Skip to content
Back to announcement

20241224_INOV_Laporan Informasi dan Fakta Material_31831101_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review INOV

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 46

Page 1

          
Page 2

          
Page 3

          
Page 4

          
Page 5

          
Page 6

          
Page 7

          
Page 8

          
Page 9

          
Page 10

          
Page 11

          
Page 12
                                                   BAB I
                                               PENDAHULUAN
1.1       Uraian Mengenai Penugasan

          Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No: 00370/2.0131-09/INO/KJPPSPR/APP-
          BS/XI/2024 tertanggal 11 November 2024 Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan
          Rekan (selanjutnya disebut “KJPP SPR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT. Inocycle
          Technology Group, Tbk. (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat
          kewajaran sehubungan dengan aksi korporasi yang dilakukan oleh Perseroan dalam Transaksi
          Aset Tetap.
          Transaksi ini dilakukan dalam rangka reorganisasi/restrukturisasi dan/atau pengelompokan aset
          yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Perseroan, sehingga akan memaksimalkan aset sesuai
          dengan fungsinya. Aset Tetap yang dimiliki oleh Perseroan saat ini merupakan aset non-
          operasional yang telah disewakan kepada afiliasi. Aset ini tidak digunakna dalam operasional
          utama Perseroan dan hanya menghasilkan pendapatan sewa dari anak perusahaan tersebut.
          Dalam rangka meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan untuk mendukung strategi bisnis
          yang lebih berkelanjutan, Perseroan memutuskan untuk melakukan penjualan Aset Tetap kepada
          Afiliasi.
          Aset tetap lebih bermanfaat jika dijual kepada Afiliasi yang sudah familiar dengan penggunaannya
          dan berencana untuk mengembangkan atau memanfaatkannya lebih lanjut untuk kebutuhan
          operasional mereka. Penjualan Aset Tetap ini dapat memberikan tambahan kas yang dapat
          digunakan oleh Perseroan untuk investasi pada area yang lebih menguntungkan. Perseroan akan
          mendapatkan keuntungan atas penjualan aset tersebut secara langsung, dimana akan
          meningkatkan laba Perseroan dan juga akan menimbulkan pengurangan biaya penyusutan atas
          aset Perseroan.

1.2       Identitas Pemberi Tugas

          Pemberi tugas dalam hal ini adalah sebagai berikut:

           Nama Perusahaan                        : PT. Inocycle Technology Group, Tbk
           Bidang Usaha                           : Industri Tekstil non Woven
           Alamat                                 : Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10,
                                                    Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten
                                                    15560.
           No. Telepon                            : (021) 5903307
           Website                                : https://inocycle.com/

1.3       Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date)

          Pendapat kewajaran dilaksanakan per tanggal 30 Juni 2024, parameter dan laporan keuangan
          yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 30 Juni 2024.

1.4       Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

          Maksud dan tujuan penugasan adalah memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
          dengan tujuan memenuhi POJK No.17/POJK.04/2020, POJK No.42/POJK.04/2020 sesuai
          dengan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                          11
                                                                                                        11
Page 13
1.5       Objek Analisis Pendapat Kewajaran

          Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
          Transaksi.

1.6       Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi

           Optimalisasi Aset: Aset Tetap yang saat ini hanya menghasilkan pendapatan sewa akan lebih
            bermanfaat jika dijual kepada Afiliasi yang sudah familiar dengan penggunaannya dan berencana
            untuk mengembangkan atau memanfaatkannya lebih lanjut untuk kebutuhan operasional mereka.
           Penyederhanaan Struktur Keuangan: Penjualan Aset Tetap ini akan mengurangi beban
            pengelolaan aset tidak produktif bagi Perseroan, sehingga fokus dapat lebih diarahkan pada
            pengelolaan aset operasional yang lebih strategis dan produktif.
           Pemanfaatan Dana: Penjualan Aset Tetap ini dapat memberikan tambahan kas yang dapat
            digunakan oleh Perseroan untuk investasi pada area yang lebih menguntungkan.
           Mendukung Pertumbuhan Afiliasi: Afiliasi yang telah menyewa Aset Tetap ini memiliki pemahaman
            dan rencana yang jelas mengenai penggunaan Aset Tetap tersebut. Penjualan akan memberikan
            mereka kontrol penuh, memungkinkan pengembangan lebih lanjut yang dapat mendukung
            pertumbuhan jangka panjang.

1.7       Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

          Sehubungan dengan Peraturan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang tentang transaksi afiliasi dan
          benturan kepentingan transaksi tertentu, Peraturan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
          Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, dan Peraturan POJK
          No. 35/POJK.04/2020, tertanggal 2 Juli 2020, tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
          Bisnis di Pasar Modal, maka dalam penugasan laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana
          Transaksi Perseroan ini, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur pendapat
          kewajaran atas Rencana Transaksi yang mencakup hal hal sebagai berikut:

              1. Melakukan analisis Rencana Transaksi Perseroan.
              2. Melakukan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi Perseroan.
              3. Melakukan analisis kuantitstif dari Rencana Transaksi Perseroan.
              4. Melakukan analisis kewajaran dari Rencana Transaksi Perseroan.

1.8       Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Perundang-undangan

               Undang-Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
               Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
               Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang tentang Transaksi Material
                dan Perubahan Kegiatan Usaha.
               Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
                Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
               Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 Tentang Tentang Transaksi Afiliasi
                dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
               Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi
                Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.



Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                    12
                                                                                                     12
Page 14
1.9       Sumber Data dan Informasi

       1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang
          telah diaudit oleh Dr. Ashari.,SE.,MSi.,Ak.,CA.,CPA.,CM.,BKP selaku Akuntan Publik dan
          Kantor Akuntan Publik (KAP) Purba Lauddin dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan
          keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.

       2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2023 dan 2022 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
          Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan
          keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.

       3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
          Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan
          keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.

       4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
          Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar dan Rekan dengan opini tidak menyatakan
          pendapat.

       5. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2020 dan 2019 yang telah diaudit oleh Jul Edy Siahaan selaku Akuntan Publik dan Kantor
          Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa
          laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.



       6. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2019 dan 2018 yang telah diaudit oleh Lok Budianto.,SE.,Ak.,CPA selaku Akuntan Publik dan
          Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan dengan pendapat bahwa
          laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.

         7. Proforma Perseroan dengan dan tanpa Rencana Transaksi.

         8. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan dan pihak lain yang kami anggap layak dan
            relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses
            pendapat kewajaran.

         9. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
            media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.



1.10      Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi

          Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
          analisis melalui pendekatan dan prosedur pendapat kewajaran Rencana Transaksi yang mencakup
          hal – hal sebagai berikut:

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                 13
                                                                                                 13
Page 15
          1.   Analisis atas Rencana Transaksi
          2.   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
          3.   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
          4.   Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
1.11      Pernyataan Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP SPR bertindak secara independen
          tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan maupun pihak pihak
          lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP SPR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
          keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan
          untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang Kami terima sama
          sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.12      Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran

          Dalam pemahaman terbaik kami berdasarkan informasi publik yang tersedia, kami berpendapat
          tidak ada kejadian penting setelah tanggal pendapat kewajaran yang dapat secara signifikan
          mempengaruhi hasil kewajaran.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                      14
                                                                                                       14
Page 16
                                        BAB II
                           TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI

2.1       Latar Belakang Transaksi

          Transaksi ini dilakukan dalam rangka reorganisasi/restrukturisasi dan/atau pengelompokkan aset
          yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Perseroan, sehingga akan memaksimalkan aset sesuai
          dengan fungsinya. Aset Tetap yang dimiliki oleh Perseroan saat ini merupakan aset non-
          operasional yang telah disewakan kepada afiliasi. Aset ini tidak digunakan dalam operasional
          utama Perseroan dan hanya menghasilkan pendapatan sewa dari anak perusahaan tersebut.
          Meskipun demikian, Aset Tetap tersebut memiliki potensi untuk digunakan secara lebih optimal
          oleh Afiliasi, yang memanfaatkan aset tersebut untuk kepentingan bisnis mereka. Dalam rangka
          meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan untuk mendukung strategi bisnis yang lebih
          berkelanjutan, Perseroan memutuskan untuk melakukan penjualan Aset Tetap kepada Afiliasi.


2.2       Maksud dan Tujuan Transaksi

          Maksud dan tujuan dari dilakukan Rencana Transaksi ini adalah Optimalisasi Aset,
          Penyederhanaan Struktur Keuangan, Pemanfaatan Dana, dan Mendukung Pertumbuhan Afiliasi.
          Perseroan akan mendapatkan keuntungan atas penjualan aset tersebut secara langsung, dimana
          akan meningkatkan laba Perseroan dan juga akan menimbulkan pengurangan biaya penyusutan
          atas aset Perseroan.


2.3       Objek Transaksi

          Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
          Transaksi.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                   15
                                                                                                   15
Page 17
2.4       Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi

  2.4.1. PT. Inocycle Technology Group, Tbk (“Perseroan”)

        a. Riwayat Singkat
            PT Inocycle Technology Group Tbk (Perusahaan) sebelumnya PT Hilon Felt didirikan berdasarkan
            Akta Pendirian No. 35 tanggal 17 Juli 2001 yang dibuat di hadapan Fransiscus Xaverius Budi Santoso
            Isbandi, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
            Indonesia melalui Surat Keputusan No. C-13811 HT.01.01.TH.2001 tanggal 21 November 2001 serta
            diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 5018 Tambahan tanggal 20 Maret 2002.
            Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta
            Notaris No. 3 tanggal 6 Januari 2022 yang dibuat di hadapan Bastian Harijanto, S.H., M.Kn., Notaris
            di Tangerang, mengenai pernyataan keputusan pemegang saham sirkuler. Perubahan tersebut
            disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
            No. AHU-AH.01.03-0038250 tanggal 18 Januari 2022.

            Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
            menjalankan usaha dalam bidang Industri Persiapan Serat Tekstil, Industri Bantal dan Sejenisnya,
            Industri Non Weven (bukan tenunan), Industri Serat Stapel Buatan, Industri Furnitur Lainnya, dan
            Pemulihan Material Barang bukan Logam.

            Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri Pasar Kemis, Tangerang. Perusahaan mulai
            beroperasi secara komersial pada tahun 2003. Entitas induk Perusahaan adalah PT Samudera
            Industri dan entitas induk terakhir Perusahaan adalah PT Sambros Invesco International, keduanya
            didirikan di Indonesia.

        b. Alamat Kantor Perusahaan
            Perusahaan didirikan dan berdomisili di Indonesia dengan kantor berkedudukan di Jalan Kawasan
            Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten
            15560.

        c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
            Dasar hukum yang menjadi dasar pengungkapan Strukur Permodalan dan Pemegang Saham adalah
            Akta Pendirian Perseroan nomor 118 tertanggal 15 April 2019 yang dibuat oleh Notaris Chistina Dwi
            Utami, Sarjana Hukum, Magister Humaniora, Magister Kenotariatan, dimana sebagai berikut:
             Modal Dasar                 Rp336.750.000.000 (Tiga Ratus Dengan jumlah lembar saham
                                         Tiga Puluh Enam Miliar Tujuh sebanyak 3.367.500.000 (Tiga
                                         Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)    Miliar Tuga Ratus Enam Puluh
                                                                          Tujuh Juta Lima Ratus Ribu) atau
                                                                          Nilai Nominal Rp100 (Seratus
                                                                          Rupiah)
             Modal Ditempatkan           Rp180.822.190.000       (Seratus Dengan jumlah lembar saham
                                         Delapan Puluh Miliar Delapan sebanyak 1.808.221.900 (Satu
                                         Ratus Dua Puluh Dua Juta Seratus Miliar Delapan Ratus Delapan Juta
                                         Sembilan Puluh Ribu Rupiah)      Dua Ratus Dua Puluh Satu Ribu
                                                                          Sembilan Ratus)
             Modal Disetor               Rp180.822.190.000       (Seratus Dengan jumlah lembar saham
                                         Delapan Puluh Miliar Delapan sebanyak 1.808.221.900 (Satu
                                         Ratus Dua Puluh Dua Juta Seratus Miliar Delapan Ratus Delapan Juta
                                         Sembilan Puluh Ribu Rupiah)      Dua Ratus Dua Puluh Satu Ribu
                                                                          Sembilan Ratus)




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                          16
                                                                                                          16
Page 18
            Perusahaan memiliki saham dengan total sebesar 1.808.221.900 lembar saham dengan nilai nominal
            Rp 100 per saham. Komposisi pemegang saham Perseroang pada tanggal 30 Juni 2024 sebagai
            berikut :
               Pemegang Saham               Jumlah Saham              Nominal (Rp)       Presentase (%)

             PT Samudera Industri            1.200.221.900           120.022.190.000         66,38%
             Sandiana Soemarko                201.325.000             20.132.500.000         11,13%
             Kepemilikan                      406.675.000             40.667.500.000         22,49%
             Masyarakat dibawah 5%
             Jumlah/ Total                   1.808.221.900           180.822.190.000          100%

        d. Susunan Pengurus Perusahaan
            Komisaris
            Komisaris Utama             : Jung Hyo Choi
            Komisaris Independen        : Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja

            Direksi
            Direktur Utama              : Jae Hyuk Choi
            Direktur                    : Won Hyuk Choi
            Direktur                    : Victor Seng Hyeok Choi
            Direktur                    : Suhendra Setiadi

            Komite Audit
            Ketua                       : Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja
            Anggota                     : Bobby Suryo Herlambang
            Anggota                     : Gautama Ashok Kumar

        e. Kegiatan Usaha
            Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
            menjalankan usaha dalam bidang Industri Persiapan Serat Tekstil, Industri Bantal dan Sejenisnya,
            Industri Non Weven (bukan tenunan), Industri Serat Stapel Buatan, Industri Furnitur Lainnya, dan
            Pemulihan Material Barang bukan Logam.

