Back to announcement
20241031_BBKP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31751599_lamp9.pdf
Asset transaction Needs review BBKPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 41
Page 1
PENDAPAT KEWAJARAN
Transaksi Penerbitan obligasi Global
Oleh
PT Bank KB Bukopin, Tbk.
Jalan MT. Haryono Kav. 50-51, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 0
0
Page 2
29 Oktober 2024
Yth.
Direksi
PT. Bank KB Bukopin, Tbk
Jalan MT. Haryono Kav. 50-51,
Cikoko, Pancoran
Jakarta Selatan
File No. : 00183/2.0131-09/BS-FO/07/0532/1/X/2024
Hal : Pendapat Kewajaran PT. Bank KB Bukopin, Tbk
Dengan hormat.
Penilai Publik yang bertanggung jawab sekaligus yang bertanda tangan di dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini adalah Ir. Ginanjar Rizki Tarekat, S.T, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.), merupakan Penilai Publik
Properti & Bisnis dengan Nomor Izin Penilai Publik Properti No. P-1.18.00532 berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Keuangan Nomor 782/KM.1/2018 Tanggal 17 Desember 2018 dan Nomor Izin Penilai Publik Bisnis
No. B-1.23.00643 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 214/KM.1/2023 Tanggal 17
Desember 2018. Penilai Publik juga telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa
Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PPB-47/PM.02/2023 Tanggal 17 Juli 2023.
Penilai Publik bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan yang
beralamat di 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar
Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan memiliki Izin
Usaha resmi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0131 berdasarkan Kepmenkeu No.
722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto
Prasodjo dan Rekan adalah perusahaan penilai independen yang terdaftar di Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI) dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) berdasarkan Surat Tanda
Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No: 00214/2.0131-09/BKBB/KJPPSPR/APP-
BS/VII/2024 tertanggal 03 Juli 2024 Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan
(selanjutnya disebut “KJPP SPR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT. Bank KB Bukopin, Tbk.
(selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan aksi
korporasi yang dilakukan oleh Perseroan dalam Penerbitan Obligasi Global yang termasuk kedalam
Transaksi Material.
Untuk tujuan pemenuhan peraturan POJK 17/2020 terkait Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha.
Berdasarkan laporan Opini Kewajaran KJPP SPR No.00182/2.0131-09/BS-FO/07/0532/1/X/2024
tanggal 29 Oktober 2024 terkait penggunaan KB Securities Hong Kong Ltd, sebagai salah satu Tim
Underwriter Internasional dalam rencana transaksi penerbitan obligasi global yang dimaksud dalam
laporan ini, yang merupakan transaksi afiliasi. Penerbitan Obligasi Global senilai USD 300.000.000 yang
dilakukan oleh Perseroan selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 1
1
Page 3
Perseroan didirikan dan beroperasi sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Perbankan
dengan kegiatan usaha utama menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro,
deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan
itu, memberikan kredit, menerbitkan surat pengakuan hutang dan membeli, menjual atau menjadin atas
risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabah.
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ini adalah untuk memperoleh dana dari hasil penerbitan
Obligasi yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang jangka pendek dan tujuan umum
Perseroan lainnya.
Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah Rencana Transaksi dalam Rangkaian Transaksi
oleh Perseroan sebagai penerbit oblligasi global dengan nilai sebesar USD 300.000.000.000 dengan kupon
5,658%.
Pendapat kewajaran dilaksanakan per tanggal 30 Juni 2024, parameter dan laporan keuangan yang
digunakan dalam analisis menggunakan data per 30 Juni 2024.
Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, dan
tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail atas semua informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila informasi dan data yang
diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
dengan menggunakan metodologi:
1. Analisis atas Rencana Transaksi
2. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
3. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
4. Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi
Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi ini adalah
Perseroan dan investor sebagai pembeli Obligasi. Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi
yang mengandung unsur transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 42/POJK.04/2020. Rencana Transaksi yang akan dilakukan bukan merupakan transaksi
benturan kepentingan karena memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan
diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan menguntungkan Perseroan.
Rencana Transaksi yang akan dilakukan bukan merupakan transaksi benturan kepentingan karena
memberikan solusi kelangsungan usaha bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan perundang-
undangan yang berlaku dan menguntungkan Perseroan. Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar USD
300.000.000 atau setara dengan Rp4.918.200.000.000 (1 USD = Rp.16.394) sedangkan jumlah ekuitas
Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit per 30 Juni 2024 adalah sebesar Rp10.948.825 juta sehingga
rasio antara Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Buku Ekuitas adalah 44,91%. Berdasarkan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi material
karena Nilai Rencana Transaksi lebih besar dari 20% ekuitas Perseroan namun tidak lebih besar dari 50%.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 2
2
Page 4
Secara kuantitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam transaksi ini adalah Perseroan
dengan investor sebagai pembeli obligasi. Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi yang
mengandung unsur transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
42/POJK.04/2020. Transaksi dapat memperbaiki Quick Ratio, Aktivitas Operasi, dan investing Policy Ratio
Perseroan. Rencana Transaksi juga memberikan manfaat efisiensi pada beban bunga Perseroan.
Secara umum, manfaat dari dilakukannya Rencana Transaksi ini adalah dana dari hasil penerbitan Obligasi
yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang jangka pendek dan tujuan umum Perseroan lainnya.
Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar USD 300.000.000 atau setara dengan Rp4.918.200.000.000 (1 USD
= Rp.16.394) sedangkan jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit per 30 Juni 2024
adalah sebesar Rp10.948.825 juta sehingga rasio antara Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Buku Ekuitas
adalah 44,91%. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi material karena Nilai Rencana Transaksi lebih besar dari 20% ekuitas Perseroan
namun tidak lebih besar dari 50%. Secara umum, manfaat dari dilakukannya Rencana Transaksi ini adalah
memperkecil pengeluaran Beban Bunga Perseroan.
Berdasarkan analisis data pasar, besaran kupon obligasi global yang akan diterbitkan oleh Perseroan masih
berada dalam kisaran kupon yang standar di pasaran. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan Rencana
Transaksi masih berada pada batas wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 3
3
Page 5
Page 6
DAFTAR ISI
Surat Pengantar
Daftar Isi ......................................................................................................................................................... 5
Ringkasan Eksekutif ...................................................................................................................................... 6
Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas .......................................................................................................... 7
Pernyataan Penilai .......................................................................................................................................... 9
Bab I PENDAHULUAN
1.1. Uraian Mengenai Penugasan ............................................................................................. 11
1.2. Identitas Pemberi Tugas ..................................................................................................... 11
1.3. Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) ..................................................................... 11
1.4. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ...................................................... 12
1.5. Objek Analisis Pendapat Kewajaran .................................................................................. 12
1.6. Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait Rencana Transaksi ........ 12
1.7. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................. 12
1.8. Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan ........................................................... 13
1.9. Sumber Data dan Informasi ................................................................................................ 13
1.10. Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi .......................................................................... 14
1.11. Pernyataan Independensi Penilai ...................................................................................... 14
1.12. Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran ................................................... 14
Bab II TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Latar Belakang Transaksi .................................................................................................. 15
2.2. Maksud dan Tujuan Transaksi ........................................................................................... 15
2.3. Objek Transaksi .................................................................................................................. 15
2.4. Identifikasi Pihak-pihak yang Bertransaksi ......................................................................... 16
Bab III ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
3.1 Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan .......................................................... 18
3.2 Analisis atas Rencana Transaksi ....................................................................................... 18
3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ........................................................................ 22
3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ...................................................................... 28
3.5 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi .................................................................................... 42
3.6 Kesimpulan ........................................................................................................................ 42
LAMPIRAN
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 5
5
Page 7
RINGKASAN EKSEKUTIF
PEMBERI TUGAS : PT. Bank KB Bukopin, Tbk
ALAMAT PEMBERI TUGAS : Jalan MT. Haryono Kav. 50-51, Cikoko, Pancoran, Jakarta
Selatan.
BIDANG USAHA : Jasa Perbankan dengan kegiatan usaha utama
menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat
deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang
dipersamakan dengan itu, memberikan kredit, menerbitkan
surat pengakuan hutang dan membeli, menjual atau
menjadin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan
dan atas perintah nasabah.
INSTRUKSI PENUGASAN : Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran
00214/2.0131-09/BKBB/KJPPSPR/APP-BS/VII/2024 tertanggal
03 Juli 2024.
OBJEK ANALISIS : Objek transaksi dalam hal ini adalah memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Rangkaian Transaksi
oleh Perseroan sebagai sebagai penerbit oblligasi global
dengan nilai sebesar USD 300.000.000.000 dengan kupon
sebesar 5,658%.
MAKSUD & TUJUAN PENUGASAN : Memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
dalam Rangkaian Transaksi dengan tujuan memenuhi POJK
No.17/POJK.04/2020 dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020.
JENIS & FORMAT LAPORAN : Laporan Terinci (Comprehensive Style)
TANGGAL INSPEKSI & WAWANCARA : 24 September 2024
MANAJEMEN
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN : 30 Juni 2024
TANGGAL LAPORAN : 29 Oktober 2024
METODOLOGI ANALISIS : 1. Analisis atas Rencana Transaksi
2. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
3. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
4. Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi
PENDAPAT ATAS RENCANA : Wajar
TRANSAKSI
REVIEWER : Muhammad Fajar Tarekat, S.H.
TENAGA PENILAI : Fikri Mauriza Hazmi, S.T., M.Ec.Dev.
Ridho Mohammad, S.T.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 6
6
Page 8
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Pendapat kewajaran ini berdasarkan dengan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai berikut:
1. Bahwa kami tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek yang dianalisis dan hasil dari
pendapat kewajaran yang dilakukan;
2. Bahwa dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen yang diberikan atau diperlihatkan oleh Pemberi
Tugas dan pihak ketiga kepada kami dalam rangka pemberian pendapat kewajaran ini adalah sah,
benar, lengkap dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan bahwa dokumen-dokumen yang
diberikan kepada kami dalam bentuk foto copy, turunan dan/atau salinan adalah sesuai dengan aslinya
dan dokumen tersebut adalah sah, benar, lengkap serta sesuai dengan kenyataan sebenarnya;
3. Bahwa dokumen-dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-keterangan yang diberikan oleh
Pemberi Tugas atau pihak ketiga kepada kami untuk tujuan pemberian pendapat kewajaran ini adalah
benar, akurat, lengkap dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, serta tidak mengalami perubahan
sampai dengan tanggal diberikannya pendapat kewajaran ini;
4. Bahwa semua tanda tangan, materai, coretan dan tanda yang terdapat dalam setiap dokumen yang
diberikan dan/atau diperlihatkan oleh Pemberi Tugas kepada kami adalah benar dan tanda yang
terdapat dalam setiap dokumen foto copy, turunan dan/atau salinan yang diberikan oleh Pemberi Tugas
kepada kami adalah sesuai dengan yang terdapat dalam dokumen aslinya dan tanda tangan, materai,
coretan dan tanda yang terdapat pada dokumen adalah benar adanya;
5. Bahwa instansi Pemerintah dan/atau pihak yang mengeluarkan dan/atau menerbitkan izin, persetujuan,
lisensi dan/atau bukti tanda pendaftaran kepada Pemberi Tugas adalah pejabat dan/atau pihak yang
berwenang untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut dan diwakili oleh orang-(orang) yang berhak
dan mempunyai izin, persetujuan, lisensi, dan/atau bukti tanda pendaftaran yang bersangkutan;
6. Kecuali dinyatakan secara tegas dalam pendapat kewajaran ini, tidak dapat diasumsikan bahwa kami
berkewajiban dan telah melakukan pemeriksaan legalitas atas objek yang dianalisis;
7. Bahwa semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
Pengadilan) yang berkaitan dengan objek yang dinilai tidak menjadi tanggung jawab kami;
8. Bahwa dalam pendapat kewajaran ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas objek yang
dianalisis sebagaimana ditunjukkan dalam laporan keuangan yang diberikan dan dokumen – dokumen
pendukung lain yang terbatas;
9. Bahwa biaya penugasan ditentukan berdasarkan hari – orang (man-day) dan bukan ditentukan
berdasarkan hasil yang diberikan dalam Laporan Pendapat Kewajaran;
10. Bahwa Laporan Pendapat Kewajaran ini dianggap sah apabila terdapat cap dan tanda tangan asli dari
pihak kami;
11. Bahwa tanggung jawab kami terbatas kepada pemberi tugas dimaksud dan kami tidak bertanggung
jawab terhadap pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat Kewajaran ini;
12. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran dalam
mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penentu suatu
keputusan yang berakibat hukum, karena laporan ini semata-mata dibuat berdasarkan kajian disiplin
ilmu dan kemampuan yang kami miliki;
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 7
7
Page 9
13. Bahwa tanggung jawab material dalam pendapat kewajaran ini adalah sebatas fee yang sudah kami
terima.
14. Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
15. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan
Pendapat Kewajaran.
16. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
17. Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
18. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kewajaran proyeksi
keuangan.
19. Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
20. Kami bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat Kewajaran.
21. Kami telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-
perjanjian yang terkait dengan Transaksi dari Perseroan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 8
8
Page 10
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini pada tanggal
pendapat kewajaran menyatakan bahwa:
1. Pernyataan dalam laporan pendapat kewajaran ini, yang mana berdasarkan pada analisis, opini, dan
kesimpulan yang digambarkan di dalamnya, adalah benar dan akurat.
2. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap perusahaan
dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan sehubungan dengan hal-hal dalam laporan
ini atau pihak-pihak terkait.
3. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
4. Penugasan pendapat kewajaran profesional telah dilakukan terhadap Objek pendapat kewajaran pada
Tanggal pendapat kewajaran (Cut Off Date);
5. Penilai telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
6. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
7. Kesimpulan Pendapat telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas; dan
8. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini
Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
9. Biaya profesional tidak berhubungan dengan pendapat kewajaran yang terdapat dalam laporan ini.
10. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
11. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan dan/atau jenis industri yang
dinilai.
12. Hasil penugasan ini tidak tergantung pada pengembangan atau indikasi nilai awal atau arahan analisa untuk
menghasilkan nilai yang subjektif, besaran nilai, penentuan pencapaian nilai, atau peristiwa yang terjadi di
kemudian hari yang berkaitan langsung yang ditujukan untuk penggunaan laporan ini.
13. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut:
• Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi, dan tanggal)
• Pengumpulan data dan wawancara
• Analisis data
• Penulisan laporan
14. Penilai telah melakukan analisis terhadap objek transaksi pada tanggal pendapat kewajaran.
15. Penugasan ini telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
16. Tidak ada penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan
inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan pendapat
kewajaran ini.
17. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian pendapat kewajaran telah dilakukan dengan benar.
18. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penugasan telah dibuat dengan
memenuhi ketentuan KEPI dan SPI Edisi VII-2018 tentang Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia dan Edisi Revisi SPI 330 Tahun 2020 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
35/POJK.04/2020 dengan mencantumkan nama, kualifikasi profesional dan tanda tangan penilai berikut tim
pelaksananya (jika ada) dengan konfirmasi bahwa:
a. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah yakni MAPPI.
b. Penilai melakukan wawancara dengan pihak manajemen.
c. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan pendapat kewajaran telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan pendapat kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 9
9
Page 11
Page 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No: 00214/2.0131-09/BKBB/KJPPSPR/APP-
BS/VII/2024 tertanggal 03 Juli 2024 Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan
(selanjutnya disebut “KJPP SPR” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT. Bank KB Bukopin,
Tbk. (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan
dengan aksi korporasi yang dilakukan oleh Perseroan dalam Penerbitan Obligasi Global yang
termasuk ke dalam Transaksi Material.
Perseroan akan melakukan Penerbitan Obligasi Global senilai USD 300.000.000 dengan kupon
sebesar 5,658% yang selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”.
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ini adalah karena dana dari hasil penerbitan Obligasi
yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang jangka pendek dan tujuan umum
Perseroan lainnya.
1.2 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam hal ini adalah sebagai berikut:
Nama Perusahaan : PT. Bank KB Bukopin, Tbk
Bidang Usaha : Jasa Perbankan
Alamat : Jalan MT. Haryono Kav. 50-51, Cikoko, Pancoran,
Jakarta Selatan.
No. Telepon : 021-7988266, 7989837
No. Fax : 021-7980625, 7980238, 7980244
Email : corsec@kbbank.co.id
Website : https://www.kbbank.co.id/
1.3 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date)
Pendapat kewajaran dilaksanakan per tanggal 30 Juni 2024, parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 30 Juni 2024.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 11
11
Page 13
1.4 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan penugasan adalah memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
dalam Rangkaian Transaksi dengan tujuan memenuhi POJK No.17/POJK.04/2020 dan SEOJK
No. 17/SEOJK.04/2020.
1.5 Objek Analisis Pendapat Kewajaran
Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah Rencana Transaksi dalam Rangkaian
Transaksi oleh Perseroan sebagai penerbit oblligasi global dengan nilai sebesar USD
300.000.000.000 dengan kupon sebesar 5,658%.
1.6 Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi
Penerbitan Obligasi akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan.
Meningat tingkat suku bunga Obligasi yang tetap, sekaligus meningkatkan liquidity Coverage Ratio
(LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) Perseroan. Diharapkan nantinya Perseroan dapat
lebih memaksimalkan penggunaan dana dalam meningkatkan pertumbuhan laba yang nantinya
juga akan memaksimalkan nilai perusahaan.
1.7 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Sehubungan dengan Peraturan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama, dan Peraturan POJK No. 35/POJK.04/2020, tertanggal 2 Juli
2020, tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, maka dalam
penugasan laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan ini, kami telah
melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
yang mencakup hal hal sebagai berikut:
1. Melakukan analisis Rencana Transaksi Perseroan.
2. Melakukan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi Perseroan.
3. Melakukan analisis kuantitstif dari Rencana Transaksi Perseroan.
4. Melakukan analisis kewajaran dari Rencana Transaksi Perseroan.
1.8 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Peraturan Perundang-undangan
▪ Undang-Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
▪ Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
▪ Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha.
▪ Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
▪ Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi
Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.
1.9 Sumber Data dan Informasi
1. Laporan Keuangan Perseroan. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 yang
telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris dengan pendapat bahwa
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 12
12
Page 14
laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar.
2. Laporan Keuangan Perseroan. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Mirawati Sensi Idris dengan pendapat
bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar.
3. Laporan Keuangan Perseroan. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo &
Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar.
4. Laporan Keuangan Perseroan Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo &
Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar.
5. Laporan Keuangan Perseroan Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo &
Rekan dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar.
6. Laporan Keuangan Perseroan Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar.
7. Proforma Perseroan dengan dan tanpa Rencana Transaksi.
8. Hasil wawancara dengan manajemen Perseroan dan pihak lain yang kami anggap layak dan
relevan guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses
pendapat kewajaran.
9. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
1.10 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur pendapat kewajaran Rencana Transaksi yang mencakup
hal – hal sebagai berikut:
1. Analisis atas Rencana Transaksi
2. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
3. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
1.11 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP SPR bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan maupun pihak pihak
lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP SPR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan
untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang Kami terima sama
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 13
13
Page 15
sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.12 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran
Dalam pemahaman terbaik kami berdasarkan informasi publik yang tersedia, kami berpendapat
tidak ada kejadian penting setelah tanggal pendapat kewajaran yang dapat secara signifikan
mempengaruhi hasil kewajaran.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 14
14
Page 16
BAB II
TINJAUAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
2.1 Latar Belakang Transaksi
Latar Belakang Rencana Transaksi ini adalah untuk memperoleh dana dari hasil penerbitan
Obligasi yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang jangka pendek dan tujuan umum
Perseroan lainnya.
2.2 Maksud dan Tujuan Transaksi
Maksud dan tujuan dari dilakukan Rangkaian Transaksi ini adalah untuk memperoleh dana dari
hasil penerbitan Obligasi yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang jangka pendek
dan tujuan umum Perseroan lainnya.
2.3 Objek Transaksi
Objek transaksi dalam hal ini adalah memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
dalam Rangkaian Transaksi oleh Perseroan sebagai sebagai penerbit oblligasi global dengan nilai
sebesar USD 300.000.000.000 dengan kupon sebesar 5,658%.
2.4 Identifikasi Pihak-Pihak yang Bertransaksi
2.4.1. PT. Bank KB Bukopin, Tbk (“Perseroan”)
a. Riwayat Singkat
PT Bank KB Bukopin, Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tanggal 25 Februari 1993 berdasarkan Akta
Notaris No. 126 yang dibuat dihadapan Muhani Salim, Sarjana Hukum. Akta pendirian tersebut telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
5332.HT.01.01.TH.93 tanggal 29 Juni 1993. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa
kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 117 tanggal 28 Juni 2024 yang dibuat dihadapan
Aulia Taufani, S.H., tentang Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar. Perubahan
tersebut telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU.AH.01.03-0171361 tanggal 12 Juli 2024.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
menjalankan usaha dalam bidang Jasa Perbankan dengan kegiatan usaha utama menghimpun dana
dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito,
tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu, memberikan kredit, menerbitkan
surat pengakuan hutang dan membeli, menjual atau menjadin atas risiko sendiri maupun untuk
kepentingan dan atas perintah nasabah.
Kantor pusat Perusahaan terletak Jalan MT. Haryono Kav. 50-51, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1996. Pengendali Perusahaan adalah
individu yaitu Induk Koperasi Unit Desa (INKUD).
b. Alamat Kantor Perusahaan
Perusahaan didirikan dan berdomisili di Indonesia dengan kantor berkedudukan di Jalan MT. Haryono
Kav. 50-51, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 15
15
Page 17
c. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Perusahaan memiliki saham dengan total sebesar 187.887.539.870 lembar saham. Saham terdiri
dari Kelas A dengan nilai nominal Rp10.000 dan Kelas B dengan nilai nominal Rp.100 per saham.
