Back to announcement
20240930_ALII_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_31730282_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review ALIISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 84
Page 1
Kusnanto & rekan Independent Business Appraisers License : 2.19.0162 Indonesia
Page 2
No. : 00140/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2024 30 September 2024
Kepada Yth.
PT ANCARA LOGISTICS INDONESIA Tbk
Bakrie Tower Lt. 15
Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. H.R. Rasuna Said
Jakarta 10940
U.p. : Direksi
Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
Dengan hormat,
Pada tanggal 30 September 2024, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”), PT Guruh Putra Bersama (selanjutnya disebut “GPB”), PT Ade Putra
Tanrajeng (selanjutnya disebut “APT”), Honardy Boentario (selanjutnya disebut “HB”) dan
PT Mahakam Coal Terminal (selanjutnya disebut “MCT”) telah menandatangani Perjanjian
Penempatan Saham Bersyarat (selanjutnya disebut “PPSB”), dimana MCT merencanakan
untuk melakukan peningkatan modal dasar dari semula berjumlah Rp 5,00 miliar yang
terbagi atas 50.000 saham menjadi Rp 33,00 miliar yang terbagi atas 330.000 saham dan
peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari semula berjumlah Rp 5,00 miliar yang
terbagi atas 50.000 saham menjadi Rp 8,42 miliar yang terbagi atas 84.200 saham
(selanjutnya disebut “Rencana Penambahan Modal”) dengan rincian sebagai berikut:
• Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan
dan disetor oleh MCT sebanyak 30.780 saham dengan nilai nominal sebesar
Rp 100.000 per saham atau setara dengan 36,56% saham MCT dengan harga
pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 307,80 miliar
(selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham Perseroan”).
• HB merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan
disetor oleh MCT sebanyak 3.420 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per
saham atau setara dengan 4,06% saham MCT dengan harga pelaksanaan sebesar
Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar (selanjutnya disebut
“Rencana Penyertaan Saham HB”).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan
Saham Perseroan dan Rencana Penyertaan Saham HB merupakan satu kesatuan transaksi
yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.
Page 3
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/240703-003 tanggal
3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai
KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019
dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Rencana
Transaksi.
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus terbuka (publicly-held company),
didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha
Perseroan bergerak di bidang angkutan dengan kegiatan usaha utama angkutan laut
perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang. Perseroan berdomisili di Bakrie Tower
Lantai 15, Komplek Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta 10940, dengan
nomor telepon: (021) 2994 1122 nomor faksimile: (021) 2991 2095, dan email:
corsec@ancaralogistics.com.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur kepemilikan
Perseroan atas MCT pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
Perseroan APT GPB HB
70,00% 10,00% 10,00% 10,00%
MCT
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Agustus 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MCT dengan kepemilikan
sebesar 70,00%. MCT merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha perdagangan,
pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini, MCT bergerak di bidang operasi terminal untuk
kepentingan sendiri yang digunakan sebagai Inter Transshipment Point (ISP) yang
beroperasi di Desa Embalut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk
mendukung kegiatan usaha Perseroan. ISP milik MCT berfungsi sebagai titik perpindahan
muatan dari tongkang sungai ke stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut.
2
Page 4
Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024, MCT memiliki pinjaman jangka panjang dari OCP Asia Fund IV (SF 1) Pte.
Limited (selanjutnya disebut “OCP IV”) dan OCP Asia Fund V (SF 1) Pte. Limited
(selanjutnya disebut “OCP V”) dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 341,30 miliar dengan
jangka waktu sampai dengan Oktober 2025 dan tingkat bunga sebesar 20,00% per tahun
(selanjutnya disebut “Pinjaman”).
Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk memperoleh
fasilitas kredit investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank”)
sebesar Rp 342,00 miliar dengan jangka waktu 60 bulan dan tingkat bunga sebesar JIBOR
1 Bulan + 4,00% per tahun (selanjutnya disebut “Rencana Pinjaman Bank”) sebagaimana
tercantum dalam Surat Penawaran Pemberian Kredit (selanjutnya disebut “SPPK”). Dana
yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk
melakukan Rencana Penyertaan Saham Perseroan.
Selanjutnya, MCT merencanakan untuk melakukan Rencana Penambahan Modal dimana
secara bersamaan Perseroan dan HB merencanakan untuk melakukan Rencana
Penyertaan Saham Perseroan dan Rencana Penyertaan Saham HB yang merupakan salah
satu upaya Perseroan dan HB dalam memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk
melunasi seluruh Pinjaman kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen
Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan efisien bagi
MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana Transaksi sehingga diharapkan
dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur, mengingat
tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
bunga Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan
ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan MCT
dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun pengembangan
usaha atas portofolio aset Perseroan dan MCT.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat menurunkan
leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan konsolidasian Perseroan yang
pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang.
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam rangka menjalankan strategi
bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk memperoleh Rencana Pinjaman Bank
sebagaimana tercantum dalam SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman
Bank tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.
3
Page 5
• Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam memberikan
dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman kepada OCP IV dan
OCP V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat memberikan dampak struktur
kapital yang lebih efektif dan efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal
melalui Rencana Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif
bagi seluruh pemegang saham Perseroan.
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur, mengingat
tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
bunga Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan
dan ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan
MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun
pengembangan usaha atas portofolio aset Perseroan dan MCT.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan konsolidasian
Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa MCT
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 70,00% pada tanggal
31 Maret 2024, maka Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan
harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik (selanjutnya disebut “KAP”) Y. Santosa dan Rekan (selanjutnya disebut “YSR”),
jumlah ekuitas adalah sebesar Rp 1,56 triliun. Selanjutnya, berdasarkan PPSB, jumlah nilai
transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 342,00 miliar.
Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Transaksi tersebut mencerminkan
21,97% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Maret 2024 sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi
material, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020
tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
(selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.
4
Page 6
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:
• Transaksi dimana Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan
modal ditempatkan dan disetor oleh MCT sebanyak 30.780 saham dengan nilai nominal
sebesar Rp 100.000 per saham atau setara dengan 36,56% saham MCT dengan harga
pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 307,80 miliar
sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham Perseroan.
• Transaksi dimana HB merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan modal
ditempatkan dan disetor oleh MCT sebanyak 3.420 saham dengan nilai nominal sebesar
Rp 100.000 per saham atau setara dengan 4,06% saham MCT dengan harga
pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar
sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham HB.
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku,
yaitu POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Maret 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi.
5
Page 7
JENIS LAPORAN
Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
manajemen Perseroan;
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2024 yang telah direviu oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. NA24/P.JNR/05.29.04 tanggal 29 Mei 2024;
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00057/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024 tanggal 6 Mei 2024 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian;
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2022 yang telah diaudit oleh KAP YSR
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00147/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/XI/2023
tanggal 2 November 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode lima bulan sejak tanggal
pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP
Armanda & Enita (selanjutnya disebut “AE”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00005/2.0680/AU.1/05/1570-1/1/I/2022 tanggal 31 Januari 2021 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;
6. Laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00143/2.0902/AU.1/05/1792-3/1/VII/2024 tanggal 31 Juli 2024 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;
7. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
00098/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024 tanggal 28 Mei 2024 dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian;
6
Page 8
8. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2020 – 2022 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal
31 Agustus 2023 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00147/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/XI/2023 tanggal 2 November 2023
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
9. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP AE sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00053/2.0680/AU.1/05/1570-1/1/XII/2020 tanggal 24 Desember 2020
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;
10. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang
disusun oleh manajemen Perseroan;
11. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 yang
disusun oleh manajemen Perseroan;
12. Laporan penilaian 100,00% saham MCT per 31 Maret 2024 yang disusun oleh KJPP KR
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00139/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2024
tanggal 25 September 2024;
13. PPSB;
14. SPPK;
15. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 9
tanggal 12 Februari 2024 oleh Aulia Taufani, S.H., mengenai perubahan susunan
pemegang saham Perseroan setelah pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham
(selanjutnya disebut “PUPS”), perubahan jenis Perseroan menjadi Penanaman Modal
Dalam Negeri (selanjutnya disebut “PMDN”), dan perubahan anggaran dasar pasal 4
mengenai modal;
16. Anggaran dasar MCT yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 16 tanggal
25 Agustus 2023 oleh Maria Gunarti S.H. M.Kn., terkait perubahan pasal 12 anggaran
dasar MCT terkait tugas dan wewenang Direksi;
7
Page 9
17. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Faisal Mohamad Nur
dengan posisi sebagai Direktur Utama, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain
yang terkait dengan Rencana Transaksi;
18. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
masa mendatang;
19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;
20. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
21. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
22. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
23. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
untuk penugasan; dan
24. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil
akhir pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari
manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.
8
Page 10
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya
merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan MCT berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan MCT.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang
ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah
dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi
mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.
9
Page 11
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait
lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah
tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR
bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak
memilki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240703-003 tanggal
3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
10
Page 12
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Maret 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat Kewajaran.
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:
I. Analisis atas Rencana Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.
11
Page 13
I. ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, analisis Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
I.A. Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
I.A.1. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Dalam Rencana Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang merencanakan
untuk mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor oleh
MCT sebanyak 30.780 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per
saham atau setara dengan 36,56% saham MCT dengan harga pelaksanaan
sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 307,80 miliar
sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham Perseroan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 31 Maret 2024, Perseroan merupakan entitas induk MCT dengan
kepemilikan sebesar 70,00%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham,
dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
I.A.1.a. Latar Belakang
Perseroan didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 30 Juli 2019 dalam
rangka Penanaman Modal Asing berdasarkan Undang-Undang Penanaman
Modal Asing No. 25 Tahun 2007 berdasarkan Akta Notaris Netty Maria
Machdar, SH., No. 437, yang disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Pengesahan Pendirian Badan
Hukum Perseroan Terbatas No. AHU-0037867.AH.01.01 Tahun 2019 tanggal
2 Agustus 2019, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 74, Tambahan No. 034727 Tahun 2020.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan.
Perubahan terakhir Anggaran Dasar Perseroan termuat dalam Akta Pernyataan
Keputusan Pemegang Saham No. 9 yang dibuat di hadapan Notaris Aulia
Taufani, S.H., tanggal 12 Februari 2024 mengenai perubahan susunan
pemegang saham Perseroan setelah pelaksanaan PUPS, perubahan jenis
Perseroan menjadi PMDN, dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 4
mengenai modal. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat
No. AHU-AH.01.03-0036238 dan No. AHU-AH.01.09-0059450 tanggal
12 Februari 2024.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Bakrie Tower lantai 15, Komplek Rasuna
Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta 10940.
12
Page 14
I.A.1.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Maret 2024
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Nalinkant Amratlal Rathod
Komisaris : Aninditha Anestya Bakrie
Komisaris Independen : Agus Suharyono
Direksi
Direktur Utama : Faisal Mohamad Nur
Direktur : Rahul Nalin Rathod
Direktur : Vishal Manharlal Parekh
Direktur : Munawir
Direktur : Aulia
I.A.1.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Graha Adika Niaga 5.202.000.000 41,09% 26.010.000.000
Solomed Capital Pte. Ltd 4.998.000.000 39,48% 24.990.000.000
PT Borneo Logistik Indonesia 1.744.000.000 13,77% 8.720.000.000
Aninditha Anestya Bakrie 383.293.000 3,03% 1.916.465.000
Nalinkant Amratlal Rathod 333.347.000 2,63% 1.666.735.000
Jumlah 12.660.640.000 100,00% 63.303.200.000
I.A.1.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan bergerak di bidang angkutan dengan
kegiatan usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk
barang.
13
Page 15
I.A.1.e. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan bergerak di bidang angkutan dengan
kegiatan usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk
barang.
Dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang jasa pengangkutan laut dan
transhipment, Perseroan dan MCT memiliki kontrak sesuai umur tambang (life
of mine) dengan pelanggan utama yaitu APT dan GPB untuk pengangkutan
dan pengiriman batu bara sehingga Perseroan dan MCT memiliki sumber
pendapatan yang berkesinambungan. Dengan demikian, Perseroan dan MCT
dapat lebih berfokus pada pengelolaan bisnis yang efektif dan efisien. Selain
itu, terbatasnya jasa pengangkutan laut dan transhipment menggunakan
tongkang sungai membuat jasa yang ditawarkan semakin dibutuhkan dan
menjadi nilai tambah bagi Perseroan dan MCT mengingat bahwa Indonesia
merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan juga merupakan salah satu
negara dengan garis pantai terpanjang di dunia yang memiliki potensi untuk
menjadi poros maritim dunia.
Dengan keadaan geografis yang strategis, transportasi laut khususnya kapal
sangat dibutuhkan sebagai langkah dalam mengakomodasi keberlangsungan
kegiatan ekonomi di Indonesia. Dalam menghadapi persaingan di industri
pelayaran, Perseroan memiliki beberapa keunggulan yaitu armada kapal dan
tongkang yang besar, umur armada kapal dan tongkang yang relatif muda,
lokasi transhipment yang strategis, jumlah dan kualitas sumber daya manusia,
dan teknologi perkapalan yang dimiliki serta reputasi perusahaan dalam
industri. Di tengah kondisi persaingan yang ketat, Perseroan memiliki
keunggulan kompetitif dimana sistem logistik dalam pengangkutan batu bara
terintegrasi dengan APT dan GPB, pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
Pada saat ini, Perseroan memiliki 42 tongkang sungai dan melakukan freight
charter atas 15 set tongkang sungai dan kapal tunda, memiliki 40 kapal tunda
dan melakukan time charter atas 12 set tongkang laut dan kapal tunda,
memiliki 2 assist tugs dan melakukan time charter atas 2 assist tugs serta
memiliki 1 unit Floating Transhipper Unit (FTU) dengan kapasitas sebesar
20.000 Metrik Ton (MT) Per Weather Working Day (PWWD). Kapal tongkang
Perseroan memiliki kapasitas yang mencukupi untuk menunjang volume
pengangkutan batu bara dari pelanggan. Perseroan juga menyewa kapal tunda
dan tongkang dengan skema freight charter serta time charter untuk memenuhi
permintaan pelanggan. Seiring dengan meningkatnya target produksi dan
penjualan dari pelanggan Perseroan, Perseroan terus menambah armada
untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan.
14
Page 16
Prospek Usaha
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan juga merupakan
salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia yang memiliki
potensi untuk menjadi poros maritim dunia. Letak geografis Indonesia juga
sangat strategis dimana Indonesia diapit oleh Samudera Hindia dan Samudera
Pasifik. Dengan keadaan geografis yang strategis, transportasi laut, khususnya
kapal, sangat dibutuhkan sebagai langkah dalam mengakomodasi
keberlangsungan kegiatan ekonomi di Indonesia. Transportasi laut memiliki
berbagai peran penting dalam aspek ekonomidan sosial. Kapal-kapal
memfasilitasi perdagangan dan perjalanan, serta dapat berkontribusi pada
pertahanan dan keamanan, mendukung penelitian dan inovasi serta juga
memengaruhi berbagai sektor industri.