  2.4.2. PT. Urecel Indonesia

        a. Riwayat Singkat
           PT Urecel Indonesia merupakan merupakan salah satu bagian dari PT. Sambros Invesco
           International. yang merupakan anak usaha dan dimiliki oleh PT. Sambros Invesco International
           dan PT. Inocycle Technology Group, Tbk. PT Urecel Indonesia (Perusahaan) didirikan berdasarkan
           Akta Pendirian No. 3 tanggal 22 Juli 2002 yang dibuat di hadapan Yohanes Irson Purba, S.H., Notaris
           di Tangerang. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat
           Keputusan No.C-18069.HT.01.01 tanggal 18 September 2002 serta diumumkan dalam Berita Negara
           Republik Indonesia No. 92 Tambahan No. 13828/2002 tanggal 15 November 2002.

        b. Alamat Kantor Perusahaan
           Kantor pusat dan pabrik Perusahaan berlokasi di Tangerang, Banten. Perusahaan mulai beroperasi
           secara komersial pada tahun 2002.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                         17
                                                                                                         17
Page 19
        c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
                                                 Persentase
                    Pemegang Saham                                            Jumlah Saham
                                                Kepemilikan
            PT Sambros Invesco Internationa               54,20%                             13.550
            PT Inocycle Technology Group Tbk              45,80%                             11.450
            Total                                         100,0%                             25.000

        d. Susunan Pengurus Perusahaan
           Direksi
           Komisaris         : Jung Hyo Choi
           Presiden Direktur : Victor Seng Hyeok Choi
           Dewan Direksi       Jae Hyuk Choi
                             : Kumagai Kenichi
                             : Joachim Kari Albrecht
                             : Park Yong Jun

        e. Kegiatan Usaha
           Perusahaan bergerak dalam bidang perindustrian dan perdagangan. Produk utama Perusahaan
           adalah polyurethane.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                   18
                                                                                                 18
Page 20
                                     BAB III
                     ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
3.1       Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan

          Dalam menilai kewajaran Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai berikut:
          1. Analisis atas Rencana Transaksi
          2. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
          3. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
          4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

3.2       Analisis atas Rencana Transaksi

          3.2.1      Pihak - pihak yang melakukan transaksi dan hubungan keterkaitan antar pihak

                  a. Pihak - pihak yang melakukan transaksi
                     Sebagaimana disampaikan pada bab sebelumnya, bahwa pihak-pihak yang melakukan
                     transaksi dalam Rencana Transaksi ini adalah Perseroan sebagai Penjual Aset Tetap dan
                     PT Urecel Indonesia sebagai Pembeli Aset Tetap.

                  b. Hubungan dari segi kepemilikan saham




                     Berdasarkan struktur kepemilikan saham dari pihak-pihak yang akan melakukan Rencana
                     Transaksi yaitu antara Perseroan dan PT Urecel Indonesia, yang merupakan anak
                     Perusahaan dari PT. Sambros Invesco International. Perseroan memiliki keterkaitan
                     saham secara langsung dengan PT Urecel Indonesia yang merupakan anak perusahaan
                     Perseroan. Perseroan memiliki Saham PT Urecel Indonesia sebesar 45,80% dan PT.
                     Sambros Invesco International memiliki PT Urecel Indonesia sebesar 54,2%.
                     Ditinjau dari hubungan dari segi kepemilikan saham, berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
                     Keuangan No. 42/POJK.04/2020 transaksi ini termasuk kepada transaksi afiliasi.


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                       19
                                                                                                       19
Page 21
                c. Hubungan dari segi kepengurusan
                   Berdasarkan struktur kepemilikan saham dari pihak-pihak yang akan melakukan Rencana
                   Transaksi, terdapat keterkaitan dari segi kepengurusan di antara pihak-pihak tersebut.
                   Jaekyuk Choi yang merupakan Direktur Utama di Perseroan juga menjabat sebagai
                   Direksi di PT. Urecel Indonesia. Victor Seng Hyeok Choi yang merupakan Direksi di
                   Perseroan juga menjabat sebagai Direktur Utama di PT. Urecel Indonesia. Jung Hyo Choi
                   menjabat sebagai Komisaris di Perseroan dan PT. Urecel Indonesia.
                                             PT. Inocycle Technology Group Tbk                        PT. URECEL INDONESIA

                                                                                 Victor Seng Hyeok Choi
                    DIREKTUR UTAMA    Jaehyuk Choi

                                      Wonhyuk Choi                               Jaehyuk Choi

                    DIREKSI           Victor Seng Hyeok Choi                     PARK YONG JUN

                                                                                 JOACHIM KARL ALBRECHT MUETZELFELDT
                                      Suhendra

                                      Jung Hyo Choi (Komisaris Utama)
                    KOMISARIS                                                    Jung Hyo Choi
                                      Widhyawan Prawiraatmadja (Komisaris
                                      Independent)


                    Ditinjau dari hubungan dari segi kepengurusan, berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
                    Keuangan No. 42/POJK.04/2020 transaksi ini termasuk kepada transaksi afiliasi.

                    Rencana Transaksi transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana
                    dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang
                    Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

                    Memperhatikan definisi Benturan kepentingan di atas (yang merugikan perusahaan) dan
                    alasan yang telah dikemukakan serta harga transaksi yang akan dilaksanakan, maka
                    Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi benturan kepentingan, karena
                    memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai
                    aturan perundang-undangan yang berlaku dan menguntungkan Perseroan.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                            20
                                                                                                                             20
Page 22
          3.2.2     Perjanjian dan Persyaratan yang disepakati

                   Berdasarkan Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli pada tanggal 02 Desember 2024
                   Perseroan dan PT. Urecel Indonesia sepakat atas Rencana Transaksi dengan rincian
                   biaya sebagai berikut:
                   a. Jual beli atas Aset Tetap sebesar Rp105.000.000.000 (Seratus Lima Milyar Rupiah)
                   b. Tahap Pertama sebesar 5% (lima persen) dari harga transaksi atau sebesar
                      Rp5.250.000.000 (Lima Milyar Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)
                   c. Pelunasan sebesar Rp99.750.000.000 (Sembilan Puluh Sembilan Miliar Tujuh Ratus
                      Lima Puluh Juta Rupiah).


          3.2.3     Analisis Manfaat Transaksi

                   Perseroan akan mendapatkan keuntungan atas penjualan aset tersebut secara langsung,
                   dimana akan Penjualan Aset Tetap akan menghasilkan kas yang bisa digunakan untuk
                   mendanai proyek strategis lainnya atau mengurangi beban utang, Mengurangi
                   keterlibatan dalam pengelolaan aset non-operasional memungkinkan Perseroan lebih
                   fokus pada kegiatan operasional utama, Dengan menjual aset non-operasional,
                   perusahaan induk dapat mengurangi biaya pemeliharaan dan pengelolaan Aset Tetap
                   yang tidak digunakan secara maksimal, meningkatkan laba Perseroan dan juga akan
                   menimbulkan pengurangan biaya penyusutan atas aset Perseroan.

          3.2.4     Analisis Risiko Transaksi Bagi Perseroan

                    Berikut adalah risiko yang mungkin muncul sehubungan dengan Rencana Transaksi:

                     1. Risiko Peraturan

                         Perseroan harus memastikan bahwa transaksi ini mematuhi peraturan yang berlaku,
                         terutama mengenai transaksi dengan pihak terafiliasi. Ini meliputi persetujuan yang
                         diperlukan dari pihak terkait, seperti dewan komisaris dan pemegang saham.

                     2. Risiko Penggunaan Aset oleh Afiliasi

                         Afiliasi yang membeli Aset Tetap tersebut harus memastikan bahwa mereka
                         memiliki rencana yang tepat untuk penggunaan aset, termasuk pengelolaan jangka
                         panjang dan pemanfaatan Aset Tetap secara optimal.

                     3. Perubahan dalam Hubungan Bisnis

                         Setelah transaksi penjualan, Afiliasi akan memiliki kontrol penuh atas Aset Tetap
                         tersebut, yang mungkin berdampak pada hubungan bisnis yang sudah ada antara
                         Perseroan dan Afiliasi. Ini dapat mempengaruhi pengelolaan properti dan
                         kesepakatan-keputusan bisnis lainnya.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                       21
                                                                                                       21
Page 23
3.3       Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

          3.3.1     Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
                    PT. Inocycle Technology Group, Tbk, bergerak dalam bidang Industri Persiapan Serat Tekstil,
                    Industri Bantal dan Sejenisnya, Industri Non Weven (bukan tenunan), Industri Serat Stapel
                    Buatan, Industri Furnitur Lainnya, dan Pemulihan Material Barang bukan Logam

                    Berdasarkan surat pengumuman pencatatan dari Laporan Biro Administrasi Efek No.
                    LB-01/INOV/112024 tanggal 5 November 2024, Perusahaan Perseroan telah mencatatkan
                    seluruh sahamnya sebanyak 1.808.221.900.

                    Anggaran Dasar Perseroan

                    Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
                    berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal 6 Januari 2022 yang dibuat di hadapan Bastian
                    Harijanto, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang, mengenai pernyataan keputusan pemegang
                    saham sirkuler. Perubahan tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
                    Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0038250 tanggal 18 Januari
                    2022.

                    Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
                    adalah menjalankan usaha dalam bidang Industri Persiapan Serat Tekstil, Industri Bantal dan
                    Sejenisnya, Industri Non Weven (bukan tenunan), Industri Serat Stapel Buatan, Industri
                    Furnitur Lainnya, dan Pemulihan Material Barang bukan Logam

                    Kegiatan Usaha Utama dan Produk yang Dihasilkan
                    Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
                    meliputi usaha:
                    Kegiatan usaha utama:
                     Industri Persiapan Serat Tekstil, yang mencakup usaha persiapan serat tekstil, seperti
                      reeling (pilin/menggulung) dan pencucian serat sutera, degreasasi (penghilangan lemak)
                      dan karbonisasi wol dan pencelupan bulu domba, termasuk proses penyusunan dan
                      penyisiran (carding atau combing) dari serat rambut hewan serat tumbuhan, dan serat
                      buatan (sintetis dan artifisial), dengan Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
                      (KBLI) 13111;
                     Industri Bantal dan Sejenisnya, yang mencakup usaha pembuatan bantal dan sejenisnya,
                      seperti bantal dan guling, selimut kapas, selimut bulu angsa, bantal kursi, kantong tidur dan
                      lain-lain dari kapuk, dakron dan sejenisnya, dengan Kode KBLI 13923;
                     Industri Non Woven (bukan Tenunan), yang mencakup usaha industri kain yang dibuat
                      tanpa dengan proses anyaman atau perajutan, seperti kain kempa, kain felting dan kain
                      laken. Termasuk industri kain untuk keperluan pelayanan kesehatan manusia, seperti duk
                      operasi (surgical drape); baju, masker, penutup kepala dan perlengkapan non woven lain
                      untuk operasi; dan pembalut luka non woven, dengan Kode KBLI 13993;
                     Industri Serat Stapel Buatan, yang mencakup usaha pembuatan serat stapel buatan,
                      seperti poliamida, poliester, rayon viskosa, akrilik, selulosa asetat dan sebagainya (kecuali
                      serat gelas dan serat optik) untuk diolah lebih lanjut dalam industri tekstil. Serat stapel
                      adalah serat buatan yang dipotong pendek-pendek, dengan Kode KBLI 20302;
                     Industri Furnitur Lainnya, yang mencakup usaha pembuatan furnitur yang bahan utamanya
                      bukan kayu, rotan, bambu, logam, plastik dan bukan barang imitasi, seperti bahan
                      pelengkap matras atau kasur, matras atau kasur dengan per atau pegas atau yang yang
                      diisi atau disumpal atau dilengkapi dengan bahan pelengkap lainnya (kapok, dakron) dan
                      matras atau kasur plastik atau karet yang tidak dilapisi dan matras atau kasur sejenisnya.

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                              22
                                                                                                              22
Page 24
                       Termasuk kereta restoran dekorasi, seperti kereta desert, kereta makanan, dengan Kode
                       KBLI 31009;
                      Pemulihan Material Barang Bukan Logam, yang mencakup usaha pengolahan barang
                       bekas dari bukan logam dan sisa-sisa barang bukan logam menjadi bahan baku sekunder.
                       Hasil dari daur ulang/pemulihan material barang bukan logam adalah bahan baku sekunder
                       berbagai bentuk seperti potongan-potongan atau serpihan bukan logam dan lainnya.
                       Kegiatan pada kelompok ini mencakup pemisahan dan pemilihan sampah bukan logam,
                       reklamasi karet dan ban bekas, pemilihan plastik, pengolahan sampah plastik atau karet
                       menjadi butiran, penghancuran, pembersihan dan pemilihan kaca, pengolahan minyak dan
                       lemak bekas pakai menjadi bahan sekunder, pengolahan sampah makanan, minuman dan
                       tembakau dan sampah bukan logam lainnya. Pembuatan barang bukan logam yang baru
                       dari bahan baku sekunder, barang bekas bukan logam dan sisa-sisa barang bukan logam
                       dimasukkan dalam kelompok industri yang sesuai, dengan Kode KBLI 38302;

                       Kegiatan usaha penunjang:
                      Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud di atas, Perseroan dapat melakukan
                       kegiatan usaha pendukung untuk melakukan segala kegiatan-kegiatan yang diperlukan,
                       untuk mendukung terlaksananya kegiatan usaha utama Perseroan sebagaimana dimaksud
                       di atas.

