Back to announcement
20241224_INOV_Laporan Informasi dan Fakta Material_31831101_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review INOVSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 46
Page 1
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No: 00370/2.0131-09/INO/KJPPSPR/APP-
BS/XI/2024 tertanggal 11 November 2024 Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan
Rekan (selanjutnya disebut “KJPP SPR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT. Inocycle
Technology Group, Tbk. (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat
kewajaran sehubungan dengan aksi korporasi yang dilakukan oleh Perseroan dalam Transaksi
Aset Tetap.
Transaksi ini dilakukan dalam rangka reorganisasi/restrukturisasi dan/atau pengelompokan aset
yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Perseroan, sehingga akan memaksimalkan aset sesuai
dengan fungsinya. Aset Tetap yang dimiliki oleh Perseroan saat ini merupakan aset non-
operasional yang telah disewakan kepada afiliasi. Aset ini tidak digunakna dalam operasional
utama Perseroan dan hanya menghasilkan pendapatan sewa dari anak perusahaan tersebut.
Dalam rangka meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan untuk mendukung strategi bisnis
yang lebih berkelanjutan, Perseroan memutuskan untuk melakukan penjualan Aset Tetap kepada
Afiliasi.
Aset tetap lebih bermanfaat jika dijual kepada Afiliasi yang sudah familiar dengan penggunaannya
dan berencana untuk mengembangkan atau memanfaatkannya lebih lanjut untuk kebutuhan
operasional mereka. Penjualan Aset Tetap ini dapat memberikan tambahan kas yang dapat
digunakan oleh Perseroan untuk investasi pada area yang lebih menguntungkan. Perseroan akan
mendapatkan keuntungan atas penjualan aset tersebut secara langsung, dimana akan
meningkatkan laba Perseroan dan juga akan menimbulkan pengurangan biaya penyusutan atas
aset Perseroan.
1.2 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam hal ini adalah sebagai berikut:
Nama Perusahaan : PT. Inocycle Technology Group, Tbk
Bidang Usaha : Industri Tekstil non Woven
Alamat : Kawasan Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10,
Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten
15560.
No. Telepon : (021) 5903307
Website : https://inocycle.com/
1.3 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date)
Pendapat kewajaran dilaksanakan per tanggal 30 Juni 2024, parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 30 Juni 2024.
1.4 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan penugasan adalah memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
dengan tujuan memenuhi POJK No.17/POJK.04/2020, POJK No.42/POJK.04/2020 sesuai
dengan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 11
11
Page 13
1.5 Objek Analisis Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi.
1.6 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi
Optimalisasi Aset: Aset Tetap yang saat ini hanya menghasilkan pendapatan sewa akan lebih
bermanfaat jika dijual kepada Afiliasi yang sudah familiar dengan penggunaannya dan berencana
untuk mengembangkan atau memanfaatkannya lebih lanjut untuk kebutuhan operasional mereka.
Penyederhanaan Struktur Keuangan: Penjualan Aset Tetap ini akan mengurangi beban
pengelolaan aset tidak produktif bagi Perseroan, sehingga fokus dapat lebih diarahkan pada
pengelolaan aset operasional yang lebih strategis dan produktif.
Pemanfaatan Dana: Penjualan Aset Tetap ini dapat memberikan tambahan kas yang dapat
digunakan oleh Perseroan untuk investasi pada area yang lebih menguntungkan.
Mendukung Pertumbuhan Afiliasi: Afiliasi yang telah menyewa Aset Tetap ini memiliki pemahaman
dan rencana yang jelas mengenai penggunaan Aset Tetap tersebut. Penjualan akan memberikan
mereka kontrol penuh, memungkinkan pengembangan lebih lanjut yang dapat mendukung
pertumbuhan jangka panjang.
1.7 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Sehubungan dengan Peraturan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang tentang transaksi afiliasi dan
benturan kepentingan transaksi tertentu, Peraturan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, dan Peraturan POJK
No. 35/POJK.04/2020, tertanggal 2 Juli 2020, tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, maka dalam penugasan laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi Perseroan ini, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi yang mencakup hal hal sebagai berikut:
1. Melakukan analisis Rencana Transaksi Perseroan.
2. Melakukan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi Perseroan.
3. Melakukan analisis kuantitstif dari Rencana Transaksi Perseroan.
4. Melakukan analisis kewajaran dari Rencana Transaksi Perseroan.
1.8 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 Tentang Tentang Transaksi Afiliasi
dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi
Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 12
12
Page 14
1.9 Sumber Data dan Informasi
1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang
telah diaudit oleh Dr. Ashari.,SE.,MSi.,Ak.,CA.,CPA.,CM.,BKP selaku Akuntan Publik dan
Kantor Akuntan Publik (KAP) Purba Lauddin dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 dan 2022 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh Eishennoraz selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar dan Rekan dengan opini tidak menyatakan
pendapat.
5. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2020 dan 2019 yang telah diaudit oleh Jul Edy Siahaan selaku Akuntan Publik dan Kantor
Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Arjanto, Mawar dan Rekan dengan pendapat bahwa
laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
6. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2019 dan 2018 yang telah diaudit oleh Lok Budianto.,SE.,Ak.,CPA selaku Akuntan Publik dan
Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan dengan pendapat bahwa
laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.
7. Proforma Perseroan dengan dan tanpa Rencana Transaksi.
8. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan dan pihak lain yang kami anggap layak dan
relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses
pendapat kewajaran.
9. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
1.10 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur pendapat kewajaran Rencana Transaksi yang mencakup
hal – hal sebagai berikut:
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 13
13
Page 15
1. Analisis atas Rencana Transaksi
2. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
3. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
1.11 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP SPR bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan maupun pihak pihak
lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP SPR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan
untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang Kami terima sama
sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.12 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran
Dalam pemahaman terbaik kami berdasarkan informasi publik yang tersedia, kami berpendapat
tidak ada kejadian penting setelah tanggal pendapat kewajaran yang dapat secara signifikan
mempengaruhi hasil kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 14
14
Page 16
BAB II
TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
2.1 Latar Belakang Transaksi
Transaksi ini dilakukan dalam rangka reorganisasi/restrukturisasi dan/atau pengelompokkan aset
yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Perseroan, sehingga akan memaksimalkan aset sesuai
dengan fungsinya. Aset Tetap yang dimiliki oleh Perseroan saat ini merupakan aset non-
operasional yang telah disewakan kepada afiliasi. Aset ini tidak digunakan dalam operasional
utama Perseroan dan hanya menghasilkan pendapatan sewa dari anak perusahaan tersebut.
Meskipun demikian, Aset Tetap tersebut memiliki potensi untuk digunakan secara lebih optimal
oleh Afiliasi, yang memanfaatkan aset tersebut untuk kepentingan bisnis mereka. Dalam rangka
meningkatkan efisiensi pengelolaan aset dan untuk mendukung strategi bisnis yang lebih
berkelanjutan, Perseroan memutuskan untuk melakukan penjualan Aset Tetap kepada Afiliasi.
2.2 Maksud dan Tujuan Transaksi
Maksud dan tujuan dari dilakukan Rencana Transaksi ini adalah Optimalisasi Aset,
Penyederhanaan Struktur Keuangan, Pemanfaatan Dana, dan Mendukung Pertumbuhan Afiliasi.
Perseroan akan mendapatkan keuntungan atas penjualan aset tersebut secara langsung, dimana
akan meningkatkan laba Perseroan dan juga akan menimbulkan pengurangan biaya penyusutan
atas aset Perseroan.
2.3 Objek Transaksi
Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 15
15
Page 17
2.4 Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi
2.4.1. PT. Inocycle Technology Group, Tbk (“Perseroan”)
a. Riwayat Singkat
PT Inocycle Technology Group Tbk (Perusahaan) sebelumnya PT Hilon Felt didirikan berdasarkan
Akta Pendirian No. 35 tanggal 17 Juli 2001 yang dibuat di hadapan Fransiscus Xaverius Budi Santoso
Isbandi, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. C-13811 HT.01.01.TH.2001 tanggal 21 November 2001 serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 5018 Tambahan tanggal 20 Maret 2002.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta
Notaris No. 3 tanggal 6 Januari 2022 yang dibuat di hadapan Bastian Harijanto, S.H., M.Kn., Notaris
di Tangerang, mengenai pernyataan keputusan pemegang saham sirkuler. Perubahan tersebut
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.03-0038250 tanggal 18 Januari 2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
menjalankan usaha dalam bidang Industri Persiapan Serat Tekstil, Industri Bantal dan Sejenisnya,
Industri Non Weven (bukan tenunan), Industri Serat Stapel Buatan, Industri Furnitur Lainnya, dan
Pemulihan Material Barang bukan Logam.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri Pasar Kemis, Tangerang. Perusahaan mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 2003. Entitas induk Perusahaan adalah PT Samudera
Industri dan entitas induk terakhir Perusahaan adalah PT Sambros Invesco International, keduanya
didirikan di Indonesia.
b. Alamat Kantor Perusahaan
Perusahaan didirikan dan berdomisili di Indonesia dengan kantor berkedudukan di Jalan Kawasan
Industri Pasar Kemis, Jl. Putera Utama No.10, Sukaasih, Pasar Kemis, Tangerang Regency, Banten
15560.
c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Dasar hukum yang menjadi dasar pengungkapan Strukur Permodalan dan Pemegang Saham adalah
Akta Pendirian Perseroan nomor 118 tertanggal 15 April 2019 yang dibuat oleh Notaris Chistina Dwi
Utami, Sarjana Hukum, Magister Humaniora, Magister Kenotariatan, dimana sebagai berikut:
Modal Dasar Rp336.750.000.000 (Tiga Ratus Dengan jumlah lembar saham
Tiga Puluh Enam Miliar Tujuh sebanyak 3.367.500.000 (Tiga
Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) Miliar Tuga Ratus Enam Puluh
Tujuh Juta Lima Ratus Ribu) atau
Nilai Nominal Rp100 (Seratus
Rupiah)
Modal Ditempatkan Rp180.822.190.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
Delapan Puluh Miliar Delapan sebanyak 1.808.221.900 (Satu
Ratus Dua Puluh Dua Juta Seratus Miliar Delapan Ratus Delapan Juta
Sembilan Puluh Ribu Rupiah) Dua Ratus Dua Puluh Satu Ribu
Sembilan Ratus)
Modal Disetor Rp180.822.190.000 (Seratus Dengan jumlah lembar saham
Delapan Puluh Miliar Delapan sebanyak 1.808.221.900 (Satu
Ratus Dua Puluh Dua Juta Seratus Miliar Delapan Ratus Delapan Juta
Sembilan Puluh Ribu Rupiah) Dua Ratus Dua Puluh Satu Ribu
Sembilan Ratus)
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 16
16
Page 18
Perusahaan memiliki saham dengan total sebesar 1.808.221.900 lembar saham dengan nilai nominal
Rp 100 per saham. Komposisi pemegang saham Perseroang pada tanggal 30 Juni 2024 sebagai
berikut :
Pemegang Saham Jumlah Saham Nominal (Rp) Presentase (%)
PT Samudera Industri 1.200.221.900 120.022.190.000 66,38%
Sandiana Soemarko 201.325.000 20.132.500.000 11,13%
Kepemilikan 406.675.000 40.667.500.000 22,49%
Masyarakat dibawah 5%
Jumlah/ Total 1.808.221.900 180.822.190.000 100%
d. Susunan Pengurus Perusahaan
Komisaris
Komisaris Utama : Jung Hyo Choi
Komisaris Independen : Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja
Direksi
Direktur Utama : Jae Hyuk Choi
Direktur : Won Hyuk Choi
Direktur : Victor Seng Hyeok Choi
Direktur : Suhendra Setiadi
Komite Audit
Ketua : Dr. Ir. Widhyawan Prawiraatmadja
Anggota : Bobby Suryo Herlambang
Anggota : Gautama Ashok Kumar
e. Kegiatan Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
menjalankan usaha dalam bidang Industri Persiapan Serat Tekstil, Industri Bantal dan Sejenisnya,
Industri Non Weven (bukan tenunan), Industri Serat Stapel Buatan, Industri Furnitur Lainnya, dan
Pemulihan Material Barang bukan Logam.
