Skip to content
Back to announcement

20241031_BBKP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31751599_lamp9.pdf

Asset transaction Needs review BBKP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 41

Page 1
                                      PENDAPAT KEWAJARAN

                                 Transaksi Penerbitan obligasi Global

                                                           Oleh

                                        PT Bank KB Bukopin, Tbk.
                          Jalan MT. Haryono Kav. 50-51, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                         0
                                                                                             0
Page 2
                                                                                        29 Oktober 2024
 Yth.
 Direksi
 PT. Bank KB Bukopin, Tbk
 Jalan MT. Haryono Kav. 50-51,
 Cikoko, Pancoran
 Jakarta Selatan

 File No.          : 00183/2.0131-09/BS-FO/07/0532/1/X/2024
 Hal               : Pendapat Kewajaran PT. Bank KB Bukopin, Tbk

 Dengan hormat.

 Penilai Publik yang bertanggung jawab sekaligus yang bertanda tangan di dalam Laporan Pendapat
 Kewajaran ini adalah Ir. Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.), merupakan Penilai Publik
 Properti & Bisnis dengan Nomor Izin Penilai Publik Properti No. P-1.18.00532 berdasarkan Surat Keputusan
 Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember 2018 dan Nomor Izin Penilai Publik Bisnis
 No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 214/KM.1/2023 Tanggal 17
 Desember 2018. Penilai Publik juga telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa
 Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
 STTD.PPB-47/PM.02/2023 Tanggal 17 Juli 2023.

 Penilai Publik bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan yang
 beralamat di 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar
 Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan memiliki Izin
 Usaha resmi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0131 berdasarkan Kepmenkeu No.
 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto
 Prasodjo dan Rekan adalah perusahaan penilai independen yang terdaftar di Masyarakat Profesi Penilai
 Indonesia (MAPPI) dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) berdasarkan Surat Tanda
 Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.

 Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No: 00214/2.0131-09/BKBB/KJPPSPR/APP-
 BS/VII/2024 tertanggal 03 Juli 2024 Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan
 (selanjutnya disebut “KJPP SPR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT. Bank KB Bukopin, Tbk.
 (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan aksi
 korporasi yang dilakukan oleh Perseroan dalam Penerbitan Obligasi Global yang termasuk kedalam
 Transaksi Material.

 Untuk tujuan pemenuhan peraturan POJK 17/2020 terkait Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
 Usaha.

 Berdasarkan laporan Opini Kewajaran KJPP SPR No.00182/2.0131-09/BS-FO/07/0532/1/X/2024
 tanggal 29 Oktober 2024 terkait penggunaan KB Securities Hong Kong Ltd, sebagai salah satu Tim
 Underwriter Internasional dalam rencana transaksi penerbitan obligasi global yang dimaksud dalam
 laporan ini, yang merupakan transaksi afiliasi. Penerbitan Obligasi Global senilai USD 300.000.000 yang
 dilakukan oleh Perseroan selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                 1
                                                                                                     1
Page 3
 Perseroan didirikan dan beroperasi sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Perbankan
 dengan kegiatan usaha utama menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro,
 deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan
 itu, memberikan kredit, menerbitkan surat pengakuan hutang dan membeli, menjual atau menjadin atas
 risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabah.

 Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ini adalah untuk memperoleh dana dari hasil penerbitan
 Obligasi yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang jangka pendek dan tujuan umum
 Perseroan lainnya.

 Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah Rencana Transaksi dalam Rangkaian Transaksi
 oleh Perseroan sebagai penerbit oblligasi global dengan nilai sebesar USD 300.000.000.000 dengan kupon
 5,658%.

 Pendapat kewajaran dilaksanakan per tanggal 30 Juni 2024, parameter dan laporan keuangan yang
 digunakan dalam analisis menggunakan data per 30 Juni 2024.

 Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
 kewajaran atas transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
 sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi
 dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, dan
 tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail atas semua informasi
 dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
 demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila informasi dan data yang
 diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

 Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
 dengan menggunakan metodologi:

 1.   Analisis atas Rencana Transaksi
 2.   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
 3.   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
 4.   Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi
 Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi ini adalah
 Perseroan dan investor sebagai pembeli Obligasi. Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi
 yang mengandung unsur transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa
 Keuangan No. 42/POJK.04/2020. Rencana Transaksi yang akan dilakukan bukan merupakan transaksi
 benturan kepentingan karena memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan
 diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan menguntungkan Perseroan.


 Rencana Transaksi yang akan dilakukan bukan merupakan transaksi benturan kepentingan karena
 memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan perundang-
 undangan yang berlaku dan menguntungkan Perseroan. Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar USD
 300.000.000 atau setara dengan Rp4.918.200.000.000 (1 USD = Rp.16.394) sedangkan jumlah ekuitas
 Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit per 30 Juni 2024 adalah sebesar Rp10.948.825 juta sehingga
 rasio antara Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Buku Ekuitas adalah 44,91%. Berdasarkan Peraturan
 Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material
 karena Nilai Rencana Transaksi lebih besar dari 20% ekuitas Perseroan namun tidak lebih besar dari 50%.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                2
                                                                                                    2
Page 4
 Secara kuantitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam transaksi ini adalah Perseroan
 dengan investor sebagai pembeli obligasi. Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi yang
 mengandung unsur transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
 42/POJK.04/2020. Transaksi dapat memperbaiki Quick Ratio, Aktivitas Operasi, dan investing Policy Ratio
 Perseroan. Rencana Transaksi juga memberikan manfaat efisiensi pada beban bunga Perseroan.

 Secara umum, manfaat dari dilakukannya Rencana Transaksi ini adalah dana dari hasil penerbitan Obligasi
 yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang jangka pendek dan tujuan umum Perseroan lainnya.

 Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar USD 300.000.000 atau setara dengan Rp4.918.200.000.000 (1 USD
 = Rp.16.394) sedangkan jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit per 30 Juni 2024
 adalah sebesar Rp10.948.825 juta sehingga rasio antara Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Buku Ekuitas
 adalah 44,91%. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 Rencana Transaksi
 tersebut merupakan transaksi material karena Nilai Rencana Transaksi lebih besar dari 20% ekuitas Perseroan
 namun tidak lebih besar dari 50%. Secara umum, manfaat dari dilakukannya Rencana Transaksi ini adalah
 memperkecil pengeluaran Beban Bunga Perseroan.

 Berdasarkan analisis data pasar, besaran kupon obligasi global yang akan diterbitkan oleh Perseroan masih
 berada dalam kisaran kupon yang standar di pasaran. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan Rencana
 Transaksi masih berada pada batas wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                   3
                                                                                                       3
Page 5

          
Page 6
                                                                       DAFTAR ISI

Surat Pengantar
Daftar Isi .........................................................................................................................................................       5
Ringkasan Eksekutif ......................................................................................................................................                 6
Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas ..........................................................................................................                              7
Pernyataan Penilai ..........................................................................................................................................              9

Bab I              PENDAHULUAN
                   1.1. Uraian Mengenai Penugasan .............................................................................................                            11
                   1.2. Identitas Pemberi Tugas .....................................................................................................                      11
                   1.3. Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) .....................................................................                                    11
                   1.4. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ......................................................                                              12
                   1.5. Objek Analisis Pendapat Kewajaran ..................................................................................                               12
                   1.6. Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait Rencana Transaksi ........                                                               12
                   1.7. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .................................................................................                                 12
                   1.8. Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan ...........................................................                                         13
                   1.9. Sumber Data dan Informasi ................................................................................................                         13
                   1.10. Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi ..........................................................................                                14
                   1.11. Pernyataan Independensi Penilai ......................................................................................                            14
                   1.12. Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran ...................................................                                           14

Bab II             TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
                   2.1. Latar Belakang Transaksi ..................................................................................................                        15
                   2.2. Maksud dan Tujuan Transaksi ...........................................................................................                            15
                   2.3. Objek Transaksi ..................................................................................................................                 15
                   2.4. Identifikasi Pihak-pihak yang Bertransaksi .........................................................................                               16

Bab III            ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
                   3.1 Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan ..........................................................                                            18
                   3.2 Analisis atas Rencana Transaksi .......................................................................................                             18
                   3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ........................................................................                                 22
                   3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ......................................................................                                  28
                   3.5 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ....................................................................................                             42
                   3.6 Kesimpulan ........................................................................................................................                 42

LAMPIRAN




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                                                                                   5
                                                                                                                                                                       5
Page 7
                                       RINGKASAN EKSEKUTIF
 PEMBERI TUGAS                                     : PT. Bank KB Bukopin, Tbk

 ALAMAT PEMBERI TUGAS                              : Jalan MT. Haryono Kav. 50-51, Cikoko, Pancoran, Jakarta
                                                     Selatan.

 BIDANG USAHA                                      : Jasa Perbankan dengan kegiatan usaha utama
                                                     menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
                                                     simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat
                                                     deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang
                                                     dipersamakan dengan itu, memberikan kredit, menerbitkan
                                                     surat pengakuan hutang dan membeli, menjual atau
                                                     menjadin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan
                                                     dan atas perintah nasabah.

 INSTRUKSI PENUGASAN                               : Berdasarkan     persetujuan atas  surat     penawaran
                                                     00214/2.0131-09/BKBB/KJPPSPR/APP-BS/VII/2024 tertanggal
                                                     03 Juli 2024.

 OBJEK ANALISIS                                    : Objek transaksi dalam hal ini adalah memberikan pendapat
                                                     kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Rangkaian Transaksi
                                                     oleh Perseroan sebagai sebagai penerbit oblligasi global
                                                     dengan nilai sebesar USD 300.000.000.000 dengan kupon
                                                     sebesar 5,658%.

 MAKSUD & TUJUAN PENUGASAN                         : Memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
                                                     dalam Rangkaian Transaksi dengan tujuan memenuhi POJK
                                                     No.17/POJK.04/2020 dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020.

 JENIS & FORMAT LAPORAN                            : Laporan Terinci (Comprehensive Style)


 TANGGAL INSPEKSI & WAWANCARA : 24 September 2024
 MANAJEMEN

 TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN                        : 30 Juni 2024

 TANGGAL LAPORAN                                   : 29 Oktober 2024

 METODOLOGI ANALISIS                               :   1.   Analisis atas Rencana Transaksi
                                                       2.   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
                                                       3.   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
                                                       4.   Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi
 PENDAPAT             ATAS          RENCANA : Wajar
 TRANSAKSI

 REVIEWER                                          : Muhammad Fajar Tarekat, S.H.

 TENAGA PENILAI                                    : Fikri Mauriza Hazmi, S.T., M.Ec.Dev.
                                                     Ridho Mohammad, S.T.


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                      6
                                                                                                          6
Page 8
                     ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Pendapat kewajaran ini berdasarkan dengan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai berikut:

1.     Bahwa kami tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek yang dianalisis dan hasil dari
       pendapat kewajaran yang dilakukan;

2.     Bahwa dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen yang diberikan atau diperlihatkan oleh Pemberi
       Tugas dan pihak ketiga kepada kami dalam rangka pemberian pendapat kewajaran ini adalah sah,
       benar, lengkap dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan bahwa dokumen-dokumen yang
       diberikan kepada kami dalam bentuk foto copy, turunan dan/atau salinan adalah sesuai dengan aslinya
       dan dokumen tersebut adalah sah, benar, lengkap serta sesuai dengan kenyataan sebenarnya;

3.     Bahwa dokumen-dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh
       Pemberi Tugas atau pihak ketiga kepada kami untuk tujuan pemberian pendapat kewajaran ini adalah
       benar, akurat, lengkap dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, serta tidak mengalami perubahan
       sampai dengan tanggal diberikannya pendapat kewajaran ini;

4.     Bahwa semua tanda tangan, materai, coretan dan tanda yang terdapat dalam setiap dokumen yang
       diberikan dan/atau diperlihatkan oleh Pemberi Tugas kepada kami adalah benar dan tanda yang
       terdapat dalam setiap dokumen foto copy, turunan dan/atau salinan yang diberikan oleh Pemberi Tugas
       kepada kami adalah sesuai dengan yang terdapat dalam dokumen aslinya dan tanda tangan, materai,
       coretan dan tanda yang terdapat pada dokumen adalah benar adanya;

5.     Bahwa instansi Pemerintah dan/atau pihak yang mengeluarkan dan/atau menerbitkan izin, persetujuan,
       lisensi dan/atau bukti tanda pendaftaran kepada Pemberi Tugas adalah pejabat dan/atau pihak yang
       berwenang untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut dan diwakili oleh orang-(orang) yang berhak
       dan mempunyai izin, persetujuan, lisensi, dan/atau bukti tanda pendaftaran yang bersangkutan;

6.     Kecuali dinyatakan secara tegas dalam pendapat kewajaran ini, tidak dapat diasumsikan bahwa kami
       berkewajiban dan telah melakukan pemeriksaan legalitas atas objek yang dianalisis;

7.     Bahwa semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
       Pengadilan) yang berkaitan dengan objek yang dinilai tidak menjadi tanggung jawab kami;

8.     Bahwa dalam pendapat kewajaran ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas objek yang
       dianalisis sebagaimana ditunjukkan dalam laporan keuangan yang diberikan dan dokumen – dokumen
       pendukung lain yang terbatas;

9.     Bahwa biaya penugasan ditentukan berdasarkan hari – orang (man-day) dan bukan ditentukan
       berdasarkan hasil yang diberikan dalam Laporan Pendapat Kewajaran;

10.    Bahwa Laporan Pendapat Kewajaran ini dianggap sah apabila terdapat cap dan tanda tangan asli dari
       pihak kami;

11.    Bahwa tanggung jawab kami terbatas kepada pemberi tugas dimaksud dan kami tidak bertanggung
       jawab terhadap pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat Kewajaran ini;

12.    Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran dalam
       mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penentu suatu
       keputusan yang berakibat hukum, karena laporan ini semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin
       ilmu dan kemampuan yang kami miliki;


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                   7
                                                                                                       7
Page 9
13.    Bahwa tanggung jawab material dalam pendapat kewajaran ini adalah sebatas fee yang sudah kami
       terima.

