Skip to content
Back to announcement

20240930_ALII_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_31730282_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review ALII

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 84

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00140/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2024                            30 September 2024



Kepada Yth.

PT ANCARA LOGISTICS INDONESIA Tbk
Bakrie Tower Lt. 15
Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. H.R. Rasuna Said
Jakarta 10940

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 30 September 2024, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”), PT Guruh Putra Bersama (selanjutnya disebut “GPB”), PT Ade Putra
Tanrajeng (selanjutnya disebut “APT”), Honardy Boentario (selanjutnya disebut “HB”) dan
PT Mahakam Coal Terminal (selanjutnya disebut “MCT”) telah menandatangani Perjanjian
Penempatan Saham Bersyarat (selanjutnya disebut “PPSB”), dimana MCT merencanakan
untuk melakukan peningkatan modal dasar dari semula berjumlah Rp 5,00 miliar yang
terbagi atas 50.000 saham menjadi Rp 33,00 miliar yang terbagi atas 330.000 saham dan
peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari semula berjumlah Rp 5,00 miliar yang
terbagi atas 50.000 saham menjadi Rp 8,42 miliar yang terbagi atas 84.200 saham
(selanjutnya disebut “Rencana Penambahan Modal”) dengan rincian sebagai berikut:

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan
    dan disetor oleh MCT sebanyak 30.780 saham dengan nilai nominal sebesar
    Rp 100.000 per saham atau setara dengan 36,56% saham MCT dengan harga
    pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 307,80 miliar
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham Perseroan”).

•   HB merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan
    disetor oleh MCT sebanyak 3.420 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per
    saham atau setara dengan 4,06% saham MCT dengan harga pelaksanaan sebesar
    Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar (selanjutnya disebut
    “Rencana Penyertaan Saham HB”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan
Saham Perseroan dan Rencana Penyertaan Saham HB merupakan satu kesatuan transaksi
yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.
Page 3
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/240703-003 tanggal
3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai
KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019
dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Rencana
Transaksi.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus terbuka (publicly-held company),
didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha
Perseroan bergerak di bidang angkutan dengan kegiatan usaha utama angkutan laut
perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang. Perseroan berdomisili di Bakrie Tower
Lantai 15, Komplek Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta 10940, dengan
nomor telepon: (021) 2994 1122 nomor faksimile: (021) 2991 2095, dan email:
corsec@ancaralogistics.com.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur kepemilikan
Perseroan atas MCT pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:


       Perseroan               APT                   GPB                   HB

            70,00%               10,00%                10,00%                10,00%

                                          MCT



Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Agustus 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MCT dengan kepemilikan
sebesar 70,00%. MCT merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha perdagangan,
pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini, MCT bergerak di bidang operasi terminal untuk
kepentingan sendiri yang digunakan sebagai Inter Transshipment Point (ISP) yang
beroperasi di Desa Embalut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk
mendukung kegiatan usaha Perseroan. ISP milik MCT berfungsi sebagai titik perpindahan
muatan dari tongkang sungai ke stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut.




                                           2
Page 4
Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024, MCT memiliki pinjaman jangka panjang dari OCP Asia Fund IV (SF 1) Pte.
Limited (selanjutnya disebut “OCP IV”) dan OCP Asia Fund V (SF 1) Pte. Limited
(selanjutnya disebut “OCP V”) dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 341,30 miliar dengan
jangka waktu sampai dengan Oktober 2025 dan tingkat bunga sebesar 20,00% per tahun
(selanjutnya disebut “Pinjaman”).

Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk memperoleh
fasilitas kredit investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank”)
sebesar Rp 342,00 miliar dengan jangka waktu 60 bulan dan tingkat bunga sebesar JIBOR
1 Bulan + 4,00% per tahun (selanjutnya disebut “Rencana Pinjaman Bank”) sebagaimana
tercantum dalam Surat Penawaran Pemberian Kredit (selanjutnya disebut “SPPK”). Dana
yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk
melakukan Rencana Penyertaan Saham Perseroan.

Selanjutnya, MCT merencanakan untuk melakukan Rencana Penambahan Modal dimana
secara bersamaan Perseroan dan HB merencanakan untuk melakukan Rencana
Penyertaan Saham Perseroan dan Rencana Penyertaan Saham HB yang merupakan salah
satu upaya Perseroan dan HB dalam memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk
melunasi seluruh Pinjaman kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen
Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan efisien bagi
MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana Transaksi sehingga diharapkan
dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur, mengingat
tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
bunga Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan
ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan MCT
dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun pengembangan
usaha atas portofolio aset Perseroan dan MCT.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat menurunkan
leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan konsolidasian Perseroan yang
pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
    tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam rangka menjalankan strategi
    bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk memperoleh Rencana Pinjaman Bank
    sebagaimana tercantum dalam SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman
    Bank tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.




                                            3
Page 5
•   Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam memberikan
    dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman kepada OCP IV dan
    OCP V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat memberikan dampak struktur
    kapital yang lebih efektif dan efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal
    melalui Rencana Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif
    bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
    melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur, mengingat
    tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
    bunga Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan
    dan ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan
    MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun
    pengembangan usaha atas portofolio aset Perseroan dan MCT.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan konsolidasian
    Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa MCT
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 70,00% pada tanggal
31 Maret 2024, maka Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan
harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik (selanjutnya disebut “KAP”) Y. Santosa dan Rekan (selanjutnya disebut “YSR”),
jumlah ekuitas adalah sebesar Rp 1,56 triliun. Selanjutnya, berdasarkan PPSB, jumlah nilai
transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 342,00 miliar.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Transaksi tersebut mencerminkan
21,97% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Maret 2024 sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi
material, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020
tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
(selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.




                                            4
Page 6
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:

•   Transaksi dimana Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor oleh MCT sebanyak 30.780 saham dengan nilai nominal
    sebesar Rp 100.000 per saham atau setara dengan 36,56% saham MCT dengan harga
    pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 307,80 miliar
    sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham Perseroan.

•   Transaksi dimana HB merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor oleh MCT sebanyak 3.420 saham dengan nilai nominal sebesar
    Rp 100.000 per saham atau setara dengan 4,06% saham MCT dengan harga
    pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar
    sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham HB.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku,
yaitu POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Maret 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi.




                                            5
Page 7
JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
   tanggal 31 Maret 2024 yang telah direviu oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. NA24/P.JNR/05.29.04 tanggal 29 Mei 2024;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00057/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024 tanggal 6 Mei 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2022 yang telah diaudit oleh KAP YSR
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00147/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/XI/2023
   tanggal 2 November 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode lima bulan sejak tanggal
   pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP
   Armanda & Enita (selanjutnya disebut “AE”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00005/2.0680/AU.1/05/1570-1/1/I/2022 tanggal 31 Januari 2021 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;

6. Laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Maret 2024 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00143/2.0902/AU.1/05/1792-3/1/VII/2024 tanggal 31 Juli 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

7. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
   yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
   00098/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024 tanggal 28 Mei 2024 dengan pendapat wajar
   tanpa pengecualian;




                                           6
Page 8
8. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2020 – 2022 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
   konsolidasian Perseroan untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Agustus 2023 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00147/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/XI/2023 tanggal 2 November 2023
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

9. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
   dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP AE sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00053/2.0680/AU.1/05/1570-1/1/XII/2020 tanggal 24 Desember 2020
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

10. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk periode tiga bulan yang
    berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang
    disusun oleh manajemen Perseroan;

11. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
    Transaksi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
    dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 yang
    disusun oleh manajemen Perseroan;

12. Laporan penilaian 100,00% saham MCT per 31 Maret 2024 yang disusun oleh KJPP KR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00139/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2024
    tanggal 25 September 2024;

13. PPSB;

14. SPPK;

15. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 9
    tanggal 12 Februari 2024 oleh Aulia Taufani, S.H., mengenai perubahan susunan
    pemegang saham Perseroan setelah pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham
    (selanjutnya disebut “PUPS”), perubahan jenis Perseroan menjadi Penanaman Modal
    Dalam Negeri (selanjutnya disebut “PMDN”), dan perubahan anggaran dasar pasal 4
    mengenai modal;

16. Anggaran dasar MCT yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 16 tanggal
    25 Agustus 2023 oleh Maria Gunarti S.H. M.Kn., terkait perubahan pasal 12 anggaran
    dasar MCT terkait tugas dan wewenang Direksi;




                                          7
Page 9
17. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Faisal Mohamad Nur
    dengan posisi sebagai Direktur Utama, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain
    yang terkait dengan Rencana Transaksi;

18. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang;

19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;

20. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

21. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

22. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

23. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan; dan

24. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil
akhir pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari
manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.




                                            8
Page 10
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya
merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan MCT berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan MCT.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang
ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah
dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi
mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.




                                             9
Page 11
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait
lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah
tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR
bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak
memilki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240703-003 tanggal
3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            10
Page 12
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Maret 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Rencana Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.




                                             11
Page 13
I.         ANALISIS RENCANA TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana
           Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, analisis Rencana Transaksi adalah
           sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Ancara Logistics Indonesia Tbk

           Dalam Rencana Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang merencanakan
           untuk mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor oleh
           MCT sebanyak 30.780 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per
           saham atau setara dengan 36,56% saham MCT dengan harga pelaksanaan
           sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 307,80 miliar
           sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham Perseroan.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
           tanggal 31 Maret 2024, Perseroan merupakan entitas induk MCT dengan
           kepemilikan sebesar 70,00%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham,
           dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 30 Juli 2019 dalam
           rangka Penanaman Modal Asing berdasarkan Undang-Undang Penanaman
           Modal Asing No. 25 Tahun 2007 berdasarkan Akta Notaris Netty Maria
           Machdar, SH., No. 437, yang disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
           Manusia Republik Indonesia dengan Surat Pengesahan Pendirian Badan
           Hukum Perseroan Terbatas No. AHU-0037867.AH.01.01 Tahun 2019 tanggal
           2 Agustus 2019, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
           Indonesia No. 74, Tambahan No. 034727 Tahun 2020.

           Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan.
           Perubahan terakhir Anggaran Dasar Perseroan termuat dalam Akta Pernyataan
           Keputusan Pemegang Saham No. 9 yang dibuat di hadapan Notaris Aulia
           Taufani, S.H., tanggal 12 Februari 2024 mengenai perubahan susunan
           pemegang saham Perseroan setelah pelaksanaan PUPS, perubahan jenis
           Perseroan menjadi PMDN, dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 4
           mengenai modal. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
           Hak      Asasi     Manusia    Republik      Indonesia    dengan      surat
           No. AHU-AH.01.03-0036238 dan No. AHU-AH.01.09-0059450 tanggal
           12 Februari 2024.

           Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Bakrie Tower lantai 15, Komplek Rasuna
           Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta 10940.




                                          12
Page 14
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Maret 2024
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                :        Nalinkant Amratlal Rathod
           Komisaris                      :        Aninditha Anestya Bakrie
           Komisaris Independen           :        Agus Suharyono

           Direksi
           Direktur Utama                 :        Faisal Mohamad Nur
           Direktur                       :        Rahul Nalin Rathod
           Direktur                       :        Vishal Manharlal Parekh
           Direktur                       :        Munawir
           Direktur                       :        Aulia

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                          (Dalam Rupiah)
                                                                      Persentase
                        Pemegang Saham             Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                      Kepemilikan
           PT Graha Adika Niaga                       5.202.000.000           41,09%     26.010.000.000
           Solomed Capital Pte. Ltd                   4.998.000.000           39,48%     24.990.000.000
           PT Borneo Logistik Indonesia               1.744.000.000           13,77%      8.720.000.000
           Aninditha Anestya Bakrie                     383.293.000            3,03%      1.916.465.000
           Nalinkant Amratlal Rathod                    333.347.000            2,63%      1.666.735.000
           Jumlah                                    12.660.640.000          100,00%     63.303.200.000



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan bergerak di bidang angkutan dengan
           kegiatan usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk
           barang.




                                              13
Page 15
I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan bergerak di bidang angkutan dengan
           kegiatan usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk
           barang.

           Dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang jasa pengangkutan laut dan
           transhipment, Perseroan dan MCT memiliki kontrak sesuai umur tambang (life
           of mine) dengan pelanggan utama yaitu APT dan GPB untuk pengangkutan
           dan pengiriman batu bara sehingga Perseroan dan MCT memiliki sumber
           pendapatan yang berkesinambungan. Dengan demikian, Perseroan dan MCT
           dapat lebih berfokus pada pengelolaan bisnis yang efektif dan efisien. Selain
           itu, terbatasnya jasa pengangkutan laut dan transhipment menggunakan
           tongkang sungai membuat jasa yang ditawarkan semakin dibutuhkan dan
           menjadi nilai tambah bagi Perseroan dan MCT mengingat bahwa Indonesia
           merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan juga merupakan salah satu
           negara dengan garis pantai terpanjang di dunia yang memiliki potensi untuk
           menjadi poros maritim dunia.

           Dengan keadaan geografis yang strategis, transportasi laut khususnya kapal
           sangat dibutuhkan sebagai langkah dalam mengakomodasi keberlangsungan
           kegiatan ekonomi di Indonesia. Dalam menghadapi persaingan di industri
           pelayaran, Perseroan memiliki beberapa keunggulan yaitu armada kapal dan
           tongkang yang besar, umur armada kapal dan tongkang yang relatif muda,
           lokasi transhipment yang strategis, jumlah dan kualitas sumber daya manusia,
           dan teknologi perkapalan yang dimiliki serta reputasi perusahaan dalam
           industri. Di tengah kondisi persaingan yang ketat, Perseroan memiliki
           keunggulan kompetitif dimana sistem logistik dalam pengangkutan batu bara
           terintegrasi dengan APT dan GPB, pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

           Pada saat ini, Perseroan memiliki 42 tongkang sungai dan melakukan freight
           charter atas 15 set tongkang sungai dan kapal tunda, memiliki 40 kapal tunda
           dan melakukan time charter atas 12 set tongkang laut dan kapal tunda,
           memiliki 2 assist tugs dan melakukan time charter atas 2 assist tugs serta
           memiliki 1 unit Floating Transhipper Unit (FTU) dengan kapasitas sebesar
           20.000 Metrik Ton (MT) Per Weather Working Day (PWWD). Kapal tongkang
           Perseroan memiliki kapasitas yang mencukupi untuk menunjang volume
           pengangkutan batu bara dari pelanggan. Perseroan juga menyewa kapal tunda
           dan tongkang dengan skema freight charter serta time charter untuk memenuhi
           permintaan pelanggan. Seiring dengan meningkatnya target produksi dan
           penjualan dari pelanggan Perseroan, Perseroan terus menambah armada
           untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan.




                                          14
Page 16
Prospek Usaha

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan juga merupakan
salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia yang memiliki
potensi untuk menjadi poros maritim dunia. Letak geografis Indonesia juga
sangat strategis dimana Indonesia diapit oleh Samudera Hindia dan Samudera
Pasifik. Dengan keadaan geografis yang strategis, transportasi laut, khususnya
kapal, sangat dibutuhkan sebagai langkah dalam mengakomodasi
keberlangsungan kegiatan ekonomi di Indonesia. Transportasi laut memiliki
berbagai peran penting dalam aspek ekonomidan sosial. Kapal-kapal
memfasilitasi perdagangan dan perjalanan, serta dapat berkontribusi pada
pertahanan dan keamanan, mendukung penelitian dan inovasi serta juga
memengaruhi berbagai sektor industri.

Salah satu sektor industri yang berkaitan dengan transportasi laut tersebut
adalah batubara. Batubara merupakan sumber energi pembangkit listrik yang
paling dominan di dunia dibandingkan dengan sumber energi lainnya dan
Indonesia menjadi salah satu produsen batubara terbesar di dunia setelah
Tiongkok dan India. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
menargetkan produksi batubara nasional tahun 2024 mencapai 922,14 juta ton.
Dengan pertumbuhan tersebut, maka sektor transportasi batubara juga akan
turut terdorong dengan sendirinya. Hal ini menjadi momentum dan prospek
usaha yang positif bagi Perseroan untuk mencapai pertumbuhan kinerja yang
lebih baik lagi. Oleh karena itu, Perseroan dan Entitas Anak akan berfokus
pada kegiatan usaha yang dilakukan saat ini, yaitu usaha jasa pengangkutan
laut, transshipment dan intermediate stockpile (ISP) dengan memanfaatkan
rekam jejak dan reputasi yang dimiliki oleh Perseroan dan Entitas Anak. Dalam
menjalankan usaha tersebut, Perseroan dan Entitas Anak juga didukung
dengan sistem logistik yang terintegrasi dengan pihak afiliasi mulai dari
tambang hingga ke ISP dan transshipment area.

Dalam mengoptimalkan peluang pertumbuhan, beberapa strategi Perseroan
adalah sebagai berikut:

•   Menjaga kelangsungan kontrak life of mine dan memenuhi kebutuhan
    sesuai peningkatan volume produksi dari pelanggan;
•   Meningkatkan kapasitas dengan membangun ISP dan menambah FTU;
•   Optimalisasi penggunaan seluruh kapal tunda dan tongkang serta peralatan
    lainnya yang dimiliki;
•   Menambah investasi digitalisasi dalam proses bisnis Perseroan dan entitas
    anak Perseroan;
•   Pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia; dan
•   Meningkatkan diversifikasi layanan.