          3.3.2      Analisis Industri

                  a. Kondisi Perekonomian Indonesia
                     Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar
                     harga berlaku triwulan II-2024 mencapai Rp5.536,5 triliun dan atas dasar harga konstan 2010
                     mencapai Rp3.231,0 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan
                     sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,79 persen (q-to-q). Dari sisi produksi,
                     pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
                     sebesar 23,43 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
                     (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,58 persen. Ekonomi Indonesia triwulan
                     II-2024 terhadap triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,05 persen (y-on-y). Dari sisi produksi,
                     Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan
                     tertinggi sebesar 10,17 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi
                     Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan
                     tertinggi sebesar 9,98 persen. Ekonomi Indonesia semester I-2024 terhadap semester I-2023
                     tumbuh sebesar 5,08 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi
                     Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi
                     sebesar 10,25 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-LNPRT mengalami
                     pertumbuhan tertinggi sebesar 16,84 persen. Ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan
                     II-2024 menunjukkan pertumbuhan positif pada semua wilayah. Kelompok provinsi di Pulau
                     Jawa menjadi penyumbang terbesar dengan peranan sebesar 57,04 persen dari ekonomi
                     nasional dan mencatat kinerja pertumbuhan sebesar 4,92 persen (y-on-y) dibanding triwulan
                     II-2023.

                  b. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
                     Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II 2024 membaik dan mendukung
                     ketahanan eksternal. NPI pada triwulan II 2024 menunjukkan perbaikan dengan mencatat
                     defisit 0,6 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan defisit 6,0 miliar dolar AS pada
                     triwulan I 2024. Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja transaksi modal dan
                     finansial yang mencatat surplus serta defisit transaksi berjalan yang tetap terjaga. Dengan

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                              23
                                                                                                              23
Page 25
                    perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Juni tercatat tetap tinggi sebesar
                    140,2 miliar dolar AS, atau setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran
                    utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
                    bulan impor.

                    Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan II 2024, transaksi berjalan
                    mencatat defisit 3,0 miliar dolar AS (0,9% dari PDB), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan
                    defisit 2,4 miliar dolar AS (0,7% dari PDB) pada triwulan I 2024. Surplus neraca perdagangan
                    barang meningkat, dikontribusikan oleh defisit neraca perdagangan migas yang menurun dan
                    surplus neraca perdagangan nonmigas yang relatif stabil. Ekspor nonmigas tumbuh positif
                    didukung oleh perbaikan harga komoditas dan permintaan dari mitra dagang utama,
                    sementara impor nonmigas relatif stabil dipengaruhi aktivitas ekonomi domestik yang terjaga.
                    Defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi oleh defisit jasa perjalanan (travel) seiring
                    pelaksanaan ibadah haji 2024. Defisit neraca pendapatan primer juga lebih tinggi dipengaruhi
                    oleh pembayaran dividen dan bunga/kupon sesuai pola triwulanan.

                    Kinerja transaksi modal dan finansial membaik di tengah tingginya ketidakpastian pasar
                    keuangan global. Transaksi modal dan finansial mencatat surplus 2,7 miliar dolar AS pada
                    triwulan II 2024, dari sebelumnya defisit 1,6 miliar dolar AS pada triwulan I 2024. Kinerja positif
                    ini terutama ditopang oleh aliran masuk modal asing pada investasi portofolio di tengah
                    ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Investasi langsung tetap
                    membukukan surplus sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan iklim
                    investasi domestik yang terjaga. Investasi lainnya mencatat penurunan defisit dipengaruhi
                    oleh penurunan investasi swasta pada beberapa instrumen finansial luar negeri, di tengah
                    peningkatan pembayaran utang luar negeri swasta sesuai jadwal.

                    NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar
                    0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan tetap
                    mencatatkan surplus didukung oleh peningkatan aliran masuk modal asing baik dalam bentuk
                    Penanaman Modal Asing (PMA) maupun investasi portofolio sejalan dengan persepsi positif
                    investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.
                                                  Grafik Neraca Pembayaran Indonesia




                                                          Sumber: Bank Indonesia
                c. Inflasi
                   Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2024 tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1%.
                   Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi IHK Juni 2024 tercatat deflasi sebesar 0,08%
                   (mtm), sehingga secara tahunan menurun menjadi 2,51% (yoy) dari realisasi bulan
                   sebelumnya sebesar 2,84% (yoy). Inflasi yang terjaga ini merupakan hasil dari konsistensi

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                  24
                                                                                                                  24
Page 26
                    kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan
                    Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan
                    TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai
                    daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran
                    sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.
                    Inflasi inti tetap terjaga. Inflasi inti pada Juni 2024 tercatat sebesar 0,10% (mtm), lebih rendah
                    dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,17% (mtm). Inflasi inti yang lebih rendah
                    tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi yang terjangkar, termasuk pada saat Hari Besar
                    Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha, serta kapasitas perekonomian yang masih besar dan
                    dapat merespons permintaan domestik. Realisasi inflasi inti pada Juni 2024 disumbang
                    terutama oleh inflasi komoditas emas perhiasan dan kopi bubuk. Secara tahunan, inflasi inti
                    Juni 2024 tercatat sebesar 1,90% (yoy), menurun dari inflasi inti bulan sebelumnya sebesar
                    1,93% (yoy).

                    Kelompok volatile food melanjutkan deflasi. Kelompok volatile food pada Juni 2024
                    mengalami deflasi sebesar 0,98% (mtm), lebih dalam dari deflasi bulan sebelumnya sebesar
                    0,69% (mtm). Deflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas bawang
                    merah, tomat dan daging ayam ras. Penurunan harga komoditas pangan didukung oleh
                    peningkatan pasokan seiring dengan berlanjutnya musim panen dan penurunan harga pakan
                    untuk komoditas daging ayam ras. Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi
                    sebesar 5,96% (yoy), menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 8,14% (yoy). Ke depan,
                    inflasi volatile food diprakirakan tetap akan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian
                    inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah.

                d. Nilai Tukar Rupiah
                   Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai
                   tukar Rupiah pada Maret 2024 (hingga 19 Maret 2024) relatif stabil dipengaruhi oleh kebijakan
                   stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia, di tengah dinamika penyesuaian aliran modal asing
                   di pasar keuangan domestik sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang
                   masih tinggi. Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah sebesar 2,02%
                   dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, lebih baik dibandingkan dengan Ringgit
                   Malaysia, Won Korea, dan Baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 3,02%,
                   3,87%, dan 5,39%. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil dengan kecenderungan
                   menguat, didorong oleh kembali masuknya aliran modal asing sejalan dengan tetap
                   terjaganya persepsi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia. Selain itu, kebijakan
                   stabilisasi Bank Indonesia dan penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui
                   optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI juga mendukung prospek penguatan nilai
                   tukar Rupiah tersebut.

                    Koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus ditingkatkan dan diperluas
                    untuk implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam
                    (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.
                e. Suku Bunga
                   Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik. Suku bunga pasar uang bergerak dalam
                   kisaran BI-Rate sebesar 5,93% pada 18 Maret 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada
                   level 6,68%, 6,69%, dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada 15 Maret
                   2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen moneter yang pro-market.
                   Sementara itu, suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                 25
                                                                                                                 25
Page 27
                    yang memadai serta kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga
                    perbankan. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Februari 2024 tercatat
                    masing-masing sebesar 4,52% dan 9,28%, membaik dibandingkan dengan perkembangan
                    bulan sebelumnya. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun relatif stabil di tengah ketidakpastian
                    pasar keuangan global yang masih tinggi.

                f. Permintaan Pasar Produk Perusahaan
                   Perusahaan menilai bahwa permintaan pasar produk khususnya dalam bisnis perakitan
                   peralatan industri mesin tekstil ini, di masa kini dan mendatang akan sangat baik dan
                   prospektif. Hal ini karena jasa dan bisnis ini merupakan suatu keahlian yang sangat spesifik
                   sehingga Perusahaan berani untuk berasumsi bahwa di dalam negeri belum memiliki pesaing
                   secara langsung.
                    Selain itu sejalan dengan meningkatnya permintaan dan kesadaran masyarakat akan
                    pentingnya penggunaan produk daur ulang. Selain itu, tren ekonomi sirkular semakin
                    diperhatikan dan diakui oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia. Sehingga banyak
                    pelanggan Perusahaan yang merupakan perusahaan dengan merek ternama meningkatkan
                    jumlah konten daur ulang dalam kemasan plastik dan bahan baku mereka sebagai bagian
                    dari upaya mereka untuk mencapai net zero emission. Sejalan dengan hal tersebut,
                    Perusahaan telah memenuhi syarat untuk kredit karbon sebagai hasil dari bisnis intinya yaitu
                    daur ulang limbah PET.
                    Perusahaan sebagai perusahaan daur ulang limbah PET terkemuka dan terbesar di Indonesia
                    semakin mempertegas posisinya sebagai pemain terbesar di industri daur ulang Indonesia
                    melalui 9 pabrik mereka yang beroperasi di berbagai lokasi berpotensi tinggi, yaitu
                    Tangerang, Solo, Mojokerto, Salatiga, Palembang, Medan, Makassar (Gowa & Takalar) dan
                    Subang. Saat ini total kapasitas produksi daur ulang Perusahaan sudah mencapai lebih dari
                    40.000 ton per tahun.
                    Disamping itu Perusahaan juga berusaha untuk keluar dari ketergantungan pada bisnis
                    diatas. Dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah
                    keragaman usaha sehingga tidak tergantung hanya di bisnis industri tekstil baik woven dan
                    non-woven yang selama ini digeluti.
                    Perusahaan berkeyakinan bahwa permintaan pasar akan perakitan peralatan industri mesin
                    tekstil, termasuk pemilihan peralatan untuk pengenalan/penggantian, negosiasi harga
                    pembelian peralatan, perhitungan waktu tunggu, dan perencanaan relokasi/pemanfaatan
                    peralatan yang ada, akan selalu ada dan berkembang linier terhadap perkembangan bisnis
                    inti yaitu daur ulang limbah PET.

                g. Supply Produk Perusahaan untuk Permintaan Pasar
                   Untuk dapat memenuhi supply produk Perusahaan untuk permintaan pasar, Perusahaan
                   harus selalu meningkatkan keahlian teknikal dalam perakitan peralatan industri mesin tekstil,
                   menjaga hubungan baik dengan supplier mesin-mesin baik di China, Korea maupun Taiwan
                   dan yang terpenting adalah fokus dalam menawarkan jasa ini ke berbagai perusahaan tekstil
                   non-woven dan perusahaan manufacture tekstil yang ada di Indonesia.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                             26
                                                                                                             26
Page 28
                h. Perkembangan Industri Penambahan Kegiatan Usaha
                   Dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah pangsa
                   pasar untuk kegiatan usaha selain industri tekstil baik woven dan non-woven, Rencana
                   Penambahan Kegiatan Usaha ini juga bisa merambah pangsa pasar dalam perakitan
                   peralatan industri mesin tekstil.
                    Dikarenakan pangsa pasar yang luas untuk memenuhi kebutuhan industri tekstil dan industri
                    makanan, maka Perusahaan optimis Rencana Penambahan Kegiatan Usaha perakitan
                    peralatan industri mesin tekstil ini akan terus berkesinambungan dan berkembang. Selain
                    berkeyakinan tidak memiliki saingan yang berarti di dalam negeri, Perusahaan juga
                    berkeyakinan bahwa dengan pemasangan mesin produksi yang baru, pelanggannya akan
                    merasakan keuntungan berupa pengurangan biaya energi dan akan terjadi peningkatan
                    produktivitas. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas memainkan peran yang
                    signifikan. Peningkatan produktivitas tidak hanya mengurangi biaya energi tetapi juga
                    berdampak besar pada pengurangan biaya variabel lainnya. Oleh karena itu, diperlukan
                    upaya untuk memaksimalkan efektivitas pengenalan/penggantian peralatan melalui inovasi
                    operasional dan manajemen perubahan dari perspektif rantai nilai terpadu.
                    Potensi permintaan yang di analisa dapat di peroleh Perusahaan dalam kurun waktu 10 tahun
                    adalah sekitar USD 90 juta yang diperoleh dari perakitan peralatan industri mesin tekstil dari
                    sekitar 9-10 pabrik dari berbagai pelanggan di dalam negeri.
                    Pendapatan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terdiri dari Penjualan Mesin,
                    Penjualan Sparepart, dan Jasa Service. Dalam Penjualan Mesin, Perusahaan mampu merakit
                    15-20 mesin, dalam Penjualan Sparepart Perusahaan mampu menyediakan 100-150
                    sparepart, dan dalam Jasa Service mampu menyelesaikan 5-10 unit, masing-masing dalam
                    satu tahun.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                             27
                                                                                                             27
Page 29
          3.3.3     Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
                    Industri tekstil di Indonesia mencakup berbagai tahapan produksi, mulai dari pengolahan
                    serat, pemintalan benang, pembuatan kain, pewarnaan, hingga pembuatan pakaian jadi dan
                    produk tekstil lainnya. Proses-proses ini membutuhkan infrastruktur yang memadai dan
                    tenaga kerja terampil. Banyak perusahaan yang berlokasi di kawasan industri utama seperti
                    Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera.
                    Banyak perusahaan tekstil di Indonesia yang mulai mengadopsi teknologi modern untuk
                    meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan kualitas produk.
                    Beberapa perusahaan juga mulai beralih ke praktik ramah lingkungan, menggunakan bahan
                    baku yang berkelanjutan dan teknologi produksi yang lebih efisien energi.
                    Rantai pasokan industri tekstil Indonesia sebagian besar mengandalkan impor bahan baku
                    seperti benang dan kain, meskipun terdapat sejumlah produsen lokal. Pengelolaan rantai
                    pasokan yang efisien menjadi kunci dalam mengurangi biaya produksi dan memastikan
                    pasokan bahan baku yang stabil. Distribusi produk tekstil ke pasar domestik dan internasional
                    juga sangat dipengaruhi oleh faktor infrastruktur dan kebijakan pemerintah.
                    Permintaan produk tekstil di Indonesia terus berkembang, baik untuk kebutuhan konsumsi
                    rumah tangga maupun sektor industri. Tren mode yang berubah dengan cepat dan
                    meningkatnya kelas menengah mendorong permintaan pakaian, seprai, karpet, dan produk
                    tekstil lainnya. E-commerce juga memainkan peran besar dalam memperluas pasar domestik.
                    Dalam beberapa tahun terakhir, ada peningkatan kesadaran terhadap pentingnya
                    keberlanjutan dalam industri tekstil. Permintaan akan produk tekstil yang ramah lingkungan
                    semakin meningkat, baik di pasar domestik maupun internasional. Perusahaan yang dapat
                    beradaptasi dengan tren ini, seperti mengurangi limbah produksi atau menggunakan bahan
                    baku alami dan organik, berpotensi meraih pangsa pasar yang lebih besar.
                    Persaingan dalam industri tekstil Indonesia sangat ketat, terutama dengan masuknya produk-
                    produk impor dari negara dengan biaya produksi yang lebih rendah. Selain itu, perusahaan
                    harus mampu mengatasi tantangan terkait fluktuasi harga bahan baku, terutama benang dan
                    kain, yang dipengaruhi oleh kondisi pasar global.