2.4.2. PT. Urecel Indonesia
a. Riwayat Singkat
PT Urecel Indonesia merupakan merupakan salah satu bagian dari PT. Sambros Invesco
International. yang merupakan anak usaha dan dimiliki oleh PT. Sambros Invesco International
dan PT. Inocycle Technology Group, Tbk. PT Urecel Indonesia (Perusahaan) didirikan berdasarkan
Akta Pendirian No. 3 tanggal 22 Juli 2002 yang dibuat di hadapan Yohanes Irson Purba, S.H., Notaris
di Tangerang. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat
Keputusan No.C-18069.HT.01.01 tanggal 18 September 2002 serta diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 92 Tambahan No. 13828/2002 tanggal 15 November 2002.
b. Alamat Kantor Perusahaan
Kantor pusat dan pabrik Perusahaan berlokasi di Tangerang, Banten. Perusahaan mulai beroperasi
secara komersial pada tahun 2002.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 17
17
Page 19
c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
Kepemilikan
PT Sambros Invesco Internationa 54,20% 13.550
PT Inocycle Technology Group Tbk 45,80% 11.450
Total 100,0% 25.000
d. Susunan Pengurus Perusahaan
Direksi
Komisaris : Jung Hyo Choi
Presiden Direktur : Victor Seng Hyeok Choi
Dewan Direksi Jae Hyuk Choi
: Kumagai Kenichi
: Joachim Kari Albrecht
: Park Yong Jun
e. Kegiatan Usaha
Perusahaan bergerak dalam bidang perindustrian dan perdagangan. Produk utama Perusahaan
adalah polyurethane.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 18
18
Page 20
BAB III
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
3.1 Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan
Dalam menilai kewajaran Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai berikut:
1. Analisis atas Rencana Transaksi
2. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
3. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
3.2 Analisis atas Rencana Transaksi
3.2.1 Pihak - pihak yang melakukan transaksi dan hubungan keterkaitan antar pihak
a. Pihak - pihak yang melakukan transaksi
Sebagaimana disampaikan pada bab sebelumnya, bahwa pihak-pihak yang melakukan
transaksi dalam Rencana Transaksi ini adalah Perseroan sebagai Penjual Aset Tetap dan
PT Urecel Indonesia sebagai Pembeli Aset Tetap.
b. Hubungan dari segi kepemilikan saham
Berdasarkan struktur kepemilikan saham dari pihak-pihak yang akan melakukan Rencana
Transaksi yaitu antara Perseroan dan PT Urecel Indonesia, yang merupakan anak
Perusahaan dari PT. Sambros Invesco International. Perseroan memiliki keterkaitan
saham secara langsung dengan PT Urecel Indonesia yang merupakan anak perusahaan
Perseroan. Perseroan memiliki Saham PT Urecel Indonesia sebesar 45,80% dan PT.
Sambros Invesco International memiliki PT Urecel Indonesia sebesar 54,2%.
Ditinjau dari hubungan dari segi kepemilikan saham, berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 42/POJK.04/2020 transaksi ini termasuk kepada transaksi afiliasi.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 19
19
Page 21
c. Hubungan dari segi kepengurusan
Berdasarkan struktur kepemilikan saham dari pihak-pihak yang akan melakukan Rencana
Transaksi, terdapat keterkaitan dari segi kepengurusan di antara pihak-pihak tersebut.
Jaekyuk Choi yang merupakan Direktur Utama di Perseroan juga menjabat sebagai
Direksi di PT. Urecel Indonesia. Victor Seng Hyeok Choi yang merupakan Direksi di
Perseroan juga menjabat sebagai Direktur Utama di PT. Urecel Indonesia. Jung Hyo Choi
menjabat sebagai Komisaris di Perseroan dan PT. Urecel Indonesia.
PT. Inocycle Technology Group Tbk PT. URECEL INDONESIA
Victor Seng Hyeok Choi
DIREKTUR UTAMA Jaehyuk Choi
Wonhyuk Choi Jaehyuk Choi
DIREKSI Victor Seng Hyeok Choi PARK YONG JUN
JOACHIM KARL ALBRECHT MUETZELFELDT
Suhendra
Jung Hyo Choi (Komisaris Utama)
KOMISARIS Jung Hyo Choi
Widhyawan Prawiraatmadja (Komisaris
Independent)
Ditinjau dari hubungan dari segi kepengurusan, berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 42/POJK.04/2020 transaksi ini termasuk kepada transaksi afiliasi.
Rencana Transaksi transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Memperhatikan definisi Benturan kepentingan di atas (yang merugikan perusahaan) dan
alasan yang telah dikemukakan serta harga transaksi yang akan dilaksanakan, maka
Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi benturan kepentingan, karena
memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai
aturan perundang-undangan yang berlaku dan menguntungkan Perseroan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 20
20
Page 22
3.2.2 Perjanjian dan Persyaratan yang disepakati
Berdasarkan Draft Perjanjian Pengikatan Jual Beli pada tanggal 02 Desember 2024
Perseroan dan PT. Urecel Indonesia sepakat atas Rencana Transaksi dengan rincian
biaya sebagai berikut:
a. Jual beli atas Aset Tetap sebesar Rp105.000.000.000 (Seratus Lima Milyar Rupiah)
b. Tahap Pertama sebesar 5% (lima persen) dari harga transaksi atau sebesar
Rp5.250.000.000 (Lima Milyar Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)
c. Pelunasan sebesar Rp99.750.000.000 (Sembilan Puluh Sembilan Miliar Tujuh Ratus
Lima Puluh Juta Rupiah).
3.2.3 Analisis Manfaat Transaksi
Perseroan akan mendapatkan keuntungan atas penjualan aset tersebut secara langsung,
dimana akan Penjualan Aset Tetap akan menghasilkan kas yang bisa digunakan untuk
mendanai proyek strategis lainnya atau mengurangi beban utang, Mengurangi
keterlibatan dalam pengelolaan aset non-operasional memungkinkan Perseroan lebih
fokus pada kegiatan operasional utama, Dengan menjual aset non-operasional,
perusahaan induk dapat mengurangi biaya pemeliharaan dan pengelolaan Aset Tetap
yang tidak digunakan secara maksimal, meningkatkan laba Perseroan dan juga akan
menimbulkan pengurangan biaya penyusutan atas aset Perseroan.
3.2.4 Analisis Risiko Transaksi Bagi Perseroan
Berikut adalah risiko yang mungkin muncul sehubungan dengan Rencana Transaksi:
1. Risiko Peraturan
Perseroan harus memastikan bahwa transaksi ini mematuhi peraturan yang berlaku,
terutama mengenai transaksi dengan pihak terafiliasi. Ini meliputi persetujuan yang
diperlukan dari pihak terkait, seperti dewan komisaris dan pemegang saham.
2. Risiko Penggunaan Aset oleh Afiliasi
Afiliasi yang membeli Aset Tetap tersebut harus memastikan bahwa mereka
memiliki rencana yang tepat untuk penggunaan aset, termasuk pengelolaan jangka
panjang dan pemanfaatan Aset Tetap secara optimal.
3. Perubahan dalam Hubungan Bisnis
Setelah transaksi penjualan, Afiliasi akan memiliki kontrol penuh atas Aset Tetap
tersebut, yang mungkin berdampak pada hubungan bisnis yang sudah ada antara
Perseroan dan Afiliasi. Ini dapat mempengaruhi pengelolaan properti dan
kesepakatan-keputusan bisnis lainnya.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 21
21
Page 23
3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
3.3.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
PT. Inocycle Technology Group, Tbk, bergerak dalam bidang Industri Persiapan Serat Tekstil,
Industri Bantal dan Sejenisnya, Industri Non Weven (bukan tenunan), Industri Serat Stapel
Buatan, Industri Furnitur Lainnya, dan Pemulihan Material Barang bukan Logam
Berdasarkan surat pengumuman pencatatan dari Laporan Biro Administrasi Efek No.
LB-01/INOV/112024 tanggal 5 November 2024, Perusahaan Perseroan telah mencatatkan
seluruh sahamnya sebanyak 1.808.221.900.
Anggaran Dasar Perseroan
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal 6 Januari 2022 yang dibuat di hadapan Bastian
Harijanto, S.H., M.Kn., Notaris di Tangerang, mengenai pernyataan keputusan pemegang
saham sirkuler. Perubahan tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0038250 tanggal 18 Januari
2022.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
adalah menjalankan usaha dalam bidang Industri Persiapan Serat Tekstil, Industri Bantal dan
Sejenisnya, Industri Non Weven (bukan tenunan), Industri Serat Stapel Buatan, Industri
Furnitur Lainnya, dan Pemulihan Material Barang bukan Logam
Kegiatan Usaha Utama dan Produk yang Dihasilkan
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
meliputi usaha:
Kegiatan usaha utama:
Industri Persiapan Serat Tekstil, yang mencakup usaha persiapan serat tekstil, seperti
reeling (pilin/menggulung) dan pencucian serat sutera, degreasasi (penghilangan lemak)
dan karbonisasi wol dan pencelupan bulu domba, termasuk proses penyusunan dan
penyisiran (carding atau combing) dari serat rambut hewan serat tumbuhan, dan serat
buatan (sintetis dan artifisial), dengan Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) 13111;
Industri Bantal dan Sejenisnya, yang mencakup usaha pembuatan bantal dan sejenisnya,
seperti bantal dan guling, selimut kapas, selimut bulu angsa, bantal kursi, kantong tidur dan
lain-lain dari kapuk, dakron dan sejenisnya, dengan Kode KBLI 13923;
Industri Non Woven (bukan Tenunan), yang mencakup usaha industri kain yang dibuat
tanpa dengan proses anyaman atau perajutan, seperti kain kempa, kain felting dan kain
laken. Termasuk industri kain untuk keperluan pelayanan kesehatan manusia, seperti duk
operasi (surgical drape); baju, masker, penutup kepala dan perlengkapan non woven lain
untuk operasi; dan pembalut luka non woven, dengan Kode KBLI 13993;
Industri Serat Stapel Buatan, yang mencakup usaha pembuatan serat stapel buatan,
seperti poliamida, poliester, rayon viskosa, akrilik, selulosa asetat dan sebagainya (kecuali
serat gelas dan serat optik) untuk diolah lebih lanjut dalam industri tekstil. Serat stapel
adalah serat buatan yang dipotong pendek-pendek, dengan Kode KBLI 20302;
Industri Furnitur Lainnya, yang mencakup usaha pembuatan furnitur yang bahan utamanya
bukan kayu, rotan, bambu, logam, plastik dan bukan barang imitasi, seperti bahan
pelengkap matras atau kasur, matras atau kasur dengan per atau pegas atau yang yang
diisi atau disumpal atau dilengkapi dengan bahan pelengkap lainnya (kapok, dakron) dan
matras atau kasur plastik atau karet yang tidak dilapisi dan matras atau kasur sejenisnya.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 22
22
Page 24
Termasuk kereta restoran dekorasi, seperti kereta desert, kereta makanan, dengan Kode
KBLI 31009;
Pemulihan Material Barang Bukan Logam, yang mencakup usaha pengolahan barang
bekas dari bukan logam dan sisa-sisa barang bukan logam menjadi bahan baku sekunder.
