Skip to content
Back to announcement

20240930_ALII_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_31730282_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review ALII

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 20

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00140/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2024                            30 September 2024



Kepada Yth.

PT ANCARA LOGISTICS INDONESIA Tbk
Bakrie Tower Lt. 15
Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. H.R. Rasuna Said
Jakarta 10940

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 30 September 2024, PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”), PT Guruh Putra Bersama (selanjutnya disebut “GPB”), PT Ade Putra
Tanrajeng (selanjutnya disebut “APT”), Honardy Boentario (selanjutnya disebut “HB”) dan
PT Mahakam Coal Terminal (selanjutnya disebut “MCT”) telah menandatangani Perjanjian
Penempatan Saham Bersyarat (selanjutnya disebut “PPSB”), dimana MCT merencanakan
untuk melakukan peningkatan modal dasar dari semula berjumlah Rp 5,00 miliar yang
terbagi atas 50.000 saham menjadi Rp 33,00 miliar yang terbagi atas 330.000 saham dan
peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari semula berjumlah Rp 5,00 miliar yang
terbagi atas 50.000 saham menjadi Rp 8,42 miliar yang terbagi atas 84.200 saham
(selanjutnya disebut “Rencana Penambahan Modal”) dengan rincian sebagai berikut:

•   Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan
    dan disetor oleh MCT sebanyak 30.780 saham dengan nilai nominal sebesar
    Rp 100.000 per saham atau setara dengan 36,56% saham MCT dengan harga
    pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 307,80 miliar
    (selanjutnya disebut “Rencana Penyertaan Saham Perseroan”).

•   HB merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan modal ditempatkan dan
    disetor oleh MCT sebanyak 3.420 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000 per
    saham atau setara dengan 4,06% saham MCT dengan harga pelaksanaan sebesar
    Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar (selanjutnya disebut
    “Rencana Penyertaan Saham HB”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penyertaan
Saham Perseroan dan Rencana Penyertaan Saham HB merupakan satu kesatuan transaksi
yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.
Page 3
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/240703-003 tanggal
3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai
KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019
dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Rencana
Transaksi.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus terbuka (publicly-held company),
didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha
Perseroan bergerak di bidang angkutan dengan kegiatan usaha utama angkutan laut
perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang. Perseroan berdomisili di Bakrie Tower
Lantai 15, Komplek Rasuna Epicentrum, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta 10940, dengan
nomor telepon: (021) 2994 1122 nomor faksimile: (021) 2991 2095, dan email:
corsec@ancaralogistics.com.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, struktur kepemilikan
Perseroan atas MCT pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:


       Perseroan               APT                   GPB                   HB

            70,00%               10,00%                10,00%                10,00%

                                          MCT



Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Agustus 2023, Perseroan memiliki penyertaan saham pada MCT dengan kepemilikan
sebesar 70,00%. MCT merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan usaha MCT adalah bergerak dalam bidang usaha perdagangan,
pengangkutan, dan pertambangan. Saat ini, MCT bergerak di bidang operasi terminal untuk
kepentingan sendiri yang digunakan sebagai Inter Transshipment Point (ISP) yang
beroperasi di Desa Embalut, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk
mendukung kegiatan usaha Perseroan. ISP milik MCT berfungsi sebagai titik perpindahan
muatan dari tongkang sungai ke stockpile serta dari stockpile ke tongkang laut.




                                           2
Page 4
Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024, MCT memiliki pinjaman jangka panjang dari OCP Asia Fund IV (SF 1) Pte.
Limited (selanjutnya disebut “OCP IV”) dan OCP Asia Fund V (SF 1) Pte. Limited
(selanjutnya disebut “OCP V”) dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 341,30 miliar dengan
jangka waktu sampai dengan Oktober 2025 dan tingkat bunga sebesar 20,00% per tahun
(selanjutnya disebut “Pinjaman”).

Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk memperoleh
fasilitas kredit investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (selanjutnya disebut “Bank”)
sebesar Rp 342,00 miliar dengan jangka waktu 60 bulan dan tingkat bunga sebesar JIBOR
1 Bulan + 4,00% per tahun (selanjutnya disebut “Rencana Pinjaman Bank”) sebagaimana
tercantum dalam Surat Penawaran Pemberian Kredit (selanjutnya disebut “SPPK”). Dana
yang diperoleh dari Rencana Pinjaman Bank tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk
melakukan Rencana Penyertaan Saham Perseroan.

Selanjutnya, MCT merencanakan untuk melakukan Rencana Penambahan Modal dimana
secara bersamaan Perseroan dan HB merencanakan untuk melakukan Rencana
Penyertaan Saham Perseroan dan Rencana Penyertaan Saham HB yang merupakan salah
satu upaya Perseroan dan HB dalam memberikan dukungan finansial bagi MCT untuk
melunasi seluruh Pinjaman kepada OCP IV dan OCP V. Hal ini diyakini manajemen
Perseroan dapat memberikan dampak struktur kapital yang lebih efektif dan efisien bagi
MCT dengan adanya peningkatan modal melalui Rencana Transaksi sehingga diharapkan
dapat memberikan kontribusi positif bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur, mengingat
tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
bunga Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan dan
ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan MCT
dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun pengembangan
usaha atas portofolio aset Perseroan dan MCT.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat menurunkan
leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan konsolidasian Perseroan yang
pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan
pada masa yang akan datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
    tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam rangka menjalankan strategi
    bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk memperoleh Rencana Pinjaman Bank
    sebagaimana tercantum dalam SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman
    Bank tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.




                                            3
Page 5
•   Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam memberikan
    dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman kepada OCP IV dan
    OCP V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat memberikan dampak struktur
    kapital yang lebih efektif dan efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal
    melalui Rencana Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif
    bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
    melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur, mengingat
    tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
    bunga Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan
    dan ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan
    MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun
    pengembangan usaha atas portofolio aset Perseroan dan MCT.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
    menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan konsolidasian
    Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa MCT
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 70,00% pada tanggal
31 Maret 2024, maka Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan
harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik (selanjutnya disebut “KAP”) Y. Santosa dan Rekan (selanjutnya disebut “YSR”),
jumlah ekuitas adalah sebesar Rp 1,56 triliun. Selanjutnya, berdasarkan PPSB, jumlah nilai
transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 342,00 miliar.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Transaksi tersebut mencerminkan
21,97% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Maret 2024 sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi
material, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020
tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
(selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.




                                            4
Page 6
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:

•   Transaksi dimana Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan
    modal ditempatkan dan disetor oleh MCT sebanyak 30.780 saham dengan nilai nominal
    sebesar Rp 100.000 per saham atau setara dengan 36,56% saham MCT dengan harga
    pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 307,80 miliar
    sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham Perseroan.

•   Transaksi dimana HB merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan modal
    ditempatkan dan disetor oleh MCT sebanyak 3.420 saham dengan nilai nominal sebesar
    Rp 100.000 per saham atau setara dengan 4,06% saham MCT dengan harga
    pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar
    sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham HB.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku,
yaitu POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Maret 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi.




                                            5
Page 7
JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
   tanggal 31 Maret 2024 yang telah direviu oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. NA24/P.JNR/05.29.04 tanggal 29 Mei 2024;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00057/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024 tanggal 6 Mei 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2022 yang telah diaudit oleh KAP YSR
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00147/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/XI/2023
   tanggal 2 November 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode lima bulan sejak tanggal
   pendirian 30 Juli 2019 sampai dengan 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP
   Armanda & Enita (selanjutnya disebut “AE”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00005/2.0680/AU.1/05/1570-1/1/I/2022 tanggal 31 Januari 2021 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;

6. Laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Maret 2024 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00143/2.0902/AU.1/05/1792-3/1/VII/2024 tanggal 31 Juli 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

7. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
   yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam laporannya No.
   00098/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/V/2024 tanggal 28 Mei 2024 dengan pendapat wajar
   tanpa pengecualian;




                                           6
Page 8
8. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2020 – 2022 yang telah dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
   konsolidasian Perseroan untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Agustus 2023 yang telah diaudit oleh KAP YSR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00147/2.0902/AU.1/05/1792-2/1/XI/2023 tanggal 2 November 2023
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