          3.3.4     Alasan dilakukannya Rencana Transaksi
                     Optimalisasi Aset: Aset Tetap yang saat ini hanya menghasilkan pendapatan sewa akan
                       lebih bermanfaat jika dijual kepada Afiliasi yang sudah familiar dengan penggunaannya
                       dan berencana untuk mengembangkan atau memanfaatkannya lebih lanjut untuk
                       kebutuhan operasional mereka.
                     Penyederhanaan Struktur Keuangan: Penjualan Aset Tetap ini akan mengurangi beban
                       pengelolaan aset tidak produktif bagi Perseroan, sehingga fokus dapat lebih diarahkan
                       pada pengelolaan aset operasional yang lebih strategis dan produktif.
                     Pemanfaatan Dana: Penjualan Aset Tetap ini dapat memberikan tambahan kas yang
                       dapat digunakan oleh Perseroan untuk investasi pada area yang lebih menguntungkan.
                     Mendukung Pertumbuhan Afiliasi: Afiliasi yang telah menyewa Aset Tetap ini memiliki
                       pemahaman dan rencana yang jelas mengenai penggunaan Aset Tetap tersebut.
                       Penjualan akan memberikan mereka kontrol penuh, memungkinkan pengembangan lebih
                       lanjut yang dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang.

          3.3.5     Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi Secara Kualitatif
                     Keuntungan : 1. Peningkatan Likuiditas: Penjualan Aset Tetap akan
                                       menghasilkan kas yang bisa digunakan untuk mendanai proyek

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                            28
                                                                                                            28
Page 30
                                                  strategis lainnya atau mengurangi beban utang.
                                              2. Fokus pada Bisnis Utama: Mengurangi keterlibatan dalam
                                                  pengelolaan aset non-operasional memungkinkan Perseroan
                                                  lebih fokus pada kegiatan operasional utama.
                                              3. Pengelolaan Aset yang Lebih Efisien: Dengan menjual aset
                                                  non-operasional, perusahaan induk dapat mengurangi biaya
                                                  pemeliharaan dan pengelolaan Aset Tetap yang tidak digunakan
                                                  secara maksimal.
                     Kerugian               : Dirasa tidak ada kerugian yang ditimbulkan

3.4       Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
          Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi merupakan analisis yang dilakukan terhadap kinerja
          keuangan Perseroan secara historis yang meliputi analisis terhadap kinerja keuangan dan analisis
          rasio keuangan Perseroan, serta analisis terhadap proforma laporan keuangan Perseroan.
          3.4.1     Analisis Kinerja Neraca Perseroan
                                                                                                                        (dalam juta Rupiah)
                                                                                                                           Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                                                           2019         2020       2021         2022       2023             2024
                                                                          Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des         Jan-Jun
                                         Balance Sheet
                    Kas Setara Kas                                          96.814     115.462      62.564      81.096      116.604           93.141
                    Piutang Usaha                                           79.510     107.559     117.157     128.152      154.084          165.785
                    Persediaan                                             133.711      98.642     143.204     177.788      131.231          129.190
                    Pajak Dibayar Dimuka                                     3.196       2.285       2.285       6.924        9.893            4.345
                    Uang Muka                                                1.693       6.232       1.221       5.054        3.308            3.403
                    Biaya Dibayar Dimuka                                     1.485       4.143       3.332       3.495        2.625            6.158
                    Dana Dibatasi Penggunaannya                                  -           -      11.415      12.585       12.333           13.137
                    Aset Lancar Lain-Lain                                   19.028      35.758      19.120      21.915       19.463           20.668
                    Jumlah Aset Lancar                                     335.436     370.081     360.299     437.008      449.541          435.826
                    Aset Tetap                                             299.964     376.082     479.411     513.405      498.336          483.708
                    Piutang Kepada Pihak berelasi                           13.702       8.460       5.355       2.959        2.959              471
                    Aset Pajak Tangguhan                                         -          34           -       6.104       13.070           22.784
                    Investasi pada Entitas Asosiasi                         17.936      18.585      22.799      17.319       11.928           16.528
                    Properti Investasi                                      19.955      19.087      18.219      17.352       16.484           16.130
                    Aset Tidak Berwujud                                        178         216         182         147          124              113
                    Aset Tidak Lancar Lainnya                                4.153       3.969       4.466       5.278        5.685            3.631
                    Jumlah Aset Tidak Lancar                               355.888     426.434     530.432     562.564      548.586          543.364
                    Jumlah Aset                                            691.324     796.515     890.732     999.572      998.127          979.190
                    Utang Usaha                                             20.202      38.542      26.462      69.333       13.949           41.916
                    Utang Bank Jangka Pendek                               168.156     169.260     277.199     411.343      521.326          558.681
                    Akrual                                                  39.215      26.570      35.526      39.529       35.441           32.612
                    Utang Pajak                                              3.177         734       5.729         655        3.254            5.427
                    Utang Lain Lain                                          4.581      13.123      12.766       4.620       32.852            3.465
                    Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                   4.523       5.092       8.170      11.845       10.644           10.235
                    Bagian Jangka Pendek dari Liabilitas Jangka Panjang     15.226     123.644      60.791      56.584       56.665           56.886
                    Biaya yang Masih Harus Dibayar                               -           -           -           -            -                -
                    Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                        255.079     376.965     426.643     593.908      674.131          709.222
                    Utang Bank Jangka Panjang                               99.748     108.916     123.084     108.637       54.538           30.813
                    Liabilitas Pajak Tangguhan                               2.774           -       2.385           -            -                -
                    Utang Pihak Berelasi Non-Usaha                             920           -           -           -            -                -
                    Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                           1.638       2.755       3.898       3.868        4.646            4.447
                    Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                       105.079     111.671     129.368     112.505       59.184           35.261
                    Jumlah Liabilitas                                      360.158     488.636     556.010     706.413      733.315          744.483
                    Modal Dasar                                            180.822     180.822     180.822     180.822      180.822          180.822
                    Selisih Kurs                                            (7.087)     (7.087)     (7.087)     (7.087)      (7.087)          (7.087)
                    Tambahan Modal Disetor                                  81.670      81.670      81.670      81.670       81.670           81.670
                    Komponen Ekuitas Lainnya                                 2.396       2.396       2.396       2.396        2.396            2.396
                    Saldo Laba                                              73.364      50.076      76.919      35.357        7.010          (23.095)
                    Jumlah Ekuitas                                         331.166     307.879     334.721     293.159      264.812          234.708
                    Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                          691.324     796.515     890.732     999.572      998.127          979.190

                    Aset terdiri dari Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar. Aset Lancar secara historis memiliki porsi
                    40,45%-48,52% dengan trend kenaikan historis rata-rata YTD 9,66%. Aset Tidak Lancar
                    secara historis memiliki porsi 51,48%-59,55% dengan trend kenaikan historis rata-rata YTD

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                                  29
                                                                                                                                                 29
Page 31
                    16,76%. Secara keseluruhan historis aset Perusahaan mengalami pertumbuhan 13,09%.
                    Liabilitas terdiri dari Liabilitas Jangka Pendek dan Liabilitas Jangka Panjang. Liabilitas Jangka
                    Pendek secara historis memiliki porsi 36,90%-67,54% dengan tred kenaikan historis rata-rata
                    YTD 33,39%. Liabilitas Jangka Panjang secara historis memiliki porsi 5,93%-15,20% dengan
                    tred kenaikan historis rata-rata YTD 3,03%. Secara keseluruhan historis liabilitas Perusahaan
                    mengalami pertumbuhan 25,50%.
                    Ekuitas dalam akun saldo laba secara historis memiliki porsi 0,70%-10,61% dengan trend
                    penurunan historis rata-rata YTD (10,72%.). Secara keseluruhan historis liabilitas dan ekuitas
                    Perusahaan mengalami pertumbuhan 13,09%.
          3.4.2     Analisis Kinerja Laba Rugi Perseroan
                                                                                                                (dalam juta Rupiah)
                                                                                                                    Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                                                 2019        2020          2021        2022          2023           2024
                                                               Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des         Jan-Jun
                                     Income Statement
                    Pendapatan                                   494.685      518.652      633.300      691.532      600.210          306.610
                    Beban Pokok Pendapatan                      (387.495)    (408.755)    (476.983)    (532.841)    (461.987)        (240.315)
                    Laba Bruto                                   107.190      109.897      156.318      158.691      138.223           66.295
                    Beban Penjualan Umum dan Adm                 (59.891)     (71.636)     (83.839)     (99.898)     (97.297)         (42.711)
                    Penghasilan (Beban) Lainnya                   23.962       (4.867)       7.683      (38.135)      16.264          (22.333)
                    EBITDA                                        71.261       33.394       80.162       20.657       57.190            1.250
                    Depresiasi dan Amortisasi                    (20.483)     (25.877)     (30.056)     (32.310)     (36.267)         (19.078)
                    EBIT                                          50.779        7.518       50.107      (11.652)      20.923          (17.828)
                    Biaya Keuangan                               (22.212)     (17.895)     (20.068)     (27.394)     (50.251)         (26.590)
                    Bagian Laba dari Entitas Asosiasi                755          743        4.327       (5.610)      (5.064)           4.600
                    EBT                                           29.322       (9.633)      34.366      (44.656)     (34.392)         (39.818)
                    Beban Pajak Penghasilan                       (6.787)         399       (7.043)       8.264        6.835            9.714
                    EAT                                           22.534       (9.235)      27.323      (36.392)     (27.557)         (30.104)



                    Perusahaan membukukan Pendapatan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 12,05%.
                    Beban Pokok Penjualan 77,30% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata
                    YTD 11,30%. Beban Penjualan Umum dan Adm 13,96% dari pendapatan dan secara trend
                    kenaikan historis rata-rata YTD 18,60%. Penghasilan (Beban) Lainnya 3,04% dari
                    pendapatan dan secara trend penurunan historis rata-rata YTD (324,84%).
                    EBITDA 9,20% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 4,23%.
                    EBIT 4,96% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 119,35%. EBT
                    5,08% dari pendapatan dan secara trend penurunan historis rata-rata YTD (273,18%). EAT
                    4,10% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD (256,68%).