Hasil dari daur ulang/pemulihan material barang bukan logam adalah bahan baku sekunder
berbagai bentuk seperti potongan-potongan atau serpihan bukan logam dan lainnya.
Kegiatan pada kelompok ini mencakup pemisahan dan pemilihan sampah bukan logam,
reklamasi karet dan ban bekas, pemilihan plastik, pengolahan sampah plastik atau karet
menjadi butiran, penghancuran, pembersihan dan pemilihan kaca, pengolahan minyak dan
lemak bekas pakai menjadi bahan sekunder, pengolahan sampah makanan, minuman dan
tembakau dan sampah bukan logam lainnya. Pembuatan barang bukan logam yang baru
dari bahan baku sekunder, barang bekas bukan logam dan sisa-sisa barang bukan logam
dimasukkan dalam kelompok industri yang sesuai, dengan Kode KBLI 38302;
Kegiatan usaha penunjang:
Selain kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud di atas, Perseroan dapat melakukan
kegiatan usaha pendukung untuk melakukan segala kegiatan-kegiatan yang diperlukan,
untuk mendukung terlaksananya kegiatan usaha utama Perseroan sebagaimana dimaksud
di atas.
3.3.2 Analisis Industri
a. Kondisi Perekonomian Indonesia
Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar
harga berlaku triwulan II-2024 mencapai Rp5.536,5 triliun dan atas dasar harga konstan 2010
mencapai Rp3.231,0 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan
sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,79 persen (q-to-q). Dari sisi produksi,
pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
sebesar 23,43 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
(PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,58 persen. Ekonomi Indonesia triwulan
II-2024 terhadap triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,05 persen (y-on-y). Dari sisi produksi,
Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan
tertinggi sebesar 10,17 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi
Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan
tertinggi sebesar 9,98 persen. Ekonomi Indonesia semester I-2024 terhadap semester I-2023
tumbuh sebesar 5,08 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi
sebesar 10,25 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-LNPRT mengalami
pertumbuhan tertinggi sebesar 16,84 persen. Ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan
II-2024 menunjukkan pertumbuhan positif pada semua wilayah. Kelompok provinsi di Pulau
Jawa menjadi penyumbang terbesar dengan peranan sebesar 57,04 persen dari ekonomi
nasional dan mencatat kinerja pertumbuhan sebesar 4,92 persen (y-on-y) dibanding triwulan
II-2023.
b. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II 2024 membaik dan mendukung
ketahanan eksternal. NPI pada triwulan II 2024 menunjukkan perbaikan dengan mencatat
defisit 0,6 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan defisit 6,0 miliar dolar AS pada
triwulan I 2024. Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja transaksi modal dan
finansial yang mencatat surplus serta defisit transaksi berjalan yang tetap terjaga. Dengan
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 23
23
Page 25
perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Juni tercatat tetap tinggi sebesar
140,2 miliar dolar AS, atau setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran
utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
bulan impor.
Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan II 2024, transaksi berjalan
mencatat defisit 3,0 miliar dolar AS (0,9% dari PDB), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan
defisit 2,4 miliar dolar AS (0,7% dari PDB) pada triwulan I 2024. Surplus neraca perdagangan
barang meningkat, dikontribusikan oleh defisit neraca perdagangan migas yang menurun dan
surplus neraca perdagangan nonmigas yang relatif stabil. Ekspor nonmigas tumbuh positif
didukung oleh perbaikan harga komoditas dan permintaan dari mitra dagang utama,
sementara impor nonmigas relatif stabil dipengaruhi aktivitas ekonomi domestik yang terjaga.
Defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi oleh defisit jasa perjalanan (travel) seiring
pelaksanaan ibadah haji 2024. Defisit neraca pendapatan primer juga lebih tinggi dipengaruhi
oleh pembayaran dividen dan bunga/kupon sesuai pola triwulanan.
Kinerja transaksi modal dan finansial membaik di tengah tingginya ketidakpastian pasar
keuangan global. Transaksi modal dan finansial mencatat surplus 2,7 miliar dolar AS pada
triwulan II 2024, dari sebelumnya defisit 1,6 miliar dolar AS pada triwulan I 2024. Kinerja positif
ini terutama ditopang oleh aliran masuk modal asing pada investasi portofolio di tengah
ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Investasi langsung tetap
membukukan surplus sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan iklim
investasi domestik yang terjaga. Investasi lainnya mencatat penurunan defisit dipengaruhi
oleh penurunan investasi swasta pada beberapa instrumen finansial luar negeri, di tengah
peningkatan pembayaran utang luar negeri swasta sesuai jadwal.
NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar
0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan tetap
mencatatkan surplus didukung oleh peningkatan aliran masuk modal asing baik dalam bentuk
Penanaman Modal Asing (PMA) maupun investasi portofolio sejalan dengan persepsi positif
investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.
Grafik Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia
c. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2024 tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi IHK Juni 2024 tercatat deflasi sebesar 0,08%
(mtm), sehingga secara tahunan menurun menjadi 2,51% (yoy) dari realisasi bulan
sebelumnya sebesar 2,84% (yoy). Inflasi yang terjaga ini merupakan hasil dari konsistensi
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 24
24
Page 26
kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan
Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan
TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai
daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran
sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.
Inflasi inti tetap terjaga. Inflasi inti pada Juni 2024 tercatat sebesar 0,10% (mtm), lebih rendah
dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,17% (mtm). Inflasi inti yang lebih rendah
tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi yang terjangkar, termasuk pada saat Hari Besar
Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha, serta kapasitas perekonomian yang masih besar dan
dapat merespons permintaan domestik. Realisasi inflasi inti pada Juni 2024 disumbang
terutama oleh inflasi komoditas emas perhiasan dan kopi bubuk. Secara tahunan, inflasi inti
Juni 2024 tercatat sebesar 1,90% (yoy), menurun dari inflasi inti bulan sebelumnya sebesar
1,93% (yoy).
Kelompok volatile food melanjutkan deflasi. Kelompok volatile food pada Juni 2024
mengalami deflasi sebesar 0,98% (mtm), lebih dalam dari deflasi bulan sebelumnya sebesar
0,69% (mtm). Deflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas bawang
merah, tomat dan daging ayam ras. Penurunan harga komoditas pangan didukung oleh
peningkatan pasokan seiring dengan berlanjutnya musim panen dan penurunan harga pakan
untuk komoditas daging ayam ras. Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi
sebesar 5,96% (yoy), menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 8,14% (yoy). Ke depan,
inflasi volatile food diprakirakan tetap akan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian
inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah.
d. Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai
tukar Rupiah pada Maret 2024 (hingga 19 Maret 2024) relatif stabil dipengaruhi oleh kebijakan
stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia, di tengah dinamika penyesuaian aliran modal asing
di pasar keuangan domestik sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang
masih tinggi. Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah sebesar 2,02%
dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, lebih baik dibandingkan dengan Ringgit
Malaysia, Won Korea, dan Baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 3,02%,
3,87%, dan 5,39%. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil dengan kecenderungan
menguat, didorong oleh kembali masuknya aliran modal asing sejalan dengan tetap
terjaganya persepsi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia. Selain itu, kebijakan
stabilisasi Bank Indonesia dan penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui
optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI juga mendukung prospek penguatan nilai
tukar Rupiah tersebut.
Koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus ditingkatkan dan diperluas
untuk implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam
(DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.
e. Suku Bunga
Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik. Suku bunga pasar uang bergerak dalam
kisaran BI-Rate sebesar 5,93% pada 18 Maret 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada
level 6,68%, 6,69%, dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada 15 Maret
2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen moneter yang pro-market.
Sementara itu, suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 25
25
Page 27
yang memadai serta kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga
perbankan. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Februari 2024 tercatat
masing-masing sebesar 4,52% dan 9,28%, membaik dibandingkan dengan perkembangan
bulan sebelumnya. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun relatif stabil di tengah ketidakpastian
pasar keuangan global yang masih tinggi.
f. Permintaan Pasar Produk Perusahaan
Perusahaan menilai bahwa permintaan pasar produk khususnya dalam bisnis perakitan
peralatan industri mesin tekstil ini, di masa kini dan mendatang akan sangat baik dan
prospektif. Hal ini karena jasa dan bisnis ini merupakan suatu keahlian yang sangat spesifik
sehingga Perusahaan berani untuk berasumsi bahwa di dalam negeri belum memiliki pesaing
secara langsung.
Selain itu sejalan dengan meningkatnya permintaan dan kesadaran masyarakat akan
pentingnya penggunaan produk daur ulang. Selain itu, tren ekonomi sirkular semakin
diperhatikan dan diakui oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia. Sehingga banyak
pelanggan Perusahaan yang merupakan perusahaan dengan merek ternama meningkatkan
jumlah konten daur ulang dalam kemasan plastik dan bahan baku mereka sebagai bagian
dari upaya mereka untuk mencapai net zero emission. Sejalan dengan hal tersebut,
Perusahaan telah memenuhi syarat untuk kredit karbon sebagai hasil dari bisnis intinya yaitu
daur ulang limbah PET.
Perusahaan sebagai perusahaan daur ulang limbah PET terkemuka dan terbesar di Indonesia
semakin mempertegas posisinya sebagai pemain terbesar di industri daur ulang Indonesia
melalui 9 pabrik mereka yang beroperasi di berbagai lokasi berpotensi tinggi, yaitu
Tangerang, Solo, Mojokerto, Salatiga, Palembang, Medan, Makassar (Gowa & Takalar) dan
Subang. Saat ini total kapasitas produksi daur ulang Perusahaan sudah mencapai lebih dari
40.000 ton per tahun.
Disamping itu Perusahaan juga berusaha untuk keluar dari ketergantungan pada bisnis
diatas. Dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah
keragaman usaha sehingga tidak tergantung hanya di bisnis industri tekstil baik woven dan
non-woven yang selama ini digeluti.
Perusahaan berkeyakinan bahwa permintaan pasar akan perakitan peralatan industri mesin
tekstil, termasuk pemilihan peralatan untuk pengenalan/penggantian, negosiasi harga
pembelian peralatan, perhitungan waktu tunggu, dan perencanaan relokasi/pemanfaatan
peralatan yang ada, akan selalu ada dan berkembang linier terhadap perkembangan bisnis
inti yaitu daur ulang limbah PET.
g. Supply Produk Perusahaan untuk Permintaan Pasar
Untuk dapat memenuhi supply produk Perusahaan untuk permintaan pasar, Perusahaan
harus selalu meningkatkan keahlian teknikal dalam perakitan peralatan industri mesin tekstil,
menjaga hubungan baik dengan supplier mesin-mesin baik di China, Korea maupun Taiwan
dan yang terpenting adalah fokus dalam menawarkan jasa ini ke berbagai perusahaan tekstil
non-woven dan perusahaan manufacture tekstil yang ada di Indonesia.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 26
26
Page 28
h. Perkembangan Industri Penambahan Kegiatan Usaha
Dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini maka akan menambah pangsa
pasar untuk kegiatan usaha selain industri tekstil baik woven dan non-woven, Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha ini juga bisa merambah pangsa pasar dalam perakitan
peralatan industri mesin tekstil.