14.    Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.

15.    Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan
       Pendapat Kewajaran.

16.    Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.

17.    Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi keuangan
       yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
       Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).

18.    Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kewajaran proyeksi
       keuangan.

19.    Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
       bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.

20.    Kami bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat Kewajaran.

21.    Kami telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-
       perjanjian yang terkait dengan Transaksi dari Perseroan.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                               8
                                                                                                   8
Page 10
                                        PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini pada tanggal
pendapat kewajaran menyatakan bahwa:

1.     Pernyataan dalam laporan pendapat kewajaran ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan
       kesimpulan yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2.     Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap perusahaan
       dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan hal-hal dalam laporan
       ini atau pihak-pihak terkait.
3.     Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
4.     Penugasan pendapat kewajaran profesional telah dilakukan terhadap Objek pendapat kewajaran pada
       Tanggal pendapat kewajaran (Cut Off Date);
5.     Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
       Kewajaran.
6.     Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
7.     Kesimpulan Pendapat telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas; dan
8.     Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
       Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
9.     Biaya profesional tidak berhubungan dengan pendapat kewajaran yang terdapat dalam laporan ini.
10.    Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
       Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
11.    Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan dan/atau jenis industri yang
       dinilai.
12.    Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan analisa untuk
       menghasilkan nilai yang subjektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa yang terjadi di
       kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
13.    Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
       • Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi, dan tanggal)
       • Pengumpulan data dan wawancara
       • Analisis data
       • Penulisan laporan
14.    Penilai telah melakukan analisis terhadap objek transaksi pada tanggal pendapat kewajaran.
15.    Penugasan ini telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
16.    Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan
       inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan pendapat
       kewajaran ini.
17.    Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan dengan benar.
18.    Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat dengan
       memenuhi ketentuan KEPI dan SPI Edisi VII-2018 tentang Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
       Indonesia dan Edisi Revisi SPI 330 Tahun 2020 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
       35/POJK.04/2020 dengan mencantumkan nama, kualifikasi profesional dan tanda tangan penilai berikut tim
       pelaksananya (jika ada) dengan konfirmasi bahwa:

       a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
          oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
       b. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
       c. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan pendapat kewajaran telah menyediakan
          bantuan profesional dalam menyiapkan laporan pendapat kewajaran.


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                          9
                                                                                                              9
Page 11

          
Page 12
                                                   BAB I
                                               PENDAHULUAN
1.1      Uraian Mengenai Penugasan

         Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No: 00214/2.0131-09/BKBB/KJPPSPR/APP-
         BS/VII/2024 tertanggal 03 Juli 2024 Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan
         (selanjutnya disebut “KJPP SPR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT. Bank KB Bukopin,
         Tbk. (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan
         dengan aksi korporasi yang dilakukan oleh Perseroan dalam Penerbitan Obligasi Global yang
         termasuk ke dalam Transaksi Material.

         Perseroan akan melakukan Penerbitan Obligasi Global senilai USD 300.000.000 dengan kupon
         sebesar 5,658% yang selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.

         Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ini adalah karena dana dari hasil penerbitan Obligasi
         yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang jangka pendek dan tujuan umum
         Perseroan lainnya.

1.2      Identitas Pemberi Tugas

         Pemberi tugas dalam hal ini adalah sebagai berikut:

           Nama Perusahaan                       : PT. Bank KB Bukopin, Tbk
           Bidang Usaha                          : Jasa Perbankan
           Alamat                                : Jalan MT. Haryono Kav. 50-51, Cikoko, Pancoran,
                                                   Jakarta Selatan.
           No. Telepon                           : 021-7988266, 7989837
           No. Fax                               : 021-7980625, 7980238, 7980244
           Email                                 : corsec@kbbank.co.id
           Website                               : https://www.kbbank.co.id/

1.3      Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date)

         Pendapat kewajaran dilaksanakan per tanggal 30 Juni 2024, parameter dan laporan keuangan
         yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 30 Juni 2024.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                              11
                                                                                                     11
Page 13
1.4      Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

         Maksud dan tujuan penugasan adalah memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
         dalam Rangkaian Transaksi dengan tujuan memenuhi POJK No.17/POJK.04/2020 dan SEOJK
         No. 17/SEOJK.04/2020.

1.5      Objek Analisis Pendapat Kewajaran

         Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah Rencana Transaksi dalam Rangkaian
         Transaksi oleh Perseroan sebagai penerbit oblligasi global dengan nilai sebesar USD
         300.000.000.000 dengan kupon sebesar 5,658%.

1.6      Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi

         Penerbitan Obligasi akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan.
         Meningat tingkat suku bunga Obligasi yang tetap, sekaligus meningkatkan liquidity Coverage Ratio
         (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) Perseroan. Diharapkan nantinya Perseroan dapat
         lebih memaksimalkan penggunaan dana dalam meningkatkan pertumbuhan laba yang nantinya
         juga akan memaksimalkan nilai perusahaan.

1.7      Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

         Sehubungan dengan Peraturan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
         Perubahan Kegiatan Usaha Utama, dan Peraturan POJK No. 35/POJK.04/2020, tertanggal 2 Juli
         2020, tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, maka dalam
         penugasan laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan ini, kami telah
         melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
         yang mencakup hal hal sebagai berikut:

              1. Melakukan analisis Rencana Transaksi Perseroan.
              2. Melakukan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi Perseroan.
              3. Melakukan analisis kuantitstif dari Rencana Transaksi Perseroan.
              4. Melakukan analisis kewajaran dari Rencana Transaksi Perseroan.

1.8      Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Perundang-undangan

          ▪     Undang-Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
          ▪     Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
          ▪     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang tentang Transaksi Material
                dan Perubahan Kegiatan Usaha.
          ▪     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
                Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
          ▪     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi
                Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.

1.9      Sumber Data dan Informasi

         1. Laporan Keuangan Perseroan. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang
            telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris dengan pendapat bahwa

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                              12
                                                                                                    12
Page 14
             laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar.

         2. Laporan Keuangan Perseroan. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
            yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris dengan pendapat
            bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar.

         3. Laporan Keuangan Perseroan. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
            yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo &
            Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar.

         4. Laporan Keuangan Perseroan Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
            yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo &
            Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar.

         5. Laporan Keuangan Perseroan Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
            yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo &
            Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar.

         6. Laporan Keuangan Perseroan Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
            yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
            dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar.

         7. Proforma Perseroan dengan dan tanpa Rencana Transaksi.

         8. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan dan pihak lain yang kami anggap layak dan
            relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses
            pendapat kewajaran.

         9. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
            media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.

1.10     Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi

         Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
         analisis melalui pendekatan dan prosedur pendapat kewajaran Rencana Transaksi yang mencakup
         hal – hal sebagai berikut:
          1. Analisis atas Rencana Transaksi
          2. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
          3. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
          4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi


1.11     Pernyataan Independensi Penilai

         Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP SPR bertindak secara independen
         tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan maupun pihak pihak
         lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP SPR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
         keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan
         untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang Kami terima sama

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                             13
                                                                                                    13
Page 15
         sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.12     Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran

         Dalam pemahaman terbaik kami berdasarkan informasi publik yang tersedia, kami berpendapat
         tidak ada kejadian penting setelah tanggal pendapat kewajaran yang dapat secara signifikan
         mempengaruhi hasil kewajaran.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                 14
                                                                                                        14
Page 16
                                        BAB II
                           TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI

2.1      Latar Belakang Transaksi

         Latar Belakang Rencana Transaksi ini adalah untuk memperoleh dana dari hasil penerbitan
         Obligasi yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang jangka pendek dan tujuan umum
         Perseroan lainnya.


2.2      Maksud dan Tujuan Transaksi

         Maksud dan tujuan dari dilakukan Rangkaian Transaksi ini adalah untuk memperoleh dana dari
         hasil penerbitan Obligasi yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang jangka pendek
         dan tujuan umum Perseroan lainnya.


2.3      Objek Transaksi

         Objek transaksi dalam hal ini adalah memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
         dalam Rangkaian Transaksi oleh Perseroan sebagai sebagai penerbit oblligasi global dengan nilai
         sebesar USD 300.000.000.000 dengan kupon sebesar 5,658%.


2.4      Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi

 2.4.1. PT. Bank KB Bukopin, Tbk (“Perseroan”)

        a. Riwayat Singkat
           PT Bank KB Bukopin, Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tanggal 25 Februari 1993 berdasarkan Akta
           Notaris No. 126 yang dibuat dihadapan Muhani Salim, Sarjana Hukum. Akta pendirian tersebut telah
           disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
           5332.HT.01.01.TH.93 tanggal 29 Juni 1993. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa
           kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 117 tanggal 28 Juni 2024 yang dibuat dihadapan
           Aulia Taufani, S.H., tentang Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar. Perubahan
           tersebut telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU.AH.01.03-0171361 tanggal 12 Juli 2024.

           Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
           menjalankan usaha dalam bidang Jasa Perbankan dengan kegiatan usaha utama menghimpun dana
           dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito,
           tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu, memberikan kredit, menerbitkan
           surat pengakuan hutang dan membeli, menjual atau menjadin atas risiko sendiri maupun untuk
           kepentingan dan atas perintah nasabah.

           Kantor pusat Perusahaan terletak Jalan MT. Haryono Kav. 50-51, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan.
           Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1996. Pengendali Perusahaan adalah
           individu yaitu Induk Koperasi Unit Desa (INKUD).

        b. Alamat Kantor Perusahaan
           Perusahaan didirikan dan berdomisili di Indonesia dengan kantor berkedudukan di Jalan MT. Haryono
           Kav. 50-51, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan.


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                 15
                                                                                                       15
Page 17
        c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
           Perusahaan memiliki saham dengan total sebesar 187.887.539.870 lembar saham. Saham terdiri
           dari Kelas A dengan nilai nominal Rp10.000 dan Kelas B dengan nilai nominal Rp.100 per saham.
           Komposisi pemegang saham Perseroang pada tanggal 30 Juni 2024 sebagai berikut :

                                          Persentase
                Pemegang Saham                             Saham A          Saham B         Jumlah Saham
                                          Kepemilikan
             Koomin Bank Co., LTD               66,88%                -   125.655.736.951   125.655.736.951
             STIC Eugene Star
                                                16,98%                -    31.900.000.000    31.900.000.000
             Holdings INC
             Pemegang saham lainnya             16,14%       21.377.978    30.310.464.941    30.331.802.919
             Total                               100%        21.377.978   187.866.201.892   187.887.539.870

        d. Susunan Pengurus Perusahaan
           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama : Jerry Marmen
           Wakil Komisaris Utama : Seng Hyup Shin*
           Komisaris : Nanang Supriyatno
           Komisaris Independen : Stephen Liestyo
           Komisaris Independen : Tippy Joesoef
           Komisaris Independen : Hae Wang Lee

           Direksi
           Direktur Utama : Woo Yeul Lee
           Wakil Direktur Utama : Robby Mondong
           Direktur : Dodi Widjajanto
           Direktur : Henry Sawali
           Direktur Jung Ho Han
           Direktur : Jang Hyuk Im
           Direktur : Helmi Fahrudin

           *) Dengan ketentuan bahwa Tuan Seng Hyup Shin dan Tuan Jang Hyuk Im terhitung efektif sejak
           ditetapkan oleh Perseroan setelah memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam POJK
           No.27/POJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Lembaga
           Jasa Keuangan, POJK No.37/POJK.03/2017 tentang Pemanfaatan Tenaga Kerja Asing dan Program
           Alih Pengetahuan di Sektor Perbankan dan/atau Peraturan Perundang-undangan lainnya yang
           berlaku.

        e. Kegiatan Usaha
           Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
           dalam bidang Jasa Perbankan.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                   16
                                                                                                        16
Page 18
 2.4.2. Investor

         Penerbitan Obligasi dilakukan tanpa melalui Penawaran Umum di luar wilayah Indonesia dan tidak
         ditawarkan kepada investor Indonesia baik Individu, institusi maupun bentuk hukum lainnya
         sehingga tidak wajib memenuhi ketentuan Peraturan OJK No.30/POJK.04/2019 tentang
         Penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum
         (POJK No.30/2019) dan Obligasi ini tidak dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia dan tidak
         didaftarkan pada Kustodian Sentrak Efek Indonesia (“KSEI”).