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                           30
                                                                                                                                          30
Page 32
          3.4.3     Analisis Arus Kas
                                                                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                                                                                                                   Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
                                                                               2019         2020         2021          2022        2023            2024
                                                                              Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des         Jan-Jun
                                                Cash Flow
                    ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
                    Penerimaan dari pelanggan                                   444.020      490.569      641.265      679.009      582.112          295.390
                    Pembayaran kepada pemasok                                  (432.454)    (375.562)    (563.242)    (551.517)    (430.535)        (234.187)
                    Pembayaran kepada karyawan                                  (57.258)     (69.717)     (36.330)     (89.417)     (87.547)         (42.329)
                    Penerimaan penghasilan bunga                                  1.804        1.501          343          226        1.830            1.123
                    Pembayaran pajak penghasilan badan                           (6.108)      (4.581)      (2.976)     (14.038)      (4.580)          (1.127)
                    Penerimaan restitusi pajak                                        -          265            -        2.250            -            6.675
                    Pembayaran bunga dan beban keuangan                         (20.178)     (32.667)     (20.411)     (27.620)     (52.081)         (29.597)
                    Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan operasi        (70.174)       9.809       18.650       (1.108)       9.199           (4.052)
                    ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
                    Perolehan aset tetap                                              -            -            -            -            -                 -
                    Penjualan aset tetap                                          8.204       32.106           90        1.977          456            13.680
                    Pembayaran uang muka aset tetap                             (24.523)     (96.524)    (129.962)     (47.952)     (42.130)          (11.323)
                    Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi     (16.319)     (64.418)    (129.872)     (45.975)     (41.674)            2.357
                    ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
                    Penerbitan saham biasa                                     142.046            -            -            -            -                 -
                    Penerimaan dividen                                               -      (13.562)           -       (5.425)           -                 -
                    Pencairan utang bang jangka pendek                         110.570       37.040      162.093      137.316      198.618            43.759
                    Pembayaran utang bank jangka pendek                        (53.200)     (39.713)     (53.983)     (30.370)     (82.672)          (39.230)
                    Pencairan Pinjaman jangka panjang lain-lain                      -      113.456            -            -        4.499                 -
                    Pembayaran Pinjaman jangka panjang lain-lain                     -      (18.117)     (39.563)     (46.518)     (37.598)          (19.287)
                    Liabilitas jangka panjang lain-lain pihak ketiga           (21.198)           -            -            -            -                 -
                    Penerimaan liabilitas sewa                                  21.222            -            -       23.114            -                 -
                    Pembayaran liabilitas sewa                                  (5.044)      (5.486)      (9.857)     (12.451)     (14.863)           (8.196)
                    Pembayaran ke pihak berelasi                               (57.784)        (920)           -            -            -                 -
                    Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan pendanaan     136.612       72.699       58.690       65.665       67.983           (22.953)
                    KENAIKAN/(PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS                     50.119       18.090      (52.532)      18.583       35.509           (24.647)
                    Dampak selisih kurs atas kas dan setara kas                  1.227          557         (366)         (51)          (1)            1.184
                    Kas dan setara kas awal periode                             45.468       96.815      115.463       62.565       81.097           116.605
                    KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                            96.815      115.463       62.565       81.097      116.605            93.142


                    Arus kas Perusahaan dari aktivitas operasional sebagian besar berupa penerimaan dari
                    pelanggan, pembayaran kepada pemasok, dan pembayaran kepada karyawan. Arus kas
                    Perusahaan dari aktivitas investasi merupakan belanja modal berupa pembelian aset tetap.
                    Arus kas Perusahaan dari aktivitas pendanaan sebagian besar berupa penerimaan dan
                    pembayaran atas utang kepada pihak berelasi. Saldo kas Perusahaan berkisar antara 62
                    Miliar – 116 Miliar Rupiah per tahun.
                    Sampai dengan Triwulan-II 2024 Perusahaan telah melakukan pembayaran terhadap Pajak
                    Pertambahan Nilai dan PPH-22 Import. Nilai pajak yang dibayarkan dalam Pajak
                    Pertambahan Nilai sebesar Rp 25,3 Miliar dan untuk PPH-22 Import sebesar Rp 1,04 Miliar.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                                          31
                                                                                                                                                        31
Page 33
          3.4.4     Analisis Rasio Keuangan
                                                                    2019        2020            2021          2022          2023        2024
                                                                  Jan-Des     Jan-Des          Jan-Des       Jan-Des      Jan-Des     Jan-Jun
                    Rasio Likuiditas
                    Rasio Lancar                                      1,32          0,98            0,84         0,74        0,67         0,61
                    Quick Rasio                                       0,79          0,72            0,51         0,44        0,47         0,43

                    Rasio Aktivitas
                    TO Piutang                                        6,22          4,82           5,41          5,40        3,90        1,85
                    TO Persediaan                                     2,90          4,14           3,33          3,00        3,52        1,86
                    TO Utang Usaha                                   19,18         10,61          18,03          7,69       33,12        5,73
                    Average Collection Periode (TO Piutang)          58,67         75,69          67,52         67,64       93,70      197,36
                    Inventory Conversion Period (TO Persediaan)     125,95         88,08         109,58        121,79      103,68      196,22
                    Payables Defferal Period (TO Utang Usaha)        19,03         34,42          20,25         47,49       11,02       63,66
                    TO Aset Tetap                                     1,65          1,38           1,32          1,35        1,20        0,63
                    TO Aset                                           0,72          0,65           0,71          0,69        0,60        0,31

                    Rasio Solvabilitas
                    Debt Equity Ratio                                 1,09          1,59            1,66         2,41        2,77         3,17
                    Debt to Assets                                    0,52          0,61            0,62         0,71        0,73         0,76
                    Time Interest Earned                              2,29          0,42            2,50            -        0,42            -

                    Rasio Profitabilitas
                    Return On Asset                                   0,03         (0,01)           0,03        (0,04)       (0,03)      (0,03)
                    Return On Equity                                  0,07         (0,03)           0,08        (0,12)       (0,10)      (0,13)


                    Dilihat berdasarkan likuiditasnya, Perusahaan memiliki rasio lancar YTD sebesar 0,7-1,3 kali
                    dengan rata-rata 0,97 kali utang lancarnya (rasio lancar). Aset lancar Perusahaan diluar
                    persediaan YTD sebesar 0,4-0,7 kali dengan rata-rata 0,61 kali utang lancarnya.
                    Berdasarkan aktivitasnya, umur piutang usaha YTD berkisar antara 58-75 hari dengan rata-
                    rata 67 hari. Berdasarkan aktivitasnya, umur persediaan YTD berkisar antara 88-125 hari
                    dengan rata-rata 111 hari. Umur utang usaha YTD berkisar antara 19-47 hari dengan rata-
                    rata 30 hari.
                    Dilihat berdasarkan profitabilitasnya, Perusahaan juga memiliki rasio laba bersih terhadap
                    total aset (ROA) YTD sebesar (0,04) – 0,03 dengan rata-rata 0,004. Perusahaan memiliki
                    rasio laba bersih terhadap ekuitas (ROE) YTD sebesar (0,12) – 0,08 dengan rata-rata (0,001).

          3.4.5     Struktur Modal
                                                                        2019        2020          2021         2022        2023        2024
                                                                       Jan-Des     Jan-Des       Jan-Des      Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
                    Liabilitas Lancar                                    48,52%      46,46%        40,45%       43,72%      45,04%      44,51%
                    Liabilitas Tidak Lancar                              51,48%      53,54%        59,55%       56,28%      54,96%      55,49%
                    Total Liabilitas                                     52,10%      61,35%        62,42%       70,67%      73,47%      76,03%
                    Total Ekuitas                                        47,90%      38,65%        37,58%       29,33%      26,53%      23,97%
                    Debt Equity Ratio                                       1,09        1,59          1,66         2,41        2,77        3,17


                    Pada struktur modal Perusahaan, rasio total liabilitas sebesar 52,10%-76,03% dari total
                    liabilitas dan ekuitas. Rasio debt to equity (DER) Perusahaan sebesar 1,09-3,17 kali dengan
                    rata-rata 2,11 kali dari ekuitasnya




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                          32
                                                                                                                                         32
Page 34
          3.4.6     Analisis terhadap Proyeksi Keuangan Perseroan
                    Proyeksi laporan keuangan sebelum dan setelah rencana Transaksi:
                                                                                 (Dalam Ribu Rupiah)
                                                               2024          2025           2026           2027           2028
                                                             Jul-Des       Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des
                                   Balance Sheet
                    Cash
                    Sebelum Transaksi                        75.598.802     54.140.598     47.976.461     46.841.609     50.555.420
                    Setelah Transaksi                        80.526.302     88.903.098     96.756.461    109.639.109    127.370.420
                    Selisih                                   4.927.500     34.762.500     48.780.000     62.797.500     76.815.000
                    Selisih %                                     6,52%         64,21%        101,67%        134,06%        151,94%

                    Piutang PT Urecel
                    Sebelum Transaksi                                 -              -              -              -             -
                    Setelah Transaksi                       110.722.500     79.087.500     63.270.000     47.452.500    31.635.000
                    Selisih                                 110.722.500     79.087.500     63.270.000     47.452.500    31.635.000
                    Selisih %                                     0,00%          0,00%          0,00%          0,00%         0,00%

                    Aset Tetap
                    Sebelum Transaksi                       462.218.665    421.874.735    384.590.184    347.368.764    311.477.261
                    Setelah Transaksi                       458.364.696    419.219.915    383.134.513    347.112.242    312.419.889
                    Selisih                                  (3.853.969)    (2.654.820)    (1.455.671)      (256.522)       942.627
                    Selisih %                                    -0,83%         -0,63%         -0,38%         -0,07%          0,30%

                    Properti Investasi
                    Sebelum Transaksi                        16.130.406     16.130.406     16.130.406     16.130.406     16.130.406
                    Setelah Transaksi                                 -              -              -              -              -
                    Selisih                                 (16.130.406)   (16.130.406)   (16.130.406)   (16.130.406)   (16.130.406)
                    Selisih %                                  -100,00%       -100,00%       -100,00%       -100,00%       -100,00%

                    Total Aset
                    Sebelum Transaksi                        914.978.036   874.470.497    854.021.176    840.517.266    835.202.362
                    Setelah Transaksi                      1.013.268.660   972.160.271    951.110.099    937.005.338    931.089.584
                    Selisih                                   98.290.625    97.689.774     97.088.923     96.488.072     95.887.221
                    Selisih %                                     10,74%        11,17%         11,37%         11,48%         11,48%

                    Liabilitas Jangka Pendek
                    Sebelum Transaksi                       663.783.439    647.910.224    642.757.404    637.793.571    633.033.946
                    Setelah Transaksi                       677.958.439    662.085.224    656.932.404    651.968.571    647.208.946
                    Selisih                                  14.175.000     14.175.000     14.175.000     14.175.000     14.175.000
                    Selisih %                                     2,14%          2,19%          2,21%          2,22%          2,24%

                    Liabilitas Jangka Panjang
                    Sebelum Transaksi                        28.872.921     24.801.971     20.731.020     16.660.070    12.589.119
                    Setelah Transaksi                        28.872.921     24.801.971     20.731.020     16.660.070    12.589.119
                    Selisih                                           -              -              -              -             -
                    Selisih %                                     0,00%          0,00%          0,00%          0,00%         0,00%

                    Total Liabilitas
                    Sebelum Transaksi                       692.656.360    672.712.194    663.488.424    654.453.640    645.623.065
                    Setelah Transaksi                       706.831.360    686.887.194    677.663.424    668.628.640    659.798.065
                    Selisih                                  14.175.000     14.175.000     14.175.000     14.175.000     14.175.000
                    Selisih %                                     2,05%          2,11%          2,14%          2,17%          2,20%

                    Ekuitas
                    Sebelum Transaksi                       222.321.675    201.758.303    190.532.752    186.063.626    189.579.297
                    Setelah Transaksi                       306.437.300    285.273.077    273.446.675    268.376.698    271.291.518
                    Selisih                                  84.115.625     83.514.774     82.913.923     82.313.072     81.712.221
                    Selisih %                                    37,84%         41,39%         43,52%         44,24%         43,10%




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                33
                                                                                                                              33
Page 35
                                                                                                          (Dalam Ribu Rupiah)
                                                               2029            2030          2031            2032           2033
                                                             Jan-Des         Jan-Des       Jan-Des         Jan-Des        Jan-Des
                                   Balance Sheet
                    Cash
                    Sebelum Transaksi                        60.106.429      72.931.418    100.274.837    128.409.749     160.667.582
                    Setelah Transaksi                       150.938.929     177.781.418    203.324.837    229.659.749     260.117.582
                    Selisih                                  90.832.500     104.850.000    103.050.000    101.250.000      99.450.000
                    Selisih %                                   151,12%         143,77%        102,77%         78,85%          61,90%

                    Piutang PT Urecel
                    Sebelum Transaksi                                 -               -              -               -              -
                    Setelah Transaksi                        15.817.500               -              -               -              -
                    Selisih                                  15.817.500               -              -               -              -
                    Selisih %                                     0,00%           0,00%          0,00%           0,00%          0,00%

                    Aset Tetap
                    Sebelum Transaksi                       275.902.892     240.328.523    207.497.393    188.422.098     169.346.802
                    Setelah Transaksi                       278.044.669     243.669.448    212.037.468    194.161.321     176.285.175
                    Selisih                                   2.141.776       3.340.926      4.540.075      5.739.224       6.938.373
                    Selisih %                                     0,78%           1,39%          2,19%          3,05%           4,10%

                    Properti Investasi
                    Sebelum Transaksi                         16.130.406     16.130.406     16.130.406      16.130.406     16.130.406
                    Setelah Transaksi                                  -              -              -               -              -
                    Selisih                                  (16.130.406)   (16.130.406)   (16.130.406)    (16.130.406)   (16.130.406)
                    Selisih %                                   -100,00%       -100,00%       -100,00%        -100,00%       -100,00%

                    Total Aset
                    Sebelum Transaksi                       838.192.606     846.781.010    875.142.665   920.765.800 973.444.983
                    Setelah Transaksi                       933.478.976     941.466.530    969.227.334 1.014.249.618 ###########
                    Selisih                                  95.286.370      94.685.520     94.084.669    93.483.818  92.882.967
                    Selisih %                                    11,37%          11,18%         10,75%        10,15%       9,54%

                    Liabilitas Jangka Pendek
                    Sebelum Transaksi                       628.494.986     624.194.477    627.667.274    631.418.532     635.470.715
                    Setelah Transaksi                       642.669.986     638.369.477    641.842.274    645.593.532     649.645.715
                    Selisih                                  14.175.000      14.175.000     14.175.000     14.175.000      14.175.000
                    Selisih %                                     2,26%           2,27%          2,26%          2,24%           2,23%