Dikarenakan pangsa pasar yang luas untuk memenuhi kebutuhan industri tekstil dan industri
makanan, maka Perusahaan optimis Rencana Penambahan Kegiatan Usaha perakitan
peralatan industri mesin tekstil ini akan terus berkesinambungan dan berkembang. Selain
berkeyakinan tidak memiliki saingan yang berarti di dalam negeri, Perusahaan juga
berkeyakinan bahwa dengan pemasangan mesin produksi yang baru, pelanggannya akan
merasakan keuntungan berupa pengurangan biaya energi dan akan terjadi peningkatan
produktivitas. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas memainkan peran yang
signifikan. Peningkatan produktivitas tidak hanya mengurangi biaya energi tetapi juga
berdampak besar pada pengurangan biaya variabel lainnya. Oleh karena itu, diperlukan
upaya untuk memaksimalkan efektivitas pengenalan/penggantian peralatan melalui inovasi
operasional dan manajemen perubahan dari perspektif rantai nilai terpadu.
Potensi permintaan yang di analisa dapat di peroleh Perusahaan dalam kurun waktu 10 tahun
adalah sekitar USD 90 juta yang diperoleh dari perakitan peralatan industri mesin tekstil dari
sekitar 9-10 pabrik dari berbagai pelanggan di dalam negeri.
Pendapatan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha terdiri dari Penjualan Mesin,
Penjualan Sparepart, dan Jasa Service. Dalam Penjualan Mesin, Perusahaan mampu merakit
15-20 mesin, dalam Penjualan Sparepart Perusahaan mampu menyediakan 100-150
sparepart, dan dalam Jasa Service mampu menyelesaikan 5-10 unit, masing-masing dalam
satu tahun.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 27
27
Page 29
3.3.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
Industri tekstil di Indonesia mencakup berbagai tahapan produksi, mulai dari pengolahan
serat, pemintalan benang, pembuatan kain, pewarnaan, hingga pembuatan pakaian jadi dan
produk tekstil lainnya. Proses-proses ini membutuhkan infrastruktur yang memadai dan
tenaga kerja terampil. Banyak perusahaan yang berlokasi di kawasan industri utama seperti
Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera.
Banyak perusahaan tekstil di Indonesia yang mulai mengadopsi teknologi modern untuk
meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan kualitas produk.
Beberapa perusahaan juga mulai beralih ke praktik ramah lingkungan, menggunakan bahan
baku yang berkelanjutan dan teknologi produksi yang lebih efisien energi.
Rantai pasokan industri tekstil Indonesia sebagian besar mengandalkan impor bahan baku
seperti benang dan kain, meskipun terdapat sejumlah produsen lokal. Pengelolaan rantai
pasokan yang efisien menjadi kunci dalam mengurangi biaya produksi dan memastikan
pasokan bahan baku yang stabil. Distribusi produk tekstil ke pasar domestik dan internasional
juga sangat dipengaruhi oleh faktor infrastruktur dan kebijakan pemerintah.
Permintaan produk tekstil di Indonesia terus berkembang, baik untuk kebutuhan konsumsi
rumah tangga maupun sektor industri. Tren mode yang berubah dengan cepat dan
meningkatnya kelas menengah mendorong permintaan pakaian, seprai, karpet, dan produk
tekstil lainnya. E-commerce juga memainkan peran besar dalam memperluas pasar domestik.
Dalam beberapa tahun terakhir, ada peningkatan kesadaran terhadap pentingnya
keberlanjutan dalam industri tekstil. Permintaan akan produk tekstil yang ramah lingkungan
semakin meningkat, baik di pasar domestik maupun internasional. Perusahaan yang dapat
beradaptasi dengan tren ini, seperti mengurangi limbah produksi atau menggunakan bahan
baku alami dan organik, berpotensi meraih pangsa pasar yang lebih besar.
Persaingan dalam industri tekstil Indonesia sangat ketat, terutama dengan masuknya produk-
produk impor dari negara dengan biaya produksi yang lebih rendah. Selain itu, perusahaan
harus mampu mengatasi tantangan terkait fluktuasi harga bahan baku, terutama benang dan
kain, yang dipengaruhi oleh kondisi pasar global.
3.3.4 Alasan dilakukannya Rencana Transaksi
Optimalisasi Aset: Aset Tetap yang saat ini hanya menghasilkan pendapatan sewa akan
lebih bermanfaat jika dijual kepada Afiliasi yang sudah familiar dengan penggunaannya
dan berencana untuk mengembangkan atau memanfaatkannya lebih lanjut untuk
kebutuhan operasional mereka.
Penyederhanaan Struktur Keuangan: Penjualan Aset Tetap ini akan mengurangi beban
pengelolaan aset tidak produktif bagi Perseroan, sehingga fokus dapat lebih diarahkan
pada pengelolaan aset operasional yang lebih strategis dan produktif.
Pemanfaatan Dana: Penjualan Aset Tetap ini dapat memberikan tambahan kas yang
dapat digunakan oleh Perseroan untuk investasi pada area yang lebih menguntungkan.
Mendukung Pertumbuhan Afiliasi: Afiliasi yang telah menyewa Aset Tetap ini memiliki
pemahaman dan rencana yang jelas mengenai penggunaan Aset Tetap tersebut.
Penjualan akan memberikan mereka kontrol penuh, memungkinkan pengembangan lebih
lanjut yang dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang.
3.3.5 Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi Secara Kualitatif
Keuntungan : 1. Peningkatan Likuiditas: Penjualan Aset Tetap akan
menghasilkan kas yang bisa digunakan untuk mendanai proyek
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 28
28
Page 30
strategis lainnya atau mengurangi beban utang.
2. Fokus pada Bisnis Utama: Mengurangi keterlibatan dalam
pengelolaan aset non-operasional memungkinkan Perseroan
lebih fokus pada kegiatan operasional utama.
3. Pengelolaan Aset yang Lebih Efisien: Dengan menjual aset
non-operasional, perusahaan induk dapat mengurangi biaya
pemeliharaan dan pengelolaan Aset Tetap yang tidak digunakan
secara maksimal.
Kerugian : Dirasa tidak ada kerugian yang ditimbulkan
3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi merupakan analisis yang dilakukan terhadap kinerja
keuangan Perseroan secara historis yang meliputi analisis terhadap kinerja keuangan dan analisis
rasio keuangan Perseroan, serta analisis terhadap proforma laporan keuangan Perseroan.
3.4.1 Analisis Kinerja Neraca Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
Balance Sheet
Kas Setara Kas 96.814 115.462 62.564 81.096 116.604 93.141
Piutang Usaha 79.510 107.559 117.157 128.152 154.084 165.785
Persediaan 133.711 98.642 143.204 177.788 131.231 129.190
Pajak Dibayar Dimuka 3.196 2.285 2.285 6.924 9.893 4.345
Uang Muka 1.693 6.232 1.221 5.054 3.308 3.403
Biaya Dibayar Dimuka 1.485 4.143 3.332 3.495 2.625 6.158
Dana Dibatasi Penggunaannya - - 11.415 12.585 12.333 13.137
Aset Lancar Lain-Lain 19.028 35.758 19.120 21.915 19.463 20.668
Jumlah Aset Lancar 335.436 370.081 360.299 437.008 449.541 435.826
Aset Tetap 299.964 376.082 479.411 513.405 498.336 483.708
Piutang Kepada Pihak berelasi 13.702 8.460 5.355 2.959 2.959 471
Aset Pajak Tangguhan - 34 - 6.104 13.070 22.784
Investasi pada Entitas Asosiasi 17.936 18.585 22.799 17.319 11.928 16.528
Properti Investasi 19.955 19.087 18.219 17.352 16.484 16.130
Aset Tidak Berwujud 178 216 182 147 124 113
Aset Tidak Lancar Lainnya 4.153 3.969 4.466 5.278 5.685 3.631
Jumlah Aset Tidak Lancar 355.888 426.434 530.432 562.564 548.586 543.364
Jumlah Aset 691.324 796.515 890.732 999.572 998.127 979.190
Utang Usaha 20.202 38.542 26.462 69.333 13.949 41.916
Utang Bank Jangka Pendek 168.156 169.260 277.199 411.343 521.326 558.681
Akrual 39.215 26.570 35.526 39.529 35.441 32.612
Utang Pajak 3.177 734 5.729 655 3.254 5.427
Utang Lain Lain 4.581 13.123 12.766 4.620 32.852 3.465
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek 4.523 5.092 8.170 11.845 10.644 10.235
Bagian Jangka Pendek dari Liabilitas Jangka Panjang 15.226 123.644 60.791 56.584 56.665 56.886
Biaya yang Masih Harus Dibayar - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 255.079 376.965 426.643 593.908 674.131 709.222
Utang Bank Jangka Panjang 99.748 108.916 123.084 108.637 54.538 30.813
Liabilitas Pajak Tangguhan 2.774 - 2.385 - - -
Utang Pihak Berelasi Non-Usaha 920 - - - - -
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 1.638 2.755 3.898 3.868 4.646 4.447
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 105.079 111.671 129.368 112.505 59.184 35.261
Jumlah Liabilitas 360.158 488.636 556.010 706.413 733.315 744.483
Modal Dasar 180.822 180.822 180.822 180.822 180.822 180.822
Selisih Kurs (7.087) (7.087) (7.087) (7.087) (7.087) (7.087)
Tambahan Modal Disetor 81.670 81.670 81.670 81.670 81.670 81.670
Komponen Ekuitas Lainnya 2.396 2.396 2.396 2.396 2.396 2.396
Saldo Laba 73.364 50.076 76.919 35.357 7.010 (23.095)
Jumlah Ekuitas 331.166 307.879 334.721 293.159 264.812 234.708
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 691.324 796.515 890.732 999.572 998.127 979.190
Aset terdiri dari Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar. Aset Lancar secara historis memiliki porsi
40,45%-48,52% dengan trend kenaikan historis rata-rata YTD 9,66%. Aset Tidak Lancar
secara historis memiliki porsi 51,48%-59,55% dengan trend kenaikan historis rata-rata YTD
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 29
29
Page 31
16,76%. Secara keseluruhan historis aset Perusahaan mengalami pertumbuhan 13,09%.
Liabilitas terdiri dari Liabilitas Jangka Pendek dan Liabilitas Jangka Panjang. Liabilitas Jangka
Pendek secara historis memiliki porsi 36,90%-67,54% dengan tred kenaikan historis rata-rata
YTD 33,39%. Liabilitas Jangka Panjang secara historis memiliki porsi 5,93%-15,20% dengan
tred kenaikan historis rata-rata YTD 3,03%. Secara keseluruhan historis liabilitas Perusahaan
mengalami pertumbuhan 25,50%.
Ekuitas dalam akun saldo laba secara historis memiliki porsi 0,70%-10,61% dengan trend
penurunan historis rata-rata YTD (10,72%.). Secara keseluruhan historis liabilitas dan ekuitas
Perusahaan mengalami pertumbuhan 13,09%.
3.4.2 Analisis Kinerja Laba Rugi Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
Income Statement
Pendapatan 494.685 518.652 633.300 691.532 600.210 306.610
Beban Pokok Pendapatan (387.495) (408.755) (476.983) (532.841) (461.987) (240.315)
Laba Bruto 107.190 109.897 156.318 158.691 138.223 66.295
Beban Penjualan Umum dan Adm (59.891) (71.636) (83.839) (99.898) (97.297) (42.711)
Penghasilan (Beban) Lainnya 23.962 (4.867) 7.683 (38.135) 16.264 (22.333)
EBITDA 71.261 33.394 80.162 20.657 57.190 1.250
Depresiasi dan Amortisasi (20.483) (25.877) (30.056) (32.310) (36.267) (19.078)
EBIT 50.779 7.518 50.107 (11.652) 20.923 (17.828)
Biaya Keuangan (22.212) (17.895) (20.068) (27.394) (50.251) (26.590)
Bagian Laba dari Entitas Asosiasi 755 743 4.327 (5.610) (5.064) 4.600
EBT 29.322 (9.633) 34.366 (44.656) (34.392) (39.818)
Beban Pajak Penghasilan (6.787) 399 (7.043) 8.264 6.835 9.714
EAT 22.534 (9.235) 27.323 (36.392) (27.557) (30.104)
Perusahaan membukukan Pendapatan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 12,05%.