Salah satu sektor industri yang berkaitan dengan transportasi laut tersebut
adalah batubara. Batubara merupakan sumber energi pembangkit listrik yang
paling dominan di dunia dibandingkan dengan sumber energi lainnya dan
Indonesia menjadi salah satu produsen batubara terbesar di dunia setelah
Tiongkok dan India. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
menargetkan produksi batubara nasional tahun 2024 mencapai 922,14 juta ton.
Dengan pertumbuhan tersebut, maka sektor transportasi batubara juga akan
turut terdorong dengan sendirinya. Hal ini menjadi momentum dan prospek
usaha yang positif bagi Perseroan untuk mencapai pertumbuhan kinerja yang
lebih baik lagi. Oleh karena itu, Perseroan dan Entitas Anak akan berfokus
pada kegiatan usaha yang dilakukan saat ini, yaitu usaha jasa pengangkutan
laut, transshipment dan intermediate stockpile (ISP) dengan memanfaatkan
rekam jejak dan reputasi yang dimiliki oleh Perseroan dan Entitas Anak. Dalam
menjalankan usaha tersebut, Perseroan dan Entitas Anak juga didukung
dengan sistem logistik yang terintegrasi dengan pihak afiliasi mulai dari
tambang hingga ke ISP dan transshipment area.
Dalam mengoptimalkan peluang pertumbuhan, beberapa strategi Perseroan
adalah sebagai berikut:
• Menjaga kelangsungan kontrak life of mine dan memenuhi kebutuhan
sesuai peningkatan volume produksi dari pelanggan;
• Meningkatkan kapasitas dengan membangun ISP dan menambah FTU;
• Optimalisasi penggunaan seluruh kapal tunda dan tongkang serta peralatan
lainnya yang dimiliki;
• Menambah investasi digitalisasi dalam proses bisnis Perseroan dan entitas
anak Perseroan;
• Pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia; dan
• Meningkatkan diversifikasi layanan.
15
Page 17
I.A.2. PT Mahakam Coal Terminal
Dalam Rencana Transaksi, MCT merupakan pihak yang merencanakan untuk
melakukan peningkatan modal dasar dari semula berjumlah Rp 5,00 miliar
yang terbagi atas 50.000 saham menjadi Rp 33,00 miliar yang terbagi atas
330.000 saham dan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari semula
berjumlah Rp 5,00 miliar yang terbagi atas 50.000 saham menjadi
Rp 8,42 miliar yang terbagi atas 84.200 saham dengan rincian sebagai berikut:
• MCT merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan
disetor yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 30.780 saham
dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham atau setara dengan
36,56% saham MCT dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta
atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 307,80 miliar sehubungan dengan
Rencana Penyertaan Saham Perseroan.
• MCT merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan
disetor yang akan diambil bagian oleh HB sebanyak 3.420 saham dengan
nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham atau setara dengan 4,06%
saham MCT dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau
dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar sehubungan dengan
Rencana Penyertaan Saham HB.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, MCT
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 70,00%. Latar
belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha MCT adalah
sebagai berikut:
I.A.2.a. Latar Belakang
MCT didirikan di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 21 dari Sri
Intansih, S.H., tanggal 8 Maret 2007. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. W7-03867 HT.01.01-Th.2007 tanggal 10 April 2007.
Anggaran Dasar MCT telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan
terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 16 dari Maria Gunarti, S.H., M.Kn
tanggal 25 Agustus 2023, tentang perubahan Pasal 12 Anggaran Dasar MCT
terkait tugas dan wewenang direksi. Perubahan tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0110145 tanggal
28 Agustus 2023.
16
Page 18
I.A.2.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MCT pada tanggal 31 Maret 2024
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Nalinkant Amratlal Rathod
Komisaris : Meliani Bunawan
Komisaris : Aninditha Anestya Bakrie
Komisaris : Faisal Mohamad Nur
Direksi
Direktur Utama : Munawir
Direktur : Rahul Nalin Rathod
Direktur : Honardy Boentario
Direktur : Vishal Manharlal Parekh
I.A.2.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham MCT berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk 35.000 70,00% 3.500.000.000
PT Ade Putra Tanrajeng 5.000 10,00% 500.000.000
PT Guruh Putra Bersama 5.000 10,00% 500.000.000
Honardy Boentario 5.000 10,00% 500.000.000
Jumlah 50.000 100,00% 5.000.000.000
I.A.2.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha
perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini, MCT bergerak di
bidang operasi terminal untuk kepentingan sendiri yang digunakan sebagai ISP
yang beroperasi di Desa Embalut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan
Timur untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan. ISP milik MCT berfungsi
sebagai titik perpindahan muatan dari tongkang sungai ke stockpile serta dari
stockpile ke tongkang laut.
17
Page 19
I.A.3. Honardy Boentario
Dalam Rencana Transaksi, HB merupakan pihak yang merencanakan untuk
mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor oleh MCT
sebanyak 3.420 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham
atau setara dengan 4,06% saham MCT dengan harga pelaksanaan sebesar
Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar sehubungan
dengan Rencana Penyertaan Saham HB.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HB
merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan merupakan pemegang
saham dari MCT dengan kepemilikan sebesar 10,00%.
I.B. Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
Pada tanggal 30 September 2024, Perseroan, GPB, APT, HB, dan MCT telah
menandatangani PPSB sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok
kesepakatan penting dalam PPSB adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPSB adalah Perseroan, GPB,
APT, HB, dan MCT.
• Objek dan Nilai Rencana Transaksi
Objek dan nilai rencana transaksi berdasarkan PPSB adalah sebagai
berikut:
MCT merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi dengan rincian
sebagai berikut:
- MCT merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan
dan disetor yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak
30.780 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham
atau setara dengan 36,56% saham MCT dengan harga pelaksanaan
sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar
Rp 307,80 miliar.
- MCT merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan
dan disetor yang akan diambil bagian oleh HB sebanyak 3.420 saham
dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham atau setara
dengan 4,06% saham MCT dengan harga pelaksanaan sebesar
Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar.
18
Page 20
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, APT dan GPB setuju untuk
mengesampingkan haknya untuk ditawarkan terlebih dahulu dan
mengambil bagian atas sebagian atau seluruh saham baru;
• Persyaratan Pendahuluan dan Penyelesaian Penempatan Saham
Persyaratan Pendahuluan dan Penyelesaian Penempatan Saham berdasarkan
PPSB adalah sebagai berikut:
a. Penempatan Saham oleh Perseroan dan HB akan dilaksanakan setelah
seluruh persyaratan pendahuluan di bawah ini terpenuhi, dalam bentuk dan
isi sebagaimana disetujui (atau dikesampingkan secara tertulis) oleh
Perseroan dan HB:
- Salinan keputusan pemegang saham, dewan komisaris dan/atau direksi
Perseroan (sebagaimana disyaratkan anggaran dasar Perseroan) yang
menyetujui, antara lain, penempatan atas saham yang ditempatkan
Perseroan dalam MCT;
- Salinan daftar pemegang saham MCT;
- Salinan pemberitahuan pembayaran kembali lebih awal yang dikirimkan
oleh MCT kepada The Bank of New York Mellon, Singapore Branch,
sebagai agen fasilitas dalam perjanjian kredit OCP IV dan OCP V, yang
disampaikan secara patut dan sesuai dengan ketentuan dalam
perjanjian kredit OCP IV dan OCP V;
- Salinan perjanjian pemberian fasilitas pinjaman yang telah
ditandatangani oleh Perseroan dan MCT dengan Bank (selanjutnya
disebut “Perjanjian Fasilitas Perseroan-MCT”); dan
- Salinan suatu dokumen, pernyataan, atau konfirmasi tertulis yang
membuktikan bahwa Perjanjian Fasilitas Perseroan-MCT telah
memenuhi syarat pencairan.
b. Jika salah satu pihak mengetahui adanya fakta atau keadaan yang mana
dapat menghalangi pihak lainnya untuk memenuhi persyaratan
pendahuluan penempatan saham, pihak yang mengetahui tersebut harus
segera memberitahukan kepada pihak lainnya mengenai fakta atau
keadaan tersebut dengan pemberitahuan tertulis.
• Tanggal Pemberhentian Panjang
Tanggal pemberhentian panjang berdasarkan PPSB adalah enam puluh hari
kalender sejak tanggal PPSB ini, atau tanggal lain sebagaimana dapat
disepakati secara tertulis oleh Para Pihak
19
Page 21
• Penyelesaian
Penyelesaian berdasarkan PPSB adalah sebagai berikut:
a. Penyelesaian penempatan saham akan dilakukan pada atau sebelum hari
kerja ke-5 setelah tanggal dimana seluruh persyaratan pendahuluan
penempatan saham terpenuhi, atau pada waktu lain yang dapat disepakati
oleh para pihak (selanjutnya disebut “Tanggal Penyelesaian Penempatan
Saham”).
b. Pada Tanggal Penyelesaian Penempatan Saham:
- Perseroan akan menyerahkan atau akan menyebabkan untuk
diserahkannya kepada Perseroan dan HB dokumen yang membuktikan
pemenuhan persyaratan pendahuluan penempatan saham yang
menjadi kewajiban MCT;
- Masing-masing Perseroan dan HB akan menyerahkan atau akan
menyebabkan untuk diserahkannya kepada MCT dokumen yang
membuktikan pemenuhan persyaratan pendahuluan penempatan
saham yang menjadi kewajiban Perseroan dan HB;
- Masing-masing Perseroan dan HB akan menyerahkan bukti
pembayaran atas harga penempatan sahamnya; dan
- APT dan GPB akan menyerahkan salinan surat pengesampingan hak
untuk ditawarkan terlebih dahulu dan mengambil bagian atas sebagian
atau seluruh saham yang ditempatkan;
- Perseroan akan:
i. Menyerahkan kepada notaris yang ditunjuk keputusan Pemegang
Saham MCT (selanjutnya disebut “Keputusan RUPSLB MCT”)
yang menyetujui, antara lain:
1. Penambahan Modal;
2. Penempatan Saham;
3. Perubahan komposisi pemegang saham MCT; dan
4. Pengesampingan hak Pemegang Saham MCT untuk
ditawarkan terlebih dahulu dan mengambil bagian atas
sebagian atau seluruh saham yang ditempatkan,
dalam bentuk dan isi yang disepakati oleh para pihak; dan
ii. Menandatangani akta-akta notaris untuk Keputusan RUPSLB
MCT.
20
Page 22
• Hukum yang Mengatur dan Penyelesaian Sengketa
Hukum yang mengatur dan penyelesaian sengketa berdasarkan PPSB ini
diatur berdasarkan dan ditafsirkan sesuai dengan Hukum Republik
Indonesia.
I.C. Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam
rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk
memperoleh Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam
SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut, akan
digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.
• Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh
Pinjaman kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen
Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan
efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana
Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi
seluruh pemegang saham Perseroan.
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT
diharapkan dapat melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan
dengan lebih terstruktur, mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman
Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga
Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan
ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh
Perseroan dan MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal,
dan modal kerja maupun pengembangan usaha atas portofolio aset
Perseroan dan MCT.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
dapat menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban
keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
akan datang.
21
Page 23
Risiko Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
dana atas Rencana Pinjaman Bank untuk investasi lain yang mungkin
memiliki tingkat balikan yang lebih menguntungkan dibandingkan Rencana
Transaksi.
• Apabila pada saat pinjaman tersebut jatuh tempo, MCT tidak memiliki
kecukupan dana untuk melunasi seluruh pinjaman atas Rencana Pinjaman
Bank tersebut, maka hal tersebut berpotensi memberikan dampak bagi
likuiditas dan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.
• Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan MCT pada masa yang
akan datang, MCT masih memerlukan dukungan pendanaan dari
Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan.
22
Page 24
II. ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
II.A. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
II.A.1. Latar Belakang
Perseroan didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 30 Juli 2019 dalam
rangka Penanaman Modal Asing berdasarkan Undang-Undang Penanaman
Modal Asing No. 25 Tahun 2007 berdasarkan Akta Notaris Netty Maria
Machdar, SH., No. 437, yang disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Pengesahan Pendirian Badan
Hukum Perseroan Terbatas No. AHU-0037867.AH.01.01 Tahun 2019 tanggal
2 Agustus 2019, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 74, Tambahan No. 034727 Tahun 2020.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan.
Perubahan terakhir Anggaran Dasar Perseroan termuat dalam Akta Pernyataan
Keputusan Pemegang Saham No. 9 yang dibuat di hadapan Notaris Aulia
Taufani, S.H., tanggal 12 Februari 2024 mengenai perubahan susunan
pemegang saham Perseroan setelah pelaksanaan PUPS, perubahan jenis
Perseroan menjadi PMDN, dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 4
mengenai modal. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat
No. AHU-AH.01.03-0036238 dan No. AHU-AH.01.09-0059450 tanggal
12 Februari 2024.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Bakrie Tower lantai 15, Komplek Rasuna
Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta 10940.
II.A.2. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan bergerak di bidang angkutan dengan
kegiatan usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk
barang.
23
Page 25
II.B. Tinjauan Industri Batubara
II.B.1. Tinjauan Industri Batubara di Dunia
Batubara merupakan salah satu sumber energi dan mineral yang berharga
selain minyak bumi, gas alam, emas, perak, dan berbagai jenis logam lainnya.
Batubara juga merupakan salah satu jenis komoditas yang paling banyak
diminati dalam perdagangan, karena merupakan salah satu sumber energi
penting bagi dunia yang banyak digunakan sebagai sumber energi dalam
pembangkit tenaga listrik, khususnya pembangkit listrik tenaga uap.
Indeks Harga Batubara Dunia
Desember 2023 – Juni 2024
(Dalam Indeks Poin)
195
190
185
180
175
170
165
160
155
150
Des-23 Jan-24 Feb-24 Mar-24 Apr-24 Mei-24 Jun-24
Indeks Harga 183,91 173,56 163,51 174,32 180,73 189,37 185,92
Sumber: Statista
Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, indeks harga
batubara di seluruh dunia pada Februari tahun 2024 yaitu sebesar 163,51
indeks poin, mengalami penurunan sebesar 10,05 indeks poin atau setara
dengan 5,79% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Berdasarkan data
yang diperoleh dari Chem Analyst, penurunan nilai indeks harga batubara
tersebut antara lain disebabkan oleh penurunan permintaan yang dikarenakan
oleh cuaca yang lebih hangat dibandingkan dengan perkiraan, selain itu,
produksi yang terhenti di beberapa kawasan Tiongkok karena libur tahun baru
Imlek telah berkontribusi terhadap penurunan permintaan. Sementara itu,
indeks harga batubara tertinggi yaitu pada Mei 2024 sebesar 189,37 indeks
poin, mengalami peningkatan sebesar 8,64 indeks poin atau setara dengan
4,78% dibandingkan dengan Maret 2024.