9. Laporan keuangan MCT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
   dengan angka perbandingan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh KAP AE sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00053/2.0680/AU.1/05/1570-1/1/XII/2020 tanggal 24 Desember 2020
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

10. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk periode tiga bulan yang
    berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang
    disusun oleh manajemen Perseroan;

11. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
    Transaksi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
    dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 yang
    disusun oleh manajemen Perseroan;

12. Laporan penilaian 100,00% saham MCT per 31 Maret 2024 yang disusun oleh KJPP KR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00139/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2024
    tanggal 25 September 2024;

13. PPSB;

14. SPPK;

15. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 9
    tanggal 12 Februari 2024 oleh Aulia Taufani, S.H., mengenai perubahan susunan
    pemegang saham Perseroan setelah pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham
    (selanjutnya disebut “PUPS”), perubahan jenis Perseroan menjadi Penanaman Modal
    Dalam Negeri (selanjutnya disebut “PMDN”), dan perubahan anggaran dasar pasal 4
    mengenai modal;

16. Anggaran dasar MCT yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 16 tanggal
    25 Agustus 2023 oleh Maria Gunarti S.H. M.Kn., terkait perubahan pasal 12 anggaran
    dasar MCT terkait tugas dan wewenang Direksi;




                                          7
Page 9
17. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Faisal Mohamad Nur
    dengan posisi sebagai Direktur Utama, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain
    yang terkait dengan Rencana Transaksi;

18. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang;

19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;

20. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

21. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

22. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

23. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan; dan

24. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil
akhir pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari
manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.




                                            8
Page 10
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya
merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan MCT berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan MCT.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang
ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah
dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi
mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.




                                             9
Page 11
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait
lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah
tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR
bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak
memilki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240703-003 tanggal
3 Juli 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            10
Page 12
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Maret 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Rencana Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.




                                             11
Page 13
ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

1. Sebagaimana tercantum dalam PPSB, MCT merencanakan untuk melakukan Rencana
   Penambahan Modal dan Perseroan merencanakan untuk mengambil bagian atas
   peningkatan modal ditempatkan dan disetor oleh MCT sebanyak 30.780 saham dengan
   nilai nominal sebesar Rp 100.000 per saham atau setara dengan 36,56% saham MCT
   dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar
   Rp 307,80 miliar sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham Perseroan.
   Selanjutnya, HB merencanakan untuk mengambil bagian atas peningkatan modal
   ditempatkan dan disetor oleh MCT sebanyak 3.420 saham dengan nilai nominal sebesar
   Rp 100.000 per saham atau setara dengan 4,06% saham MCT dengan harga
   pelaksanaan sebesar Rp 10,00 juta atau dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,20 miliar
   sehubungan dengan Rencana Penyertaan Saham HB.

   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, susunan pemegang saham MCT adalah
   sebagai berikut:

                                                                                                       (Dalam Rupiah)
                                                                                   Persentase
                       Pemegang Saham                          Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                                  Kepemilikan
    PT Ancara Logistics Indonesia Tbk                                  35.000              41,57%      3.500.000.000
    PT Ancara Logistics Indonesia Tbk - baru                           30.780              36,56%      3.078.000.000
    Honardy Boentario                                                   5.000               5,94%        500.000.000
    Honardy Boentario - baru                                            3.420               4,06%        342.000.000
    PT Ade Putra Tanrajeng                                              5.000               5,94%        500.000.000
    PT Guruh Putra Bersama                                              5.000               5,94%        500.000.000
    Jumlah                                                             84.200             100,00%      8.420.000.000



   Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00% saham MCT
   sebagaimana termuat dalam laporannya No. 00139/2.0162-00/BS/05/0153/1/IX/2024
   tanggal 25 September 2024, nilai pasar 100,00% saham MCT adalah sebesar
   Rp 516,15 miliar. Dengan pertimbangan nilai kapitalisasi pasar MCT adalah sebesar
   Rp 869,20 miliar dan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, kepemilikan Perseroan
   dan HB yang akan diperhitungkan sebagai penyetoran modal kepada MCT
   masing-masing adalah sebesar 36,56% dan 4,06%, maka secara teoritis, peningkatan
   modal ditempatkan dan disetor pada MCT yang dilakukan oleh Perseroan dan HB
   masing-masing adalah sebesar Rp 317,74 miliar dan Rp 35,31 miliar, dengan
   perhitungan sebagai berikut:

                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                            Nilai Pasar        Persentase

    Nilai pasar 100,00% saham MCT                                     516.153              59,38%
    Transaksi Penambahan Modal Perseroan                              317.744              36,56%
    Transaksi Penambahan Modal HB                                      35.305               4,06%
    Nilai pasar 100,00% MCT - setelah Rencana Transaksi               869.202             100,00%




                                                          12
Page 14
   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 307,80 miliar adalah lebih rendah dari nilai
   pasar 36,56% saham MCT sebesar Rp 317,74 miliar, sehingga Perseroan berpotensi
   membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi sebesar 3,13% tersebut telah sesuai
   dengan POJK 35/2020, persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 36,56%
   saham MCT sebesar Rp 317,74 miliar.

2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk periode
   sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

   Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                        31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                        Keterangan
                                       (9 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                           1.495.740     2.501.687     2.907.362      2.883.341      2.883.341     2.883.341
   Beban pokok pendapatan                 729.625     1.379.087     1.388.028      1.402.697      1.412.756     1.424.865
   Laba bruto                             766.115     1.122.600     1.519.334      1.480.645      1.470.585     1.458.476
   Beban usaha                             70.491        86.880        88.197         89.566         90.991        92.474
   Laba usaha                             695.625     1.035.719     1.431.137      1.391.079      1.379.594     1.366.002
   Beban lain-lain                         58.692        70.990        20.488        (30.666)       (66.953)      (23.386)
   Laba sebelum pajak penghasilan         754.317     1.106.710     1.451.625      1.360.412      1.312.641     1.342.616
   Pajak penghasilan                      (81.145)     (101.887)     (103.908)       (97.117)       (91.768)     (103.460)
   Laba neto                              673.172     1.004.823     1.347.717      1.263.295      1.220.873     1.239.156



                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                        31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
                        Keterangan
                                       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                           2.970.341     2.970.341     3.096.341      3.096.341      3.096.341
   Beban pokok pendapatan               1.434.083     1.432.730     1.446.012      1.460.586      1.476.128
   Laba bruto                           1.536.259     1.537.611     1.650.329      1.635.755      1.620.213
   Beban usaha                             93.918        95.423        96.990         98.624        100.325
   Laba usaha                           1.442.340     1.442.188     1.553.339      1.537.132      1.519.888
   Beban lain-lain                         (3.676)       (4.344)       (3.638)        (3.329)        (3.981)
   Laba sebelum pajak penghasilan       1.438.664     1.437.844     1.549.701      1.533.803      1.515.907
   Pajak penghasilan                     (108.907)     (111.308)     (112.463)      (111.924)      (111.198)
   Laba neto                            1.329.757     1.326.536     1.437.238      1.421.879      1.404.709




   Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                        31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                        Keterangan
                                       (9 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                           1.495.740     2.501.687     2.907.362      2.883.341      2.883.341     2.883.341
   Beban pokok pendapatan                 729.625     1.379.087     1.388.028      1.402.697      1.412.756     1.424.865
   Laba bruto                             766.115     1.122.600     1.519.334      1.480.645      1.470.585     1.458.476
   Beban usaha                             70.491        86.880        88.197         89.566         90.991        92.474
   Laba usaha                             695.625     1.035.719     1.431.137      1.391.079      1.379.594     1.366.002
   Beban lain-lain                         67.350       109.894        66.232         21.918        (11.662)       (7.809)
   Laba sebelum pajak penghasilan         762.974     1.145.614     1.497.369      1.412.996      1.367.932     1.358.193
   Pajak penghasilan                      (83.050)     (110.446)     (113.972)      (108.686)      (103.932)     (106.887)
   Laba neto                              679.924     1.035.168     1.383.398      1.304.311      1.263.999     1.251.306