Beban Pokok Penjualan 77,30% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata
YTD 11,30%. Beban Penjualan Umum dan Adm 13,96% dari pendapatan dan secara trend
kenaikan historis rata-rata YTD 18,60%. Penghasilan (Beban) Lainnya 3,04% dari
pendapatan dan secara trend penurunan historis rata-rata YTD (324,84%).
EBITDA 9,20% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 4,23%.
EBIT 4,96% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD 119,35%. EBT
5,08% dari pendapatan dan secara trend penurunan historis rata-rata YTD (273,18%). EAT
4,10% dari pendapatan dan secara trend kenaikan historis rata-rata YTD (256,68%).
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 30
30
Page 32
3.4.3 Analisis Arus Kas
(dalam juta Rupiah)
Dalam Satuan Rupiah (.000.000)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
Cash Flow
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 444.020 490.569 641.265 679.009 582.112 295.390
Pembayaran kepada pemasok (432.454) (375.562) (563.242) (551.517) (430.535) (234.187)
Pembayaran kepada karyawan (57.258) (69.717) (36.330) (89.417) (87.547) (42.329)
Penerimaan penghasilan bunga 1.804 1.501 343 226 1.830 1.123
Pembayaran pajak penghasilan badan (6.108) (4.581) (2.976) (14.038) (4.580) (1.127)
Penerimaan restitusi pajak - 265 - 2.250 - 6.675
Pembayaran bunga dan beban keuangan (20.178) (32.667) (20.411) (27.620) (52.081) (29.597)
Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan operasi (70.174) 9.809 18.650 (1.108) 9.199 (4.052)
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Perolehan aset tetap - - - - - -
Penjualan aset tetap 8.204 32.106 90 1.977 456 13.680
Pembayaran uang muka aset tetap (24.523) (96.524) (129.962) (47.952) (42.130) (11.323)
Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi (16.319) (64.418) (129.872) (45.975) (41.674) 2.357
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Penerbitan saham biasa 142.046 - - - - -
Penerimaan dividen - (13.562) - (5.425) - -
Pencairan utang bang jangka pendek 110.570 37.040 162.093 137.316 198.618 43.759
Pembayaran utang bank jangka pendek (53.200) (39.713) (53.983) (30.370) (82.672) (39.230)
Pencairan Pinjaman jangka panjang lain-lain - 113.456 - - 4.499 -
Pembayaran Pinjaman jangka panjang lain-lain - (18.117) (39.563) (46.518) (37.598) (19.287)
Liabilitas jangka panjang lain-lain pihak ketiga (21.198) - - - - -
Penerimaan liabilitas sewa 21.222 - - 23.114 - -
Pembayaran liabilitas sewa (5.044) (5.486) (9.857) (12.451) (14.863) (8.196)
Pembayaran ke pihak berelasi (57.784) (920) - - - -
Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan pendanaan 136.612 72.699 58.690 65.665 67.983 (22.953)
KENAIKAN/(PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS 50.119 18.090 (52.532) 18.583 35.509 (24.647)
Dampak selisih kurs atas kas dan setara kas 1.227 557 (366) (51) (1) 1.184
Kas dan setara kas awal periode 45.468 96.815 115.463 62.565 81.097 116.605
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 96.815 115.463 62.565 81.097 116.605 93.142
Arus kas Perusahaan dari aktivitas operasional sebagian besar berupa penerimaan dari
pelanggan, pembayaran kepada pemasok, dan pembayaran kepada karyawan. Arus kas
Perusahaan dari aktivitas investasi merupakan belanja modal berupa pembelian aset tetap.
Arus kas Perusahaan dari aktivitas pendanaan sebagian besar berupa penerimaan dan
pembayaran atas utang kepada pihak berelasi. Saldo kas Perusahaan berkisar antara 62
Miliar – 116 Miliar Rupiah per tahun.
Sampai dengan Triwulan-II 2024 Perusahaan telah melakukan pembayaran terhadap Pajak
Pertambahan Nilai dan PPH-22 Import. Nilai pajak yang dibayarkan dalam Pajak
Pertambahan Nilai sebesar Rp 25,3 Miliar dan untuk PPH-22 Import sebesar Rp 1,04 Miliar.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 31
31
Page 33
3.4.4 Analisis Rasio Keuangan
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Jun
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar 1,32 0,98 0,84 0,74 0,67 0,61
Quick Rasio 0,79 0,72 0,51 0,44 0,47 0,43
Rasio Aktivitas
TO Piutang 6,22 4,82 5,41 5,40 3,90 1,85
TO Persediaan 2,90 4,14 3,33 3,00 3,52 1,86
TO Utang Usaha 19,18 10,61 18,03 7,69 33,12 5,73
Average Collection Periode (TO Piutang) 58,67 75,69 67,52 67,64 93,70 197,36
Inventory Conversion Period (TO Persediaan) 125,95 88,08 109,58 121,79 103,68 196,22
Payables Defferal Period (TO Utang Usaha) 19,03 34,42 20,25 47,49 11,02 63,66
TO Aset Tetap 1,65 1,38 1,32 1,35 1,20 0,63
TO Aset 0,72 0,65 0,71 0,69 0,60 0,31
Rasio Solvabilitas
Debt Equity Ratio 1,09 1,59 1,66 2,41 2,77 3,17
Debt to Assets 0,52 0,61 0,62 0,71 0,73 0,76
Time Interest Earned 2,29 0,42 2,50 - 0,42 -
Rasio Profitabilitas
Return On Asset 0,03 (0,01) 0,03 (0,04) (0,03) (0,03)
Return On Equity 0,07 (0,03) 0,08 (0,12) (0,10) (0,13)
Dilihat berdasarkan likuiditasnya, Perusahaan memiliki rasio lancar YTD sebesar 0,7-1,3 kali
dengan rata-rata 0,97 kali utang lancarnya (rasio lancar). Aset lancar Perusahaan diluar
persediaan YTD sebesar 0,4-0,7 kali dengan rata-rata 0,61 kali utang lancarnya.
Berdasarkan aktivitasnya, umur piutang usaha YTD berkisar antara 58-75 hari dengan rata-
rata 67 hari. Berdasarkan aktivitasnya, umur persediaan YTD berkisar antara 88-125 hari
dengan rata-rata 111 hari. Umur utang usaha YTD berkisar antara 19-47 hari dengan rata-
rata 30 hari.
Dilihat berdasarkan profitabilitasnya, Perusahaan juga memiliki rasio laba bersih terhadap
total aset (ROA) YTD sebesar (0,04) – 0,03 dengan rata-rata 0,004. Perusahaan memiliki
rasio laba bersih terhadap ekuitas (ROE) YTD sebesar (0,12) – 0,08 dengan rata-rata (0,001).
3.4.5 Struktur Modal
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Liabilitas Lancar 48,52% 46,46% 40,45% 43,72% 45,04% 44,51%
Liabilitas Tidak Lancar 51,48% 53,54% 59,55% 56,28% 54,96% 55,49%
Total Liabilitas 52,10% 61,35% 62,42% 70,67% 73,47% 76,03%
Total Ekuitas 47,90% 38,65% 37,58% 29,33% 26,53% 23,97%
Debt Equity Ratio 1,09 1,59 1,66 2,41 2,77 3,17
Pada struktur modal Perusahaan, rasio total liabilitas sebesar 52,10%-76,03% dari total
liabilitas dan ekuitas. Rasio debt to equity (DER) Perusahaan sebesar 1,09-3,17 kali dengan
rata-rata 2,11 kali dari ekuitasnya
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 32
32
Page 34
3.4.6 Analisis terhadap Proyeksi Keuangan Perseroan
Proyeksi laporan keuangan sebelum dan setelah rencana Transaksi:
(Dalam Ribu Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Jul-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Balance Sheet
Cash
Sebelum Transaksi 75.598.802 54.140.598 47.976.461 46.841.609 50.555.420
Setelah Transaksi 80.526.302 88.903.098 96.756.461 109.639.109 127.370.420
Selisih 4.927.500 34.762.500 48.780.000 62.797.500 76.815.000
Selisih % 6,52% 64,21% 101,67% 134,06% 151,94%
Piutang PT Urecel
Sebelum Transaksi - - - - -
Setelah Transaksi 110.722.500 79.087.500 63.270.000 47.452.500 31.635.000
Selisih 110.722.500 79.087.500 63.270.000 47.452.500 31.635.000
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset Tetap
Sebelum Transaksi 462.218.665 421.874.735 384.590.184 347.368.764 311.477.261
Setelah Transaksi 458.364.696 419.219.915 383.134.513 347.112.242 312.419.889
Selisih (3.853.969) (2.654.820) (1.455.671) (256.522) 942.627
Selisih % -0,83% -0,63% -0,38% -0,07% 0,30%
Properti Investasi
Sebelum Transaksi 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406
Setelah Transaksi - - - - -
Selisih (16.130.406) (16.130.406) (16.130.406) (16.130.406) (16.130.406)
Selisih % -100,00% -100,00% -100,00% -100,00% -100,00%
Total Aset
Sebelum Transaksi 914.978.036 874.470.497 854.021.176 840.517.266 835.202.362
Setelah Transaksi 1.013.268.660 972.160.271 951.110.099 937.005.338 931.089.584
Selisih 98.290.625 97.689.774 97.088.923 96.488.072 95.887.221
Selisih % 10,74% 11,17% 11,37% 11,48% 11,48%
Liabilitas Jangka Pendek
Sebelum Transaksi 663.783.439 647.910.224 642.757.404 637.793.571 633.033.946
Setelah Transaksi 677.958.439 662.085.224 656.932.404 651.968.571 647.208.946
Selisih 14.175.000 14.175.000 14.175.000 14.175.000 14.175.000
Selisih % 2,14% 2,19% 2,21% 2,22% 2,24%
Liabilitas Jangka Panjang
Sebelum Transaksi 28.872.921 24.801.971 20.731.020 16.660.070 12.589.119
Setelah Transaksi 28.872.921 24.801.971 20.731.020 16.660.070 12.589.119
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Liabilitas
Sebelum Transaksi 692.656.360 672.712.194 663.488.424 654.453.640 645.623.065
Setelah Transaksi 706.831.360 686.887.194 677.663.424 668.628.640 659.798.065
Selisih 14.175.000 14.175.000 14.175.000 14.175.000 14.175.000
Selisih % 2,05% 2,11% 2,14% 2,17% 2,20%
Ekuitas
Sebelum Transaksi 222.321.675 201.758.303 190.532.752 186.063.626 189.579.297
Setelah Transaksi 306.437.300 285.273.077 273.446.675 268.376.698 271.291.518
Selisih 84.115.625 83.514.774 82.913.923 82.313.072 81.712.221
Selisih % 37,84% 41,39% 43,52% 44,24% 43,10%
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 33
33
Page 35
(Dalam Ribu Rupiah)
2029 2030 2031 2032 2033
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Balance Sheet
Cash
Sebelum Transaksi 60.106.429 72.931.418 100.274.837 128.409.749 160.667.582
Setelah Transaksi 150.938.929 177.781.418 203.324.837 229.659.749 260.117.582
Selisih 90.832.500 104.850.000 103.050.000 101.250.000 99.450.000
Selisih % 151,12% 143,77% 102,77% 78,85% 61,90%
Piutang PT Urecel
Sebelum Transaksi - - - - -
Setelah Transaksi 15.817.500 - - - -
Selisih 15.817.500 - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset Tetap
Sebelum Transaksi 275.902.892 240.328.523 207.497.393 188.422.098 169.346.802
Setelah Transaksi 278.044.669 243.669.448 212.037.468 194.161.321 176.285.175
Selisih 2.141.776 3.340.926 4.540.075 5.739.224 6.938.373
Selisih % 0,78% 1,39% 2,19% 3,05% 4,10%
Properti Investasi
Sebelum Transaksi 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406
Setelah Transaksi - - - - -
Selisih (16.130.406) (16.130.406) (16.130.406) (16.130.406) (16.130.406)
Selisih % -100,00% -100,00% -100,00% -100,00% -100,00%
Total Aset
Sebelum Transaksi 838.192.606 846.781.010 875.142.665 920.765.800 973.444.983
Setelah Transaksi 933.478.976 941.466.530 969.227.334 1.014.249.618 ###########
Selisih 95.286.370 94.685.520 94.084.669 93.483.818 92.882.967
Selisih % 11,37% 11,18% 10,75% 10,15% 9,54%
Liabilitas Jangka Pendek
Sebelum Transaksi 628.494.986 624.194.477 627.667.274 631.418.532 635.470.715
Setelah Transaksi 642.669.986 638.369.477 641.842.274 645.593.532 649.645.715
Selisih 14.175.000 14.175.000 14.175.000 14.175.000 14.175.000
Selisih % 2,26% 2,27% 2,26% 2,24% 2,23%
Liabilitas Jangka Panjang
Sebelum Transaksi 8.518.169 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218
Setelah Transaksi 8.518.169 4.447.218 4.447.218 4.447.218 4.447.218
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Liabilitas
Sebelum Transaksi 637.013.155 628.641.695 632.114.492 635.865.750 639.917.933
Setelah Transaksi 651.188.155 642.816.695 646.289.492 650.040.750 654.092.933
Selisih 14.175.000 14.175.000 14.175.000 14.175.000 14.175.000
Selisih % 2,23% 2,25% 2,24% 2,23% 2,22%
Ekuitas
Sebelum Transaksi 201.179.451 218.139.315 243.028.173 284.900.050 333.527.049
Setelah Transaksi 282.290.822 298.649.835 322.937.842 364.208.868 412.235.016
Selisih 81.111.370 80.510.520 79.909.669 79.308.818 78.707.967
Selisih % 40,32% 36,91% 32,88% 27,84% 23,60%
Berdasarkan analisis perbandingan Laporan Posisi Keuangan di atas, terdapat kenaikan
pada akun cash hasil penjualan Aset Tetap yang dilakukan oleh Perseroan dengan metode
pembayaran cicilan oleh PT Urecel sebesar Rp15.817.500.000 per tahun selama 7 Tahun.