                               15
Page 17
I.A.2.     PT Mahakam Coal Terminal

           Dalam Rencana Transaksi, MCT merupakan pihak yang merencanakan untuk
           melakukan peningkatan modal dasar dari semula berjumlah Rp 5,00 miliar
           yang terbagi atas 50.000 saham menjadi Rp 33,00 miliar yang terbagi atas
           330.000 saham dan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari semula
           berjumlah Rp 5,00 miliar yang terbagi atas 50.000 saham menjadi
           Rp 8,42 miliar yang terbagi atas 84.200 saham dengan rincian sebagai berikut:

           •   MCT merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan
               disetor yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 30.780 saham
               dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham atau setara dengan
               36,56% saham MCT dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta
               atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 307,80 miliar sehubungan dengan
               Rencana Penyertaan Saham Perseroan.

           •   MCT merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan
               disetor yang akan diambil bagian oleh HB sebanyak 3.420 saham dengan
               nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham atau setara dengan 4,06%
               saham MCT dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau
               dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar sehubungan dengan
               Rencana Penyertaan Saham HB.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, MCT
           merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 70,00%. Latar
           belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha MCT adalah
           sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           MCT didirikan di Republik Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 21 dari Sri
           Intansih, S.H., tanggal 8 Maret 2007. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh
           Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusan No. W7-03867 HT.01.01-Th.2007 tanggal 10 April 2007.

           Anggaran Dasar MCT telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan
           terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 16 dari Maria Gunarti, S.H., M.Kn
           tanggal 25 Agustus 2023, tentang perubahan Pasal 12 Anggaran Dasar MCT
           terkait tugas dan wewenang direksi. Perubahan tersebut telah memperoleh
           persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0110145 tanggal
           28 Agustus 2023.




                                          16
Page 18
I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi MCT pada tanggal 31 Maret 2024
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                     :        Nalinkant Amratlal Rathod
           Komisaris                           :        Meliani Bunawan
           Komisaris                           :        Aninditha Anestya Bakrie
           Komisaris                           :        Faisal Mohamad Nur

           Direksi
           Direktur Utama                      :        Munawir
           Direktur                            :        Rahul Nalin Rathod
           Direktur                            :        Honardy Boentario
           Direktur                            :        Vishal Manharlal Parekh

I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham MCT berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                             (Dalam Rupiah)
                                                                         Persentase
                        Pemegang Saham                  Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                         Kepemilikan
           PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                    35.000           70,00%      3.500.000.000
           PT Ade Putra Tanrajeng                                5.000           10,00%        500.000.000
           PT Guruh Putra Bersama                                5.000           10,00%        500.000.000
           Honardy Boentario                                     5.000           10,00%        500.000.000
           Jumlah                                               50.000          100,00%      5.000.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha
           perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini, MCT bergerak di
           bidang operasi terminal untuk kepentingan sendiri yang digunakan sebagai ISP
           yang beroperasi di Desa Embalut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan
           Timur untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan. ISP milik MCT berfungsi
           sebagai titik perpindahan muatan dari tongkang sungai ke stockpile serta dari
           stockpile ke tongkang laut.




                                                   17
Page 19
I.A.3.   Honardy Boentario

         Dalam Rencana Transaksi, HB merupakan pihak yang merencanakan untuk
         mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor oleh MCT
         sebanyak 3.420 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham
         atau setara dengan 4,06% saham MCT dengan harga pelaksanaan sebesar
         Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar sehubungan
         dengan Rencana Penyertaan Saham HB.

         Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HB
         merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan merupakan pemegang
         saham dari MCT dengan kepemilikan sebesar 10,00%.

I.B.     Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

         Pada tanggal 30 September 2024, Perseroan, GPB, APT, HB, dan MCT telah
         menandatangani PPSB sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok
         kesepakatan penting dalam PPSB adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPSB adalah Perseroan, GPB,
             APT, HB, dan MCT.

         •   Objek dan Nilai Rencana Transaksi

             Objek dan nilai rencana transaksi berdasarkan PPSB adalah sebagai
             berikut:

             MCT merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi dengan rincian
             sebagai berikut:

             -   MCT merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan
                 dan disetor yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak
                 30.780 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham
                 atau setara dengan 36,56% saham MCT dengan harga pelaksanaan
                 sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar
                 Rp 307,80 miliar.

             -   MCT merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan
                 dan disetor yang akan diambil bagian oleh HB sebanyak 3.420 saham
                 dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham atau setara
                 dengan 4,06% saham MCT dengan harga pelaksanaan sebesar
                 Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar.




                                        18
Page 20
           Sehubungan dengan Rencana Transaksi, APT dan GPB setuju untuk
           mengesampingkan haknya untuk ditawarkan terlebih dahulu dan
           mengambil bagian atas sebagian atau seluruh saham baru;

    •   Persyaratan Pendahuluan dan Penyelesaian Penempatan Saham

        Persyaratan Pendahuluan dan Penyelesaian Penempatan Saham berdasarkan
        PPSB adalah sebagai berikut:

        a. Penempatan Saham oleh Perseroan dan HB akan dilaksanakan setelah
           seluruh persyaratan pendahuluan di bawah ini terpenuhi, dalam bentuk dan
           isi sebagaimana disetujui (atau dikesampingkan secara tertulis) oleh
           Perseroan dan HB:

           -   Salinan keputusan pemegang saham, dewan komisaris dan/atau direksi
               Perseroan (sebagaimana disyaratkan anggaran dasar Perseroan) yang
               menyetujui, antara lain, penempatan atas saham yang ditempatkan
               Perseroan dalam MCT;

           -   Salinan daftar pemegang saham MCT;

           -   Salinan pemberitahuan pembayaran kembali lebih awal yang dikirimkan
               oleh MCT kepada The Bank of New York Mellon, Singapore Branch,
               sebagai agen fasilitas dalam perjanjian kredit OCP IV dan OCP V, yang
               disampaikan secara patut dan sesuai dengan ketentuan dalam
               perjanjian kredit OCP IV dan OCP V;

           -   Salinan perjanjian pemberian fasilitas pinjaman yang telah
               ditandatangani oleh Perseroan dan MCT dengan Bank (selanjutnya
               disebut “Perjanjian Fasilitas Perseroan-MCT”); dan

           -   Salinan suatu dokumen, pernyataan, atau konfirmasi tertulis yang
               membuktikan bahwa Perjanjian Fasilitas Perseroan-MCT telah
               memenuhi syarat pencairan.

        b. Jika salah satu pihak mengetahui adanya fakta atau keadaan yang mana
           dapat menghalangi pihak lainnya untuk memenuhi persyaratan
           pendahuluan penempatan saham, pihak yang mengetahui tersebut harus
           segera memberitahukan kepada pihak lainnya mengenai fakta atau
           keadaan tersebut dengan pemberitahuan tertulis.

•       Tanggal Pemberhentian Panjang

        Tanggal pemberhentian panjang berdasarkan PPSB adalah enam puluh hari
        kalender sejak tanggal PPSB ini, atau tanggal lain sebagaimana dapat
        disepakati secara tertulis oleh Para Pihak




                                      19
Page 21
•   Penyelesaian

    Penyelesaian berdasarkan PPSB adalah sebagai berikut:

    a. Penyelesaian penempatan saham akan dilakukan pada atau sebelum hari
       kerja ke-5 setelah tanggal dimana seluruh persyaratan pendahuluan
       penempatan saham terpenuhi, atau pada waktu lain yang dapat disepakati
       oleh para pihak (selanjutnya disebut “Tanggal Penyelesaian Penempatan
       Saham”).

    b. Pada Tanggal Penyelesaian Penempatan Saham:

       -   Perseroan akan menyerahkan atau akan menyebabkan untuk
           diserahkannya kepada Perseroan dan HB dokumen yang membuktikan
           pemenuhan persyaratan pendahuluan penempatan saham yang
           menjadi kewajiban MCT;

       -   Masing-masing Perseroan dan HB akan menyerahkan atau akan
           menyebabkan untuk diserahkannya kepada MCT dokumen yang
           membuktikan pemenuhan persyaratan pendahuluan penempatan
           saham yang menjadi kewajiban Perseroan dan HB;

       -   Masing-masing Perseroan dan HB akan menyerahkan                     bukti
           pembayaran atas harga penempatan sahamnya; dan

       -   APT dan GPB akan menyerahkan salinan surat pengesampingan hak
           untuk ditawarkan terlebih dahulu dan mengambil bagian atas sebagian
           atau seluruh saham yang ditempatkan;

       -   Perseroan akan:

           i. Menyerahkan kepada notaris yang ditunjuk keputusan Pemegang
              Saham MCT (selanjutnya disebut “Keputusan RUPSLB MCT”)
              yang menyetujui, antara lain:

                   1.   Penambahan Modal;
                   2.   Penempatan Saham;
                   3.   Perubahan komposisi pemegang saham MCT; dan
                   4.   Pengesampingan hak Pemegang Saham MCT untuk
                        ditawarkan terlebih dahulu dan mengambil bagian atas
                        sebagian atau seluruh saham yang ditempatkan,

                   dalam bentuk dan isi yang disepakati oleh para pihak; dan

             ii. Menandatangani akta-akta notaris untuk Keputusan RUPSLB
                 MCT.




                                    20
Page 22
       •   Hukum yang Mengatur dan Penyelesaian Sengketa

           Hukum yang mengatur dan penyelesaian sengketa berdasarkan PPSB ini
           diatur berdasarkan dan ditafsirkan sesuai dengan Hukum Republik
           Indonesia.

I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi

       Manfaat Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang
           berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam
           rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk
           memperoleh Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam
           SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut, akan
           digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.

       •   Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
           memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh
           Pinjaman kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen
           Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan
           efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana
           Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi
           seluruh pemegang saham Perseroan.

       •   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT
           diharapkan dapat melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan
           dengan lebih terstruktur, mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman
           Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga
           Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan
           ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh
           Perseroan dan MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal,
           dan modal kerja maupun pengembangan usaha atas portofolio aset
           Perseroan dan MCT.

       •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
           dapat menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban
           keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat
           meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
           akan datang.




                                      21
Page 23
Risiko Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
    dana atas Rencana Pinjaman Bank untuk investasi lain yang mungkin
    memiliki tingkat balikan yang lebih menguntungkan dibandingkan Rencana
    Transaksi.

•   Apabila pada saat pinjaman tersebut jatuh tempo, MCT tidak memiliki
    kecukupan dana untuk melunasi seluruh pinjaman atas Rencana Pinjaman
    Bank tersebut, maka hal tersebut berpotensi memberikan dampak bagi
    likuiditas dan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan MCT pada masa yang
    akan datang, MCT masih memerlukan dukungan pendanaan dari
    Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan.




                              22
Page 24
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

II.A.     PT Ancara Logistics Indonesia Tbk

II.A.1.   Latar Belakang

          Perseroan didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 30 Juli 2019 dalam
          rangka Penanaman Modal Asing berdasarkan Undang-Undang Penanaman
          Modal Asing No. 25 Tahun 2007 berdasarkan Akta Notaris Netty Maria
          Machdar, SH., No. 437, yang disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia Republik Indonesia dengan Surat Pengesahan Pendirian Badan
          Hukum Perseroan Terbatas No. AHU-0037867.AH.01.01 Tahun 2019 tanggal
          2 Agustus 2019, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
          Indonesia No. 74, Tambahan No. 034727 Tahun 2020.

          Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan.
          Perubahan terakhir Anggaran Dasar Perseroan termuat dalam Akta Pernyataan
          Keputusan Pemegang Saham No. 9 yang dibuat di hadapan Notaris Aulia
          Taufani, S.H., tanggal 12 Februari 2024 mengenai perubahan susunan
          pemegang saham Perseroan setelah pelaksanaan PUPS, perubahan jenis
          Perseroan menjadi PMDN, dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 4
          mengenai modal. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
          Hak      Asasi     Manusia    Republik      Indonesia    dengan      surat
          No. AHU-AH.01.03-0036238 dan No. AHU-AH.01.09-0059450 tanggal
          12 Februari 2024.

          Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Bakrie Tower lantai 15, Komplek Rasuna
          Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta 10940.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan bergerak di bidang angkutan dengan
          kegiatan usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk
          barang.




                                        23
Page 25
II.B.     Tinjauan Industri Batubara

II.B.1.   Tinjauan Industri Batubara di Dunia

          Batubara merupakan salah satu sumber energi dan mineral yang berharga
          selain minyak bumi, gas alam, emas, perak, dan berbagai jenis logam lainnya.
          Batubara juga merupakan salah satu jenis komoditas yang paling banyak
          diminati dalam perdagangan, karena merupakan salah satu sumber energi
          penting bagi dunia yang banyak digunakan sebagai sumber energi dalam
          pembangkit tenaga listrik, khususnya pembangkit listrik tenaga uap.

          Indeks Harga Batubara Dunia
          Desember 2023 – Juni 2024
          (Dalam Indeks Poin)

                             195
                             190
                             185
                             180
                             175
                             170
                             165
                             160
                             155
                             150
                                   Des-23   Jan-24    Feb-24   Mar-24   Apr-24   Mei-24   Jun-24
                Indeks Harga       183,91   173,56    163,51   174,32   180,73   189,37   185,92

          Sumber: Statista


          Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, indeks harga
          batubara di seluruh dunia pada Februari tahun 2024 yaitu sebesar 163,51
          indeks poin, mengalami penurunan sebesar 10,05 indeks poin atau setara
          dengan 5,79% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Berdasarkan data
          yang diperoleh dari Chem Analyst, penurunan nilai indeks harga batubara
          tersebut antara lain disebabkan oleh penurunan permintaan yang dikarenakan
          oleh cuaca yang lebih hangat dibandingkan dengan perkiraan, selain itu,
          produksi yang terhenti di beberapa kawasan Tiongkok karena libur tahun baru
          Imlek telah berkontribusi terhadap penurunan permintaan. Sementara itu,
          indeks harga batubara tertinggi yaitu pada Mei 2024 sebesar 189,37 indeks
          poin, mengalami peningkatan sebesar 8,64 indeks poin atau setara dengan
          4,78% dibandingkan dengan Maret 2024.




                                                 24
Page 26
Harga Batubara di Dunia
Tahun 2024

                                                            (Dalam USD per MT)

              Deskripsi               Q1         Q2       Q3*          Q4*

Coal CIF ARA                            115,35   105,00    106,00       100,00
Coal Ric Bay                            110,00   113,50    116,00       118,00
Steam Coal FOB Newcastle Australia      139,83   130,00    133,30       130,00
Hard Coking Coal AU                     300,00   260,00    260,00       260,00

Sumber: Bloomberg
*) Proyeksi


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada Q2/2024 harga
batubara secara global berdasarkan kategori Coal CIF ARA, Coal Ric Bay,
Steam Coal FOB Newcastle Australia, dan Hard Coking Coal AU masing-
masing sebesar USD 105,00 MT, USD 113,50 MT, USD 130,00 MT, dan USD
260,00 MT. Pada kategori Coal CIF ARA diprediksikan pada Q3/2024
mengalami kenaikan sebesar 0,95% dibandingkan periode Q2/2024, namun
pada Q4/2024 mengalami penurunan sebesar 5,66% dibandingkan periode
Q3/2024. Sedangkan pada kategori Coal Ric Bay, diprediksikan pada Q3/2024
dan Q4/2024 harga batubara mengalami peningkatan sebesar 2,20% dan
1,72% dibandingkan dengan periode sebelumnya. Selanjutnya, pada kategori
Steam Coal FOB Newcastle Australia pada Q3/2024 mengalami kenaikan
sebesar 2,54% dibandingkan dengan Q2/2024, sedangkan pada Q4/2024
mengalami sebesar 2,48% dibandingkan dengan periode Q3/2024. Selain itu,
berdasarkan kategori Hard Coking Coal AU pada Q3/2024, dan Q4/2024 tidak
mengalami perubahan harga yaitu bertahan pada USD 260,00.