                                             13
Page 15
                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                    31/12/30       31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
                          Keterangan
                                                   (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
    Pendapatan                                       2.970.341     2.970.341     3.096.341      3.096.341     3.096.341
    Beban pokok pendapatan                           1.434.083     1.432.730     1.446.012      1.460.586     1.476.128
    Laba bruto                                       1.536.259     1.537.611     1.650.329      1.635.755     1.620.213
    Beban usaha                                         93.918        95.423        96.990         98.624       100.325
    Laba usaha                                       1.442.340     1.442.188     1.553.339      1.537.132     1.519.888
    Beban lain-lain                                     (3.676)       (4.344)       (3.638)        (3.329)       (3.981)
    Laba sebelum pajak penghasilan                   1.438.664     1.437.844     1.549.701      1.533.803     1.515.907
    Pajak penghasilan                                 (108.907)     (111.308)     (112.463)      (111.924)     (111.198)
    Laba neto                                        1.329.757     1.326.536     1.437.238      1.421.879     1.404.709




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba neto
   Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 30,78 triliun
   dan Rp 13,67 triliun.

   Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba neto Perseroan setelah Transaksi
   masing-masing adalah sebesar Rp 30,78 triliun dan Rp 13,84 triliun.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut di atas,
   setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
   tambahan laba neto untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2034, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
   Perseroan pada masa yang akan datang.

3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba neto konsolidasian Perseroan sebelum
   dan setelah Rencana Transaksi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2034 masing-masing adalah sebesar Rp 7,52 triliun dan
   Rp 7,64 triliun. Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba neto konsolidasian
   Perseroan setelah Rencana Transaksi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2034 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba neto
   konsolidasian Perseroan sebelum Rencana Transaksi untuk periode sembilan bulan
   yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan
   tingkat diskonto sebesar 11,08%, yang merupakan biaya modal kapital Perseroan, yang
   ditentukan dengan menggunakan formula sebagai berikut:

   WACC               =          (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)




                                                          14
Page 16
Dimana:

ke        =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
kd        =   Biaya modal utang
We        =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
Wd        =   Bobot utang dalam struktur kapital
t         =   Pajak penghasilan perusahaan

Biaya Modal untuk Ekuitas

ke =      Rf + ( β x RPm ) – RBDS

dimana:

ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya
              modal ekuitas/saham biasa
Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free
              rate)
β         =   Beta
RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)

Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih
adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait dengan tanggal
penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Maret 2024, maka instrumen bebas risiko yang
dipakai yaitu obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
jangka waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,72%, yang diperoleh dari
Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai
tingkat balikan bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan
investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan
premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas
harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan
mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang
bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar
7,38%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran (New York University Business
School) tahun 2023 yang diterbitkan pada bulan Januari tahun 2024.




                                        15
Page 17
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium. Beta
Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal 31 Maret 2023 sebesar 0,91.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM dengan
memperhitungkan rating-based default spread sebesar 2,07% diperoleh biaya modal
atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah ini:

ke =      Rf + ( β x RPm ) – RBDS
   =      6,72% + ( 0,91 x 7,38% ) – 2,07%
   =      11,35%

Biaya Modal untuk Utang

Karena perhitungan nilai ekuitas Perseroan dilakukan dengan mendiskonto tingkat
balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flows to invested
capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan
rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya
modal untuk utang) maupun yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

Dalam perhitungan ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi bank
persero untuk bulan Maret 2024 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar
9,47%.

Weighted Average Cost of Capital

Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas sebesar
93,16% dan bobot utang sebesar 6,84%, yang diolah dari data DER Perseroan serta
menggunakan tarif pajak penghasilan sebesar 22,00%, maka weighted average cost of
capital (WACC) adalah sebagai berikut:

WACC      =       (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
              =   (11,35% x 93,16%) + (9,47% x [1 – 22,00%] x 6,84%)
          =       11,08%




                                        16
Page 18
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba neto MCT untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai berikut:

Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   Proyeksi
                    Keterangan
                                   31/12/24     31/12/25     31/12/26    31/12/27      31/12/28       31/12/29
Laba neto                            673.172     1.004.823    1.347.717    1.263.295     1.220.873      1.239.156
Faktor diskonto                       0,9242        0,8320       0,7490       0,6743        0,6071         0,5466
Nilai kini                           622.145      836.012     1.009.440     851.840        741.192        677.323