Aset Tetap mengalami penurunan pada tahun 2024-2027 dan mengalami kenaikan pada
tahun 2028-2033 hal ini terjadi dikarenakan pada tahun 2028 terdapat pengurangan
depresiasi aset tetap dengan rata-rata kenaikan Aset Tetap sebesar 0,99% .
Terdapat Penurunan pada Properti Investasi dikarenakan Aset Tetap terjual dengan nilai
buku sebesar Rp. 16.130.406.000. Total Aset Mengalami kenaikan dengan rata-rata
kenaikan sebesar 10,92%. Liabilitas Jangka Pendek mengalami kenaikan sebesar
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 34
34
Page 36
Rp14.175.000.000 dikarenakan pembayaran pajak PPN 11% dan PPH 2,5% dari Nilai
Transaksi Penjualan Aset Tetap. Ekuitas Perseroan mengalami kenaikan sebesar
Rp84.115.625.000 dari penambahan laba hasil penjualan Aset Tetap sebesar
Rp105.000.000.000 dan pengurangan Nilai Perolehan Aset Tetap Sebesar
Rp20.583.949.954.
Proyeksi Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
(Dalam Ribu Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Jul-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Income Statement
Laba Bruto
Sebelum Transaksi 82.316.730 160.356.813 173.041.208 186.740.146 201.535.353
Setelah Transaksi 82.316.730 160.356.813 173.041.208 186.740.146 201.535.353
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
EBITDA
Sebelum Transaksi 35.581.197 63.840.441 68.890.288 74.344.040 80.234.232
Setelah Transaksi 35.581.197 63.840.441 68.890.288 74.344.040 80.234.232
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
EBIT
Sebelum Transaksi 14.060.892 23.465.567 31.574.792 37.102.621 44.342.730
Setelah Transaksi 14.660.467 24.664.716 32.773.941 38.301.770 45.541.879
Selisih 599.575 1.199.149 1.199.149 1.199.149 1.199.149
Selisih % 4,26% 5,11% 3,80% 3,23% 2,70%
Pendapatan Sewa
Sebelum Transaksi 900.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000
Setelah Transaksi - - - - -
Selisih (900.000) (1.800.000) (1.800.000) (1.800.000) (1.800.000)
Selisih % -100,00% -100,00% -100,00% -100,00% -100,00%
EBT
Sebelum Transaksi (12.385.851) (20.563.372) (11.225.551) (4.469.126) 3.999.579
Setelah Transaksi 71.729.774 (21.164.223) (11.826.402) (5.069.977) 3.398.728
Selisih 84.115.625 (600.851) (600.851) (600.851) (600.851)
Selisih % -679,13% 2,92% 5,35% 13,44% -15,02%
EAT
Sebelum Transaksi (12.385.851) (20.563.372) (11.225.551) (4.469.126) 3.515.671
Setelah Transaksi 71.729.774 (21.164.223) (11.826.402) (5.069.977) 2.914.821
Selisih 84.115.625 (600.851) (600.851) (600.851) (600.851)
Selisih % 117,27% 2,84% 5,08% 11,85% -20,61%
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 35
35
Page 37
(Dalam Ribu Rupiah)
2029 2030 2031 2032 2033
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Income Statement
Laba Bruto
Sebelum Transaksi 217.515.163 234.775.061 253.418.262 273.556.335 295.309.885
Setelah Transaksi 217.515.163 234.775.061 253.418.262 273.556.335 295.309.885
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
EBITDA
Sebelum Transaksi 86.596.033 93.467.456 100.889.593 108.906.860 117.567.274
Setelah Transaksi 86.596.033 93.467.456 100.889.593 108.906.860 117.567.274
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
EBIT
Sebelum Transaksi 51.021.664 57.893.087 68.058.463 89.831.565 98.491.978
Setelah Transaksi 52.220.813 59.092.236 69.257.612 91.030.714 99.691.127
Selisih 1.199.149 1.199.149 1.199.149 1.199.149 1.199.149
Selisih % 2,35% 2,07% 1,76% 1,33% 1,22%
Pendapatan Sewa
Sebelum Transaksi 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000
Setelah Transaksi - - - - -
Selisih (1.800.000) (1.800.000) (1.800.000) (1.800.000) (1.800.000)
Selisih % -100,00% -100,00% -100,00% -100,00% -100,00%
EBT
Sebelum Transaksi 14.364.300 21.235.723 31.401.099 53.174.201 61.834.614
Setelah Transaksi 13.763.449 20.634.873 30.800.248 52.573.351 61.233.764
Selisih (600.851) (600.851) (600.851) (600.851) (600.851)
Selisih % -4,18% -2,83% -1,91% -1,13% -0,97%
EAT
Sebelum Transaksi 11.600.154 16.959.864 24.888.857 41.871.877 48.626.999
Setelah Transaksi 10.999.303 16.359.013 24.288.007 41.271.026 48.026.148
Selisih (600.851) (600.851) (600.851) (600.851) (600.851)
Selisih % -5,46% -3,67% -2,47% -1,46% -1,25%
Berdasarkan analisis perbandingan Laporan Laba Rugi diatas, Rencana Transaksi akan
memberikan manfaat pada kenaikan EBIT yang dikarenakan adanya penurunan beban
depresiasi. Beban depresiasi yang berkurang rata-rata sebesar 2,78% atau Rp 1.199.149.000
per tahun. Akan tetapi, Rencana Transaksi juga menurunkan pendapatan sewa sebesar
Rp1.800.000.000 yang akan diterima oleh Perseroan. EAT pada tahun transaksi mengalami
kenaikan yang sangat signifikan dikarenakan hasil penjualan Aset Tetap dengan EAT
Sebesar Rp 84.115.625.000.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 36
36
Page 38
Proyeksi Laporan Arus Kas Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
(Dalam Ribu Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Jul-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Cash Flow
Arus Kas Aktifitas Operasi
Sebelum Transaksi 20.051.050 673.869 5.422.443 10.451.729 15.300.390
Setelah Transaksi 4.394.600 30.508.869 19.439.943 24.469.229 29.317.890
Selisih (15.656.450) 29.835.000 14.017.500 14.017.500 14.017.500
Selisih % -78,08% 4427,42% 258,51% 134,12% 91,62%
Arus Kas Aktifitas Investasi
Sebelum Transaksi - - - - -
Setelah Transaksi 20.583.950 - - - -
Selisih 20.583.950 - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Arus Kas Aktifitas Pendanaan
Sebelum Transaksi (37.593.116) (22.132.073) (11.586.580) (11.586.580) (11.586.580)
Setelah Transaksi (37.593.116) (22.132.073) (11.586.580) (11.586.580) (11.586.580)
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
2029 2030 2031 2032 2033
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Cash Flow
Arus Kas Aktifitas Operasi
Sebelum Transaksi 21.137.589 24.411.569 27.343.419 28.134.912 32.257.833
Setelah Transaksi 35.155.089 38.429.069 25.543.419 26.334.912 30.457.833
Selisih 14.017.500 14.017.500 (1.800.000) (1.800.000) (1.800.000)
Selisih % 66,32% 57,42% -6,58% -6,40% -5,58%
Arus Kas Aktifitas Investasi
Sebelum Transaksi - - - - -
Setelah Transaksi - - - - -
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Arus Kas Aktifitas Pendanaan
Sebelum Transaksi (11.586.580) (11.586.580) - - -
Setelah Transaksi (11.586.580) (11.586.580) - - -
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Berdasarkan analisis perbandingan Laporan Arus Kas diatas, arus kas dari aktivitas operasi
mengalami perbaikan pada tahun-tahun proyeksi karena mendapatkan keuntungan dari
penjualan aset tetap.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 37
37
Page 39
Proyeksi Rasio Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
(Dalam Ribu Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Jul-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Analisis Rasio
Rasio Lancar
Sebelum Transaksi 0,592 0,607 0,638 0,680 0,733
Setelah Transaksi 0,591 0,650 0,702 0,765 0,840
Selisih (0,001) 0,043 0,064 0,086 0,107
Selisih % -0,21% 7,17% 10,11% 12,59% 14,55%
Rasio Cepat
Sebelum Transaksi 0,367 0,357 0,366 0,385 0,412
Setelah Transaksi 0,370 0,406 0,437 0,477 0,526
Selisih 0,003 0,049 0,070 0,092 0,114
Selisih % 0,95% 13,67% 19,21% 23,91% 27,58%
Debt to Equity
Sebelum Transaksi 3,12 3,33 3,48 3,52 3,41
Setelah Transaksi 2,31 2,41 2,48 2,49 2,43
Selisih (0,81) (0,93) (1,00) (1,03) (0,97)
Selisih % -25,96% -27,79% -28,83% -29,17% -28,59%
Debt to Assets
Sebelum Transaksi 0,76 0,77 0,78 0,78 0,77
Setelah Transaksi 0,70 0,71 0,71 0,71 0,71
Selisih (0,06) (0,06) (0,06) (0,07) (0,06)
Selisih % -7,85% -8,15% -8,29% -8,35% -8,33%
Return on Asset
Sebelum Transaksi (0,01) (0,02) (0,01) (0,01) 0,00
Setelah Transaksi 0,07 (0,02) (0,01) (0,01) 0,00
Selisih 0,08 0,00 0,00 (0,00) (0,00)
Selisih % -622,95% -7,42% -5,40% 1,76% -25,63%
Return on Equity
Sebelum Transaksi (0,06) (0,10) (0,06) (0,02) 0,02
Setelah Transaksi 0,23 (0,07) (0,04) (0,02) 0,01
Selisih 0,29 0,03 0,02 0,01 (0,01)
Selisih % -520,16% -27,21% -26,59% -21,35% -42,06%
(Dalam Ribu Rupiah)
2029 2030 2031 2032 2033
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Analisis Rasio
Rasio Lancar
Sebelum Transaksi 0,800 0,876 0,969 1,066 1,172
Setelah Transaksi 0,928 1,025 1,112 1,203 1,303
Selisih 0,128 0,149 0,143 0,138 0,132
Selisih % 15,97% 16,99% 14,79% 12,90% 11,23%
Rasio Cepat
Sebelum Transaksi 0,451 0,497 0,562 0,629 0,703
Setelah Transaksi 0,587 0,654 0,714 0,776 0,845
Selisih 0,135 0,157 0,152 0,147 0,142
Selisih % 30,04% 31,65% 27,10% 23,39% 20,16%
Debt to Equity
Sebelum Transaksi 3,17 2,88 2,60 2,23 1,92
Setelah Transaksi 2,31 2,15 2,00 1,78 1,59
Selisih (0,86) (0,73) (0,60) (0,45) (0,33)
Selisih % -27,15% -25,31% -23,06% -20,03% -17,30%
Debt to Assets
Sebelum Transaksi 0,76 0,74 0,72 0,69 0,66
Setelah Transaksi 0,70 0,68 0,67 0,64 0,61
Selisih (0,06) (0,06) (0,06) (0,05) (0,04)
Selisih % -8,21% -8,03% -7,68% -7,19% -6,69%
Return on Asset
Sebelum Transaksi 0,01 0,02 0,03 0,05 0,05
Setelah Transaksi 0,01 0,02 0,03 0,04 0,05
Selisih (0,00) (0,00) (0,00) (0,00) (0,00)
Selisih % -14,86% -13,24% -11,89% -10,52% -9,84%
Return on Equity
Sebelum Transaksi 0,06 0,08 0,10 0,15 0,15
Setelah Transaksi 0,04 0,05 0,08 0,11 0,12
Selisih (0,02) (0,02) (0,03) (0,03) (0,03)
Selisih % -32,42% -29,55% -26,56% -22,90% -20,09%
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 38
38
Page 40
Berdasarkan analisis perbandingan rasio keuangan diatas, rasio lancar dan rasio cepat
perusahaan mengalami peningkatan utamanya diakibatkan adanya kas masuk dari
keuntungan penjualan aset tetap. Debt to equity dan debt to assets perusahaan mengalami
penurunan karena hasil keutungan penjualan aset tetap menambahkan ekuitas perusahaan.
