIABILITAS                                                          2.403                  -          2.403
EKUITAS                                                                    9.452          29.745            39.196
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             11.855          29.745            41.599

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                           39.196
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                            (11.759)
Nilai pasar 100,00% saham                                                                                   27.437
Nilai pasar 75,00% saham                                                                                    20.578




                                                         87
Page 116
PT Alam Rimba                                                                                    Lampiran B
Indikasi Nilai Pasar 75,00% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 31 Desember 2025

                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    Faktor               Nilai Kini
            Tahun                        Arus Kas Bersih
                                                                   Diskonto           Arus Kas Bersih
             2026                                          1.789             0,9529                   1.704
             2027                                          2.452             0,8653                   2.122
             2028                                          2.950             0,7858                   2.318
             2029                                          2.964             0,7136                   2.115
             2030                                          3.070             0,6480                   1.989
             2031                                          3.793             0,5885                   2.232
             2032                                          3.871             0,5344                   2.069
             2033                                          3.533             0,4853                   1.715
             2034                                          4.487             0,4407                   1.977
             2035                                          4.487             0,4002                   1.796
             2036                                          4.629             0,3634                   1.682
             2037                                          5.287             0,3300                   1.745
             2038                                          5.297             0,2997                   1.588
             2039                                          5.380             0,2722                   1.464
             2040                                          6.195             0,2472                   1.531
             2041                                          6.131             0,2245                   1.376
             2042                                          5.688             0,2039                   1.160
             2043                                          7.001             0,1852                   1.297
             2044                                          7.037             0,1682                   1.184
             2045                                          7.009             0,1527                   1.070
             2046                                          7.841             0,1387                   1.087
             2047                                          7.765             0,1260                     978
             2048                                          8.853             0,1144                   1.013
Nilai kini arus kas bersih                                                                           37.213
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas dan bank                                                                                        7.916
  Piutang lain-lain                                                                                   3.256
Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                                   48.385
Indikasi nilai pasar 75,00% saham                                                                    36.289




                                                           88
Page 117
PT Alam Rimba                                                                                      Lampiran C
Indikasi Nilai Pasar 75,00% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 31 Desember 2025

                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Indikasi Nilai
                        Keterangan                            31/12/25        Penyesuaian
                                                                                                  Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                                        7.916                  -            7.916
Piutang usaha                                                         378                  -              378
Piutang lain-lain                                                   3.256                  -            3.256
Uang muka pembelian                                                    75                  -               75
Persediaan                                                            544                  -              544
Biaya dibayar di muka                                                 130                  -              130
Pajak dibayar di muka                                                 105                  -              105
Aset lancar lainnya                                                   100                  -              100
Jumlah Aset Lancar                                                 12.504                  -           12.504
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap                                                          6.411             33.265           39.676
Aset lain-lain                                                        439                  -              439
Jumlah Aset Tidak Lancar                                            6.850             33.265           40.115
JUMLAH ASET                                                        19.354             33.265           52.619
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                           199                  -              199
Biaya yang masih harus dibayar                                      1.906                  -            1.906
Utang pajak                                                           219                  -              219
Pendapatan diterima di muka                                           869                  -              869
Utang lancar lainnya                                                  235                  -              235
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     3.428                  -            3.428
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Imbalan pasca kerja                                                      16                -              16
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         16                -              16
JUMLAH LIABILITAS                                                   3.445                  -            3.445
EKUITAS                                                            15.910             33.265           49.174
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                      19.354             33.265           52.619

Aset berwujud bersih                                                                                   38.002
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih                                                         8,03%
Jumlah arus kas bersih                                                                                117.509
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih                                                  3.053
Aset takberwujud                                                                                       10.868
Kas dan setara kas                                                                                      7.916
Piutang lain-lain                                                                                       3.256
Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                                     60.043
Indikasi nilai pasar 75,00% saham                                                                      45.032




                                                         89
Page 118
PT Alam Rimba                                                                       Lampiran D
Rekonsiliasi Nilai
Per 31 Desember 2025

                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                 Indikasi Nilai
                   Metode Penilaian                               Bobot             Nilai
                                                     Pasar
Metode Diskonto Arus Kas                                 36.289      40,00%             14.515
Metode Kapitalisasi Kelebihan Ppendapatan                45.032      60,00%             27.019
Indikasi Nilai Pasar                                                100,00%             41.535




                                            90
Page 119
PT Rimba Lifestyle                                                          Lampiran E
Indikasi Nilai Pasar 60,00% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 31 Desember 2025

                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                      Indikasi Nilai
                      Keterangan          31/12/25     Penyesuaian
                                                                           Pasar
ASET
Piutang lain-lain                                100                              100
JUMLAH ASET                                      100                -             100
EKUITAS                                          100                              100
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                    100                -             100

Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                100
Indikasi nilai pasar 60,00% saham                                                  60