                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             Proyeksi
                    Keterangan
                                   31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34
Laba neto                           1.329.757    1.326.536    1.437.238    1.421.879     1.404.709
Faktor diskonto                        0,4921       0,4430       0,3988       0,3590        0,3232
Nilai kini                           654.373      587.655      573.170      510.454        454.002
Jumlah nilai kini                   7.517.608




Setelah Rencana Transaksi
                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   Proyeksi
                    Keterangan
                                   31/12/24     31/12/25     31/12/26    31/12/27      31/12/28       31/12/29
Laba neto                            679.924     1.035.168    1.383.398    1.304.311     1.263.999      1.251.306
Faktor diskonto                       0,9242        0,8320       0,7490       0,6743        0,6071         0,5466
Nilai kini                           628.386      861.260     1.036.165     879.497        767.374        683.964



                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             Proyeksi
                    Keterangan
                                   31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34
Laba neto                           1.329.757    1.326.536    1.437.238    1.421.879     1.404.709
Faktor diskonto                        0,4921       0,4430       0,3988       0,3590        0,3232
Nilai kini                           654.373      587.655      573.170      510.454        454.002
Jumlah nilai kini                   7.636.301




                                         17
Page 19
4. Berdasarkan laporan keuangan MCT untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
   tanggal 31 Maret 2024, MCT memiliki Pinjaman. Dalam rangka menjalankan strategi
   bisnisnya, Perseroan merencanakan untuk memperoleh Rencana Pinjaman Bank
   sebagaimana tercantum dalam SPPK. Dana yang diperoleh dari Rencana Pinjaman
   Bank tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk melakukan Rencana Transaksi.

5. Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dan HB dalam memberikan
   dukungan finansial bagi MCT untuk melunasi seluruh Pinjaman kepada OCP IV dan
   OCP V. Hal ini diyakini manajemen Perseroan dapat memberikan dampak struktur
   kapital yang lebih efektif dan efisien bagi MCT dengan adanya peningkatan modal
   melalui Rencana Transaksi sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif
   bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

6. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan melalui MCT diharapkan dapat
   melakukan mitigasi risiko atas sumber pendanaan dengan lebih terstruktur, mengingat
   tingkat bunga atas Rencana Pinjaman Bank lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
   bunga Pinjaman sehingga Perseroan mengharapkan adanya efisiensi beban keuangan
   dan ketersediaan saldo kas dan setara kas yang dapat digunakan oleh Perseroan dan
   MCT dalam rangka melakukan ekspansi, belanja modal, dan modal kerja maupun
   pengembangan usaha atas portofolio aset Perseroan dan MCT.

7. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan mengharapkan dapat
   menurunkan leverage ratio Perseroan dan menurunkan beban keuangan konsolidasian
   Perseroan yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
   konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.




                                         18
Page 20
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan
dengan Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang
saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            19

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.42 MB
Published2 Oct 2024
Pages20
Characters49,016
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 22 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ANCARA LOGISTICS INDONESIA Tbk p.2 ×11
linked org Honardy Boentario p.2 ×3
linked org PT Mahakam Coal Terminal p.2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.4 ×2
linked person Faisal Mohamad Nur p.9
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×3
unresolved org PT Guruh Putra Bersama p.2 ×2
unresolved org PT Ade Putra Tanrajeng p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.3
unresolved org Pte. Limited p.4 ×2
unresolved org Y. Santosa dan Rekan p.5
unresolved org YSR p.7 ×6
unresolved org Armanda p.7
unresolved org KJPP KR p.8 ×2
unresolved person Aulia Taufani p.8
unresolved org Bank Indonesia p.9 ×4
unresolved — Penambahan Modal HB p.13
unresolved — 100,00% MCT - setelah Rencana p.13
unresolved org KJPP Kusnanto p.20 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.20
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.20

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 3964 ms 12 Sep 2026 22:57
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
                            'adalah sebagai'}],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
                'sebagai',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '307.80'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result