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                            17
                                                                                                  17
Page 19
                                   BAB III
                   ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
3.1      Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan

         Dalam menilai kewajaran Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai berikut:
         1. Analisis atas Rencana Transaksi
         2. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
         3. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
         4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

3.2      Analisis atas Rencana Transaksi

         3.2.1     Pihak - pihak yang melakukan transaksi dan hubungan keterkaitan antar pihak

                   Sebagaimana disampaikan pada bab sebelumnya, bahwa pihak-pihak yang melakukan
                   transaksi dalam Rencana Transaksi ini adalah Perseroan sebagai penerbit obligasi global
                   dan calon investor sebagai pembeli.

         3.2.2     Analisis Manfaat Transaksi

                   Rangkaian Transaksi ini adalah sebagai opsi Perseroan dalam pembiayaan kembali
                   Kewajiban Jangka Pendek dimana Obligasi memiliki bunga yang relatif lebih kecil
                   dibandingkan utang luar negeri.

         3.2.3     Analisis Risiko Transaksi Bagi Perseroan

                   Berikut adalah risiko yang mungkin muncul sehubungan dengan Rencana Transaksi:

                    1. Risiko Gagal Bayar

                         Risiko gagal bayar merupakan kondisi di mana perusahaan penerbit obligasi tidak
                         dapat memberikan bunga atau kupon kepada investor dalam jangka waktu yang
                         telah disepakati sebelumnya.

                    2. Risiko Suku Bunga

                         Risiko obligasi suku bunga biasanya ditentukan oleh kondisi ekonomi negara yang
                         sedang dihadapi, apabila BI Rate turun maka tingkat kupon akan bertambah,
                         begitupun sebaliknya.

                    3. Risiko Likuiditas

                         Risiko likuiditas yaitu kondisi yang dialami oleh investor pemilik Obligasi, saat
                         membutuhkan dana secara cepat namun tidak dapat menjual asetnya dengan harga
                         yang tepat.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                               18
                                                                                                     18
Page 20
                    4. Risiko Pasar

                         Risiko obligasi pasar juga dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi negara. Risiko
                         pasar sangat erat kaitannya dengan capital loss, sehingga bisa berdampak
                         pada financial market. Capital loss yang ada pada risiko obligasi adalah saat
                         mengalami kerugian akibat suatu faktor, yaitu perubahan suku bunga, kondisi politik
                         yang tidak stabil, dan juga perubahan kondisi ekonomi negara.

                    5. Risiko Peringkat

                         Risiko peringkat merupakan suatu kondisi di mana lingkungan pasar keuangan
                         sangat memengaruhi nilai investasi, sehingga dapat mengubah posisi peringkatnya.

                    6. Risiko Maturitas

                         Risiko obligasi maturitas, investasi akan mengalami masalah yang berhubungan
                         dengan masa jatuh tempo. Risiko maturitas adalah kondisi ketidakpastian bagi
                         investor ketika memiliki obligasi dengan masa tempo yang panjang. Semakin lama
                         jatuh tempo obligasi yang dimiliki seorang investor, maka akan meningkat pula
                         ketidakpastian dan risiko maturitasnya.

                    7. Risiko Reinvestasi

                         Risiko reinvestasi yaitu, apabila terjadi kondisi di mana seorang investor tidak akan
                         menanamkan modalnya kembali pada tingkat pengembalian dana yang sebanding.
                         Risiko reinvestasi akan terjadi saat tingkat permintaan di pasar lebih rendah
                         daripada nilai kupon obligasi.

                    8. Risiko Inflasi atau Daya Beli

                         Risiko obligasi daya beli akan berpengaruh terhadap tingkat inflasi suatu negara.
                         Oleh karena itu, apabila proses inflasi naik, maka daya beli obligasi (interest rate)
                         akan menurun, begitu pula sebaliknya.

3.3      Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

         3.3.1     Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
                   PT. Bank KB Bukopin Tbk, bergerak dalam bidang usaha dalam bidang Jasa Perbankan
                   dengan kegiatan usaha utama menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan
                   berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang
                   dipersamakan dengan itu, memberikan kredit, menerbitkan surat pengakuan hutang dan
                   membeli, menjual atau menjadin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas
                   perintah nasabah

                   Berdasarkan surat pengumuman pencatatan dari Bursa Efek Indonesia No. DE/IX/24-4084
                   tanggal 4 September 2024, Perusahaan Perseroan telah mencatatkan seluruh sahamnya
                   sebanyak 20.000.000.308 per tanggal 31 Agustus 2024.

                   Anggaran Dasar Perseroan

                   Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
                   Notaris No. 117 tanggal 28 Juni 2024 yang dibuat dihadapan Aulia Taufani, S.H., tentang
                   Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar. Perubahan tersebut telah
                   diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                   19
                                                                                                         19
Page 21
                    dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU.AH.01.03-0171361 tanggal 12 Juli 2024.

                    Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, pasal 3 ayat 1 Bank bergerak di industri jasa
                    perbankan. Fokus layanan perbankan yang ditawarkan Perseroan terbagi menjadi tiga(3)
                    segmen yakni segmen Ritel, segmen UMKM dan segmen Komersial. Segmen Ritel dan
                    UMKM Perseroan ini didukung oleh segmen Komersial sebagai penyeimbang. Keseluruhan
                    segmen tersebut didukung oleh Perbankan Internasional, Treasury, dan layanan berbasis
                    fee.

                    Kegiatan Usaha Utama dan Produk yang Dihasilkan
                    Kegiatan usaha utama yang dijalankan berfokus dalam bidang perbankan dengan produk:
                    1. Menghimpun dana dari masyarakat
                    2. Memberikan Kredit
                    3. Menerbitkan Surat Pengakuan Hutang
                    4. Membeli, Menjual atau Menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas
                        perintah nasabah.
                    5. Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan
                        nasabah.
                    6. Menempatkan dana pada, meminjam ddana dari, atau meminjamkan dana kepada Bank
                        lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun weselunjuk, cek
                        atau sarana lainnya.
                    7. Menerima pembayaran dari tagian atas surat berharga dan melakukan perhitungan
                        dengan atau antar pihak ketiga.
                    8. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga.
                    9. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak.
                    10. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat
                        berharga yang tidak tercatat di Bursa Efek.
                    11. Menyediakan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan lain termasuk melakukan
                        kegiatan berdasarkan prinsip syariah.
                    12. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat.
                    13. Melakukan kegiatan dalam valuta saing
                    14. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada Bank atau perusahaan lain di bidang
                        keuangan antara lainsewa guna usaha, modal ventura, perusahaan efek, asuransi, serta
                        lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan.
                    15. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan
                        kredit, termasuk kegagalan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dengan syarat
                        harus menarik kembali penyertaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
                    16. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurusan dana pensiun sesuai dengan
                        ketentuan dalam peraturan perundang-undangan Dana Pensiun yang berlaku.
                    17. Melakukan kegiatan jasa keuangan, commercial baking dan investment banking lainnya.
                    18. Membeli agunan baik seluruhnya maupun sebagian melalui pelelangan atau dengan
                        cara lain dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada Perseroan, dengan
                        ketentuan agunan yang beli tersebut wajib dicairkan secepatnya.
                    19. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh Bank sepanjang tidak bertentangan
                        dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

         3.3.2      Analisis Industri

                 a. Kondisi Perekonomian Indonesia
                    Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar
                    harga berlaku triwulan II-2024 mencapai Rp5.536,5 triliun dan atas dasar harga konstan 2010
                    mencapai Rp3.231,0 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan
                    sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,79 persen (q-to-q). Dari sisi produksi,
                    pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                    20
                                                                                                          20
Page 22
                   sebesar 23,43 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
                   (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,58 persen. Ekonomi Indonesia triwulan
                   II-2024 terhadap triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,05 persen (y-on-y). Dari sisi produksi,
                   Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan
                   tertinggi sebesar 10,17 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi
                   Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan
                   tertinggi sebesar 9,98 persen. Ekonomi Indonesia semester I-2024 terhadap semester I-2023
                   tumbuh sebesar 5,08 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi
                   Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi
                   sebesar 10,25 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-LNPRT mengalami
                   pertumbuhan tertinggi sebesar 16,84 persen. Ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan
                   II-2024 menunjukkan pertumbuhan positif pada semua wilayah. Kelompok provinsi di Pulau
                   Jawa menjadi penyumbang terbesar dengan peranan sebesar 57,04 persen dari ekonomi
                   nasional dan mencatat kinerja pertumbuhan sebesar 4,92 persen (y-on-y) dibanding triwulan
                   II-2023.

               b. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
                  Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II 2024 membaik dan mendukung
                  ketahanan eksternal. NPI pada triwulan II 2024 menunjukkan perbaikan dengan mencatat
                  defisit 0,6 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan defisit 6,0 miliar dolar AS pada
                  triwulan I 2024. Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja transaksi modal dan
                  finansial yang mencatat surplus serta defisit transaksi berjalan yang tetap terjaga. Dengan
                  perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Juni tercatat tetap tinggi sebesar
                  140,2 miliar dolar AS, atau setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran
                  utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
                  bulan impor.

                   Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan II 2024, transaksi berjalan
                   mencatat defisit 3,0 miliar dolar AS (0,9% dari PDB), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan
                   defisit 2,4 miliar dolar AS (0,7% dari PDB) pada triwulan I 2024. Surplus neraca perdagangan
                   barang meningkat, dikontribusikan oleh defisit neraca perdagangan migas yang menurun dan
                   surplus neraca perdagangan nonmigas yang relatif stabil. Ekspor nonmigas tumbuh positif
                   didukung oleh perbaikan harga komoditas dan permintaan dari mitra dagang utama,
                   sementara impor nonmigas relatif stabil dipengaruhi aktivitas ekonomi domestik yang terjaga.
                   Defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi oleh defisit jasa perjalanan (travel) seiring
                   pelaksanaan ibadah haji 2024. Defisit neraca pendapatan primer juga lebih tinggi dipengaruhi
                   oleh pembayaran dividen dan bunga/kupon sesuai pola triwulanan.

                   Kinerja transaksi modal dan finansial membaik di tengah tingginya ketidakpastian pasar
                   keuangan global. Transaksi modal dan finansial mencatat surplus 2,7 miliar dolar AS pada
                   triwulan II 2024, dari sebelumnya defisit 1,6 miliar dolar AS pada triwulan I 2024. Kinerja positif
                   ini terutama ditopang oleh aliran masuk modal asing pada investasi portofolio di tengah
                   ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Investasi langsung tetap
                   membukukan surplus sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan iklim
                   investasi domestik yang terjaga. Investasi lainnya mencatat penurunan defisit dipengaruhi
                   oleh penurunan investasi swasta pada beberapa instrumen finansial luar negeri, di tengah
                   peningkatan pembayaran utang luar negeri swasta sesuai jadwal.


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                           21
                                                                                                                 21
Page 23
                   NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar
                   0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan tetap
                   mencatatkan surplus didukung oleh peningkatan aliran masuk modal asing baik dalam bentuk
                   Penanaman Modal Asing (PMA) maupun investasi portofolio sejalan dengan persepsi positif
                   investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.
                                                 Grafik Neraca Pembayaran Indonesia




                                                           Sumber: Bank Indonesia
               c. Inflasi
                  Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2024 tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1%.
                  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi IHK Juni 2024 tercatat deflasi sebesar 0,08%
                  (mtm), sehingga secara tahunan menurun menjadi 2,51% (yoy) dari realisasi bulan
                  sebelumnya sebesar 2,84% (yoy). Inflasi yang terjaga ini merupakan hasil dari konsistensi
                  kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan
                  Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan
                  TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai
                  daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran
                  sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.
                  Inflasi inti tetap terjaga. Inflasi inti pada Juni 2024 tercatat sebesar 0,10% (mtm), lebih rendah
                  dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,17% (mtm). Inflasi inti yang lebih rendah
                  tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi yang terjangkar, termasuk pada saat Hari Besar
                  Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha, serta kapasitas perekonomian yang masih besar dan
                  dapat merespons permintaan domestik. Realisasi inflasi inti pada Juni 2024 disumbang
                  terutama oleh inflasi komoditas emas perhiasan dan kopi bubuk. Secara tahunan, inflasi inti
                  Juni 2024 tercatat sebesar 1,90% (yoy), menurun dari inflasi inti bulan sebelumnya sebesar
                  1,93% (yoy).