Proyeksi Produksi Batubara di Dunia
Tahun 2025 – 2029
(Dalam triliun Kg)

         9,40

         9,20

         9,00

         8,80

         8,60

         8,40

         8,20

         8,00

         7,80
                      2025           2026        2027           2028             2029
      Produksi        8,30           8,53        8,76           9,00             9,24

Sumber: Statista




                                       25
Page 27
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2025 hingga 2029,
jumlah produksi yang terjadi pada tahun 2025 hingga 2029 masing-masing
sebesar 8,30 triliun Kg, 8,53 triliun Kg, 8,76 triliun Kg, 9,00 triliun Kg, dan
9,24 triliun Kg. Produksi batubara di dunia diperkirakan mengalami peningkatan
produksi setiap tahunnya, pada tahun 2026 hingga 2029 diproyeksikan
mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,23 triliun Kg, 0,23 triliun Kg,
0,24 triliun Kg, dan triliun Kg atau masing-masing setara dengan 2,77%, 2,70%,
2,74%, dan 2,67% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Proyeksi Harga Batubara di Dunia
Tahun 2025 - 2027

                                                            (Dalam USD per MT)
             Deskripsi               2024      2025      2026        2027

Coal CIF ARA                          107,50     95,50     90,00         93,00
Coal Ric Bay                          115,00    110,00     99,40        101,70
Steam Coal FOB Newcastle Australia    132,15    125,00    114,00        110,00
Hard Coking Coal AU                   274,50    240,00    220,00        206,90

Sumber: Bloomberg


Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, proyeksi harga batubara
kategori Coal CIF ARA pada tahun 2027 mengalami kenaikan sebesar
USD 3,00 per MT atau setara dengan 3,33% dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Selanjutnya, untuk kategori Coal Ric Bay proyeksi harga Batubara
dunia mengalami fluktuasi. Kenaikan terjadi harga batubara untuk kategori Coal
Ric Bay pada tahun 2027 yaitu sebesar USD 2,30 MT atau setara dengan
2,31% jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun demikian, untuk
kategori steam coal FOB Newcastle Australia pada tahun 2026 dan 2027
mengalami penurunan harga masing-masing sebesar USD 11,00 MT dan
USD 4,00 MT atau masing-masing setara dengan 8,80% dan 3,51%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara untuk kategori hard
coking coal AU pada tahun 2026 dan 2027 turut mengalami penurunan harga
masing-masing sebesar USD 20,00 MT dan USD 13,10 MT atau
masing-masing setara dengan 8,33% dan 5,95% dibandingkan dengan tahun
sebelumnya.

Menurut laporan Global Data, produksi batubara global akan mengalami
peningkatan pada tingkat laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound
annual growth rate/CAGR) sebesar 0,70% dihitung sejak tahun 2024 hingga
tahun 2030 mencapai jumlah produksi sebesar 9,37 ribu MT pada tahun 2030.
Jumlah produksi tersebut terutama ditopang oleh produksi batubara Tiongkok
dan India pada tahun 2030 yang diproyeksikan masing-masing sebesar
4,67 ribu MT dan 1,30 ribu MT, sementara produksi batubara AS diproyeksikan
mengalami penurunan menjadi sebesar 0,44 ribu MT pada tahun 2030 yang
disebabkan oleh penutupan bertahap atas lima tambang batubara utama AS.
Selain itu, konsumsi batubara global diproyeksikan menjadi sebesar 8,79 ribu
MT pada tahun 2030 didorong oleh permintaan dari Tiongkok, India, Rusia, dan
Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan produksi baja
yang merupakan pendorong utama permintaan batubara.



                                      26
Page 28
II.B.2.   Tinjauan Industri Batubara di Indonesia

          Salah satu hasil komoditas pertambangan yang paling dikenal di Indonesia
          adalah batubara. Indonesia merupakan salah satu negara produsen maupun
          eksportir batubara terbesar di dunia. Hal ini dipicu adanya ketersediaan sumber
          daya yang tersebar di beberapa lokasi yaitu pulau Jawa, Sulawesi, dan Papua.
          Kualitas sumber daya batubara di Indonesia bervariasi jika dilihat berdasarkan
          ukuran kalori, kandungan abu, kandungan sulfur, dan unsur-unsur lainnya.
          Selain dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik, batubara juga berperan dalam
          menopang sektor industri lainnya.

          Batu bara asal Indonesia memang masih memiliki peran yang kuat di pasar
          global di tengah tren transisi energi. Stabilnya permintaan juga membuat
          batubara terus menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Terlebih,
          sebagian besar pasokan batu bara untuk PLTU di Asia Pasifik berasal dari
          Indonesia, dimana sebanyak kurang lebih 70,00% PLTU global yang masih
          beroperasi saat ini berada di wilayah Asia Pasifik.

          Volume Produksi Batubara di Indonesia Berdasarkan Pemanfaatan
          Periode Februari 2024 – Maret 2024
          (Dalam Jutaan Ton)

               80,00
               70,00
               60,00
               50,00
               40,00
               30,00
               20,00
               10,00
                0,00
                             Total Produksi              Dalam Negeri    Ekspor
               Feb-24            64,11                       30,35        33,82
               Mar-24            71,68                       30,98       35,26

          Sumber: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)




                                                27
Page 29
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM), volume produksi batubara di Indonesia pada Maret 2024
mengalami peningkatan sebesar 7,57 juta ton atau setara dengan 11,81%
dibandingkan dengan volume produksi batubara pada Februari 2024.
Peningkatan produksi tersebut didorong oleh 587 permohonan Rencana Kerja
dan Anggaran Biaya (RKAB) badan usaha batubara yang telah disetujui oleh
Kementerian ESDM dari jumlah keseluruhan sebanyak 883 permohonan RKAB
sebagai upaya peningkatan produksi batubara. Berdasarkan pemanfaatannya
produksi volume batubara di Indonesia dibagi menjadi 2 kategori yaitu untuk
pemanfaatan kebutuhan dalam negeri dan kebutuhan ekspor. Dalam
pemanfaatan kebutuhan dalam negeri tahun pada Maret 2024 mencapai
sebesar 0,63 juta ton atau setara dengan 2,08% dibandingkan dengan Februari
2024. Sedangkan, pada Maret 2024 batubara dimanfaatkan untuk ekspor yaitu
mencapai mencapai 35,26 juta ton atau mengalami kenaikan sebesar 4,26%
dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Realisasi Produksi & Penjualan Batubara
Periode Juni 2024
(Dalam Jutaan Ton)

       70

       60

       50

       40

       30

       20

       10

        0
                Realisasi Produksi        Realisasi Domestik   Realisasi Ekspor
     Jun-24           57,27                      30,44               32,82

Sumber: Minerba One Data Indonesia

Berdasarkan data yang diperoleh dari Minerba One Data Indonesia, realisasi
produksi, realisasi penjualan domestik, dan realisasi ekspor batubara di
Indonesia pada Juni 2024 masing-masing sebesar 57,27 juta ton, 30,44 juta
ton, dan 32,82 juta ton. Selanjutnya, berdasarkan data Asosiasi Pertambangan
Batubara Indonesia, realisasi produksi dan penjualan batubara Juni mengalami
penurunan dibandingkan dengan bulan Maret 2024 dikarenakan tidak ada
permintaan khusus dari dua negara tujuan ekspor utama yaitu Tiongkok dan
India, akibat permintaan batubara di pasar spot Tiongkok pada musim panas
tahun ini yang tidak mengalami peningkatan signifikan. Selain itu, akibat faktor
cuaca, pasokan listrik Tiongkok dari pembangkit listrik tenaga air turut
mengalami peningkatan sehingga menyebabkan permintaan batubara
menurun.




                                     28
Page 30
Selanjutnya, menurut data yang diperoleh dari Minerba One Data Indonesia
pada Q2/2024, jenis perizinan di Indonesia terbanyak ada pada Izin Usaha
Pertambangan atau IUP yaitu mencapai 4.212 perizinan dari angka tersebut,
sebanyak 905 perizinan IUP ada pada IUP jenis komoditas batubara yang
terbagi menjadi 895 perizinan untuk operasi produksi batubara dan 10 untuk
perizinan eksplorasi batubara. Maka dalam hal ini, total tonase dari RKAB yang
telah disetujui sebesar 922,14 juta ton. Angka tersebut tercatat 19,60% lebih
tinggi dibandingkan dengan realisasi produksi batubara pada tahun lalu, yaitu
sebesar 770,97 juta ton.

Proyeksi Produksi Batubara Indonesia
Tahun 2024 – 2029
(Dalam miliar Ton)

        0,85


        0,80


        0,75


        0,70


        0,65


        0,60
                   2024   2025        2026     2027      2028       2029
      Produksi     0,69   0,71        0,74     0,77      0,79       0,82

Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pembangkit listik tenaga
batubara diproyeksikan mencapai kapasitas 215,90 miliar KWh pada tahun
2024, sementara proyeksi jumlah produksi batubara di Indonesia pada tahun
2024 – 2029 mengalami kenaikan rata – rata sebesar 0,03 miliar ton atau
sebesar 3,51%. Proyeksi produksi batubara tertinggi ada pada tahun 2029
yang mencapai sebesar 0,82 miliar ton. Selain itu, industri batubara Indonesia
diproyeksikan mengalami pertumbuhan pada tingkat CAGR sebesar 4,59%
dihitung sejak tahun 2024 hingga tahun 2029. Di samping itu, pengembangan
energi baru dan terbarukan tetap memainkan peran penting di tengah
pemanfaatan batu bara domestik. Terlebih, Pemerintah juga terus memacu
upaya pencapaian target emisi nol pada tahun 2060.




                                 29
Page 31
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Analisis Keparlemenan Badan
        Keahlian Setjen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, saat ini
        Indonesia masih menjadikan batubara sebagai sumber utama energi nasional
        hingga 10 sampai 20 tahun ke depan. Keunggulan yang dimiliki batubara di
        antaranya adalah harganya yang murah dibandingkan dengan sumber energi
        lain dan pasokannya yang cukup melimpah. Indonesia memiliki cadangan
        batubara nasional mencapai 35,00 miliar ton dengan sumber daya
        134,00 miliar ton. Jumlah tersebut diperkirakan dapat digunakan hingga
        500 tahun ke depan jika dilakukan dengan cara yang benar. Apabila sebagian
        di antaranya diekspor, batubara Indonesia masih bisa dimanfaatkan hingga
        200 tahun mendatang.

II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan bergerak di bidang angkutan dengan
        kegiatan usaha utama angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk
        barang.

        Dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang jasa pengangkutan laut dan
        transhipment, Perseroan dan MCT memiliki kontrak sesuai umur tambang (life
        of mine) dengan pelanggan utama yaitu APT dan GPB untuk pengangkutan
        dan pengiriman batu bara sehingga Perseroan dan MCT memiliki sumber
        pendapatan yang berkesinambungan. Dengan demikian, Perseroan dan MCT
        dapat lebih berfokus pada pengelolaan bisnis yang efektif dan efisien. Selain
        itu, terbatasnya jasa pengangkutan laut dan transhipment menggunakan
        tongkang sungai membuat jasa yang ditawarkan semakin dibutuhkan dan
        menjadi nilai tambah bagi Perseroan dan MCT mengingat bahwa Indonesia
        merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan juga merupakan salah satu
        negara dengan garis pantai terpanjang di dunia yang memiliki potensi untuk
        menjadi poros maritim dunia.

        Dengan keadaan geografis yang strategis, transportasi laut khususnya kapal
        sangat dibutuhkan sebagai langkah dalam mengakomodasi keberlangsungan
        kegiatan ekonomi di Indonesia. Dalam menghadapi persaingan di industri
        pelayaran, Perseroan memiliki beberapa keunggulan yaitu armada kapal dan
        tongkang yang besar, umur armada kapal dan tongkang yang relatif muda,
        lokasi transhipment yang strategis, jumlah dan kualitas sumber daya manusia,
        dan teknologi perkapalan yang dimiliki serta reputasi perusahaan dalam
        industri. Di tengah kondisi persaingan yang ketat, Perseroan memiliki
        keunggulan kompetitif dimana sistem logistik dalam pengangkutan batu bara
        terintegrasi dengan APT dan GPB, pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.




                                       30
Page 32
Pada saat ini, Perseroan memiliki 42 tongkang sungai dan melakukan freight
charter atas 15 set tongkang sungai dan kapal tunda, memiliki 40 kapal tunda
dan melakukan time charter atas 12 set tongkang laut dan kapal tunda,
memiliki 2 assist tugs dan melakukan time charter atas 2 assist tugs serta
memiliki 1 unit Floating Transhipper Unit (FTU) dengan kapasitas sebesar
20.000 Metrik Ton (MT) Per Weather Working Day (PWWD). Kapal tongkang
Perseroan memiliki kapasitas yang mencukupi untuk menunjang volume
pengangkutan batu bara dari pelanggan. Perseroan juga menyewa kapal tunda
dan tongkang dengan skema freight charter serta time charter untuk memenuhi
permintaan pelanggan. Seiring dengan meningkatnya target produksi dan
penjualan dari pelanggan Perseroan, Perseroan terus menambah armada
untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan.

Prospek Usaha

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan juga merupakan
salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia yang memiliki
potensi untuk menjadi poros maritim dunia. Letak geografis Indonesia juga
sangat strategis dimana Indonesia diapit oleh Samudera Hindia dan Samudera
Pasifik. Dengan keadaan geografis yang strategis, transportasi laut, khususnya
kapal, sangat dibutuhkan sebagai langkah dalam mengakomodasi
keberlangsungan kegiatan ekonomi di Indonesia. Transportasi laut memiliki
berbagai peran penting dalam aspek ekonomidan sosial. Kapal-kapal
memfasilitasi perdagangan dan perjalanan, serta dapat berkontribusi pada
pertahanan dan keamanan, mendukung penelitian dan inovasi serta juga
memengaruhi berbagai sektor industri.

Salah satu sektor industri yang berkaitan dengan transportasi laut tersebut
adalah batubara. Batubara merupakan sumber energi pembangkit listrik yang
paling dominan di dunia dibandingkan dengan sumber energi lainnya dan
Indonesia menjadi salah satu produsen batubara terbesar di dunia setelah
Tiongkok dan India. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
menargetkan produksi batubara nasional tahun 2024 mencapai 922,14 juta ton.
Dengan pertumbuhan tersebut, maka sektor transportasi batubara juga akan
turut terdorong dengan sendirinya. Hal ini menjadi momentum dan prospek
usaha yang positif bagi Perseroan untuk mencapai pertumbuhan kinerja yang
lebih baik lagi. Oleh karena itu, Perseroan dan Entitas Anak akan berfokus
pada kegiatan usaha yang dilakukan saat ini, yaitu usaha jasa pengangkutan
laut, transshipment dan intermediate stockpile (ISP) dengan memanfaatkan
rekam jejak dan reputasi yang dimiliki oleh Perseroan dan Entitas Anak. Dalam
menjalankan usaha tersebut, Perseroan dan Entitas Anak juga didukung
dengan sistem logistik yang terintegrasi dengan pihak afiliasi mulai dari
tambang hingga ke ISP dan transshipment area.




                               31
Page 33
        Dalam mengoptimalkan peluang pertumbuhan, beberapa strategi Perseroan
        adalah sebagai berikut:

        •   Menjaga kelangsungan kontrak life of mine dan memenuhi kebutuhan
            sesuai peningkatan volume produksi dari pelanggan;
        •   Meningkatkan kapasitas dengan membangun ISP dan menambah FTU;
        •   Optimalisasi penggunaan seluruh kapal tunda dan tongkang serta peralatan
            lainnya yang dimiliki;
        •   Menambah investasi digitalisasi dalam proses bisnis Perseroan dan entitas
            anak Perseroan;
        •   Pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia; dan
        •   Meningkatkan diversifikasi layanan.

II.D.   Alasan Dilakukan Rencana Transaksi

        Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang
            berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam
            rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk
            memperoleh Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam
            SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut, akan
            digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.

        •   Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
            memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh
            Pinjaman kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen
            Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan
            efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana
            Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi
            seluruh pemegang saham Perseroan.

        •   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT
            diharapkan dapat melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan
            dengan lebih terstruktur, mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman
            Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga
            Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan
            ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh
            Perseroan dan MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal,
            dan modal kerja maupun pengembangan usaha atas portofolio aset
            Perseroan dan MCT.

        •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
            dapat menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban
            keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat
            meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
            akan datang.




                                       32
Page 34
II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Rencana Transaksi

        Keuntungan Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang
            berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam
            rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk
            memperoleh Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam
            SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut, akan
            digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.

        •   Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
            memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh
            Pinjaman kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen
            Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan
            efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana
            Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi
            seluruh pemegang saham Perseroan.

        •   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT
            diharapkan dapat melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan
            dengan lebih terstruktur, mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman
            Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga
            Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan
            ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh
            Perseroan dan MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal,
            dan modal kerja maupun pengembangan usaha atas portofolio aset
            Perseroan dan MCT.

        •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
            dapat menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban
            keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat
            meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
            akan datang.




                                       33
Page 35
Kerugian Recana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
    dana atas Rencana Pinjaman Bank untuk investasi lain yang mungkin
    memiliki tingkat balikan yang lebih menguntungkan dibandingkan Rencana
    Transaksi.

•   Apabila pada saat pinjaman tersebut jatuh tempo, MCT tidak memiliki
    kecukupan dana untuk melunasi seluruh pinjaman atas Rencana Pinjaman
    Bank tersebut, maka hal tersebut berpotensi memberikan dampak bagi
    likuiditas dan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan MCT pada masa yang
    akan datang, MCT masih memerlukan dukungan pendanaan dari
    Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan.