Komposisi pemegang saham Perseroang pada tanggal 30 Juni 2024 sebagai berikut :
Persentase
Pemegang Saham Saham A Saham B Jumlah Saham
Kepemilikan
Koomin Bank Co., LTD 66,88% - 125.655.736.951 125.655.736.951
STIC Eugene Star
16,98% - 31.900.000.000 31.900.000.000
Holdings INC
Pemegang saham lainnya 16,14% 21.377.978 30.310.464.941 30.331.802.919
Total 100% 21.377.978 187.866.201.892 187.887.539.870
d. Susunan Pengurus Perusahaan
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jerry Marmen
Wakil Komisaris Utama : Seng Hyup Shin*
Komisaris : Nanang Supriyatno
Komisaris Independen : Stephen Liestyo
Komisaris Independen : Tippy Joesoef
Komisaris Independen : Hae Wang Lee
Direksi
Direktur Utama : Woo Yeul Lee
Wakil Direktur Utama : Robby Mondong
Direktur : Dodi Widjajanto
Direktur : Henry Sawali
Direktur Jung Ho Han
Direktur : Jang Hyuk Im
Direktur : Helmi Fahrudin
*) Dengan ketentuan bahwa Tuan Seng Hyup Shin dan Tuan Jang Hyuk Im terhitung efektif sejak
ditetapkan oleh Perseroan setelah memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam POJK
No.27/POJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Lembaga
Jasa Keuangan, POJK No.37/POJK.03/2017 tentang Pemanfaatan Tenaga Kerja Asing dan Program
Alih Pengetahuan di Sektor Perbankan dan/atau Peraturan Perundang-undangan lainnya yang
berlaku.
e. Kegiatan Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
dalam bidang Jasa Perbankan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 16
16
Page 18
2.4.2. Investor
Penerbitan Obligasi dilakukan tanpa melalui Penawaran Umum di luar wilayah Indonesia dan tidak
ditawarkan kepada investor Indonesia baik Individu, institusi maupun bentuk hukum lainnya
sehingga tidak wajib memenuhi ketentuan Peraturan OJK No.30/POJK.04/2019 tentang
Penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum
(POJK No.30/2019) dan Obligasi ini tidak dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia dan tidak
didaftarkan pada Kustodian Sentrak Efek Indonesia (“KSEI”).
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 17
17
Page 19
BAB III
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
3.1 Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan
Dalam menilai kewajaran Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai berikut:
1. Analisis atas Rencana Transaksi
2. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
3. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
3.2 Analisis atas Rencana Transaksi
3.2.1 Pihak - pihak yang melakukan transaksi dan hubungan keterkaitan antar pihak
Sebagaimana disampaikan pada bab sebelumnya, bahwa pihak-pihak yang melakukan
transaksi dalam Rencana Transaksi ini adalah Perseroan sebagai penerbit obligasi global
dan calon investor sebagai pembeli.
3.2.2 Analisis Manfaat Transaksi
Rangkaian Transaksi ini adalah sebagai opsi Perseroan dalam pembiayaan kembali
Kewajiban Jangka Pendek dimana Obligasi memiliki bunga yang relatif lebih kecil
dibandingkan utang luar negeri.
3.2.3 Analisis Risiko Transaksi Bagi Perseroan
Berikut adalah risiko yang mungkin muncul sehubungan dengan Rencana Transaksi:
1. Risiko Gagal Bayar
Risiko gagal bayar merupakan kondisi di mana perusahaan penerbit obligasi tidak
dapat memberikan bunga atau kupon kepada investor dalam jangka waktu yang
telah disepakati sebelumnya.
2. Risiko Suku Bunga
Risiko obligasi suku bunga biasanya ditentukan oleh kondisi ekonomi negara yang
sedang dihadapi, apabila BI Rate turun maka tingkat kupon akan bertambah,
begitupun sebaliknya.
3. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas yaitu kondisi yang dialami oleh investor pemilik Obligasi, saat
membutuhkan dana secara cepat namun tidak dapat menjual asetnya dengan harga
yang tepat.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 18
18
Page 20
4. Risiko Pasar
Risiko obligasi pasar juga dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi negara. Risiko
pasar sangat erat kaitannya dengan capital loss, sehingga bisa berdampak
pada financial market. Capital loss yang ada pada risiko obligasi adalah saat
mengalami kerugian akibat suatu faktor, yaitu perubahan suku bunga, kondisi politik
yang tidak stabil, dan juga perubahan kondisi ekonomi negara.
5. Risiko Peringkat
Risiko peringkat merupakan suatu kondisi di mana lingkungan pasar keuangan
sangat memengaruhi nilai investasi, sehingga dapat mengubah posisi peringkatnya.
6. Risiko Maturitas
Risiko obligasi maturitas, investasi akan mengalami masalah yang berhubungan
dengan masa jatuh tempo. Risiko maturitas adalah kondisi ketidakpastian bagi
investor ketika memiliki obligasi dengan masa tempo yang panjang. Semakin lama
jatuh tempo obligasi yang dimiliki seorang investor, maka akan meningkat pula
ketidakpastian dan risiko maturitasnya.
7. Risiko Reinvestasi
Risiko reinvestasi yaitu, apabila terjadi kondisi di mana seorang investor tidak akan
menanamkan modalnya kembali pada tingkat pengembalian dana yang sebanding.
Risiko reinvestasi akan terjadi saat tingkat permintaan di pasar lebih rendah
daripada nilai kupon obligasi.
8. Risiko Inflasi atau Daya Beli
Risiko obligasi daya beli akan berpengaruh terhadap tingkat inflasi suatu negara.
Oleh karena itu, apabila proses inflasi naik, maka daya beli obligasi (interest rate)
akan menurun, begitu pula sebaliknya.
3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
3.3.1 Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
PT. Bank KB Bukopin Tbk, bergerak dalam bidang usaha dalam bidang Jasa Perbankan
dengan kegiatan usaha utama menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan
berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang
dipersamakan dengan itu, memberikan kredit, menerbitkan surat pengakuan hutang dan
membeli, menjual atau menjadin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas
perintah nasabah
Berdasarkan surat pengumuman pencatatan dari Bursa Efek Indonesia No. DE/IX/24-4084
tanggal 4 September 2024, Perusahaan Perseroan telah mencatatkan seluruh sahamnya
sebanyak 20.000.000.308 per tanggal 31 Agustus 2024.
Anggaran Dasar Perseroan
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris No. 117 tanggal 28 Juni 2024 yang dibuat dihadapan Aulia Taufani, S.H., tentang
Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar. Perubahan tersebut telah
diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 19
19
Page 21
dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU.AH.01.03-0171361 tanggal 12 Juli 2024.
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan, pasal 3 ayat 1 Bank bergerak di industri jasa
perbankan. Fokus layanan perbankan yang ditawarkan Perseroan terbagi menjadi tiga(3)
segmen yakni segmen Ritel, segmen UMKM dan segmen Komersial. Segmen Ritel dan
UMKM Perseroan ini didukung oleh segmen Komersial sebagai penyeimbang. Keseluruhan
segmen tersebut didukung oleh Perbankan Internasional, Treasury, dan layanan berbasis
fee.
Kegiatan Usaha Utama dan Produk yang Dihasilkan
Kegiatan usaha utama yang dijalankan berfokus dalam bidang perbankan dengan produk:
1. Menghimpun dana dari masyarakat
2. Memberikan Kredit
3. Menerbitkan Surat Pengakuan Hutang
4. Membeli, Menjual atau Menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas
perintah nasabah.
5. Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan
nasabah.
6. Menempatkan dana pada, meminjam ddana dari, atau meminjamkan dana kepada Bank
lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun weselunjuk, cek
atau sarana lainnya.
7. Menerima pembayaran dari tagian atas surat berharga dan melakukan perhitungan
dengan atau antar pihak ketiga.
8. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga.
9. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak.
10. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat
berharga yang tidak tercatat di Bursa Efek.
11. Menyediakan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan lain termasuk melakukan
kegiatan berdasarkan prinsip syariah.
12. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat.
13. Melakukan kegiatan dalam valuta saing
14. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada Bank atau perusahaan lain di bidang
keuangan antara lainsewa guna usaha, modal ventura, perusahaan efek, asuransi, serta
lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan.
15. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan
kredit, termasuk kegagalan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dengan syarat
harus menarik kembali penyertaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
16. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurusan dana pensiun sesuai dengan
ketentuan dalam peraturan perundang-undangan Dana Pensiun yang berlaku.
17. Melakukan kegiatan jasa keuangan, commercial baking dan investment banking lainnya.
18. Membeli agunan baik seluruhnya maupun sebagian melalui pelelangan atau dengan
cara lain dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada Perseroan, dengan
ketentuan agunan yang beli tersebut wajib dicairkan secepatnya.
19. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh Bank sepanjang tidak bertentangan
dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
3.3.2 Analisis Industri
a. Kondisi Perekonomian Indonesia
Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar
harga berlaku triwulan II-2024 mencapai Rp5.536,5 triliun dan atas dasar harga konstan 2010
mencapai Rp3.231,0 triliun. Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan
sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,79 persen (q-to-q). Dari sisi produksi,
pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 20
20
Page 22
sebesar 23,43 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
(PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,58 persen. Ekonomi Indonesia triwulan
II-2024 terhadap triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,05 persen (y-on-y). Dari sisi produksi,
Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan
tertinggi sebesar 10,17 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi
Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan
tertinggi sebesar 9,98 persen. Ekonomi Indonesia semester I-2024 terhadap semester I-2023
tumbuh sebesar 5,08 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi
sebesar 10,25 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-LNPRT mengalami
pertumbuhan tertinggi sebesar 16,84 persen. Ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan
II-2024 menunjukkan pertumbuhan positif pada semua wilayah. Kelompok provinsi di Pulau
Jawa menjadi penyumbang terbesar dengan peranan sebesar 57,04 persen dari ekonomi
nasional dan mencatat kinerja pertumbuhan sebesar 4,92 persen (y-on-y) dibanding triwulan
II-2023.
b. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II 2024 membaik dan mendukung
ketahanan eksternal. NPI pada triwulan II 2024 menunjukkan perbaikan dengan mencatat
defisit 0,6 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan defisit 6,0 miliar dolar AS pada
triwulan I 2024. Perbaikan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja transaksi modal dan
finansial yang mencatat surplus serta defisit transaksi berjalan yang tetap terjaga. Dengan
perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Juni tercatat tetap tinggi sebesar
140,2 miliar dolar AS, atau setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran
utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
bulan impor.
Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan II 2024, transaksi berjalan
mencatat defisit 3,0 miliar dolar AS (0,9% dari PDB), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan
defisit 2,4 miliar dolar AS (0,7% dari PDB) pada triwulan I 2024. Surplus neraca perdagangan
barang meningkat, dikontribusikan oleh defisit neraca perdagangan migas yang menurun dan
surplus neraca perdagangan nonmigas yang relatif stabil. Ekspor nonmigas tumbuh positif
didukung oleh perbaikan harga komoditas dan permintaan dari mitra dagang utama,
sementara impor nonmigas relatif stabil dipengaruhi aktivitas ekonomi domestik yang terjaga.
Defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi oleh defisit jasa perjalanan (travel) seiring
pelaksanaan ibadah haji 2024. Defisit neraca pendapatan primer juga lebih tinggi dipengaruhi
oleh pembayaran dividen dan bunga/kupon sesuai pola triwulanan.