                   Kelompok volatile food melanjutkan deflasi. Kelompok volatile food pada Juni 2024
                   mengalami deflasi sebesar 0,98% (mtm), lebih dalam dari deflasi bulan sebelumnya sebesar
                   0,69% (mtm). Deflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas bawang
                   merah, tomat dan daging ayam ras. Penurunan harga komoditas pangan didukung oleh
                   peningkatan pasokan seiring dengan berlanjutnya musim panen dan penurunan harga pakan
                   untuk komoditas daging ayam ras. Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi
                   sebesar 5,96% (yoy), menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 8,14% (yoy). Ke depan,
                   inflasi volatile food diprakirakan tetap akan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian
                   inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                         22
                                                                                                               22
Page 24
               d. Nilai Tukar Rupiah
                  Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai
                  tukar Rupiah pada Maret 2024 (hingga 19 Maret 2024) relatif stabil dipengaruhi oleh kebijakan
                  stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia, di tengah dinamika penyesuaian aliran modal asing
                  di pasar keuangan domestik sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang
                  masih tinggi. Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah sebesar 2,02%
                  dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, lebih baik dibandingkan dengan Ringgit
                  Malaysia, Won Korea, dan Baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 3,02%,
                  3,87%, dan 5,39%. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil dengan kecenderungan
                  menguat, didorong oleh kembali masuknya aliran modal asing sejalan dengan tetap
                  terjaganya persepsi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia. Selain itu, kebijakan
                  stabilisasi Bank Indonesia dan penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui
                  optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI juga mendukung prospek penguatan nilai
                  tukar Rupiah tersebut.

                   Koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus ditingkatkan dan diperluas
                   untuk implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam
                   (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.
               e. Suku Bunga
                  Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik. Suku bunga pasar uang bergerak dalam
                  kisaran BI-Rate sebesar 5,93% pada 18 Maret 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada
                  level 6,68%, 6,69%, dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada 15 Maret
                  2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen moneter yang pro-market.
                  Sementara itu, suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan
                  yang memadai serta kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga
                  perbankan. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Februari 2024 tercatat
                  masing-masing sebesar 4,52% dan 9,28%, membaik dibandingkan dengan perkembangan
                  bulan sebelumnya. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun relatif stabil di tengah ketidakpastian
                  pasar keuangan global yang masih tinggi.
               f. Perkembangan Industri Jasa Perbankan
                  Kredit perbankan terus meningkat sehingga mendukung upaya memperkuat pertumbuhan
                  ekonomi. Pada Februari 2024, kredit tumbuh tinggi sebesar 11,28% (yoy), terutama pada
                  sektor Pertanian, Pertambangan, Konstruksi, Perdagangan, Jasa Sosial, dan Jasa Dunia
                  Usaha. Dari sisi penawaran, tingginya pertumbuhan kredit ditopang terjaganya appetite
                  perbankan yang didukung dengan permodalan dan ketersediaan likuiditas. Ketersediaan
                  likuiditas perbankan tecermin pada tingginya rasio AL/DPK sebesar 27,41% yang didukung
                  oleh KLM Bank Indonesia. Untuk mencapai target pertumbuhan kredit 2024 di tengah
                  pertumbuhan DPK Februari 2024 sebesar 5,66% (yoy), perbankan melanjutkan strategi
                  realokasi aset dan optimalisasi pricing pendanaan. Perbankan juga mengoptimalisasi sumber
                  pendanaan lain, seperti pinjaman, penerbitan Obligasi jangka panjang, dan right issue saham.
                  Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didukung oleh kinerja rumah tangga dan korporasi
                  yang diprakirakan terus meningkat pasca Pemilu. Berdasarkan kelompok penggunaan,
                  pertumbuhan kredit ditopang oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi
                  masing-masing sebesar 11,82% (yoy); 12,04% (yoy); dan 9,70% (yoy). Pembiayaan syariah
                  melanjutkan pertumbuhan tinggi sebesar 15,89% (yoy) pada Februari 2024, sementara kredit
                  UMKM tumbuh sebesar 8,85% (yoy). Ke depan, pertumbuhan kredit 2024 diprakirakan
                  meningkat dan berada pada kisaran 10-12%. Bank Indonesia akan terus memperkuat

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                     23
                                                                                                           23
Page 25
                   efektivitas implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif, dan meningkatkan
                   sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga, perbankan, serta
                   pelaku dunia usaha. Untuk memperkuat penyaluran kredit, Bank Indonesia dalam waktu dekat
                   akan memperkuat implementasi KLM dengan mengoptimalkan insentif likuiditas yang tersedia
                   serta memperluas cakupan sektor prioritas yang berkontribusi besar pada pembiayaan
                   pertumbuhan ekonomi nasional.

                   Ketahanan perbankan tetap kuat. Likuiditas perbankan memadai, tecermin dari rasio Alat
                   Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada Februari 2024 yang terjaga tinggi.
                   Pengelolaan likuiditas perbankan juga semakin baik, sejalan tingginya penempatan
                   perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid dan strategi penempatan pada
                   instrumen operasi moneter yang pro-market, antara lain melalui perdagangan SRBI di pasar
                   sekunder yang memberikan fleksibilitas bank dalam mengelola likuiditas. Dari sisi
                   permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat pada level yang
                   tinggi sebesar 27,52% pada Januari 2024, ditopang rasio kredit bermasalah perbankan (Non-
                   Performing Loan/NPL) yang tercatat rendah sebesar 2,35% (bruto) dan 0,79% (neto).
                   Ketahanan perbankan yang kuat tersebut didukung oleh kemampuan bayar korporasi dan
                   rumah tangga yang tetap baik, terlihat dari kinerja usaha korporasi dan ekspektasi
                   penghasilan rumah tangga yang terus membaik. Hasil stress-test Bank Indonesia juga
                   menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko
                   ketidakpastian ke depan. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama
                   KSSK dalam memitigasi berbagai risiko tersebut yang berpotensi mengganggu stabilitas
                   sistem keuangan.

         3.3.3      Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
                   Pada tahun 2023, New Loan net tumbuh dari Rp 6.313 milliar di tahun 2022 menjadi Rp 6.691
                   milliar di tahun 2023. Selain itu Bank terus memperbaiki kualitas kreditnya yang ditunjukkan
                   dengan menurunnya LAR dari 49,9% di tahun 2022 menjadi 39,77% ditahun 2023. Jumlah
                   pendapatan operasional lainnya meningkat dari Rp279 milliar di tahun 2022 menjadi Rp583
                   milliar di 2023. Kenaikan pendapatan operasional lainnya didorong oleh tumbuhnya fee based
                   income bank. kinerja PPOP (Pre Provision Operating Profit) atau Laba Operasional sebelum
                   Beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai sudah membaik dimana di tahun 2023 sebesar
                   negatif Rp791 miliar, namun sudah lebih baik dibandingkan tahun 2022 yang sebesar negatif
                   Rp1.047 milar. Perbaikan PPOP tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan bunga
                   bersih seiring dengan penyaluran kredit baru – net yang mencapai Rp6,7 triliun. Upaya
                   perbaikan PPOP juga didukung oleh penurunan Biaya Overhead yang bersumber dari
                   pelaksanaan inisiatif cost hunt dan restrukturisasi cabang. Bank melanjutkan inisiatif cost
                   reduction melalui efisiensi pada biaya overhead. Peningkatan biaya overhead selaras dengan
                   strategi pertumbuhan dan penghematan biaya. Keberhasilan bank dalam efisiensi tercermin
                   pada biaya terkendali dengan tetap terjaga di kisaran CAGR 2% sejak tahun 2022. Biaya
                   terkait channel menurun setelah tahun 2023 selaras dengan strategi optimalisasi channel dan
                   pertumbuhan aset.

                   Pertumbuhan ekonomi global pada 2023 diprakirakan sebesar 2,0% dan meningkat menjadi
                   3.5% pada 2024. Inflasi di negara maju masih tetap tinggi karena berlanjutnya tekanan
                   moneter. Perkembangan tersebut mendorong tetap tingginya suku bunga kebijakan moneter
                   di negara maju, terutama Federal Funds Rate (FFR) AS, yang mengakibatkan meningkatnya
                   ketidakpastian pasar keuangan global. Akibatnya, tekanan aliran modal keluar dan

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                    24
                                                                                                          24
Page 26
                   pelemahan nilai tukar di negara berkembang semakin tinggi, sehingga memerlukan
                   penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak negatif rambatan global tersebut,
                   termasuk di Indonesia. Tren peningkatan kebijakan suku bunga di berbagai negara yang
                   masih belum usai, namun demikian Fed rate diproyeksikan menurun dalam 1 tahun kedepan
                   dan sejalan dengan hal tersebut proyeksi suku bunga acuan (BI7DRR) juga diproyeksikan
                   menurun. Pemerintah terus berupaya dalam elaborasi ketentuan dan kebijakan untuk terus
                   mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

         3.3.4     Alasan dilakukannya Rencana Transaksi
                   Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ini adalah untuk memperoleh dana dari hasil
                   penerbitan Obligasi yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang jangka
                   pendek dan tujuan umum Perseroan lainnya.

         3.3.5     Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi Secara Kualitatif
                    Keuntungan : 1. Mendapatkan pihak ketiga yang terpercaya dibidang penerbitan
                                      Obligasi Global.
                                   2. Mendapatkan pihak ketiga yang memiliki pengalaman dibidang
                                      penerbitan Obligasi Global.
                                   3. Mendapatkan pihak ketiga yang dari sisi biaya masuk akal
                                      dibidang penerbitan Obligasi Global.
                    Kerugian    : Dirasa tidak ada kerugian yang ditimbulkan

3.4      Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

         Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi merupakan analisis yang dilakukan terhadap kinerja
         keuangan Perseroan secara historis yang meliputi analisis terhadap kinerja keuangan dan analisis
         rasio keuangan Perseroan, serta analisis terhadap proforma laporan keuangan Perseroan.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                              25
                                                                                                     25
Page 27
         3.4.1      Analisis Kinerja Neraca Perseroan
                                                                                                                                                  (dalam juta Rupiah)
                                                                                                2019           2020          2021          2022          2023            2024
                                                                                                Des            Des           Des           Des           Des           Jan-Jun
                                               Balance Sheet
                     ASET
                     Kas                                                                          836.192       600.087       472.213       524.320       289.184        316.000
                     Giro pada Bank Indonesia                                                   4.101.417     1.406.196     2.148.831     4.140.431     3.205.619      2.892.692
                     Giro pada bank lain - neto                                                   866.508       970.432     1.397.087       743.970       342.581        554.433
                     penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain-neto                          4.847.957     3.680.004    12.441.918    12.180.830     2.133.567      2.286.320
                     Surat Surat berharga
                      Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi                                     29.801             -     1.512.903     3.362.099     5.322.930     7.803.483
                      Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain              1.214.348       778.866     1.521.457       588.835     3.067.387     4.112.177
                      Diukur pada biaya perolehan amortisasi                                     7.825.244     5.247.149     5.248.704     8.059.020     9.145.932    10.049.516
                                                                                                 9.069.393     6.026.015     8.283.064    12.009.954    17.536.249    21.965.176
                     Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai                                        -             -         (125)          (76)          (109)        (175)
                     surat surat berharga - neto                                                 9.069.393     6.026.015     8.282.939    12.009.878    17.536.140    21.965.001
                     Tagihan sSurat-surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali - neto        -             -       110.400             -     2.572.152       285.737
                     Surat-surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Repo) - neto          -             -             -             -              -
                     Tagihan Derivatif                                                                   -         4.555         9.898         9.254          3.040           488
                     Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang Syariah                       69.545.545    60.968.574    58.512.087    50.583.434    49.418.616     45.845.342
                      Kerugian penurunan nilai                                                 (1.709.772)   (4.702.358)   (4.661.814)   (1.626.676)   (3.582.834)    (3.587.662)
                     Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang Syariah - neto                67.835.773    56.266.216    53.850.273    48.956.758    45.835.782     42.257.680
                     Tagihan akseptasi                                                             111.321        66.182         5.418        17.346       132.577         20.342
                      kerugian penurunan nilai                                                           -             -          (66)         (211)        (1.613)         (290)
                     Tagihan akseptasi - Neto                                                      111.321        66.182         5.352        17.135       130.964         20.052
                     Penyertaan saham                                                                   15            15            15            15             15            15
                      akumulasi amortisasi dan penurunan nilai goodwill                                  -             -             -             -              -             -
                     Penyertaan saham - Neto                                                            15            15            15            15             15            15
                     Aset tetap                                                                  3.877.093     4.606.763     4.808.776     4.686.955     4.646.734      4.621.585
                      Akumulasi Penyusutan                                                       (864.878)   (1.102.360)   (1.311.446)   (1.290.753)   (1.413.059)    (1.460.053)
                     Aset tetap dan aset hak guna - neto                                         3.012.215     3.504.403     3.497.330     3.396.202     3.233.675      3.161.532
                     Aset pajak tangguhan - neto                                                    21.717       987.447     1.819.232     1.942.151     2.670.543      3.563.657
                     Aset tak berwujud                                                             510.963       482.511       484.944       485.049       635.815        636.116
                      Dikurangi : Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai                       (263.073)     (278.800)     (282.748)     (283.055)     (350.230)      (358.084)
                     Aset tak berwujud - neto                                                      247.890       203.711       202.196       201.994       285.585        278.032
                      Aset lain-lain - Neto                                                      9.313.850     6.223.315     4.977.990     5.872.414     6.068.453      6.125.610
                     JUMLAH ASET                                                              100.264.248     79.938.578    89.215.674    89.995.352    84.307.300     83.707.249