3.4.7 Analisis Laporan Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi Dilakukan
Posisi proforma Laporan Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
yang disampaikan manajemen Perseroan, diuraikan sebagai berikut:
Proforma Laporan Posisi Keuangan
(Dalam Ribu Rupiah)
Sebelum Transaksi Penyesuaian Sesudah Transaksi
30 Juni 2024 30 Juni 2024
Balance Sheet
Aset Lancar
Kas Setara Kas 93.140.868 5.827.500 98.968.368
Piutang Usaha 165.785.043 165.785.043
Persediaan 129.189.770 129.189.770
Pajak Dibayar Dimuka 4.344.797 2.625.000 6.969.797
Uang Muka 3.402.653 3.402.653
Biaya Dibayar Dimuka 6.158.491 6.158.491
Dana Dibatasi Penggunaannya 13.136.800 13.136.800
Aset Lancar Lain-Lain 20.667.826 20.667.826
Jumlah Aset Lancar 435.826.248 8.452.500 444.278.748
Aset Tidak Lancar
Aset T etap 483.708.025 (20.583.950) 463.124.075
Piutang Kepada Pihak berelasi 470.903 470.903
Piutang PT Urecel - 110.722.500 110.722.500
Aset Pajak Tangguhan 22.783.556 22.783.556
Investasi pada Entitas Asosiasi 16.527.605 16.527.605
Properti Investasi 16.130.406 16.130.406
Aset T idak Berwujud 112.832 112.832
Aset T idak Lancar Lainnya 3.630.726 3.630.726
Capex - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 543.364.053 90.138.550 633.502.603
Jumlah Aset 979.190.301 98.591.050 1.077.781.351
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 41.916.159 41.916.159
Utang Bank Jangka Pendek 558.681.227 558.681.227
Akrual 32.611.737 32.611.737
Utang Pajak 5.427.223 14.175.000 19.602.223
Utang Lain Lain 3.464.768 3.464.768
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek 10.234.543 10.234.543
Bagian Jangka Pendek dari Liabilitas Jangka Panjang 56.886.497 56.886.497
Biaya yang Masih Harus Dibayar - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 709.222.154 14.175.000 723.397.154
Liabilitas Jangka Panjang -
Utang Bank Jangka Panjang 30.813.403 30.813.403
Liabilitas Pajak T angguhan - -
Utang Pihak Berelasi Non-Usaha - -
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 4.447.218 4.447.218
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 35.260.621 - 35.260.621
Jumlah Liabilitas 744.482.775 14.175.000 758.657.775
Ekuitas -
Modal Dasar 180.822.190 180.822.190
Selisih Kurs (7.086.962) (7.086.962)
Tambahan Modal Disetor 81.670.488 81.670.488
Komponen Ekuitas Lainnya 2.396.460 2.396.460
Saldo Laba (23.094.650) 84.416.050 61.321.400
Jumlah Ekuitas 234.707.526 84.416.050 319.123.576
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 979.190.301 98.591.050 1.077.781.351
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 39
39
Page 41
Berdasarkan proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi, terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi Kas & Setara Kas
mengalami kenaikan menjadi Rp 98.068.368 hal ini disebabkan oleh adanya pembayaran DP
sebesar 5% oleh pembeli aset tetap sebesar Rp 5.827.500.000 dan pengurangan
penerimaan sewa sebesar (Rp900.000.000)
Pajak dibayar dimuka mengalami kenaikan sebesar Rp2.625.000. hal ini disebabkan pajak
PPH 2,5% dari nilai penjualan aset tetap. Aset Tetap mengalami penurunan sebesar
(Rp20.583.950.000) hal ini disebabkan penjualan aset tetap dengan nilai perolehan aset tetap
sebesar Rp20.583.950.000. Hasil penjualan aset tetap sebesar Rp110.722.500.000 menjadi
Piutang PT Urecel dikarenakan pembayaran dilakukan dengan metode selama 7 Tahun.
Dari sisi Liabilitas, terjadi kenaikan utang pajak sebesar Rp14.175.000.000 hal ini disebabkan
utang PPN sebesar 11% dari nilai transaksi penjualan aset tetap.
Dari sisi Ekuitas, terjadi kenaikan saldo laba sebesar 83.516.050 hal ini disebabkan hasil
penjualan aset tetap.
Proforma Laba Rugi
(Dalam Ribu Rupiah)
Sebelum Transaksi Penyesuaian Sesudah Transaksi
30 Juni 2024 30 Juni 2024
Income Statement
Pendapatan 306.609.876 306.609.876
Beban Pokok Pendapatan (240.315.252) (240.315.252)
Laba Bruto 66.294.624 66.294.624
Beban Penjualan Umum dan Adm (42.711.422) (42.711.422)
EBITDA 23.583.202 - 23.583.202
Depresiasi dan Amortisasi (19.078.045) (19.078.045)
EBIT 4.505.157 - 4.505.157
Biaya Keuangan (26.589.806) (26.589.806)
Bagian Laba dari Entitas Asosiasi 4.599.937 4.599.937
Penghasilan (Beban) Lainnya (23.233.166) (23.233.166)
Pendapatan Sewa 900.000 - 900.000
Keuntungan Penjualan Aset T etap 84.416.050 84.416.050
EBT (39.817.878) 84.416.050 44.598.172
Beban Pajak Penghasilan 9.713.600 9.713.600
EAT (30.104.278) 84.416.050 54.311.772
Imbalan Pasca Kerja - -
Pajak Penghasilan T erkait - -
Jumlah Laba Komprehensif (30.104.278) 84.416.050 54.311.772
Berdasarkan proforma Laba Rugi Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi mengakibatkan kenaikan
keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp84.416.050.000 dan penurunan pada
pendapatan sewa sebesar (Rp900.000.000).
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 40
40
Page 42
Proforma Arus Kas
(Dalam Ribu Rupiah)
Sebelum Transaksi Penyesuaian Sesudah Transaksi
30 Juni 2024 30 Juni 2024
Cash Flow
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 295.390.326 295.390.326
Pembayaran kepada pemasok (234.186.726) (234.186.726)
Pembayaran kepada karyawan (42.328.889) (42.328.889)
Penerimaan penghasilan bunga 1.122.596 1.122.596
Pembayaran pajak penghasilan badan (1.126.994) (1.126.994)
Penerimaan restitusi pajak 6.675.144 6.675.144
Pembayaran bunga dan beban keuangan (29.597.243) (29.597.243)
Piutang PT Urecel - 5.827.500 5.827.500
Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan operasi (4.051.786) 5.827.500 1.775.714
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
Perolehan aset tetap - -
Penjualan aset tetap 13.680.330 13.680.330
Pembayaran uang muka aset tetap (11.322.852) (11.322.852)
Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi 2.357.478 - 2.357.478
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Penerbitan saham biasa - -
Penerimaan dividen - -
Pencairan utang bang jangka pendek 43.759.468 43.759.468
Pembayaran utang bank jangka pendek (39.229.682) (39.229.682)
Pencairan Pinjaman jangka panjang lain-lain - -
Pembayaran Pinjaman jangka panjang lain-lain (19.286.898) (19.286.898)
Liabilitas jangka panjang lain-lain pihak ketiga - -
Pembayaran liabilitas sewa (8.195.614) (8.195.614)
Pembayaran ke pihak berelasi - -
Arus kas bersih yang diperoleh dari kegiatan pendanaan (22.952.726) - (22.952.726)
KENAIKAN/(PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS (24.647.034) 5.827.500 (18.819.534)
Dampak selisih kurs atas kas dan setara kas 1.184.124 - 1.184.124
Kas dan setara kas awal periode 116.603.779 116.603.779
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 93.140.869 98.968.369
Rencana Transaksi ini akan berpengaruh terhadap arus kas dari kegiatan operasi Perseroan
dengan adanya pendapatan atas piutang PT Urecel sebesar Rp 5.827.500.000. pada arus
kas dari kegiatan pendanaan terdapat penurunan penerimaan sewa sebesar
(Rp900.000.000).