Kinerja transaksi modal dan finansial membaik di tengah tingginya ketidakpastian pasar
keuangan global. Transaksi modal dan finansial mencatat surplus 2,7 miliar dolar AS pada
triwulan II 2024, dari sebelumnya defisit 1,6 miliar dolar AS pada triwulan I 2024. Kinerja positif
ini terutama ditopang oleh aliran masuk modal asing pada investasi portofolio di tengah
ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Investasi langsung tetap
membukukan surplus sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan iklim
investasi domestik yang terjaga. Investasi lainnya mencatat penurunan defisit dipengaruhi
oleh penurunan investasi swasta pada beberapa instrumen finansial luar negeri, di tengah
peningkatan pembayaran utang luar negeri swasta sesuai jadwal.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 21
21
Page 23
NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar
0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan tetap
mencatatkan surplus didukung oleh peningkatan aliran masuk modal asing baik dalam bentuk
Penanaman Modal Asing (PMA) maupun investasi portofolio sejalan dengan persepsi positif
investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.
Grafik Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia
c. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2024 tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi IHK Juni 2024 tercatat deflasi sebesar 0,08%
(mtm), sehingga secara tahunan menurun menjadi 2,51% (yoy) dari realisasi bulan
sebelumnya sebesar 2,84% (yoy). Inflasi yang terjaga ini merupakan hasil dari konsistensi
kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan
Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan
TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai
daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran
sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.
Inflasi inti tetap terjaga. Inflasi inti pada Juni 2024 tercatat sebesar 0,10% (mtm), lebih rendah
dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,17% (mtm). Inflasi inti yang lebih rendah
tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi yang terjangkar, termasuk pada saat Hari Besar
Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha, serta kapasitas perekonomian yang masih besar dan
dapat merespons permintaan domestik. Realisasi inflasi inti pada Juni 2024 disumbang
terutama oleh inflasi komoditas emas perhiasan dan kopi bubuk. Secara tahunan, inflasi inti
Juni 2024 tercatat sebesar 1,90% (yoy), menurun dari inflasi inti bulan sebelumnya sebesar
1,93% (yoy).
Kelompok volatile food melanjutkan deflasi. Kelompok volatile food pada Juni 2024
mengalami deflasi sebesar 0,98% (mtm), lebih dalam dari deflasi bulan sebelumnya sebesar
0,69% (mtm). Deflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas bawang
merah, tomat dan daging ayam ras. Penurunan harga komoditas pangan didukung oleh
peningkatan pasokan seiring dengan berlanjutnya musim panen dan penurunan harga pakan
untuk komoditas daging ayam ras. Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi
sebesar 5,96% (yoy), menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 8,14% (yoy). Ke depan,
inflasi volatile food diprakirakan tetap akan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian
inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 22
22
Page 24
d. Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai
tukar Rupiah pada Maret 2024 (hingga 19 Maret 2024) relatif stabil dipengaruhi oleh kebijakan
stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia, di tengah dinamika penyesuaian aliran modal asing
di pasar keuangan domestik sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang
masih tinggi. Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah sebesar 2,02%
dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, lebih baik dibandingkan dengan Ringgit
Malaysia, Won Korea, dan Baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 3,02%,
3,87%, dan 5,39%. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil dengan kecenderungan
menguat, didorong oleh kembali masuknya aliran modal asing sejalan dengan tetap
terjaganya persepsi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia. Selain itu, kebijakan
stabilisasi Bank Indonesia dan penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui
optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI juga mendukung prospek penguatan nilai
tukar Rupiah tersebut.
Koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus ditingkatkan dan diperluas
untuk implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam
(DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.
e. Suku Bunga
Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik. Suku bunga pasar uang bergerak dalam
kisaran BI-Rate sebesar 5,93% pada 18 Maret 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada
level 6,68%, 6,69%, dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada 15 Maret
2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen moneter yang pro-market.
Sementara itu, suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi oleh likuiditas perbankan
yang memadai serta kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi suku bunga
perbankan. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Februari 2024 tercatat
masing-masing sebesar 4,52% dan 9,28%, membaik dibandingkan dengan perkembangan
bulan sebelumnya. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun relatif stabil di tengah ketidakpastian
pasar keuangan global yang masih tinggi.
f. Perkembangan Industri Jasa Perbankan
Kredit perbankan terus meningkat sehingga mendukung upaya memperkuat pertumbuhan
ekonomi. Pada Februari 2024, kredit tumbuh tinggi sebesar 11,28% (yoy), terutama pada
sektor Pertanian, Pertambangan, Konstruksi, Perdagangan, Jasa Sosial, dan Jasa Dunia
Usaha. Dari sisi penawaran, tingginya pertumbuhan kredit ditopang terjaganya appetite
perbankan yang didukung dengan permodalan dan ketersediaan likuiditas. Ketersediaan
likuiditas perbankan tecermin pada tingginya rasio AL/DPK sebesar 27,41% yang didukung
oleh KLM Bank Indonesia. Untuk mencapai target pertumbuhan kredit 2024 di tengah
pertumbuhan DPK Februari 2024 sebesar 5,66% (yoy), perbankan melanjutkan strategi
realokasi aset dan optimalisasi pricing pendanaan. Perbankan juga mengoptimalisasi sumber
pendanaan lain, seperti pinjaman, penerbitan Obligasi jangka panjang, dan right issue saham.
Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didukung oleh kinerja rumah tangga dan korporasi
yang diprakirakan terus meningkat pasca Pemilu. Berdasarkan kelompok penggunaan,
pertumbuhan kredit ditopang oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi
masing-masing sebesar 11,82% (yoy); 12,04% (yoy); dan 9,70% (yoy). Pembiayaan syariah
melanjutkan pertumbuhan tinggi sebesar 15,89% (yoy) pada Februari 2024, sementara kredit
UMKM tumbuh sebesar 8,85% (yoy). Ke depan, pertumbuhan kredit 2024 diprakirakan
meningkat dan berada pada kisaran 10-12%. Bank Indonesia akan terus memperkuat
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 23
23
Page 25
efektivitas implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif, dan meningkatkan
sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga, perbankan, serta
pelaku dunia usaha. Untuk memperkuat penyaluran kredit, Bank Indonesia dalam waktu dekat
akan memperkuat implementasi KLM dengan mengoptimalkan insentif likuiditas yang tersedia
serta memperluas cakupan sektor prioritas yang berkontribusi besar pada pembiayaan
pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketahanan perbankan tetap kuat. Likuiditas perbankan memadai, tecermin dari rasio Alat
Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada Februari 2024 yang terjaga tinggi.
Pengelolaan likuiditas perbankan juga semakin baik, sejalan tingginya penempatan
perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid dan strategi penempatan pada
instrumen operasi moneter yang pro-market, antara lain melalui perdagangan SRBI di pasar
sekunder yang memberikan fleksibilitas bank dalam mengelola likuiditas. Dari sisi
permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat pada level yang
tinggi sebesar 27,52% pada Januari 2024, ditopang rasio kredit bermasalah perbankan (Non-
Performing Loan/NPL) yang tercatat rendah sebesar 2,35% (bruto) dan 0,79% (neto).
Ketahanan perbankan yang kuat tersebut didukung oleh kemampuan bayar korporasi dan
rumah tangga yang tetap baik, terlihat dari kinerja usaha korporasi dan ekspektasi
penghasilan rumah tangga yang terus membaik. Hasil stress-test Bank Indonesia juga
menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko
ketidakpastian ke depan. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama
KSSK dalam memitigasi berbagai risiko tersebut yang berpotensi mengganggu stabilitas
sistem keuangan.
3.3.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
Pada tahun 2023, New Loan net tumbuh dari Rp 6.313 milliar di tahun 2022 menjadi Rp 6.691
milliar di tahun 2023. Selain itu Bank terus memperbaiki kualitas kreditnya yang ditunjukkan
dengan menurunnya LAR dari 49,9% di tahun 2022 menjadi 39,77% ditahun 2023. Jumlah
pendapatan operasional lainnya meningkat dari Rp279 milliar di tahun 2022 menjadi Rp583
milliar di 2023. Kenaikan pendapatan operasional lainnya didorong oleh tumbuhnya fee based
income bank. kinerja PPOP (Pre Provision Operating Profit) atau Laba Operasional sebelum
Beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai sudah membaik dimana di tahun 2023 sebesar
negatif Rp791 miliar, namun sudah lebih baik dibandingkan tahun 2022 yang sebesar negatif
Rp1.047 milar. Perbaikan PPOP tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan bunga
bersih seiring dengan penyaluran kredit baru – net yang mencapai Rp6,7 triliun. Upaya
perbaikan PPOP juga didukung oleh penurunan Biaya Overhead yang bersumber dari
pelaksanaan inisiatif cost hunt dan restrukturisasi cabang. Bank melanjutkan inisiatif cost
reduction melalui efisiensi pada biaya overhead. Peningkatan biaya overhead selaras dengan
strategi pertumbuhan dan penghematan biaya. Keberhasilan bank dalam efisiensi tercermin
pada biaya terkendali dengan tetap terjaga di kisaran CAGR 2% sejak tahun 2022. Biaya
terkait channel menurun setelah tahun 2023 selaras dengan strategi optimalisasi channel dan
pertumbuhan aset.
Pertumbuhan ekonomi global pada 2023 diprakirakan sebesar 2,0% dan meningkat menjadi
3.5% pada 2024. Inflasi di negara maju masih tetap tinggi karena berlanjutnya tekanan
moneter. Perkembangan tersebut mendorong tetap tingginya suku bunga kebijakan moneter
di negara maju, terutama Federal Funds Rate (FFR) AS, yang mengakibatkan meningkatnya
ketidakpastian pasar keuangan global. Akibatnya, tekanan aliran modal keluar dan
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 24
24
Page 26
pelemahan nilai tukar di negara berkembang semakin tinggi, sehingga memerlukan
penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak negatif rambatan global tersebut,
termasuk di Indonesia. Tren peningkatan kebijakan suku bunga di berbagai negara yang
masih belum usai, namun demikian Fed rate diproyeksikan menurun dalam 1 tahun kedepan
dan sejalan dengan hal tersebut proyeksi suku bunga acuan (BI7DRR) juga diproyeksikan
menurun. Pemerintah terus berupaya dalam elaborasi ketentuan dan kebijakan untuk terus
mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
3.3.4 Alasan dilakukannya Rencana Transaksi
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ini adalah untuk memperoleh dana dari hasil
penerbitan Obligasi yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang jangka
pendek dan tujuan umum Perseroan lainnya.
3.3.5 Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi Secara Kualitatif
Keuntungan : 1. Mendapatkan pihak ketiga yang terpercaya dibidang penerbitan
Obligasi Global.
2. Mendapatkan pihak ketiga yang memiliki pengalaman dibidang
penerbitan Obligasi Global.
3. Mendapatkan pihak ketiga yang dari sisi biaya masuk akal
dibidang penerbitan Obligasi Global.