                    Liabilitas Jangka Panjang
                    Sebelum Transaksi                         8.518.169       4.447.218      4.447.218      4.447.218       4.447.218
                    Setelah Transaksi                         8.518.169       4.447.218      4.447.218      4.447.218       4.447.218
                    Selisih                                           -               -              -              -               -
                    Selisih %                                     0,00%           0,00%          0,00%          0,00%           0,00%

                    Total Liabilitas
                    Sebelum Transaksi                       637.013.155     628.641.695    632.114.492    635.865.750     639.917.933
                    Setelah Transaksi                       651.188.155     642.816.695    646.289.492    650.040.750     654.092.933
                    Selisih                                  14.175.000      14.175.000     14.175.000     14.175.000      14.175.000
                    Selisih %                                     2,23%           2,25%          2,24%          2,23%           2,22%

                    Ekuitas
                    Sebelum Transaksi                       201.179.451     218.139.315    243.028.173    284.900.050     333.527.049
                    Setelah Transaksi                       282.290.822     298.649.835    322.937.842    364.208.868     412.235.016
                    Selisih                                  81.111.370      80.510.520     79.909.669     79.308.818      78.707.967
                    Selisih %                                    40,32%          36,91%         32,88%         27,84%          23,60%



                    Berdasarkan analisis perbandingan Laporan Posisi Keuangan di atas, terdapat kenaikan
                    pada akun cash hasil penjualan Aset Tetap yang dilakukan oleh Perseroan dengan metode
                    pembayaran cicilan oleh PT Urecel sebesar Rp15.817.500.000 per tahun selama 7 Tahun.
                    Aset Tetap mengalami penurunan pada tahun 2024-2027 dan mengalami kenaikan pada
                    tahun 2028-2033 hal ini terjadi dikarenakan pada tahun 2028 terdapat pengurangan
                    depresiasi aset tetap dengan rata-rata kenaikan Aset Tetap sebesar 0,99% .
                    Terdapat Penurunan pada Properti Investasi dikarenakan Aset Tetap terjual dengan nilai
                    buku sebesar Rp. 16.130.406.000. Total Aset Mengalami kenaikan dengan rata-rata
                    kenaikan sebesar 10,92%. Liabilitas Jangka Pendek mengalami kenaikan sebesar

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                  34
                                                                                                                                34
Page 36
                    Rp14.175.000.000 dikarenakan pembayaran pajak PPN 11% dan PPH 2,5% dari Nilai
                    Transaksi Penjualan Aset Tetap. Ekuitas Perseroan mengalami kenaikan sebesar
                    Rp84.115.625.000 dari penambahan laba hasil penjualan Aset Tetap sebesar
                    Rp105.000.000.000 dan pengurangan Nilai Perolehan Aset Tetap Sebesar
                    Rp20.583.949.954.

                    Proyeksi Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
                                                                                (Dalam Ribu Rupiah)
                                                              2024            2025           2026           2027           2028
                                                            Jul-Des         Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des
                                 Income Statement
                    Laba Bruto
                    Sebelum Transaksi                         82.316.730    160.356.813    173.041.208    186.740.146    201.535.353
                    Setelah Transaksi                         82.316.730    160.356.813    173.041.208    186.740.146    201.535.353
                    Selisih                                            -              -              -              -              -
                    Selisih %                                      0,00%          0,00%          0,00%          0,00%          0,00%

                    EBITDA
                    Sebelum Transaksi                         35.581.197     63.840.441     68.890.288    74.344.040     80.234.232
                    Setelah Transaksi                         35.581.197     63.840.441     68.890.288    74.344.040     80.234.232
                    Selisih                                            -              -              -             -              -
                    Selisih %                                      0,00%          0,00%          0,00%         0,00%          0,00%

                    EBIT
                    Sebelum Transaksi                         14.060.892     23.465.567     31.574.792    37.102.621     44.342.730
                    Setelah Transaksi                         14.660.467     24.664.716     32.773.941    38.301.770     45.541.879
                    Selisih                                      599.575      1.199.149      1.199.149     1.199.149      1.199.149
                    Selisih %                                      4,26%          5,11%          3,80%         3,23%          2,70%

                    Pendapatan Sewa
                    Sebelum Transaksi                            900.000      1.800.000      1.800.000      1.800.000      1.800.000
                    Setelah Transaksi                                  -              -              -              -              -
                    Selisih                                     (900.000)    (1.800.000)    (1.800.000)    (1.800.000)    (1.800.000)
                    Selisih %                                   -100,00%       -100,00%       -100,00%       -100,00%       -100,00%

                    EBT
                    Sebelum Transaksi                        (12.385.851)   (20.563.372)   (11.225.551)    (4.469.126)     3.999.579
                    Setelah Transaksi                         71.729.774    (21.164.223)   (11.826.402)    (5.069.977)     3.398.728
                    Selisih                                   84.115.625       (600.851)      (600.851)      (600.851)      (600.851)
                    Selisih %                                   -679,13%          2,92%          5,35%         13,44%        -15,02%

                    EAT
                    Sebelum Transaksi                        (12.385.851)   (20.563.372)   (11.225.551)    (4.469.126)     3.515.671
                    Setelah Transaksi                         71.729.774    (21.164.223)   (11.826.402)    (5.069.977)     2.914.821
                    Selisih                                   84.115.625       (600.851)      (600.851)      (600.851)      (600.851)
                    Selisih %                                    117,27%          2,84%          5,08%         11,85%        -20,61%




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                 35
                                                                                                                               35
Page 37
                                                                                                          (Dalam Ribu Rupiah)
                                                               2029            2030          2031            2032          2033
                                                             Jan-Des         Jan-Des       Jan-Des         Jan-Des       Jan-Des
                                 Income Statement
                    Laba Bruto
                    Sebelum Transaksi                       217.515.163     234.775.061    253.418.262    273.556.335    295.309.885
                    Setelah Transaksi                       217.515.163     234.775.061    253.418.262    273.556.335    295.309.885
                    Selisih                                           -               -              -              -              -
                    Selisih %                                     0,00%           0,00%          0,00%          0,00%          0,00%

                    EBITDA
                    Sebelum Transaksi                        86.596.033      93.467.456    100.889.593    108.906.860    117.567.274
                    Setelah Transaksi                        86.596.033      93.467.456    100.889.593    108.906.860    117.567.274
                    Selisih                                           -               -              -              -              -
                    Selisih %                                     0,00%           0,00%          0,00%          0,00%          0,00%

                    EBIT
                    Sebelum Transaksi                        51.021.664      57.893.087     68.058.463     89.831.565    98.491.978
                    Setelah Transaksi                        52.220.813      59.092.236     69.257.612     91.030.714    99.691.127
                    Selisih                                   1.199.149       1.199.149      1.199.149      1.199.149     1.199.149
                    Selisih %                                     2,35%           2,07%          1,76%          1,33%         1,22%

                    Pendapatan Sewa
                    Sebelum Transaksi                          1.800.000      1.800.000      1.800.000      1.800.000      1.800.000
                    Setelah Transaksi                                  -              -              -              -              -
                    Selisih                                   (1.800.000)    (1.800.000)    (1.800.000)    (1.800.000)    (1.800.000)
                    Selisih %                                   -100,00%       -100,00%       -100,00%       -100,00%       -100,00%

                    EBT
                    Sebelum Transaksi                        14.364.300      21.235.723     31.401.099     53.174.201    61.834.614
                    Setelah Transaksi                        13.763.449      20.634.873     30.800.248     52.573.351    61.233.764
                    Selisih                                    (600.851)       (600.851)      (600.851)      (600.851)     (600.851)
                    Selisih %                                    -4,18%          -2,83%         -1,91%         -1,13%        -0,97%

                    EAT
                    Sebelum Transaksi                        11.600.154      16.959.864     24.888.857     41.871.877    48.626.999
                    Setelah Transaksi                        10.999.303      16.359.013     24.288.007     41.271.026    48.026.148
                    Selisih                                    (600.851)       (600.851)      (600.851)      (600.851)     (600.851)
                    Selisih %                                    -5,46%          -3,67%         -2,47%         -1,46%        -1,25%



                    Berdasarkan analisis perbandingan Laporan Laba Rugi diatas, Rencana Transaksi akan
                    memberikan manfaat pada kenaikan EBIT yang dikarenakan adanya penurunan beban
                    depresiasi. Beban depresiasi yang berkurang rata-rata sebesar 2,78% atau Rp 1.199.149.000
                    per tahun. Akan tetapi, Rencana Transaksi juga menurunkan pendapatan sewa sebesar
                    Rp1.800.000.000 yang akan diterima oleh Perseroan. EAT pada tahun transaksi mengalami
                    kenaikan yang sangat signifikan dikarenakan hasil penjualan Aset Tetap dengan EAT
                    Sebesar Rp 84.115.625.000.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                 36
                                                                                                                               36
Page 38
                    Proyeksi Laporan Arus Kas Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
                                                                                (Dalam Ribu Rupiah)
                                                                2024           2025           2026           2027           2028
                                                              Jul-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des
                                      Cash Flow
                    Arus Kas Aktifitas Operasi
                    Sebelum Transaksi                         20.051.050        673.869      5.422.443     10.451.729     15.300.390
                    Setelah Transaksi                          4.394.600     30.508.869     19.439.943     24.469.229     29.317.890
                    Selisih                                  (15.656.450)    29.835.000     14.017.500     14.017.500     14.017.500
                    Selisih %                                    -78,08%       4427,42%        258,51%        134,12%         91,62%

                    Arus Kas Aktifitas Investasi
                    Sebelum Transaksi                                  -               -              -              -              -
                    Setelah Transaksi                         20.583.950               -              -              -              -
                    Selisih                                   20.583.950               -              -              -              -
                    Selisih %                                      0,00%           0,00%          0,00%          0,00%          0,00%

                    Arus Kas Aktifitas Pendanaan
                    Sebelum Transaksi                        (37.593.116)    (22.132.073)   (11.586.580)   (11.586.580)   (11.586.580)
                    Setelah Transaksi                        (37.593.116)    (22.132.073)   (11.586.580)   (11.586.580)   (11.586.580)
                    Selisih                                            -               -              -              -              -
                    Selisih %                                      0,00%           0,00%          0,00%          0,00%          0,00%


                                                                2029           2030           2031           2032           2033
                                                              Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des
                                      Cash Flow
                    Arus Kas Aktifitas Operasi
                    Sebelum Transaksi                         21.137.589     24.411.569     27.343.419     28.134.912     32.257.833
                    Setelah Transaksi                         35.155.089     38.429.069     25.543.419     26.334.912     30.457.833
                    Selisih                                   14.017.500     14.017.500     (1.800.000)    (1.800.000)    (1.800.000)
                    Selisih %                                     66,32%         57,42%         -6,58%         -6,40%         -5,58%

                    Arus Kas Aktifitas Investasi
                    Sebelum Transaksi                                    -             -              -              -              -
                    Setelah Transaksi                                    -             -              -              -              -
                    Selisih                                              -             -              -              -              -
                    Selisih %                                        0,00%         0,00%          0,00%          0,00%          0,00%

                    Arus Kas Aktifitas Pendanaan
                    Sebelum Transaksi                        (11.586.580)    (11.586.580)             -              -              -
                    Setelah Transaksi                        (11.586.580)    (11.586.580)             -              -              -
                    Selisih                                            -               -              -              -              -
                    Selisih %                                      0,00%           0,00%          0,00%          0,00%          0,00%



                    Berdasarkan analisis perbandingan Laporan Arus Kas diatas, arus kas dari aktivitas operasi
                    mengalami perbaikan pada tahun-tahun proyeksi karena mendapatkan keuntungan dari
                    penjualan aset tetap.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                  37
                                                                                                                                37
Page 39
                    Proyeksi Rasio Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
                                                                                                           (Dalam Ribu Rupiah)
                                                                2024             2025          2026          2027          2028
                                                              Jul-Des          Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des
                                   Analisis Rasio
                    Rasio Lancar
                    Sebelum Transaksi                              0,592           0,607         0,638         0,680         0,733
                    Setelah Transaksi                              0,591           0,650         0,702         0,765         0,840
                    Selisih                                       (0,001)          0,043         0,064         0,086         0,107
                    Selisih %                                     -0,21%           7,17%        10,11%        12,59%        14,55%

                    Rasio Cepat
                    Sebelum Transaksi                                0,367         0,357         0,366         0,385         0,412
                    Setelah Transaksi                                0,370         0,406         0,437         0,477         0,526
                    Selisih                                          0,003         0,049         0,070         0,092         0,114
                    Selisih %                                        0,95%        13,67%        19,21%        23,91%        27,58%

                    Debt to Equity
                    Sebelum Transaksi                               3,12             3,33          3,48          3,52          3,41
                    Setelah Transaksi                               2,31             2,41          2,48          2,49          2,43
                    Selisih                                        (0,81)           (0,93)        (1,00)        (1,03)        (0,97)
                    Selisih %                                    -25,96%          -27,79%       -28,83%       -29,17%       -28,59%

                    Debt to Assets
                    Sebelum Transaksi                                  0,76          0,77          0,78          0,78          0,77
                    Setelah Transaksi                                  0,70          0,71          0,71          0,71          0,71
                    Selisih                                           (0,06)        (0,06)        (0,06)        (0,07)        (0,06)
                    Selisih %                                        -7,85%        -8,15%        -8,29%        -8,35%        -8,33%