                     LIABILITAS
                     Liabilitas segera                                                            488.661     1.021.561       289.291       388.522       431.402        391.175
                     Simpanan nasabah                                                          80.813.460    44.042.838    55.822.776    51.962.370    44.789.143     45.972.811
                     Simpanan dari bank lain                                                    1.154.348    13.198.900     9.652.068    10.381.375     7.886.721      7.229.977
                     Surat-surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali - neto        4.275.068     5.742.668     2.399.726             -       219.631        307.287
                     Liabilitas derivatif                                                               -       112.828        11.056        12.259           808          2.196
                     Liabilitas akseptasi                                                         111.321        66.182         5.418        17.346       132.577         20.342
                     Pinjaman yang diterima                                                     1.072.147     3.953.365     2.426.241    11.200.131    11.704.492     15.351.251
                     Surat berharga yang diterbitkan                                            1.797.946     1.800.104     3.787.708     3.392.718     3.397.588      1.994.505
                     Utang Pajak                                                                   89.179        56.987        42.163        56.496        64.635         65.184
                     Liabilitas lain-lain                                                       1.556.633     1.476.703     1.573.323     1.367.530     1.570.140      1.423.696
                     JUMLAH LIABILITAS                                                         91.358.763    71.472.136    76.009.770    78.778.747    70.197.137     72.758.424

                     EKUITAS
                     modal ditempatkan dan disetor penuh                                      1.376.437    3.478.571      7.000.000       7.000.000   19.000.000 19.000.000
                     tambahan modal disetor                                                   2.923.938    4.769.251      8.286.428       8.286.428    8.225.767    8.225.767
                     uang muka setoran modal                                                                                      -       3.000.000            -
                     surpluis revaluasi aset                                                  1.368.875    1.510.601      1.527.812       1.605.649    1.603.893    1.603.248
                     Keuntung (kerugian) yang belum direalisasi atas surat-surat berharga dalam kelompok
                                                                                                 12.937 tersedia
                                                                                                              96.270
                                                                                                                 untuk dijual57.330
                                                                                                                             dan nilai wajar melalui
                                                                                                                                              2.625 penghasilan
                                                                                                                                                           7.563 komprehensif
                                                                                                                                                                     (20.287) lain - setelah pajak tangguhan
                     Akumulasi rugi                                                           3.200.834  (1.408.501)    (3.665.882)     (8.673.269) (14.700.914) (17.834.361)
                     JUMLAH EKUITAS                                                           8.905.485    8.466.442     13.205.904      11.216.605   14.110.163 10.948.825
                     JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          100.264.248   79.938.578     89.215.674      89.995.352   84.307.300 83.707.249




                 a. Jumlah Aset
                    Jumlah aset Perseroan selama tahun historis mengalami tren penurunan dengan rata-rata
                    penurunan CAGR (4,24%) per tahun dan selama tahun historis rata-rata jumlah asset
                    Perseroan berada di angka Rp88.744.230.000.000
                 b. Total Liabilitas
                    Jumlah liabilitas Perseroan selama tahun historis mengalami tren penurunan dengan rata-
                    rata penurunan CAGR (6,37%) dan selama tahun historis rata-rata jumlah liabilitas Perseroan
                    berada diangka Rp77.563.311.000.000.



Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                                                                                      26
                                                                                                                                                                           26
Page 28
                 c. Ekuitas
                    Jumlah ekuitas Perseroan selama tahun historis mengalami tren kenaikan dengan rata-rata
                    kenaikan CAGR 12,19% dan selama tahun historis rata-rata jumlah ekuitas Perseroan berada
                    di angka Rp11.180.920.000.000.
         3.4.2      Analisis Kinerja Laba Rugi Perseroan
                                                                                                                                           (dalam juta Rupiah)
                                                                                        2019           2020           2021          2022          2023           2024
                                                                                        Des            Des            Des           Des           Des          Jan-Jun
                                             Income Statement
                     Pendapatan Bunga                                                    7.764.858     5.308.366      4.217.615     4.128.670     4.861.636     2.665.725
                     Beban Bunga                                                       (5.750.319)   (4.714.847)    (3.388.098)   (3.079.167)   (4.052.754)   (2.095.560)
                     Pendapatan bunga - neto                                             2.014.539       593.519        829.517     1.049.503       808.882       570.165
                     pendapatan operasional lainnya
                       Provisi dan komisi lainnya                                         538.496       665.893        419.959       323.340       333.732       120.612
                       Keuntungan atas penjualan surat-surat berharga - neto               28.304       165.191         19.498        13.082        (8.899)          157
                       keuntungan selisih kurs - neto                                      32.254        (6.816)     (423.525)        31.815         29.265       61.555
                       lain-lain                                                          184.826       206.481        135.233       131.272       102.429        55.707
                     total pendapatan operasional lainnya                                 783.880     1.030.749        151.165       499.509       456.527       238.031

                     pemulihan/pembentukan
                       penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan - neto      102.139    (2.622.451)    (1.051.148)   (3.948.482)   (5.537.792)   (3.720.209)
                     Beban estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi - bersih             -       (29.689)         24.968       (2.272)         1.999         2.117
                     Beban penyisihan
                       kerugian penurunan nilai atas aset non-keuangan - neto              (3.312)      (14.722)      (95.606)      (81.325)     (269.055)     (392.753)
                     (Kerugian)/Keutungan dari
                       Perubahan nilai wajar aset keuangan                                     226         (226)      (12.683)     (147.542)       155.384       131.708
                     Keuntungan (kerugian) transaksi
                       mata uang asing - neto                                                   2     (108.266)        107.115        (1.919)        5.235        (3.941)
                     Beban operasional lainnya
                       umum dan administrasi                                           (1.766.688)   (1.783.464)    (1.858.758)   (1.571.018)   (1.371.594)     (449.381)
                       gaji dan tunjangan karyawan                                       (885.408)     (872.063)    (1.105.054)     (734.432)     (809.976)     (371.928)
                       Premi program                                                             -             -              -             -             -             -
                        penjaminan pemerintah                                            (149.680)     (144.259)       (79.537)     (118.790)      (98.812)      (33.170)
                     Total beban operasional lainnya                                   (2.801.776)   (2.799.786)    (3.043.349)   (2.424.240)   (2.280.382)     (854.479)
                     LABA OPERASIONAL                                                       95.698   (3.950.872)    (3.090.021)   (5.056.768)   (6.659.202)   (4.029.361)

                     Pendapatan non-operasional - Neto                                     38.096         28.003       (54.004)      (88.888)     (128.185)        11.259
                     Laba sebelum beban pajak penghasilan                                 133.794    (3.922.869)    (3.144.025)   (5.145.656)   (6.787.387)   (4.018.102)

                     Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
                      Kini                                                                 (5.447)        (2.411)         (525)             -             -              -
                      Penyesuaian pajak penghasilan tahun lalu                            120.246               -             -             -             -
                      tangguhan                                                          (31.844)        667.171        842.271       113.152       731.684       885.259
                      manfaat (beban) pajak penghasilan - neto                              82.955       664.760        841.746       113.152       731.684       885.259
                     Laba Tahun Berjalan                                                  216.749    (3.258.109)    (2.302.279)   (5.032.504)   (6.055.703)   (3.132.843)



                 a. Pendapatan Bunga
                    Jumlah pendapatan bunga Perseroan selama tahun historis mengalami tren penurunan
                    dengan rata-rata penurunan CAGR (11,05%) dan selama tahun historis rata-rata jumlah
                    pendapatan Perseroan berada di angka Rp5.256.229.000.000.

                 b. Beban Bunga
                    Jumlah beban bunga pokok penjualan Perseroan selama tahun historis mengalami tren
                    penurunan dengan rata-rata penurunan CAGR (8,37%) dan selama tahun historis rata-rata
                    jumlah beban pokok penjualan Perseroan berada di angka Rp4.197.037.000.000.

                 c. Laba Bunga Bruto
                    Jumlah laba bunga bruto Perseroan selama tahun historis mengalami tren penurunan dengan
                    rata-rata penurunan CAGR di (20,40%) dan selama tahun historis rata-rata jumlah laba bruto
                    Perseroan berada di angka Rp1.059.192.000.000.

                 d. Laba Operasional Lainnya
                    Jumlah laba operasional lainnya Perseroan selama tahun historis mengalami tren penurunan
                    dengan rata-rata penurunan CAGR (12,64%) dan selama tahun historis rata-rata jumlah laba
                    operasional lainnya Perseroan berada di angka Rp584.366.000.000. Total laba operasional

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                                                                              27
                                                                                                                                                                   27
Page 29
                   lainnya rata-rata sebesar 10,92% dari pendapatan bunga. Laba operasional lainnya yang
                   terbesar didapatkan dari Provisi dan Komisi lainnya sebesar rata-rata 8,83% dari Pendapatan
                   Bunga.

               e. Beban Operasional Lainnya
                  Jumlah beban operasional lainnya Perseroan selama tahun historis mengalami tren
                  penurunan dengan rata-rata penurunan CAGR (5,02%) dan selama tahun historis rata-rata
                  jumlah beban operasional lainnya Perseroan berada di angka Rp2.669.907.000.000. Total
                  beban operasional lainnya rata-rata sebesar 53,32% dari pendapatan bunga.

               f. Laba Operasional
                  Jumlah laba operasional lainnya Perseroan selama tahun historis mengalami tren penurunan
                  dengan rata-rata (81.18%) dan selama tahun historis rata-rata jumlah Rugi Operasional
                  Perseroan berada di angka Rp18.661.165.000.000. Total Rugi non-operasional lainnya
                  sebesar rata-rata (1,01%) dari pendapatan bunga.

               g. Laba Bersih
                  Jumlah Rugi Bersih Perseroan selama tahun historis berfluktiasi, pada tahun 2019 Perseroan
                  mencatatkan laba bersih, sedangkan pada tahun 2020 s/d 2023 Perseroan mencatatkan rugi
                  bersih. Secara umum dari tahun 2019 s/d 2023 Perseroan mengalami penurunan laba rata-
                  rata sebesar (71.93%) per tahun.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                   28
                                                                                                         28
Page 30
         3.4.3      Analisis Arus Kas
                                                                                                                                                       (dalam juta Rupiah)
                                                                                               2019             2020            2021            2022           2023           2024
                                                                                               Des              Des             Des             Des            Des          Jan-Jun
                                                Cashflow
                     ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
                     Penerimaan bunga                                                          7.480.630        5.340.221       4.095.714       4.019.162      4.932.147      2.505.564
                     Pembayaran Bunga                                                        (6.078.832)      (4.791.013)     (3.447.416)     (3.041.712)    (4.415.942)    (1.716.559)
                     Pendapatan Operasional lainnya                                              781.396        1.014.629         464.174         269.558        351.755       (23.170)
                     penerimaan kembali kredit yang telah dihapusbukukan                          72.289          101.841       (149.548)          84.769        177.584         45.526
                     Pembayaran gaji dan tunjangan karyawan                                    (898.594)        (934.409)       (917.950)       (988.084)      (937.763)      (369.165)
                     Beban Operasional lainnya                                               (1.803.303)      (1.898.468)     (2.237.465)     (1.843.705)    (1.237.851)    (1.792.137)
                     Pendapatan Lain-lain                                                         35.048                 7              -               -              -              -
                     Beban non Operasional                                                             -            26.973       (35.932)        (90.542)      (123.249)         11.937
                     Pembayaran pajak penghasilan badan                                         (56.068)           (2.411)          (525)               -              -              -
                                                                                               (467.434)      (1.142.630)     (2.228.948)     (1.590.554)    (1.253.319)    (1.338.004)