Kerugian : Dirasa tidak ada kerugian yang ditimbulkan
3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi merupakan analisis yang dilakukan terhadap kinerja
keuangan Perseroan secara historis yang meliputi analisis terhadap kinerja keuangan dan analisis
rasio keuangan Perseroan, serta analisis terhadap proforma laporan keuangan Perseroan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 25
25
Page 27
3.4.1 Analisis Kinerja Neraca Perseroan
(dalam juta Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Des Des Des Des Des Jan-Jun
Balance Sheet
ASET
Kas 836.192 600.087 472.213 524.320 289.184 316.000
Giro pada Bank Indonesia 4.101.417 1.406.196 2.148.831 4.140.431 3.205.619 2.892.692
Giro pada bank lain - neto 866.508 970.432 1.397.087 743.970 342.581 554.433
penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain-neto 4.847.957 3.680.004 12.441.918 12.180.830 2.133.567 2.286.320
Surat Surat berharga
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 29.801 - 1.512.903 3.362.099 5.322.930 7.803.483
Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 1.214.348 778.866 1.521.457 588.835 3.067.387 4.112.177
Diukur pada biaya perolehan amortisasi 7.825.244 5.247.149 5.248.704 8.059.020 9.145.932 10.049.516
9.069.393 6.026.015 8.283.064 12.009.954 17.536.249 21.965.176
Dikurangi: Cadangan kerugian penurunan nilai - - (125) (76) (109) (175)
surat surat berharga - neto 9.069.393 6.026.015 8.282.939 12.009.878 17.536.140 21.965.001
Tagihan sSurat-surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali - neto - - 110.400 - 2.572.152 285.737
Surat-surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Repo) - neto - - - - -
Tagihan Derivatif - 4.555 9.898 9.254 3.040 488
Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang Syariah 69.545.545 60.968.574 58.512.087 50.583.434 49.418.616 45.845.342
Kerugian penurunan nilai (1.709.772) (4.702.358) (4.661.814) (1.626.676) (3.582.834) (3.587.662)
Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang Syariah - neto 67.835.773 56.266.216 53.850.273 48.956.758 45.835.782 42.257.680
Tagihan akseptasi 111.321 66.182 5.418 17.346 132.577 20.342
kerugian penurunan nilai - - (66) (211) (1.613) (290)
Tagihan akseptasi - Neto 111.321 66.182 5.352 17.135 130.964 20.052
Penyertaan saham 15 15 15 15 15 15
akumulasi amortisasi dan penurunan nilai goodwill - - - - - -
Penyertaan saham - Neto 15 15 15 15 15 15
Aset tetap 3.877.093 4.606.763 4.808.776 4.686.955 4.646.734 4.621.585
Akumulasi Penyusutan (864.878) (1.102.360) (1.311.446) (1.290.753) (1.413.059) (1.460.053)
Aset tetap dan aset hak guna - neto 3.012.215 3.504.403 3.497.330 3.396.202 3.233.675 3.161.532
Aset pajak tangguhan - neto 21.717 987.447 1.819.232 1.942.151 2.670.543 3.563.657
Aset tak berwujud 510.963 482.511 484.944 485.049 635.815 636.116
Dikurangi : Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai (263.073) (278.800) (282.748) (283.055) (350.230) (358.084)
Aset tak berwujud - neto 247.890 203.711 202.196 201.994 285.585 278.032
Aset lain-lain - Neto 9.313.850 6.223.315 4.977.990 5.872.414 6.068.453 6.125.610
JUMLAH ASET 100.264.248 79.938.578 89.215.674 89.995.352 84.307.300 83.707.249
LIABILITAS
Liabilitas segera 488.661 1.021.561 289.291 388.522 431.402 391.175
Simpanan nasabah 80.813.460 44.042.838 55.822.776 51.962.370 44.789.143 45.972.811
Simpanan dari bank lain 1.154.348 13.198.900 9.652.068 10.381.375 7.886.721 7.229.977
Surat-surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali - neto 4.275.068 5.742.668 2.399.726 - 219.631 307.287
Liabilitas derivatif - 112.828 11.056 12.259 808 2.196
Liabilitas akseptasi 111.321 66.182 5.418 17.346 132.577 20.342
Pinjaman yang diterima 1.072.147 3.953.365 2.426.241 11.200.131 11.704.492 15.351.251
Surat berharga yang diterbitkan 1.797.946 1.800.104 3.787.708 3.392.718 3.397.588 1.994.505
Utang Pajak 89.179 56.987 42.163 56.496 64.635 65.184
Liabilitas lain-lain 1.556.633 1.476.703 1.573.323 1.367.530 1.570.140 1.423.696
JUMLAH LIABILITAS 91.358.763 71.472.136 76.009.770 78.778.747 70.197.137 72.758.424
EKUITAS
modal ditempatkan dan disetor penuh 1.376.437 3.478.571 7.000.000 7.000.000 19.000.000 19.000.000
tambahan modal disetor 2.923.938 4.769.251 8.286.428 8.286.428 8.225.767 8.225.767
uang muka setoran modal - 3.000.000 -
surpluis revaluasi aset 1.368.875 1.510.601 1.527.812 1.605.649 1.603.893 1.603.248
Keuntung (kerugian) yang belum direalisasi atas surat-surat berharga dalam kelompok
12.937 tersedia
96.270
untuk dijual57.330
dan nilai wajar melalui
2.625 penghasilan
7.563 komprehensif
(20.287) lain - setelah pajak tangguhan
Akumulasi rugi 3.200.834 (1.408.501) (3.665.882) (8.673.269) (14.700.914) (17.834.361)
JUMLAH EKUITAS 8.905.485 8.466.442 13.205.904 11.216.605 14.110.163 10.948.825
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100.264.248 79.938.578 89.215.674 89.995.352 84.307.300 83.707.249
a. Jumlah Aset
Jumlah aset Perseroan selama tahun historis mengalami tren penurunan dengan rata-rata
penurunan CAGR (4,24%) per tahun dan selama tahun historis rata-rata jumlah asset
Perseroan berada di angka Rp88.744.230.000.000
b. Total Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan selama tahun historis mengalami tren penurunan dengan rata-
rata penurunan CAGR (6,37%) dan selama tahun historis rata-rata jumlah liabilitas Perseroan
berada diangka Rp77.563.311.000.000.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 26
26
Page 28
c. Ekuitas
Jumlah ekuitas Perseroan selama tahun historis mengalami tren kenaikan dengan rata-rata
kenaikan CAGR 12,19% dan selama tahun historis rata-rata jumlah ekuitas Perseroan berada
di angka Rp11.180.920.000.000.
3.4.2 Analisis Kinerja Laba Rugi Perseroan
(dalam juta Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Des Des Des Des Des Jan-Jun
Income Statement
Pendapatan Bunga 7.764.858 5.308.366 4.217.615 4.128.670 4.861.636 2.665.725
Beban Bunga (5.750.319) (4.714.847) (3.388.098) (3.079.167) (4.052.754) (2.095.560)
Pendapatan bunga - neto 2.014.539 593.519 829.517 1.049.503 808.882 570.165
pendapatan operasional lainnya
Provisi dan komisi lainnya 538.496 665.893 419.959 323.340 333.732 120.612
Keuntungan atas penjualan surat-surat berharga - neto 28.304 165.191 19.498 13.082 (8.899) 157
keuntungan selisih kurs - neto 32.254 (6.816) (423.525) 31.815 29.265 61.555
lain-lain 184.826 206.481 135.233 131.272 102.429 55.707
total pendapatan operasional lainnya 783.880 1.030.749 151.165 499.509 456.527 238.031
pemulihan/pembentukan
penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan - neto 102.139 (2.622.451) (1.051.148) (3.948.482) (5.537.792) (3.720.209)
Beban estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi - bersih - (29.689) 24.968 (2.272) 1.999 2.117
Beban penyisihan
kerugian penurunan nilai atas aset non-keuangan - neto (3.312) (14.722) (95.606) (81.325) (269.055) (392.753)
(Kerugian)/Keutungan dari
Perubahan nilai wajar aset keuangan 226 (226) (12.683) (147.542) 155.384 131.708
Keuntungan (kerugian) transaksi
mata uang asing - neto 2 (108.266) 107.115 (1.919) 5.235 (3.941)
Beban operasional lainnya
umum dan administrasi (1.766.688) (1.783.464) (1.858.758) (1.571.018) (1.371.594) (449.381)
gaji dan tunjangan karyawan (885.408) (872.063) (1.105.054) (734.432) (809.976) (371.928)
Premi program - - - - - -
penjaminan pemerintah (149.680) (144.259) (79.537) (118.790) (98.812) (33.170)
Total beban operasional lainnya (2.801.776) (2.799.786) (3.043.349) (2.424.240) (2.280.382) (854.479)
LABA OPERASIONAL 95.698 (3.950.872) (3.090.021) (5.056.768) (6.659.202) (4.029.361)
Pendapatan non-operasional - Neto 38.096 28.003 (54.004) (88.888) (128.185) 11.259
Laba sebelum beban pajak penghasilan 133.794 (3.922.869) (3.144.025) (5.145.656) (6.787.387) (4.018.102)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Kini (5.447) (2.411) (525) - - -
Penyesuaian pajak penghasilan tahun lalu 120.246 - - - -
tangguhan (31.844) 667.171 842.271 113.152 731.684 885.259
manfaat (beban) pajak penghasilan - neto 82.955 664.760 841.746 113.152 731.684 885.259
Laba Tahun Berjalan 216.749 (3.258.109) (2.302.279) (5.032.504) (6.055.703) (3.132.843)
a. Pendapatan Bunga
Jumlah pendapatan bunga Perseroan selama tahun historis mengalami tren penurunan
dengan rata-rata penurunan CAGR (11,05%) dan selama tahun historis rata-rata jumlah
pendapatan Perseroan berada di angka Rp5.256.229.000.000.
b. Beban Bunga
Jumlah beban bunga pokok penjualan Perseroan selama tahun historis mengalami tren
penurunan dengan rata-rata penurunan CAGR (8,37%) dan selama tahun historis rata-rata
jumlah beban pokok penjualan Perseroan berada di angka Rp4.197.037.000.000.
c. Laba Bunga Bruto
Jumlah laba bunga bruto Perseroan selama tahun historis mengalami tren penurunan dengan
rata-rata penurunan CAGR di (20,40%) dan selama tahun historis rata-rata jumlah laba bruto
Perseroan berada di angka Rp1.059.192.000.000.
d. Laba Operasional Lainnya
Jumlah laba operasional lainnya Perseroan selama tahun historis mengalami tren penurunan
dengan rata-rata penurunan CAGR (12,64%) dan selama tahun historis rata-rata jumlah laba
operasional lainnya Perseroan berada di angka Rp584.366.000.000. Total laba operasional
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 27
27
Page 29
lainnya rata-rata sebesar 10,92% dari pendapatan bunga. Laba operasional lainnya yang
terbesar didapatkan dari Provisi dan Komisi lainnya sebesar rata-rata 8,83% dari Pendapatan
Bunga.
e. Beban Operasional Lainnya
Jumlah beban operasional lainnya Perseroan selama tahun historis mengalami tren
penurunan dengan rata-rata penurunan CAGR (5,02%) dan selama tahun historis rata-rata
jumlah beban operasional lainnya Perseroan berada di angka Rp2.669.907.000.000. Total
beban operasional lainnya rata-rata sebesar 53,32% dari pendapatan bunga.
f. Laba Operasional
Jumlah laba operasional lainnya Perseroan selama tahun historis mengalami tren penurunan
dengan rata-rata (81.18%) dan selama tahun historis rata-rata jumlah Rugi Operasional
Perseroan berada di angka Rp18.661.165.000.000. Total Rugi non-operasional lainnya
sebesar rata-rata (1,01%) dari pendapatan bunga.