24
Page 26
Harga Batubara di Dunia
Tahun 2024
(Dalam USD per MT)
Deskripsi Q1 Q2 Q3* Q4*
Coal CIF ARA 115,35 105,00 106,00 100,00
Coal Ric Bay 110,00 113,50 116,00 118,00
Steam Coal FOB Newcastle Australia 139,83 130,00 133,30 130,00
Hard Coking Coal AU 300,00 260,00 260,00 260,00
Sumber: Bloomberg
*) Proyeksi
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada Q2/2024 harga
batubara secara global berdasarkan kategori Coal CIF ARA, Coal Ric Bay,
Steam Coal FOB Newcastle Australia, dan Hard Coking Coal AU masing-
masing sebesar USD 105,00 MT, USD 113,50 MT, USD 130,00 MT, dan USD
260,00 MT. Pada kategori Coal CIF ARA diprediksikan pada Q3/2024
mengalami kenaikan sebesar 0,95% dibandingkan periode Q2/2024, namun
pada Q4/2024 mengalami penurunan sebesar 5,66% dibandingkan periode
Q3/2024. Sedangkan pada kategori Coal Ric Bay, diprediksikan pada Q3/2024
dan Q4/2024 harga batubara mengalami peningkatan sebesar 2,20% dan
1,72% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Selanjutnya, pada kategori
Steam Coal FOB Newcastle Australia pada Q3/2024 mengalami kenaikan
sebesar 2,54% dibandingkan dengan Q2/2024, sedangkan pada Q4/2024
mengalami sebesar 2,48% dibandingkan dengan periode Q3/2024. Selain itu,
berdasarkan kategori Hard Coking Coal AU pada Q3/2024, dan Q4/2024 tidak
mengalami perubahan harga yaitu bertahan pada USD 260,00.
Proyeksi Produksi Batubara di Dunia
Tahun 2025 – 2029
(Dalam triliun Kg)
9,40
9,20
9,00
8,80
8,60
8,40
8,20
8,00
7,80
2025 2026 2027 2028 2029
Produksi 8,30 8,53 8,76 9,00 9,24
Sumber: Statista
25
Page 27
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2025 hingga 2029,
jumlah produksi yang terjadi pada tahun 2025 hingga 2029 masing-masing
sebesar 8,30 triliun Kg, 8,53 triliun Kg, 8,76 triliun Kg, 9,00 triliun Kg, dan
9,24 triliun Kg. Produksi batubara di dunia diperkirakan mengalami peningkatan
produksi setiap tahunnya, pada tahun 2026 hingga 2029 diproyeksikan
mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,23 triliun Kg, 0,23 triliun Kg,
0,24 triliun Kg, dan triliun Kg atau masing-masing setara dengan 2,77%, 2,70%,
2,74%, dan 2,67% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Proyeksi Harga Batubara di Dunia
Tahun 2025 - 2027
(Dalam USD per MT)
Deskripsi 2024 2025 2026 2027
Coal CIF ARA 107,50 95,50 90,00 93,00
Coal Ric Bay 115,00 110,00 99,40 101,70
Steam Coal FOB Newcastle Australia 132,15 125,00 114,00 110,00
Hard Coking Coal AU 274,50 240,00 220,00 206,90
Sumber: Bloomberg
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, proyeksi harga batubara
kategori Coal CIF ARA pada tahun 2027 mengalami kenaikan sebesar
USD 3,00 per MT atau setara dengan 3,33% dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Selanjutnya, untuk kategori Coal Ric Bay proyeksi harga Batubara
dunia mengalami fluktuasi. Kenaikan terjadi harga batubara untuk kategori Coal
Ric Bay pada tahun 2027 yaitu sebesar USD 2,30 MT atau setara dengan
2,31% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun demikian, untuk
kategori steam coal FOB Newcastle Australia pada tahun 2026 dan 2027
mengalami penurunan harga masing-masing sebesar USD 11,00 MT dan
USD 4,00 MT atau masing-masing setara dengan 8,80% dan 3,51%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara untuk kategori hard
coking coal AU pada tahun 2026 dan 2027 turut mengalami penurunan harga
masing-masing sebesar USD 20,00 MT dan USD 13,10 MT atau
masing-masing setara dengan 8,33% dan 5,95% dibandingkan dengan tahun
sebelumnya.
Menurut laporan Global Data, produksi batubara global akan mengalami
peningkatan pada tingkat laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound
annual growth rate/CAGR) sebesar 0,70% dihitung sejak tahun 2024 hingga
tahun 2030 mencapai jumlah produksi sebesar 9,37 ribu MT pada tahun 2030.
Jumlah produksi tersebut terutama ditopang oleh produksi batubara Tiongkok
dan India pada tahun 2030 yang diproyeksikan masing-masing sebesar
4,67 ribu MT dan 1,30 ribu MT, sementara produksi batubara AS diproyeksikan
mengalami penurunan menjadi sebesar 0,44 ribu MT pada tahun 2030 yang
disebabkan oleh penutupan bertahap atas lima tambang batubara utama AS.
Selain itu, konsumsi batubara global diproyeksikan menjadi sebesar 8,79 ribu
MT pada tahun 2030 didorong oleh permintaan dari Tiongkok, India, Rusia, dan
Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan produksi baja
yang merupakan pendorong utama permintaan batubara.
26
Page 28
II.B.2. Tinjauan Industri Batubara di Indonesia
Salah satu hasil komoditas pertambangan yang paling dikenal di Indonesia
adalah batubara. Indonesia merupakan salah satu negara produsen maupun
eksportir batubara terbesar di dunia. Hal ini dipicu adanya ketersediaan sumber
daya yang tersebar di beberapa lokasi yaitu pulau Jawa, Sulawesi, dan Papua.
Kualitas sumber daya batubara di Indonesia bervariasi jika dilihat berdasarkan
ukuran kalori, kandungan abu, kandungan sulfur, dan unsur-unsur lainnya.
Selain dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, batubara juga berperan dalam
menopang sektor industri lainnya.
Batu bara asal Indonesia memang masih memiliki peran yang kuat di pasar
global di tengah tren transisi energi. Stabilnya permintaan juga membuat
batubara terus menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Terlebih,
sebagian besar pasokan batu bara untuk PLTU di Asia Pasifik berasal dari
Indonesia, dimana sebanyak kurang lebih 70,00% PLTU global yang masih
beroperasi saat ini berada di wilayah Asia Pasifik.
Volume Produksi Batubara di Indonesia Berdasarkan Pemanfaatan
Periode Februari 2024 – Maret 2024
(Dalam Jutaan Ton)
80,00
70,00
60,00
50,00
40,00
30,00
20,00
10,00
0,00
Total Produksi Dalam Negeri Ekspor
Feb-24 64,11 30,35 33,82
Mar-24 71,68 30,98 35,26
Sumber: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
27
Page 29
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM), volume produksi batubara di Indonesia pada Maret 2024
mengalami peningkatan sebesar 7,57 juta ton atau setara dengan 11,81%
dibandingkan dengan volume produksi batubara pada Februari 2024.
Peningkatan produksi tersebut didorong oleh 587 permohonan Rencana Kerja
dan Anggaran Biaya (RKAB) badan usaha batubara yang telah disetujui oleh
Kementerian ESDM dari jumlah keseluruhan sebanyak 883 permohonan RKAB
sebagai upaya peningkatan produksi batubara. Berdasarkan pemanfaatannya
produksi volume batubara di Indonesia dibagi menjadi 2 kategori yaitu untuk
pemanfaatan kebutuhan dalam negeri dan kebutuhan ekspor. Dalam
pemanfaatan kebutuhan dalam negeri tahun pada Maret 2024 mencapai
sebesar 0,63 juta ton atau setara dengan 2,08% dibandingkan dengan Februari
2024. Sedangkan, pada Maret 2024 batubara dimanfaatkan untuk ekspor yaitu
mencapai mencapai 35,26 juta ton atau mengalami kenaikan sebesar 4,26%
dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Realisasi Produksi & Penjualan Batubara
Periode Juni 2024
(Dalam Jutaan Ton)
70
60
50
40
30
20
10
0
Realisasi Produksi Realisasi Domestik Realisasi Ekspor
Jun-24 57,27 30,44 32,82
Sumber: Minerba One Data Indonesia
Berdasarkan data yang diperoleh dari Minerba One Data Indonesia, realisasi
produksi, realisasi penjualan domestik, dan realisasi ekspor batubara di
Indonesia pada Juni 2024 masing-masing sebesar 57,27 juta ton, 30,44 juta
ton, dan 32,82 juta ton. Selanjutnya, berdasarkan data Asosiasi Pertambangan
Batubara Indonesia, realisasi produksi dan penjualan batubara Juni mengalami
penurunan dibandingkan dengan bulan Maret 2024 dikarenakan tidak ada
permintaan khusus dari dua negara tujuan ekspor utama yaitu Tiongkok dan
India, akibat permintaan batubara di pasar spot Tiongkok pada musim panas
tahun ini yang tidak mengalami peningkatan signifikan. Selain itu, akibat faktor
cuaca, pasokan listrik Tiongkok dari pembangkit listrik tenaga air turut
mengalami peningkatan sehingga menyebabkan permintaan batubara
menurun.
28
Page 30
Selanjutnya, menurut data yang diperoleh dari Minerba One Data Indonesia
pada Q2/2024, jenis perizinan di Indonesia terbanyak ada pada Izin Usaha
Pertambangan atau IUP yaitu mencapai 4.212 perizinan dari angka tersebut,
sebanyak 905 perizinan IUP ada pada IUP jenis komoditas batubara yang
terbagi menjadi 895 perizinan untuk operasi produksi batubara dan 10 untuk
perizinan eksplorasi batubara. Maka dalam hal ini, total tonase dari RKAB yang
telah disetujui sebesar 922,14 juta ton. Angka tersebut tercatat 19,60% lebih
tinggi dibandingkan dengan realisasi produksi batubara pada tahun lalu, yaitu
sebesar 770,97 juta ton.
Proyeksi Produksi Batubara Indonesia
Tahun 2024 – 2029
(Dalam miliar Ton)
0,85
0,80
0,75
0,70
0,65
0,60
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Produksi 0,69 0,71 0,74 0,77 0,79 0,82
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pembangkit listik tenaga
batubara diproyeksikan mencapai kapasitas 215,90 miliar KWh pada tahun
2024, sementara proyeksi jumlah produksi batubara di Indonesia pada tahun
2024 – 2029 mengalami kenaikan rata – rata sebesar 0,03 miliar ton atau
sebesar 3,51%. Proyeksi produksi batubara tertinggi ada pada tahun 2029
yang mencapai sebesar 0,82 miliar ton. Selain itu, industri batubara Indonesia
diproyeksikan mengalami pertumbuhan pada tingkat CAGR sebesar 4,59%
dihitung sejak tahun 2024 hingga tahun 2029. Di samping itu, pengembangan
energi baru dan terbarukan tetap memainkan peran penting di tengah
pemanfaatan batu bara domestik. Terlebih, Pemerintah juga terus memacu
upaya pencapaian target emisi nol pada tahun 2060.
29
Page 31
Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Analisis Keparlemenan Badan
Keahlian Setjen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, saat ini
Indonesia masih menjadikan batubara sebagai sumber utama energi nasional
hingga 10 sampai 20 tahun ke depan. Keunggulan yang dimiliki batubara di
antaranya adalah harganya yang murah dibandingkan dengan sumber energi
lain dan pasokannya yang cukup melimpah. Indonesia memiliki cadangan
batubara nasional mencapai 35,00 miliar ton dengan sumber daya
134,00 miliar ton. Jumlah tersebut diperkirakan dapat digunakan hingga
500 tahun ke depan jika dilakukan dengan cara yang benar. Apabila sebagian
di antaranya diekspor, batubara Indonesia masih bisa dimanfaatkan hingga
200 tahun mendatang.
II.C. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan bergerak di bidang angkutan dengan
kegiatan usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk
barang.
Dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang jasa pengangkutan laut dan
transhipment, Perseroan dan MCT memiliki kontrak sesuai umur tambang (life
of mine) dengan pelanggan utama yaitu APT dan GPB untuk pengangkutan
dan pengiriman batu bara sehingga Perseroan dan MCT memiliki sumber
pendapatan yang berkesinambungan. Dengan demikian, Perseroan dan MCT
dapat lebih berfokus pada pengelolaan bisnis yang efektif dan efisien. Selain
itu, terbatasnya jasa pengangkutan laut dan transhipment menggunakan
tongkang sungai membuat jasa yang ditawarkan semakin dibutuhkan dan
menjadi nilai tambah bagi Perseroan dan MCT mengingat bahwa Indonesia
merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan juga merupakan salah satu
negara dengan garis pantai terpanjang di dunia yang memiliki potensi untuk
menjadi poros maritim dunia.
Dengan keadaan geografis yang strategis, transportasi laut khususnya kapal
sangat dibutuhkan sebagai langkah dalam mengakomodasi keberlangsungan
kegiatan ekonomi di Indonesia. Dalam menghadapi persaingan di industri
pelayaran, Perseroan memiliki beberapa keunggulan yaitu armada kapal dan
tongkang yang besar, umur armada kapal dan tongkang yang relatif muda,
lokasi transhipment yang strategis, jumlah dan kualitas sumber daya manusia,
dan teknologi perkapalan yang dimiliki serta reputasi perusahaan dalam
industri. Di tengah kondisi persaingan yang ketat, Perseroan memiliki
keunggulan kompetitif dimana sistem logistik dalam pengangkutan batu bara
terintegrasi dengan APT dan GPB, pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
30
Page 32
Pada saat ini, Perseroan memiliki 42 tongkang sungai dan melakukan freight
charter atas 15 set tongkang sungai dan kapal tunda, memiliki 40 kapal tunda
dan melakukan time charter atas 12 set tongkang laut dan kapal tunda,
memiliki 2 assist tugs dan melakukan time charter atas 2 assist tugs serta
memiliki 1 unit Floating Transhipper Unit (FTU) dengan kapasitas sebesar
20.000 Metrik Ton (MT) Per Weather Working Day (PWWD). Kapal tongkang
Perseroan memiliki kapasitas yang mencukupi untuk menunjang volume
pengangkutan batu bara dari pelanggan. Perseroan juga menyewa kapal tunda
dan tongkang dengan skema freight charter serta time charter untuk memenuhi
permintaan pelanggan. Seiring dengan meningkatnya target produksi dan
penjualan dari pelanggan Perseroan, Perseroan terus menambah armada
untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan.
Prospek Usaha
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan juga merupakan
salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia yang memiliki
potensi untuk menjadi poros maritim dunia. Letak geografis Indonesia juga
sangat strategis dimana Indonesia diapit oleh Samudera Hindia dan Samudera
Pasifik. Dengan keadaan geografis yang strategis, transportasi laut, khususnya
kapal, sangat dibutuhkan sebagai langkah dalam mengakomodasi
keberlangsungan kegiatan ekonomi di Indonesia. Transportasi laut memiliki
berbagai peran penting dalam aspek ekonomidan sosial. Kapal-kapal
memfasilitasi perdagangan dan perjalanan, serta dapat berkontribusi pada
pertahanan dan keamanan, mendukung penelitian dan inovasi serta juga
memengaruhi berbagai sektor industri.