                    Return on Asset
                    Sebelum Transaksi                              (0,01)           (0,02)        (0,01)       (0,01)          0,00
                    Setelah Transaksi                               0,07            (0,02)        (0,01)       (0,01)          0,00
                    Selisih                                         0,08             0,00          0,00        (0,00)         (0,00)
                    Selisih %                                   -622,95%           -7,42%        -5,40%        1,76%        -25,63%

                    Return on Equity
                    Sebelum Transaksi                              (0,06)           (0,10)        (0,06)        (0,02)         0,02
                    Setelah Transaksi                               0,23            (0,07)        (0,04)        (0,02)         0,01
                    Selisih                                         0,29             0,03          0,02          0,01         (0,01)
                    Selisih %                                   -520,16%          -27,21%       -26,59%       -21,35%       -42,06%


                                                                                                           (Dalam Ribu Rupiah)
                                                               2029              2030          2031          2032          2033
                                                             Jan-Des           Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des
                                   Analisis Rasio
                    Rasio Lancar
                    Sebelum Transaksi                             0,800            0,876         0,969         1,066         1,172
                    Setelah Transaksi                             0,928            1,025         1,112         1,203         1,303
                    Selisih                                       0,128            0,149         0,143         0,138         0,132
                    Selisih %                                    15,97%           16,99%        14,79%        12,90%        11,23%

                    Rasio Cepat
                    Sebelum Transaksi                             0,451            0,497         0,562         0,629         0,703
                    Setelah Transaksi                             0,587            0,654         0,714         0,776         0,845
                    Selisih                                       0,135            0,157         0,152         0,147         0,142
                    Selisih %                                    30,04%           31,65%        27,10%        23,39%        20,16%

                    Debt to Equity
                    Sebelum Transaksi                               3,17             2,88          2,60          2,23          1,92
                    Setelah Transaksi                               2,31             2,15          2,00          1,78          1,59
                    Selisih                                        (0,86)           (0,73)        (0,60)        (0,45)        (0,33)
                    Selisih %                                    -27,15%          -25,31%       -23,06%       -20,03%       -17,30%

                    Debt to Assets
                    Sebelum Transaksi                                  0,76          0,74          0,72          0,69          0,66
                    Setelah Transaksi                                  0,70          0,68          0,67          0,64          0,61
                    Selisih                                           (0,06)        (0,06)        (0,06)        (0,05)        (0,04)
                    Selisih %                                        -8,21%        -8,03%        -7,68%        -7,19%        -6,69%

                    Return on Asset
                    Sebelum Transaksi                               0,01             0,02          0,03          0,05          0,05
                    Setelah Transaksi                               0,01             0,02          0,03          0,04          0,05
                    Selisih                                        (0,00)           (0,00)        (0,00)        (0,00)        (0,00)
                    Selisih %                                    -14,86%          -13,24%       -11,89%       -10,52%        -9,84%

                    Return on Equity
                    Sebelum Transaksi                               0,06             0,08          0,10          0,15          0,15
                    Setelah Transaksi                               0,04             0,05          0,08          0,11          0,12
                    Selisih                                        (0,02)           (0,02)        (0,03)        (0,03)        (0,03)
                    Selisih %                                    -32,42%          -29,55%       -26,56%       -22,90%       -20,09%



Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                 38
                                                                                                                              38
Page 40
                    Berdasarkan analisis perbandingan rasio keuangan diatas, rasio lancar dan rasio cepat
                    perusahaan mengalami peningkatan utamanya diakibatkan adanya kas masuk dari
                    keuntungan penjualan aset tetap. Debt to equity dan debt to assets perusahaan mengalami
                    penurunan karena hasil keutungan penjualan aset tetap menambahkan ekuitas perusahaan.

          3.4.7     Analisis Laporan Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi Dilakukan

                    Posisi proforma Laporan Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
                    yang disampaikan manajemen Perseroan, diuraikan sebagai berikut:

                    Proforma Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                         (Dalam Ribu Rupiah)
                                                                          Sebelum Transaksi     Penyesuaian        Sesudah Transaksi
                                                                             30 Juni 2024                              30 Juni 2024
                                             Balance Sheet
                    Aset Lancar
                    Kas Setara Kas                                                93.140.868          5.827.500             98.968.368
                    Piutang Usaha                                                165.785.043                               165.785.043
                    Persediaan                                                   129.189.770                               129.189.770
                    Pajak Dibayar Dimuka                                           4.344.797          2.625.000              6.969.797
                    Uang Muka                                                      3.402.653                                 3.402.653
                    Biaya Dibayar Dimuka                                           6.158.491                                 6.158.491
                    Dana Dibatasi Penggunaannya                                   13.136.800                                13.136.800
                    Aset Lancar Lain-Lain                                         20.667.826                                20.667.826
                    Jumlah Aset Lancar                                           435.826.248          8.452.500            444.278.748
                    Aset Tidak Lancar
                    Aset T etap                                                  483.708.025        (20.583.950)           463.124.075
                    Piutang Kepada Pihak berelasi                                    470.903                                   470.903
                    Piutang PT Urecel                                                      -        110.722.500            110.722.500
                    Aset Pajak Tangguhan                                          22.783.556                                22.783.556
                    Investasi pada Entitas Asosiasi                               16.527.605                                16.527.605
                    Properti Investasi                                            16.130.406                                16.130.406
                    Aset T idak Berwujud                                             112.832                                   112.832
                    Aset T idak Lancar Lainnya                                     3.630.726                                 3.630.726
                    Capex                                                                  -                                         -
                    Jumlah Aset Tidak Lancar                                     543.364.053         90.138.550            633.502.603
                    Jumlah Aset                                                  979.190.301         98.591.050           1.077.781.351


                    Liabilitas Jangka Pendek
                    Utang Usaha                                                   41.916.159                                41.916.159
                    Utang Bank Jangka Pendek                                     558.681.227                               558.681.227
                    Akrual                                                        32.611.737                                32.611.737
                    Utang Pajak                                                    5.427.223         14.175.000             19.602.223
                    Utang Lain Lain                                                3.464.768                                 3.464.768
                    Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                        10.234.543                                10.234.543
                    Bagian Jangka Pendek dari Liabilitas Jangka Panjang           56.886.497                                56.886.497
                    Biaya yang Masih Harus Dibayar                                         -                                         -
                    Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              709.222.154         14.175.000            723.397.154
                    Liabilitas Jangka Panjang                                                                                        -
                    Utang Bank Jangka Panjang                                     30.813.403                                30.813.403
                    Liabilitas Pajak T angguhan                                            -                                         -
                    Utang Pihak Berelasi Non-Usaha                                         -                                         -
                    Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                                 4.447.218                                 4.447.218
                    Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              35.260.621                  -             35.260.621
                    Jumlah Liabilitas                                            744.482.775         14.175.000            758.657.775
                    Ekuitas                                                                                                          -
                    Modal Dasar                                                  180.822.190                               180.822.190
                    Selisih Kurs                                                  (7.086.962)                               (7.086.962)
                    Tambahan Modal Disetor                                        81.670.488                                81.670.488
                    Komponen Ekuitas Lainnya                                       2.396.460                                 2.396.460
                    Saldo Laba                                                   (23.094.650)        84.416.050             61.321.400
                    Jumlah Ekuitas                                               234.707.526         84.416.050            319.123.576
                    Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                                979.190.301         98.591.050           1.077.781.351


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                  39
                                                                                                                                  39
Page 41
                    Berdasarkan proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana
                    Transaksi, terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi Kas & Setara Kas
                    mengalami kenaikan menjadi Rp 98.068.368 hal ini disebabkan oleh adanya pembayaran DP
                    sebesar 5% oleh pembeli aset tetap sebesar Rp 5.827.500.000 dan pengurangan
                    penerimaan sewa sebesar (Rp900.000.000)
                    Pajak dibayar dimuka mengalami kenaikan sebesar Rp2.625.000. hal ini disebabkan pajak
                    PPH 2,5% dari nilai penjualan aset tetap. Aset Tetap mengalami penurunan sebesar
                    (Rp20.583.950.000) hal ini disebabkan penjualan aset tetap dengan nilai perolehan aset tetap
                    sebesar Rp20.583.950.000. Hasil penjualan aset tetap sebesar Rp110.722.500.000 menjadi
                    Piutang PT Urecel dikarenakan pembayaran dilakukan dengan metode selama 7 Tahun.
                    Dari sisi Liabilitas, terjadi kenaikan utang pajak sebesar Rp14.175.000.000 hal ini disebabkan
                    utang PPN sebesar 11% dari nilai transaksi penjualan aset tetap.
                    Dari sisi Ekuitas, terjadi kenaikan saldo laba sebesar 83.516.050 hal ini disebabkan hasil
                    penjualan aset tetap.

                    Proforma Laba Rugi
                                                                                                    (Dalam Ribu Rupiah)
                                                                     Sebelum Transaksi     Penyesuaian       Sesudah Transaksi
                                                                        30 Juni 2024                             30 Juni 2024
                                           Income Statement
                    Pendapatan                                              306.609.876                               306.609.876
                    Beban Pokok Pendapatan                                 (240.315.252)                             (240.315.252)
                    Laba Bruto                                               66.294.624                                66.294.624
                    Beban Penjualan Umum dan Adm                            (42.711.422)                              (42.711.422)
                    EBITDA                                                   23.583.202                  -             23.583.202
                    Depresiasi dan Amortisasi                               (19.078.045)                              (19.078.045)
                    EBIT                                                      4.505.157                  -              4.505.157
                    Biaya Keuangan                                          (26.589.806)                              (26.589.806)
                    Bagian Laba dari Entitas Asosiasi                         4.599.937                                 4.599.937
                    Penghasilan (Beban) Lainnya                             (23.233.166)                              (23.233.166)
                    Pendapatan Sewa                                             900.000                -                  900.000
                    Keuntungan Penjualan Aset T etap                                            84.416.050             84.416.050
                    EBT                                                     (39.817.878)        84.416.050             44.598.172
                    Beban Pajak Penghasilan                                   9.713.600                                 9.713.600
                    EAT                                                     (30.104.278)        84.416.050             54.311.772
                    Imbalan Pasca Kerja                                               -                                         -
                    Pajak Penghasilan T erkait                                        -                                         -
                    Jumlah Laba Komprehensif                                (30.104.278)        84.416.050             54.311.772



                    Berdasarkan proforma Laba Rugi Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
                    terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi mengakibatkan kenaikan
                    keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp84.416.050.000 dan penurunan pada
                    pendapatan sewa sebesar (Rp900.000.000).




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                            40
                                                                                                                            40
Page 42
                    Proforma Arus Kas
                                                                                                             (Dalam Ribu Rupiah)
                                                                              Sebelum Transaksi     Penyesuaian       Sesudah Transaksi
                                                                                 30 Juni 2024                             30 Juni 2024
                                               Cash Flow
                    ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
                    Penerimaan dari pelanggan                                        295.390.326                               295.390.326
                    Pembayaran kepada pemasok                                       (234.186.726)                             (234.186.726)
                    Pembayaran kepada karyawan                                       (42.328.889)                              (42.328.889)
                    Penerimaan penghasilan bunga                                       1.122.596                                 1.122.596
                    Pembayaran pajak penghasilan badan                                (1.126.994)                               (1.126.994)
                    Penerimaan restitusi pajak                                         6.675.144                                 6.675.144
                    Pembayaran bunga dan beban keuangan                              (29.597.243)                              (29.597.243)
                    Piutang PT Urecel                                                        -            5.827.500              5.827.500
                    Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan operasi              (4.051.786)         5.827.500              1.775.714
                    ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
                    Perolehan aset tetap                                                     -                                         -
                    Penjualan aset tetap                                              13.680.330                                13.680.330
                    Pembayaran uang muka aset tetap                                  (11.322.852)                              (11.322.852)
                    Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi            2.357.478                  -              2.357.478
                    ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
                    Penerbitan saham biasa                                                   -                                         -
                    Penerimaan dividen                                                       -                                         -
                    Pencairan utang bang jangka pendek                                43.759.468                                43.759.468
                    Pembayaran utang bank jangka pendek                              (39.229.682)                              (39.229.682)
                    Pencairan Pinjaman jangka panjang lain-lain                              -                                         -
                    Pembayaran Pinjaman jangka panjang lain-lain                     (19.286.898)                              (19.286.898)
                    Liabilitas jangka panjang lain-lain pihak ketiga                         -                                         -
                    Pembayaran liabilitas sewa                                        (8.195.614)                               (8.195.614)
                    Pembayaran ke pihak berelasi                                             -                                         -
                    Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan pendanaan           (22.952.726)                 -            (22.952.726)
                    KENAIKAN/(PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS                          (24.647.034)         5.827.500            (18.819.534)
                    Dampak selisih kurs atas kas dan setara kas                        1.184.124                  -             1.184.124
                    Kas dan setara kas awal periode                                  116.603.779                              116.603.779
                    KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                  93.140.869                               98.968.369



                    Rencana Transaksi ini akan berpengaruh terhadap arus kas dari kegiatan operasi Perseroan
                    dengan adanya pendapatan atas piutang PT Urecel sebesar Rp 5.827.500.000. pada arus
                    kas dari kegiatan pendanaan terdapat penurunan penerimaan sewa sebesar
                    (Rp900.000.000).