                     penempatan pada bank lain yang jatuh tempo lebih dari 3 bulan               26.794           169.503     (832.846)        (30.000)         (17.000)             -
                     surat-surat berharga - diperdagangkan                                     (29.801)         1.412.948     6.290.417       3.747.558        2.929.462        10.893
                      surat-surat berharga - kredit yang diberikan dan piutang                  216.272           286.754       328.714         724.074          495.880        90.061
                     kredit yang diberikan                                                  (3.553.259)         7.261.232     1.372.295         925.552      (3.134.725)     (187.634)
                     tagikan akseptasi                                                           22.348          (45.139)      (60.830)           11.783         113.829     (110.911)
                     aset lain-lain                                                         (1.946.809)         2.769.401     1.301.943     (1.027.266)        (492.929)     (751.882)
                     liabilitas segera                                                          192.295           532.899     (732.269)           99.231          42.880      (40.227)
                     simpanan nasabah:
                     Giro                                                                     3.004.952       (5.984.230)   (3.677.672)         263.175        (400.279)      1.749.366
                     Tabungan                                                                 (781.116)     (12.072.474)      1.736.970     (1.841.133)         (82.600)          6.748
                     Deposito berjangka                                                       2.573.481     (18.713.918)     13.720.640     (2.282.447)      (6.690.348)      (572.446)
                     Simpanan dari bank lain                                                (1.967.456)        12.044.552   (3.546.832)         729.306      (2.494.654)      (656.743)
                     Liabilitas akseptasi                                                      (22.711)          (45.139)      (60.764)           11.928         115.231      (112.234)
                     Utang pajak                                                               (27.492)          (32.192)      (14.824)           14.332           8.139            549
                     Liabilitas lain-lain                                                       616.564             82.590     (99.047)        (14.757)          694.625      (159.521)
                     kas bersih Aktivitas Operasi                                           (2.143.372)     (13.475.843)     13.496.947       (259.218)     (10.165.808)    (2.071.985)
                     ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
                     penerimaan surat-surat berharga - nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
                                                                                                       -                 -      788.451       1.099.665          260.000        235.000
                     penerimaan surat-surat berharga yang jatuh tempo                           578.429      106.012.113     35.826.310       4.106.018       11.725.517     21.501.242
                      pembelian surat-surat berharga - nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
                                                                                            (4.475.889)
                                                                                                     lain dan
                                                                                                           (104.355.849)
                                                                                                              pada biaya perolehan
                                                                                                                           (45.227.750)
                                                                                                                                    diamortisasi
                                                                                                                                           (12.205.046)     (20.804.241)   (24.789.851)
                     penerimaan surat-surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali12.001.204
                                                                                             yang jatuh tempo87.399.995      14.341.776      33.774.734       57.780.679     20.208.556
                     pembayaran atas surat-surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali
                                                                                           (10.975.739)     (87.250.839) (14.451.934) (33.525.187)          (60.352.831)   (17.922.140)
                     pembelian aset tetap                                                      (98.358)         (498.080)     (116.734)        (57.220)         (60.766)       (13.917)
                     hasil penjualan aset tetap                                                  46.992              6.924      105.734           32.581           7.200          2.142
                     pembelian piranti lunak                                                   (52.537)            (5.506)       (2.433)         (8.825)       (150.766)          (301)
                     penurunan penyertaan saham                                                        -                 -             -               -               -              -

                     Kas Bersih Aktivitas Investasi                                            (442.094)         1.308.758    (8.736.580)     (6.783.280)   (11.595.208)     (779.269)
                     ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
                     Penerimaan dari surat-surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali
                                                                                              35.362.288     (33.287.701)    (34.019.918)      10.806.560      9.127.534     20.760.963
                     Pembayaran atas jatuh tempo surat-surat berharga yang dijual dengan (32.407.483)
                                                                                            janji dibeli kembali34.642.434     30.735.415    (13.183.397)    (8.907.903)   (21.004.213)
                     Penerimaan dari pinjaman yang diterima                                      426.600         3.071.400        200.000       8.887.273      1.246.416      4.893.229
                     Pembayaran pinjaman yang diterima                                         (633.845)         (190.182)    (1.727.124)       (113.383)      (742.055)    (1.254.203)
                     Biaya penerbitan surat berharga yang diterbitkan                                    -               -       (13.611)               -              -              -
                     penerimaan dana setoran modal                                                       -       3.947.447               -      3.000.000              -              -
                     Penerimaan modal dari penawaran Umum Terbatas VII                                   -               -      7.038.606               -      8.939.339              -
                     Penerimaan dari penerbitan obligasi subordinasi                                     -               -      1.000.000               -              -              -
                     Penerimaan dari penerbitan obligasi senior                                          -               -      1.000.000               -              -              -
                     Pembayaran atas jatuh tempo surat berharga yang diterbitkan             (1.500.000)                 -               -              -              -              -
                     Kas Bersih Pendanaan                                                      1.247.560         8.183.398      4.213.368       9.397.053      9.663.331      3.395.776
                     PENINGKATAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS BERSIH                       (1.337.906)      (3.983.687)       8.973.735       2.354.555   (12.097.685)        544.522
                     Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                                      11.323             6.655         (3.250)        422.197        492.085      (449.028)
                     Saldo Kas Awal Tahun                                                     11.960.334       10.633.751       6.656.719      15.627.204     18.403.956      6.798.356
                     Saldo Kas Akhir Tahun                                                    10.633.751         6.656.719     15.627.204      18.403.956      6.798.356      6.893.850


                 a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
                    Secara umum Perseroan mampu menghasilkan arus kas operasi yang negatif kecuali
                    pada tahun 2021. Selama tahun historis mengalami tren penurunan dengan rata-rata
                    penurunan CAGR 47.57% dan selama tahun historis rata-rata aktivitas operasi Perseroan
                    berada diangka Rp2.509.459.000.000.

               b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
                  Dari aktivitas investasi selama tahun historis mengalami tren penurunan dengan rata-rata
                  penurunan CAGR di 126.30% dan selama tahun historis rata-rata aktivitas investasi
                  Perseroan berada diangka Rp5.249.681.000.000.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                                                                                           29
                                                                                                                                                                                29
Page 31
                 c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
                    Dari aktivitas pendanaan selama tahun historis mengalami tren kenaikan dengan rata-
                    rata kenaikan CAGR di 66,83% dan selama tahun historis rata-rata aktivitas pendanaan
                    Perseroan berada diangka Rp6.540.942.000.000.
         3.4.4      Analisis Rasio Keuangan
                                                       2019        2020          2021         2022         2023
                                                       Des         Des           Des          Des          Des
                            Analisis Rasio
                    Quick Ratio                             0,01         0,01         0,01         0,01         0,01
                    Cash                                 836.192      600.087      472.213      524.320      289.184
                    Deposit                           86.242.876   62.984.406   67.874.570   62.343.745   52.895.495
                    Investing Policy Ratio                  0,11         0,10         0,12         0,19         0,33
                    Securities                         9.069.393    6.026.015    8.282.939   12.009.878   17.536.140
                    Deposit                           86.242.876   62.984.406   67.874.570   62.343.745   52.895.495
                    Banking Ratio                           0,79         0,89         0,79         0,79         0,87
                    Loans                             67.835.773   56.266.216   53.850.273   48.956.758   45.835.782
                    Deposit                           86.242.876   62.984.406   67.874.570   62.343.745   52.895.495
                    Loan to Assets Ratio                    0,68         0,70         0,60         0,54         0,54
                    Loans                             67.835.773   56.266.216   53.850.273   48.956.758   45.835.782
                    Assets                           100.264.248   79.938.578   89.215.674   89.995.352   84.307.300
                    Loan to Deposit Ratio                   0,79         0,89         0,79         0,79         0,87
                    Loans                             67.835.773   56.266.216   53.850.273   48.956.758   45.835.782
                    Deposit                           86.242.876   62.984.406   67.874.570   62.343.745   52.895.495
                    Debt Equity Ratio                      10,26         8,44         5,76         7,02         4,97
                    Liability                         91.358.763   71.472.136   76.009.770   78.778.747   70.197.137
                    Equity                             8.905.485    8.466.442   13.205.904   11.216.605   14.110.163
                    Debt to Assets                          0,91         0,89         0,85         0,88         0,83
                    Liability                         91.358.763   71.472.136   76.009.770   78.778.747   70.197.137
                    Assets                           100.264.248   79.938.578   89.215.674   89.995.352   84.307.300

                 a. Quick Ratio
                    Quick Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam
                    memenuhi kewajibannya pada para deposan (pemilik giro, tabungan dan deposito)
                    dengan harta yang paling likuid yang dimiliki oleh bank.
                    Pada tanggal 31 Desember 2023 rasio lancar adalah sebesar 0,01 relatif stagnan jika
                    dibandingkan pada tahun historis 2019-2022.
                 b. Investing Policy Ratio
                    Investing Policy Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank
                    dalam melunasi kewajibannya kepada para deposannya dengan cara melikuidasi surat-
                    surat berharga yang dimilikinya.
                    Pada tanggal 31 Desember 2023 Investing Policy Ratio adalah sebesar 0,33 meningkat
                    jika dibandingkan pada 31 Desember 2022 yang sebesar 0,19 dengan besar peningkatan
                    sebesar 0,14.
                 c. Banking Ratio
                    Banking Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas bank
                    dengan membandingkan jumlah kredit yang disalurkan dengan jumlah deposit yang
                    dimilki. Semakin tinggi rasio ini, maka semakin rendah tingkat likuiditas bank karena
                    jumlah dana yang digunakan untuk membiayai kredit makin kecil
                    Pada tanggal 31 Desember 2023 Banking Ratio adalah sebesar 0,87 meningkat jika
                    dibandingkan pada 31 Desember 2022 yang sebesar 0,79.


Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                           30
                                                                                                                  30
Page 32
               d. Loan to Assets Ratio
                  Loan to Assets Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur jumlah kredit yang
                  disalurkan dengan harta yang dimiliki bank. Semakin tinggi tingkat rasio menunjukan
                  makin rendahnya tingkat likuiditas bank.
                   Pada tanggal 31 Desember 2023 Loan to Assets Ratio adalah sebesar 0,54 relatif
                   stagnan jika dibandingkan pada 31 Desember 2022, tetapi mengalami penurunan jika
                   dibandingkan dengan tahun historis 2019-2021.
               e. Loan to Deposit Ratio
                  Loan to deposit ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur komposisi
                  jumlah. kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal
                  sendiri yang digunakan. Besarnya loan to deposit ratio menurut peraturan pemerintah
                  maksimum adalah 110%.
                   Pada tanggal 31 Desember 2023 Loan to Deposit Ratio adalah sebesar 0,87 meningkat
                   jika dibandingkan pada 31 Desember 2022.
               f. Rasio Solvabilitas
                  Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
                  yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan antara
                  jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas dengan
                  ekuitas.
                   Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio jumlah
                   liabilitas terhadap jumlah ekuitas adalah 4,97; 7,02; 5,76; 8,44; dan 10,26, sedangkan
                   rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023,
                   2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah 0,83; 0,88; 0,85; 0,89; dan 0,91




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                 31
                                                                                                        31
Page 33
         3.4.5     Analisis terhadap Proyeksi Keuangan Perseroan
                   Proyeksi laporan keuangan sebelum dan setelah rencana Transaksi:
                                                                                  (dalam juta Rupiah)
                                                             2024         2025         2026         2027         2028
                                                           Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des
                               Balance Sheet
                    Cash
                    Sebelum Transaksi                          4.402        1.605        2.234        5.091        7.601
                    Setelah Transaksi                          5.369        3.523        5.082        7.869       11.309
                    Selisih                                      966        1.918        2.848        2.778        3.708
                    Selisih %                                 21,95%      119,52%      127,50%       54,56%       48,78%

                    Placement
                    Sebelum Transaksi                            232          602          229           16          119
                    Setelah Transaksi                            265          184          381          239          411
                    Selisih                                       34         (418)         152          222          292
                    Selisih %                                 14,52%     (69,49%)       66,26%     1349,55%      245,76%

                    Securities
                    Sebelum Transaksi                        23.085       24.436        24.411       24.795       26.308
                    Setelah Transaksi                        22.107       22.436        21.411       21.795       22.308
                    Selisih                                     (978)      (2.000)      (3.000)      (3.000)      (4.000)
                    Selisih %                                (4,24%)      (8,18%)     (12,29%)     (12,10%)     (15,20%)

                    Loan Allowance
                    Sebelum Transaksi                         (4.515)      (4.962)      (4.750)      (4.423)      (4.673)
                    Setelah Transaksi                         (4.537)      (4.462)      (4.750)      (4.423)      (4.673)
                    Selisih                                      (22)         500            -            -            -
                    Selisih %                                  0,49%     (10,08%)        0,00%        0,00%        0,00%

                    Total Aset
                    Sebelum Transaksi                         79.568       82.627       90.202       99.314      109.397
                    Setelah Transaksi                         79.568       82.627       90.202       99.314      109.397
                    Selisih                                        -            -            -            -            -
                    Selisih %                                  0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%

                    Deposit from other Banks
                    Sebelum Transaksi                          6.544        7.544        7.544        6.544        6.544
                    Setelah Transaksi                          1.650        2.650        2.650        1.650        1.650
                    Selisih                                   (4.894)      (4.894)      (4.894)      (4.894)      (4.894)
                    Selisih %                               (74,79%)     (64,87%)     (64,87%)     (74,79%)     (74,79%)

                    Bond Issued
                    Sebelum Transaksi                          1.040        2.037        2.724        2.721        2.050
                    Setelah Transaksi                          5.934        6.931        7.618        7.615        6.944
                    Selisih                                    4.894        4.894        4.894        4.894        4.894
                    Selisih %                                470,37%      240,23%      179,69%      179,85%      238,70%

                    Total Liabilitas
                    Sebelum Transaksi                         68.377       71.320       78.334       86.063       94.127
                    Setelah Transaksi                         68.377       71.320       78.334       86.063       94.127
                    Selisih                                        -            -            -            -            -
                    Selisih %                                  0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%

                    Ekuitas
                    Sebelum Transaksi                         11.191       11.307       11.868       13.251       15.270
                    Setelah Transaksi                         11.191       11.307       11.868       13.251       15.270
                    Selisih                                        -            -            -            -            -
                    Selisih %                                  0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%



                   Berdasarkan analisis perbandingan Laporan Posisi Keuangan di atas, terdapat penurunan
                   pada Deposit from other Banks sebesar peningkatan Bond Issued yang dikarenakan
                   pembayaran utang menggunakan obligasi yang diambil. Rangkaian Transaksi menerbitkan
                   Global Bond sebesar Rp4.918.200.000.000 dan Komisi Penerbitan sebesar
                   Rp24.455.216.203 sehingga terdapat perubahan akun sebesar Rp4.893.744.783.797 pada
                   Deposit from other Banks dan Bond Issued. Deposit from other Banks mengalami penurunan
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                                 32
                                                                                                                    32
Page 34
                   rata-rata sebesar (70,82%) pada tahun 2024-2028 sedangkan Bond Issued mengalami
                   peningkatan rata-rata sebesar 261,77% pada tahun 2024-2028.