Salah satu sektor industri yang berkaitan dengan transportasi laut tersebut
adalah batubara. Batubara merupakan sumber energi pembangkit listrik yang
paling dominan di dunia dibandingkan dengan sumber energi lainnya dan
Indonesia menjadi salah satu produsen batubara terbesar di dunia setelah
Tiongkok dan India. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
menargetkan produksi batubara nasional tahun 2024 mencapai 922,14 juta ton.
Dengan pertumbuhan tersebut, maka sektor transportasi batubara juga akan
turut terdorong dengan sendirinya. Hal ini menjadi momentum dan prospek
usaha yang positif bagi Perseroan untuk mencapai pertumbuhan kinerja yang
lebih baik lagi. Oleh karena itu, Perseroan dan Entitas Anak akan berfokus
pada kegiatan usaha yang dilakukan saat ini, yaitu usaha jasa pengangkutan
laut, transshipment dan intermediate stockpile (ISP) dengan memanfaatkan
rekam jejak dan reputasi yang dimiliki oleh Perseroan dan Entitas Anak. Dalam
menjalankan usaha tersebut, Perseroan dan Entitas Anak juga didukung
dengan sistem logistik yang terintegrasi dengan pihak afiliasi mulai dari
tambang hingga ke ISP dan transshipment area.
31
Page 33
Dalam mengoptimalkan peluang pertumbuhan, beberapa strategi Perseroan
adalah sebagai berikut:
• Menjaga kelangsungan kontrak life of mine dan memenuhi kebutuhan
sesuai peningkatan volume produksi dari pelanggan;
• Meningkatkan kapasitas dengan membangun ISP dan menambah FTU;
• Optimalisasi penggunaan seluruh kapal tunda dan tongkang serta peralatan
lainnya yang dimiliki;
• Menambah investasi digitalisasi dalam proses bisnis Perseroan dan entitas
anak Perseroan;
• Pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia; dan
• Meningkatkan diversifikasi layanan.
II.D. Alasan Dilakukan Rencana Transaksi
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam
rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk
memperoleh Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam
SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut, akan
digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.
• Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh
Pinjaman kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen
Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan
efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana
Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi
seluruh pemegang saham Perseroan.
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT
diharapkan dapat melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan
dengan lebih terstruktur, mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman
Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga
Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan
ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh
Perseroan dan MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal,
dan modal kerja maupun pengembangan usaha atas portofolio aset
Perseroan dan MCT.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
dapat menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban
keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
akan datang.
32
Page 34
II.E. Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam
rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk
memperoleh Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam
SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut, akan
digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.
• Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh
Pinjaman kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen
Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan
efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana
Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi
seluruh pemegang saham Perseroan.
• Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT
diharapkan dapat melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan
dengan lebih terstruktur, mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman
Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga
Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan
ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh
Perseroan dan MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal,
dan modal kerja maupun pengembangan usaha atas portofolio aset
Perseroan dan MCT.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
dapat menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban
keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
akan datang.
33
Page 35
Kerugian Recana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
dana atas Rencana Pinjaman Bank untuk investasi lain yang mungkin
memiliki tingkat balikan yang lebih menguntungkan dibandingkan Rencana
Transaksi.
• Apabila pada saat pinjaman tersebut jatuh tempo, MCT tidak memiliki
kecukupan dana untuk melunasi seluruh pinjaman atas Rencana Pinjaman
Bank tersebut, maka hal tersebut berpotensi memberikan dampak bagi
likuiditas dan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.
• Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan MCT pada masa yang
akan datang, MCT masih memerlukan dukungan pendanaan dari
Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan.
34
Page 36
III. ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
III.A. Analisis atas Kinerja Historis Perseroan
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 telah direviu oleh KAP YSR. Laporan
keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP YSR dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal. Laporan
keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain. Laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 dengan angka perbandingan untuk periode lima bulan
sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan 31 Desember 2019 telah
diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan hal lain.
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
III.A.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 86.241 1.217 36.428 14.097 1.045 589
Piutang usaha - neto
Pihak ketiga 50.618 39.317 27.961 29.620 - -
Pihak berelasi 295.544 195.627 140.900 112.089 11.768 -
Piutang lain-lain - neto 1 - 40 - - -
Persediaan 3.825 1.523 4.621 - - -
Pajak dibayar di muka 208 - 1.459 12 2.795 64
Uang muka 3.239 3.934 9.464 10.048 12.590 10.870
Beban dibayar di muka 2.919 2.556 1.120 1.717 227 -
Dana yang dibatasi penggunaannya 332 134 - - - -
Aset Lancar lainnya 29.250 - - - - -
Jumlah Aset Lancar 472.176 244.309 221.993 167.582 28.425 11.523
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain neto 955 - 717 - - -
Piutang pihak berelasi - neto 886.847 858.473 752.872 649.134 575.295 22.892
Aset pajak tangguhan 2.372 2.435 10.124 5.449 7.924 3.244
Aset hak-guna - neto 34.316 36.132 9.845 18.716 9.678 -
Aset tetap - neto 729.182 716.193 381.475 362.202 334.624 148.179
Uang muka pembelian aset tetap 122.316 54.268 19.918 5.600 14.753 7.706
Goodwill 7.706 7.706 7.706 7.706 7.706 -
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.783.695 1.675.208 1.182.657 1.048.807 949.981 182.021
JUMLAH ASET 2.255.872 1.919.517 1.404.650 1.216.389 978.406 193.544
35
Page 37
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga 75.203 60.655 22.104 16.463 23.187 16.605
Pihak berelasi 24.519 33.238 5.114 4.852 1.179 -
Uang muka dari pelanggan - - - - - 1.000
Beban akrual 14.129 13.518 8.911 7.070 10.087 76
Utang pajak 79.717 65.544 32.674 20.798 2.596 343
Utang lain-lain 194 120 3.383 3.062 7.371 17.241
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 326.461 263.290 902.141 248.040 104.142 9.000
Liabilitas sewa 8.658 8.538 6.370 13.923 6.444 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 528.880 444.904 980.698 314.207 155.005 44.265
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi 84.985 83.607 61.086 79.486 92.961 15.276
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 51.126 721.822 9.351 619.223 719.364 72.696
Liabilitas sewa 32.112 32.271 4.679 6.905 3.471 -
Liabilitas imbalan pascakerja 2.381 2.137 1.162 328 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 170.604 839.837 76.278 705.942 815.797 87.972
JUMLAH LIABILITAS 699.484 1.284.741 1.056.976 1.020.148 970.802 132.237
EKUITAS
Modal saham 79.129 63.303 51.000 51.000 51.000 51.000
Tambahan modal disetor - neto 924.352 91.780 - - - -
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto (259) (286) (394) (11) - -
Saldo laba (defisit) 554.739 481.009 294.242 130.663 (58.447) (10.374)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 1.557.961 635.807 344.848 181.651 (7.447) 40.626
Kepentingan non-pengendali (1.574) (1.031) 2.826 14.589 15.050 20.681
JUMLAH EKUITAS 1.556.387 634.775 347.674 196.241 7.603 61.307
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.255.872 1.919.517 1.404.650 1.216.389 978.406 193.544
III.A.2. Aset
Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024,
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, masing-masing adalah
sebesar Rp 2.255,87 miliar, Rp 1.919,52 miliar, Rp 1.404,65 miliar,
Rp 1.216,39 miliar, Rp 978,41 miliar, dan Rp 193,54 miliar.
Pada tanggal 31 Maret 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 336,36 miliar atau setara dengan 17,52% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, piutang usaha – neto - pihak
berelasi, serta uang muka pembelian aset tetap masing-masing sebesar
Rp 85,02 miliar, Rp 99,92 miliar, dan Rp 68,05 miliar.
36
Page 38
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 514,87 miliar atau setara dengan 36,65% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan piutang usaha – neto – pihak berelasi, piutang pihak
berelasi – neto, dan aset tetap – neto masing-masing sebesar Rp 54,73 miliar,
Rp 105,60 miliar, dan Rp 334,72 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 188,26 miliar atau setara dengan 15,48% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, piutang usaha – neto – pihak
berelasi, serta piutang pihak berelasi - neto masing-masing sebesar
Rp 22,33 miliar, Rp 28,81 miliar, dan Rp 103,74 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 237,98 miliar atau setara dengan 24,32% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan piutang usaha - neto - pihak ketiga, piutang
usaha – neto - pihak berelasi, piutang pihak berelasi - neto masing-masing
sebesar Rp 29,62 miliar, Rp 100,32 miliar, dan Rp 73,84 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 784,86 miliar atau setara dengan 405,52% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan piutang pihak berelasi – neto dan aset tetap - neto
masing-masing sebesar Rp 552,40 miliar dan Rp 186,45 miliar.
III.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024,
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, masing-masing adalah
sebesar Rp 699,48 miliar, Rp 1.284,74 miliar, Rp 1.056,98 miliar,
Rp 1.020,15 miliar, Rp. 970,80, dan Rp 132,24 miliar.
Pada tanggal 31 Maret 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami penurunan
sebesar Rp 585,26 miliar atau setara dengan 45,55% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 607,53 miliar.
37
Page 39
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 227,77 miliar atau setara dengan 21,55% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha pihak ketiga, utang pajak,
serta pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar Rp 38,55 miliar,
Rp 32,87 miliar dan Rp 73,62 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 36,83 miliar atau setara dengan 3,61% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 44,29 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 49,35 miliar atau setara dengan 5,08% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 43,76 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 838,57 miliar atau setara dengan 634,14% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 741,81 miliar.
III.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024,
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, masing-masing adalah
sebesar Rp 1.556,39 miliar, Rp 634,78 miliar, Rp 347,67 miliar,
Rp 196,24 miliar, Rp 7,60 miliar, dan Rp 61,31 miliar.
Pada tanggal 31 Maret 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 921,61 miliar atau setara dengan 145,19% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh tambahan modal disetor melalui penawaran umum saham
perdana dan laba neto yang dibukukan oleh Perseroan
masing-masing sebesar Rp 845,10 miliar dan Rp 73,19 miliar.
38
Page 40
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 287,10 miliar atau setara dengan 82,58% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dan laba
neto yang dibukukan oleh Perseroan masing-masing sebesar Rp 104,08 miliar
dan Rp 182,91 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 151,43 miliar atau setara dengan 77,17% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba neto yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
Rp 151,82 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 188,64 miliar dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada
tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh laba neto
yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 188,65 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, ekuitas Perseroan mengalami penurunan
sebesar Rp 53,70 miliar atau setara dengan 87,60% dibandingkan dengan
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh Perseroan.
III.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(3 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (5 bulan)
Pendapatan 250.626 931.006 670.120 627.717 83.599 351
Beban pokok pendapatan 129.509 554.129 368.904 324.763 88.852 7.905
Laba (rugi) bruto 121.118 376.877 301.216 302.954 (5.253) (7.554)
Beban usaha (22.164) (70.639) (37.390) (26.589) (20.398) (6.603)
Laba (rugi) usaha 98.953 306.238 263.826 276.365 (25.652) (14.157)
Penghasilan (beban) lain-lain
Penghasilan bunga 33.959 124.032 136.308 106.437 66.642 61
Pembalikan (penyisihan) untuk kerugian penurunan
nilai - neto 38 (1.432) (4.295) (1.671) (4.583) -
Pajak final (1.951) (8.020) (6.064) (5.350) (429) -
Beban pajak (4.193) (32.148) (24.431) (15.694) (2.187) -
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto (6.066) 2.561 (40.178) 1.168 4.584 -
Beban keuangan (42.040) (193.499) (178.492) (169.085) (94.762) (7.426)
Lain-lain - neto (341) (3.534) 525 (1.043) (1.996) -
Laba (rugi) sebelum taksiran manfaat (beban)
pajak penghasilan 78.359 194.198 147.199 191.127 (58.384) (21.522)
Taksiran manfaat (beban) pajak penghasilan (5.171) (11.288) 4.617 (2.478) 4.680 -
Laba (rugi) neto 73.187 182.910 151.816 188.648 (53.704) (21.522)
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya 27 108 (382) (11) - -
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif neto 73.214 183.018 151.434 188.637 (53.704) (21.522)
Penghasilan (rugi) neto yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 73.730 186.768 163.579 189.109 (48.073) (18.179)
Kepentingan non-pengendali (543) (3.857) (11.763) (461) (5.631) (3.342)
39
Page 41
III.A.6 Pendapatan
Pendapatan Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024, untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan untuk periode lima bulan sejak
tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan 31 Desember 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 250,63 miliar, Rp 931,01 miliar,
Rp 670,12 miliar, Rp 627,72 miliar, Rp 83,60 miliar, dan Rp 0,35 miliar.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 260,89 miliar atau setara
dengan 38,93% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 42,40 miliar atau setara
dengan 6,76% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021.
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 544,12 miliar atau setara
dengan 650,87% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020.
III.A.7. Laba (Rugi) Neto
Laba neto Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
Rp 73,19 miliar, Rp 182,91 miliar, Rp 151,82 miliar, dan Rp 188,65 miliar. Rugi
neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
dan untuk periode lima bulan sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai
dengan 31 Desember 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 53,70 miliar dan
Rp 21,52 miliar.
Laba neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 31,09 miliar atau setara
dengan 20,48% dibandingkan dengan laba neto untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022.
40
Page 42
Laba neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 36,83 miliar atau setara
dengan 19,52% dibandingkan dengan laba neto untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021.
Laba neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 242,35 miliar atau setara
dengan 451,28% dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020.
III.A.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(3 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (5 bulan)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 138.472 864.529 642.665 496.676 71.722 -
Pembayaran kas kepada pemasok - -
dan aktivitas operasional lainnya (128.888) (413.230) (287.222) (294.330) (104.420) -
Pembayaran kas kepada karyawan (10.948) (19.854) (12.053) (4.711) (2.697) -
Penerimaan klaim asuransi aset tetap - 2.685 - - - -
Penerimaan bunga bank 2.266 242 468 154 158 -
Pembayaran bunga liabilitas sewa (928) (3.556) (1.439) (1.124) (585) -
Pembayaran pajak (14.251) (55.445) (71.947) (45.573) (2.362) -
Pembayaran bunga pinjaman jangka panjang (76.457) (285.533) (196.771) (89.429) (4.441) -
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan - - - - - (21.522)
Penyesuaian untuk: - -
Penyusutan aset tetap - - - - - 30.263
Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi: - -
Penurunan (kenaikan) aset operasi: - -
Piutang usaha - - - - - (500)
Piutang berelasi - - - - - (10.182)
Piutang pajak - - - - - (64)
Aset dalam pelaksanaan - - - - - (22.689)
Pihak ketiga - - - - - 15.059
Afiliasi - - - - - 47.696
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi: - -
Utang pajak - - - - - 1.021
Utang lain-lain - - - - - 1.776
Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (90.733) 89.838 73.701 61.663 (42.625) 40.859
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan (kenaikan) neto piutang pihak berelasi 21.575 (11.162) 65.581 - (520.967) -
Kenaikan aset lancar lainnya (29.250) - - - - -
Penerimaan dari penjualan entitas anak - 6 - - - -
Kenaikan dana yang dibatasi penggunaannya (198) (134) - - - -
Perolehan aset tetap dan pembayaran - -
uang muka pembelian aset tetap (78.651) (256.047) (62.997) (14.577) (138.754) (128.619)
Penambahan aset hak-guna - - - - - -
Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (86.524) (267.337) 2.584 (14.577) (659.721) (128.619)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dan penerbitan saham baru melalui
penawaran umum perdana saham 860.924 - - - - -
Penerimaan kas dari penerbitan saham - 3.583 - - - -
Penerimaan pinjaman jangka panjang - 1.097.846 - - 711.842 55.768
Pembayaran liabilitas sewa (39) (3.562) (9.779) (6.023) (2.988) -
Pembayaran pinjaman jangka panjang (598.604) (955.579) (20.710) (12.861) - -
Penurunan neto utang pihak berelasi - - (23.464) (15.150) (6.052) -
Penerbitan saham - - - - - 51.000
Rugi ditahan - - - - - (18.419)
Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 262.280 142.288 (53.954) (34.035) 702.801 88.349
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS 85.024 (35.211) 22.332 13.052 456 589
KAS PADA AWAL TAHUN 1.217 36.428 14.097 1.045 589 -
KAS PADA AKHIR TAHUN 86.241 1.217 36.428 14.097 1.045 589
41
Page 43
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk periode
tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 serta untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 masing-masing adalah sebesar
Rp 90,73 miliar dan Rp 42,63 miliar. Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas
operasi perseroan untuk tahun 2023, 2022, 2021, dan untuk periode lima bulan
sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan 31 Desember 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 89,84 miliar, Rp 73,70 miliar,
Rp 61,66 miliar, dan Rp 40,86 miliar.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk periode
tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 90,73 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan aktivitas
operasional lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, pembayaran pajak,
serta pembayaran bunga pinjaman jangka panjang masing- masing sebesar
Rp 128,89 miliar, Rp 10,95 miliar, Rp 14,25 miliar, dan Rp 76,46 miliar yang
disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 138,47 miliar.
Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 89,84 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 864,53 miliar yang
disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan aktivitas operasional
lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, pembayaran pajak, serta
pembayaran bunga pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 413,23 miliar, Rp 19,85 miliar, Rp 55,45 miliar, dan Rp 285,53 miliar.
Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 73,70 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 642,67 miliar yang
disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan aktivitas operasional
lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, pembayaran pajak, serta
pembayaran bunga pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 287,22 miliar, Rp 12,05 miliar, Rp 71,95 miliar, dan Rp 196,77 miliar.
Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 61,66 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 496,68 miliar yang
disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan aktivitas operasional
lainnya, pembayaran pajak, serta pembayaran bunga pinjaman jangka panjang
masing-masing sebesar Rp 294,33 miliar, Rp 45,57 miliar, dan Rp 89,43 miliar.
42
Page 44
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 42,63 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan aktivitas
operasional lainnya sebesar Rp 104,42 miliar yang disertai dengan penerimaan
dari pelanggan sebesar Rp 71,72 miliar.
Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
lima bulan sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan 31 Desember
2019 sebesar Rp 40,86 miliar terutama berasal dari penyesuaian untuk
penyusutan aset tetap, penurunan aset operasi – pihak ketiga, dan penurunan
aset operasi – afiliasi masing-masing sebesar Rp 30,26 miliar, Rp 15,06 miliar,
dan Rp 47,70 miliar yang disertai dengan rugi sebelum manfaat (beban) pajak
penghasilan, kenaikan aset operasi – piutang berelasi, dan kenaikan aset
operasi – aset dalam pelaksanaan masing-masing sebesar Rp 21,52 miliar,
Rp 10,18 miliar, dan Rp 22,70 miliar.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2021, 2020, dan untuk
periode lima bulan sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan
31 Desember 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 86,52 miliar,
Rp. 267,34 miliar Rp 14,58 miliar, Rp 659,72 miliar, dan Rp 128,62 miliar. Arus
kas neto yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 2,58 miliar.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar
Rp 86,52 miliar terutama berasal dari kenaikan aset lancar lainnya serta
perolehan aset tetap dan pembayaran uang muka pembelian aset tetap
masing-masing sebesar Rp 29,25 miliar dan Rp 78,65 miliar yang disertai
dengan penurunan neto piutang pihak berelasi sebesar Rp 21,58 miliar.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 267,34 miliar
terutama berasal dari kenaikan neto piutang pihak berelasi serta perolehan
aset tetap dan pembayaran uang muka pembelian aset tetap masing-masing
sebesar Rp 11,16 miliar dan Rp 256,05 miliar.
43
Page 45
Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 2,58 miliar
terutama berasal dari penurunan neto piutang pihak berelasi sebesar
Rp 65,58 miliar yang disertai dengan perolehan aset tetap dan pembayaran
uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp 63,00 miliar.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 14,58 miliar yang
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap dan pembayaran uang muka
pembelian aset tetap.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 659,72 miliar
terutama berasal dari kenaikan neto piutang pihak berelasi dan perolehan aset
tetap serta pembayaran uang muka pembelian aset tetap masing-masing
sebesar Rp 520,97 miliar dan Rp 138,75 miliar.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode lima bulan sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan
31 Desember 2019 sebesar Rp 128,62 miliar seluruhnya berasal dari perolehan
aset tetap dan pembayaran uang muka pembelian aset tetap.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2020, dan untuk
periode lima bulan sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan
31 Desember 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 262,28 miliar,
Rp 142,28 miliar, Rp 702,80 miliar, dan Rp 88,35 miliar. Arus kas neto yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing adalah sebesar
Rp 53,95 miliar dan Rp 34,04 miliar.
Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar
Rp 262,28 miliar terutama berasal dari penerimaan dan penerbitan saham baru
melalui penawaran umum perdana saham sebesar Rp 860,92 miliar yang
disertai dengan pembayaran pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 598,60 miliar.
44
Page 46
Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 142,29 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 1.097,85 miliar yang disertai dengan pembayaran pinjaman jangka panjang
sebesar Rp 955,58 miliar.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 53,95 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman jangka panjang dan penurunan
neto utang pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 20,71 miliar dan
Rp 23,46 miliar.
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 34,04 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman jangka panjang dan penurunan
neto utang pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 12,86 miliar dan
Rp 15,15 miliar.
Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 702,80 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 711,84 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode lima bulan sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan
31 Desember 2019 sebesar Rp 88,35 miliar terutama berasal dari penerimaan
pinjaman jangka panjang dan penerbitan saham masing-masing sebesar
Rp 55,77 miliar dan Rp 51,00 miliar yang disertai dengan rugi ditahan sebesar
Rp 18,42 miliar.
III.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Rasio Likuiditas
Lancar 0,89 0,55 0,23 0,53 0,18 0,26
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,44 0,49 0,48 0,52 0,09 0,00
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,69 0,33 0,25 0,16 0,01 0,32
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,31 0,67 0,75 0,84 0,99 0,68
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,45 2,02 3,04 5,20 127,68 2,16
Rasio Profitabilitas
Marjin laba (rugi) kotor 48,33% 40,48% 44,95% 48,26% -6,28% -2149,19%
Marjin laba (rugi) usaha 39,48% 32,89% 39,37% 44,03% -30,68% -4027,83%
Marjin laba (rugi) bersih 29,20% 19,65% 22,66% 30,05% -64,24% -6123,33%
Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset 17,55% 15,95% 18,78% 22,72% -2,62% -7,31%
Imbal hasil aset 12,98% 9,53% 10,81% 15,51% -5,49% -11,12%
Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas 25,43% 48,24% 75,88% 140,83% -337,37% -23,09%
Imbal hasil ekuitas 18,81% 28,81% 43,67% 96,13% -706,31% -35,10%
45
Page 47
III.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
2019 rasio perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,44; 0,49; 0,48;
0,52; 0,09; dan 0,00.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio ekuitas
terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,69; 0,33; 0,25; 0,16; 0,01; dan
0,32.
III.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020,
dan 2019 rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
0,31; 0,67; 0,75; 0,84; 0,99; dan 0,68 sedangkan rasio jumlah liabilitas
terhadap ekuitas masing-masing adalah 0,45; 2,02; 3,04; 5,20; 127,68; dan
2,16.
III.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar 12,98%, 9,53%, 10,81%, dan 15,51%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar 18,81%, 28,81%, 43,67%, dan 96,13%.
46
Page 48
III.B. Analisis atas Kinerja Historis MCT
Laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian dan hal lain. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan
MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit
oleh KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan
suatu hal dan hal lain. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020 telah diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.
Ikhtisar data keuangan penting MCT adalah sebagai berikut:
III.B.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
ASET
ASET LANCAR
Kas 154 173 20.454 6.833 666 17
Piutang usaha - neto
Pihak berelasi 49.059 13.163 3.482 22.778 11.037 500
Piutang lain-lain 1 - 40 - - -
Persediaan 273 128 254 - - -
Pajak dibayar di muka 208 - 92 - 2.470 -
Beban dibayar di muka dan uang muka 660 1.108 4.694 6.014 4.451 -
Dana yang dibatasi penggunaannya 248 77 - - - -
Jumlah Aset Lancar 50.603 14.650 29.016 35.625 18.623 517
ASET TIDAK LANCAR
Piutang pihak berelasi - neto 886.847 858.473 741.035 672.312 662.659 -
Aset pajak tangguhan - neto 2.334 2.435 10.124 5.449 7.924 -
Aset hak guna - neto 34.296 36.097 9.748 18.559 9.678 -
Aset tetap - neto 180.025 185.130 200.624 187.442 160.586 59.494
Uang muka pembelian aset tetap 170 170 170 - - -
Piutang lain-lain - neto - - 717 - - -
Pekerjaan dalam pelaksanaan - - - - - 12.339
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.103.672 1.082.305 962.418 883.762 840.848 71.834
JUMLAH ASET 1.154.275 1.096.955 991.434 919.387 859.471 72.351
47
Page 49
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 14.993 12.586 3.580 4.955 5.755 4.994
Beban akrual 3.848 3.178 5.002 2.270 1.240 -
Utang pajak 57.576 50.605 30.809 11.598 661 1.010
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 319.523 256.353 902.141 248.040 104.142 -
Liabilitas sewa 8.600 8.481 6.301 13.820 6.444 -
Utang lain-lain - - 3.251 3.043 7.330 60
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 404.540 331.203 951.084 283.726 125.573 6.064
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi 729.133 74.399 55.584 - - -
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 31.487 700.449 9.351 619.223 719.364 -
Liabilitas sewa 32.112 32.271 4.639 6.818 3.471 -
Pihak berelasi - - - - - 37.899
Liabilitas imbalan pascakerja 1.413 1.266 677 105 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 794.145 808.384 70.251 626.146 722.835 37.899
JUMLAH LIABILITAS 1.198.684 1.139.587 1.021.335 909.872 848.408 43.963
EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Modal saham 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto (58) (90) (216) (11) - -
Saldo laba (defisit) (49.351) (47.543) (34.685) 4.526 6.063 23.388
JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL) (44.409) (42.632) (29.901) 9.515 11.063 28.388
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
(DEFISIENSI MODAL) 1.154.275 1.096.955 991.434 919.387 859.471 72.351
III.B.2. Aset
Jumlah aset MCT pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023,
2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 1.154,28 miliar, Rp 1.096,96 miliar, Rp 991,43 miliar, Rp 919,39 miliar,
Rp 859,47 miliar, dan Rp 72,35 miliar.
Pada tanggal 31 Maret 2024 jumlah aset MCT mengalami kenaikan sebesar
Rp 57,32 miliar atau setara dengan 5,23% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan piutang pihak berelasi – neto sebesar Rp 64,27 miliar yang disertai
dengan penurunan aset hak guna – neto dan aset tetap – neto masing-masing
sebesar Rp 1,80 miliar dan Rp 5,11 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 105,52 miliar atau setara dengan 10,64% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan piutang pihak berelasi – neto dan aset hak
guna – neto masing-masing sebesar Rp 117,44 miliar dan Rp 26,35 miliar yang
disertai dengan penurunan kas dan aset tetap – neto masing-masing sebesar
Rp 20,28 miliar dan Rp 15,50 miliar.
48
Page 50
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 72,05 miliar atau setara dengan 7,84% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas, piutang pihak berelasi – neto, dan aset
tetap – neto masing-masing sebesar Rp 13,62 miliar, Rp 49,43 miliar, dan
Rp 13,18 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 59,92 miliar atau setara dengan 6,97% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan piutang pihak berelasi – neto dan aset tetap – neto
masing-masing sebesar Rp 21,39 miliar dan Rp 26,86 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020 jumlah aset MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 787,12 miliar dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan piutang
pihak berelasi – neto dan aset tetap – neto masing-masing sebesar
Rp 673,20 miliar dan Rp 101,09 miliar.
III.B.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas MCT pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023,
2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 1.198,68 miliar, Rp 1.139,59 miliar, Rp 1.021,34 miliar, Rp 909,87 miliar,
Rp 848,41 miliar, dan Rp 43,96 miliar.
Pada tanggal 31 Maret 2024 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 59,10 miliar atau setara dengan 5,19% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan utang pajak dan utang pihak berelasi masing-masing
sebesar Rp 6,97 miliar dan Rp 654,73 miliar yang disertai dengan penurunan
pinjaman jangka panjang sebesar Rp 605,79 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 118,25 miliar atau setara dengan 11,58% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan utang pajak, pinjaman jangka panjang, serta liabilitas sewa
masing-masing sebesar Rp 19,80 miliar, Rp 45,31 miliar, dan Rp 29,81 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 111,46 miliar atau setara dengan 12,25% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan utang pajak, pinjaman jangka panjang, dan utang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 19,21 miliar, Rp 44,23 miliar dan Rp 55,58 miliar.
49
Page 51
Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 61,46 miliar atau setara dengan 7,24% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan utang pajak dan pinjaman jangka panjang masing-masing
sebesar Rp 10,94 miliar dan Rp 43,76 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 804,45 miliar dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada
31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman
jangka panjang sebesar Rp 823,51 miliar yang disertai dengan penurunan
utang pihak berelasi sebesar Rp 37,90 miliar.
III.B.4. Ekuitas (Defisiensi Modal)
Jumlah defisiensi modal MCT pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024,
31 Desember 2023, dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp 44,41 miliar,
Rp 42,63 miliar dan Rp 29,90 miliar. Jumlah ekuitas MCT pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 9,52 miliar, Rp 11,06 miliar, dan Rp 28,39 miliar.
Pada tanggal 31 Maret 2024 jumlah defisiensi modal MCT mengalami kenaikan
sebesar Rp 1,78 miliar atau setara dengan 4,17% dibandingkan dengan jumlah
defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 1,81 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah defisiensi modal MCT mengalami
kenaikan sebesar Rp 12,73 miliar atau setara dengan 42,58% dibandingkan
dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar
Rp 12,86 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah defisiensi modal MCT mengalami
kenaikan sebesar Rp 39,42 miliar atau setara dengan 414,24% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 39,21 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah ekuitas MCT mengalami penurunan
sebesar Rp 1,55 miliar atau setara dengan 13,99% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 1,54 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020 jumlah ekuitas MCT mengalami penurunan
sebesar Rp 17,33 miliar atau setara dengan 61,03% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 18,77 miliar.