g. Laba Bersih
Jumlah Rugi Bersih Perseroan selama tahun historis berfluktiasi, pada tahun 2019 Perseroan
mencatatkan laba bersih, sedangkan pada tahun 2020 s/d 2023 Perseroan mencatatkan rugi
bersih. Secara umum dari tahun 2019 s/d 2023 Perseroan mengalami penurunan laba rata-
rata sebesar (71.93%) per tahun.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 28
28
Page 30
3.4.3 Analisis Arus Kas
(dalam juta Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023 2024
Des Des Des Des Des Jan-Jun
Cashflow
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga 7.480.630 5.340.221 4.095.714 4.019.162 4.932.147 2.505.564
Pembayaran Bunga (6.078.832) (4.791.013) (3.447.416) (3.041.712) (4.415.942) (1.716.559)
Pendapatan Operasional lainnya 781.396 1.014.629 464.174 269.558 351.755 (23.170)
penerimaan kembali kredit yang telah dihapusbukukan 72.289 101.841 (149.548) 84.769 177.584 45.526
Pembayaran gaji dan tunjangan karyawan (898.594) (934.409) (917.950) (988.084) (937.763) (369.165)
Beban Operasional lainnya (1.803.303) (1.898.468) (2.237.465) (1.843.705) (1.237.851) (1.792.137)
Pendapatan Lain-lain 35.048 7 - - - -
Beban non Operasional - 26.973 (35.932) (90.542) (123.249) 11.937
Pembayaran pajak penghasilan badan (56.068) (2.411) (525) - - -
(467.434) (1.142.630) (2.228.948) (1.590.554) (1.253.319) (1.338.004)
penempatan pada bank lain yang jatuh tempo lebih dari 3 bulan 26.794 169.503 (832.846) (30.000) (17.000) -
surat-surat berharga - diperdagangkan (29.801) 1.412.948 6.290.417 3.747.558 2.929.462 10.893
surat-surat berharga - kredit yang diberikan dan piutang 216.272 286.754 328.714 724.074 495.880 90.061
kredit yang diberikan (3.553.259) 7.261.232 1.372.295 925.552 (3.134.725) (187.634)
tagikan akseptasi 22.348 (45.139) (60.830) 11.783 113.829 (110.911)
aset lain-lain (1.946.809) 2.769.401 1.301.943 (1.027.266) (492.929) (751.882)
liabilitas segera 192.295 532.899 (732.269) 99.231 42.880 (40.227)
simpanan nasabah:
Giro 3.004.952 (5.984.230) (3.677.672) 263.175 (400.279) 1.749.366
Tabungan (781.116) (12.072.474) 1.736.970 (1.841.133) (82.600) 6.748
Deposito berjangka 2.573.481 (18.713.918) 13.720.640 (2.282.447) (6.690.348) (572.446)
Simpanan dari bank lain (1.967.456) 12.044.552 (3.546.832) 729.306 (2.494.654) (656.743)
Liabilitas akseptasi (22.711) (45.139) (60.764) 11.928 115.231 (112.234)
Utang pajak (27.492) (32.192) (14.824) 14.332 8.139 549
Liabilitas lain-lain 616.564 82.590 (99.047) (14.757) 694.625 (159.521)
kas bersih Aktivitas Operasi (2.143.372) (13.475.843) 13.496.947 (259.218) (10.165.808) (2.071.985)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
penerimaan surat-surat berharga - nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
- - 788.451 1.099.665 260.000 235.000
penerimaan surat-surat berharga yang jatuh tempo 578.429 106.012.113 35.826.310 4.106.018 11.725.517 21.501.242
pembelian surat-surat berharga - nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
(4.475.889)
lain dan
(104.355.849)
pada biaya perolehan
(45.227.750)
diamortisasi
(12.205.046) (20.804.241) (24.789.851)
penerimaan surat-surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali12.001.204
yang jatuh tempo87.399.995 14.341.776 33.774.734 57.780.679 20.208.556
pembayaran atas surat-surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali
(10.975.739) (87.250.839) (14.451.934) (33.525.187) (60.352.831) (17.922.140)
pembelian aset tetap (98.358) (498.080) (116.734) (57.220) (60.766) (13.917)
hasil penjualan aset tetap 46.992 6.924 105.734 32.581 7.200 2.142
pembelian piranti lunak (52.537) (5.506) (2.433) (8.825) (150.766) (301)
penurunan penyertaan saham - - - - - -
Kas Bersih Aktivitas Investasi (442.094) 1.308.758 (8.736.580) (6.783.280) (11.595.208) (779.269)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari surat-surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali
35.362.288 (33.287.701) (34.019.918) 10.806.560 9.127.534 20.760.963
Pembayaran atas jatuh tempo surat-surat berharga yang dijual dengan (32.407.483)
janji dibeli kembali34.642.434 30.735.415 (13.183.397) (8.907.903) (21.004.213)
Penerimaan dari pinjaman yang diterima 426.600 3.071.400 200.000 8.887.273 1.246.416 4.893.229
Pembayaran pinjaman yang diterima (633.845) (190.182) (1.727.124) (113.383) (742.055) (1.254.203)
Biaya penerbitan surat berharga yang diterbitkan - - (13.611) - - -
penerimaan dana setoran modal - 3.947.447 - 3.000.000 - -
Penerimaan modal dari penawaran Umum Terbatas VII - - 7.038.606 - 8.939.339 -
Penerimaan dari penerbitan obligasi subordinasi - - 1.000.000 - - -
Penerimaan dari penerbitan obligasi senior - - 1.000.000 - - -
Pembayaran atas jatuh tempo surat berharga yang diterbitkan (1.500.000) - - - - -
Kas Bersih Pendanaan 1.247.560 8.183.398 4.213.368 9.397.053 9.663.331 3.395.776
PENINGKATAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS BERSIH (1.337.906) (3.983.687) 8.973.735 2.354.555 (12.097.685) 544.522
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 11.323 6.655 (3.250) 422.197 492.085 (449.028)
Saldo Kas Awal Tahun 11.960.334 10.633.751 6.656.719 15.627.204 18.403.956 6.798.356
Saldo Kas Akhir Tahun 10.633.751 6.656.719 15.627.204 18.403.956 6.798.356 6.893.850
a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Secara umum Perseroan mampu menghasilkan arus kas operasi yang negatif kecuali
pada tahun 2021. Selama tahun historis mengalami tren penurunan dengan rata-rata
penurunan CAGR 47.57% dan selama tahun historis rata-rata aktivitas operasi Perseroan
berada diangka Rp2.509.459.000.000.
b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Dari aktivitas investasi selama tahun historis mengalami tren penurunan dengan rata-rata
penurunan CAGR di 126.30% dan selama tahun historis rata-rata aktivitas investasi
Perseroan berada diangka Rp5.249.681.000.000.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 29
29
Page 31
c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Dari aktivitas pendanaan selama tahun historis mengalami tren kenaikan dengan rata-
rata kenaikan CAGR di 66,83% dan selama tahun historis rata-rata aktivitas pendanaan
Perseroan berada diangka Rp6.540.942.000.000.
3.4.4 Analisis Rasio Keuangan
2019 2020 2021 2022 2023
Des Des Des Des Des
Analisis Rasio
Quick Ratio 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
Cash 836.192 600.087 472.213 524.320 289.184
Deposit 86.242.876 62.984.406 67.874.570 62.343.745 52.895.495
Investing Policy Ratio 0,11 0,10 0,12 0,19 0,33
Securities 9.069.393 6.026.015 8.282.939 12.009.878 17.536.140
Deposit 86.242.876 62.984.406 67.874.570 62.343.745 52.895.495
Banking Ratio 0,79 0,89 0,79 0,79 0,87
Loans 67.835.773 56.266.216 53.850.273 48.956.758 45.835.782
Deposit 86.242.876 62.984.406 67.874.570 62.343.745 52.895.495
Loan to Assets Ratio 0,68 0,70 0,60 0,54 0,54
Loans 67.835.773 56.266.216 53.850.273 48.956.758 45.835.782
Assets 100.264.248 79.938.578 89.215.674 89.995.352 84.307.300
Loan to Deposit Ratio 0,79 0,89 0,79 0,79 0,87
Loans 67.835.773 56.266.216 53.850.273 48.956.758 45.835.782
Deposit 86.242.876 62.984.406 67.874.570 62.343.745 52.895.495
Debt Equity Ratio 10,26 8,44 5,76 7,02 4,97
Liability 91.358.763 71.472.136 76.009.770 78.778.747 70.197.137
Equity 8.905.485 8.466.442 13.205.904 11.216.605 14.110.163
Debt to Assets 0,91 0,89 0,85 0,88 0,83
Liability 91.358.763 71.472.136 76.009.770 78.778.747 70.197.137
Assets 100.264.248 79.938.578 89.215.674 89.995.352 84.307.300
a. Quick Ratio
Quick Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam
memenuhi kewajibannya pada para deposan (pemilik giro, tabungan dan deposito)
dengan harta yang paling likuid yang dimiliki oleh bank.
Pada tanggal 31 Desember 2023 rasio lancar adalah sebesar 0,01 relatif stagnan jika
dibandingkan pada tahun historis 2019-2022.
b. Investing Policy Ratio
Investing Policy Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank
dalam melunasi kewajibannya kepada para deposannya dengan cara melikuidasi surat-
surat berharga yang dimilikinya.
Pada tanggal 31 Desember 2023 Investing Policy Ratio adalah sebesar 0,33 meningkat
jika dibandingkan pada 31 Desember 2022 yang sebesar 0,19 dengan besar peningkatan
sebesar 0,14.
c. Banking Ratio
Banking Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas bank
dengan membandingkan jumlah kredit yang disalurkan dengan jumlah deposit yang
dimilki. Semakin tinggi rasio ini, maka semakin rendah tingkat likuiditas bank karena
jumlah dana yang digunakan untuk membiayai kredit makin kecil
Pada tanggal 31 Desember 2023 Banking Ratio adalah sebesar 0,87 meningkat jika
dibandingkan pada 31 Desember 2022 yang sebesar 0,79.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 30
30
Page 32
d. Loan to Assets Ratio
Loan to Assets Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur jumlah kredit yang
disalurkan dengan harta yang dimiliki bank. Semakin tinggi tingkat rasio menunjukan
makin rendahnya tingkat likuiditas bank.
Pada tanggal 31 Desember 2023 Loan to Assets Ratio adalah sebesar 0,54 relatif
stagnan jika dibandingkan pada 31 Desember 2022, tetapi mengalami penurunan jika
dibandingkan dengan tahun historis 2019-2021.
e. Loan to Deposit Ratio
Loan to deposit ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur komposisi
jumlah. kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal
sendiri yang digunakan. Besarnya loan to deposit ratio menurut peraturan pemerintah
maksimum adalah 110%.