                   Proyeksi Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
                                                             2024         2025         2026         2027         2028
                                                           Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des
                              Income Statement
                    Interest Income
                    Sebelum Transaksi                          4.686        5.557        6.140        6.924        8.090
                    Setelah Transaksi                          4.686        5.557        6.140        6.924        8.090
                    Selisih                                        -            -            -            -            -
                    Selisih %                                  0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%

                    Bond & MML
                    Sebelum Transaksi                           (636)        (590)        (594)        (638)        (685)
                    Setelah Transaksi                           (635)        (590)        (594)        (638)        (685)
                    Selisih                                      0,3          0,2          0,2          0,3          0,3
                    Selisih %                                (0,04%)      (0,04%)      (0,04%)      (0,04%)      (0,04%)

                    Interest Expense (Others)
                    Sebelum Transaksi                         (3.103)      (2.880)      (2.902)      (3.115)      (3.346)
                    Setelah Transaksi                         (3.115)      (2.951)      (2.972)      (3.185)      (3.417)
                    Selisih                                    (11,9)       (70,4)       (70,4)       (70,4)       (70,4)
                    Selisih %                                  0,38%        2,44%        2,43%        2,26%        2,10%

                    Net Interest Income
                    Sebelum Transaksi                            947        2.087        2.643        3.171        4.058
                    Setelah Transaksi                            935        2.017        2.574        3.101        3.988
                    Selisih                                    (11,4)       (69,8)       (69,8)       (69,8)       (69,8)
                    Selisih %                                (1,21%)      (3,34%)      (2,64%)      (2,20%)      (1,72%)

                    Overhead Cost
                    Sebelum Transaksi                         (2.130)      (2.113)      (2.141)      (2.157)      (2.182)
                    Setelah Transaksi                         (2.130)      (2.113)      (2.141)      (2.157)      (2.182)
                    Selisih                                        -            -            -            -            -
                    Selisih %                                  0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%

                    Provision (Exp) Reversal
                    Sebelum Transaksi                         (3.909)        (204)        (190)         289          155
                    Setelah Transaksi                         (3.909)        (204)        (190)         289          155
                    Selisih                                        -            -            -            -            -
                    Selisih %                                  0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%

                    Operating Profit (Loss)
                    Sebelum Transaksi                         (4.448)         445          999        2.040        2.826
                    Setelah Transaksi                         (4.460)         375          929        1.971        2.756
                    Selisih                                      (11)         (70)         (70)         (70)         (70)
                    Selisih %                                  0,26%     (15,67%)      (6,98%)      (3,42%)      (2,47%)

                    Net Profit (Loss)
                    Sebelum Transaksi                         (4.448)         347          779        1.591        2.204
                    Setelah Transaksi                         (4.460)         293          725        1.537        2.150
                    Selisih                                      (11)         (54)         (54)         (54)         (54)
                    Selisih %                                  0,26%     (15,67%)      (6,98%)      (3,42%)      (2,47%)


                   Berdasarkan analisis perbandingan Laporan Laba Rugi di atas, Rencana Transaksi akan
                   memberikan manfaat pada penurunan Beban Bunga yang dikarenakan adanya penurunan
                   interest yang digunakan. Bunga pinjaman dari Bank lain sebesar 5,70% sedangkan bunga
                   pinjaman obligasi sebesar 5,66%. terdapat selisih bunga sebesar 0,04% yang akan
                   menghasilkan penurunan nominal bunga yang dibayarkan sebesar (0,04%). Penurunan
                   Beban Bunga dapat memperkecil kerugian yang dihasilkan oleh Perseroan.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                                 33
                                                                                                                    33
Page 35
                   Proyeksi Laporan Arus Kas Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
                                                             2024         2025         2026         2027         2028
                                                           Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des
                                 Cash Flow
                    Asset
                    Sebelum Transaksi                         (1.310)      (6.279)      (7.451)      (6.485)      (8.064)
                    Setelah Transaksi                           (332)      (5.257)      (6.451)      (6.485)      (7.064)
                    Selisih                                      978        1.022        1.000            -        1.000
                    Selisih %                               (74,66%)     (16,28%)     (13,42%)        0,00%     (12,40%)

                    Deposit
                    Sebelum Transaksi                          1.732        2.943        7.014        7.729        8.064
                    Setelah Transaksi                          1.732        2.943        7.014        7.729        8.064
                    Selisih                                       (0)           0            -            -            -
                    Selisih %                                (0,00%)        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%

                    Operating Expenses
                    Sebelum Transaksi                           (633)         538        1.066        1.613        2.509
                    Setelah Transaksi                           (644)         468          996        1.543        2.439
                    Selisih                                    (11,7)       (70,1)       (70,1)       (70,1)         (70)
                    Selisih %                                  1,84%     (13,03%)      (6,58%)      (4,35%)      (2,80%)



                   Berdasarkan analisis perbandingan Laporan Arus Kas di atas, arus kas dari aktivitas operasi
                   akan mengalami perbaikan pada tahun-tahun proyeksi karena memiliki beban operasi yang
                   lebih kecil.

                   Proyeksi Rasio Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
                                                             2024         2025         2026         2027         2028
                                                           Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des
                               Analisis Rasio
                    Quick Ratio
                    Sebelum Transaksi                           0,10         0,03         0,04         0,08         0,10
                    Setelah Transaksi                           0,12         0,07         0,09         0,12         0,15
                    Selisih                                     0,02         0,04         0,05         0,04         0,05
                    Selisih %                                 21,95%      119,52%      127,50%       54,56%       48,78%

                    Investing Policy Ratio
                    Sebelum Transaksi                           0,53         0,50         0,43         0,38         0,35
                    Setelah Transaksi                           0,51         0,46         0,37         0,33         0,30
                    Selisih                                    (0,02)       (0,04)       (0,05)       (0,05)       (0,05)
                    Selisih %                                (4,24%)      (8,18%)     (12,29%)     (12,10%)     (15,20%)

                    Banking Ratio
                    Sebelum Transaksi                           0,99         0,99         0,99         0,97         0,96
                    Setelah Transaksi                           0,99         0,99         0,99         0,97         0,96
                    Selisih                                        -            -            -            -            -
                    Selisih %                                  0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%

                    Loan to Assets Ratio
                    Sebelum Transaksi                           0,54         0,59         0,63         0,64         0,65
                    Setelah Transaksi                           0,54         0,59         0,63         0,64         0,65
                    Selisih                                        -            -            -            -            -
                    Selisih %                                  0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%

                    Loan to Deposit Ratio
                    Sebelum Transaksi                           0,79         0,81         0,82         0,81         0,80
                    Setelah Transaksi                           0,79         0,81         0,82         0,81         0,80
                    Selisih                                        -            -            -            -            -
                    Selisih %                                  0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                                 34
                                                                                                                    34
Page 36
                                                             2024        2025        2026         2027         2028
                                                           Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des
                               Analisis Rasio
                    Debt Equity Ratio
                    Sebelum Transaksi                           611%        631%        660%         649%            616%
                    Setelah Transaksi                           611%        631%        660%         649%            616%
                    Selisih                                        -           -           -            -               -
                    Selisih %                                  0,00%       0,00%       0,00%        0,00%           0,00%

                    Debt to Assets
                    Sebelum Transaksi                         85,94%      86,32%      86,84%       86,66%       86,04%
                    Setelah Transaksi                         85,94%      86,32%      86,84%       86,66%       86,04%
                    Selisih                                        -           -           -            -            -
                    Selisih %                                  0,00%       0,00%       0,00%        0,00%        0,00%




                   Berdasarkan analisis perbandingan rasio keuangan di atas, rasio lancar perusahaan
                   mengalami peningkatan utamanya diakibatkan adanya kas masuk dari keuntungan bersih
                   yang lebih besar karena memiliki bunga yang lebih kecil.

         3.4.6     Analisis Laporan Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi Dilakukan

                   Posisi proforma Laporan Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
                   yang disampaikan manajemen Perseroan, diuraikan sebagai berikut:

                   Proforma Laporan Posisi Keuangan
                                                                                               (Dalam Miliar Rupiah)

                                                                       Before        Penyesuaian            After
                                                                        2024                                2024
                                                                        June                                June
                                 Balance Sheet
                    Cash & Placement                                        4.542                 -            4.533
                      Cash                                                    276             (8,91)             267
                      Placement                                             4.266                 -            4.266
                    Securities                                             21.914                 -           21.914
                    Loan                                                   40.589                 -           40.589
                    Loan Allowance                                         (3.340)                -           (3.340)
                    Fixed Asset                                             2.958                 -            2.958
                    Forclosed Asset                                         2.500                 -            2.500
                    Other Asset                                             9.294                 -            9.294
                    Total Asset                                            78.457                 -           78.448
                    Deposit                                                40.349                 -           40.349
                      Current Account                                       4.561                 -            4.561
                      Saving Account                                        6.453                 -            6.453
                      Time Deposit                                         29.335                 -           29.335
                    Deposit from other Banks                                7.100            (4.894)           2.206
                    Borrowing                                              15.301                 -           15.301
                    Bond Issued                                             1.995             4.894            6.888
                    Other Liabilities                                       1.900                 -            1.900
                    Total Liabilities                                      66.645                 -           66.645
                    Total Equity                                           11.812             (8,91)          11.803
                    Total Liabilities & Equity                             78.457                 -           78.448

Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                               35
                                                                                                                     35
Page 37
                   Berdasarkan proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana
                   Transaksi, terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi Kas & Setara Kas
                   mengalami penurunan menjadi Rp267.000.0000.000 hal ini disebabkan oleh adanya
                   pembayaran biaya untuk Rencana Transaksi yang diambil langsung dari Kas Perusahaan
                   sebesar Rp8.910.000.000.
                   Dari sisi Liabilitas, tidak terjadi perubahan liabilitas dikarenakan Rencana Transaksi hanya
                   mengakibatkan nilai pada perubahan akun Deposit from other Banks menjadi Bond Issued
                   sebesar Rp4.893.744.783.797 yang memiliki bunga yang lebih rendah.
                   Dari sisi Ekuitas, terjadi penurunan pada Laba Tahun berjalan yang diakibatkan oleh adanya
                   pembayaran Fee untuk Rencana Transaksi sebesar Rp8.910.000.000.


                   Proforma Laba Rugi
                                                                                     (Dalam Miliar Rupiah)
                                                                  Before       Penyesuaian      After
                                                                   2024                         2024
                                                                   June                         June
                              Income Statement
                    Net Interest Income                        448,69         0,006        448,70
                      Interest Income                        2.384,38             -      2.384,38
                      Interest Expense                      (1.935,68)        0,006     (1.935,67)
                    Other Operating Income                     346,64             -        346,64
                    Overhead Cost                             (744,54)        (8,91)      (753,45)
                      G&A                                     (429,15)        (8,91)      (438,07)
                      Salary                                  (315,39)            -       (315,39)
                    Provision (Exp) Reversal                (3.803,49)            -     (3.803,49)
                    Operating Profit (Loss)                 (3.752,70)       (8,906)    (3.761,61)
                    Net Profit (Loss)                       (3.740,24)            -     (3.740,24)
                    PPOP / L                                    50,79        (8,906)        41,89
                   Berdasarkan proforma Laba Rugi Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
                   terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi mengakibatkan kenaikan Net
                   Interest Income sebesar Rp6.000.000 dan penurunan pada Operating Profit menjadi
                   (Rp3.761.605.564.620).