                              34
Page 36
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode tiga bulan yang
           berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 telah direviu oleh KAP YSR. Laporan
           keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa
           pengecualian. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP YSR dengan
           pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal. Laporan
           keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa
           pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain. Laporan keuangan
           konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 dengan angka perbandingan untuk periode lima bulan
           sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan 31 Desember 2019 telah
           diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dan hal lain.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan    31/03/24       31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                       86.241       1.217       36.428       14.097        1.045            589
           Piutang usaha - neto
             Pihak ketiga                           50.618      39.317       27.961       29.620            -              -
             Pihak berelasi                        295.544     195.627      140.900      112.089       11.768              -
           Piutang lain-lain - neto                      1           -           40            -            -              -
           Persediaan                                3.825       1.523        4.621            -            -              -
           Pajak dibayar di muka                       208           -        1.459           12        2.795             64
           Uang muka                                 3.239       3.934        9.464       10.048       12.590         10.870
           Beban dibayar di muka                     2.919       2.556        1.120        1.717          227              -
           Dana yang dibatasi penggunaannya            332         134            -            -            -              -
           Aset Lancar lainnya                      29.250           -            -            -            -              -
           Jumlah Aset Lancar                      472.176     244.309      221.993      167.582       28.425         11.523
           ASET TIDAK LANCAR
           Piutang lain-lain neto                      955           -          717            -            -              -
           Piutang pihak berelasi - neto           886.847     858.473      752.872      649.134      575.295         22.892
           Aset pajak tangguhan                      2.372       2.435       10.124        5.449        7.924          3.244
           Aset hak-guna - neto                     34.316      36.132        9.845       18.716        9.678              -
           Aset tetap - neto                       729.182     716.193      381.475      362.202      334.624        148.179
           Uang muka pembelian aset tetap          122.316      54.268       19.918        5.600       14.753          7.706
           Goodwill                                  7.706       7.706        7.706        7.706        7.706              -
           Jumlah Aset Tidak Lancar            1.783.695      1.675.208    1.182.657    1.048.807     949.981        182.021
           JUMLAH ASET                         2.255.872      1.919.517    1.404.650    1.216.389     978.406        193.544




                                              35
Page 37
                                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                               31/03/24        31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20      31/12/19

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha
             Pihak ketiga                                                       75.203       60.655       22.104       16.463       23.187         16.605
             Pihak berelasi                                                     24.519       33.238        5.114        4.852        1.179              -
           Uang muka dari pelanggan                                                  -            -            -            -            -          1.000
           Beban akrual                                                         14.129       13.518        8.911        7.070       10.087             76
           Utang pajak                                                          79.717       65.544       32.674       20.798        2.596            343
           Utang lain-lain                                                         194          120        3.383        3.062        7.371         17.241
           Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
             waktu satu tahun:
             Pinjaman jangka panjang                                           326.461      263.290      902.141      248.040      104.142          9.000
             Liabilitas sewa                                                     8.658        8.538        6.370       13.923        6.444              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     528.880      444.904      980.698      314.207      155.005         44.265
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Utang pihak berelasi                                                 84.985       83.607       61.086       79.486       92.961         15.276
           Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
             yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
             Pinjaman jangka panjang                                            51.126      721.822        9.351      619.223      719.364         72.696
             Liabilitas sewa                                                    32.112       32.271        4.679        6.905        3.471              -
           Liabilitas imbalan pascakerja                                         2.381        2.137        1.162          328            -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    170.604      839.837       76.278      705.942      815.797         87.972
           JUMLAH LIABILITAS                                                   699.484     1.284.741    1.056.976    1.020.148     970.802        132.237
           EKUITAS
           Modal saham                                                          79.129       63.303       51.000       51.000        51.000        51.000
           Tambahan modal disetor - neto                                       924.352       91.780            -            -             -             -
           Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto           (259)        (286)        (394)         (11)            -             -
           Saldo laba (defisit)                                                554.739      481.009      294.242      130.663       (58.447)      (10.374)
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                         1.557.961        635.807      344.848      181.651       (7.447)        40.626
           Kepentingan non-pengendali                                         (1.574)        (1.031)       2.826       14.589       15.050         20.681
           JUMLAH EKUITAS                                                  1.556.387        634.775      347.674      196.241        7.603         61.307
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   2.255.872       1.919.517    1.404.650    1.216.389     978.406        193.544




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, masing-masing adalah
           sebesar Rp 2.255,87 miliar, Rp 1.919,52 miliar, Rp 1.404,65 miliar,
           Rp 1.216,39 miliar, Rp 978,41 miliar, dan Rp 193,54 miliar.

           Pada tanggal 31 Maret 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 336,36 miliar atau setara dengan 17,52% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, piutang usaha – neto - pihak
           berelasi, serta uang muka pembelian aset tetap masing-masing sebesar
           Rp 85,02 miliar, Rp 99,92 miliar, dan Rp 68,05 miliar.




                                                                          36
Page 38
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 514,87 miliar atau setara dengan 36,65% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang usaha – neto – pihak berelasi, piutang pihak
           berelasi – neto, dan aset tetap – neto masing-masing sebesar Rp 54,73 miliar,
           Rp 105,60 miliar, dan Rp 334,72 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 188,26 miliar atau setara dengan 15,48% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, piutang usaha – neto – pihak
           berelasi, serta piutang pihak berelasi - neto masing-masing sebesar
           Rp 22,33 miliar, Rp 28,81 miliar, dan Rp 103,74 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 237,98 miliar atau setara dengan 24,32% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang usaha - neto - pihak ketiga, piutang
           usaha – neto - pihak berelasi, piutang pihak berelasi - neto masing-masing
           sebesar Rp 29,62 miliar, Rp 100,32 miliar, dan Rp 73,84 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 784,86 miliar atau setara dengan 405,52% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang pihak berelasi – neto dan aset tetap - neto
           masing-masing sebesar Rp 552,40 miliar dan Rp 186,45 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, masing-masing adalah
           sebesar Rp 699,48 miliar, Rp 1.284,74 miliar, Rp 1.056,98 miliar,
           Rp 1.020,15 miliar, Rp. 970,80, dan Rp 132,24 miliar.

           Pada tanggal 31 Maret 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 585,26 miliar atau setara dengan 45,55% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan      oleh  penurunan    pinjaman      jangka   panjang   sebesar
           Rp 607,53 miliar.




                                          37
Page 39
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 227,77 miliar atau setara dengan 21,55% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang usaha pihak ketiga, utang pajak,
           serta pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar Rp 38,55 miliar,
           Rp 32,87 miliar dan Rp 73,62 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 36,83 miliar atau setara dengan 3,61% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman jangka panjang sebesar
           Rp 44,29 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 49,35 miliar atau setara dengan 5,08% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman jangka panjang sebesar
           Rp 43,76 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 838,57 miliar atau setara dengan 634,14% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman jangka panjang sebesar
           Rp 741,81 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, masing-masing adalah
           sebesar Rp 1.556,39 miliar, Rp 634,78 miliar, Rp 347,67 miliar,
           Rp 196,24 miliar, Rp 7,60 miliar, dan Rp 61,31 miliar.

           Pada tanggal 31 Maret 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 921,61 miliar atau setara dengan 145,19% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh tambahan modal disetor melalui penawaran umum saham
           perdana    dan    laba     neto    yang    dibukukan     oleh Perseroan
           masing-masing sebesar Rp 845,10 miliar dan Rp 73,19 miliar.




                                        38
Page 40
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 287,10 miliar atau setara dengan 82,58% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dan laba
           neto yang dibukukan oleh Perseroan masing-masing sebesar Rp 104,08 miliar
           dan Rp 182,91 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 151,43 miliar atau setara dengan 77,17% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba neto yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 151,82 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 188,64 miliar dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada
           tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh laba neto
           yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 188,65 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, ekuitas Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 53,70 miliar atau setara dengan 87,60% dibandingkan dengan
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh Perseroan.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                       31/03/24        31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20       31/12/19
                                  Keterangan
                                                                      (3 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)       (5 bulan)
           Pendapatan                                                      250.626       931.006       670.120       627.717         83.599            351
           Beban pokok pendapatan                                          129.509       554.129       368.904       324.763         88.852          7.905
           Laba (rugi) bruto                                               121.118       376.877       301.216       302.954         (5.253)        (7.554)
           Beban usaha                                                     (22.164)      (70.639)      (37.390)      (26.589)       (20.398)        (6.603)
           Laba (rugi) usaha                                                98.953       306.238       263.826       276.365        (25.652)       (14.157)
           Penghasilan (beban) lain-lain
             Penghasilan bunga                                              33.959       124.032       136.308       106.437         66.642             61
             Pembalikan (penyisihan) untuk kerugian penurunan
               nilai - neto                                                     38        (1.432)       (4.295)       (1.671)        (4.583)             -
             Pajak final                                                    (1.951)       (8.020)       (6.064)       (5.350)          (429)             -
             Beban pajak                                                    (4.193)      (32.148)      (24.431)      (15.694)        (2.187)             -
             Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto                      (6.066)        2.561       (40.178)        1.168          4.584              -
             Beban keuangan                                                (42.040)     (193.499)     (178.492)     (169.085)       (94.762)        (7.426)
             Lain-lain - neto                                                 (341)       (3.534)          525        (1.043)        (1.996)             -
           Laba (rugi) sebelum taksiran manfaat (beban)
             pajak penghasilan                                              78.359       194.198       147.199       191.127        (58.384)       (21.522)
           Taksiran manfaat (beban) pajak penghasilan                       (5.171)      (11.288)        4.617        (2.478)         4.680              -
           Laba (rugi) neto                                                 73.187       182.910       151.816       188.648        (53.704)       (21.522)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                              27           108          (382)          (11)             -              -
           Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif neto                      73.214       183.018       151.434       188.637        (53.704)       (21.522)
           Penghasilan (rugi) neto yang dapat diatribusikan kepada:
            Pemilik entitas induk                                           73.730       186.768       163.579       189.109        (48.073)       (18.179)
            Kepentingan non-pengendali                                        (543)       (3.857)      (11.763)         (461)        (5.631)        (3.342)




                                                                      39
Page 41
III.A.6    Pendapatan

           Pendapatan Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Maret 2024, untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan untuk periode lima bulan sejak
           tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan 31 Desember 2019
           masing-masing adalah sebesar Rp 250,63 miliar, Rp 931,01 miliar,
           Rp 670,12 miliar, Rp 627,72 miliar, Rp 83,60 miliar, dan Rp 0,35 miliar.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 260,89 miliar atau setara
           dengan 38,93% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 42,40 miliar atau setara
           dengan 6,76% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 544,12 miliar atau setara
           dengan 650,87% dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2020.

III.A.7.   Laba (Rugi) Neto

           Laba neto Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, dan 2021 masing-masing adalah sebesar
           Rp 73,19 miliar, Rp 182,91 miliar, Rp 151,82 miliar, dan Rp 188,65 miliar. Rugi
           neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
           dan untuk periode lima bulan sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai
           dengan 31 Desember 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 53,70 miliar dan
           Rp 21,52 miliar.

           Laba neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 31,09 miliar atau setara
           dengan 20,48% dibandingkan dengan laba neto untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2022.




                                          40
Page 42
           Laba neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 36,83 miliar atau setara
           dengan 19,52% dibandingkan dengan laba neto untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 242,35 miliar atau setara
           dengan 451,28% dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2020.

III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   31/03/24         31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                 Keterangan
                                                                   (3 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (5 bulan)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                                138.472       864.529       642.665       496.676         71.722              -
           Pembayaran kas kepada pemasok                                                                                -              -
             dan aktivitas operasional lainnya                       (128.888)       (413.230)     (287.222)     (294.330)      (104.420)             -
           Pembayaran kas kepada karyawan                             (10.948)        (19.854)      (12.053)       (4.711)        (2.697)             -
           Penerimaan klaim asuransi aset tetap                             -           2.685             -             -              -              -
           Penerimaan bunga bank                                        2.266             242           468           154            158              -
           Pembayaran bunga liabilitas sewa                              (928)         (3.556)       (1.439)       (1.124)          (585)             -
           Pembayaran pajak                                           (14.251)        (55.445)      (71.947)      (45.573)        (2.362)             -
           Pembayaran bunga pinjaman jangka panjang                   (76.457)       (285.533)     (196.771)      (89.429)        (4.441)             -
           Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan            -               -             -             -              -        (21.522)
           Penyesuaian untuk:                                                                                           -              -
             Penyusutan aset tetap                                             -            -             -             -              -        30.263
           Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi:                                                                 -              -
           Penurunan (kenaikan) aset operasi:                                                                           -              -
             Piutang usaha                                                     -            -             -             -              -           (500)
             Piutang berelasi                                                  -            -             -             -              -        (10.182)
             Piutang pajak                                                     -            -             -             -              -            (64)
             Aset dalam pelaksanaan                                            -            -             -             -              -        (22.689)
             Pihak ketiga                                                      -            -             -             -              -         15.059
             Afiliasi                                                          -            -             -             -              -         47.696
           Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:                                                                     -              -
             Utang pajak                                                       -            -             -             -              -          1.021
             Utang lain-lain                                                   -            -             -             -              -          1.776
           Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
             Aktivitas Operasi                                          (90.733)       89.838        73.701        61.663        (42.625)       40.859
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penurunan (kenaikan) neto piutang pihak berelasi              21.575       (11.162)       65.581             -       (520.967)             -
           Kenaikan aset lancar lainnya                                 (29.250)            -             -             -              -              -
           Penerimaan dari penjualan entitas anak                             -             6             -             -              -              -
           Kenaikan dana yang dibatasi penggunaannya                       (198)         (134)            -             -              -              -
           Perolehan aset tetap dan pembayaran                                                                          -              -
            uang muka pembelian aset tetap                              (78.651)     (256.047)      (62.997)      (14.577)      (138.754)      (128.619)
           Penambahan aset hak-guna                                           -             -             -             -              -              -
           Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
             Aktivitas Investasi                                        (86.524)     (267.337)        2.584       (14.577)      (659.721)      (128.619)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan dan penerbitan saham baru melalui
            penawaran umum perdana saham                              860.924               -             -             -              -              -
           Penerimaan kas dari penerbitan saham                             -           3.583             -             -              -              -
           Penerimaan pinjaman jangka panjang                               -       1.097.846             -             -        711.842         55.768
           Pembayaran liabilitas sewa                                     (39)         (3.562)       (9.779)       (6.023)        (2.988)             -
           Pembayaran pinjaman jangka panjang                        (598.604)       (955.579)      (20.710)      (12.861)             -              -
           Penurunan neto utang pihak berelasi                              -               -       (23.464)      (15.150)        (6.052)             -
           Penerbitan saham                                                 -               -             -             -              -         51.000
           Rugi ditahan                                                     -               -             -             -              -        (18.419)
           Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
             Aktivitas Pendanaan                                        262.280       142.288       (53.954)      (34.035)       702.801        88.349
           KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS                                 85.024       (35.211)       22.332        13.052            456           589
           KAS PADA AWAL TAHUN                                            1.217        36.428        14.097         1.045            589              -
           KAS PADA AKHIR TAHUN                                          86.241         1.217        36.428        14.097          1.045           589




                                                                   41
Page 43
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk periode
tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 serta untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 masing-masing adalah sebesar
Rp 90,73 miliar dan Rp 42,63 miliar. Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas
operasi perseroan untuk tahun 2023, 2022, 2021, dan untuk periode lima bulan
sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan 31 Desember 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 89,84 miliar, Rp 73,70 miliar,
Rp 61,66 miliar, dan Rp 40,86 miliar.

Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk periode
tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 90,73 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan aktivitas
operasional lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, pembayaran pajak,
serta pembayaran bunga pinjaman jangka panjang masing- masing sebesar
Rp 128,89 miliar, Rp 10,95 miliar, Rp 14,25 miliar, dan Rp 76,46 miliar yang
disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 138,47 miliar.

Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 89,84 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 864,53 miliar yang
disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan aktivitas operasional
lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, pembayaran pajak, serta
pembayaran bunga pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 413,23 miliar, Rp 19,85 miliar, Rp 55,45 miliar, dan Rp 285,53 miliar.

Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 73,70 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 642,67 miliar yang
disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan aktivitas operasional
lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, pembayaran pajak, serta
pembayaran bunga pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 287,22 miliar, Rp 12,05 miliar, Rp 71,95 miliar, dan Rp 196,77 miliar.

Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 61,66 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 496,68 miliar yang
disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan aktivitas operasional
lainnya, pembayaran pajak, serta pembayaran bunga pinjaman jangka panjang
masing-masing sebesar Rp 294,33 miliar, Rp 45,57 miliar, dan Rp 89,43 miliar.




                                42
Page 44
Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 42,63 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan aktivitas
operasional lainnya sebesar Rp 104,42 miliar yang disertai dengan penerimaan
dari pelanggan sebesar Rp 71,72 miliar.

Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
lima bulan sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan 31 Desember
2019 sebesar Rp 40,86 miliar terutama berasal dari penyesuaian untuk
penyusutan aset tetap, penurunan aset operasi – pihak ketiga, dan penurunan
aset operasi – afiliasi masing-masing sebesar Rp 30,26 miliar, Rp 15,06 miliar,
dan Rp 47,70 miliar yang disertai dengan rugi sebelum manfaat (beban) pajak
penghasilan, kenaikan aset operasi – piutang berelasi, dan kenaikan aset
operasi – aset dalam pelaksanaan masing-masing sebesar Rp 21,52 miliar,
Rp 10,18 miliar, dan Rp 22,70 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2021, 2020, dan untuk
periode lima bulan sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan
31 Desember 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 86,52 miliar,
Rp. 267,34 miliar Rp 14,58 miliar, Rp 659,72 miliar, dan Rp 128,62 miliar. Arus
kas neto yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 2,58 miliar.

Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar
Rp 86,52 miliar terutama berasal dari kenaikan aset lancar lainnya serta
perolehan aset tetap dan pembayaran uang muka pembelian aset tetap
masing-masing sebesar Rp 29,25 miliar dan Rp 78,65 miliar yang disertai
dengan penurunan neto piutang pihak berelasi sebesar Rp 21,58 miliar.

Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 267,34 miliar
terutama berasal dari kenaikan neto piutang pihak berelasi serta perolehan
aset tetap dan pembayaran uang muka pembelian aset tetap masing-masing
sebesar Rp 11,16 miliar dan Rp 256,05 miliar.




                               43
Page 45
Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 2,58 miliar
terutama berasal dari penurunan neto piutang pihak berelasi sebesar
Rp 65,58 miliar yang disertai dengan perolehan aset tetap dan pembayaran
uang muka pembelian aset tetap sebesar Rp 63,00 miliar.

Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 14,58 miliar yang
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap dan pembayaran uang muka
pembelian aset tetap.

Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 659,72 miliar
terutama berasal dari kenaikan neto piutang pihak berelasi dan perolehan aset
tetap serta pembayaran uang muka pembelian aset tetap masing-masing
sebesar Rp 520,97 miliar dan Rp 138,75 miliar.

Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode lima bulan sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan
31 Desember 2019 sebesar Rp 128,62 miliar seluruhnya berasal dari perolehan
aset tetap dan pembayaran uang muka pembelian aset tetap.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2020, dan untuk
periode lima bulan sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan
31 Desember 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 262,28 miliar,
Rp 142,28 miliar, Rp 702,80 miliar, dan Rp 88,35 miliar. Arus kas neto yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 masing-masing adalah sebesar
Rp 53,95 miliar dan Rp 34,04 miliar.

Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar
Rp 262,28 miliar terutama berasal dari penerimaan dan penerbitan saham baru
melalui penawaran umum perdana saham sebesar Rp 860,92 miliar yang
disertai  dengan pembayaran pinjaman jangka panjang                 sebesar
Rp 598,60 miliar.




                               44
Page 46
           Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 142,29 miliar
           terutama berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang sebesar
           Rp 1.097,85 miliar yang disertai dengan pembayaran pinjaman jangka panjang
           sebesar Rp 955,58 miliar.

           Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 53,95 miliar
           terutama berasal dari pembayaran pinjaman jangka panjang dan penurunan
           neto utang pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 20,71 miliar dan
           Rp 23,46 miliar.

           Arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 34,04 miliar
           terutama berasal dari pembayaran pinjaman jangka panjang dan penurunan
           neto utang pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 12,86 miliar dan
           Rp 15,15 miliar.

           Arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 702,80 miliar
           terutama berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang sebesar
           Rp 711,84 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
           periode lima bulan sejak tanggal pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan
           31 Desember 2019 sebesar Rp 88,35 miliar terutama berasal dari penerimaan
           pinjaman jangka panjang dan penerbitan saham masing-masing sebesar
           Rp 55,77 miliar dan Rp 51,00 miliar yang disertai dengan rugi ditahan sebesar
           Rp 18,42 miliar.

III.A.9.   Rasio-rasio Keuangan

                                   Keterangan       31/03/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21    31/12/20     31/12/19

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                         0,89          0,55         0,23        0,53        0,18         0,26
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                         0,44          0,49         0,48        0,52        0,09         0,00
           Ekuitas terhadap jumlah aset                   0,69          0,33         0,25        0,16        0,01         0,32
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset         0,31          0,67         0,75        0,84        0,99         0,68
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas             0,45          2,02         3,04        5,20      127,68         2,16
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba (rugi) kotor                      48,33%       40,48%       44,95%      48,26%       -6,28%    -2149,19%
           Marjin laba (rugi) usaha                      39,48%       32,89%       39,37%      44,03%      -30,68%    -4027,83%
           Marjin laba (rugi) bersih                     29,20%       19,65%       22,66%      30,05%      -64,24%    -6123,33%
           Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset        17,55%       15,95%       18,78%      22,72%       -2,62%       -7,31%
           Imbal hasil aset                              12,98%        9,53%       10,81%      15,51%       -5,49%      -11,12%
           Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas            25,43%       48,24%       75,88%     140,83%     -337,37%      -23,09%
           Imbal hasil ekuitas                           18,81%       28,81%       43,67%      96,13%     -706,31%      -35,10%




                                                    45
Page 47
III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan
            2019 rasio perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,44; 0,49; 0,48;
            0,52; 0,09; dan 0,00.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio ekuitas
            terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,69; 0,33; 0,25; 0,16; 0,01; dan
            0,32.

III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020,
            dan 2019 rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
            0,31; 0,67; 0,75; 0,84; 0,99; dan 0,68 sedangkan rasio jumlah liabilitas
            terhadap ekuitas masing-masing adalah 0,45; 2,02; 3,04; 5,20; 127,68; dan
            2,16.

III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, dan 2021
            masing-masing adalah sebesar 12,98%, 9,53%, 10,81%, dan 15,51%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, dan 2021
            masing-masing adalah sebesar 18,81%, 28,81%, 43,67%, dan 96,13%.




                                          46
Page 48
III.B.     Analisis atas Kinerja Historis MCT

           Laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Maret 2024 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa
           pengecualian dan hal lain. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2023 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat
           wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP YSR dengan pendapat
           wajar tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal. Laporan keuangan
           MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit
           oleh KAP YSR dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan
           suatu hal dan hal lain. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2020 telah diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar
           tanpa pengecualian. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2019 telah diaudit oleh KAP AE dengan pendapat wajar
           tanpa pengecualian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.

           Ikhtisar data keuangan penting MCT adalah sebagai berikut:

III.B.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan       31/03/24       31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20     31/12/19

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas                                           154          173       20.454       6.833         666             17
           Piutang usaha - neto
             Pihak berelasi                            49.059      13.163        3.482      22.778      11.037            500
           Piutang lain-lain                                1           -           40           -           -              -
           Persediaan                                     273         128          254           -           -              -
           Pajak dibayar di muka                          208           -           92           -       2.470              -
           Beban dibayar di muka dan uang muka            660       1.108        4.694       6.014       4.451              -
           Dana yang dibatasi penggunaannya               248          77            -           -           -              -
           Jumlah Aset Lancar                          50.603      14.650       29.016      35.625      18.623            517
           ASET TIDAK LANCAR
           Piutang pihak berelasi - neto              886.847     858.473      741.035     672.312     662.659              -
           Aset pajak tangguhan - neto                  2.334       2.435       10.124       5.449       7.924              -
           Aset hak guna - neto                        34.296      36.097        9.748      18.559       9.678              -
           Aset tetap - neto                          180.025     185.130      200.624     187.442     160.586         59.494
           Uang muka pembelian aset tetap                 170         170          170           -           -              -
           Piutang lain-lain - neto                         -           -          717           -           -              -
           Pekerjaan dalam pelaksanaan                      -           -            -           -           -         12.339
           Jumlah Aset Tidak Lancar               1.103.672      1.082.305     962.418     883.762     840.848         71.834
           JUMLAH ASET                            1.154.275      1.096.955     991.434     919.387     859.471         72.351




                                                 47
Page 49
                                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                              31/03/24        31/12/23      31/12/22      31/12/21       31/12/20       31/12/19

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                                                          14.993       12.586         3.580         4.955          5.755          4.994
           Beban akrual                                                          3.848        3.178         5.002         2.270          1.240              -
           Utang pajak                                                          57.576       50.605        30.809        11.598            661          1.010
           Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
             satu tahun:
             Pinjaman jangka panjang                                           319.523      256.353       902.141       248.040        104.142              -
             Liabilitas sewa                                                     8.600        8.481         6.301        13.820          6.444              -
           Utang lain-lain                                                           -            -         3.251         3.043          7.330             60
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     404.540      331.203       951.084       283.726        125.573          6.064
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Utang pihak berelasi                                                729.133       74.399        55.584                -              -              -
           Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
             jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
             Pinjaman jangka panjang                                            31.487      700.449         9.351       619.223        719.364              -
             Liabilitas sewa                                                    32.112       32.271         4.639         6.818          3.471              -
             Pihak berelasi                                                          -            -             -             -              -         37.899
           Liabilitas imbalan pascakerja                                         1.413        1.266           677           105              -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    794.145      808.384        70.251       626.146        722.835         37.899
           JUMLAH LIABILITAS                                               1.198.684       1.139.587     1.021.335      909.872        848.408         43.963
           EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
           Modal saham                                                           5.000         5.000         5.000        5.000          5.000          5.000
           Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto            (58)          (90)         (216)         (11)             -              -
           Saldo laba (defisit)                                                (49.351)      (47.543)      (34.685)       4.526          6.063         23.388
           JUMLAH EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)                                   (44.409)      (42.632)      (29.901)       9.515         11.063         28.388
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
             (DEFISIENSI MODAL)                                            1.154.275       1.096.955      991.434       919.387        859.471         72.351




III.B.2.   Aset

           Jumlah aset MCT pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023,
           2022,   2021,     2020,   dan    2019 masing-masing adalah        sebesar
           Rp 1.154,28 miliar, Rp 1.096,96 miliar, Rp 991,43 miliar, Rp 919,39 miliar,
           Rp 859,47 miliar, dan Rp 72,35 miliar.

           Pada tanggal 31 Maret 2024 jumlah aset MCT mengalami kenaikan sebesar
           Rp 57,32 miliar atau setara dengan 5,23% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan piutang pihak berelasi – neto sebesar Rp 64,27 miliar yang disertai
           dengan penurunan aset hak guna – neto dan aset tetap – neto masing-masing
           sebesar Rp 1,80 miliar dan Rp 5,11 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset MCT mengalami kenaikan
           sebesar Rp 105,52 miliar atau setara dengan 10,64% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang pihak berelasi – neto dan aset hak
           guna – neto masing-masing sebesar Rp 117,44 miliar dan Rp 26,35 miliar yang
           disertai dengan penurunan kas dan aset tetap – neto masing-masing sebesar
           Rp 20,28 miliar dan Rp 15,50 miliar.




                                                                          48
Page 50
           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset MCT mengalami kenaikan
           sebesar Rp 72,05 miliar atau setara dengan 7,84% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas, piutang pihak berelasi – neto, dan aset
           tetap – neto masing-masing sebesar Rp 13,62 miliar, Rp 49,43 miliar, dan
           Rp 13,18 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset MCT mengalami kenaikan
           sebesar Rp 59,92 miliar atau setara dengan 6,97% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan piutang pihak berelasi – neto dan aset tetap – neto
           masing-masing sebesar Rp 21,39 miliar dan Rp 26,86 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020 jumlah aset MCT mengalami kenaikan
           sebesar Rp 787,12 miliar dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal
           31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan piutang
           pihak berelasi – neto dan aset tetap – neto masing-masing sebesar
           Rp 673,20 miliar dan Rp 101,09 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas MCT pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023,
           2022,    2021,     2020,  dan    2019 masing-masing adalah          sebesar
           Rp 1.198,68 miliar, Rp 1.139,59 miliar, Rp 1.021,34 miliar, Rp 909,87 miliar,
           Rp 848,41 miliar, dan Rp 43,96 miliar.

           Pada tanggal 31 Maret 2024 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
           sebesar Rp 59,10 miliar atau setara dengan 5,19% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang pajak dan utang pihak berelasi masing-masing
           sebesar Rp 6,97 miliar dan Rp 654,73 miliar yang disertai dengan penurunan
           pinjaman jangka panjang sebesar Rp 605,79 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
           sebesar Rp 118,25 miliar atau setara dengan 11,58% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan utang pajak, pinjaman jangka panjang, serta liabilitas sewa
           masing-masing sebesar Rp 19,80 miliar, Rp 45,31 miliar, dan Rp 29,81 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
           sebesar Rp 111,46 miliar atau setara dengan 12,25% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan utang pajak, pinjaman jangka panjang, dan utang pihak berelasi
           masing-masing sebesar Rp 19,21 miliar, Rp 44,23 miliar dan Rp 55,58 miliar.




                                          49
Page 51
           Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
           sebesar Rp 61,46 miliar atau setara dengan 7,24% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan utang pajak dan pinjaman jangka panjang masing-masing
           sebesar Rp 10,94 miliar dan Rp 43,76 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020 jumlah liabilitas MCT mengalami kenaikan
           sebesar Rp 804,45 miliar dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada
           31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman
           jangka panjang sebesar Rp 823,51 miliar yang disertai dengan penurunan
           utang pihak berelasi sebesar Rp 37,90 miliar.

III.B.4.   Ekuitas (Defisiensi Modal)

           Jumlah defisiensi modal MCT pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024,
           31 Desember 2023, dan 2022 masing-masing adalah sebesar Rp 44,41 miliar,
           Rp 42,63 miliar dan Rp 29,90 miliar. Jumlah ekuitas MCT pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
           Rp 9,52 miliar, Rp 11,06 miliar, dan Rp 28,39 miliar.

           Pada tanggal 31 Maret 2024 jumlah defisiensi modal MCT mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1,78 miliar atau setara dengan 4,17% dibandingkan dengan jumlah
           defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 1,81 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah defisiensi modal MCT mengalami
           kenaikan sebesar Rp 12,73 miliar atau setara dengan 42,58% dibandingkan
           dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar
           Rp 12,86 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah defisiensi modal MCT mengalami
           kenaikan sebesar Rp 39,42 miliar atau setara dengan 414,24% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 39,21 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah ekuitas MCT mengalami penurunan
           sebesar Rp 1,55 miliar atau setara dengan 13,99% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 1,54 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020 jumlah ekuitas MCT mengalami penurunan
           sebesar Rp 17,33 miliar atau setara dengan 61,03% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi neto yang dibukukan oleh MCT sebesar Rp 18,77 miliar.




                                         50
Page 52
III.B.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                           31/03/24        31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                  Keterangan
                                                                          (3 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                                                          56.437        216.874       163.296       161.142         47.832            351
           Beban pokok pendapatan                                              25.099         94.252        79.742        69.135         30.904          6.905
           Laba (rugi) bruto                                                   31.338        122.622        83.554        92.008         16.929         (6.554)
           Beban usaha                                                         (8.054)       (38.905)      (22.690)      (14.451)       (11.966)        (4.345)
           Laba (rugi) usaha                                                    23.284        83.717        60.864        77.557          4.963        (10.899)
           Penghasilan bunga                                                    31.695       123.853       136.000       106.340         66.524              1
           Pemulihan (penyisihan) untuk kerugian penurunan nilai - neto             57        (1.517)       (3.673)         (182)        (5.256)             -
           Beban pajak                                                          (4.117)      (31.855)      (24.218)      (15.709)        (1.892)             -
           Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto                            (4.519)        4.742       (36.642)          909          7.251              -
           Beban keuangan                                                      (46.888)     (183.401)     (176.810)     (167.465)       (93.117)             -
           Lain-lain - neto                                                       (308)         (745)          651          (509)        (1.924)             -
           Biaya keuangan                                                            -             -             -             -              -             (1)
           Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan                  (796)       (5.205)      (43.828)          942        (23.450)       (10.900)
           Manfaat (beban) pajak penghasilan                                    (1.013)       (7.653)        4.617        (2.478)         4.680              -
           Rugi neto                                                            (1.808)      (12.858)      (39.211)       (1.537)       (18.770)       (10.900)
           Penghasilan (rugi) komprehensif lain neto - setelah
            dikurangi pajak                                                        32           127           (206)          (11)             -              -
           Jumlah penghasilan (rugi) komprehensif lain - neto                   (1.777)      (12.731)      (39.416)       (1.547)       (18.770)       (10.900)




III.B.6    Pendapatan

           Pendapatan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah
           sebesar Rp 56,44 miliar, Rp 216,87 miliar, Rp 163,30 miliar, Rp 161,14 miliar,
           Rp 47,83 miliar, dan Rp 0,35 miliar.

           Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
           mengalami kenaikan sebesar Rp 53,58 miliar atau setara dengan 32,81%
           dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022.

           Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
           mengalami kenaikan sebesar Rp 2,15 miliar atau setara dengan 1,34%
           dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021.

           Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
           mengalami kenaikan sebesar Rp 113,31 miliar atau setara dengan 236,89%
           dibandingkan dengan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020.

           Pendapatan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
           mengalami kenaikan sebesar Rp 47,48 miliar dibandingkan dengan
           pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.




                                                                          51
Page 53
III.B.7.   Laba (Rugi) Neto

           Rugi neto MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
           2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023,
           2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1,81 miliar,
           Rp 12,86 miliar, Rp 39,21 miliar, Rp 1,54 miliar, Rp 18,77 miliar, dan
           Rp 10,90 miliar.

           Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
           mengalami penurunan sebesar Rp 26,35 miliar atau setara dengan 67,21%
           dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022.

           Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
           mengalami kenaikan sebesar Rp 37,67 miliar dibandingkan dengan rugi neto
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
           mengalami penurunan sebesar Rp 17,23 miliar atau setara dengan 91,81%
           dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020.