Pada tanggal 31 Desember 2023 Loan to Deposit Ratio adalah sebesar 0,87 meningkat
jika dibandingkan pada 31 Desember 2022.
f. Rasio Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan antara
jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas dengan
ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio jumlah
liabilitas terhadap jumlah ekuitas adalah 4,97; 7,02; 5,76; 8,44; dan 10,26, sedangkan
rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023,
2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah 0,83; 0,88; 0,85; 0,89; dan 0,91
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 31
31
Page 33
3.4.5 Analisis terhadap Proyeksi Keuangan Perseroan
Proyeksi laporan keuangan sebelum dan setelah rencana Transaksi:
(dalam juta Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Balance Sheet
Cash
Sebelum Transaksi 4.402 1.605 2.234 5.091 7.601
Setelah Transaksi 5.369 3.523 5.082 7.869 11.309
Selisih 966 1.918 2.848 2.778 3.708
Selisih % 21,95% 119,52% 127,50% 54,56% 48,78%
Placement
Sebelum Transaksi 232 602 229 16 119
Setelah Transaksi 265 184 381 239 411
Selisih 34 (418) 152 222 292
Selisih % 14,52% (69,49%) 66,26% 1349,55% 245,76%
Securities
Sebelum Transaksi 23.085 24.436 24.411 24.795 26.308
Setelah Transaksi 22.107 22.436 21.411 21.795 22.308
Selisih (978) (2.000) (3.000) (3.000) (4.000)
Selisih % (4,24%) (8,18%) (12,29%) (12,10%) (15,20%)
Loan Allowance
Sebelum Transaksi (4.515) (4.962) (4.750) (4.423) (4.673)
Setelah Transaksi (4.537) (4.462) (4.750) (4.423) (4.673)
Selisih (22) 500 - - -
Selisih % 0,49% (10,08%) 0,00% 0,00% 0,00%
Total Aset
Sebelum Transaksi 79.568 82.627 90.202 99.314 109.397
Setelah Transaksi 79.568 82.627 90.202 99.314 109.397
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Deposit from other Banks
Sebelum Transaksi 6.544 7.544 7.544 6.544 6.544
Setelah Transaksi 1.650 2.650 2.650 1.650 1.650
Selisih (4.894) (4.894) (4.894) (4.894) (4.894)
Selisih % (74,79%) (64,87%) (64,87%) (74,79%) (74,79%)
Bond Issued
Sebelum Transaksi 1.040 2.037 2.724 2.721 2.050
Setelah Transaksi 5.934 6.931 7.618 7.615 6.944
Selisih 4.894 4.894 4.894 4.894 4.894
Selisih % 470,37% 240,23% 179,69% 179,85% 238,70%
Total Liabilitas
Sebelum Transaksi 68.377 71.320 78.334 86.063 94.127
Setelah Transaksi 68.377 71.320 78.334 86.063 94.127
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Ekuitas
Sebelum Transaksi 11.191 11.307 11.868 13.251 15.270
Setelah Transaksi 11.191 11.307 11.868 13.251 15.270
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Berdasarkan analisis perbandingan Laporan Posisi Keuangan di atas, terdapat penurunan
pada Deposit from other Banks sebesar peningkatan Bond Issued yang dikarenakan
pembayaran utang menggunakan obligasi yang diambil. Rangkaian Transaksi menerbitkan
Global Bond sebesar Rp4.918.200.000.000 dan Komisi Penerbitan sebesar
Rp24.455.216.203 sehingga terdapat perubahan akun sebesar Rp4.893.744.783.797 pada
Deposit from other Banks dan Bond Issued. Deposit from other Banks mengalami penurunan
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 32
32
Page 34
rata-rata sebesar (70,82%) pada tahun 2024-2028 sedangkan Bond Issued mengalami
peningkatan rata-rata sebesar 261,77% pada tahun 2024-2028.
Proyeksi Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
2024 2025 2026 2027 2028
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Income Statement
Interest Income
Sebelum Transaksi 4.686 5.557 6.140 6.924 8.090
Setelah Transaksi 4.686 5.557 6.140 6.924 8.090
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Bond & MML
Sebelum Transaksi (636) (590) (594) (638) (685)
Setelah Transaksi (635) (590) (594) (638) (685)
Selisih 0,3 0,2 0,2 0,3 0,3
Selisih % (0,04%) (0,04%) (0,04%) (0,04%) (0,04%)
Interest Expense (Others)
Sebelum Transaksi (3.103) (2.880) (2.902) (3.115) (3.346)
Setelah Transaksi (3.115) (2.951) (2.972) (3.185) (3.417)
Selisih (11,9) (70,4) (70,4) (70,4) (70,4)
Selisih % 0,38% 2,44% 2,43% 2,26% 2,10%
Net Interest Income
Sebelum Transaksi 947 2.087 2.643 3.171 4.058
Setelah Transaksi 935 2.017 2.574 3.101 3.988
Selisih (11,4) (69,8) (69,8) (69,8) (69,8)
Selisih % (1,21%) (3,34%) (2,64%) (2,20%) (1,72%)
Overhead Cost
Sebelum Transaksi (2.130) (2.113) (2.141) (2.157) (2.182)
Setelah Transaksi (2.130) (2.113) (2.141) (2.157) (2.182)
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Provision (Exp) Reversal
Sebelum Transaksi (3.909) (204) (190) 289 155
Setelah Transaksi (3.909) (204) (190) 289 155
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Operating Profit (Loss)
Sebelum Transaksi (4.448) 445 999 2.040 2.826
Setelah Transaksi (4.460) 375 929 1.971 2.756
Selisih (11) (70) (70) (70) (70)
Selisih % 0,26% (15,67%) (6,98%) (3,42%) (2,47%)
Net Profit (Loss)
Sebelum Transaksi (4.448) 347 779 1.591 2.204
Setelah Transaksi (4.460) 293 725 1.537 2.150
Selisih (11) (54) (54) (54) (54)
Selisih % 0,26% (15,67%) (6,98%) (3,42%) (2,47%)
Berdasarkan analisis perbandingan Laporan Laba Rugi di atas, Rencana Transaksi akan
memberikan manfaat pada penurunan Beban Bunga yang dikarenakan adanya penurunan
interest yang digunakan. Bunga pinjaman dari Bank lain sebesar 5,70% sedangkan bunga
pinjaman obligasi sebesar 5,66%. terdapat selisih bunga sebesar 0,04% yang akan
menghasilkan penurunan nominal bunga yang dibayarkan sebesar (0,04%). Penurunan
Beban Bunga dapat memperkecil kerugian yang dihasilkan oleh Perseroan.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 33
33
Page 35
Proyeksi Laporan Arus Kas Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
2024 2025 2026 2027 2028
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Cash Flow
Asset
Sebelum Transaksi (1.310) (6.279) (7.451) (6.485) (8.064)
Setelah Transaksi (332) (5.257) (6.451) (6.485) (7.064)
Selisih 978 1.022 1.000 - 1.000
Selisih % (74,66%) (16,28%) (13,42%) 0,00% (12,40%)
Deposit
Sebelum Transaksi 1.732 2.943 7.014 7.729 8.064
Setelah Transaksi 1.732 2.943 7.014 7.729 8.064
Selisih (0) 0 - - -
Selisih % (0,00%) 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Operating Expenses
Sebelum Transaksi (633) 538 1.066 1.613 2.509
Setelah Transaksi (644) 468 996 1.543 2.439
Selisih (11,7) (70,1) (70,1) (70,1) (70)
Selisih % 1,84% (13,03%) (6,58%) (4,35%) (2,80%)
Berdasarkan analisis perbandingan Laporan Arus Kas di atas, arus kas dari aktivitas operasi
akan mengalami perbaikan pada tahun-tahun proyeksi karena memiliki beban operasi yang
lebih kecil.
Proyeksi Rasio Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi:
2024 2025 2026 2027 2028
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Analisis Rasio
Quick Ratio
Sebelum Transaksi 0,10 0,03 0,04 0,08 0,10
Setelah Transaksi 0,12 0,07 0,09 0,12 0,15
Selisih 0,02 0,04 0,05 0,04 0,05
Selisih % 21,95% 119,52% 127,50% 54,56% 48,78%
Investing Policy Ratio
Sebelum Transaksi 0,53 0,50 0,43 0,38 0,35
Setelah Transaksi 0,51 0,46 0,37 0,33 0,30
Selisih (0,02) (0,04) (0,05) (0,05) (0,05)
Selisih % (4,24%) (8,18%) (12,29%) (12,10%) (15,20%)
Banking Ratio
Sebelum Transaksi 0,99 0,99 0,99 0,97 0,96
Setelah Transaksi 0,99 0,99 0,99 0,97 0,96
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Loan to Assets Ratio
Sebelum Transaksi 0,54 0,59 0,63 0,64 0,65
Setelah Transaksi 0,54 0,59 0,63 0,64 0,65
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Loan to Deposit Ratio
Sebelum Transaksi 0,79 0,81 0,82 0,81 0,80
Setelah Transaksi 0,79 0,81 0,82 0,81 0,80
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 34
34
Page 36
2024 2025 2026 2027 2028
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Analisis Rasio
Debt Equity Ratio
Sebelum Transaksi 611% 631% 660% 649% 616%
Setelah Transaksi 611% 631% 660% 649% 616%
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Debt to Assets
Sebelum Transaksi 85,94% 86,32% 86,84% 86,66% 86,04%
Setelah Transaksi 85,94% 86,32% 86,84% 86,66% 86,04%
Selisih - - - - -
Selisih % 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Berdasarkan analisis perbandingan rasio keuangan di atas, rasio lancar perusahaan
mengalami peningkatan utamanya diakibatkan adanya kas masuk dari keuntungan bersih
yang lebih besar karena memiliki bunga yang lebih kecil.
3.4.6 Analisis Laporan Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi Dilakukan
Posisi proforma Laporan Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
yang disampaikan manajemen Perseroan, diuraikan sebagai berikut:
Proforma Laporan Posisi Keuangan
(Dalam Miliar Rupiah)
Before Penyesuaian After
2024 2024
June June
Balance Sheet
Cash & Placement 4.542 - 4.533
Cash 276 (8,91) 267
Placement 4.266 - 4.266
Securities 21.914 - 21.914
Loan 40.589 - 40.589
Loan Allowance (3.340) - (3.340)
Fixed Asset 2.958 - 2.958
Forclosed Asset 2.500 - 2.500
Other Asset 9.294 - 9.294
Total Asset 78.457 - 78.448
Deposit 40.349 - 40.349
Current Account 4.561 - 4.561
Saving Account 6.453 - 6.453
Time Deposit 29.335 - 29.335
Deposit from other Banks 7.100 (4.894) 2.206
Borrowing 15.301 - 15.301
Bond Issued 1.995 4.894 6.888
Other Liabilities 1.900 - 1.900
Total Liabilities 66.645 - 66.645
Total Equity 11.812 (8,91) 11.803
Total Liabilities & Equity 78.457 - 78.448
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 35
35
Page 37
Berdasarkan proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi, terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi Kas & Setara Kas
mengalami penurunan menjadi Rp267.000.0000.000 hal ini disebabkan oleh adanya
pembayaran biaya untuk Rencana Transaksi yang diambil langsung dari Kas Perusahaan
sebesar Rp8.910.000.000.
Dari sisi Liabilitas, tidak terjadi perubahan liabilitas dikarenakan Rencana Transaksi hanya
mengakibatkan nilai pada perubahan akun Deposit from other Banks menjadi Bond Issued
sebesar Rp4.893.744.783.797 yang memiliki bunga yang lebih rendah.
Dari sisi Ekuitas, terjadi penurunan pada Laba Tahun berjalan yang diakibatkan oleh adanya
pembayaran Fee untuk Rencana Transaksi sebesar Rp8.910.000.000.