                                     91

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.43 MB
Published22 Jun 2026
Pages119
Characters326,329
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 77 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TRISULA INTERNATIONAL Tbk p.1 ×11
linked org PT Inti Nusa Damai p.3 ×7
linked person Marcus Harianto B p.9 ×2
linked org Sunter Lakeside Hotel Tbk p.24 ×23
linked org Red Planet Indonesia Tbk p.24 ×23
linked org Bukit Uluwatu Villa Tbk p.24 ×23
linked org Negara Maju p.55 ×3
linked org Pangan Sejahtera. p.60
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×6
unresolved org PT LIFESTYLE PRATAMA p.1 ×30
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org PT Rimba Lifestyle p.3 ×5
unresolved org PT Alam Rimba p.3 ×9
unresolved org PT Trimbawan Swastama Sejati p.4 ×4
unresolved org Mirawati Sensi Idris p.4 ×2
unresolved org Dwi Haryadi Nugraha & Rekan p.8 ×2
unresolved org DHNR p.8 ×8
unresolved org I Gede Oka p.8 ×2
unresolved org IGO p.8 ×4
unresolved org KJPP Iwan Bachron & Rekan p.9 ×2
unresolved org KJPP Iwan Bachron p.9 ×2
unresolved person Wiwik Condro · Notaris p.9 ×7
unresolved org Bank Indonesia p.9 ×11
unresolved org KJPP Kusnanto p.15 ×4
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.15
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.15
unresolved person H. Kondisi Pembatas p.20
unresolved org PT Lifestyle Pratama Per p.23 ×4
unresolved org Bank Sentral p.23 ×2
unresolved org PT Lifestyle Pratama Metode Penyesuaian Aset Bersih Per p.25 ×2
unresolved org PT Alam Rimba Per p.25 ×6
unresolved org PT Alam Rimba Metode Diskonto Arus Kas Per p.25 ×2
unresolved org PT Alam Rimba Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan Per p.25 ×3
unresolved org PT Rimba Lifestyle Metode Penyesuaian Aset Bersih Per p.26 ×2
unresolved org PT Alam Rimba Tahun p.27 ×2
unresolved person Marianne Vincentia Hamdani · Notaris p.34 ×4
unresolved org Kementerian Republik Indonesia p.34 ×5
unresolved org PT Lifestyle Pratama Daftar Kepemilikan p.34 ×2
unresolved org MSI p.39
unresolved org PT Sukanda Djaya. Selanjutnya p.46
unresolved org PT Plataran Indonesia. p.46
unresolved org PT Menjangan Dynasty Resort p.46
unresolved org PT WHM Indonesia. II. p.46
unresolved org PT Lifestyle Pratama III. p.52
unresolved org PT Alam Rimba III. p.52
unresolved person Noerbaety Ismail p.52
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.52
unresolved person Emmyra Fauzia Kariana p.52
unresolved org PT Alam Rimba Daftar Kepemilikan p.53
unresolved org PT Rimba Lifestyle III. p.53
unresolved org PT Rimba Lifestyle Daftar Kepemilikan p.54
unresolved org Pusat Statistik p.65
unresolved org Kementerian Pariwisata Republik Indonesia p.66
unresolved org Kementerian Pariwisata p.66
unresolved org PT Lifestyle Pratama Rasio-rasio Keuangan Per p.73
unresolved org PT Lifestyle Pratama Berikut p.75
unresolved org PT Lifestyle Pratama Analisis Common Size p.75 ×2
unresolved org PT Lifestyle Pratama Nilai Pasar p.92
unresolved org PT Alam Rimba IX. p.93
unresolved org PT Alam Rimba Proyeksi Pendapatan Usaha Tahun p.94
unresolved org PT Alam Rimba Proyeksi Harga Pokok Penjualan Tahun p.95
unresolved org PT Alam Rimba Proyeksi p.96 ×2
unresolved org PT Alam Rimba Proyeksi Arus Kas Bersih p.102
unresolved org Setiabudi Internasional Tbk. p.104
unresolved org Hyatt Hotels Corporation p.104
unresolved org Resorts Inc. p.104
unresolved org PT Alam Rimba Indikasi Nilai Kini Operasi Per p.106
unresolved org PT Alam Rimba Indikasi Nilai Pasar p.107 ×2
unresolved org KJPP IBR p.108
unresolved org PT Alam Rimba Penyesuaian p.109
unresolved org PT Alam Rimba Perhitungan Kontribusi Aset Per p.110
unresolved org PT Alam Rimba Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud p.110
unresolved org PT Alam Rimba Rekonsiliasi Nilai Per p.113
unresolved org PT Rimba Lifestyle IX. p.114
unresolved org PT Rimba Lifestyle Indikasi Nilai Pasar p.114

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 17515 ms 12 Sep 2026 22:05
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result