           Rugi neto MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
           mengalami kenaikan sebesar Rp 7,87 miliar atau setara dengan 72,20%
           dibandingkan dengan rugi neto untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019.




                                        52
Page 54
III.B.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                          31/03/24         31/12/23      31/12/22        31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                  Keterangan
                                                                         (3 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan                  (796)       (5.205)      (43.828)           942         (23.450)             -
           Penyesuaian untuk :
             Beban bunga pinjaman jangka panjang                               40.217              -             -               -              -              -
             Selisih kurs atas pinjaman jangka panjang - neto                  26.866              -             -               -              -              -
             Beban bunga utang pihak berelasi                                   5.745              -             -               -              -              -
             Penyusutan aset tetap                                              5.371         21.753        20.094          17.029          5.477              -
             Penyusutan aset hak-guna                                           1.801          6.973         8.811           7.873          3.226              -
             Beban bunga liabilitas sewa                                          927              -             -               -              -              -
             Penyisihan penurunan nilai piutang usaha - pihak berelasi            320          1.524         3.717           5.225          5.153              -
             Beban imbalan kerja karyawan                                         188            751           308              91              -              -
             Penyisihan (pemulihan) penurunan nilai piutang
               pihak berelasi - neto                                               (57)          (45)          (50)             -               -              -
             Selisih kurs atas piutang pihak berelasi - neto                   (18.199)            -             -              -               -              -
             Penghasilan bunga piutang pihak berelasi                          (31.692)            -             -              -               -              -
             Penyisihan (pemulihan) penurunan nilai piutang lain-lain                -            (6)            6            213             103              -
             Keuntungan atas penghentian pengakuan aset tetap
               akibat kebakaran                                                      -          (465)               -            -              -              -
           Penurunan (kenaikan) aset operasi:                                                                                    -              -
             Piutang usaha - pihak berelasi                                    (36.216)       (9.637)       19.347         (11.954)       (11.139)             -
             Piutang lain-lain                                                      (1)          763          (763)              -              -              -
             Persediaan                                                           (145)          126          (254)              -              -              -
             Pajak dibayar di muka                                                (208)           92           (92)          2.470         (2.470)             -
             Beban dibayar di muka dan uang muka                                   448         3.586         1.150          (1.564)        (3.951)             -
           Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
             Utang usaha                                                         2.408         9.006        (1.375)           (800)         5.177              -
             Beban akrual                                                          669        (1.824)        2.732           1.030          1.240              -
             Utang pajak                                                         6.971        19.796        19.211          10.937            390              -
             Utang lain-lain                                                         -        (3.251)          208          (4.288)        (9.876)             -
             Penerimaan klaim asuransi aset tetap                                    -         2.685             -               -              -              -
           Pembayaran bunga pinjaman jangka panjang                            (76.004)            -             -               -              -              -
           Pembayaran bunga liabilitas sewa                                       (823)            -             -               -              -              -
           Pembayaran pajak penghasilan                                           (921)            -             -               -              -              -
           Penerimaan dari pelanggan                                                 -             -             -               -              -         (6.554)
           Pembayaran kepada pemasok                                                 -             -             -               -              -         33.832
           Pembayaran pajak penghasilan                                              -             -             -               -              -            977
           Pembayaran bunga dan beban keuangan                                       -             -             -               -              -          2.505
           Pekerjaan dalam pelaksanaan                                               -             -             -               -              -        (12.339)
           Penerimaan lainnya - neto                                                 -             -             -               -              -           (261)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                                  (73.132)       46.622        29.222          27.205        (30.121)       18.160
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Kenaikan dana yang dibatasi penggunaannya                             (171)           (77)            -               -              -              -
           Perolehan aset tetap                                                  (266)        (8.479)      (33.276)        (43.886)       (95.205)       (15.450)
           Penurunan (kenaikan) piutang pihak berelasi                         21.575       (118.962)      (72.440)        (14.878)      (667.812)             -
           Penambahan aset hak-guna                                                 -              -             -         (16.754)       (12.904)             -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                                21.138       (127.517)     (105.716)        (75.517)      (775.922)       (15.450)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Kenaikan (penurunan) utang pihak berelasi                           648.989        18.815        55.584               -        (26.730)             -
           Penerimaan (pembayaran) pinjaman jangka panjang                    (596.870)       45.310        44.229          43.756        823.506              -
           Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa                                (144)       (3.510)       (9.698)         10.723          9.915         (2.924)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                                51.975         60.614        90.115          54.479        806.691         (2.924)
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                             (19)      (20.281)       13.621           6.167            649           (214)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                     173         20.454         6.833            666              17           231
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                    154           173         20.454           6.833            666             17




                                                                         53
Page 55
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 masing-masing adalah sebesar
Rp 73,13 miliar dan Rp 30,12 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas operasi MCT dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
Rp 46,62 miliar, Rp 29,22 miliar, Rp 27,21 miliar, dan Rp 18,16 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 73,13 miliar
terutama berasal dari penyesuaian untuk penghasilan bunga piutang pihak
berelasi, kenaikan aset operasi – piutang usaha pihak berelasi, dan
pembayaran bunga pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 31,69 miliar, Rp 36,22 miliar, dan Rp 76,00 miliar yang disertai dengan
penyesuaian untuk beban bunga pinjaman jangka panjang dan penyesuaian
untuk selisih kurs atas pinjaman jangka panjang – neto masing-masing sebesar
Rp 40,22 miliar dan Rp 26,87 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 46,62 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan aset tetap, penyesuaian untuk
penyusutan aset hak guna, kenaikan liabilitas operasi - utang usaha, dan
kenaikan liabilitas operasi – utang pajak masing-masing sebesar
Rp 21,75 miliar, Rp 6,97 miliar, Rp 9,01 miliar, dan Rp 19,80 miliar yang
disertai dengan kenaikan aset operasi – piutang usaha – pihak berelasi
sebesar Rp 9,64 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 29,22 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan aset tetap, penyesuaian untuk
penyusutan aset hak guna, penurunan aset operasi – piutang usaha – pihak
berelasi, dan kenaikan liabilitas operasi – utang pajak masing-masing sebesar
Rp 20,09 miliar, Rp 8,81 miliar, Rp 19,35 miliar, dan Rp 19,21 miliar yang
disertai dengan rugi sebelum manfaat pajak penghasilan sebesar
Rp 43,83 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 27,21 miliar terutama
berasal dari penyesuaian untuk penyusutan aset tetap, penyesusaian untuk
penyusutan aset hak guna, penyesuaian untuk penyisihan penurunan nilai
piutang pihak berelasi dan kenaikan liabilitas operasi – utang pajak
masing-masing sebesar Rp 17,03 miliar, Rp 7,87 miliar, Rp 5,23 miliar, dan
Rp 10,94 miliar yang disertai dengan kenaikan aset operasi piutang
usaha – pihak berelasi sebesar Rp 11,95 miliar.




                               54
Page 56
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 30,12 miliar terutama
berasal dari rugi sebelum manfaat pajak penghasilan, kenaikan aset
operasi – piutang usaha – pihak berelasi, dan penurunan liabilitas
operasi – utang lain-lain masing-masing sebesar Rp 23,45 miliar,
Rp 11,14 miliar, dan Rp 9,88 miliar yang disertai dengan penyesuaian untuk
penyusutan aset tetap, penyesuaian untuk penyisihan kerugian penurunan nilai
piutang pihak berelasi, dan kenaikan liabilitas operasi – utang usaha
masing-masing sebesar Rp 5,48 miliar, Rp 5,15 miliar, dan Rp 5,18 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 18,16 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok sebesar Rp 33,83 miliar yang
disertai dengan penerimaan dari pelanggan dan pekerjaan dalam pelaksanaan
masing-masing sebesar Rp 6,55 miliar dan Rp 12,34 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebesar
Rp 21,14 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 127,52 miliar,
Rp 105,72 miliar, Rp 75,52 miliar, Rp 775,92 miliar, dan Rp 15,45 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi MCT untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 21,14 miliar
terutama berasal dari penurunan piutang pihak berelasi sebesar
Rp 21,58 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 127,52 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 8,48 miliar dan Rp 118,96 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 105,72 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 33,28 miliar dan Rp 72,44 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 75,52 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap, kenaikan piutang pihak berelasi,
dan penambahan aset hak-guna masing-masing sebesar Rp 43,89 miliar,
Rp 14,88 miliar, dan Rp 16,75 miliar.




                               55
Page 57
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 775,92 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan kenaikan piutang pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 95,21 miliar dan Rp 667,81 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MCT untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 15,45 miliar
seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk periode
tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 51,98 miliar, Rp 60,61 miliar,
Rp 90,12 miliar, Rp 54,48 miliar, dan Rp 806,69 miliar. Arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 2,92 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk periode
tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar Rp 51,98 miliar
terutama berasal dari kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 648,99 miliar
yang disertai dengan pembayaran pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 596,87 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 60,61 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan kenaikan utang pihak
berelasi masing-masing sebesar Rp 45,31 miliar dan Rp 18,82 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 90,12 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan kenaikan utang pihak
berelasi masing-masing sebesar Rp 44,23 miliar dan Rp 55,58 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 54,48 miliar terutama
berasal dari penerimaan pinjaman jangka panjang dan penerimaan liabilitas
sewa masing-masing sebesar Rp 43,76 miliar dan Rp 10,72 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MCT untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 806,69 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pinjaman jangka panjang sebesar
Rp 823,51 miliar yang disertai dengan penurunan utang pihak berelasi sebesar
Rp 26,73 miliar.




                               56
Page 58
            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan MCT untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 2,92 miliar
            seluruhnya berasal dari pembayaran liabilitas sewa.

III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       31/03/24         31/12/23      31/12/22      31/12/21    31/12/20     31/12/19

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                            0,13          0,04          0,03         0,13        0,15         0,09
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                            0,20          0,20          0,16         0,18        0,06         0,00
            Ekuitas terhadap jumlah aset                     (0,04)        (0,04)        (0,03)        0,01        0,01         0,39
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset            1,04          1,04          1,03         0,99        0,99         0,61
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas              (26,99)       (26,73)       (34,16)       95,62       76,69         1,55
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba (rugi) kotor                        55,53%        56,54%        51,17%       57,10%       35,39%    -1864,71%
            Marjin laba (rugi) usaha                        41,26%        38,60%        37,27%       48,13%       10,38%    -3100,99%
            Marjin rugi bersih                              -3,20%        -5,93%       -24,01%       -0,95%      -39,24%    -3101,19%
            Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset           8,07%         7,63%         6,14%        8,44%        0,58%      -15,06%
            Imbal hasil aset                                -0,63%        -1,17%        -3,95%       -0,17%       -2,18%      -15,07%
            Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas            -209,72%      -196,37%      -203,55%      815,07%       44,86%      -38,39%
            Imbal hasil ekuitas                                 N/A           N/A           N/A     -16,15%     -169,67%      -38,40%




III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan MCT dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi MCT. Pada tanggal-tanggal
            31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,20; 0,20; 0,16; 0,18; 0,06; dan
            0,00.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas MCT
            terhadap jumlah aset MCT. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020,
            dan 2019 ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,01; 0,01; dan
            0,39.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan MCT untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020,
            dan 2019 rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
            1,04, 1,04; 1,03; 0,99; 0,99; dan 0,61 sedangkan pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2021, 2020, dan 2019 rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 95,62; 76,69; dan 1,55.




                                                     57
Page 59
III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan MCT dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan                     MCT     dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.

III.C.      Analisis atas Laporan Proforma

            Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
            dan Setelah Rencana Transaksi.

            Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
            keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
            yang disusun oleh manajemen Perseroan.

            Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Maret 2024:

                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Setelah
                                 Keterangan           31/03/24      Penyesuaian     Rencana
                                                                                    Transaksi
            ASET
            ASET LANCAR
            Kas dan setara kas                             86.241           704            86.945
            Piutang usaha - neto
              Pihak ketiga                                 50.618             -            50.618
              Pihak berelasi                              295.544             -           295.544
            Piutang lain-lain - neto
              Pihak ketiga                                      1             -                 1
            Persediaan                                      3.825             -             3.825
            Pajak dibayar di muka                             208             -               208
            Uang muka                                       3.239             -             3.239
            Beban dibayar di muka                           2.919             -             2.919
            Dana yang dibatasi penggunaannya                  332             -               332
            Aset lancar lainnya                            29.250             -            29.250
            Jumlah Aset Lancar                            472.176           704           472.881
            ASET TIDAK LANCAR
            Piutang lain-lain - neto
              Pihak berelasi                                  955             -               955
            Piutang pihak berelasi - neto                 886.847             -           886.847
            Aset pajak tangguhan - neto                     2.372             -             2.372
            Aset hak-guna - neto                           34.316             -            34.316
            Aset tetap - neto                             729.182             -           729.182
            Uang muka pembelian aset tetap                122.316             -           122.316
            Goodwill                                        7.706             -             7.706
            Jumlah Aset Tidak Lancar                    1.783.695             -         1.783.695
            JUMLAH ASET                                 2.255.872           704         2.256.576




                                               58
Page 60
                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                  Setelah
                       Keterangan                              31/03/24       Penyesuaian       Rencana
                                                                                                Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak ketiga                                                      75.203                  -          75.203
  Pihak berelasi                                                    24.519                  -          24.519
Beban akrual                                                        14.129                  -          14.129
Utang pajak                                                         79.717                  -          79.717
Utang lain-lain
  Pihak ketiga                                                        194                   -             194
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                          326.461         (241.408)           85.052
  Liabilitas sewa                                                    8.658                -             8.658
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    528.880         (241.408)          287.471
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                                84.985                  -          84.985
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
  yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Pinjaman jangka panjang                                           51.126         242.113            293.239
  Liabilitas sewa                                                   32.112               -             32.112
Liabilitas imbalan pasca kerja                                       2.381               -              2.381
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   170.604         242.113            412.717
JUMLAH LIABILITAS                                                  699.484             704            700.188
EKUITAS
Modal saham                                                         79.129                  -          79.129
Tambahan modal disetor - neto                                      924.352                  -         924.352
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pascakerja - neto          (259)                 -            (259)
Saldo laba                                                         554.739                  -         554.739
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                          1.557.961                  -       1.557.961
Kepentingan non-pengendali                                          (1.574)                 -          (1.574)
JUMLAH EKUITAS                                                   1.556.387                  -       1.556.387
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    2.255.872             704          2.256.576




                                                  59
Page 61
                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                   Setelah
                                Keterangan                       31/03/24        Penyesuaian       Rencana
                                                                                                   Transaksi
         Pendapatan                                                   250.626                  -       250.626
         Beban pokok pendapatan                                       129.509                  -       129.509
         Laba bruto                                                   121.118                  -       121.118
         Beban usaha                                                  (22.164)                 -       (22.164)
         Laba usaha                                                    98.953                  -        98.953
         Penghasilan bunga                                             33.959                  -        33.959
         Pembalikan (penyisihan) untuk kerugian
           penurunan nilai - neto                                          38                  -             38
         Pajak final                                                   (1.951)                 -         (1.951)
         Beban pajak                                                   (4.193)                 -         (4.193)
         Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto                     (6.066)                 -         (6.066)
         Beban keuangan                                               (42.040)                 -        (42.040)
         Lain-lain - neto                                                (341)                 -           (341)
         Laba sebelum taksiran beban pajak penghasilan                 78.359                  -        78.359
         Taksiran beban pajak penghasilan                              (5.171)                 -        (5.171)
         Laba neto                                                     73.187                  -        73.187
         Penghasilan komprehensif lain neto                                27                  -            27
         Penghasilan komprehensif neto                                 73.214                  -        73.214
         Laba neto yang dapat diatribusikan kepada:
           Pemilik entitas induk                                       73.730                  -        73.730
           Kepentingan non-pengendali                                    (543)                 -          (543)



III.D.   Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham MCT

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. STTD.PB-01/PM.22/2018 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
         manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/231002-001 tanggal 2 Oktober 2023 yang telah disetujui
         oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 100,00% saham MCT. Hasil penilaian atas
         100,00% saham MCT tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00%
         saham MCT dengan No. 00139/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2024 tanggal
         25 September 2024 dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi                    dalam    Rencana        Transaksi        adalah
             Perseroan, HB, dan MCT.

         2. Objek Penilaian

             Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham MCT.




                                                         60
Page 62
3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
   independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
   mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 31 Maret 2024.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
   umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
   berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
   didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen
   MCT. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
   dikembangkan berdasarkan kinerja MCT pada tahun-tahun sebelumnya
   dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami
   telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut
   agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MCT yang dinilai
   pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
   penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja
   MCT yang dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
   kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis MCT
   dan informasi manajemen MCT terhadap proyeksi laporan keuangan MCT
   tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian MCT dan
   kesimpulan nilai akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
   kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
   tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
   tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
   asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
   jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
   pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
   keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan,
   dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
   dan MCT atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
   benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
   untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
   tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
   dan MCT bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
   informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
   menyesatkan.




                              61
Page 63
   Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
   informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
   dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami
   secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
   atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
   pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
   sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
   disalahartikan.

   Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
   asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
   sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
   itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
   dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
   terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
   dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
   tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
   perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
   diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
   transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
   dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
   opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
   informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
   Perseroan dan MCT.

   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum MCT
   berdasarkan anggaran dasar MCT.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan
   metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly
   traded company method).




                                62
Page 64
             Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
             dilaksanakan oleh MCT di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
             dengan perkiraan atas perkembangan usaha MCT. Dalam melaksanakan
             penilaian dengan metode ini, operasi MCT diproyeksikan sesuai dengan
             perkiraan atas perkembangan usaha MCT. Arus kas yang dihasilkan
             berdasarkan proyeksi laporan keuangan dikonversi menjadi nilai kini
             dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai
             adalah total nilai kini dari arus kas tersebut.

             Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam
             penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak
             diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan
             aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka
             yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham
             yang dimiliki oleh MCT.

             Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
             sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
             pihak manajemen MCT. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya
             pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang
             berbeda.

             Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
             direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

         6. Kesimpulan Penilaian

             Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
             terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
             mempengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
             Penilaian pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebesar Rp 516,15 miliar.

III.E.   Analisis Inkremental

         Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
         melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain
         sebagai berikut:

         •   Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
             yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
             Perseroan;
         •   Biaya atau pendapatan yang relevan;
         •   Informasi non-keuangan yang relevan; dan
         •   Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
             rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                        63
Page 65
III.E.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
           periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

           Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                              31/12/24        31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                                Keterangan
                                             (9 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                         1.495.740       2.501.687     2.907.362      2.883.341      2.883.341     2.883.341
           Beban pokok pendapatan               729.625       1.379.087     1.388.028      1.402.697      1.412.756     1.424.865
           Laba bruto                             766.115     1.122.600     1.519.334      1.480.645      1.470.585     1.458.476
           Beban usaha                             70.491        86.880        88.197         89.566         90.991        92.474
           Laba usaha                             695.625     1.035.719     1.431.137      1.391.079      1.379.594     1.366.002
           Beban lain-lain                         58.692        70.990        20.488        (30.666)       (66.953)      (23.386)
           Laba sebelum pajak penghasilan         754.317     1.106.710     1.451.625      1.360.412      1.312.641     1.342.616
           Pajak penghasilan                      (81.145)     (101.887)     (103.908)       (97.117)       (91.768)     (103.460)
           Laba neto                              673.172     1.004.823     1.347.717      1.263.295      1.220.873     1.239.156



                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                              31/12/30        31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
                                Keterangan
                                             (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                         2.970.341       2.970.341     3.096.341      3.096.341      3.096.341
           Beban pokok pendapatan             1.434.083       1.432.730     1.446.012      1.460.586      1.476.128
           Laba bruto                         1.536.259       1.537.611     1.650.329      1.635.755      1.620.213
           Beban usaha                           93.918          95.423        96.990         98.624        100.325
           Laba usaha                         1.442.340       1.442.188     1.553.339      1.537.132      1.519.888
           Beban lain-lain                       (3.676)         (4.344)       (3.638)        (3.329)        (3.981)
           Laba sebelum pajak penghasilan     1.438.664       1.437.844     1.549.701      1.533.803      1.515.907
           Pajak penghasilan                   (108.907)       (111.308)     (112.463)      (111.924)      (111.198)
           Laba neto                          1.329.757       1.326.536     1.437.238      1.421.879      1.404.709




           Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                              31/12/24        31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                                Keterangan
                                             (9 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                         1.495.740       2.501.687     2.907.362      2.883.341      2.883.341     2.883.341
           Beban pokok pendapatan               729.625       1.379.087     1.388.028      1.402.697      1.412.756     1.424.865
           Laba bruto                             766.115     1.122.600     1.519.334      1.480.645      1.470.585     1.458.476
           Beban usaha                             70.491        86.880        88.197         89.566         90.991        92.474
           Laba usaha                             695.625     1.035.719     1.431.137      1.391.079      1.379.594     1.366.002
           Beban lain-lain                         67.350       109.894        66.232         21.918        (11.662)       (7.809)
           Laba sebelum pajak penghasilan         762.974     1.145.614     1.497.369      1.412.996      1.367.932     1.358.193
           Pajak penghasilan                      (83.050)     (110.446)     (113.972)      (108.686)      (103.932)     (106.887)
           Laba neto                              679.924     1.035.168     1.383.398      1.304.311      1.263.999     1.251.306



                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                              31/12/30        31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
                                Keterangan
                                             (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan                         2.970.341       2.970.341     3.096.341      3.096.341      3.096.341
           Beban pokok pendapatan             1.434.083       1.432.730     1.446.012      1.460.586      1.476.128
           Laba bruto                         1.536.259       1.537.611     1.650.329      1.635.755      1.620.213
           Beban usaha                           93.918          95.423        96.990         98.624        100.325
           Laba usaha                         1.442.340       1.442.188     1.553.339      1.537.132      1.519.888
           Beban lain-lain                       (3.676)         (4.344)       (3.638)        (3.329)        (3.981)
           Laba sebelum pajak penghasilan     1.438.664       1.437.844     1.549.701      1.533.803      1.515.907
           Pajak penghasilan                   (108.907)       (111.308)     (112.463)      (111.924)      (111.198)
           Laba neto                          1.329.757       1.326.536     1.437.238      1.421.879      1.404.709




                                             64
Page 66
           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
           neto Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
           Rp 30,78 triliun dan Rp 13,67 triliun.

           Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba neto Perseroan setelah
           Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 30,78 triliun dan Rp 13,84 triliun.

           Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
           tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
           berpotensi memperoleh tambahan laba neto untuk periode sembilan bulan
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga diharapkan dapat
           meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.E.2.   Biaya atau Pendapatan yang Relevan

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
           terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
           Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat
           Kewajaran.




                                          65
Page 67
III.E.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.E.3.a.   Jasa yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha
             perdagangan, pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini, MCT bergerak di
             bidang operasi terminal untuk kepentingan sendiri yang digunakan sebagai
             Inter Transshipment Point (ISP) yang beroperasi di Desa Embalut, Tenggarong,
             Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk mendukung kegiatan usaha
             Perseroan. ISP milik MCT berfungsi sebagai titik perpindahan muatan dari
             tongkang sungai ke stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut. Dengan
             demikian, jasa yang dihasilkan oleh MCT adalah jasa bongkar muat batubara
             dan jasa stockpile.

III.E.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis MCT meliputi Desa
             Embalut di Provinsi Kalimantan Timur.

III.E.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha MCT adalah sebagai
             berikut:

             •   PT Petrosea Tbk;
             •   PT Indika Energy Tbk; dan
             •   PT Golden Eagle Energy Tbk.

III.E.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
             MCT adalah meningkatkan kapasitas dan produksi serta memperbesar
             kapasitas stockpile.

III.E.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui
             proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana
             atas Rencana Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur
             Utama dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana
             atas Rencana Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis
             internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan
             demikian, manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh
             perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
             memperhatikan alternatif lain.




                                           66
Page 68
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Sebagaimana tercantum dalam PPSB, MCT merencanakan untuk
         melakukan Rencana Penambahan Modal dan Perseroan merencanakan
         untuk mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor
         oleh MCT sebanyak 30.780 saham dengan nilai nominal sebesar
         Rp 100.000 per saham atau setara dengan 36,56% saham MCT dengan
         harga pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi
         sebesar Rp 307,80 miliar sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham
         Perseroan. Selanjutnya, HB merencanakan untuk mengambil bagian atas
         peningkatan modal ditempatkan dan disetor oleh MCT sebanyak
         3.420 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham atau
         setara dengan 4,06% saham MCT dengan harga pelaksanaan sebesar
         Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar
         sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham HB.

         Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, susunan pemegang saham
         MCT adalah sebagai berikut:
                                                                                                        (Dalam Rupiah)
                                                                                    Persentase
                             Pemegang Saham                     Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                                   Kepemilikan
          PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                             35.000              41,57%      3.500.000.000
          PT Ancara Logistics Indonesia Tbk - baru                      30.780              36,56%      3.078.000.000
          Honardy Boentario                                              5.000               5,94%        500.000.000
          Honardy Boentario - baru                                       3.420               4,06%        342.000.000
          PT Ade Putra Tanrajeng                                         5.000               5,94%        500.000.000
          PT Guruh Putra Bersama                                         5.000               5,94%        500.000.000
          Jumlah                                                        84.200             100,00%      8.420.000.000



         Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
         saham      MCT       sebagaimana      termuat        dalam      laporannya
         No. 00139/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2024 tanggal 25 September 2024,
         nilai    pasar     100,00%      saham       MCT        adalah      sebesar
         Rp 516,15 miliar. Dengan pertimbangan nilai kapitalisasi pasar MCT adalah
         sebesar Rp 869,20 miliar dan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif,
         kepemilikan Perseroan dan HB yang akan diperhitungkan sebagai
         penyetoran modal kepada MCT masing-masing adalah sebesar 36,56%
         dan 4,06%, maka secara teoritis, peningkatan modal ditempatkan dan
         disetor pada MCT yang dilakukan oleh Perseroan dan HB masing-masing
         adalah sebesar Rp 317,74 miliar dan Rp 35,31 miliar, dengan perhitungan
         sebagai berikut:
                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                       Nilai Pasar        Persentase

          Nilai pasar 100,00% saham MCT                                516.153              59,38%
          Transaksi Penambahan Modal Perseroan                         317.744              36,56%
          Transaksi Penambahan Modal HB                                 35.305               4,06%
          Nilai pasar 100,00% MCT - setelah Rencana Transaksi          869.202             100,00%




                                                     67
Page 69
   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 307,80 miliar adalah lebih
   rendah dari nilai pasar 36,56% saham MCT sebesar Rp 317,74 miliar,
   sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
   transaksi sebesar 3,13% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
   persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 36,56% saham MCT
   sebesar Rp 317,74 miliar.

2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

   Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                           31/12/24      31/12/25       31/12/26       31/12/27       31/12/28      31/12/29
                        Keterangan
                                          (9 Bulan)     (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                               1.495.740     2.501.687      2.907.362      2.883.341      2.883.341      2.883.341
   Beban pokok pendapatan                     729.625     1.379.087      1.388.028      1.402.697      1.412.756      1.424.865
   Laba bruto                                766.115      1.122.600      1.519.334      1.480.645      1.470.585      1.458.476
   Beban usaha                                70.491         86.880         88.197         89.566         90.991         92.474
   Laba usaha                                695.625      1.035.719      1.431.137      1.391.079      1.379.594      1.366.002
   Beban lain-lain                            58.692         70.990         20.488        (30.666)       (66.953)       (23.386)
   Laba sebelum pajak penghasilan            754.317      1.106.710      1.451.625      1.360.412      1.312.641      1.342.616
   Pajak penghasilan                         (81.145)      (101.887)      (103.908)       (97.117)       (91.768)      (103.460)
   Laba neto                                 673.172      1.004.823      1.347.717      1.263.295      1.220.873      1.239.156



                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                           31/12/30      31/12/31       31/12/32       31/12/33      31/12/34
                        Keterangan
                                          (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                              2.970.341     2.970.341      3.096.341       3.096.341      3.096.341
   Beban pokok pendapatan                  1.434.083     1.432.730      1.446.012       1.460.586      1.476.128
   Laba bruto                              1.536.259     1.537.611      1.650.329       1.635.755      1.620.213
   Beban usaha                                93.918        95.423         96.990          98.624        100.325
   Laba usaha                              1.442.340     1.442.188      1.553.339       1.537.132      1.519.888
   Beban lain-lain                            (3.676)       (4.344)        (3.638)         (3.329)        (3.981)
   Laba sebelum pajak penghasilan          1.438.664     1.437.844      1.549.701       1.533.803      1.515.907
   Pajak penghasilan                        (108.907)     (111.308)      (112.463)       (111.924)      (111.198)
   Laba neto                               1.329.757     1.326.536      1.437.238       1.421.879      1.404.709




   Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                           31/12/24      31/12/25       31/12/26       31/12/27       31/12/28      31/12/29
                        Keterangan
                                          (9 Bulan)     (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                              1.495.740     2.501.687      2.907.362       2.883.341      2.883.341     2.883.341
   Beban pokok pendapatan                    729.625     1.379.087      1.388.028       1.402.697      1.412.756     1.424.865
   Laba bruto                                766.115     1.122.600      1.519.334       1.480.645      1.470.585     1.458.476
   Beban usaha                                70.491        86.880         88.197          89.566         90.991        92.474
   Laba usaha                                695.625     1.035.719      1.431.137       1.391.079      1.379.594     1.366.002
   Beban lain-lain                            67.350       109.894         66.232          21.918        (11.662)       (7.809)
   Laba sebelum pajak penghasilan            762.974     1.145.614      1.497.369       1.412.996      1.367.932     1.358.193
   Pajak penghasilan                         (83.050)     (110.446)      (113.972)       (108.686)      (103.932)     (106.887)
   Laba neto                                 679.924     1.035.168      1.383.398       1.304.311      1.263.999     1.251.306




                                     68
Page 70
                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                    31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
                         Keterangan
                                                   (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
    Pendapatan                                      2.970.341     2.970.341     3.096.341      3.096.341     3.096.341
    Beban pokok pendapatan                          1.434.083     1.432.730     1.446.012      1.460.586     1.476.128
    Laba bruto                                      1.536.259     1.537.611     1.650.329      1.635.755     1.620.213
    Beban usaha                                        93.918        95.423        96.990         98.624       100.325
    Laba usaha                                      1.442.340     1.442.188     1.553.339      1.537.132     1.519.888
    Beban lain-lain                                    (3.676)       (4.344)       (3.638)        (3.329)       (3.981)
    Laba sebelum pajak penghasilan                  1.438.664     1.437.844     1.549.701      1.533.803     1.515.907
    Pajak penghasilan                                (108.907)     (111.308)     (112.463)      (111.924)     (111.198)
    Laba neto                                       1.329.757     1.326.536     1.437.238      1.421.879     1.404.709




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
   neto Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
   sebesar Rp 30,78 triliun dan Rp 13,67 triliun.

   Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba neto Perseroan setelah
   Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 30,78 triliun dan
   Rp 13,84 triliun.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
   berpotensi memperoleh tambahan laba neto untuk periode sembilan bulan
   yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga
   diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
   yang akan datang.

3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba neto konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk periode sembilan
   bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 masing-masing
   adalah sebesar Rp 7,52 triliun dan Rp 7,64 triliun. Dengan demikian, jumlah
   nilai kini dari proyeksi laba neto konsolidasian Perseroan setelah Rencana
   Transaksi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2034 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari
   proyeksi laba neto konsolidasian Perseroan sebelum Rencana Transaksi
   untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2034. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat
   diskonto sebesar 11,08%, yang merupakan biaya modal kapital Perseroan,
   yang ditentukan dengan menggunakan formula sebagai berikut:

   WACC                      =        (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)




                                              69
Page 71
Dimana:

ke    =       Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd    =       Biaya modal utang
We    =       Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd    =       Bobot utang dalam struktur kapital
t     =       Pajak penghasilan perusahaan

Biaya Modal untuk Ekuitas

ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

dimana:

ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
              atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
              (risk free rate)
β         =   Beta
RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
              premium)

Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Maret 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka
waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,72%, yang
diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 7,38%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2023 yang diterbitkan pada
bulan Januari tahun 2024.




                               70
Page 72
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Maret 2023 sebesar 0,91.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
2,07% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke   =      Rf + ( β x RPm ) – RBDS
     =      6,72% + ( 0,91 x 7,38% ) – 2,07%
     =      11,35%

Biaya Modal untuk Utang

Karena perhitungan nilai ekuitas Perseroan dilakukan dengan mendiskonto
tingkat balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
cash flows to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan
adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal,
baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang)
maupun yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

Dalam perhitungan ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah
suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku
bunga kredit investasi bank persero untuk bulan Maret 2024 yang
dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 9,47%.

Weighted Average Cost of Capital

Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot
ekuitas sebesar 93,16% dan bobot utang sebesar 6,84%, yang diolah dari
data DER Perseroan serta menggunakan tarif pajak penghasilan sebesar
22,00%, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai
berikut:

WACC        =      (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
            =      (11,35% x 93,16%) + (9,47% x [1 – 22,00%] x 6,84%)
            =      11,08%




                           71
Page 73
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba neto MCT untuk periode
sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034
adalah sebagai berikut:

Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                      Proyeksi
                    Keterangan
                                      31/12/24     31/12/25     31/12/26    31/12/27       31/12/28      31/12/29
Laba neto                                673.172    1.004.823    1.347.717    1.263.295     1.220.873      1.239.156
Faktor diskonto                           0,9242       0,8320       0,7490       0,6743        0,6071         0,5466
Nilai kini                               622.145      836.012    1.009.440      851.840       741.192        677.323



                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                Proyeksi
                    Keterangan
                                      31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34
Laba neto                              1.329.757    1.326.536    1.437.238    1.421.879     1.404.709
Faktor diskonto                           0,4921       0,4430       0,3988       0,3590        0,3232
Nilai kini                              654.373      587.655      573.170      510.454        454.002
Jumlah nilai kini                      7.517.608




Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                      Proyeksi
                    Keterangan
                                      31/12/24     31/12/25     31/12/26    31/12/27       31/12/28      31/12/29
Laba neto                                679.924    1.035.168    1.383.398    1.304.311     1.263.999      1.251.306
Faktor diskonto                           0,9242       0,8320       0,7490       0,6743        0,6071         0,5466
Nilai kini                               628.386      861.260    1.036.165      879.497       767.374        683.964



                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                Proyeksi
                    Keterangan
                                      31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33      31/12/34
Laba neto                              1.329.757    1.326.536    1.437.238    1.421.879     1.404.709
Faktor diskonto                           0,4921       0,4430       0,3988       0,3590        0,3232
Nilai kini                               654.373      587.655      573.170      510.454       454.002
Jumlah nilai kini                      7.636.301




                                 72
Page 74
             4. Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang
                berakhir pada tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam
                rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk
                memperoleh Rencana Pinjaman Bank sebagaimana tercantum dalam
                SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan
                digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.