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                    36
                                                                                                          36
Page 38
                   Proforma Arus Kas
                                                                                    (Dalam Miliar Rupiah)
                                                                Before        Penyesuaian      After
                                                                 2024                          2024
                                                                 June                          June
                                 CashFlow
                    Cash inflow (outflow)                              861           (8,91)           852
                    Asset                                                -               -              -
                    Securities                                      (1.733)              -         (1.733)
                    Loan                                             3.594               -          3.594
                    Forclosed Asset                                   (130)              -           (130)
                    Other Asset                                       (870)              -           (870)

                    Cash inflow (outflow)                            2.565          4.894           7.459
                    Deposit                                          1.312              -           1.312
                    Current Account                                  1.827              -           1.827
                    Saving Account                                      58              -              58
                    Time Deposit                                      (572)             -            (572)
                    Deposit from other Banks                          (661)             -            (661)
                    Borrowing                                        3.647              -           3.647
                    Bond Issued                                     (1.403)         4.894           3.491
                    Other Liabilities                                 (330)             -            (330)

                    Cash inflow (outflow)                                3          0,006               3
                    Net Interest Income                                401          0,006             401
                    Interest Income                                  2.337              -           2.337
                    Interest Expense                                (1.936)         0,006          (1.936)
                    Other Operating Income                             347              -             347
                    Overhead Cost                                     (745)             -            (745)
                    G&A                                               (429)             -            (429)
                    Salary                                            (315)             -            (315)

                    Cash inflow (outflow) - Net                     3.429         4.884,84          8.314

                   Rencana Transaksi ini akan berpengaruh terhadap arus kas dari kegiatan operasi Perseroan
                   dengan adanya penurunan Kas sebesar (Rp8.911.778.400) dan peningkatan Bond Issued
                   sebesar Rp4.893.744.783.797.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                37
                                                                                                       37
Page 39
                   Proforma Rasio Keuangan
                                                                        Before                                  After
                                                                         2024                                   2024
                                                                         June                                   June
                                Analisis Rasio
                    Quick Ratio                                              0,01          (0,00022)                0,01
                    Investing Policy Ratio                                   0,54                  -                0,54
                    Banking Ratio                                            1,01                  -                1,01
                    Loan to Assets Ratio                                     0,52           0,00006                 0,52
                    Loan to Deposit Ratio                                    1,01                  -                1,01
                    Debt Equity Ratio                                        564%              0,43%                565%
                    Debt to Assets                                            85%              0,01%                 85%

                   Rencana Transaksi akan menurunkan rasio likuiditas perusahaan karena adanya
                   pengurangan kas dari biaya Rencana Transaksi. Debt to equity ratio Perseroan mengalami
                   peningkatan karena ekuitas mengalami penurunan akibat rugi tahun berjalan yang besar
                   yang Biaya Operasional yang Besar, oleh karena itu Rencana Transaksi ini diharapkan bisa
                   mengurangi Biaya Operasional dengan bunga yang lebih kecil.

         3.4.7     Analisis Nilai Tambah Rencana Transaksi (Incremental)

                   a) Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi yang akan
                      dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan perusahaan;
                                                                                   (Dalam Miliar Rupiah)
                                                             2024         2025          2026         2027          2028
                                                           Jan-Des      Jan-Des       Jan-Des      Jan-Des       Jan-Des
                                 Analisis Inkremental
                         Deposit from other Banks
                         Sebelum Transaksi                     6.544         7.544        7.544        6.544          6.544
                         Setelah Transaksi                     1.650         2.650        2.650        1.650          1.650
                         Selisih                              (4.894)       (4.894)      (4.894)      (4.894)        (4.894)
                         Selisih %                          (74,79%)      (64,87%)     (64,87%)     (74,79%)       (74,79%)

                         Bond Issued                               -             -            -            -             -
                         Sebelum Transaksi                     1.040         2.037        2.724        2.721         2.050
                         Setelah Transaksi                     5.934         6.931        7.618        7.615         6.944
                         Selisih                            4.894,00      4.894,00     4.894,00     4.894,00      4.894,00
                         Selisih %                           470,37%       240,23%      179,69%      179,85%       238,70%

                         Bond & MML
                         Sebelum Transaksi                      (636)         (590)        (594)        (638)          (685)
                         Setelah Transaksi                      (635)         (590)        (594)        (638)          (685)
                         Selisih                                 0,3           0,2          0,2          0,3            0,3
                         Selisih %                           (0,04%)       (0,04%)      (0,04%)      (0,04%)        (0,04%)

                         Operating Profit (Loss)
                         Sebelum Transaksi                    (4.448)          445          999        2.040          2.826
                         Setelah Transaksi                    (4.460)          375          929        1.971          2.756
                         Selisih                                 (11)          (70)         (70)         (70)           (70)
                         Selisih %                             0,26%      (15,67%)      (6,98%)      (3,42%)        (2,47%)

                         Net Profit (Loss)
                         Sebelum Transaksi                    (4.448)          347          779        1.591          2.204
                         Setelah Transaksi                    (4.460)          293          725        1.537          2.150
                         Selisih                                 (11)          (54)         (54)         (54)           (54)
                         Selisih %                             0,26%      (15,67%)      (6,98%)      (3,42%)        (2,47%)




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                                   38
                                                                                                                        38
Page 40
                        Hasil analisis menunjukkan bahwa Rencana Transaksi ini akan memberikan perbaikan
                        kepada variable-variable yang dianalisa terutama pada variable beban keuangan dan
                        laba bersih Perseroan.
                   b) Biaya atau pendapatan yang relevan;
                        Dari sisi Biaya Bunga, jika dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk bunga dari
                        Deposit from other Banks dengan Bunga dari Bond Issued Rencana Transaksi
                        menghasilkan penurunan nominal bunga yang dibayarkan sebesar (0,04%). Penurunan
                        Beban Bunga dapat memperkecil kerugian yang dihasilkan oleh Perseroan
                   c) Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
                      transaksi dengan memperhatikan alternatif lain;
                        Sebagai salah satu strategi KB Bank dalam melakukan diversifikasi Sumber Pendanaan
                        Jangka Panjang yang bertujuan untuk secara pembiayaan kembali utang jangka pendek
                        dan tujuan umum Perseroan lainnya.

         3.4.8     Analisis Pelunasan Obligasi
                   Berdasarkan proyeksi yang diberikan oleh manajemen, dalam melakukan Transaksi berupa
                   penerbitan obligasi global senilai USD300.000.000 dengan tenor jatuh tempo 3 tahun,
                   Perseroan dapat melunasi Kembali obligasi tersebut dengan pertimbangan dalam jangka
                   waktu 3 tahun, jumlah kas yang tersedia melebihi jumlah nominal obligasi.

3.5      Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

         a) Perbandingan antara kupon dari obligasi yang akan diterbitkan dengan kupon obligasi yang
            beredar di pasar;


                                                      Rating    Nilai     Kupon       Tanggal      Tanggal
                         Perusahaan
                                                     (M/S/F)   ($juta)     (%)      Diterbitkan Jatuh Tempo
               Bank Negara Indonesia '29      --/BBB/BBB-           500     5,280     4/5/2024    4/5/2029
               Bank Mandiri '26               Baa2/--/BBB           300     5,500     4/4/2023    4/4/2026
               HDFC Bank '27                  Baa3/BBB-/--          300     5,196    2/15/2024   2/15/2027
               HDFC Bank '29                  Baa3/BBB-/--          450     5,180    2/15/2024   2/15/2029
               State Bank of India '29        --/BBB-/BBB-          600     5,000    1/17/2024   1/17/2029
               Bank of Philippine Islands '29 Baa2/--/--            400     5,250    3/26/2024   3/26/2029
               Metropolitan Bank '29          Baa2/--/--            500     5,375     3/6/2024    3/6/2029
               Rizal Commercial Banking '29 Baa2/--/--              400     5,500    1/17/2024   1/18/2029
               Security Bank '29              Baa2/--/--            400     5,500    5/14/2024   5/14/2029

              Obligasi global dalam denominasi USD 300.000.000 (tiga ratus juta Dollar Amerika) dengan
              jangka jatuh tempo 3 tahun yang akan diterbitkan oleh Perseroan memiliki kupon sebesar 5,658%.
              obligasi ini diperkirakan akan mendapat peringkat BBB dari Fitch Rating.

              Berdasarkan 9 data pasar obligasi yang tersedia dengan waktu jatuh tempo 3 – 5 tahun, besaran
              kupon berkisar antara 5,00% - 5,50% sehingga kupon obligasi sebesar 5,658% masih dalam
              kategori wajar jika dibandingkan dengan pasar.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                                 39
                                                                                                       39
Page 41
         b) Analisis untuk memastikan bahwa rencana nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi
            yang akan dilakukan;

              Berdasarkan analisis inkremental, rencana transaksi akan berdampak pada rasio lancar
              perusahaan mengalami peningkatan utamanya diakibatkan adanya kas masuk dari keuntungan
              bersih yang lebih besar karena memiliki bunga yang lebih kecil.

3.6      Kesimpulan

         Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi ini
         adalah Perseroan dan investor sebagai pembeli Obligasi. Rencana Transaksi ini bukan
         merupakan transaksi yang mengandung unsur transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam
         Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020. Rencana Transaksi yang akan
         dilakukan bukan merupakan transaksi benturan kepentingan karena memberikan solusi
         kelangsungan usaha bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan
         yang berlaku dan menguntungkan Perseroan.

         Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar USD 300.000.000 atau setara dengan
         Rp4.918.200.000.000 (1 USD = Rp.16.394) sedangkan jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan
         laporan keuangan audit per 30 Juni 2024 adalah sebesar Rp10.948.825 juta sehingga rasio
         antara Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Buku Ekuitas adalah 44,91%. Berdasarkan
         Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 Rencana Transaksi tersebut
         merupakan transaksi material karena Nilai Rencana Transaksi lebih besar dari 20% ekuitas
         Perseroan namun tidak lebih besar dari 50%. Secara umum, manfaat dari dilakukannya Rencana
         Transaksi ini adalah memperkecil pengeluaran Beban Bunga Perseroan.

         Secara kuantitatif Rencana Transaksi dapat memperbaiki Quick Ratio, Aktivitas Operasi, dan
         investing Policy Ratio Perseroan. Rencana Transaksi juga memberikan manfaat efisiensi pada
         beban bunga Perseroan.

         Berdasarkan analisis data pasar, besaran kupon dari obligasi global yang akan diterbitkan oleh
         Perseroan masih berada dalam kisaran kupon yang berlaku di pasaran. Berdasarkan hal tersebut,
         dapat disimpulkan Rencana Transaksi masih berada pada batas wajar.

         Dengan demikian, hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang
         terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif, kuantitatif, dan kelayakan dari
         Rencana Transaksi yang akan dilakukan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi
         yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah Wajar.




Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk                                               40
                                                                                                      40

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.65 MB
Published31 Oct 2024
Pages41
Characters154,293
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 43 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Bank KB Bukopin · Nama Perusahaan p.1 ×98
linked person Amir Abadi Jusuf p.14
linked person Jerry Marmen · Komisaris Utama p.17
linked person Nanang Supriyatno · Komisaris p.17
linked person Stephen Liestyo · Komisaris Independen p.17
linked person Tippy Joesoef · Komisaris Independen p.17
linked person Hae Wang Lee · Komisaris Independen p.17
linked person Woo Yeul Lee · Direktur Utama p.17
linked person Robby Mondong · Wakil Direktur Utama p.17 ×2
linked person Dodi Widjajanto · Direktur p.17
linked person Henry Sawali · Direktur p.17
linked person Helmi Fahrudin · Direktur p.17
linked org Dana Pensiun p.21
linked org Bank Mandiri p.40
linked org Bank of India p.40
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×12
possible person Jung Ho Han p.17
possible person Seng Hyup Shin · Wakil Komisaris Utama p.17 ×3
possible person Jang Hyuk Im · Direktur p.17 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.18 ×2
unresolved person Ir. Ginanjar Rizki Tarekat p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×2
unresolved org Bapepam-LK p.2 ×4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo p.2 ×3
unresolved org Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.2 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2
unresolved org KJPP SPR p.2 ×5
unresolved org KB Securities Hong Kong Ltd p.2
unresolved person Muhammad Fajar Tarekat p.7
unresolved person Fikri Mauriza Hazmi p.7
unresolved person Ridho Mohammad p.7
unresolved org Tjahjo & Rekan p.14 ×3
unresolved org Mawar & Rekan p.14
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.16
unresolved person Aulia Taufani p.16 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.16 ×2
unresolved org Koperasi Unit Desa p.16
unresolved org Holdings INC p.17
unresolved org Bank Indonesia p.23 ×13
unresolved org Pusat Statistik p.23

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.455 4715 ms 12 Sep 2026 22:56
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': '.................................................................................................................. '
                            '15'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '.................................................................................................................. '
                '15',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '42'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result