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                     41
                                                                                                                                     41
Page 43
                    Proforma Rasio Keuangan
                                                                       Sebelum Transaksi        Penyesuaian            Sesudah Transaksi
                                                                          30 Juni 2024                                     30 Juni 2024
                                           Rasio Keuangan
                    Rasio Likuiditas
                     Rasio Lancar                                                    61,5%                    -0,04%                 61,4%
                     Quick Rasio                                                     43,2%                     0,32%                 43,6%
                    Rasio Solvabilitas
                     Debt Equity Ratio                                              317,2%                   -79,46%                237,7%
                     Debt to Assets                                                  76,0%                    -5,64%                 70,4%
                    Rasio Profitabilitas
                     Return On Asset                                                  -3,1%                   8,11%                   5,0%
                     Return On Equity                                                -12,8%                  29,85%                  17,0%



                    Rencana Transaksi akan menurunkan rasio lancar perusahaan karena hasil penjualan aset
                    tetap menjadi aset tidak lancar dan kenaikan utang pajak lebih besar dibandingkan
                    penerimaan kas setara kas dari penjualan aset tetap. Quick ratio perusahaan mengalami
                    kenaikan karena kenaikan liabilitas atas utang pajak lebih besar dibandingkan penerimaan
                    aset lancar
                    Debt to equity ratio dan debt to assets Perseroan mengalami penurunan karena ekuitas
                    mengalami kenaikan akibat keuntungan dari penjualan aset tetap.
                    Return on Asset dan Return on equity Perseroan mengaSlami kenaikan karena mengalami
                    kenaikan laba akibat keuntungan dari penjualan aset tetap.

          3.4.8     Analisis Nilai Tambah Rencana Transaksi (Incremental)

                    a) Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi yang akan
                       dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan perusahaan;
                                                                                      (Dalam Ribu Rupiah)
                                                                  2024           2025           2026              2027            2028
                                                                 Jul-Des       Jan-Des        Jan-Des           Jan-Des         Jan-Des
                                       Analisis Inkremental
                          Cash
                          Sebelum Transaksi                      75.598.802     54.140.598     47.976.461       46.841.609      50.555.420
                          Setelah Transaksi                      80.526.302     88.903.098     96.756.461      109.639.109     127.370.420
                          Selisih                                 4.927.500     34.762.500     48.780.000       62.797.500      76.815.000
                          Selisih %                                      7%            64%           102%             134%            152%

                          Piutang PT Urecel
                          Sebelum Transaksi                             -              -              -                -               -
                          Setelah Transaksi                     110.722.500     79.087.500     63.270.000       47.452.500      31.635.000
                          Selisih                               110.722.500     79.087.500     63.270.000       47.452.500      31.635.000
                          Selisih %                                       0%             0%             0%               0%              0%

                          Aset Tetap
                          Sebelum Transaksi                     462.218.665    421.874.735    384.590.184      347.368.764     311.477.261
                          Setelah Transaksi                     458.364.696    419.219.915    383.134.513      347.112.242     312.419.889
                          Selisih                                (3.853.969)    (2.654.820)    (1.455.671)        (256.522)        942.627
                          Selisih %                                  -0,83%         -0,63%         -0,38%           -0,07%           0,30%

                          Properti Investasi
                          Sebelum Transaksi                      16.130.406     16.130.406     16.130.406        16.130.406      16.130.406
                          Setelah Transaksi                               -              -              -                 -               -
                          Selisih                               (16.130.406)   (16.130.406)   (16.130.406)      (16.130.406)    (16.130.406)
                          Selisih %                                -100,00%       -100,00%       -100,00%          -100,00%        -100,00%

                          Liabilitas Jangka Pendek
                          Sebelum Transaksi                     663.783.439    647.910.224    642.757.404      637.793.571     633.033.946
                          Setelah Transaksi                     677.958.439    662.085.224    656.932.404      651.968.571     647.208.946
                          Selisih                                14.175.000     14.175.000     14.175.000       14.175.000      14.175.000
                          Selisih %                                   2,14%          2,19%          2,21%            2,22%           2,24%

                          Ekuitas
                          Sebelum Transaksi                     222.321.675    201.758.303    190.532.752      186.063.626     189.579.297
                          Setelah Transaksi                     306.437.300    285.273.077    273.446.675      268.376.698     271.291.518
                          Selisih                                84.115.625     83.514.774     82.913.923       82.313.072      81.712.221
                          Selisih %                                  37,84%         41,39%         43,52%           44,24%          43,10%



Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                      42
                                                                                                                                      42
Page 44
                                                                   2029          2030             2031             2032             2033
                                                                 Jan-Des       Jan-Des          Jan-Des          Jan-Des          Jan-Des
                                    Analisis Inkremental
                         Cash
                         Sebelum Transaksi                       60.106.429     72.931.418      100.274.837      128.409.749      160.667.582
                         Setelah Transaksi                      150.938.929    177.781.418      203.324.837      229.659.749      260.117.582
                         Selisih                                 90.832.500    104.850.000      103.050.000      101.250.000       99.450.000
                         Selisih %                                     151%           144%             103%              79%              62%

                         Piutang PT Urecel
                         Sebelum Transaksi                              -              -                -                -                -
                         Setelah Transaksi                       15.817.500            -                -                -                -
                         Selisih                                 15.817.500            -                -                -                -
                         Selisih %                                        0%               0%               0%               0%               0%

                         Aset Tetap
                         Sebelum Transaksi                      275.902.892    240.328.523      207.497.393      188.422.098      169.346.802
                         Setelah Transaksi                      278.044.669    243.669.448      212.037.468      194.161.321      176.285.175
                         Selisih                                  2.141.776      3.340.926        4.540.075        5.739.224        6.938.373
                         Selisih %                                    0,78%          1,39%            2,19%            3,05%            4,10%

                         Properti Investasi
                         Sebelum Transaksi                       16.130.406     16.130.406       16.130.406       16.130.406       16.130.406
                         Setelah Transaksi                                -              -                -                -                -
                         Selisih                                (16.130.406)   (16.130.406)     (16.130.406)     (16.130.406)     (16.130.406)
                         Selisih %                                 -100,00%       -100,00%         -100,00%         -100,00%         -100,00%

                         Liabilitas Jangka Pendek
                         Sebelum Transaksi                      628.494.986    624.194.477      627.667.274      631.418.532      635.470.715
                         Setelah Transaksi                      642.669.986    638.369.477      641.842.274      645.593.532      649.645.715
                         Selisih                                 14.175.000     14.175.000       14.175.000       14.175.000       14.175.000
                         Selisih %                                    2,26%          2,27%            2,26%            2,24%            2,23%

                         Ekuitas
                         Sebelum Transaksi                      201.179.451    218.139.315      243.028.173      284.900.050      333.527.049
                         Setelah Transaksi                      282.290.822    298.649.835      322.937.842      364.208.868      412.235.016
                         Selisih                                 81.111.370     80.510.520       79.909.669       79.308.818       78.707.967
                         Selisih %                                   40,32%         36,91%           32,88%           27,84%           23,60%



                       Hasil analisis menunjukkan bahwa Rencana Transaksi ini akan memberikan perbaikan
                       kepada variable-variable yang dianalisa terutama pada variable Kas dan Ekuitas
                       Perseroan.
                    b) Biaya atau pendapatan yang relevan;
                         Dari sisi aset tetap, perseroan mendapatkan keuntungan dari pengurangan beban
                         depresiasi. Laba yang didapatkan dari penjualan aset tetap sangat signifikan sebesar
                         Rp84.115.625.000 dikarenakan nilai buku dari properti investasi yang hanya
                         Rp16.130.406.000.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                                                        43
                                                                                                                                        43
Page 45
3.5       Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

          a) Perbandingan antara rencana nilai transaksi dengan penilaian atas transaksi yang akan dilakukan;

               Berdasarkan Laporan Penilaian yang diterbitkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sugianto
               Prasodjo Dan Rekan dengan nomor: 00212/2.0131-09/PI/04/0532/1/XII/2024 tanggal 16
               Desember 2024, Nilai Pasar dari objek transaksi adalah senilai Rp103.344.000.000 dengan
               rincian sebagai berikut

                                             Keterangan                 Nilai Pasar
                                             Tanah                       52.892.610.000
                                             Bangunan                    37.467.062.000
                                             Sarana dan Prasarana        12.984.579.000
                                             Jumlah                     103.344.000.000
               Berdasarkan informasi dari Perseroan, rencana nilai transaksi dari objek transaksi adalah
               sebesar Rp. 105.000.000.000

          b) Analisis untuk memastikan bahwa rencana nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi
             yang akan dilakukan;

               Berdasarkan analisis inkremental yang telah dilakukan, Rencana Transaksi akan meningkatkan
               laba bersih Perseroan di masa depan, selain itu rasio-rasio keuangan Perseroan juga mengalami
               peningkatan akibat dari Rencana Transaksi ini.

          c) Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan untuk meyakini bahwa rencana nilai transaksi berada
             dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian

               Berdasarkan peraturan No.35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan
               Penilaian Bisnis Di Pasar Modal, suatu transaksi dikategorikan wajar apabila transaksi tersebut
               berada pada kisaran batas atas dan batas bawah sebesar 7,5% dari Nilai Pasar. Perbandingan
               nilai Rencana Transaksi dengan batas atas dan batas bawah disajikan sebagai berikut:

                                         Keterangan                       Nilai Pasar
                                         Nilai Pasar                       103.344.000.000
                                         Batas Atas                        111.094.800.000
                                         Batas Bawah                         95.593.200.000
                                         Nilai Rencana Transaksi           105.000.000.000

               Dengan mempertimbangkan batas atas dan batas bawah pada tabel di atas, maka nilai dari
               Rencana Transaksi tersebut adalah wajar.
3.6       Kesimpulan
          Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi ini
          adalah Perseroan dan Pembeli. Rencana Transaksi ini merupakan transaksi yang mengandung
          unsur transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
          42/POJK.04/2020, karena Perseroan dan Pembeli memiliki beberapa pengurus atau pemegang
          saham yang sama. Rencana Transaksi yang akan dilakukan bukan merupakan transaksi
          benturan kepentingan karena memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan
          diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan menguntungkan
          Perseroan.



Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                          44
                                                                                                           44
Page 46
          Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp105.000.000.000 sedangkan jumlah ekuitas
          Perseroan berdasarkan laporan keuangan Audited per 30 Juni 2024 adalah sebesar
          Rp234.707.526.000 dengan demikian Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material
          sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020, karena
          nilai transaksi lebih dari 20% ekuitas Perseroan. Secara umum, manfaat dari dilakukannya
          Perseroan dapat melakukan pembayaran utang kepada pihak ketiga dan mendapatkan tambahan
          modal kerja untuk mendukung operasional Perseroan.
          Secara kuantitatif Rencana Transaksi dapat memperbaiki rasio likuiditas, aktivitas, dan
          solvabilitas Perseroan. Rencana Transaksi juga memberikan manfaat efisiensi pada beban pokok
          penjualan Perseroan.
          Berdasarkan analisis batas wajar atas dan bawah nilai Rencana Transaksi penjualan ini dimana batas
          atas adalah Rp111.094.800.000 sedangkan batas bawah adalah Rp95.593.200.000 sedangkan nilai
          Rencana Transaksi adalah Rp105.000.000.000, dapat disimpulkan Rencana Transaksi tersebut masih
          berada pada batas wajar.
          Dengan demikian, hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang
          terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif, kuantitatif, dan kelayakan dari
          Rencana Transaksi yang akan dilakukan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi
          yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah Wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk                                       45
                                                                                                       45

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.15 MB
Published24 Dec 2024
Pages46
Characters152,613
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 41 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT. Inocycle Technology Group, Tbk · Nama Perusahaan p.12 ×88
linked person Amir Abadi Jusuf p.14 ×4
linked org PT Samudera Industri p.17 ×3
linked — Sandiana Soemarko p.18
linked person Jung Hyo Choi p.18 ×5
linked person Victor Seng Hyeok Choi · Presiden Direktur p.18 ×6
linked person Suhendra Setiadi p.18
linked person Bobby Suryo Herlambang p.18
linked person Gautama Ashok Kumar p.18
linked person Jaehyuk Choi p.21 ×2
linked person Wonhyuk Choi p.21
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.13 ×9
possible org Negara Republik Indonesia p.17 ×2
possible person Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja p.18 ×4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan p.12
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo p.12
unresolved org KJPP SPR p.12 ×3
unresolved person Dr. Ashari. p.14 ×2
unresolved person MSi. p.14
unresolved org Purba Lauddin dan Rekan p.14
unresolved — Eishennoraz · Akuntan Publik p.14 ×3
unresolved org Mawar dan Rekan p.14 ×4
unresolved — Jul Edy Siahaan · Akuntan Publik p.14
unresolved person Lok Budianto. · Akuntan Publik p.14
unresolved org Rintis dan Rekan p.14
unresolved org PT Hilon Felt p.17
unresolved person Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi · Notaris p.17 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.17 ×2
unresolved person Bastian Harijanto · Notaris p.17 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17 ×2
unresolved org PT Sambros Invesco International p.17 ×5
unresolved org PT. Urecel Indonesia p.18 ×10
unresolved person Yohanes Irson Purba · Notaris p.18
unresolved org PT Sambros Invesco Internationa p.19
unresolved org Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk p.19
unresolved org PT. Urecel Indonesia. Victor Seng Hyeok Choi p.21 ×2
unresolved org PT. Urecel Indonesia. Jung Hyo Choi · Komisaris p.21
unresolved org Bank Indonesia p.25 ×6
unresolved org Pusat Statistik p.25
unresolved org PT Urecel Sebelum Transaksi p.34 ×4
unresolved org PT Urecel p.35 ×5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 5167 ms 12 Sep 2026 22:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'adalah senilai Rp103.344.000.000 dengan'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'adalah senilai Rp103.344.000.000 dengan',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result