Proforma Laba Rugi
(Dalam Miliar Rupiah)
Before Penyesuaian After
2024 2024
June June
Income Statement
Net Interest Income 448,69 0,006 448,70
Interest Income 2.384,38 - 2.384,38
Interest Expense (1.935,68) 0,006 (1.935,67)
Other Operating Income 346,64 - 346,64
Overhead Cost (744,54) (8,91) (753,45)
G&A (429,15) (8,91) (438,07)
Salary (315,39) - (315,39)
Provision (Exp) Reversal (3.803,49) - (3.803,49)
Operating Profit (Loss) (3.752,70) (8,906) (3.761,61)
Net Profit (Loss) (3.740,24) - (3.740,24)
PPOP / L 50,79 (8,906) 41,89
Berdasarkan proforma Laba Rugi Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi mengakibatkan kenaikan Net
Interest Income sebesar Rp6.000.000 dan penurunan pada Operating Profit menjadi
(Rp3.761.605.564.620).
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 36
36
Page 38
Proforma Arus Kas
(Dalam Miliar Rupiah)
Before Penyesuaian After
2024 2024
June June
CashFlow
Cash inflow (outflow) 861 (8,91) 852
Asset - - -
Securities (1.733) - (1.733)
Loan 3.594 - 3.594
Forclosed Asset (130) - (130)
Other Asset (870) - (870)
Cash inflow (outflow) 2.565 4.894 7.459
Deposit 1.312 - 1.312
Current Account 1.827 - 1.827
Saving Account 58 - 58
Time Deposit (572) - (572)
Deposit from other Banks (661) - (661)
Borrowing 3.647 - 3.647
Bond Issued (1.403) 4.894 3.491
Other Liabilities (330) - (330)
Cash inflow (outflow) 3 0,006 3
Net Interest Income 401 0,006 401
Interest Income 2.337 - 2.337
Interest Expense (1.936) 0,006 (1.936)
Other Operating Income 347 - 347
Overhead Cost (745) - (745)
G&A (429) - (429)
Salary (315) - (315)
Cash inflow (outflow) - Net 3.429 4.884,84 8.314
Rencana Transaksi ini akan berpengaruh terhadap arus kas dari kegiatan operasi Perseroan
dengan adanya penurunan Kas sebesar (Rp8.911.778.400) dan peningkatan Bond Issued
sebesar Rp4.893.744.783.797.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 37
37
Page 39
Proforma Rasio Keuangan
Before After
2024 2024
June June
Analisis Rasio
Quick Ratio 0,01 (0,00022) 0,01
Investing Policy Ratio 0,54 - 0,54
Banking Ratio 1,01 - 1,01
Loan to Assets Ratio 0,52 0,00006 0,52
Loan to Deposit Ratio 1,01 - 1,01
Debt Equity Ratio 564% 0,43% 565%
Debt to Assets 85% 0,01% 85%
Rencana Transaksi akan menurunkan rasio likuiditas perusahaan karena adanya
pengurangan kas dari biaya Rencana Transaksi. Debt to equity ratio Perseroan mengalami
peningkatan karena ekuitas mengalami penurunan akibat rugi tahun berjalan yang besar
yang Biaya Operasional yang Besar, oleh karena itu Rencana Transaksi ini diharapkan bisa
mengurangi Biaya Operasional dengan bunga yang lebih kecil.
3.4.7 Analisis Nilai Tambah Rencana Transaksi (Incremental)
a) Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi yang akan
dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan perusahaan;
(Dalam Miliar Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Analisis Inkremental
Deposit from other Banks
Sebelum Transaksi 6.544 7.544 7.544 6.544 6.544
Setelah Transaksi 1.650 2.650 2.650 1.650 1.650
Selisih (4.894) (4.894) (4.894) (4.894) (4.894)
Selisih % (74,79%) (64,87%) (64,87%) (74,79%) (74,79%)
Bond Issued - - - - -
Sebelum Transaksi 1.040 2.037 2.724 2.721 2.050
Setelah Transaksi 5.934 6.931 7.618 7.615 6.944
Selisih 4.894,00 4.894,00 4.894,00 4.894,00 4.894,00
Selisih % 470,37% 240,23% 179,69% 179,85% 238,70%
Bond & MML
Sebelum Transaksi (636) (590) (594) (638) (685)
Setelah Transaksi (635) (590) (594) (638) (685)
Selisih 0,3 0,2 0,2 0,3 0,3
Selisih % (0,04%) (0,04%) (0,04%) (0,04%) (0,04%)
Operating Profit (Loss)
Sebelum Transaksi (4.448) 445 999 2.040 2.826
Setelah Transaksi (4.460) 375 929 1.971 2.756
Selisih (11) (70) (70) (70) (70)
Selisih % 0,26% (15,67%) (6,98%) (3,42%) (2,47%)
Net Profit (Loss)
Sebelum Transaksi (4.448) 347 779 1.591 2.204
Setelah Transaksi (4.460) 293 725 1.537 2.150
Selisih (11) (54) (54) (54) (54)
Selisih % 0,26% (15,67%) (6,98%) (3,42%) (2,47%)
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 38
38
Page 40
Hasil analisis menunjukkan bahwa Rencana Transaksi ini akan memberikan perbaikan
kepada variable-variable yang dianalisa terutama pada variable beban keuangan dan
laba bersih Perseroan.
b) Biaya atau pendapatan yang relevan;
Dari sisi Biaya Bunga, jika dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk bunga dari
Deposit from other Banks dengan Bunga dari Bond Issued Rencana Transaksi
menghasilkan penurunan nominal bunga yang dibayarkan sebesar (0,04%). Penurunan
Beban Bunga dapat memperkecil kerugian yang dihasilkan oleh Perseroan
c) Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
transaksi dengan memperhatikan alternatif lain;
Sebagai salah satu strategi KB Bank dalam melakukan diversifikasi Sumber Pendanaan
Jangka Panjang yang bertujuan untuk secara pembiayaan kembali utang jangka pendek
dan tujuan umum Perseroan lainnya.
3.4.8 Analisis Pelunasan Obligasi
Berdasarkan proyeksi yang diberikan oleh manajemen, dalam melakukan Transaksi berupa
penerbitan obligasi global senilai USD300.000.000 dengan tenor jatuh tempo 3 tahun,
Perseroan dapat melunasi Kembali obligasi tersebut dengan pertimbangan dalam jangka
waktu 3 tahun, jumlah kas yang tersedia melebihi jumlah nominal obligasi.
3.5 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
a) Perbandingan antara kupon dari obligasi yang akan diterbitkan dengan kupon obligasi yang
beredar di pasar;
Rating Nilai Kupon Tanggal Tanggal
Perusahaan
(M/S/F) ($juta) (%) Diterbitkan Jatuh Tempo
Bank Negara Indonesia '29 --/BBB/BBB- 500 5,280 4/5/2024 4/5/2029
Bank Mandiri '26 Baa2/--/BBB 300 5,500 4/4/2023 4/4/2026
HDFC Bank '27 Baa3/BBB-/-- 300 5,196 2/15/2024 2/15/2027
HDFC Bank '29 Baa3/BBB-/-- 450 5,180 2/15/2024 2/15/2029
State Bank of India '29 --/BBB-/BBB- 600 5,000 1/17/2024 1/17/2029
Bank of Philippine Islands '29 Baa2/--/-- 400 5,250 3/26/2024 3/26/2029
Metropolitan Bank '29 Baa2/--/-- 500 5,375 3/6/2024 3/6/2029
Rizal Commercial Banking '29 Baa2/--/-- 400 5,500 1/17/2024 1/18/2029
Security Bank '29 Baa2/--/-- 400 5,500 5/14/2024 5/14/2029
Obligasi global dalam denominasi USD 300.000.000 (tiga ratus juta Dollar Amerika) dengan
jangka jatuh tempo 3 tahun yang akan diterbitkan oleh Perseroan memiliki kupon sebesar 5,658%.
obligasi ini diperkirakan akan mendapat peringkat BBB dari Fitch Rating.
Berdasarkan 9 data pasar obligasi yang tersedia dengan waktu jatuh tempo 3 – 5 tahun, besaran
kupon berkisar antara 5,00% - 5,50% sehingga kupon obligasi sebesar 5,658% masih dalam
kategori wajar jika dibandingkan dengan pasar.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 39
39
Page 41
b) Analisis untuk memastikan bahwa rencana nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi
yang akan dilakukan;
Berdasarkan analisis inkremental, rencana transaksi akan berdampak pada rasio lancar
perusahaan mengalami peningkatan utamanya diakibatkan adanya kas masuk dari keuntungan
bersih yang lebih besar karena memiliki bunga yang lebih kecil.
3.6 Kesimpulan
Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi ini
adalah Perseroan dan investor sebagai pembeli Obligasi. Rencana Transaksi ini bukan
merupakan transaksi yang mengandung unsur transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020. Rencana Transaksi yang akan
dilakukan bukan merupakan transaksi benturan kepentingan karena memberikan solusi
kelangsungan usaha bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan
yang berlaku dan menguntungkan Perseroan.
Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar USD 300.000.000 atau setara dengan
Rp4.918.200.000.000 (1 USD = Rp.16.394) sedangkan jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan
laporan keuangan audit per 30 Juni 2024 adalah sebesar Rp10.948.825 juta sehingga rasio
antara Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Buku Ekuitas adalah 44,91%. Berdasarkan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 Rencana Transaksi tersebut
merupakan transaksi material karena Nilai Rencana Transaksi lebih besar dari 20% ekuitas
Perseroan namun tidak lebih besar dari 50%. Secara umum, manfaat dari dilakukannya Rencana
Transaksi ini adalah memperkecil pengeluaran Beban Bunga Perseroan.
Secara kuantitatif Rencana Transaksi dapat memperbaiki Quick Ratio, Aktivitas Operasi, dan
investing Policy Ratio Perseroan. Rencana Transaksi juga memberikan manfaat efisiensi pada
beban bunga Perseroan.
Berdasarkan analisis data pasar, besaran kupon dari obligasi global yang akan diterbitkan oleh
Perseroan masih berada dalam kisaran kupon yang berlaku di pasaran. Berdasarkan hal tersebut,
dapat disimpulkan Rencana Transaksi masih berada pada batas wajar.
Dengan demikian, hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang
terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif, kuantitatif, dan kelayakan dari
Rencana Transaksi yang akan dilakukan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi
yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah Wajar.
Laporan Pendapat Kewajaran milik PT Bank KB Bukopin, Tbk 40
40
Names mentioned 43 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Ir. Ginanjar Rizki Tarekat
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.2 ×4
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo
p.2 ×3
unresolved
org
Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
p.2
unresolved
org
KJPP Sugianto Prasodjo
p.2 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
p.2
unresolved
org
KJPP SPR
p.2 ×5
unresolved
org
KB Securities Hong Kong Ltd
p.2
unresolved
person
Muhammad Fajar Tarekat
p.7
unresolved
person
Fikri Mauriza Hazmi
p.7
unresolved
person
Ridho Mohammad
p.7
unresolved
org
Tjahjo & Rekan
p.14 ×3
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.14
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.16
unresolved
person
Aulia Taufani
p.16 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16 ×2
unresolved
org
Koperasi Unit Desa
p.16
unresolved
org
Holdings INC
p.17
unresolved
org
Bank Indonesia
p.23 ×13
unresolved
org
Pusat Statistik
p.23
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
4715 ms
12 Sep 2026 22:56
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '.................................................................................................................. '
'15'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '.................................................................................................................. '
'15',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '42'}