             5. Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam
                memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh
                Pinjaman kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen
                Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan
                efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana
                Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi
                seluruh pemegang saham Perseroan.

             6. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT
                diharapkan dapat melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan
                dengan lebih terstruktur, mengingat tingkat bunga atas Rencana Pinjaman
                Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat bunga Pinjaman sehingga
                Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan
                ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh
                Perseroan dan MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal,
                dan modal kerja maupun pengembangan usaha atas portofolio aset
                Perseroan dan MCT.

             7. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan
                dapat menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban
                keuangan konsolidasian Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat
                meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang
                akan datang.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.




                                           73
Page 75
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan
dengan Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang
saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            74
Page 76
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           75
Page 77
                                                                                                                         Lampiran B
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Transaksi
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2034

                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/24       31/12/25       31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                     Keterangan
                                                       (9 Bulan)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                               1.495.740      2.501.687     2.907.362      2.883.341      2.883.341     2.883.341
Beban pokok pendapatan                                     729.625      1.379.087     1.388.028      1.402.697      1.412.756     1.424.865
Laba bruto                                                 766.115      1.122.600     1.519.334      1.480.645      1.470.585     1.458.476
Beban usaha                                                 70.491         86.880        88.197         89.566         90.991        92.474
Laba usaha                                                 695.625      1.035.719     1.431.137      1.391.079      1.379.594     1.366.002
Beban lain-lain                                             58.692         70.990        20.488        (30.666)       (66.953)      (23.386)
Laba sebelum pajak penghasilan                             754.317      1.106.710     1.451.625      1.360.412      1.312.641     1.342.616
Pajak penghasilan                                          (81.145)      (101.887)     (103.908)       (97.117)       (91.768)     (103.460)
Laba neto                                                  673.172      1.004.823     1.347.717      1.263.295      1.220.873     1.239.156



                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/30       31/12/31       31/12/32      31/12/33      31/12/34
                     Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                               2.970.341      2.970.341     3.096.341      3.096.341      3.096.341
Beban pokok pendapatan                                   1.434.083      1.432.730     1.446.012      1.460.586      1.476.128
Laba bruto                                               1.536.259      1.537.611     1.650.329      1.635.755      1.620.213
Beban usaha                                                 93.918         95.423        96.990         98.624        100.325
Laba usaha                                               1.442.340      1.442.188     1.553.339      1.537.132      1.519.888
Beban lain-lain                                             (3.676)        (4.344)       (3.638)        (3.329)        (3.981)
Laba sebelum pajak penghasilan                           1.438.664      1.437.844     1.549.701      1.533.803      1.515.907
Pajak penghasilan                                         (108.907)      (111.308)     (112.463)      (111.924)      (111.198)
Laba neto                                                1.329.757      1.326.536     1.437.238      1.421.879      1.404.709



PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Transaksi
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2034

                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/24       31/12/25       31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                     Keterangan
                                                       (9 Bulan)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                               1.495.740      2.501.687     2.907.362      2.883.341      2.883.341     2.883.341
Beban pokok pendapatan                                     729.625      1.379.087     1.388.028      1.402.697      1.412.756     1.424.865
Laba bruto                                                 766.115      1.122.600     1.519.334      1.480.645      1.470.585     1.458.476
Beban usaha                                                 70.491         86.880        88.197         89.566         90.991        92.474
Laba usaha                                                 695.625      1.035.719     1.431.137      1.391.079      1.379.594     1.366.002
Beban lain-lain                                             67.350        109.894        66.232         21.918        (11.662)       (7.809)
Laba sebelum pajak penghasilan                             762.974      1.145.614     1.497.369      1.412.996      1.367.932     1.358.193
Pajak penghasilan                                          (83.050)      (110.446)     (113.972)      (108.686)      (103.932)     (106.887)
Laba neto                                                  679.924      1.035.168     1.383.398      1.304.311      1.263.999     1.251.306



                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/30       31/12/31       31/12/32      31/12/33      31/12/34
                     Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                               2.970.341      2.970.341     3.096.341      3.096.341      3.096.341
Beban pokok pendapatan                                   1.434.083      1.432.730     1.446.012      1.460.586      1.476.128
Laba bruto                                               1.536.259      1.537.611     1.650.329      1.635.755      1.620.213
Beban usaha                                                 93.918         95.423        96.990         98.624        100.325
Laba usaha                                               1.442.340      1.442.188     1.553.339      1.537.132      1.519.888
Beban lain-lain                                             (3.676)        (4.344)       (3.638)        (3.329)        (3.981)
Laba sebelum pajak penghasilan                           1.438.664      1.437.844     1.549.701      1.533.803      1.515.907
Pajak penghasilan                                         (108.907)      (111.308)     (112.463)      (111.924)      (111.198)
Laba neto                                                1.329.757      1.326.536     1.437.238      1.421.879      1.404.709




                                                                   76
Page 78
                                                                                                                        Lampiran C
PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Transaksi
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2034

                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                           Proyeksi
                    Keterangan
                                                        31/12/24        31/12/25     31/12/26     31/12/27      31/12/28       31/12/29
Laba neto                                                   673.172      1.004.823    1.347.717    1.263.295      1.220.873      1.239.156
Faktor diskonto                                              0,9242         0,8320       0,7490       0,6743         0,6071         0,5466
Nilai kini                                                  622.145       836.012     1.009.440       851.840       741.192        677.323



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                    Keterangan
                                                        31/12/30        31/12/31     31/12/32     31/12/33      31/12/34
Laba neto                                                 1.329.757      1.326.536    1.437.238    1.421.879      1.404.709
Faktor diskonto                                              0,4921         0,4430       0,3988       0,3590         0,3232
Nilai kini                                                  654.373       587.655      573.170        510.454       454.002
Jumlah nilai kini                                         7.517.608



PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Transaksi
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 - 2034

                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                           Proyeksi
                    Keterangan
                                                        31/12/24        31/12/25     31/12/26     31/12/27      31/12/28       31/12/29
Laba neto                                                   679.924      1.035.168    1.383.398    1.304.311      1.263.999      1.251.306
Faktor diskonto                                              0,9242         0,8320       0,7490       0,6743         0,6071         0,5466
Nilai kini                                                  628.386       861.260     1.036.165       879.497       767.374        683.964



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Proyeksi
                    Keterangan
                                                        31/12/30        31/12/31     31/12/32     31/12/33      31/12/34
Laba neto                                                 1.329.757      1.326.536    1.437.238    1.421.879      1.404.709
Faktor diskonto                                              0,4921         0,4430       0,3988       0,3590         0,3232
Nilai kini                                                  654.373       587.655      573.170        510.454       454.002
Jumlah nilai kini                                         7.636.301




                                                                   77
Page 79
                                                                              Lampiran D

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

Pada tanggal 30 September 2024, Perseroan, GPB, APT, HB, dan MCT telah
menandatangani PPSB sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan
penting dalam PPSB adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPSB adalah Perseroan, GPB, APT, HB,
    dan MCT.

•   Objek dan Nilai Rencana Transaksi

    Objek dan nilai rencana transaksi berdasarkan PPSB adalah sebagai berikut:

    MCT merencanakan untuk melakukan Rencana Transaksi dengan rincian sebagai
    berikut:

    -   MCT merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor
        yang akan diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 30.780 saham dengan nilai
        nominal sebesar Rp 100.000 per saham atau setara dengan 36,56% saham MCT
        dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi
        sebesar Rp 307,80 miliar.

    -   MCT merencanakan untuk melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor
        yang akan diambil bagian oleh HB sebanyak 3.420 saham dengan nilai nominal
        sebesar Rp 100.000 per saham atau setara dengan 4,06% saham MCT dengan
        harga pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar
        Rp 34,20 miliar.

    Sehubungan dengan Rencana Transaksi, APT dan GPB setuju untuk
    mengesampingkan haknya untuk ditawarkan terlebih dahulu dan mengambil bagian atas
    sebagian atau seluruh saham baru;

•   Persyaratan Pendahuluan dan Penyelesaian Penempatan Saham

    Persyaratan Pendahuluan dan Penyelesaian Penempatan Saham berdasarkan PPSB
    adalah sebagai berikut:

    a. Penempatan Saham oleh Perseroan dan HB akan dilaksanakan setelah seluruh
       persyaratan pendahuluan di bawah ini terpenuhi, dalam bentuk dan isi sebagaimana
       disetujui (atau dikesampingkan secara tertulis) oleh Perseroan dan HB:

        -   Salinan keputusan pemegang saham, dewan komisaris dan/atau direksi
            Perseroan (sebagaimana disyaratkan anggaran dasar Perseroan) yang
            menyetujui, antara lain, penempatan atas saham yang ditempatkan Perseroan
            dalam MCT;



                                           78
Page 80
       -   Salinan daftar pemegang saham MCT;

       -   Salinan pemberitahuan pembayaran kembali lebih awal yang dikirimkan oleh
           MCT kepada The Bank of New York Mellon, Singapore Branch, sebagai agen
           fasilitas dalam perjanjian kredit OCP IV dan OCP V, yang disampaikan secara
           patut dan sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian kredit OCP IV dan OCP V;

       -   Salinan perjanjian pemberian fasilitas pinjaman yang telah ditandatangani oleh
           Perseroan dan MCT dengan Bank (selanjutnya disebut “Perjanjian Fasilitas
           Perseroan-MCT”); dan

       -   Salinan suatu dokumen, pernyataan, atau konfirmasi tertulis yang membuktikan
           bahwa Perjanjian Fasilitas Perseroan-MCT telah memenuhi syarat pencairan.

    b. Jika salah satu pihak mengetahui adanya fakta atau keadaan yang mana dapat
       menghalangi pihak lainnya untuk memenuhi persyaratan pendahuluan penempatan
       saham, pihak yang mengetahui tersebut harus segera memberitahukan kepada
       pihak lainnya mengenai fakta atau keadaan tersebut dengan pemberitahuan tertulis.

•   Tanggal Pemberhentian Panjang

    Tanggal pemberhentian panjang berdasarkan PPSB adalah enam puluh hari kalender
    sejak tanggal PPSB ini, atau tanggal lain sebagaimana dapat disepakati secara tertulis
    oleh Para Pihak

•   Penyelesaian

    Penyelesaian berdasarkan PPSB adalah sebagai berikut:

    a. Penyelesaian penempatan saham akan dilakukan pada atau sebelum hari kerja ke-5
       setelah tanggal dimana seluruh persyaratan pendahuluan penempatan saham
       terpenuhi, atau pada waktu lain yang dapat disepakati oleh para pihak (selanjutnya
       disebut “Tanggal Penyelesaian Penempatan Saham”).

    b. Pada Tanggal Penyelesaian Penempatan Saham:

       -   Perseroan akan menyerahkan atau akan menyebabkan untuk diserahkannya
           kepada Perseroan dan HB dokumen yang membuktikan pemenuhan persyaratan
           pendahuluan penempatan saham yang menjadi kewajiban MCT;

       -   Masing-masing Perseroan dan HB akan menyerahkan atau akan menyebabkan
           untuk diserahkannya kepada MCT dokumen yang membuktikan pemenuhan
           persyaratan pendahuluan penempatan saham yang menjadi kewajiban
           Perseroan dan HB;




                                           79
Page 81
       -   Masing-masing Perseroan dan HB akan menyerahkan bukti pembayaran atas
           harga penempatan sahamnya; dan

       -   APT dan GPB akan menyerahkan salinan surat pengesampingan hak untuk
           ditawarkan terlebih dahulu dan mengambil bagian atas sebagian atau seluruh
           saham yang ditempatkan;

       -   Perseroan akan:

           i. Menyerahkan kepada notaris yang ditunjuk keputusan Pemegang Saham
              MCT (selanjutnya disebut “Keputusan RUPSLB MCT”) yang menyetujui,
              antara lain:

              1.   Penambahan Modal;
              2.   Penempatan Saham;
              3.   Perubahan komposisi pemegang saham MCT; dan
              4.   Pengesampingan hak Pemegang Saham MCT untuk ditawarkan terlebih
                   dahulu dan mengambil bagian atas sebagian atau seluruh saham yang
                   ditempatkan,

              dalam bentuk dan isi yang disepakati oleh para pihak; dan

           ii. Menandatangani akta-akta notaris untuk Keputusan RUPSLB MCT.

•   Hukum yang Mengatur dan Penyelesaian Sengketa

    Hukum yang mengatur dan penyelesaian sengketa berdasarkan PPSB ini diatur
    berdasarkan dan ditafsirkan sesuai dengan Hukum Republik Indonesia.




                                           80
Page 82
                                                                             Lampiran E

Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham MCT

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli
2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PM.22/2018
(penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai
dengan surat penugasan No. KR/231002-001 tanggal 2 Oktober 2023 yang telah disetujui
oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
nilai pasar 100,00% saham MCT. Hasil penilaian atas 100,00% saham MCT tersebut
tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham MCT dengan No. 00139/2.0162-
00/BS/05/0153/1/IX/2024 tanggal 25 September 2024 dengan ringkasan sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah Perseroan, HB, dan
   MCT.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% saham MCT.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 31 Maret 2024.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
   pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen MCT. Dalam
   penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
   kinerja MCT pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di
   masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
   keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja MCT yang
   dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
   penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja MCT yang
   dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
   laporan keuangan berdasarkan kinerja historis MCT dan informasi manajemen MCT
   terhadap proyeksi laporan keuangan MCT tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas
   laporan penilaian MCT dan kesimpulan nilai akhir.




                                            81
Page 83
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan, dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MCT atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan MCT bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan MCT.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum MCT
berdasarkan anggaran dasar MCT.




                                        82
Page 84
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode pembanding
   perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
   oleh MCT di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
   perkembangan usaha MCT. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
   MCT diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha MCT. Arus kas
   yang dihasilkan berdasarkan proyeksi laporan keuangan dikonversi menjadi nilai kini
   dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah total nilai
   kini dari arus kas tersebut.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini
   karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
   mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
   diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data
   perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh MCT.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen MCT.
   Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
   lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 31 Maret 2024
   adalah sebesar Rp 516,15 miliar.




                                             83

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.87 MB
Published2 Oct 2024
Pages84
Characters241,297
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 46 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ANCARA LOGISTICS INDONESIA Tbk p.2 ×32
linked org Honardy Boentario p.2 ×6
linked org PT Mahakam Coal Terminal p.2 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.4 ×2
linked person Faisal Mohamad Nur p.9 ×3
linked person Nalinkant Amratlal Rathod p.14 ×3
linked person Aninditha Anestya Bakrie p.14 ×3
linked person Agus Suharyono p.14
linked person Rahul Nalin Rathod p.14 ×2
linked person Vishal Manharlal Parekh p.14 ×2
linked org Indika Energy Tbk p.67 ×2
linked org Golden Eagle Energy Tbk. p.67 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.13 ×2
possible org PT Graha Adika Niaga p.14
possible org Solomed Capital Pte. Ltd p.14
possible org Petrosea Tbk p.67 ×2
unresolved org PT Guruh Putra Bersama p.2 ×3
unresolved org PT Ade Putra Tanrajeng p.2 ×3
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×3
unresolved org Pte. Limited p.4 ×2
unresolved org Y. Santosa dan Rekan p.5
unresolved org YSR p.7 ×14
unresolved org Armanda p.7
unresolved org KJPP KR p.8 ×2
unresolved person Aulia Taufani p.8 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.9 ×4
unresolved person Akta Notaris Netty Maria Machdar p.13 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×2
unresolved org Terbatas No. AHU- p.13 ×2
unresolved org Menteri p.13 ×2
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.16 ×4
unresolved org PT Mahakam Coal Terminal Dalam Rencana Transaksi p.17
unresolved person Sri Intansih p.17
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17 ×2
unresolved person Maria Gunarti p.17
unresolved org Kementerian ESDM p.29
unresolved org Keahlian Setjen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia p.31
unresolved — Pembat · Penilai p.62 ×2
unresolved — Penambahan Modal HB p.68
unresolved — 100,00% MCT - setelah Rencana p.68
unresolved org KJPP Kusnanto p.75 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.75
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.75

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 11147 ms 12 Sep 2026 22:58
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
                            'adalah sebagai'}],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
                'sebagai',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '307.80'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result