50
Page 52
III.B.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(3 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 56.437 216.874 163.296 161.142 47.832 351
Beban pokok pendapatan 25.099 94.252 79.742 69.135 30.904 6.905
Laba (rugi) bruto 31.338 122.622 83.554 92.008 16.929 (6.554)
Beban usaha (8.054) (38.905) (22.690) (14.451) (11.966) (4.345)
Laba (rugi) usaha 23.284 83.717 60.864 77.557 4.963 (10.899)
Penghasilan bunga 31.695 123.853 136.000 106.340 66.524 1
Pemulihan (penyisihan) untuk kerugian penurunan nilai - neto 57 (1.517) (3.673) (182) (5.256) -
Beban pajak (4.117) (31.855) (24.218) (15.709) (1.892) -
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto (4.519) 4.742 (36.642) 909 7.251 -
Beban keuangan (46.888) (183.401) (176.810) (167.465) (93.117) -
Lain-lain - neto (308) (745) 651 (509) (1.924) -
Biaya keuangan - - - - - (1)
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan (796) (5.205) (43.828) 942 (23.450) (10.900)
Manfaat (beban) pajak penghasilan (1.013) (7.653) 4.617 (2.478) 4.680 -
Rugi neto (1.808) (12.858) (39.211) (1.537) (18.770) (10.900)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain neto - setelah
dikurangi pajak 32 127 (206) (11) - -
Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif lain - neto (1.777) (12.731) (39.416) (1.547) (18.770) (10.900)
III.B.6 Pendapatan
Pendapatan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
sebesar Rp 56,44 miliar, Rp 216,87 miliar, Rp 163,30 miliar, Rp 161,14 miliar,
Rp 47,83 miliar, dan Rp 0,35 miliar.
Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
mengalami kenaikan sebesar Rp 53,58 miliar atau setara dengan 32,81%
dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022.
Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
mengalami kenaikan sebesar Rp 2,15 miliar atau setara dengan 1,34%
dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021.
Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
mengalami kenaikan sebesar Rp 113,31 miliar atau setara dengan 236,89%
dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020.
Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
mengalami kenaikan sebesar Rp 47,48 miliar dibandingkan dengan
pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.
51
Page 53
III.B.7. Laba (Rugi) Neto
Rugi neto MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023,
2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1,81 miliar,
Rp 12,86 miliar, Rp 39,21 miliar, Rp 1,54 miliar, Rp 18,77 miliar, dan
Rp 10,90 miliar.
Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
mengalami penurunan sebesar Rp 26,35 miliar atau setara dengan 67,21%
dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022.
Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
mengalami kenaikan sebesar Rp 37,67 miliar dibandingkan dengan rugi neto
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
mengalami penurunan sebesar Rp 17,23 miliar atau setara dengan 91,81%
dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020.
Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
mengalami kenaikan sebesar Rp 7,87 miliar atau setara dengan 72,20%
dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019.
52
Page 54
III.B.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Keterangan
(3 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan (796) (5.205) (43.828) 942 (23.450) -
Penyesuaian untuk :
Beban bunga pinjaman jangka panjang 40.217 - - - - -
Selisih kurs atas pinjaman jangka panjang - neto 26.866 - - - - -
Beban bunga utang pihak berelasi 5.745 - - - - -
Penyusutan aset tetap 5.371 21.753 20.094 17.029 5.477 -
Penyusutan aset hak-guna 1.801 6.973 8.811 7.873 3.226 -
Beban bunga liabilitas sewa 927 - - - - -
Penyisihan penurunan nilai piutang usaha - pihak berelasi 320 1.524 3.717 5.225 5.153 -
Beban imbalan kerja karyawan 188 751 308 91 - -
Penyisihan (pemulihan) penurunan nilai piutang
pihak berelasi - neto (57) (45) (50) - - -
Selisih kurs atas piutang pihak berelasi - neto (18.199) - - - - -
Penghasilan bunga piutang pihak berelasi (31.692) - - - - -
Penyisihan (pemulihan) penurunan nilai piutang lain-lain - (6) 6 213 103 -
Keuntungan atas penghentian pengakuan aset tetap
akibat kebakaran - (465) - - - -
Penurunan (kenaikan) aset operasi: - -
Piutang usaha - pihak berelasi (36.216) (9.637) 19.347 (11.954) (11.139) -
Piutang lain-lain (1) 763 (763) - - -
Persediaan (145) 126 (254) - - -
Pajak dibayar di muka (208) 92 (92) 2.470 (2.470) -
Beban dibayar di muka dan uang muka 448 3.586 1.150 (1.564) (3.951) -
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Utang usaha 2.408 9.006 (1.375) (800) 5.177 -
Beban akrual 669 (1.824) 2.732 1.030 1.240 -
Utang pajak 6.971 19.796 19.211 10.937 390 -
Utang lain-lain - (3.251) 208 (4.288) (9.876) -
Penerimaan klaim asuransi aset tetap - 2.685 - - - -
Pembayaran bunga pinjaman jangka panjang (76.004) - - - - -
Pembayaran bunga liabilitas sewa (823) - - - - -
Pembayaran pajak penghasilan (921) - - - - -
Penerimaan dari pelanggan - - - - - (6.554)
Pembayaran kepada pemasok - - - - - 33.832
Pembayaran pajak penghasilan - - - - - 977
Pembayaran bunga dan beban keuangan - - - - - 2.505
Pekerjaan dalam pelaksanaan - - - - - (12.339)
Penerimaan lainnya - neto - - - - - (261)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (73.132) 46.622 29.222 27.205 (30.121) 18.160
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Kenaikan dana yang dibatasi penggunaannya (171) (77) - - - -
Perolehan aset tetap (266) (8.479) (33.276) (43.886) (95.205) (15.450)
Penurunan (kenaikan) piutang pihak berelasi 21.575 (118.962) (72.440) (14.878) (667.812) -
Penambahan aset hak-guna - - - (16.754) (12.904) -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi 21.138 (127.517) (105.716) (75.517) (775.922) (15.450)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (penurunan) utang pihak berelasi 648.989 18.815 55.584 - (26.730) -
Penerimaan (pembayaran) pinjaman jangka panjang (596.870) 45.310 44.229 43.756 823.506 -
Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa (144) (3.510) (9.698) 10.723 9.915 (2.924)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 51.975 60.614 90.115 54.479 806.691 (2.924)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (19) (20.281) 13.621 6.167 649 (214)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 173 20.454 6.833 666 17 231
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 154 173 20.454 6.833 666 17
53
Page 55
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 masing-masing adalah sebesar
Rp 73,13 miliar dan Rp 30,12 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas operasi MCT dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 46,62 miliar, Rp 29,22 miliar, Rp 27,21 miliar, dan Rp 18,16 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 73,13 miliar
terutama berasal dari penyesuaian untuk penghasilan bunga piutang pihak
berelasi, kenaikan aset operasi – piutang usaha pihak berelasi, dan
pembayaran bunga pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 31,69 miliar, Rp 36,22 miliar, dan Rp 76,00 miliar yang disertai dengan
penyesuaian untuk beban bunga pinjaman jangka panjang dan penyesuaian
untuk selisih kurs atas pinjaman jangka panjang – neto masing-masing sebesar
Rp 40,22 miliar dan Rp 26,87 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 46,62 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan aset tetap, penyesuaian untuk
penyusutan aset hak guna, kenaikan liabilitas operasi - utang usaha, dan
kenaikan liabilitas operasi – utang pajak masing-masing sebesar
Rp 21,75 miliar, Rp 6,97 miliar, Rp 9,01 miliar, dan Rp 19,80 miliar yang
disertai dengan kenaikan aset operasi – piutang usaha – pihak berelasi
sebesar Rp 9,64 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 29,22 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan aset tetap, penyesuaian untuk
penyusutan aset hak guna, penurunan aset operasi – piutang usaha – pihak
berelasi, dan kenaikan liabilitas operasi – utang pajak masing-masing sebesar
Rp 20,09 miliar, Rp 8,81 miliar, Rp 19,35 miliar, dan Rp 19,21 miliar yang
disertai dengan rugi sebelum manfaat pajak penghasilan sebesar
Rp 43,83 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 27,21 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan aset tetap, penyesusaian untuk
penyusutan aset hak guna, penyesuaian untuk penyisihan penurunan nilai
piutang pihak berelasi dan kenaikan liabilitas operasi – utang pajak
masing-masing sebesar Rp 17,03 miliar, Rp 7,87 miliar, Rp 5,23 miliar, dan
Rp 10,94 miliar yang disertai dengan kenaikan aset operasi piutang
usaha – pihak berelasi sebesar Rp 11,95 miliar.
54
Page 56
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 30,12 miliar terutama
berasal dari rugi sebelum manfaat pajak penghasilan, kenaikan aset
operasi – piutang usaha – pihak berelasi, dan penurunan liabilitas
operasi – utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 23,45 miliar,
Rp 11,14 miliar, dan Rp 9,88 miliar yang disertai dengan penyesuaian untuk
penyusutan aset tetap, penyesuaian untuk penyisihan kerugian penurunan nilai
piutang pihak berelasi, dan kenaikan liabilitas operasi – utang usaha
masing-masing sebesar Rp 5,48 miliar, Rp 5,15 miliar, dan Rp 5,18 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 18,16 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok sebesar Rp 33,83 miliar yang
disertai dengan penerimaan dari pelanggan dan pekerjaan dalam pelaksanaan
masing-masing sebesar Rp 6,55 miliar dan Rp 12,34 miliar.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebesar
Rp 21,14 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 127,52 miliar,
Rp 105,72 miliar, Rp 75,52 miliar, Rp 775,92 miliar, dan Rp 15,45 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 21,14 miliar
terutama berasal dari penurunan piutang pihak berelasi sebesar
Rp 21,58 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 127,52 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 8,48 miliar dan Rp 118,96 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 105,72 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 33,28 miliar dan Rp 72,44 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 75,52 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap, kenaikan piutang pihak berelasi,
dan penambahan aset hak-guna masing-masing sebesar Rp 43,89 miliar,
Rp 14,88 miliar, dan Rp 16,75 miliar.
55
Page 57
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 775,92 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 95,21 miliar dan Rp 667,81 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 15,45 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk periode
tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 51,98 miliar, Rp 60,61 miliar,
Rp 90,12 miliar, Rp 54,48 miliar, dan Rp 806,69 miliar. Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 2,92 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk periode
tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 51,98 miliar
terutama berasal dari kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 648,99 miliar
yang disertai dengan pembayaran pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 596,87 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 60,61 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan kenaikan utang pihak
berelasi masing-masing sebesar Rp 45,31 miliar dan Rp 18,82 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 90,12 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan kenaikan utang pihak
berelasi masing-masing sebesar Rp 44,23 miliar dan Rp 55,58 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 54,48 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan penerimaan liabilitas
sewa masing-masing sebesar Rp 43,76 miliar dan Rp 10,72 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 806,69 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 823,51 miliar yang disertai dengan penurunan utang pihak berelasi sebesar
Rp 26,73 miliar.
56
Page 58
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MCT untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 2,92 miliar
seluruhnya berasal dari pembayaran liabilitas sewa.
III.B.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/03/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20 31/12/19
Rasio Likuiditas
Lancar 0,13 0,04 0,03 0,13 0,15 0,09
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,20 0,20 0,16 0,18 0,06 0,00
Ekuitas terhadap jumlah aset (0,04) (0,04) (0,03) 0,01 0,01 0,39
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 1,04 1,04 1,03 0,99 0,99 0,61
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas (26,99) (26,73) (34,16) 95,62 76,69 1,55
Rasio Profitabilitas
Marjin laba (rugi) kotor 55,53% 56,54% 51,17% 57,10% 35,39% -1864,71%
Marjin laba (rugi) usaha 41,26% 38,60% 37,27% 48,13% 10,38% -3100,99%
Marjin rugi bersih -3,20% -5,93% -24,01% -0,95% -39,24% -3101,19%
Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset 8,07% 7,63% 6,14% 8,44% 0,58% -15,06%
Imbal hasil aset -0,63% -1,17% -3,95% -0,17% -2,18% -15,07%
Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas -209,72% -196,37% -203,55% 815,07% 44,86% -38,39%
Imbal hasil ekuitas N/A N/A N/A -16,15% -169,67% -38,40%
III.B.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan MCT dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi MCT. Pada tanggal-tanggal
31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio
perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,20; 0,20; 0,16; 0,18; 0,06; dan
0,00.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas MCT
terhadap jumlah aset MCT. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020,
dan 2019 ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,01; 0,01; dan
0,39.
III.B.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan MCT untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020,
dan 2019 rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
1,04, 1,04; 1,03; 0,99; 0,99; dan 0,61 sedangkan pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021, 2020, dan 2019 rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing adalah 95,62; 76,69; dan 1,55.
57
Page 59
III.B.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan MCT dalam menghasilkan
laba bersih dari aset yang dimilikinya.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan MCT dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
III.C. Analisis atas Laporan Proforma
Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
dan Setelah Rencana Transaksi.
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
yang disusun oleh manajemen Perseroan.
Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Maret 2024:
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/03/24 Penyesuaian Rencana
Transaksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 86.241 704 86.945
Piutang usaha - neto
Pihak ketiga 50.618 - 50.618
Pihak berelasi 295.544 - 295.544
Piutang lain-lain - neto
Pihak ketiga 1 - 1
Persediaan 3.825 - 3.825
Pajak dibayar di muka 208 - 208
Uang muka 3.239 - 3.239
Beban dibayar di muka 2.919 - 2.919
Dana yang dibatasi penggunaannya 332 - 332
Aset lancar lainnya 29.250 - 29.250
Jumlah Aset Lancar 472.176 704 472.881
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain - neto
Pihak berelasi 955 - 955
Piutang pihak berelasi - neto 886.847 - 886.847
Aset pajak tangguhan - neto 2.372 - 2.372
Aset hak-guna - neto 34.316 - 34.316
Aset tetap - neto 729.182 - 729.182
Uang muka pembelian aset tetap 122.316 - 122.316
Goodwill 7.706 - 7.706
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.783.695 - 1.783.695
JUMLAH ASET 2.255.872 704 2.256.576
58
Page 60
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/03/24 Penyesuaian Rencana
Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga 75.203 - 75.203
Pihak berelasi 24.519 - 24.519
Beban akrual 14.129 - 14.129
Utang pajak 79.717 - 79.717
Utang lain-lain
Pihak ketiga 194 - 194
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 326.461 (241.408) 85.052
Liabilitas sewa 8.658 - 8.658
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 528.880 (241.408) 287.471
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi 84.985 - 84.985
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Pinjaman jangka panjang 51.126 242.113 293.239
Liabilitas sewa 32.112 - 32.112
Liabilitas imbalan pasca kerja 2.381 - 2.381
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 170.604 242.113 412.717
JUMLAH LIABILITAS 699.484 704 700.188
EKUITAS
Modal saham 79.129 - 79.129
Tambahan modal disetor - neto 924.352 - 924.352
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto (259) - (259)
Saldo laba 554.739 - 554.739
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
Induk 1.557.961 - 1.557.961
Kepentingan non-pengendali (1.574) - (1.574)
JUMLAH EKUITAS 1.556.387 - 1.556.387
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2.255.872 704 2.256.576
59
Page 61
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/03/24 Penyesuaian Rencana
Transaksi
Pendapatan 250.626 - 250.626
Beban pokok pendapatan 129.509 - 129.509
Laba bruto 121.118 - 121.118
Beban usaha (22.164) - (22.164)
Laba usaha 98.953 - 98.953
Penghasilan bunga 33.959 - 33.959
Pembalikan (penyisihan) untuk kerugian
penurunan nilai - neto 38 - 38
Pajak final (1.951) - (1.951)
Beban pajak (4.193) - (4.193)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto (6.066) - (6.066)
Beban keuangan (42.040) - (42.040)
Lain-lain - neto (341) - (341)
Laba sebelum taksiran beban pajak penghasilan 78.359 - 78.359
Taksiran beban pajak penghasilan (5.171) - (5.171)
Laba neto 73.187 - 73.187
Penghasilan komprehensif lain neto 27 - 27
Penghasilan komprehensif neto 73.214 - 73.214
Laba neto yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 73.730 - 73.730
Kepentingan non-pengendali (543) - (543)
III.D. Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham MCT
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-01/PM.22/2018 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
penugasan No. KR/231002-001 tanggal 2 Oktober 2023 yang telah disetujui
oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham MCT. Hasil penilaian atas
100,00% saham MCT tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00%
saham MCT dengan No. 00139/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2024 tanggal
25 September 2024 dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah
Perseroan, HB, dan MCT.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham MCT.