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 41
41
Page 43
Proforma Rasio Keuangan
Sebelum Transaksi Penyesuaian Sesudah Transaksi
30 Juni 2024 30 Juni 2024
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar 61,5% -0,04% 61,4%
Quick Rasio 43,2% 0,32% 43,6%
Rasio Solvabilitas
Debt Equity Ratio 317,2% -79,46% 237,7%
Debt to Assets 76,0% -5,64% 70,4%
Rasio Profitabilitas
Return On Asset -3,1% 8,11% 5,0%
Return On Equity -12,8% 29,85% 17,0%
Rencana Transaksi akan menurunkan rasio lancar perusahaan karena hasil penjualan aset
tetap menjadi aset tidak lancar dan kenaikan utang pajak lebih besar dibandingkan
penerimaan kas setara kas dari penjualan aset tetap. Quick ratio perusahaan mengalami
kenaikan karena kenaikan liabilitas atas utang pajak lebih besar dibandingkan penerimaan
aset lancar
Debt to equity ratio dan debt to assets Perseroan mengalami penurunan karena ekuitas
mengalami kenaikan akibat keuntungan dari penjualan aset tetap.
Return on Asset dan Return on equity Perseroan mengaSlami kenaikan karena mengalami
kenaikan laba akibat keuntungan dari penjualan aset tetap.
3.4.8 Analisis Nilai Tambah Rencana Transaksi (Incremental)
a) Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi yang akan
dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan perusahaan;
(Dalam Ribu Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Jul-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Analisis Inkremental
Cash
Sebelum Transaksi 75.598.802 54.140.598 47.976.461 46.841.609 50.555.420
Setelah Transaksi 80.526.302 88.903.098 96.756.461 109.639.109 127.370.420
Selisih 4.927.500 34.762.500 48.780.000 62.797.500 76.815.000
Selisih % 7% 64% 102% 134% 152%
Piutang PT Urecel
Sebelum Transaksi - - - - -
Setelah Transaksi 110.722.500 79.087.500 63.270.000 47.452.500 31.635.000
Selisih 110.722.500 79.087.500 63.270.000 47.452.500 31.635.000
Selisih % 0% 0% 0% 0% 0%
Aset Tetap
Sebelum Transaksi 462.218.665 421.874.735 384.590.184 347.368.764 311.477.261
Setelah Transaksi 458.364.696 419.219.915 383.134.513 347.112.242 312.419.889
Selisih (3.853.969) (2.654.820) (1.455.671) (256.522) 942.627
Selisih % -0,83% -0,63% -0,38% -0,07% 0,30%
Properti Investasi
Sebelum Transaksi 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406
Setelah Transaksi - - - - -
Selisih (16.130.406) (16.130.406) (16.130.406) (16.130.406) (16.130.406)
Selisih % -100,00% -100,00% -100,00% -100,00% -100,00%
Liabilitas Jangka Pendek
Sebelum Transaksi 663.783.439 647.910.224 642.757.404 637.793.571 633.033.946
Setelah Transaksi 677.958.439 662.085.224 656.932.404 651.968.571 647.208.946
Selisih 14.175.000 14.175.000 14.175.000 14.175.000 14.175.000
Selisih % 2,14% 2,19% 2,21% 2,22% 2,24%
Ekuitas
Sebelum Transaksi 222.321.675 201.758.303 190.532.752 186.063.626 189.579.297
Setelah Transaksi 306.437.300 285.273.077 273.446.675 268.376.698 271.291.518
Selisih 84.115.625 83.514.774 82.913.923 82.313.072 81.712.221
Selisih % 37,84% 41,39% 43,52% 44,24% 43,10%
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 42
42
Page 44
2029 2030 2031 2032 2033
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Analisis Inkremental
Cash
Sebelum Transaksi 60.106.429 72.931.418 100.274.837 128.409.749 160.667.582
Setelah Transaksi 150.938.929 177.781.418 203.324.837 229.659.749 260.117.582
Selisih 90.832.500 104.850.000 103.050.000 101.250.000 99.450.000
Selisih % 151% 144% 103% 79% 62%
Piutang PT Urecel
Sebelum Transaksi - - - - -
Setelah Transaksi 15.817.500 - - - -
Selisih 15.817.500 - - - -
Selisih % 0% 0% 0% 0% 0%
Aset Tetap
Sebelum Transaksi 275.902.892 240.328.523 207.497.393 188.422.098 169.346.802
Setelah Transaksi 278.044.669 243.669.448 212.037.468 194.161.321 176.285.175
Selisih 2.141.776 3.340.926 4.540.075 5.739.224 6.938.373
Selisih % 0,78% 1,39% 2,19% 3,05% 4,10%
Properti Investasi
Sebelum Transaksi 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406 16.130.406
Setelah Transaksi - - - - -
Selisih (16.130.406) (16.130.406) (16.130.406) (16.130.406) (16.130.406)
Selisih % -100,00% -100,00% -100,00% -100,00% -100,00%
Liabilitas Jangka Pendek
Sebelum Transaksi 628.494.986 624.194.477 627.667.274 631.418.532 635.470.715
Setelah Transaksi 642.669.986 638.369.477 641.842.274 645.593.532 649.645.715
Selisih 14.175.000 14.175.000 14.175.000 14.175.000 14.175.000
Selisih % 2,26% 2,27% 2,26% 2,24% 2,23%
Ekuitas
Sebelum Transaksi 201.179.451 218.139.315 243.028.173 284.900.050 333.527.049
Setelah Transaksi 282.290.822 298.649.835 322.937.842 364.208.868 412.235.016
Selisih 81.111.370 80.510.520 79.909.669 79.308.818 78.707.967
Selisih % 40,32% 36,91% 32,88% 27,84% 23,60%
Hasil analisis menunjukkan bahwa Rencana Transaksi ini akan memberikan perbaikan
kepada variable-variable yang dianalisa terutama pada variable Kas dan Ekuitas
Perseroan.
b) Biaya atau pendapatan yang relevan;
Dari sisi aset tetap, perseroan mendapatkan keuntungan dari pengurangan beban
depresiasi. Laba yang didapatkan dari penjualan aset tetap sangat signifikan sebesar
Rp84.115.625.000 dikarenakan nilai buku dari properti investasi yang hanya
Rp16.130.406.000.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 43
43
Page 45
3.5 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
a) Perbandingan antara rencana nilai transaksi dengan penilaian atas transaksi yang akan dilakukan;
Berdasarkan Laporan Penilaian yang diterbitkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sugianto
Prasodjo Dan Rekan dengan nomor: 00212/2.0131-09/PI/04/0532/1/XII/2024 tanggal 16
Desember 2024, Nilai Pasar dari objek transaksi adalah senilai Rp103.344.000.000 dengan
rincian sebagai berikut
Keterangan Nilai Pasar
Tanah 52.892.610.000
Bangunan 37.467.062.000
Sarana dan Prasarana 12.984.579.000
Jumlah 103.344.000.000
Berdasarkan informasi dari Perseroan, rencana nilai transaksi dari objek transaksi adalah
sebesar Rp. 105.000.000.000
b) Analisis untuk memastikan bahwa rencana nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi
yang akan dilakukan;
Berdasarkan analisis inkremental yang telah dilakukan, Rencana Transaksi akan meningkatkan
laba bersih Perseroan di masa depan, selain itu rasio-rasio keuangan Perseroan juga mengalami
peningkatan akibat dari Rencana Transaksi ini.
c) Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan untuk meyakini bahwa rencana nilai transaksi berada
dalam kisaran Nilai yang didapatkan dari hasil Penilaian
Berdasarkan peraturan No.35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis Di Pasar Modal, suatu transaksi dikategorikan wajar apabila transaksi tersebut
berada pada kisaran batas atas dan batas bawah sebesar 7,5% dari Nilai Pasar. Perbandingan
nilai Rencana Transaksi dengan batas atas dan batas bawah disajikan sebagai berikut:
Keterangan Nilai Pasar
Nilai Pasar 103.344.000.000
Batas Atas 111.094.800.000
Batas Bawah 95.593.200.000
Nilai Rencana Transaksi 105.000.000.000
Dengan mempertimbangkan batas atas dan batas bawah pada tabel di atas, maka nilai dari
Rencana Transaksi tersebut adalah wajar.
3.6 Kesimpulan
Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi ini
adalah Perseroan dan Pembeli. Rencana Transaksi ini merupakan transaksi yang mengandung
unsur transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
42/POJK.04/2020, karena Perseroan dan Pembeli memiliki beberapa pengurus atau pemegang
saham yang sama. Rencana Transaksi yang akan dilakukan bukan merupakan transaksi
benturan kepentingan karena memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan
diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan menguntungkan
Perseroan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 44
44
Page 46
Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp105.000.000.000 sedangkan jumlah ekuitas
Perseroan berdasarkan laporan keuangan Audited per 30 Juni 2024 adalah sebesar
Rp234.707.526.000 dengan demikian Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020, karena
nilai transaksi lebih dari 20% ekuitas Perseroan. Secara umum, manfaat dari dilakukannya
Perseroan dapat melakukan pembayaran utang kepada pihak ketiga dan mendapatkan tambahan
modal kerja untuk mendukung operasional Perseroan.
Secara kuantitatif Rencana Transaksi dapat memperbaiki rasio likuiditas, aktivitas, dan
solvabilitas Perseroan. Rencana Transaksi juga memberikan manfaat efisiensi pada beban pokok
penjualan Perseroan.
Berdasarkan analisis batas wajar atas dan bawah nilai Rencana Transaksi penjualan ini dimana batas
atas adalah Rp111.094.800.000 sedangkan batas bawah adalah Rp95.593.200.000 sedangkan nilai
Rencana Transaksi adalah Rp105.000.000.000, dapat disimpulkan Rencana Transaksi tersebut masih
berada pada batas wajar.
Dengan demikian, hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang
terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif, kuantitatif, dan kelayakan dari
Rencana Transaksi yang akan dilakukan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi
yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah Wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk 45
45
Names mentioned 41 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan
p.12
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo
p.12
unresolved
org
KJPP SPR
p.12 ×3
unresolved
person
Dr. Ashari.
p.14 ×2
unresolved
person
MSi.
p.14
unresolved
org
Purba Lauddin dan Rekan
p.14
unresolved
—
Eishennoraz
· Akuntan Publik
p.14 ×3
unresolved
org
Mawar dan Rekan
p.14 ×4
unresolved
—
Jul Edy Siahaan
· Akuntan Publik
p.14
unresolved
person
Lok Budianto.
· Akuntan Publik
p.14
unresolved
org
Rintis dan Rekan
p.14
unresolved
org
PT Hilon Felt
p.17
unresolved
person
Fransiscus Xaverius Budi Santoso Isbandi
· Notaris
p.17 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.17 ×2
unresolved
person
Bastian Harijanto
· Notaris
p.17 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.17 ×2
unresolved
org
PT Sambros Invesco International
p.17 ×5
unresolved
org
PT. Urecel Indonesia
p.18 ×10
unresolved
person
Yohanes Irson Purba
· Notaris
p.18
unresolved
org
PT Sambros Invesco Internationa
p.19
unresolved
org
Pendapat Kewajaran milik PT Inocycle Technology Group, Tbk
p.19
unresolved
org
PT. Urecel Indonesia. Victor Seng Hyeok Choi
p.21 ×2
unresolved
org
PT. Urecel Indonesia. Jung Hyo Choi
· Komisaris
p.21
unresolved
org
Bank Indonesia
p.25 ×6
unresolved
org
Pusat Statistik
p.25
unresolved
org
PT Urecel Sebelum Transaksi
p.34 ×4
unresolved
org
PT Urecel
p.35 ×5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.273
5167 ms
12 Sep 2026 22:55
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'adalah senilai Rp103.344.000.000 dengan'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'adalah senilai Rp103.344.000.000 dengan',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}