60
Page 62
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Maret 2024.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen
MCT. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
dikembangkan berdasarkan kinerja MCT pada tahun-tahun sebelumnya
dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami
telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut
agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MCT yang dinilai
pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja
MCT yang dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis MCT
dan informasi manajemen MCT terhadap proyeksi laporan keuangan MCT
tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian MCT dan
kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan,
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan MCT atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan MCT bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
61
Page 63
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan MCT.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum MCT
berdasarkan anggaran dasar MCT.
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan
metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly
traded company method).
62
Page 64
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh MCT di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
dengan perkiraan atas perkembangan usaha MCT. Dalam melaksanakan
penilaian dengan metode ini, operasi MCT diproyeksikan sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha MCT. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi laporan keuangan dikonversi menjadi nilai kini
dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai
adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam
penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak
diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan
aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka
yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham
yang dimiliki oleh MCT.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
pihak manajemen MCT. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya
pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang
berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
mempengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
Penilaian pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebesar Rp 516,15 miliar.
III.E. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain
sebagai berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
Perseroan;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non-keuangan yang relevan; dan
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
63
Page 65
III.E.1. Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:
Sebelum Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(9 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 1.495.740 2.501.687 2.907.362 2.883.341 2.883.341 2.883.341
Beban pokok pendapatan 729.625 1.379.087 1.388.028 1.402.697 1.412.756 1.424.865
Laba bruto 766.115 1.122.600 1.519.334 1.480.645 1.470.585 1.458.476
Beban usaha 70.491 86.880 88.197 89.566 90.991 92.474
Laba usaha 695.625 1.035.719 1.431.137 1.391.079 1.379.594 1.366.002
Beban lain-lain 58.692 70.990 20.488 (30.666) (66.953) (23.386)
Laba sebelum pajak penghasilan 754.317 1.106.710 1.451.625 1.360.412 1.312.641 1.342.616
Pajak penghasilan (81.145) (101.887) (103.908) (97.117) (91.768) (103.460)
Laba neto 673.172 1.004.823 1.347.717 1.263.295 1.220.873 1.239.156
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 2.970.341 2.970.341 3.096.341 3.096.341 3.096.341
Beban pokok pendapatan 1.434.083 1.432.730 1.446.012 1.460.586 1.476.128
Laba bruto 1.536.259 1.537.611 1.650.329 1.635.755 1.620.213
Beban usaha 93.918 95.423 96.990 98.624 100.325
Laba usaha 1.442.340 1.442.188 1.553.339 1.537.132 1.519.888
Beban lain-lain (3.676) (4.344) (3.638) (3.329) (3.981)
Laba sebelum pajak penghasilan 1.438.664 1.437.844 1.549.701 1.533.803 1.515.907
Pajak penghasilan (108.907) (111.308) (112.463) (111.924) (111.198)
Laba neto 1.329.757 1.326.536 1.437.238 1.421.879 1.404.709
Setelah Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(9 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 1.495.740 2.501.687 2.907.362 2.883.341 2.883.341 2.883.341
Beban pokok pendapatan 729.625 1.379.087 1.388.028 1.402.697 1.412.756 1.424.865
Laba bruto 766.115 1.122.600 1.519.334 1.480.645 1.470.585 1.458.476
Beban usaha 70.491 86.880 88.197 89.566 90.991 92.474
Laba usaha 695.625 1.035.719 1.431.137 1.391.079 1.379.594 1.366.002
Beban lain-lain 67.350 109.894 66.232 21.918 (11.662) (7.809)
Laba sebelum pajak penghasilan 762.974 1.145.614 1.497.369 1.412.996 1.367.932 1.358.193
Pajak penghasilan (83.050) (110.446) (113.972) (108.686) (103.932) (106.887)
Laba neto 679.924 1.035.168 1.383.398 1.304.311 1.263.999 1.251.306
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 2.970.341 2.970.341 3.096.341 3.096.341 3.096.341
Beban pokok pendapatan 1.434.083 1.432.730 1.446.012 1.460.586 1.476.128
Laba bruto 1.536.259 1.537.611 1.650.329 1.635.755 1.620.213
Beban usaha 93.918 95.423 96.990 98.624 100.325
Laba usaha 1.442.340 1.442.188 1.553.339 1.537.132 1.519.888
Beban lain-lain (3.676) (4.344) (3.638) (3.329) (3.981)
Laba sebelum pajak penghasilan 1.438.664 1.437.844 1.549.701 1.533.803 1.515.907
Pajak penghasilan (108.907) (111.308) (112.463) (111.924) (111.198)
Laba neto 1.329.757 1.326.536 1.437.238 1.421.879 1.404.709
64
Page 66
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
neto Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 30,78 triliun dan Rp 13,67 triliun.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba neto Perseroan setelah
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 30,78 triliun dan Rp 13,84 triliun.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba neto untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.
III.E.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
65
Page 67
III.E.3. Informasi Non-Keuangan yang Relevan
III.E.3.a. Jasa yang dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha
perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini, MCT bergerak di
bidang operasi terminal untuk kepentingan sendiri yang digunakan sebagai
Inter Transshipment Point (ISP) yang beroperasi di Desa Embalut, Tenggarong,
Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk mendukung kegiatan usaha
Perseroan. ISP milik MCT berfungsi sebagai titik perpindahan muatan dari
tongkang sungai ke stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut. Dengan
demikian, jasa yang dihasilkan oleh MCT adalah jasa bongkar muat batubara
dan jasa stockpile.
III.E.3.b. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis MCT meliputi Desa
Embalut di Provinsi Kalimantan Timur.
III.E.3.c. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha MCT adalah sebagai
berikut:
• PT Petrosea Tbk;
• PT Indika Energy Tbk; dan
• PT Golden Eagle Energy Tbk.
III.E.3.d. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
MCT adalah meningkatkan kapasitas dan produksi serta memperbesar
kapasitas stockpile.
III.E.3.e. Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui
proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana
atas Rencana Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur
Utama dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana
atas Rencana Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis
internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan
demikian, manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh
perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
memperhatikan alternatif lain.
66
Page 68
IV. ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Sebagaimana tercantum dalam PPSB, MCT merencanakan untuk
melakukan Rencana Penambahan Modal dan Perseroan merencanakan
untuk mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor
oleh MCT sebanyak 30.780 saham dengan nilai nominal sebesar
Rp 100.000 per saham atau setara dengan 36,56% saham MCT dengan
harga pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi
sebesar Rp 307,80 miliar sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham
Perseroan. Selanjutnya, HB merencanakan untuk mengambil bagian atas
peningkatan modal ditempatkan dan disetor oleh MCT sebanyak
3.420 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham atau
setara dengan 4,06% saham MCT dengan harga pelaksanaan sebesar
Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar
sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham HB.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, susunan pemegang saham
MCT adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk 35.000 41,57% 3.500.000.000
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk - baru 30.780 36,56% 3.078.000.000
Honardy Boentario 5.000 5,94% 500.000.000
Honardy Boentario - baru 3.420 4,06% 342.000.000
PT Ade Putra Tanrajeng 5.000 5,94% 500.000.000
PT Guruh Putra Bersama 5.000 5,94% 500.000.000
Jumlah 84.200 100,00% 8.420.000.000
Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
saham MCT sebagaimana termuat dalam laporannya
No. 00139/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2024 tanggal 25 September 2024,
nilai pasar 100,00% saham MCT adalah sebesar
Rp 516,15 miliar. Dengan pertimbangan nilai kapitalisasi pasar MCT adalah
sebesar Rp 869,20 miliar dan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
kepemilikan Perseroan dan HB yang akan diperhitungkan sebagai
penyetoran modal kepada MCT masing-masing adalah sebesar 36,56%
dan 4,06%, maka secara teoritis, peningkatan modal ditempatkan dan
disetor pada MCT yang dilakukan oleh Perseroan dan HB masing-masing
adalah sebesar Rp 317,74 miliar dan Rp 35,31 miliar, dengan perhitungan
sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan Nilai Pasar Persentase
Nilai pasar 100,00% saham MCT 516.153 59,38%
Transaksi Penambahan Modal Perseroan 317.744 36,56%
Transaksi Penambahan Modal HB 35.305 4,06%
Nilai pasar 100,00% MCT - setelah Rencana Transaksi 869.202 100,00%
67
Page 69
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 307,80 miliar adalah lebih
rendah dari nilai pasar 36,56% saham MCT sebesar Rp 317,74 miliar,
sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
transaksi sebesar 3,13% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 36,56% saham MCT
sebesar Rp 317,74 miliar.
2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:
Sebelum Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(9 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 1.495.740 2.501.687 2.907.362 2.883.341 2.883.341 2.883.341
Beban pokok pendapatan 729.625 1.379.087 1.388.028 1.402.697 1.412.756 1.424.865
Laba bruto 766.115 1.122.600 1.519.334 1.480.645 1.470.585 1.458.476
Beban usaha 70.491 86.880 88.197 89.566 90.991 92.474
Laba usaha 695.625 1.035.719 1.431.137 1.391.079 1.379.594 1.366.002
Beban lain-lain 58.692 70.990 20.488 (30.666) (66.953) (23.386)
Laba sebelum pajak penghasilan 754.317 1.106.710 1.451.625 1.360.412 1.312.641 1.342.616
Pajak penghasilan (81.145) (101.887) (103.908) (97.117) (91.768) (103.460)
Laba neto 673.172 1.004.823 1.347.717 1.263.295 1.220.873 1.239.156
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 2.970.341 2.970.341 3.096.341 3.096.341 3.096.341
Beban pokok pendapatan 1.434.083 1.432.730 1.446.012 1.460.586 1.476.128
Laba bruto 1.536.259 1.537.611 1.650.329 1.635.755 1.620.213
Beban usaha 93.918 95.423 96.990 98.624 100.325
Laba usaha 1.442.340 1.442.188 1.553.339 1.537.132 1.519.888
Beban lain-lain (3.676) (4.344) (3.638) (3.329) (3.981)
Laba sebelum pajak penghasilan 1.438.664 1.437.844 1.549.701 1.533.803 1.515.907
Pajak penghasilan (108.907) (111.308) (112.463) (111.924) (111.198)
Laba neto 1.329.757 1.326.536 1.437.238 1.421.879 1.404.709
Setelah Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(9 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 1.495.740 2.501.687 2.907.362 2.883.341 2.883.341 2.883.341
Beban pokok pendapatan 729.625 1.379.087 1.388.028 1.402.697 1.412.756 1.424.865
Laba bruto 766.115 1.122.600 1.519.334 1.480.645 1.470.585 1.458.476
Beban usaha 70.491 86.880 88.197 89.566 90.991 92.474
Laba usaha 695.625 1.035.719 1.431.137 1.391.079 1.379.594 1.366.002
Beban lain-lain 67.350 109.894 66.232 21.918 (11.662) (7.809)
Laba sebelum pajak penghasilan 762.974 1.145.614 1.497.369 1.412.996 1.367.932 1.358.193
Pajak penghasilan (83.050) (110.446) (113.972) (108.686) (103.932) (106.887)
Laba neto 679.924 1.035.168 1.383.398 1.304.311 1.263.999 1.251.306
68
Page 70
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 2.970.341 2.970.341 3.096.341 3.096.341 3.096.341
Beban pokok pendapatan 1.434.083 1.432.730 1.446.012 1.460.586 1.476.128
Laba bruto 1.536.259 1.537.611 1.650.329 1.635.755 1.620.213
Beban usaha 93.918 95.423 96.990 98.624 100.325
Laba usaha 1.442.340 1.442.188 1.553.339 1.537.132 1.519.888
Beban lain-lain (3.676) (4.344) (3.638) (3.329) (3.981)
Laba sebelum pajak penghasilan 1.438.664 1.437.844 1.549.701 1.533.803 1.515.907
Pajak penghasilan (108.907) (111.308) (112.463) (111.924) (111.198)
Laba neto 1.329.757 1.326.536 1.437.238 1.421.879 1.404.709
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
neto Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp 30,78 triliun dan Rp 13,67 triliun.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba neto Perseroan setelah
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 30,78 triliun dan
Rp 13,84 triliun.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba neto untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
yang akan datang.
3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba neto konsolidasian
Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk periode sembilan
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 masing-masing
adalah sebesar Rp 7,52 triliun dan Rp 7,64 triliun. Dengan demikian, jumlah
nilai kini dari proyeksi laba neto konsolidasian Perseroan setelah Rencana
Transaksi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari
proyeksi laba neto konsolidasian Perseroan sebelum Rencana Transaksi
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat
diskonto sebesar 11,08%, yang merupakan biaya modal kapital Perseroan,
yang ditentukan dengan menggunakan formula sebagai berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
69
Page 71
Dimana:
ke = Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd = Biaya modal utang
We = Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd = Bobot utang dalam struktur kapital
t = Pajak penghasilan perusahaan
Biaya Modal untuk Ekuitas
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
dimana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Maret 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka
waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,72%, yang
diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 7,38%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2023 yang diterbitkan pada
bulan Januari tahun 2024.
70
Page 72
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Maret 2023 sebesar 0,91.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
2,07% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
= 6,72% + ( 0,91 x 7,38% ) – 2,07%
= 11,35%
Biaya Modal untuk Utang
Karena perhitungan nilai ekuitas Perseroan dilakukan dengan mendiskonto
tingkat balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
cash flows to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan
adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal,
baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang)
maupun yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).
Dalam perhitungan ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah
suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku
bunga kredit investasi bank persero untuk bulan Maret 2024 yang
dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 9,47%.
Weighted Average Cost of Capital
Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot
ekuitas sebesar 93,16% dan bobot utang sebesar 6,84%, yang diolah dari
data DER Perseroan serta menggunakan tarif pajak penghasilan sebesar
22,00%, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai
berikut:
WACC = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
= (11,35% x 93,16%) + (9,47% x [1 – 22,00%] x 6,84%)
= 11,08%
71
Page 73
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba neto MCT untuk periode
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034
adalah sebagai berikut:
Sebelum Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Laba neto 673.172 1.004.823 1.347.717 1.263.295 1.220.873 1.239.156
Faktor diskonto 0,9242 0,8320 0,7490 0,6743 0,6071 0,5466
Nilai kini 622.145 836.012 1.009.440 851.840 741.192 677.323
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Laba neto 1.329.757 1.326.536 1.437.238 1.421.879 1.404.709
Faktor diskonto 0,4921 0,4430 0,3988 0,3590 0,3232
Nilai kini 654.373 587.655 573.170 510.454 454.002
Jumlah nilai kini 7.517.608
Setelah Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Laba neto 679.924 1.035.168 1.383.398 1.304.311 1.263.999 1.251.306
Faktor diskonto 0,9242 0,8320 0,7490 0,6743 0,6071 0,5466
Nilai kini 628.386 861.260 1.036.165 879.497 767.374 683.964
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Laba neto 1.329.757 1.326.536 1.437.238 1.421.879 1.404.709
Faktor diskonto 0,4921 0,4430 0,3988 0,3590 0,3232
Nilai kini 654.373 587.655 573.170 510.454 454.002
Jumlah nilai kini 7.636.301
72
Page 74
4. Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam
rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk
memperoleh Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam
SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan
digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.
5. Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh
Pinjaman kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen
Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan
efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana
Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi
seluruh pemegang saham Perseroan.
6. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT
diharapkan dapat melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan
dengan lebih terstruktur, mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman
Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga
Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan
ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh
Perseroan dan MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal,
dan modal kerja maupun pengembangan usaha atas portofolio aset
Perseroan dan MCT.
7. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
dapat menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban
keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
akan datang.
KESIMPULAN
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.
73
Page 75
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI
Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan
dengan Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang
saham.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
74
Page 76
Lampiran A
PERNYATAAN PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan Perseroan.
4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
75
Page 77
Lampiran B
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Transaksi
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(9 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 1.495.740 2.501.687 2.907.362 2.883.341 2.883.341 2.883.341
Beban pokok pendapatan 729.625 1.379.087 1.388.028 1.402.697 1.412.756 1.424.865
Laba bruto 766.115 1.122.600 1.519.334 1.480.645 1.470.585 1.458.476
Beban usaha 70.491 86.880 88.197 89.566 90.991 92.474
Laba usaha 695.625 1.035.719 1.431.137 1.391.079 1.379.594 1.366.002
Beban lain-lain 58.692 70.990 20.488 (30.666) (66.953) (23.386)
Laba sebelum pajak penghasilan 754.317 1.106.710 1.451.625 1.360.412 1.312.641 1.342.616
Pajak penghasilan (81.145) (101.887) (103.908) (97.117) (91.768) (103.460)
Laba neto 673.172 1.004.823 1.347.717 1.263.295 1.220.873 1.239.156
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 2.970.341 2.970.341 3.096.341 3.096.341 3.096.341
Beban pokok pendapatan 1.434.083 1.432.730 1.446.012 1.460.586 1.476.128
Laba bruto 1.536.259 1.537.611 1.650.329 1.635.755 1.620.213
Beban usaha 93.918 95.423 96.990 98.624 100.325
Laba usaha 1.442.340 1.442.188 1.553.339 1.537.132 1.519.888
Beban lain-lain (3.676) (4.344) (3.638) (3.329) (3.981)
Laba sebelum pajak penghasilan 1.438.664 1.437.844 1.549.701 1.533.803 1.515.907
Pajak penghasilan (108.907) (111.308) (112.463) (111.924) (111.198)
Laba neto 1.329.757 1.326.536 1.437.238 1.421.879 1.404.709
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Transaksi
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Keterangan
(9 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 1.495.740 2.501.687 2.907.362 2.883.341 2.883.341 2.883.341
Beban pokok pendapatan 729.625 1.379.087 1.388.028 1.402.697 1.412.756 1.424.865
Laba bruto 766.115 1.122.600 1.519.334 1.480.645 1.470.585 1.458.476
Beban usaha 70.491 86.880 88.197 89.566 90.991 92.474
Laba usaha 695.625 1.035.719 1.431.137 1.391.079 1.379.594 1.366.002
Beban lain-lain 67.350 109.894 66.232 21.918 (11.662) (7.809)
Laba sebelum pajak penghasilan 762.974 1.145.614 1.497.369 1.412.996 1.367.932 1.358.193
Pajak penghasilan (83.050) (110.446) (113.972) (108.686) (103.932) (106.887)
Laba neto 679.924 1.035.168 1.383.398 1.304.311 1.263.999 1.251.306
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Keterangan
(1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan 2.970.341 2.970.341 3.096.341 3.096.341 3.096.341
Beban pokok pendapatan 1.434.083 1.432.730 1.446.012 1.460.586 1.476.128
Laba bruto 1.536.259 1.537.611 1.650.329 1.635.755 1.620.213
Beban usaha 93.918 95.423 96.990 98.624 100.325
Laba usaha 1.442.340 1.442.188 1.553.339 1.537.132 1.519.888
Beban lain-lain (3.676) (4.344) (3.638) (3.329) (3.981)
Laba sebelum pajak penghasilan 1.438.664 1.437.844 1.549.701 1.533.803 1.515.907
Pajak penghasilan (108.907) (111.308) (112.463) (111.924) (111.198)
Laba neto 1.329.757 1.326.536 1.437.238 1.421.879 1.404.709
76
Page 78
Lampiran C
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Transaksi
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Laba neto 673.172 1.004.823 1.347.717 1.263.295 1.220.873 1.239.156
Faktor diskonto 0,9242 0,8320 0,7490 0,6743 0,6071 0,5466
Nilai kini 622.145 836.012 1.009.440 851.840 741.192 677.323
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Laba neto 1.329.757 1.326.536 1.437.238 1.421.879 1.404.709
Faktor diskonto 0,4921 0,4430 0,3988 0,3590 0,3232
Nilai kini 654.373 587.655 573.170 510.454 454.002
Jumlah nilai kini 7.517.608
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Transaksi
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/24 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Laba neto 679.924 1.035.168 1.383.398 1.304.311 1.263.999 1.251.306
Faktor diskonto 0,9242 0,8320 0,7490 0,6743 0,6071 0,5466
Nilai kini 628.386 861.260 1.036.165 879.497 767.374 683.964
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Laba neto 1.329.757 1.326.536 1.437.238 1.421.879 1.404.709
Faktor diskonto 0,4921 0,4430 0,3988 0,3590 0,3232
Nilai kini 654.373 587.655 573.170 510.454 454.002
Jumlah nilai kini 7.636.301
77
Page 79
Lampiran D
Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
Pada tanggal 30 September 2024, Perseroan, GPB, APT, HB, dan MCT telah
menandatangani PPSB sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan
penting dalam PPSB adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPSB adalah Perseroan, GPB, APT, HB,
dan MCT.
• Objek dan Nilai Rencana Transaksi
Objek dan nilai rencana transaksi berdasarkan PPSB adalah sebagai berikut:
MCT merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi dengan rincian sebagai
berikut:
- MCT merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor
yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 30.780 saham dengan nilai
nominal sebesar Rp 100.000 per saham atau setara dengan 36,56% saham MCT
dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi
sebesar Rp 307,80 miliar.
- MCT merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor
yang akan diambil bagian oleh HB sebanyak 3.420 saham dengan nilai nominal
sebesar Rp 100.000 per saham atau setara dengan 4,06% saham MCT dengan
harga pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar
Rp 34,20 miliar.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, APT dan GPB setuju untuk
mengesampingkan haknya untuk ditawarkan terlebih dahulu dan mengambil bagian atas
sebagian atau seluruh saham baru;
• Persyaratan Pendahuluan dan Penyelesaian Penempatan Saham
Persyaratan Pendahuluan dan Penyelesaian Penempatan Saham berdasarkan PPSB
adalah sebagai berikut:
a. Penempatan Saham oleh Perseroan dan HB akan dilaksanakan setelah seluruh
persyaratan pendahuluan di bawah ini terpenuhi, dalam bentuk dan isi sebagaimana
disetujui (atau dikesampingkan secara tertulis) oleh Perseroan dan HB:
- Salinan keputusan pemegang saham, dewan komisaris dan/atau direksi
Perseroan (sebagaimana disyaratkan anggaran dasar Perseroan) yang
menyetujui, antara lain, penempatan atas saham yang ditempatkan Perseroan
dalam MCT;
78
Page 80
- Salinan daftar pemegang saham MCT;
- Salinan pemberitahuan pembayaran kembali lebih awal yang dikirimkan oleh
MCT kepada The Bank of New York Mellon, Singapore Branch, sebagai agen
fasilitas dalam perjanjian kredit OCP IV dan OCP V, yang disampaikan secara
patut dan sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian kredit OCP IV dan OCP V;
- Salinan perjanjian pemberian fasilitas pinjaman yang telah ditandatangani oleh
Perseroan dan MCT dengan Bank (selanjutnya disebut “Perjanjian Fasilitas
Perseroan-MCT”); dan
- Salinan suatu dokumen, pernyataan, atau konfirmasi tertulis yang membuktikan
bahwa Perjanjian Fasilitas Perseroan-MCT telah memenuhi syarat pencairan.
b. Jika salah satu pihak mengetahui adanya fakta atau keadaan yang mana dapat
menghalangi pihak lainnya untuk memenuhi persyaratan pendahuluan penempatan
saham, pihak yang mengetahui tersebut harus segera memberitahukan kepada
pihak lainnya mengenai fakta atau keadaan tersebut dengan pemberitahuan tertulis.
• Tanggal Pemberhentian Panjang
Tanggal pemberhentian panjang berdasarkan PPSB adalah enam puluh hari kalender
sejak tanggal PPSB ini, atau tanggal lain sebagaimana dapat disepakati secara tertulis
oleh Para Pihak
• Penyelesaian
Penyelesaian berdasarkan PPSB adalah sebagai berikut:
a. Penyelesaian penempatan saham akan dilakukan pada atau sebelum hari kerja ke-5
setelah tanggal dimana seluruh persyaratan pendahuluan penempatan saham
terpenuhi, atau pada waktu lain yang dapat disepakati oleh para pihak (selanjutnya
disebut “Tanggal Penyelesaian Penempatan Saham”).
b. Pada Tanggal Penyelesaian Penempatan Saham:
- Perseroan akan menyerahkan atau akan menyebabkan untuk diserahkannya
kepada Perseroan dan HB dokumen yang membuktikan pemenuhan persyaratan
pendahuluan penempatan saham yang menjadi kewajiban MCT;
- Masing-masing Perseroan dan HB akan menyerahkan atau akan menyebabkan
untuk diserahkannya kepada MCT dokumen yang membuktikan pemenuhan
persyaratan pendahuluan penempatan saham yang menjadi kewajiban
Perseroan dan HB;
79
Page 81
- Masing-masing Perseroan dan HB akan menyerahkan bukti pembayaran atas
harga penempatan sahamnya; dan
- APT dan GPB akan menyerahkan salinan surat pengesampingan hak untuk
ditawarkan terlebih dahulu dan mengambil bagian atas sebagian atau seluruh
saham yang ditempatkan;
- Perseroan akan:
i. Menyerahkan kepada notaris yang ditunjuk keputusan Pemegang Saham
MCT (selanjutnya disebut “Keputusan RUPSLB MCT”) yang menyetujui,
antara lain:
1. Penambahan Modal;
2. Penempatan Saham;
3. Perubahan komposisi pemegang saham MCT; dan
4. Pengesampingan hak Pemegang Saham MCT untuk ditawarkan terlebih
dahulu dan mengambil bagian atas sebagian atau seluruh saham yang
ditempatkan,
dalam bentuk dan isi yang disepakati oleh para pihak; dan
ii. Menandatangani akta-akta notaris untuk Keputusan RUPSLB MCT.
• Hukum yang Mengatur dan Penyelesaian Sengketa
Hukum yang mengatur dan penyelesaian sengketa berdasarkan PPSB ini diatur
berdasarkan dan ditafsirkan sesuai dengan Hukum Republik Indonesia.
80
Page 82
Lampiran E
Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham MCT
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli
2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PM.22/2018
(penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai
dengan surat penugasan No. KR/231002-001 tanggal 2 Oktober 2023 yang telah disetujui
oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
nilai pasar 100,00% saham MCT. Hasil penilaian atas 100,00% saham MCT tersebut
tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham MCT dengan No. 00139/2.0162-
00/BS/05/0153/1/IX/2024 tanggal 25 September 2024 dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah Perseroan, HB, dan
MCT.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham MCT.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 31 Maret 2024.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen MCT. Dalam
penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
kinerja MCT pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di
masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MCT yang
dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja MCT yang
dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis MCT dan informasi manajemen MCT
terhadap proyeksi laporan keuangan MCT tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
laporan penilaian MCT dan kesimpulan nilai akhir.
81
Page 83
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan, dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MCT atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan MCT bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan MCT.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum MCT
berdasarkan anggaran dasar MCT.
82
Page 84
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
oleh MCT di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha MCT. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
MCT diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha MCT. Arus kas
yang dihasilkan berdasarkan proyeksi laporan keuangan dikonversi menjadi nilai kini
dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai
kini dari arus kas tersebut.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini
karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data
perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh MCT.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen MCT.
Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian,
maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Maret 2024
adalah sebesar Rp 516,15 miliar.
83
Names mentioned 46 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Guruh Putra Bersama
p.2 ×3
unresolved
org
PT Ade Putra Tanrajeng
p.2 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3 ×3
unresolved
org
Pte. Limited
p.4 ×2
unresolved
org
Y. Santosa dan Rekan
p.5
unresolved
org
YSR
p.7 ×14
unresolved
org
Armanda
p.7
unresolved
org
KJPP KR
p.8 ×2
unresolved
person
Aulia Taufani
p.8 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.9 ×4
unresolved
person
Akta Notaris Netty Maria Machdar
p.13 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×2
unresolved
org
Terbatas No. AHU-
p.13 ×2
unresolved
org
Menteri
p.13 ×2
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.16 ×4
unresolved
org
PT Mahakam Coal Terminal Dalam Rencana Transaksi
p.17
unresolved
person
Sri Intansih
p.17
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.17 ×2
unresolved
person
Maria Gunarti
p.17
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.29
unresolved
org
Keahlian Setjen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
p.31
unresolved
—
Pembat
· Penilai
p.62 ×2
unresolved
—
Penambahan Modal HB
p.68
unresolved
—
100,00% MCT - setelah Rencana
p.68
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.75 ×2
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.75
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.75
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.500
11147 ms
12 Sep 2026 22:58
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
'adalah sebagai'}],
'currency': 'IDR',
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
'sebagai',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '307.80'}